16 HALAMAN
NOMOR 320 TAHUN KE 70
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
SEJAK 1948
Pertumbuhan ’’Rasa Krisis’’
Bali Post/rin
GUBERNUR TERPILIH - Penetapan Koster-Cok Ace sebagai paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali terpilih oleh KPU.
Dilantik 17 September 2018
Koster Dapat Tugas Khusus dari Megawati Denpasar (Bali Post) KPU Provinsi Bali menetapkan Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur terpilih dalam Pilgub Bali 2018 di Wiswasabha Utama Kantor Gubernur Bali, Selasa (24/7) sore kemarin. Penetapan dilakukan setelah KPU menerima surat dari Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (23/7) lalu, yang menyebutkan Bali tidak tercantum dalam register perkara perselisihan hasil pilkada serentak 2018. Berdasarkan isi surat Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih akan digelar 17 September mendatang. Hal. 15 Gubernur Baru
Jakarta (Bali Post) – Prabowo dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Selasa (24/7) malam bertemu. Pertemuan untuk keduakalinya juga dilakukan di rumah kediaman SBY di Jakarta. Agendanya juga sama soal penjajakan koalisi pada Pilpres 2019. Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra, datang lengkap bersama sejumlah pengurus. Ada pula Rachmawati. Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono juga menyambut dengan tim yang lengkap.
PERTEMUAN - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menerima kedatangan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebelum melakukan pertemuan tertutup di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (24/7) kemarin. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari komunikasi politik yang dibangun Partai Demokrat dan Gerindra menjelang Pilpres 2019.
Prabowo tiba pukul 19.15 WIB. Kedatangan Prabowo disambut oleh SBY dan para petinggi Partai Demokrat dan Partai Gerindra yang telah datang mendahului sebelumnya. Prabowo dan SBY sama-sama menggunakan pakaian batik berwarna cokelat. Pakaian batik ini memang sesuai dengan dress code yang telah disepakati kedua pihak sebelumnya. Wakil Ketua Umum Demokrat Syarief Hasan mengatakan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto akan berdialog empat mata. ‘’Pertemuan empat mata saja,’’ jelas Syarief Hasan dijumpai di kediaman SBY, di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Selasa kemarin. Menurut Syarief, SBY dan Prabowo secara garis besar akan membicarakan tiga hal yaitu bertukar pandangan mengenai persoalan bangsa, membahas solusi mengatasi persoalan bangsa lima tahun ke depan, serta membicarakan seputar pilpres. Dia mengatakan mengenai pembahasan pilpres akan dibahas juga masalah calon wakil presiden. Terkait peluang putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono, mendampingi Prabowo di Pilpres 2019, Syarief menekankan jika memang itu yang terbaik bagi bangsa, maka Demokrat mendukung. Sebelumnya, juru bicara Tim Pemenangan Partai Gerindra Anggawira mengatakan, partainya meyakini upaya membangun koalisi dengan Partai Demokrat tidak terganggu dengan pernyataan Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono yang menyebut Agus Harimurti Yudhoyono sebagai figur ‘’anak kecil’’ yang belum berpengalaman. ‘’Soal pernyataan Bang Arief sudah dilakukan klarifikasi oleh Pak Prabowo. Saya yakin koalisi Gerindra dan Demokrat akan tercapai,’’ ujarnya, Selasa kemarin. Sebelumnya, Waketum Gerindra Arief Poyuono mengeluarkan pernyataan secara pribadi dengan menyebut putra Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono, masih ‘’anak kecil’’ dan belum berpengalaman dalam dunia politik, sehingga belum layak menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto. (kmb/ant)
pertemuan antara Presiden Jokowi dengan para ketua umum parpol mitra koalisi, sudah mengerucut dan sepakat pada satu nama. Menunggu Pak Jokowi mengumumkannya. Ya, sekitar pekan depan ditambah dua atau tiga hari. Menunggu waktu yang tepat,’’ kata Oesman Sapta Odang. Menurut Oesman Sapta, pada pertemuan yang berlangsung lebih dari dua jam tersebut, semua ketua umum partai politik mitra koalisi sepakat mendukung Joko Widodo sebagai calon presiden. ‘’Semua ketua umum parpol juga sepakat menyerahkan penentuan nama cawapres kepada Jokowi,’’ katanya. Ketua DPD-RI itu menceritakan, ketua umum partai-partai politik mitra koalisi pada pertemuan tersebut, semuanya bersikap negarawan yakni sepakat pada satu nama. ‘’Pada saat semua ketua umum parpol menyerahkan kesepakatan tersebut, Pak Jokowi tertawa sampai bahunya terguncang-guncang,’’ katanya.
Oesman Sapta Odang
Bali Post/ant
Dampingi Jokowi, Koalisi Partai Sepakati Satu Nama
Jakarta (Bali Post) – Koalisi partai pengusung Joko Widodo (Jokowi) pada Pemilihan Presiden 2019 telah menyepakati satu nama sebagai calon wakil presiden. ‘’Koalisi menyepakati secara bulat satu nama untuk mendampingi Jokowi,’’ kata Ketua Umum PPP M Romahurmuziy di Jakarta, Selasa (24/7) kemarin. Adapun penyampaian nama cawapres kepada publik diserahkan kepada Jokowi, baik waktu maupun tempatnya. ‘’Koalisi memberikan kehormatan tertinggi kepada Presiden Jokowi untuk mengumumkan pada saatnya,’’ kata Rommy, sapaan akrabnya. Menurut Rommy, koalisi juga menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi untuk menentukan waktu pendaftaran ke KPU pada hari-hari terakhir pendaftaran Pilpres 4-10 Agustus 2018. ‘’Menyesuaikan juga dengan kesibukan tugas-tugas negara yang beliau emban,’’ kata Rommy. Hal senada disampaikan Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang. ‘’Pada
Ketika ditanya apa maknanya, menurut Oesman Sapta, itu tandanya Joko Widodo setuju. Wartawan pun menanyakan lebih lanjut, soal cawapres itu dari parpol atau dari luar parpol? Oesman Sapta pun menegaskan bahwa kesepakatan ketua umum partai-partai politik mitra koalisi tidak membocorkannya, sampai Joko Widodo mengumumkan secara resmi siapa cawapres pendampingnya. Seperti diberitakan sebelumnya (BP, 24/7), bertempat di Istana Bogor, Presiden Jokowi bertemu dengan enam ketua umum partai anggota koalisi yakni Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum NasDem Surya Paloh, Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, dan Ketua Umum PPP Romahurmuziy. Salah satu agenda pertemuan adalah membahas cawapres yang akan mendampingi Jokowi selaku capres petahana pada Pilpres 2019. (ant)
Ketidakberpihakan Pemerintah Perburuk Kondisi Pertanian Bali PERNYATAAN Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang mengkritisi ahli pertanian di Bali dalam rapat kerja antara eksekutif dan legislatif, Senin (23/7), sangat disesalkan oleh Dekan Fakultas Pertanian Universitas Udayana (FP Unud) Prof. Dr. Ir. I Nyoman Rai, M.S. Apalagi, orang nomor satu di Bali itu menyebutnyebut tutup saja fakultas pertanian kalau ahli pertanian tidak bisa menyelesaikan masalah petani.
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Bahas Koalisi, Prabowo-SBY Kembali Bertemu
Bali Post
EKONOMI Indonesia pernah diguncang krisis hebat tahun 1997-1998. Bali pun tak luput dari keterpurukan. Saat itu nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melejit hingga menyentuh titik tertinggi 16.650 per dolar AS dari sebelumnya berada pada kisaran 2.000 per dolar. Sendi-sendi perekonomian pun terguncang hebat, mulai dari menipisnya bahan pokok dan biaya hidup semakin tinggi, meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja dan lainnya. Ekonomi mulai pulih ditunjukkan dengan menguatnya rupiah menjelang akhir tahun 1998 yang mencapai 8.000 per dolar AS. Hampir serupa terjadi di 2008, meski beda penyebab. Krisis ekonomi global imbas dari krisis ekonomi di Amerika ini juga ditandai dengan melemahnya nilai tukar rupiah hingga kisaran 9.000-10.000 per dolar AS. Pelemahan rupiah makin menjadi-jadi di 2009. Harga dolar AS menyentuh Rp 11.800 hingga Rp 12.000. Dampaknya pun hampir sama dengan krisisis moneter (Krismon) 98, di mana harga barang naik, pemutusan hubungan kerja tak terbendung. Lagi-lagi rupiah rapuh dengan nilai tukar yang melemah hingga melampaui 14.500 per dolar AS pada pertengahan 2018. Bank Indonesia (BI) belum lama ini juga mengumumkan kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,5 persen. Sedangkan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi Mei 2018 sebesar 0,21 persen (MtM). Angka ini lebih tinggi dibandingkan tingkat inflasi April 2018 sebesar 0,10 persen. Pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal I 2018 juga hanya mencapai 5,06 persen (YoY), naik tipis dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya 5,01 persen. Di Bali, pertumbuhan ekonomi di triwulan I-2018 bila dibandingkan triwulan I-2017 (YoY) juga tumbuh 5,68 persen, namun melambat jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya 6,24 persen. Banyak hal yang menyebabkan hal itu terjadi. Pertama, sejak pemerintahan Jokowi-JK, penegakan hukum berjalan cukup baik. Hal. 15 Tingkat Pusat
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
Kendati demikian, Prof. Rai mencoba menanggapi pernyataan tersebut secara bijak dan menilai saat ini merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan sinergitas antara pemerintah daerah dengan perguruan tinggi (PT). Dalam mengatasi masalah yang membelit petani, katanya, pihak PT tidak akan bisa berbuat optimal jika tidak didukung oleh pemerintah. ‘’Terus terang, kami sebenarnya sangat menyesalkan pernyataan tersebut. Sejatinya, kami di Fakultas Pertanian tidak hanya diam melihat segala permasalahan yang dihadapi para petani. Sesuai disiplin ilmu dan kompetensi yang kami miliki, kami juga secara intensif mencari solusi terhadap permasalahan yang dihadapi petani. Selain melakukan pendampingan terhadap petani dengan turun langsung ke lapangan, kami juga melakukan serangkaian penelitian untuk memecahkan masalah di bidang pertanian,’’ kata Rai kepada Bali Post, Selasa (24/7) kemarin.
Rai menegaskan, lembaga pendidikan tinggi di Bali termasuk FP Unud secara kontinu melaksanakan aktivitas penelitian dan pengembangan teknologi karena hal itu merupakan tuntutan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Berbagai jenis penelitian juga dilaksanakan di bidang pertanian, termasuk dalam hal penanganan penyakit tanaman. Sejatinya, sebagian besar dari produk penelitian itu bersifat aplikatif, sehingga bisa dimanfaatkan oleh para petani untuk meningkatkan produksi pertaniannya. ‘’Sebelum diaplikasikan ke masyarakat petani, hasil penelitian itu harus melewati kajian terlebih dahulu di BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi - red). Saya akui tidak semua dari hasil penelitian itu tersosialisasikan dengan baik kepada petani di Bali, sehingga belum bisa dimanfaatkan secara optimal untuk membantu petani dalam memecahkan permasalahan yang dihadapinya,’’ katanya.
Menyikapi hal itu, Rai mengharapkan pemerintah daerah di Bali menjalin sinergitas dengan perguruan tinggi guna mengadopsi hasil penelitian tersebut dalam rangka memajukan sektor pertanian Bali. ‘’Kami di PT tentu saja sangat terbuka dan berbangga hati jika hasil penelitian itu bisa diaplikasikan untuk membantu petani. Bagaimanapun juga melakukan penelitian tersebut bertujuan untuk membantu petani. Dalam konteks ini, kami di lembaga pendidikan tinggi tentu saja sangat memerlukan dukungan pemerintah daerah untuk memfasilitasi agar hasil-hasil penelitian tersebut sampai ke petani dan bisa diaplikasikan oleh petani,’’ tegasnya. Selama ini, kata Rai, koordinasi antara Fakultas Pertanian Unud dengan Dinas Pertanian Provinsi Bali dan Dinas Pertanian kabupaten/kota di Bali cukup bagus. Hal. 15 Sudah Terjalin
Bali Post/ant
’’…Dalam konteks ini, kami di lembaga pendidikan tinggi tentu saja sangat memerlukan dukungan pemerintah daerah untuk memfasilitasi agar hasilhasil penelitian tersebut sampai ke petani dan bisa diaplikasikan oleh petani.’’ Nyoman Rai
’’Daripada saling menyalahkan seperti ini, tentu akan jauh lebih bijaksana jika sinergitas antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi itu yang ditingkatkan untuk membantu petani keluar dari masalah yang dihadapinya.’’ Susanta Wirya
DENPASAR
2
Rabu Umanis, 25 Juli 2018
Hasil Verifikasi KPU
FIGUR Tak Perlu Gengsi MENYANDANG status SMK, mau tak mau harus mampu mengantarkan lulusannya siap kerja dan membuka usaha mandiri. Saat ini masyarakat cenderung memilih jurusan pariwisata, seperti Jasa Boga. Kecenderungan ini wajar terjadi, karena menurut Kepala SMK PGRI 4 Denpasar Drs. I Ketut Suarya, M.Pd., program ini multifungsi. Lulusan Jasa Boga memiliki peluang kerja yang besar. Selain bekerja di sektor pariwisata yang memang banyak diserap di Bali, juga bisa membuka usaha mandiri. Buktinya banyak lulusannya membuka usaha kecil-kecilan seperti berjualan laklak Bali, membuka dagang nasi Bali, membuka angkringan Bali, nasi yasa, dan lain-lain. Suarya yang juga Bendahara PGRI Kota Denpasar ini justru senang anak didiknya mau bisnis kecil-kecilan, sebab konsep orang Bali memang memulai dari kecil untuk menjadi pengusaha besar. Ini artinya sekolah sukses menanamkan jiwa dan semangat kewirausahaan. Ilmu manajemen dan cara membuat olahan didapatkan di sekolah, tinggal digabung dengan semangat kerja keras. ‘’Lulusan SMK PGRI 4 tak perlu gengsi bisnis kecil-kecilan,‘’ tegas Suarya, Selasa (24/7) kemarin. Selain mengisi sektor informal, Suarya mengatakan, lulusannya banyak juga yang go-international menjadi tenaga kerja di kapal pesiar untuk AS dan Turki. Hal ini dampak dari penguatan penguasaan bahasa Inggris, khusus untuk hotel dan kapal pesiar. Materinya 80 persen praktik percakapan, ditambah empat bulan magang. Makanya dia bersyukur tahun ini SMK PGRI 4 Denpasar merekrut 360 siswa baru yang akan disiapkan menjadi SDM yang memiliki masa depan. (sue)
Libatkan Sepuluh Negara
BICF Ke-7 Dimeriahkan 146 Grup Paduan Suara Denpasar(Bali Post) Bandung Choral Society menggelar Bali International Choir Festival (BICF) ke-7 tahun 2018. BICF yang mengusung tema ‘’Wonderful BICF, Singing Together is Better’’ ini akan berlangsung selama lima hari, 24 hingga 28 Juli di Bali. Sebanyak 146 grup paduan suara peserta festival memeriahkan event akbar ini. Mereka berasal dari sepuluh negara, yaitu Kanada, Latvia, Lithuania, Polandia, Tiongkok, Malaysia, Filipina, Korea Selatan, Thailand dan Indonesia sebagai tuan rumah dengan delegasi dari 26 provinsi untuk ikut berkompetisi. Presiden Direktur Bandung Choral Society Tommyanto Kandisaputra, Selasa (24/7) kemarin mengatakan, tema BICF 2018 mengandung makna, melalui paduan suara dapat menjalin kerja sama antarnegara dan menjaga perdamaian dunia. Ketika dunia tidak dapat menyelesaikan masalah kemanusiaan melalui gerakan ekonomi global, politik dan perjanjian damai, bernyanyi bersama bisa membentuk jembatan antarbangsa yang bahagia. ‘’Dan kita bisa melihat sendiri di BICF ini. Antusias negara yang terlibat di dalamnya bertambah signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menandakan bahwa melalui bernyanyi, paling tidak bisa menjalin hubungan komunikasi yang baik dengan negara lain,’’ katanya. Tommy menjelaskan, BICF bisa diikuti paduan suara dari segala usia dan ragam musik. Pasalnya, BICF 2018 ini diikuti 16 kategori dari kelompok usia dan gender dengan kategori Children’s Choir, Teenager’s Choir, Mixed Youth Choir, Mixed Choir, Senior Choir, Female Choir, Male Choir. Dari jenis musik ada kategori Pop & Jazz, Music of Religions, Musica Sacra, Gospel & spiritual, Scenic Folk dan Folklore. Sementara untuk paduan suara dengan amplifikasi ada kategori Acappela, Vocal Group, dan Show Choir. Tidak hanya itu, 16 ahli paduan suara dunia juga dihadirkan sebagai juri pada perhelatan BICF tahun ini. Lima di antaranya adalah para wakil presiden dari International Federation of Choral Music (IFCM) dan beberapa musisi kenamaan dari Indonesia, di antaranya Hee Churl Kim (Korea selatan), Maria Guinand (Venezuela), TJ. Harper (USA), Karen Grylls (New Zealand), Moe Naing (Myanmar), Miguel Felipe (USA), Tommyanto Kandisaputra (Indonesia), Zechariah Goh (Singapura), Joy Hirokawa (USA), Joey T. Nilo (Filipina), Andreas Sugeng (Indonesia), Catharina Leimena (Indonesia), Daud Kosasih (Indonesia) dan Avip Priatna (Indonesia). Dipilihnya Bali sebagai tempat penyelenggaraan karena keindahan alam dan pariwisata Bali sudah dikenal di seluruh dunia. Hal ini menyebabkan wisatawan termasuk peserta paduan suara dari mancanegara ingin datang ke Bali. Tidak hanya untuk tampil di panggung, tetapi ingin menikmati keindahan alam dan budaya yang ada di Bali. (win)
Bali Post/win
BICF - Para juri dan Indonesian Youth Choir berfoto bersama di presscon BICF ke-7 tahun 2018, di Prime Plaza Hotel, Sanur, Selasa (24/7) kemarin.
Topik : Harga Telur Ayam Capai Titik Tertinggi
Semua Parpol Perlu Perbaiki Berkas Denpasar (Bali Post) -
Pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg) telah dilakukan 14 partai politik (parpol) di KPU Denpasar. Dari hasil verifikasi, KPU menemukan semua parpol perlu melakukan perbaikan berkas bacalegnya. Parpol memiliki masa perbaikan atau melengkapi berkas yang kurang hingga 31 Juli mendatang. Hal ini ditegaskan Ketua KPU Kota Denpasar I Gede John Darmawan didampingi Komisioner KPU I Wayan Arsa Jaya, Selasa (24/7) kemarin. Dia mengungkapkan, hasil verifikasi telah diserahkan ke parpol masing-masing. Selain masalah kekurangan dokumen, ada juga dua bacaleg yang berstatus Perbekel dan empat orang PNS. ‘’Semua parpol ada perbaikan kelengkapan dokumen bakal calon. Seperti ada kekurangan pas foto terbaru, ijazah belum dilegalisir, termasuk surat pengunduran
diri,’’ kata John Darmawan. Arsa Jaya menambahkan, berkas dikembalikan lantaran berbagai hal. Misalnya, ada yang tak melampirkan pasfoto, surat keterangan sehat hingga nama di KTP elektronik berbeda dengan nama di BB1. ‘’Ada beberapa bacaleg yang belum melengkapi surat pendaftaran BB1 dan BB2,’’ kata Arsa Jaya.
Terkait dua bacaleg yang statusnya Perbekel dan empat berstatus PNS, Arsa Jaya mengatakan, sesuai ketentuan Bagi Calon Tetap (DCT), per 19 September nanti berkas mereka harus sudah dilengkapi SK pemberhentian sebagai Perbekel atau PNS. ‘’Dari empat bakal calon yang PNS, satu sudah menyertakan surat pengunduran diri,
tapi belum lengkap. Karena itu, semua kelengkapan berkas ditunggu hingga 31 Juli hingga pukul 24.00 Wita,’’ ujar Arsa Jaya. Setelah proses tersebut, lanjut Arsa Jaya, akan diteruskan dengan verifikasi terhadap perbaikan daftar calon dan syarat calon anggota legislatif. Proses ini berlangsung 1 hingga 7 Agustus mendatang. Kemudian dilanjutkan dengan penyusunan dan penetapan Daftar Calon Sementara (DCS) anggota DPRD Kota Denpasar dan keterwakilan perempuan, yang dilaksanakan 8 hingga 12 Agustus 2018. ‘’Setelah itu baru akan dilak-
sanakan pengumuman daftar calon sementara, antara 12–14 Agustus,’’ tegasnya. Sebelum ditetapkan menjadi Daftar Calon Tetap (DCT), masih ada proses seperti meminta masukan dan tanggapan dari masyarakat terkait DCS. Bila ada tanggapan masyarakat, maka kembali akan diminta klarifikasi ke parpol bersangkutan, termasuk jika nantinya ada pergantian DCS. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.
Penganugerahan Kota Layak Anak Nasional
Denpasar Raih Empat Penghargaan Sekaligus B E R T U R U T - turut penghargaan nasional diraih Kota Denpasar pada bulan ini. Kali ini empat penghargaan sekaligus diraih Kota Denpasar dalam Penganugerahan Kabupaten/Kota Layak Anak 2018, yang dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2018 yang jatuh pada 23 Juli. Empat penghargaan dimaksud, yakni Puskesmas Ramah Anak yang diperoleh Puskesmas 1 Denpasar Selatan, Sekolah Ramah Anak yang diperoleh SMP Dwijendra Denpasar, Forum Anak Daerah Terbaik, dan penghargaan Kota Layak Anak Kategori Nindya yang telah didapatkan berturut- turut selama delapan kali sejak tahun 2011. Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise di Dyandra Convention
Center Jalan Basuki Rachmat 93-1-5, Surabaya, Senin (23/7). Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa bangga sekaligus mengucapkan selamat kepada seluruh kabupaten/kota yang mendapatkan penghargaan. ‘’Selamat bagi yang menerima penghargaan, semangat terus menuju 2030 Indonesia Layak Anak,’’ ungkapnya. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra menyampaikan, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah yang sudah memperhatikan hak-hak anak. Ia berharap penghargaan ini bisa menjadi motivasi bersama dalam memperhatikan perempuan dan hak-hak anak. ‘’Bagi kami, anak-anak merupakan
masa depan yang harus diperhatikan sejak dini, sehingga nantinya mereka dapat hidup secara nyaman, aman, dan sejahtera dan pada akhirnya menjadi generasi penerus bangsa yang mempunyai karakter dan akhlak yang mulia,’’ tutur Rai Mantra. Penghargaan ini diberikan karena Denpasar dinilai berhasil dalam hal pemenuhan hak anak, salah satunya memberikan program kemanfaatan kepada masyarakat. Pemenuhan hak-hak anak ini, baik berupa pemberian ruang kreativitas kepada anak-anak di setiap program pemerintah hingga memberikan fasilitas yang nyaman kepada anak saat berinteraksi di luar lingkungan keluarga. Kepala Dinas Pemerdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Denpasar I Gusti Agung Laksmi Dharmayanti seusai menerima penghargaan mengatakan, Pemkot Denpasar
telah mampu memenuhi lima klaster persyaratan sebagai Kota Layak Anak yang dinilai tim pusat. Ke depan, Pemkot akan selalu meningkatkan kinerja demi mendukung
program pemerintah pusat menciptakan generasi anakanak yang GENIUS (Gesit, Empati, Berani, Unggul, Sehat) sesuai dengan tema HAN tahun ini. (ad1376)
KOTA LAYAK ANAK - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra berfoto bersama usai menerima anugerah Kabupaten/Kota Layak Anak 2018 di Dyandra Convention Center, Surabaya, Senin (23/7).
Diterima Wakil Wali Kota Jaya Negara
’’Torch Relay’’ Asian Games XVIII Melintasi Kota Denpasar KIRAB Obor Asian Games XVIII Tahun 2018 akhirnya tiba di Kota Denpasar, Selasa (24/7) kemarin, setelah di hari sebelumnya melintasi Kabupaten Badung dan Gianyar. Api obor ini disambut antusias ribuan masyarakat
Kota Denpasar. Memasuki wilayah Kota Denpasar, api obor ini dibawa oleh Menteri Pariwisata RI Arief Yahya bersama Menteri Koperasi dan UMKM A.A. Ngurah Gede Puspayoga di kawasan Subak Sembung Peguyangan, Keca-
ASIAN GAMES - Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Koperasi dan UMKM A.A. Gede Ngurah Puspayoga, Wakil Wali Kota Denpasar I G.N. Jaya Negara dan Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede saat serah terima api Obor Asian Games XVIII Tahun 2018 di Ekowisata Subak Sembung Peguyangan, Denpasar, Selasa (24/7) kemarin.
matan Denpasar Utara yang kemudian diserahkan kepada Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, pimpinan OPD serta Forkompinda Kota Denpasar. Iring-iringan Torch Relay Asian Games XVIII di Kota Denpasar yang dibawakan atlet Ade Rai, mengambil start dari Ekowisata Subak Sembung, melintasi Jalan A. Yani, Jalan Maruti, Jalan Sutomo, Jalan Gajah Mada, melintasi titik nol kilometer Kota Denpasar di kawasan Patung Catur Muka, Jalan Surapati, Jalan Kapten Japa, Jalan Cok Agung Tresna dan berakhir di Lapangan Puputan Niti Mandala Renon untuk selanjutnya beranjak menuju Mataram, NTB. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Torch Relay Asian Games XVIII ini melibatkan total 20.000 atlet, official dan media, ditambah
150.000 penonton asing. Jadi, total keseluruhan menjadi 170.000 orang penonton. Bahkan pihaknya telah menetapkan tujuh destinasi wisata yang dipromosikan selama penyelenggaraan Asian Games Tahun 2018, di antaranya objek wisata yang berada di Bali, Yogyakarta, Jakarta, Palembang dan sekitarnya. Promosi wisata ini, menurutnya, sudah dilakukan sejak tahun 2017. ‘’Ini merupakan sebuah event besar, tentu harus dimanfaatkan untuk mempromosikan pariwisata di Indonesia,’’ katanya. Terlebih lagi rangkaian kegiatan ini diliput dan disiarkan sedikitnya oleh 45 negara peserta Asian Games. ‘’Saya yakin kegiatan di Subak Sembung ini akan menjadi trending topic dan harus menjadi pembicaraan semua orang, karena di tempat ini ada sebuah event besar yakni kirab api obor Asian Games,’’ tegasnya. Wakil Wali Kota Jaya Negara atas nama Pemkot Denpasar mengucapkan terima
kasih yang setinggi-tingginya lantaran Denpasar dipercaya menjadi salah satu tujuan api obor Asian Games 2018. ‘’Mudah-mudahan dengan spirit api obor ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh atlet di Indonesia, serta bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah Asian Games. Tidak lupa juga mereka harus mampu menjunjung tinggi nilai sportivitas, berjuang dengan maksimal sesuai dengan spirit api obor Asian Games,’’ kata Jaya Negara. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Desire Mulyani mengatakan, kehadiran obor Asian Games diharapkan dapat memberikan dampak pada kepariwisataan di Kota Denpasar. Terlebih Kota Denpasar yang telah meraih penghargaan daerah terbaik Wonderful Indonesia, belum lama ini. Dengan kepercayaan pemerintah pusat memasukkan Denpasar sebagai daerah jalur kirab obor Asian Games, diharapkan mampu meningkatkan geliat pariwisata di Kota Denpasar. (ad1377)
Temui Menteri Qatar Terkait Perlindungan Warga Bali di Arab
Hindari Masalah Hukum, Wedakarna Ingatkan Calon TKI Bali Tidak Gunakan ”Holiday Visa” SETIAP tahun jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Bali selalu meningkat, khususnya di negara-negara jazirah Arab. Di sisi lain, minat pengusaha khususnya di bidang pariwisata terhadap SDM Bali juga meningkat tajam dari tahun ke tahun. Hal ini dikarenakan SDM Bali memiliki keunggulan baik dalam pelayanan dan karakter yang baik. Maka dari itu, dalam rangka pengawasan UU tentang Ketenagakerjaan (Pekerja Migran Indonesia/ PMI), anggota DPD-RI asal Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menemui H.E. Dr. Issa Bin Saad Al Jafali Al Nuaimi yang merupakan Menteri Pembangunan Tenaga Kerja dan Sosial Kerajaan Qatar, di Doha. Pertemuan ini juga dalam rangka mendorong implementasi kebijakan kerja sama khusus di bidang migrant worker yang berpedoman pada pertemuan antara Presiden RI Joko Widodo dengan Raja Qatar di Jakarta pada 2017. Dalam pertemuan tersebut, Senator Arya Wedakarna menyampaikan sejumlah masu-
kan terkait kepentingan Indonesia, di antaranya tentang sistem baru perlindungan TKI, di samping dorongan agar Qatar memenuhi aturan dan hakhak dasar TKI. ‘’Saat beracara di Kedutaan Besar RI di Doha, saya mendapatkan laporan bahwa ada dua TKI asal Bali yang sempat ditampung di shelter KBRI karena sejumlah masalah, walau akhirnya mereka sudah bisa pulang ke tanah air. Oleh sebab itu, saya ingatkan kepada para calon TKI termasuk keluarga dan orangtua mereka agar lebih waspada, alias jangan sesekali berangkat bekerja ke negeri orang tanpa dokumen yang sah dan prosedur yang baik. Selain terancam jerat hukum sesuai UU di Indonesia, bisa juga dipenjara di negara orang. Jadi saya minta TKI belajar wawasan, periksa dokumen, pelajari negara tujuan,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang anggota Komite III Bidang Tenaga Kerja dan Kesra ini. Ia juga mengingatkan, jangan sampai TKI Bali menggunakan visa holiday saat berangkat bekerja ke luar negeri. ‘’Sejak 2014 hingga kini,
Komite III DPD sangat sering menangani kasus masalah TKI non prosedural termasuk ada kasus TKI yang bermasalah hukum sampai terkena detention (kurungan) di negara orang. Siapa yang salah, tentu manusianya, karena sistem dan UU kita sudah sangat protektif. Saya ingatkan, jangan sesekali pergi ke luar negeri jika visa di paspor Anda adalah hisa holiday, termasuk jangan terperdaya dengan bujuk rayu agen ilegal dan agen di luar negeri yang menjanjikan akan bisa mengurus visa di negara tujuan. Itu bohong besar. Lebih baik mengeluarkan biaya sedikit lebih mahal dan sabar menunggu waktu daripada terjerat hukum. Di samping saya minta dari petugas imigrasi di airport agak lebih ketat dan selektif. Jika ada pemegang paspor orang Bali yang memakai Holiday Visa ke negara favorit TKI seperti Turki, Maldives dan negaranegara Arab termasuk TKI kapal pesiar, saya minta agar petugas imigrasi tegas menahan paspor TKI dan proses secara UU,’’ katanya.
MUHIBAH – Senator Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Menteri Pembangunan Tenaga Kerja dan Sosial Kerajaan Qatar H.E. Dr. Issa Bin Saad Al Jafali Al Nuaimi. Terkait agen-agen ilegal di Bali, pihaknya meminta pemerintah melalui dinas Terkait untuk melakukan screening. ‘’Sebenarnya gampang saja melacak agen ilegal atau oknum pribadi yang menjadi penyalur TKI ilegal. Tinggal bawa saja ke ranah hukum, diinterograsi oleh aparat, pasti akan ketemu kontak agen ilegal tersebut. Itu bisa dijerat dengan UU Perdagangan Orang, UU pidana terkait pemalsuan dan
penggelapan dokumen atau di UU Tenaga Kerja juga banyak sanksi hukum. Termasuk merapikan sistem KTKLN dan badan urusan tenaga kerja di Bali. Jika ada oknum pegawai pemerintah memeras, kita jerat dengan Perpres Nomor 87 Tahun 2016 tentang Saber Pungli. Sudah ada beberapa laporan masuk ke DPD Bali, tinggal kita sidak,’’ kata mantan Rektor Universitas Mahendradatta Bali ini. (ad1374)
BADUNG
Rabu Umanis, 25 Juli 2018
3
Arus Balik Sangat Kuat
Balawista Pantai Kuta Lakukan Pengawasan Ekstra Mangupura (Bali Post) Karakteristik ombak Pantai Kuta tidak banyak diketahui oleh wisatawan yang berkunjung. Oleh karenanya, petugas Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Pantai Kuta, harus melakukan pengawasan ekstra terhadap wisatawan. Pantai Kuta memiliki arus balik ombak yang sangat kuat dan juga terdapat palung laut di beberapa titik. Hal inilah yang tidak banyak diketahui wisatawan. ‘’Wisatawan yang datang ke pantai tak semuanya memahami karakteristik ombak,’’ ujar Kepala Pengawas Balawista Pantai Kuta Dewa Dwilaksana, Selasa (24/7) kemarin. Memang diakuinya, wisatawan yang berkunjung tidak sedikit dari luar daerah Bali, bahkan luar negeri. Untuk itulah, guna memberikan pelayanan yang baik kepada pengunjung pihaknya melakukan pengamanan ekstra pada empat pos jaga di Pantai Kuta. Akibat gelombang tinggi yang terjadi beberapa hari belakangan, kawasan Pantai Kuta sempat dilakukan penutupan total. Karena tinggi gelombang sangat berisiko bagi pengunjung. Meski saat ini sudah mulai dibuka, namun petugas Balawista tetap melakukan pemantauan. ‘’Kami terus melakukan pemantauan. Karena pengunjung masih banyak yang belum tahu area yang aman untuk berenang,’’ ujarnya. Dikatakannya, di Pantai Kuta meski sedang terjadi air surut namun arus lautnya masih kencang. ‘’Biasanya pengunjung seringkali bermasalah ketika air laut surut. Tak sedikit pengunjung mengira kalau arusnya lemah. Justru saat surut itu arus sangat kuat menarik ke dalam,’’ ucapnya. Dalam menghadapi kondisi seperti ini, pihaknya mengimbau agar semua pengunjung menaati rambu dan informasi yang disampaikan petugas. Saat ini kata dia pos penjagaan oleh Balawista sudah tersebar di semua pantai di Badung. Sebanyak empat pos di Kuta, tiga pos di Legian dan Seminyak, satu di Kerobokan, dan sejumlah pos lainnya. (kmb23)
Bali Post/kmb23
Alot, Perubahan Kelurahan Jadi Desa BALAWISTA - Petugas balawista mengawasi aktivitas wisatawan di Pantai Kuta.
Mangupura (Bali Post) -
Perubahan kelurahan menjadi desa di Kabupaten Badung tak berjalan mulus. Hingga kini, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Badung baru mengajukan permohoan register ke Pemerintah Provinsi Bali. Padahal pemerintah sebelumnya menargetkan paling lambat bulan Juli ini sudah ada pemilihan perbekel (pilkel) serentak untuk kelurahan-kelurahan yang menjadi desa. Berdasarkan catatan Bali Post, proses perubahan kelurahan mejadi desa telah muncuat sejak awal tahun 2018. Namun hingga kini, permohonan 16 kelurahan menjadi desa belum bisa terwujud.
Kelurahan yang menginginkan perubahan menjadi desa, seperti, Kelurahan Abianbase, Kelurahan Kapal, Kelurahan Lukluk, Kelurahan Sempidi, Kelurahan Sading, Kelurahan Kerobokan Kelod,
Korban Pengeroyokan di Diskotek Cabut Laporan
Mangupura (Bali Post) Kasus pengeroyokan di diskotek di Jalan By-pass Ngurah Rai, Kuta, tidak bisa diproses lanjut. Pasalnya, korban Gede KD (37) mencabut laporannya di Polsek Kuta. Belum jelas penyebab korban mencabut laporannya tersebut. ‘’Tidak tahu alasan korban. Yang jelas laporan kasus ini sudah dicabut,’’ kata Kanitreskrim Polsek Kuta Iptu Aan Saputra, Selasa (24/7) kemarin. Apakah kasus ini dihentikan penyidikannya? Aan Saputra mengatakan belum tahu. Pasalnya, akan dilakukan gelar perkara dan menunggu perintah pimpinan. ‘’Bisa saja diterbitkan SP3 (surat pemberitahuan penghentian penyidikan - red). Karena kedua belah pihak sepakat damai,’’ ujarnya. Sedangkan tindak lanjut penegakan hukum terhadap oknum polisi, Bripda Kadek
St, mantan Kanitreskrim Polsek Denpasar Barat ini mengakui tidak punya kewenangan untuk itu. Pasalnya, bila ada anggota bermasalah akan ditangani penyidik Propam. Seperti diberitakan, keributan terjadi di diskotek di Jalan By-pass Ngurah Rai, Kuta, Badung, Sabtu (21/7) lalu. Seorang pengunjung berinisial Gede KD (37) dikeroyok di toilet. Salah satu pelakunya oknum polisi berinisial Bripda Kadek St. Para pelaku sempat diamankan di Polsek Kuta. Kasus ini terjadi sekitar pukul 03.00 Wita. Awalnya korban asal Desa Lukluk Mengwi, Badung ini berjoget ria di hall diskotek. Tanpa sengaja dia menyenggol badan dan bagian vital seorang wanita yang berdiri di sampingnya. Setelah itu, korban menuju toilet untuk buang air kecil. Di sanalah korban dikeroyok. (kmb36)
Kelurahan Kerobokan, Kelurahan Kerobokan Kaja, Kelurahan Kedonganan, Kelurahan Tuban, Kelurahan Kuta, Kelurahan Legian, Kelurahan Seminyak, Kelurahan Benoa, Kelurahan Tanjung Benoa,
Kelurahan Jimbaran. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Badung Putu Gede Sridana saat dikonfirmasi, Selasa (24/7) kemarin, mengatakan pembahasan antara Pemkab Badung dan Pemprov Bali telah final. Namun keputusan apakah perubahan kelurahan menjadi desa akan disetujui, sepenuhnya kewenangan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri.
‘’Kami tengah mengajukan permohonan register ke Provinsi Bali. Setelah diberikan nomor register, pihak provinsi akan mengirim permohonan perubahan kelurahan menjadi desa tersebut ke pemerintah Pusat di Jakarta. Suratnya hari ini (kemarin) dikirim,’’ ungkapnya. Birokrat asal Denpasar itu optimis permohonan yang diajukan akan direstui, mengingat dari pesyaratan administrasi sudah
Bupati Giri Prasta Lantik 44 PNS Badung
PNS Baru Dituntut Jujur, Disiplin, dan Bekerja Keras BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta, Selasa (24/7) kemarin melantik dengan mengambil sumpah dan janji sebanyak 44 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Badung tahun 2018, bertempat di ruang Kriya Gosana Puspem Badung. Sebanyak 44 orang ini mayoritas adalah tenaga kesehatan yang bertugas sebagai bidan di sejumlah tempat kesehatan di Badung. Acara pengambilan sumpah/janji ini dihadiri Asisten Administrasi Umum Kabupaten Badung Cok Raka Darmawan, Kepala Inspektorat Ni Luh Suryaniti, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) I Gede Wijaya dan pejabat terkait di lingkup Badung. Dalam sambutannya, Bupati Giri Prasta menyampaikan apresiasi dan selamat kepada 44 pegawai yang disumpah menjadi PNS ini. Ia pun menekankan agar PNS baru ini bekerja secara sungguh-sungguh sebagai
abdi negara. ‘’Ada tiga hal yang saya tekankan kepada PNS yang baru diambil sumpah dan janjinya. Yaitu harus jujur, disiplin dan bekerja keras,’’ pesan Giri Prasta. Ia pun menjelaskan, bahwa dulu pengambilan sumpah/janji jabatan ini sesuai ketentuan hanya dilakukan pegawai struktural saja. Namun, sekarang berdasarkan aturan yang baru sumpah/ janji jabatan juga dilakukan untuk fungsional dan struktural. Sebanyak 44 orang PNS ini pun awalnya adalah pegawai honorer K-2, honor daerah dan bidan PTT. ‘’Saya berharap kepada PNS yang baru dilantik ini mereka bisa meneruskan yang dimaksud dengan kinerja. Kinerja yang dimaksud di sini tidak hanya dalam tatanan melayani masyarakat saja, tapi juga melihat eselonnya,’’ jelasnya. Lebih lanjut Bupati asal Pelaga ini juga berpesan kepada 44 PNS anyar ini
agar melaksanakan tugas pokok dan fungsi secara baik dan bertanggungjawab. ‘’Kalau sudah bekerja dengan baik, masyarakat bahagia tentu masalah kesejahteraan pegawai ini akan terus kami tingkatkan,’’ kata Giri Prasta. Sementara itu, Kepala BKPSDM Badung I Gede Wijaya dalam laporannya mengatakan bahwa peserta yang mengikuti pengambilan sumpah/janji PNS di lingkungan Pemkab Badung tahun 2018 sebanyak 44 orang PNS. Yang terdiri dari 43 orang yang diangkat sebagai PNS TMT 1 Mei 2018 dan satu orang lagi diangkat sebagai PNS TMT 1 Juni 2018. Dijelaskan juga bahwa pengambilan sumpah/janji PNS ini merupakan bagian dari upaya pembinaan PNS sebagai aparatur negara dan abdi masyarakat, dengan tujuan agar PNS mempunyai kesetiaan dan ketaatan terhadap Pancasila, UUD 1945, negara dan pemerintah, serta memiliki mental yang baik,
Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Vila
Mangupura (Bali Post)Tim gabungan Labfor Denpasar, Polresta Denpasar dan Polsek Kuta Selatan (Kutsel) terus melakukan olah TKP kebakaran puluhan Villa Blue Point dan Villa Ocean One di kawasan Labuan Sait, Pecatu, Kutsel. Pada Selasa (24/7) kemarin, tim gabuhgan kembali mendatangi TKP untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran tersebut. “Yang lebih paham mencari penyebab kebakaran ini kan Labfor. Jadi kita tunggu hasil penyelidikannya,” kata Kanitreskrim Polsek Kuta Selatan Iptu Andi Yaqin, saat mendampingi Kapolsek Kompol Nengah Patrem. Menurut Andi, pemilik atau pengelola vila belum ada yang melaporkan kejadian ini. Mesti demikian pihaknya terus menggali informasi di TKP. Ditanya indikasi kelalaian dalam kejadian tersebut karena api diduga muncul di proyek Ocean Wedding menggunakan Styrofoam. Andi menegaskan, banyak kemungkinan penyebab kebakaran tersebut. “Forensik yang bisa menjelaskan penyebab kebakaran,” tegasnya.
Apakah menggunakan styrofoam sebagai dinding bangunan ada izinnya? “Itu masih kami selidiki. Nanti kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait,” ungkap Andi. Kompol Patrem mengatakan, TKP adalah proyek dengan konstruksi rangka baja dan kondisi pengerjaan 60 hingga 70 persen dengan atap, lantai dan dinding terbuat dari styrofoam. Dalam pengerjaan proyek sehari-hari dengan peralatan dari listrik. Pada Senin (23/7) pukul 09.00 Wita adalah memasang rangka baja di lantai dua dan dikerjakan oleh enam orang. Kebakaran tersebut pertama kali diketahui oleh enam buruh proyek, yaitu Abdul Rosyid, Febri Pujo Handoko, Bima Listian Osi Saputra, Asasi Makdur, Ahmad Budi Santoso dan Kuku Sri Madona. Pukul 13.30 Wita mereka dikejutkan dengan kepulan asap pekat dari dinding lantai dua bangunan yang berbahan styrofoam. Melihat kepulan asap disertai kobaran api buruh proyek itu berlarian menuju tepi kolam. (kmb36)
Dipastikan Percikan Api Pengelasan Mangupura (Bali Post) Kebakaran yang menghanguskan Villa Blue Point dan Villa Ocean One di kawasan Labuan Sait, Pecatu, dipastikan berasal dari percikan api pengelasan. Sebab, pada wedding venue di kawasan Ocean One saat itu sedang dilakukan pengelasan. Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Badung I Wayan Wirya, S.E., M.Si.,
terpenuhi. Jika disetujui, akan dikeluarkan nomor desa berdasarkan keputusan Mendagri, sehingga dapat dilakukan pemilihan perbekel. ‘’Dari pengajuan ini akan dilakukan verifikasi, baik verifikasi administrasi dan lapangan. Kami yakin persyaratan admistrasi telah terpenuhi. Jika pihak pusat menginginkan verifikasi lapangan, maka akan dilakukan verifikasi ke lapangan,’’ pungkasnya. (kmb27)
Selasa (24/7) kemarin. Menurut Wirya, pada malam hari setelah kebakaran tersebut, pihaknya melakukan pertemuan dengan pemilik Ocean One. Dalam pertemuan tersebut, pemilik dikatakannya mengakui memang percikan api berasal dari aktivitas pengelasan. Dari data yang berhasil dihimpun oleh tim dari Damkar Badung, kebakaran tersebut tidak hanya menghanguskan dua vila,
namun juga Pura Les milik warga yang berada di dekat lokasi kebakaran. Dijelaskannya, rincian yang terbakar yaitu wedding venue Ocean One seluas 35 are, Villa Blue Point dengan luas dua hektar serta Pura Les. Diungkapkannya, lama penanganan dari pemadaman hingga proses pendinginan memakan waktu sekitar lima jam. ‘’Kami mengerahkan mobil pemadam kebakaran sejumlah 15 unit, termasuk
Bali Post/kmb23
Fire Jeep dari berbagai pos Damkar di Badung,’’ ujarnya. Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, kerugian ditafsir untuk wedding venue Rp 500.000.000, Pura Les Rp 500.000.000 dan Villa Blue Point Rp 3.000.000.000. Adapun harta benda yang bisa diselamatkan yaitu bangunan lobi, lima unit vila, dan bangunan penyimpanan barang. (kmb23)
MELANTIK - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta melantik dan mengambil sumpah serta janji PNS di lingkungan Pemkab Badung di ruang Kriya Gosana Puspem Badung, Selasa (24/7) kemarin. jujur, bersih, berdaya guna dan penuh tanggung jawab terhadap tugasnya dan dalam upaya mendukung usaha pemerintah untuk mendorong terwujudnya good governance dan clean government. ‘’Pengambilan sumpah/ janji ini sesuai dengan PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang
manajemen PNS. Di mana setiap calon PNS pada saat diangkat menjadi PNS wajib mengucapkan sumpah/janji,’’ tukas Wijaya sembari menambahkan, bahwa sebelum disumpah PNS yang beragama Hindu juga sebelumnya sudah melaksanakan upacara majaya-jaya. (ad1372)
Mangupura (Bali Post) – Pegawai negeri di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, tak bisa main-main dalam bekerja. Sebab, pemerintah setempat menerapkan absensi berbasis teknologi deteksi (scan) wajah. Pemasangan sistem yang dirancang di 400 titik ini hampir rampung. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Badung I Wayan Weda Dharmaja mengakui pihaknya tengah melakukan pemasangan sistem aplikasi absensi deteksi wajah. Bahkan akunya, pemasangannya di seluruh instansi dan lembaga pendidikan seKabupaten Badung. Sistem ini diterapkan di sejumlah instansi. Seperti SD, SMP, Puskesmas, Pustu, Kator Camat, Kantor Lurah/Desa, UPT, serta OPD. ‘’Sudah hampir 95 persen selesai absensi online-nya dan sekarang juga sudah sedang berkembang. Saat ini juga sudah berjalan pemasangan Wifi gratis,’’ ujar Weda Dharmaja, dalam Sosialisasi Media Teknologi Informasi Tahap III di SMA Negeri 1 Abiansemal, Selasa (24/7) kemarin. Setelah pemasangan alat pendeteksi, program absensi
tersebut akan diserahkan ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) untuk pengelolaan. Ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan pegawai. Sebelumnya, mantan Kabag Humas Badung itu mengatakan program ini berkaitan dengan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang diterima pegawai. Seperti diketahui, pembayaran TPP sebesar 70 persen bersifat statis dibayar rutin tiap bulan. Sisanya 30 persen TPP bersifat dinamis dengan rincian 15 persen dibayar tiap bulan berdasarkan absensi yang diverifikasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Sedangkan 15 persen lagi dibayar per triwulan berdasarkan realisasi anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang diverifikasi Bagian Pembangunan Setda Badung. ‘’Badung sudah menerapkan e-kinerja, di situ sangat berpengaruh sekali dengan pembayaran TPP masing-masing pegawai. Nah, salah satu indikatornya adalah tingkat kehadiran yakni absensi,’’ terangnya. (kmb27)
Hampir Rampung, Pemasangan Sistem E-Kinerja
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Obor Asian Games 2018 Lintasi Kampung Berseri Astra Denpasar
SETELAH mendarat di Yogyakarta, api Obor Asian Games 2018 dibawa dalam Pawai Obor/ Torch Relay mengarah ke timur Pulau Jawa melewati Solo, Malang, Probolinggo, Banyuwangi hingga Bali. Khusus di Denpasar, obor melewati Kampung Berseri Astra (KBA) di Kawasan Ekowisata Subak Sembung, Banjar Pulugambang, Selasa (24/7) kemarin. Hadir pada Torch Relay ini Menteri Pariwisata Arief Yahya serta Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga. Hal ini juga dirangkaikan dengan kampanye Astra 2018, Festival Kampung Berseri Astra. Di KBA ini, Astra berkolaborasi bersama masyarakat untuk mewujudkan wilayah bersih, sehat, cerdas, produktif, sekaligus mengangkat aktivitas-aktivitas yang mengusung kearifan budaya lokal. Menurut Boy Kelana selaku Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk., tahun 2018 Astra memasuki usia 61 tahun. Di usia yang sudah melewati kepala enam ini, cita-cita Astra sejak dulu tidak pernah berubah yaitu selalu untuk kesejahteraan bersama bangsa. Dikatakannya, sejak awal akan diadakan Asian Games, pihak Astra berkomitmen mendukung pelaksanaannya. Astra berkomitmen sebagai Official Prestige Partners untuk mendukung kesuksesan penyelenggaraan Asian Games. Selain itu, Astra mendukung Torch Relay keliling di 10 kota di Indonesia, salah satunya Bali. ‘’Melalui Torch Relay ini, Astra mengajak masyarakat Indonesia untuk menggaungkan Asian Games. Kita harus bangga menjadi tuan rumah,’’
PENYERAHAN OBOR - Menteri Pariwisata Arief Yahya (tiga dari kanan), Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga (tiga dari kiri), Boy Kelana Soebroto (kiri) dan Wakil Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara (kanan) menyaksikan penyerahan obor dari Riza Deliansyah (dua dari kanan) kepada Ketua Koordinator Wilayah Grup Astra Bali Haris Prasetya. pungkas Boy Kelana. Pada pelaksanaan Asian Games nanti, Astra akan mendukung dengan lebih dari 200 kendaraan operasional di Jakarta dan Palembang. ‘’Dukungan ini semata-mata untuk menyukseskan penyelenggaraan Asian Games,’’ katanya. Sementara itu, Riza Deliansyah selaku Head of ESR (Environment Social & Responsibility) PT Astra International Tbk. mengungkapkan, dipilihnya kawasan Eko Wisata Subak Sembung karena merupakan salah satu dari 73 kampung berseri milik Astra di 34 provinsi yang sudah ada saat ini. Banjar Berseri Astra di Subak Sembung bisa mewakili Bali dan merupakan Eko Wisata yang dapat
menjadi inspirasi kampung-kampung di Indonesia lainnya. Saat ini pihaknya sedang mengembangkan Kampung Berseri Astra baik dalam jumlah maupun konsep untuk menjadi desa sejahtera. Diharapkan nantinya bisa mewujudkan 300 desa sejahtera di 100 kabupaten di Indonesia. Di Bali baru ada satu desa berseri Astra yaitu Banjar Berseri Astra Subak Sembung yang dibentuk Juni 2015. Di sini ada empat hal yang dilakukan yaitu pendidikan, lingkungan, kesehatan dan kewirausahaan. ‘’Tema di masing-masing daerah berbeda-beda. Khusus untuk di Subak Sembung yang diambil adalah Eko Wisata,’’ ujar Riza. (bns1)
Marak, Penarikan Kendaraan di Luar Prosedur di Bali Denpasar (Bali Post) Aksi penarikan kendaraan konsumen atau debitur yang dilakukan di luar prosedur oleh debt collector atau tenaga jasa penagih di Bali semakin marak dan meresahkan. ‘’Jika dihitung, banyak sekali pengaduan konsumen tiap bulan, mencapai puluhan lebih. Kebanyakan aksi penarikan tersebut di luar prosedur atau tidak mematuhi aturan hukum yang berlaku,’’ tegas I Putu Armaya, S.H., Direktur Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Bali, Senin (23/7) lalu. Dalam tata penarikannya yang tidak sesuai prosedur, banyak kendaraan konsumen atau debitur di Bali ditarik paksa tanpa menunjukkan perjanjian fidusia. ‘’Langsung eksekusi, bahkan ada leasing (kreditur) melakukan penarikan kendaraan menggunakan fidusia palsu,’’ ungkapnya. Menurutnya, jika pihak leasing menggunakan jasa debt collector, itu sah-sah saja. Asalkan perusahaan leasing itu mematuhi aturan hukum ketika melakukan penarikan. Selama ini anggapan di masyarakat jika konsumen lalai tidak mampu membayar, dianggap bersalah karena cedera janji (tidak memenuhi janji). ‘’Namun, sangat jarang kita mengetahui pihak leasing juga melakukan pelanggaran hukum,’’ kata Armaya yang juga Pengurus Nasional Perhimpunan Advokat Perlindungan Konsumen Indonesia ini. Tindakan leasing melalui tenaga jasa penagihan yang mengambil secara paksa kendaraan beserta STNK dan kunci motor, dapat
Bali Post/kmb42
I Putu Armaya
dikenai ancaman pidana. Tindakan tersebut termasuk kategori perampasan seperti diatur dalam Pasal 368 KUHP atau Pasal pencurian 365 KUHP. Selain itu, tindakan tersebut termasuk pelanggaran terhadap konsumen yaitu Pasal 4 UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. ‘’Sebenarnya saya tidak semata-mata menyalahkan tindakan debt collector. Saya lebih menyalahkan tindakan leasing yang memberikan perintah untuk menarik paksa kendaraan konsumen yang akhirnya menyalahi aturan hukum,’’ ujar Armaya. Kementerian Keuangan telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan No.130/PMK.010/2012. Peraturan ini melarang leasing menarik secara paksa kendaraan dari nasabah yang menunggak pembayaran kredit kendaraan. Di samping itu, UU No.42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia sebenarnya memberikan jaminan kepada debitur dan kreditur dalam proses eksekusi atau penarikan kenda-
raan yang mengalami kredit macet. Tanpa adanya sertifikat fidusia, debt collector tidak boleh melakukan eksekusi di jalan karena berpotensi menimbulkan pidana. Dalam UU Jaminan Fidusia ini, diatur mekanisme eksekusi (penarikan) benda bergerak dari debitur. Debt collector tidak berhak mengeksekusi benda jika tidak dilengkapi dengan sertifikat jaminan fidusia. Dalam proses pelaksanaannya, pihak leasing dapat menunjuk atau bekerja sama dengan pihak ketiga (debt collector) untuk melakukan eksekusi (penarikan barang) dengan santun dan beretika serta tidak merugikan konsumen. Konsumen atau debitur bisa menanyakan kepada tenaga jasa penagih tentang sertifikat jaminan fidusia. ‘’Kalau tidak ada, tenaga jasa penagih tidak bisa melakukan eksekusi. Sebaliknya, dalam proses eksekusi ini, tenaga jasa penagih bisa menyarankan penyelesaian di kantor perusahaan leasing. Debitur pun bisa mendapatkan restrukturisasi apabila merasa keberatan dengan cicilan kredit. ‘’Bukan dengan cara penarikan paksa kendaraan. Itu melanggar prosedur,’’ tandas Armaya. Menanggapi hal itu, Kepala OJK Bali Nusra Hizbullah mengakui masih ada penarikan kendaraan secara paksa oleh perusahaan leasing, namun tidak banyak. Januari sampai saat ini, di wilayah kerjanya ada satu pengaduan terkait penarikan oleh leasing. Ia mengimbau finance agar tidak melakukan penarikan paksa. Kalau menggunakan jasa pihak ketiga untuk menagih, harus sudah bersertifikasi. (kmb42)
Oktober, Dibuka Penerbangan Banyuwangi-Kuala Lumpur
Banyuwangi (Bali Post) Jalur penerbangan dari Banyuwangi terus bergeliat. Bahkan, penerbangan ke luar negeri mulai di depan mata. Rencananya, Oktober 2018 dibuka jalur penerbangan Banyuwangi–Kuala Lumpur (Malaysia). Salah satu maskapai yang sudah memastikan pelayanan itu adalah Citilink, anak perusahaan Garuda Indonesia. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan jajaran Angkasa Pura (AP) II, pengelola Bandara Banyuwangi, terkait penerbangan internasional tersebut. ‘’Kami diminta mengirim surat ke AP II. Ini menjadi kabar gembira bagi perkembangan Banyuwangi, khususnya pariwisata,’’ ujarnya, Selasa (24/7) kemarin. Anas menuturkan, maskapai Citilink sudah melamar membuka rute baru tersebut. Bahkan, pihak AP II telah minta Pemkab Banyuwangi berkirim surat terkait hal itu. Ia optimis sarana pendukung penerbangan internasional bisa dipenuhi seperti imigrasi dan kargo. ‘’Sarana pendukung pasti siap. Jadi, tahun ini penerbangan ke luar negeri bisa terlaksana,’’ tegasnya.
Tak hanya ke Malaysia, maskapai NAM Air (Sriwijaya Group) juga akan membuka penerbangan dari Banyuwangi ke Tiongkok. ‘’Kalau yang ini masih dijajaki, tapi sudah tahap serius,’’ jelas Bupati dua periode ini. Air Asia juga melirik penerbangan langsung dari Banyuwangi ke Singapura. Pihaknya berharap tiga maskapai tersebut benar-benar membuka penerbangan langsung ke luar negeri dari Banyuwangi. Di tempat terpisah, Direktur Niaga PT Citilink Indonesia Andy Adrian Febriyanto menyatakan pihaknya ke Banyuwangi untuk menggarap serius penerbangan langsung Banyuwangi-Kuala Lumpur. ‘’Kami melihat Banyuwangi tepat dipasarkan ke Malaysia. Wisatawan asal negeri jiran tersebut mencari adventure tourism, seperti mendaki gunung dan menyusuri taman nasional,’’ jelasnya. Menurutnya, Banyuwangi memiliki Kawah Ijen, Taman Nasional Meru Betiri dan Taman Nasional Alas Purwo. Poin lainnya, Banyuwangi berdekatan dengan Bali, sehingga dari Banyuwangi, wisatawan bisa menyeberang ke Pulau Dewata. (kmb30)
Pacaran, Dua Pasangan Kekasih Dikeroyok
Banyuwangi (Bali Post) Niat memadu kasih, dua pasangan remaja asal Rogojampi, Banyuwangi, justru mengalami sial. Mereka menjadi korban pengeroyokan sekelompok pemuda saat plesir di Pantai Blimbingsari, Kecamatan Blimbingsari, Senin (23/7) malam. Akibat kejadian ini, salah satu korban mengalami luka robek di dagu. Dwi Utami (19) asal Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari mengalami luka robek di dahi. Sementara tiga rekannya hanya luka ringan, masing-masing Cindy Pratika Sari (15), Andri (19) dan Suksma (17), seluruhnya asal Desa
Patoman, Kecamatan Blimbingsari. Aksi pengeroyokan bermula saat dua pasangan sejoli itu menikmati malam di pinggir pantai. Sekitar pukul 19.45 WIB, ketika mereka duduk, tiba-tiba mendekat enam pemuda. Mereka bertanya ke salah satu korban dan berkenalan. Entah bagaimana, kawanan pemuda ini mendadak menyerang. Mereka menghajar Andri, lalu beralih ke pacarnya. Korban melawan, namun kalah banyak. Akibatnya, salah satu korban terkena pukulan di dagu hingga robek dan berdarah. Melihat korban terluka, para pelaku langsung kabur.
Korban kemudian dibawa ke Pusat Kesehatan Umum (PKU) Rogojampi. Mereka juga melapor ke Polsek Rogojampi. “Begitu mendapat laporan, kami langsung melakukan pengejaran. Saat ini pelaku masih buron,” kata Kapolsek Rogojampi Kompol Suharyono, Selasa (24/7) kemarin. Pihaknya juga meminta keterangan sejumlah saksi dan menggelar olah TKP. Hingga Selasa siang, motif pengeroyokan tersebut masih misterius. “Kami masih memburu pelaku dan mengumpulkan keterangan saksi. Motifnya masih kami dalami,” pungkas Kapolres. (kmb30)
Rabu Umanis, 25 Juli 2018
Pelatihan Pemahaman dan Penyiapan Borang Akreditasi Berbasis 9 Kriteria BAN-PT
Unwar Tingkatkan Akreditasi untuk Pertahankan Eksistensi dan Kualitas Diri
BADAN Penjaminan Mutu Universitas Warmadewa (BPM Unwar) menggelar Pelatihan Pemahaman dan Penyiapan Borang Akreditasi Berbasis 9 Kriteria BAN-PT di Ruang Sidang Sri Ksari Unwar, Selasa (24/7) kemarin. Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber yaitu Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D.Ak. dari Universitas Sebelas Maret Solo dan Ir. I Nengah Sujaya, Ma.Agr.Sc., Ph.D. dari Universitas Udayana yang dimoderatori Prof. Dr. I Nyoman Kardana, M.Hum. dari Unwar. Acara dibuka Rektor Unwar Prof. dr. I Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.Park. dan dihadiri Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si., Wakil Rektor III Unwar, Kepala BPM Unwar, serta seluruh pejabat struktural di lingkungan Unwar. Acara pelatihan diikuti 43 orang dari Unwar serta 55 orang asal Perguruan Tinggi (PT) di Bali, NTB dan NTT. Pelatihan ini membahas tentang penguatan PT melalui pemahaman Sistem Akreditasi PT Online (SAPTO) BAN-PT menyangkut dasar hukum, instrumen, bobot untuk setiap item, sistem akreditasi, dokumen akreditasi, proses APS (SAPTO), item penilaian, kriteria penilaian akreditasi sesuai Peraturan BAN-PT No.4 Tahun 2017 dan pemaparan tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Kepala BPM Unwar I Wayan Gede Merta, S.E., M.Si. mengatakan, akreditasi merupakan aset penting dan nyawa institusi PT atau program studi (prodi). Apabila tidak terakreditasi akan ada sanksi yang diberikan berupa tidak boleh menerima mahasiswa, tidak boleh mengeluarkan ijazah atau tidak boleh melaksanakan wisuda. Saat ini BAN-PT telah mengaplikasi program similarity check untuk mendeteksi kemiripan dokumen akreditasi. Terlebih akan diterapkan Instrumen Akreditasi PT (IAPT) versi 3.0 yang dilaksanakan efektif pada 1 Oktober 2018. Oleh karena itu, untuk pengajuan usulan akreditasi pada Oktober 2018
PELATIHAN - Narasumber Djoko Suhardjanto (paling kanan) didampingi Rektor Unwar I Dewa Putu Widjana, Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Bali A.A. Gede Oka Wisnumurti dan Kepala BPM Unwar I Wayan Gede Merta saat Pelatihan Pemahaman dan Penyiapan Borang Akreditasi Berbasis 9 Kriteria BAN-PT. harus menggunakan Instrumen ditanyakan pertama adalah akreAkreditasi Program Studi (IAPS) ditasi prodi dari perguruan tinggi versi 3.0. ‘’Pelatihan ini diharapkan tersebut,’’ tukasnya. bermanfaat, memberikan inspiSementara itu, Ketua Yayasan rasi dan meningkatkan penjaminan Kesejahteraan Korpri Bali A.A. mutu di masing-masing perguruan Gede Oka Wisnumurti menyatakan tinggi terutama di Warmadewa,’’ standar borang yang semula 7 tandasnya. kriteria menjadi 9 kriteria meruRektor Unwar Prof. Dewa Putu pakan tantangan tersendiri bagi Widjana menyampaikan, pelatihan PT negeri dan swasta di Indonesia pemahaman dan penyiapan bo- untuk bisa memenuhi kewajibanrang akreditasi berbasis 9 kriteria nya meningkatkan kualitas PT BAN-PT sangat penting dilakukan masing-masing. Apalagi di tengah untuk meningkatkan kualitas persaingan globalisasi seperti saat institusi. Akreditasi akan menjadi ini, kualitas institusi diharapkan tonggak dalam mempertahankan bisa bersaing dengan institusi luar dan meningkatkan eksistensi PT. negeri. Jadi, PT harus benar-benar Apalagi tidak semua PT swasta fokus dalam meningkatkan kualiyang berada di bawah naungan tas SDM untuk bisa menjawab Kopertis Wilayah VIII (Bali, NTB, tantangan tersebut. NTT) memiliki prodi dengan nilai Dikatakannya, Unwar terusakreditasi A. Oleh karena itu, di- menerus berupaya meningkatkan perlukan pemahaman yang jauh kualitas untuk mencapai visilebih komprehensif terkait akre- misi serta akreditasi yang lebih ditasi berbasis 9 kriteria BAN-PT. baik. ‘’Peningkatan kriteria dari 7 ‘’Orientasi dari borang akreditasi menjadi 9 kriteria akan menjadi 9 kriteria adalah output dan out- masalah apabila tidak serius, fokus come. Pelatihan pemahaman ini dan paham tentang apa yang harus sangat penting dilakukan dengan dikerjakan. Selain pengetahuan, harapan ke depannya semua prodi tindakan juga diperlukan untuk di Warmadewa terakreditasi A. meningkatkan mutu institusi,’’ Masyarakat yang ingin kuliah yang pungkasnya. (ad1373)
AQUA Mambal Meriahkan Festival Budaya Pertanian Kabupaten Badung 2018 PT Tirta Investama–Pabrik (Pabrik AQUA Mambal) telah berpartisipasi aktif pada agenda Festival Budaya Pertanian Kabupaten Badung sejak enam tahun sebelumnya. Tahun ini Pabrik AQUA Mambal melakukan penandatanganan MoU dengan Petani Organik Mambal Lestari dalam pemasaran beras sehat dan menyerahkan bantuan sarana produksi pertanian kepada lima orang petani yang melakoni pertanian organik di Desa Mambal, Kecamatan Abiansemal. Penandatanganan tersebut disaksikan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta di Jembatan Tukad Bakung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang. Bantuan sarana produksi pertanian diserahkan oleh Senior Manager External Relation Bali Forcy Tjandra. Di sela-sela acara pembukaan festival, Forcy Tjandra menjelaskan, Pabrik AQUA Mambal tidak hanya berkomitmen menjaga keberlanjutan pertanian di Mambal, namun juga ikut mendorong pelestarian lingkungan di hulu. Untuk daerah hulu di Desa Pelaga dan Belok Sidan, Kecamatan Petang, AQUA Mambal mengembangkan
BANTUAN – Senior Manager External Relation Bali Forcy Tjandra (kiri) menyerahkan bantuan sarana produksi pertanian kepada petani yang melakoni pertanian organik di Desa Mambal. program Ayung Lestari dengan kegiatan Konservasi, WASH (Water Access Sanitation Hygiene) dan Keanekaragaman Hayati, sedangkan di Mambal ada Pertanian Sehat Ramah Lingkungan. Forcy Tjandra menambahkan,
dengan berlandaskan konsep dual komitmen, perusahaan tidak hanya ingin meraih sukses di bidang bisnis, tetapi juga ingin berkontribusi terhadap sosial lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. (bns2)
POCARI SWEAT Ajak Puteri Indonesia 2002 Jadi Pembawa Obor Asian Games 2018 MENYAMBUT ajang pesta olahraga multi-event terbesar di Asia, Asian Games ke-18, yang akan diselenggarakan di Jakarta dan Palembang, Indonesia menggelar Torch Relay Asian Games 2018. POCARI SWEAT sebagai Official Partner Asian Games diberi kesempatan menjadi pembawa Obor Asian Games di tujuh kota di Indonesia. Selain itu, dengan bangga POCARI SWEAT memperkenalkan program Light up the Torch. Melalui kegiatan ini, POCARI SWEAT ingin menyemarakkan gaung Torch Relay Asian Games 2018 di Indonesia. Torch relay atau lari pawai obor merupakan tradisi rutin menjelang penyelenggaraan Asian Games. Api obor yang dibawa dari New Delhi, India, singgah di Yogyakarta sebagai kota pertama dan akan dibawa ke-16 kota lainnya di Indonesia. Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan ini, POCARI SWEAT mengirimkan perwakilannya untuk menjadi pembawa obor Asian Games di tujuh kota tepatnya di Yogyakarta, Solo, Bali, Palembang, Bogor, Bandung dan Jakarta. Melanie Putria (Puteri Indonesia 2002) ditunjuk oleh POCARI SWEAT sebagai pembawa obor di Bali yang merupakan kota ketiga dalam rangkaian Torch Relay
BAWA OBOR – POCARI SWEAT menunjuk Puteri Indonesia 2002, Melanie Putria (dua dari kiri), sebagai pembawa obor Asian Games 2018 di Bali. Asian Games 2018, Selasa (24/7) dukungan yang diberikan untuk kemarin. Indonesia, maka semakin besar Untuk menyemarakkan gaung nyala api dalam obor Asian Games Torch Relay Asian Games 2018, 2018. POCARI SWEAT memperkenal‘’Pada kesempatan ini POCARI kan program Light up the Torch. SWEAT ingin mengajak seluruh Melalui program ini POCARI masyarakat khususnya generasi SWEAT mengajak masyarakat muda untuk berpartisipasi dalam Indonesia berpartisipasi secara memeriahkan acara Torch Relay aktif dalam menyalakan Obor dan terus memberi semangat Asian Games 2018 sebagai bentuk kepada atlet yang akan berjuang dukungan dan semangat untuk untuk meraih prestasi di cabang Indonesia di Asian Games 2018. olahraga masing-masing,’’ tutur Program ini dapat diakses melalui Ricky Suhendar, Corporate Commicrosite di www.pocarisweat.id/ munication Direktur PT Amerta lightupthetorch. Semakin banyak Indah Otsuka. (bns3)
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Rabu Umanis, 25 Juli 2018
daerah
5
Imbas Penundaan Penyeberangan
Kunjungan ke Nusa Penida Turun 60 Persen
Bali Post/jay
TINJAU - Beberapa pegawai mengajak awak media dari Bali berkeliling meninjau lokasi Pertamina TBBM Ampenan, beberapa waktu lalu.
TBBM Ampenan Pasok Premium, Pertalite dan Pertamax dari Bali
Mataram (Bali Post) Perhelatan IMF-World Bank di Nusa Dua akan digelar Oktober 2018. Pemerintah, kepolisian dan TNI sudah menyiapkan segala sesuatunya. Begitu pula pihak PT Pertamina Persero, khususnya Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Ampenan, Lombok. Guna memperlancar jalannya kegiatan internasional tersebut, TBBM Ampenan menyediakan BBM pesawat untuk mengantisipasi kedatangan para delegasi ke Bali. Operation Head TBBM Ampenan La Imbo beberapa waktu lalu menyatakan pihaknya sudah menyiapkan stok avtur saat berlangsungnya sidang IMF-Word Bank. Bahkan, stok avtur akan ditambah. ‘’Untuk menyambut IMF-World Bank, kami lebih ke persiapan untuk menambah stok avtur. Berapa jumlahnya, nanti akan disesuaikan dengan kebutuhan mengingat para delegasi pastinya akan mendatangi sejumlah objek wisata di Lombok,’’ terangnya di hadapan awak media Bali di Ampenan. La Imbo juga menerangkan soal TBBM Ampenan. Mengenai suplai bahan bakar, TBBM yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso No.110, Ampenan, Mataram ini mengandalkan pasokan dari Depo Pertamina Manggis, Karangasem. ‘’Kami menerima pasokan BBM jenis premium, pertalite dan pertamax dari Depo Manggis. Sementara avtur didatangkan dari STS Kalbut menggunakan armada laut,’’ ucapnya. Jr. Officer Comm & Relation PT Pertamina MOR V Aries Buana menambahkan, Lombok menjadi salah satu destinasi wisata termasuk peserta sidang IMF-World Bank. ‘’Sudah kami siapkan. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar,’’ ucapnya. (kmb21)
Bocah Lima Tahun Digigit Anjing
Semarapura (Bali Post) Kasus gigitan anjing menimpa seorang bocah lima tahun di Desa Batumadeg, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Senin (23/7) sore. Korban Ni Kadek Dwi Amelia digigit anjing pada bagian kepala hingga mendapatkan tujuh jahitan. Informasi yang dihimpun Selasa (24/7) kemarin menyebutkan, kasus ini bermula saat Amelia bermain dengan anjing milik tetangganya. Tak berapa lama, anjing tersebut tiba-tiba menyerang bagian kepalanya hingga mengalami luka robek. Pihak keluarga langsung melarikan korban ke Puskesmas Nusa Penida III untuk mendapatkan penanganan medis. Selain harus mendapatkan lebih dari tujuh jahitan, korban juga harus disuntik Vaksin Anti-Rabies (VAR). Tujuannya untuk mengantisipasi terjadinya penularan rabies dari anjing yang telah menggigitnya. Salah seorang petugas puskesmas setempat, I Wayan Sudiartana, mengatakan setelah mendapat penanganan, pasien menjalani rawat jalan. Dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung Anak Agung Raka Arnawa menerangkan, pihaknya telah melakukan pengambilan sampel otak anjing yang menggigit korban. Hal itu dilakukan untuk memastikan anjing tersebut terbebas dari penyakit rabies. (kmb40)
Jual Pil Penenang, Dihukum Setahun Penjara
Denpasar (Bali Post) Dua orang pria yang menjual obat atau pil penenang merek ‘’Y’’ dihukum masing-masing selama setahun penjara oleh majelis hakim pimpinan I Dewa Budhi Watsara di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (24/7) kemarin. Mereka adalah Muhammad Aminullah dan David Indrawan asal Jember. Vonis tersebut lebih rendah dibandingkan tuntutan jaksa. JPU Harry Soetopo sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama setahun enam bulan (1,5 tahun). Majelis hakim menyatakan sepakat dengan jaksa bahwa perbuatan terdakwa telah memenuhi unsur pelanggaran, yakni Pasal 197 UU RI No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Sebelumnya, kedua pria tersebut ditangkap di Pelabuhan Benoa, persisnya di Dermaga Barat, oleh Dit. Polair Polda Bali. Saat ditangkap ditemukan tiga kantong plastik yang di dalamnya berisi pil ‘’Y’’ warna putih dengan rincian satu plastik berisi sembilan butir, satu plastik berisi 10 butir, sebutir pil sudah pecah dan satu kantong plastik berisi tujuh butir. Saat diperiksa, terdakwa tidak mampu menunjukkan surat izin edar atau penjualan obat pemenang tersebut. (kmb37)
Semarapura (Bali Post) Keluarnya surat edaran dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Benoa yang meminta semua operator/nakhoda kapal penumpang dan atau fast boat menunda pelayaran selama beberapa hari akibat cuaca buruk, berimbas signifikan terhadap kunjungan wisatawan ke Kepulauan Nusa Penida. Sejak adanya imbauan penundaan pelayaran tersebut, kunjungan wisatawan ke wilayah kecamatan ini mengalami penurunan hingga 60 persen. Kondisi itu diakui Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung I Nengah Sukasta, Selasa (24/7) kemarin. Dijelaskannya, menurunnya kunjungan wisatawan ke Nusa Penida sudah terjadi sejak lima hari terakhir. Nusa Penida yang biasanya dibanjiri wisatawan, kini sepi sejak adanya imbauan penundaan pelayaran bagi kapal penumpang dan atau fast boat. ‘’Dampaknya luar biasa di Nusa Penida. Wisatawan tidak ada yang bisa ke sana, karena keberangkatan boat dari pelabuhan dibatasi sekali,’’ terangnya. Berdasarkan informasi yang di-
dapatnya dari beberapa stafnya di Nusa Penida, kondisi perairan di laut cukup normal untuk diseberangi. Makanya ia mempertanyakan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Benoa yang mengeluarkan surat imbauan penundaan pelayaran untuk ketiga kalinya. ‘’Memang masalah keselamatan berlayar yang paling berkuasa adalah syahbandar sesuai undang-undang. Saya tidak mau melampaui itu. Tapi yang saya permasalahkan, kondisi laut kan bagus. Kenapa kok (penundaan pelayaran) diperpanjang terus. Akibatnya fatal di Nusa Penida. Tamu sepi,
Proyek ”Shortcut’’ di Yeh Ketipat Masuk Tahap Lelang Denpasar (Bali Post) Sedikitnya ada tiga proyek strategis yang kini dilaksanakan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah VIII di Bali. Dua proyek di antaranya bahkan sudah mendekati rampung yakni pembangunan underpass Tugu Ngurah Rai dan pelebaran Jalan Imam Bonjol di atas Tukad Teba. Sementara satu lagi yakni shortcut Mengwitani-Singaraja sedang dalam proses lelang. Kepala BBPJN Wilayah VIII I Ketut Dharmawahana dalam rapat kerja evaluasi program pembangunan Provinsi Bali Semester I Tahun 2018 di Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Selasa (24/7) kemarin, mengungkapkan khusus yang sedang proses lelang adalah shortcut 5-6 di Yeh Ketipat. Di lokasi itu kini terdapat hampir 15 tikungan. Selanjutnya akan dilakukan perbaikan geometrik, sehingga hanya tinggal lima tikungan saja. Proses pembebasan lahan untuk perbaikan geometrik dilakukan secara sharing dengan Pemkab Buleleng. Shortcut akan mempersingkat waktu tempuh dari lima menit menjadi 2-2,5 menit dengan kecepatan 40 km/jam. Fisik dari proyek multiyears ini ditargetkan rampung akhir 2019. ‘’Kami akan buat yang baru dengan ada satu jembatan, kurang lebih bentangnya 200
meteran. Mudah-mudahan yang ke Singaraja nanti bisa lebih nyaman,’’ jelasnya. Pihaknya juga akan memperjuangkan pembangunan shortcut 3-4 di Bedugul. Pemerintah daerah akan digandeng untuk mendapatkan anggaran dari pemerintah pusat, mengingat kawasan itu saat libur tergolong padat. Keberadaan shortcut diharapkan bisa mengurai kemacetan lalu lintas menuju Kebun Raya Bedugul. Dijelaskannya lebih lanjut, untuk underpass Tugu Ngurah Rai, progress-nya 88 persen. ‘’Sesuai jadwal, berakhir 20 Oktober. Karena ini kepentingannya untuk IMF, kami target berakhir 31 Agustus. Hampir maju 50 hari,’’ ujarnya. Menurutnya, underpass kini tinggal di-finishing. Selain itu, patung Ngurah Rai juga diganti dari segi bentuk dan tinggi. Penggantian ini sudah seizin pihak keluarga. Tinggi patung ditambah 60 cm karena yang sekarang tenggelam oleh bendera. ‘’Sekarang kita naikkan 60 cm dengan posisi seperti yang di bandara, beristirahat. Sekarang kan memegang pistol. Patung yang lama akan diambil oleh keluarga beliau,’’ jelasnya. Untuk proyek Tukad Teba, lanjut Ketut Dharmawahana, progress-nya sudah 47 persen dan akan berakhir 31 Desember mendatang. (kmb32)
pemberangkatan sembako dan lainnya terganggu karena waswas dengan surat ini,’’ katanya. Menyikapi masalah tersebut, pihaknya akan melakukan koordinasi kembali dengan instansi terkait. Ia berharap imbauan terkait penundaan penyeberangan yang dikeluarkan syahbandar disesuaikan dengan kondisi riil di laut. Jika gelombang laut normal, kapal dan boat agar dipersilakan menyeberang. ‘’Kalau bagus kenapa harus ada penundaan. Memang sih ini ramalan BMKG, saya tidak punya kemampuan meramal. Tapi kondisi di lapangan kan beda. Tidak separah yang dibayangkan,’’ ujar Sukasta seraya menambahkan, persoalan ini sudah dibahas bersama syahbandar dan dinas terkait pada 21 Juli lalu. Terpisah, Ketua PHRI Kabupaten Klungkung I Wayan Kariana juga mengakui kunjungan ke Nusa Penida mengalami penurunan signifikan sejak
adanya imbauan penundaan penyeberangan bagi kapal penumpang dan atau fast boat. Banyak wisatawan yang hendak ke Nusa Penida, Lembongan dan Jungut Batu membatalkan kunjungannya. Dampaknya, hunian hotel, restoran dan jasa transportasi turun drastis. ‘’Mereka yang sudah booking hotel banyak yang membatalkan pesanan,’’ ungkapnya. Pihaknya sudah melakukan upaya dengan mendatangi satuan kerja Syahbandar di Sanur. Pihak Syahbandar menjelaskan bahwa surat penundaan, bukan penutupan keberangkatan fast boat. Selama gelombang teramati, boat dipersilakan menyeberang. ‘’Kesimpangsiuran pemberitaan dan informasi tidak satu pintu mengakibatkan banyak wisatawan yang membatalkan kunjungan ke Nusa Penida. Padahal hari ini (24/7) beberapa fast boat tetap diberangkatkan. Misalnya Anggle Billabong Fast Boat tetap melayani rute Sanur-Nusa Penida,’’ jelasnya. (kmb40)
Pengesahan Perda RDTR Diminta Bersamaan dengan Revisi RTRW Denpasar (Bali Post) – Pembahasan Ranperda tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) telah memasuki tahap ketiga. Pansus XV DPRD Kota Denpasar bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Selasa (24/7) kemarin kembali membahas materi RDTR. Pembahasan dilakukan per wilayah, diawali Denpasar Selatan. Namun, dalam pembahasan mengemuka rencana revisi Perda No.27 Tahun 2011 tentang RTRW Kota Denpasar. Ketua Pansus XV Wayan Suadi Putra didampingi sejumlah anggotanya sempat menanyakan tentang pengesahan Ranperda RDTR yang mendahului pengesahan revisi Perda RTRW, mengingtat ada beberapa yang tidak sesuai dengan gambar yang dirancang dalam RDTR. Misalnya soal RIP Pelabuhan Benoa. Terhadap pertanyaan ini, Kabid Penataan Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Denpasar Ir. I Gede Cipta Sudewa, M.T. mengatakan, pihaknya sudah sempat melakukan konsultasi ke Pemprov Bali dan Kementerian terkait. Dari hasil konsultasi tersebut, pihak Kementerian menyatakan bisa saja Ranperda RDTR disahkan
menjadi Perda RDTR mendahului revisi Perda RTRW. Pernyataan ini kembali dipertegas anggota Pansus A.A. Susruta Ngurah Putra. Pihaknya mempertanyakan legalitas hasil konsultasi bila dijadikan dasar untuk melakukan pengesahan Ranperda RDTR mendahului pengesahan revisi Perda RTRW. ‘’Apakah punya kekuatan hukum hasil konsultasi ini bisa dijadikan pijakan untuk melakukan pengesahan Perda RDTR mendahului pengesahan revisi Perda RTRW. Pemerintah ini akan terus berlanjut, dan saya ragu bila terjadi pergantian pemerintah. Bila terjadi masalah hukum, yang kena bukan yang memberikan arahan saat konsultasi, tetapi pimpinan Kota Denpasar,’’ ujarnya. Oleh karena belum ada titik temu, maka diputuskan dalam waktu dekat akan dilakukan konsultasi lagi melibatkan anggota Pansus. Selain itu, sejumlah pertanyaan dilakukan secara tertulis dan akan meminta jawaban yang lebih jelas. Terlebih untuk wilayah Denpasar Selatan ada masalah krusial, yakni pada perubahan RIP Pelabuhan Benoa. ‘’Kami perlu konsultasi lagi ke Kementerian agar semua lebih jelas,’’ ungkap Cipta Sudewa. (kmb12)
OPINI
6
Rabu Umanis, 25 Juli 2018
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Penghapusan PR dan Sekolah Mitra Keluarga DUNIA pendidikan kita sering berubahubah. Ganti menteri ganti kebijakan sudah hal biasa. Sejak Kemendikbud dipimpin Muhadjir Effendy, banyak arah kebijakan pendidikan seperti terhentak-hentak. Yang pertama mengejutkan Presiden Jokowi dengan konsep full day school yang banyak tak cocoknya dengan kondisi di daerah. Namun, kabarnya konsep itu juga harus dilaksanakan. Kedua, ingin menarik semua guru PNS di sekolah swasta ke sekolah negeri. Kontan saja membuat penolakan dari segala komponen. Yang paling teranyar beberapa waktu yang lalu, Mendikbud Muhadjir Effendy menginstruksikan larangan pemberian pekerjaan rumah (PR) kepada siswa. Larangan pemberian PR kepada siswa ini dimaksudkan agar siswa tidak semakin terbebani oleh tugas sekolah. Selama di sekolah, siswa sudah banyak menerima materi pelajaran dan tak jarang siswa pulang hingga sore karena ada pelajaran tambahan atau kegiatan ekstrakurikuler. Siswa menjadi lelah saat sampai di rumah. Belum lagi jika sepulang sekolah, siswa masih harus mengikuti les privat baik di rumah maupun di lembaga bimbingan belajar. Dari segi psikologis kebijakan ini ada benarnya. Saat ini, seolah-olah anak-anak tak memiliki kesempatan berlibur dan mengisi dirinya dengan kegiatan rekreasi. Mereka sudah dijejali dengan tugas sekolah seharian. Belum lagi, anak-anak diharuskan orang tuanya mengikuti les sore. Hal ini menyebabkan siswa kekurangan waktu untuk sekadar bisa bermain-main dan bersosialisasi dengan temannya. Khususnya bagi siswa Sekolah Dasar, mereka jadi kehilangan masa anakanaknya dikarenakan beban PR yang harus mereka selesaikan. Siswa yang sibuk mengerjakan PR juga kekurangan waktu untuk ngobrol dengan orang tua mereka. Namun di sisi lain, Kemendikbud juga mengeluarkan kebijakan tentang sekolah mitra keluarga. Keluarga bersama sekolah adalah mitra kerja guna mengatasi berbagai permasalahan di sekolah. Program ini diluncurkan guna menjadikan anak didik mendapat perhatian dari semua komponen yakni guru di sekolah, orangtua di rumah dan lingkungan oleh masyarakat. Salah satu media untuk menggugah peran serta orangtua ikut memerhatikan anaknya adalah lewat memberikan pekerjaan rumah alias PR. Dengan maksud memberikan PR, anak bersama ayah dan ibunya atau kakaknya bisa berdiskusi soal materi PR. Ini adalah bagian penting pendidikan anak-anak guna mempertajam kemampuan menemuan sendiri jawabannya. Bukan semata-mata minta sama guru, namun PR juga melatih anak untuk makin giat membaca, belajar, dan menemukan sendiri jawabannya. Pengetahuan ini justru lebih tahan lama. Inilah problematik PR bagi siswa. Mana yang terbaik dihapus atau dibiarkan berjalan. Jawabannya sangat conditioning. Jika memang materi ajar tak mengharuskan siswa memahami dan mengaplikasikan alias hanya mengingat tak perlu guru memberi PR. Namun, jika mengharuskan siswa melakukan pendekatan tematik dan scientific, PR salah satu alat mencapai tujuan pendidikan dan ketuntasan belajar. Yang paling penting adalah jangan PR dijadikan oleh guru untuk menutupi kemalasannya mengajar di kelas. Tipe guru ini masih ada padahal mereka sudah menerima sertifikasi. Makanya guru harus diawasi oleh pengawas soal kinerjanya, bukan datang ke kelas setelah itu siswa ditinggalkan. Guru wajib mendampingi siswa belajar dan menemukan sumber-sumber belajar lainnya.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Parpol Mestinya Cerdas Mencalonkan Wakil Rakyat Konflik pencalonan dalam penentuan nama-nama calon legislatif (caleg) bermunculan di sejumlah kabupaten di Bali. Yang terasa gaungnya dari Tabanan dan Klungkung. Setidaknya, itu yang saya baca di Bali Post. Ini tentu realita politik yang memang sulit dihindarkan setiap ada pemilihan umum untuk menentukan calon wakil rakyat. Untuk itu, rakyat jangan terjebak dalam masalah ini. Biarkan pencalonan ini berproses di parpol. Nanti, getahnya tentu akan diterima parpol. Jika ada kader aspiratif yang dicoret tentu mereka akan melihat kader dari partai lain yang juga aspiratif. Yang saya tahu, kini ada penjegalan kader-kader berlian masuk daftar calon sementara (DCS) agar orang yang diharapkan lolos bisa terpilih. Cara pikir semacam ini tentu tak sepenuhnya benar. Migrasi pemilih bisa terjadi jika parpol lain menawarkan figur-figur tak berkualitas. Artinya, parpol harus cerdas dan peka publik dalam merekomendasikan calon legislatif, jangan hanya berdasarkan strategi politik dan kepentingan elite partai. I Made Tenaya, S.Pd. Gianyar, Bali
PR-ku Malang, PR-ku Sayang PR (pekerjaan rumah) adalah salah satu kegiatan belajar yang sangat penting bagi siswa. Sebagaimana namanya, PR dikerjakan di luar sekolah, di luar waktu belajar terjadwal. Karena itu, PR sama dengan jam tambahan.
Oleh Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum.
S
ehubungan dengan PR yang harihari ini kembali diperbincangkan, ada sejumlah pokok yang perlu kiranya mendapat perhatian bersama. Guru memiliki sejumlah alasan dalam memberi PR, seperti pengayaan, belajar mandiri, penerapan teori yang telah dipelajari, dan memperbanyak kesempatan berlatih. Namun, guru juga memberi PR di luar alasan mulia di atas. PR untuk mengganti porsi waktu dan materi (paket) belajar di sekolah (tatap muka). Hal ini terjadi karena beberapa kendala seperti guru tidak hadir karena manyama braya, mengikuti pelatihan kurikulum atau bimtek, hari libur, kegiatan dadakan yang mengambil waktu terjadwal. Maka, PR dipilih sebagai pengganti. Dari segi alasan pengayaan, berlatih belajar mandiri (secara perorangan maupun berkelompok), penerapan teori, dan memperbanyak kesempatan berlatih, maka PR sangat penting dilakukan oleh siswa bahkan karena itu pula harus mendapat perhatian keluarga (orangtua). Dengan demikian, orangtua mengikuti kegiatan belajar putra-putrinya. Namun dengan berbagai alasan ekonomi dan sosial, orangtua tidak memiliki waktu sehingga PR juga dinilai sangat membebani atau memberatkan orangtua. Maklum saja, anak-anak sering bertanya kepada orangtua mereka apa “jawaban” dari soal-soal yang dijadikan bahan PR. Hal ini tidak disukai oleh orangtua karena mengambil waktu dan menguras pikiran atau bahkan tidak berdaya karena si orangtua memang tidak tahu. Di sisi lain, orangtua iba melihat ketidakmampuan anaknya dalam mengerjakan PR. Orangtua mengalami konflik dalam dirinya,
antara iba atau belas kasihan dan ketidakberdayaan dirinya menjawab soal-soal PR untuk menolong atau membimbing anak-anaknya. Persoalan lain adalah sikap orang tua yang merasa tidak memiliki waktu untuk menemani anak-anaknya belajar. Sudah biasa terjadi, peran orangtua sebatas “menyuruh” rajin belajar, menyiapkan buku, paket internet, menyediakan kamar dan furnitur tempat dan fasilitas belajar di rumah, memenuhi sarapan pagi anak-anaknya. Namun, saat orangtua berkumpul pada malam hari di rumah, prime time-nya keluarga, mereka memiliki kepentingan yang berbeda: orangtua menikmati hiburan sinetron, gosip, acara olok-olok murahan di TV; dan anak-anak pergi belajar. Sedikit anak yang terbiasa dengan kondisi ini yang sanggup belajar dengan baik, termasuk dalam mengerjakan PR-PR-nya. Pada umumnya, prime time keluarga ini hanyalah waktu semu untuk belajar. Karena itu, agar semua jalan, kegiatan belajar anak di rumah dan orangtua tidak terganggu, maka orangtua yang berkecukupan mengikutkan anak-anak mereka dalam les privat. Jika ada larangan untuk memberi PR atau penghapusan PR maka ini akan menjadi kabar baik bagi orangtua. Orang tua tidak terganggu lagi oleh anak-anak mereka yang minta dibantu menjawab soal-soal. Sehingga pada prime time orang tua bisa lebih fokus menikmati televisi atau gawai. Intinya, beban orangtua dalam membantu, membimbing, dan menemani anak-anak mereka belajar di rumah, semakin ringan. Maka prinsip, menyerahkan semua urusan belajar dan pendidikan kepada lembaga sekolah, semakin paripurna. Bagaimana dari pihak guru?
Persoalan besarnya ada pada rasio guru dan siswa. Rasio ini berkaitan dengan kemampuan guru atau kesediaan waktu bagi seorang guru dalam memeriksa setiap PR siswa dan memberinya sejumlah catatan untuk feed back kepada siswa. Bayangkan seorang guru mengajar 200-300 siswa, harus membaca ratusan PR yang biasanya uraian atau penyelesaian operasi-operasi fisika/matematika. Masih tidak jelas manajemen waktu kerja guru, selain harus mengajar 24 jam per minggu. Apakah guru memiliki waktu lebih dan mau “berkorban”? Karena itu, sudah pada ghalibnya, nasib PR-PR siswa itu tidak jelas juntrungannya. Siswa tidak menerima umpan balik dari guru. Berkas PR-PR menumpuk semakin tinggi di meja guru. Ujungnya masuk rongsokan, akhir riwayat PR siswa. Saat ini, guru baru bisa menyuruh siswa bikin PR. Selebihnya, memeriksa, memberi umpan balik, bagaimana siswa mengerjakan (kerja sendiri, kerja sama, atau menyontek milik teman), guru sama sekali tidak tahu. Jadi, terkesan asal ada saja. Pengalaman menunjukkan bahwa PR kurang disikapi secara serius oleh para siswa. Banyak siswa mengerjakan PR di sekolah, sesaat sebelum pelajaran dimulai dan
dengan menyontek milik temannya. Karena itu, PR tidak bermanfaat untuk berlatih, memperdalam pemahaman, menjalani proses dalam belajar secara mandiri. Siswa bergeming terhadap PR. Usaha mereka sebatas bikin PR dengan cara menyontek punya kawannya. Hal ini bisa dihubungkan dengan kebiasaan guru memberi PR, yang sebatas memberi. Jadi, sebenarnya PR sangat mubazir. Dikaitkan dengan pengalaman sebelumnya, mencuatnya lagi wacana penghapusan PR dapat dipandang sebagai langkah untuk mengurangi formalitas kegiatan belajar di sekolah yang sarat dengan kepura-puraan. Hal ini sangat penting mengingat PR-PR guru kepada siswa tidak pernah dikaji manfaatnya. Paling-paling sebatas trik yang sudah “basi” dalam usaha guru agar siswa mau belajar di rumah. Dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penghapusan PR memang tidak bisa dipandang dari segi mengurangi beban belajar siswa, meringankan tugas orangtua dalam memantau kegiatan belajar anaknya di rumah, dan ketiadaan manajemen PR yang membantu guru mengelola kegiatan ini. Penghapusan PR penting dilakukan dalam rangka mengakhiri formalisme kegiatan belajar. Namun, perlu merumuskan bentuk atau jenis kegiatan belajar di rumah secara terstruktur bagi siswa, selain kegiatan belajar mandiri. Kegiatan ini harus lebih kreatif sehingga siswa tertarik mengerjakannya, baik secara individu maupun kelompok. Kegiatan ini tidak harus secara langsung berkaitan dengan satu materi yang telah dipelajari di kelas, yang
Oleh Robeth Fikri Alfiyan memprihatinkan, kebablasan, sisi lalin sangat menguntungkan. Politik selalu memunculkan apa yang tidak mungkin bisa mungkin dan setiap saat dapat berubah. Dalam tulisan ini, saya akan menguraikan figur seperti apa yang layak dijual Jokowi ke publik supaya terpilih kembali. Kriteria apa yang wajib diambil. Walaupun dalam realitasnya pemilihan presiden yang dilihat adalah kualitas calon presiden, namun bukan berarti mengesampingkan cawapres. Secara tupoksi cawapres bukan saja berperan besar dan dapat menutupi kekurangan capres. Ketepatan pemilihan cawapres tentu dapat mengantar menjadi pasangan yang benar-benar solid. Dan itu faktor dari keterpilihan. Lihat, 2014 pemilihan sosok Jusuf Kalla (JK) sebagai wakil presiden mendampingi Jokowi terbukti sangat ampuh mendongkrak elektabilitas yang secara nasional sosok Jokowi masih belum teruji. Dengan pertimbangan pendukung alot dan pelibatan dukungan publik, akhirnya JK-lah yang terbaik dari yang terbaik. Pemilihan ini juga dilandasi pertimbangan pemilih non-Jawa, dan itu mampu mendulang suara pemilih di daerah-daerah bagian Indonesia timur. Saya setuju, bahwa sesungguhnya ada dua sisi pertimbangan yang tidak selalu paralel dalam
Penulis, dosen Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Singaraja, Bali
’’Namun, saat orangtua berkumpul pada malam hari di rumah, prime time-nya keluarga, mereka memiliki kepentingan yang berbeda: orangtua menikmati hiburan sinetron, gosip, acara olokolok murahan di TV; dan anak-anak pergi belajar. Sedikit anak yang terbiasa dengan kondisi ini yang sanggup belajar dengan baik, termasuk dalam mengerjakan PR-PR-nya. Pada umumnya, prime time keluarga ini hanyalah waktu semu untuk belajar.’’
Perwujudan Wapres Nasional(is)-Agamis
Belum jelas secara pasti siapa sosok yang akan mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pemilihan Presiden 2019 mendatang. Namun, beredar spekulasi, Jokowi sudah mengantongi nama-nama kandidat yang bakal mendampingi dirinya. Di antara nama-nama itu adalah Airlangga Hartanto, Mahfud MD, Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi (TGB), Sri Mulyani Indrawati, Susi Pudjiastuti, Ma’ruf Amin, Said Aqil Siradj, dan mantan Panglima TNI Moeldoko. Bahkan, ada pula yang secara terang-terangan mendesak Jokowi dengan mewanti-wanti dirinya, dilakukan beberapa ketua umum partai jauh hari berkampanye dengan memasang foto poster dirinya di kota-kota dan wilayah, seraya mengancam apabila tak dipilih sebagai cawapres, akan menarik dukungannya. Sementara dari pihak oposisi kemungkinan akan tetap mencalonkan Prabowo Subianto sebagai capres. Nama-nama seperti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Zulkifli Hasan, Gatot Nurmantyo, Anies Baswedan, dan Sohibul Imam disinyalir memiliki potensi besar berpasangan. Sudah bukan rahasia lagi, proses penjaringan pemilihan wapres adalah hak setiap partai politik pendukung dan kesepakatan bersama. Saya menyebutnya sebagai budaya politik yang cair, karena proses panjang, kawan bisa jadi lawan, begitu pun lawan bisa jadi kawan. Secara resiprokal budaya politik kita tak bisa ditebak, satu sisi
penting ada hubungannya. Hakikat kegiatan ini adalah pengayaan dan bukan untuk mark-up. Juga perlu dipikirkan kepraktisan dalam melakukan penilaian oleh guru dalam rangka menghargai kerja siswa dan memberikan umpan balik. Kegiatan seperti ini harus dapat memotivasi kegiatan belajar anak di rumah. Karena itu, guru-guru harus memilih bentuk kegiatan belajar di rumah yang menarik, bermakna, dan tentunya bermanfaat dalam pendalaman atau pengembangan pemahaman materi pelajaran bagi siswa. Tugas pendalaman materi ini harus dibicarakan dalam lingkup sekolah untuk mendata jenis atau bentuk kegiatan sehingga tidak tumpang tindih, berdasarkan jenjang (kelas) dan mata pelajaran. Maka, setiap mata pelajaran menetapkan jenis kegiatan yang khas dan lumrah. Sebagai contoh tugas pendalaman mata pelajaran bahasa Indonesia adalah menulis, melakukan wawancara, mengulas buku. Pada mata pelajaran sejarah mungkin membuat tangga waktu peristiwa. Pada matematika mungkin menyelesaian soal-soal. Model ini menciptakan pendalaman dan pengembangan pemahaman materi pelajaran secara terpadu, holistik, dan berkelanjutan. Untuk itulah harus dilakukan diskusi di tingkat sekolah yang dipimpin oleh kepala sekolah sebagai langkah strategis sekolah dalam meningkatkan mutu pengalaman belajar siswa.
menentukan cawapres. Pertama, sisi kepentingan umum warga negara, dan kedua sisi politik. Dari sini dapat diidentifikasi, bahwa dari sisi kepentingan umum rakyat menginginkan sosok pemimpin negara yang memiliki rekam jejak jelas, bersih, anti-korupsi, dan mampu bekerja sama. Cawapres ini juga datang dari yang belum lanjut usia, secara fisik-integritas kuat yang nantinya juga diprioritaskan bertarung kembali pada pemilihan 2024. Kedua, sebenarnya sosok yang demikian tidaklah susah disaring. Karena pada realitanya banyak sosok yang memenuhi syarat. Hal ini bisa diambil dari (mantan) pejabat di lembaga negara atau kepala daerah yang telah membuktikan integritas, kapabilitas, dan etos kerja baik dengan prestasinya. Akan tetapi akan ironi, bila Jokowi merasa keterpilihannya tidak mengubah “signifikasi” suara ideal. Atau dengan kata lain, keterpilihannya tidak bergatung dari cawapres dirinya. Dengan persoalan isu agama yang terus menghantam sendi kebangsaan. Bukan tidak mungkin Jokowi juga berpikir ulang atau memprioritaskan cawapres yang memiliki basis keagamaan kuat. Cawapres dengan sifat dan lakon berdasarkan atas keyakinan agamanya juga dianggap perpaduan yang paling cocok Jokowi “nasionalis-
agamis’’. Dalm artikelnya di Kompas, 6 Juli 2018, Abdillah Toha membagi enam dari tujuh kategori proses pemilihan cawapres Jokowi. Pertama, Jokowi akan memilih cawapres yang memiliki basis dukungan kuat dari ormas-ormas besar, seperti NU dan Muhammadiyah. Kedua, pilihannya akan jatuh kepada petinggi atau ketua partai pendukung apabila Jokowi meyakini mesin partainya akan sangat efektif membantu dirinya mendukung keterpilihannya. Tetapi, anomali politik kedua ini berisiko sangat tinggi. Pasalnya partai-partai yang sudah berbaiat penuh mendukungnya sejak keterpilihannya di 2014 bukan tidak mungkin, satu per satu meninggalkan dan berdampak pada sikap mereka di DPR nantinya. Idealis kuat tidak serta merta membuahkan hasil yang sesuai harapan. Sebab itu, Jokowi benar-benar dihadapkan pada persoalan berpikir objektif yang matang. Ketiga, seperti saya sebutkan di atas pertimbangan Jawa dan luar Jawa tak kalah pentingnya. Pasalnya, meski tak selalu bergantung pada kualitas cawapres, suara luar Jawa cenderung memilih calon dari suku non-Jawa karena presidennya sudah dari Jawa. Keempat, Jokowi bisa mempertimbangkan kalangan dari TNI maupun Polri. Versi ini berangkat atas maraknya ancaman transnasional (teroris) kepada negara. Kelima, hak prerogatif Jokowi sendiri, misal hubungan personal secara baik. Keenam, berada di luar itu semua, mencari sosok yang mampu
mendistorsi akar permasalahan mulai ekonomi, penegakan hukum, dan radikalisme agama. Cawapres yang dapat menguasai seluruh akar masalah tersebut akan cukup membantu Jokowi saat kampanye terbuka nanti. Perpaduan itu adalah “nasionalis-agamis’’. Penulis, pemerhati Politik dan Mahasiswa Prodi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)
POJOK
Bangun pertanian Bali sebaiknya jangan saling menyalahkan. - Jangan ada dusta di antara kita. *** Partai koalisi serahkan satu nama cawapres pada Jokowi. - Kloplah. *** Komitmen pemerintah daerah bangun pertanian masih rendah. - Target hanya kejar dolar.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
TABANAN
Rabu Umanis, 25 Juli 2018
7
Harga Telur Ayam Capai Titik Tertinggi
TERBAKAR - Tempat usaha pembuatan saur di Kecamatan Marga terbakar.
Bali Post/ist
Ditinggal ke Pasar
Tempat Usaha Pembuatan ’’Saur’’ Terbakar
Tabanan (Bali Post) -
Bangunan tempat usaha pembuatan saur di Banjar Tegaljadi, Desa Tegaljadi, Kecamatan Marga, terbakar Selasa (24/7) dini hari kemarin. Api diduga berasal dari parutan kelapa yang sudah disangrai (saur - red) yang didiamkan masih dalam keadaan panas. Akibat musibah itu, pemilik usaha mengalami kerugian hingga Rp 500 juta.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kebakaran terjadi sekitar pukul 04.00 Wita. Kebetulan saat itu pemilik usaha I Ketut Subrata (53) tengah pergi ke pasar. Salah satu saksi Kadek Rai Krisna Diputra (26) mengatakan, sekitar pukul 24.00 Wita sebelum terjadinya kebakaran, sempat mencium ada bau benda seperti terbakar di sekitar dapur dan matanya juga merasakan perih. Namun setelah dicek di seputaran dapur tidak ada terlihat percikan api. Karena mengantuk, saksi langsung menuju kamar tidur.
Kemudian sekitar pukul 03.00 Wita korban Ketut Subrata ketika akan berangkat menuju pasar, seperti biasa mengecek dapur dan seputar dapur tempat usahanya. Namun sama sekali tidak melihat adanya percikan api, dan hanya mencium bau seperti benda terbakar. Merasa aman, dia pun berangkat ke pasar untuk berjualan. Namun naas hanya berselang satu jam, atau sekitar pukul 04.00 Wita saksi Kadek Rai justru dibangunkan oleh kakeknya, lantaran bangunan dapur tempat usahanya telah terbakar. Saksi pun melihat api sudah
besar dan melihat dua tabung gas ukuran 12 kg sudah terbakar. Saksi juga sempat memindahkan satu tabung gas, namun yang satunya tidak bisa dipindahkan dan menyambar tabung gas lainnya yang berjumlah 25 tabung, hingga menyebabkan bangunan dapur permanen dan bangunan jineng di sebelahnya ikut tersambar api. Saksi Kadek Rai kemudian menghubungi pihak pemadam kebakaran dan meminta tolong warga sekitar dengan memukul kentongan (kulkul bulus) untuk membantu memadamkan api yang
sudah membesar. Api pun berhasil dipadamkan setelah empat unit mobil pemadam kebarakan tiba di lokasi. Akibatnya, bangunan ukuran 7 x 8 meter, kemudian merembet ke bangunan dapur berukuran 6 x 9 meter dan satu unit jineng 3 x 3 meter. Kapolsek Marga AKP I Wayan Sudita mengatakan, dari keterangan korban jumlah kerugian yang diperkirakan akibat kebakaran tersebut sekitar Rp 500 juta. Berdasarkan hasil keterangan saksi, kata Sudita, diperkirakan api berasal dari parutan kelapa yang disangrai atau dalam bahasa Bali disebut saur yang didiamkan masih dalam keadaan panas. ‘’Mungkin masih dalam keadaan panas. Jadi bisa menimbulkan api hingga terjadi kebakaran,’’ ungkapnya. (kmb28)
Tabanan (Bali Post) Harga jual telur ayam saat ini mencapai titik tertinggi atau termahal sepanjang sejarah. Saat ini harga jual telur di tingkat peternak mencapai Rp 1.370 per butir atau Rp 42 ribu per kratnya. Meski mencapai harga tertinggi, peternak justru merasa khawatir. Peternak ayam petelur di Desa Buruan Penebel Tabanan Darma Susila, Selasa (24/7) kemarin mengatakan, kekhawatiran peternak dengan mahalnya harga telur ini beralasan. Sebab, keuntungannya tidak seberapa, karena semakin mahalnya biaya produksi. Darma menjelaskan, kenaikan harga telur tahun ini memang yang paling mahal selama ia menekuni usaha ternak ayam petelur. Tahun lalu harga telur bercokol di kisaran Rp 1.200 per butir dan tahun ini naik menjadi Rp 1.370 per butir. Namun kenaikan ini diiringi dengan kenaikan biaya produksi. Sebab, harga pakan pabrikan naik Rp 300 per kg. ‘’Kenaikan harga pakan ini karena adanya penguatan dolar terhadap rupiah. Sebab, bahan baku pakan pabrikan semuanya masih impor dan tergantung dari nilai dolar,’’ ujarnya. Tidak hanya pakan pabrikan, harga pakan jagung juga naik menjadi Rp 4.000 per kg. Kenaikan harga ini sudah berlangsung selama dua minggu terakhir. Selain kenaikan harga pakan, kebijakan pemerintah menyangkut pelarangan AGV dalam pakan menjadi salah satu tantangan yang dihadapi peternak di tahun 2018 ini. Kata Darma pelarangan AGV
pada pakan menyebabkan produksi telur pada ayam mengalami perlambatan. Biasanya ayam petelur sudah berproduksi mulai usia 16 minggu, dan puncak produksi terjadi di umur 26-27 minggu. Pada usia tersebut produksi bisa mencapai 96 persen dari total jumlah populasi kandang. Kini setelah AGV dicabut, produksi menjadi mundur, karena ayam baru berproduksi mulai usia 20-22 minggu dan puncak produksi terjadi di usia 30 minggu dengan menembus kisaran 88 persen. ‘’Selain produksi melambat, usia ayam juga mengalami penurunan. Dulu 96 persen ayam bertahan hingga umur 50 minggu. Namun kini hanya 88 persen ayam bertahan hingga usia 35 minggu, bahkan cenderung turun. Akibatnya, produksi yang sebelumnya bisa mencapai 75 persen, kini hanya rata-rata produksi di bawah 70 persen,’’ ujarnya. Produksi telur yang turun inilah yang menjadikan harga telur menjadi naik secara signifikan. Darma melanjutkan, kenaikan harga telur karena persentase produksi di tingkat peternak rendah, tidak langsung menguntungkan karena peternak menanggung biaya produksi yang lebih berat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. ‘’Saya berharap pemerintah bisa membantu mengatasi hal ini. Jangan hanya melihat dari sisi konsumen saja dengan wacana akan menurunkan harga telur di pasaran. Mestinya pemerintah menyikapi kondisi ini dengan berupaya meredam gejolak rupiah, karena dari sanalah awal penyebab melonjaknya harga telur saat ini,’’ tegasnya. (kmb24)
Bali Post/kmb24
NAIK - Produksi telur di Desa Babahan. Harga telur saat ini naik dan mencapai titik tertinggi.
Kejuaraan Petanque di Malaysia Belum Semua Pejabat ASN Siswi SMAN 1 Tabanan Kurnia Shintia Raih Perak Ikuti Diklatpim
Bali Post/kmb28
BKD - Kepala BKD Tabanan I Wayan Sugatra didampingi Kabid Data dan Diklat Nyoman Suwirka. Tabanan (Bali Post) Program Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Tabanan aktif kembali sejak tahun 2014, setelah sebelumnya vakum tahun 2006. Namun di tengah keterbatasan anggaran yang disiapkan, kegiatan ini belum sepenuhnya bisa diikuti oleh pejabat ASN. Dari data Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, tahun ini ada enam orang pejabat eselon II yang belum ikut diklat, 67 orang eselon III dan 521 orang eselon IV. ‘’Untuk
diklat kita lakukan bertahap, karena disesuaikan dengan anggaran yang diberikan yang rata-rata Rp 700-800 juta,’’ ucap Kepala BKD Tabanan I Wayan Sugatra didampingi Kabid Data dan Diklat Nyoman Suwirka, Selasa (24/7) kemarin. Diterangkan Sugatra, program diklat ini diatur PP 11 tahun 2017 tentang Manajemen Aparatur Sipil Negara. Jadi, setiap ASN wajib mengikuti diklat minimal 20 jam pelajaran. ‘’Jadi tidak ada batasan umur, karena maksimal diikuti sebelum dua tahun jelang pensiun,’’ terangnya. Diklat ini, lanjut Sugatra,
menggunakan pola on dan off. Artinya, selama empat bulan tidak ada status Plt. pada posisi pejabat bersangkutan. ‘’Untuk diklatpim II per orang saja anggarannya sebesar Rp 30 juta lebih plus uang saku,’’ ucapnya. Sementara untuk eselon tiga dan empat, biaya Rp 22 juta lebih per orang. Minimnya anggaran diklat pimpinan ini sebelumnya juga sempat mendapat perhatian serius Ketua Komisi I DPRD Tabanan Putu Eka Nurcahayadi. Lantaran diklat ini sangat penting sebagai ajang peningkatan kompetensi Pegawai Negeri Sipil dan sebagai salah satu syarat menduduki jabatan serta promosi sesuai dengan Undang-undang ASN No. 5 Tahun 2014. ‘’Seorang pejabat harus memiliki kompetensi untuk menduduki jabatannya, maka perlu mengikuti berbagai pelatihan peningkatan kompetensi melalui pelatihan termasuk diklatpim,’’ ujar I Putu Eka Nurcahyadi, waktu itu. Politisi asal Marga ini juga mengakui di lingkungan SKPD Pemkab Tabanan masih banyak pejabat mendapatkan posisi yang tidak sesuai dengan kapasitasnya. Ini tentu saja dikhawatirkan bisa mengganggu tata kelola pemerintahan yang baik. (kmb28)
BERPRESTASI - Putu Kurnia Shintia Pradnya Dewi, siswa berprestasi, diapit oleh Kepala SMAN 1 Tabanan serta Wakasek Humas dan Wakasek Kesiswaan. ATLET Petanque Bali Putu Kurnia Shintia Pradnya Dewi berhasil mempersembahkan medali perak bagi Indonesia pada The 2nd Asian Boules Sport Confederation (ABSC) Petanque Championship di Kuala Lumpur, Malaysia. Pelajar cantik yang duduk di SMAN 1 Tabanan kelas XII IPA 1 ini juga membawa kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SMAN 1 Tabanan dengan menambah raihan prestasi sekolah.
Pemkab Tabanan Raih Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak
KLA - Bupati Eka saat menerima penghargaan Kota Layak Anak (KLA) 2018 kategori Pratama dari Menteri PPPA RI Yohanna Yembesi. KOMITMEN Kabupaten Tabanan dalam upaya mewujudkan pembangunan yang ramah anak, berbuah manis. Tahun ini Kabupaten Tabanan meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) 2018 kategori Pratama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) RI. Penghargaan itu diserahkan langsung Menteri PPPA
RI Yohanna Yembesi kepada Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti bersama dengan 131 kabupten/kota se-Indonesia pada acara Malam Penganugerahaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2018, di Gedung Dyandra Convention Center, Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Senin (23/7) malam. Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Tabanan itu tidak sendiri, tetapi didampingi
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tabanan I Nyoman Gede Gunawan. Bupati Eka mengungkapkan rasa bangganya dianugerahi Penghargaan KLA. Mengingat ini pertamakalinya Tabanan berpartisipasi. “Bangga banget, karena pertamakalinya kita ikut, dan juga pertama-kalinya kita dapat. Artinya, diawali dengan komitmen yang baik, semua mempunyai tanggung jawab, khususnya bagaimana memberikan pelayanan yang terbaik kepada anak. Sehingga Kabupaten Tabanan dikatakan kabupaten yang layak anak,’’ ujarnya. Bupati perempuan pertama di Bali itu juga berpesan kepada seluruh stakeholders di Tabanan, terutama seluruh OPD di lingkungan Pemkab Tabanan selalu bekerja keras, agar bisa meningkatkan pencapaian di tahun berikutnya. “Semua pihak harus kerja keras ke depannya, agar lebih meningkat lagi. Tadi juga Ibu Menteri berpesan, tahun depan ditingkatkan lagi. Dan saya juga jawab siap, gitu aja,” jelas Bupati Eka. Bupati Eka juga menyam-
paikan betapa pentingnya sebuah proses. Karena sebuah proses merupakan tahapan untuk mencapai sesuatu. “Yang penting kita sudah tunjukkan dedikasi yang kuat terhadap program ini dan penghargaan ini merupakan bonus bagi kita,” sambung Bupati Eka. Sementara itu, I Nyoman Gede Gunawan menambahkan, dengan dianugerahinya Pemkab Tabanan sebagai Kabupaten/ Kota Layak Anak, artinya Tabanan sudah memenuhi lima klaster yang ada. Di antaranya pemenuhan hak sipil anak, pendidikkan, kesehatan dan tempat bermain. “Semua telah dipenuhi, sehingga kita berhak mendapatkan penghargaan ini,” jelas mantan Kepala Disdukcapil Tabanan ini. “Ke depan kita akan bekerja sama dengan seluruh stakeholders. Karena bagaimana pun masalah anak bukan saja urusan Kadis Sosial dan Pemberdayaan Anak dan Perempuan saja, tetapi seluruh OPD punya tanggung jawab. Semua punya peran dan tugas masingmasing,” ujarnya. (ad1379)
Ditemui Selasa (24/7) kemarin, didampingi Wakasek Humas Ni Wayan Kompiang Kusumawati, S.Si., M.Pd. dan Wakasek Kesiswaan Mulyadi Djoyo Astowo, S.Pd., siswi asal Desa Tunjuk, Tabanan ini mengaku bangga bisa menyumbang medali perak bagi Tanah Air, apalagi olahraga ini baru dikenalkan sejak tahun 2015. Diakuinya, banyak pengalaman baru yang dirasakannya karena untuk pertama kali terpilih mewakili
Indonesia dalam kejuaraan internasional. ‘’Saya jadi tahu kelebihan masing-masing atlet. Lawan paling berat dari Thailand dan Malaysia. Makanya masih harus banyak belajar,’’ tuturnya. Putu Kurnia mengatakan, dengan bekal pengalaman bertanding di Malaysia tersebut, dirinya bertekad terus merebut medali, terutama pada turnamen tingkat kabupaten, provinsi, nasional dan internasional. ‘’Cita-cita agar bisa terus menyumbang medali untuk kabupaten, Bali dan Indonesia,’’ harapnya. Ditanya proyeksi dan peluang bermain pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua, menurut atlet yang baru berusia 17 tahun itu peluang tetap ada. Namun untuk turun di PON harus melalui pra kualifikasi terlebih dahulu. Sejauh ini atlet Petanque di Tanah Air yang menjadi lawan berat Bali di antaranya DKI Jakarta serta Jambi. ‘’Latihan terus digenjot, tiap sore latihan terus, tetapi belajar tetap nomor satu,’’ ucapnya. Di sisi lain, Wakasek Humas Ni Wayan Kompiang Kusumawati, S.Si., M.Pd. mengatakan, selain raihan prestasi di bidang olahraga, kini SMAN 1 Tabanan juga tengah mempersiapkan diri dalam berbagai kegiatan.
Di antaranya perpustakaan SMAN 1 Tabanan mewakili Bali ke tingkat nasional setelah sebelumnya berhasil meraih juara satu di tingkat Provinsi Bali. Selanjutnya pada O2SN bulan Agustus akan mewakili Bali ke tingkat nasional di Yogyakarta atas nama I Kadek Juna Sudiarsa, kelas XII IPA 2 untuk nomor lari 100 meter, serta FLS2N pada nomor menolong ke Aceh atas nama I Putu Gede Satria Raditya, kelas XII IPA 2. ‘’Semua sudah dipersiapkan untuk bisa memberi hasil yang terbaik,’’ ucapnya. Sementara itu, Kepala SMAN 1 Tabanan Dr. I Made Jiwa, M.Pd. mengucapkan terima kasih baik kepada siswa yang telah berhasil meraih prestasi yang bisa membanggakan dan mengharumkan nama sekolah, begitupun memberikan dukungan kepada semua pihak keluarga besar SMAN 1 Tabanan yang kini tengah mempersiapkan diri dalam berbagai ajang lomba bergengsi lainnya. ‘’Semua tidak terlepas dari kerja keras dan kerja sama yang baik seluruh komponen sekolah. Saya pribadi mengucapkan terima kasih atas beragam prestasi yang telah disumbangkan anak didik maupun guru untuk bersama-sama mengharumkan nama sekolah,’’ ucapnya. (ad1375)
Kak Seto Apresiasi Pencapaian Tabanan Wujudkan Pembangunan Ramah Anak KEBERHASILAN Pemkab Tabanan meraih predikat Kabupaten/Kota Layak Anak 2018 Kategori Pratama di Surabaya, Senin (23/7), langsung mendapat apresiasi dari Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia Dr. Seto Mulyadi alias Kak Seto. Psikolog anak asal Klaten tersebut menjelaskan bahwa Tabanan memiliki suasana lingkungan yang bersih, kemudian pengembangan anak di segala bidang, memungkinkan hal tersebut membuat anak-anak merasa nyaman dan aman, baik di rumah maupun di sekolah. “Tentu saya apresiasi Tabanan. Tabanan suasana lingkungannya bersih, kemudian juga pengembangan anak di bidang seni yakni seni tari dan seni tabuh serta di bidang lainnya, itu memungkinkan anak merasa nyaman dan aman berada di Tabanan,” jelas Kak Seto saat ditemui tim Humas Tabanan di Gedung Dyandra Convention Center, Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Senin (23/7). “Adanya Trans Serasi
Dr. Seto Mulyadi juga ini patut ditiru di tempat lain. Bahwa anak-anak merasa aman di sekolah, tidak ada buliying, tidak ada kekerasan dan tidak ada tawuran. Selamat buat Tabanan,” sambungnya. Pria 66 tahun asal Jawa Tengah ini juga menjelaskan bahwa lingkungan yang kondusif bagi anak itu, yakni pertama kawasan fisik. Yaitu memiliki kemudahan-kemudan, keamanan, lalu sesuatu yang
menarik, udaranya segar dan tidak ada polusi, dan sangat cocok bagi Tabanan. “Kedua, psikologis, di mana kawasan itu tidak pernah ada kekerasan terhadap anak, tidak ada penelantaran dan tidak ada pengabaian anak. Selalu mengapresiasi anak yang dengan kecerdasannya masing-masing, apakah itu di bidang musik, olahraga ataukah di bidang lainnya”, ungkapnya. (ad1380)
BULELENG
8 Kepala Dinas LH Ditetapkan Hari Ini Singaraja (Bali Post) – Jabatan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng dipastikan ditetapkan Rabu (25/7) ini setelah Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) menerbitkan rekomendasinya kepada Bupati Putu Agus Suradnyana (PAS). Satu nama yang jadi pejabat definitif Kepala DLH itu adalah dari hasil lelang jabatan seratusan pejabat mulai eselon II-B, III-A, III-B, IV-A, bahkan eselon IV-B. Satu nama itu nantinya ditetapkan dari tiga nama peserta lelang jabatan yang masuk ranking tiga terbaik sebagaimana direkomendasi KASN. Mereka adalah Putu Ariyadi Pribadi, sekarang menjabat Camat Gerokgak, Made Dwi Adnyana Camat Sukasada, dan Dewa Putu Susrama menjabat Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi (Disnakertrans). Bupati Putu Agus Suradnyana di gedung DPRD, Selasa (24/7) kemarin, mengatakan satu dari tiga nama peserta lelang jabatan yang direkomendasi KASN itu sudah dipilih Bupati PAS. Nama itu akan diumumkan Rabu ini. Bupati memberi pertimbangan hanya berdasarkan proses lelang dan juga rekomendasi KASN, sehingga pejabat yang diberikan tugas mengurus lingkungan dan persampahan itu adalah pejabat yang benar-benar berkompeten yang direkrut berdasarkan mekanisme lelang jabatan. “Saya pilih satu yang terbaik. Tidak ada yang saya jagokan,” jelasnya. Penetapan Kepala DLH itu otomatis berimbas adanya pergeseran sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Buleleng. Sekitar seratusan orang mulai eselon II-B, III-A, III-B, IV-A, dan Eselon IV-B akan menjalani mutasi. Dari seratusan pejabat itu, jabatan Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Buleleng santer ikut disegarkan. Itu artinya, Kepala Disbud saat ini Putu Tastra Wijaya, M.M. dikabarkan ditarik menduduki kursi Staf Ahli Bupati. Sebagai gantinya, jabatan ini dibiarkan lowong dulu. Pengisiannya kemudian akan dilakukan lagi melalui proses lelang jabatan. Yang menarik dalam mutasi kedua ini, jabatan Kepala Dinas Perumahan Permukiman Pertanahan (Perkimta) untuk sementara tetap dibiarkan lowong. Sebenarnya, pemkab sudah menetapkan pejabat pemenang lelang jabatan, Komang Suratini. Hanya, wanita mantan Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya pada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Buleleng itu tidak bisa dilantik menjadi pejabat definitif karena belum genap dua tahun menduduki jabatan eselon III-A atau setingkat sekretaris dinas (sekdis). (kmb38)
Diduga Dihipnotis, Uang Belasan Juta Rupiah Melayang Singaraja (Bali Post) – Nasib sial dialami I Made Parya (61). Warga Desa Patemon Kecamatan Seririt itu diduga menjadi korban hipnotis. Akibatnya, uang miliknya Rp 17,8 juta melayang. Pelaku melakukan aksinya dengan menggiring korban ke konter Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BNI melalui sambungan telepon. Korban awalnya menghubungi seseorang yang mengontrak tokonya. Toko tersebut saat ini digunakan sebagai kantor sebuah bank. Saat korban mengubungi orang itu mengaku sudah tidak berurusan lagi dengan pihak bank yang menyewa tokonya. Korban disarankan menghubungi seorang bernama Aziz yang diduga sebagai pelaku hipnotis. Saat dihubungi, Aziz mengatakan masa kontrak toko akan diperpanjang. Aziz pun mengaku sudah mentransfer uang sewa kontrak Minggu (22/7) sekitar pukul 21.00 Wita. Mendapat informasi tersebut, korban menuju ke ATM Bank BNI Jalan Gajah Mada, Seririt untuk memastikan apakah uang yang ditransfer itu sudah masuk ke dalam rekeningnya. Setelah dicek, saldo tabungan korban tidak bertambah. Aziz menyarankan korban agar mengecek kembali rekeningnya. Diduga, permintaan itu sebagai langkah awal Aziz menghipnotis korban. Tanpa curiga, korban mengiktui permintaan pelaku Aziz dengan memasukkan kembali kartu ke dalam mesin ATM. Kartu tersebut tiba-tiba tertelan dan tidak dapat dikeluarkan lagi. Bahkan, korban mengatakan kepada pelaku Aziz bahwa dirinya masih memiliki kartu kredit lain yang bisa digunakan melakukan transaksi. Tanpa sadar korban mengikuti permintaan Aziz mentransfer Rp 17.898.123 ke rekening BNI atas nama Slamet Suweji. Setelah uang ditransfer, korban baru tersadar kalau dirinya ditipu. Celakanya, nomor telepon Aziz sudah tidak aktif lagi. Kapolsek Seririt AKP Dewa Anom seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, dari hasil penyelidikan terhadap nomor rekening atas nama Slamet Suweji, polisi mengetahui pemilik rekening itu beralamat di Jawa Timur. Untuk itu, pihaknya masih melakukan penyelidikan. Selain itu kasus ini juga sudah ditangani tim Cyber Crime Polda Bali untuk melacak posisi Aziz melalui nomor HP yang digunakan saat berhubungan dengan korban. Untuk menghindari korban yang lain, AKP Dewa Anom mengimbau warga agar berhati-hati dan tidak mudah percaya seseorang yang tidak dikenal. ‘’Korban dan pemeriksaan di lapangan sudah kami kumpulkan. Kasus ini juga sudah ditangani Tim Cyber Crime Polda Bali untuk melacak keberadaan terduga pelaku hipnotis itu,’’ jelasnya. (kmb38)
Rabu Umanis, 25 Juli 2018
Masuki Tahun Politik
Ada Isyarat DPRD Percepat Hibah Bansos Singaraja (Bali Post) –
Sulit disembunyikan jatah hibah bantuan sosial (bansos) bagi anggota DPRD Buleleng itu dijadikan “modal” andalan menghadapi laga Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2019. Banyak pihak berspekulasi, jatah hibah bansos itu diperlukan anggota dewan guna memperlancar pencalonan dirinya, dengan harapan lebih banyak dapat mengumpulkan dukungan pemilih. Tidak heran kalau anggota dewan mulai sekarang “mengorek” jatah hibah bansos itu agar dianggarkan pada APBD Induk tahun 2019 mendatang. Seperti yang dilakukan Selasa (24/7) kemarin usai rapat paripurna, pimpinan DPRD dan Ketua Fraksi di DPRD Buleleng yang menggelar rapat tertutup membahas Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran (PPAS) APBD Induk 2019. Rapat ini juga dihadiri Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang juga Sekkab Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P. bersama Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Bimantara, dan Kepala Inspektorat Daerah I Putu Yasa. Rapat berlangsung sekitar satu jam dan dipimpin Ketua Badan Anggaran (Banggar) yang juga Ketua Dewan Gede Supriatna, S.H. Ketua Dewan Gede Supriatna membantah usai rapat, hal itu tidak ada kaitannya dengan perhelatan Pileg. Rapat itu hanya koordinasi awal menjelang agenda pembahasan KUA dan PPAS APBD Induk 2019. Lewat koordinasi itu, pihaknya bersama pimpinan fraksi menyampaikan secara umum instrumen anggaran termasuk hibah bansos itu sendiri. Selain itu, dewan me-
nawarkan usulan proposal yang dibiayai dari jatah hibah bansos itu dibahas lebih awal, sehingga usulan dari masyarakat itu bisa ter-cover pada pembahasan KUA dan PPAS sebagai acuan pembahasan rancangan APBD induk 2019. “Kita hanya koordinasi. Tidak ada membahas khusus dana hibah bansos untuk kepentingan politik. Kami hanya diskusi bagaimana kalau proposal hibah bansos itu bisa lebih awal diagendakan,” katanya. Sekkab Buleleng Dewa Ketut Puspaka mengatakan, koordiansi awal ini dilakukan karena memasuki pertengahan tahun sudah saatnya pemerintah daerah mempersiapkan pembahasan KUA dan PPAS sebelum merancang APBD Buleleng tahun 2019. Dia juga ikut membantah terkait rapat dana bansos itu. Dikatakan belum ada pembahasan mengarah pada proporsi anggaran hibah bansos pada tahun 2019. Ini karena kucuran dana dari provinsi termasuk pemerintah pusat belum pasti. Namun, dirinya menyebut dalam pembahasan KUA
Gede Supriatna dan PPAS APBD tahun 2019 mendatang mengacu pada APBD tahun ini. Artinya, kalau mengacu pelaksanaan APBD tahun 2018, hibah bansos untuk setiap anggota dewan itu dipatok Rp 1 miliar, sehingga jatah hibah bansos untuk wakil rakyat Rp 45 miliar. “Belum ada pembahasan anggaran hibah bansos itu. Kita belum tahu berapa dapat dari provinsi dan juga dari pusat. Yang pasti anggaran saat ini dijadikan acuan pembahasan KUA dan PPAS APBD Induk tahun 2019,” katanya. Di sisi lain, Puspaka, mengatakan koordiansi ini juga penting karena memasu-
Bali Post/kmb38
Ir. Dewa Ketut Puspaka
ki tahun politik, kebijakan anggaran pemerintah tetap mengikuti regulasi dan tertib administrasi. Selain itu, pemerintah juga mulai menerapkan sistem dalam penyusunan program (e-Planing) dan anggaran (e-Budgeting). Atas kondisi ini, koordinasi awal dengan dewan ini penting agar kebijakan yang diatur dengan sistem tersebut diikuti. “Sekarang serba “e” (memanfatkan system -red) dan tidak bisa main-main. Kita sampaikan bahwa pelaksanaan anggaran termasuk hibah bansos harus melalui mekanisme, regulasi, dan tertib administrasi,” tegasnya. Mantan Kepala Badan
Bali Post/kmb38
Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Buleleng ini menambahkan, sejalan kebijakan pemerintah yang menerapkan e-Planing dan e-Budgeting, maka anggaran hibah bansos dengan sendirinya mengikuti sistem tersebut. Sepanjang, prosedur dan mekanisme dilalui serta administrasi lengkap, maka tidak ada alasan menundanunda pemanfaatan anggaran. “Kita juga ingin administrasi dipercepat, sepanjang APBD sudah disahkan dan ada penjabaran, saya kira tidak ada untungnya menunda-nunda pelaksanaan anggaran yang sudah diprogram,” jelasnya. (kmb38)
Bertepatan Hari Anak Nasional 2018
Buleleng Raih KLA Pratama dan Pemenuhan Hak Sipil Anak Terbaik BERTEPATAN dengan puncak perayaan Hari Anak Nasional (HAN) 2018, Pemkab Buleleng menerima dua penghargaan masing-masing Kabupaten Layak Anak (KLA) Kategori Pratama dan Pemenuhan Hak Sipil Anak Terbaik. Dua penghargaan itu diserahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Prof. Dr. Yohana Susana Yembise, Dip.Apling., M.A. kepada Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Senin (23/7) lalu. Sebelumnya, Buleleng berkompetisi dengan 177 daerah untuk merebut penghargaan bergengsi tersebut. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBPP-PA) dr. Ni Made Sukarmini, M.AP. mengatakan sesuai indikator yang ditetapkan Kementerian PPPA, Buleleng layak menjadi KLA kategori pratama. Ada 24 indikator dari lima cluster dan satu kelembagaan yang dinilai. “Sebenarnya, kita berharap naik kategori.
Karena berdasarkan hasil evaluasi mandiri yang mencapai nilai 772. Namun, hasil verifikasi menetapkan kita mendapatkan KLA pratama,” katanya. Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Buleleng ini mengatakan proses mendapatkan KLA itu sudah dimulai dari sosialisasi oleh Kementerian PPPA. Hal itu ditindaklanjuti dengan sosialisasi ke kecamatan dan desa pada 2013 lalu. Setelah itu, kabupaten membentuk Tim Gugus Tugas Anak yang dipimpin Kepala Bappeda dan anggotanya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mempunyai tupoksi di dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak. Tahun 2015, Buleleng sudah membentuk Perda No. 4 tahun 2016. “Pada tahun 2016, kita sudah mencoba ikut evaluasi, namun nilainya masih di bawah 500 dan 2017 kita mendapatkan KLA kategori pratama,” katanya. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Buleleng Putu Ayu Reika Nurhaeni, S.Sos.
mengatakan, pemenuhan hak sipil anak terbaik dalam hal registrasi akta kelahiran dan juga Kartu Identitas Anak (KIA). Hal ini sebagai prestasi membanggakan untuk seluruh jajaran Disdukcapil Buleleng. Apalagi, jumlah penduduk terbanyak di Bali yaitu 816.654 jiwa diikuti tingkat kepemilikan usia nol sampai 18 tahun yang tinggi pula sebanyak 266.713 jiwa. “Dengan kondisi seperti itu, kerja keras tim kami di Disdukcapil Buleleng telah mencapai angka 95,3 persen, untuk pemenuhan hak-hak sipil anak yaitu cakupan akta kelahiran,” jelasnya. Sementara itu, Bupati Putu Agus Suradnyana mengatakan hak-hak sipil atas anak ini harus terdata dengan baik. Mulai kelahiran sampai anak-anak tersebut dewasa. Hak-hak sipil terhadap anak tersebut juga harus terus dipenuhi karena anak-anak sudah secara sah menjadi tanggung jawab pemerintah untuk mendapatkan hak-haknya. “Akta kelahiran tersebut juga sudah mewakili terpenuhinya
KABUPATEN LAYAK ANAK – Pemkab Buleleng menerima penganugerahan Kabupaten Layak Anak (KLA) Kategori Pratama dan Pemenuhan Hak Sipil Anak Terbaik. hak-hak sipil mereka secara tersurat,” ujarnya. Bupati asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar itu menambahkan Disdukcapil telah mensosialisasikan kebijakan pemenuhan hak-hak sipil anak. Salah satunya terobosan pelayanan “jemput
bola” sehingga masyarakat diharapkan mendaftarkan anak-anak mereka agar tercatat sesuai aturan. “Disdukcapil telah melakukan tupoksinya untuk mensosialisasikan secara terus-menerus pemenuhan hak-hak sipil anak ini,” tegasnya. (ad1381)
Dewan Setuju Satpol PP Tegakkan Perda Pengelolaan Sampah DPRD Buleleng menyetujui perubahan Rancangan Perda (Ranperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengelolaan Sampah. Persetujuan ini setelah fraksi-fraksi di DPRD Buleleng menyampaikan pemandangan umum terhadap perubahan perda tersebut. Pada intinya, fraksi di DPRD setuju perda tersebut secepatnya diundangkan. Bagaimanakah langkah langkah nyata yang harus diupayakan secara konkret terkait penegakan pengelolaan sampah itu?
Bali Post/kmb38
PERDA PENGELOLAAN SAMPAH – DPRD Buleleng menyetujui perubahan Perda No. 1 tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah melalui sidang paripurna di gedung dewan Selasa (24/7) kemarin.
DEWAN memberikan persetujuan penegakan pengelolaan sampah kepada Satpol PP. Hal itu terungkap pada Sidang Paripurna di ruang sidang utama DPRD Buleleng, Selasa (24/7) kemarin. Sidang itu dipimpin Ketua Dewan Gede Supriatna bersama Wakil Ketua, Ketut Susila Umbara, Made Adi Purna Wijaya, dan Ketut Wirsana. Sementara, pihak eksekutif dihadiri Bupati Putu Agus Suradnyana bersama Sekab Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P. serta Muspida Buleleng. Juru bicara Fraksi Partai Golkar
Nyoman Gede Wandira Ad, mengatakan, perubahan klausul pasal ancaman hukum terkait sampah dari sebelumnya enam bulan kurungan dan denda Rp 50 juta, diturunkan menjadi tiga bulan kurungan dan denda Rp 25 juta sifatnya elastis. Perubahan itu dinilai sudah layak diundangkan. Apalagi, akan dijabarkan dengan peraturan bupati (perbup) yang merinci jenis-jenis pelanggaran yang terjadi. Meski begitu, politisi asal Kelurahan Kaliuntu, Singaraja itu berpandangan regulasi yang disusun sangat baik, mau tidak mau perlu dikawal dengan serius oleh aparat penegak perda itu. Bagaimanapun penerapan pasal per pasal sangat penting terkait aplikasi perda ini. “Kami sependapat usulan mengubah hukuman kurungan dan denda pada perda ini. Kami menyarankan kalau aturannya sudah baik, aparat penegak perda ini juga harus siap menerjemahkan pasal per pasal substansi dari perda ini,” katanya. Bupati Putu Agus Suradnyana menegaskan, setelah perda ini resmi diundangkan, maka sebagai langkah awal yang dianggap efektif adalah segera dilakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sosialisasi menjadi efektif jika hal itu dilangsungkan sembari menggelar pembinaan di masyarakat. Sosialisasi ini perlu digalakkan, lantaran
masih ada masyarakat di satu sisi memang sudah paham. Namun, sebagian juga tidak dimungkiri masih ada masyarakat yang hanya pura-pura mengerti p aturan ini. Pihaknya juga akan menyiapkan Satpol PP untuk mulai menegakkan Perda itu seperti masukan dari lembaga dewan. “Sambil jalan nanti kami lakukan sosialisasi pembinaan dan Satpol PP kami tugaskan secara khusus agar betul-betul menegakkan Perda pengelolaan sampah ini,” katanya. Pengelolaan sampah di daerahnya itu, kata Bupati, tidak cukup hanya dengan regulasi yang baik saja. Untuk mendukung upaya itu perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat termasuk perangkat wilayah baik desa dan juga kelurahan perlu digalakkan agar pengolahan sampah menjadi produk kreatif dan memiliki nilai ekonomis. “Mengapa klian dusun (kadus) atau perbekel desa studi banding dalam mengolah sampah. Ya... tujuannya memberikan pemahaman agar perangkat ini juga kreatif menangani sampah di wilayahnya, sehingga penegakan perda bisa jalan, demikian juga pengolahan sampah itu juga tidak mandek. Dengan cara itu, persoalan sampah yang kompleks itu bisa kita tangani secara optimal,” jelasnya. (mud)
Rabu Umanis, 25 Juli 2018
GIANYAR
9
Polisi Dalami Kasus Pengeroyokan di Pabrik Batik Banjar Siapkan Sanksi Adat Gianyar (Bali Post) Aparat Polsek Sukawati melakukan pendalaman kasus pengeroyokan yang terjadi di kawasan pabrik batik Sari Sedana di Banjar Akte, Desa Pakraman Lembeng, Desa Ketewel Kecamatan Sukawati. Pada Selasa (24/7) kemarin, polisi menggelar rekonstruksi. Kanit Reskrim Polsek Sukawati Iptu I Gusti Ngurah Winangun mengatakan, polisi menetapkan lima tersangka yang kesemuanya asal Pasuruan, meliputi Rohim (26), Prayuda (22), Hermanto (20), sementara dua tersangka lainnya masih di bawah umur berinisial MH (16) dan DL (16). ‘’Mereka secara bersama melakukan aksi pengeroyokan terhadap Iswanto pada Minggu, 22 Juli lalu,’’ ungkapnya. Ipti Winangun menjelaskan, pihaknya menggelar rekonstruksi untuk mendalami penyidikan kasus pengeREKONSTRUKSI - Rekonstruksi kasus pengeroyokan di Banjar Akte Desa Ketewel.
Puncak ”Karya” di Pura Erjeruk Digelar 30 Januari 2019 Gianyar (Bali Post) Karya Padudusan Agung Tawur Balik Sumpah Agung lan Mupuk Padagingan di Pura Dang Kahyangan Erjeruk, Desa Pakraman Sukawati, Kabupaten Gianyar akan berlangsung pada Buda Kliwon Pahang, 30 Januari 2019 mendatang. Ketua Panitia Karya Drs. I Made Sukaidep didampingi Sekretaris I Wayan Sarya, belum lama ini, mengatakan pelaksanaan karya tersebut diperkirakan menghabiskan anggaran Rp 3 miliar. Dana bersumber dari urunan sebesar Rp 750.000.000. Sehubungan dengan keterbatasan dana yang dialami pangempon Subak Gede Sukawati dan panyusung, krama Desa Sukawati, panitia karya memohon partisipasi umat. Dana punia bisa ditransfer ke rekening Bank BRI 0815 Unit Sukawati dengan nomor rekening 0815-01-021583-53-9 atas nama I Made Mustika, Banjar Palak Sukawati Gianyar. (r)
Pemkab Terus Dorong Pertumbuhan Koperasi Gianyar (Bali Post) Pemkab Gianyar terus mendorong pertumbuhan koperasi. Pasalnya, selain membantu perputaran ekonomi, koperasi juga sudah menyerap banyak tenaga kerja di Kabupaten Gianyar. Hal ini diungkapkan Asisten I Setda Kabupaten Gianyar I Wayan Suardana, Selasa (24/7) kemarin. B erd a sa rka n d a t a Di nas Koperasi Kabupaten Gianyar, sampai saat ini jumlah koperasi di Gianyar sebanyak 1.212 unit dengan j um l a h a ng g o t a 2 0 5 .5 9 7 orang. Koperasi-koperasi ini telah menyerap tenaga kerja sebanyak 10.698 orang dan menghasilkan sisa hasil usaha sebesar Rp 67,44 miliar lebih dan total aset
Panwaslu Minta KPU Teliti dan Taat Aturan Gianyar (Bali Post) Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Gianyar kembali mengingatkan KPU Gianyar untuk tidak meloloskan bakal calon legislatif (bacaleg) yang tidak sesuai ketentuan dalam PKPU. Guna menegaskan hal tersebut, Panwaslu pun mengirimkan surat resmi ke KPU Gianyar.
Ketua Panwaslu Gianyar I Wayan Hartawan, Selasa (24/7) kemarin menyampaikan permintaan kepada KPU Gianyar untuk cermat sebelum menetapkan Daftar Calon Sementara (DCS). ‘’Kami mohon KPU Gianyar cermat dan teliti sesuai dengan asas-asas penyelenggaraan pemilu khususnya mandiri, jujur, keterbukaan, profesional, akuntabilitas dan kepentingan umum,’’ ujarnya. Selain itu, juga harus sesuai dengan PKPU No. 20 Tahun 2018. Salah satu poin pentingnya yakni kepala
desa dan ASN harus mengundurkan diri sebelum mengikuti pemilu. Panwaslu meminta agar dokumen pencalonannya benar-benar diteliti, jangan sampai ada perbekel atau ASN yang tidak mengundurkan diri justru bisa masuk DCS. Begitu juga dengan bacaleg yang pernah menjadi terpidana, Hartawan mengharapkan KPU agar cermat dalam memverifikasi dokumen sebelum penetapan DCS. ‘’Kalau bekas narapidana harus melengkapi surat putusan pengadilan,’’
tegasnya. Hartawan mengingatkan, jangan sampai ada yang pernah dipidana dengan ancaman lebih dari lima tahun ditetapkan dalam DCS. ‘’Kami hanya mengingatkan KPU agar bekerja sesuai dengan PKPU sehingga nantinya tidak menimbulkan permasalahan,’’ tegasnya. Lebih lanjut Hartawan mengungkapkan, parpol berhak mendaftarkan siapa pun, tetapi KPU berwenang mencoret caleg yang tidak sesuai dengan persyaratan. ‘’Saat verifikasi akan ditentukan apakah yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan di PKPU atau tidak. Kalau tidak memenuhi syarat, dikembalikan, kemudian diberikan kesempatan untuk mengajukan calon pengganti,’’ tegasnya. (kmb35)
I Wayan Hartawan
Bali Post/nik
’’Waitress’’ Kafe Dites Urine
mencapai Rp 1,42 triliun lebih. ‘’Perkembangan koperasi ini mencerminkan kesadaran masyarakat dalam melaksanakan kegiatan ekonominya melalui wadah koperasi semakin tinggi,’’ ucap Suardana. Dia menambahkan, melalui peringatan Hari Koperasi ke-71, diharapkan semua komponen selalu melaksanakan evaluasi terhadap pelaksanaan gerakan koperasi. Pembina koperasi serta Dekopinda juga harus mengadakan perbaikan secara terus-menerus, sehingga cita-cita bangsa untuk mewujudkan koperasi sebagai soko guru perekonomian bangsa Indonesia bisa terwujud. (kmb35)
Gianyar (Bali Post) Pencegahan peredaran gelap narkoba gencar dilakukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar. Bila sebelumnya dilakukan sosialisasi menyasar objek wisata, pada Selasa (24/7) kemarin petugas BNNK menggelar sidak dan tes urine di tiga rumah kos. Tiga lokasi ini disasar karena menjadi tempat tinggal waitress kafe remang-remang. Dipilihnya tiga lokasi ini berdasarkan laporan masyarakat dan hasil pemetaan daerah rawan. Di tiga tempat ini tim BNNK Gianyar melakukan uji sampel urine secara selektif dengan teknik interview dan pengecekan fisik secara visual. ‘’Tentunya kita tetap melakukan tes secara selektif,’’ jelas staf Rehabilitasi BNNK Gianyar, I Gusti Putu Ariyani di sela-sela tes urine kemarin. Lebih rinci dijelaskannya, pada lokasi pertama di Desa Lodtunduh Kecamatan Ubud, tim mengambil sampel urine tiga orang yang bekerja di tempat hiburan malam di desa setempat. Lokasi kedua menyasar Desa Lebih Kecamatan Gianyar. Di sini dilakukan uji sampel urine terhadap dua orang. Selanjutnya tim mengarah mes salah satu tempat hiburan malam di Desa Medahan Kecamatan Blahbatuh. ‘’Dari sembilan orang yang keseluruhan wanita ini, hasil uji sampel urine bebas dari kandungan narkotika,’’ jelasnya. Selain tes urine on the spot, petugas juga memberikan imbauan terkait bahaya penyalahgunaan narkoba terhadap tubuh serta sanksi hukumnya. (kmb35)
KOPERASI - Asisten I Setda Kabupaten Gianyar Wayan Suardana mengecek hasil kerajinan yang dikelola koperasi.
Pilkel Terpanas Diprediksi di Tiga Desa desa ini terdapat masingmasing lima calon. ‘’Kalau desa lainnya paling sedikit ada dua calon, selain itu ada yang dua bahkan empat calon dalam satu desa,’’ katanya. Diakuinya, jumlah calon perbekel bisa bertambah atau berkurang, hingga penetapan calon perbekel dilakukan pada 12 Agustus mendatang. Selain persiapan calon, pihaknya juga menekankan untuk pendataan kembali DPT untuk pelaksanaan pilkel. Menjelang akhir Juli ini, sudah diketahui ada perubahan pada jumlah DPT dari pilkada Juni lalu. ‘’Kan ada yang baru berumur 17 memasuki Juli ini. Ada juga yang menikah, baru pensiun, hingga meninggal.
Winangun menuturkan, aksi pengeroyokan di gudang Batik Sari Sedana ini terjadi pada Minggu sore sekitar pukul 14.30 Wita. Kala itu Iswanto sedang bekerja menimba air malem. Tiba-tiba datang Dimas yang juga bekerja di sekitar lokasi. Dimas menyampaikan dirinya tidak terima dengan permasalahan di antara mereka yang terjadi sebelumnya. ‘’Nah secara tiba-tiba datang teman Dimas yang lain, langsung melakukan aksi pemukulan kepada korban. Akibat kejadian ini korban mengalami luka pada kepala belakang dan robek pada pelipis kiri,’’ katanya. Sementara itu, Klian Adat Banjar Akte Ketut Tunas menyatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan majikan dari para tersangka, membahas denda akibat aksi pengeroyokan di wilayah banjar tersebut. Sanksinya pun cukup berat yakni 300 kg beras per orang dengan nilai sekitar Rp 2,7 juta, hingga menggelar upacara pacaruan. ‘’Kita sudah koordinasi dengan majikannya dari para tersangka, tapi realisasi belum,’’ katanya. (kmb35)
Verifikasi Bacaleg
Bali Post/nik
Gianyar (Bali Post) Puluhan orang mendaftarkan diri untuk mengikuti pemilihan perbekel (pilkel) yang akan berlangsung di 24 desa pada 2 September mendatang. Guna mematangkan persiapan pilkel serentak, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Kabupaten Gianyar melakukan rapat evaluasi terkait adanya penambahan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dari pilkada Juni lalu. Kepala BPMD Gianyar Ketut Suweta, Selasa (24/7) kemarin mengatakan, total ada 80 calon perbekel yang akan mengikuti pilkel serentak. Pilkel paling panas diprediksi terjadi di tiga desa yakni Desa Belega, Desa Blahbatuh dan Desa Mas. Sebab, di tiga
royokan yang dialami pria 28 tahun asal Lumajang itu. Selama rekonstruksi, korban bersama para tersangka dan sejumlah saksi melakukan 15 reka adegan. ‘’Melalui rekonstruksi ini, aksi pemukulan terjadi pada reka adegan ketujuh,’’ ucapnya. Pada rekonstruksi itu juga diketahui bahwa selain dipukul, korban sempat direndam di bak pencucian batik. Bahkan pelaku Hermanto mengejar korban dengan membawa sabit. ‘’Untungnya korban berhasil kabur menuju kantor tempat majikannya berada. Kasus ini lantas dilaporkan ke polisi,’’ katanya. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka pengeroyokan ini dikenakan pasal 170 ayat 2, dengan ancaman tujuh tahun penjara. Iptu Winangun juga memastikan tidak ada diversi untuk dua tersangka yang masih di bawah umur tersebut. ‘’Kita tidak menyiapkan diversi, karena pasal ini ancaman hukumannya tujuh tahun. Kalau ancaman hukuman di bawah tujuh tahun barulah diadakan mediasi untuk diversi,’’ jelasnya.
Jadi memang ada perubahan,’’ ucapnya. Diperkirakan, untuk 24 desa yang akan melakukan pilkel ada penambahan seratus lebih DPT baru. Setelah pendataan ini, diagendakan penetapan DPT. ‘’Nanti penetapan DPT itu ada berita acaranya, ditandatangani juga oleh para paslon. Hal ini penting agar saat penghitungan suara nanti tidak dijadikan persoalan,’’ jelasnya. Selama rapat evaluasi itu, Suweta juga menekankan persiapan TPS di masing-masing desa oleh panitia. Selain itu, juga dijalin kerja sama dengan KPU Gianyar untuk peminjaman logistik berupa bilik suara, kotak suara hingga bantalan. ‘’Kita sudah bersurat ke KPU
agar ini dibantu, sehingga bisa menghemat biaya. Kecuali kertas suara, itu disiapkan panitia, dan contohnya sudah saya sampaikan,’’ ungkapnya. Suweta menambahkan, pihaknya akan terus melakukan monitoring persiapan pilkel serentak. Terlebih pilkel serentak tergolong yang pertama kali diselenggarakan di Kabupaten Gianyar. ‘’Karena ini pilkel serentak yang pertama, tentu kita sangat berharap ini berjalan lancar,’’ tegasnya. (kmb35) PERSIAPAN PILKEL Rapat persiapan pilkel serentak yang dilangsungkan di aula Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Selasa (24/7) kemarin.
TES URINE - Suasana tes urine yang dilakukan BNNK Gianyar di sebuah kos-kosan di Gianyar, Selasa (24/7) kemarin.
JEMBRANA
10
Rabu Umanis, 25 Juli 2018
Satpol PP Tertibkan Bangunan Liar di Pengambengan
Bali Post/olo
Salah Satu Anggota Dewan Protes
Negara (Bali Post) -
Sejumlah bangunan liar di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Selasa (24/7) kemarin, ditertibkan petugas Satpol PP Jembrana. Bangunan semipermanen yang merupakan kandang ternak dan pabrik pengolahan minyak ikan itu dibongkar lantaran berdiri di tanah negara (TN) dan tidak berizin. Selain petugas, ada sebagian warga pemilik bangunan membongkar sendiri. Menariknya, dalam proses penertiban itu, salah satu anggota DPRD Jembrana tiba-tiba melakukan protes.
Dari pengamatan kemarin, pembongkaran itu mendapatkan pengawalan dari pihak kepolisian. Kegiatan tersebut awalnya berjalan lancar. Namun setelah beberapa bangunan dibongkar, tiba-tiba datang salah seorang anggota DPRD Jembrana, Ferlinand Taufiq. Wakil rakyat ini protes terhadap kegiatan penertiban tersebut. ‘’Ini masalah perut. Kok kandang kambing
Obok-obok Rutan Negara, Petugas Temukan Pisau
Negara (Bali Post) – Puluhan petugas Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Negara, Senin (23/7) malam melakukan razia ke bilik-bilik kamar narapidana (napi). Petugas yang tergabung dalam Satuan Tugas Keamanan dan Ketertiban (Satgaskamtib) Rutan Negara itu mengobok-obok seluruh blok, baik tahanan pria maupun wanita. Razia yang dilakukan mendadak saat jam malam itu sempat membuat kaget para warga binaan. Selain memeriksa secara teliti sudut-sudut bilik dan barang bawaan, petugas juga memeriksa badan hingga pakaian yang dikenakan napi. Hal itu dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada barang yang dilarang dibawa napi selama berada di dalam. Dari hasil pemeriksaan, sejumlah barang yang semestinya tidak ada di sel ditemukan petugas, salah satunya pisau cutter. Selain itu petugas juga menemukan kartu domino, baterai handphone yang sudah rusak, tang dan benda-benda tajam lainnya. Kepala Rutan Kelas IIB Negara Purniawal mengatakan, upaya ini dilakukan selain menindaklanjuti perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Ham RI juga rutin digelar sewaktu-waktu. Tujuannya untuk mencegah barang-barang terlarang masuk ke dalam tahanan. ‘’Puluhan petugas kami libatkan, yang tergabung dalam Satgaskamtib. Satgas ini khusus untuk melaksanakan pengecekan dan razia di rutan,’’ jelas Purniawal. Selama razia tidak ditemukan adanya alat komunikasi seperti handphone (HP). Pihak rutan telah menyediakan layanan komunikasi melalui Warung Telepon Permasyarakatan. ‘’Seluruh barang hasil sitaan nantinya akan dimusnahkan,’’ tambah Purniawal. (kmb26)
Negara (Bali Post) Jajaran Satreskrim Polres Jembrana menangkap pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) yang terjadi di Banjar Dauh Marga, Desa Delodbrawah, Mendoyo, Jembrana. Pelakunya adalah I Made Pariasa (41) asal Banjar Dauh Marga, Desa Delodbrawah, Mendoyo. Ia membobol rumah milik korban Ni Wayan Ratiasih (66) pada Minggu (8/7) lalu dan diketahui sekitar pukul 16.00 Wita. Kabag Ops Polres Jembrana Kompol M. Didik Wi-
Bali Post/olo
ratmoko didampingi Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yusak Agustinus Sooai, Selasa (24/7) kemarin, mengatakan korban melaporkan kehilangan sejumlah perhiasan emas berbagai jenis dan bentuk dengan taksiran kerugian mencapai Rp 24 juta. Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, polisi akhirnya berhasil mengamankan pelaku. Pelaku Pariasa ini merupakan tetangga korban. Pelaku diamankan saat berkendara di jalan umum di Lingkungan Mertasari,
Bali Post/olo
BARANG BUKTI - Kabag Ops Polres Jembrana Kompol Didik didampingi Kasat Reskrim AKP Yusak saat menunjukkan barang bukti pencurian.
Mereka berharap petugas Satpol PP bersikap adil dan tidak pandang bulu. Sementara itu, Kabid Tibuntranmas Satpol PP Jembrana Kadek Agus Arianta menanggapi hal itu. Ia mengatakan pihaknya hanya melaksanakan tugas dan sesuai perintah. Hal itu sesuai dengan Perda No. 3 Tahun 2004 tentang Bangunan dan Perda Kabupaten Jembrana No. 5
Tahun 2007 tentang Kebersihan dan Ketertiban Umum. Sejauh ini, pihaknya juga sudah memberikan teguran keras kepada para pemilik bangunan. Selain itu juga memberikan kesempatan membongkar sendiri bangunan tersebut. Karena membandel maka pihaknya melakukan pembongkaran dengan paksa. (kmb26)
Meningkat, Jembrana Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak
PERIKSA – Sejumlah petugas saat memeriksa ruang tahanan di Rutan Negara, Senin (23/7) malam.
Polisi Bekuk Pembobol Rumah Tetangga
ikut dibongkar. Itu lho bangunan pengolahan minyak ikan tidak dibongkar,’’ sergah Ferlinand Taufiq. Sebelum lahan itu diperlukan negara, menurutnya, dibiarkan saja dipakai untuk kandang kambing. Dengan adanya protes itu, para pemilik kandang kambing juga ikut bersuara. Mereka mengaku sudah memelihara kambing tersebut cukup lama di sana.
Kelurahaan Loloan Timur, Jembrana pada Senin (23/7) sore. Saat diintrogasi, pelaku mengakui melakukan pembobolan rumah tetangganya itu setelah mengetahui rumah kosong. Sebelum melakukan aksinya, pelaku sempat mengantarkan istrinya berjualan sayur di Pasar Jembrana. Bapak tiga anak ini berhasil mencuri perhiasan emas berbagai jenis dan selembar nota surat emas. Setelah barang-barang itu diembat pelaku menjualnya ke salah satu toko emas di Pasar Tegalcangkring, Mendoyo. Uang hasil penjualan dua gelang emas Rp 9.650.000 diakui digunakan untuk mengontrak lahan dan modal bercocok tanam palawija serta bayar hutang sehingga masih tersisa Rp 3.860.000. Untuk menyembunyikan barang hasil curiannya yang belum terjual, pelaku sempat memasukkannya ke selang air yang ada di persawahan Gintung, Lingkungan Delodbaleagung, Kelurahan Tegalcangkring, Mendoyo. Namun, perhiasan itu akhirnya dibuang ke sumur bor yang digarapnya. Pelaku beserta barang bukti kini diamankan di Polres Jembrana untuk proses hukum lebih lanjut. (kmb26)
KABUPATEN Jembrana meraih penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) 2018 kriteria Madya pada acara penghargaan di Dyandra Convention, Surabaya, Senin (23/7) malam. Prestasi ini meningkat dari capaian sebelumnya dengan predikat pratama. Penghargaan tersebut diberikan langsung Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Yohana Yembise didampingi Deputi Menteri PPPA Bidang Tumbuh Kembang Anak KPPPA Lenny N Rosalin. Penerima penghargaan tersebut yakni Bupati Jembrana I Putu Artha didampingi Kadis P3A PPKB Jembrana Ni Kade Ari Sugianti. Menteri PPA Yohana Susana Yembise menjelaskan total ada 177 yang berhasil mendapatkan penghargaan dari 389 kabupaten kota yang dievaluasi. Jumlah 177 di antaranya adalah penghargaan kepada 10 pemerintah provinsi, penghargaan utama KLA diberikan kepada dua kota, penghargaan Nindya diberikan kepada 11 kabupaten/ kota, penghargaan Madya diberikan kepada 51 kabu-
Bali Post/ist
PENGHARGAAN – Bupati Jembrana I Putu Artha didampingi Kadis P3A PPKB Jembrana Ni Kade Ari Sugianti saat menerima penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA). paten kota, dan penghargaan Pratama, diberikan 113 kabupaten/kota. Atas prestasi ini, Bupati Artha mengaku berbangga telah meningkatnya capaian Jembrana dari predikat Pratama menjadi Madya. Hasil itu disebutnya berkat kerja keras serta sinergitas yang terjalin dengan baik antara OPD dalam melaksanakan
program-program pemenuhan kebutuhan anak-anak di Jembrana. ‘’Kita tentu tidak ingin berhenti sampai di sini. Berbagai program akan terus dikembangkan sehingga capaian Jembrana tambah meningkat menjadi predikat Nindya. Jembrana kita lihat sangat memungkinkan untuk itu,’’ ujar Artha. Ia juga menambahkan,
sinergitas antar-OPD mesti terus ditingkatkan. Tidak hanya berhenti dan sebatas mengejar penghargaan. Namun bagaimana melanjutkan berbagai kebijakan, program serta kegiatan yang terencana untuk menjamin terpenuhinya hak anak secara menyeluruh dengan melibatkan masyarakat serta dunia usaha. (ad1371)
Sudah Tiga Kali TPA Peh Terbakar
Warga Protes, Minta Segera Ditutup
Negara (Bali Post) – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Peh di Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Selasa (24/7) kemarin terbakar. Kebakaran terjadi pada tumpukan sampah di sisi selatan yang berdekatan dengan pabrik aspal. Dari informasi, api diketahui muncul sejak Selasa kemarin sekitar pukul 04.30 Wita. Saat itu, ada warga yang kebetulan melintas di sekitar lokasi dan melihat kejadian itu. Kemudian langsung melaporkannya ke petugas di desa. Di sela-sela proses pemadaman api, puluhan warga protes menuntut penutupan TPA terbesar di Jembrana tersebut. Warga mengaku geram dengan kondisi ini karena sudah berulangkali terjadinya kebakaran. ‘’Asapnya sampai ke permukiman, kasihan bayi dan anak-anak di sekitar. Cukup ini yang terakhir dan kami meminta agar TPA ini ditutup,’’ terang Ketut Witama, warga setempat. Bukan hanya permasalahan asap, sejak lama warga sangat keberatan dengan adanya TPA itu. Sebab, berdampak buruk, baik polusi udara (bau) maupun polusi air bawah tanah (sumur). Air yang menggenang di
sekitar areal TPA menimbulkan jentik-jentik nyamuk. Warna genangan air juga sangat pekat. Air itu juga mengalir ke sekitar saluran irigasi yang digunakan subak sekitar. Salah satu krama Subak Tegalasih, Nengah Wisana, mengungkapkan air subak terdampak karena bercampur air rembesan sampah di TPA. Sebagian besar warga di Peh sudah cukup bersabar dengan kondisi tersebut. Namun dengan kejadian kebakaran yang ketiga kalinya ini mereka sudah tak kuat. Warga meminta pemerintah untuk menutup dan memindahkan pembuangan sampah ke tempat lain. ‘’Ini asap dari sampah yang terbakar. Sebentar saja menghirupnya sudah sesak,’’ terang Komang, warga lainnya. Aksi protes ini sempat dikendalikan petugas dari desa dan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jembrana. Warga selanjutnya memilih membubarkan diri setelah mendapat pembagian masker dari BPBD yang sebelumnya diterima perbekel setempat. Perbekel Kaliakah Made Bagiarta mengatakan, pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 04.30 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam ke-
Bali Post/olo
PROTES - Sejumlah warga berkumpul menyampaikan protes terkait kembalinya TPA Peh mengalami kebakaran. bakaran tersebut, namun hal ini mendapat perhatian desa lantaran api belum juga padam. Menurutnya kebakaran di TPA ini sudah ketiga kalinya. Pihaknya juga mengakui sering mendapatkan keluhan dari masyarakat sekitar TPA. Kebakaran ini terjadi diduga adanya gas metan yang timbul akibat tumpukan sampah. Dari pengamatan api masih terlihat di dalam tumpukan sampah setinggi 15 meter lebih itu. Kendati mobil damkar dari pemkab Jembrana ber-
gantian melakukan pemadaman, asap tebal masih mengebul di sekitar lokasi. Kasi Pemadam Kebakaran Kade Bagus Darmawan mengungkapkan petugas sudah mulai memadamkan api sejak pukul 05.04 Wita. Diperkirakan membutuhkan waktu lama untuk pemadaman lantaran sumber api masih ada di tengah tumpukan sampah. ‘’Kita masih upayakan agar tumpukan itu dibuka dengan alat berat untuk memadamkan sumber api,’’ terangnya. (kmb26)
Rabu Umanis, 25 Juli 2018
Karangasem
11
Gunung Agung Tiga Kali Erupsi Skala Rendah
Amlapura (Bali Post) Sempat tenang beberapa hari, Gunung Agung kembali memperlihatkan aktivitas vulkaniknya Selasa (24/7) kemarin. Gunung setinggi 3.142 mdpl itu mengalami tiga kali erupsi, dengan rentang waktu antara letusan yang satu dengan yang lain sekitar satu jam. Letusan pertama terjadi pukul 12.52 Wita berdurasi 3 menit 26 detik dengan tinggi kolom abu 1.500 meter. Erupsi kedua pukul 13.36 Wita berdurasi 2 menit 13 detik dengan kolom abu setinggi 700 meter. Erupsi ketiga pukul 14.36 Wita berdurasi 3 menit 13 detik dengan tinggi kolom abu 700 meter. Kolom abu intensitas sedang dengan warna putih abu-abu ke arah timur dan tenggara mengikuti arah angin. Terkait tiga kali letusan beruntun itu, Kasubid Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Dr. Devi Kamil Syahbana dalam siaran persnya mengatakan, ketiga erupsi tersebut dengan skala rendah. Meski begitu, data multiparameter (seismik, deformasi, geokimia, dan satelit) mengindikasikan aktivitas Gunung Agung itu masih berfluktuasi, tidak stabil dan masih berpotensi terjadi erupsi. Sebelumnya, aktivitas embusan maupun erupsi itu sempat mengalami penurunan, karena ada sedikit penurunan suplai magma. Adapun dalam tiga kali erupsi kemarin, kata Devi Kamil Syahbana, terekam adanya indikasi pergerakan fluida magma menuju ke permukaan (terindikasi dari terekamnya gempa vulkanik) itu. Berdasarkan analisis data secara menyeluruh, belum teramati indikasi peningkatan intrusi magma secara besar-besaran. ‘’Dalam kondisi saat ini, ancaman bahaya utama itu dapat berupa lontaran batu atau lava pijar di dalam dan keluar kawah, lontaran kerikil, pasir maupun abu. Berdasarkan pemodelan data, kemungkinan material erupsi itu berukuran besar. Material itu masih jatuh di dalam radius 4 km,’’ jelasnya. Erupsi itu disusul informasi hujan abu tipis di beberapa tempat. Bahkan sampai ke Ubud, Gianyar. Terkait hal itu, Devi Kamil Syahbana mengatakan material abu vulkanik itu dapat tersebar sangat jauh. Bahkan hingga keluar Pulau Bali. Hal itu biasanya ditentukan oleh faktor arah dan kecepatan anginnya. Pihaknya mengimbau masyarakat tetap tenang tetapi selalu siaga. Warga diharapkan tetap mengikuti perkembangan aktivitas terkini untuk mengantisipasi perubahan-perubahan aktivitas gunung api yang dinamis. ‘’Aktivitas Gunung Agung itu masih berkembang dan dapat berubah kapan saja. Saat ini masih berada di level siaga. Jika data mengindikasikan adanya potensi terjadinya erupsi lebih besar, dengan potensi ancaman yang meluas, maka PVMBG akan mengevaluasi kembali rekomendasinya,’’ ujarnya. (kmb)
TIDAK MELAUT - Pantai Ujung dipenuhi jukung nelayan. Para nelayan tak berani melaut karena cuaca belum bersahabat.
Ombak Belum Bersahabat
Nelayan Pilih Tak Melaut Amlapura (Bali Post) Pantai Ujung sepanjang Selasa (24/7) kemarin dipenuhi jukung nelayan. Para pemiliknya memutuskan tidak melaut karena kondisi cauca dan ombak di perairan Selat Lombok belum bersahabat. ‘’Ombak masih besar, angin selatan juga kencang,’’ ujar Nurfiah (54), satu dari sekitar 300 nelayan di Pantai Ujung, Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem.
ARISAN SOSIAL GRACIA - Ibu-ibu dari Arisan Sosial Gracia bersama warga miskin dan anak-anak yayasan setelah menerima bantuan di Yayasan Permata Bali.
Arisan Sosial Gracia Gelar Bakti Sosial di Seraya Barat
IBU-IBU dari Jakarta yang tergabung di Arisan Sosial Gracia, jauh-jauh datang ke daerah terpencil di Banjar Dinas Dauh Pangkung, Desa Seraya Barat, Kecamatan Karangasem, Selasa (24/7) kemarin. Mereka tergerak ikut membantu sesama guna meringankan beban hidup masyarakat setempat. Tahun ini mereka sengaja memilih Bali sebagai lokasi Bakti Sosial Arisan Sosial Gracia. Ketua Arisan Gracia, Susy Teddy Siahaan, di lokasi bakti sosial di Yayasan Permata Bali mengatakan tidak menyangka Bali yang sudah tersohor di dunia ternyata masih banyak ada daerah terpencil yang perlu bantuan. Sangat ironis memang mengingat di Bali banyak ada tempat terkenal, bahkan perputaran rupiah mencapai miliaran, ternyata masih ada warganya yang mau membeli beras saja relatif susah. Di tengah kepopuleran Bali, bahkan tingkat pendapatan yang tinggi, rakyatnya justru masih banyak hidup susah. ‘’Kami biasa ke luar negeri. Di sana Bali lebih dikenal ketimbang Indonesia. Tetapi setelah kami sampai di sini, kami tidak menyangka masih banyak warga di daerah terpencil di Bali membutuhkan bantuan,’’ katanya. Dalam kegiatan bakti sosial yang digelar, Arisan Gracia menyerahkan bantuan 150 paket sembako, 30 bantal, 30 guling, 30 sprai, 30 selimut, 30 handuk, 30 set perlengkapan mandi, pasta sabun sampo, 450 snack box, kue kering, 20 tas sekolah berikut buku dan pensil serta 400 nasi bungkus. Ada juga penyerahan tanda kasih untuk warga setempat dan portable speaker dan mike untuk pelayanan, bibit kelapa gading 200 pohon, bantuan 6 ekor bibit babi. Susy menegaskan, Arisan Gracia punya misi ‘’diberkati jadi saluran berkat, mampu melayani dengan sepenuh hati’’. Sejak bergerak di bidang kemanusiaan, mereka melayani tanpa memandang suku, agama dan ras. Arisan Sosial Gracia ini berdiri Febuari 2013. Sebagai Ketua Umum Susy Teddy Siahaan, Bendahara Umum Susan Affandy dan Sekretaris Tetty Panggabean, dengan jumlah anggota 39 orang yang berasal dari berbagai kalangan. Arisan Sosial Gracia memiliki kesatuan hati, melayani sesama yang berkekurangan dan mengasihi sesama. Dalam aktivitas rutin setiap bulannya, mereka tidak hanya berarisan, tetapi selalu diawali ibadah sebagai ucapan syukur melakukan aktivitas berbakti sosial. Arisan Sosial Gracia baru berusia 5 tahun. Meski baru terbentuk, mereka sudah melakukan kegiatan sosial di banyak tempat di Indonesia. Sudah mengunjungi dan berbagi kasih di puluhan panti asuhan, rumah sakit dan penjara wanita. Bahkan, para pemulung yang tinggal di tepi rel kereta api, tempat pembuangan sampah dan tempat-tempat kumuh lainnya di Jakarta, Siantar, Medan, Bandung, Solo, Balige, Tarutung, Batam, dan saat ini di Bali. Arisan Sosial Gracia juga sudah membangun rumah ibadah dan berbagai kegiatan lainnya. Bulan lalu Arisan Sosial Gracia mengadakan pengobatan massal gratis gigi, mata dan kesehatan umum bagi 800 anak yatim piatu, anak jalanan, orang jompo dan orang miskin di daerah Bintaro, Jakarta. ‘’Ini sebagai tanda kasih kami kepada warga. Ini juga menjadi kebahagian kami bisa menolong sesama,’’ ujarnya. Susy minta perangkat desa di Seraya Barat dan Pemkab Karangasem selalu membina masyarakat setempat, sehingga warga bisa meningkatkan kualitas hidupnya tiap tahun. Klian Banjar Dinas Dauh Pangkung Ranji Asmara menyampaikan terima kasih kepada ibu-ibu Arisan Gracia. Minimnya akses jalan, air dan listrik selama ini membuat perkembangan wilayah setempat sedikit tersendat. Warganya juga berkreativitas melalui kerajinan anyaman daun lontar dan ate, tetapi kesulitan memasarkan hasilnya. ‘’Memberi adalah tanda kasih terbesar. Semoga kebaikan ibu-ibu hari ini akan dibalas jauh lebih besar oleh Tuhan,’’ ungkapnya. Staf Yayasan Permata Bali, Ester Lumba, menyatakan di yayasan ini ada 24 orang mulai anak SD hingga kuliah. Pihaknya juga menyampaikan terima kasih bantuan ini mampu menolong anak-anak yayasan dan ke depannya diharapkan hidup lebih baik. (ad1382)
Bali Post/kmb
Pria asal Banjar Ujung Pesisi itu mengatakan ombak besar sudah berlangsung sebulan terakhir ini, puncaknya terjadi Selasa (17/7). Saat itu, ombak naik sampai ke tempat sandaran jukung hingga mengakibatkan dua buah jukung rusak berat. Sejak cuaca tak bersahabat, dia mengaku sama sekali belum sempat melaut. Untuk mengisi waktu luang, dia membantu istrinya mengurus warung di Pantai Ujung. ‘’Sudah mulai tua, saya tidak sekuat dulu. Yang lain
ada yang ke sawah, tetapi sebagian besar hanya berdiam di rumah,’’ katanya. Tidak semua nelayan di Pantai Ujung, kata Nurfiah, punya pekerjaan sampingan. Hanya sebagian kecil terjun bertani. Itu pun statusnya hanya sebagai petani penggarap. Beberapa nelayan yang tak punya pekerjaan sampingan, selama cuaca buruk tetap juga memaksakan diri melaut. ‘’Tadi pagi sekitar pukul 10.00, nelayan itu naik ke darat. Mereka sudah berang-
kat pukul 04.00 pagi. Tadi, pukul 08.00 Wita pagi, sudah pulang. Ada yang dapat ikan namun banyak juga yang tidak dapat ikan,’’ jelasnya. Dalam kondisi cuaca seperti sekarang ini, tantangan nelayan bukan hanya gelombang tinggi dan ombak yang sangat besar. Nurfiah mengaku enggan melaut karena biasanya tangkapan sangat minim. Ketika cuaca bagus, masing-masing nelayan bisa dapat sepuluh baskom ikan. Tetapi ketika cuaca buruk,
empat baskom sudah sangat lumayan. Kondisi itu pula yang mengakibatkan harga ikan tongkol yang menjadi hasil utama nelayan Ujung itu sekarang harganya cukup mahal. Per ekor berkisar Rp 5.000 sampai Rp 6.000. Nurfiah mengatakan nelayan memang tidak bisa melaut sepanjang tahun. Antara Juni sampai Agustus, kondisi cuaca dan perairan memang tidak bersahabat. Seperti halnya kondisi sekarang ini. Kalaupun nekat melaut pada bulan-bulan ini, nelayan umumnya punya patokan sendiri selain informasi cuaca dari BMKG. ‘’Sekarang kan musimnya angin selatan. Angin itu datang dari laut lepas. Kita
biasanya melihat mendung. Kalau di atas Pulau Nusa Penida dan di Bangka-Bangka (di wilayah Lombok - red) mendungnya tebal, anginnya pasti kencang,’’ ungkapnya. Kondisi cuaca yang membahayakan itu membuat nelayan di wilayah Karangasem, hanya bisa pasrah. Mereka hanya bisa menunggu datangnya angin barat. Jika melihat pengalaman, Nurfiah mengatakan cuaca buruk ini baru akan berakhir Agustus akhir. ‘’Kalau sudah angin barat, itu artinya sudah masuk Sasih Kapat (bulan keempat sesuai kalender Bali -red). Saat itu, sudah mulai muncul angin barat. Lautnya tenang dan tidak ada angin kencang,’’ ujarnya. (kmb)
Setelah Bayi, Giliran Ibunya Meninggal Amlapura (Bali Post) Cerita sedih bayi yang meninggal di RSUD Karangasem beberapa pekan lalu yang diduga penanganannya lambat, disusul oleh kematian ibunya. Usai melahirkan bayinya yang meninggal, sang ibu Maria Getrudis Mbembok juga tidak tertolong melawan penyakitnya, kemudian ikut meninggal dunia. Dia mengembuskan napas terakhirnya setelah sempat menjalani perawatan serius di RSUP Sanglah selama beberapa pekan. Sang ayah, Wayan Gede Wirya, Selasa (24/7) kemarin, mengaku sudah
mengikhlaskan kepergian anak dan juga istrinya. Sebelum meninggal di RSUP Sanglah, dia mengatakan istrinya terus bolak-balik dirawat di rumah sakit. Sepulang dari melahirkan melalui SC (sectio caesaria) alias operasi caesar di RSUD Karangasem yang berakhir bayinya meninggal secara kontroversial saat itu. Sang ibu sempat dirawat di rumah sakit lagi. Akan tetapi, pengalaman buruk di RSUD Karangasem, membuatnya memilih rumah sakit lain, yakni RS BaliMed Karangasem. Setelah membaik, Wirya
mengatakan istrinya sempat diperbolehkan pulang dan dirawat di rumah. Tetapi, penyakit yang diderita istrinya kembali kambuh, sehingga harus dirujuk ke RSUP Sanglah. ‘’Di sana, istri saya dirawat dengan sangat baik. Tidak seperti waktu melahirkan di Karangasem,’’ keluh Wayan Gede Wirya, polisi aktif yang bertugas sebagai Kanit Reskrim Polsek Kota Karangasem. Gede Wirya menambahkan, kondisi yang terus memburuk pada istrinya itu terjadi pascamelahirkan di RSUD Karangasem. Dalam penan-
ganan medis rumah sakit, kata Gede Wirya, kondisi demikian disebabkan karena pengaruh plasenta bayinya. Menurutnya, separuh badannya sudah tak bisa digerakkan alias lumpuh. Gede Wirya sendiri tak sanggup menjelaskan penyakit yang diderita istrinya, dengan bahasa medis. ‘’Kata pihak rumah sakit, penyakitnya mirip kanker. Mulai semakin parah setelah melahirkan itu,’’ kata Gede Wirya asal Desa Adat Pidpid, Abang. Istrinya itu sudah berpulang 21 Juli lalu. Saat ini jenazahnya sudah berada di rumah duka di Desa Pidpid,
Abang. Rencananya, jenazahnya diprosesi makinsan di geni, di Setra Desa Adat Pidpid, 30 Juli mendatang. Sejumlah kerabat maupun rekan kerja terus berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa maupun dukungan moril kepadanya. Gede Wirya berharap pengalaman buruk dalam pelayanan rumah sakit hingga merenggut nyawa anak dan istrinya tidak terulang kepada warga lainnya di Karangasem. Dia berpesan agar bijak memilih tempat pelayanan kesehatan, sebelum berakhir dengan penyesalan. (kmb31)
Cuaca Buruk
Nelayan Perbaiki Jaring dan Jukung Cuaca buruk hampir sepekan terakhir ini benarbenar merugikan kalangan nelayan. Mereka belum bisa melaut lagi, lantaran gelombang masih tinggi. Bahkan disertai angin kencang yang terus berembus. Daripada menganggur, para nelayan mengisi waktunya memperbaiki jukung dan juga jaring nelayan. Di sisi lain, petugas Sat. Polair Polres Karangasem, juga intens turun ke lokasi memantau pergerakan nelayan, agar tidak nekat melaut. Bagaimanakah juga ekspektasi terhadap para nelayan dalam kaitan ikut menjaga pertahanan keamanan NKRI? KETUA Kelompok Nelayan Pondok Indah, Desa Tumbu, Haerudin, Senin (23/7), mengatakan di tengah cuaca buruk, para nelayan tak berani ambil risiko. Cuaca akhir-akhir ini memang sangat ekstrem, disertai gelombang laut yang tinggi. Hal itu membuat para nelayan tidak berani melaut. ‘’Kami tidak punya penghasilan lain. Karena itu, kondisi cuaca seperti ini, kami manfaatkan untuk memperbaiki jaring, jukung, dan juga mesin jukung. Sehingga saat melaut nanti kondisi jukung, jarring, dan mesin tidak ada yang bermasalah,’’ katanya, Senin (23/7). Untuk meningkatkan ke-
waspadaan para nelayan, Kasat Polair Polres Karangasem AKP I Made Wartama terus melakukan pembinaan kepada nelayan di seluruh garis pantai. Seperti 50 orang Kelompok Nelayan Pondok Indah, yang beroperasi di Pantai Ujung, Desa Tumbu. Ditemani beberapa personel dan Bhabinkamtibmas Tumbu Aiptu Ketut Tegep, Kasat Polair meminta agar nelayan tidak nekat melaut. Harus melihat situasi agar cuaca buruk itu tidak sampai merenggut korban jiwa. Pihaknya ingin memaksimalkan program quick wins, sekaligus merangkul nelayan dalam kaitan penegakan hukum bagi organisasi
Bali Post/gik
LIFE JACKET - Kasat Polair saat memakaikan life jacket kepada nelayan dari Kelompok Nelayan Pondok Indah. radikal dan anti-Pancasila. Ini sangat bertentangan dan dapat memecah belah NKRI, karena oknum yang anti-Pancasila itu bisa menggunakan jalur tikus untuk masuk ke Bali. Pihaknya juga mengimbau agar para nelayan tetap menjaga keamanan barangbarangnya yang disimpan atau ditaruh di pesisir pantai atau tidak disimpan dalam sebuah gudang penyimpanan. Dia juga menyarankan agar para nelayan dilibatkan secara ber-
gilir menjaga barang–barang tersebut supaya tidak hilang. Selan itu, juga diimbau kepada para nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan melaut dengan menggunakan life jacket. Alasannya, ada beberapa kejadian, seorang nelayan justru hilang saat melaut. Pada kesempatan itu, Kasat Polair menyerahkan sepuluh life jacket, buku Pancasila, dan paket sembako kepada perwakilan kelompok nelayan. Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) Karangasem juga bergerak cepat terkait sejumlah bencana yang terjadi sejak sepekan terakhir ini. Dilakukan juga penanganan bencana gelombang pasang (gelompas) yang menghantam pesisir Seraya Timur, Kecamatan Karangasem, Jumat (20/7) pekan lalu. Terhadap bencana itu, Kepala BPBD Karangasem I.B. Ketut Arimbawa, Selasa (24/7) kemarin, mengimbau agar para nelayan Seraya Timur yang perahunya mengalami kerusakan dan lima di antaranya hilang segera membuat proposal bantuan. BPBD sendiri menaksir kerugian yang dimunculkan akibat bencana, itu Rp 340 juta. ‘’Kerugian ini akan ditalangi melalui bantuan pascabencana BPBD Provinsi Bali,’’ katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, gelombang pasang dengan ketinggian satu hingga tiga meter menerjang pesisir Seraya Timur. Peristiwa itu membuat 76 perahu nelayan yang disandarkan di pantai Tanahan Barak itu rusak berat. Bahkan, lima perahu lainnya hilang terbawa arus gelombang. (gik)
KLUNGKUNG
12 Dua Sekolah Kini Terapkan ’’Full Day School’’
Semarapura (Bali Post) SMKN 1 Klungkung kini menjadi salah satu dari dua sekolah di Kabupaten Klungkung yang menerapkan program full day school. Sekolah yang beralamat di Banjar Siku Desa Kamasan, Klungkung ini mulai efektif menerapkan full day school sejak Senin (23/7) lalu. Dengan penerapan program tersebut, kegiatan belajar dilaksanakan selama lima hari hingga sore hari. Kepala SMKN 1 Klungkung I Wayan Siarsana, Selasa (24/7) kemarin menjelaskan, tahun ajaran baru ini menjadi tahun pertama SMKN 1 Klungkung menerapkan full day school. Program sekolah sehari penuh ini dilaksanakan mengacu surat edaran (SE) yang dikeluarkan Menteri Pendidikan 2017 lalu. SMKN 1 Klungkung mulai memberanikan diri menerapkan full day school setelah melihat beberapa sekolah lainnya cukup sukses melaksanakan program tersebut. Sekolah tersebut juga semakin percaya diri menerapkan program ini setelah mendapat banyak dukungan dari orangtua siswa. ‘’Dari hasil rapat, orangtua siswa juga mendukung penerapan full day school agar kegiatan ekstra lebih efektif. Karena dengan full day school, anak-anak hanya belajar di sekolah Senin-Jumat. Sabtu dan Minggu mereka bisa punya waktu full untuk membantu orangtua di rumah maupun melaksanakan olahraga secara mandiri,’’ jelasnya. Lanjut dikatakan Siarsana, dengan penerapan full day school ini pihak sekolah kini juga bisa mengakomodasi waktu bagi siswa untuk melaksanakan ibadah. Karena dengan full day scholl ini waktu istirahat untuk para siswa ditambah, bertepatan dengan waktu ibadah bagi siswa Hindu maupun non-Hindu. ‘’Istirahat pertama pukul 09.45. Jadwal istirahat kedua pukul 12.00. Sehingga siswa yang muslim bisa melaksanakan ibadah dan yang Hindu bisa melaksanakan Tri Sandya,’’ ujarnya. Sebelum dilaksanakannya full day school, Siarsana mengatakan kegiatan belajar di SMKN 1 Klungkung dilakukan sampai pukul 14.00 Wita. Kini dengan full day school, kegiatan belajar dilaksanakan hingga 15.30 Wita. Bagi siswa yang mendapat jadwal mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, mereka biasanya akan pulang setelah pukul 16.15 Wita. Sementara yang tidak ikut ekstra bisa langsung pulang setelah jam pelajaran berakhir. Siarsana menambahkan, sejak full day school mulai efektif diterapkan, pihaknya sejauh ini belum menemukan adanya kendala yang berarti termasuk adanya keluhan dari siswa. ‘’Kita sempat lakukan perubahan jam istirahat. Saat awal penerapan full day school, kita hanya jadwalkan satu kali istirahat. Karena siswa kelimpungan istirahat siangnya, kita ubah jam istirahatnya menjadi dua kali,’’ imbuhnya. Selain SMKN 1 Klungkung, sekolah di Klungkung yang juga menerapkan full day school yakni SMAN 2 Semarapura. Sekolah ini sudah mulai menerapkan full day school sejak tahun ajaran 2017/2018 lalu. Kepala SMAN 2 Semarapura I Gusti Lanang Made Puji mengatakan, dengan penerapan full day school, siswanya masuk sekolah mulai pukul 06.45 hingga 16.00 Wita. Meski kegiatan belajar di sekolah dilaksankan sampai sore hari, sejauh ini belum pernah ada keluhan baik dari siswa, orangtua siswa maupun guru yang diterima pihak sekolah. Untuk membuat siswa merasa nyaman dan betah di sekolah, SMAN 2 Semarapura terus berupaya menambah fasilitas penunjang. Lanang Made Puji menambahkan, karena menjadi sekolah pertama di Bali timur yang menerapkan full day school, saat ini sudah ada beberapa sekolah yang berniat meniru dengan melakukan studi banding ke SMAN 2 Semarapura. (kmb40)
Soal PAW Wakil Ketua DPRD
Dewan Tunggu Usulan Partai Hanura Semarapura (Bali Post) Pengunduran diri Wakil Ketua DPRD Klungkung Ida Ayu Made Gayatri sebagai anggota telah disampaikan secara resmi ke lembaga. Namun, untuk Penggantian Antar-Waktu (PWA)-nya tidak langsung diproses. Hal tersebut masih menunggu surat dari Partai Hanura yang menjadi kendaraannya melenggang sebagai wakil rakyat. ‘’Maju di dewan kan karena partai. Jadi untuk PAW perlu usulan dari partai. Selama tidak ada usulan, kami tidak bisa proses. Siapa pakai mengganti,’’ ujar Sekretaris DPRD I Wayan Sudiarta, Selasa (24/7) kemarin. Ketua DPC Hanura Klungkung I Wayan Suyasa mengakui PAW politikus asal Desa Takmung Kecamatan Banjarangkan ini diusulkan ke DPD Hanura Bali. Setelah itu selesai maka langsung dikirim ke DPRD Klungkung. Berdasarkan perolehan suara Pileg 2014, pengganti Ida Ayu Gayatri adalah I Komang Karnawan. Hanya, Karnawan hengkang dari Hanura dan berlabuh ke PDI-P. Setelahnya juga ada Anak Agung Darma. Hanya langkahnya juga sama, tidak lagi tergabung di Hanura. ‘’Karena seperti itu, pengganti yang memperoleh suara selanjutnya. Itu I Ketut Serinada. Untuk PAW segera diusulkan,’’ jelasnya. Seperti berita sebelumnya, Ida Ayu Gayatri memutuskan untuk angkat kaki sebagai kader Partai Hanura. Ia menilai perlakuan yang diterimanya bersifat dis-
kriminatif. Karena hal yang menjadi dasar melengserkan dari jabatannya sebagai Wakil Ketua DPRD sangat sepele, yakni tidak mengikuti pencalegan maupun adanya isu melenggang ke partai lain. ‘’Saya ingin istirahat. Awalnya saya sudah ingin mencalonkan suami, tetapi tidak diloloskan. Mungkin itu dijadikan suatu alat untuk melengserkan. Dari dulu memang ada seseorang yang menginginkan jadi wakil,’’ ungkapnya. Keputusannya untuk ‘’bercerai’’ dengan partai yang sudah membesarkan namanya itu dipandang sebagai keputusan tepat. Polemik akan bisa segera diakhiri. ‘’Kalau waktu ini saya seribu kali berpikir untuk meninggalkan Hanura. Tetapi sekarang tidak. Saya mundur karena tidak nyaman. Saya tidak melakukan perlawanan. Lebih baik keluar daripada dianggap jadi pengkhianat. Tidak mau lama-lama berpolemik seperti ini. Akan menguras tenaga dan pemikiran,’’ ungkapnya. Sejalan dengan polemik itu, srikandi ini memunculkan keputusan baru. Ia memastikan untuk ikut dalam pencalegan. Pendaftarannya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klungkung masih terbuka sebelum penetapan Daftar Calon Sementara atau masa perbaikan berkas. Hanya untuk partai yang menjadi kendaraan masih dirahasiakan. (kmb45)
I Wayan Sudiarta
Bali Post/sos
Rabu Umanis, 25 Juli 2018
Penumpang Tak Kantongi Tiket
Dewan Tengarai Ada Praktik Calo di Pelabuhan Semarapura (Bali Post) Aktivitas penyeberangan dari Pelabuhan Nusa Penida, Klungkung, terganggu sebagai imbas cuaca buruk yang terjadi beberapa hari belakangan. Hal tersebut tak sebatas menuai keluhan dari penumpang. Namun, di pelabuhan yang berlokasi di Banjar Mentigi, Desa Kutampi Kaler itu juga muncul polemik lain. Terungkap adanya penumpang kapal roro tak mengantongi tiket. Hal itu pun memantik kecurigaan kalangan legislatif akan adanya praktik calo. Ketua Komisi II DPRD Klungkung I Komang Suantara, Selasa (24/7) kemarin, mengatakan hal tersebut sudah dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan Klungkung melalui rapat kerja. Dijelaskan kronologisnya, sejalan dengan gelombang tinggi di Selat Bali sejak 19 Juli lalu, kapal roro tiga kali hendak mengangkut penumpang menuju Pelabuhan Padangbai, Karangasem melebihi kapasitas. Dari seharusnya 150 sampai 170 orang menjadi 500 orang. Namun itu akhirnya dibatalkan dengan alasan cuaca kurang mendukung. Hal itu pun sempat memicu ketegangan. Di tengah hal tersebut terdapat penumpang yang telah masuk tanpa mengantongi tiket. Selain itu, warga yang sudah membeli tiket, uangnya belum dikembalikan. ‘’Kok bisa yang tidak punya tiket masuk kapal. Curiga ada calo,’’ sesalnya. Politikus Partai Gerindra ini juga mendapat informasi ada penumpang membeli tiket jauh lebih mahal dari yang sudah ditetapkan. Menyikapi hal itu,
pihaknya segera memastikan layanan pelabuhan. Bahkan diusulkan pembentukan panitia khusus ke lembaga dewan. ‘’Ini segera dipastikan. Jangan sampai terus dikeluhkan. Pertemuan dengan Dinas Perhubungan untuk menggali lebih jauh seperti apa pelayanan di sana,’’ sebutnya. Kepala UPT Pelabuhan Nusa Penida I Dewa Gede Agus Suarma Hendra sempat menyatakan permasalahan tiket sudah selesai. Akan tetapi, Suantara tetap kurang puas klarifikasi itu lantaran masih ada riak-riak di masyarakat. ‘’Pelayanan harus diberikan dengan baik,’’ imbuhnya. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Klungkung I Nyoman Sucitra mengatakan, pemkab siap mengembalikan uang penumpang yang telah membeli tiket. Sejauh ini ada sekitar 50 orang yang tercatat. ‘’Tinggal menunjukkan bukti saja bahwa sudah membeli tiket. Uangnya pasti dikembalikan. Ini sebenarnya bisa langsung saat pembatalan pemberangkatan,’’ jelasnya. Mengantisipasi kejadian se-
Bali Post/sos
BERSANDAR - Kapal roro tengah bersandar di Pelabuhan Nusa Penida. Saat cuaca buruk beberapa waktu lalu, jumlah muatannya diketahui melebihi kapasitas. rupa, pejabat asal Desa Tusan Kecamatan Banjarangkan ini mengaku akan memperketat pengawasan. ‘’Tentu ini kami evaluasi. Pengawasan makin diperketat,’’ imbuhnya. Masih berkaitan dengan aktivitas penyeberangan dari wilayah daratan ke Nusa Penida maupun sebaliknya yang belum normal, Ketua Komisi III DPRD Klungkung Ni Luh Komang Ari Ayu Ningrum
menyatakan banyak warga yang mengeluhkan. Tak hanya berkaitan dengan jumlah kunjungan wisatawan yang menurun. Tetapi juga berimbas pada pasokan kebutuhan pokok yang tak lagi lancar. Selain itu ada pula sejumlah warga yang tidak bisa berobat ke rumah sakit di wilayah daratan. ‘’Pasokan terganggu. Ini berimbas pada harga yang melonjak. Warga sakit juga sulit
berobat karena tidak ada boat,’’ katanya. Situasi itu diharapkan bisa dicarikan solusi oleh instansi terkait. ‘’Kalau dilihat kan tidak terus ombak besar dan gelombang tinggi. Saat seperti itu, penyeberangan bisa dibuka. Jadinya masyarakat tak terus mengeluh. Kami berharap ini diimbangi pengawasan yang ketat. Kasihan juga pariwisatanya,’’ imbuh politikus Partai Golkar ini. (kmb45)
Komitmen Wujudkan KLA
Pemkab Langsung Sabet Dua Penghargaan PEMERINTAH Kabupaten Klungkung sangat serius dalam menjalankan program pembangunan nasional di bidang pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus. Hal tersebut pun berbuah manis. Penghargaan berhasil diraih dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak. Kali ini mendapat dua sekaligus, di kategori Puskesmas dengan Pelayanan Ramah Anak Terbaik 2018 dan sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2018. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Ny. Ayu Suwirta yang hadir langsung dalam acara penganugerahan di gedung Dyandra Convention Center Surabaya, Senin (23/7), sangat mengapresiasi dinas terkait yang sudah berkomitmen dan bekerja optimal sehingga bisa mendapat penghargaan ini yang baru pertama kali ini. “Bahkan dua penghargaan sekaligus”. Tapi kita jangan berpuas diri. Pastinya kegiatan ini rutin dilaksanakan. Masih banyak
Bali Post/ist
TUNJUKAN - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta (dua dari kiri) didampingi istri Ny. Ayu Suwirta dan Kadis Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Klungkung Ida Bagus Anom Adnyana menunjukkan penghargaan yang diraih. yang perlu dibenahi untuk mempertahankan penghargaan ini bahkan kita harus bisa mendapat yang lebih maksimal lagi, dengan cara lebih meningkatkan komunikasi dengan jajaran
yaang terkait,” ungkapnya. Penghargaan yang langsung diserahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembisena sebelumnya
melalui berbagai kriteria penilaian. Dalam evaluasi diikuti 389 kabupaten/kota. Dari itu, hanya 177 kota yang menerima Anugerah Kota Layak Anak. Hal ini lebih banyak dari tahun 2017. Penganugerahan serupa juga akan diberikan kepada 10 pemerintah provinsi sebagai penggerak, pengembangan KLA tahun 2018. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Klungkung Ida Bagus Anom Adnyana menyatakan proses penilaiannya cukup panjang dengan melalui tiga tahap penilaian, penilaian mandiri, verifikasi nilai, terakhir verifikasi lapangan. Dirinya berharap ke depannya Kabupaten Klungkung bisa mempertahankan penghargaan ini dan bisa mendapat yang lebih tinggi. “Sesuai arahan nantinya kita akan melibatkan instansi terkait untuk memaksimalkan program ini,” sebutnya. Penghargaan itu menambah deretan kado manis. Tiga hari sebelumnya, Kabupaten
Klungkung berhasil masuk Top 10 Kabupaten Terbaik Tingkat Nasional dalam penganugerahan Wonderful Indonesia Tourism Award 2018. Penghargaan tersebut diserahkan langsung Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya kepada Bupati I Nyoman Suwirta di Aula Balairung Soesilo Sudarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kantor Kemenpar. Menteri Arief Yahya menyatakan, penghargaan ini sebagai wujud apresiasi pemerintah akan performansi, inovasi dan komitmen dari pemerintah daerah dalam membangun pariwisata. “Penghargaan ini sebagai upaya untuk mendorong pemerintah daerah di seluruh Indonesia dalam membangun potensi pariwisata di daerah sekaligus mendukung pariwisata nasional. Juga dapat dijadikan sebagai tolok ukur atau kalibrasi kepada kepala daerah untuk berkomitmen membangun wisata berkelanjutan dalam membangun pariwisata di daerahnya,” jelasnya. (ad1370)
Inovasi Pelayanan Publik
Pemkab Studi Banding ke Pemkot Bandung INOVASI dalam pengelolaan pemerintahan dan pelayanan publik terus digenjot Pemkab Klungkung. Guna mendukung itu, tak hanya dilakukan dengan perbaikan kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD), namun juga melakukan studi banding ke pemerintah daerah/kota lain. Seperti halnya Selasa (24/7) kemarin yang menyasar Kota Bandung. Di kota kembang ini, bidang kesehatan menjadi salah satu topik yang hangat didiskusikan. Studi banding yang dipimpin Wakil Bupati I Made Kasta diikuti sejumlah pimpinan OPD. Diterima langsung Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Pemkot Bandung E.M. Ricky Gustiadi. Pada kesempatan itu, Wabup Kasta menyampaikan ketertarikannya untuk studi banding. Tak lain karena Kota Bandung telah mampu menggulirkan berbagai program inovatif yang bermuara pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan visi misi yang digaungkan Pemkab Klungkung. ‘’Klungkung juga menggalakkan program inovatif. Tentu sangat sesuai dengan Kota Bandung,’’ ungkapnya. Mantan anggota DPRD Klungkung ini sempat memaparkan perkembangan pariwisata Klungkung maupun potensi lainnya. Setelah itu, ia lebih fokus mempertanyakan pola pelayanan kesehatan yang diterapkan Pemkot Bandung yang telah menyabet penghargaan dari pemerintah pusat. ‘’Kami di Klungkung telah menerapkan Universal Health Coverage. Tetapi kami ingin tahu inovasi lain yang diterapkan di sini, yang nantinya bisa diadopsi,’’ jelasnya. Ricky Gustiadi mengatakan program inovatif tengah
digaungkan Pemkot Bandung, terlebih di bawah pimpinan Ridwan Kamil. Hal tersebut tak hanya untuk bidang kesehatan, namun juga lainnya. ‘’Seluruh perangkat daerah harus inovatif. Di seluruh aspek. Ini yang terus digaungkan,’’ katanya. Sementara itu, khusus untuk bidang kesehatan, Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bandung Siska Gerfianti menjelaskan dengan penduduk sekitar 2,5 juta, terdapat 80 puskesmas yang tersebar di 30 kecamatan. Selain itu juga terdapat 34 rumah sakit dari tipe D sampai A. ‘’Rumah sakit ini tak hanya melayani warga Kota Bandung. Tetapi juga dari Bandung
Raya. Kalau Rumah Sakit Mata, juga menjadi rujukan kabupaten lain di Indonesia,’’ bebernya. Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, telah digulirkan sejumlah program. Yakni pengelolaan penyakit kronis (prolanis) plus. Pasien dilayani satu tempat di puskesmas, mulai dari edukasi hingga pengobatan. ‘’Layanannya lengkap. Ini berjalan sejak 2015. Seluruh puskesmas melayani,’’ ucapnya. Selain itu ada pula Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Menunjang fasilitas di dalamnya, terdapat CSR dari pihak swasta. Antisipasi bayi stanting turut menjadi perhatian. Digulirkan program ojek makanan balita. ‘’Supaya gizi anak terpenuhi, ojek ini yang membawakan makanan. Itu olahan dari hasil pertanian. Ini sudah diadopsi puskesmas,’’ kata pejabat berkulit putih ini. Sejauh ini, sambungnya, masih ada masyarakat yang tidak bisa menjangkau rumah sakit secara cepat untuk pemeriksaan kesehatan. Oleh sebab itu, digulirkan program Layad
Bali Post/sos
STUDI BANDING - Pemkab Klungkung studi banding ke Pemkot Bandung, Selasa (24/7) kemarin.
Rawat, yakni, kunjungan langsung ke rumah. Program tersebut, menurut Kepala Dinas Klungkung Ni Made Adi Swapatni, layak untuk diadopsi. ‘’Kalau yang
seperti Layad Rawat sudah berjalan di Klungkung. Namanya pemeriksaan kesehatan masyarakat. Ini tinggal diintegrasikan saja dengan layanan telepon,’’ sebutnya. (sos)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Rabu Umanis, 25 Juli 2018
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN Estimator Interior Min S1 Sipil/Arsitek/Admin Toko Min. SMA, Bs Bhs.Inggris/Superviser Produksi Interior,Min.SMA Hub. 0361-9347196/info@maitaru.com
B.BP.141.07.18.0001359
Dcr OB utk Klinik di Legian pny SIM C Hub.751981
B.BP.154.07.18.0001363
Accounting Wnt Min.SMK.Lam ke Jl.Subur Gg. 3/11, 081239992349
B.BP.001.07.18.0001329
BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel PkebunanResto Pasti Brangkat.Line WA081375409869&087754689692
B.BP.004.07.18.0001222
Cari Karyawati utk Mini Market Tdr di Dalam Hub.081239364588
B.BP.141.07.18.0001358
Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar
B.BP.001.07.18.0001369
ELEKTRONIK
Sopir SIM A untuk sopir Canvas air minum domisili Tabanan/Dps. Lam.E:coffeebali18@gmail.com
G.07
Dcr Admin, Waitress,Internet Marketing,Cook Jl.Drupadi No.90 Seminyak Blok E Toko Syang 082145548444
Koperasi Wanita Raka Dewi Bali Membthkn:1)Manager:S1, pglm 2th dibdngnya, L/P max.45th; 2)Kasir:S1/sdrjt,wnt,max.30th; 3)Admin:S1/sdrjt,bisa Bhs Inggris/ Mandarin wnt, max.27th; 4)Accounting:S1 brpnglm 2 th dibidngnya, max.35 th.Krm CV: ketua@rakadewibali.com/ WA: 081353976118/Hub. lebih lanjut: www.rakadewibali.com
B.BP.004.07.18.0001290
Dcr Pembantu Masak/Waitress Ada Gaji,Tip.Hub:081236109808
B.BP.001.07.18.0001266
Dcr SPG,Max.28th Min.SMA,Jujur Rajin,Mau Belajar, Penempatan Discovery Shopping Mall Kuta Hub.Lusi 082144355655
B.BP.001.07.18.0001272
Dcr Sopir SIM B1,Sopir Forklip Mekanik,Adm Wanita Bs Komputer MinSMAHub:0361-425082/425083
G.03
Dicari SPG & SPB untuk Shop di Labuan Sait Padang2 Pecatu E:hr@indonesiasurfaris.com
Satpam/waker untuk tugas di wilayah Kuta. Lamaran ke email:coffeebali18@gmail.com
B.BP.001.07.18.0001327
Dibutuhkan Sopir Wanita(Tenaga Serabutan), Bisa Bawa Mobil Matic Hub.081808830830
G.04
B.BP.001.07.18.0001150
G.05
B.BP.031.07.18.0001332
Dicari Teknisi Komputer bw srt lam.ke Ruko Grand Sudirman B25 B.BP.001.07.18.0001000
SERVICE
BIRO JASA
Dicr Sopir Pribadi Punya SIM A Hubungi:Jln. Kartini No.80 Dps B.BP.001.07.18.0001281
RUPA-RUPA
RUPA-RUPA
SERVICE
FOTOCOPY
BIRO JASA
BIRO JASA
BIRO JASA
DIJUAL RUMAH
BENGKEL LAS
Sopir SIM B1 untuk truk angkut air, tinggal wilayah Tabanan. Lam. E: coffeebali18@gmail.com
G.06
G.02
Dcr 8org SopirB1/A&Tng Angkat2 Gj.Min75Rb/Hr,Kos+U.Mkn,Makmur AbadiBangunan Jl.T.Umar Brt888 B.BP.004.07.18.0001310
B.BP.001.07.18.0001271
Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar
Tenaga CS laki untuk tamatan SMP. Lam. ke Warung 63, Jl. Veteran, E:coffeebali18@gmail.com
Dcr Tng Sopir + Gudang Serabutan gaji menarik Hub. (0361) 4747269
B.BP.001.07.18.0001354
Dicr Sopir SIM A,SLTA utk Konsultan Teknik Hub:0811395185
G.01
Dbthkn Security & Housekeeping staff untuk area Sukawati. Diutamakan yang berpengalaman dan bisa berbahasa Inggris. Tlp.0361-289742 CV:asahrd2018@gmail.com
B.BP.001.07.18.0001334
Dicari Penjahit & Pengepul utk Garment Hub.087783275758
Dcr L/P u/Sopir&Karyw(Laundry) Jl.Kerobokan 78X T.081933110424 B.BP.001.07.18.0001304
Griya Santrian Urgently needs FO Admin,DW Engineering,Spa Therapist,(Male&Female)Fluent in English have experience 1 year. Send to Email: hrm-griya@santrian.com/bring CV to Jl.D.Tamblingan 47 Sanur
B.BP.001.07.18.0001335
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Dcr Staff Laki Tdr dlm, jaga Anjing.Email tbdhh01@yahoo.com
B.BP.004.07.18.0001356
Dcr Sopir Travel & Bus Hub.Merrys Travel 0361-238041
DIJUAL TANAH Dijual Tnh 6A Dewi Sri Legian DP 10% Bunga Krd 0.9% Perbln Hub:081338183031/081805374433
B.BP.004.07.18.0001368
B.BP.004.07.18.0000138
Kuta Townhouse Apartments Looking for Staff Waitress,Bartender,HK Daily Worker WA.08191675 0208 hrd@kutatownhouses.com
Jl Tanah sawah Ls 23A Ds.Buug KarangasemH.08123971833segera
B.BP.004.07.18.0001355
DIJUAL MOBIL SUZUKI
Mobil Baru Pickup DP4Jt/Angs 3,5Jt Hp:085739477564 SlrhBali
B.BP.001.07.18.0001328
TOYOTA
Avanza G’2011 Silver AsBali,Mls Prbd,082341251453/081933610070
B.BP.101.07.18.0001366
DIJUAL RUKO BU Cpt Sewa/Jual Ruko 2Lt S HM 103m2 Tepi Jl Besar Cokroaminoto Nego Tdk Mahal 087856227779 B.BP.033.07.18.0001014
KOST Kost2an Aktif 19Kmr,LT 10A,Msh ada tnh Kosong 3A.Hrg 4,5M Lok Jl .G.Agung Dps HP:087761724888 B.BP.001.07.18.0000991
B.BP.141.07.18.0001357
Innova Diesel AT’10+’18(Pmk)As DK Km2Rb H:081236009045/Kredit
B.BP.001.07.18.0001336
DICARI MOBIL Cari Mobil Bekas Suzuki, Honda, Daihatsu,KIA,Prbd,085100880349
B.BP.164.07.18.0001364
DIJUAL TANAH
RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172 B.BP.001.07.18.0000778
Badut,MC,Sulap,Dekorasi Balon, Games,MurahKeren,081338544255 B.BP.001.07.18.0000871
KEHILANGAN
Djl Tnh 1,5A 10A Buduk Gunung Villa BU Hub.082147454248
Hlg BPKB No.K-02890958-O DK 8950 GL an AA Ngr Anom Sutrisna
BUC Jual Tnh 10 Are Desa Banyu Biru Negara,SHM,H.081239992349
Tlh Hlg Bk Kir DK 1152 OS a/n Nym Wiryantara Hb:081337651628
B.BP.164.07.18.0001365
B.BP.001.07.18.0001330
B.BP.001.07.18.0001113
B.BP.101.07.18.0001367
BANGLI
14
Rabu Umanis, 25 Juli 2018
Rapat Pansus I DPRD Bahas Dua Ranperda Bangli (Bali Post) Pansus I DPR Bangli menggelar rapat kerja dengan Dinas DPMD, Tata Pemerintahan dan Hukum, Selasa (24/7) kemarin, membahas dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), yakni Ranperda BPD dan Ranperda perubahan empat kelurahan menjadi desa. Rapat dipimpin Ketua Pansus I I Wayan Wedana didampingi Sekretaris Pansus I Nengah Darsana. Pada pembahasan Ranperda ini, ada hal menarik berkaitan dengan Ranperda BPD. Dalam pembahasan itu ada beberapa aspirasi yang muncul, salah satunya dana purna bakti. Namun, setelah dilakukan pembahasan secara bersama, memang dalam Permendagri 110 ada tertuang boleh memberikan semacam dana purna bakti berkaitan dengan prestasi. Namun, belum bisa didefinisikan prestasi itu apakah sesuai dengan bidang kerja atau prestasi lain dari bidang kerja itu. Sehingga masih mentok menjadi pertanyaan bersama. Atas kondisi ini, pansus belum berani menyetujui atau menolak usulan ini. Untuk memastikan hal ini pihaknya berencana bakal melakukan konsultasi ke pemerintah pusat. “Dalam konsultasi yang TIKUS - Tanaman padi diserang hama tikus.
akan kita lakukan bakal mengajak langsung forum BPB. Sehingga bisa mendapatkan jawaban yang jelas terkait dengan usulan ini. Setelah ada kepastian itu barulah kita berani menuangkan di dalam Ranperda. Sementara untuk fasilitas lainnya seperti operasional, tunjangan termasuk transportasi memang sudah jelas kita tuangkan dalam Ranperda BPD. Karena spirit dewan membuat Ranperda BPD menjadi perda nantinya, karena pihaknya ingin mendorong BPD supaya dapat berperan secara maksimal dengan diberikannya reward atau fasilitas tersebut. Masalah hukum BPD ini juga akan dipertegas dalam Ranperda ini,” kata Sekretaris Pansus I Nengah Darsana. Sementara untuk ranperda perubahan empat kelurahan menjadi desa, Darsana menegaskan, sebelumnya pihaknya telah menegaskan harus mengacu peraturan daerah, per kelurahan/desa. Sebelumnya keempat kelurahan ini digabung dengan satu peraturan daerah. Pihaknya mengkhawatirkan jika nantinya satu kelurahan ada permasalahan, maka tiga kelurahan ini ikut bermasalah. “Dalam rapat sudah disetujui bersama kalau satu kelurahan/
desa satu peraturan daerah. Dan rancangannya telah diubah,” jelasnya. Pihaknya telah membahas dari pasal per pasal bahwa legislatif menyetujui rancangan peraturan daerah. Tapi satu catatan yang menjadi pertanyaan besar bagi legislatif, apakah eksekutif atau OPD yang membidangi mampu mengawal ini, sehingga sukses mendapatkan kode desa. Karena berdasarkan hasil dari konsultasi dan koordinasi yang dilakukan dengan daerah lain, dasar pengajuan kelurahan menjadi desa ini dari kelurahan itu sendiri. Nantinya usulan ini akan dimasukkan dalam konsideran, sehingga pengajuan usulan itu murni dari masyarakat. “Ada tiga hal pokok yang menjadi standar sebuah kelurahan bisa menjadi desa. Pertama, bersifat homogen, bersifat agraris dan akses komunikasi transfortasi terbatas. Tapi, kita abaikan yang , yakni akses dan komunikasi terbatas. Karena jika itu diterapkan akan bertentangan dengan program pemerintah. Sebab, program pemerintah sekarang ini membangun Bangli dari desa. Karena desa sekarang lagi dikembangkan,” tegasnya. (kmb41)
Bali Post/kmb41
Padi Diserang Hama Tikus
Petani Diminta Minimalisir dengan Cara Manual
Bangli (Bali Post) -
Tanaman padi di sejumlah lahan sawah di Kabupaten Bangli diserang hama tikus belakangan ini. Pemkab melalui Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) belum mampu berbuat banyak atas kondisi ini. Kadis PKP Bangli I Wayan Sukartana, Selasa (24/7) kemarin mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki per 20 Juli 2018, lahan persawahan yang diserang hama tikus seluas 16 hektar yang tersebar di dua kecamatan yakni, Bangli 3 hektar dan Susut 13 hektar. Kata dia, selain serangan hama tikus, serangan blass juga melanda lahan persawahan yakni di Bangli seluas 2 hektar dan Susut 1 hektar. Termasuk adanya serangan penggerek batang di Susut
seluas 2 hektar. ‘’Sekarang ini memang musim serangan tikus rentan terjadi. Karena selain cuaca dingin, serangan hama tikus juga dipicu karena pematang sawah juga terlalu dekat dengan tanaman padi. Sehingga pematang itu ditempati tikus,’’ ucapnya. Kendati demikian, pemerintah belum bisa berbuat banyak membasmi hama tikus tersebut. Jelas dia, untuk meminimalisir serangan tikus saat ini, pihaknya meminta petani melakukan pemantaun secara
manual dengan rutin setiap hari melakukan pengecekan tikus di lahan miliknya. ‘’Untuk membasmi hama tikus harus dilakukan secara massal yakni gropyokan. Sekarang kita belum bisa melakukan gropyokan karena padi belum panen. Gropyokan baru bisa dilakukan setelah masa panen. Sejatinya petani bisa menekan serangan tikus dengan cara menaruh racun di setiap lobang yang ditempati tikus. Tapi cara itu kurang efektif karena
kondisi tanah masih basah,’’ terangnya. Lanjut Sukartana, serangan tunggro juga sangat rentan terjadi. Hal itu dipicu karena pola tanam yang dilakukan petani tidak beraturan. Lebih lanjut dikatakannya, saat ini lahan produktif yang ditanami padi seluas 20,90 hektar. Dengan kondisi ini, diyakini bakal terjadinya penurunan hasil produksi. ‘’Sebelumnya dengan luas lahan 20,90 hektar hasil yang didapat mencapai 54,70 kuintal per hektarnya. Kalau sekarang jelas mengalami penurunan produksi,’’ tegas Sukartana. (kmb41)
Bali Post/kmb41
RAPAT - Pansus I DPRD Bangli saat melaksanakan rapat dengan pihak eksekutif, Selasa (24/7) kemarin.
Imunisasi Rubella
Diskes Distribusikan Vaksin
Bangli (Bali Post) Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Bangli mulai menyiapkan rancangan untuk memberikan imunisasi Measles Rubella (MR) di Bangli. Imunisasi tersebut bakal dilakukan secara serentak mulai Agusutus sampai September, menyasar empat kecamatan. Kepala Seksi Surveiland Imunisasi Diskes Bangli I Made Sandiadnyana, Selasa (24/7) kemarin mengatakan, pelaksanaan imunisasi MR ini merupakan masa kampanye. Setelah masa kampanye, imunisasi akan dilaksanakan secara rutin. Kata Sandiadnyana, untuk melakukan imunisasi MR nanti, pihaknya telah menerima vaksin dari pusat
melalui pemerintah provinsi. Kata dia, untuk saat ini semua vaksin yang diberikan telah didistribusikan ke masing-masing puskesmas yang tersebar di empat kecamatan di Bangli. ‘’Sasaran anak yang wajib mendapatkan imunisasi MR ini dari umur 9 bulan sampai 15 tahun. Setelah masa kampanye maka pemberian imunisasi MR akan dilakukan secara rutin menyasar umur 9 bulan,’’ ungkapnya. Dia mengatakan, sebelum imunisasi berlangsung, pihaknya telah melakukan tahapan sosialisasi ke masyarakat lewat petugas di masing-masing posyandu maupun puskesmas yang tersebar di empat kecamatan. Selain itu, petugas juga
langsung mendatangi sekolahsekolah untuk memberikan sosialisasi terkait imunisasi MR ini sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Dengan begitu, sosialisasi bisa lebih cepat dilakukan di masyarakat. ‘’Ini merupakan imunisasi MR yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Imunisasi dilakukan tidak dipungut biaya alias gratis. Maka dari itu, kita mengimbau kepada warga yang memiliki anak usia 9 bulan sampai 15 tahun agar membawa anaknya ke tempattempat pelayanan imunisasi di puskesmas maupun posyandu. Jadi, jangan sampai warga yang memiliki anak kecil sampai tidak melakukan imunisasi ini,’’ tegasnya. (kmb41)
Hingga Juli, 25 Orang Tewas Gantung Diri Progres Pembangunan Bedah Rumah Capai 60 Persen Bangli (Bali Post) Jumlah warga Bangli yang tewas bunuh diri sangat tinggi. Data yang dihimpun dari Polres Bangli, hingga bulan Juli 2018, kasus ulahpati karena gantung diri mencapai 25 kejadian. Pemicunya sebagian besar karena faktor ekonomi. Kasatreskrim Polres Bangli AKP Muh. Akbar Samosir, Selasa (24/7) kemarin mengungkapkan, angka gantung diri tahun ini tinggi dibandingkan sebelumnya. Secara rinci disampaikan, bulan Januari kasus bunuh diri sebanyak 5 kasus, Februari 5 kasus, Maret 4 kasus, April 4 kejadian, Mei 2 kejadian dan Juni 4 kasus. ‘’Bulan Juli juga kembali terjadi satu kasus di Desa Sekardadi, Kintamani,’’ ucapnya. Mengingat tingginya kasus bunuh diri, Polres Bangli menerjunkan seluruh bhabinkamtibmas maupun Satbinmas untuk memberikan penyuluhan maupun sosialisasi ke masyarakat. Polisi juga menggandeng tokoh adat untuk bersama-sama mengantisipasi kasus
tersebut. ‘’Masyarakat kami imbau jika ada masalah jangan menempuh jalan singkat. Dia bisa menyampaikan kepada tokoh-tokohnya untuk mencari jalan keluar,’’ kata mantan Kasatresnarkoba Polres Tabanan ini. Meski penyuluhan gencar dilakukan, kata Samosir, pihaknya tak bisa mengawasi seluruh perilaku masyarakat. Para prajuru banjar juga sudah diminta, jika ada warga yang menceritakan permasalahannya agar segera disampaikan ke polisi. Harapannya, warga tersebut bisa disambangi untuk diberikan pemahaman sehingga tak sampai menempuh jalan bunuh diri. Sementara itu menyinggung penyebab bunuh diri, dari kasus yang muncul, sebagian besar karena faktor ekonomi. Samosir mencontohkan sakit menahun yang tak kunjung sembuh karena tak bisa berobat. ‘’Kalau perbandingan, masyarakat perdesaan cenderung lebih dominan bunuh diri dibandingkan perkotaan,’’ tandasnya. (kmb41)
Bangli (Bali Post) Proses pembangunan bedah rumah untuk kepala keluarga (KK) miskin terus berlanjut. Hingga saat ini, progres tahapan pembangunan 68 unit rumah sudah mendekati 60 persen. Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Sosial Bangli I Nengah Sukarta, Selasa (24/7) kemarin. Kata Sukarta, saat ini proses pembangunan terus dikebut oleh penerima. Dalam proses pembangun rumah ini, penyaluran dananya tiga tahap, yakni tahapan pertama 30 persen,
kedua 30 persen dan ketiga 40 persen. Tahapan pertama pembangun dari pondasi dan pembesian, tahapan kedua 30 persen adalah pemasangan kusen dan tembok. Tahap ketiga finishing 40 persen, pemasangan pintu dan atap. ‘’Setelah tahapan pengerjaan fisik tahap pertama yakni 30 persen selesai, data sudah kita terima, baru penyaluran dana tahapan kedua bisa dilakukan lagi sebesar 30 persen untuk menuju 60 persen. Begitu juga dengan penyaluran tahap ketiga 40 persen juga
setelah proses pembangunan tahap kedua selesai dikerjakan. Sampai saat ini capain progres pengerjaan rumah telah mencapai 60 persen. Karena ada beberapa penerima telah melakukan pengamprahan dana tahap kedua, tapi ada juga masih menyelesaikan tahapan pertama,’’ ungkapnya. Dia mengatakan, untuk pengerjaan 68 bangunan itu, pihaknya menargetkan proses pengerjaan mampu dituntaskan sampai akhir Agustus mendatang. Kendati nantinya pengerjaan tidak mampu dise-
lesaikan tepat waktu, tidak ada sistem denda seperti yang diambil oleh rekanan. Sebab, pembangunan ini dilakukan dengan sistem swakelola. ‘’Kita memang target 30 Agustus pembangunan sudah rampung. Kalaupun tidak selesai tidak masalah, kita akan berikan perpanjangan waktu pengerjaan,’’ tegasnya. Sukarta menegaskan, cuaca yang tak menentu ini tidak terlalu mempengaruhi proses pembangunan. Sebab, curah hujan yang turun sekarang ini tidak terlalu tinggi. (kmb41)
15
Rabu Umanis, 25 Juli 2018
Jumat Lusa
Gerhana Bulan dan Hujan Metior Jakarta (Bali Post) – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional menyatakan gerhana Bulan pada 27 Juli 2018 ditandai dengan bulan purnama yang tampak meredup berdurasi tiga jam 55 menit dan memerah selama satu jam 43 menit. Gerhana itu akan berlangsung pukul 01.24 hingga 05.19 WIB. Peneliti Pusat Ilmu Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Rhorom Priyatikanto, Selasa (24/7) kemarin, mengatakan bagian lain dari keunikan
gerhana bulan total kali ini, di mana pada 27-28 Juli 2018, Bulan tampak menggantung di langit ditemani Planet Mars dan Saturnus. ‘’Amat indah bila dipotret berbarengan. Ada juga hujan meteor yang memancar dari arah rasi Aquarius, tidak terlalu jauh dari Bulan saat itu,’’ katanya. Ia menyebut durasi gerhana Bulan total mendatang sebagai terlama kedua pada abad ini, setelah peristiwa serupa pada 16 Juli 2000 yang memiliki durasi yang lebih lama, yakni tiga jam
56 menit. Ia menuturkan dalam rentang waktu tiga jam 55 menit itu, terjadi gerhana Bulan umbra, yakni ketika piringan Bulan tertutup oleh umbra bayangan Bumi, sedangkan gerhana Bulan totalnya berlangsung selama satu jam 43 menit. ‘’Saat itulah mata kita bisa menyaksikan terang Bulan meredup,’’ katanya. Gerhana Bulan total mendatang dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia, kecuali wilayah-wilayah yang tertutup mendung.
Ia menambahkan bahwa gerhana Bulan total pada 27 Juli mendatang juga mini bloodmoon, pasalnya gerhana Bulan total tersebut merupakan gerhana Bulan apogee, kebalikan dari gerhana pada 31 Januari lalu. ‘’Karena berada dekat posisi apogee (terjauh dari Bumi), maka Bulan akan tampak lebih kecil, sekitar lima persen dari penampakan rataratanya atau sekitar 10 persen dari ukuran yang kita lihat pada 31 Januari lalu. Ada yang bilang, GBT nanti adalah mini bloodmoon,’ katanya. (ant)
INDOMARET PEDULI PENGUNGSI GUNUNG AGUNG
KPK Periksa Inneke Jakarta (Bali Post) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa artis Inneke Koesherawati dalam penyidikan kasus suap kepada penyelenggara negara terkait pemberian fasilitas, perizinan ataupun pemberian lainnya di Lapas Klas 1 Sukamiskin Bandung. ‘’Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AR (Andri Rahmat),’’ kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (24/7) kemarin. Selain Inneke, KPK memanggil dua saksi lainnya juga untuk tersangka Andri Rahmat, yakni Direktur PT Laju Maju Sejahtera Anita Selviana Nayaon dan Rina Yuliana berprofesi sebagai sales counter. Inneke sudah tiba di gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan. Ia tak berkomentar apa pun terkait pemeriksaannya kali ini. KPK total telah menetapkan empat tersangka dalam kasus itu, yakni Kalapas Sukamiskin sejak Maret 2018 Wahid Husein (WH), Hendry Saputra (HND) yang merupakan staf Wahid Husein, narapidana kasus korupsi Fahmi Darmawansyah (FD) dan Andri Rahmat (AR) yang merupakan narapidana kasus pidana umum/tahanan pendamping (tamping) dari Fahmi Darmawansyah. Inneke merupakan istri dari Fahmi Darmawansyah. KPK pun tengah mendalami peran Inneke dalam pembelian mobil terkait suap kepada Wahid Husein itu. Diduga sebagai penerima Wahid Husein dan Hendry Saputra. Sedangkan diduga sebagai pemberi
Inneke Koesherawati yakni Fahmi Darmawansyah dan Andri Rahmat. KPK menduga Wahid Husein menerima pemberian berupa uang dan dua mobil dalam jabatannya sebagai Kalapas Sukamiskin sejak Maret 2018 terkait pemberian fasilitas, izin, luar biasa, dan lainnya yang tidak seharusnya kepada narapidana tertentu. (ant)
Pada bulan Juli 2018, Indomaret Peduli Pengungsi Gunung Agung menyerahkan bantuan di tiga lokasi. Yakni pengungsi yang ada di Banjar Kreteg, Banjar Mantri dan di Dinas Pertanian dan Hortikultura Kecamatan Rendang. Sejak pertama kali Gunung Agung mengalami erupsi, Indomaret sudah menyalurkan bantuan di sembilan lokasi pengungsian. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Indomaret kepada warga Karangasem yang saat ini terkena musibah. Manajemen Indomaret mengharapkan dengan adanya bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang ada di pengungsian. (ad1361)
Sudah Terjalin Setiap ada permasalahan menonjol di bidang pertanian, misalnya serangan hama dan penyakit yang bisa mengancam tanaman budi daya petani gagal panen, pihaknya senantiasa dilibatkan untuk mencari solusi memecahkan permasalahan tersebut. Selain itu, pihaknya juga secara mandiri sering ke lapangan untuk mendampingi petani. ‘’Koordinasi itu sebenarnya sudah terjalin cukup baik. Namun, sinergitas itu memang masih perlu ditingkatkan kuantitas maupun kualitasnya,’’ ujarnya. Hal senada juga dilontarkan Dr. GN Alit Susanta Wirya, S.P., M.Agr. Dosen FP Unud ini menilai sinergitas antara peneliti dan pemer-
intah daerah untuk mengaplikasikan hasil-hasil penelitian itu secara langsung kepada petani memang perlu ditingkatkan. Ditegaskan, banyak sekali hasil penelitian yang bersifat aplikatif dan diyakini mampu membantu petani dalam meningkatkan produktivitas produk pertaniannya tidak tersampaikan ke petani. ‘’Menurut saya, jalinan sinergitas antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi ini perlu ditingkatkan. Sebagai peneliti, kami sebenarnya juga sangat berkepentingan agar hasil penelitian yang telah dilakukan dengan susah payah itu bisa diadopsi oleh para petani,’’ katanya. Alit Susanta Wirya menegaskan, pihaknya sangat memerlukan peran serta pemerintah daerah untuk menyosialisasikan dan men-
gaplikasikan hasil-hasil penelitian itu kepada para petani. Dikatakan, pemanfaatan hasil penelitian yang dilakukan oleh perguruan tinggi bisa dijadikan salah satu terobosan untuk mendongkrak sektor pertanian yang saat ini dalam kondisi terpuruk. ‘’Daripada saling menyalahkan seperti ini, tentu akan jauh lebih bijaksana jika sinergitas antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi itu yang ditingkatkan untuk membantu petani keluar dari masalah yang dihadapinya,’’ ujarnya. Menurut Alit Susanta Wirya, banyak faktor yang menyebabkan pertanian Bali makin terpuruk. Di samping daya saing produk pertanian Bali relatif masih rendah, kebijakan pemerintah yang cenderung tidak berpihak kepada bidang pertanian
juga turut andil memperburuk kondisi pertanian Bali. Karena daya saing yang rendah, mayoritas masyarakat Bali pun tidah tertarik lagi menekuni sektor pertanian lantaran dinilai tidak menjanjikan untuk peningkatan kesejahteraan hidup. ‘’Proteksi dari pemerintah terhadap produk-produk pertanian lokal juga harus ditingkatkan. Produkproduk pertanian impor begitu bebas masuk Bali dan tampil sebagai kompetitor yang sangat berat bagi produk-produk pertanian lokal. Kebijakan untuk memproteksi produk pertanian lokal itu yang belum terlihat dan tetap berkutat di tataran wacana semata tanpa terlihat ada aksi nyata untuk mewujudkan hal tersebut,’’ katanya mengkritisi. (kmb13)
Gubernur Baru Sementara itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika sudah akan mengakhiri tugas pada 29 Agustus 2018. Tentu akan ada kekosongan jabatan gubernur sampai menunggu pelantikan gubernur baru. ‘’Tentu nanti menjadi kewenangan pemerintah pusat untuk mengisi jabatan gubernur itu, nanti istilahnya bisa dicek apakah Plh. atau Plt. yang jelas tidak boleh ada kekosongan dalam pemerintahan,’’ ujar Ketua KPU Bali I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi usai rapat pleno terbuka penetapan paslon gubernur dan wakil gubernur terpilih. Penetapan paslon terpilih juga menjadi hari terakhir dari masa tugas Raka Sandi. Setelah 10 tahun bertugas sebagai penyelenggara pemilu, Raka Sandi akan menunaikan tugas baru sebagai pengawas pemilu. Menyusul pelantikan dirinya sebagai salah satu anggota Bawaslu Provinsi
Bali, Rabu (25/7) ini. ‘’Saya mengikuti proses seleksi (Bawaslu - red) memang seizin Ketua KPU RI, disebabkan tahapan untuk pilkada 2018 sudah selesai, yang kedua, masa tugas juga memang sudah selesai,’’ jelasnya. Rumah Transisi Sementara itu, KosterCok Ace langsung menuju ke eks rumah jabatan Ketua DPRD Bali yang telah disulap menjadi rumah transisi atas ide Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Di hadapan awak media, Koster mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, mulai dari penyelenggara pilgub hingga masyarakat yang telah menggunakan hak pilihnya. Tak ketinggalan, ucapan terima kasih juga disampaikan kepada rivalnya, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta. ‘’Kami mengucapkan terima kasih kepada pasangan calon nomor urut 2 yang telah menggunakan hak politiknya ikut dalam Pilgub Bali 2018
sebagai mitra kami dalam membangun kualitas demokrasi di Bali serta memberi pendidikan politik yang cerdas bagi masyarakat Bali khususnya generasi muda,’’ ujar Ketua DPD PDI-P Bali ini. Koster juga memaparkan kembali visi-misi dan program yang disampaikan pada saat kampanye. Pada intinya, pembangunan di Bali akan dilaksanakan dengan pendekatan konsep satukesatuan wilayah. Yakni 1 pulau, 1 pola, dan 1 tata kelola atau one island and one management. Salah satu agenda yang segera akan dilaksanakan adalah membentuk tim khusus untuk menyusun peraturan perundang-undangan, RPJMD, program dalam RAPBD Perubahan 2018 dan RAPBD 2019, serta program prioritas setelah dilantik. Terkait peraturan yang akan segera disusun, salah satunya merupakan permintaan langsung Ketua Umum PDI-P Megawati Soek-
arnoputri. Yakni, menyusun ranperda atau rancangan pergub tentang pelarangan menggunakan pembungkus yang dibuat dari plastik. ‘’Untuk memperkuat tim yang menangani tugas-tugas tersebut, akan dibentuk sekaa demen untuk Bali yang terdiri dari para lulusan ITB Bandung yang memiliki kompetensi profesional dan pengalaman di bidangnya,’’ jelasnya. Bidang yang dimaksud, lanjut Koster, mencakup infrastruktur, transportasi, penyediaan kebutuhan dasar air minum dan listrik, lingkungan, industri kerajinan rakyat, pangan, hingga badan usaha milik negara dan sektor swasta. Ada sekitar 20 orang yang akan bergabung dan mulai bekerja di rumah transisi mulai 28 Juli 2018. Mereka utamanya menyusun konsep pembangunan Bali sebagai pelaksanaan visi-misi KosterAce. ‘’Mereka siap bekerja tanpa ongkos, sehingga tidak membebani APBD,,, imbuh mantan anggota DPR-RI ini. (kmb32)
Bali Post/ram
NAMA PURA – ‘’Nuasen’’ hari baik penulisan aksara Bali untuk pelang nama 25 pura di kawasan Besakih dimulai di Denpasar, Selasa (24/7) kemarin. Penulisan aksara Bali itu diawali dari pelang nama Pura Batumadeg yang dilakukan Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Budaya Unud Drs. Gde Nala Antara, M.Si. Pelang nama itu rencananya dipahat A.A. Anom Dalem dari Banjar Tampak Gangsul, Denpasar. Nantinya anak-anak muda termasuk dari SMK akan diberikan kesempatan ‘’ngayah’’ memahat pelang nama pura yang terbuat dari granit.
Tingkat Pusat
Permainan anggaran di tingkat pusat maupun daerah banyak yang tidak berani, karena aparat hukum cukup tegas (KPK, Kejaksaan dan Kepolisian). Bahkan, mereka yang dulunya happy memperoleh keuntungan dari rent economy (ekonomi rente) berkurang sangat drastis, sehingga uang haram yang dulunya banyak beredar pun jauh sangat berkurang. Dulunya, uang seperti itu yang menjadi ‘’pelumas’’ ekonomi. Mereka yang kecipratan rezeki dari uang haram itu membelanjakan uangnya di properti dan yang sejenisnya. Saat itu harga tanah dan perumahan melonjak, bahkan di luar sewajarnya. Mereka membeli properti itu, selain spekulasi, juga untuk memutihkan pendapatan haram mereka. Penyebab kedua adalah kemajuan IT, di mana masyarakat milenial tidak lagi berbelanja langsung di outlet-outlet
atau gerai serta di supetmarket dan mall. Masyarakat cukup membeli barang (termasuk beberapa jasa) dari rumah melalui aplikasi. Dampaknya banyak toko yang omzetnya berkurang, termasuk beberapa supermarket yang tutup. Penyebab ketiga adalah serbuan barang dari Tiongkok ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dampaknya beberapa industri rumahan (industri kerajinan) yang megap-megap. Produk Cina yang kualitasnya tidak jauh beda, harganya jauh lebih murah. Seperti produk tekstil, kerajinan, bola lampu dan lainnya. Dari sisi fiskal, banyak pemerintah daerah yang rendah serapan anggarannya, karena takut salah prosedur. Karena penyerapan anggaran seret, maka stimulus ekonomi di daerah tidaklah terjadi secara baik. Lebih parah lagi, faktor eksternal (luar negeri) yang pengaruhnya cukup signifikan. Beberapa negara tujuan ekspor, mengalami perlambatan ekonomi, sehingga menunda impor
dari Indonesia. Perang dagang antara AS dan Tiongkok juga berpengaruh, karena para investor banyak yang membeli dolar untuk dibawa keluar, sehingga rupiah melemah. Kondisi ekonomi pun serasa krisis. Lantas solusinya apa? Masalah ini dapat dipecahkan dengan politik anggaran. Pemerintah, baik pemprov maupun pemkab/pemkot dapat menganggarkan lebih banyak untuk sektor riil atau belanja barang lebih banyak, bukan proporsinya lebih besar di belanja pegawai. Selain itu, pemerataan dengan kebijakan memberi bantuan ke sektor mikro dan kecil proporsinya diperbesar lagi. Bukan untuk menyanjung, Pemkab Badung sudah berusaha melakukan pemerataan dengan politik anggaran yang langsung ke masyarakat. Hanya kelemahannya, masih diperlukan mekanisme atau prosedur yang transparan, serta sistem pengawasan yang baik. * Parwata
balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost
Rabu Umanis, 25 Juli 2018
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Dampak Pensiunnya Ozil Munich – Kehebohan ini bermula pada pertengahan Mei lalu. Dengan memegang jersey Arsenal yang bertuliskan namanya sendiri, Mesut Ozil berpose bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang saat itu melakukan lawatan ke Inggris dalam rangka bertemu Ratu Elizabeth II dan Perdana Menteri Inggris Theresa May. Ozil bukan satu-satunya pemain sepak bola yang hadir menemui Erdogan. Pemainpemain berdarah Turki yang merumput di Premier League macam Ilkay Gundogan (Manchester City) dan Cenk Tosun (Everton) juga hadir, serta pula sama-sama berpose dengan Presiden Turki itu. Gundogan bahkan menulis kalimat ‘’Untuk presiden saya, dengan penuh hormat’’ di jersey Manchester City yang ia bentangkan saat foto bersama. Ketika foto ketiganya tersebar di media sosial, banyak komentar negatif bermunculan, terutama kepada Ozil dan Gundogan yang berkewarganegaraan Jerman. Penyebabnya adalah hubungan Jerman dengan Turki yang sedang tidak begitu baik, terutama kepada Erdogan. Ia dianggap oleh sebagian pihak sebagai sebuah ancaman bagi negara. Salah satu yang menyebut demikian adalah Dietrich Grindel, Presiden PSSI-nya Jerman (DFB) yang juga seorang politisi Persatuan Demokrat Kristen Jerman (CDU). ‘’Tentu DFB menghargai situasi istimewa para emain dengan latar belakang migran. Tapi, sepak bola dan DFB menganut nilai-nilai yang tidak dihormati Erdogan. Tidak baik para pemain kami membiarkan diri mereka dimanfaatkan untuk tujuan kampanyenya (Erdogan memang tengah melakukan kampanye untuk pemilu 24 Juni 2018),’’ ujarnya. Situasi ini kemudian makin memanas seiring dengan ambruknya performa Jerman di Piala Dunia 2018. Dalam tiga laga di babak grup, mereka hanya mampu meraih satu kemenangan, sehingga tentu saja gagal lolos ke babak perdelapanfinal. Parahnya lagi, mereka berada di urutan
terbawah, di bawah Swedia, Meksiko, dan Korea Selatan. Ozil sendiri tampil buruk bersama Jerman saat itu, sehingga ia sering disebut sebagai salah satu penyebab kacaunya penampilan tim. Namun, yang jadi masalah adalah kritikan yang menimpa Ozil setelah Piala Dunia itu sangat jarang menyangkut performanya di lapangan. Alih-alih pertemuan dirinya, juga Gundogan, dengan Erdogan lalu yang justru sering dijadikan sebagai kambing hitam. Media-media nasional Jerman dan terutama para fans memberi kritik bernada sama. Kondisi ini membuat Ozil membulatkan tekad untuk tidak lagi memperkuat tim nasional Jerman alias pensiun. Nah, tentunya kehilangan pemain sekelas Mezut Ozil akan berdampak bagi Tim Panser. Memang performa sang pemain tidak seperti dulu. Saat menghadapi Meksiko di laga perdana Piala Dunia saja, misalnya, Ozil yang ditempatkan sebagai gelandang serang lebih banyak melakukan backpass atau sekadar men-delay permainan ketimbang merespons pergerakan penyerang dengan umpan-umpan ajaib yang dulu biasa ia peragakan. Lebih-lebih, ia juga terlihat seperti malas dalam mem-pressing lawan atau sekadar mencari ruang di kotak penalti tatkala Timo Werner bergerak ke sisi sayap. Secara keseluruhan, Whoscored hanya memberinya nilai 6.93, salah satu yang terendah di antara pemain Jerman kala itu. Sejak sebelum Piala Dunia 2018 digelar, dipanggilnya Ozil (juga pemain lain seperti Thomas Muller, Manuel Neuer, Sami Khedira) sebetulnya sudah menjadi pertanyaan. Bukan karena soal Erdogan pastinya, melainkan karena performanya bersama Arsenal dalam
dua musim terakhir yang tidak begitu baik, juga performanya bersama Jerman di sejumlah laga uji tanding. Pada titik tertentu bahkan pemanggilan ini seperti hanya sebagai balas jasa pelatih Joachim Loew terhadap pencapaian di Piala Dunia edisi sebelumnya. Maka, dengan keputusan pensiun Ozil, wajar jika Uli Hoeness, mantan pelatih Bayern Munchen merasa bahwa ini merupakan kabar baik. Sebab itu kemudian akan memberi banyak ruang bagi para pemain muda Jerman untuk berkembang. Jerman memang sedang disesaki para pemain berbakat, namun belum kunjung mendapat tempat di timnas. Khusus untuk posisi gelandang serang yang ditinggalkan Ozil, ada sejumlah nama yang siap menggantikan. Misalnya saja Marius Wolf yang musim lalu tampil apik bersama Eintracht Frankfurt, Kai Havertz yang tengah berkembang pesat di Bayer Leverkusen, atau bahkan Julian Brandt dan Max Meyer. Ada pula para pemain seperti Amin Younes hingga Karem Demirbay. Singkat kata, Jerman tak akan mengalami kesulitan berarti dalam mencari pengganti Ozil yang memutuskan mundur. Walau demikian, bukan berarti permasalahan diskriminasi dan rasial yang diterima Ozil belakangan ini bisa diterima begitu saja. Seperti kata Ozil sendiri, ‘’Rasialisme tidak boleh, tidak pernah boleh diterima.’’ Mungkin genBali Post/afp erasi baru sepakbola Jerman bisa berawal dari permasalahan BARENG - Pemain Jerman Mezut Ozil (kiri) ketika berfoto bersama dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, beberapa waktu lalu. ini. (kmb33/afp)
Melalui ”Torch Relay’’, Kunjungan Wisatawan Terutama Aktivitas Surfing Diharapkan Meningkat Mangupura (Bali Post) Hamish Daud yang didaulat sebagai Tochbearer Asian Games 2018 berharap spirit Asian Games 2018 sebagai Energy of Asia tidak akan pernah padam dan terus menyala menyatukan negaranegara Asia. Untuk pertama kali, dirinya membawa Obor Asian Games dengan surfing pada kirab obor Asian Games 2018 di Kuta, Senin (23/7). Melalui Torch Relay ini, pihaknya juga berharap akan semakin banyak wisatawan Asia dan dunia yang datang ke Bali. Terutama untuk aktivitas surfing dan menikmati keelokan budaya Bali. Dirinya juga senang bisa bersama Gubernur Bali untuk ikut mempromosikan pariwisata Bali dan merayakan Festival Kuta. ‘’Hari ini merupakan peristiwa bersejarah bagi saya, sebagai Tochbearer Asian Games, dan tentunya bagi Bali. Bagi saya suatu kebanggaan sekali seumur hidup bisa ikut menggelorakan semangat Asian Games 2018. Hari ini juga pertama kali menjadi pembawa obor melalui surfing dan hanya di Bali momen heroik ini bisa terjadi,’’ ujar Hamish Daud
Palembang,’’ ujar Cahyadi.
saat memberikan keterangan di Kuta, Senin (23/7). Sementara itu, Vice Director of Revenue INASGOC Cahyadi Wanda menyampaikan terima kasih atas partisipasi dan dukungan semua elemen masyarakat termasuk Samsung dalam Asian Games Torch Relay ini. ‘’Misi para Torchbearer Asian Games seperti Hamish Daud adalah untuk menyatukan semua masyarakat untuk terlibat
aktif mendukung dan menyukseskan Asian Games tahun ini. Selain Hamish yang hari ini sudah memberikan kontribusi untuk Torch Relay Asian Games 2018, kami juga mengajak masyarakat menyebarkan semangat untuk mendukung atlet yang berlaga dan menyukseskan pesta olahraga terbesar seAsia ini yang mulai tanggal 18 Agustus sampai 2 September diadakan di Jakarta dan
Prestasi Sementara itu, pemerintah memiliki target 10 besar bagi para atlet Indonesia yang berlaga di Asian Games nanti. ‘’Kami optimis (Indonesia bisa meraih 10 besar), kalu melihat sewaktu Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games tahun 1962 dngan fasilitas seadanya bisa menjadi nomor 2. Di tahun ini, yang sudah dibanjiri dengan berbagai fasilitas, tentu diharapka atlet kita bisa jauh lebih baik,’’ kata Ketua DPD-RI H. Bambang Soesatyo, S.E., MBA., Selasa (24/7) kemarin di GWK. Hal senada disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Terkait target yang ingin dicapai, capaian 10 besar itu sesuatu yang bisa kita lampaui. Apalagi semangat dari atlet yang ingin memberikan yang terbaik. Karena mereka bertanding di kandang sendiri, di hadapan orang-orang yang mereka cintai dan banggakan. ‘’Kesempatan semangat ini akan kami pupuk sampai Asian Games bisa memenuhi target 10 besar,’’ pungkasnya. (kmb23)
Besok, PS Badung Bertolak ke Sumenep
Mangupura (Bali Post) Tim PS Badung dijadwalkan bertolak ke Sumenep, Madura, Jatim, Kamis (26/7) besok, guna melakoni Kompetisi Liga 3 Putaran Nasional, Grup VII, fase putaran pertama. Rombongan tim Keris berkekuatan 24 pemain naik bus menuju Pulau Garam tersebut. Pelatih Kepala PS Badung AAK Bramatsra di Kuta, Badung, Selasa (24/7) kemarin menerangkan, PS Badung menghuni Grup VII bersama KSB Sumbawa Barat, Persewangi Banyuwangi, dan tuan rumah Perssu Sumenep. Tim Keris akan melakoni laga perdana melawan KSB Sumbawa Barat pada Minggu (29/7), kemudian menjajal Persewangi pada Rabu (1/8) dan menghadapi tuan rumah Perssu pada Jumat (3/8) nanti. Agung Bramastra menambahkan, Kompetisi Liga 3
Bali Post/ist
BERTOLAK - Tim PS Badung bertolak ke Sumenep Madura, Jatim, Kamis (26/7) besok, guna melakoni Kompetisi Liga 3 Grup VII bersama tuan rumah Perssu Sumenep, Persewangi Banyuwangi, dan KSB Sumbawa Barat. menggunakan sistem home tournament di Sumenep, kemudian pada putaran kedua, PS Badung menjadi tuan rumah pada 30 Agustus mendatang
sampai awal September. ‘’Tim juara dan runner-up grup melaju ke babak berikutnya, sedangkan peringkat ketiga melakoni babak play-off,’’ ujar
Agung Bram. Di sisi lain, Asisten Pelatih Kadek Loco Ediana menyatakan asuhannya telah siap tempur melakoni Kompetisi Liga 3 putaran nasional. Ia telah memberikan materi latihan mulai penggenjotan fisik, teknik dan strategi, organisasi, kerja sama tim,sampai penyelesaian akhir. Loco mengakui pembentukan tim selama dua bulan, dengan materi skuad U-23 plus tiga senior di lapangan hijau. PS Badung telah menjalani Piala Indonesia dan kalah 0-2 melawan Perigo Semeru Lumajang. Selanjutnys, tim Keris juga kalah 0-2 saat berlatih tanding melawan tim Liga 1 Bhayangkara FC. ‘’Pascakekalahan ini, kami melakukan evaluasi guna membenahi tim, sebab target kami sesungguhnya di ajang Kompetisi Liga 3,’’ tutur Loco. (022)
Ngebut Musim Depan REPSOL Honda, tim pabrikan Honda di MotoGP, punya harapan khusus dari Jorge Lorenzo. Juara dunia tiga kali kelas primer itu diharapkan bisa mengebut sekencang mungkin setelah gabung musim depan. Mulai MotoGP 2019 mendatang Lorenzo akan membalap untuk Repsol Honda, tidak lagi berkiprah untuk Ducati yang menjadi timnya sejak awal 2017 usai meninggalkan tim pabrikan Yamaha. Di Ducati sejauh ini, Lorenzo baru bisa mencatatkan dua kemenangan yang ia raih pada dua seri berurutan MotoGP 2018 yakni di Mugello dan Catalunya. Secara keseluruhan, Lorenzo baru punya lima podium bersama Ducati. Jumlah itu terbilang kontras dengan aksi-aksinya sebelum gabung Ducati. Bersama Yamaha di MotoGP (2008-2016), Lorenzo bahkan mampu menyabet tiga gelar juara dunia kelas primer. Bersama Repsol Honda musim depan, Lorenzo diharapkan bisa seperti itu lagi. ‘’Apa harapan kami? Well, Lorenzo punya tiga titel juara dunia
MotoGP, jadi kami yakin dia punya potensi meraih hasil-hasil bagus dengan motor kami,’’ kata Manajer Tim Repsol Honda Alberto Puig, Selasa (24/7) kemarin. ‘’Jadi harapan kami adalah dia akan berusaha mencapai level tersebut dan bakal berupaya membalap untuk meraih kemenangankemenangan, seperti yang biasa dia lakukan di masa lalu. Tapi tentu saja Anda tak pernah bisa memprediksi bagaimana adaptasi seorang rider dengan motor. Terkadang mudah, kadangkala tidak. Maksud saya, dia pun butuh waktu cukup lama untuk memahami motor Ducati. Tapi sekalinya dia sudah paham, dia langsung memenangi dua balapan beruntun.’’ ‘’Kami mengharapkannya untuk bisa mengebut. Seberapa ngebut? Kami tak tahu. Kapan dia akan bisa melakukannya? Kami juga tak tahu. Tapi kami percaya bahwa dengan potensi dan karier balapnya, dia akan datang ke Honda agar bisa unjuk gigi di lintasan,’’ tutupnya. (kmb33/afp)