Skip to main content

Edisi 21 mei 2018 | Balipost.com

Page 1

16 HALAMAN

NOMOR 259 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

Senin Umanis, 21 Mei 2018

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Alasan Mantra-Kerta Bantu Desa Pakraman Rp 500 Juta (3) Rancang Regulasi, Koster Ingin Seniman Dapat Pengakuan Kuatkan Desa Pakraman sebagai Basis Ekonomi Oranye dan Apresiasi yang Layak CALON Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster, Jumat (18/5) secara resmi membuka Festival Kompetisi Barong se-Bali (KBS) yang dilaksanakan di Wantilan Desa Pakraman Bedha. Festival Kompetisi Barong se-Bali yang dilaksanakan hingga 20 Mei ini, rata-rata diikuti oleh anak-anak muda. Wayan Koster yang didampingi Ketua DPP PDI Perjuangan I Made Urip, kader senior PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan seperti Nyoman Adi Wiryatama, Ni Putu Eka Wiryastuti, Ketut Suryadi alias Boping, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan sekaligus Ketua Tim Pemenangan Koster-Ace Kabupaten Tabanan Komang Gde Sanjaya dan jajaran Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tabanan amat mengapresiasi kegiatan tersebut. Koster juga menekankan pentingnya kehadiran pemerintah memperhatikan nasib seniman.

Menurut Koster, Kabupaten Tabanan merupakan wilayah yang memiliki banyak sekali tradisi, seni dan budaya yang cukup kuat. Hal itu tentu saja harus mendapat perhatian dari pemerintah agar kesenian dan tradisi di Tabanan tetap lestari. ‘’Maka sanggar sekaa akan didorong untuk meningkatkan aktivitas seni dan seniman,’’ harap Koster. Di sisi lain, Koster juga ingin nasib seniman mendapat perhatian penuh dari pemerintah. Sebagai pelaku yang terus mewarisi seni, tradisi dan kebudayaan Bali, seniman perlu mendapat tempat dan perlakuan khusus. Sebab, menurut Koster, bukan tak sedikit seniman yang hidupnya tak menentu, kesejahteraan mereka tak terjamin meski berperan besar dalam pelestarian seni, adat istiadat dan budaya Bali. Untuk itu, Koster akan membuat peraturan khusus agar seniman Bali bisa

mendapat tempat dan apresiasi yang bagus. ‘’Seniman ini akan dibuatkan kebijakan agar mendapat pengakuan dan apresiasi yang layak kepada pemangku di Bali seperti hotel dan restoran. Selama ini mereka diperlakukan asal-asalan, kurang manusiawi. Maka akan dibuatkan kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,’’ imbuhnya. Dengan peraturan itu, Koster ingin ada standar khusus, agar seniman diperlakukan secara layak pada tiap gelaran kesenian yang dibuat pemerintah maupun swasta seperti hotel dan restoran. ‘’Agar ada standar yang layak. Misalnya soal kendaraan dan honor yang layak. Kasihan seniman kita. Mereka yang menjadi pelestari dan menjadi pelaku dari atraksi budaya yang mendatangkan wisatawan, tapi nasibnya tidak diperhatikan,’’ katanya. Hal. 15 Maju Terus

Bali Post/kmb

KOMPETISI - Calon Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster, usai membuka Festival Kompetisi Barong se-Bali (KBS) yang dilaksanakan di Wantilan Desa Pakraman Bedha, Jumat (18/5).

SEBAGAI benteng budaya Bali, peran desa pakraman sangat strategis dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi. Di sisi lain, rongrongan berbagai gaya hidup baru di era global ini sangat potensial mengancam nilai-nilai tradisi yang ada. Maka diperlukan pendekatan pembanguan yang tepat untuk mempertemukan kedua potensi tersebut sehingga eksistensi desa pakraman tetap kuat di tengah persaingan global yang semakin ketat ini. Adapun konsep ekonomi terbaru yang cocok untuk itu adalah konsep orange economy (ekonomi oranye). Hal itu disampaikan oleh Calon Gubernur Bali nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, saat ditemui di sela-sela acara Konser

Salam Dua Jari yang digelar di Lapangan Wagimin, Kabupaten Tabanan, Sabtu (19/5). Menurut Rai Mantra, ekonomi oranye sebagai konsep pendekatan baru memungkinkan menjadikan desa pakraman yang selama ini merupakan lahan bagi tumbuh dan berkembangnya tradisi Bali mendapat sentuhan kreativitas modern untuk melahirkan berbagai kreativitas dan inovasi baru tanpa kehilangan spirit tradisinya. ‘’Dengan begitu desa pakraman akan selalu manjadi tempat yang baik bagi bertumbuhnya ekonomi masyarakat yang seiring dengan situasi dan semangat zamannya,’’ kata Rai Mantra. Hal. 15 Bernilai Budaya

KONSER - Calon Gubernur Bali nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, di tengah-tengah pengisi acara dan ribuan penonton Konser Salam Dua Jari di Tabanan, Sabtu (19/5) malam.

20 Tahun Reformasi

Indonesia Makin Baik

Jakarta (Bali Post) –

Indonesia telah memasuki era reformasi selama 20 tahun. Atas capaian era yang berganti lima presiden itu, kondisi Indonesia dinilai semakin baik. Hasil survei yang dilakukan lembaga Indo Barometer menunjukkan, sebanyak 52,7 persen publik menilai kondisi Indonesia masa reformasi lebih baik/jauh lebih baik dibanding 20 tahun lalu. Sedangkan yang menilai sama saja, tidak ada perubahan sebanyak 25,9 persen, dan yang menilai lebih buruk/jauh lebih buruk sebanyak 12,7 persen serta tidak tahu/tidak jawab 8,8 persen. Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari, mengatakan survei ini dilaksanakan pada 15-22 April 2018 di 34 provinsi Indonesia dengan melibatkan 1.200 responden, dengan margin of error sebesar plus-minus 2,83 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. Qodari mengatakan jika dibandingkan dengan survei sebelumnya, pada April 2011 yang bertepatan dengan 13 tahun reformasi, tren penilaian publik terhadap kondisi Indonesia saat ini lebih baik/jauh lebih baik dibanding 20 tahun meningkat sebesar 21,7 persen. Pada survei 2011, publik yang menilai kondisi Indonesia di 13 tahun reformasi lebih baik/jauh lebih baik sebesar 31 persen, yang menilai lebih buruk/jauh lebih bu-

ruk 28,3 persen dan yang menilai sama saja/tidak ada perubahan 27,2 persen, serta menyatakan tidak tahu/tidak jawab 13,6 persen. Dalam survei itu juga ditanya soal presiden. Ternyata Soeharto dianggap paling berhasil dalam menjalankan tugas sebagai Presiden RI. Selanjutnya, responden menyebut Soekarno juga paling berhasil dan diikuti oleh Presiden Jokowi. ‘’Presiden Indonesia yang dinilai mayoritas publik paling berhasil adalah Soeharto 32,9 persen. Kemudian Soekarno 21,3 persen, Joko Widodo 17,8 persen dan Susilo Bambang Yudhoyono 11,6 persen,’’ kata Qodari. Menanggapi hasil tersebut, politikus PDI-P Budiman Sudjatmiko

mengatakan bahwa membandingkan presiden-presiden setelah reformasi dengan Soeharto seperti membandingkan orang yang punya modal besar, modal waktu besar, modal kekuasaan besar untuk menyelesaikan masalah dengan orang yang hanya modal kecil dan waktunya terbatas. ‘’Jadi wajar ada persepsi bahwa Pak Harto cukup berhasil. Pascareformasi kan cuma 3 tahun, 2 tahun, 5 tahun. Pak Harto 32 tahun. Jadi wajar kalau dia membangun lebih banyak jembatan, lebih banyak bendungan dan kuasa lebih besar. Legislatif dia kontrol, yudikatif juga dia kontrol. Sementara presidenpresiden pascareformasi enggak bisa,’’ kata Budiman. (kmb/ant)

58 Tahanan Teroris Dipindahkan dari Nusakambangan Cilacap (Bali Post) – Sebanyak 58 tahanan kasus terorisme dipindah dari sejumlah lembaga pemasyarakatan di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, ke Rumah Tahanan Negara Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat. Dari pantauan di Dermaga Wijayapura, Cilacap, Minggu (20/5) kemarin, pengamanan tempat penyeberangan khusus menuju Pulau Nusakambangan itu ditingkatkan oleh Kepolisian Resor Cilacap dengan melibatkan personel Brimob Kepolisian Daerah Jawa Tengah dan Komando Distrik Militer 0703/ Cilacap sejak pukul 05.30 WIB. Kepala Polres Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi Djoko Julianto mengatakan, pihaknya bersama Kodim 0703/Cilacap menyiapkan kurang lebih 600 personel untuk mengamankan rute yang dilalui untuk pemindahan tahanan kasus terorisme itu. Dia mengaku belum tahu apakah tahanan kasus terorisme yang dipindahkan itu merupakan bagian dari narapidana yang dipindah dari Rutan Mako Brimob. ‘’Jumlah yang dipindahkan 58 orang. Ke mananya, kami masih menung-

gu dari pihak pengamanan yang tadi kami serahkan. Tugas kami dan Lapas Nusakambangan hanya melakukan pengamanan dan menyerahkan kepada tim yang hari ini sudah tiba, dari BNPT, Densus dan Brimob Mabes Polri,’’ katanya. Sementara itu, Kepala Lapas Batu Nusakambangan Hendra Eka Putra mengatakan pemindahan tersebut dilakukan terhadap mereka yang berstatus tahanan. ‘’Seluruhnya tahanan, namun datanya ada di Jakarta, sehingga kami enggak tahu,’’ kata Koordinator Lapas se-Nusakambangan dan Cilacap itu. Dari 58 tahanan tersebut, katanya, sembilan orang dari Lapas Besi, 24 orang dari Lapas Pasir Putih dan 25 orang dari Lapas Batu termasuk dua perempuan beserta satu bayi. Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkum HAM Ade Kusmanto mengatakan, 58 tahanan tersebut akan dibawa ke Rutan Gunung Sindur, Bogor, Jabar. ‘’Seluruhnya berstatus tahanan karena masih menjalani proses peradilan, belum berkekuatan hukum tetap,’’ katanya. (ant)

Bali Post/ant

TAHANAN TERORIS - Polisi melakukan penjagaan saat proses penyeberangan bus yang akan digunakan untuk mengangkut tahanan teroris yang akan dipindahkan dari Nusakambangan, Minggu (20/5) kemarin. Sejumlah 58 tahanan teroris itu dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur, Bogor.

Nusa Penida Jadi Perhatian Paslon

Suwasta pada Debat Pilkada Klungkung

Janji 100 Persen Tingkatkan PAD, Empat Tahun Terealisasi 127 Persen CAPAIAN program incumbent I Nyoman Suwirta-I Made Kasta (Suwasta) menjadi pertanyaan besar rival mereka dalam Pilkada Klungkung, Tjokorda Bagus Oka-I Ketut Mandia (Bagia). Namun, pasangan calon nomor urut 2 itu rupanya tidak gentar. Bahkan mampu memberi jawaban meyakinkan terkait keberhasilannya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Klungkung hingga 127 persen hanya dalam empat tahun. ‘’Banyak yang tidak tahu bahwa Suwasta ini baru bekerja empat tahun. Sedangkan programnya baru berjalan tiga tahun, karena satu tahun per-

tama kami menjalankan program kerja bupati sebelumnya dan kami masih punya waktu setelah pilkada ini lagi enam bulan,’’ ujar Suwirta dalam Debat Publik Pilkada Klungkung Putaran Pertama, di Denpasar, Sabtu (19/5) malam. Dikatakannya, sebagian besar program Suwasta sudah berhasil dikerjakan. Termasuk peningkatan PAD Klungkung yang sebelumnya dijanjikan naik 100 persen dalam waktu lima tahun. Namun ternyata sudah bisa terealisasi 127 persen di tahun keempat. Selain PAD, Suwirta juga menjawab pertanyaan Paket Bagia soal langkah-langkah untuk mere-

vitalisasi Kota Semarapura. Bagia sendiri menyebut upaya revitalisasi dengan pembangunan patung dan air mancur tidak berimbas pada PAD dan cenderung mubazir. ‘’Festival Semarapura yang kami lakukan merupakan bagian daripada mencari jatidiri Kota Klungkung, sehingga jelas nanti apakah Kota Pusaka, Kota Budaya, dan sebagainya. Terhadap peninggalan kerajaan pun, saya sudah melakukan revitalisasi di selatan mandala agung, monumen, dan puri,’’ jelasnya. Hal. 15 Terkesan Menyudutkan

Bali Post/rin

SELFIE - Paket Suwasta saat diajak ‘’selfie’’ oleh pendukungnya usai acara debat di Sanur, Sabtu (19/5).

DEBAT publik Pilkada Klungkung mengangkat tema ‘’Memajukan dan Mengatasi Permasalahan Daerah’’ di bidang pertanian, ekonomi, politik, hukum dan pariwisata. Debat diikuti dua pasangan calon yakni Paslon nomor urut 1 Tjokorda Bagus Oka-I Ketut Mandia (Bagia) dan Paslon nomor urut 2 I Nyoman SuwirtaI Made Kasta (Suwasta). Di segmen pertama, masing-masing paslon menyampaikan visi, misi, dan program masing-masing. Paket Bagia memiliki visi untuk mewujudkan masyarakat Klungkung yang maju, harmonis, tenteram dan makmur berlandaskan Tri Hita Karana melalui

pola pembangunan nasional semesta berencana. Visi itu dirangkum dalam lima program pokok, yaitu pangan, sandang, dan papan; kesehatan dan pendidikan; jaminan sosial dan ketenagakerjaan; agama, adat, seni dan budaya; didukung perkembangan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada pertanian, pariwisata, dan budaya. Sementara visi Paket Suwasta, menuju Klungkung yang unggul dan sejahtera jilid 2, dengan misi Panca Santi atau 5 kegiatan besar yang akan membuat Klungkung menjadi damai. Hal. 15 71 Program


denpasar

2

Kunjungan Wisman Masih Normal

FIGUR Menjadi Dilema MEMASUKI tahun ajaran baru, lembaga pendidikan khususnya sekolah swasta mulai membuka pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Namun dengan diberlakukannya Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017, terutama dibatasinya jumlah rombongan belajar (rambol) menjadi dilema bagi kepala sekolah. Pasalnya, dengan peraturan tersebut, para orangtua yang ingin menyekolahkan anaknya di sekolah pilihannya, rentan tidak bisa terwujud. ‘’Seperti di tempat saya, jumlah siswa baru yang mendaftar 475 orang, sementara Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 mengatur per rombel 32 orang dan 11 kelas. Jadi, kami harus menolak seratusan lebih siswa dan itu baru pendaftaran tahap awal. Kami sempat dikomplain para orangtua yang ingin menyekolahkan anaknya di tempat kami, terutama yang tinggal di wilayah Pedungan, Kepaon dan Pemogan,’’ kata Kepala SMP Dharma Wiweka Drs. I Nyoman Mariana, M.Si., Sabtu (19/5). Oleh karena itu, pihaknya berharap kepada pemerintah selaku pengambil kebijakan agar ada solusi terkait masalah ini. Dengan demikian, pihak sekolah terutama sekolah swasta tidak beban karena akan mengecewakan para orangtua siswa. ‘’Solusi misalnya per rombel 36 atau 40 orang. Bisa juga jumlah kelasnya ditambah sehingga keinginan masyarakat terakomodir. Jangan sampai warga yang tinggal dekat sekolah yang diinginkan, malah tidak dapat. Kami mohon kebijakan dan solusi pemerintah,’’ ujarnya. (rah)

Perawat Harus Mampu Memproteksi Diri Denpasar (Bali Post) Perawat yang merupakan tenaga kesehatan yang bersentuhan langsung dengan obat-obatan jenis new psychoactive substances (NPS). Mereka harus mampu memproteksi diri dengan informasi dampak buruk bila disalahgunakan. Hal itu disampaikan Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H., Sabtu (19/5). Menurut Suastawa, peringatan itu dilontarkannya kepada 380 peserta dari PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia - red) dalam seminar di Gedung Diklat RSJ Provinsi Bali. ‘’Kebetulan saya diundang sebagai narasumber. Topik yang saya bawakan kebijakan dan program BNN dalam Penanggulangan Napza di Indonesia,’’ ujarnya. Suastawa menjelaskan, BNN mengemban tugas dua arah yaitu penegakan hukum dan pendekatan kesehatan. Dalam aspek penegakan hukum, yang dilakukan BNN adalah dengan cara mengurangi pasokan (supply reduction) melalui pengungkapan jaringan dan sweeping. Sedangkan dari segi pendekatan kesehatan, BNN bersama jajarannya harus menekan permintaan (demand reduction) dengan cara pencegahan sebagai imunitas dan deteksi awal. Selain itu, meningkatkan peran serta masyarakat dalam mendukung program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Apabila ada yang terdeteksi sebagai pecandu atau korban penyalahguna narkotika, hendaknya menjalani program rehabilitasi baik medis maupun sosial untuk menjaga kepulihan, produktif dan berfungsi sosial. ‘’Kami tidak bosan-bosannya mengajak seluruh komponen masyarakat, termasuk para petugas kesehatan atau para medis agar memberikan sumbang dan saran keilmuan bagi masyarakat. Utamanya yang berkenaan dengan program pemerintah dalam usaha penanggulangan narkoba. Di samping itu, tenaga kesehatan sudah terlatih untuk menangani pasien yang telah ketergantungan,’’ kata jenderal bintang satu di pundak ini. (kmb36)

Bali Post/ist

NARASUMBER - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa saat menjadi narasumber seminar yang diselenggarakan oleh DPK PPNI RSJ Provinsi Bali.

Denpasar (Bali Post) Teror bom yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia, tampaknya tak lagi berdampak psikologis pada kunjungan wisatawan ke Bali. Pasalnya, Minggu (20/5) kemarin kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali mencapai 16.000-17.000

kunjungan. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali A.A. Yuniartha Putra, S.H., M.H. mengatakan kunjungan wisatawan termasuk wisman masih normal. Rata-rata kunjungan wisman ke Bali per hari 15.000-an. Namun, hari ini kunjungan wisman mencapai 16.000-

17.000 orang. Hal senada juga diungkapkan Wakil Ketua Umum I DPP Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) I Made Ramia Adnyana, S.E., M.M., CHA. Ia mengatakan kunjungan wisman masih normal. Sampai saat ini ia belum mendapat

Senin Umanis, 21 Mei 2018 laporan dari anggota terkait cancelation yang dilakukan wisman. “Sampai saat ini belum ada,” ungkapnya. Menurut Ramia Adnyana, bisa saja terjadi penurunan. Namun bukan karena bom, melainkan karena bulan puasa. Itu pun hanya kunjungan domestik yang terpengaruh.

“Ada sedikit penurunan untuk domestik, tapi mancanegara belum ada,” tandasnya. Ia menambahkan, penurunan wisatawan domestik yang terjadi sekitar 3–5 persen. Penurunan ini hanya mempengaruhi hotel yang target wisatawannya lebih banyak domestik. (kmb42)

Jadi Pengedar Narkoba, Lulusan SMA Ditangkap Denpasar (Bali Post) -

Anggota Satresnarkoba Polres Badung menangkap Ikwan Farisi (19) di Jalan Pulau Saelus Gang Mawar, Denpasar Selatan (Densel), Minggu (6/5). Pelaku yang baru lulus SMA di Jawa ini menyimpan 128,31 gram bruto sabu-sabu (SS), 20 butir ekstasi dan 830 butir pil koplo. Saat ini polisi masih menelusuri dan memburu pemasok barang terlarang tersebut. Dikonfirmasi Minggu (20/5) kemarin, Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta didampingi Kasatresnarkoba AKP Djoko Hariadi mengatakan tersangka Ikwan dibekuk pukul 22.30 Wita. Dia digerebek di tempat tinggalnya di Jalan Pulau Saelus Gang Mawar, Densel. Hasil penggeledahan, awalnya petugas hanya menemukan satu paket SS di tas milik pelaku. Karena penasaran, AKP Djoko bersama anggotanya melakukan penggeledahan lebih seksama dan teliti lagi. ‘’Semua barang yang ada di kamar pelaku diperiksa, termasuk dispenser, di mana galonnya berisi penuh air. Setelah dibuka dispenser tersebut, ternyata banyak ditemukan barang bukti yaitu sabusabu, ekstasi dan pil koplo,’’ tambah AKP Djoko. Dari tersangka Ikwan disita 27 paket SS seberat

128,31 gram bruto, 20 butir ineks dan 830 butir pil koplo. ‘’Kami masih mengembangkan kasus ini, termasuk melacak pemasoknya. Pelaku hanya sebagai pengedar dan sekali tempel paket narkoba diberi upah Rp 70 ribu,’’ ungkap Kapolres Yudith. Di samping itu, petugas juga menciduk dua sopir taksi yaitu I Wayan Kamar (40) dan Erik Pragista (21) di Perum Kesambi, Kerobokan, Kuta Utara, Kamis (3/5) pukul 21.00 Wita. Barang bukti yang disita satu paket SS seberat 7,36 gram bruto. Diduga kedua pelaku ini sebagai penyalah guna dan pengedar barang terlarang tersebut. “Kondisi ini sangat membahayakan karena mereka sebagai sopir taksi. Kami mengimbau pimpinan perusahaan taksi agar mengawasi atau melakukan tes urine terhadap karyawannya,” harapnya.

DALAM rangka menyambut Bulan Puasa/Ramadan, PT Citra Nusa Insan Cemerlang (CNI) mengadakan kegiatan Safari Ramadan yang bertajuk seminar kesehatan dengan tema ‘’Puasa dan Detoks’’. Kegiatan ini serentak digelar di 13 kota di Indonesia. Salah satunya di Kota Denpasar, Sabtu (19/5). Bertempat di Ibis Styles Hotel Jalan Teuku Umar, Denpasar, seminar ini menghadirkan narasumber dr. A.A. Ifan Distyajaya. dr. A.A. Ifan Distyajaya mengatakan, puasa selalu dianggap baik untuk tubuh karena membantu detoksifikasi dan menjadi momen yang tepat untuk memulai pola hidup sehat. Ada juga yang bertujuan untuk menurunkan berat badan saat puasa. Namun, menahan lapar seharian membuat kecenderungan untuk makan banyak saat berbuka meningkat. Sehingga, berat badan malah naik setelah puasa. ‘’Puasa selain untuk kita beribadah, ternyata memiliki manfaat yang luar biasa dalam mengeluarkan racun atau toksin dalam tubuh kita selama berpuasa. Toksin atau racun, tentu harus dikeluarkan dari tubuh. Jika jumlahnya sudah berlebih, ia akan menumpuk dan menyebabkan toksemia (kondisi keracunan dalam darah - red). Jangan aggap enteng toksemia, sebab ia berkaitan dengan hampir semua penyakit degeneratif,’’ ujarnya. Ifan Distyajaya menjelaskan, racun bisa berasal dari

dalam (endogenus) atau dari luar (eksogenus). Yang dari dalam misalnya sisa metabolisme, radikal bebas, produksi hormon berlebihan akibat stres, gangguan fungsi hormon, dan bakteri penyakit yang sudah ada di dalam tubuh. ‘’Jadi, makanan yang kita konsumsi untuk mencukupi kebutuhan gizi ternyata mengandung racun terselubung yang tidak kita sadari. Sedangkan faktor eksogenus, di antaranya polutan, obatobatan, hormon pada ternak, produk susu, makanan yang diproses, lemak trans, dan mikroba,’’ jelasnya. Ifan Distyajaya menambahkan, tubuh manusia sebenarnya sudah memiliki mekanisme sendiri dalam menangani toksin ini. Berkeringat, kencing, dan buang air besar merupakan detoksifikasi atau pengeluaran racun dari tubuh secara alamiah. Hanya acara ini tidak serta merta menuntaskan masalah. Ada saja penyebab yang membuat mekanisme alamiah tadi terganggu. ‘’Bayangkan saja, jika sehari saja kita mengalami gangguan buang air besar atau tidak lancar, berarti tubuh kita menyimpan racun satu hari. Jika berhari-hari, otomatis racun menumpuk dan mengendap. Jadi, melalui buang air atau berkeringat saja ternyata tidak cukup,’’ terangnya. Oleh karena itu, kata Ifan Distyajaya, pihaknya menyarankan agar kita harus melakukan detoksifikasi secara berkala dan

Bali Post/kmb36

INTEROGASI - Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta menginterogasi pengedar narkoba yang masih remaja, Ikwan Farisi. Sementara itu, buruh proyek Katimon (58) dibekuk di dalam warnet di wilayah Abiantimbul, Denpasar Barat. Pelaku ditangkap usai transaksi satu paket SS seberat 0,34 gram. Saat diinterogasi, Katimon mengaku transaksi dengan orang tak dikenal. Selanjutnya, dua karyawan usaha tahu Agus Mudafid (21) dan Edho Nathieyos (23)

dibekuk di Jalan Cokroaminoto, Denbar, Minggu (6/5). Mereka dibekuk saat hendak pesta SS dan disita barang bukti satu paket SS seberat 0,31 gram bruto. Pengedar narkoba lain yang dibekuk yaitu I Nyoman Karta (44) berprofesi sopir freelance. Setelah beberapa hari dipantau, pelaku akhirnya ditangkap di Jalan

Batanta, Denpasar. Selain menangkap pelaku, petugas menyita barang bukti enam paket SS seberat 2,31 gram bruto. (kmb36) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391

CNI Gelar Seminar Safari Ramadan ’’Puasa dan Detoks’’ perbanyak konsumsi sayur. Selain itu, usahakan mengonsumsi karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, oatmeal, roti gandum, ubi, jagung, atau singkong karena karbohidrat kompleks lebih lambat dipecah menjadi gula darah. Sehingga sangat membantu metabolisme energi dalam tubuh. Sementara saat berbuka, sebaiknya berbuka dengan makanan yang ringan dan hindari makan yang berat t erleb ih d a hulu, ka rena tidak sehat. Yang sebaiknya pertama kali disantap adalah jus buah tanpa gula (sari buah, bukan buah yang dihaluskan), ini agar gula darah segera naik, tanpa merangsang hormon insulin. ‘’Dengan pilihan makanan yang tepat saat sahur dan buka puasa, selsel tubuh tak akan kekurangan energi selama 14 jam puasa. Metabolisme tubuh pun tak akan terganggu,’’ pesannya. Menurut Ifan Distyajaya, puasa di Bulan Ramadan bisa menjadi ajang latihan untuk melakukan puasa intermitten yang terbukti bermanfaat bagi kesehatan. Namun, disarankan untuk melakukan konsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum memulai puasa intermitten. ‘’Selama masa puasa di bulan suci ini, jangan lupa untuk selalu berolahraga ringan untuk membakar lemak jahat di dalam tubuh, serta mendetoksifikasi tubuh dan pikiran,’’ ujarnya. (win)

Bali Post/win

MATERI - Dokter A.A. Ifan Distyajaya saat memberikan materi seminar kesehatan Safari Ramadan ”Puasa dan Detoks” yang diselenggarakan CNI.

081 337 032 965, (0361) 819446 FM 96,5

Topik : ’’Travel Advisory’’ Tak Pengaruhi Kunjungan Wisatawan Asing Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com


BADUNG

Senin Umanis, 21 Mei 2018

3

Mahkota Dewa Wisnu Sudah Terpasang Mangupura (Bali Post) Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang merupakan mahakarya seniman Bali, sebelumnya sudah melalui perjuangan dan perjalanan yang sangat panjang. Baik persoalan niskala maupun sekala , material dan spiritual, serta hukum, politik maupun ekonomi yang begitu panjang. Setelah melewati jalan panjang selama 28 tahun, kini Patung GWK sudah mendekati rampung. Mahkota Dewa Wisnu yang menjadi modul ke-529 dari 754 total modul yang akan membentuk seluruh sosok patung GWK mulai dipasang, Minggu (20/5) kemarin. Untuk memohon agar penyelesaian GWK berlangsung lancar dan selesai tepat waktu, juga digelar upacara ngerastiti dan pacaruan di pelataran patung. Upacara yang dipuput oleh empat sulinggih ini juga dihadiri sejumlah undangan dan ratusan masyarakat Bali. Empat sulinggiha yang muput pelaks a n a a n upacara meliputi Ida Pedanda Pu-

tra Telabah dari Geria Telabah Denpasar, Ida Pedanda Gede Oka Mas dari Geria Satria Denpasar, Ida Pedanda Gede Ngurah Putra Keniten dari Geria Kediri Sangeh dan Ida Pedanda Budha dari Geria Gunung Sari Peliatan, Ubud serta Ida Rsi Agung Dawan Pemecutan yang melangsungkan upacara Puja Brahma di Pura Desa. Menurut seniman Nyoman Nuarta yang juga pemrakarsa Patung GWK, upacara ini menjadi doa bersama masyarakat Bali khususnya dan masyarakat Indonesia secara umum agar penyelesaian patung ini segera terwujud. Pihaknya yakin, dengan adanya GWK ini tentu sangat berdampak pada dunia pariwisata. ‘’Kita ketahui bersama, pariwisata merupakan penghasilan negara terbesar nomor dua setelah migas. Mungkin sebentar lagi menjadi nomor satu. Ini harus disadari tentang hal ini,’’ ujarnya. Untuk bagian mahkota patung GWK, kata Nuarta, bahannya terbuat dari tembaga yang dilapisi dengan mosaik emas. Berat total mahkota ini 3,5 ton. Diakuinya, secara keseluruhan, logam untuk bahan patung diimpor dari beberapa negara. Di antaranya dari Jepang, Eropa, Amerika Latin yang kemudian dirakit di Bandung. ‘’Kami yakin semuanya sudah bisa dise-

lesaikan per Agustus mendatang,’’ katanya bernada optimis. Menurut Nuarta, selama pengerjaan memang ada berbagai kendala yang dihadapi. Salah satunya angin kencang. Selama proses pengerjaan, para pekerja patung ini taruhannya adalah nyawa. Namun, pihaknya memiliki tekad bagaimana membangun sebuah karya yang bermanfaat untuk bangsa. ‘’Dulu kami pernah punya semboyan, yaitu GWK for the world. Ini akan menjadi karya yang bermanfaat untuk bangsa,’’ tegasnya. Sementara itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang hadir pada prosesi tersebut berharap, untuk penyelesaian Patung GWK, segala hambatan bisa diatasi bersama. Menurutnya, Minggu (20/5) kemarin merupakan hari yang sakral. Karena hari itu menjadi hari yang penting untuk suatu cita-cita maupun mimpi besar Bali. ‘’Mudah-mudahan mimpi ini bisa tercapai,’’ harapnya. Patung GWK ini nantinya memiliki tinggi 121 meter dari permukaan tanah dan 271 meter dari permukaan laut. Berlokasi di kawasan Bukit Ungasan, Jimbaran, penyelesaian patung ini juga untuk mendukung perhelatan IMF Annual Meeting yang digelar Oktober mendatang. (edi)

TPP Tak Kunjung Cair, Pegawai Pemkab Mengeluh

Mangupura (Bali Post) -

Sudah hampir dua bulan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang selayaknya diterima setiap triwulan sekali, tak kunjung cair. Akibatnya, pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung pun mengeluhkan hal itu, mengingat pendapatan tambahan ini sangat di nanti-nanti untuk menutupi kebutuhan, terlebih menjelang Perayaan hari raya Galungan.

Bali Post/edi

Ikut Program Beasiswa ke LN

Lulusan SMA Wajib Penuhi 11 Persyaratan Mangupura (Bali Post) Mendapatkan beasiswa kuliah ke luar negeri (LN) yang dijatahkan Pemerintah Kabupaten Badung tidak mudah. Lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat di Badung yang ingin mengikuti program ini wajib memenuhi 11 persyaratan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Badung. Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikpora Badung Made Mandi mengatakan hal itu, Minggu (20/5) kemarin. Menurut Made Mandi, persyaratan tersebut di antaranya wajib mengajukan permohonan beasiswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di luar negeri kepada Bupati (Kepala Disdikpora Badung), melampirkan fotokopi KK, akta kelahiran, KTP, pasfoto 3,5 x 4,5 cm latar putih, foto kopi rapor, ijazah, SHUN, surat keterangan lulus yang telah dilegalisir oleh kepala sekolah, sertifikat/ piagam yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. Selain itu, mereka yang diprioritaskan mengikuti program ini merupakan lulusan SMA/SMK dari dua tahun terakhir (lulusan tahun pelajaran 2016/2017 dan 2017/2018), memiliki prestasi/juara minimal I, II dan III di tingkat kabupaten yang diperoleh saat masih di SMA/SMK yang disahkan oleh kepala sekolah, surat keterangan tentang kebenaran kepemilikan prestasi tersebut dari kepala sekolah, surat reko-

mendasi dari kepala sekolah yang bersangkutan, surat pernyataan bertanggung jawab terhadap penggunaan dana beasiswa, lulus seleksi administrasi dan seleksi tes masuk dan memiliki paspor. ‘’Mereka yang ingin mendaftar bisa mengajukan permohonan, karena nanti Disdikpora yang akan menangani,’’ ujar Made Mandi, Minggu (20/5) kemarin. Made Mandi menambahkan, siswa yang dinyatakan lulus seleksi juga wajib mengikuti simulasi bahasa Inggris, kursus bahasa Inggris minimal 50 jam per paket IELTS/TOEFL, menandatangani MoU antara peserta pemohon dengan Pemerintah Kabupaten Badung, memenuhi persyaratan dokumen yang dibutuhkan oleh universitas yang dituju, memilih universitas yang dituju yang terdapat processing fee dan bersifat refundable. ‘’Pendaftaran secara resmi dimulai tanggal 18 Mei hingga 4 Juni di Disdikpora Badung dari pukul 08.00 Wita sampai pukul 15.00 Wita, kecuali hari Jumat sampai pukul 11.30 Wita,’’ katanya. Setelah pendaftaran, kata Made Mandi, pihaknya akan melakukan seleksi administrasi. Seleksi ini dijadwalkan pada tanggal 5 Juni 2018. ‘’Kemudian dilanjutkan dengan seleksi bahasa Inggris tanggal 6 Juni 2018 pada pukul 10.00 Wita. Untuk pengumumannya dijadwalkan pada tanggal 11 Juni 2018 di Disdikpora Badung,’’ ujarnya. Menurut Made Mandi, sudah banyak

lulusan SMA yang menanyakan informasi lebih detail ke Disdikpora Badung terkait program beasiswa tersebut. Namun, yang mendaftar secara resmi sampai saat ini belum ada. ‘’Tentu saja kami masih menunggu mereka hingga 4 Juni mendatang. Yang jelas, masyarakat yang sudah bertanya cukup banyak,’’ tegasnya dan menambahkan, para siswa di Kabupaten Badung yang ingin mendaftarkan diri untuk mendapatkan beasiswa kuliah keluar negeri usianya dibatasi maksimal 21 tahun. Kepala Disdikpora Kabupaten Badung Ketut Widia Astika mengakui sejauh ini masyarakat sangat antusias terhadap progam yang merupakan gagasan dari Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta tersebut. Banyak masyarakat yang telah bertanya kepada pihaknya. Begitupula sosialisasi makin digencarkan lewat SMA/SMK dan kecamatan se-Badung. ‘’Bagi adik-adik kita yang serius ingin belajar dan punya komitmen tinggi untuk masa depan yang lebih baik, kami undang dan tantang untuk belajar di luar negeri, di perguruan tinggi manapun yang mereka minta,’’ tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Badung membuka kesempatan bagi putra-putri terbaik Badung untuk kuliah di luar negeri. Setiap orang dianggarkan Rp 500 juta per tahun. Sementara kuota dibatasi 20 orang untuk tahun 2018. (kmb27)

HUT Ke-66 ST Dipa Mandala Banjar Ubung Kelurahan Sempidi

Bupati Apresiasi Komitmen Sempidi Kwanji Bersatu HARI Ulang Tahun Sekaa Teruna Dipa Mandala Banjar Ubung, Kelurahan Sempidi yang ke-66 dijadikan momentum untuk memperkokoh jalinan kekompakan seluruh elemen Desa Adat Sempidi Kwanji. Hal itu disampaikan Klian Banjar Ubung, Kelurahan Sempidi Ngurah Martana mewakili Banjar Ubung Pada HUT Banjar tersebut, Sabtu (19/5). Hadir pada acara itu anggota DPRD Badung I Nyoman Satria, S.Sos., I Bagus Alit Sucipta, S.H. sebagai tokoh Badung dan Camat Mengwi, Lurah Sempidi, Bendesa Adat Sempidi dan Kwanji serta tokoh Sempidi Kwanji. Pada kesempatan itu Bupati Badung mapunia Rp 15 juta, I Nyoman Satria mapunia Rp 5 juta dan I Bagus Alit Sucipta mapunia Rp 5 juta. Ngurah Martana secara lugas memberikan paparan terkait keberhasilan pembangunan di Desa Adat Sem-

pidi Kwanji dalam setahun ini, dengan perubahan sangat signifikan. “Pembangunan pesat ini tidak terlepas

dari perhatian penuh pemerintah yakni Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta kepada krama Desa Adat Sempidi

HUT - Bupati Giri Prasta memotong tumpeng saat puncak peringatan HUT ke-66 Sekaa Teruna Dipa Mandala Ubung, Sabtu (19/5).

Kwanji untuk pembangunan balai banjar, pura, wantilan, jalan, gang dan bantuan nonfisik, baik sekaa teruna maupun PKK dengan total bantuan hampir Rp 25 miliar. Kami selaku krama mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah yang sangat besar ini,” ujarnya. Sementara itu, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dalam sambutannya memberi apresiasi luar biasa atas komitmen semua komponen Desa Adat Sempidi Kwanji untuk bersatu. “Jika telah bersatu, apa pun permasalahan fisik dan nonfisik yang ada di Desa Adat Sempidi Kwanji pasti dengan mudah teratasi, dengan kata lain CGT (cenik gae to - red) jika terkait dengan bantuan pemda,” ungkapnya sembari berpesan kepada ST Dipa Mandala agar kreatif dan mandiri, guna menghadapi era global zaman milenia serta tidak terjerumus narkoba. (ad1099)

Berdasarkan informasi yang diterima Minggu (20/5) kemarin, pada awal 2018 ini Pemkab Badung menerapkan skema pemberian TPP dengan kenaikan berkisar 25 persen dengan rincian pembayaran 70 persen TPP statis dibayar rutin tiap bulan. ‘’Sisanya 30 persen TPP dinamis dengan rincian 15 persen dibayar setiap bulan berdasarkan absensi yang diverifikasi Diskominfo. Sementara sisanya yang 15 persen lagi dibayar per triwulan berdasarkan realisasi anggaran OPD yang diverifikasi Bagian Pembangunan Setda Badung,’’ ujar salah seorang pegawai di lingkungan Pemkab Badung. Dia mengakui, TPP yang 70 persen statis dan 15

persen dinamis berdasarkan absensi telah mereka nikmati. Namun yang 15 persen lagi berdasarkan realisasi anggaran biasanya cair tiap tiga bulan sekali, ternyata hingga perten gahan Mei ini belum ada kabar beritanya. Jika dihitung, berarti sudah molor hampir sebulan lebih. Hal ini cukup dilematis, mengingat hari raya keagamaan sudah dekat dan tambahan penghasilan belum juga masuk. ‘’Kami berharap tunjangan itu segera dicairkan,’’ ujarnya. Apabila dukungan sistem dalam bentuk piranti software dan sumber daya manusia yang belum siap, kata dia, sebaiknya penerapan skema kenaikan TPP den-

gan pola baru ini tidak dipaksakan. “Semangatnya memang bagus untuk meningkatkan kinerja pegawai, tapi perangkat lunak dan SDM juga mesti diperkuat dulu,” jelasnya. Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung Wayan Adi Arnawa mengatakan, pencairan TPP sedang dalam proses melengkapi administrasi. Oleh karena itu, pegawai di lingkungan Pemkab Badung diharapkan sabar menunggu. ‘’Ini (TPP - red) sedang direkap, karena kan per triwulan dan memerlukan laporan dari Kominfo. Kemarin dari keuangan (Bagian Keuangan - red) saya dengar sudah ada yang mengajukan. Yang jelas, minggu depan pasti cair,’’ tegasnya. Pejabat asal Pecatu, Kuta Selatan ini juga berharap pencairan TPP dapat terselesaikan hingga akhir Mei 2018. ‘’Mudah-mudahan sebelum hari raya (Galungan - red) semua sudah cair,’’ ujarnya. (kmb27)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Siswa SMP PGRI 8 Denpasar Jansen Indra Juara Top Model Nasional WAJAH tampan, kulit putih bersih dan senyum manis, itulah I Gusti Ngurah Putu Jansen Indra Maha Putra. Berjuang beberapa minggu di Jakarta mengikuti serangkaian kegiatan Grand Final Cover Boy Indonesia 2018, siswa SMP PGRI 8 Denpasar yang akrab dipanggil Jansen ini berhasil menyabet The Best Favorite dan Juara III Finalis Cover Boy Indonesia 2018. Sebelumnya Jansen mengikuti ajang Top Model Indonesia tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Yayasan Pembina Model Indonesia (YAPMI) dengan meraih penghargaan Top Model Terfavorit dan The Best Costume. Atas prestasinya tersebut, Jansen langsung diberikan tawaran kontrak oleh pihak YAPMI dan ditunjuk sebagai duta narkoba oleh BNN Pusat. Selama masa kontraknya, pria penghobi modifikasi mobil ini telah mendapatkan berbagai job untuk mengisi acara di beberapa televisi nasional. Tercatat dirinya pernah berperan dalam reality show ‘’Pintu Rejeki’’ di ANTV dan bermain FTV ‘’Ada 2 Cinta’’ di RCTI. Saat ini putra tercinta dari Ni Luh Indrawati ini sedang dalam proses syuting film layar lebar SOS ‘’Permainan Pembawa Petaka’’ dan ‘’Gigi Kuntilanak’’ bersama artis-artis top nasional. SMP PGRI 8 Denpasar yang seluruh siswanya termasuk Jansen masuk pagi, menerapkan pendidikan akademis yang berbasis ramah anak. Kepala sekolah, wakasek, guru BK, guru dan pegawai piket secara bersama-sama setiap pagi, menyambut siswa di depan gerbang sekolah. Hal ini dilakukan agar guru dapat membina, memperhatikan dan memastikan kesiapan siswa sejak awal untuk mengikuti pelajaran. Siswa dan guru sama-sama

I Gusti Ngurah Putu Jansen Indra Maha Putra (tengah) mengucapkan salam. Guru berperan menjadi pengayom sekaligus teladan bagi siswa. Pendidikan dengan pendekatan secara individual yang diterapkan di SMP PGRI 8 Denpasar telah berhasil mencetak siswa berprestasi di bidang akademik dan nonakademik yang berkepribadian, disiplin dan mandiri. Hal ini terbukti sejak 2017, sekolah yang tiap semester selalu dikunjungi tamu asing dari berbagai negara ini berhasil meraih rata-rata nilai UN peringkat ke-7 se-Kota Denpasar dan ranking ke-8 se-Bali, juara I tingkat nasional Sekolah Hemat Energi dari Kementerian ESDM RI, juara II seProvinsi Bali lomba Penanggulangan Kanker Terpadu (PKTP), meraih 4 medali emas, 7 perak dan 7 perunggu dalam Porjar 2018. Terbaru, SMP PGRI 8 Denpasar yang mempunyai program plus

bahasa Jepang dan bahasa Mandarin ditunjuk menjadi satu-satunya wakil SMP di Denpasar untuk menghadiri acara sosialisasi ‘’Antinarkoba, Pornografi, serta Kekerasan pada Perempuan dan Anak’’ pada 3 April 2018 di Hotel Aston Denpasar. Acara ini dihadiri oleh Ibu Negara RI Iriana Joko Widodo, istri Wakil Presiden Mufidah Jusuf Kalla, istri para Menteri Kabinet Kerja yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) serta istri Gubernur Bali Ayu Mangku Pastika. Menyambut tahun ajaran baru 2017/2018, SMP PGRI 8 Denpasar terus berbenah dengan menambah fasilitas dan ruang belajar. Awal bulan ini sekolah merampungkan empat kelas baru berlantai 2 senilai Rp 2 miliar. SMP PGRI 8 Denpasar hanya menerima maksimal 250 siswa. (ad1097)

Senin Umanis, 21 Mei 2018

Made Urip Gelontorkan Alsintan di Gianyar Rp 1,34 Miliar Angkat Sektor Pertanian Jadi Andalan ”Agro Tourism’’

ANGGOTA Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. kembali menggelontorkan bantuan Alsintan (Alat Mesin Pertanian) untuk para petani dan krama subak di Kabupaten Gianyar dengan total bantuan Rp 1,34 miliar. Penyerahan bantuan sekaligus bertatap muka dengan petani dan krama subak di Gianyar dipusatkan di Wantilan Banjar Jasan, Desa Sebatu, Tegallalang, Jumat (18/5). Kedatangan anggota Badan Anggaran (Bangar) MPR-RI itu juga dihadiri Ketua DPC PDI-P Gianyar Made Mahayastra, prajuru adat dan dinas serta ratusan krama Banjar Jasan. Bantuan yang diserahkan secara simbolis oleh Ketua DPP PDI-P itu dari Program Kementerian Pertanian tahun 2018 yang difasilitasi dan direalisasikan langsung oleh Made Urip di tingkat pusat. Bantuan berupa 20 unit hand tracktor (Rp 500 juta), 5 unit ultivator (Rp 60 juta), 10 unit power thresher (Rp 80 juta), 2 unit combine harverter (Rp 600 juta) dan 2 paket Bank Pesona (Rp 100 juta). Dalam waktu dekat akan direalisasikan bantuan berupa 120 ekor bibit sapi (Rp 1,2 miliar), 3 unit UPPO (Rp 600 juta) termasuk 4 unit Program KRPL atau Kawasan Rumah Pangan Lestari (Rp 200 juta) dan program perikanan lainnya total sekitar Rp 2 miliar. Klian Adat Banjar Jasan I Wayan Sangsi yang ikut menyambut kehadiran anggota dewan yang dijuluki ‘’Wakil Rakyat Seribu Traktor’’ ini menegaskan, Made

BANTUAN - Anggota Komisi IV DPR-RI Drs. I Made Urip, M.Si. saat meninjau bantuan Alsintan senilai total Rp 1,34 miliar di Kabupaten Gianyar. Urip adalah satu-satunya anggota DPR-RI empat periode yang dikenal sangat rajin turun ke masyarakat. Karena itu wajar saja masyarakat khususnya para petani dan krama subak selalu menjatuhkan pilihannya kepada Made Urip. Ketua KTNA Gianyar I Wayan Rio mewakili petani di Gianyar mengucapkan terima kasih atas bantuan Made Urip selama ini yang mengalir dari tahun ke tahun, sehingga bisa mengatasi persoalan pertanian di Gianyar. Pekaseh Subak Jasan Baru I Nyoman Darpa ikut mengucapkan terima kasih atas bantuan traktor dari Made Urip untuk mengolah sawah. Sementara Pekaseh Subak Jasan I Nyoman Kieb menyebut

selama ini Made Urip sangat banyak menyumbang traktor agar petani bisa mengerjakan sawahnya. Made Urip sebagai wakil rakyat di pusat berharap seluruh bantuan dimanfaatkan dengan baik oleh petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Sektor pariwisata di Gianyar mesti bisa dipadukan dengan pertanian untuk menjadi andalan sebagai agro tourism guna membangkitkan pertumbuhan ekonomi di desa. Ia menjelaskan, anggaran sektor pertanian dalam APBN terus meningkat drastis. Tahun 1999 sekitar Rp 2,3 triliun saat ini naik menjadi Rp 70 triliun di luar subsidi benih dan pupuk. (ad1091)

Peringati Hari Palang Merah Sedunia Ke-155

PMI Badung Gelar Bakti Sosial Bangkitkan Solidaritas Guru dan Organisasi IGTKI Kepalangmerahan dan Pengukuhan PMR Pemula HUT Ke-68 IGTKI PGRI

PERINGATAN Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI), Minggu (20/5) kemarin diselenggarakan secara sederhana namun penuh makna. Dihadiri ribuan guru TK se-Bali dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali TIA Kusuma Wardhani mewakili Gubernur Bali, acara dirangkaikan persiapan menjelang lomba TK seIndonesia di Jakarta. HUT ke-68 IGTKI PGRI yang juga dikaitkan dengan Perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Kebangkitan Nasional (Hakitnas) tahun 2018 mengambil tema ‘’Membangkitkan Solidaritas Guru dan Solidaritas Organisasi IGTKI-PGRI untuk Meningkatkan Kompetensi serta Kemajuan Teknologi Menuju Pendidikan Berkualitas’’. Ketua IGTKI PRGI Provinsi Bali Dra. Tjok. Istri Mas Minggu Wathini, M.Pd. usai acara mengatakan, seharusnya kegiatan HUT IGTKI PGRI Bali dilaksanakan pada 22 Mei besok. Namun, karena guruguru TK sedang melaksanakan kegiatan akhir tahun pelajaran, maka acara dimajukan menjadi Minggu (20/5) yang bertepatan dengan Harkitnas. ‘’Jadi, bangkitkanya IGTKI diharapkan bisa berjuang terus memajukan pendidikan TK khususnya usia dini,’’ jelasnya. Momen HUT ke-68 kemarin diikuti guru TK se-Bali dan diisi pembinaan Porseni. Porseni Nasional IGTKI akan berlangusng di Ancol, Jakarta. Untuk itu, IGTKI PGRI Bali berupaya menyiapkan diri guna meraih prestasi dalam ajang bergengsi itu. ‘’Hari ini dilakukan

POTONG TUMPENG - Memperingati HUT ke-68 IGTKI PGRI Bali, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali TIA Kusuma Wardhani hadir mewakili Gubernur Bali sekaligus diberi kesempatan memotong tumpemg. pembinaan untuk keberangkatan menguasai standar pembelajaran peserta dari sembilan kabupaten anak-anak,’’ tandasnya. di Bali ke Jakarta. Mari kita sePada kesempatan itu juga dilakumangat dan bersama-sama meraih kan MoU dengan Universitas Terprestasi,’’ ucap Tjok. Istri Mas Min- buka Denpasar guna meningkatkan ggu Wathini. kualitas guru TK dari S-1 menjadi Beberapa hal yang ditampilkan S-2. Jika sudah menguasai kurikudi antaranya tari kreasi, tetabuhan, lum, standar belajar akan semakin menyanyi (duet), bermain sambil maju, sehingga anak TK bisa memabernyanyi, senam fantastik, per- hami apa yang didapat melalui alat mainan anak-anak, bercerita tanpa peraga nyata dari para guru. Jadi, alat, sandiwara boneka, senam pembelajaran di kelas betul-betul irama dan rekreasi lainnya dari konsepnya bisa dipahami guru dan kabupaten dan kota se-Bali. dapat diterima dengan bagus oleh Di usia yang sudah beranjak 68 ta- anak-anak. hun ini, Tjok. Istri Mas Minggu WathiHingga saat ini kelompok atau ni berharap sesuai aturan pemer- organisasi IGTKI PGRI yang terintah, guru minimal mengantongi catat di Bali mencapai 3.500 orang. ijazah S-1 linier. ‘’Dengan demikian Namun, data di Jakarta malah lebih kualifikasi guru harus ditingkatkan. yakni sekitar 5.500 orang. ‘’PertanHarus menguasai minimal standar yaannya, ke mana yang 2.000 orang yang dikuasai dalam menerapkan itu,’’ kilah Tjok Istri Mas Minggu ilmu di TK. Jangan sampai guru tidak Wathini. (ad1095)

Citi Indonesia Gandeng PJI Gelar Kompetisi Wirausaha Muda

MENINGKATKAN pelaku wirausaha yang berasal dari generasi muda, Citi Indonesia dan Prestasi Junior Indonesia (PJI) menggelar Youth Sociopreneur Initiative. Kompetisi kewirausahaan ini diadakan di Sanur, Denpasar, Minggu (20/5) kemarin. Dalam kompetisi ini, kelompok bisnis siswa memamerkan produk inovasi andalan usaha mereka dan mempresentasikan keberhasilan dalam menjalankan bisnisnya. Hadir lima perwakilan dari SMAN 4 Denpasar, SMA PGRI 2 Denpasar, SMKN 3 Denpasar, SMK Bintang Persada dan SMK Pariwisata Harapan. Management Advisor PJI Robert Gardiner menjelaskan, para siswa ini telah dibina menjadi wirausaha melalui pendidikan aplikasi kewirausahaan, perusahaan siswa (JA Student Company). Selama enam bulan mereka mendirikan dan mengoperasikan sebuah usaha mikro di sekolah. ‘’Mereka juga mendapatkan bimbingan bisnis secara intensif dari mentor PJI dan profesional bisnis Citi Indonesia,’’ katanya. Kompetisi ini digelar di enam kota di Indonesia yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Denpasar dan Medan. Total sudah 37.797 siswa dari 112 SMA/SMK yang dijangkau selama empat tahun digelarnya kompetisi ini. ‘’Program ini memberikan dasar bisnis kepada siswa melalui pembelajaran

PENJELASAN - Management Advisor PJI Robert Gardiner (kiri) didampingi Branch Manager Citibank Denpasar Ketut Alit Suma A. memberikan penjelasan tentang kompetisi wirausaha muda. dan pengalaman secara langsung,’’ Ia berharap upaya Citi dan PJI jelasnya. ini bisa menjadi contoh bagi perusaSetelah berkompetisi di daerah, haan lain dalam upaya membangun pemenang akan diadu lagi di tingkat jiwa kewirausahaan di kalangan nasional. Pemenang nasional bakal generasi muda. ‘’Kita tidak bisa berkompetisi di kejuaraan Asia hanya mengandalkan pemerintah Pasifik. ‘’Melalui kompetisi ini di- untuk mencetak lebih banyak wiharapkan siswa punya 3P, yakni rausaha muda. Untuk itu, Citi dan pengetahuan, pengalaman dan PJI melakukan kompetisi yang supercaya diri,’’ sebut Robert Gardiner. dah berjalan selama empat tahun,’’ Branch Manager Citibank Den- ungkapnya. pasar Ketut Alit Suma A. meKe depannya bisnis para siswa nambahkan, Citi berkeinginan yang feasible secara bisnis akan menumbuhkembangkan semangat diberikan pendampingan oleh Citi, wirausaha di kalangan generasi sehingga nantinya berkembang muda. Ditekankannya, yang ter- menjadi bisnis yang menguntungpenting adalah upaya meningkat- kan dan tidak berhenti hanya pada kan kepercayaan diri siswa. kompetisi ini. (bns1)

DALAM rangka memperingati Hari Palang Merah Sedunia ke-155 yang jatuh pada 8 Mei 2018 lalu, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Badung menggelar safari kesehatan dalam bentuk bakti sosial kepalangmerahan, Minggu (20/5) kemarin. Bertempat di Wantilan Pantai Petitenget, Kuta Utara, berbagai kegiatan sosial dilakukan dengan melibatkan ratusan ibu PKK dari desa setempat, mulai dari bersih-bersih pantai dan Jaba Pura Petitenget, senam Zumba hingga donor darah. Pada kegiatan bakti sosial ini juga dilakukan pengukuhan Palang Merah Remaja (PMR) pemula di tingkat sekolah dasar. Pengukuhan dilakukan oleh Ketua Pengurus PMI Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika, S.H., M.H. Hadir Camat Kuta Utara Drs. A.A. Ngurah Arimawa, Bendesa Adat Kerobokan Putu Sutarja, Lurah Kerobokan Kelod, Kadisdikpora Badung dan tamu undangan lainnya. Pada kesempatan tersebut, PMI Badung juga memberikan bantuan sembako kepada lansia di Desa Adat Kerobokan. Ketua Pengurus PMI Badung Kompyang R. Swandika mengatakan, berdasarkan amanat UU Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan, PMI di tingkat kabupaten/kota mempunyai tugas melaksanakan kegiatan kepalangmerahan, di antaranya kesiapsiagaan bencana, memberikan pelayanan kesehatan, melaksanakan kegiatan transfusi (donor) darah serta melakukan pembinaan terhadap PMR, baik di tingkat SMA/SMK, SMP maupun SD. SMA/SMK dan SMP baik negeri maupun swasta di Kabupaten Badung telah memiliki PMR dan Satgas yang melaksanakan kegiatan

BANTUAN - Ketua Pengurus PMI Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika (tengah) didampingi Camat Kuta Utara A.A. Ngurah Arimawa, bendesa dan undangan memberikan bantuan sembako kepada para lansia di Desa Adat Kerobokan. kepalangmerahan. Sementara di tingkat SD sudah dibentuk PMR Pemula secara bertahap. ‘’Selain karena perintah undangundang, PMR Pemula di tingkat SD juga harus kita laksanakan untuk menanamkan rasa cinta kemanusiaan dan bagaimana kita bisa menciptakan, mendidik anak-anak supaya berperilaku hidup sehat dan bersih sejak usia dini,’’ tandas Kompyang R. Swandika. Kegiatan donor darah sangat penting dilakukan untuk bisa mendukung dan mewujudkan program pemerintah khususnya di Badung untuk menjadi kabupaten yang sehat dan cerdas. ‘’Mari kita galakkan, kita bumikan, kita masyarakatkan kegiatan kepalangmerahan ini yang merupakan salah satu bagian dari upaya kita untuk mencintai lingkungan dan sebagai salah satu langkah penting untuk mencintai tanah air Indonesia,’’ ujar mantan Sekda

Badung ini. Camat Kuta Utara A.A. Ngurah Arimawa berharap di usianya yang ke-155, PMI sebagai garda terdepan dalam penyediaan darah untuk kesehatan manusia, tetap eksis dan bisa melaksanakan misi mulia kemanusiaan, sehingga kebutuhan masyarakat akan darah dapat dipenuhi untuk kelangsungan hidup. Ia mengajak para lansia yang ada di enam desa/kelurahan di Kecamatan Kuta Utara bergabung dalam Komda (Komite Daerah) Lansia yang telah dikukuhan. Kegiatan yang dilakukan Komda Lansia yaitu senam yoga setiap Minggu di Kantor Kecamatan Kuta Utara. Sementara itu, Bendesa Adat Kerobokan Putu Sutarja mengucapkan terima kasih kepada PMI Badung yang telah memberikan bantuan kepada lansia dan pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakatnya. (ad1092)

Melalui Gelaran HMC 2018

Modifikator Berbakat Bali Beradu Kreativitas MEMASUKI tahun penyelenggaraan ke-11, Astra Motor Bali (AMB) kembali menggelar Honda Modif Contest (HMC) 2018 di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar, Minggu (20/5) kemarin. AMB menggandeng para modifikator berbakat Bali untuk menuangkan hasil karyanya di atas sepeda motor Honda. Menurut Region Head Astra Motor Bali Ronaldo Widjaja, ajang akbar HMC merupakan event tahunan yang diselenggarakan sebagai wadah bagi modifikator, komunitas dan pencinta motor Honda di Tanah Air. Selain untuk menampilkan karya terbaik, ajang ini juga sebagai momen untuk bersilaturahmi. ‘’Kami ingin mewadahi para pencinta motor Honda untuk berkarya melalui ajang HMC 2018. Tidak hanya mereka pengguna harian sepeda motor Honda, tetapi modifikator pemula serta modifikator profesional agar dapat menyalurkan kreativitasnya. Sejalan dengan semangat Satu Hati, kami juga berharap ajang tahunan ini dapat semakin mempererat jalinan silaturahmi pencinta Honda di seluruh Tanah Air,’’ katanya. HMC 2018 membuka sembilan kelas perlombaan bagi para modifikator. Kelas Matic Stock/Bolt On, Matic & Cub Advance, Sport Naked, Sport Fairing, Sticker/Decals, Racing Style, Community Touring untuk kategori sepeda motor produksi di atas tahun 2006. Kelas All Stock

HMC 2018 - Berbagai karya modifikator berbakat Bali dipamerkan pada ajang Honda Modif Contest (HMC) 2018 di Lapangan Renon. & Advance untuk sepeda motor produksi di bawah tahun 2006, sedangkan kelas free for all untuk kategori skutik, cub, dan sport Honda untuk seluruh tahun produksi. Puncaknya para pemenang terbaik dari setiap kelas bersaing pada gelaran final HMC 2018 memperebutkan gelar tiga modifikator terbaik untuk kategori National Champion Matic & Cub, National Champion Sport dan National Champion Free For All. Para pemenang nasional ini berkesempatan mengikuti ajang Honda Dream Ride Project didampingi mentor-mentor modifikator berpengalaman. Gelaran HMC 2018 juga dimeriahkan beragam kegiatan menarik

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

lainnya di antaranya riding test beragam motor Honda, beragam games interaktif yang melibatkan komunitas Honda. Selain itu, ada kampanye safety riding melalui berbagai aktivitas #Cari_aman, di antaranya Helmet Painting Contest, Cari Aman Graffity Contest serta Cari Aman Photobooth Contest. Modifikasi All New Honda CB150 Verza juga hadir mengiringi seluruh rangkaian gelaran HMC 2018, sebagai inspirasi naked sport sepeda motor sport Honda. Puncak gelaran final HMC 2018 ditutup pada rangkaian gathering akbar pencinta motor Honda dari seluruh penjuru Tanah Air yaitu Honda Bikers Day (HBD) 2018. (bns2)


Senin Umanis, 21 Mei 2018

info seremonial

5

Gubernur Pastika Harapkan Wedakarna Ingatkan Dampak Pidana Patung GWK Jadi Kebanggaan Bangsa Senator Minta Warga Hentikan Perusakan Pura dan Situs Kuno

bagi Perusak Benda Cagar Budaya

SENATOR DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III sebagai pengawas UU khususnya di bidang agama dan budaya, akhirnya turun ke Desa Adat Pemanis, Desa Biaung, Penebel, Tabanan. Atas laporan dari seniman Bali Made Bakti Wiyasa (Ketua Forum Masyarakat Pelestari Situs Indonesia), Komite III DPD-RI Bali turun pada masa reses sebagaimana amanat UU dan langsung meninjau rencana pembongkaran dua bangunan kuno di Pura Puseh Desa di wilayah tersebut. Di hadapan I Made Manah (Bendesa Adat) dan sejumlah tokoh adat, Senator Arya Wedakarna menyampaikan bahwa ada konsekuensi hukum bagi siapa pun yang merusak benda cagar budaya sesuai UU dan hal itu kemungkinan bisa menjerat pemerintah kabupaten, kades dan bendesa yang mengambil keputusan yang salah terkait situs kuno. ‘’Tiang sudah sering keliling di Pura-pura di Bali. Begitu melihat bale kulkul, bale agung dan lumbung yang ada di pura ini, tiang langsung merasa takjub karena ini merupakan peninggalan leluhur yang sangat kuno. Vibrasinya luar biasa. Tiang menolak jika desa atau pangempon ingin membongkar bangunan kuno ini. Bisa dikategorikan melanggar UU dan bisa dipidanakan. Jadi, mohon berhati–hati,’’ ungkapnya. Arya Wedakarna menyatakan bahwa sangat berbeda makna membangun, merenovasi dan merestorasi. ‘’Tiang sayangkan pemerintah di Bali tidak memiliki acuan jelas terkait program pemanfaatan dana untuk membangun pura. Jika sudah sifatnya hibah, secara aturan pasti pura akan dibongkar dari awal, dan tentu ini akan menghilangkan taksu Bali.

TINJAU - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (kanan) bersama seniman I Made Bakti Wiyasa dan I Made Manah (Bendesa Adat Pemanis) meninjau Lumbung Kuno yang akan dibongkar di Pemanis, Penebel, Tabanan. Sebaiknya pura direstorasi/renovasi dan itu pun harus didampingi ahli dari Balai Cagar Budaya. Tidak bisa sepihak urusan kontraktor proyek. Dari kacamata arkeologi, membongkar pura berarti menghilangkan sejarah, peradaban dan jejak leluhur. Ini yang harus ditangani oleh Dinas Kebudayaan se-Bali yakni menyusun pedoman apa yang boleh dan tidak. Karena Indonesia negara hukum, ya… harusnya mengacu pada UU di atasnya,’’ tegasnya. Ia mengingatkan bahwa jangan sesekali memakai standar duniawi terhadap hal–hal niskala. ‘’Jika ada pangempon menganggap situs dan palinggih yang berlumut dan usang itu tidak layak untuk para dewa, itu pandangan yang salah. Jangan sekali-sekali memandang kebutuhan niskala dari sisi manusia. Leluhur dulu membangun pura dengan duwasa baik, sepat siku-siku yang detail

dan energi positif. Pura kuno itu sudah disembah selama ribuan yadnya selama puluhan tahun. Jadi, tidak semudah itu mengganti pura kuno dengan pura khas Bali masa kini. Tiang minta buka pikiran dan hati, bahwa jangan semua diukur karena uang atau jumlah hibah/bansos. Manfaatkan uang yang ada untuk menata palemahan, bukan merusak inti pura. Saya tolak penghancuran Pura-pura kuno dan pemerintah harus segera mengerem hal ini,’’ ujar Wedakarna. Menurutnya, dalam UU Cagar Budaya No.11/2010 tercantum bahwa setiap orang yang dengan sengaja mencegah, menghalang-halangi atau menggagalkan upaya pelestarian Cagar Budaya sebagaimana dimaksud dalam pasal 55, dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau denda paling sedikit Rp 10 juta dan paling banyak Rp 500 juta. (ad1087)

Porjar Kota Denpasar

SMAN 4 Denpasar Raih 22 Medali Emas PRESTASI demi prestasi diraih SMAN 4 Denpasar (Foursma). Tak hanya di bidang akademik, sekolah di bawah kepemimpinan Dr. Drs. Ketut Kerta, M.Pd. ini juga tampil maksimal dalam bidang olahraga. Itu dibuktikan dalam ajang Porjar Kota Denpasar, 7-12 Mei lalu, tim Foursma mampu bertengger di peringkat ketiga umum atau juara umum III dengan perolehan 22 medali emas, 9 perak dan 15 perunggu. Kepala SMAN 4 Denpasar Dr. Drs. Ketut Kerta, M.Pd. didampingi Wakasek Bidang Kesiswaan Made Sudana, S.Pd., M.Pd. dan Wakasek Bidang Humas Dr. I Nyoman Miarta Putra, M.Ag., Sabtu (19/5) menyampaikan, prestasi ini merupakan hasil kerja keras semua pihak, siswa, guru, pembina, pegawai, sekolah dan orangtua siswa. Prestasi ini diharapkan bisa ditingkatkan di masa-masa mendatang. Foursma juga diharapkan selalu berjaya dalam bidang nonakademik. Medali emas direbut dalam cabang judo (3), renang (2), taekwondo (2), panjat tebing (5), atletik (3), senam lantai (3), woodball (1), bulu tangkis (1) dan tenis lapangan (2). Medali itu antara lain diraih Ni Putu Ita Destriani pada cabang atletik nomor lempar lembing dan lempar cakram. Komang Adi Utama Putra dari cabang renang 50 meter dan 100 meter gaya dada. Dua emas juga dihasilkan I GNB Aditya Sambu Viswanata dalam cabang tenis lapangan. Tiga emas diraih Desak Ketut Puri Trisnantyaaji pada cabor senam lantai (alat lantai, meja lompat dan serba bisa). Satu emas masing-masing disumbangkan Ni Made Putri Ayu Kumala (kelas -49

PORJAR - Sejumlah siswa Foursma peraih medali pada Porjar Denpasar bersama Wakasek Kesiswaan I Made Sudana (paling kiri) dan Wakasek Bidang Humas I Nyoman Miarta Putra (paling kanan). kg) dan Ni Kadek Surinda Herlovina (kelas -59 kg) dari taekwondo. Siswa lainnya mempersembahkan medali dari cabor panjat tebing, judo, bulu tangkis dan woodball. Foursma tercatat meraih perak pada cabang judo (1), renang (2), taekwondo (1), panjat tebing (3), woodball (1) dan senam lantai (2). Sementara perunggu disabet dari judo (3), karate (3), panjat tebing (4), senam lantai (2), tenis meja (1), bulu tangkis (1) dan tarung derajat (1). Ni Putu Ita Destriani mengatakan bersyukur karena latihan rutin dan disiplin yang dilakukan selama ini membuahkan hasil dengan memperoleh dua medali emas atletik. ‘’Kami berupaya tampil maksimal dengan membagi waktu belajar dan latihan,’’ ujar siswi asal Kintamani, Bangli, ini yang saat SMP mem-

peroleh medali emas pada Porseni Bali. ‘’Menurut kami, persaingan di taekwondo cukup ketat. Ditambah adanya sistem sensor membuat memperoleh poin cukup sulit, sehingga mengharuskan kami menggunakan teknik yang benar. Kami berharap prestasi ini meningkat ke depannya. Semoga prestasi ini dapat mengantarkan kami ke event yang lebih tinggi,’’ ungkap Ni Made Putri Ayu Kumala dan Ni Kadek Surinda Herlovina. Mereka mengucapakan terima kasih kepada pembina dan pelatih serta pihak sekolah yang telah mendukung. Utamanya Kasek Dr. Drs. I Ketut Kerta, M.Pd., Wakasek Bidang Kesiswaan I Made Sudana, S.Pd., M.Pd. dan Wakasek Bidang Humas Dr. I Nyoman Miarta Putra, M.Ag. (ad1102)

Ayu Bakery Produksi Ribuan Kue Per Hari

BISA dibayangkan kesibukan satu industri rumah tangga (IRT) yang memproduksi puluhan ribu kue per hari, padahal hanya mempekerjakan 13 karyawan di bagian produksi. Itulah yang dilakukan Ayu Bakery milik I Made Suarsa, warga asli Kedonganan, Kuta, Badung. Ditemui di salah satu kafe di Kedonganan belum lama ini, Suarsa menuturkan bahwa pihaknya bisa memproduksi ribuan kue per hari. Kue ini dihasilkan dari 7 sak tepung (1 sak = 25 kg). Banyaknya orderan membuat produksi kue dilakukan dua shift. Shift pagi pukul 07.0015.00 dan shift sore pukul 15.00-23.00 Wita. Sebelum erupsi Gunung Agung, ada tiga shift di bagian produksi, sehingga dapurnya sibuk 24 jam membuat kue. Jenis kue yang diproduksi yaitu croisant, danish, kue basah, roti, muffin, bolu dan spesial order seperti birthday cake. ‘’Sehari-harinya croisant dan danish yang terbanyak kami produksi,’’ katanya. Ribuan kue tersebut dipasok ke hotel, semua kafe di sepanjang pantai di Kedonganan serta dijual di toko kecil miliknya dan ke pengecer-pengecer. Saat ini ia telah bekerja sama dengan 80 hotel. Ada hotel yang hanya memesan beberapa jenis kue, namun ada juga yang minta semua jenis kue produksinya. Sementara kafe yang ada di Kedonganan yang memiliki paket ulang tahun dan wedding party, semua kuenya berasal dari Ayu Bakery. ‘’Ada beberapa restoran yang punya menu burger pizza, seluruh rotinya dari Ayu Bakery,’’ ungkapnya. Tak heran produksinya mencapai ribuan kue per hari. Pasalnya, rasanya memang enak, berstandar hotel dan pengirimannya cepat. ‘’Sekarang order, lagi 30 menit langsung ada. Itu yang menjadi salah satu penyebab mereka langganan,’’ tuturnya. Suarsa adalah seorang chef yang mendapat pendidikan formal di institusi pendidikan. Pengetahuan memasak yang menjadi basic-nya adalah hot kitchen mulai sari Asian food, Chinese food dan Continental food. Delapan tahun sebelum memutuskan pensiun muda dari hotel, ia sempat bertugas di bagian pastry and bakery. Dari sanalah dirinya mendapat keterampilan membuat kue. Berkat dorongan istri, tahun 2008 ia mulai membuka

Bali Post/may

I Made Suarsa usaha membuat kue. ‘’Istri saya yang punya ide, karena tahu suaminya pintar buat kue. Tepat saat Tumpek Landep, kami mulai coba buat kue. Besoknya beli kompor dan mixer di Peken (Pasar) Badung. Saya bikin muffin dan bolu yang dijual langsung ke pasar-pasar tradisional,’’ kenangnya mengingat awal perjalanan usahanya dulu. Respons masyarakat positif. Mereka bisa menerima citarasa kuenya karena pembuatannya menggunakan standar hotel. ‘’Saya bikin 100 habis, bikin 500 habis, bikin 1.000 habis. Momen yang paling membeludak orderannya saat rentetan Nyepi. Semua nyari ke rumah saya. Waktu itu saya dapat orderan muffin sampai 10.000-an,’’ imbuh Suarsa. (may)

SETELAH melintasi waktu selama 28 tahun, akhirnya Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) memasuki tahap pemasangan mahkota dan mendekati penyelesaian. Untuk itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyampaikan apresiasi atas kerja keras semua pihak seraya berharap agar patung setinggi 121 meter dari permukaan tanah itu bisa menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Harapan tersebut disampaikan Gubernur Pastika dalam sambutannya seusai melaksanakan persembahyangan serangkaian upacara Pasupati Pemasangan Mahkota Wisnu pada Patung Garuda Wisnu Kencana di Pelataran Gedung Pedestal Patung GWK, Minggu (20/5) kemarin. ‘’Hari ini merupakan momen sejarah yang penting. Akhirnya Patung GWK mendekati proses penyelesaian. Perjuangan yang panjang baik materiil, spiritual maupun moral serta berbagai tantangan yang ada, akhirnya dengan komitmen yang kuat dan teguh kita dapat mewujudkannya,’’ imbuhnya. Lebih lanjut, Gubernur Pastika menyampaikan proses pengerjaan patung yang merupakan mahakarya seniman Bali Nyoman Nuarta tersebut melibatkan banyak seniman lainnya yang tidak hanya dari Bali tetapi juga dari daerah lainnya di Indonesia. Patung ini akan menjadi mahakarya luar biasa anak bangsa. ‘’Cita-cita kita bersama akhirnya tercapai. Ini merupakan karya luar biasa. Ini akan jadi kebanggaan rakyat Bali, kebanggaan bangsa Indonesia. Semoga tahapan ke depannya berjalan lancar sesuai dengan harapan kita bersama,’’ tuturnya. Sementara itu, pemrakarsa Patung GWK Nyoman Nuarta juga menyampaikan apresiasinya atas

MAHKOTA - Gubernur Bali Made Mangku Pastika (tengah) bersama Nyoman Nuarta dan sejumlah pejabat lainnya mengikuti upacara pemasangan Mahkota Dewa Wisnu pada Patung GWK, Minggu (20/5) kemarin. dukungan semua pihak, sehingga mahakarya ini mendekati tahap penyelesaian. Sebagai pematung yang karya-karyanya tersebar di berbagai negara, ia merasa berkewajiban melahirkan karya besar untuk tanah kelahirannya. Didukung pemandangan alam yang indah di sekelilingnya, Patung GWK ini akan menambah destinasi pariwisata di Bali. GWK bermula dari gagasan Nyoman Nuarta bersama Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi Joob Ave dan peletakan batu pertamanya dilaksanakan di kawasan taman kebudayaan di Bukit Ungasan, Jimbaran pada tahun 1997. Hingga Mei 2018, pembangunan GWK telah mencapai 70% dan berdasarkan pemasangan modul-modul GWK akan selesai pada Agustus 2018 mendatang.

Pemasangan Mahkota Dewa Wisnu pada Patung GWK diawali dengan upacara ngrastiti dan pacaruan di pelataran patung yang di-puput oleh empat pedanda yang mewakili Siwa dan Buddha. Setelah upacara ritual selesai, dilanjutkan dengan pemasangan mahkota Dewa Wisnu menggunakan crane. Pemasangan mahkota Dewa Wisnu menjadi pemasangan modul yang ke-529 dari total modul 754 buah. Turut hadir dalam acara ini Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata RI Prof Dr. Ir. I Gde Pitana, M.Sc., Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, Kepala OPD terkait di lingkungan Pemprov Bali, perwakilan bupati/wali kota se-Bali serta undangan lainnya. (ad1093)

Pelepasan Ratusan Siswa Kelas IX SMP Dharma Wiweka Dihadiri Tomas dan Diisi Penyerahan ”Reward’’

MENJADI budaya dan tradisi tiap tahun, SMP Dharma Wiweka Denpasar menyelenggarakan upacara pelepasan siswa kelas IX. Tahun ini dilaksanakan Sabtu (19/5) lalu, diikuti 347 siswa. Kegiatan berlangsung meriah, dihadiri tokoh masyarakat (tomas) dari Kelurahan Pedungan, Pemogan dan Kepaon, serta perwakilan Kecamatan Denpasar Selatan (Densel) dan instansi terkait. Pada kesempatan tersebut, Kepala SMP Dharma Wiweka Drs. I Nyoman Mariana, M.Si. menyerahkan reward kepada siswa kelas IX yang selama mengenyam pendidikan di sekolah beralamat di Jalan Pulau Moyo I, Densel ini mampu mengharumkan nama sekolah baik di bidang akademik maupun nonakademik. ‘’Pelepasan siswa kelas IX SMP Dharma Wiweka merupakan budaya dan tradisi tiap tahun. Tahun ini jumlah siswa yang kami lepas 347 orang. Kalau dilihat dari alamat asal siswanya campuran, ada dari Jawa, Pedungan, sekitar Denpasar dan bahkan seluruh Bali. Harapan kami ke depan apa yang menjadi budaya kita merupakan momentum untuk kemajuan sekolah dan mengingatkan kepada anak (siswa - red) bahwa apa yang mereka lakukan merupakan proses kelanjutan dari SD ke SMP dan ke SMA. Ini merupakan proses belajar menuju tingkat lebih tinggi,’’ ungkap Nyoman Mariana. Selain itu, siswa yang baru dilepas diharapkan mampu meningkakan kualitas dirinya seperti pesan yang disampaikan selama ini bahwa disiplin itu adalah kunci segala kesuksean dan merupakan moto SMP Dharma Wiweka. Disiplin yang kuat

PELEPASAN - SMP Dharma Wiweka Denpasar menyelenggarakan upacara pelepasan siswa kelas IX yang diisi pemberikan reward kepada pelajar berprestasi. akan mampu menghadapi tantangan untuk meraih tujuan. ‘’Budaya yang dikedepanan dalam disiplin ini adalah seken (sungguh-sungguh), apa yang menjadi tugas kita harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Budaya jengah (semangat - red) dari tidak bisa menjadi mampu sehingga harus semangat belajar. Supaya sukses harus berjuang. Budaya tulus ikhlas, apa yang dikerjakan harus tulus dan tanpa pamrih. Budaya ngorta (komunikasi - red) dari tidak tahu harus belajar supaya tahu. Kalau kita tahu beri tahu yang belum tahu,’’ tandasnya. Momentun ini, lanjut Nyoman Mariana, juga ditanamkan kepada anak didiknya selama tiga tahun menimba ilmu yaitu harus mengingat kekurangan dan kesalahan yang dilakukan. Itu harus diperbaiki untuk

kemajuan, termasuk di rumahnya. Dengan tahu kelemahan, kekurangan dan kesalahannya, mereka akan bangkit mengatasi kekurangannya tersebut. ‘’Perlu kami sampaikan bahwa antusias para orangtua menyekolahkan anaknya di SMP Dharma Wiweka tiap tahun terus meningkat. Untuk pendaftaran awal penerimaan siswa baru tahun ini sebanyak 475 orang dan kemungkinan terus bertambah,’’ tegasnya. Ketua Pembina Yayasan Dharma Wiweka Prof. Dr. I Gusti Ngurah Suyasa, DMM., SPM. didampingi Ketua 1 Drs. I Ketut Barusna, M.Pd. menyampaikan, ke depan pihaknya akan melengkapi kekurangan-kekurangan di SMP Dharma Wiweka. Apalagi berbagai kebijakan pemerintah untuk menyempurnakan bidang pendidikan harus dipatuhi. (ad1096)

Kini, ”Top Up’’ Brizzi Tunai Bisa di Coco Mart KINI, top up atau isi ulang Brizzi (uang elektronik) bisa dilakukan di Coco Mart. Peluncuran layanan ini dilakukan saat launching Coco Supermarket Jimbaran, Jalan Uluwatu, Sabtu (19/5). Sebelumnya, Bank BRI bekerja sama dengan Coco Mart melalui kartu co branding uang elektronik (Unik) Brizzi. Top up tunai bisa dilakukan di 9 outlet Coco Mart yaitu Coco Supermarket Jimbaran, Coco Mart Taman Griya, Coco Mart Mumbul, Coco Mart Siligita, Coco Mart Kampial, Coco Mart Taman Giri, Coco Mart Waturenggong, Coco Mart Muding dan Coco Mart Mertasari. Brizzi juga dapat diisi melalui ATM BRI, mobile banking BRI dan internet banking BRI. Hal ini melengkapi fasilitas top up online dan deposit Brizzi yang juga bisa dilakukan di seluruh gerai Coco Mart. Brizzi pun bisa digunakan di merchant-merchant besar di wilayah Bali Nusra seperti McDonalds, Tiara Dewata, Alfamart, Indomaret, Tol Bali Mandara, Krisna Oleh-oleh, Bali Bird Park, Moena Fresh, Nirmala Supermarket, Nirmala Waterpark dan Hardys Supermarket. Wakil Pemimpin BRI Bidang Bisnis Yoyok Mulawarman mengatakan, Bank BRI sebagai bank dengan jaringan unit kerja terbesar dan tersebar berupaya menjadi mitra bagi semua lapisan masyarakat dan stakeholder. Untuk itu, Bank BRI berkomitmen selalu memberikan dukungan penuh dalam setiap aktivitas yang dapat menggerakkan ekonomi daerah. Salah satu bentuk partisipasi Bank BRI untuk membantu menggerakkan perekonomian daerah adalah bekerja sama dengan para pelaku ekonomi lokal serta selalu berkomitmen melaksanakan keg-

KARTU DEBIT – Wakil Pemimpin BRI Bidang Bisnis Yoyok Mulawarman menyerahkan kartu debit untuk top up tunai Brizzi khusus di Coco Mart. iatan yang sejalan dengan agenda Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sementara dengan co branding uang elektronik (Unik) Brizzi, dapat mempermudah masyarakat dalam bertransaksi, sehingga bisa menjadi stimulus dalam menggerakkan perekonomian daerah. Sampai saat ini Unik yang telah terjual sebanyak 6.000 kartu Brizzi Coco Mart. ‘’Masyarakat tidak perlu direpotkan membawa uang tunai untuk bertransaksi karena cukup menggunakan kartu sebagai pengganti,’’ ujarnya. Hal ini sebagai salah satu bukti konkret Bank BRI dalam menyukseskan Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) yang dicanangkan oleh BI. Diharapkan ke depannya akan terbentuk komunitas pengguna transaksi nontunai yang lazim disebut cash less society. Salah satu keunggulan menggunakan Brizzi yang tidak dimiliki

produk sejenis adalah Brizzi dapat diisi ulang dengan cara transfer melalui rekening bank lain (non-BRI). Dengan bertransaksi menggunakan Brizzi masyarakat cukup memakai kartu sebagai alat pembayaran yang tentu lebih efektif dan efisien. Masyarakat sekaligus turut berpartisipasi dalam menurunkan peredaran uang palsu karena saldo kartu Brizzi tidak dapat dipalsukan. Pada kesempatan tersebut, Bank BRI juga menyampaikan promo dalam rangka menyambut bulan Ramadan dan Idul Fitri. Bank BRI dan Coco Mart bekerja sama dalam program promo happy shopping yaitu gratis minyak goreng untuk setiap transaksi pembelanjaan menggunakan kartu Brizzi di Coco Mart, Coco Supermarket dan Coco Express dengan minimal transaksi Rp 150.000 (tidak berlaku kelipatan). Program berlangsung mulai 19 Mei sampai 22 Juni. (ad1089)


OPINI

6

Senin Umanis, 21 Mei 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Bentuk Pengusaha Muda Berbasis Iptek PENGUSAHA di Indonesia relatif sangat kecil. Lebih kecil dari negara tetangga Malaysia. Tercatat tahun 2015, pengusaha di Indonesia baru mencapai 1,65 persen dari jumlah penduduk. Oleh karena itu, masih diperlukan tambahan pengusaha yang signifikan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi sosial. Pengembangan kewirausahaan dipandang sebagai langkah strategis dalam upaya turut mengatasi permasalahan ekonomi bangsa. Sebab, pertumbuhan ekonomi digerakkan oleh adanya aktivitas ekonomi yang dijalankan oleh kalangan dunia usaha. Diyakini, perguruan tinggi merupakan pilar utama dalam pengembangan kewirausahaan. Nilai-nilai kewirausahaan harus diberikan kepada mahasiswa melalui berbagai aktivitas. Potensi untuk membangkitkan dan mengembangkan wirausaha dapat dilakukan dengan aktivitas penelitian. Demikian pula pengembangan hasil penelitian, pemanfaatan laboratorium dan workshop, pemanfaatan laboratorium lapangan dan lain-lain. Sehingga hasilnya dapat diimplementasikan dalam bentuk pengabdian masyarakat. Dengan demikian akan berkembang wirausaha-wirausaha dari perguruan tinggi yang berbasis iptek. Di era teknologi saat ini, sebagian besar bisnis berbasis teknologi. Banyak contoh pengusaha yang masih konvensional dikalahkan pengusaha pemula yang memanfaatkan teknologi. Sebut saja bisnis pejalanan wisata, penjualan tiket. Mereka sekarang dimatikan dengan bisnis serupa yang berbasis online. Demikian pula toko kamera, cuci cetak foto. Keduanya tergilas dengan teknologi mobile phone yang serba lengkap. Sehingga masyarakat tidak lagi memerlukan kamera untuk mengabadikan momen mereka yang berbahagia. Apalagi lewat handphone (HP) mereka bisa berbagi informasi dan gambar dengan sangat cepat dan sangat mudah. Rupanya pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi telah mengantisipasi hal tersebut dengan mengadakan program pelatihan bagi para dosen, sehingga siap menjadi pendamping wirausaha mahasiswa. Setelah mengikuti program ini, diharapkan akan meningkatkan kemampuan dosen tentang pengetahuan dan pemahaman kewirausahaan serta mampu m e n g i s i d a n m e n g e m b a n g k a n p r o gramprogram kewirausahaan. Dengan pelatihan dan pendampingan tersebut, perguruan tinggi diharapkan bisa menghasilkan lulusan yang menjadi entrepreneur muda dan bisa berkiprah untuk pembangunan bangsa dan negara. Tentu tak cukup hanya pelatihan dari dosen, pihak perguruan tinggi harus aktif pula mendatangkan praktisi. Baik melalui seminar maupun kuliah umum. Diharapkan, pengetahuan yang diberikan oleh narasumber bisa menjadi bekal mahasiswa yang ingin menjadi entrepreneur muda untuk bisa bersaing. Ini penting, karena pemula juga butuh motivasi dari seseorang yang sudah berpengalaman di bidang dunia usaha. Dengan belajar dari kisah perjalanan para pengusaha sukses yang dulunya pernah jatuh-bangun dalam menjalankan usahanya, para pemula bisa termotivasi untuk berani mengalahkan ketakutannya dan semakin terdorong untuk segera memulai sebuah usaha. Selain itu, mereka juga bisa memperbanyak pengetahuan di bidang bisnis dan mempelajari strategi-strategi bisnis yang pernah digunakan para pengusaha besar dalam meraih kesuksesannya.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Mohon Kendalikan Harga Sembako Bulan Mei hingga Juli ini di Bali kegiatan keagamaan sangat padat. Mulai dari puasa bagi umat Muslim, hari raya Galungan dan Kuningan termasuk banyak umat yang akan melakukan ngaben massal. Biasanya pada musim hari raya ini harga-harga bergerak naik. Terlebih pada saat tersebut anak-anak mulai mencari sekolah sehingga kebutuhan uang bagi para orangtua cenderung meningkat. Untuk itu, saya berharap pemerintah sejak dini memastikan stok bahan pangan dan distribusinya aman dan lancar. Spekulan pangan agar ditindak sehingga peredaran barang lancar. Yang paling penting adalah pengendalian harga-harga sembako. Pemerintah harus lebih intensif memonitor harga dan lakukan upaya pengendalian jika sudah melebihi kewajaran. Jika mungkin pemerintah juga melakukan pasar murah. Sasarannya jangan hanya komunitas, kelompok, apalagi pedagang dengan modal besar. Pasar murah hendaknya benar-benar untuk rakyat. Pasar murah hendaknya digelar di pasar tradisional dengan pertimbangan kecenderungan pengunjung pasar tradisional adalah masyarakat pedesaan. Ni Putu Ekayanti Tabanan, Bali

Spirit Pancasila Dalam Kewirausahaan Perubahan tatanan perekonomian dunia yang telah menyetujui kesepakatan Putaran Uruguay dan General Agreement of Tariffs and Trade (GATT) serta pembentukkan badan perdagangan dunia World Trade Organization (WTO). Dengan demikian, perdagangan bebas akan menjadi mekanisme pertukaran barang dan jasa dalam perekonomian dunia. Telah disepakati untuk melaksanakan perdagangan bebas selambat–lambatnya tahun 2020 bagi ekonomi yang masih berkembang, termasuk Indonesia. Untuk menghadapi perdagangan bebas tersebut, diperlukan gerakan kewirausahaan (entrepreneurship) dengan spirit Pancasila, sehingga sangat berpengaruh terhadap kemajuan ekonomi rakyat dan sekaligus mampu bersanding maupun bersaing dalam era perdagangan bebas.

K

Oleh Bambang Gede Kiswardi

ewirausahaan sangat berdampak strategis bagi pertumbuhan dan peningkatan ekonomi rakyat, karena suatu negara dapat menjadi negara maju sangat ditentukan oleh sumber daya manusianya yang mampu mengaplikasikan prinsip-prinsip kewirausahaan dalam tata kehidupan pengelolaan dunia usaha. Dalam hal ini, pemerintah bersama masyarakat sangat berkepentingan untuk menyadari pentingnya kemampuan berkreasi dan berinovasi dalam menghasilkan produk dan jasa yang berkualitas dengan memanfaatkan sumber daya lokal. Maka dari itu, secara strategis sangat diperlukan penumbuhan dan pengembangan jiwa kewirausahaan melalui gerakan kewirausahaan dengan paham pancasila, sehingga usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah, dan koperasi dapat menjadi poros kekuatan perekonomian nasional. Sejalan dengan perkembangan dunia usaha, pemikiran kearah pengembangan kewirausahaan memasuki abad ke-21 ini menunjukan tren yang meningkat. Kecenderungan ini terjadi sejalan dengan upaya untuk meningkatkan peran para pelaku ekonomi rakyat seperti usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah, dan koperasi dalam pembangunan ekonomi dan mengantisipasi dampak negatif dari

kecenderungan dalam era globalisasi yang dicirikan dengan semakin ketatnya persaingan bebas. Pengembangan kewirausahaan telah mengalami perjalanan yang cukup panjang, terbukti dengan adanya rasio tingkat aktivitas kewirausahaan Indonesia sampai tahun 2013 mencapai sebesar 1,55 persen, dan saat ini Agustus tahun 2017 telah mengalami peningkatan menjadi 3,01 persen, atau di atas syarat minimal dua persen standar internasional.(Bali Post, 2017). Gerakan kewirausahaan dengan spirit Pancasila di Indonesia, semula terlihat dari sikap dan pola pikir kewirausahaan muncul dari suatu reaksi kultural dan sosial dalam masyarakat terhadap suatu perkembangan yang mengandung sila-sila, seperti; (1). Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, meletakan landasan moral, etik dan spiritual yang kokoh bagi pembangunan ekonomi rakyat. (2). Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, meningkatkan penghormatan terhadap martabat serta hak dan kewajiban asasi warga Negara serta penghapusan penjajahan, kesengsaraan dan ketidak adilan bagi pelaku ekonomi rakyat. (3). Sila Persatuan Indonesia, makin kuatnya kesetiakawanan dan kebersamaan dalam membangun ekonomi rakyat. (4). Sila Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan, makin menumbuhkan dan mengem-

bangkan demokrasi politik maupun demokrasi ekonomi yang mampu memelihara stabilitas yang dinamis, mengembangkan kesadaran dan tanggung jawab bagi warga negara, serta mampu mewujutkan kemakmuran rakyat, dan bergairahnya rakyat dalam proses demokrasi tersebut. (5). Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, mengembangkan pertumbuhan ekonomi rakyat yang cukup tinggi serta dikaitkan dengan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya menuju kepada terciptanya kemakmuran yang berkeadilan bagi seluruh rakyat dalam sistem ekonomi rakyat yang disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan, tolong-menolong, dan gotong royong. Dengan memperhatikan rasio tingkat aktivitas kewirausahaan yang telah dicapai tersebut, maka dapat memperlihatkan perkembangan kewirausahaan nasional dalam konteks sejarah pembentukkan wirausahawan dan mengklasifikasikan beberapa kelompok usahawan yang berkembang saat ini, seperti; Pertama, wirausahawan yang terbentuk sampai saat ini adalah wirausahawan berdasarkan pengalaman kesempatan berwirausaha. Di samping itu, wirausaha yang terbentuk masih banyak terkait dengan kesempatan dan fasilitas pemerintah. Kedua, wirausaha yang terbentuk kemudian sudah berdasarkan

pengalaman dan pendidikan yang diperoleh merupakan transisi antara wirausaha tradisional dan wirausaha modern yang mengarah kepada pembentukkan pola tindak wirausaha yang rasional. Ketiga, wirausaha pada era orde baru dan era reformasi yang ditandai dengan munculnya manajer profesional dengan latar belakang pendidikan tinggi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri mulai terlihat. Dengan demikian muncul kelompok-kelompok yang disebut sebagai kalangan eksekutif muda profesional. Demikian pula pada era pascareformasi menuju abad ke-21 merupakan era penciptaan wirausaha yang harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang berkembang sangat pesat. Dengan berkembang pesatnya kewirausahaan di dalam dunia bisnis, maka banyak terjadi pengalihan pengelolaan manajemen dari pemilik kepada manajer profesional, kondisi seperti ini merupakan indikasi dari berkembangnya lingkup wirausaha yang juga dapat berkembang dengan menjadikan spesialisasi pemilik dan pengelola semakin terlihat secara jelas dan tegas. Dengan demikian, karakteristik perusahaan yang memiliki kewirausahaan dan keberhasilannya akan lebih banyak ditentukan oleh manajer profesional yang memiliki jiwa wirausaha bukan lagi pemilik perusahaan. Dalam konteks tersebut, sosok seorang wirausaha yang diinginkan adalah yang memiliki jiwa semangat serta perilaku kewirausahaan, yaitu; (a), Kemauan dan kemampuan untuk bekerja dengan semangat kemandirian. (b), Kemauan dan kemampuan memecahkan masalah dan mengambil keputusan secara sistematis, termasuk keberanian mengambil risiko usaha. (c), Kemauan dan kemampuan berpikir dan bertindak secara kreatif dan inovatif. (d), Kemauan dan kemampuan untuk bekerja secara

teliti, tekun, dan produktif. (e), Kemauan dan kemampuan untuk bekerja dalam kebersamaan dengan berlandaskan etika bisnis yang sehat. Untuk mewujutkan suatu bangsa yang memiliki jiwa, semangat, dan perilaku seperti tersebut di atas tidaklah mudah. Maka dari itu, pemerintah bersama para stakeholder perlu memberikan perhatian, perlindungan, kemudahan, dan pemberdayaan melalui gerakan kewirausahaan dengan paham Pancasila. Untuk menyadarkan, menggugah dan menumbuhkan peran bagi pelaku ekonomi rakyat dalam mengembangkan kewirausahaan dengan paham Pancasila. Berdasarkan kajian dari kondisi tersebut, bahwa pengembangan kewirausahaan tidak cukup hanya dilakukan melalui proses belajar mengajar dalam arti sempit, karena kewirausahaan merupakan fungsi dari pengembangan sumber daya manusia (SDM) sejak masih anak-anak hingga dewasa, dan berkembang sejalan dengan berbagai pengalaman dan dorongan kemauan serta kemampuan individunya. Oleh karena itu, pengembangan kewirausahaan perlu secara simultan dilakukan dari berbagai sektor, baik pendidikan formal maupun pendidikan nonformal, pengembangan lingkungan usaha yang mendukung maupun berbagai upaya dalam pemberdayaan dan pengembangan. Gerakan kewirausahaan dengan spirit Pancasila harus dijadikan sistem pengembangan kewirausahaan secara nasional dalam upaya mempercepat penumbuhan wirausaha-wirausaha muda yang profesional. Dengan demikian, ketertinggalan dan keterlambatan perekonomian nasional akan dapat segera diatasi. Ini berarti gerakan kewirausahaan dengan spirit Pancasila merupakan monumen perjuangan ekonomi rakyat. Penulis, Pemerhati Ekonomi Kerakyatan

HBN, Budaya Baca dan Perpustakaan Kita POJOK

DI tengah hantu teror yang terus bergentayangan dan harus terus kita lawan bersama, barangkali tak banyak yang ingat bahwa setiap tanggal 17 Mei publik di republik ini memperingati Hari Buku Nasional (HBN). Peringatan HBN memiliki nilai yang penting dan bermakna. Sebab, ini berkaitan dengan upaya kita dalam membudayakan literasi yang memiliki relasi positif dengan tingkat kemajuan pendidikan dan pembangunan peradaban. Peringatan ini merupakan momentum untuk kembali menegaskan pentingnya membaca atau menjaring informasi, khususnya melalui buku yang sekaligus berkaitan dengan pemanfaatan perpustakaan sebagai gudang ilmu, “rumah” bagi para buku dan pembaca setianya. Oleh sebab itu, HBN pun berperan sebagai media untuk mengajak masyarakat agar rajin mengunjungi perpustakaan. Dalam sejarahnya, penentuan tanggal 17 Mei sebagai HBN memang tak lepas dari peran perpustakaan. Peringatan ini diadakan sejak masa Abdul Malik Fadjar sebagai Menteri Pendidikan pada tahun 2002. Tanggal 17 Mei dipilih bertepatan dengan peringatan berdirinya Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) di Jakarta pada 17 Mei 1980. Jadi, bisa kita katakan kata kunci yang melekat pada peringatan HBN ialah buku, perpustakaan dan membaca. Ketiga elemen tersebut seperti tiga sisi

Oleh Ridwan Nanda Mulyana, S.Hum. dalam segi tiga yang saling terkait dan melengkapi, tanpa bisa dipisahkan, apalagi dihilangkan. Jika ada satu elemen yang hilang, maka yang lainnya akan kehilangan peran. Sebagai ilustrasi: “rumah” paling baik bagi buku adalah Perpustakaan (dengan berbagai bentuk, tingkatan dan besaran koleksinya). Tanpa buku tidak akan ada perpustakaan. Namun tanpa adanya minat baca (kegiatan membaca), perpustakaan dan buku hanyalah ruang dan objek yang hampa, karena buku hanya akan berguna (berubah menjadi informasi dan pengetahuan) apabila telah melalui proses baca. Melihat fakta yang bisa kita amati, rasanya banyak pihak yang akan sepakat jika dikatakan bahwa Perpustakaan di Indonesia masih terlihat sebagai tempat yang sepi. Bahkan cocok untuk “bersantai” dan mencari “ketenangan”. Diakui atau tidak, perpustakaan di negeri ini memang masih harus banyak berbenah. Terutama dalam hal mempromosikan diri, mengaktualisasikan perannya, khususnya dalam menghadapi tantangan kemajuan zaman yang serba online, sehingga akses terhadap buku yang bersifat fisik cenderung berkurang peminatnya. Rendahnya pengunjung per-

pustakaan atau lebih dalam lagi, rendahnya kepedulian masyarakat dalam memanfaatkan perpustakaan menjadi salah satu indikator dan penyebab masih rendahnya budaya baca masyarakat kita. Terkait hal ini, menurut Jejen Musfah, seorang analis kebijakan pendidikan dari UIN Jakarta (2015), salah satu faktor utama penyebab rendahnya budaya baca masyarakat Indonesia ialah karena pemerintah, masyarakat, satuan pendidikan, dan keluarga belum secara optimal menerapkan amanat dari UU No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Hal tersebut setidaknya dapat terlihat dari ketersediaan perpustakaan yang belum merata di Tanah Air. Perpustakaan semestinya tidak hanya ada di sekolah dan perguruan tinggi, tetapi juga di tempat-tempat umum (kantor, ruang tunggu terminal, bandara, rumah sakit, bahkan pasar). Jumlah perpustakaan umum di negeri ini hanya ada 2.585, sehingga satu perpustakaan harus sanggup melayani 85.000 penduduk. Itu pun jika Perpustakaan umum tersebut dapat diakses dan melaksanakan pelayanannya dengan baik (terutama berhubungan dengan fasilitas dan koleksi buku). Menurut data dari Badan

Penelitian dan Pengembangan Perpustakaan Nasional, dari sekitar 64.000 desa, yang punya perpustakaan baru 22 persen. Sedangkan jumlah perpustakaan di berbagai departemen dan perusahaan baru 31 persen. Dari 110.000 sekolah, hanya 18 persen yang punya perpustakaan layak. Meski dijamin oleh undang-undang, namun pemerintah belum memenuhi hak masyarakat untuk bisa mengakses perpustakaan dari tingkat provinsi, kabupaten, hingga kecamatan. Masyarakat tidak bisa mengakses perpustakaan di tempattempat tersebut karena tidak disediakan, baik oleh pemerintah maupun instansi terkait. Padahal waktu senggang yang dimiliki oleh masyarakat, khususnya saat waktu tunggu merupakan waktu ideal untuk membaca atau mengakses informasi di perpustakaan. Apa yang dikemukakan di atas baru sekelumit masalah klasik yang juga menjadi tantangan bagi perpustakaan kita. Belum lagi terkait dengan tantangan kekinian berupa kemajuan zaman yang mengharuskan perpustakaan untuk beradaptasi. Mulai dari sarana akses online seperti digitalisasi pustaka berbentuk e-paper atau e-journal, hingga fasilitas masa kini seperti free WiFi untuk semakin menarik pengunjung sebagai langkah awal dalam pemanfaatan perpustakaan.

Hasil survei: di era reformasi, Indonesia lebih baik. - Ancaman teror lebih banyak. *** Pascateror bom, kunjungan wisman masih normal. - Bukan berarti bebas ada bom. *** TPP tak kunjung cair, pegawai Pemkab Badung mengeluh. - Rakyat-pegawai sama, mengeluh.

Penulis, Alumnus FIB Undip

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Senin Umanis, 21 Mei 2018

’’Travel Advice’’ Lima Negara

Belum Pengaruhi Kunjungan Wisatawan ke DTW

NORMAL - Suasana DTW Tanah Lot, Minggu (20/5) kemarin. Kunjungan wisman ke DTW Tanah Lot masih normal.

Bali Post/kmb24

Tabanan (Bali Post) -

Adanya travel advice lima negara ke Indonesia karena aksi teror bom di Surabaya dan Sidoarjo beberapa waktu lalu, belum memengaruhi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Daerah Tujuan Wisata (DTW) di Tabanan. Manajer DTW Tanah Lot Ketut Toya Adnyana, Minggu (20/5) kemarin, mengatakan kunjungan wisman ke Tanah Lot masih normal. Hanya diakui kunjungan wisatawan domestik yang saat ini justru mengalami penurunan. Dalam satu minggu terakhir, rata-rata kunjungan wisman

masih stabil antara 6.000 hingga 4.000 per hari. Sementara untuk kunjungan domestik turun drastis dari 6.000 per hari menjadi sekitar 1.300 hingga 1.500 kunjungan per hari. Menurut Toya, turunnya kunjungan domestik ini karena memasuki bulan puasa.

‘’Penurunan terjadi karena memasuki bulan puasa. Meski terjadi penurunan, kunjungan wisatawan domestik rata-rata ke Tanah Lot setiap hari masih memenuhi angka normal yaitu sekitar 7.000 orang per hari,’’ ujarnya. Tidak terpengaruhnya kunjungan wisman ke Tanah Lot, lanjut Toya, karena mereka kebanyakan dari Tiongkok dan tidak masuk dalam lima negara yang mengeluarkan travel advice ke Indonesia. ‘’Tiongkok tidak masuk dalam negara yang mengeluarkan travel advice. Mung-

kin karena itu kunjungan wisman ke Tanah Lot tidak terlalu berpengaruh,’’ ujarnya. Hal yang sedikit berbeda dipaparkan Manajer DTW Jatiluwih I Nengah Sutirtayasa. Menurutnya, meski saat ini kunjungan ke Jatiluwih tidak berpengaruh, namun jika tidak ada langkah antisipasi ditakutkan akan menyebabkan penurunan di bulan berikutnya. ‘’Untuk sekarang memang tidak ada penurunan. Tetapi, jika tidak cepat diatasi ditakutkan penurunan akan terjadi pada bulan-bulan berikutnya,’’ ujarnya.

Tindakan antisipasi yang diinginkan, seperti promo pemerintah Bali beberapa waktu lalu dalam mengatasi bencana erupsi Gunung Agung. ‘’Waktu Gunung Agung kan pemerintah gencar mempromosikan Bali aman dikunjungi. Diharapkan langkah yang sama juga ada dalam mengatasi isu bom ini,’’ harap Sutirtayasa. Saat ini rata-rata kunjungan di DTW Jatiluwih masih di angka 600 hingga 700 orang, dengan persentase wisman 80 hingga 90 persen pada Senin hingga Jumat, serta 50 persen saat weekend. (kmb24)

Mayat di Yeh Ho Belum Diketahui Identitasnya Polisi Tunggu Hasil Autopsi

Tabanan (Bali Post) Mayat berjenis kelamin laki-laki yang ditemukan menyangkut di bebatuan aliran Sungai Yeh Ho di Banjar Dinas Ngis, Desa Jegu, Penebel, sampai saat ini belum diketahui identitasnya. Rencananya Senin (21/5) ini mayat tersebut akan diautopsi di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar. Kapolsek Penebel AKP I Ketut Mastra Budaya saat dikonfirmasi, Minggu (20/5) kemarin, mengatakan sampai saat ini pihaknya belum mengetahui identitasnya. Bahkan pihaknya juga sudah melakukan koordinasi ke tiap pos kepolisian terkait kemungkinan adanya laporan orang hilang. ‘’Sejauh ini tidak ada laporan adanya orang hilang. Jadi masih terus kita lakukan penyelidikan terkait identitas mayat,’’ ucapnya. Dari hasil autopsi, nantinya akan diketahui penyebab tewasnya korban. Bahkan mantan Kasat Lantas Polres Tabanan ini juga belum berani memastikan apakah mayat tersebut korban pembunuhan ataukah terpeleset dan jatuh ke sungai. ‘’Sejauh ini kita belum Bali Post/kmb28

BANK SAMPAH - Truk pengangkut sampah diaktifkan kembali untuk program bank sampah di Desa Timpag.

Mandek Dua Tahun, Bank Sampah Timpag Kembali Diaktifkan

Tabanan (Bali Post) Kekurangan tenaga dan sarana prasarana, program bank sampah di Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan, sempat mandek selama dua tahun. Namun kini salah satu program pengelolaan sampah yang mulai diterapkan di tiap-tiap desa ini sudah kembali diaktifkan. Perbekel Desa Timpag I Gusti W. Sukewahana mengatakan, saat ini pihaknya sudah mulai mengaktifkan kembali program bank sampah yang sempat mandek lantaran minimnya tenaga dan sarana prasarana. ‘’Saat ini sudah mulai disiapkan kembali tenaga pengambilan sampah dan tenaga angkut, termasuk penanganan pembelian sampah nonorganik sebanyak empat orang dan satu truk angkut sampah,’’ ucapnya, belum lama ini. Dikatakannya, dalam proses pengangkutan sampah pihaknya bekerja sama dengan TPA setiap hari Senin, Rabu dan Jumat. ‘’Tiga hari selama seminggu rutin mobil truk sampah melakukan pengangkutan sampah mulai dari pukul 10.00 Wita melayani seluruh Desa Timpag,’’ terangnya. Pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi ke enam dusun yang ada di wilayahnya yang akhirnya menyepakati program ini dan mendukung apa yang dilakukan. ‘’Sampah-sampah setelah dipilah di masyarakat, sisanya diangkut dibawa ke TPA Mandung,’’ terangnya. Diakuinya, keberadaan bank sampah telah menun-

jang pengurangan sampah keluarga sehingga tidak menjadi tumpukan-tumpukan sampah yang berlimpah. Sampah yang dibuang ke TPS hanya sampah yang sudah tidak bisa diolah. Sementara yang masih bisa diolah ditampung melalui bank sampah. ‘’Tiap akhir bulan kami membeli di masing-masing banjar dan dipilah di gudang KUD, karena ada kerja sama dengan KUD Timpag,’’ ucapnya. Program ini mendidik masyarakat untuk dapat membiasakan peduli terhadap lingkungan sekaligus membiasakan masyarakat memilah sampah organik dan

anorganik sejak dari rumah. Melalui bank sampah ini, sampah-sampah anorganik yang masih bisa diolah dapat menghasilkan rupiah. Sampah-sampah tersebut dapat ditukar dengan uang setiap kilonya dengan harga yang sudah ditentukan untuk masing-masing jenisnya. Pembayaran harga sampah anorganik tersebut dilakukan melalui sistem tabungan bank sampah. Uang hasil penukaran sampah tersebut dicatat dan diakumulasikan dengan pencatatan buku tabungan bank sampah bagi anggota yang sudah terdaftar dan uangnya dapat diambil sewaktu-waktu. (kmb28)

dapat simpulkan, masih menunggu hasil autopsi dari rumah sakit,’’ terangnya. Ia pun mengakui saat ditemukan kondisi mayat tidak ada bekas cekikan ataupun jeratan. Seperti diberitakan sebelumnya, warga Banjar Dinas Ngis, Desa Jegu, Jumat (18/5) sore digegerkan adanya temuan mayat di Sungai Yeh Ho. Dari informasi yang dihimpun, warga yang tengah melintas di dekat sungai melihat adanya sesosok mayat tertelungkup di antara bebatuan. Ciri-ciri mayat tersebut, rambut ubanan, tidak memakai baju, memakai celana jean warna cokelat muda selutut, wajah sudah bengkak. Dari hasil identifikasi awal guna mengetahui identitasnya ditemukan benda-benda di saku celana depan berupa tujuh buah uang kepeng, dua buah anak kunci, satu buah kulit rokok, dan satu buah cabe hijau. Ada luka di bagian bawah ketiak pada tubuh mayat, kemungkinan karena dimakan oleh biawak. Dari Bali Post/kmb28 hasil pemeriksaan sementara, mayat diperkirakan sudah ada sejak lima hari AKP I Ketut Mastra Budaya di sungai. (kmb28)

Pengembangan Kopi Arabika Terbentur Kondisi Geografis

Tabanan (Bali Post) Selama ini Tabanan dikenal sebagai penghasil kopi robusta. Luasnya mencapai 7.740 hektar dan berlokasi di wilayah Pupuan. Di sisi lain Tabanan hendak mengembangkan kopi arabika. Sudah ada sebelas hektar kopi jenis ini ditanam di Banjar Munduk Buluh, Desa Pujungan. Namun, dalam mengembangkan kopi jenis arabika Tabanan masih terbentur dana dan kondisi geografis. Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Tabanan Dewa Ketut Budidana Susila, Minggu (20/5) kemarin mengatakan, dari segi geografis penanaman kopi jenis arabika memang cukup sulit. Penanaman kopi jenis ini idealnya pada wilayah dengan keting-

gian 900 meter hingga 1.200 meter. ‘’Beda dengan Kintamani yang ketinggiannya mencukupi, sehingga bisa dikembangkan kopi jenis ini. Tabanan masih sulit mencari daerah yang memenuhi syarat geografis ini. Jika di Pupuan hanya di Banjar Munduk Buluh,’’ jelas Susila. Karena kawasan geografis Pupuan ratarata berada di ketinggian 400 hingga 800 meter, maka memang lebih cocok ditanami kopi jenis robusta. M e s k i demikian,

Dinas Pertanian tetap mencoba mengembangkan kopi jenis arabika meski terbentur geografis dan pendanaan dari pusat. ‘’Sempat kita ajukan. Tetapi masih belum dapat,’’ ujarnya. Menurutnya, kopi arabika yang ditanam di Banjar Munduk Buluh seluas 1 1 hektar, mem i liki ciri yang

berbeda dengan kopi arabika Kintamani, meski jenis bibitnya sama. Menurut Dewa Susila, buah yang dihasilkan justru menyerupai robusta. ‘’Buahnya besar-besar mirip dengan robusta. Diyakini rasanya pun berbeda dengan kopi arabika di Kintamani,’’ jelasnya. Selain Pupuan, daerah yang berpotensi dikembangkan kopi arabika adalah daerah Penebel, terutama di sekitar kawasan Gunung Batukaru. Dalam mengembangkan kopi arabika, pihaknya akan melakukan secara bertahap dan menunggu hingga pengelolaan kawasan kopi robusta sudah berjalan baik. ‘’Kami mantapkan dulu kopi robusta. Jika sudah baik barulah akan ke kopi arabika,’’ imbuhnya. (kmb24)


KARANGASEM

8 SOSOK Guru, Agen Perubahan Guru berperan penting di dalam perkembangan anakanak. Apresiasi besar terhadap peran guru, juga tertuang di dalam Nitisastra. Bahkan, di sana tertuang jelas, hukuman bagi yang berbohong kepada seorang guru jauh lebih berat. Demikian dijelaskan I Nengah Ragig, S.Pd., guru SDN 4 Ababi, Kecamatan Abang, saat ditemui dalam kegiatan dharma wacana yang digelar PGRI Karangasem di Gedung UKM Center Amlapura, Minggu (20/5) kemarin. Dia awalnya juga bingung dengan isi Nitisastra tersebut. Sebab, di sana dijelaskan bobat atau linyok dengan hewan, hukumannya dihukum di kawah candra gohmuka selama 10 tahun, kepada sesama manusia 100 tahun, kepada Ida Sang Hyang Widhi/Tuhan 1.000 tahun dan kepada guru hukumannya tak terhingga. Setelah menanyakannya langsung kepada Ida Pandita Acarya Nanda, dia mengaku baru paham, bahwa itu diberikan sebagai apresiasi kepada guru, yang memiliki tugas berat sebagai agen perubahan. “Jika kita dalami peran guru itu, maka isi Pustaka Nitisastra ini rasanya tak berlebihan,” katanya. Guru diposisikan demikian, karena perlakuan yang tidak baik kepada hewan, sesama manusia hingga dengan Tuhan sekalipun, ditentukan oleh seorang guru. Bila guru salah memberikan tuntunan, maka di sanalah yang dijabarkan oleh Pustaka Nitisastra itu terjadi. Melihat pentingnya peran guru, dia berharap guru ke depan lebih diperhatikan. Tidak diintimidasi dalam melaksanakan tugas-tugasnya membina dan mendidik anak-anak, sehingga bisa berperan maksimal sebagai agen perubahan yang membawa masa depan lebih cerah terhadap negara dan bangsa. (gik)

Jukung Bocor, Anak Nelayan Diselamatkan Potongan Bambu Amlapura (Bali Post) Nekat melaut seorang diri menjadi petaka bagi I Kadek Aryana (15). Jukung warga Banjar Samuh, Desa Barat, Kecamatan Kubu, Karangasem itu tenggelam. Hampir seharian nasib Aryana tidak diketahui. Remaja itu akhirnya ditemukan dalam kondisi lemas di Pantai Candigora, Desa Tianyar, Kubu. Peristiwa yang mungkin tidak akan pernah dilupakan korban itu terjadi Jumat (18/5) lalu. Korban berangkat melaut seorang diri sekitar pukul 16.00 Wita. Biasanya menjelang tengah malam korban termasuk nelayan lainnya sudah kembali. Namun, malam itu korban tak diketahui keberadaannya. Pihak keluarga sejatinya sejak awal sudah khawatir korban tertimpa musibah. Namun, kepastian baru ada setelah keesokan harinya ayah korban, I Gede Rai (60), mengecek ke pantai tempat biasanya jukung-jukung nelayan itu disandarkan. Ternyata jukung miliknya yang sebelumnya dipakai korban tidak ada di tempat. Setelah memastikan jukungnya tidak ada, Rai segera melapor ke Polsek Kubu dan Pos Polair Kubu. Pencarian pun dilakukan Sabtu (19/5) sekitar pukul 09.00 Wita. Polair mengerahkan satu unit kapal patroli. Kemudian Polair itu melakukan penyisiran di sepanjang Pantai Tukad Sabu. Pencarian sempat dihentikan setelah dua jam start. Polair bersama nelayan baru bergerak lagi sekitar pukul 13.30 Wita. Pada tahap kedua ini ada perluasan area pencarian. Korban akhirnya berhasil ditemukan nelayan I Nyoman Gunung (45), sekitar setengah jam setelah upaya pencarian tahap kedua tersebut. Korban yang sempat menjalani perawatan di Puskesmas Kubu mengatakan jukungnya itu tenggelam akibat bocor. Dia mengaku sempat berteriak minta tolong, namun teriakannya tidak mendapat respons, bisa jadi tidak ada yang mendengarkan jeritannya walau sudah sangat keras diteriakkan. Karena jukungnya terus kemasukan air, korban kemudian melompat dan berusaha berenang. Dia akhirnya berhasil mencapai pantai setelah berpegangan pada potongan bambu yang kemudian dipergunakan sebagai pelampungnya. ‘’Kejadiannya sekitar pukul 21.00 Wita,’’ ungkapnya. (kmb)

Senin Umanis, 21 Mei 2018

Erupsi Gunung Agung

Jadi Ekspresi Karya Sastra Esai Para Guru Amlapura (Bali Post) Erupsi Gunung Agung menimbulkan kepedihan bagi sebagian besar masyarakat Karangasem. Berbagai kerugian dan kegaduhan situasi ditimbulkan dari pertengahan tahun lalu hingga sekarang ini. Realitasnya, kegaduhan situasi itu sangat dirasakan para guru di semua jenjang. Para guru itu kemudian mengekspresikan apa yang dilihat dan didengar di sekitarnya melalui karya sastra esai. Tulisan terbaik dari para guru dan pengawas ini, lantas dibukukan oleh PGRI Karangasem. Buku itu dijadikan bagian saksi hidup peristiwa ini. Goresan pena para guru ini di-launching bersamaan kegiatan dharma wacana. Launching buku dan pameran buku digelar di Gedung UKM Amlapura, Minggu (20/5) kemarin. Ketua PGRI Karangasem Drs. I Gede Ariyasa, M.Pd. mengatakan, awalnya para guru diberikan pelatihan menulis. Kemudian mereka diminta menuliskan sebuah esai. Topiknya disepakati kejadian aktual erupsi Gunung Agung. PGRI Karangasem, katanya, ingin memberi ruang kepada para guru untuk mengungkapkan peristiwa erupsi Gunung Agung, yang cukup memengaruhi pendidikan di Karangasem. ‘’Selain itu, kami juga ingin memotivasi teman-teman untuk terus belajar menulis,’’ katanya. Hasil karya sastra cukup membuat acara launching buku ini bergairah. Banyak peserta dharma wacana yang

langsung membelinya. Selain buku esai ini, ada empat buku lainnya yang juga launching pada acara itu. Antara lain buku ‘’Sang Guru’’ karya I Komang Warsa, S.Pd., M.Pd., ‘’Guru Profesional’’ karya Ida Bagus Nyoman Japa, S.Pd., M.Pd., ‘’Jurus Melawan Penyakit Guru’’ karya I Made Regeg, S.Pd., M.Pd. dan ‘’Kearifan Ala Bali’’ karya Drs. I Gede Ariyasa, M.Pd. Buku yang terakhir, langsung ludes diborong para guru peserta dharma wacana dan masyarakat lainnya. Selain acara launching, kegiatan untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional yang disingkronkan dengan Hari Kebangkitan Nasional, juga menghadirkan Ida Pandita Acarya Nanda. Sebagai narasumber, Ida Pandita banyak mengungkap realitas kehidupan guru saat ini hingga kehidupan siswa yang banyak menyimpang dari ajaran agama. Tampil dengan gaya bahasa ringan, komunikatif dan sesekali guyon, membuat para guru se-Karangasem

yang hadir mampu menyerap dengan baik, isi filsafat dalam dharma wacananya. Dengan dharma wacana ini, diharapkan para guru ke depan bisa mengajari siswa dengan lebih baik. Memperlakukan siswa seperti anak sendiri saat masih kecil (TK-SD), menganggap siswa adalah teman saat SMP, dan ketika kuliah menjadi mahasiswa jadi sahabat sebagai rekan diskusi. ‘’Guru adalah agen perubahan,’’ kata Ida Pandita ketika menjawab satu pertanyaan menantang dari salah satu guru, yang mengutip isi Nitisastra. Melalui momen Hardiknas dan Harkitnas ini, Ariyasa menegaskan ingin menguatkan profesionalitas guru dalam melaksanakan tugasnya. Kuat dalam menghadapi segala tantangan dan mampu menjadi jembatan untuk menggapai cita-cita anak-anak didik. Selain itu, juga konsolidasi atau menguatkan ikatan kekerabatan antarguru di bawah naungan PGRI Karangasem. (kmb31)

Bali post/kmb31

GORESAN PENA GURU - Ketua PGRI Karangasem Drs. I Gede Ariyasa, M.Pd. saat menunjukkan buku Goresan Pena Guru terkait erupsi Gunung Agung.

Candidasa Pascateror Bom Surabaya

Pemesanan Kamar Menurun

Teror bom di Surabaya dan beberapa kota lainnya di Tanah Air cukup berpengaruh terhadap tingkat kunjungan wisatawan asing ke Karangasem. Indikatornya kondisi di lapangan di antaranya bisa dilihat dari situasi booking (pemesanan - red) kamar oleh agen-agen perjalanan wisata. Memang kenyataannya tidak terjadi fluktuasi ekstrem, namun untuk booking baru relatif ada penurunan. Lalu bagaimanakah situasi saat ini terkait booking kamar-kamar hotel di Karangasem? SEKRETARIS Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karangasem I Wayan Kariasa mengatakan, tingkat kunjungan wisatawan asing ke Karangasem pascateror bom tersebut relatif masih stabil. Di kawasan wisata Candidasa, misalnya, sejauh ini belum ada cancel (pembata-

lan - red) pemesanan kamar yang bersifat masif. Meski belum ada cancel, namun booking baru untuk satu sampai tiga bulan ke depan mengalami penurunan cukup signifikan. ‘’Biasanya setiap hari ada 10 sampai 15 booking, itu untuk rencana kunjungan satu sampai tiga bulan ke

’’Biasanya setiap hari ada 10 sampai 15 booking, itu untuk rencana kunjungan satu sampai tiga bulan ke depan. Namun sekarang booking sampai 2-3 bulan ke depan turun sampai 50 persen.’’ Sekretaris Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karangasem I Wayan Kariasa

depan. Sekarang booking itu yang turun sampai 50 persen,’’ jelas Manager Hotel Asiana Candidasa itu di sela-sela aksi bersih sampah plastik di pantai belakang hotelnya, Minggu (20/5) kemarin. Menurunnya rencana kunjungn wisatawan, kata Kariasa, sudah terasa sehari pascateror bom di Surabaya. Meski demikian, untuk tingkat hunian hotel di kawasan Candidasa khusunya sejauh ini masih dalam kategori normal. Okupansinya ada pada kisaran 40 sampai 50 persen. Tingkat hunian yang seperti itu sudah sedikit melebihi biaya operasional. Meski ada penurunan booking hingga 50 persen, Kariasa mengaku masih optimis dengan prediksi kunjungan pada high season (musim ramai red) Juli-Agustus nanti. Den-

gan volume booking yang terjadi sekarang, pihaknya memperkirakan saat musim ramai itu tingkat hunian akan ada di kisaran 70 persen. ‘’Kalau pada kondisi normal, tingkat hunian pada high season bisa 90 persen,’’ jelasnya. Untuk menjaga rasa aman wisatawan, Kariasa mengatakan hotel-hotel di Candidasa umumnya mengintensifkan sistem pengamanannya. Di Asisana, misalnya, pihak manajemen mengubah jadwal kerja dan untuk sementara tidak mengeluarkan izin cuti kepada petugas keamanan (satpam) hotel. Wisatawan yang menginap di

Candidasa umumnya juga tetap melakukan paket perjalanan wisata. Paket wisata itu biasanya disiapkan pihak agen maupun pihak hotel. Turis asing yang menginap di Candidasa dominan berasal dari Eropa dan juga Kanada. Mereka umumnya memilih wisata diving di area blue lagoon Candidasa dan juga paket wisata kota yaitu Candidasa – Ujung - Puri Karangasem - Tirtagangga. Untuk menjaga kepercayaan dunia internasional terhadap sektor pariwisata dan menjamin keamanan masyarakat, diharapkan aparat keamanan meningkatkan pengamanan di objek-objek vital dan juga objek wisata. Selain itu pihak keamanan juga diharapkan memastikan personel keamanan di tingkat terbawah bekerja maksimal. (kmb)

Truk Hantam Vario, Ibu dan Anak Tewas

Amlapura (Bali Post) – Truk galian C DK 8199 PR menabrak sepeda motor Honda Vario DK 6609 BO di ruas jalan Kitamani-Rendang tepatnya di Banjar/Desa Pempatan, Rendang, Karangasem, Minggu (20/5) dini hari kemarin. Kecelakaan itu merenggut dua korban jiwa. Satu korban Ni Ketut Sama tewas di lokasi kejadian. Sementara korban lainnya, Ni Ketut Sriati, meninggal sesaat setelah dievakuasi ke Puskesmas Redang. Korban tewas itu adalah seorang anak bersama ibunya yang mengendarai Vario, Ni Ketut Sriati (15) dan Ni Ketut Sama (45). Mereka adalah ibu dan anak warga Banjar Besakih Kawan, Desa Besakih, Rendang. Keduanya tewas akibat luka parah di bagian kepala. Dari informasi yang dihimpun, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 03.00. Peristiwa naas itu bermula saat truk Izusu putih yang dikemudian Putu Ariawan (22) melaju dari arah Pempatan menuju Kintamani, Bangli. Sedangkan Sriati membonceng ibunya datang dari arah berlawanan. Setiba di lokasi kejadian yang jalannya menikung ke kanan, truk melebar ke kanan sehingga melewati as tengah jalan. Setelah truk itu melewati haluan, secara mendadak pula dari arah depan muncul sepeda motor yang dikendarai korban. Sopir truk itu tidak lagi punya ruang cukup untuk banting stir. Truk itu seketika menghantam sepeda motor hingga menyebabkan kedua korban terpental berikut sepeda motornya. Sriati mengalami luka robek pada paha kanan, robek pipi kanan, luka robek pada alis sebelah kanan, patah tulang paha kanan dan patah tulang pergelangan tangan kanan. Pelajar itu mengembuskan napas terakhir di Puskesmas Rendang. Sedangkan ibunya, Ni Ketut Sama, mengalami luka robek pada kepala, pelipis dan alis kanan. Sama meninggal di lokasi kejadian. Saksi mata di lokasi kejadian sempat kebingungan karena kedua korban itu tidak membawa kartu identitas diri. Penyelidikan polisi memastikan kecelakaan maut itu akibat kelalaian sopir truk itu. Parahnya lagi, sopir asal Banjar Puragae, Desa Pempatan, Rendang itu tidak membawa SIM. Selain mengamankan sopir berikut truknya, polisi juga sudah memeriksa setidaknya dua orang saksi. ‘’Titik tabraknya terjadi di jalur sepeda motor,’’ terang Kasubag Humas Polres Karangasem AKP Herson Djuanda. (kmb)

Wisatawan - Beberapa wisatawan sedang bersantai di salah satu bale bengong di kawasan Candidasa.

Bali Post/kmb


Senin Umanis, 21 Mei 2018

SOSOK Partisipasi Masyarakat SEJUMLAH upaya dilakukan jajaran Polres Gianyar dalam mengantisipasi aksi teror. Namun, tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat, upaya tersebut tidak bisa membuahkan hasil maksimal. Masyarakat harus terus proaktif menjaga keamanan lingkungan dan berkoordinasi dengan instansi terkait apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan. ‘’Masyarakat jika mendapat informasi sekecil apapun terkait radikalisme ataupun teroris, agar menyampaikan ke kami,’’ ujar Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo, belum lama ini. Dikatakan, pihaknya memperketat pengamanan di kantor polisi, objek wisata dan kawasan strategis lainnya. Khusus objek wisata, pengamanan dibagi dalam beberapa ring. Sedangkan untuk hotel atau akomodasi pariwisata lainnya, pengamanan dikoordinasikan dengan security bersangkutan. Tak hanya peningkatan pengamanan, Polres Gianyar juga berkoordinasi dengan instansi terkait guna melaksanakan razia penduduk pendatang (duktang) terutama yang menempati kos-kosan. Petugas memeriksa kelengkapan identitas hingga barang-barang mencurigakan. ‘’Apabila ada barang mencurigakan, langsung kita amankan,’’ tegasnya. Lebih lanjut dia mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan tidak terpancing dengan isu-isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kerukunan antarumat beragama harus diperkuat. Jangan sampai masyarakat terpecah belah sebab situasi demikian menjadi jalan masuk terorisme dan radikalisme. ‘’Imbauan-imbauan sudah kita sampaikan ke semua komponen termasuk ke desa adat. Kita lakukan pendekatan humanis,’’ kata Priyanto. (ded)

GIANYAR

9

’’Travel Advisory’’ Tak Pengaruhi Kunjungan Wisatawan Asing Okupansi Hotel di Ubud 60 hingga 70 Persen

Tekan Kasus HIV/AIDS

Bali Post/wan

Pemkab Kembangkan Layanan Satu Atap di Puskesmas Gianyar (Bali Post) Kasus HIV/AIDS terus mengalami peningkatan. Berbagai upaya pun dilakukan Pemkab Gianyar untuk menekan angka penyakit tersebut. Salah satu program Pemkab berupa pembentukan layanan satu atap bagi kelompok stigma di puskesmas. Penjabat Bupati Gianyar I Ketut Rochineng saat menerima kunjungan Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Diah Natalisa, Sabtu (19/5) lalu, di UPT Kesmas Ubud II menyampaikan, inovasi layanan satu atap bagi kelompok stigma terus dikembangkan dan direplikasi pada unit pelayanan kesehatan lainnya. Tujuannya agar masyarakat dapat dengan mudah berkonsultasi terkait permasalahan HIV/AIDS hingga penyalahgunaan narkoba. ‘’Pelayanan publik seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat,’’ katanya. Sementara itu, Kepala UPT Kesmas Ubud II Gusti Ngurah Adnyana menjelaskan, layanan satu atap yang bernama Klinik Anggrek tersebut melayani terapi bagi pengguna narkotika suntik dengan terapi methadone, pelayanan deteksi HIV dengan konseling test HIV secara sukarela, penjaringan dan pengobatan Infeksi Menular Seksual (IMS) serta pengobatan HIV-AIDS. Diharapkannya, masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini dengan baik. ‘’Layanan ini dapat mempermudah masyarakat. Dengan sekali datang ke sarana pelayanan kesehatan, dapat mengakses pelayanan yang lengkap dan biaya terjangkau,’’ ujarnya. (kmb25)

Bali Post/wan

BAMBU PENJOR - Jelang hari raya Galungan, bambu untuk bahan penjor mulai banyak dijual di sejumlah wilayah di Kabupaten Gianyar. Seperti yang ditawarkan pedagang bambu penjor di Jalan Batuyang, Batubulan, Sukawati.

WISATAWAN - Sejumlah wisatawan mancanegara menyusuri kawasan pariwisata Ubud.

Gianyar (Bali Post) -

Aksi teror di sejumlah daerah di Indonesia yang berujung dikeluarkannya travel advisory dari sejumlah negara, tidak sampai memengaruhi sektor pariwisata di Kabupaten Gianyar. Sejauh ini pariwisata Gianyar masih stabil. Tingkat hunian atau okupansi hotel April hingga saat ini rata-rata bahkan lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ketua PHRI Gianyar Cokorda Gde Agung Ichiro Sukawati, Minggu (20/5) kemarin, mengungkapkan rata-rata okupansi hotel di Ubud yang merupakan barometer pariwisata Gianyar per April hingga pertengahan Mei ini mencapai 60 hingga 70 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang 50 sampai 60 persen. ‘’Sementara bisa dikatakan aksi teror tersebut belum

ada dampaknya. Sebab jika dibandingkan tahun lalu, ada peningkatan okupansi rata-rata 10 persen. Bahkan di beberapa tempat sampai 20 persen,’’ ujarnya. Menurutnya, aksi teror bisa terjadi di negara manapun, bahkan di negaranegara besar yang tingkat keamanannya tinggi. Berdasarkan pemahaman tersebut, kemungkinan besar warga negara asing yang ingin berkunjung ke

Indonesia khususnya Bali, tidak sampai membatalkan kunjungannya. Wisatawan masih memiliki kepercayaan bahwa Indonesia masih aman dikunjungi. ‘’Saya juga belum menerima informasi adanya cancelation untuk hotel,’’ jelasnya. Terkait peningkatan okupansi dibandingkan periode yang sama tahun 2017, Cokorda Ichiro menyebut, kemungkinan disebabkan dampak erupsi

Kekurangan Sekolah SMP

Gunung Agung. Wisatawan yang pada akhir tahun lalu menunda kunjungannya, kemungkinan memutuskan berwisata saat ini, apalagi belum lama ini terdapat long weekend Paskah. Lebih lanjut dia berharap kondisi baik ini berlanjut sepanjang tahun. Terlebih lagi sekarang sudah mendekati high season. Agar harapan ini terwujud, semua pihak diharapkannya bahumembahu menjaga situasi tetap kondusif. Jangan sampai ada pihak-pihak yang memperkeruh suasana. Pariwisata sangat rentan terpengaruh isu keamanan. Maka dari itu, selain dari aparat keamanan, selu-

Permendikbud Soal Jumlah Siswa di PPDB Belum Bisa Diterapkan Gianyar (Bali Post) Eksekutif dan legislatif Gianyar telah membicarakan mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) khususnya tingkat SMP. Hasilnya, Gianyar belum bisa menerapkan secara penuh Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 tentang PPDB lantaran masih terbatasnya jumlah sekolah di beberapa kecamatan. Hal ini diungkapkan anggota Komisi IV DPRD Gianyar Putu Gede Pebriantara, Minggu (20/5) kemarin. Pebriantara menjelaskan, ada dua kecamatan yang masih kekurangan SMP, yakni Blahbatuh dan Sukawati. Jika mekanisme PPDB dalam Permendikbud dipaksakan untuk diterapkan, maka akan terjadi persoalan di lapangan seperti tahun lalu, yakni banyak siswa yang tidak mendapatkan sekolah. Selain kekurangan sekolah, Gianyar juga masih

terbentur kendala kurangnya jumlah guru. Kedua persoalan mendasar tersebut, sebenarnya sudah menjadi perhatian Pemkab Gianyar dan akan dituntaskan secara bertahap. Namun menurut Pebriantara, jumlah sekolah dan guru yang ideal di Gianyar memang belum bisa diwujudkan saat ini. ‘’Ke depan, tambahan sekolah dan tenaga guru ini tetap menjadi perhatian kita bersama,’’ katanya. Politisi PDI-P ini menyatakan, salah satu solusi agar tidak ada siswa tercecer adalah memaksimalkan jumlah siswa yang diterima. Sesuai Permendagri, maksimal jumlah siswa dalam satu rombongan belajar (rombel) memang sudah ditentukan, yakni SD sebanyak 28 siswa, SMP 32 siswa dan SMA sebanyak 36 siswa. Akan tetapi, akibat kurangnya jumlah sekolah, dalam satu rombel bisa saja diisi lebih dari

yang ditentukan. ‘’Tetapi jangan terlalu banyak juga lebihnya. Dewan tetap minta, harus proporsional. Jangan sampai ada masalah lain, yakni sekolah swasta tidak kebagian siswa. Ini harus jadi perhatian semua pihak, jangan sampai ada yang dirugikan. Kita pakai dulu mekanisme seperti ini. Nanti kalau ada perubahan aturan, akan dibicarakan lebih lanjut,’’ tegasnya. Sementara terkait komposisi PPDB, dia menyatakan, masih sama dengan tahun lalu. Jalur keluarga tidak mampu sebanyak 20 persen, jalur prestasi 20 persen, jalur bina lingkungan 10 persen dan jalur NEM sebanyak 50 persen. (kmb25)

ruh komponen masyarakat harus bisa menahan diri dan tidak terpancing informasi yang tidak jelas kebenarannya. Dalam hal ini Cokorda Ichiro mencontohkan soal penggunaan media sosial (medsos). Pengguna medsos harus bijak mengelola informasi dan menahan diri agar tidak terjebak hoax yang membuat situasi keamanan terganggu. ‘’Saya juga berharap aparat keamanan meningkatkan pengamanan dan pengawasan. Kalau semua komponen bersatu, saya optimis aksi teror ini tidak akan ada pengaruhnya ke pariwisata,’’ ujarnya. (kmb25)


JEMBRANA

10

Senin Umanis, 21 Mei 2018

Abrasi di Pantai Melaya

Bangunan dan ”Palinggih” Ambruk Negara (Bali Post) –

Dampak ombak besar di pesisir selatan Jembrana nampaknya meluas. Selain di Jineng Agung, Gilimanuk dan Pebuahan, Banyubiru, juga terjadi di Banjar Pangkung Dedari, Desa Melaya, Kecamatan Melaya. Ombak besar yang terjadi sejak awal pekan lalu, mengakibatkan sejumlah bangunan, termasuk palinggih milik warga ambruk tergerus. Untungnya di sekitar lokasi, tidak ada warga yang tinggal. Hanya terdapat sejumlah bangunan milik pribadi yang hancur.

Tabung Gas Bocor, Dapur Warga Nyaris Terbakar

Bali Post/kmb

TERBAKAR - Dapur milik korban Nengah Ariawan yang terbuat dari bedek terbakar, Minggu (20/5) kemarin.

Negara (Bali Post) Warga di bilangan Banjar Ketulampa, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, Jembrana, dikejutkan dengan kejadian kebakaran, Minggu (20/5) kemarin. Dapur milik I Nengah Ariawan nyaris ludes terbakar. Kebakaran ini disebabkan karena tabung gas bocor. Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, Ariawan dan istrinya, Ni Putu Suartini, sebelumnya memasang tabung gas ukuran 3 kilogram. Entah apa yang terjadi, selesai dipasang dan berselang beberapa lama, selang regulator lepas dari tabung dan terpental. Saat itu tungku yang terbuat dari batu bata kebetulan juga menyala. Seketika api menyambar gas itu, terjadilah kobaran api di dalam dapur. Korban dan istrinya lari keluar mengambil air untuk memadamkan api. Api yang sudah menyambar dan berkobar dinding dapur disemprot dengan air. Meski dinding dapur terbuat dari bedek, namun tidak sampai ludes. Sebab, korban dan warga dengan cepat memadamkannya. Saat terjadi kebakaran sempat terjadi ledakan yang diduga dari tabung tersebut. Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian material Rp 5 juta. Sebab, ada sejumlah barang yang terbakar yakni rak piring dan peralatan dapur lainnya. Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yusak A Sooai seizin Kapolres Jembrana saat dikonfirmasi membenarkan adanya kebakaran tersebut. Hasil penyelidikan sementara, kebakaran terjadi diduga akibat lepasnya selang regulator dari tabung. (kmb)

Dari pengamatan, Minggu (20/5) kemarin, ombak yang besar itu mengikis daratan yang berada di pantai Melaya. Informasi warga sekitar, ombak besar itu sudah terjadi sejak awal pekan lalu. Dalam beberapa hari belakangan, sejumlah bangunan yang berdiri tak jauh pantai seketika ambruk. Pasalnya ombak merongrong daratan sepanjang pantai. Beberapa bangunan semipermanen milik warga, termasuk bangunan pura juga ikut tergerus. “Sudah sejak awal pekan lalu, ombaknya memang sangat besar. Bangunan yang sudah nyaris ambruk, kini hampir sebagian besar jebol,” terang Nur, salah seorang warga setempat kemarin. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Selain bangunan, di sepanjang pantai tersebut juga terdapat permukiman warga. Namun, beberapa bangunan rumah warga masih berdiri. Dikhawatirkan, bila

ini tidak segera ditangani, rumahrumah warga itu akan ikut tergerus. “Kalau air pasang sampai (masuk) ke rumah. Kemarin yang paling parah. Selain terjangan ombak juga disertai angin kencang,” tambah Yakob, warga yang tinggal di pesisir pantai. Ia mengatakan kondisi rumah sangat memprihatinkan. Selain berlantai tanah, dindingnya juga terbuat dari bedek. Warga yang masuk KK Miskin ini merupakan satu di antara warga lainnya yang tinggal di pesisir pantai. Dengan kondisi saat ini, pihaknya hanya bisa pasrah. Sejatinya Yakob pernah diusulkan masuk mendapatkan bedah rumah, namun hingga saat ini belum terealisasi. “Ya gimana lagi, cuma di sini punya tanah. Kalau banjir, paling menunggu surut sambil berusaha gali tanah buat parit,” ujar bapak tujuh anak ini. Selain rumahnya yang bedek, nelayan ini juga tak memiliki MCK (mandi cuci kakus) yang layak. Lingkungan rumahnya yang berada

di dekat pantai Melaya ini kondisinya jauh dari layak. Namun, Yakob berusaha agar rumahnya bisa layak dengan kemampuan seadanya. Sebuah jamban “berselimut” kain dan beratap terpal digunakan untuk keperluan MCK. Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Jembrana I Wayan Darwin menerangkan, terkait abrasi itu kewenangannya merupakan pemerintah pusat. Pihaknya juga sudah mendapatkan laporan terkait abrasi yang terjadi di beberapa titik di Kabupaten Jembrana. Pihaknya juga telah berupaya membuat pengajuan ke pusat. Namun, tahun 2018 ini dipastikan Jembrana tidak mendapatkan bagian untuk penanganan abrasi. Begitu juga untuk tahun 2019 nanti, belum diketahui secara pasti apakah di Jembrana memperoleh bantuan itu. (kmb26)

Serahkan Santunan kepada Korpri

Bupati Artha Ajak Tingkatkan Kontribusi PEMKAB Jembrana menyerahkan santuan bagi ratusan anggota Korpri Jembrana. Santunan diserahkan langsung Bupati Jembrana I Putu Artha kepada penerima, bertempat di Gedung Kesenian Bung Karno, Jumat (18/5). Santunan yang diserahkan meliputi santunan pensiun, rawat inap dan santunan dana kematian untuk semester I atau dari Januari sampai Juni 2018. Total nilai santunan sebesar Rp 178.000.000 kepada 162 orang anggota. Dengan rincian, 133 orang untuk penerima santuanan pensiun, masing-masing mendapat Rp 1.000.000. Penerima santunan rawat inap sebanyak 25 orang, masing-masing mendapat Rp 1 juta. Sedangkan santunan kematian sebesar Rp 5 juta diberikan kepada 4 orang ahli waris. ‘’Santunan yang diserahkan dananya berasal dari

iuran anggota Korpri melalui pemotongan gaji anggota tiap bulannya. Hal ini berdasarkan keputusan rapat Dewan Pengurus Korpri Jembrana pada 17 Oktober 2014,’’ kata Ketua Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Jembrana yang juga Sekda Jembrana I Made Sudiada. Sementara itu, Bupati Artha pada kesempatan itu mengatakan santunan yang diberikan merupakan bentuk mempererat rasa kebersamaan serta persaudaraan di antara keluarga besar Korpri. Tidak lupa Bupati Artha juga mengingatkan kepada seluruh anggota Korpri agar bekerja dengan baik, serta memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyrakat. Dengan bekerja yang baik, disebutkan merupakan bentuk pengabdian kepada negara. Ia juga berharap kepada seluruh

Bali Post/ist

SANTUNAN – Bupati Jembrana I Putu Artha menyerahkan santunan kepada anggota Korpri Kabupaten Jembrana, Jumat (18/5) lalu. warga Korpri, baik mereka yang masih aktif ataupun sudah purna tugas untuk tetap memberikan kontribusi. ‘’Kita berharap organisasi Korpri ini ke depan akan makin kompetitif, dan terus meningkatkan kualitas diri. Terima ka-

sih juga saya sampaikan kepada para pensiunan, yang sudah mengabdikan diri. Biarpun sudah tidak aktif, kiranya bisa tetap memberikan sumbang saran, bagi pembangunan Jembrana yang lebih baik,’’ pungkas Artha. (ad1088)


BULELENG

Senin Umanis, 21 Mei 2018

Antisipasi Produk Pangan Mengandung Zat Kimia

11 Gede Komang Pimpin P2SKB Buleleng

Singaraja (Bali Post) –

Permintaan berbagai produk pangan di pasar tradisional dan pasar modern pada hari-hari besar seperti Galungan, Kuningan dipastikan akan mengalami lonjakan. Pada situasi ini tidak menutup kemungkinan beredar produk pangan yang mengandung zat kimia membahayakan kesehatan. Mencegah hal itu, Dinas Ketahanan Pangan Buleleng menggulirkan Gerakan Pengamanan Pangan. Dalam program ini, tim yang dibentuk mengawasi produk pangan olahan atau pangan segar mulai Senin (21/5 hari ini. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Drh. Nyoman Surya Temaja, Minggu (20/5) kemarin, mengatakan tim ini melibatkan berbagai instansi terkait di Buleleng. Dalam pengawasan ini, tim ditugaskan melakukan pengamatan terhadap kemasan termasuk label kedaluwarsa terhadap produk pangan olahan dan pangan segar. Selain itu, tim akan melakukan pengamb i l a n sampel pang a n u n tuk

mengetahui kemungkinan adanya campuran zat kimia atau residu kimia lain. Selain diuji langsung di lapangan, sampel pangan yang dicurigai mengandung zat kimia atau residu berbahaya itu akan diuji lebih lanjut di laboratorium di Jawa Timur (Jatim). ‘’Kami bentuk dan juga berkoordinasi ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) untuk melakukan pengawasan pangan olahan dan pangan seger. Kandungan bahan nonorganik pada pangan akan kita awasi. Kalau yang dicurigai mengandung zat kimia di atas ambang batas maksimum, tim akan menguji lebih lanjut ke laboratorium di Jatim,’’ katanya. Menurut Surya Temaja, terkait sanksi yang akan dilakukan kalau hasil pengawasan menemukan pan-

gan mengandung zat kimia membahayakan, pihaknya akan melakukan pembinaan dan pengawasan rutin kepada pedagang atau pengelola toko. Ini sesuai UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Pembinaan bisa dilakukan dengan memberikan peringatan pertama, kedua dan peringatan ketiga. Kalau sampai peringatan terakhir tidak ditindaklanjuti, maka ditindaklanjuti dengan rekomendasi pencabutan izin peredaran pangan dan pencabutan izin usaha yang menjual pangan berbahaya tersebut. ‘’Regulasi sudah memberikan kita ruang untuk membina dan kalau ada upaya membandel, langkah terakhri adalah rekomendasi pencabutan izin peredaran pangan dan izin usaha yang menjual,’’ tegasnya. (kmb38)

Gede Komang

Bali Post/kmb38

Singaraja (Bali Post) – Gede Komang terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pengurus Pasemetonan Sri Karang Buncing (P2SKB). Dia terpilih pada Lokasabha III P2SKB, Sabtu (19/5) lalu. Seluruh pemegang suara utusan sembilan kecamatan, Pengurus P2SKB Provinsi Bali dan Pusat memilih Gede Komang karena dianggap mampu merekatkan tali persaudaraan dari semua lini keluarga Sri Karang Buncing di Buleleng. Gede Komang mengatakan, visi kepemimpinannya ‘’Melarapan Antuk Tri Hita, Ngemargiyang Sradha Bhakti Ring Bhatara Kawitan Mangda Masikian Pasemetonan.’’ Dari visi itu, dia menyiapkan program kerja P2SKB. Program yang sudah disiap-

kan adalah melakukan safari spiritual ke masing-masing keluarga atau dadia di Buleleng dari ujung timur sampai ujung barat Buleleng. Safari spiritual ini dimaksudkan untuk mempererat pasemetonan, memberi edukasi atau pemahaman tentang keberadaan pasemetonan Sri Karang Buncing. Selain itu, dalam safari spiritual ini juga akan memberikan edukasi kepada warga Sri Karang Buncing tentang filosofi pewatekan piodalan, serta kiblat yang wajib dilaksanakan dalam setiap persembahyangan di situs-situs yang terkait dengan Sri Karang Buncing. Selain itu, pria yang juga menjabat Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Buleleng ini melaksanakan program jangka panjang berupa verifikasi dan validasi data jumlah keluarga Sri Karang Buncing. Ini digunakan sebagai dasar bagi P2SKB untuk mengangkat kualitas hidup warga Sri Karang Buncing. Sementara untuk meningkatkan kualitas perayangan setiap dadia dari Sri Karang Buncing Buleleng pihaknya akan membantu anggota pasemetonan melalui lembaga tertentu agar bisa mendapatkan bantuan sosial, corporate social responsibility (CSR). ‘’Saya ingin mengangkat kualitas hidup dari keluarga Sri Karang Buncing yang mungkin saja belum beruntung bekerja sama dengan pemerintah atau dengan lembaga sosial lain,’’ katanya. Ketua P2SKB Provinai Bali Made Derik Jaya, berharap kepemimpinan Gede Komang bisa memberi warna yang lebih baik untuk paiketan pasemetonan Sri Karang Buncing di Buleleng. Program yang telah disiapkan dinilai sangat baik dan bertujuan untuk mempererat tali kekerabatan dan membantu meningkatkan kualitas hidup dan parahyangan anggota pasemetonan Sri Karang Buncing. (kmb38)

Varietas Padi Sidenuk Hasilkan 88 Kuintal Per Hektar PETANI Subak Banjar Tengah, Desa Tukad Mungga, Kecamatan Buleleng telah menanam padi varietas Sidenuk untuk mengawali nota kesepahaman Pemkab Buleleng dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dalam bidang pertanian. Padi varietas ini dipanen perdana akhir pekan lalu. Hasilnya mampu berproduksi 88 kuintal per hektar. Hasil ini memberikan bukti kepada petani bahwa padi ini produksinya di atas varietas padi unggul lainnya. Padi varietas lain hanya mampu menghasilkan gabah kering panen (GKP) 66 kuintal per hektar. Panen perdana padi Sidenuk itu dihadiri Bupati Putu Agus Suradnyana (PAS) bersama Kepala Deputi PTN BATAN Jakarta Dr. Hendig Winarno, M.Sc. dan Kepala Dinas Pertanian (Distan) Buleleng

Nyoman Genep. Dr. Hendig Winarno mengatakan, kerja sama ini dijalankan karena Pemkab Buleleng serius memecahkan persoalan yang selama ini menghambat pembangunan pertanian. Untuk itu, sejak kerja sama dijalin pihaknya melakukan uji coba penanaman padi Sidenuk. Benih unggul ini direkomendasikan untuk dibudidayakan di Buleleng, karena mampu berproduksi di atas varietas padi unggul lainnya. Dia mencontohkan, dari hasil panen perdana, petani sudah mengetahui langsung hasil panen padi Sidenuk mampu berproduksi 88 kuintal per hektar. Sedangkan produksi varietas lain rata-rata 66 kuintal. Dengan mengetahui hasil ini, diharapkan pada musim tanam berikutnya petani bisa menanam padi unggul ini. Semakin banyak yang menanamnya, produktivitas gabah Buleleng

ke depannya bisa meningkat. ‘’Kami mengakomodasi keinginan petani di daerah, benih apa yang diinginkan. Untuk uji coba, padi Sidenuk kami tawarkan dan petani sudah lihat langsung hasilnya di atas produksi padi varietas unggul lain,’’ katanya. Menurut Hendig, keunggulan lain dari padi Sidenuk adalah benihnya tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Dengan kelebihan ini, maka petani tidak saja mengurangi biaya pupuk dan obat-obatan, namun produktivitasnya menjadi meningkat. Ini menghindari kerugian yang sering dialami petani. Sementara keunggulan setelah padi Sidenuk menjadi beras adalah kualitas berasnya pulen, sehingga keunggulan ini menambah minat konsumen untuk mengonsumsi, dan petani sendiri akan mendapat hasil

penjualan yang lebih tinggi. Sementara itu, Bupati Putu Agus Suradnyana didampingi Kepala Dinas Pertanian Nyoman Genep mengatakan, hasil yang dicapai dalam panen perdana ini dapat membantu petani mendongkrak produksi gabah di Bali Utara. Bupati berjanji akan mengupayakan penerapan teknologi pertanian yang direkomendasi oleh BATAN, sehingga pertanian Buleleng bisa berkembang dan hambatan yang selama ini dialami dapat ditangani dengan baik. ‘’Padi Sidenuk mendapat penyinaran radiasi nuklir. Dari jumlah anakan lebih banyak, jumlah panjang bulir juga lebih banyak dari varietas yang lain, sehingga dalam panen perdana di lahan 40,5 hektar ini sangat memuaskan dan teknologi direkomendasi BATAN ini akan kita terapkan untuk tanaman lain,’’ jelasnya. (mud)

Bali Post/mud

PADI – Petani Subak Banjar Tengah, Desa Tukad Mungga melakukan panen perdana padi Sidenuk akhir pekan lalu.


KLUNGKUNG

12

Senin Umanis, 21 Mei 2018

Pariwisata Nusa Penida Makin Berkembang

Dewan Soroti Kualitas SDM

Semarapura (Bali Post) Perkembangan pariwisata di Kabupaten Klungkung, terutama Kepulauan Nusa Penida, semakin pesat. Kunjungan wisatawan per tahun mencapai ratusan ribu orang, baik domestik maupun asing. Di tengah hal tersebut, anggota Komisi I DPRD Klungkung I Made Jana menilai belum diimbangi kualitas sumber daya manusia (SDM) memadai. Politikus Partai Demokrat ini menyampaikan penilaiannya itu berdasarkan hasil pemantauan. Ditemukan, pelaku pariwisata masih ada yang belum mengedepankan attitude, appearance dan knowladge. Jika terus berlanjut, dikhawatirkan akan memunculkan stigma buruk terhadap sektor pariwisata yang menjadi unggulan daerah itu. “Pelaku pariwisata pemberi kesan pertama bagi wisatawan. Sekarang masih ada yang mengenakan pakaian kurang sopan. Belum bisa menjelaskan terkait objek wisata,” ungkapnya, Minggu (20/5) kemarin.

Menyikapi hal tersebut, langkah pembinaan dan pelatihan kepariwisataan perlu semakin diintensifkan. Menurutnya, ini tak hanya cukup mengandalkan peran pemerintah daerah, namun juga langsung secara mandiri setiap pengelola objek. “Pemkab sudah melakukan upaya untuk itu (peningkatan kualitas SDM - red). Tetapi belum sepenuhnya merespons positif. Kadang saat dilaksanakan pertemuan, hanya beberapa yang datang,” katanya. Gerakan itu perlu dilakukan secepatnya, mengingat perkembangan pariwisata semakin pesat dan di luar ekspektasi. “Harus ada persiapan sejak awal. Perkembangan harus diimbangi dengan peningkatan kualitas,” tegas wakil rakyat asal Desa Suana, Kecamatan Nusa Penida ini. Ditambahkan, faktor keamanan juga harus mendapat perhatian. Sebab itu menjadi tonggak munculnya kenyamanan wisatawan. Ini pun sudah sempat dikomunikasikan dengan kepolisian. “Ter-

masuk dalam hal berlalu lintas juga harus diperhatikan,” imbuhnya. Kepala Dinas Pariwisata Klungkung I Nengah Sukasta sempat mengutarakan peningkatan kualitas SDM selalu bergulir setiap tahun. Pihaknya menyadari ini bagian yang sangat penting dalam dunia pariwisata. Selain itu, juga menegaskan untuk meningkatkan fasilitas pada setiap objek. Tahun ini saja, dibuat sedikitnya sepuluh perencanaan dan diupayakan bisa terealisasi pada 2019. “Beberapa perencanaan itu, seperti parkir, kamar mandi. Kami berupaya melakukan penataan. Kalau untuk jalan juga begitu. Tapi itu ada di dinas PU,” katanya. Seperti berita sebelumnya, kunjungan wisatawan tahun ini ditargetkan 478.169 orang. Meningkat dari 2017 yang realisasnya mencapai 423.726 orang dari target 333.000 orang. Dinas Pariwisata optimis tercapai melalui promosi yang memanfaatkan IT maupun festival. (kmb45)

Pertanian Garam di Kusamba

Prospek Menjanjikan, Tetap Diabaikan Generasi Muda Semarapura (Bali Post) Produksi garam di Desa Kusamba Kecamatan Dawan Kabupaten Klungkung masih berlangsung. Di tengah para petani yang banyak sudah uzur, permintaan pasar cukup menjanjikan. Pemenuhannya sampai kewalahan. Ironisnya, hal tersebut belum mampu menggugah minat generasi muda untuk menggeluti sektor ini. Seorang petani, I Ketut Kaping, menuturkan produksi garam sudah berjalan normal sejak sebulan lebih, menyusul cuaca yang mulai bersahabat. Kualitasnya pun sangat baik. Garam ini mampu terserap di pasaran. Tak hanya di dalam daerah, namun juga dari wilayah Denpasar. Jumlahnya tak tanggung-tanggung, sempat mencapai 500 kilogram. “Belakangan permintaan cukup banyak. Ada dari pengepul. Ada juga dari wisatawan. Sampai

tidak bisa memenuhi. Kewalahan,” tuturnya, Minggu (20/5) kemarin. Petani paruh baya ini hanya bisa berproduksi kisaran 5 sampai 10 kilogram per hari. Ini terkadang sudah terlebih dahulu dipesan. Ia pun tak mengetahui secara pasti alasan konsumen memburu bumbu dapur bercita rasa asin itu. “Katanya beda dari garam lain. Makanya banyak yang nyari,” ucapnya. Harga jualnya kisaran Rp

15 ribu per kilogram. Tergolong menjanjikan, cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. “Sampai sekarang masih menjanjikan. Daripada jadi nelayan. Kadang tidak dapat apa,” tuturnya. Untuk mendukung produksinya, pemerintah daerah sudah memberikan bantuan berupa mesin penyedot air laut, pipa dan penampungan. Ini mampu mengurangi beban petani yang seluruhnya sudah berusia tua. “Bantuan sudah ada. Tidak lagi sering-sering ngangkat air dari

laut. Tetapi tinggal ngambil dari tempat penampungan,” sebut Kaping. Meski menunjukkan tren positif, pertanian yang sudah ada secara turun-temurun ini masih juga diabaikan generasi muda. Sebagian besar memilih untuk menekuni pekerjaan lain. “Petani tinggal yang tua saja. Anak muda tidak ada yang mau menekuni. Padahal dari sisi prospek cukup bagus,” tandasnya. Petani lain, Dewa Ketut Candra, juga mengatakan permintaan garam cukup lancar. Beberapa ada yang dijual kembali oleh pengepul di pasar wilayah Klungkung. “Ada yang dari luar mencari ke sini,” ulasnya. (kmb45)

Reuni SMPN 1 Banjarangkan Angkatan 1985

Alumni Siap Kerja Sama Pertukaran Informasi

Semarapura (Bali Post) Suasana SMPN 1 Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Minggu (20/5) kemarin nampak berbeda. Puluhan alumni angkatan 1985 melaksanakan reuni. Ini tak sebatas sebagai media meluapkan rasa rindu, tetapi juga bertukar informasi yang berguna untuk perkembangan almamater. “Kami sudah lama tidak bertemu. Tentu reuni ini akan mengingatkan kembali masamasa bersekolah di sini. Ini

juga sebagai bentuk terima kasih kepada sekolah karena telah mengantarkan seperti saat ini,” ungkap penggagas I Nengah Supartha didampingi penggagas lain, Ida Ayu Hendrawati dan Komang Suratni. Pria yang bertugas di Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Klungkung ini menyebutkan reuni diikuti sekitar 50 orang yang berasal dari berbagai daerah di Kabupaten

Klungkung. Momen ini sekaligus menjadi media bertukar informasi, baik berkaitan dengan profesi maupun peningkatan kualitas sekolah. “Alumni ini memilik pekerjaan yang berbeda. Ada PNS, notaris maupun pengusaha. Tentu ini momen yang tepat untuk berbagi informasi. Kami siap bekerja sama dengan sekolah,” ucapnya. Ditambahkan, acara yang baru pertama kali digelar dalam kurun 33 tahun ini

juga diisi pemberian bantuan kepada siswa kurang mampu. Ada pula sejumlah bingkisan untuk sekolah. “Ini baru memulai. Ada rencana untuk bisa berlanjut dan bisa melibatkan lintas angkatan,” imbuhnya. Sementara itu, Kepala SMPN 1 Banjarangkan I Nengah Suradnya menyambut baik reuni ini. Diharapkan bisa sebagai penyambung informasi yang berkaitan dengan program-program yang digulirkan sekolah. “Apalagi

sekolah memiliki program penelusuran alumni yang menjadi kriteria kinerja. Tentu kami berharap ini bisa berlanjut,” jelasnya. Kehadiran alumni, katanya, sebelumnya hanya berlangsung saat kelulusan. Berbagi hal yang berkaitan dengan masa depan. “Siswa diberikan motivasi. Setelah lulus bagaimana. Hal seperti itu tentu sangat kami dukung dan bisa berkelanjutan,” pungkasnya. (kmb45)

Bali Post/sos

REUNI - Reuni SMPN 1 Banjarangkan angkatan 1985, Minggu (20/5) kemarin.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Senin Umanis, 21 Mei 2018

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Dicari Sopir untuk Toko Listrik, SMS ke:0811394065 B.BP.153.05.18.0001083

Dcr PRT,Housekeeping,OB,Supir SMA, Tel.081529922938 B.BP.004.05.18.0000933

Cr 2 PRT+1B.siter Gj.1,8Jt tdr dlm 081999776071/082237995324

B.BP.001.05.18.0001078

Dcr Krywn Ltr Belakang Elektronika akan Dilatih dr Awal. Lam: UD.Sinar Mulia Jln.Kartini 112 Dps.Telp:0361-226815-236895

B.BP.001.05.18.0001039

Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar

Dibth Sgr Admin Cewek Min SMA, Max 30th Bisa Word&Exel Penglm 1th Lamaran ke Jl.Nangka Utara Gang Belibis No.38 Telp.422235

Marketing Public Relation S1, D3, Mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar

Dibutuhkan:Tukang Jahit Harian /Borongan (pembayaran dihitung harian/pcs). Hub:085100050706 Kirim CV ke hrd@buddhawear.com

G.02

G.03

Dicari Waiter/ss & Kitchen di Santa Fe Rest Jl.Camplung Tanduk 11A Seminyak 0361731147

B.BP.154.05.18.0001081

Kuta:Spv Baresto,Bartender,DJ Cook,Waiter/s(3Jt)H.08123807241

B.BP.001.05.18.0000966

B.BP.004.05.18.0001045

Finance/Accountant (domisili Bali). Capable English & Computer, Apply to: versaindustries4@gmail.com B.BP.031.05.18.0001042

!Staf Bersih Rmh Kost,Pria,Max 24th,Tinggal Dlm/085238203818

B.BP.004.05.18.0000931

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel PkebunanResto pasti Brangkat,Line WA081375409869&087754689692

B.BP.004.05.18.0000872

Good Salaries.Dcr Therapist Wnt utk Bekerja di Qatar. Diutmkn yg Brpglmn di Spa,KTP Bali.Exp in Massage,Facial, Waxing,Speak English.Usia 2040Th.WA: +97466111991.Email: mjas_909@hotmail.com

B.BP.001.05.18.0000991

DIJUAL RUMAH

Dcr Lls SMU-S1 utk Guru PG/TK ada Diklat. Lgs Krj.0811380028

B.BP.821.05.18.0000246

Dcr Supir U/Bengkel Cuci Mobil T.Umar Dps,SMA/Sdrjt,Manual & Matic,Max 50th H:081236066118 B.BP.001.05.18.0000963

Dcr Kary.Pria,Mak 25’th, bisa Bhs Inggris Hub:081338704422

Dcr Tk Jarit&Potong Brpglmn Gj. Blnan,THR,BPJS.Hub:0818566106

Dcr Sgra Driver bs Bhs Inggris utk Travel Agent H.081337211188

Dicari PRT Wanita Tidur Dalam belum nikah Hub:085333468877

B.BP.001.05.18.0000907

B.BP.153.05.18.0001082

B.BP.001.05.18.0001021

B.BP.001.05.18.0001079

DAIHATSU

Sigra R Dlx’17 Km 2rb H.133jt 081353220100+L.300’17 H.147jt

BENGKEL LAS Free

n

Desig

Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

DIJUAL MOBIL

DIJUAL MOBIL

FOTO COPY

B.BP.001.05.18.0001076

Dicari Peg.Laundry Wil.Renon Hub.081337287307-085857318696 B.BP.001.05.18.0001080

Garmen Cr Checker(W)+Tk.Jahit Borongan(P/W)Hub.081999677757 B.BP.001.05.18.0000520

Kuta Townhouse Apartments Looking for Engineering & Steward Call 082144450099 for Interview Email: hrd@kutatownhouses.com B.BP.004.05.18.0001055

Yamaha Bisma Dicari: 1.Sopir 2.S1 Ek/SMA/D1. Hubungi:Teuku Umar 142 Dps B.BP.001.05.18.0000918

BIRO JASA

SUZUKI

Murah Futura PU’17 KM 5Rb 89jt 0816577397+Sx Cross’17,H.199jt B.BP.001.05.18.0001075

DIJUAL TANAH

BIRO JASA

Tanah Kavling Daerah Pemogan Dps Harga 475Jt Hub.0811399161

Bntu Lap Pajak SPT Tahunan PKP NPWPSIUPPasport081338344155

DIJUAL RUMAH

KEHILANGAN

Dijual Rumah Kos 10Kmr 2lantai LT150m2 KMdalam lokasi Kerobokan Hrg 1.3M Hub 08123940523

HlgBPKBNo.H-05327014DK8435 HV An. I Made Mastika Wahyudi

B.BP.153.05.18.0001084

B.BP.001.05.18.0000058

B.BP.001.05.18.0000953

B.BP.166.05.18.0001064

Rmh Lt2 Perum Griya Loka Tbn Typ135/100,120/100;08113802880

B.BP.001.05.18.0000741

DISEWAKAN RUMAH Diswkn Rmh Nusa2 Dpn Beach,F. Furnish,F.Fas Hub.081337129183

B.BP.001.05.18.0001071

DICARI KOST Dcr Sgr Kost Djl Jimb,Uluwatu UngasanGoaGong,082335688766TP

B.BP.001.05.18.0001070

DIJUAL HOTEL Hotel Lt 3 Jl.Melasti Legian Kuta.085100888379/081999843755

DISEWAKAN TOKO Dswkn Toko Jl.Kembang Matahari I Dentim Hub.081238504111

B.BP.001.05.18.0001077

DIJUAL RUKO Djl Cpt & Murah Ruko 2 Unit Jl Tegal Wangi II/34 Sesetan Densel Hrg 2M Hub.087864154888 TP B.BP.030.05.18.0000454

DIJUAL TANAH

DICARI KANTOR

Dijual Tanah Los Pantai Lovina 78,80 Are Hub.081338711109 BUC

Looking for Office @ Seminyak/ Kerobokan WA:085737964036

B.BP.001.05.18.0000919

Djl tanah kav di kota Denpasar Hub:08123600422 / 0811398086 B.BP.001.05.18.0000917

Jual Tnh Kbn Kopi 5,5ha Ngomplex Hub.087861244977 B.BP.004.05.18.0001037

SERVICE

RUPA-RUPA

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

B.BP.004.05.18.0001086

DIJUAL MOBIL

B.BP.004.05.18.0000622

B.BP.821.05.18.0000770

B.BP.031.05.18.0001043

B.BP.001.05.18.0000864

Adm.Marketing(D3/S1),Pngiriman (SMK),Single,SIM C&A Lam Lkp: Jaya Motor-Jl.Setia Budi 21 Dps

Dcr Spv,Sales,Teknisi STM Gj+Bns+Kms+BPJS, Lam PT.PMA Bedahulu XVII/7, Dps

B.BP.001.05.18.0001041

Staf Produksi (domisili Bali), lulusan SMK Listrik/ Mesin/ Farmasi/ Kimia. Lamaran ke : versaindustries4@gmail.com

Yg ingin hsilkan ratusan hingga jutaan hnya dgn chattingan di HP cara akan di bimbing dari nol sampai bisa Hubungi via Wtsap 081558900389

B.BP.001.05.18.0000912

B.BP.004.05.18.0000934

B.BP.001.05.18.0001073

Reservasi+Acct u/Travel Agent, Cook+Manager utk di Sumbawa. Tlp.287555/Hub.081237922875/ E:ptworldsurfaris@gmail.com

Supir SIM B1 Gaji: 2Jt-an/bln, Sales Mrkting,FO :085103167222

B.BP.001.05.18.0001060

Dcr Graphic/Web-Design/3D, S1 Pglm 3 Th, hrd@melali-mice.com

Looking for staff must be Very Good in Engl,Compt,Digital Mar keting,Socialmedia & CS skills Pls:singhaustralia29@gmail.com HP.081337972511 Pak Kadek

Informasi pasang iklan Telepon

RUPA-RUPA

SERVICE

B.BP.001.05.18.0001074

KEHILANGAN

SALON

SINGARAJA

Jasa Kecantikan Sulam Alis Panggilan/di tempat.Linda WA 082266699909

Hlg BPKB Ran Daihatsu Th 2009 No.R/6482 DK 1628 AQ an.Putu MangkuAdnyanaA1.JlKenyeri46Dps

B.BP.004.05.18.0000870

B.BP.009.05.18.0001040


BANGLI

14 Hadiri ”Pamelaspasan” Pesiraman Griya

Wabup Sedana Arta Ajak Masyarakat Optimalkan Potensi Desa Wakil Bupati (Wabup) Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, S.E. mengajak masyarakat Bangli untuk menggali secara optimal potensi yang ada di desanya. Menurutnya, jika dilihat dengan seksama, hampir semua desa di Kabupaten Bangli, khususnya di Kecamatan Susut, memiliki potensi yang bisa dikembangkan menjadi objek destinasi pariwisata. Hal ini disampaikan Wabup Sedana Arta, saat menghadiri peresmian penataan lingkungan, sekaligus pamelaspas Pesiraman Griya di Pura Griya, Banjar Juuk Bali, Desa Susut, Bangli, Sabtu (19/5) lalu. Disampaikan Sedana Arta, meskipun saat ini belum banyak desa di Susut yang ditetapkan sebagai desa wisata, namun pihaknya berjanji akan mendorong agar sejumlah desa potensial yang ada di Kecamatan Susut bisa ditetapkan menjadi desa wisata. Namun, sebelum itu diwujudkan, masyarakat diminta serius menata dan menggali potensi yang ada di desanya. “Sebelum ditetapkan menjadi desa wisata, kita minta masyarakat serius menata potensi yang ada di desanya. Jangan sampai, setelah ditetapkan menjadi desa wisata, masyarakat tidak serius. Kalau seperti ini kan mubazir. Jadi tata dulu dengan serius. Kalau sudah layak, kita pasti jadikan desa wisata,” terangnya. Terkait dengan penataan lingkungan di kawasan Pura Griya, yang rencananya akan dibangun wahana kolam renang umum dan objek wisata spiritual patirtaan, Wabup Sedana Arta berjanji akan mendukung penuh rencana pengembangan ini. Bahkan untuk pembangunan wahana kolam renang ini, Wabup asal Desa Sulahan ini meminta perencanaan sedikit diubah. Dimana rencana awal, kolam yang akan dibangun berukuran 10 meter x 25 meter, dirasa sangat tanggung. Ia

Subak Yeh Mampeh Kekurangan Air

Perlu Puluhan Sumur Bor, Hanya Dibuatkan Dua Bangli (Bali Post) -

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli membangun dua sumur bor di Subak Yeh Mampeh dan Subak Tukat Maung, Desa Batur Selatan, Kecamatan Kintamani. Bantuan dua unit sumur bor tersebut, sebagai upaya untuk mengatasi kekurangan air di subak tersebut.

PESIRAMAN GRIYA - Wabup Sedana Arta saat menghadiri peresmian penataan lingkungan, sekaligus melaspas Pesiraman Griya di Pura Griya, Banjar Juuk Bali, Desa Susut, Bangli, Sabtu (19/5) lalu. meminta ukurannya dibuat lebih terstandar. Paling tidak kolam yang dibangun memiliki panjang 50 meter dan lebar 10 meter. “Kalau dibangun dengan ukuran 10 x 25 meter, itu sangat tanggung. Karena dengan ukuran seperti ini hanya bisa dimanfaatkan untuk rekreasi oleh anak-anak saja. Kalau ukuran kolam bisa dibuat lebih standar, minimal 15 x 50 meter, tentu bisa dimanfaatkan oleh semua kalangan. Baik anak-anak usia TK sampai dengan SMA bisa memanfaatkan fasilitas ini,” jelasnya. Menurutnya, sampai saat ini di Kabupaten Bangli belum ada kolam renang yang memiliki ukuran standar untuk dimanfaatkan latihan renang. Sehingga jika Desa Susut serius menggarap kolam renang, tentunya Pemkab Bangli siap mendukung melalui anggaran induk 2019 mendatang. Meskipun nanti tidak bisa diselesaikan dalam satu tahun anggaran, yang pasti pembangunan ini akan kita bantu bertahap melalui APBD. “Sebelum itu, saya perlu berdiskusi lebih intensif lagi dengan perbekel

dan prajuru desa di sini. Apa yang menjadi prioritas pembangunan di Desa Susut, agar didiskusikan dengan baik. Yang pasti, tahun 2019 mendatang, kita pasti bantu pengembangan (kolam renang) ini,” pungkasnya. Sementara itu, Perbekel Desa Susut A.A. Anggradiguna mengatakan peresmian penataan lingkungan dan pamelaspasan Pesiraman Griya hari ini merupakan langkah awal pengembangan kawasan Pura Griya menjadi destinasi pariwisata. Jelas dia, sesuai dengan konsep awal, di kawasan Pura Griya ini akan dibangun kolam renang umum yang akan dilengkapi dengan wantilan. Selain itu juga, akan dikembangkan objek wisata religius patirtaan. Menurutnya, di Pura Griya dari dulu memang sudah ada tempat panglukatan dan sekarang tinggal sedikit penataan saja. “Kalau bisa segera terwujud, kawasan Pura Griya akan kita jadikan ikon pariwisata Desa Susut, dengan harapan bisa diikuti oleh banjar-banjar lainnya,” tutupnya. (ad1090)

Peduli Lingkungan dan Alam

Mahasiswa S-3 Pariwisata Unud ’’Field Research’’ ke Air Terjun Kuning Mahasiswa Program Doktor (S-3) Fakultas Pariwisata Universitas Udayana melaksanakan field research (penelitian lapangan) di Air Terjun Kuning, Desa Tamanbali, Bangli, Sabtu (19/5). Kegiatan ini merupakan salah satu wujud komitmen para mahasiswa S-3 Pariwisata Universitas Udayana yang peduli terhadap lingkungan dan alam. Sebelumnya, kegiatan serupa pernah dilaksanakan di Desa Jatiluwih Tabanan. Dalam kegiatan field research di Air Terjun Kuning, mahasiswa Pariwisata Udayana menyumbang sejumlah tempat sampah kepada masyarakat. Tak hanya itu, para mahasiswa juga memberikan pembekalan tentang berbagai hal menyangkut pengelolaan pariwisata, terutama pentingnya kebersihan lingkungan demi menjaga keindahan dan pesona alam yang dimiliki. Wakil Dekan II Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Pariwisata Universitas Udayana Dr. I Nyoman Sudiarta, S.E., M.Par. d id amp ingi Drs. I Made Sendra, M.Si. mengatakan, kegiatan field research adalah bagian dari mata kuliah ekonomi pariwisata. Field research yang dilaksanakan mahasiswa S-3 Pariwisata di Desa Wisata Kuning ini juga merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi Universitas Udayana melalui bentuk kepeduliannya terhadap keberlanjutan pariwisata di Bali yang berkualitas dan berbasis kerakyatan. Melalui kegiatan field research ini, pihaknya menginginkan para mahasiswa tidak hanya memahami teori yang diperoleh di kampus. Namun juga bisa memotret potensi dan membantu membangun pariwisata di Bali secara langsung. ‘’Kami ingin menjadikan Air Terjun Kuning ini sebagai salah satu daya tarik wisata yang menjadi binaan kami di Fakultas Pariwisata, dan menjadi komitmen mahasiswa doktor pariwisata berkontribusi di dalam mendampingi

Senin Umanis, 21 Mei 2018

Kadis PKP Bangli I Wayan Sukartana saat dihubungi, Minggu (20/5) kemarin mengungkapkan, sumber dana untuk pembangunan dua unit sumur bor ini dari APBD Bangli tahun 2018 dengan kisaran biaya Rp 700 juta. ‘’Pembangunan dua sumur ini sangat jauh dari kebutuhan. Untuk lahan 300 hektar sejatinya diperlukan puluhan sumur bor,’’ katanya. Dijelaskan, dibangunnya dua unit sumur bor di sana kerena minimnya air. Pasalnya, ketika musim kemarau, petani kesulitan air untuk menyiram tanaman. Sementara kalau menyedot air danau jaraknya

cukup jauh sehingga memerlukan biaya yang cukup tinggi. Lain halnya, untuk petani di sekitar Danau Batur, mereka dengan mudah bisa mengambil air karena berada di bibir danau. ‘’Biaya pembangunan sumur bor cukup besar. Makanya kita baru bisa bantu dua unit saja,’’ jelasnya. Kata dia, sumur bor ini nanti dikelola subak, baik menyangkut pemeliharaan maupun biaya listrik yang digunakan untuk memompa air. Sementara untuk mengalirkan air ke sejumlah petani (krama subak) digunakan pipa. Jadi air ini, selain untuk menunjang kemajuan

pertanian, juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat. ‘’Kita harap sumur bor ini bisa dipelihara dengan baik, sehingga bisa dimanfaatkan lebih lama,’’ pintanya. Saat disinggung potensi di dua subak itu, jelasnya, untuk di sisi barat hingga membentang ke selatan memang cocok untuk lahan pertanian. Berbagai komoditi pertanian bisa tumbuh di sana, seperti bawang, sayuran dan jenis tanaman hortikultura lainnya. Di samping itu, Yeh Mampeh selama ini juga dikenal sebagai penghasil mangga. ‘’Potensi-potensi inilah yang

Bali Post/kmb41

I Wayan Sukartana

ingin kita kembangkan lewat bantuan yang kita berikan ini. Ke depan kita harap ada sumber dana lagi untuk membantu petani lainnya untuk membangun sumur bor,’’ jelas Sukartana. (kmb41)

Tingkatkan Peran Serta Civitas Kampus Membangun Desa

Politeknik Negeri Bali Gelar Bina Desa di Desa Abuan Sebagai salah satu wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat, Politeknik Negeri Bali kembali menggelar kegiatan Bina Desa. Tahun ini, desa yang dipilih menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan bina desa, yakni Desa Abuan di Kecamatan Susut. Selama pelaksanaan Bina Desa di Desa Abuan, mahasiswa serta dosen dari seluruh jurusan yang ada di Politeknik Negeri Bali akan memberikan pendampingan dan pelatihan kepada masyarakat dalam mengelola seluruh potensi yang ada utamanya potensi wisata di Desa Abuan. Kegiatan pembukaan Bina Desa di Desa Abuan dilaksanakan di balai desa setempat pada Minggu (20/5) kemarin. Hadir dalam acara kemarin, Direktur Politeknik Negeri Bali yang dalam kesempatan kemarin diwakili Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaan I Wayan Temaja, para ketua jurusan dan dosen di Politeknik Negeri Bali, Perbekel Abuan, Sekcam Susut, serta sejumlah undangan lainnya. Acara pembukaan bina desa ditandai dengan pemukulan gong. Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaan Politeknik

Negeri Bali I Wayan Temaja mengatakan, kegiatan Bina Desa yang dilaksanakan Politeknik Negeri Bali ini merupakan salah satu wujud pengabdian kepada masyarakat. Dalam kegiatan bina desa ini, pihak kampus Politeknik Negeri Bali berkolaborasi dengan masyarakat mengelola seluruh potensi yang ada sehingga bermanfaat dalam peningkatan perekonomian masyarakat. Dijelaskan Temaja, selama pelaksanaan Bina Desa di Desa Abuan, para mahasiswa bersama dosen akan melakukan kegiatan berupa pelatihan

atau pendampingan dalam mengembangkan sumber daya manusia dan potensi alam serta wisata. ‘’Misalnya, di keuangan, dengan melakukan pembinaan pelaporan keuangan dan tata kelola kearsipan. Sementara untuk potensi wisata spiritual yang ada, nanti mahasiswa ikut mengembangkannya dan mempromosikannya,’’ jelasnya. Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Negeri Bali Lilik Sudiajeng didampingi Kepala Unit Pengabdian Masyarakat Nyoman Suta Waisnawa menambahkan, Bina Desa merupakan

kegiatan rutin yang dilaksanakan Politeknik Negeri Bali. Di Kabupaten Bangli, kegiatan bina desa sebelumnya pernah dilaksanakan di Desa Tembuku yang tengah mengembangkan potensi wisata air terjun Tukad Cepungnya. Dijelaskan bahwa dalam pelaksanaan Bina Desa ini yang terlibat adalah seluruh himpunan mahasiswa jurusan (HMJ) yang ada, yakni jurusan Teknologi Mesin, Teknologi Sipil, Teknologi Elektro, Akuntansi, Administrasi Bisnis dan Pariwisata. Bina Desa dilaksanakan selama beberapa bulan. Dengan demikian upaya pendampingan yang diberikan ke masyarakat bisa betul-betul dilakukan secara holistik dan tuntas. Sementara itu, Perbekel Desa Abuan Wayan W idnyana mengucapkan terima kasih atas dipilihnya Desa Abuan sebagai lokasi pelaksanaan Bina Desa Politeknik Negeri Bali. Pihaknya berharap seluruh mahasiswa yang terlibat dalam pelaksanaan bina desa bisa membantu memberikan pendampingan baik dalam pengelola potensi alam, potensi SDM termasuk dalam pengelolaan keuangan di desa. (ad1094)

kemarin menjelaskan, pelaksanaan pasar murah ini memang rutin dilaksanakan pihaknya menjelang hari raya Galungan dan Kuningan. Kata dia, pasar murah ini dilaksanakan untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok. Pasalnya, harga kebutuhan pokok menjelang hari raya biasanya mengalami kenaikan. ‘’Pasar murah akan dilaksanakan di dua tempat, yakni di Kantor Camat Tembuku dan

di Desa Apuan Susut. Pelaksanaan pasar murah dilaksanakan selama dua hari. Untuk hari Selasa, 22 Mei, pasar murah digelar di Kantor Camat Tembuku. Sedangkan untuk Rabu, 23 Mei, dilaksanakan di Desa Apuan Susut. Pasar murah dibuka mulai pukul 08.00 Wita,’’ ucap Sudibia. Jelas Sudibia, dalam pasar murah nantinya pihaknya akan menjual kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir, minyak

goreng, tabung elpiji 3 kg, deterjen, mie instan, dan berbagai macam buah-buahan sarana upacara dan minuman kaleng. ‘’Kita harap pasar murah yang kita gelar bisa dimanfaatkan masyarakat untuk berbelanja semua kebutuhan. Karena lewat pasar murah masyarakat bisa membeli harga sedikit lebih murah dari harga barang yang dijual di pasaran,’’ jelas pejabat asal Desa Penglipuran ini. (kmb41)

BINA DESA - Acara pembukaan bina desa di Desa Abuan, Minggu (20/5) kemarin ditandai dengan pemukulan gong.

Jelang Galungan dan Kuningan, Disperindag Siap Gelar Pasar Murah

BANTUAN - Wakil Dekan II Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Pariwisata Universitas Udayana Dr. I Nyoman Sudiarta, S.E., M.Par. berfoto bersama dengan mahasiswa sekaligus penyerahan bantuan berupa tong sampah untuk Air Terjun Kuning. pengembangan pariwisata ini dengan berbasis pada destinasi pariwisata hijau atau green tourism destination,’’ jelasnya. Ditambahkan, pihaknya menginginkan daya tarik yang dimiliki Air Terjun Kuning berupa air terjun, tidak hanya berkembang jangka pendek, melainkan jangka panjang dengan konsep wisata keberlanjutan sehingga memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat. Sementara itu, Humas Pengelola Air Terjun Kuning Ngakan Perasi Semarabawa menyampaikan ucapan terima kasih atas kedatangan mahasiswa S-3 Fakultas Pariwisata Universitas Udayana. Pihaknya berharap kehadiran mahasiswa ini bisa memberikan kontribusi, baik fisik maupun moral, sehingga ke depannya Air Terjun Kuning bisa lebih mengembangkan potensi dan destinasi yang d im iliki. Ngakan Perasi mengatakan untuk menambah daya tarik, pihaknya ke depannya akan membuat jalur cycling, jalan melingkar dan mengembangkan asosiasi pariwisata di wilayah Bangli Selatan. Pihaknya juga berkeinginan rumah-rumah penduduk di Air Terjun Kuning yang masih menggunakan konsep tradisional nantinya bisa menjadi objek kunjungan wisatawan. (ad1101)

Bangli (Bali Post) Menjelang perayaan hari raya Galungan dan Kuningan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli siap menggelar pasar murah. Pasar murah akan digelar di dua lokasi, yakni kantor Camat Tembuku dan Desa Apuan, Susut. Tujuannya, menstabilkan harga kebutuhan pokok. Kepala Disperindag Bangli I Wayan Sudibia, Minggu (20/5)


15

Senin Umanis, 21 Mei 2018

Tolak Pemakaman Teroris

Bentuk Hukuman Sosial Masyarakat Sidoarjo (Bali Post) -

Tujuh jenazah pelaku bom bunuh diri di Kota Surabaya akhirnya dikubur di pemakaman orang tidak dikenal di samping Dinas Kesehatan Sidoarjo, Jatim, Minggu (20/5) kemarin, setelah tiga jenazah pelaku teror lainnya dimakamkan di lokasi yang sama, Jumat (18/5). ‘’Hari ini ada tujuh pemakaman jenazah pelaku bom bunuh diri,’’ kata Wiyono selaku Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Dunas Sosial Pemkab Sidoarjo, Minggu kemarin. Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan bahwa penolakan pemakaman para pelaku teror di wilayahnya sepekan lalu adalah bentuk hukuman sosial dari masyarakat. ‘’Saat ini masyarakat telah memberikan hukuman atau sanksi sosial, seperti reaksi tidak boleh dimakamkan di daerahnya,’’ ujarnya kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Minggu kemarin. Menurutnya, reaksi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat mulai merasa pentingnya hidup berdampingan secara pluralisme dengan damai, dan sepakat bahwa kekerasan ti-

dak menyelesaikan masalah. Selain itu, masyarakat juga telah mengetahui bahwa terorisme bukan perintah agama, karena tidak ada agama mana pun yang membenarkannya. ‘’Sangat tidak dibenarkan ajaran radikalisme dan semua agama menolak kekerasan, apalagi sampai melakukan pembunuhan seperti itu,’’ ucap Pakde Karwo, sapaan akrabnya. Kendati demikian, orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut mengakui bahwa sudah tugas dan tanggung jawab pemerintah untuk selanjutnya mencarikan makam bagi para

pelaku teror. Sebelumnya, lima insiden ledakan terjadi selama dua hari, yakni pada Minggu (13/5) bom bunuh diri di tiga gereja berbeda, yakni Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di wilayah Ngagel, GKI Wonokromo Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta di Jalan Raya Arjuno. Kemudian, Minggu malam sekitar pukul 20.00 WIB bom meledak di Rusunawa Blok B lantai 5 Kelurahan Wonocolo, Kabupaten Sidoarjo, serta pada Senin (14/5) pagi pukul 08.50 WIB bom meledak di pintu masuk Mapolrestabes Surabaya. (ant)

Maju Terus Dari Hal. 1 Koster sempat berdialog dengan tiga remaja yang menampilkan kesenian mapang barong. Mereka semua masih remaja. Ada yang masih duduk di bangku kelas V SD, kelas VI SD dan kelas I SMK. ‘’Luar biasa sekali anak-anak ini dalam melestarikan seni dan budaya Bali. Saya ikut mengapresiasi. Maju terus ya, jangan berhenti,’’ pinta Koster. Secara khusus Koster bertanya kepada pemain kendang bernama Agus Hery yang masih duduk di bangku kelas VI SD. ‘’Berapa lama belajarnya? Saya suka sekali. Saya juga masih remaja dulu pemain kendang. Bagus sekali tadi itu,’’ kata Koster yang dijawab Agus Hery jika ia belajar tiap minggu selama empat tahun belakangan. Pada saat yang sama, Koster memaparkan jika barong merupakan karya seni Bali yang terus digemari oleh seniman dan masyarakat Bali. ‘’Ini luar biasa. Generasi muda kita tetap memiliki loyalitas, komitmen dan dedikasi menjadi pelaku dalam menjaga, melestarikan dan memajukan karya seni kita di Bali,’’ katanya. Ke depan, melalui konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali

akan menjadi landasannya dalam membangun Bali. Pada hari yang sama, Koster juga membuka lomba mancing yang diselenggarakan oleh Banteng Muda Indonesia (BMI) Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan, di Desa Tegalmengkeb. Acara lomba mancing ini diikuti sekitar tujuh ribu penggemar mancing. Koster yang hadir pada kesempatan itu meminta kepada masyarakat dan kader PDI Perjuangan di Kabupaten Tabanan untuk terus menjaga semangat juang dalam memenangkan Wayan Koster dan Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace) pada pilkada serentak 27 Juni 2018. ‘’Manfaatkan sisa waktu ini. Tidak boleh kendur, tetap jaga semangat, sehingga di Tabanan perolehan suaranya solid minimum 75 persen,’’ tegasnya. Ia optimistis Kabupaten Tabanan sebagai salah satu lumbung suara PDI Perjuangan akan memberikan kontribusi yang cukup besar bagi kemenangan Koster-Ace. ‘’Mari kita jaga kemenangan di Tabanan ini,’’ ajaknya. Pada kesempatan berikutnya Koster juga mendapat dukungan dari seluruh komponen masyarakat Desa Baru, Kecamatan

Marga yang terdiri dari Desa Adat Pinge, Desa Adat Raden, Desa Adat Susut, Sekaa Teruna se-Desa Baru, Pekaseh se-Desa Baru dan Semeton Pasek seDesa Baru. Bendesa Adat Pinge I Made Dena Yasa berharap Koster-Ace dapat terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Bali periode 2018-2023. Desa Pinge ini adalah desa wisata yang dibangun pada tahun 2004. ‘’Atas dorongan dari semua pihak kami bisa terus maju. Mudah-mudahan Bapak Koster jadi gubernur agar harapan kami agar Desa Pinge ini jadi unggulan dan ada multiplier effect dari pariwisata untuk masyarakat. Tanpa sentuhan pemerintah kami tidak mungkin bisa berkembang,’’ kata Dena Yasa. Berikutnya Desa Pakraman Petiga, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan yang menyatakan kebulatan tekad mendukung, memenangkan dan memilih Koster-Ace. Bendesa Pakraman Petiga I Nyoman Pangus menyatakan hal itu langsung di hadapan Wayan Koster. ‘’Ada tiga banjar di Desa Petiga yang telah sepakat menyatakan kebulatan tekad di antaranya Petiga Belandan, Petiga Semingan dan Petiga Kangin,’’ paparnya. (kmb)

untuk pegawai kontrak hanya dialokasikan Rp 36 miliar dan untuk PSH hanya Rp 137 juta. Paket Bagia sendiri melalui calon wakil bupati I Ketut Mandia menyebut data itu merupakan hasil dari membedah Perda No.48 Tahun 2017 saat menjadi anggota DPRD Bali dan didapat angka Rp 101 miliar untuk belanja jasa nonpegawai. ‘’Ini ada Pjs (Bupati) dan DPRD, ini merupakan pembo-

hongan publik terhadap apa yang saudara katakan,’’ katanya. Di segmen akhir debat, Suwirta menjawab pertanyaan moderator tentang mengapa masyarakat Klungkung harus memilih Suwasta. Menurutnya, Suwasta sudah terbukti mengabdi dan hasilnya pun sudah dinikmati masyarakat. Suwasta juga telah menjalin kerja sama yang baik dengan pemerintah pusat dan provinsi, sehingga Klungkung mendapatkan Dana Alokasi Khusus Rp 111 miliar hingga Rp 154 miliar setiap tahun. ‘’Tentu dengan alasan tadi, kami berkomitmen untuk maju lagi melanjutkan pembangunan di Kabupaten Klungkung. Kami yakin bahwa melanjutkan yang sudah baik jauh lebih mudah dibandingkan baru berjanji jadi orang baik,’’ tandasnya. (kmb32)

Terkesan Menyudutkan Dari Hal. 1 Suwirta pun berbalik meminta konfirmasi terkait data dari Paket Bagia yang terkesan menyudutkan Suwasta. Antara lain menyangkut anggaran untuk pegawai kontrak yang disebutkan Bagia sebesar Rp 75 miliar dari Rp 153 miliar PAD Klungkung dan PSH (Pakaian Sipil Harian) sebesar Rp 4 miliar. Padahal, menurutnya, anggaran

BERSAMA - Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga bersama Menteri Sosial Idrus Marham dan tokoh lintas agama foto bersama dengan para penerima penghargaan ‘’Liputan 6 Award 2018’’ SCTV. Di antaranya pemenang Penyandang Disabilitas kategori Pemberdayaan Masyarakat I Ketut Budiarsa dan Kategori Pelestarian Budaya dan Best Story I Putu Gede Paramadipa (Apung), di Jakarta, Minggu (20/5) kemarin.

Harus Jaga ’’Taksu’’ Bali

MELAKUKAN perubahan ke arah lebih baik dan nindihin Bali. Itulah latar belakang Ketut Ismaya maju sebagai bakal calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Ia yang merupakan Sekjen Laskar Bali ini mengutarakan dirinya merasa jengah untuk menjadi salah satu wakil Bali karena selama dua kali pemilihan DPD, ia menilai kontribusi perwakilan Bali yang duduk di DPD belum maksimal. ‘’Harus bisa dibedakan antara DPD dan DPR. Kalau DPD itu merupakan individu yang merupakan perwakilan dari daerah dan membawa serta memperjuangkan aspirasi daerahnya. Jangan membawa kepentingan politik maupun golongan,’’ katanya saat masimakrama ke Kantor Bali Post belum lama ini ditemani sejumlah pengurus Laskar Bali. Ia pun berkeinginan untuk menjaga dan nindihin Bali jika

terpilih. Alasannya sederhana. Selama ini masih banyak aspirasi Bali dan umat Hindu yang merupakan kaum minoritas di Indonesia belum terakomodir. ‘’Selama dua periode adanya DPD, saya merasa menjadi orang asing di daerah sendiri. Harus ada yang peduli untuk memajukan dan mengajegkan Bali,’’ tegasnya. Ia pun siap menjabarkan visi dan misinya ke masyarakat Bali. Diharapkan masyarakat Bali bisa lebih bijaksana dan cerdas dalam memilih wakilnya yang duduk di DPD. Sebab, para wakil ini harus bisa menyuarakan kepentingan Bali serta menjaga taksu Bali. ‘’Dalam dua periode DPD, masyarakat Bali seharusnya sudah bisa melakukan evaluasi kinerja wakilnya, sehingga pada pemilihan berikutnya bisa memilih sesuai hati nurani,’’ ujarnya. (iah)

Bali Post/wan

LASKAR BALI - Sekjen Laskar Bali Ketut Ismaya (kiri) bersama sejumlah pengurus Laskar Bali saat ’’masimakrama’’ ke Bali Post, Rabu lalu.

71 Program

Dari Hal. 1 Yakni, menguatkan dan meningkatkan eksistensi adat dan budaya Bali, mewujudkan SDM yang berkualitas, menguatkan perekonomian dengan meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat melalui pemberdayaan dengan konsep kemitraan, terwujudnya pemerintahan yang responsif, transparan, santun dan inovatif dengan menjaga kepastian hukum dan stabilitas politik, serta mewujudkan sarana dan prasarana wilayah yang seimbang dengan tetap menjaga kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup. Kelima

Dari Hal. 1 Rai Mantra menegaskan, orange economy merupakan perpaduan antara ekonomi dan kebudayaan di mana ide-ide ditransformasikan ke dalam barang jasa bernilai budaya serta memiliki nilai kekayaan intelektual. Secara sederhana dapat dirumuskan sebagai pengembangan ekonomi berbasis budaya. Konsep ini sangat cocok diterapkan di Bali sebab masyarakat di pulau ini secara natural melakukan hal-hal kreatif dalam aktivitas sehari-hari. ‘’Kita punya modal budaya yang berpadu dengan kreativitas, tinggal

misi ini dituangkan kembali dalam 71 program, yang salah satunya memasukkan entrepreneur sampai ke desa. Pada segmen berikutnya, dilakukan penajaman visi dan misi melalui pertanyaan yang diajukan tim perumus. Dalam pengembangan pariwisata, calon bupati nomor urut, 2 Nyoman Suwirta, mengaku tidak hanya mengembangkan Nusa Penida. Potensi Klungkung daratan juga dikembangkan melalui Festival Semarapura untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Di samping melakukan revitalisasi objek wisata dan membuat destinasi baru, seperti menata Goa Lawah, Monumen Puputan Klung-

kung dan Goa Jepang. Sementara calon bupati nomor urut 1, Tjokorda Bagus Oka, akan membuat perencanaan untuk pengembangan pariwisata di Nusa Penida. Di bidang pertanian, calon wakil bupati nomor urut 1, I Ketut Mandia, mengaku akan mengembangkan pola diversifikasi pertanian. Paket Bagia akan mencari apa yang cocok untuk Klungkung dan Nusa Penida, dengan membuat blue print pertanian. Sedangkan calon bupati nomor urut 2, I Nyoman Suwirta, mengaku sudah menerapkan konsep ‘’beli mahal, jual murah’’ yang bahkan telah mendapatkan penghargaan Satya Lancana. Yakni, membeli gabah lebih

mahal dari HPP dan menjual beras lebih murah agar petani untung dan masyarakat tidak begitu mengalami kenaikan harga. Terkait good governance, Suwirta mengklaim Klungkung sebagai kabupaten pertama yang menerapkan Undang-undang ASN. Dalam hal ini, Sekda dan eselon II direkrut melalui fit and proper test secara terbuka. Sementara calon wakil bupati nomor urut 1, I Ketut Mandia, mengatakan perlu ada penajaman koordinasi untuk mengangkat potensi masing-masing ASN dan menjaga fit and proper test tidak keluar dari relnya. (kmb32)

bagaimana kita perkuat lagi menjadi sesuatu yang bernilai tambah secara ekonomis dan dapat diklaim sebagai kekayaan intelektual,’’ tambah Rai Mantra. Menurutnya, karya kreatif berbasis budaya telah berkembang pesat di berbagai belahan dunia dan menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat pelakunya. Hal ini disebabkan karena industri kreatif berbasis budaya atau orange economy menjadi jalan tengah bagi pemberdayaan ekonomi di satu sisi dan perawatan nilai-nilai budaya di sisi lainnya. Karena di Bali ruang interaksi terbaik untuk hal tersebut adalah desa pakraman. Maka dipandang perlu untuk memberikan perhatian

lebih besar kepada desa pakraman untuk pengadaan sarana, prasarana maupun sumber daya manusianya. Dan hal itu memerlukan dana yang memadai. ‘’Hal itulah yang membuat kami dengan tegas dan sungguh-sungguh menyiapkan program bantuan Rp 500 juta bagi desa pakraman,’’ tegas Rai Mantra. Dana itu nantinya dimanfaatkan oleh desa pekraman untuk menjaga dan mengembangkan nilai-nilai budaya setempat sekaligus menjadikannya sebagai sumber ekonomi yang menyejahterakan semua warga. Orange economy secara serius telah dikembangkan di Kota Denpasar dan berhasil. Keberhasilan di Kota Denpasar itu oleh Rai Mantra yang

berpasangan dengan I Ketut Sudikerta akan dikembangkan di seluruh Bali. Sebagai bentuk komitmen, mereka (Mantra-Kerta) menegaskan sikapnya itu dalam bentuk kontrak politik bahwa jika terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur pada periode mendatang, mereka akan mengalokasikan dana sebesar Rp 500 juta per desa pakraman per tahun. Kontrak politik tersebut bersandingan dengan kontrak politik lainnya yang menyatakan bahwa jika terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur keduanya akan langsung bersurat kepada Presiden RI agar mencabut Peraturan Presiden No. 51/2014 mengenai reklamasi Teluk Benoa. (kmb)

Bernilai Budaya


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Senin Umanis, 21 mei 2018

Chelsea Sukses Juarai Piala FA Wembley – Chelsea sukses memenangi Piala FA 2017-2018 setelah menaklukkan Manchester United (MU) pada laga final yang digelar di Stadion Wembley, London, Minggu (20/5) dini hari kemarin. Sepanjang laga, Manchester United mampu menunjukkan dominasi mereka dengan memiliki 66 persen penguasaan bola. Manchester United juga memiliki peluang lebih banyak dengan melepaskan 18 tembakan yang 5 di antaranya tepat sasaran. Sedangkan Chelsea memiliki 6 peluang yang 3 di antaranya on target. Chelsea juga menjadi tim pertama yang mampu menciptakan peluang pada laga ini melalui Eden Hazard pada menit ke-9. Namun, sepakan kaki kiri Eden Hazard dari sudut sempit itu masih berhasil diblok oleh kiper Manchester United David De Gea. Sementara peluang kedua Chelsea pada laga ini langsung berbuah gol yang lagi-lagi disebabkan oleh aksi Eden Hazard pada menit ke22. Peluang tersebut didapat Chelsea setelah Eden Hazard dijatuhkan Phil Jones di dalam kotak penalti hingga membuat wasit Michael Oliver memberikan hukuman kepada Manchester United. Penalti tersebut pun dieksekusi sendiri oleh Eden Hazard dan sukses membuat David De Gea bergerak ke arah yang salah dengan sebuah tendangan sederhana. Selain berhasil memberi-

kan keunggulan bagi Chelsea, penalti tersebut adalah yang pertama berhasil dicetak pada final Piala FA dalam 14 tahun terakhir di luar adu penalti. Sebelumnya striker Manchester United, Ruud van Nistelrooy, sukses mencetak gol melalui titik putih ke gawang Milwall pada final Piala FA 2004. Tertinggal 0-1 membuat Manchester United meningkatkan intensitas serangan mereka dan sukses mendapatkan beberapa peluang melalui Ander Herrera, Marcus Rashford, dan Paul Pogba. Namun, peluang-peluang tersebut gagal berbuah gol karena arah bola tidak mengarah tepat ke gawang Chelsea. Jelang akhir laga babak pertama berakhir, Phil Jones hampir saja berhasil membayar kesalahannya dengan sebuah gol pada menit ke45. Namun, tandukan jarak dekat Jones juga gagal mengarah ke gawang dan terbuang percuma. Hal ini membuat Chelsea berhasil menyudahi babak pertama dengan keunggulan 1-0 atas Manchester United.

Pada babak kedua, Manchester United baru mendapatkan peluang tepat sasaran pertama pada menit ke-56 melalui sepakan Marcus Rashford, tetapi masih mampu diamankan kiper Chelsea Thibaut Courtois. Setelah itu, Manchester United juga memiliki beberapa peluang tepat sasaran lainnya melalui Phil Jones, Rashford, Anthony Martial, dan Nemanja Matic. Namun, semua peluang tersebut masih mampu diamankan Courtois dengan sempurna. Satu-satunya peluang Chelsea pada babak kedua didapat melalui Marcos Alonso pada menit ke70. Melalui skema serangan balik, Marcos Alonso yang mendapat sodoran bola dari Hazard berhasil melepaskan tembakan jarak dekat, tetapi masih mampu diblok oleh David De Gea. Bola muntah dari peluang tersebut sempat menjadi kemelut dan berakhir handsball yang dilakukan Ashley Young. Namun, wasit Michael Oliver tidak melihatnya dan hanya memberikan tendangan penjuru untuk Chel-

Masih Berkomitmen dengan Chelsea Manajer Chelsea Antonio Conte menyatakan dirinya masih berkomitmen untuk klub, meski muncul spekulasi kalau dirinya akan segera dipecat. Conte baru saja membawa The Blues meraih gelar Piala FA setelah meraih kemenangan 1-0 atas Manchester United di final yang berlangsung di Wembley, Minggu (20/5) dini hari. Namun, klub asal London itu hanya finis di peringkat kelima Liga Primer Inggris pada musim 2017/18, padahal 12 bulan sebelumnya mereka adalah sang juara. Conte telah menjalani 106 pertandingan bersama Chelsea, dengan catatan 69 kemenangan, 17 imbang, dan 20 kekalahan. ‘’Tidak mendapat tempat di Liga Champions tidak bagus untuk klub seperti Chelsea. Kami harus jujur mengatakan ini. Tapi, di waktu yang sama, Anda harus tahu situasi yang sebenarnya. Kelompok para pemain ini melakukan yang terbaik pada musim ini. Mengakhiri (musim) dengan cara ini menunjukkan komitmen yang besar,’’ ujar Conte kepada wartawan dalam sebuah konferensi pers. ‘’Ketika Anda terbiasa menang di setiap musim, tipe musim ini bisa menciptakan sejumlah masalah dalam diri Anda. Ada momen-momen di mana Anda memiliki banyak pertanyaan untuk diri Anda sendiri. Tapi, di musim yang sulit, saya menunjukkan kalau saya adalah juara berseri.’’ ‘’Saya memiliki sebuah kontrak dan saya

masih berkomitmen untuk klub. Posisi saya selalu sama, meski ada banyak spekulasi.’’ ‘’Tugas saya tidak sederhana dan saya paham klub bisa membuat keputusan yang positif atau negatif. Saya adalah orang pertama yang memahami. Saya adalah pelatih klub yang besar dan penting dan sudah menjadi hak klub untuk meminta banyak hal dari saya.’’ (kmb33/afp)

Balipost/afp

JUARA - Pemain Chelsea merayakan keberhasilan mereka menjuarai Piala FA setelah mengalahkan Manchester United dengan skor tipis 1-0 di partai final, Minggu (20/5) kemarin. sea. Jelang laga berakhir, Manchester United memiliki beberapa peluang tambahan, tetapi skor 1-0 untuk keunggulan Chelsea tetap bertahan hingga akhir laga. Kemenangan ini membuat Chelsea berhasil meraih ge-

lar ke-8 di Piala FA setelah terakhir meraihnya pada 2011-2012 atau 6 tahun silam. Sebelumnya, Chelsea juga berhasil menjuarai Piala FA pada 1969-1970, 19961997, 1999-2000, 2006-2007, 2008-2009, 2009-2010, dan

Roger Federer merupakan salah satu atlet terbaik di dunia saat ini. Dengan 20 raihan trofi Grand Slam, pria asal Swiss ini tetap aktif berkompetisi di usia 36 tahun. Federer membagikan menu diet hariannya. Federer mengatakan untuk sarapan, ia menikmati sajian wafel yang ditambah dengan potongan buah, yang dilengkapi dengan jus buah segar atau secangkir kopi.

Pegolf Margoz Raih ”Best Gross Overall’’ Denpasar (Bali Post) Pegolf Margoz merebut best gross overall pada Sirkuit PGI Junior, di Lapangan golf Bali Beach Golf Course (BBGC), Sanur, Minggu (20/5) kemarin. Margoz adalah pegolf putra juara kategoru U-10, dan juara II direbut Axel. Kategori 14-17 tahun juaranya adalah Luke E Moore dan Kea. Kategori 11-13 tahun, juaranya Luke MCCLF dan Davis. Di sektor putri, juara U-10 adalah Abigael dan Reisa, 11-13 tahun juaranya Mayvil dan Agnes, 14-17 tahun juaranya Nathasia Liman dan Angelica Liman. Turnamen yang diikuti 22 pegolf junior ini digelar Pengprov Persatuna Golf Indonesia (PGI) Bali, bertujuan menjaring pegolf berbakat dan bertalenta. Turnamen ini digelar tiap bulan, dan Juni nanti diselenggarakan di lapangan golf Pandawa pada 24 Juni mendatang. Usai merebut best gross overall, Margoz menceritakan, mengikuti kejuaraan bulana ini sekitar setahun dan tercatat empat kali meraih best gross overall. Dikemukakan, dirinya berlatih golf empat sampai lima kali dalam sepekan. ‘’Saya sekarang getol berlatih untuk persiapan kejurnas,’’ katanya. Margoz bakal turun pada Indonesia Junior Open Amateur Championship 2018, di Lapangan Golf, Ciputra Surabaya, Jatim, 3-6 Juli nanti. Selain itu, Margoz juga berlaga pada kejurnas Indonesia Junior Golf, di New Kuta Golf, Pecatu, akhis Juli mendatang. (022)

Indonesia Cukur Kanada

Bangkok – Indonesia menyapu bersih kemenangan atas Kanada di babak grup Piala Thomas 2018. Skuad Merah Putih menang mutlak 5-0. Dalam pertandingan di Impact Arena, Minggu (20/5) kemarin, Indonesia memastikan kemenangan lewat Ihsan Maulana Mustofa. Ihsan yang yang tampil sebagai pemain ketiga, mengunci kemenangan Indonesia usai mengalahkan Antonio Li 21-6, 21-8. Sebelumnya, Indonesia unggul 2-0 lebih dulu lewat Anthony Sinisuka Ginting dan Hendra Setaiwan/Mohammad Ahsan. Anthony menundukkan Jason Anthony Ho-Shue 21-11, 21-18. Kemudian, Hendra/Ahsan menggandakannya dengan mengandaskan Jonathan Bing Tsan Lai/Duncan Yao dengan kedudukan 21-8, 21-15. Kendati sudah menang 3-0, pertandingan tetap dilanjutkan pada partai keempat dan kelima. Sebagai wakil pada pertandingan keempat, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto juga menuai hasil manis. Mereka menang atas Jason/NylYakura dengan skor 21-17, 21-14. Firman Abdul Kholik yang menjadi tunggal ketiga juga berhasil meneruskan hasil positif dari laga sebelumnya. Dia mengalahkan paul-Antoine Dostie-Guindon dengan skor 21-8 dan 21-11. Usai meraih kemenangan atas Kanada di laga perdana Piala Thomas 2018, Indonesia sudah harus segera mengalihkan fokus kepada Thailand. Laga dengan tuan rumah itu digeber pada Selasa (22/5) besok. Kemudian menghadapi Korea Selatan sehari kemudian, Kamis (23/5) mendatang. (ant)

Ihsan Maulana Mustofa

Bali Post/022

Balipost/ant

LeBron James

Balipost/afp

Playoff NBA

Cavs Kalahkan Celtics dan Rebut Game Ketiga

Cleveland – Cleveland Cavaliers merebut game ketiga final Wilayah Timur NBA 2018. Ini setelah Cavs mengalahkan Boston Celtics 116-86. Pada game ketiga yang dihelat di Quicken Loans Arena, Minggu (20/5) kemarin, Cavs yang tertinggal 0-2 langsung tancap gas dengan mencetak 32 poin berbanding 17 milik Celtics. Di kuarter kedua, Celtics bisa melawan tetapi tetap saja mereka tak mampu menghadang Cavs yang membuat 29 poin, sementara tim tamu hanya 86. Cavs menutup paruh pertama game dengan 61-41. Cavs sedikit menurunkan tempo di kuarter ketiga dengan hanya membuat 26 poin, tetapi Celtics juga tak mampu mengejar. Rasio tembakan yang buruk dari para pemain jadi penyebabnya. Celtics hanya mencatatkan 39,2 persen dari tembakan dua angka dan 27,3 persen dari tembakan tiga angka. Di kuarter keempat Celtics makin terbenam dan tak mampu lagi mengejar Cavs untuk akhirnya kalah dengan selisih jauh, 86-116. LeBron James jadi bintang Cavs dengan double-double yakni 27 poin dan 12 assist. Dia ditopang Kevin Love yang bermain apik di bawah ring dengan 13 poin dan 14 rebound. Kyle Korver juga mendonasikan 14 poin. Selain itu, para pemain seperti George Hill, JR Smith, dan Tristan Thompson juga mencetak dua digit poin, sehingga membantu Cavs tampil gemilang. Sementara dari Celtics, ada Jayson Tatum dengan 18 poin, disusul Terry Rozier dengan 13 poin. Game keempat masih dihelat di kandang Cavs, Selasa (22/5) besok. (kmb33/afp)

Dojo PLN Denpasar Berjaya di Kejurprov Kempo Tabanan (Bali Post) Tim Dojo PLN Denpasar keluar sebagai juara umum dalam Kejurprov Shorinji Kempo Antar-Dojo se-Bali 2018 di GOR Debes, Tabanan sejak Sabtu (19/5) lalu sampai dengan Minggu (20/5) kemarin. Kejurprov kemp melibatkan 175 kenshi dari 15 dojo. Peraih emas kenshi dari Dojo PLN Denpasar adalah Made Ari Dwi Kurniawan/ Danag Alif Fajarika di embu kumi putra I kyu, Ni Kadek Ayu Juniantari/IGA Diliana Saraswati di embu kumi putri I kyu, Awam Aminullah Ibrahim/AA Istri Darmamega Kelakan di embu kumi campuran I DAN, Made Ari Dwi Kurniawan/Ni Kadek Ayu Juniantari di embu kumi campuran I kyu, Yulius Dappa Loka di randori 50 kg, Agustinus Dappa Loka di randori 55 kg, Desak Armarani Putri di randori 54 kg. Kenshi Dojo Kebalian Sukawati Gianyar yang mendulang emas adalah Dwipayana di randori 70 kg, Kadek Ferryawan/Agus Purnama di embu kumi putra I DAN, Bintang Oshiana Sutena/ Geby Kartika di embu kumi putri II kyu, Dea Ardi Prabasari di randori 45 kg, Bulan

Perolehan Medali Akhir

Margoz

yaitu Community Shield, Piala Liga Inggris, dan Piala Europa. Satu hal yang menjadi torehan positif bagi Manchester United musim ini adalah mereka sukses finis di peringkat kedua Liga Inggris. (kmb33/afp)

Piala Thomas

Memiliki Menu Khusus

Menu makan siangnya juga cukup unik. Federer mengatakan setiap sebelum bertanding, ia selalu mengonsumsi pasta. ‘’Dua jam sebelum setiap pertandingan, aku akan makan sepiring pasta dengan saus yang ringan dan tidak kental. Aku sudah melakukan ini selama 20 tahun,’’ ungkap Federer. Bagaimana dengan saat bertanding? Federer mengatakan dirinya jarang mengonsumsi camilan atau energy bar untuk mengisi energi dan stamina. Ia lebih senang mengonsumsi pisang karena kandungan karbohidrat dan potassiumnya yang tinggi. Menu makan malam, Federer termasuk orang yang menyukai masakan berbumbu. Ia mengatakan bisa melahap apa saja, mulai dari masakan Italia, Jepang hingga India. Tidak melulu makanan sehat, ada kalanya Federer mengonsumsi es krim dan kue cokelat. Menurutnya, makanan-makanan manis membantunya merasa lebih bahagia, dan ia bisa membuang kalori berlebih dengan bermain tenis. (kmb33/afp)

2011-2012. Sedangkan bagi Manchester United, hasil ini membuat mereka harus menutup musim 2017-2018 tanpa raihan satu gelar pun. Hal ini menjadi penurunan drastis setelah musim lalu sukses memenangi 3 gelar,

PLN Denpasar Kebali Gianyar SMA Bhaktiyasa Kuwum Tabanan PLN Badung Selatan

7 5 5 2 1

3 6 5 1 3

4 7 5 2 3

Bali Post/ist

RANDORI - Dua kenshi sedang bertarung di nomor randori pada Kejurprov Shorinji Kempo Antar Dojo se-Bali 2018, di GOR Debes Tabanan, 19-20 Mei. Oshiana Sutena di randori 48 kg. Kenshi Dojo SMA Bhaktiyasa yang menyabet emas adalah Komang Wahyu Yudha A/I Putu Aries Widiantika J di embu kumi putra II kyu, Ketut Adi Ardipa di randori 60 kg, Kadek Stevanus W di randori 65 kg, Putu Agus Surya Permana di randori + 75 kg, serta di nomor embu beregu campuran.

Atlet kempo Dojo Kuwum Tabanan yang merebut emas adalah Luh Dela di randori 57 kg, dan Ageng Galih Kencana di randori +57 kg. Sementara kenshi dari Dojo PLN Badung Selatan yang meraih emas yakni Rade Gunda Jinotri di randori 51 kg. Kenshi lainnya peraih emas adalah Oka Sukaryana dar I Dojo Gunung Agung di randori 75 kg. (022)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 21 mei 2018 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu