Skip to main content

Edisi 22 Maret 2018 | balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 203 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

kamis umanis, 22 maret 2018

Gempa di Karangasem

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

Soal Pernyataan Luhut

Tak Mewakili Sikap Presiden

Denpasar (Bali Post) – Rabu (21/3) kemarin pukul 19.12.50 Wita, beberapa wilayah di Kabupaten Karangasem diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini berkekuatan M=2,9 dengan episenter pada koordinat 8,22 LS dan 115,51 BT, tepatnya pada jarak sekitar 14 km arah barat laut Karangasem dengan kedalaman 10 kilometer. Siaran pers Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar yang diterima Bali Post menyebutkan, dampak gempa berupa guncangan dirasakan di Karangasem dan sekitarnya. Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan akibat gempa tersebut. Jika ditinjau lokasi pusat gempa dan kedalaman hiposenternya, gempa disebabkan sesar lokal. Hasil pemodelan yang dilakukan BMKG menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. (r)

Jakarta (Bali Post) – ‘’Kalau kau merasa paling bersih kau boleh ngomong. Dosamu banyak juga kok. Sudahlah, diam sajalah. Jangan main-main, kalau main-main kami bisa cari dosamu, memang kamu siapa?’’ Ini penggalan kalimat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan ketika berbicara pada seminar nasional di kantor BPK pada Senin (19/3). Sontak pernyataan itu mendapat reaksi. Tiga di antaranya dari Istana Presiden, PAN dan mantan Presiden Yudhoyono. Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi Sapto Pribowo menegaskan bahwa pernyataan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan tidak mewakili sikap Presiden Joko Widodo. ‘’(Pernyataan) Pak Luhut menurut saya, tidak mewakili sikap Presiden, ini perlu digarisbawahi,’’ kata Johan di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/3) kemarin. Pernyataan Luhut yang dimaksud adalah kalimat ‘’Kalau kau merasa paling bersih kau boleh ngomong. Dosamu banyak juga kok. Sudahlah, diam sajalah.

BANYUWANGI

Luhut Binsar Panjaitan

Jangan main-main, kalau main-main kami bisa cari dosamu, memang kamu siapa?’’ Luhut tidak menyebutkan kepada siapa pernyataan itu ditujukan namun pernyataannya itu. Selain Johan Budi, Partai Amanat Nasional (PAN) juga memberi tanggapan. Mereka merasa bahwa kalimat itu ditujukan kepada Ketua Majelis Kehormatan PAN Amien Rais. Amien Rais diketahui memang mengkritik pembagian sertifikat tanah yang dilakukan Presiden Joko Widodo. Hal. 19 Kelompok Tertentu

Johan Budi

Kasus Suap,Wali Kota dan 18 Anggota DPRD Malang Tersangka Ratna Ani Lestari

Bali Post/dok

Mantan Bupati Ratna Bebas

Banyuwangi (Bali Post) Bupati Banyuwangi periode 2005-2010, Ratna Ani Lestari, akhirnya menghirup udara bebas. Sebelumnya ia menghuni lapas wanita di Malang, pascavonis 9 tahun terkait kasus suap Bandara Blimbingsari, Banyuwangi. Setelah bebas, mantan penguasa Bumi Blambangan ini berkeliling ke Banyuwangi mulai Selasa (20/3) hingga Rabu (21/3) kemarin. Ratna bertemu sejumlah koleganya yang kini menjadi ketua parpol di Banyuwangi. Ratna bertemu dengan Ketua DPRD Banyuwangi Made Cahyana Negara. Ratna juga bertemu dengan Prayudi, mantan tim suksesnya ketika maju menjadi bupati. Ia juga bertemu Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi Mickael Edi Hariyanto. Made Cahyana Negara membenarkan pertemuan dengan Ratna Ani Lestari. Ketua DPC PDI-P Banyuwangi ini mengaku Ratna memang diundang ke Banyuwangi oleh salah satu koleganya. ‘’Tidak ada misi khusus. Hanya pertemuan biasa, obrolannya juga ringan. Sama sekali tidak ada kaitan politik,’’ kata Made, Rabu kemarin. Dalam pertemuan itu, kata Made, Ratna lebih banyak memberikan pesan untuk mendukung pemerintah dengan baik. Termasuk, mengapresiasi perkembangan pembangunan di Banyuwangi. ‘’Kalau beliau (Ratna - red), katanya memilih tinggal di Malang, menjadi dosen di salah satu universitas di Malang,’’ jelas Made. Sayangnya, Made tak mengetahui kapan kepastian Ratna mulai bebas dari lapas. Sumber Bali Post menyebutkan, Ratna sengaja datang ke Banyuwangi untuk bertemu para mantan koleganya ketika menjabat sebagai bupati. Agendanya, berkeliling ke beberapa lokasi di Banyuwangi. Hal. 19 Bertemu Kolega

Jakarta (Bali Pos) Untuk pertamakalinya KPK menetapkan 18 anggota dewan sebagai tersangka menysul penetapan tersangka Wali Kota Malang 2013-2018 Moch Anton. Penetapan 18 anggota DPRD Kota Malang 2014-2019 sebagai tersangka dalam pengembangan kasus suap terkait pembahasan APBD-P Pemkot Malang Tahun Anggaran 2015. Sebelumnya, pada Agustus 2017 lalu, KPK telah menetapkan dua tersangka dalam kasus itu, yakni mantan Ketua DPRD Kota Malang M Arief Wicaksono dan

mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (PUPPB) Jarot Edy Sulistyono. ‘’Setelah melakukan proses pengumpulan informasi, data, mencermati fakta persidangan, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk membuka penyidikan baru dengan 19 tersangka,’’ kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Rabu (21/3) kemarin. Moch Anton selaku Wali Kota Malang diduga memberi hadiah atau janji padahal diketahui atau patut diduga bahwa

hadiah atau janji tersebut diberikan karena atau berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban, dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya. ‘’Atau untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya kepada Ketua DPRD dan anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019 terkait dengan pembahasan APBD-P Pemkot Malang Tahun Anggaran 2015,’’ ungkap Basaria. Moh Anton disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b

atau Pasal 13 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Sedangkan terhadap 18 anggota DPRD Kota Malang 2014-2019 disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Ppasal 11 UU No. 31 Tahun 1999 yang diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Hal. 19 Alat Bukti

Soal Tudingan Amien Rais

PSI Sebut Tak Berdasar, Jokowi Ajak Adu Program Jakarta (Bali Post) – Pernyataan Amien Rais yang menyebut Presiden Jokowi melakukan pengibulan dalam program bagi-bagi sertifikat, mendapat tanggapan elite parpol. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai pernyataan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional itu tidak berdasar. ‘’Saya menilai bahwa sebagai politisi senior dan tokoh bangsa, tudingan Pak Amien Rais tidak berdasar, bahkan cenderung asal bunyi saja,’’ ujar Wakil Sekjen Partai Solidaritas Indonesia Danik Eka Rahmaningtiyas, Rabu (21/3) kemarin. Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) itu sebelumnya mengatakan agenda pembagian sertifikat tanah di daerah, yang dilakukan Presiden Jokowi, merupakan program pembohongan. Pernyataan itu disampaikan Amien Rais saat menjadi pembicara salah satu diskusi di Bandung, Jawa Barat, Minggu (18/3). Danik kemudian mengatakan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat bahwa sepanjang 2015 hingga 2017 telah terjadi sebanyak 1.361 konflik agraria. Hal. 19 Sengketa Lahan Amien Rais

Joko Widodo

Ekonomi Bali

Rentan, Terlalu Tergantung pada Pariwisata Bali sudah saatnya memikirkan sumber ekonomi selain pariwisata. Sebab, pariwisata terlalu rentan dijadikan gantungan ekonomi. Banyak faktor yang dapat memengaruhinya seperti bencana alam, erupsi gunung dan isu keamanan.

Bali Post/dok

ERA DIGITAL - Permintaan patung Bali dari luar ngeri kini mengalami penurunan. Diperlukan kreativitas dalam menjangkau pasar di era digital ini.

KEPALA Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana mengatakan, Bali mesti melirik ekonomi kreatif sebagai pendamping pariwisata. Dalam Diskusi ‘’Pengembangan Ekonomi Kreatif Penggerak Industri Pariwisata di Bali’’, Rabu (21/3) kemarin di Renon, ia mengatakan, dengan berbagai kendala yang mungkin akan terjadi, seperti penutupan bandara akibat erupsi Gunung Agung, maka sudah saatnya sektor lain perlu dikembangkan salah satunya ekonomi kreatif. ‘’Dengan demikian dalam upaya menggerakkan perekonomian di Bali kami harapkan tidak hanya mengandalkan satu sektor saja

seperti pariwisata. Namun perlu sektor lain seperti industri kreatif, termasuk dalam hal ini juga pertanian dengan tidak merusak lingkungan,’’ katanya. Pengembangan industri kreatif, kata Iman, tidak harus jauh-jauh dari sektor parwisata atau pendukung pariwisata. Seperti makanan dan minuman, grafis, media, visual art, performing art, film, kerajinan, fashion dan lainnya. ‘’Dalam pengembangannya tentu diperlukan dukungan berbagai pihak salah satunya pemerintah dan juga pelaku usaha serta dari sisi permodalan,’’ pungkasnya. Dalam industri kreatif, diakuinya, masih ada be-

berapa tantangan seperti bahan baku yang didatangkan dari luar pulau. Selain itu belum adanya pelabuhan ekspor di Bali, sehingga produk ekspor bervolume besar dilakukan melalui Surabaya. Selain itu juga lemahnya penetrasi pasar akibat lemahnya inovasi dan promosi. Sementara dari sisi perizinan usaha industri dan HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) yang masih rumit serta pemberlakuan SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu) menyebabkan pelaku usaha industri kayu skala kecil sulit mendapatkan bahan baku tersertifikasi. Hal. 19 Lakukan Promosi

’’Dengan demikian dalam upaya menggerakkan perekonomian di Bali kami harapkan tidak hanya mengandalkan satu sektor saja seperti pariwisata. Namun perlu sektor lain seperti industri kreatif, termasuk dalam hal ini juga pertanian dengan tidak merusak lingkungan.’’ Causa Iman Karana Kepala Perwakilan BI Bali


denpasar

2

Kamis Umanis, 22 Maret 2018

figur Belum Ada Kendala TIM Mabes Polri dipimpin Karo RBP Srena Polri Brigjen Pol. Adhi Prawoto berkunjung ke Polres Badung, Selasa (20/3) lalu. Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta mengatakan, maksud kedatangan tim Pamatwil dan Asistensi Tahap II dari Mabes Polri untuk melakukan pengawasan terhadap jalannya Operasi Mantap Praja Agung 2018 di Polres Badung. “Hingga saat ini belum ada kendala berarti, namun kami Polres Badung akan memaksimalkan pengamanan setiap kegiatan dalam Pilgub Bali 2018 di wilayah hukum kami,” katanya, Rabu (21/3) kemarin. Ia mengatakan, Brigjen Adhi Prawoto saat memberikan sambutan mengucapkan terima kasih atas kesiapan Polres Badung dalam rangka pelaksanaan pengamanan pilkada serentak, khususnya di Provinsi Bali. Adapun yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan operasi ini, yakni rencana operasi baik dari sisi anggaran maupun kekuatan personel. Yang dilibatkan nantinya anggota Polri di-backup TNI. “Beliau (Adhi Prawoto) juga menyampaikan agar dipersiapkan Kompi Kerangka dari Polres lain sebagai back-up perkuatan apabila dibutuhkan. Agar dikoordinasikan antara Polres yang satu dengan Polres lain, terutama yang berdekatan. Jika mendesak, bisa minta bantuan ke Polda Bali,” tegasnya. (rah)

Lembaga PAUD Wajib Terakreditasi

DINAS Pedidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar melalui Bidang Pembinaan PAUD dan PNF mengimbau agar semua pengelola lembaga pendidikan anak usia dini di Kota Denpasar sudah melegalitaskan keabsahan lembaga PAUD yang dikelola. Disdikpora Kota Denpasar manargetkan, tahun 2019 seluruh lembaga PAUD di Kota Denpasar, sudah terakreditasi. Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Disdikpora Kota Denpasar Drs. Made Merta, M.Si. mengatakan hal itu, Rabu (21/3) kemarin. Menurut Made Merta, keberadaan lembaga PAUD di Kota Denpasar yang secara terus menerus mengalami peningkatan diharapkan mampu menjadi lembaga pendidikan usia dini yang benar-benar diakui untuk menjadi lembaga PAUD yang terakreditasi. “Upaya percepatan akreditasi lembaga PAUD ini dilakukan agar lembaga-lembaga PAUD atau kelompok bermain yang ada di tengah-tengah masyarakat dapat diakui sebagai lembaga pendidikan terjamin baik itu sumberdaya manusia maupun lembaga PAUD-nya sendiri,’’ ujar Made Merta. Made Merta menuturkan, sebagai lembaga pendidikan anak usia dini sudah merupakan kewajiban bagi pihak pengelola untuk memperjelas status lembaga pendidikan yang dikelola. Keberadaan lembaga PAUD bukan hanya dijadikan sebagai sarana belajar dan bermain saja oleh pihak pengelola. Tetapi juga statusnya harus benar-benar diakui secara administrasi oleh Disdikpora seperti halnya sekolah-sekolah ditingkat dasar maupun lainnya. ‘’Oleh karena itu, pihak pengelola wajib untuk memperjelas status kelembagaannya tersebut,” terangnya. Dengan akreditasi, kata Made Merta, akan menambah tingkat kepercayaan masyarakat (stakeholder) sebagai pengguna lembaga. Tujuannya untuk untuk penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan sesuai dengan SNP, melalui kegiatan evaluasi, akreditasi dan sertifikasi. “Pendidikan anak usia dini sebagai lembaga pendidikan di mana lembaga ini dalam rangka mempersiapkan generasi emas bangsa yang harus dipersiapkan dengan baik, efektif, dan efisien. Sehingga menghasilkan SDM yang berkualitas di masa depan. Sebagai peletakan fondasi masa emas (golden ages), maka semua komponen harus dipersiapkan dengan baik dan benar,” papar Made Merta. Ia mengatakan, yang perlu disiapkan bukan saja sumber daya manusia (SDM) pendidik dan tenaga kependidikan yang memiliki standar kualifikasi S-1 PAUD atau S-1 Konseling. Akan tetapi harus dipersiapkan semua komponen yang lain sesuai dengan ketentuan Badan Akreditasi Nasional dalam hal ini adalah delapan standar. Adapun 8 standar tersebut antara lain standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian. Selain mengedepankan soal akreditasi kelembagaan, lanjut Merta, pihak pengelola lembaga PAUD juga diharapkan dapat meningkatkan peran para tenaga pendidik (tendik) yang menyangkut soal pemahaman pembelajaran aktif, invotif, kreatif, efektif dan menyenang (PAIKEM). “Ini upaya yang mesti harus ditingkatkan mulai dari SDM serta lembaganya, agar semua PAUD yang ada di Kota Denpasar bisa dapat terus maju dan berkembang,” harapnya. Made Merta mengakui, dari 454 satuan PAUD terdiri dari TPA, Kelompok Bermain, SPS, dan TK ang tersebar di Kota Denpasar, belum banyak yang terakreditasi. ‘’Akreditasi itu sangat penting dilakukan untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan nonformal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan berdasarkan kriteria yang bersifat terbuka,’’ ujarnya. (kmb)

Bali Post/kmb19

PAGERWESI - Saat perayaan hari suci Pagerwesi, Rabu (21/3) kemarin, seorang warga menghaturkan canang di patung di pertigaan Jalan Gajah Mada, Denpasar. Ritual ini bertujuan untuk memuliakan Tuhan beserta manifestasinya sebagai guru alam semesta. Bagi umat Hindu, makna Pagerwesi merupakan suatu sikap keteguhan iman dan ilmu pengetahuan yang dimiliki manusia.

Evaluasi Pelaksanaan Pilkada

Bali Tak Termasuk Rawan ’’Hoax’’ dan SARA

Denpasar (Bali Post) Hasil evaluasi dan analisis dilakukan Mabes Polri, sejumlah temuan terungkap terkait pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018. Salah satunya daerah rawan penyebaran hoax (berita palsu), SARA dan hate speech (ujaran kebencian). Sementara Bali tidak termasuk dalam daerah rawan hoax, SARA dan hate speech. Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja mengatakan hal itu, Rabu (21/3) kemarin. Menurut Hengky Widjaja, hal itu terungkap saat Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose didampingi Wakapolda Bali Brigjen Pol. Drs. I Gede Alit Widana, S.H., M.Si. beserta pejabat utama dan Kapolres se-Bali melaksanakan video conference (vicon) dengan Kapolri Jenderal H. Muhammad Tito Karnavian, Selasa (20/3) lalu. Dari 171 daerah di Indonesia yang akan melaksanakan pilkada pada tanggal 27 Juni mendatang, Bali tidak termasuk dalam daerah rawan hoax, SARA dan hate speech. Kondisi tersebut tidak lepas dari peran dan kinerja Polda Bali dalam mewujudkan pilkada damai dengan mengutamakan prinsip preventif proaktif daripada represif responsif. ‘’Bentuk kegiatan yang dilaksanakan Polda Bali mengedepankan manajemen sosial, manajemen media dan kemi-

traan yang dilakukan oleh fungsi intelijen, humas dan binmas. Khusus untuk manajemen media, Bidhumas Polda Bali bekerja sama dengan media, baik media online, cetak dan elektronik agar ikut memberikan informasi yang menyejukkan,’’ ujarnya. Selain itu, kata Hengky Widjaja, media massa diajak turut serta meng-counter berita-berita yang bersifat hoax, propaganda, provokasi, ujaran kebencian maupun isu SARA yang dapat mengundang kerawanan saat pilkada. ‘’Walau Bali tidak termasuk daerah rawan penyebaran hoax, SARA dan hate speech, kami tidak akan lengah dan tetap fokus menciptakan suasana yang sejuk, aman dan damai selama pilkada. Kami tetap mengedepankan preventif proaktif, namun tidak menutup kemungkinan akan melakukan tindakan represif secara tegas

Denpasar (Bali Post) RSUP Sanglah merespons positif revisi Perda Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Bali yang salah satunya menyasar RSUP Sanglah. Rencananya, RSUP Sanglah merupakan salah satu lokasi yang diizinkan untuk melakukan pembangunan ke atas. Pasalnya, kondisi RSUP Sanglah sudah

berjalan dengan aman, lancar dan damai, karena masyarakat sudah pintar, bijak, cerdas dan dewasa dalam memilih pemimpin Bali secara demokratis dan berintegritas. (kmb36)

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391

sesak dan kekurangan lahan untuk melakukan pengembangan lagi. Direktur Umum dan Operasional RSUP Sanglah Dra. Nining Setiawati menyambut baik hal tersebut. Tentunya hal itu bisa menghemat lahan yang sudah sangat terbatas. Dengan begitu, proses pelayanan pada pasien akan menjadi lebih efisien.

Dengan adanya revisi Perda RTRWP itu, kata Nining Setiawati, masterplan pembangunan RSUP Sanglah yang sedang proses pengerjaan akan bisa disesuaikan nantinya. Hanya, ia belum berani berkomentar banyak terkait pembangunan nantinya di RSUP Sanglah, karena revisi Perda RTRWP belum selesai alias belum ketok palu. (kmb42)

BNNK Dorong Pengguna Narkoba Dikenai Sanksi Adat

Denpasar (Bali Post) Kepala BNN Kota Denpasar AKBP I Wayan Gede Suwahyu, S.H., M.H. mengingatkan semua elemen masyarakat tidak lengah terhadap penyebaran dan penyalahgunaan narkoba. Pasalnya, tidak ada satupun wilayah di Indonesia yang bersih atau bebas dari peredaran barang haram tersebut. Selain itu, Suwahyu juga mendorong agar klian adat beserta jajaran bisa membuat dan menerapkan sanksi adat bagi penyalah

FM 96,5

Topik : BNNK Dorong Pengguna Narkoba Dikenai Sanksi Adat Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 : www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com

apabila terjadi tindak pidana saat pilkada,’’ tegas Hengky Widjaja. Mantan Kabag Binkar Karo SDM Polda Bali ini meyakini, pilkada serentak di Bali akan

RSUP Sanglah Respons Positif Revisi Perda RTRWP Bali

081 337 032 965, (0361) 819446

web E-mail

Bali Post/ist

VICON - Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose didampingi Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Gede Alit Widana saat video conference (vicon) dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Selasa (20/3) lalu.

Bali Post/kmb

RELAWAN – Kepala BNNK Denpasar Wayan Gede Suwahyu saat melantik anggota Sekaa Teruna Satriya Dharma Yowana menjadi relawan antinarkoba, beberapa waktu lalu.

guna narkoba. ‘’Mari kita bersama-sama ikut mengawasi dan memberantas yang namanya narkoba dan sekaa teruna merupakan garda terdepan yang dapat berperan menjadi peer educator pendidik sebaya rekanrekannya agar tidak terjerumus dalam bahaya narkoba,” ujar Suwahyu pada acara diseminasi informasi P4GN melalui sosialisasi/penyuluhan di Banjar Kertasari, Peguyangan, Denpasar Utara, belum lama ini. Bahkan, kata Suwahyu, lembaga yang diberi amanah untuk penegakan atau memiliki kepedulian terhadap narkoba juga berpotensi tervirusi narkoba. Ia menegaskan, pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba bukan hanya tugas BNN, Polri ataupun TNI, tetapi ini tugas semua elemen bangsa. ‘’Karena itu,

saya berharap, kita semua harus punya visi dan misi yang sama yakni menciptakan negara yang bebas dari narkoba,’’ katanya. Lebih lanjut, Suwahyu mengimbau generasi muda untuk lebih aktif mengikuti kegiatan seni, budaya, olahraga, kepramukaan, keagamaan, sosial dan kemasyarakatan. Tujuannya, agar mereka tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. ‘’Sebagai generasi penerus bangsa, para pelajar atau mahasiswa harus berani dan tegas untuk menolak narkoba. Jangan pernah mencoba, karena bisa membahayakan masa depanmu,’’ katanya. Suwahyu juga mengingatkan para sekaa teruna yang notabene masih berstatus pelajar atau mahasiswa untuk fokus kepada pendidikan. Mengapa masih

ada penyalahgunaan narkoba? Karena masih ada kenakalan di kalangan pelajar. ‘’Puncak dari kenakalan pelajar maupun remaja adalah penyalahgunaan narkoba. Semula mencoba pakai, kemudian rutin dan akhirnya kecanduan,’’ katanya. Pada kesempatan itu, sebanyak 40 anggota Sekaa Teruna Satriya Dharma Yowana melaksanakan ikrar bersih narkoba sekaligus dilantik sebagai relawan antinarkoba oleh Kepala BNN Kota Denpasar. ‘’Saya merasa bangga dan salut karena sekaa teruna banjar ini mau bersamasama berkomitmen untuk melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Ini merupakan tugas dan tanggung jawab yang berat. Saya percaya ka lian mampu menjaganya,’’ tegasnya. (kmb)


Kamis Umanis, 22 Maret 2018

BADUNG

3 Dibayangi Siklon Tropis Marcus

Masyarakat Pesisir Diminta Berhati-hati

Bali Post/kmb23

MERAPIKAN JALA - Sejumlah nelayan merapikan jala sebelum kembali melaut di Pantai Kedonganan, Rabu (21/3) kemarin. Nelayan diharapkan tetap waspada terhadap gelombang tinggi akibat pengaruh siklon tropis Marcus.

Libur Fakultatif

Disdukcapil Buka Layanan Sore Mangupura (Bali Post) – Tidak biasanya Aparatur Sipil Negara (ASN) atau yang lebih dikenal dengan PNS bekerja di hari libur. Namun, berbeda dengan yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Badung. Instansi yang melayani adminitrasi kependudukan ini justru tetap memberikan pelayanan saat libur fakultatif terkait perayaan hari suci Pagerwesi, Rabu (21/3) kemarin. Uniknya, dinas yang berada di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung ini buka mulai pukul 17.00 Wita. Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk DisdukCapil Badung Putu Suryawati membenarkan perihal tersebut. Dikatakan, upaya ini dilakukan agar masyarakat bisa mengurus segala keperluan administrasinya. “Untuk pelayanan kepada masyarakat akan dibuka kembali sore hari sekitar pukul 17.00 Wita hingga malam hari,” ujarnya. Menurut Suryawati, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu, khususnya pada pelayanan administrasi kependudukan dan kesehatan. “Jadi, masyarakat tetap bisa mengurus administrasi hari ini,” katanya. Suryawati menerangkan, layanan yang diberikan kepada masyarakat saat libur Pagerwesi adalah berbagai layanan administrasi kependudukan. Seperti perekaman eKTP, surat keterangan pengganti sementara e-KTP, pengurusan surat pindah domisili hingga santunan kematian. “Kami sebenarnya memperoleh libur, tapi lebih mengedepankan layanan kepada masyarakat. Pelayanan masyarakat seharusnya tidak boleh terganggu, terlebih lagi untuk administrasi kependudukan,” tegasnya. (kmb27)

Pencairan Hibah Ditunda, Dewan Sebut Musibah

Mangupura (Bali Post) –

Imbauan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) untuk menunda pencairan dana bantuan sosial berupa bansos/hibah, mendapat reaksi keras jajaran wakil rakyat di DPRD Badung. Dewan menilai penundaan pencairan bantuan lantaran takut menjadi alat politik merupakan musibah dalam pemilihan kepala daerah (pilkada). Anggota Komisi IV DPRD Badung I Nyoman Sentana menegaskan, pencairan dana hibah/bansos merupakan kepetingan masyarakat, sehingga tidak ada hubungannya dengan prosesi pilkada. “Ini (larangan mencairkan bansos/hibah – red) merupakan musibah penting dalam pilkada yang berdampak pada seluruh program masyarakat menjadi kacau,” ujar Sentana, Rabu (21/3) kemarin. Politisi asal Blahkiuh, Abiansemal ini mengatakan, tugas pokok Bawaslu adalah

melakukan pengawasan yang maksimal terhadap proses pilkada. Sedangkan indikasi bansos/hibah menjadi alat politik merupakan ranah penegak hukum. “Perkara pencairan hibah itu ditunggangi oleh kepentingan politik, kan sudah ada ranah hukum yang akan menangkap jika melanggar. Mengapa justru kepentingan dan kebutuhan masyarakat ini digunakan sebagai landasan atau alasan untuk menyebarkan imbauan pelarangan pencairan hibah dan bansos?”

katanya menyayangkan. Menurut Sentana, Bawaslu dapat mengawasi pemberian hibah tersebut, begitu juga masyarakat juga ikut mengawasi. “Jika melanggar atau berkepentingan politik terhadap salah satu paslon, ya ditangkap,” tegasnya. Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPRD Badung Putu Parwata menegaskan, pencairan bansos/hibah telah sesuai dengan mekanisme tanpa ada muatan politik. Bahkan, pihaknya telah menggelar rapat dengan ekseku-

tif membahas mengenai hibah agar tepat sasaran sehingga sesuai dengan kebutuhan masyarakat, selain program penyelarasan untuk mempercepat pembangunan di Kabupaten Badung. “Kalau soal kesepakatan mengenai hibah itu nanti sesuai kebutuhan masyarakat. Di sini hanya membahas mengenai penyelarasan untuk membangun Badung yang lebih baik,” katanya. Politisi asal Dalung ini mengatakan, rapat dilakukan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjalankan roda kepemerintahan di tahun 2018, khususnya bagaimana mempercepat pembangunan daerah. “Ini bagian dari penyelarasan lembaga Dewan dengan pemer-

intah. Apa langkah-langkah yang diambil sesuai dengan amanah undang-undang Permendagri Nomor 54 Tahun 2010. Untuk itu, pokok-pokok pikiran dewan harus berjalan selaras dalam pembangunan Pemerintah Kabupaten Badung,” ujarnya. Parwata menegaskan, pertemuan antara eksekutif dan legislatif tidak terkait pilgub atau masalah politis lainnya. “Kegiatan hibah ini memang setiap tahun kami rancang, baik dalam APBD Induk maupun di APBD Perubahan. Hal ini juga masuk dalam RKA dari pemerintah daerah dan sudah disepakati dalam KUA dan PPAS di APBD 2018 lalu. Jadi, tidak ada rekayasa soal politik,” tegasnya. (kmb27)

Soal Kasus Remaja Bunuh Diri

Penting Curahan Hati, Berdamai dengan Realita

Pembobol ATM Bank Danamon Ditangkap Mangupura (Bali Post) Mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) terus menjadi incaran garong untuk mencuri data dan PIN nasabah bank. Kali ini mesin ATM Bank Danamon di Jalan Kediri Tuban, Kuta, disatroni maling, Senin (19/3) lalu. Kasus tersebut ditangani Polsek Kuta. Kanitreskrim Polsek Kuta Iptu Ario Seno didampingi Panit Buser Iptu Putu Budiartama saat dikonfirmasi, Rabu (21/3) kemarin, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menambahkan pelakunya sudah ditangkap. ‘’TKP-nya banyak dan masih dalam pengembangan,’’ tegasnya. Terkait identitas pelaku, pihaknya belum bisa menyampaikan ke publik karena masih dalam pengembangan. Apakah modus skimming? ‘’Bukan. Ini modus lama. Pelaku mengganjal tempat memasukkan kartu ATM. Selain itu pelaku menempel stiker call centre palsu dan nomor HP yang dicantumkan milik pelaku,’’ ujar Iptu Budi. Informasi di lapangan, kasus ini dilaporkan ke Polsek Kuta oleh perwakilan Bank Dananom I Made Wiantara (46). Dalam laporan tersebut dijelaskan bila mesin ATM Bank Dananom di TKP, tepatnya di Toko S3D depan Lokal Bali Hotel mengalami kerusakan pada lubang kartu ATM (card rider) akibat diganjal benda. Akibatnya, mesin macet dan para nasabah tidak bisa mengambil uang. Diduga pelaku sengaja mengganjal card rider tersebut agar nasabah mengira mesin rusak dan membuatnya panik. Selanjutnya nasabah menelepon nomor HP yang tertera di stiker call centre palsu tersebut. ‘’Sebenarnya ini modus lama. Biasa pelakunya berkelompok dan punya tugas masing-masing,’’ kata sumber. (kmb36)

Mangupura (Bali Post) – Masyarakat pesisir di Kabupaten Badung terutama para nelayan diminta berhati-hati dalam beraktivitas selama sepekan ke depan. Hal ini menyusul adanya peringatan dari Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar yang memperkirakan akan terjadi gelombang tinggi akibat dipengaruhi siklon tropis Marcus. Kepala Dinas Perikanan Badung Putu Oka Swadiana mengatakan, meskipun nelayan memiliki pengalaman dalam melaut, namun dalam menghadapi cuaca ekstrim wajib memperhatikan keselamatan. “Meskipun sudah berpengalaman, kami tetap mengimbau agar nelayan juga tak lupa memperhatikan peringatan yang dikeluarkan pihak berwenang, dalam hal ini BBMKG,” ujar Oka Swadiana, Rabu (21/3) kemarin. Menurut Oka Swadiana, peringatan BBMKG Wilayah III Denpasar dalam beberapa hari ke depan diprediksi bakal terjadi gelombang tinggi dan angin kencang. Kondisi ini dipengaruhi siklon tropis Marcus yang terjadi di Australia dan kemungkinan akan melewati wilayah Bali. “Ini demi keselamatan nelayan sendiri. Berdasarkan peringatan dari BBMKG, selain terjadi gelombang tinggi juga diprediksi bakal terjadi angin kencang,” katanya. Oka Swadiana mengatakan, para nelayan di Kabupaten Badung juga telah dilengkapi dengan jaminan keselamatan nelayan dalam bentuk pemberian program asuransi. Program ini telah berjalan sejak tahun 2016 dan tahun 2017. Keuntungan memiliki asuransi nelayan, bila terjadi kecelakaan kerja maka nelayan akan mendapatkan santunan sebesar Rp 200 juta. Nilai santunan sebesar itu apabila nelayan mengalami musibah di laut hingga menyebabkan meninggal dunia. Sementara bila meninggal di darat hanya mendapat santunan sebesar Rp 160 juta. Sedangkan untuk biaya pengobatan kecelakaan saat melaut maksimum Rp 20 juta. “Santunan akan diterima langsung oleh ahli waris. Sudah ada kurang lebih 600 nelayan yang mendapat Bantuan Premi Asuransi Nelayan (BPAN) secara gratis dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI,” katanya. Oka Swadiana mengatakan, pihaknya telah mensosialisasikan kepada nelayan bawah program asuransi nelayan tidak lagi gratis sejak sebulan lalu. “Jika masih ada nelayan yang menginginkan asuransi secara mandiri, kini harus mendaftarkan diri kepada Asuransi Jasindo. Nilai preminya Rp 175 ribu per tahun,” pungkasnya. (kmb27)

Bali Post/kmb23

INVESTOR - Ratusan investor Tiongkok mengikuti Konderatu Beach Club Welcome Party, Selasa (20/3) lalu.

Ratusan Investor Tiongkok akan Berinvestasi di Bali Mangupura (Bali Post) Pasar Tiongkok saat ini menjadi target berbagai bisnis maupun untuk pariwisata dunia. Pasalnya, Tiongkok jika dibandingkan dengan negara maju lainnya, dari segi ekonomi memang sangat kuat. “Tiongkok merupakan the strongest economy at the moment. Bahkan, Amerika maupun Eropa juga mengharapkan mereka dalam segi bisnis,” kata Dra. Herlinda Siahaan, Presdir Konderatu yang juga salah satu direksi di BTL Konderatu, saat ditemui pada Konderatu Beach Club Welcome Party, Selasa (20/3) lalu. Untuk pertumbuhan pariwisata Indonesia seperti yang dicanangkan Presiden Jokowi, Herlinda Siahaan melihat pasar Tiongkok memang sangat potensial. Untuk itu, pihaknya bekerja sama dengan BTL Lifestyle dari Tiongkok untuk meningkatkan pariwisata den-

gan membawa 450 investor ke Bali. Mereka akan melakukan investasi di bidang properti di Bali. Dengan membawa investor ini, diharapkan bisa mempercepat peningkatan pariwisata daripada hanya mengandalkan turis. Dengan satu sistem yang mereka memiliki dan dengan banyaknya member yang sebagian besar juga investor, kata Herlinda Siahaan, tentu mereka bisa membeli vila atau properti di Bali. Sehingga ke depan mereka bisa membawa lagi member lain untuk berinvestasi di Bali. “Dengan demikian, maka bisa lebih cepat mendatangkan turis. Tidak sama halnya dengan hanya mendatangkan turis saja di suatu tempat yang bukan spesifik sebagai investor. Kalau dengan mendatangkan investor, maka pertumbuhan pariwisata juga akan cepat

sekali,” ujarnya. Herlinda Siahaan menambahkan, sebelumnya di Macau juga sempat diadakan event dengan mendatangkan 1.500 investor. Dari jumlah itu, setelah disaring, maka sebanyak 450 investor dipilih untuk datang ke Bali. Pada kesempatan tersebut juga dipromosikan bahwa Bali aman dan Bali sebagai best destination in the world. Sebagai langkah untuk mempromosikan budaya Indonesia, kata Herlinda Siahaan, pihaknya akan melakukan penataan terhadap sebuah resort yang baru diambil alih. Di sana rencananya akan dibangun miniatur Indonesia. “Dalam hal ini, kami ingin memperkenalkan budaya Indonesia ke seluruh dunia. Konsep bangunannya tropikal, tapi interiornya lebih memperkenalkan budaya Indonesia,” terangnya. (kmb23)

MASA remaja seringkali dihubungkan dengan stereotip mengenai ketidakselarasan emosional maupun perilaku. Karena pada masa ini, remaja kerap mengalami perubahan-perubahan penting seperti perubahan hormonal maupuan psikologis. Di masa ini pula, remaja rentan mengalami depresi dan mungkin punya pikiran untuk bunuh diri. Seperti kasus siswa SMA di Denpasar, Kadek Agus Hiawan (18), yang nekat bunuh diri lantaran diduga diputus kekasihnya. Agar anak-anak yang mungkin bernasib sama supaya tidak gampang depresi dan melakukan hal terlarang tersebut, Psikolog Aritya Widianti, S.Psi., M.Psi. mengajak seluruh warga untuk belajar berdamai dengan diri sendiri dan menghadapi realita dalam hidup meski terasa pahit agar tidak terjadi self harm, bahkan bunuh diri. ‘’Kasus bunuh diri, khususnya di kalangan pelajar tidak disebabkan faktor tunggal. Secara psikologi, kita juga tidak bisa hanya menebak-nebak penyebab kasus bunuh diri yang dilakukan oleh seseorang,’’ katanya, Rabu (21/3) kemarin. Aritya Widianti mengemukakan, tidak mungkin hanya satu penyebab bisa membuat seseorang bunuh diri dan tidak semua yang bunuh diri mengalami gangguan mental, bisa jadi karena alasan dan faktor lain. Demikian sebaliknya, yang gangguan mental pun belum tentu semuanya berakhir dengan bunuh diri. Menurut Aritya Widianti, yang terpenting adalah sensitivitas lingkungan dan teman terhadap mengenali perubahan perilaku seseorang. Lingkungan sekitar harus cepat tanggap terhadap perubahan perilaku seseorang terutama orang-orang dekat. ‘’Curahan hati (curhat) memang tidak bisa serta merta menyelesaikan setiap persoalan, namun paling tidak membantu meringankan dan bersama-sama bisa mencari solusi,’’ ujarnya. Aritya Widianti menambahkan, pentingnya peran lingkungan, baik di rumah dan sekolah untuk mendampingi anak karena kepribadian satu anak dengan yang lain berbeda. Di sekolah, kata dia, perlunya pengaktifan guru-guru Bimbingan Konseling (BK) dalam membangun karakter anak didik di sekolah. Karena ini terjadi pada usia remaja, akan sangat efektif misalnya dilakukan diskusi interaktif di dalam kelas dengan melibatkan siswa-siswi yang ada. Misalnya, dengan memberikan pertanyaan sederhana, misalnya tentang ‘’Apa yang kamu lakukan ketika ada yang mengejekmu?’’ atau “Apa yang kamu lakukan ketika ditolak oleh seseorang yang kamu sukai?’’. Dengan memberikan pertanyaan di kelas saat jam BK, kata Aritya Widianti, maka guru akan dapat mapping pola pikir anak didiknya ketika mendapat masalah. Sebaliknya jika di rumah, orangtua bukan hanya bertugas membayar uang sekolah dan memberi anak-anak ini sandang, pangan dan papan, tetapi perhatian yang cukup. ww Selain bunuh diri, kata Aritya Widianti, yang sering terjadi pada anak muda (kalangan mahasiswa dan pelajar) adalah self harm atau menyakiti diri sendiri, bahkan mereka banyak yang menjadi kecanduan sendiri hingga kebablasan dan akhirnya menghilangkan nyawa diri sendiri alias bunuh diri. Ia mengakui, sebenarnya ada hal mudah dan sederhana untuk menghindari kasus-kasus self harm hingga bunuh diri tersebut, namun sangat sulit untuk dilaksanakan. Yakni, belajar menerima realita dan berdamai dengan realita itu. ‘’Selama kita bisa berdamai dengan kenyataan, pasti kita juga bisa berdamai dengan diri sendiri sehingga hal-hal yang merugikan diri sendiri bisa dihindari atau dicegah,’’ tegasnya. (kmb)


info seremonial

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung

Ranperda Dana Bergulir Jadikan UMKM Tangguh

SERAHKAN PU - Anggota Fraksi PDI Perjuangan Putu Alit Yandinata, S.Sos. (kanan) menyerahkan pemandangan umum (PU) fraksi kepada Ketua DPRD Badung Putu Parwata dalam sidang paripurna, Selasa (20/3) lalu. FRAKSI PDI Perjuangan DPRD Badung sangat mendukung Ranperda tentang Dana Bergulir. Hal ini terungkap dalam pemandangan umum (PU) fraksi terbesar di DPRD Badung tersebut dalam rapat paripurna, Selasa (20/3) lalu. Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Badung Putu Parwata dan dihadiri dua wakilnya yakni Nyoman Karyana dan Made Sunarta serta puluhan anggotanya. Dari kalangan eksekutif hadir Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, Wabup Ketut Suiasa, Sekkab Wayan Adi Arnawa dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Badung. Rapat paripurna mengagendakan pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap enam ranperda. Keenam ranperda tersebut yakni Ranperda tentang Dana Bergulir, Ranperda tentang Pencabutan Perda No.9 Tahun 2010 tentang Izin Gangguan dan Ranperda tentang Penamaan dan Lambang Rumah Sakit Umum Daerah. Tiga lainnya yakni Ranperda tentang Badan Permusyawaratan Desa, Ranperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah serta Ranperda

tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah. Dalam PU-nya yang dibacakan juru bicara Putu Alit Yandinata, S.Sos., Fraksi PDI-P mendukung Ranperda Dana Bergulir ini untuk menggerakkan usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) dan koperasi, sehingga tangguh dalam menghadapi gejolak. Selanjutnya dana bergulir akan mampu lebih besar menyediakan lapangan kerja dan menekan tingkat kemiskinan. Terkait Ranperda tentang Pencabutan Perda No.9 Tahun 2010 tentang Izin Gangguan, Alit Yandinata menyatakan Fraksi PDI Perjuangan memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah. Hal ini untuk memberikan kemudahan berusaha kepada dunia usaha yang ada di Badung. Apresiasi juga dilontarkan untuk Ranperda tentang Penamaan dan Lambang Rumah Sakit Umum Daerah. Pemkab Badung dinilai telah mampu mengangkat kearifan lokal yang berlandaskan pada nilai sosial budaya masyarakat tentang penamaan dan lambang rumah sakit daerah dengan nama Mangusada.

Menurut politisi asal Abiansemal ini, Ranperda tentang Badan Musyawarah Desa merupakan langkah nyata Pemkab Badung untuk mendukung program pemerintah pusat dalam menetapkan Badan Musyawarah Desa sebagai mitra pemerintah desa yang bertugas melakukan pengawasan terhadap pelanggaran pemerintah desa. Sementara itu, Ranperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah sesuai dengan UU No.23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah sebagaimana diubah beberapa kali. Terakhir UU No.9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas UU No.23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, PP No.27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah dan Permendagri No.19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah, fraksi ini sangat mendukung ditetapkan menjadi perda. Ini akan menjadi acuan oleh semua pihak dalam rangka melaksanakan tertib administrasi pengelolaan barang milik daerah. Terakhir soal Ranperda tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah, Fraksi PDI-P pun sangat mendukung. Hal ini karena Perda Badung No.2 Tahun 2011 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah tidak sesuai dengan perkembangan hukum dan kebutuhan masyarakat. Karena itu perlu penyesuaian dan pengaturan kembali tentang perda yang memuat kebijakan terkait perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah. ‘’Dari enam ranperda di atas, kami Fraksi PDI Perjuangan sepakat dan menyetujui karena mendapat proses pembahasan di Dewan untuk ditindaklanjuti mendapatkan verfikasi dari Gubernur Bali untuk menjadi perda,’’ kata Alit Yandinata. (ad902)

Bali Tertawa 2018

Ajang Temu Wirasa Peserta Yoga Tertawa

BALI Tertawa adalah ajang temu wirasa antara peserta yoga tertawa dan para instruktur yoga tertawa yang telah tersebar di seluruh Bali. Acara ini digagas oleh Kadek Siwa Ambara selaku pendiri Bali Happy Movement. Bali Happy Movement adalah gerakan kemanusiaan menuju masyarakat Bali yang sehat, bahagia dan sejahtera. Bali Tertawa 2018 digelar di lapangan utama Puputan Margarana, Renon, Denpasar, bertepatan dengan hari Ngembak Geni pada 18 Maret 2018. Sebanyak 4.700 orang peserta yoga tertawa dan 112 intruktur yoga tertawa hadir saat itu. Begitu banyaknya peserta membuktikan bahwa yoga tertawa telah memberikan manfaat positif bagi ribuan masyarakat Bali yang sudah melakukannya. Saat ini yoga tertawa memiliki 75 cabang di seluruh Bali. Di antara lautan manusia itu tampak hadir Wayan Nardayana atau Dalang Cenk Blonk, Gus Teja dari The World Music, dr. W. Mustika, penulis buku spiritual, Agung Wiradana, penyanyi Bali, dan Putu Eka Suryanwan (penemu Minyak Varash). Mereka berbaur dalam acara akbar tersebut. Setelah berdoa lewat lagu ‘’Hyang Widhi Puja’’ yang dilantunkan Swamy Gde Bagus dan Sry Elina, dalam sambutannya Kadek Siwa Ambara menyampaikan bahwa dipilihnya hari Ngembak Geni sebagai ajang temu wirasa adalah un-

BALI TERTAWA - Kadek Siwa Ambara dalam acara Bali Tertawa 2018 di lapangan utama Puputan Margarana, Renon, Denpasar. tuk mengingat kembali tujuan dan tugas hidup kita sebagai manusia. ‘’Sesuai ajaran agama Hindu, kita punya tujuan utama dari kelahiran ini yaitu meraih hidup bahagia semasih hidup dan bahagia setelah kematian,’’ katanya. Menurut pelaku Spiritual Bali Modern ini, untuk meraih sukses dan kaya raya perlu usaha yang keras dan butuh waktu cukup lama. Namun, untuk memperoleh kebahagiaan sangatlah mudah dan hanya butuh beberapa detik. Untuk berbahagia kita hanya perlu mengangkat sisi bibir kanan dan sisi bibir kiri setengah centi saja sambil merasakan apa yang terasa. Kebahagiaan otomatis terjadi kalau kita mau tersenyum setelah itu, dilanjutkan berbagi senyuman kepada siapa saja yang kita temui.

Dengan begitu kita secara otomatis akan menjalankan tugas hidup yaitu membahagiakan orang lain. Membahagiakan orang lain adalah tugas kita sebagai manusia. Begitu menjalankan tugas hidup maka tujuan kita agar bahagia semasih hidup dan bahagia setelah kematian akan tercapai. ‘’Mari berikan senyuman manis pada kakek-nenek kita, orangtua kita, pasangan hidup kita, kakak-adik kita, ipar-ipar kita, anak-anak kita, ponakan-ponakan kita, tetangga-tetangga kita, sehabat-sehabat kita dan kepada siapa saja yang kita jumpai,’’ ujar Kadek Siwa Ambara yang juga pendiri Yayasan Yatim Piatu Taman Permata Hati yang saat ini sedang mengasuh 95 anak yatim dan piatu. (ad904)

Beachwalk Shopping Center

Angkat Tema ’’Smashin Beauty’’ dan Bagikan ’’Corner’s Card’’ MENGAWALI tahun baru 2018, Beachwalk Shopping Center mengangkat tema kecantikan ‘’Smashin Beauty’’ pada Januari. Beachwalk memberikan suasana baru dengan spirit baru untuk para pengunjung guna merayakan hari raya Nyepi Tahun Çaka 1940. Selain itu, Beachwalk Shopping Center akan mengadakan berbagai macam kegiatan dan promo menarik kepada para pengunjung. Maret merupakan bulan yang penuh kemujuran karena masyarakat Bali merayakan Nyepi. Hari raya Nyepi adalah perayaan tahun baru yang dirayakan berbeda dibandingkan tempat lainnya. Saat Nyepi masyarakat Bali merayakannya dengan kesunyian dan meditasi. Hari raya ini diselenggarakan setiap Isakawarsa (Tahun Baru Çaka) sesuai perhitungan Kalender Bali (tahun ini jatuh pada 17 Maret). Beachwalk bekerja sama dengan Ramada Sunset Road Hotel membagikan member ‘’Corner’s Card’’ yakni paket menginap dua malam bagi pemenang kompetisi di sosial media Beachwalk. Selain itu, Beachwak mengadakan acara mengarak ogoh-ogoh kecil keliling mall disertai pertunjukan baleganjur yang dapat dinikmati pengunjung. Acara ini berlangsung di area Fountain Stage

Beachwalk level 1. Beachwalk Shopping Center juga mengadakan kegiatan reguler yang dapat dinikmati oleh pengunjung. Setiap Selasa dan Rabu, pengunjung dari mancanegara dan domestik dapat menikmati berbagai macam kesenian tradisional Bali seperti tarian Bali, membuat canang dan masakan tradisional jaja Bali. Sebagai tambahan untuk menghibur pengunjung, Beachwalk menyelenggarakan tambahan acara regulwr yakni ‘’Acoustic Eve’’ setiap Kamis-Senin pukul 19.00 Wita. Acara ini berlangsung di area Fountain Stage Beachwalk lantai 1. Your Rewards, Your Way! Beachwalk Shopping Center meluncurkan kartu ‘’Corner’s Card’’ sebagai program kepada para pelanggan setia Beachwalk. Melalui program loyalitas ini customer dapat mengumpulkan dan menukarkan poin dengan berbagai macam hadiah serta voucher menarik. Cara mendapatkan ‘’Corner’s Card’’ sangat mudah. Hanya dengan melakukan minimum transaksi di seluruh tenant Beachwalk Shopping Center senilai Rp 50.000 dalam satu struk di hari yang sama, customer dapat menukarkannya di Customer Service lantai 1.

Kelebihan lainnya dengan memiliki ‘’Corner’s Card’’ adalah customer dapat menggunakannya tidak hanya di Beachwalk Shopping Center, namun di semua mall Management Cornerstone lainnya yakni FX Sudirman Jakarta dan 23Paskal Bandung. Selain itu, customer yang telah memiliki ‘’Corner’s Card’’ berkesempatan memenangkan lucky draw satu tiket pulang-pergi dari Bali ke Gili Trawangan menggunakan Scoot Fast Cruises atau mengingap satu malam di Hard Rock Hotel Bali. Beachwalk Shopping Center juga meluncurkan website dengan tampilan konsep baru. Adanya tampilan serta fitur tambahan untuk memudahkan customer dalam mengakses website, seperti fitur floor map yang interaktif sehingga lebih mudah dalam mengetahui lokasi dan store apa saja yang ada di Beachwalk. Customer dapat mengakes website tersebut di www.beachwalkbali.com. Beachwalk Shopping Center selalu menghadirkan pengalaman menarik untuk pengunjung dan pembeli di Beachwalk. Hadirnya berbagai program di Beachwalk memberikan daya tarik lebih bagi Kuta dan mengukuhkan tagline Beachwalk Shopping Center, ‘’Bali Starts Here’’. (ad899)

Kamis Umanis, 22 Maret 2018

PU Fraksi Golkar DPRD Badung

Pengembalian Dana Bergulir Harus Menganut Tri Sukses

BACAKAN PU - Anggota Fraksi Golkar Wayan Suyasa, S.H. membacakan pemandangan umum (PU) Fraksi Golkar dalam sidang paripurna DPRD Badung, Selasa (20/3) lalu. PEMANDANGAN Umum (PU) Faksi Golkar dalam sidang paripurna DPRD Badung membahas enam rancangan peraturan daerah (ranperda) Kabupaten Badung, Selasa (20/3) lalu, menyetujui keenam rancangan yang diajukan tersebut. PU yang dibacakan oleh anggota Fraksi Golkar Wayan Suyasa, S.H. menyetujui enam ranperda yakni Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Dana Bergulir, Ranperda tentang Pencabutan Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 9 Tahun 2010 tentang Izin Gangguan, Ranperda tentang Penamaan dan Lambang Rumah Sakit Umum Daerah, Ranperda tentang Badan Pemusyawaratan Desa, Ranperda tentang

Pengelolaan Barang Milik Daerah dan Ranperda tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah. Mengenai Ranperda tentang Dana Bergulir, Wayan Suyasa mengatakan, dana bergulir adalah pinjaman dengan bunga lunak atau tanpa bunga yang bersifat ekonomi produktif kepada kelompok masyarakat (pokmas), sebagai modal kerja yang dikelola langsung oleh anggota Pokmas atau secara berkelompok yang pengembaliannya sesuai dengan surat perjanjian yang merupakan aset pemerintah daerah. Tujuan dana bergulir adalah untuk meningkatkan pendapatan masyarakat yang secara bertahap dapat berdampak pada peningkatan kesejahteraan

masyarakat. ‘’Kami juga meminta penyaluran kembali dana bergulir hasil pengembalian dari Pokmas dan koperasi pengendali diupayakan dan dilaksankan meliputi pengamanan dana bergulir menganut Tri Sukses yaitu sskses penyaluran, pemanfaatan dan pengembalian,’’ ujar Wayan Suyasa. Fraksi Golkar Badung sependapat dengan Bupati Badung bahwa Ranperda tentang Dana Bergulir dijadikan perda dengan terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Provinsi Bali. ‘’Pemberian dana bergulir ini kami harapkan mengacu pada ketentuan pemberian kredit dengan kriteria 5C yakni Charakter, Capacity, Capital, Conditional dan Collateral,’’ ungkapnya dalam sidang yang dimpimpin oleh Ketua DPRD Badung Putu Parwata. Begitu juga dengan Rancangan Perda tentang Badan Pemusyawaratan Desa, Faksi Golkar menyetujui segera disahkannya ranperda tersebut menjadi perda. Fraksi Golkar beralasan Badan Permusyawaratan Desa dalam kedudukannya sebagai mitra pemerintah desa memiliki posisi strategis dengan perbekel yaitu sebagai salah satu unsur penyelenggara pemerintah desa. ‘’Pada hakikatnya badan ini sebagai penyambung aspirasi masyarakat dan melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa,’’ papar Wayan Suyasa. (ad903)

Senator Realisasikan ASEAN-India Summit New Delhi

Wedakarna Siapkan Sejumlah Kandidat Penerima Beasiswa ’’Post Graduated’’ di India

SENATOR DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III memenuhi harapan Mr. Manohar Puri, Direktur India Cultural Center Relation (ICCR), untuk menjebatani minimnya informasi terkait program pendidikan tinggi di India dengan mengadakan program Public Hearing (RDP) di Wiswasabha Kantor Gubernur Bali, Denpasar. Dihadiri oleh para rektor perguruan tinggi di Bali, pimpinan SKPD terkait di Bali, organisasi pemuda dari seluruh Bali serta sejumlah kandidat penerima beasiswa, acara sosialisasi pendidikan tinggi ini mencakup sejumlah tawaran pemerintah India terhadap Indonesia khususnya bagaimana agar anak-anak muda Indonesia lebih banyak berpendidikan di Bumi Hindustan. ‘’Saya mendukung adanya pertemuan ASEAN India Summit di New Delhi yang dihadiri Presiden RI Joko Widodo dan para pemimpin ASEAN. Ini sinyal baik bahwa ke depan posisi India sangat strategis sebagai mitra Indonesia. Kita harus banyak belajar dari India bagaimana mengelola sumber daya, terutama nilai-nilai kebudayaannya yang akhirnya menjadi etos dan pedoman anak-anak muda India di seluruh India yang kini sangat menguasai dunia seperti ajaran Swadeshi, Ahimsa atau Satyagraha. Bali harus belajar banyak dari India caranya lewat pendidikan tinggi. Tidak ada jalan lain selain Jnana Yadnya,’’ ungkap Senator Wedakarna. Mantan Rektor Universitas Mahendradatta Bali ini juga mengingatkan bahwa hubungan antara Indonesia dan India sudah dimulai sejak zaman kerajaan Hindu pada

abad IV dan semakin konkret pada zaman Kemerdekaan RI. ‘’Bung Karno adalah pengagum India. Kita lihat dalam sejarah bagaimana Bung Karno sangat menggandrungi produk intelektual India seperti Bhagawad-Gita dan para tokohnya seperti Nehru, Vivekananda dan Tagore. Semua ini dimulai dari sudut pandang akademis. Hal ini yang kita tegakkan kembali bahwa Bali harus menyiapkan SDM seperti Bung Karno, yang tidak hanya bergelar doktor atau berpendidikan, tetapi lebih pada intelektual yang memahami India dan bisa mengeksekusi kebaikan-kebaikannya untuk Bali ke depan. Kita perlu siapkan putra-putri terbaik yang akan berpendidikan di India,’’ papar Wedakarna yang juga President World Hindu Youth Organization (WHYO). Ia mendorong agar ke depan Bali lebih banyak melahirkan intelektual melalui program beasiswa pemerin-

tah India. ‘’Saya berharap para kandidat yang kita rekomendasikan agar menyasar jurusan yang langka seperti jurusan Nuklir, Energi, Komputer dan Ekonomi. Kita tahu bahwa SDM India saat ini sangat pintar dalam urusan teknologi dan bisnis. Tidak hanya terkait agama dan budaya, jurusan Bahasa Hindu atau Sansekerta juga menjadi prioritas kita. Kita ingin Bali berdaulat sebagaimana pesan Bung Karno dalam Tri Sakti,’’ jelas Shri Arya Wedakarna yang meraih gelar Arjuna dari pemerintah India Karnataka dan Bangalore. Masyarakat yang tertarik dengan beasiswa India bisa menghubungi ICCR Bali di Jalan Dr. Mawardi, Renon, Denpasar. Bagi peminat yang serius terutama generasi muda Hindu Bali, Senator Wedakarna siap memberikan rekomendasi sebagai bagian dari kredensial calon mahasiswa Indonesia ke India. (ad901)

PADIKSAN (madwijati) lahir kedua kali dilakukan oleh seseorang melalui guru nabe terhadap sisya setelah mengikuti aguron-guron. Melalui proses inilah maka seorang sisya yang berstatus awal sebagai walaka menjadi pandita (sulinggih di Bali). Secara umum prosesi upacara ini adalah diksa pariksa, mapegat sembah, amati raga, puncak upacara napak, ngalinggihan weda, tirtayatra dan mapulang lingga. Itu sebagai bentuk aplikasi ajaran agama Hindu Bali. Khususnya di Bali mengenal catur asrama; brahmacari, gryasta, wanaprasta dan bhiksuka, sebagai pedoman menata kehidupan untuk mencapai tujuan hidup yaitu Moksartam Jagadhita Ya Ca Iti Dharmah. Ini dilakoni oleh wakaka Dr. I Wayan Kandi Wijaya dan istrinya, Suharwati, pada Buda Kliwon Sinta sebagai hari suci Pagerwesi,

Rabu (21/3) kemarin. Kandi Wijaya adalah dosen Universitas Ngurah Rai (Kopertis Wilayah VIII). Lahir di Denpasar 1957, ia merupakan alumnus Fakultas Ekonomi Unud 1983, Fakultas Ekononi Unair, STIE Jakarta dan S-3 Unhi Denpasar 2012. Sementara sang istri kelahiran Sidoarjo, 2 Juli 1969. Sebagai sisya, diksita oleh Guru Nabe Ida Pedanda Wayahan Bun dari Geria Sanur Pejeng didahului acara diksa pariksa yang dilakukan PHDI Bali pada 21 Agustus 2017, amati raga pada 4 September oleh Guru Waktra Ida Pedanda Wayahan Wanasari Sanur dan puncak padiksan di-puput oleh guru nabe pada 5 September 2017. Setelah upacara padiksan, masing-masing berganti sebutan/nama atau pepasih menjadi Ida Shri Bhagawn Prabu Yoda dan Ida Shri Bhagawan Istri Prabawati.

Guru Saksi Ida Pedanda Gede Kekeran Pemaron Geria Agung Mandara Bencingah Munggu, Badung, disaksikan oleh PHDI Bali dan Kota Denpasar, utusan Wali Kota dan Ketua DPR Kota Denpasar A.A. Ngurah Gede dan anggota I Wayan Warka, Camat Dentim, Kepala Desa Kesiman Kertalangu, Bendesa Pakraman Desa Kesiman, Panglingsir Puri Klungkung Ida Dalem Semara Putra, Ketua Umum Pusat Dalem Tarukan Nyoman Gunawan, para Pemangku Gede Pulasari, Mangku Gede Pura Puri Dalem Tarukan Pejeng, keluarga besar Pulasari, masyarakat Banjar Kesambi, para undangan Kopertis Wilayah VIII, civitas Kampus Ngurah Rai Denpasar. Padiksan di Geria Kedatauan Wijaya Langu, Denpasar, Jalan Prof. Dr. I.B. Mantra, Gang Melasti No.8, Kertalangu. Padiksan dirangkaikan dengan upacara Ngalinggihan Weda pada 17 Oktober 2107, tirtayatra di beberapa pura Kahyangan Jagat di Bali dan Jawa mulai 20 Oktober 2017 sampai 6 Maret 2018, dilanjutkan dengan upacara Mapulang Lingga pada 21 Maret 2018. Prawarta Karya I Wayan Kanta, S.H. (Jero Mangku Gede Dalem Pejanji) mengutip penyataan guru nabe menyatakan upacara Mapulang Lingga adalah simbolis tirta suci yang dibuat (ngarga) oleh sulinggih mendapat pengesahan dan anugerah dari Batara Siwa sebagai Tuhan Mahatinggi. Tujuannya agar tirta atas kehendak-Nya dapat digunakan muput upacara sesuai fungsi dan tujuan upacara dimaksud. (k150)

KANDIDAT - Senator Arya Wedakarna (tengah) bersama Direktur ICCR dan sejumlah generasi muda calon kandidat penerima beasiswa India di Kantor Gubernur Bali.

Upacara ’’Mapulang Lingga’’ Ida Shri Bhagawan Prabu Yoga

MAPULANG LINGGA – Ida Shri Bagawan Prabu Yoga menjalani upacara mapulang lingga di Geria Kedatauan Wijaya Langu, Denpasar.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


daerah

Kamis Umanis, 22 Maret 2018

5

Sepi Pengunjung Dua Kurir Narkoba Ditangkap di Gilimanuk Denpasar (Bali Post) Tim Ditresnakoba bersama Satgas CTOC Polda Bali kembali menggagalkan penyelundupan narkoba di Bali. Dua kurir dua paket sabu-sabu (SS) masing-masing seberat 1.015 gram brutto dan 1.015 gram brutto berinisial ENJY (31) dan AP (25) ditangkap di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Selasa (20/3) lalu. Selain itu dibekuk tersangka NY (29) di Jalan By-pass Ngurah Rai, Suwung, Denpasar Selatan. Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja mengungkapkan, penangkapan tersebut dipimpin Wadir Resnarkoba Polda Bali AKBP Sudjarwoko. Seperti biasa petugas melakukan penyelidikan dan mendapat informasi ada pengiriman narkoba jumlah besar ke Bali. Polisi langsung mengawasi pintu masuk di Pelabuhan Gilimanuk. “Kalau ditotal jumlah barang bukti 2 kilo lebih sabu-sabu yang diamankan,” ujarnya. Polisi menangkap tersangka ENJY dan AP di depan Pos ll Pelabuhan Gilimanuk pada pukul 19.30 Wita. Selanjutnya dilakukan penggeledahan dan dari kedua pelaku diamankan tas ransel berisi dua paket SS yang beratnya masing-masing 1.015 gram brutto dan 1.015 gram brutto. Selanjutnya petugas membawa ENJY ke tempat kosnya di Jalan Nuansa Indah Utara 1, Denpasar. Di tempat ini kembali diamankan alat isap SS (bong) dan buku berisi catatan pejualan SS. “Kasus ini dikembangkan terus dan giliran NY ditangkap. NY merupakan jaringan dua pelaku yang dibekuk di Gilimanuk,” tegasnya. Setelah menangkap NY di kosnya di Jalan By-pass Ngurah Rai, Suwung, Denpasar Selatan, polisi melakukan penggeledahan di kamarnya. Alhasil disita barang bukti yang ada kaitannya dengan penjualan narkoba yaitu dua buah handphone, empat buku tabungan, lima kartu ATM serta dompet berisi uang Rp 65 ribu. Sementara itu, Satresnarkoba Polresta Denpasar menangkap tiga siswa SMA, Senin (19/3) lalu. Ketiga siswa itu berinisial RGA (17), RWH (17) dan AWP (16). Mereka dibekuk karena diduga terlibat kasus tembakau gorilla. Menurur sumber, RGA ditangkap di Jalan Suli Gang II pukul 18.45. Dari pelaku yang beralamat di Jalan Bedahulu XX, Denpasar, ini disita lima linting tembakau gorilla seberat 0,08 gram. Hasil pengembangan kasus itu, polisi lalu menangkap RWH di Jalan Drupadi VI, Denpasar VI. Dari pelajar yang beralamat di Jalan Gunung Talang ini diamankan delapan linting tembakau gorilla berat bersih 0,46 gram. Sekitar pukul 21.00, giliran AWP dibekuk di kamar di Jalan Gunung Muria II B. Polisi mengamankan lima linting ganja gorilla berat bersih 0,27 gram. Kasatresnarkoba Polresta Denpasar Kompol Aris Purwanto belum bisa dikonfirmasi terkait pengungkapan kasus tersebut. (kmb36)

Jatuh dari Pohon Kelapa, Tewas

Negara (Bali Post) Nasib nahas dialami warga Sumbersari, Desa Melaya saat memanjat pohon kelapa akhir pekan lalu. I Wayan Sukarta (56) tewas setelah terjatuh dari ketinggian 12 meter ketika mencari janur. Korban saat itu berniat mencari janur di kebun milik I Nengah Suarna, Banjar Sumbersari, yang tidak lain mertuanya. Kapolsek Melaya Kompol Ketut Narma dikonfirmasi Rabu (21/3) kemarin, membenarkan adanya kejadian tersebut. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (18/3) siang sekitar pukul 13.30 Wita. Setelah memanjat sampai di atas, korban hendak mencari posisi janur dan berpegangan pada pelepah pohon kelapa. Tibatiba tangan korban terlepas dan langsung jatuh dari ketinggian kurang lebih 12 meter. ‘’Korban sempat dibawa ke RSU Negara oleh keluarga dan dari pemeriksaan mengalami patah tulang rusuk. Beberapa jam setelah mendapatkan perawatan korban meninggal dunia,’’ ujarnya. Menurutnya, pihak keluarga menerima kejadian dengan ikhlas dan menganggap sebagai musibah. Rencananya korban akan diaben pada 24 Maret lusa. (kmb26)

Tuntut Tanah Warisan

Warga Datangi Perhutani

Banyuwangi (Bali Post) Konflik tanah antara warga Desa Pakel, Kecamatan Licin, Banyuwangi dan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Barat masih berlanjut. Merasa mendapatkan bukti baru, ratusan warga Desa Pakel kembali mendatangi Kantor Perhutani Banyuwangi Barat, Rabu (21/3) kemarin. Massa yang datang kali ini jumlahnya jauh lebih besar dibanding sebelumnya. Tiba di Kantor Perhutani, mereka langsung berorasi. Sejumlah spanduk dibentangkan. Isinya, mendesak Perhutani menyerahkan lahan seluas 3.000 hektar. Versi warga, lahan yang dibabat tahun 1929 itu tidak masuk dalam batas Perhutani, Porolinggo-Setail. ‘’Kami punya surat keterangan dari BPN, lahan yang dikelola Perhutani ini tidak masuk dalam batas Porolinggo-Setail. Berarti memang lahan warga yang dulu hadiah dari Bupati Banyuwangi Noto Hadi Soerjo,’’ jelas Abdillah Rafsanjani, koordinator warga. Usai berorasi, perwakilan warga diterima jajaran Perhutani Banyuwangi Barat. Pertemuan berjalan buntu. Klaim warga terkait batas Porolinggo-Setail tak bisa diterima Perhutani. Karena buntu, warga mengancam akan mendatangi Perhutani Jawa Timur untuk memastikan peta lahan yang kini dikelola Perhutani. ‘’Kami akan klarifikasi ke Perhutani Jatim. Membawa surat dari BPN terkait batas Porolinggo-Setail. Nama Porolinggo-Setail berada di Banyuwangi Selatan. Tidak ada di wilayah Desa Pakel,’’ ujarnya. Wakil Administratur KPH Perhutani Banyuwangi Barat Bima Indrayuana menegaskan, pengelolaan lahan yang dilakukan Perhutani memiliki dasar dan bukti autentik serta dokumen resmi. Nama Porolinggo merupakan peninggalan Belanda mulai wilayah Desa Pakel hingga Setail. Menurutnya, konflik lahan yang diklaim warga ini bukan kali ini saja. Tahun 1993, kasus serupa pernah muncul. Tahun 2009 muncul surat dari BPN yang menjawab tegas terkait batas wilayah lahan yang dikelola Perhutani. ‘’Kami ini hanya operator. Dasar pengelolaan batas dokumen sudah jelas,’’ tegasnya. Pihaknya mempersilakan menempuh upaya hukum jika merasa memiliki bukti autentik terkait tanah yang diberikan Bupati Banyuwangi tahun 1929. (kmb30)

Dua Ibu Tertangkap Jualan Sabu Banyuwangi (Bali Post) Peredaran narkotika jenis sabu-sabu makin mengkhawatirkan. Pengedar barang barang tersebut sudah merambah kalangan ibu rumah tangga. Dua ibu ditangkap Satuan Narkoba Polres Banyuwangi setelah kedapatan menjual sabu-sabu, Selasa (20/3) malam. Keduanya tertangkap terpisah. Dua tersangka masing-masing Septi Nur Indah Sari (27), warga Desa Karangharjo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, dan Martini (36), warga Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Dari tangan Septi, polisi menyita dua paket sabu seberat 0,30 gram, tiga butir pil ekstasi, sebuah timbangan elektrik, sebuah HP dan dompet. Sementara dari Martini diamankan barang bukti tujuh paket sabu seberat 15,02 gram, 4 butir ekstasi, sebuah skrop kecil, sebuah timbangan digital dan sebuah HP dan tas plastik. Kedua tersangka ditangkap di seputaran Desa Ketapang. Tertangkapnya kedua tersangka berawal dari penyelidikan petugas. Keduanya diduga kuat menjadi kurir sekaligus pengedar sabu. ‘’Kedua tersangka saling berkaitan. Keduanya kami tangkap nyaris bersamaan dengan sejumlah barang bukti,’’ kata Kasat Narkoba Polres Banyuwangi AKP Mohammad Indra Nadjib, Rabu (21/3) kemarin. Kedua pelaku beroperasi di wilayah Banyuwangi. Modusnya menyamar sebagai ibu rumah tangga untuk menghindari kecurigaan petugas. Saat bertransaksi, menggunakan sistem ranjau. Artinya, tersangka menaruh barang di sebuah tempat, lalu diambil oleh pembelinya. Polisi masih mengembangkan pemasok sabu dan esktasi yang disimpan tersangka. (kmb30)

Objek Wisata Bukit Jati Terbengkalai

Bangli (Bali Post) –

Objek wisata Bukit Jati di Banjar Guliang Kawan, Desa Bunutin, Bangli, pernah populer pada tahun 90-an. Setiap hari banyak turis yang berkunjung ke objek wisata tersebut untuk melihat panorama alam dan Pura Subak. Pascakejadian Bom Bali I, geliat Bukit Jati perlahan terus meredup. Karena sepi pengunjung, keberadaan objek wisata itu kini terbengkalai. Anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Guliang Kawan Putu Rukianto, Rabu (21/3) kemarin menuturkan, sekitar tahun 1998, objek wisata Bukit Jati sangat ramai dikunjungi wisatawan. Wisatawan yang datang tidak saja lokal namun juga asing seperti Eropa. ‘’Bisa sampai 20-30 mobil setiap harinya. Sekelas ramainya kunjungan wisatawan ke Pura Batuan di Gianyar sekarang,’’ ungkapnya. Adapun yang menjadi daya tarik Bukit Jati saat itu yakni keindahan panorama alam. Dari Bukit Jati, wisatawan bisa melihat wilayah Sanur, Nusa Dua, hingga Nusa Penida dari kejauhan. Daya tarik lainnya adalah keberadaan Pura Subak yang memiliki keunikan dari segi arsitektur yang masih original dan tanaman padi yang terus-menerus tumbuh di dalam areal pura.

Rukianto mengatakan geliat objek wisata Bukit Jati mulai meredup sejak terjadinya Bom Bali I pada tahun 2002. Sejak saat itu kunjungan wisatawan terus menurun. Saat ini wisatawan yang datang paling banyak tiga mobil. Seiring minimnya kunjungan wisatawan, fasilitas yang ada tak terawat. Salah satunya gazebo yang menjadi tempat wisatawan meninjau panorama alam kini di sekelilingnya dipenuhi semak. Pihaknya di Pokdarwis Guliang Kawan memiliki rencana untuk menggeliatkan kembali Bukit Jati sebagai objek wisata menarik di Bangli. Lingkungan objek wisata yang selama ini kotor dan tak terawat akan dibersihkan dan ditata kembali. Begitu juga fasilitas yang ada bakal diperbaiki agar wisata di Bukit Jati kembali menggeliat. Terlebih saat ini akses jalan menuju Bukit Jati sudah

Bali Post/kmb40

TAK TERAWAT - Kondisi gazebo di objek wisata Bukit Jati di Dusun Guliang Kawan, Desa Bunutin, Bangli yang tidak terawat. di-hotmix sehingga nyaman dilalui wisatawan. ‘’Kami ingin membangkitkan kembali Bukit Jati sebagai objek wisata yang menarik. Kebetulan Desa Penglipuran sedang naik daun, banyak dikunjungi wisatawan domestik dan asing. Belum lagi Bukit Jati ada di pintu masuk Bangli. Kami akan hidupkan

DPRD Bangli Pertanyakan Kualitas Proyek Hotmix Jalan Bubung Kelambu-Yeh Mampeh Rusak Bangli (Bali Post) – Anggota Komisi III DPRD Bangli Made Sudiasa mempertanyakan kualitas proyek hotmix di ruas jalan Bubung Kemambu-Yeh Mampeh, Desa Batur Selatan, Kintamani. Pasalnya, baru sebulan diperbaiki, jalan tersebut sudah mulai rusak dan bergelombang. Sudiasa yang diwawancarai, Rabu (21/3) kemarin, menuding buruknya kualitas jalan tersebut tidak terlepas dari lemahnya pengawasan yang dilakukan pihak Dinas PU, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUTRPKP) Bangli. Ia menilai pengerjaan hotmix ruas jalan Bubung Kelambu-Yeh Mampeh terkesan dipaksakan. Seharusnya setelah gagal dikerjakan tahun 2017 tidak dipaksakan pengerjaannya tahun 2018 atas dasar LO, melainkan ditenderkan kembali. Menurutnya, kontraktor yang mengerjakan harusnya dijatuhi sanksi, karena gagal menjalankan kegiatan tepat tahun anggaran. Bukan sebaliknya Pemkab Bangli mencarikan jalan keluar agar kontraktor tersebut tetap mengerjakan dengan meminta LO ke Kejaksaan. Adanya LO membuat rekanan merasa dilindungi. ‘’Rekanan juga bisa bekerja semau gue. Imbasnya, pengerjaaan proyek menjadi asal-asalan,’’ ujar Sudiasa. Politisi Demokrat ini mengaku curiga ada permainan terkait proyek tersebut. ‘’Apa hubungan pemerintah dengan rekanan ini. Kok rekanan diberikan ruang yang begitu lebar untuk bisa bekerja sesuai keinginannya?’’ kilahnya. Pihaknya mengharapkan ke depan tidak ada lagi hal semacam ini. Pemkab dan kontraktor harus tertib terhadap kontrak-kontrak yang disepakati.

Made Sudiasa

Bali Post/kmb40

Pihaknya di Komisi III segera melakukan rapat kerja dengan Dinas PUTRPKP untuk mengevaluasi hasil proyek tahun 2017 yang dikerjakan tahun 2018. Pihaknya juga akan meminta ketegasan Dinas PUTRPKP terkait proyek apa saja yang bisa dimintakan LO. Sudiasa menegaskan menolak adanya proyek yang dimintakan LO Kejaksaan. (kmb40)

kembali sehingga perjalanan wisata bisa sepaket dari Bukit Jati, Penglipuran kemudian ke Kintamani,’’ jelas Rukianto. Pokdarwis Guliang Kawan juga akan terus mengembangkan dua objek wisata lainnya yang tengah naik daun yakni Twin Hill dan Stone Garden. (kmb40)

Belum Kantongi E-KTP

Ratusan ODGJ Terancam Tak Ter-”cover’’ JKN-KIS Semarapura (Bali Post) Pemkab Klungkung mendapatkan penghargaan dari BPJS Kesehatan atas capaian kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang menembus angka 98 persen. Namun, di balik itu ada ratusan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) terancam tidak ter-cover lantaran belum mengantongi e-KTP. Pihak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) mengaku kesulitan menangani persoalan ini. Kadisdukcapil Klungkung I Komang Dharma Suyasa mengungkapkan, ODGJ yang belum mengantongi e-KTP masih cukup banyak. Upaya perekaman sangat sulit dilakukan karena kerap melawan. Pengurusannya juga tak seperti layaknya SIAK yang cukup mudah, tanpa harus mengambil banyak data. ‘’Kami sangat sulit melakukan perekaman. Baru mau difoto sudah ngamuk. Beberapa ada yang mau, itu pun dipegang keluarganya saat difoto,’’ jelasnya, Rabu (21/3) kemarin. Layanan yang ditawarkan langsung berupa jemput bola, menyasar ke seluruh desa. Ini berbarengan dengan menggenjot perekaman masyarakat lain. ‘’Dari jemput bola, ada sekitar 10 ODGJ yang berhasil direkam. Ini cukup sulit. Namanya juga ada gangguan jiwa,’’ sebutnya. Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Klungkung Ida Bagus Anom Adnyana mengatakan, sesuai data terakhir, warga yang mengidap gangguan kejiwaan ringan hingga berat sekitar 700 orang. Ia membenarkan masih banyak yang belum ter-cover jaminan kesehatan yang menjadi kebutuhan dasar. ‘’Mereka berhak mendapat jaminan kesehatan, tetapi tak punya e-KTP. Ini yang menjadi persyaratan pendaftaran,’’ ungkapnya. Menurut Kepala BPJS Kesehatan Cabang Klungkung Endang Triana Simanjuntak, secara hirarki pelayanan kesehatan untuk ODGJ tetap ditanggung. Namun, jika belum mengantongi e-KTP, pendaftarannya belum bisa dilakukan. ‘’Perlu bantuan Disdukcapil untuk meregistrasikan karena sangat penting untuk administrasi. Kalau e-KTP ada, dengan mudah BPJS Kesehatan mendaftarkannya,’’ paparnya. Solusi memecahkan persoalan tersebut sudah dibicarakan dengan pemangku kepentingan lain baik di provinsi maupun pusat. Bagi BPJS Kesehatan, apabila ada identitas sosial apa pun yang digunakan, siap memfasilitasi dalam pendaftaran. ‘’Kemarin sudah dibicarakan soal indentitas pengganti. Kalau itu ada, kami bertanggung jawab terhadap layanan kesehatan mereka,’’ tegasnya. (kmb45)

Persembahyangan Pagerwesi di Buleleng

Di Sanggah, Kuburan, hingga Taman Makam Pahlawan HARI raya Pagerwesi di Buleleng setiap tahun dirayakan dengan istimewa. Sehari sebelumnya, umat Hindu di daerah ini membuat perlengkapan upacara mulai dari lawar, sate serta olahan daging babi, ayam hingga kerbau. Hari raya ini tak berbeda jauh penyambutannya ketika umat Hindu di Buleleng merayakan Galungan dan Kuningan karena diisi persembahyangan. Namun, tidak hanya ke pura umum, sanggah dadia (keluarga besar) dan ke tempat bekerja, melainkan hingga di kuburan (setra) dan di taman makam pahlawan. Keunikan ini tidak ada di daerah lainnya. Suasana hari raya Pagerwesi, Rabu (21/3) kemarin, mulai terasa sejak pagi hari. Jalanan di perkotaan lengang, toko dan kantor instansi pemerintah tutup. Seperti tampak di Pura Agung Jagatnatha, Jalan Pramuka, Singaraja, umat mulai dari anak-anak hingga orang dewasa hilir-mudik masuk ke pura untuk mengikuti prosesi persembahyangan. Banyak juga umat menggelar persembahyangan di bagian luar pura tepat di pinggir Jalan Pramuka. Pemandangan serupa terjadi di kawasan Pura Dalem, Desa Adat Pakraman Buleleng. Keramaian umat untuk memohon keselamatan dan kerahayuan sangat terasa. Karena areal pura tidak menampung, persembahyangan dilakukan bergiliran. Suasana ramai terlihat pula

di sebelah utara Pura Dalem. Rombongan umat yang mengendarai sepeda motor atau kendaraan pribadi berdatangan sejak pukul 05.00 Wita. Umat Hindu membawa banten punjung yang dipersembahkan kepada leluhur yang belum diupacarai (diaben) di setra atau kuburan. Punjung ini berisi olahan daging, nasi, minuman dan jajanan Bali. Umat menambah makanan kesukaan leluhurnya pada setiap banten punjung yang dihaturkan. Setelah persembahyangan usai, umat tidak langsung beranjak dari kuburan. Mereka bertahan sambil bersilaturahmi dengan keluarga. Jalinan silaturahmi itu semakin terasa ketika umat bersama-sama menggelar pesta kecil. Semua sarana banten punjung yang dipersembahkan disantap bersama-sama. Salah seorang warga, Ketut Eni, asal Kelurahan Paket Agung, usai persembahyangan menuturkan, sembahyang ke setra untuk menghaturkan banten punjung sudah berlangsung sejak lama. Ia tidak mengetahui siapa yang pertama kali melaksanakan persembahyangan setiap Pagerwesi atau Galungan dan Kuningan ke setra. Dari penuturan leluhurnya, ngaturang punjung ke setra dilakukan jika ada kerabat yang belum diaben. Persembahyangan ini tidak lain sebagai bentuk rasa bakti dan memohon tuntunan kepada leluhur agar keluarga yang

Bali Post/mud

SEMBAHYANG - Umat Hindu di Buleleng menggelar persembahyangan Pagerwesi di pura umum hingga kuburan dan taman makam pahlawan. ditinggalkan dapat menjalani kehidupan dengan damai. Ia juga memaknai sembahyang di setra ini sebagai wujud merayakan hari raya dengan penuh suka cita. Sarana banten punjung yang telah dihaturkan tidak seluruhnya dibawa pulang, melainkan dinikmati bersama dengan semua anggota keluarga. ‘’Doanya mohon kerahayuan dan berharap dituntut agar anak-cucu yang diting-

galkan diberikan keselamatan dalam menjalani kehidupan. Ini penghormatan sekaligus perayaan hari raya bersama,’’ katanya. Sementara itu, salah seorang keluarga pejuang, Luh Putu Arsini, mengaku sengaja mengajak keluarganya bersembahyang Pagerwesi ke Taman Makam Pahlawan Surastana, Singaraja. Ia memohon kerahayuan dan tuntunan dari

leluhurnya yang telah gugur sebagai pejuang. Ini dilakukannya setiap hari raya Pagerwesi, Galungan, Kuningan bahkan hari besar nasional seperti 17 Agustus atau Hari Pahlawan 10 November. ‘’Harus dapat ke sini. Kalau tidak ada perasaan tidak enak dan seolah-olah dipangil oleh leluhur. Kalau tidak bisa, ya… harus ngayat dari sanggah di rumah,’’ tuturnya. (mud)


OPINI

6

Kamis Umanis, 22 Maret 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Memilih Figur Berintegritas

BANYAKNYA kepala daerah maupun calon kepala daerah yang ditangkap KPK belakangan ini, memunculkan berbagai sikap, apalagi kalau kemudian muncul komentar nyeleneh terkait hal ini. Kalau komentar awam atau umum yang sudah muncul dan terekam di masyarakat adalah bahwa tindakan itu memang mesti dilakukan untuk tidak saja mewujudkan moto hukum sebagai panglima tetapi juga untuk membersihkan birokrasi dari perilaku korup. Tetapi kalau kemudian muncul agar calon kepala daerah untuk sementara tidak dijadikan tersangka demi lancarnya proses pilkada tentu membuat banyak orang geregetan. Betapa tidak, ini sangat kontraproduktif. Tidak hanya bagi KPK sendiri tetapi juga bagi masyarakat umum yang ingin melihat aparataur itu bersih sehingga menimbulkan wibawa serta bermartabat. Memang sebuah dilema, kalau kemudian calon kepala daerah itu, sudah menjalani sebagian proses pilkada dan kemudian ditangkap, dijadikan tersangka dan kemudian dijebloskan ke dalam tahanan. Ini jelas merusak tatanan serta proses pemilihan. Tetapi, sekali lagi tetapi, kalau memang itu proses hukumnya mengapa tidak. Akan sangat naif kalau penegakan itu bisa ditawar-tawar. Ada proses tebang pilih yang selama ini disangkakan banyak orang. Terus harus bagaimana? Tentu ada celah-celah hukum, aturan main yang bisa dibicarakan antara KPU dengan KPK serta lembaga terkait lainnya. Mesti ada semacam aturan hukum yang lain sehingga semuanya bisa jalan serta ditegakkan. Yang paling aman adalah, bagaimana proses awalnya. Dari awal sekali memang mesti ditelisik secara mendalam serta mendetail soal si calon ini. Proses screening memang harus sangat ketat. Mulai dari mendekati parpol untuk dijadikan calon yang diusung. Bukan semata-mata dia bawa uang banyak kemudian pilihan jatuh padanya. Bukan seperti itu. Mesti ada keterkaitan kepentingan dari lembaga lain untuk memeriksa kelaikan sang calon. Untuk mengetahui kredibilitas dan integritas calon terutama dari moral. Supaya tidak terjadi proses atau masalah yang menghambat di kemudian hari. Jangan pula ada usulan atau komentar aneh-aneh yang mengganggu atau merusak frame budaya politik bersih yang sudah gencar ditanamkan kepada masyarakat. Tidak boleh ada privilege, tidak mesti ada pengecualian, pengistimewaan. Semua warga sederajat di mata hukum. Kalau dia salah, maka harus diproses hukum. Tidak bisa tidak. Tidak ada anak emas, tidak ada anak perunggu. Tidak pada pula arena dia sudah menjadi calon kepala daerah maka sangkaan hukum kepadanya bisa ditunda atau diundur. Kalau ini terjadi, tentu wibawa hukum menjadi taruhannya. Kalau kemudian mencul kecemasan, kekhawatiran kalau OTT terus dilakukan dan pejabat menjadi habis, ya mau bagaimana lagi. Tentu di tengah kekosongan sosok pejabat itu harus ada plt., caretaker atau apa pun istilahnya untuk menggantikannya. Tidak boleh ada vacum of power. Kepentingan rakyat mesti ada yang melayani. Kalau pimpinannya tidak ada, ya wakilnya, kalau tidak ada wakilnya ya sekretarisnya begitu seterusnya. Kalau kemudian kandidatnya terjaring OTT, itu sudah pukulan berat bagi parpol pengusungnya. Ini mencederai proses dan mengkhianati demokrasi serta hak konstitusi rakyat yang akan diserahkan kepada sang calon tersebut. Ini sebuah pelajaran berat, bahwa parpol di kemudian hari mesti jeli. Memilih wakil yang akan diusung benar-benar bersih. Pelajaran juga bagi lembaga lainnya bahwa hajatan demokrasi politik ini mesti ada dukungan sinergis untuk meneliti sang calon agar tidak tersandung di kemudian hari. Apalagi di tengah-tengah proses pemilihan. Ini sebuah tamparan buruk.

S URAT PEMBACA

Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM

Persiapan Ujian SMP, SMA/SMK

Sebagai orangtua siswa, saya berharap ada upaya yang lebih serius dari para tenaga pendidik dan Dinas Pendidikan di Bali dalam menyiapkan anak-anak didik mereka menghadapi ujian nasional SMP dan SMA/SMK. Ini penting saya sampaikan mengingat belakangan ini, banyak kegiatan keagamaan yang tentunya akan menyita waktu jam belajar efektif anak. Sebagai orangtua, saya juga berharap Dinas Pendidikan aktif memberikan informasi kepada publik agar para orangtua bisa berpartisipasi mengontrol jam belajar anak-anaknya. Untuk itu, saya berharap Dinas Pendidikan juga mengingatkan sekolah agar mengoptimalkan waktu yang tersisa untuk menyiapkan anak-anak siap mengikuti ujian akhir atau ujian nasional. I Putu Wirata, S.Pd. Denpasar, Bali

Debat Publik Pilkada

Pilkada Bali belakangan terasa kehilangan gaungnya. Aktivitas kampanye kandidat nyaris tak terasakan oleh masyarakat. Padahal, waktu kampanye sangat panjang. Saya sebagai salah satu calon pemilih berharap kandidat bisa menyampaikan gagasannya secara terbuka saat debat publik nanti. Untuk itu, KPU hendaknya menyiapkan materi debat sejak awal sehingga para calon bisa menyusun programnya. Debat publik jangan dijadikan seolah-olah ujian. Ruang ini harus dijadikan ruang bagi para calon mempresentasikan programnya terkait satu permasalahan. Jika memungkinkan, KPU berkoordinasi dengan banyak pihak terkait dengan persoalan Bali, lalu persoalan Bali ini agar dipecahkan para kandidat. Berikan para kandidat waktu untuk merumuskan programnya. Saatnya nanti, kita dengar bersama apa yang akan mereka lakukan. I Dewa Made Suradnya Tabanan, Bali

Ancaman bagi Kebijakan Otonomi Daerah

Munculnya wacana banyaknya kandidat dalam pilkada terlibat korupsi, memberikan tantangan serius bagi masyarakat Indonesia ke masa depan. Tanggapan kontroversial dari publik terhadap wacana yang dikeluarkan oleh pimpinan KPK tersebut, memberikan indikasi bahwa masyarakat memang kebingunan dengan fenomena ini. Jika para calon kepala daerah itu ditangkap sekarang, maka persiapan terhadap pilkada yang tinggal tiga bulan tersebut menjadi amburadul. Sementara apabila tidak dilakukan penangkapan, akan terjadi cacat moral pada banyak pimpinan kepala daerah yang kelak memimpin wilayah bersangkutan. Hal ini jelas menjadi patologi politik yang tidak memberikan sumbangan positif pada banyak hal pada masa mendatang. Persoalan seperti ini harus dicermati betul oleh masyarakat sejak sekarang.

Oleh GPB Suka Arjawa alam konteks etika dan upaya peemberantasan korupsi, harus dikatakan bahwa calon kepala daerah yang terlibat korupsi harus dihentikan dan tidak boleh melanjutkan pencalonannya sebagai pejabat daerah, baik ia sebagai bupati, wali kota, maupun gubernur. Pada titik ketika korupsi itu menyangkut calon pimpinan daerah, persoalannya harus dilihat dari dua titik. Yang pertama bahwa korupsi itu bagian dari perilaku yang melekat pada seseorang. Karena merupakan perilaku, maka sifat korup dan suka memalak milik orang lain itu akan sukar diberantas. Jadi, ia akan melekat pada orang bersangkutan dan akan “kambuh” kapan dan di mana saja. Apalagi kemudian pada calon pejabat yang bersangkutan berhadapan dengan kesempatan yang besar untuk melakukan korupsi itu. Sebagai pimpinan sebuah lembaga atau institusi, kecenderungan untuk melihat celah itu semakin tinggi karena ia melihat mata anggaran atau berbagai dana proyek yang ada.

Kedua, pimpinan daerah adalah pejabat yang paling mengenal wilayahnya sendiri, dengan berbagai potensi yang ada. Di era otonomi daerah ini, kebijakan pimpinan daerahlah yang akan menentukan bagaimana pola pembangunan yang ada di wilayah tersebut. Ia dimungkinkan untuk membuat kebijakan berdasarkan sumber daya yang ada di wilayahnya, entah pariwisata atau sumber daya alam yang terkandung di perut bumi. Otonomi daerah memberikan kemungkinan seperti itu demi memaksimalkan manfaat sumber daya alam yang dimiliki oleh Indonesia. Justru pada konteks inilah berbahayanya calon pimpinan daerah yang mempunyai “hobi” korupsi tersebut. Penyakit yang diidapnya ini tiba-tiba akan kambuh karena ia diberikan wewenang untuk mengeksplorasi wilayahnya, dan kesempatan untuk melakukan kejahatan korupsi akan muncul. Apalagi kemudian hal ini dikaitkan dengan biaya kampanye pemilu yang kini luar biasa besarnya. Dalam konteks psikologis, maka korupsi demi menutupi utang

akan terpraktikkan pada kondisi-kondisi seperti ini. Secara sosial, jika para koruptor ini lolos menjadi kepala daerah, mempunyai potensi besar untuk menciptakan instabilitas sosial. Karena disebut-sebut bahwa calon kepala daerah yang terlibat korupsi itu berjumlah jamak dan menyebar di berbagai wilayah Indonesia, maka potensi ketidakstabilan sosial ini juga menyangkut banyak wilayah di Indonesia. Kajanggalan dalam membuat kebijakan akan membuat masyarakat protes yang akan terjadi di banyak tempat, dan protes tersebut memunculkan konflik. Kebiasaan yang terjadi di Indonesia setelah era reformasi adalah bahwa manakala konflik itu menyangkut persoalan politik, yang terjadi kelanjutannya adalah konflik kelompok. Sebab, hal tersebut memancing kelompok politik tertentu dengan kelompok politik yang menentangnya. Tidak jarang hal ini kemudian merambat ke partai politik. Dan yang paling membahayakan adalah konflik antarkelompok preman yang berkedok organisasi masyarakat. Sudah banyak yang

mengetahui para preman ini sering membekingi kelompokkelompok politik tertentu. Bisa dibayangkan, bagaimana instabilitas sosial itu akan menyebar di Indonesia, apabila terjadi hal seperti ini. Ketidakstabilan sosial juga dapat muncul jika dalam perjalanan kelak, satu per satu dari pejabat ini ditangkap oleh KPK manakala ia telah menduduki jabatan sebagai kepala daerah. Tentu saja hal ini akan dapat memunculkan kemacetan kebijakan daerah karena pimpinannya harus berurusan dengan KPK. Kebijakan harus jalan hanya dengan persetujuan dan tanda tangan kepala daerah. Jika hal ini tidak ada, maka kebijakan untuk mengelola sumber daya tersebut tidak dapat dilakukan. Di sini, tujuan otonomi tersebut akan menjadi berantakan. Sekali lagi, otonomi daerah mempunyai tujuan untuk mengembangkan sumber daya daerah secara maksimal. Hal lain yang sering tidak diperhatikan manakala pimpinan daerah terjerat korupsi adalah dampak psikologis yang dirasakan penduduknya. Daerah lain akan meledek masyarakat di daerah tersebut dipimpin oleh seorang koruptor. Ini memberikan gangguan psikologis bagi yang bersangkutan. Jalan rusak saja sering mendapat ledekan dari daerah lain, bahkan provinsi lain. Karena itu, jika boleh jujur seharusnya KPK jauh-jauh hari sebelumnya mesti mencium gelagat ini dan kemudian menangkapnya agar orang-orang seperti ini tidak sampai lolos menjadi pimpinan daerah. Inilah barangkali kritik yang harus diberikan oleh KPK yang pimpinannya seolah tiba-tiba membuat ujaran

Mengubah Limbah Menjadi PAD

Sebagai daerah tujuan pariwisata tingkat internasional, Bali menghadapi tantangan yaitu ancaman penurunan kualitas kebersihan dan kesehatan lingkungan akibat semakin pesatnya pembangunan fisik dan infrastruktur. Sementara itu, dengan basis pariwisata budaya yang mengandalkan keindahan alam, Bali juga harus tetap menjaga kelestarian alam, adat, budaya, dan lingkungan. Data BPS menunjukkan bahwa 5,69 juta orang wisatawan mancanegara mengunjungi Bali sepanjang tahun 2017. Jumlah tersebut meningkat 15,62 persen dibanding tahun sebelumnya. Dapat dibayangkan sampah dan limbah yang menjadi ikutan kunjungan para wisatawan tersebut. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali, sampah yang masuk setiap hari di salah satu TPA sebanyak 900-1.200 ton. Sementara itu, diketahui pula bahwa hingga saat ini investor swasta yang menunjukkan keseriusan minat dalam pengelolaan sampah dan limbah di Bali sangat terbatas. Padahal, dari limbah plastik dapat didaur ulang menjadi benang, dakron, strip ban, maupun kantong plastik. Bahkan, dari limbah plastik tersebut dapat dimanfaatkan

Oleh Yenie Purnomoratih, S.E., M.Sc. sebagai campuran aspal, meski untuk itu memang masih diperlukan teknologi yang tinggi dan dana yang tidak sedikit. Sudah waktunya, pemerintah lebih serius mengantisipasi ancaman degradasi kualitas kondisi tanah, air, dan udara Bali. Dan untuk itu, sangat terbuka peluang dibangun sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Apa yang dapat ditawarkan untuk mengubah ancaman limbah pariwisata menjadi sebuah peluang bagi kemajuan Bali? Salah satu alternatif yang dapat dipilih pemerintah daerah adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Alternatif ini lebih baik dari sekadar Badan Layanan Umum Daerah, terutama apabila pemerintah daerah menginginkan penguatan kelembagaan dalam pengelolaan limbah, karena didasarkan pada Undang-undang Nomor 5 Tahun 1962 tentang Perusahaan Daerah. Dari sudut pandang dunia usaha, BUMD merupakan usaha bisnis pemerintah daerah yang bersifat profit oriented. Selayaknya suatu badan usaha, pengelolaan BUMD dituntut

profesional, sehingga sangat memungkinkan akan membuka peluang kerja baru di sektor formal bagi kalangan profesional. Hasil usaha BUMD merupakan salah satu sumber pendapatan bagi pemerintah daerah. Dalam struktur APBD Bali, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan merupakan salah satu penyumbang PAD Bali di samping pajak daerah, retribusi daerah, dan lain-lain pendapatan yang sah. Data menunjukkan bahwa realisasi hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan menyumbang 5,10 persen pada PAD Provinsi Bali. Realisasi penerimaan hasil kekayaan daerah yang dipisahkan di lingkup Provinsi Bali tercatat mengalami peningkatan 20,59 persen hanya dalam periode dua triwulan, dari sebesar Rp 434,92 miliar pada akhir tahun 2016 menjadi Rp 524,49 miliar pada periode triwulan II 2017 (sumber: Kajian Fiskal Regional Triwulan II 2017, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali). Dalam komposisi struktur penerimaan daerah, penerimaan

melalui kekayaan daerah yang dipisahkan tersebut menempati posisi kedua setelah penerimaan pajak daerah. Nilai tersebut bahkan dapat mengalahkan besaran penerimaan dari retribusi daerah yang kontribusinya bahkan tidak mencapai 1 persen. Sudah umum diketahui bahwa kontribusi dari retribusi daerah selama ini selalu digadang-gadang sebagai sumber pendapatan primadona di daerah lain, padahal bukan suatu kebijakan yang populis di mata masyarakat. Dibandingkan dengan ekstensifikasi objek retribusi daerah, dalam konteks Bali yang unik ini, tambahan PAD melalui penggalian dividen dari kekayaan daerah yang dipisahkan tampaknya lebih layak untuk diperhitungkan dan diimplementasikan di Bali. Ditambah lagi dengan terbukanya peluang lapangan kerja formal baru. Meski untuk itu semua, diperlukan suatu studi kelayakan serta analisis mengenai dampak lingkungan yang lebih mendalam dan akurat.

seperti itu. Munculnya banyak calon pimpinan daerah yang disebutsebut korupsi tersebut, jelas mengganggu hak politik masyarakat. Secara sosial masyarakat berhak mendapat pimpinan atau calon pimpinan yang bersih dan benar-benar berdedikasi untuk melayani masyarakat. Di negara-negara berkembang, tugas ini sesungguhnya menjadi tugas dari partai politik sebagai rumah rekrut pertama bagi politisi tersebut. Dengan demikian, partai politik pun mengalami kegagalan dalam dua hal jika sampai terjadi kepala daerah yang terindikasi korupsi, yaitu kegagalan dalam merekrut kader dan gagal dalam memberikan hak kepada masyarakat untuk mendapat pimpinan yang bersih. Di Indonesia harus diakui bahwa tingkat melek politik dan pengetahuan politik masyarakat jelas masih belum mencukupi. Karena itulah semestinya partai politik harus membantu memberikan pilihan terlebih dahulu untuk memilih pemimpin yang benar-benar mampu mengayomi masyarakat. Partai politik tidak boleh menjadi perusahaan, yang hanya bersedia menerima orangorang bermodal uang banyak, tanpa menelusuri dari mana uang tersebut berasal. Maka, tugas berat yang menjadi tantangan masyarakat Indonesia dalam tiga bulan ke depan ini adalah benar-benar mengetahui trek record calon pemimpin yang hendak memimpinnya pada masa depan. Ini bukan perkara mudah bagi rakyat Indonesia di tengah begitu banyaknya tuntutan sosial lain pada zaman sekarang. Penulis, staf pengajar FISIP Universitas Udayana

POJOK Jelang pilpres, Presiden Jokowi ajak politisi adu program. - Bukan adu domba. *** Rentan, ekonomi Bali terlalu tergantung pariwisata. - Apalagi tergantung investor luar. *** Mantan Presiden SBY minta pemerintah jangan antikritik. - Dulu seperti apa ya?

Penulis, Kasubbag Kepegawaian, Bagian Umum Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali Kementerian Keuangan RI

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta.Ombudsman:Jimmy Silalahi Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Kamis Umanis, 22 Maret 2018

7

TABANAN

Beras Sehat Dicek di Laboratorium Penjualan Diharapkan Bisa Terdongkrak

Tabanan (Bali Post) Selain memiliki beras organik yang diproduksi di kawasan pertanian hulu, Tabanan saat ini juga mendorong petani yang berada di wilayah hilir agar mereka menerapkan sistem organik pada pola pertaniannya. Apalagi, hasil beras menuju organik yang disebut beras sehat ini sudah dipasarkan oleh Perusahaan Daerah Dharma Santhika (PDDS) Tabanan. Untuk mendongkrak pemasaran beras sehat itu dilakukan pemeriksaan laboratorium. Komposisi kandungan beras sehat itu dicek aspek gizinya. Dari hasil pemeriksaan kandungan itu, jadinya beras itu sudah terbukti sedikit mengandung unsur kimia. Karena itu, otomatis pemasaran beras menuju organik itu akan terdongkrak. Direktur PDDS Tabanan I Putu Sugi Darmawan, beberapa waktu lalu mengatakan, pengecekan kandungan beras

sehat ini dilakukan di laboratorium yang berlokasi di Bogor. Produksi beras sehat itu merupakan panen petani dalam bentuk padi sehat. Awalnya, beras sehat itu diserap PDDS dalam bentuk gabah dengan harga Rp 6.000 per kilogram. S e l ama ini, kata Sugi, serapan pasar membeli ber-

as sehat itu relatif tinggi, walau belum signifikan. Itulah salah satu komoditas yang ditawarkan PDDS Tabanan. Menurutnya, kualitas beras sehat ini berada di tengahtengah, antara beras konvensional dengan beras organik, sehingga segmen pasarnya juga belum jelas. “Karenanya, kami ingin

memperjelas kandungannya. Mudah-mudahan hasilnya mendekati organik. Bila kandungan aspek gizinya mendekati organik, maka kualitasnya dapat dipertanggungjawabkan,’’ ujarnya. Alternatif lain dalam upaya mendongkrak penjualan beras sehat ini adalah memasarkan beras sehat itu ke hotel-hotel. Kalangan perhotelan menjadikan potensi pasar beras sehat cukup menjanjikan. Kalangan hotel itu memang mencari beras yang berkualitas. Harga beras sehat di pasaran, dibanderol Rp 18 ribu per kg. Harganya memang di atas beras

kualitas premium yang harga eceran tertinggi (HET- nya) di kisaran Rp 12.800 per kg. “Selama ini, beras sehat di Kabupaten Tabanan ini terus diupayakan oleh petani. Alasannya, harga jual beras tipe ini bisa lebih mahal dibandingkan beras dengan pengembangan konvesional atau yang menggunakan pupuk kimia,” ujarnya. PDDS selama ini telah mampu menyerap hasil beras sehat petani pada kisaran harga Rp 6.000 per kilogram. Harga itu jauh di atas harga padi konvensional yang masih pada kisaran harga Rp 4.000-an per kg. (kmb24)

I Putu Sugi Darmawan

Bali Post/kmb24

Turunkan Angka Kemiskinan

Desa Antap Menuju Desa Berprestasi

Tabanan (Bali Post) Keberhasilannya menekan angka kemiskinan membuat Desa Antap Kecamatan Selemadeg terpilih menjadi duta Kabupaten Tabanan dalam Lomba Desa Berprestasi Menurunkan Kemiskinan Tingkat Provinsi. Prestasi itu diperoleh desa tersebut setelah Tim Provinsi Bali melakukan penilaian ke lapangan, Selasa (20/3) lalu. Terpilihnya Desa Antap duta Kabupaten Tabanan pada lomba desa itu melalui tahapan evaluasi yang dilakukan di tingkat kabupaten. Item evaluasinya meliputi jumlah Rumah Tangga Sasaran (RTS) dan Rumah Tangga Miskin (RTM) yang posisinya nomor 4 atau 48,9% di Kabupaten Tabanan. Selain itu, juga diukur dari semangat masyarakat serta potensi yang ada di desa itu. Perbekel Desa Antap I Ketut Wastika menjelaskan, Desa Antap itu disokong 3.029 jiwa penduduk. Sebagian besar masyarakatnya bermatapencaharian di sektor pertanian. Inovasi Desa Antap dalam menurunkan angka kemiskinan itu dengan memberdayakan masyarakat secara umum. Sudah tentu bekerja sama dengan pihak pemerintah, swasta maupun

Bali Post/kmb28

Kepala Bagian LPJB Tabanan I Wayan Arimbawa.

Birokrasi Pengadaan Barang dan Jasa Dipangkas Tabanan (Bali Post) Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 16 Tahun 2018 sebagai pengganti Perpres No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa disambut baik utamanya oleh pemerintah daerah. Pasalnya, terbitnya perpres terbaru ini lebih sederhana dan memangkas relatif ribetnya birokrasi. Bahkan, rencananya peraturan ini sudah akan berlaku Juli 2018 mendatang. Hal itu disampaikan Kepala Bagian LPJB Tabanan I Wayan Arimbawa, Rabu (21/3) kemarin. Menurutnya, sejumlah kebijakan peraturan presiden terbaru itu terkait pengadaan barang/jasa pemerintah itu akan mengubah peta pengadaan pemerintah selama ini. Dengan model dan mekanisme yang jauh lebih sederhana. Salah satunya, prosedur tender akan dikurangi. Sedangkan nontender akan dinaikkan sesuai mekanisme e-katalog. Karena itu, ke depannya, kewenangan akan didelegasikan ke daerah melalui katalog daerah. “Ada tiga komponen yang berubah. Barang yang ada di pasaran tidak perlu ada lelangnya. Misalkan saja komputer. Kemudian yang kedua terkait kelembagaan ULP, diubah menjadi unit pelayanan barang dan jasa, serta e-katalog tidak perlu lagi pusat yang membuat melainkan diserahkan langsung ke daerah,” terangnya. Mantan Kabag Keuangan Setda Tabanan itu juga mengakui terbitnya perpres pengadaan barang dan jasa terbaru, itu jauh lebih sederhana jika dibandingkan peraturan lama yang terkesan lebih rumit. Perubahan itu memang lebih kepada pemangkasan birokrasi terkait administrasi pengadaan barang dan jasa. “Hal itu memang sebagai upaya memangkas birokrasi. Keputusannya sekarang tidak harus menuggu pusat,” ucapnya. Bahkan bagi daerah, peraturan terbaru itu dapat meningkatkan daya saing pasar. Sebab, hal itu dapat membuka peluang bagi OPD dan masyarakat umum sebagai penyuplai. (kmb28)

lembaga lainnya. ‘’Kami berusaha memajukan kesejahteraan segenap masyarakat Desa Antap. Karena itu tidak hanya masyarakat miskin, tetapi masyarakat secara umum,’’ ujarnya. Selain itu, juga digelar beragam kegiatan seperti bedah rumah dan juga perbaikan jalan. Dalam melakukan perbaikan jalan di Desa Antap ini, kata Wastika, pihaknya melibatkan masyarakat dan juga pemerintah. ‘’Untuk perbaikan jalannya, kita sentuh hingga jalan-jalan kecil, seperti gang. Untuk sektor pertanian, kami membuat saluran irigasi dan juga memperbaiki sarana prasarana yang rusak,’’ jelasnya. Pihaknya berharap agar lomba ini dijadikan titik awal untuk terus berbuat lebih baik lagi khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan pada masa mendatang. Parameter dan indikator penilaian Lomba Desa Berprestasi itu meliputi program inovasi, efektivitas pelaksanaan program, eksistensi pelaksanaan program, kelembagaan tim penanggulangan kemiskinan di desa, kepekaan masyarakat terhadap permasalahan kemiskinan, dan tingkat pengangguran. (kmb24)

Bali Post/kmb

PUJAWALI - Bertepatan dengan hari suci Pagerwesi, Rabu (21/3) kemarin, berlangsung pujawali di Pura Penenjoan, Tampak Arang, Desa Pakraman Apuan, Baturiti, Tabanan. Pujawali kali ini ngerawuhin Ida Batara saking Pura Anyar Mengwi dan juga sesuhunan Pura Natar Sari Beringkit, Belayu.

Bali Post/kmb24

LOMBA DESA - Penilaian Lomba Desa Berprestasi Menurunkan Kemiskinan Tingkat Provinsi, Selasa (20/3) lalu.

Warga Binaan Lakukan Perekaman E-KTP Sepuluh Tahanan Baru Menyusul

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tabanan terus melakukan kegiatan perekaman e-KTP. Program serupa juga dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tabanan. Setidaknya, enam orang warga binaan (napi - red) yang melakukan perekaman KTP elektronik itu. Perekaman e-KTP itu merupakan program kerja sama Disdukcapil dengan Lapas Tabanan. Apakah ada kendala aparat melakukan perekaman e-KTP di lapas itu?

Bali Post/bit

PEREKAMAN E-KTP - Proses perekaman e-KTP di Lapas Tabanan.

KEPALA Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tabanan IGA Rai Dwipayana menegaskan tidak ada kendala berarti dalam melakukan perekaman e-KTP di lapas. Dikatakan, setiap warga negara berhak mendapatkan kepemilikan kependudukan. Action itu sekaligus menyiratkan komitmen Disdukcapil, melaksanakan perekaman e-KTP kepada seluruh elemen masyarakat. Dikatakan, hal itu merupakan langkah awal yang dilakukan agar ke depannya seluruh masyarakat bisa terdata di Capil. “Kita menyisir semua lini baik perekaman e-KTP di sekolah, difabel, termasuk warga binaan lapas ini,” ucapnya saat dihubungi Rabu (21/3) kemarin. Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Tabanan I Putu Murdiana mengatakan, dalam rangka pemilihan gubernur Bali, berbagai persiapan telah dilaksanakan oleh Lapas Tabanan. Seperti berkoordinasi

dengan pihak KPU Kabupaten Tabanan guna penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan Daftar Pemilih Tetap (DPT). “Hak politik terutama hak untuk memilih pada pesta demokrasi untuk narapidana ini tentu saja tidak dicabut. Hal itu sesuai UU No. 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan,” ucapnya. Lebih lanjut dijelaskan, hak politik bagi warga binaan dijamin undang-undang. Karena itu, wajib bagi setiap narapidana berpartisipasi sebagai pemilih baik dalam perhelatan pesta demokrasi pileg, pilpres, maupun pilkada. “Jadi, meski dalam tahanan, mereka tetap punya hak untuk memilih dalam perhelatan pesta demokrasi,” terangnya. Di samping itu dalam waktu dekat ini, akan diadakan sosialisasi pemilukada bersama seluruh penghuni Lapas Tabanan agar dalam pelaksanaan nantinya dapat berjalan lancar, aman, dan terkendali.

Guna melengkapi persyaratan sebagai pemilih, pihak narapidana tentu saja diwajibkan menyertakan dokumen kependudukan yang dimiliki. Terkait perekaman data KTP elektronik itu, pihak Lapas Tabanan, kata Murdiana, telah mengadakan koordinasi dengan KPU Tabanan dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan

Sipil Tabanan. Dari koordinasi itu akhirnya telah dilaksanakan perekaman data e-KTP kepada 6 orang narapidana di Lapas Tabanan, Selasa (20/3). “Keenam orang tersebut statusnya memang narapidana,” sebut Kasi Binadigiatja I Gusti Bagus Putra Mahendra. Jumlah napi yang masuk

daftar DPS di KPU Kabupaten itu sebanyak 83 orang. Mahendra menambahkan, masih ada tambahan untuk tahanan baru sekitar sepuluh orang. Mereka memang belum didaftarkan. Namun sejauh ini pihaknya terus mengadakan koordinasi untuk melengkapi persyaratan dalam penetapan DPS atau DPT itu. (bit)


KARANGASEM

8

Kamis Umanis, 22 Maret 2018

Cegah Pelanggaran Pilgub

Panwaslu Kedepankan Upaya Persuasif Amlapura (Bali Post) Riak-riak pelaksanaan pesta demokrasi merupakan keniscayaan. Pasalnya, ada aroma kompetisi alias persaingan di dalamnya. Dalam tahapan pelaksanaan Pilgub Bali di Karangasem, sejauh ini nuansa persaingan terutama di kalangan tim sukses masih dalam batas-batas kewajaran. Kondisi itu tak lepas dari langkah para penyelenggara pilkada yang tetap mengedepankan upaya persuasif. Strategi itu dilakukan untuk menekan pelanggaran-pelanggaran. Panwaslu Karangasem sebagai lembaga pengawas pelaksanaan tahapan pilkada itu juga menempatkan pola persuasif di bagian terdepan. ‘’Tidak hanya bersifat formal, seruan agar semua pihak mengikuti rel juga selalu kita sampaikan melalui jalur nonformal,’’ ungkap Ketua Panwaslu Karangasem I Nyoman Triarta, Rabu (21/3) kemarin. Sejauh ini, kata Triarta, situasi politik di Karangasem relatif kondusif. Hal itu tidak terlepas sikap kooperatif yang ditunjukkan tim sukses ataupun tim kampanye kedua pasangan calon. Masalah baliho yang biasanya menjadi persoalan pelik dan klasik setiap penyelenggaraan pesta demokrasi, sejauh ini terkoordinasi dengan baik. Tim kampanye pasangan calon bahkan menurunkan sendiri alat peraganya yang pemasangan maupun desainnya tidak sesuai ketentuan perundangan. Selain dukungan dari tim sukses ataupun tim kampanye, masyarakat Karangasem juga dinilai sudah makin dewasa dalam berpolitik. Hal itu pula yang menjadikan pelaksanaan tahapan pilkada di Karangasem bahkan terkesan adem ayem. Triarta berharap kondisi seperti itu bertahan sehingga pilkada mencapai misinya yaitu melahirkan pemimpin daerah melalui proses pemilihan demokratis. Meski sejauh ini situasi politik di Bumi Tanah Aron itu relatif adem ayem, Triarta mengatakan jajarannya tetap memaksimalkan pengawasan. Pemantauan bersama Panitia Pengawas Lapangan (PPL) maupun Panwascam terus dilakukan. Namun, hasilnya masih belum ditemukan adanya pelanggaran, baik menyangkut larangan politik praktis bagi PNS, anggota TNI/Polri maupun penyelengaraan pemerintahan lainnya. Seperti perbekel dan jajaran pemerintahan desa. ‘’Kita juga melakukan pemantauan di media sosial. Sejauh ini juga masih kondusif. Sosialisasi pasangan calon masih dalam batas-batas yang wajar,’’ ujarnya. (kmb)

Program BPJS Dapat Banyak Keluhan

Dewan Tuding Kurang Sosialisasi

Amlapura (Bali Post) Pemkab Karangasem didukung pemerintah pusat dan Pemprov Bali meluncurkan berbagai program untuk percepatan pembangunan dan pengentasan kemiskinan. Program BPJS contohnya, mendapat banyak keluhan. Sejauh ini kalangan DPRD Karangasem menilai upaya pemerintah itu sesungguhnya sudah optimal. Sangat disayangkan masih lemah dalam hal sosialisasi. Anggota DPRD Karangasem H. Marjuhin mengatakan, saat ini masih banyak masyarakat Karangasem yang gagap dengan program-program pemerintah tersebut. Pihaknya menuding kondisi itu terjadi akibat kurangnya sosialisasi. ‘’Programnya bagus, tetapi sosialisasinya minim,’’ kritiknya dalam rapat kerja DPRD Karangasem dengan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta BPJS, Selasa (20/3) lalu. Politisi asal Banjar Kecicang Islam itu mencontohkan pelaksanaan program PBJS. Dia mengaku mendapat banyak keluhan masyarakat yang tidak terlayani program jaminan kesehatan tersebut. Padahal, masyarakat bersangkutan sudah mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS mandiri. ‘’Banyak yang buru-buru bikin kartu BPJS. Sayangnya ketika akan berobat ke rumah sakit. Mereka kemudian bingung lantaran kartu BPJS-nya tidak bisa langsung aktif,’’ ungkapnya. Kurangnya sosialisasi itu akhirnya membuat cukup banyak warga kurang mampu harus terdaftar sebagai pasien umum. Marjuhin menegaskan situasi seperti itu sangat memberatkan. Terlebih saat ini perekonomian masyarakat Karangasem sedang lesu akibat dampak aktivitas vulkanik Gunung Agung. ‘’Dampaknya pelayanan menjadi tersendat, yang kemudian kena getahnya adalah rumah sakit,’’ ungkapnya. Masih terkait pernyatan Marjuhin, dewan juga mempertanyakan masih adanya sisa 9.000-an kuota BPJS dari Program Bantuan Iur (PBI) Daerah. Padahal faktanya banyak masyarakat miskin yang belum tersentuh program BPJS itu. Dari sekitar 550 ribu penduduk Karangasem, sebanyak 239 ribu belum terdaftar dalam BPJS. Kepala Dinas Kesehatan dr. IGB Putra Pertama mengatakan sosialisasi program BPJS maupun JKN KIS itu sejatinya sudah terus dilakukan. Dinas kesehatan juga sudah turun kelapangan guna penyisiran data. Hasilnya, masyarakat Karangasem yang semestinya harus ter-cover PBI sisanya sebanyak 62.684 jiwa. Yang lainnya seperti dari kelompok karyawan swasta dan pegawai kontrak daerah diarahkan ke BPJS Mandiri. Kepala BPJS Karangasem I Ketut Sudarma juga mengaku terus menyosialisasikan program pemerintah pusat tersebut. Sosialisasi juga ditujukan kepada masyarakat yang saat ini masih tercatat sebagai penunggak BPJS Mandiri. Namun, kata Sudarma, upaya pendekatan yang dilakukan hasilnya tidak sesuai harapan. ‘’Yang rugi bukan BPJS saja, tetapi juga masyarakat yang nunggak itu sendiri. Bukan saja kartu BPJS-nya yang menjadi tidak aktif, tetapi juga datanya tidak bisa dientri sebagai penerima PBI,’’ terangnya. (kmb)

MEMARKIR JUKUNG - Nelayan Pantai Ujung memilih memarkir jukungnya karena angin kencang.

Bali Post/kmb

Angin Kencang Nelayan Cuti Melaut Amlapura (Bali Post) Selama dua hari terakhir ini, nelayan di Karangasem memilih cuti melaut. Hal itu disebabkan tiupan angin sangat kencang. Angin berembus kencang diduga disebabkan dampak fenomena posisi matahari di garis kathulistiwa. Akibatnya, para nelayan memilih tidak melaut. Hal itu dilakukan untuk menghindari risiko alias bahaya di laut lepas. ‘’Memang angin sangat kencang berembus. Karena itu, angin itu menyebabkan ombak di tengah laut lumayan tinggi,’’ ungkap Arfan Riadi (35), salah seorang nelayan di Pantai Ujung, Kecamatan Karangasem, Rabu (21/3) kemarin. Arfan Riadi mengaku tak berani mengambil risiko melaut. Pasalnya, angin yang kencang itu bisa saja membuat jukung terbalik. Untuk

mengisi waktu istirahat melaut, Arfan Riadi dan juga nelayan lainnya memilih mempersiapkan perkakas yang dipergunakan melaut. Pembenahan alat-alat itu diupayakan agar nanti alat itu benar-benar siap, jika sewaktu-waktu cuaca sudah membaik. Arfan Riadi dan nelayan Pantai Ujung lainnya biasanya melaut sampai ke perairan Lombok. Target utamanya mencari

ikan tongkol atau bisa juga ikan dasar. Pertimbangannya harga ikan tersebut jauh lebih bagus. Nelayan lainnya mengatakan tiupan angin kencang itu sering mengakibatkan terjadinya gelombang tinggi. Bahkan tingginya gelombang terkadang mencapai dua meter lebih. Harapan mereka cuaca segera membaik. Sebab, satu-satunya andalan pekerjaan sebagai nelayan

adalah sebanyak-banyaknya bisa turun ke laut. Maklum, itulah pekerjaan utama dan sumber nafkah mereka. Berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar, cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini merupakan pengaruh dari siklon tropis Marcus yang terjadi di Samudera Hindia. Pada Selasa (20/3) diperkirakan arah angin dan kecepatan gerak menuju ke arah barat. Kecepatannya mencapai 15 knot atau 27 km per jam. Sedangkan Rabu kemarin arah kecepatan angin bergerak menjauhi wilayah Indonesia

dengan kecepatan 120 knot atau 220 km per jam. Aktivitas nelayan-nelayan di pantai lainnya, seperti Pantai Jasri dan Pantai Bugbug juga sama. Tidak ada nelayan yang berani melaut. Karena itu mereka memilih memarkir jukungnya di tepi pantai. Selain di wilayah perairan, angin kencang juga menyapu wilayah daratan Karangasem. Namun sampai berita ini ditulis petang kemarin, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem menyatakan belum ada laporan bencana dampak angin kencang baik diakibatkan pohon tumbang ataupun lainnya. (kmb)

Jadwal Penyeberangan Padangbai Tak Jelas

Dua Hari Antre, Sopir Mengeluh Amlapura (Bali Post) Cuaca buruk berupa siklon tropis tidak terlalu berdampak di Karangasem, khususnya aktivitas Pelabuhan Padangbai. Tetapi, sejumlah sopir truk yang ditemui di pelabuhan setempat mulai mengeluhkan buruknya pengaturan jadwal penyeberangan yang dikeluarkan BPTD. Pasalnya, sebagian besar sopir truk ini mengaku harus antre lebih dari dua hari untuk bisa diseberangkan dari Padangbai ke Pelabuhan Lembar. Salah satu sopir truk, Shahrul, Rabu (21/3) kemarin, mengaku heran kenapa penyeberangan selalu dibilang lancar. Padahal, dia sendiri bersama teman-teman sesama sopir truk asal Lombok lainnya sudah lebih dua hari ini antre dan belum juga diseberangkan. Padahal, selama antre mereka sampai kehabisan bekal di perjalanan. ‘’Jangan tanya ke BPTD, mereka pasti bilang penyeberangan lancar. Kami sendiri sudah berapa hari tertahan di pelabuhan,’’ kata Shahrul, sopir truk angkutan berbagai barang ini. Dia dan sopir truk lainnya mulai mengeluh kehabisan bekal. Apalagi, jadwal penyeberangannya tidak jelas. Mer-

eka mengaku khawatir barang muatan mereka terlambat sampai di tujuan dampaknya membusuk. Sharul menegaskan, dulu jadwal penyeberangan diatur dan ditentukan pihak ASDP. Saat itu tak pernah sampai seperti ini. Penyeberangan selalu saja lancar. Tetapi setelah jadwal penyeberangan diatur BPTD, situasi mulai kacau. ‘’Sampai kapan kami seperti ini?’’ kata Shahrul bersama para sopir lainnya yang duduk bergerombol di depan pintu masuk Gedung Kantor PT ASDP. Salah satu petugas di pelabuhan yang tidak mau disebutkan namanya mengakui jika antrean truk itu terjadi akibat keterlambatan kedatangan kapal dari Pelabuhan Lembar, Lombok. ‘’Kemungkinan penumpang dari Pelabuhan Lembar sepi, sehingga kapal dari Lembar terlambat sampai di Padangbai,’’ ujar petugas tadi. Terkait aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Padangbai ini, tidak ada pejabat terkait yang berhasil ditemui guna dimintai konfirmasi. Salah satu staf di ASDP, Manager ASDP Padangbai I Wayan Rosta bersama seluruh supervisornya

Bali Post/kmb31

TRUK MENUMPUK - Deretan truk menumpuk di Pelabuhan Padangbai menunggu diseberangkan ke Pelabuhan Lembar, Lombok. tengah mengikuti rapat di Kantor ASDP Pelabuhan Lembar. Di pihak lain, salah satu petugas Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Provinsi Bali Lalu Yuda mengklaim aktivitas penyeberangan Padangbai-Lembar masih berjalan lancar. Demikian juga terkait cuaca, dikatakan penyeberangan tidak terkendala cuaca ekstrem, sebagaimana laporan yang terjadi di luar Bali. ‘’Cuaca masih landai dan

penyeberangan masih lancar, kendati laporan angin memang cukup kencang di tengah,’’ ucap Lalu Yuda. Siklon tropis yang memicu terjadinya tiupan angin kencang di sejumlah wilayah di Karangasem itu tidak memengaruhi aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Padangbai. Berdasarkan laporan cuaca yang dikeluarkan BMKG Wilayah III Denpasar, tinggi gelombang di perairan utara Bali yang meru-

pakan jalur penyeberangan Padangbai-Lembar itu, Rabu kemarin mencapai 0.25-1.5 meter. Sementara di perairan selatan Bali atau Selat Badung, tinggi gelombang mencapai 0.75-3.0 meter. Kecepatan angin 8-40 kilometer per jam. Prakiraan cuaca yang berlaku Kamis 22 Maret, tinggi gelombang di perairan utara Bali mencapai 0.25-2.0 meter dan di perairan selatan Bali 0.75-3.0 meter. (kmb31)

Pasar, Pariwisata, dan Pendidikan Unggulan Desa Bugbug Tiap tahun Provinsi Bali menggelar lomba desa. Lomba desa itu bertujuan menggali potensi desa agar sebuah desa itu bisa menjadi contoh desa lainnya. Tahun ini Desa Bugbug mewakili Kabupaten Karangasem pada ajang lomba tahunan itu. Desa dengan potensi paling lengkap di Karangasem ini sudah sangat siap bersaing di level provinsi. Pasar desa yang modern, pariwisata dari Bukit Asah hingga Candidasa dan pendidikan TK sampai perguruan tinggi, menjadi modal keunggulan Desa Bugbug bersaing menjadi yang terbaik di tingkat provinsi. Kendati demikian, bagaimanakah persiapan Desa Bugbug ini? BERBAGAI persiapan sudah dilakukan panitia bersama tokoh desa adat maupun desa dinas setempat. Persiapan lebih dioptimalkan pada apa yang menjadi substansi lomba itu sendiri. Khususnya, yang sempat menjadi catatan tim kecamatan, kala Desa Bugbug itu bersaing di tingkat kabupaten. Selain itu juga beberapa inovasi pembenahan pelayanan masyarakat dilakukan merujuk nilai plus yang diharapkan mampu diper-

oleh. Salah satu poin penting lainnya, bagaimana mensinergikan partisipasi desa adat dengan desa dinas terkait pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. ‘’Inovasiinovasi yang kami lakukan di Desa Bugbug ini, lebih kepada pemberdayaan,’’ kata Ketua Panitia Lomba Desa di Desa Bugbug Wayan Merta, Rabu (21/3) kemarin. Penilaian lomba desa oleh Tim Penilai Provinsi rencananya dilakukan 26 Maret

Bali Post/kmb31

PERSIAPAN LOMBA - Rapat terakhir persiapan lomba desa tingkat Provinsi Bali bersama seluruh pihak terkait di desa adat maupun di desa dinas dengan segenap panitia lomba. nanti. Selain persoalan administrasi dan pemberdayaan masyarakat, keberadaan pasar yang modern, pariwisata dari Bukit Asah hingga Candidasa dan jenjang pendidikan yang lengkap menjadi modal keunggulan desa ini. Keunggulan

itu diyakini akan memberikan nilai lebih dalam variabel penilaian lomba. Sebagaimana diketahui, Desa Bugbug ini baru saja meresmikan pasar desa. Pasar desa itu dibangun dari dana desa adat. Dilakukan tata kel-

ola sebagai langkah perubahan pada pasar desa itu. Pasar desa itu diberi nama Pasar Sri Sedana. Badan Pengelola Pasar Desa secara khusus diberi mandat mengelola pasar itu. Demikian juga pengelolaan pariwisatanya. Desa Bugbug se-

dang giat mengembangkan objek wisata Bukit Asah. Objek ini sebagai tempat pariwisata unggulan alternatif di Karangasem. Selain memberikan sensasi baru dalam wisata alam, juga tersedia tempat camping. Karena itu, objek itu semakin ramai saja didatangi wisatawan lokal maupun mancanegara. Terlebih, setelah akses jalannya sudah semakin bagus. Saat ini jalannya bisa langsung tembus ke objek wisata lainnya ke Pantai Pasir Putih. Berbeda dengan Candidasa. Objek wisata ini justru sudah dikenal sejak dulu. Candidasa malah sudah menjadi primadona pada masa keemasan pariwisata Bali tahun 1980-an. Namun, hingga sekarang kawasan pariwisata ini memberikan suasana berbeda dalam berwisata. Pesona alam Candidasa ini terus berkembang dan dikenal sebagai objek wisata bahari. Di sini wisatawan dapat melakukan berbagai aktivitas wisata, seperti sunbathing, canoeing, fishing,

tracking, snorkeling maupun diving. Belakangan Candidasa kembali jadi buah bibir. Pasalnya, penyelam menemukan terumbu karang langka Euphyllia Baliensis atau karang jepun. Terumbu karang itu disebut-sebut satu-satunya ada di Candidasa. Di bidang pendidikan, lembaga pendidikan di Desa Bugbug ini sudah sangat lengkap. Malah dari tingkat SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi. Monarch Candidasa ada di Desa Bugbug. Sejak beberapa tahun terakhir sudah mampu mencetak tenaga kerja andal di bidang pariwisata hingga siap bekerja di kapal pesiar. ‘’Pasar dan pariwisata adalah keunggulan kita. Demikian juga kemandirian desa adatnya. Semua lengkap. TK, SD, SMP SMA hingga Perguruan Tinggi, semua ada. Di sini tak pernah ada murid dikeluarkan, karena murid yang sekolah di sini tidak pernah bayar SPP,’’ tegas Merta yang juga tokoh pendidikan Karangasem ini. (gik)


GIANYAR

Kamis Umanis, 22 Maret 2018

9

Segera Dibongkar, Bangunan Liar di By-pass Mantra Gianyar (Bali Post) Satpol PP Gianyar tengah melakukan penertiban bangunan semipermanen tak berizin alias liar di seputaran By-pass I.B. Mantra. Surat peringatan ke sejumlah pemilik bangunan khususnya di wilayah Desa Siyut dan Tulikup sudah dilayangkan. Bila pemilik tidak membongkar bangunannya maka petugas Satpol PP Gianyar akan melakukan pembongkaran paksa. Kepala Satpol PP Gianyar Cokorda Gde Agusnawa, Rabu (21/3) kemarin, mengatakan pihaknya sudah menerjunkan puluhan anggota Satpol PP Gianyar, Selasa (20/3) lalu, untuk memberikan peringatan dan pemberitahuan secara lisan kepada pemilik bahwa bangunan mereka melanggar. ‘’Kita sudah tegaskan lagi kepada pemilik bangunan untuk membongkar sendiri,’’ jelasnya. Para pemilik bangunan sudah diberikan pembinaan hingga surat peringatan (SP) 1, 2 dan 3. Dalam melaksanakan pembongkaran paksa, Satpol PP Gianyar akan berkoordinasi dengan Satpol PP Provinsi Bali. Menurut Cokorda Agusnawa, Satpol PP Gianyar memberikan SP kepada sembilan warga yang melanggar. Sebanyak empat orang di antaranya mendirikan bangunan dekat dengan badan jalan sehingga dalam waktu dekat harus dibongkar. ‘’Mereka ini melanggar Perda Nomor 15 Tahun 2015 tentang Kebersihan dan Ketertiban Umum. Makanya kita ambil tindakan tegas,’’ ucapnya. (kmb35)

Bali Post/eka

WISATAWAN - Sejumlah wisatawan berjalan kaki di kawasan Puri Ubud.

Pariwisata Ubud Belum Pulih Pemkab Siapkan Program ’’Recovery’’

Gianyar (Bali Post) Dampak erupsi Gunung Agung terhadap sektor pariwisata Kabupaten Gianyar khususnya Ubud, masih terasa hingga kini. Jumlah kunjungan wisatawan belum sepenuhnya normal. Berbagai upaya pun dilakukan guna mengangkat kembali pariwisata yang tengah terpuruk salah satunya program recovery Ubud. Hal itu diungkapkan Kadisparda Gianyar A.A. Ari Brahmanta. Ari Brahmanta menyebutkan, tingkat hunian atau okupansi akomodasi pariwisata khususnya hotel dan homestay di Ubud dari Januari hingga pertengahan Maret rata-rata hanya 30 persen. Angka ini memang lebih tinggi dibandingkan saat erupsi Gunung Agung yang berimbas pada penutupan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang hanya berkisar di angka 10 persen. ‘’Namun jika dibandingkan

Cokorda Gde Agusnawa

periode sebelumnya, angka 30 persen itu rendah. Normalnya dulu adalah 50-60 persen,’’ jelasnya, belum lama ini. Okupansi khususnya homestay sempat menyentuh angka 60 persen saat digelarnya palebon di Puri Ubud. Namun hanya bertahan beberapa hari, okupansi kembali anjlok. Fluktuasi kembali terjadi. Pada rangkaian hari raya Nyepi tahun Çaka 1940 terjadi peningkatan menjadi 50 persen. ‘’Tapi

Bali Post/nik

gianyar - 943056 - 943144 - 7844717/7844718 - 943113 - 944436 - 943020 - 944225/943233 - 942184

PMI Gianyar KONI Gianya r BNN Kabupaten Gianyar PLN Kodim 1616 Gyr Koramil Gianyar Koramil Blahbatuh

- 8958414 - 947261 - 946122 - 947166 - 943069 - 942289 - 941167

I Wayan Kujus Pawitra

Bali Post/nik

Gianyar (Bali Post) Sampah merupakan persoalan yang wajib ditangani bersama. Untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar terus mendorong setiap desa hingga banjar agar menyiapkan personel khusus untuk mengelola sampah seperti salah satunya Peguyuban Bayad Asri di Banjar Bayad Desa Melinggih Kelod, Kecamatan Payangan. Kepala DLH Gianyar I Wayan Kujus Pawitra, Rabu (21/3) kemarin, mengatakan konsep penanganan sampah di Kabupaten Gianyar ke depan harus ada jemput bola sampai ke rumah tangga. Sebab, sumber sampah paling tinggi adalah dari rumah tangga. ‘’Kita akan upayakan secara berkelanjutan. Ke depannya di setiap desa hingga banjar akan dibangun pengelolaan sampah terpadu perdesaan,’’ ucapnya usai melantik

Tujuh Pasien Keracunan Masih Dirawat di RS Gianyar (Bali Post) Tujuh pasien keracunan asal Banjar Mudita Desa Sukawati hingga Rabu (21/3) kemarin masih dirawat di RSUD Sanjiwani Gianyar. Tujuh pasien ini kondisinya belum benarbenar pulih. Sementara puluhan pasien lainnya sudah pulang secara bertahap. Hal ini diungkapkan Direktur RSUD Sanjiwani Gianyar dr. Ida Komang Upeksa. Upeksa mengatakan, kekebalan tubuh tiap pasien berbeda sehingga proses pemulihan juga berbeda. Ketujuh pasien menjalani perawatan di ruangan berbeda. Sebanyak 2 pasien dirawat di ruangan Yudistira, 1 pasien di Ayodya, 1 pasien di Astina, 2 pasien di Sahadewa, dan 1 pasien lagi di Nakula. ‘’Kondisi mereka belum bagus, makanya belum boleh pulang. Besok (hari ini - red), kan dicek lagi oleh dokter yang menangani,’’ ujarnya. Upeksa menambahkan, ada juga pasien yang mempunyai riwayat sakit khusus. Di antaranya Anak Agung Istri Wina Laksmi yang keracunan usai melahirkan, sehingga masih harus dalam perawatan. Pasien lainnya, Kadek Kacipta (34), juga masih dirawat lantaran memiliki riwayat sakit kekurangan darah. Kacipta yang keracunan sempat dirawat di ruangan ICU, namun kini kondisinya membaik. ‘’Jadi

event juga akan gencar dilaksanakan. ‘’Kita coba beberapa hal baru yang bisa mendatangkan wisatawan dengan menggandeng berbagai pihak. Kita juga harapkan event IMF nanti bisa menjadi sarana efektif untuk menggenjot angka kunjungan wisatawan,’’ jelasnya. Pihaknya tidak menargetkan secara khusus kapan pariwisata Ubud akan pulih. Ari Brahmanta hanya menyatakan, diharapkan pariwisata Ubud secepatnya pulih. ‘’Impact-nya mungkin setelah events itu digelar. Ya...enam bulan setelahnya. Tidak bisa langsung juga dirasakan dampaknya,’’ ungkapnya. (kmb25)

DLH Dorong Tiap Desa Miliki Sistem Pengelolaan Sampah

Telepon Penting Kantor Bupati DPRD BPBD PMK Kantor Satpol PP RSUD Sanjiwani PDAM KPA Gianyar

ya... turun lagi,’’ ungkapnya. Cenderung rendahnya okupansi saat ini tidak terlepas dari misinformasi mengenai Gunung Agung. Tidak sedikit warga negara asing yang mendapatkan informasi tidak tepat, salah satunya menyangkut jarak Ubud dengan Gunung Agung yang dikatakan dekat. Alhasil, banyak yang akhirnya membatalkan kunjungan ke Bali khususnya Ubud lantaran takut terdampak. Menurut Ari

Brahmanta, informasi yang tidak tepat yang masih beredar hingga kini sangat merugikan pariwisata Ubud. ‘’Dampak penutupan airport selama beberapa hari saja masih dirasakan pelaku pariwisata. Sampai sekarang pariwisata belum pulih. Kita lihat saja dari sisi tenaga kerja. Banyak yang sampai sekarang masih dirumahkan,’’ katanya. Guna memulihkan pariwisata Ubud, Disparda Gianyar merancang sejumlah kegiatan dalam program recovery Ubud. Kegiatan dimaksud seperti Bali Kilo Run 2018 dan festival lampion yang akan dilangsungkan beberapa bulan ke depan. Selain itu, traditional

sebelum terserang keracunan, pasien ini sudah punya riwayat penyakit anemia. Pasien ini menderita dua penyakit sekaligus,’’ katanya. Sementara itu, mengenai biaya pengobatan bagi seluruh pasien keracunan dibebankan kepada pemerintah dan BPJS. Terlebih, RSUD Sanjiwani

Gianyar sudah dilengkapi dengan fasilitas biaya pengobatan gratis khusus pasien kelas III. ‘’Makanya itu, pasien yang dirawat tidak dikenakan biaya lagi,’’ katanya. Pasien dengan riwayat khusus, baik melahirkan maupun kekurangan darah tetap menjadi tanggungan Pemkab Gianyar. ‘’Walaupun

pasien ini punya riwayat penyakit tambahan di luar keracunan, tetap bebas biaya,’’ tegasnya. Secara terpisah, Kepala Puskesmas Sukawati dr. Made Udayana mengatakan posko di Banjar Mudita sudah ditutup. Bagi warga yang ingin mengecek kondisi kesehatan, diarahkan ke Puskesmas Sukawati. (kmb35)

Nyoman Partana atau akrab disapa Jero Kubayan sebagai Ketua Peguyuban Bayad Asri. Jika pengelola sampah di tingkat desa terbentuk, Pemkab Gianyar akan menyalurkan bantuan truk sampah hingga penyediaan petugas kebersihan. Program ini berkelanjutan yang mana saat ini Pemkab Gianyar sudah menyalurkan bantuan truk untuk desa yang serius menangani sampah. Kujus Pawitra kembali mendorong pengelolaan sampah di setiap desa. Pengelolaan sampah menjadi kompos dan pembentukan bank sampah untuk pengelolaan sampah non-organik sangat diharapkannya diwujudkan oleh masyarakat. ‘’Saya harap ini mendapat dukungan semua pihak, sehingga dapat mewujudkan Gianyar bersih,’’ ujarnya. Sementara itu, Jero Kubayan atau Nyoman Partana mengatakan

pembentukan Bayad Asri didasari keprihatinan tokoh masyarakat di Banjar Bayad, Desa Melinggih Kelod terhadap pencemaran lingkungan akibat sampah khususnya sampah plastik. ‘’Apalagi Banjar Bayad merupakan pintu masuk kawasan wisata Desa Melinggih. Tetapi sekian tahun sampah di sini tidak ada yang mengurus hingga lingkungan itu tercemar akibat sampah plastik yang berserakan,’’ ucapnya. Ditambahkannya, beberapa bulan lalu, pihaknya mulai melaksanakan aksi melawan sampah salah satunya melalui pengadaan transportasi pengangkut sampah. Pihaknya juga gencar mengedukasi masyarakat sekitar untuk menangani sampah dengan baik seperti memilah serta tidak membuang sampah ke sungai. ‘’Mengoptimalkan ini, tentu kita berharap bantuan pemerintah semisal truk dan bantuan lainnya,’’ ucapnya. (kmb35)


JEMBRANA

10

Kamis Umanis, 22 Maret 2018

Trotoar Jebol Belum Ditangani

Negara (Bali Post) Trotoar di Jalan Danau Sentani, Banjar Tengah, Kecamatan Negara sejak setahun belakangan ini sudah jebol. Namun, hingga kini sama sekali belum mendapat penanganan dari pihak terkait. Jebolnya sarana pejalan kaki ini tentunya sangat membahayakan bagi masyarakat yang melintas. Apalagi, saat malam hari, suasana di lokasi gelap. Atas kondisi itu, sejumlah warga berharap supaya trotoar yang jebol itu segera diperbaiki. Sebab, di jalur itu pejalan kaki terbilang cukup ramai melintas. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan akan ada warga yang menjadi korban. “Jangan sampai nanti ada warga yang jatuh ke got. Kami minta segera ditangani,” kata salah satu warga, Rabu (21/3) kemarin. Ia menyebutkan trotoar yang jebol itu diperkirakan sepanjang 5 meter. Sebelumnya, bekas jebolan itu, warga kerap membuang sampah ke sana. Untuk itu, juga menimbulkan air meluap jika musim hujan. Guna mengantisipasi banjir, warga sekitar juga terus membersihkan sampah-sampah yang ada di sana. Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Perumahan dan Kawasan Pemukiman Jembrana I Wayan Darwin saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui ada trotoar jebol tersebut. Pihaknya akan melakukan pengecekan dan segera ditangani. “Kami cek dulu. Kita akan segera tangani,” jelasnya. (kmb)

Bali Post/olo

Bersandar – Ratusan perahu tradisional bersandar di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan akibat angin kencang dan gelombang tinggi. BMKG juga memberikan peringatan nelayan untuk mewaspadai angin kencang dan gelombang tinggi.

Dampak Badai Marcus di Selat Bali

Nelayan Tak Melaut, Perahu Hancur Diterjang Gelombang Negara (Bali Post) – Angin kencang yang terjadi sejak Selasa (20/3) hingga Rabu (21/3) kemarin berdampak pada aktivitas nelayan. Bahkan di Cupel, Kecamatan Negara, sejumlah perahu fiber milik warga hancur diterjang gelombang tinggi. Sementara hampir sebagian besar nelayan memilih tidak melaut akibat angin kencang dan gelombang tinggi tersebut. Sedikitnya, tiga perahu berbahan fiber milik nelayan yang bersandar di Pantai Cupel hancur terbelah.

Bali Post/kmb

JEBOL - Kondisi trotoar yang jebol di Jalan Danau Sentani, Banjar Tengah, Negara. Rusaknya trotoar itu hingga kini belum ditangani pihak berwenang.

Wisata Pantai Karang Sewu Jadi Tempat Gembala Sapi

Negara (Bali Post) Salah satu objek wisata yang sedang berkembang di Gilimanuk saat ini adalah pantai Karang Sewu. Pantai yang berada di kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) ini, selain tanahnya terancam abrasi, belakangan juga dililit permasalahan sapi peliharaan. Sapi-sapi milik warga yang digembalakan di pantai yang dikenal dengan pemandangan hamparan rumput hijau ini tentunya sangat mengganggu kenyamanan. Selain itu juga menyisakan kotoran-kotoran di sekitar areal objek wisata sehingga terkesan jorok. Seperti yang terlihat pada akhir pekan lalu. Banyak sapi yang berkeliaran di objek yang dikembangkan TNBB tersebut. Ada belasan ekor sapi terlihat di beberapa lokasi. Bahkan, sapi-sapi peliharaan warga itu berkeliaran di dekat lokasi wisatawan biasanya menikmati pemandangan pantai. Yang paling menjengkelkan, kotoran sapi bertebaran di hamparan padang rumput itu. Permasalahan ini sudah berulang kali disikapi Balai TNBB. Bahkan sejak tahun 2016 lalu, telah dilakukan penyuluhan kepada warga. Kasubag Tata Usaha (TU) Balai TNBB Wiryawan, Rabu (21/3) kemarin, mengatakan sapi-sapi di Karang Sewu itu merupakan ternak milik warga. Ternak ini sering dilepasliarkan begitu saja karena warga mengaku tidak memiliki kandang sehingga menjadi kebiasaan. Pihaknya juga telah berulangkali melakukan pendekatan kepada pemilik sapi serta memberikan penyuluhan. Harapannya warga menyadari dan tidak melepas begitu saja ternaknya, apalagi di kawasan Karang Sewu. Sejak dilakukan penyuluhan tersebut, sudah banyak warga pemilik sapi yang sadar. Sehingga lambat laun dari awalnya ratusan sapi yang digembalakan di sana, sekarang terus menyusut. Dalam melakukan pendekatan dan penyuluhan itu, pihak Balai TNBB juga turut menggandeng kelurahan setempat. Kawasan pantai Karang Sewu merupakan salah satu objek wisata yang fokus dikembangkan Balai TNBB, di samping Labuan Lalang dan Pulau Menjangan (Buleleng). Ditargetkan tahun 2019 nanti sudah tidak ada lagi sapi di Pantai Karang Sewu. Tahun ini akan dilakukan penataan dan pembangunan. (kmb26)

Bali Post/olo

SAPI – Sapi peliharaan warga yang sengaja dilepasliarkan terlihat berada di areal Pantai Karang Sewu, Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Kondisi ini sering dikeluhkan warga yang berkunjung.

Kepala Dusun Kembang Abdul Hamid mengatakan tiga perahu milik warga yang ditambatkan di Pantai Cupel itu hancur pada Selasa (20/3) pukul 00.00 Wita. “Perahu itu ditambatkan. Karena dihantam ombak, perahu itu hancur sampai ada yang terbelah menjadi tiga bagian. Dua (perahu) lainnya mesinnya juga rusak,” katanya. Ketiga perahu yang hancur

akibat gelombang tinggi itu di antaranya milik Yatno, Muh Yani dan Kahpi. Terkait kejadian ini, pihaknya sudah melaporkannya ke kepala desa setempat. Angin kencang ini tak hanya menghancurkan perahu nelayan, tapi juga mengakibatkan sebagian nelayan tidak melaut. Seperti yang terlihat di Desa Pengambengan. Ratusan perahu ne-

layan, baik sampan maupun selerek (purse seine) berjejer di sepanjang senderan yang mengelilingi kolam Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN). Para nelayan sudah tak melaut sejak beberapa hari ini karena kondisi cuaca, khususnya angin kencang. Terutama perahu-perahu kecil yang menggunakan mesin tempel. Nampak banyak bersandar dengan mesin

ditutupi. Sejumlah nelayan yang ditemui mengaku belakangan angin sangat kencang. Bahkan kencangnya hembusan angin itu dirasakan hingga di darat. “Kalau angin begini biasanya juga disertai gelombang tinggi. Khawatirnya perahu terbalik di tengah laut kalau melaut,” terang Apik, salah seorang nelayan. Sementara itu, dari prakiraan BMKG Negara menyebutkan angin kencang yang terjadi di wilayah Selatan Bali ini merupakan dampak dari badai marcus. Badai ini dapat menimbulkan gelombang tinggi di perairan selatan Jawa-Bali-NTB.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Negara Rakhmat Prasetia mengatakan prakiraan cuaca Rabu (21/3) kemarin di Selat Bali, di bagian selatan terjadi angin barat laut - utara dengan kecepatan 4-10 knot dan tinggi gelombang 0.5 hingga 3.0 meter. Sementara di Samudera Hindia Selatan Bali, angin barat laut- utara dengan kecepatan angin 6-20 knot dan tinggi gelombang 1.0 hingga 4.0 meter. Pihaknya juga meminta masyarakat untuk mewaspadai adanya angin kencang dan gelombang tinggi di wilayah Selatan Bali. (kmb26)

Pembangunan Kampus Tak Kunjung Rampung

Puluhan Taruna Politeknik Masih Numpang Belajar Negara (Bali Post) – Puluhan taruna angkatan I Politeknik Kelautan dan Perikanan (KP) Jembrana nampaknya akan kuliah lebih lama di luar kampus mereka di Pengambengan. Pasalnya, sejumlah gedung dan sarana prasarana di Politeknik ini hingga bulan ketiga tahun 2018 belum juga rampung. Padahal pembangunan sudah berlangsung hampir setahun dan sempat terlambat di akhir tahun 2017. Padahal proyek ini sudah mendapatkan penambahan waktu lantaran hingga batas waktu Desember 2017 lalu, progres baru sekitar 80 persen. Dari pengamatan di lokasi, pembangunan proyek yang menelan anggaran puluhan miliar rupiah ini masih berlangsung. Bahkan sejumlah

Bali Post/olo

KAMPUS - Sejumlah gedung yang dibangun untuk kampus Politeknik KP di Pengambengan nampak belum rampung hingga bulan ketiga tahun 2018 ini. gedung yang dibangun bertingkat belum terpasang atap. Dari informasi di lapangan, total lahan yang dipergunakan untuk pusat pendidikan ini kurang lebih seluas 19 hektar. Saat ini pengerjaan

dilakukan serentak di masing-masing gedung. Hanya di sisi luar yakni lapangan yang nampak sudah rampung. Sebelumnya dari papan informasi proyek yang tertera di depan Direksi Kit,

tidak disebutkan nilai anggaran dengan nomor kontrak SP.371/PPK.PUSDIK/ PL.423/IX/2017. Pengerjaan oleh kontraktor PT Sartonia Agung tersebut hanya tertera waktu pelaksanaan 94 (hari kalender) dan waktu pemeliharaan 180 (hari kalender). Sementara itu, Misbah dari pihak Politeknik, Rabu (21/3) kemarin mengaku belum mengetahui terkait keterlambatan pengerjaan itu. Pihaknya meminta agar mengkonfirmasi itu kepada Agus yang juga salah satu pegawai Politeknik. Ia lebih tahu teknisnya. Setelah dihubungi, Agus juga mengaku belum mengetahui pasti progresnya karena masih berada di Sidoarjo. Sejak akhir Desember lalu, sebanyak 75 taruna di Poliktenik ini sudah dilantik. Di

antaranya 24 orang untuk prodi (program studi) penangkapan, 25 orang untuk prodi di bidang pengolahan serta 27 orang prodi di bidang pembudidayaan. Namun, lantaran gedung kampus mereka di Pengambengan belum rampung, para taruna angkatan I ini sementara belajar di luar atau kampus lain. Sejatinya pembangunan ini sudah mengalami keterlambatan sejak akhir tahun lalu. Salah satu pemicunya adalah faktor cuaca, di mana di wilayah Pengambangan sering diguyur hujan. Sementara dari informasi anggaran nilai pagu untuk pembangunan Politeknik KP itu Rp 54 miliar lebih dengan 89 peserta lelang. PT Sartonia Agung menjadi pemenang tender dengan harga terkoreksi Rp 44,3 miliar. (kmb26)

Pura Dangkhayangan Jati

Miliki Keistimewaan Mata Air di Bawah Pohon Jati

PURA Jati berada di wilayah Desa Pengambengan, sekitar empat kilometer arah selatan dari kota Negara. Pura yang memiliki luas sekitar 47 are ini merupakan salah satu Pura Dangkhayangan di Jembrana. Sesuai namanya, pura ini memiliki keistimewaan pada pohon jati yang berada di dalam areal pura. Pura ini juga erat kaitannya dengan perjalanan Dang Hyang Nirartha di Pulau Bali. Di bagian utama untuk persembahyangan ini juga terdapat bale banten serta bangunan bale gong, bale piasan serta gedong busana. Empat pohon jati juga berada di areal pura. Menurut Klian Pangempon Ketut Astika Jaya, terdapat keistimewaan pohon jati tersebut. Selain tidak bisa dicari bibit jatinya, ranting-ranting pohon yang sudah berumur ratusan tahun itu tidak pernah jatuh menimpa Padmasana yang berada di bawahnya. Ranting itu pecah sendiri menjadi debu dan tidak menimpa Padmasana. Padahal di sekitar mata air itu ada empat pohon jati yang saling berdekatan. Bahkan pernah salah satu pohon bengkok dan nyaris menimpa panyengker pura. Para pangempon dulu khawatir pohon itu akan menyundul panyengker, tetapi setelah beberapa bulan pohon itu bisa berdiri tegak dengan sendirinya. “Selain itu, setelah beberapa tahun, jarak antara Padmasana dengan pohon jati yang dulunya hanya beberapa centimeter, kini semakin menjauh hingga mencapai dua meter. “Dulu sampai pemangku miringkan badan kalau lewat. Sekarang sudah leluasa,” terang dia. Sementara di areal madya mandala, terdapat bale pasandekan, kori agung dan apit la-

wang bale kulkul dan dapur. Di nista mandala terdapat wantilan serta tempat parkir yang sekarang cukup luas. Pura yang berada di Pengambengan ini masih proses pemugaran atau renovasi. Klian Pangempon Pura Dangkhayangan Jati Nyoman Sutama mengatakan renovasi, baik di utama dan madya mandala diharapkan secara keseluruhan bisa rampung tahun 2022 nanti. Selain saat piodalan, pura yang di-empon empat desa pakraman di Kecamatan Negara ini juga ramai dengan pamedek saat purnama, termasuk saat hari-hari tertentu seperti Saraswati maupun Pagerwesi. Pura ini menjadi salah satu yang padat pamedek tangkil, baik dari maupun luar Jembrana. Di bagian utama mandala terdapat sejumlah bangunan di antaranya Padmasana, Meru Tumpang Tiga, Pepelik, Sri Sedana pengayat Ulun Danu, Taksu, Gedong Pesimpen dan Pangulurah. Empat desa pakraman yang meng-empon pura itu yakni Desa Pakraman Tegal Badeng Kauh, Tegal Badeng Kangin, Lelateng dan Puseh Agung

(Banjar Tengah). Dari sekitar 3.010 KK di empat desa itu setiap enam bulan sekali, digilir menjadi pelaksana karya piodalan. Selain saat piodalan dan purnama, pura ini juga ramai dikunjungi pamedek dari maupun luar Bali untuk memohon keselamatan serta dibuka pikirannya. Para pelajar dan mahasiswa tersebut rajin tangkil untuk nunas kelulusan maupun pekerjaan. Seusai malukat mereka mengaku mendapatkan pikiran yang jernih dan lancar menyerap pelajaran. Pura ini erat kaitannya dengan Dang Hyang Nirartha serta dua Pura Dangkhayangan lain di Jembrana, Pura Perancak dan Mertasari. Pura Jati ini disinggahi beliau setelah tiba di Perancak (Pura Dangkhayangan Perancak), dan singgah ke Desa Mertasari (Pura Amerthasari). Saat itu wilayah gersang yang konon disebut Awen itu merupakan rawa dan hutan. Dalam perjalanan itu, beliau sempat beristirahat di sana dan melakukan tapa yoga semedi. Sebelum bersemedi, beliau sempat menancapkan tongkatnya di sebuah gundukan dan ketika dicabut, tumbuh pohon jati. Dari salah satu batang pohon jati berlubang terdapat sumber air yang tidak pernah surut. Hingga saat ini pohon itu masih ada di dalam areal pura berdekatan dengan Padmasana. Dari sanalah asal muasal pura yang piodalannya jatuh pada Soma Pon Wuku Sinta ini disebut Pura Jati. (olo)

Bali Post/olo

PURA JATI – Pura Jati di Pengambengan, Negara memiliki keistimewaan mata air di bawah pohon jati yang sudah berumur ratusan tahun.


BALI DWIPA

Kamis Umanis, 22 Maret 2018

11

FIGUR Bahaya Narkoba di Usia Peralihan NARKOBA merupakan musuh bersama. Sebab, obat terlarang tersebut penyebarannya sudah masuk di semua kalangan masyarakat, dengan berbagai upaya dan strategi yang dilakukan para bandar. Tidak hanya di daerah perkotaan, namun ruang lingkup pengedarannya sudah masuk ke pelosok-pelosok desa terpencil sekalipun. Sasarannya tidak hanya masyarakat dewasa, namun juga anak-anak pelajar yang merupakan aset generasi bangsa. Karenanya, upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba harus dilakukan sejak dini dengan melibatkan semua pihak. “Mencegah bahaya narkoba tidaklah gampang. Semua pihak harus bekerja sama, baik pemerintah, masyarakat, maupun pihak sekolah harus bersatu padu memerangi penyebaran narkoba itu,” tandas Kepala SMPN 3 Denpasar I Wayan Murdana, S.Pd., M.Psi., Selasa (20/3). Terlebih bagi sekolah yang letaknya di perkotaan. Menurutnya, pergaulan masyarakat sangatlah kompleks. Sehingga, penyebaran narkoba sangat terbuka luas bagi para pengedar yang menyasar masyarakat kota, utamanya generasi pelajar. Apalagi, pelajar yang berada pada usia peralihan sangat mudah dihasut dan dirayu. Anak-anak pada usia peralihan rasa ingin tahunya sangat besar dan akan cepat terpengaruh untuk mencoba, apalagi jiwa mereka masih labil. “Oleh karena itu, pembentukan karakter anak-anak sangat penting dilatih sesegera mungkin agar mempunyai jiwa yang kuat dalam menghadapi tantangan hidupnya pada usia peralihan,” ujar Murdana. Di samping itu, upaya preventif dari sekolah juga harus dilakukan dalam upaya mendekatkan siswa dengan guru dan teman-temannya. Sehinga, mereka mengenal satu sama lain dan saling mengingatkan dan melindungi. Guna mencegah, peran orangtua dan masyarakat sekitar juga sangat dominan dan penting dalam mengawasi putra-putri mereka. “Siswa tidak 24 jam berada di sekolah. Saat di luar sekolah, peran orangtua dan orang-orang di sekitarnya harus bisa memerhatikan mereka. Jangan sampai anak-anak saat di rumah salah bergaul.” (win)

Bali Post/wan

Bali Post/wan

ALAT BERAT - Seekor sapi mencari pakan bekas sampah rumah tangga di dekat alat berat yang nangkring di areal TPA Suwung, Sarbagita, Denpasar Selatan, awal pekan lalu.

TPA Suwung Ditata Jadi ’’Green Belt’’ ’’Waste to Energy’’ Ditarget 2020 Denpasar (Bali Post) -

Penataan dan penghijauan kawasan TPA Regional Sarbagita atau TPA Suwung sudah mulai dilakukan Kementerian PUPR. Kegiatan yang menelan dana Rp 250 miliar ini ditarget rampung bulan Agustus mendatang. Saat itu, kesan gunungan sampah dan bau menyengat harus berubah menjadi kawasan hijau dengan udara segar. “Dari total luas lahan, 22,46 hektar dimanfaatkan untuk penghijauan. Harus selesai itu di bulan Agustus. Nanti di sana akan menjadi sabuk hijau dan dipakai jogging track sehingga kesan gunung sampah itu tidak seperti sampah. Tapi akan menjadi green belt,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali Gede Suarjana yang dikonfirmasi, Rabu (21/3) kemarin. Menurut Suarjana, penataan dimulai di kawasan yang dekat dengan pesisir. Dengan harapan, gunungan sampah tidak lagi terlihat dari jalan Tol Bali Mandara. Sampah-sampah yang ada akan ditutup dengan geomembran yang kedap air. Kemudian, gas metan yang timbul akan dikeluarkan melalui cerobong untuk mencegah dampak lain seperti ledakan. “Di Prancis itu pernah terjadi meledak, sehingga gas-gas metan ini semua disalurkan dalam satu cerobong agar tidak terkungkung dalam satu tempat dan saat dikeluarkan bisa dimanfaatkan. Setelah itu (ditutup geomembran), baru ditutupi dengan tanah dan ditata sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Suarjana menambahkan, tanaman atau pohon yang akan ditanam disesuaikan dengan hasil penelitian. Baik itu tanaman perindang, tanaman yang berfungsi sebagai penghijauan, dan tanaman yang berfungsi sebagai taman. Dengan demikian, konsep taman Bali bisa berjalan di tempat pembuangan akhir itu. Selain penghijauan, masih ada sisa 10 hektar lahan dari total luas TPA Suwung 32,46 hektar yang 5 hektar di antaranya akan digunakan untuk sanitary landfill. “Sanitary landfill itu pengelolaan sampah dengan model sampah diuruk dengan tanah sehingga pada suatu ketika dia akan menjadi kompos. Tapi kemampuan sanitary landfill ini hanya lima tahun,” imbuhnya. Oleh karena itu, lanjut Suarjana, sebelum lima tahun harus sudah terbentuk waste to energy dengan memanfaatkan sisa lahan lima hektar lagi. Sebab, waste to energy memanfaatkan sampah-sampah yang sebelumnya masuk ke sanitary landfill, sehingga yang tersisa di sanitary landfill hanya residu dari waste to energy. Sesuai target, waste to energy sudah harus ada di tahun

2020. Saat ini pun sebetulnya sudah ada hampir 60 investor termasuk PLN yang ingin menggarap waste to energy. Namun, mereka dikatakan belum menuntaskan feasibility study. “Sistem waste to energy ini ada banyak, ada dengan incinerator, ada kombinasi plasma, ada plasma, ada memakai gasifikasi, dan sebagainya. Nanti diadakan beauty contest, yang mana visible secara teknis, ekonomis, dan lingkungan, itulah yang masuk,” tandasnya. Wakil Ketua Komisi III DPRD Bali I.B. Gede Udiyana mengatakan, penataan dan penghijauan kawasan TPA Suwung merupakan rencana aksi jangka pendek untuk mengatasi persoalan sampah jelang pertemuan IMF dan World Bank. Untuk jangka panjang, harus dilakukan pola kegiatan menyangkut edukasi dan sosialisasi terkait sampah. “Mau tidak mau, kita harus sudah mengedukasi dari usia dini, ke sekolah-sekolah dan sebagainya sehingga target tahun 2025 zero sampah khususnya sampah plastik betul-betul tercapai,” ujar politisi Golkar ini. (kmb32)

Jelang Pertemuan IMF 2018

Kadisbud Berharap Optimalkan Kreator Seniman Bali Denpasar (Bali Post) Perhelatan besar bertaraf internasional, yaitu pertemuan International Monetary Fund (IMF) - World Bank Anual Meeting akan berlangsung pada Oktober 2018 mendatang di Bali. Biasanya setiap ajang internasional tidak lepas dari sajian sambutan dengan menyajikan beragam seni budaya daerah yang sekaligus memperkenalkan khazanah keluhuran nilai local genius. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha menyatakan bahwa

sejauh ini keterlibatan seniman, kreator atau EO yang mengurus ajang kegiatan internasional selalu diurus pusat. “Paling seniman kita ditunjuk begitu saja,” ujar Dewa Beratha, Rabu (21/3) kemarin. Sejauh ini untuk kegiatan IMF pihak pusat belum ada permintaan jenis garapan seni Bali untuk tampil menyemarakkan sekaligus mempromosikan budaya Bali di ajang tersebut. Hanya, dalam arahan Gubernur Bali pernah diminta oleh Presiden RI Jokowi, di mana Presiden Jokowi terke-

san dengan konsep pawai di Bali, agar bisa ditampilkan dalam pembukaan IMF. Pihaknya berharap setiap perhelatan besar seyogiangnya kreator Bali bisa terlibat langsung. “Di Bali kita banyak punya orang kreatif, termasuk EO. Jadi, kita di Bali seharusnya mampu menangkap peluang itu. Kalau mau mencari pemain untuk berkiprah di tingkat nasional di Bali sebenarnya tak kekurangan,” imbuhnya. “Mudah-mudahan EO yang akan meng-handle kegiatan kesenian di ajang IMF benar-

benar mencari kesenian berkelas.” tukasnya. Kadisbud menambahkan, setiap proyek menggunakan anggaran besar yang semuanya melalui lelang. “Jangan hanya menjadi penonton saja. Orangorang kreatif di Bali cukup banyak, sehingga ketika ada event besar, kalau EO Bali yang menangani, mereka paling tidak paham apa yang mau ditawarkan,” jelasnya. Sementara itu, selaku kurator Bali Mandara Nawanatya, Kadek Wahyudita berharap ada referensi dari Dinas Kebuday-

aan terhadap event organizer luar. “Kami berharap Dinas Kebudayaan atau Listibya menjadi pintu masuk para EO yang akan mengisi kesenian dalam hajatan internasional. Sehingga kelompok kesenian mana yang layak, maestro siapa yang diberikan mewakili, konsep garapan seperti apa, sehingga pusat bisa melihat kalau menampilkan kesenian untuk hajatan internasional ada standarnya, dan harus melalui pemda, atau Listibya yang berwenang. Sistem ini yang belum kita punya,” terang Wahyu. (win)

Polemik Aset di Bali Hyatt

Pemprov Masih Kumpulkan Bukti Pendukung Denpasar (Bali Post) Tindak lanjut rekomendasi Pansus Aset DPRD Bali terkait polemik aset Pemprov Bali di Hotel Bali Hyatt tampaknya belum menunjukkan perkembangan berarti. Sampai saat ini belum ada gugatan secara pidana dan perdata yang dilayangkan. Pemprov juga belum menugaskan dan memerintahkan Wali Kota Denpasar untuk mencabut dan membatalkan IMB untuk pembangunan sarana dan prasarana di Hotel Bali Hyatt. Hotel tersebut justru akan dibuka kembali Juli mendatang. “Itu rekomendasi dewan. Kita sudah bahas beberapa kali. Memang kelemahan kita adalah di data pendukung,” ujar Kepala BPKAD Provinsi Bali Ida Bagus Ngurah Arda, di Denpasar, belum lama ini. Menurut Arda, gugatan secara hukum membutuhkan dokumen-dokumen asli. Khususnya terkait dengan perjanjianperjanjian yang dulu pernah dilakukan Pemprov Bali. Sedangkan Pemprov Bali selama ini hanya memegang kopiannya. Dokumen-dokumen asli itulah yang kini sedang dicari dan ditelusuri untuk dijadikan bukti pendukung. “Di intern juga sudah (ditelusuri - red), bahkan ke BPN Pusat sudah bersurat,” imbuh Penjabat Sekda Provinsi Bali ini. Sebelumnya diberitakan, Ketua Komisi I DPRD Bali Ketut Tama Tenaya merasa heran setelah mengetahui Bali Hyatt akan dibuka kembali Juli mendatang. Informasi ini didapat saat Serikat Pekerja Mandiri Bali Hyatt mengadu ke DPRD Bali lantaran tidak ingin dipindah Hotel Grand Hyatt Bali jelang re-opening Hotel Bali Hyatt. Padahal, masalah aset Pemprov Bali di sana masih belum jelas sampai sekarang. “Rekomendasi Pansus berarti tidak dihiraukan. Ini PR Pemprov Bali masalah aset itu, karena Pansus kan sudah merekomendasikan. Bila perlu di jalur hukum ya silakan saja, tapi ini kan diam. Ada apa?” cecar politisi PDI-P ini. Ketua Pansus Aset DPRD Bali I Nyoman Adnyana mengatakan, Pemprov Bali selaku pemilik dan pemegang hak tanah DN 71 dan DN 72 di Bali Hyatt telah banyak dirugikan sejak tahun 1972. Oleh karena itu, Pansus telah merekomendasikan agar Pemprov melayangkan gugatan kepada PT Bali Sanur Resort Development Corporation secara pidana dan perdata. “Menggugat secara perdata karena tidak pernah ada kontribusi apa pun selama ini, baik berupa dividen atau saham. Melaporkan secara pidana karena di sana ada unsur penjualan aset tanpa izin Pemprov Bali,” ujarnya. Adnyana menambahkan, gugatan secara perdata juga perlu dilayangkan kepada PT Dharmindo Alamindah untuk mengganti rugi atau mengembalikan saham 4.000 lembar di PT Wynncor Bali yang telah dijual oleh PT Bali Sanur Resort D.C. Pasalnya, penjualan itu tidak sah karena Pemprov Bali selaku pemilik saham 10,9 persen di PT Bali Sanur Resort D.C. tidak pernah memberikan persetujuan. Rekomendasi lainnya adalah Pemprov Bali agar menugaskan dan memerintahkan Wali Kota Denpasar untuk mencabut dan membatalkan IMB untuk pembangunan sarana dan prasarana di Hotel Bali Hyatt. Pemprov agar merekonstruksi batas tanah DN 71 dan DN 72 di atas HGB No.4 Intaran yang kini telah diperbarui menjadi HGB No.86 Desa Sanur Kaja karena saham dan dividen tidak pernah diterima Pemprov Bali. “Terakhir agar menuntut BPN Provinsi Bali untuk membatalkan HGB No.86 Desa Sanur Kaja karena cacat administrasi dan proses pembebasan tanah HGB No.4 tidak dipenuhi dengan tidak membagikan saham dan dividen oleh PT Wynncor Bali kepada PT Bali Sanur Resort,” tandasnya. (kmb32)

Pilih Pemimpin, Rakyat Bali Jangan Terkecoh PEMILIHAN kepala daerah serentak akan berlangsung 27 Juni mendatang. Di Bali, ada tiga perhelatan besar yakni Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati Gianyar, serta Bupati dan Wakil Bupati Klungkung. Intensitas suhu politik pun meningkat seiring semakin dekatnya perhelatan akbar tersebut. Khususnya, pendukung masing-masing paslon di media sosial. Mereka atau pendukungnya berusaha untuk mencari simpatisan dan menyusun strategi politik agar jagoannya menang dalam pilkada nanti. “Bali memerlukan pemimpin yang tepat. Strategi apa pun yang dilakukan oleh pasangan calon maupun pendukungnya, rakyat Bali khususnya pemilih jangan sampai terkecoh. Harus pintar dan

rasional dalam memilih, yakni berdasarkan hati nurani. Mari kita selalu berdoa supaya Bali mendapatkan pemimpin yang kuat atau strong leader, memiliki integritas tinggi secara individual, sosial, institusional dan global,” ucap akademisi Unud Prof. Dr. Rai Setiabudhi, S.H., M.H., Rabu (21/3) kemarin. Prof. Rai berharap strategistrategi yang digunakan para paslon dan pendukungnya, tidak sampai menimbulkan konflik-konflik yang dapat mengganggu pelaksanaan tahapan pemilu yang sedang berjalan yang dapat berdampak pada masalah sosial lainnya. Oleh karena itu, seluruh komponen masyarakat patut mengantisipasi, khususnya dari pihak kepolisian maupun lembaga terkait lainnya seperti KPU dan Bawaslu, agar terwujud pemilihan kepala daerah yang

damai dan berintegritas. “Rakyat Indonesia khususnya Bali harus segera menuju era demokrasi modern yang mampu menghadirkan kesejahteraan, keadilan serta memperkuat persatuan bangsa Indonesia,” ujarnya. Tekad tersebut hanya dapat dicapai kalau setiap daerah mampu melaksanakan pemilu maupun pilkada secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil serta setiap peserta pemilu mampu bersikap fair dengan menjunjung tinggi norma-norma hukum yang berlaku. Menurut Prof. Rai, ada beberapa prasyarat mewujudkan pilkada aman dan damai, salah satunya adalah pemegang kebijakan. Yakni, lebih intensif meningkatkan kewaspadaan terhadap upaya pihak-pihak tertentu, baik dari internal

maupun eksternal yang memanfaatkan pilkada ini memetik keuntungan, baik secara individu maupun kelompok atau golongan tanpa menghiraukan kepentingan Bali yang lebih besar. “Kita berharap agar pilkada ini berjalan dengan sukses, tertib, aman, dan damai. Menjadi pilkada yang paling demokratis dan menghasilkan pemimpin berintegritas dan berkualitas yang pada akhirnya mampu menjadi lokomotif, khususnya Bali yang maju, tertib, aman, tenteram, serta damai,” tandas dia. Di samping itu, sinergi dan kerja sama yang kuat antara aparat kepolisian dengan pecalang, baik di tingkat banjar adat maupun di tingkat desa pakraman, juga sangat diperlukan. Begitu pula desa pakraman harus bersinergi

dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Sementara itu, terkait keterlibatan TNI dalam proses pengamanan pilkada, Dandim 1611/Badung Letkol Inf. Handoko Yudho Wibowo menegaskan pada intinya TNI netral. Artinya, tidak berpihak dan tidak ikut membantu salah satu paslon. Khusus bagi keluarga prajurit TNI (istri/suami/ anak) memilih itu merupakan hak individu. “Ini merupakan amanah dalam pelaksanaan reformasi internal TNI sesuai UU RI Nomor 34 tahun 2004 tentang Netralitas TNI. Dijelaskan, TNI bersikap netral dalam kehidupan politik dan tidak melibatkan diri pada giat politik praktis. Begitu juga dengan Kodim 1611/Badung,” tegasnya. Implementasi kegiatan yang

Letkol Inf. Handoko Yudho Wibowo

Prof. Dr. Rai Setiabudhi, S.H., M.H.

dilaksanakan, menurut Dandim, yaitu sosialisasi netralitas TNI, mengawasi anggota dan keluarga untuk mencegah politik praktis, mengecek sejauh mana pemahaman anggota tentang netralitas TNI. Jika ada yang melanggar tentu ada sanksi. Kata Letkol Handoko, halhal yang perlu diperhatikan setiap anggota yaitu membatasi diri saat acara kampanye peserta pilkada. Selain itu, tidak melaksanakan pema-

sangan atribut atau identitas pilkada di lingkungan markas, mencegah bentrokan fisik antarmassa atau perorangan pendukung partai politik di sekitar markas radius 100 meter. “Apabila tidak ada polisi, anggota harus melerai kemudian diserahkan ke Polri. Apabila ada kejadian atau kegiatan yang mengarah kepada menghambat, mengganggu, dan menggagalkan pemilu, harus secepatnya dilaporkan,” ujarnya. (rah)


KLUNGKUNG

12 SOLUSI

Kamis Umanis, 22 Maret 2018

TOPIK : Penyediaan Lapangan Pekerjaan

Bangkitkan Potensi Produktif LAPANGAN pekerjaan di Kabupaten Klungkung belum sebanding dengan pencari kerja. Hal ini menyebabkan munculnya pengangguran. Bahkan, banyak warga yang memilih mengadu nasib ke daerah lain. Bagaimanakah langkah pasangan calon yang bertarung dalam Pilkada serentak menangani hal ini? Apa upayanya untuk menambah lapangan pekerjaan? Cawabup nomor urut 1, I Ketut Mandia, menilai pengangguran memang harus dientaskan. Sebab hal tersebut berpotensi menurunkan kesejahteraan masyarakat dan berujung pada munculnya kemiskinan. Jika ia dipercaya memimpin Klungkung bersama Cabup Tjokorda Bagus Oka, penyedi-

aan lapangan pekerjaan menjadi salah satu fokus yang harus digarap. Pihaknya akan menggali potensi produktif selain yang ada saat ini. “Kami akan buat rumah produksi. Ini akan mampu menyediakan lapangan pekerjaan,” sebutnya. Tukad Unda juga akan ditata sehingga menjadi salah satu tujuan wisata di Kabupaten Klungkung. Dari ini, masyarakat akan bisa mendapat penghasilan sebagai tenaga kerja, seperti bidang pengelolaan maupun jasa lainnya. “Ini juga diintegrasikan dengan one management tourism. Masyarakat bisa berpartispasi menerima limpahan turis ke Klungkung dengan menyajikan kearifan lokal. Di Tukad Unda juga akan ada estuaridam. Ini juga bisa jadi tempat bekerja,” katanya. Melalui konsep satu jalur, pihaknya juga akan menjalin kerja sama dengan pemerintah kabupaten lain dalam penyediaan lapangan kerja, salah satunya sebagai Tenaga Kerja Indonesia. “Kalau misalnya di Karangasem dapat kuota kapal pesiar, kita mohon supaya diberikan kuota. Ini konsep goverment to goverment. Intinya kita bangkitkan potensi produktif,” tandasnya. (sos)

Bentuk Wirausaha Baru

CABUP nomor urut 2, I Nyoman Suwirta, juga sepakat untuk menggenjot penyediaan lapangan pekerjaan. Solusi yang ditawarkan dengan membentuk wirausaha baru di setiap desa secara merata menyesuaikan dengan potensi masing-masing. “Sebelum saya cuti, ini sudah berjalan. Kalau terpilih, akan terus berlanjut,” sebutnya. Menggeliatkan itu, pemkab akan memberikan suntikan modal dan peralatan yang diperlukan. Khusus untuk modal, Lembaga Perkreditan Desa (LPD) dan kopoerasi juga dorong untuk turut bergerak. “Padat karya juga harus terus berjalan,” tegasnya. Pria asal Nusa Ceningan, Kecamatan Nusa Penida ini menilai membicarakan lapangan pekerjaan, tidak hanya fokus pada upaya penciptaannya saja. Tetapi juga bagaimana itu tercipta. “Jangan hanya menciptakan. Tetapi harus bisa tercipta. Misalnya, sekarang saya bikin rumah makan. Tapi tidak ada beli. Kan tidak bisa jalan. Maka ini perlu ada perbaikan iklim daerah,” sebutnya. Caranya dengan membuat hal-hal inovatif sehingga kabupaten bisa dikunjungi banyak orang, seperti mewujudkan birokrasi yang terkelola dengan baik. “Dengan ini,

akan membuat orang datang ke Klungkung. Ini akan memberikan dampak lanjutan. Akan muncul banyak usaha pendukung, seperti penginapan dan restoran. Termasuk oleh-oleh khas,” katanya. Disampaikan lebih lanjut, program Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) juga bisa menjadi penyedia lapangan pekerjaan. Ini melibatkan banyak orang, mulai dari pengangkutan hingga pengolahan. “Dari sampah bisa mengurangi pengangguran,” ucapnya. Ditambahkan, di balik upaya yang akan dilakukan itu, perlu diimbangi dengan edukasi ke masyarakat supaya tidak terlalu memilih dalam mencari pekerjaan. (sos)

Bali Post/ist

PADAT KARYA - Salah satu padat karya yang digulirkan Pemkab Klungkung pada 2017. Tahun ini program serupa berlanjut, sebagai salah satu upaya untuk mengurangi angka pengangguran.

Pengentasan Pengangguran

Desa Harus Gerakkan Padat Karya Semarapura (Bali Post) -

Pengangguran di Kabupaten Klungkung mencapai ribuan orang yang terdiri dari berbagai jenjang pendidikan. Pengentasannya sangat perlu dilakukan. Salah satu strateginya melalui pelaksanaan program padat karya. Ini tak hanya dilakukan pemerintah kabupaten. Namun juga desa dengan memanfaatkan dana desa. Demikian disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Klungkung I Gede Kusumajaya, Rabu (21/3) kemarin. Pejabat asal Desa Selisihan Kecamatan Klungkung ini mengungkapkan program padat karya rutin dilakukan setiap tahun oleh pemkab. Hanya masih tergolong sedikit. 2017 satu kali dan tahun ini dua kali, yakni di Dusun Pemenang, Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan dan Desa Batukandik, Kecamatan Nusa Penida dengan anggaran masng-masing kisaran Rp 300 juta. “Kegiatan ini berupa pembukaan jalan,” jelasnya. Warga yang dilibatkan sebagai tenaga kerja pada program itu lebih dari 80 orang untuk masing-masing lokasi yang sebelumnya menyandang status sebagai

pengangguran. Upah yang diberikan bervariasi. Pengayah Rp 80 ribu per hari dan tukang Rp 85 ribu per hari. Jika dibandingkan dengan angka pengangguran yang mencapai 2 ribu orang, jumlah yang terserap itu masih tergolong kecil. Oleh sebab itu, pemerintah desa didorong untuk bisa menerapkan program serupa melalui dana desa. “Keterlibatan desa dalam pengentasan pengangguran sangat perlu,” imbuhnya. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Klungkung I Wayan Suteja mengatakan sesuai arahan dari pemerintah pusat, dana

desa harus ada yang dialokasikan untuk program padat karya. “Kami sudah sering tekankan. Dana desa bisa dipakai untuk padat karya. Ada alokasinya itu,” tegasnya. Selain padat karya, pejabat asal Karangasem ini menyampaikan peruntukan dana itu juga tak lagi fokus pada program fisik dan pemberdayaan masyarakat. Namun lebih mengarah pada penguatan ekonomi kerakyatan, yakni pengembangan produk unggulan desa, pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), penataan sarana olahraga dan embung desa. Dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat tahun ini ke bumi serombotan mencapai Rp 43.340.097.000, turun dari 2017 Rp 44.540.097.000. Hal tersebut disebabkan adanya penurunan alokasi dasar yang sebelumnya mencapai 90 persen menjadi 77 persen dari total dana keseluruhan secara nasional. “Adanya berubahan ini, secara otomatis berdampak pada jumlah ke daerah,” terangnya. (kmb45)


EKONOMI

Kamis Umanis, 22 Maret 2018

13

Bappenas Kerja Keras Turunkan ”Gini Ratio”

Tahun 2018 Ditargetkan 0,39 Persen

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro

Jakarta (Bali Post) – Ketimpangan antara penduduk kaya dan miskin menunjukkan tidak meratanya dampak pembangunan. Semakin tinggi ketimpangan, maka keadilan pembangunan dipertanyakan. Untuk itu mengurangi ketimpangan ekonomi masyarakat menjadi salah satu tugas utama pemerintah. Namun tidak mudah untuk memperkecil ketimpangan. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menargetkan tingkat ketimpangan yang ditunjukkan dengan Gini Ratio, bisa menyentuh level di bawah 0,39 pada akhir 2018. ‘’Tahun ini kita harapkan bisa di bawah 0,39 dan tahun depan sekitar 0,38,’’ kata Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro usai membuka Forum Konsultasi Publik (FKP) di Kantor Bappenas, Jakarta, Rabu (21/3) kemarin. Dalam APBN 2018, tingkat ketimpangan ditargetkan mencapai 0,38. Sebelumnya, pada tahun lalu Bambang juga sempat menyebutkan

2018, Bali Mulai Kembangkan 1.200 Hektar Kebun Tebu Denpasar (Bali Post) Tahun 2018, untuk pertama kalinya di Bali akan mulai dikembangkan perkebunan tebu seluas 1.200 hektar (ha). Luasan ini merupakan bagian target dari pemerintah pusat mengembangkan 15.000 ha lahan tebu di Provinsi Bali. Lokasi yang dipilih berada di tujuh desa di Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng. Di masa mendatang, jika luasan kebun tebu telah memenuhi ketentuan diharapkan di Bali dapat dibangun pabrik gula. Kepala Bidang Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hortikultura Provinsi Bali Lanang Aryawan mengatakan, dari 1.200 ha lahan tebu, bisa menghasilkan gula 10.000-12.000 ton. Lahan perkebunan tebu ini tidak menggunakan lahan sawah tetapi menggunakan lahan tegalan agar tidak mengganggu lahan tanam padi. ‘’Kita dialokasikan oleh pusat 1.200 ha untuk mengembangkan perluasaan areal untuk tebu,’’ ujarnya, Selasa (20/3). Selain membangun kebun petani, pihak Dinas Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hortikultura Provinsi Bali juga membangun kebun induk seluas 200 ha. Kebun induk ini untuk memenuhi kebutuhan bibit untuk kebun petani. Karena 1 ha penanaman bibit di kebun induk dapat menyuplai 8 ha bahan tanam untuk kebun petani. ‘’Karena sekarang kita belum punya kebun induk, maka kebutuhan kita masih di-supply PTPN XI. Jadi kita melakukan MoU dengan PTPN XI,’’ bebernya. Hasil panen di bulan November-Desember nanti akan diambil oleh Pabrik Gula Asam Bagus. Untuk itu, ia juga sudah melakukan MoU dengan Pabrik Gula Asam Bagus. ‘’Pasarnya sudah ada dan harga tebu juga ada HPP (harga pokok pembelian) sesuai Permendag. Jadi harganya tidak bisa dimainkan,’’ ujarnya. Penanaman perdana dilakukan di bulan AprilMei sebagai pola I seluas 400 ha, dari target 1.200 ha. Sisanya sekitar 700-800 ha akan dilakukan penanaman di bulan Oktober-November sebagai bagian pola II. Bahan tanam untuk pola II diambil dari bibit tebu yang ditanam di kebun induk pada periode I ini. ‘’Bahan tanam di kebun induk, dipakai untuk mengisi kebutuhan tani di lahan seluas 700800 ha di pola II (November –Desember),’’ imbuhnya. Namun bahan tanam di kebun induk dipenuhi juga oleh PTPN XI. Diakui dalam waktu sebulan ini, ia sedang memenuhi target untuk tanam pola I. Saat ini ia telah melakukan land clearing seluas 200 ha. Sisanya lagi 200 ha akan dikebut pengerjaannya agar bulan April-Mei mulai bisa dilakukan penanaman. Rencananya tahun 2019, lahan perkebunan tebu akan kembali ditambah seluas 2.000 ha, sehingga total lahan tebu di Bali 3.200 ha. Dengan adanya lahan seluas itu, Bali berpeluang untuk dibangun pabrik gula. Karena syarat pembangunan pabrik gula adalah adanya lahan tebu minimal 2.400-3.000 ha. Terlepas dari proyek tersebut, Bali sebelumnya belum memiliki kebun khusus tebu. Hanya tanaman tebu yang ditanam seadanya untuk memenuhi kebutuhan upacara. Dengan adanya kebun khusus tebu ini, ia berharap dapat memenuhi kebutuhan Bali akan tebu yang merupakan bahan baku gula. Kebutuhan Bali akan gula 20 kg/kapita/tahun. Kebutuhan ini jika dikalikan dengan jumlah penduduk Bali yang 4,2 juta jiwa, maka kebutuhan gula per tahun yaitu 84.000 ton. Jika dikonversikan ke dalam rupiah dengan harga gula Rp 12.500, maka Rp 1 triliun uang digunakan untuk membeli gula setiap tahun. Dengan nilai itu seharusnya bisa dilakukan pembangunan untuk Bali. ‘’Ketika kita punya potensi untuk mengembangkan tebu, dan tebu merupakan bahan baku gula, kenapa tidak diwujudkan,’’ pungkasnya. (kmb42)

Bali Post/ant

bahwa tingkat ketimpangan akan diturunkan mencapai 0,38 pada 2018 dan 0,37 pada 2019 mendatang. Bambang berdalih, penurunan rasio gini bukanlah merupakan upaya yang mudah. Ia menyebut keberhasilan pemerintah menurunkan rasio gini dari sebelumnya di atas 0,4 kini menjadi sekitar 0,39 merupakan hal yang bagus. ‘’Itu sudah sangat bagus karena waktu naiknya jauh lebih tajam dari penurunan dan naiknya itu 2011 karena komoditas. Jadi pemerintah sekarang sudah punya program untuk mengurangi secara perlahan, dari di atas 0,4 persen menjadi 0,391. Karena gini itu turun 0,1 itu sudah penurunan yang besar, tidak mudah,’’ ujar Bambang. Pengurangan ketimpangan merupakan fokus pembangunan yang perlu ditangani komprehensif. Sesuai dengan arahan Presiden, pemerintah harus fokus untuk mengurangi ketimpangan, antar kelompok pendapatan dan antar wilayah. Hal ini telah ter-

tera dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Pada 2019, tingkat kemiskinan diharapkan dapat turun menjadi 7-8 persen dari angka baseline 11,22 persen di 2015. Demikian pula, angka ketimpangan diupayakan untuk menurun dari 0,408 di 2015 menjadi 0,36 pada akhir RPJMN. Namun, target tersebut tampaknya sulit dicapai. Bambang menambahkan, pemerintah akan berupaya mengurangi ketimpangan melalui program-program pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH) agar bisa lebih tepat sasaran. ‘’Upaya untuk mencapai target gini tersebut yaitu dengan penguatan Program PKH dan program pengentasan kemiskinan lain juga diperkuat. Di samping itu juga ada upaya melakukan reformasi agraria, penguatan UMKM dan program kemitraan antara petani dan perusahaan menengah besar,’’ ujar Bambang. Dari data Badan Pusat Statistik

khususnya rasio gini dari 2016 ke 2017, terlihat porsi pengeluaran kelompok menengah (40 persen) naik sebesar 0,38 persen, sedangkan kelompok atas (20 persen) justru turun 0,48 persen. Sementara itu kelompok bawah (40 persen) naik, namun hanya 0,1 persen. Pemerintah sendiri menyatakan akan lebih agresif dalam mengurangi ketimpangan yakni dengan fokus menyasar 40 persen masyarakat kelompok berpendapatan terbawah. Masyarakat kelompok ini dinilai belum terlalu terdorong oleh berbagai program atau kegiatan yang sudah dibuat oleh pemerintah selama ini. ‘’Kami fokus ke 40 persen terbawah tadi.’’ Selain diintervensi dari pemerintah baik dengan bantuan langsung maupun infrastruktur dasar, menurut Bambang, kelompok masyarakat berpendapatan terbawah ini didorong agar bisa lebih maju naik tingkat dengan didorong untuk berwirausaha. (ant)

Utang Pemerintah Membengkak, Sektor Riil Justru Memburuk Jakarta (Bali Post) – Utang Indonesia yang terus membengkak hingga mencapai Rp 4.000 triliun lebih terus mendapatkan kritikan dari sejumlah pihak. Kali ini disampaikan Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati yang mengatakan utang pemerintah yang besarannya meningkat sejak 2015 tidak memberi dampak banyak bagi pertumbuhan ekonomi ditandai sektor riil yang makin memburuk. Pemerintah justru kini mulai tergantung pada impor ke sektor pangan pokok.

IMPOR - Petani garam sedang memanen garam. Utang pemerintah yang membengkak hingga Rp 4.000 triliun lebih. Ironisnya justru sektor riil makin memburuk ditandai dengan impor kebutuhan pangan pokok seperti beras dan garam.

‘’Utang yang selama tiga tahun ini bertambah justru mengarah kontraproduktif. Sektor-sektor riil yang harusnya semakin membaik justru memburuk,’’ kata Enny dalam konferensi pers di kantor Indef, Jakarta, Rabu (21/3) kemarin. Ia menilai bahwa masih terjadi anomali atau penyimpangan dari harapan pemerintah yang berutang untuk mampu mengakselerasi produktivitas dan daya saing nasional, termasuk meningkatkan kemandirian sebagai bangsa. ‘’Ketergantungan impor bahkan mulai bertambah ke sektor pangan pokok,’’ ucap Enny. Dalam kesempatan yang sama, peneliti Indef Riza Annisa Pujarama mengatakan bahwa utang pemerintah meningkat sejak 2015. Utang pemerintah tersebut diklaim digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur. Utang pemerintah mel-

onjak dari Rp 3.165,13 triliun (2015) menjadi Rp 3.466,96 triliun (2017). Pada akhir Februari 2018, utang pemerintah pusat jumlahnya mencapai Rp 4.034,8 triliun. ‘’Utang pemerintah meningkat seiring dengan belanja. Secara struktural, belanja pemerintah pusat tidak banyak berubah terhadap belanja modalnya. Yang meningkat adalah belanja pegawai, belanja barang, dan pembayaran kewajiban utang,’’ ucapnya. Riza juga menyoroti mengenai belanja pemerintah pusat yang masih ditopang oleh penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) dengan persentase kepemilikan asing yang tinggi. Hal tersebut perlu diwaspadai karena mampu menimbulkan arus modal keluar (capital outflow). ‘’Kepemilikan SBN banyak dimiliki asing, ini bahaya apalagi kondisi rupiah sedang terdepresiasi,’’ ucapnya. (ant)

Cegah ”Skimming”

Pengelola Bank Wajib Cek Rutin Mesin ATM Jakarta (Bali Post) Pihak bank seharusnya melakukan upaya optimal untuk mencegah nasabahnya mengalami kerugian akibat skimming. Selain dengan mengedukasi nasabah menjaga kerahasiaan PIN, pengelola bank harus rutin mengecek seluruh mesin ATM yang dimiliki. Seperti yang dilakukan salah satu bank milik negara yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. yang akan mengecek 17 ribu mesin ATM. Tujuannya untuk memastikan tidak terpasang alat penyadapan data (skimming) terhadap kartu ATM/debit nasabah. ‘’Kami ingin coba preventif, semua sistem kami lakukan pemeriksaan, juga semua ATM akan kami periksa ulang,’’ kata Direktur Keuangan BNI Anggoro Eko Cahyo di Jakarta, Rabu (21/3) kemarin. Anggoro mengaku antisipasi ini menyusul semakin maraknya kasus

skimming yang menimpa nasabahnasabah bank lain. Dalam beberapa hari terakhir, puluhan nasabah dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. mengaku kehilangan dana secara misterius dengan total kerugian di atas Rp 150 juta. Untuk BNI, Anggoro mengklaim belum menerima laporan dari nasabah tentang telah terjadi kehilangan dana atau tindak pidana dugaan skimming. ‘’Kalau skimming itu memang setiap tahun ada skimming, poinnya adalah bagaimana setiap bank mengamankan sistem ATM dan juga mengedukasi nasabahnya,’’ ujarnya. Selain meningkatkan standar keamanan, Anggoro mengatakan perbankan juga harus meningkatkan edukasi kepada nasabah agar lebih memahami upaya mencegah skimming. Selain di mesin ATM, skimming juga

bisa terjadi di mesin perekam data elektronik (Electronic Data Capture/ EDC). Untuk mengantisipasi hal itu, lanjut Anggoro, perbankan harus mengoptimalkan sistem anti-fraud (anti-kejahatan) di setiap infrastruktur sistem pembayaran. ‘’Dengan ini jika ada transaksi mencurigkan akan dihentikan oleh BNI,’’ ujarnya. Seiring dengan pencegahan skimming bank juga akan mengganti pita magnetik di kartu ATM/Debit menjadi teknologi chip. BNI menargetkan implementasi teknologi chip dalam kartu ATM/debit bisa mencapai 30 persen dari total kartu yang ada. Perbankan lainnya, PT Bank Mandiri, juga akan memeriksa seluruh mesin ATM. Bahkan, untuk mesin ATM yg aktif digunakan seperti di Jakarta, pengecekan dilakukan setiap satu jam sekali. ‘’Tetapi untuk mesin

ATM di daerah dan jarang digunakan pengecekan dilakukan sekali sehari,’’ ujar Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas. Kejahatan skimming kartu ATM/ Debit memiliki beberapa modus, di antaranya menempelkan alat pembaca kartu di mulut mesin ATM serta kamera tersembunyi di penutup tombol PIN. Alat pembaca kartu tersebut akan mengambil data kartu secara otomatis untuk penggandaan kartu. Sementara kamera tersembunyi diperlukan untuk mengetahui PIN dari kartu ATM. Rohan mengatakan nasabah perlu mengganti PIN secara berkala dan menjaga kerahasiaan PIN dari pihak manapun. ‘’Nasabah juga perlu mengaktifkan notifikasi SMS karena ketika terjadi transaksi mencurigakan, nasabah bisa langsung dapat notifikasi,’’ ujarnya. (ant)

Kerugian Ekonomi Akibat Rayap Rp 2,8 Triliun per Tahun Peluang Bisnis Jasa Pengendali Hama

SERANGAN rayap biasanya cenderung diremehkan. Ternyata kerugian yang diakibatkan oleh binatang pemakan kayu ini mencapai triliunan rupiah per tahun. Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (Aspphami) menyatakan kerugian akibat rayap di Indonesia mencapai hingga Rp 2,8 triliun per tahun. Fakta ini menjadi pertanda terbukanya peluang bisnis pemberantasan hama rayap. ‘’Kami memperkirakan kerugian ekonomis yang ditimbulkan oleh rayap secara nasional sebesar Rp 2,8 triliun setiap tahunnya,’’ kata Ketua Umum Aspphami Boyke Arie Pahlevi di Jakarta, Rabu (21/3) kemarin. Boyke menjelaskan wilayah Indonesia beriklim tropis yang hangat sepanjang tahun disertai kelembaban udara yang tinggi (70-90 persen) dan tanah yang kaya akan bahan organik sangat mendukung

perkembangan rayap. Padahal, aktivitas rayap sendiri sebagai hama, baik pada perumahan, bangunan gedung, perkebunan dan kehutanan berdampak sangat besar. Kini, lanjut Boyke, rayap di Indonesia telah menjadi perhatian kalangan profesional di bidang pengendalian hama. Para ilmuan, mahasiswa pascasarjana, para pengelola gedung, bahkan para pengelola perkebunan di Indonesia juga memberikan perhatian pada masalah pengendalian hama.

‘’Ratusan perusahaan pengendali rayap telah berdiri selama dua dekade terakhir. Ratusan miliar rupiah dana telah digunakan untuk pengendalian serangga tersebut, termasuk penelitian dan pengembangan produk-produk anti rayap,’’ katanya. Boyke juga mengungkapkan, saat ini sedikitnya ada 700 perusahaan lokal jasa pengendalian hama. Besarnya pasar pengendalian hama Indonesia, tambahnya, tidak luput dari perhatian perusahaan asing untuk berlomba-lomba masuk menangkap peluang. Hal ini menempatkan Indonesia sebagai pasar potensial dan negara tujuan investasi. Kepala Pusat Penelitian Biomaterial Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang juga merupakan President PRTRG Sulaeman Yusuf mengatakan bahwa bahaya serangan rayap di Indonesia sudah

sangat menghawatirkan, namun kesadaran masyarakat masih rendah. ‘’Masyarakat kita belum tumbuh kesadaran bagaimana cara mengendalikannya,’’ katanya. Menurutnya, selama ini masyarakat masih berpikir bila bagian rumah diserang rayap akan dibiarkan saja atau hanya menggantinya dengan kayu baru, atau bahkan mengganti dengan bahan metal yang memang tidak bisa dimakan rayap, padahal sebenarnya masyarakat masih menginginkan bahan-bahan dari kayu. ‘’Berbeda dengan situasi dan kondisi di Asia Pasifik seperti Jepang, Thailand, Cina, Hawaii dan pesisir barat Amerika, masyarakat di sana sudah sangat sadar akan bahaya rayap, sehingga mereka sudah mempersiapkan dan berupaya melakukan pengendalian,’’ ungkapnya. Sulaeman juga mengatakan kesadaran

masyarakat di negara-negara tersebut sudah cukup terbangun, sehingga para pengusaha pengendalian hama menjadi mitra yang baik bagi masyarakat yang membutuhkan. PRTRG digelar untuk menumbuhkan dan memelihara kolaborasi antaruniversitas, institusi riset dan industri pengendalian hama. Pelaksanaan PRTRG yang ke-12 diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan riset dasar dan terapan di bidang biologi rayap dan pengendaliannya. PRTRG merupakan komunitas ilmiah penting di kawasan pasifik yang dibentuk pada tahun 2004. Kali ini Peserta PRTRG dihadiri dari 14 Negara, antara lain Indonesia, Thailand, Sri Lanka, Australia, Amerika Serikat, Jerman, Vietnam, Filipina, Cina, Jepang, Hongkong, Taiwan, Malaysia dan Singapura. (ant)


14

BULELENG

Kamis Umanis, 22 Maret 2018

Terganjal Lahan

Pembangunan Rusun Kampung Bugis Batal Singaraja (Bali Post) – Rencana pembangunan rumah susun (rusun) di Kelurahan Kampung Bugis, Singaraja terpaksa dibatalkan. Ini karena pemerintah daerah kesulitan menyiapkan lahan yang akan dibangun rusun itu sendiri. Ketersediaan lahan menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi. Jika itu sudah terpenuhi, pemerintah pusat baru akan mengucurkan dana untuk membangun fasilitas rusun tersebut. Berdasarkan data yang dikumpulkan di lapangan Rabu (21/3) kemarin, rusun di Kampung Bugis ini diusulkan oleh pemerintah daerah ke pemerintah pusat. Alasan memilih Kampung Bugis, karena di lokasi ini merupakan permukiman padat penduduk yang berlokasi di tengah Kota Singaraja. Usulan ini sudah sempat direspons pemerintah pusat. Bahkan, lokasi pembangunannya telah disurvei oleh pejabat tinggi di kementerian terkait. Hanya, setelah lama berproses rencana tersebut tidak bisa ditindaklanjuti. Penyebabnya karena tidak semua warga di kawasan itu memiliki lahan pribadi. Sebaliknya, mereka kebanyakan menyewa lahan milik warga lain. Di samping itu, pertimbangan lain Kelurahan Kampung Bugis berbatasan langsung dengan garis pantai. Kalau ada pembangunan fasilitas umum seperti rusun dikhawatirkan akan melanggar regulasi yang mengatur masalah jarak sempadan pantai. Dengan beberapa pertimbangan itu, pemerintah daerah memutuskan tidak melanjutkan proyek rusun tersebut. Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Perumahan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Buleleng Komang Surattini, Rabu (21/3) kemarin, membenarkan rencana pembangunan rusun Kampung Bugis batal. Surattini mengatakan, kucuran dana untuk pembangunan fasilitas umum (fasum) seperti rusun, pemerintah pusat sebelum menyetujui dana pembangunanya. Pemerintah daerah dituntut menyiapkan lahan yang diperlukan. Tidak hanya kepastian lahan dengan luas yang sesuai kebutuhan, tetapi dokumen hukum atas lahan yang disiapkan itu harus benar-benar clear dan tidak ada sangkut paut permasalahan apa pun. Akan tetapi, syarat lahan tersebut sering mengganjal bantuan dana pusat mengalir ke daerah. “Dulu sudah pernah disurvei oleh pejabat di pusat. Setelah itu, kita sudah tindak lanjuti. Dalam penyiapan proyek ini, kami tidak mampu menyiapkan lahan. Kami sampaikan dan dengan terpaksa kita belum bisa “menangkap” tawaran dana pusat untuk menyipakan rusun di pemukiman padat penduduk di tengah kota seperti yang diprogramkan pemerintah pusat,” katanya. Di sisi lain, Surattini mengatakan, kendatipun rencana proyek rusun di Kampung Bugis dibatalkan, namun pemerintah daerah sesuai kebijakan Bupati Putu Agus Suradnyana berupaya untuk mengakses dana dari pemerintah pusat untuk mendukung pembangunan di daerah khususnya bidang permukiman. Mencegah jangan sampai proyeknya batal, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Keuangan Daerah (BKD) untuk menginventarisasi aset utamanya tanah yang memungkinkan untuk difungsikan, mendukung penyiapan fasum baik permukiman atau jenis fasum yang lain. Setelah pemerintah daerah menyiapkan lahan, maka langkah selanjutnya adalah mengusulkan ke pemerintah pusat. “BKD sekarang sedang mendata aset di daerah. Setelah itu, kalau nanti ada aset tanah yang bisa kita pakai modal untuk mengakses dana pusat, kita akan usulkan. Tentu saja mengikuti program yang disiapkan oleh pemerintah pusat,” jelasnya. (kmb38)

Bali Post/ist

KAPAL PESIAR - Kapal Pesiar Genting Dream CIQA, Rabu (21/3) kemarin bersandar di Celukan Bawang Kecamatan Gerokgak. Kapal berukuran 350 meter itu sandar di laut lepas karena panjang dermaga belum memadai untuk dijadikan tempat sandar.

Sering Disinggahi Kapal Pesiar

Pelindo III Perpanjang Dermaga Celukan Bawang Singaraja (Bali Post) –

Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, akhir-akhir ini sering disinggahi kapal pesir. Beberapa bulan ini juga ada sejumlah kapal pesiar bersandar di Celukan Bawang. Rabu (21/3) kemarin, Kapal Pesiar Genting Dream CIQA sandar di Dermaga Pelabuhan Celukan Bawang. Kapal pesiar yang berlayar dari Malaysia menuju Surabaya, Jawa Timur (Jatim) dan terakhir di Celukan Bawang ini mengangkut 3.815 wisatawan mancanegara dan 1.819 anak buah kapal (ABK). Kapal pesiar ini terpaksa sandar di laut lepas karena panjang dermaga belum mencukupi. Untuk itu, tahun ini, Pelindo III Cabang Celukan Bawang memprogramkan untuk menambah panjang dermaga sepanjang 40 meter. Kedatangan Kapal Pesiar Genting Dream CIQA

ini disambut Dinas Pariwisata (Dispar) dan otoritas pelabuhan bersama instansi terkait. Pada kesempatan itu, Dispar Buleleng menawarkan paket tur selama kapal pesiar sandar dari pukul 05.44 Wita sampai pukul 18.00 Wita. Paket tur itu seperti city tour meliputi objek Puri, Museum Buleleng, Gedong Kirtya, eks Pelabuhan Buleleng, dan Lovina. Selain itu, juga ditawarkan paket tur ke Pulau Menjangan, Desa Wisata Munduk, Taman Wisata Alam (TWA) Buyan-Tamblingan, dan

L.0001252-BLS-1

Desa Wisata Wanagiri. Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Buleleng Nyoman Sutrisna, M.M. mengatakan, dari beberapa kali kapal pesiar sandar di Pelabuhan Celukan Bawang memberikan dampak dalam pengembangan pariwisata di daerahnya. Ini terbukti, sebagian besar wisatawan yang menumpang kapal pesiar tertarik mengikuti paket tur ketika kapal yang mereka tumpangi sandar di Celukan Bawang. Dia mencontohkan, wisatawan penumpang Kapal Pesiar Genting Dream CIQA ini

sekitar 1.100 wisatawan memilih paket tur yang ditawarkan. “Bersama pelaku pariwisata di daerah, kita sediakan akomodasi wisata termasuk paket tur. Sebagian besar penumpangnya turun untuk berwisata menikmati paket tur yang ditawarkan oleh pelaku pariwisata,” katanya. Sementara itu, General Manager (GM) Pelindo III Cabang Celukan Bawang, Dwi Rio Santoso, mengatakan sejak beberapa waktu lalu, kapal pesiar melirik Celukan Bawang untuk bersandar. Pihaknya telah menyusun program p e ng e m b a n g a n ka wa s a n pelabuhan. Program itu seperti menyiapkan tempat bagi wisatawan yang nyaman. Ini untuk menganti-

sipasi wisatawan yang memilih berwisata di sekitar pelabuhan. Selain itu, tahun ini, Pelindo III menambah investasinya dengan memperpanjang dermaga sekitar 40 meter. Penambahan panjang dermaga ini nantinya kapal pesiar dengan ukuran panjang yang mencapai 350 meter seperti Genting Dream CIQA ini dapat sandar di dermaga. Tidak lagi kapal pesiar sandar di laut lepas seperti sekarang karena kondisi dermaga saat ini belum mendukung ketika kapal pesiar berukuran besar akan bersandar. “Tahun ini, dermaga akan kami perpanjang dan melakukan penataan pendukung di pelabuhan. Upaya ini harus dilakukan bersama-sama,” tegasnya. (kmb38)


15

Kamis Umanis, 22 Maret 2018

Perang Harga Tiket Babak Perempatfinal Liga Champions Barcelona Barcelona semestinya memperluas motto ‘’lebih dari sekadar klub’’ ke penentuan harga tiket untuk pertandingan laga pertama babak perempatfinal Liga Champions melawan AS Roma. Seruan itu dilontarkan surat kabar yang berbasis di Roma Il Romanista. Surat kabar itu mempublikasikan salinan surat terbuka yang dikirimkan kepada presiden Barca Josep Maria Bartomeu, di mana di dalamnya terdapat cemoohan terdapat harga tiket untuk para penggemar tim tamu pada pertandingan di Nou Camp pada 4 April mendatang. Tiket pertandingan diperkirakan dijual dengan harga termurah 90 euro. ‘’Jika kita terus seperti ini, mendukung suatu tim akan menjadi kemewahan yang tidak dapat diakses bagi sebagian besar penggemar,’’ kata surat itu, yang diterbitkan dalam bahasa Italia dan Katalan. ‘’Klub Anda selalu menjadi keunikan di sepak bola untuk kelas yang diperlihatkan di dalam dan di luar lapangan. Tunjukkan sekali lagi kepada kami bahwa Anda lebih dari sekadar klub. Kami memiliki kepercayaan dan harapan bahwa Anda akan mempertimbangkan petisi ini. Ini akan menjadi ‘permainan’ terbaik yang Anda lakukan.’’ Perang harga sebelumnya terjadi antara Manchester United dan Sevilla pada tiket untuk kedua pertandingan babak 16 besar Liga Champions. Klub Spanyol itu menetapkan harga tiket sebesar 89 sampai 133 euro kepada para penggemar Inggris untuk laga pertama di Spanyol. MU meresponsnya dengan mensubsidi para penggemar, sehingga mereka hanya membelinya dengan harga 35 pound saja dan menetapkan harga serupa untuk para penggemar Sevilla yang menghadiri laga kedua di Old Trafford. (rtr/ant)

Lopicic dan Tibo Jalani Latihan Bersama Borneo FC

Samarinda (Bali Post) Dua pemain andalan Borneo FC, Srdan Lopicic dan Titus Bonai (Tibo), sudah mulai pulih dari kondisi cedera dan telah menjalani latihan dengan skuad Borneo FC, Rabu (21/3) kemarin. Sebelumnya pemain asal Montenegro itu sempat mengalami cedera otot di bagian bahunya, yang memaksanya untuk istirahat selama beberapa hari. Sementara Tibo mengalami cedera latah tulang hidung, akibat benturan dengan rekannya saat latihan. Bahkan pada sesi latihan itu, Tibo tampak masih mengenakan perban di bagian hidungnya. Fisioterapis Borneo FC Lutfinanda Amary Septiandi mengatakan dua pemain tersebut sudah dalam kondisi baik dan siap menyesuaikan kembali dengan strategi tim. ‘’Lopicic sudah membaik. Dia bisa ikut gabung dengan tim. Tinggal menyesuaikan saja dengan instruksi pelatih. Tibo juga tidak ada masalah, hanya hidungnya yang habis dioperasi,’’ ungkap Lutfi. Sementara itu terkait kans kedua pemain ini tampil di laga perdana Liga 1 melawan Sriwijaya FC, Lutfi mengungkapkan keputusan pemilihan pemain, murni pilihan pelatih kepala Iwan Setiawan. ‘’Kami hanya merekomendasikan Lopicic dan Tibo berdasarkan kondisi fisik mereka apakah siap main atau tidak. Kalau untuk dipilih main, semua itu tergantung pelatih kepala,’’ ucapnya. Pada sesi latihan yang digelar Rabu sore di Stadion Segiri Samarinda itu diikuti seluruh pemain Borneo FC, termasuk Lerby Eliandry dan Gianluca Pandeynuwu yang sebelumnya mengikuti peluncuran tim Liga 1 di Jakarta. Para pemain nampak bersemangat mengikuti arahan pelatih Iwan Setiawan, dalam persiapan menjelang pertandingan perdana Liga 1 2018 menghadapi Sriwijaya FC. (ant)

PSIS Targetkan Bertahan di 10 Besar Semarang (Bali Post) PSIS Semarang, Jawa Tengah, menargetkan bertahan di peringkat 10 besar pada musim pertamanya pada kompetisi Liga 1 Indonesia 2018. ‘’Sebagai pendatang baru, tim kami menargetkan masuk 10 besar,’’ kata CEO PSIS Semarang A.S.Sukawijaya di Semarang, Rabu (21/3) kemarin. Upaya untuk mencapai target tersebut diikuti dengan langkah berani yakni mencopot Pelatih Kepala Subangkit. Saat ini, lanjutnya, PSIS sedang mencari pelatih baru untuk menggantikan Subangkit. Ia mengatakan tidak akan terburu-buru dalam mencari pelatih baru meski kompetisi akan bergulir kurang dari sepekan ini. Untuk sementara, katanya, PSIS akan ditangani oleh dua asisten pelatihnya. Kemudian saat kompetiai bergulir nanti, lanjutnya, PSIS bisa mencari pelatih sementara yang berlisensi A untuk mengarsiteki tim. Pada musim ini, ia mengharapkan PSIS sebagai tim yang lebih modern. ‘’Kami butuh penyegaran, butuh pelatih yang paham sepak bola modern,’’ kata pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi ini. Sementara itu, kompetisi Liga 1 2018 rencananya akan mulai bergulir pada 23 Maret. Pada laga perdananya, PSIS akan bertandang ke kandang PSM Makassar. Pelatih Kiper PSIS resmi mengontrak Andrew Keith Petterson, pelatih kiper asal Australia, sebagai bagian untuk membentuk tim yang modern jelang kompetisi Liga 1 Indonesia 2018. Penandatanganan kontrak kerja dilakukan antara manajemen PSIS Semarang dan Petterson di Semarang, Rabu kemarin. Menurut Direktur PSIS Semarang Kairul Anwar, pengalaman bermain dan melatih Petterson akan sangat bermanfaatkan bagi PSIS. ‘’Petterson sudah 10 tahun lebih menjadi pelatih kiper. Pengalamannya yang terutama,’’ katanya. Petterson sendiri, lanjutnya, juga sudah melihat secara langsung latihan yang digelar PSIS. Usai penandatanganan kontrak, Petterson direncanakan akan langsung terlibat dalam latihan tim kebanggaan Ibu Kota Jawa Tengah itu. Kairul mengharapkan kedatangan Petterson diharapkan dapat memenuhi harapan manajemen tentang pola latihan sepak bola modern. (ant)

GP Australia Pertemukan Dua ’’Quadruple’’ Melbourne -

Untuk pertama kali balapan Formula 1 mempertemukan dua pembalap yang 4 kali juara dunia (quadruple) yakni Lewis Hamilton dan Sebastian Vettel. Kedua pembalap itu akan memulai sesi latihan dilanjutkan kualifikasi pada Jumat dan Sabtu sebelum berlaga pada Minggu (25/3) di Sirkuit Albert Park, Melbourne pada seri pembuka Grand Prix F1 Australia.

Bali Post/rtr

SERI PERTAMA - Pembalap Formula 1 Ferrari Sebastian Vettel memacu mobilnya saat sesi uji coba di Circuit de BarcelonaCatalunya, Montmelo. Ferrari dan Red Bull menjadi pesaing utama pada Grand Prix Formula 1 yang seri pertamanya digelar di Australia, Minggu (25/3).

Pertarungan pembalap Mercedes dan Ferrari itu membuat keduanya berusaha menyamai rekor Juan Manuel Fangio. Legenda balap dari Argentina itu menempati peringkat kedua dengan lima gelar juara dunia dalam daftar rekor pembalap terbaik. Pembalap Jerman Michael Schumacher masih menempati posisi teratas dengan 7 gelar juara dunia. Hamilton menjadi juara dunia pada 2017 setelah Vettel menunjukkan taringnya di awal musim. Kedua pembalap sempat bersenggolan ban pada balapan di Azerbaijan dan saling hujat sebelum akhirnya Hamilton keluar sebagai pemenangan di akhir kompetisi. Balapan musim kemarin juga menumbuhkan harapan persaingan semakin kompetitif di balapan jet darat ini setelah the Silver Arrows menyapu bersih gelar pembalap dan konstruktor dalam empat musim terakhir. Musim ini harapan terletak pada mobil Ferrari SF71H. Diharapkan

mobil yang dikendarai Vettel itu mampu memberikan tekanan pada Mercedes W09 milik Hamilton seperti pada sesi uji coba pramusim di Barcelona lalu. Hasil uji coba itu memang tidak bisa dipakai sebagai acuan meski Mercedes tetap dijagokan akan memimpin pada balapan di Albert Park Minggu mendatang. ‘’Kami tahu Mercedes sedikit lebih di depan dibandingkan peserta lain dan mendominasi balapan ini dalam empat tahun terakhir,’’ ujar pembalap McLaren Fernando Alonso yang pernah dua kali menjadi juara dunia. ‘’Dan mereka difavoritkan lagi menjadi juara pada awal musim ini.’’ Mercedes pun ingin membuktikan mobil W09-nya bisa tampil mengesankan di sirkuit di pinggir danau di kota Melbourne itu. Direktur Teknis Mercedes James Allison menyebut harapan tinggi dipertaruhkan pada mobil itu karena pendahulunya W08 mampu menjuarai 12 seri musim lalu dan men-

gantarkan Mercedes meraih gelar konstruktor untuk keempatkalinya secara beruntun. Hamilton sendiri meyakini tim Red Bull bisa menjadi pesaing serius selain Ferrari. Apalagi tim itu diperkuat pembalap Australia Daniel Ricciardo. ‘’Potensinya kami mungkin satu level, jika tidak dibelakang mungkin di depan Red Bull,’’ jelas Hamilton pada sesi promosi Petronas di Melbourne. Alonso dan rekan setimnya Stoffel Vandoorne tampil dengan mesin baru Renault menggantikan Honda. Pada tiga tahun terakhir McLaren tampil buruk dengan berulang kali mengalami kerusakan mesin. Seri pembuka di Albert Park ini juga ditandai dengan debut Charles Leclerc, juara F2 dan Sergey Sirotkin bersama tim Sauber dan Williams. Musim ini F1 menggunakan sistem pengaman Halo yang ditempatkan di atas konpit pembalap serta Grid Kids yang menggantikan para perempuan model saat berparade di trek di awal balapan. Sirkuit Albert Park memiliki trek sepanjang 5,303 km dan pembalap akan menyelesaikan 58 putaran atau setara dengan 307,574 km saat balapan nanti. Musim lalu, Hamilton merebut pole position namun pemenang lomba adalah Vettel. (kmb39/rtr)

Permainan dan Kepercayaan Diri Harus Ditingkatkan Jakarta (Bali Post) Pelatih tim nasional U-23 Indonesia Luis Milla meminta timnya meningkatkan level permainan usai sukses menaklukkan tuan rumah Singapura 3-0. ‘’Kami bermain baik hari ini dan tim semakin berkembang. Namun permainan dan kepercayaan diri harus tetap ditingkatkan,’’ ujar Milla, Rabu (21/3) kemarin. Dia melanjutkan, pada pertandingan yang digelar di Stadion Nasional, Singapura itu, timnas U-23 membuktikan diri bisa mengendalikan permainan. Hal itu terbukti dengan tiga gol yang tercipta di partai tersebut melalui Febri Hariyadi, Muhammad Hargianto dan Septian David Maulana.

Febri bisa dikatakan menjadi bintang lapangan di pertandingan itu setelah membuat satu gol serta dua assist bagi gol Hargianto dan Septian David. Namun, alih-alih memuji Febri, Luis Milla memilih memuji performa semua pemain. ‘’Tidak hanya Febri, pemain lain juga berkembang permainannya dan itu juga karena gemblengan klub di kompetisi. Akan tetapi, saya berharap gol itu bisa menambah kepercayaan diri Febri,’’ kata pria asal Spanyol tersebut. Berikutnya, tutur Milla, timnas U-23 akan kembali menjalani pemusatan latihan pada April 2018 dan setelah itu mengikuti turnamen internasional Anniversary Cup di Indonesia yang diikuti tiga negara

lainnya yakni Malaysia, Bahrain dan Korea Utara. Anniversary Cup sendiri dilaksanakan oleh PSSI sebagai pengganti turnamen uji coba cabang sepak bola menjelang Asian Games 2018 yang sedianya digelar pada bulan Februari 2018 tetapi urung berjalan salah satunya karena kurang peserta. Selain sebagai persiapan timnas menuju Asian Games 2018, kompetisi ini juga digelar untuk memperingati 88 tahun usia PSSI yang berdiri pada tanggal 19 April 1930. (ant) Pelatih timnas U-23 Luis Milla.

Garuda Muda Taklukkan Singapura

Jakarta (Bali Post) Tim nasional U-23 Indonesia berhasil menaklukkan Singapura dengan skor 3-0 dalam pertandingan persahabatan internasional yang digelar di Stadion Nasional, Singapura, Rabu (21/3) kemarin. Dengan mengandalkan kecepatan tim Garuda Muda itu menghasilkan gol yang dicetak Febri Hariyadi menit ke-44, Muhammad Hargianto (51) dan Septian David Maulana (65). Di babak pertama pelatih tim nasional U-23 Indonesia Luis Milla menurunkan pemain naturalisasi yang bermain di klub Belanda Almere City FC Ezra Walian sebagai ujung tombak, disokong Saddil Ramdani tepat di belakangnya, lalu Osvaldo Haay, Febri Hariyadi masing-masing

di sayap kanan dan kiri. Sementara di tengah, ketidakhadiran Evan Dimas ditutupi oleh penampilan Zulfiandi yang berduet dengan Muhammad Hargianto. Hasilnya, Indonesia yang mengandalkan kecepatan Osvaldo dan Febri tampil menekan sejak menit pertama. Umpan silang I Putu Gede Antara di menit ke-9 membuka peluang Indonesia di kotak penalti Singapura, tetapi gagal disambut Ezra Walian. Delapan menit setelahnya, giliran Febri Hariyadi menciptakan kesempatan kali ini dari tendangan jarak jauh yang akhirnya menghasilkan sepakan sudut. Peluang emas dimiliki Garuda Muda ketika Ezra Walian tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper Singapura pada menit ke-25

Bertrand Mundur dari Timnas Inggris

London Bek Southampton Ryan Bertrand mundur dari skuad Inggris untuk pertandingan persahabatan melawan Belanda dan Italia karena cedera punggung, demikian dinyatakan Asosiasi Sepak bola Inggris (FA), Rabu (21/3) kemarin. Pemain berusia 28 tahun yang telah memperkuat timnas Inggris sebanyak 19 kali itu tidak akan bertanding melawan Belanda di Amsterdam dan pertandingan kandang melawan Italia empat hari kemudian.

FA juga mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Bertrand kembali ke Southampton untuk pemeriksaan selanjutnya tentang masalah punggungnya. ‘’Mundurnya Bertrand adalah sebuah pencegahan dan dia tidak akan ikut bertanding bulan ini,’’ katanya. Mundurnya bek kiri itu membuat Danny Rose dan Ashley Young bersaing untuk mendapatkan tempat di skuad inti untuk putaran final Piala Dunia di Rusia, Juni nanti. (rtr/ant)

Bali Post/rtr

MUNDUR - Pemain Southampton Ryan Bertrand (kiri) melewati hadangan lawannya dari Burnley Johann Berg Gudmundsson pada pertandingan Liga Inggris. Bertrand mundur dari latihan timnas Inggris karena cedera.

setelah bek Singapura melakukan kesalahan. Namun, tendangan Ezra hanya berakhir di kaki penjaga gawang yang sigap mengamankan daerahnya. Terus menekan, Indonesia akhirnya bisa mencetak gol di menit ke-44. Gol diawali gerakan Febri Hariyadi yang menyisir sisi kanan pertahanan lawan. Belum mencapai kotak penalti, dia menendang bola dengan keras yang masuk mulus ke gawang Singapura. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum. Di babak kedua, Indonesia yang langsung menggempur pertahanan Singapura kembali menambah gol tepatnya di menit ke-51 hasil tendangan jarak jauh Muhammad Hargianto yang pada laga itu mengemban tugas kapten.

Bali Post/ant

Unggul 2-0, Indonesia tidak mengendurkan serangan. Diawali skema serangan balik, Indonesia pun mengubah skor menjadi 3-0 pada menit ke-65. Bermula dari kecepatan lari Febri Hariyadi di sisi kanan pertahanan Singapura, dia melewati satu bek lawan dan mengirimkan umpan silang mendatar ke tengah kotak penalti di mana Septian David Maulana menunggu. Septian, yang masuk menggantikan Osvaldo Haay, tanpa kesulitan menyepak bola ke gawang Singapura dan membuat kedudukan menjadi 3-0. Tak ada lagi peluang berbahaya dari kedua tim usai gol tersebut. Skor 3-0 tak berubah hingga wasit meniup peluit tanda selesainya pertandingan. (ant)


olah raga

16 Empat Pesepak Bola Bali Perkuat Timnas Denpasar (Bali Post) Tercatat empat pesepak bola Bali resmi masuk timnas Merah-Putih. Mereka adalah Putu Gede Juni Antara (Timnas U-23), Kadek Raditya (Timnas U-19), Komang Teguh Trisnanda (Timnas U-16) dan Dewa Ayu Ratnasari (Timnas putri Asian Games). Wasekum Asprov PSSI Bali Made Rai Ridartha di Denpasar, Rabu (21/3) kemarin menjelaskan, pihaknya bangga sebab hal ini membuktikan pembinaan sepak bola di Pulau Dewata sudah lumayan berhasil. ‘’Bahkan, kami ingin Bali ini menjadi barometer serta kiblat pembinaan sepak bola nasional,’’ tutur Rai Ridartha. Ketua Departemen Sepak Bola Nasser Atthamimy menambahkan, pihaknya segera menggulirkan kompetisi Rayon Bali mulai U-13, U-15, U-17, Liga 3, serta Piala Kartini untuk sepak bola putri. Hanya untuk Liga Pekerja Seluruh Indonesia (Lipesia) susah terwujud. Pihaknya sempat menanyakan kepada panpel, dan memperoleh jawaban sebelum Nyepi, kemudian setelah Nyepi. Namun, kenyataannya sampai sekarang belum digulirkan. ‘’Saya kira Liga Pekerja untuk tahun ini, Bali tak bisa memutar, kami di Asprov PSSI Bali, sifatnya hanya membantu pelaksanaan, misalnya menyiapkan tenaga wasit. Padahal, tim juara Liga Pekerja, bisa mewakili Bali, untuk berlaga ke Thailand,’’ papar Nasser. Di sisi lain, Ketua Umum Asprov PSSI Bali Ketut Suardana menegaskan peran Asprov PSSI Bali cukup besar dalam memajukan persepakbolaan klub-klub profesional. Suardana menyebutkan sederet klub yang pernah barmarkas di Bali seperti Caprina, Bali Yudha, Gelora Dewata, Perseden Dennpasar, Persegi Gianyar, Bali Devata sampai Bali United (BU). Suardana bahkan menyatakan dirinya mengantarkan dua petinggi Bali United, Peter Tanuri dan Yabes Tanuri, menghadap langsung kepada Bupati Gianyar Agung Bharata untuk pemakaian Stadion Kapten Wayan Dipta. ‘’Saya ingat, Desember menjelang Natal 2014, terjadi nota kesepahaman (MoU), berikut penandatanganan kontrak,’’ ucapnya. Executive Committee (Exco) PSSI Bali IGAN Anom Jaksa Saputra menandaskan, keberadaan Bali United bisa menampung pesepak bola Bali yang ingin mengembangkan karier di kancah profesional. ‘’Kami di Asprov PSSI memberikan rekomendasi ke Polda, sehingga turun izin keramaian tiap kali menggelar pertandingan kandang. Kami juga bangga pemain klub Putra Tresna ada yang direkrut BU U-19,’’ ungkap pemilik klub Putra Tresna ini. (022)

Kamis Umanis, 22 Maret 2018

Timnas U-19 Antusias Hadapi Jepang LATIHAN - Pesepakbola Timnas Jepang U-19 mengikuti sesi latihan di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, Rabu (21/3) kemarin. Latihan ini dilakukan guna menghadapi laga uji coba melawan Timnas Indonesia U-19 pada Minggu (25/3). Bali Post/ant

Jakarta (Bali Post) -

Para pemain tim nasional U-19 Indonesia merasa antusias bisa menghadapi timnas U-19 Jepang dalam laga persahabatan yang digelar Minggu (25/3) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. ‘’Saya antusias sekali begitu mendengar kabar kami akan melawan Jepang. Saya siap meredam permainan mereka terutama barisan depan dan sayap,’’ ujar bek timnas U-19 Rifad Marasabessy dikutip dari website PSSI, Rabu (21/3) kemarin. Rifad menganggap Jepang memiliki keunggulan di sektor serang dan sisi sayap yang mempunyai teknik dan kecepatan yang

bagus. ‘’Namun kami tidak akan menyerah begitu saja,’’ katanya. Sementara menurut penyerang timnas U-19 Ha-

nis Saghara, dirinya bisa mengambil pelajaran dan pengalaman dari pertandingan kontra Jepang yang dianggapnya salah satu tim

terkuat di Asia. ‘’Ini menjadi uji coba yang bagus buat persiapan kami menuju Piala Asia U-19. Semoga kami bisa menang dan saya bisa menampilkan permainan terbaik,’’ tutur Hanis. Adapun pertandingan persahabatan tim nasional Indonesia U-19 versus timnas U-19 Jepang akan digelar pada Minggu (25/3) di Stadion Utama Gelora

Bung Karno pukul 18.30 WIB. Partai internasional ini menjadi bagian dari persiapan timnas U-19 menuju Piala Asia U-19 pada Oktober 2018 yang berlangsung di Indonesia. Selain itu, laga menghadapi Jepang juga dimanfaatkan pelatih Garuda Asia, julukan timnas U-19 Indonesia, Bima Sakti untuk memantau perkembangan skuatnya. (ant)

Tak Ada Perubahan Aturan Merpati Bali Hadapi Sahabat Pertandingan di Angkat Besi Semarang di Semifinal

Dewa Ayu Ratnasari

Bali Post/ist

200 Atlet Masuk Program Denpasar Emas Denpasar (Bali Post) KONI Kota Denpasar menjaring 175 sampai dengan 200 atlet yang masuk dalam program Denpasar Emas. Mereka ini diharapkan mampu menyumbangkan medali pada Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan. Ketua Umum KONI Kota Denpasar IB Toni Astawa di Denpasar, Rabu (21/3) kemarin menyatakan, mereka yang masuk program Denpasar Emas bakal mendapatkan uang pembinaan, dan prestasinya diharapkan mampu mengharumkan nama Denpasar pada hajatan multi-event dua tahunan antarkabupaten dan kota se-Bali. ‘’Kriteria dan parameter bagi atlet yang layak masuk Denpasar Emas, sudah kami berlakukan,’’ tuturnya. Selain itu, IB Toni menambahkan, turnamen Piala Wali Kota IX/2018 telah berkahir. Ia mengevaluasi, upaya mencetak atlet andal, haruslah meningkatkan kualitas SDM pelatih. Oleh sebab itu, pihaknya bakal menggelar penyusunan program pelatihan jangka pendek, menengah, dan panjang. Rencananya, tiap cabor mengirimkan dua pelatih, guna mengikuti pelatihan yang diberikan Asisten Deputi Organisasi dan Tenaga Keolahragaan Kemenpora Rosi Nurasjati Kramaatmadja, di Bedugul, 24-25 Maret nanti. ‘’Pesertanya sekitar 70 pelatih, mereka menginap di Bedugul,’’ katanya. Para pelatih selama ini kurang jeli dalam mengatur penyusunan program pola pelatihan. Misalnya, atlet menjelang bertanding, masih terus dilakukan penggenjotan fisik. ‘’Program yang salah demikian ini, tak boleh dibiarkan,’’ pesannya. IB Toni Astawa menjelaskan, bagi atlet yang berlaga di Porprov orientasnya bisa turun di Pra PON dan lolos PON. Untuk itu, usia atlet juga perlu dipertimbangkan, guna menyesuaikan PP maupun PB cabor bersangkutan. (022)

Atlet Porprov Kota Denpasar.

Bali Post/ist

Jakarta (Bali Post) Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) memastikan tidak ada perubahan aturan pertandingan internasional jelang penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang pada Agustus. ‘’Jika ada aturan baru secara internasional, kami pasti akan mendapatkan sosialisasinya juga. Tapi, kami tidak mendapatkan informasi itu,’’ kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PABBSI Alamsyah Wijaya di Jakarta, Rabu (21/3) kemarin. Kepastian PB PABBSI tentang aturan baru pertandingan internasional cabang angkat besi itu menyusul seminar ofisial teknis tentang aturan baru yang digelar Federasi Angkat Besi Thailand di Bangkok pada 11-13 Maret. ‘’Acara itu mungkin sosialisasi internal di negara mereka dan kami tidak diundang ke sana,’’ kata Alamsyah. PB PABBSI, kata Alamsyah, juga punya pengurus yang menjadi anggota dalam organisasi angkat besi Asia maupun dunia sebagai perwakilan dari Indonesia. ‘’Pemberlakuan aturan baru tidak mungkin dilakukan dalam waktu singkat apalagi pada kejuaraan multi-cabang olahraga seperti Asian Games,’’ ujarnya.

Alamsyah mengatakan Federasi Angkat Besi Internasional (IWF) akan mengumumkan terlebih dahulu jika ada aturan baru pertandingan internasional yang harus diikuti negara-negara anggotanya. ‘’Mereka seringkali menerapkan aturan baru pada pertandingan tunggal seperti kejuaraan dunia angkat besi. Itu pun didahului dengan sosialisasi,’’ ujarnya. Indonesia, menurut Alamsyah, menilai langkah AWF untuk menghapuskan nomor kelas 62 kilogram dalam Asian Games bersifat politis karena pengumuman itu terkesan mendadak. ‘’Keputusan AWF itu aneh karena merujuk pada peraturan internasional yaitu Olimpiade Tokyo 2020. Padahal, IWF belum memutuskan nomor kelas mana yang akan dihapuskan dalam Olimpiade Tokyo 2020,’’ katanya. Pada Selasa (8/3), OCA telah mengirim surat kepada Komite Olimpiade Indonesia (KOI) terkait nomor kelas 62 kilogram cabang angkat besi yang tetap digelar dalam Asian Games 2018. Keputusan OCA untuk menambah kelas 62 kilogram itu berarti menambah total kelas pertandingan cabang angkat besi menjadi 15 kelas yaitu delapan kelas putra dan tujuh kelas putri. Pada kelas pertandingan putra, pertandingan yang akan digelar dalam Asian Games adalah nomor 56 kg, 62 kg, 69 kg, 77 kg, 85 kg, 94 kg, 105 kg, dan +105 kg. (ant)

Jakarta (Bali Post) – Merpati Bali menjuarai Pool B Srikandi Cup Seri 3 Jakarta dengan mengalahkan Tenaga Baru Pontianak 61-37, Rabu (21/3) kemarin dan melangkah ke babak semifinal. Di semifinal yang digelar Jumat (23/3) di GOR Lokasari, Jakarta, Merpati Bali akan menghadapi Sahabat Semarang. Tenaga Baru sendiri sebelumnya sudah menempatkan kaki di empat besar dan nantinya berhadapan dengan juara Pool A sekaligus juara bertahan Srikandi Cup, Surabaya Fever, juga pada Jumat. Di laga sebelumnya Surabaya Fever berhasil mengalahkan Flying Wheel Makassar dengan skor 102-33. Sedangkan Sahabat Semarang mengalahkan tuan rumah Merah Putih Samator 51-46. Di pertandingan sebelumnya Tanago Friesian Jakarta unggul 69-46 atas GMC Cirebon. Laga Merpati Bali melawan Tenaga Baru Pontianak berlangsung menarik. Sempat diimbangi di kuarter pertama, Merpati Bali akhirnya melaju kencang memasuki pertengahan kuarter kedua. Anak asuh pelatih Bambang Asdianto Pribadi ini pun akhirnya menutup dengan kemenangan 61-37 sekaligus meraih peringkat pertama pool B. ‘’Hari ini saya kasih nilai 7. Memang tidak ada masalah, mereka

mungkin cuma kaget di kuarter pertama, selanjutnya mereka bermain dengan baik. Melawan Sahabat pada pertandingan semifinal nanti, kami harus tetap respek kepada mereka, karena mereka semakin improve di setiap seri,’’ ucap Bambang Asdianto Pribadi. Sahabat Semarang membuat penonton yang hadir di GOR Lokasari, Jakarta berdiri untuk memberikan standing ovation, usai pertandingan hidup-mati memperebutkan satu tiket semifinal tersisa di pool A melawan tuan rumah MP Samator. Dalam pertandingan ini klub kebanggaan warga Jawa Tengah tersebut berhasil mengalahkan MP Samator Jakarta 51-46 lewat pertandingan sengit yang cukup mendebarkan. Pahlawan kemenangan Sahabat Semarang Dyah Lestari berhasil membuat double-double 18 poin dan 11 rebound. Sementara dari MP Samator Christie Rumambie mencetak sembilan poin dan 11 rebound. ‘’Tadi saya diinstruksikan untuk bermain keluar dan agar bisa dapat bola pick and roll. Tapi justru saya dapat peluang menembak dengan leluasa. Saya senang dengan kemenangan ini, kami bisa mencapai target lolos ke semifinal,’’ ujar Dyah Lestari, pebasket yang mengecap pendidikan di Unika Semarang. (kmb39/r)

Jakarta (Bali Post) Lifter India Saikhom Mirabai Chanu mengakui pertandingan di Asian Games 2018 merupakan ujian yang sesungguhnya menyusul Pesta Olahraga Negara Persemakmuran (Commonwealth). ‘’Saya menyadari kompetisi dalam Pertandingan Commonwealth kurang begitu ketat dan ujian sebenarnya bagi saya adalah Asian Games,’’ kata Chanu seperti tercantum dalam laman resmi Dewan Olimpiade Asia (OCA), Rabu (21/3)

kemarin. Chanu yang akan turun pada nomor kelas 48 kilogram putri itu mengatakan pesaing utamanya pada Asian Games adalah atlet-atlet dari Tiongkok, Korea Selatan, Korea Utara, dan Thailand. ‘’Atlet-atlet angkat besi Asia adalah atlet utama dunia dan itu akan menjadi ujian terberat saya. Maka, fokus utama saya tertuju pada Asian Games. Tapi, itu bukan berarti saya akan menganggap enteng Pertandingan di Commonwealth,’’ ka-

tanya tentang kejuaraan di Australia bulan depan itu. Chanu meraih medali emas dalam Kejuaraan Angkat Besi Dunia pada November 2017 setelah melakukan total angkatan 194 kilogram, angkatan snatch 85 kilogram dan angkatan clean and jerk 109 kilogram. ‘’Saya saat ini masih berlatih untuk Pertandingan Commonwealth dan Asian Games. Sistem pelatihan yang terencana dari pelatih mampu meningkatkan kemampuan angkatan saya

mencapai 25 kilogram,’’ katanya. Pada Februari, Chanu meraih gelar Atlet Angkat Besi 2018 dalam Anugrah Olahraga India Mahindra Scorpio Times setelah merebut juara dunia 2017. Terkait pertandingan angkat besi dalam Asian Games, OCA telah mengirim surat kepada Komite Olimpiade Indonesia (KOI) pada Selasa (8/3) tentang nomor kelas 62 kilogram cabang angkat besi yang tetap digelar dalam Asian Games 2018. (ant)

Persaingan di Asian Games Lebih Ketat

Perenang Bali Diperhitungkan di Piala Kapolda Solo (Bali Post) Ratusan atlet kelompok umur taruna dari berbagai daerah mengikuti kejuaraan nasional renang antarklub merebutkan Piala Kapolda Jawa Tengah 2018 yang digelar di Kolam Renang Tirtomoyo Manahan, Solo, mulai 22 hingga 25 Meret mendatang. Perenang junior Bali diperhitungkan di kejuaraan ini. Ketua Pengkot Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Surakarta Devi Rahyuanto, di Solo, Rabu (21/3) kemarin, mengatakan kejuaraan renang kelompok umur diikuti sekitar 400 atlet, baik putra maupun putri dari berbagai daerah tersebut guna mencari bibit-bibit baru untuk regenerasi atlet agar pembinaan tidak terputus. Ia mengatakan Solo pada perlombaan renang Piala Kapolda yang kedua ini akan

menurunkan lima klub renang, antara lain Bintang Timur, Pasific, Almagari, Elite, dan Tirta Dharma. Pada kejuaraan tahun sebelum, klub renang Almagari asal Solo menjadi juara umum, sedangkan pada 2018 diharapkan dapat mempertahankan perolehan medali terbanyak. ‘’Perenang dari lima klub itu diperkirakan akan menurunkan sekitar 50 atletnya, baik putra maupun putri,’’ kata Devi. Dia mengatakan saingan terberat Solo, perenang asal klub dari Bali dan Yogyakarta, karena mereka memiliki perenang junior yang bagus. Pada kejuaraan tahun ini, yang menempati juara satu hingga tiga nasional tidak diperbolehkan ikut karena tujuannya mencari bibit baru untuk regenerasi atlet. Kejuaraan tersebut akan melombakan kelompok umur

(KU-2) atau 15-16 tahun, KU-3 (12-23 tahun), KU-4 (1011 tahun), dan KU-5 (9 tahun ke bawah). Ia mengatakan kejuaraan renang akan mempertandingkan nomor gaya bebas, punggung, dada, kupu-kupu, dan empat estafet, baik putra maupun putri, dengan merebutkan 98 medali emas. ‘’Jumlah medali emas itu, terdiri dari 47 putra dan 47 putri ditambah empat estafet,’’ katanya. Kejuaraan rencananya dibuka Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono di Kolam renang Tirtomoyo Manahan Solo, pada Kamis ini. ‘’Kejuaraan ini, untuk regenerasi atlet renang agar tidak terputus dan jaraknya tidak terlalu jauh dengan atlet di atasnya. Jadi pembinaan jalan terus untuk jangka panjang buat perenang Solo ke depannya,’’ katanya. (ant)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Kamis Umanis, 22 Maret 2018

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

Dcr Sgr 1 Staff Bar(Bartender) 1 Staff Tehnik(Engineering) Pend Min SMA/Sdrjat,Diutamakan Brpengalaman.Lam ke:Sinar Bali Hotel,Jl.Padma Utara Legian/ E:sinarbali@dps.centrin.net.id

B.BP.001.03.18.0000844

Dibthkan Satpam Bersertifikat MinSMA,Max35Th.HB:297837sgra BPR Suadana Jl.Raya Celuk Skwt

Dicari Sales,Wanita Max 40 Thn Min Tmtn SMA,Diutamakan Bisa Mandarin,Penmpln Menarik,Rajin Gaji 2,5Jt,Btggjwb,Hub:Lusi 0361-769780,Penempatan di Discovery Shopping Mall Kuta B.BP.001.03.18.0000766

B.BP.001.03.18.0000845

Kerja Diluar Negri,Semua Usia Pasutri 081375409869 B.BP.004.03.18.0000722

Dcr Tkg masak & tng Pria/wnta utk Rumah Makan H.082247191953 B.BP.001.03.18.0000897

*Funding Mnjer Koperasi Wanita S1 Pengalaman Bank Komunikatif Gj 5Jt+insentif H.081239011111 B.BP.001.03.18.0000891

*Surveyor Koperasi Pria SMK/MS Klh Jujur GajiUMK 081239011111 B.BP.001.03.18.0000892

FOTO COPY

BIRO JASA

SERVICE

Cari 2 org sopir, 1 org Tukang angkat sgr Hub.081337776003 B.BP.001.03.18.0000879

DcrCook-HK,PnglmnMin1Th,Good English,Hub.083116046765/Kirim CV ke:reservasi@mahanabali.com B.BP.001.03.18.0000829

Dcr Guru Prawat,Farmsi,Pariwst Bhs Ing&Jur lain u/Perkuat Tim u/Tabanan&DPS.WA:085102372160 B.BP.001.03.18.0000839

Dcr Sales,Spv,Teknisi STM,Gj+ Bns+Komisi+BPJS,Lam PT.PMA, Bedahulu XVII/7 Dps B.BP.821.03.18.0000836

SERVICE

B.BP.001.03.18.0000824

Dibutuhkan:1.Waiter/ss 2.Bar back 3.Cleaning Servis Min SMA.Hubungi:087755763368 Casablanca Sanur)

B.BP.001.03.18.0000755

Dicr Sopir Serabutan Umur Max 40Th.Hubungi:085100480049

B.BP.001.03.18.0000840

TOUR

B.BP.031.03.18.0000887

Looking for Experience Sales & Marketing person for Villa in Jimbaran/Nusa Dua.Send CV to: villamanager@villahening.com or 082146611122 (WA)

B.BP.001.03.18.0000850

Dibthkn Admin Ahli Komputer.Jl A.Yani 502 B.Hub:085100620941

LOWONGAN

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Drafter(Autocard,Photoshop, Sketchup)Hb:Dewi.081236222509 E:versaindustries4@gmail.com

PT.BPR Pande Artha Dewata Membthkan sgr:Kepala Kantor Kas, Kepala Bagian Kredit,AO/Marketing,Accounting(diutmkan Wnt) Pndidikn S1,DIII,SMU.Krm CV ke Jln Diponegoro No.162 Denpasar Telpon:(0361)223740-264236

B.BP.001.03.18.0000760

Dibthkn Sgr:2 Dokter Umum:STRD, ATLS,ACLS,Peng.RS/Klinik,Mamp Bhs Ingg.3 Ass Apoteker:DIII Farm,Serkom,STRTTK,pernahPraktek kefarm,Mngsai Ms Word&Exel mampu bhs Ing,1 Pramusaji SMA/ Sderjt,1 DIII Elektromedik.Kom Baik,Jjr,mampu KerjTim.max30Th Pnemptn DPS.Krm ke Jl Mahendradatta 57X Dps Bali(RS BaliMed)

Informasi pasang iklan Telepon

B.BP.001.03.18.0000834

DIJUAL MOBIL DAIHATSU

Dicari Sales & Admin PT Sukses Indah Metalindo Jl.Cargo 19X Dps, H.081222007300 B.BP.001.03.18.0000890

Dicr Therapist pengalaman/tdk, dtg lgs ke By Pass Ngr Rai 491 Dps Hub.(0361)-723593/723637/ 081337985252/087862070935 B.BP.001.03.18.0000883

BAHAN BANGUNAN

Jual/Ovr Krd Xenia X’2014 TgnI Putih,Km29Rb Hub.081328784512

B.BP.001.03.18.0000894

KIA

Kia/Pregio,Th2012,Silver,AsDK, Hub.081936214009/085737577771

DIJUAL MOBIL ***Matahari Auto Gallery*** *Hub:0361-464168/081238116467* *Toyota Lexus RX270 Facelift Th’2014 Hitam Low KM* *Vellfire 2.4 Th’2011 Hitam Asli DK KM38Rb* *Harrier 2.4 Th’11 Htm Low KM* *Jazz RS Th’2011 Putih AsDK* B.BP.141.03.18.0000896

B.BP.001.03.18.0000884 TOYOTA

AvanzaG 1300 th’15 Htm STNK Br KM 25Rb H.156jt,H.087761701846 B.BP.001.03.18.0000888

AC

DIJUAL RUMAH !!081558041018 Dijual Rumah mnimalis murah siap huni diDps B.BP.004.03.18.0000898

SPA

DISEWAKAN RUMAH

Dswkn/Djl Rmh 2LT,Ls 3.5are,Jl Sekar SariIX/7 TP,08159502121

B.BP.001.03.18.0000881

RUPA-RUPA

Cuci Gudang Alat Fitnes Second HP.08123634805/082131234798

B.BP.001.03.18.0000767

Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.085337370228 / 412815

B.BP.001.03.18.0000525

Saya Siap Bantu Nyusun Laporan Pajak Tahunan HP:081338344155

B.BP.001.03.18.0000004

BIRO JASA

!Urus LaporanPajak SPT Tahunan NPWP,SIUP,Paspor081235887887

B.BP.001.03.18.0000681

DIJUAL RUMAH


BANGLI

18

Kamis Umanis, 22 Maret 2018

KPK Sosialisasikan Tata Cara Penyampaian LHKPN

Bupati Made Gianyar Berkomitmen Cegah Korupsi di Pemkab Bangli

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli mengundang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan sosialisasi tentang tata cara penyampaian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) elektronik. Sosialisasi yang dilaksanakan di Gedung BMB, Selasa (20/3) itu, dibuka langsung Bupati Bangli I Made Gianyar. Acara turut dihadiri Sekda Bangli Ida Bagus Gede Giri Putra, para Asisten, Staf Ahli Bupati, pimpinan OPD, pejabat fungsional dan auditor di Inspektorat Kabupaten Bangli. Bupati Made Gianyar men-

gatakan, pihaknya menyambut baik sosialisasi yang diberikan KPK. Karena dengan sosialisasi ini, maka kemudahan akan didapatkan untuk menyampaikan LHKPN. Maka dari itu diperlukan komitmen yang kuat oleh semua Aparatur Sipil Negara (ASN) demi mewujudkan aparatur pemerintah yang bersih di lingkungan Pemkab Bangli. ‘’Salah satu upaya untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik memang harus terbebas dari korupsi. Pelaporan LHKPN merupakan kewajiban yang harus dijalankan serta memiliki

makna strategis dalam rangka mensosialisasikan gerakan antikorupsi di Kabupaten Bangli,’’ ucapnya. Menurut Made Gianyar, pihaknya mempunyai komitmen yang tinggi untuk mencegah dan memberantas korupsi. Sebagai wujudnya, pihaknya telah menerbitkan peraturan Bupati Bangli Nomor 25 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyampaian LHKPN dan Peraturan Bupati Nomor 33 Tahun 2016 tentang Pengendalian Gratifikasi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli. Hal ini dilakukan untuk menggelorakan dan

membudayakan antikorupsi di Kabupaten Bangli. ‘’Kami berharap dengan adanya sosialisasi ini, nantinya mampu meningkatkan kesadaran bagi penyelenggara negara khususnya di Kabupaten Bangli supaya dapat mengisi data yang dibutuhkan secara lengkap dan valid dengan tingkat kepatuhan 100 persen. Dan mampu memberikan manfaat yang positif dalam rangka terwujudnya masyarakat Bangli yang Githa Santhi,’’ katanya. Sementara itu, Deputi Bidang Spesialis Pemeriksaan dan Pelaporan LHKPN KPK Amelia

Rosanti menjelaskan, LHKPN adalah upaya pencegahan terjadinya tindak pidana korupsi. KPK dalam hal ini melakukan pemeriksaan terhadap LHKPN. ‘’LHKPN merupakan salah satu perangkat pencegahan korupsi,’’ ujar Rosanti. Sistem LHKPN tahun ini diyakini lebih efisien. Pasalnya, para penyelenggara negara hanya tinggal menyampaikan harta mereka lewat sistem lewat akun yang sudah dimiliki masing-masing penyelenggara. Masing-masing penyelenggara negara akan diberikan akses untuk dapat masuk ke situs

SOSIALISASI - Bupati Bangli Made Gianyar saat membuka sosialisasi tentang tata cara penyampaian LHKPN elektronik, Selasa (20/3). pengisian LHKPN. Selain itu, kata Rosanti, penyampaian LHKPN cukup dilaporkan satu tahun sekali walaupun dalam kurun satu tahun penyelenggara yang bersangkutan mendapat rotasi di instansinya. ‘’Periode pelaporannya juga dilakukan secara

serentak yakni pengisiannya dari Januari sampai Maret tahun bersangkutan. Dengan begitu nantinya kami bisa mengumumkan kepatuhan seluruh instansi secara nasional yang akan diumumkan di media cetak dan elektronik,’’ tegasnya. (ad900)


19

Kamis Umanis, 22 Maret 2018

WARUNG GLOBAL

Warga Bali Jangan Permisif terhadap Pelaku Kejahatan BALI kini jadi sasaran para penjahat. Tak hanya peredaran narkoba, juga kejahatan lainnya seperti penipuan dan pembobolan yang dilakukan warga asing. Bagaimana semestinya masyarakat menyikapi hal tersebut, sehingga Bali masih tetap nyaman dikunjungi. Demikian pula warga Bali juga tak lagi waswas akan aksi kejahatan yang meresahkan. Febri di Denpasar menyikapi terkait maraknya pekat, polisi harus mengambil tindakan tegas agar dapat memberikan efek jera. Warga masyarakat agar bersama-sama meningkatkan kepedulian untuk memerangi tindak kejahatan yang terjadi di lingkungan sekitar. Lilis di Tabanan juga mengingatkan, seluruh lapisan masyarakat agar bersamasama menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan masing-masing sehingga penyakit masyarakat bisa diberantas. Apabila melihat atau mendapati oknum yang dirasa dapat memicu tindakan penyakit masyarakat, seperti judi, pemakai maupun pengedar narkoba dan juga tempat-tempat prostitusi agar dilaporkan secepatnya ke pihak berwajib. Arya di Denpasar mengatakan, masyarakat harus sadar bahkan harus lebih aktif berperan

dalam memberantas penyakit masyarakat ini. Pekat dapat dilenyapkan dengan dukungan dari semua unsur. Polisi harus tegas dan lebih aktif untuk memberantas pekat. Bu Ayu di Petang juga menegaskan, tindakan terhadap pelaku penyakit masyarakat yang mengarah pada tindak pidana kejahatan perlu adanya tindakan tegas dan hukuman yang berat bagi para pelaku agar menimbulkan efek jera. Sugi dan Teken di Denpasar mengingatkan bahwa peran serta lapisan masyarakat juga tidak dapat diabaikan dalam membantu mencegah timbulnya praktik penyakit masyarakat. Masyarakat dapat berperan aktif sebagai penjaga nilai norma yang berlaku di masyarakat agar masyarakat di lingkungannya tidak terjerumus dalam kegiatan penyakit masyarakat. (dikha)

Alat Bukti

Dari Hal. 1

Basaria menyatakan penyidik mendapatkan faktafakta yang didukung dengan alat bukti berupa keterangan saksi, surat, dan barang elektronik bahwa 18 tersangka unsur pimpinan dan anggota DPRD Kota Malang 20142019 menerima fee dari Moch Anton bersama-sama tersangka Jarot Edy Sulistyono untuk memuluskan pembahasan APBD-P Pemkot Malang Tahun Anggaran 2015. Diduga, kata Basaria, unsur pimpinan dan anggota DPRD menerima pembagian fee dari total fee

yang diterima oleh tersangka M Arief Wicaksono sebesar Rp 700 juta dari tersangka Jarot Edy Sulistyono. Diduga Rp 600 juta dari yang diterima M Arief Wicaksono tersebut kemudian didistribusikan kepada sejumlah anggota DPRD Kota Malang. Sebanyak 18 tersangka anggota DPRD Kota Malang 2014-2019 itu adalah Suprapto dari Fraksi PDI-P, HM Zainuddin dari Fraksi PKB yang juga Wakil Ketua DPRD Malang, Sahrawi dari Fraksi PKB, Salamet dari Fraksi Gerindra, Wiwik Hendri Astuti dari Fraksi Partai Demokrat yang juga Wakil

Ketua DPRD Malang, Mohan Katelu dari Fraksi PAN, Sulik Lestyowati dari Fraksi Partai Demokrat, dan Abdul Hakim dari Fraksi PDI-P. Selanjutnya, Bambang Sumarto dari Fraksi Partai Golkar, Imam Fauzi dari Fraksi PKB, Syaiful Rusdi dari Fraksi PAN, Tri Yudiani dari Fraksi PDI-P, Heri Pudji Utami dari Fraksi PPP, Hery Subianto dari Fraksi Partai Demokrat, Ya’qud Ananda Budban dari Fraksi Partai Hanura, Rahayu Sugiarti dari Fraksi Partai Golkar, Sukarno dari Fraksi Partai Golkar, dan Abdul Rachman dari Fraksi PKB.. (ant)

Sengketa Lahan Dari Hal. 1

‘’Merujuk pada data KPA itu, rakyat kecil akan rentan jadi korban tanpa adanya sertifikat sebagai tanda bukti legal atas lahan yang dimiliki. Rakyat juga cenderung mudah kalah dalam sengketa lahan karena tidak punya bargaining position, khususnya apabila bersengketa dengan perusahaan besar,’’ kata Danik. Terkait dengan persoalan itu, program pembagian sertifikat tanah menjadi sesuatu yang dibutuhkan rakyat. ‘’Program ini sangat progresif. Tidak hanya memberikan perlindungan hukum bagi rakyat, tapi juga memberikan nilai tambah ekonomi sebagai jaminan untuk mendapat akses modal dari perbankan,’’ kata Danik.Sementara itu, Presiden Joko Widodo men-

Kelompok Tertentu

Dari Hal. 1

Amien menyebut ada pembohongan dalam program bagi-bagi sertifikat tanah karena 74 persen tanah di negeri ini dikuasai oleh kelompok tertentu, namun didiamkan oleh pemerintah. ‘’Ucapan Pak Luhut disampaikan dalam sebuah seminar,

gayanya kan begitu Pak Luhut, tidak mencerminkan sikap Presiden atau tidak mencerminkan sikap pemerintah. Itu lebih pada sikap pribadi Pak Luhut yang gaya penyampainannya juga seperti itu, seperti pemilihan kata, Pak Amien Rais juga begitu kan gayanya suka blak-blakan, baik Pak Amien maupun Pak Luhut,’’

tambah Johan. Sehingga Johan pun meminta agar maksud dari pernyataan Luhut itu ditanyakan langsung kepada Luhut. ‘’Lebih baik ditanya lebih detail lagi ke Pak Luhut apa maksud yang disampaikan itu, tapi saya minta teman-teman juga jangan melihat secara parsial, tapi konteksnya dia bicara

panjang lebar itu, jangan kemudian yang mencuat soal saya akan cari-cari dosa itu,’’ tambah Johan. Kisruh antara Luhut dan Amien itu juga memicu tanggapan dari Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono yang menilai pemerintah harus menerima kritikan secara bijak dan tak

gajak lawan politiknya baik partai politik maupun politisi untuk adu program dan adu prestasi dalam Pilpres 2019. ‘’Seluruh parpol dan politisi kita ajak untuk memfokuskan pada adu program, adu prestasi dalam pilkada, pileg, serta Pilpres 2019,’’ kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Rapimnas Perindo II, Rabu (21/3) malam. Adu program yang dimaksud Jokowi di antaranya dalam menjabarkan nilai-nilai ideologi Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Selain itu, adu proram juga dimaksud dalam menyebarkan perintah konstitusi yaitu Undang-Undang Dasar 1945. ‘’Adu program dalam memperkokoh NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, serta adu program dalam meningkatkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,’’ katanya. (ant)

arogan. ‘’Pemerintah tak perlu arogan dalam menanggapi kritik. Negeri ini dibangun bukan untuk menjadi negara kekuasaan. Karena itu kedaulatan berada di tangan rakyat. Tapi rakyat juga tak boleh absolut,’’ kata SBY dalam jumpa pers Tour de Jawa Barat Partai Demokrat di Purwakarta. (ant)

Bertemu Kolega Dari Hal. 1

Ratna, kata sumber tadi, menghirup udara bebas sejak awal Maret 2018. ‘’Kalau bebasnya, awal Maret ini. Ke Banyuwangi memang menghadiri undangan sejumlah koleganya dulu. Bagaimanapun, Ratna pernah menjadi pemimpin di Banyuwangi,’’ kata sumber ini. Ratna ditahan Kejaksaan Agung di Rutan Pondok Bambu, Jakarta, mulai Juli 2012. Mantan istri Bupati Jembrana dua periode Gde Winasa ini ditahan dalam

kasus korupsi pengadaan lahan lapangan terbang (lapter) Blimbingsari, Banyuwangi. Total kerugian negara sekitar Rp 19 miliar. Setelah menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya, Ratna divonis lima tahun penjara. Ratna memilih banding. Namun, majelis hakim tingkat banding justru mengganjarnya dengan vonis sembilan tahun penjara. Hingga tingkat kasasi di MA, vonis tersebut tak berubah. Ratna akhirnya menjalani seluruh masa hukuman di Lapas Wanita Sukun, Malang. (udi)

Lakukan Promosi Dari Hal. 1

Ke depan, strategi yang perlu dilakukan yaitu dengan pelatihan dalam peningkatan kualitas, invasi desain, melakukan promosi melalui online. Selain itu mendorong pengembangan pembiayaan permodalan dari perbankan dengan KUR, penyederhanaan aturan dan regulasi serta pengembangan Bali trade center sebagai pusat pemasaran. Karena berdasarkan data ekspor, ekonomi kreatif mengalami peningkatan 18,2

miliar dolar AS (2014) menjadi 19,4 miliar dolar AS (2015). Ekspor tersebut didominasi oleh produk fashion yang mencapai 56 persen, kriya 37 persen, kuliner 6 persen dan lainnya 1 persen. Sementara pangsa Bali hanya 1,32 persen atau Rp 0,256 miliar. Bila dilihat negara tujuan ekspor ekonomi kreatif yakni Amerika Serikat mencapai 31,72 persen, Jepang 6,74 persen, Taiwan 4,99 persen dan lainlain. Ekspor hasil kerajinan mendominasi dengan pangsa pasar 40 persen. (kmb23)


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

Kamis Umanis, 22 Maret 2018

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, (0361) 233801 Facsimile: 227418

Teater MAS Teater Angin 2018

Angkat Tema ”Pariwisata Bali”, Kritik Pariwisata yang Tinggalkan Budaya

TEATER Angin SMAN 1 Denpasar kembali menggelar acara tahunan, Malam Apresiasi Sastra (MAS). Acara berlangsung Sabtu (3/3) dan Minggu (4/3) lalu, di Aula SMAN 1 Denpasar Jalan Kamboja Denpasar. Pementasan

seni yang melibatkan sejumlah kelompok teater sekolah dan komunitas seni remaja dari berbagai daerah di Bali tersebut berlangsung sukses. Malam Apresiasi Sastra atau yang biasa disebut dengan MAS merupakan acara tahu-

nan yang diadakan oleh siswasiswi anggota Teater Angin SMAN 1 Denpasar. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pementasan sastra mulai dari musikalisasi puisi, drama, teaterisasi puisi, pantomime maupun operet yang ditampilkan oleh sembilan teater dan dua komunitas dari berbagai daerah di Bali dan juga pementasan drama surealis dari Teater Angin yang merupakan respon dari naskah monolog I Putu Wijaya. Malam Apresiasi Sastra 2018 ini mengusung tema “Pariwisata Bali” dikarenakan kondisi pariwisata di Bali pada era modernisasi ini yang kian berubah. Kondisi dimana sebagian besar masyarakat Bali sudah menjadikan pariwisata sebagai sumber modal utama mereka tanpa mempedulikan adat istiadat dan budaya lokal yang harus dipertahankan di Pulau Dewata ini. MAS 2018 diharapkan dapat meningkatkan kesada-

ran masyarakat Bali terhadap pentingnya budaya lokal, karena budaya menjadi salah satu daya tarik pariwisata Bali di mata dunia, apabila budaya Bali sudah hilang, pariwisata pun akan lenyap juga. Pada hari pertama, MAS menampilkan pementasan dari sembilan teater yaitu Teater Limas, Teater Ombak, Teater Jungut Sari, Teater Biner, Teater Takhta, Teater Topenk, Teater Teras, Teater Rubikz, Teater Orok, dan dua komunitas yaitu Komunitas Eugenia dan Komunitas Senja. Untuk menonton pementasan tersebut diwajibkan untuk membeli tiket seharga Rp 5 ribu dan berlaku untuk menonton semua teater dan komunitas. Sementara itu pada saat pementasan Teater Angin tidak dipungut biaya alias gratis. Pementasan dipandu 2 pembawa acara yaitu Wasudewa Wikananda dan Archisya Wandhira. Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua

Bali Post/ist

MAS 2018 - Salah satu pementasan dalam Malam Apresiasi Sastra (MAS) 2018 yang digelar Teater Angin SMAN 1 Denpasar mengusung tema “Pariwisata Bali”. Panitia MAS 2018, I Made Vijay Anggitama Suwitra. Lalu dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Teater Angin masa bakti 2017/2018, Putu Agung Novan Surya Saputra, kemudian sambutan dari Pembina ekstrakurikuler Teater Angin, Ida Bagus Suwana, M.Pd. Dengan sambutan terakhir dari Kepala dan Wakil Kepala SMAN 1 Denpasar M. Rida, S.Pd., M.Pd. dan Drs. I Gst. Ketut Adiawan, M.Pd. Penampilan pertama dibuka dengan pementasan dari Komunitas Eugenia yang membawakan penampilan musikalisasi puisi. Dan dilanjutkan dengan penampilanpenampilan menakjubkan dari teater lainnya. Teater

Ombak dengan dramanya meraih nominasi sebagai supporter terbanyak. Teater Topenk yang menampilkan pantomime menjadi penampilan terfavorit. Tidak hanya teater Topenk dan Ombak yang berhasil memenangkan nominasi, pementasan luar biasa dari Teater Orok yang membawakan musikalisasi puisi berjudul Tanah Air Mata dan Sabanaini juga sukses menjadi peraih nominasi Penampilan Terbaik serta Teater Teras sebagai pemenang nominasi Pamflet Terbaik. Sementara itu, pementasan Teater Angin yang disutradarai oleh Dewa Ayu Oktrianatasya sangat berbeda dari

penampilan Teater Angin sebelumnya, dimana para pemain membaur dengan penonton untuk mencairkan suasana. Tahun ini Teater Angin mengusung konsep surealis yang menggabungkan musikalisasi puisi dan drama dengan bertemakan “Pariwisata Bali” yang merupakan sebuah respons dari naskah monolog I Putu Wijaya. Musikalisasi puisi Teater Angin membawakan 2 lagu yaitu “Nyanyian Tanah Air” karya Saini K.M dan “Dewata Mengusap Jemari” yang merupakan karya dari salah satu anggota Teater Angin yaitu Nadilla Radharani dan juga beberapa instrumen iringan yang sesuai dengan tema. (r)

Kapal Pengeruk Pasir Terbalik di Johor, 14 Orang Hilang

Ada WNI Jadi Korban Johor (Bali Post) –

Kapal korek (pengeruk) pasir Jbb Rong Chang 8 terbalik di perairan Parit Jawa Muar, Negara Bagian Johor, Malaysia, Rabu (21/1) kemarin, mengakibatkan 11 di antara 18 orang penumpang hilang. “Pusat Operasi Pangkalan Maritim Batu Pahat telah menerima satu panggilan pada pukul 08.50 pagi menginformasikan kapal

korek pasir yang telah terbalik,” ujar Kepala Maritim Pangkalan Batu Pahat Letnan Komandan Maritim Muhammad Zulkarnain Bin

Abdullah di Johor, Rabu kemarin. Berdasarkan data Pusat Operasi Pangkalan Maritim Batu Pahat, korban seban-

yak 18 orang dengan rincian tiga orang selamat dua di rumah sakit, satu orang di lokasi kejadian. Sementara itu satu orang meninggal dan 14 orang dinyatakan masih hilang. Kewarganegaraan korban yakni Cina sebanyak 16 orang dengan rincian tiga

selamat satu meninggal dunia dan 12 masih hilang, Indonesia (WNI) satu orang masih hilang dan Malaysia satu orang masih hilang. “Dua buah boot patroli milik Maritim Malaysia telah diarahkan ke lokasi kejadian setelah menerima panggilan tersebut,” kat-

anya. Dia mengatakan pihaknya juga telah menerima informasi bahwa dua orang korban telah ditemukan selamat dan seorang lagi dalam kondisi lemas. “Sekarang usaha mencari dan menyelamatkan korban masih giat dijalankan. Kami mengimbau agar masyara-

kat senantiasa berhati-hati ketika menjalankan segala aktivitas di laut,” katanya. Dia mengatakan sekiranya terdapat informasi darurat bisa menghubungi Pusat Operasi Maritim Pangkalan Batu Pahat pada nomor 074344020 atau nomor darurat 999. (ant)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 22 Maret 2018 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu