16 HALAMAN
NOMOR 322 TAHUN KE 70
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Cak Imin Bantah Pernyataan SBY Jakarta (Bali Post) – Kesolidan enam partai koalisi pendukung Jokowi diragukan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia mengatakan, peta koalisi masih sangat cair, sehingga koalisi Jokowi maupun Prabowo masih bisa berubah. Dia mengatakan, masing-masing capres belum memutuskan siapa cawapresnya, karena itu peluang anggota partai koalisi bubar bisa saja terjadi setelah pengumuman cawapres masing-masing. Apa yang disampaikan SBY mendapat tanggapan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar. Ia menegaskan bahwa partai politik pengusung Joko Widodo solid dalam menghadapi Pemilu Presiden (Pilpres) 2019, karena itu tidak terpengaruh dengan pandangan negatif koalisi pendukung Prabowo Subianto. ‘’Parpol pendukung Jokowi solid. Wajar saja para calon bekerja sama, khususnya menjelang penetapan caprescawapres,’’ kata Muhaimin usai menghadiri pembukaan International Toys and Kids Expo di JIExpo, Jakarta, Kamis (26/7) kemarin. Menurutnya, pascapertemuan SBY-Prabowo beberapa hari lalu, koalisi Jokowi tidak terpengaruh dan kerja-kerja politiknya tetap terukur dan terarah memenangkan pilpres. Selain itu, salah satu kesepakatan yang terjadi pada pertemuan enam partai koalisi Jokowi pada Selasa (24/7) adalah memberikan Jokowi waktu memilih cawapresnya.
Dia mengatakan keenam ketum parpol akan menunggu proses itu hingga nantinya diundang kembali Jokowi dalam pertemuan berikutnya dan akan terjadi diskusi lebih lanjut. ‘’Kita tunggu saja, nanti akan ada pertemuan koalisi pimpinan partai pendukung Pak Jokowi dalam diskusi bentukan yang menjadi pilihan Pak Presiden,’’ ujarnya. Di sisi lain, partai politik koalisi yang digawangi Partai Gerindra intens melakukan pertemuan dengan mitra koalisinya seperti Partai Demokrat, PAN, dan PKS. Muhaimin menanggapi santai langkah parpol koalisi Prabowo tersebut, karena dinilainya sebagai hal yang wajar menjelang pembukaan masa pendaftaran pasangan calon presiden-calon wakil presiden pada 4-10 Agustus mendatang. Dia menghormati pilihan koalisi masing-masing partai, karena memiliki pertimbangan politik dalam memutuskan arah koalisi. Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono meragukan kesolidan enam partai koalisi pendukung Presiden Joko Widodo. SBY menuturkan, sampai saat ini peta koalisi masih sangat cair. Menurutnya, koalisi Jokowi maupun Prabowo Subianto masih bisa berubah sampai penutupan pendaftaran pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal. 15 Bongkar-pasang
Soal AHY
Rommy Ditegur SBY
Jakarta (Bali Post) – Pernyataan Ketua Umum PPP M. Romahurmuziy (Rommy) bahwa batalnya Demokrat mendukung Jokowi dikarenakan AHY ditolak jadi cawapres, memantik reaksi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Presiden ke-6 RI itu pun mengingatkan Rommy untuk hati-hati bicara. Atas teguran itu, Rommy pun menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. ‘’Saya berterima kasih atas peringatan SBY, apalagi beliau adalah Presiden ke-6 dan tokoh nasional yang sudah terbukti makan asam garam dan mampu mengantarkan partainya menjadi pemenang,’’ kata Rommy di Jakarta, Kamis (26/7) kemarin.
’'Saya menghormati apa pun pilihan politik SBY dan PD dalam Pilpres 2019 sebagai bagian dari prinsip saling menghormati rumah tangga masing-masing parpol. Yang penting kutahu yang kau mau.’’ M Romahurmuziy
Rommy menyatakan dirinya perlu banyak menimba ilmu. Ia lantas menyinggung Pilkada DKI 2017 di mana PPP bersama PD, PKB, dan PAN, dengan bimbingan SBY mengantarkan AHY untuk pertama kalinya muncul di panggung politik nasional. ‘’Saya menghormati apa pun pilihan politik SBY dan PD dalam Pilpres 2019 sebagai bagian dari prinsip saling menghormati rumah tangga masing-masing parpol. Yang penting kutahu yang kau mau,’’ kata Rommy. SBY saat jumpa pers di kediamannya, Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Rabu (25/7), menegur Rommy atas pernyataannya bahwa Demokrat batal berkoalisi dengan Jokowi karena Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ditolak sebagai cawapres. SBY menegaskan bahwa pernyataan Rommy itu salah dan mengingatkan Rommy agar hati-hati berbicara. Menurut SBY, tidak baik seorang pemimpin atau politisi mengeluarkan pernyataan tanpa dasar yang kuat. Meski berterima kasih ditegur
SBY, Rommy bersikukuh pernyataannya tidak mengada-ada karena didasari informasi tepercaya. ‘’Saya tidak menyampaikan info sembarangan tentang diajukannya AHY sebagai cawapres kepada Pak Jokowi. Informasi tersebut berkategori A1,’’ kata Rommy. Bahkan, menurut Rommy, pembicaraan SBY dan Jokowi juga sudah menyepakati pos kabinet untuk AHY sebagai bagian dari rencana koalisi. (ant)
’'Tidak baik seorang pemimpin atau politisi mengeluarkan pernyataan tanpa dasar yang kuat.’’ Susilo Bambang Yudhoyono
Tensi Perdagangan Global Meningkat
Bali Post
SEJAK 1948
Perekonomian Dalam Negeri Tetap Terjaga
Kependudukan, Ancaman Bali SECARA umum masalah kependudukan masih menghantui pembangunan Bali. Kemajuan sektor pariwisata di satu sisi memberi nilai positif bagi perolehan pendapatan asli daerah (PAD), namun di sisi lain member dampak negatif dalam laju pertumbuhan penduduk. Karena jumlah penduduk migran cukup signifikan masuk Bali, terutama di Bali Selatan, Denpasar dan Badung. Hasil sensus penduduk 2010 mencatat 192.391 penduduk atau 5,4 persen penduduk merupakan migran masuk risen antarkabupaten/kota. Persentase migran masuk risen di daerah perkotaan 5,8 kali lipat lebih besar daripada di daerah pedesaan, masing-masing sebesar 8,1 dan 1,4 persen. Melihat data delapan tahun yang lalu ini, tentu jumlah tahun ini semakin tinggi. Akibatnya, Bali mengalami persoalan penduduk yang krusial dan perlu mendapat penanganan serius dari semua pihak. Permasalahan kependudukan di Bali secara umum adalah jumlah penduduk yang besar dan laju pertumbuhan yang masih tinggi. Tingkat pertumbuhan penduduk di Bali mencapai 2,15% berada di atas angka rata-rata nasional. Masalah kependudukan ini berdampak kepada bidang sosial, ekonomi, politik dan pertahanan serta keamanan. Hal. 15 Penyediaan Sandang
Indonesia harus mampu mewujudkan fondasi perekonomian yang kokoh dengan menjaga kinerja pertumbuhan dalam negeri di tengah situasi peningkatan tensi perdagangan global, kata Menteri Keuangan Sri Mulyani. Ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (26/7) kemarin, Sri Mulyani mengatakan, upaya menjaga pertumbuhan domestik dapat dilakukan dengan mempertahankan kinerja konsumsi, belanja pemerintah melalui APBN maupun investasi.
Bali Post/ant
SERAHKAN BERKAS - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyerahkan berkas pandangan akhir pemerintah pada Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (26/7) kemarin.
Terkait investasi, Sri Mulyani mengatakan sentimennya masih bisa diperbaiki meskipun dalam situasi di mana kecenderungan suku bunga naik dan nilai tukar semakin dinamis. ‘’Sentimen itulah yang pemerintah akan coba untuk menjangkarkan ekspektasi dan kekhawatiran yang muncul secara mendunia agar kita tetap bisa menjaga momentum,’’ ujarnya. Menkeu meyakini bahwa sampai kuartal II-2018, momentum bagi ekonomi nasional untuk tumbuh masih bagus dengan tetap harus mewaspadai ancaman yang mungkin muncul. Skenario yang dapat dilakukan untuk menghadapi ancaman tersebut adalah dengan menjaga stabilitas. Upaya menjaga stabilitas dilakukan pemerintah bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan dengan melihat seluruh neraca pemerintah, lembaga keuangan, korporasi, dan
BUMN. Masing-masing neraca tersebut diidentifikasi mana yang kemungkinan akan mengalami tekanan atau tidak mampu meredam tekanan yang muncul dari luar. ‘’Saat inilah kami terus-menerus melakukan, dalam KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan) kami melakukan ini secara terus-menerus. Kita melihat hampir seluruh pelaku ekonomi dan kami berkoordinasi untuk mengurangi tekanan itu,’’ kata Sri Mulyani. Tensi dagang AS-Cina mulai terekskalasi setelah AS mengenakan tarif terhadap produk Cina senilai 34 miliar dolar AS pada 6 Juli 2018. Presiden AS Donald Trump kemudian memberikan ancaman pengenaan tarif lanjutan dengan mengajukan target pengenaan tarif terhadap produk Cina senilai 200 miliar dolar AS. (ant)
Cegah, BUMDes Jadi Predator Ekonomi Krama Bali BADAN Usaha Milik Desa (BUMDes) digadang-gadang menjadi penyelamat ekonomi masyarakat desa. Namun di Bali, dengan keunikan masyarakatnya yakni adanya desa adat dan desa dinas, keberadaan BUMDes sangat mungkin menjadi pesaing bagi usaha ekonomi yang berbasis adat seperti Lembaga Perkreditan Desa (LPD). Selain itu, BUMDes bisa saja mematikan usaha-usaha milik krama Bali seperti tokotoko kelontong yang ada di desa-desa. Mencegah BUMDes menjadi predator bagi ekonomi krama Bali, pemerintah diharapkan menegaskan bidang usaha yang dapat ditangani oleh BUMDes. Demikian disampaikan pengamat ekonomi Dr. I Gde Made Sadguna, S.E., MBA. dalam talkshow Merah Putih di Bali TV, beberapa waktu lalu. ‘’Desa di Bali itu memiliki keunikan dibandingkan dengan desa yang ada di
daerah lainnya. Di Bali ada desa adat dan desa dinas yang keduanya ada di wilayah teritori yang sama,’’ kata mantan petinggi Bank Indonesia ini. Akibatnya, BUMDes dan lembaga ekonomi yang berbasis desa adat memperebutkan pasar konsumen yang sama dan bidang usahanya juga sama. Saat ini banyak BUMDes yang bergerak di bidang simpan-pinjam. Ini bidang usaha mirip dengan LPD sehingga BUMDes dapat saja menjadi pesaing yang bahkan dalam jangka panjang mematikan LPD. ‘’Pemerintah di Bali perlu menegaskan bidang usaha apa saja yang dapat dilakukan oleh BUMDes agar tidak sampai mematikan lembaga ekonomi milik krama,’’ tegas Sadguna. Bahkan, ia menyarankan agar BUMDes tidak terjun di bidang usaha yang sudah dijalankan oleh krama di desa adat. Pendapat serupa disam-
paikan Ketua Kadin Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra. Dengan bantuan modal yang cukup besar dari pemerintah, BUMDes bisa begerak lebih cepat dibandingkan unit-unit usaha milik desa adat yang sudah ada. Kemungkinan BUMDes akan mematikan usaha seperti LPD bisa saja benar terjadi. Untuk itu, kata Alit Wiraputra, BUMDes sebaiknya lebih banyak bergerak di sektor-sektor penyuplai bahan-bahan baku untuk perusahaan menengah dan besar. Jadi, BUMDes menjembatani antara produsen yang ada di desa-desa di Bali dengan perusahaan yang membutuhkan. Misalnya saja dalam hal penyuplai kebutuhan hotel dalam buah dan sayuran. ‘’Hal ini bisa dilakukan dengan menjalin kemitraan dalam bentuk bapak angkat dari BUMN ataupun BUMD, dan juga swasta,’’ kata Alit Wiraputra.
Namun, kekhawatiran Sadguna dan Alit Wiraputra itu dibantah Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa I Ketut Lihadnyana. Menurutnya, keberadaan BUMDes tidak akan mematikan LPD dan unit usaha milik krama Bali. Sebaliknya BUMDes merupakan motivator yang akan bersinergi dengan unit usaha milik krama yang ada di desa adat. ‘’BUMDes adalah motivator bukan kompetitor,’’ tegas Lihadnyana. Lihadnyana mengatakan bahwa keberadaan BUMDes sesungguhnya untuk membantu mempercepat pengentasan kemiskinan. Jadi bidang usaha yang dijalankan lebih banyak ditujukan untuk membantu masyarakat miskin. Misalnya dalam hal pemberian kredit yang lebih diarahkan kepada masyarakat berpenghasilan rendah, sehingga bunganya juga bisa lebih rendah. (ata)
’’… BUMDes menjembatani antara produsen yang ada di desa-desa di Bali dengan perusahaan yang membutuhkan. Misalnya penyuplai kebutuhan hotel dalam buah dan sayuran.’’ Alit Wiraputra
’’Pemerintah di Bali perlu menegaskan bidang usaha apa saja yang dapat dilakukan oleh BUMDes agar tidak sampai mematikan lembaga ekonomi milik krama.’’ Sadguna
’’BUMDes adalah motivator bukan kompetitor. Keberadaan BUMDes sesungguhnya untuk membantu mempercepat pengentasan kemiskinan.’’ Lihadnyana
DENPASAR
2
Jumat Pon, 27 Juli 2018
Tren Kemiskinan Jadi Evaluasi Utama Pemprov Denpasar (Bali Post) Persentase penduduk miskin di Bali berfluktuasi dalam lima tahun terakhir. Persentase terendah pada Maret 2013 sebesar 3,95 persen. Sedangkan yang tertinggi pernah menyentuh angka 5,25 persen pada September 2015. Namun per Maret 2018, persentase penduduk miskin berhasil ditekan menjadi 4,01 persen. ‘’Begitu indikator kemiskinan dinaikkan, kita selalu berada di angka empat koma sekian persen meski sempat menembus lima persen,’’ ujar Kepala Bappeda Litbang Provinsi Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra, belum lama ini. Menurutnya, penurunan persentase Bali Post/ist Wiasthana Ika Putra penduduk miskin tidak lepas dari konsistensi program dan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan. Tren ini akan menjadi evaluasi pertama ketika nanti target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023 ditetapkan. ‘’Evaluasi inilah yang akan menentukan nanti target-target yang kita tetapkan, sehingga memberikan arah untuk kita semua melaksanakan pembangunan,’’ jelasnya. Ika Putra juga memaparkan kondisi makro ekonomi Bali. Seperti pertumbuhan ekonomi yang selalu di atas rata-rata nasional, meski sempat turun dari 6,73 persen pada 2014 menjadi 6,03 persen pada 2015, serta dari 6,24 persen pada 2016 menjadi 5,59 persen pada 2017. Tahun ini pertumbuhan ekonomi diharapkan membaik mengingat pada triwulan I pertumbuhan ekonomi sudah mencapai 5,68 persen. ‘’Kemudian untuk PDRB per kapita kita masih di bawah ratarata nasional, tetapi secara kuantitas terus meningkat. Sekarang sudah Rp 50,71 juta per kapita per tahun,’’ katanya. Menurut Ika Putra, Pemprov Bali wajib menyiapkan proses transisi yang baik pascapenetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali terpilih. Evaluasi program pembangunan semester I 2018 maupun lima tahun terakhir merupakan bahan untuk menyusun rancangan awal RPJMD berikutnya. Di sisi lain, sudah ada rumah transisi di bekas rumah jabatan Ketua DPRD Bali. Di sana akan dibentuk tim untuk menggodok materi RPJMD lima tahun mendatang. Terlebih gubernur terpilih juga memiliki komitmen untuk mempersiapkan RPJMD yang komprehensif. ‘’Take off dan landing supaya nyambung sehingga masuk RPJMD sudah hasil perpaduan antara kajian teknokrat yang akademis dengan visi-misi politik,’’ tegasnya. (kmb32)
Kurir Narkoba Diringkus Polisi
Denpasar (Bali Post) Sepak terjang napi dalam bisnis gelap narkoba sulit dibendung. Pada Senin (16/7) lalu, seorang pemuda bernama Rudi (26) ditangkap di Jalan Tukad Buaji, Denpasar Selatan (Densel). Pengakuan Rudi, dia hanya sebatas kurir napi di Lapas Kerobokan, Koko. Awalnya residivis kasus narkoba ini dipasok sabu-sabu (SS) seberat 100 gram. Namun kini tersisa 82,46 gram. ‘’Pengakuannya begitu, tapi masih kami dalami. Apakah benar seperti itu atau hanya dalihnya saja. Setelah ditangkap, kami masih mengembangkan kasus ini sambil menunggu hasil labfor,’’ kata Kasatresnarkoba Polresta Denpasar Kompol Aris Purwanto, Kamis (26/7) kemarin. Kompol Aris mengatakan, awalnya ada informasi masyarakat bahwa ada seorang laki-laki yang kemudian diketahui bernama Rudi sering mengedarkan narkoba jenis SS. Beberapa hari melakukan penyelidikan, pada Senin (16/7) lalu petugas melihat pelaku ke luar kamar kosnya. Tanpa buang waktu polisi langsung meringkusnya. Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti berupa dua paket SS di kamar pelaku. ‘’Tersangka Rudi mengaku dirinya hanya sebagai kurir saja. Pemilik sabu-sabu itu adalah temannya yang bernama Koko yang dia kenal lewat telepon saja dan berada di dalam lapas,’’ ujarnya. Sebagai kurir, pelaku mengaku mendapatkan upah 0,80 gram SS dari Koko untuk sekali tempel paket barang terlarang tersebut. Mereka kenal sejak Mei 2018 dan baru sekali dapat kiriman barang haram itu. ‘’Upah sabu-sabu itu untuk dipakai sendiri. Dia ini residivis, pernah ditangkap anggota Polres Badung dan menjalani hukuman tahun 2013 hingga 2016,’’ kata Kompol Aris. Jika diuangkan, barang bukti SS tersebut senilai Rp 150 juta. Menurut Aris, pihaknya masih mendalami kasus ini, terutama keterlibatan Koko. ‘’Pelaku ini tugasnya hanya menempel atau mengedarkan paket sabu-sabu. Uang transaksinya langsung ditransfer ke rekening Koko. Koko yang langsung transaksi dengan pelanggannya,’’ ucap mantan Kapolsek Densel ini. (kmb36)
Penanganan Kasus HIV/AIDS
Jangan Selalu Pojokkan Minoritas Denpasar (Bali Post) Dalam penanganan kasus HIV/AIDS, jangan selalu mengambinghitamkan kelompok minoritas. Seperti transgender, transpuan, pekerja seks dan homoseksual. Sebab, justru kelompok minoritas inilah yang secara sadar memeriksakan diri dan mendorong sesama komunitasnya untuk memeriksakan diri juga. Demikian diungkapkan Ketua Yayasan Gaya Dewata Bali Christian Supriyadinata, S.Pd., Kamis (26/7) kemarin. Tidak hanya masyarakat yang melakukan diskriminasi atau stigma terhadap kalangan minoritas, tapi juga pemerintah. Salah satu contoh yang diungkapkannya, dalam surat edaran dari Kementerian Kesehatan tertanggal 10 Juli 2018, tertulis Penatalaksanaan Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) Untuk Eliminasi HIV AIDS tahun 2030. Ia menyayangkan kata eliminasi dalam surat tersebut, karena dianggap tidak manusiawi. Yang paling ia sayangkan juga yaitu pada poin 1 yang menyebutkan, pemeriksaan HIV yang berfokus pada ibu hamil, bayi yang lahir dari ibu dengan HIV, anak dengan gejala infeksi oportunistik, pasien IMS, pasien TBC, pasien hepatitis, populasi kunci (penjaja seks, lakilaki yang berhubungan dengan laki-laki, waria, pengguna napza suntik dan warga binaan pemasyarakatan), serta pasangan orang dari HIV/AIDS. Di surat edaran itu, ia melihat jelas adanya diskriminasi dan stigma terhadap kelompok tertentu. ‘’Dari tahun ke tahun yang selalu diobok-obok adalah komunitas. Sementara masyarakat umum seperti heteroseksual yang kasusnya banyak sekali, tidak ada tercantum dalam surat edaran itu,’’ ujarnya. Penularan HIV/AIDS terbesar melalui prilaku seks berisiko dan penggunaan jarum suntik tidak steril secara bergantian. Penularan tertinggi kategori prilaku seks berisiko adalah hubungan bergantiganti pasangan heteroseksual sebesar 76,5 persen. Sedangkan homoseksual sebesar 13,7 persen, IDU (penggunaan jarum suntik bergantian) 4,4 persen, perinatal (penularan dari ibu hamil ke bayi yang dikandung) sebanyak 3,0 persen, dan lain-lain. ‘’Untuk masyarakat heteroseksual, mereka memiliki faktor risiko tapi tidak ada orang sesamanya yang mendorong untuk tes HIV. Karena mereka tertutup, tidak mau terbuka pada orang yang memiliki prilaku berisiko sama,’’ ungkapnya. Meski demikian, ia berkeyakinan lima tahun ke depan fenomena gunung es kasus HIV/AIDS akan mencair. Pasalnya, banyak pasangan melakukan tes dan banyak kasus HIV/AIDS yang sudah terungkap. (kmb42)
Topik : MENYEJAHTERAKAN PETANI JANGAN SEBATAS WACANA
LUMINTANG - Beberapa buruh mengerjakan proyek penataan Lapangan Lumintang, Denpasar, Kamis (26/7) kemarin.
Bali Post/eka
Dewan Sayangkan Penghentian Proyek Lapangan Lumintang
Denpasar (Bali Post) –
Penghentian proyek penataan Lapangan Lumintang oleh Satpol PP Badung, mengundang reaksi dari jajaran DPRD Denpasar. Sikap Satpol PP Badung dinilai tidak elegan, karena proyek yang dilakukan Pemkot Denpasar hanya sebatas penataan dan tidak mengubah fungsi lapangan secara umum. Seharusnya penataan itu tetap diberikan, karena akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama pengguna lapangan untuk kegiatan olahraga maupun kepentingan lainnya. Anggota Komisi I DPRD Denpasar I Made Sukarmana, S.H., Kamis (26/7) kemarin, menyayangkan tindakan Pemkab Badung. Apalagi mengingat sudah ada MoU yang memberikan Pemkot Denpasar untuk memanfaatkan lapangan itu. Bila sekarang dilakukan penataan, dan tidak mengubah fungsi,
seharusnya tidak dihentikan. ‘’Kesepakatan yang ada sudah jelas. Yang tidak dibolehkan adalah bila mengubah fungsi. Saat ini tidak ada perubahan fungsi di lokasi itu. Bila ada pihak yang melanggar kesepakatan itu, akan melanggar Pasal 1320 BW KUH Perdata,’’ ujar politisi Demokrat yang hobi motor besar ini.
Sementara itu, pantauan di Lumintang sejumlah pekerja masih melakukan pekerjaan di lokasi proyek. Kemarin sejumlah pekerja memasang batu andestin di bawah tiang bendera. ‘’Kami tetap melakukan pekerjaan, karena tidak ada perintah berhenti,’’ ujar Basri, salah seorang pekerja. Di sisi lain, Ketut Suwasta-
ma dari rekanan pelaksana proyek mengatakan, pihaknya tetap melakukan pekerjaan sesuai dengan rencana. Pihaknya belum mendapat surat untuk menghentikan pekerjaan. Hanya pihaknya sudah mengembalikan dua alat beratyang sebelumnya ada di lokasi tersebut. Karena belum terpakai, pihaknya mengembalikan ke tempat penyewaan. Sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Denpasar Nyoman Gede Narendra mengakui bila pihaknya belum mengajukan izin sebelum menggarap
proyek dimaksud. Namun, saat ini surat tersebut sudah dikirim. Di sisi lain, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara menyatakan penataan yang dilakukan saat ini tidak ada yang mengubah fungsi. Pekerjaan hanya melakukan penataan untuk kepentingan masyarakat. Terlebih, dalam MoU sudah ada ketentuan untuk melakukan pemeliharaan. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.
Menyejahterakan Petani Jangan Sebatas Wacana Denpasar (Bali Post) – Perhelatan Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 sudah di depan mata. Hampir bisa dipastikan, mayoritas calon anggota legislatif (caleg) dan calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Bali berlombalomba mengemas komitmen pelestarian subak dan peningkatan kesejahteraan petani sebagai materi kampanye, guna mendapatkan dukungan politik khususnya dukungan dari krama Bali yang menggantungkan sumber penghidupannya dari sektor pertanian. Komitmen itu diharapkan tak berhenti di tataran wacana semata, namun wajib direalisasikan dalam tataran aksi nyata jika mereka terpilih. Dikonfirmasi Kamis (26/7) kemarin, dosen Fakultas Pertanian Universitas Udayana Dr. G.N. Alit Susanta Wirya, S.P., M.Agr. tidak menampik jika wacana pelestarian subak dan peningkatan kesejahteraan petani selalu menjadi isu yang sangat seksi bagi para
politisi untuk dikemas menjadi materi kampanye. Seringkali janji politik tentang pemberdayaan lembaga dan krama subak tersebut begitu membuai krama subak yang memang sangat merindukan peningkatan kesejahteraan hidup. Namun, janji politik itu seringkali hanya terdengar merdu di telinga. Begitu sang politisi yang didukung krama subak sukses meraih kursi yang diidam-idamkan, janji pemberdayaan subakpun lenyap tanpa bekas. ‘’Kita berharap kepada wakil-wakil rakyat yang terpilih nantinya benar-benar merealisasikan janji-janjinya saat masa kampanye. Komitmen pelestarian subak dan peningkatan subak tak bolah sebatas wacana atau sebagai dagelan politik belaka,’’ katanya. Mantan aktivis kampus ini berharap, Pileg 2019 mampu melahirkan wakil-wakil rakyat yang memang berpihak kepada petani. Yakni mampu melahirkan kebijakan atau
regulasi untuk membangkitkan sektor pertanian Bali yang hingga kini masih terpuruk. Diingatkannya, kebijakan para wakil rakyat dan pemimpin Bali yang tidak berpihak kepada sektor pertanian, inilah yang sejatinya jadi titik awal bagi kematian organisasi tradisional subak yang sangat dikagumi masyarakat dunia. Ketika subak lenyap, maka kehidupan budaya agraris yang selama ini menjadi pilar penopang kepariwisataan Bali pun dipastikan terbunuh pelan-pelan. ‘’Mari jadikan Pileg 2019 sebagai momentum strategis untuk membangkitkan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani,’’ tegasnya. Hal senada dilontarkan pengamat sosial budaya Universitas Hindu Indonesia, Dr. I Wayan Budi Utama, M.Si. Ia mengingatkan, eksistensi subak di Bali memang berada dalam ancaman serius. Ada kecenderungan laju alih fungsi lahan pertanian produktif untuk
berbagai kepentingan di luar pertanian makin tak terkontrol dan terjadi di seluruh kabupaten/kota di Bali. Realita ini secara otomatis akan mengerdilkan eksistensi subak. Ketika lahan pertanian terus menyusut dan krama Bali makin banyak menanggalkan identitasnya sebagai krama subak (petani - red), maka bisa dipastikan organisasi tradisional pertanian Bali yang bernama subak itu tengah bergerak ke jurang kematian. ‘’Untuk menyelamatkan subak dari kematian permanen, lahirnya produkproduk kebijakan pemerintah yang benar-benar memihak petani merupakan sebuah keharusan. Jika sekarang banyak caleg yang mengusung materi pelestarian subak dengan budaya agrarisnya sebagai materi maupun janji kampanye, saya berharap komitmen para politisi itu diwujudkan secara nyata saat mereka terpilih nanti,’’ tegasnya. (kmb13)
Kita berharap kepada wakilwakil rakyat yang terpilih nantinya benar-benar merealisasikan janji-janjinya saat masa kampanye. Komitmen pelestarian subak dan peningkatan subak tak bolah sebatas wacana atau sebagai dagelan politik belaka. Dr. G.N. Alit Susanta Wirya, S.P., M.Agr., Akademisi Unud
Dampak Gelombang Tinggi
Jalan Setapak dan Tempat ”Pamelastian” Rusak Denpasar (Bali Post) – Gelombang pasang yang menimpa pesisir Denpasar, berdampak padafasilitas umum. Seperti yang terlihat di sepanjang Pantai Padanggalak, Kesiman. Sejumlah titik di sepanjang jalan setapak yang merupakan jalur jogging track, rusak. Pavingnya banyak yang lepas akibat hantaman gelombang. Bukan hanya itu, tempat pamelastian yang dimanfaatkan umat Hindu juga mengalami kerusakan. Kepala Dusun Banjar Kedaton, Kesiman Petilan, Nyoman Kondra, yang ditemui di Padanggalak, Kamis (26/7) kemarin, mengakui jalan setapak yang membentang di pesisir pantai mengalami kerusakan. Bahkan pasir yang digunakan untuk menguruk tempat pamelastian juga tergerus ombak. ‘’Akibat ombak yang cukup besar, pavingnya banyak yang lepas,” katanya. Sementara itu, air laut dan gelombang hingga kemarin masih cukup tinggi. Akibatnya, penyebrangan menuju Nusa Penida dari Sanur masih tutup. ‘’Karena gelombang masih tinggi,
pemilik perahu belum berani berlayar. Apalagi di sini (Sanur - red) tidak ada jembatan untuk menaikkan penumpang, sehingga penyeberangan ke Nusa masih tunda,’’ kata Dewa Ketut Kondra, petugas Pos Syahbandar Sanur. Pihaknya mengalihkan beberapa perahu ke Pantai Mertasari. Karena di pantai itu sudah ada jembatan penyebrangan. Terlebih, lokasi dari Serangan juga lebih dekat ke Mertasari. ‘’Mungkin kalau bisa, penumpang bisa naik di Mertasari,’’ katanya. Akibat tutupnya penyeberangan ke Nusa Penida, puluhan pedagang di sepanjang Pantai Matahari Terbit juga terlihat tutup. Biasanya, bila penyeberangan buka, banyak wisatawan maupun masyarakat lokal yang naik turun dari tempat itu. ‘’Karena penyeberangan tutup, maka pemilik warung ini juga memilih tidak berjualan. Kan sepi, tidak ada pembeli,’’ ujar Dewa Kondra. Sementara itu, Prakirawati BMKG Wilayah III Denpasar Kadek Setiya Wati menjelaskan, ada dua hal
yang perlu diperhatikan saat terjadinya gelombang tinggi di pesisir pantai, yakni interaksi udara dan laut. Menurutnya, tinggi gelombang tidak hanya disebabkan angin, namun ada juga akibat penjalaran gelombang dari tempat lain. Penjalaran gelombang ini biasa disebut dengan swell. ‘’Bisa jadi kecepatan anginnya normal, tetapi kondisi gelombangnya tinggi. Hal ini akibat penjalaran gelombang dari satu tempat, sehingga penjalaran itu mencapai ribuan kilometer serta mempengaruhi kondisi di sekitar,’’ katanya. Dijelaskannya, penjalaran gelombang yang terjadi berasal dari sebelah selatan Australia dan kemudian memberi dampak sebelah barat Australia, lalu menjalar hingga ke utara, dan akhirnya berdampak di sekitar Jawa Timur dan Bali. Kondisi tekanan tinggi yang bertahan di Samudra Hindia (barat Australia) atau disebut dengan istilah mascarene high memicu terjadinya gelombang tinggi di perairan selatan Indonesia. Hal ini dikarenakan kecepatan angin yang tinggi
Bali Post/ara
RUSAK - Kondisi jalan setapak di Padanggalak yang rusak akibat diterjang gelombang tinggi. di sekitar wilayah kejadian mascarene high di Samudra Hindia (barat Australia) dan terjadinya swell yang dibangkitkan oleh mascarane high menjalar hingga wilayah Perairan Barat Sumatra, Selatan Jawa hingga Perairan Sumba. ‘’Kondisi inilah yang berdampak pada pen-
ingkatan tinggi gelombang hingga berkisar 4-6 meter di perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara,’’ ujarnya. Berdasarkan model prakiraan tinggi gelombang BMKG, gelombang dengan tinggi dua meter atau lebih masih akan terjadi hingga satu pekan ke depan. (ara/win)
Jumat Pon, 27 Juli 2018
Ombak Besar Rusak Pura Konco di Pantai Balangan
BADUNG
3
Mangupura (Bali Post) -
Tak hanya merusak bale piasan di Pura Bias Tugel, Nusa Dua, ombak besar yang terjadi Rabu (25/7) lalu juga menghancurkan Pura Konco di Pantai Balangan, Jimbaran. Pura yang berada di dalam goa kecil di bawah tebing karang Pantai Balangan ini porak-poranda.
Menurut penuturan Emanuel Badj, salah seorang petugas parkir di kawasan objek wisata tersebut, ombak terlihat cukup besar pada Rabu lalu. Sekitar pukul 11.00 Wita dirinya sempat turun ke lokasi Pura Konco. Namun saat itu pura masih aman. Namun selang beberapa jam, sekitar pukul 12.30 Wita, saat dia turun kembali ke sana, kondisi pura sudah terlihat hancur. “Kira-kira ombak besar menghantam pura terjadi pada pukul 12.00 Wita,” ujarnya. Dikatakannya, dulu kondisi ombak sebesar itu pernah juga terjadi. Namun tidak sampai merusak pura. Sampai Kamis kemarin ombak masih terlihat cukup besar. Dikonfirmasi terpisah, Bend-
esa Adat Jimbaran Made Budiarta mengatakan belum mendapat laporan terkait kerusakan Pura Konco ini. “Pura ini merupakan pura milik warga. Bahkan pangempon-nya juga belum ada melapor,” ucapnya. Terhadap kondisi tersebut, pihaknya selaku bendesa mengaku sangat prihatin. Ini merupakam musibah. Karena ini bukan merupakan amongan desa, pihaknya akan berkoordinasi dengan keluarga yang ngempon. “Seperti apa nanti biaya perbaikan, nanti tanggung jawab keluarga,” terangnya. Meski ombak masih cukup besar, pengunjung yang melakukan foto prewedding juga masih terlihat ramai. Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada para pengunjung
agar tidak terlalu mendekat tebing demi keselamatan. Pengunjung juga diharapkan untuk lebih menjauh, karena di sana merupakan kawasan suci. “Kegiatan prewedding diharapkan tidak terlalu mendekat ke area tempat suci yang ada di sana. Imbauam ini kita sampaikan untuk menjaga kesakralan, karena di lokasi itu juga ada pura,” paparnya. Di tempat terpisah, ombak besar masih terjadi di Pantai Kuta. Ombak masih cukup besar, namun tidak sebesar Rabu lalu. Begitu juga di kawasan water blow Nusa Dua. Di lokasi water blow, wisatawan terlihat ramai untuk mengabadikan momen deburan ombak yang cukup tinggi. (kmb23)
Bali Post/kmb23
OMBAK - Kondisi Pura Konco di Pantai Balangan, Jimbaran yang hancur akibat empasan ombak besar.
Dari ”Gathering Meeting” dengan ”Stakeholder” Pariwisata Badung Gelontor Ratusan Miliar Pemkab Badung Komit Kembangkan Pariwisata Badung dan Bali untuk Enam Kabupaten Mangupura (Bali Post) – Enam kabupaten di Bali, yakni Karangasem, Buleleng, Klungkung, Jembrana, Tabanan, dan Bangli mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Badung. Tidak tanggung-tanggung, dana berupa Bantuan Keuangan Khusus (BKK) ini mencapai ratusan miliar rupiah pada tahun anggaran 2018. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Badung I Ketut Gede Suyasa mengatakan realisasi bantuan untuk enam kabupaten tersebut sebesar Rp 180 miliar. Sedangkan pada anggaran perubahan dirancang sebesar Rp 139.657.070.487. “Dana itu dibagi merata dengan masingmasing kabupaten mendapatkan dana sebesar Rp 30 miliar. BKK kepada enam kabupaten ini peruntukannya belum ditetapkan. Hal ini dikarenakan belum ada proposal dari ke enam kabupaten yang masuk ke Badung,” ujar Suyasa, Kamis (26/7) kemarin. Terkait dana hibah, Suyasa menyebutkan dana hibah dari APBD perubahan tahun 2018 sebesar Rp 206.600.000.000. Dalam realisasinya hibah secara keseluruhan untuk kelompok atau masyarakat hingga saat ini sebesar Rp. 503.236.673.00. “Hibah kelompok atau anggota masyarakat ini dominan digunakan untuk pembangunan atau renovasi pura. Selebihnya pembangunan bale banjar, sanggar atau sekaa, bantuan untuk subak, bantuan untuk ke-
lompok tani dan ternak, yayasan, dan lainnya, sesuai dengan usulan masyarakat,” ujarnya. Suyasa menambahkan, realisasi penerima hibah mencapai 897 penerima. Sebelumnya pada APBD induk, belanja hibah kepada kelompok/anggota masyarakat berjumlah 1.712 penerima hibah yang digelontor anggaran Rp 662.432.271.060,00. “Sebelumnya pada ABP induk kan sudah ada penerima hibah. Jadi, ini sisanya dirancang pada APBD perubahan 2018,” katanya. Di sisi lain, pemberian bantuan untuk enam kabupaten lainnya di Bali juga diakui Ketua DPRD Badung Putu Parwata. Program ini dinilai telah sesuai dengan kesepakatan antarenam kabupaten, seperti Klungkung, Karangasem, Jembrana, Buleleng, Tabanan, dan Bangli. “Dana itu tidak hanya untuk di Kabupaten Klungkung saja, tapi kabupaten lain juga mendapatkannya. Namun, besarannya tidak sama,” katanya. Ia menegaskan, pemberian bantuan tersebut bukan dilatari masalah tahun politik. Namun atas dasar kesepakatan para bupati-bupati yang dulunya telah meneken MoU untuk pemberian dana dan PHR Kabupaten Badung. “Saat ini keuangan Kabupaten Badung mencukupi. Untuk itu, perlu memberikan pemerataan ke kabupaten lain, sehingga terwujud pemerataan pembangunan di seluruh wilayah di Bali,” pungkasnya. (kmb27)
SEKTOR pariwisata di Badung merupakan salah satu sektor prioritas, mengingat sektor ini secara nyata telah terbukti mampu sebagai pilar sekaligus motor penggerak perekonomian masyarakat Badung. Untuk itu, Pemkab Badung berkomitmen untuk mengembangkan pariwisata di Badung dan Bali, serta mendukung keinginan Kementerian Pariwisata RI untuk mengembangkan Bali sebagai gate way pariwisata yang menyediakan berbagai hal untuk para wisatawan. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa saat menghadiri acara Gathering Meeting dengan stakeholder pariwisata di Badung di Hotel Aryaduta Bali, Jalan Kartika Plaza, Lingkungan Segara, Kuta, Rabu (25/7) lalu. Gathering Meeting diikuti para ketua asosiasi dan pelaku pariwisata di Provinsi Bali dan Kabupaten Badung. Suiasa menjelaskan, baru-baru ini Kabupaten Badung diberikan penghargaan Yokatta Wonderful Indonesia Trurism Award 2018. Merupakan bentuk penghargaan kepada kabupaten/kota yang memiliki komitmen, performansi, inovasi, kreasi dan leadership dalam membangun pariwisata daerah. “Award ini merupakan apresiasi bagi pemerintah daerah yang memiliki peran yang sangat besar untuk mengembangkan pariwisata daerah, guna mendukung pencapaian target nasional 20 juta wisman pada tahun 2019. Bali sendiri dipandang menjadi daerah yang paling siap,
hal tersebut berkaitan dengan dukungan infrastruktur fisik dan nonfisik yang telah ada. Erupsi Gunung Agung memang berpengaruh terhadap pariwisata, namun kita patut memberikan informasi bahwa pariwisata Bali, khususnya Badung aman untuk dikunjungi,” ujarnya. Sesuai data yang ada, kunjungan wisatawan mancanegara dari bulan Januari hingga Juni 2018 telah mencapai 3.088.535 orang. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017 jumlah kunjungan sebanyak 2.908.661 orang, maka mengalami kenaikan sebesar 179.874 orang atau naik 6,18 persen. Suiasa mengakui pariwisata merupakan tulang punggung (back bone) sumber PAD, karena 80 persen lebih PAD Badung bersumber dari sektor pariwisata. Apalagi APBD Badung tahun 2018 telah disahkan sebesar Rp 8,15 triliun dan rancangan APBD 2019 dirancang Rp 10 triliun lebih. Untuk itu diperlukan pembangunan kepariwisataan yang berkesinambungan, serta menyebarluaskan potensi pariwisata yang ada secara terus menerus kepada insan pariwisata, baik masyarakat, pengusaha pariwisata maupun pemerintah agar eksistensi Badung sebagai daerah tujuan wisata tetap terjaga. Untuk itu, Suiasa mengharapkan Dinas Pariwisata membuat riset pasar potensial dari beberapa negara bekerja sama dengan STP Bali tentang kepariwisataan, sehingga ke depan mampu membuat suatu pro-
gram pariwisata yang berkualitas dan berbasis masyarakat. Kadis Pariwisata Badung I Made Badra selaku Ketua Panitia mengatakan, gathering meeting engan stakeholder pariwisata ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun. Latar belakang pertemuan ini, karena sektor pariwisata secara nyata telah memberikan kontribusi besar kepada PAD dan mampu sebagai pilar sekaligus
GATHERING MEETING - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi Kadis Pariwisata Badung I Made Badra saat menghadiri acara Gathering Meeting dengan stakeholder pariwisata di Badung di Hotel Aryaduta Bali, Jalan Kartika Plaza, Lingkungan Segara, Kuta, Rabu (25/7) lalu.
”Big Data” Penting Dalam Pengambilan Kebijakan Strategis
Mangupura (Bali Post) Revolusi digital yang memicu aktivitas berbasis digital yang makin meluas telah menciptakan ledakan informasi maupun data yang berlimpah. Data dalam volume sangat besar, beragam, serta tercipta dengan sangat cepat dikenal dengan Big Data yang bisa menyimpan begitu banyak lnformasi dan pengetahuan yang belum terungkap. Apabila diolah dengan tepat menggunakan teknik Big Data Analytics, maka dapat menghasilkan informasi yang sangat bermanfaat karena kecepatannya dalam memonitor aktivitas ekonomi. Hal itu disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia Erwin Rijanto, didampingi Kepala Departemen Statistik BI Yati Kurniati, di sela-sela seminar internasional Big Data, Kamis (26/7) kemarin di Nusa Dua. Dengan tema “Building Pathways for Policy Making with Big Data”, seminar ini menghadirkan sejumlah pembicara terkemuka dari lembaga keuangan internasional, bank sentral, akademisi serta praktisi Big Data, dan diikuti sekitar 200 peserta dari 21 negara.
ABRASI - Kondisi Pantai Sawangan yang mengalami abrasi membuat nelayan kesulitan melaut.
motor penggerak perekonomian masyarakat. Maksud dan tujuan pertemuan ini, sebagai media dari pemerintah daerah untuk mendapat masukan dari asosiasi dan pelaku pariwisata. Juga menginformasikan hal- hal yang berkenaan dengan perkembangan kepariwisataan, sehingga terjalin komunikasi antara Pemkab dengan pelaku pariwisata di Badung. (ad1462)
Seminar ini merupakan inisiatif Bank Indonesia untuk menggagas suatu forum berskala internasional yang dapat menjadi ajang berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam hal pemanfaatan Big Data antarpemangku kebijakan dari berbagai negara dan komunitas Big Data di kalangan akademisi serta industri. “Penerapan Big Data oleh otoritas memiliki peran penting dalam pengambilan kebijakan yang strategis untuk merespons pesatnya perkembangan ekonomi dan keuangan digital,” ujarnya. Dikatakannya, saat ini Bank Indonesia (BI) telah mulai mengintensifkan pemanfaatan Big Data sebagai salah satu tools dalam memperkuat proses pengambilan keputusan. Inisiatif pemanfaatan Big Data di BI sudah dimulai sejak 2015, dan saat ini telah menghasilkan berbagai indikator baru yang mengisi kesenjangan informasi yang ada. “Sejalan dengan BI, otoritas di seluruh dunia juga bergerak memanfaatkan Big Data Analytics untuk memperkuat analisis dan riset pendukung pengambilan kebijakan,” pungkasnya. (kmb23)
Bali Post/kmb23
Abrasi Cukup Parah, Nelayan Sulit Melaut Mangupura (Bali Post) Pantai Sawangan, Kuta Selatan mengalami abrasi yang cukup parah. Ini membuat nelayan tidak bisa beraktivitas melaut seperti dulu, karena tempat penambatan perahu mereka tergerus ombak. Hal itu disampaikan Kepala Lingkungan Sawangan I Wayan Jabut,
Kamis (26/7) kemarin. Menurutnya, di Pantai Sawangan ada satu kelompok nelayan dengan anggota 20 orang. Sebanyak 18 orang di antaranya masih aktif. Dalam kondisi abrasi yang cukup parah ini, sebagian besar nelayan tidak bisa beraktivitas. Sehari-hari hanya bisa menonton ombak.
Diungkapkannya, dulu lokasi tersebut sempat menjadi tempat menanam rumput laut. Namun sejak tahun 2011, semua sudah beralih profesi dan meninggalkan aktivitas bertani rumput laut. Saat ini sebagian besar warga memilih menekuni dunia pariwisata. Namun hanya beberapa yang menekuni aktivitas
nelayan. Terhadap kondisi ini, pihaknya berharap pemerintah agar segera mengambil tindakan. Dengan kerusakan yang terjadi, pemerintah agar turun untuk melakukan langkahlangkah agar pantai ini bisa berfungsi kembali seperti sebelumnya. (kmb23)
Bali Post/kmb23
BIG DATA - Seminar internasional Big Data dilangsungkan, Kamis (26/7) kemarin di Nusa Dua.
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Nyoman Karyana Terima Empat DPRD Luar Daerah WAKIL DPRD Badung I Nyoman Karyana menerima kunjungan kerja DPRD Kabupaten Madium, Magelang, Semarang dan Pacitan di Gedung Dewan Badung, Kamis (26/7) kemarin. Karyana usai acara mengatakan, kedatangan keempat DPRD tersebut guna mengetahui kiat-kiat Pemerintah Kabupaten Badung dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). ‘’Mereka ingin tahu kenapa PAD Badung setiap tahunnya selalu tinggi dan APBD juga selalu meningkat,’’ ujarnya. Kepada keempat DPRD luar daerah tersebut, Karyana menjelaskan, pendapatan Pemerintah Kabupaten Badung bersumber dari pajak hotel dan restoran (PHR). ‘’Pendapatan tertinggi kami berasal dari pariwisata, karena pariwisata Badung sudah menjadi tujuan wisata dunia,’’ katanya. Pendapatan tinggi Pemerintah Kabupaten Badung diprioritaskan untuk kesejahteraan masyarakat Badung. Mulai dari kesehatan hingga pendidikan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. ‘’Pemkab Badung sudah menerapkan kesehatan gratis. Masyarakat sejak lahir, hidup, mati ditanggung oleh
BERKUNJUNG - DPRD Kabupaten Jombang, Magelang, Semarang dan Pacitan berkunjung ke DPRD Badung, Kamis (26/7) kemarin. Rombongan diterima Wakil DPRD Badung I Nyoman Karyana (kanan) di Gedung Dewan Badung. pemerintah. Biaya perawatan juga ditanggung berapa pun membayarnya,’’ ungkapnya. Karyana melanjutkan, bidang pendidikan yang juga menjadi skala prioritas dirancang gratis
pula oleh Pemerintah Kabupaten Badung. Bahkan, pemerintah telah memberikan seragam gratis untuk siswa. ‘’Pemerintah juga memberikan laptop gratis kepada siswa,’’ jelasnya. (ad1461)
Buka Festival Agribisnis 2018
Gubernur Pastika Ajak Masyarakat Hidupkan Pertanian GUBERNUR Bali Made Mangku Pastika mengajak masyarakat untuk terus menghidupkan pertanian. Harapan tersebut disampaikan Gubernur Pastika dalam sambutannya saat membuka Festival Agribisnis ke-7 tahun 2018 di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Renon, Denpasar, Kamis (26/7) kemarin. Gubernur Pastika yang didampingi sejumlah Kepala OPD terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali lebih jauh menegaskan, sampai kapan pun pertanian akan selalu diperlukan. Meskipun era telah berganti menjadi era digital, keberadaan pertanian khususnya pangan tidak akan bisa tergantikan. Masyarakat akan tetap memerlukan pangan untuk mendapatkan tenaga untuk bisa hidup dan berkarya. Untuk itu, keberadaan sektor pertanian harus terus ditingkatkan baik secara kualitas maupun kuantitas. ‘’Bagaimana pun majunya dan modernnya suatu bangsa akan tetap memerlukan pangan. Pangan tidak mungkin digantikan. Untuk itu, kita harus hidupkan terus sektor pertanian, tingkatkan terus kualitas dan kuantitasnya,’’ imbuhnya. Terkait penyelenggaraan Festival Agribisnis yang rutin digelar setiap tahun, Gubernur Pastika menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, melalui festival ini masyarakat akan tahu keberadaan ragam pangan lokal
Senator RI Tinjau Gerakan Budaya Perikanan Badung di Mengwi
Shri Arya Wedakarna Dorong Anak Muda Bali Makan Ikan agar Otak Pintar JEPANG adalah salah satu negara yang dikagumi oleh Senator DPD-RI utusan Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, karena gaya hidupnya yang sehat, terutama kebiasaan warganya mengonsumsi hidangan dari laut. Dalam penelitian akademis pun seseorang yang sering mengonsumsi ikan laut terbukti memiliki kecerdasan di atas rata–rata dan mempunyai fisik yang sehat, sehingga dirasa perlu generasi muda Bali diarahkan untuk mengonsumsi ikan. Demikian diungkapkan Senator Arya Wedakarna (AWK) saat meninjau Gerakan Budaya Perikanan Kabupaten Badung di GOR Mengwi. Disambut oleh sejumlah pejabat Dinas Kelautan dan Perikanan Badung, Senator Arya Wedakarna meninjau perlombaan mewarnai dengan tema perikanan yang diikuti ratusan peserta. ‘’Saat ini harga telur dan daging naik terus. Mungkin ini momentum tepat agar rakyat Indonesia kembali mengonsumsi ikan. Bali adalah bagian dari kepulauan Nusantara yang kaya dengan sumber daya alam hasil laut. Seharusnya potensi kelautan kita selaras dengan kebiasaan rakyat untuk mengonsumsi ikan. Logikanya, jika 4,2 juta penduduk Bali makan ikan dengan maksimal, nelayan di Bali akan tetap hidup dan lestari. Jika permintaan (demand) tinggi, mau tidak mau infrastruktur akan meningkat tajam. Sekarang tinggal peran pemerintah dan komunitaskomunitas mendorong ini. Menurut laporan dinas, rata-rata konsumsi ikan orang Bali hanya 31 kg per tahun, masih kalah dengan ratarata nasional yang 41 kg per tahun dan rata-rata Asia 51 kg per tahun. Saya ingin semakin meningkat. Memakan ikan tidak ada kolestrol dan lemak serta baik bagi kecerdasan
BINCANG - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III sempat memeriksa makan siang dan berbincang–bincang dengan peserta Lomba Gerakan Budaya Perikanan Badung di Mengwi. karena Omega-3 sangat banyak,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Ia mendorong pemerintah di Bali agar mengedepankan Gerakan Budaya Perikanan menjadi agenda rutin, termasuk sosialisasi di sekolah, lingkungan adat dan komunitas-komunitas. ‘’Apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Badung cukup baik. Saya setuju acara ini diseriusi menjadi Festival Perikanan dan Kelautan. Apalagi Badung punya potensi kelautan yang luar biasa, terutama di selatan. Jangan sampai seafood menjadi eksklusif. Perlu ada usaha keras agar citra makanan dari laut bisa membumi. Di satu sisi, pemerintah harus memberikan kemudahan bagi UMKM agar membuka usaha-usaha kuliner dari bahan ikan. Belum lagi potensi ikan air tawar. Perlu kerja keras memang karena mengubah kultur masyarakat perlu ekstra keras,’’ ujar Gusti Wedakarna. Gusti Wedakarna juga minta pemerintah di Bali menyeriusi
masalah kelautan dan perikanan. ‘’Saya kira di kabupaten/kota di Bali ada dermaga nelayan dan memiliki potensi kelautan. Kecuali Bangli yang tidak punya laut, tapi memiliki danau dengan budi daya ikan air tawar. Semua jika disinergikan akan menjadi sesuatu yang hebat. Saya percaya, semakin banyak anak muda Bali makan ikan maka mereka akan bertambah pintar, badan bertambah kuat dan tinggi badan di atas rata-rata nasional. Anak muda Bali sudah terkenal memiliki fisik paling bagus di negara ini secara rata-rata kualitas dan itulah citacita Satyagraha sebenarnya. Dalam agama Hindu ada kepercayaan ‘Engkau adalah apa yang engkau makan’. Masuk akal jika disandingkan dengan ilmu modern. Tiru saja Jepang,’’ tegas alumni JENESYS Tokyo ini. Di akhir acara, Senator Arya Wedakarna menyempatkan berdialog dengan sejumlah pelajar, guru dan orangtua peserta Lomba Mewarnai Perikanan di Badung. (ad1466)
Telkomsel Sukseskan Pawai Obor Asian Games 2018 di Mataram
BUKA - Gubernur Bali Made Mangku Pastika (tengah) didampingi para pemenang lomba usai membuka Festival Agribisnis 2018 di lapangan timur Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon, Denpasar. yang kita miliki serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap produk lokal tersebut. Dari segi bisnis, pelaksanaan kegiatan ini akan semakin mendekatkan antara produsen dan konsumen, sehingga dapat memotong jalur distribusi. Dengan demikian, pangan bisa didapat dengan harga lebih murah dan kualitasnya terjamin. Hal senada disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana. Ia melaporkan tujuan kegiatan Festival Agribisnis ini di samping untuk memperpendek jalur distribusi, juga memperkenalkan dan memasyarakatkan produk pertanian lokal, menum-
buhkan kecintaan masyarakat terhadap produk pertanian lokal serta menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengonsumsi sayuran dan buahbuahan untuk kesehatan. Festival Agribisnis yang mengusung tema ‘’Cintai petani, konsumsilah produk pertanian lokal’’ ini akan berlangsung selama empat hari hingga 29 Juli 2018 bertempat di lapangan timur Monumen Perjuangan Rakyat Bali. Pembukaan Festival Agribisnis ke-7 ditandai pelepasan balon serta dirangkaikan dengan penandatanganan MoU Kemitraan Pemasaran Produk Pertanian dan penyerahan hadiah bagi pemenang lomba oleh Gubernur Bali. (ad1467)
Eastfood & Eastpack Indonesia 2018 Resmi Dibuka KRISTA Exhibitions dengan bangga kembali menyelenggarakan pameran terbesar di Jawa Timur bidang Makanan, Minuman, Bakery, HORECA, dan Teknologi Pengemasan-Eastfood Indonesia 2018-The 10 th International Exhibitionon Food & Beverage Products, Ingredients, Technology and Services, yang diselenggarakan 26-29 Juli 2018 di Grand Citu Surabaya. Pameran Eastfood & Eastpack Indonesia 2018 diikuti lebih dari 100 peserta baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri yang menampilkan berbagai teknologi dan produkproduk unggulan seperti Bakery & Confectionery, Confectionery Machine, Food & Hospitality Equipment, Food Ingredients, Herbal & Healthy Food, Retail Product dan teknologi terkini dalam bidang pengemasan. Pameran Eastfood & Eastpack Indonesia 2018 resmi dibuka oleh Enny Ratnaningtyas selaku Direktur Industri Makanan, Hasil Laut dan Perikanan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Daud D. Salim (CEO Krista Exhibitions), Christina Sudjie (CMO Krista Exhibitions), Rahmat Kusnedi (Ketua Umum Indonesia Pastry Alliance/IPA), Hasanuddin Yasni (Ketua Umum Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia/ARPI), Budhi Wibowo (Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia/AP5I), Irwan (Ketua Komite GAPMMI Bidang Pembi-
Jumat Pon, 27 Juli 2018
TELKOMSEL sebagai Official Mobile Partner Asian Games 2018 siap menyukseskan kegiatan pawai obor (torch relay) yang diselenggarakan di lima kota di Indonesia, yakni Solo (19/7), Mataram (25/7), Tanjung Bira (28/7), Bandar Lampung (8/8) dan Jakarta (18/8). Direktur Sales Telkomsel Sukardi Silalahi mengatakan, merupakan kehormatan bagi Telkomsel menjadi bagian dari perhelatan olahraga terbesar se-Asia ini. ‘’Mata dunia tentunya akan tertuju kepada Indonesia dan sebagai operator flagship Indonesia yang menyatukan bangsa melalui jaringan komunikasi, kami pun ingin menyatukan semangat Indonesia untuk sama-sama mendukung atlet kita yang akan berlaga pada Asian Games serta mendukung Indonesia sebagai tuan rumah,’’ ujarnya. Pawai obor dimulai dengan pengambilan api abadi di India pada 15 Juli 2018. Api tersebut kemudian dipadukan dengan api abadi asal Merapen, Jawa Tengah, pada 18 Juli 2018 di Candi Prambanan. Setelah itu, obor diarak oleh perwakilan dari daerah, sponsor dan panitia di 18 provinsi yang mencakup 54 kota di Indonesia. ‘’Semangat yang direpresentasikan oleh pawai obor ini juga menjadi semangat Telkomsel dalam membangun Indonesia yang diwujudkan dengan kehadiran kami di seluruh Indonesia bahkan hingga ke pelosok negeri. Telkomsel akan menyambut pawai obor di lima kota dengan berbagai kegiatan, di antaranya dekorasi
PAWAI OBOR - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan menghadiri pawai obor (torch relay) Asian Games 2018 di Mataram, NTB. Hadir pula VP Sales & Marketing Telkomsel Area Jawa-Bali Ericson Sibagariang, Gubernur NTB TGB Zainul Majdi, Direktur Sales Telkomsel Sukardi Silalahi dan Wakapolda NTB Kombes Polisi Tajuddin. khas Asian Games di kantor pelayanan GraPARI, pesta rakyat serta donasi untuk pembinaan atlet lokal,’’ papar Sukardi. Selain dukungan dalam pawai obor, Telkomsel juga telah menyiapkan infrastruktur jaringan untuk mendukung Asian Games 2018 yang berlangsung pada 18 Agustus - 2 September 2018 di Jakarta dan Palembang. Telkomsel menghadirkan teknologi Time Division Duplexing (TDD) Massive Multiple Input Multiple Output (MIMO) di 175 titik prioritas utama serta menambah dan meng-upgrade ratusan Base Transceiver Station (BTS) untuk melayani kebutuhan komunikasi publik dengan lebih baik.
Teknologi terkini dan optimalisasi jaringan yang diimplementasikan Telkomsel dalam Asian Games 2018 diharapkan mampu mengakomodasi sekaligus mengantisipasi lonjakan trafik tersebut, sehingga suporter olahraga dapat tetap berkomunikasi dengan nyaman. ‘’Bagi Telkomsel, dukungan dalam Asian Games sangat penting bagi citra Indonesia di mata dunia. Event ini menjadi momen kesanggupan bangsa kita menjadi tuan rumah sekaligus pembuktian keandalan jaringan Telkomsel yang mendekatkan pencinta olahraga dengan kejuaraan olahraga terbesar se-Asia tersebut,’’ pungkas Sukardi. (ad1464)
Serunya Aktivitas Ketupat Futsal Bersama Honda Community Bali
PEMBUKAAN – Acara pembukaan Eastfood & Eastpack Indonesia 2018 di Grand Citu Surabaya, Jatim, Kamis (26/7) kemarin. naan dan Pengembangan UKM), Fahriansyah (Ketua Umum ICA Surabaya) dan Daroe Handojo (Wakil Ketua II SCAI). Berbagai acara menarik dihadirkan dalam pameran ini seperti Cooking & Baking Demodari Chef-Chefprofesional, Brewers Workshop oleh Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI), Latte Art Workshop oleh Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), Barista Regular Course oleh Esperto Barista Course, Gelato Course, Seminar Pengembangan Pasar Produk Perikanan Indonesia, Member Gathering Indonesia Packaging Federation, dan masih banyak acara serta seminar menarik lainnya. Eastfood & Eastpack indone-
sia 2018 didukung oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Kadin Indonesia, Kadin Surabaya, GAPMMI, Indonesia Chef Association, Indonesia Pastry Alliance, Association Chef Professional, AP5I, APTINDO, ARPI, ASPERAPI, SCAI, AEKI, HIPPINDO dan asosiasi terkait lainnya. Eastfood & Eastpack Indonesia 2018 terbuka bagi pelaku bisnis pada pukul 10.00-19.00 WIB. Para pengunjung diharapkan menggunakan pakaian rapi dan anak-anak di bawah umur 14 tahun tidak diperkenankan masuk ke dalam lokasi pameran. (bns1)
SEBAGAI bentuk keakraban dan menumbuhkan jiwa sportif, Astra Motor Bali mengajak anggota komunitas yang tergabung dalam Honda Community Bali mengikuti acara bertajuk ‘’Ketupat Futsal Community Cup’’. Kegiatan olahraga futsal ini dilaksanakan 25 Juli 2018 di Metro Futsal Renon, Denpasar, melibatkan 10 klub yaitu TRB, BMTC, GLDK, HCRC, VIBER, HVIC,HPCI, CB RWT, CCIBD dan HSFCI. Pertandingan berlangsung seru, suara suporter masing-masing klub memeriahkan pertandingan. Ketupat Futsal Community ini juga diramaikan oleh hiburan band akustik. Bersamaan dengan itu, 15 unit modifikasi Honda Sonic 150R dipamerkan di depan arena futsal yang merupakan hasil karya Distrik Bali sebagai klub baru yang merupakan komunitas New Sonic 150R. Berbagai tema ditampilkan untuk memodifikasi Sonic 150R oleh komunitas ini. ‘’Kegiatan ini merupakan agenda tahunan untuk komunitas Honda, dengan harapan tali silaturahmi tetap terjaga antara para anggota komunitas. Selain itu, olahraga khususnya futsal merupakan kegiatan yang digemari
JUARA – Tim juara I, II dan III foto bersama usai pertandingan final Ketupat Futsal Community Cup. mayoritas komunitas Honda,’’ ungkap Ngurah Iswahyudi selaku PIC Community Astra Motor Bali. Di babak final, HVIC sebagai juara bertahan harus kembali berhadapan dengan BMTC yang tahun lalu tampil menjadi juara II. Pertandingan berjalan sangat seru. BMTC unggul terlebih dahulu pada babak pertama. Di babak ked-
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
ua, BMTC berhasil menambah gol kemenangan sehingga memaksa HVIC harus puas berada di posisi kedua setelah peluit panjang ditiup wasit. Rasa kekeluargaan sangat terlihat di sini. Walaupun HVIC kalah di final, mereka tetap mengucapkan selamat kepada para pemain sang juara BMTC. Urutan ketiga ditempati HSFCI. (bns2)
OPINI
6
Jumat Pon, 27 Juli 2018
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Cerdas Memilih Wakil Rakyat REBUTAN pengisian kuota untuk menjadi bakal calon legislator bergulir. Setidaknya untuk tahapan formasi daftar calon sementara (DCS). Namun, tentu bukan proses pencalonan yang menjadi masalah utama bagi kita calon pemilih. Jauh yang lebih strategis yang mesti dicermati adalah keterwakilan yang mengarah pada komitmen menjaga Bali. Dalam konteks ini ada banyak hal yang mesti dicermati. Jika selama ini persyaratan formal yang diperdebatkan adalah calon tak terpidana kasus korupsi, maka syarat informal yang penting dipahami pemilih adalah komitmen para calon yang ditawarkan partai politik terhadap Bali. Yang pasti, menjadi legislator adalah mengelola aspirasi publik secara beretika. Itu artinya, untuk bisa beretika ketika menjadi legislator, maka dalam proses menjaring pemilih, perilakunya juga harus beretika. Dalam proses menarik simpati hendaknya mengedepankan dialog, bukan transaksional. Dialog dalam konteks ini bisa dijabarkan dengan menunjukkan kualitas diri, komitmen diri, serta kecakapan personal dalam mengelola aspirasi publik. Ini menjadi penting ditonjolkan mengingat masih banyak politisi memandang posisi sebagai legislator adalah pekerjaan. Sedapat mungkin calon legislator selain membidik suara pemilih juga harus mampu menjadi teladan dalam proses pembelajaran politik. Calon hendaknya mampu mengajak masyarakat pemilih menggunakan nuraninya dalam menggunakan satu hak suaranya. Jika ini bisa dijabarkan maka biaya tinggi untuk menjadi wakil rakyat bisa ditekan. Dengan cara-cara seperti ini juga kita patut yakini para legislator bisa menjadi wakil rakyat yang baik, tidak korup dan tak menjadikn bantuan sosail sebagai amunisi. Ingat, jadilah wakil rakyat yang baik, bukan wakil rakyat yang memperdaya rakyat. Tentu, kita juga tak bisa hanya menuntut dari para calon wakil kita. Sebagai pihak yang menentukan keterpilihan mereka, menjadi hal wajib bagi kita untuk menggunkan hak suara secara arif dan bijak. Memang kesannya terlalu naif, tetapi semua harus dimulai. Ketika kita sebagai pemilih jangan terjebak dalam ‘’bisnis’’ politik maka kita patut mencatatkan diri sebagai penghancur demokrasi. Peran sebagai pemilih juga harus dilakukan dengan mengedepankan nurani. Kita tak bisa menuntut hanya terus-menerus partai politik atau para kandidat. Hal penting yang paling mudah dilakukan adalah memperbaiki cara kita dalam memilih wakil rakyat. Jika selama ini kita terjebak pola-pola transaksi dan kebulatan tekad, maka ada baiknya kita mulai introspeksi diri. Mari menjadi bagian demokrasi berkualitas. Dalam hal ini mengajak atau memengaruhi pemilih lainnya untuk menghindar dari politik transaksi juga mesti dilakukan. Penting bagi kita untuk menyiapkan proses yang benar bagi politisi, agar hasilnya juga benar-benar berpihak pada kepentingan publik. Dulu, jika setiap kampanye politik kita dengan ada politisi dan politisi korup, maka ada baiknya juga kita ikut menyosialisasikan. Jangan pilih politisi hitam atau politisi korup. Mari bersamasama menjadi bagian dalam upaya menjadikan demokrasi berkualitas. Ini idealnya menjadi pemahaman kita bersama, mengingat dampak dari kegagalan atau kesalahan memilih pemimpin termasuk legislator juga akan berimbas pada kita.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Atlet dari Bali Asian Games XVIII segera digelar di Jakarta dan Palembang. Bulan Agustus nanti, negeri ini akan dipadati ribuan atlet yang akan bertanding di sejumlah cabang olahraga. Ini tentu sangat menggembirakan. Indonesia bahkan sudah sangat siap untuk event ini. Bali berharap dapat berkah dari hal ini. Namun, itu adalah bagian dari pesta olahraga besar yang digelar di negeri ini. Yang saya ingin tanyakan, berapa atlet Bali yang terjun dalam Asian Games XVIII ini. Sebagai masyarakat Bali, saya tentu ingin tahu atlet Bali yang bisa berjuang membela nama bangsa. Mohon diinformasikan kepada publik, siapa tahu ada pihak swasta yang bisa berpartisipasi mendukung perjuangan para atlet Bali. I Putu Sueca Denpasar, Bali
Kapan DCT Diumumkan Pencalonan legislatif kalah gaung dengan pencalonan presiden dan wakil presiden. Padahal, wacana presiden dan wapresnya hampir mengerucut. Yang jelas, berita politik belakangan ini sangat dominan terkait pencalonan presiden dan wakilnya. Sedangkan, nasib pencalonan wakil rakyat terkesan sepi. Bahkan, informasi soal hasil verifikasinya juga belum jelas. Kapan daftar calon tetap (DCT) akan diumumkan. Mohon informasinya. Jika rakyat ingin memprotes nama yang masuk DCT ke mana kami sampaikan? I Made Sudiana Gianyar, Bali
Mencari Legislator Idola Bali Bak ajang pencarian idola. Demikian headline Bali Post 19/7 yang menyiratkan lika-liku pengajuan bakal calon legislatif (bacaleg) ke KPU. Nampaknya, pendaftaran bacaleg oleh partai politik kali ini masih diwarnai dengan calon yang memiliki latar belakang kedekatan dengan elite parpol, maupun punya ketenaran nama di masyarakat. Masih ada dominasi subjektivitas dalam penentuan nama bacaleg. Hal ini menunjukkan bahwa kriteria penentuan bacaleg belum dilembagakan dalam norma standar yang baku. Masih ada kandungan kalkulasi para elite partai.
Oleh Agung Kresna
P
engajuan bacaleg ke KPU ditandai munculnya kader dadakan partai. Orang baru yang belum berbuat sesuatu untuk partai masuk dalam daftar bacaleg partai. Sementara, kader partai yang selama ini duduk di struktur kepengurusan partai serta merasa telah berbuat banyak untuk partai justru tidak dicalonkan. Situasi ini juga memicu mundurnya sejumlah kader partai di Bali dari kepengurusan partai, karena ketidakpusan atas proses pencalegan. Kisruh pengajuan bacaleg kali ini juga memunculkan isu “biaya transfer” bacaleg partai. Kalau dulu, banyak muncul isu permintaan mahar dari partai politik, sekarang justru berbalik. Partai politik diisukan memberi sejumlah “biaya transfer” kepada public figure -yang dianggap mampu menarik suara konstituenagar bergabung menjadi bacaleg partai. Bahkan, muncul isu artis yang ditawari kontrak tampil di stasiun televisi bernilai miliaran rupiah, asalkan artis tersebut mau menjadi caleg partai tertentu. Partai politik memang terkesan mencari aman. Partai berdalih bahwa pemilihan anggota legislatif (pileg) adalah suatu kompetisi. Kalau hanya mengandalkan kompetensi dan
integritas bacaleg saja, bisa jadi sulit meraih kemenangan. Sehingga dalam kontestasi politik ini partai mengambil kebijakan perekrutan public figure -dengan beraneka latar belakang, dari artis film, olahragawan, model, hingga penyanyi- sebagai bacaleg, karena mereka dianggap mampu menarik suara para pemilih. Kemampuan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat maupun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah adalah lembaga legislatif yang memiliki tugas di bidang pembuatan perundang-undangan (legislasi), penyusunan anggaran (budgeting), dan pengawasan (monitoring) penggunaan anggaran negara. Sehingga sudah seyogianya jika para anggota dewan yang terhormat harus memiliki kemampuan dasar dalam bidang legislasi dan budgeting, yang menjadi tugas dan kewenangan mereka. Bagaimana mungkin para anggota dewan akan dapat melindungi masyarakat melalui suatu undang-undang ataupun peraturan daerah yang mereka susun, jika mereka tidak memahami dengan benar proses pembuatan suatu peraturan perundang-undangan. Partai politik sebagai pintu masuk para calon legislator di lembaga legislatif, sudah seharusnya menjadi
pihak yang paling bertanggung jawab jika ada anggota dewan legislatif yang tidak mampu melahirkan peraturan perundang-undangan yang bermanfaat bagi masyarakat. Dalam hal ini sudah selayaknya jika partai politik melakukan kaderisasi yang terstruktur. Melalui proses kaderisasi yang benar, maka akan terhindar adanya oligarki partai politik. Pada gilirannya akan tercipta partai politik yang modern. Pencalonan kembali se bagian besar petahana anggota legislatif, menunjukkan kurang adanya evaluasi yang jelas terhadap kader partai yang duduk di lembaga legislatif. Sekaligus hal ini menunjukkan kurang berjalannya kaderisasi untuk memunculkan tunas-tunas kader partai politik yang baru. Undangundang RI No. 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik, sebenarnya telah mengamanatkan dengan tegas akan pentingnya kaderisasi. Budaya politik
yang demokratis harus ditunjukkan melalui sikap dan perilaku partai politik yang memiliki sistem seleksi dan perekrutan keanggotaan memadai. Partai politik juga harus mengembangkan sistem pengkaderan dan kepemimpinan politik yang kuat. Kita harus menyadari bahwa pada hakikatnya calon pemimpin terbaik yang duduk di lembaga legislatif maup un e ks e kut i f s e ha r usny a dilahirkan melalui partai politik. Jika kaderisasi sukses dilakukan partai politik, niscaya akan lahir kader partai yang mumpuni dengan kemampuan politik yang unggul. Bagi Bali yang memiliki adat budaya tradisi kuat dalam kehidupan keseharian segenap krama Bali, maka diperlukan legislator dengan kualifikasi khusus. Legislator yang menjadi wakil krama Bali duduk di lembaga legislatif tingkat kabupaten/kota, provinsi, maupun nasional di DPR maupun DPD; selayaknya memiliki kualifikasi: pertama, kader partai yang berdedikasi. Memiliki kompetensi dan integritas politik. Legislator Bali harus mampu mengutamakan kepentingan segenap krama Bali, bukan kepentingan partai atau kelompoknya. Sehingga mampu mengembalikan politik pada marwahnya yang bermartabat. Politik adalah bidang profesi yang terhormat sebagai hasil olah cipta, rasa, dan
Oleh I Komang Divo Mahayakti Heriadi kehidupan dunia nyata. Facebook menjadi platform media sosial terbesar ketiga saat ini setelah google dan youtube. Berbagai konten dapat dengan mudah diakses di sini. Mulai dari status diskursif, iklan online shop yang semakin menjamur, berita teraktual dari seluruh penjuru dunia hingga berbagai informasi menarik lainnya. Keputusan untuk terjun dalam belantara sosial media oleh setiap individu kerap dilatarbelakangi oleh bermacam-macam motivasi. Sebut saja kebutuhan akan informasi mancanegara, kemudahan dalam berkomunikasi, kepentingan bisnis, hingga usaha penggulingan suatu rezim diktator sebuah negara. Segala jenis informasi dikemas secara apik oleh kalangan netizen dengan tujuan agar pesanpesan yang telah dirancang sedemikian rupa dapat sampai pada tujuan. Kualitas konten yang dihidangkan tergantung dari kapasitas seseorang yang meraciknya. Tak jarang banyak ditemukan konten-konten negatif, sebut saja berita bohong/hoax, por-
Penulis, arsitek, peneliti Senior pada Centre of Culture & Urban Studies (CoCUS) Bali, tinggal di Denpasar
‘’Jika kaderisasi sukses dilakukan partai politik, niscaya akan lahir kader partai yang mumpuni dengan kemampuan politik yang unggul. Bagi Bali yang memiliki adat budaya tradisi kuat dalam kehidupan keseharian segenap krama Bali, maka diperlukan legislator dengan kualifikasi khusus.‘’
24 Jam Tanpa Media Sosial
Saat ini hampir semua kalangan kepincut dengan adanya media sosial. Lembaga Riset Nielsen dalam salah satu rilisnya menunjukkan media sosial menjadi sebuah solusi baru masyarakat berkomunikasi dan berekspresi. Media sosial telah merajai setiap sisi kehidupan masyarakat dunia. Sebagian besar orang menghabiskan banyak waktunya di media yang kini menjadi primadona bagi semua elemen masyakat. Tidak berlebihan jika dikatakan seseorang setidaknya dapat mengecek media sosial dua kali dalam sehari. Walaupun tanpa disadari ia telah terisolasi dalam dunia nyata. Media yang sedari awal dibangun dengan misi menciptakan suatu komunikasi sosial yang efektif, lambat laun ternyata semakin menyimpang. Dampak yang paling mudah dilihat adalah, media sosial dapat mendekatkan orang yang jauh dan menjauhkan orang yang dekat. Semuanya sibuk dengan gadget-nya masing-masing dan lebih memilih fokus merancang narasi-narasi yang akan dimuat dalam bentuk status/postingan. Perkara muncul ketika orang-orang lebih asyik berinteraksi di media sosial yang akhirnya memutus hubungannya dari
karsa manusia di bidang tata pemerintahan. Kedua, memahami hukum adat Bali sebagai hasil cipta, rasa, dan karsa krama Bali. Legislator Bali di tingkat apa pun, harus memahami berbagai seluk-beluk aneka perangkat hukum desa adat sejak awig-awig maupun pararem. Desa adat/pakraman di Bali adalah dasar tata kehidupan keseharian segenap krama Bali. Legislator Bali harus menempatkan tatanan desa pakraman sebagai dasar panduan penyusunan segala peraturan perundang-undangan di Bali, guna mengatur segala sisi kehidupan sosial-politikbudaya krama Bali. Memilih legislator sebagai wakil krama Bali tidak cukup sekadar mencari politikus idola. Bagaikan pentas audisi Bali Idol bidang politik legislasi, maka krama Bali sebagai audience pemilik suara harus benar-benar memilih legislator idola yang memiliki kecakapan legislasi dan budgeting. Bukan legislator yang hanya memiliki kilau citra menawan, namun tidak dapat membedakan antara pidato dan khotbah. Legislator idola Bali harus kader politik yang sanggup bertindak teguh mengawal Tri Hita Karana sebagai filosofi hidup krama Bali.
nografi, pertempuran opini, isu SARA, ujaran kebencian, hingga kalimat-kalimat bernada kasar yang notabene tidak pantas dikonsumsi khususnya bagi kalangan anak-anak yang masih di bawah umur. Sederet negativitas media sosial menjadi persoalan baru bagi para orang tua terhadap kecanduan buah hatinya terhadap media sosial. Dalam satu studi menunjukkan bahwa kecanduan seorang anak di bawah umur terhadap media sosial sejak dini dapat mereduksi sensitivitasnya dengan lingkungan sosial. Pada masanya, seorang anak semestinya lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain dengan teman sebayanya, bukan asyik menggenggam gadget. Ketika berinteraksi dengan temannya, ada pola komunikasi verbal yang dibangun dengan kawan sepermainan. Hal itu juga berpengaruh terhadap tumbuh kembang sensor motoriknya ke depan. Karena, kelak ketika ia tumbuh dewasa mereka harus dapat berkomunikasi langsung dengan lawan bicaranya, bukan dengan cara mengetik teks-teks virtual. Durasi waktu dalam
menggunakan media sosial oleh anak-anak seyogianya harus segera dibatasi, dan memastikan agar para buah hatinya selalu dapat terhubung dengan dunia nyata. Hal ini dilakukan demi keselamatan anak dari ancaman dampak negatif dari media sosial terhadap perkembangan psikologi anak. Namun, pada sisi yang berbeda kita tidak dapat menampik akan kontribusi positif dengan adanya media sosial. Ada banyak hal yang bisa kita manfaatkan dengan adanya media sosial. Mulai dari pencarian berbagai literasi digital, promosi bisnis, hingga dapat berkomunikasi antarbenua secara efektif. Media sosial juga memberikan ruang bagi setiap orang secara merdeka untuk mengemukakan pendapat khususnya di negara yang ramah demokrasi. Satu catatan penting dalam menggunakan media sosial adalah kemampuan kita untuk menenggang perasaan orang lain. Kemampuan menenggang perasaan orang lain inilah esensi sesungguhnya dari hidup bermasyarakat. Tak sekadar hanyut dalam arus egoistikanarkis.
POJOK Tensi perdagangan global meningkat, ekonomi nasional tetap tumbuh. - Tumbuh dalam angka. *** Koperasi, solusi pemerataan kesejahteraan yang berkeadilan. - Banyak yang serakah hambat koperasi. *** Banyaknya penduduk pendatang menjadikan lingkungan Bali terancam. - Sudah terbukti terjadi.
Penulis, alumni Magister Kenotariatan Universitas Udayana
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
TABANAN
Jumat Pon, 27 Juli 2018
Legislatif dan Eksekutif Tetapkan Empat Ranperda Tabanan (Bali Post) – Setelah dilakukan kajian dan pembahasan untuk menyamakan persepsi di DPRD Tabanan, akhirnya empat buah rancangan peraturan daerah (ranperda) yang diprakarsai Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti disahkan menjadi peraturan daerah (perda) pada sidang paripurna, Kamis (26/7) kemarin. Empat ranperda tersebut yakni Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2017, Ranperda tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah No. 1 Tahun 2016 tentang Penataan Toko Swalayan, Ranperda tentang Penyelenggaraan Kearsipan dan Ranperda tentang Kabupaten Layak Anak. Dengan telah disetujuinya empat buah ranperda tersebut menjadi perda, Bupati Eka selaku pemrakarsa ranperda tersebut memberikan apresiasi dan penghargaan kepada pimpinan dan seluruh DPRD serta seluruh OPD di lingkungan Pemkab Tabanan. Sebab, ranperda yang diajukan telah diproses sebagaimana mestinya dengan mekanisme yang ada di DPRD. “Dengan disetujuinya empat buah ranperda ini menjadi perda, semakin bertambah produk hukum daerah. Selanjutnya, walaupun Perda
7
Perda Penataan Toko Swalayan Disahkan
Tabanan Jangan Jadi ’’Kebun’’ Toko Modern
Tabanan (Bali Post) -
Menjamurnya toko swalayan (toko modern berjaringan) di Kabupaten Tabanan mendapat perhatian serius jajaran eksekutif dan legislatif. Ranperda Perubahan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2016 tentang Penataan Toko Swalayan pun ditetapkan dalam sidang paripurna, Kamis (26/7) kemarin. Dengan adanya perda ini, ke depan aturan pendirian toko modern akan lebih jelas. Bali Post/kmb28
PERDA - Pengesahan empat ranperda menjadi perda dalam sidang paripurna, Kamis kemarin. Kabupaten Layak Anak baru saja ditetapkan, tapi kita sudah mendapatkan penghargaan Kota Layak Anak, Senin (23/7) di Surabaya,” tegas srikandi asal Tegeh, Angseri ini. Bupati Eka tidak lupa mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang baik antara legislatif dan eksekutif. Ke depan ia berharap bisa terus ditingkatkan dalam pengabdian untuk terwujudnya masyarakat Tabanan yang Sejahtera, Aman dan Berprestasi (Tabanan Serasi). “Terima kasih atas kerjasamanya. Mari tetap jalin kerja sama yang baik dengan semua elemen masyarakat, eksekutif, legislatif, birokrasi
semua, mari bersama-sama membangun dan berbuat untuk Tabanan lebih baik dan selalu eling serta waspada,” pinta Bupati Eka di hadapan pimpinan sidang serta anggota DPRD Tabanan serta seluruh OPD yang hadir saat itu. “Ingat ya, semakin kita tinggi, semakin kita berprestasi, semakin bersinar Tabanan ini, maka akan semakin besar ujian kita. Saya berharap kepada semua jaga diri masing-masing serta mari saling menjaga. Apa yang sudah kita perbuat, mudah-mudahan astungkara dilindungi oleh Hyang Widhi Wasa,” kata Bupati Eka. (kmb28)
Selain penghapusan jarak antartoko modern, ada tiga poin lagi yang menjadi acuan, yakni penegasan penetapan aturan jarak 1.000 meter antara toko modern berjaringan dengan pasar tradisional, kedua, pembatasan jumlah toko modern di tiap kecamatan yang nanti ditentukan dari hasil kajian, dan ketiga, terhadap toko swalayan yang tidak memenuhi ketentuan jarak dengan pasar rakyat diberikan waktu peralihan paling lama lima tahun untuk menyesuaikan dengan peraturan daerah. “Disahkannya revisi Perda Penataan Toko Modern ini menjadi bukti komitmen eksekutif dan legislatif. Saya tidak mau Tabanan ke depan jadi ‘kebun’ toko modern,” tegas Ketua DPRD Tabanan Ketut ‘’Boping’’ Suryadi. Lanjut kata Suryadi, dalam perda yang telah direvisi tersebut, ada tiga indikator sebagai dasar acuan ke depan. “Jika nanti ada yang terbukti melanggar, yustisi yang bertugas mengontrol jika perlu segel, kita main dengan etika,”
ucapnya. Politisi asal Selemadeg ini melihat makin liarnya pendirian toko modern yang belum mengantongi izin lantaran adanya izin lokasi yang lolos dikeluarkan oleh kepala desa dan bendesa adat setempat. “Mereka ini yang memegang peranan, terkait izin lokasi, kenapa bisa lolos. Kalau mau ini jalan dan ditegakkan, ada desa yang memang steril dari toko modern, jangan tandatangan izin lokasi, apa kita rela pedagang kecil makin tidak berdaya,” tegasnya. Hal senada juga disampaikan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti. Diakuinya, yang terjadi saat ini memang banyak pelanggaran yang terjadi terkait pendirian toko modern. Dengan telah disahkannya revisi perda tentang penataan toko swalayan, dalam waktu dekat pihaknya juga akan mengeluarkan perbup agar jelas mekanismenya. “Saat ini sudah banyak yang melang-
gar, kalau dicek yang punya orang lokal. Kalau mau menegakkan ayo sama-sama dari tingkat bawah baik itu camat, perbekel, bendesa adat kita jalankan aturan yang telah disepakati ini,” ucapnya.
Ketut Suryadi
Bupati Eka menambahkan, keberadaan perda ini juga memiliki arti penting sebagai bentuk komitmen berbuat lebih baik terkait ekonomi kerakyatan, dalam artian kebijakan untuk mensejahterakan rakyat. Seperti diberitakan sebelumnya, dari 311 toko modern yang ada di Tabanan, baru 28 toko yang mengantongi izin. Bahkan di antaranya ada pula yang memiliki jarak sangat dekat dengan keberadaan pasar tradisional yang dikhawatirkan dapat mematikan keberlangsungan ekonomi rakyat tersebut. Terkait hal itu, jajaran legislatif melalui Pansus VI, menyepakati revisi Perda Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2016 tentang penataan toko swalayan, dan telah ditetapkan sebagai perda dalam sidang paripurna, Kamis siang kemarin. (kmb28)
Bali Post/kmb28
Pemkab Kembangkan Desa Mandiri Benih Kopi Bersertifikasi
Bali Post/ist
HANCUR - Kondisi panyengker dan apit surang Pura Bedugul Serason yang hancur berantakan.
”Panyengker” dan ”Apit Surang” Pura Bedugul Serason Dirusak Tabanan (Bali Post) Kasus perusakan tempat suci terjadi di setwilkum Polsek Penebel. Panyengker dan apit surang Pura Bedugul Subak Serason, Banjar Serason, Desa Pitra, Kecamatan Penebel dirusak orang, Kamis (26/7) kemarin sekitar pukul 07.00 Wita. Bahkan kondisi panyengker dan apit surang hancur berantakan. Dari informasi yang dihimpun, kerusakan pertama kali dilihat saksi I Ketut Suwirka, seorang pengembala itik asal Banjar Pemanis Kelod, Biaung. Ia tengah berjalan di
jalan subak hendak mengembalakan itiknya. Sampai di depan Pura Bedugul dirinya justru kaget melihat ada seorang wanita mendorong apit surang (gapura) Pura Bedugul Serasan hingga roboh. Selain itu, saksi juga melihat seluruh panyengker pura sudah roboh berantakan di pelataran pura. Melihat hal itu, saksi kemudian memberi tahu Pakaseh Subak Serason I Made Kuta Arjaya (55). Pakaseh langsung ke lokasi dan menemukan seluruh panyengker dan apit surang pura
Bedugul sudah roboh. Dari perhitungan yang dilakukan akibat perusakan panyengker dan apit surang, petani Subak Serason mengalami kerugian sekitar Rp 50 juta. Selanjutnya kasus tersebut dilaporkan ke Polsek Penebel. Kapolsek Penebel AKP I Ketut Mastra Budaya saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan pengerusakan Pura Bedugul Subak Serason. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi di lapangan. (kmb28)
Tabanan (Bali Post) Pupuan memiliki potensi di bidang perkebunan kopi jenis robusta. Minat pasar baik dalam maupun luar negeri terhadap kopi robusta semakin meningkat. Namun, dari 7.700 hektar tanaman kopi robusta di Pupuan, semuanya sudah berusia lebih dari 35 tahun dan perlu dilakukan peremajaan. Untuk memenuhi bibit untuk peremajaan kopi ini, Tabanan telah membentuk desa mandiri benih di Pupuan. Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Tabanan Dewa Ketut Budidana Susila, Kamis (26/7) kemarin, mengatakan selama ini petani dalam melakukan penanaman maupun peremajaan kopi ada yang mengambil bibitnya di kebun induk milik Provinsi Bali. Bibit dari kebun induk ini sudah tersertifikasi, sehingga kualitas dan keaslian bibit terjaga. Namun ada juga petani yang menanam bibit yang tidak bersertifikasi atau asalan. Untuk memenuhi kebutuhan bibit kopi yang bersertifikasi bagi petani, tahun ini Tabanan mengembangkan desa mandiri benih. Desa tersebut adalah Desa Munduk Temu, Desa Belatungan, Desa Padangan, Desa Kebon Padangan, Desa Pujungan dan Desa Pajahan. Bantuan didapat dari dana TP Pusat dengan memanfaatkan Lembaga Ekonomi Masyarakat
(LEM). ‘’Jadi desa yang sudah memiliki LEM ini menjadi desa mandiri benih. Masingmasing dikembangkan stek res sebanyak 25.000 pohon,’’ ujar Dewa Susila. Tidak hanya pendanaan dari pusat, pengembangan bibit kopi ini juga dari dana APBD berupa strek res sebanyak 14.000 pohon yang dikembangkan di Desa Munduk Temu. Kegiatan ini kata Dewa Susila selain peremajaan kopi robusta, di kawasan kopi robusta Pupuan juga sebagai pembelajaran bagi desa mandiri benih dalam pemenuhan bibit kopi yang bersertifikasi. Pemenuhan bibit kopi bersertifikasi ini juga sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian No.5 Tahun 2015. Lanjut Dewa Susila, bibit yang dihasilkan oleh desa benih ini bahannya diambil di kebun induk kemudian dikembangkan. Setelah bibit akan disertifikasi oleh tim. Jika sudah tersertifikasi dan layak, akan disebarkan ke petani. Dalam pemberian bibit ke petani, menurut Dewa Susila adalah dalam bentuk bantuan dan tidak dijual. Tetapi penerimanya ditentukan per kelompok. ‘’Bibit ini tidak dijual tetapi merupakan bantuan untuk petani. Tiap tahun akan ditentukan kelompok tani mana yang mendapatkan bibit untuk peremajaan
Bali Post/kmb24
BENIH - Desa mandiri benih kopi di Pupuan sedang proses pembuatan bibit kopi bersertifikasi. ini,’’ ujarnya. Peremajaan pohon kopi sudah dilakukan sejak tahun 2017 seluas 100 hektar. Untuk tahun 2018, peremajaan
kopi seluas 350 hektar, Desa Munduk Temu (125 hektar), Desa Padangan (100 hektar) dan Desa Kebon Padangan (125 hektar). (kmb24)
”Quarterly Progress Review Meeting” Evaluasi Perkembangan RIF
PERTEMUAN - Pemkab Tabanan melalui Bapelitbang, Rabu (24/7) menggelar pertemuan tinjauan perkembangan triwulan pertama atau 1st Quarterly Progress Review Meeting. GUNA pemantauan dan evaluasi kegiatan-kegiatan yang didukung melalui skema bantuan teknis RIF/Responsive Innovation Found 1, Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Bapelitbang Kabupaten Tabanan, Rabu (24/7) menggelar pertemuan
tinjauan perkembangan triwulan pertama atau 1st Quarterly Progress Review Meeting bertempat di Four Points by Sheraton, Seminyak. Quarterly Progress Review Meeting itu mendiskusikan strategi pengembangan ekonomi berbasis komoditas unggulan
kawasan perdesaan dan identifikasi dukungan terhadap kebutuhan dan inisiatif dari enam daerah kabupaten. Quarterly Progress Review Meeting akan berlangsung selama dua hari dengan melakukan kunjungan lapangan di Desa Munduk Temu, Kecamatan Pupuan. Hadir dalam talkshow itu Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Ketut Suryadi, Asisten II Setda Kabupaten Tabanan I Wayan Miarsana, Kepala Bapelitbang Kabupaten Tabanan Ida Bagus Wiratmaja, Perwakilan Duta Besar Canada Peter Mcarthur, Jeffrey Ong (Senior Development Officer Development Cooperation,GAC), Rino A Sadanoer (Direktur Proyek NSLIC/NSELRED), para direktur/deputi kementerian terkait dan perwakilan dari enam daerah pilot RIF. Sementara dalam pertemuan sebelumnya, Selasa (24/7) di Hotel Four Points by Sheraton Seminyak Badung, digelar talk show ini yang
menghadirkan enam Kabupaten yang merupakan proyek inovasi enam daerah pilot RIF tahap pertama. Bupati Tabanan dalam sambutannya yang dibacakan Asisten II Setda Kabupaten Tabanan I Wayan Miarsana sekaligus membuka acara mengatakan pertemuan itu merupakan tinjauan perkembangan triwulan pertama atau First Quarterly Program Review Meeting dan Acara Talk Show Strategi Perkembangan Ekonomi Berbasis Komoditas Unggulan. “Saya atas nama pemerintah dan rakyat Tabanan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pihak donator atas dipilihnya Tabanan untuk pertama kalinya dalam First Quarterly Progress Review Meeting,” ucapnya. Miarsana juga menjelaskan, melalui Visi Tabanan Serasi ditetapkan strategi dalam misi ketiga RPJMD/yaitu Menggerakan Ekonomi Kerakyatan Melalui Pemberdayaan masyarakat Berbasis Pertanian
dan Pariwisata. “Misi ini sangat relevan dengan konsep yang dilaksanakan dalam proyek Responsive Innovation Fund (RIF). Dengan lokasi pengembangannya, diarahkan ke Wilayah Barat Kabupaten Tabanan yang terdiri dari lima desa yaitu Belimbing, Sanda, Munduk Temu, Wanagiri dan Lumbung Kauh dengan lima komoditas unggulan berbasis kearifan lokal yaitu nira, kopi, salak dan kelapa. Tujuan proyek RIF adalah untuk mendukung pembangunan ekonomi lokal yang bekerlanjutan, responsive gender, ramah lingkungan dan beradaptasi dengan perubahan iklim. Namun Pemkab Tabanan melalui Bapelitbang tahun ini telah cepat merespons pengembangannya dengan memasukkan unsur pariwisata sehingga lima desa tersebut dibranding dengan kawasan Nikosake,” ungkapnya. Sampai saat ini telah ditetapkan dengan Perbup No.24 Tahun 2018 tentang
pengembangan agribisnis terintegrasi berbasis kearifan lokal dan pariwisata di kawasan Nikosake. Sementara itu, Perwakilan Duta Besar Kanada untuk Indonesia H.E MacArthur Peter memberikan apresiasi dan rasa bangganya atas kerja sama yang dilakukan Pemerintah Kanada dengan Pemerintah Indonesia. Dan berharap proyek itu dapat berkelanjutan. Dikatakan, RIF merupakan komponen penting dalam proyek tersebut, dan dengan talkshow ini bisa mendapatkan masukan-masukan dari enam pilot proyek tersebut. “Saya sangat senang mendengar masukan yang didapatkan dari enam pilot proyek ini, dan RIF ini merupakan komponen penting di proyek ini,” ujarnya. Sedangkan Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Ketut Suryadi sangat antusias mengatakan program ini menciptakan peluang alternative activity tourism yang masuk kawasan Nikosake, dengan menyuguhkan aktivitas pertanian
sebagai daya tarik wisata baru. “Program ini dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Untuk kebutuhan hidupnya bisa dengan kehidupan petani yang dilakukan selama ini,” ucapnya. Ditambahkan hasil pertanian mereka, sekarang sudah bisa dijual melalui BUMDa. Sudah ada BUMDa yang menampung hasil pertanian, dan bahkan sudah dibuat packejing. “Hal ini agar lebih menarik, sehingga menambah daya tarik pembeli,” jelasnya. Saat kunjungan lapangan para peserta melakukan treaking dan menanam pohon salak di area perkebunan warga. 49 orang peserta termasuk Wilson Pearce (Vice President Local Economic Development), Boris Jacouty (Senior Director and Renewable Energy Practice Lead) dan Rino A Sa`danoer (Direktur Proyek NSLIC/ NSELRED) juga di suguhkan produk olahan berupa jus salak madu dan kopi leak yang merupakan salah satu ikon Desa Munduk Temu. (ad1463)
BULELENG
8
Jumat Pon, 27 Juli 2018
Sempurnakan Kurikulum Pendidikan di SLB Singaraja (Bali Post) – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bali terus menyempurnakan kurikulum pendidikan Sekolah Luar Biasa (SLB). Ini penting untuk memberikan tambahan keterampilan kepada anak yang berkebutuhan khusus (ABK), sehingga setelah menamatkan pendidikannya, mereka bisa bersaing dalam pasar kerja. Selain itu bersaing meniti karier sebagai pegawai pemerintahan. Disdikpora Bali dalam hal itu membahas penyempurnaan kurikulum itu dengan melibatkan sejumlah stakeholders terkait. Pembahasan ini dilakukan lewat Forum Group Discussion (FGD) Kamis (26/7) kemarin, di aula SLB Negeri Singaraja. FGD ini menghadirkan narasumber Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Khusus Disdikpora Bali, Made Widhi Dharma. Narasumber lainnya Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Dinas Sosial Buleleng, Maman Wahyudi. Made Widhi Dharma mengatakan, kurikulum yang selama ini diterapkan di lingkungan SLB di Bali, telah mengikuti amanat undang-undang. Meski demikian, masih memungkinkan disempurnakan agar kualitas pendidikan yang menjadi hak dasar ABK di Bali itu bisa ditingkatkan. Penyempurnaan ini bisa dilakukan dengan melibatkan peran pihak swasta dan komponen masyarakat lainnya. Sasaran yang tidak kalah pentingnya adalah agar mutu lulusan ABK sendiri meningkat, sehingga memberikan “modal” yang baik dalam upaya mencari pekerjaan. Dengan kualitas lulusan ditingkatkan, maka diyakini semua lulusannya bukan saja akan mampu bersaing, bahkan diterima bekerja sebagai pegawai pemerintahan sama dengan pegawai umumnya. Dia mencontohkan, anak penyandang disabilitas yang sudah menamatkan pendidikannya, kebanyakan menggeluti usaha jasa mandiri. Seperti tukang pijat sampai menyanyi. Selain itu, ada juga yang bekerja sebagai tenaga cleaning service (CS) di perusahaan atau instansi pemerintah. Sementara sebagai pegawai pemerintahan sendiri masih minim. “Dari FGD ini, kita ingin pemerintah, kalangan swasta, dan masyarakat peduli terhadap ABK karena undangundang sudah mengamanatkan itu. Untuk itu, kita perlu kerja sama, koordinasi, dan juga sinkronisasi agar ada pemahaman sama dalam peningkatan mutu pendidikan di SLB,” katanya. Maman Wahyudi mengatakan, penyandang disabilitas yang bekerja di pemerintahan persentasenya tidak lebih dari 10 persen dari sekitar 20 ribu orang penyandang disabilitas. Untuk itu, Pemkab Buleleng sejak beberapa tahun terakhir ini, gencar mengajukan proposal untuk mendapatkan anggaran dari Kementerian Sosial (Kemensos). Dana itu nantinya bisa disalurkan kepada penyandang disabilitas di daerahnya. Untuk penyandang disabilitas, Buleleng masuk kabupaten di Bali yang mendapat kucuran dana Rp 600 juta dari APBN. (kmb38)
Bali Post/kmb38
SEMPURNAKAN KURIKULUM SLB – Forum Group Discussion (FGD) membahas penyempurnaan kurikulum pendidikan Sekolah Luar Biasa, Kamis (26/7) kemarin.
Proyek Teater Dokumenter Pentaskan 11 Ibu 11 Panggung 11 Kisah Singaraja (Bali Post) – Proyek teater dokumenter digarap penggiat sastra Kadek Sonia Piscayanti. Proyek teater itu malah sudah dipentaskan Selasa (24/7) malam lalu. Gelaran perdana ini memikat penggiat sastra dan teater di Buleleng yang memadati lokasi pementasan di Jalan Segara Penimbangan Gang Balbo, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng. Pementasan perdana pada project 11 Ibu 11 Panggung 11 Kisah itu melibatkan aktris Erna Dewi. Dia adalah seorang peramal kartu tarot yang sesungguhnya tidak berpengalaman sebagai seorang aktris. Meski seperti itu, perempuan itu berhasil menguasai panggung. Indikasinya action-nya mampu memicu emosi dan membuat penonton terisak. Malam itu, Erna Dewi memainkan naskah teater berjudul “Kumainkan Kartumu Ibu, Kutemui Kau di Lorong Waktu”. Erna tampil secara monolog di ruang keluarga rumah sang aktor. Rumah itu sudah tidak asing lagi dengan kesehariannya. Naskah yang dimainkan Erna Dewi itu kebanyakan mengeksplorasi cerita pada masa kecilnya yang cukup traumatik. Ia diperlakukan berbeda dengan saudaranya. Selain itu, ia juga sering mengalami kekerasan dari orang tuanya. Baik kekerasan psikis maupun kekerasan fisik. Meski membawakan kisah penuh rasa trauma, Erna Dewi tetap berusaha menjaga emosinya di atas panggung. Ia tetap tampil lepas dan natural. Walau demikian, aksi panggungnya itu mampu memaksa penonton larut dalam naskah yang dibawakannya itu. Erna Dewi mengaku dirinya adalah aktor pemula. Dia tidak pernah tidak menangis saat latihan, sehingga penampilan itu dianggap masih jauh dari sempurna. Ia juga mengaku sangat sulit menjaga jarak antara naskah yang ditulis Sonia Piscayanti. Sebab, naskah itu merupakan masa kecilnya yang sangat traumatik. Erna Dewi juga mengaku ada beberapa segmen pementasan yang benar-benar menguras emosinya. Utamanya saat adegan ketika ia berada di kamar mandi. Meski menggali rasa trauma masa kecil, Erna mengaku rasa traumanya justru menjadi lebih ringan. “Rasanya masih sangat jelas sekali di kepala saya. Waktu umur 4-5 tahun, saya diseret ke kamar mandi. Saya juga diguyur dengan air, dikunci dari luar, agar saya mau makan,” katanya. Sutradara pementasan Kadek Sonia Piscayanti menambahkan, dirinya sengaja mengeksplorasi isu domestik dari setiap aktor yang akan terlibat dalam pementasan. Terkait aktor Erna Dewi, Sonia yang juga dosen Sastra Inggris di Undiksha Singaraja ini menyatakan permasalahan yang dihadapi aktornya sangat kompleks. Dengan menggali hal tersebut, dia ingin perempuan itu menjadi semakin terbuka dengan permasalahan yang ada. Dari cara itu, tercipta ruang dialog antarperempuan yang memberikan dampak positif sekaligus solutif. “Semua orang perlu didengarkan. Sementara seorang ibu selalu memikirkan semuanya, tapi tidak pernah memikirkan dirinya. Itulah mengapa proyek ini saya buat,” jelasnya. (kmb38)
Bali Post/kmb38
PROYEK DOKUMENTER - Pementasan proyek teater dokumenter 11 Ibu 11 Panggung 11 Kisah karya Kadek Sonia Piscayanti, Selasa (24/7) malam lalu.
Bali Post/kmb38
ABRASI PARAH - Kawasan Pantai Hepi di Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng dilanda abrasi parah. Daratan pantai ini terus tergerus gelombang laut. Akibat tanah di sana tergerus, pohon waru yang sebelumnya tumbuh subur sekarang tumbang. Pohon tersebut dibiarkan di bibir pantai, menyebabkan pemandangan tidak indah.
Dipasangi Stiker, Hotel dan Restoran Penunggak Pajak Singaraja (Bali Post) –
Adanya pengusaha hotel dan restoran yang menunggak pajak memaksa Pemkab Buleleng harus “memutar otak” untuk menagih tunggakan pajak tersebut. Apalagi, nilai tunggakannya tergolong fantastis. Satu hotel saja bisa memiliki tunggakan Pajak Bumi Bangunan Perdesaan Perkotaan (PBB-P2) mencapai Rp 3,2 miliar. Atas kondisi ini, Badan Keuangan Daerah (BKD) terus mengoptimalkan penagihan. Dalam waktu dekat ini, sejumlah hotel dan restoran tersebut akan diberikan sanksi berupa pemasangan stiker. Tanda stiker itu menginformasikan perusahaan tersebut menunggak pajak. Munculnya tunggakan pajak ini tidak saja baru-baru ini, tetapi sudah sejak beberapa tahun silam. Sejauh ini, BKD mencatat pengusaha yang tidak melunasi kewajibanya kepada pemerintah daerah. PBB-P2 dan Pajak Air Tanah itu murni dikenakan kepada pemilik perusahaan. Sementara PHR dan pajak hiburan dipungut dari wisatawan yang berkunjung dan oleh perusahaan kemudian menyetorkan pajak itu kepada pemerintah daerah. Tetapi faktanya, pajak wisatawan yang dititipkan di hotel atau restoran itu ditunda disetorkan ke daerah, sehingga wajar kemudian tagihannya terus membengkak. Dari semua hotel dan restoran di Bali Utara, ada tiga perusahaan memiliki tunggakan dengan jumlah fantastis. Masing-masing, Bali Handara Kosaido di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada. Perusahaan ini tercatat memiliki tunggakan Pajak Hotel Rp Rp 279.091.704,00, Pajak Restoran Rp 146.237.889,00, Pajak Air Tanah Rp 54.183.100,00, dan PBB-P2 mencapai Rp 3.259.076.839,00. Hotel Nirwana Water Garden di Desa Kalibukbuk, Lovina menunggak Pajak Air Tanah Rp 1.735.150,00. Hotel
Dengan sanksi itu, kami berharap pihak perusahaan lebih beriktikad baik mengikuti regulasi, sehingga tidak menimbulkan kerugian yang berdampak pada kepentingan lebih luas. Kalau penyegelan memang belum dan itu ranahnya Tim Yustisi bersama Satpol PP. Kepala Bidang (Kabid) Pajak Daerah, I Gede Sasmita Ariawan, S.H. Melka Lovina nunggak Pajak Hotel Rp 237.176.049,27. Pajak Restoran Rp 47.508.700,00, Pajak Hiburan Rp 20.330.550,00 dan Pajak Air Tanah Rp 3.408.100,00. Hotel Sunari Lovina memiliki tunggakan Pajak Hotel Rp 755.236.236,16.
Pajak Restoran Rp 388.871.187,95, Pajak Hiburan Rp 1.946.726.00, dan Pajak Air Tanah Rp 170.299.800,00. Dengan Mencicil Kepala Bidang (Kabid) Pajak Daerah I Gede Sasmita Ariawan, S.H. seizin Kepala BKD Buleleng Bimantara, Kamis (26/7) kemarin, mengatakan sejak munculnya tunggakan pajak dari perusahaan, pemerintah daerah masih memberikan toleransi relatif panjang. Buktinya, perusahaan penunggak pajak itu diberikan kesempatan melunasi tunggakan pajaknya dengan cara mencicil. Selain itu, pemerintah daerah selama ini masih melakukan upaya penagihan langsung. Hanya, penagihan ini tidak membuahkan hasil optimal. Terbukti perusahaan itu enggan menyetorkan pajak dengan alasan pengunjung sepi atau perusahan dalam tahap renovasi. Alasan kunjungan tamu sepi terkesan tidak logis. Sebab, hasil monitoring atau data kunjungan dari Dinas Pariwisata (Dispar) sering menunjukkan kunjungan wisatawan ke Buleleng normal. Akan tetapi, perusahaan justru selalu menyampaikan alasan klasik seperti itu agar diberikan menunda
Bali Post/kmb38
MEMASANG STIKER - Badan Keuangan Daerah (BKD) Buleleng akan memasang stiker untuk menginformasikan kepada wisatawan bahwa perusahaan masih menunggak pajak kepada daerah. Upaya ini dilakukan karena perusahaan belum melunasi PBB-P2, Pajak Air Tanah, dan menunda menyetor pungutan PHR dan Pajak Hiburan. menyetorkan pajak. “Kita sudah sangat bijak memberikan mencicil. Tapi kalau menunda untuk sanksi dendanya tetap kita kenakan, sehingga sekarang tunggakan pajak ini selain jumlah pokok dan ada juga dendanya yang terus kita hitung, sehingga pajak yang mengendap itu nilainya jadi fantastis,” katanya. Gede Sasmita mengatakan, upaya penagihan langsung dan memberikan kebebasan mencicil dalam waktu dekat ini akan dievaluasi. Sasmita mencontohkan, Bali Handara setiap bulan hanya mencicil tunggakan pajak Rp 10 juta. BKD akan mengevaluasi nilai cicilan itu dan menuntut perusahaan agar meningkatkan nominal cicilan pajaknya itu.
Perusahaan yang menunggak pajak itu diminta kembali komitmennya. Jika upaya ini tetap tidak diindahkan, maka secara bersamaan BKD akan memberikan sanksi. Malah dengan memasang stiker di hotel atau restoran itu. Dengan pemasangan stiker, nantinya wisatawan mendapat kejelasan informasi bahwa hotel atau restoran yang dikunjunginya itu tidak disiplin mengikuti aturan perpajakan. ‘’Dengan sanksi itu, kami berharap pihak perusahaan lebih beriktikad baik mengikuti regulasi, sehingga tidak menimbulkan kerugian yang berdampak pada kepentingan lebih luas. Kalau penyegelan memang belum dan itu ranahnya Tim Yustisi bersama Satpol PP,” jelasnya. (kmb38)
Empat Kesenian Etnis Tampil di Arena Bulfest 2018 Buleleng Festival (Bulfest) dihelat awal Agustus 2018 ini. Dalam gelaran Bulfest yang keenam kalinya mengusung tema “The Spirit of Pluralism”. Maknanya, mengaplikasikan tema tersebut dengan melibatkan empat entis di Buleleng selain kesenian tradisional. Bahkan, kesenian etnis itu akan tampil secara massal. Bagaimanakah secara riil gelaran Bulfest?
MEMANG bukan saja kesenian etnis akan ditampilkan, kesenian tradisional juga diberikan ruang maksimal pada pameran itu. Di samping itu, tidak ketinggalan khazanah ragam resep kuliner beberapa etnis asal Bali Utara ini juga ikut meramaikan. Sama seperti tahun lalu, materi pameran itu mencerminkan semangat keberagaman untuk mempersatukan diri dalam membangun daerah agar lebih maju dan baik ke depannya. Kepala Bidang (Kabid Kesenian) Drs. Wayan Sujana seizin Kepala Dinas Kebudayaan Drs. Gede Komang, M.Si., Kamis (26/7) kemarin, mengatakan penampilan kesenian dari empat etnis itu akan pentas secara massal di sepanjang Jalan Ngurah Rai, Singaraja. Diperkirakan, pekerja seni yang akan mengisi ruang pentas itu antara 300 sampai 350 orang.
Untuk mewakili etnis Islam akan dipentaskan garapan seni Burdah dari Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada. Seni yang satu ini merupakan warisan penduduk Muslim di Pegayaman yang sampai sekarang tetap dilestarikan. Burdah ini menjadi unik karena sejak diciptakan para pendahulu di desa itu, mengabungkan nuansa kesenian Bali yang saat itu sedang berkembang pada Kerajaan Buleleng silam. Keunikannya, pemain Burdah itu menggunakan busana bernuansa Bali termasuk beberapa lirik nyanyiannya berbahasa Bali. “Seni Burdah ini dipilih selain keunikannya sangat relevan untuk mencerminkan spirit pluralism yang dijadikan tema besar dalam bulfest mendatang,” katanya. Sementara itu, etnis Buddha akan menampilkan atraksi Barongsai. Kesenian warga
Bali Post/kmb38
BULELENG FESTIFAL - Kesenian Budrah dari Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada akan mewakili etnis Muslim dalam gelaran Buleleng Festival (Bulfest), Agustus mendatang. Tionghoa di Buleleng ini, tetap lestari dan pementasan tidak saja dalam perayaan Imlek, juga dalam beberapa acara Barongsai selalu ditampilkan. Mewakli etnis Kristen akan diwakili Yayasan Benih Kasih Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak. Untuk etnis Bali ditunjukkan melalui pementasan Baris Gede. Pementasan ini dilakukan oleh seniman dan penabuh dari Sanggar Dwi Mekar, Singaraja. Tidak cukup dengan menampilkan
kesenian tradisional dari etnis saja, panitia juga mengemas bagaimana implementasi spirit pluralism itu ditunjukkan dalam garapan penggabungan (genre) antara seni Pencak Silat dengan seni tradisional. “Saat pembukaan akan diawali tari Legong yang dibawakan Sanggar Manik Utara. Kemudian diikuti pementasan seni dari empat etnis tersebut dan ditutup penampilan penabuh Adi Merdangga dari Kecamatan Busungbiu,” jelasnya.
Di sisi lain, Sujana mengatakan, tidak cukup seni tradisional ditampilkan mengakomodasi spirit keberagaman. Menurutnya, arena pameran selama Bulfest ini juga menggelar segala ragam resep masakan tradisional khas Buleleng. Resep masakan tradisional khas Buleleng itu seperti siyobak, blayag, sudang lepet, bubur mengguh, dan ragam resep kuliner unik lain yang sudah pasti bergizi tinggi. (mud)
GIANYAR
Jumat Pon, 27 Juli 2017
9
Diterjang Ombak, ”Panyengker” Pura di Pering Roboh Gianyar (Bail Post) Tembok panyengker Pura Pesimpangan Ratu Gede Nusa di Pantai Pering Kecamatan Blahbatuh roboh akibat diterjang ombak besar. Diperkirakan kerusakan mulai terjadi pada Rabu (25/7) lalu dan makin parah pada Kamis (26/7) kemarin. Warga Pering Ketut Sudira mengungkapkan, pada Rabu tembok panyengker sudah berantakan. Betonnya ada yang terseret ombak jauh ke sebelah utara. Pasir pantai juga memenuhi areal pura yang di-empon oleh Puri Ageng Blahbatuh itu. Sementara kemarin, dua patung yang berada di Padmasana yang roboh. Padmasananya sendiri masih berdiri kokoh. Sejumlah patung lainnya di depan palinggih juga rusak atau terbenam. Ia bersama sejumlah warga lainnya berusaha bersihbersih sebisanya di lokasi tersebut. ‘’Patung yang tertanam ini berat sekali. Harus pelan-pelan membereskannya,’’ jelasnya. Mengenai kerusakan pura tersebut, pria yang juga nelayan itu telah melapor ke pihak Puri Ageng Blahbatuh selaku pangempon. Dikatakan Sudira, air laut juga sampai membahasahi areal wantilan yang ada di Pura Suwun Kidul yang masih dalam satu kawasan. ‘’Pura Suwun Kidul ini berada di utara, tak jauh dari Pura Pesimpangan Ratu Gede Nusa,’’ katanya. Dari pantauan di lapangan siang kemarin, air laut tampak menggenangi areal Pura Pesimpangan Ratu Gede Nusa. Selama ini pura tersebut banyak didatangi masyarakat dari luar
Gianyar, bahkan ada yang dari Jakarta. Warga pun kaget dan tidak menyangka air laut begitu dahsyat hingga menghancurkan pura. ‘’Ini semacam siklus air besar. Tapi tumben begini sampai merusak palinggih,’’ terangnya. Sementara itu, kondisi di kawasan wisata Pantai Lebih kian parah. Meski demikian, petugas Balawista Pos III Gianyar Wayan Join Hermanto mengatakan, air laut masih menggenangi areal parkir warung olahan ikan hingga separuh trafick light Jalan By-pass I.B. Mantra. Untuk aktivitas nelayan, diliburkan sementara. ‘’Perahu sudah diikat dan diamankan. Tidak ada nelayan melaut karena situasinya seperti ini,’’ ungkapnya. Mengenai kondisi warung olahan ikan, masih tetap buka, hanya saja areal parkir tergenang mencapai selutut kaki orang dewasa. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar A.A. Gde Oka Digjaya kembali mengingatkan nelayan untuk tidak melaut semasih gelombang tinggi seperti saat ini. Ia juga mengingatkan para nelayan untuk menempatkan dengan baik masing-masing perahu di pinggir pantai. Menurut Oka Digjaya, kondisi ombak kemarin sejatinya sudah lebih kecil dibandingkan hari sebelumnya. Namun menurut perkiraan BMKG, dalam beberapa hari ke depan gelombang masih akan tinggi. ‘’Terutama saat Purnama besok (hari inired) perkiraan gelombang akan tinggi,’’ ungkapnya. (kmb35)
Buntut Tewasnya Wisatawan Prancis
SOSOK
Membangun Relasi KESUKSESAN Putu Sudi Adnyani sebagai pengusaha perak bukan diraih begitu saja. Perempuan yang akrab disapa Bara ini ternyata sempat melakoni profesi sebagai guide selama 18 tahun, sebelum akhirnya pindah jalur berjualan kerajinan perak kecil-kecilan. Profesi guide inilah yang membuka jalan bagi pemilik Bara Silver ini untuk menjalin relasi sebanyak-banyaknya. ‘’Saat jadi guide, saat mengantar wisatawan ke berbagai wilayah di Bali bahkan hingga ke luar negeri. Selama proses itu, saya berupaya membangun jaringan komunikasi dengan cukup banyak perajin. Selama itu pula memang saya bermimpi untuk memiliki sebuah galeri untuk kerajinan,’’ katanya. Karier sebagai pengusaha kerajinan perak dirintisnya sekitar tahun 2003. Kala itu ia hanya membuka meja kecil untuk tempat perhiasan perak pada rumahnya di Desa Celuk. ‘’Seriusnya itu sejak tujuh tahun lalu. Hingga kini jaringan saat masih sebagai guide dijaganya dengan baik untuk mendukung usaha perak yang ia geluti. Ditambah dengan promosi yang gencar, membuat Bara Silver semakin dikenal. Namun diakuinya, cukup banyak karyanya yang dibajak. Hal ini tak membuatnya patah arang. Ia justru terus berupaya merancang karya baru, dibantu sejumlah perajin perak yang ia pekerjakan. ‘’Saya bebaskan mereka bekerja di rumah masing-masing. Karena ini sebuah karya seni, jadi ekspresi mereka tidak boleh dikekang,’’ ucapnya. Bara mengaku tetap menuntun para perajin dengan mengarahkan mereka membuat karya yang mengambil bentuk dari alam, misal bentuk daun, bunga dan buah. ‘’Saya hanya menuntut sedikit, selebihnya saya serahkan kepada para seniman saya, dan hasilnya justru lebih baik dari apa yang dibayangkan,’’ ujarnya. Untuk produksi, ia tidak terpaku hanya berkarya menggunakan bahan dari perak, namun ada juga dari emas dan tembaga. (nik)
Telepon Penting gianyar Kantor Bupati DPRD BPBD PMK Kantor Satpol PP RSUD Sanjiwani PDAM KPA Gianyar PMI Gianyar KONI Gianyar BNN Kab. Gyr. PLN Kodim 1616 Gyr Koramil Gianyar Koramil Blahbatuh
Bali Post/nik
ROBOH - Kawasan Pura Pesimpangan Ratu Gede Nusa di Pantai Pering, Blahbatuh. Tembok panyengker pura tersebut roboh akibat diterjang ombak besar.
- 943056 - 943144 - 7844717/7844718 - 943113 - 944436 - 943020 - 944225/943233 - 942184 - 8958414 - 947261 - 946122 - 947166 - 943069 - 942289 - 941167
Pemkab akan Tutup Wisata Ayunan di Tegallalang Gianyar (Bali Post) Pemkab Gianyar menyoroti tewasnya wisatawan asal Prancis Patrick Jean Pierre Bouchard saat mengikuti wisata ayunan (swing) di Desa Tegallalang Kecamatan Tegallalang. Disparda Gianyar memastikan akan memanggil pengelola objek wisata tersebut. ‘’Kita akan panggil segera pengelolanya,’’ kata Kadisparda Gianyar A.A. Bagus Ari Brahmanta, Kamis (26/7) kemarin. Pejabat yang akrab disapa Gung Ari ini menjelaskan, stafnya sudah melakukan pengecekan ke lokasi tersebut. Diketahui di lokasi itu terdapat sepuluh ayunan milik warga lokal yang disewakan kepada wisatawan. Sejauh ini belum ada standar keamanan untuk wisata ayunan di lokasi tersebut. Sebab itu, setelah pemanggilan pihaknya berencana melaku-
kan penutupan akomodasi pariwisata tersebut. Dari laporan yang ia terima, insiden pada Rabu (25/7) siang juga diduga akibat kurangnya pengawasan dari pihak pengelola. Sehingga korban Patrick sendiri yang membantu anaknya yang ketakutan menaiki ayunan. ‘’Dari segi kedalaman juga, ini berbahaya. Mungkin karena itu anaknya takut hingga
sang ayah membantu,’’ kata Gung Ari. Pejabat asal Ubud ini juga mengakui, saat ini wisata swing mulai menjamur di Kabupaten Gianyar, khususnya di Desa Tegallalang. Melihat kondisi ini, pihaknya pun berencana membuat regulasi terkait izin akomodasi pariwisata tersebut. ‘’Kami akan siapkan regulasinya, sehingga pengadaan wisata nanti bisa terukur. Sama seperti wisata rafting, trekking dan semacamnya,’’ tegasnya. Terkait keluarga korban, Gung Ari mengaku sudah menyampaikan belasungkawa. Pihak keluarga korban sudah kembali ke Prancis, sementara jenazah korban masih dititipkan di RSUP Sanglah.
Sementara itu, Kasat Reksrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. ‘’Masih memeriksa sejumlah saksi. Kita dal-
ami dulu keterangan para saksi mata,’’ jelasnya. Usai pemeriksaan saksi, pihaknya juga berencana melakukan pemanggilan terhadap pengelola akomodasi pariwisata itu. (kmb35)
Parpol Diminta Segera Tuntaskan Perbaikan Berkas Bacaleg
Bali Post/nik
RAPAT PLENO - Suasana rapat pleno pengumuman pemenang Pilbup Gianyar yang digelar di Balai Budaya Gianyar, Kamis (26/7) kemarin.
KPU Tetapkan Kemenangan Paket Aman Gianyar (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gianyar menetapkan kemenangan pasangan calon nomor urut 2, Made Mahayastra-A.A. Gde Mayun atau paket Aman, dalam Pilbup Gianyar. Mereka ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih melalui rapat pleno terbuka KPU Gianyar yang berlangsung di Balai Budaya Gianyar, Kamis (26/7) kemarin. Ketua KPU Gianyar A.A. Gde Putra mengatakan, pelaksanaan rapat pleno ini telah sesuai ketentuan, yakni dilaksanakan tiga hari setelah registrasi terkait dengan perselisihan perolehan suara di MK. Sementara di Kabupaten Gianyar tidak ada perselisihan. ‘’Maksimal tiga hari dari tanggal 23 Juli 2018. Maka, KPU Kabupaten Gianyar melaksanakan penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Gianyar 2018 terpilih hari ini (kemarin - red),’’ jelasnya. Paket Aman yang diusung PDI-P unggul dalam Pilbup Gianyar dengan perolehan 193.923 suara. Pasangan ini akan memimpin Gumi Seni periode 2018-2023. Agung Gde Putra juga menyampaikan terima kasih kepada pasangan calon, instansi terkait dan masyarakat Kabupaten Gianyar karena pilkada di Gianyar berlangsung lancar. ‘’Proses penyelenggaraan Pilkada 2018 di Kabupaten Gianyar khususnya, dapat berjalan dengan lancar sampai pada acara penetapan calon terpilih Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Gianyar tahun 2018,’’ katanya.
Setelah penetapan ini KPU pun menyerahkan tahapan selanjutnya berupa pelantikan Bupati dan Wakil Bupati kepada DPRD dan Pemkab Gianyar. ‘’Penetapan pasangan ini akan kita sampaikan ke DPRD dan Pemda untuk dilanjutkan dengan pelantikan, baik itu lewat paripurna atau dilantik sekaligus. Mekanisme itu di pemda,’’ jelasnya. Terkait ketidakhadiran Made Mahayastra dan A.A. Gde Mayun pada rapat pleno, Agung Gde Putra mengaku tidak ada masalah. ‘’Kami memang tidak ada mewajibkan paslon untuk hadir. Yang jelas kami sudah mengundang semua, penyelenggara dan Panwas. Masalah hadir tidak hadir itu hak beliau-beliau. Tidak ada pengurangan makna,’’ ujarnya. Pada kesempatan itu, paket Aman ini diwakili oleh tim hukumnya, I Gede Narayana, S.H., M.H. Ditemui usai rapat pleno, Narayana mengatakan kandidatnya sedang tugas di luar kota. Ditanya apakah penugasan ini mendadak, Narayana membantahnya. ‘’Kandidat kami sedang ada di luar kota. Bukan mendadak, atau sebelumnya sudah disuruh,’’ ungkapnya. Soal kehadirannya dalam rapat pleno itu pun Narayana mengaku sudah menjadi tugasnya. ‘’Kami tetap sedia siaga selalu. Sehingga setiap ada hajatan, kami bersedia mewakili maupun menghadiri,’’ jelasnya sembari menambahkan, tidak ada pesan khusus ketika diminta untuk mewakili dalam rapat pleno KPU. (kmb35)
Gianyar (Bali Post) KPU Kabupaten Gianyar hingga kini masih memproses perbaikan berkas bakal calon legislatif (bacaleg). KPU pun mengingatkan agar perbaikan segera dituntaskan, agar tidak sampai melewati batas waktu pada 31 Juli nanti. Ketua KPU Gianyar A.A. Gde Putra, Kamis (26/7) kemarin mengungkapkan, bila sampai batas waktu tersebut berkas tidak dilengkapi, maka pihaknya akan langsung mengambil keputusan. ‘’Kalau tidak dilengkapi kan tinggal ditetapkan calon ini TMS atau MS,’’ tegasnya. Setelah proses tersebut dilalui, akan dilanjutkan dengan verifikasi terhadap perbaikan daftar calon dan syarat calon yang berlangsung 1 hingga 7 Agustus. Masih terkait perbaikan berkas bacaleg, Agung Gde Putra mengakui pihaknya masih menunggu kelengkapan berkas dari empat perbekel di Gianyar yang nyaleg. Pihaknya sudah menyampaikan ke parpol maupun bacaleg bersangkutan terkait kekurangan pada berkas. ‘’Tentu agar segera dilengkapi baik itu surat pengunduran diri maupun kekurangan lain yang batas waktunya hingga 31 Juli,’’ katanya. Sementara itu, empat perbekel tersebut dipastikan sudah mengajukan surat pengunduran diri, karena maju sebagai bacaleg. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Kabupaten Gianyar tengah memproses pengunduran diri tersebut. Kepala BPMD Gianyar Ketut Suweta belum lama ini menyebutkan, empat perbekel dimaksud yakni Wayan Swarjaya (Perbekel Desa Batubulan Kangin), Made Sukra Suyasa (Perbekel Desa Sidan), I Made Nada (Perbekel Desa Sumita) dan I Wayan Gede Pradnyana (Perbekel Desa Lebih). ’’Semua ini tentu segera kami proses sesuai aturan pengunduran diri, sehingga apa yang diinginkan bisa segera dilakukan oleh yang bersangkutan,’’ ucap Bali Post/nik Suweta. (kmb35) A.A. Gde Putra
JEMBRANA
10 Hasil Identifikasi Bawaslu
Dua Bacaleg Terindikasi Mantan Napi Korupsi Negara (Bali Post) – Pada masa perbaikan berkas bakal calon legislatif (bacaleg) di KPU Jembrana diketahui dua orang merupakan mantan terpidana korupsi. Hal tersebut diperkuat dengan hasil identifikasi dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI yang diterima KPU Jembrana pada Rabu (25/7) lalu. Dua bacaleg ini bagian dari 199 bakal calon yang teridentifikasi di seluruh Indonesia dan tersebar di 11 provinsi, 93 kabupaten dan 12 kota. Ketua KPU Jembrana I Gusti Ngurah Agus Darmasanjaya, Kamis (26/7) kemarin, membenarkan telah menerima surat dari Bawaslu RI tersebut. Ada dua bacaleg dasri Kabupaten Jembrana yang teridentifikasi merupakan mantan terpidana korupsi. Mereka adalah I Ketut Sukadana dari Partai Perindo dan I Wayan Sudirna dari Partai Gerindra. “Kami terima tadi malam (Rabu - red) dari Bawaslu,” katanya. Menurutnya sesuai aturan untuk bacaleg yang merupakan mantan terpidana korupsi tidak memenuhi syarat. Begitu juga dengan terpidana bandar narkoba dan kejahatan seksual terhadap anak. “Nanti kita umumkan setelah tanggal 31 Juli. Sekarang masih tahap perbaikan,” terangnya. Sementara itu, Ketua DPC Gerindra Jembrana I Kade Darmasusila mengatakan keputusan partainya mencabut bacaleg yang bersangkutan untuk diganti dengan bacaleg lain. Sebelumnya, DPC telah berkonsultasi ke DPD Gerindra
Provinsi Bali dengan menunjukkan bukti-bukti dan diputuskanlah untuk mencabut bacaleg tersebut. “Instruksi induk partai untuk mencabut dan mengganti bacaleg ini. Kami di sini juga sudah menyiapkan calon penggantinya,” tambah pria yang juga Wakil Ketua DPRD Jembrana ini. Saat ini, pihaknya juga sudah menentukan bacaleg pengganti. Namun menunggu proses hingga nantinya terjadi pergantian. Sebelumnya, Ketua DPD Perindo Jembrana Putu Eka Susiana Putra juga membenarkan bacaleg atas nama Ketut Sukadana yang diajukan dari Perindo merupakan mantan terpidana korupsi. Menurut Eka, partai ini tetap menerima Sukadana kendati pernah sebagai terpidana korupsi karena sejumlah pertimbangan. Pertama, memberikan kesempatan sebagai warga negara memiliki hak konstitusional dipilih dan memilih seperti yang diamanatkan dalam undang-undang. Kedua, alasan memberikan kesempatan karena Peraturan KPU (PKPU) sering berubah-ubah. Sementara Sukadana sudah sejak awal bergabung dengan Perindo Jembrana sebelum aturan itu final dari Kemenkum HAM. Kendati demikian Eka mengatakan apa pun keputusan dari KPU, pihaknya tetap menghormatinya. (kmb26)
Bupati Artha Buka Job Fair Jembrana 2018 2.500 Lowongan Disediakan
JOB Fair Jembrana 2018 yang diadakan di lantai dua Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno, Kamis (26/7) kemarin, dibuka Bupati Jembrana I Putu Artha. Pembukaan ini ditandai dengan pemukulan gong. Job Fair Jembrana 2018 ini berlangsung selama dua hari (26-27 Juli) dengan menyediakan 2.500 lowongan pekerjaan berbagai bidang dari 29 perusahaan dalam dan luar Jembrana. Hadir pula dalam pembukaan itu Wabup Jembrana I Made Kembang Hartawan, para Kepala OPD, pengusaha penyedia lapangan kerja, para kepala sekolah dan ratusan pelamar pekerjaan. Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Jembrana Ni Nengah Wartini mengungkapkan ada empat tujuan diadakannya Job Fair yang rutin diadakan tiap tahun ini. Keempat hal itu antara lain, memfasilitasi pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan bakat dan minat serta kemampuannya, membantu penyedia kerja untuk mendapatkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan perusahaannya, mengetahui trend kualitas pencari kerja dan jenis lowongan yang tersedia, mengurangi angka pengangguran. Sementara itu, Bupati Artha berpesan agar acara Job Fair ini tidak hanya kepala OPD dan pengusaha lapangan kerja, namun juga harus mengundang sekolah dan perguruan tinggi yang ada di Jembrana. Menurut Artha, para kepala desa di Jembrana juga harus dihadirkan dalam acara Job Fair Jembrana 2018. “Para kepala desa adalah ujung tombak di masyarakat. Mereka juga harus ikut mensosialisasikan acara ini agar berjalan sukses,” ungkapnya. Artha juga berharap lowongan yang disediakan itu tidak hanya dari perusahaan leasing atau sales saja, namun bisa dari berbagai sektor. “Kepada OPD terkait agar mengun-
Nekat Melaut, Perahu Terbalik Diterjang Ombak Dua Nelayan Nyaris Tenggelam
Bali Post/olo
CEK PERAHU - Petugas dari kepolisian mengecek perahu milik nelayan di Air Kuning yang sempat terbalik karena diterjang gelombang tinggi.
Negara (Bali Post) – Aksi nekat dua nelayan ini nyaris membuat mereka meregang nyawa. Sebab, di tengah cuaca buruk yang terjadi belakangan ini, dua nelayan yakni Suharman (48) dan Basarah (53) justru memaksakan diri untuk melaut, Rabu (25/7) sore. Petaka pun sempat menghampiri mereka. Saat berada di tengah laut, tepatnya di perairan Air Kuning, Jembrana, ombak besar pun menerjang perahu mereka hingga terbalik. Untungnya, para nelayan lain berhasil menolong keduanya. Sementara perahu mereka dalam kondisi rusak. Dari pengakuan kedua nelayan itu, mereka nekat melaut lantaran tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan lain. Kedua warga dari Banjar Tengah, Desa Air Kuning Jembrana ini nekat melaut karena demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Informasi yang dihimpun, Kamis (26/7) kemarin menyebutkan ombak besar menerjang perahu mereka sesaat setelah beranjak dari pinggir pantai. Perahu mereka pun terbalik. Syukurnya beberapa nelayan lainnya berhasil menyelamatkan
mereka. Begitu juga perahunya berhasil ditarik ke pesisir. Akibat kejadian tersebut perahu kayu milik Suharman rusak parah dengan kerugian Rp 1 juta. Demikian juga perahu fiber milik Basarah rusak dengan kerugian Rp 500 ribu. Kepala Satuan Polair Polres Jembrana Iptu Eddy Waluyo saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebutkan tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Kedua nelayan nekat itu dalam kondisi selamat berkat pertolongan rekannya. Dengan adanya kejadian ini, pihaknya mewanti-wanti agar para nelayan tidak melaut untuk sementara, sebelum cuaca kembali normal. Untuk mengintensifkan imbauan itu, pihaknya terus melakukan sambang ke masyarakat pesisir, termasuk juga nelayan selerek. Setiap bertemu warga dan nelayan, pihaknya tentu mengingatkan mereka supaya waspada. “Untuk kesekian kalinya, kami mengimbau kepada warga pesisir untuk tetap waspada. Sedangkan untuk nelayan jangan dulu melaut sampai cuaca kembali normal,” ucapnya. (kmb26)
Tak Sesuai Izin
Proyek Perumahan di Perancak Ditolak Desa Pakraman
Negara (Bali Post) –
Bali Post/ist
JOB FAIR – Bupati Jembrana I Putu Artha membuka Job Fair Jembrana 2018 yang digelar selama dua hari di Gedung Kesenian Jembrana. Sebanyak 2.500 lowongan disediakan untuk pencari kerja. dang perusahaan lebih banyak supaya variasi lowongan juga lebih lengkap. Selain itu, saya berharap kepada masyarakat agar menggunakan ajang Job Fair ini sebaik-baiknya untuk mencari pengalaman jika nantinya akan membuka suatu usaha,” paparnya. Pada Job Fair kali ini, Pemkab Jembrana membuka stand khusus untuk lowongan perawat di Osaka Jepang. Hal tersebut berawal dari kunjungan Osaka Care Operators Cooperative ke Jembrana yang diterima Wabup Kembang yang menawarkan Program Care Giver. Program Care Giver ini adalah pemenuhan kebutuhan tenaga perawat dan bidan dalam kegiatan pelayanan kesehatan dan perawatan bagi para lansia di Jepang. Tawaran kemudian dilanjutkan penandatanganan kesepakatan program pengiriman tenaga kerja di bidang keperawatan sebanyak 100 orang per tahun di Osaka, Jepang oleh Bupati Jembrana. Sementara itu, Wabup Kembang menyampaikan hal yang berbeda pada Job Fair kali ini. Setiap pencari kerja dibagikan buku saku berjudul “Kiat Sukses Meraih Kerja” yang berisikan
tips menulis lamaran dan CV, cara mengirim email yang baik dan efektif dan cara menghadapi interviu. “Jika menulis lamaran dan CV saja salah, bagaimana bisa diterima? Siapa pun peserta Job Fair harus membaca buku ini. Harapan saya di manapun nantinya mencari kerja akan berguna. Orang akan lebih yakin. Dengan membuat lamaran yang baik, tandanya kita menghargai diri sendiri dan juga perusahaan yang dituju,” ungkapnya. Kembang juga menambahkan hal ini juga dilakukan agar tidak gengsi bekerja di perusahaan atau dengan orang lain. “Tidak harus semua buka usaha sendiri. Itu semua ada plus-minus-nya. Bekerja dengan perusahaan, kita dapat banyak ilmu dan relasi. Cari ilmunya baru kemudian membuka usaha sendiri,” kata Kembang. Berdasarkan data hingga pukul 15.00 Wita, jumlah pencari kerja yang hadir sebanyak 441. Rinciannya, SMA/SMK 309 orang, D-1 sebanyak 11 orang, D-3 sebanyak 9 orang, S-1 69 orang dan sisanya 43 orang tidak mengisi tingkat pendidikan dengan lengkap. (ad1465)
23.00 Wita. Sebelum kejadian, korban menyuruh temannya, Handoko, Komang Tumpeng, dan I Nengah Bugiasta menanyakan STNK mobil yang dibawa pelaku. Setelah mereka bertemu dan menanyakan itu pelaku mengaku tidak ada membawa STNK tersebut. Atas pengakuan pelaku itu, korban rupanya sedikit jengkel. Korban mengatakan bahwa pelaku tidak usah lagi tinggal di rumahnya. Mendengar perkataan korban, pelaku juga naik pitam. Tiba-tiba pelaku menendang dada korban se-
banyak satu kali. Namun, saat itu ketegangan sempat reda. Akan tetapi, pelaku kembali datang ke rumah korban dengan membawa sebilah sabit sambil menantang untuk berkelahi. Namun, korban tidak menanggapinya. Selanjutnya sabit yang dipegang pelaku diayunkan berkali-kali ke arah korban. Untungnya, sabetan itu hanya mengenai tongkat yang dipegang korban. Tak hanya itu, pelaku juga merusak jendela rumah, sangkar burung, kabel listrik, ember plastik dan kap motor. Tak terima dengan perlakuan pelaku, korban melapor ke Polsek Melaya. Setelah menerima laporan itu, polisi langsung menindaklanjuti. Akhirnya pelaku diamankan, Jumat (20/7) lalu. Kapolsek Melaya AKP I Ketut Wijaya Kesuma, Kamis (26/7) kemarin, mengatakan pelaku sudah ditahan. Pelaku dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 jo Pasal 335 KUHP jo Pasal 406 KUHP. Dari keterangan pelaku, ia bekerja di tempat korban memelihara ikan hias sejak tiga bulan lalu. (kmb26)
Aniaya Pensiunan Polri, Dijebloskan ke Sel Tahanan
Negara (Bali Post) I Kadek Arsana kini harus meringkuk di sel tahanan Polsek Melaya. Ia dilaporkan melakukan penganiayaan terhadap pensiunan Polri sekaligus majikannya, Gusti Bagus Rasutama (59), warga Banjar Brawantangi, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. Selain menganiaya, pelaku juga merusak sejumlah barang milik korban. Informasi yang dihimpun menyebutkan, kasus penganiayaan disertai pengerusakan ini terjadi, Rabu (18/7) pukul
Jumat Pon, 27 Juli 2018
Bali Post/olo
DITAHAN - Pelaku penganiayaan pensiunan Polri ketika ditahan Polsek Melaya.
Proyek pembangunan perumahan di dekat Pura Puseh dan Pura Desa di Desa Perancak mendapat penolakan dari desa pakraman setempat. Desa pakraman juga sudah dua kali melayangkan surat penolakan tersebut kepada pemerintah daerah. Salah satu poin penolakan karena kawasan Perancak masuk kawasan desa wisata. Sementara tipe bangunan yang telah dibangun tidak cocok dikembangkan di Desa Perancak. Begitu juga proyek itu tidak sesuai izin yang dikantongi. Bendesa Perancak Nengah Parna, Kamis (26/7) kemarin, membenarkan adanya Penolakan pembangunan perumahan tersebut. Hasil paruman, pihak desa menolak dan hal itu sudah disampaikan ke pemerintah daerah hingga dua kali. “Dari beberapa kali rapat, intinya desa pakraman menolak dibangun perumahan murah. Di sini kawasan wisata dan pembangunan tidak sesuai izin,” kata Parna. Pihaknya juga meminta ketegasan pemerintah menindak bila memang tidak sesuai izin yang dikeluarkan. Surat pengantar yang disampaikan ke kabupaten sebanyak dua kali itu, pertama pada Desember 2017 lalu yang intinya menolak pembangunan perumahan karena masuk kawasan wisata. Sehingga bangunan yang cocok dikembangkan untuk mendukung desa wisata adalah vila, bungalo dan fasilitas lainnya. Pertimbangan lainnya, kawasan tempat pembangunan perumahan itu berada di kawasan/lingkungan tempat suci, yakni Pura Desa lan Pura Puseh Perancak. Selanjutnya surat kedua dikirim pada 28 Mei 2018. Berdasarkan keputusan paruman pamucuk, tetap menolak pembangunan perumahan. Apalagi pembangunan sejumlah unit rumah di Banjar Lemodang, Perancak saat itu masih dilakukan. Kali ini, juga diketahui pembangunan perumahan
itu tidak sesuai izin. Berdasarkan izin yang dimiliki pengembang, disebutkan lingkup usaha, 50 unit vila, 50 unit pondok wis a t a d a n m e s ka r y a w a n 52 unit. Tetapi faktanya bukan itu yang dibangun, melainkan perumahan murah yang jumlahnya sudah cukup banyak. Saat itu, desa pakraman bersikukuh tetap menolak pembangunan perumahan siapa pun pengembangnya. Selain itu juga meminta dinas terkait menertibkan karena tidak sesuai izin yang dimiliki. Bahkan bila terjadi pembiaran, para peserta rapat bersama krama dan tokoh-tokoh desa adat akan menghadap ke Bupati Jembrana. Kepala Dinas Penanaman Modal, Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Jembrana Ni Nengah Wartini saat dikonfirmasi membenarkan beberapa waktu lalu sejumlah krama adat di Perancak menyampaikan surat keberatan terkait pembangunan tersebut. Pihaknya memang sudah mengeluarkan izin prinsip dan izin lingkungan untuk akomodasi pariwisata sesuai dengan lokasinya masuk zona pariwisata. “Itu pun dari beberapa sertifikat, tidak semuanya. Yang masuk taman pesisir tidak kami keluarkan sesuai UKL/UPL,” tambahnya. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan tim yustisi terkait penolakan
Bali Post/olo
PERUMAHAN – Proyek perumahan di Perancak yang ditolak pihak desa pakraman setempat. tersebut. Sementara itu, Kepala Satpol PP Jembrana I Gusti Ngurah Rai Budi mengatakan, pihaknya sebelumnya sudah melakukan penyetopan pemban-
gunan tersebut pada awal Juli lalu. Pihak pengembang diminta untuk memenuhi perizinan, karena yang dibangun tidak sesuai. (kmb26)
Karangasem
Jumat Pon, 27 Juli 2018
11
SOSOK Penghargaan Penggiat Bahasa Bali
PENGGIAT bahasa Bali, aksara Bali, termasuk Jawa Kuno selama ini kurang mendapat perhatian berarti dari berbagai pihak. Pemerintah pusat juga tidak memberi ruang berekspresi dan berapresiasi bagi penekun bahasa daerah itu. Buktinya, sejak 2013, bahasa daerah itu digolongkan kurikulum muatan lokal. Akibatnya, peluang lulusan FKIP maupun universitas menjadi guru pada pendidikan formal jadi susah. ‘’Kebijakan pemerintah pusat seperti itu membuat pemuda dan pemudi yang menekuni bahasa Bali, aksara Bali, Jawa Kuno, turun minatnya masuk pendidikan formal, melanjutkan ke perguruan tinggi baik FKIP maupun universitas,’’ ujar Pembantu Dekan II Fakultas Ilmu Budaya Unud Drs. I Gde Nala Antara, M.Si. yang membuka kursus gratis bahasa Bali, aksara Bali di rumahnya Banjar Pegok, Jalan Sesetan. Untungnya, Pemprov Bali cukup tanggap dan bijaksana menyikapi kurang akomodatifnya pemerintah pusat itu. Dengan dibuatkan perda yang memiliki payung hukum kuat itu, akhirnya kesulitan tamatan pendidikan formal baik FKIP maupun universitas itu, dapat diwadahi dengan diterimanya ribuan orang tamatan perguruan tinggi menjadi tenaga penyuluh di kelurahan dan desa-desa di Bali. ‘’Setelah ada kebijakan dalam bentuk perda yang sifatnya lokal itu, tamatan SMA kembali bergairah kuliah bahasa Bali, menulis aksara, dan juga Jawa Kuno,’’ ujar mantan Ketua Jurusan Bahasa Bali dua periode itu. Untuk menumbuhkan gairah dan motivasi anak muda, hematnya, perlu diberikan penghargaan kepada mereka sebagai pembina, penekun, dan yang berprestasi membuat karya indah dalam bahasa Bali, aksara, dan Jawa Kuno semacam penghargaan Rancage Award, yang dibuat Ayip Rosidi di tanah Sunda, Jawa Barat. ‘’Bisa jadi di Bali Naradha Award, atau apalah namanya. Dengan eksistensi dan prestasi dihargai, otomatis penekun bahasa Bali, aksara Bali, dan juga Jawa Kuno akan semakin bergairah lagi,’’ ujar Gde Nala Antara yang sejak SD sudah bisa baca lontar karena ayahnya seorang guru, penekun spiritual usadha, dan juga pemangku di Seraya Tengah, Karangasem. Dikatakan, hanya warga di Bali masih mempertahankan warisan leluhur, menyalin lontar–lontar dengan cara menulis kembali di atas daun lontar. ‘’Dengan cara anak-anak muda lebih diapresiasi, maka semangat generasi muda mempertahankan seni dan budaya warisan nenek moyangnya akan lebih baik,’’ ujar mantan Ketua Pusat Kajian Lontar Unud kelahiran 26 Maret 1962 itu. (ram)
Di Pura Baturaya
Bali Post/kmb
INVENTARISASI KERUSAKAN - Personel BPBD Karangasem disebar untuk menginventarisasi dampak kerusakan dari terjangan gelombang pasang.
Kerusakan Dampak Cuaca Buruk Diinventarisasi
Amlapura (Bali Post) Di Karangasem, nelayan menjadi kelompok masyarakat yang paling terdampak oleh terjangan gelombang pasang Rabu (25/7) lalu. Terjangan ombak besar yang terjadi secara tiba-tiba itu merusak banyak jukung dan peralatan melaut lainnya. Kerugian terbesar dialami nelayan di pesisir selatan Karangasem.
terjangan ombak sedikitnya merusak 15 jukung. Beberapa di antaranya rusak parah. Di Amed, selain membuat turis kocar-kacir, karena vila yang ditempati kebanjiran air laut, gelombang pasang itu juga merusak warung milik I Wayan Sumerta (40). Kemarin, kondisi cuaca jauh lebih bersahabat. Gelombang laut memang masih tinggi, tetapi tidak sampai menimbulkan kerusakan. Para nelayan dan masyarakat yang terdampak sudah merapikan puing-puing kerusakan. Meski cuaca jauh lebih baik dibanding sebelumnya, para nelayan
belum berani melaut. ‘’Ombak masih besar, angin selatan juga kencang,’’ ujar Nurfiah (54), satu dari sekitar 300 nelayan di Pantai Ujung, Desa Tumbu, Kecamatan karangasem. Pria asal Banjar Ujung Pesisi itu mengatakan, ombak besar sudah berlangsung sebulan terakhir ini. Selama ini belum berani melaut, Nurfiah membantu istrinya mengurus warung di Pantai Ujung. ‘’Saya sudah mulai tua, tidak sekuat saat muda dulu. Yang lain ada yang ke sawah, tetapi sebagian besar hanya berdiam di rumah,’’ katanya. (kmb)
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem sedang menginventarisasi kerusakan dan kerugian yang terjadi. ‘’Dampak terparah dialami nelayan mulai dari pesisir Seraya sampai Pantai Bugbug. Ratusan jukung rusak, malah beberapa ada yang hilang,’’ terang Kepala Pelaksana BPBD Karangasem I.B. Arimbawa, Kamis (26/7)
kemarin. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Karangasem, menurut Arimbawa, telah melakukan pemantauan ke sejumlah pantai nelayan di antaranya Pantai Batumanak di Banjar Gili Selang, Desa Seraya Timur, Pantai Banjar Belubuh di Seraya Tengah dan Pantai Bugbug Kelodan di Desa Bugbug. Selain jukung dan peralatan melaut, gelombang pasang itu
juga merusak kios-kios pedagang dan gubuk penyimpanan mesin jukung. Untuk kerusakan jukung, mulai yang rusak ringan sampai rusak parah. ‘’Dari kantir patah hingga lambung yang pecah,’’ jelas Arimbawa. Gelombang pasang juga menimbulkan kerugian nelayan di wilayah Pantai Amed dan Pantai Kusambi, Kecamatan Abang. Di Kusambi,
Amlapura (Bali Post) Razia bersama yang digelar Sat. Lantas Polres Karangasem dengan Kantor Samsat Bersama Karangasem menjaring ratusan pelanggar. Razia itu dilaksanakan secara rutin dua kali seminggu yang difokuskan pada upaya penertiban pajak kendaraan bermotor, termasuk balik nama kendaraan yang sudah pindah kepemilikan. Razia sekaligus sosialisasi itu dilaksanakan terakhir Rabu (25/7), di dua titik masing-masing di jalan umum Taman Soekasada Ujung dan di depan Tugu Pahlawan Ciung Wanara Amlapura. Di Taman Ujung tim gabungan menjaring 59 pelanggar terdiri dari 52 pelanggar roda dua dan 7 pelanggar roda empat. Sedangkan di Tugu Pahlawan itu dijaring 72 pelanggar roda dua, dan 4 pelanggar non-DK atau pelanggar pelat nomor luar Bali. Kepala Kantor Samsat Karangasem I Ketut Yasa Suarsana, Kamis (26/7) kemarin, mengatakan razia gabungan itu digelar sebagai media sosialisasi menumbuhkan kesadaran masyarakat agar taat pajak khususnya pajak kendaraan bermotor, baik itu melalui pem-
bayaran pajak tepat waktu, maupun pengurusan balik nama kepemilikan. Sasarannya selain optimalisasi pajak dari sektor kendaraan bermotor, juga dapat membantu pencegahan dan penanganan tindak kriminalitas khususnya curanmor. ‘’Penertiban pajak punya dua misi yaitu di bidang pajak dan misi menekan angka kriminalitas,’’ jelasnya. Yasa Suarsana menyatakan, hasil dari razia gabungan selama ini menunjukkan, pelanggaran pajak dan balik nama kendaraan di Karangasem itu masih cukup tinggi. Melalui razia itu, masyarakat diharapkan tidak hanya mengerti program pemerintah, tetapi juga punya kesadaran melaksanakan kewajibannya. Selain razia, upaya meningkatkan pendapatan daerah dari sektor pajak kendaraan itu juga ditempuh melalui kegiatan samsat keliling. Menurut Yasa Suarsana, samsat keliling ini dilaksanakan lima kali seminggu. Seperti Kamis (26/7) kemarin, bertempat di Lapangan Umum Desa Ulakan. ‘’Besok (hari ini - red), kita laksanakan samsat keliling di Pasar Pesangkan, Kecamatan Selat,’’ jelasnya. (kmb)
PENERTIBAN PAJAK - Razia penertiban pajak kendaraan bermotor di depan Tugu Pahlawan Ciung Wanara Amlapura.
Pohon Gegirang Keluarkan Air Penertiban Pajak Kendaraan Jaring Ratusan Pelanggar
Amlapura (Bali Post) Pangempon Pura Penataran Baturaya di Desa Adat Tumbu, Kecamatan Karangasem, dikejutkan fenomena aneh dari salah satu pohon yang berada di mandalaning utama pura tersebut. Saat dilaksanakan pujawali Selasa (24/7) lalu, pohon gegirang yang tumbuh di samping Gedong Pesimpenan itu mendadak mengeluarkan air. Bahkan air itu keluar mulai dari bagian akar, batang, hingga daunnya. Fenomena langka dan baru pertama kali itu terjadi di Pura Penataran Baturaya hingga Kamis (26/7) kemarin. Pangempon pura itu meyakini, air itu sebagai tirta amerta dan ditampung dalam wadah tertentu. Tirta itu dibagikan kepada pamedek. ‘’Kejadiannya Selasa tengah malam, usai petapakan Ida Dalem Sida Karya (berwujud barong ket - red) napak pertiwi. Pamedek yang duduk di bawah pohon gegirang itu awalnya menyangka ada gerimis, tapi setelah dilihat saksama ternyata airnya berasal dari pohon gegirang itu,’’ ungkap Jro Mangku Nyoman Sudana, Mangku Gede Pura Penataran Baturaya. Air yang keluar dari pohon gegirang itu cukup deras hingga membasahi kain kasa yang digunakan menutup batang pohon bagian bawah itu. Pada Rabu (25/7) siang, fenomena keluarnya air berwarna bening itu sempat berhenti. Namun malam harinya berulang lagi. Meski belum sempat mencari jejak secara niskala, Jro Mangku Sudana meyakini air dari pohon gegirang itu merupakan tirta amerta yang akan membawa kebaikan bagi umat. Pihaknya juga mengaku tidak punya firasat apa pun sebelumnya, yang jelas selama piodalan, pihaknya merasakan vibrasinya luar biasa. Dirasakan berbeda dari piodalan-piodalan sebelumnya. Jro Mangku Sudana mengatakan pohon gegirang yang mengeluarkan air itu memang sangat dikeramatkan. Sebelumnya, pohon itu tumbuh di atas palinggih Padmasana yang berada di tengah-tengah mandalaning utama pura. Tahun 2016 lalu, palinggih Padmasana itu dipugar dan digeser agak ke timur, sedangkan pohon gegirang-nya sementara digeser ke tempatnya sekarang. Pascapemugaran, pohon gegirang itu dikembalikan ke tempatnya semula yaitu di bekas palinggih Padmasana. Namun kemudian di tempat penanaman itu muncul tunas baru. Sempat hendak dibersihkan namun diurungkan karena terjadi fenomena aneh itu. ‘’Ketika hendak kami cabut kok tiba-tiba muncul lipi woh (ular kobra), posisinya di bawah yang melingkari batang gegirang itu. Herannya kok jinak, menurut petunjuk niskala bahwa ular itu duwe (penjaga) pura,’’ ungkap Mangku Sudana. Melihat sejarahnya serta berdasarkan petunjuk niskala, Pura Baturaya memiliki keterkaitan dengan Pura Kancing Gumi di Desa Adat Batulantang, Kecamatan Petang, Badung. Di utamaning mandala juga ada Stupa Buddha yang posisinya berjejer di sebelah utara palinggih Padmasana. Di sisi timur pura ada Pura Beji dengan sebuah arca Lingga Yoni yang dikelilingi arca trini (tiga bagawanta) yaitu Siwa, Budha dan Bhujangga serta sebuah arca Semar. Piodalan dilaksanakan setiap Anggara Kasih Tambir. Ida Batara sudah masineb kemarin malam. (kmb)
’’Ketika hendak kami cabut kok tiba-tiba muncul
lipi woh (ular kobra), posisinya di bawah yang melingkari batang gegirang itu. Herannya kok jinak, menurut petunjuk niskala bahwa ular itu duwe (penjaga) pura.’’
Bali Post/kmb
Mulai Lancar, Penyeberangan di Pelabuhan Padangbai
Cuaca buruk yang berakibat gelombang tinggi, memengaruhi aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Padangbai dalam sepekan terakhir ini. Aktivitas dermaga yang buka-tutup sempat membuat kapal-kapal feri menumpuk di Teluk Labuan Amuk, dekat pelabuhan. Tetapi, sejak Kamis (26/7) kemarin, aktivitas penyeberangan mulai berangsur-angsur normal. Sejak pagi sampai sore, sudah ada 8 trip penyeberangan kapal feri. Bagaimanakah situasi di Pelabuhan Padangbai tersebut setelah cuaca mulai bersahabat? MANAJER Operasional ASDP Indonesia Ferry Padangbai, I Wayan Rosta, mengatakan sejak kemarin, dua dermaga sudah efektif
melakukan bongkar muat kapal. Sehingga, trip penyeberangan juga bisa bergerak lebih cepat. “Sekarang sudah lancar, kita sudah (efektif-
kan) dua dermaga. Sampai saat ini sudah delapan trip dilepas keberangkatannya,” kata Rosta. Cuaca di sekitar dermaga juga cukup kondusif. Bahkan, mendekati normal. Jika situasi bisa semakin membaik seperti ini, maka dalam sehari atau 24 jam nanti bisa normal menjadi 16 trip. Capaian delapan trip sampai pukul 16.00 Wita itu setelah dilakukan percepatan bongkar muat, agar antrean kendaraan bisa terurai. Ini jauh lebih baik dari sehari sebe-
Mangku Gede Pura Penataran Baturaya Mangku Sudana
Bali Post/kmb
KELUARKAN AIR DARI AKAR - Pohon gegirang di utamaning mandala Pura Penataran Baturaya mengeluarkan air mulai dari akar, batang, hingga daun. Pangempon dan jro mangku pura setempat meyakini air dari pohon itu merupakan tirta amerta (air suci) yang membawa kebaikan bagi umat.
Bali Post/gik
KAPAL LEGO JANGKAR - Kapal-kapal menunggu giliran untuk lego jangkar di Pelabuhan Padangbai. Gambar diambil dari Pelabuhan Tanah Ampo, Manggis, Rabu (25/7) lalu.
lumnya, yang sejak Selasa (24/7) pukul 22.00 Wita sampai Rabu (25/7) pukul 14.00 Wita, hanya ada lima kapal yang berangkat. ‘’Cuaca saat itu tidak bersahabat. Kita tidak berani ambil risiko,’’ ungkapnya. Para calon penumpang terutama sopir truk sembako, saat penyeberangan masih ditutup hanya bisa pasrah. Beberapa sopir sepertinya sudah bosan. Bahkan, sempat terlibat adu mulut dengan petugas pelabuhan karena urusan tiket. Sopir truk, I.B. Putra Susila, yang mengangkut buah apel, mengaku sudah ngantre sejak Selasa sore. ‘’Kalau sampai tiga harian begini, apel impor yang saya angkut mungkin sudah busuk,’’ keluhnya. Sejak pagi tadi, belasan kapal feri sejak pagi sudah antre di Teluk Labuan Amuk. Nakhoda kapal menunggu giliran untuk bisa lego jangkar di Dermaga I maupun II Pelabuhan Padangbai. Deretan kapal ini nampak jelas, dilihat dari Pelabuhan Tanah Ampo, Manggis. “Situasi seperti ini sudah terjadi sejak 21 Juli lalu,” kata seorang warga yang tiap hari memancing di Dermaga Tanah Ampo, Wayan Darma. Kapal-kapal ini datang dari Pelabuhan Lembar, Lombok. Para nakhoda di kapal tersebut mesti bersabar untuk bisa bongkar muat. Di sisi lain, untuk aktivitas penyeberangan Dermaga
Rakyat Padangbai, diputuskan tetap ditunda sampai 29 Juli nanti. Peringatan ini disampaikan kepada para nakhoda kapal berkecepatan tinggi atau fast boat. KSOP Kelas IV Padangbai yang meminta nakhoda kapal agar menunda keberangkatan fast boat dari Dermaga Rakyat Padangbai menuju Gili Trawangan maupun Nusa Penida. Penundaan itu diminta sampai 29 Juli, sambil menunggu cuaca terus membaik. Penundaan keberangkatan bagi fast boat termasuk yang ketiga kalinya, selama cuaca buruk gelombang tinggi disertai angin kencang ini. Langkah serupa juga diambil 20 Juli lalu yakni penutupan Dermaga Rakyat Padangbai diperpanjang sampai Rabu (25/7). Kondisi cuaca yang memicu gelombang tinggi di perairan Selat Lombok itu masih menjadi alasannya. Dengan penutupan itu, maka dipastikan tidak ada aktivitas penyeberangan fast boat dari Padangbai ke Pulau Gili Trawangan, Lombok Utara. Sebelumnya, KSOP Padangbai menerbitkan rekomendasi serupa per 19 Juli lalu. Pelabuhan Padangbai yang masih buka tutup, masih menimbulkan antrean truk-truk hingga keluar pelabuhan. Tetapi, kali ini tidak separah sebelumnya sempat menimbulkan kemacetan hingga ke wilayah Yeh Malet, bahkan Gunaksa Klungkung. (gik)
KLUNGKUNG
12
Jumat Pon, 27 Juli 2018
SOSOK Layanan Dokter Spesialis
RUMAH Sakit Pratama telah dibangun di Kepulauan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung dan kini sudah beroperasi. Namun sampai saat ini, kebutuhan dokter spesialis secara tetap belum terpenuhi. Dalam penanganan lebih, pasien harus ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Klungkung yang berada di wilayah daratan. Tetapi hal itu tak selamanya berjalan mulus. Ketika gelombang laut tinggi dan ombak besar, seperti beberapa hari terakhir menyebabkan sulit dilakukan. Menyikapi hal itu, Pemkab pun mencari solusi. Yakni menerapkan layanan konsultasi dokter spesialis via telepon. “Kalau ada pasien yang membutuhkan pemahaman lebih untuk spesialis lain bisa mengontak langsung. Nanti diarahkan tahapan penanganan yang dilakukan,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Klungkung Ni Made Adi Swapatni, baru-baru ini. Sejauh ini, rumah sakit yang efektif beroperasi awal 2017 ini sudah memiliki 6 dokter umum, 2 dokter gigi dan 1 dokter residen akhir spesialis anak. Perekrutan dokter spesialis dasar, seperti anak, penyakit dalam, spesialis dan spesialis anastesi sudah menganggarkan pengadaan dokter spesialis tersebut pada 2018 ini, namum belum ada yang melamar. Hal tersebut akan dikaji lagi untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab. “Pemerintah tetap berusaha mengisi secepatnya,” ujarnya. Mendukung layanan itu, sarana-prasarana rumah sakit terus dimantapkan. Saat ini, sudah hampir seluruhnya terpenuhi. Ke depan, direncanakan ada pembangunan ruang operasi. “Karena wilayah kepulauan, tentu fasilitas rumah sakit bisa dipersiapkan sebaik-baiknya. Yang kurang, akan dilengkapi,” katanya. (sos) NELAYAN - Sejumlah nelayan di pesisir Desa Kusamba memilih tak beraktivitas di laut lantaran gelombang laut masih tinggi.
Pemilu 2019, Jumlah TPS Bertambah Hampir Dua Kali Lipat Semarapura (Bali Post) Jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang akan disiapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klungkung pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 bertambah hampir dua kali lipat dari jumlah TPS saat Pilkada serentak. Penambahan TPS tersebut dilakukan lantaran adanya pembatasan jumlah maksimal pemilih dalam setiap TPS. Jika sebelumnya 600 orang per TPS, dalam Pemilu 2019 jumlah maksimal pemilih dalam setiap TPS dibatasi hanya 300 orang. Ketua KPU Kabupaten Klungkung I Made Kariada, Kamis (26/7) kemarin menyebutkan, pada Pemilu 2019 mendatang, TPS yang akan disiapkan sebanyak 619. Jumlah tersebut meningkat hampir dua kali lipat dari TPS Pilkada serentak beberapa waktu lalu yang hanya 350 TPS. Ia mengatakan, ada pun hal yang menjadi pertimbangan ditambahnya jumlah TPS dalam pemilu nanti, yakni karena banyaknya surat suara yang akan dicoblos. Dalam pemilu yang dijadwalkan berlangsung April 2019, jumlah surat suara yang akan diberikan ke masing-masing pemilih sebanyak 5 lembar. Surat suara digunakan untuk pemilihan Presiden/Wapres, DPR-RI, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten. “Tingkat kerumitannya lebih tinggi,” ujarnya. Karena itulah, lanjut Kariada, KPU RI memutuskan untuk membatasi jumlah maksimal pemilih dalam setiap TPS. Adanya pembatasan jumlah pemilih dalam setiap TPS ini dimaksudkan agar proses penghitungan suara bisa selesai lebih cepat dan tidak sampai pagi. “Kalau sampai pagi sangat rawan. Ada potensi penghitungan suara tidak akurat,” jelasnya. Lebih lanjut disampaikan dengan adanya penambahan TPS, KPU Klungkung tentunya akan menambah jumlah tenaga Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Untuk satu TPS, jumlah KPPS yang akan disiapkan sebanyak 7 orang, ditambah 2 orang tenaga pengamanan. Guna memudahkan proses perekrutan KPPS, Kariada mengatakan, pihaknya akan kembali bekerja sama dengan perbekel dan perangkat desa lainnya. (kmb40)
Bali Post/ina
SUASANA - Suasana pemungutan suara saat pilkada serentak 27 Juni lalu di salah satu TPS di Klungkung.
Diterjang Ombak, Sejumlah Jukung Nelayan Rusak
Semarapura (Bali Post) Terjangan ombak yang melanda pesisir Klungkung pada Rabu (25/7) pagi mengakibatkan sejumlah jukung (perahu) milik nelayan rusak. Bahkan, kerusakan itu terbilang parah. Sementara itu, hingga Kamis (26/7) kemarin para nelayan masih belum berani melaut lantaran kondisi laut belum normal. Salah seorang nelayan di Pantai Pesinggahan, Dawan, Nengah Maryadana, mengungkapkan ombak besar yang terjadi pada Rabu pagi menyebabkan air laut naik ke daratan hingga sejauh dua ratus meter. Besarnya terjangan ombak mengakibatkan sedikitnya lima jukung milik nelayan setempat rusak karena patah. “Rusak karena berbenturan dengan jukung lainnya saat diterjang ombak,” kata Maryadana. Belum normalnya kon-
disi gelombang laut itu membuat nelayan di Pesinggahan masih belum berani melaut. Lantaran tak punya pekerjaan sampingan, sebagian besar dari mereka kini hanya bisa berdiam diri di rumah sambil berharap cuaca kembali membaik. “Ya cuma bisa nongkrongnongkrong seperti ini saja,” ujarnya. Nelayan lainnya, Ketut Suardana, mengungkapkan dirinya sudah absen melaut sejak empat hari terakhir. Biasanya dalam sehari, nelayan
di Pesinggahan melaut hingga dua kali, mulai pukul 04.00 Wita hingga pukul 08.00 Wita dan sore hari mulai pukul 14.00 Wita hingga 16.00 Wita. Sama seperti nelayan lainnya, ia kini terpaksa menganggur karena tak punya kerjaan sampingan. “Kalau memperbaiki jukung yang rusak, modal tidak punya,” ujarnya. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, ia memprediksi gelombang laut akan kembali normal beberapa hari setelah bulan Purnama. Selain di Pes-
beraktivitas . Tak hanya nelayan, petani garam di Kusamba juga kini tak bisa beraktivitas akibat ombak besar yang terus melanda pesisir Klungkung. Salah seorang petani garam Dewa Ketut Candra mengungkapkan ombak besar memang rutin terjadi tiap tahunnya. Hanya saja, tidak separah pada Rabu (25/7). Tingginya ombak membuat dirinya kini tak bisa memproduksi garam sejak empat hari terakhir. Sebab lahan yang biasa dipakai untuk penjemuran air laut terus menerus diterjang ombak. Saat cuaca normal dan cerah dalam sehari dia bisa memproduksi garam hingga 15 kilogram. (kmb40)
Mencoba Kabur, Kaki Kanan Pelaku Ditembak
Semarapura (Bali Post) Pelaku penjambretan dengan korban warga asal Banjar Punduk Dawa, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Ni Putu Devi Astuti (19), akhirnya berhasil dibekuk Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Klungkung, Rabu (25/7). Pelakunya adalah warga Dusun Tengah, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, I Komang Alit Mullyawan (19). Karena mencoba melarikan diri, kaki kanan oknum ormas ini ditembak dengan timah panas. Wakapolres Klungkung Kompol Heri Supriawan, Kamis (26/7) kemarin menjelaskan, pelaku yang berprofesi sebagai sopir ini dibekuk di permandian mobil Jalan Rama, Klungkung sekitar pukul 16.00 Wita. Penangkapan itu berdasarkan hasil penyelidikan polisi. Hasil interograsi, perbuatan tak terpujinya itu pun diakui. Barang bukti berupa tas, HP, dan dompet berisi suratsurat milik korban juga berhasil diamankan. Ketika kasusnya dikem-
Bali Post/sos
RILIS - Wakapolres Klungkung Kompol Heri Supriawan merilis penangkapan pelaku penjambretan di By-pass Ida Bagus Mantra, Kamis (26/7) kemarin. bangkan dengan mengajak pelaku untuk pra-rekonstruksi, justru ia mencoba melarikan diri. Atas hal itu, polisi terpaksa melumpuhkan pelaku dengan menembak kaki kanannya. “Begitu ada laporan, kami langsung melakukan penyelidikan. Pelaku mengakui perbuatan-
nya,” ungkapnya didampingi Kasat Reskrim AKP I Made Agus Dwi Wirawan dan Kasubag Humas AKP Putu Gede Ardana. Setelah menjambret, kata Agus Dwi Wirawan, pelaku yang diduga anggota salah satu ormas di Bali sempat bersembunyi di tempat kre-
Keterbatasan Ekonomi, Satu Siswa Sempat Tak Melanjutkan SMP
Bali Post/ina
BELAJAR - Sejumlah siswa SMP di Kabupaten Klungkung sedang mengikuti kegiatan belajar mengajar. masalah ekonomi. Anak yang tinggal di Dusun Bajing tersebut selama ini hanya bersama
inggahan, beberapa jukung milik nelayan di Pantai Segara, Desa Kusamba juga rusak akibat terjangan ombak besar. Nelayan setempat, Ketut Sendi mengatakan sedikitnya ada tiga jukung rusak terkena hempasan ombak. Karena hingga siang kemarin kondisi laut masih belum bersahabat, ia dan rekan nelayan lainnya terpaksa absen melaut. “Hari ini sama sekali tidak melaut. Tidak ada celah perahu untuk masuk ke laut karena ombak masih tinggi,” ujarnya. Padahal saat ini, lanjut Sendi, di laut sedang musim ikan. Namun karena cuaca buruk, sebagian besar nelayan memilih diam dan tidak berani memaksakan diri
Penjambret Karyawan Minimarket Ditangkap
Pendataan Anak Putus Sekolah
Semarapura (Bali Post) – Dinas Pendidikan Kabupaten Klungkung kini tengah mendata anak putus sekolah di wilayah Klungkung. Hal itu dilakukan untuk memastikan seluruh anak sud a h m eng eny a m pendidikan. Berdasarkan h a s i l p e n d a t a a n s e m e ntara, ditemukan satu siswa lulusan SD sempat tidak melanjutkan ke jenjang SMP karena keterbatasan ekonomi. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klungkung Dewa Gede Darmawan, Kamis (26/7) kemarin mengatakan, pihaknya saat ini tengah menugaskan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk mendata adanya anak putus sekolah di wilayah masing-masing. Hasilnya ada satu anak yang terpaksa putus sekolah lantaran
Bali Post/ina
neneknya. Dia terakhir kali bersekolah di SD 3 Selat. Agar anak tersebut bisa mengenyam pendidikan di
bangku SMP, Darmawan mengaku telah berupaya mencarikan solusi dan memberikan bantuan. “Sekarang dia sudah melanjutkan ke SMP 4 di Selat. Kita berikan bantuan perlengkapan sekolah dan sepeda karena jarak dari rumahnya cukup jauh yakni sekitar 4 km. Angkutan siswa belum sampai ke sana,” ujarnya. Lebih lanjut dikatakan, dalam proses pendataan, pihaknya baru bisa mengetahui data mengenai seberapa banyak siswa putus sekolah sebulan setelah tahun ajaran baru dimulai. Data didapat dengan membandingkan jumlah murid yang tamat dengan yang melanjutkan. “Biasanya Agustus baru kentara berapa yang tidak melanjutkan,” ujarnya. Dalam proses pendataan, pihaknya juga sekaligus
memetakan masalah atau kendala yang menjadi penyebab anak tersebut putus sekolah. Jika masalahnya karena pembiayaan, maka Disdik akan berupaya menyiapkan bantuan beasiswa kepada yang bersangkutan. Sementara jika kendalanya karena masalah psikologi, maka Disdik akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan. Berdasarkan data yang dimiliki Disdik Klungkung, Darmawan mengklaim angka putus sekolah di Klungkung sangat kecil, bahkan menurun. Saat ini jumlah siswa yang putus sekolah per tahunnya, rata-rata hanya 0,01 persen. “Kalau tahun-tahun sebelumnya memang ada sampai 7 orang. Sekarang hanya ada 1 dan itu sudah tertangani,” pungkasnya. (kmb40)
masi, Banjar Punduk Dawa, Desa Pesinggahan. Ketika itu juga langsung mengganti pakaian untuk menghilangkan jejak. Sementara itu, untuk barang bukti HP, telah dijual Rp 1 juta. “Katanya uang itu untuk bayar utang. Masih sisa Rp 580 ribu. Untuk aksinya itu, dia sudah mondarmandir dari siang untuk membaca situasi. Memang sudah direncanakan,” jelasnya. Atas perbuatannya itu, pelaku dijerat pasal 365 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara. Seperti berita sebelumnya, aksi jambret terjadi di persimpangan menuju Punduk
Dawa yang masih wilayah Desa Kusamba, Minggu (22/7) malam sekitar pukul 23.30 Wita. Ketika itu, korban pulang kerja dari salah satu minimarket wilayah Ubud, Gianyar. Tiba di TKP yang dekat SPBU, merasa dibuntuti orang yang tidak dikenal. Tak lama kemudian, tas korban warna biru dongker yang diselempangkan di badannya langsung ditarik dan dibawa kabur. Pelaku langsung melaju kencang ke timur menuju jalur Karangasem. Korban pun mencoba mengejar. Namun tak ditemukan. Kejadian ini langsung dilaporkan ke polisi. (kmb45)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Jumat Pon, 27 Juli 2018
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN Estimator Interior Min S1 Sipil/Arsitek/Admin Toko Min. SMA,Bs Bhs.Inggris/Superviser Produksi Interior,Min.SMA Hub. 0361-9347196/info@maitaru.com
Kuta Townhouse Apartments Looking for Staff Waitress,Bartender, HK Daily Worker WA.08191675 0208 hrd@kutatownhouses.com
B.BP.004.07.18.0001355
Dbthkn Tkg.Masak&Waitress utk warung makan yg baru buka, dengan gaji+bonus menarik,Jl. PadmaPenatihHub.081337767764
B.BP.001.07.18.0001443
B.BP.141.07.18.0001412
Dcr:Pembantu Masak,Waiter/ss Ada Gaji,Tip.Hub.081236109808
B.BP.001.07.18.0001457
B.BP.001.07.18.0001434
Dbthkn Security & Housekeeping staff untuk area Sukawati. Diutamakan yang berpengalaman dan bisa berbahasa inggris. Tlp.0361-289742 CV:asahrd2018@gmail.com
Dicr Karyawati,Single,Kantor Bagian Dalam Hub.081916697894
B.BP.001.07.18.0001446
BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel PkebunanResto Pasti Brangkat.Line WA081375409869&087754689692
B.BP.001.07.18.0001334
Dcr 2 org Staf Gdg P/W&1 Sopir Gj UMR.Hub:PT.Karya Safari,Jln Buluh Indah No.74/081803697442
B.BP.004.07.18.0001222
Semadi Putra Cari Karyawan Adm min SMK Hub.0811388912
B.BP.001.07.18.0001394
Dcr Admin,Supir,Tenaga Tk Bangunan,Hub:08123676218
B.BP.001.07.18.0001441
B.BP.004.07.18.0001402
Dcr PRT tdr dlm, Supir Pglm2Th Tamat SMA Hub.085829145389 Dcr PRT dr Pg-Sore,Tgl Dluar Marlboro Brt.081353224186
B.BP.004.07.18.0001451
Dcr Security,Logistik proyek Sopir Pribadi Hub.081236258886 B.BP.001.07.18.0001456
Staf Produksi,Jurusan Pertanian,Pengalaman, Hub.Dewi 081236222509
Dcr SPG,Max.28th Min.SMA,Jujur Rajin,Mau Belajar,Penempatan Discovery Shopping Mall Kuta Hub.Lusi 082144355655
BENGKEL LAS
RUPA-RUPA
BIRO JASA
RUPA-RUPA
BIRO JASA
FOTOCOPY
B.BP.004.07.18.0001453
BIRO JASA
BIRO JASA
B.BP.001.07.18.0001272
Dicari Wanita Pembantu RT Tinggal dalam untuk Rumah Imam Bonjol Dps.Gaji 1.8Jt SMS.0816571027
B.BP.004.07.18.0001454
Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar G.01
DIJUAL MOBIL SUZUKI
Splash th’2013 MT VR17 Audio F.Var Hp.081238169620 Pribadi
B.BP.001.07.18.0001460
DIJUAL TANAH Dijual Tanah Tukad Balian 2,5A 550Juta/Are sudah diurug dan Pondasi.PH:087861390193 (WA)
B.BP.001.07.18.0001393
Djl Tnh 1A Jl.Garuda KediriTbn DP 10% Bunga Krd 0.9% Perbln Hub:08174792678/081805374433
B.BP.004.07.18.0000140
RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228
G.03
Sopir SIM B1 untuk truk angkut air, tinggal wilayah Tabanan. Lam. E: coffeebali18@gmail.com
B.BP.001.07.18.0000779
Dcr!! Kapalbarang.bahan viber Ukuransktr 12x3m.Surat Lengkap Hub/WA Jason.08113322217
G.04
B.BP.031.07.18.0001444
Membangun/Renov.BiayaMurah/Ce pat.Hub:CV.Bramana Jl Raya Mam bal-Ubud.Tl:469158/08123950012
G.06
Sopir SIM A untuk sopir Canvas air minum domisili Tabanan/Dps. Lam.E:coffeebali18@gmail.com
B.BP.001.07.18.0001337
KEHILANGAN
G.07
KONTRAKTOR
Tenaga CS laki untuk tamatan SMP. Lam. ke Warung 63, Jl. Veteran, E:coffeebali18@gmail.com
Aditya Design Bangun/Renov Rmh Vila Ruko Pool IMB081237911954
G.05
B.BP.166.07.18.0001459
B.BP.001.07.18.0001458
DICARI MOBIL B.BP.001.07.18.0001433
G.02
We are hiring a social media & communication expert who has knowledge of:inDesign,Photoshop, Webinarjam&Hotsuit PlatForm Salary 3,5 to 6Jt.Only candidates that meet above criteria should apply to gus@adventureandspirit.com
TOYOTA
Kjg Rover’92 5spd Pjk Mati 5x H.22jt Ng Hp.081238169620 BUC
Dicari Mobil Pribadi APV,Xenia Avanza,Pick Up HP.081238161854
Koperasi Wanita Raka Dewi Bali Membthkn:1)Manager:S1, pglm 2th dibdngnya, L/P max.45th; 2)Kasir:S1/sdrjt,wnt,max.30th; 3)Admin:S1/sdrjt,bisa Bhs Inggris/ Mandarin wnt, max.27th; 4)Accounting:S1 brpnglm 2 th dibidngnya, max.35 th.Krm CV: ketua@rakadewibali.com/ WA: 081353976118/Hub. lebih lanjut: www.rakadewibali.com Satpam/waker untuk tugas di wilayah Kuta. Lamaran ke email:coffeebali18@gmail.com
B.BP.001.07.18.0001392
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar
Staf Produksi(Tabanan),Minimal Tamatan SMK,Pengalaman. Hub.Dewi 081236222509
B.BP.004.07.18.0001452
B.BP.004.07.18.0001455
B.BP.004.07.18.0001368
B.BP.154.07.18.0001406
Dcr karyawti u/ studio Sulam Alis,bersedia di training Eyelash Extension. Krm lamaran ke kerja@be-victoria.com
B.BP.001.07.18.0001387
Dcr Sopir Pribadi Bujangan Pengalaman2ThH.081238708515
Dcr Supir Travel & Bus Hub.Merrys Travel 0361-235700
Dcr Tkg Jarit Kemeja Berpglmn Tlp/WA.089521036009
Informasi pasang iklan Telepon
Hlg BPKB No.884311-O DK 611 G a.n I Ketut Nuryasa, Tabanan TOYOTA
Alphard Transpormert’2016 Hitm Mls Fuull Option 08123913788
B.BP.004.07.18.0001404
B.BP.001.07.18.0001445
Hlg BPKB No.D4492428-O DK 7331 BA a.n I Kadek Sumadi,SE.MSIAK B.BP.001.07.18.0001437
BANGLI
14
Jumat Pon, 27 Juli 2018
HUT Ke-32 SMAN 2 Bangli
Momentum Promosikan Sekolah dan Perlihatkan Kreativitas Siswa
RUSAK - Rumdin pejabat di Pemkab Bangli kondisinya rusak.
Bali Post/kmb41
Tak Dimanfaatkan Optimal
Sejumlah Rumdin Alami Kerusakan
Bangli (Bali Post) -
Sejumlah rumah dinas (rumdin) yang disediakan Pemkab Bangli untuk para pejabat masih banyak yang belum difungsikan dengan maksimal. Di samping itu, keberadaan rumdin juga terkesan tidak terawat dengan baik. Kesan paling menonjol tampak pada rumah di sebelah barat, di belakang rumah jabatan Bupati Bangli. Berdasarkan pantauan Bali Post, Kamis (26/7) kemarin, kondisi pintu depan dan temboknya keropos. Terlebih kondisi pintu telah lepas dari engsel dan terpaksa diganjal dengan sebuah kursi dari dalam rumah. Sedangkan di bagian belakang rumah, yang notabene merupakan bagian dapur juga memprihatinkan. Semak belukar terlihat tumbuh dengan suburnya mulai dari lorong hingga bagian belakang. Demikian pula dengan bangunan semi permanen berbahan tripleks, sebagai penutup kamar mandi, telah keropos dan berlubang. Beberapa rumah di sekitarnya juga demikian. Walaupun sta-
tusnya dihuni, masih saja terdapat plafon yang berlubang. Plafon yang jebol di bangunan lain bahkan sampai ditambal menggunakan lakban hitam. Sementara bagian pintu sudah kehilangan pegangannya. Dikonfirmasi terkain kondisi itu, Kepala Bagian Umum Setda Bangli I Kadek Mahindra Putra menjelaskan, tidak menampik bila terjadi kerusakan pada rumah dinas. Hanya, kerusakan cenderung ringan. Seperti pada rumah dinas yang digunakan sebagai sekretariat Purna Paskibraka Indonesia (PPI). Kerusakan terjadi pada bagian kamar mandinya. Di lain sisi, ia menegaskan jika perawatan seluruhnya merupakan wewenang penghuni rumah dinas. Dia menjelaskan, rumah di-
nas tersebut merupakan sarana dan prasarana yang disiapkan bagi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk mengefisienkan waktu, tatkala dibutuhkan oleh pimpinan daerah. Namun, ketersediaan rumah dinas jumlahnya terbatas dibandingkan dengan jumlah kepala OPD. Beberapa rumah dinas juga beralih fungsi menjadi sekretariat, hingga Kantor OPD dengan alasan kekurangan bangunan. “Total rumah dinas berjumlah delapan unit yang seluruhnya dipisah menjadi dua. Sehingga dalam satu unit bisa dihuni oleh dua pejabat, masing-masing dua kamar. Ada pula yang digunakan sebagai kantor OPD, seperti rumah dinas Wakil Bupati yang digu-
nakan sebagai kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Mereka yang menggunakan rumah dinas tetap dikenakan bea kontribusi per bulan menurut tipe bangunannya. Tipe bangunan kecil per bulan Rp 25 ribu, dan tipe sedang Rp 100 ribu, sesuai dengan ketentuan Perda 7 Tahun 2016,” jelasnya. Lebih lanjut dikatakannya, tidak ada biaya pemeliharaan rutin yang mengkhusus untuk rumah dinas itu. Mengingat kondisi keuangan Pemkab Bangli yang terbatas, sehingga lebih diprioritaskan untuk kegiatan lain. Namun biaya pemeliharan tetap dianggarkan tiap tahunnya, menjadi satu kesatuan dengan pemeliharaan lain di lingkungan Setda Bangli. “Kerusakan ringan, biaya pemeliharaan dianggarkan Rp 50 juta, selama ada pelaporan. Begitupun jika rumah itu statusnya ditempati, selama ada laporan maka akan kami perbaiki,” tandasnya. (kmb41)
Jalan Abiyan Tiying Rusak Berat
Bali Post/kmb41
RUSAK - Kondisi jalan di Abiyan Tiying, Lingkungan Sidembunut, Kelurahan Cepaga, Bangli rusak berat. Bangli (Bali Post) Kondisi jalan di Abiyan Tiying sangat memprihatinkan. Jalan yang berada di Lingkungan Sidembunut, Kelurahan Cempaga Bangli itu mengalami kerusakan cukup berat. Kondisi jalan yang demikian membuat pengendara sering terpeleset dan terjatuh.
Berdasarkan pantauan di lapangan Kamis (26/7) kemarin, hampir sepanjang ruas jalan mengalami kerusakan yang sangat parah. Batu geladak di sepanjang jalan semuanya muncul ke permukaan. Bahkan, di beberapa titik terdapat lubang. Namun, ada aspal yang masih utuh. Pengendara yang melintas
terlihat ekstra hati-hati agar tidak terjatuh. Salah seorang warga, Ni Ketut Resti, mengatakan kerusakan jalan tersebut sudah terjadi cukup lama. Jalan yang rusak tersebut panjangnya mencapai 1 km. “Jalan rusak sejak 10 tahun lalu. Selama ini, belum pernah ada perbaikan, sehingga kerusakannya semakin parah. Jalan ini menuju Pura Taman Sari,” ucapnya. Dia menambahkan, dengan kondisi jalan yang rusak berat itu membuat warga yang mengendarai sepeda motor harus berhati-hati agar tidak terjatuh. “Sering sekali warga yang naik sampai terjatuh karena terpeleset. Saya berharap supaya jalan ini bisa diperbaiki oleh pemerintah. Sudah diusulkan untuk dapat perbaikan, tapi sampai sekarang belum diperbaiki,” papar Risti. Sementara itu, Lurah Cempaga, Putu Candra Rahardi, mengatakan jalan rusak berat sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu. Kata, dia sebelumnya jalan tersebut merupakan jalan lingkungan. Namun, karena kondisi jalan semakin hari semakin rusak, akhirnya warga setempat membuat surat pernyataan untuk melepas jalan tersebut menjadi jalan kabupaten. Ini sesuai SK Bupati Bangli
Nomor :620/879/2016 tentang penetapan status ruas jalan sebagai jalan kabupaten. “Tahun 2016 memang sudah mengajukan proposal perbaikan tapi belum ada respons karena masih ada beberapa hal yang harus dipenuhi. Karena ketentuan minimal, untuk bisa menjadi jalan kabupaten lebar jalan minimal tiga meter,” paparnya. Karena kondisi jalan kian rusak berat, pada tahun 2017 lalu masyarakat kembali berinisiatif untuk mengajukan proposal ke Bupati. Kata dia, setelah melalui berbagai proses, akhirnya jalan Abiyan Tiying ditetapkan menerima hibah Gerbang Gita Santhi (GGS) lewat SK Bupati Nomor:460/62/2018. “Besaran anggaran untuk perbaikan itu Rp 180 juta. Bantuan berupa rabat beton. Jalan tidak diaspal karena kondisi jalan yang lembab sehingga memungkinkan untuk diaspal. Kalau dilakukan pengaspalan, maka akan rawan pecah. Kita harap Agustus pengerjaan sudah jalan. Proses pengerjaan melalui sistem swakelola,” papar Candra Rahardi. (kmb41)
Bangli (Bali Post)Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-32 SMAN 2 Bangli dilaksanakan di halaman sekolah bersangkutan, Kamis (27/7) kemarin. Perayaan HUT ini dihadiri undangan dari Pemkab Bangli, UPTD Disdik Provinsi, Disdikpora Bangli dan sebagainya. Para undangan disuguhkan Tari Burat Wangi yang dibawakan oleh siswa setempat. Setelah itu dilanjutkan dengan pemotongan tupeng. Usai pemotongan tumpeng, para undangan dan siswa disuguhkan penampilan dancer dari IODI Bali dan dihibur lagu-lagu pop Bali yang dibawakan artis Bali Yudi Kresna. Kepala SMAN 2 Bangli, I Wayan Gingsih Kawiasa, S.Ag. mengatakan, peringatan HUT SMAN 2 Bangli tahun ini merupakan ajang untuk memotivasi siswa dalam bidang akademik maupun nonakademik. Kata dia, selama tiga tahun terakhir banyak perbaikan-perbaikan telah dilakukan pihak sekolah. Mendukung kemajuan sekolah ini, pihaknya mohon dukungan kepada semua pihak mulai guru dan pengawas di lingkungan SMAN 2 Bangli supaya lebih meningkatkan kinerjanya. Sebab, pada pemerintahan sekarang ini sesuai amanat Presiden adalah dituntut untuk kerja dan kerja demi mencapai prestasi yang terbaik. “Kita harap HUT tahun ini bisa dijadikan momentum untuk berbenah menuju ke arah yang lebih baik serta mampu meningkatkan prestasi di bidang akademik maupun nonakademik yang telah diraih selama ini oleh siswa. Karena selama ini pretasi yang ditorehkan sekolah cukup banyak mulai dari tingkat kabupaten, provinsi bahkan nasional. Kita harap ke depannya prestasi itu bisa dijaga kalau bisa lebih
Bali Post/kmb41
HUT - Kepala SMAN 2 Bangli I Wayan Gingsih (tengah) didampingi Ketua Panitia dan Pembina OSIS I Wayan Suardana (paling kiri) dan Koordinator dan Waka Kesiswaan I Wayan Sadia Artawiguna (paling kanan) usai perayaan HUT ke-32. ditingkatkan lagi,” ucapnya. Kawiasa menambahkan, momentum ulang tahun ini adalah suatu acara yang sangat straegis karena bisa dipakai sebagai ajang sosialisasi. Sebab, melalui perayaan ini, SMAN 2 Bangli bisa menunjukkan bahwa sekolah ini akan ada untuk selamanya di tengahtengah masyarakat. Selain itu juga bisa diapakai sebagai ajang promosi bahwa SMAN 2 Bangli bisa berkompetensi untuk menciptakan anak-anak yang kompetitif dan berkualitas untuk masa depan. “HUT ini juga bisa dipakai sebagai ajang untuk memperlihatkan kreatifitas para siswa. Karena lewat HUT ini, siswa bisa menunjukkan kreatifitas yang dimiliki. Sementara itu, untuk evaluasiya kita dapat menilai sejauh mana ilmu keterampilan pelatihan yang diberikan oleh guru selama ini sudah terserap oleh siswa,” ucap Kawiasa. Ketua Panitia dan Pembina OSIS I Wayan Suardana, S.E., M.Pd. mengatakan, HUT kali ini bisa kembali terlaksana
merupakan hasil dukungna penuh dari para siswa. Karena dengan semangat yang tinggi tanpa mengenal lelah, siswa mendesak dan mendorong pihak sekolah bisa merayaan HUT ini. Akhirnya perayaan terujud, setelah kepala sekolah mengeluarkan SK Kepanitiaan. Koordinator dan Waka Kesiswaan I Wayan Sadia Artawiguna, S.Pd. menambahkan, untuk memeriahkan perayaan HUT SMAN 2 Bangli tahun ini, ada beberapa kegiatan yang telah dilakukan seperti, lomba gerak jalan, lomba pojok baca, kebersihan kelas, dance dan yang lainnya. Untuk itu, ke depan lomba-lomba yang digelar bisa lebih banyak. Kepala UPTD SMA/SMK Disdik Provinsi di Bangli I Wayan Andra Septawan mengatakan, pada HUT yang ke-32 ini diharapkan para guru tidak hanya sebatas menjadi pengajar, namun juga bisa menjadi fasilitator siswa. Maka dari itu, para guru harus meningkatkan kualitas sehingga ke depannya apa yng diharapkan bisa terwujud. (kmb41/k250)
Pelayanan Perpustakaan Ibadah
Desa Diminta Sampaikan Kegiatan Upacara
Bali Post/kmb41
PELAYANAN - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bangli melaksanakan pelayanan Perpustakaan Ibadah saat pujawali di Pura Ulun Danau Batur. Bangli (Bali Post) Pemkab Bangli melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan pada saat Karya Ngusaba Kadasa di Ulun Danu Batur beberapa waktu lalu telah melaksanakan pelayanan Perpustakaan Ibadah kepada pamedek yang tangkil. Untuk mendukung program tersebut, pihak desa diminta supaya menyampaikan dan mengajukan permohonan ke pemkab setiap ada kegiatan upacara keagamaan, sehingga bisa diberikan pelayanan per-
pustakan ibadah di tempat tersebut. Plt. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangli I Nyoman Sumantra, Kamis (26/7) kemarin mengungkapkan, pelayanan Perpustakaan Ibadah baru dilaksanakan di Pura Ulun Danu Batur saat karya ngusaba, mengingat di sana sudah terdapat perpustakaan ibadah. Maka dari itu, pada tahap awal program tersebut memilih lokasi di sana. “Jadi kita menfaatkan momen karya di sana untuk
melaksanakan pelayanan perpustakaan ibadah. Jadi, setiap karya di sana kita laksanakan pelayanan perpustakaan ibadah,” ucapnya. Sumantra menjelaskan, pelayanan perpustakaan ibadah yang dilakukan adalah untuk membangun budaya membaca. Khususnya kalangan anak-anak yang belakangan ini dikalahkan dengan gadget. Maka dari itu, lewat program itu diharapkan minat baca masyarakat khususnya Bangli lebih meningkat. Karena fungsi perpustakaan merupakan pendidikan sepanjang hayat yang bisa dilakukan di mana saja, kapan saja dengan cara apa saja yang penting bisa direspons dan diterima oleh masyarakat. Dikatakannya, sejatinya pelayanan perpustakaan ibadah ini cakupannya bisa diperluas lagi. Caranya, setiap ada kegiatan karya di Khayangan Jagat dan upacara keagamaan lainnya yang terdapat banyak warga berkumpul supaya bisa disampaikan oleh pihak desa ke pihaknya. Dengan begitu, pihaknya bisa memberikan pelayanan tersebut di sana. Sumantra menegaskan, buku yang disediakan jumlahnya mencapai ratusan jenis, bantuan dari Pemprov Bali. (kmb41)
15
Jumat Pon, 27 Juli 2018
Koperasi Mampu Gerakkan Perekonomian Nasional
Sukoharjo (Bali Post) – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga menyatakan keberadaan koperasi mampu menggerakkan perekonomian nasional. ‘’Presiden fokus meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan mengejar pemerataan kesejahteraan masyarakat, salah satu yang dioptimalkan adalah keberadaan koperasi,’’ katanya dalam acara Sarasehan Nasional Perkoperasian bersama Bupati Sukoharjo dengan gerakan koperasi di Hotel Best Western Sukoharjo, Kamis (26/7) kemarin.
Bali Post/ant
PUSPAYOGA - Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR-RI, pekan lalu.
Soal Narkoba, Remaja Bali Masuk Kategori Hijau
Ia mengatakan, salah satu program yang dilakukan adalah membangun gerakan reformasi koperasi lokal dengan tujuan membentuk koperasi yang berkualitas. ‘’Dibentuknya koperasi adalah untuk menggiatkan ekonomi di suatu negara. Untuk menggerakkan ekonomi domestik negara ini. Pada prinsipnya, pemerataan kesejahteraan negara yang berkeadilan, solusinya adalah koperasi,’’ katanya. Ia mengatakan tiga lang-
kah yang dilakukan pada program reformasi koperasi tersebut, yaitu reorientasi koperasi, rehabilitasi, dan pengembangan koperasi. ‘’Jangan bangga dengan jumlah koperasi yang banyak kalau tidak mampu meningkatkan produk domestik bruto. Dalam hal ini harus diubah pola pikirnya dari kuantitas menjadi kualitas,’’ katanya. Dari sisi rehabilitasi, pihaknya membuat database untuk mengetahui bagaimana merancang koperasi ke depan.
WARUNG GLOBAL
Jadi Bacaleg, ASN Mestinya Mundur Dulu
MASA pendaftaran bakal calon anggota DPR-RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota untuk Pemilu 2019 telah dimulai. Pendaftaran bakal calon legislator (caleg) dan seluruh partai politik peserta pemilu ini berlangsung sampai 7 Juli 2018 lalu. Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengingatkan kepada seluruh partai politik peserta Pemilu 2019 beserta para bakal calon anggota legislatifnya agar dapat memenuhi persyaratan pendaftaran caleg yang diatur dalam UU Pemilu dan Peraturan KPU. Sesuai aturan ASN aktif harus mengundurkan diri dulu jika nyaleg. Kawan Global menyarankan agar ASN yng ingin nyaleg harus mengundurkn diri dulu. Semua harus menaati aturan, jika ada yang melanggar harus dikenakan sanksi, demikian salah satu saran dari pendengar yang bergabung dalam acara Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM, Kamis (26/7) kemarin.
daran narkoba di dunia pendidikan yakni meluncurkan Kurikulum Terintegrasi saat acara HANI pada 26 Juni 2016. Untuk tingkat SMP terdapat dalam mata pelajaran Agama, IPS, Bahasa Indonesia, PPKN dan Penjaskes, sedangkan mata pelajaran SMA/K yakni PPKN, Sejarah, Bahasa Indonesia dan Penjaskes. ‘’Dengan adanya kurikulum ini diharapkan peran sekolah dalam P4GN dapat memberi outcome bagi anak didiknya,’’ ujarnya. Di samping itu, ia berharap program ini menghasilkan kesepakatan penguatan implementasi P4GN di lingkungan pendidikan melalui peran aktif sekolah dalam pemberdayaan Satuan Tugas Antinarkoba Pelajar yang telah terbentuk di sekolah. (kmb36)
Nang Locong di Tampaksiring menyarankan agar ASN yang mau nyaleg sebaiknya mundur dulu. Sama halnya dengan Mursi di Denpasar dan Fera di Tabanan. Mereka menyatakan urusan nyaleg jangan dipakai iseng-isengan. Jika mau nyaleg, sebaiknya mundur dulu dari ASN. Made Suardana di Tabanan menyatakan bahwa ASN yang nyaleg wajar saja karena ingin penghasilannya lebih baik. Sementara Febri di Denpasar menilai bahwa ini tindakan gila dan aneh, jadi ASN penghasilannya sudah tinggi, masa depan sudah terjamin, semestinya aturan main diterapkan jangan sampai terdaftar ASN aktif nyaleg. Dalam kehidupan ini seperti main judi, dalam politik juga demikian seperti main judi, untuk itu Arya di Denpasar memperkirakan ASN nyaleg itu mungkin jelang pensiun. Parpol sebagai penyeleksi kader harusnya menyeleksi ketat hal ini. Jangan lantaran melihat mahar politiknya, syaratnya
diabaikan. Ada dua kemungkinan, kenapa ASN aktif ikut nyaleg, menurut Werdha di Gianyar. Pertama, tipenya idealis yakni punya visi dan ingin membenahi legislatif, memperjuangkan rakyat. Kedua, demi perbaikan rezeki. Apa pun tipenya harus menaati aturan yang ada. Justru kenapa sudah terdaftar baru tercium? Semua lembaga bekerja mestinya, jika ada pelanggaran beri sanksi. Atau hasil menjadi DPR jauh lebih menggiurkan dari profesi lainnya. Ketut Suastika lewat facebook juga menyayangkan kenapa baru tahu ada ASN aktif daftar caleg. Arik di Karangasem menyayangkan dan meminta Panwaslu menelusuri. Katanya, sebaiknya mundur dulu dari ASN. ASN jadi caleg, tanpa mengundurkan diri harus diberi sanksi tegas. Sebelum memutuskan maju sebagai caleg, ASN perlu mempertimbangkan matang-matang, sebab surat pengunduran diri ASN tidak dapat ditarik kembali. (sikha)
sosial, pendidikan, kesehatan, pemenuhan pangan serta keamanan. Apabila ini tidak ditangani akan menjadi hambatan serius dalam pembangunan Bali ke depan. Ini merupakan sebuah realitas yang memerlukan penanganan dan pengelolaan secara matang sebelum akhirnya menjelma menjadi permasalahan kronis. Salah satu program strategis yang harus dilakukan Pemerintah Provinsi Bali bersama pemerintah kabupaten/kota adalah penanganan masalah kependudukan secara komprehensif. Kebijakan dasar bidang kependudukan ditujukan untuk pengenda-
lian, melalui tertib administrasi kependudukan. Melalui kebijakan ini diharapkan dapat menekan atau memperkecil dampak negatif yang mungkin muncul karena terbatasnya potensi sumber daya alam. Jika dampak negatif ini dibiarkan dan tidak terkendali, maka secara pasti akan melahirkan berbagai masalah, baik secara fisik maupun sosial. Hal ini dapat dicermati dari berbagai gejala seperti berkembangnya permukiman kumuh, tekanan yang besar terhadap lingkungan, kemacetan lalu lintas, pedagang kaki lima, gelandangan dan pengemis, WTS, serta tuntutan kebutuhan pelayanan dasar yang semakin meningkat. Langkah strategis yang bisa
dilakukan, yakni pendekatan yang bersifat represif. Dilaksanakan melalui pendekatan aktivitas penertiban langsung terhadap seluruh penduduk, baik penduduk pendatang maupun penduduk lokal. Pemerintah juga wajib melakukan sosialisasi akan pentingnya tertib administrasi kependudukan. Langkah terakhir, yakni melaksanakan penertiban penduduk melalui aparat pemerintah desa/kelurahan serta kerja sama dengan desa dan banjar adat. Jika dipandang perlu maka pola pendekatan represif (sweeping) tetap akan dipertimbangkan untuk dilaksanakan secara lebih selektif dan terpadu melalui jalur dan pintu masuk Bali. * Asmara Putera
Bali Post/kmb36
PENGUATAN - BNN RI melaksanakan kegiatan Asistensi Penguatan Pembangunan Berwawasan Antinarkoba di Institusi Pendidikan Provinsi Bali di Sanur. Denpasar (Bali Post) Bali mendapat perhatian khusus BNN RI dalam hal memerangi peredaran narkoba. Saat ini BNN melakukan pemetaan terhadap ketahanan remaja akan bahaya narkoba. Provinsi Bali masuk kategori hijau karena para remaja di Pulau Dewata sudah meningkat pemahamannya tentang penyalahgunaan narkoba. ‘’BNN RI telah melaksanakan pemetaan ketahanan narkoba pada remaja di seluruh Indonesia. Kami berharap generasi muda Indonesia mempunyai imun tentang penyalahgunaan narkoba. Provinsi Bali dikategorikan hijau,’’ kata Direktur Advokasi Deputi Bidang Pencegahan BNN RI Dra. Yunis Farida Oktoris, M.Si. dalam kegiatan Asistensi
Penguatan Pembangunan Berwawasan Antinarkoba di Institusi Pendidikan Provinsi Bali, di Sanur, Denpasar Selatan, Kamis (26/7) kemarin. Yunis Farida berharap dalam upaya memerangi narkoba di lingkungan pendidikan, para guru mengimplementasikan Kurikulum Terintegrasi yang sudah dicanangkan BNNP Bali. Selain itu, membentuk relawan antinarkoba di lingkungan sekolah dan kampus sebagai perpanjangan tangan BNN. Para guru dan dosen diwajibkan menyampaikan tentang bahaya narkoba sebelum materi pelajaran dimulai. Kepala BNNP Bali Brigadir Jenderal Polisi Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. menyampaikan, salah satu upaya yang sudah dilaksanakan BNNP Bali mencegah pere-
Penyediaan Sandang
Dari segi kuantitas, jumlah penduduk yang besar berarti permasalahan dalam kemampuan menyediakan sandang, pangan, dan papan. Sedangkan dari segi kualitas terlihat dari kemampuan daya saing krama Bali dengan daerah lainnya di Indonesia. Sejatinya pemerintah telah menempatkan pembangunan berwawasan kependudukan sebagai titik sentral dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Pembangunan berkelanjutan dimaknai sebagai pembangunan terencana di segala bidang untuk men-
ciptakan perbandingan ideal antara perkembangan kependudukan dengan daya dukung dan daya tamping lingkungan serta memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa harus mengurangi kemampuan dan kebutuhan generasi mendatang. Hanya, upaya ini belum mampu menekan secara signifikan jumlah penduduk di Bali. Laju pertumbuhan penduduk yang besar membuat jumlah penduduk Bali saat ini telah mencapai lebih dari 4,2 juta jiwa dan menjadi beban yang sangat berat bagi alam dan lingkungan Bali. Kondisi ini membawa implikasi pada pertambahan permasalahan
Bongkar-pasang
‘’Kalau apakah ada kemungkinan bongkar-pasang koalisi, ya dalam politik itu bi-
asa saja. Bisa iya bisa tidak,’’ ujar SBY saat jumpa pers di kediamannya, Jakarta, Rabu (25/7) malam. Dia mengatakan, masingmasing capres belum memu-
tuskan siapa cawapresnya, karena itu peluang anggota partai koalisi bubar bisa saja terjadi setelah pengumuman cawapres masing-masing. (ant)
Jumat, 27 Juli 2018 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 10:00 Wita 10:30 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih (6) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Ball Ganesh (2) Bali Channel Tourist TV Dialog Interaktif Peluang dan Tantangan BUMDes Parameter DW TV
11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:05 Wita 17:05 Wita
Bali Channel Tourist TV Mahadewi Pengabdian Guru Tunarungu Puja Trisandya Dharma Wacana Pendekatan Saling Asah Asih Asuh (1) Berita Siang Klip Bali Bali Channel Tourist TV Klip Bali Tembang Bali Bali Channel Tourist TV Solusi Alternatif Akar Zambrud Lila Cita
18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:05 Wita
Gong Kebyar Br. Kedua Peguyangan Puja Trisandya Seputar Bali Giliran Anda Orti Bali Bali Now Diabemed Bali Bartender Competition Berita dan Bincang Terkini Lila Cita Drama Gong Sanggar Werdi Sentana Desa Yeh Kuning Jembrana (4) Berita dan Bincang Terkini Folk Song Bali Channel
Dari hasil penyusunan database tersebut, dikatakannya, lebih dari 200.000 koperasi di seluruh Indonesia, sekitar 80.000 dinyatakan sebagai koperasi yang sehat, 75.000 perlu dibina, dan sekitar 50.000 dibubarkan karena dianggap tidak sehat. ‘’Untuk yang 75.000 ini perlu dibina, baik oleh pemda maupun kementerian agar menjadi koperasi yang sehat, salah satunya adalah melakukan rapat anggota setiap tahun,’’ katanya.
Dari sejumlah upaya yang dilakukan tersebut, ia membandingkan jika pada tahun 2014 PDB koperasi masih di angka 1,71 persen, pada tahun 2017 naik menjadi 4,48 persen. ‘’Selain itu, perkembangan ini juga berdampak pada angka wirausahawan di Indonesia. Jika pada tahun 2014 jumlah wirausahawan kita masih 1,65 persen dari total penduduk usia produktif, untuk tahun 2017 naik menjadi 3,1 persen,’’ katanya. (ant)
Idrus Marham Kembali Diperiksa
Idrus Marham (dua dari kanan) Jakarta (Bali Post) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa Menteri Sosial Idrus Marham pada Kamis (26/7) kemarin sebagai saksi untuk kasus dugaan tindak pidana korupsi suap kesepakatan kerja sama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1. ‘’Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Johannes Budisutrisno Kotjo,’’ kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Kamis kemarin. Idrus sudah tiba di gedung KPK, Jakarta sekitar pukul 10.00 WIB. ‘’Sesuai dengan janji saya dengan penyidik bahwa tanggal 26 saya akan hadir, dan karena itu hari ini saya hadir dalam rangka melanjutkan apa-apa yang ditanyakan oleh penyidik kepada saya. Pokoknya hari ini masih pemeriksaan lanjutan sebagai saksi,’’ ucap Idrus saat tiba di gedung KPK, Jakarta. Sebelumnya, Idrus su-
Bali Post/ade
dah diperiksa pada Kamis (19/7) pekan lalu dalam kasus yang sama, dan mengaku mengenal kedua tersangka dalam kasus itu, yaitu Wakil Ketua Komisi VII DPR-RI dari Fraksi Golkar Eni Maulani Saragih dan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo. Selain Idrus, KPK juga memanggil tiga petinggi PT Pembangkit Jawa Bali Investasi (PJBI) diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Johannes Budistrisno Kotjo, yakni Direktur Operasional PT PJBI Dwi Hartono, Direktur Keuangan PT PJBI Amir Faisal, dan Corporate Secretary PT PJBI Lusiana Ester. Sebelumnya, KPK telah mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga terkait kasus itu, yaitu uang sejumlah Rp 500 juta dalam pecahan Rp 100 ribu dan dokumen atau tanda terima uang sebesar Rp 500 juta tersebut. (ant)
balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
JUMAT PON, 27 Juli 2018
Mourinho Tak Yakin Peluang MU Musim Ini Manchester –
Pernyataan cukup mengejutkan datang dari Jose Mourinho. Manajer Manchester United (MU) asal Portugal ini menyebut dirinya tak yakin timnya bisa menjuarai Premier League 2018/2019. Padahal, sejumlah harapan ada di pundak Mourinho untuk bisa kembali membawa Setan Merah jadi yang terbaik di Inggris. MU sudah lima musim puasa gelar juara Premier League. Terakhir kali The Red Devil berjaya adalah di musim 2012/2013, saat manajer legendaris, Sir Alex Ferguson, masih menangani MU di musim terakhirnya. Setelah itu, MU bak kehilangan taringnya. Sejumlah manajer seperti David Moyes, Louis van Gaal hingga Mourinho sendiri belum bisa mengantarkan MU kembali merajai Premier League. Yang mengejutkan, Mourinho justru tak yakin dengan timnya sendiri. Padahal, sudah tinggal menghitung waktu untuk memasuki musim baru. Alasan eks pelatih Inter Milan dan Real Madrid ini adalah soal kualitas pemain yang ada saat ini. Mourinho menegas-
kan, tidak akan membiarkan bintang-bintangnya pergi. Sebab, menurutnya, membangun mental tim bukanlah soal membeli pemain bintang. ‘’Bursa transfer? Mari kita lihat yang akan terjadi. Yang jelas, kami harus mempertahankan pemain terbaik yang kami punya, jika ingin meningkat. Saya pikir kami memiliki musim yang baik tahun lalu di Premier League, sehingga kami bisa membangun tim ini. Anda tidak bisa menjual pemain terbaik Anda dan berpikir akan mudah mendapat penggantinya, bukan begitu cara kerjanya,’’ kata Mourinho, Kamis (26/7) kemarin. ‘’Butuh waktu untuk membangun tim dan mental yang kuat, sehingga Anda tentu
harus menjaga pemain terbaik Anda. Juara Premier League? Saat ini saya akan mengatakan bahwa kami kehilangan sesuatu. Saya tidak berpikir kami akan dapat bersaing untuk titel Premier League dengan daftar pemain saat ini. Tapi, mari kita lihat apa yang akan terjadi,’’ ujarnya. MU sendiri belum meyakinkan di pramusim ini. Dalam dua laga uji coba, Setan Merah ditahan imbang 1-1 oleh Club America dan 0-0 melawan San Jose Earthquakes. Kemudian ketika Setan Merah berhadapan dengan AC Milan di ajang International Champions Cup di mana kedua tim menurunkan sebagian besar pemain cadangan, MU hanya mampu menang melalui adu penalti. Melihat kondisi tersebut,
Mou meminta manajemen segera membeli setidaknya dua pemain lagi. MU telah mendapatkan Fred, Diogo Dalot, dan Lee Grant di bursa transfer ini. Tapi, bagi Mourinho hal itu belum cukup. Ada dua pemain baru yang ingin didatangkan Mourinho sebelum bursa transfer ditutup. Rumor yang beredar MU sedang mengincar Harry Maguire (Leicester City), Miralem Pjanic (Juventus), dan Ivan Perisic (Inter Milan). The Special One juga menyebut dengan absennya banyak pilar utama MU, maka kecil kemungkinan mereka bisa meraih start apik di musim depan. ‘’Pertandingan pertama kami melawan Leicester lalu pertandingan kedua kami melawan Brighton. Jika saya tidak keliru, hanya Harry Maguire dan Jamie Vardy yang bermain di fase akhir Piala Dunia karena Kasper Schmeichel pulang lebih dahulu,’’ terangnya.
‘’Ketika saya melihat Brighton, saya melihat tidak ada pemain yang tampil buruk di pramusim di mana mereka banyak berlatih dan banyak bertanding. Jadi situasi kami melawan Leicester dan Brighton tidak akan cukup bagus bagi kami. Saya bisa bilang pada pertandingan pekan ketiga melawan Tottenham, kami akan melawan tim yang situasinya mirip dengan kami. Saya rasa setelah pekan ke-3 segalanya akan kembali baik,’’ imbuh sang pelatih. Mourinho menyebut meski kondisi timnya tidak ideal, namun setan merah akan berjuang untuk mendapatkan poin pada awal musim nanti. ‘’Untuk dua minggu pertama kami akan berjuang untuk mendapatkan poin. Kami akan melakukan itu dengan seluruh pemain yang tersedia,’’ tutupnya. Jika memang demikian, maka klub-klub besar akan bertumbangan di awal musim. (kmb33/afp)
Bus Wonderful Indonesia Layani Atlet Asian Games
Hasil Lengkap Pertandingan ICC 2018 21/07/2018 Manchester City
vs Borussia Dortmund
0-1
21/07/2018 Bayern Munchen
vs PSG
3-1
23/07/2018 Liverpool
vs Borussia Dortmund 1-3
26/07/2018 Juventus
vs Bayern Munchen
2-0
26/07/2018 AS Roma
vs Tottenham Hotspur
1-4
26/07/2018 AC Milan
vs Manchester United
1-1 (8-9)
26/07/2018 Borussia Dortmund vs Benfica
2-2 (3-4)
26/07/2018 Manchester City
1-2
vs Liverpool
Kisah Hidup McEnroe Difilmkan
Washington – Kisah hidup John McEnroe, salah satu legenda tenis dunia, diangkat ke layar lebar melalui sebuah film dokumenter. McEnroe dikenal tidak hanya melalui permainannya, namun juga karakternya yang kerap meledak-ledak di lapangan. Kisah peraih tujuh gelar tunggal Grand Slam ini diangkat dalam film dokumenter berjudul ‘’John McEnroe: In The Realm of Perfection’’. Film ini mengangkat sisi kehidupan sang legenda yang saat ini berusia 59 tahun yang merasakan tahun kejayaannya pada 1984. Di tahun itu ia hanya mengalami tiga kali kalah dari 85 laga yang dijalani. Salah satu kekalahan yang paling dramatis adalah kekalahan di final Prancis Terbuka atas Ivan Lendl. McEnroe tumbang walau sempat memaksa legenda asal Republik Ceko (dulu Cekoslowakia) bermain lima set. Film ini tidak terlalu membahas angka demi angka pencapaian McEnroe saat itu. Namun, lebih menggali kepribadian uniknya dan motivasinya untuk memenangkan setiap pertandingan. Film ini ditulis dan disutradarai oleh Mathieu Amalric dan sudah mengawali debutnya di Festival Film Berlin tahun ini. Film ini akan tayang di bioskop 22 Agustus mendatang. ‘’Film ini menyuguhkan sesuatu yang berbeda. Kita akan mengenal siapa sesungguhnya John McEnroe,’’ ujar Amalric, Kamis (26/7) kemarin. McEnroe adalah salah satu petenis besar di era 1980-an. Ia mengantarkan Amerika Serikat meraih gelar Piala Davis lima kali. Karakternya yang gampang panas dan blak-blakan membuat sosoknya melekat di pecinta tenis dunia. McEnroe saat ini menikah dengan penyanyi Patty Smyth dan memiliki dua anak. Sebelumnya dia menikah dengan aktris Tatum O’Neal dan memiliki tiga anak. Kecanduan Tatum pada alkohol membuat hak asuh jatuh pada pria yang kerap menjadi komentator televisi ini. (kmb33/afp)
Bali Post/022
FINAL — Babak final Kejurnas Cricket Senior di Lapangan Cricket Kampus Unud, Bukit, Jimbaran, 29 Juni - 7 Juli lalu, yang mempertemukan tim tuan rumah Bali melawan Papua dengan skor 68-121.
Kejurnas Cricket
15 Pemain Bali Bela Papua dan DKI Denpasar (Bali Post) Tercatat 15 pemain cricket Bali mengusung bendera Papua dan DKI pada Kejurnas Cricket Senior di Lapangan Cricket Kampus Unud, Bukit, Jimbaran Badung, yang digelar pada 29 Juni sampai dengan 7 Juli lalu. Para pemain cricket Bali mengusung bendera Papua 14 atlet, terdiri atas putra (8) dan putri (6), serta seorang pemain putri membela DKI. Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi di Denpasar, Kamis (26/7) kemarin, mengaku kaget sebab mereka membela provinsi lain secara terang-terangan, sebab event kejurnas secara kebetulan diselenggarakan di Pulau Dewata. Suwandi mengakui pihaknya tak tahu kalau
belasan pemain cricket Bali heksodus ke daerah lain, apalagi belum selembar pun surat perpindahan. ‘’Baik Pengprov PCI Bali maupun KONI Bali sama sekali belum menerbitkan Surat Keputusan Mutasi (SKM),’’ ucap Suwandi. Oleh sebab itu, pihaknya telah mengumpulkan pelatih, para pemain cricket Bali, termasuk para pengurus PCI Bali. ‘’Berdasarkan hasil pertemuan, intinya mereka belum resmi pindah,’’ katanya. Apalagi, persyaratan atlet hijrah, seperti karena bekerja, pindah dinas, mengikuti suami/istri, atau orangtua. ‘’Kalau tak memenuhi unsur tersebut, jelas mereka tak boleh seenaknya pincah,’’ jelas Suwandi. Untuk itu, Suwandi meminta kepada Pengprov PCI
Denpasar (Bali Post) Turnamen sepak bola Piala Menpora U-14 untuk Provinsi Bali yang diikuti 16 tim kini telah memasuki babak delapan besar. Tim-tim yang akan berlaga di antaranya Putra Tresna, PFA, Mandala United, Bebek Bengil, Putra Dewata Bali (PDB), Perst Tabanan, JSA Canggu, dan Putra Angkasa Kapal. Koordinator Turnamen Provinsi Bali Gede Gepeng Subrata, di Denpasar, Kamis (26/7) kemarin, menyatakan kedelapan tim bakal dibagi dalam dua grup, dan tiap gurp dihuni empat tim. ‘’Selanjutnya, babak semifinal melibatkan juara dan runnerup grup,’’ kata Gepeng.
Rencananya, Gepeng berniat mempertemukan para ofisial kedelapan tim, guna melakukan pengundian (drawing). ‘’Kami perkirakan pertemuan manajer (manager meeting) antara Sabtu (28/7) besok atau Senin (30/7) nanti,’’ ucapnya. Dijelaskannya, babak delapan besar menggunakan dua lapangan, yakni Stadion Ngurah Rai dan Lapangan Kompyang Sujana. ‘’Babak delapan besar kami jadwalkan 3-5 Agustus dan finalnya 11 atau 12 Agustus,’’ ucapnya. Bagi tim juara dan berhak mewakili Bali tak perlu jauhjauh bertanding, sebab Bali menjadi tuan rumah babak berikutnya. (022)
Babak Delapan Besar U-14 Segera Diputar
DIPUTAR - Babak delapan besar turnamen sepak bola U-14 Piala Menpora Provinsi Bali 2018 segera diputar pada awal Agustus nanti.
Bali secepatnya mengirim surat kepada PP PCI, yang menegaskan bahwa ke-15 atlet cricket Bali masih setia mengibarkan bendera Bali di kancah nasional. ‘’Apalagi, KONI Bali juga rutin memberikan dana bantuan setiap mereka mengikuti event ke luar Bali,’’ tegasnya. Gara-gara sederet pemain inti cricket Bali menyeberang ke Papua, pada laga babak final putra, mempertemukan tim tuan rumah Bali yang diperkuat pemain junior ditundukkan Papua, yang sebagian bermaterikan pemain asal Bali dengan skor 68-121. ‘’Mereka yang bermain untuk provinsi lain berasal dari Pengkab PCI Badung, Gianyar, Tabanan, serta Pengkot PCI Kota Denpasar,’’ terang Suwandi. (022)
Jakarta (Bali Post) – Pemprov DKI bersama TransJakarta, Bluebird, Damri, dan Kementerian Pariwisata merilis bus Wonderful Indonesia. Bus-bus itu melayani peserta Asian Games 2018. Asian Games bergulir 18 Agustus hingga 2 September, Diperkirakan pesta olahraga se-Asia itu kedatangan 11.280 atlet dari 45 negara. Moda transportasi menjadi kebutuhan krusial untuk membantu mobilitas atlet dan ofisial selama Asian Games. Kolaborasi pemerintah dan swasta itu menyediakan 100 bus. ‘’Ini bukan hanya logo, stiker, tapi ini menyandang nama Indonesia. Melambangkan komitmen, janji setia menyukseskan Asian Games,’’ kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno pada peluncuran bus Wonderful Indonesia di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (26/7) kemarin. Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, bus itu disediakan sejak Asian Games bergulir
hingga akhir tahun. Bagaimana dengan Palembang? Arief belum dapat menjamin bus serupa tersedia di Palembang, sebagai co-host Asian Games 2018. ‘’Ini untuk Jakarta, jadi untuk Palembang kami ada sedikit strategi yang berbeda. Kami akan tempatkan logo di dalam kompleks Jakabaring Sport City, tapi belum berhasil sih,’’ ujar Arief. ‘’Karena ditanya saya jawab, akan bermain di dalam stadionnya, itu pun kalau diizinkan oleh panitianya. Jadi, di Jakarta di luar, kalau di Palembang menguasai di dalam area Asian Games,’’ dia menambahkan. Dalam acara ini hadir juga Kepala Dinas Perhubungan Andri Yansyah, Dirut TransJakarta Budi Kaliwono, Andrianto Djokosoetono dari Blue Bird, dan Dirut Damri Setia N Milatia. 100 bus akan ditempeli logo Wonderful Indonesia yang terdiri dari 64 bus TransJakarta untuk rute utama koridor satu, 20 bus Damri dan 16 bus Blue Bird Group untuk shuttle bus pusat kota menuju bandara. (ant)
Bali Post/ant
BUS - Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berfoto di depan bus yang akan digunakan di Asian Games 2018 mendatang.