Skip to main content

Edisi 28 Juni 2017 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 296 TAHUN KE 69

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

rabu wage, 28 juni 2017

Suparta Tawarkan Padi, Obama Jawab ’’No’’

@balipostcom (4.812rb Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

KEDATANGAN Presiden ke-44 Amerika Serikat Barack Obama ke Jatiluwih, Minggu (25/6) lalu, rupanya tak disia-siakan Gede Made Suparta. Petani asal Banjar Gunung Sari Kelod, Jatiluwih ini sengaja menunggu Obama di sawahnya yang dekat dengan pematang yang dilalui Obama.

Bali Post/ist

JATILUWIH - Gede Made Suparta (kiri) saat foto bersama Barack Obama ketika mengunjungi objek wisata Jatiluwih.

Ditemui di DTW Jatiluwih, Suparta menuturkan, ia dan keluarganya saat itu sedang bekerja di sawah menjemur padi. Mendengar kedatangan Obama akan melewati jalur trekking yang melintasi sawahnya, ia pun memutuskan untuk menunggu. Ia bercita-cita memberikan seikat padi merah kepada Obama. ‘’Saya nge-fans dengan Pak Obama. Kepikiran hendak memberikan cenderamata seikat padi beras merah,’’ ujarnya, Selasa (27/6) kemarin. Tim keamanan Obama sebelumnya sudah terjun untuk mensterilkan jalur trekking. Namun untuk petani yang sedang bekerja diperbolehkan ada di lokasi. Syaratnya, tidak boleh terlalu dekat dengan jalur trekking. Saat Obama bersama keluarganya lewat, Suparta memutuskan untuk berteriak dari kejauhan. ‘’Saya teriak pakai bahasa Indonesia, Pak Obama mau padi?’’ tuturnya. Tidak disangka, Obama membalas teriakannya. ‘’Dijawab pakai bahasa Inggris. Beliau sepertinya mengerti bahasa Indonesia. Saat itu dia jawab,

No,’’ ujar Suparta. Tidak menyerah, salah satu rekan Suparta yang sama-sama sedang berada di lokasi kembali berteriak menggunakan bahasa Inggris meminta foto bersama dengan Obama. Tidak disangka permintaan ini dikabulkan. Tim keamanan dari Obama meminta Suparta, keluarga dan rekannya untuk mendekat agar bisa berfoto bersama. Sayangnya, mereka hanya bisa berfoto satu kali dan tidak bisa ngobrol dengan Obama. Karena setelah foto diambil, mereka diminta untuk menjauh dan Obama melanjutkan perjalanannya. Suparta pun tak menyia-nyiakan untuk menjabat tangan Obama. ‘’Saat dijabat tangannya kuat sekali pegangannya,’’ ungkapnya. Tidak ada yang mengetahui bagaimana kesan Obama terhadap Jatiluwih. Keamanan yang ketat membuat warga tidak bisa mendekat, bahkan hanya untuk bertegur sapa. Jalur trekking-nya yang dilalui adalah jalur trekking pendek sejauh 1 kilometer. (kmb24)

Obama ke Tirta Empul dan Gunung Kawi

Kagumi Sawah dan Candi

Gianyar (Bali Post) Obama kembali menikmati panorama alam Bali. Setelah mengunjungi Jatiluwih dan menyusuri Sungai Ayung, Selasa (27/6) kemarin Obama berkunjung ke Tirta Empul dan Gunung Kawi. Keduanya menawarkan keindahan alam dan suasana magis spiritual. Obama yang mengenakan T-shirt putih, celana jeans biru dan kaca mata hitam tiba di

Objek Wisata Tirta Empul, pukul 16.20 Wita. Saat keluar dari mobil, Obama beserta keluarga langsung mendapat teriakan histeris dari ratusan wisatawan dan masyarakat setempat yang sudah menunggu sejak siang. Ratusan wisatawan ini pun berupaya mendekati Obama, namun langsung dihalangi pengawal. Obama pun diikuti hingga ke madya mandala. Saking banyaknya wisatawan dan warga, Obama

pun mengurungkan niatnya memasuki areal pemandian dan pura. ‘’Wisatawan tadi padat sekali, mereka semua histeris ingin mendekati Obama,’’ ucap Kapolsek Tampaksiring AKP Made Tama. Saking padatnya wisatawan, akhirnya Obama hanya menunggu di ruang CCTV. Tepatnya di jaba Pura Tirta Empul. Hal. 19 Aparat Gabungan

Bali Post/ist

TIRTA EMPUL - Barack Obama saat berada di Tirta Empul, Selasa (27/6) sore kemarin.

Pertikaian di Abepura

Teror di Polda Sumut

Satu Polisi Tewas

Polisi Tetapkan Empat Tersangka

Jayapura (Bali Post) – Pertikaian yang terjadi di sekitar Pasar Youtefa, Abepura, Selasa (27/6) petang menewaskan satu anggota Polri yang bertugas di Mapolda Papua yakni Bripka Asmadi Tabuni. Selain menewaskan Asmadi Tabuni, insiden itu juga melukai tiga orang lainnya, dua warga sipil dan satu anggota Polri yaitu Bripka Median Tabuni. Informasi di TKP mengungkapkan kasus tersebut berawal dari O yang merupakan petugas Pasar Youtefa meminta sekelompok pemuda yang sedang bermain kartu agar bubar karena pasar mau ditutup. Namun teguran tersebut tidak diindahkan. O kemudian menegur kembali hingga akhirnya terjadi pengeroyokan terhadap O hingga melukai dirinya yang kemudian membalas dengan menikam secara membabi-buta hingga mengakibatkan satu orang tewas dan dua orang mengalami luka. Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal kepada Antara, Selasa malam kemarin membenarkan terjadinya pertikaian yang menewaskan satu anggota Polri. ‘’Memang betul satu anggota meninggal dan seorang lainnya mengalami luka akibat pertikaian yang terjadi di sekitar Pasar Youtefa, Abepura, Selasa petang,’’ kata Kombes Kamal seraya menambahkan, hingga kini belum diketahui dengan pasti penyebabnya. Korban yang mengalami luka akibat penikaman yaitu Bripka Media Tabuni dan Peni Tabuni yang kini ditangani tim medis di RS Bhayangkara. Sedangkan O yang mengalami luka tusuk di bagian dada dirawat di RS AL Hamadi, Jayapura. (ant) Bali Post/ant

PENYERANGAN - Dua personel polisi meletakkan bunga di sekitar lokasi penyerangan di Polda Sumut, Medan, Sumatera Utara, Senin (26/6). Aksi belasungkawa tersebut untuk mengenang Aiptu Martua Sigalingging (alm) yang tewas saat bertugas dalam aksi penyerangan terduga teroris di Polda Sumut.

Jakarta (Bali Post) – Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol. Martinus Sitompul mengatakan jumlah tersangka kasus penyerangan dan penikaman anggota polisi Polda Sumut yang terjadi jelang Lebaran 2017, sebanyak empat orang. Tersangka yang baru ditangkap Densus 88 tersebut adalah Firmansyah Putra Yudi (32) alias FPY. ‘’Perannya ikut merencanakan serangan ke pos jaga Polda Sumut,’’ katanya, Selasa (27/6) kemarin. Sebelumnya telah ditetapkan tiga tersangka dalam kasus tersebut, dan seorang di antaranya tewas saat peristiwa terjadi. Ketiganya adalah Syawaluddin Pakpahan (43), warga Medan Denai yang menjadi pelaku penyerangan, Ardial Ramadhana (34 tahun, sudah tewas), warga Medan Kota yang menjadi pelaku penyerangan, dan Boboy (17) yang berperan mensurvei dan memetakan Polda Sumut. Seperti diketauhi, Minggu (25/6) pukul 03.00 WIB, dua orang tidak dikenal menyerang personel Yanma Polda Sumut Aiptu Martua Sigalinggung yang bertugas di pos jaga pintu keluar Mapolda Sumut. Akibat penyerangan tersebut, Aiptu Martua Sigalingging meninggal dunia karena mengalami luka yang

cukup parah di dada, tangan, dan lehernya. Namun kedua pelaku berhasil dilumpuhkan personel Satuan Brimob yang berjaga di pintu masuk Mapolda Sumut. Ardial kemudian tewas, dan Syawaluddin tertembak di bagian kakinya. Sementara itu, Markas Polda Sumatera Utara dipenuhi ratusan papan bunga dukacita atas penyerangan berujung kematian Ajun Inspektur Satu Polisi Martua Sigalingging oleh kawanan yang disebut terkait ISIS pada hari pertama Lebaran 1438 Hijriah lalu. Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara Komisaris Besar Polisi Rina Ginting, di Medan, Selasa kemarin, mengatakan papan-papan bunga itu juga berisi dukungan agar polisi memberantas semua bentuk terorisme. Selain itu, papan-papan bunga itu juga berisi kutukan keras terhadap tindakan terorisme dan radikalisme. Ginting menyatakan, karena begitu banyak papan bunga dukacita dari semua kalangan masyarakat, diperlukan jarak sekitar dua kilometer untuk meletakkan semua karangan bunga itu. Di antara pemberi papan bunga itu, ada Wali Kota Medan, Kepala BNN Sumatera Utara, konsul jenderal negara sahabat, dan lain-lain. (ant)

GNPF-MUI Nyatakan Hormati Presiden sebagai Simbol Negara

Bali Post/ant

KEDIAMAN WAPRES - Petugas keamanan mengevakuasi seorang anak yang tidak sadarkan diri saat mengantre di kediaman pribadi Wakil Presiden Jusuf Kalla di Makassar, Selasa (27/6) kemarin. Kegiatan ‘’open house’’ tersebut dihadiri ribuan warga Makassar yang mengantre sejak pagi hari. (Beritanya di halaman 19)

Jakarta (Bali Post) – Gerakan Nasional Pembela Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) menegaskan penghormatannya kepada Presiden Joko Widodo sebagai simbol negara. ‘’Bagi kami Presiden adalah simbol negara, patriotisme kami harus menghargai simbol negara. Saya memanggil Pak Presiden itu Pak Presiden yang terhormat, kalau kita tidak menghargai simbol negara berarti kita telah melecehkan simbol negara kita sendiri,’’ kata Ketua GNPF-MUI Bachtiar Nasir, Selasa (27/6) kemarin. Bachtiar dalam pertemuan itu juga menyampaikan aspirasinya kepada Presiden soal diskriminasi umat muslim seperti adanya anggapan kriminilisasi ulama dan sematan bahwa Islam itu intoleran, anti-Pacasila dan antike-

binekaan. ‘’Setelah kami sampaikan bahwa faktanya di masyarakat terasa, terutama adanya sematan-sematan terhadap umat Islam yang anti-Pancasila, intoleran, radikal, kok jadi begini? Kesannya kami yang disudutkan. Begitu juga kesan kalau umat Islam melakukan kesalahan cepat sekali prosesnya, langsung tangkap, penjarakan, tapi kalau di seberang sana, bukan umat Islam, toleransinya tinggi itu yang kami rasakan,’’ jelas Bachtiar. Namun teknis penyelesaian masalah tersebut, menurut Bachtiar, tidak dibicarakan dalam pertemuan itu dan akan diselesaikan oleh Menkopolhukam Wiranto. ‘’Presiden juga sudah mendelegasikan, sudah menginstruksikan urusan GNPF dan gerbong di belakangnya lewat Menkopolhukam. Presiden menunjuk langsung

setelah ini ada komunikasi yang baik dan tak tersumbat melalui Menkopolhukam,’’ tambah Bachtiar. Dalam pertemuan itu, menurut Bachtiar, baik Presiden maupun GNPFMUI merasa membutuhkan pertemuan lanjutan. ‘’Saya hitung Presiden sempat tiga kali berkata seandainya terjadi dialog di antara kita di 411, mungkin tidak ada 212, tidak ada ini dan ini. Kemudian Presiden bicara yang lain seperti program tanah untuk rakyat, bicara untuk menyeimbangkan ekonomi karena selama ini terlalu barat-minded. Presiden berusaha ke Cina, Arab Saudi, Kuwait, Qatar, bahkan juga telepon langsung dengan Turki untuk membangun kedekatan,’’ ungkap Bachtiar. Ia mengaku bahwa ada frekuensi pembicaraan yang terganggu antara GNPF-

MUI dengan Presiden selama ini. ‘’Ada frekuensi yang terganggu dalam dialog di tengah, padahal Presiden merasa sudah berdialog dengan ulama karena Presiden mengatakan ulamalah yang berani menegur saya jadi saya perlu mendengarkan ulama. Jadi ini dialog jadi kebutuhan kita bersama,’’ tambah Bachtiar. Bachtiar berjanji akan melakukan sosialisasi kepada kelompok anggota GNPF dan anggotanya mengenai pertemuan dengan Presiden tersebut. ‘’Nanti kita lakukan halalbihalal, dalam waktu dekat dari elemen aksi bela Islam. Bahkan lebih dari itu kita sedang koordinasi bagaimana halalbihalal antara ulama, umaroh, dan umat. Kepada teman-teman media kami akan buat konferensi pers lagi mengenai hasil halalbihalal aksi bela Islam nanti,’’ jelas Bachtiar. (kmb4)


denpasar

2

Rabu Wage, 28 Juni 2017

figur

Bali Post/rah

Antisipasi Aksi Teror

MENGANTISIPASI aksi teror yang makin brutal akhir-akhir ini, aparat TNI sesuai perintah dari pimpinan harus lebih meningkatkan kewaspadaan pengamanan perkantoran, Kesatrian dan Perumahan Militer. Menurut Danramil 1611-01/Dentim Kapten Inf. I Gusti Ngurah Putra, Selasa (27/6) kemarin, aksi pelaku teror saat ini telah beralih dari yang semula menggunakan senjata api dan bom dengan daya ledak tinggi, ke aksi tradisional yaitu dengan cara melakukan penusukan dengan menggunakan senjata tajam secara diam-diam dan pada jarak dekat, khususnya terhadap personel aparat saat lengah dan tidak mengenakan body system. ‘’Sehubungan hal tersebut, diberikan penekanan ulang kepada seluruh anggota agar tidak lengah dan selalu siap siaga setiap bertugas jaga, juga dilengkapi senjata siap tembak dan rompi antipeluru. Setiap prajurit harus membiasakan selalu berpikiran taktis dengan mengantisipasi segala kemungkinan ancaman yang terjadi,’’ ujarnya. Kapten Ngurah Putra menegaskan, waspadai saat jam rawan karena saat tersebut lawan akan berusaha melakukan aksinya bila mereka mengetahui ada kesempatan yang tepat. Di samping itu, rutin digelar patroli gabungan di masingmasing wilayah. ‘’Perlu juga disertai dengan kegiatan bincang-bincang kebangsaan agar masyarakat kita tidak mudah terprovokasi dengan ajaran yang menyimpang dari kaidah agama yang dianut,’’ tegasnya. (rah)

Kejati Segera Rampungkan Tiga Kasus Korupsi

Denpasar (Bali Post) Beberapa bulan ini, penanganan korupsi bidikan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali terkesan lamban. Bahkan pengungkapannya nyaris tak terdengar. Di balik “diamnya” penyidik, ternyata kejaksaan mempunyai jawaban tersendiri. Yakni dalam waktu dekat bakalan menuntaskan tiga perkara korupsi. Tidak tanggungtanggung, tersangka dalam dugaan kasus korupsi ini bakalan banyak. Bukan satu dua tersangka, namun belasan tersangka sudah ditetapkan penyidik kejaksaan di bawah komando pidsus pimpinan Polin O Sitanggang. Informasi yang didapat Bali Post, Selasa (27/6) kemarin, tiga kasus yang segera dituntaskan menjelang HUT Adyaksa itu yakni kasus tahura (taman hutan raya/ rakyat), kasus pengadaan kapal dan kasus pembebasan lahan Jalan Prof. Ida Bagus Mantra. Khusus kasus pembebasan lahan Jalan Prof. Mantra adalah pengembangan dari kasus yang sudah disidang sebelumnya dan saat ini pelang sitaan kejaksaan di Jalan By-pass Prof. Mantra di Gianyar sudah dihapus orang tak bertanggung jawab. Sementara dua kasus lainnya, yakni tahura dan pengadaan kapal ikan juga sudah menetapkan tersangka. “Jika dilihat kasusnya, tersangka kasus tahura lebih banyak. Pokoknya banyak. Jangan ditanya jumlahnya. Nanti akan dirilis Penkum (Kasipenkum - red), setelah libur Lebaran,” tandas petugas Kejati Bali yang mewantiwanti namanya tidak dikorankan. Seperti diberitakan sebelumnya, pada kasus dugaan korupsi pengadaan kapal pihak penyidik sebelumnya menetapkan sebelas tersangka, yang kemudian disampaikan secara resmi oleh Kasipenkum Humas Kejati Bali Edwin Beslar, bahwa kasus kapal telah menetapkan empat tersangka. Kemungkinan besar jumlah tersebut bakalan bertambah seiring penyidikan yang dilakukan Pidsus Kejati Bali. Jika kasus kapal saja sudah ada empat tersangka dari sebelas orang yang dibidik, bagaimana dengan kasus tahura yang dikabarkan tersangkanya bakalan melebihi kasus pengadaan kapal ikan untuk nelayan di Buleleng. Saat ini memang Kejati Bali sedikit tertutup dalam penanganan korupsi, dengan dalih bahwa pihak kejaksaan harus satu pintu, yakni melalui Penkum dan Humas Kejati Bali. Sebelumnya diberitakan, untuk kasus lahan Prof. Mantra ditetapkan satu tersangka. Dia adalah mantan hakim. Sedangkan kasus pengadaan kapal ikan baru disampaikan empat tersangka. Mereka berisnisial FB, SU, Syo dan I Made Su. Tersangka berasal dari rekanan, KKP dan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali. Yang masih ditutup rapat-rapat oleh pihak kejaksaan adalah soal tahura. Informasi yang didapat, selain kejaksaan, Krimsus Polda Bali juga sedang membidik tahura dan sudah ditetapkan ada tersangkanya pula. (kmb37)

Bali Post/kmb19

SIAGA - Dua unit Rantis Polisi siaga di jalan masuk Akasaka, Denpasar, Selasa (27/6) kemarin. Tempat hiburan malam ini ditutup sejak diciduknya salah satu manajemen beserta barang bukti belasan ribu ekstasi oleh Mabes Polri.

Terkait Penemuan 19 Ribu Butir Ekstasi

Penutupan Akasaka Belum Permanen

Denpasar (Bali Post) -

Penemuan 19 ribu butir ekstasi di Akasaka Music Club, beberapa waktu lalu, berbuntut panjang. Pemkot Denpasar juga melakukan langkah penegakan peraturan daerah terhadap tempat hiburan karaoke serta pub tersebut, berupa penyegelan atau penghentian semua kegiatan yang ada di tempat hiburan malam tersebut. Namun, tindakan ini belum bersifat permanen. Karena ketika sudah ada hasil dari kasus hukum yang sedang ditangani kepolisian dan dinyatakan bisa beroperasi, Akasaka bisa dibuka kembali. Dikonfirmasi Selasa (27/6) kemarin, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM dan PTSP) Denpasar I Made Kusuma Diputra mengatakan, penutupan Akasaka tidak bersifat permanen. Tergantung perkembangan kasus hukumnya, bila ada perkembangan lain atau dinyatakan bebas, tempat hiburan itu bisa dibuka kembali. Akasaka Music Club yang terletak di kawasan Simpang Enam Jalan Teuku Umar, Denpasar dilakukan penyegelan oleh Satpol PP, Kamis (22/6) lalu. Penyegelan merupakan buntut dari penggerebekan dan ditemukannya 19 ribu butir ekstasi di tempat dugem tersebut, Senin (5/6)

lalu. Penyegelan dilakukan berdasarkan Surat Keputusan PM dan PTSP Denpasar Nomor 570/80/DPMPTSP/2017 tentang Penghentian Sementara Usaha Penyelenggaraan Kegiatan Hiburan dan Rekreasi serta Usaha Jasa Makanan dan Minuman. Dasar dari penyegelan tersebut akibat adanya pelanggaran yang dilakukan. Di antaranya perda yang dilanggar oleh Akasaka, yakni Perda Nomor 9 tahun 2001 tentang Izin Tempat Usaha dan HO, Perda Nomor 1 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum, Perda Nomor 11 Tahun 2001 tentang Rekreasi dan Hiburan Umum dan Perda Nomor 5 Tahun 2015 tentang Bangunan Gedung. “Selain itu, ada pula surat

Denpasar (Bali Post) Hujan yang tidak menentu terus mengguyur wilayah Bali, termasuk di Kota Den-

pasar. Curah hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini dengan aliran drainase yang tersumbat sampah berdampak terjadinya

: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com

Terlebih, sebelumnya tempat tersebut ditemukan adanya belasan ribu butir narkoba jenis ekstasi. “Meski kasusnya terpisah, namun penyegelan Akasaka pasti sudah ada alasan yang kuat dari instansi teknis di Pemkot,” ujar politisi PDI-P dari Denpasar Utara ini. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391

Polda Belum Mau Komentar

TERKAIT rekomendasi penutupan sementara Akasaka Night Club di Jalan Teuku Umar, Denpasar, Kabid Humas AKBP Hengky Widjaja terkesan enggan komentar. Padahal surat rekomendasi itu juga ditembuskan ke BNNP Bali. “Sebentar, saya minta waktu,” kata Hengky Widjaja ketika dikonfirmasi, Selasa (27/6) kemarin. Sementara itu, Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa mengatakan

sepakat dengan rekomendasi Kapolda Bali terkait penutupan sementara Akasaka selama proses penyidikan berlangsung. “Surat rekomendasi itu juga ditembuskan ke BNNP Bali,” tegasnya. Suastawa juga mengapresiasi respons Pemkot Denpasar atas rekomendasi tersebut. Apalagi hasil operasi atau sweeping yang dilakukannya selama ini ada yang positif menggunakan narkoba.

Disinggung adanya desakan untuk mencabut izin Akasaka, jenderal bintang satu asal Desa Gulingan, Mengwi, Badung ini menegaskan, itu sepenuhnya menjadi kewenangan Pemkot Denpasar. Selama proses hukum berlangsung, Wali Kota Denpasar melakukan evaluasi dengan mengundang aparat penegak hukum dan stakeholder terkait guna menentukan langkah selanjutnya. (rah)

genangan air di beberapa titik. Seperti di wilayah Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan yang sempat mengalami genangan air akibat dari saluran air yang tersumbat sampah. Mengantisipasi kondisi serupa, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tetap menyiagakan petugas yang mampu melakukan penanganan cepat, yakni Pasukan Biru. ‘’Kami siagakan Pasukan Biru dalam mengantisipasi kawasan yang tergenang akibat sumbatan sampah. Untuk mobil, disiapkan empat armada, masing-masing terdiri dari delapan sampai sepuluh orang personel Pasukan Biru,’’ ujar Kabid Pengairan Dinas PUPR

Denpasar Gusti Ngurah Putra Sanjaya, Senin (26/7) kemarin. Melihat kondisi cuaca akhirakhir ini, katanya, beban tugas Pasukan Biru terus ditingkatkan. Dari beberapa laporan yang masuk melalui Pengaduan Rakyat Online (PRO) Denpasar telah dilakukan tindak lanjut secara langsung. Di samping itu, kata Putra Sanjaya, pihaknya juga melakukan langkah antisipasi dengan tetap memantau beberapa titik genangan yang akan mungkin terjadi akibat dari sumbatan sampah, seperti kawasan pertigaan Jalan Mohamad Yamin, Jalan Kaliasem, kawasan Puputan, kawasan Jalan Cok Agung Tresna, kawasan Jalan

Hangtuah Sanur dan kawasan aliran Tukad Badung termasuk pemasangan jaring sampah sebagai salah satu langkah untuk meminimalisasi sampahsampah yang hanyut terbawa air dan juga dilakukan pengangkutan dan pengawasan secara berkesinambungan. ‘’Kami juga meminta masyarakat untuk ikut menjaga aliran sungai dari sampah, sehingga tidak terjadi sumbatan. Kalau ada saluran air atau got yang tersumbat, kami berharap supaya cepat melaporkan ke Dinas PUPR atau ke Pengaduan Rakyat Online (PRO) Denpasar, sehingga bisa diambil langkah penanganan yang cepat,’’ kata Putra Sanjaya. (kmb12)

Arus Balik di Terminal Ubung Masih Sepi

FM 96,5

web E-mail

Denpasar bersama tim teknis lainnya dan surat rekomendasi dari Polda Bali mengenai penutupan operasional Akasaka. Tindakan yang dilakukan Pemkot Denpasar ini mendapat respons positif dari jajaran DPRD setempat. Ketua Komisi I DPRD Denpasar I Ketut Suteja Kumara mengaku mendukung apa yang dilakukan Pemkot, sepanjang berdasarkan SOP yang ada. Apa yang dilakukan tersebut, dipastikan sudah berdasarkan kajian yang matang.

Dinas PUPR Siagakan Pasukan Biru

081 337 032 965, (0361) 819446

Topik : PEMBANGUNAN SEKOLAH BARU TERGANJAL LAHAN Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5

rekomendasi dari kepolisian dengan nomor R/1219/VI/2017/ Bidkum, tertanggal 13 Juni 2017 yang berisikan tiga poin rekomendasi yang ditujukan kepada Wali Kota Denpasar,” ujar Kusuma Diputra. Di sisi lain, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar I.B. Rahoela mengatakan, penyegelan ini sudah sesuai dengan prosedur yang ada. Tindakan ini juga sudah sesuai dengan kajian dari tim penasehat hukum Pemkot

Bali Post/ara

PENANGANAN SAMPAH - Sejumlah petugas Pasukan Biru Dinas PUPR Denpasar sedang melakukan penanganan sampah yang ada di saluaran air.

Denpasar (Bali Post) Arus balik pasca-Lebaran 1438 H di Terminal Ubung masih sepi. Belum ada peningkatan jumlah penumpang yang datang. Bahkan, jumlah bus AKAP yang masuk terminal juga sedikit. Diprediksi arus balik akan ramai pada akhir pekan mendatang, sejalan dengan mulainya para pegawai masuk kerja, Senin (3/7) mendatang. Dikonfirmasi Selasa (27/6) kemarin, Kepala UPT Terminal Ubung A.A. Eka Putra mengatakan belum ada peningkatan jumlah penumpang yang masuk ke terminal. ‘’Pagi tadi (kemarin - red) baru masuk satu bus dengan jumlah penumpang 12 orang saja,’’ katanya.

Sementara pada Lebaran kedua, Senin (26/6), jumlah penumpang yang masuk Terminal Ubung juga sangat sedikit. Penumpang yang turun di Ubung sebanyak 145 orang dengan jumlah bus 12 unit. Sepinya jumlah penumpang diprediksi akibat masa libur masih lama. Apalagi, ada kebijakan dari pusat bahwa cuti Lebaran ini diperpanjang. Karena itu, kemungkinan akan terjadi peningkatan jumlah arus balik pada Sabtu dan Minggu mendatang. Kondisi ini berbeda dari tahun lalu, di mana pada H+1 Lebaran, sudah ada 31 bus yang masuk Terminal Ubung dengan jumlah penumpang sebanyak 981 orang. (kmb12)


BADUNG

Rabu Wage, 28 Juni 2017

Anggaran Honor Pemangku Dirancang Rp 2,1 Miliar Mangupura (Bali Post) – Rencana pemberian honorarium kepada pemangku kahyangan tiga di Kabupaten Badung terus digodok. Bahkan Badan Perencanan Pembangunan Daerah (Bappeda) Badung telah merancang anggaran yang akan dipasang dalam APBD Badung sebesar Rp 2,1 miliar. Menurut Kepala Bappeda Badung Made Wira Darmajaya, pihaknya bersama instansi terkait tengah membahas program tersebut. “Program honorarium untuk pemangku kahyangan tiga masih dalam proses pembahasan dan belum rampung. Mohon bersabar dulu,” ujar Wira Darmajaya, Selasa (27/6) kemarin. Wira Darmajaya menambahkan, pihaknya telah merancang anggaran untuk kepentingan tersebut, yakni mencapai Rp 2,1 miliar. Angka ini diharapkan dapat terealisasi pada perubahan APBD 2017, atau di APBD Induk 2018. “Angka itu bisa berubah dan perlu juga persetujuan DPRD Badung. Memang dirancang di APBD perubahan. Apabila anggaran itu belum mencukupi di perubahan, kami pasang lagi di APBD Induk 2018. Masih dibahas dulu,” jelas mantan Sekretaris DPRD Badung ini. Dihubungi terpisah, Ketua DPRD Badung Putu Prawata mengaku siap menyukseskan program tersebut. Bahkan pihaknya di DPRD sangat mengapresiasi program itu. “Kami lihat dulu postur anggaran di perubahan APBD 2017. Jika mencukupi, kami pasang program tersebut. Jika anggaran belum mecukupi, baru dianggarkan lagi di APBD Induk 2018,” katanya. Politisi PDI Perjuangan ini meminta Tim Banggar DPRD Badung bekerja cepat dan tepat, sehingga pada tanggal 17 Juli 2017 mendatang Perubahan APBD 2017 sudah dapat disahkan. “Apakah nanti disetujui di anggaran perubahan atau induk,” ujarnya. Di sisi lain, Tim Anggaran Pmerintah Daerah (TAPD) juga mengaku telah melakukan rancangan besaran anggaran yang akan dipasang dalam APBD Kabupaten Badung. Ketua TAPD Badung yang juga Sekda Badung Wayan Adi Arnawa mengatakan, honorarium para pemangku Pura kahyangan tiga sedang dibahas dan diharapkan bisa direalisasikan pada perubahan APBD 2017 atau di APBD Induk 2018. “Untuk besaran anggarannya, pihak Bappeda sedang melakukan rancangannya. Usulan tersebut memang sudah masuk dan tinggal mendapat persetujuan dari DPRD Badung,” tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, pemberian honorarium pemangku akan diberikan secara bertahap. Tahap awal, pemberian honorarium pemangku akan menyasar pemangku kahyangan tiga, yakni ancer-ancer diberikan Rp 1 juta per bulan. Sedangkan untuk para sulinggih, pemberian honor sudah berlangsung cukup lama, di mana sasarannya Rp 1,5 juta per bulan untuk 175 sulinggih di Badung. (kmb27)

Terkait Kaburnya Empat Napi Asing

Kecurigaan Keterlibatan Orang Dalam Makin Kuat

Mangupura (Bali Post) Dua orang asing yang berstatus warga binaan dan sempat kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan sudah ditangkap di Hotel Novo Turismo Resort and Spa Kota Dili, Timor Leste, Kamis (22/6) lalu. Mereka adalah Sayeb Mohammed Said asal India dan Dimitar Nikolov Iliev berkebangsaan Bulgaria. Sementara dua lainnya belum diketahui informasinya. Di balik kaburnya narapidana (napi) asing tersebut, selain aparat kepolisian, pihak internal Lapas Kelas II A Denpasar juga telah melakukan pemeriksaan internal. Bahkan informasi yang didapat keterlibatan orang dalam warga binaan terkait kaburnya ke empat narapidana asing itu makin menguat. Hal itu menyusul diperiksanya sekitar 17 orang saksi warga binaan. Kalapas Kelas II A Denpasar di Kerobokan Tonny Nainggolan membenarkan bahwa secara internal pihaknya sudah memeriksa 17 orang warga binaan. Bahkan hasil pemeriksaan mengerucut menjadi lima orang yang diduga membantu pelarian empat napi asing yang terlibat kasus narkoba, pencurian data bank maupun kasus keimigrasian tersebut. Dikatakan, kelima napi itu kini sedang didalami perannya. “Mereka mendukung pelarian napi asing itu. Mereka kami duga ikut menggali gorong-gorong,” kata Tonny Nainggolan, Selasa (27/6) kemarin. Sebagai langkah untuk memperdalam kemungkinan itu, kata Tonny Nainggolan, pihak lapas terus berkoordinasi dengan polisi, termasuk menyampaikan informasi dari hasil pemeriksaan internal. Namun dari hasil pemeriksaan terhadap napi lokal yang diduga terlibat, belum ada yang mengarah sebagai tersangka. “Ini baru dugaan. Kami masih memeriksa dan masih berkoordinasi dengan pihak kepolisian, khusus terhadap dua napi yang sudah tertangkap. Dari sana nanti bisa dikembangkan,” ujarnya. Tonny Nainggolan menegaskan, untuk sementara belum ada tersangka dalam kasus ini. “Ini sebatas pemeriksaan di internal kami terkait warga binaan yang disinyalir turut membantu napi yang kabur,” imbuhnya. Tonny Nainggolan menambahkan, pihaknya belum sempat ketemu dengan dua napi yang sudah ditangkap. Namun ia mempercayakan kepada pihak kepolisian untuk menyidik kasus tersebut, hingga terbongkarnya modus yang dilakukan saat kabur dari Blok Bedugul. Terkait paspor yang dikembalikan ke warga binaan, sebagaimana disampaikan Kasipidum Kejari Denpasar Ketut Maha Agung, Kalapas Tonny Nainggolan mengatakan paspor diberikan kepada terpidana karena keputusan hakim yang menyidangkan perkara mereka. Usai divonis dan dieksekusi, pihak lapas selama ini tidak pernah menerima paspor keempat napi tersebut. Pihak lapas hanya menerima surat vonis dan pelaksanaannya. (kmb37)

Pembangunan Sekolah Baru Terganjal Lahan Mangupura (Bali Post) -

Keinginan Pemkab Badung membangun sekolah baru, baik jenjang SMP maupun SMA/ SMK tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pasalnya, wacana yang didengungdengungkan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta guna mengatasi kekurangan sekolah ini terganjal kepemilikan lahan. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Badung I Ketut Widia Astika mengatakan pihaknya akan berupaya mengajukan permohonan kepada Pemprov Bali agar diizinkan memanfaatkan lahan milik provinsi. “Ternyata tidak sesederhana itu (membangun sekolah baru - red). Tanah yang akan dimanfaatkan untuk membangun sekolah itu belum jelas. Kalau di Kuta ada (lahan

- red), tapi tanah provinsi. Apa provinsi mengizinkan tanahnya dimanfaatkan? Jadi kami harus mengkaji dulu, karena takutnya provinsi punya agenda lain,” kata Widia Astika saat dikonfirmasi, Selasa (27/6) kemarin. Menurut Widia Astika, sejumlah wilayah yang memerlukan penambahan sekolah adalah Kuta Utara, Kuta Selatan dan Abiansemal. Selama ini, masyarakat di tiga kecamatan ini mengeluhkan

kesulitan mendapatkan sekolah pascapenerapan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendikbud) Nomor 17 Tahun 2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). “Itu menurut versi kita, sekarang yang berkewenangan mengkaji kan provinsi. Setelah PPDB ini, apa benar kekurangan sekolah karena ada banyak sekolah swasta. Namun, kami akan memohon ke provinsi. Provinsi yang akan mengkaji di

mana saja memang diperlukan sekolah lagi,” tegasnya. Lantas bagaimana mengatasi orangtua siswa yang berbondong-bondong bahkan memanfaatkan jalur belakang guna menyekolahkan putra-putrinya pada sekolah yang berstatus negeri? Pejabat asal Kerobokan ini mengatakan, semua ada mekanisme yang harus dipatuhi. “Sah-sah saja ingin masuk sekolah negeri, tapi nilainya cukup tidak! Karena ada ketentuan yang mengatur. Mestinya masyarakat menghormati aturan itu. Kalau mau sekolah negeri, kan dipersipkan dari dulu. Tapi menurut saya, swasta juga tidak

3

kalah bagusnya,” tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Giri Prasta mengintruksikan kepada jajaranya terutama Disdikpora untuk membangun sekolah baru guna menampung putra-putri asal Badung. Kebijakan ini mengacu pada PP Nomor 47 Tahun 2008 tentang Wajib Belajar. Orang nomor satu di Gumi Keris ini tidak ingin menghambat atau menghalangi kesempatan untuk mengeyam pendidikan yang merupakan salah satu hak dasar sebagai warga negara, serta sesuai dengan ketentuan PP Nomor 47 Tahun 2008 tentang Wajib Belajar. (kmb27)

MENUNGGU PENUMPANG - Sejumlah armada taksi konvensional yang beroperasi di Bandara Ngurah Rai sedang menunggu penumpang.

Bahas Keberadaan Taksi ”Online” dan Konvensional

AP I Siap Gelar Pertemuan dengan Dishub Bali Mangupura (Bali Post) Menyikapi perseteruan antara taksi online dan konvensional yang sering terjadi di Bandara Ngurah Rai, pihak Angkasa Pura (AP) I Bandara Ngurah Rai akan segera melakukan pertemuan dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Bali. Langkah ini diambil pascakejadian salah seorang operator taksi konvensional di Bandara Ngurah Rai yang sempat menghadang salah seorang supir taksi online. Dikonfirmasi Selasa (27/6) kemarin, Communication Head and Legal Section Head Bandara Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim membenarkan hal tersebut. Pi-

haknya juga menyayangkan kejadian spontanitas dengan memaksa supir taksi online untuk menurunkan penumpang oleh salah seorang operator taxi konvensional. “Jajaran manajemen Angkasa Pura I Ngurah Rai sudah mengetahui hal tersebut. Kami sudah berkoordinasi dengan pemilik bisnis taksi di Bandara Ngurah Rai. Setelah Lebaran kami akan membahas secara khusus permasalahan ini dengan Dishub Bali. Selama ini kami masih rapat di internal Bandara Ngurah Rai saja,” ujarnya. Menurut Arie Ahsanurrohim, pihaknya sudah memberikan penjelasan resmi bahwa taksi

online belum bisa diterima, sebab pihak Angkasa Pura sendiri belum bisa menyiapkan SOPnya. Hal tersebut dikarenakan taksi online sempat dilarang oleh Gubernur Bali dan ada peraturan dari pemerintah terkait pengaturannya. Pihaknya belum mengetahui, apakah selama ini taksi online di Bali sudah mengikuti aturan menteri atau tidak. Untuk itu, pihaknya belum siap memberikan perlindungan kepada taksi online di bandara. “Nanti hal itu akan kami bahas dengan Dishub. Kami harus clear-kan proses izinnya dan membuat kesepakatan dengan operator taksi eksisting atau konvensional,

sehingga tidak terjadi saling tikam dan tusuk dari belakang atau membunuh market-nya masing-masing. Maka dari itu, diharapakan ada komitmen bersama baik dari paguyuban taksi online, operator taksi eksisiting, AP I dan regulator,” katanya. Arie Ahsanurrohim menambahkan, masalah taksi online dan konvensional merupakan dua hal sensitif di Bali saat ini. Hal tersebut lantaran tidak ada garis jelas antara market taksi online dan konvensional secara tegas. Selama ini pihak Bandara Ngurah Rai hanya bekerja sama dengan taksi konvensional dengan mempunyai empat operator. Dengan begitu, pi-

haknya tidak mungkin menerima begitu saja taksi online, jika hal tersebut dirasa mematikan taksi konvensional yang merupakan partner pihak bandara. Arie Ahsanurrohim menegaskan, Bandara Ngurah Rai belum menerima taksi online. Jika taksi online mau berbisnis di bandara, maka yang bersangkutan harus mengajukan izin resmi ke bandara. Sementara selama ini belum pernah ada pengajuan izin dari taksi online. “Kalau taksi online mau berbisnis di bandara tidak memungkinkan ditolak, tapi yang jelas harus ada SOP dan payung hukum agar tidak ada gesekan,” katanya mengingatkan. (kmb23)

Proyek Gedung Kejari Badung Digarap Mangupura (Bali Post) – Proyek Kantor Kejaksaan Negeri (Keajari) Badung mulai digarap setelah proses hibah selesai. Hibah yang diberikan kabupaten terkaya di Bali ini menggunakan sebagian lahan Terminal Mengwi. Berdasarakan pantauan di lokasi, Selasa (27/6) kemarin papan proyek telah terpampang di pintu keluar terminal tipe A tersebut. Pada papan proyek itu tertera proyek dengan nomor kontrak 117/KNT.DPUPR.TB/2017 milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemerintah Kabupaten Badung ini dimulai pada 31 Mei 2017 lalu. Nilai proyek mencapai Rp 29.044.575.518 yang bersumber dari APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2017. Proyek yang diagendakan rampung selama 200 hari ini digarap PT Bianglala Bali dan pengawas CV Prayascitha Hutama, serta perencana CV Tri Maya. Salah seorang pekerja yang ditemui di lokasi mengatakan, pembangunan gedung yang dilengkapi rumah dinas terus berjalan meski dalam suasana libur Lebaran. “Kerja terus. Tidak libur,” ujarnya singkat. Dua alat berat yang digunakan untuk membuat galian fondasi dan basement juga terlihat di lokasi. Sementara para pe-

kerja ada yang membuat senderan, melipat kawat besi dan sebagainya. Tak kurang dari 20 pekerja tampak sibuk. Kejaksaan Agung menyambut rencana pembangunan Kejari di Badung ini. Bahkan Agustus 2016 lalu, pihak Kejaksaan Agung sempat meninjau langsung lokasi pembangunan Kejari Badung. Bupati Badung Nyoman Giri Prasta saat meninjau lokasi mengatakan, pembangunan gedung Kejari dilakukan untuk memberikan pelayanan mandiri kepada masyarakat. “Pembangunan gedung Kejari jelas merupakan kebutuhan masyarakat, terutama masyarakat yang ingin mencari keadilan,” katanya. Ditanya, apakah pembangunan ini tak akan mengganggu layanan terminal karena dibangun di dalam areal terminal, Bupati Giri Prasta menampiknya. Saat ini luas areal terminal mencapai lima hektar. Satu hektar akan diambil untuk pembangunan gedung Kejari dan dibatasi dengan jalan 12 meter. “Dengan jalan ini, posisi terminal dan Kejari akan terpisah,” ujarnya. Sementara itu, Kadis PUPR Badung Ida Bagus Surya Suamba belum bisa dikonfirmasi mengenai pengerjaan proyek tersebut. (kmb27)

Bali Post/kmb27

MENGERJAKAN - Sejumlah pekerja tengah mengerjakan proses pembangunan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung.

Mayoritas Lulusan SMP di Kuta Selatan Tak Tertampung di SMA Negeri Mangupura (Bali Post) Jumlah SMA negeri di wilayah Kuta Selatan yang hanya satu sekolah, sudah lama dikeluhkan oleh masyarakat setempat. Pasalnya, mayoritas lulusan SMP dari lima SMP yang ada di Kuta Selatan tidak mampu ditampung hanya oleh satu SMA negeri yang ada. Keluhan masyarakat ini yang sudah mencuat selama sekitar sepuluh tahun ini tak kunjung tertangani. Menyikapi kondisi tersebut, salah seorang tokoh Kuta Sela t a n, Ny om a n Ka rya na mendesak Pemprov Bali dan Pemkab Badung segera menan-

gani permasalahan keresahan masyarakat tersebut. Mereka memang sangat mendambakan kehadiran SMA negeri baru, sehingga putra-putrinya memiliki kesempatan yang lebih besar untuk melanjutkan pendidikan di SMA negeri. “Sebenarnya ini sudah menjadi permasalahan klasik. Sejak lama masyarakat di Kuta Selatan mendambakan adanya SMA negeri baru. Kami berharap, pemerintah daerah secepatnya menanggapi permasalahan ini secara serius dan segera mengambil kebijakan yang tepat,” kata Karyana,

Selasa (27/6) kemarin. Karyana yang juga Wakil Ketua DPRD Badung menegaskan, permasalahan kekurangan SMA tersebut juga berdampak pada implementasi Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017, dengan menerapkan sistem zonasi pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah wajib menerima calon peserta didik yang berdomisili pada radius zona terdekat dari sekolah, paling sedikit sebesar 90 persen dari total jumlah peserta didik yang diterima. Domisili calon

peserta didik tersebut berdasarkan alamat pada kartu keluarga yang diterbitkan paling lambat enam bulan sebelum pelaksanaan PPDB. Tentunya hal tersebut sulit diterapkan di Kuta Selatan, karena keberadaan SMA negeri hanya ada satu dan tidak semua lulusan SMP di Kuta Selatan bisa tertampung. “Banyak sekali lulusan SMP yang berpotensi tidak bisa tertampung di SMA Negeri. Seharusnya rasio SMP dengan SMA di Kuta Selatan sebanding, baik negeri maupun swasta sehingga semua lulusan SMP bisa tertampung,” katanya

menyayangkan. Mengingat kewenangan pengelolaan SMA/SMK saat ini ada di provinsi, Karyana mengharapkan Pemprov Bali melalui Disdikpora Bali secepatnya mengkaji permasalahan tersebut dan secepatnya merealisasikan pembangunan SMA negeri baru. Dengan begitu, lulusan SMP di Kuta Selatan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mengenyam pendidikan di sekolah negeri. “Kalau Pemprov tidak siap, Badung siap membangun. Mungkin nantinya dengan dihibahkan kepada provinsi,” ujarnya. (kmb23)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

The Sukarno Center Serahkan Prasasti Heritage

Orasi Politik Arya Wedakarna di Haul Bung Karno Bius Warga Blitar PESONA dan karisma sosok pemimpin muda dari Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, ternyata mampu membius warga luar Bali khususnya di Kota Blitar. Bagaimana tidak, di tengah ribuan massa yang hadir saat acara Peringatan Haul Ke-47 Hari Wafatnya Proklamator Bung Karno, Arya Wedakarna yang juga Senator Indonesia mampu membawakan pidato dan orasi politiknya dengan lantang dan tegas. Hal ini semakin mengukuhkan bahwa ada putra asli Bali yang mampu menguasai panggung nasional dalam hal kebangsaan. Dalam kesempatan itu, Arya Wedakarna (AWK) mengingatkan bahwa ada ideologi asing yang kini menjadi musuh bersama, yakni ideologi dan paham radikal yang kian menggerogoti Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia. ‘’Pada hari ini kita berduka, karena seorang pejuang demokrasi dan Pancasila yakni Ahok sedang dipenjara karena sikap beraninya melawan ketidakbenaran. Ini adalah hasil dari sikap politik intoleransi yang bermuara pada cederanya nilai– nilai kebinekaan. Saya ingatkan bahwa Indonesia adalah NKRI, negara yang menempatkan warganya sejajar dan sejajar. Tidak ada mayoritas dan minoritas, semua sama dan semua berhak menjadi pemimpin bangsa. Mari kita lawan ormas-ormas radikal, dukung Presiden Joko Widodo untuk menggebuk kaum anti-Pancasila. Dari makam Bung Karno ini kita gelorakan kembali Pancasila sebagai nilai tunggal

DI BLITAR - Sukmawati Soekarno bersama Dr. Arya Wedakarna (DPD-RI), Eva Kusuma Sundari (DPR-RI Fraksi PDI Perjuangan) serta jajaran pengurus The Sukarno Center dan DPP PNI Marhaenisme di Blitar. kehidupan berbangsa dan bernegara,’’ ungkapnya. Gusti Wedakarna mengapresiasi peran Ketua Umum DPP PNI Marhaenisme Sukmawati Soekarno, yang dengan gagah berani melaporkan Rizieq Shihab ke Polri sehubungan dengan dugaan penghinaan Pancasila dan penghinaan Bung Karno. ‘’Laporan Ibu Sukmawati adalah titik awal dari kehancuran ormas radikal dan mari kita kawal kasus-kasus hukum ini bersama-sama. Kita juga harus mendukung Presiden Joko Widodo untuk menertibkan ormas dan tokoh radikal termasuk membubarkan Hizbut Tahrir (HTI). Saya ingatkan agar Presiden Jokowi menuntaskan hal ini, jangan sampai hanya di tingkatan menteri, tapi harus

tuntas sebelum 2019. Semua demi amannya Indonesia dari gerakan radikalisme,’’ ujarnya. Terkait Hari Haul Bung Karno, ia mengapresiasi sejumlah pihak yang terlibat dan terus konsisten mengadakan acara ini baik Pemerintah Kota Blitar, UPT Perpustakaan Bung Karno Blitar, DPP PNI Marhaenisme, The Sukarno Center maupun pementasan Sanggar Seni Bale Agung Singaraja. ‘’Saya akan bicarakan ke pusat bahwa anggaran Haul Bung Karno akan ditingkatkan tahun depan. Ini acara bagus dan harus terus diadakan karena wujud penghormatan pada pahlawan. Semoga Bung Karno amor ring acintya,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang juga President The Sukarno Center Tampaksiring. (ad1874)

Rabu Wage, 28 Juni 2017

Terkait Pembangunan Bandara Bali Utara

Wagub Sudikerta Ajak PT BIBU dan PT Pembari Duduk Bersama

KETIMPANGAN pembangunan antara Bali Utara dan Bali Selatan membuat Pemerintah Provinsi Bali terus mengupayakan segera melakukan pemerataan, salah satunya mempersiapkan rencana pembangunan bandar udara (bandara) di Kabupaten Buleleng. Saat ini terdapat dua pemrakarsa proyek yang telah siap melaksanakan pembangunan bandara di Bali Utara tersebut, yaitu PT Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) Panji Sakti dan PT Pembangunan Bali Mandiri (Pembari). Hal ini terungkap pada rapat pembahasan persiapan pembangunan Bandara Bali Utara yang dilaksanakan di Sector, Sanur, Denpasar, Selasa (27/6) pagi kemarin. Dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta ini, kedua pihak memiliki komitmen untuk membangun Bali. Wagub Sudikerta dalam kesempatan tersebut mengajak kedua pihak untuk bisa bersatu agar pembangunan bandara di Bali Utara bisa segera terlaksana. Pembangunan bandara di Bali Utara merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam upaya mempercepat pembangunan infrastruktur demi kemajuan Bali ke depannya. ‘’Kedua pihak merupakan putra Bali. Mari kita bersatu agar rencana pembangunan bandara di Bali Utara bisa segera terlaksana. Hal ini sebagai upaya kita mewujudkan pemerataan keadilan dan kehidupan antara Bali Utara dan Bali Selatan dalam membangun kemajuan Bali,’’ ujarnya. Sudikerta juga menekankan

agar kedua pihak, baik PT Bandara Internasional Bali Utara Panji Sakti maupun PT Pembangunan Bali Mandiri saling merangkul. Hal ini agar nantinya tidak terjadi polemik atau masalah ke depannya saat pemerintah pusat telah mengeluarkan rekomendasi terkait penetapan lokasi (penlok) pembangunan Bandara Bali Utara. ‘’Keduanya harus bisa saling merangkul satu sama lain, agar rencana pembangunan bandara ini bisa segera terlaksana. Siapa pun nantinya yang akan dipilih, satu sama lain harus bisa saling menerima. Kalau bisa saling rangkul, kan lebih bagus. Ini kan demi kemajuan Bali juga, mari kita buktikan dengan saling rangkul,’’ ungkapnya. Dalam rapat yang juga dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali I G.A. Sudarsana dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum

dan Penataan Ruang Provinsi Bali Nyoman Astawa Riadi tersebut, kedua pemrakarsa proyek sepakat melanjutkan rencana pembangunan Bandara Bali Utara. Apabila penetapan lokasi diberikan ke PT Pembari, PT BIBU tidak akan ikut melanjutkan. Sebaliknya kalau penetapan lokasi diberikan ke PT BIBU, PT BIBU akan merangkul PT Pembari. Jika penetapan lokasi diberikan ke PT Pembari, PT BIBU diundang untuk berpartisipasi. Selanjutnya, PT BIBU tidak akan mempersoalkan dan menuntut apabila penetapan lokasi diberikan kepada PT Pembari. Sebaliknya, PT Pembari juga tidak akan mempersoalkan dan menuntut apabila penetapan lokasi diberikan kepada PT BIBU. Terakhir, kedua belah pihak menyatakan kesanggupan untuk memulai pembangunan fisik/peletakan batu pertama pada tahun 2017. (ad1875)

BERSAMA - Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta (tengah) bersama pihak PT BIBU dan PT Pembari usai rapat membahas persiapan pembangunan Bandara Bali Utara di Sector, Sanur, Denpasar.

Hadapi Mudik Lebaran

Semeton GB Deklarasikan Dukungan ke KBS Telkomsel Bali Nusra Bangun Lebih dari 175 BTS

SEJAK resmi bergabung dengan PDI Perjuangan, I Bagus Alit Sucipta alias Gus Bota, terus bergerak melakukan penggalangan, salah satunya dengan membentuk Semeton Gus Bota (GB). Senin (26/6) malam, Semeton GB Bali, Denpasar dan Badung dikukuhkan. Gerbong besar Semeton GB secara resmi mendeklarasikan dukungan kepada Dr. Ir. Wayan Koster, M.M. sebagai Gubernur Bali tahun 2018. Panitia melaporkan lebih dari 5 ribu anggota Semeton GB hadir pada pengukuhan dan deklarasi di Wantilan Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung. Tak semua anggota bisa masuk ke lokasi acara, sehingga harus rela mengikuti acara dari luar wantilan. Acara dihadiri langsung oleh Wayan Koster yang kini lebih dikenal dengan KBS (Koster Bali Satu), Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Ketua DPRD Badung I Putu Parwata, Wakil Ketua DPRD Bali Jro Gede Komang Swastika, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Bali I G.N. Kesuma Kelakan, serta sejumlah tokoh masyarakat lainnya. Sekitar pukul 20.00 Wita, acara dimulai dengan pengukuhan Semeton GB Bali, Denpasar dan Badung oleh Dewan Penasihat Semeton GB I Nyoman Giri Prasta. Semeton GB Bali dikomandani I Bagus Jagra Wibawa, S.H., Semeton GB Badung dipimpin Jro Nyoman Sudiarta, sedangkan Semeton GB Denpasar dikoordinir I Nyoman Suarta. Setelah pengukuhan dilanjutkan deklarasi dan kebulatan tekat dari Semeton GB mendukung KBS sebagai Gubernur Bali 2018. “Kami yang bertanda tangan di bawah ini bertekad melaksanakan hasil keputuaan rapat Dewan Penggurus Daerah Semeton GB Bali untuk mendukung dan memenangkan Bapak Wayan Koster sebagai Gubernur Bali 2018. Pernyataan

DUKUNG KBS 2018 – Acara pengukuhan pengurus Semeton GB Bali, Badung dan Denpasar serta kebulatan tekad mendukung KBS 2018 di Wantilan Desa Adat Kapal, Mengwi. kebulatan tekad ini dituangkan dan dirangkum dengan nama Panca Arsa Semeton GB untuk Koster Bali Satu,” kata Sekretaris Semeton GB Bali I Komang Mertajiwa saat membacakan deklarasi. Panca Arsa Semeton GB untuk KBS adalah sepakat menyatukan hati dan gerakan mendukung KBS untuk membangun Bali dengan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) sehingga tercipta pola pembangunan yang lebih terarah dan tidak berjalan sendirisendiri. Sepakat menyatukan hati dan gerakan mendukung KBS dalam perjuangan untuk membentuk kebijakan dana desa dari APBN yang dirancang seiring dengan kebijakan pemerintah melalui salah satu program Nawa Cita, yaitu membangun bangsa dari desa. Selanjutya, sepakat menyatukan hati dan gerakan mendukung KBS dalam perjuangannya pada sektor pendidikan memberikan perlindungan dan kesejahteraan bagi guru dan dosen serta menyusun program bantuan siswa miskin. Sepakat

menyatukan hati dan gerakan mendukung KBS dalam perjuangan membangun Bali berdasarkan tatanan dan kultur kehidupan masyarakat Bali yang berlandaskan adat, agama, tradisi, seni dan budaya Bali. Terakhir, sepakat menyatukan hati dan gerakan mendukung KBS dalam perjuangan membangun Bali menuju masyarakat yang berdaulat dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi serta berkepribadian dalam bidang budaya sesuai amanah dan ajaran Tri Sakti Bung Karno. Dukungan kepada KBS tidak main-main. Gus Bota dalam arahannya menegaskan, kalau sudah merasa menjadi bagian Semeton GB harus siap ke mana diarahkan dan tahun 2018 wajib memenangkan KBS. “Saya tegaskan Pilkada Bali tahun 2018, Semeton GB bersama keluarga wajib memenangkan KBS. Dukungan jangan hanya di bibir, jangan membuat malu, karena nama saya yang dipertaruhkan. Apa siap memenangkan KBS?” ujar Gus Bota. Ribuan massa yang hadir serentak menjawab ‘‘siap’’. (ad1876)

FIGUR

Jengah Dipandang Sebelah Mata

I Made Sukanadi

Bali Post/may

MERASA jengah karena kerap diremehkan, I Made Sukanadi, S.H. bertekad membina dan melatih anak-anak Desa Pakraman Serangan, Denpasar, menari dan menabuh. ‘’Dulu kami di Serangan selalu dipandang sebelah mata karena tertinggal dan miskin. Jadi, setiap ada event di kodya, kami tidak pernah ngirim wakil,’’ katanya, Senin (26/6). Ia pun terpanggil untuk membina generasi penerus Serangan tersebut. Warga asli Serangan yang memiliki basic ekonomi ini sebelumnya pernah bekerja di lembaga jasa keuangan. Namun, karena keluarganya merupakan keturunan orang seni, darah seni pun mengalir di jiwanya, sehingga selain membina sanggar, ia juga ngayah mundut barong. Dari keinginan itulah Sukanadi bersama prajuru desa yang baru terbentuk saling berkoordinasi untuk membentuk Sanggar Seni Tari Widya Santhika Graha. ‘’Kami juga ingin mengurangi kenakalan remaja, yaitu waktu yang mereka punya dimanfaatkan dengan hal-hal positif,’’ ujarnya. Anak-anak mengikuti latihan menari dan menabuh setiap Sabtu dan Minggu pukul 16.00-19.00 Wita. Latihan dilakukan selepas pulang sekolah agar tidak mengganggu pelajaran anak-anak. Bahkan, ujian kenaikan tingkat di sanggar dilaksanakan mencari momen saat anak-anak libur. Sukanadi beberapa kali berusaha mengirimkan anak-anak sanggarnya mengikuti lomba yang diselenggarakan banjar atau sanggar lain. Hal ini dilakukan agar anak-anak termotivasi untuk meneruskan bakat seninya dan tradisi Bali. (may)

TELKOMSEL secara nasional telah melakukan peningkatan kualitas jaringan guna melayani kebutuhan komunikasi pelanggan selama periode mudik Lebaran. Optimalisasi jaringan ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan trafik komunikasi yang biasanya terjadi pada H-7 hingga H+7 Lebaran. Untuk menghadapi mudik Lebaran, Telkomsel telah mengidentifikasi 41 hotspot atau POI (Point of Interest) yang meliputi bandar udara, terminal bus, stasiun kereta, dermaga, rumah sakit, area padat populasi, pasar tradisional dan mall. Lokasi-lokasi tersebut diprediksi mengalami lonjakan komunikasi yang cukup tinggi di masa Ramadan dan Lebaran. Untuk memaksimalkan kapasitas di lokasi-lokasi tersebut, Telkomsel Bali Nusra menyiagakan dua unit compact mobile base station (Combat) atau mobile BTS untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan dalam berkomunikasi

dan mengakses data. Di samping mengerahkan Combat, berbagai upaya dilakukan Telkomsel Bali Nusra untuk mengoptimalkan kualitas jaringan menghadapi periode mudik Lebaran, di antaranya membangun lebih dari 35 BTS 3G baru dan 143 BTS 4G. GM ICT Operation Regional Bali Nusra Danny A. Triawan mengatakan kualitas jaringan merupakan prioritas utama Telkomsel dalam menghadirkan layanan bagi para pelanggan, terutama pada periode mudik Lebaran yang menjadi momen spesial bagi masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Bali Nusra. ‘’Untuk itu, sejak jauh hari kami ingin memastikan seluruh layanan berfungsi dengan baik dan dapat memenuhi kebutuhan komunikasi pelanggan di berbagai jalur dan lokasi yang akan dipadati pemudik dan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara,’’ ujarnya. Trafik layanan data atau payload pada puncak Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) tahun ini diproyek-

POSKO SIAGA – Posko Siaga RAFI 2017 Regional 07-Bali Nusra.

si 287 terabyte atau naik 91,97% dibandingkan puncak RAFI tahun lalu. Sementara itu, trafik layanan suara pada puncak Ramadan dan Idul Fitri tahun ini diproyeksi 109,7 miliar menit atau naik 0,34% dibandingkan periode yang sama tahun 2016. Di sisi pelayanan, Telkomsel Bali Nusra menghadirkan posko mudik dan titik layanan di lokasi-lokasi POI yang telah teridentifikasi agar kebutuhan komunikasi pelanggan tetap terjaga. Selain itu, seluruh channel pelayanan existing Telkomsel diharapkan dapat berfungsi maksimal selama Ramadan dan Lebaran, di antaranya 5 GraPARI siaga saat RAFI, yaitu GraPARI Mall Bali Galeria, GraPARI Sunset Road, GraPARI Lombok Epicentrum Mall Mataram, GraPARI Lippo Mall Kupang dan GraPARI Mitra Gianyar. Selain itu, Telkomsel Bali Nusra menyediakan 47 Mobile GraPARI, 3 unit layanan digital self-service MyGraPARI dan 40 Branch Office (Telkomsel Distribution Center). Pada saat bersamaan, mitra distributor Telkomsel turut siaga menjaga ketersediaan produk kartu perdana dan voucher isi ulang (Mkios) melalui 139 outlet siaga. Selain kesiapan jaringan dan layanan, pada bulan Ramadan ini Telkomsel Bali Nusra juga mengadakan serangkaian kegiatan sosial, yakni buka puasa bersama dengan lebih dari 600 anak yatim di Bali, NTB dan NTT, serta bantuan penyediaan dan perbaikan sarana dan prasarana ibadah bagi beberapa masjid dan yayasan di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Telkomsel juga berbagi takjil Ramadan berupa 0,5 ton kurma kepada beberapa masjid di wilayah Nusa Tenggara. (ad1873)

Cuti Bersama

Kantor Pelayanan Publik di Denpasar Tetap Ramai Denpasar (Bali Post) Meskipun masih dalam masa cuti bersama terkait hari raya Idul Fitri 1438 Hijriah, kantor-kantor pelayanan publik di Kota Denpasar tetap buka dan melayani keperluan masyarakat. Seperti yang terlihat di Gedung Sewaka Dharma, Lumintang, dan unit-unit pelayanan KTP di kecamatan. ‘’Semua kantor pelayanan di Denpasar tetap buka yang bertujuan memudahkan masyarakat yang mengurus izin tetap mendapatkan layanan yang semestinya. Begitu juga dalam pengaduan masyarakat lewat online, dapat memanfaatkan PRO Denpasar yang bisa diakses melalui smartphone. Ini merupakan salah satu wujud komitmen Pemkot Denpasar dalam melaksanakan pelayanan prima dengan moto Sewaka Dharma,’’ ujar Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar Ida Bagus Rahoela didampingi Kasubag Pengumpulan Informasi dan Publikasi Wayan Hendaryana, Selasa (27/6) kemarin. Dikatakannya, mengingat pada cuti bersama tahun sebelumnya banyak warga Denpasar mengurus kepentingan administrasi, maka tahun ini kantor-kantor pelayanan publik tetap buka saat cuti bersama. Masyarakat tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk mengurus

keperluan administrasi di Gedung Sewaka Dharma. Pelayanan publik yang buka adalah loket pengurusan perizinan dan pengurusan administrasi kependudukan, seperti kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK) dan layanan lain yang terpusat di Gedung Graha Sewaka Dharma. Selain itu, seluruh puskesmas di Kota Denpasar tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat. ‘’Kami harapkan masyarakat memanfaatkan pelayanan yang diberikan untuk segera mengurus administrasi dan pelayanan kesehatan meski dalam suasana cuti bersama,’’ ujar Rahoela.

Salah satu masyarakat yang sedang mengurus KTP, Putu Meilianingtyas, asal Padangsambian, mengatakan sangat terbantu dengan bukanya pelayanan publik di Kota Denpasar saat cuti bersama ini. ‘’Saya merasa dimudahkan dalam pengurusan KTP karena tidak terlalu lama mengatre,’’ jelasnya. Hal serupa juga dikatakan Komang Itayu Sari, asal Panjer yang sedang mengurus izin usaha dagang. ‘’Pelayanan di Kota Denpasar benar-benar bagus. Saya tidak perlu menunggu lama hingga cuti bersama usai untuk mengurus keperluan izin usaha yang akan saya buat,’’ tuturnya. (kmb12)

Bali Post/kmb12

RAMAI - Pos pelayanan di Gedung Sewaka Dharma, Lumintang, ramai dikunjungi warga yang sedang mengurus perizinan saat cuti bersama.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


Rabu Wage, 28 Juni 2017

DAERAH

5

170 Napi di NTT Terima Remisi

Kupang (Bali Post) – Sebanyak 170 orang Warga Binaan Pemasyarakatan beragama Islam yang sedang menjalani pidana di Lapas dan Rutan NTT mendapatkan remisi Idul Fitri. Para penerima Remisi Khusus (RK) Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah itu tersebar pada 18 unit pelaksana teknis (UPT), yakni UPT Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Rumah Tahanan (Rutan) dan Cabang Rutan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal itu dikatakan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM NTT M. Diah di Kupang, Selasa (27/6) kemarin. RK Idul Fitri diberikan kepada narapidana beragama Islam yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif, di antaranya telah menjalani pidana minimal enam bulan, tidak terdaftar pada register F (buku catatan pelanggaran disiplin narapidana), serta aktif mengikuti program pembinaan di lapas/rutan. Narapidana yang termasuk dalam kategori PP No. 28/2006 dan PP 99/2012 harus memenuhi syarat-syarat khusus tambahan. Tindak pidana yang terkait ketentuan ini adalah korupsi, terorisme, narkotika dan prekusor narkotika, psikotropika, kejahatan terhadap keamanan negara, kejahatan HAM berat, serta kejahatan transnasional terorganisasi. Secara nasional, katanya, pada tahun 2017 ini, terdapat 12.955 narapidana pada kategori ini berhak mendapatkan remisi. Sementara total narapidana yang diberikan remisi oleh pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM 66.481 orang dari jumlah keseluruhan 136.641 narapidana beragama Islam. ‘’Remisi ini diharapkan menjadi daya dorong bagi WBP untuk selalu berintegritas, berkelakuan baik selama menjalani pidana, tidak melakukan pelanggaran yang telah ditentukan,’’ ungkap I Wayan Kusmiantha Dusak, Direktur Jenderal Pemasyarakatan pada kesempatan terpisah melalui siaran pers. RK hari raya terdiri atas dua kategori. RK-I diberikan kepada narapidana yang setelah mendapatkan RK masih menjalani sisa pidana sebanyak 66.099 orang. RK-II diberikan kepada narapidana yang langsung bebas pada saat pemberian RK Hari Raya Idul Fitri yang pada tahun ini berjumlah 382 orang. Tahun 2017 ini, narapidana yang mendapatkan RK hari raya Idul Fitri terbanyak berasal dari Kantor Wilayah Jawa Barat, yaitu 10.094 narapidana (RK-I 10.024 dan RK-II 70 orang). Di urutan kedua Kantor Wilayah Sumatera Utara, sejumlah 7.929 narapidana (RK-I 7.891 dan RK-II 38 orang). (ant)

Ferry Tambah Pelayaran Hadapi Lonjakan Arus Balik Kupang (Bali Post) – Manajemen PT Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menerapkan kebijakan ekstra pelayaran ke daerah sebagai solusi menghadapi kepadatan arus balik. ‘’Salah satu solusi yang dilakukan ketika ada lonjakan penumpang mudik saat arus balik adalah menambah trip atau angkutan ekstra untuk lintasan yang padat penumpang, seperti ke wilayah Selatan dan Barat Nusa Tenggara Timur,’’ kata General Manager (GM) PT Indonesia Ferry Cabang Kupang Burhan Zahim di Kupang, Selasa (27/6) kemarin. Berdasarkan pengalaman mudik Lebaran tahuntahun sebelumnya, peningkatan jumlah penumpang umumnya terjadi pada H+4 hingga H+6, sehingga PT Indonesia Ferry Cabang Kupang mengantisipasi keadaan itu. ‘’Salah satu bentuk antisiapsi yang setiap tahun dilakukan ketika ada lonjakan penumpang mudik arus balik adalah menambah trip atau angkutan ekstra untuk lintasan yang padat penumpang, seperti ke wilayah Selatan dan Barat Nusa Tenggara Timur,’’ ujarnya. Membeludaknya penumpang umumnya pada puncak arus balik melalui Pelabuhan Ferry Aimere Kabupaten Ngada, setelah sebelumnya terjadi di Pelabuhan Ipi Kabupaten Ende dan Waibalun Flores Timur, sehingga pihak PT Ferry Indonesia Cabang Kupang, harus menahan sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat untuk pelayaran berikutnya karena terjadi kelebihan kapasitas. Menurutnya, membeludaknya penumpang pulang Lebaran melalui jalur laut sudah berlangsung setiap tahun, sehingga telah diantisipasi pihak Ferry Indonesia Cabang Kupang. Saat ini Manajemen PT Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kupang menyiapkan sembilan unit armada kapal angkutan laut yang akan digunakan untuk mengangkut penumpang arus balik Lebaran 1438 Hijriah. Armada angkutan laut itu antara lain KMP Ile Ape, Rokatenda, Pulau Sabu, Ile Mandiri, Balibo, Inei Rei II dan Ile Labalekan. Kesembilan kapal yang telah siap mengangkut penumpang laut yang mudik Lebaran itu dilengkapi fasilitas keselamatan dan peralatan penunjang lainnya, termasuk navigator dan anak buah kapal yang telah memenuhi standar yang ditetapkan pihak Kementerian Perhubungan. Selain itu, fasilitas pelabuhan berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak Dinas Perhubungan dan instansi terkait lainnya, sudah dinyatakan siap menyambut Lebaran 2017. (ant)

Diskes Surabaya Waspadai Maraknya Dokter Gadungan Surabaya (Bali Post) – Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Surabaya mengimbau warga mewaspadai maraknya dokter spesialis gadungan atau tidak berizin yang membuka tempat praktik di Kota Pahlawan. Kepala Diskes Surabaya Febria Rachmanita di Surabaya, Selasa (27/6) kemarin, mengatakan pihaknya mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada dokter spesialis patologi gadungan atau tak berizin yang sudah menyebar kartu nama termasuk melalui media sosial. Dokter spesialis tersebut praktik di daerah Semolowaru Elok Blok L Nomor 16 Surabaya. ‘’Setelah kami cek di IAPI (Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia) Cabang Surabaya ternyata namanya tidak ada,’’ ujar Febria. Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga sudah mengecek di data base Diskes Surabaya ternyata juga tidak ada. ‘’Kami juga sudah cek ke alamat tersebut ternyata tidak ada nama orang itu. Rumah di alamat itu tutup. Hari ini kami akan cek lagi dan segera kami laporkan,’’ katanya. Menurutnya, kejadian ini juga sudah pernah terjadi beberapa bulan lalu. Ada dokter mata palsu dari India yang buka praktik di Surabaya. Diskes dibantu kepolisian akhirnya menangkap dokter gadungan itu. Atas kejadian itu, Diskes Surabaya tidak mau ada kejadian serupa terjadi di Surabaya. Tempat praktik ilegal tersebut selain meresahkan juga membahayakan warga karena tidak bisa dipertanggungjawabkan. Jika terbukti tempat praktik itu tidak berizin, Diskes Surabaya akan memberi surat peringatan untuk menghentikan pelayanan. ‘’Diskes bersama Satpol PP akan menutup tempat itu. Pak Kepala Satpol PP sudah siap menurunkan timnya,’’ tegas Febria. (ant)

Bali Post/ant

PATROLI - Polisi Perairan melakukan patroli di Selat Bali, Banyuwangi-Gilimanuk (Jatim-Bali) beberapa hari lalu. Tujuh armada kapal patroli dari Polair, Lanal dan Basarnas disiapkan untuk melakukan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran yang melintas di Selat Bali.

H+1 Lebaran

Arus Balik di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk Masih Sepi

Banyuwangi (Bali Post) – Arus balik di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (27/6) kemarin atau H+1 Lebaran 2017 masih sepi. ‘’Hari ini tidak ada antrean dan jalur penyeberangan di Selat Bali masih sepi karena kendaraan yang datang langsung masuk kapal,’’ kata General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk Elvi Yosa di Banyuwangi. Baik penumpang maupun kendaraan dari Pelabuhan Ketapang ke Gilimanuk masih normal dan belum ada antrean di luar pelabuhan, namun arus balik sudah terlihat di jalur penyeberangan tersebut. ‘’Kemungkinan puncak arus balik terjadi Sabtu (1/7) dan Minggu (2/7) karena pegawai negeri sipil (PNS) dan karyawan swasta sudah mulai bekerja kembali pada Senin (3/7),’’ ujarnya. Berdasarkan data produksi operasi angkutan Lebaran pada 26 Juni 2017 pukul 08.00 WIB hingga 27 Juni 2017 pukul 08.00 WIB di Pelabuhan Ketapang, kapal yang beroperasi 28 unit dengan 215 trip, jumlah penumpang 31.286 orang, kendaraan roda dua 2.333 unit dan kendaraan roda empat 4.286 unit.

Sementara di Pelabuhan Gilimanuk tercatat jumlah kapal yang beroperasi 28 unit, dengan perjalanan 216 trip, jumlah penumpang 23.031 orang, kendaraan roda dua 3.615 unit dan kendaraan roda empat atau lebih 2.829 unit. Gabungan dua Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk tercatat 431 trip, jumlah penumpang 54.317 orang, kendaraan roda dua 5.948 unit dan kendaraan roda empat atau lebih 7.115 unit. Total pengguna jasa yang menyeberang dari H-10 sampai hari kedua Lebaran, di Pelabuhan Ketapang 249.240 penumpang, kendaraan roda dua 10.458 unit dan kendaraan roda empat atau lebih 43.025 unit. Di Pelabuhan Gilimanuk pada periode yang sama tercatat

penumpang 510.929 orang, kendaraan roda dua 101.905 unit dan kendaraan roda empat 60.255 unit.

Mulai Padat Sementara itu, aparat Satlantas Polres Kediri, Jawa Timur, menyebut kendaraan dari Madiun ke Surabaya di simpang tiga Mengkreng, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mulai padat. “Sejak sore sudah mulai ada kepadatan. Dilihat dari perbandingan, mulai dominan dari arah barat (jalur Madiun ke Jombang/ Surabaya) ketimbang yang dari arah timur (Jombang ke Madiun),” kata Kepala Unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan dan Patroli (Turjawali) Satlantas Polres Kediri Iptu Agus Sudarjanto. Arus lalu lintas yang mendominasi jalur Mengkreng dari arah Madiun ke Jombang/Surabaya itu adalah kendaraan roda dua. Pada pagi dalam rentang dua jam, sekitar 3 ribu kendaraan roda dua melintas, sedangkan roda empat sekitar 2 ribu. Jumlah ini terus meningkat, namun saat tengah hari

Basarnas Temukan Korban Terseret Ombak di Tasikmalaya dan Garut Bandung (Bali Post) – Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) bersama petugas gabungan lainnya menemukan satu dari dua wisatawan yang menjadi korban terseret ombak di Pantai Paping, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (27/6) kemarin. Koordinator Humas dan Protokoler Kantor Basarnas Bandung Joshua Banjarnahor mengatakan, hasil operasi pencarian hari kedua menemukan satu korban bernama Dindin (8) dalam keadaan meninggal dunia. Korban merupakan satu dari dua orang yang hilang terseret ombak saat berenang di Pantai Paping, Desa Cimanuk, Kecamatan Cikalong, Senin (26/6) lalu. Petugas belum menemukan satu wisatawan lagi yang menjadi korban terseret ombak yaitu Cepy (20) warga Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. ‘’Tim SAR gabungan telah melakukan pencarian satu korban yang belum ditemukan dengan hasil pencarian masih nihil,’’ katanya. Pencarian melibatkan unsur kepolisian, Satuan Polisi Air dan Udara Cipatujah, BPBD Kabupaten Tasikmalaya, masyarakat setempat dan keluarga korban. Pencarian dihentikan sementara untuk dilanjutkan Rabu ini. Basarnas Bandung bersama petugas gabungan lainnya juga menemukan satu

dari dua wisatawan yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah terseret ombak di Pantai Cijeruk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (26/6) lalu. ‘’Korban kami temukan di daerah Pantai Peledakan atau tiga kilometer arah barat dari lokasi kejadian,’’ ujar Kepala Kantor Basarnas Bandung Slamet Riyadi melalui siaran pers di Garut. Korban diketahui bernama Nandang (14) warga Pakuwon, Kecamatan Cisurupan, Garut, yang ditemukan petugas dalam keadaan meninggal dunia, Senin tengah malam. Jasad korban dibawa ke Puskesmas Cibalong, selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga untuk segera dimakamkan. Satu korban lainnya, Rijal (15) warga Desa Wanamekar, Kecamatan Wanaraja, Garut, masih dalam pencarian petugas gabungan dengan menyusuri pantai dan menggunakan kapal ke tengah lautan. Basarnas dan tim gabungan lainnya juga sedang mencari dua wisatawan yang hilang terseret ombak di Pantai Ciseureuh, Kecamatan Mekarmukti, Garut. Korban yang terseret ombak di Pantai Ciseureuh, yakni Naluri Irama (25) dan Aji (15), warga Kabupaten Bandung. Sebelumnya korban bersama empat orang lainnya berenang di pantai atau kawasan dilarang untuk berenang. Empat orang berhasil selamat, sedangkan kedua korban terbawa arus. (ant)

jumlahnya relatif turun dan kembali meningkat pada sore hingga malam hari. Laju kendaraan menjadi relatif terbatas, karena arus lalu lintas yang padat merayap. Petugas pun berupaya mengatur arus, sehingga tidak semakin terjadi penumpukan kendaraan. Sejumlah pengendara diarahkan memanfaatkan lewat ke jalur alternatif. Pengendara dari Nganjuk bisa memanfaatkan Jembatan Keludan di Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, lewat Pare, ke Jombang dan ke Surabaya. Begitu juga pengendara dari arah Kediri yang hendak ke Jombang atau Surabaya bisa memanfaatkan jalur yang mengarah ke Jombang. Terkait kecelakaan lalu lintas di sekitar simpang Mengkreng selama arus mudik Lebaran 2017 ini, ia mengatakan masih nihil. Namun, Sudarjanto tetap mengingatkan agar pengendara berhatihati selama berkendara, mengingat arus lalu lintas padat. Jika pengendara merasa letih di jalan atau mengantuk dianjurkan istirahat. (ant)

Satgas TKI Tetap Siaga di Pintu Keluar NTT

Kupang (Bali Post) – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nusa Tenggara Timur (NTT) Bruno Kupok mengatakan, Satuan Tugas (Satgas) TKI tetap siaga di pintu-pintu keluar selama liburan Lebaran. Pihaknya tetap siaga di titik-titik pintu keluar bandara dan pelabuhan laut karena liburan selalu menjadi alasan warga untuk keluar dan mencari pekerjaan di luar NTT. Hal itu berkaitan dengan antisipasi pengiriman tenaga kerja asal daerah itu ke luar NTT secara ilegal selama liburan Lebaran dan cuti bersama, baik melalui bandara maupun kapal laut. Pihaknya sudah mengantisipasi karena pengalaman selama ini, banyak tenaga kerja yang dikirim ke luar NTT menggunakan momentum hari raya, seperti Natal dan Tahun Baru serta Lebaran. Momentum hari raya itu memang menjadi pilihan karena arus penumpang yang hendak mudik dalam jumlah signifikan, sehingga tidak bisa terpantau dengan baik oleh para petugas.

‘’Dalilnya macam-macam. Misalnya ada yang berpura-pura mengikuti saudara atau kerabat yang hendak mudik atau berlibur ke luar NTT,’’ katanya di Kupang, Selasa (27/6) kemarin. Oleh karena itu, pihaknya tetap melakukan siaga untuk mencegah kemungkinan adanya tenaga kerja yang memanfaatkan momentum liburan Lebaran ini untuk meninggalkan NTT. ‘’Kebijakan ini juga sekaligus mempertegas komitmen kami bahwa dalam situasi apa pun, walaupun libur, kami tetap siaga. Jadi, masyarakat jangan main-main lagi. Jangan berpikir bahwa tim kami tidak di lapangan. Berbagai upaya pencegahan terus dilakukan, baik di provinsi maupun di kabupaten, terutama yang menjadi kantong-kantong TKI,’’ tegasnya. Bruno menambahkan, pemerintah tidak melarang warga untuk mencari kerja di luar NTT, tetapi harus memiliki dokumen lengkap, sehingga ke depan tidak menimbulkan masalah jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. (ant)

8.294 Penumpang Tiba di Bandara Soetta

Tangerang (Bali Post) – Sebanyak 8.294 penumpang telah tiba di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, pada H+1 Idul Fitri 1438 H. Berdasarkan data yang dihimpun dari Posko Utama Bandar Udara Soekarno-Hatta, Selasa (27/6) kemarin, jumlah penumpang domestik yang tiba mencapai 6.946 orang dan penumpang internasional tercatat 1.348 orang. Dewandono Prasetyo Nugroho, Branch Communication Manager Kantor Cabang Utama Bandara Internasional Soekarno-Hatta, mengatakan pada tahun 2016 jumlah penumpang domestik yang tiba pada H+1 Lebaran 55.076 orang, sedangkan penumpang internasional 21.529 orang. Sebelumnya, pihaknya mendata jumlah penumpang hingga pukul 12.00 WIB yang melakukan keberangkatan dengan tujuan domestik dan internasional melalui Bandara Soetta tercatat 20.968 orang. Lima kota tujuan domestik paling banyak dikunjungi, yakni Denpasar, Surabaya, Kualanamu, Makassar dan Yogyakarta. ‘’Ada sekitar 93.525 penumpang terbang ke Denpasar,’’ ujarnya. Jumlah extra flight yang telah diterjunkan sejak H-10 hingga Leba-

ran hari kedua mencapai 524. Sementara itu, jumlah penumpang yang menggunakan jasa angkutan penerbangan di Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur pada Senin (26/6) meningkat 4,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Legal and Communication Sections Head PT Angkasa Pura I Juanda Surabaya Febrian P. mengatakan pada tahun 2016 lalu akumulasi jumlah penumpang yang ada di Bandara Internasional Juanda Surabaya mencapai 681.166 orang. Sementara tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 711.907 orang atau naik 4,51 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini berbeda dengan jumlah pesawat yang justru mengalami penurunan dari 5.170 pada 2016 turun menjadi 5.102 pesawat tahun 2017. Sementara kedatangan domestik mengalami penurunan, yakni dari 29.975 orang penumpang pada tahun 2016 menjadi 29.276 orang tahun 2017. Begitu juga kedatangan internasional mencapai 2.730 orang penumpang pada tahun 2016 dan tahun 2017 mengalami penurunan sekitar 1,17 persen atau sebanyak

Bali Post/ant

ANTRE - Ratusan calon penumpang mengantre masuk Terminal Keberangkatan 1 C Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Kamis (22/6) lalu. 2.698 orang. ‘’Secara umum pelaksanaan arus mudik Lebaran di Bandara Internasional Juanda berjalan lancar tanpa adanya kendala yang berarti,’’ ujar

Febrian. Segala persiapan dilakukan sejak jauh-jauh hari dan menjadi salah satu agenda tahunan, sehingga bisa meminimalisasi kemungkinan yang bisa ditimbulkan. (ant)


OPINI

6

Rabu Wage, 28 Juni 2017

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Anak Bereksplorasi ANAK adalah individu yang unik. Artinya, semua memiliki keunggulan, kelebihan namun juga segudang kelemahan. Makanya anak dikenal pasti berbeda. Meminjam teori konvergensi perbedaan terjadi karena faktor keturunan dan lingkungan. Masyarakat Bali menyebut ten hana wong anulus. Artinya, tak ada orang yang sempurna. Perbedaan individu ini yang membuat perlakuan terhadap mereka juga berbeda. Proses pengajaran dan pendidikan di sekolah nestinya juga mengacu pada tingkat kemajuan dan perkembangan individu. Makanya sistem pendidikan klasikal mulai ditinggalkan. Salah satu program bagus pernah diterapkan Mendikbud adalah membuat kelas percepatan di SMP dan SMA. Siswa yang pintar dan memilili kecerdasan lebih dijadikan satu kelas dan mereka bisa tamat dua tahun. Sedangkan siswa lain tamat tiga tahun. Namun sayang saat pendidikan dijadikan komoditas politik, di mana sekolah dilarang memungut uang komite, program ini berantakan dan menghilang. Para guru pun yang dulu dipilih mengajar di kelas ini digaji mahal karena wajib mengajar dengan bahasa Inggris juga enggan dan malas membuat dirinya terus memajukan dunia pendidikan. Padahal, pemerintah sudah membayar guru dengan mahal mendapat gaji, uang sertifikasi guru, dan pajak insentif. Rata-rata mereka mendapat penghasilan sebulan Rp 9 juta. Nah di sinilah perlunya komitmen semua komponen pendidikan memajukan anak bangsa. Fa k t o r p e n t i n g d a l a m p e n d i d i k a n adalah pembelajaran kemandirian. Kemandirian ini akan membentuk pribadi yang selalu siap menghadapi tantangan. Pribadi yang tangguh dalam kehidupan yang dalam kondisi krisis maupun kaya. Ini di agama Hindu disebut pribadi yang waskita. Tidak seperti kebanyakan orangtua yang memaksakan anaknya masuk sekolah negeri walaupun nilai UN-nya tak menenuhi syarat. Berbeda dengan generasi 1960-an yang mencari dan menentukan sekolah adalah siswa sendiri secara mandiri. Padahal tujuan penerintah sudah bagus menyiapkan SMK bagi yang kecerdasannya kurang mumpuni. Kita bisa mencontoh Malaysia yang menggelar ujian negara untuk dipakai pemetaan kompetensi siswa. Mereka yang boleh masuk SMA dan perguruan tinggi adalah yang mengantongi nilai 8. Di bawah itu, disalurkan ke SMK dan program diploma dan politeknik. Di negara kita masih rancu, yang bodoh namun anak pejabat bisa menembus ke mana saja. Itu namanya pemerkosaan bakat dan minat anak. Apalagi di era generasi sekarang ini adalah eranya mereka bereksplorasi menemukan dirinya sendiri. Generasi ini tak boleh diatur harus menjadi PNS atau yang lain. Makanya model pendidikan di sekolah dan di rumah juga harus mengarahkan mereka lebih banyak bereksplorasi, bukan didikte mengikuti kehendak orangtua. Peran orangtua yang terakhir ini hanyalah tut wuri handayani. Konsep guru pamong ala pendidikan Ki Hajar Dewantara di Taman Siswa sangat relevan diterapkan hingga kini. Bagi yang memiliki sifat otoriter dan memanjakan anak harus dikubur dalam-dalam. Jadilah pribadi yang menghargai perkembangan anak.

S URAT PEMBACA Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM

Mohon Bantuan PDAM Saya salah satu pelanggan PDAM yang berlokasi di Jalan Surabi 8 Kesiman, Denpasar atas nama I Gusti Ngr Made. Sejak bulan Februari 2017 lalu, kami sangat merasakan kenaikan pembayaran air minum di rumah kami, yang biasanya sekitar Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu, melonjak drastis menjadi Rp 625.000. Akhirnya pada Mei lalu menjadi Rp 966.000. Melihat angka pembayaran dengan pemakaian air yang mencapai 190 meter kubik pada rumah tangga kecil biasa, rasanya tak masuk akal, sehingga sekitar tiga minggu lalu, hal ini kami atas nama A.A. Ngurah Eka Arisnawan melaporkannya ke PDAM Denpasar. Dari PDAM dikatakan akan ada petugas yang mengecek agar ditemukan permasalahannya, tetapi sampai hari ini, belum ada petugas yang datang mengecek dan membantu menyelesaikan permasalahan kami. Pada pembayaran terakhir, Juni 2017, tagihan rekening PDAM kami Rp 1.091.820. Kami sebagai konsumen tak pernah lalai dalam membayar tagihan rekening PDAM kami, tetapi kami mohon pihak PDAM juga bisa membantu kami untuk mengatasi masalah yang kami hadapi. Bantuan pihak PDAM sangat kami harapkan. A.A. Sagung Mas Ruscitadewi Jalan Surabi 8 Kesiman, Denpasar

Bagaimana Menjadikan Anak Hebat? ”Tak Gendong ke Mana-mana” yang ditenarkan oleh almarhum Mbah Surip mengisyaratkan betapa enaknya kita dimanjakan seperti anak kecil digendong ke mana-mana. Memang enak kalau digendong ke mana-mana, supaya kita tidak kesasar, terutama bagi anak-anak, karena mereka belum mengerti arah dan tidak kenal medan.

Oleh Dr. Ni Made Ratminingsih, M. A. irik lagu tersebut juga pas dengan berbagai fenomena yang terjadi di lingkungan sekitar kita. Tidak sedikit keluarga Indonesia terutama golongan menengah ke atas yang anak-anaknya dalam kondisi selalu “digendong ke mana-mana” dalam artian ditentukan nasibnya oleh orangtuanya dibandingkan dengan menentukan nasibnya sendiri. Ketika mereka masih anak-anak, tugas orangtua memang masih dominan, bukan hanya membimbing dan mengarahkan tetapi juga mengontrol, terutama menjauhkan dari hal-hal yang negatif atau berbahaya. Namun, ketika anak sudah tumbuh dan berkembang menjadi remaja dan dewasa, mereka sudah mengembangkan nalar, bakat, dan minat mereka sendiri, sehingga tugas orangtua terutama menjadi penentu dan pengontrol sudah mulai dilonggarkan alias dipersedikit. Hanya, realitas yang terjadi adalah orangtua masih tetap terus ingin mengontrol bahkan parahnya menjadi pengendali mereka, seperti mulai dari mencari sekolah, menentukan jurusan di perguruan tinggi, mencari jodoh, mencari pekerjaan, tempat bekerja, sampai pada posisi apa yang diinginkan dalam sebuah pekerjaan tertentu, apalagi bila orangtua tersebut memang memiliki reputasi dan jabatan dalam dunia kerja terkait. Hal tersebut mungkin tidak salah, karena semua orangtua pasti menginginkan memiliki putra-putri yang hebat. Anak

L

yang hebat biasanya dimaknai sebagai anak yang memiliki kecerdasan otak yang di atas ratarata dan mampu berprestasi yang membanggakan dalam bidang tertentu. Seorang ahli pendidikan terkenal, Howard Gardner, dengan teorinya Kecerdasan Ganda (multiple intelligence) menyatakan bahwa kehebatan hanya dapat dimaksimalkan bila seorang anak mampu menemukenali potensi yang ada pada dirinya. Tugas orangtua dan juga guru di sekolah adalah membantu anakanak untuk ikut menemukan potensi anak lalu memfasilitasi untuk mengembangkannya agar mereka dapat memaksimalkan kecerdasan yang dimiliki. Anak-anak yang sudah menginjak remaja, apalagi sudah dewasa bisa dikatakan sudah dapat menggunakan daya nalarnya untuk menjadi diri sendiri, mengetahui potensi yang ada pada dirinya, sehingga mampu menentukan pilihan sendiri. Fakta ini juga ditegaskan oleh seorang profesor terkenal di Indonesia Rhenald Kasali yang menegaskan jika ingin memiliki anak yang hebat, maka anak tersebut jangan dikungkung, dibedong, digendong ke mana-mana. Mereka harus keluar dari cangkangnya, diberikan untuk tumbuh dan berkembang secara natural, tanpa paksaan dari orangtua. Jadi, intinya adalah izinkan mereka untuk belajar menentukan sikap dan memilih sendiri apa yang mereka inginkan, dan kemudian mengalami sendiri. Dengan cara seperti itu, maka

anak akan menjadi mandiri, cepat tanggap pada situasi, belajar memutuskan sesuatu sesuai dengan niat sendiri, sehingga hasil yang dicapai menjadi sebuah kebanggaan bukan hanya untuk diri mereka sendiri, tetapi orang lain di sekitar. Anak-anak yang suka digendong ke mana-mana, seperti lagu Mbah Surip tersebut akan menjadi anak-anak yang ringkih, sedikit-sedikit mengeluh, kurang mampu menentukan sikap dan keputusan, kurang kreatif, kurang mampu mengembangkan diri sendiri dengan potensi yang dimiliki, bahkan bisa menjadi malas-malasan dan bila sudah masuk dunia kerja, mereka dapat menjadi pekerja yang tidak profesional, dan terkadang membawa nama besar orangtua ketika ada pada satu titik di mana mereka dalam kondisi tidak aman demi untuk mengamankan dan menyamankan dirinya. Belajar melalui mengalami sendiri (experiential learning) mestinya lebih banyak diimplementasikan oleh semua pendidik, bukan hanya oleh guru di sekolah, tetapi juga oleh orangtua di rumah. Anak-anak akan menjadi hebat bila mereka diizinkan untuk belajar sesuatu melalui mengalami sendiri, tentu mereka akan belajar menyikapi segala sesuatu secara kritis. Yang terpenting dalam kegiatan belajar mengalami adalah anak-anak harus melakukan sesuatu dari niatnya sendiri. Dalam niat terkandung kesenangan dan harapan, sehingga sesuatu yang dilakukan berdasarkan niat dari lubuk hati,

akan dapat menghasilkan sesuatu yang maksimal. Walau terkadang apa yang terjadi tidak sesuai dengan harapan, anak-anak yang mengerjakan sesuatu dengan niat biasanya tidak mudah putus asa. Jadi, niat adalah awal dari adanya aksi. Aksi yang dilakukan oleh anak-anak yang digendong terus oleh orangtuanya tidak akan sebaik dan sehebat mereka yang melakukan atas niat sendiri, karena di balik apa yang dilakukannya dipaksa oleh niat orangtua, yang mungkin tidak cocok dengan si anak. Arahan dari orangtua, guru atau orang yang lebih dewasa perlu tetapi bukan mengontrol, menentukan, mendominasi, dan bahkan memutuskan. Kalau mereka secara terus dikondisikan oleh orangtua, guru atau orang dewasa mereka tidak akan pernah menjadi problem solver, mereka akan menjadi kerdil atau tidak tumbuh dan berkembang dengan sempurna. Dengan belajar mengalami sendiri, mereka akan berusaha mencari dan menemukan sendiri apa yang baik, sesuai, dan relevan, sehingga mereka akan dapat memaksimalkan kerja otak, plus hati dalam memecahkan berbagai masalah dalam kehidupan. Perbedaan setiap individu juga menjadi penekanan pada konsep experiential learning. Artinya, bahwa setiap individu harus dilihat sebagai individu yang berbeda. Jadi, mereka tidak bisa diperbandingkan atau bahkan dipersamakan. Oleh karena itu,

Oleh

I Nyoman agus Sudipta etarian mengonsumsi daging tidak diperbolehkan. Begitu juga penekun spiritual yang mengedepankan ajaran kasih sayang yang mendalam (parama prema) dengan konsep ahimsa. Binatang dijadikan sahabat dan dipelihara dengan penuh kasih sayang. Konsep pemahaman yang dibangun adalah implementasi ajaran Tat Twam Asi. Ajaran Tat Twam Asi merupakan ajaran sosial tanpa batas, saya adalah kamu dan sebaliknya kamu adalah saya dan segala makhluk adalah sama. Maknanya adalah menyayangi binatang berarti menyayangi diri sendiri dan menyakiti binatang berarti pula menyakiti diri sendiri. Maksudnya bahwa sumber kehidupan pada binatang adalah sama dengan sumber kehidupan pada diri manusia. Berasal dari satu sumber yang sama yaitu Tuhan (Brahman) dengan pemahaman bahwa semua yang ada di dunia ini dilingkupi oleh Tuhan (Sarwam Khalwidam Brahman). Dalam konsep kepercayaan Totemisme disebutkan bahwa adanya keyakinan terhadap binatang keramat yang sangat dihormati. Binatang tersebut diyakini memiliki kekuatan dan kesaktian yang umumnya dalam bentuk binatang mitos dan juga binatang tertentu yang dianggap keramat. Sebagai contoh dalam agama Hindu ada beberapa binatang yang dikeramatkan terutama yang menjadi wahana (kendaraan) para dewa, seperti lembu sebagai wahana Dewa Siwa, angsa wahana

Penulis, dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Pendidikan Ganesha

’’Jika ingin memiliki anak yang hebat, maka anak tersebut jangan dikungkung, dibedong, digendong ke mana-mana. Mereka harus keluar dari cangkangnya, diberikan untuk tumbuh dan berkembang secara natural, tanpa paksaan dari orangtua.’’

Tumpek Uye Implementasi Tat Twam Asi Setiap Saniscara (Sabtu) Kliwon Wuku Uye dikenal sebagai hari perayaan Tumpek Kandang atau Tumpek Uye yang merupakan hari untuk binatang peliharaan/ternak (wewalungan). Dalam Lontar Sunarigama disebutkan ”Saniscara Kliwon Uye pinaka prakertining sarwa sato” yang berarti bahwa pada Saniscara Kliwon wuku Uye dijadikan tonggak untuk melestarikan semua jenis hewan. Pada rahinan Tumpek Uye dipuja Ida Sang Hyang Siwa Pasupati yang disebut Rare Angon (pencipta dan pemelihara binatang). Permasalahan yang muncul di masyarakat dengan adanya rahinan Tumpek Uye seolaholah umat Hindu menyembah binatang. Sebuah pemahaman yang keliru bila yang dilihat hanyalah kemasan dalam bentuk tampilan luar. Padahal sesungguhnya rahinan Tumpek Uye adalah bentuk penghormatan dan pemujaan kepada Tuhan dalam manifestasi-Nya sebagai Rare Angon. Di samping itu yang perlu dipahami bersama bahwa Tumpek Uye mengajarkan tentang cinta kasih yang universal kepada binatang. Manusia memiliki kewajiban untuk saling menyayangi, mengasihi, menjaga dan melestarikan segala kehidupan atau isi alam dengan baik. Manusia tidak dapat hidup tanpa adanya bantuan dari seluruh isi alam, apalagi binatang. Bahkan, sumber makanan manusia terutama protein lebih banyak berasal dari binatang. Maka sudah sepatutnya manusia wajib menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang kepada binatang yang dimplementasikan pada Tumpek Uye. Manusia hampir setiap hari mengonsumsi daging binatang. Sedangkan bagi para veg-

dalam belajar mengalami sesuatu, setiap anak akan membentuk pengetahuan sendiri berdasarkan pengetahuan terdahulu. Walau mereka mendapatkan informasi atau mengobservasi sesuatu yang sama, namun hasil akhir bisa berbeda, tergantung dari bagaimana anak tersebut berproses mengalami sendiri apa yang dipelajari. Oleh karena itu, semakin sedikit kontrol dari orangtua, guru, atau orang dewasa, maka mereka akan semakin tertantang untuk menemukan sendiri dan berkreasi. Kreasi adalah kegiatan mencipta, yang menjadi penekanan pada pembelajaran saat ini melalui paradigma pembelajaran yang berpusat pada siswa. Kemampuan mencipta ini akan berkembang tentu bila mereka dilatih sejak dini berkreasi. Kreativitas akan muncul bila mereka dikasi tantangan. Sesuatu yang menantang adalah sesuatu yang baru, yang dipelajari dengan cara-cara yang menyenangkan dan dapat mengoptimalkan daya nalar dan kemampuan berpikir kritis. Dengan demikian adalah menjadi tugas kita bersama untuk mendidik anak-anak menemukan sendiri sesuatu yang dipelajari, lalu belajar memecahkan masalah dan mengkreasi sesuatu dari mengalami sendiri.

Dewa Brahma, garuda wahana Dewa Wisnu, harimau wahana Dewi Durga begitu juga beberapa wujud para dewa yang mengambil bentuk binatang seperti Ganesha, Hanoman dan beberapa Awatara Dewa Wisnu (Matsya, Kurma, Waraha, dan Narasimha). Agama Hindu sangat menghormati dan meyakini tentang keberadaan binatang dalam konsep Totemisme. Walaupun ada oknum yang mabuk ajaran agama sering melecehkan dan menghakimi kepercayaan agama lain. Menganggap agama lain penyembah berhala, penyembah binatang tanpa adanya pemahaman dan kajian yang komprehensif. Penghakiman, hujatan, dan penghinaan inilah yang perlu diluruskan kembali sesuai dengan pemaknaannya. Pelaksanaan Tumpek Uye adalah upaya untuk menumbuhkan kesadaran dan pemahaman manusia dalam memelihara rasa cinta dan kasih sayang dengan binatang secara universal. Bukan dalam artian umat Hindu menyembah binatang. Tetapi umat Hindu menghormati, memuja, dan memuliakan manifestasi Tuhan dalam wujud Sang Hyang Siwa Pasupati yaitu Rare Angon atas anugerah makhluk hidup berupa binatang yang dapat dimanfaatkan secara bijaksana sehingga mampu membantu manusia dalam hidup ini. Jangan sampai manusia hanya mengeksploitasi binatang untuk diambil dagingnya tanpa adanya sebuah upaya secara sadar untuk memelihara dengan penuh kasih sayang dan melestarikan keberadaannya.

POJOK Dibantah dana pungli mengalir ke sejumlah pejabat di Gianyar. - Tunggu waktu yang tepat rupanya. *** Kembali Barack Obama kunjungi objek wisata alam dan spiritual. - Konyol di Bali ada izin ‘’merusak’’ alam. *** Bangun sekolah baru, Kabupaten Badung terganjal lahan. - Jangan sampai urug laut.

Penulis, guru SMK Negeri 1 Abang, Karangasem

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta, Sosiawan. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


BALI balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom

Rabu Wage, 28 Juni 2017

Korban Ditusuk, Disaksikan Kedua Anaknya ABDUL HALIM (40) yang menjadi korban penusukan, sehari-harinya menjual ayam di Pasar Sanglah. Ia ditusuk dari belakang oleh tetangganya, Senin (26/6), disaksikan anak-anaknya. Akibatnya, korban asal Sumenep, Madura, Jawa Timur itu mengalami pendarahan hebat, kemudian dilarikan ke RS Sanglah. Setelah 12 jam dirawat, korban mengembuskan napas terakhir, Selasa (27/6) kemarin pukul 06.00 Wita. Haji Yusuf, kakak sepupu korban, menuturkan kejadian itu terjadi sore hari ketika korban sedang tidur di rumahnya. “Adik saya tidak enak badan makanya dia tidur,” tuturnya. Tiba-tiba istrinya membangunkannya karena ada orang berteriak-teriak di luar rumah. Istri meminta korban melihat sumber teriakan tersebut. Korban akhirnya melihat keluar rumah namun sumber teriakan tersebut tidak ditemui. Korban masuk lagi ke dalam rumah. Namun suara teriakan kembali terdengar. Korban kembali bangun dan tiba-tiba langsung ditusuk dari belakang. “Katanya mabuk, tapi masak kaya gitu orang mabuk,” ujarnya. Kejadian tersebut dilihat langsung oleh kedua anak korban yang masih kecil. Seketika anaknya terduduk di tanah menangisi ayahnya yang bersimbah darah. Sebelum menusuk korban, pelaku mengamuk ke tetangga-tetangganya sesama penghuni Jalan Saelus, Gang Mawar. “Ada yang dipukul, ada dicekik,” ujarnya. Korban tidak pernah terlibat masalah dengan pelaku. Sehari-hari korban berjualan di pasar dari pagi, pukul 05.00 dini hari, hingga siang hari. Ketika sore, korban memanfaatkan waktu untuk beristirahat. Lebaran tahun ini, korban memang tidak mudik, karena ia berniat mencari tambahan penghasilan. Selama di Bali, korban hanya tinggal bersama istrinya. Sementara kedua anaknya dititipkan di rumah neneknya di Madura. “Saat libur Lebaran, anaknya ke sini, tapi sekolahnya di Madura,” imbuhnya. Kini, kedua anaknya yang masih berusia 8 tahun dan 9 tahun menjadi anak yatim. (may)

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

LALU LINTAS – Suasana lengang tampak di Jalan Gatot Subroto Denpasar, Selasa (27/6) kemarin. Arus lalu lintas pada libur cuti bersama kemarin, tidak sepadat hari-hari biasa.

www.iklanbalipost.com

Balipost on Gadget

Bali Post/wan

redaksi@balipost.com iklan@balipost.co.id

Mantan Karyawan Hotel Ngamuk, Satu Tewas Denpasar (Bali Post) -

Kericuhan terjadi di rumah kos di Jalan Pulau Saelus II Gang Mawar II, Sesetan, Denpasar Selatan (Densel), Senin (26/6) lalu. Ketut Adi Sinarya (24) mengamuk dan menyerang penghuni kos. Mantan karyawan hotel ini menusuk pinggang kiri Abdul Halim (40) dan sempat mencekik serta melukai leher Ahmad Fausi (18). Sempat dirawat di RSUP Sanglah, korban Abdul Halim mengembuskan napas terakhirnya Selasa (27/6) kemarin pukul 06.00 Wita. Selain itu, pelaku sempat membanting ayahnya, Ketut Sukadana (64). Pejabat Sementara (PS) Kapolsek Densel AKP Wayan Parwata mengatakan hasil penyidikan, pada Senin pukul 20.00 Wita, pelaku datang dari minum arak bersama teman-temannya di Penatih, Denpasar Timur. Setibanya di TKP, pelaku menabrak pintu gerbang dan membuat penghuni kos kaget lalu menanyakan maksud tersangka. Bukannya menjawab atau minta maaf, pelaku malah tidak terima langsung marah dan melakukan pemukulan membabi buta. Setelah itu, pelaku pulang mengambil pisau dapur dan keluar lagi melakukan penusukan terhadap korban. Korban langsung dilarikan ke RSUP Sanglah. “Tersangka langsung kami amankan dan dibawa ke Polsek. Termasuk barang bukti pisau yang digunakan menusuk kor-

ban,” tegas AKP Parwata yang didampingi Panit 1 Iptu Wibowo Sidi. Dari keterangan Imamah (31), saat ia sedang masak, tiba-tiba datang pelaku mendobrak pintu depan. Imamah langsung menghampiri pelaku untuk menanyakan maksudnya dan pelaku malah mencaci makinya sambil melempar helm. Ia langsung teriak minta tolong dan warga berdatangan. “Keterangan saksi (Imamah - red) semua orang yang mendekati pelaku langsung mau dipukul,” ujar mantan Kapolsek Denpasar Timur ini. Sementara menurut Ahmad Fausi, pukul 19.30 Wita, ia sedang tidur-tiduran di rumah temannya, Beni. Ia mendengar suara ribut di TKP dan saat dilihat ke sana, Herman sedang dipukuli oleh pelaku. Fausi langsung menolong Herman, tetapi malah dicekik oleh pelaku. Pelaku juga memukuli. Setelah itu, pelaku kembali memukul Waidah, Emli, dan Ahmad. Pelaku sempat pulang ke rumahnya dekat TKP, be-

Bali Post/eka

PENUSUKAN - Polisi menggiring tersangka Ketut Adi Sunarya di Mapolsek Densel, Selasa (27/6) kemarin. Tersangka ditangkap terkait kasus penusukan di Jalan Pulau Saelus Gang Mawar II, Sesetan, Denpasar. berapa saat kemudian balik lagi langsung menyerang dan menusuk korban pada bagian pinggang sebelah kiri. Saat itu, korban berdiri di samping rumah pelaku. “Setelah ditusuk, korban lari

sambil teriak minta tolong dan oleh warga dibawa ke RSUP Sanglah,” kata Parwata. Sementara dari keterangan ayah pelaku, Ketut Sukadana (64), Senin sekitar pukul 12.00 Wita, anaknya itu keluar rumah

Objek Wisata Edukasi di Pantai Penimbangan Singaraja (Bali Post) – Wisata bahari di kawasan Pantai Penimbangan, Desa Baktiseraga, Buleleng, selama musim libur sekolah dan libur Idul Fitri, ramai pengunjung. Pemandangan taman karang dan atraksi dolfin di habitat aslinya, merupakan ikon wisata di pantai ini. Daya tarik wisata ini baru dikembangkan Kelompok Nelayan (KN) Sari Segara, Desa Baktiseraga. Pengunjung yang ingin menyaksikan taman karang dan atau atraksi dolfin, akan diantar oleh nelayan menggunakan jukung bermesin. Tarif untuk satu kali melaut Rp 60.000 selama satu jam menyaksikan atraksi lumba-lumba di habitat aslinya. Sedangkan, untuk melihat taman laut baik di atas perahu atau dengan teknik snorkeling per orang pengunjung dikenakan tarif Rp 10.000. Tarif yang terjangkau itu, membuat paket yang notabene baru ini mampu memuaskan

WISATA EDUKASI – Terumbu karang dan atraksi dolfin di kawasan Pantai Penimbangan strategis sebagai objek wisata edukasi.

pengunjung. Bahkan, khusus untuk wisata dolfin, mereka kini telah bekerja sama dengan beberapa agen perjalanan wisata di luar daerah. Salah seorang nelayan, Kadek Agus, saat ditemui di Pantai Penimbangan Selasa (27/6) kemarin, mengatakan, pengunjung sangat menikmati pemandangan taman karang dan atraksi dolfin di Pantai Penimbangan. Hal ini tidak lepas dari kondisi taman karang belakangan tumbuh baik, setelah sebelumnya mengalami kerusakan parah. Air yang jernih membuat pengunjung mampu melihat deretan karang dari atas perahu. Namun jika ingin mengabadikan foto bawah laut, pengunjung bisa melakukan snorkeling. Selain biota laut, lanjut Kadek Agus, wisata untuk edukasi anak-anak di Pantai Penimbangan juga mulai ramai diminati sejak nelayan di kawasan ini melakukan upaya penyelamatan telur penyu. Hanya, objek ini terganjal fasilitas kandang untuk penangkaran telur penyu. Selama ini, kandang yang dibuat dengan bantuan pihak dermawan belum memadai, sehingga pihaknya masih menunggu bantuan pemerintah untuk menata kandang untuk penetasan telur penyu yang berhasil diselamatkan. (mud)

RSBM Diplot Jadi RS Satelit dari Royal Darwin Hospital Denpasar (Bali Post) RSUD Bali Mandara (RSBM) diplot menjadi rumah sakit satelit dari Royal Darwin Hospital. Dalam hal ini, fasilitas dan kualitas layanan RSBM setidaknya dapat menyamai rumah sakit di Australia itu. Kendati saat ini, Pemprov Bali memangkas anggaran untuk alat-alat kesehatan (alkes) yang masih terkait dengan fasilitas RSBM pada rancangan APBD Perubahan 2017. “Kami menyambut baik jalinan kerja sama ini. Kita akan bekerja bersama-sama menjadikan rumah sakit ini sebagai rumah sakit satelit dari Royal Darwin Hospital,” ujar Presiden Direktur National Critical Care and Trauma Response Centre (NCCTRC) Darwin Australia Prof. Len Notaras saat berkunjung ke RSBM, Selasa (27/6) kemarin. Menurut Len Notaras, Bali sebagai destinasi pariwisata dunia memang sudah saatnya memiliki rumah sakit bertaraf internasional. Di sisi lain, pihaknya juga menyambut positif kerja sama rumah sakit satelit lantaran banyak warga Australia yang tinggal ataupun berlibur di Bali. “Kualitas rumah sakit sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, kami juga menyambut baik jalinan kerja sama peningkatan kualitas sumber daya manusia,” imbuhnya. Sementara itu, Konsul Jender-

7

al Australia Dr. Helena Studdert menegaskan komitmen pemerintah Australia untuk terus membantu Pemprov Bali dalam upaya mewujudkan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakatnya. Terkait rencana kerja sama, ke depan akan dibicarakan dengan lebih serius. Termasuk dengan menyiapkan payung hukum yang jelas dari kerja sama yang akan dilakukan. Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan, RSBM rencananya beroperasi 14 Agustus mendatang. Pihaknya menginginkan RSBM bisa menjadi rumah sakit satelit Royal Darwin Hospital agar dapat memberikan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. Terlebih masyarakat yang kurang mampu. “Fasilitas, kualitas layanan setidaknya dapat menyamai Royal Darwin Hospital. Untuk itu, kerja sama yang ada kita tingkatkan lagi,” ujarnya. Bicara fasilitas khususnya terkait alkes, Pastika sebelumnya mengatakan anggaran untuk alkes terpaksa dikurangi sekitar Rp 40 miliar dari rancangan awal Rp 117 miliar. Itu sebabnya, rencana uji coba pada bulan Mei lalu juga urung dilakukan. “Itu sudah diteliti oleh

para ahli, jadi berkurang sekitar Rp 40 miliar dari yang dianggarkan karena enggak nyampe. Kemarin, saya dapat laporan dari Bapenda, jual-beli mobil turun jauh sekali. Pendapatan kita kan biasanya dari BBNKB 1 (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor pada kendaraan baru),” katanya, belum lama ini.

Di sisi lain, lanjut Pastika, pemerintah pusat juga belum memberikan kepastian Dana Alokasi Umum Rp 253 miliar. Pihaknya khawatir, DAU untuk menggaji guru SMA/SMK ini tidak dibayarkan sampai akhir tahun sehingga semakin mengacaukan keuangan pemprov. Namun, pemangkasan anggaran

untuk alkes disebut tidak akan mengganggu operasional rumah sakit. “Tetap bisa operasional, misalnya dari 6 kamar operasi dibuat 4 dulu. Misalnya yang ruangan super VVIP itu tidak usah dulu, yang penting untuk BPJS bisa kita tampung. Itu kira-kira,” tandasnya. (kmb32)

dan baru kembali sekitar pukul 19.30 Wita dalam keadaan mabuk. Pelaku langsung berkelahi dengan warga di TKP dan ia berusaha melerainya. Namun, pelaku malah sempat membanting dirinya. (kmb36)

Figur

Bijak Gunakan Air KEBUTUHAN air bersih masyarakat Kabupaten Buleleng yang menjadi pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) masih bisa terpenuhi dari sumber yang saat ini produksinya mencapai 679 liter per detik. Bahkan, peluang terjadinya krisis air bisa dikatakan tidak ada. Meski demikian, pemanfaatan sumber daya alam ini bukan berarti dibiarkan tak terkendali. Tetapi harus tetap didasari sikap bijak. “Biarpun sekarang produksi sangat mencukupi, penggunaan air tetap harus bijak. Harus terukur, sesuai kebutuhan,” ujar Dirut PDAM Buleleng Made Lestariana, Selasa (27/6) kemarin. Pemanfaatan air yang demikian, sambung dia juga sebagai bentuk antisipasi terjadinya krisis pada waktu mendatang di tengah pesatnya pertumbuhan pendudukan dan pembangunan. “Penduduk tumbuh terus. Ini akan memerlukan air untuk konsumsi,” ucapnya. Sesuai analisis, dalam sehari masyarakat menghabiskan air rata-rata minimal 60 liter air. Mengingat sifatnya yang terbatas, diperlukan adanya upaya untuk pelestarian sumber-sumber yang ada, terutama untuk air permukaan, salah satunya melalui penghijauan yang berkelanjutan. Hal ini pun selalu didukung oleh pemerintah. “Dengan pesatnya pembangunan, sumber air bisa berkurang. Untuk itu, perlu ada upaya pelestarian pada sumber yang ada saat ini. Kami sudah rutin melakukan penghijauan. Diharapkan masyarakat juga bisa seperti itu,” tandasnya. (sos)


BANGLI

8

Rabu Wage, 28 Juni 2017

Gedung Eks BKSDA akan Dijadikan Kantor KPH Bangli (Bali Post) Gedung eks kantor Seksi Wilayah II Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali yang berlokasi di wilayah Penelokan, Kintamani, terbengkalai bertahuntahun. Guna kembali memanfaatkan bangunan itu, BKSDA Bali berencana menjadikan gedung tersebut sebagai kantor Kelembagaan Pengelolaan Hutan (KPH) Bali Tengah. Berdasarkan pantauan di lapangan, Selasa (27/6) kemarin, bangunan tersebut terlihat masih kokoh. Pagar besi yang terbentang di depan masih terlihat bagus. Begitu juga palinggih yang ada di arah Timur Laut masih terlihat bagus meski sudah banyak ditumbuhi rumput liar. Halaman depan dan samping juga dipenuhi dengan rumput liar sehingga membuat bangunan tersebut terkesan kumuh. Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Bali Sulistyo Widodo mengakui jika bangunan tersebut memang sudah lama tidak difungsikan. Sebelumnya bangunan tersebut memang sempat digunakan sebagai kantor Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Bali. Hanya saja, terkait masalah pelayanan, mengingat BKSDA mewilayahi empat kabupaten, yakni Gianyar, Bangli, Klungkung dan Karangasem, maka kantornya dipindah ke Gianyar. ‘’Semenjak dipindahnya kantor ke Gianyar, gedung itu memang tidak difungsikan. Kita bersama petugas lainnya sudah sempat melakukan pembersihan terhadap rumput yang tumbuh di areal bangunan itu. Rencananya kita kembali akan jadwalkan untuk melakukan pembersihan rumput di sana,’’ ungkap Sulistyo. Sulistyo mengatakan, pihaknya tidak ingin membiarkan fasilitas yang sudah ada terbengkalai begitu saja tanpa dirawat. Jadi, agar bangunan tersebut tidak lama terbengkalai, pihaknya berniat menggunakan bangunan tersebut sebagai kantor KPH Bali Tengah. ‘’Nantinya kantor itu kita pakai sebagai pengelolaan hutan sendiri. Memang ke depan rencananya seperti itu. Semoga secepatnya bagunan itu bisa dimanfaatkan kembali,’’ kata Sulistyo. (kmb41)

Bali Post/ina

GOR - GOR di Desa Tembuku yang terbengkalai sejak tujuh tahun lalu.

Proses Tukar Lahan Tak Tuntas

GOR Tembuku Terbengkalai Bangli (Bali Post) -

Bangunan GOR di Desa Tembuku, Bangli terbengkalai sejak hampir tujuh tahun lalu. Tak kunjung rampungnya proses tukar lahan menyebabkan GOR yang dibangun dengan dana miliaran rupiah dari APBN itu belum bisa dimanfaatkan masyarakat. Karena tak pernah dirawat, sejumlah bagian bangunan kondisinya kini mulai mengalami kerusakan. GOR tersebut juga kumuh karena menjadi tempat bersarangnya ribuan ekor burung sesapi. Berdasarkan pantauan, Selasa (27/6) kemarin, bangunan GOR yang berada tepat di depan Puskesmas Tembuku I nampak cukup megah dari luar. Namun, di bagian dalam, bangunan sudah banyak mengalami kerusakan. Ketiga pintu yang ada di bagian depan dan sisi samping GOR sudah rusak. Demikian juga pada bagian lantai dan tembok bangunan sudah banyak yang berlubang dan retak. Tak hanya itu, ruangan yang ada di sudut barat daya bangunan GOR juga tampak kumuh

dipenuhi kotoran burung. Perbekel Desa Tembuku Ketut Mudiarsa mengungkapkan, setelah selesai dibangun dan diresmikan 2010 lalu, GOR itu hanya sempat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berolah raga selama sepuluh hari. ‘’Sekarang hampir 30 persen bangunan GOR kondisinya sudah rusak,’’ ujarnya. Dijelaskan Mudiarsa, terbengkalainya bangunan GOR disebabkan karena adanya persoalan terkait tukar tanah yang tak kunjung selesai. Awalnya

GOR tersebut akan dibangun oleh pihak komite di lahan bekas rumah dinas Camat Tembuku yang berlokasi 100 meter sebelah timur GOR. Tetapi seorang warga atas nama Sutama, mengajukan surat permohonan agar GOR dibangun di lahan milik keluarganya, yakni di lokasi saat ini dengan alasan agar tidak berdekatan dengan rumah warga. Permohonan itu kemudian disetujui oleh komite. Namun dalam perjalanannya, kerabat Sutama yang

bernama Malik keberatan dengan keberadaan GOR di lokasi sekarang ini karena dirinya juga merasa memiliki hak atas tanah itu. ‘’Sejak munculnya masalah itu, GOR tidak pernah lagi dipakai masyarakat,’’ jelasnya. Untuk menuntaskan persoalan ini, atas inisiatif pihaknya bersama Camat Tembuku, sudah sempat dilakukan beberapa kali mediasi dengan pemilik lahan. Akan tetapi, mediasi yang juga melibatkan Pemkab Bangli hingga sepuluh kali itu tak kunjung menemukan jalan keluar. ‘’Terakhir mediasi sempat dilakukan tahun 2015 sekitar bulan Juni. Tapi dari sekian pergerakan tidak juga ada hasil. Daripada waktu habis untuk itu yang sudah terpaksa kami biarkan,’’ ujarnya.

Meski demikian, hingga saat ini pihaknya masih sangat mengharapkan persoalan tukar tanah itu bisa segera selesai. Pihaknya berharap keberadaan GOR bisa dimanfaatkan masyarakat Tembuku sebagai mana mestinya. ‘’Untuk menuntaskan persoalan itu yang saat ini saya harapkan Pemkab bisa mengkaji ulang permasalahannya, di mana titik permasalahannya, bagaimana cara menyelesaikannya termasuk melakukan pertemuan atau mediasi kembali dengan pemilik lahan sehingga bangunan GOR yang asetnya bernilai miliaran rupiah ini tidak terbengkalai terus menerus. Ini bukan saja keinginan saya sendiri tapi keinginan masyarakat lainnya,’’ imbuhnya. (kmb40)

Polisi Tertibkan Galian C Ilegal di Yeh Mampeh

Bali Post/nan

TERBENGKALAI - Gedung eks Seksi Wilayah II BKSDA di Penelokan yang lama terbengkalai rencananya akan dijadikan kantor KPH Bali Tengah.

Tahun Ajaran Baru

SMPN 2 Bangli Mulai Terapkan Sistem Satu ”Shift” Bangli (Bali Post) Mulai tahun ajaran baru 2017/2018 mendatang, SMPN 2 Bangli tak lagi menerapkan kelas belajar pagi-sore (double shift). Kegiatan belajar mengajar untuk seluruh kelas dirancang satu shift, yakni mulai pagi hingga siang hari. Rencana tersebut diungkapkan Kepala SMPN 2 Bangli Ida Bagus Gede Wardana, Selasa (27/6) kemarin. Dia mengatakan, walaupun Dinas Pendidikan masih memperbolehkan double Bali Post/ina Ida Bagus Gede Wardana shift bagi sekolah yang masih terkendala ruang belajar, pihaknya tetap berupaya agar proses belajar mengajar satu shift. Pihaknya lebih memilih menerapkan satu shift agar siswa bisa belajar lebih lama. Sebab pada kelas sore, satu jam pelajaran berlangsung hanya 40 menit. Sementara kelas pagi satu jam pelajaran berlangsung 45 menit atau lebih lama lima menit dibandingkan kelas sore. ‘’Kalau semua siswa masuk pagi kami juga lebih mudah melakukan pengawasan,’’ terangnya. Disebutkan Wardana, di tahun ajaran baru ini pihaknya merancang jumlah rombongan belajar sebanyak 22. Hanya saja diakuinya jumlah rombongan belajar yang dirancang tidak sesuai dengan jumlah ruang kelas yang ada. Saat ini jumlah ruang belajar yang tersedia hanya 18 ruangan kelas. Untuk memenuhi kekurangan ruangan belajar sebanyak empat kelas, pihaknya tengah mempersiapkan ruangan kelas baru dengan menyekat ruang Laboratorium Bahasa dan memanfaatkan Ruang Keterampilan. ‘’Untuk memenuhi ketersediaan bangku dan meja, kami sedang amprah. Dan ada juga nanti bantuan dari dinas yang dijanjikan,’’ imbuhnya. (kmb40)

Bangli (Bali Post) – Aparat kepolisian kembali menertibkan galian C yang ada di kawasan Kaldera Batur Kintamani. Penindakan itu dilakukan lantaran aktivitas tersebut tak mengantongi izin dan menggunakan alat berat. Informasi yang dihimpun, Selasa (27/6) kemarin, penertiban galian C ilegal dilakukan Unit IV Sat

Reskrim Polres Bangli pada Rabu (21/6) lalu. Galian C yang ditertibkan itu adalah milik Ni Jero Kantun (38), warga Banjar Tabu Desa Songan yang lokasinya berada di Banjar Yeh Mampeh, Desa Batur Selatan. Selain menghentikan aktivitas galian C, polisi juga menyita beberapa alat yang digunakan, yakni berupa satu unit eksavator, buku

catatan penjualan pasir, satu unit truk pengangkut pasir serta sejumlah uang tunai. Barang tersebut disita polisi untuk kepentingan penyidikan. KBO Reskrim Polres Bangli Iptu Sang Mariasa seizin Kasat Reskrim AKP Deni Setiawan, kemarin, membenarkan adanya penindakan aktivitas galian C ilegal tersebut. Dikatakan

Bangli (Bali Post) Ruas jalan di kawasan Gunung Kunyit yang menjadi penghubung Dusun Gunung Kunyit dan Dusun Wanasari, Kintamani yang jebol pada Februari lalu hingga kini belum juga diperbaiki. Hal ini sangat mengganggu aktivitas warga. Pemerintah pun diharapkan segera melakukan perbaikan. Berdasarkan pantauan di lapangan, Selasa (27/6) kemarin, semua badan jalan sudah habis tergerus air. Panjang jalan yang jebol itu sekitar lima meter. Kendaraan roda empat dan roda dua masih bisa melitas di lokasi, hanya saja pengendara harus berhati-hati karena menggunakan pinggiran jalan. Ironisnya, lubang pada jalan tersebut justru digunakan oleh sejumlah oknum sebagai tempat pembuangan sampah. Kepala Dusun Gunung Kunyit Wayan Karja mengatakan, jalan yang dibangun tahun 1985 kemudian di-hotmix tahun 2016 tersebut putus sejak Februari lalu, bersamaan saat bencana di Desa Songan. Jebolnya jalan tersebut akibat derasnya gerusan air yang mengalir di saluran di bawahnya. ‘’Salah satunya air yang mengalir dari

Desa Batur Utara. Ketika hujan deras, ketinggian air lebih dari 1 meter,’’ ungkapnya. Karja mengatakan, dengan kondisi jalan tersebut, warga yang hendak melakukan aktivitas menjadi terganggu. Warga juga khawatir jika kondisi ini terus dibiarkan akan memakan korban. Pihaknya sudah menyampaikan kondisi jalan tersebut ke Pemkab Bangli. Instansi terkait pun sudah sempat melakukan pengecekan ke lokasi. Namun hingga kini belum ada perbaikan. ‘’Semoga tahun ini bisa mendapat perbaikan,’’ harap Karja. Hal senada juga disampaikan Kepala Dusun Wanasari Nyoman Kolmanjaya. Pihaknya pun berharap ada perbaikan terhadap jalan tersebut. Sementara itu, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bangli Made Soma menyebutkan, untuk memperbaiki seluruh kerusakan infrastruktur akibat bencana alam, Pemkab Bangli tengah mengajukan permohonan bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Berdasarkan data yang dimilikinya, tercatat sepanjang 11,5 kilo-

meter ruas jalan kabupaten dan desa rusak akibat bencana alam. Belasan kilometer jalan rusak dengan kondisi jebol dan putus tersebut berada di enam desa, yakni Desa Songan A, Songan B, Belandingan, Pinggan, Subaya dan Desa Batur. Kerusakan jalan paling parah berada di wilayah balik bukit Desa Songan A dan B. ‘’Kita hanya mendata jalan kabupaten dan desa. Untuk kerusakan jalan provinsi dan negara pendataannya dilakukan oleh pihak provinsi dan pusat,’’ jelasnya. Soma menambahkan, selain merusak infrastruktur jalan, bencana alam juga mengakibatkan enam jembatan rusak. Keenam jembatan tersebut berada di wilayah Desa Belancan, Subaya, Yeh Mampeh, Pinggan-Kayupadi, PingganAlas Metaum dan SelulungKembangsari. Pihaknya meyakini kerusakan jalan dan jembatan tersebut bisa dilakukan tahun ini dengan dana pascabencana yang diberikan pemerintah pusat. ‘’Biasanya dana pascabencana bisa turun segera. Kemungkinan semua kerusakan tersebut tahun ini sudah bisa diperbaiki,’’ jelas Soma. (kmb41)

Bangli : 0366-91521/91002

Polsek Bangli

: 0366-91062

Polsek Susut

: 0366-51004

Polsek Tembuku

: 0366-5595484

Polsek Kintamani

: 0366- 51122

Damkar

: 0366-92869

PDAM

: 0366-91094

PLN

: 0366-91268

Telkom

: 0366-91108

BPBD

: 0366-91448

Kodim

: 0366-91024

Kantor Bupati

: 0366-91032

sekarang masih sedang diproses,’’ ujarnya. Berdasarkan hasil gelar yang dilakukan polisi, disimpulkan bahwa pelaku diduga melanggar Pasal 158 jo asal 37 huruf a UU RI No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar. (kmb40)

Pemerintah Diminta Segera Perbaiki Jalan di Gunung Kunyit

Telepon Penting RSU Bangli

Mariasa, penertiban yang dilakukan pihaknya merupakan salah satu upaya memerangi kegiatan yang tidak ramah lingkungan di kawasan geopark Batur. Jika dibiarkan, galian C yang menggunakan alat berat dikhawatirkan akan mengakibatkan kerusakan lingkungan. ‘’Benar kami sempat menertibkan galian C di Toya Mampeh. Dan

JEBOL - Jalan jebol di wilayah Gunung Kunyit.

Bali Post/kmb41

Bali Post/nan

MENGURUS ADMINDUK - Warga banyak yang datang ke kantor Disdukcapil Bangli, Selasa (27/6) kemarin, untuk mengurus adminduk.

Buka Saat Cuti Bersama

Kantor Disdukcapil Diserbu Warga Bangli (Bali Post) Tetap dibukanya Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Bangli saat cuti bersama serangkaian hari raya Idul Fitri benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengurus administrasi kependudukan (adminduk). Seperti yang terjadi pada Selasa (27/6) kemarin, warga cukup banyak yang datang ke kantor Disdukcapil untuk mengurus adminduk. Berdasarkan pantauan di kantor Disdukcapil, sejak pagi warga sudah mulai ramai datang untuk mengurus segala keperluan terkait adminduk. Warga yang datang dengan berbagai keperluan. Banyaknya warga yang hendak mengurus adminduk, membuat mereka harus bersabar untuk mendapatkan giliran pelayanan dari petugas setempat. Kepala Disdukcapil Bangli I Nyoman Sumantra, Selasa kemarin, mengung-

kapkan sejak pelayanan yang diberikan selama cuti bersama, cukup banyak warga yang datang untuk mengurus adminduk. ‘’Hari ini (kemarin-red) sejak pagi hari sudah ada warga yang hendak mengurus adminduk. Ini artinya pelayanan yang kita berikan selama cuti bersama benar-benar dimanfaatkan oleh warga untuk mengurus segala kebutuhan terkait adminduk,’’ ungkap Sumantra. Sumantra menambahkan, sampai pukul 10.45 Wita kemarin, sebanyak 65 orang yang datang untuk mengurus adminduk. Mereka ada yang mengurus perekaman e-KTP, cetak e-KTP, aktivasi e-KTP, mengurus KK, Akta Perkawinan, Akta Kelahiran dan mengurus Akta Kematian. ‘’Kebanyakan untuk mengurus KTP dan KK. Sebab KK banyak yang tidak sesuai kelengkapan sehingga harus divalidasi datanya supaya valid,’’ jelas Sumantra. (kmb41)


GIANYAR

Rabu Wage, 28 Juni 2017

9

Hostel di Ubud Menjamur

Pemerintah Diminta Bertindak Tegas

Gianyar (Bali Post) Persaingan harga di kalangan pengelola homestay di Ubud masih menjadi persoalan pelik hingga hari ini. Kondisi ini diperparah dengan makin menjamurnya jenis akomodasi pariwisata yang menawarkan harga lebih murah yakni hostel. Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar belum mengambil sikap terkait maraknya akomodasi yang belum memiliki dasar hukum itu. Ketua Ubud Homestay Asociation (USHA) I.B. Wiryawan mengatakan, tumbuhnya akomodasi wisata sejenis yang menawarkan harga murah merupakan tantangan eksternal yang kini dihadapi pengelola homestay di Ubud. Hal ini jelas sangat merugikan, terlebih mengingat aturan mengenai pendirian hostel belum ada. ‘’Sudah jelas ini hostel dilarang karena tidak diatur. Tapi implementasi di bawah malah semakin menjamur,’’ ungkapnya. Kondisi ini pun sudah disampaikannya ke pemerintah. Namun sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya. Pria yang akrab disapa Gus De Wiryawan ini tetap berharap pada pemerintah untuk melakukan pemantauan ke lapangan, guna memastikan peraturan dijalankan. ‘’Yang diperlukan sekarang implementasi dari aturan yang ada. Aturan yang ada harus dicek di lapangan, apa sudah berjalan atau tidak,’’ tegasnya. Selain itu, Gus De Wiryawan juga mengharapkan peran desa adat yang memiliki kuasa dalam menata pariwisata khususnya di Ubud dan sekitarnya. ‘’Kekuatan desa adat kan pada pararem. Seharusnya ini bisa menjadi pedoman menjaga eksistensi homestay yang notabene selama ini menjadi salah satu ikon pariwisata Ubud,’’ terangnya. Dipaparkannya, saat ini ada 340 homestay di Kelurahan Ubud dan Peliatan. Dari jumlah itu, total ada 2.000 lebih kamar yang siap menampung wisatawan. ‘’Itu baru homestay. Belum lagi akomodasi yang lain. Sementara tingkat kunjungan sudah jauh timpang. Paling tinggi okupansi hanya sampai 60 persen. Sementara hari biasa hanya 40 persen, jadi sisanya kamar kosong,’’ jelasnya. Kondisi itulah yang membuat persaingan harga di Ubud, yakni penjualan harga kamar yang jauh turun. Menurutnya, harga ideal untuk homestay adalah kisaran Rp 350 ribu hingga Rp 400 ribu per malam. ‘’Jumlah kamar dan tingkat kunjungan sudah sangat timpang dan ini perlu dipikirkan. Saya sudah usulkan agar pembangunan hotel distop dulu, guna membangun Ubud agar lebih berkualitas,’’ ungkapnya. Sebelumnya Kadisparda Gianyar A.A. Bagus Ari Brahmanta mengatakan, berdasarkan pendataan yang ia lakukan awal tahun ini ada sekitar 20 lebih hostel yang berdiri di kawasan Ubud. ‘’Kami akan mengendalikan ini agar tidak lagi berkembang, karena keberadaan hostel memang sudah memicu perang tarif,’’ tegasnya. Ditegaskannya pula, bahwa hostel tidak tergolong dalam akomodasi yang tercantum dalam Perbup Kabupaten Gianyar tentang Penataan dan Pengendalian Akomodasi Pariwisata. Namun selama ini dominan pemilik hostel menggunakan izin homestay. ‘’Izin rata-rata mereka (pemilik hostel-red) masih homestay. Cuma homestay kan biasanya hanya dua bed untuk satu kamar, tapi kalau hostel mereka menyiapkan sampai 10 bed untuk satu kamar,’’ bebernya. Meski demikian, pihaknya masih berupaya melakukan sosialisasi dengan para pemilik hostel agar beralih ke homestay. Bila kondisi ini masih berlangsung, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk melakukan penertiban. Selain memicu perang tarif, hostel juga memberi dampak signifikan terhadap citra pariwisata budaya. Sebab hostel bukanlah penginapan yang berbasiskan desa wisata. (kmb35)

Bali Post/wan

GEPENG - Para gepeng (bawa tas merah dan kantong plastik) yang mangkal di kawasan Ubud. Keberadaan gepeng sudah sangat meresahkan masyarakat dan wisatawan.

Ubud Belum Bebas Gepeng Gianyar (Bali Post) Kawasan pariwisata Ubud masih belum terbebas dari masalah gepeng. Meski penertiban telah gencar digelar, namun gepeng tetap saja bermunculan. Hal ini pun dikhawatirkan berimbas pada citra pariwisata Ubud. Para gepeng biasanya beroperasi di tempat-tempat yang ramai wisatawan. Bukan hanya orang dewasa, tidak sedikit di antara mereka masih di bawah umur. Bahkan modus dengan membawa balita untuk

mendapat belas kasihan wisatawan masih digunakan. Momen libur Lebaran ini juga banyak dimanfaatkan para gepeng. Kepala Dinas Satpol PP Gianyar Cokorda Gde Agusnawa, Selasa (27/6) kemarin mengakui jika permasalahan sosial ini cukup sulit dituntaskan. Walaupun pihaknya telah berkalikali melakukan penertiban, namun gepeng tetap saja marak. Para gepeng seakan tidak pernah jera dan selalu saja kembali mengemis

di kantong-kantong pariwisata. ‘’Sebenarnya tidak hanya kita saja di Satpol PP yang menertibkan, pecalang di Ubud juga sudah pro-aktif turun menertibkan gepeng. Tapi ya begitu, tetap saja gepeng-gepeng ini datang,’’ katanya. Mantan Kepala Dishubinfokom Gianyar ini menjelaskan, gepeng yang beraksi di Ubud masih didominasi muka lama. Mereka orangorang yang sudah pernah beberapa kali ditangkap dan

Polda Bantah Ada Pemanggilan Lanjutan Informasi mengenai adanya aliran dana dan hasil pemeriksaan penyidik Dit. Reskrimsus Polda Bali yang akan memanggil beberapa pejabat terkait kasus OTT Kepala Dinas PMPPTSP Ketut Mudana dan Kabid Perizinan dan Non Perizinan (B) I Nyoman Sukarja, dibantah Polda Bali. Kasubdit III (Tipikor) AKBP Ida Putu Wedanajati, Selasa (27/6) kemarin menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. ‘’Tidak ada yang menyebarkan hasil penyidikan. Tidak benar itu,’’ tegasnya.

Bali Post/nik

Prosesi ”Pralina” Pura Hyang Api Dijaga Ketat Polisi

Gianyar (Bali Post) Setelah diupacarainya pura yang baru, bangunan lama Pura Hyang Api yang berlokasi di Desa Buahan, Kecamatan Payangan akhirnya di-pralina, Selasa (27/6) kemarin. Proses ini dijaga ketat puluhan personel Polsek Payangan dan Polres Gianyar, sebab agenda tersebut masih dibayangi konflik antara pangempon yang pro dan kontra pemindahan pura. Prosesi upacara pembongkaran secara niskala ini di-puput Ida Pedanda Gde Oka Gunung dari Geria Gede Breselapada. Upacara berlangsung sekitar pukul 11.00 Wita hingga pukul 13.00 Wita. Sebelum prosesi berlangsung, sempat dilakukan mediasi dari pihak kepolisian dengan dikomandoi Kapolsek Payangan AKP Gede Endrawan, kelompok investor yang diwakili oleh I Wayan Terima beserta enam KK pihak yang setuju relokasi pura. Kapolsek Payangan menyampaikan permintaan dari kelompok KK yang tidak setuju relokasi pura, agar dalam prosesi pralina tidak ada bangunan pura yang dirusak. Permintaan itu pun langsung didukung Ida Pedanda Gede Oka Gunung. Ida Pedanda menyampaikan bahwa pelaksanaan pralina tidak mesti harus langsung dilanjutkan dengan pembongkaran bangunan. ‘’Bisa dengan jalan cukup dipukul tiga kali pakai kapak atau turunkan satu biji atap gentengnya saja,’’ jelas Ida Pedanda. Dari penyampaian tersebut, akhirnya Ida Pedanda Gede Oka Gunung memulai upacara tersebut. Disaksikan sekitar 20 orang pangempon pura, prosesi ini diawali dengan muput sesajen/upakara, dilanjutkan dengan upacara majaya-jaya kapak. Alat pukul kapak ini selanjutnya digunakan untuk memukul bangunan Pura Penataran Hyang Api yang lama. Kapak dipukulkan sebanyak tiga kali oleh Ida Pedanda. Sementara krama lain tampak menurunkan sebuah genteng dari salah satu atap bangunan pura. Selanjutnya proses pralina ini diakhiri dengan penurunan tiga palinggih gedong yang terbuat dari kayu dan satu bangunan tempat untuk muput. Kapolsek Payangan AKP Gede Endrawan mengaku siaga penuh mengamankan upacara pralina di Pura Hyang Api. Bahkan pihaknya berkoordinasi dengan Polsek Tegallalang, Polsek Tampaksiring serta jajaran Shabara Polres Gianyar sebagai langkah antisipasi. ‘’Keterlibatan jajaran kepolisian lintas sektor ini diperlukan karena relokasi pura ini masih menjadi konflik, makanya banyak yang kita libatkan biar aman. Sementara saat ini situasai aman. Tidak ada perlawanan dari pihak kontra, tapi nanti tidak tahu,’’ jelasnya. Upacara pralina ini digelar setelah pelaksanaan upacara Ngersi Gana di Pura Hyang Api baru yang lokasinya sekitar 200 meter ke arah timur laut pada Wraspati Pon Wuku Uye, Kamis (22/6) lalu. Saat itu juga berlangsung prosesi pemindahan sesuhunan dari pura lama ke pura baru. Keesokan harinya dilanjutkan dengan malasti ke Pantai Masceti. Setelah prosesi berakhir, barulah bangunan pura yang lama di-pralina. Terkait upacara pralina ini, pihak kontra yang terdiri dari empat KK di antaranya I Wayan Ceger, I Wayan Sadia, I Nyoman Suarya dan I Nyoman Jejel tetap bersikeras menyatakan menolak. Menurut I Nyoman Suarya, alasan penolakan karena pura tersebut merupakan warisan leluhur. (kmb35)

Lebih lanjut dia mengakui, keberadaan gepeng sangat meresahkan masyarakat dan mencoreng citra Ubud sebagai destinasi pariwisata dunia. Selain tindakan dari pemerintah, pihaknya berharap masyarakat dan wisatawan turut mendukung upaya penanganan gepeng. Cara paling mudah yaitu dengan tidak memberikan gepeng sesuatu. Cara inilah yang menurut Cokorda Agusnawa paling efektif untuk ‘’mengusir’’ gepeng. ‘’Kalau sudah tidak ada yang memberi, lama-lama mereka juga akan kapok,’’ ungkapnya. (kmb25)

Kasus OTT di Dinas PMPPTSP

Gianyar (Bali Post) -

PRALINA - Sejumlah warga menurunkan salah satu palinggih lama di Pura Hyang Api sebagai rangkaian prosesi pralina.

dipulangkan ke daerah asal. Gepeng rata-rata berasal dari daerah Karangasem. Pihaknya mengaku kesulitan dalam penanganan masalah gepeng, khususnya saat hari libur. Sebab penanganan tidak hanya sebatas penangkapan, tetapi hingga pembinaan dan pemulangan gepeng ke daerah asal. ‘’Saat libur seperti sekarang, Dinas Sosial tutup. Pemda Karangasem juga tutup. Jadi terus terang kita agak kesulitan untuk bertindak sekarang. Nanti setelah masa liburan berakhir, kita akan kembali bergerak melakukan penertiban,’’ katanya.

Menurut AKBP Wedanajati, kedua tersangka masih bungkam. Oleh karena itu, pihaknya masih fokus mendalami keterangan kedua tersangka. ‘’Kami tidak boleh memaksa. Kalau dipaksa entar dibilang kriminalisasi,’’ ungkapnya. Bahkan ia menegaskan,

sampai saat ini tersangka belum ada menyebut soal pejabat lain yang terlibat kasus ini. ‘’Belum ada seperti itu, apalagi sampai menyebut Bupati dan Wakil Bupati. Tidak ada,’’ katanya. Jika hal itu nantinya terungkap di persidangan, tentu

pihaknya harus menindaklanjutinya. ‘’Sampai saat ini belum mengarah ke pelaku lain. Masih kepada kedua tersangka ini,’’ kata Wedanajati. Sementara itu, Wakil Bupati Gianyar Made Mahayastra menegaskan, hingga ke-

marin pihaknya tidak ada mendapat panggilan dari Polda Bali terkait pemeriksaan kasus OTT di Dinas PMPPTSP Kabupaten. ‘’Panggilan pemeriksaan untuk jadi saksi sampai sekarang tidak ada saya terima,’’ ucapnya. Pria yang akrab disapa Agus Mahayastra ini menyatakan, komunikasi dirinya dengan tersangka Ketut Mudana saat masih menjabat sebagai Kepala Dinas PMPPTSP, tidaklah intens. ‘’Komunikasi dengan dia (Mudana-red) saya jarang. Apalagi dengan Sukarja, nyaris saya tidak kenal. Nomor teleponnya juga

PDI-P Gelar Rapat Konsolidasi

Redam Gejolak Internal Jelang Pilbup Gianyar (Bali Post) PDI-P Gianyar nampak mulai goyah pascagebrakan salah satu kadernya yang anggota DPRD Bali, Nyoman Parta, yang menyatakan untuk ikut maju sebagai bakal calon bupati Gianyar menyaingi paket Aman (Agus Mahayastra-Agung Mayun). Ketua DPD PDI-P Bali Wayan Koster langsung menggelar rapat konsolidasi di kantor DPC PDI-P Gianyar, Selasa (27/6) kemarin, guna memastikan

soliditas partai. Ketua DPC PDI-P Gianyar Made Mahayastra mengatakan, rapat konsolidasi diselenggarakan kemarin untuk memastikan solidatas partai menjelang pengumuman bakal calon kepala daerah yang maju pada Pilkada 2018 mendatang. ‘’Pengumumannya akan disampaikan Agustus mendatang secara serentak di 171 daerah di Indonesia,’’ ungkapnya. Jelang pengumuman ini, diakuinya sudah ada gejo-

lak dengan munculnya tokoh PDI-P yang ikut merebut rekomendasi. Seperti gebrakan baliho Nyoman Parta sebagai bakal calon bupati Gianyar. Terkait perebutan rekomendasi, Mahayastra yang juga Wabup Gianyar ini mengaku masih menunggu mekanisme baru untuk penjaringan sesuai hasil Rakernas II PDI-P yang diselenggarakan di Sanur beberapa bulan lalu. Namun sampai saat ini aturan penjaringan tersebut belum turun.

‘’Saya disuruh menunggu hasil ini. Tetapi kalau cukup lama peraturan rakernas ini keluar, mungkin akan dipakai aturan partai lama dulu. Yang jelas Agustus rekomendasi akan keluar,’’ katanya. Diungkapkannya, seperti apa pun mekanisme penjaringan internal, DPC PDI-P Gianyar membuka diri agar kader yang berminat mencalonkan diri mengisi formulir pendafataran. ‘’Silakan, tadi kan sudah dibilang. Tagel

saya tidak tahu. Orangnya juga saya kurang jelas, karena dia kan Kabid ya, kalau saya biasa komunikasi dengan Kepala SKPD,’’ jelasnya. Ketua DPC PDI-P Kabupaten Gianyar ini juga mengungkapkan, beberapa pekan lalu pasca-OTT memang ada sejumlah petugas kepolisian yang datang ke Pemkab Gianyar untuk menemui Bupati A.A. Gde Agung Bharata. ‘’Kemarin ada sowan ke kantor Bapak Bupati sebelum pemeriksaan. Tapi itu hanya minta izin karena memeriksa bawahannya,’’ tegasnya. (kmb36/kmb35) juga disuruh daftar. Yang lain juga disuruh daftar oleh Pak Koster,’’ tegasnya. Namun, Mahayastra berpesan agar kader tidak terburuburu melakukan pemasangan baliho, apalagi di kawasan yang sudah menjadi basis Paket Aman. ‘’Ya jangan keluar dulu ke basis Aman yang sudah solid pasang baliho. Itu yang mungkin ditahan diri dulu,’’ ucapnya. Secara terpisah, Nyoman Parta mengatakan pemasangan baliho adalah urusan ranting PDI-P dan sumbangan dari masyarakat. ‘’Masak balihonya Nyoman Parta tidak boleh, sedangkan baliho Aman sudah dari 1,5 tahun dipasang,’’ katanya. (kmb35)


KLUNGKUNG

10

Rabu Wage, 28 Juni 2017

Lima Tahun Mangkrak

Atap Bangunan Proyek PPI Ambruk Semarapura (Bali Post) -

Proyek Pusat Pendaratan Ikan (PPI) di Dusun Karangdadi, Kusamba, Dawan, Klungkung kini kondisinya kian memprihatinkan. Selain mangkrak sejak lima tahun lalu, proyek yang telah menelan dana lebih dari Rp 16 miliar ini kondisi bangunannya sudah hancur. Bagian atap yang terbuat dari kerangka baja dan besi tersebut ambruk, Selasa (27/6) kemarin. Ditemui di sela-sela acara bedah desa di Desa Getakan, Banjarangkan, Selasa (27/6) kemarin, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta berencana akan menghapus aset PPI tersebut jika tidak diambil alih pihak Provinsi Bali. Apalagi lahan yang dipakai dari proyek PPI merupakan milik Pemkab Klungkung. “Saya kurang tahu berapa luas lahannya. Tapi kalau tidak diambil alih provinsi, maka kita hapus saja,” kata Bupati Suwirta. Namun, dipakai apa jika aset PPI dihapus? Bupati Suwirta belum bisa menjelaskan. Bupati asal Ceningan, Nusa Penida mengatakan akan mengkajinya terlebih dahulu. “Apakah nanti dipakai lokasi penggaraman atau yang lainnya, kita akan kaji nanti. Yang jelas proses pelimpahan aset PPI ke provinsi masih dalam proses. Saya belum dapat laporan dari Kadisnya,” katanya. Untuk diketahui, sejak dibangun tahun 2012, pelaksanaan proyek PPI di Karangdadi tidak pernah tuntas. Anggaran yang dikeluarkan juga tidak sedikit, mencapai

Rp 16 miliar lebih. Namun, sampai sekarang kondisi PPI belum bisa beroperasi atau dimanfaatkan. Bahkan, kondisinya makin parah. Dari pantauan di lapangan, bagian atap bangunan PPI telah ambruk total. Kerangka bagian atap yang terbuat dari besi telah mengkarat dan hancur. Menurut warga Dusun Pasurungan, Desa Kusamba, Wayan Sregig, atap bangunan PPI diperkirakan ambruk pada Minggu dini hari. Bagian atap yang terbuat dari besi tersebut diperkirakan ambruk akibat diterjang angin kencang dan hujan lebat. “Kira-kira hari Minggu atapnya hancur. Karena tiga hari lalu saya sempat ke sini melihat baru sebagian atapnya saja yang roboh. Mungkin karena mengkarat makanya cepat ambruk,” ujar Sregig. Sebagai warga Kusamba, Sregig tidak mengetahui kejelasan dari proyek PPI. Dia hanya berharap proyek yang menelan dana miliaran tersebut dapat berguna bagi masyarakat Kusamba. Bahkan, dia berharap agar Pem-

kab segera membersihkan bagian atap bangunan yang ambruk tersebut. Karena selain tidak sedap dipandang, rangka bangunan yang berbahan besi tersebut bakal diburu para pemulung. “Saya sempat pancing tanya pemulung terkait besi di proyek PPI. Tapi mereka ngakunya takut ngambil karena bisa ditangkap,” katanya. Sementara itu, mangkraknya kawasan PPI di Karangdadi kini tidak hanya ramai dikunjungi pemancing, namun juga menjadi primadona bagi kawula muda untuk berpacaran. Proyek PPI di dusun Karangdadi merupakan proyek pemerintah pusat melalui Kementerian Perikanan dan Kelautan. Proyek tersebut dirancang dengan anggaran sekitar Rp 33 miliar dan dikerjakan tahun 2005 melalui DAU. Sayangnya, anggaran pembangunan PPI dari pusat dicicil sehingga pembangunan proyek di atas lahan 1,2 hektar tersebut tidak maksimal. Kondisinya mulai mangkrak setelah dana dari pusat terputus tahun 2012. (kmb)

Bali Post/kmb

AMBRUK - Kondisi bangunan proyek PPI di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba, Dawan telah ambruk, Selasa (27/6) kemarin.

Terserang Tumor, Rempyeg Tak Miliki Jaminan Kesehatan Semarapura (Bali Post) Berawal dari bintik kecil seperti tai lalat, kini tumor yang berada di hidung Ni Nyoman Rempyeg (75) terus membesar. Meski begitu, Rempyeg enggan untuk mengobati tumornya. Selain karena telah berumur, Rempyeg tidak memiliki jaminan kesehatan untuk bisa mendapatkan pengobatan gratis. Tumor yang berada di wa-

jah Rempyeg ini mulai diketahui setahun lalu. Meski telah menjalar di tubuhnya, Rempyeg tidak merasa risih karena tumor tersebut tidak menimbulkan sakit. “Tidak terasa sakit, hanya seperti digigit semut tapi jarang-jarang keluarnya,” bebernya. Menurut anak kelima Rempyeg, Wayan Suberata (48), untuk dapat berobat secara gratis ia pun menga-

jukan untuk mendapatkan JKBM dan diterima tujuh bulan lalu. Sayangnya tidak berselang lama, kartu JKBM yang ia terima tidak bisa lagi digunakan. Padahal, belum sekali pun ia sempat memanfaatkan kartu tersebut untuk pengobatan ibunya. Kini, Suberata yang menjadi tulang punggung keluarga, terpaksa harus membayar untuk dapat men-

gobati tumor ibunya. Hanya saja, akibat kondisi tersebut Rempyeg tidak mau diobati dengan alasan sudah terlalu tua. Kini, Rempyeg hanya bisa rebahan di tempat tidur karena kakinya sudah tidak bisa berjalan. “Tidak bisa berjalan akibat jatuh saat menyapu. Kejadiannya ada sekitar 14 hari lalu,” ujar pria yang berprofesi sebagai buruh tani.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta yang sempat mendatangi rumah Rempyeg langsung meminta dinas terkait agar mendapatkan KIS. Menurut Bupati Suwirta pihaknya memiliki jatah KIS bekerja sama dengan BPJS Kesehatan Klungkung dengan total 4 ribu kartu. Hingga saat ini baru 375 kartu yang telah digunakan. (dwa)

Antisipasi Serangan Teroris

Penjaga Mako Kenakan Rompi Antipeluru Bali Post/dwa

LUMPUH - Wayan Sudiarta yang telah lama mengalami kelumpuhan, kini mengalami gangguan pengelihatan.

Setelah Lumpuh, Sudiarta Kini Alami Gangguan Pengelihatan Semarapura (Bali Post) Kondisi kesehatan Wayan Sudiarta (36) terus memburuk. Setelah lumpuh sejak duduk di bangku sekolah, kini kondisi Sudiarta diperparah dengan pengelihatan yang mulai kabur. Keadaan ini membuat Sudiarta tidak dapat beraktivitas sendiri, mulai makan hingga buang air besar. Sudiarta sebelumnya merupakan anak yang sehat, bahkan bersekolah di SD seperti teman yang lainnya. Wayan Sumatri (58) menceritakan, anak pertamanya tersebut mengalami kelumpuhan akibat sakit panas yang dialami saat duduk di bangku SD. “Tiga hari sebelum ujian, Sudiarta mengalami panas dan lemas. Setelah dibawa ke RS Klungkung kondisinya kembali pulih,” tuturnya. Selang beberapa tahun, sakit tersebut kembali menyerang Sudiarta. Kali ini kondisinya sangat parah hingga perlu dirujuk ke RS Sanglah. “Disebut kekurangan darah, dua minggu dirawat dan dirujuk ke Sanglah untuk menjalani operasi. Setelah operasi, sampai sekarang tidak bisa jalan,” bebernya. Saat ini, kondisi Sudiarta amat lemah. Selain hanya bisa duduk di kursi roda, Sudiarta tidak dapat menelan makanan layaknya orang kebanyakan. Untuk bisa ditelan, makanan harus dijus terlebih dulu. “Sekarang masih mending karena sudah bisa menelan jus. Sebelumnya hanya air putih saja,” imbuhnya. Sementara gangguan pengelihatan yang ia alami, baru terjadi dua bulan yang lalu. Kini Sudiarta tak bisa melihat dengan jelas. Benda yang ada di depannya terlihat hanya bayangan tipis. Untuk dapat mengatasi matanya yang tak bisa melihat, Sudiarta seharusnya melakukan kontrol seminggu sekali. Namun, akibat terkendala biaya, selama sebulan ini Sudiarta belum pernah melakukan pengobatan. Biasanya ia berobat dengan diantar oleh adiknya. Keluarga pun tidak memiliki biaya untuk mencarter kendaraan untuk bisa pergi berobat. “Terpaksa boncengan agar bisa berobat ke Denpasar. Kalau numpang angkutan tidak bisa karena pengobatannya sampai sore. Kalau carter tak ada uang,” tutur Wayan Sumatri yang mengaku tidak dapat bekerja penuh karena harus merawat Sudiarta. Sementara suaminya, Made Matra (60) yang berprofesi sebagai buruh bangunan, sudah tidak bisa bekerja lagi karena telah berumur. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dipenuhi dari bantuan anak nomor tiga Nyoman Suardana (31) sementara anak nomor dua Made Sudiarni (33) telah menikah tahun lalu. Melihat kondisi tersebut, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta yang mendatangi rumah Sudiarta mengaku akan membantu mengantarkan bersangkutan dengan armada ambulans yang dimiliki program Kring Sehat (Kris). Bupati Suwirta meminta agar sesegera mungkin pengelihatan Sudiarta dapat diobati agar dapat melihat kembali. (dwa)

Semarapura (Bali Post) Serangan teroris yang terjadi di Mapolda Sumatera Utara tentunya menjadi atensi bagi Polda lainnya. Seperti di jajaran Polda Bali, khususnya di Polres Klungkung. Polisi mulai memperketat penjagaan di markas komando (mako), baik di Polres maupun di Polsek jajaran. Pada Selasa (27/6) kemarin, Wakapolres Klungkung Kompol Nengah Sadiarta kembali mengingatkan personelnya untuk tidak lengah dan meningkatkan kewaspadaan pada saat melaksanakan tugas. “Kita tidak menginginkan ada anggota yang menjadi korban dari pelaku kejahatan. Mengingat fenomena yang berkembang saat ini anggota Polri menjadi serangan dari kelompok teroris seperti yang terjadi di Medan, Sumatra Utara belum lama

ini,” ujar Kompol Sadiarta. Menurutnya, anggota Polres Klungkung harus tetap waspada dan siaga saat bertugas. Terutama bagi personel yang bertugas menjaga mako. Mereka diinstruksikan untuk memperketat pengawasan termasuk akses pintu masuk Polres Klungkung dan Polsek jajaran. Selain itu, personel yang bertugas di pintu portal harus selalu menggunakan rompi antipeluru dan bersenjata api lengkap. “Sapa dan periksa setiap tamu yang datang ke Mapolres maupun Polsek, tapi dengan sopan dan santun serta tidak mengurangi kesiapsiagaan kita sebagai petugas,” katanya. Pada kesempatan yang sama, Kompol Sadiarta juga memerintahkan Satuan Binmas dan Bhabinkamtibmas untuk selalu mengimbau masyarakat agar selalu pedu-

li dengan keamanan lingkungannya. “Gunakan waktu istirahat untuk istirahat dan gunakan waktu bertugas dengan melaksanakan tugas dengan baik. Jangan sebaliknya, saat bertugas dipakai untuk istirahat. Laporkan segera bila mengetahui adanya orang dan barang yang mencurigakan ke aparat desa maupun kepolisian terdekat,” pintanya. Sementara untuk mengantisipasi arus balik, Kompol Sadiarta mengajak personelnya supaya tidak berbuat yang bukan-bukan dan dapat merusak nama Polri di masyarakat. Semua personel diminta saling bersinergi saat bertugas di lapangan. “Jaga disiplin dan layani masyarakat dengan baik, sehingga masyarakat dapat merayakan hari raya Idul Fitri dengan aman dan lancar,” pintanya. (kmb)

Bali Post/kmb

JAGA KETAT - Anggota Polres Klungkung memperketat pintu masuk Mako dengan memakai rompi antipeluru dan senjata lengkap, Selasa (27/6) kemarin.

Bali Post/dwa

BERTEMU - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dan Wabup I Made Kasta ketika bertemu dengan keluarga Made Sarka.

Tinggal di Rumah Sederhana Tanpa Jamban

Dua Anak Sarka Berprestasi, Juara Kelas dan Raih Emas Olimpiade

KONDISI perekonomian yang sulit tidak membuat keluarga I Made Sarka putus asa. Meski hidup serba kekurangan, tiga anak Made Sarka mampu berprestasi di bidang akademis dan nonakademis. Namun, pemerintah perlu turun tangan untuk membantu keluarga tersebut mengingat sampai saat ini belum memiliki jamban. Keluarga Sarka merupakan potret kemiskinan di Kabupaten Klungkung. Meski mampu memenuhi kebutuhan hidup, Sarka dan keluarga masih hidup serba kekurangan. Hingga saat ini Sarka hanya memiliki dua kamar saja. Satu kamar digunakan untuk tempat perabotan dan juga baju, sedangkan satu kamar lagi menjadi tempat tidur bersama yang terdiri dari lima orang. Made Sarka bersama istri Ni Nengah Budani (41) tinggal di rumah dengan tiga anaknya, yakni Ni Wayan Oka Srimaheni (21), Ni Made Dwi Okayanti (17) dan I Nyoman Arta Sukriana (14). Nengah Budani mengaku hingga saat ini ia belum memiliki jamban. Untuk mandi dan buang air, semua dilakukan di aliran irigasi Subak Selangit yang berada dekat sekitar 50 meter dari rumah. Menurut Budani, anak pertamanya, Srimaheni, sudah mengusulkan untuk bantuan jamban, namun hingga saat ini belum ada. Sementara itu, untuk kebutuhan listrik dan air baru bisa mencari sendiri setelah meminjam uang. “Dulu untuk listrik dan air saya masih nebeng sama saudara. Begitu juga untuk dapur sebelumnya masih di tempat saudara,”

jelasnya. Sebelumnya, Sarka bekerja di kapal ikan Benoa. Namun akibat kecelakaan yang membuat tangannya patah, Sarka kini bekerja sebagai tukang parkir di Kuta. Sebagai tukang parkir rata-rata, Sarka mampu menghasilkan uang Rp 50 ribu. Budani juga ikut mencari uang sebagai penjahit dengan penghasilan dua minggu Rp 300 ribu. “Selama 1,5 tahun sempat tidak bisa bekerja karena masih pengobatan. Sekarang juga tidak bisa mengambil pekerjaan keras pascakecelakaan,” tutur Budani. Di tengah keterbatasan tersebut, anak Budani mampu meraih prestasi. Dwi Okayanti mampu meriah juara II di kelas dan juga mewakili sekolah mengikuti Olimpiade Ekonomi. Sementara anak ketiga, Nyoman Arta, meraih emas pada O2SN tingkat SMP di Kabupaten Klungkung. Meski berprestasi, ternyata kedua anak tersebut hingga saat ini belum menerima beasiswa, sehingga Budani bersama suaminya terus berusaha untuk bisa terus menyekolahkan anaknya. Kondisi dari keluarga Made Arka ini pun mendapatkan perhatian serius Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta. Bupati asal Ceningan itu pun meminta kepada dinas terkait untuk segera menganggarkan rehab rumah. Selain itu, Pemkab Klungkung akan segera membantu pengadaan jamban pada tahun 2017 ini. “Kita coba melalui CSR. Kalau tidak, maka menggunakan anggaran perubahan. Untuk beasiswa akan segera dibantu,” pungkasnya. (dwa)


BULELENG

Rabu Wage, 28 Juni 2017

11

Perluasan SMPN 1 Singaraja Belum Terealisasi

Singaraja (Bali Post) – Perluasan areal SMPN 1 Singaraja hingga tahun ini belum juga terealisasi. Padahal, keinginan memperluas areal sekolah favorit di Bali Utara itu diwacanakan sejak beberapa tahun lalu. Perluasan sekolah memanfaatkan lahan bekas kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) yang kini telah berubah menjadi Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Pemerintah daerah belum menyerahkan aset tersebut kepada SMPN 1 Singaraja. Sebaliknya, lahan bekas kantor DKP itu sekarang dibiarkan terbengkalai. SMPN 1 Singaraja yang beralamat di Jalan Gajah Mada, Singaraja ini rencananya diperluas ke arah selatan yakni bekas kantor DKP. Setelah DKP pindah kantor, gedung berarsitektur Belanda tersebut justru dibiarkan terbengkalai. Pohon dan semak liar dibiarkan tumbuh subur tanpa ada pemeliharaan. Di beberapa sudut lahan tak berfungsi itu tampak gundukan bekas bongkaran material bangunan yang sengaja dibuang oleh pihak yang tidak jelas. Sementara, beberapa ruangan di gedung bekas DKP itu sekarang masih dipinjam sebagai gudang menyimpan aset KPU Buleleng pasca-Pilkada Buleleng yang

baru lewat. Kepala SMPN 1 Singaraja Ni Putu Karnadhi yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/6) kemarin, mengatakan sejak pemerintah merencanakan akan memperluas areal sekolah, pihaknya hanya bisa menunggu sampai lahan bekas gedung kantor DKP itu diserahkan kepada SMPN 1 Singaraja. Pihaknya masih memaklumi karena pemerintah daerah memiliki pekerjaan banyak dan tidak saja mengurus masalah perluasan sekolah yang dipimpinnya itu. Meski demikian, dia mengaku optimis dalam waktu dekat SMPN 1 Singaraja yang menjadi sekolah rujukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI itu dapat memperluas areal sekolah untuk menunjang proses belajar dan mengajar (PBM). “Kalau wacana memang sudah lama dan lahan memang sudah ada. Kita maklum karena pemerintah masih melakukan proses pengalihan aset kepada kita. Kami optimis kalau wacana itu akan terealsiasi karena Pak Bupati langsung yang sudah menginstruksikan perluasan ke selatan dan memberikan lahan bekas kantor DKP itu,” katanya. Menurut mantan Kepala SMPN 4 Singaraja ini, kendati

perluasan belum pasti, tetapi pihaknya telah menyusun desain pemanfaatan lahan bekas kantor DKP tersebut. Dari desain yang sudah disusun oleh tim perencana di sekolah, lahan yang diberikan sekitar 15 are. Lahan seluas itu akan dibangun gedung dengan konstruksi berlantai dua. Gedung tersebut akan dibangun dua unit ruang kelas dan dua unit ruang laboratorium komputer. Selain itu, bangunan baru nantinya dilengkapi toilet dan ruang ganti bagi siswa karena sekolah menerapkan kebijakan full day school. Sisa lahan ini lainnya dijadikan tempat parkir untuk guru dan pegawai, sehingga pada jam sekolah atau pulang sekolah orangtua bisa menjemput siswa parkir di areal sekolah dan otomatis menghindari parkir di tepi jalan yang kerap memicu kemacetan arus lalu lintas. Terkait pembiayaan pembangunan gedung fisik, Karnadhi mengatakan anggaran pembangunan tidak akan menyulitkan sepanjang lahan yang sudah siap dibangun. Sumber pendanaan ini berasal dari kucuran dana rutin dari Kemendikbud rata-rata per tahun mencapai Rp 1,5 miliar. Selain itu, sumber pembiayaan lainnya berasal dari APBD Provinsi Bali dan APBD Buleleng. (kmb38)

Bali Post/sos

MAKANAN - Sejumlah warga yang melintas di Jalur Bedugul-Singaraja beristirahat di persimpangan SeriritGitgit, Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Selasa (27/6) siang kemarin. Selain membeli kuliner maupun menikmati sejuknya alam pegunungan, mereka juga memberi makanan untuk monyet yang banyak berkeliaran di wilayah tersebut.

Nelayan Pertanyakan Program Asuransi

Singaraja (Bali Post) Program asuransi yang digalakkan pemerintah belum menyentuh seluruh nelayan di Kabupaten Buleleng. Langkah pendataan sejatinya sudah dilakukan pemerintah. Namun, program nasional itu tak kunjung keluar. Hal itu pun dipertanyakan. Seorang nelayan di Kampung Bugis, Singaraja, Kusmadi (35), menuturkan risiko bekerja sebagai nelayan tergolong cukup besar. Adanya program dari pemerintah berupa asuransi, disambut gembira. Sebab, itu dinilai akan mampu meringankan bebannya kelak. Sebagai bentuk keseriusan, instansi terkait pun telah melakukan pendataan ke lapangan. Akan tetapi, dalam perjalanannya,

program nasional ini terkesan gamang. “Kami didata saja, tetapi sampai sekarang asuransinya belum datang,” keluhnya, Selasa (27/6) kemarin. Kondisi yang demikian, sambung dia memunculkan pertanyaan dari sejumlah nelayan. Diharapkan, program ini direalisasikan secara serius, bukan sekadar janji. “Kami berharap asuransi ini bisa segera dituntaskan. Biar tidak janji-janji saja,”

katanya. Kepala Dinas Perikanan Buleleng Ni Made Arnika menjelaskan, pada program asuransi ini, pemkab hanya berperan sebagai fasilitator. Meski demikian, disampaikan dari sekitar 5.300 nelayan, yang diusulkan untuk mendapat asuransi pada 2016 sekitar 2.600 orang. Namun yang keluar baru 1.800 orang dan sisanya dilanjutkan tahun ini. “Itu kan memakai anggaran,

untuk sisanya katanya dilanjutkan tahun ini,” jelasnya. Belum adanya kepastian itu, diakui sering dipertanyakan sejumlah nelayan. Namun, pihaknya telah menjelaskan program ini ditangani pemerintah pusat. “Nelayan tidak sabar untuk dapat asuransi. Mudah-mudahan bisa segera terealisasi,” ungkapnya. Khusus untuk kartu nelayan, Arnika menyebutkan sudah seluruhnya mengantongi. Meski seperti itu, pihaknya terus melakukan pendataan. “Kartu itu kan jadi dasar untuk dapat asuransi,” tandasnya. (kmb45)

Bali Post/kmb38

TERBENGKALAI – Lahan bekas gedung kantor DKP yang kini menjadi Dinas LH Buleleng terbengkalai. Sejak ditinggalkan oleh DKP, lahan ini akan difungsikan untuk perluasan SMPN 1 Singaraja.

Kartu Identitas Anak

Tunggu Blangko dari Pusat

Bali Post/kmb45

Putu Ayu Reika Nurhaeni

Singaraja (Bali Post) Program Kartu Identitas Anak (KIA) telah disosialisasikan ke masyarakat di Kabupaten Buleleng beberapa waktu lalu. Penerapannya masih menunggu blangko dari pemerintah pusat. Sementara fasilitas yang diperlukan sudah disiapkan pemkab melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Kepala Disdukcapil Bule-

leng, Putu Ayu Reika Nurhaeni, Selasa (27/6) kemarin, menjelaskan pelaksanaan program nasional ini sudah memasuki tahap sosialisasi ke masyarakat. Hal ini pun dinilai mendapat respons positif. Sebagai tindak lanjut dari itu, pihaknya pun telah menyiapkan fasilitas, seperti loket, alat cetak hingga sumber daya manusia (SDM). “Untuk fasilitas sudah siap. Kami tinggal menunggu blangko saja dari pusat,” jelasnya. Sampai saat ini, informasi pengadaan blangko yang sekilas mirip blangko e-KTP itu belum ada. Meski demikian, pihaknya siap menerima jika pendistribusiannya sudah mulai berlangsung. “Kalau misalnya kami menjemput ke pusat, siap. Intinya, kami tinggal menunggu itu saja,” tegasnya. Mantan Camat Buleleng ini menyebutkan, kartu ini nantinya wajib dikantongi oleh anak usia 0 sampai 17 tahun kurang satu hari, yang menurut data terakhir jumlahnya mencapai 230.075 orang. Penerbitan kartu itu bertujuan untuk mewujudkan keakuratan data kependudukan, perlindungan dan pelayanan publik serta upaya pemenuhan hak

konstitusional warga negara. Melalui kartu itu ke depannya akan mampu menciptakan kesamaan indentitas antardokumen kependudukan. “Ketentuan ini juga sudah kami sosialisasikan,” terangnya. Perlu diketahui, oleh pemerintah pusat, Kabupaten Buleleng tahun ini ditunjuk sebagai salah satu dari 50 kabupaten/kota di Indonesia untuk menerapkan KIA. Program ini sebelumnya direspons positif Ketua Komisi I DPRD Buleleng, Putu Mangku Mertayasa. Hanya, pihaknya tak ingin terjadi persoalan sama dengan program nasional lainnya, seperti e-KTP yang blangkonya kerap macet. “Kami berharap program KIA ini tak sama dengan itu. Harus semua masyarakat tahu. Sosialisasi harus serius,” tegasnya. Sosialisasi itu, lanjut dia tak hanya terbatas pada pemerintah kecamatan maupun desa. Tetapi harus mampu menyasar seluruh lapisan masyarakat, baik yang tinggal di wilayah perkotaan maupun perdesaan. Hal ini pun harus dilakukan secara berkelanjutan mengingat kondisi penduduk yang sifatnya dinamis. (kmb45)

Nenek Gantung Diri

Singaraja (Bali Post) Seorang nenek asal Banjar Dinas Kumuda Loka, Desa Telaga, Kecamatan Busungbiu, Ni Wayan Natih (74), nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Jasadnya ditemukan Selasa (27/6) pagi kemarin. Penyebabnya diduga depresi, karena sakit yang diderita tak kunjung sembuh. Berdasarkan informasi yang dihimpun, jasad nenek yang berprofesi sebagai petani ini ditemukan menantunya, Ketut Rining (55),

yang tinggal serumah sekitar pukul 04.00 Wita. Posisinya duduk bersimpuh di atas kasur dalam keadaan tergantung dengan menggunakan selendang yang diikat di bagian atas ranjang. Melihat hal itu, ia langsung berteriak memanggil suaminya, Made Denia (54), selanjutnya melapor ke Polsek Busungbiu. Tak berselang lama, polisi datang ke TKP dan langsung melakukan evakuasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas medis, ditemukan bekas jeratan selendeng di

leher korban, dari kemaluan keluar cairan dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Berdasarkan informasi pula, diduga korban gantung diri karena sakit saluran kencing yang dideritanya sejak lama tak kunjung sembuh. Kapolsek Busungbiu, AKP I Nengah Muliadi, S.H. membenarkan kejadian itu. “Memang benar ada kejadian itu. Keluarga korban sudah menerima kasus ini sebagai musibah,” ungkapnya. (kmb45)

Bali Post/kmb45

ASURANSI - Nelayan di Kampung Bugis, Singaraja, sampai saat ini masih ada yang belum tersentuh program asuransi.

Pasien Kanker Usus Akhirnya Jalani Operasi di RSUD Buleleng

Singaraja (Bali Post) – Made Gunaka (57), Warga Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan yang menderita kanker usus, akhirnya menjalani operasi di RSUD Buleleng, Selasa (27/6) kemarin. Pasien ini rencananya dirujuk ke RS Sanglah Denpasar. Sebelumnya, Gunaka akan menjalani operasi di RSUD Sabtu (24/6) lalu. Jadwal tersebut tiba-tiba dibatalkan tanpa alasan jelas. Pasien yang menggunakan klaim Kartu Indonesia Sehat (KIS) tersebut mengeluhkan pelayanan di rumah sakit pelat merah di Bali Utara tersebut. Gunaka mulai menjalani operasi sekitar pukul 09.00 Wita. Penyakit kanker yang diteritanya ini tergolong berat, sehingga tim dokter melakukan operasi hingga enam jam. Joli Sukrawan, anak kandung Gunaka, mengatakan, setelah jadwal operasi dibatalkan sepihak oleh RSUD, ayahnya terpaksa dirawat di rumahnya. Sementara saran agar ayahnya dirujuk ke RSU Sanglah belum diputuskan. Atas kondisi itu, dia bermaksud mencari bantuan kepada Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana seperti yang disarankan oleh dokter yang menangani orangtuanya.

Bali Post/dok

Bali Post/dok

Ketut Joli Sukrawan

dr. Gede Wiartana, M.Kes.

Belum sempat menghadap Bupati, dia difasilitasi oleh vokalis LSM Gema Nusantara (Genus) Antonius Sanjaya Kiabeni. Tidak berselang lama, setelah difasilitasi oleh Anton, Joli dihubungi pihak RSUD. Petugas di Ruang Kamboja meminta agar ayahnya menjalani opname. Petugas juga menyampaikan bahwa orangtuanya akan dioperasi. Mendapat kabar itu, Joli memutuskan kembali ke RSUD. Meski sudah sempat bingung dengan pelayanan RSUD, Joli mengaku tetap bersyukur karena kanker yang diderita orangtuanya ditangani di RSUD Buleleng. Pria yang sedang kuliah di Kampus Pansopia Singaraja

itu berharap manajemen rumah sakit ke depan memberikan penjelasan yang dapat dimengerti baik oleh pasien maupun keluarganya. Pasalnya, bisa saja pengalaman yang dialami orangtuanya itu dialami oleh pasien lain, sehingga pasien mendapat pelayanan yang optimal. Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) RSUD Buleleng dr. Gede Wiartana, M.Kes. membenarkan pasien Made Gunaka sudah menjalani operasi. Wiartana mengatakan, keputusan rumah sakit melayani tindakan operasi itu bukan karena difasilitasi tokoh LSM atau pejabat di daerah. Akan tetapi, setelah pembatalan jadwal operasi

itu dikeluhkan oleh keluarga pasien, pihaknya kemudian melakukan koordinasi dengan memberikan penjelasan teknis kepada keluarga pasien. Dari koordinasi itu, antara keluarga pasien, tim dokter, dan pihak manajemen RSUD menyepakati melakukan operasi. Keluarga pasien disebut sudah menerima segala risiko yang mungkin terjadi dalam proses dan setelah operasi. Hal ini karena dari pertimbangan dan pengalaman para dokter, bahwa kanker usus merupakan penyakit berat dan penanganan operasi penuh risiko. “Dari awal kasus ini sudah kita sampaikan kalau kanker usus ini berat dan selama operasi bisa saja muncul risiko seperti pendarahan, pasien kembali sadar lama karena dibius total. Sel kankernya bisa menyebar. Karena sudah disepakati bersama, sehingga tindakan operasi dilakukan,” tegasnya. Seperti diketahui, Made Gunaka sedianya menjalani operasi Sabtu (24/6) lalu, namum tiba-tiba dibatalkan. Keluarga pasien akhirnya mengeluhkan pelayanan yang terkesan menyulitkan pasien. Pihak RSUD berdalih penyakit yang diderita pasien tergolong berat dan disarankan untuk dirujuk ke RS Sanglah. (kmb38)


JEMBRANA

12

Rabu Wage, 28 Juni 2017

Antisipasi Arus Balik

Jumlah Personel di Pos Pemeriksaan KTP Ditambah

Negara (Bali Post) Untuk mengantisipasi arus balik, tim gabungan yang berjaga di Pos KTP di Gilimanuk mempersiapkan diri dalam melakukan penjagaan, pengawasan dan pemeriksaan. Karena petugas pemeriksa dirasa masih kurang di pos tersebut, maka direncanakan ada penambahan personel, khususnya petugas dari Satpol PP. Tim gabungan untuk kependudukan ini akan melakukan pemeriksaan siang-malam secara bergilir (shift) saat adanya lonjakan pemudik yang balik ke Bali. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Jembrana I Ketut Wiaspada, Selasa (27/6) kemarin, mengatakan sebagai leading sector, untuk petugas dari dinas tidak akan ditambah. Selaku Kadis, pihaknya juga akan turun langsung melakukan pemantauan di pos pemeriksaan, mulai Kamis (29/6) besok. Agar tidak mengganggu lalu lintas di pintu masuk Bali, teknis pemeriksaan nantinya akan dilakukan pemisahan antara kendaraan roda empat (R4), bus dan truk. Di tempat terpisah, Kepala Satpol PP Jembrana I Gusti Ngurah Rai Budhi menjelaskan khusus personel Satpol PP akan ada penambahan jumlah saat terjadi lonjakan pen-

duduk pendatang (duktang) yang masuk melalui Pelabuhan Gilimanuk. Bila biasanya hanya sekitar tiga orang per shift, nantinya akan ditambah menjadi 10 orang per shift. “Kami akan mulai penambahan pada Kamis (besok-red),” terang Rai Budhi. Selain itu, dari koordinasi dengan Satpol PP Provinsi juga akan ada bantuan personel untuk pemeriksaan KTP di Gilimanuk. Dari info terakhir yang diterimanya, selain dari provinsi, juga dari Kabupaten Badung dan Buleleng. Bantuan personel itu, menurutnya, akan datang pada Kamis besok. Sementara, pemindahan lokasi pos KTP yang saat ini berada di Terminal Gilimanuk juga akan dilakukan pemisahan jalur. Dari hasil koordinasi dengan pihak kepolisian belum lama ini, untuk pemeriksaan kendaraan roda dua (R2) dilakukan terpisah dengan roda R4. Mobil dan bus akan melalui pemeriksaan KTP di Terminal Gilimanuk. Sedangkan untuk R2 dialihkan di jalan sebelum terminal. Truk dan sejenisnya langsung melalui jalur umum. Diperkirakan dalam sepekan ini akan terjadi lonjakan duktang yang masuk melalui Pelabuhan Gilimanuk. (kmb26)

Bali Post/kmb

BANJIR - Ratusan rumah di Desa Kaliakah tergenang banjir setelah beberapa jam diguyur hujan lebat. Terlihat, genangan air hingga masuk ke kamar warga.

Hujan Lebat

Ratusan Rumah di Kaliakah Terendam Banjir

Negara (Bali Post) Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Jembrana dan sekitarnya sejak Senin (26/6) sore hingga malam, mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah. Yang terparah terjadi di Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Jembrana. Ratusan rumah di wilayah ini terendam air setinggi 50 cm hingga 1 meter.

Bali Post/olo

AMBLAS - Sayap jembatan yang amblas di Pangkung Gondang, Kelurahan Sangkaragung, Kecamatan Jembrana. Kondisi itu disebabkan erosi dan banjir yang melanda sungai tersebut.

Air Sungai Meluap

Sayap Jembatan Penghubung Pangkung Gondang-Sangkaragung Amblas Negara (Bali Post) Hujan lebat yang terjadi di wilayah Kelurahan Sangkaragung, Kecamatan Jembrana dan sekitarnya menyebabkan air sungai meluap. Akibatnya, sayap jembatan Sangkaragung amblas tergerus erosi. Begitu juga jalan aspal yang berada di atas sayap jembatan ikut jebol sepanjang kurang lebih 15 meter. Kondisi ini membuat warga khawatir, terutama yang sering melintasi jembatan penghubung antarlingkungan tersebut. Selain tanah di sayap jembatan yang amblas, pipa air yang tertanam di bawah jembatan tersebut juga nampak patah. Jembatan yang menghubungkan Lingkungan Pangkung Gondang dengan Lingkungan Sangkaragung ini sejatinya sudah mengalami keropos sejak beberapa bulan lalu. Saat itu, beton di bagian sayap bawah jembatan sudah nampak lubang. Hingga akhirnya saat banjir terjadi pada Senin (26/6) malam, beton sayap jembatan itu roboh. Oleh warga, lokasi di sekitar tanah yang ambrol itu diberikan tanda peringatan. Karena kondisi tanah di sekitar jembatan ini labil, sejumlah kendaraan berat jarang ada yang melintas. Sebab, khawatir kalau jembatan itu ambruk.

Lurah Sangkaragung I Gede Nyoman Suardana saat dikonfirmasi, Selasa (27/6) kemarin, membenarkan adanya kejadian tersebut. Dari pantauan yang dilakukan, sayap jembatan itu ambruk sepanjang 15 meter. Sedangkan, tinggi tebing itu sekitar 10 meter. Sejatinya kondisi jembatan sepanjang 20 meter itu sempat dilaporkan ke Dinas PU Kabupaten Jembrana sebelumnya. Saat itu sayap jembatan mengalami keropos di bagian bawah. “Tergerus erosi. Sekarang sudah ambruk karena banjir,” terangnya. Terkait kejadian ini pihaknya juga sudah menyampaikan dan melaporkannya ke kabupaten. Jembatan tersebut juga sudah diberikan tanda peringatan. Mengingat kondisi di lokasi tersebut tanahnya masih labil, dikhawatirkan akan membahayakan kendaraan yang melintas. “Sudah kami laporkan ke PU kabupaten dan akan segera ditindaklanjuti,” tambah Suardana. Sementara itu, pihak kelurahan juga memasang tanda peringatan di sekitar jembatan. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang hendak melintasi jembatan tersebut agar berhati-hati, mengingat kondisi tanah di sekitar jembatan rawan longsor. (kmb26)

Banjir yang terjadi ini disebabkan meluapnya air sungai dekat perumahan warga. Luapan air tersebut hingga masuk ke rumah warga. Banyak perabotan, termasuk alat elektronik dan tempat tidur terkena banjir. Meskipun banjir yang terjadi hingga masuk ke rumah, namun warga tetap bertahan karena takut harta benda mereka tidak ada yang menjaga. Salah satu warga yang rumahnya terkena banjir, Wayan Sukayasa, Selasa (27/6) kemarin mengatakan memang wilayahnya merupakan lang-

ganan banjir. Setiap tahunnya, jika turun hujan, wilayahnya pasti banjir. “Air masuk ke dalam rumah. Kasur basah, syukur beras bisa diselamatkan,” akunya saat ditemui di rumahnya. Hal senada juga dikatakan Nyoman Suenten, korban banjir lainnya. Sejak debit air naik di pekarangannya, ia sudah mempersiapkan diri untuk menyelamatkan barangbarangnya. Misalnya, kasur dan pakaiannya sudah dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi. “Sering banjir di wilayah ini, bahkan dulu sampai 20

cm airnya masuk ke dalam rumah,” jelasnya. Kepala Desa Kaliakah Made Bagiarta saat dikonfirmasi mengakui desanya langganan banjir setiap musim hujan. Pihak desa sejatinya sudah berupaya mengusulkan perbaikan tanggul sungai untuk penahan banjir, namun hingga kini belum juga terealisasi. Bagiarta mengatakan, banjir di desanya mulai terjadi sejak pukul 21.15 Wita. Berawal dari turunnya hujan deras sejak pukul 14.00 hingga pukul 22.30 Wita. Saking derasnya hujan turun,

sejumlah saluran drainase yang ada di wilayah tersebut tidak kuat menampung volume air sehingga meluap dan menggenangi ratusan rumah warga di dataran rendah. “Kantor desa juga terendam air. Tinggi air sampai lutut orang dewasa,” terangnya. Banjir ini membuat warga panik. Ada sebagian warga yang tidak sempat memindahkan perabotan rumah tangganya. “Tapi untungnya banjir itu tidak lama, berselang satu jam air mulai surut. Tadi pagi warga sudah mulai membersihkan rumah,” ucapnya. Sementara itu, terkait korban banjir yang terjadi di Desa Kaliakah, pihak BPBD dan Tagana akan segera mendistribusikan logistik ke lokasi. Mengingat perabotan ru-

mah tangga milik warga yang menjadi korban banjir tidak bisa dipakai lantaran terkena air. Pihak desa dan BPBD juga berencana akan mengevakuasi warga di Balai Banjar atau fasilitas umum lainnya. Dikatakan, ratusan rumah warga di desanya tergenang banjir. “Warga yang rumahnya sempat tergenang banjir, kini mulai sudah bersih-bersih,” imbuhnya. Sementara Kepala BPBD Jembrana Ketut Eko Susilo mengatakan pihaknya dari BPBD sudah menyiapkan logistik berupa makanan siap saji. Sebab, dapur dan peralatan yang dimiliki warga terendam banjir. “Kami juga sudah siapkan armada ketika warga akan dievakuasi di kantor desa atau balai banjar terdekat,” pungkasnya. (kmb)

Selama Arus Mudik

Volume Sampah di Gilimanuk Capai 30 Kubik Negara (Bali Post) Padatnya kendaraan dan orang yang keluar Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk saat arus mudik berdampak pada volume sampah. Di sejumlah titik Tempat Pembuangan Sampah (TPS), terlihat tumpukan sampah yang meluber. Belakangan diketahui, volume sampah di Gilimanuk selama arus mudik mencapai 30 kubik. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jembrana I Ketut Kariadi Erawan membenarkan bertambahnya volume sampah tersebut. Untuk mengantisipasi, pihaknya menyiagakan petugas kebersihan untuk membersihkan sampah yang berserakan. Khususnya di sepanjang lokasi antrean di luar Pelabuhan Gilimanuk. Pada hari-hari biasa, volume sampah dari Kelurahan Gilimanuk hanya 18 m3 atau

sekitar tiga truk. Dengan menumpuknya kendaraan dan penumpang, sampah bertambah 12 m3 atau tambahan dua truk. “Pada H+1 sampahsampah itu akan disapu dan dibersihkan. Diperkirakan ada penambahan dua truk sampah,” ujar Kariadi belum lama ini. Sementara itu, di Gilimanuk belum ada TPA untuk

menampung sampah. Di beberapa lokasi di sekitar permukiman hingga berbatasan dengan Taman Nasional Bali Barat (TNBB), digunakan tempat pembuangan sampah liar. Sejatinya pemerintah daerah sudah menempatkan sejumlah kontainer, namun tidak sedikit yang membuang di lahan kosong yang bukan TPS. (kmb26)

Bali Post/olo

SAMPAH - Salah satu titik lokasi pembuangan sampah liar di Gilimanuk. Selama mudik Lebaran, volume sampah di Gilimanuk mencapai 30 kubik.


Rabu Wage, 28 Juni 2017

KARANGASEM

13

Candidasa Ramai, Pedagang Sumringah Amlapura (Bali Post) – Sejak mulainya liburan Idul Fitri, Candidasa sebagai salah satu destinasi pariwisata di Karangasem ramai dikunjungi wisatawan. Puncaknya terjadi Senin (26/6) tetapi hingga Selasa (27/6) kemarin, suasana ramai masih terasa. ‘’Dibandingkan hari-hari biasa, lumayan ramai. Paling ramai saat Lebaran kedua kemarin (dua hari lalu -red),’’ ucap juru parkir yang mangkal di kawasan Pantai Batubelah. Pantai itu merupakan pantai hasil reklamasi beberapa tahun lalu. Pantai itu direklamasi ketika Karangasem dipimpin Bupati Wayan Geredeg. Sekarang ini, pantai reklamasi itu menjadi pusat destinasi wisatawan yang berkunjung ke Candidasa. Pada hari-hari libur seperti sekarang ini nyaris didominasi wisatawan lokal Bali alias domestik. Meski begitu, kondisi seperti itu sudah cukup membuat para pedagang di kawasan tersebut sumringah. Pasalnya, wisatawan tak hanya datang menikmati pemandangan ke arah laut lepas, tapi banyak yang membeli barang di rombong bakso, makanan dan juga kios-kios suvenir yang banyak ada di sana. ‘’Astungkara cukup ramai, dapat jualan,’’ ungkap salah seorang pedagang. Selain pedagang makanan, pedagang kacamata juga ikut kecipratan rezeki. Salah seorang pedagang, Budi (40), sampai siang kemarin, mengaku sudah dapat berjualan Rp 250 ribu. Padahal pada hari-hari biasa maksimal Rp 70 ribu. Omzet pedagang kacamata asal Kecicang Islam, Desa Bungaya Kangin, Bebandem, itu lebih banyak, meskipun puncak kepadatan sudah berlalu. Dua hari lalu, menurut dia, wisatawan sudah mulai datang ke pantai hasil reklamasi itu sejak pukul 09.00 wita. Semakin siang, semakin ramai dan baru mulai sepi menjelang matahari terbenam. ‘’Tapi kalau di sini ramainya tidak menentu. Kadangkadang pagi sudah ramai, kadang sore baru ada yang datang,’’ tuturnya. Di Candidasa, wisatawan umumnya datang untuk menyaksikan keindahan pemandangan laut. Bukan hanya pasangan muda-mudi, banyak juga rombongan keluarga. Tidak sedikit menggelar tikar di bawah pepohonan di pinggir pantai. Meski pantainya berbatu tetapi mereka tampak sangat menikmati pemandangan yang ada. Ada pula wisatawan yang memilih duduk-duduk santai di bale bengong, yang dibangun di atas krib pemecah ombak itu. (kmb)

JUKUNG KORBAN - Petugas Sat. Polair Polres Karangasem usai mencari jukung korban dengan menggunakan perahu karet.

Bali Post/kmb31

Mancing Saat Cuaca Buruk

Jukung Hilang, Nelayan Selamat Amlapura (Bali Post) -

Bali Post/kmb

CANDIDASA - Pantai Candidasa menjadi salah satu tujuan wisatawan lokal mengisi libur Idul Fitri.

Pemudik Mulai Balik Empat Pengendara Kena Tilang

Amlapura (Bali Post) Sempat lengang dua hari, Pelabuhan Padangbai mulai menggeliat. Petugas, baik kru ASDP dan KSOP maupun tim gabungan yang mangkal di Pos Terpadu Lebaran di pintu keluar-masuk pelabuhan itu mulai sibuk lagi karena pemudik yang sebelumnya nyeberang ke Lombok mulai balik Selasa (27/6) kemarin. Pihak otoritas pelabuhan memperkirakan puncak arus balik akan terjadi H+3 atau Jumat (29/6) mendatang. Namun, kemarin sebagian kecil pemudik dari Pelabuhan Lembar, Lombok, sudah masuk ke Padangbai. Sebagian tujuannya Bali. Sedangkan lainnya melanjutkan perjalanan menuju Pulau Jawa. Pemudik tujuan Jawa umumnya naik bus. ‘’Arus balik mulai sedikit ramai sejak pagi. Tapi kondisinya tidak menentu, tidak setiap kali bongkaran ramai,’’ kata salah seorang anggota polisi di sela-sela pengecekan identitas penumpang di pintu keluar pelabuhan. Sama dengan ketika arus mudik, pada awal arus balik kemarin juga didominasi penumpang bersepeda motor. Umumnya penumpang dari kelompok sepeda motor adalah pemudik dari Bali. Salah satunya Putu (35), Pria asal Bulelang itu beristrikan orang Lombok. Penumpang KMP Putri Yasmin yang sandar sekitar pukul 14.30 Wita ini mengaku berlebaran ke mertua untuk silaturahmi. ‘’Sekarang sudah balik, ini saya bawa ponakan. Tetapi Istri masih di Lombok,’’ katanya. Meski belum memasuki puncak arus balik, pengamanan di pintu penyeberangan Bali-Lombok itu tetap ketat. Perwira Pengawas Pos Terpadu Lebaran Iptu I Nyoman Sucita mengatakan, pengamanan didukung 28 personel BKO Polres Karangasem setiap shift-nya. Pengamanan didesain menjadi dua shift per hari. Selain polisi, juga ada lima orang personel TNI, unsur ORARI, BPBD dan Dinas Perhubungan. ‘’Di sini (di Pos Terpadu - red), kita melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kendaran, orang, dan barang yang mereka bawa,’’ terangnya. Hasilnya, sampai sore kemarin, memang belum ditemukan aktivitas yang mengarah ke tindak pidana. Tetapi pada pemeriksaan identitas penumpang dan kendaraan di pintu keluar pelabuhan, polisi menilang empat orang pengendara. Satu orang di antaranya Ida Purwasih (24). Sepeda motornya disita karena tidak membawa STNK. Lajang asal Lombok itu bekerja di salah satu restoran di Tuban. Dia mengatakan, STNK motornya ketinggalan di tempat kosnya. ‘’Tiga pelanggar lainnya, dua tanpa SIM, satu karena KIR kendaraannya sudah kedaluwarsa. Semuanya juga kita berikan sanksi tilang,’’ jelas Iptu Nyoman Sucita. (kmb)

Bali Post/kmb

ARUS BALIK - Polisi melakukan pengecekan terhadap arus balik yang Selasa (27/6) kemarin, mulai masuk Pelabuhan Padangbai.

Seorang nelayan nyaris menjadi korban keganasan gelombang di perairan Karangasem, saat memancing ikan di tengah cuaca buruk, Selasa (27/6) kemarin. Seorang nelayan Ketut Merta (53) digulung gelombang di tengah laut di sekitar Pulau Gili Mimpang. Lokasinya di sebelah barat Pulau Gili Kuan dan Gili Biaha, Desa Bugbug. Jukungnya seketika terbalik dan kemudian hilang. Beruntung korban yang sempat terombang-ambing di tengah laut dan sulit menyelamatkan diri akhirnya tertolong. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.00 Wita. Saat itu, korban memberanikan diri berlayar ke tengah laut menggunakan jukung bermesin tempel. Akan tetapi, belum sempat memperoleh ikan, Merta sudah menghadapi gelombang tinggi di tengah laut. Seketika jukungnya terbalik setelah dihantam gelombang keras itu. Merta sendiri sempat panik sehingga cukup su-

lit menyelamatkan diri. Beruntung, ketika dalam kesulitan itu, dia bisa diselamatkan berkat pertolongan nelayan lain yang kebetulan memancing saat itu di dekat TKP. “Kondisi Merta sekarang ini baik-baik saja. Hanya dia sedikit kelelahan,” kata salah satu kerabat korban, Komang Purna, usai menemui korban di rumahnya di Banjar Dinas Bugbug

Samuh, Selasa kemarin. Korban memang beruntung masih bisa selamat. Berbeda dengan nasib jukungnya. Jukung sekaligus mesin perahu Ketut Merta hilang tersapu gelombang. Teman-temannya sesama nelayan sudah berupaya mencari perahunya Merta. Pihak Sat. Polair Polres Karangasem, juga berupaya membantu mencari perahu nelayan ini. Tetapi, tetap su-

lit ditemukan, karena cuaca di tengah laut cukup buruk. Kemungkinan perahunya hanyut ke arah timur. “Kemungkinan jukungnya terbawa arus. Saya bersama anggota sempat mencarinya hingga di perairan Seraya. Tetapi, jukungnya tetap tidak ditemukan,” kata Kasat Polair Polres Karangasem, AKP I Made Wartama. Dia kembali meminta para nelayan sementara ini berhenti dulu melaut. Alasannya, cuaca di tengah laut masih buruk. Bila dipaksakan maka membahayakan bagi keselamatan nelayan, kendatu berpengalaman sekalipun. Pihaknya terus melakukan patroli di tengah laut untuk melakukan

pengawasan penyeberangan kapal dan memantau situasi di tengah laut. Kapan sudah aman nelayan melaut akan diinformasikan. Sebulan sebelumnya juga ada pemancing tewas digulung gelombang. Petaka itu dialami I Ketut Buda (24). Pemancing yang berasal dari Banjar Abian Canang Desa Ulakan, Manggis itu tewas setelah diterjang ombak pasang kemudian terseret ke tengah laut. Korban saat itu memancing di atas karang perairan Bloo Lagoon, Padangbai, Selasa (30/5) lalu. Dua orang yang sedang diving saat itu di sekitar lokasi sempat menolong korban. Tetapi, nyawanya tidak terselamatkan lagi. (kmb31)

Karya Agung di Pura Dalem Puri Besakih Amlapura (Bali Post) Pelaksanaan Karya Melaspas, Nubung Padagingan dan Ngenteg Linggih di Pura Dalem Puri Besakih di Desa Besakih, Rendang, akan digelar selama 22 hari. Puncak karya akan dilaksanakan pada Buda Kliwon Ugu, 19 Juli nanti. Pelaksanaan karya ini melibatkan pemerintah provinsi/kabupaten/ kota serta tokoh masyarakat se-Bali dalam kepanitiaan karya dengan koordinator pelaksana Pemkab Karangasem. Data dari panitia karya,

Selasa (27/6) kemarin, menjelaskan prosesi karya sudah diawali sejak Sukra Kliwon Medangkungan, Jumat, 9 Juni lalu dengan Mapiuning, Nuwasin Karya dan Nyukat Genah Tawur. Selanjutnya, pada rahina Tilem, Sukra Wage Uye, Jumat, 23 Juni lalu, dilanjutkan prosesi Nuur Tirta Pamiyut Negtegang Daging. Panitia karya kemudian Majaya-jaya. Prosesi karya ini dilanjutkan ngaturang piuning dan nuur Ida Batara Tirta pada Anggara Pon Menail, Selasa (27/6) ke-

marin. “Setelah ngaturang piuning, baru melaspas genah tawur dan nuur Ida Batara,” kata Ketua Panitia Karya sekaligus Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa. Sesuai jadwal yang sudah ditetapkan panitia, untuk prosesi melasti rencananya dilaksanakan pada Saniscara Paing Menail, Sabtu, 1 Juli nanti. Ritual melasti dimulai pukul 09.00 Wita. Prosesi melasti akan dilaksanakan ke Toya Sah, Desa Muncan, Selat. Setelah melasti, rangkaian ritual

berikutnya, adalah prosesi Tawur Balik Sumpah Agung, 4 Juli nanti. Puncak karya, dilangsungkan pada Buda Kliwon Ugu, 19 Juli nanti. Pelaksanaan Karya Melaspas, Nubung Padagingan dan Ngenteg Linggih di Pura Dalem Puri Besakih baru masineb 30 Juli nanti. I Wayan Artha Dipa menyampaikan dalam rangka menegakkan kesucian pelaksanaan suatu yadnya termasuk Karya Melaspas, Nubung Padagingan, dan Ngenteg Linggih di Pura Dalem Puri Besakih ini su-

dah seharusnya didukung dengan yasakerti. Baik itu berupa pengendalian diri sebagai landasan sikap mental ber-yadnya maupun dalam bentuk upacara dan upakara. Dia berharap dukungan dari seluruh umat Hindu untuk bersama-sama ikut menjaga kesucian dan kelancaran dari pelaksanaan karya ini. “Selain kesiapan pelaksanaan karya, lalu lintas menuju pura juga harus dipersiapkan dengan matang agar tidak terjadi kemacetan panjang,” tegasnya. (kmb31)

Penutupan HUT Kota Amlapura

Stan Lukisan Khas Bali Diburu Pengunjung Pameran HUT ke-377 Kota Amlapura sudah memasuki hari terakhir, Selasa (27/6) kemarin. Namun, pada hari terakhir itu justru menjadi berkah bagi beberapa usaha yang membuka stan pameran di Lapangan Padangkerta, Amlapura. Salah satunya, stan yang menjual lukisan khas Bali, baik yang bergambar pemandangan maupun penari Bali. Bagaimanakah geliat pameran pada hari terakhir tersebut? PARA pendagang pada event Pamerah HUT ke-377 Kota Amlapura, rata-rata meraup ‘’panen’’ pada penjualan hari terakhir. Peningkatannya bahkan dua kali lipat dari hari-hari biasanya. Seperti yang disampaikan Nengah Pande, dia mengaku lukisannya banyak laku justru pada dua hari terakhir menjelang pameran ditutup. Sebagian lukisan dengan cat minyak dan cat air itu diserbu pengunjung. Lukisan yang paling banyak dicari adalah lukisan bergambar pemandangan. Seperti menggambarkan pemandangan petani memanen padi, atau lukisan bergambar pemandangan yang didominasi burung Jalak Bali. “Tadi laku dua sekaligus. Lukisan itu diborong sama Pak Sekda,” kata Pande asal Banjar Karangsari, Desa Datah, Abang ini.

Selain lukisan pemandangan, ada juga lukisan di atas kain kanvas tanpa bingkai juga laris diserbu pembeli. Lukisan bergambar penari Bali yang dibuat sedikit muncul itu cukup menarik minat pembeli. Ada yang membeli langsung dengan bingkainya. Ada pula yang hanya membeli lukisannya. “Mungkin karena cuaca hari lebih cerah, sehingga lebih banyak pengunjung datang dari hari biasanya. Dua hari terakhir sudah ada puluhan lukisan yang laku,” katanya. Meningkatnya omzet penjualan lukisan itu juga dirasakan stan penjual lukisan lainnya. Seperti milik Wayan Sadhu. Namun, hasil penjualannya tidak seperti lokasi stan Nengah Pande, karena peningkatannya tidak terlalu signifikan. Lukisannya pun tampak masih menumpuk di

Bali Post/kmb31

LUKISAN - Nengah Pande membungkus lukisan pesanan pembelinya, saat ditemui di stannya. dalam stan pameran. “Hari ini memang cukup banyak pengunjung yang datang dan mampir kesini,” katanya. Sebagian besar berbagai macam usaha yang membuka stan dalam pameran HUT ke-377 Kota Amlapura, baru merasakan pengunjung lebih ramai pada

tiga hari terakhir menjelang pameran ditutup. Sebab, sejak pameran dibuka malam harinya sering terjadi hujan lebat. Bisa hal itu membuat pengunjung enggan pergi ke lokasi pameran. Beruntung cuaca lebih cerah pada dua hari terakhir ini. Sehingga yang membuka stan,

baru merasakan adanya peningkatan penjualan. Pada penutupan pameran HUT Kota Amlapura itu masyarakat dihibur Gong Kebyar Sunari Gading IWAPI Karangasem. Grup ini nanti akan menjadi Duta Kabupaten Karangasem di PKB Provinsi Bali. (gik)


TABANAN

14

Rabu Wage, 28 Juni 2017

Cari Sarana ”Upakara”

Satu Menepi, Tiga Terjebak Banjir Tabanan (Bali Post) -

Hujan yang terus mengguyur wilayah Tabanan sejak Senin (26/6), menyebabkan air Sungai Yeh Otan meluap. Tiga orang warga Desa Bajera Utara, Selemadeg terjebak arus deras ketika mereka mencari sarana upakara potong gigi massal. Beruntung petugas segera melakukan penyelamatan, hingga akhirnya ketiganya berhasil diselamatkan.

Bali Post/kmb28

MUSEUM SUBAK - Petugas pemandu saat memberikan penjelasan terkait alat-alat atau benda museum kepada para pengunjung Museum Subak Sanggulan.

Turun, Siswa Berkunjung ke Museum Subak

Awalnya 1.500 Kini 200 Orang

Tabanan (Bali Post) Museum Subak yang berlokasi di Desa Sanggulan, Kediri selama ini selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelajar. Banyak pelajar tertarik dan ingin meningkatkan pengetahuan sistem persubakan di Bali, khususnya di Tabanan. Musim liburan sekolah tahun lalu tingkat kunjungan membludak hingga 1.500 orang lebih. Tetapi pertengahan Juni 2017 miniatur sistem subak di Tabanan ini hanya menerima kunjungan tidak lebih dari 200 orang pelajar. Salah satu indikasi penyebab turunnya tingkat kunjungan para pelajar ini, yakni adanya kecemasan para guru terkait larangan penggunaan dana bos ataupun memungut uang dari siswanya, pasca dikukuhkannya tim saber pungli. “Jadi ada kecemasan dan ketidakpahaman guru tentang dana untuk tamasya. Mereka masih melihat situasi. Banyak guru takut disangka pungli,” beber Kepala UPTD Museum Subak Ida Ayu Ratna Pawitrani, Selasa (27/6) kemarin. Padahal dari hasil koordinasi dengan Dinas Pendidikan, pihak terkait tidak pernah melarang pihak sekolah meng agendakan siswanya tamasya menggunakan dana BOS. Dengan catatan, sepanjang sudah melakukan koordinasi dengan komite sekolah. Komite sekolah itu juga sangat berperan kemajuan pendidikan anak-anak disekolah. Kunjungan pelajar memang angkanya turun drastis. Sebaliknya kunjungan wisatawan mancanegara meningkat. Meski tidak cukup banyak dibandingkan jumlah kunjungan pelajar. Diakuinya untuk wisatawan asing rata-rata perhari ada sepuluh orang pengunjung. “Belakangan ini naik rata-rata 20-25 orang, meski tidak tiap hari, tetapi terkadang kita menerima tamu dalam jumlah cukup banyak,” bebernya. Sejalan mulai diliriknya Museum Subak sebagai salah satu lokasi tujuan wisata, pihaknya pun terus berupaya melakukan pembenahan. Kondisi saat ini bukan saja jalan rusak, juga saluran irigasi di museum subak ada yang rusak. “Anggaran perbaikan sudah kami ajukan. Memang perlu proses. Sebab sebelumnya ada pemecahan perangkat daerah antara dinas pariwisata dan dinas kebudayaan. Saat ini Museum Subak di bawah naungan dinas kebudayaan,” pungkasnya. Terkait pembenahan, pejabat asal Kerambitan ini menjelaskan akan mengkemas perwajahan museum yang mengoleksi alat-alat pertanian ini secara lebih modern. “Alat-alat kita kan kuno, kalau tidak ditampilkan sesuai zaman tentu saja kurang menarik,” ucapnya. (kmb28)

Kopi Kental Agendakan Bebaskan Pemasungan

Tabanan (Bali Post) Tabanan kenyataannya memiliki warga, Orang Dengan Gangguan Jiwa (PDGJ) yang masih di pasung dalam perawatannya. Arti pasung bukanlah pasung mati sehingga mereka tidak bisa bergerak bebas. Pasung yang dimaksud adalah yang dikurung dalam kamar pada waktu tertentu atau saat keluarga sedang tidak berada di rumah. Untuk kasus hal seperti itu masih ada tiga kasus. Agar Tabanan bisa bebas dari pasung tahun 2018, Dinas Sosial membentuk program Kopi Kental (Komunitas Peduli Kesehatan Mental) Dinsos. Program yang diagendakan adalah membebaskan pemasungan. Kepala Dinas Sosial Tabanan Nyoman Gunawan, Selasa (27/6) kemarin, mengatakan pengukuhan anggota Kopi Kental baru dilakukan beberapa waktu lalu, namun kegiatan telah dilakukan sejak lama. Ada berbagai macam profesi yang masuk dalam Kopi Kental ini. Anggota komunitasnya mulai dari relawan, dokter sampai pemerintahan dalam hal ini Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. Ada pun tugas Kopi Kental adalah melakukan pembinaan, konsultasi serta pemeriksaan kesehatan bagi ODGJ secara rutin. ‘’Tugas dari Kopi Kental juga menjembatani keluarga serta memberikan pengertian mengenai ODGJ agar tidak dipasung dan mau dirawat di RSJ Bangli,’’ jelas Gunawan. Alasan pemasungan keluarga itu, kata Gunawan umumnya karena ODGJ punya latar belakang suka mengamuk atau menganggu lingkungan. Mereka memutuskan memasung ODGJ di dalam kamar dan tidak membawanya ke RSJ Bangli. Alasan pasrah dan tidak ada biaya. Untuk kasus ini, lanjut Gunawan, Dinas Sosial membantu mengantarkan ODGJ ke RSJ Bangli dan untuk biaya perawatannya diupayakan untuk mendapatkan KIS. Kegiatan Kopi Kental ini tidak sebatas kunjungan rutin. Jika ada kasus pasung baru di Tabanan akan langsung terjun melakukan pemahaman dan sosialisasi bagi keluarga. Dengan kegiatan konstruktif Kopi Kental ini diharapkan tahun 2018 mendatang, di Tabanan sudah tidak ada lagi ODGJ yang dipasung. (kmb24)

Telepon Penting tabanan Polres Tabanan 0361-812519 Polsek Kediri 0361-812280 Polsek Marga 0361-8946155 Polsek Kerambitan 0361-8943991 Polsek Selemadeg 0361-8943669 Polsek Pupuan 0362-71110 Polsek Penebel 0361-819194 Polsek Baturiti 0368-21110 Polsek SelTim 0361-8509985 Damkar 0361-812113 BPBD 0361-7809054 PDAM 0361-9311213, 0361-9311706 BRSU Tabanan 0361-811027 UGD RSU Tabanan 0361-819810 RS Kasih Ibu 0361-3005757 Puskesmas Tabanan I 0361-814102 Puskesmas Tabanan II 0361-810650

Dari informasi yang dihimpun, ketiga warga tersebut yakni I Wayan Suadnyana (45) seorang petani asal Banjar Taman Yoga, Bajera Utara, Selemadeg. Dua temannya, Made Artawan (27) dan Nyoman Agung Ariadi (16) asal Banjar Manunggul, Bajera Utara. Satu warga lainnya yang bisa membebaskan diri lebih dulu adalah Made Arya Wibawa. Mereka berempat sekitar pukul 15.00 Wita berangkat ke Sungai Yeh Otan. Tujuannya mencari ikan jenis kepiting, udang untuk keperluan sarana upakara potong gigi massal yang akan dilaksanakan tanggal 28 Juni 2017. Tiba di Sungai Yeh Otan, keempat warga itu mulai mencari ikan dengan cara setrum. Selang sejam kemudian, tanpa diduga tiba-tiba datang air bah sangat deras. Air bah itu hampir membuat keempat warga tersebut hanyut. Satu warga, Made Arya Wibawa, dengan cepat bergegas menuju tepian sungai untuk menyelematkan diri.

Sedangkan tiga temannya berupaya menyelamatkan diri dengan cara naik ke atas pulau sungai (gundukan tanah di tengah sungai). Ketiganya berharap arus sungai secepatnya bisa mengecil. Namun justru sebaliknya, ternyata air semakin membesar hingga hampir menenggelamkan pulau sungai kecil itu. Tak patah semangat, ketiga warga itu memutuskan naik ke pohon bunut untuk menyelamatkan diri dari arus Sungai Yeh Otan. Melihat kondisi rekannya dalam bahaya, I Made Arya Wibawa menginformasikan kepada warga lainnya dan selanjutnya didengar warga dan juga anggota Babin yang kemudian melaporkan ke Polsek Selemadeg. Usai mendapat laporan tersebut, sejumlah warga dibantu oleh tim SAR Polda Bali dan Polres Tabanan, petugas BPBD dan pihak kepolisian dari Polsek Selemadeg melakukan evakuasi secepatnya. “Proses evakuasi me-

Bali Post/kmb28

EVAKUASI - Proses evakuasi tiga orang warga yang terjebak arus deras Sungai Otan. merlukan waktu hampir satu jam. Evakuasi menggunakan tali. Hasilnya, dua warga langsung dilarikan ke puskesmas terdekat karena kedinginan. Sedangkan satu warga menolak dibawa ke puskesmas,”

beber salah seorang tokoh masyarakat Bajera. Kapolsek Selemadeg Kompol I Nyoman Sukanada mengatakan, mereka terjebak banjir karena tiba-tiba air sungai meluap. “Agar tidak hanyut

mereka pun naik ke atas pohon bunut yang berada di tengah sungai Yeh Otan. Arus sungai saat itu memang deras, yang disebabkan hujan lebat sebelumnya,” pungkasnya. (kmb28)

Sehari Terjadi Dua Longsor

”Panyengker” SD Bajera dan Senderan Jalan

Bali Post/kmb28

TEMBOK LONGSOR - Tembok panyengker SD 2 Bajera longsor, kemudian menimbun parit.

Tabanan (Bali Post) Hujan yang mengguyur wilayah Tabanan, Senin (26/6) pagi hingga malam hari menyebabkan longsor di sejumlah titik. Di Kecamatan Selemadeg, tembok panyegker SD 2 Bajera longsor hingga menutupi saluran parit sepanjang 12 meter. Sedangkan di Kecamatan Pupuan, senderan proyek jalan Antosari, Pupuan, tepatnya di Banjar Dinas Batungsel Kelod, Desa Batungsel, Pupuan juga ikut tergerus. Dari informasi yang dihimpun, longsor di dua tempat itu terjadi pada Selasa (27/6) dini hari. Beruntung tidak ada korban jiwa pada dua insiden tersebut. Longsor proyek jalan di Pupuan itu menimpa tembok rumah warga. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 50 juta. Selain disebabkan hujan deras selama sehari, longsor juga diduga dipicu lalu-lalang angkutan berat yang melintas, sehingga menyebabkan jalan bergetar. Longsor itu juga disinyalir akibat kualitas pengerjaan proyek senderan itu rendah. “Sebetulnya proyek itu baru berjalan tiga minggu lalu. Karena Lebaran, kemudian ditinggal mudik para pekerjanya,’’ ucap salah seorang tokoh masyarakat. Atas kejadian ini, pihaknya juga telah me-

laporkan ke pihak kepolisian. Bahkan dari pihak kepolisian telah melakukan pengamanan jalur dan memasang police line, sehingga kendaraan tidak melintas terlalu ke pinggir. Peristiwa longsor di Kecamatan Selemadeg adalah tembok panyengker SD 2 Bajera. Tembok yang longsor itu sepanjang 12 meter. Semua longsoran menutupi saluran parit. Akibat air terhalang longsoran, air pun tidak bisa mengalir. Salah seorang warga Putu Adi mengatakan, longsor tembok SD di Banjar Bajera Kelod, Selemadeg itu terjadi sekitar pukul 05.00 Wita. Longsor itu berbatasan dengan rumah Nyoman Ariani (40). Dengan parit itu dipenuhi material longsor sepanjang 12 meter. Jika terus terjadi hujan, maka dikhawatirkan akan merendam rumah warga yang berbatasan dengan SD 2 Bajera. “Sebetulnya usia bangunan itu sudah lama. Karena itu, sedikit saja tergerus air akhirnya jebol,” ucapnya. Karena material longsor itu cukup panjang, aparat desa setempat kemudian menghubungi petugas BPBD Tabanan. Warga setempat bersama petugas BPBD dan TNI/Polri akhirnya bahu-membahu membersihkan material longsor. (kmb28)

Warung Global

Regulasi Duktang Perlu Dievaluasi KONTROL yang diyakini efektif kepada warga pendatang sesungguhnya pada pintu masuk Bali. Bukan setelah berada di Bali baru diperiksa identitasnya. Sesungguhnya regulasi kependudukan saat ini rancu kalau enggan disebut salah kaprah. Lucunya, sesama warga Bali justru ada aturan-aturan yang mempersulit. Sedangkan para duktang malah yang tanpa identitas dengan hanya memberi sedikit uang mereka bisa bekerja di Bali. Karena itu, perlu regulasi yang ada saat ini dievaluasi. Demikian terungkap pada acara Warung Global, Selasa (27/6) kemarin yang membedah topik “Tak Lengkapi Idenditas, Duktang Siap-siap Ditipiring’’. Acara ini disiarkan langsung Radio Global FM Bali 96,5 dan dipancarluaskan Singaraja FM, Suara Negara FM, SWiB Amlapura FM, dan Genta Bali FM. Bukan bermaksud antipati dengan penduduk pendatang. Mursi di Denpasar mengingatkan, Bali ini pulau kecil. Di Bali ini sekarang susah dapat pekerjaan. Kalaupun duktang tanpa identitas diberikan tindak pidana ringan, tetapi menurutnya lebih bagus kalau diantisipasi di pintu masuk Bali. Caranya, pemeriksaan diperketat. Untuk itu aparat harus bisa menjaga mentalnya agar tak mudah disogok. Fera di Tabanan mengusulkan agar penduduk pendatang tanpa identitas itu wajib kembali pulang ke daerah asalnya. Ayu dan ketut Dawi di

Badung setuju jika tindakan pencegahan harus dilakukan. Bukan melakukan sidak duktang tanpa identitas. Kalau memang serius, pintu masuk Bali harus dijaga ketat. Dari sinilah sebetulnya ketahuan mana yang punya identitas dan tidak. Memperketat pintu masuk Bali adalah cara paling efektif. Demikian diyakini Ugi di Tabanan. Arya di Denpasar menilai regulasi kependudukan ini rancu dan juga salah kaprah. Sesama warga Bali justru aturan dipersulit. Warga Bali terkena iuran dan segala macam. Tapi duktang malah

yang tanpa identitas, dengan uang saja bisa kerja di Bali. ia berharap aturan ini dievaluasi. Lama tinggal di Bali, Febri di Denpasar juga merasa aneh dengan aturan seperti itu. Aturan kependudukan mestinya harus diperlakukan ketat. Kenapa sesama warga Bali sangat kaku. Anehnya duktang tanpa identitas hanya bayar sekian, mereka bisa diam dan bekerja. Bali sudah tidak adil. Ma-

hayadi di Kuta Selatan juga setuju pendapat ini. Meskipun ada regulasi soal kependudukan, mestinya tetap berlaku di mana bumi dipijak disanalah langit dijunjung. Kesimpulannya, tetap duktang harus menaati peraturan yang ada. Hal senada disampaikan Sumerta di Jimbaran. Dia mendambahkan, agar regulasi yang telah ada ini dilindungi warga Bali sendiri. Dia tak memungkiri apa yang terjadi di

lapangan. Lucunya, dengan Rp 10 ribu bahkan Rp 5 ribu rupiah saja mereka bisa lolos masuk Bali tanpa identitas. Di sisi lain tidak bisa kita pungkiri jenis pekerjaan non formal, misalnya tukang aspal jalan dikerjakan warga luar Bali tanpa rasa gengsi. Paradigama NKRI mengisyaratkan, dimanapun warga Indonesia bisa dan boleh bertempat tinggal. Intinya, regulasi harus melindungi warga lokal, itu saja. Denddy Sanjaya di Denpasar protes karena dia mengaku di mana-mana ada tempat kumuh, gudang pemulung, utamanya di seputaran LC Tantular Denpasar. (sikha)


15

Rabu Wage, 28 Juni 2017

Sanches Fokus Hadapi Semifinal

Jadwal Pertandingan Piala Konfederasi Semifinal Kamis (29/6) dini hari Portugal vs Chile Semifinal Jumat (30/6) dini hari Jermany vs Meksiko

Kazan -

Alexis Sanches tidak mempermasalahkan masa depannya di Arsenal. Bahkan rumor yang menyebutkan penyerang Chile itu akan angkat kaki dari Stadion Emirates, malah melecut semangatnya mempersiapkan laga melawan Portugal pada pertandingan semifinal Piala Konfederasi, Kamis (29/6) dini hari nanti.

Playoff peringkat Ketiga Minggu (2/7) malam Final Senin (3/7) dini hari

Nainggolan Diincar MU Manchester Gelandang AS Roma Radja Nainggolan menjadi incaran Manchester United (MU) setelah tampil cemerlang musim lalu di kompetisi Liga Italia. Pemain timnas Belgia itu menolak bergabung dengan Chelsea musim lalu. Media Italia Gazzetta dello Sport, Selasa (27/6) kemarin menyebutkan bahwa MU menyiapkan dana 40 juta pound untuk memindahkan Nainggolan di Old Trafford. Ia akan dipasangkan dengan Nemanja Matic yang kini tengah dinegosiasikan MU dengan Chelsea. Nainggolan yang telah tiga setengah musim di Stadion Olimpico, nilainya potensial menurun sehingga Roma perlu cepat-cepat menjual pemain berusia 29 tahun tersebut. Di sisi lain Direktur Olahraga Roma Monchi juga tengah memerlukan banyak dana untuk membangun kembali timnya. Sementara itu, Olympique Lyon merekrut pemain Chelsea asal Burkina Faso Bertrand Traore dengan kontrak lima tahun senilai 11,18 juta dolar AS. Pemain depan berusia 21 tahun itu musim lalu memperkuat Ajax Amsterdam dengan status pinjaman. Ia ikut membawa klub Belanda tersebut menjadi runner-up kompetisi lokal dengan membukukan sembilan gol dari 24 kali bertanding. Ajax juga mencapai final Liga Eropa sebelum kalah dari Manchester United. Saat di semifinal Ajax menyingkirkan Lyon, di mana Traore mencetak dua gol. Traore bergabung ke Chelsea setelah pindah dari klub Burkina Faso Jeunes Espoirs De BoboDioulasso pada 2013. Ia sempat dipinjamkan ke klub Belanda Vitesse Arnhem di tahun berikutnya. Traore balik lagi ke Chelsea saat genap berusia 20 tahun dengan debut pada pertandingan Liga Champions melawan Maccabi Tel Aviv, September 2015. Ia mencetak empat gol dalam 16 penampilan bersama klub kota London itu. Lyon perlu memperkuat kembali skuadnya setelah musim lalu menempati peringkat empat di Ligue 1. Musim depan, Lyon akan berlaga di kompetisi Liga Eropa. (kmb39/rtr/ant)

Bali Post/rtr

Gelandang AS Roma Radja Nainggolan.

Penyerang Chile Alexis Sanchez.

Bali Post/rtr

Sanchez dirumorkan akan meninggalkan klub Liga Inggris itu pada musim panas ini. Rumor itu tidak mengacaukan fokusnya meghadapi pertandingan empat besar Piala Konfederasi. ‘’Masalah pribadi akan membuatnya lebih dewasa dan dia akan berkembang menghadapi persoalan-persaolan semacam itu,’’ jelas rekan setimnya, Marcelo Diaz. Pelatih Chile Juan Antonio Pizzi menegaskan ketertarikan klub pada Sanchez meningkatkan kepercayaan dirinya. Pada dasarnya semua pemain menginginkan situasi semacam ini.

‘’Karena semua klub terbaik dunia, menginginkan dia ada di skuadnya,’’ tegas Pizzi. Diaz meyakini Cristiano Ronaldo menjadi fokus serangan Portugal di pertandingan semifinal nanti. Karena itu, Chile telah mempersiapkan strategi untuk mematikan pergerakan penyerang Real Madrid itu, terutama dengan memperkuat lini belakang. ‘’Kami akan menghentikan dia, mengurangi ruang pergerakan dan mencegah dia mendapat bola dan membuat kesempatan untuk melepaskan

tembakan,’’ ungkap Diaz. Pertandingan semifinal di Kazan ini mempertemukan dua tim terbaik di dunia saat ini. Chile menguasai dua trofi Copa America, sedangkan Portugal merupakan juara Eropa 2016. Laga ini juga mempertemukan Pizzi dengan pelatih Portugal Fernando Santos. 17 tahun lalu, Pizzi menjadi ujung tombak FC Porto yang dilatih Santos. ‘’Dia (Santos) legenda sepak bola Portugal. Dia layak mendapat pujian atas pengalaman yang luar biasa,’’ ungkap Pizzi. (kmb39/ap)

Falcao Juga Terjerat Kasus Penggelapan Pajak Madrid Pengadilan Spanyol meminta keterangan agen Jorge Mendes, Selasa (27/6) kemarin. Keterangan agen top itu untuk menjelaskan kasus penggelapan pajak atas penyerang Kolombia Radamel Falcao yang juga kliennya. Pemain yang membela klub Monaco itu diduga tidak melaporkan pendapatannya antara 2012-2013 senilai 5,6 juta dolar AS. Saat itu Falcao bermain di klub Atletico Madrid. Falcao dituduh menggunakan jaringan perusahaan yang bermarkas di Kep. British Virgin, Irlandia, Kolombia dan Panama untuk menghindari pajak. Mendes akan bersaksi di pengadilan Pozuelo de Alarcon dengan kota Madrid. Keterangannya diperlukan untuk penyelidikan

atas kasus Falcao. Namun perusahaannya Gestifute telah menyatakan tidak melakukan pelanggaran atas kasus tersebut. Falcao merupakan salah satu klien Mendes. Klien lainnya yang juga disidik pengadilan adalah bintang Real Madrid Cristiano Ronaldo yang dituduh menggelapkan pajak 16,5 juta dolar. Ronaldo akan dimintai keterangan pada 31 Juli mendatang. Klien lainnya, Jose Mourinho, juga sempat dituduh, namun Gestifute segera membereskan kasus tersebut yang melibatkan mantan pelatih Real Madrid itu.

St Petersburg Teknologi video untuk membantu wasit (Video Assistant Referee/VAR) yang sedang diuji coba pada turnamen Piala Konfederasi di Rusia masih harus disempurnakan lagi, kata badan sepak bola dunia (FIFA), Selasa (27/6) kemarin. ‘’Secara umum kita telah mendapat hasil yang bagus, namun sesungguhnya masih banyak aspek yang perlu diperbaiki,’’ kata ketua bidang perwasitan FIFA Massimo Busacca dalam sebuah konferensi pers. Teknologi VAR memakai dua video yang memonitor peristiwa di lapangan sehingga membantu wasit dalam menilai suatu pelanggaran. FIFA sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya kemungkinan akan menggunakan VAR untuk Piala Dunia 2018, dan lembaga pembuat peraturan sepak bola (IFAB) diharapkan

Pendekatan Ilegal Liverpool berupaya menghindari proses disipliner dari Liga Inggris setelah dituduh Southampton melakukan pendekatan

ilegal untuk mendapatkan bek tangguh mereka, Virgil van Dijk. Liverpool mengakhiri ketertarikan mereka pada bek tengah asal Belanda tersebut dan secara terbuka meminta maaf kepada Southampton awal bulan ini setelah media Inggris mempublikasikan keluhan the Saint atas upaya the Reds mendapatkan van Dijk. Baik Times maupun Daily Telegraph melaporkan pada bahwa liga telah melakukan penyelidikan awal terhadap perselisihan tersebut dan menyimpulkan bahwa tidak ada cukup bukti untuk meluncurkan proses persidangan formal. Liga Inggris menolak untuk mengomentari masalah ini, namun seorang sumber mengatakan bahwa situasinya tidak

mungkin berubah mengingat tidak ada informasi baru yang terungkap. Terdapat aturan ketat mengenai transfer, di mana klub dapat menegosiasikan persyaratan dengan pemain hanya jika mereka berada di luar kontrak atau biaya transfer telah disetujui oleh penjual. Undang-undang tersebut juga mengatur pendekatan tidak langsung melalui perantara. Southampton secara konsisten mengatakan bahwa mereka tidak berniat menjual Van Dijk, yang bergabung dari Celtic seharga 13 juta pound (16,57 juta dolar AS) pada bulan September 2015 dan menandatangani kontrak baru selama enam tahun pada tahun 2016. Keluhan klub pantai selatan

akan membuat keputusan pada Maret tahun depan apakah akan memakai teknologi ini secara permanen. Namun, penggunaan VAR telah membuat sejumlah kebingungan di Piala Konfederasi, di antara ketika rekaman video menganulir gol Chile ke gawang Kamerun, dan juga ketika keputusan offside hakim garis dibatalkan dan Chile berhak atas gol yang terjadi. Kritik terhadap teknologi ini karena diperlukan waktu untuk membuat suatu keputusan dan kriteria yang dipakai wasit untuk memakai VAR. Busacca mengakui bahwa review yang dilakukan dapat memengaruhi selebrasi gol. ‘’Dapat menghapus beberapa momen keindahan sepak bola, karena bisa saja setelah kita melakukan selebrasi gol, tiba-tiba ada perubahan keputusan, tetapi orang harus terbiasa dengan hal

ini,’’ katanya. Pada 12 pertandingan grup Piala Konfederasi, VAR telah membantu membetulkan enam keputusan, kata Busacca. Selain itu, ofisial pertandingan dapat membuat keputusan yang benar pada 29 insiden penting dengan bantuan teknologi VAR. ‘’Perlu juga disebutkan hari ini, bahwa pelanggaran yang jelas, tidak akan lolos,’’ ujarnya. Menurut Busacca, jika digunakan dengan benar maka sistem VAR dapat mengurangi banyak kesalahan, meskipun tidak sepenuhnya sempurna. FIFA ini meyakinkan anggotanya untuk menerima teknologi ini. Meski ada kontroversi, Ketua FIFA Gianni Infantino mengatakan bahwa ia sangat senang dengan penggunakan teknologi ini di Piala Konfederasi. (rtr/ant)

VAR - Wasit Nestor Pitana mendengar penjelasan dari pejabat yang menyaksikan video asisten wasit (VAR) pada pertandingan antara Portugal vs Meksiko pada pertandingan Piala Konfederasi.

Teknologi VAR Masih Perlu Disempurnakan Lagi

tersebut dilakukan setelah media Inggris melaporkan bahwa pemain tersebut telah mengatakan kepada tim manajer Liverpool, Juergen Klopp, bahwa dia ingin bergabung dengan timnya. Liverpool secara teratur menjarah sejumlah pemain Southampton pada musim terakhir. Mantan pemain the Saints Adam Lallana, Dejan Lovren, Sadio Mane dan Nathaniel Clyne saat ini bermain di Anfield. Klub Merseyside melanggar peraturan transfer tahun ini dan dilarang pada bulan April untuk menandatangani kontrak pemain Academy dari klub Inggris lainnya selama dua tahun setelah melakukan pendekatan ilegal untuk pemain berusia 12 tahun yang terikat dengan Stoke City. (kmb39/afp/ant)

Bali Post/ap

Ranieri Tak Ingin Ulangi Keajaiban di Leicester Nantes Claudio Ranieri tidak ingin keberhasilannya membawa Leicester City menjuarai Liga Utama Inggris dua musim lalu, dijadikan patokan saat menangani klub Prancis Nantes musim ini. ‘’Lupakan apa yang yang telah saya lakukan pada Leicester City. Apa yang telah saya lakukan itu hal unik. Itu tidak akan berulang di sini,’’ ujar pelatih Italia itu dalam konferensi pers, Selasa (27/6) kemarin. Leicester menjadi legenda dua musim lalu. Tim yang tak diunggulkan dan tak memiliki pemain top itu ternyata mampu menjuarai Liga Inggris, mengalahkan klub-klub bertabur bintang seperti Chelsea, Manchester City atau pun Arsenal. Kesuksesan itu tak berumur panjang. Musim lalu Ranieri terpaksa angkat kaki dari klub itu setelah serangkaian kekalahan yang memaksa klub berjuluk the Foxes mendekati zona degardasi. Pria Italia berusia 65 tahun itu dipecat dari jabatannya pada Februari lalu dan Nantes berusaha memanfaatkan jasanya musim depan dengan menyodorkan kontrak selama dua musim. Ini menjadi kepulangannya di Prancis setelah dia menangani klub Monaco sebelumnya. Nantes dikenal sebagai klub tangguh, namun trofi terakhir yang mereka rebut terjadi pada 2001.

Sejak itu klub tersebut tak pernah meraih sukses. ‘’Nantes pernah memenangi delapan trofi liga dan saya bangga menjadi bagian dari klub ini,’’ tambah Ranieri yang mengaku tak pernah takut setelah dipecat dari Leicester. ‘’Motivasi saya masih kuat. Jika saya melanjutkan karier saya sebagai pelatih, itu dikarenakan hasrat dan kecintaan saya pada dunia sepak bola,’’ jelasnya. ‘’Saya sering gusar di rumah bersama istri saya. Jadi saya lebih suka di sini.’’ Klub dari Canary ini menyelesaikan musim lalu dengan menempati peringkat ke-7. Ini menjadi rekor terbaik sepanjang penampilan mereka sejak 2004. Saat itu Sergio Conceicao menjabat sebagai pelatih dan berhasil menyelamatkan Nates dari jurang degradasi. Conceicao menertima perpanjangan kontrak di akhir musim. Namun, ia kemudian memilih untuk menangani klub kampung halamannya, Porto. ‘’Dari peringkat ke-19 menuju 7 merupakan prestasi luar biasa. Sergio Conceicao berhasil menerapkan strateginya. Saya ingin melanjutkan arah kepemimpinan ini,’’ lanjut Ranieri. Debut Raineri akan terjadi pada awal Agustus. Nantes akan memainkan pertandingan melawan tuan rumah Lille yang ditangani Marcelo Bielsa pada pertandingan Liga Prancis. (kmb39/rtr)

Bali Post/rtr

LATIHAN - Pelatih Nantes Claudio Ranieri menyaksikan pemain-pemainnya berlatih di Joneliere, La Chapelle-sur-Erdre, Prancis, Selasa (27/6) kemarin.


OLAHRAGA

16

Petenis Inggris Raya Andy Murray.

Rabu Wage, 28 Juni 2017

Bali Post/ap

Demi Wimbledon, Murray Absen di Hurlingham Club

London Petenis nomor satu dunia Andy Murray menarik diri dari sebuah pertandingan ekshibisi di London’s Hurlingham Club karena mengalami masalah pada pinggulnya. Tindakan pencegahan itu dilakukan kurang dari seminggu sebelum dimulainya grand slam Wimbledon pada 3 Juli. ‘’Pinggulnya terasa sedikit sakit,’’ kata juru bicara petenis Inggris Raya tersebut, yang sedianya akan menghadapi petenis Prancis Lucas Pouille, Selasa (27/6) kemarin. Pengunduran diri Murray tersebut merupakan tindakan pencegahan dan juara Wimbledon dua kali itu berniat bermain di turnamen level grand slam itu pada Jumat, juru bicara tersebut mengatakan. Murray menambahkan, dua pertandingan di Aspall Tennis Classic sesuai jadwal merupakan turnamen pemanasan di lapangan rumput sebelum menuju Wimbledon. Murray tersingkir secara mengejutkan di putaran pertama Kejuaraan Aegon pekan lalu di Queen’s Club. Performa Murray sempat terganggu sepanjang musim 2017 karena sejumlah persoalan yang menderanya diantaranya cedera siku dan sakit influenza. (kmb39/rtr/ant)

Bali Post/ap

KELAS WELTER - Petinju Filipina Manny Pacquiao menggelar konferesni pers di Brisbane, Selasa (27/6) kemarin. Pacquiao akan mempertaruhkan sabuk kelas welter WBO dengan menghadapi Jeff Horn dari Australia akhir pekan ini.

Horn Jadi Pemanasan Pacquiao

Brisbane -

Duel melawan Jeff Horn pada akhir pekan ini di Australia, menjadi pemanasan yang tepat bagi petinju Filipina Manny Pacquiao untuk laga yang lebih besar yakni duel ulang melawan Floyd Mayweather. Jika kemenangan itu tidak terjadi maka opsi Pacquiao selanjutnya bisa saja pensiun. Pacquiao, pemegang 11 gelar dunia, akan mempertaruhkan sabuk kelas welter WBO melawan Horn pada laga yang bertajuk ‘’Battle of Brisbane’’. Lawannya yang berusia 29 tahun, merupakan mantan guru sebelum beralih profesi menjadi seorang petinju profesional. Laga di Suncorp Stadium akan disaksikan 50 ribu penonton. ‘’Manny (Paquiao) menghadapi masalah: harus menang.

Dia menginginkan pertarungan ulang melawan Mayweather,’’ kata pelatih Pacquiao Freddie Roach, Selasa (27/6) kemarin. Roach yang telah lama menjadi pelatih bagi juara dunia di banyak kelas itu, mengakui Pacquiao harus memiliki pukulan kemenangan untuk mendapatkan kesuksesan melawan Horn. ‘’Jika dia bertarung habis-habisan, dia akan menang.

Tentang potensi kalah melawan Horn yang memiliki rekor bertarung 16-0-1, 11 KO, Pacquiao pun punya potensi untuk pensiun bila kekalahan itu dianggap fatal. Pacquiao (59-6-2, 38 KO) kini diharapkan bisa tampil terbaik. Dengan latihan 50 ronde dalam beberapa hari, dia menjalani latihan yang intens. ‘’Saya ingin menyaksikan kemenangan besar di sini,’’ tegas Roach.

Pacquiao menelan kekalahan pada pertarungan terbesarnya pada 2015 melawan Mayweather. Ia bangkit dan mengalahkan Tim Bradley dan Jessie Vargas lewat kemenangan angka setelah itu. Harapannya adalah mempunyai kesempatan untuk memainkan laga ulang melawan Mayweather. ‘’Jika ada peluang, mengapa tidak? Saya amat menginginkannya,’’ ujar Pacquiao. ‘’Tapi kami akan fokus pada pertarungan melawan Horn lebih dahulu. Kami tidak ingin memandang rendah dia. Saya juga tidak pernah meremehkan dia,’’ tambah

Pacquiao yang mengaku berlatih keras untuk mempersiapkan pertandingan ini. Horn menjadi petinju profesional pada 2013. Setahun sebelumnya dia membela Australia pada Olimpiade London dan berhasil maju hingga babak perempatfinal. Namun dalam 17 pertarungannya, ia tidak bertemu lawan sekaliber Pacquiao. Lawannya rata-rata peringkat 15 besar dunia. Yang bisa saya ucapkan adalah, sungguh baik bagi dia yang sebelumnya berprofesi sebagai guru. Saya juga guru di atas ring,’’ jelas Pacquiao. (kmb39/ap)

Porprov Bali

Badung Bertekad Pertahankan Juara Umum Cabor Renang

Bali Post/ap

Pemain terbaik NBA (MVP) 2017 Russell Westbrook.

Westbrook Terpilihan sebagai MVP 2017

New York Keberhasilan mencetak 42 triple double dalam semusim membawa pemain Oklahoma City Thunder Russell Westbrook terpilih sebagai pemain terbaik (Most Valuable Player/MVP) NBA musim 2016-2017, Selasa (27/6) kemarin. Westbrook mendapat dukungan 69 suara dari total 100 anggota tim juri dari media dengan total mengumpulkan 888 poin. James Harden dari Houston Rockets berada di posisi kedua dengan 753 poin disusul Kawhi Leonard (San Antonio Spurs) dengan 500 poin. Westbrook menjadi pemain kedua dan yang pertama dalam 55 tahun yang rata-rata mencatat triple-double selama satu musim penuh. Westbrook rata-rata mencatat 31,6 angka, 10,4 assist, dan 10,7 rebound pada 81 pertandingan. Ia membuatnya menjadi pemain pertama yang ratarata mencatat double-digits dalam tiga kategori utama itu sejak Oscar Robertson pertama melakukannya pada musim 1961-1962. Setelah Westbrook dianugrahi Maurice Podoloff Trophy oleh Komisioner NBA Adam Silver, dia kemudian memanggil rekan-rekan setimnya ke atas panggung pada acara penyerahan penghargaan tersebut di New York kemarin. ‘’Orang-orang ini mengorbankan begitu banyak bagi saya sepanjang tahun ini,’’ kata Westbrook. ‘’Jelas ini musim yang luar biasa bagi saya, tapi tanpa orang-orang ini dan yang lainnya yang tidak bisa hadir di sini, semua ini tidak mungkin terjadi.’’ ‘’Jadi penghargaan ini bukan untuk saya. Ini untuk kalian dan saya sangat bersyukur memiliki kalian di pihak saya. Kalian adalah saudara-saudara saya seumur hidup,’’ kata Westbrook. Penghargaan lain diberikan kepada pemain Draymond Green (Golden State Warriors) yang terpilih sebagai pemain bertahan terbaik. Mike D’Antoni terpilih sebagai pelatih terbaik setelah mengantar Houston Rockets meraih 55 kemenangan pada musim pertamanya bersama tim. Pemain Milwaukee Bucks Malcolm Brogdon terpilih sebagai pendatang baru terbaik, sementara pemain Houston Rockets Eric Gordon meraih Sixth Man Award sebagai pemain pengganti terbaik. (kmb39/ap/ant)

Mangupura (Bali Post) Tim renang Badung bertekad kembali mempertahankan gelar juara umum dalam Porprov Bali XIII yang mengambil venue di Kolam Renang Tirta Arum Blahkiuh, Badung. Pada Porprov Bali XII di Buleleng, Badung mendulang 21 emas, dari total 34 emas

yang diperebutkan. Kini Badung membidikan 20 emas, dari total 36 emas yang diperebutkan. Meski menurun dari segi jumlah, menurut Sekum Pengkab PRSI Badung Putu Sukertiya, di Mengwi, Badung, Selasa (27/6) kemarin, peta kekuatan renang kini merata. Apalagi, tim renang

Bali Post/ist

RENANG - Perenang Badung dari kiri Putu Wirawan, Ni Nyoman Dewi Setiari, Ni Luh Made Citra Dewi, dan Made Wahyu Adi Putrawan.

Buleleng diperkuat peraih emas PON Eva Lilian van Leenen. ‘’Kami hanya memperhitungkan pesaing kami tim renang Buleleng,’’ tutur Sukertiya. Tim renang Porprov Badung ditangani pelatih Kadek Sudiyasa, Putu Era Larasati, Putu Bagus Suputra Wijaya, Si Luh Nyoman Dewi Saraswati, Made Budiasa, Putu Astawa Gunaksa, dan Made Karyana. Sementara sederet perenang andalan Badung yang diharapkan menyabet emas, seperti Putu Wirawan, Ni Nyoman Dewi Setiari, Ni Luh Made Citra Dewi, Pande Made Iron Digjaya, dan Made Wahyu Adi Putrawan. Dijelaskannya, tim renang Porprov Badung berkekuatan 28 atlet, terdiri atas putra (15), dan putri (13). ‘’Kami melakukan pemusatan latihan, di Kolam Renang Tirta Arum Blahkiuh, sejak Juni sampai dengan Agustus. Jadwal latihan kami tiap hari untuk sore, sedangkan pagi hanya tiga hari,’’ kata Sukertiya. (022)

Bali Post/ap

PROMOSI - Cahaya memancar dari Menara Rhine di Duesseldorf, Selasa (27/6) kemarin. Ini menjadi bagian dari promosi lomba balap sepeda Tour de France yang rencananya akan mengambil start di Duesseldorf Sabtu (1/7) mendatang.

Kadek Anny Pandini

Bali Post/ist

Pejudo Timnas SEA Games Berlatih di Bali Denpasar (Bali Post) Tercatat enam pejudo pelatnas SEA Games menjalani latihan di Bali sejak Jumat (23/6) lalu sampai dengan Senin (3/7) mendatang. Mereka adalah Kadek Anny Pandini (63 kg), Hevrilia (70kg), Tiara (-78kg), M. Syaiful (66kg), Ihsan Apriadi (73kg), serta Horas Manurung (81kg). Manajer Timnas SA Games Venny Pantouw yang mendampingi para atletnya berlatih di GOR indoor Kompyang Sujana, Selasa (27/6) kemarin, menjelaskan pihaknya memilih berlatih ke Pulau Dewata. ‘’Anak-anak ini harus berlatih kontinu, tidak boleh ada jeda latihan,’’ ucapnya. Venny mengakui pascaberlatih di Pulau Seribu Pura ini, para pejudo bakal terbang ke Korea, pekan depan. ‘’Kami berlatih di Negeri Ginseng, berpindah dari kota ke kota, dan pulang ke Tanah Air pada 1 Agustus,’’ ucap Venny, judoka peraih emas SEA Games saat usianya 15 tahun. Para pejudo SEA Games selama berlatih di Bali, mengambil lokasi di GOR Kompy-

ang Sujana, GOR Lila Bhuana, serta Pura Kehen Bangli. Para atlet timnas didampingi pelatih kepala Ni Made Suyudani, Bambang Prakarsa, serta pelatih asal Korea Lee Yong Il. Venny menegaskan, pada SEA Games di Singapura (2015), judo mempertandingkan 12 kelas, dan judoka Indonesia juara umum, dengan merebut empat keping emas. ‘’Cabor judo kembali juara umum SEA Games, setelah lepas selama 20 tahun,’’ katanya. Hanya, hajatan multi-event dua tahunan antarnegara se-Asia Tenggara ini, di Negeri Jiran nanti, cuma mempertandingkan 6 kelas. ‘’Target kami hanya dua emas,’’ tuturnya. Sementara Kadek Anny Pandini mengakui dirinya merebut emas SEA Games di Singaputra di kelas 57 kg. ‘’Kelas saya 57 kg dipangkas, sehingga saya naik kelas 63 kg,’’ tutur Anny Pandini. Dikemukakan, SEA Games Malaysia melibatkan 11 negara, dan atlet pesaing terberat dari Filipina dan Thailand. ‘’Astungkara, doakan saja dapat menyumbang emas,’’ katanya. (022)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Rabu Wage, 28 Juni 2017

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) - Iklan Still Store di Bali TV � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau � Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS!

Informasi pasang iklan Telepon

� Tarif iklan Mini/Baris

Dcr Acct Mgr u Rest & PUB Exp Min.2Th Kirim Lamaran ke salim@salimkho.com

B.BP.001.06.17.0001804

Dcr Cpt PRT Gaji 1,6Jt Jujur Bersih Tdr dlm,082341168381

B.BP.001.06.17.0001871

Dcr Pria utk Bakery Min punya Pnglaman Bakery,Wil.Singapadu Hub.087852459519/085738559532

B.BP.001.06.17.0001836

Dcr Spa Trainer Pglmn Min.3Th Disiplin.CV ke:Hospitality&Spa Agency Jl.Tkd.Badung 2B Renon

B.BP.001.06.17.0001838

!Job Jepang AustraliPerkebunan 082231577240 Mengwi-Badung

B.BP.166.06.17.0001872

Adm Min D1 bisa Computer Kirim ke personaliacsm@gmail.com

B.BP.001.06.17.0001687

Butuh Segera Teknisi AC Hub:082144110760 B.BP.001.06.17.0001842

Cheers Bali Looking Bartender & Waitress Immadiately,Good English,Send your CV to:Cheers Bali Restaurant at Jl.Legian Kaja 476/Email:cheerskaraokeba r@gmail.com Ph:081239690382 B.BP.001.06.17.0001850

Cr.Sgr Staff Scurity & HK,Bs Ing Dewi2 Villa sanur 085100048580 B.BP.004.06.17.0001862

Dicari:Guru Musik Ukulele, Cajon,Djembe&Drum Circle Facilitator.Ubud 085279791379 robert@bali-treasures.com B.BP.817.06.17.0001852

Creative Team,Female or Male who is Creative in Photography Computer,Photoshop and Social Media to Work Together with us at our Homewares Shop. Please Send CV to CARGA Jl.Petitenget No.886 for Interview or Call 8478180 / 8478173

B.BP.004.06.17.0001754

Dbthkan Sgr:Staf Operation dan Sopir u/Travel Agent Hub: 085100806230 / 081239895208

B.BP.001.06.17.0001746

Dcr 12 Karyawan/ti,4 Security, 6 Admin,8 Sopir H:081999251555

: : : :

Rp 200.000,- (10 x tayang) � Rp 50.000,- (5 x tayang) � Rp 165.000,- (10 x muat) � Rp 82.500,- (10 x muat) �

: : : :

(021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 (0370) 639543 (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklanbp@yahoo.co.id (031) 5633456

VISA

� Email: pembacabalipost@gmail.com

Need:Product Development Dicari tng Adm.Min.D1/SMK Akun PT.BPR Pedungan Membutuhkan Officer,Experienced Pharmacy tansi,Sgr Hub:08123911450 Sopir,Satpam,OB Hub:Jl.Pulau B.BP.005.06.17.0001877 Products,Capable English/Mandarin Moyo No.1 Pesanggaran CV :versaindustries4@gmail.com Dicari Waiter dan Waitress B.BP.001.06.17.0001846 B.BP.001.06.17.0001683 Restaurant Minami Jln Raya Looking for Production Manager Elizabeth International Cari Sanggingan Ubud 0361970013 Exp 3 years Good Project Dosen Bhs Inggris 082236362562 B.BP.120.06.17.0001817 Manager Organised with Attn B.BP.001.06.17.0001844 Sales Pria dan Wanita,untuk to Detail Good Spoken and Ubud Rest.Cook,Waiter/ress,Bar Toko Homewares.Berbahasa Written Eng Can Work Team and dekco@dekco.com SMS 0811399375 Inggris dan Berkelakuan Baik. B.BP.004.06.17.0001750 Individually Must be Willing Bawa CV ke CARGA,Jl.Petitenget Sales Assistant Female or Male to Chase Deadlines.Salary 886 Kerobokan Antara Required for Homewares Shop. Negotiable.Please Send Resume Pukul 11.00-15.00 English Language and Nice untuk Interview.Lebih Lanjut to jobinbali123@gmail.com Personality Required.Bring CV Hubungi 8478180 / 8478173 B.BP.004.06.17.0001860 B.BP.004.06.17.0001753 to CARGA Jl.Petitenget 886 Need HD Waiter&Cook for DW,Exp Kerobokan,Onbetween 11am-3pm Min 2year Send Aplication to SINGARAJA for Interview.Enquires Echo Beach Club Rest Jl.Pura Cr Therapist Brpglmn Diutmkan Call 8478180 / 8478173 bsThai/Shiatsu,087 761 787 000 Batu Mejan Canggu.085100474604

Dcr Sopir Serabutan (Gj 2,4) & Tng Admin Hub:081237808080

B.BP.001.06.17.0001835

PT.Star Indo Mandiri br diBali Bth Kry Gj/Bl 2,5-3Jt+Bns,Pss: SPG/B,Adm,Ksr,MD,Act,Rcp,Gdg,OB, SPV Tnp Pglm.SMS081236776658

B.BP.001.06.17.0001841

Dibthkan 1 Perawat Wanita AMD. CV & Ijazah ke Jl.Veteran 61 B.BP.001.06.17.0001740

Dicari Pembantu Wanita Tgl Dlm Rajin Suka Anjing,bisa English utk Villa Area Sanur Hub.081338639511/737995 B.BP.001.06.17.0001827

Dicr K-Wati S1 Akuntansi F.Graduate Krm CV: iketutwidiadnyan Dcr PRT Tidur Dalam Gaji 1,2Jt Hub:081236061394 Jl Pelawa Dps a@yahoo.co.id WA:081916574757. B.BP.001.06.17.0001847

B.BP.001.06.17.0001845

Jakarta Mataram Denpasar Surabaya

B.BP.001.06.17.0001840

B.BP.004.06.17.0001752

B.BP.001.06.17.0001805

B.BP.001.06.17.0001839

MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post Hnd.CRV Prestige 2.4 Th’2016 Ptih AsBali 420Ng,081246769449

Rush S’2009 Matic AsBali 140Jt Pemakaian Dokter,087861230199

B.BP.141.06.17.0001870

B.BP.141.06.17.0001865

Honda CRV 2.4 Silver Th’2012 Asli Bali Matic H.085100434008

DIJUAL RUMAH Dijual Rmh 2lt.106/110,Maja R S3,Jl.Tk Badung 28 Renon ,Dps Rp. 2,2M Hub:085339139168 BUC

B.BP.141.06.17.0001864 SUZUKI

Ertiga GL’2012 Putih AsBali 135Jt H.085100856999 Pribadi

BUC Nutup Bank 42A 34Jt/A Nego Blahkiuh Bdg Pmlk,081353563495

Rush S Automatik Th’2012 Putih Tangan 1 Hub.085 333 124 554 B.BP.164.06.17.0001858

DISEWAKAN RUMAH Dikontrakan rumah satu-dua KT, Dpr,Fas Lkp,Wifi,dekat Carrefour 087860186668

B.BP.154.06.17.0001869

B.BP.167.06.17.0001626

DIJUAL RUKO Dijual Ruko 2 Lt,7700 Watt Sumur,Nakula Kuta 081805478093

B.BP.001.06.17.0001030

TOUR

RUPA-RUPA Pusat Gadai BPKB Mobil/Motor Hub.087861133297/081246869797

B.BP.001.06.17.0001859

Pelunasan/Gestun Kartu Kredit Hub:081249025566 Jl.Kertapura

B.BP.000.06.17.0000243

BIRO JASA

B.BP.001.06.17.0001834

B.BP.164.06.17.0001868

B.BP.141.06.17.0001867

TOYOTA

T.40A SHM u/Rmh,Villa dkt Pantai soka Tbn 95jt/A085257539923

Kav Mlai1A GatsuTmr Siulan JL5m Aspl,087860432230-085100221149

Rumah 2,5Are Penamparan Bs TT Tanah H.085100856999 Pemilik

B.BP.001.06.17.0001732

B.BP.141.06.17.0001863

B.BP.001.06.17.0001833

B.BP.001.06.17.0001837

Kijang LGX’2003 Hub:297837 BPR Suadana Jl.Raya Celuk Sukawati

B.BP.001.06.17.0001861

1Are Promo 99Jt Punggul Badung Hnya 2PmbliPrtama,081238511134

B.BP.012.06.17.0001843

TOYOTA

B.BP.001.06.17.0001854

B.BP.001.06.17.0001036

Rmh LT.2,3A LB.2A KT5,KM3,Grsi Dpr.Jl.Tkd.Bilok,081238504518

B.BP.141.06.17.0001866

Vellfire 2.4’2011 KM38Rb Htm DAIHATSU HONDA AsDK,Harrier Prem Advance Ayla X Matic’2014 Putih KM20rb Built Up th’2012 full Var,Velg Th’2014 Modelista KM19Rb AsDK Asli DK,Tgn1 Hub:082236606930 Jok Hub.0818343171,08123902909 Hub.0361-464168/08123907168

DIJUAL TANAH Tnh Nempil 250Jt/A,Jl.Besakih PondokCitra Pmogan 08123871809

DIJUAL TANAH Tnh Kvl Di Mengwi 60jt/A & 130jt/A Bs Kredit 087862450004

B.BP.001.06.17.0001794

AC

Tnh di Objek Wisata Ds.Gumrih Pekutatan LT.1HA/30Jt/Are Nego View Sungai/Pantai/SHM Hub:HP 081239126275 WA:085829465340 B.BP.001.06.17.0001681

AC

DIJUAL RUMAH

FOTOCOPY

DIJUAL MOBIL

BENGKEL LAS

UD. LINA JAYA lis Specia rah y Mu Canop litas a Berku � Pagar � Trali � Pintu Harmonika � Konstruksi Baja / Baja Ringan

Jl. P. Batanta No. 26 Dps

Telp.7483105, 4723645, 081353002869, Fax.0361-4723645 C.0000070-BKL


EKONOMI

18

Rabu Wage, 28 Juni 2017

Kampung Pelangi di Semarang KOTA Semarang dikenal dengan gedung-gedung tua peninggalan Belanda. Namanya Kota Lama. Tempat ini kerap menjadi destinasi wisata para pemudik saat bekunjung ke kota tersebut atau sekadar melintas. Tetapi pada libur Lebaran tahun ini, warga mulai melirik Kampung Gunung Brintik, di daerah Wonosari, Semarang. Hamparan warna-warni ceria akan langsung menjerat mata. Kampung yang sebelumnya kumuh di pinggir Kali Semarang, menjelma menjadi ‘’Kampung Pelangi’’ yang menjadi wisata kekinian. Kampung Pelangi sejatinya merupakan kampung deret yang berada di perbukitan, sehingga terlihat menumpuk di pinggir lereng. Yang membuat istimewa adalah seperti namanya, ‘’Pelangi’’. Kampung ini memiliki keindahan yang berwarna-warni dari tiap goresan di tembok dan atap rumah. Bahkan di setiap setapak anak tangga diberikan warna yang berbeda-beda. Dani, salah satu warga lokal, mengatakan Kampung Pelangi terdiri lebih dari puluhan RW. ‘’Banyak mas rumahnya, ada sekitar 400, dan yang selesai diwarnai masih sebagian,’’ kata Dani. Baru memasuki jembatan pintu masuk kampung, terlihat beberapa pengunjung sudah bergaya di depan gawai mereka masing-masing untuk berswafoto. Memang di depan pintu masuk desa saja sudah menarik. Masyarakat lokal menyambutnya dengan umbulumbul atau hiasan bendera atau benda lain yang digantung di tiang-tiang bambu dengan warna yang menarik perhatian.

Dani menjelaskan bahwa Kampung Pelangi ini merupakan tujuan wisata baru. Sekitar satu bulan jelang Ramadan baru dikonsep warna-warni. Di antara turis yang mengunjungi Kampung Pelangi, banyak juga warga lokal Semarang yang penasaran dengan destinasi wisata baru tersebut. ‘’Saya memang warga Semarang, tapi baru mengetahui adanya Kampung Pelangi ini, saya rasa ini baru. Tapi cukup kreatif dan menarik untuk dikunjungi, apalagi pada saat lebaran seperti ini, murah dan unik,’’ kata Ayu. Untuk masuk ke lokasi ini cukup murah, tidak ada biaya masuk, namun bagi yang membawa motor akan ditarik biaya parkir sebesar Rp 3.000. Dan itu akan digunakan sebagai operasional serta pengembangan Kampung Pelangi ke depan. Tulisan serta lukisan di tembok banyak yang menyelipkan dengan kritik sosial, seperti pemanasan global, kebersihan lingkungan dan penebangan pohon sembarangan. Di depan Kampung Pelangi, disediakan banyak tempat bersantai seperti kafe dan warung yang juga dipenuhi para penjual bunga asli, sehingga bisa untuk simbol oleh-oleh dari Kampung Pelangi. Di dalam lokasi kampung, juga ada warung, angkringan yang juga

turut dicat warna-warni dengan pernak-pernik khas pedesaan. Kampung Pelangi adalah program Pemerintah Kota Semarang dengan mengecat rumah-rumah di perkampungan Gunung Brintik dengan warna-warni untuk menarik kunjungan wisatawan. Kelompok sadar wisata (pokdarwis) di Kampung Pelangi sudah terbentuk yang nantinya akan menyusun konsep ke depan untuk mengembangkan destinasi wisata itu. Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Semarang Agus Riyanto menjelaskan gagasan Kampung Pelangi diawali dari program penataan Sungai Semarang yang melintasi wilayah itu. ‘’Di situ kan hulu Sungai Semarang. Kami ketika itu coba tata sungainya, kemudian berkembang kalau sungainya bagus masa rumah-rumah di atasnya jelek? Akhirnya, dicat warna-warni,’’ katanya. Meski belum selesai 100 persen, katanya, ternyata sambutan masyarakat terhadap keindahan warna-warni Kampung Pelangi luar biasa dengan banyaknya yang datang berkunjung. ‘’Niatnya biasa saja, tetapi ternyata hasilnya luar biasa. Kami bersyukur. Kawankawan dari dinas lain juga sudah masuk, seperti Dinas Pariwisata, kemudian Dinas Koperasi dan UMKM,’’ katanya. (ant)

Bali Post/ant

KUNJUNGAN WISATAWAN - Kampung Gunung Brintik, Wonosari, Semarang kini lebih dikenal dengan kampung pelangi. Tempat yang berada di pinggir sungai ini semakin ramai dikunjungi wisatawan.

Pedagang Bumbu Batasi Stok Denpasar (Bali Post) Harga bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, dan cabai dan kini berfluktuaktif. Oleh karena itu, para pedangan ecer (pengecer) membatasi stok barangnya. Ketut Murci, pedagang bumbu di Pasar Badung eks Tiara Grosir, Selasa (27/6) kemarin menuturkan, untuk bawang putih ia hanya berani menyetok 3 sak. Masing-masing sak berisi 20 kg. Bawang putih yang dijual Rp 25.000/kg ia dapatkan dari pengepul besar di Klungkung. Bawang putih asal luar Bali itu diturunkan di Klungkung, baru kemudian disebar ke seluruh pasar di Bali. Bawang putih jenis lain yaitu bawang putih kecil dijual dengan harga Rp 40.000/kg dan bawang putih lanang dijual Rp 150.000/kg. Ia mengakui, meskipun harga komoditi yang ia jual rawan mengalami perubahan harga, ia tak terlalu rugi besar. Hal itu karena ia membatasi jumlah barang dagangannya. Dengan sedikitnya barang yang distok sehingga barangnya cepat habis. Dengan demikian, ketika harganya naik, stoknya pun telah habis. ‘’Pernah saya beli Rp 27.000/ kg, besoknya harganya Rp 25.000/kg,’’ ungkapnya. Karena itu, ia pun mengambil sedikit namun jenis komoditi yang dijual beragam. ‘’Ngambil sedikit-sedikit, yang penting jenisnya banyak. Yang penting, saat pembeli belanja, apa pun yang dicari ada,’’ tuturnya.

Tidak hanya bawang putih yang dijual, ia juga menjual bawang merah, cabai merah besar Rp 15.000/kg, cabai hijau Rp 15.000/kg, cabai rawit merah Rp 36.000/kg. Gusti Ayu, pedagang daging ayam di Pasar Badung, juga demikian. Ia hanya membeli sedikit daging ayam dari rumah potong di Gianyar. Harga daging ayam ras per kilonya dijual dengan harga Rp 32.000. Sedangkan ayam filet dijual dengan harga Rp 47.000/kg. Ayam ras mengalami kenaikan Rp 2.000, di mana sebelumnya hanya Rp 30.000/kg. Kenaikan harga tersebut mulai terjadi H-3 sebelum lebaran. Meskipun harga naik, namun permintaan sedikit. ‘’Permintaan tidak terlalu banyak karena banyak yang mudik,’’ ujarnya. I Nengah Ngetis, pedagang tahu dan tempe di Pasar Badung, hanya membeli sedikit dari tempat produksi karena permintaan juga sedikit. ‘’Kebanyakan produsen dan pedagangnya mudik,’ ujarnya. Produksi tahu dan tempe di hari raya lebih mahal dari hari biasanya. Hal itu karena tenaga produksi terbatas. ‘’Kalaupun ada yang produksi, ongkos tenaganya mahal sehingga harga tahu dan tempe juga naik,’’ tuturnya. Satu buah tempe ukuran kecil dijual dengan harga Rp 1.250, padahal di hari-hari biasa harga tempe hanya Rp 1.000. Begitu juga dengan tahu. Per bungkus kecil di hari raya lebaran dijual dengan harga Rp 6.000, padahal hari biasa Rp 5.000. (kmb42)

AYAM - Pedagang ayam ras dan tahu, tempe di Pasar Badung eks Tiara Grosir, Selasa (27/6) kemarin.

Menhub Imbau Pemudik Balik Sebelum 29 Juni Jakarta (Bali Post) Menhub Budi Karya Sumadi mengimbau pemudik untuk kembali ke Jakarta sebelum atau tanggal 29 Juni atau H+3 dikarenakan pada tanggal 30 Juni (H+4) pembatasan operasional kendaraan angkutan barang yang menggunakan truk sudah berakhir. ‘’Puncak arus balik diprediksi akan tersebar, memang favorit hari Sabtu (1/7) dan Minggu (2/7) tapi saya mengimbau kalau bisa pulang ke Jakarta sebelum atau tanggal 29 karena tanggal 30 truk sudah mulai beroperasi kembali,’’ kata Menhub di Jakarta, Selasa (27/6) kemarin. Menhub memprediksi puncak arus balik terjadi akan tersebar mulai tanggal 28 (H+2) sampai dengan hari Minggu (H+6). ‘’Bisa Jumat atau Sabtu, kalau saya pikir harus disebar kita mulai hari Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu sampai Minggu. Jadi kata-

kan jika ada 100.000 dalam satu hari itu daya dukung jalan tidak cukup. Tapi kalau kita bagi menjadi 5 hari, jadi 20.000/hari itu kan lebih baik. Sebagian harinya bisa digunakan untuk berlibur di Jakarta,’’ ujar Menhub. Selanjutnya, Menhub akan melakukan evaluasi terhadap arus angkutan lebaran yang diperkirakan pada H+4 antara yang mudik maupun yang akan kembali ke Jakarta jumlahnya akan sama. ‘’Evaluasinya kita harus lihat secara menyeluruh, saya menduga H+3 atau H+4 sudah arus balik. Jadi kita menyelesaikan hari ini dan besok untuk arus mudik tetapi H+4 antara yang mudik dan balik sudah mulai sama. Kita akan membuat suatu estimasi bersama Kakorlantas dan Kemen-PUPR tentang mekanismenya seperti apa dan alur mana yang akan dipertahankan,’’ jelas Menhub. (010)

Indonesia Ikut Inisiasi Hari UMKM Internasional Jakarta (Bali Post) – Indonesia menjadi salah satu negara yang menginisiasi ditetapkannya 27 Juni sebagai Hari UMKM Internasional. Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga di Jakarta, Selasa (27/6) kemarin, mengatakan pemerintah Indonesia senang bisa menjadi bagian dari gerakan dunia internasional yang berkaitan dengan UMKM. ‘’Senang sekali menjadi bagian dari gerakan dunia internasional di mana tahun lalu ICSB (International Council for Small Business) yang berinisiatif

Bali Post/may

PKB - Salah satu stan perajin yang ikut pameran pada ajang PKB 2017.

PKB, Ajang Perkenalkan Kreasi Baru

Denpasar (Bali Post) Para perajin memanfaatkan event Pesta Kesenian Bali (PKB) sebagai ajang memperkenalkan produk kreasi baru. Perajin perlu ajang promosi untuk menguatkan pemasaran dan branding mereka. Salah satu perajin yang kerap mengikuti PKB adalah perajin aksesoris dari logam. Pemilik Bara Silver, Putu Sudiadnyani, mengatakan telah beberapa kali mengikuti event PKB. Ia selalu optimis akan hasil yang didapat karena ia terus berinovasi dan berkreasi dalam setiap produknya. ‘’Terus berinovasi dan menghargai customer setinggi-tingginya. Itu kuncinya,’’ ujarnya. Jauh hari sebelum PKB, ia telah memikirkan aksesoris yang sedang digemari serta teknik pemasaran yang digunakan. ‘’PKB ini adalah ajang memperlihatkan kreasi terbaru kita,’’ ungkapnya. Tak heran belum lama ini juga mendapat juara

I lomba desain di PKB. Pada event PKB kali ini, ia menawarkan subeng dari berbagai jenis bahan dan desain. Tak tanggung-tanggung, harga yang ditawarkan juga terjangkau, serba Rp 100.000. Subeng, cucuk, sirkam merupakan aksesoris yang sedang hits saat ini. Meskipun ada subeng dari bahan berbeda seperti perak yang dijual dengan harga lebih dari Rp 100.000 bahkan Rp 1 juta. Berbeda desain, berbeda bahan, berbeda pula harganya. Tak hanya aksesoris subeng, cucuk dan sirkam, Sudiadnyani juga membuat kalung, bros, cincin dari berbagai jenis bahan seperti alpaka dan perak. ‘’Tahun ini lebih baik dari tahun kemarin,’’ katanya terkait kondisi penjualannya selama PKB. Ia tersipu malu ketika ditanya omzet penjualannya selama PKB. ‘’Ya… bisa terjual 500 pcs sebulan dari semua jenis aksesoris,’’ katanya. (kmb42)

perlunya Hari UMKM International,’’ kata Puspayoga. Ide gerakan ini ditindaklanjuti langsung oleh Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki Moon. Gerakan untuk UMKM internasional itu awalnya diinisiasi oleh 11 negara inisiator yang mengajukan, termasuk Indonesia di dalamnya. Indonesia diwakili oleh Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga dan President ICSB Indonesia Hermawan Kartajaya. Inisiasi itu diluncurkan pada 2016 di Markas PBB di New York Amerika Serikat (AS). Puspayoga mengatakan

Hari UMKM Internasional ini adalah bentuk apresiasi dan dukungan dunia internasional terhadap ekonomi kerakyatan yamg menjadi tulang punggung kesejahteraan bangsa. ‘’Momentum yang luar biasa, semoga UMKM di Indonesia semakin berjaya di pasar lokal dan internasional,’’ kata Puspayoga. Untuk itu, Puspayoga sekaligus mengajak masyarakat di Tanah Air untuk selalu mendukung dan membeli produk UMKM. ‘’Mari dukung dan beli produk UMKM, karena cinta saja tidak cukup,’’ kata Puspayoga. (ant)

Puspayoga


19

Rabu Wage, 28 Juni 2017

Hari Ini Obama ke Yogyakarta

SETELAH berada di Bali lima hari, Barack Obama akan berpindah liburan ke Yogyakarta. Rombongan Obama akan berada di kota gudeg itu selama tiga hari mulai Rabu (28/6) ini. Korem 072/ Pamungkas Yogyakarta akan semaksmimal mungkin menjaga mantan Presiden Amerika Serikat itu. Walau bukan lagi menjadi presiden, namun Secret Service masih menjaga dia dan keluarganya. ‘’Hari ini kami telah menggelar rapat koordinasi kesiapan kedatangan Barack Obama ke Yogyakarta,’’ kata Komandan Korem 072/ Pamungkas Brigadir Jenderal TNI Fajar Setyawan, di Yogyakarta, Selasa (27/6) kemarin. Demi keamanan dan keselamatan Obama dan keluarganya, dia merahasiakan rute kunjungan itu. Namun sebelumnya beredar kabar Obama dan keluarganya akan mengunjungi Keraton Yogyakarta dan Borobudur, Jawa Tengah. Setelah berkunjung ke Yogyakarta, Obama akan menjadi pembicara utama pada sidang besar diaspora Indonesia, di Jakarta, pada 1 Juli nanti. Obama, dalam kunjungan resminya sebagai Presiden Amerika Serikat di Jakarta pada November 2011, pernah berkata bahwa dia akan kembali lagi ke Indonesia. Saat itu, di depan mahasiswa di UI, dia sangat fasih mengenang masa kecilnya di bilangan Menteng Dalam, Jakarta Pusat. Malahan dia menirukan suara tukang sate keliling menjajakan dagangannya, dan mengulas sedikit tentang bakso, yang dia bilang enak rasanya. Juga tentang Sarinah, yang dia bilang bahwa itulah satu-satunya gedung tinggi toserba di Jakarta yang ada saat dia tinggal di Jakarta. Obama pernah tinggal di Jakarta saat dia masih bocah bersama ibu kandungnya, dan ayah tirinya yang seorang WNI. Dia bersekolah di Jakarta dan oleh teman-temannya, dia dipanggil Barry. (ant)

Tradisi ’’Gunungan Grebeg Syawal’’

Solo (Bali Post) – Ratusan orang dengan antusias mengikuti upacara tradisi Gunungan Grebeg Syawal 2017 yang digelar di Keraton Kasunanan Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (27/6) kemarin. Dalam kegiatan rutin pada masa Lebaran tersebut, masyarakat mendapatkan berkah melalui simbol dua gunungan yang diperebutkan yakni gunungan jaler (laki-laki) dan gunungan estri (perempuan). Masyarakat memadati halaman Keraton Kasunanan untuk merebutkan dua gunungan berupa hasil bumi tersebut yang dipercaya akan mendatangkan berkah. Gunungan itu terdiri atas hasil bumi, seperti nasi, ketan, sayur-sayuran, dan telur. Dua gunungan tersebut sebelumnya dipanggul keluar dari dalam Keraton Kasunanan Surakarta menuju Masjid Agung Surakarta dan kemudian didoakan oleh para pemuka agama. Gunungan jaler kemudian untuk rebutan masyarakat yang hadir, sedangkan gunungan estri dibawa kembali ke keraton untuk dibagikan di tempat itu. KRA Winarno Kusumo, salah satu budayawan Solo, mengatakan tradisi gunungan merupakan simbol syukur Sultan Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan masyarakatnya atas keberhasilan menempuh puasa selama satu bulan penuh. Upacara adat itu merupakan wujud syukur keraton kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah melindungi Sultan Pakoe Boewono XIII dan masyarakatnya. Ia mengatakan kegiatan tersebut selain dikunjungi masyarakat Solo, juga dari Sukoharjo, Boyolali, Karanganyar, Sragen, Wonogiri, serta wisatawan dari luar daerah. Keraton Kasunanan Surakarta dalam satu tahun mengeluarkan gunungan sebanyak tiga kali, yakni ‘’Grebeg Syawal’’, ‘’Grebeg Mulud’’, ‘’Grebeg Besar’’ (Idul Adha). Harno (45), salah satu warga Sukoharjo, mengaku selalu hadir setiap ada upacara tradisi gunungan Keraton Kasunanan Surakarta. ‘’Saya percaya jika mendapatkan makanan dari gunungan itu, menjadi berkah bagi keluarga. Saya mendapat sayuran ini semoga diberikan rezeki yang melimpah,’’ katanya. Agung, salah satu pengunjung asal Jakarta, mengaku senang bisa mengikuti upacara tradisi ‘’Gunungan Grebeg Syawal’’ keraton yang digelar setiap tahun pada masa Lebaran. ‘’Tradisi keraton ini sangat menarik dan dapat mendatangkan banyak wisatawan untuk mengikuti upacara itu,’’ kata Agung. (ant)

Bali Post/ant

BOROBUDUR - Ratusan payung warna-warni menghiasi jalan menuju Candi Borobudur kawasan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Senin (19/6). Pemasangan payung tersebut untuk memperindah pemandangan Candi Borobudur sekaligus untuk memberikan rasa teduh kepada wisatawan. Warisan budaya dunia ini rencananya dikunjungi Barack Obama saat melawat ke Yogyakarta, selama tiga hari mulai Rabu ini.

Mentan Hadiri ’’Open House’’ Wakil Presiden

Makassar (Bali Post) – Menteri Pertanian Amran Sulaiman bersama Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menghadiri kegiatan open house dan halalbihalal yang digelar Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di kediaman pribadi di Makassar, Selasa (27/6) kemarin. ‘’Tampak hadir pada kegiatan open house tersebut adalah Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Gubernur Syahrul Yasin Limpo, Wakil Gubernur Agus Arifin Numang, unsur forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, Wakil Wali Kota Syamsu Rijal termasuk Kapolda Sulsel,’’ kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel Devo Khadafi di Makassar. Selain diikuti para pejabat Sulsel dan Makassar, kegiatan yang rutin dilakukan setiap Lebaran ini juga dihadiri para tokoh masyarakat, serta masyarakat umum. Ma-

syarakat juga terlihat begitu antusias menghadiri acara halalbihalal di kediaman orang nomor dua di Indonesia itu. Antrean panjang masyarakat yang ingin bersalaman langsung dengan Wapres mengular. Melihat antusiasme dan banyaknya warga yang antre itu, Gubernur Syahrul Yasin Limpo turun langsung melihat masyarakat sekaligus menyapa mereka yang dengan sabar menunggu giliran. Antrean warga cukup panjang terlihat di sepanjang Jalan Haji Bau Makassar. Sementara Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Numang juga nampak berbincang serius dengan JK. Wakil Gubernur Sulawesi Selatan dua periode itu tiba di kediaman JK sekitar pukul 10.00 Wita. Usai berbincang bincang dengan JK, Agus Arifin Numang bergabung dengan beberapa tamu VIP lainnya di ruang makan, untuk menikmati hidangan ala Idul Fitri. (ant)

Aparat Gabungan Dari Hal. 1

Hanya istrinya, Michele Obama, masuk ke areal pemandian dan pura, dengan dikawal ketat aparat gabungan. ‘’Itu pun sebentar saja Ibu Michele masuk ke dalam, tidak sempai turun ke pemandian, setelah itu langsung balik sekitar pukul 16.50,’’ jabarnya. Masih di Desa Manukaya, rombongan Obama selanjutnya menuju ke Objek Wisata Gunung Kawi. ‘’Di Gunung Kawi, Obama cukup lama.

Dia berjalan sampai ke candi di bawah kemudian melihatlihat bangunan dan alam sekitar objek itu,’’ katanya. Made Yuliarta, Koordinator Disparda Gianyar di Objek Wisata Pura Gunung Kawi, mengatakan sudah sejak beberapa hari lalu mendapat informasi kunjungan Obama. Namun, ia baru mendapat kepastian Selasa sore kemarin setelah Obama di Tirta Empul. ‘’Tidak ada penyambutan resmi. Banyak masyarakat dan wisatawan yang sengaja menunggu ke-

datangan Obama,’’ katanya. Selama di kawasan itu, Obama fokus memperhatikan bentuk peninggalan candi pada tebing. Obama juga menaruh perhatian pada hamparan sawah dan aliran sungai. ‘’Banyak candi pada tebing yang difoto langsung oleh Obama. Sepertinya dia sangat tertarik dengan peninggalan di sini,’’ ungkapnya. Berselang satu jam mengelilingi Objek Wisata Pura Gunung Kawi, rombongan Obama lantas kembali ke Ubud. (kmb35)

Rabu, 28 Juni 2017 05.00 Gayatri Mantra 05.30 Bali Channel Tourist TV 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana Implementasi Upacara Pawintenan (3) 06.35 Seputar Bali Pagi 07.05 Bali Channel 07.35 Kartun Kurusetra Parwa (2) 08.00 Education On Bali TV 08.35 Bali Channel Tourist TV 09.05 Perspektif dan Solusi 10.05 Lejel Home Shopping 10.30 Ista Dewata 11.05 Lejel Homeshopping 11.30 Serial : Buddha 12.00 Puja Trisandya 12.05 Dharma Wacana Implementasi Upacara Pawintenan (4) 12.30 Berita Siang 13.00 Klip Bali

13.30 Lejel Homeshopping 14.00 Klip Bali 14.30 Lila Cita LPK Sanggar Pradnya Swari (3) 15.30 Education On Bali TV 16.05 Dialog Interaktif Ambarasram 17.05 Lipsus :LPD Bedha 17.30 Taman Sari TK Sila Dharma (2) 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.30 Giliran Anda 20.00 Orti Bali 20.30 Lila Cita Sanggar Tari & Tabuh Purnama (3) 21.00 Serial Buddha 21.35 Ajeg Bali Kesakralan Prosesi Ngodak, Nagiang Arca Prelingga (2) 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Lila Cita Arja Penarungan Cupak Perang Tanding (3) 23.00 Lila Cita Calonarang Banjar Tatasan (3)

Anugerah Dahsyat Diperoleh Kesava Setelah Puja Linggayoni

Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Lima Ratus)

Rishi Vyasa : (Bharata) setara den-

gan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.

DEWA Agung Rudra berkata dengan penuh cinta kasih kepada Kesava, ‘’Oh Narayana, melalui kemurahan hatiku di antara manusia, dewa-dewa, para gandharva, engkau yang memiliki kekuatan dan jiwa tak terukur mendapatkan banyak anugerah dari-Ku. Anugerah itu tidak para dewa, tidak para asura, tidak para uraga hebat, tidak para pisacha, tidak para gandharva, tidak manusia, tidak para rakshasa, tidak burung-burung, tidak para naga, tidak satu makhluk pun di alam semesta ini yang akan pernah dapat menahan keberanianmu. Tidak seorang pun di antara bahkan kaum surgawi sekalipun yang akan dapat mengalahkanmu dalam pertempuran. Melalui kemurahan hati-KU, tak seorang pun yang akan pernah menyebabkan engkau disakiti dengan senjata Halilintar atau dengan tujuan apa pun baik basah, kering, yang bergerak dan tidak bergerak. Engkau akan menjadi lebih unggul setara aku sendiri.’’ Demikian hadiah-hadiah niskala yang didapatkan Sauri pada zaman dahulu dari Dewa Rudra. Dan sekarang ini Dewa itu berada di bumi sebagai Vasudeva. Kemampuan dewatanya sangat luar biasa, bahkan bisa memperdaya alam semesta ini dengan ilusinya. Semua berkah itu didapat dari keistimewanya yang keras dari Narayana. Maka kemudian dari Narayana, telah

lahir seorang Muni Agung. Muni Agung itu bernama Nara. Dia sangat hebat dan kemampuannya setara Narayana itu sendiri. Ketahuilah, Arjuna itu tidak lain adalah Nara itu sendiri. Karena itu kedua rishi itu dikatakan lebih tua daripada yang tertua, termasuk dewa-dewa. Keduanya mengambil kelahirannya pada setiap yuga. Misinya senantiasa menjalankan tujuan penyelamatan dunia ini. Dirimu sendiri, oh engkau yang berhati besar, telah dilahirkan sebagai sebuah bagian dari Rudra sendiri. Itu terjadi karena kebajikan yang diterima dari buah semua perbuatan religiusmu. Itu sebagai akibat kekerasan pertapamu yang tinggi. Sehingga engkau dilengkapi energi besar. Pada kehidupanmu dahulu engkau memiliki kebijaksanaan tinggi. Sifat-sifatmu setara dewa sendiri. Dengan menganggap alam semesta ini hanya terdiri dari Mahadeva saja. Engkau bertapa sangat keras. Pertapaanmu telah membuat dirimu sendiri menjadi kurus kering. Engkau membuat berbagai macam sumpah. Semua itu engkau lakukan demi memuaskan Dewa Rudra sendiri. Engkau mengambil wujud seorang sangat unggul. Kekuatanmu berkobar terus dengan kemegahan matahari. Engkau, oh pemberi kehormatan-kehormatan, menyembah dewa agung menggunakan mantra-mantra, shivahoma, persembahan-persembahan dan su-

dah pasti meditasi sangat terkendali. Demikian engkau memuja Rudra pada kehidupanmu dahulu, Dewa Agung Mahadewa menjadi sangat puas dengan tapa kerasmu. Karena itu Mahadewa menganugerahkan kepadamu banyak hadiah niskala. Oh engkau yang terpelajar, hadiahhadiah itu sesungguhnya telah engkau harap-harapkan di hatimu. Kekerasan pertapaan Kesava dan juga Arjuna mengungguli lainnya. Dalam setiap pemujaanmu di setiap yuga engkau telah menyembah dewa teragung Linggayoni. Bentuk niskala Mahadewa, yang disimbolkan dalam wujud seperti alat vital reproduksi manusia/Phallic. Kesava merupakan penyembah sangat setia Rudra. Karena itu Krishna telah muncul dari Rudra itu sendiri. Kesava selalu menyembah Dewa Shiva. Madusudana juga menganggap lambang Phallic - alias Linggayoni - sebagai asal-muasal alam semesta ini. Karena itu, dalam diri Kesava selalu hadir pengetahuan sempurna. Apa yang dilakukan itu membuat Kesava dapat melihat identias Brahman dengan alam semesta dan pengetahuan masa lalu, sekarang, akan datang. Termasuk yang dekat dan jauh. Semuanya terlihat, seolah-olah semua hal berada di depan matanya. Karena itu kemudian, dewadewa, para siddha, para rishi agung memuja Kesava untuk mendapatkan tujuan tertinggi di alam semesta yang merupakan Mahadeva. Kesava

adalah pencipta segala sesuatu. Oleh sebab itu, Krishna yang abadi itu harus dipuja dengan upacara-upacara. Tuhan Kesava selalu menyembah Shiva pada wujud lambang Phallic alias Linggayoni, sebagai asalmuasal semua makhluk. Karena itu, Rudra yang memiliki wahana seekor lembu sebagai ciri-cirinya, kemudian memberikan penghargaan jauh lebih besar kepada Kesava. Sanjaya melanjutkan, ‘’Setelah mendengarkan kata-kata Bhagawan Vyasa itu, putra Drona, Aswatthaman, ksatria kereta perkasa itu, menunduk dan hormat kepada Krishna. Dia pun menganggap Kesava sebagai sosok sangat pantas mendapatkan penghargaan tertinggi. Sebab, Kesava memiliki jiwa sangat terkendali, kepuasan, tanda-tanda, tentang segalanya muncul di tubuhnya.

Setelah Aswatthaman menyembah Rishi agung Bhagawan Vyasa, putra Drona itu kemudian menatapkan matanya ke arah bala tentara Kuru. Hal itu menyebabkan para prajurit ditarik mundur untuk menjalani istirahat malam. Sungguh, setelah jatuhnya Guru Drona, para Kuru menjadi tanpa kegembiraan itu mundur lebih cepat dari medan pertempuran. Para ksatria Pandava, oh baginda, juga mengikuti mundur dari pertempuran. Semua bala tentara akhirnya ditarik menuju kemahnya masing-masing. Setelah bertempur selama lima belas hari dan menyebabkan terjadi sebuah penyembelihan besar-besaran, seorang brahmana yakni Rishi Drona, yang memiliki ilmu perang sangat hebat dan juga paham Vedaveda itu akhirnya pergi, oh raja, ke daerah Brahma!’’ (bersambung)

Sloka 14.4 Sarva-yonisu kaunteya murtayah sambhavanti yah tasam brahma mahad yonir aham bija-pradah pita Hendaknya dimengerti bahwa segala jenis kehidupan dimungkinkan oleh kelahiran di alam material ini, dan bahwa Akulah ayah yang memberi benih, wahai putra Kunti.


16 Pages

118 Number 9th year

Price: Rp

L O N A A T I E R N I N T

3.000,-

st.co.id e-mail: info_ibp@balipo t.com. rnationalbalipos

om. http://epaper.inte

of Bali motes tourism

L O N A A T I E R N I N T

ationalbalipost.c

online: http://www.intern

t pro Obama’s visi y, June 28,

Wednesda

ed immortaliz del Moss British mo in-style sculpture as mannequ , June 28, Wednesday

2017

2017

Holiday image of seeming Rai Museum America, A.A. Rai. the the Agungfrom Europe and promote to photo. for a family tourists the museum belonging 44th US president, just asked visit is very privateI in are mostly on the face ists. They the US president was seen was more “Obama’s guarded, surely through by and closely with ultimate care,” ad- expressionand family. It

him were invited or familiarly the of Obama said when they museum area handle A.A. Rai Gung Rai he said. Obama also the of the visible and dressed as to Dalem to look around entourage After praying, of paintings Barack through paddy fields “Here, we visit of family a number of post World President, a Peliatan. living mu- visited records the museum former US Bali certainly has Temple of of a historical in Obama, in impact on tourism. apply the conceptTri Hita Karana War II kept nicely 9, 1996. on June because seum. With the significant is certain of happiness) inauguratedhours at the ARMA, and very sources to repen“Contribution During two world is still Surely, (three I think it enough family also cake. the whole he said. his figure. Barack Obama’s im- concept, lak-lak fresh culiBali for him,” Obama much admiring promotes the local also met resent looking around,to details joyed Balinese enjoys our this visit When he said when “He really so does young attention age of Bali,” located on Jalan is said to pay and orna- nary treasure and said. at the museumUbud, on Monday of Balinese carvings “Well, he coconut drink,” he Obama, to Barack many and at the ARMA. Pengosekan, In addition that the mentswritten about Ubud a revealed to (Jun. 26). that after and knows has Gung Rai figures have been He admitted (Jun. 24), a lot Kuta. So, he learns to him, Elizaworld said great such as QueenHowevfollowed lot about Bali. According visit on Saturday vacation,” Rai the ARMA, asked and Tutu. by the of tourists Obama’s it is a nostalgic beth and Desmond passed through of Anak Agung Rai, Barack the route Barack Obama with this husband received by er, to Gung Temple visit is the best gift reached the Obama and Suartini. family of at Dalem Michele his wife On arrivingthe entourage of the ARMA having on last “Many tourists the “Exactly, its two daughters. especially to of Peliatan, willing to age of 21 years. celebrated the family was the ARMA of is are following paddy fields the 9 Obama’s by chief And this visit he “They June route through of Peliatan,” do praying led anniversary. ever received,” Made Mitra. Dalem Temple temple, Gede Balinese customary best gift we he said. Barack Obama want to wear facilities pre- added. (kmb35) As reported, shirt and white clothes and praying the stage a gray I explain with a with be heard putting on can also at ARMA after- pared. Then,from the prayer News arrived at Global pants to the God of praying on Saturday in “Bali Image” from 9.30 96.5 hands, pray the last tight escort 16:50. When arrivRadio FM am. Listen to no empty Sun, the God and again,” there was noon around until 10.00 FM at http:// museum, as welcom- of the with empty hands m Global Radio ing at the such prayer ten2myradio.co there was he explained. at http:// that durspecial welcome in “Yesterday, streaming admitted not dare globalfmbali.lis and http:// ing dance. Since his arrival to Gung Rai or live video did li.com Obama to- radioglobalfmbanel/global-fm-bali. no dance. he happened ing the visit, ask to pose after ustream.tv/chan late afternoon, learning to dance. gether, onlyObama very watch children Obama looking the prayer There, I sawsaid. happy,” he to Gung Rai, happy According

stripped has been Kate Moss mannequin in an armless on display - British supermodel d as a naked, which has gone LONDON immortalise ‘MILF’, down and e sculpture titled goddess of advant-gard

the model as of an year-old industry. with phosculpture naked the fashion also only her The silicone “He works is unbelievable Moss and at the Opera tography which met Kate Moss expressionless unveiled lifenever Moss torso was Thursday, with the because he said. “Kate Gallery on priced at 25,000 pounds before,” Malat She’s very beautilike piece is very special. who has ful.” sculpture ($31,800). Askelovic, first quirky the most British rock Atrist Edgar It is not the one of depicted late the world, previously Bowie as half man-half of which Moss, women in star David four months working the photographedsubject. dog, spent of Moss onpoly- has been the ago, British sculpand Moss as A decade from photographs from silicone 80kg Quinn depicted with her weighing piece, made tor Marc her resin and yoga goddess, urethane a golden feet contorted behind and (176 lbs). director Jean-David had hands (rtr) Gallery he felt Askelovic 43- head. Malat said of capturing the met the brief

in London.

ic nude A hyperrealist of British sculpture Moss entitled model Kate artist Edgar ‘MILF’ by is seen on Askelovic, Opera Gallery, display at go on sale will where it 25,000 ($31,750) for GBP Britain June in London 26, 2017.

REUTERS/Toby

a’ scores Lorde

‘Melodram

Melville

-topping

her first chart

the Billboard top 10 of tries in the week. Girls - New Zealand 200 chart this Chainz’ “Prettyat No. LOS ANGELESlanded her first Rapper 2 Lorde MonMusic” debuted Isbell/400 pop singer album on Like Trap debuted 2, country artist Jason U.S. chart-topping Sound” opened latest record rockers day as her the weekly Billboard Unit’s “Nashville of 4 and Canadian No. 5 with at the top al- at No. entered at 200 chart. ” the secondsold NickelbackMachine.” the Lorde, “Melodrama, Thug’s “Beauti-8 20-year-old songs and “Feed Rapper Young landed at No. bum from 40,000 Girls” Fleet Foxes 82,000 albums, nearly 35 million ful Thugger units rock band with was streamed 109,000 album while indie the new entries from Nielsen rounded out No. 9. times, totaling to figures at according “Crack-Up” chart-topper, Perry’s this Last week’s SoundScan. is the third consecuto No. 13 to top the “Witness,” dropped The singer solo artist tive female200 chart after Katy week. Songs chart, sales, and Halsey’s On the Digital Billboard online single Perry’s “Witness” which measuressinger Luis Fonsi’s Fountain Kingdom.” album Rican featuring first “Hopeless breakout her Puerto hit “Despacito” its reign Lorde’s which featured and summer Bieber continued 139,000 debuted “Pure Heroine,” “Royals,” Billboard 200 Justinthe chart with another hit single atop 3 on the in 2013. copies sold. (rtr) peaked at No. it was released enchart when album led six new Lorde’s

You

Billboard album

Lorde perthe forms on at Other Stage Worthy Farm in Somerset during the Glastonbury in Festival

Obama’s visit promotes tourism of Bali

Britain, June 23, 2017.

REUTERS/Dylan

onal can find Internati

Scret 10 Malaika Sari Kuta Jl. Bakung 11 Snack Shack Lokal Jl. Pantai Kuta 12 Warung Club Tanduk 1 Kuta Beach the Coffe Bear Jl. Camplung 13 Cokro Cafee Kuta Sari Kuta 2 Wen Dys Hotel Jl. Bakung 14 T.J.Bar Paradiso Bali 3 Seminyak Legian Kuta Jl. Padma 15 J & N Kebab Resort&Spa 23 4 Ramayana Bar 16 Goanna Legian Resort&Spa Jl. Doble Six/Werkudara No. 51 5 The Lokha Emtertaiment 17 Batu Jimbar Jl. D.Tamblingan Sanur Live Sport Cafee 6 66 Corner No.126 A 18 Ramayana Grill 140 Jl. D.Tamblingan 7 Leghawa Jl. D.Tamblingan dan Restoran 8 Retno Barr 9 Elkomedor

to ascertainedthe Obama, is visit by States, Baracka day after the by tourthe United

of evidence, directly thronged passed — l level. As was the path GIANYAR of the former President to follow Bali in internationa of Art (ARMA)

No. 106 Dps Jl. Raya Puputan No 148 Mandala Renon Renon Kopi Made Jl. Raya Niti 148 Sanur 28 Manan Mandala No. Jl. D.Tamblingan Sanur 29 Dimsum Jl. Raya Niti Yamin No.18 Jl. Mohamad Jl. D.Tamblingan Sanur 30 Furama No.88 Renon Subah Renon Jl. Merdeka Jl. D.Tamblingan Sanur 31 Warung Denpasar khas Gilimanuk Wuruk 184 Jl. Hayam Jl. D.Tamblingan Sanur 32 Ayam Betutu Jl. D.Tamblingan 33 Bali Bakery 17 DKerobokan Jl.Petitenget 17E Kerobokan Jl.Petitenget Klod 17C Kerobokan Klod Jl.Petitenget 9 Kerobokan Jl.Petitenget

Bali Post

Cafee 19 Smirnof No 68 Jl. D.Poso 20 Legwa Hotel No. 50D Cafee Jl. D.Poso 21 Nu Laser No. 39 Book Jl. D.Poso 22 Ganesa Sanur Jl. D.Poso 23 All For Daiving Sanur Jl. D.Poso 24 Barocca Sanur Jl. D.Poso 25 Lantern Sanur Jl. D.Poso 26 Shearlock Sanur 27 Cafe Degan Jl. D.Tamblingan Jl. D.Tamblingan

Martinez

balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost

at:

BP/Manik

Obama is

walking

through

Arma Museum

Astajaya

in Ubud

Rabu Wage, 28 Juni 2017

@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, (0361) 233801 Facsimile: 227418

J.K. Rowling

Rayakan 20 Tahun Kelahiran Harry Potter Harry Potter sudah berusia 20 tahun. Meski tokoh fiksi, cerita Harry Potter yang pertama kali diluncurkan pada 26 Juni 1997 ini membuatnya populer di seluruh dunia. Pengarangnya, J.K. Rowling, yang menerbitkan buku pertamanya, ‘‘Harry Potter and the Philosopher’s Stone’’ di Inggris pada 1997 silam pun merayakan hari jadi Harry Potter itu. Sejak 1997, buku Harry Potter telah laku terjual hingga 450 juta buku. Bahkan sudah diterjemahkan ke dalam 79 bahasa. Tak hanya itu, tokoh ini mampu menginspirasi banyak buku tentang du-

nia penyihir, film, memorabilia, dan taman atraksi. Tak cukup sampai di situ, White Elephant Cafe, tempat Rowling menulis bukunya yang pertama juga menjadi destinasi wisata internasional. “20 tahun yang lalu, dunia yang hanya diketahui oleh ku terbuka untuk orang lain,” cuit Rowling. “Itu adalah pengalaman yang sangat indah. Terima Kasih.” Penerbit Rowling, Bloomsbury, akan meluncurkan empat edisi baru untuk merayakan 20 tahun Harry Potter. Masing-masing akan mengisahkan tentang asrama yang ada di Sekolah Penyihir Hogwarts. (iah/ap)

Tari Janger dari Tihingan

Regenerasi Tak Putus

Ungkapan pande sing ngelah tiuk tidak berlaku bagi komunitas warga Pande di Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung. Di satu sisi, mereka memang terkenal aktif memproduksi kerajinan gamelan Bali berkualitas. Namun, di sisi lain juga fasih memainkan instrumen musik khas Pulau Dewata itu.

Jun Bintang

Pemimpin Harus Punya Jiwa Seni Pemimpin yang bisa mengutamakan kepentingan masyarakat luas, terutama memberikan fasilitas dan ruang bereksplorasi seluas-luasnya bagi generasi muda untuk menuangkan ide-ide kreatifnya adalah pemimpin yang diharapkan Bali ke depannya. Apalagi, Bali merupakan pulau yang dikenal mempunyai kesenian dan budaya yang unik serta karakteristik tersendiri. Paling tidak, itu adalah kriteria pemimpin versi Jun Bintang. Menurutnya, pemimpin Bali harus memiliki jiwa seni, sehingga budaya Bali tetap ajeg dan lestari. “Pemimpin Bali ke depan harus bisa memberikan ruang berekspresi yang seluas-luasnya terutama bagi seniman muda Bali,” katanya, belum lama ini. Ia mengatakan melalui para senimanlah, seni dan budaya Bali akan terus tercipta di tengah gempuran budaya global. “Minimal pemimpin Bali mempunyai jiwa seni dan cinta terhadap budaya Bali,” tandas Jun Bintang. Selain bisa memberikan ruang untuk bereksplorasi bagi generasi muda Bali, seniman yang mempunyai nama lengkap I Made Juniartha juga berharap pemimpin Bali harus bertindak jujur, tidak mementingkan diri sendiri, dan selalu memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. “Sering terjun langsung ke lapangan dan bisa memberi solusi brilian bila ada masalah juga wajib dilakukan oleh pemimpin. Sehingga, mengetahui langsung keadaan masyarakat dan pemerintahannya, terutama paham tentang pelajaran demokrasi dan politik santun dan baik di tengah masyarakat yang dipimpinnya,” ujarnya. “Pemimpin pintar banyak, tetapi yang baik, jujur, dan santun bisa dihitung dengan jari. Semoga ke depannya Bali semakin maju dan selalu dipimpin oleh pemimpin-pemimpin hebat yang memang murni berjuang untuk rakyat, seniman dan seluruh lapisan masyarakat Bali. Astungkara,” pungkas seniman asal Ubud tersebut. (win)

Pesta Kesenian Bali (PKB) Rabu, 28 Juni 2017 Pukul : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Angsoka Acara : Tabuh Semara Pagulingan Klasik Tiga Gaya, Sanggar Mekar Bhuana, Desa Kertalangu, Denpasar Pukul : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Acara : Topeng Prembon Inovatif, Sanggar Manik Kencana, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Gianyar Pukul : 14.00 Wita Tempat : Kalangan Ratna kanda Acara : Parade Topeng Prembon, Komunitas Seni dan Budaya Tugek Carangsari, Badung Pukul : 17.00 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Acara : Legong Lanang, Sanggar Balerung Mandara Srinertya Waditra, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Gianyar Pukul : 20.00 Wita Tempat : Depan Gedung Kriya Acara : Parade Wayang Kulit Parwa, Dalang Remaja, Jembrana Pukul : 20.00 Wita Tempat : Panggung Terbuka Ardha Candra Acara : Lomba/Festival Lagu Daerah Bali Anak-anak dan Remaja ; Gita Musik Study, Tabanan, Sanggar Bali Hati Keramas, Gianyar, dan Sanggar Intan Bina Suara, Klungkung

Bali Post/eka

JANGER - Sekaa Janger Yadhu Pauwe Merdangga Duta Kabupaten Klungkung menampilkan tari janger pada Pesta Kesenian Bali (PKB) 2017 di Taman Budaya Bali, Selasa (27/6) kemarin.

Hebatnya lagi, atmosfer Desa Tihingan sebagai pusat kerajinan gamelan Bali menjadi semacam motivasi bagi generasi mudanya untuk terus melestarikan seni dan budaya. Melalui ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-39, para generasi muda yang tergabung dalam Sekaa Teruna Yadhu Pande Urip Wesi (Pauwe) Merdangga unjuk kebolehan dengan mementaskan tari Janger di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Denpasar, Selasa (27/6) kemarin. Ketua ST Yadhu Pauwe Merdangga I Nyoman Surabawa mengatakan, tari Janger sudah ada di Tihingan sejak tahun 80an namun mengalami pasangsurut. Sementara di komunitas

atau dadia Pande sendiri mulai berkembang sejak tahun 90-an. Di dadia Pande inilah tari Janger terus berkembang lantaran regenerasinya memang tidak pernah putus. Sekalipun mereka lebih banyak tampil di internal desa pada waktu-waktu tertentu saja. “Ini merupakan komunitas seni yang istilah Balinya nyebun, dalam artian nyebun itu tidak mencari anggota dari luar. Kami tidak menuntut nominal (bayaran - red), dalam artian memang tulus ngayah untuk melestarikan seni itu sendiri,” ungkapnya. Surabawa menambahkan, anggota sekaa teruna tidak ada yang sampai dipaksa agar mau terlibat dalam pelestarian seni.

Sebaliknya, mereka justru berlatih secara sukarela dengan rasa riang gembira. Keseharian manusia yang tidak lepas dari kasih sayang tulus, lengkap dengan dinamikanya ini kemudian diangkat menjadi tema utama pementasan tari Janger di PKB. Total ada 24 penari dan 22 penabuh yang dilibatkan dalam pentas. “Dinamika itu bisa dikatakan sulit dicerna logika dan nalar, tetapi itulah yang terjadi di kalangan masyarakat. Melalui itu, kami mencoba mentransferkan ke dalam gerak tari janger. Kebetulan sekaa teruna kami melakukan setulus hati, tidak ada paksaan karena dari dulu seni tradisi memang kental di desa kami,” jelasnya. (rin)

”Aci Tulak Tunggul” Menggetarkan MINGGU (25/6) malam, pengunjung Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-39 sangat beruntung karena mendapat suguhan seni yang berkualitas sekaligus menggetarkan. Saat itu, mereka berkesempatan menyaksikan pergelaran tari dan karawitan inovatif yang dipersembahkan oleh Komunitas Seni Pancer Langit, Badung di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Bali. Pergelaran yang mengusung ritual “Aci Tulak Tunggul” di Taman Ayun Mengwi, Badung sebagai sumber inspirasi berkreativitas ini sukses “mengawinkan” beragam jenis kesenian seperti tari, karawitan, vokal dan kesenian Okokan secara harmonis dalam satu bingkai cerita yang utuh. Guna mengentalkan nuansa inovatif dalam pergelaran tersebut itu, pergelaran dengan Art Director A.A. Gede Agung Rahma Putra juga memboyong pelawak kondang Cedil untuk menyemarakkan suasana. Komunitas yang berbasis di Kelurahan Kapal, Mengwi, Badung ini membuka persembahan seninya dengan tabuh slonding inovatif berjudul “Giri Tirtha”. Komposisi karawitan ini terinspirasi dari air sebagai sebuah anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang wajib dipahami dan digunakan secara bijaksana. Setelah tabuh pembuka itu, penonton disuguhi dengan pementasan utama

“Aci Tulak Tunggul”. Pergelaran inovatif yang didukung tata lighting yang apik ini mengisahkan tentang firasat buruk Raja Mengwi di tengah kehidupan rakyatnya yang makmur. Untuk mengendalikan situasi yang kacau itu agar kembali tenteram seperti semula, Raja Mengwi melakukan Siwasraya untuk memohon petunjuk dari Hyang Parama Wisesa. Dengan usaha dan tekad yang kuat, akhirnya Raja Mengwi mendapatkan pawisik untuk menggelar sebuah aci atau persembahan suci bernama “Aci Tulak Tunggul”. Aci ini dilengkapi sebuah tari wali, di mana para penarinya berbusana keraras atau daun pisang kering. Dengan persembahan suci yang digelar di Tanggul Taman Ayun itu, rakyat Mengwi kembali menemukan kedamaian yang sempat terkoyak. Di samping didukung gerak tari yang ditata estetis oleh IGN Agung Giri Putra dibantu I Putu Anggradana, Ida Bagus Eka Haristha dan Kadek Karunia Artha, pergelaran berdurasi sekitar satu jam lebih ini menjadi makin istimewa dengan tampilnya Sekaa Okokan Brahma Diva Kencana yang tampil di sesi pamuncak. Suara menghentak alat musik Okokan yang mencuatkan nuansa heroik berpadu harmonis dengan tetabuhan baleganjur dan gerak tari wali Baris Keraras yang

Bali Post/ist

INOVATIF - Adegan pamungkas dalam pergelaran tari dan karawitan inovatif “Aci Tulak Tunggul” yang ditampilkan oleh Komunitas Seni Pancer Langit, Badung. energik dan ritmis. Para penonton pun terperangkap dalam aroma religius-magis dan pergelaran ditutup dengan klimaks yang sangat menggetarkan. Menurut Agung Rahma Putra, pada pergelaran ini pihaknya memboyong 29 orang penari, 20 orang penabuh dan 12 pasang pemain musik Okokan dan 16 orang penabuh baleganjur. Pihaknya juga sengaja menggandeng pelawak kondang Cedil yang berperan

Baypradana

Dari Solo ke Format Band Memulai karier musiknya sejak 2012 dengan project solo yang bergenre pop/folks, kini Baypradana semakin memantapkan langkahnya dengan format band. Hal ini dilakukan karena dirinya kian dibanjiri job manggung. Baypradana merupakan singkatan dari nama panjangnya, Made Bayu Parkasa Pradana Begruck. Konsep easy listening dengan pilihan lirik yang kuat membuat lagunya disuka mereka yang sedang dilanda galau atau yang suka menyendiri. “Saya mulai menulis dan menggarap lagunya sendiri sejak 2012, lalu meng-upload-nya di Soundcloud hanya untuk kesenangan pribadi, namun seiring berjalan waktu, saya mulai menekuni dan membawakan lagu-lagu saya di atas panggung,” ujar Baypradana, Selasa (27/6) kemarin. Di 2017 ini, Baypradana muncul dengan format musik

yang baru mengarah ke grup band. Mulai ada pukulan drum dan liukan bass yang diharapkan akan makin mematangkan musiknya. Cowok kelahiran Denpasar, 30 Agustus 1996 ini sempat merilis single terbarunya yang berjudul ‘Salah’ di awal tahun 2017 ini. Di lagu terbarunya, Baypradana berduet dengan temannya, Takila. Hal ini ia lakukan untuk memberikan warna yang berbeda pada single barunya. Penggarapan musik di lagu ini sudah mulai masuk ke dalam bentuk format band. Singel “Salah” ini menceritakan tentang seseorang yang telah salah mengambil keputusan di dalam suatu hubungan. Dengan single terbarunya ini, Baypradana berharap bisa menjadi bagian dari cerita para pendengar musik. Selain itu, ia juga berharap para musisi di belantika musik khususnya di Bali lebih berani show off. “Kita semua terlahir memiliki potensi, namun kita tidak mengetahui apakah kita berbakat atau tidak, oleh karena itu kita harus tekun dengan apa yang kita gemari. Sekecil apa pun hal yang kita buat, itu akan tetap menjadi sebuah karya seni di dalam diri kita sendiri,” tandasnya. (win)

sebagai “komandan” wong samar untuk menyemarakkan suasana. “Tampilnya unsur lawakan dalam pergelaran ini merupakan salah satu inovasi yang coba saya tawarkan pada pergelaran “Aci Tulak Tunggul” ini. Saya juga mengolaborasikan unsur-unsur komposisi tari khas Pancer Langit dengan Sekaa Okokan Brahma Diva Kencana lantaran ide sentral garapan ini bisa lebur dengan kesenian khas Tabanan tersebut,” tegasnya. (ian)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook