20 HALAMAN
NOMOR 34 TAHUN KE 70
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost
jumat kliwon, 22 september 2017
Pengemban Pengamal Pancasila
@balipostcom (4.812rb Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
Sehari Terjadi 571 Kali Gempa Amlapura (Bali Post) Aktivitas Gunung Agung terus mengalami peningkatan. Salah satunya meningkatnya intensitas gempa. Berdasarkan data yang diperoleh di PVMBG di Pos Pemantauan Rendang pada 19 September 2017 gempa vulkanik dalam dan dangkal terjadi 460 kali. Sementara pada 20 September 2017 gempa vulkanik dalam dan dangkal meningkat menjadi 571 kali. Sedangkan 21 September 2017 dari pukul (00-06.00 Wita) gempa vulkanik dalam dan dangkal mencapai 135 kali. Atas kondisi itu, PVMBG kembali menambah satu alat yakni Tilmeter untuk memonitor perkembangan yang dilakukan Gunung Agung yang dipasang di Pura Pengubengan Besakih. Hal. 19 Deteksi Kegiatan
DITANDU Seorang lansia ditandu ketika sampai di tempat pengungsian di Klungkung, Kamis (21/9) kemarin.
Belasan Ribu Warga Mengungsi
Bali Post/sos
Tersebar di Karangasem, Buleleng dan Klungkung Amlapura (Bali Post) – Pascaterjadi gempa kuat di kawasan lereng Gunung Agung, Rabu (20/9) malam, membuat belasan ribu orang yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III mengungsi. Tak hanya ke sejumlah tempat aman di Karangasem, mereka juga mengungsi ke Klungkung dan Buleleng.
Camat Kubu Made Suartana belum mendapatkan data jumlah pastinya warga yang mengungsi. Namun, ia memastikan setidaknya 11 ribu orang telah mengungsi. Mereka berasal
PENGUNGSI - Warga Desa Sebudi, Karangasem mengungsi ke GOR Swecapura, Klungkung, Kamis (21/9) kemarin.
Klungkung Siap Tampung 15.000 Pengungsi
Tenaga Medis akan Ditambah
PENGUNGSI susulan ke bumi serombotan masih berpotensi terjadi. Sampai pukul 21.00 Wita pengungsi di GOR Swecapura mencapai 550 orang dari 15 KK. Sesuai hasil pemetaan, yang bisa tertampung di Klungkung mencapai 15 ribu jiwa. Itu tak hanya ditempatkan di GOR, tetapi juga Lapangan Puputan Klungkung yang sudah siap dengan tenda, lapangan Kecamatan Dawan, Banjarangkan dan balai banjar yang tersebar di sejumlah desa. ‘’Untuk warga yang difokuskan ke sini, selain Sebudi, juga dari Pesangkan dan Besakih, Kecamatan Rendang. Ini sudah kami koordinasikan dengan pemkab di sana. Intinya kami siap menerima jika ada pengungsi susulan. Semasih data tampung mendukung,’’ sebut Widiada, Kepala BPBD Klungkung, Kamis (21/9) kemarin. Hari pertama, penanganan pengungsi belum terbelit kendala berarti. Fasilitas MCK yang menjadi kebutuhan penting sudah bisa tertangani dengan mengandalkan yang ada di GOR. Kebutuhan logistik yang ditangani Dinas Sosial, persediaannya masih mencukupi. ‘’Untuk tempat MCK akan disediakan lagi. Kami usulkan untuk memanfaatkan milik
sejumlah sekolah yang ada di sekitar lokasi pengungsian. Untuk logistik belum ada kendala,’’ jelasnya. Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta menyatakan persiapan menghadapi kedatangan pengungsi terus dilakukan. Tak hanya tertuju pada fasilitas, juga petugas medis yang masih tergolong kurang. ‘’Pegawai puskesmas akan dibawa ke sini. Harus ada yang jaga,’’ tandasnya. Sementara itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika melakukan kunjungan kerja dalam rangka mengecek kesiapan pelaksanaan tanggap darurat di GOR Swecapura Klungkung, Posko Pusat Taktis di Pelabuhan Kapal Pesiar Tanah Ampo, dan Lapangan Ulakan Desa Manggis serta di Pos Kumpul Wantilan Pura Puseh Tebola Sidemen, Kamis kemarin. Gubernur Pastika menyatakan Bali sudah siap dalam menghadapi keadaan terburuk melalui koordinasi, logistik dan SDM yang sudah dipersiapkan dengan baik. (sos/r) TRUK - Warga Sebudi turun dari truk ketika sampai di tempat pengungsiannya di Klungkung.
Bali Post/sos
dari Desa Dukuh dan Desa Ban. Selain itu, ada juga warga yang tinggal sementara di rumah kerabat di laur desa dan bahkan datang ke rumah kerabat di wilayah Denpasar dan sekitarnya. ‘’Ini data sementara di Desa Dukuh ada 4.015 jiwa dan Desa Ban 6.096 jiwa. Jumlah ini pasti bisa bertambah karena ada yang mengungsi di rumah saudaranya atau bahkan ada yang dijemput untuk diajak ke Denpasar,’’ tegasnya. Hal. 19 Ibu Hamil
Wayan Bunter yang Sebatangkara
Ayam pun Dibawa ke Pengungsian WARGA di lereng Gunung Agung sudah mulai mengungsi, Kamis (21/9) kemarin. Mereka naik truk ke lokasi pengungsian. Mereka membawa perlengkapan seperti pakaian, tikar dan makanan ringan. Namun ada seorang nenek pengungsi yang membawa ayam berikut telurnya. Nenek tua itu bernama Wayan Bunter. Usianya sudah 80 tahun. Nenek berambut putih itu menjadi warga pengungsi di Wantilan Banjar Telaga Desa Sibetan, Bebandem. Ia mengaku dari Banjar Dinas Pangi, Desa Jungutan. Dia hidup sebatangkara. Tidak banyak perlengkapan yang dia bawa. Selain pakaian ia juga membawa ayam yang sedang mengeram telurnya. Ayam beserta bembengan dan telurnya dibungkus dalam karung dan dibawanya ke tempat pengungsian. ‘’Ini telurnya sudah mau menetas. Tinggal tiga hari lagi. Kasihan kalau ditinggal sendirian di kubu (gubuk),’’ terang Bunter dengan bahasa Bali. Agar ayamnya tidak mati,
karung itu dilubangi. Dia berusaha menjualnya kepada warga lainnya di tempatnya mengungsi. Tetapi, tidak ada yang mau menawar. Karena hidup sebatangkara, dia sengaja membawa ayam yang sedang mengerami telurnya itu agar bisa dijual di lokasi pengungsian. Sehingga ada bekal untuk menyambung hidup di tempat mengungsi. Soalnya, dia sudah tak punya barang berharga lainnya. ‘’Barang berharga saya tinggal ini saja. Mau saya jual, biar saya bisa makan di tempat mengungsi,’’ tutur Bunter yang berusaha tidak panik, meski di tempat tinggalnya sudah berulang kali diguncang gempa kuat. Lantaran tidak ada yang menawar, Bunter meminta bantuan pada warga di Banjar Telaga yang membantu di tempat pengungsian, untuk merawat hewan peliharaannya itu di rumahnya. ‘’Mudah-mudahan dalam situasi seperti ini, telurnya bisa menetas. Biar bisa saya jual untuk biaya di tempat pengungsian,’’ ujarnya. Hal. 19 Banjar Pangi
Nasib Ternak Warga Mesti Dipikirkan Banyak cerita pilu yang diungkap para pengungsi yang berada di GOR Swecapura. Selain berpisah dengan keluarga yang mengungsi ke Buleleng, warga desa Sebudi juga banyak meninggalkan ternak-ternaknya di rumah. Sementara warga lainnya telah menjual ternaknya dengan harga murah. Ini patut menjadi perhatian pemerintah. Sebab, pengalaman di beberapa daerah, pemerintah juga menyediakan tempat untuk ternak. Selain aman untuk ternak juga akses pemberi pakan oleh pemiliknya juga terjangkau.
I NENGAH Suwika, warga sebudi, menceritakan ia harus meninggalkan ternak peliharaannya. Keharusannya untuk mengungsi juga menyebabkannya tak lagi mendapat penghasilan dari pekerjaannya sebagai tukang pecah batu di lereng Gunung Agung. Kini, ia hanya bisa pasrah menghadapi hidup yang mulai pahit. ‘’Ya… karena begini, tidak bisa kerja lagi. Tidak tahu mau gimana,’’ imbuhnya. Tak jauh berbeda dengan I Ketut Darmayasa. Ia harus meninggalkan tiga ekor sapinya yang sudah siap jual dan 50 ekor ayam yang dipelihara sejak beberapa bulan lalu. Kini, di pengusian ia harus menghabiskan harihari tanpa aktivitas. Tanpa pekerjaan. Ia tak seorang
diri. Namun juga bersama istri, kedua anaknya dan bibinya yang telah berusia 95 tahun. Sudah sangat tua, tak mampu bergerak. Hanya bisa tidur. ‘’Ternak ditinggalkan ke sini. Tidak dijual, karena terburu-buru ke sini,’’ terangnya. Cerita lain diungkap warga Banjar Kaja, Desa Muncan, Selat. Mereka terpaksa menjual ternaknya dengan harga murah. Seperti yang diungkapkan Ni Wayan Sudiarti. Ia telah menjual sapi dan babi yang dipeliharanya dengan harga yang sangat murah. Kondisi ini sudah terjadi sejak beberapa hari belakangan ini pascastatus Gunung Agung dinaikkan dari level waspada ke siaga. Bali Post/gik Hal. 19 PANGI - Warga Banjar Pangi yang mengungsi ke Banjar Telaga Desa Sibetan, Karangasem, Setengah Harga Kamis (21/9) kemarin.
denpasar
2
Jumat Kliwon, 22 September 2017
figur
Bali Post/edi
Tekan ”Price War” TERKAIT dengan standardisasi harga hotel, sejumlah stakeholder pariwisata mengharapkan agar segera diberlakukan. Karena dengan adanya standardisasi harga tersebut, diharapkan tidak terjadi persaingan antara satu hotel dengan yang lainnya. Oleh karena itu, standardisasi harga ini sangat diperlukan. Hal tersebut disampaikan Ketua BPPD Badung Ray Suryawijaya, S.E., MBA. saat ditemui Rabu (20/9) di sela International Hotel General Manager Conference & Exhibition di Nusa Dua. Dipaparkannya, apabila ditingkatkan harga misalkan standar 20 persen, tentu pemerintah juga dapat manfaatnya. Terhadap pemerintah, pajaknya juga akan naik 20 persen. Selain itu, karyawan juga akan senang. “Jangan kita malah jor-joran untuk saling menurunkan harga. Karena kalau ada price war (perang harga) ini, yang paling rugi pertama adalah industri/pengusaha karena omzetnya menurun. Kedua, kemudian pajak yang dibayarkan kepada pemerintah juga menurun, yang ketiga yang dirugikan adalah karyawannya,” pungkasnya. Oleh karena itu, kata Ray Suryawijaya, pihaknya memiliki komitmen besama pemerintah, industri dan semua stakeholder pariwisata serta masyarakat, untuk we are going to quality tourism. Karena, dengan mengangkat harga dapat meningkatkan produk quality dan service. “Dengan mengangkat harga ini, semuanya akan menjadi win-win solution. Itu yang paling penting buat kita,” terangnya. Untuk menetapkan standardisasi harga tersebut, pihaknya menargetkan bisa diterapkan tahun 2018 mendatang. Diakuinya untuk menerapkan itu, harus dibuatkan payung hukumnya. Karena, meski sudah ada kesepakatan untuk menerapkan harga, namun terkadang hotel yang lain bila hotelnya runing di bawah 60 persen, mereka biasanya melakukan penyesuaian harga. “Jadi, bila sudah diatur oleh peraturan atau perda-nya, tentu itu tidak bisa dilanggar. Kita harus merujuk dari pada perda itu sendiri,” ujarnya.Ditambahkannya, standardisasi ini sebagai upaya untuk mengamankan pengusaha dan meningkatkan pajak yang dibayarkan kepada pemerintah. Selain itu, juga untuk menentukan kesejahteraan karyawannya dan masyarakat. Karena, kalau pajak naik maka pembangunan infrastruktur juga berjalan lancar serta masyarakat sejahtera. Yang penting ada komitmen, agar tidak ada pelanggaran. Ke depan pihaknya akan memberikan sanksi apabila hal itu dilanggar. (edi)
Kasus OTT di DPMPTSP Gianyar
PH Langsung Eksepsi
Denpasar (Bali Post) Jaksa penuntut umum (JPU) I Wayan Suardi sudah membacakan dakwaan kasus yang disebut-sebut operasi tangkap tangan (OTT) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gianyar dengan terdakwa Kabid Perizinan dan Nonperizinan B, Drs. I Nyoman Sukarja, M.Si. Walau disebut sebagai OTT, namun dalam dakwaan yang dibacakan di depan majelis hakim pimpinan I Wayan Sukanila, tidak diuraikan bagaimana penangkapan yang dilakukan polisi. Peran polisi dalam dakwaan jaksa hilang. Di sana hanya dijelaskan bagaimana terdakwa meminta bayaran Rp 15 juta dalam pengurusan perpanjangan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) yang diajukan oleh Dewa Nyoman Oka Trisandi. Dalam kasus ini baru satu terdakwa yang diajukan dan dalam dakwaan jaksa hanya menguraikan peranan terdakwa semata, walau kepolisian telah menetapkan tersangka lain. Atas dasar keganjilan itu, pihak terdakwa melalui PH (penasihat hukum) akan mengajukan eksepsi atas dakwaan jaksa tersebut. Apalagi sebelumnya atasan terdakwa juga dijadikan tersangka oleh Polda Bali. Dalam dakwaan jaksa dijelaskan bahwa Nyoman Sukarja selaku Kabid Perizinan dan Nonperizinan B meminta sejumlah uang untuk mengurus perpanjangan izin. Hal itu dinilai bertentangan dengan standar operasional prosedur dan Perda Gianyar No. 61 Tahun 2015 tentang Retribusi Daerah. Jaksa menyampaikan bahwa untuk pengurusan perpanjangan izin TDUP dan TPD tidak dikenakan biaya. Sehingga dalam kasus ini, terdakwa dijerat pasal 12 huruf e UU Tipikor dalam dakwaan primer dan pasal 11 UU yang sama dalam dakwaan subsider. (kmb37)
081 337 032 965, (0361) 819446
FM 96,5
Topik : SEJUMLAH DESA MASUK KRB 1 GUNUNG AGUNG Sampaikan opini Anda hari iniW di acara Warung Global FM web E-mail
: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com
Bali Post/eka
JANUR - Beberapa pedagang menyusun janur di trotoar dan parkiran Jalan Sulawesi, Denpasar. Hampir tiap hari warga, khusunya umat Hindu di Bali menggunakan janur untuk sarana sembahyang. Untuk memenuhi tingginya kebutuhan janur, tidak sedikit para pedagang mendatangkannya dari luar Pulau Bali.
Usai Bantai Pasutri Jepang
Astawa Langsung Temui Istrinya
Denpasar (Bali Post) -
Tersangka pembantai pasutri asal Jepang Matsuba Nurio dan Matsuba Hiroko, Putu Astawa, setelah mendekam di penjara mengaku menyesali perbuatannya. Ia bersikukuh melakukan perbuatan keji itu karena khilaf. Setelah membantai pasutri tersebut, pelaku langsung menemui istrinya dan minta kunci kamar kos. Setelah itu ia menuju Tanah Lot, Tabanan. “Kondisi pelaku sampai saat ini baik-baik saja, tapi dia mengaku menyesali perbuatannya,” tegas pengacara Astawa, Edy Hartaka, Kamis (21/9) kemarin. Setelah membunuh pasutri tersebut, lanjut Edy, tersangka sempat pulang dan menemui istrinya yang tengah mengandung empat bulan. Waktu itu ia minta kunci kamar kos dan Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391
langsung berangkat menuju Tanah Lot, Tabanan. Menurut Edy, waktu itu pelaku mengaku kalut dan pergi ke Tanah Lot untuk menenangkan dirinya. “Dalam perjalan akhirnya dia mengaku dapat ide membakar korban dan isi rumah. Tujuannya menghilangkan jejak,” tandasnya. Caranya dengan menyiram tubuh korban dan kamar pasutri itu dengan bensin. Termasuk di dalam mobil juga disiram bensin. “Menurut pelaku, bila mobil itu terbakar dan meledak akan menimbulkan kebakaran yang hebat. Dengan demikian rumah
Terima Ratusan Gram Narkoba
Anggota Ormas Ditangkap
Denpasar (Bali Post) Tim Opsnal Direktorat Resnarkoba Polda Bali dan Satgas CTOC menangkap anggota ormas berinisial KS (27) di Jalan Gatot Subroto Tengah, Denpasar, Selasa (19/9) pukul 20.30 Wita. KS diciduk karena menerima paket narkoba jenis sabu-sabu (SS) 539,02 gram. “Pelaku ditangkap depan toko roti JCO, Denpasar Utara,” kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja. Terungkapnya kasus ini berawal dari adanya informasi jika ada pengiriman paket narkoba jumlah banyak. Selanjutnya petugas melakukan pengintaian dan ternyata penyerahan barang terlarang itu di TKP. “Saat pelaku menerima narkotika jenis sabusabu tersebut, petugas langsung menangkapnya,” ungkap Hengky. Setelah itu pelaku dibawa ke
tempat kosnya di Jalan Pondok Indah 1, lantai 2 kamar nomor 9, Desa Pemecutan Kaja Kec. Denpasar Utara. Polisi langsung menggeledah kamar tersangka dan diamankan banyak barang bukti. Terkait pengungkapan kasus itu, petugas mengamankan barang bukti lima paket besar SS, 68 paket kecil SS, satu paket plastik klip kecil. Barang bukti SS yang disita 539,02 gram bruto atau 498,97 gram neto. Selain itu diamankan enam HP, dua timbangan elektrik, satu plester, satu alat pres plastik, satu bong, tiga plastik klip dan satu bendel plastik besar. “Modusnya, tersangka menerima kiriman paket narkotika jenis sabu-sabu, lalu disimpan di kamar kos, dipecah jadi paket kecil, dan selanjutnya diedarkan. Kasus ini masih didalami penyidik,” ujarnya. (kmb36)
tersebut akan ludes, termasuk mayat korban,” ungkapnya. Namun rencana pelaku meledakkan mobil tersebut gagal. Diduga dupa yang dipasang di tangki mobil korban keburu padam. Menurut Edy, penyidikan kasus tersebut dilakukan intensif penyidik Reskrim Polresta Denpasar. “Saya akan selalu mendampingi pelaku sampai kasusnya disidangkan. Saya ditunjuk Polresta untuk menjadi pengacara pelaku karena kasusnya sangat berat,” ujar pengacara dikenal ramah ini. Seperti diberitakan, perburuan terhadap pembunuh dan pembakar pasutri asal Jepang, Matsuba Nurio (73) dan Matsuba Hiroko (70) di Perumahan Puri Gading 2 Blok F1, Jimbaran, Kuta Selatan, akhirnya membuahkan hasil. Pelakunya tak lain Putu Astawa (25) asal Negara berhasil ditangkap di Jalan Mekar Sari, Pemogan, Denpasar
Bali Post/ist
DIPERIKSA - Tersangka Astawa didampingi pengacaranya saat diperiksa penyidik Polresta Denpasar. Selatan, Senin (18/9) pukul 03.00 Wita. Pelaku membantai pasutri ini karena ingin mengambil uang korban 11 ribu Yen. Uang tersebut ditukar di money changer
di Kuta dan digunakan bayar utang di kampungnya. Pelaku juga berencana membakar mobil korban tapi gagal, karena api dupanya padam. (kmb36)
Korupsi Dana Hibah
Bandesa Adat Kaliakah Divonis Setahun
Denpasar (Bali Post) Dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dana bantuan hibah Pemprov Bali, I Nyoman Baliyasa, Bandesa Desa Pakraman Dharma Kerti Kaliakah, Jembrana, Rabu (20/9) divonis bersalah. Majelis hakim pimpinan Made Sukereni kemudian menjatuhkan pidana penjara selama satu tahun pada terdakwa. Di samping itu, hakim juga menjatuhkan pidana denda Rp 50 juta subsider sebulan kurungan. “Menyatakan terdakwa tidak terbukti bersalah dalam dakwaan primer. Oleh karenanya terdakwa dibebaskan dalam dakwaan primer. Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan
bersalah dalam dakwaan subsider,” putus majelis hakim. Atas putusan itu, terdakwa melalui kuasa hukumnya, Made Suardika Adnyana menyatakan menerima putusan tersebut. Sedangkan jaksa menyatakan pikir-pikir. Putusan tersebut memang lebih rendah dari tuntutan jaksa. Sebelumnya JPU I Made Pasek dkk., menuntut supaya terdakwa dihukum selama satu tahun enam bulan penjara. Pada sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar, jaksa dalam surat tuntutannya menyatakan Baliyasa yang didakwa dugaan korupsi dana bantuan hibah Pemprov Bali terbukti bersalah dan merugikan keuangan negara hingga Rp 184 juta.
Jaksa menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi. Dalam hal ini, terdakwa dinilai telah menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya, karena jabatan, kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara. Terdakwa dijerat Pasal 3 jo Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 64 KHUP. (Kmb37)
AXA Mandiri Gugah Pentingnya Kesehatan dan Bantu Perencanaan Masa Depan yang Lebih Baik
DISKUSI - President Director AXA Mandiri Jean-Philippe Vandenschrick saat memberikan sambutan pada diskusi bertema “Pastikan Masa Depan Keuangan dangan Kelola Kesehatan Lebih Baik” yang digelar Selasa (19/9) lalu di Kuta. PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) kembali menekankan pentingnya perencanaan keuangan demi mewujudkan masa depan sejahtera. Penekanan tersebut dikemas dalam diskusi bertema “Pastikan Masa Depan Keuangan dangan Kelola Kesehatan Lebih Baik”,
yang digelar Selasa (19/9) lalu di Kuta. Pada acara yang dibuka oleh President Director AXA Mandiri Jean-Philippe Vandenschrick, hadir pula Director of In Branch Channel AXA Mandiri Tisye Diah Retnojati dan Executive Vice President Intermediary PT Schroders Renny Rahardja
sebagai pembicara. Dari rencana pelaksanaan di 12 kota di Indonesia sepanjang tahun 2017, Bali merupakan kota keenam yang diikuti sebanyak 150 konsumen. Melalui kegiatan tahunan ini, AXA Mandiri bekerja sama dengan Bank Mandiri berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya memiliki perlindungan dan perencanaan keuangan yang baik. “Kami senang dapat mengunjungi Kuta, kali ini dengan agenda untuk menyampaikan kepedulian kami terhadap kesehatan yang dapat memengaruhi kebahagiaan masa depan keuangan kita semua,” kata President Director AXA Mandiri Jean-Philippe Vandenschrick saat ditemui di sela acara. Dikatakannya, tema kesehatan yang diangkat dengan pertimbangan bahwa biaya kesehatan selalu meningkat setiap tahunnya dan seringkali menjadi beban bagi penderita maupun keluarga. Dalam sepuluh tahun terakhir, biaya rumah sakit naik hingga 364 persen, sementara pendapatan masyarakat tidak beradaptasi pada kenaikan
tersebut. “Melihat fakta tersebut AXA Mandiri menilai pentingnya untuk terus menggugah kesadaran masyarakat dalam memiliki perencanaan keuangan yang matang, termasuk guna mengantisipasi biaya yang timbul akibat risiko sakit. Selama tahun 2016 lalu, pihaknya sudah membayarkan klaim sebesar Rp 4,5 triliun,” ujar Jean Philippe. Sementara itu, Director of inBranch Channel AXA Mandiri Tisye Diah Retnojati menambahkan, perencanaan keuangan menjadi kunci untuk mencapai kesuksesan finansial. Melalui perencanaan keuangan yang baik, tujuan keuangan jangka panjang dapat dicapai, sekaligus juga mengantisipasi segala risiko yang mungkin hadir di setiap tahap kehidupan. Menurutnya, dalam hal kesehatan, menerapkan pola hidup sehat dan berolahraga menjadi cara yang efektif untuk merdapatkan tubuh sehat dan bugar. Meski demikian, kodisi cuaca, polusi dan banyak hal lainnya tetap dapat memengaruhi kondisi kesehatan seseorang. Oleh karena itu, memiliki proteksi yang dalam hal ini
adalah asuransi dapat menjadi solusi untuk mengatasi kekhawatiran terganggunya kondisi keuangan saat harus menjalani pengobatan. “Asuransi merupakan salah satu instrumen keuangan yang bisa menjadi solusi perencanaan keuangan bagi masyarakat. Melalui asuransi, biaya yang timbul atas risiko hidup, mulai dari risiko kesehatan kecelakaan hingga meninggal dunia dapat dialihkan kepada perusahaan asuransi,” ungkapnya. Selain membahas mengenai pengelolaan keuangan dan pentingnya asuransi, acara tersebut juga merupakan ajang untuk berbagi informasi, serta tips perencanaan keuangan keluarga dan keistimewaan produk unit link. Produk unit link memberikan manfaat ganda bagi para nasabah, yaitu memberikan manfaat investasi dan proteksi dalam satu produk. Dengan memiliki proteksi sekaligus berinvestasi melalui produk unit link, risiko-risiko tersebut dapat diantisipasi oleh manfaat asuransi. Di saat yang sama investasi untuk tujuan masa depan dapat terus berjalan. (ad1388)
BADUNG
Jumat Kliwon, 22 September 2017
3
Peringatan Puputan Badung Ke-111
Dirangkaikan Pengukuhan Satlinmas di Badung
PERINGATAN - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta memimpin upacara Peringatan Puputan Badung ke-111 Tahun 2017 yang dirangkai dengan Pengukuhan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Desa/Kelurahan se-Kabupaten Badung, Rabu (20/9) di Lapangan Puspem Badung. BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta memimpin upacara Peringatan Puputan Badung ke-111 Tahun 2017, yang dirangkai dengan Pengukuhan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Desa/Kelurahan se-Kabupaten Badung, Rabu (20/9) di Lapangan Puspem Badung. Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Wakil Ketua DPRD Badung I Made Sunartha dan Nyoman Kariana, Sekda Badung Wayan Adi Arnawa, Dandim 1611 Badung, Ketua TP PKK Ny. Seniasih Giri Prasta, Wakil Ketua TP PKK Ny. Kristiani Suiasa, serta para pejabat di lingkungan Pemkab Badung. Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dalam sambutannya menyampaikan, peringatan peristiwa heroik Puputan Badung merupakan momentum untuk mengenang sekaligus melestarikan nilai-nilai dan jiwa kepahlawanan para pejuang, khususnya pada peristiwa Puputan Badung 111 tahun lalu. “Peringatan ini tidak hanya mencerminkan rasa bhakti kita kepada para pendahulu, tetapi sekaligus tanggung jawab kita sebagai generasi penerus untuk mempertahankan, mengisi dan melanjutkan pembangunan bangsa, sebagai maha karya yang tiada tandingan dan bandingannya dari pen-
dahulu kita,” katanya. Dalam konteks kekinian nilai-nilai patriotik harus selalu mendasari perjuangan menghadapi penjajahan zaman sekarang, yaitu berbagai masalah dan kerawanan sosial kemasyarakatan seperti kriminalitas, kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan, serta tantangan globalisasi yang semakin kompleks. Berkenaan dengan tema peringatan yaitu “Dengan Spirit Puputan Badung Satlinmas Bangkit, Kerja Bersama dan Bergerak Mewujudkan Rasa Aman dan Nyaman Menuju Kemandirian Desa/Kelurahan Badung yang Santhi dan Jagadhita”, dinilai sangat relevan dalam memantapkan rasa pengabdian tanpa pamrih kepada nusa dan bangsa dalam mengisi kemerdekaan dengan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat Badung. “Makna filosofis semangat “Puputan” harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui semangat hidup manyama braya, sebagai karakter khas masyarakat Badung, membangun persatuan di tengah keberagaman,” tegasnya. Bupati Badung mendukung dan mengapresiasi Satlinmas sebagai organisasi yang dibentuk oleh pemerintah desa dan sebagai ujung tombak pengamanan swakarsa di tingkat desa/ kelurahan. “Atas pengabdian
anggota Satlinmas yang secara sukarela telah ikut serta mewujudkan rasa aman kepada masyarakat di masingmasing desa/kelaurahan, maka kegiatan pengukuhan ini merupakan wujud pengakuan Pemerintah Kabupaten Badung dan resminya keberadaan Satlinmas yang dikoordinasikan oleh Satpol PP Badung,” tambahnya. Perhatian dan keseriusan pemerintah akan terus dikembangkan dalam memperkuat Satlinmas, tentunya harus didukung oleh segenap lapisan masyarakat guna mewujudkan manajemen kamtib dan linmas yang mantap, efektif, efisien, akurat dan akuntabel. Ketua Panitia Kasat Pol PP Badung IGA K Surya Negara melaporkan kegiatan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan sprit dan momentum untuk mengenang sekaligus melestarikan nilainilai dan jiwa kepahlawanan para pejuang, khususnya pada peristiwa Puputan Badung. Memberikan pedoman sebagai landasan yuridis bagi Satlinmas sehingga terwujud keseragaman tindak dalam pelaksanaan kegiatan operasional penanganan bencana dan kamtramtibmas. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan jiwa korsa dan semangat anggota satlinmas dalam melaksanakan tupoksi perlindungan masyarakat, terutama membantu upaya pertahanan negara, penanggulangan bencana, pemilu dan pemilukada, kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya. Peserta pengukuhan sebanyak 1.953 dari 62 Kepala Sat. Linmas Desa/Kelaurahan. Usai apel diisi atraksi yel-yel yang dilombakan dengan peserta masing-masing kesatuan Linmas setiap kecamatan. Keluar sebagai juara I yakni Satlinmas Kecamatan Kuta Selatan, juara II Satlinmas Kecamatan Kuta dan juara III Satlinmas Kecamatan Petang. Juga ada atraksi anggota Satlinmas dan Sat Pol PP Kabupaten Badung dan Simulasi pengamanan pelaksanaan pemilihan umum yang melibatkan unsur Perangkat Daerah Kabupaten Badung dan Provinsi Bali. (ad1386)
Bali Post/kmb23
IHGMA - Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) sebagai asosiasi para general manager, Rabu (20/9) menggelar pertemuan International Hotel General Manager Conference & Exhibition.
Bahas Pariwisata dan Perhotelan
GM Hotel Se-Indonesia Bertemu di Bali
Mangupura (Bali Post)Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) sebagai asosiasi para general manager di Indonesia, Rabu (20/9) menggelar pertemuan International Hotel General Manager Conference & Exhibition. Bertempat di Bali Nusa Dua Convention Center, pertemuan ini mengusung tema “Intensifying Productivity and Global Market Share”. Pertemuan yang berlangsung selama dua hari hingga Kamis (21/9) kemarin, melibatkan sedikitnya 400-500 peserta dari para executive hotelier dari anggota IHGMA seluruh Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh puluhan travel agent dan buyer dengan menghadirkan 15 kynote speaker dari dalam dan luar negeri. Ditemui di sela kegiatan, Ketua Umum IHGMA Wishnu Al Bataafi mengatakan, kegiatan ini digelar baru pertama kalinya sejak berdirinya IHGMA pada 20 April 2016 yang lalu. Meski demikian, kegiatan
ini dikatakannya akan menjadi program rutin IHGMA setiap tahunnya. Kegiatan ini selain mempertemukan anggota IHGMA di Indonesia, juga bertujuan untuk membahas pariwisata dan perhotelan ke depan. Dijelaskannya, pada pertemuan ini ada lima segmen yang dibahas untuk pemaparan materi dengan subtopik ‘‘General Manager In ASEAN’’. Di antaranya adalah menyangkut readiness of tourism industry in supporting dan lainnya. Diakuinya, IHGMA menjadi suatu bagian yang sangat vital dan penting bagi Pariwisata dan Perhotelan di Indonesia. “Pada pertemuan ini, fokusnya untuk membuat pariwisata dan perhotelan di Indonesia semakin meningkat dan baik,” jelasnya Pihaknya juga melihat berbagai upaya yang dilakukan Kementerian Pariwisata dalam mengembangkan wisata di Indonesia. Salah satunya adalah program sepuluh tujuan destinasi baru yang sudah dicanangkan oleh pemerintah. Hal
itu karena saat ini Indonesia berada dalam urutan antara 30 dan 40 untuk meraih pariwisata dunia. Namun ia meyakini dengan adanya kegiatan IHGMA, 10 tahun kemudian akan merangkak naik dan lebih jauh lagi untuk meraih kunjungan wisatawan yang berwisata. Sementara itu, Wakil Ketua Umum I DPP IHGMA I Made Ramia Adnyana mengatakan pihaknya menargetkan bisa mencatatkan transaksi hingga 3 juta USD selama event ini. Hal itu karena yang hadir sebanyak 57 seller dan 53 buyer yang merupakan TOP agen dari masing-masing negara yang diundang. Selama transaksi ini, domain dari pada buyer difokuskan pada Cina market, Korea, Malaysia, Taiwan dan Indoneaia sebagai permulaan di tahun 2017. “Ke depan kami akan membikin event yang lebih gereget untuk mendatangkan wisatawan dari mancanegara dalam rangka mensuport pemeritah untuk mencapai target 20 juta wisatawan,” ucapnya. (kmb23)
Bali Post/kmb23
BANDARA - Pihak Bandara Ngurah Rai mulai melakukan langkah-langkah awal mengantisipasi meletusnya Gunung Agung.
Antisipasi Erupsi Gunung Agung
Bandara Ngurah Rai Mulai Siapkan Solusi Mangupura (Bali Post) -
Sebagai antisipasi peningkatan status Gunung Agung menjadi siaga, pihak Angkasa Pura (AP) I Bandara I Gusti Ngurah Rai, Rabu (20/9) menggelar rapat koordinasi dengan stakeholder terkait. Pihak yang terlibat pada pertemuan ini yaitu Kantor Otorita Bandara Wilayah IV, Angkasa Pura I, TNI-AU Lanud Ngurah Rai, Airnav Indonesia, Imigrasi dan AOC. Meski dilakukan koordinasi, menurut Communication Head and Legal Section Head Bandara Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, masing-masing pihak memang mempunyai prosedur jika memang akan terjadi erupsi Gunung Agung. Hal itu menurutnya tidak jauh berbeda dengan prosedur yang sudah dilakukan sebelumnya. Ditambahkan Arie, bila memang mendesak, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah
solusi. Di antaranya yaitu penyiapan posko tanggap darurat bencana di area posko keamanan terpadu saat ini. Kemudian, menyiapkan fasilitas dan penunjuang termasuk telepon hotline. Selain itu, peningkatan keamanan jika terjadi penumpukan pengunjung dan penumpang di area landside. Hal itu diperlukan untuk mengantisipasi masalah keamanan dan masalah lainnya.
Sementara untuk mempermudah akses dalam memperoleh informasi bagi penumpang, lanjut Arie, calon penumpang dan pengunjung terkait rencana perjalanannya, pihaknya juga akan menempatkan help desk airlines. Bahkan nantinya juga akan mengaktifkan media center untuk mempermudah memperoleh informasi pemberitaan. Arie juga menyebutkan akan menyiapkan kendaraan
bus atau R4 untuk mengantar penumpang jika ingin mengganti rencana perjalanan via darat atau laut (tentatif sesuai kebutuhan). “Kami juga terus melakukan koordinasi penuh dengan semua stakeholder terutama di sisi Airside untuk kebijakan lebih lanjut,” ujarnya. Ditegaskannya, dari hasil rapat tersebut, seluruh pihak sudah siap jika terjadi bencana meletusnya Gunung Agung. Meski demikiam, pihaknya mengaku belum mulai membuka posko terpadu yang dimaksud. Karena, menurutnya, saat ini situasi masih aman dan masih menunggu perkembangan. (kmb23)
INFO SEREMONIAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Dies Natalis Unwar Ke-33
Menuju 50 Besar Kampus Terbaik di Indonesia
POTONG TUMPENG - Perayaan Dies Natalis Unwar ke-33 di kampus setempat diisi pemotongan tumpeng. UNIVERSITAS Warmadewa (Unwar) Denpasar merayakan Dies Natalis ke-33 yang dirangkaikan dengan Wisuda ke-56 di area parkir Kampus Unwar, Selasa (19/9) lalu. Pada perayaan HUT dilakukan pemotongan tumpeng, pergelaran hiburan dan pengumuman pemenang lombalomba antarfakultas. Dies Natalis Unwar yang jatuh pada 17 September lalu dimeriahkan dengan berbagai kegiatan sejak lebih dari seminggu lalu. Dimulai dengan acara jalan santai dan pertandingan olahraga fun, diakhiri puncak perayaan Dies Natalis. Rektor Unwar Prof. Dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.Park. mengatakan, Dies Natalis penting dirayakan. ‘’Karena pada saat ulang tahun ini kita dapat berkomunikasi dan merenung apa yang telah diperbuat dan apa yang akan diperbuat ke depan demi kemajuan institusi,’’
ujarnya. Usia ke-33 menandakan usia berkurang setahun, tetapi di lain sisi pengalaman bertambah setahun. ‘’Jadi, marilah kita manfaatkan sisa-sisa hidup ini untuk memberikan kontribusi lebih lagi berdasarkan pengalaman yang semakin matang. Jika semua komponen Unwar memberikan kontribusi seperti itu, kami yakin bahwa Unwar akan lebih cemerlang lagi,’’ ungkapnya. Secara perlahan-lahan namun pasti, Unwar semakin dekat dengan visi dan misinya, yaitu menjadi institusi pendidikan tinggi yang berkualitas, berintegritas, berwawasan lingkungan kepariwisataan dan mampu bersaing secara global pada tahun 2030. ‘’Ini angan-angan yang bukan tidak mungkin kita capai asalkan benar-benar mengerahkan seluruh potensi yang dimiliki untuk bersama-sama dan bahumembahu bekerja demi kemajuan
institusi,’’ jelas Putu Widjana. Pada tahun 2018 pihaknya menargetkan Unwar masuk 50 besar perguruan tinggi terbaik di seluruh Indonesia. Saat ini Unwar baru berada di urutan ke-74. ‘’Cita-cita yang ambisius tapi yakin bisa dicapai karena kita telah melakukan segala cara untuk meningkatkan kualitas dan kini tergantung komitmen kita bersama. Jadi, ajang Dies Natalis ini dimanfaatkan untuk merangsang seluruh komponen agar bersatu padu bergerak bersama-sama mencapai cita-cita Unwar,’’ tambahnya. Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Drs. A.A. Gde Oka Wisnumurti, M.Si. mengungkapkan harapannya terhadap Unwar. Usia ke-33 merupakan umur yang cukup dewasa bagi sebuah lembaga untuk berbenah diri, melakukan introspeksi dan retrospeksi. Hal itu dalam rangka penguatan kelembagaan, meningkatkan kapasitas SDM sesuai dengan tuntutan zaman dan meningkatkan pelayanan. ‘’Karena bagaimana pun pelayanan yang prima adalah salah satu kunci masyarakat dan mahasiswa memilih Unwar untuk mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan, baik pelayanan, akademik, kemahasiswaan maupun belajar-mengajar. Itu sudah dilaksanakan dengan baik,’’ bebernya. Ia berharap ke depan hal itu terus ditingkatkan karena pihaknya telah berkomitmen menjadikan Unwar sebagai PTS yang unggul, berintegritas dan berwawasan lingkungan kepariwisataan yang kondusif. (ad1384)
Desa Pakraman Serangan Gelar Upacara ’’Atma Wedana’’
SETELAH ditunggu-tunggu sejak puluhan tahun lalu, kini Desa Pakraman Serangan menyelenggarakan upacara atiwa-tiwa atau ngaben massal. Upacara yang pertama kali di Serangan ini disambut antusias oleh warga desa setempat. Bukan hanya ngaben massal, upacara berlanjut dengan menggelar Atma Wedana yang diikuti 76 puspa lingga. Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Rabu (20/9) lalu, saat pelaksanaan ngajum. Ketua Panitia Atma Wedana I Made Yatna didampingi Bendesa Desa Pakraman Serangan I Made Sedana ditemui di sela-sela ngajum mengungkapkan, pelaksanaan upacara ini berdasarkan pada awig-awig desa setempat. Sebenarnya sejak 1991 lalu sudah tertuang dalam awig-awig terkait pelaksanaan upacara ngaben massal, namun baru kali ini bisa terealisasi. ‘’Ini pertama kali dilakukan upacara ngaben massal dilanjutkan Atma Wedana,’’ ujarnya. Dikatakannya, upacara ngaben massal berlangsung pada 9 September 2017 lalu diikuti oleh 37 sawa, yang terdiri atas pranawa 32 orang dan lima orang ngelungah. ‘’Upacara ini bisa terealisasi berkat kebersamaan semua krama Desa Pakraman
NGAJUM - Serangkaian upacara Atma Wedana yang digelar Desa Pakraman Serangan, Rabu (20/9) dilaksanakan upacara Ngajum yang dihadiri Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra. Serangan,’’ jelasnya. Menariknya, dalam upacara Atma Wedana kali ini juga terlibat 15 orang krama Karangasem. Demikian juga warga dari Tegal, Denpasar, ada yang mengikuti upacara ini. Semua biaya upacara ditanggung desa pakraman. Total biaya yang dihabiskan Rp 600 juta. ‘’Setelah upacara Atma Wedana ini akan ada upacara lainnya lagi yakni upacara ngusaba desa di Pura Dalem dan Pura Puseh,’’ ungkapnya. Rangkaian upacara sejak 9 September lalu diawali ngaben massal, dilanjutkan dengan upa-
cara Atma Wedana. Rangkaian upacara ini diawali ngajum pada Rabu (20/9), kemudian mapurwa daksina Kamis (21/9) kemarin. Sementara upacara terakhir yakni nyegara gunung akan dilakukan 24 September mendatang. Upacara tersebut di-puput Ida Pedanda Telaga dari Geria Tegal, Denpasar, yang sekaligus sebagai yajamana yadnya. I Made Yatna mengungkapkan, ngaben di Serangan tidak dengan membakar jenazah, karena berdasarkan dresta terdapat Pura Dang Kahyangan, Pura Sakenan. (ad1381)
AQUA Gelar Kompetisi Pengelolaan Sampah Plastik Sekolah AQUA bersama PPLH (Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup) Bali dan Eco Bali menyelenggarakan Kompetisi Pengelolaan Sampah Plastik Sekolah. Kompetisi ini dalam rangka edukasi bagi pemangku kepentingan untuk mencari model pengelolaan sampah di Bali dengan pendekatan kolaboratif. Penjurian yang telah dilakukan selama dua bulan menghasilkan pemenang yang diumumkan di Banjar Kertalangu, Tohpati, Denpasar, pada 19 September 2017 oleh Catur Yudha Haryani, Direktur PPLH Bali, disaksikan Stakeholder Relation Manager AQUA Mambal Nyoman Arsana. Di Bali, AQUA menjalankan Program Pengelolaan Sampah Kemasan Plastik dibagi menjadi tiga aktivitas utama, yaitu pengembangan dropbox, pilot project di komunitas atau banjar dan kompetisi pengelolaan sampah sekolah. Nyoman Arsana mengatakan, peserta kompetisi berasal dari SD, SMP dan SMA di Kabupaten Badung, Kota Denpasar dan Kabupaten Tabanan. ‘’Sekolah yang mengikuti kompetisi ini diharapkan memiliki kesadaran mengelola sampah, menjadikannya budaya bagi siswa-siswinya yang bisa dibawa hingga di tingkat rumah tangga,’’ jelasnya. Pembinaan di sekolah telah dimulai sejak awal tahun 2017, dilanjutkan penjurian pada rentang Juli–Agustus. Tidak hanya siswa, kompetisi ini juga melibatkan guru dan pengajar. Aktivitas yang dilakukan di sekolah meliputi pengumpulan, penimbangan dan pengangkutan. Sampah yang
Jumat Kliwon, 22 September 2017
SMP Dwijendra Denpasar Juara Olimpiade Biologi dan Baca Berita
SISWA SMP Dwijendra Denpasar setiap minggu mempersembahkan piala dan juara kepada sekolahnya, baik di ajang akademis maupun nonakademis. Di antaranya meraih juara II Olimpiade Biologi se-Bali serta juara I dan II membaca berita. Prestasi itu dipersembahkan I Komang Putra Wijaya. Siswa kelas VIII-A ini menjadi juara II Olimpiade Biologi se-Bali. Anak ketiga pasangan I Nyoman Suta dan I.A. Putu Candrawati menyabet prestasi pertamanya di ajang Olimpiade. Siswa binaan Desak Ketut Krisnayanti, S.P. ini akan disiapkan ke Olimpiade Biologi di Undiksha dan ajang OSN Kota Denpasar. Putra Wijaya juga termasuk siswa berotak cerdas. Ia menjadi juara umum I di kelas VII dan berbakat di bidang TIK. Siswa SMP Dwijendra lainnya, Luh Putu Wisnovara Dhivani (IX-A), merebut juara I lomba membaca berita serangkaian Bulan Gemar Membaca dan Hari Kunjungan Perpustakaan di Denpasar. Anak pertama pasangan I Made Gede Wisnawa dan Putu Novayanti asal Banjar Batanbuah, Kesiman Petilan ini adalah Sekretatis OSIS. Siswa binaan Putu Henty Pramadewi Senet, S.Pd., M.Hum. ini sukses mengalahkan 30 peserta se-Kota Denpasar. Sementara itu, Komang Merilda Maharani (VIII-G) menjadi juara II lomba membaca berita. Anak binaan Desak Nyoman Puri, S.Pd., M.Pd.H. ini adalah atlet pencak silat andalan Denpasar. Ia mendulang emas di Piala Wali Kota dan juara III Porjar Denpasar di kelas di F putri (4548 kg). Anak ketiga pasangan I
BERPRESTASI - Kepala SMP Dwijendra Ni Wayan Nadi Supartini bersama guru pembina dan siswa berprestasi. Wayan Sumatra dan Ni Ketut Wartini asal Banjar Umasari, Densel ini menjadi pesilat tangguh berkat pembinaan Ni Kadek Yulianingsih, S.Pd. Ia juga aktif di KIR dan menjadi tutor terbaik sebaya sekolah. Siswa SMP Dwijendra juga menyabet juara I lomba busana berpasangan ke pura yang dipersembahkan A.A. Ngurah Surya Darma Prayoga (IX-C) dan Ni Komang Yustika Putri (IXG). Surya Darma Prayoga juga meraih juara lomba II endek, sedangkan Yustika juara III busana endek. Pada lomba figur serangkaian Book Fair 2017, tim SMP Dwijendra meraih juara III. Lomba pembuatan tokoh berupa Garuda dan Soekarno digarap oleh Afta, Oka, Padma, Ade, Ardiasa, Bagus dan Okan. Sementara Ni Kadek Ayu Suciastiti merebut juara II lomba lagu pop Bali. Surya Darma Prayoga dan Krisnanda menyabet
juara II membaca seloka, juara III lomba geguritan oleh Putri Aprilia Shinta dan Ni Luh Suciani dan juara harapan I putra lewat Widiana dan Guntur. Kepala SMP Dwijendra Denpasar Dra. Ni Wayan Nadi Supartini, M.Pd. mengaku bangga untuk kali pertama siswanya meraih juara di ajang Olimpiade Biologi. Prestasi ini menjadi pintu masuk bagi siswa lainnya. Ke depan ia ingin siswanya menjadi duta Denpasar di OSN dan bisa menembus juara nasional. Langkah itu sudah dilakukan dengan membina siswa unggulan di klub-klub Olimpiade IPA, Matematika dan Bahasa Inggris. Selama ini siswanya baru menembus juara harapan I story telling atas nama Eka Feriyanti (IX-A) dan di Olimpiade Fisika masuk 10 besar. ‘’Kasek dan yayasan selalu mendukung siswa untuk berpestasi,’’ tegasnya. (ad1382)
Gelar Penandatanganan MoA, Bedah Buku dan Orasi Ilmiah
FIB Unud Tingkatkan Kerja Sama Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan FIB UGM
DALAM rangka HUT ke-59 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) dan ke-36 Badan Kekeluargaan (BK) FIB Unud serta Dies Natalis Unud ke-55, FIB Unud menggelar peluncuran buku buah karya para dosen dan guru besar FIB Unud serta orasi ilmiah oleh Dr. I Putu Gede Suwitha, S.U. berjudul ‘’Dari Persahabatan Sampai Puputan: Makna Hubungan Antara Kerajaan di Bali dengan Belanda Abad 19’’ di Gedung Widya Sabha Mandala Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Rabu (20/9) lalu. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan MoA (Memorandum of Agreement) antara Dekan FIB Unud Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, M.A. dan Dekan FIB Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr. Wening Udasmoro, M.Hum., DEA. disaksikan oleh para wakil Dekan FIB Unud, Kaprodi S-1, S-2 dan S-3 di lingkungan FIB Unud. Hadir pula Wakil Dekan Bidang P2M, Kerja Sama dan Alumni UGM Dr. Agus Suwignyo, M.A. dan Kaprodi S- Sastra Jawa UGM Dr. Ratna Saktimulya, M.Hum. Ketua Panitia Prof. Dr. I Nyoman Sedeng, M.Hum. menjelaskan, penandatanganan MoA antara FIB Unud dan FIB UGM merupakan terobosan dan babak baru yang diprakarsai oleh dua dekan srikandi yang menjadi senopati penggerak kemajuan FIB dua universitas dalam bidang penelitian budaya, baik tingkat lokal, nasional maupun mancanegara. ‘’Semoga dengan kerja sama antardua institusi yang sama-sama menggeluti dan menggali khazanah budaya yang dapat membawa angin segar bagi kemajuan kedua institusi, baik dalam aspek keilmuan, admin-
istrasi maupun hal-hal terkait lainnya,’’ katanya. Dekan FIB Unud Prof. Sutjiati Beratha mengatakan, penandatanganan piagam kerja sama dalam bentuk MoA merupakan komitmen antara FIB Unud dan FIB UGM yang mempunyai perhatian penuh terhadap pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam hal students mobility, baik dari FIB Unud ke UGM maupun sebaliknya. Di samping itu, melakukan pertukaran dosen, mengadakan penelitian bersama, penulisan karya ilmiah bersama dan mengadakan seminar bersama. Apalagi Unud telah membuat dan memiliki MoU dengan UGM, sehingga kerja sama akan cepat terwujud. ‘’Penandatanganan piagam kerja sama ini sebagai bentuk realisasi kunjungan kerja kami ke UGM pada Juli lalu. Kami bisa memenuhi kepentingan bersama,
yaitu melaksanakan student, staff exchange, join research, dan publikasi yang bertujuan saling menguatkan daya saing kedua institusi ke depannya. Pada HUT ke-59 ini, FIB Unud bisa memenuhi visi Universitas Udayana dan misi Kemeristek Dikti yang lebih baik untuk FIB Unud go international,’’ tandas Prof. Sutjiati Beratha. Sementara itu, Dekan FIB UGM Dr. Wening Udasmoro berharap dengan penandatanganan MoA antara FIB Unud dan FIB UGM bisa terus mengembangkan kebudayaan yang telah ada untuk kemajuan bangsa Indonesia dengan perspektif budaya. FIB Unud dan FIB UGM ingin berkontribusi terhadap bangsa dengan budaya yang telah dimiliki, dengan terus mengembangkannnya di tengah perkembangan dunia yang telah mengalami perubahan di semua lini kehidupan. (ad911)
LEMBAGA Penjaminan Mutu Stikes Wira Medika Bali pada 6 September 2017 lalu menerima surat dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) melalui Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Penjaminan Mutu Jakarta. Berdasarkan surat No. 1502/B4.1/ TU/2017 perihal Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Stikes Wira Medika Bali mendapat kepercayaan dari Dikti sebagai tuan rumah sekaligus peserta dalam penyelenggaraan Bimtek SPMI. Di tengah-tengah kesibukannya, Ketua Stikes Wira Medika Bali Drs. I Dewa Agung Ketut Sudarsana, M.M. menyambut sangat baik tawaran dari Kemenristek Dikti. Menurutnya, ini merupakan hal langka dan patut mendapat apresiasi karena menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh Stikes Wira Medika Bali dalam rangka pembinaan sistem penjaminan mutu Stikes Wira Medika Bali dan perguruan tinggi yang lain dalam
mengembangkan diri menuju perguruan tinggi yang memiliki budaya mutu. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, 19-20 September 2017 di Aula Stikes Wira Medika Bali. Kegiatan yang mengangkat tema ‘’Melalui SPMI Kita Tingkatkan Budaya Mutu yang Berkelanjutan’’ ini menghadirkan tujuh perguruan tinggi, yaitu STKIP Suar Bangli, Politeknik Ganesha Guru, Universitas Mahasaraswati, Akademi Farmasi Saraswati, Stikes Bali, STIE Triatma Mulya dan Stikes Wira Medika Bali. Acara Bimtek SPMI disambut baik oleh Ketua Stikes Wira Medika Bali I Dewa Ketut Sudarsana yang disampaikan oleh Kasubdit Sistem Pengembangan Mutu dari Kemenristek Dikti Dr. Syahrul Aminullah yang sekaligus membuka kegiatan. Tujuan Bimtek SPMI ini adalah (1) untuk membantu dan memfasilitasi perguruan tinggi yang telah mulai mengimplementasikan atau menerapkan SPMI sebagai hasil
mengikuti kegiatan sosialisasi dan lokakarya SPMI (pelatihan SPMI), (2) melakukan penguatan tentang budaya mutu yang telah mulai tumbuh dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi dan pengelolaan perguruan tinggi. Kegiatan ini difasilitatori oleh Dr. I Wayan Suardana., S.ST. Par., M.Par. selaku Fasilitator Nasional Ristekdikti dan Profesor Dr. Wayan Maba selaku Fasilitator Kopertis Wilayah VIII. Syahrul Aminullah menyadari bahwa kendala yang ditemui oleh masing-masing perguruan tinggi, yaitu kurangnya komitmen pimpinan dan biaya yang minim. Komitmen dan biaya yang minim menjadi kendala untuk meningkatkan SPMI, padahal outcome-nya untuk meningkatkan akreditasi institusi dan program atudi. Walaupun ada kelebihan dan kekurangan setiap perguruan tinggi, kegiatan ini bertujuan berbagi pengalaman yang nantinya akan dijadikan referensi untuk peningkatan SPMI di perguruan tinggi masing-masing. (ad1383)
KERJA SAMA - Dekan Unud Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, M.A. dan Dekan FIB UGM Dr. Wening Udasmoro, M.Hum., DEA. menandatangani Piagam Kerja Sama (MoA) di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Bimtek SPMI Stikes Wira Medika Bali dari Kemenristek Dikti
PEMENANG – AQUA memberikan piagam kepada para pemenang Kompetisi Pengelolaan Sampah Plastik Sekolah di Banjar Kertalangu, Denpasar. terkumpul dikirim pengepul ke Recycling Business Unit (RBU) yang dikelola oleh Bali PET untuk didaur ulang. Selama dua bulan berjalan, program ini telah berhasil mengumpulkan total 513 kilogram sampah plastik. Dalam pelaksanaannya AQUA menggandeng Eco Bali dan PPLH Bali sebagai mitra dan kolaborator di lapangan. Kedua lembaga ini kemudian memberikan pembinaan, pendampingan dan penilaian akhir. Kompetisi ini mengukur bagaimana sekolah memiliki fasilitas, aturan dan implementasinya dalam kegiatan pengelolaan sampah. Terpenting indikator-indikator tersebut bisa melibatkan siswa dalam pengelolaan sampah sekolah secara berkelanjutan. Berikut adalah urutan pe-
menang Kompetisi Pengelolaan Sampah Plastik Sekolah. Kategori biru (sangat baik) masing-masing SD 10 Peguyangan, SMPN 1 Kediri, SMP Wisata Sanur. Kategori hijau (baik) SMAK Soverdi. Kategori kuning (cukup) berturut-turut SMPK Soverdi, SMPN 11 Denpasar, SMAN 6 Denpasar. Pada kesempatan berbeda, Program Manager Eco Bali Paola Cannucciari mengharapkan program yang telah diinisiasi oleh AQUA bisa memicu pihak lain untuk melakukan hal yang sama. ‘’Penting sekali meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengelola sampah. Tidak hanya menjaga lingkungan lestari, namun juga memberikan nilai tambah bagi sekitarnya,’’ tuturnya. (r)
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
seremonial
Jumat Kliwon, 22 September 2017
’’Mahasisya Upanayana’’ Unwar
’’Output’’ Bagus, ’’Outcome’’ Juga Bagus PASEMETONAN Mahasisya Hindu Dharma (PMHD) Universitas Warmadewa (Unwar) melaksanakan upacara Mahasisya Upanayana, Kamis (21/9) kemarin. Pada Mahasisya Upanayana juga dilakukan upacara majaya-jaya dan pemasangan karawista pada sekitar 2.000 mahasiswa baru (maba) sebagai simbol telah dilakukannya upacara Mahasisya Upanayana yang di-puput Ida Pedanda Putra Bajing. Ketua Umum PMHD Unwar I Kadek Dwi Mahendra mengatakan, tema Mahasisya Upanayana kali ini adalah ‘’Dwara Kapertama Maring Widya Sedya Mahottama’’ yang artinya ‘’Gerbang Pertama Menuju Ilmu yang Utama’’. ‘’Inilah secara niskala gerbang utama kegiatan Mahasisya Upanayana. Jadi, sebelum kegiatan upanayana secara sekala dilakukan PKKMB,’’ jelasnya. Mahasisya Upanayana merupakan awal sebelum melakukan perkuliahan perdana di Unwar. Diharapkan kegiatan ini ke depannya menjadi tulang punggung bagi mahasiswa Hindu untuk bisa bergerak secara kritis, melakukan kegiatan belajar secara profesional, bertanggung jawab dan dapat meraih cita-citanya. Wakil Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Ir. I Ketut Sugihantara, MSA. mengatakan, mahasisya upanayana merupakan upacara penerimaan mahasiswa baru di Unwar yang sudah rutin dilakukan setiap tahun bagi maba yang beragama Hindu. Tujuannya untuk mengubah perilaku dari awalnya masih berkarakter SMA menjadi belajar di Perguruan
UPANAYANA – Pasemetonan Mahasisya Hindu Dharma (PMHD) Unwar melaksanakan Mahasisya Upanayana, Kamis (21/9) kemarin. Tinggi. ‘’Penyesuaian sikap dan perilaku ini membutuhkan konsentrasi yang berbeda. Maka dari itu maba perlu mengikuti rangkaian upacara mahasisya upanayana. Selain itu tujuannya mendukung penguatan karakter dalam rangka menunjukkan jati diri karakter Unwar yang menjunjung nama baik Sri Kesari Warmadewa,’’ paparnya. Pembina PMHD Drs. I Dewa Putu Sumantra, M.Si. menambahkan, lewat kegiatan ini pihaknya ingin membuat maba memiliki tiga kompetensi, yaitu penguasaan ilmu pengetahuan, mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan, dan mengajarkan etika, berkarakter yang baik dan dapat mengimplementasikan ilmunya. Wakil Rektor I Unwar Ir. I Nyoman Kaca, M.Si. menyatakan mahasisya upanayana sama halnya dengan pawintenan secara lahir dan batin. ‘’Melalui pembersihan ini, mahasiswa secara batin akan mendapat pencerahan, sehingga pembentukan karakter sebagai mahasiswa bisa
diwujudkan,’’ sebutnya. Maba juga akan diberikan pencerahan dalam bentuk ceramah oleh Ida Pinandita Drs. I Ketut Pasek Swastika, sehingga dapat membuka wahana tentang fungsi dari pawintenan. Secara harfiah, pawintenan berarti mendekatkan diri pada guru rupaka, pengajian, wisesa, swadyaya sehingga diharapkan maba berkarakter positif. Karakter dibagi menjadi tiga, yaitu positif, datar dan negatif. ‘’Karakter yang kami harapkan adalah karakter positif, salah satu contohnya olah hati yang bagus. Kami harapkan mahasiswa bertanggung jawab, baik kepada orang tua, institusi maupun Sang Hyang Widhi,’’ tandasnya. Nyoman Kaca mengharapkan maba bisa menyelesaikan studi tepat waktu sesuai program yang ada pada buku pedoman pendidikan. Untuk itu mereka mesti menguasai hard skill dan soft skill di samping spiritual yang bagus. ‘’Output yang bagus akan menghasilkan outcome yang bagus juga,’’ tuturnya. (ad1380)
Atlet Binaraga Badung Raih Satu Emas di Porprov Bali ATLET Kabupaten Badung kembali menambah satu medali emas pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XIII/2017 di Gianyar. Kali ini melalui cabang olahraga (cabor) binaraga. Medali emas Badung disumbangkan Made Dwija yang turun di kelas 80 kg setelah unggul di final yang berlangsung di Wantilan Banjar Kalah, Peliatan, Ubud, Gianyar, Kamis (21/9) kemarin. Tidak hanya emas, atlet binaraga Badung mampu mempersembahkan 6 perak masing–masing di kelas 55 kg, 60 kg, 70 kg, 75 kg, 85 kg dan 85 kg plus. Ketua Umum Persatuan Angkat Besi, Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) Badung Ida Bagus Wisnawa Kesuma, S.E., M.M. saat ditemui seusai pertandingan mengatakan, pihaknya menargetkan tiga medali emas di Gianyar, namun meleset dari perkiraan. Hal ini lantaran pembinaan dan perkembangan binaraga di Bali sudah merata, sehingga persaingan di ajang Porprov kali ini sangat dan ketat. ‘’Di
BINARAGA - Ketua Umum PABBSI Badung Ida Bagus Wisnawa Kesuma, S.E., M.M. (kiri) seusai mengalungkan medali emas pada kejuaraan binaraga Porprov Bali XIII di Gianyar, Kamis (21/9) kemarin. sini banyak muncul atlet baru dan muda yang sangat potensial. Penilaian sangat ketat dengan selisih yang sangat tipis,’’ ujarnya. Pria yang akrab dipanggil Tugus Wis ini bersyukur atlet
Badung masih bisa merebut satu medali emas. ‘’Kami akan lakukan pembinaan secara terus- menerus untuk Porprov dua tahun yang akan datang,’’ ungkapnya. (ad1391)
Bahas Situasi Terkini Gunung Agung
Kepala BNPB Bertemu Gubernur Pastika KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei secara khusus menemui Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Rabu (20/9) lalu. Pertemuan yang berlangsung di ruang tamu Gubernur Bali, di Denpasar itu membahas situasi terkini Gunung Agung dan langkah antisipasi yang telah dilaksanakan. Mengawali pertemuan, Willem menyampaikan bahwa saat ini aktivitas Gunung Agung sedang tenang. ‘’Dari hasil pantauan seismograf, sekarang lagi dalam tahap deselerasi (perlambatan aktivitas) atau tenang,’’ bebernya. Namun, menurutnya, apa yang akan terjadi selanjutnya masih sulit ditebak. Bisa langsung turun berangsurangsur, tetapi bisa juga sebaliknya. Bertolak dari analisis tersebut, BNPB, BPBD Provinsi dan Kabupaten telah melakukan sejumlah langkah antisipasi sesuai SOP yang berlaku. ‘’Kita cek alat komunikasi di pos pemantau dan memastikan alat itu berfungsi dengan baik,’’ ujarnya. Selain itu, pihaknya memastikan peringatan dini terlaksana dengan baik dan dapat dipahami masyarakat. ‘’Kita harus memastikan peringatan
Sejak itulah tradisi gerebek tumpeng rutin digelar setiap tahun. Bedanya, beberapa tahun terakhir dibuat lebih meriah. Waktunya selalu H-1 Suro dalam penanggalan Jawa. Tujuannya, sebelum memasuki bulan Suro, masyarakat diberikan keselamatan. Tradisi serupa juga digelar warga Dusun Kedawung, Desa Sraten, Kecamatan Cluring. Warga menggelar arak-arakan tumpeng dan 1.000 ancak (tumpeng di atas pelepah pisang). Tradisi ini juga meminta berkah
BERTEMU – Kepala BNPB Willem Rampangilei bertemu Gubernur Bali Made Mangku Pastika untuk membahas situasi terkini Gunung Agung. dini itu benar-benar sampai ke masyarakat dan mereka paham. Upaya kita adalah mengintensifkan sosialisasi melalui banjar,’’ terangnya. Pada bagian lain, Willem menyampaikan bahwa mengacu ketentuan pusat vulkanologi, pada status siaga radius 6 kilometer dari area kawah Gunung Agung harus bebas dari aktivitas manusia. ‘’Berpedoman pada SOP yang
berlaku, semua unsur sudah siap untuk proses evakuasi,’’ tegasnya seraya mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan berdoa. ‘’Pada prinsipnya kami berharap tak ada erupsi dan kalaupun terjadi, tak ada korban jiwa,’’ tambahnya. Menanggapi hal itu, Gubernur Pastika menyampaikan apresiasi dan terima kasih karena begitu banyak
pihak yang menaruh perhatian terhadap Pulau Dewata. ‘’Pusat sudah turun, bahkan internasional pun ada yang menawarkan bantuan. Melihat kesiapan semua pihak, saya optimis kita dapat melaksanakan langkah antisipasi dengan baik. Terpenting, para petugas jangan panik dan tahu apa yang harus dilakukan,’’ katanya didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra, S.H., M.H. dan Kepala BPBD Bali Dewa Made Indra. Menambahkan penjelasan Gubernur Bali, Karo Humas dan Protokol Dewa Gede Mahendra Putra kembali mengingatkan agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik. ‘’Jangan mudah percaya kepada informasi yang sumbernya tidak jelas,’’ ungkapnya. Pada kesempatan itu, Mahendra Putra juga mengimbau agar tak ada pihak-pihak yang memperkeruh suasana dengan menyebarkan informasi yang tidak benar alias hoax. Semua pihak diharapkan ikut menjaga kondusivitas Bali sebagai daerah tujuan wisata. Sebab, kesimpangsiuran informasi dikhawatirkan akan berdampak negatif pada periwisata Bali. (ad1379)
DPD-RI Periksa Bantuan Gamelan di Pura Gunung Kawi
Rekomendasi Wedakarna Berhasil Wujudkan Cita-cita Warga Tampaksiring SEBUAH pura kahyangan jagat selayaknya memiliki fasilitas yang baik, serta mendapatkan perhatian besar dari pemerintah. Namun, harapan sejumlah umat Hindu di Bali tidak selamanya sama dengan selera pemerintah, salah satu contohnya di Pura Gunung Kawi, Tampaksiring, Gianyar. Bagaimana mungkin Pura Gunung Kawi yang merupakan perabuan Raja Udayana bisa tidak memiliki seperangkat gamelan selayaknya pura besar lainnya. Itulah yang menjadi perhatian sosok tokoh Hindu Indonesia Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Suyasa III yang juga Senator DPD-RI asal Bali. Berkat perjuangannya membela aspirasi masyarakat Tampaksiring, akhirnya Gusti Wedakarna berhasil mengawal pengajuan seperangkat gamelan di Pura Gunung Kawi dari pemerintah pusat. Harapan agar pemerintah pusat atau pemerintah di Bali dan kabupaten/kota memperhatikan fasilitas umat Hindu disampaikan oleh Gusti Wedakarna di sela–sela meninjau seperangkat gamelan saat odalan di Pura Gunung Kawi. ‘’Jujur saya kecewa terhadap pemerintah Bali dan kabupaten/kota. Mereka tidak memiliki data base tentang Pura-pura besar yang baik. Mana pura yang kurang fasilitasnya, mana yang perlu dibantu dengan cepat. Pura Gunung Kawi sebagai contoh bagaimana pura besar tempat
1 Suro, Sejumlah Desa Gelar Gerebek Tumpeng
Banyuwangi (Bali Post) Tahun baru Jawa atau 1 Suro menjadi hari sakral di Jawa, termasuk Banyuwangi. Menyambut 1 Suro, sejumlah desa di Banyuwangi menggelar tradisi unik. Salah satunya gerebek tumpeng di Desa Kepundungan, Kecamatan Srono dan Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Rabu (20/9) sore lalu. Di Desa Kepundungan, warga mengarak 20 tumpeng raksasa. Isinya beragam, mulai nasi hingga hasil bumi. Seluruhnya diarak keliling kampung setempat. Setelah selesai diarak, warga berebut gunungan hasil bumi yang dipercaya bisa membawa berkah, termasuk tolak balak selama menjalani bulan Suro dalam penanggalan Jawa. ‘’Ini tradisi turun-temurun yang selalu kami lestarikan. Tujuannya untuk tolak balak dan meminta kerahayuan selama bulan Suro,’’ kata Andre Subandrio, salah satu tokoh warga Desa Kepundungan. Diceritakannya, dahulu nenek moyang warga setempat yang mayoritas petani pernah diserang hama ular. Akhirnya sesepuh warga mendapatkan petunjuk agar menggelar gerebek tumpeng. Keajaiban muncul. Setelah ritual gerebek, hama ular menghilang. ‘’Nama dusun di sini Pekulo artinya kebek ulo (penuh ular). Tapi setelah ritual gerebek, hama tak muncul lagi,’’ jelasnya.
5
keselamatan. Bedanya, warga mengisi ritual dengan nyekar ke makam Prabu Tawangalun dan Mbah Gitik yang diyakini patih dari Prabu Tawangalun. Bagi warga Banyuwangi, Prabu Tawangalun dikenal sebagai trah terakhir Kerajaan Blambangan yang berani mengobarkan peperangan melawan Belanda. ‘’Di sini ada makam Prabu Tawangalun. Memasuki bulan Suro, kami memohon berkah keselamatan dengan nyekar bersama warga,’’ kata Kades Sraten H. Rahman. (kmb30)
Bali Post/kmb30
TUMPENG - Warga Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Banyuwangi mengarak tumpeng dalam ritual 1 Suro, Rabu (20/9).
TINJAU GAMBELAN - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama prajuru adat disambut warga Tampaksiring saat meninjau gamelan bantuan pusat di Pura Gunung Kawi. Raja Udayana diperabukan tidak memiliki seperangkat gong sejak Indonesia merdeka. Padahal nama Udayana sudah dipakai sebagai nama universitas dan Kodam IX/Udayana di wilayah Nusa Tenggara yang memiliki sejarah hebat. Ke depan Pura-pura besar yang berpengaruh bagi Bali apalagi republik ini harus diperhatikan. Ibaratnya secara sekala umat manusia sudah diberkati dengan baik, masa untuk stana Beliau tidak diperhatikan,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Pihak DPD-RI tidak lupa mengucapkan terima kasih atas bantuan Presiden RI melalui Kementerian Agama yang sudah membantu realisasi bantuan seperangkat gong kepada Pura Gunung
Kawi. ‘’Sebenarnya anggaran pengadaan gong ini sempat hilang pada tahun 2015 akibat berkurangnya APBN. Tapi berkat pengawalan DPD dan bantuan Menteri Agama RI serta Dirjen Bimas Hindu, akhirnya bisa terealisasi juga. Tiang senang sekali akhirnya pura leluhur Raja Udayana bisa lengkap. Terima kasih juga Presiden Jokowi,’’ ujar Gusti Wedakarna yang juga President The Sukarno Center Tampaksiring.
Ia pun mengingatkan setiap pemimpin Bali termasuk anak-anak muda agar mengingat terus keberadaan Pura Gunung Kawi sebagai cikal bakal Majapahit. ‘’Anak muda Bali harus paham bahwa Raja Udayana dan Ratu Mahendradatta adalah simbol penyatuan Bali dan Jawa yang melahirkan Raja Airlangga yang merupakan leluhur Majapahit. Jadi, kenapa Bung Karno mendirikan Istana Kepresidenan di Tampaksiring? Kenapa Bung Karno mendapatkan tongkat-tongkat komando di Gunung Kawi dan kenapa Bung Karno sering malukat di DAS Tukad Pakerisan sampai Badan UNESCO memberi gelar warisan budaya dunia? Itu tentu bukan sebuah kebetulan. Jadi, ke depan jangan sampai umat melupakan Pura Gunung Kawi,’’ tegasnya. Menurutnya, jangankan Bung Karno, mantan Presiden AS Barack Obama saja saat ke Bali beberapa waktu lalu mau bersusah payah datang ke Pura Gunung Kawi, lalu kenapa kita yang mengaku warih malah tidak menjaga? ‘’Ngiring mulat sarira,’’ pungkas Gusti Wedakarna yang mantan rektor Universitas Mahendradatta ini. (ad1378)
Pembetulan Terjadi kesalahan di halaman 5 Bali Post, Rabu (20/9) lalu, ditulis ‘’Balai Besar BPPP Kementerian Pertanian’’ pada judul, tubuh berita dan keterangan foto. Yang betul ‘’BB-Pascapanen Kementerian Pertanian’’.
Bupati Badung Diam-diam Panggil Pemegang SK Mutasi Palsu Mangupura (Bali Post) Lama tak mau berkomentar terkait surat keputusan (SK) mutasi palsu, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta diam-diam memanggil 10 pegawai alias Aparatur Negeri Sipil (ASN). Pemeriksaan di ruang rapat bupati berlangsung Rabu (20/9) itu dilakukan secara tertutup. Para pemegang SK mutasi palsu tersebut tidak diperkenankan membawa telepon genggam ke dalam ruangan rapat. Satu per satu pegawai diinterogasi terkait siapa yang memberikan SK mutasi tidak sah itu. M e nu ru t p e n ut ur a n s a l a h seorang pegawai yang turut dipanggil, jawaban mereka terkait dari mana memperoleh SK mutasi palsu masih berbeda-beda. Ada yang menyebut salah seorang PNS di lingkungan Puspem Badung, namun ada juga yang menyebut sosok wanita bermasker yang sejak awal disebut-sebut memberikan SK di luar jam kerja bertempat di seputaran Taman Kota Denpasar, Lumintang. ‘’Kalau memberikan keterangan palsu akan ditindak keras, bahkan akan diproses secara hukum,’’ ungkapnya. Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Badung I Gede Wijaya yang dikonfirmasi Kamis
(21/9) kemarin, membenarkan Bupati Giri Prasta telah memanggil 10 PNS yang menerima SK mutasi tidak sah. ‘’Bapak Bupati telah memanggil langsung pegawai penerima SK mutasi tidak sah. Beliau meminta keterangan langsung dari PNS bersangkutan, mengenai proses hingga SK mutasi tersebut bisa diterima oleh mereka,’’ jelasnya. Birokrat asal Kerobokan, Kuta Utara itu minta awak media men-
gonfirmasi langsung ke orang nomor satu di Gumi Keris tersebut. ‘’Untuk penjelasan selanjutnya silakan konfirmasi langsung ke Bapak Bupati,’’ kilahnya. Ditanya mengenai kelanjutan permasalahan itu, Wijaya menjelaskan menjadi kewenangan Bupati. Sementara disinggung tentang Tim Penegakan Disiplin PNS, mantan Kabag Humas dan Protokol ini mengatakan masih menunggu instruksi Bupati. (kmb27)
Bali Post/ist
TUNGGU - Para penerima SK mutasi palsu menunggu dipanggil Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta guna dimintai keterangan terkait asal-muasal SK tersebut.
OPINI
6
Jumat Kliwon, 22 September 2017
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Membentuk Karakter Pewaris Bangsa PEMBENTUKAN karakter kini sedang menjadi wacana hangat. Karakter generasi bangsa dipandang layak dibenahi di tengah menguatnya ancaman kebangsaan. Dalam konteks ini, tentu salah satu ruang strategis dalam pembentukan karakter adalah keluarga. Sayangnya, dominasi keluarga atas waktu anak-anaknya nyaris terus berkurang. Bahkan, waktu berdiskusi antara anggota keluarga juga terbatas. Kondisi ini selain dampak dari perkembangan teknologi juga sebagai ekses makin menipisnya ruang untuk melakukan transformasi nilai kepada anak-anak. Bahkan, bagi kebanyakan keluarga, waktu untuk berbagi dengan anak-anak nyaris sangat minim. Dalam kondisi seperti ini, maka ruang untuk membangun karakter ideal pada anak juga makin terbatas. Padahal, kita pahami bersama pendidikan karakter menjadikan peran keluarga sangat strategis. Dikatakan strategis karena, kini ancaman redikalisme dan minimnya wawasan kebangsaan makin menggejala. Kondisi ini tentu tak bisa diabaikan jika kita ingin membangun ketahanan mental generasi bangsa secara utuh. Ketahahan dalam mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tentu memerlukan karakter generasi bangsa yang Pancasilais dan memiliki fondasi kearifan budaya yang kuat. Dalam konteks ini pula, maka peran keluarga dalam pendidikan karakter anak menjadi sangat penting. Untuk itulah, para orang tua harus bisa menjadi panutan dan teladan. Orang tua harus hadir dalam masa-masa terbentuknya karakter diri anak. Keluarga tidak bisa membiarkan anak tumbuh hanya karena faktor lingkungan dan pendidikan. Keluarga harus mengambil peran utama dalam pembentukan karakter generasinya, jika saat tua nanti kita ingin nyaman dan aman di tengah-tengah perkembangan peradaban dan teknologi. Dalam konteks lainnya, kita pahami bersama, pendidikan karakter merupakan proses untuk mengembangkan potensi diri pada setiap peserta didik. Kesadaran sebagai warga bangsa yang bermartabat, merdeka dan berdaulat, berkemauan untuk menjaga dan mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan tersebut harus dibangun. Saat ini, wujud degradasi moral mudah kita temui. Pejabat yang korupsi, penggelapan dana subsidi, perseteruan intern politik, pemungutan liar di instansi pemerintah, pembunuhan, perampokan, pemerkosaan di dalam angkot, perselingkuhan, dan lain-lain yang sangat meresahkan. Yang paling memprihatinkan, degradasi moral ini telah menyentuh ranah pendidikan, baik di sekolah secara langsung, maupun dinas pendidikan. Di dalam institusi yang lebih kecil, yaitu keluarga, banyak orang tua dan anggota keluarga lain yang mengeluhkan perilaku-perilaku menyimpang yang dilakukan oleh anak-anak. Untuk itulah, keluarga harus hadir untuk memerangi degradasi moral. Keluarga pada hakikatnya merupakan wadah pembentukan karakter masing-masing anggotanya, terutama anak-anak yang masih berada dalam bimbingan dan tanggung jawab orang tuanya. Bagaimana sebuah keluarga memperlakukan anak-anaknya akan berdampak pada perkembangan perilaku anak-anaknya. Sifat baik dan buruk tersebut merupakan buah dari karakter yang sudah terbentuk dalam diri setiap orang. Karakter dapat mengarahkan tindakan seorang individu dalam melakukan suatu hal. Karena karakter bersifat spesifik antara satu individu dengan yang lainnya, maka respons seseorang terhadap suatu permasalahan juga akan berbeda. Karakter terbentuk dari kebiasaan dan sistem nilai yang dipegang oleh seseorang. Kebiasaan yang dilakukan oleh seseorang tentu berbeda dengan yang lainnya. Kebiasaan merupakan hasil dari sosialisasi dengan lingkungan yang dilakukan secara berulang-ulang dalam jangka waktu tertentu. Umumnya, kebiasaan terbentuk sejak masih kecil, karena anak-anak cenderung meniru dan mengikuti orang di sekitarnya termasuk dalam lingkungan keluarga.
S URAT PEMBACA Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM
SK Mutasi Palsu
Saya mengikuti pemberitaan terkait SK mutasi palsu di Kabupaten Badung yang diturunkan harian Bali Post. Ini betul-betul perilaku buruk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melakukan pemalsuan tanda tangan termasuk SK. Mentalitas ASN semacam ini hendaknya ditindak dan dieliminasi sejak dini mengingat jika sampai mereka menjadi pejabat bisa dibayangkan bagaimana mentalitasnya nanti. Saya juga menaruh apresiasi terhadap kinerja Pemkab Badung dalam menangani kejahatan ini. Saya katakan kejahatan mengingat ada tindakan pemalsuan di sini. Hukumnya tentu sudah bisa dibayangkan yakni bersentuhan dengan pidana. Sebagai masyarakat, saya juga menunggu sanksi akhir dari penyelidikan atas SK mutasi palsu ini. Bupati Badung dalam kasus ini harus tegas. Berani mengambil tindakan tegas untuk membuktikan bahwa pemerintahan bersih bukan hanya urusannya dengan uang melainkan juga dengan perilaku dan mentalitas. Terlebih pemalsuan SK mutasi ini melibatkan jaringan dengan bukti ada banyak ASN yang menerima SK mutasi palsu. Ini betul-betul keprihatinan baru di tengah upaya pembersihan dan pembentukan mentalitas aparatur yang bersih. Wayan Arsana, S.Pd. Gianyar, Bali
Masihkah Keluarga Jadi Pembentuk Karakter?
Seorang teman yang berprofesi sebagai dokter menceritakan sebuah pengalaman yang menggelikan ketika menangani pasien anak-anak, seusia kira-kira kelas II SD. Temanku menceritakan, dirinya sempat agak kesal dengan jawaban ibu si pasien. “Bu, putra ibu kan sudah ke sini beberapa hari yang lalu, apakah obat yang saya berikan terdahulu sudah diminum semuanya?” “Sebentar Dok, saya tanya dulu neneknya, apakah obatnya sudah habis atau belum,” jawab ibu pasien tersebut. Kontan saja temanku kesal mendengar jawaban itu. “Dasar, kalau belum siap, jangan punya anak,” dia menggerutu dalam hati. Dokter semakin kesal manakala melihat ibu muda itu asyik memelototi HP, tanpa memerhatikan anaknya yang sedang berbaring dan sedang diperiksa.
Oleh I Made Wardita ika direnungkan, pengalaman dokter di atas, bisa menimbulkan sejumlah persepsi. Mungkin saja ibu muda tersebut seorang wanita karier sehingga dia sangat sibuk. Atau bisa jadi, dia memang masih manja atau belum siap jadi ibu sehingga semua urusan terhadap anak diserahkan kepada ibu mertuanya atau ibu kandungnya. Mungkin saja dia “ibu korban digital”, yang baru merasakan nikmatnya bermain dengan HP dan mengakses media sosial. Persepsi beragam mungkin masih banyak dan layak diperdebatkan. Tetapi, setidaknya dapat memunculkan pertanyaan, apakah keluarga seperti itu dapat mendukung program Penguatan Pendidikan Karakter? Jika ini mengisyaratkan profil keluarga saat ini, seberapa banyakkah keluarga seperti itu? Penguatan Pendidikan Karakter merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang dicanan-
J
gkan oleh pemerintah. Sebagai wujud keseriusan pemerintah, Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter, tanggal 6 September 2017. Penguatan Pendidikan Karakter bermaksud menjadikan bangsa ini sebagai bangsa yang berbudaya. Dari program ini, nilai-nilai yang diharapkan berkembang adalah: religius, jujur, toleran, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab. Pada pasal 1 ayat 1 dinyatakan bahwa Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) merupakan tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olahraga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan
masyarakat yang memerlukan sinergisitas sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mengawal PPK. Keluarga telah cukup lama dipandang sebagai pranata yang paling berperan dalam pendidikan karakter. Keluarga dikatakan lembaga pendidikan yang pertama dan utama. Di keluarga terjadi pola asuh yang natural yang terbangun dalam komunikasi yang penuh cinta kasih antara orang tua dan anak. Keluarga adalah tempat untuk mengenal dan mempraktikkan berbagai kebajikan yang kelak akan menjiwai pikiran, perkataan, dan perbuatan anak setelah dewasa. Para orang tua biasanya memiliki waktu yang cukup untuk mengawal pertumbuhan dan perkembangan putraputrinya melalui keteladanan atau praktik-praktik langsung. Penumbuhan karakter yang dilakukan orang tua dengan berbagai cara. Misalnya, dengan mendongeng, bercerita tentang kisah-kisah heroik dari orang-orang yang dapat diteladani, dan upaya lainnya yang dapat membangun per-
caya diri anak, motivasi diri, dan kreativitas anak untuk berbuat kebajikan. Para orang tua umumnya punya waktu yang cukup untuk mendampingi putra-putrinya. Putra-putrinya terkadang diajak bermain, bersenda gurau, atau diajak jalan-jalan pada saat liburan sekolah. Seperti inilah gambaran keluarga masa lalu sehingga tidak perlu diragukan lagi perannya dalam penguatan pendidikan karakter. Bagaimana kondisi keluarga saat ini? Mungkin masih ada seperti itu. Mungkin cukup banyak yang telah mengalami perubahan fundamental karena tuntutan zaman sehingga tanpa sengaja telah mengabaikan perannya sebagai tempat berseminya nilai-nilai karakter putra-putrinya. Pertama, banyak keluarga yang tidak tinggal serumah. Mereka hanya berkumpul menjadi keluarga yang utuh pada saat-saat tertentu saja karena tuntutan pekerjaan. Bahkan, ada yang kedua orang tuanya terpaksa merantau cukup lama sehingga anak hanya diasuh oleh kakek dan neneknya. Berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun anakanak baru bisa bertemu orang tuanya. Kedua, orang tua yang terlalu sibuk. Walaupun mereka serumah, jarang dapat berkumpul atau bercengkrama dengan putra-putrinya. Karena begitu tiba di rumah orang tua sudah capai dan langsung istirahat. Semua pelayanan kepada anak diserahkan kepada pembantu, mulai membangunkan, memandikan, mengantar ke sekolah, makan, dan menemani
Radikalisme dan Penguatan Nilai-nilai Pancasila
Belakangan ini, kita menyaksikan betapa masih banyak warga negara Indonesia yang ragu terhadap kesaktian Pancasila. Hal itu terbukti dari hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada 2016 menunjukkan, terdapat 25% siswa dan mahasiswa yang menganggap Pancasila tidak lagi relevan. Senada dengan itu, survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada 2017 menemukan, ada 9% (sekitar 15 juta jiwa) rakyat kita menginginkan khilafah. Tidak hanya itu, persoalan kebangsaan lainnya juga bermunculan. Radikalisasi yang sudah mewabah di ruang sekolah adalah fakta yang tidak hanya mencengangkan, melainkan sudah dalam kondisi gawat. Bagaimana tidak, kalangan yang digadanggadang sebagai penerus dan jantung bangsa ini dan menjadi garda terdepan dalam menangkal paham radikal justru tercekoki ideologi radikal. Tentu sangat membahayakan. Terlebih radikalisme terorisme menimbulkan masalah yang lebih besar. Pertama, instabilitas keamanan. Kelompok radikal selalu menimbulkan kekacauan. Caranya pun sudah beragam, mulai dari menebar teror hingga melakukan aksi bom bunuh diri. Laku seperti ini sungguh menimbulkan efek ketakutan bagi masyarakat Indonesia sehingga keamanan menjadi tergoyahkan. Kedua, instabilitas politik. Ditengarai bahwa motif kaum radikal menimbulkan kekacauan di berbagai daerah adalah hendak menguasasi politik. Kelompok ini lebih mengedepankan kekerasan daripada pertarungan politik secara halus, seperti
Oleh Muhammad Najib melalui pemilu. Ketiga, merusak persatuan dan kesatuan. Persatuan dan kesatuan menjadi syarat mutlak di bumi pertiwi untuk hidup harmoni. Dan inilah komitmen para pendiri bangsa, tokoh agama dan masyarakat Indonesia sejati. Bhinneka Tunggal Ika dan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) menjadi rumah dan pilar persatuan dan kesatuan. Nah kini, ideologi radikal adalah ancaman nyata perpecahan dan kesatuan yang telah lama dan susah payah dirawat. Jika ditelisik lebih dalam, temuan berbagai lembaga survei dan lembaga penelitian, yang menyebutkan bahwa masyarakat Indonesia belum sepenuhnya meyakini Pancasila sebagai dasar negara, tidak muncul begitu saja. Ada beberapa faktor. Pertama, memudarnya wawasan kebangsaan. Pada Mei 2011 lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan survei kehidupan bernegara. Dalam survei tersebut ditemukan bahwa presentase masyarakat yang mengetahui tentang NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila sebagai pilar negara hanya sekitar 67-78%. Survei yang dilakukan di 181 kabupaten/kota, di 33 provinsi dan melibatkan 12.056 responden ini mencerminkan betapa masyarakat Indonesia memiliki wawasan kebangsaan yang minim. Yang lebih ironis adalah ada 10% masyarakat yang tidak mampu menyebutkan butir-butir Pancasila. Lemahnya wawasan kebangsaan
ditambah semakin memudarnya wawasan tersebutlah, memudahkan ideologi lain masuk. Padahal, nilai-nilai kebangsaan atau wawasan kebangsaan sangat memengaruhi laku sebagai WNI. Kedua, rapuhnya ideologi. Terorisme bukanlah semata-mata soal agenda politik kelompok tertentu, melainkan sebagai alat untuk melemahkan dan menghancurkan suatu tatanan masyarakat. Maka, terorisme lebih banyak menyerang ideologi suatu bangsa. Ketiga, kehilangan arah. Kedua poin di atas menjadikan sebagian masyarakat tidak tahu-menahu akan arah perjuangan dan cita-cita bangsa dan negara Indonesia. Dalam ketidakpastian dan minimnya pengatuan serta melemahnya ideologi kebangsaan itulah menjadi satu paket masifnya orang Indonesia bergabung dengan kelompok ekstremis. Bangsa Indonesia sejatinya sudah mempunyai modal besar untuk menangkal paham radikal. Tidak diragukan lagi, penangkalnya adalah menguatkan nilai-nilai Pancasila. Sila pertama yang menjiwai empat sila lainnya memiliki filosofi bahwa hidup di dunia ini hanya untuk mengabdikan diri kepada Tuhan dan menaati seluruh perintah-Nya dan menjauhi larangannya. Tuhan memberikan pedoman bagi manusia melalui kitab suci. Dalam kitab suci agama mana pun, membunuh jiwa tanpa ada alasan yang menghalalkannya adalah perbuatan haram. Maka, jika mengamalkan sila pertama ini, ideologi radikal dan laku esktremis tidak akan tumbuh di dalam diri orang tersebut. Penulis, dosen STEBANK Islam Mr. Sjafruddin Prawiranegara Jakarta
mereka di rumah. Ketiga, keluarga yang tidak harmonis karena berbagai penyebab. Dalam konteks ini, tidak jarang anak menyaksikan percekcokan atau berbagai selisih paham kedua orang tuanya. Anak-anak pun sering menjadi “rebutan” . Tidak ada kesepahaman pada orang tua. Rumah menjadi tempat yang tidak nyaman lagi bagi anak. Keempat, salah satu dari pasangan suami istri belum siap untuk berkeluarga. Mereka menikah dengan terpaksa karena (mungkin) ada faktor tertentu. Akibatnya, mereka belum mencurahkan sepenuhnya kasih sayangnya kepada putra-putrinya. Mereka berada di persimpangan, ingin masih bebas seperti remaja atau konsentrasi mengawal keutuhan keluarga. Terakhir, keluarga “korban digital”. Ketika mereka remaja dulu, HP belum ada, internet juga belum mereka kenal. Belakangan, handphone (HP) dengan aplikasi yang canggih telah memanjakan mereka. Tanpa sadar, para orang tua ini keasyikkan menikmati dan mengakses informasi yang ada pada internet. Mereka sangat aktif di media sosial. Akibatnya, waktu untuk mengasuh, mendidik, dan mendampingi anak menjadi berkurang. Jika mereka berkumpul, misalnya malam hari di rumah, masingmasing sibuk memainkan dan memelototi HP. Ayah dan ibunya asyik ber-facebook, ber-whatsApp, bermain-BBM, ber-selfie, dan sebagainya. Penulis, Plt. Kepala SMAN 1 Selemadeg
POJOK Belasan ribu warga Karangasem mengungsi. - Kembali kepedulian kita diuji. *** Pedagang beras yang langgar HET segera ditindak. - Bukan basi-basi. *** Indonesia-Australia segera turunkan tarif masuk. - Jangan sampai tarikulur.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
BALI balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
PASAR BADUNG Alat berat berada di lokasi pembangunan Pasar Badung yang saat ini dalam tahap pengerjaan. Foto diambil Senin (18/9) lalu.
www.iklanbalipost.com
Balipost on Gadget
Bali Post/wan
Jumat Kliwon, 22 September 2017
Figur
Latih Kedisiplinan RATUSAN pelajar SMP dan SMA seBali berkumpul di GOR Ngurah Rai di Jalan Melati, Denpasar, Rabu (30/9) lalu. Mereka adu kecakapan dan keahlian untuk memenangkan lomba Patroli Keamanan Sekolah (PKS) yang digelar Dit. Lantas Polda Bali. Kegiatan Bali Post/rah tersebut dibuka Direktur Lantas Polda Bali Kombes Pol. Anak Agung Made Sudana. Lomba tersebut digelar, kata Kasubdit Dikyasa AKBP Nyoman Sukasena, dalam rangka memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara yang ke-62, mengusung tema Indonesia aman, selamat, tertib dan lancar, melalui modernisasi Polantas sebagai implementasi tahun keselamatan untuk kemanusiaan. “Masing-masing Polres mengirim dua regu, satu regu pelajar SMP dan satu regu pelajar SMA. Total yang ikut lomba ada 18 regu,” tegas AKBP Sukasena. Tujuan dibentuknya PKS tersebut untuk melatih siswa menjadi anggota polisi sekolah. Dalam organisasi tersebut, mereka dilatih baris-berbaris, kedisiplinan kekompakan dan kebersamaan, gerakan-gerakan lalu lintas. Gerakan-gerakan tersebut biasanya dilakukan anggota PKS di depan sekolah. Selain itu, mereka juga berkewajiban menjaga, melindungi dan mengamankan sekolahnya. “Kami sangat terbantu dengan adanya PKS ini. Mereka ikut andil dalam mengatur lalu lintas dan menyeberangkan rekan-rekannya saat jam masuk dan keluar sekolah,” ujarnya. Terkait yang dinilai dalam lomba tersebut di antaranya kerapian kostum, keserasian dan keindahan, gerakan pengaturan serta ketepatan waktu. “Tahap pertama PKS tingkat SMA yang lomba, setelah itu baru pelajar SMP. Gerakan mereka sangat bagus dan kompak,” kata Sukasena. Ia berharap dengan adanya lomba ini anggota PKS lebih semangat dan bangga. Selain itu, diharapkan pelajar lain termotivasi jadi anggota PKS sehingga semakin menumbuhkan kesadaran tertib berlalu lintas. “Mudah-mudahan dengan lomba ini pelanggaran lalu lintas dilakukan pelajar bisa ditekan. Anggota PKS juga kami harapkan mensosialisasikannya ke rekan-rekannya,” ujarnya. (rah)
Bali Post/ist
RILIS KASUS - Kasat Resnarkoba Polresta Denpasar Kompol Arta Ariawan merilis pengungkapan kasus beberapa hari terakhir.
Ratusan Warga Bali Terlibat Kasus Narkoba
Denpasar (Bali Post) Penangkapan pelaku narkoba terus dilakukan Satuan Resnarkoba Polresta Denpasar. Ironisnya dari pengungkapan tersebut, pelakunya didominasi orang Bali. Dari tahun 2016 hingga 11 September 2017 sebanyak 335 orang Bali dibekuk karena terlibat kasus barang terlarang tersebut. Jika tidak diantisipasi maka jumlah krama Bali jadi pengguna maupun pengedar barang terlarang ini terus bertambah. Hal itu disampaikan Kasat Resnarkoba Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan, Kamis (21/9) kemarin. “Seperti hasil pengungkapan kami dari tanggal 12 sampai 18 September lalu, 14 tersangka ditangkap dan delapan di antaranya orang Bali. Ini membuktikan pengedar dan pengguna lokal semakin bertambah,” tegasnya. Orang Bali yang ditangkap karena kasus narkoba tersebut di antaranya Eka Suma Wira Arsana (34), bekerja sebagai penjaga dan cleaning service penginapan di Kuta. Dia ditangkap di Jalan Pantai Kuta dengan barang bukti satu paket sabu-sabu (SS). Saat diinterogasi, Eka mengaku membeli paket SS itu seharga Rp 800 ribu dari temannya, Panji Saputra Dewa (24). Selanjutnya, petugas memburu Panji dan akhirnya berhasil diciduk di Jalan Kubu Anyar, dilanjutkan penggeledahan di tempat tinggal di di Jalan Dewi Sartika Gang Palapa, Kuta. Polisi berhasil mengamankan barang bukti 6 paket SS seberat 5,6 gram, 1 butir ekstasi dan 1 linting ganja. “Tersangka mengaku mendapat sabu-sabu itu dari BD yang berada di Lapas Kerobokan. Ia mentransfer uang Rp 7,5 juta untuk 5 gram sabu-sabu. Selanjutnya, sabu-sabu itu dijadikan paket kecil dan mendapat keuntungan Rp 2,5 juta,” ujarnya. Sementara Dewa Gede Ary Yudistira (22), penjaga homestay di Jalan Pantai Kuta, ditangkap di Jalan Raya Kuta Gang Penjor Mas, Kuta. Tersangka mengaku hanya jadi kurir bandar Nyoman Adi Parsa (21) dan disuruh mengantar ke rumahnya. Tertangkapnya Ary ini merupakan hasil pengembangan kasus Panji. Kemudian Parsa diciduk di depan rumah Ary. Dari tersangka Parsa, polisi menyita lima paket SS. Selain itu, petugas meringkus tersangka AA Ngurah Darma di Jalan Dukuh, Padangsambian, Denpasar Barat ini. Dia mengaku beli SS dari MDK yang berada di LP Kerobokan. “Kami juga menangkap pelaku lain berinisial AF, RJS, NS, Km, SAC, dan Mr. Mereka ini diduga sebagai penyalah guna narkoba. Memang ada yang mengaku mendapatkan barang terlarang ini dari napi, tapi harus kami dalami dulu kebenarannya. Siapa tahu hanya dalihnya saja untuk melindungi komplotannya,” tegas Arta. (kmb36)
redaksi@balipost.com iklan@balipost.co.id
Sampah Berpotensi Jadi ”Silent Killer” Pariwisata
Bali Post/ist
SAMPAH - Sampah plastik yang berhasil dikumpulkan BHA bersama sekolah dan perusahaan lainnya dalam kegiatan bersih-bersih sampah di pantai.
Denpasar (Bali Post) Sampah kecil seperti puntung rokok rupanya berkontribusi besar pada pencemaran laut dan mengotori pantai. Padahal, pantai merupakan salah satu aset utama Bali yang mengandalkan sektor pariwisata. Kebiasaan membuang sampah ini dengan sembarangan, berpotensi menjadi silent killer bagi pariwisata Pulau Dewata. “Masalah kemacetan bisa diatasi dengan infrastruktur. Tapi sampah di laut sulit diatasi karena menyangkut budaya. Persoalan sampah di laut ini bisa menjadi silent killer pariwisata Bali. Tidak kelihatan, tapi mematikan,” ujar Direktur Lingkungan Bali Hotels Association (BHA) Wayan Warta, di Denpasar, Rabu (20/9) lalu. Menurut Warta, sampah plastik merupakan ancaman terbesar pantai dan laut Bali. Itu sebabnya, BHA turut mengupayakan kebersihan dengan mengumpulkan sampah plastik di laut yang berserakan di pantai. Setiap tahunnya, BHA mengada-
kan International Coastal Cleanup pada minggu ketiga bulan September. Antara lain melibatkan hotel anggota BHA, sekolah, dan perusahaan lainnya yang tahun ini sebanyak 145 instansi dengan 2.481 peserta dewasa dan 105 anak-anak. “Tahun ini, kami mengumpulkan 1.539 kg sampah plastik di 11 zona pantai yang dibersihkan. Dua terbesar yang banyak dipungut adalah puntung rokok dan sampah plastik kecil seperti sedotan dan tutup botol,” jelasnya. Warta menambahkan, puntung rokok yang dipungut mencapai 39.137 buah. Jumlah ini meningkat bila dibandingkan tahun lalu yang hanya 33.108 puntung rokok. Kendati secara keseluruhan, pengumpulan sampah plastik di tahun 2017 lebih sedikit bila dibandingkan tahun 2016 yang mencapai 2.205 kg. Padahal, tahun ini ada penambahan satu zona yang dibersihkan dengan total panjang pantai 34,6 km. Meliputi Ubud, Sanur, Jimbaran, Uluwatu, Nusa Dua, Tanjung Benoa, Canggu,
7
Kuta, Legian, Seminyak (Camplung Tanduk dan Petitenget), dan Tabanan. “International Coastal Cleanup perlu terus dilanjutkan dan diperluas jangkauannya untuk membangun kesadaran kolektif tentang kelestarian lingkungan bahari,” imbuhnya. Terlebih, lanjut Warta, masyarakat Bali terkenal sangat menghormati keberadaan air, sungai, dan lautan. Kearifan lokal tersebut jangan hanya terhenti sebagai jargon. Namun harus diwujudkan dalam aksi nyata program pelestarian lingkungan. Kegiatan membersihkan pantai juga bisa menjadi sarana untuk menggaungkan kiprah Bali dalam gerakan pelestarian lingkungan di dunia internasional. Sekaligus mewujudkan Bali sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan. “BHA berkomitmen untuk bergerak bersama-sama stakeholder pariwisata lainnya mewujudkan Bali sebagai destination of dream yang sustainable bukan destination of yesterday,” tandasnya. (kmb32)
Pangkas Birokrasi
Bayar Pajak Kendaraan Bisa Lewat E-Samsat
Denpasar (Bali Post) -
Direktorat Lantas Polda Bali terus berbenah dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Terkait pembayaran pajak kendaraan, wajib pajak (WP) tidak perlu lagi repot-repot datang ke Kantor Samsat, cukup via online. Saat ini kepolisian merealisasikan program E-Samsat. WP bayar pajak kendaraan bisa lewat ATM, mobile banking, laptop atau komputer yang ada koneksi internetnya dan teller bank.
Direktur Lantas Polda Bali Kombes Pol. Anak Agung Made Sudana didampingi Kadispenda Bali I Made Santha meninjau langsung pelaksanaan program tersebut. “Kalau untuk wilayah Bali sebenarnya kita sudah siap, tinggal dengan Koorlantas agar bisa nasional. Kalau sifatnya nasional, kendaraan dari mana saja bisa disamsat di Bali. Rencananya bulan Oktober di-launching E-Samsat tingkat nasional,” tegas Kombes Sudana, Rabu (20/9) lalu. Hasil pemantauan, kata mantan Kapolresta Denpasar ini, masih perlu ada pembenahan walaupun skalanya kecil. Termasuk di Polres-polres supaya program ini terealisasi sesuai harapan dan terutama WP terlayani dengan baik. Ke depannya, program ini diharapkan mampu memaksimalkan pelayanan dalam memudahkan masyarakat. Dengan E-Samsat ini memangkas birokrasi yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Pro-
gram ini lebih transparan dan tidak terbelit-belit. “Masyarakat kan anti yang terbelit-belit, apalagi banyak birokrasi. Artinya, kecepatan dan kemudahan ada nantinya, dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yaitu bisa lewat ATM, internet, e-banking dan teller. Kalau kita lihat tadi prosesnya tidak lebih dari 5 menit dan bisa dilakukan di mana saja, yang penting ada internetnya,” tegas Sudana didampingi Paur STNK AKP Wayan Mudiasa. Mantan Kabid Propam Polda Bali ini mengungkapkan, pihaknya sudah menyiapkan sistem berbasis IT dengan maksud memberi kemudahan wajib pajak. “Kita akan terus pantau. Kalau ada kendala langsung dicarikan solusi. Tidak boleh ditunda-tunda. Orang bawa uang (WP - red) jangan dipersulit. Mereka harus dilayani dengan semaksimal mungkin,” tegasnya. Selain itu, pihaknya akan menertibkan biro jasa khu-
Bali Post/rah
E-SAMSAT - Direktur Lantas Polda Bali Kombes Pol. Anak Agung Made Sudana didampingi Kadispenda Bali I Made Santha mengecek realisasi program E-Samsat di Kantor Samsat Renon. susnya bergerak di bidang pembayaran pajak kendaraan. Setiap biro jasa harus memiliki ID card yang dikeluarkan Dit. Lantas Polda Bali. Tanpa ID
card tersebut, biro jasa tidak bisa masuk ke kantor pelayanan pajak kendaraan. “Jadi, tidak semua orang bisa masuk. Hanya biro jasa yang punya
ID card bisa masuk. Ini program kami selanjutnya,” ujar mantan Kapolres Tabanan ini. (kmb36)
Gunung Agung Siaga
Pariwisata Bali Masih Berjalan Normal
Cok Ace
Bali Post/rin
Ricky Putra
Bali Post/rin
Denpasar (Bali Post) Pariwisata Bali sejauh ini masih berjalan normal kendati ada peningkatan aktivitas vulkanik di Gunung Agung, Karangasem. Sepanjang penerbangan tidak terganggu, wisatawan dipastikan masih terus berdatangan ke Pulau Dewata. Di sisi lain, pelaku pariwisata juga tidak menutupi informasi apa pun terkait Gunung Agung yang kini sudah masuk level III atau siaga kepada para wisatawan. “Tidak ada hal yang kita tutupi sebenarnya. Kita harus fair kepada tamu. Jadi, semuanya adalah untuk langkah antisipasi,” ujar Ketua Bali Hotels Association (BHA) Ricky Putra, di Denpasar, Rabu (20/9) lalu. Ricky mengaku selalu memantau informasi resmi dari pemerintah terkait perkembangan Gunung Agung. Dalam hal ini, pihaknya tidak mau terjebak dengan berbagai informasi yang muncul di media sosial. Sebab, segala informasi yang diteruskan kepada wisatawan sangat menyangkut dengan keselamatan. Alih-alih, informasi yang salah juga bisa menjadi bumerang bagi pariwisata Bali. Sejauh ini, lanjut Ricky, pen-
ingkatan status Gunung Agung memang belum berpengaruh pada tingkat hunian hotel. Rata-rata okupansi bahkan mengalami peningkatan sekitar 5 hingga 6 persen bila dibandingkan dengan tahun lalu. Yakni sebesar 74 persen, dari sebelumnya 68 sampai 69 persen pada periode yang sama dengan mayoritas wisatawan berasal dari Tiongkok. Namun, pihaknya tetap memiliki emergency plan seandainya kemungkinan terburuk terjadi pada gunung tertinggi di Bali itu. “Ada skenario-skenario, kita jangan hanya mengejar keuntungan. Jadi di satu sisi, kita juga harus berani mengambil tindakan yang real kalau situasi tidak memungkinkan ya... kita bilang tidak bisa (datang ke Bali - red). Tapi, mudah-mudahan itu tidak terjadi,” ujarnya. Sementara itu, Ketua PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengatakan, hal yang paling dikhawatirkan dalam peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Agung adalah penerbangan yang terganggu. Sebab, selama penerbangan tidak terganggu maka pariwisata bisa berjalan seperti biasa. “Tapi sekali lagi akan terganggu manakala wisa-
tawan yang seharusnya tinggal di hotel kita enggak bisa datang ke Bali gara-gara airport enggak bisa dipakai, ini menjadi kendala ya,” ujar pria yang akrab disapa Cok Ace ini. Diwawancara terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali A.A. Gede Yuniartha Putra mengatakan, sektor pariwisata sementara ini masih belum terpengaruh status siaga Gunung Agung. Namun, pihaknya berharap bencana ini tidak berlanjut menjadi besar dengan memohon doa agar keadaan bisa kembali normal. “Kalau dia terus-terusan dan menjadi besar tentu akan memengaruhi pariwisata Bali,” imbuhnya. Mengenai isu munculnya travel warning untuk datang ke Bali, Yuniartha menilai sah-sah saja. Kendati sebetulnya, Gunung Agung masih terlihat normal walaupun sudah naik ke status siaga. Artinya, belum ada letusan yang terjadi di Gunung Agung seperti informasi yang beredar di media sosial. “Kalau dia memberikan travel warning itu kan boleh saja kepada warga negaranya untuk berhatihati. Kita juga tidak melarang,” jelasnya. (kmb32)
BANGLI
8
Jumat Kliwon, 22 September 2017
Dewan Desak Eksekutif Serahkan KUA-PPAS Perubahan Bangli (Bali Post) DPRD Bangli telah menyurati eksekutif untuk segera mengajukan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Perubahan 2017. Dewan khawatir, jika pembahasan tidak segera dilakukan, penetapan APBD-P akan molor seperti tahun-tahun sebelumnya. Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles, Kamis (21/9) kemarin, mengatakan hingga Rabu (20/9), pihaknya belum menerima KUAPPAS APBD Perubahan 2017 dari eksekutif. Dia tidak tahu secara pasti penyebab lambatnya eksekutif menyerahkan KUA-PPAS ke dewan yang hampir terjadi dari tahun ke tahun. ‘’Sesuai jadwal, seharusnya KUA-PPAS APBD Perubahan sudah masuk ke DPRD minggu pertama bulan September. Kami tidak tahu apa yang menjadi alasan eksekutif selalu lambat menyerahkan KUA-PPAS,’’ terangnya. Agar KUA-PPAS segera diserahkan, dewan sudah bersurat secara resmi ke eksekutif sekitar dua pekan yang lalu. Pihaknya sangat berharap KUA-PPAS bisa diajukan agar bisa dibahas bersama. ‘’Kasihan kalau lambat, kegiatan di APBD Perubahan jadi tidak jalan,’’ terangnya. Secara terpisah, anggota DPRD Dewa Gde Oka juga mengatakan hal serupa. Pria yang duduk sebagai anggota Badan Anggaran (Banggar) ini mengaku tidak mengerti dengan kinerja eksekutif yang selalu lambat mengajukan KUA-PPAS ke DPRD. Dia menjelaskan, sesuai Permendagri, mestinya KUA-PPAS Perubahan sudah masuk ke dewan pada akhir Juli, sehingga pada Agustus, APBD-P sudah bisa ketok palu. ‘’Ini kalau September saja belum ada diserahkan ke kami, kapan nanti dibahas. Kalau ketok palu Oktober, kapan kegiatannya direalisasikan,’’ kata Dewa Oka. Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda-Litbang) Kabupaten Bangli Nyoman Widiana belum bisa dikonfirmasi terkait hal ini. (kmb40)
Dinas PUTRP-KP Pastikan Proyek Drainase Terealisasi Bangli (Bali Post) Proyek perbaikan drainase di kawasan Kota Bangli tak kunjung terealisasi. Padahal, proyek tersebut dianggarkan di APBD 2017. Menurut informasi, pelaksanaan proyek terganjal persoalan teknis berupa izin penebangan pohon perindang. Sebagaimana diketahui, sepanjang sisi jalan di kawasan Kota Bangli dipenuhi pohon perindang. Pohon perindang tersebut dipelihara oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Informasinya, keberadaan pohon perindang ini menjadi kendala belum terlaksananya proyek perbaikan drainase. Untuk menjalankan proyek perbaikan drainase, beberapa pohon perindang harus ditebang. Sementara untuk hal itu, dinas terkait kabarnya tidak memberikan persetujuan. Untuk membahas jalan keluarnya, beberapa instansi terkait sempat sudah menggelar rapat belum lama ini, namun belum membuahkan hasil. Dikonfirmasi terkait hal itu, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUTRP-KP) Kabupaten Bangli Made Soma mengakui bahwa memang sempat ada rapat yang dilakukan Dinas PUTRPKP dan dinas terkait untuk membahas rencana pelaksanaan proyek perbaikan drainase. Hanya mengenai hasilnya, Soma mengaku tidak tahu pasti karena dirinya tidak ikut rapat. Meski demikian, Soma memastikan proyek perbaikan drainase akan tetap terlaksana tahun ini sesuai rencana. Sejauh ini proyek tersebut sudah dalam tahap rekayasa lapangan dan tes beton. ‘’Proyeknya pasti jalan. Kalau ada kendala kan tidak mungkin ada rekayasa lapangan dan tes beton,’’ ujarnya. (kmb40)
Telepon Penting Bangli RSU Bangli Polsek Bangli Polsek Susut Polsek Tembuku Polsek Kintamani Damkar PDAM PLN Telkom BPBD Kodim Kantor Bupati
: 0366-91521/91002 : 0366-91062 : 0366-51004 : 0366-5595484 : 0366- 51122 : 0366-92869 : 0366-91094 : 0366-91268 : 0366-91108 : 0366-91448 : 0366-91024 : 0366-91032
PERSEMBAHYANGAN - Persembahyangan bersama serangkaian bhakti pangelempana di Pura Kehen.
Bali Post/ina
Aktivitas Gunung Agung Meningkat
Pemkab ’’Ngaturang Bhakti Pangelempana’’ di Pura Kehen Bangli (Bali Post) Pascameningkatnya aktivitas Gunung Agung ke level siaga, Pemkab Bangli ngaturang bhakti pangelempana atau bhakti paneduh jagat di Pura Kehen Bangli, Rabu (20/9). Tujuan upacara ini adalah memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar masyarakat Bali dijauhkan dari semua bentuk bencana dalam hal ini bencana letusan Gunung Agung.
Bupati Bangli I Made Gianyar mengatakan, ngaturang bhakti pangelempana merupakan salah satu upaya yang dilakukan secara niskala untuk memohon kepada Tuhan agar Bali dijauhkan dari semua bentuk bencana. Secara khusus bhakti pangelempana dilaksanakan untuk mohonkan agar aktivitas vulkanologi Gunung Agung bisa mereda sehingga tidak sampai
menimbulkan letusan. Disampaikannya, Gunung Agung pernah meletus tahun 1963. Hal itu menyebabkan bencana yang cukup besar dan menimbulkan kesengsaraan bagi masyarakat Bali saat itu. Oleh karenanya, melalui bakti ini pihaknya berharap agar kejadian tersebut tidak terulang dan masyarakat Bali bisa dijauhkan dari semua bencana. Hal sedana juga disampai-
kan Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta. Menurutnya, peningkatan aktivitas Gunung Agung dalam beberapa hari terakhir menimbulkan keresahan masyarakat Bali. Namun, dia mengingatkan agar masyarakat tidak panik dan tetap tenang sembari mengajak masyarakat untuk menyatukan hati, pikiran dan mendoakan agar bencana letusan Gunung Agung tidak sampai terjadi.
‘’Kita mengajak semua umat se-dharma untuk ngaturang bhakti dan berdoa bersama agar Bali bisa dijauhkan dari semua bentuk bencana,’’ katanya. Selain Bupati dan Wakil Bupati, bhakti pangelempana juga diikuti Dandim 1626/Bangli Letkol Inf. Susanto Lastua Manurung, pimpinan OPD dan pegawai di lingkungan Pemkab Bangli. (kmb40)
Sejumlah Desa Masuk KRB 1 Gunung Agung Bangli (Bali Post) -
Sejumlah desa di Kabupaten Bangli masuk kategori kawasan rawan bencana (KRB) 1 Gunung Agung. Desa-desa dimaksud berada di dua kecamatan yakni Tembuku dan Kintamani. Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bangli Ketut Agus Sutapa seizin Kalak BPBD Bangli Wayan Karmawan, Kamis (21/9) kemarin, menjelaskan KRB Gunung Agung terbagi menjadi tiga yakni KRB 3, KRB 2 dan KRB 1. KRB 3 adalah kawasan zona merah yang berpotensi menerima dampak letusan paling parah. Wilayah yang masuk KRB 3 yakni desa-desa di sekitar Gunung Agung. Sementara yang masuk sebagai KRB 2 yaitu daerah-daerah yang lokasinya agak
jauh dari Gunung Agung namun berpotensi terkena dampak letusan. Sedangkan KRB 1 adalah kawasan di luar radius Gunung Agung namun tetap berpotensi terkena dampak letusan. Sebagaimana pemetaan KRB, ada beberapa desa di Bangli yang masuk KRB 1. Di antaranya Desa Suter dan Abang Batudinding di Kintamani, serta Desa Bangbang dan sejumlah dusun di Desa Peninjoan, Tembuku. Jika aktivitas Gunung Agung yang saat ini dalam level siaga
kembali meningkat, kemungkinan dampak yang akan dirasakan beberapa desa di KRB 1 yakni hujan abu. Sementara aliran lahar panas kemungkinan besar tidak sampai mengarah ke Bangli. ‘’Hujan abu ini tergantung pola angin,’’ ujarnya. Karena ada sejumlah desa di Bangli yang masuk dalam KRB 1, maka dampak letusan perlu diwaspadai. Agus mengatakan, tidak menutup kemungkinan warga di desa-desa dalam KRB 1 nantinya akan diungsikan jika
dampak letusan berupa hujan abu membahayakan warga. ‘’Tapi dari informasi warga, saat letusan Gunung Agung tahun 1963, warga yang tinggal di beberapa desa tersebut tidak sampai mengungsi,’’ terangnya. Disampaikannya, Kabupaten Bangli tidak ditunjuk menjadi tempat pengungsian resmi. Meski demikian, pihaknya tetap menyiapkan lokasi yang aman untuk pengungsi. Hal itu dilakukan karena tidak menutup kemungkinan akan ada eksodus pengungsi ke wilayah Bangli jika aktivitas Gunung Agung kembali meningkat. Ditambahkannya, tempattempat aman yang dirancang
disiapkan untuk lokasi pengungsian yakni di Lapangan Kubu, Kayubihi untuk wilayah kota Bangli dan Lapangan Bayung Gede untuk wilayah Kecamatan Kintamani. Pihaknya juga melakukan penjajakan gedung milik pemerintah dan balai serba guna masyarakat agar bisa dimanfaatkan. ‘’Tapi saran kita, ada baiknya bagi yang punya keluarga di Bangli agar sekiranya bisa menampung keluarganya dari Karangasem, dengan tetap melakukan koordinasi dengan aparat. Tenda itu adalah pilihan terakhir karena faktor kenyamanan dan kesehatan pengungsi,’’ jelasnya. (kmb40)
Tingkatkan Perekonomian Masyarakat
Pemkab Bangun Pasar Desa di Bayung Gede
DALAM rangka meningkatkan pergerakan ekonomi masyarakat di tingkat desa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli membangun pasar desa di Desa Bayung Gede Kecamatan Kintamani. Sebagai tanda dimulainya proses pembangunan, Bupati Bangli I Made Gianyar melakukan peletakan batu pertama di lokasi pembangunan, Rabu (20/9). Acara peletakan batu pertama dihadiri Camat Kintamani, Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Bangli, Perbekel Desa Bayung Gede, perwakilan Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta tokoh dan masyarakat setempat. Perbekel Desa Bayung Gede Wayan Suarjaya menyampaikan, pembangunan Pasar Desa Bayung Gede ini merupakan usulan Desa
Bayung Gede kepada Pemkab Bangli dalam hal ini Dinas Koperasi UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang diteruskan ke Kementerian Koperasi dan UKM. Setelah mendapat persetujuan, Kementerian Koperasi dan UKM kemudian mengucurkan dana Tugas Pembantuan (TP) dengan pagu anggaran sebesar Rp 864 juta. Setelah melalui proses tender, pembangunan pasar desa di Bayung Gede dikerjakan oleh PT Karya Adipura Angkasa dengan nilai Rp 686 juta. Sesuai gambar, luas bangunan pasar desa 13 x 20 meter dengan bentuk los dan ruko. ‘’Rencana pengelolaan bangunan pasar ke depannya menggunakan sistem sewa,’’ kata Wayan Suarjaya. Sementara itu, Bupati Bangli I Made Gianyar meminta agar Pasar
Desa Bayung Gede ini dapat dikelola dengan baik. Selama proses pembangunannya diharapkan bisa selalu dilakukan pencatatan, untuk menghidari risiko yang tidak diinginkan. Bupati Made Gianyar juga berharap, di akhir periode kepemimpinannya yang kedua nanti, dia bisa meninggalkan kesan yang baik di masyarakat. Program dan kebijakannya di periode kedua ini sepenuhnya hanya untuk kemajuan masyarakat Bangli. ‘’Saat ini, pasar telah dibangun. Saya sangat mengharapkan dengan dibangunnya pasar ini pergerakan ekonomi di Desa Banyung Gede semakin meningkat. Saya berpesan bangunannya juga dapat dikelola dengan baik sehingga bisa bertahan lebih lama untuk masyarakat,’’ kata Made Gianyar. (ad1385)
PASAR - Bupati Bangli I Made Gianyar saat meletakkan batu pertama pembangunan pasar desa di Desa Bayung Gede, Kintamani.
Lomba PKS Serangkaian Hari Lalu Lintas
Perwakilan Bangli Sabet Juara
Bali Post/ist
LOMBA - Tim PKS SMP dan SMA Polres Bangli saat mengikuti lomba PKS di Denpasar.
Bangli (Bali Post) Usaha Satlantas Polres Bangli untuk melatih dan membina puluhan pelajar SMP menjadi wakil Polres Bangli dalam lomba Patroli Keamanan Sekolah (PKS) tahun ini membuahkan hasil manis. Dalam lomba PKS yang diikuti peserta se-Bali di Lapangan Basket, GOR Ngurah Rai Denpasar, Rabu (20/9) lalu, tim PKS SMP Bangli berhasil menjadi juara mengalahkan tim dari kabupaten/kota lainnya. Kasat Lantas Polres
Bangli AKP I Gusti Agung Ayu Udayani Addi, Kamis (21/9) kemarin, mengatakan di lomba PKS, tim PKS tingkat SMP diwakilkan oleh SMPN 1 Bangli. Sementara untuk lomba PKS tingkat SMA, Polres Bangli diwakilkan oleh tim PKS SMAN 2 Bangli. ‘’Selain memperingati Hari Lalu Lintas, lomba PKS dilaksanakan untuk mengukur kemampuan dan keterampilan PKS dalam berlalu lintas,’’ terangnya. Dijelaskan Udayani, sebe-
lum dikirim mewakili Polres Bangli, tim PKS SMP dan SMA yang masing-masing terdiri dari 20 orang, dilatih selama hampir sebulan. Sementara, pembinaan PKS dilakukan rutin setiap bulan. Materi latihan yang diberikan yakni mengenai sikap, pelatihan baris-berbaris, cara pengaturan lalu lintas yang benar dan praktik mengatur lalu lintas di depan sekolah. ‘’Pelatihan diberikan oleh Unit Dikyasa,’’ ujarnya. Dalam lomba PKS tingkat
SMP, para peserta dinilai dari gerakan PBB, pengaturan lalu lintas, dan kreasi gerakan dengan durasi waktu 15 menit. Sementara untuk lomba PKS tingkat SMA, yang dinilai yakni gerakan PBB, pengaturan lalu lintas dan TPTKP serta kreativitas gerakan dengan durasi waktu 20 menit. ‘’Melalui lomba ini harapan kami PKS dapat membantu tugas Polantas dan dapat menjadi teladan di lingkungannya,’’ kata perwira asal Denpasar ini. (kmb40)
Jumat Kliwon, 22 September 2017
GIANYAR
9
Tim Kolone Senapan Kodim Beraksi di Balai Budaya Gianyar (Bali Post) Setelah beberapa lama berlatih, Tim Kolone Senapan Kodim 1616/Gianyar beraksi di Stage Balai Budaya Gianyar, Kamis (21/9) kemarin. Anggota tim yang masih pelajar ini menunjukkan kemampuannya dalam mengolah gerak menggunakan senapan. Tim Kolone Senapan yang beranggotakan 72 orang pelajar SMA se-Kabupaten Gianyar ini sebelumnya sudah melewati pelatihan di lapangan Makodim 1616/ Gianyar. Mereka mendapat pengawasan dari Pasiterdim 1616/Gianyar Kapten Inf. Sukendy S. yang dibantu oleh Pelda Made Budiartajaya, Menurut Kapten Inf. Sukendy, tim yang sebagian juga merupakan anggota Pramuka Saka Wira Kartika ini sudah cukup banyak berlatih, sehingga mereka
bisa menampilkan bentuk gerakan yang baik. Alhasil penampilan mereka mampu memukau penonton dalam perlombaan kolone senapan. Menurutnya, kolone senapan yang dilakukan merupakan satu di antara kegiatan perlombaan antar satuan, guna memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-72 TNI yang jatuh tanggal 5 Oktober mendatang. Tim kolone senapan mengikutsertakan pelajar SMU dari wilayah Gianyar dalam membawa nama Kodim 1616/ Gianyar. (kmb35)
Bali Post/nik
KOLONE SENAPAN - Puluhan pelajar anggota Tim Kolone Senapan Kodim 1616/Gianyar beraksi menggunakan senapan di Balai Budaya Gianyar, Kamis (21/9) kemarin.
Wisatawan Australia Meninggal di Bungalo Gianyar (Bali Post) Seorang wisatawan asal Australia Kang Chun Hak alias Chizuru Nitchell (53) ditemukan meninggal di dalam kamar sebuah bungalo yang berlokasi di Jalan Kajang, Kelurahan Ubud, Kamis (21/9) kemarin. Diduga perempuan kelahiran 3 November 1964 ini meninggal karena penyakit kanker payudara yang dideritanya sejak tiga tahun terakhir. Meninggalnya korban pertama kali diketahui sang suami, Mitchell Stephen John (58), sekitar pukul 08.00 Wita. Kala itu Chizuru yang terbaring di dalam kamar lantai dua bungalo tersebut ditemukan sudah tidak bernapas. Melihat hal tersebut, John kemudian berteriak minta tolong memanggil pemilik bungalo. Guna memastikan kondisi korban, pemilik bungalo menghubungi Ubud Care yang berlokasi di Banjar Tebesaya, Desa Peliatan. Tim medis lantas melakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan inilah dipastikan wisman ini telah meninggal dunia. Kasubag Humas Polres Gianyar AKP Ketut Alit Sudarsana ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian ini. Dikatakannya, berdasarkan penuturan pihak keluarga, korban memang mengidap penyakit kanker payudara. Bahkan yang bersangkutan sudah beberapa kali menjalani pengobatan di RS Bros, Denpasar, Clinik Ubud Care hingga pengobatan herbal. ‘’Tidak ada unsur tindak pidana. Atas kematian korban, suami korban Mitchell Stephen John dan keluarga menyatakan menerima kematian korban sebagai sebuah musibah dan tidak akan menuntut siapa pun,’’ jelasnya. (kmb35)
Bali Post/nik
KORBAN - Jasad korban gantung diri di Keramas.
ODGJ di Keramas Tewas Gantung Diri
Gianyar (Bali Post) Ida Bagus Made Suamba (48) ditemukan tewas gantung diri di rumahnya di Banjar Maspait Desa Keramas Kecamatan Blahbatuh, Kamis (21/9) kemarin. Dugaan sementara, korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tersebut lantaran sejak lama mengalami gangguan jiwa. Kejadian ini pertama kali diketahui I.B Sukanadi sekitar pukul 15.00 Wita. Kala itu pria 48 tahun ini ke rumah korban untuk mengambil sejumlah barang yang tertinggal. Setiba di lokasi tersebut, ia sontak dikejutkan dengan tubuh korban yang tergantung di bangunan bale dangin. Dia sempat shock melihat hal tersebut. Sukanadi lantas bergegas memanggil warga lainnya untuk kemudian secara bersama-sama menurunkan jasad korban. Kapolsek Blahbatuh Kompol Abdus Salim yang dikonfirmasi membenarkan adanya aksi bunuh diri tersebut. Berdasarkan laporan yang ia terima, korban adalah Orang Dengan Gangguan Jiwa. Korban mengidap gangguan jiwa sejak lama. ‘’Ada sekitar tujuh tahun, dan sudah beberapa kali bolak-balik rumah sakit jiwa,’’ ucapnya. Disinggung terkait informasi bahwa korban bekerja sebagai cleaning service, Abdus Salim mengaku belum sempat memastikan hal tersebut. ‘’Kalau itu saya belum tahu. Yang jelas, keluarga sudah mengikhlaskan kepergian korban,’’ tegasnya. (kmb35)
Telepon Penting gianyar Kantor Bupati - 943056 DPRD - 943144 BPBD - 7844717/7844718 PMK - 943113 Kantor Satpol PP - 944436 RSUD Sanjiwani - 943020 PDAM - 944225/943233 KPA Gianyar - 942184 PMI Gianyar - 8958414 KONI Gianya r - 947261 BNN Kabupaten Gianyar - 946122 PLN - 947166 Kodim 1616 Gyr - 943069
Dana Sertifikasi Guru Belum Cair
Gianyar (Bali Post) -
Ratusan guru SD dan SMP di Kabupaten Gianyar tengah resah. Pasalnya, hingga saat ini mereka belum juga memperoleh dana sertifikasi untuk semester II tahun ini. Keterlambatan pencairan dana diakibatkan proses administrasi yang belum lengkap. Namun, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gianyar tidak bisa berbuat banyak terkait kondisi ini. Kadisdik Kabupaten Gianyar Made Suradnya didampingi Sekretaris Disdik Wayan Sadra membenarkan jika dana sertifikasi guru belum cair. Keterlambatan pencairan dana tersebut disebabkan adanya beberapa data yang belum lengkap.
‘’Karena data belum lengkap, pengamprahan belum bisa dilakukan. Kalau kita melakukan pengamprahan, harus semua dokumennya lengkap,’’ katanya, Kamis (21/9) kemarin. Suradnya menjelaskan, dana sertifikasi guru pada
triwulan pertama dan kedua atau disebut semester satu tahun ini sesungguhnya sudah cair. Namun untuk semester dua belum cair sampai pertengahan September ini. Kondisi ini terjadi lantaran Surat Keputusan Tunjangan Profesi (SKTP) belum bisa diterbitkan, akibat data pokok pendidikan (dapodik) yang belum rampung. ‘’SKTP itu dikeluarkan oleh Kemendikbud, karena ini sifatnya nasional. Ini belum ada,’’ ucapnya. Berdasarkan ketentuan, SKTP seharusnya sudah komplit pada akhir Sep-
tember. ‘’Pembuat SKTP berdasarkan data dapodik itu di-off akhir September. Kalau sampai akhir September ini tidak klop, berarti ditinggal,’’ katanya. Sadra menambahkan, persoalan lainnya adalah dana sertifikasi dari pemerintah pusat yang belum ditransfer ke daerah. Seharusnya dana itu sudah ditransfer pada Agustus, tapi sampai sekarang belum dilakukan. Total dana untuk sertifikasi Guru jumlahnya cukup besar yakni untuk satu triwulan sekitar Rp 26
miliar, sehingga satu semester nilainya Rp 52 miliar. ‘’Jika dana pusat itu sudah ditransfer ke daerah, barulah ditindaklanjuti dengan SKTP dari dapodik. Setelah itu seharusnya sudah bisa diamprah,’’ katanya. Sadra pun mengakui Dinas Pendidikan di Kabupaten tidak bisa berbuat banyak terkait kondisi ini, lantaran semua anggaran tersebut ada di tingkat pusat. ‘’Kita hanya bisa menunggu. Kalau sudah cair, pasti segera kami proses dana sertifikasi untuk para guru ini,’’ tegasnya. (kmb35)
Didapuk Jadi ”Pangrajeg Karya”
Wabup Mahayastra Ikuti Prosesi ”Majaya-jaya”
MENJELANG karya agung di dua pura yakni Pura Dalem Alas Arum, Batuan serta Pura Puseh Bale Agung, Tampaksiring, panitia karya masing-masing pura dilantik melalui prosesi majaya-jaya di hari yang sama, yang bertepatan dengan rahina tilem, Rabu (20/9). Yang menarik, pada prosesi majaya-jaya di dua pura tersebut turut dilantik Wakil Bupati Gianyar Made Mahayastra yang didapuk krama desa setempat sebagai pangrajeg karya. Wabup Mahayastra terlebih dahulu mengikuti prosesi majaya-jaya di Pura Dalem Alas Arum, Batuan, Sukawati. Di pura yang di-sungsung sebelas banjar tersebut akan digelar karya Mamungkah Mupuk Padagingan, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Tawur Balik Sumpah Agung, Pedanan lan Ngusaba Dalem pada akhir tahun ini. Prosesi majaya-jaya dipuput Ida Pedanda Putra Keniten Griya Pacung, Batuan, Sukawati. Sebelum majaya-jaya, acara diawali dengan upacara byakala di jaba tengah dilanjutkan muspa di utamaning mandala. Wabup Mahayastra dengan khusyuk mengikuti prosesi ritual itu. Dalam sambrama wacananya, saat madharma tula digelar di bale pesanekan bersama panitia karya dan tokoh-tokoh masyarakat, Mahayastra
mengajak seluruh komponen masyarakat untuk eling dan bhakti ngaturang ayah nyanggra karya, mengedepankan semangat masemeton serta selalu bersatu dalam menyukseskan karya agung dan suci. ‘’Desa Batuan adalah desa mandiri yang memiliki adat istiadat budaya yang kuat, masyarakatnya majemuk, banyak memiliki profesi yang berbeda. Banyak orang pintar ada di Batuan. Untuk itu, mari bersatu menyukseskan karya ini,’’ terang Wabup Mahayastra. Selain itu, pria asal Payangan ini juga mengapresiasi pembagian pengelolaan pekerjaan yang ditugaskan oleh prawartaka karya, dalam penggarapan simpel dengan mengedepankan sinergitas yang baik antara pangayah. Dengan begitu, biaya dapat ditekan dengan tidak mengurangi makna dari yadnya. Menurut Prawartaka Karya I Wayan Martha yang juga mantan Bendesa Pakraman Batuan, karya telah disiapkan sejak enam bulan dengan didukung oleh empat tempek. Rencananya karya mengambil lelambatan kebo tiga, bebangkit 140 dan catur 90. Untuk menyukseskan kegiatan karya, masing-masing krama mengeluarkan peturunan Rp 1,5 juta, namun atas kebijakan dan peran serta LPD Desa Batuan, krama hanya menyetor Rp 1
PENGRAJEG KARYA - Prosesi majaya-jaya yang diikuti Wabup Gianyar Made Mahayastra. Mahayastra dipercaya sebagai pangrajeg karya di dua pura. juta. Sisanya yakni Rp 500 ribu, disubsidi oleh LPD Desa Batuan. Sementara karya agung akan diperkirakan menelan biaya Rp 2,2 miliar. Seusai mengikuti prosesi di Pura Dalem Alas Arum, Batuan, Wabup Mahayastra menuju Pura Puseh Bale Agung, Tampaksiring untuk mengikuti prosesi serupa. Di pura yang disungsung 1.000 KK tersebut akan digelar Karya Tawur Ngusaba Desa, Padudusan Agung lan Mapeselang yang berlangsung pada tanggal 2 hingga 9 Oktober mendatang. Persiapan karya telah
dilakukan sejak dua bulan yang lalu. Prosesi majayajaya di-puput Ida Pedanda Griya Tegalsuci, Desa Pakraman Tampaksiring. Biaya untuk melangsungkan karya tersebut diperkirakan mencapai Rp 1 miliar. Masing-masing KK dikenai urunan Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu, tergantung jumlah KK di masing-masing banjar. Semakin banyak jumlah anggota suatu banjar, maka semakin kecil urunan masing-masing KK di banjar bersangkutan. Panyarikan Desa Pakraman Tampaksiring I Nyoman Gede Angga Warsa
mengatakan, karya ini dilakukan sesuai dengan awig-awig desa setempat. Disebutkan, saat purnama kapat seyogyanya dilaksanakan karya ngusaba. Purnama kapat akan jatuh pada 5 Oktober mendatang. Wabup Mahayastra mengapresiasi niat baik krama Desa Pakraman Batuan dan Desa Pakraman Tampaksiring yang mendapuk dirinya sebagai pangrajeg karya. ‘’Sebuah kehormatan bagi saya atas kepercayaan yang diberikan krama Batuan maupun Tampaksiring. Saya akan mengawal karya di kedua pura ini agar berjalan sukses,’’ tegasnya. (ad)
KLUNGKUNG
10
Jumat Kliwon, 22 September 2017
Kualitas Proyek Rendah
Pelaksana Terancam Di-”blacklist”
Semarapura (Bali Post)Legislatif di DPRD Klungkung menyoroti sejumlah proyek fisik yang ternyata berkualitas rendah. Pemkab bahkan diminta melakukan investigasi terkait kemungkinan adanya permainan dari pelaksana. Sanksi tegas berupa blacklist, harus dijatuhkan bagi pelaksana yang terbukti melanggar. “Kualitas proyek sangat rendah. Umurnya juga begitu. Ini perlu ada investigasi bersama Inspektorat. Bali Post/kmb45 Kalau terjadi pelanggaran I Komang Suantara yang berdampak pada sosial dan hukum, harus ditindak tegas,” ujar Ketua Komisi II DPRD Klungkung I Komang Suantara dalam rapat gabungan bersama eksekutif, belum lama ini. Suantara mencontohkan jalan paving di Catus Pata Kota Semarapura dan irigasi di jalur menuju Pantai Batu Tumpeng, Klungkung, sebagai proyek dengan kualitas kurang baik. Selain itu, umurnya juga sangat pendek. Menurutnya, Pemkab perlu mencurigai proyek dengan kontrak jauh di bawah harga limit yang masuk di Unit Lelang Pengadaan. Sebab, ini juga akan memengaruhi kualitas. “Beberapa penawaran jauh dari harga tender di awal. Ini juga perlu mendapat perhatian. Harus dipertimbangkan,” imbuh politisi Gerindra ini. Di sisi lain, Suantara juga menengarai adanya permainan antara pelaksana proyek dengan instansi yang menangani. “Sejak beberapa tahun belakangan, yang mengerjakan ituitu saja. Ada apa ini? investigasilah itu,” tegasnya. Sementara itu, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengakui ada sejumlah proyek yang terealisasi di bawah harga limit. Diakui itu berpotensi menyebabkan kualitas kurang baik. Ke depannya ini akan dipertimbangkan. “Untuk yang tendernya sampai turun rata-rata 13 persen, nanti dipertimbangkan,” tegasnya. Orang nomor satu di Klungkung ini menegaskan, pelaksana yang terbukti bermain akan di-blacklist. “Bila perlu blacklist saja itu,” tandasnya. (kmb45)
Bali Post/kmb45
NORMAL - Pedagang unggas di Pasar Galiran, Klungkung berjualan seperti biasa, meski ada kasus ratusan unggas mati mendadak.
Ratusan Unggas Mati Mendadak
Tak Pengaruhi Penjualan di Pasar Galiran
Semarapura (Bali Post) Penjualan unggas di Pasar Galiran sampai saat ini masih berjalan normal. Kendati di Kabupaten Klungkung terjadi kasus kematian ratusan unggas secara mendadak. Para pedagang mengaku tidak khawatir akan kemungkinan munculnya flu burung. “Untuk penjualan masih normal. Belum ada dampaknya,” ujar salah seorang pedagang, Komang Kertiasih, dikonfirmasi, Kamis (21/9) kemarin. Menurut Kertiasih, kesehatan unggas sangat dipen-
garuhi oleh peralihan musim dari hujan ke kemarau. Itu sebabnya tak sedikit unggas yang mati mendadak. Namun, Dinas Pertanian Klungkung diakui tetap mengantisipasi munculnya kasus flu burung,
dengan melakukan spraying setiap hari. Berbeda dengan sebelumnya, hanya sekali setiap minggu. “Untuk penyemprotan sudah terus jalan, setiap hari. Sampai sekarang masih aman,”
terangnya. Pedagang lain, Komang Purnasih mengatakan penjualan unggas beberapa bulan belakangan memang tergolong sepi. Namun itu bukan disebabkan kekhawatiran akan flu burung, melainkan karena tidak ada hari raya Hindu. “Rahinan tidak ada. Itu yang buat sepi,” ucap pedagang asal Desa Lepang, Banjarangkan ini.
Purnasih menambahkan, harga bebek belakangan justru melonjak. Dari sebelumnya hanya Rp 60 ribu per ekor, menjadi di kisaran Rp 75 ribu per ekor. Sementara untuk ayam masih tetap stabil Rp 35 ribu per ekor. “Untuk bebek memang bibitnya yang sulit. Telornya sudah banyak dijual pas musim ngaben kemarin,” jelasnya. (kmb45)
Penataan Desa Wisata Paksebali
Butuh Anggaran Rp 10 Miliar
Bali Post/ist
TERSETRUM - Made Gati tewas tersetrum di dapurnya, Kamis (21/9) dini hari.
IRT Tewas Tersetrum di Dapur Semarapura (Bali Post) Nasib naas dialami perempuan asal Semarapura Klod, Made Gati (40). Ibu rumah tangga (IRT) ini tewas tersengat listrik saat melakukan aktivitas di dapur, Kamis (21/9) dini hari. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.00 Wita. Korban datang dari pasar dan sampai rumah melakukan aktivitas seperti biasa di dapur. Tak berselang lama, suaminya, I Wayan Sutama (39) bangun tidur hendak membantu menyiapkan bahan dagangan. Saat itu ia terkejut melihat korban yang sudah tergeletak pingsan di lantai akibat tersengat setrum kabel lampu dapur yang putus. Korban langsung dilarikan ke RSUD Klungkung. Namun sayang nyawanya tak terselamatkan. Kejadian ini dibenarkan Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP I Made Agus Dwi Wirawan. “Untuk kejadian memang benar. Itu tersetrum listrik pada kabel yang putus. Belum sempat diperbaiki,” jelasnya didampingi Kapolsek Klungkung Kompol Wayan Sarjana. (kmb45)
Bali Post/sos
TEMPAT BERJUALAN - Bahu jalan depan Terminal Semarapura yang biasanya dipadati angkutan umum, setiap sore berubah menjadi tempat berjualan aneka komoditi oleh sejumlah pedagang dari berbagai daerah. Seperti yang tampak Kamis (21/9) sore kemarin, para pedagang menjajakkan langsung dagangannya dari atas mobil untuk dijual kembali di Pasar Galiran.
Semarapura (Bali Post)Desa Wisata Paksebali, Kecamatan Dawan masih terus ditata untuk menarik kunjungan wisatawan. Pemerintah desa setempat bahkan telah mengusulkan anggaran penataan ke Kementrian Pariwisata. Anggaran yang dibutuhkan untuk penataan mencapai Rp 10 miliar. “Usulan sudah disampaikan, karena dari sisi anggaran belum sepenuhnya bisa didukung dari desa,” ujar Perbekel Paksebali I Putu Ariadi dikonfirmasi, Kamis (21/9) kemarin. Menurut Ariadi, pihaknya kini tengah merintis sejumlah objek wisata di Desa Paksebali. Di antaranya, Tukad Unda, objek wisata spiritual di Seganing, serta wisata trekking menuju Bukit Mandean, Bukit Tangkit Putih dan Bukit Mas. Objek tersebut saat ini bahkan sudah mulai dilirik
wisatawan, baik domestik maupun asing. Hal ini pun memberikan dampak positif untuk desa dan masyarakat lantaran memberikan penghasilan tambahan. “Untuk kunjungan sudah sering. Selain ke objek, juga langsung ke tempat kerajinan yang digeluti masyarakat,” imbuhnya. Sesuai perencanaan, lanjut Ariadi, penataan dilakukan pada jalur trekking sepanjang tiga kilometer. Termasuk melengkapinya dengan sejumlah fasilitas, seperti Gazebo untuk tempat beristirahat, dan beberapa kamar kecil. Khusus untuk Tukad Unda direncanakan ada pembangunan kolam renang, panggung pementasan kesenian dan gazebo. Ini untuk mendukung kunjungan yang mencapai ratusan orang per hari. “Untuk lahan tidak
Bali Post/kmb45
DITATA - Objek wisata Tukad Unda, Desa Paksebali, Dawan ini akan terus ditata. Anggarannya bahkan sudah diusulkan ke Kemenpar. masalah. Perencanaan sudah selesai. Mudah-mudahan tahun depan bisa berjalan penataannya,” jelasnya. Ariadi menambahkan,
penggalian potensi desa baik alam, kerajinan maupun seni budaya juga terus dilakukan. Dalam hal ini, pihaknya tidak hanya terpaku pada objek
yang tengah dirintis itu saja. “Semakin banyak objek, dampaknya ke masyarakat akan semakin besar,” tandasnya. (kmb45)
Warga Sebudi Mengungsi
Diwarnai Isak Tangis, Terpaksa Berpisah dengan Anak RATUSAN warga Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, mengungsi ke GOR Swecapura, Kabupaten Klungkung, Kamis (21/9) kemarin. Mereka terpaksa meninggalkan tanah kelahiran seiring meningkatnya status Gunung Agung ke level siaga. Begitu sampai, tampak wajah-wajah lelah dan pasrah mengangkat sejumlah barang. Mulai dari pakaian hingga perlengkapan beristirahat. Tak sedikit dari mereka yang sudah berusia lanjut dan nampak susah berjalan, bahkan harus dipapah. Ada pula yang harus digotong dan diangkat menggunakan tandu karena sudah lemas. Tangisan balita hingga orang dewasa bercampur baur mengguratkan kesedihan. Ditengah suasana itu, kehadiran pengungsi pun langsung didata petugas. Mereka lalu digiring masuk ke GOR, diminta beristirahat pada matras yang sudah disediakan. Meski sudah berada di tempat aman, rasa khawatir masih jelas terpancar. Namun mereka memilih untuk diam, seakan-akan tak siap menghadapi hidup yang cukup sulit. Beberapa juga ada yang harus mendapat perawatan medis akibat kesehatannya menurun. Bahkan ada yang dilarikan ke RSUD Klungkung. Seorang pengungsi Ketut
Kardiasih mengaku memilih mengungsi bersama keluarganya, karena situasi di desanya cukup mengkhawatirkan. Suhu udara semakin panas. Gempa seakan tak ada hentinya. “Gempa sangat sering. Kami khawatir,” tuturnya sembari merapikan barang bawaannya. Pengungsi lainnya, I Nengah Suwika bahkan mengungkap cerita memilukan lantaran harus merelakan berpisah dengan anaknya yang mengungsi ke Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Selain itu, ia juga harus meninggalkan ternak peliharaannya. “Untuk mengungsi imbauan dari klian dan perbekel. Barang-barang masih ada ketinggalan di rumah. Pisah juga sama anak,” ucapnya. Keharusan untuk mengungsi juga menyebabkannya tak lagi mendapat penghasilan dari pekerjaannya sebagai tukang pecah batu di lereng Gunung Agung. Kini ia hanya bisa pasrah menghadapi hidup yang
mulai pahit. “Ya karena begini, tidak bisa kerja lagi. Tidak tahu mau gimana,” imbuhnya. Tak jauh berbeda, I Ketut Darmayasa juga harus meninggalkan tiga ekor sapinya yang sudah siap jual dan 50 ekor ayam yang dipelihara sejak beberapa bulan lalu. Kini di pengungsian ia harus
menghabiskan hari-hari tanpa aktivitas. Tanpa pekerjaan bersama istri, kedua anaknya dan bibinya yang telah berusia 95 tahun. Belum lagi bibinya itu tak mampu bergerak dan hanya bisa tidur. “Ternak ditinggalkan ke sini. Tidak dijual, karena terburu-buru ke sini,” terangnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Klungkung I Putu Widiada mengatakan, para pengungsi yang mayoritas berasal dari Desa Sebudi akan berada di pengungsian sampai situasi Gunung terbesar di Bali itu kondusif. “Untuk beberapa pengungsi ada yang sakit. Sudah tertangani,” tandasnya. (sos)
Bali Post/sos
MENGUNGSI - Warga Desa Sebudi, Karangasem mengungsi ke GOR Swecapura, Klungkung, Kamis (21/9) kemarin.
Jumat Kliwon, 22 September 2017
BULELENG
11
SOSOK Objek Wisata Desa Les
BEBERAPA desa di Buleleng belakangan mulai serius mengelola potensi wisata yang ada di wilayahnya. Seperti yang dilakukan Pemerintah Desa Les, Kecamatan Tejakula. Di bawah kepemimpinan Perbekel Gede Susila, desa di ujung timur Buleleng ini mulai mengelola potensi objek wisata air terjun dan wisata taman terumbu karang. Gede Susila belum lama ini mengatakan, objek wisata air terjun itu terletak di kawasan hutan dan mulai ramai dikunjungi wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik. Air terjun ini bisa dijangkau dengan kendaraan roda empat dan sepeda motor hingga di lokasi parkir. Dari lokasi parkir, wisatawan kemudian berjalan kaki menyusuri jalan setapak hingga sampai di lokasi air terjun. ‘’Dengan ketinggian curahan air terjun yang lumayan, wisatawan tertarik berkunjung ke objek wisata alam di daerah kami. Warga sudah banyak yang teribat seperti mengantar tamu dan sebagainya,’’ katanya. Selain objek air terjun, Susila menyebut potensi wisata di desanya yang tidak kalah ramai pengunjung adalah wisata bahari. Mengandalkan taman terumbu karang, objek yang satu ini diminati kalangan wisatawan dari beberapa negara. Selain didukung pemandu wisata selam, objek wisata bahari di desanya sudah didukung dengan akomodasi wisata, baik vila maupun rumah makan. ‘’Kalau wisata bahari sudah dikelola duluan dan sekarang kami kembangkan terus dengan wisata air terjun dan kemudian ke depan bagaimana kawasan hutan di wilayah kami ini juga untuk wisata trekking,’’ jelasnya. Susila menambahkan, ke depan pihaknya memiliki obsesi agar ada lembaga khusus yang mengelola jasa pariwisata di daerahnya. Dari perencanaan awal, lembaga yang cocok mengembangkan dan mengelola potensi wisata itu adalah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). ‘’Ke depan kami akan membentuk BUMDes dan potensi wisata di desa kami dikelola profesional dan sasaran akhir bagaimana warga kami menerima manfaat yang besar,’’ tegas Susila. (mud)
Terkait Sisa DAK
PU-PR Klaim Efisiensi Anggaran, Bukan Salah Perencanaan Singaraja (Bali Post) – Sisa Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2017 di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Buleleng bukan karena salah perencanaan program pembangunan, tetapi hasil pelelangan pekerjaan yang kemudian menjadi efisiensi anggaran. Kepala Dinas PU-PR Nyoman Suparta Wijaya didampBali Post/kmb38 ingi Kabag Humas dan ProSuparta Wijaya tokol Sekkab Buleleng Made Supartawan, Kamis (21/9) kemarin, mengatakan pada 2017 Dinas PU-PR menerima pagu DAK dari pemerintah pusat Rp 78.976.331.000. Pagu DAK sebesar itu terdiri atas DAK sub-bidang infrastruktur jalan Rp 64.750.000.000, subbidang infrastruktur irigasi Rp 10.668.038.000, dan subbidang infrastruktur air minum Rp 3.558.293.000. Setelah lelang ketiga subbidang tersebut selesai, Dinas PU-PR mendapatkan efisiensi anggaran sebesar Rp 7.859.558.000. Rinciannya, sisa DAK subbidang infrastruktur jalan Rp 5.201.597.000, DAK subbidang infrastruktur irigasi Rp 2.105.260.000 dan sisa DAK subbidang infrastruktur air minum sebesar Rp 552.700.500. Dari pagu itu setelah ditenderkan, total DAK yang ditransfer dari pusat ke daerah sebesar Rp 71.116.773.000. Suparta Wijaya juga memberikan gambaran konkretnya. Misalnya di DAK infrastruktur jalan ada sisa dana Rp 5.201.597.500. Sisa DAK ini harus ditenderkan kembali dan harus sudah ada penandatanganan kontrak pekerjaan paling lambat tanggal 31 Agustus 2017. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No.112 Tahun 2017. ‘’DAK yang ditransfer ke daerah adalah sebesar nilai kontrak pekerjaan. Yang jelas anggaran yang ditransfer yang sudah tender dan sekarang sisa anggaran itu belum ada uangnya,’’ katanya. Menurut Suparta, Dinas PU-PR semula bermaksud memanfaatkan sisa DAK tersebut untuk perbaikan jalan, perbaikan bendung, saluran irigasi, dan peningkatan saranaprasarana air minum (SPAM) perdesaan. Setelah koordinasi ke Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI daerah diinstruksikan bahwa batas akhir pemanfaatan sisa DAK 2017 adalah 31 Agustus 2017. ‘’Ini tidak mungkin bisa kita laksanakan karena sisa DAK itu harus masuk ke APBD Perubahan terlebih dahulu dan sekarang masih berproses,’’ tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas PU-PR Suparta Wijaya menyatakan sisa DAK tahun 2017 mencapai lebih dari Rp 7,43 miliar. Sisa dana itu tidak bisa terserap seratus persen karena Kemenkeu menerbitkan PMK No. 112 Tahun 2017 yang mengatur batas akhir realisasi DAK sampai 31 Agutus 2017. Pembatasan realisasi ini memaksa Dinas PU-PR tidak bisa memanfaatkan sisa DAK tersebut. Data di Dinas PU-PR tercatat sisa DAK tersebut terdiri atas Rp 5,2 miliar untuk perbaikan infrastruktur jalan, perbaikan infrastruktur irigasi pertanian menyisakan Rp 2,1 miliar, dan biaya untuk perbaikan infrastruktur air minum belum terserap Rp 670 juta. Jika ditotal sisa jatah DAK dari pemerintah pusat itu belum terealisasi Rp 7,43 miliar. (kmb38)
Suara Buleleng Perkembangan Kasus HIV/AIDS
Perkembangan kasus HIV/AIDS sudah sangat mengkhawatirkan. Untuk itu diharapkan dinas terkait menyosialisasikan lebih gencar lagi agar perkembangan kasus penyakit ini tidak bertambah banyak. Orang tua atau generasi muda hendaknya menjauhi penyakit ini, sehingga tidak menyebar ke orang lain. Juga menghindari pergaulan bebas serta seks bebas agar tidak tertular virus ini. Gung De, Ngurah Rai
Pohon di Pinggir Jalan
Berharap kepada pihak PLN agar memangkas pohon yang dilintasi kabel listrik yang ada di Dusun Santal, mengingat berbahaya saat angin kencang datang. Ajik Bima, Banjar
Mohon Perbaikan Jalan
Memohon kepada pihak terkait agar memperhatikan jalan dari Desa Ambengan menuju objek wisata Air Terjun Alingaling yang rusak. Kerusakan jalan itu agar segera diperbaiki, mengingat daerah tersebut sudah banyak dikunjungi oleh para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Pasek Sujana, Bantangbanua
Bali Post/kmb38
HUTAN – Dinas Kehutanan Bali bersama KPH Kintamani Timur, KPH Bali Utara dan aparat Desa Les dan Desa Siakin (Bangli) melakukan pertemuan menyikapi pergeseran tapal batas wilayah kabupaten dan alih fungsi kawasan hutan lindung, Kamis (21/9) kemarin.
Warga Sepakat Lakukan Reboisasi di Hutan Perbatasan Buleleng-Bangli
Singaraja (Bali Post) – Desakan warga Dusun Butiyang, Desa Les, Kecamatan Tejakula untuk mengembalikan kondisi hutan yang telah beralih fungsi, akhirnya bisa dipenuhi. Mulai musim penghujan mendatang, hutan itu akan dihijaukan kembali dengan gerakan reboisasi. Hal itu terungkap ketika Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Bali bersama Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bali Utara dan KPH Kintamani Timur bersama aparat Desa Siakin (Bangli) dan Desa Les (Buleleng) melakukan peninjauan lapangan, Kamis (21/9) kemarin. Peninjauan lapangan ini merupakan langkah lanjutan setelah sebelumnya dilakukan penelusuran terkait kondisi hutan dan posisi tapal batas Buleleng Bangli yang diduga telah berpindah dari posisi semula. Dalam pertemuan itu pada intinya, para pihak sepakat untuk menyerahkan kepada Dishut Bali bersama KPH untuk menentukan posisi kordinat tapal batas yang tepat. Sikap ini karena posisi tapal
batas wilayah di kabupaten ditentukan oleh Provisi Bali bersama instansi terkait lain. Di sisi lain, pihak Desa Les dalam pertemuan itu mengajukan permintaan agar Dishut Bali mengembalikan kondisi hutan ke fungsi aslinya. Pasalnya, areal hutan yang masuk wilayah Buleleng sejak lama ditanami pisang, bawang, dan beberapa tanaman semusim. Perbekel Desa Les Gede Susila ketika dihubungi mengatakan, warga dan tokoh masyarakat dan prajuru desa adat di wilayahnya mengajukan permintaan untuk mengembalikan fungsi hutan karena fakta di lapangan bahwa hutan di wilayahnya itu sudah berganti tanaman. Dia kembali mengungkapkan
alasan perlunya mengembalikan fungsi hutan ke situasi semula karena jika hutan dibiarkan beralih fungsi seperti sekarang dan pada musim hujan, maka rawan memicu bencana tanah longsor. Jika ini sampai terjadi maka dampaknya akan diterima oleh warganya sendiri. Sebenarnya, warga Desa Les sejak lama berkomitmen menjaga kelestarian hutan melalui awig-awig desa adat yang melarang warga melakukan perambahan hutan. Sanksi yang diberikan pun tergolong berat mulai dari denda hingga menggelar upacara secara niskala. ‘’Benar kami diundang tadi untuk membicarakan persoalan hutan di perbatasan. Pada intinya, kami mengusulkan hutan
itu dikembalikan ke fungsi aslinya. Alasan kami tetap seperti yang sudah disampaikan bahwa kalau hutannya gundul seperti sekarang dan kalau hujan akan mengancam keselamatan warga kami di bawah,’’ katanya. Permintaan warga Desa Les itu mendapat tanggapan positif oleh pihak Dishut Bali dan KPH. Mulai musim penghujan mendatang, Dishut bersama KPH Kintaman Timur dan KPH Bali Utara akan melakukan reboisasi. Nantinya, bibit tanaman yang akan ditanam untuk mengembalikan kondisi hutan akan disiapkan oleh pihak Dishut Bali. Sementara penanaman akan dilakukan bersama warga di Desa Les dan Desa Siakin. Sementara untuk jangka pendek, tanaman semusim seperti pisang, bawang, dan tanaman kacang-kacangan itu akan dicabut. Seperti diberitakan
sebelumnya, kawasan hutan lindung di perbatasan Buleleng-Bangli ditemukan telah beralih fungsi. Hutan semula berisi tanaman keras, belakangan ditemukan telah berganti tanaman semusim. Tidak hanya itu, tapal batas antara Buleleng dengan Bangli itu ditemukan telah berpindah dari posisi semula. Menariknya, pergeseran batas wilayah kabupaten itu justru tidak diketahui siapa dan tujuan pemindahannya. Menyikapi kondisi itu, pihak Desa Les bersama Desa Siakin dan pihak KPH Kintamani Timur melakukan peninjauan lapangan. Hasilnya, tapal batas itu ditemukan telah berpindah dan posisi semula. Sementara tindak lanjut pengembaliannya diserahkan ke Provinsi Bali dan KPH selaku pihak yang memiliki wewenang menentukan koordinat posisi tapal batas wilayah kabupaten. (kmb38)
Siaga Gunung Agung
Warga Ban dan Dukuh Mengungsi ke Les dan Tembok Singaraja (Bali Post) – Terkait dengan status siaga Gunung Agung, warga dari Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem dievakuasi ke lokasi penampungan di Desa Les, Kecamatan Tejakula, Buleleng. Selain kalangan dewasa, pengungsi yang wilayahnya masuk dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) jika Gunung Agung mengalami erupsi, juga anak-anak dan balita. Bahkan, ada pengungsi dalam kondisi hamil. Evakuasi pengungsi ini dilakukan tim gabungan operasi Tanggap Darurat Gunung Agung. Setelah dikumpulkan aparat setempat, pengungsi diangkut dengan kendaraan yang sudah disiapkan petugas. Tiba di lokasi, warga kemudian menempati tenda yang dibangun tim gabungan operasi Tanggap Darurat Gunung Agung sejak Rabu (20/9) lalu. Di dalam tenda, warga menyiapkan karpet untuk alas. Di atas alas tersebut, beberapa juga dilengkapi dengan vel bad (tempat tidur lapangan - red). Ini diutamakan untuk anakanak dan balita. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng I Made Subur mengatakan, sejak Kamis (21/9) kemarin mobilisasi pengungsi mulai terjadi. Pihaknya berupaya memberikan pelayanan di tempat yang sudah disiapkan dan tetap berkoordinasi dengan instansi terkait. Dari pendataan sementara, pengungsi dari Desa Ban Kecamatan Kubu masih didominasi berasal dari empat dusun, yakni Dusun Pengalusan, Belong, Pucang dan Dusun Bunga. Empat dusun tersebut masuk zona KRB III yang posisinya paling rawan karena jaraknya dari Gunung Agung berkisar antara 3 hingga 6 kilometer (km). Warga ini ditampung di tenda pengungsian di Desa Les, Kecamatan Tejakula. Tenda di desa ini memanfaatkan lahan milik warga dengan luas sekitar tiga hektar. Subur memperkirakan pengungsi yang sudah tertampung di tenda Desa Les sebanyak 130 orang. ‘’Mobilisasi pengungsi
mulai terjadi dan kami siap menerima. Ini masih data sementara dan kami masih menunggu dan menyiapkan tempat yang ada,’’ katanya. Selain dari Desa Ban, pengungsi datang dari Desa Dukuh, Kecamatan Kubu. Mereka ditampung di wilayah Desa Tembok, Kecamatan Tejakula. Diperkirakan pengungsi dari enam dusun di Desa Dukuh itu dapat ditampung di Desa Tembok. Pengungsi ini tidak menempati tenda, tetapi disebar di rumah-rumah penduduk, gedung serbaguna, balai dusun dan aula di Kantor Perbekel Desa Tembok. Pola penampungan pengungsi ini dilakukan dengan mengedepankan prinsip kekeluargaan. ‘’Sesuai kesepakatan bersama perbekel, khusus yang pengungsi dari Desa Dukuh ditampung di rumah penduduk. Kita layani terkait konsumsi, kesehatan, kebutuhan air minum, dan mandi cuci dan kakus (MCK),’’ jelasnya. Sementara itu, Camat Kubu Karangasem Made Suartana mengatakan, secara pasti
pihaknya belum mendapatkan data warga yang mengungsi ke Buleleng. Meski demikian, hingga kini waganya yang telah mengungsi lebih dari 11 ribu orang. Mereka berasal dari Desa Dukuh dan Desa Ban. Selain itu, ada juga warga yang tinggal sementara di rumah kerabat di luar desa dan bahkan datang ke rumah kerabat di wilayah Denpasar dan sekitarnya. ‘’Ini data sementara di Desa Dukuh ada 4.015 jiwa dan Desa Ban 6.096 jiwa. Jumlah ini pasti bertambah karena ada yang mengungsi di rumah saudaranya atau bahkan ada yang dijemput untuk diajak ke Denpasar,’’ tegasnya. Di lain sisi, Dinas Sosial (Dinsos) mulai memasok bantuan air mineral, mi instan, beras serta selimut. Selain itu, Dinsos bersama instansi terkait juga melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap kondisi warga di pengungsian. Ini penting untuk menghindari jangan sampai ada pengungsi yang sakit selama berada di pengungsian. (kmb38)
Bali Post/kmb38
PENGUNGSI – Warga dari Desa Dukuh dan Desa Ban, Karangasem mengungsi ke Buleleng. Mereka ditampung di Desa Tembok dan di tenda yang dibangun di Desa Les, Kecamatan Tejakula.
JEMBRANA
12
Jumat Kliwon, 22 September 2017
SOSOK
KERING – Sejumlah petak kolam tambak tradisional di Kombading kering lantaran debit air sungai menurun.
Bali Post/olo
Sungai Kering
Melatih Kesabaran
MENEKUNI bidang pekerjaan yang terkait dengan hobi ternyata dapat menunjang suasana bekerja. Seperti yang dialami salah satu pejabat eselon II Pemkab Jembrana, I Made Dwi Maharimbawa. Pria asal Yehembang yang saat ini menjabat Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Jembrana ini memiliki hobi yang tak jauh dari bidangnya, memancing. Hampir seluruh spot mancing di perairan Jembrana pernah dijajalnya, bahkan hingga ke perairan Senggrong, Banyuwangi. Hobi ini sejatinya sudah dilakoni sebelum dirinya menjabat di Dinas Kelautan saat ini. Justru saat posisi menjabat ini menurutnya kini jarang memancing karena kesibukan. Selain itu, cuaca belakangan ini juga kurang mendukung. “Sekarang sudah lama tak memancing, angin kencang,” ujar Maharimbawa. Hobi ini sedikit banyak membantu dalam hal pekerjaan, terutama bidang Kelautan. Memancing juga dapat melatih kesabaran. Sejumlah program kelautan mulai dirasakan para nelayan dan dinas wajib mengakomodir. Saat ini pemerintah fokus mewujudkan Poltek Kelautan yang akan dibangun di Pengambengan, Jembrana. Dengan demikian, kabupaten dengan jumlah nelayan terbanyak di Bali ini juga memiliki sarana pendidikan tinggi kelautan. Daerah sejatinya diuntungkan dengan berdirinya Poltek ini. Selain mencetak diploma bidang Kelautan, juga berdampak ekonomi bagi masyarakat Jembrana. Ketika perguruan tinggi ini berkembang dan banyak menyerap mahasiswa, maka perputaran uang juga akan terjadi di Jembrana. (olo)
Nenek Tewas Mengapung di Bendungan
Negara (Bali Post) Seorang nenek ditemukan tewas mengapung di bendungan, Kamis (21/9) kemarin. Mayatnya ditemukan oleh I Made Wiasa Negara (13), yang ternyata masih memiliki hubungan keluarga dengan nenek malang tersebut. Penemuan mayat ini pun sempat menghebohkan warga Banjar Munduk, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Jembrana. Awalnya, Wiasa berniat mandi di bendungan dekat rumahnya. Namun saat sampai di sana lantas mengurungkan niatnya tersebut. Pasalnya, pelajar kelas VI SD itu melihat seperti ada bangkai anjing yang mengapung di tengah-tengah bendungan. Saat didekati untuk memastikan, ternyata yang dilihatnya adalah mayat manusia dengan rambut panjang terurai di air. Wiasa semakin kaget karena mayat mengapung tersebut ternyata Desak Kade Ngurah (78) yang tidak lain adalah neneknya, saudara kandung kakeknya yang belum pernah menikah selama hidupnya. Ia pun lantas bergegas pulang memberitahukan temuannya kepada pihak keluarga. Keponakan korban, I Dewa Nyoman Pater (44), kemudian mendatangi lokasi untuk mengangkat korban dari sungai dan membawa pulang ke rumah duka. Kapolsek Mendoyo melalui Panit 1 Reskrim Polsek Mendoyo Ipda Ngurah Artha Kumara mengatakan petugas melakukan olah TKP setelah mendapatkan informasi tersebut. Di TKP ditemukan shampo shacet dan sabun mandi yang telah digunakan. Diduga korban tewas karena tenggelam saat mandi di tepian bendungan. Artha menduga korban mandi sambil keramas dengan cara membungkuk di tangga bendungan, kemudian saat membungkuk itu korban tercebur dan tenggelam. Tim medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, sehingga diyakini korban tewas karena tenggelam di bendungan tersebut. Demikian juga pihak keluarga telah mengiklaskan kepergian korban yang saat ini telah disemayamkan di rumah duka. (kmb)
Telepon Penting jembrana RSU Negara (0365)41006/41806 Pemkab Jembrana (0365) 41210 DPRD Jembrana (0365) 41039 KODIM 1617 Jembrana(0365) 41025 KPU Jembrana (0365) 3944 Kejari Negara(0365) 41165 Piket Kejari Negara (0365) 41164 Piket PN Negara (0365) 41204 TNBB(0365) 41173/61060 Koramil Negara (0365) 41013 Kelurahan Gilimanuk(0365) 61038 Kantor BPN(0365) 41135 Kantor Agama (0365) 41087
Kantor Camat Negara(0365) 41012 Camat Jembrana (0365) 42546/43505 Kantor Camat Melaya(0365) 42153 Kantor Camat Pekutatan(0365) 40016 Kantor Camat Mendoyo(0365) 42443 Polsek Kota Negara087762879788 Polsek Pekutatan (0365) 4700097 Polsek Mendoyo (0365) 43015 Polsek Gilimanuk (0365) 61101 Polres Jembrana (0365) 41110 TMC Polres Jembrana(0365) 43110
Petani Tambak Tak Bisa Tebar Benih
Negara (Bali Post) – Debit air sejumlah sungai di Jembrana turun. Beberapa sungai bahkan mengering akibat musim kemarau. Kondisi ini pun berdampak pada petani tambak udang tradisional yang menggantungkan aliran air payau. “Kalau sudah musim kering, aliran sungai kecil. Sudah pasti tidak ada air masuk ke tambak,” keluh Nasirin, pemilik tambak di Kombading, Desa Pengambengan, kepada Bali Post, Kamis (21/9) kemarin. Seperti petani tambak
tradisional lainnya, Nasirin tak dapat berbuat banyak dan membiarkan sejumlah petak kolam kering tanpa diisi benih. Petani tambak umumnya menunda penebaran benih sampai ada air yang bisa digunakan. Sementara
tambak milik Nasirin tidak dioperasikan sejak beberapa bulan lalu, karena debit air sungai menurun. Puncaknya, bulan ini tambak benar-benar kering tak teraliri air sungai yang juga kering. Kondisi serupa juga dia-
lami Abdul Ghoni. Sejumlah petak kolam tambak yang dimilikinya kini kering akibat musim kemarau. Petani tambak tidak mampu menyediakan sumur bor untuk alternatif. Pasalnya, biaya operasional untuk itu cukup besar sehingga hanya bergantung dari aliran sungai saja. “Kalau ada bantuan sumur bor, ya kami menerima agar tetap berlangsung,” terang-
nya. Di wilayah pesisir, tambak semacam ini banyak ditemui di daerah Lelateng, Pengambengan dan Cupel. Para petani tambak tradisional sangat menggantungkan air permukaan, terutama di aliran sungai berair payau. Berbeda dengan tambak intensif atau super intensif dengan peralatan (kincir air) yang banyak dan menggunakan sumur bor. (kmb26)
Jadi Juru Kunci di Porprov
Prestasi Olahraga Jembrana Terpuruk Negara (Bali Post) Prestasi kontingen Kabupaten Jembrana dalam Pekan Olah Raga Provinsi Bali (Porprov) ke XII 2017 ini merosot jauh. Selama kurun waktu sepuluh tahun ini, perolehan medali tim Gumi Makepung dalam Porprov di Gianyar merupakan yang terburuk. Bahkan saat ini menempati juru kunci, jauh tertinggal dengan kabupaten/kota lain di Bali. Kondisi tersebut menimbulkan keprihatinan masyarakat, termasuk para wakil rakyat. “Ada apa ini? Harus menjadi perhatian bersama, terakhir (Porprov Buleleng) kita di posisi tengah. Sekarang turun jauh sekali. Malah di posisi akhir,” ujar Ketua Fraksi Demokrat Jembrana I Ketut Catur, Kamis (21/9) kemarin. Catur meyakini upaya yang dilakukan para atlet membawa nama kabupaten di kancah olahraga tingkat provinsi sudah maksimal. Namun harus dievaluasi apa yang mengakibatkan prestasi merosot jauh dari penyelenggaraan sebelumnya. Diwawancarai terpisah, Ketua KONI Jembrana I Nyoman Werka tidak menampik hasil perolehan medali yang turun dibandingkan tahun
sebelumnya, khususnya medali emas. Menurutnya, banyak target medali emas yang lepas dibandingkan Porprov sebelumnya, seperti dari cabang olahraga (cabor) balap sepeda, menembak dan panjat tebing. Terutama di nomor perorangan memakai alat. Menurut Werka, banyak faktor yang memengaruhi di luar atlet. Salah satunya peralatan yang masih jauh dari standar kabupaten/kota yang lain. Di cabor menembak contohnya, alat menembak pistol (gun) yang dimiliki terbatas. Mengingat harga pistol mencapai Rp 50 juta per unit. “Kita hanya punya dua (unit gun), bahkan digunakan bergiliran (saat pertandingan). Ini yang menjadi perhatian kami juga. Khususnya nomor-nomor perorangan yang memakai alat,” jelasnya. Masalah alat, lanjut Werka, juga tampak pada cabor balap sepeda yang sering mendulang emas. Faktor selanjutnya, kabupaten lain banyak yang mempersiapkan atlet-atlet luar Bali sejak jauh-jauh hari. Semisal pada cabor panjat tebing, dari puluhan nomor yang ditargetkan meraih lima emas, hanya terwujud satu emas saja.
“Kalau Jembrana, dengan APBD kecil, bonus emas Rp 25 juta jauh dari kabupaten lain. Kita murni atlet memang asal Jembrana,” tambahnya. Werka berharap dalam beberapa pertandingan cabor lainnya masih ada peluang memperoleh medali emas. Seperti dari karate dan atletik. Selain itu, juga menunggu hasil sidang pada cabor balap sepeda. Sementara itu, pada klasemen sementara perolehan medali hingga Kamis (21/9) siang Jembrana masih bertengger di posisi terakhir. Jembrana di bawah Tabanan, Bangli dan Karangasem dengan perolehan lima emas, 19 perak dan 69 perunggu. (kmb26)
I Ketut Catur
Bali Post/olo
Jumat Kliwon, 22 September 2017
KARANGASEM
13
Rumput Belum Mati di Pertengahan Gunung Agung, Binatang Masih Banyak Berkeliaran
Amlapura (Bali Post) Mangku Wayan Badra, warga Banjar Palak, Desa Besakih, sempat naik hingga ke pertengah Gunung Agung. Dia bukan nekat ke sana melainkan mendapat tugas suci nunas tirta di Giri Kusuma saat upacara ngaturang bhakti pangelempana bertepatan dengan tilem katiga Rabu (20/9) lalu. Upacara pangelempana itu dipusatkan di Pura Pengubengan. Dari pengamatannya secara Bali Post/kmb41 langsung, sama sekali belum Mangku Badra ada tanda-tanda erupsi Gunung Agung. Parameternya, belum ada perubahan dengan situasi sebelumnya. ‘’Saya lihat belum ada perubahan apa-apa. Tetap seperti yang dulu. Rumput belum ada yang mati. Binatangbinatang masih banyak saya temui di atas. Seolah-olah tidak ada apa-apa di atas,’’ ungkap Mangku Badra. Secara kasatmata di Gunung Agung itu, kata Mangku Badra, tidak ada perubahan yang terjadi. Dirinya tidak mengerti kenapa di masyarakat beredar kalau Gunung Agung itu akan erupsi. Warga Besakih memang memiliki beberapa kepercayaan jika Gunung Agung benar akan meletus. Salah satunya hewan yang ada di Gunung Agung semuanya turun ke bawah. Hewan-hewan itu kemudian masuk ke rumah-rumah penduduk. ‘’Tapi sampai saat ini, hal itu belum ada,’’ tegas pria asal Banjar Palak itu. Lebih lajut dikatakannya, meskipun secara penglihatan kasatmata dirinya belum merasakan ada perubahan di atas Gunung Agung. Akan tetapi, ia akan tetap mengikuti instruksi yang diberikan pemerintah, kalau nantinya dia beserta warganya diminta mengungsi ke tempat yang lebih aman. ‘’Jika status Gunung Agung sudah dinaikkan dari level waspada ke siaga, saya juga pasti mengikuti imbauan pemerintah itu,’’ ujarnya. Dia mengaku sudah menginformasikan kepada warga di Besakih, agar tetap tenang namun waspada. ‘’Saya juga sudah minta warga untuk mengemasi barang-barang berharga yang bisa dibawa jika nanti diinstruksikan untuk mengungsi. Tapi sebelum ada perintah evakuasi warga agar diam dulu di rumah masing-masing. Kalau ada perintah untuk mengungsi, saya pun akan pergi dengan semua warga bersama-sama mengungsi,’’ jelas pria yang juga sebagai pemandu pendaki ke Gunung Agung itu. (kmb41)
PENGUNGSI - Para pengungsi yang berada di posko penampungan yang sudah disiapkan pemerintah.
Bali Post/KMB
Warga Dukuh ”Bedol Desa” ke Perbatasan Buleleng
Amlapura (Bali Post) -
Tiga kali gempa yang dirasakan penduduk sampai di kawasan rawan bencana (KRB) II Gunung Agung sepanjang Rabu (20/9) malam dan Kamis (21/9) dini hari, memicu gelombang pengungsian besar-besaran warga di Karangasem. Warga se-Desa Dukuh, Kubu, bahkan diperintahkan melakukan bedol desa. Alasannya seluruh banjar di desa tersebut berada di wilayah KRB III atau zona merah erupsi. Keputusan bedol desa itu diambil berdasarkan instruksi Bupati Karangasem. Setelah disosialisasikan langsung Rabu malam, proses evakuasi yang bersifat masif sudah dilakukan per Kamis pagi kemarin. Selain itu, instruksi serupa juga ditujukan untuk warga Desa Ban yang juga masuk zona KRB III. Evakuasi kedua desa itu termasuk untuk evakuasi lanjutan jika memang diperlukan untuk desa desa lain nantinya, akan diarahkan ke perbatasan Buleleng. Warga Dukuh disiapkan tempat di Desa Tembok, Tejakula. “Di sana mereka ditempatkan di balai banjar-balai banjar. Pak perbekel sudah menyiapkan itu,” ungkap Camat Kubu Made Suartana dikonfirmasi saat memantau pergerakan pengungsian di Pos Polisi Subsektor Tianyar, siang kemarin. Penduduk Dukuh sendiri mencapai 4.015 jiwa. Evakuasi
tahap awal diutamakan untuk masyarakat kategori rentan yaitu lansia, ibu hamil, anakanak dan yang sakit. Namun, banyak dari kategori nonrentan, mereka meluncur ke tempat pengungsian menggunakan kendaraan pribadi agar sewaktu-waktu bisa pulang menengok ternak yang masih tertinggal di kampung. Untuk Desa Ban, bedol desa terjadi di tujuh dari 15 banjar dinas yang ada. Ke-7 banjar dinas yang juga masuk zona KRB III itu yakni Banjar Pucang, Cegi, Pengalusan, Daya, Belong, Bonyoh, dan Cutcut. Khusus warga dari Desa Ban diarahkan ke Posko Pengungsian di Desa Les, Tejakula. Di sana sudah disiapkan tendatenda pengungsi oleh pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Namun, Camat Suartana sejauh ini mengaku belum mengetahui jumlah
warganya yang mengungsi ke Buleleng karena juga ada warga yang mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat mereka di luar kabupaten. Tim gabungan penanggulangan aktivitas Gunung Agung, menurut Camat Suartana, menginstruksikan evakuasi dilakukan terhadap semua warga. Namun, diakui dalam evakuasi tahap pertama kemarin masih ada warga yang bertahan dan baru akan meninggalkan kampung jika sudah darurat. ‘’Mereka sudah menyiapkan kendaraan dan sewaktu-waktu segera bisa berangkat,’’ jelasnya. Gelombang pengungsian juga terjadi di Kecamatan Selat dan Rendang. Sejak terjadi gempa susulan Rabu malam sekitar pukul 21.00 Wita, warga dari daerah zona merah seperti Desa Sebudi dan Muncan bagian atas serta warga Desa Besakih, itu eksodus ke Desa Pesaban dan Menanga di Kecamatan Rendang. Di Menanga, warga kembali terkonsentrasi di Lapangan Menanga dan Lapangan Yowana di Desa Nongan. Selain itu juga ada konsentrasi pengungsian di Lapangan Tebola, Sidemen. Sayangnya pengungsian yang dipicu oleh rentetan ke-
jadian gempa Rabu malam, itu belum terkoordinir secara baik. Warga pengungsian di Rendang kesulitan pasokan logistik, utamanya konsumsi. Pengungsi di Pesaban, oleh relawan akhirnya siang kemarin diarahkan ke tempat pengungsian di GOR Swecapura, Klungkung. ‘’Logistik sangat tidak memadai sehingga terpaksa kami arahkan ke Klungkung,’’ ucap Putu Artayasa dari kelompok relawan Pesaban. Kabag Humas dan Protokol Setda Karangasem Gede Wastika Sutadewa selaku Humas Tim Penanganan Aktivitas Gunung Agung mengakui ada gelombang pengungsian cukup masif sejak Rabu malam dan berlanjut kemarin. Keputusan mengungsikan penduduk di KRB III juga menindaklanjuti rekomendasi Kepaba BNPB Willem Ranmpangilei yang datang langsung ke Karangasem, bahwa penduduk di radius 6 kilometer dari puncak mesti dikosongkan. Itu karena bencana gunung meletus tak bisa diprediksi. ‘’Peningkatan ke status awas tak ada yang bisa memprediksi, bisa hitungan jam, hari ataupun minggu,’’ katanya. Soal aktivitas pengungsian,
menurut Waskita, ada empat tempat yang disiapkan yakni di perbatasan Buleleng, di Lapangan Ulakan (Kecamatan Manggis dan di GOR Swecapura, Klungkung. Lapangan Menanga batal menjadi tempat pengungsian karena masih cukup dekat dengan puncak gunung sehingga berpotensi terdampak. Selain itu juga disiapkan Posko Terpadu di Pelabuhan Kapal Pesiar Tanah Ampo. Pelabuhan Tanah Ampo direncanakan sebagai pusat pemerintahan dan dapur umum bila terjadi erupsi. ‘’Untuk sarana-prasarana di lokasi pengungsian, kita targetkan sudah lengkap hari ini (kemarin - red). Khusus untuk konsumsi, hari ini (kemarin - red) di Tanah Ampo ada cukup untuk 5.000 orang,’’ katanya. Sampai sore kemarin jumlah pengungsi sudah ribuan orang. Di Klungkung sementara tercatat ada 99 KK (379), sedangkan di Les 317 berasal dari empat dusun di Desa Ban. Gubernur Bali Made Mangku Pastika sempat mengecek kesiapan sarana-prasarana di tempat-tempat pengungsian yang disiapkan. Selain itu, Gubernur juga sempat meninjau aktivitas pengungsi di Lapangan Tebola, Sidemen. (kmb)
Kisah I Wayan Miarsi
Bali Post/kmb31
BERI PENJELASAN - Jajaran kepolisian saat memberikan penjelasan informasi perihal aktivitas vulkanik Gunung Agung di wilayah Kedampal Desa Datah.
Upaya Tanggap Darurat Polisi Sosialisasi ke Desa-desa
Amlapura (Bali Post) Gelombang pengungsian warga semakin masif di desa-desa khususnya di KRB (kawasan rawan bencana) III, Kamis (21/9) kemarin. Tetapi, masih banyak juga yang enggan mengungsi, karena tak tahu update informasi bahwa sudah siaga dan tidak tahu harus mengungsi. Untuk mengatasi itu, jajaran kepolisian mengambil inisiatif semakin gencar ke pelosok desa-desa di KRB III untuk meminta mereka bersiap-siap mengungsi. Tidak hanya di KRB III, polisi juga turun ke lokasi desa di KRB II dan I agar juga bersiap-siap mengungsi. Seperti yang dilakukan jajaran Sat Polair Polres Karangasem, mereka sudah turun ke pelosok desa untuk sosialisasi sejak Rabu (20/9) lalu. Ini sebagai upaya tanggap darurat bencana, agar warga paham bagaimana mempersiapkan diri menghadapinya. Jajaran kepolisian turun ke desa-desa, seperti di wilayah Kedampal, Desa Datah, Kecamatan Abang, wilayah Desa Tulamben hingga ke Desa Muntig, Kecamatan Kubu. “Kami memberikan pesan agar jangan terlalu panik dan selalu mematuhi arahan pemerintah, warga juga harus tahu bahwa wilayahnya masuk KRB dan tahu apa yang harus dilakukan,” kata Kasat Polair Polres Karangasem AKP I Made Wartama, Kamis (21/9) kemarin. (kmb31)
Sapi dan Babi Diobral Setengah Harga Amlapura (Bali Post) Warga di Banjar Kaja, Desa Muncan, Selat, dan sejumlah desa lainnya terpaksa “mengobral” hewan peliharaan mereka seperti sapi dan babi dengan nilai setengah harga dari normal pascalevel Gunung Agung dinaikkan dari waspada ke siaga. Kesempatan itu dimanfaatkan para saudagar sapi yang berbondong-bondong menjadi pembeli. Sudah pasti atas kondisi tersebut, warga harus merugi relatif besar. Seperti yang diungkapkan salah satu warga, Ni Wayan Sudiarti, dari Banjar Kaja, Desa Muncan, Selat. Dirinya bersama warga lainnya memang telah menjual sapi dan babi yang dipeliharanya dengan harga relatif murah. Kondisi ini sudah terjadi sejak beberapa hari belakangan ini pascastatus Gunung Agung dinaikkan dari level waspada ke siaga. “Saya sudah jual beberapa sapi dan babi dengan harga murah. Sapi yang biasanya harganya Rp 10 juta itu saya jual Rp 5 juta. Begitu juga babi dari harga Rp 3,5 juta saya jual Rp 1,5 juta. Jadi, saya jual setengah harga,” ucap Sudiarti. Sudiarti menegaskan, pihaknya terpaksa menjual sapi dan babi dengan harga murah, karena takut jika Gunung Agung benar erupsi hewan peliharaan itu dipastikan akan mati. Uang hasil penjualannya itu, kata Sudiarti, dipergunakan bekal mengungsi. Hingga saat ini, terus saja ada warga yang menjual sapi dan babinya. “Uang hasil jual sapi dan babi saya pakai bekal mengungsi. Kalau tidak dijual, kalau Gunung Agung itu benar-benar erupsi kan semuanya mati, jadi kita sama sekali tidak dapat apa-apa. Karena itu, mendingan saya jual murah saja. Meski rugi, terpenting ada uang walau sedikit,” terangnya. Hal senada disampaikan I Wayan Rimpi asal Banjar Kesimpar, Desa Kesimpar, Rendang. Dikatakan, memang sejumlah warga di desanya mulai menjual ternaknya sejak adanya isu Gunung Agung akan erupsi. “Sudah banyak warga yang menjual hewan peliharaan mereka. Tapi ada juga yang belum menjualnya. Harga jualnya memang jauh lebih murah dari harga normal,” kata Rimpi. (kmb41)
Sesak Napas Sering Kambuh di Pengungsian
I WAYAN Miarsi (60), warga Banjar Kaja, Desa Muncan, Selat, Karangasem harus melawan dingin di tempat pengungsian yang terletak di Balai Banjar Desa Rendang. Selama berada di pengungsian itu penyakit sesak napas yang dideritanya sejak lima tahun lalu sering kambuh. Hal itu membuat dirinya harus beristirahat total tanpa melakukan kegiatan apa-apa di tempatnya sementara. Kata Wayan Miarsi, Kamis (21/9) kemarin, ia bersama instrinya dan anak serta menantunya sudah tiga kali
bolak-balik ke pengungsian ini. Sejak beredar berita hujan abu di masyarakat tiga hari lalu. ia beserta keluarga dan warga sempat ke sini mengunggsi. Karena kondisi aman, dirinya memutuskan kembali pulang ke rumah yang ada di Muncan. Namun saat gempa melanda desanya Rabu (20/9) malam, dirinya kembali ke pengungsian ini. “Gempa keras kembali terjadi tadi malam (kemarin - red). Saya, istri, anak dan menantu kembali ke sini mengungsi,” ungkap Miarsi.
Miarsi menjelaskan, selama berada di pengungsian penyakit sesak napasnya sering kambuh. Bahkan, dirinya sudah beberapa kali diantar sang anak berobat ke puskesmas yang ada di Desa Menanga. Dia menjelaskan kalau penyakit sesak napasnya sudah diderita sejak lima tahun itu. “Kalau kecapaian, kelelahan, dan kedinginan sesak napas saya pasti kambuh. Agar sesak napas ini tidak kambuh di pengungsian ini, saya diberikan tidur di dalam. Sedangkan istri anak, menantu dan warga
lainnya tidur di luar,” kata Miarsi. Dia menjelaskan, kondisi di pengungsian ini hawanya sangat dingin. Apalagi balai bajar di tempatnya mengunggi itu berlantaikan keramik yang di atasnya hanya beralaskan karpet. Sehingga hawa dingin menyusup ke tulang-tulang. Meskipun sudah memakai selimut, akan tetapi masih tetap dingin. “Di sini memang dingin sekali. Tetapi mau gimana lagi. Kondisinya memang sudah darurat seperti ini,’’ katanya. (nan)
Pungutan Melalui ’’Pararem’’ Sah Secara Hukum Adat Pernyataan Kajari Amlapura perihal pungutan hanya dengan dasar pararem sama dengan pungutan liar, mendapat reaksi keras dari sejumlah desa adat di Bali. Mereka yang bereaksi adalah desa adat yang sudah susah payah membuat objek wisata dengan dana swadaya masyarakat. Salah satunya, Desa Adat Bugbug, Karangasem. Bagaimana respons atau reaksi dari tokoh adat itu? TOKOH Desa Adat Bugbug I Nengah Yasa Adi Susanto mengatakan hal itu, Kamis (21/9) kemarin. Menurutnya, pernyataan seorang “jenderal” hukum di daerah itu jelas melanggar Perda Provinsi Bali tentang Desa Pakraman. Adi Susanto mengaku prihatin dan menyayangkan pernyataan yang diungkapkan Kajari Amlapura ini. Seharusnya, sebagai orang yang memimpin lembaga penegakan hukum di Karangasem, dia lebih memahami aturan yang mengatur tentang pungutan atau sumbangan yang didapatkan oleh desa adat. Meski sudah diatur oleh pararem atau awig-awig di setiap desa yang ada di Bali. Sangat jelas disebutkan pada Peraturan Daerah (Perda) No. 3 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Perda Nomor 3 Tahun 2001 tentang Desa Pakraman khususnya Bab VI Pasal
10 terkait Pendapatan Desa Pakraman. Pada ayat (1) menyatakan bahwa pendapatan desa pakraman diperoleh dari urunan krama desa pakraman, hasil pengelolaan kekayaan desa pakraman, hasil usaha Lembaga Perkreditan Desa (LPD), bantuan pemerintah dan pemerintah daerah, pendapatan lainnya yang sah dan sumbangan pihak ketiga yang tidak mengikat. Jadi, menurutnya, jelas sekali kalau menurut Perda Nomor 3 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Perda Nomor 3 Tahun 2001 tentang Desa Pakraman, bahwa pungutan yang dilakukan sesuai dengan pasal 10 ayat (1) oleh desa adat yang diatur melalui pararem adalah sah secara hukum adat. Ini tidak bisa dikatakan pungli. Adi Susanto yang juga seorang advokat ini menam-
bahkan bahwa semua pihak seharusnya menghormati keberadaan hukum adat. Sebab, hukum adat itu bahkan diatur dalam amandemen kedua UUD 1945 sebagaimana diatur Pasal 18 B yang menyatakan negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai perkembangan masyarakat dan prinsip negara kesatuan Republik Indonesia, yang diatur undang-undang. Jadi, seharusnya semua pihak menghormati aturan yang dibuat desa adat melalui pararem atau awig-awig. Sehingga pungutan yang dilakukan desa adat yang pengaturannya melalui pararem sepanjang tidak berlebihan, nah... hal itu sah secara hukum adat dan tidak bisa dikatakan pungli. Jadi sangat jelas, pung-
utan yang dilakukan desa adat kepada pihak ketiga yang masuk ke kawasan wisata yang merupakan wewidangan desa adat tersebut adalah sah. Bahkan, itu merupakan perintah Perda Nomor 3 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Perda Nomor 3 Tahun 2001 tentang Desa Pakraman, khususnya pasal 10 ayat (1). Contoh nyata di Desa Bugbug yang memiliki kawasan wisata Bukit Asah dan Pasir Putih. Warga setempat membuka jalan dengan biaya sumbangan dari masyarakat Bugbug. Pembuatannya menghabiskan biaya miliaran rupiah. Sepeser pun belum ada bantuan dari Pemkab Karangasem terkait pembuatan jalan dari Bukit Asah menuju Pantai Bias Putih itu. Sehingga Desa Adat Bugbug membuat pararem terkait pemungutan sumbangan untuk penataan jalan dan kawasan wisata Bukti Asah dan Bias Putih kepada setiap orang luar Desa Adat Bugbug yang melancong atau malilacita ke kawasan tersebut. “Apakah pungutan tersebut dikatakan pungli? Bagaimana dengan tempat lainnya di Bali
seperti pungutan masuk ke Pantai Pandawa, Pantai Kedonganan, Pantai Sanur dan daerah wisata lainnya di Bali. Apakah itu juga pungli? Semua pungutan itu dasarnya pararem dan bahkan ada yang hanya berdasarkan keputusan bendesa adat,” katanya. Pihaknya berharap pejabat di Karangasem jangan membuat statemen yang bisa meresahkan. Bila Pemkab ingin ikut menikmati kue dari sumbangan tersebut, tinggal dikomunikasikan saja dengan desa adat masing-masing. Jangan justru mengeluarkan statemen yang bernada ancaman. Seperti diberitakan harian Bali Post sebelumnya, Kajari Karangasem I Nyoman Sucitrawan mengatakan pungutan desa adat tanpa dipayungi perda kabupaten adalah pungli. Pernyataan itu disampaikan pada rapat dengan pimpinan lembaga daerah yang tergabung dalam Forkopinda Karangasem bersama seluruh bendesa adat se-Karangasem di Gedung UKM Center, Amlapura, Selasa (19/9) lalu. (gik)
SURYA JAYA
motor
QUALITY IS FIRST
Cash & Credit
JUAL BELI MOBIL SECOND BERKUALITAS Hubungi Sales GUNG SURYA HP. 085 100 80 80 90 WA. 081 338 191 333 Jl. P. Bungin 57 Pedungan Dps Ready Stock : AVANZA | INOVA | JAZZ | YARIS dll Bisa tukar tambah/ kredit C.0001088-rpa
C.0000340-mbl
TABANAN
14
Jumat Kliwon, 22 September 2017
Dewan Sorot Pengelolaan Aset Pemkab di Pupuan
103 Hektar Hasilkan Rp 15 Juta Setahun Tabanan (Bali Post) -
Bali Post/kmb28
SIDANG PARIPURNA - Suasana sidang paripurna dalam agenda penetapan enam buah ranperda di aula kantor Camat Kediri.
Sidang Paripurna Dewan Tabanan
Sepakati Enam Ranperda Jadi Perda
Tabanan (Bali Post) Eksekutif dan legislatif di Kabupaten Tabanan sepakat menetapkan enam buah ranperda (rancangan peraturan daerah) menjadi perda (peraturan daerah). Ranperda itu sebelumnya telah dibahas secara intensif dan juga telah sesuai mekanisme yang ada. Keenam ranperda yang resmi ditetapkan itu adalah Ranperda Kabupaten Tabanan tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, Ranperda Kabupaten Tabanan tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah, Ranperda Kabupaten Tabanan tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah, Ranperda Kabupaten Tabanan tentang Perubahan atas Perda Nomer 9 Tahun 2010 tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan, dan Ranperda Kabupaten Tabanan tentang Bantuan Hukum untuk Masyarakat Miskin, serta Ranperda Kabupaten Tabanan tentang Kerjasama Desa. Penetapan ranperda itu dilakukan pada sidang paripurna yang dilangsungkan di aula rapat Kantor Camat Kediri, Rabu (20/9) lalu. Sidang paripurna itu dipimpin Ketua DPRD Tabanan I Ketut (Boping) Suryadi. Ikut mendampingi Wakil Ketua DPRD Ni Made Meliani dan Sri Labantari. Sidang paripurna itu juga dihadiri Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti beserta unsur Muspida dan OPD di lingkungan Pemkab Tabanan. Dengan ditetapkannya enam ranperda tersebut, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti selaku kepala daerah dan sebagai pemrakarsa atas ranperda tersebut mengucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan dan seluruh anggota DPRD Tabanan yang telah melakukan pembahasan terhadap keenam ranperda tersebut. Kata Eka Wiryastuti, dengan ditetapkannya enam ranperda ini menjadi perda, selanjutnya hal itu merupakan kewajiban dirinya melaksanakan perda tersebut. “Sudah merupakan kewajiban eksekutif melalui perangkat daerah terkait melaksanakan perda. Perda ini adalah payung hukum penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Tabanan, guna terwujudnya Tabanan SERASI (Sejahtera, Aman dan Berprestasi),” ungkap Bupati yang akrab disapa Eka ini. Pada kesempatan itu, Bupati Eka juga menegaskan koordinasi dan komunikasi yang telah terjalin sejak lama dengan begitu baik, hendaknya lebih ditingkatkan. Sinergi yang baik itu sangat penting, agar dapat terwujud pembangunan lebih baik di Tabanan. “Koordinasi dan komunikasi yang telah terbangun dengan baik selama ini agar dapat terus ditingkatkan. Penting sekali sinergi yang baik itu dalam rangka membangun harmonis antara eksekutif dan legislatif sebagai penyelenggara pemerintahan di Kabupaten Tabanan ini,” pungkas Bupati. (kmb28)
Beragam upaya dilakukan jajaran eksekutif dan legislatif dalam upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Pemkab Tabanan. Salah satunya mendesak perangkat daerah agar lebih mengevaluasi sejumlah potensi pendapatan yang sekiranya belum digarap maksimal. Seperti potensi atau aset lahan milik Pemkab Tabanan seluas 103 hektar di Kecamatan Pupuan. Sekretaris Pansus II yang diberi mandat untuk pembahasan ranperda tentang retribusi pemakaian kekayaan daerah, I Nyoman Suta, mengatakan dari 103 hektar aset lahan Pemkab Tabanan di Kecamatan Pupuan, sejauh ini hanya menghasilkan Rp 15 juta per tahun. ‘’Pengelolaannya oleh masyarakat setempat, tetapi hasilnya hanya Rp 15 juta setahun. Nah... hal itu yang harus dikaji ulang. Apa kirakira kendalanya,’’ ucapnya usai sidang paripurna penetapan ranperda, Rabu (20/9). Dijelaskannya, 103 hektar aset lahan milik Pemkab Tabanan itu tersebar di sejumlah desa di Kecamatan Pupuan. Komoditas yang ditanam pada lahan itu adalah
Tabanan (Bali Post) Kabar gembira, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Tabanan. Pasalnya, pembangunan RS Nyitdah yang berlokasi di Kecamatan Kediri akan kembali dilanjutkan awal tahun 2018. Pembangunan ini sejalan dengan telah direstuinya pinjaman dari PT SMI senilai Rp 201 miliar. Saat ini pinjaman itu sedang diproses, hingga akhirnya nanti awal tahun depan dananya mulai dikucurkan. “Kami masih menunggu proses di PT SMI, setelah itu baru proses tender, uang muka proyek nanti-
Wayan Suta
Bali Post/kmb28
nya akan dibayarkan PT SMI kepada pemenang tender,” beber Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman I Made Yudiana. Ia menilai pengerjaan proyek itu tidak memungkinkan pada akhir 2017, karena nilai proyek itu relatif besar. “Akhir tahun ini mepet, makanya kemungkinan bisa dikerjakan pada awal 2018,” terangnya. Padahal pengerjaan lanjutan RS Nyitdah telah masuk anggaran Dinas Pekerjaan Umum,
Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman pada 2017. Total nilai anggaran yang dipegang oleh dinas tersebut mencapai 459 miliar lebih. Angka tersebut termasuk nilai pinjaman ke PT SMI yang mencapai Rp 201 miliar. “Karena proyeknya belum jalan, maka serapan anggaran di dinas pekerjaan umum itu menjadi kecil,” jelasnya. Dalam evaluasi serapan anggaran Pemkab Tabanan, Dinas Pekerjaan Umum itu termasuk salah satu instansi perangkat
daerah dengan serapan anggaran rendah, yakni 21,65 persen. Atau setara dananya baru berjalan Rp 77 miliar dari target Rp 359 miliar lebih. Asisten Administrasi Umum Setda Tabanan I Made Sukada, membenarkan jika proses pinjaman ke PT SMI itu berjalan lancar dan masih menyisakan beberapa hal administrasi. “Masih ada proses administrasi lagi, jika sudah ada pemenang tender PT SMI yang akan bayar uang muka proyek itu kepada pemenang tender,” jelasnya. (kmb28)
Ketika Cuti Bersama Dua Residivis Bikin Ulah
Tabanan (Bali Post) Diduga salah paham, dua narapidana kasus pencurian kembali membuat ulah. Pemukulan dilakukan kedua narapidana itu pada Rabu (20/9) dini hari. Mereka bersama-sama melakukan
Bencana Tak Bisa Ditolak, Dampaknya Dapat Diminimalisir BANYAK pihak mengapresiasi upaya-upaya dini yang dilakukan Pemkab Karangasem, BPBD dan seluruh aparat telah mengambil langkah-langkah antisipasi. Di mana mestinya posko-posko dan lokasi evakuasi bagi pengungsi. Ia mengajak seluruh umat berdoa agar tidak terjadi masalah. Kalau toh terjadi letusan yang tidak bisa dielakkan, agar dampak yang ditimbulkan dari bencana alam ini bisa diminimalisir. Demikian opini yang berkembang pada acara Warung Global di Radio Global FM Bali, Rabu (20/9) lalu dengan topik ‘’BPBD Petakan Desa Berdampak Gunung Meletus’’. Acara ini dipancarluaskan Radio Genta FM, Singaraja FM, SWiB Amlapura dan Swara Negara FM. kan harus meletus. Gunung Agung sendiri sudah pernah meletus 1963 silam. Mestinya banyak belajar dari pengalaman itu. Utamanya bagaimana meminimalisir dampak buruk yang ditimbulkan. Ketut Sadam di Tabanan mengatakan banyak pihak mengapresiasi upaya dini yang dilakukan Pemkab Karangasem, BPBD dan seluruh aparat telah mengambil langkah-langkah antisipasi. Di mana mestinya poskoposko dan lokasi evakuasi bagi pengungsi. Ia mengajak seluruh umat berdoa agar tidak terjadi masalah. Kalau terjadi letusan yang tidak bisa dielakkan, agar dampak yang ditimbulkan dari bencana alam ini bisa diminimalisir. Werdha di Gianyar berh a r a p agar BPBD tid ak hanya memetakan daerah yang terdampak apabila bila gunungnya meletus, tetapi upaya–upaya meminimalisir dampak negatif dari letusan Gunung Agung ini. Sebab
bahkan, PAD itu harus lebih dioptimalkan lagi di Kabupaten Tabanan, termasuk melalui pemasukan dari assetaset lahan yang dikelola masyarakat. ‘’Optimalisasi PAD harus dilakukan, sehingga bisa menjawab kebutuhan daerah. Selain itu, kita juga harus menggali potensi yang ada,’’ ujarnya. Lara menuturkan, pihaknya juga akan terus meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak. Kerja sama dinilai penting dalam upaya mencapai PAD sesuai target yang ditentukan. ‘’Apa yang bisa kita kerjakan, mari kita kerjakan, sehingga pendapatan asli daerah Tabanan ini dapat meningkat,’’ katanya. (kmb28)
Awal 2018 RS Nyitdah Dibangun Kembali
Warung Global
Sebagai masyarakat Bali, Gung De Rah berharap pemerintah melalui pihak berkompeten agar memberikan informasi terkini dan akurat soal status Gunung Agung. Pasalnya, berita-berita hoax di media sosial itu tidak sedikit menimbulkan kepanikan, juga keresahan masyarakat sekitar Gunung Agung. Ada yang mengatakan tak ada apa-apa. Tak sedikit yang menyebut sudah mengeluarkan abu vulkanik. Bahkan memunculkan api pijar. Pesan dari mendos itu membuat warga menjadi cemas. Arya di Denpasar juga sependapat, info yang disampaikan melalui medsos itu harus akurat dan jelas. Jangan ikut membuat kegaduhan. Sosialisasi informasi yang akurat itu sangat penting agar tidak menimbulkan kepanikan. Sudah bagus pemerintah melakukan upaya antisipasi, sejak awal menyiapkan poskoposko untuk para pengungsi jika Gunung Agung ditakdir-
kopi robusta. Tanaman itu dikelola masyarakat setempat. Rata-rata ada yang mengelola tujuh hingga sebelas hektar. ‘’Kita lihat lahan yang digarap oleh masyarakat sudah maksimal. Hanya hasilnya belum optimal. Ada baiknya kembali dilakukan kajian dan evaluasi. Apa dan di mana letak kendalanya? Adakah pada perjanjian yang dibuat ada pengawasannya,’’ bebernya. Terkait hal itu, kalangandewan pun mendesak perangkat daerah terkait untuk segera melakukan pengkajian ulang perihal pengelolaan aset lahan tersebut. Itu menjadi krusial agar dapat memberikan kontribusi lebih pada PAD. I Wayan Lara, Ketua Komisi III DPRD Tabanan menam-
bencana itu tidak bisa diprediksi. Juga tidak bisa ditolak, tidak bisa dipindahkan, tapi bisa diminimalisir dampak buruknya, artinya yang ditimbulkan dari bencana alam itu. Ia juga mengajak agar seluruh umat berdoa baik secara sekala maupun niskala. Ugi dan Wayan Dedo di Tabanan juga menyampaikan pendapat serupa. Ia mengakui tahun 1963 saat Gunung Agung meletus bukan hanya wilayah di Bali saja yang terdampak. Bahkan abu letusan Gunung Agung itu sampai ke wilayah Lombok. Dengan adanya persiapan logistik, kesehatan, transportasi yang disiapkan, dipecaya dampak buruk akibat bencana alam itu bisa diminimalisir. Demikian juga Ayu di Petang, Suardana di Tabanan dan Kak Lawas di Jimbaran menyatakan hal senada, sembari mengajak seluruh umat di Bali berdoa agar dampak dari bencana bisa diminimalisir. (sikha)
aksi kekerasan di kamar kos wilayah Banjar Dangin Carik, Desa Dajan Peken, Tabanan. Korbannya adalah I Putu Adi Darmayasa (21) asal Desa Mundeh Kangin, Selbar. Akibatnya, korban mengalami tulang pipi retak, kepala terasa sakit/pusing dan muntahmuntah. Kapolsek Kota Tabanan Kompol Surya Atmaja, seizin Kapolres Tabanan AKBP Marsdianto, saat dikonfirmasi membenarkan kasus kekerasan tersebut. Kedua tersangka kekerasan itu adalah I Gusti Ngurah Bagus DP alias Ngurah Bego (22) asal Banjar Panti, Kediri dan Kadek I alias Kodok (19) asal Jalan Hasanudin Banjar Dangin Carik, Desa Dajan Peken. Keduanya divonis tujuh bulan karena kasus pencurian HP di Gerokgak, Tabanan, 23 Februari 2017. Khusus Ngurah Bego menjalani cuti bersyarat dari LP Tabanan mulai 8 September 2017 selama satu bulan sebelum bebes.
Dari keterangan sejumlah saksi, peristiwa itu terjadi pukul 02.00 Wita. Korban saat itu tengah bersama pacarnya berada dalam kamar kos. Tiba-tiba nama korban dipanggil sambil menggedorgedor pintu. Setelah pintu terbuka, tersangka I Gusti Ngurah Bagus DP alias Ngurah Bego masuk bersama Redi, keduanya langsung bertanya ‘’Kenapa kamu menantang Redi,’’ setelah korban menjawab ‘’Tidak ada saya menantang Redi’’, tiba-tiba terlapor I Gusti Ngurah Bagus DP alias Ngurah Bego melayangkan pukulan ke arah wajah, kepala dan badan korban beberapa kali. Selanjutnya teman-teman tersangka Ngurah Bego ikut masuk ke dalam kamar korban, termasuk tersangka Kadek I alias Kodok yang langsung melayangkan pukulan ke arah wajah korban. Aksi kekerasan ini baru berhenti setelah datang Pecalang dan tuan rumah kos itu. Baik tersangka dan te-
Bali Post/kmb28
DIMINTAI KETERANGAN - Kedua tersangka saat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. man-temannya meninggalkan korban di tempat kos itu. Selanjutnya korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Tabanan. ‘’Kasus ini terjadi lantaran salah paham saja. Para tersangka itu melakukan pemukulan karena tidak teri-
ma sikap korban yang selalu menantang setiap ia ketemu tersangka atau teman-teman tersangka,’’ jelasnya. Akibat perbuatan itu, pelaku dikenakan Pasal 170 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun enam bulan. (kmb28)
15
Jumat Kliwon, 22 September 2017
Timnas U-16 Antisipasi Kelelahan Fisik dengan Rotasi Pemain
Jakarta (Bali Post) Timnas Indonesia U-16 mengantisipasi keletihan fisik jelang laga terakhir penyisihan Grup G kualifikasi Piala AFC U-16 2018 menghadapi Laos di Stadion Rajamangala Bangkok, Thailand, Jumat (22/9) ini. Banyak pemain timnas U-16 yang kelelahan karena jadwal pertandingan yang padat. ‘’Mereka hanya libur sehari, lalu bertanding lagi,’’ kata pelatih timnas U-16 Fakhri Husaini dalam keterangan tertulis resmi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Kamis (21/9) kemarin. Fakhri mengatakan bahwa timnya telah banyak belajar dari kekalahan ketika menghadapi tim Laos 2-3 pada Piala AFF 2017 pada Juli. Ia mengatakan bahwa pihaknya akan banyak melakukan rotasi pemain dengan mengganti para pemain yang punya tenaga lebih segar. Persoalan keletihan pemain lebih tinggi daripada strategi permainan. Tim Garuda muda, lanjut Fakhri, tidak akan mengubah pola permainan meskipun akan menyesuaikan strategi dengan kondisi ketika pertandingan. Fakhri menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menganggap enteng Laos. Apa yang telah mereka lakukan dalam Kejuaraan Piala AFF pada bulan Juli, pihaknya kan menuntaskannya dengan kemenangan besok. Ia meyakini kondisi fisik anak-anak asuhnya masih bagus dengan latihan-latihan pemulihan kebugaran fisik dan stamina di sekitar penginapan mereka di Bangkok. Sementara itu, pemain depan timnas U-16 Amanar Abdillah mengaku perjalanan timnya dalam Piala AFC 2018 masih panjang meskipun telah meraih tiga kemenangan beruntun pada penyisihan Grup G pertandingan kualifikasi. Pemain bernomor punggung 7 itu mengaku baru melihat permainan Laos ketika di Bangkok. Ketika pertandingan Piala AFF 2017, dirinya hanya melihat pertandingan teman-teman dari tayangan televisi. Kondisi fisiknya sudah lebih baik. Akan tetapi, dia masih tetap menunggu keputusan pelatih dan dokter jika main saat laga melawan Laos besok. Timnas U-16, lanjut Amanar, berharap permainan mereka akan mendapatkan dukungan dari para pendukung Indonesia yang datang ke stadion sebagaimana ketika mereka melawan tim Thailand. Tim Garuda muda mempermalukan tim Gajah Putih sebagai tuan rumah 1-0 lewat gol Amanar Abdillah pada menit ke-20. Kemenangan atas Thailand pun makin menguatkan posisi Indonesia di peringkat pertama Grup G kualifikasi Piala AFC U-16 2018 dengan sembilan poin dan koleksi 22 gol. Sebelumnya, pada laga perdana yang berlangsung pada hari Sabtu (16/9), Indonesia mendapatkan kemenangan besar 18-0 atas tim Kepulauan Mariana Utara. Pada pertandingan kedua dengan Timor Leste, Senin (18/9), tim Merah Putih juga meraih kemenangan 3-1 lewat trigol Sutan Zico. Indonesia masih mempunyai satu laga tersisa dalam Grup G untuk menghadapi tim Laos, Jumat (22/9) ini. Pada laga itu, Indonesia hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos ke pertandingan utama Piala AFC U16 2018 yang akan berlangsung di Malaysia. (ant)
Tunggal Putra Tak Tersisa di Jepang Terbuka
Jakarta (Bali Post) Satu-satunya wakil tunggal putra, Tommy Sugiarto, harus terhenti di putaran kedua turnamen bulu tangkis Jepang Terbuka 2017 yang sekaligus menghabiskan harapan Indonesia pada nomor tersebut di turnamen berlabel Super Series. Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Kamis (21/9) kemarin, menyebutkan Tommy harus menghentikan langkahnya setelah gagal mendapatkan kemenangan atas pemain andalan Malaysia Lee Chong Wei 20-22, 17-21. Tommy sebenarnya bermain cukup baik dalam pertandingan tersebut. Di game pertama wakil Indonesia sempat unggul tipis dengan 11-10 dan terus dipertahankan hingga skor menyentuh angka 20-17. Sisa satu angka untuk memastikan kemenangan, Tommy tidak mampu memanfaatkan keunggulan tersebut, sebaliknya Lee berhasil membalikkan keadaan dengan merebut lima angka tanpa balas, yang akhirnya berbuah kekalahan untuk Tommy, 20-22. ‘’Tadi saya kurang bisa memanfaatkan kesempatan saat unggul. Saya sudah sering main lawan dia, tadi sudah leading tapi kali ini kurang luck. Saya sudah mencoba kasih yang terbaik,’’ ujar Tommy dalam pernyataannya. Di game kedua, Tommy kembali memberikan harapan dengan unggul 5-3 dan 8-7 di awal laga. Akan tetapi, lagi-lagi Lee menunjukkan kemampuan yang dimilikinya dan balik menekan, hingga akhirnya Tommy harus kalah 17-21 dan gagal memperpanjang asa tunggal putra di Tokyo. Hasil ini membuat catatan pertemuan Tommy dan Lee memiliki defisit yang semakin jauh di mana dalam lima belas kali pertemuan, Tommy belum juga bisa mengungguli Lee. Dan dengan kekalahan Tommy ini, habis sudah wakil tunggal putra di turnamen yang berlangsung di Tokyo Metropolitan Gymnasium ini setelah sebelumnya dua pemain Pelatnas PBSI, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie tersungkur di putaran pertama turnamen. Ganda Terakhir Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menjadi wakil Indonesia yang tersisa di nomor ganda putra setelah memastikan langkahnya melaju ke putaran perempatfinal. Marcus/Kevin berhasil menundukkan wakil tuan rumah Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dengan skor 21-13, 11-21, 21-18. Di putaran perempatfinal sendiri, Marcus/Kevin kemudian akan berhadapan dengan pasangan Denmark Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen. Menghadapi pasangan ini, duet Indonesia memimpin rekor pertemuan 2-1 akan tetapi di pertemuan terakhir pada Indonesia Terbuka 2017 lalu, Marcus/Kevin kalah 16-21, 16-21. Dengan hasil yang didapatkan Marcus/Kevin ini, ganda putra Indonesia masih bisa memperpanjang asanya dalam turnamen berlevel Super Series ini setelah kegagalan wakil Indonesia lainnya, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Fajar/Rian tersingkir dari pertarungan mengejar juara oleh wakil tuan rumah Takuto Inoue/ Yuki Kaneko dalam pertarungan dua game selama 43 menit yang berkesudahan 19-21, 19-21. (ant)
MU Tantang Swansea di Putaran Keempat London -
Marcus Rashford mencetak dua gol ketika juara bertahan Manchester United (MU) menang 4-1 atas tim divisi kedua Burton Albion di Old Trafford untuk mencapai putaran keempat Piala Liga, Kamis (21/9) kemarin. Di putaran empat atau babak 16 besar, MU akan menghadapi tuan rumah Swansea City. Laga lain putaran keempat mempertemukan klub-klub Liga Utama yakni Chelsea vs Everton dan Tottenham Hotspur vs West Ham United. Sementara Crystal Palace akan melawat ke Bristol City (II), Arsenal menghadapi Norwich City (II), Manchester City vs Wolverhampton Wanderers (II), Leicester City vs Leeds United (II) dan Bournemouth vs Middlesbrough (II). Pada pertandingan di Old Trafoord kemarin penyerang Inggris berusia 19 tahun Rashford itu melakukan dua penyelesaian mematikan
pada 20 menit pembukaan saat MU mendominasi pertandingan. Jesse Lingard memastikan kemenangan timnya sebelum turun minum dengan sepakan yang terdefleksi. Anthony Martial yang dimainkan sebagai pemain pengganti, melengkapi kemenangan tim tuan rumah setelah turun minum sebelum Lloyd Dyer mencetak gol hiburan di fase akhir pertandingan untuk Burton. Manchester City, Chelsea, dan Arsenal juga melaju mulus, demikian juga Everton yang mengakhiri laju empat kekalahan beruntun dengan kemenangan 3-0 atas tim divisi kedua Sunderland.
City, yang selevel dengan MU di puncak klasemen Liga Inggris, menang 2-1 atas West Bromwich Albion di The Hawthorns. Leroy Sane membawa City memimpin pada menit ketiga dan kembali mencetak gol pada menit ke-77 tidak lama setelah Claudio Jacob menyamakan kedudukan untuk tim tuan rumah. Eden Hazard melakukan penampilan perdananya sebagai pemain inti untuk Chelsea musim ini setelah pulih dari cedera pergelangan kaki. Ia tampil penuh selama 90 menit saat timnya menang 5-1 atas tim strata kedua Nottingham Forest. Michy Batshuayi mencuri perhatian melalui tiga golnya, sedangkan gol-gol lain dibukukan Kenedy dan Charly Musonda. Arsenal menang 1-0 atas tim divisi ketiga Doncaster Rovers di Stadion Emirates melalui gol Theo Walcott di babak pertama.
Doncaster memiliki peluang yang membentur mistar gawang pada fase akhir pertandingan melalui Matty Blair. Liga Italia Napoli mencetak tiga gol dalam rentang waktu lima menit setelah turun minum ketika menang 4-1 di markas Lazio. Tambahan tiga poin ini menempatkan Napoli memuncaki klasemen Serie A Liga Italia. Stefan de Vrij membawa Lazio memimpin saat turun minum, namun Kalidou Koulibaly, Jose Callejon, dan Dries Mertens membalikkan situasi ketika Napoli bangkit. Jorginho menutup pesta gol timnya dengan penalti pada fase akhir pertandingan. Napoli mengoleksi 15 poin dari lima pertandingan, jumlah yang sama yang dimiliki Juventus yang menang 1-0 atas Fiorentina berkat gol Mario Mandzukic pada me-
nit ke-33. Fiorentina harus kehilangan Milan Badelj yang mendapatkan kartu merah. Baik Napoli dan Juve naik dua poin di atas Inter Milan, yang bermain imbang dengan Bologna. AC Milan berada di peringkat keempat setelah mengalahkan SPAL dengan skor 2-0. Ricardo Rodriguez dan Franck Kessie sukses mengonversi dua penalti kemenangan timnya. Edin Dzeko meneruskan penampilan bagusnya saat ia mengemas dua gol untuk Roma yang menang 4-0 atas tim juru kunci Benevento. Ini menjadi kemenangan tandang kesembilan mereka secara beruntun di Liga Italia. Dua pemain Benevento, Fabio Lucioni dan Lorenzo Venuti, mencetak gol bunuh diri pada laga ini. Torino berada di peringkat kelima setelah menang 3-2 di kandang Udinese. (kmb39/rtr/ant)
Nyon Presiden UEFA Aleksander Ceferin dalam pertemuan komite eksekutif, Kamis (21/9) kemarin, mengumumkan kandang baru klub Atletico Madrid, Stadion Metropolitano di Madrid menjadi tempat berlangsungnya final Liga Champions 2019. Madrid mengungguli Baku, satu-satunya kandidat lain untuk menyelenggarakan pertandingan itu. Namun, ibu kota Azerbaijan itu diberi kesempatan untuk menyelenggarakan final Liga Eropa 2019 dengan mengambil tempat di Stadion Olimpiade. Sementara Piala Super UEFA yang digelar pada 14 Agustus 2019 akan dilangsungkan di Stadion Besiktas, Istanbul, Turki. Stadion Ferencvaros di Budapest, Hungaria ditunjuk sebagai tuan rumah Liga Champions putri UEFA. Atletico meresmikan stadion baru itu yang diberi nama Wanda Metropolitano
pada akhir pekan lalu. Pada pertandingan pertama si arena yang mampu menampung 67.500 penonton itu Atletico meraih kemenangan tipis 1-0 atas Malaga di kompetisi Liga Spanyol. UEFA juga mengumumkan bahwa organisasi payung EPFL, yang mewakili liga-liga domestik Eropa akan memiliki tempat pada komite eksekutif organisasi sepak bola benua biru itu. Keputusan itu sepertinya untuk menyembuhkan keretakan dengan EPFL terkait keputusan musim lalu. Sebelumnya EPFL memprotes keputusan UEFA yang mengurangi tempat-tempat di fase grup Liga Champions yang dialokasikan untuk tim-tim dari liga-liga yang lebih kecil pada musim depan. Ceferin tidak menutup peluang adanya perubahan-perubahan untuk siklus 2021-2024 selanjutnya. ‘’Kami berdiskusi, semuanya memungkinkan namun ini bukan saat yang tepat untuk
lebih akurat,’’ ucapnya. Brussels, salah satu arena untuk turnamen Piala Eropa 2020 namun kemudian mengalami masalah, diberikan waktu sampai 20 November untuk mendapatkan semua izin yang diperlukan untuk memulai konstruksi, serta jadwal konstruksi yang realistis dan terjamin. UEFA mengatakan jika Brussel mengundurkan diri, kandidat-kandidat pengganti akan dipilih antara Cardiff atau Stockholm, yang pencalonannya untuk menjadi tuan rumah pertandingan itu menemui kegagalan, atau London, yang akan menjadi tuan rumah untuk semifinal dan final. ‘’Kami masih mempercayai Brussel. Tidak akan adil untuk berpikir mereka tidak dapat melakukannya sekarang karena mereka memiliki tenggat waktu hingga pada akhir November,’’ tambah Ceferin smabil menyebutkan bahwa keputusan akhir akan diambil pada 7 Desember. (kmb39/rtr/ant)
Jakarta (Bali Post) Federasi sepak bola Asia Tenggara atau AFF bakal memilih insan pesepakbola terbaik 2017 di sela pelaksanaan 12 th Council Meeting yang diikuti oleh semua anggota di Nusa Dua, Bali, 22-23 September. S e k j e n P S S I R a t u T isha Destria dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (21/9) kemarin, mengatakan persiapan kegiatan tersebut telah berjalan dengan baik. Bahkan, delegasi yang dipimpin oleh Sekjen AFF Dato Sri Azzudin Ahmad sudah tiba di Pulau Dewata itu. ‘’Pada Awarding Night akan diberikan penghargaan kepada sejumlah insan pesepakbola yang dianggap layak dan memberikan kon-
tribusi pada perkembangan persepakbolaan di Tanah Air maupun di kawasan Asia Tenggara,’’ katanya. Menurutnya, untuk awarding pihaknya menilai bakal ada kejutan untuk masyarakat karena pesepakbola yang memiliki prestasi di ajang AFF bakal diberikan apresiasi. Pemberian apresiasi ini dilakukan di hadapan anggota AFF yang semuanya dipastikan hadir di Bali. Pada awarding night ini ada beberapa kategori penghargaan yaitu untuk wasit, pelatih hingga pemain terbaik. Indonesia juga menempatkan beberapa nama pemain seperti Irfan Bachdim, Firman Utina, I Gede Sukadana, Rizky
Pora hingga Boaz Solossa. ‘’Awarding night inilah yang bakal ditunggu-tunggu,’’ kata Sekjen putri pertama di tubuh induk organisasi sepak bola Indonesia itu. Selain awarding night, pada 12 th Council Meeting AFF ini juga akan membahas berbagai isu persepakbolaan di kawasan Asia Tenggara baik dari sisi kompetisi, finansial hingga marketing. Selain itu juga akan membahas gebrakan ASEAN untuk sepak bola dunia. AFF merupakan federasi sepak bola di kawasan Asia Tenggara yang beranggotakan Indonesia, Singapura, Malaysia, Timor Leste, Brunei Darussalam, Thailand, Myanmar, Vietnam, Kamboja hingga Laos. (ant)
Final Liga Champions 2019 Digelar di Stadion Metropolitano Madrid
Bali Post/ant
IMBANG - Pesepak bola Persib Bandung Raphael Maitimo (tengah atas) berusaha merebut bola dari pemain Bali United Agus Nova (tengah bawah) pada laga lanjutan GO-JEK Traveloka Liga 1 di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (21/9) kemarin. Pertandingan tersebut berakhir imbang 0-0.
BU Curi Poin di Stadion Si Jalak Harupat
Bandung (Bali Post) Bali United (BU) berhasil mencuri satu poin setelah menahan imbang tuan rumah Persib Bandung 0-0 dalam laga lanjutan kompetisi GojekTraveloka Liga 1 yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (21/9) kemarin. Pada babak pertama, kedua tim masih bermain hati-hati dan masih mencoba membongkar pertahanan masing-masing. Disiplinnya lini pertahanan baik dari kubu Persib maupun Bali membuat serangan yang dibangun belum membahayakan kiper. Persib yang tanpa Michael Essien seringkali memberikan umpan langsung kepada Ezechiel N’Douassel. Namun pengawalan ketat lini belakang BU membuat pemain asal Chad ini mati kutu. Di sisi lain, BU melalui Comvalius tidak bisa melewati hadangan Vladimir Vujovic cs. Bahkan tidak ada satu tendangan yang dilesakkan para pemain Serdadu Tridatu tersebut. Jelang babak pertama berakhir, bek Persib Achmad Jufriyanto sempat memiliki peluang emas setelah terjadi kemelut di dalam kotak penalti. Akan tetapi, tendangannya masih bisa ditangkap kiper Wawan Hendrawan. Hingga wasit meniup peluit babak pertama usai, tidak ada satu gol pun tercipta. Jalannya babak kedua, masing-masing tim masih menerapkan strategi serupa. Mereka menunggu hingga salah satu pemain melakukan kesalahan untuk kemudian melakukan serangan balik. Pada menit ke-68, Fadil Sausu hampir menjebol gawang tim tuan rumah, namun tendangannya masih membentur tiang gawang. Tak ingin kelihangan poin
penuh di kandang, Persib langsung meningkatkan intensitas serangan. Emral Abus pun memasukkan Atep untuk menambah daya gedor di lini serang. Di menit ke-78, Persib hampir saja membobol gawang Wawan Hendrawan, akan tetapi sepakan Ezechiel juga membentur tiang gawang. Hingga wasit membunyikan peluit panjang, tidak ada peluang lagi tercipta dan kedua tim harus puas berbagi satu angka di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Dengan hasil ini, Persib masih mempertahankan tidak pernah kalah di kandang. Sementara bagi BU dengan hasil ini menambah statistik belum pernah kalah dari Persib di empat pertemuan. (ant)
Pesepakbola Terbaik Asia Tenggara Dipilih di Bali
olah raga
16
Jumat Kliwon, 22 September 2017
Perolehan Sementara Medali Porprov Bali XIII/2017 No. Kontingen 1. Badung 2. Denpasar 3. Gianyar 4. Buleleng 5. Klungkung 6. Bangli 7. Karangasem 8. Tabanan 9. Jembrana
Emas 109 108 45 33 17 13 11 8 5
Perak
Perunggu
90 93 27 37 26 9 17 19 20
87 89 65 64 35 31 35 30 47
Mantan Pebulu Tangkis Nasional Motivasi Anak-anak Bali
Mangupura (Bali Post) Empat mantan pebulu tangkis nasional yakni Rudy Hartono, Markis Kido, Bambang Supriyanto, dan Rosiana Tendean memotivasi sekaligus memantau bakat dan talenta sekitar 90 atlet cilik Bali dalam upaya menjaring juara dunia masa depan, di GOR Poker Kerobokan, Badung, Kamis (21/9) kemarin. Keempat mantan pebulu tangkis nasional kini bergabung di Klub Jaya Raya Jakarta. Mereka berniat merekrut atlet daerah yang berbakat dan bertalenta untuk dibina di klubnya. ‘’Sebelumnya, kami merekrut dua atlet dari Medan, Sumut. Setelah dibina di Klub Jaya Raya Jakara, hanya seorang atlet yang bertahan, dan satu atlet lagi dipulangkan,’’ kata Bambang Supriyanto yang juara ganda bersama Rudi Gunawan di All England (1994), Thomas cup (1994 dan 1996), serta 2002 bersama Trikus Haryanto. Bambang menerangkan, bagi atlet yang direkrut bukan juara dalam seleksi, tetapi dipantau skill dan tekniknya. ‘’Bagi atlet yang direkrut usia dini atau di bawah 10 tahun, biasanya pembinaannya tetap di daerah, supaya dekat dengan orangtua. Kelak kalau usianya 12-13 tahun, dan mulai bisa mandiri pembinaannya di Klub Jaya Raya, Bintaro, Jakarta,’’ jelas Bambang. Dikemukakan, atlet binaan Klub Jaya Raya menghuni mes, berikut tempat latihan 16 lapangan, termasuk bersekolah di SMP dan SMA Pembangunan Jaya. ‘’Kami bertekad merekrut atlet yang berkualitas,’’ ucapnya. Sementara Rudy Hartono yang juara All England delapan kali mengisahkan, dirinya sukses berkat gemblengen orangtua utamanya sang ayah. ‘’Sejak uia 8 tahun sebelum masuk sekolah, saya berlari dan loncat tali (skipping). Sepuluh tahun kemudian, saya baru bisa juara usia 18 tahun,’’ kenangnya. Dijelaskannya, Klub Jaya Raya memiliki juara Olimpiade seperti Markis Kido yang berpasangan dengan Hendra Setiawan meraih emas di Beijing 2008 silam. ‘’Bagi atlet peraih emas Olimpiade sekarang ini, bonusnya Rp 5 miliar, ditambah per bulan Rp 20 juta seumur hidup,’’ tuturnya. (022)
Bali Post/022
MOTIVASI — Empat mantan pebulu tangkis nasional yakni (dari kiri ke kanan) Markis Kido, Bambang Supriyanto, Rosiana Tendean, dan Rudy Hartono memberi motivasi kepada atlet cilik Bali dalam upaya menjaring juara dunia masa depan, di GOR Poker, Kerobokan, Badung, Kamis (21/9) kemarin.
ASEAN Paragames IX/2017
Widiasih K. Pecahkan Rekor, Karya Dewi Borong Emas Denpasar (Bali Post) – Atlet Bali Ni Nengah Widiasih K. tampil luar biasa pada ajang ASEAN Para Games IX Kuala Lumpur 2017. Dia memecahkan rekor ASEAN dengan angkatan total 96 kg. Prestasi itu merupakan rekor baru ASEAN Para Games pada nomor angkat berat putri. Rekannya, yang juga bernama sama, Ni Nengah Widiasih B. juga menggapai medali emas dari nomor angkat berat, namun tidak memecahkan rekor. Yang lebih membanggakan lagi penampilan Ni Kadek Karya Dewi yang memborong dua medali emas di nomor balap sepeda. Kedua medali itu diraih dari nomor spesialisasinya individual time trial (ITT) dan road race. Sedangkan satu perak dan satu perunggu dipersembahkan pembalap sepeda Wayan Damai melalui nomor favoritnya ITT dan road race. Atlet Bali sukses mengumpulkan 4 medali emas, 1 perak dan 1 perunggu. Rodney J Holt, Founder Yayasan Damai Olahraga Bali, yang memimpin rombongan secara langsung itu merasa sangat bangga dan gembira. ‘’Kami adalah bagian dari delegasi tim Indonesia. Saya pribadi memberikan apresiasi mendalam dan salut atas kerja keras anak-anak Bali itu yang sukses mempersembahkan 4 emas, 1 perak dan 1 perunggu,’’ ujar Rodney J. Holt disetujui sekretarisnya, Ayu. ‘’Prestasi ini sangat luar biasa. Sudah tentu kami sangat bangga dengan perjuangan all out anak-anak itu,’’ tambahnya. (kmb11)
Bali Post/net
Ni Kadek Karya Dewi (kiri) dan Wayan Damai.
Bali Post/wan
TEROBOS PERTAHANAN - Pemain-pemain Denpasar (kanan) mencoba menghadang lawannya dari Badung (kiri) yang mengontrol bola pada pertandingan semifinal cabor sepak bola Porprov Bali XIII/2017. Laga di Stadion Dipta Gianyar, Kamis (21/9) kemarin dimenangkan Badung 2-0.
Tim Sepak Bola Gianyar Jumpa Badung di Final
Gianyar (Bali Post)-
Kemenangan Badung atas Denpasar berkat dua gol yang disumbangkan Ketut Bagaskara di menit ke-48 dan Sony Rismawan di menit ke-56. Gol pembuka kemenangan Badung berawal dari umpan lambung Reza Iqbal Gifari dari sektor kanan ke mulut gawang, kemudian ditanduk Ketut Bagaskara hingga memperdaya kiper Denpasar Reza Hidayatullah. Sementara gol kedua Badung tercipta dari sektor kiri, diawali aksi solo run Gede Guruh Krismana yang menembus jantung pertahanan. Bola disodorkan kepada Sony Rismawan, lalu dicocorkan ke gawang, dan kembali mengge-
tarkan jala Reza Hidayatullah. Sampai wasit Wildan Albari meniup peluit panjang, skor akhir Badung tetap unggul 2-0. Pelatih Badung Kadek Loco Ediana mengemukakan, pada laga final menantang tuan rumah Gianyar, asuhannya mengandalkan pemulihan (recovery) agar bisa bugar kembali. ‘’Anakanak kelelahan, dan tak ada masa istirahat, bahkan Jumat (22/9) ini harus meladeni tuan rumah Gianyar di babak final,’’ tutur Loco. ‘’Saya mewanti-wanti supaya laga sarat gengsi ini dipimpin wasit netral dan senantisa menjunjung tinggi
fair-play,’’ sambung Loco. Kendati demikian, pihaknya optimis asuhannya bakal bangkit dengan semangat juang baru, guna meraih hasil terbaik. ‘’Saya yakin anak-anak bertempur dengan semangat baru, dan bisa memenangkan laga final,’’ katanya. Di sisi lain, pelatih Gianyar Kadek Swartama menyatakan tim Gumi Seni juga mengincar medali emas pada cabor bergengsi ini. ‘’Saya kira menyangkut taktik dan strategi wajar saja, yang penting kerja keras anakanak di lapangan hijau guna memenangkan laga final ini. Saya yakin anak-anak bisa
berimprovisasi di lapangan,’’ papar Kadek Swartama. Duel antara Badung melawan Gianyar sempat tersaji saat babak penyisihan Grup B, dan hasil akhirnya imbang 0-0. Gianyar melenggang ke babak final, usai menang tipis 1-0 atas Buleleng. Gol semata wayang kemenangan Gianyar dilesakkan Balya Gustopa, ketika pertandingan yang dipimpin wasit Joni Parera baru bergulir tiga menit. Sebiji gol kemenangan Gianyar diawali long-pass kemudian bola lambung disundul pemain belakang Buleleng Komang Dicky Karianta, tetapi justru bola mengarah ke belakang dan ditangkap kiper Buleleng Ahmad Fauzi. Sayangnya, tangkapannya kurang lengket hingga bola terlepas, dan disambar Balya Gustopa sekaligus menjebol gawang Fauzi. Pelatih Buleleng Ida Bagus
Gianyar (Bali Post) Atlet wushu Kota Denpasar keluar sebagai jauar umum di ajang Porprov Bali XIII/2017, di Vihara Amurva Bhumi, Blahbatuh, Gianyar yang berakhir, Rabu (20/9) lalu. Keenam medali emas Denpasar disumbangkan atletnya Jeanyta Dian Chandra yang mendulang dua emas di nomor chang quan B putri dan dao shu–gun shu putri. Selain itu, medali emas Denpasar juga dipersembahkan Hans Sanuya Wijaya di nomor dao shu-gun shu putra, kemudian Natasha Fabrielle Budijanto di nomor jian shuqiang shu putri, Putu Arta Wiguna di taiji quan-taiji jian putra, serta Made Paramasuta Wijaya, di nomor jian shu-qiang shu putra. Posisi kedua Badung mengumpulkan dua emas, melalui atletnya Nadia Kalyana Anindita di nomor taiji quan-taiji jian putri, serta Muhammad Fahrizal di nomor nan quannan gun putra. Atlet wushu tuan rumah Gianyar juga kebagian dua emas, di nomor duilien beregu, dan duilien campuran. Tim Kabupaten Klungkung meraih sekeping emas melalui atletnya Fransiskus
Franky Hartono di nomor chang quan B putra, serta Tabanan juga kebagian satu emas lewat atletnya Jesslyn Lydia Purnama. Pada hari terakhir cabor wushu, dihadiri Bapak Wushu Indonesia IGK Manila. Bahkan, IGK Manila sempat mengalungkan medali kepada para juara. Tim pelatih wushu Denpasar terdiri atas AAN Jayanegara, AAN Yuliarta, dan Kadek Deddy Wahyudi. Salah
seorang pelatih AAN Jayanegara, di Denpasar, Kamis (21/9) kemarin, sempat terjadi kekeliruan poin hingga awalnya Denpasar diputuskan hanya merebut empat emas. Akan tetapi, kata Agung Jayanegara, pihaknya bersama Ketua Umum Pengprov Wushu Indonesia (WI) Bali Ricky Teguhutama Argawa, termasuk Ketua Dewan Hakim KONI Bali Fredrik Billy akhirnya diputuskan Denpasar mendulang 6 emas. (022)
EMAS — Petenis meja ganda putri Denpasar Galuh (kiri) bersama Puspawati mendulang emas usai di fnal menundukkan Komang Sri/Ikha (Badung) dengan skor 3-0 pada Porprov Bali XIII/2017, di GOR Garuda, Peliatan, Ubud, Gianyar.
Kuala Lumpur (Bali Post) Indonesia memperoleh empat medali emas dari cabang olahraga atletik ASEAN Para Games ke-9/2017 pada hari keempat pertandingan di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (21/9) kemarin. Sementara cabor renang memborong 13 emas. Dengan hasil tersebut, Indonesia sudah mendapatkan 35 medali emas, mendekati target 36 medali emas yang dicanangkan sejak awal. Lengkapnya, Indonesia sudah mengumpulkan total 35 medali emas, 23 medali perak dan 16 perunggu. Tepat di bawah Indonesia menyusul tuan rumah Malaysia dengan 29 emas, 21 perak dan 23 perunggu. Di peringkat ketiga ada Thailand dengan 18 emas, 27 perak dan 22 perunggu. Adapun para peraih emas untuk Indonesia di atletik pada Kamis adalah Muhammad Agung Laksana dari nomor lari 400 meter T36 putra dengan catatan waktu 61,11 detik. Ini adalah emas kedua Agung Laksana di ASEAN Para Games 2017 setelah sebelumnya, Rabu (20/9), memperoleh medali serupa di nomor lari 100 meter T36 putra. Emas kedua datang dari Erens Sabandar yang bertanding di nomor lari 400 meter T46 putra dengan waktu tempuh 51,54 detik. Erens
Tim sepak bola tuan rumah Gianyar bertemu Badung pada babak final Porprov Bali XIII/2017, di Stadion Kapten Wayan Dipta, Jumat (22/9) sore ini. Gianyar melaju ke babak pamungkas usai menang tipis atas Buleleng dengan skor 1-0 (1-0), Kamis (21/9) kemarin, sedangkan Badung melaju ke final pascamenundukkan Denpasar 2-0 (0-0).
Atlet Wushu Denpasar Sabet Enam Emas
Mahayasa mengomentari asuhannya susah mencetak gol, sebab tiap kali kakinya menginjakkan di areal pertahanan Gianyar senantiasa disemprit. ‘’Bahkan, dijatuhkan dari belakang di petak keramat, juga tidak diberi penalti,’’ keluh Mahayasa. Keluhan serupa juga diunggkapkan Ketua Askot PSSI Kota Denpasar Eko Supriadi, pasca-Denpasar ditundukkan Badung 0-2. ‘’Pemain kami menggiring bola jelas-jelas dilanggar di daerah terlarang, tetap saja tak diberi penalti,’’ ungkap Eko. Selain itu, akibat kebobolan gol pertama, mental bertanding anak asuh Dede Mahatma Darma menjadi down. Untuk perebutan perunggu, antara Denpasar melawan Buleleng juga pernah tersaji saat babak penyisihan Grup A, di mana Denpasar kalah 0-4 atas Buleleng. (022)
Bali Post/ist
Tim Tenis Meja Klungkung Dulang Tiga Emas
WUSHU - Pengalungan medali cabor wushu pada Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar.
Gianyar (Bali Post) Tim tenis meja Klungkung sukses mendulang tiga keeping emas dalam Porprov Bali XIII/2017, di GOR Garuda, Peliatan, Ubud, Gianyar. Ketiga medali emas dipersembahkan di nomor beregu putra (Ari Suandita/Eka Marajaya/Andre), beregu putri (Icha Ayu Risananda/ Dewi Wahyuni/Deviyanti), serta ganda campuran (Ari Suandita/Deviyanti). Sementara Puspawati/Ga-
luh (Denpasar) sukses merebut gelar juara ganda putri setelah di final menundukkan Komang Sri/Ikha (Badung) dengan skor 3-0 (12-10, 14-12, dan 15-13. Sedangkan di sektor ganda putra, Ardika/Sugita (Buleleng) meraih emas, pasca di laga pamungkas menaklukkan lawannya Rio/ Andy (Badung) dengan skor 3-1 (8-11, 11-7, 11-6, dan 117). Cabor tenis meja tinggal menyisakan dua nomor yakni tunggal putra dan putri. (022)
berhasil meninggalkan atlet tuan rumah Malaysia Muhamad Ashraf yang membukukan waktu 53,45 detik dan Phung Dinh Tu dari Vietnam yang mendapatkan perunggu dengan waktu 55,26 detik. Nanda Mei Sholihah sukses menjadi yang tercepat di nomor lari 400 meter T47 putri dengan catatan waktu 65,11 detik, mengandaskan perlawanan Nandar Lin dari Myanmar yang memiliki waktu 71,44 detik untuk perak dan Nurul Fazirai asal Malaysia dengan 76,36 detik dan berhak atas perunggu. Bagi Nanda, itu adalah medali emas ketiga di ASEAN Para Games 2017 setelah pada Selasa (19/9) dan Rabu (20/9) dia telah menggondol emas masing-masing dari nomor lari 200 meter T46/47 putri dan nomor lari 100 meter T46/47 putri. Emas keempat di hari Kamis diraih oleh Endang Sari Sitorus dari nomor lompat jauh T12 putri dengan catatan 5,26 meter. Ini merupakan emas kedua Endang di ASEAN Para Games 2017 setelah pada Senin (18/9) dia meraih medali serupa di nomor lari 100 meter T12 putri. Ketika itu, dengan torehan 13,07 detik, Endang memecahkan rekor ASEAN Para Games atas namanya sendiri yaitu 13,12 detik yang diukir di Singapura tahun 2015. Menanggapi hasil pada hari keempat, pelatih tim
23,69 detik melalui perenang Suriansyah. Suriansyah juga berhasil memecahkan rekor ASEAN Para Games atas nama atlet Indonesia lainnya Ngaimin yang ditorehkan di ASEAN Para Games tahun 2005 di Filipina dengan waktu 28,11 detik. Selanjutnya emas datang dari Gusmalayanti di nomor 100 meter gaya punggung S8 putri dengan waktu satu menit 42,07 detik. Jendi Panggabean kemudian menambah emas di nomor 100 meter gaya punggung S9 putra dengan catatan waktu satu menit 6,54 detik. Muhammad Bejita berhasil menyumbangkan dua emas sekaligus. Pertama dari nomor 100 meter gaya punggung S14 putra dengan waktu 01 menit 3,60 detik. Emas kedua Muhammad Bejita datang dari nomor 50 meter gaya bebas S14 putra dengan catatan waktu 25,98 detik. Ini memecahkan rekor ASEAN Para Games yang dipegang Arun Kumuda dari Thailand di sejak tahun 2011 dengan 28,11 detik. Laura Aurelia Dinda menyumbangkan emas lainnya kepada Tanah Air di nomor 50 meter gaya bebas S5 putri dengan waktu 40,48 detik. Catatan itu memecahkan rekor ASEAN Para Games yang dipegang Theresa Goh dari Singapura pada ASEAN Para Games 2009. Selanjutnya, emas datang
dari Fajar Nur Hadianto di nomor 50 meter gaya bebas S6 putra dengan waktu 38,65 detik dan Guntur dari nomor 50 meter gaya bebas S8 putra dengan waktu 30,65 detik. Musa Manda Karuba kemudian menyumbangkan emas dari nomor 50 meter gaya bebas S10 putra dengan waktu 25,60 detik dan memecahkan rekor atas namanya sendiri yang ditorehkan di ASEAN Para Games Singapura tahun 2015 dengan 25,91 detik. Sapia Rumbaru turut merengkuh medali emas nomor 50 meter gaya bebas S10 dengan waktu 32,59 detik. Ini memecahkan rekor ASEAN Para Games atas namanya sendiri yang diukir tahun 2015 dengan 33,42 detik. Menaser Meriba Num menyumbangkan emas dari nomor 50 meter gaya bebas S12 dengan waktu 28,29 detik. Emas ke-12 Indonesia dipersembahkan oleh Marianus Melianus dari nomor 50 meter gaya bebas dengan S13 putra dengan catatan waktu 27,03 detik. Terakhir, Syuci Indriani sukses menjadi yang terbaik di nomor 50 meter gaya bebas S14 putri dengan catatan waktu 30,32 detik. Dia memecahkan rekor ASEAN Para Games yang dipegang perenang Indonesia Melani Putri dengan 36,42 detik hasil torehan di Myanmar tahun 2014. (ant)
Bali Post/nik
Atletik dan Renang Panen Emas atletik Slamet Widodo mengatakan empat medali emas yang diperoleh sesuai dengan harapan. ‘’Kami sudah memperhitungkan kekuatan lawan dan saya prediksi bisa dapatkan empat emas. Ternyata benar, bisa mendapat empat emas dari semua nomor yang diandalkan hari ini,’’ ujar Slamet usai pertandingan. Dia melanjutkan, tim atletik akan berjuang habishabisan di hari terakhir kompetisi atletik ASEAN Para Games ke-9, Jumat (22/9). Di hari itu, dia menyebut Indonesia bisa meraih tiga medali emas. ‘’Kemungkinan bisa meleset ke atas. Insya Allah besok bisa dapat paling sedikit tiga emas dan melampaui target 36 medali emas,’’ tutur Slamet. Emas Renang Indonesia juga berjaya di cabang olahraga renang setelah pada pertandingan hari keempat, berhasil mendapatkan 13 medali emas, satu medali perak dan tiga perunggu. Tidak hanya itu, di hari yang sama Indonesia juga berhasil memecahkan sembilan rekor renang ASEAN Para Games. Dalam kompetisi yang diadakan di Pusat Akuatik Nasional, Kuala Lumpur, emas pertama Indonesia di hari Kamis (21/9) datang dari nomor gaya punggung S7 putra dengan waktu satu menit
Jumat Kliwon, 22 September 2017
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
Dicari PRT untuk Villa di Batubulan Hub.08123806901
B.BP.153.09.17.0001375
Dicari SPG Good English di Seminyak untuk Toko Hub: 081337979418 Gaji+Bns KerjaSip
BaliTel Cari 100 Surveyor/Sales Gj 3Jt-6Jt+Trsprt Hp/WA=0831 14123456/081353377166
B.BP.001.09.17.0001347
B.BP.153.09.17.0001376
Dcr Cpt PRT Gaji 1,7Jt Jujur Bersih Tdr dlm,082341168381
Bth SPG Single Bhs Inggris Utk Tk Di Htl Conrad Tanjung Benoa Hub 087860588800
B.BP.001.09.17.0001230
B.BP.001.09.17.0001170
B.BP.001.09.17.0001377
Dcr Wnt Bs Komp+Bhs Ing Hub: Bali Emerald Ubud 081236919659
Cr Adm wanita bs comp,min SMA 082139313737
B.BP.004.09.17.0001135
B.BP.153.09.17.0001374
Dibutuhkan Sgr:Sopir/Gardener utk di Villa Kirim Lamaran ke:hrd@buddhawear.com atau Dtg Lngsung ke PT.Cahaya Putih Jl.Intan Permai No.108 Timur LP Kerobokan (085100050706)
Cr Karyawati colektor Nsbah sdh ada,umr bbas ksp Sedana Rahayu M Merpati53,085333022185
B.BP.001.09.17.0001326
Cr Sgr Sopir Pariwisata utk di Ubud Dom.Gianyar 081338731931
B.BP.001.09.17.0001349
B.BP.001.09.17.0001353
Cr Sopir utk Toko Bangunan,SIM A/B1 0361-701696/081393666675
B.BP.166.09.17.0001370
Dcari karyawati fotocopy/print Hub wineebali Jl Hym wuruk 71D 081936247579
*Dcr Karyawati Single,KTP Bali utk Toko Kue “Anda” di Sempidi Hub:085107032288
B.BP.154.09.17.0001358
Cr guru les privat SMA kls 3 IPA Hub 0811395664 Denpasar
B.BP.001.09.17.0001340
B.BP.001.09.17.0001315
Dcr Sales pria Umur Max 30th bawa Lamaran ke Pt Banolimotor Jl.buluh Indah 75 DPS Hub: 0361-418642,413964
B.BP.001.09.17.0001246
Dcr Salesman SIM C Dealer Honda Jl.Patimura 24 Dps 081236176908
B.BP.001.09.17.0001267
Dcr Sgera Pegawai Jual Makanan di Ubud&Dps,Hub.08123874947
B.BP.001.09.17.0001346
Dcr Teknisi,Sales,Spv Mrktg Gaji+Bonus+Komisi+BPJS,Lam The Banyumas Villa Jln Tukad Banyumas No.1 Denpasar
B.BP.821.09.17.0001001
B.BP.001.09.17.0001324
Dcri Pria&wnt u/ Staff Laundry Jl.Kerobokan 78x T081933110424
Dcr SGR 4or sales HORECA : min SMU,menarik,komunikasibaik kend.sendiri,mampu kerja dgn target. Hub segera 08123888486
Dcr Driver Umur Max 35Th bawa Lamaran Ke PT. Banoli Motor Jl.buluh Indah 75 DPS Hub: 0361-418642,413964
Dcr karyawan koki/asisten koki delivery syarat:pria 23-40th, pend min SD/SMP,rajin,jujur, sopan dan bertanggungjawab, pegawai delivery memiliki sim C aktif Hub : 082285552521 B.BP.001.09.17.0001321
B.BP.001.09.17.0001247
Dcr administrasi bisa bahasa inggris lisan/tulis, smart, Hub.08113993388/0361-9004879
B.BP.001.09.17.0001002
Dcr sales counter,supir parwisata,sales executive untk travel hub: 0361-235700
Dicari Operational&Driver Bs Bhs Inggris unt Travel Agent E:info@goldenholidaysbali.com H:081236960440
Guru Bahasa Indonesia SD Les Private.Imam Bonjol Dps.Sore wanita,Pglmn,bs Bhs Inggris CV: calculus2050@gmail.com
B.BP.004.09.17.0001297
B.BP.004.09.17.0001390
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Dcr:Receptionist/FO,HK,Puri Asih Htl.Jl.Pantai Kuta40 Kuta
B.BP.001.09.17.0001348
Dcr:pembantu masak & waiter/ss u/RM Legian.Ada gaji+tip. H:081236109808
B.BP.004.09.17.0001343
Dibthkan sgr cleaning service, sopir,waitress Telp.723593 723637/087862070935
B.BP.004.09.17.0001186
Dcr sopir&OB masih muda/belum menikah Hub PT.BPR.Pedungan Jl.Pulau Moyo No.1 Pesanggaran
B.BP.001.09.17.0001266
Dibutuhkan Segera Arsitek & PeNgawas Proyek Hub:085100883990
B.BP.001.09.17.0001258
Dcr staff HRD corporate u/hotel,pngalaman,English,umur max 35thn,good sallary,kirim cv ke hrd@lepirate.com telp 0361 487240
B.BP.001.09.17.0001327
Dicari Barista utk Kerja di Umalas.Kirim CV ke info@remix juicebali.com / 087862391976
B.BP.145.09.17.0001354
B.BP.004.09.17.0001177
Dcr tkg masak u/RT,jujur,brsih rajin tidur dlm Gj 1.5jt s/d 1.7jt Hub.08123802028
Dicari Marketing Wanita Utk Supplier purchasing Gaji UMK Hub.(0361) 425524-420590
Dcr: Tenaga lap.Pria minimal pendidikan SMK/STM. Jl Intan LC II/II Gatsu timur Hub 081238484672
Dicari Sopir,tenaga Serabutan, Tkg sablon u/Percetakan Hub: Jl Gadung No.81 Kreneng DPS
B.BP.001.09.17.0001229
B.BP.001.09.17.0001336
B.BP.001.09.17.0001259
Dibutuhkan segera Drafter,krm lmrn ke PT.Sinar Surya Sakura Jl.Jepun II,Blok F/4,Jimbaran Hp.087760388698-087860487676
B.BP.001.09.17.0001328
B.BP.001.09.17.0001341
Dibthkan segera Driver Pribadi Hub: 087861864937
Dibthkn sgr Security Officer u/PT Secure For Asia(SIA) kirim CV lengkap ke Jl.Pantai Berawa 150,Canggu 081246971927
B.BP.001.09.17.0001231
Lowongan CS Pria,Tukang Kebun bisa Teknisi.Lamaran Bawa ke STIKES Bali Jl.T.Balian 180
B.BP.004.09.17.0001320
B.BP.001.09.17.0000471
Dicari Tukang & Kepala Tukang Customer Service, wanita, layanan/ u/Villa Mgt,pglmn-0361 4490319 PR/Marcom, lulusan SMA/sederajat/ S1 diutamakan jurusan Public CV:gm.asaproperty@gmail.com B.BP.001.09.17.0001305 Relation, IT. SDM Koperasi Bali Post, Jl.Kepundung 67A Denpasar Dicari tenaga STM, tkng paving G.01 tkg kayu, Hub: toko 81 Jl Raya Waiter/serabutan/cleaning service Krasan Ds sedang, Abiansemal tamat SMP/SMK, hobi pelihara ikan. B.BP.001.09.17.0001234 Lamaran ke Warung 63 Bali Coffee, Exp Cook Needed by Villa Mgt, Jl.Veteran 66 Dps. 5 Millions/Mo.CV:gm.asaproperty@ G.02 gmail.com Call:0361 4490319 Sgr Admin Untuk Subcon kaca B.BP.001.09.17.0001304
Karyawati Tmt SMP/SMA utk Toko maks 25th SIM C 081805828222
B.BP.001.09.17.0001369
Looking driver for villa at Canggu please call087860166710 B.BP.001.09.17.0001331
Need Sales&Marketing,Kasir,Guest Relation,Waiter/ss.SendCV to SamasamaGroup Jl.Bypass Ngurah Rai 128 Mumbul Nusa-Dua, hrd@ samasamabali.com/08123841129 B.BP.101.09.17.0001361
PT.Trans Marine Indonesia Gili Gili Fast Boat Looking for IT, Support Min 1year Exp CV:admin @giligilifastboat.com/763306
Bisa Exsel 081338572216
B.BP.001.09.17.0001178
Sgr security bersertifikat siap krj shift hub 08510703000
B.BP.001.09.17.0001333
The Griya Villas& Spa,Bunutan Amed,Kr.Asem Butuh Segera Rest.Manager,Chef De Partie Kirim CV:info@thegriya.com
B.BP.012.09.17.0001180
Ubud Resto,Waiter/ress,Cook dekco@dekco.com SMS 0811399375 B.BP.004.09.17.0001278
Urgenty needed accounting staff with experiend responsible please send your CV to cvpsylo@gmail.com/Ph:8474108
B.BP.154.09.17.0001360
B.BP.001.09.17.0001337
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post HONDA
B.BP.141.09.17.0001352
B.BP.001.09.17.0001344 MAZDA
NISSAN
Dijual Gran Livina AT 2013 Sgt terawat HUb.081338711109
B.BP.001.09.17.0001332
Yaris TRD’2014 Manual AsliBali Hitam Manis Hub.085100421453
B.BP.164.09.17.0001368
TOYOTA
Altis Type J 2002 Hitam Met Samsat Baru Mulus H.0817552210 B.BP.001.09.17.0001342
Dijual T.Innova G Manual’2005 Htm Metalik. Kndisi Bgs 105 Jt Hub:081273846041
DICARI MOBIL Cr Mbl:Avanza,Xenia,Rush,Yaris Jaz,dll,Cas/O.Krd,085100880349
B.BP.164.09.17.0001362
DIJUAL RUMAH B.BP.004.09.17.0001389 Djl Rmh Baru Siap Huni Dalung Djl Fortuner Putih TRD’14 Manual Dp200Jt H.650Jt H.082147454248 KM13Rb mulus 082341168381 B.BP.164.09.17.0001367 B.BP.004.09.17.0001387 Rmh 2Lt 2unt 3KT,2KM Perum Rangerover Evoque12+Minicooper Nuansa Sandat T.089652974339 12+13 Putih+G.Cherokee’12Hitam B.BP.001.07.17.0001893 CRV Prestige’14 Putih+Fortuner Rmh 2Lt 2unt 3KT,2KM Perum TRD12+Navara’12 H.085737180911 Nuansa Sandat T.089652974339 B.BP.164.09.17.0001365
B.BP.001.09.17.0001317
BIRO JASA
WC GARANSI
242389 / 081236774491
Tnh Nempil 250Jt/A,Jl.Besakih PondokCitra Pmogan 08123871809
Hlng BPKB DK1782 DD a.: Igs Eti Setiawati,Denpasar
B.BP.001.09.17.0001325
B.BP.001.09.17.0001104
B.BP.001.09.17.0001329
B.BP.001.09.17.0000185
Tlh hlg Buku KIUR G.Max Pu th’ 2014 DK9920JB Hb 081338917164
BatuBulan 325JT ng JlMobil Viw Ketwl 200ng+230ng 087761245398
B.BP.001.09.17.0001318
SERVICE
KULKAS M. CUCI FREZZER W.HEATER
Service panggilan BERGARANSI
082331838863 087761462063
Djual Tnah Kavling Siap Bangun Lokasi Jl.P.Saelus 1 Denpasar Hub:08123899965/081236258886 B.BP.001.09.17.0001279
SERVICE
KULKAS FREEZER SHOWCASE
B.BP.001.09.17.0001319
BIRO JASA Sedia PRT Hub.082 144 519 900
B.BP.164.09.17.0001364
081 999 540 284 082 247 418 281 C.0001323-brj
BIRO JASA
BIRO JASA
C.0002083-mbl
ALUMINIUM CA
DIJUAL RUMAH
DIJUAL MOBIL
Candra Aluminium
Jl. Gatot Subroto Barat 334 Denpasar
DIJUAL MOBIL
Mengerjakan & Service Box Mobil Alm. Kusen Alm. Harga Rak Aluminium Bersaing dan Roling Door Bergaransi
Stainless Steel Pagar Besi/Tralis Atap Canopy / Tenda Krey Kaca Untuk Proyek Pintu Harmonika Jual Bahan Aluminium dan Besi
BENGKEL LAS
PROMO KURAS HABIS DAIHATSU COKRO READY STOCK Pusat Daihatsu & Terbesar di Bali � Free Angsuran 1X AYLA DP. 9JTan � Free Service, oli, XENIA DP. 7JTan Sparepart 3Th � Terima Tukar Tambah PICK UP DP. 3JTan � Free Accecories TERIOS DP. 15Jtan � Free Souvenir � Free Astra World 5Th SIGRA DP. 10JTan Diskon GILA + HEBOH
413211-412051 RUPA-RUPA
I PUTU WIRAWAN PIN BB: D9B0D355
081237667555 / 081916547474
SALON
C.0000422-mbl
DIJUAL MOBIL
SERVICE PANGGILAN
POMPA AIR KULKAS MESIN CUCI WATER HEATER, KOMPOR GAS
BENGKEL LAS
HUB. GARUDA SERVICE
Free
Jl. WR. Supratman No. 9, Denpasar
DIJUAL MOBIL
n
Desig
Telp. 085100493221
AGUNG TOYOTA AVANZA INNOVA
C.0001350-SRV
SIENTA
Money Back Guarantee
SERVICE
TV
COLDROOM MESIN CUCI
PROSES CEPAT & MUDAH
081339171818 / 081999220588
C.0000860-ALM
�
2 144 495 4 08SERVICE21 G
WATER HEATER
7 6
DP Jt PICK UP DP Jt
KERJA DITEMPAT BERGARANSI
SERVICE
Service Panggilan
BIRO JASA
B.BP.001.09.17.0001112
B.BP.164.09.17.0001363
AURA TEKNIK
KERJA DITEMPAT
RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.085337370228 / 412815
Tnh Kvl Di Mengwi 130jt/A 60Jt/A Bs Kredit 087862450004
C.0000395-SRV
AC
B.BP.153.09.17.0001373
KEHILANGAN BPKB No:E.8993530-O,DK 8181 IL an.Dw Ag Rai Darmawan SIP,Dps
SERVICE MAMPET BALI JAYA TEKNIK KURAS MAMPET SALURAN AIR WASTAVEL, DLL
DISEWAKAN GEDUNG Dikontrakan Gedung+Gudang Lok.Mertanadi No.101 Kerobokan LT/LB 3500/3900m2,08123812222
DIJUAL TANAH 1,30A Tyingtutul & Munggu 1A Smpidi Sading,085100221149 SHM
B.BP.001.09.17.0000991
9Jt NEW AYLA
DP
B.BP.001.09.17.0001357
B.BP.001.09.17.0001322
Dijl Tnh 1,5a Jl 6M Komp.Sekar Buana Siulan Tohpati H.777jt Hb. 081999088511 Tnp perantara
ASTRA DAIHATSU GEBYAR PROMO AKHIR TAHUN READY XENIA STOCK
B.BP.135.09.17.0001356
DISEWAKAN RUKO Disewakan ruko Lantai 3 ls 8,5 X 15m listrik 6500 Telphon,air sumur bor,cocok u/bisnis al finence bank,usaha jualan dll lokasi Jln utama Gatsu Timur no.507X Hub 081239619725
B.BP.141.09.17.0001351
DIJUAL MOBIL
DISEWAKAN TANAH Dikont Tnh 1Are Jl.Batanta 16 Pinggir Jalan,Hub.085237689999
B.BP.001.09.17.0001255
Mazda CX7 Putih’2010 H.250Jt XOver’10 Bs Krd,085100871119
SPA
AC
FURNITURE
Tnh 4,37 Are Jl.Bypas Sangaran Gang Merpati Hub.085100888379
DISEWAKAN RUMAH BU Dikontrakan rmh+isi 3kmr 2kmr mnd(1dlm)2AC,grs+crprt LT/LB 150 Jl.Gn Selamet 27 Monang-Maning HUb.0818351845
Grand Civic’90 harga 35Jt Nego Silver AC Audio.081913936752
B E R G A R A N S I
B.BP.001.09.17.0001372
B.BP.154.09.17.0001359
CRV’2005 AT AsBali Istimewa 115Jt bs Tukar,085100856999
BIRO JASA
Murah 71m2 170Jt/68m2 165Jt Ng Gg.Jepun,Batubulan085238155529
Rmh Model Villa+Isi Klm Renang LT160 Prm TmnMulia,08123945672
DIJUAL MOBIL
A R A N S I
08PANGGILAN SEGALA MERK 7 15 69 47 0 9
C.0001949SRV
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
13JT-an
DP
DISKON
s/d 33 JUTA
Kredit cukup KIPEM/KTP pasti OK ! Bunga ringan *Tukar tambah Proses cepat dan mudah semua merk
PROMO DAHSYAT
081936034598 082237752039 C.0000397-mbl
EKONOMI
18
Jumat Kliwon, 22 September 2017
Indonesia-Australia Sepakat Turunkan Tarif Bea Masuk Jakarta (Bali Post) – Pemerintah Indonesia dan Australia menyepakati pemberlakuan penurunan tarif bea masuk gula mentah dari Australia dan bea masuk produk herbisida serta pestisida asal Indonesia agar komoditas tersebut lebih kompetitif di kedua pasar. Dalam kesepakatan tersebut, Indonesia akan menurunkan tarif bea masuk impor gula mentah (raw sugar) bagi Australia dari 8 persen menjadi 5 persen, sedangkan Australia akan menghapus tarif bea masuk impor pestisida dan herbisida dari Indonesia atau menjadi 0 persen. ‘’Dengan menurunkan bea masuk untuk gula mentah dari Australia ini, maka harga gula di pasar domestik dapat lebih dijangkau dan produk makanan dan minuman Indonesia diharapkan dapat lebi’’ kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Kantor Kementerian Perdagangan Ja-
karta, Rabu (20/9). Adapun kesepakatan tersebut ditandai dengan pertemuan bilateral Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Perdagangan, Pariwisata dan Investasi Australia Steven Ciobo pada Rabu, sebagai tindak lanjut dari kesepakatan sebelumnya pada pertemuan
para Menteri Ekonomi ASEAN (AEM) di Pasay, Filipina, pada 10 September 2017 lalu. Enggartiasto menjelaskan saat ini Indonesia masih memerlukan impor gula mentah dengan total tiga juta ton per tahun antara lain untuk industri makanan dan minuman yang sebagian hasilnya ditujukan untuk ekspor. Penurunan bea masuk gula mentah asal Australia ini bertujuan memberikan alternatif sumber impor yang lebih kompetitif dibanding bila bergantung hanya pada satu negara sumber. Di sisi lain, Australia juga akan segera memberlakukan penghapusan bea masuk menjadi 0 persen untuk produk herbisida dan pestisida Indonesia. ‘’Penghapusan bea masuk atas
kedua produk asal Indonesia tersebut, yang semula memiliki bea masuk sebesar 5 persen menjadi 0 persen, akan berlaku jika proses legalitas sudah terpenuhi,’’ kata Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Iman Pambagyo. Iman menjelaskan, penghapusan bea masuk tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai ekspor herbisida dan pestisida Indonesia ke Australia dan menjadikan produk Indonesia di pasar Australia lebih kompetitif. Adapun penurunan tarif ini akan berlaku jika proses legalitas telah terpenuhi. Saat ini kesepakatan tersebut sudah diundangkan ke Kementerian Hukum dan HAM dan dapat selesai sekitar dua pekan. (ant)
Enggartiasto Lukita
Pengenaan Biaya ’’E-Money’’ Desa Wisata Harus Pedagang Beras Pelanggar Punya Ciri Khas Jangan Rugikan Nasabah HET akan Ditindak
Jakarta (Bali Post) – Ekonom Institute for Development of Economics & Finance (INDEF) Bhima Yudhistira menilai keputusan Bank Indonesia (BI) membolehkan bank memungut biaya isi saldo uang elektronik (e-money) kontradiktif dengan upaya mendorong masyarakat aktif dalam transaksi nontunai. ‘’Awalnya sudah meminta masyarakat lebih aktif menggunakan uang elektronik dan mendorong gerakan nontunai, tapi sekarang justru dikenakan biaya,’’ kata Bhima mengenai Peraturan Anggota Dewan Gubernur BI terkait biaya isi saldo uang elektronik, di Jakarta, Kamis (21/9) kemarin. Bhima mengatakan pengenaan biaya itu bisa menjadi disinsentif, terlebih menjelang penerapan elektronifikasi 100 persen pembayaran jasa tol pada 31 Oktober 2017. Pengenaan biaya isi saldo justru membuat masyarakat enggan menggunakan uang elektronik dan kembali ke transaksi tunai. Semestinya, katanya, BI dan industri perbankan memberikan insentif kepada masyarakat karena selama ini bank sudah mendapat keuntungan dari margin penjualan kartu perdana uang elektronik. ‘’Harusnya dengan keuntungan dari penjualan kartu perdana e-money tidak perlu lagi memungut biaya isi
saldo meskipun hanya Rp 1.000 sekali transaksi,’’ ujarnya. Lebih baik, katanya, BI dan perbankan penerbit uang elektronik serta operator jasa transportasi atau operator sektor riil lainnya mengedepankan skema pembagian beban biaya investasi infrastruktur uang elektronik seperti terjadi di Hongkong. Dengan begitu, beban biaya yang ditanggung bank dapat berkurang sehingga justru memberikan diskon kepada masyarakat. Pengamat ekonomi Nusa Tenggara Timur Dr. James Adam mengatakan Peraturan Bank Indonesia tentang pengenaan biaya isi ulang saldo (top-up) uang elektronik atau e-money jangan sampai hanya menguntungkan perbankan dan pemerintah dan merugikan nasabah atau konsumen. ‘’Aturan pengenaan biaya isi ulang saldo (top-up) uang elektronik jangan hanya menguntungkan perbankan dan pemerintah yang memiliki program gerakan nontunai dan merugikan konsumen yang juga merupakan nasabah,’’ katanya di Kupang, Rabu lalu. Ia bahkan menyebut sejak wacana pengenaan biaya isi saldo uang elektronik ini beredar, kalangan industri pelaku jasa sistem pembayaran mengusulkan pengenaan biaya di kisaran Rp 1.500-2.000 setiap kali isi ulang. (ant)
BUMDes Kesiman Kertalangu Kelola Empat Unit Usaha Denpasar (Bali Post) Salah satu program Presiden Jokowi adalah pembangunan dari desa. Oleh karena itu Rp 60 triliun dana dikucurkan ke desa tahun ini. Tersentuhnya pemerintahan paling bawah ini juga dibarengi dengan pembangunan Badan Usaha Milik Desa (BUMdes). BUMDes dipercaya dapat membangkitkan perekonomian desa. Salah satu BUMDes yang baru bangkit tahun ini adalah BUMDes Kesiman Kertalangu yang bernama Kerta Sari Utama. Dikepalai oleh Wayan Temaja, S.T., M.Si., BUMDes ini memilliki empat unit usaha. Yaitu pengelolaan parkir, Desa Budaya Kertalangu, PAUD Putra Budaya dan pengelolaan sampah. Sebelum adanya BUMDes ini pun, desa yang terdiri dari 11 banjar tersebut telah memiliki dua unit usaha yang telah berjalan yaitu pengelolaan parkir dan PAUD. Area parkir yang dikelola Desa Kesiman Kertalangu sebanyak 23 lokasi. Rencananya akan membuka lokasi baru bekerja sama dengan pemilik lahan. Sebelum BUMDes dibentuk juga telah berdiri kawasan Desa Budaya Kertalangu yang dikelola oleh investor. ‘’BUMDes berusaha merangkul sehingga retribusi masuk dikenakan pihak desa dengan biaya Rp 3.000 untuk sepeda motor dan Rp 5.000 untuk mobil,’’ kata I Made Suena, S.T., Perbekel Desa Kesiman Kertalangu, belum lama ini. Selain restoran, gong perdamaian dan area lainnya, Desa Budaya Kertalangu juga memiliki jogging track melewati hamparan sawah milik warga Kesiman Kertalangu. Area sawah Kertalangu dipisahkan oleh Sungai Sembung yang rencananya nanti akan dilombakan di tingkat Kota. Desa Kesiman Kertalangu mempunyai dua subak yaitu Subak Padanggalak dan Subak Abiaung. ‘’Kalau Desa Budaya Kertalangu di bawah Subak Padanggalak, jadi sumber air yang digunakan dari Sungai Ayung,’’ ungkapnya. Meski baru terbentuk tahun
2017, hasil dari pengelolaan parkir dan PAUD sudah terlihat. Hasil inilah yang terkadang dipakai untuk menutupi kekurangan biaya pengelolaan sampah. Pihaknya pun belum menargetkan pendapatan dari BUMDes karena masih berbenah dalam manajemen. ‘’Yang penting bisa memberikan sesuatu kepada banjar meskipun bukan berupa dana tapi program untuk masyarakat. Karena dulu belum bisa memberikan kontribusi pada masyarakat,’’ pungkasnya. (kmb42)
Denpasar (Bali Post) Desa wisata diharapkan memiliki ciri khas masingmasing. Saat ini di Bali sedang marak dilakukan pengembangan desa wisata untuk pemerataan ekonomi. Tahun ini saja desa di Bali yang akan dikembangkan menjadi desa wisata sebanyak 87. Namun di masing-masing kabupaten hampir semua dilakukan pengembangan desa wisata. Kabupaten Badung, misalnya, sudah membentuk 17 desa wisata. Maka dari itu diharapkan desa wisata memiliki ciri khas tertentu. Demikian disampaikan pelaku pengembang desa wisata, Made Mendra Astawa, belum lama ini. Memang, desa wisata adalah suatu hal yang menjanjikan karena pembagian kue pariwisata menjadi merata. Harapan pembagian ini dapat menyejahterakan masyarakat desa dan penduduk bisa menjadi pengusaha. ‘’Ini tidak mudah karena diperlukan mental entrepreneur yang dikembangkan kepada pengelola desa wisata. Sehingga potensi yang dimiliki, bisa terangkat dari masingmasing desa yang memiliki perbedaan, keanekaan masingmasing,’’ ungkapnya. Desa wisata harus mempunyai ciri khas. Maka dari itu perlu peran pemerintah terkait pengembangan desa itu sendiri. Karena pariwisata itu ada dua sisi yaitu positif dan negatif. Dari sisi positif tentu akan memberikan dampak ekonomi. Namun dari sisi negatif akan memberikan pengaruh pengembangan yang akan mengikis budaya setempat. Maka dari itu pemerintah perlu membuat aturan untuk membina desa wisata, baik dilakukan oleh pemerintah itu sendiri atau stakeholder swasta. Pembinaan yang diberikan agar dapat membangun desa wisata berdasarkan konsep ke-Bali-annya yaitu berdasarkan tradisi dan budaya Bali. Selama ini, desa wisata masih memiliki kendala pada SDM. Semua orang ingin menjadikan desanya sebagai desa wisata karena adanya dana
yang masuk ke desa. Namun hal itu perlu badan pengelolaan agar ada pertanggungjawaban, arah dan tujuan serta blue print dari desa yang akan dikembangkan. SDM juga perlu diberikan tambahan knowledge tentang cara mengemas suatu produk. ‘’Tidak mengopi dari yang lain tapi mengambil dari kearifan lokal,’’ tandasnya. Hal ini perlu bantuan dari stakeholder yang ada di Bali seperti Asita dan para pelaku pariwisata yang lain sehingga didapatkan produk unggulan. Selain SDM, yang terpenting adalah promosi desa wisata itu. ‘’Setelah produk ada, desa wisata itu mau dibawa ke mana karena begitu banyak desa wisata. Di sinilah peran pemerintah membuatkan promosi melalui website atau bekerja sama dengan stakeholder lainnya,’’ pungkasnya. Hampir semua desa wisata mengalami kendala pada promosi, sehingga beberapa desa wisata setelah terbentuk tidak berkembang. Ia mengatakan ada desa berpotensi dan desa yang berkembang. Sementara desa wisata di Bali yang sudah berkembang atau mandiri baru Desa Panglipuran. ‘’Itu pun pada penjualan tiket karena dampaknya pada jumlah kunjungan. Tapi wisatawan tidak mendapatkan experience padahal wisatawan datang ke Bali bukan karena pilihan hotel tapi pengalaman apa yang didapat di masyarakat desa. Inilah yang membuat wisatawan betah dan tinggal lebih lama,’’ pungkasnya. Ia berharap pemerintah bisa mencari model pengembangan desa wisata. Contohnya model Desa Wisata di Tabanan, Singaraja dan Denpasar. ‘’Harus ada modelnya sehingga mereka punya ciri khas sendiri,’’ harapnya. Lebih dari itu, yang bisa diandalkan dari desa wisata adalah telling story, cerita kehidupan masyarakat Bali mulai dari bangun pagi, menjalankan kehidupan sehari-hari. Setiap daerah memiliki kehidupan sehari-hari yang berbeda. Ada yang ke laut, ke kebun, sawah, membuat kerajinan, dll. (kmb42)
Cirebon (Bali Post) – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menunggu hasil evaluasi dari penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) terhadap beras sebelum mengambil tindakan bagi penjual beras yang masih mematok harga tinggi. ‘’Biarkan mereka adu jangkrik dulu by nature. Bayangkan kalau tidak ada HET mereka akan bermain tidak terkendali. HET ditetapkan masih ada toleransi. Saya terima saja. Kita tidak akan keras tapi harus ada peringatan keras,’’ kata Mendag ketika mengunjungi rapat DPRD Cirebon, Kamis (21/9) kemarin. Ia memperingatkan jika harga terus naik, maka bersama Satgas akan periksa dan segera mengambil tindakan hingga mencopot izin usaha. Menurutnya, situasi saat ini sudah mulai menunjukkan tren penurunan. Setidaknya harga tidak terus melambung naik. Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta pedagang beras untuk mematuhi pelaksanaan harga eceran tertinggi (HET) beras medium dan premium yang berlaku efektif terhitung mulai 18 September 2017. Mendag menjelaskan, sebelumnya pemerintah memberikan toleransi kepada para pelaku usaha perberasan yang masih memiliki stok lama dengan harga beli yang tinggi, sehingga diperlukan waktu transisi untuk mengikuti HET beras medium dan premium tersebut. Ia menjelaskan, kebijakan menetapkan HET untuk komoditas beras kualitas medium dan
premium merupakan upaya pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat dan melindungi konsumen dari berbagai upaya spekulatif pedagang. Menurutnya, kebijakan itu tentu mengandung risiko terhadap pengusaha beras, namun keberpihakan terhadap konsumen dari bahaya spekulan juga harus dipentingkan. Ia pun mengapresiasi pedagang di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta yang menyatakan kesediaannya untuk mengurangi margin harga beras demi kepentingan konsumen. Dengan diberlakukannya HET beras secara efektif, Enggar menegaskan pengusaha beras yang mencoba mempermainkan konsumen dan tidak menjalankan aturan akan dicabut izinnya. Adapun penetapan HET untuk komoditas beras kualitas medium dan premium diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 57 Tahun 2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Beras. Penetapan HET beras kualitas medium untuk wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Rp 9.450 per kilogram dan Rp 12.800 untuk jenis premium. Wilayah Sumatera, tidak termasuk Lampung dan Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan untuk beras kualitas medium Rp 9.950 dan premium Rp 13.300 per kilogram. Untuk Maluku, termasuk Maluku Utara dan Papua, HET beras kualitas medium Rp 10.250 per kilogram dan premium Rp 13.600. (ant)
19
Jumat Kliwon, 22 September 2017
Banjar Pangi Dari Hal. 1
Pengungsi yang ada di Banjar Telaga semuanya datang dari Banjar Pangi, Desa Jungutan. Seluruhnya mencapai sekitar 200 orang, dari total rencana warga yang mengungsi ke lokasi ini sebanyak 532 orang. Mereka tiba di tempat pengungsian pukul 14.00 wita. Ada pula satu orang dalam kondisi hamil tua. Klian Banjar Dinas Telaga, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, I Kadek Redita, mengatakan seluruh penanganan sampai saat ini di bawah tanggung jawab Desa Sibetan. Desa Sibetan saat ini menjadi lokasi sementara tempat pengungsian untuk warga dari Desa Jungutan, karena masih wilayah KRB III. Seluruh biaya logistik keperluan selama di tempat mengungsi ditanggung desa adat.
Untuk warga Banjar Galih sebanyak 434 orang, diungsikan ke Banjar Kreteg, Banjar Jungutan 690 orang diungsikan ke Banjar Triwangsa. Banjar Yeh Bunga sebanyak 711 orang juga diungsikan di Banjar Triwangsa. Banjar Abian Tiing 635 orang diungsikan ke Banjar Telugtug. Warga Banjar Mumbul 1.575 orang, diungsikan ke Banjar Tengah dan Banjar Mantri. Banjar Batu Ampin 448 orang diungsikan ke Banjar Karanganyar. Banjar Nampo sebanyak 413 orang diungsikan ke Banjar Kutabali, Banjar Pangi 532 orang diungsikan ke Banjar Telaga. Banjar Yeh Kori 634 orang diungsikan ke Banjar Dukuh. Banjar Untalan 537 orang diungsikan ke Banjar Pengawan dan warga Banjar Pangleg 557 orang diungsikan juga ke Banjar Pengawan. (gik)
Setengah Harga Dari Hal. 1
‘’Saya sudah jual beberapa sapi dan babi dengan harga murah. Sapi yang biasanya harganya Rp 10 juta saya jual Rp 5 juta. Begitu juga dengan babi dari harga Rp 3,5 juta saya jual Rp 1,5 juta. Jadi setengah harga saya jual,’’ ucap Sudiarti. Sudiarti menjelaskan, pihaknya terpaksa menjual sapi dan babi dengan harga yang murah karena takut jika Gunung Agung erupsi hewan peliharaan semuanya akan mati. Selain itu hasil berjualan itu
dipergunakan sebagai bekal untuk mengungsi. Hal senada juga disampaikan I Wayan Rimpi asal Banjar Kesimpar, Desa Kesimpar, Rendang, Karangsem. Dia mengungkapkan memang sejumlah warga di desanya mulai menjual ternaknya sejak adanya isu Gunung Agung akan erupsi. ‘’Sudah banyak warga yang menjual hewan peliharaan mereka. Tapi ada juga yang belum menjualnya. Harga jual sedikit lebih murah dari harga normalnya,’’ kata Rimpi. (sos/nan)
Deteksi Kegiatan Dari Hal. 1
‘’Kita memang pasang satu alat lagi. Pemasangan alat itu sebagai tambahan alat yang sudah ada. Alat itu akan memonitoring atau mendeteksi kegiatan yang terjadi,’’ ungkap Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani, Kamis (21/9) kemarin. Kasbani menambahkan, sekarang ini pemasangan alat masih terus dilakukan. Temasuk pensetting-an alat juga masih berjalan.
Mengingat, untuk men-setting alat itu harus mencari data pembanding sebelumnya. ‘’Kami harap alat bisa segera difungsikan. Kami usahakan hari ini alat sudah bisa digunakan,’’ terang Kasbani. Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG/BG KSDM I Gede Suartika menyatakan, dengan dipasangnya alat Tilmeter ini pihaknya bisa memantau perkembangan aktivitas Gunung, sehingga data yang didapat dari alat lebih akurat lagi. (kmb41)
Ibu Hamil Dari Hal. 1
Selain ke Karangasem kota, warga dari Desa Ban mulai dievakuasi ke lokasi penampungan di Desa Les, Tejakula, Buleleng. Selain anakanak, lansia dan ibu-ibu, juga banyak orang dewasa. Bahkan, warga yang mengungsi ini juga ada dalam kondisi hamil. Evakuasi pengungsi ini dilakukan oleh tim gabungan operasi Tanggap Darurat Gunung Agung. Setelah dikumpulkan oleh aparat setempat, pengungsi diangkut dengan kendaraan yang sudah disiapkan petugas. Tiba di lokasi, warga kemudian menempati tenda yang dibangun tim gabungan operasi Tanggap Darurat Gunung Agung sejak Rabu (20/9) lalu. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng I Made Subur mengatakan, sejak Kamis (21/9) kemarin mobilisasi pengungsi mulai terjadi. Atas kondisi ini, pihaknya berupaya memberikan pelayanan di tempat yang sudah disiapkan dan tetap berkoordinasi dengan instansi terkait. Dari pendataan sementara, pengungsi dari Desa Ban Kecamatan Kubu masih didominasi berasal dari empat dusun, yakni Dusun Pengalusan, Belong, Pucang dan Dusun Bunga. Empat dusun tersebut masuk zona KRB III yang posisinya paling rawan karena jaraknya dari Gunung Agung berkisar antara 3 hingga 6 kilometer. Sementara itu pengungsi dari Desa Dukuh, Kecamatan Kubu ditampung di wilayah Desa Tembok, Kecamatan Tejakula. Dari data sementara, pengungsi dari desa ini diperkirakan sebanyak 130 orang. Pengungsi ini tidak menempati tenda, tetapi disebarkan di rumah-rumah penduduk, gedung serbaguna, balai dusun dan aula di Kantor Perbekel Desa Tembok. Pola penampungan pengungsi ini dilakukan dengan mengedepankan prinsip kekeluargaan. Selain warga di Kecamatan Kubu, warga Banjar Kesimpar, Rendang, juga mengungsi. Mereka menempati Kantor Pertanian, Desa Menanga dan di Balai Banjar Sekar
di Nongan. Warga mengungsi secara mandiri akibat kepanikan setelah gempa. Koordinator Relawan Koordinasi Desa Kesimpar I Ketut Rimpi saat ditemui di pengungsian di Kantor Pertanian, Desa Menanga, Rendang, Kamis kemarin mengungkapkan, warga Kesimpar menungsi setelah panik akibat kembali adanya gempa cukup besar di Kesimpar sekitar pukul 01.00. ‘’Warga yang ngungsi sekitar 151 KK. Mereka tersebar ada di Kantor Pertanian ada juga di Balai Banjar Sekar di Nongan. Tapi sebagain besar berada di Kantor Pertanian,’’ ungkap Rimpi. Sementara itu, pengungsi yang ada di Banjar Telaga semuanya datang dari Banjar Pangi, Desa Jungutan. Seluruhnya mencapai sekitar 200 orang, dari total rencana warga yang mengungsi 532 orang. Mereka tiba di tempat pengungsian pukul 14.00 Wita. Ada pula satu orang dalam kondisi hamil tua. Klian Banjar Dinas Telaga, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, I Kadek Redita, mengatakan seluruh penanganan sampai saat ini di bawah tanggung jawab Desa Sibetan. Desa Sibetan saat ini menjadi lokasi sementara tempat pengungsian untuk warga dari Desa Jungutan, karena masih wilayah KRB III. Seluruh biaya logistik keperluan selama di tempat mengungsi ditanggung desa adat. Untuk warga Banjar Galih sebanyak 434 orang, diungsikan ke Banjar Kreteg, Banjar Jungutan 690 orang diungsikan ke Banjar Triwangsa. Banjar Yeh Bunga sebanyak 711 orang juga diungsikan di Banjar Triwangsa. Banjar Abian Tiing 635 orang diungsikan ke Banjar Telugtug. Warga Banjar Mumbul 1.575 orang diungsikan ke Banjar Tengah dan Banjar Mantri. Banjar Batu Ampin 448 orang diungsikan ke Banjar Karanganyar. Banjar Nampo sebanyak 413 orang diungsikan ke Banjar Kutabali, Banjar Pangi 532 orang diungsikan ke Banjar Telaga. Banjar Yeh Kori 634 orang diungsikan ke Banjar Dukuh. Banjar Untalan 537 orang diungsikan ke Banjar Pengawan dan warga Banjar Pangleg 557 orang diungsikan ke juga ke Banjar. (Tim BP)
Jumat, 22 September 2017 05.00 Gayatri Mantra 05.30 Bali Channel Tourist TV 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana Makna Karya Mamungkah, Melaspas, Rsi Gana, Mapedagingan lan Ngenteg Linggih (1)
06.35 Seputar Bali Pagi 07.05 Bali Channel 07.35 Kartun Krisnha Garuda (3) 08.00 Bali Channel Tourist TV 09.30 Inovator 10.05 Lejel Homeshopping 10.30 Ajeg Bali Tradisi Menek Biya (2) 11.05 Bali Channel Tourist TV 12.00 Puja Trisandya
12.05 Dharma Wacana Makna Karya Mamungkah, Melaspas, Rsi Gana, Mepedagingan lan Ngenteg Linggih (2) 12.30 Berita Siang 13.00 Klip Bali 13.30 Lejel Homeshopping 14.00 Klip Bali 14.30 Tembang Bali 15.30 Bali Channel Tourist TV
16.05 Lila Cita Suara Kanti Gianyar (3) 17.05 Nangun Yandnya Karya Pitra Yadnya Desa Pakraman Pemogan-Denpasar Selatan 17.30 Kartun 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.30 Giliran Anda 20.00 Orti Bali
20.30 Lila Cita Topeng Prembon Sanggar Sari Manik Astagina Klungkung (3) 21.30 Wirasa 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Lila Cita Calonarang Tegallinggah (3) 23.00 Berita dan Bincang Terkini 23.05 Lila Cita Calonarang Sindhu Kaja (2)
Karna Sangat Bangga Ditasbihkan sebagai Panglima Perang Kuru
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Ketujuhbelas)
Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
Diangkatnya Karna sebagai pangglima perang alias jenderal, kata Raja Dhirtarashtra, seperti generalissimo kaum surgawi, tuan Skanda yang keberaniannya tidak pernah pudar. ‘’Engkau dukunglah kelompok Kuru itu! Karna, tampak seperti Mahendra ketika membantai para danava. Hancurkanlah olehmu semua kumpulan musuh-musuh kita! Setelah Karna, berada di medan perang para Pandava, para prajurit kereta perkasa itu datang bersama keluarga Panchala. Mereka melarikan diri dari pertempuran. Seperti para danava dalam penglihatan Vishnu. Karena itu, pimpinlah kekuatan pasukan Kuru yang sangat besar ini! Ketika engkau berdiri dengan tekad kuat di medan perang, maka para Pandava, keluarga Panchala, dan keluarga Srinjaya, itu semuanya akan melarikan diri bersama teman-teman mereka. Kehadiranmu seperti matahari terbit menghanguskan segala sesuatu dengan energinya yang dahsyat. Menghancurkan kegelapan yang pekat dan meluluhlantakkan musuh-musuh kita! Sanjaya melanjutkan, ‘’Harapan itu menjadi kuat, oh raja, di hati putra paduka, pascaterbantainya Bhishma dan Drona. Panglima perang Karna dipercaya akan menaklukkan para Pandava. Dia menghargai tanggung jawab itu di dalam hatinya. Putra sulung
Dhristarashra itu berkata kepada Karna, ‘Oh putra Suta, Partha tidak pernah menginginkan pertarungan denganmu.’ Karna berkata, ‘Aku telah, oh putra Gandhari, berkata sebelumnya di hadapanmu. Bahkan kata-kataku untuk menaklukkan semua para Pandava bersama putra-putra mereka termasuk Janardana!’ Aku akan menjadi jenderal-mu. Dalam hal ini tidak ada keraguan samasekali. Sentosakanlah dirimu sendiri, oh baginda. Aku menganggap para Pandava itu telah dikalahkan!’’ Sanjaya melanjutkan, ‘’Demikian Karna, oh baginda, disapa Prabu Duryodhana. Kemudian Karna membangkitkan semua raja. Seperti telah melaksanakan seratus kali upacara kurban kepada dewa-dewa. Semua memberi penghormatan kepada Karna, komandan seluruh bala tentara Kuru itu. Seperti kaum surgawi memberikan penghormatan kepada Skanda. Kemudian, oh baginda, semua raja pendukung Kuru yang dikepalai Duryodhana, itu menginginkan kemenangan. Karena itu mereka sangat antusias mendudukkan Karna sebagai komandan. Ritual-ritual suci itu dibuat sesuai peraturan upacara. Guci-guci tanah keemasan tampak dipenuhi air meluap. Air itu disucikan dengan mantra-mantra, gading-gading gajah, tanduktanduk badak dan banteng-banteng perkasa. Juga periok-priok indah
lainnya yang dihiasi permata-permata dan batu-batu mulia. Ditaburi ramuan-ramuan wangi dan bahanbahan lain yang dikumpulkan secara berlimpah, Karna saat itu penuh wibawa. Dia duduk dengan tenangnya di atas kursi kebesaran yang dibuat dari kayu udumvara. Kursi mewah itu ditutupi kain sutra halus. Dia ditasbhihkan dengan jabatan jenderal atau panglima perang Kuru. Pengukuhan itu sesuai ritual-ritual yang ada dalam kitab-kitab suci. Para brahmana, kshatriya, vaishya, dan sudra yang terhormat, menyembah orang yang berbudi luhur itu, setelah Karna dimandikan di atas tempat duduk yang sangat baik itu. Demikian Karna dinobatkan sebagai jenderal, oh raja, pembantai musuh-musuh kemudian memberikan hadiah-hadiah Niska-niska dan sapi dan harta benda yang banyak kepada yang utama dari para Brahmana, yang mengumandangkan doa-doa untuknya.’’ Taklukkan para Partha dengan Govinda dan semua para pengikut mereka, bahkan semua kata-kata itu diucapkan oleh para tukang puji dan para brahmana (kepadanya), oh banteng di antara manusia! Mereka juga berkata ‘’Bantai para Partha dan keluarga Panchala itu, oh putra Radha. Hal itu demi kemenangan kita. Engkau seperti matahari terbit yang selalu menghancurkan kegelapan, dengan sinar-sinarnya yang
dahsyat! Putra Pandu, Keshava itu tidak dapat melihat panah-panah yang ditembakkan olehmu. Panahpanah itu seperti burung-burung hantu yang tidak dapat melirik sinar-sinar yang membakar dari matahari! Para Partha beserta keluarga Panchala itu pasti tidak mampu berdiri di hadapanmu yang bersenjatakan senjata-senjata surgawimu itu. Seperti para Danava di hadapan Indra dalam pertempuran!’’ Diangkat sebagai komandan Kuru itu, putra Radha yang kemegahannya tidak dapat diperbandingkan dalam ketampanan dan cahaya, tampak seperti matahari kedua. Setelah melantik
putra Radha itu sebagai komandan bala tentara itu, putra paduka didorong oleh takdir kematian, menganggap dirinya sendiri sebagai seseorang yang tujuannya telah tercapai. Penghukum-penghukum musuh itu, Karna, oh raja, setelah mendapatkan jabatan jenderal itu kemudian memerintahkan pasukan-pasukannya secepatnya berbaris pada saat terbitnya matahari. Dengan didampingi putraputra paduka lainnya yang masih hidup, oh Bharata, Karna kelihatan gemerlapan seperti Skanda dikelilingi kaum surgawi yang memiliki Saraka sebagai akar jahatnya. (bersambung)
Sloka 15.3-4
Na rupam asyeha tathopalabhyate nanto na cadir na ca sampratistha asvattam enam su-virudha-mulam asanga-sastrena drdhena chittva tatah padam tat parimargitavyam yasmin gata na nivartanti bhuyah tam eva cadyam purusam prapadye yatah pravrttih prasrta purani Bentuk sejati pohon tersebut tidak dapat dipahami di dunia ini. Tidak ada orang yang dapat mengerti di mana pohon itu berakhir, di mana pohon itu mulai, atau di mana dasar pohon itu. Tetepi dengan ketabahan hati orang harus menebang pohon itu yang mempunyai akar yang kuat dengan memakai senjata ketidakterikatan. Kemudian, ia harus mencari suatu tempat sehingga setelah mencapai tempat itu, ia tidak akan pernah kembali lagi. Di tempat itu ia harus menyerahkan diri kepada kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, asal mula segala sesuatu dan sumber perwujudan segala sesuatu sejak sebelum awal sejarah.
16 Pages
177 Number 9th year
Price: Rp
L O N A A T I E R N I N T
3.000,-
st.co.id e-mail: info_ibp@balipo t.com. rnationalbalipos
om. http://epaper.inte
L O N A A T I E R N I N T
online: http://www.intern
ationalbalipost.c
r 22, 2017
Friday, Septembe REUTERS/Mario
s , Bruno Mar Avril Lavigne dangerous’ named ‘most rches in online sea Friday, September
Anzuoni
Emma Stone
22, 2017
she has said
e honed Emma Ston to dance skillsgreat is play tenn King Billie Jean
planning to left her bedridden. that she is four years in said in 2016
first she However, album in 2017 - her searches for news Avril Lavigne on - Pop singers release a newleading to increased a list of celebrities LOS ANGELES by musiMars topped dangerous to search - apparently dominated included music. and Bruno list the most that could expose about her McAfee study was the top 25 The 2017 results Tuesday ranked Jennifer Lopez who made because of Kendrick, but actors for online websites. Carly cians Perfect” star Anna alsaid singers the latest hit fans to malicious in “Pitch Hailee Steinfeld.
REUTERS/Ginnette
Jean went want when Billie it felt like available company McAfee Dion were alsofor and rising star digital world, we before and court in on Cyber security Malik and Celine - Emma Stone out onto the tennis “In today’s movies and more immediately vice president really keyed Zayn because searches LOS ANGELES stage, so she Rae Jepsen, of their annual list on suspicious links bums, videos, Gary Davis, McAfee’s been a sports said in a statement. she’s never was asked to her Stone said. practice on the top five can lead fans to click our devices,” and consider admits marketing, when she Bil- that,” came weeks of mp3” on consumer slow down their names them to malware. backhands, Later player, so world tennis No. 1 Lavigne freea mali- of global consumers should cross-court simplest that expose searching for “Avril He said way to stay play former in the movie “Battle serves and landing on even the goes a long It said that percent chance of for Stone, lie Jean King the Oscar-winning the risks. a 22 before clicking dif- but ... tough. with the hit results in it from a of the Sexes,” “Thinking he said. (rtr) things were to the U.S. Open fame in 2002 scene cious website. “We went actress approached next to Billie safe online,” who found - dancing. off the celebrity piowas Lavigne, 32, I was sitting ,” has been Lyme disease which ferent directioncontrast, who of pay in and and Sloane Stephens them in King, by single “Complicated of years because fight for equal ago, Jean, and tucking with for a number neered the than 40 years catching balls bouncing them and tennis more in Stone’s position to her skirt stuff pictured herself with the actress the racquet. little in-between to learn!” “It’s just as she worked character. me months portray her put myself in Emma’s but that took hired “I tried to really taking a risk Stone said. players were still Professional shots in the match shoes. That’ssomeone who is the little portrayinglike, ‘God, that’s a to reproduce which was watched alive. I’m King said. against Riggs,50 million on televithan pressure,” and the 73-year-old by more for Stone, 28, became good friends sion. King worked tells Simon For her part, tennis legend the movie that screenwriter while making King’s 1973 exhi- weeks with her experience men’s recalling when she not former the story behind Beaufoy against 1970s, bition matchBobby Riggs (Steve in the early the break-away in the sport only established Association and champion fight sexism U.S. Tennis wresCarell) to at large. It opens in Women’s but also was identity. on Riggs and society on Friday. in took her own sexual movie theaters tling with won an Oscar gay in 1981. Stone, who and dance musi- She came out as years after beating song 40 never played More than are still fighting for February for Land,” had sessions with Riggs, women rights on and off the cal “La La and her early as and tennis so equal pay on footwork that it comes court, not King focused was tennis to King. (rtr) choreography. so footwork any surprise “I danced,I had been on stage Photo Bolin/File good. (And) REUTERS/Chris
Singer Avril
Lavigne
You can
Scret 10 Malaika Sari Kuta Jl. Bakung 11 Snack Shack Lokal Jl. Pantai Kuta 12 Warung Club Tanduk 1 Kuta Beach the Coffe Bear Jl. Camplung 13 Cokro Cafee Kuta Sari Kuta 2 Wen Dys Hotel Jl. Bakung 14 T.J.Bar Paradiso Bali 3 Seminyak Legian Kuta Jl. Padma 15 J & N Kebab Resort&Spa 23 4 Ramayana Bar 16 Goanna Legian Resort&Spa Jl. Doble Six/Werkudara No. 51 5 The Lokha Emtertaiment 17 Batu Jimbar Jl. D.Tamblingan Sanur Live Sport Cafee 6 66 Corner No.126 A 18 Ramayana Grill 140 Jl. D.Tamblingan 7 Leghawa Jl. D.Tamblingan dan Restoran 8 Retno Barr 9 Elkomedor
onal Bali
find Internati
Cafee 19 Smirnof No 68 Jl. D.Poso 20 Legwa Hotel No. 50D Cafee Jl. D.Poso 21 Nu Laser No. 39 Book Jl. D.Poso 22 Ganesa Sanur Jl. D.Poso 23 All For Daiving Sanur Jl. D.Poso 24 Barocca Sanur Jl. D.Poso 25 Lantern Sanur Jl. D.Poso 26 Shearlock Sanur 27 Cafe Degan Jl. D.Tamblingan Jl. D.Tamblingan
No. 106 Dps Jl. Raya Puputan No 148 Mandala Renon Renon Kopi Made Jl. Raya Niti 148 Sanur 28 Manan Mandala No. Jl. D.Tamblingan Sanur 29 Dimsum Jl. Raya Niti Yamin No.18 Jl. Mohamad Jl. D.Tamblingan Sanur 30 Furama No.88 Renon Subah Renon Jl. Merdeka Jl. D.Tamblingan Sanur 31 Warung Denpasar khas Gilimanuk Wuruk 184 Jl. Hayam Jl. D.Tamblingan Sanur 32 Ayam Betutu Jl. D.Tamblingan 33 Bali Bakery 17 DKerobokan Jl.Petitenget 17E Kerobokan Jl.Petitenget Klod 17C Kerobokan Klod Jl.Petitenget 9 Kerobokan Jl.Petitenget
Post at:
Riquelme
e earthquak s rches for odd Mexico sea inst increasing aga survivors
A rescue
dog and
his trainer
work on
the rubble
of a collapsed
building
after an
earthquake
Mexico City
hit Mexico
where Navy-
City, Mexico
September
20, 2017.
Mexico searches for earthquake survivors against increasing odds
of southeast km (90 miles) afternoon, to 150 on Tuesday off sides stay quiet Mexico City place and in glass, shearing freeze in any calls for help shattering and leaving others better hear other disaster sites of buildings destruction. It came offiof with tremor
piles As Mexico, could communicate into southern lift- dusty same date as a 1985 girl but were throughout central led rescuers long odds and still resoon the employ heavy dared not free. of crushing that killed thousands labored against schoolgirl and with the 12-year-old to dig her Annual September res- cialsequipment for fear crumpled still unableother in Mexico. CITY - Rescuers a 12-year-old ing were being children were MEXICO Thursday to save be trapped beneath deadliest crews natesearthquake drills the nation below. Eleven Enrique Rebsamen anyone 19 on the capital, before the country’shave been cued from the the students are aged the dawn survivors who may Throughout volunteers and by- held a few hoursagain. Mexico was by where students powcameras, got rocked once Mexico following untold other than 50 survivors afternoon’s School, six to 15 but 21 killed. were joined used dogs, from another ago in central buildings in 32 years. Moresites since Tuesday of “Yes roughly adults there were seen a standers who and heat-seeking still recovering than two weeks detectors had and four victims who erful quake less 100 people in the earthquake several disaster to impassioned choruses to detect debris motion and spectators Rescuers previously from the equipment alive. Some 52 build- that killed nearly plucked fromde quake, leading volunteers fingers country. a mere 31 City hand protruding may still be south of the in Mexico wiggled her was 7.1-magnitu the first responders, from surface, and the girl was still alive, ings collapsed in the surrounding The epicenter ruins. we can!” beneath the through to continue when asked if she Televisa, alone and more people around the km (32 miles) killed 102 such officials vowed had to broadcaster gathered ing hour, cue efforts in died and school others have odds of with search-and-res one at a collapsed the At least 237 injured. As each pass- as the 1,900 were with survival lengthened
shockwavesof some quake according and reporters pro- states. The City and the remaining sending major area whose camerasto the scene to in Mexico five surrounding states, the metropolitan Much of the people. lake from special accesslive coverage. 20 million upon an ancient ef- 135 late on Wednesday. a vide nonstop 15 hours into thesaid officials said Latin American capital is built like jelly during But some At least nine to rush in search- bed that shakes Jose Luis Vergara fort, Admiral could not pinpoint countries pledged or technical assis- quake. (rtr) 6 rescuers still “There’s a girl alive and-rescue teams from Panama and to page that, as Continued her location. pretty sure of get tance, with crews on the job, how to Salvador already Spain, Japan in there, we’re also be heard don’t know “The El the United States, team of News can but we still at Global did told Televisa. in “Bali Image” from 9.30 orange complicate and Israel. The Panamanian to her,” Vergara 96.5 dressed in dogs in have passed Radio FM am. Listen to two hours that of finding alive or 32 rescue workers until 10.00 FM at http:// helmets and of the chances the person who might jumpsuits and seven days’ worth m Global Radio preten2myradio.co good health he said. arrived with and supplies and said at http:// globalfmbali.lis human streaming be trapped,” http:// the clock, food, water spoke, a or live video ali.com and li. As Vergara rescuers re- pared to work aroundof the Panamaradioglobalfmb nel/global-fm-ba Lange, leader of concrete chain of hard-hatted ustream.tv/chan large chunk Rescuers CesarCivil Protection unit. about moved a struck floodlit scene. “total si- nian The earthquake from the demanded periodicallybystanders, who would lence” from
balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost
Jumat Kliwon, 22 September 2017
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, (0361) 233801 Facsimile: 227418
Diduga Terkait Abu Sayyaf
Malaysia Tangkap Tujuh Warga Filipina
Ayu Laksmi
Buka Hati untuk Film
Kuala Lumpur (Bali Post) -
Malaysia menangkap tujuh warga Filipina yang diduga terlibat dalam kegiatan kelompok Abu Sayyaf, kata polisi, Kamis (21/9) kemarin. Penangkapan itu terjadi di tengah munculnya kekhawatiran peningkatan kegiatan kelompok keras tersebut meluas di Asia Tenggara.
Bali Post/ist
Bagi seniman Ayu Laksmi, keterlibatannya di film “Pengabdi Setan” karya Joko Anwar masih terasa seperti mimpi. Perempuan yang dulu dikenal sebagai lady rocker di era 90-an itu merasa beruntung mendapat tawaran peran dalam remake film horor fenomenal karya Sisworo Gautama Putra. “Setelah main film, mungkin saya akan benar-benar membuka hati untuk jadi bintang film sebenarnya,” kata Ayu dalam konferensi pers “Pengabdi Setan” di Jakarta, Rabu (20/9). Di sisi lain, sutradara Joko Anwar mengutarakan alasannya menggaet
seniman untuk memainkan beberapa karakter dalam “Pengabdi Setan”. Dia membutuhkan orang-orang yang tak sekadar bisa berakting, tapi mengekspresikan emosi lewat gerak tubuh. Selain Ayu Laksmi, Joko Anwar juga mengajak penata tari Elly Luthan di film horor ini. “Mereka berdua mau gabung project ini aja udah bersyukur, gila mereka tuh dua seniman hebat. Mereka tuh master of dancing, kerjaan mereka tuh enggak pernah di Indonesia, tapi di luar negeri,” kata Joko. “Yang aku butuh kan bukan cuma karakter mereka tapi juga bahasa tubuhnya,” imbuhnya. (ant)
Amanda Dahlia Latif
Sabet Juara Grand Champion Indonesia School Idol 2017 AMANDA Dahlia Latif (13), belia asal Denpasar, barubaru ini berhasil mengharumkan nama Bali di kancah nasional. Pasalnya, putri semata wayang dari Wanda Somdani yang mewakili SMPN 4 Kuta Selatan, Badung ini berhasil menyabet gelar juara Grand Champion Indonesia School Idol 2017 yang diselenggarakan di Gedung RRI Kota Semarang, Sabtu (16/9) lalu. Amanda, panggilan akrabnya, berhasil menjadi juara I di kategori penyanyi dewasa mengalahkan para pesaingnya dari tingkat SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi. Bahkan, ia berhasil meraih voting terbanyak dan menjadi juara Grand Champion mengalahkan voting dari juara I kategori penyanyi tingkat anakanak (SD). Amanda yang lahir di Denpasar, 27 Februari 2004 ini tumbuh dan berkembang tidak hanya mandiri, namun juga penuh semangat dan bertalenta di bawah asuhan sang ibu. Bakat menyanyi yang dimiliki-nya saat ini tumbuh semenjak ia mempunyai hobi karaoke pada saat masih duduk di kelas VI SD. Sebelumnya, ia menggeluti dunia model dan fashion show kategori anak-anak. Bahkan, Amanda pernah menjadi juara nasional di bidang modeling dan fashion. Amanda merasa sangat bangga bisa meraih juara dalam ajang pencarian bakat menyanyi tersebut. Awalnya, gadis belia yang mengidolakan Katy Perry ini tidak percaya bisa keluar menjadi juara Indonesia School Idol 2017. “Saya tidak menyangka dapat juara I, apalagi pada saat pengumuman yang juara III dan II dipanggil duluan dan namanya bukan saya. Tentu saya bangga, dan ke depan saya akan terus mengasah suara saya sehingga saya bisa menjadi penyanyi ternama seperti Raisa, Tulus, dan bisa menjadi penyanyi go international seperti idola saya Katy Perry,” ungkap Amanda. Ibundanya, Wanda Somdani, saat ditemui Rabu (20/9) mengatakan Amanda berhasil lolos dan masuk babak grand final Indonesia School Idol 2017 setelah melewati beberapa babak penyisihan. Pada babak grand final, lanjutnya, diikuti oleh 28 peserta, yang terdiri dari 14 peserta anak-anak (kategori SD) dan 14 peserta kategori dewasa. Keseluruhan peserta harus menyanyi secara live di hadapan dewan juri dan para penonton. “Anak saya akhirnya berhasil keluar menjadi juara I di kategori dewasa dan menjadi juara grand champion setelah mengalahkan juara I kategori anak-anak,” katanya. (win)
Bali Post/ist
Kelompok Abu Sayyaf yang anggotanya berikrar setia kepada ISIS, dikenal sebagai kelompok garis keras, yang kerap melancarkan serangan bom, pemancungan, pemerasan dan penculikan untuk meminta tebusan di Filipina selatan. “Tersangka tersebut bekerja sebagai penjaga keamanan untuk perusahaan swasta di ibu kota, Kuala Lumpur, dan negara bagian tetangganya, Selangor,” kata Inspektur Jenderal Polisi
Mohamad Fuzi Harun. “Seorang tersangka berusia 22 tahun adalah anggota kelompok Abu Sayyaf, yang terlibat dalam bentrokan dengan militer dan penculikan sandera di Filipina Selatan,” katanya dalam pernyataan. Sebuah faksi ekstremis Abu Sayyaf membantu merebut sebagian besar Kota Marawi di Filipina Selatan pada Mei, memimpin pengepungan yang menewaskan sekitar 670 geri-
lyawan dan 149 tentara. Polisi Malaysia mengatakan penangkapan didasarkan informasi setelah pihak berwenang menggagalkan rencana seorang anggota Abu Sayyaf. Penyerangan rencananya dilakukan pada upacara penutupan SEA Games di Kuala Lumpur bulan lalu. “Ketujuh pria tersebut tiba di Malaysia pada September 2015 melalui Kota Sandakan di negara bagian Sabah. Mereka masuk dari pantai selatan Fili-
pina dan melakukan perjalanan ke Kuala Lumpur menggunakan dokumen palsu,” kata Mohamad Fuzi. Malaysia yang penduduknya mayoritas Muslim, sejak 2013 telah menahan lebih dari 300 orang dengan dugaan keterkaitan mereka terhadap ISIS. “Tahun ini, Malaysia telah menahan 41 warga asing yang tergolong sebagai petempur teroris asing,” tambah Mohamad Fuzi. Pemerintah negara di Asia Tenggara khawatir akan kemungkinan perluasan kegiatan ISIS di kawasan tersebut sebagai akibat dari kekurangan wilayah kendali mereka di Timur Tengah. (iah/rtr)
Yoko Ono
Ancam Gugat Perusahaan Polandia
KETIKA istri mendiang John Lennon, Yoko Ono, mendengar adanya sebuah perusahaan minuman Polandia menggunakan nama “John Lemon” pada minuman terbarunya, ia mengancam akan menggugat perusahaan itu. Alasannya nama itu telah melanggar hak kekayaan intelektual mendiang suaminya, John Lennon. Perusahaan tersebut kemudian setuju untuk mengubah nama minuman mereka menjadi “On Lemon” setelah pengacara yang mewakili Yoko Ono menyurati distributor perusahaan tersebut dengan peringatan denda sebesar 5.000 euro per hari atau 500 euro
untuk setiap botol yang terjual karena mereka melanggar hak kekayaan intelektual. Meski setuju mengubah nama, pengacara yang mewakili perusahaan minuman itu membantah kliennya telah melanggar HaKI. Namun, pengacara Yoko Ono menyatakan mereka memiliki bukti sebuah unggahan John Lemon Irlandia di Facebook yang menampilkan foto dari John Lennon. Selain foto penyanyi legendaris itu, material untuk publikasi penjualan juga memasukkan kata-kata “Let it Be” di sebelah logo minuman dan kacamata bundar yang sering diasosiasikan dengan Lennon. (iah/rtr)
Bali Post/ist