Online :http://www.suarantb.co.id E-mail: hariansuarantb@gmail.com
SENIN, 21 Agustus 2017
SUARA NTB Pengemban Pengamal Pancasila
16 HALAMAN NOMOR 134 TAHUN KE 13
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Ikhtiar Merdeka Dari Kemiskinan 72 tahun Republik Indonesia merdeka. 72 tahun pula kemiskinan menjadi musuh utama. “Merdeka” dari k emiskinan terus diikhtiarkan. Tidak terkecuali di Nusa Tenggara Barat. provinsi kepulauan di tenggara Indonesia.
MENJAGA 1,6 JUTA YANG RENTAN
BERSAMA RAKYAT. Gubernur NTB duduk santai bersama rakyat. Mendengar dan menyerap aspirasi mereka, sekaligus menyampaikan hal-hal yang penting untuk diketahui rakyat.
D
I era Gubernur TGB Muhammad Zainul Majdi memimpin NTB, hampir 10 tahun berjalan, kemiskinan dilawan dengan “gaung” yang gemanya terasa kuat meng hentak di publik. Di era TGB, alokasi dana penanggulangan kemiskinan pada 2017 telah menembus satu triliun. Persisnya sebesar 1,3 triliun pada APBD murni dan meningkat menjadi 1,7 triliun pada APBD perubahan. Pada era TGB, kinerja penanggulangan kemiskinan mencapai titik yang boleh jadi tertinggi dalam sejarah NTB. Pemerintah pusat menyebut NTB sebagai provinsi yang progresif dalam hal ini. Bahkan pada September 2015, Gubernur NTB memberikan testimoninya di hadapan sidang Umum PBB di New York Amerika Serikat, atas prestasi Millenium Development Goals (MDGs) di NTB, yang salah satu poinnya adalah penurunan kemiskinan yang tajam. Muhammad Arif Tasrif, Kepala Unit Advokasi Daerah Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Ke
miskin an (TNP2K) menyatakan, rata-rata penurunan prosentase penduduk miskin di NTB sejak 2006 hingga 2016 terhitung cepat dibandingkan daerah lainnya. Ratarata penurunannya mencapai 0,56 persen.Tercepat ketiga setelah Maluku (0,61 persen) dan Papua (0,57). Bahkan pada periode pertama TGB memimpin NTB (2008-2013), akumulasi penurunnya mencapai 6-7 persen selama lima tahun. “Kinerja penanggulangan kemiskinan di NTB memang salah satu yang paling progresif secara nasional. Sekalipun 2-3 tahun belakangan ini mengalami pelambatan yang juga dialami semua daerah di Indonesia”, ujar Arif. Ridwan Syah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB menjelaskan penurunan kemiskinan hingga 2018 yang ditargetkan turun hingga tersisa 14 persen memang tidak mudah di capai. Pelambatan kinerja ekonomi nasional dan melemahnya daya beli masyarakat menjadi faktor yang besar pengaruhnya.
“Kita memang sejak awal menyusun RPJMD 2013-2018 memasang target yang progresif untuk memicu kinerja penanggulangan kemiskinan. Kalaupun target itu nantinya tak tercapai sepenuhnya, mendekatinya sudah menunjukkan percepatan yang berarti. Kita masih punya waktu satu tahun untuk mendekati target 14 per sen itu,” terang Ridwan Syah. (TIM)
“
SAYA akui kinerja penanggulangan kemiskinan di NTB sangat baik. Kuatnya komitmen pimpinan daerah dan besarnya dukungan rakyat menjadi kunci utamanya. Semoga bisa dipertahankan terus.
PERCEPATAN PENURUNAN PROSENTASE PENDUDUK MISKIN NTB 2008 - 2017
Dra. Nina Sardjunani, MA, Diolah dari sumber BPS NTB
Deputi Bidang Sumberdaya Manusia dan Kebudayaan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (2010- 2015)
MERUJUK DATA BPS, kerentanan terhadap kemiskinan di NTB terhitung tinggi. Total jumlah penduduk miskin dan rentan miskin di NTB mencapai 2,4 juta jiwa. Kurang lebih separuh dari total penduduk NTB. Bandingkan dengan Papua (47%), Maluku (42%), Papua Barat (38%) Fakta ini menunjukkan besar dan beratnya tantangan penanggulangan kemiskinan di NTB. Di satu sisi dituntut untuk menuntaskan sekitar 16 persen atau kira-kira setara dengan 800 ribu jiwa orang miskin, di sisi lainnya diharuskan menjaga sekitar 1,6 juta jiwa yang rentan miskin. Menjaga agar mereka tidak jatuh miskin, sekaligus memastikan mereka keluar dari kelompok rentan miskin itu. Rentan berarti di ujung jurang kemiskinan. Guncangan sedikit saja pada kelompok ini, maka jatuhlah mereka menjadi miskin. Menjaga kelompok yang rentan ini bukan pekerjaan yang mudah. Jumlah mereka dua kali lebih besar dan mereka juga membutuhkan perlindungan sosial sebagaimana penduduk miskin. Seperti juga kelompok miskin, mereka juga perlu mendapat dukung an peningkatan pendapatan yang berkelanjutan, khususnya melalui peningkatan kapasitas bekerja dan ber usaha untuk mendapatkan nilai tambah. “Penduduk miskin dan rentan miskin sama pentingnya. Keduanya harus di intervensi dengan tepat dan cepat. Kita terus mendorong percepatan pengentasan kedua kelompok ini secara bersama-sama,” tegas Muhammad Arif Tasrif, Kepala Unit Advokasi Daerah Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Dalam konteks inilah advokasi ter hadap APBD menjadi penting dilakukan. APBD yang memihak kepada kebutuhan dan kepentingan kelompok rentan miskin ini adalah salah satu kunci untuk memastikan 1,6 juta rakyat rentan miskin di NTB, meningkat derajatnya menjauh dari jurang kemiskinan. Advokasi APBD dilakukan untuk memastikan dua hal. Pertama, terjadinya penajaman fokus kebijakan program, anggaran dan regulasi yang memihak kelompok miskin dan rentan miskin. Kedua, terjadinya perbaikan kualitas koordinasi antar-sektor dan antar-pe-
mangku kepentingan di bawah kendali penuh Tim Koordinator Penanggulang an Kemiskinan Daerah (TKPKD). Dalam setahun terakhir, NTB menjadi pilot project permodelan advokasi belanja publik untuk penanggulangan kemiskinan di daerah. Terpilihnya NTB karena dinilai mewakili daerah dengan penurunan kemiskinan yang relatif cepat selama sepuluh tahun terakhir. Selain juga karena kelembagaan TKPKD di NTB telah terbangun dengan cukup baik. “Kami terus mendampingi secara aktif penguatan APBD di NTB dengan melakukan pemantapan model analisis relevansi APBD terhadap kondisi dan determinan di daerah. Selain juga pemantapan model pelibatan TKPK dalam proses reguler perencanaan dan peng anggaran di daerah”, ujar Arif Tasrif.
“
KABUPATEN Lombok Utara dan Dompu kami pilih sebagai pilot project permodelan advokasi belanja publik untuk penanggulangan kemiskin an di daerah. Mereka kami pilih karena secara umum NTB mewakili daerah dengan penurunan kemiskinan yang relatif cepat selama sepuluh tahun terakhir.
Muhammad Arif Tasrif
Kepala Unit Advokasi Daerah Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).
Melawan Kemiskinan Dari Desa
P
engembangan Sapi, Jagung, Rumput Laut (PIJAR), Penguatan Badan Usaha Desa (BUMDes), Penambahan desa wisata, pemantapan ketahanan pangan dan pemenuhan infrastruktur dasar (perumahan, air bersih dan sanitasi lingkungan), merupa kan sebagian program strategis untuk percepat an penanggulangan kemiskinan di pedesaan. NTB punya 995 desa. Lebih dari 70 persen penduduk NTB bermukim di desa. 995 desa di NTB menyimpan potensi besar. Sudah sepatutnya desa diarahkan menjadi pusat pertumbuhan dan percepatan. Dimana kemiskinan diha-
dapi langsung dari akarnya. Di desa kemiskinan terpusat, di desa pula jawaban kemiskinan ter sedia “Kita akan fokus melawan kemiskinan dari desa. Kita optimalkan potensi masyarakat desa, kita bantu percepatannya dan kita pastikan keberlanjutan program-program produktif di desa,” papar Ridwan Syah, Kepala Bappeda NTB. Ridwan Syah menjelaskan lebih lanjut, penajaman intervensi penanggulangan kemiskinan dari desa dengan memanfaatkan momentum keberadaan Basis Data Terpadu (BDT) dari TNP2K berbasis nama, alamat dan status kesejahteraan warga. Tahun ini misalnya disiapkan dana 3,5 miliar untuk penguatan lebih dari 30 BUMDes dan perintisan BUMDes Mart. Disiapkan juga sekitar 3,5 miliar untuk akses air bersih pedesaan. Dukungan lainnya berupa pembangunan pemukiman layak huni dan penguatan kapasitas pendamping desa secara berkelanjutan. Tidak ketinggalan juga
“
KITA akan fokus melawan ke miskinan dari desa. Kita optimalkan potensi masyarakat desa, kita bantu percepatannya dan kita pastikan keberlanjutan program-program produktif di desa. Ridwan Syah Kepala Bappeda NTB.
pembangunan ketahanan pangan melalui program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) terintegrasi dengan perikanan dan peternakan Melawan kemiskinan dari desa tentu saja bu-
kan pekerjaan sekali jadi. Bukan simsalabim ala lampu aladin. Melawan kemiskinan dari desa butuh perencanaan yang matang dan komitmen politik yang konsisten. []
BUMDes Beromset Lima Milyar
Kepala Desa Lendang nangka, Lalu Muhammad Isnani, menghadap Gubernur NTB, melaporkan keberhasilan BUMDesa Lendang Nangka meriah juara satu nasional lomba Bumdesa 2016.
BUMDes Desa Lendang Nangka, Lombok Timur terpilih sebagai BUMDes terbaik nasional 2016. Pengelolaan usaha simpan pinjam, air bersih dan belakangan pengembangan ekowisata menjadi kekuatan utamanya. “Kami bertekad menjadi kan BUMDes sebagai kekuatan ekonomi orang desa. Penghargaan nasional ini membang-
gakan, sekaligus menjadi tantangan berat bagi kami untuk menjaganya…” ujar Lalu Muhammad Isnaini, Kepala Desa Lendang Nangka”. Program simpan pinjam BUMDes Lendang Nangka memang terbukti produktif. Berbunga sangat rendah, menjadikan petani mendapatkan jalan keluar dari kesulitan permodalan yang menjerat
mereka selama ini. Serupa dengan itu, BUMDes Desa Anyar, Lombok Utara juga maju pesat. Asetnya tumbuh dengan menyakinkan, dari 1,6 milyar pada 2010 menjadi 4,3 milyar pada 2014. Bahkan Pada 2016 sudah mendekati lima milyar. Laba bersih pun melesat dari 176 juta pada 2010 menjadi hampir satu miliar pada 2015. Kepercayaan masyarakat begitu pula, pada 2014 tabung an warga telah mencapai 2,3 miliyar, meningkat tiga kali lipat dibandingkan pada 2010 yang baru mencapai 640 juta. Begitu juga dengan besarnya deviden yang bisa disetor ke desa. BUMDes Desa Anyar dalam lima tahun terakhir (2010-2015) menyetor deviden total mencapai tak kurang dari 300 juta ke kas desa. Jumlah yang cukup besar untuk ukuran rata-rata BUMDes di NTB. []
SUARA NTB
Senin, 21 Agustus 2017
Halaman 2
NTB Sudah Maju, Namun Spirit untuk Maju Perlu Ditingkatkan PEMPROV NTB menggelar malam tasyakuran dalam rangka HUT ke-72 Republik Indonesia, di Pendopo Gubernur NTB, Kamis malam (17/ 8). Dalam acara tersebut nuansa seremonial tidak terlalu terasa, karena tidak ada pidato pidato yang panjang dari para pejabat. Melainkan lebih kental nuansa kerakyatan dan kesyukuran atas karunia kemerdekaan Indonesia. Hal itu tergambar dari susunan acara yang digelar saat itu, lebih banyak diisi dengan menyanyikan lagu-lagu kebangsaan sebagai ungkapan kesyukuran, serta testimoni dari para sesepuh NTB dan Tokoh Veteran pejuang lintas zaman, mengenai kesan dan pandangannya tentang Indonesia dan NTB saat ini. Gubernur NTB, Dr.TGH. M. Zainul Majdi ditemani Wakil Gubernur (Wagub) NTB, H. Muh. Amin, SH.M.Si memimpin anggota Forkopimda NTB lainnya menyanyikan sejumlah lagu-lagu kebangsaan. Sedangkan, istri Gubernur, Hj. Erica
(Suara NTB/Humas Pemprov NTB)
BERSAMA FORKOMINDA - Gubernur NTB,Dr.TGH.M.Zainul Majdi dan istri Hj.Erica Majdi bersama anggota Forkominda masing-masing bersama istri. Zainul Majdi pada kelompok ibu-ibu juga memimpin menyanyikan lagu-lagu kebangsaan, ditemani istri Wakil Gubernur, Hj. Syamsyiah Muh. Amin bersama istri para anggota Forkopinda. Sehingga suasana tasyakuran itu benar-benar mengggambarkan semangat kebangsaan dan kesyukuran menjadi indonesia. Testimoni tersebut disampaikan dua tokoh sentral, yaitu Drs. H.Lalu Mujitahid mantan Bupati Lombok Barat yang
menjadi saksi sekaligus pelaku dalam sejarah pembangunan di NTB, dan Ketua Legion Veteran NTB, Brigjen (Purn) H. Abdul Kadir yang juga merupakan pelaku sejarah yang merasakan pahit manisnya pembangunan di NTB, melalui beberapa jabatan strategis yang pernah beliau emban, seperti Ketua DPRD NTB, Bupati Lombok Timur, dan jabatan politik lainnya . Intinya para tokoh ini menilai bahwa pembangunan
NTB saat ini sudah mencapai kemajuan yang sangat pesat di berbagai bidang dan sektor. Namun agar kemajuan itu dapat memberikan kemanfaatan optimal bagi masyarakat NTB itu sendiri, maka spirit dan semangat masyarakat NTB untuk maju perlu terus ditingkatkan dan dijaga dengan sebaikbaiknya. Caranya adalah dengan terus berjuang semaksimal mungkin, terutama dalam mengisi berbagai peluang yang ada. Sebab bila tidak maka rakyat NTB akan tergusur dari persaingan, dan peluang itu akan diisi oleh masyarakat luar. Seperti dituturkan H. Lalu Mujtahid dalam testimoninya, yang menilai NTB saat ini telah mengalami banyak perubahan. Berbagai kemajuan telah banyak diraih oleh pemerintah saat ini. Hal itu terlihat dari sejumlah infrastruktur dasar, seperti jalan, air dan listrik yang semakin membaik. Terlebih, NTB saat ini tengah gencar mempromosikan dan melaksanakan program pembangunan yang menjadi fokus pe-
merintah NTB, yaitu pertanian dan pariwisata. Hanya saja, berbagai kemajuan yang dicapai NTB saat ini memerlukan dukungan dan peran serta masyarakat. Peran yang ia maksud adalah bagaimana masyarakat NTB menjadi pelaku pengembangan ekonomi yang ada di NTB. Ketua Legion Veteran NTB, Brigjen (Purn) H. Abdul Kadir, dalam testimoninya tentang makna kemerdekaan, mengajak seluruh anak bangsa, khsusunya pemuda NTB untuk melihat kemerdekaan itu dalam tiga dimensi waktu, yakni masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. Masa lalu, sebagai sebuah sejarah yang tidak bisa lepas dengan nikmat kemerdekaan saat ini, telah mengajarkan banyak hal. Salah satunya adalah kegigihan para pahlawan memperjuangkan kemerdekaan, meski dengan mengorbankan nyawah sekalipun. Ketua Panitia HUT ke-72 RI, Tingkat Provinsi NTB, Ir. H. Rosidy Sayuti, Ph.D menyampaikan
(Suara NTB/Humas Pemprov NTB)
LAGU KEBANGSAAN - Istri Gubernur, Hj. Erica Zainul Majdi pada kelompok ibu-ibu juga memimpin menyanyikan lagu-lagu kebangsaan, ditemani istri Wakil Gubernur, Hj. Syamsyiah Muh. Amin bersama istri para anggota Forkominda. rasa syukurnya atas pelaksanaan HUT yang berlangsung sukses. Hal ini berkat dukungan semua pihak yang tidak kenal lelah mempersiapkan kegiatan tersebut, terangnya. Sebagai ungkapan syukur, gubernur dan istri, ditemani Wagub dan istri
melakukan pemotongan tumpeng. Selain itu, gubernur juga menandatangani Buku Pesona Khasanah Ramadhan di Bumi Seribu Masjid yang berisi dokumentasi kegiatan pesona khasanah ramadhan beberapa waktu lalu. (*)
Gubernur dan Wagub NTB, Melangkah seperti Sehati GUBERNUR NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi selalu kompak dan seperti sehati dengan Wakil Gubernur H. Muh Amin, SH, M.Si. Kekompakan itu tidak hanya terwujud dalam memimpin penyelenggaraan pemerintahan dan menata pembangunan daerah, melainkan juga terbukti dalam lomba perompah panjang di lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB di Mataram, Jumat pagi, (18/8). Dalam berbagai kegiatan Lomba olah raga yang digelar untuk menyemarakkan dan memeriahkan peringatan Detik detik Proklamasi ke 72 Republik Indonesia ini, Gubernur TGB dan Wagub H. Muh Amin tampil bareng sebagai peserta lomba terompah panjang satu regu dengan Sekda NTB, Ir.H. Rosiady Sayuti, P.hD, Kepala Bapeda, Ir. H. Ridwansyah dan Ketua KONI, H.Andyanto melawan group Pimpinan OPD. Disamping juga tampil regu dari Korem, Batalyon, Pol PP, Polda dan instansi vertikal lainnya. Gubernur dan wagub tampil bareng dalam dua event lomba, yaitu lomba futsal melawan regu OPD dan wartawan, serta lomba terompah panjang melawan regu Kodim Lombok Barat dan Regu Kepala Biro. Dalam lomba terompah panjang tersebut, langkah Gubernur TGB dan Wagub H. Muh Amin terlihat sangat kompak, seperti sehati dan saling melengkapi. Meski sempat jatuh di rate pertama saat wagub berada di posisi terdepan, namun ketika pada rate kedua posisi gubernur bertukar menjadi yang terdepan, langkahnya menjadi demikian kompak dan kuat, sehingga berhasil memenangkan lomba terompah panjang tersebut. Demikian juga pada pertandingan futsal, gubernur dan wagub berhasil membobol gawang Tim Gabungan Wartawan dan KONI. Dalam rangkaian peringatan HUT ke 72 Proklamasi Kemerdekaan RI tahun 2017 ini, Pemprov NTB menggelar berbagai kegiatan lomba olah raga yang melibatkan ASN dan masyarakat. (*)
(Suara NTB/humasntb)
LOMBA - Gubernur NTB, TGH.M.Zainul Majdi saat ikut lomba bakiak yang satu regu dengan Wagub NTB, H. Muh. Amin dan Sekda NTB, H. Rosiady H. Sayuti, Kepala Bappeda NTB, H.Ridwan Syah dan Ketua KONI NTB, H.Andy Hadianto.
(Suara NTB/Humas Pemprov NTB)
(Suara NTB/Humas Pemprov NTB)
DILUNCURKAN - Gubernur NTB, Dr.TGH.M.Zainul Majdi didampingi istri, Hj.Erica Zainul Majdi meresmikan layanan esamsat dan layanan transaksi online I-Shop.
MENCIUM BENDERA - Gubernur NTB, Dr.TGH.M.Zainul Majdi mencium bendera sebelum dikibarkan pada peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke 72 RI di Lapangan Bumi Gora, Mataram.
Pemprov NTB Luncurkan Program Online PERINGATAN Detik detik Proklamasi Kemerdekaan ke 72 RI di NTB tahun 2017 ini, tidak hanya penekanan tombol sirine selama 60 detik sebagai tanda dimulainya peringatan momentum sakral tersebut. Tetapi saat itu juga diluncurkan dua program penguatan pelayanan publik berbasis elektronik. Yaitu I-Shop untuk layanan jual beli produk produk industri kerajinan rakyat dan UMKM yang diinisiasi Dinas Perdagangan NTB serta Sistem pembayaran Pajak Kendaraan secara online, oleh Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BAPPENDA ) NTB. Peresmiannya, ditandai pelepasan balon ke udara oleh Ketua Tim Penggerak PKK NTB, Hj. Erica Zainul Majdi bersama Ketua GOW NTB, Hj. Syamsiah Muh Amin. Gubernur NTB Dr. TGH. M Zainul Majdi, usai menjadi inspektur upacara peringatan Detik-detik Proklamasi, di Lapan-
gan Bumi Gora kantor Gubernur, Kamis (17/8), didampingi istri Hj. Erica Zainul Majdi bersama Wakil Gubernur H.Muh Amin, SH.,M.Si dan anggota Forkominda NTB yang juga hadir bersama istri, menyaksikan langsung penandatanganan perjanjian kerjasama layanan e-samsat antara Samsat NTB dan Bank NTB tentang pemanfaatan fasilitas layanan transaksi online, di parkir depan Gedung Sangkareang Kantor Gubernur. Di tempat itu gubernur juga berkesempatan menyaksikan simulasi penggunaan aplikasi online dan memeriksa beberapa fasilitas yang ada dalam mobil layanan pajak keliling. Kemudian gubernur didampingi istri mengunjungi stand IShop yang ada di sisi barat Gedung Sangkareang. Di tempat itu Gubernur NTB dua periode tersebut, langsung membeli sejumlah produk UMKM secara online dengan menggunakan I-Shop.com.
Untuk diketahui I-shop NTB, adalah sebuah portal yang dapat dimanfaatkan para pelaku usaha untuk memasarkan produk barang yang dihasilkan oleh UMKM. Selama ini produk UMKM hanya tersedia di showroom, namun dengan adanya portal ini masyarakat yang ingin mendapatkan suatu produk, cukup dengan mengunjungi portal IShop NTB via internet. Rangkaian upacara menandai peringatan HUT ke 72 Kemerdekaan RI tahun ini, tidak jauh berbeda dengan tahun tahun sebelumnya. Diawali dengan upacara bendera di lingkungan instansi pemerintah dan swasta pada pukul 07.30 Wita. Gubernur NTB dalam sambutan mengajak seluruh masyarakat NTB untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan ini, dengan cara berkomitmen untuk merawat NKRI dan mengisinya dengan berbagai aktivitas pemban-
gunan yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat. Tuan Guru Bajang (TGB) juga menyampaikan penghargaan dan terimakasih kepada seluruh masyarakat yang telah berperan aktif menjaga dan memajukan NTB selama ini. Ia mengakui bahwa keberhasilan NTB meraih predikat sebagai daerah paling progresif dalam pertumbuhan ekonominya secara nasional. Demikian juga kinerja program pengurangan kemisikinan di NTB berhasil mengurangi angka kemiskinan sebesar 1 persen setiap tahun. Padahal di tingkat nasional pengurangan 1 persen kemiskinan membutuhkan waktu lebih dari 5 tahun. Termasuk gini ratio atau ketimpangan di NTB sebesar 0,36 jauh lebih baik dibandingkan kesenjangan pembangunan nasional sebesar 0,40. Kemajuan itu menurut TGB adalah prestasi rakyat NTB. Karenanya, gubernur berharap
semangat dan partisipasi yang baik itu terus dirawat dan ditingkatkan di masa mendatang. Selanjutnya, tepat pukul 09.45 Wita, Gubernur TGB selaku inspektur upacara menekan tombol sirine selama 60 detik, sebagai tanda dimulainya peringatan detik detik proklamasi ke 72 tahun 2017. Kemudian pembacaan Naskah Proklamasi oleh Ketua DPRD Provinsi NTB, Hj. B. Isvi Rupaedah, MH dilanjutkan mengheningkan cipta oleh Inspektur upacara. Pengibaran bendera merah putih oleh pasukan pengibar bendera terdiri dari putra putri terbaik dari 10 kab/ kota di bawah binaan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB, dengan komandan paskibraka Lettu CHB Wahyu Amri. Tahun ini, Anindia Putri, siswa kelas XI IPA 5 SMA Negeri 1 Woha Bima dipercaya membawa baki untuk bendera yang akan dikibarkan . (*)
BPLS Refleksikan Nilai-nilai Agama dan Budaya Bangsa
(Suara NTB/Humas Pemprov NTB)
BUKA FESTIVAL - Wagub NTB, H.Muh.Amin, SH.M.Si saat membuka Lombok Sumbawa Night Festival didampingi istri Hj.Syamsiah Amin, Sabtu (19/8).
(Suara NTB/Humas Pemprov NTB)
REMISI - Pemberian remisi kepada napi oleh Gubernur NTB, Dr.TGH.M.Zainul Majdi di LP Mataram.
GUBERNUR NTB, Dr.TGH. M. Zainul Majdi mengajak seluruh masyarakat NTB untuk menggali lebih dalam lagi, nilai nilai dari agama dan kebudayaan sebagai modal dan sendi-sendi membangun NTB yang kental dengan budaya ke-islaman-nya. Karenanya, Tuan Guru Bajang (TGB) sapaan akrab Gubernur NTB yang juga Al Hafizd tersebut, meminta agar event tahunan bertajuk “Bulan Pesona Lombok Sumbawa (BPLS)” lebih menekankan aspek-aspek promosi yang bernuansa penguatan agama dan kebudayaan daerah. Dengan demikian, diharapkannya festival kebudayaan ini dapat menjadi filter terbaik dalam mencegah nilai-nilai asing yang bertentangan dengan jati diri bangsa dan masyarakat NTB yang religius. “Mari kita jadikan festival ini sebagai filter bagi masyarakat, khususnya generasi muda menghadapi perkembangan dunia yang semakin kompeti-
tif ini,” ajak Gubernur TGB. Ajakan tersebut disampaikan Gubernur TGB, saat membuka secara resmi BPLS tahun 2017 yang ditandai pemukulan gendang beleq di Taman Sangkareang, Mataram, Jumat Sore,(18/8). Pada saat itu, Gubernur TGB hadir didampingi Istri, Hj. Erica Zainul Majdi yang menggunakan busana adat Sasak. Juga hadir Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi NTB, diantaranya, Wakil Gubernur NTB beserta istri, Ketua DPRD NTB, Danrem 162 Wira Bhakti, Danlanal Mataram, Danlanud Rembiga. Hadir Pula Wakil Walikota Mataram, Mohan Roliskana yang masingmasing juga menggunakan pakaian adat asli NTB yakni Sasak, Samawa, dan Mbojo. Lebih lanjut ditegaskan oleh Gubernur TGB bahwa beriman dan berbudaya adalah benteng terkuat dari modernitas kemajuan dunia. ‘’Itulah sebabnya beriman dan berdaya saing
menjadi visi yang senantiasa diusung dalam pembangunan NTB,” terang Gubernur NTB dua periode itu. Sembari menegaskan bahwa promosi, inovasi dan kreasi pembangunan yang ramah budaya, akan membuat daeah kita semakin atraktif untuk kunjugan wisatawan. BPLS merupakan festival yang dilaksanakan selama satu bulan penuh dari tanggal 18 Agustus 2017 hingga 16 September 2017, dengan menyuguhkan kolaborasi seni tradisional dan modern di berbagai destinasi wisata di Lombok dan Sumbawa. Kemeriahan masyarakat menyambut event kebudayaan Lombok dan Sumbawa tersebut, tampak dari kehadiran 1.500 peserta mengikuti pawai “Lombok Sumbawa Karnival” tahun 2017. Peserta pawai tersebut merupakan perwakilan dari 10 kabupaten/kota se- NTB dan juga paguyuban-paguyuban dari berbagai daerah lain di Indonesia yang ikut berpartisipasi. (*)
(Suara NTB/Humas Pemprov NTB)
PUKUL GENDANG BELEQ - Gubernur NTB, Dr.TGH.M.Zainul Majdi bersama Wagub, H.Muh.Amin, SH.M.Si memukul gendang beleq menandai BPLS dibuka. Istri Gubernur NTB, Hj.Erica Zainul Majdi hadir dalam pembukaan BPLS (bawah).
HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000 Online :http://www.suarantb.com
SUARA NTB
16 HALAMAN NOMOR 134 TAHUN KE 13
E-mail: hariansuarantb@gmail.com
SENIN, 21 AGUSTUS 2017
Pengemban Pengamal Pancasila
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Jelang Pilkada 2018
(Suara NTB/dok)
Amaq Asrul : Tinggalkan Cara-cara Feodalistik MENJELANG Pilkada banyak ditemukan sejumlah figur mengubah atau menambahnambah namanya. Menggunakan tambahan istilah-istilah yang sebelumnya tidak melekat pada diri kandidat bersangkutan. Seperti tambahan gelar-gelar bangsawan atau tambahan sebutan tokoh agama. Amaq Asrul saat ditanya Suara NTB terkait kemunculan sejumlah tambahan nama itu mengatakan, pemberian tambahan nama baru bagi kalangan politisi itu sudah Amaq Asrul
muncul puluhan tahun silam. Jawaban Asrul, penambahan-penambahan gelar kebangsawanan, gelar ketokohan dalam bidang agama atau bidang lainnya itu bentuk dari praktik feodalistik. Dalam masyarakat maju, cara-cara feodalistik sudah tidak dipakai lagi. Bagi masyarakat yang sudah berpikir maju misalnya ada pengusaha maka disebut dirinya sebagai pengusaha. Gelar-gelar yang bersifat primordialis itu sudah tidak dipakai lagi. Khususnya di Lombok, seorang yang tidak punya gelar bangsawan, tiba-tiba menambah namanya menjadi bangsawan tanpa melalui proses pendaftaran di pengadilan. Demikian pula seorang yang tidak miliki ponpes atau santri yang banyak tibatiba tambah gelar tuan guru. Tujuan tambahan gelar itu bertujuan agar orang awam tertarik memilihnya. Cara pendekatan seperti itu adalah bentuk kemunduran. Sesungguhnya dalam masyarakat maju, menjadi pertimbangan pilihan adalah apa yang menjadi pikiran dari calon kandidat. Misalnya konsepnya tentang pembangunan ekonomi, tentang pajak dan lainnya. Bersambung ke hal 15
Dialokasikan Rp 373,6 Miliar
Berat, Kejar Peningkatan UHH dan Prevalensi Kurang Gizi Mataram (Suara NTB) – Dalam APBD Perubahan 2017, anggaran difokuskan untuk mengejar capaian indikator RPJMD 2013-2018 yang belum mencapai target hingga akhir 2016 lalu. Pemprov NTB mengalokasikan anggaran sekitar Rp 373,6 miliar untuk mencapai dua indikator RPJMD, yakni peningkatan Usia Harapan Hidup (UHH) dan prevalensi kurang gizi.
TO K O H Diadukan ke KY AWAL 2017, sedikitnya 19 hakim dari sejumlah pengadilan di NTB dilaporkan ke Komisi Yudisial (KY). Pengaduan itu terkait beragam pelanggaran, semuanya berkaitan dengan kasus kode etik ringan sampai berat. Beberapa diantaranya diusulkan sanksi ke Mahkamah Agung (MA) Jumlah laporan dari NTB urutan ke sembilan terbanyak secara nasional, dari total 712 laporan dari seluruh Indonesia. Dari hasil verifikasi laporan dan pemeriksaan, ada 33 hakim yang melanggar Kode Etik Pe(Suara NTB/ist) doman Perilaku Hakim Aidul Fitriciada Azhari (KEPPH) dan sudah diusulkan ke MA untuk dijatuhi sanksi. Beberapa diantarnya tercatat hakim dari NTB, diduga melakukan pelanggaran sedang dan ringan. Bersambung ke hal 15
Data yang diperoleh dari Bappeda NTB, Pemprov mengalokasikan anggaran sebesar Rp 367,19 miliar lebih untuk peningkatan UHH. Sedangkan untuk prevalensi kurang gizi, Pemprov mengalokasikan anggaran sebesar Rp 6,55 miliar lebih. Dinas Kesehatan (Dikes) NTB mengakui dua indikator kinerja ini cukup berat dicapai sampai 2018 mendatang. Pasalnya, banyak faktor yang mempengaruhi dua indikator RPJMD tersebut. “Dua indikator itu berat dicapai. Karena UHH itu bany-
ak faktor. Begitu juga soal prevalensi kurang gizi. Kalau dia gizi buruk karena orang tuanya ndak ada, karena jadi TKI/ TKW beratnya di sana, karena multi faktor,” kata Kepala Dikes NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, S.pA ketika dikonfirmasi di Mataram pekan kemarin. Untuk menekan angka kurang gizi ini, kata Nurhandini, pihaknya melakukan penanganan optimal. Jika ada pasien yang terkena gizi buruk, maka seluruh biaya akan dibebaskan. Bersambung ke hal 15
(Suara NTB/bul)
DIAWASI TIM - Pengembangan bakau di Cendimanik, Sekotong Lombok Barat yang dilakukan oleh BPSPL Denpasar. Kawasan konservasi inilah salah satunya yang akan diawasi oleh tim.
PT. GNE Beri Kontribusi ke Masyarakat
Buka Pelayanan ”GNE Auto Service and Car Wash” Terbuka untuk Umum Mataram (Suara NTB) PT. Gerbang NTB Emas (GNE) terus memberi kontribusi kepada masyarakat NTB. Terbaru, sejak awal tahun 2017 ini, GNE membuka pelayanan perbengkelan dan cuci kendaraan bagi kendaraan roda empat yang disebut GNE Auto Service and Car Wash. Layanan ini terbuka untuk masyarakat umum dan menjadi wadah pengembangan sumber daya manusia (SDM) masyarakat NTB. Selain juga PT. GNE terus mengembangkan unit bisnis lainnya. Direktur Utama H. Syahdan Ilyas
PT. GNE., Drs.H. Syahdan Ilyas, MM., ditemui di ruang kerjanya selepas menghadiri apel memperingati Detikdetik Proklamasi di Kantor Gubernur NTB, Rabu (17/8) mengatakan, pelayanan service kendaraan roda empat dan pencucian mobil sudah dibuka sejak Januari 2017 lalu. “Siap melayani masyarakat umum untuk perbaikan mesin, ganti oli dan sebagainya, serta untuk pencucian mobil, dengan harga yang murah meriah,” katanya. Menurutnya, tujuan dibuka pelayanan service kendaraan roda empat dan cuci mobil ini untuk memberikan kenyamanan kendaraan bagi masyarakat, dengan harga murah meriah. Ini sebagai bentuk kontribusi PT. GNE untuk masyarakat NTB. “Silakan bisa memperbaiki mobilnya di sini,” katanya. Bersambung ke hal 15
’’Inspiratif Expo’’
Dinas Kominfo dan Statistik Sosialisasi Bahaya Narkotika Narkotika adalah salah satu obat atau zat alami, sintetis yang dapat menyebabkan turunnya kesadaran, menghilangkan atau mengurangi nyeri dan perubahan kesadaran yang menimbulkan ketergantungan akan zat tersebut secara terus menerus. Informasi akan pentingnya mengetahui bahaya narkoba ini dianggap penting. Sehingga Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi NTB bersama instansi terkait mengkampanyekan bahaya narkoba bagi generasi penerus bangsa. ‘’MELALUI kegiatan Inspiratif Expo ini, kita harapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat tentang banyak hal. Kegiatan ini dilakukan setiap minggu dengan tema berbeda. Minggu ini kita mengambil tema tentang bahaya narkotika,’’ kata kepala Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi NTB, Tri Budi Prayitno, SIP.M.Si di Mataram, Minggu (20/8). Ia mengatakan, .pentingnya media informasi agar masyarakat mengetahui tentang banyak hal. Bersambung ke hal 15
(Suara NTB/lin)
PEMBUKAAN - Suasana pembukaan Inspiratif Expo di halaman kantor Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi NTB.
(Suara NTB/ron)
CUCI KENDARAAN - Direktur Utama PT. Gerbang NTB Emas (GNE), H. Syahdan Ilyas memantau pelayanan pada unit usaha pelayanan perbengkelan dan cuci kendaraan bagi kendaraan roda empat atau GNE Auto Service and Car Wash.
SUARA MATARAM
SUARA NTB Senin, 21 Agustus 2017
Relokasi Pedagang PEMKOT Mataram akan melakukan penataan terhadap pedagang di eks Pelabuhan Ampenan. Penataan ini merupakan sharing anggaran antara Pemprov NTB dan Pemkot Mataram. Konsep penataan lapak diperkirakan menghabiskan anggaran sekitar Rp 1,5 miliar tersebut dibangun dua lantai yang menjorok ke arah pantai. Eks Pelabuhan Ampenan ini setidaknya dua kelurahan yang memiliki tanggungjawab. Yaitu, Ampenan Tengah dan Bintaro. Pihaknya kelurahan bersa(Suara NTB/cem) ma kecamatan telah menH. L. Mukhsin. sosialisasikan ke masyarakat. Dalam waktu dekat ini akan mulai direlokasi seiring dengan rencana dimulainya pembangunan. “Kita sudah sosialisasi ke pedagang sama Pak Camat Ampenan,” kata Lurah Bintaro, H.L. Mukhsin pekan kemarin. Rapat ini kata dia, membahas teknis relokasi pedagang yang tak jauh dari eks Pelabuhan Ampenan. Hanya, ia ingin masyarakat teratur membangun lapak tanpa mengganggu suasana Pantai Ampenan, sehingga tidak memberikan kesan tidak baik. “Akan diatur sedemikian rupa di Kampung Melayu,” aku Mukhsin. Dari hasil pendataan bersama kepala lingkungan setempat dan Babinsa sebanyak 46 pedagang yang akan direlokasi. Relokasi ini berkaitan dengan rencana Dinas Perdagangan membangun lapak. Secara detail, ia tidak mengetahui konsep pembangunan lapak itu. Hanya saja, Pemkot Mataram ingin mempercantik eks Pelabuhan Ampenan karena sudah menjadi destinasi baru di Kota Mataram. Ia melihat tidak saja wisatawan lokal dan domestik yang berkunjung, melainkan wisatawan mancanegara tertarik keindahan Ampenan termasuk Kota Tua. Hal ini menurut dia, merupakan peluang bagi pemerintah maupun masyarakat untuk mendapatkan sumber pendapatan. Yang penting itu bagaimana pengunjung nyaman saja. “Rasa nyaman dan aman penting sehingga wisatawan ingin kembali lagi,” tuturnya. Selain menata lapak, di Pantai Ampenan nanti akan dibangun monumen kapal sebagai ornamen untuk mempercantik eks Pelabuhan Ampenan. Pekerjaan rumah saat ini, bagaimana masyarakat harus merawat infrastruktur yang dibangun pemerintah. Sebab, dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan warga setempat. (cem)
Halaman 4
Program Aspirasi Diduga Dikerjakan oleh Anggota Dewan Mataram (Suara NTB) Isu tak sedap kembali menerpa para wakil rakyat di DPRD Kota Mataram. Program aspirasi yang dititipkan di sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) diduga dikerjakan oleh anggota Dewan itu sendiri. Modus para wakil rakyat ini dengan menitipkan program lalu membawa rekanan sendiri. Pihak ketiga itu pun adalah orang mereka. Program aspirasi diketahui satu anggota Dewan mendapatkan jatah sekitar Rp 1 miliar. Kebanyakan mereka mengalokasikan untuk perbaikan infrastruktur. Polanya pun dipecah nilai paketnya di bawah Rp 200 juta. Khusus di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, program aspirasi dititip hampir
40 Anggota Dewan senilai Rp 12 miliar. Sekitar 60 persen atau Rp 8 miliar yang dialokasikan di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) telah dikerjakan. Sisanya Rp 4 miliar menunggu anggaran perubahan. Pengerjaan program aspirasi anggota Dewan kata Kadis PUPR, Ir. H. Mahmuddin Tura memang dikerjakan bertahap. Ini disesuaikan dengan kemampuan sumber daya manusia (SDM), sehingga mana yang lebih mudah dikerjakan langsung dieksekusi.
Tetapi 60 persen dari Rp 12 miliar program aspirasi yang dikelola pihaknya, sudah dikerjakan. “Yang 40 persen itu menunggu anggaran perubahan,” kata Mahmuddin. Mahmuddin membantah jika program aspirasi yang sifatnya pengerjaan fisik justru dikerjakan oleh Anggota Dewan itu sendiri. Akan tetapi, ia tak menyangkal ada saja oknum anggota Dewan yang membawa rekanan. Pihaknya lantas harus menyeleksi dari segi pengalaman, kualitas pekerjaan dan kemampuan fin-
ansial. “Walaupun bawa sendiri tetap diperiksa dokumennya,” katanya. Ia menjelaskan, program aspirasi lebih banyak sifatnya pada perbaikan jalan lingkungan, drainase dan sanitasi dasar seperti MCK dan jalan setapak. Bahkan, ada hotmix nilainya Rp 200 juta. Perbaikan jalan hotmix sebutnya, ada lima paket. Pihaknya membantu dari sisi perencanaan. Karena diakui, rata rata program aspirasi Dewan ini tidak memiliki anggaran perencanaan sehingga akhirnya PUPR membuatkan dengan keterbatasan SDM terutama di Cipta Karya. “Jadi tidak bisa sekaligus,” ucapnya. Item nilai paket itu berbeda - beda. Tergantung dari vol-
(Suara NTB/dok)
H. Mahmuddin Tura ume pekerjaanya. Ia menyebutkan, ada yang Rp 50 juta – Rp 200 juta. (cem)
(Suara NTB/ynt)
Rekayasa Lalu Lintas ANGGOTA Komisi III DPRD Kota Mataram, Abdul Malik, S.Sos., menyoroti kemacetan yang terjadi di sejumlah titik di Mataram. Seperti yang terjadi di Jalan dr. Soedjono lingkar selatan Kota Mataram. Kemacetan itu akibat kegiatan pemberangkatan jemaah calon haji dari Asrama Haji yang lokasinya di lingkar selatan Kota Mataram. Untuk mencegah terjadinya kemacetan, mestinya ada inovasi dari Dinas Perhubungan Kota Mataram dengan melakukan rekayasa lalu lintas. ‘’Jangan sampai setelah terjadi kemacetan, baru mereka bereaksi,’’ katanya kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Jumat (18/8). Untuk itu, Malik berharap, jajaran Dishub Kota Mataram melakukan inovasi. Karena bagaimanapun, Mataram merupakan daerah tujuan wisata. Sebagai ibukota provinsi, pusat segala kegiatan ada di Mataram. Artinya, kalau hal itu tidak dibarengi dengan kedisiplinan berlalu lintas, bukan tidak mungkin akan memunculkan pertanyaan dari para pengunjung dari daerah lain. Apalagi, lingkar selatan diketahui sebagai salah satu pintu masuk para tamu yang datang ke Kota Mataram melalui Lombok International Airport. ‘’Istilahnya ada dua ring road, ada ring road utara dan ring road selatan. Nah ini ring road selatan,’’ ungkapnya. Malik tidak menampik bahwa untuk ring road selatan memang kerap terjadi kemacetan. Pada hari biasa misalnya, kemacetan terjadi di sekitar bundaran lingkar selatan, tempat akan dibangunnya monumen AMAN. Dimana, lanjut politisi Golkar ini, pada sore hari, para PKL berjualan di sana. Pengunjung yang datang ke sana memarkir kendaraan mereka di badan jalan sehingga menimbulkan kemacetan. ‘’Mestinya Dishub memberi arahan, dimana mereka harus memarkir kendaraan,’’ katanya. Tidak hanya kemacetan akibat kegiatan JCH di sekitar Asrama Haji lingkar selatan, kemacetan juga mulai dirasakan di tengah kota. Tepatnya di Jalan Pejanggik, yakni di depan SMPN 15 Mataram, SMPN 2 Mataram dan SMPN 1 Mataram. ‘’Itu juga titik kemacetan. Pada jam-jam tertentu seperti pada jam pulang sekolah, kemacetan sangat terasa,’’ kata mantan anggota Komisi II DPRD Kota Mataram ini. Rencana memberlakukan sanksi bagi kendaraan yang parkir di sembarang tempat di sepanjang jalan Pejanggik, dianggap bukan solusi yang tepat. Justru solusi yang pas, kata malik, adalah mengoptiomalkan zonasi sekolah dengan memanfaatkan bus sekolah. Sehingga para wali murid tidak harus mengantar anakanaknya sampai ke sekolah sehingga menimbulkan kemacetan. (fit)
Abdul Malik (Suara NTB/fit)
JEMBATAN - Jembatan kayu rapuh yang menghubungkan Pantai Penghulu Agung dan Muara Jangkuk kini telah dibongkar dan digantikan jembatan beton sederhana.
Tangani Puluhan Kasus, Anggaran LPA Nol Mataram (Suara NTB) – Meski menangani puluhan kasus, tidak serta merta membuat LPA (Lembaga Perlindungan Anak) Kota Mataram ‘’banjir’’ anggaran. Sebaliknya, lembaga tersebut sama sekali tidak kebagian anggaran. Pada tahun 2017 ini, alokasi anggaran untuk LPA Kota Mataram, nol. ‘’Untuk anggaran tahun ini, LPA tidak mendapatkan anggaran sama sekali,’’ aku Ketua LPA Kota Mataram, Nyayu Ernawati, S.Sos., kepada Suara NTB di Mataram, Minggu (20/8). Alasan Pemkot Mataram tidak memberikan anggaran sepeserpun kepada LPA, karena pemberian bantuan dengan status hibah, tidak boleh diberikan setiap tahun secara berturut-turun. Padahal, untuk operasional LPA Kota Mataram berupa penanganan kasus, honor untuk tenaga pengajar di PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan tenaga pengajar di RPG (Rumah Pemulihan Gizi) harus tetap berjalan.
‘’Ini sangat berat. Tapi kami tetap jalani karena persoalan pemenuhan hak anak tetap harus kami lakukan apapun kendalanya,’’ ujar Nyayu. Mantan anggota DPRD Kota Mataram ini mengaku sangat terbantu, karena relawan LPA tetap melaksanakan tugastugas mereka, walaupun harus menggunakan anggaran pribadi. ‘’Yang kasihan, kebanyakan mereka adalah mahasiswa dan pelajar,’’ imbuhnya. Paling tidak, mereka membutuhkan biaya operasional ketika mendampingi anakanak yang sedang tersandung kasus. Untuk menyiasati nihilnya anggaran LPA, kata Nyayu, pihaknya menggunakan media sosial untuk membantu anak-anak yang membutuhkan bantuan. Misalnya untuk kasus kesehatan. Yang menjadi pemikiran adalah untim tenaga-tenaga profesional seperti ahli gizi, bidan, guru, psikolog dan pengacara, ketika mendampingi penyelesaian kasus, jelas membutuhkan anggaran.
‘’Termasuk juga di rumah pemulihan gizi dalam operasionalnya memberikan edukasi bagaimana memberikan asupan gizi terbaik buat anakanak kita, semuanya menggunakan dana pribadi relawan,’’ terang Nyayu. Ia berharap pada perubahan APBD Kota Mataram tahun anggaran 2017 ini, ada bantuan anggaran dari Pemkot Mataram untuk pendampingan kasus. Baik kasus kesehatan, kasus hokum dan lain-lain. Sementara itu, untuk memperingati hari anak nasional, karena nihilnya anggaran, LPA Kota Mataram tidak mengadakan acara yang bersifat seremonial. ‘’LPA turun merayakannya dengan teman-teman yang kurang beruntung, sambil mendengarkan suara anak panti, anak Lapas, anak berkebutuhan khusus dan lain-lain untuk kemudian suara anak-anak ini mereka perjuangkan agar didengar oleh para orangtua. Terutama pemangku kebijakan,’’ demikian Nyayu. (fit)
Belasan Pembangunan Skala Besar Tertunda Mataram (Suara NTB) – Revisi Perda RTRW Kota Mataram yang telah disahkan DPRD Kota Mataram sekitar dua bulan lalu kini masih dalam tahap evaluasi di tingkat provinsi. Selama Perda belum rampung dievaluasi, Perda tersebut belum bisa diundangkan dan diterapkan. Akibatnya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kota Mataram tak bisa menerbitkan izin pembangunan karena Perda menjadi acuan dasar dalam mengeluarkan izin. Sampai saat ini ada belasan pembangunan skala besar yang masih tertunda karena izinnya belum berani dikeluarkan Dinas PMPTSP. Demikian disampaikan Kepala Dinas PMPTS Kota Mataram, Drs. Cokorda Sudira Muliarsa kepada Suara NTB akhir pekan kemarin. Belasan pembangunan tersebut di antaranya 10 izin pembangunan perumahan yang kini masih ditunda dan beberapa lainnya merupakan pembangunan empat hotel besar. “Lebih dari 10 pengembang itu menunggu revisi (RTRW).
(Suara NTB/dok)
Cokorda Sudira Muliarsa Pembangunan hotel juga menunggu. Lebih dari sepuluh (mandek),” jelasnya. Penundaan izin perumahan ini telah berlangsung sejak tahun lalu. Sedangkan untuk izin beberapa hotel tersebut baru ditunda sepanjang 2017 ini. Lokasi empat hotel yang rencananya akan dibangun di antaranya di Jalan Udayana, Jalan Adi Sucipto, dan Jalan
Sriwijaya. “Perda RTRW itu yang menjadi pokok aturan dari perizinan, boleh apa enggak di kawasan itu dibangun,” jelasnya. Cokorda pun berharap evaluasi Perda RTRW bisa segera rampung dan diundangkan sehingga pihaknya juga bisa secepatnya memproses permohonan perizinan belasan pembangunan tersebut. Pasalnya Pemkot Mataram juga telah berkomitmen untuk mempercepat proses perizinan. “Kalau kita mau berinvestasi kan harus cepat. Apalagi kita mencari investor harus cepat sehingga cepat terlaksana. Dari ilmu pelayanan perizinan harus cepat semuanya. Tetapi dasar dari aturan yang akan saya laksanakan itu masih belum keluar,” paparnya. Cokorda juga mengaku kerap mendapat pertanyaan dari para investor kenapa izin mereka tak kunjung keluar. Namun ia tak bisa menjawab kapan aturan tersebut keluar karena bukan kewenangannya yang menentukan melainkan di Bappeda. “Mereka bertanya terus,” ujarnya. (ynt)
17 JCH Kloter Tujuh Diberangkatkan Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 17 jemaah calon haji (JCH) asal Kota Mataram kembali diberangkatkan. Belasan JCH ini dilepas di Kantor Walikota Mataram pada Minggu (20/8) sore. Kloter tujuh ini merupakan kloter gabungan bersama dengan JCH dari Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat. Setelah dilepas secara resmi, 17 JCH kemudian menuju Asrama Haji NTB dan dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci hari ini, Senin (21/8). Demikian disampaikan KepalaKantorKementerianAgama(Kemenag)KotaMataram,H.BurhanulIslamkepadaSuaraNTB.Iamengatakan karena jumlah JCH ini sedikit,pelepasandigabungdengan JCH kloter 11 asal Mataram yang jumlahnya hanya sembilan orang. JCH kloter 11 ini akan masuk asrama pada 25 Agustus mendatang. Kloter11merupakankloterterakhir yangakanberangkatkeTanahSuci Makkah. Sedangkan untuk kloter 10 akan masuk asrama sehari sebelumnya yaitu tanggal 24 Agustus. Jumlah JCH kloter 10 ini sekitar seratus lebih.
Terkait pemondokan 449 JCH klotersatuutuhasalKotaMataram yangtelahberangkatpada11Agustus lalu, Burhanul mengatakan mereka ditempatkan di sebuah hotel berbintang. “Kloter satu pemondokannya luar biasa di hotel berbintang. Fasilitas musala, ruang pertemuandanlainsebagainyacukuprepresentatif. Alhamdulillah,” ujarnya. Sementara itu jarak dari pemondokan ke Masjidil Haram tidak terlalu jauh, sekitar 2,5 kilometer. “Jadi posisi jemaah kita (kloter satu) sekarang sudah berada di Makkah, jemaah kita sudah menyelesaikan tawafnya dan sudah menyelesaikan pembayaran dam. Sekarang keadaannya dalam keadaan sehat walafiat,” jelasnya. Dari 449 JCH tersebut, sebanyak 27orangmasukkategorilanjutusia (lansia) dengan usia mulai dari 75 tahun-90 tahun. Sementara dua JCH menggunakan kursi roda. Semua lansia tersebut memiliki pendamping yang akan menjaganya selama proses ibadah haji. Ada juga satu orang JCH lansia yang didampingi langsung anggota keluarganya. (ynt)
Sebagian Besar Warga Miskin Belum Dapat Bantuan Mataram (Suara NTB) – Sebagian besar warga Lingkungan Karang Mas-Mas Kelurahan Cakranegara Utara belum terdata sebagai penerima bantuan sosial. Padahal sebagian besar warga di lingkungan ini termasuk keluarga miskin. Hal ini disampaikan Kepala Lingkungan Karang Mas-Mas, Muhammad Murad kepada Suara NTB akhir pekan kemarin. Muradmenyampaikanjumlah kepala keluarga (KK) di lingkungannya sebanyak 485 dan 1.962 jiwa. Sedangkan yang sudah mendapatkan bantuan barusekitarpuluhanKK.“Yang dapat PKH itu baru 38 orang. Untuk KIP itu sekitar 56 orang, KISjuga56orangkarenaituterkaitsemua.Masihbanyaksekali yang belum dapat padahal masyarakat kami masyarakat menengah ke bawah,” jelasnya. Ia pun berharap warganya yangbelumterdatasebagaipenerima bantuan baik KIP, KIS, PKH,KKS,danlainnyaagarsegera masuk dalam pendataan. Dengan berbagai jenis bantuan tersebut, warganya akan lebih mudah mendapatkan pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan. “Dengan KIS mereka sehat, dengan KIP mereka
pintar, dengan KKS mereka sejahtera. Kalau dapat PKH insyaallah dari buaian sampai dia meninggal akan mendapatkan kemudahan,” jelasnya. Menjelang HUT Kota Mataram ke-24 pada akhir Agustus mendatang, Murad juga berharap kemiskinan yang masih menjadiPRpemerintahbisatertangani. Menurutnya warga belum sepenuhnya merdeka jika masih hidup dalam garis kemiskinan. “Saya sering tanya ke masyarakat kalau belum ada KIP-nya,belumadaKIS-nyakelihatannyasusah,pastiiniorang belum merdeka. Kalau semua wargasayapunyaKIS,KIP,KKS, PKH, insyaallah merdeka kita semua,” ujarnya. Pemkot Mataram mengklaim angka kemiskinan turun dari sebelumnya berada pada angka dua digit menjadi satu digit pada 2016 atau dari 10,45 persen menjadi 9,80 persen. Setelah terjadi penurunan angka kemiskinan, kini jumlah warga miskin di Kota Mataram disebut sebanyak 44.810 jiwa. Dengan adanya pemotongan DAU sebesar Rp 10,9 miliar tahun ini, Pemkot Mataram memastikan tak akan berdampak pada program pengentasan kemiskinan. (ynt)
Perluas UPT Jeringo DINAS Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lombok Timur (Lotim) berencana memperluas kawasan Unit Pengelolaan Transmigrasi Jeringo Kecamatan Suela. Penambahan rencana 300 hektar dan sedang dalam proses usulan. Kondisi saat ini baru mencapai sekitar 240 hektar yang dihuni oleh 200 Kepala Keluarga (KK). Kepada Suara NTB, Kepala Disnakertrans Lotim, Andika Istujaya menjelaskan, untuk memperluas areal ini dibutuhkan keikhlasan dari warga sekitar pemilik lahan untuk dijadikan kawasan. Pemerintah nantinya akan melakukan pembinaan hingga bisa menjadi warga yang mandiri. “Memang harus sukarela lepas lahan untuk selanjutnya akan dilakukan pembinaan,” ungkapnya. Model kawasan transmigrasi otonomi memang agak sulit. Tapi diyakini untuk menjadi kawasan tramsmigrasi lokal pasti bisa. Seluas 300 hektar untuk 300 KK, masing-masing akan memperoleh 1 hektar lahan. Saat ini di kawasan transmigrasi Jeringo ini sudah didiami 200 KK. Proses panjang, sehingga benar-benar menjadi kawasan transmigrasi dan dihuni oleh yang benar-benar berhak cukup memakan waktu. Kawasan Jeringo banyak yang mengklaim, sehingga sempat proses pensertifikatan lahan terkendala. Saat ini, Disnakertrans Lotim masih menunggu anggaran dari pemerintah pusat untuk menata kawasan Jeringo menjadi lebih baik. Akan ada penambahan sejumlah fasilitas umum. Harapannya, tahun 2018 bisa dilaksanakan anggaran sebesar Rp 7,5 miliar penataan Jeringo, yakni akan diarahkan untuk pembangunan pasar, lantai jemur, saluran air irigasi, jalan lingkungan dan fasilitas penunjang lainnya. Ditambahkan, mengenai sertifikat lahan hak milik atas 200 KK sampai sekarang diakui belum selesai. Menjadi tugas utama Disnakertrans di Jeringo ini mengawal untuk menuntaskan sertifikat lahan tersebut. (rus) Andika Istujaya (Suara NTB/dok)
Laporan DD, KLU Tak Kena Sanksi Tanjung (Suara Suara NTB) Laporan penggunaan Dana Desa (DD) tahap I oleh 33 desa di Kabupaten Lombok Utara (KLU) telah selesai dan dikirim ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Tercatat realisasi keuangan seluruh desa di KLU mencapai 81,71 persen. “Di kita tidak kena sanksi pemotongan DD karena dari segi angka sudah semua masuk laporan, cuma progres ada yang 80 persen, 90 persen tetapi rata - rata kabupaten angkanya 81,71 persen. Dari segi syarat kita sudah melebihi,” ungkap Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP2KB PMD), Drs. H. Kholidi Halil, M.Si., melalui Kepala Bidang PMD, Edi Agus Wahyudi, Minggu (20/8). Berdasarkan laporan DD tahap I yang sudah dikirim.ke KPPN itu, maka Pemkab selanjutnya hanya akan menunggu transfer dari pemerintah pusat melalui KPPN perwakilan NTB. Pasalnya penyaluran DD tahap II ini, alokasi dana tidak langsung ke Kavupaten melainkan melalui rekening KPPN wilayah NTB. Kendati demikian, dari 33 desa di KLU hanya 1 desa yang hingga kini belum merealisasikan seluruh DD. Desa dimaksud adalah Sambik Elen Kecamatan Bayan di mana terkendala oleh kasus hukum yang melibatkan mantan kepala desa. Edi Agus menyebut, Plt. Kades Sambik Elen baru menerima SK Plt Kades pada Jumat (18/8) lalu. Pihaknya pun meminta agar Plt Kades segera mencairkan anggaran pada Senin (hari ini). “Walaupun Sambik Elen belum mencairkan DD tapi itu tidak mempengaruhi pencairan DD tahap II, karena syaratnya menggunakan rata-rata pencairan kabupaten. Kekurangan Sambik Elen ditutupi oleh desa-desa lain,” katanya. Sementara pada pelaporan eksekusi ADD yang bersumber dari APBD Kabupaten, hingga saat ini desa-desa masih berproses. Namun DP2KB baru bisa melihat progres realisasi saat desa-desa masuk pada pengajuan ADD semester II - 2017. Sekarang ini, pola penetapan ADD memanfaatkan peran tenaga pendamping di kecamatan sehingga dinas hanya akan menginput data dari kecamatan. Secara umum tambah Edi, pelaksanaan DD/ADD di KLU tidak mengalami kendala berarti. Namun demikian, keputusan pemerintah pusat melibatkan kontrol KPPN dalam penyaluran dan pelaporannya sedikit menguras tenaga pihak kabupaten. “Lumayan jadi kendala karena sekarang rekon melalui KPPN. Kita juga harus menyesuaikan dengan sistem OM SPAM di KPPN. KPPN juga minta gambar foto yang sudah dan sedang dilaksanakan. Dari sana diketahui berapa persentase pekerjaan dari desa,” demikian Edi. (ari)
Dewan Klaim KLU Darurat Narkoba Tanjung (Suara NTB) Ditangkapnya 8 warga Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU) sekaligus dalam kasus narkoba pada Sabtu (19/8) lalu, membuat prihatian banyak kalangan. Anggota DPRD yang berasal dari Kecamatan Pemenang, H. M. Arsan, mendesak agar Pemda KLU mengambil sikap untuk melakukan pencegahan. “Di penjara saja narkoba bisa masuk apalagi di kampung. Cuma kondisi sekarang ini, KLU Darurat Narkoba. Ini sangat kita khawatirkan jangan sampai narkoba merajalela,” ujar Arsan, Minggu (20/8). Menurut anggota Komisi II Bidang Ekonomi dan Parriwisata ini, peredaran narkoba agar tidak seluruhnya diserahkan ke kepolisian. Melainkan ada upaya preventif dari pemkab untuk mengintervensi. Politisi PAN KLU ini membayangkan, jika Pemda tidak bertindak atau menyerahkan penanganannya menurut kacamata hukum maka dalam 5 tahun ke depan, akan lebih banhak lagi generasi KLU yang menghuni jeruji besi. “Mereka ini kan hanya korban. Awal kenal narkoba karena gratis, lama-lama ketagihan dan membeli. Tidak punya uang untuk beli akhirnya mencuri. Ini tidak kita inginkan terjadi,” tegasnya. Menurut Arsan, salah satu cara yang bisa ditempuh oleh Pemkab dalam mencegah peredaran narkoba adalah membuat awikawik, seperti halnya di Gili Trawangan. Mereka yang diketahui mengkonumsi narkoba dilarang masuk Trawangan selama 1 tahun, sedangkan bagi pengedar narkoba dilarang masuk selama 3 tahun. Cara ini cukup efektif namun belakangan peredarannya kembali marak, lantaran bandar narkoba belum diamankan oleh aparat. “Khusus di Gili dan Pemenang pada umumnya, korbannya rata-rata anak muda, masih usia sekolah. Penting bagi Pemda untuk mengajak seluruh elemen terlibat dalam pencegahan. Tidak bisa mengontrol anak muda hanya mengandalkan guru atau sekolahnya saja,” paparnya. Lebih lanjut menurut dia, pemerintah pusat melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengakomodir permintaan KLU mengusulkan keberadaan Kantor BNN Kabupaten. Pasalnya lembaga ini dianggap cukup strategis dalam mengawal peredaran narkoba. Keberadaan sarana, prasarana dan SDM BNN yang ditempatkan di daerah dapat dioptimalkan untuk mendeteksi setiap pengunjung yang masuk ke 3 Gili. “Kantor BNN sangat kita harapkan. Mencegah narkoba perlu melibatkan semua unsur. Bila perlu Pemda buat aturan yang membatasi anak untuk tidak merokok. Karena narkoba paling cepat masuk lewat rokok,” pungkasnya. (ari)
SUARA PULAU LOMBOK
Halaman 5
Perlindungan Anak, Pemda Harus Perbanyak Alokasikan Anggaran Selong (Suara NTB) – Adanya bidang khusus pada Dinas P3AKB Lotim yang menangani persoalan anak menjadi angin segar bagi anak. Untuk mengoptimalkan peran dari bidang itu, Mampu Bakti mendorong keberpihakan anggaran terhadap perlindungan anak. Kepada Suara NTB, Sabtu (19/8), Koordinator Mampu Bakti Sub Office NTB, Nurjanah mendukung Dinas P3AKB Lotim untuk penyusunan renstra atas penyesuaian terbentuknya OPD baru. Karena sekarang ada penambahan bidang, yakni perlindungan anak. Sehingga dari Mampu Bakti memastikan di dalam renstra tersebut termuat indikator dan capaian program terkait bidang-bidang yang ada di Dinas P3AKB. Hal tersebut, katanya, perlu didorong karena di dalam penyusunan restra selama ini dilakukan oleh bagian perencanaan. Untuk itu, melalui model yang baru dan terus menerus dapat dipahami oleh semua bidang indikator-indikator kerja yang ada di bidangnya masing-masing. Melalui adanya bidang khusus perlindungan anak, Nurjanah mengharapkan supaya selain program, juga adanya peningkatan alokasi anggaran, karena selama ini anggaran untuk perlindungan anak masih terbilang cukup kecil. “Dengan adanya renstra ini, kita harapkan dapat menjadi acuan dalam peningkatan alokasi anggaran khusus untuk perlindungan anak,” harapnya. Nurjanah mengungkapkan, keberpihakan pemerintah terhadap anak dapat dilihat dari
(Suara NTB/yon)
PERTEMUAN - Pertemuan antara Dinas P3AKB Lotim dengan Mampu Bakti Sub Office NTB terkait penyusunan renstra, Sabtu (19/8). teralokasinya anggaran yang dengan sistem mendapatkan dapat mengatasi segala per- berapa perubahan tugas, mescukup. Sementara, melihat ang- upah. Sehingga dengan ada- soalan-persoalan anak di ki tidak berubah dari tugas garan yang masih cukup kecil, nya penyusunan renstra di- Lotim, seperti pernikahan usia pokok yang ada yakni, pembersangat perlu adanya upaya mak- harapkan dapat mencakup anak, adanya sekolah layak dayaan perempuan dan persimal dari pemerintah daerah serta melakukan pemetaan anak, puskesmas layak anak. lindungan anak. Namun seSementara, Sekretaris Di- suai dengan nomenklatur yang untuk memberikan keberpiha- strategis terkait dengan potenkan anggaran untuk anak yang si-potensi anak terlibat dalam nas P3AKB Lotim, Hj. Siti baru harus diubah, sebab apaada di Lotim. “Anggaran juga aktivitas pekerjaan yang bisa Sukainah, siap mengubah bila tetap berpegang pada mendapatkan upah. Terma- nomenklatur yang baru dalam RPJM yang sudah ada tidak harus berpihak,” jelasnya. Selain itu, ditegaskan juga suk dengan dicanangkannya penyusunan RPJM 2014- akan nyambung karena seorang anak tidak boleh di- Kabupaten Lotim sebagai 2019. Sesuai dengan nomen- nomenklatur yang sedikit ikutsertakan dalam bekerja Kabupaten Layak Anak (KLA) klatur dari OPD baru, ada be- mengalami perbedaan. (yon)
Hindari Kesalahan, Desa Gandeng Kejaksaan
Selong (Suara NTB) – Sekitar 40 desa di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) melakukan antisipasi dalam penggunaan anggaran yang didapatkannya. Tak ingin dana yang dikelola tak sesuai aturan, puluhan desa tersebut menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Lotim. Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) pada Kejari Lotim, Thoriq Mulahela, menyebut sejauh ini terdapat sekitar 40 desa di Lotim yang meminta pendampingan pada Kejari Lotim yang masuk dalam program pendampingan bidang perdata dan tata usaha negara (Datun) Kejari Lotim. Pendampingan itu dalam ben-
tuk kesepakatan Memorandum of Understanding (MoU). Meski MoU sudah dibangun, katanya, bukan berarti semua perbuatan yang dilakukan oleh pihak desa diketahui oleh Kejaksaan, termasuk semua desa aman meski melakukan kesalahan. Mou ini, ujarnya, lebih kepada proses pendampingan untuk bagaimana aloka-
si anggaran yang dikelola oleh desa baik Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD) sesuai dengan aturan juklak maupun juknisnya. “Meskipun sudah didampingi, namun apabila melakukan tindak pidana, tentunya harus ditindak tegas secara hukum,” tegasnya. Maka dari itu, katanya, apabila ada sesuatu yang diperlukan
Promosi Wisata
BPPD Lotim Gelar ”Semalam di Labuhan Haji” Dalam upaya mempromosikan semua destinasi wisata di Lombok Timur (Lotim), Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) menggelar kegiatan Semalam di Labuhan Haji. Kegiatan yang berlangsung Sabtu malam Minggu lalu berlangsung semarak. BUPATI Lotim, H. Moch Ali Bin Dachlan menjelaskan, dalam mengembangkan pariwisata di Lotim berjalan alamiah. Pariwisata tidak dijadikan bom seperti daerah lain, tapi tumbuh secara alami dan baik. Kegiatan bermalam di Labuhan Haji yang digelar BPPD Lotim diapresiasi Bupati Lotim. Ketua BPPD Lotim, Akhmad Roji mengatakan kegiatan semalam di Labuhan Haji adalah salah satu dari beberapa even promosi wisata yang sudah dirancang. Even lainnya menanti adalah Putri Pesona Desa, Sembalun Explore dan dalam waktu dekat lereng Rinjani itu akan ditetapkan sebagai pusat peradaban dunia. Dalam kegiatan Semalam di Labuhan Haji, diawali dengan menggelar lintas alam pesisir. Selanjutnya kemah bahari di Dermaga Labuhan Haji. Malam harinya, digelar kegiatan pentas musik dan api unggun. Minggu kemarin, seluruh peserta dibagi-bagikan hadiah lewat undian. Sebuah motor dipersembahkan oleh Bupati Lotim, Amaq Asrul sebagai hadiah utama. Lainnya ada hadiah berupa kulkas, televisi 22 inci, sepeda gunung, penanak nasi dan lainnya.
(Suara NTB/rus)
SERAHKAN - Bupati Lotim H. Moch. Ali Bin Dachlan menyerahkan hadiah pada salah satu pemenang undian dalam acara Semalam di Labuhan Haji, Minggu (20/8).
dan perlu pendampingan, diharapkan melakukan konsultasi. Pasalnya, Kejari Lotim, merupakan tempat dilakukannya pelayanan hukum, bantuan hukum, pertimbangan hukum serta penegakan hukum. “Sekali lagi, dengan adanya pendampingan itu, bukan berarti desa yang didampingi itu bebas dari segala-galanya. Apabila salah, ya dipenjara,”ungkapnya lagi. (yon)
Thoriq Mulahela
Bupati Ikut Lintas Alam Pesisir Selong (Suara NTB) Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 72, sekaligus ajang mempromosikan parwisata daerah, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menggelar lintas alam pesisir, menyisir pantai dari Maiq Anyir Ijobalit menuju Labuhan Haji. Aktivitas berjalan di atas butiran pasir ini diikuti Bupati Lotim beserta ratusan peserta dari beberapa unsur, mulai dari pelaku wisata, siswa dan mahasiswa dan instansi pemerintah di lingkup Pemkab Lotim. Perjalanan yang ditempuh selama 1,5 jam. Bergerak mulai pukul 15.30 hingga tiba di Labuhan Haji pada pukul 17.00. Ada juga yang bisa lebih cepat, sesuai prediksi tim Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lotim, perjalanan sejantinya bisa ditempuh dalam waktu 60 menit. Bupati Lotim dalam sambutan pengantarnya mengemukakan, medan pesisir pantai yang dilalui sangat indah. Bahkan, sepanjang pantai yang akan dilalui sangat indah. “Anda semua akan
menikmati perjalananan pantai yang sangat indah, sepanjang pantai kita seluruhnya indah,” ungkap bupati. Sepanjang bibir pantai yang dilalui ada pohon kelapa dan terlihat banyak erosi. Erosi disebabkan arus dari Samudra Hindia, karena dalam jangka panjang, satu pantai terjadi erosi, namun di sisi lain terjadi penumpukan yang menambah daratan. Bupati berpesan sebelum menyisir pesisir, agar peserta menikmati perjalanannya. Acara yang diinisiasi BPPD Lotim ini diapresiasi. Bupati Ali BD ini pun turut serta bersama dengan peserta berjalan hingga tiba di Labuhan Haji. Begitu juga di Labuhan Haji, kata bupati, sangat indah. Dirinya yakin, Labuhan Haji yang kini sudah ada pelabuhannya ini kelak akan memberikan harapan bagi pembangunan ekonomi masyarakat Lotim. “Kalau Labuhan Haji sudah selesai dan beroperasi, pasti geliat ekonomi akan berkembang dengan baik. Jika ada yang mengkritik labuhan haji dinilai bupati orang yang tidak cerdas,” demikian ungkap Bupati. (rus/*)
(Suara NTB/rus)
PESERTA - Peserta Lintas Alam Pesisir yang digelar BPPD Lotim. Hadiah-hadiah ini dipersembahkan oleh para sponsor yang turut mensukseskan acara tersebut. Seperti dari Selaparang Finansial, BRI Cabang Selong, Sinar Mas dan sejumlah sponsor lainnya. Hadiah utama
berupa sepeda motor merek Honda Beat Pop ini langsung di serahkan Bupati Lotim. Pemenang peserta dari Anjani tidak bisa menutupi kegirangannya dan mengekpresikan kegembiraannya di atas panggung. (rus/*)
(Suara NTB/rus)
IKUTI - Bupati Lotim H. Ali Bin Dachlan saat mengikuti lintas alam dengan menyusuri pantai dari Maiq Anyir hingga Pantai Labuhan Haji.
(Suara NTB/yon)
SUARA NTB Senin, 21 Agustus 2017
SUARA NTB Senin, 21 Agustus 2017
SUARA PULAU LOMBOK SUARA PULAU LOMBOK
Halaman 6
Pembalakan Liar Diduga Marak di ’’Hortipark’’ LTSP Siap Operasi PERSIAPAN fasilitas Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP) Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Lombok Tengah (Loteng) sudah hampir rampung. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Loteng menargetkan paling lambat awal bulan September mendatang, LTSP sudah bisa mulai melayani para calon TKI asal daerah ini. Meski belum secara menyeluruh. Demikian disampaikan Kepala Disnakertrans Loteng, H. Masrun, kepada Suara NTB, Sabtu (19/8). Ia menjelaskan, dari sisi fasilitas semua kebutuhan sudah terpenuhi. Tinggal dukungan personel serta tambahan ruang layanan yang masih harus dipersiapkan lagi. Mengingat, ada beberapa instansi yang meminta tambahan ruang layanan. Supaya proses pelayanan bisa berjalan optimal. “Kalau fasilitas semua sudah siap. Tinggal kita tambah ruang layanan untuk Imigrasi, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta fasilitas pemeriksaan kesehatan,” tambahnya. Sementara untuk ruang layanan BP3TKI, BPJS serta layanan ketenagakerjaan sudah siap, sehingga untuk tahap awal, ketiga layanan yang akan dioperasional terlebih dahulu sembari menunggu kesiapan instansi lainnya. “Pekan depan untuk layanan yang sudah ada akan kita ujicoba dulu. Untuk melihat kesiapannya seperti apa. Sebelum benar-benar dioperasionalkan awal bulan depan. Khusus untuk tiga layanan, BP3TKI, BJPS serta ketenagakerjaan,” terangnya. Dengan begitu, paling tidak calon TKI bisa lebih mudah mendapat layanan untuk tiga jenis layanan tersebut. Karena sudah terkonsentrasi disatu tempat. Tidak harus sampai ke Mataram. Cukup di Loteng saja. Sembari menunggu kesiapan yang lain. “Target kita tahun ini semua layanan bagi calon TKI sudah bisa dilayani di LTSP Loteng ini,” tandas Masrun. Khusus untuk layanan keimigrasian, pihaknya sudah menyirim dua stafnya dari tujuh orang yang diminta pihak Imigrasi Mataram. Untuk mendapat pelatihan langsung di kantor Imigrasi Mataram. Staf inilah yang nantinya akan diberdayakan untuk memberikan layanan keimigrasian di LTSP tersebut. Sedangkan untuk layanan lainnya, seperti kependudukan, kesehatan dan BPJS, instansi terkait sendiri yang langsung mengirim stafnya. “Hanya Imigrasi yang minta dukungan personel. Kalau yang lain, akan menempatkan stafnya langsung di LTSP Loteng ini,” ujarnya. (kir) H. Masrun (Suara NTB/dok)
Lingsar Juara I Lomba Desa Tingkat Nasional Giri Menang (Suara NTB) – Desa Lingsar Kecamatan Lingsar Lombok Barat (Lobar) berhasil menjadi juara pada Lomba Desa Terintegrasi Tingkat Nasional yang digelar selama beberapa hari lalu. Desa Lingsar meraih juara I di Regional IV, mengalahkan beberapa tujuh provinsi meliputi Indonesia Timur diantaranya Papua, Maluku, NTT. Keberhasilan Desa Lingsar meraih juara lomba desa ini menjadi kebanggaan pemerintah kecamatan, desa dan segenap masyarakat setempat serta Kabupaten Lobar sendiri. Prestasi level nasional yang diraih satu-satunya kepala desa (kades) di Lobar bahkan NTB ini, sekaligus kado terindah di hari peringatan HUT RI ke 72 dan menjadi bukti semangat HUT Lobar ke 59 dengan jargon “Ayo Lanjutkan Berprestasi”. Kedatangan rombongan Kades Lingsar pun disambut bak pahlawan oleh Bupati H Fauzan Khalid didampingi istri serta seluruh jajaran terkait. “Alhamdulilah Desa Lingsar juara I lomba desa di regional IV (tingkat nasional),” jelas Kades Lingsar, HM Abdul Hadi kepada wartawan, Sabtu (19/8). Menurutnya, untuk meraih juara lomba desa ini tidak gampang, namun melalui perjuangan panjang dan melelahkan. Tahap penilaian dimulai sejak beberapa bulan lalu, mulai dari pemberkasan. Lalu berkas ini diverifikasi oleh tim pusat. Usai verifikasi berkas, tim pusat turun melakukan peninjauan lapangan tanggal 15 Juli. Barulah setelah itu, ditentukan tiga besar desa yang masuk mewakili Regional IV ke tingkat pusat. hasil seleksi level Regional IV, Desa Lingsar masuk tiga besar, sehingga berkesempatan untuk seleksi level nasional. Beberapa waktu lalu, pihaknya bersama Ketua PKK Desa dan Camat Lingsar berangkat ke Jakarta tanggal 9-10 Agustus untuk melakukan persentasi di hadapan tim panilai pusat. Tahapan presentasi, menurutnya begitu ketat, sebab tim juri berasal dari Inspektur Jenderal masing-masing kementerian, baik Bappenas, Kementerian Desa, Kemendagri dan PKK Pusat. Selain itu ada juga akademisi. Selama presentasi, ia ditanya berbagai hal terkait potensi desa, pemerintahan dan inovasi serta pemberdayaan desa. Desa yang menempati juara II tambahnya dari Maluku Utara sedangkan juara III diraih NTT. Penilaian untuk lomba desa saat ini per regional, tidak ada juara secara umum. Menurutnya, prestasi ini adalah buah kerjasama antara desa dengan kecamatan, pemda dan masyarakat setempat. Kedatangan Kades Lingsar didampingi sang istri bersama Kepala Dina Pemerintahan Masyarakat Desa (PMD) L Edi Sadikin dan Camat Lingsar Rusditah di Lombok International Airport, Sabtu (19/8) disambut meriah oleh jajaran Pemkab Lobar. Di kantor desa sudah menunggu bupati didampingi sang Istri menyambut kedatangan kades pertama di Lobar bahkan di NTB meraih prestasi di level nasional ini. Kemeriahan penyambutan Kades Lingsar ini pun mulai dari jalur Pura Lingsar hingga kantor desa. Warga menyambut kadesnya bak pahlawan, karena mampu menjuarai lomba desa level nasional. (her)
(Suara NTB/ist)
SAMBUT - Bupati Lobar H. Fauzan Khalid menyambut Kades Lingsar yang berhasil menjadi juara I Lomba Desa Regional IV, Sabtu (19/8).
Praya (Suara NTB) Aksi pembalakkan liar di kawasan Hortipark Desa Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara Lombok Tengah (Loteng) oleh warga sekitar disinyalir marak terjadi. Banyak tanaman kopi yang ada di kawasan tersebut, diduga ditebangi warga setempat. Padahal kawasan tersebut saat ini sudah dilimpahkan pengelolaannya oleh pemerintah provinsi ke Pemkab Loteng. Informasi yang diperoleh Suara NTB, Sabtu (19/8), menyebutkan selain pembalakan liar pohon kopi, di kawasan hortipark tersebut disinyalir juga ada kegiatan penambangan galian C secara ilegal yang dilakukan oleh warga setempat. Ironisnya, hingga saat ini belum ada tindakan yang dilakukan oleh pemerintah daerah sendiri. Kepala Dinas Pertanian Loteng, L. Iskandar, yang dikonfirmasi via ponselnya, membenarkan hal tersebut. Pihaknya pun sudah mendapat laporan perihal dugaan pembalakan liar serta galian C ilegal tersebut. Dan, informasinya itu sudah berlangsung cukup lama. Namun baru sekarang terungkap. “Sudah ada laporan yang masuk. Lengkap dengan video aktivitas penebangan pohon kopi di kawasan hortipark Loteng,” ungkapnya. Terkait persoalan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihaknya kepolisian dan instansi terkait lainnya. Termasuk dengan pemerintah provinsi. Pasalnya, yang punya kewenangan penanganan persoalan hu-
tan sekarang menjadi kewenangan pemerintah provinsi bukan lagi jadi kewenangan pemerintah kabupaten. Menurut laporan yang masuk, jelas Iskandar penebangan liar terjadi di kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKm) seluar sekitar 3 hektar. Sementara di kawasan HGU, ada sekitar 2 hektar yang sudah ditebangi warga. “Tindakan tersebut harus ditindak tegas. Kendati yang melakukan warga kita sendiri,” ujarnya. Karena bagaimanapun juga apa yang dilakukan warga tersebut melanggar aturan, sehingga patut diberikan tindakan tegas supaya bisa memberikan efek jera. Jangan sampai, hanya karena beberapa orang saja yang melakukan perbuatan, dampaknya dirasakan oleh orang banyak. “Senin besok (hari ini,red) kita akan bahas persoalan ini dengan pihak kepolisian, termasuk dengan pemerintah provinsi. Untuk menentukan langkah dan tindakan yang akan diambil. Menyikapi persoalan yang terjadi tersebut,” imbuhnya. (kir)
(Suara NTB/ist)
KUMPULKAN - Seorang warga tengah mengumpulkan pohon kopi yang sudah ditebangi di kawasan Hortipark Loteng belum lama ini.
Jabatan Dewan Pengawas PDAM Dua Periode Giri Menang (Suara NTB) – Komisi II DPRD Lombok Barat (Lobar) mendesak Bupati H. Fauzan Khalid dan Walikota Mataram H. Ahyar Abduh mengganti TGH Hasanain Juani dari jabatan Dewan Pengawas PDAM Giri Menang. Sebab mengacu Peraturan Pemerintah Nomor 2 tahun 2007, masa bakti jabatan dewan pengawas PDAM dua periode. “Di peraturan pemerintah nomor 2 tahun 2007 itu, masa bakti jabatan dewan pengawas PDAM itu kan dua kali, lebih dari itu tidak boleh. Artinya dari segi aturan ini seharusnya kepala daerah (bupati dan walikota) membatalkan SK pengangkatannya,” tegas Anggota Komisi II DPRD Lobar H. Ahmad Zaenuri, Minggu (20/8). Selain itu, ujarnya, pada PP
Nomor 2 tahun 2007 dalam pasal 21, jika masa jabatan Dewan Pengawas paling lama tiga tahun. Mengacu aturan ini, masa jabatan paling lama tiga periode ini tidak boleh. Sebab sesuai aturan ini, setelah menjabat satu periode bisa diperpanjang satu kali periode saja, artinya dua periode. Apalagi bersangkutan telah menyatakan diri maju dari calon bupati. Secara etika seharusnya dengan besar hati mundur, sebab bagaimanapun SK dewan pengawas itu ditandatangani bupati. Sementara itu, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid menyatakan terkait TGH. Hasanain masih menjabat Dewan Pengawas PDAM, namun telah menyatakan diri maju pada pilkada nanti secara hukum tidak
ada masalah sebab pilkada sendiri belum masuk tahapannya. Namun persoalannya secara etika, menurut Fauzan masyarakatlah yang menilai apakah etis atau tidak. Sejauh ini bersangkutan jelasnya belum melapor atau sekedar pamitan (betabek) ke dirinya selaku bupati yang meng-SK-kan pada jabatan Dewan Pengawas PDAM. Menanggapi hal ini, TGH. Hasanain Juaini yang dikonfirmasi Suara NTB via ponsel menyatakan pihaknya belum bisa memberikan penjelasan lebih rinci, sebab tengah berada di Jakarta. Namun demikian menurut pimpinan Ponpes Nurul Haramain ini ketentuannya dewan pengawasan maksimal menjabat tiga tahun, sementara dirinya belum tiga tahun. (her)
Sekotong, Surga bagi Pecinta Paralayang Giri Menang (Suara NTB) – Lombok Barat (Lobar) tidak saja memiliki potensi wisata alam, pantai, gunung dan wisata religi, namun potensi wisata olahraga (sport tourism) Paralayang atau paragliding juga sangat menjanjikan. Beberapa lokasi wisata paralayang yang dimiliki Lobar di antaranya di Sekotong dan Lembar serta daerah lain. Bahkan spot wisata paralayang di Sekotong, seperti Meang Desa Buwun Mas menjadi surga bagi atlet paralayang baik dari lokal hingga luar negeri. Banyak atlet paralayang lokal dan luar negeri yang telah menjajal spot wisata di kawasan selatan Lobar ini. Namun sayang, potensi wisata paralayang ini belum digarap maksimal oleh pemangku kebijakan di daerah ini. Paragliding yang tergabung dalam Federasi Aerosport Seluruh Indonesia (FASI) NTB pada perayaan HUT RI menggelar atraksi paralayang di Meang Buwun Mas Sekotong. Beberapa atlet paralayang lokal maupun luar negeri turut ambil bagian pada atraksi ini. Abdul Majid seorang pelaku wisata di Desa Buwun Mas menyebut, sebanyak 10 pilot
Giri Menang (Suara NTB) – Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Lombok Barat (Lobar) menyoroti minimnya kontraktor lokal di daerah ini yang diakomodir dalam pengerjaan proyek. Hal ini disebabkan kontraktor lokal belum mampu berdaya saing dengan rekanan luar daerah. Namun demikian, untuk mengakomodir kontraktor pribumi ini ada celah bagi pemda, yakni melalui aturan UU Nomor 22 tahun 2017. Aturan ini mesti dittindaklanjuti oleh pemda dalam bentuk paraturan gubernur dan peraturan bupati. “Karena itu, kami (HIPPI Lobar, red) mendesak agar Pak Gubernur dan Pak Bupati segera membuat aturan itu, kasihan kontraktor lokal ini minim diakomodir,” kata Ketua DPC HIPPI Lobar, Rosidi pada Suara NTB, akhir pekan kemarin. Menurut pria asal Sekotong ini, minimnya kontraktor lokal di daerah ini mengakibatkan perusahaan jasa konstruksi lokal menjadi terancam mati. Padahal dampak jika kontraktor lokal diberikan ruang, jelasnya, tentu keutungan bagi daerah dari sisi penerimaan pajak. Sejauh ini melihat penerimaan pajak dari jasa konstruksi ini kebanyakan “melayang” keluar daerah. Sebab daerah perusahaan inilah akan menerima pajaknya, sehingga PAD daerah lain yang disumbangkan dari Lobar. Sementara Lobar tidak dapat pemasukan. Jika kon-
traktor lokal yang diakomodir, maka barang tentu Pemasukan pajak konstruksi berupa PPN dan PPH itu masuk ke Lobar. Dirinya tidak mempersoalkan kontraktor luar, namun seharusnya proporsional. Dari data sementara yang ia peroleh, dari 63 paket lelang proyek di ULP hanya 11 paket yang dimenangkan kontraktor lokal sisanya dari luar Lobar, bahkan kebanyakan dari luar NTB. Kondisi ini mesti disikapi pemda melalui aturan tersebut, sebab jangan sampai hal ini dibiarkan, sehingga mengancam kontraktor lokal. Ia membandingkan seperti di daerah lain, sudah memberi ruang bagi kontraktor lokal dengan nilai yang tinggi. Menanggapi hal ini, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan dan ULP Setda Lobar Heri Ramadan tak menampik jika kontraktor lokal tidak banyak diakomodir di lobar. Menurutnya mekanisme mengakibatkan persaingan secara terbuka sehingga kontraktor lokal kalah saing dengan rekanan dari luar. Namun, jelasnya, ada celah bagi pemda untuk mengakomodir kontraktor lokal melalui UU Nomor 22 tahun 2017. Dalam aturan ini, jelasnya, gubernur berwenang membuat kebijakan khusus bagi kabupaten/kota untuk mengakomodir kontraktor lokal. “Terutama pekerjaan skala kecil yang nilainya Rp 2,5 miliar dan sedang Rp 10 miliar,” ujarnya. (her)
Kasus PT. LTB (Suara NTB/her)
PARALAYANG - Pilot paralayang lokal dan luar negeri unjuk menjajal spot wisata paralayang Meang Buwun Mas Sekotong beberapa waktu lalu. paralayang ikut menjajal lokasi ini. “Tujuh pilot paralayang (paragliding) dari LombokSumbawa dan tiga orang dari luar negeri unjuk kebolehan menjajal spot wisata Meang Buwun Mas,” jelas ketua Jaringan Komunitas Masyarakat (Jarkomsat) NTB ini. Menurutnya, waktu yang cocok melakukan penerbangan mulai pukul 10-13.00 Wita. Waktu-waktu ini jelasnya memiliki
cuaca yang cocok bagi pilot untuk melakukan penerbangan. Menurutnya spot olahraga paralayang di Meang merupakan favorit bagi para pilot, baik lokal maupun luar negeri, karena spot ini selain memiliki keindahan yang sangat memikat juga begitu unik aksesnya. Keindahan pantai dan pegunungan di Meang ini memikat banyak pilot paralayang, sehingga lokasi ini telah dijajal. (her)
Tersangkut Kasus Korupsi
Sejumlah Oknum Kades di Lobar Dipecat Giri Menang (Suara NTB) Sejumlah kepala desa di Lombok Barat dipecat lantaran terbelit berbagai kasus, salah satunya kasus tindak pidana korupsi pungutan liar (pungli). Beberapa kades ini dipecat, karena mengacu ketentuan telah memenuhi syarat untuk diberhetikan. Ketentuan kades bisa dinonaktifkan di antaranya melakukan tindak pidana, mengundurkan diri dan meninggal. Sekretaris Dinas Pemerintahan Masyarakat dan Desa (PMD) Lobar, H. Makmun menyatakan pemberhentian kades tidak sulit, sepanjang memenuhi ketentuan syarat. “Sudah ada yang kita berhentikan yang memenuhi syarat, pertama kades Dasan Geriya, kedua Kades Sekotong Barat dan sudah diangkat Plt (pelaksana tugas),” katanya akhir
HIPPI Soroti Minimnya Keterlibatan Kontraktor Lokal
pekan kemarin. Terkait desakan warga Mambalan agar memberhentikan oknum kades setempat, menurutnya juga tidak sulit. Pemda akan memproses sepanjang memenuhi persyaratan. Menurutnya jika sepakat dan memenuhi syarat untuk memberhentikan bersangkutan, maka akan diproses. “Ini (Kades Mambalan, red) juga akan diberhentikan kalau sudah memenuhi syarat yang ditetapkan sesuai ketentuan berlaku,’’ tegasnya. Sementara itu, Anggota Komisi I Bidang Pemerintahan H Rauhul Amin menyayangkan sejumlah kades yang terbelit kasus pidana, sehingga harus dipecat. Menurutnya persoalan pungli prona ini bukan barang baru, namun sudah ada oknum kades yang “disekolahkan” di
Lembaga Pemasyarakatan, karena tersangkut kasus pungli. Karena itu ia pun mengimbau dan menyarankan agar kepala desa berhati-hati dalam melaksanakan program prona dan Dana Desa serta ADD.”Jadi masalah pungli prona ini bukan barang baru, karena sudah ada kades yang “disekolahkan” di LP,” jelas politisi Golkar ini. Lebih lanjut kata politisi asal Lingsar ini, bahwa penggunaan DD ada petunjuk pelaksanaannya baik juklak dan juknisnya, sehingga desa tidak bisa main-main ingin menyelewengkan. Apalagi semenjak berlakunya UU Desa memberikan ruang bagi desa untuk membangun dengan diberikan dana besar, sehingga pemerintah pun menekankan agar bagaimana desa berhati-hati menggunakan DD. (her)
Minggu Ini, BPK RI Turun Hitung Kerugian Negara Praya (Suara NTB) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dijadwalkan akan segera turun ke Lombok Tengah (Loteng) untuk melakukan perhitungan kerugian negara (PKN), terkait kasus dugaan korupsi penggunaan penyertaan modal pemerintah daerah pada PT. Lombok Tengah Bersatu (LTB). Hal itu diungkapkan Kasi. Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Loteng, Hasan Basri, S.H.M.H., saat dikonfirmasi Suara NTB, Sabtu (19/8). Ia menjelaskan, sebelumnya pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak BPK RI, soal kasus dugaan korupsi di PT. LTB. Pihaknya BPK RI kemudian menyatakan kesiapan untuk mendukung dengan membantu melakukan audit kerugian negara yang bersifat khusus. “Audit ini memang khusus dilakukan oleh BPK RI. Hanya pada kasus-kasus dugaan korupsi saja,” terangnya. Dikatakannya, audit terhadap penggunaan penyertaan modal Pemkab Loteng pada PT. LTB sebenarnya sudah dilakukan. Pada saat audit reguler APBD Loteng tahun 2016 lalu. Namun dalam proses audit tersebut tidak sampai pada perhitungan kerugian negara. Untuk menentukan apakah ada indikasi kerugian negara dalam kasus ini maka dipandang perlu untuk dilakukan audit khusus. “Dari hasil koordinasi kita dengan BPK RI, mereka sudah menjadwalkan akan turun minggu depan,”
jelasnya. Teknisnya seperti apa, itu semua BPK RI yang mengatur. Termasuk kapan audit akan dimulai dan berapa lama audit akan berlangsung. Pihaknya dalam hal ini hanya memfasilitasi penyiapan data-data yang diperlukan untuk proses audit sesuai data yang ada. Jika memang benar ada indikasi kerugian negara, maka itu nantinya akan jadi bahan tambahan bagi pihaknya dalam menuntaskan penyidikan kasus ini. Sebelumnya, Kejari Loteng sudah meningkatkan status kasus dari penyelidikan ke penyidikan. Setelah menemukan adanya indikasi penyimpangan dalam kasus. Belasan saksi juga sudah dimintai keterangannya dalam kasus ini. Dan, tidak menuntup kemungkinan akan ada saksi tambahan lainnya yang akan diminta keterangan. “Untuk saksi tambahan, tergantung hasil pengembangan. Tapi untuk saat ini, keterangan sudah cukup dari saksi yang sudah diperiksa,” ujarnya. Kasus ini sendiri mencuat setelah Pansus DPRD Loteng, menemukan kejanggalan dalam proses penggunaan penyertaan modal PT. LTB, saat melakukan evaluasi APBD tahun 2016 lalu. Di mana manajemen PT. LTB tidak kunjung memberikan laporan kegiatan usaha. Termasuk arah penggunaan dana hasil penyertaan pemerintah daerah. (kir)
SUARA NTB
Senin, 21 Agustus 2017
Halaman 7
Dr. Zul
Datang untuk Mengatasi Kemiskinan dan Pengangguran Bakal calon Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, tidak memasuki bursa Pilkada NTB dengan tawaran kosong. Ia datang dengan sebuah rencana untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran di NTB. Rekam jejaknya memperlihatkan, pendiri Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) ini merupakan sosok yang tepat. Ia punya resep untuk mengatasi problem besar yang masih dialami oleh masyarakat NTB ini.
SEJAK kecil, Dr. H. Zulkieflimansyah yang akrab disapa Dr.Zul, sudah memperlihatkan bahwa ia kelak akan menjadi orang hebat. Ia telah memperlihatkan bakat dan kemampuannya di sejumlah bidang keilmuan sejak masih duduk di bangku taman kanak-kanak, yaitu di TK Bhayangkari Sumbawa Besar. Ia kemudian melanjutkan ke SD Negeri 2 Sumbawa Besar, lalu SMP Negeri 1 Sumbawa Besar dan SMA Negeri 1 Sumbawa Besar. Seperti dilansir dalam situs resminya, Dr. Zul – sapaan akrabnya, telah memenangkan berbagai perlombaan dan prestasi sejak masa sekolahnya di Sumbawa Besar, kampung halaman tempat ia lahir dan dibesarkan. Puncak prestasinya di bangku sekolah adalah saat ia terpilih mewakili Provinsi NTB pada kompetisi pertukaran pelajar antara IndonesiaAustralia selama hampir setahun pada tahun 1989. Dr.Zul bersekolah di Darwin High School di Darwin dan di Sadadeen Secondary College di Alice Springs. Di sana, ia tinggal bersama keluarga Australia yang melakoni bisnis jasa pengiriman kargo. Bersama keluarga yang punya bisnis kargo ini, Dr. Zul pun bisa mengenal Australia lebih jauh. Ia menjelajahi negeri Kanguru itu hingga ke pedalaman. Ia juga kerap berinteraksi dengan orangorang Aborigin, suku asli Australia yang mengesankan. Lepas SMA, politisi kelahi-
ran Sumbawa Besar, 18 Mei 1972 ini kemudian memilih untuk mendalami ilmu ekonomi di Universitas Indonesia. Ketika kuliah di UI berbagai aktivitas dan prestasi juga ditorehkan. Mahasiswa berprestasi UI di bidang penalaran diperolehnya di tahun 1994 serta menjadi pemenang pertama lomba menulis mahasiswa bidang ekonomi tingkat nasional. Dr. Zul juga menjadi pemenang di lomba menulis mahasiswa dalam Bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh Japan Airlines (JAL) baik di tingkat Universitas Indonesia maupun di tingkat nasional. JAL kemudian mensponsorinya untuk belajar di Sophia University Tokyo, Japan tentang Comparative Asian
Industrial System. Dr.Zul tak hanya bergulat dengan buku di kampus. Tapi juga berinteraksi dalam
berbagai kegiatan kemahasiswaan sebagai aktivis kampus. Periode 1994-1995, Dr.Zul dipercaya oleh Mahasiswa UI sebagai Ketua Senat Mahasiswa tingkat Universitas yang kini menjelma menjadi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM UI). Belajar adalah kebutuhan untuk senantiasa meningkatkan kapasitas. Demikian salah satu prinsip hidupnya. Gelar sarjana ekonomi diperolehnya tahun 1995 dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) tempat di mana ia mengajar di program S1, S2 dan S3 sampai sekarang. Postgraduate programme-nya ditamatkan di Strathlyde Business School, University of Strathclyde, Glasgow di Inggris. Pada
tahun 1997 memperoleh gelar M.Sc in International Marketing dari Department of Marketing. Tahun 1998 mengikuti program master kembali dalam bidang Industrialization, Trade and Economic Policy di Department of Economics dan selanjutnya menyelesaikan program doktoralnya di departemen yang sama pada tahun 2001. Selain degree programme yang ditempuhnya di University of Strathclyde Glasgow, Dr.Zul juga menempuh pendidikan lanjutannya di Kennedy School of Government, Harvard University (US), Institute for New Technology, Maastricht (The Netherlands), Science and Policy Research Unit di University of Manchester (UK) serta di University of Dundee (Scotland). Saat ini, Dr. Zul sebagai Senior Research Fellow, Kennedy School of Government, Harvard University, USA. Setelah diamanahkan menjadi anggota DPR RI periode 2004-2009, pria murah senyum ini kembali dipercaya berkiprah di DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mewakili daerah pemilihan Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kota
Cilegon (Banten 2). Selain menjabat sebagai Sekretaris Fraksi PKS MPR, sejak 2009 Dr.Zul diamanahi untuk berkecimpung di Komisi VII yang berkutat dengan persoalan sumber daya energi dan mineral, riset dan teknologi dan lingkungan hidup. Setelah kurang lebih dua tahun di Komisi VII, terhitung sejak Bulan November 2011. Dr. Zul diamanatkan Fraksi PKS untuk pindah ke Komisi XI sebagai Wakil Ketua. Keterlibatannya di dunia politik tak berarti menyurutkan prestasinya sebagai akademisi di kampus. Buktinya, ia memenangkan berbagai Grant Penelitian di tingkat nasional, menulis di jurnal ilmiah di dalam dan luar negeri serta merepresentasikan Indonesia di penelitian-penelitian internasional. Menulis opini di koran nasional adalah hal biasa yang dilakukannya. Tak mengherankan jika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menobatkannya sebagai Peneliti Muda Terbaik Indonesia dalam bidang Ekonomi dan Management tahun 2003. (*)
Kiprah Nyata Melalui UTS
Selayang Pandang Nama Tempat/Tanggal Lahir
AKRAB - Dr. Zul selalu akrab dengan siapa saja. Termasuk dengan para pemuda
: Dr. H. Zulkieflimansyah : Sumbawa, 18 Mei 1972
Pekerjaan : - Anggota DPR RI (3 periode) - Pendiri UTS - Staf Pengajar FEUI - Staf Pengajar Sekolah Komando Angkatan Laut - Senior Fellow, Kennedy School of Governmnent, Harvard University, USA Pendidikan : - TK Bhayangkari Sumbawa Besar - SD Negeri 2 Sumbawa Besar - SMP Negeri 1 Sumbawa Besar - SMA Negeri 1 Sumbawa Besar - Fakultas Ekonomi UI - Sadadeen Secondary College, Australia - Sophia University, Japan - Strathclyde University, Glasgow UK - Institute for New Technology, The Netherlands. - Institute for International Relation, USA - Lund University, Sweden - University of Manchester, UK - University of Dundee, Scotland - Harvard Business School USA - Kennedy school of Government, Harvard University, USA Pengalaman Organisasi : - Ketua Senat Mahasiswa Universitas Indonesia 1994 - 1995 Prestasi : Peneliti Terbaik Indonesia Bidang Ekonomi dan Manajemen Pendiri Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) Pendiri Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya ( IISBUD) Pendiri Akademi Komunitas Alat Berat Olat Maras Pendiri SDIT dan SMPIT Samawa Cendekia Pendiri SMK Al Kahfi. Sekolah kejuruan berbasis Pesantren dan Pelaku Industri Pendiri Science and Techno Park
MESKI punya nama besar dan berbagai prestasi di tingkat nasional, namun kampung halamannya, NTB, selalu meneteskan kerinduan di dada Dr. Zul. Tapi, bagi orang-orang seperti Dr. Zul, kerinduan tidak boleh menjadi romantisme belaka. BERSILATURAHMI - Dr.Zul saat bersilaturahmi Dr. Zul mewujuddi Ponpes Al-Qur’an Hadits di Sekotong, Lombok Barat kannya dalam bentuk kontribusi nyata, yaitu dengan enta hebat untuk bersekolah di es. Selama proses yang tidak mudah ini, Dr. Zul juga kerap kali mendirikan Universitas Teknologi daerah ini. Seperti diketahui, saat ini kebi- berhadapan dengan cercaan, hiSumbawa (UTS). Setelah beberapa tahun yang cukup menguras asaan masyarakat NTB yang me- naan bahkan sindiran yang seenergi, pada 2013 Dr. Zul akhirnya miliki kemampuan ekonomi cukup muanya selalu ia tanggapi dengan berhasil mewujudkan mimpinya baik adalah mengirimkan anak-anak kepala dingin. ‘’Saya dalam berpolitik itu sedmereka untuk sekolah di universitasmendirikan UTS. Pada tanggal 14 Maret 2013, Dr. universitas terbaik di Jakarta, Band- erhana saja dan realistis. Kalau eleZul berhasil mengantongi Keputu- ung, Yogyakarta, Jawa Tengah, ktabilitas saya tinggi dan memusan Menteri Pendidikan dan Kebu- Jawa Timur dan daerah-daerah lain- ngkinkan untuk menang Insya Aldayaan Republik Indonesia Nomor nya. Tren ini membuat NTB kehilan- lah saya maju dan Bu Rohmi wak65/E/O/2013 tentang Izin Pendiri- gan talenta-talenta terbaik mereka. ilnya. Kalau ternyata elektabilitas Melalui UTS, tren ini dibalik. Bu Rohmi lebih baik, monggo Bu an UTS di Kabupaten Sumbawa, Provinsi NTB. Pada 22 April 2014, ‘’Saat ini UTS menjadi tempat Rohmi yang maju jadi Cagubnya. Mendikbud RI kembali mengeluar- ‘’mengerami’’ talenta-talenta terbaik Saya bisa mengabdi membangun kan Surat Nomor 65/E/O/2014 yang dari Aceh, sampai Papua,’’ ujarnya daerah dan negeri kita dengan cara ditujukan kepada Yayasan Dea Mas dalam sebuah kesempatan. Dengan lain,’’ ujar Bang Zul melalui akun mendatangkan SDM-SDM yang ber- Facebooknya baru-baru ini. sebagai Penyelenggara. Bahkan, ia menambahkan pula, Sejak saat itu, UTS telah bakat dari luar daerah, UTS bisa berkembang menjadi sebuah labo- memberikan kontribusi nyata ter- jika saja elektabilitas dirinya dan ratorium yang mengolah mimpi hadap upaya memajukan IPM NTB. Rohmi ternyata tidak menggembiraKiprahnya di bidang pendidikan kan, akan sangat rasional dan beranak-anak NTB bersama bakatbakat terbaik dari berbagai daerah inilah yang tampaknya mempertau- sedia memberikan kesempatan ketkan Dr.Zul dengan kakak kandung pada figur lain yang lebih banyak di Indonesia. Dari UTS pula, percik sejarah TGB, yaitu Dr. Hj. Sitti Rohmi Dja- dikehendaki oleh masyarakat NTB. kebangkitan NTB mulai bersinar, lillah. Bersama, Rohmi, Dr. Zul juga Dr.Zul yakin prinsip semacam ini seiring dengan pencapaian yang ikut mendorong lahirnya Universi- juga berlaku terhadap kandidat lain. ‘’Tugas saya, Bu Rohmi dan sejuga ditorehkan oleh Gubernur NTB, tas Hamzanwadi yang baru saja Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang akrab berganti nama dari STKIP Hamza- mua kandidat lain adalah berusaha disapa TGB. Bersama TGB yang nwadi. Bersama Rohmi pula, ia kini melakukan sosialisasi agar merupakan karibnya itu, Dr. Zul ter- berupaya menatap babak baru masyarakat kemudian punya us menapaki upaya untuk mema- dalam perjuangan memajukan IPM kedaulatan dan pilihan. Sudah saatNTB, yaitu dengan menjajal sukse- nya masyarakat diajak untuk tidak jukan IPM NTB. memilih kucing dalam karung, apalaDalam berbagai kesempatan, Dr. si kepemimpinan NTB 2018. Layaknya kompetisi, niatan Dr. gi memilih karung dalam perut kucZul selalu mengutarakan bahwa UTS didirikannya sebagai salah Zul untuk menggandeng Rohmi ing. Pilkada kita di NTB ini harus satu solusi untuk mendorong NTB tampil di Pilkada NTB 2018 tentu mulai dimaknai sebagai festival yang keluar dari keterpurukan IPM. Ber- saja harus menghadapi berbagai menyegarkan, di mana kontestasi sama TGB, Dr.Zul mengaku memi- tantangan. Mulai dari meyakinkan gagasan jadi acuan, sehingga liki kesepahaman bahwa untuk ke- parpol untuk mendukung mereka, masyarakat kemudian akan punya luar dari keterpurukan, NTB harus hingga memenangkan hati pemilih. kedaulatan untuk memilih dengan mampu mendatangkan talenta-tal- Kini, tantangan itu sedang berpros- baik dan benar,” pungkasnya. (*)
SUARA NTB Senin, 21 Agustus 2017
SUARA PULAU SUMBAWA
Halaman 8
DLH KSB Diminta Tegas Terhadap Kontraktor Bintang Bano Taliwang (Suara NTB) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) diminta tegas terhadap kontraktor pelaksana proyek bendungan Bintang Bano yang hingga kini belum mengantongi izin Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Limbah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya). Ketua Komisi III DPRD KSB, Dinata Putrawan, ST menyatakan, DLH KSB harus bergerak cepat dengan kealpaan kontraktor pelaksana pembangunan proyek APBN tersebut. Pasalnya dampak dari aktivitas proyek tersebut akan sangat membahayakan lingkungan ke depannya. “Jangan didiamkan. Segera telusuri apa sebab mereka tidak mengurus izin hingga pengelolaan limbahnya tidak
sesuai prosedur dan kaidah lingkungan,” terangnya kepada media ini, Minggu (20/8). Ia menyarankan, DLH terlebih dahulu mengecek seluruh dokumen lingkungan dari pelaksanaan proyek Bintang Bano tersebut. Jika memastikan tidak ada kelengkapan izin TPA B3-nya agar pihak perusahaan pelaksana segera melengkapinya termasuk memastikannya menerapkan langkahlangkah pengelolaan limbah
yang sesuai ketentuan berlaku. “Saya minta LH turun lapangan. Kunjungi pelaksana dan pertanyakan kenapa mereka tidak bekerja sesuai aturan,” tegasnya. Terkait pengelolaan limbah dari kegiatan proyek Bintang Bano oleh pelaksana, dirinya sempat mendengar keluhan dari masyarakat Brang Rea. Dinata sendiri merupakan politisi dari wilayah setempat dan keluhan masyarakat terutama
dengan kondisi air sungai yang kerap tercemar cairan bahan bakar dari aktivitas alat berat di proyek bendungan itu. “Masyarakat juga sempat ribut. Tapi saya baru tahu sekarang kalau kontraktorknya belum punya izin TPS B3,” timpalnya. Menurut dia, persoalan tersebut harus segera diatasi. Sebab jangan sampai dampak dari aktivitas proyek bendungan itu akhirnya akan merugikan masyarakat ke depannya. “Kita tidak menolak hadirnya proyek bendungan itu karena memang sangat dibutuhkan masyarakat. Tapi prinsipnya kita ingin bendungan itu ada tapi kualitas
lingkungan tidak terdegradasi karena keberadaannya,” ujarnya. Tidak saja terhadap proyek bendungan Bintan Bano, Dinata juga meminta DLH agar gencar menjalankan fungsi pemantauan dan pengendalian lingkungannya pada proyek lainnya. Sebab tidak menutup kemungkinan ada proyek lain yang juga dikerjakan tanpa mengindahkan aturan keamanan lingkungan hidup sekitar. “Saya kira banyak proyek yang melanggar aturan lingkungan. Jadi kami minta DLH sisir semua. Kalau ditemukan langsung ambil tindakan sesuai prosedur,” tandasnya. (bug)
Pupinka Gelar Berbagai Lomba Unik di Sungai
Wabup Lepas Keberangkatan Ratusan JCH Asal Sumbawa Sumbawa Besar (Suara NTB)Sebanyak 349 Jemaah Calon Haji (JCH) asal Sumbawa yang akan tergabung dalam kloter 7 Embarkasi Lombok Praya dilepas di Kantor Bupati Sumbawa, Minggu (20/8) kemarin. Pelepasan ratusan JCH tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah. Sejak pukul 06.00 Wita, para JCH sudah mulai mendatangi Kantor Bupati Sumbawa. Tampak pihak keluarga yang ikut mengantar juga memadati sekitar lokasi Kantor Bupati. Setiap JCH satu persatu masuk melalui pintu gerbang sebelah Selatan Kantor Bupati atau samping Taman Mangga. Mengingat banyaknya keluarga para JCH, hanya satu orang yang diperkenankan masuk mengikuti ke halaman Kantor Bupati. Sementara keluarga yang lainnya menunggu di luar. Hal ini untuk memperlancar proses keberangkatan para JCH. Tampak aparat Sat Pol PP dan kepolisian menjagadi masingmasing pintu masuk Kantor Bupati. Karena keluarga para JCH memadati luar kantor baik di depan maupun di samping kantor Bupati. Para JCH baru diberangkatkan sekitar pukul 09.30 Wita yang diangkut menggunakan 27 kendaraan Bus. Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah dalam sambutannya berpesan agar para JCH kompak dalam kelompok, tetap bersabar, dan tawakal serta menjauhi tindakantindakan yang dapat menciderai ibadah. Kemudian tetap fokus dalam beribadah yang merupakan tujuan utama ke tanah Suci. Selain itu para JCH diminta untuk selalu menjaga kondisi fisik dan metal dengan baik. Supaya prosesi manasik haji nantinya dapat dilaksanakan dengan sempurna. Karena perjalanan ke tanah suci bukanlah perjalanan biasa. Para JCH juga diingatkan untuk menghormati dan mentaati aturan, ketentuan, serta budaya yang berlaku di tanah suci. “Informasi terakhir cuaca disana cukup panas. Bahkan diatas 40 sampai 45 derajat. Karena kita tidak terlalu terbiasa dengan kondisi demikian, kadang-kadang perubahan cuaca yang drastis ini yang membuat kita sakit. Sementara tujuan kita ke sana adalah untuk beribadah. Supaya ibadah kita sukses, saya berharap kepada jamaah haji supaya menjaga kesehatan dengan baik. Inilah yang utama,” terang Wabup. Untuk itu, Wabup meminta kepada para petugas pendamping haji agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada para JCH dengan penuh tanggung jawab. Baik dari segi fasilitas, pelayanan kesehatan, dan kenyamanan para jamaah maupun dalam teknis pelaksanaan ibadah hajinya. Sehingga sepulang dari ibadah haji para jemaah nantinya semakin meningkat kualitas dan kuantitas ibadahnya baik dalam konteks ibadah vertikal (hablum minallah) maupun ibadah sosial (hablum minannas). Mengingat ibadah haji adalah ibadah yang memiliki keseimbangan antara dimensi ritual dan sosial. “Teriring doa semoga Bapak Ibu JCH Kabupaten Sumbawa selalu dapat mengkhusyukkan diri untuk beribadah selama di tanah suci. Tinggalkan semua pikiran tentang keluarga, harta, dan permasalahan lainnya. Ikhlas dan teguhkan hati dalam menjalani ibadah haji. Saya beserta seluruh masyarakat mendoakan seluruh jamaah menjadi haji yang mabrur dan selalu menjaga kemabrurannya spanjang hayat,” pungkasnya. (ind)
Agustus. Sejak didirikan pada 21 April 2017 lalu, Pupinka rutin menggelar kegiatan serupa di setiap momen hari-hari besar termasuk bulan Ramdhan lalu dengan menggelar lomba bernuansa religi. Dalam HUT RI ke 72 ini, Pupinka ingin menjalin dan mempererat silaturrahim, melakukan kegiatan yang mengasyikkan (besemaras), serta ramai dan semarak (beserame). Hal ini guna membangkitkan semangat dalam mengenang jasa para pejuang kebangsaan yang telah berkorban jiwa, raga dan harta benda merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Untuk itu tugas generasi sekarang adalah mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang bernilai positif. Menurutnya Pupinka ingin terus berkreasi memberikan
manfaat bagi masyarakat setempat. Mengawali dengan mendirikan taman bacaan dalam rangka menarik minat baca anak-anak. Selain itu juga sebagai wadah untuk mengakomodir anakanak putus sekolah, buta aksara dan buta baca Al-Quran, serta korban narkoba, komix dan tramadol. Semua itu dilakukan Pupinka secara sukarela tanpa pamrih. Dimana semua yang tergabung dalam Pupinka adalah remaja dan para pemuda dari berbagai latar belakang disiplin ilmu. Mereka terpanggil untuk merubah pola pikir dan karakter masyarakat dan lingkungan setempat yang selama ini bercitra negatif. “Alhamdulillah sedikit demi sedikit secara bertahap sudah ada perubahan,” terang Yadi. (ind)
(Suara NTB/ils)
KEBAKARAN - Api yang melahap kedua rumah dan tidak menyisakan sedikitpun barang-barang berharga milik korban.
Diduga Akibat Kompor Meledak, Dua Rumah Ludes Terbakar Taliwang (Suara NTB) Dua unit rumah warga masyarakat Desa Meraran, Kecamatan Seteluk ludes dilahap api, Sabtu (19/8) kemarin. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 12. 55 WITA tersebut, terjadi diduga karena ledakan kompor di salah satu rumah warga dan merembet ke rumah disampingnya. Pantauan Suara NTB di lokasi kejadian, kejadian tersebut bermula dari salah satu rumah warga milik A. Rasyid yang kemudian merembet kerumah lainnya milik Sandirman yang beralamat di RT. 08. RW. 04 dusun batu cermek desa Meraran. Masyarakat sekitar yang mengetahui kebakaran tersebut panik dan berbondong-bondong mencari bantuan untuk memadamkan api yang terus membesar. Karena kondisi rumah yang terbuat dari kayu ditambah tiupan angin yang cukup kencang, sehingga masyarakat kesulitan memadamkan kobaran api tersebut. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 13. 35 WITA, setelah Dinas Pemadam Kebakaran (DPK) turun, tetapi tidak ada satupun barang yang bisa diselamatkan dan kondisi rumah tersisa tinggal puing-puingnya saja. Kepala DPK Sumbawa Barat H. Usman HI, S. Pd, MM kepada Suara NTB, Minggu (20/ 8) kemarin membenarkan adanya kejadian tersebut. Hanya saja untuk sementara ini dugaan sementara penyebab kebakaran tersebut terjadi karena kompor meledak dari salah satu rumah warga. Sedangkan untuk total kerugian akibat
Festival MU Segera Digelar, Sedekah Laut Jadi ”Jualan” Sumbawa Besar (Suara NTB) Festival Moyo Utara (MU) bakal dgelar 28 Agustus-4 September. Bakal hadir Wakil Ketua DPR RI, H. Fahri Hamzah yang membawa serta Ketua Komisi X DPR RI yang membidangi pariwisata. Melalui Bupati, mengundang pula Deputi Pengembangan Wisata Nusantara Kementerian Pariwisata. Beberapa atraksi bakal ditampilkan dalam Festival tersebut dan
“jualan” utamanya adalah sedekat laut nelayan Labuan Sawo. Demikian disampaikan Camat Moyo Utara, Tajuddin S.H, Minggu (20/8) kemarin. Para tamu Sail Indonesia 2017 yang juga menyambangi Sumbawa dalam beberapa hari, rencananya juga akan mengunjungi festival MU. Sebelum mereka bertolak ke acara puncak Sail Indonesia di Sabang Aceh.
Beberapa kegiatan di Festival MU, seperti pawai budaya, atraksi kesenian malam hari, karnaval main jaran. Serta suguhan utama budaya sedekah laut masyarakat nelayan pesisir Labuan Sawo. Sebagai bentuk ungkapan syukur atas hasil tangkapan ikan nelayan. Kegiatan ini rutin seteiap tahun, namun tahun ini akan dikemas lebih menarik sebagai jualan parwisiata Moyo Utara. (arn)
Bupati Lepas Keberangkatan 84 JCH Asal Sumbawa Barat Taliwang (Suara NTB) Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin MM melepas keberangkatan 84 orang Jemaah Calon Haji (CJH) asal Sumbawa Barat. CJH yang tergabung dalam kloter tujuh tersebut, akan bergabung dengan Kabupaten Sumbawa dan Kota Mataram yang akan diberangkatkan Senin malam melalui Embarkasi Lombok. Pantauan Suara NTB di lokasi pelepasan, sedikitnya ada sekitar ratusan pengantar CJH yang berkumpul di Masjid Agung Darussalam Taliwang. Para CJH ini juga akan diberangkatkan ke Lombok dengan menggunakan empat unit bus dan pengawalan ekstra dari anggota Polres, Sat Pol PP,
Dikes, dan Dishub setempat. Sebelum diberangkatkan, para CJH ini terlebih dahulu melaksanakan sholat zuhur berjamaah yang dilanjutkan dengan sholat jamak takdim. Terlihat hadir dalam kegiatan pelepasan tersebut, Bupati Sumbawa Barat, Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Andy Hermawan SIK, Kepala Kemenag Sumbawa Barat Drs. H. Syarifuddin MM, dan beberapa kepala dinas yang ada di lingkup Pemkab setempat, Minggu (20/8) kemarin. Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W. Musyafirin MM mengingatkan kepada semua CJH agar menjaga mental dan sifat selama menjalankan ibadah Haji. Karena
kekuatan fisik, akan dipengaruhi oleh niat, mental, dan sikap. Walaupun kekutan fisik sudah tidak memungkinkan, tetapi niat dan mental sudah kuat maka tidak akan ada halangan lagi dalam menjalankan ibadah haji. Tetapi kalau fisik kuat sedangkan mental dan niatnya belum kuat maka hal tersebut akan menjadi masalah ketika melaksanakan ibadah haji. “Jaga mental, karena kekuatan fisik sangat dipengaruhi oleh kekuatan mental. Kalau mental/niat untuk beribadah kuat maka insya allah fisik juga akan menjadi kuat. Sebaliknya jika mental atau kemauan untuk beribadah lemah maka fisik juga akan menjadi lemah,” ungkapnya. Seraya mendoakan supaya CJH bisa selamat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji dan kembali ke tanah air dengan mendapatkan Haji yang Mabrur. Sebelumnya, Kepala Kemenag Sumbawa Barat, Drs. H. Syarifuddin MM mengatakan, sebelumnya diberangkatkan, para CJH ini sudah melaksanakan manasik haji sebanyak delapan kali di kecamatan masing-masing dan dua kali ditingkat Kabupaten. Bahkan seluruh materi sampai dengan simulasi terakhir, alhamdulillah sudah dilakukan dengan baik dan lancar. Kondisi kesehatan CJH juga sudah dilakukan pengecekan dan diberikan vaksin oleh dinas tekhnis (Dikes) sehingga para CJH ini kuat selama melaksanakan ibadah haji. Hanya saja pihaknya tetap menghimbau kepada CJH untuk bisa beradaptasi dengan kondisi yang ada di Makkah dan Madinah yang panasnya bisa mencapai angka 40 derajat selsius. “Mudah-mudahan para CJH asal Sumbawa dan Sumbawa Barat ini bisa melaksanakan ibadah hajinya dengan baik dan kembali ke tanah air dengan kondisi yang baik pula,” harapnya. (ils)
bencana tersebut, sampai dengan saat ini masih dalam tahap penghitungan. Tetapi yang jelas, kerugian materil akibat bencana kebakaran tersebut ditaksir bernilai ratusan juta. Hal tersebut terjadi, karena hampir semua barang di dua rumah tersebut tidak menyisahkan sisa. “Kita belum pastikan jumlah kerugian akibat bencana ini, tetapi kita perkirakan kerugiannya bisa mencapai angka ratusan juta. Kita juga bersyukur akibat kebakaran ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa,” ungkapnya. Disebutkannya, hasil inventarisir kerugian di lapangan untuk rumah A. Rasyid satu unit rumah, tiga unit lemari kayu, dua unit tempat tidur, satu unit TV 21 inch, satu lemari es, satu mesin air sanyo, semua peralatan dapur, semua pakaian, satu set sofa ruang tamu, satu unit sepeda, satu unit kipas angin, satu unit setrika, dan beras 50 kg. Sedangkan di rumah Sandirman, satu unit rumah panggung, semua peralatan dapur, semua pakaian, satu buah lemari kayu, satu buah tempat tidur, satu buah Hp samsung, satu set alat pangkas rambut, dua karung gabah, lima ekor ayam, dan uang tunai sekitar Rp 3 juta. “Kesemua barang-barang tersebut tidak bisa diselamatkan oleh keluarga karena api dengan cepat melahap semua isi rumah,” jelasnya. Seraya menambahkan, dalam upaya pemadaman tersebut, dinas terkait menerjunkan tiga unit kendaraan pemadam dan satu unit kendaraan suplai tangki air. (ils)
Usulkan Ratusan Embung, Pemkab Sumbawa Soroti Minimnya Dukungan
(Suara NTB/arn)
(Suara NTB/ind)
BERIKAN BENDERA - Wabup Sumbawa, H. Mahmud Abdullah saat memberikan bendera lambang Kabupaten Sumbawa kepada Ketua BKPP Kabupten Sumbawa yang menjadi ketua rombongan JCH.
Sumbawa Besar (Suara NTB) Remaja yang tergabung dalam Pustaka Pinggir Kali (Pupinka) RW 03 Kelurahan Bugis, Kabupaten Sumbawa menggelar berbagai lomba menyemarakkan peringatan HUT RI ke-72. Uniknya semua kegiatan dipusatkan di dalam dan bantaran sungai Karang Bage, tepatnya kompleks taman baca Pupinka. Adapun lomba yang dilaksanakan yakni mulai dari balap karung, lari kelereng, pukul bantal di sungai, baca puisi, drama dan teater serta lomba lainnya. Pesertanya tidak hanya dari kalangan anak-anak, tetapi juga orang dewasa. Panitia penyelenggara, Yadi didampingi Heru Kalbuadi, Sabtu (19/8) lalu menjelaskan kegiatan dilaksanakan sejak tanggal 18 hingga 20
Sumbawa Besar (Suara NTB) Dinas Pertanian Sumbawa menyoroti minimnya dukungan dari APBD Provinsi untuk penguatan infrastruktur pertanian di Sumbawa. Sehingga lebih banyak berupaya meminta dukungan pusat. Seperti tahun ini, Pemkab telah mengusulkan pembangunan 121 embung dam parit dan long storage (tampungan air yang memanjang) kepada Kementrian Pertanian. Kabid Sarana Prasarana dan Penyuluhan Dinas Pertanian Sumbawa, Isnaini, menyebutkan tahun ini telah dibangun 3 embung bantuan pusat di Serading Moyo Hilir, Gapit Empang dan Boal Empang. Ditambah 28 embung dam parit dari APBD Kabupaten. Tahun 2016 lalu, dibangun 13 unit embung dari Kementan. Bahkan tahun ini pula telah dilakukan usulan pembangunan 121 embung dam parit ke pusat. “Kita berharap bisa diakomodir di APBN P 2017 atau APBN 2018,” terangnya. Namun Isnaini sedikit menyesalkan ketiadaan dukungan pemerintah provinsi khusus untuk pembangunan embung dam parit di Sumbawa. Padahal sangat diharapkan pula adanya bantuan serupa dari provinsi dalam mendukung infrastruktur pertanian di Kabupaten. “Jarang ada dari Provinsi. Padahal kita sangat berharap,” cetus Isnaini. Sebelumnya, pada malam Tasyakkur HUT RI Ke 72, Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril dalam sambutannya juga sempat menyebutkan dalam menunjang kemajuan sektor pertanian, juga telah berhasil diperjuangkan bantuan dari pemerintah pusat berupa alat-alat produksi pertanian seperti hand tractor, pompa air, hand sprayer, alat tanam padi, alat tanam jagung, alat panen padi, dan lain-lain. Termasuk bantuan pembangunan sumur dangkal, jaringan irigasi, dan cek dam serta jalan usaha tani. “Beberapa hari yang lalu, kami juga sudah menerima tim dari Sekretariat Kabinet dan Kementerian Desa, pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi yang meninjau langsung rencana pembangunan embung kecil di 106 titik di daerah kita. Bahkan kami sudah mengusulkan agar launching pembangunan 30 ribu embung kecil di seluruh Indonesia bisa dilaksanakan di Kabupaten Sumbawa,” sebut H. Husni waktu itu. (arn)
SUARA NTB Senin, 21 Agustus 2017
SUARA PULAU SUMBAWA
Halaman 9
Bupati Bima Akui Pejabatnya Jadi Tersangka Korupsi Fiberglass Kota Bima (Suara NTB) – Seorang pejabat eselon II ruang lingkup pemerintah Kabupaten Bima, inisial, Tf. R, ditetapkan sebagai tersangka oleh Mapolda NTB dalam dugaan korupsi pengadaan sampan fiberglas, baru-baru ini.
(Suara NTB/dok)
Tira Karista
Bus Pengantar CJH Asal Sekongkang Terperosok dan Hilang Kendali Taliwang (Suara NTB) Satu unit bus yang digunakan oleh para pengantar Calon Jamaah Haji (CJH) asal kecamatan Sekongkang terperosok dan terguling. Akibat dari kejadian tersebut, 14 orang dari total 29 penumpang bus mengalami luka-luka hingga patah tulang. Informasi yang dihimpun Suara NTB di lapangan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 08.25 wita bertempat di jalan lintas Sekongkang-Maluk tepatnya di tanjakan kedua tepatnya di lokasi tanjakan batu aden. Diduga kuat Bus dengan Nopol DK 9098 YG yang di kemudiakan Jamillukman tidak kuat menanjak dan kemudian oleng ke sisi kiri jalan yang terjal. Akibat dari kasus tersebut 14 orang penumpangnya mengalami luka ringan hingga patah tulang dan saat ini masih dirawat di Puskesmas Sekongkang, Minggu (20/8). Kapolres Sumbawa Barat kepada Suara NTB melalui Kasat Lantas Iptu Tira Karista SIK membenarkan adanya kasus tersebut. Hanya saja saat ini pihaknya masih berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan penyebab dari kasus laka lalin tersebut. Sementara, terhadap orang yang menjadi penumpang bus tersebut sudah dievakuasi dan sudah mendapatkan pertolongan pertama dari petugas medis setempat. Patut disyukuri dalam kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa hanya korban luka-luka saja dan patah tulang. “Kita belum bisa simpulkan terkait penyebab kecelakaan ini, namun kita menduga bus tersebut tidak kuat nanjak dan oleng,” ujarnya. Ia menyebutkan, adapun penumpang bus tersebut merupakan satu keluarga yang akan mengantarkan keluarganya ke masjid agung untuk diberangkatkan secara serentak. (ils)
oknum pejabatnya tersebut. Pihaknya akan menunggu hasil proses hukum yang saat ini sedang berjalan. “Nanti kita tunggu saja proses hukumnya seperti apa,” katanya singkat. Seperti diketahui, kasus fiberglas mulai diproses oleh Mapolda NTB. Sebelumnya kasus tersebut sempat ditangani Tipikor Polres Bima Kota. Namun dialihkan karena sejumlah pertimbangan.
Penetapan tersangka dalam kasus korupsi tahun 2012 itu pun, hingga kini telah diketahui secara lisan oleh Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, selaku atasan pejabat tersebut. “Memang benar. Tapi secara tertulis ke Pemerintah belum,” katanya kepada Suara NTB, akhir pekan kemarin. Meski demikian, Bupati belum bisa memberikan keterangan lebihjauh terkait penetapan tersangka
Dalam proyek pengadaan sampan tersebut. Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTB tahun 2015, mencatat ada kerugian negara sekitar ratusan juta. Dalam catatan Suara NTB, kasus tersebut dilaporkan oleh sebuah Lembaga Swadaya Mayarakat (LSM) Masyarakat Transparansi Daerah (Matanda) Kabupaten Bima yang menilai proyek itu tidak sesuai RAB. (uki)
(Suara NTB/uki)
DI SUNGAI - Kondisi Sampan Fiberglass yang terparkir di sungai desa Punti Kecamatan Soromandi.
Diduga Judi Domino, Tiga Pria Uzur Ditangkap Kota Bima (Suara NTB) – Tiga orang pria, ditangkap oleh tim Opsnal Sat Reskrim Polres Bima karena diduga terlibat perjudian kartu domino, disebuah rumah di Kelurahan Jatiwangi Kecamatan Asakota, Sabtu (18/8). Tiga pria yang sudah uzur itu, masing-masing berinisial, Ah (54) yang juga oknum guru di Kota. Ar (50) serta Hf (61). Ketiganya merupakan warga Kelurahan Jatiwangi Kecamatan Asakota. Kasubag Humas Polres Bima Kota, Ipda Suratno mengatakan, penangkapan tiga warga tersebut, menindaklanjuti dari laporan masyarakat. Bahwa di Kelurahan setempat ada kegiatan perjudian kartu domino. “Menanggapi laporan ini, sejumlah anggota tim opsnal langsung turun ke TKP untuk melaku-
Musim Kemarau
PDAM Klaim Debit Normal, Beberapa Daerah Kesulitan Air Bersih Dompu (Suara NTB) Memasuki musim kemarau di beberapa wilayah yang sudah menjadi langganan kesulitan air bersih harus dilayani dengan mobil tanki. Pihak PDAM Dompu mengklaim, musim kemarau ini justru pasokan air baku ke instalasi pengolahan air (IPA) justru berlebihan. Namun kenyataannya, beberapa daerah yang menjadi pelanggan PDAM justru mengalami kekurangan pasokan air. Dirut PDAM Dompu, Agus Setiawan, SE kepada Suara NTB saat dihubungi, Minggu (20/8) kemarin, mengungkapkan musim kemarau tidak berdampak pada berkurangnya debit air baku untuk diolah bagi pelanggan PDAM. Justru pasokan air untuk PDAM melebihi normalnya. Seperti di IPA Selaparang yang memiliki kapasitas 20 liter per detik, justru mendapatkan pasokan air hingga lebih dari 20 liter per detik. “Memang saat ini musik kemarau, tapi ini justru tidak berpengaruh terhadap pasokan air kita. Air yang kita terima bahkan melebihi kapasitasnya dari biasanya 20 liter perdetik. Saat ini bisa lebih dari itu,” kata Agus. Namun di beberapa titik seperti di Selaparang RT 02 Desa Matua yang berada di sekitar IPA PDAM, diakui Agus, lebih karena faktor elevasi. Keberadaan lokasi panggan dari titik pipa pengambilan air lebih rendah membuat air sulit naik ke atas. Akibatnya, di sekitar RT 02 Dusun Selaparang sering tidak mendapat kebagian air. Akan tetap pihaknya akan bersurat di Satker Jalan Nasional untuk minta ini mengubah jalur pipa untuk warga di RT 02. Mengambil langsung dari atas, tidak lagi diambil dari pipa yang ada di bawah diharapkan bisa mengatasi persoalan air di RT 02. “Kalau sudah kita ambil langsung, saya kira persoalan airnya akan terselesaikan. Karena sebelumnya diambil dari bawah dan air yang ke atas tunggu penuh dulu di bawah,” jelasnya. Sementara kekurangan air di Selaparang, tidak hanya di RT 02. Tapi juga terjadi di RT 03 dan RT 04 Dusun Selaparang. Air di jalur ini sering tidak ada dan kalaupun ada, sering mengalami nasi turun debitnya. Akibatnya, para pelanggan harus serba hati – hati dengan menampung air sebanyaknya untuk mengantisipasi tidak mengalirnya air. “Kalau sudah siang seperti ini, air ini sudah tidak datang,” kata Nur, salah seorang ibu rumah tangga (IRT) di RT 04 Dusun Selaparang. (ula)
Diduga Aniaya Kakak Kandung karena Cemburu, Sf Dibekuk Polisi
(Suara NTB/ula)
DILOMBAKAN - Kareku kandei yang dilombakan Kerukunan Mahasiswa dan Pemuda Wawonduru dalam rangka memeriahkan Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72 di Desa Wawonduru Dompu, Sabtu (19/8).
Pertahankan Budaya
Warga Wawonduru Gelar Lomba ”Kareku Kandei” Dompu (Suara NTB) Pukul lesung atu dikenal dengan sebutan Kareku Kandei sudah menjadi budaya warga Dompu untuk mengabarkan kepada warga sekitar akan ada hajatan hidup.
Lapas Dompu Perketat Penjagaan Dompu (Suara NTB) – Kalapas Kelas II B Dompu, Tri Wahyudi, Bc. IP., SH., mengungkapkan pihaknya makin memperketat pemeriksaan dipintu masuk Lapas. Hal itu menyusul adanya indikasi penyelundupan sabu oleh para pengunjung dan sipir. Sebelumnya pun pernah dilakukan penangkapan terhadap pengujung yang berusaha menyeludupkan sabu untuk salah seorang narapidana. “Semua penjagaan kita perketat. Semua yang masuk digeledah,” tegasnya kepada Suara NTB beberapa waktu lalu. Penggeledahan ini lanjut dia, tidak hanya berlaku bagi para pengunjung melainkan untuk semua pengawai yang ada termasuk dirinya. Jika terbukti petugas mengantongi sabu-sabu maka yang bersangkutan pasti mendapat sanksi tegas berupa pemecatan. Dan untuk pen-
gujung akan ditindak pidanakan termasuk pengguna yang akan menerima barang seludupan tersebut. “Semua petugas termasuk saya pun digeledah,” ujarnya. Tes urine pun rutin dilakukan pihaknya terhadap para petugas yang dicurigai, namun sejauh kegiatan ini berlangsung tak ada satupun yang terbukti positif mengkosumsi sabu.Beberapa waktu lalu jelas dia, terdapat salah seorang petugasnya yang dicurigai menyalahgunakan dan mengedarkan sabu-sabu ke Lapas, hanya saja setelah dilakukan pemeriksaan dan tes urine selama beberapa kali dugaan tersebut tidak terbukti. “Kita dapat bantuan alat tes urine dapat 150, jadi kita pakai terus yang terindikasi langsung kita tes, saya ndak mau tes bersama karena sekali tes nanti alatnya habis, kalau saya dicurigai ya saya saja,” jelasnya. Selain melakukan pengua-
kan pengecekan,” katanya. Dikatakannya, saat dicek, informasi tersebut benar adanya. Tanpa menunggu lama, pihaknya langsung melakukan penggerebekan serta melakukan penangkapan terhadap tiga orang pria itu. “Selain tiga pelaku. Anggota juga menyita uang Rp 57.000 dan satu set kartu di Domino,” ujarnya. Suratno menambahkan, usai ditangkap. Ketiga pelaku yang ditangkap serta BB yang disita tersebut langsung digelandang ke Sat Reskrim Polres Bima Kota, untuk diproses secara hukum. “Saat ini ketiganya sudah ditahan di sel Mapolres Bima Kota untuk selanjutnya akan diproses secara hukum. Mempertanggungjawabkan perbuatannya,” pungkasnya. (uki)
tan pengawasan terhadap internalnya, Tri Wahyudi memberikan ruang kepada masyarakat umum untuk melakukan pengontrolan,jadi siapun petugas yang dicurigai oleh masyarakat akan langsung diperiksa dan tes urine. Hal ini semata-mata untuk menjamin lembaganya terbebas dari barang haram tersebut. Disinggung soal kapasitas Lapas Dompu, Tri Wahyudi menyebutkan idealnya hanya 250 orang tetapi yangsudah terisi sekarang 280 orang. Meski demikian, jumlah tersebut masih sangat memadaidan tidak menghambat proses pembinaan pihaknya. “Kapasitasnya longgar-longgar walaupun dioper masih cukup memadai. Kalau narapidana wanita sampai saat ini sudah tecatat 14 orang, mereka kebanyakan terlibat kasus narkoba,” pungkasnya. (jun)
Warga yang mendengarnya akan berdatangan memberikan bantuan secara materi maupun bantuan tenaga kepada yang berhajat. Budaya ini masih tetap dilestarikan warga Desa Wawonduru dan untuk menjaga budaya ini, pemuda setempat menggelar lomba Kareku Kandei dalam rangka peryaan Kemerdekaan RI ke 72. “Lomba ini sengaja kami selenggarakan dengan harapan agar ada regenerasi keahlian Kareku Kandai. Sehingga kita menargetkan, pesertanya bukan dari orang dewasa, tapi para remaja. Tapi karena yang tampil dari ibu – ibu, ya kita lanjutkan saja,” ungkap Khairul Anam, Ketua Panitia dari Kerukunan Mahasiswa dan Pemuda Wawonduru selaku penyelenggara lomba perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72 kepada Suara NTB, Sabtu (19/8) kemarin. Kareku Kandei, jelas Khairul Anam, sudah menjadi budaya warga Dompu tempo dulu ketika ada hajatan hidup untuk mengabarkan kepada warga sekitar. Terlebih tempo dulu tidak ada pengeras suara untuk mengabarkan kepada warga sekitar akan adanya hajatan di tengah masyarakat. Hajatan ini bisa kegiatan gotong royong maupun hajatan hidup seperti pernikahan, khitanan, menenun, dan panen padi. Budaya ini masih terus terjadi di Desa Wawonduru ketika akan ada acara hajatan seperti pernikahan dan khitanan. Warga yang mendengar suara Kareku Kandei, mereka akan membawa padi dan ban-
tuan bagi yang berhajat. Padi yang dibawa langsung dijadikan beras dengan cara ditumbuk pada lesung. Sehingga kareku kandei, tidak hanya untuk mengabarkan kepada warga sekitar akan adanya hajatan, tapi juga berfungsi untuk menumbuk padi menjadi beras. Selain sebagai media untuk mempertahankan budaya, Khairul Anam juga mengungkapkan, lomba kareku kandei yang diselenggarakan juga mengingatkan bahwa Wawonduru masih mempertahankan budaya ini. “Di bandingkan daerah lain di Dompu, Wawonduru ini yang tetap mempertahankan budaya ini,” ungkapnya. Pada lomba Kareku Kandei, kata Khairul Anam, diikuti oleh 8 group dan masing – masing group diikuti oleh 6 orang. Kepada pemain diminta untuk memainkan Kareku Kandai selama 5 menit dengan berbagai variannya. Bagi yang bisa menghasilkan suara yang indah dan stabil hingga akhir waktu akan memperoleh nilai paling tinggi. Penilaian lainnya juga dari keseragaman pakaian dan gaya permainan. Selain Kareku Kandei, Kerukunan Mahasiswa dan Pemuda Wawonduru juga menyelenggarakan berbagai lomba permainan rakyat lainnya dalam rangka memeriahkan Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72 seperti Lari Karung, Lari Kelereng, dan makan kerupuk. Di daerah lain, berbagai lomba juga diselenggarakan seperti panjat pinang, tarik tambang dan berbagai lomba permainan rakyat. (ula)
Dompu (Suara NTB) – Sf (27) warga Lingkungan Kota Baru Kelurahan Bada dibekuk Anggota Satreskrim Polres Dompu, Sabtu (19/8) Pukul 12.00 Wita. Ia diduga melakukan aksi penganiayaan terhadap kakak kandungnya, Junaidin (33). Akibat perbuatannya korban menderita patah tulang tangan dan luka di bagian punggung. Kapolres Dompu, AKBP Jon Wesly Arianto, S. IK., melalui Paur Humas Polres Dompu Aiptu Moh. Saihun mengungkapkan, penganiayaan itu dilakukan Sf lantaran ceburu karena melihat istrinya digoda kakak kandungnya. “Pelaku merasa cemburu dan menuduh korban telah menggoda istrinya, kemudian terjadinya aksi penganiayaan,” katanya kepada Suara NTB saat dihubungi, Minggu (20/8). Penganiayaan itu dilakukan Sf menggunakan alu dengan menyasar punggung dan tangan korban berulang kali, hingga korban menderita luka serius di bagian tangan.Dan saat itu korban tak berusaha memberi perlawanan sampai kemudian insiden ini dilerai
masyarakat sekitar. Korban lanjut Moh Saihun, seketika langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dompu untuk mendapat perawatan intensif. “Korban saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Dompu karena luka serius yang dialami,” ujarnya. Sementara terduga pelaku yang berusaha melarikan diri kini dibekuk polisi untuk dimintai keterangannya terkait motif di balik aksi kejamnya itu. Berdasarkan pengakuan SF, penganiayaan itu dilakukannya setelah melihat sang istri digoda oleh kakak kandungnya. Tak terima hal itu Sf sontak mengambil alu kemudian memukul pungung korban dan tanganya. Kejadian ini sempat memicu ketegangan warga yang melihat perlakukan tak manusiawi seorang adik terhadap kakak kandungnya, hanya saja emosi masyarakat berhasil diredam aparat kepolisian yang melakukan penangkapan. “Laporan dari korban sementara ini sedang di proses termasuk pemeriksaan terhadap tersangka,” pungkasnya. (jun)
(Suara NTB/jun)
KORBAN - Junaidin (33) korban aksi penganiayaan adik kandungnya, Sf (27), Sabtu (19/8).
PENDIDIKAN
SUARA NTB Senin, 21 Agustus 2017
Sopian Hadi, Anak Terisolir yang Berprestasi SOPIAN Hadi (10) anak asal dusun terisolir tak mau kalah dengan anak-anak yang ada di kota. Meski menmpuh pendidikan di sekolah non formal di atas bukit dengan berbagai keterbatasan sarana prasarana, namun anak dari pasangan petani ini mampu berprestasi baik di bidang akademi maupun non akademik. Ia pun memiliki cita-cita tinggi ingin menjadi kepala negara (presiden). Sopian Hadi dengan langkah tegap dan tanpa canggung masuk ke lapangan apel bendera, meskipun ia ditonton ratusan orang anak belia ini begitu lantang memimpin peserta upacara ketika HUT RI tanggal 17 lalu. Usianya masih 10 tahun, namun kemampuannya sangat luar biasa mejadi pemimpin ratusan orang yang ikut upacara. Dari awal memimpin upacara hingga selesai, ia tak pernah salah dalam menyampaikan perintah dan aba-aba ke peserta upacara. Ia mengaku senang menjadi pemimpin upacara apel besar, sebab ia mengaku pertama kali menjadi pemimpin upacara. Ia pun berlatih setiap hari, hingga suaranya serak. “Saya terus berlatih karena semangat,” tuturnya. Ia mengaku anak-anak di dusun terisolir Bunbeleng Desa Sekotong Timur Kecamatan Lembar menempuh pendidikan dengan kondisi terbatas. Namun hal itu tak menghalangi untuk mau belajar dan sekolah. Ia sendiri memiliki prestasi yang luar biasa, setiap tahun menjadi juara kelas. Selain itu, ada prestasi non akademik menjadi pemimpin upacara dan memenangkan beberapa lomba. Ia mengaku, hal ini diperoleh bukan tanpa kerja keras, namun ia belajar giat membagi waktu sambil membantu orang tua serta bermain dengan teman-temannya. Meski sambil membantu orang tua di sawah dan mencari kayu, ia tetap membawa buku di sakunya. Ia menyempatkan membuka buku pelajaran yang diperolehnya dari sekolah. Baginya, untuk berprestasi bukan karena fasilitas yang memadai, namun bagaimana memiliki kemampuan dan semangat belajar. Sebab belum tentu fasilitas megah membuat anak-anak yang sekolah disana berprestasi. Itulah yang ditanamkan dalam dirinya. Ia mengaku orang tuanya hanya sebagai petani, dengan penghasilan tak seberapa. Kondisi orang tuanya ini juga menjadi pelecut semangatnya untuk terus belajar dan belajar agar kelak mampu memperbaiki kondisi keluargaanya. Ia ingin mewujudkan cita-citanya menjadi presiden. Anak yang baru duduk di kelas V MI Al-Mujahddin NW ini berharap agar kondisi yang di wilayahnya khususnya pendidikan anak-anak diperhatikan pemerintah. “Kami terus berharap agar diperhatikan pemerintah,” ujarnya. Di wilayah terisolir Bunbeleng Lembar sendiri terdapat ratusan anak yang mendapatkan pelayanan pendidikan yang kurang memadai. Mereka menimba ilmu di tengah keterbatasan sarana prasarana baik ruang kelas, buku dan alat belajar lain, mereka ke sekolah menggunakan sandal dan ada yang tidak pakai alas kaki. Bahkan mereka hanya mengandalkan satu sekolah non formal di wilayah terisolir tersebut.(her) Sopian Hadi (Suara NTB/her)
Halaman 10
Perangi Pernikahan Usia Anak, DP3AKB Sasar Sekolah Selong (Suara NTB) – Dinas P3AKB Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terus berupaya menekan kasus pernikahan usia anak. Salah satu upaya yang dilakukan yakni menggencarkan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Demikian disampaikan Sekretaris Dinas P3AKB Lotim, Hj. Siti Sukainah, SAP., pada Suara NTB, Sabtu (19/8) pekan lalu. Dikatakannya, persoalan penekanan pernikahan usia anak merupakan tanggung jawab semua pihak, baik dari instansi terkait, dunia pendid-
ikan hingga masyarakat. Termasuk, katanya, pencanangan Kabupaten Layak Anak (KLA) serta sejumlah program yang berkaitan dengan anak, meru-
pakan upaya dalam menekan kasus pernikahan usia anak di Lotim, misalnya sekolah layak anak, lingkungan ramah anak. “Intinya, 25 indikator dalam
pemenuhan hak-hak anak harus dicapai dalam KLA ini, sehingga dari KLA itu juga dapat ditekan pernikahan usia anak,” jelasnya. Terkait sosialisasi ke sekolahsekolah, lanjutnya, sangat penting dilakukan mengingat saat ini sudah diterapkan wajib belajar sudah 12 tahun, tidak lagi sembilan tahun. Maka dari itu, inilah yang perlu diperhatikan, karena putusnya pendidikan seorang anak menjadi pendorong bagi anak untuk mengambil jalan pintas dengan melakukan pernikahan di usia anak. Disebutkannya, usia pernikahan yang ideal, untuk perempuan 21 tahun dan laki-laki 23 tahun. “Jadi kita sudah turun ke sekolah-sekolah untuk memberikan gambaran ke siswa dampak dari pernikahan dini,” akunya. Ia mengklaim, berdasarkan data yang dikantongi oleh Dinas
(Suara NTB/yon)
Hj. Siti Sukaenah P3AKB Lotim, angka kasus pernikahan usia anak di Kabupaten Lotim saat ini sudah mengalami penurunan, termasuk angka putus sekolah. Kondisi itu, menurutnya, tidak terlepas dari dukungan semua pihak seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat. (yon)
SMA Al- Ma’arif Kembangkan Program Unggulan Bahasa Jepang Mataram (Suara NTB) Sekolah swasta harus mampu menunjukkan kualitasnya, SMA Al-Ma’arif Mataram di tahun ajaran baru ini memulai melaksanakan sejumlah program unggulan, salah satunya program unggulan bahasa Jepang. Hal itu disampaikan Kepala SMA Al-Ma’arif Mataram, M. Furkan, S.Pd., beberapa waktu lalu. Ia mengakui pihaknya memberikan peningkatan mutu kepada para siswa. “Salah satunya kita mulai mengambil program unggulan bahasa Jepang,” katanya. Langkah ini dilakukan untuk menyiapkan lulusan dalam menghadapi persaingan global. Diperkuat juga dengan penerapan kurikulum 2013 bagi kelas X. Nantinya sekolah akan tetap melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Kom-
(Suara NTB/ham)
MAKAN KERUPUK - Memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72, sejumlah kegiatan digelar masyarakat, baik yang melibatkan orang tua anak-anak. Seperti kegiatan memperingati Hari Kemerdekaan tahun 2017, warga Griya Panda Mutiara Mataram menggelar Lomba Makan Kerupuk yang melibatkan anak-anak sekolah, Minggu (20/8).
Alumni UIN Mataram Harus Mampu Berkompetisi Mataram (Suara NTB) – Alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram diharap mampu menciptakan lapangan kerja sendiri. Alumni UIN Mataram harus mampu bersaing di tengah kompetisi persaingan di era global sekarang ini. Mereka tidak harus berorientasi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), tapi menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Demikian disampaikan Wakil Dekan I Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram Dr. H. Fahrurrozi, MA, pada Suara NTB
(Suara NTB/ist)
FOTO BERSAMA - Rektor dan jajaran petinggi UIN Mataram foto bersama dengan wisudawati terbaik dalam acara wisuda yang digelar, Sabtu (19/8). usai pelaksanaan wisuda bagi 963 wisudawan di Kampus I UIN Mataram Jalan Pendidikan Mataram, Sabtu (19/8). Menurutnya, sehubungan dengan peralihan status dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi UIN Mataram harus ada perubahan paradigma. Paradigma yang dimaksud, ujarnya, harus menjadi harapan sosial (social expectation), terutama bagi para alumninya. Para alumni diharap tidak hanya menjadi tokoh agama, penghulu, penyuluh, pengajar, administrasi negara atau administrasi keagamaan. Mereka harus bergerak dari ekspektasi sosial menuju harapan akademik (academic expectation). ‘’Harapan akademik yang dimaksud di sini, semua alumni diharap berkiprah sesuai dengan perannya masing-masing. Kemudian bisa berkontribusi pada bangsa, negara dan dunia melalui karya-karya ilmiah yang dipublikasikan, lewat jurnal-jurnal nasional dan internasional yang bisa dibaca di seluruh dunia. Dengan demikian, grade perguruan tinggi akan diperhitungkan oleh dunia,’’ ujarnya. Hal inilah, ujarnya, yang harus digalakkan oleh UIN Mataram di masa mendatang. Selain itu, ujarnya, pemerintah harus memberikan ruang pada alumni UIN Mataram dalam berkiprah di tataran masyarakat, baik sebagai ASN, TNI/Polri dan mampu berkontribusi bagi masyarakat. Tidak hanya itu, setelah lulus dari UIN Mataram mampu menunjukkan integritas, islami dan bisa mengabdi pada ranah atau level apa saja. ‘’Alumni harus menciptakan pekerjaan dan negara belum mampu menyiapkannya. Kami punya optimisme untuk itu. Dan alumni siap-siap memberikan kontribusi bagi masyarakat,’’ terangnya. Dalam wisuda yang digelar Sabtu, sebanyak 963 wisudawan diwisuda. Sebanyak 640 wisudawan dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan dari 6 program studi (prodi). 120 wisudawan dari Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi dari 3 prodi, 114 wisudawan dari Fakultas Syariah dari 3 prodi dan dari Program Pascasarjana sebanyak 89 wisudawan yang berasal 6 prodi Magister S2. (ham)
puter (UNBK), yang sudah dimulai sejak tahun lalu. Program kewirausahaan juga dilaksanakan pihaknya. Berbagai bahan makanan coba dikerjakan oleh para siswa. Baik itu jajanan, maupun jenis kuliner lainnya. Di tahun ini pihaknya ingin mengembangkan sesuatu program yang dapat menyentuh keterampilan siswa, sehingga siswa memiliki keterampilan khusus. Ketika mereka lulus, para siswa dapat menggunakan keterampilan berwirausaha dalam hidupnya. Selama ini masyarakat hanya mengetahui siswa lulusan sekolah kejuruan yang memiliki keterampilan. Dengan adanya program pengembangan kewirausahaan ini, Furkan berharap, lulusan SMA juga memiliki keterampilan khusus. (ron)
Halaman 11
SUARA NTB Senin, 21 Agustus 2017
Kalahkan Atlet Pelatnas Senior, Nurul Sabet Medali Emas
(Suara NTB/ist)
MEDALI EMAS - Atlet panjat tebing NTB, Nurul Iqamah (tengah) menunjukan medali emas dan hadiah yang diraihnya di Kejurnas Panjat Tebing di Bandung, Jawa Barat (Jabar), Sabtu (19/8) lalu. Mataram (Suara NTB) Atlet panjat tebing NTB, Nurul Iqamah tampil mengejutkan di event nasional. Peraih medali perunggu di
SALON Al Beauty Salon & Spa,promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hny 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing(fc strika wjah+akupuntur prut)hny 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain,Hp: 081907050543 AYSHA SALON AND BODY TREATMENT, mlyani: prwatan rmbt&kulit, opening trial facial treatment by eternal beauty,mngatasi: wjah kriput,mnghlngkn bkas jrwat mncrahkan wjah,mnghlngkn flek, alamat : jl. dr. soetomo ,kr. baru, mtr, hp : 087800106674/ 082147428836
Pekan Olahraga Nasional (PON) di Jawa Barat (Jabar)
SALON SYAFIRA SALON MUSLIMAH Salon & Spa Menerima: Paket Pengantin,perawatanpengantin,make up wisuda, SPA, Prawatn Kutu, Totok Guasa, totok aura, V SPA, totok payudara, totok langsing Jl. Pendidikan No. 11 Mataram telp. 0370-636344, 08180373677 AMYRALD SALON & SPA,mlyani prwtan khusus wjah,rmbt &bdan.Promo smoothing 100-300rb,Facial whitening+ozone+totok aura (2jam)125rb, mngtasi kulit brjrwat,flek &mncrhkan kulit,make-up wisuda 150rb,lulur+massage+sauna 85rb, jl.swasembada 11c, kekalik jaya, hub.085239056182 (lidya)
2016 itu berhasil merebut medali emas di kelas lead putri pada Kejurnas Panjat Tebing yang berlangsung di Bandung, Jawa Barat (Jabar), Sabtu (19/8) kemarin. Menariknya, atlet asal Kota Bima yang baru setahun dipromosikan di kelas senior itu berhasil mengalahkan atlet Pelatnas Asian Games andalan Indonesia, Fitria Hartani yang menempati peringkat dua di event tersebut. Dan peringkat tiga diraih atlet asal Kota Badung, Bali, Nadia Putri Virgita. Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Pengprov Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) NTB yang dikonfirmasi Suara NTB di Mataram, Minggu (20/8) kemarin mengatakan keberhasilan Nurul menjuarai event nasional merupakan kebanggaan bagi NTB. Pasalnya untuk pertama kalinya Nurul berhasil mengalahkan atlet unggulan Indonesia, Fitria asal Jawa Timur (Jatim). “Ini prestasi luar biasa. Nurul berhasil mengalahkan atlet Pelatnas asal Jatim,” ucapnya. Prestasi manis yang diraih Nurul Iqamah tidak lepas dari kepabijakan KONI NTB yang mengambil langkah Pelatda panjang. Dimana Nurul Iqamah salah satu atlet yang masuk binaan Pelatda Mayung NTB tahun 2017. “Nurul berhasil meningkatkan prestasi di level nasional karena dia sudah persiapan panjang untuk event nasional. Sebab Nurul salahsatu atlet Pelatda Mayung 2017,” ucap Adi. Tak hanya dibina di Pelatda Mayung 2017, namun atas prestasinya di PON 2016 mahasiswa IKIP Mataram itu juga masuk dalam Pelatnas Indonesia persiapan SEA Games 2018. (fan)
(Suara NTB/fan)
AMANKAN WASIT - Aparat keamanan (polisi) turun mengamankan wasit usai tim PSSB kalahkan Celebest FC 1-2 di pekan ke- 12 Liga 2 Nasional yang berlangsung di GOR 17 Desember Turide Mataram, Minggu (20/8).
Kemenangan PSSB atas Celebest Diwarnai Protes Mataram (Suara NTB) Laga kandang PS. Sumbawa Barat dengan Celebest FC di turnamen Liga 2 Nasional yang berlangsung di GOR 17 Desember Turide Mataram, Minggu (20/ 8) kemarin diwarnai aksi protes. Pertandingan sempat terhenti karena beberapa pemain Celebest FC melakukan aksi protes ke wasit. Pemain Celebest FC menuding wasit, Juwari berpihak pada tuan rumah karena tidak memberikan hadiah penalti atas dugaan pelanggaran yang dilakukan pemain belakang PSSB menjelang babak kedua berakhir. Meski demikian pertandingan berlangsung lancar dan aman setelah 30 personel polisi turun mengamankan wasit. Pertandingan pekan ke 12
yang mempertemukan PSSB dengan Celebest FC akhirnya dimenangkan tim PSSB dengan skor 1-0. Gol satu-satunya PSSB dicetak lewat Muhammad Agus Salim di menit ke-28. Atas hasil itu, tim PSSB berhasil meraih tiga poin dan berpeluang maju ke babak play off. “Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah SWT karena tim kami bisa menang. Itu artinya kita dapat poin
Komisioner Pertandingan Kagumi Keindahan Wisata NTB Mataram (Suara NTB) Match Commissioner Liga Sepak Bola Divisi 2 Nasional, Wawan Ruslan mengungkap-
kan kekagumannya dengan keindahan tempat wisata di NTB. Dia mengaku betah berlama-lama di NTB guna meni-
SALON
SALON
LOWONGAN
Vmel Griya Manten & Salon, mnrm prwtan rmbut,kulit &tubuh,Rias pngantin&wisuda, mnyediakn pnywaan bju pngntn &bju adat ank,tersedia pkt pernikahan,Promo ramadhan :smoothing disc.30%, Jl Bungkarno N0.99 Pagutan,Hp:087765029666
Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809
DIBUTUHKAN SEGERA PEMBANTU RUMAH TANGGA (PRT) DIUTAMAKAN YANG BELUM MENIKAH , MAU TINGGAL DI DALAM, GAJI+THR. HUBUNGI BPK ADI (081917109080)
RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ank-ank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan)
DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007
TWIN’S SALON, Paket Perawatan Trjangkau : Pkt 1 = Facial + totok wajh + Crmbath + Catok vit (40rb),Pkt 2=Crmbath+Massage + Lulur + facial+Totok Wajah + Ctok + Mskr Bdan +ratus Vagina (100rb), dan Masih Bnyk Lagi Pkt Trjangkau Lainnya, Hub: 087 765860889/ 085937064233, jl.Salak Gg II No.5, Tohpati LKP YUNI SALON Promo Krsus Kilat Unt Smua Prgrm Bljr Hy 1 Bln Anda Siap Bekerja dan Buka Usha Salon. Berminat Hub. YUNI SALON. Jl. Dr. Sutomo No. 18 Krg Bru Mtrm. Hp: 087865155031/081236448081 Quen Shi Salon & Day Spa Menerima:Cream Bath, Hair mask, Colouring, Smoothing, Body Masage, Body Scrub, Body Mask, Milk Bath, Ear Candle, Mani & pedi cure, Ratus, Sauna & Facial, disc. 30% smooting & Rebonding . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081917388443 Rcsm Youfo MTR salon Spa Muslimah, Prm Lbra:gratis cutting hair u/rbondng & smoothing.Prwtan Spa,facial,Creambath,Galvanic Spa.Facial Free Massage tgn&kaki mlai dr 65rb.Jl Kertanegara Btn Palm Indah I,Blkang Apotek Panjitilar. FB&IG:Youfo Mataram. WA: 087765893848
tiga,” ucap Asisten Pelatih PSSB NTB, Margono kepada Suara NTB. Sementara itu, Pelatih Celebest FC Palu, Rudi Eka Prasambada yang dimintai komentar atas kekalahan timnya mengaku tidak puas dengan hasil tersebut. Menurutnya tim Celebest FC mendapat dua hadiah penalti atas pelanggaran yang dilakukan oleh pemain belakang PSSB, namun dia
menuding wasit tidak jeli melihat pelanggaran itu. “Kita dirugikan dengan kepemimpinan wasit. Karir saya akan hancur kalau mental wasit seperti ini. Seharusnya kita dapat dua kali penalti atas pelanggaran pemain PSSB. Namun wasit tidak memberikan hadiah penalti,” ucapnya mengungkapkan kekecewaannya. Sementara itu Pengawas Pertandingan, Wawan Rusalan yang dimintai tanggapannya menolak untuk berkomentar. Menurutnya pertandingan sudah berjalan baik. ”Pertandingan sudah berjalan baik. Tidak ada masalah,” ucapnya. (fan)
KITA-KITA SALON & SPA, Prmo:Mnrik Smoothing Colour hnya Rp 100-400rb, Ombre/Highlight Rp 75-250rb, Make Up Wisuda+Hair Do Rp 150rb, Jl. Arya Bnjar Gtas, Bagek Kembar Tanjung Krng Sekarbela, Hub. 081917347453, Pin BB D34158D4 SALON DEWA-DEWI,menerima: Rias Pengantin Bali, Agung&Modifikasi,Pkt Prewed dgh harga trjngkau. Menerima Prwatan wajah & rambut. Hub: Rika (081917965628)jl.Teleq raya no.26 Kr.bedil, FB:Dewa-Dewi Payas Bali Mataram, IG :Rika_Pratistha
kmati indahnya tempat wisata di Pulau Lombok. “Terakhir saya datang di NTB tahun 2009. Dan saya melihat perkembangan wisata NTB saat ini sangat bagus. Terutama tempat wisata di Senggigi sangat indah. Pasirnya putih bersih,” ucapnya saat diwawancarai Suara NTB usai memimpin Technical Meeting di M Hotel Mataram, Sabtu (19/8) lalu. Untuk diketahui, kedatangan pria asal Bandung ini untuk menjadi pengawas pertandingan Liga 2 Nasional. Dimana, dia akan menjadi Match Comissioner di laga antara PS. Sumbawa Barat (PSSB) dengan Celebest FC Palau di Liga 2 Nasional yang berlangsung di GOR 17 Desember Turide Mataram, Minggu (20/8). Selaku Match Comissioner
atau yang biasa dikenal pengawas pertandingan, dia menyatakan siap mengawasi pertandingan dengan baik. Menurutnya, kondisi lapangan sepak bola GOR Turide sudah aman dan siap digunakan untuk event nasional. Dia juga memastikan wasit yang memimpin pertandingan PSSB VS Celebest FC akan menjujung tinggi fair play, dan tidak akan berpihak disalah satu tim yang bertanding. “Selaku pengawas pertandingan saya pastikan pertandingan akan berjalan sportif. Tidak ada keberpihakan wasit,” ungkapnya seraya menambahkan bahwa selain datang memimpin pertandingan dia juga suka berada di NTB untuk menikmati tempat wisata. (fan)
LOWONGAN
HILANG
Perusahaan Farmacy membutuhkn: Salesman TO/ Kanvas dgn syrt:Pria max 30th,pendidikan min.SMA, pnglman min.1thn, mnguasai area lombok(TO), P.Sumbawa (Kanvas),mmliki sim C(TO), Krm lmran: PT.Lenko Surya Perkasa,Jl.Ry Sandik No.19, 081915726592
HILANG STNK R2 YAMAHA DR3886CQ NOKA/NOSIN : MH3RG3710GK010579/G3G8E0010683 AN. M. HIDAYATULLAH HILANG DISEKITAR TENTE MENUJU TENGA
PATRA SALON membutuhkan kryawan, yg blum berpngalman siap d training, diutamakan yang belum menikah, hub : 087864337006, jl. swakarya No.21 A kekaliksekarbela. AMYRALD SALON membutuhkan karyawan yang professional/berpengalaman, disiplin, bertanggung jawab, pekerja keras & mau ditarget. gaji 1-2jt/bln.Hp 085239056182/jl. swasembada 11 c, kekalik jaya. DIBTHKAN Kryawati untk Salon Kecantikan.Diutamakan yg Mnguasai Smua Prwtan Rambut dan Kulit. Brpngalaman Mnimal 1 Thn dibidangnya. Brpnampilan Mnarik usia 18-30 Thn dan Mmiliki Kndraan Sndiri. Berminat hub. Yuni Salon Jl. dr. Stomo No. 18 Krg. Baru, Mtrm. HP : 087865155031 DIBUTUHKAN SEGERA TERAPIS SALON, SUDAH BERPENGALAMAN DIBIDANG SALON KECANTIKAN DAN TREATMENT, BELUM MENIKAH, UNTUK DITEMPATKAN DI INA PARISKA SALON CAB. MATARAM, LAMARAN DIKIRIM KE INA PARISKA SALON, JL. MAJAPAHIT NO. 31 B-C MATARAM DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2 DICARI SEGERA SOPIR PRIA/WNT, BAWA SIM & KTP LOMBOK TAKSI JL. KOPERASI NO.102 MATARAM HUB. 087865493799.
RUPA-RUPA KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah,Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/ 50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127 PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177 GameHouse: MELAYANI PENGISIAN GAME PC/LAPTOP (GAME SELALU UPDATE), SERVICE PC/LAPTOP, RAKIT PC GAMING, DAN MAINTENANCE PC/ LAPTOP. JL. PENDIDIKAN NO. 2 (UTARA KAMPUS AMM) HP. 085858403130 Airlangga Fotocopy Menerima: Foto Copy, Print, Jilid Skripsi, Jilid Spiral, Jilid Buku, Laminating dan Menyediakan alat tulis kantor, alatalat listrik, pulsa DLL. . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769 V Laundry Menerima: cuci setrika, cuci karpet, cuci boneka,cuci gorden, cuci tas + sepatu DLL. Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769 Allea Galeri, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc
SUARA NTB
Senin, 21 Agustus 2017
Halaman 12
RUKO - VILA - KOST
RUPA - RUPA
RUPA - RUPA
RUPA - RUPA
Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Hari Aryanti, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Sahmad Darmi, Atanasius Rony Fernandez, Linggauni, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/ Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.
SUARA NTB
Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.
SUARA NTB
Senin, 21 Agustus 2017
Halaman 13
RUPA-RUPA
RUPA-RUPA
MENU : NASI KELOR, NASI LEBUI, BEBALUNG, SOTO, PELECING, RUJAK, ES KELAPA MUDA TEMAT & MENERIMA PESANAN NASI KOTAK, SNACK KANTOR. HUBUNGI IBU IDA AHMADI HP 081907415439
gin Belajar n i P ANIMASI ? SETIAP MINGGU PAGI - SORE DI TAMAN MAYURA
HUBUNGI :
081917002381
COUNTER PAINT ART GALLERY MINIMALIS LUNA MAYA EKAGITT
Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan
Penjualan dgn Fee 3% Tanpa dikenakan biaya & tidak mengikat
Rp. 995 Jt
POLHUKAM
SUARA NTB Senin, 21 Agustus 2017
Halaman 14
Pilkada NTB 2018
Belum Ada Parpol Berencana Deklarasikan Balon Infrastruktur Belum Mendukung KONDISI infrastruktur yang mendukung pengembangan industri pariwisata di provinsi NTB dinilai masih belum tuntas. Akses jalan menjadi persoalan paling utama yang sering menjadi keluhan wisatawan. Sekretaris Komisi V DPRD NTB, M. Hadi Sulthon, S.Sos kepada wartawan, Sabtu mengatakan, dari hasil kunjungan resesnya ke beberapa kawasan wisata, menunjukkan bahwa kondisi jalan masih memprihatinkan. Ia khawatir hal tersebut akan berpengaruh menurunkan minat kunjungan wisatawan. “Kita memiliki potensi pariwisata yang bagus, tapi infrastruktur pendukungnya masih sangat kurang. Misalkan jalan masih banyak yang belum bagus, padahal bicara pariwisata maka akses jalan harus bagus,” ujarnya. Wakil rakyat dari daerah pemilihan Lombok Barat dan KLU ini menyebutkan, dalam pengembangan industri wisata tidak hanya sekadar persoalan bagaimana strategi promosi oleh pemerintah daerah sendiri. Tapi yang tidak kalah penting adalah pengalaman yang dirasakan langsung oleh wisatawan. “Karena nanti para wisatawan yang sudah berkunjung itu akan bercerita tentang baik - buruknya wisata kita. Jangan sampai dipromosi kita bagus, karena kita tampilkan yang baik-baik saja, tapi ketika mereka datang, mereka kecewa, karena tidak sesuai,” ujarnya. Oleh karena itu, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu akan terus mendorong supaya pembenahan infrastruktur jalan terus dipercepat. Untuk itu, kolaborasi pemerintah Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat perlu lebih dipertajam d a l a m pembangunan pariwisata NTB. (ndi)
Mataram (Suara NTB) Hingga saat ini belum ada partai politik (parpol) di NTB yang berencana akan mendeklarasikan bakal calon (balon) kepala daerah untuk pilkada NTB 2018 dalam waktu dekat ini. Di sisi lain, masyarakat cenderung tidak sabar menunggu kepastian siapa sosok figur bakan calon kepala daerah NTB yang akan pasti maju di pilkada serentak NTB 2018. Ketua DPD Partai Hanura NTB, H. Mudahan Hazdy, yang dikonfirmasi berharap agar semua bakal calon dan para pendukung calon, untuk bersabar mengikuti proses penjaringan. Karena keputusan akhir arah dukungan ditentukan oleh DPP.
“Ya saya harap sabar untuk menunggu rekomendasi itu, karena itu merupakan mekanisme yang harus dilakukan,” ujarnya. Mudahan menjelaskan, bahwa partainya tidak sembarangan dalam menentukan arah dukungan. Oleh karena itu,
berbagai tahapan seleksi dilakukan untuk menghasilkan bakal calon yang berkualitas. “Jadi ada proses penyampaian visi misi, setelah proses pendaftaran dan verifikasi administrasi dilakukan. Nanti juga akan dilakukan survei, sehingga komprehensif pertim-
bangan dalam memilih mendukung siapa. Itu semua akan menjadi laporan kami di DPP, untuk menentukan siapa yang akan didukung,” jelasnya. “Kita tidak mau asalasalan dalam mengeluarkan rekomendasi, karena kita tidak sekadar menjalankan kegiatan ini dengan main - main, tapi kita serius,” sambungnya. Demikian halnya juga dengan partai-partai lainnya masih dalam posisi saling menunggu. Partai Gerindra sendiri, mengaku pada dasarnya sudah mengantongi paket pasangan.
Hanya saja belum diumumkan, karena masih menunggu momentum yang tepat. “Bagaimana kita mau deklarasi, kalau calon lain masih belum jelas. Kalau sudah jelas, maka berani kita deklarasi duluan,” kata Sekretaris partai Gerindra NTB, H. Sakdudin, SH. Ditempat yang sama, Ketua Desk Pilkada DPW PPP NTB, H. Muzihir mengatakan. “Kalau sudah jelas Golkar berkoalisi dengan siapa, Demokrat berkoalisi dengan siapa, kita berani deklarasik duluan,” ucapnya penuh optimis. (ndi) (Suara NTB/cem)
M. Hadi Sulthon (Suara NTB/ndi)
Tantangan Keamanan di NTB Meningkat Mataram (Suara NTB) Laju pembangunan NTB semakin meningkat. Seiring itu pula tantangan kondusivitas keamanan menanjak. Sementara kekuatan pengamanan cenderung stagnan. Muncul gagasan dan upaya untuk meningkatkan tipologi Polda, yang saat ini masih tipe B ke tipe A. Laiknya sejumlah provinsi lain yang kondisinya geografis dan demografis tak jauh berbeda dengan NTB. Contohnya NTT dan Bali, sekawanan provinsi di semenanjung Nusa Tenggara sudah memiliki Polda tipe A. Polda NTT naik tingkat akhir 2016 lalu. Ulama di NTB menyerukan peningkatan tipe Polda NTB. “Semuanya bersepakat mendukung kenaikan tipe Polda NTB ini segera terealisasi,” seru Ketua MUI NTB, Prof Saiful Muslim akhir pekan lalu. Peningkatan tipe Polda, sambung dia, akan membawa berkah dan manfaat bagi kelangsungan kondusivitas NTB. Alasannya, berbagai wacana pembangunan di NTB mulai menunjukkan progres. Ia menyebutkan beberapa contoh, di antaranya Pelabuhan Global Hub Bandar Kayangan, KLU; KEK Mandalika, Lombok Tengah; serta kawasan potensi maritim Teluk Saleh, Sumbawa dan Dompu, pertambangan di Sumbawa Barat. Menilik juga pariwisata di NTB yang berkembang, seperti Senggigi, Lombok Barat, dan tiga gili di KLU. “Tentu banyak pertimbangannya, jumlah penduduk, proyek-proyek vital. Rasanya kita punya hak yang sama dengan daerah lain. Bukti juga bahwa kita ulama bersamasama kompak mendukung program kepolisian” ujarnya. Sementara Kapolda NTB, Brigjen Pol Drs. Firli, M.si menjelaskan, situasi dan perkembangan kekinian NTB menuntut aparat kepolisian untuk lebih meningkatkan kinerjanya. “Geopolitik NTB tidak kalah dengan provinsi lain. Secara geografis, kita punya dua pulau besar, garis pantai yang panjang, dan potensi pariwisata, pertambangan, dan kelautan yang perlu dijaga,” terangnya. Sejumlah tantangan keamanan menurut Firli juga menuntut peningkatan kebutuhan sarana dan prasarana lebih dari sekadar Polda tipe B. “Perhatian utama kita, ancaman rekrutmen teroris, terbukanya pantai kita menjadi ancaman tersendiri dari penyelundupan narkotika, penyelundupan manusia,” jelasnya. Upaya Polda NTB saat ini, lanjut dia, yakni dengan melengkapi persyaratan kenaikan tipe. Seperti persetujuan DPRD, naskah akademik, serta dukungan dari ulama yang merupakan salah satu representasi keinginan masyarakat. “Ini tinggal menunggu keinginan politik saja, bagaimana menyikapi kondisi NTB yang terus berkembang. Polda kita tentu tidak bisa terus begini saja,” tandas Firli. (why)
ANAK PUNK - Koordinator Satgas Sosial Kota Mataram, Abdul Hadi saat mengamankan salah seorang anak punk.
Dinilai Meresahkan
Anak ’’Punk’’ di Mataram Dijaring Mataram (Suara NTB) Satuan Tugas (Satgas) Dinas Sosial Kota Mataram mengamankan enam anak punk pekan kemarin. Mereka yang berasal dari Pulau Jawa ini dinilai meresahkan masyarakat. Mereka diduga memaksa bahkan tidak segan - segan merusak kendaraan jika tidak diberikan uang saat mengamen. Koordinator Satgas Dinas Sosial Kota Mataram, Abdul Hadi menyampaikan, keenam
anak punk ini ditangkap karena sangat meresahkan masyarakat Kota Mataram. Saat menjalankan aksinya mereka tidak segan - segan memalak pengendara bahkan merusak kendaraan orang jika tidak diberikan uang. Tindakan anak punk itu baik itu mengamen, meminta - minta di lampu merah tidak dibenarkan berdasarkan Peraturan Daerah dan Perwal Kota Mataram.
Oleh karena itu, pihaknya harus mengambil tindakan tegas tetapi tetap mengedepankan sikap humanis serta proses hukum bagi yang terbukti lakukan kriminal. “Kebetulan saya yang pimpin patroli rutin kemarin sore dan warga masyarakat sangat bersyukur atas ditertibkannya anak punk tersebut,” kata Hadi, Sabtu. Keenam anak punk yang diketahui berasal dari Blitar,
Seleksi ASN Kemenkumham
Jawa Timur ini langsung ditangkap dan diamankan ke Dinas Sosial Kota Mataram untuk pendataan. Setelah didata, mereka akan diserahkan ke Dinas Sosial NTB untuk dikarantina dan selanjutnya diindentifikasi apakah mengkonsumsi narkoba atau tidak. Setelah dinyatakan clear and clean dari obat - obatan terlarang tersebut. Dinas Sosial NTB akan memulangkan
mereka ke Blitar, Jatim, melalui jalur darat. “Nanti langsung dikirim ke asal mereka,” kata Hadi. Dari hasil pemeriksaan, mereka datang ke Mataram menghadiri undangan komunitas anak punk yang rencananya diadakan di Taman Mayura Cakranegara. Pihaknya saat ini tengah menelusuri komunitas atau penyelenggara yang mengundang mereka via media sosial. (cem)
Penataan Objek Wisata Pusuk Sembalun
Pelamar Diminta Waspadai Calo Negara Terindikasi Dirugikan Mataram (Suara NTB) – Masa pendaftaran seleksi ASN Kementerian hokum dan HAM tersisa dua pecan lagi. Pengawasan percaloan intens sejak awal dengan menyertakan aparat penegak hukum. Kepala Kanwil Kemenkumham NTB, Sevial Akmily kepada Suara NTB menegaskan sudah mewanti-wanti bilamana praktik percaloan terjadi. Sanksinya pun jelas, selain hukuman administratif, juga pemidanaan. “Pokoknya jangan ada lagi kegaduhan dalam penerimaan. Kita benar-benar fair,” ujarnya ditemui pekan lalu. Ia menyebutkan, sejumlah elemen aparat penegak hukum berikut auditor dilibatkan dalam pengawasan proses seleksi. Demikian pula masyarakat umum. “Kita libatkan juga Ombudsman, BPKP, kepolisian, dan kejaksaan untuk memantau panitia seleksi ini. Masyarakat juga bisa memberikan informasi melapor kalau menjadi korban atau kalau menemukan
(Suara NTB/why)
MELIHAT PENGUMUMAN - Pelamar seleksi CPNS Kemenkumham NTB melihat papan pengumuman persyaratan seleksi di Kantor Kanwil Kemenkumham. Wilayah NTB mendapat alokasi 299 formasi. calo-calo,” jelasnya. Sevial menegaskan, seleksi ASN Kemenkumham tahun 2017 ini gratis tanpa pungutan biaya. ia pun mengingatkan jajarannya agar tidak ikut terlibat. “Untuk jajaran jangan ada yang bermain, jangan membikin hal yang dapat menjadi halangan dalam seleksi penerimaan ini,” tegas dia. Tahun 2017 ini, Kemenkum-
ham RI mengalokasikan formasi di wilayah sebanyak 17.241 CPNS. Khusus di wilayah NTB 299 formasi, dengan alokasi terbanyak penjaga tahanan yakni 222 orang dari lulusan SMA. Sementara sisanya pembimbing kemasyarakatan pertama, analis keimigrasian pertama, penata keuangan, dokter umum pertama, dan perawat pertama. (why)
Mataram (Suara NTB) – Kasus penataan kawasan wisata Pusuk, Sembalun senilai Rp 1,6 miliar sudah dalam proses penyidikan. Penyidik Satreskrim Polres Lombok Timur menerima hasil audit dari BPKP bahwa ada indikasi kerugian negara. “Hasilnya sudah kita terima, intinya ada kerugian negara,” ungkap Kapolres Lombok Timur, AKBP Wingky Adhityo Kusumo, pekan lalu ditemui di Mapolda NTB. Ia menyebutkan, kerugian negara dimaksud berdasarkan audit investigasi BPKP Perwakilan NTB. “Baru AI (audit investigasi), hasilnya sekitar Rp 300 juta-an,” bebernya. Atas hasil audit itu, lanjut dia, penyidik sudah menentukan langkah penyidikan. Termasuk memeriksa saksi yang sebelumnya sudah dimintai keterangan pada tahap penyelidikan, salah satunya H. Khairil Anwar, Asisten III Setda Lotim. “Kita periksa nanti di tingkat penyidikan. Kita tindaklanjuti hasil dari BPKP ini,” terangnya. Namun pihaknya belum menen-
tukan tersangka dalam kasus tersebut. “Nanti kita lihat unsurunsurnya (pidana korupsi) mengarah ke siapa,” imbuh dia. Penataan kawasan Pusuk Sembalum dikerjakan dengan anggaran dari Kementerian Pariwisata tahun 2015, pola anggaran Tugas Perbantuan (TP) yang nilainya mencapai Rp 2 miliar. Dinas Pariwisata Lotim menggunakan anggaran itu untuk pembangunan fisik Gapura Sebau, Taman Pusuk Sembalun, dan pembangunan gerbang selamat datang. Pembangunan fisik itu menelan anggaran Rp 1,6 miliar. Penyidik tipikor Satreskrim Polres Lotim sudah memeriksa sejumlah saksi, antara lain, asisten III Setda Lotim, H. Khairil Anwar yang diperiksa sebagai kapasitasnya mantan Kadispar Lotim. Khairil yang bertindak sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) dan pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek tersebut. Saksi lainnya yakni, bagian seksi objek wisata tujuan wisata, pejabat pelaksana teknis kegiatan, dan rekanan pelaksana proyek. (why)
Pilkada Lobar 2018
PPP Usulkan Farin dan Fauzan ke DPP Mataram (Suara NTB) DPW PPP NTB mengumumkan telah mengirimkan dua nama bakal calon (balon) Bupati untuk pilkada kabupaten Lombok Barat (Lobar) ke DPP PPP di Jakarta untuk mendapatkan rekomendasi dukungan. Keduanya adalah, Nauval F. Farinduan dan Fauzan Khalid. Demikian disampaikan oleh Sekretaris DPW PPP NTB, Muhammad Akrie, S. Hi, “Hasil rapat pleno di DPW, dua nama balon kita kirim ke DPP.
Yakni, Farin dan Fauzan,” ujarnya pada wartawan, Jumat. Sesuai dengan prosedur dan mekanisme internal di PPP, bahwa munculnya dua nama tersebut melalui hasil penjaringan di DPC diteruskan dan ditindaklanjuti kepada DPW untuk diteruskan ke DPP. “Keputusan akhir arah dukungan PPP di Pilkada menjadi kewenangan dan otoritas dari DPP. Namun calon diusung tetap mengacu kepada usulan daerah,” ucapnya.
Dikonfirmasi terpisah, balon Bupati Lombok Barat, Nauval F Farinduan mengaku, bahwa ada dua jalur ditempuh untuk maju berlaga di kontestasi Pilkada Lombok Lombok Barat yakni jalur parpol dan jalur perseorangan. Namun demikian, ia lebih optimis bakal maju lewat jalur parpol karena peluangnya memperoleh dukungan dari parpol cukup besar. Untuk itulah dirinya memprioritaskan dukungan parpol sebagai kendaraan untuk maju di
Pilbup Lobar. “Kita optimis dengan dukungan parpol. Termasuk dukungan PPP,” imbuh politisi muda Partai Golkar tersebut. Ia menegaskan, saat ini dirinya terusmembangunkomunikasipolitik baik pimpinan parpol di daerah dan di pusat. Dirinya pun sudah mengikuti berbagai mekanisme penjaringancalonkepaladaerahada di internal parpol tersebut. Yakni, Partai Golkar, Partai Nasdem, PAN,PartaiHanura,PDIPdanPPP. Menurutnya, parpol dalam
memilih kader dan calon yang diusung pasti ingin menang. Saat ini harus dilihat ukuran kemenangan itu adalah elektabilitas calon mengacu hasil survei. Maka tentu parpol-parpol pasti objektif melihat itu semua. Namun berbicara tingkat elektabilitas, ia mengklaim memiliki tingkat elektabilitas yang cukup tinggi, bahkan siap bersaing di Pilkada 2018. “Kita cukup optimis dengan elaktabilitas terus naik,” tandasnya. (ndi)
RAGAM
SUARA NTB Senin, 21 Agustus 2017
PBAK UIN Mataram akan Dibuka Walikota Mataram Mataram (Suara NTB) Senin (21/8) hari ini, Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram mulai melaksanakan kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) dan akan berlangsung hingga Kamis 24 Agustus 2017. Kegiatan PBAK akan dipusatkan di Kampus I UIN Mataram , akan dibuka secara resmi oleh Walikota Mataram TGH. Ahyar Abduh. Menurut Ketua Panitia, Dr. Baharudin, M, Ag dan Sekretaris Panitia Dr. Bahtiar, M.Pd.Si disela rapat menyebutkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 2.825 orang peserta dengan rincian Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) 1.266 orang, Fakultas Syariah 1135 mahasiswa dan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) 424 orang. Dengan masing-masing rincian sebagai berikut Jurusan IPA biologi 104, Jurusan IPS 115, Pendidikan Matematika 98, Jurusan Pendidikan Agama Islam 231, Pendidikan Bahasa Arab 156, PGMI 236, Pendidikan Islam Anak Usia Dini 101, Tadris Bahasa Inggris 154, Tadris Fisika 39, Tadris Kimia 32, Akhwal as-Syakhsiyah 89, Ekonomi Syariah 340, Ilmu Falaq 25, Ilmu Qur’an dan Tafsir 56, Muamalah 161, Perbankan Syariah 335, Pariwisata Syariah 129, Bimbingan Konseling Islam 102, Komunikasi dan Penyiaran Islam 115, Managemen Dakwah 56, Penyiaran Masyarakat Islam 28, Pemikiran Politik Islam 34 dan Sosiologi Agama 89. Menurutnya, kegiatan ini telah disiapkan secara matang oleh kepanitiaan yang terdiri dari unsur pimpinan, dosen, pegawai dan mahasiswa. Sehingga kegiatan ini dapat mengakomodir keterlibatan seluruh stakeholder kampus. Format dan materi kegiatan ini lebih memaksimalkan nuansa akademik, kebangsaan sosial dan religiusitas. Karena kelak mahasiswa akan berjibaku dengan problematika sosial kemasyarakatan yang kompleksitasnya makin beragam. Wakil Rektor III Dr. Subhan Abdullah Acim, MA menambahkan, kegiatan rutin yang dilaksanakan antara lain kegiatan Salat Dhuha berjama’ah dan Salat Dzuhur berjamaah. Dengan harapan terbangunnya spirit reigiusitas mahasiswa yang dibarengi dengan kecintaan sosial dapat terurai semenjak masuk UIN Mataram. Rektor UIN Mataram Dr. H. Mutawali, M.Ag saat memberikan arahan pada panitia mengharapkan agar kegiatan yang berlangsung selama empat hari tersebut berjalan sukses. Misalnya agar mahasiswa baru tersebut dibina bukan dengan kekerasan fisik. Hal ini sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 4962 Tahun 2016 Tentang Pedoman Umum Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan pada PTAI yakni terbentuknya mahasiswa yang yang berakhlak, berkepribadian unggul, kreatif, inovatif, mandiri, berintegritas, sosial, akademis dan berwawasan global. (r)
Diadukan ke KY Dari Hal. 1 “Pengaduan itu diterima Kantor Penghubung, diteruskan ke kami (KY RI),” kata Ketua KY RI, Prof.Dr.Aidul Fitriciada Azhari, SH.,M.Hum kepada Suara NTB ditemui di Kantor Penghubung KY di Mataram, Sabtu lalu. Pengaduan tertinggi dari DKI Jakarta ini, merupakan laporan yang diterima pada semester I Januari - Juni 2017. Dibandingkan pada periode Januari-Juni 2016, jumlah itu mengalami penurunan, yaitu 830 laporan masyarakat dan 964 surat tembusan. ‘’Kemungkinan tren ini disebabkan karena pemahaman masyarakat tentang pelangga-
ran KEPPH semakin baik dan berkualitas,” kata mantan Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ini. Proses penerimaan laporan, sebagian besar melalui kantor penghubung KY NTB, ada sebagian kecil yang langsung diteruskan ke KY RI. Secara umum disebutnya, jenis perkara yang banyak dilaporkan ke KY adalah Agama, Tipikor dan Tata Usaha Negara. Namun dari 712 laporan masyarakat yang diterima, tidak semua laporan bisa diproses. Laporan yang memenuhi persyaratan administrasi dan substansi untuk dilakukan registrasi sebanyak 136 laporan masyarakat. (ars)
Buka Pelayanan ”GNE Auto Service and Car Wash” Terbuka untuk Umum Dari Hal. 1 Tidak hanya itu, BUMD milik Pemprov NTB yang berlokasi di Jalan Selaparang Nomor 60, Cakranegara ini, menjadikan GNE auto service and car wash sebagai tempat praktik bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Juga bekerjasama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) di bawah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans). “Jadi ini dibuka seluas-luasnya menjadi tempat praktik bagi yang punya bakat, terutama anak-anak SMK,” katanya. Ilyas mengungkapkan, Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau Praktik Kerja Industrin (Prakerin) bagi siswa SMK di PT. GNE sudah sering dilakukan sejak tahun 2010 lalu. Bahkan sampai saat ini pun ada siswa SMK yang melakukan praktikum di PT. GNE. PT. GNE terbuka bagi warga NTB yang berminat dan memiliki talenta di bidang perbengkelan. Langkah ini merupakan bukti nyata PT. GNE memberi kontribusi untuk peningkatakan SDM bagi anak-anak muda di NTB. Serta menyiapkan tenaga yang siap pakai untuk bekerja di luar negeri. “GNE membuka luas kesempatan untuk pengembangan tenaga kerja,” kata Ilyas. Pengembangan Bisnis Pengembangan bisnis PT. GNE terus dilakukan dan memberi kontribusi kepada Pemprov NTB dan manfaat kepada masyarakat. Dividen yang sudah diserahkan PT.GNE kepada Pemprov NTB sejak tahun 2007 sampai dengan 2017 ini sebesar Rp 3.185.380.000. Pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun 2016, dividen yang harus diserahkan kepada pemerintah daerah sebesar 55 persen atau Rp745.473.759 dari laba bersih setelah pajak yaitu Rp1.355.406.834. Sementara itu, kata Ilyas, penyertaan modal Pemprov NTB sejak tahun 2007 sebesar Rp20 miliar. Terbagi berupa aset tetap dan uang. Di tahun 2007 Pemprov memberikan aset tetap yang telah
diapraisal tahun 2006, yaitu berbentuk peralatan sebesar Rp7.494.797.000. setelah itu setiap tahunnya dicicil dalam bentuk uang sampai tahun 2015 lalu. Ilyas mengatakan, pengembangan bisnis PT Gerbang NTB Emas dari tahun 2017 sampai tahun 2021 sudah dibuat rancangannaya. PT. GNE sudah mengajukan penyertaan modal kepada Pemprov NTB berjumlah Rp75 miliar. Dengan rincian untuk unit bisnis GNE Beton sebesar Rp22,5 miliar, GNE Konstruksi dan Properti sebesar Rp5 miliar, unit bisnis Perbengkelan Umum dan Assembling sebesar Rp7,5 miliar, dan unit bisnis GNE Agrobisnis dan Perdagangan Umum sebesar Rp7,5 miliar. Selain itu, pada unit bisnis GNE Agrifood (olahan daging dan pangan) sebesar Rp1.875 juta, unit bisnis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Ekraf), sebesar Rp1.875 juta, dan unit bisnis Rumah Potong Hewan (RPH) sebesar Rp18.750 juta. “Itu proposal yang sudah diajukan PT. GNE. di dalam RUPS 2016, dan disahkan. Sudah diajukan ke Pemprov NTB melalui biro ekonomi Setda NTB, dan sudah disampaikan kepada komisi III DPRD NTB untuk dibahas selanjutnya di RAPBD perubahan tahun 2017 maupun RAPBD 2018 nanti,” jelas Ilyas. Dalam perkembangannya, PT. GNE mengambil peran bisnis di bidang multi usaha diantaranya industri beton block, dan jasa konstruksi, Agrobisnis, perdagangan umum, dan ekonomi kreatif. PT. GNE memiliki visi menjadi Perusahaan Daerah (BUMD) yang sehat, produktif, tangguh, dan berdaya. PT. GNE juga sudah memiliki kerjasama dengan PT. Bandar Kayangan Internasional dan Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) untuk pengembangan bisnis dan investasi di KLU untuk proyek global hub. (ron/*)
Halaman 15
KPK ”Deadline” Pejabat Pemprov dan Dewan Serahkan LHKPN Mataram (Suara NTB) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan tenggat waktu (deadline) kepada pejabat Pemprov dan anggota DPRD NTB untuk menyerahkan Laporan Hasil Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) hingga Maret 2018 mendatang. Berdasarkan catatan KPK, ada 112 pejabat Pemprov dan 39 anggota DPRD NTB yang belum menyerahkan LHKPN ke lembaga anti rasuah tersebut. “Jadi, LHKPN ini nanti harus masuk per 31 Maret 2018. Itu untuk pelaporan yang pertama dengan sistem yang baru itu. Dia nanti 31 Maret itu harus sudah masuk,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Drs. H. Fathurahman, M.Si ketika dikonfirmasi Suara NTB, pekan
kemarin di Mataram. Berdasarkan data KPK, pejabat Pemprov yang wajib menyerahkan LHKPN sebanyak 1.908 orang. dari jumlah tersebut, baru 1.796 orang atau 94,13 persen yang sudah menyerahkan LHKPN. Sisanya, sebesar 5,87 persen atau 112 orang belum menyerah-
kan LHKPN. Sementara itu, untuk anggota DPRD NTB yang wajib LHKPN sebanyak 59 0rang. Dari jumlah tersebut baru 20 orang atau 33,90 persen sudah menyerahkan LHKPN. Sisanya, sebesar 66,10 persen atau 39 orang belum menyerahkan LHKPN. “Dari sisi aturannya
yang dikeluarkan olek KPK sendiri, input data pelaporan itu sampai 31 Maret tahun depan,” terang Fathurahman. Fathurahman menjelaskan, saat ini sedang dilakukan sosialisasi dan asistensi oleh KPK mengenai pelaporan LHKPN ini. Bagi yang sudah melaporkan LHKPN perlu melakukan pembaharuan dengan format laporan berdasarkan system yang baru. Ia mengatakan mulai dari gubernur/wakil gubernur, walikota/wakil walikota dan bupati/ wakil bupati, KPK sudah memberikan sosialisasi. Begitu juga
kepada pejabat dan anggota DPRD. Khusus untuk pejabat, kata Fathurahman sudah jelas sanksi bagi mereka yang tidak menyerahkan LHKPN. “Jelas ada sanksinya, itu wajib bagi pejabat penyelenggara negara. Mana yang masuk di dalam harus melaporkan. Bukan saja pejabat tapi juga ada personal-personal lainnya seperti PPK, bendahara yang dipersyaratkan untuk melaporkan LHKPN. Kalau dia pejabat structural kan wajib mulai dari eselon II, III dan IV,” pungkas mantan Kepala Biro Kesra Setda NTB ini. (nas)
Kasus K2 Dompu, Kejaksaan Tunggu Hasil Supervisi KPK Mataram (Suara NTB) Pihak Kejati NTB enggan menanggapi terlalu jauh terkait perbedaan pendapat dalam penanganan Kasus K2 Dompu. Jaksa hanya menunggu penyidik Polda NTB memenuhi petunjuk dalam berkas P19. Terkait supervisi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), apapun hasilnya Kejaksaan juga menunggu. ‘’Intinya kami di Kejaksaan hanya yuridis saja, sesuai dengan tupoksi masing masing. Kalau soal supervisi itu kan memang ada kewenangan KPK, ya kami tunggu saja,’’ jelas juru bicara Kejati NTB,
Dedi Irawan, SH.,MH kepada Suara NTB Minggu (20/8). Dedi meyakini, supervisi yang dilakukan KPK bukan untuk tujuan intervensi perkara K2 yang sudah dua kali berkasnya dikembalikan ke penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB itu. Karena KPK memang punya kewenangan supervisi untuk menemukan titik temu ketika ada perbedaan persepsi dalam penanganan perkara antar Kejaksaan dan Kepolisian. ‘’(KPK) mencari titik permasalahannya, dimana titik temu, sehingga di sini akan dbicarakan kedua pihak. Jadi
kami tunggu saja, apa rekomendasi dari Korsup KPK nanti,’’ paparnya. Soal pengajuan kasus K2 ke Korsup KPK ini, pihaknya baru sebatas mengetahui dari media. Sejauh ini belum ada undangan dari KPK untuk duduk bersama dengan penyidik Polda NTB dalam rangka supervisi kasus tersebut. Hanya saja, supervisi belum tentu akan mempengaruhi pertimbangan pihaknya dalam kajian hukum dalam berkas K2 Dompu. Tapi dia tetap meyakini, KPK juga punya pertimbangan yuridis dalam proses supervisi dan hasil akhir berupa
rekomendasi. ‘’Karena kami juga pertimbangannya sangat yuridis (terkait P19 berkas K2 Dompu, red),’’ tandasnya. Dalam kasus K2 Dompu menurut mantan Kasi Intel Kejari Bima ini yang terjadi adalah masing masing pihak menjalankan kewenangan. Ranah penyidik Polda NTB dalam rangkaian pemeriksaan sampai dengan penetapan tersangka. Sedangkan kewenangan pihaknya mengkaji berkas, apakah memenuhi syarat P21 atau dikembalikan disertai petunjuk. “Karena kewenangan kami nanti akan berkaitan dengan pra penuntutan. Jadi kita punya tupok-
si masing masing,” terangnya. Sederhananya, lanjut Dedi, ketika sejumlah petunjuk yang disampaikan dalam surat P19 dipenuhi penyidik Polda NTB maka praktis pihaknya akan menerima ditandai dengan berkas P21. Namun jika belum juga dipenuhi, maka akan tetap ditolak. Pada dasarnya, proses bolak balik berkas seperti ini bagi Dedi Irawan hal yang biasa dalam hubungan antara kewenangan penyidik dengan jaksa yang akan membawa perkara ke pengadilan. “Kalau kita bertahan (belum P21), itu karena memang tupoksi,” pungkasnya. (ars)
40 Kepsek SMA/SMK Bakal Dimutasi Jadi Guru Biasa Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) memastikan mutasi kepala sekolah (Kepsek) dan pengawas sekolah jenjang pendidikan SMA/SMK akan digelar Agustus ini. Sebanyak 30 – 40 Kepsek bakal dimutasi menjadi guru biasa. Sementara itu, sebanyak 20 Kepsek akan diusulkan menjadi pengawas SMA/SMK. Kepala Dinas Dikbud NTB, Drs. H. Muh. Suruji yang dikonfirmasi Suara NTB, pekan kemarin di Mataram mengatakan pihaknya sudah membuat telaahan kepada Gubernur NTB mengenai rencana mutasi ini. “Saya sudah buat telaahan staf ke Pak Gubernur. Untuk mohon petunjuk , artinya mohon izin untuk memproses. Mutasi dalam waktu dekat. Terutama ada
24 kepala sekolah yang kosong (perlu segera diisi). Dan penilaian kepala sekolah sudah selesai. Terakhir, tes psikometri di RSJ,” kata Suruji. Ia mengatakan, hasil psikometri Kepsek yang dilakukan di RSJ Mutiara Sukma, pihaknya mendapatkan gambaran ada yang merah, kuning dan hijau. Untuk yang mendapatkan hasil merah, kata Suruji, maka sangat dipertimbangkan untuk dimutasi. Namun, Suruji tak menyebutkan berapa jumlah Kepsek yang mendapatkan hasil merah. Mantan Kepala BKD dan Diklat ini menepis adanya mutasi besar-besaran yang akan dilakukan pada Agustus ini. Ia mengatakan jumlah SMA/SMK Negeri yang ada di NTB sebanyak 244 sekolah. Terdiri dari SMA 155 sekolah dan SMK 89 sekolah. Dari jumlah itu, saat ini sebanyak 24 SMA/SMK terjadi kekosongan Kepsek.
(Suara NTB/nas)
H. Muh. Suruji Dalam mutasi ini, 24 sekolah ini wajib dilakukan pengisian Kepsek. Kemudian ada 20 Kepsek yang kinerjanya bagus akan
dijadikan pengawas sekolah. “Mungkin sekitar 30 - 40 orang yang diusulkan untuk mutasi. Dikembalikan menjadi guru biasa. Yang berprestasi kita dorong jadi pengawas, yang agak rendah kinerjanya itu dikembalikan jadi guru,” ungkapnya. Suruji menjelaskan jabatan kepala sekolah merupakan tugas tambahan. Disamping itu, jabatan kepala sekolah juga ada jangka waktunya, yakni empat tahun. Dalam aturan, jabatan kepala sekolah dapat selama satu periode atau empat tahun. “Kalau sudah diperpanjang empat tahun, jadi wajar kalau dikembalikan. Kami usahakan bulan Agustus ini mutasi, sebelum berakhir Agustus,” katanya. Suruji menambahkan, dalam telaahan yang diajukan ke gubernur itu berisi tentang kepala sekolah yang dipertimbangkan untuk diganti dan diangkat menjadi pengawas.
Selain itu, Pemprov juga akan melakukan redistribusi guru negeri supaya ada keadilan penempatan. Tujuannya, supaya layanan pendidikan itu berkeadilan. Dengan redistribusi guru negeri ini, kata Suruji maka siswa yang sekolah di kaki gunung dengan daerah perkotaan mempunyai hak yang sama mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Sehingga, harus ada guru negeri yang memadai. Jangan sampai, guru negeri banyak yang menumpuk di daerah perkotaan. Suruji mengatakan, guru-guru yang bagus akan ditempatkan di daerah terpencil. Ketika ditanya apakah ini tidak akan menimbulkan protes dari guru? Suruji mengatakan pihaknya sudah melakukan pemanasan. Supaya ketika kebijakan ini diterapkan guru menjadi maklum. (nas)
Berat Kejar Peningkatan UHH dan Prevalensi Kurang Gizi Dari Hal. 1 Begitu didengar ada warga yang gizi buruk maka langsung diambil alih penangannnya oleh Dikes. Supaya persoalan ekonomi tidak menjadi masalah. Ia menjelaskan, antara kemiskinan dan kurang gizi ini berhubungan erat. Sehinga, persoalan penanganan kurang gizi ini penangannnya sejalan dengan program pengentasan kemiskinan. Ia menyebutkan, jumlah kasus gizi buruk sepa-
njang 2017 ini baru mencapai 60 kasus. Menurutnya, angka ini jauh menurun dibandingkan tahun sebelumnya sepanjang 2016 lalu yang mencapai 403 kasus. Angka sementara ini, kata Nurhandini kemungkinan akan bertambah. Pasalnya, pihaknya sekarang melakukan pendataan berbasis keluarga. Sebelumnya, masyarakat yang menderita gizi buruk diketahui ketika mereka berobat ke Puskesmas atau rumah sakit. Tapi
sekarang dilakukan pendataan pada setiap keluarga. ‘’Selama ini tidak muncul setelah kita datangi muncul. Tetapi ndak apa-apa, kalau saya. Karena kita akan tahu problem kita sebenarnya. Datanya lebih riil. Selama ini kenapa tidak ketahuan? Karena mereka tak datang ke Posyandu, karena malu dan lainnya,” tutur mantan Kepala Dikes Lombok Tengah ini. Nurhandini menjelaskan tambahan anggaran yang diperoleh pada APBD Peruba-
han yang difokuskan untuk mengejar dua indikator RPJMD tersebut digunakan untuk sejumlah kegiatan. Sesuai arahan gubernur, katanya, tambahan anggaran itu harus benar-benar diarahkan untuk pencapaian indikator UHH dan prevalensi kurang gizi. “PR (pekerjaan rumah) kita itu memang indikator prevalensi gizi kurang dan usia harapan hidup. Usia harapan hidup itu proksi indikatornya, indikator antaranya adalah
angka kematian bayi. Jadi itu yang kita garap,” ucapnya. Berdasarkan data Pemprov NTB, kondisi UHH pada 2013 atau awal RPJMD sebesar 62,73 tahun. Pada 2015, UHH NTB meningkat menjadi 64,90 tahun. Pada tahun 2016 sesuai target RPJMD, UHH NTB ditargetkan sebesar 65,90 tahun. Namun, sampai akhir 2016, datanya belum keluar dari BPS. Akhir 2018 mendatang, Pemprov menargetkan UHH di NTB mencapai 67,70 tahun. (nas)
Amaq Asrul : Tinggalkan Cara-cara Feodalistik Dari Hal. 1 ‘’Jadi, tidak butuhkan sismbol-simbol atau nama gelargelar di luar akal sehat masyarakat maju,’’ papar Amaq Asrul yang melihat fenomena ini dari sudut pandang budaya. Masyarkaat maju mengetengahkan gagasan. Sehingga tidak perlu untuk merubah namanya. Sebelumnya menjadi Amaq
tiba-tiba menjadi raden mas atau raden tumengggung. Jika Amaq, katanya lebih baik dia tetaplah Amaq. Tambahan gelar-gelar dari sejumlah kandidat bisa jadi diberikan oleh para pendukung. Bukan dari kandidat bersangkutan mungkin yang berikan gelarnya sendiri. Akan tetapi, masyarakat pendukung itu menjadi bagian dari masyarakat yang menunjuk-
kan terjadinya kedangkalan pikiran. Bagaiamana dengan sebutan Amaq Asrul, bukan Doktor Ali BD saja? Amaq Asrul ini menjawab karena memang saya sungguh-sungguh seorang Amaq. Suka atau tidak suka, jawab Ali BD ini dirinya tetaplah Amaq. Ditegaskan Amaq Asrul, penggunaan kata Amaq karena Adat Sasak menggunakan
penamaan mengambil anak pertama. Seperti yang dilakukan orang Arab. Sama halnya juga dengan panggilan Putu pada Adat Bali yang menandakan itu adalah anak pertama. Kemudian, ketika ditanya apakah panggilan Amaq akan menyebabkan orang tidak simpatik dan tidak akan memilihnya menjadi gubernur? Jawaban Bupati Lotim, dirinya tidak mempersoalkan or-
ang yang tidak memilihnya karena alasan Amaq itu. Harapan Amaq Asrul ini, ia ingin dipilih oleh orang-orang pandai dalam ilmu pengetahuan. Bukan orang yang pandai menyanjung-nyanjung. Sikap masyarakat maju adalah mengedepankan pikiran, bukan karena pertimbangan sebutan nama dan gelar. “Sejatinya saya memang Amaq,” demikian. (rus/*)
Dinas Kominfo dan Statistik Sosialisasi Bahaya Narkotika Dari Hal. 1 Salah satunya tentang ancaman dan bahaya yang ditimbulkan apabila mengonsumsi narkotika. Terlebih, belakangan ini santer terdengar kabar tentang maraknya peredaran tramadol ilegal yang masuk dalam kategori zat adiktif. Meskipun pada dasarnya obat ini memang baik untuk kesehatan, namun harus berdasarakn resep dokter. ‘’Memang saat ini peredaran tramadol di beberapa daerah di NTB terbilang cukup besar dibandingkan daerah lain. Ini
membuat kami selaku pengawas obat dan makanan harus berhati-hati dan mencari akar permasalahannya. Ternyata banyak tramadol yang beredar secara ilegal,’’ Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram Dra. Ni Gusti Ayu Nengah Suarningsih menambahkan. Ia mengatakan bahwa hingga saat ini ada 40 orang yang telah diproses secara hukum karena telah terbukti secara sah dan meyakinkan mengedarkan tramadol tanpa izin resmi. Kondisi ini dianggap cukup memprihatinkan.
Sebab Suarningsih menduga masih banyak pelaku yang belum tertangkap. “Ini kemungkinan seperti fenomena gunung es. Yang kelihatan sedikit, yang tidak kelihatan masih banyak. Ini mengapa Balai POM selalu berupaya untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh,” ujarnya. Sementara itu, Wassidik Tindak Pidana Narkotika Dit Res Narkoba Polda NTB Kompol I Ketut Sukarja mengatakan bahwa jumlah kasus narkotika di NTB cukup tinggi. Hal itu dilihat dari jumlah
penduduk dan jumlah kasus yang ada hingga saat ini. Pada semester 1 tahun ini saja jumlah kasus yang diungkap sebanyak 403 kasus. ‘’Kalau melihat dengan jumlah penduduk NTB saat ini, kasus itu sangat tinggi. Belum pengguna, pengedar dan sebagainya. Sehingga perlu adanya informasi lebih gencar lagi untuk mengurangi penggunaan narkoba ini. Kita harus mau dan mampu memerangi narkoba,’’ ujarnya. Sementara itu, Tri Budi Prayitno berharap dengan adanya kegiatan ini,
masyarakat bisa lebih mengetahui tentang bahaya yang ditimbulkan akibat penggunaan narkotika. Termasuk penggunaan tramadol yang tidak sesuai dengan resep dokter. Ia berharap masyarakat bisa memperoleh informasi lebih banyak lagi melalui kegiatan Inspiratif Expo yang dicanangkan oleh Dinas Kominfo dan Statistik NTB. “Minggu depan ada lagi, kami berharap ini bisa membantu masyarakat untuk memperoleh beragam info, bukan saja tentang bahaya narkotika,’’ jelasnya. (lin/*)
BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598
Senin, 21 Agustus 2017
suarantb.com
@suarantbcom
@suarantbcom
http://facebook.com/suarantbdotcom
http://twitter.com/suarantbcom
http://instagram.com/suarantbcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Bantuan Lansia Miskin di Lobar Terancam Dipangkas Giri Menang (Suara NTB) – Kepala Dinas Sosial Lombok Barat, Hj. Made Ambaryati menyatakan bahwa tahun depan bantuan untuk orang tua atau Lansia miskin di Lobar terancam dipangkas pusat. Kebijakan ini sendiri berlaku seluruh Indonesia, karena pemerintah pusat melakukan pemangkasan anggaran untuk program kemiskinan tiap tahun. Untuk memberikan bantuan ke Lansia miskin ini, Pemda diminta menyiapkan anggaran sendiri melalui APBD. “Tahun depan kayaknya berkurang dari pusat batuan untuk lansia miskin di Lobar, Itu berlaku di seluruh Indonesia, karena kebijakan pusat anggaran untuk kemiskinan juga harus dikurangi setiap tahun ,”jelas Ambar. Dijelaskan, hasil koordinasinya ke Kemensos beberapa hari lalu bahwa bantuan Lansia tahun ini tetap dialokasikan hanya bagi 125 orang. Malah lanjut Ambar, tahun depan bantuan bagi lansia miskin ini dikurangi pusat sehingga Pemda yang menganggarkan. Diakui pemangkasan ini sangat memberatkan daerah, sebab di Lobar sendiri masih banyak Lansia miskin. Ia ngotot mengusulkan agar tidak
Hj. Made Ambaryati dikurangi, meskipun tetap pada angka 125 orang Lansia yang dibantu pusat namun pihak pusat tidak mau. Pihaknya sendiri tidak bisa berbuat banyak sebab kebijakan ini berlaku seluruh Indonesia. Kebijakan pusat jelasnya anggaran pusat untuk kemiskinan harus dikurangi setiap tahun, sehingga imbasnya ke program bantuan lansia miskin. Pusat mengarahkan jika daerah merasa memiliki banyak Lansia miskin harus menganggarkan sendiri melalui APBD. “Bagi daerah yang punya banyak lansia diminta menganggarkan melalui
daerah (APBD),”ujarnya Menyikapi ini, mau tidak mau daerah sendiri yang menyiapkan anggaran. Karena itulah, salah satu upayanya melalui dana aspirasi DPRD harus diarahkan ke Lansia miskin. Dana aspirasi ini jelasnya, boleh dianggarkan oleh Dewan namun pihak dinsos yang menentukan untuk apa penggunannya. Sebab dinsos sendiri memiliki data lansia miskin yang perlu diintervensi. “Kami maunya seperti itu, kalau boleh, terserah ke pak bupati dan Dewan,” tukasnya. Langkah ini jelasnya perlu dilakukan, sebab bantuan lansia miskin ini tidak lagi dibantu pusat. Upaya ini juga untuk mengentaskan kemiskinan. Ia sendiri akan memberikan telahaan ke bupati terkait hal ini. Berdasarkan data jumlah masyarakat miskin lanjut usia (Lansia) di Lombok Barat diperkirakan mencapai sebanyak 800 jiwa. Jumlah Lansia miskin ini diprediksi lebih besar lantaran banyak yang belum terdata. Lansia ini tersebar di 10 kecamatan. Dari jumlah ini, sebagian yang mampu ditangani sementara sebagian besar lansia miskin tak tertangani sehingga mereka pun terlantar. (her)
H. Ruslan Terpilih sebagai Ketua BK DPRD Lobar Giri Menang (Suara NTB) – Ketua DPC PPP Lombok Barat (Lobar), H. Ruslan terpilih menjadi Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Lombok Barat. Politisi asal Labuapi ini terpilih pada pemilihan yang dilaksanakan pekan kemarin, Dia bersaing dengan sejumlah kandidat lain. Dari lima anggota yang seharusnya memilih hanya satu orang tidak hadir, sehingga empat orang ini sepakat memilihnya menjadi ketua dan H. Jamhur sebagai Wakil Ketua BK. “Saya terpilih jadi ketua BK secara aklamasi Selasa lalu,” kata H. Ruslan. Politisi PPP ini menjelaskan, pemilihan alat kelengkapan BK ini setelah diagendakan sebelumnya. Kenapa sedikit molor sebab kelengkapan yang lain sudah dibentuk, menurutnya hal ini kaitan dengan kesibukan saja. Beberapa kali diagendakan baru kali ini bisa terlaksana dengan lancar. Proses pemilihan sendiri jelas anggota Dewan Dapil III ini tidak berlangsung lama karena dari lima anggota hadir empat anggota yang memilih. Setelah sepakat melakukan pemilihan, proses pemilihan pun dilaksanakan. Hasilnya empat orang memilihnya untuk memimpin BK beber-
apa tahun kedepan. Menurutnya hal ini adalah kepercayaan seklaigus amanah yang mesti diembannya dengan penuh tanggung jawab. Terpilihnya sebagai ketua BK juga bentuk keberhasilan bagi PPP di Lobar, sebab PPP mampu menempatkan kadernya di alat kelengkapan DPRD. Kedepan jelasnya, tugas dan tanggung jawab sebagai BK akan dilaksanakan dengan sebaik mungkin. Terutama sekali menyangkut disiplin anggota Dewan yang masih menjadi PR yang perlu dibenahi secara pelan-pelan kedepan. Programnya di BK sendiri jelasnya, tentu menjembatani jika ada persoalan. Tentunya BK harus mampu menempatkan diri baik bagi rekanrekan anggota Dewan. Ketika ada persoalan BK tidak lantas menyudut-
H. Ruslan (Suara NTB/her)
kan anggota Dewan, namun melakukan langkah-langkah komunikasi yang baik. “Kita kedepankan komunikasi,” ujarnya. Sejauh ini lanjutnya BK memang perlu digenjot dari sisi kinerjanya. Sebab belum ada hasil yang tampak dari kerjanya. Namun demikian ia juga merangkul pengurus BK yang sebelumnya untuk bersinergi guna meningkatkan kinerja DPRD untuk memperjuangkan asprasi masyarakat. “Kita rangkul seemua agar enak komunikasi ketika ada masalah kita saling koordinasi,”mbuhnya. (her)
Tak Punya Rumah
Anggota Veteran Dikunjungi Polwan Polres Lotim Selong (Sara NTB) – Berkaitan dengan momentum HUT ke-71 Ri, puluhan Polwan Polres Lotim mengunjungi salah seorang anggota veteran di Lotim. Veteran yang berusia ratusan tahun itu bernama Abu Syamsudin. Dia merupakan salah seorang veteran yang beralamatkan di Desa Sukamulia Timur, Kecamatan Sukamulia. Di era 1940-an, peran Abu Syamsudin sangatlah penting untuk Kemerdekaan Negara Republik Indonesia, karena dia berperan sebagai Intelijen di Pulau Lombok sebelum Negara Republik Indonesia Merdeka. Mengetahui informasi tersebut, Polwan Polres Lombok Timur (Lotim) mengunjungi tempat tinggal Abu Syamsudin. Rombongan Polwan hampir meneteskan air mata saat melihat Abu Syamsudin. Bagaimana tidak, seorang veteran yang seharusnya hidup layak dan serba berkecukupan, kini tinggal di sebuah gudang milik Kantor Desa Sukamulia. Ironisnya, saat ini gudang tersebut sedang direnovasi dan kini Abu Syamsudin hanya tinggal di sebuah tenda kecil berukuran lima kali lima meter. Saat ditemui oleh rombongan Polwan Polres Lotim beberapa waktu lalu, Abu Syamsudin bercerita banyak hal tentang perjalanan hidupnya kepada Kabag Sumda dan beberapa Polwan yang hadir dalam kunjungan itu, termasuk kondisinya pada saat ini. Setelah Kabag Sum-
(Suara NTB/ist)
KUNJUNGI VETERAN - Polwan Polres Lotim saat menyerahkan bingkisan kepada salah seorang veteran yang terlupakan, Abu Syamsudin, dalam kunjungan Polwan ke salah seorang anggota veteran. da menyimak cerita dari Abu Syamsudin, ternyata sampai dengan detik ini dia tidak memiliki rumah. Keberadaannya di Gudang Kantor Desa Sukamulia yang kini sedang direnovasi tersebut tidak lebih dari sekadar numpang saja. “Jangankan sebuah rumah, sejengkal tanahpun tidak ada,” ujarnya. Di usianya yang sudah renta, dia sudah tidak memiliki sanak saudara di di sampingnya. Dia bertahan sampai saat ini hanyalah menunggu belas kasih dari beberapa warga, kehidupannya tidak ubah seperti manusia Purbakala yang hidupnya Nomaden (berpindahpindah) dari satu tempat ke tempat yang lain. Pria kelahiran Mer-
tak Paok, Kecamatan Lombok Tengah pada bulan Desember 1913 tersebut meneteskan Airmata ketika diberikan bingkisan dan Sembako oleh Polwan Polres Lotim. “Ini adalah kali pertama saya dikunjungi oleh pejabat,”akunya. Bripka Ika selaku Pembina Polwan Polres Lombok Timur mengungkapkan, kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka menyambut HUT (hari ulang tahun) RI ke – 72 sekaligus HUT Polwan ke – 69, walaupun tidak banyak yang bisa berikan. Namu diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. “Paling tidak beliau juga ikut merasakan kebahagiaan di hari kemerdekaan ini,”pungkasnya. (yon)