20 HALAMAN
NOMOR 215 TAHUN KE 69
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
Senin Umanis, 27 Maret 2017
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
Nyepi-Sugihan, Menyepi-sucikan Buana Oleh I Gusti Ketut Widana HARI Suci Nyepi kali ini berujung pada Sugihan, selaras sekali dari sisi filosofinya. Nyepi dengan segala rangkaiannya, mulai dari melasti, pangrupukan, lalu Nyepi itu sendiri dengan kewajiban melaksanakan Catur Brata, kemudian Ngembak Geni, dan keesokan harinya hingga lusa sudah masuk rerainan Sugihan (Jawa-Bali) yang ternyata kesemua rangkaiannya terkemas dalam makna ‘’menyepisucikan buana’’, baik buana agung (alam semesta beserta segala isinya) maupun buana alit (manusia) itu sendiri. Dari sudut hierarki sumber ajarannya sebagaimana disuratkan dalam kitab Manawadharmasastra, II.6, aktivitas hari-hari suci,
Setya Novanto Tak Tanggapi Soal Munaslub Jakarta (Bali Post) Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) menyatakan resah dengan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) yang menyeret ketua umumnya, Setya Novanto. Oleh karena itu, GMPG mewacanakan perlunya Partai Golkar bersikap dengan menggelar munaslub untuk memilih calon ketua umum baru apabila kelak Novanto sudah ditetapkan sebagai tersangka olek KPK. Wacana itu ditanggapi dingin Setya Novanto. Dia hanya menjawab singkat. ‘’Enggak ada masalah itu,’’ kata Setya Novanto saat menghadiri perayaan ulang tahun ke-68 Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono di Jakarta Timur, Minggu (26/3) kemarin. Sementara itu, saat memberikan sambutan, Novanto mengaku berterima kasih dengan Agung Laksono. Sebab, kasus dualisme kepengurusan di Golkar antara kepengurusan Aburizal Bakrie dengan kepengurusan Agung Laksono beberapa waktu lalu telah memberinya jalan menjadi Ketua Umum Partai Golkar. ‘’Pak Agung pernah jadi Ketua Umum Partai Golkar via Ancol. Karena dari via Ancol, saya bisa jadi Ketua Umum Partai Golkar. Kalau tidak ada (kepengurusan Golkar) Ancol saya tidak jadi Ketua Umum Golkar,’’ kata Novanto. Hal. 19 Jabatan Strategis
Bali Post/ant
RAPIMNAS - Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto didampingi Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid saat menghadiri pembukaan Rapimnas II Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (26/3) kemarin.
Sembilan Polisi Diusulkan Dipecat Semarang (Bali Post) – Sembilan polisi yang bertugas di berbagai wilayah di Jawa Tengah direkomendasikan untuk dijatuhi hukuman pemberhentian tidak dengan hormat atau dipecat atas berbagai pelanggaran kode etik profesi. Kabid Propam Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Budi Haryanto, Minggu (26/3) kemarin, mengatakan sanksi tersebut dijatuhkan setelah digelar sidang-sidang kode etik profesi. ‘’Dari Januari sampai Maret 2017 sudah ada sembilan yang direkomendasikan diberhentikan,’’ katanya. Menurutnya, para oknum polisi tersebut terlibat berbagai pelanggaran mulai disiplin hingga pidana. Berbagai pelanggaran yang dilakukan antara lain perbuatan tercela, terlibat penyalahgunaan narkotika, penipuan, serta desersi. Para anggota polisi itu, lanjutnya, sudah diberi peringatan untuk meningkatkan kinerjanya dalam melayani masyarakat. Ia juga mengingatkan para anggota Polri untuk tidak main-main dalam seleksi penerimaan anggota polisi. ‘’Jangan coba-coba mencari keuntungan, masyarakat juga jangan cari jalan pintas,’’ katanya. Terhadap para oknum polisi yang direkomendasikan dipecat tersebut masih diberi kesempatan untuk mengajukan banding. ‘’Belum berkekuatan hukum tetap, masih bisa banding,’’ katanya. (ant) Tidak Terbit Terkait Hari Raya Nyepi yang juga merupakan hari libur nasional, maka Bali Post pada tanggal 28-29 Maret 2017 tidak terbit. Bali Post kembali hadir seperti biasa pada 30 Maret 2017. Untuk itu kepada para pelanggan dan relasi iklan mohon maklum. Penerbit
seperti halnya Nyepi dan Sugihan, termasuk ke dalam kebenaran ‘’Acara’’ dengan segala aktivitas upacara dan upakaranya. Bahwa Nyepi dan Sugihan sejatinya adalah kegiatan ritual simbolik dengan menjadikan unsur material, sebagai sarana persembahan, cermin bakti umat kehadapan Hyang Widhi yang telah menciptakan buana/bumi beserta segala isinya, sehingga manusia khususnya dapat terpelihara hidupnya dan berkelanjutan kehidupannya. Pertanyaan mendasar, apakah sudah cukup manusia dalam hal ini umat Hindu menunjukkan rasa baktinya hanya dengan persembahan ritual yadnya? Bagi umat Hindu mayadnya merupakan kewajiban penting bahkan absolut yang dilandasi keyakinan (sraddha) bahwa Tuhan pun mencipta melalui yadnya, sebagaimana disuratkan
di dalam kitab suci BhagawadGita, III.10: ‘’Sesungguhnya sejak dahulu dikatakan Tuhan telah mencipta manusia melalui yadnya, dan dengan (cara) ini engkau akan berkembang, sebagaimana lembu perahan yang memerah susunya karena keinginanmu (sendiri)’’. Sloka ini kemudian menjadi landasan bahwa pada diri umat Hindu sejak dilahirkan telah melekat ‘’utang moral’’ yang disebut Tri Rna (tiga utang hidup manusia). Oleh karena merupakan utang maka ada kewajiban umat untuk ‘’membayar’’, yang dalam praktiknya dilakukan melalui pelaksanaan Panca Yadnya. Rinciannya; 1) Dewa Rna, utang kehadapan Hyang Widhi selaku pencipta dunia dan segenap makhluknya, yang apat ‘’dibayar’’ dengan melaksanakan Dewa Yadnya dan Bhuta Yadnya; 2) Rsi Rna, utang ke-
pada orang-orang suci seperti maha resi yang telah menerima dan kemudian menyiar-sebarkan ajaran-Nya untuk dipedomani umat, yang ‘’dibayar’’ dengan melaksanakan Rsi Yadnya; dan (3) Pitra Rna, utang kepada para leluhur, termasuk para orangtua yang karena jasa-jasanya menyebabkan kita semua terlahir ke dunia, yang dapat ‘’dibayar’’ lewat pelaksanaan Pitra Yadnya dan juga Manusa Yadnya. Dengan membayar utang melalui yadnya tersebut, umat akan mendapat kesenangan, sebaliknya jika tidak melaksanakan yadnya dianggap sebagai pencuri dan akan makan dosanya sendiri, seperti ditegaskan Bhagawad-Gita, III. 12, 13: ‘’Sesungguhnya keinginan untuk mendapat kesenangan telah diberikan kepadamu oleh dewa-dewa karena yadnyamu,
Anggota DPD Masuk Parpol
Vettel Menang
Cermin Kegalauan
Ferrari Serasa di Bulan
Melbourne – Setelah mendapatkan posisi start terdepan pada balapan pembuka Formula 1, pembalap Mercedes Lewis Hamilton harus puas berada di peringkat kedua di belakang pembalap Jerman Sebastian Vettel. Vettel yang membela tim Ferrari berhasil membuka musim F1 2017 dalam seri GP Australia di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Australia, Minggu (26/3) kemarin, dengan catatan waktu terbaik 1 jam 24 menit 11,672 detik, lapor Reuters. Mendampingi Vettel di podium adalah duo Mercedes, Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas, yang masing-masing catatan waktunya terpaut 9,975 detik dan 11,250 detik dari sang pemenang. Sementara itu rekan setim Vettel, Kimi Raikkonen, menyelesaikan lomba menempati peringkat keempat dengan catatan waktu terpaut 22,393 detik. Kemenangan ini membuat Ferrari untuk kali pertama sejak 2015 silam berhasil menjuarai balapan Formula One (F1). Kemenangan tersebut, menurut Vettel, membuat timnya serasa berada di bulan sembari menyatakan saat ini masih terlalu dini untuk membicarakan soal perburuan gelar juara. ‘’Soal (perburuan gelar juara) itu masih jauh. Saat ini kami serasa di bulan berkat awal musim yang baik yang kami catatkan hari ini,’’ kata pembalap berkebangsaan Jerman itu jelang upacara kemenangan di atas podium. Vettel menilai balapan berlangsung luar biasa, dan hasil yang diraih timnya tak lepas dari kerja keras seluruh staf. ‘’Semua staf bekerja keras dan hampir tidak tidur pekan ini,’’ katanya. Ia juga menyoroti dukungan yang diperolehnya dari para penonton di Melbourne sebagai salah satu faktor yang turut mendorongnya meraih kemenangan. ‘’Dukungan bagi kami di sekitar sirkuit sangat luar biasa, terlebih di area akhir. Begitu banyak bendera Ferrari berkibar,’’ katanya. Vettel melahap 57 putaran di GP Australia diikuti Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas. Hamilton menilai timnya terkendala dengan ban yang mereka pakai sepanjang lomba. ‘’Selamat untuk Ferrari. Kami berjibaku dengan ban. Secara keseluruhan ini balapan yang baik... dan lihatlah keriuhan para penonton!’’ kata Hamilton. Sementara itu, Bottas yang menyelesaikan debutnya bersama Mercedes dengan menempati urutan ketiga mengaku mendapatkan sambutan yang baik dari tim barunya tersebut. ‘’Tim sangat menyambut hangat. Kami bekerja sangat keras untuk mempersiapkan diri, namun mobil merah terlalu cepat bagi kami hari ini,’’ kata Bottas. Selanjutnya, balapan F1 2017 akan digelar ke Seri GP Cina di Sirkuit Internasional Shanghai pada 9 April 2017. (ant)
GP AUSTRALIA - Pembalap Jerman Sebastian Vettel (Ferrari) saat menjuarai GP Australia di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Australia, Minggu (26/3) kemarin. Ia mengalahkan Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas (Mercedes) yang masing-masing duduk pada peringkat II dan III.
Jakarta (Bali Post) –
Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus mengatakan, banyaknya anggota DPD-RI yang masuk partai politik belakangan ini tidak sesuai dengan semangat reformasi. ‘’Saya kira ini yang harus kita kritisi, bukan karena kewenangan yang tidak seimbang dengan DPR, tapi sejak awal anggota DPD adalah wakil perseorangan yang punya hak pengawasan terhadap otonomi. Jika masuk partai maka tidak sesuai dengan cita-cita reformasi,’’ ujar Lucius dalam diskusi bertajuk ‘’Parpolisasi DPD-RI Pengkhianatan Reformasi’’, yang diadakan Aliansi Nusantara, sebagaimana keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (26/3) kemarin. Lucius menilai sikap para anggota DPD memilih masuk partai politik sebagai bentuk kegalauan untuk memenuhi hasrat politik di tengah-tengah kewenangan DPD yang serba terbatas. Menurut Lucius, para anggota DPD itu seolah lupa dan tidak sadar ketika mencalonkan diri sebagai anggota DPD adalah berdasarkan perseorangan, bukan dari partai politik. ‘’Ada sebuah keanehan bagaimana orang-orang yang sejak awal maju secara sadar sebagai anggota DPD dari jalur perseorangan, kemudian tibatiba bergabung dan menjadi pengurus partai,’’ ujar Lucius. Lucius mengakui sulit untuk tidak mengaitkan persoalan politik di DPD. Sebab, partai politik sudah memasuki hampir seluruh lembaga dan pos strategis di negeri ini. ‘’Memang susah untuk tidak mengaitkan persoalan bangsa
Bali Post/ant
Bali Post/rtr
Segera Realisasikan Proyek Pemerintah dengan melakukan wawancara dengan pelaku usaha dan elemen masyarakat serta birokrat. Berdasarkan tabulasi atas jawaban responden, dominan responden mengaku masih berharap segera ada pemulihan ekonomi. Walaupun ekonomi masih lesu, namun 52,16 persen responden menilai terobosan pemerintah dalam membangkitkan ekonomi nasional sudah mengarah pada keberpihakan ekonomi lokal dan pribumi. Namun, responden berharap perlu terus dilakukan evaluasi dan terus disempurnakan. Sejumlah kebijakan yang justru memberikan ruang kepada pengusaha asing menguasai sektor ekonomi harus ditinjau. Sedangkan sektor-sektor strategis seperti infrastruktur, listrik dan sektor retail, termasuk property, harus
ini dengan urusan politik. Anggota KPU saja sudah diwacanakan boleh dari parpol. Cuma kan kalau semua diisi parpol kesannya kemaruk (serakah). Biarkanlah DPD diisi oleh orang-orang yang murni perseorangan,’’ jelasnya. Sementara itu, pakar hukum tata negara Margarito Kamis mengatakan secara hukum tidak ada larangan anggota DPD masuk parpol, karena UU tidak mengaturnya secara jelas. Menurut Margarito, persoalan masuknya anggota DPD ke dalam partai dapat dilihat dari sisi pendekatan etis atau tidak etis. ‘’aya katakan kalau secara konstitusi memang tidak ada larangan, anggota DPD masuk parpol. Persoalan ini hanya bisa dinilai dari segi pandang etis atau tidak etis,’’ kata Margarito. Hal. 19 Tidak Etis
DILEMPARI - Prajurit TNI membersihkan puing kaca mobil Provost TNI yang pecah akibat terkena lemparan warga pada proses penertiban rumah dinas di kompleks Abdul Hamid, Jalan Medan - Binjai, Sumatera Utara, Minggu (26/3) kemarin. Warga dan keluarga purnawirawan TNI yang menempati rumah dinas di kompleks tersebut menolak untuk ditertibkan.
Jajak Pendapat
PEMERINTAH telah berulang kali mengeluarkan paket kebijakan ekonomi. Bahkan, kali ini pemerintah telah menerbitkan paket kebijakan ekonomi ke-15. Paket kebijakan ini imbasnya diharapkan menguatkan ketahanan ekonomi masyarakat. Tak hanya itu, paket kebijakan ekonomi diharapkan mampu menguatkan fondasi ekonomi rakyat yang hingga akhir bulan Maret 2017 ini masih labil. Pemerintah pun diminta segera melakukan terobosan, termasuk segera merealisasikan proyekproyek fisik pemerintah yang dianggarkan tahun 2017. Menyikapi kondisi ekonomi hingga menjelang akhir triwulan III tahun 2017 ini, Pusat Data Bali Post melakukan jajak pendapat di seluruh Bali. Jajak dilakukan
sedangkan ia yang telah memperoleh kesenangan tanpa memberi yadnya adalah pencuri’’; ‘’Ia yang memakan sisa yadnya akan terlepas dari segala dosa (tetapi) ia yang hanya memasak makanan hanya bagi diri sendiri sesungguhnya makan dosa’’. Hanya ketika merujuk sloka Bhagawad-Gita, III.14 inilah sebenarnya yang dituntut dilakukan umat, apalagi dalam konteks kekinian, bahwa ‘’Adanya makhluk hidup karena makanan, adanya makanan karena hujan, adanya hujan karena yadnya, dan adanya yadnya karena karma’’. Artinya, kesemua kewajiban umat, sebenarnya tidak boleh berhenti pada tingkat mayadnya, apalagi menganggap selesai hanya dengan beraktivitas ritual semata. Hal. 19 Tujuan Mayadnya
diberikan kemudahan bagi pengusaha pribumi. Sementara itu, 45,74 persen responden mengaku masih tetap fesimis akan terjadi perbaikan kondisi ekonomi dalam waktu dekat. Hal ini akan makin mengkhawatirkan jika pemerintah tak segera melakukan realisasi proyek-proyek 2017. Responden menilai proyek-proyek pemerintah masih sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan. Jika ini sampai tak terealisasi pada awal April maka kelesuan ekonomi akan tetap terjadi. Bahkan sejumlah responden kelompok ini mengaku khawatir dengan kondisi ekonomi nasional jika tak segera dilakukan reorientasi kebijakan dan perimbangan pengelolaan keuangan negara. Hal. 19 Kebijakan Ekonomi
denpasar Petani Tidak Identik dengan Kemiskinan
2
BERGELUT dengan lumpur bukan berarti mengidentikkan petani dengan kemiskinan. Pemahaman inilah yang ingin diluruskan Wanita Tani Indonesia (WTI) Provinsi Bali. Organisasi yang dipimpin Tutik Kusumawardani ini, meyakini petani mampu berpenghasilan tinggi. Bahkan melebihi pekerja yang bekerja di sektor lain. “Sebenarnya, menjadi petani itu sekarang tidak diminati oleh anak muda. Jadi bagaimana kita bisa memberikan suatu support,
memberikan suatu pemahaman bahwa menjadi petani itu tidak identik dengan kemiskinan,” ujar Ketua WTI Provinsi Bali, Tutik Kusumawardani dalam wawancara khusus dengan Indonesia Network, Bali TV, dan Bali Post. Menurut Tutik, WTI adalah wadah dari para wanita yang memiliki konsen terhadap pertanian. Bekerja dengan sentuhan hati menjadi keistimewaan WTI. Wanita-wanita yang ada di dalamnya terdiri dari akademisi, praktisi, juga pemerhati pertanian. Setiap bulan WTI mempunyai agenda rutin turun langsung ke masyarakat, khususnya petani agar lebih dekat dengan
mereka. “Kemudian kami membawa semua jajaran pengurus melakukan suatu pendampingan, memberikan suatu pencerahan kepada masyarakat, memberikan suatu support kepada petani,” jelas Anggota DPR-RI ini. Tutik menambahkan, anggota yang kebetulan duduk di eksekutif atau legislatif akan mencoba untuk menurunkan berbagai program pemerintah kepada petani. Dalam hal ini, menangani semua urusan pertanian dari hulu ke hilir yang terbilang sangat kompleks. Tidak hanya masyarakat atau petani, para anggota WTI pun diberikan
pencerahan bahwa petani pun bisa sukses. “Itulah kami memberikan pemahaman kepada masyarakat, ayo kita bertani. Cuma memang di dalam pertanian itu diperlukan suatu intensitas dan tidak boleh putus asa, karena itu berproses semua. Saya kira juga tidak hanya pertanian saja, kalau kita memang ingin sukses, harus ada ketekunan, komitmen,” terangnya. Masalah pertanian, kata Tutik tidak hanya bisa dikerjakan oleh pemerintah secara parsial. Namun, memerlukan dukungan dari semua komponen masyarakat. Peran pemerintah utamanya dibutuhkan
Senin Umanis, 27 Maret 2017 ”Sebenarnya, menjadi petani itu sekarang tidak diminati oleh anak muda. Jadi bagaimana kita bisa memberikan suatu support, memberikan suatu pemahaman bahwa menjadi petani itu tidak identik dengan kemiskinan.” Tutik Kusumawardani Seputar Bali 18.00 Wita Senin, 27 Maret 2017
dalam hal pendanaan. Selain itu, agar lebih banyak mengarahkan kebijakan pada sektor pertanian. “Dana dan kebijakan ayo arahkan semua pada pertanian. Jangan parsial seperti sekarang, disitu bisa
disinergikan dari hulu ke hilir. Saya kira regulasi sudah cukup bagus, good will nya yang saya ingin dorong di sini. Bagaimana good will pemerintah sebenarnya,” tandasnya. (kmb32)
figur
Jangan Telan Mentah-mentah INFORMASI adanya penculikan anak di media sosial (medsos) kian santer. Kondisi itu kontan membuat masyarakat resah, bahkan ada yang main hakim sendiri, padahal belum pasti kebenarannya. Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja, Minggu (26/3) kemarin menegaskan, penculikan anak itu belum terjadi di Bali. Masyarakat diimbau tidak khawatir, namun tetap waspada.“Telusuri dulu kebenaran informasi yang diberitakan di medsos. Jangan langsung ditelan mentahmentah. Fatalnya, malah disebarluaskan kembali. Saat ini banyak oknum yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan situasi itu,’’ tegas AKBP Hengky. Bila mendapat informasi seperti itu, Kabid Humas berharap segera sampaikan pada pihak kepolisian. Jangan disebarkan informasi sebelum mendapatkan informasi akurat dari kepolisian. AKBP Hengki berharap pihak sekolah melalui petugas keamanan sekolah juga diminta tetap waspada dan bertanggung jawab terhadap anak didiknya selama jam pelajaran di sekolah. “Silakan bekerja sama dengan kepolisian terdekat. Bisa ke Polsek, Polres dan Polda untuk minta bantuan pengamanan pada jam-jam rawan,” tandas mantan Kabag Binkar Karo SDM Polda Bali ini. Untuk orangtua murid, agar membekali putra-putrinya nomor telepon orangtua, guru, kantor polisi dan nomor telepon penting lainnya, jika sewaktu-sewaktu dibutuhkan. “Kepolisian akan meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi (penculikan) ini dan menindaklanjuti ke sekolah-sekolah melalui Bhabinkamtibmas saat upacara bendera di sekolah atau patroli dialogis,” ucap Hengky. (rah)
Usai Pesta Miras, Turis Australia Meregang Nyawa
Mangupura (Bali Post) Turis perempuan asal Australia, Simmonds Summer Jean (39), Minggu (26/3) kemarin meregang nyawa di sebuah vila di Jalan Telaga Waja, Banjar Taman, Kerobokan, Kuta Utara. Sebelum meninggal di tempatnya menginap, korban sebelumnya pesta minuman keras (miras) bersama teman-temannya. Informasi diperoleh di lapangan, korban awalnya minum vodka bersama temannya, Kerry Hensler (47) dan Helle Louise (40), sama-sama asal Australia. Sabtu (25/3) malam sekitar pukul 21.00 Wita, korban minum vodka di vila tersebut. “Dari keterangan saksi, korban sendiri minum 21 gelas. Untuk mengakhiri acara itu, korban menambah lagi 6 gelas,” tegas sumber di Polres Badung. Usai minum, korban sempat ke kamarnya nomor 22 untuk mengambil uang. Rencananya mau keluar lagi. Namun sebelum keluar, korban muntah-muntah di depan kamarnya dan tak lama kemudian dia pingsan. Denyut nadinya terus melemah, wajah dan bibirnya membiru. Dari hidung mengeluarkan darah. Teman-teman korban sempat memberikan pertolongan dengan nafas bantuan. Karena kondisinya terus memburuk, teman-teman korban langsung telepon operator vila dan memberitahu kejadian itu. Beberapa menit kemudian datang tim medis dari Bali Klinik dan dr. Komang Ayu Silvia langsung memberikan tindakan medis. Tapi sayang korban sudah meninggal dunia. Pukul 01.30 Wita, Unit Identifikasi Polres Badung tiba di lokasi kejadian, lalu melakukan olah TKP. Usai olah TKP, jenazah turis asal Australia itu dibawa ke RSUP Sanglah. Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara Iptu Ika Prabawa saat dikonfirmasi menyatakan memang benar ada peristiwa meninggalnya turis asal Australia. Pihaknya masih menyelidiki dan menunggu hasil visum terkait kasus tersebut. (kmb36)
Bali Post/wan
SERANGKAIAN - Hari raya Nyepi, umat Hindu di Bali melakukan upacara melasti di Pantai Padanggalak, Denpasar Timur. Selain membersihkan pratima dan penyucian diri, juga mengambil tirta amertha, memohon keselamatan umat manusia.
Ribuan Calon Pelanggan PDAM Belum Terlayani
Denpasar (Bali Post)Merealisasikan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019 dalam pelayanan air minum, sulit dikejar PDAM Denpasar. Kendalanya adalah kurangnya pasokan air baku yang bisa disalurkan ke pelanggan. Akibatnya, cakupan layanan kepada masyarakat masih sangat rendah. Bahkan, sampai saat ini ribuan calon pelanggan belum bisa terlayani. Kondisi itu mengemuka dalam pertemuan antara jajaran PDAM Denpasar dengan Komisi I dan II DPRD Denpasar, belum lama ini. Pertemuan tersebut dilakukan
dalam rangka mencari solusi terhadap sejumlah persoalan yang dihadapi PDAM dalam beberapa waktu terakhir ini. di antaranya, tidak mengalirnya air ke pelang-
Topik : JUAL MIRAS SAAT PANGERUPUKAN
Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com
beroperasinya Sarbagita IPA Penet dan IPA Waribang tahap II. PDAM memiliki program jangka pendek dalam mengatasi persoalan air bersih. Program tersebut di antaranya pembangunan sumur bor tahun 2017. Pemanfaatan reservoir Tonja dan pembangunan reservoir di Monang-Maning, Denpasar Barat. Sejumlah anggota DPRD Denpasar sebelumnya mengkritik pelayanan PDAM Kota Denpasar. Ketua Fraksi PDI-P Kadek Agus Arya Wibawa, Wayan Warka,
Wayan Suadi Putra mengungkapkan, perlu adanya terobosan dari jajaran Direksi PDAM. “Jangan karena pasokan yang minim, layanan kepada masyarakat terganggu. Masih ada cara lain yang bisa dicoba untuk mengatasi persoalan sumber air ini,” ujar Kadek Agus, kala itu. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391
Rai Mantra Imbau Toko dan Warung Tidak Jual Miras Saat ”Pangerupukan”
Denpasar (Bali Post) Jajaran Pemerintahan Kota Denpasar wanti-wanti meminta pada masyarakat Kota Denpasar supaya menjaga kondusivitas menjelang perayaan Nyepi tahun Çaka 1939. Untuk mencegah halhal yang berbau negatif yang memungkinkan muncul saat rangkaian hari raya Nyepi, jajaran Satpol PP Denpasar menggencarkan razia minuman keras (miras), Minggu (26/3) kemarin. Setidaknya ada lima toko modern dan warung yang disidak. Hasilnya, ratusan botol minuman beralkohol (mikol) disita, untuk selanjutnya akan dimusnahkan. Sidak ini dipimpin langsung Kasat Pol. PP I.B. Wiradana bersama instansi terkait lainnya di seputaran Jalan Hayam Wuruk Denpasar dan jalan Hang Tuah,
Denpasar Selatan. Menurut Kasatpol PP IB Wiradana, razia miras ini bertujuan menjaga kondusivitas dan keamanan di samping mengantisipasi terjadinya penyalahgunaan mikol di masyarakat. Selain itu, juga diharapkan dapat mencegah terjadinya tindak kriminalitas menjelang hari raya Nyepi, sebab miras rentan menyebabkan pergesekan antarindividu dan atau kelompok masyarakat. Ia mengatakan, tim gabungan dan Disperindag sudah menyita ratusan botol mikol yang kini diamankan di Kantor Satpol PP. Selain mengamankan barang bukti, pihaknya juga memanggil pengelola toko modern untuk disidik dan selanjutnya akan di sidang tipiringkan, karena menjual mikol tidak dilengkapi den-
gan perizinan. Sidak ini, menurut Wiradana, juga untuk menindaklanjuti instruksi Wali Kota Denpasar IB Rai Mantra, untuk menciptakan keamanan yang kondusif di Kota Denpasar. Wali Kota Denpasar IB Rai Mantra pada kesempatan berbeda mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya masing-masing, demi kenyamanan dan ketenangan menjelang hari raya Nyepi. “Jangan sampai melakukan hal-hal yang dapat memancing perselisihan ataupun pertengkaran sesama masyarakat,” sarannya. Rai Mantra juga mengimbau kepada toko modern dan warung agar tidak menjual miras atau mikol saat hari pangerupukan. “Saya minta agar toko
RAZIA - Kasat Pol PP I.B. Wiradana bersama timnya saat melakukan razia di sejumlah toko modern, Minggu (26/3) kemarin. Petugas menemukan ratusan botol miras dan kini diamankan di kantor Satpol PP Kota Denpasar. modern dan warung-warung tidak menjual miras dan mikol, demi menjaga ketertiban dan
keamanan dalam rangkaian hari raya Nyepi,” tandas Rai Mantra. (ad2169)
Ajak Masyarakat Laksanakan Catur Paramitha dan Tri Hita Karana
Wali Kota Rai Mantra dan Wawali Jaya Negara Ucapkan Selamat Hari Suci Nyepi
081 337 032 965, (0361) 819446
FM 96,5
gan akibat bencana alam berupa banjir bandang di Bangli. Dirut PDAM Denpasar Ida Bagus Gede Arsana mengungkapkan, sampai saat ini pembelian air dari Sarbagita IPA Petanu yang sedianya mencapai 150 liter per detik belum maksimal. Karena, hingga Desember 2016 lalu, baru bisa terealisasi 54 liter per detik. Akibatnya, rencana pelayanan yang lebih luas kepada masyarakat Denpasar belum terealisasi secara optimal. Bukan hanya itu, persoalan bahan baku juga terkendala akibat belum
Masyarakat Bali, khususnya umat Hindu akan melaksanakan pergantian tahun Çaka 1938 ke Çaka 1939. Pergantian tahun itu ditandai dengan bulan gelap atau Tilem pada Sasih Kasanga, pada 27 Maret yang merupakan pengujung tahun Çaka 1938. Selasa 28 Maret
merupakan awal sasih Kadasa tahun Çaka 1939. Setiap kali pergantian tahun çaka, umat Hindu menyambutnya dengan rangkaian upacara melasti, tawur agung, Nyepi dan ngembak geni. Melasti atau juga disebut melis merupakan prosesi upacara
nyuciang pratima ke samudera atau pantai (laut), danau, ke sungai yang memiliki makna meningkatkan seradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa. Prosesi ini juga merupakan implementasi mengikuti ajaran dharma. Menghilangkan segala bentuk penderitaan masyarakat, penderitaan diri pribadi yang meliputi awidya atau kegelapan batin, asmita atau egoisme, jaja atau pengumbaran nafsu, dwesa kebencian dan dendam serta abhiniwesa yakni rasa takut menghadapi hidup dan menjaga kelestarian lingkungan hidup. Setelah melasti, umat Hindu melaksanakan upacara tawur yang juga dikenal sebagai tawur kasanga atau tawur agung yang bermakna menyucikan palemahan keluarga, banjar, desa pakraman dan seluruh wilayahnya. Malamnya di akhir tahun Çaka 1938 dilakukan pagelaran arak ogoh-ogoh atau disebut dengan istilah pangerupukan. Besoknya pelaksanaan hari suci Nyepi, sekaligus men-
gawali tahun Çaka 1939. Dalam pelaksanaan hari suci Nyepi ini, umat Hindu melaksanakan Catur Brata Panyepian yakni, amati geni, amati karya, amati lelungan dan amati lelanguan yang semuanya bermakna hening agar bisa menata diri secara batiniah dan lahiriah yang lebih baik, guna mengarungi kehidupan masa depan. Pelaksanaan Catur Berata Panyepian ini diakhiri esok harinya yang disebut dengan ngembak geni. Maknanya adalah penyucian lingkungan sosial melalui Dharma Shanti. Beranjak dari makna inilah Wali Kota Denpasar I.B. Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Kamis (16/3) lalu mengajak segenap umat Hindu dan masyarakat Kota Denpasar untuk benar-benar melaksanakan seluruh rangkaian hari suci Nyepi sebagai suatu yadnya suci, guna terus meningkatkan sradha bhakti. Tujuannya, agar masyarakat dapat melaksanakan dharma agama dan dhar-
ma negara untuk mewujudkan masyarakat Denpasar yang sejahtera dan bahagia. Dalam pelaksanaan rangkaian hari suci Nyepi ini, Wali Kota Rai Mantra mengimbau segenap komponen masyarakat untuk memanfaatkan momen ini sebagai kesempatan untuk saling menghormati, mengembangkan rasa toleransi berdasarkan konsep Catur Paramitha dan Tri Hita Karana. Sehingga masyarakat hidup harmonis dalam kebinekaan. Menyambut Tahun Baru Çaka 1939 ini, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar menyampaikan “Selamat melaksanakan rangkaian upacara hari suci Nyepi serta selamat Tahun Baru Çaka1939 kepada segenap umat Hindu dan masyarakat yang melaksanakannya. Semoga kita selalu dapat melakukan seradha bhakti sesuai dengan swadharma kita masing-masing untuk mewujudkan Denpasar kreatif berwawasan budaya dalam keseimbangan menuju keharmonisan.’’ (ad2170)
BADUNG
Senin Umanis, 27 Maret 2017
3
DLHK Siagakan 900 Petugas Kebersihan Jelang Nyepi Mangupura (Bali Post) -
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung menyiagakan 900 petugas untuk membersihkan sampah pada malam ritual pangerupukan yang disertai arak-arakan ogoh-ogoh menjelang hari Suci Nyepi Tahun Çaka 1939.
Bali Post/kmb23
Bhuta Amangkurat - Ogoh-ogoh ‘’Bhuta Amangkurat’’ dari Banjar Dinas Tambyak, Pecatu akan meramaikan lomba ogoh-ogoh yang digelar Senin (27/3) ini. Lomba dalam kaitannya dengan hari raya Nyepi Tahun Çaka 1939 ini diselenggarakan Desa Adat Pecatu, sekaligus sebagai wadah generasi muda untuk berkreativitas dalam seni dan budaya Bali.
Usai Diarak
PHDI dan Disbud Minta Ogoh-ogoh Di-’’pralina’’ Mangupura (Bali Post) Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Badung mengimbau seluruh masyarakat agar menghancurkan (pralina) ogoh-ogoh usai diarak keliling wilayah masing-masing. Disbud berharap tidak ada bangkai ogoh-ogoh yang terbengkalai di pinggir jalan, yang dapat merusak wajah Kabupaten Badung. ‘’Kita harapkan usai diarak ogoh-ogoh langsung dipralina. Jangan sampai didiamkan begitu saja. Ini akan merusak pemandangan,’’ tandas Sekretaris Dinas Kebudayaan Badung Made Rustan, belum lama ini. Selain itu, agar perayaan Nyepi pada Selasa (28/3) besok berjalan lancar dan khusyuk, Dinas Kebudayaan bersama Majelis Madya Desa Pakraman, FKUB, serta seluruh bendesa se-Kabupaten Badung melakukan kesepakatan untuk pelaksanaan Nyepi ini agar aman serta damai. Dinas Kebudayaan mengimbau, jika ada masyarakat di Badung yang melaksanakan upacara pujawali atau odalan di merajan dadia bertepatan pada saat Nyepi, diharapkan menggelar pujawali tersebut sepagi-pagi mungkin, atau tidak melewati pukul 06.00 Wita. ‘’Juga diharapkan tidak menggunakan pengeras suara, geguritan dan gambelan. Begitu pula dengan penggunaan dupa juga seminimal mungkin,’’ harapnya. Hal senada diharapkan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Badung, I Gede Rudia Adiputra. Minggu (26/3) kemarin, Rudia Adiputra mengimbau agar usai diarak, ogoh-ogoh itu di-pralina, khususnya bentuk fisiknya baik dengan cara dibongkar atau dibakar. ‘’Jika tidak di-pralina, ogoh-ogoh harus memiliki tempat. Jika tempat tersebut memang ada dan terawat, tentunya tak masalah,’’ katanya. Namun, katanya, sebaiknya ogoh-ogoh di-pralina. Pengertian pralina dalam hal ini mengarah kepada penghilangan fisik ogoh-ogoh tersebut. ‘’Tetapi ogoh-ogoh ini kan sesungguhnya hanya benda seni. Kalau di-pralina menggunakan tirta, tentunya ogoh-ogoh tersebut sebelumnya dihidupkan dengan ritual tertentu,’’ ucapnya. (kmb27)
Kadis LHK Badung Putu Eka Merthawan, Minggu (26/3) kemarin mengatakan, ratusan personel tersebut juga disiagakan pada ritual Tawur Agung yang diselenggarakan Senin ini. Petugas bersiaga di sejumlah titik mulai pukul 10.00 Wita hingga selesai. ‘’Semua petugas kebersihan kami kerahkan untuk mengatasi sampah, termasuk setelah selesai arak-arakan ogoh-ogoh, sehingga saat merayakan Nyepi wilayah Badung bebas sampah,’’ kata Eka Merthawan.
Pejabat asal Sempidi ini menjelaskan, dari 900 personel, 700 orang di antaranya tenaga khusus kebersihan rangkaian Nyepi dan 200 orang tenaga kebersihan taman. ‘’Yang paling menguras tenaga saat pangerupukan, karena tahun lalu kami dapati 25 ton sampah,’’ tandasnya. Dijelaskan Eka Merthawan, jika hari ini tidak hujan, diperkirakan 50 ton sampah akan terkumpul di luar ogoh-ogoh. Mantan Kabag Humas Kabupaten Badung ini menyebutkan, pada perayaan ngembak geni, pihaknya kembali
melakukan bersih-bersih. ‘’Tidak ada ogoh-ogoh di pinggir jalan lagi, karena kami sudah berkoordinasi ke masing-masing desa adat,’’ katanya. Langkah itu dilakukan DLHK dalam upaya agar Kabupaten Badung tetap bersih saat hari Nyepi. ‘’Kita instruksikan karena kami menghormati tahun baru çaka. Itu kontribusi kami,’’ sebutnya. Pun saat melasti yang sudah berlangsung sejak pekan lalu. Pihaknya menurunkan tim kebersihan dari Sabtu lalu untuk antisipasi seluruh jalur melasti. ‘’Pada perayaan melasti, tim kami sudah membersihkan sampah hampir 10 ton lebih. Apalagi di Pantai Petitenget juga termasuk tempat yang dipadati umat untuk melangsungkan ritual melasti,’’ tandas Eka Merthawan. (kmb27)
Eka Merthawan
Bali Post/ist
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Jelang Hari Raya Nyepi
Senin Umanis, 27 Maret 2017
Seminar di Denpasar
Gubernur Pastika Sidak Kesiapan Rumah Sakit Pandan College Hadirkan Arsitek Top Dunia dari Jepang MENJELANG hari raya Nyepi Tahun Çaka 1939 yang jatuh pada Selasa (28/3) besok, Gubernur Bali Made Mangku Pastika memantau kesiapan sejumlah rumah sakit. Setelah melakukan sidak ke RSUD Sanjiwani Gianyar pada Sabtu (25/3) lalu, Gubernur Pastika yang didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra, S.H., M.H. menyambangi RSUD Mangusada Badung, Minggu (26/3) kemarin. Diterima oleh Direktur RSUD Mangusada dr. I Nyoman Gunarta, MPH., Gubernur Pastika menanyakan kesiapan rumah sakit ini dalam melayani masyarakat pada hari raya Nyepi. Ia berharap seluruh rumah sakit tetap siaga dan memberi layanan optimal bagi masyarakat yang membutuhkan. ‘’Kalau sampai ada yang tak tertolong, kita ikut berdosa,’’ ujarnya. Menurut Pastika, selain mengantisipasi kedatangan pasien saat hari raya Nyepi, kesiagaan tenaga medis pada malam pangerupukan harus ditingkatkan. Dalam kesempatan itu, Pastika juga menanyakan kondisi 62 warga Banjar Tambaksari dan Banjar Muncan, Desa Kapal, Kecamatan Mengwi, yang mengalami keracunan makanan dan sempat dirawat di RSUD Badung pada Sabtu (25/3) malam. Ia mengapresiasi kesigapan RSUD Mangusada sehingga masalah tersebut dapat ditangani dengan cepat. Di sela-sela kunjungannya, Pastika sempat menemui I Made Sudana (75), salah seorang korban keracunan yang masih menjalani
SIDAK RS – Gubernur Bali Made Mangku Pastika (depan) didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra menyidak RSUD Mangusada Badung, Minggu (26/3) kemarin. perawatan. Terkait kasus keracu- menyiagakan 34 unit layanan nan massal ini, ia mengingatkan dengan dukungan 194 personel,’’ agar masyarakat lebih berhati- imbuh dr. Gunarta. hati mengonsumsi makanan. Menurutnya, skenario pelayan‘’Apalagi suasana hari raya, harus an Nyepi secara tak langsung suhati-hati makan,’’ imbuhnya. dah diuji coba dalam penanganan Pada bagian lain, Gubernur kasus keracunan makanan yang Pastika menyinggung tentang menimpa 62 warga Kapal. Dari 62 pentingnya keberadaan dokter korban yang masuk rumah sakit, senior pada proses triase pasien 61 orang langsung diperbolehkan di Unit Gawat Darurat. ‘’Kalau di pulang dan seorang harus menluar negeri, yang ditugaskan pada jalani rawat inap. triase pasien di UGD itu adalah Sejalan dengan harapan Guberdokter senior dan berpengalaman. nur Pastika, pihaknya berkomitDia yang bertugas mengarahkan men untuk memberi layanan dan menentukan kelanjutan pen- optimal pada hari raya Nyepi. anganan pasien yang baru masuk Selain kesiapan menghadapi UGD,’’ ucapnya. hari raya Nyepi, Gunarta juga Sementara itu, Direktur RSUD menyampaikan bahwa pihaknya Mangusada memaparkan skenar- tengah berupaya meningkatkan io yang sudah dirancang dalam sarana dan prasarana penunjang memberi pelayanan mulai malam kesehatan agar nantinya Rumah pangerupukan hingga pelaksa- Sakit Mangusada bisa naik mennaan hari raya Nyepi. ‘’Kami jadi Tipe A. (ad2176)
Koster Berbicara pada Pelatihan Kader HMI Organisasi Kemahasiswaan Harus Konsisten Laksanakan Empat Komitmen Kebangsaan
BERSAMA - Anggota Komisi X DPR RI DR. Ir. Wayan Koster, M.M., (berdiri tengah) bersama peserta Pelatihan Kader II HMI Cabang Denpasar di Kuta, Sabtu (25/3) lalu. SELURUH komponen bangsa harus memiliki komitmen dan konsisten menjalankan empat Komitmen Kebangsaan, yaitu Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika. Karena tak ada satu negara pun di dunia akan mengalami kemajuan kalau terus mempermasalahkan ideologi. Hal ini ditegaskan anggota Komisi X DPR-RI Dr. Ir. Wayan Koster, M.M. saat menjadi pemateri dalam Pelatihan Kader II (Intermediate Training) Tingkat Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Denpasar, di Kuta, Badung, Sabtu (25/3) lalu. Dalam pelatihan yang diikui 45 orang utusan dari Cabang HMI utusan seluruh Indonesia, Koster yang lebih dikenal dengan KBS (Koster Bali Satu) menyatakan peranan organisasi kemahasiswaan, baik Senat Mahasiswa maupun organisasi di luarnya seperti HMI, GMNI dan
organisasi kemahasiswaan lainnya sangat besar perannya dalam perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Semasa kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1981, Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali sangat aktif dalam gerakan kemahasiswaan. Ia mengaku ikut merancang struktur organisasi Senat Mahasiswa, yang merupakan jalan tengah antara kepentingan pemerintah dan mengakomodasi aspirasi mahasiswa, pascadibubarkannya Dewan Mahasiswa oleh pemerintah. Menurut Koster, peran organisasi kemahasiswaan saat ini sudah berbeda jika dibandingkan pada era reformasi tahun 1998. Dulu pada era reformasi gerakan mahasiswa sangat progresif dengan tujuan menjatuhkan pemerintahan orde baru. ‘’Reformasi motor penggeraknya adalah mahasiswa. Tanpa gerakan mahasiswa dan organisasi mahasiswa tentu ceritanya lain,’’ ujarnya. Sekarang, lanjutnya, dinamika gerakan organisasi kema-
hasiswaan menurun, namun lebih sensitif terhadap problematika yang terjadi di masyarakat. ‘’Organisasi kemahasiswaan seperti HMI berani mengkritisi, mendobrak kebijakan pemerintah yang merugikan masyarakat. Organisasi kemahasiswaan harus membawa satu misi agar negara ini dikelola dengan baik untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,’’ tegasnya. Ditambahkannya, organisasi kemahasiswaan menjadi suatu kebutuhan bagi masyarakat, bangsa dan negara untuk mewujudkan kepentingan bangsa, bukan hanya sebatas kepentingan internal organisasi masingmasing. Untuk mewujudkan kepentingan bangsa tersebut, organisasi kemahasiswaan harus memiliki kesamaan persepsi melaksanakan cita-cita nasional, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Politisi senior asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng ini mengungkapkan, belakangan diakui atau tidak memang ada upaya-upaya pihak tertentu yang ingin mengganti Pancasila dengan ideologi lain. Ia mengingatkan tidak ada satu pun negara di dunia akan maju jika masih mempermasalahkan ideologi. Karenanya seluruh warga negara Indonesia tidak boleh mundur dalam menghadapi pihak-pihak yang berupaya mengganti Pancasila. Setelah pemaparan materi, terjadi dialog hangat. Sejumlah pertanyaan kritis sempat dilontarkan oleh perserta pelatihan yang dijawab dengan lugas oleh Koster yang sudah tiga periode malang-melintang sebagai legislator Senayan. Kegiatan pelatihan dihadiri Ketua Umum PB HMI Mulyadi P. Tamsir. (ad2177)
ARSITEK top dunia dari Jepang yang juga perancang stadium olahraga nasional Jepang untuk pembukaan Olimpiade 2020 di Tokyo, Kengo Kuma, dihadirkan pada seminar di Denpasar, Bali, oleh sekolah Bahasa Jepang Pandan College, Juni mendatang. ‘’Kami mau ambil sebanyak mungkin ilmu arsitek Kuma agar properti Indonesia, apa pun itu, seperti gedung spa, hotel, restoran dan sebagainya, yang sudah bagus dengan gaya Balinya, bisa lebih cantik lagi dengan sentuhan dan perkawinan arsitektural Jepang,’’ papar Richard Susilo, Komisaris Pandan College, khusus kepada Bali Post, Minggu (26/3) kemarin. Dikatakannya, arsitek top dunia ini mulai memasuki pasar Indonesia dengan menjadi desainer pada sebuah kota satelit di koridor Jakarta Timur serta akan mengerjakan properti di Bali untuk sebuah art center yang cukup luas ditargetkan selesai tahun 2019. Untuk itu, Richard minta kalangan arsitek, properti, pengusaha dan pemilik berbagai usaha di Indonesia mengikuti seminar nanti. Pendaftaran bisa dilakukan lewat situs www.jepang.com/ arsitek/ hingga 31 Maret, gratis atau tak ada biaya apa pun. Bagi peserta yang mendaftar mulai 1 April akan dikenakan biaya Rp 1 juta untuk membayar akomodasi. Pandan College juga mendatangkan pembuat boneka top Jepang, Haruka Hiyama (34). Ia akan memamerkan boneka Jepangnya selama seminar. ‘’Kita bisa bertemu langsung dengan si perancang boneka yang sangat cantik ini, sekaligus berdiskusi bagaimana cara membuat boneka
Bali Post/kmb30
MUDIK - Para pemudik dari Bali tiba di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Minggu (26/3) kemarin.
Ketapang-Gilimanuk M. Yusuf Hadi melalui Manajer Operasional ASDP Ketapang Ardhi Ekapati, Minggu siang kemarin. Jumlah kapal yang beroperasi juga ditambah. Setiap hari ratarata diterjunkan 42 kapal untuk melayani penyeberangan di Selat Bali ini. Rinciannya, 30 kapal di dermaga MB dan 12 kapal di dermaga LCM. ‘’Kalau ada kemacetan panjang, selain tambah trip kapal juga ditambah empat armada. Ini skenario cadangan apabila ada antrean panjang,’’ jelasnya. Hingga Minggu sore, arus kendaraan roda dua dan mobil pribadi dari Bali terus meningkat. Data dari ASDP Ketapang, hingga sore total 59.483 penumpang yang menyeberang dari Gilimanuk. Jumlah ini naik sekitar 44 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya 41.367 orang. Kendaraan roda dua naik 54 persen dari 6.487 unit menjadi 10.155 unit, sedangkan roda empat naik sekitar 35 persen atau dari 6.236 unit menjadi 8.406 unit. Lonjakan penumpang dan kendaraan diprediksi berlanjut hingga Senin (27/3) sore. Menurut Ardhi, penyeberangan Ketapang-Gilimanuk akan di-
ARSITEK - Inilah salah satu karya arsitek terkenal Jepang, Kengo Kuma, yang akan dihadirkan pada seminar di Denpasar oleh Pandan College.
Cantiasa Rayakan Nyepi di Bali
KOMANDAN Korem (Danrem) 163/Wira Satya Kolonel Inf. I Nyoman Cantiasa sangat bersyukur menjelang akhir jabatannya bisa merayakan hari raya Nyepi di Bali. Pasalnya, dirinya saat ini juga menjabat Danrem 173/Praja Vira Braja (PVB) yang bermarkas di Biak, Papua. Ia berharap masyarakat Bali bisa merayakan Nyepi dengan aman, damai dan kondusif. ‘’Tanggal 17 Maret lalu, saya melaksanakan serah terima jabatan di Korem 173/PVB di Papua. Untuk sertijab di Bali, mungkin akhir bulan ini,’’ tegas Cantiasa saat ditemui di Makorem 163, Jalan PB Sudirman, Denpasar, Minggu (26/3) kemarin. Ditambahkannya, untuk penggantinya sudah keluar surat keputusan, yaitu Kolonel Arh. Gede Widiana asal Jembrana yang beberapa
hari lagi tiba di Bali. Ditanya kesan pertamanya menjadi Danrem Praja Vira Braja, menurut peraih Bintang Adhi Mahayasa ini, berkat kekompakan prajurit dan sinergitas dengan stakeholder di sana, 155 simpatisan OPM bersedia menyerahkan diri dan kembali ke pangkuan NKRI. Namun, mereka minta jaminan keamanan dan keselamatan saat turun dari gunung. ‘’Saya sampaikan kepada Dandim dan Danramil di sana agar segera mengambil langkah-langkah pengamanan untuk mempercepat proses tersebut. Sesuai petunjuk dan perintah Bapak Panglima TNI, Kasad dan Pangdam XVII/Cendrawasih agar memaksimalkan kegiatan gerakan masif teritorial, harus berpikir outbox atau jangan biasa-biasa
Bali Post/ist
SERTIJAB - Danrem 163/Wira Satya Kolonel Inf. I Nyoman Cantiasa (kanan) saat sertijab di Kodam XVII/Cendrawasih.
Trip Pelayaran Ketapang-Gilimanuk Ditambah semula menjalani sembilan trip setiap hari. Penambahan trip ini mengantisipasi antrean panjang di Gilimanuk. ‘’Kami siapkan skenario menambah trip dari sembilan menjadi 10 trip per hari setiap kapal,’’ kata General Manager (GM) PT Indonesia Ferry (ASDP)
menghubungi Pandan College di nomor telepon 0361-255 225 atau langsung datang ke Jalan Cok Agung Tresna No. 15, Griya Alamanda No. 7, Renon, Denpasar. Menurut Richard, peserta seminar akan dibatasi hingga 200 orang dan akan diseleksi demi keamanan kelancaran acara lebih lanjut serta keterbatasan ruangan yang ada. Info lengkap tanggal dan lokasi seminar sengaja diungkapkan hanya kepada undangan yang nantinya mendapat jawaban dari panitia lewat email masing-masing. ‘’Mohon maaf hal ini dilakukan demi keamanan dan kenyamanan peserta karena keterbatasan ruangan seminar dan privasi tokoh arsitek dunia ini. Dari 200 peserta seminar diharapkan segala informasi ilmu dan pengetahuan arsitek gaya Jepang dapat menyebar lebih lanjut kepada masyarakat Bali dan Indonesia lainnya,’’ ungkapnya. Untuk itu, ia minta peminat cepat mendaftar menjadi peserta seminar. (ad2178)
Jadi Danrem 173/PVB
Arus Mudik Nyepi
Banyuwangi (Bali Post) Arus kendaraan dan penumpang dari Bali menjelang Nyepi terus mengalir, Minggu (26/3) siang kemarin. Saking padatnya, PT Indonesia Ferry (ASDP) Ketapang-Gilimanuk menambah satu trip pelayaran bagi seluruh kapal. Masing-masing kapal
dan berbagai hal mengenai budaya Jepang. Bagi yang mau berfoto bersama dipersilakan,’’ ungkapnya. Setelah seminar dan pameran akan dilakukan perayaan sederhana, yaitu ulang tahun ke-10 Pandan College dengan makanan dan minuman kecil. Hal ini dilakukan sebagai rasa terima kasih atas dukungan dan partisipasi banyak pihak terhadap keberhasilan 10 tahun yang dilakukan Pandan College selama ini di Indonesia. ‘’Tanpa dukungan dan partisipasi banyak pihak, mustahil kami bisa berhasil dan maju seperti sekarang ini. Untuk itu, dari hati terdalam saya mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat dan semua pihak yang telah mendukung Pandan College selama ini,’’ tambah Richard. Untuk informasi lengkap tentang seminar serta kemungkinan berpatisipasi termasuk sponsor dalam acara tersebut, dapat
tutup total 24 jam selama Nyepi. Dari Ketapang, penyeberangan ditutup mulai Senin malam pukul 23.00 WIB, sedangkan di Gilimanuk baru ditutup, Selasa (28/3) pukul 05.30 Wita. Penyeberangan dibuka Rabu (29/3) pagi pukul 05.30 WIB. Kepala Unit Pelaksana Pelabuhan (UPP) Kelas III Ketapang, Ispriyanto, meminta pengguna jasa penyeberangan memilih menyeberang pagi hari. Sebab, beberapa hari terakhir hujan sering mengguyur Selat Bali. Imbasnya, jarak pandang pelayaran terganggu. Kondisi ini sangat membahayakan bagi pelayaran kapal ferry. ‘’Tapi hujan masih tergolong aman. Mudah-mudahan cuaca terus kondusif,’’ ungkapnya. Meski terpantau aman untuk pelayaran, pihaknya tetap menyiapkan sistem buka tutup penyeberangan jika cuaca ekstrem. Menurutnya, penutupan pelabuhan perlu dilakukan agar pelayaran kapal aman, menghindari kecelakaan laut. ‘’Hujan biasanya memicu gelombang laut. Kapal jangan terlalu mepet karena bisa memicu benturan. Lasing kendaraan di dalam kapal tetap wajib dilakukan,’’ tegas Ispriyanto. (kmb30)
saja atau normatif tapi harus lebih sehingga muncul karya-karya yang lebih signifikan,’’ ungkap Danrem asal Buleleng ini. Pada awal menjabat, Cantiasa menyampaikan moto kepada prajuritnya, yaitu Impossible Make Possible (berbuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin). ‘’Kami bersyukur berkat kerja keras para prajurit jajaran Korem 173/PVB itu terwujud dengan turunnya 155 simpatisan OPM. Saya bangga dan hormat dengan prajurit-prajurit Cendrawasih yang mampu melaksanakan pembinaan teritorial dengan baik, termasuk melaksanakan patroli dengan membawa obatobatan kesehatan, masuk ke rumah Honai untuk mengecek dan mengobati masyarakat karena masalah kesehatan mereka menjadi prioritas,’’ ujar perwira TNI ramah ini. Pihaknya juga melakukan patroli kesehatan dan membantu pengobatan penduduk bersembunyi di hutan-hutan, membagikan makanan dan bingkisan sebagaimana program Panglima TNI saat Natal dan menggelar kegiatan operasi teritorial yang paling signifikan, yaitu TNI membangun jalan-jalan provinsi dan kabupaten di pedalaman Papua yang menghubungkan antarwilayah. ‘’Kami TNI akan memberikan jaminan keamanan kepada para simpatisan OPM yang saat ini sudah bergabung ke pangkuan NKRI. Paling penting adalah tekad prajurit bertugas di Papua untuk menyelamatkan serta mengamankan masyarakat yang sudah bergabung dengan NKRI,’’ tandas Cantiasa. (rah)
Jelang Nyepi, DPRD Denpasar Reses
Didominasi Masalah Infrastruktur
Denpasar (Bali Post) – Kegiatan jajaran DPRD Kota Denpasar akhir bulan ini selain membentuk beberapa panitia khsusus, juga menggelar reses. Kegiatan reses jajaran DPRD Denpasar telah berlangsung sejak Kamis (23/3) lalu. Pada masa reses ini, masing-masing anggota dewan turun menemui para konstituennya untuk menyerap aspirasi yang ada. Dari sejumlah masukan yang diterima wakil rakyat, reses kali ini masih didominasi masalah infrastruktur. Salah satu anggota DPRD Denpasar I Made Sukarmana, S.H., Minggu (26/3) kemarin, menyatakan pihaknya sudah melakukan reses sebagaimana jadwal yang ditentukan. Dari hasil turun ke lapangan, pihaknya mengaku menerima banyak masukan, namun masih didominasi soal perbaikan infrastruktur, seperti perbaikan gang, jalan lingkungan dan drainase. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan masa reses sebelumnya. Dalam sidang intern penyampaian hasil reses yang dipimpin Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede tersebut, secara bergiliran masing-masing fraksi melaporkan hasil yang diperoleh selama reses. Dari lima fraksi yang ada di DPRD Denpasar, laporannya didominasi permintaan perbaikan jalan. Seperti yang terlihat dari laporan Fraksi PDI-P yang dibacakan Nyoman Karisantika, menyebutkan sejumlah usulan yang diperoleh di antaranya permohonan perbaikan trotoar, pelebaran dan hotmix beberapa jalan, pelebaran jembatan serta perbaikan jalan di tempat lainnya. Tidak jauh berbeda dengan yang disampaikan Fraksi Gerindra yang dibacakan Kompyang Gede. Fraksi ini menyampaikan sedikitnya 24 item usulan yang diperolehnya saat reses. Hal yang sama juga disampaikan tiga fraksi lainnya, yaitu Demokrat dengan juru bicara Gede Semara, Hanura melalui juru bicara I Gede Made Arya Jembawan dan reses Golkar disampaikan Wayan Sugiarta. Ketiga fraksi ini cukup banyak menyampaikan usulan terkait dengan perbaikan jalan, trotoar dan saluaran drainase. (kmb12)
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
DAERAH
Senin Umanis, 27 Maret 2017
Parade Ogoh-ogoh di Desa Peguyangan Kaja
Wadah Kreativitas Seni Muda-mudi MELAKSANAKAN parade ogoh-ogoh pada hari pangerupukan (sehari sebelum Nyepi) telah menjadi tradisi di Desa Peguyangan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara. Akan tetapi desa ini baru mulai menata pawai ogoh-ogoh sejak tahun 2016, padahal gerakan untuk melakukan parade sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Berbagai kreasi ogoh-ogoh tercipta dari tangan muda-
mudi Desa Peguyangan Kaja. Ketua Karang Taruna Putra Negara Desa Peguyangan Kaja, Ni Luh Putu Sri Laksmi, mengatakan pawai tahun ini diikuti 17 ogoh-ogoh. Desa Peguyangan Kaja yang terdiri atas 12 banjar dibagi menjadi tiga zona parade, yaitu timur, tengah dan barat. Di zona barat yang terdiri atas Banjar Saih, Gunung dan Paang Tebel terdapat sembi-
DIARAK - Ogoh-ogoh yang dibuat STT Banjar Batur, Desa Peguyangan Kaja, diarak pada pangerupukan Senin (27/3) malam ini.
lan ogoh-ogoh yang diarak. Zona tengah yang meliputi Banjar Belusung, Batur, Dualang, Denyeh memiliki empat ogoh-ogoh. Sementara zona timur yang terdiri atas Banjar Benbiu, Punduh Kulit, Pondok dan Umadesa mempunyai empat ogoh-ogoh untuk diarak. Parade ogoh-ogoh di zona timur dipusatkan di Jalan Antasura sehingga diprediksi lalu lintas akan tersendat. Zona tengah dipusatkan di Jalan Ahmad Yani Utara di wilayah Banjar Batur. Dua jalur ini merupakan akses utama masyarakat dari Denpasar menuju Darmasaba, Badung. Hasil kreativitas pemuda Desa Peguyangan Kaja membuahkan hasil. Dari sekian banyak ogoh-ogoh, dua masuk nominasi penilaian lomba ogoh-ogoh di Denpasar Utara. Ogoh-ogoh yang dibuat STT Yowana Mekar, Banjar Dualang, masuk nominasi keenam dan ogoh-ogoh hasil kreasi anggota STT Bayu Kumara, Banjar Umadesa menempati nominasi ketiga. ‘’Tahun 2017 ini parade ogoh-ogoh dijadikan kegiatan pertama di Desa Peguyangan Kaja. Tim pelaksana adalah Karang Taruna Putra Negara Desa Peguyangan Kaja,’’ tandas Sri Laksmi. Parade ini diharapkan menjadi wadah kreativitas seni pemuda Desa Peguyangan Kaja. ‘’Agar teraplikasikan maka kami buatkan wadah untuk menampilkan hasil seni muda-mudi,’’ imbuhnya. Mengarak ogoh-ogoh juga dipercaya dapat mengusir bhuta kala di wilayah tersebut. Acara didahului dari rumah masing-masing dengan memukul kentongan dan membawa api yang terbuat dari danyuh (daun kelapa kering) berkeliling rumah. (kmb42)
ini khusus untuk kendaraan roda dua sebelum masuk Pos I pintu masuk pelabuhan. Manajer Operasional ASDP Gilimanuk Sugeng Purwono saat diminta konfirmasinya membenarkan tenda sengaja dipasang untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan kendaraan yang keluar Bali menjelang Nyepi. Menurutnya, sudah biasa menjelang Nyepi, kendaraan yang keluar Pulau Dewata akan banyak. Jumlah unit kendaraan yang menyeberang dari tahun ke tahun tidak sama. Terkadang naik, kadang turun. ‘’Seperti tahun lalu, jumlahnya turun dibandingkan
tahun sebelumnya. Tidak dapat diprediksi, namun tetap kami antisipasi,’’ terangnya. Arus kendaraan yang keluar Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk masih terlihat normal pada Jumat siang. Sejumlah loket masih lengang melayani kendaraan yang hendak masuk pelabuhan. Kendaraan yang keluar baik roda empat maupun roda dua mulai naik dibanding hari biasa pada Sabtu (24/3). Puncaknya terjadi Minggu (26/3) kemarin dan Senin (27/3) ini mengingat waktu liburan panjang sebelum Nyepi. (kmb26)
Bali Post/kmb42
Belasan Boks Daging Ayam dan Bebek Diamankan di Gilimanuk
Negara (Bali Post) –
Belasan boks kiriman berisi daging unggas tanpa dokumen karantina diamankan polisi, Minggu (26/3) kemarin. Daging ayam dan bebek itu diamankan dari dua kendaraan yang melintas dari Pelabuhan Gilimanuk tujuan Denpasar oleh jajaran Satlantas Polres Jembrana dan Polsek Kawasan Laut Gilimanuk. Penangkapan pertama dilakukan saat razia kendaraan di Jalan Sudirman dilakukan Satlantas Polres Jembrana, Minggu (26/3) dini hari sekitar pukul 03.00 Wita. Operasi yang dipimpin Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Nyoman Sukadana ini merupakan antisipasi masuknya miras, narkoba, senjata tajam dan barang berbahaya lain ke Bali. Saat itu melintas mobil pick-up Mitsubishi L300 nopol P 8786 RX. Polisi memeriksa surat-surat kendaraan dan barang bawaan yang ada di bak belakang. Dari pemeriksaan itu, diketahui mobil mengangkut belasan boks yang di dalamnya berisi daging ayam dan bebek. Petugas juga mendapati lima ekor ayam dan empat ekor entok masih
Tepergok, Pencuri Motor Nyaris Dihajar Massa
Denpasar (Bali Post) Sepeda motor milik Rachmat Ajis Risaldi yang berstatus pelajar dicuri saat parkir di Pesanggaran, Denpasar Selatan, Minggu (26/3) kemarin. Ketika dicari bersama teman-temannya, motor Honda Scoppy tersebut dituntun oleh Yoga Akbar Aditia (21) dan langsung ditangkap. Selanjutnya Yoga dibawa ke Balai Banjar Pesanggaran. Untung saja anggota Polsek Kawasan Laut Benoa cepat tiba di TKP sehingga pelaku luput dari amukan massa. Menurut sumber, sekitar pukul 04.00 Wita, korban yang beralamat di Jalan Tukad Balian Gang Merak, Denpasar Selatan, melapor ke Polsek Kawasan Laut Benoa. Sebelum kejadian, korban dan temantemannya baru balik dari Balai Banjar Suwung Batankendal. Saat melintas di TKP, mereka melihat ada kerumunan. Rachmat dan teman-temannya berhenti untuk melihat apa yang terjadi. Selanjutnya korban memarkir sepeda motor Honda Scoopy DK 6991 CE di depan rumah makan Padang. Berselang lima menit kemudian, saat hendak pulang ternyata motornya hilang. Korban dibantu teman-temannya mencari di sekitar TKP dan dilihat motornya dituntun Yoga asal Jombang, Jawa Timur, yang tinggal di Jalan Diponegoro Gang Ulan Kencana, Denpasar Selatan. ‘’Pelaku langsung diamankan oleh korban dan dibawa ke Balai Banjar Pesanggaran. Saat proses pengamanan itu, anggota Polsek cepat tiba di lokasi sehingga pelaku selamat dari amukan warga. Pelaku dan barang bukti langsung dibawa ke Polsek,’’ ujar sumber. Kapolsek Kawasan Laut Benoa Kompol Nyoman Gatra saat diminta konfirmasinya membenarkan mengamankan pelaku. ‘’Syukur anggota saya cepat ke TKP sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bisa dicegah. Karena TKP-nya wilayah Denpasar Selatan, kasus ini kami serahkan ke Polsek Denpasar Selatan,’’ tegasnya. (kmb36)
hidup tanpa dilengkapi dokumen dari karantina asal. Menurut pengemudi, daging tersebut milik Waras, asal Srono, Banyuwangi, Jawa Timur. Polisi selanjutnya mengamankan mobil pickup berikut sopirnya untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Kasat Lantas Polres Jembrana membenarkan penangkapan saat operasi jalan raya tersebut. Sekitar pukul 08.30, giliran jajaran Polsek Kawasan Laut Gilimanuk di Pos II (pintu masuk Bali) mengamankan tiga boks yang juga berisi daging bebek tanpa dilengkapi dokumen karantina. Dari keterangan pengemudi mobil Isuzu Panther L 1438 GN, Budianto (37) asal Jember, daging yang diangkut-
DIAMANKAN - Polantas mengamankan belasan boks daging unggas tanpa dokumen yang hendak dikirim ke Bali. nya milik Bayu Sufendi (27) Kapolsek Gilimanuk Komasal Jember, Jawa Timur. pol Anak Agung Gede Arka Rencananya, tiga boks sty- seizin Kapolres Jembrana rofoam itu akan dikirim ke membenarkan penangkapan Kadek Ayu di Jalan Arjuna. tersebut. Daging-daging itu Kendaraan berikut barang akan dilimpahkan ke karanbukti diamankan di Polsek tina untuk penanganan lebih Kawasan Latu Gilimanuk. lanjut. (kmb26)
Banyuwangi (Bali Post) Kreativitas para pelajar di Banyuwangi terbilang unik. Mereka membuat aneka kreasi baju berbahan plastik dan kertas bekas. Aneka pakaian nyentrik ini dipamerkan di Gedung Seni Budaya (Gesibu) Banyuwangi, Sabtu (25/3) malam. Peragaan busana daur ulang ini menjadi bagian Banyuwangi Festival 2017 dalam event “Green and Recyle Fashion”. Ratusan pakaian yang ditampilkan merupakan kampanye peduli pada lingkungan dengan mengurangi sampah. Meski bahannya daur ulang, model pakaian yang dibawakan pelajar TK, SD hingga SMA ini cukup memukau. Bahkan, sepintas tak terlihat berbahan barang bekas. Jika
dilihat detail, baru kelihatan menggunakan aneka produk tak terpakai, seperti lipatan koran, bekas gelas air mineral hingga bekas bungkus kopi dan semen. Tema yang dibawakan gaun malam. Desainnya ditampilkan dengan apik. Ada yang mirip little mermaid, burung merak, hingga busana bergaya Eropa. Salah satu peserta, Ayuni Dwi Yanti, mengaku mendesain bajunya memanfaatkan bahan bekas di gudang sekolahnya. “Saya pakai kalender bekas, sedotan plastik dan tas plastik,” kata siswi SMKN Darul Ulum, Muncar ini. Fashion pesta yang dibawakannya hanya menghabiskan biaya Rp 100.000. Bupati Banyuwangi Ab-
Bali Post/kmb26
Pelajar Banyuwangi Buat Baju Berbahan Plastik Bekas
Petugas Pelabuhan Pasang Tenda
Negara (Bali Post) – Mengantisipasi membeludaknya kendaraan yang keluar Bali menjelang Nyepi, Jumat (24/3) lalu pihak Pelabuhan Gilimanuk mulai memasang tenda bagi antrean pengendara kendaraan bermotor di luar loket. Tenda memanjang didirikan di sisi luar pelabuhan atau di depan pertokoan Gilimanuk. Tenda
5
Bali Post/ist
DAUR ULANG - Busana daur ulang karya para pelajar di Banyuwangi dipamerkan, Sabtu (25/3) malam.
dulah Azwar Anas mengatakan kegiatan ini bukan sekadar ajang fashion, tetapi memberikan edukasi memanfaatkan limbah menjadi sesuatu yang berguna. Menurutnya, Pemkab Banyuwangi terus berupaya mengurangi jumlah sampah. Sebab, kini setiap orang di Banyuwangi menghasilkan 2,7 kilograam sampah per rumah tangga. Jika ditotal sekitar 400.000 ton sampah per tahun. “Mengubah kebiasaan masyarakat memang tidak mudah, tapi bukan berarti tidak bisa. Kami tidak akan berhenti mengampanyekan hal ini. Ini upaya kami untuk sumbangsih menciptakan dunia lebih baik,” ujarnya. Banyuwangi juga akan menggelar festival kebaya. (kmb30)
OPINI
6
Senin Umanis, 27 Maret 2017
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Sinergitas Berantas Korupsi KAPAN KPK berhasil me-nol-kan korupsi di Indonesia? Jawabnya; tidak akan pernah bisa. Itu pasti. Ibarat kanker ‘’ganas’’ akan selalu ada semasih ada manusia. Tinggal sekarang bagaimana mencegah agar kita tidak terserang kanker. Salah satunya dengan hidup sehat, makan teratur dan berolahraga. Demikian pula korupsi, akan terus ada selama ada birokrasi. Sekarang tinggal bagaimana menekan perilaku korup, sehingga memperkecil terciptanya peluang korupsi. Ibarat penyakit, korupsi merupakan penyakit kronis. Ia menggerogoti perekonomian sebuah negara secara perlahan namun pasti. Penyakit ini menempel pada semua aspek bidang kehidupan masyarakat, sehingga sangat sulit untuk diberantas. Oleh karenanya, penting memiliki strategi atau upaya pemberantasan korupsi dengan melihat karakteristik dari berbagai pihak yang terlibat serta lingkungan di mana mereka bekerja atau beroperasi. Ada begitu banyak strategi yang perlu dilakukan. Namun untuk menekan korupsi, tidak cukup berhenti pada upaya penindakan. Sebelumnya harus ada upaya pencegahan. Kesadaran ini telah tumbuh terutama dengan kehadiran KPK. Banyak instansi dan pemerintah daerah menggandeng KPK dari perencanaan anggaran sampai dengan keputusan pemenang. Tujuannya tiada lain untuk mencegah timbulnya penyimpangan yang berujung pada tindak pidana korupsi. Apalagi KPK telah memiliki Deputi Bidang Pencegahan yang di dalamnya terdapat Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat. Sasaran utama upaya penanggulangan kejahatan melalui jalur non-penal adalah menangani faktor-faktor kondusif penyebab terjadinya korupsi. Reformasi birokrasi dan reformasi pelayanan publik adalah salah satu cara mencegah korupsi. Intinya menyederhanaan dan mempercepat alur pelayanan. Sebab, semakin banyak meja yang harus dilewati untuk mengurus suatu hal, semakin banyak pula kemungkinan terjadinya korupsi. Hal lain yang krusial untuk mengurangi risiko korupsi adalah dengan memperbaiki dan memantau kinerja pemerintah daerah. Sebelum otonomi daerah diberlakukan umumnya semua kebijakan diambil oleh pemerintah pusat. Pada waktu itu korupsi besar-besaran umumnya terjadi di ibu kota negara. Dengan otonomi, kantong korupsi tidak terpusat hanya di ibu kota negara tetapi berkembang ke berbagai daerah. Salah satu cara mencegah korupsi adalah dengan mewajibkan pejabat publik melaporkan dan mengumumkan jumlah kekayaan yang dimiliki, baik sebelum dan sesudah menjabat. Masyarakat ikut memantau tingkat kewajaran peningkatan jumlah kekayaan setelah selesai menjabat. Kesulitan timbul ketika kekayaan yang didapatkan dengan melakukan korupsi dialihkan kepemilikannya ke orang lain. Selain preventif, penegakan hukum tentu juga upaya final untuk menekan korupsi. Karenanya kinerja lembaga peradilan, baik dari tingkat kepolisian, kejaksaan, pengadilan harus pula ditingkatkan. Artinya, penegakan hukum benar-benar tegak dan menjunjung keadilan bagi semua. Banyak kasus korupsi tidak terjerat hukum karena kinerja lembaga peradilan yang sangat buruk. Karenanya penjaga gawang di bidang penegakan hukum ini harus benar-benar punya kemauan untuk memberantas korupsi. Utamanya pengadilan. Lembaga ini merupakan jantung penegakan hukum yang harus bersikap tidak memihak, jujur, dan adil. Upaya lain yang dapat dilakukan dalam memberantas korupsi adalah melakukan kerja sama internasional. Lembaga antikorupsi dari negara lain, harus dilibatkan dalam meningkatkan kerja sama dalam upaya pemberantasan korupsi. KPK dalam hal ini telah menjalin sinergi dengan 26 lembaga antikorupsi dari sejumlah negara, baik di di tingkat Asia maupun Eropa. Upaya ini dilakukan, karena korupsi tergolong kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang bisa terjadi melintasi batas-batas suatu negara. Karenanya, penanganannya juga harus dilakukan secara luar biasa dan melibatkan banyak lembaga antikorupsi di berbagai negara. Kerja sama ini tidak sebatas informasi kejahatan, juga dalam hal penyelenggaraan kegiatan pendidikan, pelatihan dan penelitian serta bertukar kepakaran dalam hal keorganisasian dan penegakan hukum untuk peningkatan kapasitas. Dengan kerja sama ini tidak ada celah bagi koruptor untuk sembunyi dan menyembunyikan kekayaannya di luar negeri.
S URAT PEMBACA Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM
Pengarakan Ogoh-ogoh
Sebagai umat Hindu, saya menunggu-menunggu hari raya Nyepi. Dalam kesempatan tentu semua ingin melakukan berbagai ajaran dalam melaksanakan Nyepi. Ada Catur Brata Panyepian yang semuanya berkaitan dengan introspeksi diri. Dalam banyak tulisan dan buku juga disebutkan Nyepi sebagai bentuk penghormatan terhadap alam sebagai sumber kehidupan. Yang pasti, Nyepi dengan segala bentuk perayaannya dan rangkainnya menjadi hal penting untuk dihayati dan dipahami. Mudahmudahan kita bisa melaksanakannya. Namun, ada beberapa hal yang hingga kini belum benar-benar sama pemahamannya adalah terkait dengan ogoh-ogoh pascadiarak. Apakah ogoh-ogoh ini wajib di-pralina atau dilebur? Lalu bagaimana dengan ogoh-ogoh yang karena saking bagus dan indahnya akhirnya dibiarkan di balai banjar masing-masing? Bisakah ogoh-ogoh dijadikan hiasan rumah? Selain itu, juga ada ogoh-ogoh yang dimuseumkan, bisakah hal ini dilakukan? Terhadap hal ini, sebagai umat Hindu saya mohon penjelasan kepada tokoh umat. Ini penting diberikan pencerahan, mengingat sering saya lihat ada banyak ogoh-ogoh yang tergeletak di jalan dan di perempatan jalan tak ada yang mengurusnya. Ini juga layak mendapat perhatian, agar umat memiliki pemahaman yang jelas soal hal ogoh-ogoh. Selebihnya, saya juga menyampaikan selamat merayakan Nyepi Çaka 1939 kepada umat Hindu. Wayan Purnama Arsana Gianyar, Bali
Korupsi Momok bagi Keuangan Negara Negara Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 dengan tegas mengamanatkan tujuan bernegara yaitu menciptakan masyarakat adil dan makmur dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Siapa pun yang menjadi pemimpin Republik yang kita cintai ini sudah mahfum akan amanat tersebut. Namun sejak kita merdeka 17 Agustus 1945, cita-cita mewujudkan amanat tersebut belum dapat dicapai hingga saat ini. Program-program pemerintah sudah dirumuskan menuju arah untuk mencapai cita-cita tersebut, namun berbagai kendala sering menghadang seperti kegaduhan politik, demokrasi yang kebablasan, timpangnya penegakan hukum dan kebebasan berpendapat, ancaman teroris dan premanisme di bidang keamanan negara, dan masalah korupsi yang menjadi ‘’momok’’ bagi keuangan negara dan masyarakat.
Oleh I Ketut Wirya orupsi adalah suatu tindak pidana, perbuatan melawan hukum memperkaya diri sendiri atau orang lain yang merugikan keuangan negara. Sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 2 UU No. 31 Tahun 1999 jo UU No. 20 Tahun 2001 oleh karena korupsi merupakan virus yang merongrong keuangan negara dan harus kita lawan bersama. Pemberantasan korupsi di negara RI ini merupakan misi suci dari setiap pemerintah yang berkuasa untuk menyelamatkan keuangan negara dalam menuju cita-cita dan tujuan negara yaitu kesejahteraan masyarakat dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Jika kita mengikuti data dan informasi yang dimuat media, tindakan kejahatan/korupsi telah merambah hampir semua lembaga pemerintah, baik di pusat maupun di daerah, mulai dari badan legislatif, eksekutif dan yudikatif dan yang paling heboh saat ini adalah proyek e-KTP yang disinyalir merampok keuangan negara Rp 2,3 triliun. Bahkan ‘’sepupu’’ korupsi yang bernama pungli merambat sampai
K
aparatur sipil negara terbawah. Pemerintah sampai membentuk satgas yang bernama Saber Pungli. Apakah korupsi demikian sulit diberantas? Kita salut kepada lembaga penegak hukum seperti KPK yang sangat gencar dalam upaya pemberantasan korupsi. Mari kita cegah bersama agar korupsi jangan sampai membudaya. Keberhasilan pemberantasan korupsi juga tergantung pada kemampuan dan keseriusan para pemimpin pemerintahan di tingkat pusat dan di daerah serta dukungan masyarakat terhadap langkah-langkah penegak hukum dalam memberantas korupsi. Korupsi adalah kejahatan kemanusiaan yang sangat luar biasa atau extra-ordinary crime. Negara harus lebih tegas dalam menuntaskan program pemberantasan korupsi dengan membenahi sistem penegakan hukum dan lembaga kepolisian, kejaksaan, jajaran kehakiman dari tingkat Pengadilan Negeri sampai Mahkamah Agung. Berbeda halnya dengan penegak hukum yang dilakukan oleh lembaga antirasuah yaitu KPK. Lembaga ini telah berhasil memenjarakan beberapa pejabat negara seperti gubernur/bupati/w alikota, pegawai
negeri sipil (PNS), oknum anggota badan legislatif baik di pusat maupun di daerah, oknum-oknum penegak hukum seperti jaksa, hakim dan polisi, para pengusaha maupun pejabat perbankan yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara sah melalui proses peradilan. Meskipun demikian tren perbuatan yang mengarah pada tindak pidana korupsi belum menunjukkan tandatanda penurunan. Mengapa begitu sulit memberantas korupsi di negeri ini? Terdapat beberapa faktor yang mendorong terjadinya tindak pidana korupsi antara lain: (a) Dalam pemilihan kepala daerah (gubernur/bupati/wali kota) para kandidat memerlukan banyak dana untuk membiayai pencalonan dirinya. Demikian juga halnya dengan pemilihan anggota legislatif, baik di pusat (DPR) maupun di daerah (DPRD). Saat mereka terpilih dan berkuasa mereka tergoda untuk segera dapat mengembalikan uang yang telah mereka keluarkan. (b) Sikap mental yang lemah dari oknum-oknum yang sedang berkuasa baik di pemerintah (eksekutif) maupun di Dewan Perwakilan Rakyat (legislatif) dan oknumoknum di lembaga negara lainnya
seperti kepolisian, kejaksaan dan kehakiman ada yang imannya masih lemah saat menerima godaan suap. (c) Sistem perekrutan ASN juga terkadang tak lepas dari budaya sogok-menyogok agar bisa lolos dan diterima di suatu instansi. Di samping itu, tindakan korupsi cenderung dilakukan karena oknum mempunyai kewenangan dan ada kesempatan dan membayangkan kehidupan yang lebih nikmat, lebih baik dengan cara memanfaatkan wewenang dari kesempatan tersebut. Sikap hidup hedonis juga dapat mendorong orang atau oknum pejabat melakukan korupsi. Banyak di antara mereka yang tidak tahan ketika disuguhi wanita cantik untuk dinikahi atau terkadang sekadar sebagai gratifikasi. Sumpah jabatan ketika dilantik, suatu saat bisa sirna dari ingatannya apabila sudah memegang jabatan misalnya saja sebagai kuasa pengguna anggaran atau duduk di panitia pengadaan barang dan jasa pemerintah. Hal ini karena moral yang lemah, godaan hedonis mulai merasuki alam pikiran mereka mulai dari memperkirakan upah/fee yang akan diperoleh; upaya markup biaya kegiatan atau program; setoran kepada atasan; merekayasa tender dan praktik-praktik lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan dan tidak disadari akan menjerat mereka sendiri apabila kelak terungkap oleh laporan masyarakat atau temuan dari aparat pemeriksa/ pengawas. Para penegak hukum yang jujur dan tidak berkolaborasi dengan para koruptor serta masih mempunyai komitmen tinggi dalam pemberantasan korupsi (kepolisian, kejaksaan, jajaran kehakiman, dan KPK) terasa masih mengalami hambatan kesulitan dalam memberantas korupsi. Langkah preventif yang
Nyepi, ”Refresh” Bumi dan Efisiensi Energi Nyepi menjadi perayaan yang memiliki makna dan fungsi urgen bagi kehidupan. Di samping sebagai sebuah ritual, Nyepi juga memiliki manfaat dalam upaya menjaga dan melestarikan alam. Sebuah sinergi antara spiritualitas dan kepedulian dalam bentuk persembahan dan penghormatan. Perayaan Nyepi juga identik dengan pawai ogoh-ogoh yang dilaksanakan saat Tawur Kasanga. Begitu juga dalam Tawur Kasanga dilakukan persembahan Caru Tawur Kasanga untuk mengharmoniskan dan menyucikan Bhuana Agung dan Bhuana Alit. Di samping itu, adanya perhormatan kepada Bhutakala agar mampu menjadi Bhutahita sebagai upaya mewujudkan kedamaian dan keharmonisan dalam pergantian tahun. Setelah perayaan Tawur Kasanga keesokan harinya yaitu tepatnya Pananggal 1 (apisan) Sasih Kadasa umat Hindu melaksanakan Panyepian. Dalam panyepian umat Hindu diharapkan mampu mengendalikan diri, mengekang hawa nafsu, introspeksi diri dan mampu melaksanakan Catur Brata Panyepian. Intinya adalah umat Hindu dalam perayaan Nyepi mampu mengendalikan nafsu indria dengan melakukan Yoga Samadhi. Jangan sampai perayaan Nyepi dipergunakan untuk melakukan aktivitas dalam pemuasan nafsu indria, seperti berjudi, minum minuman keras ataupun kegiatan yang bertentangan dengan ajaran agama. Sepatutnya perayaan pergantian Tahun Baru Çaka ini dipergunakan untuk introspeksi diri terhadap segala perbuatan yang telah dilakukan sebelumnya dengan memuja kebesaran Hyang Widhi. Hal ini sebagai implementasi dari Catur Brata Panyepian yaitu Amati Gni (tidak menyalakan api, lampu dan mengendalikan amarah), Amati Karya (tidak melakukan aktifitas kerja jasmani), Amati Lelanguan (tidak melakukan aktivitas hiburan atau bersenang-
Oleh
I Nyoman Agus Sudipta, S.Pd., M.si. senang) dan Amati Lelungan (tidak bepergian). Inilah yang semestinya dilakukan dalam perayaan Nyepi sebagai bentuk pemaknaan dalam mencapai Moksa dan Jagadhita yang dilandasi keheningan secara lahir bathin penuh kedamaian. Nyepi “Refresh” untuk Bumi Nyepi dalam konsep penerapannya merupakan wujud penghormatan kepada unsur-unsur Panca Maha Bhuta. Unsur Panca Maha Bhuta ini melingkupi Bhuana Agung (alam semesta/ bumi) dan Buana Alit (makhluk hidup). Unsur Panca Maha Bhuta antara lain Pertiwi (unsur padat), Apah (unsur cair), Teja (unsur panas), Bayu (unsur udara) dan Akasa (unsur ruang). Kelima unsur ini dalam perayaan Nyepi diberikan penghormatan dengan memberikan kesempatan untuk istirahat 24 jam atau satu hari penuh. Artinya, umat Hindu menghentikan segala bentuk aktivitas apa pun, sehingga unsur Panca Maha Bhuta baik itu yang berada di Bhuana Agung maupun di Bhuana Alit istirahat dalam keheningan nuansa Nyepi. Apabila unsur Panca Maha Bhuta ini mengalami istirahat sejenak, maka bumi akan segar kembali (refresh). Maknanya adalah tidak adanya pencemaran yang terjadi, karena manusia (umat Hindu) menghentikan segala bentuk aktivitasnya. Disamping itu dampak yang ditimbulkan adalah udara menjadi segar kembali (refresh), karena tidak adanya polusi udara dari terhentinya aktivitas dan kegiatan yang mencemari udara, seperti asap kendaraan, pabrik dan industriindustri yang menghasilkan asap berbahaya.
Begitu juga langit menjadi bersih, karena polusi yang berkurang. Menurut Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali, sebanyak 20.000 ton emisi gas yang berhasil dikurangi saat Nyepi di Bali. Sehingga Nyepi sesungguhnya bentuk upaya untuk me-refresh kembali bumi dengan segala isinya, karena terhentinya segala bentuk aktivitas manusia dan segala bentuk kegiatan yang mengeksploitasi bumi. Walaupun hanya sehari, tetapi Nyepi membawa dampak yang baik bagi keharmonisan hidup dan kelangsungan hidup di bumi ini. Seandainya seluruh dunia mampu menerapkan pelaksanaan Nyepi sebagai bentuk penghormatan kepada bumi tercinta ini, pastinya akan membawa dampak yang luar biasa bagi kelestarian alam lingkungan di bumi. Keharmonisan antara Bhuana Agung dan Bhuana Alit secara menyeluruh mampu diwujudkan untuk mencapai kedamaian yang dilandasi keheningan jiwa kepada Sang Pencipta. Perayaan Nyepi yang hanya dilaksanakan satu hari membawa dampak yang positif bagi kehidupan manusia. Secara spiritual manusia (umat Hindu) diberikan kesempatan untuk merenungi kembali segala bentuk perbuatan yang dilakukan dalam wujud introspeksi diri dan juga pembelajaran untuk mengendalikan diri melalui Catur Brata Panyepian. Secara ekonomi manusia (umat Hindu) diberikan kesempatan untuk berhemat, baik dalam bentuk materi maupun energi, karena pada hari ini tidak diperkenankan melaksanakan segala bentuk aktivitas. Upaya penghematan energi pada perayaan Nyepi dapat dilihat dari tidak adanya aktivitas bepergian, sehingga tidak mempergunakan kendaraan yang dapat menghemat bahan bakar minyak (BBM).
diharapkan dari aparat pengawas internal di lingkungan kementerian/ lembaga negara dan pemerintah daerah nampaknya masih mandul dalam mencegah penyelewengan anggaran negara/daerah. Hal ini antara lain disebabkan adanya budaya ewuh pakewuh yang menyebabkan pengawasan internal oleh inspektorat jenderal, inspektorat wilayah tidak berjalan efektif. Sebagai warga negara yang baik kita harus optimis bahwa kondisi yang ada saat ini tetap masih bisa diperbaiki. Hal ini dikarenakan masih banyak orang, pejabat, ANS yang bermoral baik untuk membersihkan Republik ini dari tindakan korupsi. Demikian pula dengan aparat penegak hukum masih banyak yang baik dan berkomitmen menegakkan hukum dan keadilan dengan jujur dan bertanggung jawab. Marilah bersama-sama kita putus mata rantai korupsi dari jajaran eksekutif dan legislatif serta para penyelenggara negara lainnya, sehingga ke depan langkah ini dapat menciptakan aparatur negara yang bersih, berwibawa dan dapat meringankan beban para penegak hukum sehingga semakin sedikit orang atau oknum pejabat/ penyelenggara negara yang korupsi. Marilah kembali kepada jati diri sebagai insan Tuhan yang bertakwa dan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Bagaimana jika hal ini dimulai dari gubernur/bupati/wali kota yang terpilih nanti dalam Pilkada 2018 serta oleh seluruh jajaran Pemda Bali (Provinsi, Kabupaten dan Kota). Alangkah indahnya jika Provinsi Bali kelak menjadi provinsi tanpa korupsi. Penulis, pemerhati masalah keuangan, tinggal di Br. LT Bejuh, Sesetan
POJOK Selamat Hari Suci Nyepi Çaka 1939.
Penulis, Guru SMK Negeri 1 Abang, Kabupaten Karangasem
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta, Sosiawan. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
BALI balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
LINTASI KABEL - Sejumlah kendaraan melintasi kabel yang terpasang melintang di Jalan Thamrin, Denpasar, belum lama ini. Kabel itu dilengkapi dengan pelang bertuliskan ‘‘Pos Perhitungan Lalu Lintas ATC Temporary’’.
www.iklanbalipost.com
Balipost on Gadget
Bali Post/wan
SENIN UMANIS, 27 Maret 2017
redaksi@balipost.com iklan@balipost.co.id
7
Minimalisasi Kerawanan Saat ”Pangerupukan”
Bali Post/wan
WISATAWAN – Wisatawan berfoto dengan latar belakang terasering Ceking, Tegallalang, Ubud, Gianyar, Minggu (26/3) kemarin. Objek wisata ini ramai dikunjungi wisatawan mancanegara maupun domestik.
RUU Pemajuan Kebudayaan
Dorong Komitmen Pemda Membangun Budaya
Denpasar (Bali Post) -
Komisi X DPR-RI saat ini tengah mengebut pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Pemajuan Kebudayaan. RUU ini ditargetkan rampung akhir April mendatang. Pemajuan kebudayaan yang dimaksud, mencakup perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan. Bali yang terkenal dengan budaya disebut akan diuntungkan dengan kehadiran RUU ini. “Kalau kita mengamati daerah-daerah di seluruh Indonesia, komitmen dan kepedulian dari pemerintah daerah dalam membangun kebudayaan itu rata-rata saya lihat rendah, termasuk di Bali,” ujar anggota Panja RUU Pemajuan Kebudayaan Komisi X DPR-RI Dr. Ir. Wayan Koster, M.M. dalam diskusi publik RUU Pemajuan Kebudayaan melibatkan para intelektual kampus, pakar budaya, praktisi, serta kepala daerah dan legislatif dari PDI Perjuangan di Kantor DPD PDI Perjuangan Bali, Minggu (26/3) kemarin. Padahal, lanjut Koster, Bali sebetulnya kuat dalam hal budaya. Namun, sangat lemah dari segi politik legislasi dan politik anggaran. Dari pengamatannya, Bali belum memiliki regulasi yang kuat untuk memayungi pembangunan adat, agama dan budaya. Begitu juga dari sisi anggaran yang tercermin dalam APBD provinsi dan kabupaten/ kota, masih minim untuk kebudayaan. “Boleh dicek anggarananggaran di Dinas Kebudayaan, itu kecil sekali,” imbuh Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini. Menurut Koster, Bali dari hulu ke hilir harus dibangun dengan budaya sesuai potensi lokal. Penetapan RUU inisiatif Komisi X DPR-RI ini dapat dijadikan sebagai landasan visi pembangunan Bali. Apalagi setelah menjadi Undang-undang, pemerintah daerah harus menindaklanjuti dengan pembuatan perda. Di hulu misalnya, bicara peta dan inventarisasi budaya, sumber daya, dan pengembangannya. Di tengah, menyusun kebijakan, komitmen politik, dan bagaimana budaya bermanfaat untuk masyarakat serta ekonomi. Di hilir dapat dibangun industri budaya. Terlebih selama ini, budayalah yang menjadi daya tarik kemajuan pariwisata. “Tapi kita menjadi lalai. Kita lebih asyik mengurus pariwisata ketimbang mengurus kebudayaan. Mindset ini harus kita ubah. Bali tanpa budaya saya kira tidak akan beda dengan daerah-daerah lain di Indonesia,” papar pria yang akan maju menjadi bakal calon gubernur Bali mendatang ini. Koster melanjutkan RUU Pemajuan Kebudayaan memasukkan pula sebuah poin khusus. Bagaimana agar Indonesia menjadi pelopor di dalam membangun kebudayaan dan mengintervensi dunia di dalam membangun kebudayaan. Dalam sesi diskusi, mantan Rektor Universitas Udayana Prof. Made Bakta mengatakan, kebudayaan yang dibahas dalam RUU mesti mempererat kebinekaan dan keutuhan bangsa, serta menghindari dominasi budaya mayoritas dan minoritas. Khusus untuk Bali, rohnya adalah budaya Bali yang bersumber dari agama Hindu. “Undangundang kebudayaan ini harus menjaga kearifan lokal. Tidak ada usaha untuk penyeraga-
man kebudayaan karena hal itu akan menyebabkan degradasi,” ujarnya. Rektor IHDN Denpasar Prof. I Nengah Duija mengusulkan dua poin tambahan dalam pasal terkait asas. Yakni, keunikan daerah masing-masing dan otonomi kebudayaan daerah. Bali khususnya memiliki ban-
yak keunikan yang tidak boleh dicampuri dengan hal lain. “Kemudian perlu ada otonomi budaya karena banyak kebudayaan daerah dicampur-campur sehingga tidak jelas identitasnya,” imbuhnya. Kendati membahas kebudayaan Indonesia secara umum, Ketua Pusat Kajian
Bali Universitas Udayana Prof. Ketut Ardhana berpendapat, RUU Pemajuan Kebudayaan sudah cukup mengakomodir Bali. “Hanya perlu ditekankan pada persoalan-persoalan adat,” ujarnya. (kmb32)
GESEKAN antarsekelompok orang bahkan berujung bentrok diantisipasi kepolisian dan aparat keamanan terkait. Terlebih lagi situasi tersebut kadang-kadang dimanfaatkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, Polda Bali beserta jajarannya sudah melakukan berbagai upaya antisipasi untuk meminimalisasi kerawanan saat Pangerupukan, hari ini Senin (27/3). “Dalam rangka perayaan hari raya Nyepi di Bali, personel Polda Bali yang akan diterjunkan ke lapangan untuk membantu mengamanan sekitar 5 ribu lebih, dari anggota Polda, Polres dan Polsek. Ditambah bantuan dari pecalang setempat dan ada pula anggota yang standby di mako dan mereka siap membantu apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja saat acara interaktif di Bali TV, beberapa waktu lalu. Kepolisian sudah mempersiapkan dan mengantisipasi dari H-4, baik itu dari segi keamanan, kenyamanan dalam melaksanakan upacara persembahyangan, tempat yang akan dipakai saat melasti. Selain itu mengatur lalu lintas jalan raya digunakan untuk membantu lancarnya arus lalu lintas yang akan dilintasi hingga puncak Nyepi. Tidak hanya itu, kepolisian juga fokus pada kegiatan rutinitas maupun kegiatan masyarakat dan wisatawan yang tidak melaksanakan kegiatan ibadah tersebut. Dengan demikian bisa sama-sama melaksanakan ibadah dan aktivitasnya. Mengantisipasi gangguan
Bali Post/rah
Bali Post/rah
I Ketut Rai Setiabudhi
AKBP Hengky Widjaja
kamtibmas yang sering terjadi pada saat hari raya Nyepi, terutama pada saat Pangerupukan, pihaknya sudah melaksanakan operasi-operasi seperti operasi Simpatik Agung, Bina Kusuma Agung dan cipkon. Tujuannya untuk meminimalisasi dan menekan kerawanan, baik itu dari segi kecelakaan, kejahatan, miras maupun pertikaian yang terjadi nantinya. “Polda Bali beserta jajaran akan melakukan upaya maksimal untuk menjaga keamanan Bali terutama pada saat pelaksanaan hari raya Nyepi. Kami mengimbau kepada masyarakat agar menghindari minuman keras dan petasan,” pintanya. Sementara itu, Guru Besar Unud Prof. Dr. I Ketut Rai Setiabudhi menyampaikan, hari raya Nyepi rutin dilaksanakan tiap tahun, namun demikian tugas dan kewajiban umat Hindu khususnya di Bali supaya tercipta dan berjalan dengan lancar. Sedangkan bagi
umat lain, ia berharap bisa menghargai, memahami dan menghormati selama proses perayaan Nyepi berlangsung. “Saya melihat Polda Bali sekarang perkembangannya sangat signifikan, bisa dilihat dari kehadiran polisi di tengah masyarakat. Tidak hanya pada acara tertentu, namun polisi selalu hadir dam sigap dalam menanggapi keluhan masyarakat,” tegasnya. Dengan demikian, lanjut Prof. Rai, masyarakat sekarang lebih merasa aman, nyaman dan tidak ada kekhawatiran lagi. Jika implementasi di lapangan sudah bisa dilaksanakan dengan baik oleh kepolisian, maka gangguan keamanan tidak akan terjadi. “Saya mengajak seluruh masyarakat Bali untuk mengutamakan keamanan dan ketertiban. Dengan demikian perayaan Nyepi tahun ini bisa berjalan aman, damai dan tenteram,” harapnya. (rah)
BANGLI
8
Senin Umanis, 27 Maret 2017
Amankan ”Pangerupukan”, Polres Kerahkan Ratusan Personel Bangli (Bali Post) -
I Ketut Darmaja
Bali Post/nan
Layanan Saat Nyepi
RSU Bangli Siagakan 90 Petugas Bangli (Bali Post) RSU Bangli tetap akan memberikan layanan saat Nyepi, Selasa (28/3). Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, RSU Bangli meyiapkan sebanyak 90 petugas yang bertugas mulai Pangerupukan hingga Ngembak Geni. Wadir Pelayanan RSU Bangli I Ketut Darmaja, Minggu (26/3) kemarin, mengatakan pihaknya menugaskan tenaga medis, paramedis, penunjang dan administrasi Nyepi. Untuk tenaga medis disiapkan 4 orang, perawat 35 orang dan sisanya, petugas penunjang, seperti petugas lab, rontgen, gizi, farmasi, sopir, satpam, kebersihan dan lain-lain. ‘’Mereka ditugaskan selama 36 jam mulai dari malam Pangerupukan sampai Ngembak Geni. Semua petugas yang bertugas sudah mendapat surat rekomendasi Pemda untuk bertugas saat Nyepi. Jadi intinya kita pihak RSU tetap memberikan pelayanan kepada pasien,’’ jelasnya. Darmaja mengatakan, hanya poliklinik yang tutup saat Nyepi. Sedangkan untuk UGD dan dan rawat inap tetap buka. ‘’Jika nanti memang dibutuhkan atau emergency, kita akan siap layani. Seperti orang melahirkan tetap akan kita layani,’’ jelas Darmaja. (kmb41)
Kepolisian Resor (Polres) Bangli mengerahkan 313 personel untuk mengamankan rangkaian hari raya Nyepi Tahun Çaka 1939. Pengamanan terutama difokuskan saat pengarakan ogoh-ogoh pada Pangerupukan, Senin (27/3) ini. Kapolres Bangli AKBP Danang Beny Kusprihandono, Minggu (26/3) kemarin, menjelaskan untuk pengamanan saat pawai ogoh-ogoh pada Pangerupukan pihaknya akan all out mengamankan semua titik. ‘’Tidak ada pemetaan khusus karena semua sama, tidak ada yang memusat,’’ ungkap Danang Beny. Dia mengatakan, untuk rincian masing-masing kecamatan, di wilayah Kintamani, Polsek menerjunkan 101 personel, di Kecamatan Bangli 64 personel dikerahkan, Kecamatan Tembuku 39 personel dan Kecamatan Susut 52 personel. Kata dia, Polres
akan memberikan back up untuk Kintamani sebanyak 44 personel, Bangli 32 personel, Tembuku 41 personel dan Susut 46 personel. ‘’Selain pertugas untuk pengamanan, di masing-masing kecamatan juga akan melibatkan pecalang yang jumlah totalnya mencapai 1.863 orang,’’ katanya. Dikatakannya, jumlah ogoh-ogoh di Bangli yang akan diarak pada saat Pangerupukan sebanyak 372 buah. Rinciannya, di Kintamani 125 buah, Bangli 57 buah, Tembuku 72 buah dan Susut 118 buah. Untuk menjaga situasi tetap kondusif saat
Nyepi, pihaknya meminta kepada seluruh masyarakat Bali khususnya Bangli agar dapat menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan masing-masing. Masyarakat juga diminta untuk saling menghormati dan menghargai antarumat beragama. Tak hanya itu, pihaknya juga meminta kepada masyarakat agar mampu mengendalikan diri khususnya pada pelaksanaan saat pengarakan ogoh-ogoh sehingga tidak terjadi bentrokan sesama pengarak ogoh-ogoh. ‘’Kita harus sama-sama saling menjaga kerukunan, kehamonisan dan mulat sarira serta tidak mengkonsumsi minuman keras, berjudi, menyalakan mercon dan masyarakat bisa bersungguhsungguh melaksanakan catur brata panyepian,’’ katanya. (kmb41)
Pawai Budaya HUT Bangli
Disparbud akan Libatkan Seluruh Kabupaten/Kota Se-Bali
PARADE - Parade ogoh-ogoh di Desa Peninjoan yang dihadiri Bupati Bangli I Made Gianyar.
Bupati Bangli Buka Parade Ogoh-ogoh di Desa Peninjoan
Bali Post/nan
BATU KALI - Material batu kali mulai didatangkan untuk proses pemadatan badan jalan di Banjar Buayang Desa Landih.
Pemadatan Jalan di Landih Segera Dilakukan
Bangli (Bali Post) Proses membuka akses jalan di Banjar Buayang, Desa Landih sudah selesai dilakukan beberapa waktu lalu. Sebagai tindak lanjut, pada Sabtu (25/3) lalu, jajaran TNI mulai mendatangkan material berupa batu kali untuk memadatkan badan jalan. ‘’Droping material berupa batu sudah mulai masuk. Sebanyak tujuh truk material sudah tiba di lokasi TMMD di Banjar Buayang Desa Landih,’’ ungkap Danramil 1626-01/Bangli Kapten Inf. Made Yuda Kencana seizin Dandim Bangli Letkol Inf. Susanto Lastua Manurung, Minggu (26/3) kemarin. Yuda Kencana menjelaskan, pengiriman material berupa batu kali dilakukan lebih awal agar proses pemecahan batu bisa secepatnya dilakukan. Dengan begitu, proses pembangunan bisa lebih cepat. ‘’Setelah batu dipecah, akan langsung dilaksanakan penggeladakan atau pemasangan batu di sepanjang akses jalan,’’ katanya. Sementara itu Pasiter Kodim 1626/Bangli Ida Bagus Nyoman Mahendra mengatakan, untuk pemecahan maupun pemasangan batu geladak pihaknya bakal melibatkan masyarakat untuk ikut membantu. Bantuan dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk mempercepat pengerjaaan jalan. ‘’Kita tidak bisa tanpa bantuan masyarakat. Dengan kerja sama secara bahumembahu bersama dengan masyarakat, pengerjaan jalan akan bisa lebih cepat diselesaikan,’’ jelas Mahendra. (kmb41)
AKBP Danang Beny Kusprihandono
BUPATI Bangli I Made Gianyar membuka parade ogoh-ogoh yang digelar Desa Peninjoan Kecamatan Tembuku, Minggu (26/3) kemarin. Di hari yang sama, Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta membuka parade ogoh-ogoh yang digelar Desa Tiga Kecamatan Susut. Parade ogoh-ogoh yang digelar sejumlah desa di Kabupaten Bangli tersebut dilaksanakan untuk menyambut datangnya hari raya Nyepi Tahun Çaka 1939. Parade ogoh-ogoh di Desa Peninjoan berlangsung semarak. Parade ogoh-ogoh di desa tersebut di antaranya dihadiri anggota DPRD Bangli I Ketut Swastika dan I Dewa Anom Suta, Camat Tembuku Dewa Agung Purnama beserta Muspika Kecamatan Tembuku, Perbekel Desa Peninjoan I Dewa Nyoman Tagel serta sejumlah undangan dan dewan juri. Bupati Bangli I Made Gianyar dalam acara kemarin sangat mengapresiasi pelaksanaan parade ogohogoh. Pihaknya berharap kegiatan ini dapat menin-
gkatkan kreativitas sekaa teruna dalam hal pelestarian dan pengembangan budaya. Di samping itu kegiatan ini harus dijadikan momen untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan antarkrama dan sekaa teruna di Desa Peninjoan. Bupati mengimbau seluruh warga untuk memaknai hari raya Nyepi dengan introspeksi diri dengan menjalankan Catur Brata Panyepian. ‘’Semoga rangkaian Nyepi berjalan lancar dan kondusif,’’ harapnya. Sementara itu, Perbekel Desa Peninjoan I Dewa Nyoman Tagel dalam laporannya menyampaikan bahwa parade ogoh-ogoh di desanya tahun ini diikuti oleh sepuluh peserta dari desa pakraman yang ada di Desa Peninjoan. Ada beberapa kriteria yang dinilai dalam parade ogohogoh ini, di antaranya dari kategori baleganjur seperti instrumen, kreativitas, keserasian dan keutuhan irama baleganjur. Sementara kategori fragmentari yang dinilai adalah keserasian, keutuhan
dan juga tandang, tangkep dan tangkis. Sedangkan dari kategori ogoh-ogoh dinilai anatomi, akselerasi, keserasian dan juga karakter ogohogoh itu sendiri. Disebutkan Dewa Nyoman Tagel, fragmentari yang ditampilkan oleh peserta dalam parade kemarin, yakni tentang bhuta kala seperti fragmentari berjudul Sangkala Watu Gangga yang ditampilkan Desa Pakraman Kebon, fragmentari Durga Mukti yang ditampilkan Desa Pakraman Pulasari dan fragmentari Kasmaraning Kala Durga yang ditampilkan Desa Pakraman Tampuagan. Sementara itu, sore kemarin parade ogoh-ogoh juga digelar di Desa Tiga Kecamatan Susut, Desa Tamanbali Kecamatan Bangli dan di Desa Bangbang Kecamatan Tembuku. Parade ogoh-ogoh di Desa Tiga dihadiri Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta sementara parade ogoh-ogoh di Desa Tamanbali Kecamatan Bangli dihadiri Sekda Ida Bagus Giri Putra. (ad2172)
Bangli (Bali Post) Perayaan hari ulang tahun (HUT) Kota Bangli yang jatuh setiap bulan Mei kembali bakal diisi dengan gelaran pawai budaya. Bedanya, jika selama ini pawai budaya hanya diikuti duta masingmasing kecamatan, dalam gelaran pawai budaya mendatang pihak panitia juga akan melibatkan duta dari kabupaten/kota se-Bali. Hal itu dimaksudkan untuk lebih memeriahkan perayaan HUT sekaligus menjalin silaturahmi dengan kabupaten/kota di Bali. Kabid Kesenian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli Nyoman Wiradana, Minggu (26/3) kemarin, mengatakan selama ini pawai budaya sudah sering dilaksanakan oleh beberapa kabupaten lain, seperti Jembrana dan Karangasem. Sebagai salah satu undangan, Bangli rutin hadir dengan mengirim duta-duta kesenian untuk ikut tampil dalam pawai budaya. ‘’Seperti di Jembrana kita sudah empat kali ikut pawai di sana. Kita rutin kirim tim kesenian untuk menampilkan kearifan lokal Bangli, seperti Kang Cing Wie dan yang kemarin pawai bernuansa Geopark,’’ ungkapnya. Meski pawai budaya HUT Kota Bangli dengan melibatkan kabupaten/kota lainnya kurang dari dua bulan lagi, Wiradana mengaku sampai saat ini belum mengundang kabupaten/kota lainnya secara formal. Secara konsep surat undangan sudah dirancang, namun masih harus dilaporkan terlebih dahulu ke Sekda. ‘’Kalau secara informal, kami sudah kontak-kontak kabid kesenian masing-masing kabupaten/kota. Responsnya positif, semua akan mengusahakan untuk mengirim tim keseniannya nanti,’’ jelasnya. Menurut Wiradana, dengan dilibatkannya kabupaten/kota lainnya, diharapkan pawai budaya dalam rangka HUT Kota Bangli nantinya dapat lebih semarak. Selain itu melalui pawai budaya ini tali silaturahmi antarkabupaten bisa lebih erat dan tidak ada kesan terkotak-kotak dalam rangka pembinaan kesenian di Bali. ‘’Lewat pawai budaya ini kita ingin menunjukkan kebersamaan,’’ ujarnya. Disinggung mengenai kesiapan anggaran, Wiradana menyatakan hal itu sudah dianggarkan dalam DPA. Sebagai dana perangsang, masing-masing tim kabupaten/kota dianggarkan Rp 10 juta. (kmb40)
Telepon Penting Bangli RSU Bangli Polsek Bangli Polsek Susut Polsek Tembuku Polsek Kintamani Damkar PDAM PLN Telkom BPBD Kodim Kantor Bupati
: 0366-91521/91002 : 0366-91062 : 0366-51004 : 0366-5595484 : 0366- 51122 : 0366-92869 : 0366-91094 : 0366-91268 : 0366-91108 : 0366-91448 : 0366-91024 : 0366-91032
Senin Umanis, 27 Maret 2017
Jelang Nyepi, Polisi Sidak Kafe Remang-remang Gianyar (Bali Post) Aparat gabungan dari Polres Gianyar, Kodim 1616/ Gianyar dan Kesbangpolinmas menggelar sidak kafe remang-remang di wilayah Gianyar, Sabtu (25/3) malam. Meski turun dengan kekuatan penuh, sidak gabungan ini hanya menemukan arak oplosan. Sidak diawali dengan tim gabungan yang berkumpul di halaman Mapolres Gianyar. Setelah siap, barisan petugas langsung mendatangi lima kafe yang sudah menjadi target. Sasaran pertama sidak yakni Kafe Cangi di Jalan By-pass I.B. Mantra sekitar pukul pukul 22.30 Wita. Saat puluhan petugas itu mendatangi tempat tersebut, para waitress di kafe itu sempat dibuat kaget. Satu per satu barang bawaan mereka diperiksa, termasuk barang bawaan pengunjung juga diperiksa dengan teliti oleh petugas. Tidak hanya itu, petugas juga menyisir dapur kafe. Di kafe milik Wayan Sugrena itu sudah melengkapi izin penjualan minuman. Di kafe itu tidak ditemukan narkoba maupun senjata berbahaya yang dibawa pengunjung. Petugas kemudian berlanjut ke Kafe Puri Bagus di Jalan By-pass I.B. Mantra yang juga di wilayah Desa Ketewel. Di kafe milik Dewa Arjana itu memang tidak ditemukan narkoba, senjata tajam dan senjata api. Namun petugas menemukan arak oplosan yang biasa disebut blue ice tanpa izin. Arak tak berizin sebanyak 3 liter itu ditempatkan dalam dua botol minuman kemasan kecil. Petugas kemudian membawa barang bukti tersebut ke Mapolres Gianyar. Pada 23.00 Wita, petugas mendatangi Warung Jarot di Jalan By-pass I.B. Mantra, Desa Ketewel. Di warung milik Jarot itu tidak ditemukan narkoba dan benda berbahaya lainnya. Kemudian pukul 23.30 Wita, petugas bergerak ke Kafe 77 di Jalan By-pass I.B. Mantra wilayah Banjar Cukcukan Desa Medahan Kecamatan Blahbatuh. Di kafe itu juga tidak ditemukan apa-apa. Dan lokasi terakhir yakni Kafe Legend pada pukul 23.45 Wita. Di kafe yang terletak di Jalan Pantai Siyut Desa Tulikup milik Dewa Sutapa itu tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan. Kapolres Gianyar AKBP Waluya yang ditemui di sela-sela sidak mengatakan, sidak itu serangkaian Operasi Cipta Kondisi Agung I 2017. Tujuannnya agar hari raya Nyepi berlangsung kondusif. ‘’Kita berupaya menciptakan situasi kondusif pada saat perayaan hari raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1939,’’ ujarnya. Dia menambahkan, yang menjadi sasaran sidak adalah lokasi yang berdasarkan data kerap terjadi keributan. ‘’Sering terjadi keributan serta sebagai lokasi peredaran miras dan narkoba. Dalam pelaksanaannya diharapkan kepada personel yang terlibat agar cepat dan sigap bertindak serta tidak perlu takut mengingat negara tidak boleh kalah dengan preman,’’ tegasnya. (kmb35)
GIANYAR
9
Volume Sampah Diprediksi Meningkat 20 Persen Gianyar (Bali Post) Volume sampah di Kabupaten Gianyar saat pangerupukan yang jatuh hari ini (27/3) diperkirakan meningkat 20 persen dari hari biasanya. Seluruh petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar akan dikerahkan dan lembur untuk melakukan pembersihan hingga beberapa jam sebelum catur brata panyepian dilangsungkan. Meski demikian, pemerintah tetap mengharapkan partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan demi kelancaran dan kenyamanan selama rangkaian Nyepi. Kepala DLH Kabupaten Gianyar I Wayan Kujus Pawitra, Minggu (26/3) kemarin, mengatakan volume sampah yang dihasilkan di Kabupaten Gianyar per hari rata-rata 1.500 meter kubik. Namun dari jumlah tersebut, hanya 500 meter kubik yang terangkut dan terolah di TPA Temesi. Sisanya, 1.000 meter kubik diangkut dan dikelola secara swadaya masyarakat. Peningkatan volume sampah akan terjadi ketika ada hari besar keagamaan. Demikian pula saat sehari jelang Nyepi atau Pangerupukan. Saat Pangerupukan, peningkatan volume sampah sekitar 20 persen dari hari biasa. Peningkatan itu terutama berasal dari sampah plastik, bekas pembungkus minuman atau makanan masyarakat yang menonton parade ogohogoh. ‘’Biasanya peningkatan-
nya ya dari itu, dari makanan dan minuman warga yang menonton ogoh-ogoh. Kalau secara umum, untuk bekas atau bangkai ogoh-ogoh sih tidak ada yang dibuang sembarangan. Mungkin ada, tapi itu hanya satu-dua,’’ kata Kujus. Menurutnya, berkaca dari pengalaman tahun sebelumnya, masing-masing desa pakraman sudah mengantisipasi agar bangkai ogoh-ogoh tidak dibuang atau diletakkan sembarangan di pinggir jalan. Biasanya para pem ud a set e la h m eng a ra k ogoh-ogoh langsung mempr alina-nya ke kuburan atau tempat yang telah ditentukan sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas saat Ngembak Geni. Sebagai langkah antisipasi, pihaknya juga akan memastikan bahwa sampah-sampah semacam
itu bisa bersih sebelum catur brata panyepian berlangsung. Seluruh petugas dan armada akan dikerahkan usai pawai ogoh-ogoh. Pembersihan saat malam Nyepi diprioritaskan di pusat Kota Gianyar dan pusat kecamatan. ‘’Kita antisipasi pada malam setelah arak-arakan ogohogoh. Semalam-malamnya kita lakukan pembersihan. Petugas kita lemburkan. Ada 18 armada truk yang kita turunkan. Dalam satu regu ada enam orang yang bertugas,’’ ungkapnya. Lebih lanjut Kujus meminta dukungan masyarakat agar masalah sampah tidak sampai mengganggu kekhusyukan Nyepi. Pihaknya berharap partisipasi seluruh komponen terutama prajuru desa pakraman atau banjar hingga sekaa teruna untuk turut menjaga lingkungan tetap bersih. (kmb25)
Bali Post/nik
BERBAHAN SERABUT KELAPA - Ogoh-ogoh karya STT Darma Saba Banjar Jagaperang Desa Sidan hampir 90 persen menggunakan bahan serabut kelapa. Ogoh-ogoh ramah lingkungan ini akan diarak malam nanti.
Tiga Desa Pakraman Gelar Melasti di Pantai Masceti
Bali Post/dar
MELASTI - Suasana melasti yang dilaksanakan tiga desa pakraman, Minggu (26/3) kemarin.
Gianyar (Bali Post) Ribuan umat Hindu, Minggu (26/3) kemarin melaksanakan kegiatan melasti terakhir menjelang Nyepi. Sebagai penutup, kegiatan melasti dilakukan oleh desa pakraman yang ada di dekat pantai seperti Desa Pakraman Keramas, Desa Pakraman Medahan dan Desa Pakraman Cucukan yang melakukan pamelastian ke Pantai Maceti. Ritual melasti dimulai sejak pagi. Puluhan jempana masing-masing desa pakraman sudah berkumpul di Pura Desa masing-masing. Selanjutnya pukul 12.00 Wita, krama berjalan kaki menempuh jarak sekitar 15 km menuju Pantai Masceti.
Ritual pamelastian tersebut di-puput Ida Pedanda Geria Manggis, Desa Keramas. Menurut Bendesa Desa Pakraman Keramas I Nyoman Puja Waisnawa, prosesi melasti tiga desa adat secara bersamaan ini merupakan tradisi yang telah dilakukan turun-temurun. ‘’Segala biaya yang timbul dari ritual ini ditanggung bersama,’’ katanya. Selain melasti sebelum Nyepi, di Kabupaten Gianyar juga ada pamelastian yang dilakukan oleh desa adat setelah Nyepi. Tradisi ini dilakukan oleh desa adat di Kecamatan Blahbatuh, yang dikenal sebagai Desa Blahbatuh Tua. (kmb16)
Telepon Penting gianyar Kantor Bupati - 943056 DPRD - 943144 BPBD - 7844717/7844718 PMK - 943113 Kantor Satpol PP - 944436 RSUD Sanjiwani - 943020 PDAM - 944225/943233 KPA Gianyar - 942184 PMI Gianyar - 8958414 KONI Gianyar - 947261 BNN Kab. Gyr. - 946122 PLN - 947166 Kodim 1616 Gyr - 943069 Koramil Gianyar - 942289 Koramil Blahbatuh - 941167 Koramil Tegallalang - 974792 Koramil Tampaksiring - 901601
KLUNGKUNG
10
Senin Umanis, 27 Maret 2017
Upacara ’’Mapepada’’ Digelar di Catus Pata
Sucikan Sarana ’’Tawur Kasanga’’
Semarapura (Bali Post) Warga Klungkung menggelar upacara mapepada di Catus Pata, Minggu (26/3) kemarin. Upacara ini dilaksanakan jelang hari raya Nyepi Tahun Çaka 1939 dengan tujuan menyucikan seluruh wewalungan atau hewan yang digunakan korban dalam upacara tawur kasanga yang juga akan dipusatkan di Catus Pata, Senin (27/3) hari ini. Dalam upacara ini seluruh hewan yang dipakai sarana upacara terlebih dahulu diupacarai sebelum nantinya disembelih sebagai pelengkap sarana upakara. Kali ini Desa Adat Budaga Kecamatan Klungkung selaku pangerajeg (penyanggra) upacara mapepada dan tawur kasanga. Upacara mapepada diawali dengan mengarak seluruh hewan yang dipakai korban dengan mengelilingi perempatan Catus Pata Klungkung. Sebelum itu hewan-hewan tersebut juga diupacarai dengan suatu upacara pabyakala dan prascita. Adapun hewan yang dipakai pelengkap upacara di antaranya kerbau, sapi, kambing hitam, bawi belang, ayam manca dan ayam penyirang, bebek belang kalung dan putih, penyu dan sarana upakara lainnya. ‘’Dengan upacara mapepada ini, semua jenis wewalungan disucikan sehingga dalam penjelmaannya nanti bisa lebih baik,’’ ujar salah seorang penitia upacara Mapepada dan Tawur Kasanga Dewa Soma, kemarin. Sementara itu upacara mapepada di Catus Pata Klungkung berlangsung khidmat, meskipun hujan deras mengguyur sepanjang pelaksanaan upacara. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama istri serta sejumlah kepala SKPD terlihat hadir mengikuti upacara tersebut. Bahkan, Bupati Suwirta rela hujan-hujanan mengikuti upacara tersebut bersama masyarakat Klungkung. Dalam upacara mapepada diisi dengan mapurwadaksina semua jenis wewalungan. Setelah itu dilanjutkan persembahyangan bersama yang di-puput Ida Pedanda Gede Putra Tembau dari Geria Aan. (dwa/kmb)
Bali Post/kmb
EVAKUASI - Petugas BPBD Klungkung melakukan evakuasi terhadap pohon santen yang tumbang di Dusun Yang Api, Desa Akah, Minggu (26/3) kemarin.
Pohon Tumbang di Yang Api
Timpa Poskamling dan ”Panyengker” Rumah Semarapura (Bali Post) -
Hujan lebat yang mengguyur wilayah Klungkung dan sekitarnya sejak Sabtu (25/3) malam hingga Minggu (26/3) kemarin menyebabkan satu pohon di Dusun Yang Api, Desa Akah, Klungkung, tumbang. Pohon Santen setinggi 20 meter ini tumbang sekitar pukul 10.00 Wita. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Hanya tumbangnya pohon itu mengakibatkan sebuah poskamling, angkul-angkul dan panyengker rumah warga setempat hancur. Bali Post/kmb
UPACARA MAPEPADA - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama istri ketika mengikuti upacara mapepada di Catus Pata Klungkung, Minggu (26/3) kemarin.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung Putu Widiada mengakui adanya kejadian pohon tum-
bang tersebut. Ia menduga tumbangnya pohon tersebut lantaran diguyur hujan, sehingga akar dari pohon itu tidak kuat dan akhirnya tumbang.
Begitu mengetahui ada pohon tumbang, pihaknya langsung mengerahkan sejumlah personel ke lokasi. Tim Reaksi Cepat (TRC)
Upacara ”Melasti” di Nusa Penida Dipusatkan di Dua Titik Semarapura (Bali Post) Jelang hari raya Nyepi Tahun Çaka 1839, krama Nusa Penida melaksanakan upacara melasti, Sabtu (25/3). Upacara ini dilangsungkan di pantai setempat dan dipusatkan di dua titik, yakni di barat Pura Penataran Ped maupun di timur Pura Batumedawu. Ketua Mejelis Alit Desa Pakraman (MADP) Kecamatan Nusa Penida I Wayan Supartawan mengatakan, upacara melasti sebagian besar dilaksanakan Sabtu lalu, dari pagi hari hingga sore sesuai dengan desa kala patra. ‘’Semua desa pakraman melaksanakan upacara melasti. Pacaruan tawur kasanga tingkat kecamatan dipustkan di titik nol, yakni Lapangan Umum Sampalan pada 27 Maret,’’ katanya. Sementara Desa Pakraman Dalem Setra Batununggul menggelar upacara melasti segara di Nusa Penida. Menurut Bendesa Desa Pakraman Dalem Setra Batununggul I Dewa Ketut Tayanegara, pelaksanaan Ida Batara turun kabeh merupakan proses pembersihan jelang puncak Nyepi. ‘’Prosesi pamelastian dilanjutkan Ida Batara makobek, semua pelawatan serta pratima disucikan,’’ jelasnya. Dikatakan, ngepeed keliling wilayah sering dilakukan di tahun-tahun sebelumnya. Namun, kali ini hal itu tidak dilakukan, mengingat untuk mempersingkat waktu dan juga kondisi lalu lintas. Masyarakat pun sangat antusias mengikuti acara suci ini, sehingga banyak toko dan warung yang tutup. Menurut salah satu warga Atuh I Wayan Pedoman Suarjana, upacara melasti ini dilakukan secara bergantian. Mulai dari Cemelagi, Karang dan Pelilit. Upacara melasti ini juga menarik minat wisatawan untuk menyaksikannya. (dwa)
Bali Post/dwa
MELASTI - Prosesi upacara melasti di Nusa Penida, Sabtu (25/3) lalu.
Telepon Penting kLUNGKUNG Polres Klungkung
(0366) 21115
Polsek Klungkung
(0366) 21090
Polsek Dawan
(0366) 23181
Polsek Banjarangkan
(0366) 23180
Polsek Nusa Penida
(0366) 5382838
RSUD Klungkung
(0366) 21172
RSU Bintang
(0366) 25241
PMI Klungkung
(0366) 21442
Damkar Klungkung
(0366) 22655
PDAM Klungkung
(0366) 21336
PLN Klungkung
(0366) 25599
BPBD Klungkung sebanyak lima personel telah turun melakukan proses evakuasi menggunakan mesin senso. Jalur di lokasi sempat tertutup batang pohon. Setelah dilakukan evakuasi, jalur di lokasi kembali normal. Diakui dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Namun, menyebabkan sejumlah bangunan yang ada di sekitar pohon hancur.
Ada sebuah poskamling yang berada di pinggir jalan rusak akibat ditimpa pohon santen tersebut. Termasuk angkul-angkul dan panyengker rumah warga setempat. ‘’Selain poskamling dan tembok panyengker rumah warga, pohon tersebut juga menyebabkan kabel listrik jatuh ke jalan. Mudah-mudahan ini sudah ditanggulangi petugas PLN,’’ kata Widiada. (kmb)
Amankan ’’Melasti’’ di Pantai Watu Klotok
Polres Bersinergi dengan Pecalang
PENGAMANAN - Sejumlah personel dari Polres Klungkung saat melakukan pengamanan upacara melasti di Pantai Watu Klotok.
Semarapura (Bali Post) Masyarakat Tojan, Satra, Bumbungan Tohpati, Bakas, Nyalian dan Koripan Tengah, Kecamatan Banjarangkan melaksanakan upacara melasti di Pantai Watu Klotok, Minggu (26/3) kemarin. Kegiatan upacara yang diikuti ribuan krama ini mendapat pengamanan dari personel Polres Klungkung. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan ketika iring-iringan lewat di perempatan dan pertigaan jalan. Paur Humas Polres Klungkung Iptu Nyoman Sarjana mengatakan, dalam pengamanan melasti ini melibatkan seluruh satuan fungsi. Terutama yang terlibat dalam Operasi Cipta Kondisi Agung 2017. Dalam pengamanan tersebut personel bersinergi dengan para pecalang dari desa masing-masing. ‘’Selain mengatur lalu lintas, personel juga melakukan pengawasan untuk mengantisipasi adanya tindak krimnalitas,’’ jelas Iptu Sarjana. Sasaran pengamanan dilakukan kepada masyarakat berserta barang bawaannya di sekitar Pantai Watu Klotok. Mengingat upacara melasti ini dihadiri ribuan masyarakat Klungkung. ‘’Jadi diperlukan kehadiran anggota kepolisian sebagai bentuk antisipasi kemacetan arus lalu lintas dan tindakan kriminalitas lainnya,’’ terang perwira yang sempat berdinas di Bid. Humas Polda Bali ini. (dwa)
Terkait Kasus Kecelakaan Laut
Penyidik Periksa 12 Saksi, Diduga Ada Unsur Kelalaian Semarapura (Bali Post) Penyidik Polsek Nusa Penida masih terus mendalami kasus kecelakaan laut yang melibatkan jukung dengan sampan di perairan Bias Munjul, tepatnya antara Pulau Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. Sejauh ini, penyidik telah memeriksa 12 saksi. Hingga kini belum diketahui pasti penyebab terjadinya tabrakan yang mengakibatkan satu penumpang sampan Ni Nengah Sarwi (55) asal Desa Kutampi Kaler meninggal dunia. Kapolsek Nusa Penida Kompol Ketut Suastika, Minggu (26/3) kemarin, mengakui pihaknya telah memeriksa 12 saksi. Para saksi itu merupakan nakhoda, anak buah kapal (ABK) dan para penumpang. ‘’Pemeriksaan saksi-saksi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui secara jelas bagaimana kronologi kejadiannya,’’ kata Kapolsek Suastika, kemarin. Dari pemeriksaan tersebut tidak ada perubahan kronologi antara informasi yang didapat petugas kepolisian di lapangan. Meski begitu, pihaknya akan melakukan gelar atau olah TKP di lokasi kejadian untuk memastikan posisi kedua transportasi laut tersebut. Sesuai keterangan nakhoda dan ABK jukung Sri
Merta Sari, sebelumnya janggolan atau sampan terlihat lurus menuju ke arah jukung. ABK pun sudah berteriak memperingati pemilik janggolan. Begitu juga penumpang janggolan pun teriak histeris hingga membuat nakhoda I Nyoman Nata (32) asal Banjar Penida Desa Sakti Kecamatan Nusa Penida berdiri dan melihat jukung sudah dekat. Meski sempat berbelok untuk menghindar, jarak janggolan yang sudah dekat dengan jukung membuat benturan tidak dapat dihindahrkan. Akibatnya, janggolan yang mengangkut 13 orang tersebut tenggelam. ‘’Kita masih melakukan pemeriksaan saksi dari penumpang janggolan yang mengalami luka-luka. Dugaan sementara mengarah ke kelalaian,’’ duganya. Unsur kelalaian ini sangat kuat menimpa nakhoda janggolan mengingat yang bersangkutan mengemudikannya tanpa melihat ke arah depan. ‘’Pengakuan nakhoda karena terhalang keranjang, ini masih kita lihat ada ke arah kelalaian,’’ pungkasnya. Seperti berita sebelumnya, kecelakaan laut terjadi di perairan Bias Munjul, tepatnya antara Pulau Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, Jumat (24/3) lalu. Sampan yang berlayar dari Jembatan Kuning menuju
Bali Post/dwa
OLAH TKP - Petugas Polsek Nusa Penida saat melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan laut antara jukung dan sampan. Toya Pakeh ditabrak jukung Sri Merta Sari. Akibatnya, sampan yang mengangkut 13 penumpang tersebut tenggelam. Dari 13 penumpang itu, tercatat ada satu yang meninggal dunia dan enam mengalami lukaluka.
Korban meninggal itu yakni Ni Nengah Sarwi (55), pedagang asal Desa Kutampi Ka le r. Se d a ng ka n e na m korban luka masing-masing Ni Ketut Sipi (59), pedagang asal Desa Kutampi; Ni Ketut Sanita (18), pelajar asal Desa Klumpu; Ni Kadek
Suwastini (21) asal Makassar, Sulawesi Selatan; Ni Wayan Retin, (65), pedagang asal Banjar Sebunibus, Desa Sakti; Unik Erawati (19), pelajar asal Desa Klumpu; dan Ni Wayan Wati (54), pedagang asal Banjar Kutapang. (dwa)
Senin Umanis, 27 Maret 2017
BULELENG
11 Rayakan Nyepi
Ketua DPRD Ajak Warga Implementasikan ”Catur Brata Panyepian” PERAYAAN Nyepi tidak lagi menjadi perhatian masyarakat Bali saja. Nyepi masuk dalam agenda hari besar nasional. Setiap Nyepi manusia Bali mampu memberikan contoh bagaimana perilaku menjaga alam semesta. Salah satu bukti, dalam sehari saja mampu mengurangi polusi udara, suara dan mengefisiensi pemakaian energi. Di samping itu, Nyepi merupakan hari suci. Pada hari suci itu masyarakat Hindu di Bali melaksanakan Catur Brata Panyepian. Dalam rangkaian ritual itu, masyarakat Bali secara langsung diajak untuk mengintrospeksi diri, baik itu dari pola hidup maupun pemahaman ajaran Hindu. Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna ditemui, Minggu (26/3) kemarin, mengajak masyarakat Buleleng agar mempraktikkan Catur Brata Panyepian. Hal ini selain merupakan kewajiban, Nyepi merupakan waktu beristirahat, memberikan ruang bagi bumi kembali bersih, santi dan damai. Meski hanya sehari, pria yang akrab dipanggil Supit ini meyakini efek besar untuk Bali dan Buleleng khususnya, bisa dicapai melalui perayaan Nyepi. “Kita membantu bumi untuk tenang, jauh dari kebisingan dan bumi pun terlihat seperti terlahir kembali,” katanya. Selain implementasi Catur Brata Panyepian, rangkaian Nyepi secara turun-temurun didahului dengan ritual pangerupukan yang biasa diiringi dengan pawai atau parade ogoh-ogoh. Pada situasi ini perlu kedewasaan seluruh umat untuk menjalankan ritual pangerupukan berjalan dengan damai dan aman, tanpa dicederai dengan aksi-aksi negatif. Apalagi Buleleng yang baru
Gede Supriatna saja melalui tahapan pilkada yang berjalan aman dan lancar, situasi daerah yang kondusif agar tetap dijaga oleh seluruh komponen masyarakat. “Situasi di daerah sudah kondusif dan setelah pilkada kita sudah lalui dan sekarang merayakan Nyepi, sebentar lagi Galungan dan dalam bulan yang sama kita menyambut HUT ke-413 Kota Singaraja, sehingga mari kita jaga kondisi di daerah. Secara pribadi dan lembaga kami mengucapkan Selamat Nyepi Tahun Baru Çaka 1939,” jelasnya. (ad2173)
Undiksha Sabet Dua Medali pada ”Southeast Asia Karate University Championship”
Bali Post/sos
TEMPAT WISATA - Pantai Penimbangan, Desa Baktiseraga, Buleleng menjadi salah satu tempat berwisata masyarakat Buleleng. Namun di balik itu, pantai yang menawarkan wisata kano ini masih dijejahi sampah. Kondisi itu memunculkan kesan kumuh.
Pembebasan Lahan ”Shortcut”
Pemkab Manfaatkan Sisa Anggaran Pilkada Singaraja (Bali Post) – Pemkab Buleleng semakin serius menyiapkan lahan untuk shortcut SingarajaBedugul. Untuk membebaskan lahan yang terkena jalur proyek sekitar 3,2 hektar, diperlukan anggaran sekitar Rp 10 miliar. Dana sebesar itu rencananya akan ditutupi dengan memanfaatkan sisa anggaran penyelenggaraan Pilkada Buleleng. Selain itu, sumber dana lainnya diambilkan dari efisiensi program tahun 2017. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Minggu (26/3) kemarin mengatakan, penyiapan anggaran pembebasan lahan ini sifatnya mendesak, karena Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) memastikan proyek shortcut di titik lima dan enam (Desa Wanagiri hingga Desa Gitgit, Kecamatan Suakasada) digarap tahun 2018. Jika anggaran tidak disiapkan lebih awal, dikhawatirkan akan menghambat proyek yang ditunggu-tunggu tersebut. Pemerintah daerah mengambil inisiatif membahas lebih awal alokasi anggaran pembebasan lahan yang
terkena jalur proyek shortcut. “Saya targetkan mulai Juli 2017 ini akan kita bahas anggaran untuk pembebasan lahan. Perkiraan menghabiskan Rp 10 miliar dan itu dialokasikan dari efisiensi pelaksanaan proyekm termasuk sisa anggaran Pilkada Buleleng,” jelasnya. Menurut Bupati, pembebasan lahan shortcut ini dipastikan tidak menggunakan dokumen kajian studi larap (Rencana Kerja Pembebasan Lahan - red). Ini karena sesuai hasil koordinasi ke Kementerian PU-PR beberapa waktu lalu menyebutkan, bahwa pembebasan lahan di bawah lima hektar tidak memerlukan doku-
men studi larap. Berdasarkan dokumen Detail Engineering Design (DED) shortcut Wanagiri hingga Gitgit membutuhkan lahan sekitar 3,2 hektar. Perkiraan kebutuhan lahan seluas itu berdasarkan DED yang disusun Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah VIII Surabaya. Dengan demikian, kepastian luas lahan menunggu hasil koreksi DED tersebut. Meski demikian, pemkab tetap berkomitmen dan tidak ingin membuang-buang waktu untuk menyiapkan lahan yang diperlukan. Di sisi lain Bupati mengatakan, dari perkiraan lahan yang
MEDALI - Undiksha sabet dua medali pada ajang Southeast Asia Karate University Championship “Sebelas Maret Cup X” yang diselenggarakan UKM Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
selanjutnya, baik tingkat nasional maupun internasional, Yogi Parta berharap Undiksha mampu menorehkan prestasi yang semakin gemilang. Tentunya untuk mewujudkannya diperlukan persiapan yang matang. “Pada kejuaraan ini, kelas yang diikuti Undiksha adalah kata perorangan dan kumite perorangan, hasil ini akan dipersiapkan dalam kejuaran Pomnas yang akan datang di tahun ini, Undiksha Jaya” tandasnya. Sementara itu, Rektor Undiksha Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. mengatakan prestasi yang berhasil diraih ini diharapkan dapat mendorong langkah civitas akademika untuk terus melaju menghadapi kejuaraan lainnya. Keinginan untuk mendapatkan prestasi yang lebih baik menjadi komitmen yang harus diwujudkan. “Prestasi ke depan harus terus bermunculan. Harus bisa semakin baik,” tegasnya. Potensi bidang olahraga yang dimiliki SDM Undiksha cukup besar. Hal itu akan terus mendapat perhatian, berupa pembinaan berkelanjutan supaya ke depannya juga mampu tampil dalam kejuaraan lain. “Potensi Undiksha sangat besar. Ini perlu terus diasah. Harus bisa bersaing dalam kejuaraan. Bidang lain juga harus bisa mendapat prestasi,” imbuhnya. (ad2175)
Nyepi Tahun Çaka 1939
Bali Post/dok
Putu Agus Suradnyana
Tanaman Hidrologi Bali Post/kmb45
PPI - Aktivitas di PPI Sangsit ditutup sampai 30 Maret mendatang.
Terkait Nyepi, Aktivitas PPI Ditutup hingga 30 Maret
Singaraja (Bali Post) Aktivitas bongkar muat barang di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Sangsit, Kecamatan Sawan ditutup sampai 30 Maret. Hal tersebut berkenaan dengan hari raya Nyepi Tahun Çaka 1939. Kondisi serupa juga dilakukan pada Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak. Kapolsek Sawan AKP Made Derawi menjelaskan, penutupan aktivitas di pelabuhan berupa bongkar muat barang maupun penyeberangan dari Pulau Sapeken, Madura, Jawa Timur tersebut mulai, Sabtu (25/3) lalu. “Itu akan berlangsung sampai 30 Maret,” ujarnya, Minggu (26/3) kemarin. Penutupan itu, sambung-
Karate Undiksha Kadek Yogi Parta Lesmana, S.Pd., M.Pd. mengatakan, kejuaraan yang juga dikenal dengan Smarcup itu diikuti 595 orang atlet. Itu tak hanya perwakilan seluruh universitas di Indonesia, tetapi juga dari Timor Leste, Brunei Darussalam, Malaysia dan Singapura. Di ajang bergengsi yang rutin terselenggara setiap dua tahun itu, Undiksha mampu menunjukkan prestasinya dengan meraih medali perak pada kelas Kumite -68 kg putri atas nama Ni Kadek Ami Ariasti dan di kelas Kumite -50 kg putri atas nama I Gusti Ayu Ketut Suryadani dengan meraih perunggu. “Pada kejuaraan itu, Undiksha berhasil meraih dua medali,” ujarnya, Sabtu (25/3). Menghadapi kejuaraan
terkena jalur proyek seluas 3,2 hektar itu menghabiskan anggaran sebesar Rp 10 miliar. Jumlah anggaran sebesar itu berdasarkan estimasi harga lahan per are sebesar Rp 30 juta. (kmb38)
SOSOK BUDI DAYA tanaman hortikultura banyak dikembangkan petani, terutama di daerah dataran tinggi dan berhawa sejuk. Di tengah masa panennya yang cukup singkat, itu juga memiliki dampak buruk bagi lingkungan. Saat musim hujan, air pegunungan tidak mampu terserap dengan baik. Alhasil bencana banjir dan longsor pun tak terhelakkan.Mengantisipasi hal itu, petani perlu tetap membudidayakan tanaman yang bersifat hidrologi, seperti kopi. Tanaman ini bisa digunakan untuk menjaga vegetasi lingkungan, sekaligus bersifat produksi yang mampu menjadi sumber pendapatan masyarakat. “Mengembangkan hortikultura boleh saja. Tetapi perlu tetap diimbangi dengan tanaman untuk mendukung vegetasi lingkungan,” ujar Kepala Dinas Pertanian Buleleng Nyoman Swatantra, belum lama ini.Pengembangan kopi, katanya, rencananya akan kembali dilakukan di daerah Pancasari, Sukasada yang belakangan cukup sering terjadi banjir. Hal itu sudah diawali dengan sosialisasi, baik ke pemerintah desa maupun kelompok tani. Ditambahkan, rencana tersebut juga didukung oleh pemkab melalui pemberian 14 ribu bibit. Diupayakan itu bisa terealisasi akhir tahun ini. Guna mewujudkan itu, petani juga sudah diminta mempersiapkan lahan. “Sekarang sudah masuk tahap persiapan bibit. Target akhir tahun ini, program itu sudah bisa jalan,” tandasnya. (sos)
KEBERHASILAN Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) meraih medali bidang olahraga tak hanya pada kejuaraan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Cup 2017 yang terselenggara di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Yang terbaru, universitas yang dimotori Rektor Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. ini juga meraih medali pada ajang Southeast Asia Karate University Championship “Sebelas Maret Cup X” yang diselenggarakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 24 hingga 26 Maret 2017 di GOR Sritex Arena Surakarta, Jawa Tengah. Manager/Pelatih UKM
nya, atas instruki syahbandar. Kebijakan ini sudah disosialisasikan kepada penumpang maupun nakhoda. Guna menghindari adanya pelanggaran, masyarakat pun diharapkan turut melakukan pengawasan. “Sosialisasi sudah kami lakukan,” ucapnya. Penutupan aktivitas juga dilakukan di Pelabuhan Celukan Bawang. Hanya itu baru dimulai siang ini dan kembali dibuka pada ngembak geni, 29 Maret. “Ini sudah dirapatkan bersama pihak pelabuhan, Polair dan juga TNI,” ungkap Kapolsek Kawasan Laut Celukan Bawang AKP Ketut Wisnaya. Ditambahkannya, dalam perayaan Nyepi ini, kawasan pelabuhan juga dijaga ketat. (kmb45)
PAS-Sutjidra Minta Jadikan Momentum Introspeksi Diri
HARI Raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1939 dirayakan segenap umat Hindu pada Selasa (28/3) besok. Hari raya yang jatuh setiap tahun ini merupakan momentum bagi segenap umat Hindu untuk melakukan renungan dan introspeksi diri melalui penerapan Catur Brata Panyepian. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) dan Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. secara khusus mengucapkan selamat merayakan hari raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1939 kepada segenap warga di Buleleng. Dikatakan, Nyepi hendaknya dimaknai sebagai penghormatan terhadap alam dan isinya. Untuk itu, momentum ini penting untuk merenung dan merefleksikan ajaran agama yang senantiasa mengajarkan untuk selalu berpikir, berkata dan berbuat baik. Sejalan dengan spirit Nyepi penting dilakukan peningkatan srada bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, serta lebih mawas diri. Melalui perayaan hari suci bagi umat Hindu ini, pihaknya mengajak agar seluruh masyarakat selalu meningkatkan sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan menumbuhkan rasa persaudaraan sesama umat beragama. Jika ini bisa diwujudkan, kondisi di daerah akan selalu shanti atau damai. Selain itu, melalui perayaan Nyepi ini dia juga mengajak masyarakat di daerahnya selalu introspeksi dan mulat sarira. Momentum perayaan hari raya ini sangat tepat untuk kembali pada jati diri sebagai manusia Bali yang selalu mengedepankan rasa solidaritas dan saling menghormati antarsesama umat manusia. “Momentum mulat sarira sangat tepat dikedepankan, demi menjaga kenyamanan dan keamanan dan Bali umumnya. Buang jauhjauh rasa dendam, dengki dan iri hati. Dengan rasa persatuan dan kesatuan serta kedamaian melalui hari raya Nyepi akan dapat mewujudkan pembangunan di Bali Utara,” katanya. Dalam merayakan Nyepi, Bupati dikenal merakyat ini mengajak agar mengendalikan diri dengan melaksanakan Catur Brata Panyepian (Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungan dan Amati Lelanguan - red). Dengan mampu mengendalikan diri diharapkan tercipta kedamaian.
Oleh karena itu, pada momen hari raya yang baik ini, umat mesti berusaha menjalankan ajaran agama dengan sebaik-baiknya. Sementara itu, Wakil Bupati Sutjidra juga mengimbau agar warga bersama-sama merayakan Nyepi dengan suasana damai aman, khidmat dan penuh tenggang rasa. Tingginya rasa tenggang rasa yang selama ini ditunjukkan krama sangat membantu pemerintah dalam melaksanakan berbagai program yang digulirkan pemerintah daerah. Selain itu, pejabat asal Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan ini mengajak masyarakat Buleleng dalam kesucian Nyepi melakukan mawas diri, menyatukan pikiran, sehingga dapat mempraktikkan Catur Brata Panyepian dengan baik. “Kemampuan mengimplementasikan toleransi antarumat beragama memiliki makna menjadi kemenangan dalam kehidupan beragama. Akhir kami mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1939,” katanya. (ad2174)
Putu Agus Suradnyana dan dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG.
JEMBRANA
12
Senin Umanis, 27 Maret 2017
Senderan Proyek Perumahan Bersubsidi Jebol
Negara (Bali Post) Senderan proyek perumahan bersubsidi Sambada Residence di Lingkungan Pangkung Gayung, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, Sabtu (25/3) malam jebol. Jebolnya senderan setinggi 10 meter itu setelah wilayah tersebut diguyur hujan lebat. Akibatnya, akses jalan yang menghubungkan Lingkungan Pangkung Gayung dengan Banjar Pengajaran Desa Berangbang, Negara sempat putus. Longsoran tanah dan batu memenuhi badan jalan, bah-
kan hingga ke permukiman warga. Salah seorang warga Desa Berangbang yang rumahnya tepat di depan lokasi proyek, Ni Ketut Sundari (36), mengaku melihat langsung longsornya senderan beton sepanjang lebih dari sepuluh meter itu. Kejadian tersebut berlangsung pada Sabtu malam. Ketut Nurada (45), warga lainnya, mengaku sejak awal dimulainya proyek sekitar tiga bulan lalu sudah merasa khawatir. Sebab, konstruksi senderan itu hanya menggunakan cakar ayam dengan besi ukuran kecil. Namun,
warga tidak bisa berbuat apa karena lokasi proyek berada di wilayah desa lain. Dampak terparah dirasakan oleh keluarga Putu Sugiana yang rumahnya berseberangan dengan lokasi proyek. Pekarangan rumahnya tertimbun material longsoran. Ia mengaku senderan setinggi tiang listrik itu sudah retak dari awal dan semakin parah saat gempa beberapa waktu lalu. Saat kejadian, ia berada di teras rumah dan mendengar suara gemuruh. Bahkan ada seorang pengendara motor yang saat itu melintas dan berhasil mundur sehingga
tidak terkena longsoran. Setelah kejadian itu, ia mengaku langsung melapor ke aparat desa setempat. Bahkan ia mengaku selalu cemas dengan keberadaan senderan tinggi di depan rumahnya itu terlebih sudah tiga kali sempat amblas. Diakui warga sekitarnya sebagai penyanding tidak pernah diberikan sosialisasi. Ia berharap pihak pengembang bisa bertanggung jawab dan memikirkan warga di sekitarnya, terutama yang berhadapan langsung dengan lokasi perumahan. Perbekel Berangbang Gusti Putu Supradnya mengatakan
belum mengetahui kejelasan proyek perumahan yang berbatasan dengan wilayahnya itu. Diakui yang menjadi penerima dampak atas proyek di wilayah Banjar Pangkung Gayung, Kelurahan Baler Bale Agung itu adalah warganya. Namun, tidak pernah ada komunikasi dengan warga yang berhadapan langsung dengan proyek termasuk dengan pihaknya sebagai desa penyanding. Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Jembrana I Ketut Eko Susila Artha Permana membenarkan terjadinya longsor pada send-
eran kawasan perumahan di Lingkungan Pangkung Gayung itu. Selain menyebabkan akses dua banjar di Desa Berangbang sempat terisolir akibat badan jalan tertimbun material longsoran, ada juga rumah warga yang tergenang lumpur karena saluran drainase yang ikut tertimbun. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Akses jalan baru bisa dilalui pada Minggu (26/3) pukul 00.30 setelah dilakukan pembersihan dengan alat berat dan penyemprotan dengan satu unit mobil pemadam kebakaran.
Sementara itu, Lurah Baler Bale Agung Putu Nova Noviana saat dikonfirmasi, Minggu (26/3) kemarin, membenarkan terjadinya longsor di wilayahnya itu. Menurutnya, senderan yang amblas itu milik develover perumahan Sambada asal Denpasar. Proyek itu, katanya, sudah memiliki izin. Pihaknya mengaku telah bertemu dengan develover dan membicarakan terkait antisipasi terjadinya longsor susulan karena kondisi senderan sangat rawan dan mengancam keselamatan terutama pengguna jalan terlebih saat hujan. (kmb26/kmb)
Senin Umanis, 27 Maret 2017
KARANGASEM
13
Siang Ini, ”Tawur Labuh Gentuh” Digelar di Bencingah Agung Besakih
Bali Post/kmb31
RAPAT PENGURUS - Ketua Umum FPTI Gede Krisna Adi Widana menggelar rapat perdana dengan pengurus di GOR Gunung Agung, Amlapura.
FPTI Bertekad Rebut Emas Porprov
Amlapura (Bali Post) Sempat vakum selama dua tahun, Pengcab FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia) Karangasem akhirnya punya pengurus baru. Pengurus baru ini punya semangat baru berprestasi pada berbagai ajang. Even bergengsi paling dekat adalah Porprov Bali 2017 yang akan dilangsungkan di Gianyar. FPTI menargetkan bisa meraih emas pada ajang tersebut. Ketua Umum FPTI Karangasem Gede Krisna Adi Widana mengatakan hal itu saat rapat Pengurus FPTI di Gedung KONI di GOR Gunung Agung, Amlapura, Sabtu (25/3) lalu. Banyak hal dibahas, selain target Proprov Bali juga prasarana, pendataan dan seleksi atlet menjadi pokok bahasan pada rapat itu. Panjat tebing Karangasem bertekad mengukir prestasi lebih dari apa yang diperoleh pengurus sebelumnya. Dalam Porprov di Singaraja lalu, FPTI Karangasem hanya mampu mengoleksi dua medali perunggu. Medali itu didapatkan dari atlet putri Ni Ketut Ayu Trisnasi. Tapi berbekal modal hasil Porsenijar Provinsi lalu, Krisna optimis atletnya akan mampu menyumbangkan medali emas untuk Karangasem pada Porprov di Gianyar nanti. Atlet panjat tebing yang digadang-gadang bisa mendongkrak perolehan medali, yakni Wayan Putu Yasa (dua emas porprov) Ketut Ayu Trisnasi (dua perunggu porprov), Made Wisnu Yasa (dua emas Kejurda). “Porprov Bali nanti, kita target dapat emas. Melihat potensi atlet kita, peluangnya cukup besar,” kata Krisna. Untuk memudahkan penjaringan atlet, dari lima klub yang ada, Krisna akan melebarkan sayap dengan membentuk klub-klub panjat tebing di tiap kecamatan. Makin banyak ada klub, maka akan semakin bagus dan memudahkan Pengcab FPTI menyeleksi atlet dipersiapkan mewakili Karangasem pada setiap event kejuaraan, baik bersifat regional, maupun nasional. “Kami ingin panjat tebing berprestasi setinggi-tingginya,” harap Krisna. Selain membentuk klub di tiap kecamatan, menghadapi porprov di Gianyar nanti, FPTI Karangasem kini sedang mempersiapkan diri melakukan pendataan atlet yang akan dilibatkan di even olahraga dua tahunan itu. Menariknya, FPTI Karangasem tak mau asal sekadar mendata, tapi langsung mengundang orang tua atlet untuk bersama-sama mengawal gerak pacu olahraga sarat tantangan ini. Hal itu sebagai langkah awal melihat potensi atlet saat ini. Persiapan Karangasem menghadapi Porprov Bali XIII di Gianyar, 17-23 September nanti, sesungguhnya sedang terkatung-katung. Sebab, Ketua KONI I Gede Suadi sudah mundur. Sedangkan penggantinya belum ada. Dari sisi prestasi, Suadi sudah mampu mengangkat prestasi Karangasem. Setidaknya Karangasem tak lagi sebagai juru kunci pada Porprov Bali VII/2015 di Buleleng, Karangasem mampu menempati peringkat VII. (kmb31)
Amlapura (Bali Post) Bertepatan hari Pangerupukan dan juga Tilem Kasanga akan dilangsungkan prosesi tawur labuh gentuh, bertempat di Bencingan Agung Pura Besakih, Senin (27/3) ini mulai pukul 11.00 Wita. Prosesi itu akan di-puput empat sulinggih tiga sulinggih bertugas di Bencingah Agung dan satu di Bale Gajah Penataran Agung serta Ida Dalem nodia. Tiga hari berikutnya, kata Bendesa Adat Besakih Jro Mangku Widiarta, akan dilaksanakan pangelemek tawur, maksudnya mengonfirmasi bahwa upacara tawur labuh gentuh yang substansinya membuat jagat Bali damai, aman, sejahtera sudah puput sebelumnya. Dikatakan, prosesi labuh gentuh ini menggunakan upakara catur manca kelod, yakni menggunakan wewalungan, kerbau sesuai arah mata angin dipersembahkan pada bagian tengah, sapi di selatan, petu di utara, kidang di barat dan menjangan di timur. ‘’Prosesi ini juga bertujuan untuk nyomia bhuta kala agar jagat Bali aman, damai dan sejahtera,’’
ujar Bendesa Adat. Upacara ini sebetulnya memiliki makna niskala yang luar biasa. Dari prosesi di Bencingah Agung ini segenap desa adat di Bali akan menggunakan tirta wasungpada Ida Batara dipergunakan untuk prosesi di masing-masing catus pata di setiap desa pakraman di Bali. ‘’Dari tirta Tawur Labuh Gentuh di Bencingan Agung inilah nantinya tirta kamargiang di masing-masing catus pata desa pakraman di seluruh Bali,’’ ujarnya. Selanjutnya, pada 9 April mendatang, sebanyak 35 pura, yang terdiri dari 18 Pura Paiketan Inti, 4 Pura Catur Lawa dan 13 Pura Padharman ngiring melasti Ida Batara Turun Kabeh. Prosesi melasti ini dilangsungkan di Tukad Yehsah, Desa Muncan. ‘’Nedunang Ida Batara akan dilakukan sehari sebelumnya, 8 April,’’ jelas Jro Mangku Widiarta. Selanjutnya, 10 April digelar mapepada wewalungan dan 11 April bertepatan Purnama Kadasa merupakan puncak karya. Pada puncak karya ini di Penataran Agung akan di-puput 7 suling-
gih, termasuk Ida Dalem yang nodia. Namun, keseluruhannya berjumlah 32 sulinggih sarwa sadhaka. Ida Batara katuran masineb 2 Mei. Persiapan karya yang diperkirakan menelan dana Rp 1,9 miliar ini sebetulnya sudah dilangsungkan sejak 19 Maret diawali negtegang. Kemudian 26 Maret, pada saat karya ageng seperti ini selain melibatkan umat dari seluruh Bali bahkan Jawa ikut ngayah, juga pelaksanaan karya ini akan diselesaikan 8 pamaksan, 11 banjar adat dan 13 pregunung. ‘’Merekalah sebagai tenaga inti bertanggung jawab dengan segenap rangkaian karya ini selain panitia yang telah dibentuk,’’ terang Jro Bendesa Adat Mangku Widiarta. Disinggung dari mana saja sumber aliran dana? Dikatakannya, sejauh ini baru dari Pemprov Bali. Pemprov mengalokasi anggaran Rp 972 juta. Itu belum dipotong pajak. Karena masih kurang Rp 1 miliar, segenap panitia tetap mengharapkan sumbangan dalam wujud apa pun dari umat sedharma. (ram)
MAPEPADA - Prosesi Mapepada Tawur Labuh Gentuh di Bencingah Agung Pura Besakih, Minggu (26/3) kemarin.
Ratusan Ogoh-ogoh Ramaikan ”Pangerupukan” Amlapura (Bali Post) -
Pada Nyepi kali ini sejumlah desa adat di Karangasem meniadakan arakarakan ogoh-ogoh. Alasannya, ada tradisi lain yang dilaksanakan pada hari Pangerupukan. Tetapi agenda menyambut datangnya Tahun Baru Çaka 1939 itu dipastikan tetap meriah. Sedikitnya 355 ogoh-ogoh siap memeriahkan Pangerupukan di Karangasem. Kecamatan Manggis menjadi daerah dengan ogoh-ogoh terbanyak, mencapai 113 buah. Disusul Abang 72 ogoh-ogoh, Kubu 61 ogoh-ogoh, Sidemen 32 ogoh-ogoh, Bebandem 30 ogoh-ogoh, Rendang dan Selat masing-masing 25 ogoh-ogoh. Kecamatan Karangasem paling sedikit hanya 22 ogohogoh. Kecamatan Karangasem
biasanya paling padat, tahun ini minim ogoh-ogoh, karena beberapa desa adat sedang mempersiapkan upacara ngusaba. Desa Adat Karangasem yang memiliki puluhan banjar adat sedang mempersiapkan karya agung di Pura Puseh setempat. Sedangkan Desa Adat Jasri, tahun ini melaksanakan tradisi perang api.
Pihak Polres Karangasem sudah melakukan antisipasi pengamanan jalannya pelaksanaan arak-arakan ogoh-ogoh yang akan diawali upacara tawur kasanga tersebut. Selain memaksimalkan fungsi polsek-polsek, pengamanan Pangerupukan juga didukung personel Polres. Selain itu Polres Karangasem
juga sudah berkoordinsi dengan pecalang desa adat untuk memaksimalkan fungsinya sebagai pengaman kegiatankegiatan adat. ‘’Kita wanti-wanti agar pengarakan ogoh-ogoh tidak diisi minum-minuman keras. Pecalang kita harapkan bisa menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada warga desa adatnya,’’ ungkap Kapolres. Pemkab Karangasem sendiri mempersilakan masyarakat Karangasem menumpahkan kreasinya, melalui ogohogoh. Namun, Pemkab tidak menggelar pawai seperti yang
dilaksanakan di beberapa kabupaten lain. Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi mengatakan, ogoh-ogoh merupakan bagian tradisi yang perlu dipertahankan dan dikembangkan. Dalam konteks pangerupukan, pihaknya berharap arak-arakan ogoh-ogoh bisa lebih menonjolkan sisi budaya dan spiritualitasnya. ‘’Ogoh-ogoh itu kan mengusir bhuta kala, bukan malah kita dimasuki bhuta kala. Karenanya sedapat mungkin ogoh-ogoh dibuat mencirikan bhuta kala,’’ ujarnya. (kmb)
Bunga Kasna Ikon Karangasem
Bali Post/kmb31
Amlapura (Bali Post) Selama ini Kecamatan Rendang dikenal, lantaran menjadi lokasi berdirinya Pura Besakih. Namun, tak banyak yang tahu di kawasan Besakih juga punya potensi alam sangat luar biasa. Salah satunya hamparan bunga kasna di punggung Gunung Agung. Bunga yang dikenal sebagai bunga abadi itu dicanangkan Bupati IGA Mas Sumatri menjadi ikon baru Bumi Tanah Aron. ‘’Bunga kasna termasuk bunga spesial. Bunga itu
DIAMANKAN - Para pelaku judi ceki saat diamankan di Mapolres Karangasem.
hanya bisa tumbuh di daerah berhawa dingin seperti Rendang. Bunga kasna bisa dikemas menjadi suvenir khas sama halnya air zamzam dari Mekkah,’’ ujarnya dalam beberapa kali kesempatan. Bunga kasna atau lebih dikenal dengan bunga adelweis disebut merupakan bunga abadi. Bunga ini dapat tumbuh baik pada ketinggian di atas 1.000 mdpl. Bupati Mas Sumatri mengatakan bunga kasna pantas menjadi ikon Karangasem. Bunga ini hanya
bisa tumbuh di kawasan Gunung Agung. Selama ini bunga yang menyimpan berbagai mitos itu digunakan sebagai pelengkap upakara, utamanya masyarakat di wilayah Rendang dan Selat. Ke depan bunga kasna ini tak hanya bisa menjadi oleh-oleh untuk wisatawan, tetapi juga daerah tumbuhnya di punggung Gunung Agung bisa menjadi destinasi wisata. Keberadaan bunga kasna itu, kata Bupati Mas Sumatri, bisa saling mendukung dengan program pengem-
bangan kepariwisataan kawasan Pura Besakih. Terbentuknya Badan Pengelola Kawasan Besakih diharapkan bisa mengako m o d ir p o t e nsi- p o t e nsi yang ada termasuk potensi bunga kasna itu sendiri. ‘’Dengan Pura Besakihnya, Karangasem menjadi hulunya Bali. Wisatawan ke Bali belum afdol jika belum mengunjungi Besakih. Ke Besakih belum sempurna jika tidak membawa oleholeh bunga kasna,’’ ungkap Bupati. Sementara itu hamparan
bunga kasna di punggung Gunung Agung selama ini hanya bisa dinikmati para pendaki gunung. Salah seorang penghobi wisata alam itu,, kata Andi Husaen (43), mengakui banyak pendaki ingin mendaki Gunung Agung karena keberadaan bunga yang umumnya terlihat antara bulan April Agustus itu. ‘’Bunga kasna akan menebarkan bau harum menjelang pagi. Itu yang menjadi salah satu daya tarik Gunung Agung bagi para pendaki,’’ katanya. (kmb)
Geliat Sekolah Ajeg Bali
Lima Pelaku Siswa Lestarikan Tradisi, Seni dan Budaya Judi Ceki Digerebek Polisi
Amlapura (Bali Post) Berbagai bentuk perjudian kembali menjadi sorotan polisi. Tidak hanya sabung ayam alias tajen, judi ceki juga menjadi fokus polisi menjelang hari raya Nyepi, Selasa (28/3) besok. Lima pelaku judi di Lingkungan Padangkerta, Amlapura, langsung digerebek polisi, Sabtu (25/3) lalu, setelah menerima informasi dari masyarakat sekitar. Kapolres Karangasem AKBP Sugeng Sudarso, Minggu (26/3) kemarin, mengatakan para pelaku digerebek di sebuah gubuk dekat kolam pancing di Lingkungan Padangkerta, sekitar pukul 15.30 Wita. Kelimanya berasal dari Lingkungan Padangkerta. Bahkan, dua di antaranya adalah ASN (Aparatur Sipil Negara) yang bertugas di Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Karangasem serta Dinas Pekerjaan Umum Karangasem. Kelima pelaku berinisial I GGL (50), seorang wiraswasta, I GGOA (53), ASN; I GKP (50), tukang; I GNM (45), ASN; dan I GGU (42), wiraswasta. Para pelaku langsung digerebek saat sedang asyik bermain judi ceki saat itu. Sebelum digerebek, Kapolres Sugeng Sudarso mengatakan Tim Lidik Sat Reskrim Polres Karangasem melakukan lidik perjudian di wilayah hukum Polsek Karangasem. Dalam proses lidik itu, tim menerima informasi dari masyarakat di Lingkungan Padangkerta, kalau ada yang masih nekat bermain judi ceki menjelang hari raya Nyepi. Pelaku Pencurian Polisi juga menangkap pelaku pencurian, Sabtu (25/3) lalu. Tersangka berinisial I WB alias Dek Boby (38) asal Banjar Perean, Desa Pupuan, Kacamatan Tegallalang, Gianyar. Tersangka ditangkap di sebuah rumah makan di Banjar Beok, Desa Tumbu, Karangasem. Sebelum diciduk polisi, tersangka nekat mencuri di rumah seorang anggota Polri, korban Pande Agus Wira Mahayasa (22), alamat Banjar Dinas Semoja, Desa Semoja Kecamatan Pupuan, Tabanan. (kmb31)
SMPN 1 Amlapura, satu-satunya sekolah yang menyandang gelar Sekolah Ajeg Bali di Karangasem. Sebagai Sekolah Ajeg Bali, tentu ada kelebihan yang ditawarkan sekolah ini dibandingkan sekolah lainnya. Di sini, siswa bisa mengenal dan memulai belajar melestarikan berbagai tradisi, seni dan budaya Bali. Bagaimanakah strategi sekolah ini menjaga dan melestarikan tradisi Bali?
SMPN 1 Amlapura sudah konsisten menjalankan program sejak ditetapkan sebagai Sekolah Ajeg Bali 2006. Saat itu, wacana ajeg Bali sedang menghangat, adanya ancaman kian memudarnya pengetahuan siswa terhadap tradisi, seni dan juga budaya. Hal itu tidak lepas dengan dinamika zaman era globalisasi saat ini. Kepala SMPN 1 Amlapura I Komang Suweca, S.Pd.Ek. mengatakan, program Ajeg Bali itu diimplementasikan pihak sekolah dalam berbagai bentuk kegiatan. Setiap minggu ke tiga dan empat proses belajar mengajar dimulai, guru dan siswa mengikuti program meditasi. Dengan meditasi, pikiran dan hati siswa dan guru akan menjadi tenang dan damai. Program ini sangat baik dalam upaya
mengolah emosi agar terus menjadi lebih dewasa dalam pergaulan di sekolah. Selain itu, pada jam pelajaran pertama dan kedua, seluruh siswa juga menjalani kegiatan khusus di kelas masing-masing terkait pelestarian tradisi, seni dan budaya Bali itu sendiri. Kelas VII mengikuti majejahitan, kelas VIII belajar tari dan kelas IX aktif dalam dharma gita. “Siswa sangat antusias mengikuti program ini. Inilah kelebihan sekolah ini yang tidak didapatkan di sekolah lainnya. Program khusus ini ditetapkan pada jam pelajaran satu dan dua saja. Jam pelajaran ketiga, siswa mengikuti jadwal pelajaran seperti biasa,” kata Wakasek Kesiswaan Wayan Putra, M.Pd. Program Ajeg Bali di sekolah ini sebagai bentuk pembelajaran holistik. Artinya, pendekatan pembelajaran berfokus pada pemahaman informasi yang juga dikaitkan dengan topik-topik lainnya. Sehingga terbangun kerangka pengetahuan komprehensif yang diinginkan. Melalui konsep pembelajaran holistik, ditransformasikan pembelajaran nilai-nilai yang dibutuhkan siswa menghadapi zaman kekinian. Kurikulum yang disusun secara holistik dan
sistematis itu diharapkan mampu membangun dan mengembangkan potensi dan karakter siswa lebih baik. Siswa senantiasa diajak peduli terhadap lingkungan, juga keterampilan dikembangkan melalui sosialisasi interaksi siswa pada kegiatan nyata. Di Sekolah Ajeg Bali ini juga diimplementasikan berbagai lomba setiap semester. Ada lomba majejahitan antarkelas, tari dan juga dharma gita. Lomba lainnya seperti ngelawar, matanding banten pajegan, ngulat klangsah dan sengkuwi. Lomba-lomba itu sebagai bentuk evaluasi program ini. Budaya Bali itu memang beragam, karena itu harus dipelajari siswa sejak dini. Sehingga, nantinya mereka lebih mudah terjun di tengah masyarakat saat harus mengimplementasikan di kehidupan sehari-hari. “Sekolah Ajeg Bali ini membuat budi pekerti siswa lebih halus dan semakin rajin membantu orangtua di rumah,” kata Pembina OSIS I Nyoman Diasa. Meski konsisten menerapkan Sekolah Ajeg Bali, SMPN 1 Amlapura, tetap mampu menjaga prestasi sekolah di tingkat kabupaten maupun provinsi. Sehingga, SMPN 1 Amlapura
I Komang Suweca, S.Pd.Ek. masih dinilai sebagai salah satu sekolah unggulan di Karangasem. Salah satu guru Bahasa Inggris, I Gusti Putu Semadi, S.Pd., mengatakan Sekolah Ajeg Bali sudah menjadi identitas
SMPN 1 Amlapura. Karena itu, pihak sekolah konsisten memberikan pengetahuan yang benar, terkait tradisi, seni dan budaya Bali. Dengan cara seperti itu Bali bisa ajeg. (gik)
TABANAN
14
Melasti di Tanah Lot ”Diincar” Wisatawan
Tabanan (Bali Post) Serangkaian ritual penyucian arca, alam makro dan mikro digelar melasti, menjelang hari raya Nyepi. Prosesi ini rupanya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan di Tanah Lot, Kediri. Itu terbukti, Sabtu (25/3), ketika warga Desa Beraban melaksanakan proses makiis ke objek wisata terkenal tersebut, para wisatawan tampak tidak henti-hentinya mengabadikan momen ‘‘langka’’ iringan warga yang berpakaian adat dengan mundut pratima menuju Pantai Tanah Lot. Prosesi melasti Desa Pakraman Beraban, Tanah Lot, setidaknya melibatkan ratusan warga dari 15 banjar adat atau dusun. Karena itu, prosesi melasti ini berlangsung semarak dan menarik perhatian wisatawan. Bahkan sorenya, apalagi menjelang matahari terbenam, Tanah Lot dipenuhi umat Hindu yang melaksanakan ritual melasti. Prosesi setahun sekali itu tak pelak membuat kemacetan sepanjang jalur Tanah Lot.
Saat prosesi, warga yang mundut pratima dan arca sakral lainnya juga menyelupkan kakinya ke air laut. Hal itu sebagai simbol penyucian agar pelaksanaan hari raya Nyepi berlangsung tenang dan damai. Pratima merupakan benda sakral lambang pemujaan di setiap pura di masingmasing banjar adat di Desa Pakraman Beraban yang memang sangat disucikan. Saat prosesi yang juga semarak dengan umbul-umbul, payung,
Bali Post/kmb28
MELASTI - Prosesi melasti di Tanah Lot.
iringan tetabuhan gamelan tradisional baleganjur, juga disertai persembahan upakara dengan banten. Warga Beraban menyatakan ritual penyucian itu meliputi dua hal, yakni penyucian Bhuana Agung atau alam semesta dan Bhuana Alit yang diterjemahkan sebagai jiwa raga. Ada 44 pura yang ada di Desa Pakraman Beraban, dimana masing-masing pura di sana mundut pratima-nya, sehingga bisa dibayangkan iring-iringan warga Beraban yang melaksanakan ritual melasti ke Tanah Lot. Prosesinya benar-benar meriah dan sangat ramai. Melasti itu sudah dipersiapkan sejak 10.00 Wita di Pura Bale Agung, sebagai pusat pasamuan (pertemuan) Ida Batara sebelum memargi (berjalan) ke Segara Kidul Tanah Lot. Semua warga Desa Pakraman Beraban mulai anak kecil sampai orang tua mengikuti prosesi melis ini. Pamelastian ini diikuti 44 Pura yang ada di wilayah Desa Pakraman Beraban dan lima pralawat Barong (Jero Gede). Dan hari itu semua warga mengenakan pakaian adat tradisional Bali berwarna putih yang melambangkan kesucian. Melasti di Segara Kidul Tanah Lot baru dimulai pukul 15.00 Wita. Sebelumnya dilaksanakan mendak Ida Batara, kemudian ngabejian ke segara. Setelah sampai di Tanah Lot, dilaksanakan upacara pamelastian pakelem. (kmb28)
Senin Umanis, 27 Maret 2017
Sambut Nyepi, Galungan dan Kuningan
Bupati Ajak Warga Tabanan Rayakan dengan Tulus Ikhlas
BUPATI Ni Putu Eka Wiryastuti mengimbau seluruh jajaran dan umat Hindu di Kabupaten Tabanan untuk merayakan Hari Suci Nyepi pada 28 Maret 2017, Galungan dan Kuningan 5-15 April 2017, dimaknai dengan tulus ikhlas dan menjalankan persembahyangan dengan khidmat. Bupati Eka mengatakan, rutinitas keagamaan menjadi warna-warni kehidupan masyarakat di Bali. Demikian pula di Tabanan. Ini karena budaya dan agama menjadi bagian penting dan hal itu tidak bisa dipisahkan bagi masyarakat Bali dan Tabanan khususnya. Kar-
ena itu, seluruh masyarakat diimbau menjadikan momen keagamaan bukan sebagai beban. Sebaliknya, momen itu idealnya dimaknai sebagai bentuk pelaksanaan kewajiban dan mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. “Yang paling utama, momen keagamaan ini harus dijadikan kesempatan mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Lakukan yadnya dengan tulus, ikhlas dan semampunya. Sebab, Beliau tidak pernah menuntut lebih kepada umatnya,” ungkap Bupati Eka. Selama ini, sambung Bupati Eka, perayaan hari-hari
besar agama di Tabanan telah berjalan dengan baik dan lancar. Ini membuktikan masyarakat Tabanan sudah bisa menjaga kondusivitas dan menjalin hubungan baik dengan warga lainnya, meskipun berbeda agama. “Kerukunan masyarakat kita di Tabanan sangat tinggi, meskipun kita adalah masyarakat heterogen atau majemuk. Ini harus dipertahankan. Melalui Nyepi ini, mari kita tingkatkan toleransi dan rasa semakin bangga menjadi warga Tabanan. Dengan modal itu, kita pasti bisa membangun Tabanan Serasi,” ungkapnya. Dirinya berharap di balik perayaan rutin tersebut, warga juga mesti memahami esensi perayaan hari-hari keagamaan dengan baik dan benar berlandaskan sastra agama. Karena itu, tiga hari raya yang datang secara hampir bersamaan itu harus dimaknai sebagai momen introspeksi diri meresapi hakekat kemenangan dharma atas adharma. “Sehingga perayaan hari-hari raya keagamaan ke depannya bukan lagi hanya semarak pada seremonialnya saja,
tetapi lebih dipahami esensinya dengan benar,” imbuhnya. Sehingga berbekal pemahaman itu, sambung Bupati, umat akan bisa lebih tulus meningkat sradha dan bhakti-nya terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa, dengan segala prabawa Beliau. “Izinkan pada kesempatan ini kami mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan bagi seluruh umat Hindu di mana pun berada. Semoga momen ini bisa kita jadikan kesempatan untuk lebih mengintrospeksi diri, melakukan sradha bhakti dan tetap membangun Tabanan dengan pikiran positif,” tandasnya. Selain itu, Bupati Eka juga mengimbau seluruh aparat keamanan, para camat, perbekel, serta bendesa adat agar benar-benar mengayomi masyarakat dan menuntun umat menjalankan tapa brata panyepian, serta perayaan Galungan dan Kuningan, sebaik-baiknya dan menghindari sedini mungkin konflik kepentingan yang bisa merusak kekhidmatan suasana Nyepi, serta Galungan dan Kuningan. (ad2171)
15
Senin Umanis, 27 Maret 2017
Ronaldo Ciptakan
Hasil Pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Eropa Sabtu (25/3) dini hari Grup A Bulgaria vs Belanda Luksemburg vs Prancis Swedia vs Belarus 1. Prancis 2. Swedia 3. Bulgaria 4. Belanda 5. Belarus 6. Luksemburg
5 5 5 5 5 5
4 3 3 2 0 0
1 1 0 1 2 1
0 1 2 2 3 4
2-0 1-3 4-0 10-3 10-3 8-10 8-6 2-10 6-12
13 10 9 7 2 1
Grup B Andora vs Kep. Faroe Portugal vs Hungaria Swiss vs Latvia 1. Swiss 2. Portugal 3. Hungaria 4. Kep. Faroe 5. Latvia 6. Andora
5 5 5 5 5 5
5 4 2 1 1 0
0 0 1 2 0 1
0-0 3-0 1-0
0 10-3 15 1 19-3 12 2 8-6 7 2 2-8 5 4 2-9 3 4 1-13 1
Grup H Belgiua vs Yunani Bosnia vs Gibraltar Siprus vs Estonia 1. Belgia 2. Yunani 3. Bosnia 4. Siprus 5. Estonia 6. Gibraltar
5 5 5 5 5 5
4 3 3 1 1 0
1 2 1 1 1 0
0 0 1 3 3 5
1-1 5-0 0-0 22-2 10-3 13-5 3-8 5-15 2-22
13 11 10 4 4 0
Hasil GP Formula 1 Australia 1. Sebastian Vettel (Ferrari) 1:24:11,670 2. Lewis Hamilton (Mercedes) +00:09,975 3. Valtteri Bottas (Mercedes) 00:11,250 4. Kimi Raikkonen (Ferrari) 00:22,393 5. Max Verstappen (Red Bull) 00:28,827 6. Felipe Massa (Williams) 01:23,386 7. Sergio Perez (Force India) 1 lap 8. Carlos Sainz Jr (Toro Rosso) 1 lap 9. Daniil Kvyat (Toro Rosso) 1 lap 10. Esteban Ocon (Force India) 1 lap
Gol Ke-70 Lisbon Cristiano Ronaldo mengoleksi gol ke-70 di laga internasional saat Portugal membekuk Hungaria 3-0, Minggu (26/3) kemarin. Dua gol diciptakan pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018, Grup B zona Eropa. Kapten Portugal itu mengemas gol dari jarak 25 meter setelah ia mendapatkan bola dari sepakan tumit Andre Silva. Ia kemudian memasukkan bola tendangan bebas jarak jauh pada babak kedua. Silva membuka keunggulan timnya melalui pergerakan di mana Ronaldo juga ambil bagian. Kemenangan ini mempertahankan sang juara Eropa di posisi kedua klasemen Grup B, tertinggal tiga angka dari pemuncak klasemen Grup B Swiss, yang pada pertandingan yang dimainkan lebih awal menang 1-0 atas Latvia. Kekalahan ini membuat Hungaria tetap berada di peringkat ketiga dan kecil peluangnya untuk dapat tampil perdana di Piala Dunia sejak 1986. Portugal nyaris disingkirkan Hungaria dari fase grup Piala Eropa, namun mereka mampu bangkit tiga kali untuk memaksakan hasil imbang 3-3. Tetapi kali ini mereka tidak mengalami masalah serupa meski mengawali pertandingan dengan lambat, di mana tendangan bebas Ronaldo melambung di atas mistar dan tandukannya melebar dari umpan silang Ricardo Quaresma. Saat keputusan pelatih Fer-
nando Santos untuk tidak menyertakan Bernardo Silva terlihat akan menjadi ‘’senjata makan tuan’’, Portugal mampu membuka keunggulan. Ronaldo mengirim operan kepada Raphael Guerreiro di sisi kiri dan umpan silang mendatarnya dapat disambar ke tiang jauh oleh Silva yang tidak terkawal pada menit ke-32. Empat menit berselang, umpan jarak jauh Pepe diteruskan Silva dengan sepakan tumit tertuju kepada Ronaldo. Penyerang Real Madrid itu kemudian melesakkan tembakan kaki kiri mendatar antara Peter Gulasci dan tiang dekat dari jarak 25 meter. Bermodalkan rasa percaya diri, pencetak gol terbanyak Portugal sepanjang masa itu kemudian berusaha untuk menyambar bola kiriman Joao Mario dengan bicycle kick namun sepakannya tidak cukup keras sehingga dapat ditahan dengan baik oleh Gulacsi. Namun, ia tidak dapat dicegah untuk kembali mengemas gol pada menit ke65 dengan tendangan bebasnya. Itu merupakan gol ke-70-nya untuk Portugal dari 138 penampilan. Grup ini kelihatannya akan
mencapai puncak persaingan saat Portugal berhadapan dengan Swiss pada Oktober. Hanya para juara dari sembilan grup Eropa yang melaju langsung ke Rusia tahun depan, sedangkan delapan runner up terbaik mengikuti putaran playoff untuk memperebutkan empat tiket lagi. Pemain Pengganti Di Jenewa, Josip Drmic mencetak gol kurang dari dua menit setelah masuk sebagai pemain pengganti untuk membawa Swiss menang 1-0 atas Latvia. Kemenangan ini mempertahankan rekor 100 persen tak terkalahkan. Penyerang Borussia Moenchengladbach itu, yang belum mencetak gol untuk klub atau negaranya musim ini, masuk dari bangku pemain cadangan pada menit ke-65 untuk menggantikan Gelson Fernandes. 90 detik kemudian ia melompat untuk menanduk umpan silang Admir Mehmedi. Kemenangan ini membuat Swiss memuncaki klasemen Grup B dengan 15 angka dari lima pertandingan. Latvia yang hanya mengoleksi tiga angka, diselematkan kiper 36 tahun Andris Vanins yang membuat sejumlah penyelamatan. (kmb39/rtr/ant)
Klasemen Pembalap 1. Sebastian Vettel (Jerman) 25 poin 2. Lewis Hamilton (Inggris) 18 poin 3. Valtteri Bottas (Finlandia) 15 poin 4. Kimi Raikkonen (Finlandia) 12 poin 5. Max Verstappen (Belanda) 10 poin Konstruktor 1. Ferrari 37 poin 2. Mercedes 33 poin 3. Red Bull - TAG Heuer 10 poin 4. Williams-Mercedes 8 poin 5. Force India - Mercedes 7 poin GIRING BOLA - Penyerang Belgia Romelu Lukaku (kanan) menggiring bola melewati pemain Yunani pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018, Minggu (26/3) kemarin. Bali Post/rtr
Sembilan Pemain Yunani Tahan Imbang Belgia Brussel Belgia diselamatkan gol jelang akhir pertandingan Romelu Lukaku saat bermain imbang 1-1 melawan Yunani pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018, grup H, Minggu (26/3) kemarin. Tim tamu Yunani harus tampil dengan sepuluh pemain selama 25 menit terakhir dan menyelesaikan pertandingan dengan sembilan pemain. Lukaku mencetak gol pada menit ke-89 untuk menyamakan gol pembukaan dari Kostas Mitroglou yang dicetak 18 detik setelah babak kedua dimulai. Hasil imbang ini mengamankan Belgia tetap menduduki posisi puncak klasemen Grup H. Belgia, yang tidak diperkuat Eden Hazard dan Kevin De Bruyne karena cedera, mengambil
keuntungan dari dikeluarkannya Panagiotis Tachtsidis pada menit ke-65 karena menerima kartu kuning kedua. Tim tuan rumah menggempur pertahanan Yunani dengan gelombang serangan. Giorgos Tzavellas juga diusir keluar lapangan karena mendapatkan kartu kuning kedua setelah terjadi perselisihan pada fase akhir pertandingan. Belgia menghancurkan keempat lawan mereka di fase grup, mencetak 21 gol berbanding kemasukan satu, sedangkan Yunani menuju pertandingan ini dengan rekor belum pernah kalah. Belgia bermain untuk kedua kalinya sejak 2012 tanpa kehadiran Hazard dan De Bruyne, dua kekuatan paling kreatif mereka. Dengan
absennya bek kanan Thomas Meunier, pelatih Roberto Martinez menyebut pertandingan ini merupakan ujian terbesar pada masa kerja delapan bulannya sebagai pelatih tim nasional. Dengan Dries Mertens dan Radja Nainggolan yang mengisi posisi Hazard dan De Bruyne, Belgia mengendalikan permainan, meski hanya memiliki dua peluang dari Marouane Fellaini untuk memperlihatkan gempuran mereka pada babak pertama. Para pemain Yunani bersuka cita pada akhir pertandingan, dengan keberhasilan mereka membawa pulang satu angka di markas tim favorit grup. Belgia kini memimpin klasemen grup dengan 13 angka, unggul dua angka dari Yunani, sedangkan Bosnia mengoleksi sepuluh angka. (kmb39/rtr/ant)
Penyerang Portugal Cristiano Ronaldo.
Bali Post/rtr
Blind Pertimbangkan Mundur dari Pelatih Belanda Sofia Pelatih tim nasional Belanda Danny Blind mempertimbangkan masa depannya di timnas setelah kalah dari Bulgaria dengan skor 0-2 pada laga kualifikasi Piala Dunia zona Eropa Grup A, Minggu (26/3) kemarin. Kekalahan itu membuat Belanda kini berada di peringkat empat klasemen sementara grup dan memperberat peluang mereka lolos ke Piala Dunia 2018. ‘’Saya yang bertanggung jawab atas hasil itu. Saya mesti berpikir apakah masih mampu atau tidak menjadi pelatih. Tiba waktunya berkaca karena situasi tidak bisa berjalan terus seperti ini,’’ kata Danny. Dengan kekalahan tersebut, rekor Blind selama menangani Belanda adalah tujuh kemenangan dan tujuh kekalahan dari 17 kali penampilan. Pada pertandingan pertamanya sebagai pelatih, Blind menyaksikan anak-anak asuhnya kalah secara mengejutkan dari Islandia dalam laga kualifikasi Piala Eropa 2016. ‘’Saya harus jujur pada diri sendiri dan federasi KNVB. Saya bisa memperbaiki keadaan, tetapi di sisi lain lolos ke Piala Dunia di Rusia adalah sesuatu yang sulit,’’ kata Blind. Setelah pertandingan melawan Bulgaria, ayah pesepak bola Manchester United Daley Blind ini mendapat banyak kritikan terutama karena menurunkan bek berusia 17 tahun Matthijs de Ligt sejak menit pertama walau minim bermain di level klub bersama Ajax Amsterdam. De Ligt pun menjadi sorotan sebab kesalahannya berujung pada gol pertama Bulgaria oleh Spas Delev. ‘’Saya mengaku terlalu dini memasukkan namanya dalam tim. Apa yang saya harapkan dari Matthijs ternyata tak terjadi dan itu sepenuhnya tanggung jawab saya. Namun, para pemain bintang di skuad juga tidak bisa memberikan kemampuan terbaiknya,’’ ujar Blind. Adapun kegagalan Belanda lolos ke Piala Eropa 2016 merupakan pukulan telak karena dua tahun sebelumnya mereka berhasil menjadi peringkat ketiga Piala Dunia di Brazil. Pada kualifikasi Piala Dunia 2018, Belanda baru mengoleksi tujuh poin di Grup A, dan berada di peringkat keempat di bawah Prancis (13 poin), Swedia (10) dan Bulgaria (9). Berikutnya, Belanda bertemu dengan Italia dalam laga persahabatan pada Rabu mendatang. Sementara di kualifikasi Piala Dunia, Belanda akan melawan Luksemburg pada 9 Juni 2017. (rtr/ant)
Prancis Pertahankan Posisi
Bali Post/rtr
GOL - Penyerang Prancis Olivier Giroud (kanan) merayakan gol bersama rekan setimnya Djibril Sidibe usai mencetak gol ke gawang Luksemburg.
Luksemburg Olivier Giroud mencetak dua gol ketika Prancis mempertahankan posisinya di puncak klasemen Grup A kualifikasi Piala Dunia 2018, Minggu (26/3) kemarin dengan kemenangan 3-1 di Luxemburg. Giroud, yang hanya tampil sebagai pemain inti sebanyak tujuh kali di Liga Inggris untuk Arsenal musim ini, mengemas gol pada masing-masing babak. Rekan setimnya Antoine Griezmann menyumbang gol melalui penalti setelah Aurelien Joachim menyamakan kedudukan untuk tuan rumah. Pasukan Didier Deschamps, yang terlihat rapuh di pertahanan, kini mengoleksi 13 poin dari lima pertandingan. Les Bleus unggul tiga angka atas Swedia yang menang 4-0 atas Belarus di laga lainnya. ‘’Ini bukan pertandingan mudah . Tiga angka, tiga gol, ini positif,’’ tutur Deschamps. Luksemburg mengawali pertandingan dengan dihantam masalah ketika kiper Anthony Moris menderita cedera lutut, dan harus diganti Ralph Schon pada menit ke-21. Griezmann memberi umpan Djibril Sidibe di sisi kanan dan Giroud mengejar bola operan bek AS Monaco
itu untuk membawa ‘’Les Bleus’’ unggul pada menit ke-28. Ini merupakan gol internasional Giroud ke-22. Luksemburg bereaksi dengan cepat dan Joachim mengonversi penalti pada menit ke-34 setelah Blaise Matuidi menjatuhkan Daniel Da Mota. Tetapi Prancis menjadi tim yang lebih superior, dan Griezmann membawa tim tamu kembali memimpin tiga menit kemudian melalui eksekusi penalti setelah Sidibe dilanggar Da Mota. Prancis nyaris membukukan gol ketiga ketika sepakan setengah voli Matuidi dari jarak 20 meter membentur tiang gawang. Runner-up Piala Eropa 2016 itu kehilangan Sidibe ketika ia harus ditandu keluar lapangan karena cedera rusuk. Gol ketiga tercipta pada menit ke77, ketika Giroud menanduk umpan silang Benjamin Mendy, yang melakukan debut internasionalnya setelah tampil impresif bersama Monaco. Rekan seklubnya Kylian Mbappe (18) mencatatkan penampilan perdana untuk timnas ketika menggantikan Dimitri Payet pada menit ke-78. Sang penyerang nyaris mencetak gol keempat melalui sepakan setengah voli yang masih dapat ditepis Schon. (kmb39/rtr/ant)
Pelatih Belanda Danny Blind.
Bali Post/ap
16 Menang KO, Daud Yordan Siap Perebutkan Gelar Juara Dunia
Jakarta (Bali POst) Petinju Daud Yordan siap bertarung dalam perebutan predikat juara dunia, setelah pada pertandingan non-gelar di OCBC Arena, Singapura, Sabtu (25/3) malam, menang TKO di ronde kedua atas petinju asal Thailand Campee Phayom. Hasil tersebut sangat diapresiasi oleh promotor dari Mahkota Promotion Raja Sapta Oktohari, mengingat pertandingan tersebut sangat penting untuk masa depan petinju kelas ringan (61,2 kg) asal Kayong Utara, Kalimantan Barat itu. ‘’Kami sudah melaporkan hasil pertarungan ini pada partner kami di Amerika Serikat, dan kami memang sudah menyiapkan pertarungan untuk gelar juara dunia bagi Daud. Tapi, saat ini kami belum bisa membeberkan detailnya,’’ kata Raja Sapta Oktohari dalam keterangan tertulis, Minggu (26/3) kemarin. Pria yang akrab dipanggil Okto itu hanya menjelaskan, jika pertandingan perebutan gelar juara dunia nanti kemungkinan tidak digelar di Indonesia. Hal tersebut terjadi karena salah satunya posisi petinju yang akrab dipanggil Cino itu sebagai seorang penantang. Sebelum bertanding melawan Campee Phayom, Daud Yordan berada di peringkat dua kelas ringan WBA dan peringkat sembilan untuk WBO. Sedangkan untuk WBC, Cino berada di luar 15 besar. Hanya, dengan kemenangan ini peluang terjadi perubahan peringkat. Dalam pertarungan antara Daud Yordan melawan Campee Phayom berlangsung dengan cepat. Cino hanya membutuhkan dua ronde untuk mengakhiri perlawanan petinju berusia 19 tahun asal Negeri Gajah Putih itu. Hasil ini sesuai dengan harapan. ‘’Sejak awal saya berusaha menjalankan instruksi pelatih (Craig Christian) untuk bertarung disiplin, dan itu terbukti berhasil. Semoga ini menjadi tanda kebangkitan tinju Indonesia,’’ kata Daud Yordan. Terkait dengan masa depan setelah pertandingan non-gelar itu, pemegang gelar juara WBA International ini menyerahkan sepenuhnya kepada pihak promotor. Sebagai seorang atlet, ia fokus untuk persiapan menghadapi pertarungan berikutnya. ‘’Itu semua urusan promotor. Saya yakin pihak promotor telah menyiapkan yang terbaik untuk saya ke depannya,’’ kata petinju yang saat ini digembleng oleh mantan pelatih Chris John yaitu Craig Christian itu pula. (ant)
OLAH RAGA
Senin Umanis, 27 Maret 2017
PSMS Imbangi Persib
Medan (Bali Post) -
PSMS Medan mengimbangi tamunya Persib Bandung dengan kedudukan 0-0 pada laga uji coba kedua tim yang digelar di Stadion Teladan Medan, Minggu (26/3) kemarin. Kedua tim yang sejak awal bertekad meraih kemenangan, sejak menit-menit awal langsung menampilkan permainan menyerang dengan bola-bola pendek. Pada menit ke-10 PSMS yang mendapat dukungan dari suporter fanatiknya Smek dan Kampak nyaris unggul melalui sundulan Fredyan Wahyu, namun sayang bola sundulannya berhasil ditepis kiper Persib. Selanjutnya pertandingan semakin menarik, kedua tim saling bergantian ‘’jual-beli’’ serangan, namun berkat rapatnya barisan pertahanan kedua tim, hingga paruh waktu babak pertama belum satupun gol tercipta. Permainan cantik yang diperagakan kedua tim, membuat jalannya laga semakin menarik disaksikan oleh ribuan pasang mata penonton yang sepanjang laga terus memberikan semangat kepada tim kesayangannya. Pemain-pemain Persib yang boleh dikatakan lebih unggul skill, belum bisa berbuat banyak, karena pemain PSMS tidak ingin malu di hadapan pendukungnya sendiri, cukup berhasil mengimbangi permainan tim ‘’Maung Bandung’’ tersebut. Dengan fanatisme yang tinggi, Legimin dan kawan-kawan bermain dengan taktis, umpan-umpan pendek yang diselingi dengan umpan panjang ternyata juga cukup mampu membuat pemain Persib kerepotan. Hingga berakhirnya babak pertama laga uji coba yang juga turut disaksikan Ketua PSSI Pusat Letjen Edi Rahmayadi, Pangdam I/BB Mayjen Cucu Somatri dan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin tersebut belum satu pun gol yang berhasil diciptakan kedua tim. Di babak kedua sang pelatih Persib Bandung Djajang Nurjaman merotasi beberapa pemain, Wildansyah yang perfomance mulai menurun ditarik keluar digantikan Vladimir Vujovic dan Tantan masuk menggantikan Agung Mulyadi.
Masuknya Tantan yang diformat untuk lebih mempertajam barisan depan Persib Bandung ternyata cukup ampuh. Serangan demi serangan yang digalang dari tengah lapangan cukup membuat kerepotan barisan belakang PSMS. Akibat serangan demi serangan yang bertubi-tubi itu, kiper PSMS Abdul Rahim terpaksa harus jatuh bangun berusaha menyelamatkan gawangnya dari kebobolan. Beberapa peluang yang mengancam gawangnya, berhasil ia gagalkan. PSMS sendiri meski di babak kedua ini lebih banyak ditekan, namun juga sesekali berhasil membuat repot barisan pertahanan Persib yang dikoordinir Toni Sucipto, Ahmad Juprianto dan Vladimir Vujovic. Serangan pemain-pemain PSMS berhasil mereka mentahkan ditambah lagi penjaga gawang M Natsir cukup gemilang menjaga gawangnya dari kebobolan. Menit ke-83 PSMS melakukan penggantian pemain I Wayan Eka masuk menggantikan Legimin Raharjo dan Imam Bayhaqi menggantikan Dimas Sumatri, dan menit 87 Wliando ditarik keluar digantikan Gusti Sandria Hingga berakhirnya laga, pertandingan yang dipimpin wasit Eno Sembirig itu, kedua tim tidak berhasil menciptakan gol dan kedudukan tetap sama kuat 0-0. Pelatih PSMS Medan Mahruzar usai pertandingan mengaku puas dengan penampilan anak-anak asuhnya yang sepanjang laga bermain cukup disiplin di posisinya masing-masing. Karena memang sejak awal dirinya menginstruksikan kepada semua pemain untuk disiplin, sebagai solusi untuk mengimbangi permainan Persib Bandung. (ant)
Bali Post/ant
PERSAHABATAN - Pesepak bola Persib Bandung Shohei Matsunaga (kiri) berusaha melewati pesepak bola PSMS Medan Ferdian Wahyu (kanan) pada laga pertandingan persahabatan di Stadion Teladan Medan, Sumatera Utara, Minggu (26/3) kemarin. Pertandingan yang berakhir dengan bermain imbang 0-0 itu merupakan sebagai laga uji coba resmi pertama bagi kedua tim untuk mencari formasi tim terbaik, sekaligus dalam persiapan menghadapi kompetisi sepak bola nasional.
Wushu Pertandingkan 12 Nomor di Porprov Atlet Porprov Denpasar Perseru Tolak Datangkan ’’Marquee Player’’
Makassar (Bali Post) Tim asal Papua Perseru Serui menolak menggunakan atau mendatangkan pemain bertatus marquee player atau pemain bintang yang punya pengalaman tampil di Piala Dunia untuk bergabung bersama menghadapi kompetisi Liga 1 musim 2017. Pelatih Perseu Serui Yusack Sutanto di Makassar, Minggu (26/3) kemarin, mengatakan pihaknya justru lebih tertarik mendatangkan pemain yang punya kualitas meski tidak memiliki nama besar. ‘’Kami tidak menggunakan pemain marquee player menghadapi kompetisi musim ini. Saya kira lebih lebih baik mengontrak pemain berkualitas yang memang dibutuhkan tim meski tidak pernah bermain di kompetisi tertinggi,’’ katanya. Tim berjuluk Kuda Laut Jingga itu, katanya, juga sudah memiliki komposisi tim. Artinya kualitas pemain putra daerah ditambah beberapa pemain lokal serta asing dinilai sudah cukup untuk mengarungi ketatnya persaingan di kompetisi Liga 1. Pihaknya juga terus berupaya memaksimalkan koordinasi dan kemampuan tim agar bisa tampil menjanjikan saat berlaga di kompetisi kasta tertinggi di tanah air. ‘’Kami sudah mendatangkan pemain yang dibutuhkan. Untuk pemain marquee player memang kami tidak akan menggunakan dikompetisi nanti,’’ sebutnya. Sementara terkait agenda uji coba meghadapi PSM di Stadion Gelora Andi Mattalatta Mattoanging Makassar, Sulawesi Selatan, 27 Maret 2017, dirinya mengaku sudah menyiapkan para pemain terbaiknya. Agenda uji coba dengan PSM Makassar, menurutnya, merupakan program yang begitu penting. Untuk itu pihaknya meminta setiap pemain bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya saat diturunkan pada laga tersebut. ‘’Kami siap menurunkan komposisi terbaik menghadapi PSM. Kami juga siap untuk pertandingan besok yang dijadikan sebagai ajang evaluasi tim sebelum tampil di Liga 1 2017,’’ katanya. Mengenai kekuatan tim ‘’Juku Eja’’, dirinya mengakui PSM saat ini tentu jauh lebih berbeda dibandingkan saat pelaksanaan Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016. Komitmen manajemen mendatangkan sejumlah pemain yang punya pengalaman bermain di klub-klub besar seperti Hamka Hamzah, Zulkifli Syukur, dan lainya menjadi salah satu isyarat kesiapan tim kebanggaan masyarakat Makassar itu untuk meraih hasil yang lebih baik. ‘’Semua pemain PSM berbahaya dan seharusnya diwaspadai dalam pertandingan nanti. Untuk itu kami tidak menyiapkan penjagaan khusus untuk pemain tertentu karena justru akan membahayakan,’’ ujarnya. (ant)
Bali Post/dok
RESMI - Cabor wushu pertama kali resmi dipertandingkan pada Porprov Bali XIII di Gianyar, dengan mengambil venue di Bhumi Shanti Vihara Amurva Bhumi Blahbatuh, Gianyar.
Denpasar (Bali Post) Cabor wushu untuk pertama kalinya dipertandingkan secara resmi di ajang Porprov XIII di Gianyar, 17-23 September mendatang. Cabor ini rencananya akan mengambil venue di aula Bhumi Shanti Vihara Amurva Bhumi Blahbatuh, Gianyar. Sekum Pengprov WI Bali Made Arya Sukantara, di Denpasar, Minggu (26/3) kemarin menerangkan, pihaknya bersyukur wushu sudah resmi dipertandingkan pada hajatan multi-event dua tahunan antarakabupaten dan kota se-Bali. ‘’Wushu mempertandingkan 12 nomor di ajang Porprov Bali di Gianyar,’’ sebut Arya Sukantara. Disebutkan, ke-12 nomor yang dipertandingkan yakni chang quan, nan quan, gun shun, jan shu, juan shu putra dan putri, serta dui lian campuran dan beregu. ‘’Kami mengambil waktu tiga hari,’’ katanya. Arya Sukantara menjelaskan, pada ekshibisi Porprov XII di Buleleng 2015 lalu, diikuti tujuh kabupaten dan kota, minus Karangasem dan Jembrana. Sedangkan pelaksanaan Porprov di Gianyar, dipastikan delapan kontingenn yang ambil, minus Jembrana, karena memang selama ini belum terbentuk Pengkab WI Jembrana. ‘’Pengkab WI Karangasem sudah terbentuk, mereka absen pada ekshibisi di Buleleng, karena terbentur biaya,’’ katanya. Oleh sebab itu, pasca-Porprov di Gianyar, pihaknya akan menggarap pembentukan Pengkab WI Jembrana. Arya Sukantara optimis pelaksanaan cabor wushu sukses pada Porprov di Gianyar. Apalagi, pihaknya telah menggelar Kejurprov Wushu di venue aula Bhumi Shanti Vihara Amurva Bhumi Blahbatuh pada Oktober 2016 lalu. (022)
Jalani Tes Fisik
Denpasar (Bali Post) Seluruh atlet Porprov Kota Denpasar menjalani tes fisik yang dibagi tiga tahap dan telah tuntas Minggu (26/3) kemarin, di kompleks Stadion Kompyang Sujana. Diharapkan para atlet Porprov Denpasar menunjukkan peningkatan utamanya daya tahan tubuh (VO2Max), hingga menjelang pelaksanaan Porprov di Gianyar. Wasekum KONI Kota Denpasar Made Darmiyasa menjelaskan, Denpasar mengikuti 34 cabor yang resmi dipertandingkan di Porprov Bali XIII. Darmiyasa menerangkan, meskipun pecatur lebih fokus memerlukan ketenangan daya pikir, tetap menjalani tes fisik sebagaimana atlet cabor lainnya. ‘’Tes fisik ini, kami gelar secara bertahap, mulai awal sekarang ini, tengah dan akhir,’’ tuturnya. Untuk pengetesan fisik ini, pihaknya telah melibatkan pihak terkait yakni FPOK IKIP PGRI Bali. Ia berharap ke depan fisik dan stamina atlet Kota Denpasar mengalami grafik yang menanjak, hingga puncak penampilannya (peak performance) pada hari H Porprov nanti. Usai menjalani tes fisik, kata Darmiayasa, para atlet Kota Denpasar tetap dituntut getol berlatih, sebelum memasuki pemusatan latihan atau training centre (TC). ‘’Pemusatan latihan ada desentralisasi, dan sentralisasi. KONI Denpasar mulai menggulirkan TC desentralisasi April mendatang. Kami harapkan atlet tetap fokus dan konsentrasi berlatih di bawah arahan pelatihnya masingmasing,’’ pesannya. (022)
Wisma Atlet Diwariskan untuk Masyarakat Jakarta (Bali Post) Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mengatakan Wisma Atlet Kemayoran yang akan digunakan untuk Asian Games 2018 di Jakarta nantinya akan diwariskan kepada masyarakat. ‘’Perkampungan ini nanti hanya akan dipakai, katakanlah sebulan atau nanti tambah paraolimpic sebagiannya, setelah itu nanti untuk masyarakat, apakah rusunawa, apakah milik, nanti kita atur kemudian,’’ kata JK setelah meninjau proyek Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (26/3) kemarin. Oleh karena itu, Wapres menegaskan pembangunan kompleks apartemen yang terdiri atas tujuh gedung itu harus memenuhi standar kualitas dan tenggat waktu. ‘’Ini kan sangat penting kualitas-
Liga 1 Segera Putuskan Penggunaan Wasit Asing
Surabaya (Bali Post) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengaku saat ini komite wasit sedang mematangkan penggunaan wasit asing untuk Liga 1 musim kompetisi 2017-2018. ‘’Komite wasit sedang mematangkannya dan akan segera diputuskan, termasuk dari negara mana wasit tersebut,’’ ujar Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono, Minggu (26/3) kemarin. Ia menyampaikan pihaknya belum bisa memastikan penggunaan wasit asing sampai ada keputusan, namun diharapkan jika diperlukan maka harus sesuai standar dan benar-benar berkualitas untuk memimpin pertandingan. Bukan itu saja, wasit asing juga diharapkan mampu menularkan sekaligus memperbaiki kualitas ‘’pengadil lapangan’’ dalam persepakbolaan Indonesia. ‘’Diharapkan dengan adanya wasit asing, wasit lokal bisa semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas mereka di atas lapangan,’’ ucap mantan Sekjen PSSI tersebut. Kendati demikian, katanya, tetap akan ada program jangka panjang bagi pengembangan dan perbaikan wasit di Indonesia. Sementara dalam waktu dekat komite wasit juga melakukan evaluasi terhadap wasit-wasit lokal yang memimpin pertandingan selama Piala Presiden 2017. (ant)
nya, walaupun baik sekali, tapi tidak selesai tepat waktu salah juga kan, dan walaupun selesai cepat, tapi kualitasnya jelek salah juga,’’ katanya. JK menilai dari mulai penancapan tiang pertama pada awal 2016 lalu hingga saat ini proses pembangunan Wisma Atlet Kemayoran sudah memenuhi syarat kualitas dan tenggat waktu. ‘’Tapi ini kita sudah memenuhi syarat kualitas dan waktu, isya Allah’ terpenuhi sehingga kita berterima kasih kepada semua pelaksana mulai dari menterinya dan para pekerja di sini,’’ kata dia. ‘’Mereka kerja di sini sampai jam 1 malam, jangan lupa itu. Itu cukup berbaktilah untuk mengejar waktu,’’ imbuh JK. Selain meninjau pembangunan
Wisma Atlet Kemayoran, Wapres selaku Ketua Pengarah Panitia Asian Games 2018 juga menginspeksi proyek renovasi kompleks olahraga Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta Pusat, yakni Stadion Utama GBK, sarana aquatik, dan Istora Senayan. Wapres RI juga berkunjung ke stadion atletik Velodrome, Jakarta Timur, arena pacuan kuda Equestrian Pulo Mas, Jakarta Timur. Turut serta dalam kunjungan tersebut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretariat Negara Pratikno, dan Ketua Komite Penyelenggara Asian Games Indonesia (INASGOC) Erick Thohir. (ant)
Bali Post/ant
RENOVASI - Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) didampingi Mensesneg Pratikno (kiri), Menko PMK Puan Maharani (kedua kiri), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kanan) dan Ketua Komite Penyelenggara Asian Games Indonesia (INASGOC) Erick Thohir meninjau proses renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno di Senayan, Jakarta, Minggu (26/3) kemarin. Wapres Jusuf Kalla meninjau langsung proses renovasi venue yang ditargetkan selesai pada Oktober 2017 untuk Asian Games 2018.
Senin Umanis, 27 Maret 2017
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) - Iklan Still Store di Bali TV � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau � Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS!
Informasi pasang iklan Telepon
� Tarif iklan Mini/Baris
LOWONGAN Adm/Staff Min.SMK Max.25Th PT.PAS 085101828797 Gatsu
DIJUAL TANAH Djl Tanah Cepat di Renon Tukad Badung 437m2 harga 5,5M,SHM sdh ada IMB Hp.0812-3767-9774
B.BP.001.03.17.0002043
Bth Reserv Mandarin Fast Boat E:info@nachafastboat.com T.0361 4749669
B.BP.001.03.17.0000264
DIJUAL RUMAH BUC Rmh Mnmlis JlRy Pmogan, LT 1Are Onegate System,Scurity 24
B.BP.001.03.17.0002094
Dibtuhkan Drafter utk Interior Furniture Bali Toncity.Jl.Imam Bonjol 486 T.0361755210,081337 089669 E:sales@toncity.co.id
Jam Jl8m Hrg925Jt,087761724888
B.BP.001.03.17.0002161
B.BP.001.03.17.0001897
Travel Agen Co.Look for Product/Fit Dept.In Charge for a La Carte Quotations Send Your CV to sales@govacation-indonesia.com
B.BP.001.03.17.0002081
Dicari Staff Notaris,Pengalaman Pend.S1 Hukum/0361-702316 B.BP.001.03.17.0001888
DIJUAL MOBIL
DIJUAL TANAH Tnh 1A Blkg PolresBadung Pasar Bringkit 295jt, 08113864266
B.BP.001.03.17.0002152
BIRO JASA Pengurusan Pajak Pershn Tuntas 750.000/bln H.087860965301
B.BP.001.03.17.0002144
DIJUAL RUMAH
Tnh Kav 2,5&2,6A Lok Sngt Bgs Jl.Utama Ry Balangan,View Laut H.490Jt/A Nego.Hb.085339021818
B.BP.004.03.17.0001774
DIJUAL MOBIL
BIRO JASA
SALON
SERVICE
SERVICE
FOTOCOPY
: : : :
Rp 200.000,- (10 x tayang) � Rp 50.000,- (5 x tayang) � Rp 165.000,- (10 x muat) � Rp 82.500,- (10 x muat) �
Jakarta Mataram Denpasar Surabaya
� Email: pembacabalipost@gmail.com
: : : :
(021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 (0370) 639543 (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklanbp@yahoo.co.id (031) 5633456
VISA
EKONOMI Suasana Nyepi Disenangi Turis
18
Denpasar (Bali Post) Suasana Nyepi disenangi para turis penekun spiritual. Turis asing sangat menghormati tradisi Bali. Banyak turis yang sudah pernah tinggal saat Nyepi tahun sebelumnya, dan datang lagi di tahun berikutnya. ‘’Nyepi adalah satu-satunya hari raya yang sangat unik di dunia. Airport pun bisa ditutup, alam menjadi tenang, polusi udara berkurang. Turis terutama yang penekun spiritual sangat suka suasana seperti itu, karena bisa lebih konsentrasi dalam meditasi,’’ kata Manajer Puri Saron, Gusti Kade Sutawa, Minggu (26/3) kemarin. Kunjungan turis saat Nyepi dari tahun ke tahun sejalan dengan peningkatan kunjungan secara umum. ‘’Jadi terus meningkat,’’ tandasnya. Pariwisata yang dikembangkan ke depan menurut UNWTO adalah yang ramah lingkungan. Nyepi memberikan kontribusi terhadap lingkungan yaitu berkurangnya
polusi udara, dll. Ia pun banyak menerima pendapat dari turis. ‘’Seandainya Nyepi bisa dirayakan di seluruh dunia maka polusi bisa berkurang sangat besar,’’ ucapnya. Sementara itu setiap tahun menjelang Nyepi, lonjakan permintaan bahan makanan kerap terjadi. Terutama untuk jenis makanan tertentu seperti makanan dalam kemasan, dendeng, abon, sambal, snack, buah-buahan, serta jenis lainnya. Supermarket, minimarket yang ada di seputaran Kota Denpasar memang sudah mulai diserbu masyarakat untuk membeli beberapa kebutuhan saat Nyepi. Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan tersebut, Manager Operasional Tiara Dewata Group Novi Setyo Utomo, Minggu (26/3) kemarin, mengatakan selalu melakukan antisipasi dengan menyediakan stok yang memadai. ‘’Belajar dari setiap tahun, stok selalu kami siapkan, baik sebelum Nyepi ataupun setelah Nyepi,’’ tuturnya.
Ia berharap dengan ketersediaan stok yang cukup, selain permintaan dan pasokan seimbang, bisa juga menekan inflasi seperti yang diharapkan pemerintah. ‘’Kita tidak akan bermain dengan harga. Ketika kebutuhan masyarakat meningkat, harga tidak kita naikkan, karena akibatnya akan terjadi inflasi, meski cuma sesaat. Kita sudah punya sistem untuk itu. Kita hanya bermain di volume pengambilan barang saja dari pabrik ataupun distributor. Jadi masyarakat tidak terbebani dan inflasi pun tetap terjaga,’’ tukasnya. Sejak Jumat (24/3) lalu memang sudah terlihat antusias masyarakat mendatangi supermarket di Bali ini untuk membeli berbagai kebutuhan jelang Nyepi. ‘’H-4 masyarakat sudah mulai menyerbu berbagai kebutuhan yang kami sediakan, dan itu terjadi di seluruh gerai yang kami miliki. Puncaknya hari ini (Minggu, 27/3 - red), karena Senin kan orang sudah mulai sibuk dan banyak jalan ditutup,’’ katanya. (kmb42)
Senin Umanis, 27 Maret 2017
Bali Post/dok
PANTAI - Suasana Nyepi di Kuta tahun lalu. Baik jalanan maupun pantai di Kuta saat itu sepi dari hiruk-pikuk wisatawan yang selalu memadati kawasan tersebut.
Kuota dan Tarif Transportasi ’’Online’’ Diatur Pemda Bandung (Bali Post) –
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menyerahkan pengaturan tarif dan kuota transportasi online kepada pemerintah daerah di kabupaten/kota dengan menerbitkan peraturan wali kota maupun peraturan bupati. ‘’Kami punya dasar hukum tapi kita gak bisa ngatur tarif. Beberapa kemampuan itu yang tahu daerah, jadi kami serahkan. Begitu juga dengan kuota, kita tidak tahu jumlah, jadi kita serahkan,’’ ujar Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Pudji Hartanto Iskandar di Gedung Sate, Kota Bandung, Minggu (26/3) kemarin.
Bali Post/ant
KHUSUS WANITA - Sejumlah wisatawan menikmati suasana pantai khusus wanita di Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (26/3) kemarin. Pantai syariah khusus wanita yang baru diresmikan 2 Maret 2017 itu mulai ramai dikunjungi wisatawan saat akhir pekan.
Pudji menuturkan, batas tarif atas dan bawah untuk taksi online mesti disesuaikan, guna mencegah adanya pengaturan harga yang tidak wajar. Sedangkan pembatasan kuota didasarkan pada beban jumlah kendaraan transportasi online yang beroperasi. ‘’Solusi kuota dan tarif ini agar transporasi konvensional dan taksi online bisa bersaing,’’ katanya. Untuk menentukan kedua
instrumen tersebut, pihaknya akan menggelar pertemuan dengan para pemangku kebijakan, serta memberikan formulasi penentuan tarif dan kuota pada pertengahan pekan nanti. ‘’Kita tidak mengatur batasan tarif tapi kita berikan formulasi tarif batas atas dan batas bawah. Itu ada petunjuk dari Kementerian Dalam Negeri Direktorat Produk Hukum Daerah, supaya formulasinya
Industri Galangan Kapal Lengkapi Poros Maritim Batam (Bali Post) – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan kesuksesan industri galangan kapal dapat menjadi salah satu kunci untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia sesuai dengan visi pemerintah. ‘’Pengembangan kolektivitas infrastruktur maritim ini salah satu kuncinya dari galangan kapal. Jadi galangan kapal ini akan melengkapi poros maritim, artinya poros maritim tidak lengkap tanpa industri galangan kapal yang kuat,’’ katanya di sela-sela peluncuran kapal MV Iriana di Batam, Sabtu (25/3). Airlangga mengatakan, industri galangan kapal sebagai manifestasi dari cita-cita tersebut mempunyai tugas dan tanggung jawab besar agar kepentingan negara dalam rangka mewujudkan konektivitas antarwilayah melalui penguatan sarana transportasi laut dapat terwujud. Saat ini, katanya, pemerintah telah mengalokasikan anggaran bagi pemenuhan kebutuhan armada kapal melalui pembangunan kapalkapal negara. ‘’Momentum
tersebut harus dimanfaatkan oleh industri perkapalan nasional sebagai sebuah peluang untuk meningkatkan kemampuan dan utilisasi khususnya untuk pembangunan kapal baru,’’ kata Airlangga. Menperin berharap, dengan adanya proyek-proyek pembangunan kapal baru, dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja, dan yang lebih penting adalah kemampuan untuk meningkatkan penguasaan teknologi. Kemenperin mencatat, industri perkapalan nasional telah mencapai beberapa kemajuan, di antaranya peningkatan jumlah galangan kapal menjadi sekitar 250 perusahaan dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 1 juta DWT per tahun untuk pembangunan baru dan sekitar 12 juta DWT per tahun untuk reparasi kapal. ‘’Ke depan diharapkan kapasitas produksi untuk pembangunan baru maupun reparasi kapal dapat terus ditingkatkan. Sejalan dengan upaya tersebut, akan didorong pengembangan industri komponen agar struktur industri maritim kita semakin kuat,’’ demikian Airlangga. (ant)
sama,’’ katanya. Sementara itu, Kadishub Jabar Dedi Taufik menuturkan, pada Kamis pekan depan, pihaknya akan segera melakukan pertemuan dengan pemerintah pusat membahas tindak lanjut revisi Permenhub No. 32 Tahun 2016. Apalagi, revisi Permenhub akan diberlakukan pada 1 April 2017, sehingga perlu adanya persiapan-persiapan agar terdapat
kesepahaman antara pusat dan provinsi untuk dijadikan tolok ukur diterapkan di daerah. ‘’Persiapan-persiapan yang kita lakukan terutama terkait Permenhub, kita buat tim untuk menyusun peraturan gubernur melibatkan stakeholder, pusat, provinsi, dan Organda, serta asosiasi. Sehingga pergub lebih implementatif terutama berkaitan penyelenggaraan Permenhub 32 ini,’’ katanya. Ia menjelaskan, untuk penetapan kouta, formulasi dapat dihitung dari jumlah penduduk, luas layanan, bangkitan baru, koridor jalan, pertumbuhan kendaraan dan pembangunan jalan, serta jumlah kendaraan yang ada saat ini. ‘’Nah, ini yang kita integrasikan dari be-
berapa item ini. Sehingga akan keluar kuota sekian ribu, itu bisa dilakukan. Tapi bertahap dalam tahun ini berapa dulu, jangan sampai oversupplay ini bermasalah banyak yang bangkrut nanti,’’ katanya. Sementara untuk tarif, terdapat dua komponen yang mesti dihitung yakni berasal dari biaya langsung yang butuhkan kendaraan dan biaya tidak langsung. ‘’Biaya langsung itu seperti susuk kendaraan, pengurusan STNK, ataupun biaya servis. Biaya tidak langsung kan ada kantor dan lain sebagainya, itu harus diperhitungkan. Sehingga dengan komponen ini dapat menjadi acuan penentuan tarif,’’ katanya. (ant)
20 Tahun Terakhir
Transpormasi Ekonomi Belum Berjalan Baik Jakarta (Bali Post) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai transformasi ekonomi atau proses perubahan struktur ekonomi dalam kurun waktu 20 tahun terakhir belum berjalan dengan baik. ‘’Selama 20 tahun transformasi perekonomian, sektor industri primer, yaitu pertanian dan pertambangan, lari ke sektor tersier yang merupakan jasa-jasa,’’ kata Darmin dalam diskusi media yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika di Galeri Nasional, Jakarta, Minggu (26/3) kemarin. Pergeseran sektor primer ke tersier tersebut membuat industri di Indonesia menjadi didominasi jasa. Padahal, kata Darmin, ketika menjalankan transformasi ekonomi seharusnya peranan sektor industri sekunder atau pengolahan meningkat secara proporsional. Bali Post/ant
ANGKUT SEMEN - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meresmikan peluncuran kapal angkut semen curah MV Iriana yang diproduksi PT Sumber Marine Shipyard di Tanjung Uncang, Batam.
Darmin menjelaskan pada periode 1993-2016 sektor industri primer menurun dari 25,8 persen menjadi 23,2 persen, sektor sekunder juga turun dari 24,4 persen menjadi 22,3 persen, dan sektor tersier naik dari 49,8 persen menjadi 54,5 persen. Selain itu, pertumbuhan ekonomi pascakrisis Asia 19971998 dinilai mampu menurunkan tingkat pengangguran terbuka maupun jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan. Namun, pertumbuhan tersebut cenderung menunjukkan ketimpangan distribusi konsumsi masyarakat yang memburuk, kecuali periode 2015-2016 yang menunjukkan adanya perbaikan. Darmin menjelaskan bahwa pemerintah saat ini sedang mengupayakan perubahan struktur ekonomi yang berkelanjutan dan mampu
memberi manfaat bagi seluruh masyarakat. ‘’Jangan sampai pertumbuhan ekonomi kita meninggalkan sebagian besar orang karena tidak bisa ikut serta dalam dinamika ekonomi,’’ katanya. Salah satu upaya yang ditempuh pemerintah, kata Darmin, adalah melalui sinkronisasi antara kebijakan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan. Upaya tersebut dijalankan melalui pembangunan infrastruktur melalui proyek strategis nasional serta deregulasi dan debirokratisasi di bidang perizinan untuk meningkatkan peran investor. Kemudian dari sisi perindustrian, Darmin mengatakan pemerintah akan lebih menekankan pada sektor industri dasar seperti besi baja, petrokimia, dan kimia dasar. ‘’Pemerintah akan membuat peranan sektor industri naik lagi dalam perekonomian,’’ katanya. (ant)
17
h (4)
19
Senin Umanis, 27 Maret 2017
NYEPI DI BERBAGAI DAERAH
JAMBI - Umat Hindu membawa rerontek, tedung, dan beberapa perangkat sembahyang saat upacara Melasti menyambut hari raya Nyepi di Pura Giri Indra Lokha, Jambi, Minggu (26/3) kemarin.
Tumpahkan Es Buah, Festival Ogoh-ogoh Nisa Dapat Hadiah Terbesar di Lampung dari Mendikbud MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mendoakan dan memberi amplop berisi sejumlah uang kepada seorang siswa SMK di Kota Palu, Sulteng, gara-gara anak itu menumpahkan hidangan es buah di meja makan Menteri dan Gubernur dan nyaris membasahi pakaiannya. ‘’Belajar yang rajin ya nak. Semoga kamu bisa jadi manajer hotel nanti,’’ kata Muhadjir sambil menepuk pundak Chaerun Nisa, siswa SMK Negeri 1 Palu, di depan pintu masuk kantor Gubernur Sulteng di Palu, Minggu (26/3) kemarin. Nisa tanpa sengaja menumpahkan es buah di meja makan saat Menteri didampingi Gubernur Longki Djanggola makan siang di ruang lobi kantor gubernur. Es itu nyaris membasahi pakaian Menteri saat Nisa menghidangkan minuman dan menumpahkannya tanpa disengaja. ‘’Saya tidak sengaja. Saya kan bawa teh dan es buah untuk Pak Gubernur dan Pak Menteri. Tapi tumpah hampir kena Pak Menteri,’’ cerita Nisa. Saat kejadian itu, siswa kelas XII Jurusan Akomodasi Perhotelan itu langsung gugup dan menangis
karena takut. Apalagi saat kejadian itu kepala sekolah dan sejumlah guru langsung menatap ke arah Nisa. Usai makan siang, Menteri langsung menanyakan si Nisa. Dengan linangan air mata, Nisa menghadap Menteri dan Gubernur di tengah kerumunan tamu. Nisa langsung jabat tangan meminta maaf dan mencium tangan Menteri dan Gubernur. Nisa tidak menyangka tibatiba didoakan oleh Menteri kelak menjadi manajer hotel dan langsung disodori sebuah amplop yang diketahui berisi sejumlah uang. Nisa tak kuasa menahan rasa harunya karena bisa berjabat tangan dengan Menteri dan Gubernur dapat hadiah uang pula. Menteri berkunjung ke Palu dalam rangka pencanangan Gerakan Kembali ke Sekolah (GKS) 1.000 Anak Harapan Bangsa (AHB) yang dicetuskan oleh Ketua Bunda Anak Harapan Bangsa Provinsi Sulawesi Tengah Zalzulmida Djanggola. Untuk jamuan makan siang menteri dan rombongan dipercayakan ke SMK Negeri 1 Palu dengan melibatkan sejumlah siswa Jurusan Akomodasi Perhotelan salah seorang di antaranya Chaerun Nisa. (ant)
Dari Hal. 1
DPR untuk mengambil keputusan, bukan hanya sebatas pengawasan,’’ katanya. Margarito mengatakan posisi DPD yang dipilih mewakili provinsi bisa lebih kuat dibandingkan anggota DPR yang hanya sebatas dari daerah pemilihan di sejumlah kabupaten atau kota. Pengamat politik Indria Samego mengatakan dengan banyaknya anggota DPD
BUPATI Lampung Tengah Mustafa membuka festival ogoh-ogoh, Minggu (26/3) kemarin. Bupati dalam keterangan diterima di Bandarlampung menyatakan bangga karena ogoh-ogoh telah menjadi bagian dari kekayaan budaya di Lampung Tengah. Ia juga bangga karena jumlah peserta dari tahun ke tahun terus meningkat. ‘’Tahun lalu hanya diikuti 22 ogohogoh, tahun ini naik menjadi 28 ogoh-ogoh dan menjadi festival terbesar di Lampung. Saya apresiasi sekali dan siap mendukung segala upaya pelestarian adat istiadat serta budaya di Lampung Tengah,’’ kata Mustafa. Dia menambahkan, festival ogoh-ogoh merupakan rangkaian kedua dari sebelumnya acara Melasti di Kecamatan Seputihbanyak. Pihaknya berjanji akan terus menjaga seluruh kekayaan budaya di Lampung Tengah tanpa melihat latar belakang suku dan wilayahnya. Sebagai bentuk apresiasi kepada para tokoh agama, tahun ini Pemkab Lampung Tengah akan mengirimkan beberapa tokoh agama untuk lawatan ke beberapa negara pusat keagamaan sesuai agama masingmasing. Untuk umat Hindu, Mustafa akan mengirimkan 10 orang melakukan perjalanan rohani ke India. Sementara itu, Raja Sekala
Tidak Etis
MAGELANG - Umat Hindu berjalan beriringan membawa berbagai macam sesaji saat berlangsung upacara Melasti di mata air Tuk Mas, Grabag, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (26/3) kemarin.
Namun, katanya, penafsiran orang mengenai etis atau tidak etis pun dapat berbedabeda. Dia mengusulkan agar UUD 1945 kembali diamandemen untuk memperkuat posisi dan peran DPD sebagai lembaga tinggi negara. ‘’Agar DPD tidak selalu disepelekan, maka kewenangannya harus ditambah. DPD harus bisa bersama-sama dengan
Tujuan Mayadnya Dari Hal. 1
SURABAYA - Umat Hindu berjalan menuju tempat berlangsungnya upacara Melasti di Pantai Arafuru, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (26/3) kemarin.
AMBON - Umat Hindu melakukan prosesi upacara Melasti di Pantai Halong, Ambon, Maluku, Minggu (26/3) kemarin.
Senin, 27 Februari 2017 05:52 Mars Indonesia Raya 05:54 Mars Bali Jagadhita 05:56 Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Puja Trisandya 06:05 Dharma Wacana Catur Brata Panyepian (2) 06:35 Seputar Bali Pagi 07:05 Bali Channel 07:35 Kartun 08:00 Education On Bali TV 08:35 Bali Channel Tourist TV 09:05 DW TV 09.30 Dunia Kita 10:05 Lejel Home Shopping
10:30 Bali Channel Tourist TV 11:30 Parameter 12:05 Dharma Wacana Catur Brata Panyepian (3) 12:30 Berita Siang 13:00 Klip Bali 13:30 Lejel Home Shopping 14:05 Klip Bali 14:30 Lila Cita 15:30 Bali Channel Tourist TV 16:05 Pabligbagan 17:05 Lila Cita 17:30 Kartun 18:00 Puja Trisandya
18:05 Seputar Bali 19:00 Giliran Anda 19.30 Orti Bali 20:00 Dialog Khusus LPDB 21:00 Serial Buddha 21:35 Ista Dewata Kumpulan Dua Pura di Nusa Ceningan 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22:05 Lila Cita Wayang Wong Batuan (4) 23:00 Lila Cita Calonarang Negari-Klungkung (4)
Ada kewajiban lanjutan, bahkan akan bernilai lebih dalam konteks kekinian. Apa itu? tidak lain mengkreasi ‘’karma’’ dalam berbagai bentuk perbuatan, tindakan atau perilaku yang mengarah pada pencapaian makna atau tujuan mayadnya. Jika yadnya itu secara konsepsional bertujuan mengharmoniskan buana (agung-alit: alam dan manusia), maka tuntutan kontekstualnya adalah umat sepatutnya memulai melakukan gerakan nyata atau aksi real yang mengarah pada tindakan konkret yang bermanfaat langsung bagi kelestarian alam. Terkait Nyepi, misalnya, Catur Brata yang dilaksanakan setiap tahun sekali, bisa direalisasikan ke dalam kehidupan sehari-hari, dalam bentuk perilaku cinta alam. Caranya dengan mentransformasi pemaknaan Catur Brata, di antaranya senantiasa mengendalikan api (nafsu) keinginan mengeksploitasi alam (amati gni); tidak ‘’mengerjai’’ (merusak) sumber daya hayati (amati karya); tidak pergi (meninggalkan) kewajiban merawat, memelihara dan menjaga kelestarian alam (amati lelungaan); dan tidak menjadikan seisi alam hanya sebagai objek material untuk mendapatkan kesenangan dengan mengganggu keberlangsungan kehidupan segenap makhluk (amati lelanguan). Begitupun kaitannya dengan rerainan Sugihan (Jawa-Bali), yang secara filosofis konsepsional dimaknai sebagai momen ritual pembersihan dan penyucian buana (agung-alit), tentunya kini dapat diejawantahkan dengan mulai melakukan pembersihan diri dan penyucian pikiran dari segala keinginan
yang cenderung hanya ingin memanfaatkan bahkan merusak alam (destruktif) ke arah lebih positif (memelihara, menjaga) ketersediaan unsur-unsur alam, hingga menjadi produktif, menghasilkan apa yang disebut sebagai keharmonisan dan kelestarian alam beserta segenap makhluk yang saling menggantungkan keberlangsungan hidupnya. Sudah saatnya umat Hindu semakin cerdas dan berkualitas menerjemahkan amanat ajaran agama dengan kandungan maknanya sesuai dengan tuntutan kekinian, yang lebih membutuhkan karma kara, perbuatan/tindakan nyata, daripada hanya berkutat di seputaran karma yoga, apalagi merasa cukup lalu berhenti di tingkat ‘’upacara/upakara’’, yang pada kenyataannya lebih banyak memanfaatkan (mengambil, memakai) unsur-unusr alam, tetapi lupa atau lalai menanam, menumbuhkan, memelihara, merawat atau menjaga siklus keberlangsungannya. Akan terjadi kefatalan besar, manakala konsep luhur yadnya yang mengamanatkan keharmonisan alam, tetapi yang terjadi justru keterancaman alam dari tindakan perusakan, pencemaran bahkan mengarah penghancuran sumber daya alam. Jika ini terjadi maka agama (Hindu) akan tetap menjadi keyakinan dogmatis, belum mampu menstimulus umat dengan menjadikannya sebagai tuntunan praktis, terutama dalam menghadapi kondisi alam yang kini semakin krisis, menuju kritis, hingga akhirnya isi alam pun pelan tapi pasti terancam habis. Penulis, dosen Fakultas Pendidikan Agama & Seni Unhi Denpasar
yang masuk parpol dikhawatirkan DPD tidak lagi bisa bekerja secara independen dan bebas dari tarik ulur kepentingan. ‘’Nanti kita susah untuk membedakan mana kepentingan partai mana kepentingan daerahnya, kalau DPD sudah banyak menjadi pengurus partai,’’ jelasnya. Indria menilai sanksi politik bisa diterapkan bagi anggota DPD yang masuk parpol.
Berak Edward Syah Pernong yang hadir dalam acara tersebut menuturkan, festival ogoh-ogoh bukan hanya milik masyarakat Bali, tetapi juga menjadi milik masyarakat Lampung Tengah. Membaurnya warga dari berbagai etnis dan suku menjadi bukti kerukunan umat beragama di Lampung Tengah sudah berjalan baik. ‘’Kekompakan ini harus diapresiasi. Festival ogoh-ogoh adalah ekspresi syukur sekaligus kesiapan umat Hindu menyambut Tahun Baru Çaka. Festival ini juga simbol instropeksi diri. Menghilangkan keangkaramurkaan, dan masyarakat Bali di Lampung Tengah pandai membaca diri, melakukan langkah-langkah yang mengarah kebaikan,’’ katanya. Melalui parade ogoh-ogoh, dia berharap akan membentuk masyarakat yang lebih baik, yang guyup dan santun. ‘’Sepakat dengan Bupati Mustafa, kebudayaan yang kita miliki harus dilestarikan. Saya mengapresiasi festival ogoh-ogoh ini, semoga menjadi akar budaya yang terus lestari sampai anak-cucu kita,’’ katanya. Sebelumnya digelar acara Melasati yang berlangsung di Danau Tirta Gangga Kecamatan Seputihbanyak. Acara tersebut diikuti ribuan umat Hindu di Lampung Tengah. (ant)
Sanksi politik yang dimaksud adalah masyarakat tidak perlu memilih lagi caloncalon DPD yang menjadi pengurus parpol. ‘’Kalau tidak memperbarui aturannya. Ya… paling mereka layak untuk mendapat sanksi politik, tidak perlu masyarakat memilihnya lagi. Cari dan pilih calon yang lain, yang dari unsur perorangan kan masih banyak,’’ ujar Indria. (ant)
Jabatan Strategis Dari Hal. 1
Secara pribadi, Novanto yang kini duduk sebagai Ketua DPR-RI menilai Agung Laksono sebagai sosok yang komplit karena pernah memegang jabatan strategis, baik di lembaga parlemen maupun di pemerintahan. Di DPR, Agung Laksono pernah menjadi Ketua DPR-RI dan di pemerintah pernah menjabat sebagai Menko Kesra di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Di luar lembaga negara itu, Agung Laksono juga pernah menjadi Ketua Hipmi. Di tempat sama, Wakil Dewan Pakar Partai Golkar Mahyudin meminta DPP Golkar memberikan sanksi kepada GMPG yang mendorong diadakannya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub). Wacana itu, menurut Mahyudin, hanya akan menjadi benih perpecahan partai. ‘’Ada tindakan pecah belah partai, itu harusnya DPP tegas, harus berikan sanksi, jangan dibiarkan. Saya sih lebih setuju itu diberikan sanksi. Sanksi itu kan bisa berupa teguran, atau berupa pemberhentian,’’ kata Mahyudin yang juga Wakil Ketua MPR-RI. Dia meyakini, usulan itu tidak akan memengaruhi soliditas partai yang saat ini sangat
baik pascadualisme kepengurusan beberapa waktu lalu. ‘’Saya kira sih biasa, tapi kalau menurut aturan sendiri, rasanya mayoritas kader Golkar solid tidak ada yang menginginkan untuk munaslub,’’ tegasnya. Menurut Mahyudin, bukan hanya saat ini saja sebenarnya kasus korupsi pernah menerpa partai. Bahkan, di era Ketua umum Partai Golkar Akbar Tanjung, terpaan kasus korupsi yang dialami lebih dahsyat lagi karena saat itu Akbar Tanjung sempat ditahan di Kejakasaan Agung. ‘’Kita kan Golkar biasa aja jatuh-bangun tuh, dinamika PG. Dulu juga zaman Pak Akbar Tanjung kita pernah mengalami yang segini, bahkan lebih parah saya kira ya. Waktu itu kasus Bulog gate, Pak Akbar sempat masuk tahanan, sempat didakwa bersalah, dulu tidak ada tuh kita berpikir munaslub, apalagi sekarang kan. Masih jauhlah,’’ ujarnya. Mahyudin juga menegaskan, tidak mudah menggelar munaslub karena ada syarat dan mekanisme yang harus dilalui seuai AD/ART partai. ‘’Itu kan harus ada sebabnya, dan syarat sebabnya belum memadai, syaratnya tidak terpenuhi. Jadi tidak mungkin ada munaslub,’’ tegasnya. (kmb4)
Kebijakan Ekonomi Dari Hal. 1
Selebihnya, ada 2,10 persen responden tidak memberikan jawaban. Mereka umumnya mengaku tak paham betul dengan kebijakan ekonomi dan agenda pemerintah dalam mengelola paket kebijakan ekonomi. Responden mengatakan sejumlah pa-
ket kebijakan ekonomi hanya populer saat diumumkan, sedangkan realisasinya tak jelas. Responden mengatakan pemerintah saat ini harus segera melakukan terobosan agar kebutuhan bahan pokok terjangkau. Jika ini tak dilakukan, maka daya beli yang rendah akan menimbulkan gejolak sosial. (dir)
Unofficial tally points to second vote for Indonesia capital
balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost
Senin Umanis, 27 Maret 2017
Festival Monolog 100 Putu Wijaya
Sastrawan Muda Bali Tunjukkan Karyanya Sastrawan muda dan seniman di Buleleng pertama kalinya menggelar Festival Monolog 100 Putu Wijaya. Pementasan di Buleleng ini adalah yang pertamakali dipusatkan di Rumah Belajar Mahima Jalan Pantai Indah, Singaraja. Festival Monolog ini digelar sebagai bentuk apresiasi terhadap Putu Wijaya atas hasil karyanya. Dia adalah sastrawan yang paling banyak menelorkan karya di antara sastrawan lainnya di Indonesia. Tahun 2016 lalu, Putu Wijaya membukukan hasil-hasil karya sastranya dalam sebuah buku 100 Monolog. Penggagas festival Putu Satria Kusuma, mengatakan ada alasan penting mengapa festival dipilih di Buleleng sebagai pementasan monolog ini. Selain sambutan yang luar biasa, karena ada sekitar 62 monolog yang dimainkan oleh sastrawan muda Bali Utara di berbagai tempat, juga karena Putu Wijaya mengenal teater modern pertama kali di Singaraja, saat dia bermain dalam sebuah sanggar teater pelajar di SMAN 1 Singaraja. “Sebagai bentuk apresiasi terhadap sosok Putu Wijaya dan karyanya yang saya kenal. Buleleng menjadi tempat pertama pementasan monolog ini karena Putu Wijaya memang pertama kali mengenal teater modern di daerah ini,” katanya. Bukan hanya itu, festival monolog juga dimanfaatkan untuk menggelorakan teater murni, terlepas dari even pemerintah. Selama ini, even pemerintah di bidang teater juga sangat minim dan terbatas. Jika pemerintah memaksa untuk menggelar even maka harus ada relasi kekuasaan atau birokrat. “Karena itu kami melakukan gerakan teater swadaya supaya teater ini tidak mati. Secara swadaya, mulai dari zonasi pementasan secara mandiri, mencari pemain dan lainnya mendapat sambutan positif dari banyak kalangan. Donasi juga ada yang masuk dan itu lebih banyak bersifat pribadi,” imbuhnya. Salah satu sastrawan Buleleng Hardiman juga menyambut positif Festival Monolog 100 ini. Menurut dosen Seni Rupa Undiksha Singaraja ini, festival monolog di Singaraja ini mencerminkan perkembangan dunia sastra, di Buleleng semakin baik. Selain orasi budaya Putu Wijaya yang dibacakan oleh Putu Satriya Kusuma, ada tiga pementasan di hari pertama, di antaranya “Kemerdekaan” yang dimainkan oleh Julio Saputra. Monolog Kemerdekaan garapan sutradara Kadek Sonia Piscayanti dari Komunitas Mahima. Ada juga lakon monolog “Ih” garapan Putu Satriya Kusuma. Putu Satriya menyerahkan lakon ini kepada pemainnya, Ayu Sri Damayanti. Serta lakon ketiga yakni, monolog dengan judul “Surat Kepada Setan” dimainkan seniman Teater Kalangan, Anak Agung Ngurah Anggara Surya dan I Ketut Manik Sukadana. Ayu dilatih selama kurang lebih satu bulan. Dia pemain drama gong yang sudah terbiasa melakoni spesialisasi peran seorang tuan putri. Akting seperti itu sangat pop dan tidaklah banyak tantangan. Akan tetapi, di balik proses penggemblengan Ayu, Putu Satriya justru menemukan pintu masuk untuk mengubah karakater akting drama gong Bali Utara. (mud)
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, (0361) 233801 Facsimile:
60 Tahun UE
Anggota Tanda Tangani Deklarasi Roma Roma (Bali Post) -
Negara-negara Eropa harus berhenti bertikai jika ingin tetap mempertahankan kesatuan Uni Eropa, kata sejumlah tokoh pada Sabtu (25/3) di Roma pada acara peringatan 60 tahun berdirinya organisasi tersebut. Dalam acara itu, sebanyak 27 negara anggota menandatangani pernyataan bersama mengenai persatuan dalam dokumen berjudul Deklarasi Roma.
Namun, penandatanganan deklarasi tersebut terasa ironis mengingat empat hari kemudian, Perdana Menteri Inggris Theresa May, yang tidak hadir di Roma, akan menyampaikan pengunduran diri negaranya secara resmi dari Uni Eropa. “Kita telah berhenti di tengah jalan. Dan ini telah menyebabkan krisis penolakan oleh publik,” kata Perdana Menteri Italia Paolo Gentiloni, menyinggung keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Dia mengatakan bahwa kegagalan Uni Eropa untuk menerapkan terobosan kebijakan selama periode kemunduran ekonomi yang berlangsung satu dekade, telah membuka peluang bangkitnya sentimen “nasionalisme sempit. “Deklarasi Roma, menawarkan titik awal baru untuk 10 tahun ke depan,” kata Gentiloni. Meski demikian, sejumlah negara lain masih khawatir un-
tuk menyerahkan kewenangan mereka kepada institusi organisasi internasional seperti Uni Eropa, yang diperlukan untuk integrasi yang lebih dalam. Pemerintah nasionalis di Polandia misalnya, telah berulangkali memprotes Eropa yang bergerak terlalu cepat sehingga akan meninggalkan negara eks komunis tersebut di kelas kedua. Sementara itu sejumlah pemimpin lain memuji “generasi perang” dari seteru lama, Prancis dan Jerman, yang bersedia menandatangani Traktat Roma di ruang yang sama pada 25 Maret 1957 bersama Italia, Belgia, Luxemburg, dan Belanda. Kepala eksekutif Uni Eropa, Jean-Claude Juncker, mengaku masih ingat bagaimana ayahnya dipaksa bergabung dengan tentara Jerman selama Perang Dunia II. “Pada hari ini, kita telah memperbaharui komitmen akan sebuah perserikatan yang
tidak terpecah,” kata Juncker di depan para pemimpin negara anggota yang hadir. Donald Tusk, kepala panitia pelaksana acara di Roma pada Sabtu, menceritakan bagaimana dia tumbuh di tengah reruntuhan gedung bekas perang di Polandia di bawah pemerintahan komunis yang membatasi kemerdekaan warga. Kanselir Jerman Angela Merkel, tokoh paling berpengaruh di Uni Eropa, menekankan bahwa organisasi tersebut merespons keresahan generasi muda yang tidak mengalami perang. “Pada masa depan, kita harus mulai mengkhawatirkan persoalan lapangan kerja,” kata Merkel kepada para wartawan. Menurut Merkel, para pemimpin harus merespons kekhawatiran masyarakat tentang ekonomi, kesejahteraan, migrasi, pertahanan di Eropa, demikian Reuters melaporkan. (ant) UNI EROPA - Bendera Uni Eropa berada di depan plakat yang berbunyi “Together We Stand, Divided We Fall” saat peringatan 60 tahun Uni Eropa di Roma, Italia. Bali Post/ap
Bali Post/dir
MAHABALI - Ogoh-ogoh Mahabali dari Banjar Gagah, salah satu peserta pawai ogoh-ogoh yang digelar Desa Pakraman Tegallalang yang dilaksanakan Minggu (26/3) kemarin. Pawai ini diikuti tujuh banjar adat di wilayah Desa Pakraman Tegallalang.