Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
SELASA PAING, 22 mei 2018
Pengemban Pengamal Pancasila
Alasan Mantra-Kerta Bantu Desa Pakraman Rp 500 Juta (4-Habis)
Meneguhkan Desa Pakraman sebagai Wahana Pendidikan Karakter
’’TIDAKLAH mungkin membangun sebuah bangsa (yang kuat) tanpa membangun karakter rakyatnya.’’ Demikian Calon Gubernur Bali nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, menyitir ucapan Bung Karno saat mengawali paparannya mengenai pendidikan karakter yang ia dorong untuk dilakukan secara lebih intensif di desa pakraman. Ditemui di Denpasar, Senin (21/5) pagi kemarin, Rai Mantra memandang desa pakraman memiliki peran sangat strategis untuk membentuk karakter masyarakat Bali melalui berbagai aktivitas budaya dan tradisi yang nyaris menyatu dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, Rai Mantra memandang perlu mengajegkan desa pakraman sebagai wahana pembentukan karakter masyarakat Bali. Hal. 15 Aktivitas Pendidikan
GENERASI MUDA - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta), di tengah-tengah generasi muda sebuah desa pakraman, baru-baru ini.
EKONOMI
Tak Diproteksi, Petani Bali ’’Mati’’
Bangun Bali, Koster akan Gandeng Perguruan Tinggi TIAP kali kehadiran Calon Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster, di mana pun tak terkecuali di Kota Denpasar, selalu menjadi magnet yang menyedot ribuan massa. Seperti halnya saat Wayan Koster menghadiri acara Semarak Salam 1 Jalur Denpasar Selatan, Minggu (20/5), di Lapangan Pegok, Sesetan, Denpasar Selatan. Acara ini dimeriahkan berbagai hiburan, pasar murah serta berbagai lomba seperti merangkai janur, ngelawar dan ngejuk kucit. Hadir mendampingi Koster, Sekretaris DPD PDI Perjuangan IGN Jaya Negara, Ketua Tim Pemenangan Koster-Ace Gusti Ngurah Gede, A.A. Rai Wirajaya (anggota F-PDI Perjuangan DPR-RI), Ketut Suteja Kumara (Bendahara DPC PDI Perjuangan Denpasar). Hal. 15 Sangat Mendukung
Bali Post/kmb
SATU JALUR - Calon Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster, saat menghadiri acara Semarak Salam 1 Jalur Denpasar Selatan, Minggu (20/5).
Soeharto mendatanginya. Kedatangan Yusril bukannya tanpa alasan. Yusril membawa pesan dari Soeharto. Yaitu menanyakan persetujuan Amien apabila BJ Habibie naik sebagai presiden menggantikan presiden kedua RI itu. ‘’Kemudian 20 Mei malam itu, jam 20.00 WIB setelah Isya, saya didatangi Yusril dikawal Paspamres. Dia mengatakan ‘Pak Amien, saya ada pesan dari Pak Harto. Kalau Pak Harto akan menyatakan lengser, apa Pak Amien setuju kalau yang ganti (BJ) Habibie?’ Terus saya bilang ‘Mas Yusril, kan itu kata konstitusi jadi memang harus Pak Habibie.’ Jadi saya mengatakan selama saya dan Pak Harto insyaallah, kita akan menyambut dengan senang
hati,’’ ungkap Amien. Sekitar pukul 23.00 WIB, Yusril kembali menelepon Amien. Dalam sambungan telepon itu, Amien mendesak agar Soeharto dapat segera lengser. ‘’Saya katakan ‘Pak Yusril, yang penting pergantian. Di mananya enggak penting. Jadi yang penting bagaimana terjadi pidato pelengseran beliau.’ Soal di mana, tentu rakyat akan memahami,’’ ucapnya. ‘’Jam 10 pagi 21 Mei, Pak Harto menyatakan lengser,’’ sebut Amien. Hadir pada cara tersebut antara lain pelaku sejarah Albert Hasibuan, Ketua MPR Zulkfli Hasan, penyair Taufiq Ismail, Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah serta Wakil Ketua DPD Nono Sampono. (kmb4)
Jokowi Bantah Ada Serbuan TKA Cina
Padang (Bali Post) – Investasi Cina di Indonesia mengalami peningkatan. Sebagian besar bergerak pada pembangunan infrastruktur jalan. Peningkatan investasi tersebut ternyata dibarengi serbuan tenaga kerja asal tirai bambu tersebut. Hal itu pula yang ditanyakan seorang warga saat dialog dengan Presiden Jokowi, di Padang, Senin (21/5) kemarin. ‘’Soal itu saya telah menerbitkan peraturan presiden baru tentang tenaga kerja asing yang justru diatur lebih ketat,’’ kata Jokowi di hadapan 510 penerima sertifikat tanah wakaf di Masjid Jamiatul Huda Ketaping, Padang. Menurutnya, dengan perpres yang baru, TKA yang dulu tidak bayar sekarang harus membayar. Demikian pula jangka waktu bekerja juga dibatasi secara ketat. ‘’Intinya itu memperketat, saya melihat ini isu politik lagi, pemerintah memperketat malah dianggap memperlonggar,’’ katanya. Presiden menyampaikan coba dibayangkan saat ini di Tiongkok gaji terendah saja sudah setara Rp 8 juta untuk level terbawah. ‘’Sementara di Sumbar UMR sekitar Rp 2,1 juta, mau enggak kirakira orang sana dibawa ke sini kemudian digaji setara UMR di sini?’’ kata Presiden bertanya. Ia mengatakan secara logika kalau ada perusa-
MASALAH dan kendala pertanian di Bali hingga kini belum terselesaikan. Tak heran pertanian ini belum mampu menyejahterakan petani di Bali. Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bali merumuskan sejumlah permasalahan dan penyebabnya.
Ketua HKTI Bali Prof. Dr. Ir. I Nyoman Suparta mengatakan, Bali masih sebagai daerah agraris, selain sebagai daerah pariwisata. Berdasarkan data BPS Bali tahun 2017 luas lahan sawah hanya 79.526 hektar (14,11 persen). Dengan berkurangnya luasan lahan pertanian semakin memberi peluang produk pertanian luar masuk. Semakin banyaknya produk pertanian dari luar masuk ke Bali, baik yang masih mentah, setengah jadi maupun sudah jadi telah memenuhi pilihan konsumen. Sementara antisipasi dan proteksi masyarakat Bali terhadap produk pertaniannya sendiri masih rendah. ‘’Bila ini tidak segera dilakukan regulasi oleh pemerintah maka akan berpotensi mematikan petani Bali,’’ ujarnya. Selain itu, penerapan teknologi belum maksimal, sehingga produktivitas beberapa jenis komoditas belum optimal. Meski prasarana dan sarana fisik pertanian Bali telah lebih baik, namun belum semuanya termanfaatkan dengan baik. Ia juga memperhatikan semakin lemahnya eksistensi subak. Dalam transaksi jual-beli tanah di wilayahnya, telah menyebabkan terjadinya pelepasan hak tanah dan alih fungsi lahan semakin tidak terkendali. Padahal subak telah terbukti tangguh dalam memajukan usaha pertanian Bali. Minat anak muda rendah memasuki sektor pertanian, juga salah satu yang menjadi kendala. Karena pertanian dianggap kurang mampu memberikan jaminan perubahan taraf hidup dan status sosial yang lebih baik ke depannya. Ini dikarenakan kebijakan pemerintah di sektor pertanian dianggap masih kurang memihak kepada petani. Sektor pertanian terkesan terpinggirkan. ‘’Miskinnya inovasi dan kurangnya orientasi masyarakat tertentu terhadap sektor pertanian diyakini berhubungan erat dengan kasus terpinggirkannya pertanian ini. Ingar-bingar kemajuan ekonomi di sektor pariwisata belum serta merta membawa dampak langsung dan nyata kepada kemajuan petani dan pertanian Bali,’’ bebernya. (kmb42)
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Ribuan Warga Denpasar Selatan Hadiri Semarak Satu Jalur
20 Tahun Reformasi
MANTAN Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Amien Rais memperingati perjalanan 20 tahun reformasi di Gedung MPR/ DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (21/5) kemarin. Banyak hal diungkap. Salah satunya detik-detik menjelang lengsernya Soeharto dari jabatannya sebagai Presiden kedua RI. Saat itu, sebut Amien, ia sempat meminta kepada Soeharto untuk segera mundur agar situasi keamanan nasional dapat segera pulih. Usulannya didukung media massa saat itu. Kemudian pada tanggal 20 Mei 1998 malam sekitar pukul 20.00 WIB, Yusril Ihza Mahendra yang berada di lingkaran istana sebagai penulis teks pidato
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Amien Rais Ungkap Rupiah 14.178/Dolar Komunikasinya dengan Pak Harto Jakarta (Bali Post) – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin (21/5) sore, melemah 45 poin menjadi 14.178 dibandingkan posisi sebelumnya 14.133 per dolar AS. Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra, di Jakarta, Senin kemarin, mengatakan dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang dunia seiring dengan meredanya kekhawatiran pasar terhadap perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. ‘’Meredanya ketegangan perdagangan mendukung aset berdenominasi dolar AS dan dapat menjadi pertanda baik bagi ekonomi AS,’’ katanya. Ia menambahkan, imbal hasil obligasi Amerika Serikat yang di atas level 3 persen untuk tenor 10 tahun juga masih menjadi salah satu faktor yang telah memicu permintaan dolar AS meningkat. ‘’Tingginya imbal hasil obligasi AS itu menjadi penggerak untuk permintaan dolar AS,’’ katanya. Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail menambahkan, dolar AS masih berada dalam area positif terhadap mata uang rupiah. Pelaku pasar diperkirakan sedang menyesuaikan kebijakan Bank Indonesia setelah menaikkan BI 7-day Reverse Repo Rate. ‘’Pascakenaikan tingkat suku bunga acuan, rupiah diperkirakan mencari titik keseimbangan baru,’’ katanya. (ant)
16 HALAMAN
NOMOR 261 TAHUN KE 70
haan dari Cina di Indonesia tentu akan memilih mempekerjakan tenaga lokal karena gajinya lebih murah dibandingkan mendatangkan pekerja dari negaranya. ‘’Atau mau enggak tenaga kerja Indonesia kerja di negara yang gajinya Rp 500 ribu, padahal di sini sudah Rp 2 juta,’’ lanjutnya. Presiden mengutarakan, tenaga kerja Indonesia yang kerja di luar negeri pasti gajinya tiga sampai empat kali lipat lebih besar dibanding dalam negeri. ‘’Memang ada tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia, tetapi karena keterampilan mereka belum ada dimiliki orang Indonesia. Itu pun hanya beberapa bulan lalu pulang,’’ katanya. Oleh sebab itu, Presiden meminta isu seperti itu disaring dan dipertimbangkan lagi apakah masuk akal atau tidak secara logika. ‘’Kembali lagi ini urusan politik, jangan telan mentah-mentah begitu saja,’’ katanya mengingatkan. (ant)
’’Intinya itu memperketat, saya melihat ini isu politik lagi, pemerintah memperketat malah dianggap memperlonggar.’’ Jokowi
Mensos Diperiksa KPK Jakarta (Bali Post) – Politisi Partai Golkar yang juga Menteri Sosial Idrus Marham, Senin (21/5) kemarin diperiksa KPK. Ia diperiksa sebagai saksi kasus aliran dana dalam proses pembahasan anggaran Bakamla RI di DPR. ‘’KPK membutuhkan keterangan yang bersangkutan sebagai saksi untuk tersangka Fayakhun Andriadi untuk mengklarifikasi informasi aliran dana terkait proses pembahasan anggaran Bakamla RI di DPR,’’ kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, di Jakarta, Senin kemarin. Idrus yang juga Menteri Sosial itu tiba di gedung KPK
sekitar pukul 14.00 WIB. Namun, ia tidak memberikan komentar apa pun terkait pemeriksaannya. Idrus yang mengenakan kemeja putih lengan pendek hanya melontarkan senyum dan langsung ke dalam gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan. Nama Idrus sendiri mencuat dalam kasus Fayakhun karena disebut oleh politisi Partai Golkar lainnya yaitu Yorrys Raweyai sesuai menjalani pemeriksaan juga sebagai saksi untuk tersangka Fayakhun. Saat itu, Yorrys mengaku dikonfirmasi oleh KPK soal pemberian uang sebesar Rp 1 miliar dari anggota DPR-RI
2014-2019 dari Fraksi Golkar Fayakhun Andriadi. ‘’Dari laporan Fayakhun dalam pemeriksaan dia bahwa dia ada memberikan uang kepada beberapa orang di antaranya saya. Dalam rangka apa tentunya, dia katakan dalam rangka proses dia untuk menjadi Ketua Golkar DKI bulan April (2017) yang lalu tetapi kejanggalannya bahwa uang itu diserahkan ke saya bulan Juni. Ini kan tidak masuk logika,’’ kata Yorrys seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Senin (14/5) lalu. Namun, ia mengaku tidak menerima uang sebesar Rp 1 miliar tersebut. (ant)
Bali Post/ant
DIPERIKSA - Menteri Sosial Idrus Marham (kiri) bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (21/5) kemarin.
DENPASAR
2 FIGUR Bertani Kreatif dan Inovatif TERJUN di sektor pertanian di Bali cukup menjanjikan. Apalagi, Bali dikenal dengan pariwisatanya. Hasil produk pertanian bisa dijajakan di hotel-hotel yang ada di Bali. Bahkan, lahan pertanian seperti perkebunan bisa dijadikan agrowisata yang dapat menarik kunjungan wisatawan. Kendati demikian, antusias generasi muda terjun ke sektor pertanian masih minim. Salah satu penyebabnya adalah adanya persepsi bahwa bertani itu kotor. Padahal, menjadi petani adalah pekerjaan yang sangat mulia. ‘’Persepsi inilah yang perlu diluruskan, karena bertani itu sangat menjanjikan. Contohnya, petani di Kintamani saja sekali panen itu bisa kaya,’’ ujar Dekan Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa Ir. Dewa Sadguna, M.Agb., Senin (21/5) kemarin. Apalagi, katanya, regulasi tentang pertanian di Bali sudah dibuatkan kebijakan oleh pemerintah. Bahkan, bantuan di sektor ini telah diberikan oleh pemerintah. Sehingga, tidak ada alasan bagi generasi muda menakuti pekerjaan menjadi petani. ‘’Bertani sekarang itu tidak lagi seperti dulu yang menggunakan tangan. Tapi dengan memanfaatkan teknologi, bertani jauh lebih mudah dan efisien dengan hasil yang jauh lebih baik,’’ tegasnya. Dengan teknologi tersebut, diharapkan masyarakat terutama generasi muda mau terjun ke sektor pertanian. Sehingga pertanian di Bali jauh lebih kreatif dan inovatif dengan sentuhan teknologi tersebut. ‘’Generasi muda, terutama generasi muda pelajar jauh lebih kreatif dan inovatif dalam hal pengembangan pertanian. Apalagi, mereka diberikan pengetahuan yang lebih dari kampusnya. Terutama mereka yang kuliah di Fakultas Pertanian,’’ katanya. (win)
Dialog Interaktif Bali TV BALI TV bekerja sama dengan The Marhaenisme Institute dalam rangka 110 Tahun Kebangkitan Nasional 20 Mei, menggelar kerja sama acara Dialog Interaktif di Bali TV edisi Mei secara live, pukul 16.00-17.00 Wita Selasa (22/5) hari ini. Dialog interaktif ini menghadirkan narasumber Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III (Senator DPD/MPR-RI sekaligus Direktur The Marhaenisme Institute). Adapun tema yang diusung adalah ‘’Kenapa Bali Harus Mendukung UU/Perppu Anti-Terorisme?’’ Dinamika keamanan negara termasuk ideologi Pancasila dipertaruhkan dengan serangkaian kejadian teror di Mako Brimob Depok dan kejadian bom di Jawa Timur beberapa waktu lalu dan sebagian masyarakat khususnya kaum nasionalis dan kaum Marhaen mendesak parlemen di Senayan untuk segera mengesahkan RUU AntiTerorisme. Begitu juga pernyataan Presiden Joko Widodo yang merespons kejadian bom dengan menargetkan pada bulan Juni untuk dikeluarkan perppu patut diapresiasi. Lalu bagaimana dengan sejumlah usulan pasal di RUU terkait dengan eksistensi terorisme, termasuk peran TNI yang selama ini dibatasi UU untuk membantu Polri dalam memerangi terorisme? Dan, bagaimana sebaiknya sikap negara terhadap tekanan hak asasi manusia (HAM) terkait dengan sejumlah kebijakan politik memerangi terorisme? Semua ini akan dikaji dalam persepektif Marhaenisme oleh Arya Wedakarna (AWK) yang membawa kepentingan Bali dalam dukungan politik, baik kepada parlemen maupun Presiden RI. Selain itu, Bali perlu mewaspadai sejumlah dugaan bahwa di Bali telah ada sel-sel ISIS dan radikalisme yang tumbuh di sejumlah sektor. Bali perlu waspada karena pernah menjadi korban Bom Bali 1 dan Bom Bali 2. (r)
(0361) 7400391, 812987 FM 96,5
Topik : Generasi Milenial Bisa Jadi ’’Agent Action’’ BNN Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com
Selasa Paing, 22 Mei 2018
Makanan Mengandung Zat Berbahaya Ditemukan di Pasar Kereneng ujarnya dan menambahkan, BBPOM juga melaksanakan program Pasar Aman pada beberapa pasar di Bali, yaitu Pasar Agung, Pasar Sindu, Pasar Intaran, Pasar Nyanggelan, Pasar Umum Gianyar, Pasar Amlapura Timur dan Pasar Kayuamba, Bangli. Menurut Adhi Aryapatni, makanan yang berpotensi mengandung zat berbahaya yaitu jajan upakara, di mana pendistribusinya meningkat menjelang hari raya Galungan. Selain itu, makanan yang berpotensi untuk ditambahkan bahan berbahaya adalah kue kering, tahu, i k a n a s i n d a n ikan segar.
Denpasar (Bali Post) -
Menjelang hari raya Galungan dan bulan puasa, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar mengintensifkan pengawasan terhadap makanan yang dijual di wilayah kerjanya. Senin (21/5) kemarin, misalnya, BBPOM menemukan makanan yang mengandung formalin dan rhodamin B di Pasar Kereneng. Dari 28 sampel yang diambil, sebanyak dua makanan mengandung formalin, yaitu ikan asin (sudang) dan teri Medan. Sementara makanan yang positif mengandung rhodamin B yaitu jajan begina, matahari (warna pink), apem, gipang dan apem kecil. Kepala BBPOM di Denpasar Dra. I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, Apt. mengatakan, penemuan kedua zat berbahaya tersebut akan ditelusuri kembali peredarannya, mengingat temuan bahan berbahaya tersebut tidak sekali ditemukan, namun berkalikali. Selain di Pasar Kereneng, sebelumnya BBPOM juga melakukan sampling di Pasar Badung, Jumat (18/5) lalu. Hasilnya, dari 20 sampel yang diperiksa, lima makanan tidak memenuhi syarat (TMS) yaitu satu sampel teri medan mengandung formalin dan empat sampel mengandung rhodamin B, yaitu terasi dan jajan uli, begina serta gipang. BBPOM juga menemukan makanan TMS di Pasar Biaung. Dari 11 sampel yang diambil, delapan sampel mengandung formalin dan rhodamin B. Sebanyak dua sampel makanan mengandung formalin yaitu pada teri medan dan sudang. Sebanyak enam sampel mengandung rhodamin B yaitu terasi, jajan uli, begina, gipang, bendu dan jajan matahari. Selanjutnya, kata Adhi Arya-
patni, pihaknya akan segera menelusuri lebih lanjut terkait distribusi makanan yang mengandung bahan berbahaya. Penelusuran akan dilakukan ke tingkat pedagang hingga produsen. “Selama ini, kita sudah melakukan pembinaan ke sentra-
sentra produksi. Beberapa yang belum, mungkin karena benar tidak tahu atau memang tahu tapi membandel. Ini akan kami tinjau lebih lanj u t , ”
Adapun dampak bagi kesehatan manusia jika terus mengonsumsi makanan mengandung rhodamin B dan formalin tersebut yaitu dapat memicu timbulnya sel-sel kanker pada tubuh. “Semoga masyarakat ke depannya makin sadar akan kesehatan makanan yang dikonsumsi,” katanya. Adhi Aryapatni berharap masyarakat bisa cerdas memilih, karena dengan masyarakat tidak membeli, maka produsen tidak memproduksi. “Hal ini yang kami perlu sosialisasikan kepada masyarakat agar masyarakat mengerti bahaya yang ditimbulkan dari mengonsumsi bahan makanan tersebut,” tegasnya. (kmb42) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.
Bali Post/eka
Bahas Izin Toko Modern
Dinas PM dan PTSP Agendakan Rapat Bersama Denpasar (Bali Post) Munculnya keluhan dari sejumlah pemilik toko modern nonberjaringan terkait perpanjangan izin, mendapat respons dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM dan PTSP) Denpasar. Dinas ini akan melakukan rapat bersama instansi terkait lainnya untuk memutuskan langkah yang akan diambil. Kepala Dinas PM dan PTSP I Made Kusuma Diputra menegaskan hal itu saat ditemui di sela-sela upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional di Lapangan Lumintang, Senin (21/5) kemarin. Kusuma Diputra mengakui dalam izin yang dikeluarkan untuk sejumlah
toko modern nonberjaringan tersebut tercantum kalimat tidak bisa diperpanjang. Oleh karena itu, persoalan ini akan dibahas bersama dengan Disperindang, Bagian Hukum, serta instansi terkait lainnya. ‘’Nanti apa pun keputusan yang mengemuka, akan ditindaklanjuti,’’ ujarnya. Saat ini, kata Kusuma Diputra, pihaknya belum bisa memutuskan langkah yang dilakukan terkait dengan keluhan pemilik toko modern tersebut. Pihaknya juga perlu mengecek kepastian toko modern tersebut tidak berjaringan. Pasalnya, saat ini banyak toko yang sejatinya berjaringan, namun menggunakan nama lain. ‘’Kita pastikan dulu mereka
itu apa benar tidak berjaringan atau jangan-jangan satu jaringan,’’ katanya seraya menyebut salah satu nama toko berjaringan. Seperti diberitakan sebelumnya, kebijakan Pemkot Denpasar dalam menata toko modern dengan dasar hukum Surat Keputusan (SK) Wali Kota Denpasar Nomor 188.45/495/HK/2011 tertanggal 9 September 2011 tentang Penataan Toko Modern, mulai terasa dampaknya. Terutama bagi pemilik toko modern yang masuk data base penataan, yakni 295 toko modern. Mereka yang hendak mengurus perpanjangan izin mengalami kesulitan karena dalam izin yang dimiliki sebelumnya terdapat kalimat ‘’tidak bisa diperpanjang’’.
Anggota DPRD Denpasar A.A. Susruta Ngurah Putra mengatakan, sejumlah rekannya yang bergerak di usaha ritel toko modern mulai mengeluh. Mereka kini kesulitan untuk memperpanjang izin operasional tokonya. Padahal, mereka sudah beroperasi cukup lama. ‘’Dampak dari penataan toko modern beberapa tahun lalu, kini mulai dirasakan para pemilik toko modern mandiri. Mereka ini tidak termasuk toko modern berjaringan. Ini pengusaha lokal,’’ ujar Susruta yang juga pengurus pengusaha ritel di Denpasar ini. Seperti diketahui, Pemkot Denpasar sudah mengatur mengenai keberadaan toko modern sejak tahun 2009 lalu melalui Perwali Nomor
9 Tahun 2009 tentang Penataan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. Selanjutnya, perwali tersebut diikuti dengan penunjuk pelaksana (juklak) dalam bentuk SK Nomor 188.45./565/HK/2009. Saat SK ini keluar, tercatat ada 295 toko modern yang terdaftar dan sudah beroperasi, baik yang sudah berizin maupun belum. Dari 295 toko modern yang beroperasi, 118 di antaranya merupakan toko berjaringan, sedangkan 177 sisanya milik pribadi (perorangan). Rinciannya, toko yang berjaringan yakni Circle K sebanyak 48 toko, Indomaret (29), Alfamart (18), Alfa Midi (6), Alfa Expres (2), Lotus Mart (9) dan Mini Mart sebanyak 6 toko. (kmb12)
Apel Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2018 Generasi Milenial Bisa Jadi Pemkot Denpasar Sinergikan Program ’’Agent Action’’ BNN Penguatan SDM Dalam Era Digital
Denpasar (Bali Post) Mahasiswa memiliki andil dalam mengawal perubahan sosial yang terjadi. Namun, generasi milenial ini menghadapi tantangan yang sangat berat sehingga apakah mampu menjadi pembaharu peradaban atau hanya sebagai penonton dari dinamika peradaban tersebut. Terutama dalam menghadapi ancaman bahaya narkoba dan BNN berharap mereka menjadi agent action di lapangan. Pasalnya, peran generasi milenial ini digambarkan sebagai sosok muda, dinamis, penuh energi, serta optimis. Diharapkan, mereka dapat menjadi agen perubahan dan sosial kontrol. Selain itu menjadi moral force, yaitu pihak yang mendorong terjadinya transformasi dunia ke depan ke arah yang lebih baik melalui efektivitas, perbaikan dan tentu saja menjauhi hal-hal yang dapat merusak sendisendi kehidupan. Salah satunya, yaitu menjauhi narkoba. ‘’Sepuluh persen susunan syaraf pusat seseorang apabila sudah terkena narkoba akan rusak. Maka dari itu, peran generasi milenial ini dalam kegiatan P4GN sangatlah diperlukan,’’ ujar Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa saat menjadi narasumber desiminasi informasi yang diselenggarakan Universitas Mahasaraswati Denpasar berkolaborasi dengan BNNP,
Bali Post/ist
DESIMINASI - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa saat tampil sebagai narasumber pada acara desiminasi di Universitas Mahasaraswati Denpasar. Minggu (20/5) lalu. Menurut Suastawa, aplikasi nyata peran mahasiswa ini adalah dapat membentuk organisasi kemahasiswaan yang peduli tentang bahaya narkoba secara aktif, inovatif dalam berkarya, berjiwa mandiri dan bermanfaat bagi masyarakat luas serta berani menolak ajakan teman yang bersifat negatif. ‘’Tantangan mahasiswa dalam program P4GN adalah dapat menjadi insan yang memiliki kekuatan dan kemampuan untuk menjadi agent action BNN. Dengan begitu mereka paling minimal
dapat menjadi agen pencegahan narkoba di lingkungan keluarganya,’’ katanya. Berdasarkan data rehabilitasi BNNP Bali tahun 2017, posisi mahasiswa berada di urutan keempat, yaitu 28 orang dari total 796 orang menjalani program rehabilitasi di BNNP Bali. Dalam kesempatan tersebut, hadir konselor dan mantan pecandu narkoba Made Belgia. Dia memberikan testimoni tentang pengalamannya selama menjadi pemakai narkoba dan berbagi tips untuk menolaknya. (bns1)
P E M ERINTA H K o t a Denpasar menyelenggarakan upacara serangkaian dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2018 di Lapangan Lumintang, Denpasar, Senin (21/5) kemarin. Upacara bendera tersebut dihadiri Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara selaku pembina upacara, jajaran OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar, serta siswa-siswi di lingkungan Kota Denpasar. Dalam amanat Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Rudiantara yang disampaikan oleh Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara menyatakan, peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2018 harus dimaknai dengan upaya-upaya penyadaran setiap masyarakat untuk mengembangkan diri, merebut setiap peluang dalam meningkatkan kapasitas diri yang dibuka oleh berbagai pihak baik pemerintah, badan usaha, maupun masyarakat sendiri. Sesuai dengan tema yang diambil yaitu ‘’Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Fondasi Kebangkitan Nasional Indonesia di Era Digital’’, diamanatkan oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada butir ke-5 dari Nawacita bahwa dalam meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia dilakukan
melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan. Hal tersebut berimbas pada meningkatnya perekonomian, kesehatan, pendidikan dan sebagainya. Lebih lanjut juga disampaikan bahwa sumber daya alam (SDA) merupakan sumber daya yang terbatas, sedangkan sumber daya manusia (SDM) terfasilitasi dengan kapasitas serta kapabilitas yang sangat luas untuk dikembangkan. Terlebih pada era sekarang sudah bukan saatnya untuk terdiam. Era sekarang ini momentum yang menuntut kita untuk tidak buang-buang waktu dan energi dengan fokus pada pengembangan. Filosofi sapu lidi harus dimaknai dengan bijak untuk saling merangkul. Jangan sampai ikatan sapu lidi tersebut tercerai-berai karena hal-hal provokasi. Terlebih, keberadaan bonus demografi menyuguhkan keuntungan dan menjadi masa keemasan Bangsa Indonesia. Keuntungan bonus demografi ini harus dimanfaatkan dengan produktif. Generasi milenial yang terpapar oleh masifnya perkembangan teknologi informasi menjadi peluang sekaligus ancaman. Maka dari itu, SDM harus mampu menjadikan hal tersebut sebagai acuan agar perkembangan teknologi di era digitalisasi dapat mendatang-
APEL - Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara saat menghadiri apel peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2018 di Lapangan Lumintang, Denpasar, Senin (21/5) kemarin. kan manfaat. Persatuan dalam memecahkan masalah sangat diperlukan, demikian juga dalam konteks menghadapi era digitalisasi maka semua harus berada dalam irama yang sama untuk mendapatkan kebermanfaatan menuju pembangunan ke arah yang lebih baik. ‘’Pengetahuan dan keterampilan harus seimbang, mengkhusus untuk generasi muda yang akan membawa kejayaan bangsa ke depannya. Mari maknai peringatan ini sebagai acuan dalam merefleksikan diri,’’ ungkap Rai Iswara. Di Kota Denpasar sendiri pemerintah memang menjadikan
pembangunan kualitas SDM sebagai fokus utama, selain pembangunan infrastruktur. Hal tersebut dilakukan karena Pemkot Denpasar sadar betul bahwa SDM yang berkualitas sangat menentukan percepatan pembangunan. Hal tersebut disampaikan Sekda Kota Denpasar A.A. Rai Iswara seusai upacara berlangsung. ‘’Definisi pembangunan di era digital, diaplikasikan Pemkot Denpasar dengan penguatan SDM dengan pengembangan teknologi untuk keberhasilan pembangunan,’’ tambahnya. (ad1170)
BADUNG
Selasa Paing, 22 Mei 2018
3
SOSOK
Tegakkan ’’Awig-awig’’ KLIAN banjar atau klian dinas adalah satu faktor penting dalam menjaga tatanan adat, sekaligus dalam menciptakan suatu kondusivitas lingkungan sekitar. Pasalnya, pola kepemimpinan wilayah juga akan berdampak pada ekonomi masyarakat, khususnya di tingkat banjar hingga lebih luas di wilayah desa. Pola dimaksud salah satunya dengan menegakkan sekaligus menjalankan awigawig sesuai desa mawacara dan dharma agama. Harapan itulah yang membuat seorang Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Dir. Tahti) Polda Bali I Made Suyasa turun tangan dalam pemilihan Klian Desa Adat Mengwi. Pria yang pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di Polda Bali itu memantau sekaligus turun tangan dalam pemilihan klian adat hingga terpilihnya Anak Agung Gelgel sebagai Klian Desa Adat Mengwi menggantikan I.B. Anom. ‘’Demi keamanan dan ketertiban, selaku aparat kami turut ngayahin krama desa dalam pemilihan klian desa. Ke depan, klian yang baru diharapkan dapat membawa desa yang lebih baik majalaran antuk awig-awig desa, desa mawacara lan dharma agama,’’ tegas pria yang akrab disapa Gelebus itu. Dia juga mengajak semua lapisan masyarakat untuk ikut bersama-sama menjaga desa, melihat atau bertegur sapa dengan tetangga sekitar dan tidak takut dengan situasi teror saat ini. ‘’Jika kita peduli dan waspada akan hal-hal yang mencurigakan, astungkara tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kita bersama berjuang menjaga lingkungan kita masing-masing,’’ ajak pria yang kini berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi ini. (asa)
Transportasi Lebaran Diuji Laik Jalan Mangupura (Bali Post) –
Menjelang arus mudik hari raya Lebaran, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) XII Wilayah Bali dan NTB melakukan uji kelaikan terhadap angkutan umum di Terminal Mengwi, Senin (21/5) kemarin. Uji kelaikan terhadap angkutan umum seperti Bus AntarKota Antar-Provinsi (AKAP) ini merupakan kebijakan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Koordinator Terminal Tipe A Mengwi Cok Agung Suarmaya mengatakan, pengujian ini demi memastikan kendaraan yang nanti melayani arus mudik atau menjadi angkutan Lebaran laik jalan. Pemeriksaan dilakukan terhadap 30 Perusahaan Autobus (PO). “Pemeriksaan dilakukan mulai pukul 02.00 sampai pukul 05.00 Wita. Pertimbangannya, karena jam segitu memang jam sibuk
Umat Muslim Diajak Redam Paham Radikal Mangupura (Bali Post) Bali sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tentu tidak bisa terlepas dari dampak radikalisme yang terjadi belakangan ini. Bahkan, banyak travel warning yang dikeluarkan negara asing yang tentunya berdampak terhadap pariwisata Bali. Guna meredam aksi terorisme dan radikalisme, Camat Kuta Selatan (Kutsel) Made Widiana bersama unsur Muspika lainnya melakukan silaturahmi melalui Safari Ramadan dengan mengunjungi masjid-masjid yang ada di Kutsel. Dikonfirmasi Senin (21/5) kemarin, Camat Kutsel Made Widiana mengatakan, Safari Ramadan ini sebagai langkah untuk menjalin tali silaturahmi antara pemerintah dengan warga Muslim di Kuta Selatan. Selain itu, juga untuk menjalin komunikasi secara intens sesuai dengan Tri Kerukunan Umat Beragama. Widiana mengatakan, kegiatan silaturahmi dan jalinan komunikasi seperti ini sebenarnya dilakukan kepada semua umat beragama. Namun, saat ini kebetulan umat Muslim sedang menjalankan ibadah puasa. ‘’Nantinya juga akan dilakukan hal yang sama untuk umat lainnya seperti saat perayaan Natal dan hari besar agama lainnya,’’ ujarnya sembari mengatakan, Safari Ramadan pertama
dilakukan di masjid yang berlokasi di Lingkungan Celagi Basur, Jimbaran, Minggu (20/5) lalu. Melalui kegiatan ini, kata Widiana, pihaknya mengajak semua umat Muslim bersama-sama mencegah berkembangnya paham radikal ini. Bahkan, seluruh umat diajak untuk mempertebal ajaran agama, sehingga tidak sampai terpengaruh oleh oknum yang hendak mengajak mengikuti paham radikal atau terorisme. ‘’Kami rangkul mereka untuk mencegah dan jangan sampai terprovokasi oleh oknum-oknum yang ingin memecah belah persatuan kita,’’ katanya. Pihaknya mengimbau kepada seluruh umat, apabila ada hal yang mencurigakan agar segera melapor. ‘’Kami harapkan mereka bisa melakukam deteksi dini terhadap hal-hal yang berbau negatif,’’ tambahnya. Selain dihadiri pihak Polsek dan Koramil, Safari Ramadan ini juga melibatkan Lurah Jimbaran dan Komisioner KPU Badung. Di mana, saat bersamaan dilakukan sosialisasi terkait pilgub. Warga Muslim yang memiliki hak pilih diimbau agar menggunakannya saat pilgub mendatang. Safari Ramadan ini diagendakan berlangsung sebanyak 12 kali dengan menyasar semua masjid di Kutsel. (kmb23)
atau banyak bus AKAP baru tiba. Jadwal uji kelaikan dari hari ini (kemarin red) hingga tanggal 25 Mei mendatang,” terangnya. Menurut Agung Suarmaya, pemeriksaan dilakukan menyeluruh guna memastikan alat transportasi publik tersebut laik atau tidak beroperasi. Seperti kondisi ban, rem kaki, rem tangan, kopling, lampu, dan dokumen.
“Semua diperiksa. Dari kondisi kendaraan, termasuk kelengkapan dokumen dari kendaraan dan masih banyak lagi yang lain, sehingga laik atau tidak beroperasi,” tegasnya. Agung Suarmaya menegaskan, uji kelaikan alat transportasi publik tersebut untuk memberikan kenyamanan bagi pemudik hingga selamat sampai ke tempat tujuan. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung A.A. Ngurah Rai Yuda Darma juga mengatakan, uji kelaikan dilakukan secara acak. Selain uji laik jalan, kendaraan juga telah diuji berkala secara rutin. “Namun ini tetap dikoordinasikan dari pihak BPTD XII wilayah Bali dan NTB.
Bali Post/eka
Uji kelaikan angkutan ini sangat penting karena menyangkut keselamatan penumpang,” ungkapnya. Bagi angkutan yang tidak lolos uji kelaikan, kata pejabat asal Kerobokan, Kuta Utara ini, tidak akan diberikan izin jalan. Rekomendasi jalan akan diberikan jika pihak pengelola angkutan sudah memperbaiki temuan tim pemeriksa. “Untuk kelancaran arus mudik tahun ini, kami menyiapkan personel saat posko angkutan Lebaran mulai didirikan. Biasanya, posko baru dibuka tujuh hari sebelum Lebaran hingga tujuh hari setelah Lebaran,” terangnya seraya menambahkan, Dishub Badung telah menyiapkan 50 personel untuk kepentingan tersebut. (kmb27)
Pemkab Badung Bersama Kejari Badung Tanda Tangani MoU Tingkatkan Kerja Sama Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara
MOU - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dan Kepala Kejari Badung Sunarko disaksikan Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa menandatangani MoU di Ruang Nayaka Gosana, Puspem Badung, Senin (21/5) kemarin. PEMERINTAH Kabupaten Badung bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung menandatangani kesepakatan bersama (MoU) tentang penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata usaha negara. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Bupati Badung
I Nyoman Giri Prasta dan Kepala Kejari Badung Sunarko di Ruang Nayaka Gosana, Puspem Badung, Senin (21/5) kemarin. Penandatanganan MoU tersebut disaksikan Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa, Asisten Pemerintahan dan Kesra I.B. Yoga Segara, Inspektur Kabu-
paten Badung, Kabag Hukum dan HAM, Kabag Humas serta jajaran pejabat Kejari Badung. Bupati Giri Prasta memberikan apresiasi atas terlaksananya penandatanganan MoU antara Pemkab Badung dan Kejari Badung. Dikatakan, kesempurnaan sebuah tatanan pemerintahan sangat besar diperankan oleh Kejaksaan, karena Kejaksaan dapat memberikan pendapat hukum dan pendampingan hukum, apalagi ketika dibutuhkan terkait legal opinion tersebut. ‘’Kami harus dan wajib meminta kepada Kepala Kejaksaan dan pejabat Kejari Badung untuk kami bisa dibina. Mendapatkan pembinaan dalam tatanan melaksanakan program kegiatan APBD Badung terhadap masyarakat nanti. Karena kami ingin benar dari sisi perencanaan, pelaksanaan dan dari sisi pengawasan,’’ terang Giri Prasta. Bupati Giri Prasta berharap, dari pembinaan dan pendampingan yang baik dari Kejari, perangkat daerah di Badung khususnya pengguna anggaran, pejabat pelaksana kegiatan begitu pula pejabat pemer-
iksa hasil kegiatan akan merasa aman dan nyaman dalam melaksanakan tugasnya. ‘’Astungkara, Pemkab Badung ke depannya mampu menjadikan masyarakatnya bahagia,’’ imbuhnya seraya menambahkan, sinergisitas ini tetap terjalin khususnya berkenaan program Pemkab Badung yakni program KIK (Komunikasi, Informasi dan Koordinasi). Kepala Kejaksaan Negeri Badung Sunarko mengatakan, dengan adanya MoU ini, Kejaksaan akan selalu intens melakukan koordinasi dengan Pemkab Badung, terutamanya permasalahan-permasalahan yang ada di Kabupaten Badung dapat diminimalisasi dan segera dicarikan solusi. ‘’Jadi semata-mata kita bukan mencari salahnya, namun bagaimana memperbaiki kalau ada yang salah untuk mewujudkan pemerintahan yang lebih maju di Badung. Kami yakin ke depannya dengan koordinasi yang baik dengan Pemkab Badung akan semakin menekan terjadinya penyimpangan-penyimpangan yang ada,’’ harapnya. (ad1156)
Peringatan Harkitnas di Badung
Era Digital, Kembangkan Diri dan Rebut Setiap Peluang PEMERINTAH Kabupaten Badung memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-110 yang jatuh setiap 20 Mei dalam apel peringatan di lapangan Puspem Badung, Senin (21/5) kemarin. Selaku Inspektur Upacara, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa serta diikuti Ketua dan anggota DPRD Badung, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Badung, Sekda Badung, Kepala Perangkat Daerah, ASN Badung serta para pelajar. Amanat Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara yang dibacakan Wakil Bupati I Ketut Suiasa menegaskan, semangat kebangkitan nasional yang tercetus 110 tahun lalu, ditandai berdirinya Boedi Oetomo. Sampai sekarang tetap sangat ampuh menyatukan dan menyemangati gerak kita sebagai bangsa, memiliki semangat jiwa dan kesiapan mempertaruhkan nyawa, namun sejarah kemudian membuktikan bahwa semangat dan komitmen itu saja telah cukup asalkan kita bersatu dalam cita-cita yang sama yaitu kemerdekaan bangsa. Di mana semangat itu tidak pernah pudar, justru semakin menunjukkan urgensinya bagi kehidupan berbangsa. Dijelaskan, butir kelima dari Nawacita Kabinet Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berisi visi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia, melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan. Pada awal tahun ini, visi tersebut mendapat penekanan lebih melalui amanat Presiden Joko Widodo yang menyatakan bahwa pemerintah akan meningkatkan pembangunan sumber daya manusia pada tahun 2019,
melanjutkan percepatan pembangunan infrastruktur yang menjadi fokus pada tahuntahun sebelumnya. Melalui pembangunan manusia yang terampil dan terdidik, pemerintah ingin meningkatkan daya saing ekonomi dan secara simultan meningkatkan kapasitas sumber daya manusianya. Tema Peringatan Harkitnas tahun ini ‘’Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Fondasi Kebangkitan Nasional Indonesia dalam Era Digital’’. Melalui peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini, harus dimaknai dengan upaya-upaya penyadaran setiap masyarakat Indonesia untuk mengembangkan diri dan merebut setiap peluang untuk meningkatkan kapasitas diri yang dibuka oleh berbagai pihak baik pemerintah, badan usaha maupun masyarakat sendiri. Pengembangan kapasitas SDM juga harus diletakkan dalam konteks
pemerataan dalam pengertian kewilayahan agar bangsa ini bangkit secara bersama-sama dalam rangka kebangsaan Indonesia. Dijelaskan, Bapak Presiden Joko Widodo dalam berbagai kesempatan selalu mendorong dunia pendidikan bekerja sama dengan industri dan bisnis untuk mencari terobosan-terobosan baru dalam pendidikan vokasi jurusan-jurusan baru, baik di tingkat pendidikan tinggi maupun di tingkat menengah yang berkaitan dengan keahlian dan ilmu terapan harus selalu diciptakan untuk memasok industri akan tenaga terampil yang siap kerja. Generasi bonus demografi yang kebetulan juga beririsan dengan generasi milenial kita tersebut pada saat yang sama juga terpapar oleh masifnya perkembangan teknologi terutama teknologi digital. Digitalisasi di berbagai bidang ini juga akan men-
MEMPERINGATI - Wakil Bupati I Ketut Suiasa berjabat tangan dengan dengan pimpinan daerah seusai memperingati Hari Kebangkitan Nasional di Lapangan Puspem Badung, Senin (21/5) kemarin.
jadi ancaman jika hanya pasif menjadi pengguna dan pasar, namun akan menjadi berkah jika kita mampu menaklukkanya menjadi pemain yang menentukan lansekap ekonomi berbasis digital dunia. ‘’Oleh karena itu, mari kita bersamasama jauhkan dunia digital dari anasir-anasir pemecah belah dan konten-konten negatif agar anak-anak kita bebas berkreasi, bersilahturahmi, berekspresi dan mendapatkan manfaat darinya,’’ terangnya. Di sisi lain, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menyampaikan, perkembangan peradaban zaman sekarang sering disebut dengan zaman milenial ditandai dengan zaman digital. Hari Kebangkitan Nasional ini dapat dimaknai sebagai refleksi diri kembali terhadap nilai-nilai apa yang harus dikembangkan dalam kehidupan kita secara umum, baik kemasyarakatan dalam kehidupan berbangsa. Nilai persatuan Bung Tomo telah memberikan contoh dan bukti bahwa dengan persatuan kita mampu mencapai kemerdekaan. Demikian halnya setelah merdeka seperti saat ini sebagai tugas kita untuk mengisi kemerdekaan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Di era digital ini masuknya informasi dan teknologi yang begitu luas menuntut masyarakat selalu memperkuat diri dengan benih rasa persatuan dan kesatuan, menumbuhkembangkan dalam lubuk hati nurani masing-masing sebagai sebuah komunitas masyarakat, sehingga peradaban tersebut tidak menggerus nilai-nilai budaya, nilai dasar sebagai bangsa yang bersekutu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. (ad1155)
Bali Post/rah
DITANGKAP - Oknum mahasiswa Putu Yoga ditangkap terkait kasus narkoba.
Oknum Mahasiswa Selundupkan Narkoba ke Lapas
TIM Satresnarkoba Polresta Denpasar menggerebek rumah di Jalan Tukad Balian, Denpasar Selatan, Kamis (10/5) lalu. Di TKP ditangkap Putu Yoga Pertama (21) yang berstatus mahasiswa di salah satu institut negeri di Denpasar. Aparat mengamankan barang bukti berupa lima paket ganja berat bersih 126,53 gram dan empat paket tembakau gorilla berat bersih 190 gram. Sebagian barang bukti sudah diselundupkan ke Lapas Kerobokan. Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo didampingi Kasatresnarkoba Kompol Aris Purwanto, Senin (21/5) kemarin mengatakan, terungkapnya kasus ini berawal dari informasi masyarakat bahwa Yoga sering menjual dan menggunakan ganja di rumahnya di Jalan Tukad Balian, Denpasar. Selanjutnya petugas melakukan penyelidikan dan pada Kamis (10/5) pukul 21.00 Wita dilakukan penggerebekan. ‘’Saat itu pelaku ada di rumahnya,’’ ujarnya. Selanjutnya, kata Hadi Purnomo, petugas melakukan penggeledahan dan disita barang bukti ganja serta tembakau gorilla tersebut. Barang bukti disembunyikan di dalam lemari pakaian, dikemas bungkus kotak dan tupperware. Waktu diinteroga-
si, pelaku berdalih bahwa barang berupa ganja dan tembakau gorilla tersebut milik temannya, BGS. Saat ini BGS berada di dalam Lapas Kerobokan terkait kasus narkoba. Selain itu, Yoga mengatakan pada November 2017 ditelepon BGS dan mengatakan bahwa dirinya sedang di dalam lapas. BGS meminta tolong untuk mengambil dan mengamankan sisa barang bukti yang disembunyikan di rumahnya di Jalan Tukad Badung, Denpasar. Setelah barang berupa ganja dan tembakau gorilla diambil oleh Yoga, selanjutnya BGS meminta tolong agar ganja tersebut dibawa ke lapas. ‘’Tersangka mengaku mengirim ganja ke Lapas Kerobokan pada Desember 2017 sebanyak 1 gram. Caranya, ganja disembunyikan di dalam makanan yang dibawanya untuk BGS,’’ katanya memaparkan. Yoga mengaku bersedia disuruh oleh BGS untuk menyimpan dan mengantar ganja tersebut ke Lapas Kerobokan karena mendapat upah menggunakan ganja gratis. Selain itu, dia mengaku tidak mendapat upah berupa uang dan jadi pengguna ganja sejak enam bulan lalu. ‘’Alasan pelaku pakai ganja biar kuat ngerjain tugas,’’ ujar Hadi Purnomo. (rah)
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Toko Emas Melati Buka Toko Ketiga
Selasa Paing, 22 Mei 2018
Senator Kibarkan Bendera Kebangkitan Jatiluwih Bersama Pekaseh
Tawarkan Kualitas, Kejujuran, dan Pelayanan Terbaik Terancam Dicabut UNESCO, Shri Arya Wedakarna Kritik Manajemen Jatiluwih ”Amburadul’’
TOKO Emas Melati atau Melati Gold Shop membuka toko ketiganya di Jalan Diponegoro, Denpasar, Sabtu (19/5). Ini adalah sebuah pencapaian yang membanggakan bagi brand yang sudah menorehkan jejaknya di Bali sejak tahun 1983. Toko Emas Melati dikenal sebagai merek yang menawarkan kualitas, kejujuran dan pelayanan terbaik. Mereka adalah nama yang dicari oleh pelanggan yang mencari perhiasan dengan pilihan desain yang memikat dan keaslian yang tidak diragukan lagi. Toko Emas Melati yang pertama didirikan 35 tahun lalu dengan misi untuk menjadi destinasi para perempuan Bali yang ingin mempercantik diri atau berinvestasi lewat perhiasan. Nama Melati diambil karena bunga ini identik dengan Indonesia. Bunga melati amat sederhana, tapi sangat cantik dan harum. Dengan mengabadikan nama Melati sebagai perwakilan dari tokonya, diharapkan nama Toko Emas Melati terus harum dan memiliki prestasi yang bisa membuat Indonesia bangga. Ini adalah alasan mengapa di acara Grand Opening Toko Emas Melati ketiga kali ini pula ada Meet & Greet bersama Alya Nurshabrina, pemenang Miss Indonesia 2018. Acara ini juga bagian dari kampanye Confident in Gold dari UBS Gold yang merupakan sponsor resmi Mahkota Emas Miss Indonesia dan perhiasan emas yang dikenakan pada ajang Miss World nanti. UBS Gold adalah manufacturer emas yang telah dikenal sejak ta-
PEMBUKAAN - Trio owner Toko Emas Melati, Jerry Saputro (paling kiri), Joscelind Saputro, Jessica Saputro bersama Miss Indonesia Alya Nurshabrina dan Erwin Suganda, Creative Director Untung Bersama Sejahtera (UBS) Gold (paling kanan), saat pembukaan. hun 1981. Produk-produk UBS gan. Toko Emas Melati percaya Gold juga dijual secara resmi di bahwa ada perhiasan yang tepat Toko Emas Melati. untuk semua orang. Jadi, tak perlu ‘’Toko Emas Melati yang baru segan sekadar melihat atau menini memiliki konsep sangat berbeda cari model yang diinginkan dengan dari toko-toko sebelumnya. Toko harga yang sesuai anggaran. ini berkonsep modern dan luxuriPada acara pembukaan toko ous, namun harganya terjangkau. yang berlangsung pukul 09.00 Terlebih lagi kami menyediakan hingga 21.00 Wita, Toko Emas Mellapangan parkir yang luas dan ati menyiapkan berbagai kejutan gallery dengan etalase yang sangat untuk para pelanggan setianya. besar dilengkapi model perhiasan Mereka tidak hanya mengundang terbaru dan terlengkap dari pabrik Miss Indonesia 2018 dan beberapa perhiasan ternama dan terbaik se- influencer fashion Bali. Ada juga Indonesia,’’ ujar Joscelind Saputro, promo Belanja Berhadiah yang pemilik Toko Emas Melati. mengundi hadiah bagi yang berbeToko ketiga ini ingin membuat lanja pada hari pembukaan, mulai perhiasan emas menjadi lebih ac- dari TV LED, kulkas, mesin cuci, cessible atau mudah diakses untuk smartphone sampai logam mulia. semua orang dari berbagai kalan- (ad1161)
RS BaliMed Gelar Seminar Medis
Tingkatkan Pemahaman Dokter Umum Soal ”Screening’’ Kanker
PENYAKIT kanker masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman masyarakat untuk melaksanakan deteksi dini, sehingga kanker sering ditemukan pada stadium lanjut dengan berbagai komplikasinya. Penderita kanker memiliki peluang untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik jika dilakukan screening atau pemeriksaan lebih awal. Dokter umum di fasilitas kesehatan (faskes) primer merupakan ujung tombak untuk melakukan hal itu. Dengan demikian, penderita kanker bisa mendapatkan penanganan lebih cepat. Guna meningkatkan pemahaman para dokter di faskes primer, RS BaliMed Denpasar menggelar Seminar ‘’Medis Screening, Diagnostik dan Penanganan Kanker’’ di Aula RS setempat, Sabtu (19/5) lalu. Seminar diikuti 70 dokter umum di faskes primer. Wakil Direktur RS BaliMed dr. A.A. Ngurah Budiarta, MARS. mengatakan, seminar medis ini bertujuan menambah pemahaman dan pengetahuan dokter umum khususnya yang bertugas di faskes primer terkait penanganan kanker secara keseluruhan. ‘’Melalui seminar ini, kami berharap para dokter punya pemahaman yang baik tentang deteksi kanker, sehingga mampu memberikan edukasi agar masyarakat yang menunjukkan gejala kanker melakukan screening lebih awal sehingga dengan diagnosis dan penanganan yang tepat pada stadium awal, akan meningkatkan
SEMINAR – Suasana seminar medis yang digelar RS BaliMed untuk meningkatkan pemahaman dokter umum terkait screening kanker. harapan hidup penderita kanker,’’ ujarnya. Ditambahkannya, RS BaliMed bisa dijadikan rujukan oleh para dokter di faskes primer untuk penanganan kanker lebih lanjut. Terlebih RS yang juga melayani pasien BPJS Kesehatan ini telah mengembangkan layanan kanker yang didukung oleh SDM berkompeten seperti dokter spesialis bedah Onkologi, dokter spesialis Onkologi dari bagian kebidanan, THT, dan penyakit dalam, dokter spesialis paru, dokter bedah saraf dan dokter spesialis bedah konsultan digestif. Selain itu, didukung oleh dokter spesialis di penunjang medis seperti dokter Ahli Patologi Anatomi (PA) dan dokter Radiologi. ‘’Screening itu adalah pemeriksaan pada orang yang masih sehat untuk mengetahui apakah ada
risiko terkena kanker. Screening penting untuk mendiagnosis lebih awal penyakitnya, sehingga akan sangat memengaruhi hasil pengobatan,’’ kata Pemateri Seminar Medis dr. I Putu Arya Dharma, SpB. (K).Onk. Menurut Arya, dokter umum di faskes primer seperti puskesmas mesti aktif melakukan program promosi kesehatan ke masyarakat. Misalnya penyuluhan, agar masyarakat terdorong untuk melakukan pemeriksaan. Pasalnya, banyak masyarakat yang tidak mengetahui gejala kanker dan merasa tidak sakit. Untuk melaksanakan terapi kanker (kemoterapi), RS BaliMed telah memiliki alat yang memenuhi standar untuk melakukan pencampuran dan pemberian obat kemoterapi yang dilaksanakan oleh staf apoteker dan perawat terlatih. (ad1160)
”Live Tourism School’’
SMA Wisata Darma Nusa Penida Dilengkapi ”Laboratorium Hidup’’
SMA Wisata Darma adalah sebuah sekolah perintis untuk jenjang SMA yang berlokasi di jantung pariwisata Nusa Lembongan, tepatnya di Teluk Sakenan (Sakenan Bay) yang berdekatan dengan Jembatan Kuning atau Yellow Bridge yang juga dikenal dengan nama Jembatan Cinta. Sosok Drs. I Wayan Selit Astika (alm) tidak bisa dilepaskan dari sekolah ini. Berdiri hingga 25 tahun sekolah ini telah mampu meluluskan siswa lebih dari 1.200 orang. Pada tahun pelajaran 2017/2018 ini, Wisma -- sebutan sekolah ini -- menamatkan 54 siswa yang terdiri atas 40 jurusan IPS dan 14 jurusan IPA yang dilepas, Minggu (20/5). Kepala SMA Wisata Darma Nusa Penida Gede Putu Surya Wirawan, SST.Par., M.Par. mengatakan, SMA Wisata Darma yang didirikan tahun 1993 bertujuan meringankan biaya para siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Lulusan SMP tidak harus bersekolah ke Bali daratan, utamanya ke Klungkung dan Denpasar, karena biaya yang dikeluarkan tidak sedikit. Upaya ini berhasil mengurangi angka putus sekolah. ‘’Kalau dilihat dari sejarahnya, Perguruan Yayasan Pendidikan Wisata Darma Bali sudah merintis pendidikan di Nusa Lembongan jauh sebelum berdirinya SMA Wisata Darma yaitu tahun 1984 dengan mendirikan dan mengelola SMP Kertha Wisata yang didirikan oleh Drs. I Wayan Selit Astika (alm) dengan dukungan salah satu tokoh pendidikan Pulau Bali yaitu Prof. Wayan Mertha Sutedja (alm). Sampai saat ini ribuan alumni kedua sekolah tersebut sudah berhasil dalam berbagai bidang khususnya di bidang pariwisata,’’ ujar Surya Wirawan, Senin (21/5) kemarin. Dalam bidang pendidikan dan pelatihan kepariwisataan, SMA Wisata Darma telah menjadi perintis dalam pengembangan SDM kepariwistaan, utamanya tenaga terampil pelaksana untuk mengisi kebutuhan dunia pariwisata seperti industri perhotelan dan restoran. Sebagian dari mereka bekerja di kawasan pariwisata Nusa Lembongan dan di kawasan wisata lain di Bali serta di industri kapal pesiar dunia. SMA Wisata Darma menggabungkan perpaduan manajemen pendidikan dan manajemen pariwisata
Kepala SMA Wisata Darma Nusa Penida Gede Putu Surya Wirawan, SST.Par., M.Par. yang mumpuni. Sekolah ini dikelola oleh para master pariwisata/perhotelan yang berasal dari lulusan STP Nusa Dua Bali dan lulusan Magister Pariwisata Unud dengan latar belakang di dunia profesional perhotelan di sejumlah hotel dan industri pariwisata di Bali. Hal ini menjadikan salah satu keunggulan SMA Wisata Darma, sehingga berhasil meraih predikat A (Unggul) dari Badan Standardisasi Akreditasi Nasional Sekolah/ Madrasah tiga kali berturut-turut. Untuk lebih mendekatkan siswa dengan praktik riil di industri, sekolah ini membangun sejumlah laboratorium pariwisata yang persis dengan kondisi di lapangan. Jadi, siswa memiliki pengalaman praktik yang cukup sebelum terjun ke dunia pariwisata. Yang lebih menggembirakan, laboratorium tersebut menyatu dengan para wisatawan, sehingga benar-benar sangat nyata (laboratorium hidup) yang memungkinkan siswa berinteraksi dengan para wisatawan. (win/k250)
SENATOR DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang juga bagian dari Komite III Bidang Agama, Budaya, Kesra akhirnya tedun ke Desa Jatiluwih, Penebel, Tabanan. Kehadiran sosok karismatik Bali ini disambut oleh Pekaseh dan anggota Subak Jatiluwih. Hadir mendampingi Dinas Pertanian Provinsi Bali, Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, Camat Penebel, Perbekel Jatiluwih dan aparat keamanan TNI/Polri. Selama berada di Jatiluwih, Senator Arya Wedakarna (AWK) didaulat mengibarkan bendera kebangkitan Subak Jatiluwih termasuk pataka kaderisasi petani muda Jatiluwih serta mendapatkan laporan secara lisan dan tertulis termasuk inventarisasi masalah yang dialami oleh Desa Jatiluwih dari Nyoman Sutama (Pekaseh Jatiluwih). Keprihatinan atas kondisi yang dialami petani di Jatiluwih termasuk adanya ancaman pencabutan status Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO juga mengemuka saat pertemuan dengan DPD-RI Bali. ‘’Saya hadir di Jatiluwih adalah amanat UU dalam masa reses. Sejak ditetapkan pertama kali sebagai Situs Budaya Dunia oleh UNESCO melalui sidang UNESCO pada 20 Juni 2012 di St. Pittsburg, Rusia, saya tidak menyangka bahwa manajemen destinasi Jatiluwih sangat ‘’amburadul’’. Kenapa? Tidak ada blue print, tidak ada program rutin yang monumental, tanah sawah masih kena
KEBANGKITAN - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III usai mengibarkan bendera kebangkitan Subak Jatiluwih di hadapan pejabat Provinsi Bali dan Kabupaten Tabanan. pajak, petani subak tidak mendapat triliun di APBN, silakan rebut. Dana perhatian, alih fungsi lahan marak, itu anggaran untuk Bali, tapi perlu miskoordinasi antara majelis subak, usaha maksimal dari pejabat di Taadat dan dinas, serta tidak maksi- banan. Anggaran untuk pembinaan malnya peran DTW Jatiluwih. Jujur SDM dan infrastuktur itu adalah hak saya kaget. Saya kira aman–aman warga negara dan hak Bali. Di sini saja, ternyata Jatiluwih menyimpan diperlukan pemimpin eksekutif yang api dalam sekam. Saya kasihan dan bisa melobi pusat. Jangan sampai simpati terhadap para petani dan status UNESCO dicabut, baru semua subak,’’ ungkap Gusti Wedakarna. kebakaran jenggot. Langkah awalnya Pihak DPD-RI Bali juga merasa masukkan dulu Jatiluwih sebagai Kaheran karena sampai 2018 Jatilu- wasan Strategis Nasional (KSN) agar wih belum mendapatkan bantuan bisa dapat dana. Katanya tim pusat pemerintah pusat. ‘’Kok aneh ya sudah datang ke Bali, ya… harusnya pemerintah pusat tidak peduli den- tindak lanjuti. Yang mengajukan gan WBD Jatiluwih. Saya tidak harus kabupaten, DPD-RI akan menpaham siapakah yang lalai, apakah gawal hingga ke kabinet. Bagaimana Dirjen Kebudayaan Kemendikbud kami di parlemen bisa mengawal kaRI atau Pemkab Tabanan yang lau tidak ada pengajuan,’’ ujar Gusti kurang proaktif. Ada dana Rp 2.000 Wedakarna.(ad1159)
HMJ Pariwisata PNB Gelar ”Open House’’
Penerapan ”Green Tourism’’ di Sektor Perhotelan HIMPUNAN Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pariwisata Politeknik Negeri Bali (PNB) menggelar Open House di Gedung Widya Padma kampus setempat, Senin (21/5) kemarin. Mengambil tema ‘’Green Tourism Business Practices in Hospitality Sector’’, kegiatan ini diisi seminar dengan menghadirkan sejumlah narasumber di bidang pariwisata. Direktur PNB Ir. Made Mudhina, M.T. didampingi Ketua Jurusan Pariwisata PNB I Ketut Suarta, S.E., M.Si. mengatakan, PNB yang merupakan salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia tentunya memiliki kewajiban yaitu harus mempunyai pusat unggulan teknologi. Pusat unggulan teknologi yang dikembangkan di perguruan tinggi adalah yang memiliki daya saing. Dalam hal ini, kata Mudhina, PNB mengambil green tourism sebagai pusat ungulan teknologi. Itulah potensi yang paling pas bagi PNB yang tidak dimiliki oleh perguruan tinggi lain di Indonesia. ‘’Satu-satunya yang memiliki pusat uggulan ini (green tourism - red) adalah kami PNB,’’ ujarnya. Bali terkenal sebagai destinasi wisata dunia. Tentunya, kalau berbicara tentang tourism, inilah keunggulan yang dimiliki PNB. Untuk itu, aktivitas yang perlu dibangun melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi tentu harus mengarah pada green tourism, seperti penelitian dan pengabdian masyarakat. ‘’Kami tidak melakukan penelitian di PNB yang tidak memberikan manfaat kepada green tourism. Kami harus memiliki keunggulan yang berdaya
PUKUL GONG - Direktur PNB Ir. Made Mudhina, M.T. memukul gong menandai dibukanya open house Jurusan Pariwisata PNB, Senin (21/5) kemarin. saing,’’ tegasnya. tourism. Jadi, seluruh program Di bidang pendidikan, pasti yang studi diharapkan memiliki muatan disiapkan adalah SDM yang memi- khusus untuk mendukung green liki daya saing. Dengan harapan, tourism. bagaimana nantinya lulusan ini Hilton Wordwide yang diwakili bisa berperilaku green sehingga GM Hilton Bali Peter Simpson memiliki etika. Dengan demikian, mengatakan, green tourism merululusan PNB selain memiliki kom- pakan program yang sangat pentpetensi keahliannya, juga harus ing untuk Bali, mengingat semakin didukung kompetensi etikanya. banyak dikunjungi wisatawan. Oleh ‘’Ini kami bangun melalui konsep karena itu, sangat penting menjaga pembelajaran green tourism. Di- lingkungan agar selalu bersih tidak harapkan ke depan SDM ini bisa hanya untuk saat ini, namun secara bersaing dengan karakter green berkelanjutan. tourism sebagai unggulan,’’ tamMenurutnya, program green bahnya. tourism tidak hanya bermanfaat Mudhina menjelaskan, dalam bagi wisatawan semata, tetapi juga green tourism pembelajarannya untuk generasi Bali di masa yang tidak hanya pada Program Studi akan datang. ‘’Pariwisata yang Pariwisata, namun juga diterapkan berkelanjutan yakni bagaimana pada seluruh program studi. Seperti mendaur ulang, menggunakan kemTeknik Sipil, green tourism yang bali benda dan bagaimana bekerja dikembangkan seperti apa. Begitu sama dengan warga setempat. juga Teknik Mesin dalam pembela- Semua itu sangat penting dikakujaran harus berbicara terkait green kan,’’ tandasnya. (ad1167)
Hadir di Bali, Rumah Potong Hewan Unggas Bertaraf Internasional Diawali Upacara ”Mulang Dasar’’ dan Peletakan Batu Pertama
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. terus berusaha mengembangkan kiprah usahanya khususnya dalam menyuplai kebutuhan daging ayam yang higienis dan halal. Salah satunya dengan membangun Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) bertaraf internasional di Banjar Dinas Tireman, Desa Bengkel Sari, Selemadeg Barat, Tabanan. Jelang pembangunan, Senin (21/5) kemarin digelar upacara mulang dasar dan peletakan batu pertama. Acara dihadiri Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali Ir. Putu Sumantra, M.APP., Presiden Direktur Charoen Pokphand Indonesia Thomas Effendy, Direktur Food PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. Ferdiansyah Gunawan Tjoe dan sejumhah mitra kerja PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. Ditargetkan akhir 2018, RPHU di Bali ini sudah mulai beroperasi. Thomas Effendy menyatakan, RPHU yang dibangun di Bali ini merupakan yang ketujuh di Indonesia. Keberadaannya melihat perkembangan pasar ayam broiler di Bali yang dari tahun ke tahun meningkat. Bahkan, menurut data terakhir, produksi unggas mencapai 200 ribu ekor per hari. Selain itu, sejalan dengan perkembangan pariwisata di Bali yang membutuhkan pangan khususnya ayam, baik daging olahan maupun daging ayam segar. RPHU dibangun di atas lahan seluas sekitar 3 hektar. Rumah potong hewan ini nantinya dapat melakukan proses pemotongan 2.000 ekor ayam per jam. ‘’Kami tawarkan proses pemotongan
PELETAKAN - Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali Putu Sumantra (tengah) bersama Presiden Direktur Charoen Pokphand Indonesia Thomas Effendy dan Direktur Food PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. Ferdiansyah Gunawan Tjoe usai peletakan batu pertama. yang modern, higienis dan halal yang diproduksi 32.000 ekor. Jumlah ini bisa dirasakan manfaatnya oleh ma- diharapkan bisa ikut menunjang syarakat dan pariwisata,’’ ucapnya. pariwisata di Bali. PT Charoen Pokphand Indonesia Putu Sumantra mengharapkan Tbk. juga sudah melakukan ekspor adanya RPHU di Tabanan memdaging olahan ke tiga negara seperti buat peternak ayam broiler di Bali Jepang dan Timor Leste. Ekspor di- semakin berkembang dan memiliki lakukan untuk menjaga agar produk- tempat prosesing yang arahnya busi unggas tetap stabil dan harga tetap kan hanya menyediakan kebutuhan terjaga. Ini merupakan kelanjutan bagi wisatawan, namun juga mampu ekspor perdana daging olahan ayam melakukan ekspor. Keberadaan pada Maret 2017 ke Papua Nugini. RPHU dengan pangsa pasar hotel Khusus di Bali, pembangunan dan kalangan elite lainnya tidak RPHU ini stand alone dengan stan- lantas mematikan rumah potong kerdar food yang higienis, halal dan akyatan atau usaha kecil yang ada. diproses dengan mesin otomatis. Menurut Ferdiansyah Gunawan, Stand alone artinya khusus untuk untuk tahap awal fokus pada rumah potong ayam saja. Kapasitas produksi RPHU. Sambil membuka produksi 2.000 ekor pemotongan peluang pasar di Bali akan dicoayam per jam maksudnya per hari bakan pada tahap olahan selanjutdalam waktu kerja dua shift (16 jam) nya atau daging. (ad1164)
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Selasa Paing, 22 Mei 2018
info seremonial
5
Unud Bekerja Sama dengan India Gelar Konferensi Internasional Multidisiplin Ilmu UNIVERSITAS Udayana (Unud) berkolaborasi dengan Shri Jagdish Prasad Jhabarmal Tibrewala University bekerja sama dengan J. Watumull Sadhubella Girls College, Ulhasnagar (MS) India and International Cultural Forum, Mauritius menyelenggarakan Multidisciplinary International Conference on ‘’Innovative Ideas in The Fields of Science, Social Sciences and Management’’ pada 2122 Mei. Acara dibuka Senin (21/5) kemarin oleh Wakil Rektor IV Unud bersama Chancellor of Shri Jagdish Prasad Jhabarmal Tibrewala University dan Principal of J. Watumull Sadhubella Girls College, Ulhasnagar (MS) India. Wakil Rektor IV Unud Prof. Dr. I.B. Wiyasa Putra mengatakan, kegiatan ini merupakan inisiasi dari Center for International Programme (Pusat Program Internasional) Unud. Tujuannya untuk berbagi pengalaman dalam menerapkan multidisipliner ilmu untuk pengkajian masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Pendekatan multidisipliner itu ada beberapa model. ‘’Ada yang difokuskan pada satu masalah, kemudian masalah tersebut dikaji secara multidisiplin. Namun, ada juga berbagai bidang ilmu
BERSAMA - Berfoto bersama usai dibukanya konferensi internasional terkait penerapan multidisipliner ilmu yang digelar Unud dan India. kemudian menyelenggarakan sesi masing-masing pada setiap bidang. Pada prinsipnya, apa pun modelnya adalah sesuatu yang bagus diperkenalkan kepada masyarakat. Tidak ada masalah yang berdiri sendiri, suatu masalah harus diselesaikan dengan perspektif yang luas dan beragam,’’ bebernya. Salah satu masalah yang mengemuka belakangan adalah revolusi industri digital atau yang lebih dikenal revolusi industri 4.0. Ini membuat banyak orang gugup, karena sesuatu yang baru, aneh dan sangat menekan.
Namun, menurutnya, tidak demikian, karena revolusi industri 4.0 merupakan kelanjutan dari revolusi sebelumnya. ‘’Ini adalah revolusi tahap keempat, semuanya diharapkan serba digital,’’ jelasnya. Hal itu tentunya ada konsekuensi yang dihadapi dalam kehidupan masyarakat terutama yang hidup dalam tata kehidupan komunitas atau hidup dalam tata sosial yang ketat, seperti masyarakat Indonesia. Karena digital teknologi ini akan mengubah manusia menjadi individualistis, sehingga pendekatan ke-
budayaan dan multidisipliner dalam pengkajian suatu masalah menjadi penting. ‘’Kita harus melihat masalah secara komprehensif dengan seluruh aspek yang terkandung pada masalah itu,’’ ujarnya. Selain konferensi, Unud juga menandatangai MoU dengan universitas di India itu. Sebelum menandatangani MoU, Unud telah menjalin berbagai kerja sama. MoU ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kerja sama itu. ‘’Ini bagian penting dari proses pemahaman akar budaya. Karena kebudayaan kita punya dua akar besar yaitu India dan Cina, keduanya harus dipelihara dengan baik supaya bisa memahami dan memelihara kebudayaan lebih baik, dan dalam menggunakan ilmu pengetahuan agar lebih baik,’’ tandasnya. Chancellor of Shri Jagdish Prasad Jhabarmal Tibrewala University Dr. Vinod Tibrewala mengatakan, pihaknya dan Unud telah menandatangani MoU untuk kerja sama ke depannya seperti penelitian. Selain itu, kerja sama yang dilakukan yaitu pertukaran dosen dan mahasiswa antarkedua universitas. Konferensi yang dilakukan juga untuk bisa saling bertukar informasi tentang multidisiplin ilmu soal science, sosial dan manajemen. (ad1158)
DLHK Denpasar Kembali Tipiringkan Pelanggar Perda
UPAYA memberikan edukasi kepada masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar tidak saja menggelar sosialisasi, namun juga melalui pemberian sanksi bagi pelanggar perda tentang kebersihan. Seperti yang dilakukan Senin (21/5) kemarin di Aula Kantor Camat Denpasar Utara. Puluhan pelanggar pembuangan sampah dihadirkan dalam sidang tipiring. Sejatinya tercatat 34 orang pelanggar perda, namun yang datang hanya 13 orang, yaitu 8 pelanggar IMB, 1 pelanggar PKL, 2 pelanggar KTR dan 2 orang membuang sampah tidak pada tempatnya. Sidang yang dipimpin hakim Novita Riama, S.H., M.H. didampingi panitera Agustin Maliyani, S.H. dan jaksa Yudhi Purwanta menjatuhkan denda kepada pelanggar mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 1,5 juta. Kabid Pengelolahan Sampah dan Limbah B3 DLHK Denpasar Ketut Adi Wiguna mengatakan, sidang tipiring harus dilakukan untuk menyadarkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarang. Selain itu, sidang ini merupakan langkah cepat untuk melakukan penyadaran masyarakat. ‘’Oleh karena itu, DLHK tetap melakukan sidang yustisi sebagai langkah untuk sosialisasi Perda Kota Denpasar,’’ ungkapnya.
TIPIRING - Suasana sidang tipiring yang dilakukan di Kantor Camat Denpasar Utara. Ditambahkannya, adanya Peraturan Presiden RI No.97 Tahun 2017 tentang Jakstranas (kebijakan dan strategi nasional) pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga, semua kabupaten dan kota didorong membuat Jakstrada (kebijakan strategis daerah) untuk pengurangan sampah di tingkat hulu 30%. Jakstrada juga dapat mendorong masyarakat memilah sampah di tingkat rumah tangga sehingga 30% naik menjadi lebih dari 35%. Semakin naik persentasenya semakin bagus karena dapat mengurangi beban di TPA. Dari acuan tersebut tahun 2018 pihaknya membentuk 200 bank sampah. Untuk
menyukseskan hal ini, dilakukan sosialisasi di tingkat banjar dan desa-desa. ‘’Kami di Kota Denpasar melalui DLHK telah mengunjungi 10 dusun di Desa Peguyangan Kaja untuk membentuk bank sampah. Dengan 200 bank sampah kami optimis bisa mengatasi 30 persen lebih masalah sampah,’’ terangnya. Denda paling besar dijatuhkan kepada warung laklak dan warung ikan bakar karena sudah dua kali mengikuti sidang tipiring, namun belum juga memiliki IMB. ‘’Hakim menjatuhkan denda Rp 1,5 juta,’’ ungkap Kabid Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Kota Denpasar I Made Poniman di sela-sela sidang.
Lebih lanjut dikatakannya, penertiban bisa dilakukan semua organisasi perangkat daerah. Seperti halnya DLKH bisa melakukan sidang tipiring karena memiliki satuan tugas yang bertugas meninjau kebersihan. Jadi, sidang tipiring kali ini digabung menjadi satu antara penjaringan yang dilakukan oleh Satgas Dinas Lingkungan Hidup Kota Denpasar dan Satpol PP Kota Denpasar. Namun, sidang tipiring yang dilakukan DLHK khusus tentang sampah dan limbah, sedangkan Satpol PP Kota Denpasar melakukan penjaringan kepada masyarakat tentang pelanggaran Perda 1/2015 tentang Ketertiban Umum dan pelanggar Perda 5/2015. Menurut Poniman, khusus pelanggar KTR mulai Januari hingga Mei 2018 ini yang melanggar 125 orang. Sebagian besar terjaring di kawasan RSUP Sanglah. Untuk menekan pelanggar, dalam penertiban dilibatkan pihak RS. Bagi yang melanggar langsung disidang tipiring di tempat terbuka dengan harapan agar masyarakat mengetahui dan mengerti bahwa pelanggar itu harus diadili. Selain itu, untuk menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa merokok sembarangan, berjualan di trotoar, mendirikan bangunan tanpa IMB dan membuang sampah sembarangan melanggar perda. (ad1168)
Gebyar Budaya di SMP PGRI 2 Denpasar
Dari Lomba ”Ngelawar’’ hingga Jurnalistik SMP PGRI 2 Denpasar pantas disebut sekolah lengkap. Segala potensi ada di sekolah ini terkait upaya transformasi dan revitalisasi budaya Bali. Ribuan anak SMP PGRI 2 Denpasar yang dikenal dengan Grisda, Senin (21/5) kemarin terlibat dalam Gebyar Budaya dan pentas kreativitas serangkaian Hari Kebangkitan Nasional. Gebyar Budaya 2018 yang dikoordinasikan oleh OSIS dibuka bersama Camat Dentim Dewa Puspawan, Lurah Sumerta I Made Tirana, Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M., Ketua YPLP Dikdasmen PGRI Bali Dr. I Made Suada, M.M., M.Si., Bendahara PGRI Kota Denpasar Drs. I Ketut Suarya, M.Pd., Pembina SMP PGRI 2 I Wayan Murah, S.Pd. dan kasek di lingkungan YPLP. Suasana semakin meriah karena gebyar budaya juga diisi pentas kreativitas siswa dan aneka lomba, di antaranya lomba ngelawar, membuat jajan cacalan dan menyurat aksara Bali, seni lukis kaligrafi Hindu, lomba boga, membuat sate renteng, lomba KSPAN, lomba jurnalistik, PMR, Pramuka dan Paskibraka. Sementara pentas seni diisi tari Bali, fashion show, drama dengan tema ‘’Pendidi-
GEBYAR BUDAYA - Camat Dewa Puspawan, Nengah Madiadnyana, Gede Wenten Aryasuda dan Lurah Made Tirana saat meninjau lomba ngelawar Gebyar Budaya Grisda. kan berlandaskan agama dan seni budaya’’, karate, silat, dance, yoga, janger, musik modern dan tari Bali. Ketua OSIS SMP PGRI 2 Denpasar Ni Putu Denaning Permana mengungkapkan rasa bangganya Gebyar Budaya Grisda gratis alis tak memberatkan siswa. Di samping itu, penting bagi warga sekolah eling dengan kewajiban sebagai generasi muda dalam pelestarian budaya. Kepala SMP PGRI 2 Denpasar Dr. Drs. Gede Wenten Aryasuda, M.Pd. merasa tarharu anak-anak SMP PGRI 2 Denpasar sudah memiliki kesadaran akan pentingnya
mengajegkan budaya Bali. Inspirasi gebyar budaya lahir sejak 1998 kemudian menjadi trade mark unggulan Grisda. Hal ini pas dengan visi dan misi SMP PGRI 2 Denpasar sebagai sekolah unggul dalam akademis berbasiskan agama dan budaya serta lingkungan. Yang menarik, ajang penguatan sosial dan emotional question ini dilakukan secara gembira. Sehabis lomba ngelawar, anak-anak SMP PGRI 2 Denpasar menggelar pesta magibung. Kasek Gede Wenten Aryasuda tersenyum manis melihat kekompakkan anak didiknya dan menjadi
SDM yang siap berwirausaha. ‘’Lihat saja keterampilan membuat sate renteng sangat langka dan diperlukan tiap upacara,’’ tegasnya. Terkait penguatan budaya, Aryasuda yang juga Ketua PGRI Provinsi Bali ini menyebut Grisda memiliki tiga program unggulan setahun yakni Parade Budaya, Grisda Art Competition dan Gebyar Budaya. Makanya warga Denpasar yang ingin anaknya dididik berkarakter segera bergabung ke SMP PGRI 2 Denpasar. Pendaftaran siswa baru sudah dimulai dan tahun ini Grisda hanya menerima 12 kelas. Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. bangga anak-anak Grisda sangat gembira dan antusias mengikuti Gebyar Budaya. Agenda ini merupakan bagian dari pendidikan karakter yang sarat dengan filosofi melatih konsentrasi, disiplin dan belajar memanajemen sebuah event. Semua sekolah PGRI mesti menggelar acara sejenis sekalipun tidak sama. Ia menilai langkah yang diambil Grisda ini sangat tepat guna menyiapkan SDM muda Bali cinta budaya. Inilah yang disebut cinta Tanah Air dalam Harkitnas. (ad1169)
I Dewa Gede Mahendra Putra, S.H., M.H.
Jadwal Pelaksanaan TKD SPCP IPDN 2018 Selasa Ini dan Rabu Besok
PELAKSANAAN Tes Kompetensi Dasar (TKD) Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun 2018 untuk wilayah Provinsi Bali akan digelar selama dua hari yaitu Selasa (22/5) ini dan Rabu (23/5) besok. TKD dilaksanakan di Gedung Kantor Regional X BKN Denpasar, Jalan By-pass Ngurah Rai. Informasi tersebut disampaikan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Setda
Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra, S.H., M.H. dalam siaran pers, Senin (20/5) kemarin. Menurut Dewa Mahendra, peserta TKD SPCP Provinsi Bali tahun ini berjumlah 527 orang. Dalam pelaksanaan TKD, mereka akan dibagi dalam dua gelombang yaitu sebanyak 300 orang pada Selasa (22/5) ini dan 227 orang dijadwalkan mengikuti tes pada Rabu (23/5) besok. Informasi lebih detail tentang daftar nama dan pembagian sesi TKD dapat diakses melalui website spcp.ipdn.ac.id. (ad1173)
Sekda Badung Adi Arnawa Hadiri Buka Puasa Bersama
DALAM meningkatkan rasa kebersamaan, PT Indo Bali Gass Group dan BNN Badung mengadakan buka puasa bersama yang mengajak 1.000 lebih anak yatim dan kaum dhuafa dari panti asuhan yang ada di Bali, di GOR Purna Krida Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Minggu (20/5) lalu. Buka puasa bersama ini dilakukan dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 H. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa, Pangdam IX/Udayana Mayjen Benny Susanto, Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini, Camat Kuta Utara A.A. Ngurah Arimbawa dan Lurah Kerobokan Kaja Made Adnyana. Adi Arnawa sebagai simbolisasi menyerahkan beberapa bingkisan berupa sarana untuk belajar seperti alat-alat tulis dan pakaian sholat kepada anak-anak yatim piatu. Adi Arnawa menyampaikan, hadirnya pemerintah dalam kegiatan seperti ini dalam rangka mendukung dan mendorong pelaksanaan buka puasa. Ini adalah bagian dari keterlibatan pemerintah untuk memberikan apresiasi kepada umat Islam yang sekarang melakukan ibadah
SERAHKAN BINGKISAN - Sekda Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa menyerahkan beberapa bingkisan saat hadir dalam buka puasa bersama di GOR Purna Krida Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara. puasa. ‘’Mudah-mudahan dengan diadakannya kegiatan ini rasa silaturahmi dan rasa kebersamaan kita tetap terjaga khususnya di Kabupaten Badung. Kegiatan seperti ini harus terus dilaksanakan dan ditingkatkan, karena bagimanapun kita di Kabupaten Badung ini hidup berdampingan serta rasa kebinekaan tetap terjaga,’’ terangnya. Panitia Penyelenggara H. Yahya Zubaidi menyatakan tahun ini adalah tahun ke12 pihaknya melaksanakan acara buka puasa bersama beserta anak-anak yatim piatu dan kaum dhuafa. Ia mengucapkan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada para undangan yang bisa menghadiri buka puasa bersama ini dan bersyukur karena acara dengan anak yatim piatu dan kaum dhuafa ini bisa secara rutin dilaksanakan setiap tahun. Haji Yahya berharap acara buka puasa bersama ini bisa menumbuhkan dan menanamkan rasa kebersamaan dan saling menghargai, terutama kepada anak yatim piatu mulai sejak dini, sehingga nantinya dapat membentuk generasi berikutnya yang lebih baik dan bersama-sama menjaga NKRI. (ad1157)
OPINI
6
Selasa Paing, 22 Mei 2018
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Nasionalisme, Bersatu Melawan Terorisme AWAL bulan ini, tepatnya tanggal 2 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional. Dengan diperingatinya Hari Pendidikan Nasional, sudah tentu harapannya anak bangsa ini makin cerdas. Paling tidak, berpendidikan atau bisa menikmati pendidikan sebelum akhirnya bisa cerdas. Dari kecerdasan atau tingkat intelektual yang dimiliki, diharapkan membawa kebangkitan bangsa ini dari keterpurukan. Seperti halnya tercatat dalam sejarah perjalanan bangsa ini, Indonesia bisa bangkit dan terbebas dari penjajahan berawal dari kesadaran akan pentingnya pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dan itu dibuktikan dengan diperingatinya Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei. Mungkin nuansanya berbeda, bukan lagi zaman penjajahan kolonial seperti sejarah yang melatarbelakangi Hari Kebangkitan Nasional, saat ini bangsa Indonesia juga memerlukan kebangkitan nasional. Bangkit bukan dari penjajahan, tetapi bangkit dari keterpurukan. Bangkit bukan dari kebodohan, karena bangsa Indonesia saat ini sudah masuk bangsa yang cerdas. Melainkan, bangkit dari kebodohan mau terpecah belah. Jika dulu terpecah belah oleh penjajah, kini terpecah belah oleh kebodohan perbedaan suku, agama/keyakinan, ras dan antarkelompok/golongan (SARA). Kebodohan yang (sepertinya dibiarkan) terjadi, telah membuat bangsa ini terkoyak perpecahan berbau SARA di mana-mana. Hal ini dulu dipakai senjata penjajah untuk melanggengkan kekuasaan mereka. Kenapa bangsa ini tidak pernah mau belajar dari sejarah? Kenapa bangsa ini yang kini sudah pada cerdas malah kembali bodoh, mau terpecah belah oleh hal-hal yang dulu membuat negara ini tidak bisa merdeka? Apanya yang salah dengan gegap pembangunan yang dilaksanakan pemerintah sekarang ini sampai ke pelosok nusantara. Termasuk, pembangunan bidang pendidikan sebagai fondasi mencerdaskan bangsa ini. Syair dalam lagu kebangsaan ”Indonesia Raya’’ ”Bangunlah Badannya, Bangunlah Jiwanya...” sepertinya belum bisa dijalankan pemerintah. Pemerintah yang supersibuk membangun fisik sepertinya agak kurang ngeh menyeimbangkannya dengan pembangunan moral spiritual bangsa ini. Jiwa-jiwa yang kurang mendapat sentuhan pembangunan akhirnya merasa terabaikan dan mencari pencerahan ideologinya sendiri. Dalam pencarian ini, akibat terjerumus fanatisme berlebihan, tidak sedikit yang akhirnya tersesat memilih jalan radikal. Pemerintah sepertinya juga kurang ngeh atau terlambat atas perkembangan kondisi ini, sehingga akhirnya teror bom meledak di beberapa wilayah Tanah Air. Radikalisme dan teror bom ini sudah seharusnya menyadarkan semua pihak, anak-anak bangsa maupun pemerintah untuk kembali bangkit mempersatukan diri dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia di bawah naungan ideologi Pancasila. Kebangkitan nasional kali ini, untuk bersatu melawan teroris dan radikalisme. Karena diyakini, radikalisme sebagai biangnya terorisme kini telah berhasil menyusup ke dunia pendidikan. Jumlahnya diprediksi memang baru sedikit, tetapi keberanian mereka berteriak dan melakukan tindakan tidaklah boleh membuat kita bangsa Indonesia yang jauh lebih besar bungkam diam seribu bahasa. Saatnya, semua bangkit secara nasional meneriakkan dan melakukan tindakan pencegahan, jangan sampai radikalisme dan terorisme membuat bangsa ini terkoyak dan kembali terpuruk seperti pada masa lalu. Rasa nasionalisme harus dibangkitkan lagi dengan diiringi sikap tegas pemerintah menindak para teroris. Pemerintah harus sudah merancang perangkat untuk tindakan pencegahan dan pencekalan (cekal) terhadap kemungkinan disusupinya dunia pendidikan oleh paham radikal. Jika sampai terlambat atau bahkan tidak ada, maka kecerdasan yang diperoleh dari dunia pendidikan malah akan menjadi bumerang kebangkitan radikalisme dan terorisme.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Budayakan Toleransi Beragama Belakangan, pemerintah dan semua komponen menyatakan langkah yang sama untuk mengatasi terorisme. Kita harus bersatu. Itu yang menjadi kata kunci. Sebagai rakyat, kami tentu sangat mendukung langkah ini. Tetapi untuk menjaga kedamaian mestinya harus ada gerakan penyadaran yang terusmenerus dalam hal toleransi beragama. Semua rakyat Indonesia hendaknya sejalan dengan toleransi agar stabilitas negeri ini terjaga. Hal lain yang saya harapkan adalah hindari ujaran-ujaran kebencian dan provokasi yang membangun fanatisme sempit. Mari gaungkan kebinekaan yang mengarah pada kebersamaan dan keberagaman itu indah. Sebagai warga negara Indonesia, kami tentu menaruh harapan kepada pemerintah bisa menjalankan fungsinya menjaga stabalitas nasional. Jika dalam konteks ini memang diperlukan peran serta TNI atau pasukan gabungan TNI, kami juga mendukung. Mudah-mudahan stabilitas yang nyaman dan rasa aman sebagai warga negara Indonesia ke depan benar-benar menjadi hak rakyat Indonesia. I Wayan Arsana Gianyar, Bali
Hari Kebangkitan Nasional Spirit Menangkal Radikalisme Makna Kebangkitan Nasional adalah persatuan, kesatuan ataupun kebersamaan dalam menghadapi perlawanan terhadap penjajah. Di dalamnya tersirat pula makna perjuangan melalui kelompok Intelektual Organik. Kita berharap Intelektual Organik yang terbentuk kini melalui pendidikan nasional untuk melawan kaum radikalisme.
T
Oleh Putu Rumawan Salain
ahun 1908 yang lalu, para tokoh masyarakat yang terdidik antara lain dr. Wahidin, dr. Sutomo dan kawan-kawan pada tanggal 20 Mei bertempat di salah satu ruang belajar di STOVIA-Jakarta berkumpul, berpikir dan merumuskan bahwa kemerdekaan tidak akan diperoleh tanpa perjuangan disertai dengan persatuan. Dan, perjuangan tidak boleh berhenti karena perlawanan “perang” melawan kolonial Belanda zaman lalu baik yang dilakukan oleh kaum Padri yang dipimpin Imam Bonjol maupun perang Diponegoro ataupun juga yang dilakukan oleh Patimura dan lainnya tidak mampu mengalahkan Kolonial Belanda. Perang fisik yang menguras harta, nyawa, dan waktu tidak kunjung menampakkan hasil, penjajah Belanda dengan segala kelicikannya menggunakan strategi agama, adat, sosial, dan budaya untuk mengalahkan para pejuang. Model perang fisik ini kemudian oleh para cendekiawan muda yang terpelajar diubah dengan strategi perlawanan melalui konsep membangun persepsi bangun sebuah negara dengan cara membentuk organisasi yang mengkritisi kaum penjajah. Artinya, dari perlawanan otot beralih ke otak. Model ini dapat dikatakan sebagai Intelektual Organik (baca karya Antonio Gramci). Seiring dengan perjalanan waktu, tahuntahun berikutnya lahirlah partaipartai revolusioner yang me-
lengkapi perjuangan bangsa ini. Hegemoni kultural dan ideologis dijadikan bangun arsitektur politik perjuangan nasional Indonesia hingga mencapai kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Seluruh insan bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Rote memperingati perayaan Hari Kebangkitan Nasional yang ke-110 tahun. Tidak terasa bahwa kejadian yang berlangsung 110 tahun yang lalu menjadikan negara Indonesia seperti sekarang ini. Banyak perubahan telah dinikmati dari orde ke orde selanjutnya. Beragam proyek fisik telah mampu memanjakan masyarakatnya kendatipun pendapatan per kapita belum merata. Banyak kemudahan telah dinikmati masyarakat misalnya dalam hal pendidikan maupun kesehatan. Bahkan pada era Presiden Jokowi dengan gegap gempita membangun infrastruktur dan tol laut untuk lebih memudahkan dan memeratakan harga kebutuhan sandang dan pangan sekaligus bermuara pada upaya kian menyatukan Indonesia yang merupakan negara kepulauan. Tol laut, satelit, kemajuan teknologi IT secara imajiner maupun fisikal telah mampu membingkai dan menyatukan negara kepulauan ini. Akan tetapi, sejarah mencatat bahwa sejak Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, hingga Jokowi ada saja ketidakpuasan yang puncaknya berupa perlawanan baik berupa demonstrasi, pemberontakan, pembajakan, sampai dengan teror melalui peledakan
bom sampai dengan bom bunuh diri yang mengorbankan anggota keluarganya. Terorisme seakanakan doktrin dari kelompok radikalisme. Entah apa sebenarnya permasalahan mereka, akan tetapi dengan mudah masyarakat awam menyimpulkannya bahwa perlawanan mereka terkait dengan ketidakpuasan kelompok garis keras terhadap kehidupan yang kian majemuk dan beragam. Pilihan atas keyakinan dan ideologi yang dianggap paling benar menumbuhkan fanatisme yang eksklusif dan cenderung radikal. Entah bagaimana keadaannya pada satu atau dua dekade mendatang? Fenomena yang berlangsung di tanah air setidaknya sejak Orde Baru terjadi pergeseran pembangunan yang lebih mengedepankan pembangunan fisik. Ketertinggalan pembangunan manusia “nonfisik” dengan hubunganhubungannya jauh tertinggal. Sentuhan nonfisik lebih menyuarakan pendekatan kualitatif, misalnya berada pada wacana sejahtera, bahagia, kemiskinan, dan surga di mana batas, capaian, atau kriterianya perlu di kuantitatifkan. Dengan kata lain, kita lebih dijejali oleh slogan untuk konsumsi pikiran dan bukan bagi pemenuhan kebutuhan perut padahal urusan perut menjadi persyaratan utama. Harmoni antara kebutuhan otak “hasrat” dengan perut “pragmatis” sangat ideal. Standardisasi UMR di setiap kota dapat dijadikan cermin bagaimana kuatnya hegemoni terhadap pemenuhan kebutu-
han masyarakat melangsungkan kehidupan dan penghidupannya. Sementara itu, ada hasil penelitian yang menyebutkan penghasilan pengemis di beberapa kota di atas UMR. Pertanyaannya adalah apakah kita akan membangun bangsa ini dengan kekuatan pengemis? Atau mereka mengemis karena tidak adanya lapangan pekerjaan? Jurang antara kaum miskin dan kaya semakin melebar, kesempatan kerja semakin sempit, persaingan semakin ketat, kerja sama semakin luntur, dan lainnya yang bermuara pada kian pudarnya rasa kebersamaan. Kondisi ini diperparah dengan kemajuan IT melalui media sosial yang membangun citra dan imaji sesusai dengan usia, pendidikan, serta pengalamannya. Tidak ada upaya yang sistematis dan terstruktur dari negara untuk menyampaikan pesanpesan yang menyuarakan pentingnya kebersamaan dan persatuan. Demikian pula lembaga yang melakukan penyiaran suara atau gambar kecuali yang diselenggarakan pemerintah sepertinya bagaikan mimbar bebas untuk mencuci otak pendengar atau pemirsa. Bahwa perbedaan adalah kemutlakan yang memperindah alam demokrasi Indonesia tercinta ini benar, namun sudahkah batang tubuh makhluk yang memiliki modal pikir ini dibentuk untuk itu? Dari gambaran singkat di atas dapat disimpulkan bahwa pembangunan sosial atau pembangunan diri dianggap kurang perlu dibandingkan dengan pembangunan fisik selama beberapa dekade. Momen peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini dipandang sangat strategis untuk membangkitkan kembali betapa perlunya membangun modal sosial dan budaya masyarakat kepulauan ini. Satelit, peralatan komunikasi, tol laut adalah teknologi, konsep, maupun sistem yang membantu ikatan persatuan dan kebersa-
Sekolah Saja Tidak Cukup
Sebagian besar orang masih sepakat bahwa sekolah itu adalah suatu hal yang penting, karena banyak sekali hal yang kita pelajari di dalam institusi formal satu ini. Ketika kita berada dalam atmosfer sekolah sebenarnya kita sedang dalam proses membangun pola pikir, bahwa dalam kehidupan itu kita harus selalu bertanya secara kritis terhadap segala sesuatu. Sekolah mengajarkan kita bagaimana cara berpikir kritis dan juga mengapresiasi segala pemikiran dan berbagai perbedaan pendapat yang semua itu harus menjadi sebuah kekuatan di dalam mencari solusi-solusi yang dibutuhkan dalam menjalani hidup. Yang menjadi pertanyaannya adalah, apakah hanya dengan teori-teori akademis di sekolah sudah cukup untuk melahirkan generasi yang siap menghadapi arus perubahan global? Jawabannya jelas tidak. Robert T. Kiyosaki dalam bukunya why “A” students work for “C” students and “B” students work for government dengan jelas mengulas fenomena tentang mengapa banyak siswa yang ketika duduk di bangku sekolah sering mendapatkan nilai C justru malah menjadi bos dari siswa yang mendapatkan nilai A. Jika kita perhatikan, ban-
Oleh I Komang Divo Mahayakti Heriadi, S.H. yak siswa yang mendapat nilai A kebanyakan berkarier sebagai pekerja. Ini sebuah fakta yang tidak dapat kita nafikan. Dalam kehidupan nyata, terdapat banyak nilai yang tidak kita pelajari di sekolah. Jika di sekolah mungkin kita belajar soal rumus aljabar, hukum pascal dan sebagainya. Namun dalam kehidupan nyata, secara jujur dapat saya katakan sebagian dari ilmu yang telah dipelajari cenderung tidak terpakai. Dari sejak duduk di bangku sekolah sebenarnya kita sudah dapat mengimprovisasi diri agar lebih siap menghadapi dunia karier pada masa depan. Ada tiga kunci yang dapat kita persiapkan yaitu, pengetahuan (knowledge), keterampilan (skills), dan terakhir sikap kita (attitude), (Alex P Chandra & Arif Rahman;2016). Pengetahuan luas akan mendukung kecakapan berkomunikasi seseorang. Pengetahuan luas akan mempermudah seseorang untuk berkomunikasi dan beradaptasi dalam pergaulan baru yang pada akhirnya membuat relasi berkembang. Pengetahuan tidak terbatas
pada mata pelajaran di sekolah, namun dapat pula bersumber dari seminar informal, kursus, bukubuku dan bahkan segala informasi di berbagai belahan dunia bisa kita dapatkan dalam satu genggaman smartphone. Kunci selanjutnya yaitu keterampilan (skills). Banyak bicara banyak bekerja, sebuah ungkapan yang cukup relevan kali ini. Kita tidak bisa menjadi fotografer andal hanya dengan membaca buku tentang bagaimana teknik fotografi atau ikut seminar-seminar tentang fotografi. Semua teori dan pengetahuan akan lebih baik jika ditransformasikan ke dalam wujud tindakan nyata. Praktik yang dilakukan secara berulang terus-menerus akan membentuk suatu keahlian yang menjadikan seseorang ahli di bidangnya. Pada era modern yang semakin ketat dan kompetitif menuntut kita untuk memiliki berbagai keterampilan yang berfaedah. Semakin banyak keterampilan yang kita miliki, maka kesempatan dalam dunia karier akan lebih mudah. Misalnya keter-
ampilan menulis, public speaking, marketing, leadership dan keterampilan spesifik lainnya. Kunci terakhir yaitu sikap kita (attitude). Hampir 80% seorang karyawan direkrut karena pengetahuan dan keterampilannya, dan hanya 20% yang direkrut karena sikapnya. Namun berbanding terbalik dengan alasan pemberhentian karyawan, lebih dari 70% karyawan dipecat karena sikap, bukan karena pengetahuan atau keterampilannya. Di sini, sikap adalah fondasinya. Tanpa sikap, pengetahuan dan keterampilan menjadi tidak berarti. Jika kita ingin memenangkan sebuah kompetisi, maka kita harus mengubah sikap yang dapat menghambat perubahan yang kita impikan. Satu catatan penting bahwa, tidak ada kata rugi dalam belajar. Keseimbangan teori dan aplikasinya di lapangan secara langsung akan menjadi kekuatan kita dalam berkarier nanti. Sekolah memang tidak menjamin 100% kesuksesan masa depan, tetapi sekolah dapat mempersiapkan masa depan yang sukses.
maan, akan tetapi yang dibutuhkan adalah membangun ideologi dan keyakinan mereka bahwa kita ini sebagai makhluk sosial adalah modal sosial dan budaya yang melaksanakan persatuan dan kebersamaan tersebut. Bangunlah jiwanya! Hati dan rasa mereka harus disentuh dan diajarkan melalui jenjang pendidikan bahwa sebagai generasi penerus sekaligus generasi emas merupakan insan yang membangun dan mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia tanpa terkecuali. Intelektual Organik inilah yang harus diwadahi dan diberdayakan untuk membangun keyakinan, ideologi, adat, dan budaya bangsa ini yang dilandasi oleh Pancasila dan UUD 1945. Jika kaum terpelajar dan dosen yang menurut hasil penelitian BIN dinyatakan telah dimasuki kelompok garis keras, maka secara analogi dapat diinterpretasikan bahwa kelompok ini meniru gaya Budi Utomo berhadapan dengan Kolonial Belanda. Negara kita bukan menjajah rakyatnya, melainkan membangun bersama untuk tercapainya adil dan makmur melalui demokrasi. Jika ada perbedaan tentu dapat diselesaikan dengan musyawarah melalui saluran yang ada. Kiranya tidaklah berlebihan jika melalui peringatan Hari Kebangkitan Nasional kali ini diharapkan pendidikan nasional di Indonesia ini ikut membangun kekuatan sosial melalui revolusi mental bahwa bumi yang dipijak bersama, mencari makan bersama, hidup bersama adalah berkah Tuhan yang harus dijaga, dipertahankan, dan dimuliakan. Jauhkanlah sifat dan perbuatan radikal, karena dasarnya adalah mengoyak rumah sendiri. Bersama pasti bisa! Penulis, Guru Besar Fakultas Teknik Univesitas Udayana
POJOK Apabila tidak ada proteksi, petani Bali akan ‘’mati’’. - Mati di lumbung dolar. *** Presiden Jokowi bantah ada serbuan TKA asal Cina. - Bantah bukan solusi. *** Nilai tukar rupiah seminggu ini makin terpuruk. - Ini susah dibantah.
Penulis, Warga Desa Batuagung-Jembrana Alumni Fakultas Hukum Universitas Udayana
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
TABANAN
Selasa Paing, 22 Mai 2018
7
Tingkatkan Kunjungan Wisatawan
Digelar Festival di Sejumlah DTW Tanah Lot pada Juli, dan DTW Jatiluwih pada September mendatang. Penyelenggaraan event yang diselenggarakan di sejumlah DTW tersebut dananya selain bersumber dari badan pengelola DTW bersangkutan juga dari bantuan dana pemerintah pusat dan pemerintah daerah. ‘’Besaran nominalnya berbeda-beda sesuai dengan besar kecilnya
event yang digelar di masingmasing DTW,’’ ujarnya. Pergelaran festival tersebut lanjut Yasa, selain untuk meningkatkan angka kunjungan juga sebagai upaya pemkab untuk mendorong ekonomi kerakyatan. ‘’Dalam festival nanti akan ada pameran yang menggandeng pelaku usaha kecil atau UKM. Karenanya festival ini diharapkan bisa meningkatkan ekonomi ker-
akyatan,’’ imbuhnya. Selain menggelar festival, Yasa melanjutkan terobosan lain yang dilakukan untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan adalah melakukan pembangunan sejumlah infratruktur berupa trekking di 14 desa wisata yang ada di Tabanan. ‘’Tidak hanya menyiapkan infrastruktur, sumber daya manusia di desa wisata juga diberi pelatihan terkait bagaimana cara meng-handle tamu, menerapkan standar pelayanan untuk usaha home stay, hingga menjaga kebersihan lingkungan,’’ ujarnya. (kmb24)
Tabanan (Bali Post) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Bali akan digelar tahun 2019 mendatang. Kabupaten Tabanan akan menjadi tuan rumah perhelatan bergengsi di bidang olahraga ini. Mengusung tema sport tourism and cul-
ture, ke depan ajang ini menggabungkan antara olahraga dengan pariwisata dan budaya. Hal ini pun mendapat dukungan Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Tabanan. Kepala Dinas Pariwisata Tabanan I Made Yasa mengaku pihaknya memanfaatkan setiap momen untuk mempromosikan pariwisata Tabanan ke luar baik nasional maupun mancanegara. Terkait Tabanan menjadi tuan rumah Porprov XIV tahun 2019 mendatang, pihaknya sangat mendukung. Apalagi tema yang diambil memadukan dunia olahraga dengan pariwisata dan budaya. ‘’Kami sangat mendukung hal ini (Porprov) apalagi dikaitkan dengan sport tourism,’’ ungkap Yasa, Senin (21/5) kemarin. Mantan Kepala BKD Tabanan ini juga mengatakan olahraga dan dunia pariwisata memiliki keterkaitan. Banyak promosi wisata dilakukan lewat event olahraga. Penyelenggaraan Porporv juga sangat mungkin dikaitkan dengan sektor pariwisata. Dengan banyaknya peserta baik atlet maupun ofisial tentunya menjadi potensi kunjungan wisata. Banyak potensi wisata yang bisa dikunjungi atlet atau ofisial tim. Pihaknya juga berharap agar para peserta Porprov bisa lebih banyak menginap langsung di Ta-
banan. ‘’Porprov bisa menggeliatkan pariwisata dan ekonomi masyarakat,’’ sebutnya. Menyongsong event tersebut, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan objek wisata maupun desa wisata yang ada di Tabanan. Apalagi venue Porprov akan disebar di kecamatan. Keberadaan desa wisata sangat membantu untuk menyediakan akomodasi bagi peserta maupun panitia nantinya. Dikatakan, desa wisata yang ada di Tabanan sudah siap menerima tamu termasuk ketika harus menginap. Selain itu, banyak atraksi yang bisa dilihat seperti pemandangan alam, kuliner, serta kesenian yang dimiliki setiap desa yang variatif. Seperti diketahui, KONI Tabanan merancang kegiatan Porprov XIV tahun 2019 mendatang dengan menyebar venue ke kecamatan dan tidak terpusat di Kota Tabanan. Hal ini dilakukan agar atmosfer Porprov tidak hanya dirasakan masyarakat kota tetapi juga sampai ke pelosok desa. Sehingga tema Porprov dikaitkan dengan pariwisata dan budaya. Beberapa venue olahraga rencananya digelar di beberapa desa wisata seperti balap sepada di wilayah Desa Pinge, Baru, Marga dan Baturiti. Begitu pun dengan beberapa cabor juga disebar di kecamatan. (kmb28)
Tabanan (Bali Post) Meningkatkan angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan domestik (wisdom), Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Pariwisata (Dispar) terus melakukan sejumlah terobosan. Salah satunya dengan menggelar festival besar di sejumlah DTW tahun 2018 ini. Bali Post/ist
HARKITNAS - Suasana apel di Lapas Tabanan memperingati Harkitnas, Senin kemarin.
Warga Binaan Lapas Apel Harkitnas Dikukuhkan Pasukan Merah Putih
Tabanan (Bali Post) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tabanan tampak berbeda pada momen upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitmas) yang ke-110, Senin (21/5) kemarin. Seluruh warga binaan mengikuti apel upacara bendera di areal lapas. Bahkan, ada yang bertindak sebagai pemimpin upacara, pembaca doa, dan peserta upacara dengan inspektur upacara Kalapas Tabanan I Putu Murdiana. Dalam sambutannya, Kalapas mengajak seluruh peserta upacara meneladani perjuangan para pahlawan pendiri bangsa yang telah merelakan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan bangsa. Kebangkitan nasional sebagai awal perjuangan yang modern melalui peningkatan SDM, perjuangan diplomasi, dan hak asasi manusia. Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan pengukuhan Pasukan Merah Putih Narapi-
dana. Pasukan ini dibentuk sebagai perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan untuk memberdayakan narapidana sebagai aset bangsa untuk ikut serta dalam pembangunan nasional dan sebagai wujud bakti terhadap masyarakat. Murdiana menambahkan, kegiatan pasukan ini sudah dimulai Minggu (20/5) seperti pengecatan dan kebersihan kantor di seluruh Indonesia menjadi satu warna. Selanjutnya, pasukan merah putih ini akan dibekali keterampilan sebagai tukang baik tukang kayu maupun tukang batu. Keterampilan tukang dipilih karena saat ini khususnya di kota-kota besar sangat sulit mencari jasa tukang. Masyarakat saat ini lebih memilih pekerjaan kantor daripada menjadi tukang. Warga binaan pemasyarakatan yang tergabung dalam pasukan merah putih ini diharapkan akan menjadi tukang andal yang memiliki sertifikasi seh-
ingga memudahkan kelak mencari pekerjaan apabila sudah selesai menjalani masa pidana di dalam Lapas. Pelatihan dilaksanakan selama tiga bulan bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Dinas PUPR Kabupaten Tabanan. Setelah warga binaan menerima sertifikasi maka ada satu lagi program yang harus mereka kerjakan yaitu pengabdian masyarakat melalui program bakti kepada negeri merah putih narapidana. Bentuk kegiatan ini adalah merenovasi sarana ibadah, sarana sosial, sarana pendidikan, dan sarana umum lainnya yang ada di Kabupaten Tabanan tentunya didahului koordinasi dengan pemerintah daerah. Program ini di samping sebagai wujud bakti terhadap negeri juga sebagai permohonan maaf warga binaan karena telah mencederai masyarakat dengan pelanggaran hukum yang diperbuatnya. (kmb28)
Tabanan (Bali Post) Pemkab Tabanan menggelar pasar murah Selasa (22/5) ini di Pasar Kediri. Selain untuk membantu meringankan beban masyarakat, pasar murah ini juga digelar untuk menyambut hari raya Galungan. Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Tabanan Primayani, Senin (21/5) kemarin, mengatakan pada pasar murah ini, masyarakat akan disediakan 500 paket sembako yang terdiri atas beras, minyak, gula dan telur. Harga paket sembako tersebut Rp 100.000, namun disubsidi
pemkab Rp 50 ribu sehingga masyarakat cukup membeli kupon seharga Rp 50.000 untuk bisa mambawa pulang paket sembako tersebut. Primayani melanjutkan, paket sembako ini mendapatkan bantuan subsidi yang anggarannya diturunkan dari APBD Induk. Tahun 2018 ini untuk menggelar pasar murah, Disperindag mendapatkan dana Rp 200 juta. Dana ini dalam satu tahun dibagi menjadi empat event pergelaran pasar murah yaitu saat perayaan Galungan, Nyepi, dan Idul Fitri. ‘’Jadi, harga sembako Rp 100.000. Dapat subsidi dari
Pemkab sebanyak Rp 50.000 sehingga warga hanya cukup bayar Rp 50.000,’’ ujarnya. Agar tidak terjadi pembelian yang berlebih, menurut Primayani, pihaknya mengatur dengan pembelian kupon. Warga yang hendak membeli sembako hanya boleh membeli satu kupon. ‘’Satu orang hanya boleh satu kupon. Beli kuponnya dulu baru ditukar dengan sembako,’’ imbuhnya. Selain menggelar penjualan sembako, dalam acara pasar murah nanti juga akan dibuka stan yang diikuti oleh UKM yang ada di Tabanan. (kmb24)
Kepala Dispar Tabanan I Made Yasa, belum lama ini mengungkapkan, guna meningkatkan angka kunjungan wisatawan sekaligus memulihkan pariwisata nasional pasca-aksi teror bom di Surabaya, Dispar Tabanan telah mengagendakan sejumlah festival di beberapa DTW. Yakni festival di DTW Ulun Danu pada Juni mendatang, menyusul festival di DTW
Manfaatkan Setiap Momen Promosikan Pariwisata
Jelang Galungan Digelar Pasar Murah
PELEPASAN - Kepala Dinas Pendidikan Tabanan I Gede Susila (tiga dari kanan) bersama Kepala SMPN 1 Kediri Sagung Raka Suartini (empat dari kanan) usai memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi dan siswa berbakat pada acara pelepasan siswa kelas IX SMPN 1 Kediri, Senin (21/5) kemarin.
Diwarnai Prestasi
Pelepasan Siswa Kelas IX SMPN 1 Kediri UPACARA pelepasan siswa kelas IX SMPN 1 Kediri Tabanan digelar Senin (21/5) kemarin. Dalam acara tersebut dilepas 379 siswa-siswi. Selama satu tahun ajaran, SMPN 1 Kediri tidak hanya berhasil meluluskan seluruh siswa kelas IXnya, juga mengantongi banyak prestasi. Kepala SMPN 1 Kediri Sagung Raka Suartini, S.Pd., M.Pd. mengatakan, meski memiliki jumlah siswa yang banyak, tenaga pendidik maupun nonpendidik di SMPN 1 Kediri tetap melakukan usaha semaksimal mungkin untuk memberikan pendidikan yang berkualitas sesuai standar mutu yang ditetapkan oleh BNSP (Badan Nasional Standar Pendidikan). Hasilnya, tahun ini SMPN 1 Kediri mampu menunjukkan diri sebagai sekolah berprestasi. Hal ini ditunjukkan dari lomba siswa berprestasi tahun 2018 tingkat Kabupaten Tabanan, SMPN 1 Kediri yang diwakili siswa Ni Kadek Praniami Setia Dewi
meraih juara pertama dan mewakili Tabanan ke tingkat provinsi. Sementara untuk guru berprestasi yang diwakili I Made Sarwa Edy, S.S., SMPN 1 Kediri meraih juara II tingkat Kabupaten Tabanan. Pada tahun ajaran 2017/2018, menurut Sagung Raka, total jumlah siswa di SMPN 1 Kediri adalah 1.139 yang dibagi atas 42 rombel. ‘’Saat ini untuk kelas IX yang dilepas adalah 379 siswa yang masuk dalam 14 rombel. Saat ini untuk kelas VII dan VIII berada di 28 rombel,’’ ujarnya. Diharapkan, penerimaan siswa baru tahun 2018 yang berdasarkan sistem zonasi bisa diterapkan dengan baik sehingga penerimaan siswa di SMPN 1 Kediri bisa lebih teratur dan tidak terkesan membeludak. Kepala Dinas Pendidikan Tabanan I Gede Susila mengatakan untuk penerimaan peserta didik baru (PPDB) berbasis zonasi ini pihaknya berharap seluruh sekolah akan menjadi sekolah berprestasi dan ada pe-
merataan kualitas pendidikan. ‘’Nantinya tidak ada namanya sekolah favorit tetapi sekolah berprestasi. Dengan adanya PDDB berbasis zonasi nanti, ke depan akan terjadi pemerataan kualitas pendidikan di Tabanan,’’ ujarnya. Terkait dengan hal ini, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait sehingga PPDB berbasis zonasi bisa berlangsung dengan baik. Dalam acara pelepasan siswa kelas IX di SMPN 1 Kediri juga diberikan penghargaan kepada siswa berprestasi dengan nilai Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) tertinggi di SMPN 1 Kediri. Juara pertama dengan nilai 988 atas nama Ni Kadek Meira Pertiwi. Juara II diraih oleh Ni Made Nindia Prapti Cahyani dengan nilai 981, serta juara III diraih oleh I Made Sunan Jero dengan nilai 966. Penghargaan juga diberikan kepada siswa berbakat penyumbang emas di Porjar tingkat SMP Kabupaten Tabanan atas nama I Made Surya Putra. (ad1166)
I Made Yasa
Bali Post/kmb28
Pencanangan BBGRM dan Peringatan HKG PKK
Bupati Eka Ingatkan Pentingnya Gotong Royong BUPATI Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menghadiri acara pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-15 yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-46 tahun 2018, Senin (21/5) kemarin, di Desa Perean Tengah Kecamatan Baturiti. Bupati Eka memberikan apresiasinya atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Bupati mengingatkan pentingnya gotong royong dan pentingnya peran PKK dalam mencapai kesejahteraan masyarakat. Hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi, Ketua TP PKK Tabanan Nyonya Rai Wahyuni Sanjaya, Kepala DPMD Roemi Liestyowati, OPD Tabanan, Camat, Tim PKK, dan tokoh masyarakat setempat. ‘’Saya menyambut gembira kegiatan ini. Ini merupakan program dan kerja sama yang luar biasa. Saya lihat tadi ada posyandu, pemeriksaan IVA, pemberian kacamata gratis, donor darah, pemasangan KB, semuanya benar-benar terintegrasi, melayani rakyat, dari rakyat dan untuk rakyat. Gaungkan gotong royong setiap saat, karena jika kita sudah bersatu dan bergotong royong, pasti akan berhasil. Dengan gotong royong, bangsa akan kuat,’’ ungkapnya. Bupati Eka juga mengingatkan pentingnya peran PKK. Peran PKK harus selalu di depan dan digaungkan, karena tanpa ibu-ibu, alam ini tidak akan ada kedamaian, kemakmuran dan kesejahteraan. ‘’Sering saya sampaikan bahwa peran PKK itu sangatlah penting. Ibu-ibu sudah masuk ke semua lini, bahkan UMKM hampir 80% dipegang oleh ibu-ibu. Dengan berbagai pelatihan yang diberikan, ibu-ibu ini merupakan penggerak ekonomi kerakyatan. Ini harus terus digerakkan ekonomi kerakyatan, kita angkat potensi kita di Tabanan, sehingga rakyat bisa mencapai kesejahteraan yang diharapkan,’’ jelasnya.
BULAN BHAKTI - Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat Ke-15 yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-46, Senin (21/5) kemarin. Bupati Eka menambahkan, kader perempuan dan PKK adalah partner mencapai kesuksesan pembangunan. Peran serta perempuan punya potensi yang sangat besar, Bupati juga berpesan agar selalu berinvestasi hati. ‘’Sering-seringlah kita buka mata dan telinga, ikuti perkembangan yang sehat yang terfilter dan terkonsep. Semuanya memiliki peran, kita semua harus berinvestasi hati. Investasi kebaikan untuk masa depan bangsa, keluarga, bangsa, Tabanan dan untuk kita semua,’’ imbuhnya. Sebelum acara dimulai, Bupati Eka juga menyempatkan diri mengunjungi stan-stan pameran, pemeriksaan IVA, pemeriksaan mata gratis, stan donor darah, dan posyandu. Kepala DPMD Tabanan Roemi Liestyowati yang juga sebagai ketua panitia acara menyampaikan tujuan kegiatan ini antara lain untuk meningkatkan peran aktif masyarakat desa dalam kegiatan pembangunan yang dilaksanakan secara terpadu dengan mengedepankan swadaya gotong royong masyarakat dengan prinsip dari, oleh, dan untuk masyarakat.
‘’Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan program KB-Kesehatan melalui pemberdayaan masyarakat dan kerja sama lintas sektor dalam kesatuan gerak PKK-KB-Kesehatan,’’ jelasnya. Tema BBGRM tahun ini adalah ‘’Dengan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat XV kita daya gunakan peran lembaga kemasyarakatan desa sebagai mitra pemerintah desa’’. Sementara tema HKG PKK ke-46 adalah ‘’Kerukunan Dalam Keluarga dan Lingkungan untuk Wujudkan Indonesia Damai’’. ‘’Adapun pokok-pokok kegiatan HKG-PKK yang dilaksanakan antara lain melaksanakan sosialisasi kesatuan gerak PKKKB Kesehatan kepada semua desa, kecamatan di Kabupaten Tabanan, melaksanakan dan mengikuti Jambore PKK tingkat Kabupaten Tabanan dan provinsi dengan kegiatan berbagai lomba seperti lomba penyuluhan pola asuh anak dan remaja, lomba penyuluhan pemberdayaan ekonomi, lomba penyuluhan pemanfaatan lahan, lomba penyuluhan hidup bersih sehat, dan lomba lainnya,’’ ung-
kapnya. Sementara itu, Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat dr. Erni Guntarti Tjahjo Kumolo dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan Nyonya Rai Wahyuni Sanjaya mengatakan sesuai dengan tema sentral HKG-PKK ke-46 yang difokuskan pada aspek kerukunan dan suasana damai, ada beberapa hal yang ingin disampaikan antara lain kerukunan, berkarya dan peningkatan daya kreativitas. ‘’Tim penggerak PKK harus mampu tampil dan berperan nyata dalam ikut merawat kerukunan dan suasana damai di keluarga, masyarakat, secara keseluruhan. Karya itu tidak akan terwujud tanpa kerja, berkaryalah dengan cerdas, terampil, dan dengan hati yang luhur serta tingkatkan daya kreativitas dan inovasi pengembangan program-program PKK yang semua itu harus dicapai melalui karsa, inisiatif, dan ketekunan,’’ jelasnya. Dalam acara tersebut juga dilakukan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba, dan juga hiburan lainnya. (ad1163)
KARANGASEM
8
Selasa Paing, 22 Mei 2018
SOSOK Tetap Tenang dan Waspada JAJARAN kepolisian tetap siaga satu menghadapi ancaman terorisme. Atensi serius memang ditunjukkan seluruh personel di markas, mulai dari Mapolres hingga Mapolsek. Waspada terus ditunjukkan jajaran kepolisian di lapangan, sebelum ada perintah penurunan status siaga satu. Kapolsek Kota Karangasem AKP I Nengah Berata mengatakan hal itu saat ditemui di Amlapura, Senin (21/5) kemarin. Sikap siaga satu ini sudah ditunjukkan jajaran Polsek Kota sejak adanya kerusuhan di Mako Brimob hingga aksi terorisme kembali pecah di Kota Surabaya dan juga Riau. Sejak saat itu, Kapolsek menegaskan tak sembarang orang bisa masuk ke areal Mapolsek. Siapa pun yang akan masuk digeledah untuk memastikan keamanannya. ‘’Ini sudah menjadi istruksi pimpinan. Selama status masih siaga satu, tidak ada alasan untuk lengah,’’ tegas Kapolsek asal Desa Ujung Hyang ini. Sepanjang adanya peningkatan pengamanan, dia mengatakan tidak ada temuan yang mencurigakan dari pengunjung markas Polsek. Selain peningkatan pengamanan markas, juga tempat vital seperti gereja dan pusat-pusat keramaian tetap dalam pantauan petugas kepolisian. Meski situasi keamanan sedikit terganggu dengan adanya berbagai aksi terorisme, masyarakat diharapkan tetap tenang dan waspada. Segera laporkan kepada petugas kepolisian, apabila ditemukan halhal yang mencurigakan di sekitarnya. (gik)
Tingkatkan Kualitas SDM BERKAITAN momentum Hari Kebangkitan Nasional, Bupati IGA Mas Sumatri menyatakan komitmennya mendorong pembangunan SDM. Dengan kualitas SDM meningkat, ke depannya, daya saing Karangasem juga akan meningkat. ‘’Pengembangan kapasitas SDM harus diletakkan dalam konteks pemerataan kewilayahan. Mengutif butir kelima program Nawacita Kabinet Presiden Joko Widodo, Bupati Mas Sumatri menyebut meningkatkan kualitas SDM, dapat dicapai melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan. Sehingga untuk mencapainya, solusi Bupati adalah mendorong dunia pendidikan, bekerja sama dengan industri dan bisnis guna mencari terobosan baru utamanya pendidikan vokasi. Hal itu sejalan dengan seruan Presiden Joko Widodo. ‘’Jurusan-jurusan baru baik di tingkat menengah yang berkaitan keahlian dan ilmu terapan harus selalu diciptakan, untuk memasok dunia industri. Mau tidak mau, tenaga terampil yang siap kerja memang perlu dipersiapkan dewasa ini. Selain mendorong peningkatan kualitas SDM, pihaknya juga mengajak masyarakat Karangasem utamanya para pemuda melaksanakan nilai-nilai Kebangkitan Nasional. Salah satunya menjaga persatuan dan kesatuan serta mengawal nilai-nilai moral dan kebersamaan. Terlebih, di tengah ancaman teror, yang semakin marak terjadi di berbagai daerah di Indonesia. (gik)
Bali Post/kmb
PROYEK VILA - Tim DPM-PTSP Karangasem dan Perbekel Tegallinggah Gede Sudiarsa mengecek proyek vila berkedok rumah tinggal di Banjar Bale Punduk Kaler.
Di Desa Tegallinggah
Investor Bangun Vila Berkedok Rumah Tinggal
Amlapura (Bali Post) Desa Tengallinggah memang memiliki panorama alam nan indah. Hal itu membuat desa yang berada di Kecamatan Karangasem mulai menjadi sasaran para pemodal. Para investor ingin membangun akomodasi pariwisata di sana. Sayangnya, pemodal yang datang ke sana tidak dengan cara-cara elegan. Sebab, tak jarang mereka melabrak aturan. Bahkan, ada juga yang memanipulasi peruntukan lahan. Modusnya cukup lihai yakni membangun rumah tinggal. Namun, ujung-ujungnya mendirikan vila. Kasus itu salah satunya terungkap saat tim dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Karangasem melakukan survei atas pengajuan izin rumah tinggal di areal Subak Bale Punduk, Banjar Bale Punduk Kaler, Tegallinggah, Senin (21/5) kemarin. Tim langsung menyatakan permohonan Izin Pemanfaatan Ruang (IPR) yang diajukan pemilik itu tidak bisa diproses lebih lanjut. Pasalnya, lahan yang digunakan merupakan lahan pertanian basah. Proyek itu juga tidak memenuhi dari aspek sosialnya. ‘’Tim masih akan mengkaji dari sudut alih fungsi dan peruntukan lahannya.
Doa dan Ikrar Bersama di Lapangan Tanah Aron
Bupati Minta Pintu Masuk Karangasem Diperketat MENYIKAPI kondisi dan situasi yang terjadi belakangan ini, seperti rentetan aksi terorisme di beberapa daerah di Tanah Air, Pemkab Karangasem menggelar doa bersama Senin (21/5) kemarin. Doa bersama digelar di Lapangan Tanah Aron, Amlapura. Doa yang melibatkan segenap pejabat dan berbagai elemen masyarakat itu dilakukan setelah apel peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Setelah doa dilanjutkan penyampaikan ikrar bersama, sebagai bentuk pernyataan sikap persatuan dan toleransi. Doa dan ikrar bersama itu melibatkan tokoh lintas agama dari Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), para pejabat di lingkungan Pemkab Karangasem termasuk Bupati IGA Mas Sumatri dan Wabup Wayan Artha Dipa, jajaran Polres Karangasem dan Kodim 1623/Karangasem serta unsur Forkompinda. Peserta berdoa menurut agama dan keyakinan masing-masing. Sedangkan doa secara Hindu dipandu Kepala Kantor Departeman Agama Karangasem, Ni Nengah Rustini. Melalui acara tersebut, seluruh komponen masyarakat Karangasem berikrar, senantiasa menjaga kedamaian, kerukunan, persaudaraan dan keadilan antarsesama umat beragama. Menciptakan suasana sejuk, harmonis dan bebas konflik antarsesama umat beragama. Memelihara keberagaman dan perbedaan dengan saling melindungi berbagai agama
Sebab, masih berupa sawah. Dari sisi sosial belum bisa karena masih ada persoalan,’’ kata Kadek Arya Sudana dari unsur Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Karangasem. Perbekel Tegallinggah I Gede Sudiarsa mendukung sikap dan keputusan tim tersebut. Pihaknya berkeyakinan izin rumah tinggal yang diajukan pemilik itu hanya akal-akalan. Sudiarsa
bahkan mengaku sudah punya kecurigaan sejak awal. Dia mencium gelagat pemilik itu punya iktikad tidak baik. Ketika mengajukan surat rekomendasi ke Kantor Perbekel, kata Gede Sudiarsa, penanggung jawab proyek mencoba melakukan suap. ‘’Dia mau menyuap saya, proposal izinnya berisi amplop,’’ ungkapnya. Sudiarsa mengaku tidak menindaklanjuti proposal
’’ Saya benar-benar heran. Kok belum ada izinnya sudah membangun. Kalau sampai izinnya turun. Jelas hal itu bertentangan dengan aturan.’’ Perbekel Tegallinggah, I Gede Sudiarsa
Ada banyak pergeseran gaya hidup pada
kaidah etika dan juga moral. Moralitas masyarakat Bali saat ini dikatakan sudah jauh menurun. Realitas itu sangat mudah ditemukan di dalam kehidupan masyarakat Bali saat ini. Bagaimanakah solusinya, transformasi sistematis apa yang harus dilakukan se-
dan keyakinan secara tulus dan sunguh-sungguh. Menolak segala bentuk intimidasi, pemaksaan agama dan keyakinan serta menolak aksi anarkis atau kekerasan dalam beragama. Kemudian mendukung segala upaya pemerintah dalam hal ini Polri menegakkan konstitusi yang melindungi hak warga negara, dalam menjalankan agama dan keyakinan. Bupati Mas Sumatri mengatakan, doa bersama dan ikrar bersama ini dilaksanakan untuk mendoakan agar radikalisme dan terorisme tidak masuk ke Karangasem. Dengan kebersamaan dan semangat persatuan untuk menjaga wilayah masingmasing, pihaknya yakin keamanan dan kedamaian akan bisa terjaga dengan baik. Menyikapi aksi terorisme belakangan ini, Mas Sumatri menegaskan perlunya upaya cegah dini. Hal itu penting untuk menangkal masuknya anggota jaringan terorisme dan radikalisme ke
Karangasem. Untuk tujuan itu, menurut dia, Pemkab Karangasem bersama aparat keamanan sudah melakukan berbagai upaya sosialisasi kepada masyarakat agar bersama menjaga pintupintu masuk, termasuk jalan tikus yang biasa dimanfaatkan anggota jaringan teroris untuk menyusup masuk ke suatu wilayah tertentu. Pengamanan di pintu-pintu masuk itu agar diperketat. Aksi itu sangat krusial alias penting untuk memberikan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat. Mas Sumatri juga berharap peran aktif masyarakat. Karena itu, pihaknya menginstruksikan jajaran pemerintahan hingga di tingkat banjar untuk melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap penduduk pendatang yang tidak punya identitas lebih-lebih tujuannya tidak jelas. ‘’Segera laporkan ke aparat keamanan jika ditemukan ada sesuatu yang mencurigakan,’’ serunya. (ad1171)
Sedangkan pemodalnya turis asal Belanda. Luas bangunannya 1,5 are. Sisanya digunakan untuk kebun. Progres proyek itu sudah berjalan 60 persen. Penanggung jawab proyek sekaligus pelaksana proyek, Agus Supriono, terlihat hanya bisa pasrah. Pasalnya saat ini pekerjaannya baru dibayar 40 persen. Dia mengaku hanya membantu menguruskan izin dan sebagai pelaksana di lapangan. Urusan membangun sepenuhnya ditentukan oleh pemilik. Dia juga tak menampik proyek yang digarapnya itu untuk vila. ‘’Awalnya, panyengker saja kemudian diminta membangun. Soal izin diproses sambil jalan,’’ katanya. Pria yang beralamat di Kelurahan Padangkerta itu mengaku mau mengerjakan proyek itu karena sudah mendapat rekomendasi dari banjar adat. Sedangkan terkait aksi suap kepada perbekel, pihaknya mengaku sudah minta maaf. (kmb)
Moralitas Masyarakat Bali Semakin Menurun masyarakat Bali. Terlebih, yang berkaitan dengan
IKRAR BERSAMA - Doa dan ikrar bersama usai apel peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Lapangan Tanah Aron, Amlapura.
tersebut. Alasannya, lahan yang digunakan merupakan lahan pertanian basah. Sejauh ini belum ada perubahan peruntukannya. Bahkan, pihaknya akan mempertanyakan jika sampai izin vila itu diterbitkan. ‘’Saya benar-benar heran. Kok belum ada izinnya sudah membangun. Kalau sampai izinnya turun. Jelas hal itu bertentangan dengan aturan,’’ tegasnya. Dalam survei tersebut, pemilik diwakili penanggung jawab proyek sebenarnya juga diminta menghadirkan penyanding termasuk prajuru Banjar Adat Bale Punduk Kaler. Namun hanya beberapa penyanding yang hadir. Prajuru bahkan tidak datang. Penyanding yang hadir juga mengakui awalnya penanggung jawab proyek itu hanya mengaku membangun rumah pribadi. Akan tetapi belakangan justru membangun vila. Pemiliknya adalah Pande Komang Riksa asal Desa Nongan, Rendang, Karangasem.
hingga kelak anak-anak muda menjadi teladan ideal di masyarakat? DEMIKIAN dikatakan Ida Pandita Acharya Nanda saat menjawab pertanyaan salah satu tokoh pendidikan di Karangasem dalam acara dharma wacana di Gedung UKM Center Amlapura yang digelar PGRI Karangasem, belum lama ini. Saat itu, salah satu tokoh pendidikan, Wayan Sarya, mengaku risau dan sulit menjelaskan kepada masyarakat dan keluarga, ketika ditanya perihal persoalan ini. Salah satu contoh, berbagai bentuk judi, seperti tajen, yang dulu hanya bisa dilakukan sewaktu-waktu dengan sembunyi-sembunyi. Kenyataan-
nya sekarang, justru para pelakunya bisa melakukannya secara bebas. Bahkan, terkesan pamer. Celakanya, mereka menggelar tajen itu bahkan di tempat umum secara bebas. Selain itu, yang cukup miris adalah kebiasaan anak-anak muda mabukmabukan. Malah mabukmabukan itu sekarang jadi tren di kalangan anak muda. Kenyataan itu membuat Sarya sangat heran dengan situasi saat ini di tengah masyarakat. Karena itu, dia mengaku sulit menjelaskan ketika keluarga maupun anak didik bertanya terhadap persoalan kekinian masyarakat Bali. Bahkan, diprediksikan hal kontraproduktif itu berpeluang terjadi semakin hari semakin parah, jika tidak ada langkah-langkah revolusioner yang dilakukan pihak-pihak yang berkompeten mengeliminasi hal itu. ‘’Melihat persoalan seperti ini, salahnya di mana?’’ tanya Sarya, mantan kepala sekolah yang kini menjabat sebagai Kabid Dikmen Disdikpora Karangasem. Ida Pandita yang tampil sebagai narasumber melihat persoalan ini ada pada moralitas masyarakat.
Menurutnya, ada pergeseran moralitas yang semakin mengkhawatirkan di tengah masyarakat. Tidak hanya urusan judi, tajen, mabuk-mabukan, bahkan orang selingkuh pun sekarang sudah berani terangterangan. ‘’Masyarakat sering matirtayatra. Banyak saya lihat pasangan selingkuh di sana. Jangankan pamer dengan masyarakat. Oknum masyarakat ini bahkan berani pamer di hadapan Ida Batara,’’ seloroh Ida Pandita. Garis besar persoalannya, kata Ida Pandita Acharya Nanda, adalah moralitas. Jadi, melalui momentum Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional ini, dia berharap para guru mampu mengambil peran di sana. ‘’Guru punya tugas berat mengarahkan siswa menjadi manusia bermoral dan dapat ditiru di lingkungannya. Harus ada transformasi yang sistematis. Dengan cara itu, diyakini kelak anak muda itu tahu mana hakikat moral yang benar dan mana yang salah, kemudian dijadikan bekal hidup yang lebih baik di tengah masyarakat,’’ kata Ida Pandita Acharya Nanda. (gik)
’’Guru punya tugas berat mengarahkan siswa menjadi manusia bermoral dan dapat ditiru di lingkungannya. Harus ada transformasi yang sistematis. Dengan cara itu, diyakini kelak anak muda itu tahu mana hakikat moral yang benar dan mana yang salah, kemudian dijadikan bekal hidup yang lebih baik di tengah masyarakat.’’ Ida Pandita Acharya Nanda
GIANYAR
Selasa Paing, 22 Mei 2018
9
Ekspor Kerajinan Masih Terpuruk Gianyar (Bali Post) -
Ekspor produk kerajinan Kabupaten Gianyar masih berada di titik rendah. Belum ada pergerakan signifikan sejak tahun 2009 atau ketika krisis ekonomi mencapai puncaknya. Para pengusaha khususnya eksportir sejauh ini sebatas bertahan di tengah keterpurukan. Hal itu disampaikan Ketua Kadin Gianyar I Wayan Gede Arsania, Senin (21/5) kemarin. Arsania mengatakan, sudah cukup lama ekspor kerajinan mengalami keterpurukan. Para pengusaha mengalami berbagai kendala baik dari faktor eksternal maupun internal. Lesunya perekonomian dunia dan menurunnya daya beli masyarakat menjadi pemicu. Setelah itu, pengusaha didera berbagai permasalahan internal misalnya sulitnya mencari tenaga kerja karena banyak perajin alih profesi, sistem pemasaran konvensional yang sekarang kurang bisa diandalkan hingga belum mampunyai perajin yang melakukan inovasi produk. ‘’Intinya, hampir semua eksportir sekarang mengeluh. Tapi kadang saya heran, data nilai ekspor kadang tidak sesuai kenyataan. Disebutkan ada peningkatan, padahal masih stagnan. Beda halnya dengan perdagangan di dalam negeri. Ya memang lebih bergairah dibandingkan ekspor. Misalnya ketika ada pameran Bali Post/wan
TERPURUK - Sektor kerajinan Gianyar yang beroreintasi ekspor masih terpuruk. Persaingan harga dengan produk negara lain seperti Tiongkok menjadi salah satu faktor penyebab.
Soal Aturan Parkir di Ubud
Anggota Dewan Nilai Pemkab Tak Konsisten
Bali Post/ded
PELANGGARAN - Pelanggaran aturan parkir di kawasan Ubud masih marak. Pemerintah diminta konsisten menegakkan aturan.
Gianyar (Bali Post) Larangan parkir di badan jalan berdampak positif untuk mengurai kekroditan lalu lintas di kawasan pariwisata Ubud. Namun, aturan tersebut belakangan ini banyak dilanggar. Ironisnya, instansi terkait terkesan melakukan pembiaran. Kalangan legislatif pun mempertanyakan komitmen pemerintah dalam penegakan aturan. Anggota DPRD Gianyar I Kadek Era Sukadana, Senin (21/5) kemarin, menyatakan badan jalan di Ubud terbebas dari parkir liar hanya pada saat aturan diujicobakan. Ketika itu, petugas melakukan pengawasan dengan intensif. Petugas juga tidak segan-segan menindak tegas pelanggar. Namun selang beberapa bulan kemudian, aturan dan penindakan mulai tidak jelas. Petugas terkadang sigap terhadap pelanggaran, ada kalanya pula terkesan cuek. ‘’Mulai tidak konsisten. Itu yang sekarang banyak dirasakan masyarakat,’’ katanya. Wakil rakyat dari dapil Ubud ini meminta Pemkab Gianyar konsisten menerapkan aturan. Sebab, inkon-
sistensi pemerintahlah yang justru akan memicu timbulnya rasa ketidakadilan dan ketidakpuasan di masyarakat. Menurutnya, jika aturan tidak konsisten diterapkan, lebih baik ditinjau ulang. Apalagi berdasarkan pengamatan dan pengaduan dari masyarakat, penerapan aturan parkir di Ubud berdampak terhadap pengusaha setempat. Sejak aturan itu diberlakukan, terjadi penurunan jumlah kunjungan wisatawan ke restoran maupun kios-kios yang menjajakan cenderamata khas Bali. Kadek Era meminta pemerintah memikirkan solusi atas persoalan ini. Jangan sampai masyarakat yang mengais rezeki dari kunjungan wisatawan di Ubud dirugikan. Mereka seharusnya bisa menikmati kue pariwisata terutama ketika kunjungan wisatawan sedang tinggi-tingginya. ‘’Bagaimana caranya lalu lintas lancar dan usaha-usaha pariwisata di Ubud juga tetap jalan. Jangan sampailah wisatawan cuma nginap saja di Ubud tapi belanjanya di luar. Itu kan kurang bagus juga,’’ ujarnya. (kmb25)
Dapatkan Bahan Baku Impor Lebih Murah
Perajin Didorong Manfaatkan Fasilitas KITE IKM
Gianyar (Bali Post) Pelaku industri kecil dan menengah (IKM) kini dapat lebih mudah mendapatkan bahan baku. Pasalnya, Bea dan Cukai telah meluncurkan layanan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor untuk Industri Kecil dan Menengah (KITE IKM). Dengan program ini, bahan baku terbebas dari bea masuk dan pajak impor. Dengan demikian, harga produk IKM semakin kompetitif lantaran
terjadi penghematan ongkos bahan baku. KITE IKM mulai disosialisasikan di Kabupaten Gianyar oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean A Denpasar. Sosialisasi kepada pengusaha perak di Desa Celuk dilangsungkan pada Selasa (15/5), sementara untuk pengusaha tenun tradisional Bali pada Kamis (17/5) lalu. Menurut Kepala Disper-
indag Kabupaten Gianyar I Wayan Suamba, KITE IKM harus dimanfaatkan pelaku IKM di Gianyar. Sebab fasilitas ini mampu memotong mata rantai pasokan bahan baku IKM. Bahan baku didatangkan langsung dari pelaku industri terkait sehingga harganya jauh lebih murah. ‘’Kami ingin kerajinan perak Desa Celuk dan tenun tradisional Bali serta kerajinan lainnya di Gianyar kembali bangkit dengan ad-
anya fasilitas KITE IKM ini,’’ ujarnya. Untuk diketahui, selain insentif fiskal berupa pembebasan pajak impor, KITE IKM juga memberikan kemudahan operasional seperti penyediaan modul sistem pencatatan barang secara gratis, pembebasan jaminan dan pemberian akses kepabean kepada IKM yang mendaftar. Lewat fasilitas ini, akses impor dan ekspor IKM diperluas. (kmb25)
Inacraft di Jakarta, itu lumayan jualannya,’’ katanya. Persoalan cukup pelik yang dihadapi pengusaha adalah persaingan yang semakin ketat dengan negara lain khususnya Tiongkok. Produk yang ditawarkan Tiongkok lebih murah dan banyak diminati pasar internasional. Solusi atas permasalahan ini perlu dipikirkan bersama. Bali terkenal dengan kerajinan hand made atau buatan tangan. Kerajinan hand made punya kualitas jauh lebih baik namun konsekuensinya, harga lebih mahal. Pun demikian, tidak semua orang menginginkan kerajinan hand made. Kondisi itulah yang membuat produk kerajinan Bali kalah saing. Untuk itu, Arsania mengajak seluruh stakeholder harus mencari celah untuk meningkatkan nilai tawar kerajinan Bali. Opsi utamanya adalah inovasi. Perajin harus mampu melakukan improvisasi misalnya di bidang desain dan
pemanfaatan teknologi informasi dalam pemasaran. Peran pemerintah untuk mengangkat ekspor kerajinan sangat diperlukan. Sejauh ini, kata Arsania, kajian mengenai permasalahan yang dihadapi pengusaha dan perajin beserta solusinya, memang sudah dibuat dan dipaparkan pemerintah. Namun sayangnya, implementasinya masih belum terlihat. ‘’Apa prioritasnya, mestinya itu dilaksanakan sesegera mungkin,’’ imbuhnya. Pemerintah harus mampu mengangkat sektor kerajinan dari keterpurukan. Sebab, sektor ini pada dasarnya padat karya. Jika kerajinan bangkit ditandai dengan menggeliatnya home industry, maka program pengangguran dan kemiskinan akan lebih cepat dituntaskan. Di sisi lain, ekspor kerajinan mendatangkan devisa yang tentu saja sangat memengaruhi perekonomian secara nasional. (kmb25)
Pertama di Bali
’’Pararem’’ Perlindungan Perempuan dan Anak Desa Pakraman Tegallalang
Gianyar (Bali Post) Desa Pakraman Tegallalang kini memiliki pararem tentang perlindungan perempuan dan anak. Pararem tersebut merupakan yang pertama di Bali. Aturan ini akan menjadi acuan bagi paralegal yakni bendesa dan prajuru dalam menangani masalah perempuan dan anak di wilayah desa pakramannya. Penandatanganan pararem oleh Bendesa dan Penyarikan Desa Pakraman Tegallalang serta Perbekel, Camat dan MADP Tegallalang dilaksanakan Sabtu
(19/5) lalu. Terbentuknya pararem ini merupakan hasil kerja sama Pemkab Gianyar dengan LBH APIK Bali dan Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) Kabupaten Gianyar. Direktur LBH APIK Bali Ni Luh Putu Nilawati menyampaikan, pararem perlindungan perempuan dan anak Desa Pakraman Tegallalang ini adalah yang pertama di Bali. Belum ada desa pakraman lain yang memiliki pararem seperti ini. Menurutnya, upaya mencantumkan perlindungan perempuan dan anak dalam kehidupan adat sudah diupayakan Pemkab Gianyar sejak be-
berapa tahun lalu, bermula saat terbentuknya paralegal adat di Gianyar yang beranggotakan 95 bendesa. Paralegal inilah yang melakukan pendampingan dan upaya memperjuangkan hak asasi manusia di wilayah masing-masing. Sementara itu, Penjabat Bupati Gianyar melalui Kepala Dinas Kebudayaan Gusti Ngurah Wijana menyatakan, pararem ini menunjukkan komitmen yang kuat dari masyarakat yang berada di dalam wadah desa pakraman untuk memberikan perlindungan dan pemenuhan terhadap hak-hak perempuan dan anak. Adanya pararem ini akan menguatkan berbagai kebijakan yang telah diambil oleh pemerintah dalam mencegah berbagai tindakan yang melanggar, menghambat, dan mengabaikan hak asasi perempuan dan anak. Terobosan ini diharapkan bisa dicontoh desa pakraman lainnya di Gianyar. (kmb25) Gusti Ngurah Wijana
Angdes Gratis untuk Siswa
Ditargetkan Mulai Beroperasi Juni Gianyar (Bali Post) Sistem transportasi gratis khusus pelajar dengan moda transportasi berupa angdes dan AKDP di Gianyar ditargetkan mulai beroperasi Juni atau pada tahun ajaran baru. Saat ini, proyek tersebut masih dalam proses tender. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gianyar Wayan Artana, Senin (21/5) kemarin, mengatakan proses pendataan sopir dan angkutan yang akan digunakan sudah selesai dilakukan. Proses selanjutnya tinggal menunggu kelengkapan persyaratan administrasi kendaraan. Pihaknya ingin memastikan sarana transportasi layak digunakan. Sementara proyek yang sedang ditenderkan senilai Rp 3,9 miliar itu terkait biaya operasional angdes beserta sopirnya. Menurutnya, penggunaan
angdes dan AKDP merupakan bagian dari upaya revitalisasi angkutan umum di Kabupaten Gianyar. Sistem yang digunakan adalah sewa layanan seperti yang diterapkan di Kabupaten Tabanan dan Klungkung. Dalam hal ini, Pemkab Gianyar menyewa angkutan umum sehingga para pelajar yang menggunakan angkutan ini tidak lagi dikenakan biaya. Selain memberikan benefit bagi siswa, masyarakat yang berkecimpung di dunia transportasi umum juga akan mendapatkan manfaat dari program tersebut. ‘’Ada 90-an sopir yang akan diberdayakan dalam program ini,’’ ujar Artana. Pola pengoperasian layanan ini yakni setiap kendaraan umum melintasi sejumlah sekolah dan melayani siswa. Para sopir harus bertang-
gung jawab dengan mengikuti aturan bahwa mereka harus mengoperasikan layanan terutama saat jam masuk dan pulang sekolah. Di luar itu, mereka diperbolehkan mengangkut penumpang umum. Ditegaskannya, pemanfaatan angdes tidak mengeliminasi fungsi Bus Sekolah Kabupaten Gianyar yang selama ini telah memberikan layanan transportasi gratis bagi pelajar. Sistem baru tersebut justru akan melengkapi layanan bus sekolah. Bus sekolah tetap beroperasi sesuai trayek yang sudah ada. Dijelaskannya, angdes gratis siswa yang segera diluncurkan ini direncanakan beroperasi di wilayah Kota Gianyar. Meski demikian, pihaknya berencana mengembangkan layanan ini di semua kecamatan di Kabupaten Gianyar. (kmb25)
Ribuan Warga Iringi ’’Palebon’’ A.A. Ngurah Agung Gianyar (Bali Post) Palebon tokoh Puri Agung Gianyar, A.A. Ngurah Agung, dilangsungkan Senin (21/5) kemarin. Prosesi palebon adik dari mantan Bupati Gianyar A.A. Gde Agung Bharata tersebut berjalan lancar dan diikuti ribuan masyarakat. Palebon menggunakan sarana berupa lembu dan bade. Sementara prosesi dipusatkan di Puri Agung Gianyar dan Setra Beng. Masyarakat tumpah ruah memenuhi jalanan saat iring-iringan palebon menuju setra. A.A. Ngurah Agung meninggal dunia pada 13 Mei lalu, di usia 50 tahun. Dia
tutup usia lantaran penyakit yang dideritanya. Menurut istri almarhum, Aryani Tedjamulja, kondisi kesehatan A.A. Ngurah Agung menurun drastis sejak awal Maret lalu. Setelah dicek, ternyata yang bersangkutan menderita kanker paru-paru stadium empat. Untuk diketahui, A.A. Ngurah Agung merupakan calon Wakil Bupati Gianyar pada pilbup 2012 lalu. Dia berpasangan dengan Cokorda Gde Putra Nindya. Namun, mereka dikalahkan oleh pasangan A.A. Gde Agung Bharata dan Made Mahayastra. (kmb25)
PALEBON - Pembakaran jenazah sebagai rangkaian palebon A.A. Ngurah Agung, Senin (21/5) kemarin.
Bali Post/ded
JEMBRANA
10
Selasa Paing, 22 Mei 2018
Jelang Arus Mudik Lebaran
Pengoperasian Kapal ”Jumbo” Tunggu Kebijakan Pusat
Bali Post/olo
Negara (Bali Post) – Berbagai persiapan dilakukan pihak Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Pelabuhan Gilimanuk jelang arus mudik. Arus mudik Lebaran nanti dipastikan akan adanya penumpukan kendaraan di pelabuhan yang berada di ujung barat Pulau Bali ini. Untuk itu, pihak terkait pun mulai melakukan rapat koordinasi terkait pengamanan dan kelancaran arus mudik. Pihak ASDP Ketapang-Gilimanuk belum memastikan apakah akan menggunakan kapal jumbo yang bisa
mengurangi antrean atau tidak. Manajer Operasional ASDP Gilimanuk Heru Wahyono, Senin (21/5) kemarin, mengatakan untuk pengoperasian kapal jumbo (ukuran besar) masih belum pasti. Ada beberapa faktor yang membuat kapal berkapasitas tiga kali lipat dari KMP itu belum dipastikan pengoperasiannya. Salah satunya, saat bersandar mengganggu operasional kapal lainnya. Apalagi saat ini di dermaga Pelabuhan Ketapang sedang ada perbaikan. Pertimbangan lain adalah kapal yang beroperasi di penyeberangan
Ketapang-Gilimanuk masih cukup. Total ada 56 unit kapal yang siap digunakan. Namun, nantinya dioperasikan maksimal 32 kapal. “Kita akan maksimalkan waktu bongkar muat kapal yang ada, sehingga lebih cepat. Tapi kalau memang nantinya ada kebijakan menggunakan kapal jumbo itu, kita sesuaikan. Kita menunggu kebijakan dari pemerintah,” kata Heru. Dari pengalaman sebelumnya, kapal jumbo yang dioperasikan saat arus mudik seperti Portlink VII mampu menampung kendaraan lebih banyak, baik roda dua (R2)
Peringati Harkitnas
Sejumlah Napi Jadi Pasukan Merah Putih Negara (Bali Post) Ratusan Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) dan petugas di Rutan Kelas IIB Negara, Senin (21/5) kemarin memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-110. Peringatan ini dilaksanakan dalam bentuk upacara di Lapangan Rutan Negara yang dipimpin langsung Kepala Rutan Negara, Purniawal. Sejumlah narapidana (napi) nampak dikukuhkan menjadi pasukan merah putih. Pasukan ini diberikan pelatihanpelatihan keterampilan dengan bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) dan pihak swasta. Mereka akan dibekali keterampilan kerja, baik pertukangan kayu, otomotif, pertanian, peternakan, perkebunan dan lainnya, termasuk juga dalam pembinaan kemandirian. Purniawal mengatakan pasukan merah putih ini dimaksudkan untuk membentuk suatu kelompok atau komunitas napi yang nantinya akan dilatih dan dibekali dengan kegiatan-kegiatan
kerja dalam peningkatan kapasitas diri dan kemampuan diri. “Sehingga kualitas Sumber Daya Manusia mereka menjadi unggul ketika kembali ke lingkungan masyarakat,” katanya. Sebelumnya, pada Minggu (20/5) para napi bersama petugas serta masyarakat sekitar melakukan kerja bakti bersama membersihkan areal sekitar rutan di Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara. Menurut Purniawal, upaya itu merupakan salah satu bentuk wujud bakti napi kepada masyarakat. Dengan pembentukan ini diharapkan tujuan-tujuan dari sistem permasyarakatan, yakni menyatukan kembali hubungan hidup, kehidupan dan penghidupan WBP bisa terwujud. “Mereka juga bisa menyadari kesalahan, memperbaiki dirinya dan tidak mengulangi lagi. Yang paling penting saat bebas nanti, bisa aktif berperan menjadi pribadi yang unggul dan handal, berdaya saing dalam memajukan atau menyukseskan programprogram nasional,” tambahnya. (kmb26)
Bali Post/olo
DIKUKUHKAN - Sejumlah napi di Rutan Negara saat dikukuhkan menjadi Pasukan Merah Putih.
Komang Budiartha didampingi Kabag Ops Polres Jembrana Kompol M. Didik Wiratmoko dan Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yusak A Sooai, Senin (21/5) kemarin. Ia mengatakan selama operasi pekat ini, pihaknya mengamankan sedikitnya 31 orang. Untuk kasus judi togel, diamankan dua orang. Keduanya kini ditahan di sel tahanan. Sementara, kasus
Bali Post/kmb
TUNJUKAN - Wakapolres Jembrana Kompol I Komang Budiartha dan jajaran menunjukkan barang bukti pengungkapan selama Operasi Pekat Agung 2018.
R2 yang normalnya hanya satu akan dibuka menjadi tujuh loket. Berkaca pada pengalaman tahun sebelumnya, percepatan kapal ini mampu mengatasi antrean kendaraan. Saat kondisi puncak (paling padat), satu KMP bisa melayani hingga sembilan trip. Untuk itu, total dalam sehari mencapai lebih dari 300 trip. Jumlah trip itu jauh lebih banyak dibandingkan hari normal, di mana rata-rata satu KMP melayani 2-3 trip. Selain kapal jumbo, pelayanan buffer zone (rest area ASDP) yang pada tahun lalu ditempatkan di
tiga titik jalur mudik (dari Soka, Tabanan hingga Cekik, Gilimanuk) juga masih menunggu keputusan ASDP Pusat. Buffer zone ditujukan untuk memecah konsentrasi pemudik agar tidak menumpuk di pelabuhan. Di titik ini, para pemudik juga bisa memesan tiket, mengisi manifest dan beristirahat sebelum masuk pelabuhan. Tahun sebelumnya, tiga titik di Jalan Denpasar-Gilimanuk digunakan untuk buffer zone yakni di Soka, Tabanan, Lapangan Candikusuma, Melaya dan Cekik, Gilimanuk. (kmb26)
Pembahasan Ranperda Desa Wisata Diperpanjang
Negara (Bali Post) –
Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (Ripparda) Tahun 2018-2032 di DPRD Jembrana nampaknya masih alot. Bahkan penggodokan ranperda ini diperpanjang Panitia Khusus (Pansus) yang dibentuk dari kalangan DPRD Jembrana. Revisi dilakukan untuk penyempurnaan payung hukum yang berkaitan dengan desa wisata. Ketua Pansus Ranperda Desa Wisata, Ida Bagus Susrama, Senin (21/5) kemarin mengungkapkan pansus memperpanjang waktu kerja terkait ranperda ini. Menurut anggota Fraksi PDI Perjuangan ini, ada beberapa revisi yang harus dilakukan. Di antaranya, salah satu pasal masih dalam pembahasan dengan eksekutif. “Nanti setelah ada kesepakatan dengan eksekutif, kita sampaikan. Pertengahan Juni sudah bisa ketok palu,” ujar Susrama. Ranperda tentang Desa Wisata ini diajukan bersama dua ranperda lainnya, yakni tentang Perubahan atas Perda Nomor 14 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha serta Ranperda tentang Perubahan Kedua atas Perda Nomor 13 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum. Ketiga ranperda ini juga telah dipaparkan dalam rapat paripurna mulai dari pemandangan umum fraksi hingga jawaban bupati. Dalam agenda jawaban bupati terkait pemandangan fraksi pada April lalu, terdapat 13 poin pokok jawaban berupa saran, usul dan pertanyaan. Salah satunya terkait
Operasi Pekat, Polres Amankan 31 Orang Negara (Bali Post) Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Agung 2018 yang dilaksanakan jajaran Polres Jembrana berhasil mengamankan puluhan pelaku kejahatan. Dari jumlah itu, terdapat tujuh kasus. Di antaranya, ada yang terlibat perjudian, minuman keras (miras), susila, premanisme, pencurian dan lainnya. Hal ini diungkapkan Wakapolres Jembrana Kompol I
maupun roda empat (R4). Namun, karena bentuknya yang besar dan lebar, kapal hanya bisa bersandar di dermaga LCM (plengsengan) dan mengambil lebih banyak ruang. Hal itulah yang dikhawatirkan akan mengganggu operasional kapal lain, terutama di dermaga LCM. Ia menilai tanpa kapal jumbo pun pihaknya sudah melakukan antisipasi. Selain mempercepat bongkar muat, semua loket tiket ditambah. Untuk R4 yang normalnya satu loket, nantinya akan dibuka menjadi dua. Begitu juga halnya dengan
susila diamankan mucikari satu orang, pekerja seks komersial (PSK) dua orang. Sementara, kasus miras sebanyak 14 orang dan tidak ditahan karena melanggar perda. Untuk kasus pencurian biasa tercatat dua orang dan ditahan. Kasus pencurian dengan pemberatan sebanyak empat orang. Yang lainnya terlibat kasus premanisme. Untuk kasus ini diamankan enam orang dan dinilai melanggar pasal 492 KUHP dengan ancaman kurungan paling lama 6 hari dan denda Rp 375. Selama pelaksanaan operasi pekat ini juga telah diamankan minuman keras jenis arak sebanyak 133,7 liter. “Dengan tertangkapnya enam orang preman menunjukkan Jembrana belum bebas dari preman. Masih ada preman. Dan ke depan kita akan tetap pantau dan operasi sehingga Jembrana bebas dan bersih dari preman,” katanya. Keenam preman itu diamankan ketika sedang mabuk-mabukan di area Gedung Kesenian Bung Karno, Jalan Sudirman Jembrana. (kmb26/kmb)
Bali Post/dok
SIDANG – Suasana rapat paripurna beberapa waktu lalu di DPRD Jembrana. Pada April lalu telah diajukan tiga ranperda, salah satunya terkait Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (Ripparda). usulan dari dewan untuk mencantumkan indikasi program pembangunan destinasi daerah berupa perbaikan infrastruktrur dengan pembangunan jalan tol dan pelabuhan laut pariwisata. Terkait hal tersebut, eksekutif menjelaskan perencanaan program yang disampaikan telah disesuaikan dengan kewenangan yang dimiliki daerah. Eksekutif juga akan menindaklanjuti dengan melakukan komunikasi dan koordinasi dengan lembaga terkait yang memiliki kewenangan. Di samping itu juga satu poin tentang penambahan 1 bab yang
mengatur prinsip-prinsip pembangunan pariwisata keberlanjutan. Eksekutif menilai “roh” dari Ranperda tentang Ripparda telah menganut prinsip pembangunan pariwisata berkelanjutan mengenai pengembangan pariwisata berbasis masyarakat (community based tourism) berupa pengembangan desa wisata. Mengacu pada Peraturan Menteri Pariwisata Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan. Ranperda tentang Ripparda ini merupakan usulan dari legislatif. (kmb26)
Apel Peringatan Harkitnas Ke-110
Bupati Artha Bertindak sebagai Inspektur PERINGATAN Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-110 dilaksanakan dalam bentuk apel di Stadion Pecangakan, Senin (21/5) kemarin. Bertindak sebagai inspektur upacara Bupati Jembrana I Putu Artha. Kemudian sebagai pemimpin upacara Danramil 1617-01 Negara Kapten Inf. I Wayan Yudana. Dalam peringatan ini turut hadir Bupati Jembrana periode 1990-2000 Ida Bagus Indugosa, Ny. Ari Sugianti Artha, Wabup Jembrana Made Kembang Hartawan, Ny. Ani Setiawarini Kembang Hartawan, anggota Forkopimda, Ketua Pengadilan Negeri Negara, Kepala Kejaksaan Negeri Jembrana, Sekda Made Sudiada, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Jembrana, Organisasi Kemasyarakatan, TNI, Polri dan siswa-siswi SMA hingga SD. Dalam peringatan Harkitnas kali ini mengambil tema “Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Fondasi Kebangkitan Nasional Indonesia di Era Digital”.
Bali Post/ist
HARKITNAS – Bupati Jembrana I Putu Artha ketika bertindak sebagai inspektur upacara dalam apel peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-110, Senin (21/5) kemarin. Tema ini mengandung makna bahwa pembangunan manusia yang terampil dan terdidik akan meningkatkan ketahanan mental serta secara simultan akan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Indonesia. Bupati Artha dalam sambutannya mengatakan di era digital saat ini dituntut untuk
terus mengembangkan diri dan merebut setiap peluang positif yang ditawarkan setiap pihak. Oleh karena itu, pengembangan kapasitas SDM yang adil dan beradab merupakan prioritas pembangunan sehingga bangsa dapat bangkit menuju Indonesia yang berdaulat dan mandiri. “Sang Proklamator seka-
ligus Presiden Pertama Republik Indonesia Dr. Ir. Soekarno telah berpesan betapa pentingnya semangat kebangkitan suatu bangsa. Tidak ada bangsa menjadi bangsa yang besar yang rakyatnya adalah kecil dan sempit dalam Hati dan Tindakan,” kata Artha. Bupati Artha berharap agar menjadikan peringatan ke-110 Harkitnas ini sebagai momentum untuk instrospeksi diri serta cambuk pemicu kebangkitan mental masyarakat dan bangsa Indonesia dalam upaya kerja nyata meningkatkan kualitas SDM menuju bangsa yang besar demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat Jembrana. “Semoga pada Harkitnas ini dapat memperbaharui semangat Trisakti. Berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Di akhir kata, saya ucapkan Dirgahayu Kebangkitan Nasional ke-110 dan tidak lupa pula saya sampaikan selamat menunaikan ibadah puasa kepada saudara-saudara umat Muslim,” pungkas Artha. (ad)
Selasa Paing, 22 Mei 2018
BULELENG
11
Usaha Pembuatan Garam Tradisional
Bertahan, Meski Bantuan Pemerintah Distop USAHA pembuatan garam tradisional di Buleleng dihadapkan pada masalah serius. Selain lahan pembuatan garam semakin berkurang karena tergerus abrasi, pemerintah telah menghentikan bantuan yang sebelumnya rutin diberikan setiap tahun. Kebijakan ini diperparah lagi dengan pengelolaan kelautan sekarang dialihkan ke Dinas Perikanan Provinsi Bali, sehingga Pemkab Buleleng pun tidak bisa berbuat banyak melindungi usaha ini. Usaha pembuatan garam banyak digeluti warga di Desa Les dan Desa Tejakula (Keca-
matan Tejakula). Di wilayah ini, areal pembuatan garam tradisional seluas 0,9 hektar. Rinciannya, 0,5 hektar di Desa Les dan 0,4 hektar di Desa Tejakula. Selain memproduksi garam tradisional, di wilayah ini juga sudah dirintis pembuatan garam piramida untuk memenuhi pasar ekspor. Usaha garam piramida ini dikelola oleh pihak perusahaan. Selain itu, warga di Desa Pemuteran dan Desa Pejarakan sejak lama juga berprofesi sebagai petani pembuat garam. Di dua desa ini tercatat areal pembuatan garam tradision-
al seluas 32,5 hektar. Selain menghasilkan garam krosok, ada satu usaha pembuatan garam di Buleleng Barat ini untuk keperluan restoran dan pasar ekspor berupa garam dengan belasan variasi rasa. Dari dua lokasi sentra garam Buleleng di Kecamatan Gerokgak, tahun 2017 diproduksi garam 7.496,8 ton. Kepala Dinas Perikanan B u l e leng Ni Made Arnika di-
dampingi sekretarisnya, Jhon Beny, Senin (21/5) kemarin, mengatakan pembuatan garam di daerahnya sampai sekarang tetap berkembang kendati sekarang kewenangan pengelolaan kelautan sudah diambil alih pihak Pemprov Bali. Namun, pihaknya mengaku pembuatan garam Buleleng menghadapi persoalan serius terutama dukungan pemerintah melalui program bantuan dengan anggaran Tugas Pembantuan (TP) yang berasal dari APBN. Jika sebelumnya, rutin petani garam bisa mendapatkan bantuan hingga Rp 300
juta, sekarang dana itu tidak bisa dialokasikan karena Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menghentikan kucuran dana tersebut. Petani garam di daerahnya masih diperlukan karena setiap tahun petani bisa mendapat bantuan penambahan sarana dan prasarana untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas garam. Akan tetapi, karena kebijakan penutupan alokasi dana TP untuk semua sektor di bidang perikanan dan kelautan, petani garam di Bali Utara tidak dapat mengakses bantuan pro-
gram dari pemerintah tersebut. ‘’Usahanya masih jalan, hanya penguatan kelompok dan peningkatan sarana prasarana untuk meningkatkan kualitas sekarang sudah distop. Sebab, dana rutin yang biasanya direalisasikan oleh pusat itu sudah dihentikan,’’ katanya. Atas kondisi ini, Arnika mengaku khawatir kalau petani garam Buleleng nantinya semakin berkurang. Untuk itu, lewat berbagai kesempatan pihaknya mengusulkan agar Dinas Perikanan Pemprov Bali memerhatikan nasib pembuat garam di Buleleng. Selain
itu, dia juga mengharapkan pemprov bisa memperjuangkan agar program penguatan kelembagaan, produktivitas, dan kualitas garam bisa menyentuh semua kompok petani pembuat garam di Buleleng. ‘’Kami berharap pemprov yang memerhatikan, karena kami sendiri tidak diberikan kewenangan untuk itu. Ini sudah kami sampaikan dan kalau perhatian ini kurang, kami khawatir kalau garam Buleleng tidak lagi beredar untuk memenuhi permintaan konsumen di daerah,’’ tegasnya. (mud)
Bali Post/kmb38
Lelang Jabatan Kepala DLH
Dua Camat dan Tiga Sekdis Ikut Kompetisi Singaraja (Bali Post) – Pansel lelang jabatan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menerima lima pejabat yang mendaftar tahun ini. Dua di antaranya sedang menjabat sebagai camat. Sementara tiga lainnya sedang memangku jabatan sekretaris dinas (sekdis). Kedua pendaftar yang masih menjabat camat masingmasing Made Dwi Adnyana (Camat Sukasada) dan Putu Ariyadi Pribadi (Camat Gerokgak). Sedangkan tiga pelamar yang menjabat sekdis yakni I Dewa Putu Susrama (Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi), Ni Made Sukreni (Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa), dan I Wayan Narta (Sekretris Dinas Pertanian). Sementara itu, Putu Kariaman Putra yang saat ini menjabat Kepala Bidang Pembinaan, Pengelolaan dan Pengawasan Arsip Dinas Arsip dan Perpustakaan Buleleng memutuskan tidak mendaftar. Sebelumnya, mantan Lurah Seririt ini sempat melengkapi berkas persyaratan. Namun sampai pendapataran ditutup, dia memutuskan mundur dari pendaftaran lelang jabatan ini. Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gede Wisnawa, S.H., Senin (21/5) kemarin mengatakan, target penerimaan pendaftar lelang jabatan ini sudah melebihi. Namun, dirinya melihat sebenarnya masih banyak pejabat dengan pangkat eselon III-a yang bisa mendaftar ikut lelang jabatan. Namun, karena jabatan Kepala DLH yang notabene institusi besar dan beban kerja tinggi, banyak pejabat enggan ikut berkompetisi. Terkait kualifikasi pendidikan para pelamar, Wisnawa mengaku kelima pendaftar ini tidak memiliki kualifikasi pendidikan di bidang lingkungan hidup. Namun, kualifikasi pendidikan itu tidak seratus persen menentukan kelulusan, karena banyak indikator penilaian lain yang menentukan. ‘’Dengan terpenuhinya pendaftar ini, kami pastikan tidak ada perpanjangan pendaftaran, karena target pelamar sudah terpenuhi. Sebenarnya, banyak pejabat yang bisa mendaftar, tapi seepertinya tidak ada yang mau, padahal leleng jabatan kesempatan mencari pengalaman yang bisa saja untuk meningkatkan jabatan para PNS di daerah,’’ katanya. Menurut birokrat asal Desa Banyuatis Kecamatan Banjar ini, setelah pendaftaran ini pansel akan melakukan seleksi administrasi mulai Selasa (22/5) ini dan dilanjutkan pengumuman hasil seleksi administrasi pada Rabu (23/5) besok. Setelah tahapan ini, peserta yang dinyatakan lolos administrasi mengikuti tes seleksi pada 4 sampai 7 Juni 2018. Selanjutnya, peserta akan mempresentasikan makalah dan dilanjutkan wawancara pada 21 Juni 2018. Selain itu, pada 22 sampai 23 Mei 2018, pansel melakukan penilaian rekam jejak kinerja peserta, dan tahapan akhir adalah penyampaian hasil seleksi pada 25 Juni 2018 mendatang. ‘’Tahapan seleksi ini selain dilakukan oleh pansel, juga ada seleksi yang melibatkan assessor dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kantor Regional (Kanreg) X Denpasar dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Tahapannya memang agak panjang, namun karena ini mendesak, kami targetkan pejabat definitif ditetapkan Juni 2018 mendatang,’’ jelasnya. (kmb38)
Gede Wisnawa, S.H.
Bali Post/kmb38
Anggota Pansus Belum Sepakat
Pembahasan Perubahan Perda PBB-P2 Ditunda
Singaraja (Bali Post) –
Pembahasan perubahan Rancangan Perda (Ranperda) tentang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan Perkotaan (PBB-P2) ditunda. Ini karena 23 orang anggota panitia khusus (pansus) yang membahas ranperda ini belum sepakat penyesuaian tarif PBB-P2. Alasannya karena kenaikan ini dikhawatirkan akan membebani wajib pajak di tengah situasi ekonomi yang masih tidak menentu. Hal itu terungkap ketika rapat gabungan komisi dengan eksekutif di gedung dewan, Senin (21/5) kemarin. Rapat dipimpin Ketua Dewan Gede Supriatna bersama Ketua Pansus H. Mulyadi Putra, dan Sekretaris Dewan (Sekwan) Dewa Ketut Manuaba. Sementara itu, eksekutif dihadiri Asisten III Sekkab Buleleng Ketut Astasemadi bersama Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Bimantara, S.E. Dalam rapat berlangsung singkat itu, pansus menunda pembahasan Perubahan Perda No. 5 Tahun 2013 tentang PBBP2. Pansus meminta waktu kembali melakukan pembahasan dan menyerap aspirasi wajib pajak yang mewakili Buleleng Timur, Tengah, dan dari Buleleng Barat. Ketua Pansus H. Mulyadi Putra mengatakan, pembahasan perubahan Perda PBBP2 ini membutuhkan kecermatan dan memerhatikan aspirasi masyarakat. Apalagi perubahan terkait dengan tarif yang sifatnya membebani masyarakat. Selama pembahasan, 23 anggota pansus yang berasal dari perwakilan fraksi-fraksi di DPRD masih terjadi beda pendapat terkait perubahan perda utamanya pasal yang mengatur tarif PBB-P2. Dia mencontohkan, dengan perubahan perda, tarif PBB-P2 dipastikan naik dibandingkan tarif saat ini. Bahkan, anggota pansus ada yang menyebut bahwa dengan tarif sekarang ini saja, masih ada wajib pajak tidak bisa melunasi pajak karena situasi ekonomi yang tidak menentu. Oleh karena itu, pihaknya sepakat meminta waktu untuk pembahasan lebih detail sebelum nantinya pansus menentukan sikap apakah menerima perubahan atau sepenuhnya menolak perubahan perda PBB-P2. Terkait tujuan perubahan perda menaikkan sumber penerimaam Pendapatan Asli Daerah (PAD), Mulyadi menyebut peningkatan sumber PAD tidak hanya dengan kenaikan tarif. Namun bisa dilakukan upaya lain seperti perubahan sistem pungut dari manual menjadi pungutan pajak online. Selain itu, optimalisasi penerimaan dari Pajak Hotel Restoran (PHR) juga memungkinkan menambah PAD itu sendiri. “Kami sepa-
Bali Post/kmb38
KIS - Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra menyerahkan KIS kepada warga di Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak, Senin (21/5) kemarin.
470 Warga Penyabangan Terima KIS
Bali Post/kmb38
Bimantara, S.E.
H. Mulyadi Putra
kat untuk menunda dan dalam tambahan waktu ini, kami akan menyerap aspirasi ke semua sampel wilayah di Buleleng. Ini penting untuk mendapat masukan wajib pajak terkait tarif PBB-P2. Kami tidak mau gegabah agar tujuan mengubah perda untuk mendongkrak PAD, tapi faktanya membebani masyarakat,” katanya. Menurut Mulyadi, selama pembahasan awal dan menyerap aspirasi ke beberapa kecamatan yang dijadikan sampel, hasilnya menunjukkan bahwa penyesuaian nilai jual objek pajak (NJOP) yang diusulkan eksekutif lewat perubahan perda memicu kenaikan tarif yang harus ditanggung masyarakat. Hanya, kenaikannya masih bervariasi, sehingga simulasi perhitungan perlu dilakukan kembali dan mewakili semua wilayah di Bali Utara. Sementara itu Kepala BKD Buleleng Bimantara, S.E. mempersilakan pansus menunda pembahasan rancangan perubahan Perda PBB-P2. Dia mengatakan, aspirasi yang diserap oleh pansus itu sangat penting, sehingga tidak menimbulkan protes setelah perda diundangkan. Terkait besaran kenaikan PBB-P2, Bimantara menyebut dalam perubahan perda ini pemkab menetapkan NJOP berdasarkan zonasi pariwisata, pertanian dan zonasi industri. Masing-masing zonasi ini nilai NJOP-nya berberda. Dia mencontohkan, lahan yang berada di zonasi pariwisata, klasifikasi nilai NJOP diatur mulai dari Rp 1 miliar sampai Rp 5 miliar. Untuk kelas lahan
di atas Rp 5 miliar, NJOP-nya disesuaikan sebesar 0,18 persen, sehingga kalau tahun lalu wajib pajak membayar pajak bangunan Rp 15 juta, maka setelah penyesuaian tarif yang baru, pajak bangunan yang harus dibayar nanti Rp 23 juta. “NJOP kita sesuaikan karena banyak NJOP tidak sesuai dengan kondisi lapangan. Bayangkan ada NJOP Rp 140 per meter persegi. Kalau itu ditunda dan pansus kembali menyerap aspirasi itu sahsah saja, sehingga perubahan perda didukung masyarakat,” jelasnya. (kmb38)
Singaraja (Bali Post) – Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) kepada 470 warga kurang mampu di Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak, Senin (21/5) kemarin. Selain menyerahkan KIS, dia juga mengingatkan warganya agar menggunakan KIS dengan baik. Sutjidra mengatakan, dalam realisasi KIS, pemkab bekerja sama dengan Pemprov Bali untuk mencapai target Universal Health Coverage (UHC). Terkait warga yang tidak di-cover Penerima Bantuan Iuran (PBI), pihaknya menjamin kalau hal itu ditangani oleh pemkab dan pemprov. Dengan demikian, target mulai 1 Januari 2019, semua warga miskin di daerahnya ter-cover dalam bidang pelayanan kesehatan. “Kami bersama dengan Pemprov Bali telah menyiapkan anggaran, sehingga target mencapai UHC sesuai dengan Peraturan Presiden yang sudah ditetapkan per 1 Januari 2019,” katanya. Kepala Dinas Sosial Buleleng Gede Komang mengatakan, pemerintah menargetkan penambahan 35.333 warga miskin mendapatkan KIS. Sampai Mei 2018, telah diterbitkan 15.693 KIS atau 44,45 persen. Namun di tengah perjalanan, terjadi rasionalisasi PBI jaminan kesehatan daerah Rp 14 miliar. Menutup kekurangan, dialokasikan lewat anggaran perubahan untuk memenuhi sisa warga miskin sebanyak 19.640. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil kesepakatan pemkab dan DPRD Buleleng. (kmb38)
KLUNGKUNG
12
Selasa Paing, 22 Mei 2018
Kewenangan Pengelolaan KKP Nusa Penida
Pemprov Sebut Tunggu Hasil Revisi Kementerian
Semarapura (Bali Post) Kewenangan pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Nusa Penida, Kabupaten Klungkung yang menjadi sorotan DPRD Klungkung lantaran tak kunjung ada kejelasan, ditanggapi Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali I Made Gunaja, Senin (21/5) kemarin. Dijelaskan, hal tersebut masih menunggu revisi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. “KKP Nusa Penida, berdasarkan undang-undang sudah menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Kemarin sudah ditinjau tim dari Kementerian Kelautan untuk merevisi keputusan menteri nomor 24 tahun 2014. Karena di sana agak rancu, ada kawasan pulau terluar. Pemanfaatan-
nya bisa dilakukan oleh kementerian. Ini sedang proses. Mudah-mudahan KKP bisa ditetapkan kembali sehingga utuh menjadi kewenangan kita (provinsi - red),” jelas mantan Penjabat Bupati Buleleng ini saat ditemui di sela-sela pembukaan Festival Bahari di Desa Kusamba, Kecamatan
Dawan. Disampaikan lebih lanjut, dalam KKP itu, Pemprov Bali memiliki kewenangan dalam pengelolaan. Mulai dari perencanaan, pemanfaatan, monitoring, evaluasi dan pengawasan. Mengingat prosesnya masih ada di tangan pemerintah pusat, mengantisipasi pelang-
Bangkitkan Sektor Perikanan
Pemkab Gelar Festival Bahari
PENGHASILAN nelayan di Kabupaten Klungkung beberapa tahun belakangan cenderung menurun. Hal ini menjadi salah satu alasan generasi muda enggan untuk menggeluti sektor tersebut. Kondisi demikian menjadi perhatian pemerintah kabupaten. Upaya menggeliatkan dilaksanakan melalui Festival Bahari. Pembukaannya berlangsung di Pantai Segara, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Senin (21/5) kemarin. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung I Wayan Durma mengatakan, festival yang berlangsung sampai 23 Mei ini juga untuk memperingat hari nelayan ke-58. Dimeriahkan berbagai kegiatan, mulai dari parade jukung hias, lomba merajut jaring rusak, bersih-bersih pantai, lomba foto bahari hingga pameran berbagai olahan ikan maupun pertanian. “Pesertanya dari nelayan. Ini untuk menambah semangat untuk tetap melaut,” ungkapnya. Pejabat asal Nusa Penida ini tak memungkiri pendapatan nelayan dari tahun ke tahun cenderung merosot. Faktor alam menjadi salah satu penyebab. Mengatasi itu, pemkab juga berupaya mendorong nelayan untuk bisa mengembangkan potensi perikanan lainnya. Baik dalam pengolahan menjadi produk yang nilai jualnya lebih tinggi maupun melakukan budi daya ikan darat. Dalam hal ini, biaya diyakini masih menjadi sebuah kendala. Tetapi pemkab sudah memfasilitasi dengan mem-
Bali Post/ist
FESTIVAL BAHARI - Pembukaan Festival Bahari di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Senin (21/5) kemarin. bangun kemitraan. “Pada acara ini juga ada pertemuan antara pelaku usaha dengan nelayan maupun pembudidaya ikan. Di sini akan dibahas langkah-langkah peningkatan penghasilan. Kalau kurang permodalan, perbankan siap untuk bekerja sama dengan mengucurkan Kredit Usaha Rakyat,” sebutnya. Selain melalui festival yang baru pertama kali digelar ini, pemerintah telah melakukan upaya lain untuk meringankan beban nelayan dengan memberikan bantuan peralatan maupun memberikan asuransi yang tingkat kepesertaannya sudah cukup tinggi. Pjs. Bupati Klungkung I Wayan Sugiada dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekda Klungkung Ketut Suayadnya menyampaikan nelayan memiliki peran penting di tengah masyarakat. Keberadaannya
telah berjasa turut andil dalam pemenuhan gizi dan mencerdaskan kehidupan dari protein hewani. Oleh sebab itu, festival ini diharapkan bisa memberikan semangat baru untuk melanjutnya profesi yang telah dilakoni bertahun-tahun. “Melalui ini, nelayan juga diharapkan bisa mengetahui perkembangan pembangunan perikanan,” ungkapnya. Acara ini juga diharapkan bisa menjadi daya tarik wisata, sehingga dapat meningkatkan kunjungan ke Desa Kusamba sebagai sentra pemindangan, pembuatan jukung, dan pembuatan garam tradisional. Respons positif juga diutarakan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali I Made Gunaja. “Mudah-mudahan ini bisa dikembangkan ke skala lebih besar. Apalagi ke depan pengelolaan laut menjadi kewenangan provinsi,” tandasnya. (ad1165)
tengah situasi itu, tenaga kerja tetap melakukan pemilahan material yang masih tersisa. Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP I Made Agus Dwi Wirawan mengatakan tim hanya mengambil sampel-sampel kebakaran dari titik-titik yang mengacu pada keterangan saksi untuk diuji laboratorium. “Tadi yang turun lima orang,” ungkapnya. Perwira asal Buleleng ini menyebutkan hasilnya diperkirakan baru keluar satu bulan mendatang. Itu akan
dijadikan acuan untuk menentukan langkah selanjutnya. “Dari hasil uji lab ini, kami bisa menentukan langkah apa lagi yang harus diambil,” sebutnya. Sementara itu, dari pihak PT Indo Bambu Lestari selaku pemilik tidak bisa memberikan keterangan. Bahkan, awak media diminta untuk keluar areal. Untuk diketahui, kebakaran dahsyat itu berlangsung, Jumat (18/5) sekitar pukul 04.30 dini hari. Kobaran api nyaris meludeskan seisi gudang terutama bahan-bahan kerajinan berupa bambu dan produk furnitur yang sudah siap kirim. Hembusan angin pantai membuat api merembet ke bangunan lain. Kejadian ini membuat petugas Damkar Klungkung kalang kabut. Proses pemadaman sampai dibantu Damkar Kabupaten Gianyar dan Denpasar. Sekitar pukul 13.00, si jago merah berhasil dijinakkan. Khawatir karena masih ada bara api di bawah reruntuhan bangunan, dilakukan pendinginan hingga malam hari. (kmb45)
Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Pabrik Furnitur
Semarapura (Bali Post) Penyebab kebakaran pabrik furnitur di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung masih misterus. Guna menguak penyebabnya, tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Bali bersama Satreskrim Polres Klungkung melakukan pemeriksaan di TKP, Senin (21/5) kemarin. Berdasarkan pantauan, tim tersebut lebih banyak melakukan pemeriksaan pada areal bagian selatan. Proses ini berlangsung cukup lama. Di
Bali Post/sos
PERIKSA - Kondisi pabrik furnitur di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Senin (21/8) kemarin. Pascakebakaran, tim Labfor Polda Bali turun melakukan pemeriksaan.
garan pemanfaatan oleh investor, pihaknya telah meminta dukungan kepada Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan di Benoa, Denpasar untuk melakukan patroli. “Kita juga tetap secara soft melakukan itu. Jangan sampai kita melakukan pengawasan dan penegakan secara ekstrem, tataran masyarakat bisa terganggu. Pendekatannya kita menata dulu, sambil menunggu proses ini (revisi KKP - red),” ungkapnya. Pada KKP, pemanfaatannya diatur secara detail dan
jelas. Ada untuk perikanan berkelanjutan, zona inti, daerah pemanfaatan maupun budi daya. Di tengah perkembangan pariwisata yang semakin pesat, diklaim kondisinya masih tergolong baik. “Untuk KKP Nusa Penida kondisinya masih baik. Kemarin ada kurang tepat menempatkan ponton, sudah direlokasi,” imbuhnya. Belum jelasnya kewenangan pengelolaan itu sempat menjadi sorotan Ketua Komisi I DPRD Klungkung I Nengah Mudiana. Pihaknya mendesak pemerintah segera menuntas-
kan lantaran sangat penting kaitannya dalam pengelolaan wisata bahari. “Sesuai aturan, daerah pesisir nol sampai 12 mil menjadi kewenangan provinsi. Kabupaten telah menyerahkan ini lebih dari dua kali. Namun, belum mendapat kepastian penerimaan dari provinsi. Sehingga wilayah pesisir itu menjadi abu-abu,” ungkapnya. Politikus Partai Gerindra ini menyebutkan dengan statusnya demikian, akan mengancam kawasan perairan. Investor bisa saja menempatkan
ponton secara semena-mena untuk mendukung wisata bahari, tanpa memperhatikan aspek lingkungan. Tak dimungkiri, hal itu sudah sempat terjadi beberapa lokasi. “Tetapi dari aturan, sudah jelas yang memiliki kewenangan pengelolaan ada di provinsi. Harusnya ini sudah bisa diselesaikan. Kalau sekarang, maaf saya bilang kasar, KKP ini seperti anak haram. Anak yang tidak ada orangtuanya,” kata wakil rakyat asal Desa Gelgel, Kecamatan Klungkung ini. (kmb45)
Semarapura (Bali Post) Pengolahan sampah menggunakan metode Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) yang digulirkan Pemkab Klungkung telah mampu menghasilkan pelet sebagai bahan bakar maupun pembangkit energi listrik. Bahkan, produk tersebut sudah terjual ke PT Indonesia Power. Hanya harganya belum berhasil menutupi biaya produksi. Penjualan itu salah satunya oleh TOSS Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan. Di awal ini, jumlahnya baru 1 ton dengan harga Rp 300 per kilogram. Perbekel setempat, Ketut Budiarta, mengatakan angka tersebut sudah didasari kesepakatan. Diakui belum sebanding dengan biaya operasional yang per bulannya di atas Rp 10 juta yang baru mencakup tenaga kerja. Belum termasuk biaya angkut maupun pengoperasian mesin. “Kalau ditanya murah, ya sangat murah,” jelasnya, baru-baru ini. Biaya produksi saat ini masih ditutupi keuangan desa. Guna meminimalisasi itu, idealnya harga jual pelet kisaran Rp 600 sampai 800 per kilogram. Namun demikian, pihaknya tidak mempersoalkan hal tersebut. Yang terpenting bagaimana sampah yang diproduksi masyarakat bisa teratasi sehingga tidak merusak lingkungan. “Harga jual yang sekarang juga sudah ada hitung-hitungan dari Indonesia Power. Pelet langsung diambil di tempat.
Yang terpenting, sampah bisa terolah,” katanya. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung Anak Agung Kirana mengatakan, untuk harga jual mengacu pada MoU antara desa penghasil pelet dengan PT Indonesia Power. Pihaknya hanya sebatas memfasilitasi komunikasi. “Kalau untuk harga, saya kurang tahu,” sebutnya. Mantan Sekwan Klungkung ini menyebutkan pelet
itu sudah diuji coba sebagai pembangkit listrik pada TOSS di Dusun Lepang, Desa Takmung, Banjarangkan. Hasilnya diklaim sangat baik. “Laporan yang kami terima, listrik yang dihasilkan sangat maksimal,” jelasnya. Hal tersebut danggap menjadi angin segar. Bisa merangsang desa lain untuk ikut memproduksi. “Menindaklanjuti hasil ini, tentu pembelian pelet akan terus berlanjut. Kami
juga mendorong seluruh desa, terutama di daratan bisa menerapkan metode ini. Sekarang baru 12 desa,” ungkapnya. Biaya yang dibutuhkan untuk membangun fasilitas kisaran Rp 300 juta. Diyakini bisa ditutupi desa di tengah anggaran yang diterima dari pemkab maupun pusat tergolong besar. “Untuk di daratan, kami targetkan tahun ini seluruh desa bisa menerapkan,” tandasnya. (kmb45)
Pelet TOSS, Penjualan Belum Tutupi Biaya Produksi
Bali Post/sos
PELET - Produksi pelet di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan dipantau Wantimpres RI beberapa waktu lalu.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Selasa Paing, 22 Mei 2018
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar
G.02
Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar
G.03
Dcr Kary.Pria,Mak 25’th, bisa Bhs. Inggris Hub:081338704422
Dcr Kywn Srbtan Wnt,Tdr&Mkn dalam,Gj. sd 2Jt T.087861783753
B.BP.001.05.18.0001142
Dcr Sgr Tukang Kayu utk Proyek Hub.087760098358/081248052999
B.BP.001.05.18.0001140
Dcr Tukang Kebun U/Area GWK Hub:085792132485/0818356571
B.BP.001.05.18.0001139
Dicari Cleaning Service Jln. Peti Tenget Hub:082210090909
B.BP.001.05.18.0001129
Good Salaries.Dcr Therapist Wnt utk Bekerja di Qatar. Diutmkn yg Brpglmn di Spa,KTP Bali.Exp in Massage,Facial, Waxing,Speak English.Usia 2040Th.WA: +97466111991.Email: mjas_909@hotmail.com
BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD Unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan Resto Pasti Brangkat.Line WA081375409869&087754689692 B.BP.004.05.18.0000997
Dicari Staff Produksi bisa Jahit Tangan,Gaji & Jam Kerja Menarik H.085100574646 (No SMS)
B.BP.001.05.18.0001153
Dcr Krywn Min SMA Hub.Krisna Mart Jl.Gn. Catur 100X-Gatsu Barat-Dps Hub.082145521880
B.BP.004.05.18.0001144
RUPA-RUPA
RUPA-RUPA
RUPA-RUPA
RUPA-RUPA
DIJUAL MOBIL
SERVICE
DIJUAL MOBIL
ALUMINIUM
DIJUAL RUMAH
B.BP.031.05.18.0001148
Cr3SopirCampas-SMA-UMR-Bonus Penj B.Tahunan H:087860886822 B.BP.001.05.18.0001132
Dcr GSA cowok Htl*4,B.Ing& VHP H.eam@singkenkenhotelbali.com B.BP.001.05.18.0001151
B.BP.031.05.18.0001146
B.BP.001.05.18.0001131
B.BP.004.05.18.0001143
DIJUAL TANAH B.BP.001.05.18.0000082
Baru Buka! Tnh Kav.Lok.Strgis Slt Trminl BtBuln 082237780808
B.BP.001.05.18.0001141
B.BP.004.05.18.0001145
DIJUAL RUKO *Dijual Ruko 2Lt Monang-Maning Dps Lokasi Strategis *Dijual Tnh 2,74Are Pura Demak *Dijual Villa 2Lt Tanah 1,5Are Jl.Ry.Bali Clift Komplek Villa Kab.Badung Tanpa Perantara Serius Hub.081236320499
B.BP.001.05.18.0001130
Djl Cpt & Murah Ruko 2 Unit Jl. Tegal Wangi II/34 Sesetan Densel Hrg. 2M Hub.087864154888 TP
B.BP.030.05.18.0000454
DIJUAL MOBIL
Butuh Tenaga Accounting Parttime? Hub.087863113888
LOWONGAN
Jual 12,5Are Jl.Nyambu - Kaba Kaba 295Jt/Are Hp.081239533332
B.BP.001.05.18.0000814
Indigo Japanese Restaurant Canggu is Looking for Waitress and Cooker-English.Good Salary Call.08123840242
B.BP.001.05.18.0001105
B.BP.001.05.18.0001134
Dicari PRT Wanita Tinggal dalam, Serius Kerja dan Pengalaman,Usia Max.35Thn Hub.0811394116 (Pribadi)
B.BP.001.05.18.0001154
B.BP.001.05.18.0000991
Cooker/Koki Masak,(Tabanan) Pengalaman,Hub Dewi 0812-3622 -2509/ (info@tsbali.com )
Tnh Nempil 250Jt/A, Jl.Besakih PondokCitraPmogan08123871809
Dicari Staf Villa Jaga Malam di Berawa Canggu.085337030775
!Bth!Sopir Penglaman! u/Laundry Sanur!AdaMess!Hub:08510207800
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Dicari Karyawati Usia Max 30Th Bag. Administrasi Umum,Lulusan SMA/SMK. Kirim Lamaran ke CV. Surya Buana,Jln Sekar Sari 23 Kesiman Dps Hub:081933012164
Dicari Sopir Pribadi Tdr dlm Sgr Hub:08999452035
B.BP.001.05.18.0000907
Informasi pasang iklan Telepon
BMW
Dibutuhkan:Tukang Jahit Harian /Borongan (pembayaran dihitung harian/pcs). Hub:085100050706 Kirim CV ke hrd@buddhawear.com B.BP.004.05.18.0001045
Dicari Lulusan SMEA Baru Lulus untuk Bagian Administrasi Hub.081338596658 B.BP.004.05.18.0001149
Djl BMW X5 XDrive 301AT Abu2 Metalik KM41200 Th’2009 Istmwa Jarang Pakai Hub.08123812222 B.BP.153.05.18.0001152 SUZUKI
Dijual Splash Th 2011 (081937261372) B.BP.004.05.18.0001150
Dilelang Suzuki Ertiga GL 2016 Asli Bali Hub.089619874461 B.BP.001.05.18.0001138
BIRO JASA Urus Lap Pajak SPT Tahunan,PPN Pasport,SIUP,NPWP:082146461910 B.BP.001.05.18.0000059
KEHILANGAN Hlg Bk KIR No.BPKB:L-10219487 DK 9956 BK An.I Wyn Pramana P B.BP.001.05.18.0001133
RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.085337370228/08123985172 B.BP.001.05.18.0000624
PENGUMUMAN No.Telp Seluler RSU Dharma Yadnya: 08970962629,08970952629, 08970922629, 08970902629 B.BP.001.05.18.0001124
BANGLI
14
Selasa Paing, 22 Mei 2018
Solusi Permanen Meluapnya Danau Batur
Pemkab Usulkan Pembangunan Danau Buatan Bangli (Bali Post) -
Meluapnya air Danau Batur yang merendam lahan pertanian, akses jalan di sejumlah titik dan puluhan rumah warga di Desa Terunyan, Kintamani menjadi antesi serius Pemerintah Daerah Kabupaten Bangli. Bupati Bangli Made Gianyar memunculkan ide pembuatan danau buatan di daerah bagian atas, yakni di daerah Suter. Air danau yang meluap disedot dan dialirkan ke danau buatan tersebut. Selain itu, dalam waktu dekat akan dibentuk kelompok kerja.
Bali Post/kmb41
Terendam - Rumah warga di Desa Terunyan terendam akibat air Danau Batur kembali meluap. Muncul usulan penanganan luapan air dengan membangun danau buatan.
Jadi Inspektur Upacara Peringatan Harkitnas Ke-110
Bupati Ajak Generasi Muda Kuasai Ilmu Pengetahuan
BUPATI Bangli I Made Gianyar menjadi inspektur upacara saat memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-110 yang berlangsung di Lapangan Kapten Mudita, Bangli, Senin (21/5) kemarin. Pelaksanaan upacara kemarin, turut dihadiri Forkompinda, Pimpinan OPD, unsur TNI, Polri, ASN di lingkungan Pemkab Bangli, sekolah SMA/SMK, SMP dan SD. Bupati Bangli I Made Gianyar selain membacakan sambutan tertulis dari Menteri Komunikasi dan Informatika, menyampaikan pesan kepada generasi muda untuk mengawali kebangkitan sebagai entitas bangsa perjuangan bangsa ini, sehingga persatuan dan kesatuan bangsa menjadi pijakan dengan menguasai ilmu pengetahuan, teknologi. Sehingga tidak akan menjadi biadab, pintar merakit bom digunakan untuk mengebom manusia dan bangsa sendiri. Oleh karena itu kita harus kuasai ilmu pengetahuan untuk kemaslahatan manusia itu sendiri. “Usia produktif kita lebih tinggi daripada non produktif. Oleh karena itu jika itu bisa dikelola dengan baik oleh dirinya sendiri dengan difasilitasi oleh pemerintah dan didukung oleh lingkungan, maka bangsa Indonesia ke depan akan menjadi negara yang maju, kuat setara dengan negara-negara maju lainnya,” tegas Made Gianyar. Sementara itu, dalam sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara yang dibacakan oleh inspektur upacara Bupati Made Gianyar, disampaikan mengenai masa perjuangan dalam mencapai kemerdekaan yang diawali
Upacara - Bupati Bangli I Made Gianyar saat menjadi inspektur upacara dalam memperingati Harkitnas ke-110 yang berlangsung di Lapangan Kapten Mudita, Bangli, Senin (21/5) kemarin. pembentukan perkumpulan Boedi Oetomo. Ditegaskan bahwa para pendahulu, melalui Boedi Oetomo memberi contoh bagaimana dengan berkumpul dan berorganisasi tanpa melihat asal muasal primordial pada akhirnya bisa mendorong tumbuhnya semangat nasionalisme yang menjadi bahan utama kemerdekaan. Boedi Oetomo menjadi salah satu penanda utama bahwa Bangsa Indonesia untuk pertama kalinya menyadari pentingnya persatuan dan kesatuan. Lalu Soekarno, Presiden Pertama sekaligus Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, pada peringatan hari Kebangkitan Nasional tahun 1952 mengatakan bahwa ada cara mengejar sesuatu maksud yakni dengan alat organisasi politik. Dengan keterbatasan sarana dan prasarana pada saat itu mereka terus berjuang meghidup-hidupi api nasionalisme dalam diri masingmasing.
Seratus sepuluh tahun kemudian bangsa ini meski belum sepenuhnya sempurna, rakyatnya telah menikmati hasil perjuangan para pahlawannya berupa peningkatan perekonomian, kesehatan, pendidikan dan sebagainya. Keringat dan darah para pendahulu bangsa telah menjelma menjadi hamparan permadani peri kehidupan yang nyaman dalam rengkuhan kelambu kemerdekaan. Menteri berharap peringatan 20 Mei ini harus dimaknai dengan upayaupaya penyadaran setiap masyarakat Indonesia, untuk mengembangkan dan merebut setiap peluang untuk meningkatkan kapasitas diri yang dibuka oleh berbagai pihak, baik pemerintah badan usaha, maupun masyarakat sendiri. Pengembangan kapasitas sumber daya manusia juga harus diletakkan dalam konteks pemerataan dalam pengertian kewilayahan agar bangsa ini bisa bangkit secara bersamasama. (ad1174)
motor Honda Vario DK 4544 LK dengan pengendara Kristian Kambu (18) dengan mobil Toyota Kijang DK 1618 JP yang dikemudikan Dewa Gede Ryuta Narada Mesi (18), berawal saat sepeda motor yang dikendarai Kristian datang dari arah utara. Sesampai di TKP, tiba-tiba kendaraannya oleng ke kanan dan masuk ke jalur kendaraan yang dari arah sebaliknya dan langsung menabrak mobil Kijang yang dikendarai Narada Mesi. Kerasnya benturan saat kecelakaan itu mengakibatkan pelajar SMA yang beralamat di Gianyar tersebut tewas di TKP. “Korban meninggal dunia akibat mengalami luka serius pada dada, dagu, di atas kelamin, serta patah tangan kanan dan bahu kanan,” jelasnya. Sementara pengemudi mobil Narada Mesi tidak mengalami luka akibat peristiwa itu. Polisi yang mendapat laporan kecelakaan
langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP. Lanjut dikatakan Sulhadi sehari sebelumnya, yakni pada Minggu (20/5) malam, kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Merdeka tepatnya di Banjar Petak, Kelurahan Bebalang. Kecelakaan melibatkan sepeda motor nomor polisi DK 3102 RI yang dikendarai Dewa Ngakan Nyoman Pastika dengan mobil truk DK 9445 P yang diparkir Hadi Santosa. Kejadian bermula saat pengendara motor datang dari arah selatan. Sesampainya di TKP, sepeda motor Scopy tersebut tiba-tiba menabrak mobil truk yang diparkir di barat bahu jalan. Akibatnya pengendara motor Dewa Ngakan Pastika mengalami luka robek pada kelopak mata kiri, dada dan mengeluarkan darah dari mulut. “Korban meninggal dunia dalam perawatan di RSU Bangli,” kata Sulhadi. (kmb40)
Lakalantas, Dua Nyawa Pemotor Melayang di Dua TKP Bangli (Bali Post) – Insiden kecelakaan lalu lintas yang merenggut dua korban jiwa terjadi di dua TKP di Bangli. Di jalan jurusan Bangli-Gianyar, tepatnya di Desa Bunutin, Bangli, kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor dan mobil Kijang mengakibatkan nyawa seorang pelajar SMA melayang. Sementara kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Merdeka, tepatnya di Banjar Petak Bebalang mengakibatkan seorang pengendara sepeda motor tewas setelah kendaraannya menghantam truk parkir. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, Senin (21/5) kemarin menjelaskan, kasus kecelakaan di Jalan jurusan Bangli-Gianyar, tepatnya di Banjar Dadia Puri Bunutin, Desa Bunutin, Bangli terjadi pada Senin dini hari sekitar pukul 03.30 Wita. Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ida Ayu Gede Yudi Sutha, Senin (21/5) kemarin. Pembentukan pokja melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di antaranya Dinas LH, Dinas PU dan PKP. Dengan dibentuknya pokja ini, nantinya pembagian tugas yang dilakukan oleh Pemerindah Daerah, Provinsi dan Pusat menjadi jelas. “Pembentukan pokja ini akan dilakukan pada Rabu (23/5),” ucapnya. Dayu Yudi Sutha menjelaskan, Pemkab Bangli melalui Sekda, telah menghadiri presentasi di pusat terkait proses penanganan Danau Batur beberapa waktu lalu. Setelah presentasi dan mengajukan proposal, berdasarkan ide Bupati, pihaknya menyampaikan rencana mengangkat air danau ke atas yakni ke daerah Suter. Karena jika upaya itu tidak dilakukan, maka setiap musim penghujan air danau pasti bakal meluap dan kembali merendam rumah dan lahan pertanian yang berada di pinggir danau, mengingat tidak
ada celah untuk melakukan pembuangan. Seandainya air danau bisa diangkat, di atas bakal dibuatkan sejenis danau buatan, yang nantinya air tersebut dapat dikelola oleh PDAM. Dengan demikian air yang dikelola PDAM bisa dimanfaatkan desa-desa yang masih kekurangan air bersih. “Air danau yang dikelola nantinya sudah siap dikonsumsi,” tegasnya. Sementara itu, Bupati Bangli Made Gianyar saat menerima audensi Fakultas Teknik Unud dan Tim Ahli Percepatan Pembangunan Kintamani di Kintamani, Senin (21/5) siang kemarin, membenarkan rencana untuk membangun sebuah danau buatan sebagai solusi permanen mengatasi masalah meluapnya air Danau Batur. Rencanananya danau buatan tersebut akan dibangun di wilayah Desa Suter. “Hanya saja problemnya lahan, karena di sana lahan hutan, jadi kita harus ajukan usulan ke Kementerian Kehutanan dan Gubernur,” ucapnya. Selain membangun danau buatan, pihaknya juga me-
rencanakan akan mencari teknologi yang bisa mengangkat air danau secara otomatis setiapkali air Danau Batur meluap. Nantinya air danau yang diangkat dengan teknologi otomatis akan ditampung di danau buatan. “Sehingga air itu bisa dimanfaatkan oleh wilayah-wilayah yang selama ini mengalami kekurangan air seperti di Suter, Landih, Pengotan dan sekitarnya,” jelasnya. Sebelum rencana itu diwujudkan, Gianyar mengatakan pihaknya akan membuat feasibility Study (FS) untuk mematangkan rencana tersebut. FS akan dibuat pada Perubahan APBD. Selanjutnya pihaknya juga akan menyusun DED. Jika Pemkab Bangli mampu membiayai rencana itu, maka Pemkab yang akan merealisasikannya. Namun jika tidak, Pemkab akan memohon bantuan ke pemerintah provinsi termasuk pemerintah pusat. “Target kita 2019 sudah mulai action. Sehingga FS-nya di perubahan APBD kita akan buat,” tegas pejabat asal Bunutin Kintamani itu. (kmb41)
Dewan Minta Pemkab Sediakan Akses Penyandang Disabilitas Bangli (Bali Post) – Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas terus digodok Pansus II DPRD Bangli bersama eksekutif. Dalam rapat kerja yang digelar Senin (21/5) kemarin, Pansus II memberikan sejumlah masukan untuk dituangkan dalam ranperda tersebut. Salah satunya, meminta agar seluruh kantor dan ruang publik di Kabupaten Bangli menyediakan akses bagi para penyandang disabilitas. Rapat kerja yang dipimpin Ketua Pansus II DPRD Bangli Nyoman Budiada dihadiri sejumlah anggota Pansus II, di antaranya Dewa Sang Widana, Nyoman Gelgel Wisnawa, Wayan Jamin dan Ketut Mastrem. Sementara dari eksekutif, hadir Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangli Nengah Sukarta didampingi dua kabidnya. Ditemui usai rapat kerja kemarin, Ketua Pansus II
Nyoman Budiada menjelaskan pembentukan Perda tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas bertujuan untuk memberikan perlindungan dan pemenuhan hak kepada penyandang disabilitas di Kabupaten Bangli. Sesuai data Dinas Sosial Bangli, jumlah penyandang disabilitas di Kabupaten Bangli saat ini mencapai sekitar 900 orang. “Selama ini perhatian terhadap penyandang disabilitas masih belum maksimal,” ujarnya didampingi anggota Pansus Desa Sang Widana dan Gelgel Wisnawa. Lanjut dikatakan Budiada, dalam rapat yang dipimpinnya kemarin, ada sejumlah saran dan masukan yang diberikan untuk dituangkan dalam ranperda. Salah satunya meminta agar Pemkab menyediakan akses dan fasilitas publik yang ramah terhadap disabilitas. Dicontohkan, di setiap kantor OPD nantinya harus menyediakan akses
jalan yang bisa dilalui kursi roda. Sehingga penyandang disabilitas tidak perlu turun dari kursi roda atau sampai mengangkat kursi rodanya untuk masuk ke dalam kantor. Hal ini juga berlaku untuk instansi atau tempat umum milik swasta lainnya. “Tatkala ranperda ini disahkan segala perangkat yang menyangkut perlindungan untuk penyandang disabilitas harus disediakan, baik akses fisik maupun nonfisik,” kata Gelgel Wisnawa. Ditambahkan juga bahwa dalam ranperda tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas yang kini tengah digodok juga akan diatur terkait sanksisanksi bagi pihak yang tidak mematuhinya. Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Nengah Sukarta mengatakan dengan keberadaan Perda ranperda tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas Pemkab
Bangli bisa memberikan perlindungan kepada penyandang disabilitas dengan lebih maksimal. Dijelaskan bahwa perhatian yang selama ini diberikan Pemkab Bangli kepada penyandang disabilitas berupa pemberian alat bantu seperti kursi roda, alat pendengaran dan lainnya. Di samping itu, Pemkab juga memberikan perhatian berupa pelatihan dalam program pemberdayaan kepada penyandang disabilitas. Di beberapa instansi pelayanan publik, pemkab juga sudah menyediakan alat bantu untuk para penyandang disabilitas. “Selama ini sudah terlayani berdasarkan peraturan yang ada di atasnya. Namun, dengan adanya payung hukum berupa Perda tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas ini nantinya program-program yang kita buat bisa lebih diperkuat dan diperjelas,” kata Sukarta. (kmb40)
Bangli I Dewa Agung Bagus Riana Putra. Menurut Riana Putra, besarnya bantuan ADD dan DD diharapkan digunakan dengan baik oleh desa untuk membangun desa dan pemberdayaan masyarakat. Dengan begitu, setiap desa bisa lebih berkembang hingga mampu menurunkan angka kemiskinan. Termasuk pemberdaayaan warga miskin dalam hal ini memberikan lapangan pekerjaan ketika dilakukan pembangunan di desa. “Dengan adanya bantuan ini dapat menekan kemisikinan dan mampu meningkatkan pendapatan desa,” ucapnya
belum lama ini. Menurut dia, ADD yang digelontorkan oleh pemerintah daerah dapat diperuntukkan untuk pengeloaan desa wisata di setiap desa jika memang memiliki potensi untuk dikembangkan. Misalnya, ADD bisa digunakan untuk membangun jalan menuju objek wisata dan yang lainnya. “ADD dapat dipergunakan untuk memperluas objek wisata di desa. Segala potensi yang dapat dikembangkan bisa dikembangan di desa. Maka dari itu, dibutuhkan motivasi untuk pengembangan itu. Intinya ADD dapat dipergunakan untuk pengelolaan desa wi-
sata. Sementara untuk DD dari pemerintah pusat khusus untuk pemberdayaan desa,” tegasnya. Lebih lanjut dikatakan, pihaknya meminta pihak desa supaya selalu waspada dalam pengelolaan bantuan. Salah satunya melalui transparansi untuk meminimalisir terjadinya permasalahan. Maka dari itu, pihaknya meminta pihak desa dapat menggunakan ADD maupun DD sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Kita tidak ingin akibat tidak sesuai dalam penggunaan dana, pemerintah desa nantinya tersangkut kasus hukum,” pinta Riana Putra. (kmb41)
Pengembangan Desa Wisata Bisa Gunakan ADD Bangli (Bali Post) Bantuan dana Alokasi Dana Desa (ADD) dari pemerintah daerah dan Dana Desa (DD) dari pemerintah pusat untuk masing-masing desa di Kabupaten Bangli nominalnya cukup besar. ADD dialokasikan untuk pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat. Sementara DD khusus untuk pemberdayaan masyarakat. Untuk itu, pemkab mendorong ADD bisa dipergunakan untuk mengelola desa wisata yang memang memiliki potensi untuk dikembangkan oleh desa. Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD)
15
Selasa Paing, 22 Mei 2018
LG Sematkan Dua Inovasi Baru di ’’Dual Cool Series’’
INOVASI BARU – LG Electronics Indonesia menghadirkan LG Dual Cool Series dengan dua inovasi baru. SEBAGAI pemain yang mendominasi pasar AC inverter, LG Electronics Indonesia (LGEI) berupaya melakukan terobosan untuk meningkatkan penjualan. Salah satunya dengan menghadirkan LG Dual Cool Series dengan dua
inovasi baru. Menurut Product Marketing Residential AC LG Electronics Indonesia (LGEI) Satrio Mulyo, Senin (21/5) kemarin, LG memang fokus untuk menggarap pasar AC inverter. Hal ini ditunjang dengan mengh-
Aktivitas Pendidikan Sebagai konsekuensinya, ia memandang perlu adanya dukungan dana dari pemerintah daerah untuk menopang berbagai aktivitas pendidikan karakter tersebut. Karenanya, jika terpilih sebagai Gubernur Bali mendatang, ia mencanangkan program dana bantuan bagi desa pakraman sebesar Rp 500 juta per desa per tahun. ‘’Hal ini dirasa sudah cukup mendesak mengingat gempuran berbagai tawaran perubahan di era globalisasi ini,’’ kata Rai Mantra yang dalam perhelatan Pilgub Bali 2018 berpasangan dengan Cawagub I Ketut
Sudikerta. Menurut Rai Mantra, dengan skema pengelolaan dana yang jelas dan terukur, gagasan program dana bantuan Rp 500 juta yang ia sampaikan itu bukanlah merupakan hal yang muluk-muluk, baik dari sisi sumber dana maupun output yang dihasilkan. ‘’Semua itu sangat realistis dan dapat dipertanggungjawabkan,’’ tegas Rai Mantra. Sebagaimana diberitakan, pasangan Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan I Ketut Sudikerta (MantraKerta) pada Sabtu (5/5) lalu menandatangani dua kontrak politik sebagai janji yang pasti mereka wujudkan jika keduanya dipercaya oleh
Sangat Mendukung Hadir pula Bagus Jagra Wibawa (Ketua DPD Taruna Merah Putih), pengurus DPC PDI Perjuangan Denpasar serta anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Denpasar, hadir pula artis Nico Siahaan yang juga pengurus TMP Pusat. Wayan Koster yang secara resmi membuka acara tersebut menyatakan sangat mendukung kegiatan yang digagas DPC PDI Perjuangan Kota Denpasar. Di hadapan ribuan warga yang hadir, Koster memaparkan program prioritas yang akan dijalankannya kelak sebagai Gubernur Bali periode 2018-2023. Salah satu yang akan ditekankan oleh Koster adalah proses pelibatan kampus dalam membangun Bali ke depan. Ya, kandidat yang berpasangan dengan Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) itu tak mau main-main dalam memimpin Bali kelak. Ia ingin Bali dibangun secara menyeluruh dan holistik dalam satu-kesatuan yakni satu pulau, satu kepemimpinan dan satu perencanaan bersama. Sebagai bentuk kontrol bagi pemerintahannya kelak, Koster akan menggandeng rektor dari berbagai universitas di Bali. ‘’Saya akan libatkan rektor
untuk membangun Bali mulai dari penyusunan kebijakan sampai pelaksanaannya. Ini komitmen saya untuk membangun Bali yang lebih baik ke depan dan sebagai sarana kontrol publik,’’ kata Koster. Di sisi lain, Koster juga memaparkan program yang digagasnya khusus untuk meningkatkan standar kualitas manusia Bali. Salah satunya, Koster menekankan pentingnya dunia pendidikan. Salah satu terobosannya adalah memberikan beasiswa kepada mahasiswa dengan IPK berprestasi untuk dapat melanjutkan pendidikan ke program diploma dan program doctoral, baik di dalam maupun di luar negeri. Nantinya, seluruh pembiayaan akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi Bali. ‘’Silakan mau
entikan pemasaran produk AC standar (on/off) dan mengganti seluruh line up AC LG di pasaran menjadi AC inverter sejak 2017. Dijelaskannya, pasar AC inverter di Indonesia terus bertumbuh. Kini, pasarnya mencapai 13 persen dari total penjualan AC secara nasional. Di pangsa pasar tersebut, LG merupakan pemain yang mendominasi dengan raihan sekitar 72,5 persen. Pada 2018 ini LG menghadirkan LG Dual Cool Series yang dilengkapi dua inovasi baru dengan harapan memperbesar market share penjualan AC inverter di Indonesia. Targetnya AC inverter di Indonesia bisa tumbuh hingga 20 persen dari total penjualan AC. Sementara LG menargetkan bisa menguasai pasar hingga 80 persen. Ia memaparkan, LG Dual Cool Series mengadirkan inovasi yakni dual inverter compressor dan SmartThinQ. Dual inverter compressor memperluas jangkauan frekuensi operasi yang lebih luas diband-
ingkan AC konvensional atau standar. ‘’LG Dual Cool Series ini lebih hemat, lebih nyaman dan lebih pintar sehingga sesuai dengan gaya hidup modern,’’ ujarnya. Daya hematnya bisa mencapai 70 persen dari AC standar. Sementara daya lebih cepat dinginnya mencapai 40 persen. Selain itu, LG menghadirkan sejumlah kapasitas untuk seri ini. Mulai dari 1/2 PK, 1 PK, 1,5 PK hingga 2 PK. ‘’Berbagai pilihan kapasitas ini memungkinkan konsumen rumah tangga yang memiliki daya listrik terbatas di rumahnya bisa membeli produk AC inverter,’’ kata Satrio. Terkait Bali, Branch Manager LGEI Bali Sugito Puspo Aji mengatakan, pasarnya masih sangat potensial. Ia optimis kehadiran seri baru dari LG Dual Cool bisa meningkatkan penjualan. ‘’Kami optimis karena pada produk yang baru ini kompresornya dari tembaga sehingga sesuai dengan iklim Bali yang merupakan daerah pantai,’’ sebutnya. (bns1)
rakyat Bali untuk menjadi pemimpin Bali lima tahun ke depan. Kontrak politik pertama, mencanangkan bantuan Rp 500 juta per tahun kepada setiap desa pakraman sebagai bentuk kesungguhan menjadikan desa pakraman sebagai poros utama pelestarian dan pengembangan budaya Bali. Kontrak politik kedua, menyatakan bahwa akan langsung menyurati Presiden RI begitu mereka dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2018-2023. Sebagai bentuk kesungguhan, pada hari itu juga Mantra-Kerta dalam kapasitas sebagai pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur telah bersurat kepada Presiden RI agar
mencabut Perpres 51/2014. Kembali ke konteks menjadikan desa pakraman sebagai wahana pendidikan karakter, Rai Mantra mengatakan bahwa aktivitas menabuh yang dilakukan hampir di semua banjar di seluruh desa pakraman di Bali mengandung muatan kesantunan, kedisiplinan, dan kebersamaan. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian yang harus disisipkan dalam proses pendidikan di Indonesia seperti religius, jujur, toleransi, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. (kmb)
kuliah di dalam atau di luar negeri. Silakan ambil jurusan yang nantinya memang diperlukan untuk membangun Bali menjadi lebih baik ke depan,’’ ujarnya. Di sisi lain, khusus untuk infrastruktur di Kota Denpasar, Koster siap membenahinya agar jalan-jalan di Kota Denpasar, khususnya di perumahan-perumahan bisa di-hotmix semua. ‘’Masak kalah sih sama Jembrana dan Karangasem yang PAD (Pendapatan Asli Daerah)nya kecil. Denpasar yang wilayahnya kecil harus bagus infrastruktur jalannya karena Denpasar merupakan wajah utama Bali,’’ tuturnya. Selanjutnya ia membeberkan hasil survei dari dua lembaga survei nasional yang menyebutkan Koster-Ace mengungguli rivalnya dengan raihan angka mutlak dalam Pilgub Bali 2018. ‘’Tiang su-
dah menang di delapan kabupaten. Memang di Denpasar masih di bawah lagi sedikit. Target kami sapu bersih kemenangan di semua kabupaten/kota se-Bali, termasuk Denpasar. Masih ada waktu sebulan lagi, kita akan all out bekerja di Denpasar agar bisa menang meski tipis. Targetnya kalau bisa (menang) 55 persen (suara),’’ ujarnya. Seusai memberikan sambutan, Koster sempat berkeliling mengunjungi pasar murah bersubsidi, dan mencicipi racikan lawar para peserta lomba ngelawar yang diikuti sejumlah STT dari Kecamatan Denpasar Selatan. (kmb)
WHDI ’’Ngayah’’ di Pura Batukaru
NGAYAH - Puncak Pujawali di Pura Luhur Batukaru dilaksanakan bertepatan dengan Umanis Galungan, Kamis (31/5). Terkait upacara pujawali tersebut, WHDI Provinsi Bali yang dipimpin Nyonya Bintang Puspayoga ngaturang ayah, Minggu (20/5). Bintang Puspayoga beserta pengurus dan anggota WHDI Provinsi Bali didampingi WHDI Tabanan selain majejahitan juga ngayah nyalcal (membuat jajan upakara). Selain itu WHDI Provinsi Bali juga ngaturang dana punia.
WARUNG GLOBAL
Bali Harus Tetap Dijaga TEROR bom yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia tak lagi berdampak psikologis pada kunjungan wisatawan ke Bali. Kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali tetap tinggi. Hal ini membuktikan bahwa antara daya tarik Bali yang tetap memukau wisatawan, mengalahkan rasa takut terhadap ancaman bom. Demikian pula aparat keamanan bisa membuktikan bahwa Indonesia aman untuk dikunjungi dengan membuat suasana tetap kondusif. Karenanya, aparat diharapkan tetap menjaga kondusivitas dan jangan sampai lengah. Meskipun travel advisory tak sampai memengaruhi kunjungan wisatawan asing, tetapi jangan disepelekan. Demikian beberapa pendapat dalam acara Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM, Senin (21/5) kemarin, berikut rangkuman. Sebagian besar Kawan Global menyampaikan syukur atas hal ini, meskipun demikian jangan sepelekan travel advisory , penjagaan tetap dilakukan, jangan terlena sehingga tidak kecolongan lagi dan masyarakat tetap berharap agar keamanan ini tetap terjaga. Demikian penegasan Ayu di Petang serta Febri di Denpasar. Mereka menyampaikan bahwa keamanan nomor satu. Jangan hanya aman tampak dari luar saja tetapi di dalam tidak merasa aman. Ini baru sebatas imbauan perjalanan saja, jangan sampai ada travel warning karena keamanan terancam, karena akan membuat efek luar biasa seperti
PHK dan efek buruk lainnya. Selain itu jaminan keamanan bisa berupa dengan penegakan hukum untuk pelaku terorisme. Harapan positif juga datang dari Budiada di Tabanan. Ia berharap semua berjalan baik-baik saja. Dengan memberikan sanksi sosial kepada teroris, akan mampu menekan aksi radikalisme dan juga terorisme di negeri ini. Arya di Denpasar berharap bahwa data yang disajikan seolah-olah peningkatan kunjungan wisatawan ke Bali ini benar adanya. Menurutnya, bukan soal keamanan saja, kemacetan yang tak terpecahkan juga
menjadi pemicu wisman enggan datang ke Bali. Soal terorisme sangat bergantung pada UU tentang terorisme itu sendiri. Selaku warga Bali, Werdha di Gianyar menyampaikan, tingginya daya tarik Bali mengalahkan ketakutan terhadap ancaman teror bom. Lalu bagaimana menyikapi hal ini, dengan cara kita menjaga dan mempertahankan daya tarik Bali ini. Sementara Ketut Pitur lewat facebook turut berkomentar agar setiap negara harus memberikan keselamatan bagi warga negaranya. Negara harus mengambil tindakan tegas atas aksi terorisme tersebut. (sikha)
balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost
Selasa Paing, 22 mei 2018
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Kembali Nomor Satu Rafael Nadal kembali ke posisi pertama peringkat tenis dunia. Hal itu seiring keberhasilannya menjuarai Italian Open 2018, Minggu (20/5). Bermain di Foro Italico, Roma, Italia, Rafael Nadal sukses meraih kemenangan atas petenis muda Jerman yang tengah naik daun, Alexander Zverev Jr. Meski laga sempat ditunda cukup lama akibat guyuran hujan, Nadal tetap berhasil mengatasi perlawanan Zverev. Rafael Nadal sukses mengalahkan Alexander Zverev lewat laga yang berlangsung selama 129 menit dan berakhir dengan tiga set, 6-1, 1-6, 6-3. Gelar juara Italian Open 2018 juga memberikan pengaruh penting kepada Rafael Nadal dalam urusan ranking ATP. Petenis kidal ini mengumpulkan total poin 8.770 dan sukses menggeser posisi Roger Federer dari puncak klasemen petenis tunggal putra dunia. Pada pekan lalu, Nadal harus rela digeser oleh rival abadinya itu lantaran kehilangan banyak poin lantaran tersisih pada babak perempatfinal
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
Madrid Open 2018. Petenis asal Spanyol ini pun menyambut positif gelar juara Italian Open 2018 yang merupakan trofi kedelapannya pada turnamen tersebut. ‘’Ini merupakan pekan yang luar biasa. Sangat penting memenangi piala ini, terlebih setelah tersingkir pada perempat final di Madrid,’’ kata Rafael Nadal seperti dikutip BolaSport.com dari ATP World Tour. ‘’Terasa luar biasa dapat memenangkan delapan piala di Roma. Ini adalah turnamen yang sulit dan berkesempatan kembali menang di sini sangatlah berarti,’’ tutur Nadal. Baca juga: Gagal Juara Italian Open 2018, Simona Halep Arahkan Sasaran ke Roland Garros 2018 Selanjutnya, Rafael Nadal akan berkonsentrasi penuh dalam persiapan mengikuti turnamen tenis Grand Slam, Roland Garros 2018. Petenis 31 tahun ini mengincar gelar kesebelasnya pada turnamen tenis yang berlangsung di atas lapangan tanah liat di Prancis tersebut. (kmb33/afp)
Tidak Pakai Tangan
Laga antara Persela Lamongan kontra Persija Jakarta dalam lanjutan Liga 1 2018 di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (20/5) malam, telah berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan tim tuan rumah. Namun pertandingan itu menyisakan momen kontroversial terkait gol perdana yang dicetak Persela lewat pemain asingnya, Diego Assis, pada menit ke-84. Gol tersebut diawali lewat umpan silang Ahmad Birrul Walidain dari sisi kanan, yang disambut tendangan salto Assis tetapi bola hanya membentur tiang gawang. Bola muntah kembali disambar Assis yang dalam posisi masih terjatuh beradu cepat dengan kiper Persija, Daryono, untuk menyambar bola itu. Sepintas terlihat dari tayangan ulang, bola itu disambar gelandang asal Brazil tersebut dengan tangannya hingga akhirnya masuk ke gawang. Asisten wasit dua Jujuk Suharso pun sempat mengangkat benderanya. Namun setelah wasit utama Annas Apriliandi mengesahkan gol tersebut, Jujuk pun langsung menurunkan bendera yang diangkatnya. Sontak saja, keputusan Annas menuai protes keras dari tim Persija. Tetapi wasit tetap pada pendiriannya untuk mengesahkan gol tersebut.
Ketika dikonfirmasi mengenai gol tersebut, Assis pun memberikan pendapatnya. ‘’Saya tidak tahu tentang itu. Saya hanya melihat setelah bola melewati gawang. Jadi saya tidak tahu. Saya menutup mata saya, dan itu sangat emosional, lalu bola telah masuk ke gawang,’’ beber Assis, setelah laga. ‘’Selalu terasa luar biasa saat mencetak gol. Saya senang bisa kembali dan menyenangkan rekan-rekan di lapangan. Ketika bola masuk semua sangat senang, karena kami mengalahkan salah satu tim besar di Indonesia dan meraih tiga angka. Sekarang kami bisa kembali ke rumah, beristirahat, dan menikmati kemenangan ini,’’ tutupnya. (ant)
Denpasar (Bali Post) Tercatat lima pebasket putri Bali lolos dalam seleknas hingga menghuni pelatnas Asian Games (AG), yakni tiga pebasket masuk tim three on three, serta dua pebasket lolos seleknas five on five. Mereka adalah Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma, Regita Pramesti serta Michelle Kurniawan (three on three) serta Kadek Pratita Citta Dewi dan Putu Eka Liana Febiananda. Berdasarkan surat pemanggilan PP Perbasi, seleknas dilakukan di GOR CLS Surabaya, 26-31 Maret lalu. Tim basket putri three on three bakal ditangani pelatih kepala Wahyu Widayat Jati dari DKI. Sampai sekarang trio pebasket putri Bali masih belum tergeserkan dari total peserta seleknas sembilan pebasket. Sementara di nomor five on five, dua pebasket Bali masih bertahan dan menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) mulai 23 April sampai dengan 8 Juni nanti. Tim basket five on five dilatih Aif Gunartp dari Jabar. Hingga kini,
tercatat 16 skuad yang masuk timnas AG dan belum ada atlet yang tereliminasi. Ketua Umum Pengprov Perbasi Bali IGN Oka Darmawan yang dikonfirmasi, Senin (21/5) kemarin, menegaskan pihaknya bangga lima pebasket putri Bali masih bertahan di Timnas Merah Putih yang dipersiapkan berlaga pada hajatan multi-event empat tahunan antarnegara se-Asia, di Indonesia, Agutus mendatang. ‘’Kami bersyukur, saat ini memasuki tahapan ketiga, tetapi anak-anak masih bertahan di pelatnas,’’ ucapnya. Ia berharap kelimanya tetap menampilkan performance terbaik hingga kelak pembentukan tim definitif, mereka tetap bertahan. Diakuinya, keberhasilan kelima pebasket putri Bali menghuni pelatnas juga memberikan motivasi kepada atlet juniornya. ‘’Kami berharap adik-adik mereka tetap bersemangat menekuni basket, sehingga Perbasi Bali sukses menggulirkan pembinaan berikut regenerasi atlet,’’ jelas Oka Darmawan. (022)
Lima Pebasket Putri Bali Masuk Pelatnas AG
Iniesta Ucapkan Selamat Tinggal Barcelona – Andres Iniesta mendapatkan penghormatan begitu luar biasa saat tampil dalam laga terakhirnya bersama Barcelona di Camp Nou, Senin (21/5) dini hari kemarin. Iniesta melakoni laga terakhirnya saat Barca menjamu Real Sociedad. Di duel ini, Iniesta tampil selama 80 menit. Saat keluar dari lapangan, tepuk tangan, air mata, dan berbagai penghargaan lain, keluar dari rekan-rekan setim, lawan, serta penonton. Memang layak Iniesta dapat penghargaan seperti ini. Sebab, The Casper jadi salah satu pemain terbaik yang pernah dilahirkan La Masia dan bermain untuk Barcelona. Bukan cuma anugerah bagi Barca. Iniesta juga jadi salah satu pionir generasi emas di Timnas Spanyol. Bersama Xavi Hernandez dan Iker Casillas, Iniesta berhasil mengantarkan Spanyol menjadi juara dunia untuk kali pertama pada 2010 lalu. Iniesta pun jadi penentu Spanyol juara dunia. Golnya ke gawang Belanda di masa perpanjangan waktu sudah cukup mengantarkan La Furia Roja menyabet trofi Piala Dunia pertamanya. Pelatih Barca, Ernesto Valverde, menyatakan pemain seperti Iniesta akan sulit ditemukan lagi di masa mendatang. ‘’Tipe pemain seperti ini akan bicara tentang masa depan yang panjang. Mereka tak bisa ditemukan di masa mendatang. Pemain historis yang pastinya diingat semua orang,’’ kata V a l -
verde. Hidup tanpa Iniesta, apakah Barca bisa melewatinya? Valverde tak mau terlalu meratapi kepergian sang kreator. Menurut Valverde, sudah saatnya Barca masuk ke fase baru setelah Iniesta hengkang. ‘’Saya sengaja mengatur Iniesta dan Lionel Messi bertukar ban kapten di akhir laga. Itu momen yang tepat dan jadi sebuah simbol,’’ kata Valverde. Dalam laga itu, Tim Catalan menang tipis 1-0 atas Real Sociedad berkat gol sensasional yang dicetak Philippe Coutinho. Barcelona menguasai jalannya pertandingan sejak menit pertama. Sementara itu, Real Sociedad harus berusaha keras untuk menahan tekanan tim tuan rumah. Namun, hingga babak pertama berakhir, kedudukan imbang tanpa gol tak berubah. Barcelona akhirnya memecah kebuntuan lewat gol yang diciptakan
Philippe Coutinho pada menit ke-57. Pemain asal Brazil itu mengecoh dua pemain Real Sociedad, Aritz Elustondo dan Asier Illarramendi, sebelum akhirnya melepaskan tembakan jarak jauh. Bola hasil tembakan Coutinho langsung melesat masuk ke dalam gawang Real Sociedad yang dikawal Moya. Paling Setia Iniesta merupakan produk akademi La Masia di tahun 1996-2001. Iniesta merintis karier profesional di level junior (Barcelona B) pada 2001. Sementara debutnya di tim senior tercipta di musim 2002/2003 yang saat itu dinakhodai oleh Louis Van Gaal. ‘’Saya akan merindukan anda. Terima kasih kepada penggemar atas perhatian dan penghargaan yang Anda tunjukkan kepada saya sejak saya ke sini dari kecil. Saya meninggalkan Barcelona sebagai seorang laki-laki. Terima kasih sudah meminta agar saya tetap di sini. Tetapi saya hanya
bisa mengatakan bahwa Anda (penggemar) akan selalu di hati saya,’’ paparnya. ‘’Akhirnya saya tidak bisa berkata-kata lagi untuk menggambarkan pekan terakhir ini. Visca Barca, Visca Catalunya,’’ tutup pemain kelahiran 11 Mei 1984. Selama membela Barcelona, Iniesta mengoleksi 674 pertandingan dan mencetak 57 gol serta mengumpulkan 32 trofi. Dia merupakan pemain reguler Barcelona sejak 2004/2005. Posisinya di lapangan tengah Barcelona tak tergantikan. Dia menjadi bagian penting Barca saat memenangi dua treble di 2009 dan 2015. Iniesta dilaporkan akan melanjutkan karier di Asia. Dia tengah dihubung-hubungkan akan berlabuh di klub Jepang. Namun belakangan ini, klub Cina juga dikabarkan ikut dalam perburuan tanda tangan sang pemain. (kmb33/afp)
Olahraga untuk Kesehatan Mental BANYAK orang telah mengetahui bahwa olahraga memberikan banyak manfaat bagi tubuh kita. Olahraga sangat bermanfaat bukan hanya dalam meningkatkan kesehatan fisik tetapi juga dapat meningkatkan kesehatan mental. Bagaimana olahraga dapat meningkatkan kesehatan mental? Menurut dr. Nila Wahyuni, M.Fis., seorang dosen di Fakultas Kedokteran, beberapa manfaat olahraga dalam meningkatkan kesehatan mental yaitu olahraga dapat memperbaiki mood dan mengurangi stres dan depresi. Selain itu olahraga juga dapat meningkatkan rasa percaya diri, di mana dengan berolahraga secara rutin dapat meningkatkan rasa percaya diri seiring dengan bertambahnya kekuatan, keterampilan dan stamina seseorang. Dengan adanya semangat dan energi baru yang berasal dari aktivitas olahraga, seseorang cenderung menjadi sukses dalam mengerjakan tugas. Olahraga juga dikaitkan dengan sifat kepemimpinan, di mana olahraga tim seperti sepak bola, bola voli, bola basket membutuhkan kerja sama dapat melatih karakter kepemimpinan seseorang. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara partisipasi olahraga dengan kualitas kepemimpinan seseorang. Dengan melakukan aktivitas berlatih bersama, mengatur strategi bersama, mengalami kekalahan atau kemenangan bersama, seseorang akan cenderung mengadopsi
pola pikir ‘’kerja sama dan tim’’ dalam dunia kerjanya, sehingga membentuk karakter kepemimpinan yang baik. dr. Nila menjelaskan bahwa bila ditinjau dari aspek fisiologis tubuh, olahraga dapat meningkatkan kesehatan mental karena pada saat berolahraga tubuh menghasilkan suatu zat yang disebut endorphin. Endorphin merupakan zat yang berfungsi sebagai penghilang rasa nyeri dan juga memiliki efek memberikan rasa senang dan relaksasi sehingga dapat memberikan efek positif terhadap kesehatan mental. Olahraga aerobik secara teratur dapat meningkatkan pelepasan endorfin, sehingga olahraga dapat memperbaiki mood serta mengurangi stres dan depresi. Olahraga juga dapat mengatur peningkatan kadar hormon kortisol, di mana hormon kortisol adalah hormon yang dihasilkan pada saat seseorang mengalami stres baik secara fisik maupun psikis. Pada saat berolahraga terjadi peningkatan kadar hormon kortisol sebagai respons akut tubuh kita terhadap adanya stres fisik akibat berolahraga. Namun apabila olahraga dilakukan secara rutin, maka tubuh kita akan beradaptasi dan mengeluarkan lebih sedikit hormon kortisol pada saat terpapar stres. Untuk mendapatkan manfaat olahraga dalam meningkatkan kesehatan mental, olahraga harus dilakukan secara teratur. Kesibukan yang terlalu padat menyebabkan banyak orang tidak sem-
pat berolahraga. Lalu bagaimana cara menyiasatinya agar tetap bisa berolahraga di sela-sela kesibukan yang sangat padat? buatlah jadwal olahraga diantara jadwal kesibukan anda tiap harinya. dr. Nila juga menjelaskan mengenai hal-hal yang harus diperhatikan untuk memperoleh efek positif olahraga terhadap kesehatan mental. Hal pertama yang harus diperhatikan yaitu jenis olahraga yang akan anda lakukan. Jenis olahraga yang dapat berdampak positif pada kesehatan mental adalah olahraga aerobik dan olahraga yang melibatkan beberapa orang (tim) seperti sepak bola, bola voli, bola basket, dll. Hal kedua yang harus diperhatikan yaitu tingkatkan kebugaran fisik secara perlahan untuk mencegah terjadinya cedera. Jika sebelumnya anda tidak pernah berolahraga, maka mulailah olahraga dengan intensitas yang sangat rendah seperti berjalan santai selama 10 menit tiap harinya, kemudian tingkatkan intensitas olahraga secara perlahan dengan melakukan olahraga intensitas sedang minimal 150 menit dalam satu minggu. Hal ketiga yang harus diperhatikan adalah lakukanlah jenis olahraga yang anda sukai sehingga anda dapat melakukan olahraga secara rutin tiap harinya. dr. Nila menyampaikan terdapat hal yang tidak kalah pentingnya yaitu motivasi. Untuk dapat berolahraga secara rutin, sangat diperlukan motivasi dan tekad yang kuat untuk melakukan olahraga secara rutin. (kmb)
Kiem Han Turun pada Kejuaraan Dunia ”Snooker’’
Bali Post/ist
Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma (kiri), Kadek Pratita Citta Dewi, dan Michelle Kurniawan (kanan).
Denpasar (Bali Post) Pebiliar Pelatda Bali Oei Kiem Han merupakan satu-satunya wakil Bali yang berlaga pada kejuaraan dunia bertajuk ‘’X-World Snooker 2018’’ di Selangor, Malaysia, 18-24 Juni mendatang. Oei Kiem Han diharapkan mampu bersaing melawan pebiliar kelas dunia hingga meraih prestasi maksimal. Waketum Pengprov POBSI Bali Willy Soedarno, di Denpasar, Senin (21/5) kemarin mengungkapkan, Kiem Han bertanding ke Negeri Jiran didampingi pelatih Putu Pasek Swastawa. ‘’Selama ini, Kiem Han juga berlatih di Paradiso Billiard and Bowling Centre di Kuta didampingi pela-
tih Pasek Swastawa,’’ jelas Willy. Dikemukakan, pebiliar kelas dunia dipastikan turun pada event bergengsi tersebut. ‘’Kendati demikian, Kiem Han tetap diharapkan mampu bertarung optimal, dan meraih prestasi terbaik buat Bali,’’ terangnya. Willy menambahkan, selain Oei Kiem Han, dua pebiliar putri Bali yakni Desak Raka Kasih Ariati dan Dhitya Octora juga dipersiapkan terjun pada Kejurnas Bola -10 Pepi Cup 2018, Redball Taman Palm, Cengkareng, Jakarta Barat, 27 Juni sampai dengan 1 Juli mendatang. Menurut Willy, Desak Raka dan Dhitya bukan atlet pelatda. Akan tetapi, ke-
juaraan Pepi Cup khusus pebiliar putri, maka kedua diturunkan mengingat mereka pnya pengalaman di kejurnas. Dia menjelaskan, pada event serupa tahun lalu, Desak Raka menduduki runner-up dan di final dikalahkan Noni Kristyanti (Jabar). Sedangkan Dhitya juga meraih juara II, pascaditundukkan Desi (DKI) di laga pamungkas pada kejurnas terbuka bola-10 di Solo, Jateng, Februari lalu. Oleh karena itu, Willy mengharapkan baik Desak Raka maupun Dhitya bisa merebut gelar juara. ‘’Kami mematok target Desak Raka atau Dhitya bisa keluar sebagai juara,’’ tuturnya. (022)