Skip to main content

Edisi 09 Nopember 2017 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 80 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

kamis pon, 9 november 2017

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

Pernikahan Kahiyang-Bobby

Makna Mas Kawin 80 Gram

MAS kawin Bobby Nasution untuk Kahiyang Ayu, putri semata wayang Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, adalah emas seberat 80 gram. Ternyata angka 80 mempunyai makna khusus. Ibunda Bobby Nasution, Ade Hanifah Siregar, menjelaskan bahwa angka 80 memiliki makna yang mendalam.

Bali Post/ant

Gerindra Pecat Komang Swastika

Jakarta (Bali Post) Partai Gerindra memutuskan memecat Jero Komang Gede Swastika atau Mang Jangol karena diduga terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkoba. Pemberhentian meliputi sebagai anggota partai, pemberhentian sebagai pengurus partai, dan pemberhentian dari keanggotaan DPRD Bali periode 2014-2019. Pemecatan Komang Swastika diputuskan dalam rapat Majelis Kehormatan (MK) DPP Gerindra di Kantor DPP Gerindra, Jakarta, Rabu (8/11) kemarin. Sidang dihadiri antara lain Wakil Ketua Majelis Kehormatan Amir Toha berserta sejumlah anggota MK DPP serta Ketua Harian DPP Partai Gerindra Mukhlas Sidiq. Usai rapat, Ketua Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra Habiburokhman menjelaskan, seluruh anggota MK DPP Gerindra sepakat atas pemecatan Komang Swastika. Salah satu alasannya adalah berdasarkan informasi langsung dari Kepolisian dan keterangan DPD Gerindra. ‘’Kami semua bulat sepakat sudah merekomendasikan pemberhentian sebagai kader terhadap yang bersangkutan,’’ kata Habiburokhman. Hal. 19 Keputusan Pemecatan

BUKU NIKAH - Menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution (kedua kanan), bersama istrinya, Kahiyang Ayu (kanan), menerima buku nikah dengan disaksikan Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ketua MUI KH Ma’ruf Amin (keempat kanan) seusai ijab kabul di Gedung Graha Saba, Sumber, Solo, Jawa Tengah, Rabu (8/11) kemarin.

Penyebaran Paham Radikal di Kampus Sangat Gawat

Jakarta (Bali Post) – Paham radikal kini telah masuk ke berbagai kampus di Indonesia. Bahkan satu kampus di Jawa Barat sempat mendeklarasikan khilafah. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Suhardi Alius pun kembali mengingatkan agar deklarasi khilafah di kampus sebagaimana pernah terjadi di salah satu perguruan tinggi di Jawa Barat tidak terulang lagi.

‘’Pihak kampus harus bisa mendeteksi dan mencegah jika ada kegiatan tersebut. Jika melihat ada indikasi seperti itu cepat laporkan ke aparat berwajib,’’ ujarnya saat memberikan kuliah umum di hadapan sekitar 500 mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Institut Teknologi Bandung (ITB), Rabu (8/11) kemarin. Dikutip dalam siaran pers, Suhardi dalam kuliah umum bertajuk ‘’Resonansi Kebangsaan dan Bahaya serta Pencegahan Radikalisme’’ itu mengingatkan bahwa penyebaran paham radikal di lingkungan kampus sekarang ini sudah sangat gawat. ‘’Sudah tidak ada sekat.

Kalau kita tidak gerak cepat untuk mengawasinya tentunya ini akan membahayakan anak-anak kita nantinya dan tentunya bangsa ini sendiri,’’ katanya. Menurut mantan Sekretaris Utama Lemhannas ini, mahasiswa bersama dosen, dekan hingga rektor memiliki peran yang sangat penting dalam melakukan upaya pencegahan, mengidentifikasi radikalisme serta langkah-langkah yang harus diambil untuk memecahkan suatu masalah jika terjadi hal tersebut di lingkungan pendidikan. Hal. 19 Tenaga Pendidik

Nilai Korupsi Rp 110 M

Jakarta (Bali Post) – Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus), Rabu (8/11) kemarin menahan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Surya Chandra Surapaty (SCS), tersangka dugaan korupsi pengadaan KB II Batang Tiga Tahunan Plus Inserter tahun anggaran 2014-2015. ‘’Penyidik sudah menahan Kepala BKKBN SCS terkait dugaan korupsi pengadaan KB II,’’ kata Direktur Penyidikan (Dirdik) pada JAM Pidsus Warih Sadono. Penahanan yang bersangkutan terhitung sampai 20 hari ke depan dari 8 November 2017 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Agung. Penahanan itu agar penyidik memudahkan proses pemeriksaan terhadap yang bersangkutan, serta mencegah menghilangkan barang bukti dan melakukan perbuatan serupa. ‘’Nilai korupsinya Rp 490 miliar dengan kerugian Rp 110 miliar. Sedangkan penyidik baru menyita sebesar Rp 5 miliar belum sebanding dengan kerugian negara,’’ katanya. Hal. 19 Proses Persidangan

Jakarta (Bali Post) – Penyidik Polda Metro Jaya akan menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) guna menghitung nilai kerugian negara terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi pulau reklamasi Teluk Jakarta. ‘’Kami akan membuat keterangan BPK untuk mengetahui berapa kerugian negara,’’ kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono, Rabu (8/11) kemarin. Argo menuturkan bahwa penyidik menjadwalkan pemeriksaan tiga karyawan Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta untuk mengetahui penetapan nilai jual objek pajak (NJOP) pulau reklamasi pada hari Rabu. Argo menerima informasi ketiga saksi itu mengonfirmasi akan hadir memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya. Penyidik Polda Metro Jaya juga akan meminta keterangan Kepala BPRD DKI Jakarta dan Kepala Kantor Jasa Penilai Publik (KJJP) pada hari Kamis (9/11). ‘’Tentunya soal NJOP akan kami tanyakan ke sana,’’ ujar Argo. Hal. 19 Gelar Perkara

Suhardi Alius

Jinping Ajak Trump ke Kota Terlarang

Kepala BKKBN Ditahan

Polisi Gandeng BPK Hitung Kerugian Reklamasi Teluk Jakarta

‘’Angka delapan itu enggak putus, terus bersambung. Enggak putus. Kami berharap mereka cintanya tidak pernah putus,’’ katanya di sela-sela resepsi di Gedung Graha Saba Buana, Solo, Jawa Tengah, Rabu (8/11) kemarin. Ade Hanifah juga mengatakan dirinya memiliki kesan yang mendalam tentang sosok Kahiyang Ayu. ‘’Orangnya ramah, ke mana saja bisa masuk,’’ ujarnya. Saat ditanya mengenai cucu, Ade mengaku pasrah. ‘’Terserah Yang Di Atas,’’ ungkapnya. Resepsi pernikahan Kahiyang-Bobby berlangsung meriah. Resepsi digelar dua kali, yakni sejak pagi hingga siang sekitar pukul 13.00 WIB dan malam hari. Para pejabat dan menteri tampak hadir saat akad nikah dan resepsi pagi hari. Hal. 19 Masyarakat Biasa

Bali Post/rtr

KOTA TERLARANG - Presiden AS Donald Trump dan Ibu Negara AS Melania mengunjungi Kota Terlarang bersama Presiden Cina Xi Jinping di Beijing, Cina, Rabu (8/11) kemarin.

Beijing – Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan meminta Cina untuk memutus hubungan keuangannya dengan Korea Utara dan mematuhi sanksi PBB saat bertemu dengan Presiden Cina Xi Jinping di Beijing, kata seorang pejabat senior Gedung Putih, Rabu (8/11) kemarin. Trump tiba di Beijing pada Rabu sore dari Korea Selatan untuk menetap dua malam di ibu kota Cina itu, sebagai bagian dari tur maraton Asia-nya. Presiden AS ragu-ragu mengenai apakah akan mengumumkan Korea Utara sebagai negara sponsor terorisme pada akhir perjalanannya, kata pejabat tersebut, yang berbicara kepada wartawan di pesawat kepresidenan AS Air Force One. Trump percaya setiap pembicaraan dengan Korea Utara akan mengurangi ancaman, untuk mengakhiri provokasi dan gerakan menuju denuklirisasi dan bahwa tidak ada kesepakatan yang dapat dicapai tanpa dilakukannya denuklirisasi, pejabat tersebut menambahkan. Demikian diberitakan Reuters. Presiden Cina Xi Jinping dan istrinya Peng Liyuan mengundang Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan istrinya, Melania Trump, ke Palace Museum atau Kota Terlarang di Beijing, saat Trump memulai kunjungan kenegaraannya ke Cina. Trump dan Melania Trump tiba di Beijing pada Rabu. Hal. 19 Bergaya Barat

Dua Pimpinan KPK Disidik Polri

Febri Diansyah

Jakarta (Bali Post) – Dua pimpinan KPK dilaporkan ke Mabes Polri atas pemalsuan surat. Bahkan, Bareskrim Polri telah melayangkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke KPK. Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengakui hal itu, Rabu (8/11) kemarin. Ia pun mempercayai Bareskrim Mabes Polri bersikap profesional terkait adanya laporan terhadap dua pimpinan KPK yaitu Agus Rahardjo dan Saut Situmorang atas dugaan memalsukan surat. ‘’Ini kan bukan terjadi kali ini saja, jadi kami pastikan KPK akan menghadapi hal tersebut dan kami percaya polisi akan profesional dalam menanganinya,’’ katanya. Terkait hal itu, ia pun mengingatkan ketentuan dalam Pasal 25 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi yang mengatur proses penyidikan, penuntutan, dan persidangan kasus tindak pidana korupsi itu didahulukan dibanding dengan perkara yang

lain. ‘’Kalau itu terkait dengan pelaksanaan tugas di KPK, misalnya dalam kasus penanganan perkara, tentu kami perlu ingat Pasal 25 Undang-undang Tipikor. Jadi, saya kira baik KPK, Polri atau pun Kejaksaan memahami ketentuan di Pasal 25 Undang-undang Tipikor tersebut,’’ ucap Febri. Sebelumnya, Fredrich Yunadi, kuasa hukum Ketua DPR-RI Setya Novanto, mengatakan bahwa penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri telah mengeluarkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) dengan terlapor Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang sejak Selasa (7/11). Kedua petinggi KPK tersebut dituduh telah melakukan tindak pidana membuat surat palsu atau memalsukan surat dan menggunakan surat palsu dan atau penyalahgunaan wewenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan atau Pasal 421 KUHP. Febri pun mengaku

lembaganya telah menerima SPDP dari Bareskrim Polri tersebut pada Rabu (8/11) sore. ‘’Tadi sore kami sudah terima SPDP, isi SPDP itu ada dua pimpinan KPK sebagai pihak terlapor. Jadi, perlu ditegaskan di sini, dua pimpinan KPK sebagai pihak terlapor. Tentu kami akan pelajari lebih lanjut termasuk juga apa yang dipersoalkan di sana,’’ tuturnya. Dikeluarkannya SPDP tersebut bermula dari seorang warga bernama Sandy Kurniawan melaporkan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang ke Bareskrim Polri dengan tuduhan tindak pidana membuat surat palsu dan menggunakan surat palsu dan penyalahgunaan wewenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 253 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan atau Pasal 421 KUHP. Laporan tersebut teregister dalam laporan polisi Nomor LP/1028/X/2017/Bareskrim tertanggal 9 Oktober 2017. (ant)


denpasar

2

Kamis Pon, 9 November 2017

figur

Bali Post/may

Bergerak dan Bekerja Bersama

MENGHADAPI situasi ekonomi yang sulit saat ini, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra mengajak semua komponen masyarakat Bali tetap optimis. Masih ada waktu satu bulan lagi, bahkan satu setengah bulan hingga sampai di pengujung tahun untuk memperbaiki ekonomi Bali. “Kalau kita bekerja bersama-sama, kita pasti bisa meningkatkan perekonomian. Kadin optimis karena kita kerja bersama membangun perekonomian ini, dengan semua stakeholder pariwisata dan sebagainya,” katanya, Rabu (8/11) kemarin. Ia menegaskan, Kadin fokus untuk menggenjot UKM dan IKM untuk menggerakkan ekonomi Bali. “UKM kita harus bangun. Ini peluang yang besar bagi kita untuk bersama pemerintah bergandengan memajukan UKM ini. Maka dari itu, Kadin juga akan mencari pasar ekspor yang baru. Kita lagi membuat terobosan cari pasar ekspor yang lebih lunak dan gampang dan juga lebih variatif,” tegasnya. Dengan bergeraknya sektor usaha, kata pria murah senyum ini, secara otomatis perbankan akan mengikuti dengan bergulirnya penguatan modal berupa kredit. “Kalau ada proyek, perbankan biayai. Sekarang karena proyeknya tidak ada, ordernya tidak ada, perbankan mau biayai apa? Jadi, setiap proyek yang didapat pengusaha Bali akan dibiayai oleh perbankan. Kalau tidak ada jaminan, kita akan minta jaminan Bali Mandara itu yaitu Jamkrida,” bebernya. Maka dari itu, pihaknya mengaku tetap optimis. Jika tidak optimis dan bergerak, ekonomi akan tidur dan dunia usaha akan tambah susah. Melemahnya daya beli masyarakat diiringi dengan tutupnya beberapa toko ritel secara nasional, menurutnya, tidak berdampak di Bali. Mall-mall di Bali masih ramai dikunjungi karena masyarakat Bali masih ingin melihat-lihat dan memilih barang secara langsung. Terbukti dari mall di Denpasar yang belum buka secara full saja sudah ramai dikunjungi. “Kadin juga akan mendorong serapan anggaran hingga akhir tahun bisa mencapai 70-80 persen. Kerja bersama-sama, saling bahu-membahu. Saya pikir tender untuk serapan anggaran bisa dilakukan dalam minggu ini sampai sebulan. Saya pikir bisa selesai, meskipun pelaksanaannya di akhir bulan,” tegasnya. (may)

Pembangunan SMPN 13 Masih Terkendala Lahan

Denpasar (Bali Post) Keinginan warga Denpasar Barat, khususnya warga di Padangsambian, untuk memiliki Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri belum bisa terealisasi. Pasalnya, salah satu persoalan yang masih mengganjal, yakni ketersediaan lahan. Pemkot Denpasar tidak memiliki lahan untuk membangun gedung sekolah baru di daerah tersebut. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Denpasar I Wayan Gunawan mengatakan hal itu, Rabu (8/11) kemarin. Menurut Gunawan, tersendatnya pembangunan gedung SMP negeri baru di Denpasar Barat tersebut akibat persoalan lahan. Sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan lahan untuk pembangunan sekolah tersebut. ‘’Masalahnya soal tanah saja. Sama seperti yang saya sampaikan beberapa waktu lalu, masih soal tanah,’’ ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, rencana Pemkot Denpasar untuk mendirikan SMPN 13 di Denpasar Barat sudah mencuat cukup lama. Namun, hingga kini rencana tersebut tak kunjung terealisasi. Padahal, pembangunan sekolah baru itu sangat diharapkan warga karena dinilai masih kekurangan sekolah, terutama di kawasan Denpasar Barat. Bila rencana ini bisa terealisasi, maka warga Padangsambian Kaja dan Padangsambian Kelod bisa tertampung di sekolah baru tersebut. Harapan agar SMP negeri maupun SMA/ SMK negeri secepatnya direalisasikan di Denpasar Barat juga disampaikan sejumlah warga kepada salah seorang anggota DPRD Kota Denpasar A.A. Gede Mahendra saat menjalani masa reses beberapa waktu lalu. Politisi Partai Golkar ini mengungkapkan, pada reses yang dihadiri sekaa teruna serta warga Padangasambian, juga mengemuka sejumlah usulan selain bidang pendidikan. Intinya, warga sangat mengharapkan keberadaan SMPN negeri baru di Denpasar Barat. Anggota DPRD Denpasar lainnya, I Nyoman Tananjaya, sangat menyayangkan hingga kini pembangunan sekolah tersebut tidak kunjung terealisasi. Padahal, warga Denpasar Barat khususnya warga Padangsambian Kelod sangat membutuhkan keberadaan sekolah tersebut. ‘’Masyarakat di Padangsambian sangat mengharapkan pembangunan gedung SMPN 13 Denpasar yang rencananya dibangun di seputaran Padangsambian, tetapi sampai sekarang belum jelas bagaimana nasibnya,’’ ujarnya. (kmb12)

Bali Post/eka

MENGANTARKAN - Sebuah perahu nelayan mengantarkan pemancing di Serangan, Denpasar. Usai menangkap ikan, nelayan setempat biasanya memanfaatkan waktu luangnya untuk mengantar para wisatawan maupun pemancing ke tengah laut.

Sidang Korupsi Dokumen Kapal

Terdakwa Akui Terima Gratifikasi

Denpasar (Bali Post) -

Perkara dugaan korupsi pemalsuan dokumen kapal Dream Tahiti senilai Rp 1 miliar lebih dengan terdakwa Joni Edy Susanto, Rabu (8/11) kemarin memasuki tahap pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor Denpasar. Di depan majelis hakim pimpinan I Wayan Sukanila, terdakwa yang sebelumnya berdinas di Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Benoa tak bisa berkelit ketika JPU Wayan Suardi maupun majelis hakim mempertanyakan peran terdakwa dalam pengurusan dokumen kapal tersebut. Terdakwa Susanto di muka persidangan tidak membantah jika dirinya telah membantu pengurusan dokumen. Ia juga tak menampik adanya penerimaan gratifikasi. Penerimaan gratifikasi bermula dari pembelian satu unit kapal yacht bernama Dream Tahiti berbendera Prancis yang dibeli oleh Ni Made Sumbersari bersama Eric Michel Malo Menager melalui pemilik perusahaan Archipels Croisieres di Perancis, Loic Bonnet seharga USD 80 ribu. Kapal itu

kemudian tiba di Serangan dan telah dilakukan pemeriksaan oleh petugas pemeriksa barang dari Bea dan Cukai Wilayah Pabean A Denpasar. Saat diperiksa, kapten kapal yang berkewarganegaraan Prancis Deligne Pierre menyatakan bahwa kapal tersebut datang dari Tahiti dan menunjukkan dokumen asli kapal kepada petugas. Saksi Sumbersari dan Eric Michel sempat mendatangi Agent Isle Marine untuk mengurus perubahan bendera kapal, dari

Prancis menjadi Indonesia. Kedua saksi meminta tolong kepada Direktur Agent Isle Marine Rutyasi Pilemon dan kapten kapal freelance Adi Wicaksono. Adi Wicaksono kemudian berkomunikasi dengan terdakwa Susanto dan sanggup membantu pengurusan pergantian bendera serta balik nama kapal. Dibantu pula oleh mendiang terdakwa Heru Supriyadi. “Saya dan mendiang Heru bersama-sama membuat dokumen yang seolah-olah kapal tersebut dibuat dan dibangun di

: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391

BNPB Pusat Jadikan Denpasar sebagai Percontohan

Denpasar (Bali Post) Sejak status Gunung Agung memasuki level IV (Awas), sejumlah warga Karangasem yang desanya masuk kawasan rawan bencana (KRB) diharuskan mengungsi. Arus pengungsian bukan saja di Karangasem, namun juga sampai ke sejumlah kabupaten/kota lainnya di Bali. Bahkan, Denpasar juga kebagian ribuan pengungsi yang tersebar di sejumlah posko. Kedatangan pengungsi tersebut membuat Pemkot Denpasar tidak berhenti melakukan pemantauan dari Ruang Control Room Denpasar

Damamaya Cyber Monitor. Selain itu, Pemkot Denpasar juga membuat sistem pendataan pengungsi secara terinci sesuai nama dan alamat lengkap. Langkah yang dilakukan Pemkot Denpasar tersebut mendapat apresiasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat. Pasalnya, Pemkot Denpasar sudah menerapkan sistem pendataan yang terintegrasi dan menjadi pendataan terbaik di Bali. Hal tersebut terungkap saat Seminar “Peningkatan Kapasitas Data Pengungsi Berbasis Masyarakat

dan Teknologi” di Taman Ujung Resort dan Spa, Karangasem, Selasa (7/11) lalu. Melihat situasi Gunung Agung yang tidak bisa diprediksi, maka Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat membuat sistem pendataan atau SISFO Pengungsi. Sistem ini akan diterapkan di setiap kabupaten/kota yang ada di Bali. Menurut Kepala Seksi Aplikasi Dinas komunikasi Informasi dan Statistik Kota Denpasar Dewa Ngakan Ketut Rama Sanjaya, karena sistem pendataan Denpasar selalu update, maka

BNPB Pusat melalui BPBD Provinsi menjadikan sistem pendataan Kota Denpasar sebagai percontohan untuk kabupaten lainnya. ‘’BNPB Pusat dan BPBD Provinsi Bali menyatakan bahwa sistem pendataan Kota Denpasar sangat bagus dan akan menjadi percontohan,’’ ujarnya. Menurut Rama Sanjaya, sistem SISFO Pengungsi yang diterapkan BNPB Pusat di setiap kabupaten dan kota untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Sehingga peng-input-an data pengungsi dilakukan berbasis masyarakat dan teknologi. Di-

katakan, pendataan di Kota Denpasar memang ter-update. Hal itu bisa dilakukan karena data pengungsi langsung di-input oleh pihak desa/kelurahan sehingga selalu ter-update secara dinamis. Untuk melaporkan ke pusat secara teknis, kata Rama Sanjaya, bisa dilakukan secara terintegrasi. Artinya, apa pun yang dihasilkan dari Kota Denpasar, datanya langsung terkirim ke sistem pusat. ‘’Dengan melibatkan desa/lurah dan kecamatan, proses pendataan pengungsi di Kota Denpasar bisa lebih cepat dan akurat,’’ tegasnya. (kmb12)

Agar Tak Terlacak

Paket Ganja Ditaburi Bubuk Kunyit Denpasar (Bali Post) Jaringan pengedar ganja asal Aceh yang ditangkap di Jalan Pandu, Kuta Utara, Jarot Purwanto (32) dan Robi Erwanda (33), ditahan di Rutan BNNP Bali, Jalan Kamboja, Kereneng, Denpasar Timur. Sindikat ini punya strategi khusus yaitu menaburi paket ganja menggu-

nakan bubuk kunyit supaya baunya tidak menyengat, sehingga luput dari perhatian petugas. Paket ganja seberat 5 kilogram tersebut dikirim dari Aceh melalui jasa ekspedisi. Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa mengatakan, tersangka Jarot Purwanto (32) dan Robi Erwanda

FM 96,5

web E-mail

sebesar Rp 70 juta dikembalikan lagi ke mendiang Heru. “Saya akui terima transferan itu untuk biaya bolak-balik ke Banyuwangi. Tapi tidak sebesar itu, sisanya lagi saya serahkan ke Heru dan Rp 300 juta ke Adi Wicaksono dan biro jasa,” beber terdakwa. Atas peristiwa yang dia lakukan tersebut, dalam persidangan, terdakwa mengaku menyesali perbuatannya. Apalagi akibat perbuatannya, Susanto kehilangan pekerjaan dan anak istrinya tak mendapat nafkah karena sudah tidak menerima gaji sejak ditetapkan sebagai tersangka. (kmb37)

Pendataan Pengungsi

081 337 032 965, (0361) 819446

Topik : TUTUP SALURAN IRIGASI, PETANI KELUHKAN PROYEK SENGEMPEL Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5

Indonesia, meskipun sesuai fakta fisik pembuatan kapal dan dokumen pembuatan yang sah adalah berbendera Prancis atas nama Dream Tahiti,” ujar Susanto. Begitu dokumen kapal berubah atau berganti menjadi bendera Indonesia dan balik nama menjadi Kapal Dream Bali langsung dioperasikan. Dalam pengurusan dokumen itu, saksi Sumbersari dan Eric Michel telah menyerahkan uang kepada Rutyasi sebesar Rp 300 juta. Kemudian Rutyasi mentransfer uang itu ke Adi Wicaksono sebesar Rp 160 juta. Adi Wicaksono mentransfer Rp 160 juta secara bertahap ke rekening terdakwa Susanto Rp 47 juta dan diserahkan secara tunai Rp 3 juta. Namun, terkait transferan uang yang diterima terdakwa, Susanto hanya mengaku menerima Rp 27 juta dan sisanya

Bali Post/eka

BARANG BUKTI - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa menunjukkan barang bukti narkoba dan tersangkanya di BNNP Bali, Rabu (8/11) kemarin. Sekitar 5 kilogram narkoba jenis ganja diamankan dari para tersangka.

(33) yang dibekuk di Jalan Pandu, Dalung, Badung, Senin (6/11) pukul 21.00 Wita, sudah dua kali memesan paket ganja dari Aceh. Diduga, kedua pelaku ini tergiur dengan keuntungan yang diperoleh dari hasil menjual barang haram tersebut. Mereka memesan ganja ke bandar yang ada di Aceh berinisial DW (28). Namun, pengiriman paket ganja yang ketiga kalinya berhasil diendus petugas sehingga mereka ditangkap. Akibatnya, mereka gagal mengedarkan delapan paket ganja masing-masing seberat 965 gram tersebut. ‘’Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat. Paket besar ganja tersebut dikirim dari Aceh ke Bali,’’ kata Suastawa, Rabu (8/11) kemarin. Suastawa menambahkan, kasus ini berhasil diungkap berkat kerja keras Tim Berantas BNNP Bali dipimpin Kabid Berantas BNNP AKBP Ketut Arta didampingi Kasi Intelijen Kompol Saifudin Jupri. ‘’Paket ganja sendiri dikirim ke alamat kos tersangka Jarot,’’ ujarnya. Saat tersangka Jarot menerima paket tersebut, petugas langsung membekuknya. Ganja tersebut dikemas dengan sebuah toples, yang di dalamnya diisikan serbuk kunyit di atas delapan paket ganja. ‘’Jadi, kalau toples itu dibuka, sekilas isinya seperti bumbu. Di toples isinya delapan paket,’’ tegas mantan Direktur Binmas Polda Bali ini. Selanjutnya, petugas menggeledah kamar kos Jarot. Namun, petugas tak menemukan barang bukti lainnya. Berdasarkan hasil interogasi, Jarot mengaku barang tersebut adalah milik Robi. Ia hanya membantu Roni untuk meminjam-

kan alamat kamar kosnya. Padahal, paket tersebut milik tersangka Robi. Selanjutnya, Robi dipancing untuk datang ke TKP. Sekitar pukul 21.00 Wita, tersangka asal Aceh ini tiba ke TKP setelah diberi tahu paket yang dipesannya datang. Saat masuk ke kamar kos Jarot, petugas langsung menangkap Robi. Di dalam tas yang dibawa Roni, ditemukan 41,29 gram serta dua paket ganja yang disimpan di dalam bungkus rokok seberat 6,65 gram. Petugas kemudian mengembangkan kasus tersebut dan menggeledah kamar kos Robi di Jalan Raya Padonan, Badung. Lagi-lagi petugas menemukan lima paket ganja yang disimpan di dalam dus warna cokelat yang diletakkan di dalam kamar mandi. ‘’Kami mengamankan delapan paket dan lima paket ganja. Total beratnya 5 kilogram,’’ jelasnya. Mantan Karo Rena Polda Bali ini menegaskan, kedua tersangka bukan kurir, melainkan bagian sindikat narkoba Aceh. Kalau di Bali, mereka termasuk bandarnya. Akibat perbuatannya itu, kedua tersangka terancam hukuman maksimal mati atau penjara seumur hidup. ‘’Mereka kami jerat dengan Pasal 114 ayat 2 atau Pasal 111 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Tindak Pidana Narkotika,’’ ungkapnya. Sebelumnya, pengungkapan pengiriman narkoba dalam jumlah besar kembali dilakukan Tim Berantas BNNP Bali. Senin (6/11) lalu, petugas menangkap sindikat pengedar ganja asal Aceh, Jarot Purwanto (32) dan Robi Erwanda (33). Mereka dibekuk di wilayah Kuta Utara dan disita ganja seberat 5 kilogram. (kmb36)


Kamis Pon, 9 November 2017

BADUNG

3

Sekda Badung Tinjau Inofest Balitbang Kabupaten Badung 2017 SEKDA Badung I Wayan Adi Arnawa, S.H. mengapresiasi pelaksanaan Innovation Festival (Inofest) yang diprakarsai oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Badung. Dikatakan, ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) memiliki nilai-nilai strategis dan urgensi dalam membangun peradaban dan kesejahteraan bangsa. Pengalaman dari bangsa-bangsa lain menunjukkan bahwa iptek dapat menjadi tulang punggung dalam membangun peradaban. Oleh karena itu, kita sebagai bangsa Indonesia harus menunjukkan kemam-

puan dalam bidang iptek. Rangkaian kegiatan Innovation Festival (Inofest) ini diharapkan mampu memberikan inspirasi dan rasa bangga atas karya inovasi kreatif di bidang iptek. Pelaksanaan Inofest yang dilaksanakan di Ruang Pertemuan Balitbang dan Bappeda Kabupaten Badung juga dihadiri Asisten Administrasi Umum Cokorda Raka Darmawan dan Kepala Balitbang Badung I Wayan Suambara, Rabu (8/11) kemarin. Sekda Adi Arnawa juga mengatakan tantangan lain dalam bidang penelitian dan inovasi adalah belum adanya konsep

intermediasi antara peneliti dan pembuat kebijakan di bidang lain untuk menghasilkan infrastruktur iptek yang memadai bagi pengembangan inovasi teknologi. Kekurangan infrastruktur akibat lemahnya sinergi kebijakan, belum berkembangnya budaya iptek di masyarakat dan terbatasnya sumber daya iptek serta rendahnya sumbangan iptek di sektor produksi, merupakan faktor-faktor yang perlu diatasi untuk meningkatkan daya saing daerah. Selanjutnya, Kepala Balitbang I Wayan Suambara mengatakan bahwa Inofest meru-

pakan prakarsa Balitbang Kabupaten Badung dan baru pertama kali dilaksanakan sejak terbentuknya Balitbang Kabupaten Badung. Adapun jumlah peserta yang mendaftar sejumlah 40 kelompok, terdiri dari tingkat SMP 7 kelompok, tingkat SMA 14 kelompok dan tingkat perguruan tinggi 19 kelompok. Namun yang lolos seleksi berdasarkan hasil penilaian oleh tim juri dari Dinas Pendidikan Kabupaten Badung, Dinas Pendidikan Provinsi Bali serta Universitas Udayana ke tahap presentasi sejumlah 23 kelompok, terdiri dari tingkat SMP

tiga kelompok, tingkat SMA 10 kelompok dan tingkat perguruan tinggi 10 kelompok yang nantinya akan menghasilkan tiga peringkat di masing-masing kategori. (ad375) INOFEST - Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Kepala Balitbang Badung I Wayan Suambara saat pelaksanaan Innovation Festival (Inofest) di Ruang Pertemuan Balitbang dan Bappeda Kabupaten Badung, Rabu (8/11) kemarin.

Tutup Saluran Irigasi

Petani Keluhkan Proyek Sengempel Mangupura (Bali Post) –

Para petani di Subak Sengempel mengeluh lantaran sejumlah saluran irigasi ke lahan sawah yang terkena proyek pembangunan dan penataan Subak Sengempel tertutup. Akibat pelaksanaan proyek yang berlokasi di Bongkasa Pertiwi, Abiansemal ini, saluran irigasi menuju Subak Sengempel airnya tersendat.

PENATAAN - Proyek penataan Subak Sengempel dikeluhkan para petani lantaran menutup saluran irigasi.

Bali Post/ist

Bali Sangat Potensial untuk Jalur Transit Kargo

Mangupura (Bali Post) Bali saat ini miliki potensi yang sangat besar sebagai jalur transit kargo. Menurut informasi, jumlah transit kargo melalui Singapura bahkan mulai berkurang. Hal itu akibat banyak kargo yang transit melalui Bandara Ngurah Rai. Oleh karena itu, Bali harus menyiapkan kontainerkontainer dengan pendingin agar pasar dunia bisa diambil melalui Bandara Ngurah Rai. Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV Herson, S.H. menegaskan hal itu, Rabu (8/11) kemarin. Menurut Herson, transit kargo di Bandara Ngurah Rai saat ini kapasitasnya masih terbatas. Pihaknya berharap, nantinya bisa memfasilitasi transit barang-barang dari negara lain menuju ke suatu negara. Misalnya, kargo dari Australia yang akan menuju ke Arab Saudi. Dikatakan, selama ini belum ada dari Australia langsung ke Arab Saudi karena pesawatnya tidak ada. Jadi, harus transit dulu di Bali. “Ini menjadi peluang yang harus disiapkan. Terutama penyiapan gudanggudang kargo untuk yang transit itu,” ujarnya. Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura I Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi, mengatakan pembangunan gudang kargo ini ditargetkan sudah mulai dikerjakan tahun depan. Penambahan kapasitas gudang ini nantinya akan memanfaatkan bekas bangunan kargo milik Air Paradise. “Yang jelas, bangunan yang sudah ada dimanfaatkan. Nanti kita lihat perkembangannya. Kalau perkembangan begitu besar, kita buat yang lebih besar,” katanya saat dikonfirmasi di sela-sela acara syukuran terkait keberhasilan Bandara Ngurah Rai kembali meraih predikat bandara terbaik ketiga di dunia, Rabu (8/11) kemarin. Selain rencana penambahan gedung kargo, kata Yanus Suprayogi, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan perluasan apron, pemindahan gedung VIP dan penambahan sebanyak 40 counter check in. Secara bertahap, pihaknya juga ingin menghadirkan konsep airport city di Bandara I Gusti Ngurah Rai, di mana semua kebutuhan penumpang dapat dipenuhi di dalam bandara. Yanus Suprayogi menegaskan, Bandara I Gusti Ngurah Rai tahun ini kembali ditetapkan sebagai ban-

dara terbaik ketiga di dunia oleh Airport Council Internasional (ACI). Masuk dalam kategori bandara dengan jumlah penumpang 15-25 juta per tahun, Bandara I Gusti Ngurah Rai berhasil mengantongi nilai Airport Service Quality (ASQ) 4,93 dari skala 5. “ACI menilai kualitas layanan di Bandara I Gusti Ngurah Rai selama setahun. Ada 33 indikator penilaian, mulai dari fasilitas bandara, aksesibilitas baik di dalam maupun di luar bandara, keamanan bandara, proses kedatangan, proses check in, fasilitas berbelanja dan masih banyak lagi,” katanya memaparkan. Dengan pertumbuhan penumpang yang terus meningkat hampir 10 persen pada akhir Oktober, kata Yanus Suprayogi, mendorong Angkasa Pura I sebagai pengelola Bandara l Gusti Ngurah Rai untuk terus mengembangkan fasilitas dan layanannya. “Penumpang sampai Oktober lalu sudah mencapal 18,16 juta yang didominasi oleh penumpang internasional. Artinya, profiling dan kebutuhan penumpang makin beragam,” ujarnya. Yanus Suprayogi menambahkan, paradigma layanan di bandara saat ini mengalami perubahan yang sangat pesat “Dulu kalau dengar bandara hanya berpikir tentang tempat terbang dan mendaratnya pesawat saja. Tapi, beberapa tahun terakhir sudah bertransformasi pada public ser-

vices. Pengelola bandara harus berorientasi pada kualitas layanan. Itu yang akan terus kami lakukan,” tegasnya. Selain fasilitas pokok penerbangan, kata Yanus Suprayogi, bandara-bandara di negara maju di dunia termasuk di Indonesia kini sudah dilengkapi dengan fasilitas penunjang lainnya seperti area perbelanjaan yang eksklusif, hotel atau penginapan, kawasan logistik dan bisnis serta fasilitas hiburan. (kmb23)

Bali Post/kmb23

PENJELASAN - General Manager PT Angkasa Pura I Yanus Suprayogi memberikan penjelasan terkait rencana pengembangan fasilitas Bandara Ngurah Rai, Rabu (8/11) kemarin.

Proyek Pembangunan dan Penataan Bendungan Sengempel tersebut digarap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung. Proyek bernomor SPK 610/07.VI/04/SDA/2017 dengan tanggal pengerjaan 7 Juni 2017 di Desa Bongkasa Pertiwi ini biayanya mencapai Rp 7.847.131.934 yang bersumber dari APBD Badung 2017. Waktu pelaksanaan 195 hari kalender dengan kontraktor PT Undagi Jaya Mandiri dan konsultan pengawas CV Prema Wangun Jaya. “Subak kami terganggu karena proyek itu. Kami tidak bisa melakukan aktivitas. Berapa banyak kami rugi ini,” keluh Pekaseh Subak Sengempel Wayan Setiawan, Rabu (8/11) kemarin. Proyek yang menelan anggaran Rp 7,8 miliar lebih tersebut mengganggu saluran irigasi atau membuat aliran irigasi menuju Subak Sengempel tersendat.

“Proyek bendungan Sengempel itu sangat mengganggu aktivitas subak karena pasokan air tidak lancar,” katanya. Para petani di subak tersebut berharap pejabat terkait memperhatikan kondisi irigasi saat melakukan penataan dan pembangunan. Dengan begitu, proyek tersebut tidak sampai mengganggu aktivitas krama subak. “Kami sangat menyesalkan proyek tersebut karena tidak ada air,” keluhnya lagi. Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung I.B. Surya Suamba mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat dengan krama subak. “Sudah dimaklumi untuk buka tutup saluran irigasi, karena proses pelaksanaan kegiatan. Gangguan pasti ada, tapi kita akan berupaya meminimalisasinya serendah mungkin,” ujarnya. (kmb27)


INFO SEREMONIAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Dosen Unwar Bisa Kaya jika Tekun Meneliti PARA dosen muda di lingkungan Unwar, Rabu (8/11) kemarin dikumpulkan oleh Bagian SDM Biro Administrasi dan Keuangan untuk mengikuti sosialisasi jabatan fungsional. Acara dibuka Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. Rektor Unwar Prof. Dewa Widjana mengajak para dosen muda Unwar untuk kreatif, inovatif, tekun dan suka bekerja keras. Tidak boleh puas setelah selesai S-2, melainkan harus meraih doktor dan guru besar. Alasannya, SDM dosen berkualitas yang akan menentukan kualitas perguruan tinggi. Ini sekaligus sebagai upaya mewujudkan visi Unwar sebagai World Class University pada 2034, di samping demi tata kelola PT yang profesional. Sementara itu, Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Bali A.A. Gede Oka Wisnumurti menekankan, gaji dosen Unwar sangat memadai dan berada di atas PTS lain. Namun, kalau dosen ingin kaya harus kreatif untuk memenangkan banyak dana penelitian. Kesempatan itu sangat terbuka karena dana penelitian Dikti masih terbuka. Makanya para dosen diminta jangan selalu menuntut kenaikan gaji karena tak akan pernah kaya kalau hanya mengandalkan gaji, kecuali banyak memenangkan riset. Ia sendiri menikah setelah menyukseskan riset. Apalagi sekarang tak ada lagi SPJ penelitian karena yang dipentingkan adalah produk. Wisnumurti juga mengharapkan dosen muda Unwar segera mengurus Niden, setelah itu mengurus jabatan fungsional sebagai asisten

DOSEN - Ketua Yayasan A.A. Gede Oka Wisnumurti (kiri) bersama Rektor Unwar Dewa Putu Widjana dan dosen muda Unwar di sela-sela sosialisasi jabatan fungsional. ahli. Kemudian mencari beasiswa ke S-3 untuk bisa meraih jabatan lektor kepala. ‘’Hanya yang mau ke S-3 bisa kami layani. Jika masih S-2 lebih baik keluar dari Unwar,’’ ujarnya. Menurutnya, tugas dosen harusnya lebih banyak di akademik. Terlalu mahal kalau dosen di rumah tugasnya masih ngempu dan menyetrika. Nasib dosen hanya ditentukan oleh dirinya sendiri. Kualitas dosenlah yang akan mengantarkan Unwar go international 2034. Ditambahkannya, Unwar milik masyarakat Bali. Karenanya, ia mengajak lulusan S-3 luar negeri untuk bergabung menjadi dosen Unwar sesuai kebutuhan. Mereka tinggal diberikan pelatihan PBM, penelitian dan pengabdian masyarakat. Dalam acara yang dipandu Dr. I Made Artawan itu, Wakil Rektor I Ir. I Nyoman Kaca, M.Si. memaparkan soal jabatan fungsional. Ia juga menegaskan kalau ingin kaya jangan

menjadi dosen kecuali mau berkreasi di penelitian. Jabatan fungsional sangat penting diraih karena berkaitan dengan kewenangan. Setelah dua tahun dosen muda Unwar mesti sudah meraih jabatan fungsional sebagai asisten ahli, lektor, lektor kepala dan terakhir profesor. Data di Unwar menunjukkan dari 178 dosen yang dimiliki yang menduduki jabatan asisten ahli sebanyak 48, jabatan lektor 78 dosen, lektor kepala 157 dosen dan guru besar 12. Kemajuan akademik, riset dan pengabdian membuat posisi Unwar kini berada di ranking 100 terbaik dari 4.500 lebih PT di Indonesia. Nyoman Kaca mengajak dosen muda menerapkan budaya baca, dialog, tulis, berpikir analisis, menghargai pendapat orang, bersikap jujur dan berbagi ilmu. Yang terpenting lagi dosen Unwar tak boleh flagiat karena akan dicopot statusnya sebagai dosen. (ad379)

Bahas Rancangan APBD 2018

Komisi II DPRD Badung Tekankan OPD Desain Program dengan Matang

PIMPIN - Ketua Komisi II DPRD Badung Wayan Luwir Wiana didampingi Wakil Ketua II Wayan Mendra dan Sekretaris I Nyoman Mesir memimpin rapat pembahasan Rancangan APBD 2018. JAJARAN Komisi II DPRD Badung, Rabu (8/11) kemarin menggelar rapat dengan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung. Dalam pembahasan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2018 ini ditekankan agar semua program yang diperuntukkan bagi masyarakat didesain dengan matang. Rapat yang dipimpin Ketua Komisi II DPRD Badung Wayan Luwir Wiana didampingi Wakil Ketua II Wayan Mendra dan Sekretaris I Nyoman Mesir, dihadiri Dinas Pariwisata Badung, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Badung, Dinas Perikanan Badung, Dinas Pertanian dan Pangan Badung serta Dinas Perhubungan Badung. Dalam kesempatan itu, Nyoman Mesir mengungkapkan, pertemuan

yang melibatkan kepala OPD ini guna menyelaraskan program-progam pembangunan, baik tahun 2017 maupun yang dirancang pada anggaran 2018. ‘’Kami ingin mencari masukan apa ada yang menjadi skala prioritas tidak masuk (dalam Rancangan APBD 2018 – red), padahal sangat dibutuhkan. Kami juga menekankan kepada pimpinan OPD agar mendesain proyek tidak setengah-setengah. Setiap program yang dikerjakan harus dilihat untungruginya. Jangan sampai masyarakat merasakan kebanyakan ruginya. Jadi, desain proyek dengan matang,’’ ungkapnya. Hal senada diungkapkan Luwir Wiana yang menginginkan setiap program di Gumi Keris direncanakan dengan baik, sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat. ‘’Kami akan mengawal setiap program yang dibuat untuk kepentingan rakyat

Badung,’’ tegasnya. Dalam rapat yang juga dihadiri jajaran anggota Komisi II DPRD Badung, seperti Nyoman Dirgayusa, Gusti Ngurah Sudiarsa, Gede Suardika, Nyoman Suka, Gede Suraharja dan Nyoman Oka Widyanta, terungkap pula masalah kemacetan di kawasan Kuta Selatan dan Kuta Utara, seperti di kawasan Siligita, Puja Mandala dan Darmasaba. Para legislator Badung itu minta dinas terkait, khususnya Dinas Perhubungan segera meracang skenario untuk mengurai kemacetan yang terjadi di sejumlah titik tersebut. Pihak dewan juga meminta dilakukan pemasangan marka jalan dan rambu-rambu sebagai solusi menata lalu lintas di Badung. Kadis Perhubungan Badung A.A. Ngurah Rai Yuda yang hadir dalam rapat mengatakan akan menindaklanjuti permasalahan kemacetan. Pihaknya mengaku telah memiliki program prioritas. ‘’Kami akan mengkaji pemasangan traffic light untuk mengatasi kemacetan. Kami juga akan memasang tombol penyeberangan di pusat-pusat keramaian, seperti di pasar dan sekolah-sekolah,’’ katanya. Disebutkannya, tombol penyeberangan merupakan tombol khusus bagi pejalan kaki yang akan menyeberang jalan. Saat tombol dipencet maka lampu lalu lintas menyala merah dan kendaraan bermotor diwajibkan berhenti untuk memberi kesempatan bagi penyeberang jalan. Saat lampu penyeberangan berwarna hijau, penyeberang jalan tidak diperbolehkan menyeberang melalui zebra cross. (ad378)

Dies Natalis XIII IHDN Denpasar

Serahkan Maha Widya Award, Dirjen Bimas Hindu Minta IHDN Kembangkan Budaya Mutu

INSTITUT Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, Rabu (8/11) kemarin merayakan hari jadi ke-13. Dalam Dies Natalis XIII ini digelar berbagai acara seperti bakti sosial, lomba dan memberikan penghargaan kepada tiga tokoh penting yang ikut andil dalam dunia pendidikan Hindu melalui Maha Widya Award IHDN Denpasar. Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. mengatakan, rangkaian Dies Natalis XIII diawali sejumlah kegiatan, yakni wisuda, pengabdian masyarakat di beberapa pura seperti ngaturang ayah topeng Bali, makekawin dan seni lainya. IHDN Denpasar juga menyalurkan bantuan di beberapa panti asuhan, memberi bantuan ke pengungsi Gunung Agung, menyelenggarakan berbagai lomba serta simakrama dengan media di Bali. Maha Widya Award di IHDN diberikan kepada tiga tokoh. Mereka adalah Ida Cokorda Agung Sukawati, Ida Pandita Mpu Siwa Nabe Putra Daksa Manuaba dan Ida Pedanda Gede Wayahan Wanasari. ‘’Beliaubeliau ini sangat berjasa dalam dunia pendidikan Hindu,’’ tandas Prof. Sudiana. Pada puncak dies natalis diadakan temu wirasa dengan berbagai tokoh yang ada. ‘’Besok dan selanjutnya ada kegiatan pengabdian ke masyarakat dan pengungsi. IHDN ingin menyatu dengan masyarakat dan berkomunikasi dengan tokoh, baik masalah keumatan maupun

pendidikan,’’ sambungnya. Ke depannya, kampus IHDN diharapkan bisa menjadi kampus kerukunan di Indonesia dan mampu meredam perkelahian antarkampus. Sementara mahasiswa diharapkan meningkat, menjadi SDM yang andal dan tamatannya dapat bekerja di berbagai instansi serta SDM yang dibutuhkan perusahaan. IHDN mempunyai tiga fakultas. Fakultas Dharma Acarya memiliki lima jurusan, Fakultas Brahma Widya mempunyai tiga jurusan dan Fakultas Dharma Duta juga memiliki tiga jurusan. Semua program studi itu telah diakreditasi oleh BANPT. Sementara itu, Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI Prof. Drs. I Ketut Widnya, M.A., M.Phil., Ph.D. menjelaskan, IHDN Denpasar

harus mengembangkan budaya mutu. Lembaga pendidikan harus memenuhi standar mutu yang bisa dimulai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satunya pengajaran. ‘’Pengajaran harus dibenahi karena pengajar berkaitan dengan kompetensi lulusan. Ini menyumbangkan kontribusi terhadap budaya mutu,’’ ucapnya. Menurutnya, ada tujuh standar di perguruan tinggi yang harus dipenuhi dan didorong. Misalnya visi, misi, tata kelola, SDM dan kerja sama luar negeri, sehingga terjadi budaya mutu yang dapat meningkatkan kualitas perguruan tinggi untuk mempunyai daya saing. ‘’Jadi, perguruan tinggi akan dicintai oleh masyarakat utamanya mahasiswa,’’ tutur Prof. Widnya. (ad380)

DIES NATALIS – Suasana menjelang Dies Natalis XIII Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, Rabu (8/11) kemarin.

Kamis Pon, 9 November 2017

FSB Badung Ke-11 Resmi Dibuka

Angkat Tema ’’Adhi Prajana Parahita Prasta’’

FESTIVAL Seni Budaya (FSB) Kabupaten Badung ke-11 serangkaian HUT ke-8 Ibu Kota Badung, Mangupura, tahun 2017, secara resmi dibuka di jaba sisi Pura Taman Ayun, Mengwi, Selasa (7/11). FSB Badung tahun ini mengangkat tema ‘’Adhi Prajana Parahita Prasta’’ yang mengandung arti ‘’mengedepankan pembangunan di bidang seni dan budaya, untuk mencapai kesejahteraan masyarakat’’. Pembukaan FSB Badung ditandai pementasan tari tradisional ‘’Bukibukian’’, yang dibawakan dengan apik oleh Sanggar Pancer Langit. Usai pembukaan, diadakan pawai seni budaya yang ditampilkan oleh duta masing-masing kecamatan seBadung, yakni Petang, Abiansemal, Mengwi, Kuta Utara, Kuta dan Kuta Selatan. Hal yang menarik dalam pembukaan FSB Badung adalah ikut berpartisipasinya kesenian dari luar Badung, yakni Dinas Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Klaten (Jawa Tengah) dan kesenian Okokan dari Sanggar Brahma Dipa Kencana, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Tampil pula kolaborasi dari Sanggar Kebo Iwa, Banjar Kwanji Kelod, Sempidi. Acara pembukaan dihadiri Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa beserta istri Nyonya Kristiani Suiasa, Wakil Ketua DPRD Badung Made Sunarta beserta anggota DPRD I Nyoman Satria, Forum Pimpinan Daerah Kabupaten Badung, Panglingsir Puri Ageng Mengwi A.A. Gde Agung, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Badung. Menurut Kadis Kebudayaan Ida Bagus Anom Bhasma selaku Ketua Panitia, tema FSB Badung kali ini ‘’Adhi Prajana Parahita Prasta’’ artinya mengedepankan pemban-

PEMBUKAAN – Wabup Badung I Ketut Suiasa melihat para peserta saat pembukaan FSB Kabupaten Badung serangkaian HUT Mangupura di jaba sisi Pura Taman Ayun, Mengwi. gunan seni budaya untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Melalui tema ini diharapkan seni dan budaya di Badung dapat dipertahankan dan dilestarikan keberadaannya. FSB bertujuan memberikan ruang dan kesempatan bagi seniman dalam meningkatkan keahlian yang dimiliki, sehingga mampu mengembangkan kreativitas seni dan budaya Bali agar tetap ajeg dan lestari. ‘’Pelaksanaan FSB ini sangat didukung oleh Pemkab Badung khususnya Bapak Bupati. Semoga FSB dapat dilaksanakan berkesinambungan, agar budaya Bali tetap ajeg dan lestari ke depannya,’’ jelasnya. Lomba yang digelar serangkaian FSB Badung dan HUT Mangupura tahun ini meliputi lomba bapang barong dan baleganjur se-Bali. FSB Badung akan berlangsung selama 10 hari hingga 16 November mendatang di depan Pura Taman Ayun, Mengwi

dan di Puspem Badung, Sempidi. Wabup Suiasa sangat menyambut baik pelaksanaan FSB Badung sebagai wadah bagi seniman Badung dan Bali menampilkan kreativitas seninya. Ia menilai FSB mempunyai manfaat yang cukup besar dalam upaya mengajegkan potensi seni budaya di masing-masing desa yang ada di Badung. Selain itu, FSB sebagai daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Badung. Diharapkan pergelaran FSB mampu mendukung pariwisata di Badung. Melalui FSB Badung, Wabup Suiasa mengharapkan perkembangan seni budaya di tingkat banjar dan desa sebagai akarnya seni budaya Bali akan tetap eksis. ‘’Kami Pemerintah Kabupaten Badung mengharapkan seni dan budaya sebagai warisan leluhur di wilayah Badung mampu ditingkatkan dan dilestarikan,’’ ungkapnya. (ad377)

Matangkan Program

Komisi I DPRD Badung Gelar Raker dengan Sembilan OPD

RAKER - Ketua Komisi I Wayan Suyasa didampingi Wakil Ketua Gusti Anom Gumati dan sejumlah anggota menggelar raker dengan sembilan OPD di Badung. KOMISI I DPRD Badung yang dikomando Wayan Suyasa, S.H., Rabu (8/11) kemarin, menggelar rapat kerja (raker) dengan sembilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Badung. Raker bertujuan mematangkan program dan kegiatan sebelum APBD Induk 2018 disahkan. Raker dipimpin Ketua Komisi I Wayan Suyasa didampingi Wakil Ketua Gusti Anom Gumati serta anggota Made Sudarmaja, Made Ponda Wirawan, Made Oka Suadnyana dan Nyoman Ardana. Dari pihak OPD hadir Kepala BPM PTSP Made Agus Aryawan, Kadis Kearsipan dan Perpustakaan Wayan Kristiani, Kadis Infokom Weda Darmaja, Kepala Kesbangpol Linmas Nyoman Suendi, wakil dari Kepala BKD SDM, Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Nyoman Soka, Kabag Tapem A.A. Wardika serta Kabag Hukum Komang Budi Argawa. Menurut Suyasa, sebelum pengesahan APBD Induk 2018, raker komisi di DPRD dengan OPD teknis wajib dilakukan untuk mematangkan pro-

gram dan kegiatan yang dirancang OPD. ‘’Ini merupakan langkah benar sebelum APBD disahkan,’’ katanya. Politisi Partai Golkar asal Penarungan tersebut menyatakan, raker juga bertujuan mengetahui anggaran yang dibutuhkan setiap program. ‘’Di sini ada kemungkinan penambahan anggaran atau sebaliknya akan ada rasionalisasi anggaran,’’ tegasnya. Selain itu, lanjut Suyasa, raker dimaksudkan melihat programprogram mendesak, namun masuk waiting list. Jika mendesak dan menyangkut pelayanan kepada publik, Komisi I siap memfasilitasi sehingga bisa dianggarkan. Kepala BPM PTSP Agus Aryawan mengusulkan pembangunan lounge menuju mall pelayanan publik. Tempat ini nantinya bisa menampung seluruh OPD yang terkait dengan penanaman modal dan perizinan termasuk instansi vertikal. ‘’Program ini sudah masuk dalam anggaran 2018,’’ ujarnya. Sementara Infokom, kata Weda Darmaja, mengusulkan pemasangan CCTV di seputar Puspem Badung

dan RS Mangusada Kapal. Pihaknya juga mengusulkan pemasangan wifi di 986 hotspot meliputi seluruh banjar, SD, puskesmas pembantu, desa dan kecamatan. Infokom memerlukan sedikitnya tiga tenaga profesional yang mampu mengoperasikan IT dalam Badung Command Centre sebagai penjabaran Badung Smart City. Terkait e-kinerja, dirancang sidik jari online dengan anggaran Rp 10 miliar lebih. ‘’Program ini masih dalam waiting list,’’ jelasnya. Kristiani mengungkapkan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan memerlukan ruang baca yang representatif dan penambahan armada perpustakaan keliling. Untuk arsip, pihaknya mengusulkan penambahan ruangan staf guna mengolah arsiparsip yang masuk. Satpol PP pada 2018 mengajukan penambahan personel serta pengadaan pakaian kerja. Selain itu, menganggarkan hingga Rp 2 miliar untuk penganyaran di sejumlah pura. Di Bagian Tapem, Kabag A.A. Wardika merancang pada 2018 semua tapal batas desa di Badung diatur dalam perbup. Biaya yang diajukan Rp 2 miliar. Pihaknya juga mengusulkan hak atas tanah yang tak ter-cover Prona dengan anggaran Rp 9 miliar. Wakil Ketua Komisi I Gusti Anom Gumanti menyoroti kinerja Satpol PP dalam hal penertiban gepeng di Kuta. Ia melihat pengembalian gepeng ke tempat asalnya sangat tidak efektif karena berpeluang kembali lagi. Satpol PP perlu koordinasi dengan Dinas Sosial terkait program yang harus dibuat dan kunker ke Surabaya. Anggota Komisi I lainnya, Ponda Wirawan, menyoroti kinerja BKD dan SDM Badung yang dinilai lambat menjatuhkan sanksi terhadap pelaku SK bodong. (ad376)

Astra Motor Bali Berikan Servis Hemat untuk Pengemudi Go-Jek GUNA memberikan apresiasi kepada konsumen dalam hal perawatan sepeda motor Honda, Astra Motor Bali memberikan layanan servis kunjung menggunakan Honda Mobile Service (HMS) ke kantor Go-Jek yang berlokasi di kawasan Teuku Umar Barat. Program bertajuk ‘’Servis Hemat Ojek Online’’ ini dilaksanakan Rabu (8/11) kemarin, dengan memberikan paket servis untuk sepeda motor Honda sebesar Rp 44.000 di luar penggantian oli. Kegiatan ini mendapat sambutan baik dari pengemudi Go-Jek, karena kesehariannya menggunakan sepeda motor dan tidak ada waktu untuk melakukan perawatan motor ke bengkel. Melalui agenda ini, HMS memfasilitasi dengan memberikan kemudahan para pengemudi langsung mengunjungi kantor Go-Jek di pagi hari sewaktu mereka melakukan proses administrasi dan memberikan servis hemat. Sebanyak 20 unit motor Honda yang memanfaatkan fasilitas ini, kebanyakan melakukan servis dan ganti oli. ‘’Kami ingin memberikan kemudahan dan manfaat bagi pengemudi ojek online yang menggunakan sepeda motor untuk kegiatan sehari-

SERVIS – Astra Motor Bali memberikan layanan servis kunjung menggunakan Honda Mobile Service ke kantor Go-Jek di kawasan Teuku Umar Barat. harinya. Kegiatan ini akan kontinu dilaksanakan setiap awal bulan berikutnya, untuk mengakomodir pengemudi ojek waktunya sangat padat dan tidak bisa melakukan servis sehingga motor dapat terawat dengan harga terjangkau. Cara ini sekaligus memperkuat pesan kampanye safety riding terbaru dari Honda yang terintegrasi melalui tagline #Cari_Aman saat naik motor,’’

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

ungkap Feby Gena selaku PIC HMS Astra Motor Bali. ‘’Kunjungan dari Honda Mobile Service (HMS) ke kantor Go-Jek dan program servis hemat ini sangat membantu kami yang sangat sibuk di jalanan sehingga terkadang lupa melakukan servis. Kami berterima kasih karena Honda memberikan kemudahan bagi kami,’’ kata Totok, salah satu pengemudi Go-Jek. (bns1)


daerah

Kamis Pon, 9 November 2017

5

Analisis Politik Arya Wedakarna Terkait Pilgub Bali 2018 Sempat Direhabilitasi, Mang Jangol Kumat Lagi Isu Pecahnya Partai Besar di Bali akan Untungkan ’’Incumbent’’ Denpasar (Bali Post) Tahun lalu Jro Gede Komang Swastika alias Mang Jangol dites urine oleh BNNP Bali dan hasilnya positif menggunakan sabu-sabu (SS). Saat itu, Wakil Ketua DPRD Bali ini menjalani rehabilitasi selama sebulan. Ternyata dia kumat lagi dan kembali melakukan bisnis ilegalnya tersebut. ‘’Narkoba itu tidak bisa disembuhkan, tapi dipulihkan. Saat pemulihan harus didukung diri sendiri. Ternyata (Mang Jangol - red) melakukan lagi kan? Ya, ini risiko, tanggung jawabnya,’’ tegas Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa, Rabu (8/11) kemarin. Dilanjutkannya, Mang Jangol menjalankan proses rehabilitasi jalan atau tidak rawat inap. Sesuai jadwal rehabilitasi, dia datang ke Kantor BNNP Bali di Jalan Kamboja, Kereneng, Denpasar Timur. ‘’Terkait kasusnya sekarang, selain menjalani proses hukum, yang bersangkutan tetap akan direhabilitasi. Kita lihat penanganan selanjutnya,’’ paparnya. Menurut sumber, Mang Jangol menjalani bisnis ilegalnya itu sejak lama. Dia menyiapkan lima kamar khusus untuk pesta narkoba. ‘’Di setiap kamar disediakan meja kecil lengkap dengan peralatan nyabu. Selain itu, ada CCTV dan televisi kecil. Kalau orang nyabu itu kan tidak perlu musik,’’ ungkap sumber yang enggan disebut identitasnya ini. Seperti diberitakan, setelah tiga hari diburu dan masuk DPO, polisi berhasil menangkap istri Mang Jangol, Ni Luh Ratna Dewi (37), di Jembrana. Penangkapan ini disampaikan Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose, Selasa (7/11). Menurut Kapolda Bali, Mang Jangol termasuk berbahaya karena memiliki senpi ilegal dan menjadi bandar narkoba. ‘’Saya sering sampaikan kalau berbahaya dan melawan, harus ditindak tegas. Jangan ada kompromi lagi,’’ kata Golose. Untuk melacak keberadaan Mang Jangol dan kakaknya, Wayan Kembar, Kapolda minta bantuan seluruh kades dan lurah saat dikumpulkan di Lembah Pujian, Denpasar. ‘’Saya minta bantuan kepada mereka. Kalau tahu lokasi DPO itu, segera informasikan kepada kami,’’ tandasnya. (kmb36)

BKD Mataram Pasang Alat Pengawasan Pajak Mataram (Bali Post) – Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (8/11) kemarin, mulai memasang puluhan alat pengawasan pajak atau tapping box pada sejumlah wajib pajak untuk memaksimalkan pendapatan daerah. Wajib pajak yang menjadi sasaran pertama pemasangan tapping box adalah wajib pajak parkir di Lombok Epicentrum Mall sebanyak tujuh titik yang dikerjakan oleh tim teknisi dan diawasi tim dari Badan Keuangan Daerah Kota Mataram. ‘’Proses pemasangan alat pengawasan pajak dilaksanakan hingga Kamis (16/11) kepada 54 wajib pajak dengan 74 unit tapping box,’’ kata Sekretaris BKD Kota Mataram H. Nizar Deni Cahyadi yang ditemui di sela melakukan pengawasan pemasangan tapping box di Lombok Epicentrum Mall. Sebanyak 54 wajib pajak tersebut terdiri atas lima wajib pajak parkir, 29 wajib pajak restoran dan 22 wajib pajak hotel. Satu wajib pajak bisa dipasangkan lebih dari satu alat atau tergantung jumlah kasir register pada wajib pajak. Misalnya untuk di Lombok Epicentrum Mall, BKD memasang tujuh unit alat, tapi untuk wajib pajak parkir di Mataram Mall dan Transmart masing-masing empat unit. ‘’Di RSUD Mataram dan RSUD Provinsi NTB, kami hanya memasang masing-masing dua unit sesuai jumlah kasir register wajib pajak,’’ ujarnya. Sementara untuk wajib pajak restoran dan hotel akan dipasang secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditetapkan serta target yang ada. Dalam proses pemasangan terhadap wajib pajak, petugas terlebih dahulu melakukan pengecekan kembali terhadap kelayakan fasilitas wajib pajak. Fasilitas yang dimaksudkan seperti printer, komputer, daya listrik dan lainnya. Apabila salah satu dari komponen tersebut tidak memadai, petugas akan mengalihkan pemasangan ke wajib pajak lainnya. Dipasangnya alat pengawasan pajak ini diharapkan mampu mengoptimalkan perolehan pendapatan daerah yang bersumber dari pajak parkir, hotel dan restoran. ‘’Untuk pemeliharaan kerusakan atau gangguan alat, kami sudah ada petugas dan garansi kerusakan satu tahun,’’ ungkapnya. General Manager Lombok Epicentrum Mall, Salim Abdad, menyambut positif program pemerintah itu sebagai bagian mendukung transparansi dan pemerintahan yang bersih. ‘’Alat ini membantu kami dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan swasta bersih, sekaligus mempermudah pemerintah dalam melakukan kontrol pendapatan daerah,’’ sebutnya. (ant)

MINGGU ini, sesuai rencana sebuah partai besar di Bali akan mengumumkan paket calon gubernur dan calon wakil Gubernur Bali yang bertarung pada Pilgub 2018. Isu perpecahan internal partai besar pun muncul yang disinyalir publik terjadi jauh sebelum proses politik penjaringan. Bisa diperkirakan situasi ini akan menguntungkan pihak incumbent yang akan ikut berlaga di Pilgub 2018 jika pandai mengelola konflik. Analisis akan mandeknya mesin partai besar ini, terutama menyikapi situasi perpecahan internal di partai tersebut, disampaikan oleh Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, seorang politisi muda Bali yang sukses menjadi DPD-RI pada Pemilu 2014. ‘’Saya kira Pilgub 2018 adalah pilgub yang secara hitung-hitungan politik lebih menguntungkan pihak incumbent. Selain faktor kewenangan melekat sampai masa cuti kampanye 2018, pihak incumbent juga diuntungkan pecahnya partai terbesar di Bali. Partai ini terpecah menjadi dua antara kubu pendukung ketua partai dan kubu pendukung asal bukan ketua partai. Di sinilah akan

muncul gerakan-gerakan yang akan membuat kecewa salah satu pihak, bahkan pembelotan seperti yang terjadi saat Pilkada Badung 10 tahun lalu. Apalagi ada sentimen puri-nonpuri dan politik Tri Wangsa yang sudah menjadi isu di ranah politik 2018. Ini akan memperberat jalan kemenangan partai-partai besar. Intinya, siapa pun yang diajukan dan direkomendasi oleh DPP mereka, pasti suara partai ini akan pecah. Minimal yang kecewa tidak bergerak alias diam,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Ia berpandangan incumbent yang akan maju ke Pilgub 2018 bisa memanfaatkan momentum ini. ‘’Dalam politik ada pakem bahwa tidak ada kawan abadi, yang ada hanya kepentingan abadi. Ini akan terjadi di Bali. Loyalitas terhadap partai saat ini sudah lemah karena masyarakat lebih loyal pada figur, ketokohan dan sejarah. Ada baiknya yang merasa incumbent segera merangkul pihak yang kecewa. Salurkan energi kekecewaan itu menjadi kekuatan untuk memukul balik. Caranya tidak perlu dipublikasikan alias gembar-gembor, ramairamai, tapi cenderung diam.

Gerakan bawah tanah untuk memenangkan calon pada hari H lebih hebat dibandingkan sekadar seremonial di DPC serta pasang spanduk, baliho di jalan,’’ paparnya. Gusti Wedakarna sudah mencium gelagat itu dan sangat menyayangkan. ‘’Ibaratnya dalam level politik, ketua DPC berhak menjadi bupati/ wali kota. Ketua DPD berhak menjadi gubernur dan ketua umum DPP berhak menjadi presiden. Seharusnya itu dihormati oleh kader partai, bukan sebaliknya membuat manuver melawan ketua partai,’’ tegas pemenang Pemilu 2014 dengan suara terbanyak DPD di Bali ini. Terlepas dari itu, Gusti Wedakarna berpesan bahwa sudah sepatutnya kaderkader partai tunduk dan loyal pada perintah partai. ‘’Partai adalah organisasi semimiliter, harus tunduk pada garis komando ketum. Tidak ada potensi pengkhianatan jika kader setia pada ideologi. Tapi di zaman sekarang sulit mencari kader seperti itu, tidak seperti PNI di zaman Bung Karno. Dulu orang parpol sangat setia pada sikap dan ideologi. Antara kata dan pemikiran selaras. Kini banyak kader partai

yang kutu loncat, yang hanya memanfaatkan partai untuk kendaraan menuju kekuasaan,’’ tandasnya. Menurut Ketua DPD PNI Marhaenisme Provinsi Bali periode 2007-2016 ini, partai-partai besar harus tegas memperlakukan para

pengkhianat. Ini penting karena partai adalah manifesto demokrasi. Pilgub Bali 2018 akan mempertontonkan apakah ketua-ketua partai di Bali mampu atau tidak mengurus anak buahnya. Jika tidak tegas, ya… siap kalah di pertarungan. (ad381)

Ngaku Jadi Korban Mafia Narkoba PN Denpasar Disebut Tak Berwenang Sidangkan Dedi

Denpasar (Bali Post) -

Setelah diancam hukuman maksimal mati dalam kasus 19 ribu butir pil ekstasi, Dedi Setiawan alias Cipeng Bin Alex, Rabu (8/11) kemarin diberikan kesempatan melakukan pembelaan atas dakwaan dari pihak jaksa. Dedi melalui kuasa hukumnya, Nengah Jimat dkk., dalam eksepsinya mengatakan karena Dedi ditangkap di Tangerang, Banten, Pengadilan Negeri Denpasar tidak berwenang mengadili perkara ini. Ia juga mengaku sebagai salah satu korban dari sistem kejahatan mafia narkotika. Dalam sidang di PN Denpasar dengan majelis hakim pimpinan I Gusti Ngurah Putra Bhargawa, Nengah Jimat memaparkan peristiwa tindak pidana yang dituduhkan kepada terdakwa tersebut tidak terjadi begitu saja. Terdakwa adalah korban dari sistem kejahatan narkotika. ‘’Selama ini kita tidak pernah tahu pasti di mana bandar yang membuat atau menjadi bos besar dalam jaringan mafia narkotika,’’ tandasnya. Dalam eksepsinya atas dakwaan JPU, kuasa hukum

terdakwa juga berpendapat bahwa PN Denpasar tidak berwenang mengadili perkara terdakwa Dedi Setiawan. Alasannya, fakta hukum yang ada di dalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan), terdakwa ditangkap bersama barang bukti 19 ribu butir ekstasi di wilayah Tangerang, Banten, yang merupakan wilayah hukum PN Tangerang. Tidak hanya itu, penetapan surat perpanjangan penahanan terdakwa dimohonkan oleh Kejaksaan Agung di PN Tangerang.

Kuasa hukum terdakwa Dedi Setiawan selanjutnya menyoroti dakwaan JPU dalam uraiannya tidak menerangkan bahwa tempat peristiwa kejahatan yang dilakukan terdakwa berada di wilayah hukum PN Denpasar. ‘’Bagaimana mungkin terdakwa yang dituduhkan melakukan permufakatan jahat, sementara antara terdakwa Dedi Setiawan dan terdakwa lainnya dalam perkara pidana ini tidak saling kenal dan tidak pernah bertemu,’’ kilah Jimat.

Ditambahkannya, perkara yang menimpa terdakwa Dedi Setiawan dinilainya penuh rekayasa hukum. Terdakwa dibawa dari Tangerang ke Bali oleh pihak Direktorat Narkoba Bareskrim Mabes Polri untuk bertemu dengan Iskandar Halim (berkas terpisah). ‘’Terdakwa tidak membawa barang bukti 19 ribu butir ekstasi untuk diserahkan kepada Budi Liman atau Abdul Rahman Willy,’’ tegasnya. Menurutnya, barang bukti ekstasi 19 ribu butir yang dibawa ke Bali adalah barang bukti sitaan dari penangkapan Dedi Setiawan pada 1 Juni 2017. Ini sesuai Surat Perintah Penyitaan dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri tertanggal 1 Juni 2017 dan Surat Penetapan Penyitaan

dari PN Tangerang tertanggal 22 Juni 2017 yang notabene bukan wilayah yuridiksi PN Denpasar. Selain itu, saksi– saksi mayoritas berasal dari Mabes Polri di Jakarta yang jaraknya lebih dekat dengan PN Tangerang dan berada di luar wilayah hukum PN Denpasar. Oleh sebab itu, terdakwa Dedi Setiawan seharusnya diadili dan disidangkan di wilayah hukum PN Tangerang dan tidak menjadi kewenangan PN Denpasar. Jimat meminta majelis hakim yang menyidangkan perkara Dedi Setiawan memutuskan dalam putusan selanya bahwa PN Denpasar tidak berwewenang memeriksa dan mengadili terdakwa serta menyatakan dakwaan dari JPU batal demi hukum. (kmb37)

SPDP dan Kerugian Negara dari BPK

Wajib dalam Pidana Korupsi

Polda NTB Selidiki Pemasok Ganja Gili Trawangan

Mataram (Bali Post) – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) menyelidiki pemasok narkotika jenis ganja kering yang beredar di kawasan wisata Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara. Kasubdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB AKBP A.A. Gede Agung di Mataram, Rabu (8/11) kemarin, menegaskan penyelidikan akan dimulai dari hasil penangkapan tiga pelaku yang diamankan bersama barang bukti narkotika jenis ganja kering seberat tiga kilogram lebih di kawasan wisata Gili Trawangan. ‘’Kami akan dalami keterangan para pelaku, termasuk dari barang bukti yang telah kami amankan,’’ kata AKBP Gede Agung. Tiga pelaku yang diamankan bersama barang bukti ganja kering berinisial NA (40), FR (37) dan MA (47). Ketiganya ditangkap pekan lalu oleh Tim Subdit III Ditresnarkoba Polda NTB. NA dalam kasus ini berperan sebagai pengedar, kaki tangan FR yang merupakan suami dari MA. Dari hasil pemeriksaan, muncul indikasi bahwa peredaran narkotika jenis ganja kering di kawasan wisata Gili Trawangan itu berasal dari FR yang perannya sebagai bandar. Barang bukti ganja kering diamankan dari tempat tinggal pasangan suami istri tersebut. Tiga kilogram ganja kering yang dikemas dalam tiga paket besar ditemukan dalam kondisi terbungkus rapi dari sebuah kardus cokelat. Polisi juga menemukan lima bungkus plastik besar yang isinya diduga narkotika jenis ganja dengan jumlah keseluruhan mencapai 110,38 gram. Barang bukti yang menguatkan perannya sebagai bandar, telepon genggam milik ketiga pelaku dan uang tunai yang diduga hasil transaksi senilai Rp 20 juta lebih turut diamankan. Terkait asal-usul barang tersebut, diperoleh keterangan bahwa pemasoknya berasal dari wilayah Mataram. Namun, Gede Agung masih enggan menjelaskan secara lengkap terkait dengan identitas si pemasok. ‘’Barang ini (ganja kering) katanya didapat dari darat, kalau dalam istilah mereka, darat itu di Lombok,’’ ujarnya. Untuk memastikan keberadaan dari si pemasoknya, Tim Subdit III Ditresnarkoba Polda NTB akan menelusuri jejak dari telepon genggam milik ketiga pelaku yang telah diamankan. (ant)

DEEPAVALI - Senator RI Arya Wedakarna (kanan) bersama Sukmawati Soekarno (Ketum DPP PNI Marhaenisme) dan Paramita Rusadhy (aktris film Soekarno) saat peringatan Hari Deepavali di Jakarta.

Bali Post/ist

REHABILITASI - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa (kiri) menjelaskan tentang proses dan kendala rehabilitasi pecandu narkoba.

Denpasar (Bali Post) Sidang praperadilan penetapan tersangka I Wayan Seraman (52), mantan Kasi Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dalam kasus Tukad Mati, Rabu (8/11) kemarin mulai memasuki pemeriksaan ahli. Pemohon praperadilan Seraman melalui kuasa hukumnya Simon Nahak dkk. menghadirkan sejumlah saksi. Mereka adalah Prof. Dr. Yohanes Usfunan, S.H., M.H. (ahli tata negara) dan Prof. Dr. A.M. Syukri Yakub, S.H., M.H. (ahli hukum pidana). Di depan hakim praperadilan I G.N. Putra Atmaja, Prof. Usfunan banyak berbicara soal kewenangan dalam mengaudit sebagai penghitungan akibat kerugian keuangan negara. Ia mengatakan yang berwenang menentukan kerugian negara adalah BPK, karena lebih tinggi kedudukannya dibanding

BPKP dan BPK diatur oleh UU. Sementara Prof. Syukri Yakub menjelaskan, tanpa kerugian keuangan negara tidak boleh menetapkan seseorang menjadi tersangka. Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) bersifat wajib dan harus dilaksanakan oleh penyidik, apalagi menentukan tersangka. Pada pokoknya ahli hukum dari universitas berbeda menyatakan penetapan tersangka harus ada kerugian negara yang ditetapkan oleh BPK. Atas keterangan ahli, pihak jaksa ngotot bahwa penetapan tersangka Seraman sudah sesuai prosedur yang dilakukan. Namun, ahli hukum mengatakan jika tidak ada kerugian keuangan negara, bagaimana bisa menetapkan seseorang sebagai tersangka. Kerugian negara adalah syarat mutlak dalam penanganan perkara korupsi. (kmb37)

Jakarta (Bali Post) – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menargetkan pemberian bantuan teknologi, informasi dan komunikasi (TIK) kepada 658 sekolah di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) tahun ini. Pemberian bantuan ini bertujuan memberikan akses internet secara berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Kepala Pusat Teknologi Infomasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) Kemendikbud Gogot Suharwoto di Jakarta, Rabu (8/11) kemarin, menyatakan penyediaan akses internet di sekolah-sekolah tersebut bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melalui program Re-desain “Universal Service Obligation” atau Kewajiban Pelayanan Universal menyediakan akses internet terhadap 122 kabupaten dari 24 provinsi di Indonesia yang telah

ditetapkan dalam Peraturan Presiden RI Nomor 131 Tahun 2015 sebagai Daerah Tertinggal Tahun 2015-2019. Dari 122 kabupaten tersebut terdapat 35.478 sekolah jenjang SD, SMP, SMA, SMK, 12.988 (36,60 persen) sekolah di daerah 3T belum memiliki koneksi internet sendiri atau sudah sekitar 63,40 persen sekolah di daerah 3T terkoneksi internet. Hingga Juni 2017, 658 sekolah sudah terimplementasi program tersebut. Pihaknya menyediakan data dan lokasi sekolah serta rencana penggunaan akses internet yang dibutuhkan, menyiapkan sarana dan prasarana akses komputer, melakukan pelatihan kepada guru dan siswa, monitoring, evaluasi, dan memberikan laporan terhadap perkembangan TIK di daerah 3T. Selain itu, melakukan bimbingan teknis baik melalui situs maupun mengundang pengelola TIK ke Jakarta atau Surabaya.(ant)

Kemendikbud Bantu Kesadaran Pecandu Narkoba untuk Rehabilitasi Masih Rendah TIK 658 Sekolah 3T Denpasar (Bali Post) – Kesadaran masyarakat dan pecandu narkoba untuk melaksanakan rehabilitasi masih sangat rendah. Keengganan melakukan rehabilitasi disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya selama ini masyarakat beranggapan menggunakan narkoba adalah tindakan criminal, sehingga takut dipenjara saat melapor untuk rehabilitasi. Menurut Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa didampingi Kabid Rehabilitasi AKBP I Nyoman Artana, dalam Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dijelaskan setiap orangtua wajib melaporkan anaknya yang kedapatan menjadi pecandu atau penyalah guna narkotika. ‘’Jika tidak, orangtua itu dapat diancam dengan huku-

man enam bulan penjara,’’ ujarnya saat menjadi narasumber dalam bimbingan teknis dengan tema ‘’Upaya Peningkatan Animo Masyarakat Dalam Program Wajib Lapor’’ di Kuta, Badung, Rabu (8/11) kemarin. Suastawa menjelaskan, hambatan rehabilitasi dari sisi klien dan masyarakat, yaitu pecandu dalam posisi zona nyaman sehingga menolak direhabilitasi. Pecandu merasa dirinya tidak sakit dan masyarakat masih merasa hal itu adalah aib. Akibatnya masyarakat kurang peduli mengarahkan, mengajak dan melaporkan apabila di lingkungannya terdapat pecandu. Sementara hambatan dari sisi lembaga rehabilitasi, banyak lembaga penerima wa j i b l a p o r y a n g b e l um maksimal melaksanakan pelayanan rehabilitasi adiksi, masih terbatasnya lem-

baga rehabilitasi rawat inap, komponen masyarakat belum paham tentang birokrasi dan administrasi, serta lembaga rehabilitasi komponen masyarakat sering ditumpangi kepentingan yang bersifat pribadi. ‘’Upaya yang telah dilakukan oleh rehabilitasi BNNP Bali dan jajaran, sebanyak 756 orang atau 68 persen telah direhabilitasi serta pascarehabilitasi 257 orang atau 86 persen. Tentu perlu dorongan semua pihak,’’ ungkapnya. Suastawa berharap ke depannya rehabilitasi harus meningkatkan kemampuan klien yang drop out (DO), kebutuhan konselor yang profesional, peningkatan fasilitas lembaga rehabilitasi, baik komponen masyarakat maupun instansi pemerintah serta harus meningkatkan koordinasi dengan lembaga penerima wajib lapor. (kmb36)


OPINI

6

Kamis Pon, 9 November 2017

Tiongkok Memperjuangkan Komunitas Senasib Sepenanggungan Manusia Para pembaca, negara Tiongkok dan Indonesia adalah tetangga baik yang berseberangan laut, juga merupakan kawan dan mitra Indonesia yang saling menghormati dan saling menguntungkan dalam kerja sama. Pada abad baru ini, hubungan Tiongkok dan Indonesia berkembang pesat hingga telah memasuki era terbaik dalam sejarah. Kerja sama bilateral dalam pelbagai bidang terus diperdalam dan diperluas. Masyarakat Indonesia dengan haus ingin mengenal dan memahami apa sebenarnya negara Tiongkok itu. Tiongkok baru saja menyelenggarakan Kongres Nasional yang ke-19 Partai Komunis Tiongkok (PKT) pada tanggal 18 s.d. 24 Oktober 2017.

Oleh : Bapak Hu Yinquan Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok

K

ongres ini mendapat perhatian tinggi dari global. Kongres ini telah menetapkan strategi dasar dan cetak biru perkembangan Tiongkok pada masa depan. Kongres Nasional yang ke-19 PKT diyakini akan berpengaruh besar dalam jangka panjang pada baik Indonesia maupun global. Oleh karena itu, kami ingin melalui penafsiran mengenai Kongres Nasional ke-19 PKT memperkenalkan Tiongkok kepada para pembaca. Dan untung sekali kami telah mendapat dukungan dari Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok bapak Hu Yinquan di Denpasar demi memberi interpretasi mengenai Kongres Nasional ke-19 PKT kepada teman-teman pembaca Indonesia. Selanjutnya, kami akan melaporkan secara berkala. Mari kita nantikan bersama. Jurnalis: Konjen Hu, apa kabar! Terima kasih. Anda telah meluangkan waktu memberi interpretasi mengenai Kongres Nasional ke-19 PKT kepada para pembaca. Pertama kita akan fokus pada Komunitas Senasib Sepenanggungan Manusia. Pada Kongres Nasional ke-19 PKT Presiden Xi Jinping selaku Sekretaris Jenderal PKT menggambar

’’Tiongkok akan menjunjung tinggi bendera perdamaian, perkembangan, kerja sama dan menang bersama, dengan tegas akan mematuhi prinsip kebijakan diplomatik untuk melindungi perdamaian dunia dan mendorong perkembangan bersama. ’’

cetak biru diplomasi Tiongkok, dengan jelas menyampaikan Tiongkok akan berpegang teguh menempuh jalan perdamaian dan perkembangan dan mendorong membentuk komunitas senasib sepenanggungan manusia (komunitas senasib sepenanggungan manusia). Konsep komunitas senasib sepenanggungan manusia secara keseluruhan telah diterima oleh para negara dan secara resmi dituliskan ke dalam Keputusan Sidang Umum PBB Bidang Keamanan Regional. Apakah pak Konjen dapat menjelaskan latar belakang pengajuan gagasan komunitas senasib sepenanggungan manusia? Konjen Hu: Para kawan pembaca, jurnalis, apa kabar? Saya Konsul Jenderal RRT di Denpasar Bapak Hu Yinquan. Senang sekali dapat mempelajari dan memahami Kongres Nasional ke-19 PKT bersama dengan saudara-saudari sekalian. Mari kita kenalkan gagasan komunitas senasib sepenanggungan manusia. Gagasan komunitas senasib sepenanggungan manusia merupakan respons yang tepat terhadap perkembangan zaman dan tercermin keinginan untuk mengupayakan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh umat manusia. Saat ini, dunia sedang mengalami masa perkembangan, perubahan dan penyesuaian besar. Perdamaian dan perkembangan tetap merupakan tema zaman. Dunia multi-polar, globalisasi ekonomi, informatisasi sosial dan diversifikasi budaya semua ini sedang mengalami pengembangan yang mendalam. Reformasi sistem pengelolaan global dan tatanan internasional dipercepat. Hubungan saling interaksi dan saling mengandalkan semakin perdalam, perbandingan kekuatan internasional semakin seimbang. Perdamaian dan perkembangan menjadi arus zaman yang tak terbendungkan. Di samping itu, ketidakstabilan dan ketidakpastian yang dihadapi global semakin menonjolkan. Pertumbuhan ekonomi dunia kurang energi kinetik. Polarisasi antara kaya dan miskin semakin memburuk. Isu panas regional muncul satu demi satu. Ancaman keamanan non-tradisional terus perluas dan manusia menghadapi banyak tantangan bersama, seperti terorisme, keamanan dunia maya, penyakit menular berbahaya dan mematikan, perubahan iklim, dsb. Dunia kita penuh dengan harapan dan tantangan. Kita seharusnya tidak melepaskan impian kita karena kenyataan di sekitar kita terlalu rumit. Kita seharusnya tidak berhenti mengejar cita-cita kita karena cita-cita tersebut tampaknya berada di luar jangkauan kita. Tidak ada negara mana pun mampu menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi bersama oleh seluruh umat manusia. Tidak ada satu negara pun dapat mundur ke pulau isolasi. Maka kami mengimbau masyarakat dari semua negara

untuk bekerja sama membentuk komunitas senasib sepenanggungan manusia. Jurnalis: Apa itu sebenarnya komunitas senasib sepenanggungan manusia? Konjen Hu: Pembentukan komunitas senasib sepenanggungan manusia yaitu membangun dunia yang damai abadi, aman universal, makmur bersama, terbuka inklusif, bersih, dan indah. Seharusnya saling menghormati, negosiasi setara, dengan tegas meninggalkan pola pikir perang dunia dingin dan politik kekuatan, menempuh jalan baru interaksi antara negara yang saling berdialog tapi tidak berkonfrontasi, saling bermitra tapi tidak beraliansi. Seharusnya kita dengan tegas menyelesaikan perselisihan melalui dialog, menyelesaikan perbedaan melalui negosiasi, menghadapi ancaman keamanan tradisional dan non-tradisional melalui koordinasi, dan menentang semua bentuk terorisme. Seharusnya bergotong royong untuk mendorong kebebasan serta kemudahan dalam perdagangan dan investasi, mendorong globalisasi ekonomi ke arah yang semakin terbuka, inklusif, bermanfaat bagi semua pihak, seimbang dan menang bersama. Seharusnya kita menghormati keragaman peradaban di dunia, atasi celah-celah peradaban dengan pertukaran peradaban, atasi konflik peradaban dengan saling belajar antara peradabanperadaban, atasi peradaban superior dengan keberadaan peradaban bersama. Seharusnya kita memegang teguh nilai ramah lingkungan, kerja sama menghadapi perubahan iklim, melindungi rumah bumi yang sebagai tempat hidup manusia.

bagi umat manusia adalah misi tetap PKT. Tiongkok akan menjunjung tinggi bendera perdamaian, perkembangan, kerja sama dan menang bersama, dengan tegas akan mematuhi prinsip kebijakan diplomatik untuk melindungi perdamaian dunia dan mendorong perkembangan bersama. Tiongkok akan tanpa ragu tanpa bimbang memperkembangkan kerja sama bersahabat dengan negara lain berdasarkan lima prinsip koeksistensi secara damai, mendorong pembangunan hubungan internasional baru

memperkuat solidaritas dan kerja sama dengan negara-negara berkembang serta meningkatkan pertukaran antara partai dan organisasi politik dengan para negara. Pada masa mendatang, Tiongkok akan terus melaksanakan kebijakan negara dasar keterbukaan terhadap dunia luar agar tetap mengembangkan pembangunan dengan pintu negara terbuka. Dengan aktif akan mendorong kerja sama internasional dalam rangka “satu sabuk satu jalur”, mengupayakan tercapainya tujuan koordinasi kebijakan, konektivitas fasilitas, perdagangan tanpa hambatan, integrasi keuangan dan pemahaman antarmanusia, dan menciptakan platform baru kerja sama internasional, menambah dorongan baru perkembangan bersama, meningkatkan bantuan kepada negara berkembang khususnya negara yang paling tertingga, mendorong agar mengurangi kesenjangan perkembangan negara Utara dan Selatan. Tiongkok mendukung mekanisme perdagangan multilateral, mendorong pembangunan kawasan perdagagnan bebas, mendorong pembangunan ekonomi global tipe terbuka. Pada masa mendatang, Tiongkok akan terus menerapkan konsep pengelolaan global “konsultasi bersama, bangun bersama, nikmati bersama”, mendukung demokratisasi hubungan internasional, memegang teguh nilai bahwa tiap negara memiliki derajat dan martabat yang sama tanpa memandang ukuran, kekuatan dan kekayaannya, mendukung peran aktif Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mendukung perluasan representasi dan hak suara negara berkembang dalam urusan internasional. Tiongkok akan terus memainkan peran negara besar yang bertanggung jawab, dan dengan aktif melibatkan diri dalam reformasi dan pembangunan sistem pengelolaan global, terus memberi kontribusi Tiongkok dalam bentuk kebijaksanaan dan kekuatan. Pada masa mendatang, Tiongkok akan terus mendorong pembentukan komunitas senasib sepenanggungan manusia. Impian bangsa Tiongkok sebenarnya sama dengan impian bangsa yang lain, memperjuangkan mimpi Tiongkok tidak terpisah dari lingkungan internasional yang damai dan tatanan internasional yang stabil. Tiongkok dengan tegas akan menempuh jalan perdamaian dan perkembangan, melaksanakan strategi keterbukaan yang saling menguntungkan dan menang bersama, memegang teguh konsep keadilan dan kesejateraan yang benar, menciptakan nilai keamanan baru “bersama, komprehensif, kerja sama dan berkelanjutan”, memperjuangkan prospek pengembangan yang terbuka dan inovatif, inklusif dan saling menguntungkan, mendorong pertukaran peradaban yang memiliki karakteristik harmoni tapi tetap berbeda dan beragam, membangun sistem ekologi yang ramah lingkungan dan mendorong perkembangan hijau. Tiongkok akan selalu menjadi pengembang kedamaian dunia, kontributor pembangunan global, pembela tatanan internasional. Tiongkok dengan sedia bergandengan tangan dengan para negara terus berupaya untuk membentuk komunitas senasib sepenanggungan manusia, termasuk Indonesia, agar memberi kontribusi yang lebih besar pada perdamaian dan perkembangan dunia dan bersama-sama menciptakan masa depan manusia yang indah.

’’Seharusnya kita dengan tegas menyelesaikan perselisihan melalui dialog, menyelesaikan perbedaan melalui negosiasi, menghadapi ancaman keamanan tradisional dan non-tradisional melalui koordinasi, dan menentang semua bentuk terorisme.’’

Jurnalis: Langkah-langkah apa yang akan diambil oleh Tiongkok setelah merintiskan komunitas senasib sepenanggungan manusia? Konjen Hu: Dalam waktu lima tahun terakhir ini, diplomasi negara besar yang berkarakteristik Tiongkok diterapkan secara menyeluruh, dan telah membentuk jaringan diplomatik komprehensif, bertingkat dan multifaset. Tiongkok telah membangun bersama gagasan “Satu Sabuk Satu Jalur”, memulai pembangunan Bank Investasi Infrastrukutr Asia, mendirikan Silk Road Fund, pertama kali mengadakan Forum Puncak Kerja Sama Internasional “Satu Sabuk Satu Jalur”, menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) ke-22, Konferensi Tingkat Tinggi G-20 Hangzhou, pertemuan KTT negara Bricks di Xiamen, Konferensi Tingkat Tinggi Konferensi tentang Langkah-langkah Pengembangan Interaksi dan Keyakinan di Asia. Tiongkok telah manganjurkan gagasan pembentukan komunitas senasib sepenanggungan manusia dan mendorong reformasi sistem pengelolaan global serta memberi kontribusi besar dan penting terhadap perdamaian dan perkembangan global. Gagasan komunitas senasib sepenanggungan manusia diajukan dalam laporan Kongres Nasional ke-19 PKT secara resmi, sekali lagi mencerminkan PKT tidak hanya merupakan partai politik yang mengupayakan untuk kesejahteraan rakyat Tiongkok tapi juga adalah partai politik yang memperjuangkan kemajuan manusia dan bahwa pembuatan kontribusi baru dan lebih besar

yang berdasarkan rasa saling menghormati, keadilan dan kewajaran, dan kerja sama yang saling menguntungkan. Pada masa mendatang, Tiongkok akan terus menjalankan kebijakan luar negeri perdamaian yang independen, menghormati hak pemilihan jalan perkembangan oleh rakyat negara masing-masing secara independen, membela keadilan dan kewajaran internasional, menentang untuk memaksakan kehendaknya pada negara lain, menentang campur tangan dalam urusan internal negera lain dan menentang bullying. Tiongkok tidak akan pernah mengorbankan kepentingan negara lain untuk mengembangkan sendiri, tidak akan melepaskan hak dan kepentingan sendiri yang sah. Siapa saja jangan pernah pikir bahwa Tiongkok akan menelan buah pahit yang merugikan kepentingan Tiongkok sendiri. Tiongkok mengimplimentasi kebijakan pertahanan defensif. Perkembangan Tiongkok tidak akan mengancamkan negara mana pun. Tahap perkembangan Tiongkok dicapai mana pun, Tiongkok tidak akan pernah mencari hegemoni atau terlibat dalam ekspansi. Pada masa mendatang, Tiongkok akan tetap memperkuat hubungan kemitraan global, memperluas titik temu kepentingan dengan para negara, mendorong koordinasi dan kerja sama antar-negara besar, membentuk kerangka hubungan negera besar yang stabil secara keseluruhan dan berkembang secara seimbang, memperdalam hubungan bilateral dengan negara sekitarnya berdasarkan konsep “bersahabat, jujur, saling menguntungkan dan inklusif” serta prinsip diplomasi yang rukun dan bermitra dengan negara tetangga. Dengan pandangan benar tentang Keadilan dan kesejahteraan serta konsep “ketulusan, persahabatan dan kejujuran”,

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


BALI balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

www.iklanbalipost.com

Balipost on Gadget

UNDERPASS – Pembangunan proyek underpass simpang Patung Ngurah Rai, Tuban, Badung sedang dikerjakan. Tampak sejumlah kendaraan melaju di kawasan tersebut. Foto diambil baru baru ini.

Kamis Pon, 9 November 2017

Bali Post/wan

redaksi@balipost.com iklan@balipost.co.id

7

Pemilik Warung Nyambi Jadi Kurir Napi Narkoba Disita Ratusan Gram SS

Bali Post/eka

SABU - Polisi menunjukkan barang bukti narkoba dan tersangkanya di Mapolda Bali, Rabu (8/11) kemarin. Dari tersangka, polisi berhasil mengamankan narkoba jenis sabu-sabu ratusan gram.

30 Persen Perusahaan Belum Laksanakan Struktur dan Skala Upah Denpasar (Bali Post) Para pekerja dengan masa kerja satu tahun ke atas wajib diberikan upah dengan struktur dan skala upah. Artinya, perusahaan tidak boleh terus-menerus menggaji karyawan dengan standar upah minimum semata. Di Bali, rupanya masih ada perusahaan yang belum melaksanakan struktur dan skala upah sesuai amanat PP No.78 Tahun 2015 tentang Pengupahan itu. “Di Bali, 70 persen perusahaan sudah melaksanakan, 30 persennya belum melaksanakan struktur dan skala upah,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali Ni Luh Made Wiratmi di sela-sela “Bimbingan Teknis Penyusunan Struktur dan Skala Upah Bali bagi Manager HRD di Perusahaan”, Rabu (8/11) kemarin. Menurut Wiratmi, sebagian kecil yang belum melaksanakan adalah perusahaan menengah ke bawah lantaran disesuaikan dengan kondisi perusahaan masing-masing. Di Bali sendiri, kurang lebih ada 11 ribu perusahaan yang terdaftar per Juni 2017. Jumlah ini meningkat bila dibandingkan tahun 2016 yang hanya hampir 10 ribu perusahaan terdaftar. Sementara angka 30 persen perusahaan yang belum melaksanakan struktur dan skala upah dikatakan tidak tergolong tinggi. “Tidak tinggi itu kok, karena kita kan baru melakukan pembinaan 2015. Pelaksanaannya kan baru Januari 2016, ini kan baru setahun,” jelasnya. Wiratmi menambahkan, saat ini sejatinya masih dalam masa sosialisasi. Dengan kata lain, masih belum ada penindakan atau sanksi bagi perusahaan yang tidak melaksanakan. Sanksi baru akan diberikan setelah dua tahun peraturan diundangkan. Yakni berupa sanksi administrasi seperti tidak bisa memperpanjang izin perusahaan. Kendati demikian, belum tentu semua perusahaan akan melaksanakan struktur dan skala upah karena sangat bergantung dengan kondisi ekonomi. Menurut Wiratmi, aturan ini juga menjadi semacam buah simalakama. Di satu sisi harus dilaksanakan. Tapi di sisi lain, perusahaan bisa saja mengurangi jumlah tenaga kerja agar bisa memberikan upah dengan struktur dan skala upah. Imbas dari hal ini tentu saja menimbulkan angka pengangguran baru. Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bali Wayan Sukada mengatakan, perusahaan mestinya mengupayakan struktur dan skala upah walaupun bisa mengajukan penangguhan bagi yang tidak mampu. Mengingat pekerja saat ini sudah tahu persis bagaimana kondisi perusahaan, sehingga perusahaan sudah semestinya berlaku adil. Dalam Permenaker 1 tahun 2017, struktur dan skala upah wajib disusun oleh pengusaha dengan memerhatikan golongan, jabatan, masa kerja, pendidikan, dan kompetensi. “Di dalam struktur dan skala upah itu kan grade-nya berbeda-beda, kembali pada perusahaan masing-masing dengan catatan bahwa tidak melanggar ketentuan yang berlaku,” ujarnya. Selain struktur dan skala upah, lanjut Sukada, perusahaan juga harus melaksanakan ketentuan pemerintah terkait kenaikan Upah Minimum Provinsi sebesar 8,71 persen yang berlaku di seluruh Indonesia. (kmb32)

Denpasar (Bali Post) Tim Direktorat Reserse Narkoba bersama Satgas CTOC Polda Bali menggeledah Warung Sunda Napi Raos di Jalan Palapa, Sidakarya, Denpasar Selatan. Penggeledahan tersebut merupakan pengembangan pemilik warung nasi goreng ini, Pandi Amalga, yang ditangkap di Jalan Raya Sempidi, Badung, Selasa (31/10) lalu. Hasil penggeledahan tersebut, petugas mengamankan 289,48 gram sabu-sabu (SS) yang dikemas dalam 27 paket siap edar. Pandi merupakan kurir napi Lapas Kerobokan.

Wadir Reserse Narkoba Polda Bali AKBP Sudjarwoko, Rabu (8/11) kemarin mengungkapkan, tersangka ditangkap saat melintas di TKP pukul 00.01 Wita. “Saat penggeledahan terhadap tersangka, kami tidak menemukan barang bukti narkoba. Namun, informasi yang kami terima jika tersangka ini merupakan pengedar, maka dari itu kami kembangkan ke tempat tinggalnya,” ujar Sudjarwoko yang didampingi Kasubid Penmas Bid. Humas Polda Bali AKBP Ayu Kusuma Dewi. Tersangka asal Jawa

Barat itu dibawa ke warungnya di Jalan Palapa. Selanjutnya dilakukan penggeledahan dan ditemukan sabu-sabu hampir 300 gram yang disimpan dalam kulkas bekas. Serbuk kristal bening ini dikemas dalam beberapa paket besar dan kecil siap edar. “Hasil pemeriksaan, tersangka mengaku jaringan seorang narapidana bernama Imam yang berada di Lapas Kerobokan. Selain itu, pelaku mengaku sudah dua kali menerima paket sabu-sabu dari Imam,” tegasnya. Saat diinterogasi, pelaku

yang rambutnya disemir kuning ini mengedarkan SS melalui sistem tempel dengan upah Rp 500 ribu. Sedangkan pasokan narkoba tersebut berasal dari bandar di Jawa Timur. Narkoba tersebut dikirim melalui kurir dibawa ke Bali melalui jalur darat. “Jadi, napi tersebut (Imam red) minta kirimi sabu-sabu ke bandar tersebut. Sang bandar lalu mengutus kurirnya membawa paket SS ke Bali dan bertemu dengan tersangka. Antara tersangka dengan kurir asal Jawa Timur tidak saling kenal,” ujarnya. (kmb36)

Perlu Argumentasi, Ubah Anggaran Pilgub untuk KPU Denpasar (Bali Post) -

Komisi I DPRD Bali menyatakan sudah ada lampu hijau dari KPU Pusat untuk merasionalisasi anggaran pemilihan gubernur (pilgub) 2018. Namun, perubahan anggaran tetap harus disertai dengan argumentasi. Mengingat telah ada penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara KPU Bali dan Gubernur.

“NPHD sudah telanjur dibuat. Di pusat sudah dibuatkan angka Rp 229 miliar itu karena semua anggaran pilkada serentak di seluruh Indonesia tercatat di pusat. Kalau ingin mengubah apa alasannya merevisi, harus ada argumentasinya,” ujar Ketua Komisi I DPRD Bali I Ketut Tama Tenaya saat dikonfirmasi via telepon mengenai hasil konsultasi dengan KPU-RI, Rabu (8/11) kemarin. Kendati demikian, lanjut Tama, KPU Pusat pada intinya sepakat bila anggaran untuk KPU Bali harus di-

revisi. Namun, besarannya mesti dihitung kembali. Pasalnya, KPU Bali meminta pengurangan minimal Rp 213,754 miliar dari anggaran dalam NPHD Rp 229,36 miliar. Sementara DPRD Bali khususnya Komisi I dan Badan Anggaran merekomendasikan rasionalisasi anggaran sebesar Rp 155 miliar. “Rekomendasi Komisi I berdasarkan data pemilu sebelumnya. Sebagai pembanding daerah lain seperti NTB. Data yang valid itu pemilu sebelumnya dan Pilkada Buleleng 2017,” jelas

Politisi PDI Perjuangan ini. Tama menambahkan, KPU juga sempat meminta agar revisi anggaran dilakukan setelah jadwal pendaftaran calon independen berakhir 25 November mendatang. Pihaknya pun menyadari anggaran KPU cukup besar dialokasikan untuk estimasi pasangan calon yang akan maju dalam Pilgub 2018. Kalau ternyata memang tidak ada calon independen yang mendaftar sampai tanggal 25, berarti cukup banyak anggaran yang bisa dirasionalisasi. Akan tetapi, dewan juga

harus mengejar target ketok palu APBD Induk 2018. Masalah tersebut akan kembali difinalkan dalam rapat gabungan antara DPRD Bali dan eksekutif, Kamis (9/11) ini. “Besok (hari ini - red) akan kita diskusikan. Kalau lambat ketok palu, tidak bisa mengejar target Kemendagri. Bisa tidak nanti ketok palu dulu, kan verifikasi juga masih jalan,” tandasnya. Sebelumnya diberitakan, DPRD Bali meminta KPU dan Bawaslu Bali melakukan rasionalisasi anggaran Pilgub 2018 hingga 7 November 2017. Yakni Rp 155 miliar untuk KPU Bali dari anggaran sebelumnya Rp 229,36 miliar dan Rp 39 miliar untuk Bawaslu Bali dari anggaran sebelumnya

Rp 62,898 miliar. Namun, KPU Bali memastikan pilgub tak bisa berjalan bila Pemprov dan DPRD Bali menyepakati anggaran untuk KPU dipangkas menjadi Rp 155 miliar. Pengurangan anggaran yang bisa ditolerir KPU Bali minimal Rp 213,754 miliar dari anggaran dalam NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah) Rp 229,36 miliar. Itu pun belum termasuk anggaran sosialisasi di media cetak dan elektronik, serta pendidikan pemilih. “Kalau Rp 155 miliar, menurut hitungan kami, sudah dipastikan tidak bisa,” tegas Ketua KPU Bali Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi usai mengikuti Rapat Pansus APBD 2018 DPRD Bali di gedung dewan, Senin (6/11) lalu. (kmb32)

Anggaran Besar Harus Lahirkan Pemimpin Berkualitas Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali 2018 tinggal sebentar lagi. Tetapi persoalan klasik kembali muncul yaitu pada dana penyelenggaraan pilgub itu sendiri. Hal ini sangat penting demi terselenggaranya pilgub ke depan. Namun, dana tersebut tidaklah satu-satunya elemen di dalam penyelenggaraan pilgub ke depan. Anggaran Pilgub Bali tahun 2018 ditolerir oleh KPU Bali minimal Rp 213,754 miliar dari anggaran dalam NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah) sebesar Rp 229,36 miliar. Anggran ini sangat fantastis dibandingkan daerah lain yang daerah dan jumlah penduduknya lebih luas, seperti NTB. Menurut akademisi Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H., untuk menghasilkan pemimpin berkualitas tidaklah harus mahal. Namun, mahal atau murahnya biaya yang dianggarkan memang relatif dan tergantung pada persepsi tentang mana yang harus diadakan (substan-

tif) dan mana yang sifatnya dapat diadakan dapat juga ditiadakan (additif/opsional). Biaya politik yang mahal juga disebabkan budaya politik masyarakat yang melihat politik hanya kompetisi dan kontestasi merebut kekuasaan/jabatan. Tidak melihat politik sebagai sebuah wahana atau sarana untuk berbuat kebaikan dan kemanfaatan bagi kepentingan publik atau masyarakat luas, sebagaimana dinyatakan dalam Nitisastra dan Arthsastra. Perbedaan pandangan antara KPU dan DPRD tentang anggaran Pilgub Bali alangkah idealnya tidak sampai memunculkan kesan “permusuhan” yang menandakan “ketidak-dewasaan” para pihak dalam menjalankan tugas dan wewenang masingmasing. “Komunikasi yang santun (saling menghargai dan mengindahkan etika), terbuka, dan fokus pada substansi, pastilah akan menemukan titik temu,” tandas Radendra. Dalam komunikasi efektif

dan mutual respect, setiap pihak harus dapat mengemukakan dengan jelas pandangannya tentang mengapa biaya ini harus ada atau ditiadakan. Sehingga, semua pihak paham dengan jernih duduk persoalannya. “Budaya politik masyarakat kita yang terkadang masih memilih berdasarkan uang sesungguhnya menyebabkan biaya politik menjadi mahal dan ditengarai jadi salah satu faktor utama pendorong korupsi, utamanya bagi mereka yang berniat agar bisa balik modal. Karenanya publik harus mulai beralih ke budaya tolak politik uang, agar politik kita lebih baik dan menghasilkan pemimpinpemimpin yang punya niat tulus untuk memperjuangkan kebaikan bagi publik, bukan untuk sekadar memuaskan libido berkuasa dan atau berdasarkan motivasi menjabat untuk memperkaya diri,” tegas Radendra. Sementara itu, akademisi hukum Dewa Gede Sudika Mangku, S.H., LL.M. mengatakan,

Bali Post/dok

Bali Post/dok

Dewa Gede Sudika Mangku

I.B. Radendra Suastama

pemilihan kepala daerah momen yang pas bagi masyakarat Bali untuk memilih pemimpinnya yang mampu menggerakkan roda pemerintahan di Bali. Tentu masyarakat Bali harus cerdas dalam memilih pemimpinnya ke depan supaya mampu memberikan jalan keluar bagi permasalahanpermasalahan yang tengah dihadapi Bali. “Cerdas dalam artian masyarakat harus jeli melihat para calon pemimpin mereka ke depan. Sebab jika salah pilih akan berakibat fatal bagi kelangsungan Bali ke depan,” ujar calon kandidat Doktor UGM ini. Selain itu, dikatakan, saat

ini Bali memerlukan figur pemimpin yang kuat dan tangguh. Oleh karena itu, track record para calon pemimpin Bali harus betul-betul diketahui oleh para pemilihnya. Hal ini bertujuan untuk mengetahui para calon tersebut layak untuk dipilih dan memimpin Bali ke depan. “Dengan ongkos yang mahal diharapkan mampu memberikan hasil yang memuaskan juga. Bukan malah sebaliknya. Momen pemilihan kepala daerah merupakan pesta demokarsi bagi masyarakat Bali untuk menentukan pilihannya dan amanat dari konstitusi,” ujarnya. (win)


BANGLI

8

Kamis Pon, 9 November 2017

Sosialisasi Pendistribusian Elpiji 3 Kg

Pemkab Tunggu Arahan Provinsi

Bangli (Bali Post) Pemkab Bangli belum bisa mensosialisasikan rencana pendistribusian elpiji 3 kg yang hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin. Pemkab masih menunggu hasil koordinasi di tingkat provinsi. ‘’Kita masih menunggu rapat dari provinsi. Sebelumnya memang sempat diundang untuk rapat, tetapi batal. Jika sudah ada hasil rapatnya, baru kita akan lakukan sosialisasinya,’’ kata Kepala Disperindag Bangli I Nengah Sudibia saat diwawancarai, Rabu (8/11) kemarin, di ruang kerjanya. Bali Post/nan Menurutnya, Pemerintah I Nengah Sudibia Pusat berencana mengalihkan konsumen elpiji tabung 3 kg, 5,5 kg dan 12 kg pada tahun 2018. Pengalihan itu dilakukan mengingat elpiji 3 kg masih banyak digunakan masyarakat yang ekonominya tergolong mampu. ‘’Sasaran sebenarnya untuk tabung elpiji 3 kg adalah masyarakat dengan kategori miskin dan pemilik usaha mikro. Sementara kenyataannya, masih banyak masyarakat yang tergolong mampu dari segi ekonomi justru menggunakan elpiji 3 kg yang disubsidi,’’ ujar Sudibia. Dijelaskannya, untuk sosialiasi peralihan tersebut, pihaknya terlebih dahulu akan bersurat kepada pimpinan masingmasing OPD, untuk menginformasikan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tidak lagi menggunakan elpiji 3 kg. ASN diminta beralih ke elpiji 5,5 kg atau 12 kg. Sebab secara ekonomi, para ASN sudah tidak mungkin berada di bawah garis kemiskinan. ‘’Selain itu kami juga akan menginformasikan lewat camat dan perbekel di masing-masing desa agar mensosialisasikan peruntukan gas elpiji 3 kg ini. Namun, secara teknis akan kita rembukkan dulu,’’ ungkapnya. Sampai saat ini belum terjadi kelangkaan elpiji 3 kg di Bang-li. Harganya di pasaran juga masih tergolong normal, yakni Rp 18 ribu per tabung. Sementara soal ketepatan isi gas 3 kg, Sudibia menyatakan, pihaknya sudah melakukan sidak ke lapangan dan mengukur isinya langsung. ‘’Kita sudah melakukan sidak, dan tidak kami temukan isi yang tidak sesuai. Terkait isi yang tidak sesuai ini, ke depan kita juga akan mengadakan sidak terkait isi beras yang ada kemungkinan juga tidak sesuai dengan isinya,’’ tegas Sudibia. (kmb41)

BILIK - Pengungsi di Posko Kubu dibuatkan bilik untuk masing-masing KK, agar lebih nyaman selama di pengungsian.

Bai Post/nan

Per KK Pengungsi di Kubu Dibuatkan Bilik

Bangli (Bali Post) Pascastatus Gunung Agung diturunkan dari level IV (Awas) ke level III (Siaga), banyak warga yang sebelumnya mengungsi di Bangli kembali ke rumah mereka masing-masing. Mereka meninggalkan Bangli mengingat wilayah kediaman mereka di Karangasem berada di luar zona bahaya. Bahkan kini hanya 434 pengungsi saja yang masih bertahan di posko pengungsian Kubu dan SKB Kayuamba. Mengingat jumlah pengungsi sedikit, pihak posko pun membuatkan bilik untuk masing-masing kepala keluarga (KK). Tujuannya agar para pengungsi lebih

nyaman. Komandan Posko Penanganan Darurat Bencana Gunung Agung di Kabupaten Bangli Letkol Cpn. Andy Pranoto, Rabu (8/11) kemarin, mengungkapkan pengungsi mulai pulang sejak status Gunung Agung turun beberapa hari lalu. ‘’Kalau di sini (Posko Kubu - red), sebelum status Gunung Agung turun, pengungsi mencapai 971 pengungsi. Sedangkan untuk jumlah di SKB Kayuamba, Susut sebanyak 385 orang. Dan kini pengungsi di Kayuamba masih tersisa 186 orang dan di Kubu 248 orang,’’ ungkapnya. Menurut Andy Pranoto, mengingat jumlah pengungsi

sudah sedikit, pihaknya berencana menggabungkan pengungsi di posko SKB Kayuamba dan posko Kubu. Hanya saja hal ini belum dilakukan lantaran sejumlah pertimbangan. ‘’Rencananya memang seperti itu. Tapi tidak semua pengungsi di SKB bisa kita pindahkan ke Kubu. Karena beberapa pengungsi yang membawa ternak, mereka menitipkannya di Pasar Hewan Kayuamba. Beberapa pengungsi juga sudah mendapatkan pekerjaan sambilan di dekat SKB,’’ katanya. Salah seorang pengungsi asal Banjar Pura Desa Sebudi, Selat, Karangasem,

Ni Kadek Wartini, mengungkapkan memang dirinya dan pengungsi lainnya dibuatkan bilik per KK. Bahan-bahan pembuatan bilik merupakan bantuan dari donatur. ‘’Sementara untuk pembuatannya dilakukan secara swadaya,’’ ujarnya. Dengan adanya bilik, membuat keluarganya merasa lebih nyaman. Ketimbang sebelum dibuatkan bilik ini, pihaknya tidur berdampingan dengan pengungsi lainnya. Sementara dinding untuk memasak yang berada di depan bilik yang masih memakai paving, nantinya akan diganti dengan gedek. ‘’Sekarang cuma masih panas karena masih me-

makai paving. Kalau sudah memakai gedek, mungkin bisa sedikit lebih adem. Pemasangan gedek itu akan dilakukan usai hari raya Kuningan,’’ ungkapnya. Koordinator Yakkum Emergency Unit Wirasiung mengatakan, bantuan pembuatan bilik ini adalah untuk membuat pengungsi lebih nyaman selama berada di pengungsian. ‘’Sebelumnya kita sudah bantu untuk membuat MCK untuk pengungsi disabilitas, lansia, dan ibu hamil. Kebetulan setelah berkoordinasi dengan BPBD, pengungsi akan dibuatkan bilik per KK, makanya kita bantu alat-alat yang dibutuhkan,’’ jelasnya. (kmb41)

Atasi Kebocoran Retribusi Pariwisata Kintamani

Bali Post/nan

SAMPAIKAN PENJELASAN - Kabag Keuangan RSU Bangli I Gusti Nyoman Karyawan Putra (kanan) dan Wadir Pelayanan I Ketut Darmaja saat menyampaikan penjelasan mengenai target pendapatan.

Capaian Pendapatan dari JKN-KIS 60,58 Persen Bangli (Bali Post) Target pendapatan RSU Bangli dari klaim JKN-KIS tahun ini sebesar Rp 37,8 miliar. Per 6 November, capaian pendapatan senilai Rp Rp 22.960.000.000 atau sekitar 60,58 persen dari target yang ditentukan. Hal itu diungkapkan Kabag Keuangan RSU Bangli I Gusti Nyoman Karyawan Putra yang mendampingi Wadir Pelayanan I Ketut Darmaja, Rabu (8/11) kemarin. Dijelaskan, dana yang terkumpul tersebut bersumber dari pembayaran BPJS Kesehatan dari Januari hingga Juli. Sementara, untuk klaim pembayaran pada Agustus sekitar Rp 2.329,842.800 belum dibayar. Kata Karyawan, pihaknya tidak mengetahui alasan belum dibayarkannya klaim tersebut. Untuk September, prosesnya masih pengajuan. ‘’Kalau diestimasikan untuk September dan Oktober, BPJS bayar klaim ke kita kisarannya hampir sama kurang lebih sekitar Rp 2,3 miliaran per bulannya. Kalau lebih, paling lebih sedikit. Tergantung pemakaian BPJS oleh pasien,’’ katanya. Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya memiliki tim pengendali yang di dalamnya terdapat petugas yang akan menyampaikan klaim tersebut setiap bulannya. Setiap tanggal 1 hingga 5, mereka melakukan penyetoran berkas klaim yang akan dikirim ke BPJS Kesehatan. Data akan diverifikasi BPJS. ‘’Verifikator BPJS akan mengembalikan ke kita jika ada kekurangan ataupun kesalahan-kesalahan data untuk diperbaiki. Untuk perbaikannya selama sepekan dari 10-17 bulan berjalan. Dan perbaikan kelengkapan itu akan disetor lagi ke verifikator. Dan setelah ke BPJS, hitungan 15 hari tanpa libur setelah perbaikan itu, uang pembayaran sudah masuk ke rekening RSU Bangli. Dan selama ini, pembayaran yang dilakukan BPJS sudah sesuai dengan tanggal itu,’’ kata Karyawan. Sementara untuk pengungsi yang memakai JKN-KIS untuk berobat ke RSU Bangli, kata Karyawan, ada sebanyak 201 orang yang berasal dari 28 desa zona bahaya. (kmb41)

Pemkab Harus Segera Bentuk Badan Pengelola Bangli (Bali Post) -

Masih banyaknya kebocoran reribusi pariwisata yang terjadi akibat mobil yang mengangkut wisatawan menggunakan jalur tikus sangat disayangkan anggota DPRD Bangli. Agar kebocoran retribusi pariwisata tak terus terjadi, Dewan mendesak agar badan pengelola pariwisata Kintamani segera dibentuk. Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata, Rabu (8/11) kemarin, mengungkapkan selama badan pengelola pariwisata di Kintamani belum terbentuk, kebocoran pendapatan dari retribusi pariwisata akan sangat sulit dibendung. ‘’Pembentukan badan pengelola jangan hanya sebatas wacana. Itu harus segera dibentuk. Selama badan pengelola belum dibentuk, kebocoran itu pasti akan terus berlanjut. Jelas sopir yang sudah hapal medannya, pasti akan tetap melalui jalur itu untuk menghindari pembayaran karcis masuk. Ini yang mesti diperhatikan pemerintah daerah,’’ tegas Kutha Parwata. Menurutnya, jika keboc-

oran retribusi terus terjadi, akan sangat berpengaruh pada pendapatan dari sektor pariwisata. Termasuk untuk memenuhi target yang dicanangkan sebelumnya. Maka dari itu, pihaknya ingin mendapatkan kepastian mengenai siapa yang akan mengelola pariwisata khususnya di Kintamani. ‘’Pada intinya kita harap persoalan ini harus segera dipecahkan. Jika tidak disikapi dengan serius, maka persoalan ini akan terus berlanjut ke depannya. Dan ini akan sangat merugikan buat Bangli dan sektor pariwisata,’’ jelasnya. Dia mencontohkan, pengelolaan Objek Wisata Panglipuran sangat baik. Hal itu dikarenakan pengelola

pariwisatanya jelas dan profesional. Ini seharusnya bisa dijadikan contoh untuk mengelola destinasi pariwisata lainnya di Bangli. ‘’Jadi, pengelolaan seperti itulah yang kita inginkan. Jika tidak, maka persoalan kebocoran akan terus berkelanjutan,’’ tegasnya. Di sisi lain, kegiatan monitoring yang dilakukan Disparbud di jalur-jalur tikus untuk menekan kebocoran retribusi pariwisata di Kintamani diapresiasi Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles. Dengan ditemukannya banyak kendaraan pariwisata yang melintas di jalur tikus, Carles meminta Bupati segera mengambil tindakan dengan menempatkan petugas pungut di jalur

Bangli : 0366-91521/91002

Polsek Bangli

: 0366-91062

Polsek Susut

: 0366-51004

Polsek Tembuku

: 0366-5595484

Polsek Kintamani

: 0366- 51122

Damkar

: 0366-92869

PDAM

: 0366-91094

PLN

: 0366-91268

Telkom

: 0366-91108

BPBD

: 0366-91448

Kodim

: 0366-91024

Kantor Bupati

: 0366-91032

memasangi rambu. Kendaraan wisatawan harus diarahkan melintas di jalur resmi pariwisata yang sudah ditentukan. ‘’Saya minta eksekutif tanggap dan serius untuk menangani ini. Dan saya juga harapkan upaya monitoring yang dilalukan Disparbud bisa lebih diintensifkan lagi dan bisa ditiru juga oleh OPD lainnya,’’ kata Carles. Sementara itu, Kabid Bina Objek Disparbud Bangli I Wayan Bona mengungkapkan, untuk mencegah kebocoran retribusi pariwisata, pihaknya berencana memasang pelang yang berisikan larangan bagi angkutan pariwisata melintasi sejumlah jalur. ‘’Itu rencana yang akan kita lakukan untuk menekan kebocoran itu. Dengan dibuat pelang itu diharapkan sopir nakal mau sadar dan tidak lagi melewati jalur tikus,’’ kata Bona. (kmb41/kmb40)

Kodim Bangun 415 Unit Jamban untuk Warga Miskin

Telepon Penting RSU Bangli

tidak resmi itu tanpa harus membuat pos pungut baru. Carles mengungkapkan, dugaan kebocoran retribusi akibat banyaknya kendaraan wisata melalui jalur tikus itu sebenarnya sudah kerap disampaikannya ke eksekutif. Tak hanya dalam rapat kerja, indikasi itu juga sempat disampaikan dalam forum Forkompinda. Hanya, dia merasa apa yang disampaikan tidak pernah mendapat tanggapan yang serius. Dia menyebut, selain di Jalur Bayung Gede, jalur lain yang juga kerap dilalui kendaraan wisatawann yakni Jalur Talemba. ‘’Sekarang terbukti kan banyak wisatawan melintas ke jalur itu,’’ ujarnya. Selain menempatkan petugas pungut retribusi di jalur tikus, upaya lain yang juga bisa dilakukannya untuk menyetop banyaknya kendaraan pariwisata melintas di jalur itu yakni dengan

Bali Post/nan

JAMBAN - Anggota TNI dibantu warga saat membangun jamban bagi warga miskin.

Bangli (Bali Post) Kodim 1626/Bangli membangun 415 unit jamban untuk warga miskin. Program jambanisasi semester II ini digenjot untuk membantu Pemkab Bangli dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Hal ini juga mengingat, masih banyak warga, utamanya penduduk miskin yang tidak memiliki tempat MCK yang layak. Pasi Teritorial Kodim Bangli Kapten Inf. Ida Bagus Mahendra didampingi Kasdim Mayor Inf. Suka Prajaka, Rabu (8/11) kemarin, mengatakan pembuatan 415 unit jamban itu tersebar di semua kecamatan di Bangli. Namun, memang sebagian besar dibangun di wilayah Kecamatan Susut. ‘’Serah terima jamban yang dibangun itu dilakukan Komandan Kodim Letkol Cpn. Andy Pranoto,’’ imbuh Mahendra. Mahendra menyampaikan, program jambanisasi ini sudah dilakukan TNI sejak lama. Selain untuk

membantu Pemkab dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, program ini merupakan wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat. ‘’Program ini khusus menyasar masyarakat yang belum memiliki jamban. Karena berdasarkan pantauan di lapangan selama ini, masyarakat yang tidak memiliki jamban ternyata masih sangat banyak. Sementara untuk pengerjaan kegiatan tersebut, masyarakat bekerja bersama TNI secara gotongroyong,’’ katanya Lebih lanjut dijelaskannya, pada program jambanisasi, TNI membantu sejumlah perlengkapan seperti kloset, pasir, koral termasuk semen dan buis. Sementara untuk pengerjaannya, melibatkan masyarakat penerima bantuan. ‘’Program ini dilakukan untuk menumbuhkan pola hidup sehat masyarakat. Karena banyak masyarakat MCK sembarangan,’’ tegasnya. (kmb41)


Kamis Pon, 9 November 2017

GIANYAR

9

Bali Post/nik

PELANTIKAN - Suasana pelantikan PPK dan PPS di Balai Budaya Gianyar, Rabu (8/11) kemarin.

PPK dan PPS Diminta Bekerja Profesional

Gianyar (Bali Post) Sebanyak 35 anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan 210 Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kabupaten Gianyar dilantik Rabu (8/11) kemarin di Balai Budaya Gianyar. Pada pelantikan tersebut, Ketua KPU Kabupaten Gianyar Anak Agung Gde Putra mengingatkan para PPK dan PPS agar bekerja secara profesional saat melaksanakan tugas pada pilkada tahun 2018 mendatang. Agung Putra menjelaskan, para tenaga ad hoc ini langsung mengikuti bimbingan teknis. Tujuannya supaya mereka paham mengenai tugas dan fungsi masing-masing. ‘’Termasuk kami harapkan supaya mereka mampu bersikap independen,’’ jelasnya. Sementara itu, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Gianyar I Wayan Suardana mengatakan, pilkada serentak 2018 dapat berlangsung dengan demokratis jika seluruh petugas dan elemen di dalamnya melaksanakan tugas dengan baik. Ia juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Gianyar yang sudah memiliki hak pilih agar menggunakan hak pilihnya dengan baik. Hal itu bertujuan agar pilkada 2018 dapat terselenggara dalam suasana yang damai dan kondusif. Proses pemilu yang bermartabat dan demokratis akan menghasilkan pimpinan daerah yang memperoleh legitimasi dari masyarakat. (kmb35)

OPERASI ZEBRA - Operasi Zebra Agung gabungan yang digelar di Terminal Batubulan, Sukawati, Rabu (8/11) kemarin.

Bali Post/nik

Operasi Gabungan, Ratusan Pelanggar Terjaring Lima Motor Diamankan Polisi

Gianyar (Bali Post) Ratusan pelanggar aturan berlalu lintas terjaring dalam Operasi Zebra Agung gabungan yang diselenggarakan di Terminal Batubulan, Sukawati, Rabu (8/11) kemarin. Pada operasi tersebut, polisi mengamankan sejumlah sepeda motor. KBO Lantas Polres Gianyar Ipda I Wayan Sugianta didampingi Kanit Regident Satlantas Polres Gianyar Ipda Untung Laksono menjelaskan, total ada 170 pelanggar yang terjaring dalam operasi yang melibatkan unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan BNN Kabupaten Gianyar itu. Pelanggar didominasi pengendara yang tidak memiliki SIM. ‘’Selain itu,

ada juga 19 kendaraan yang tidak dilengkapi STNK,’’ ucapnya. Untung Laksono menambahkan, ada lima kendaraan yang diangkut ke Mapolres Gianyar. Hal ini lantaran sang pengendara tidak bisa menunjukkan dokumen atau surat-surat kendaraan bermotor. ‘’Lima motor ini tidak dilengkapi surat-surat. Tidak ada STNK maupun BPKB-nya. Maka itu, kami amankan dulu, sembari menunggu yang punya bisa menunjukkan surat-surat motornya. Jika tidak ada surat-surat, ya ini ada indikasi motor curian,’’ jelasnya. Pada Operasi Zebra ini, petugas juga menjaring sejumlah pengendara

yang belum membayar pajak kendaraan. Para pengendara pun diimbau menjalankan kewajiban membayar pajak, berhubung saat ini tengah ada pemutihan denda. ‘’Karena berlakunya hanya sampai 19 Desember ini, segera bayar. Tidak kena denda,’’ katanya. Selain pelanggaran SIM dan STNK, petugas menjaring lima pengendara sepeda motor yang tak pakai helm, dua kendaraan yang komponennya tidak lengkap, serta empat pengemudi mobil yang tidak mengenakan sabuk pengaman. Ipda Untung menjelaskan, Operasi Zebra Agung bertujuan meningkatkan kesadaran pengguna jalan untuk ter-

tib berlalu lintas. Dia menegaskan, pelanggaran berlalu lintas selalu menjadi pemicu kecelakaan. Sepanjang tahun 2017, hingga November ini, sudah terjadi 254 kasus lakalantas di wilkum Polres Gianyar. Dari jumlah tersebut, 54 orang meregang nyawa. ‘’Ini menunjukkan warga belum tertib lalu lintas,’’ terangnya. Di sisi lain, polisi yang menggandeng petugas BNNK Gianyar juga melakukan tes urine terhadap sejumlah pelanggar yang gelagatnya mencurigakan. Namun, hasil tes tersebut negatif, tidak ada yang terindikasi sebagai penyalah guna narkoba. (kmb35)

Sidang Paripurna DPRD

Bali Post/nik

BARANG BUKTI - Kapolsek Blahbatuh Kompol Abdus Salim menunjukkan pelaku dan barang bukti pencurian besi bekas.

Jual Besi Bekas Milik Majikan Tanpa Izin

Satpam Diamankan Polisi

Gianyar (Bali Post) Polisi meringkus I Made Swastika (42), seorang satpam yang bekerja di PT Harapan Jaya Beton, Jalan By-pass I.B. Mantra wilayah Banjar Patolan Desa Pering, Blahbatuh. Pelaku diringkus lantaran menjual besi sisa cetakan beton di perusahaan tersebut tanpa izin dari bosnya. Kini, pelaku yang akrab disapa Made Olol ini dipasangkan Pasal 362 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman 5 tahun penjara. Kapolsek Blahbatuh Kompol Abdus Salim menerangkan, pelaku sudah menjual 400 kilogram besi priges atau sisa cetakan beton milik perusahaan. Rinciannya, 11 batang besi bentuk L, 1 besi cetakan beton, 2 buah besi pelat, 20 batang besi cor, dan 1 batang besi pipa panjang 60 cm. ‘’Besi itu diambil oleh pelaku menggunakan mobil pick-up warna putih pada Rabu, 1 September,’’ ucapnya. Merasa curiga lantaran sejumlah besi hilang, salah satu karyawan, Hekso Saptono, melakukan pengecekan. Setelah memastikan ada besi yang hilang, Hekso pun lantas melapor ke Polsek Blahbatuh. Selanjutnya, pada Senin (6/11) sekitar pukul 22.00 Wita, Unit Reskrim Polsek Blahbatuh dipimpin oleh Kanit Reskrim Akp Ida Bagus Putu Dana Ginawa mendatangi TKP. Seorang satpam bernama Hery saat diinterogasi membenarkan ada pengambilan barang berupa besi sisa priges. Dari pernyataan inilah, mulai terkuak si pencuri besi yang tiada lain rekannya sendiri, Made Olol. Tidak berselang lama, pelaku ditangkap setelah polisi memeriksa sejumlah saksi. ‘’Tersangka ketika diinterogasi mengakui perbuatannya telah mengambil dan menjual besi sisa priges ini,’’ jelas Abdus Salim. Kepada polisi, Made Olol mengaku menjual besi bekas seharga Rp 1.050.000. Hasil penjualan besi tersebut telah digunakan untuk keperluan hari raya Galungan dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. ‘’Ya katanya uang hasil penjualan itu dipakai untuk bekal hari raya,’’ terang Abdus Salim. (kmb35)

Dua Fraksi Pertanyakan Pendirian Tiang Seluler di Sekolah

Gianyar (Bali Post) -

Keluhan warga Desa Pakraman Lembeng terkait keberadaan tiang mikro seluler di SDN 2 Ketewel dibawa ke sidang paripurna DPRD Gianyar, Rabu (8/11) kemarin. Melalui pembacaan pandangan umum (PU) fraksi, dewan menolak keberadaan tiang monopole yang berdiri di lingkungan sekolah tersebut. Pada PU yang dibacakan oleh anggota fraksi, Gusti Ngurah Anom Masta, Fraksi Golkar menyampaikan, pendirian tiang monopole mikro seluler di SDN 2 Ketewel membuat masyarakat waswas. Hal ini harus segera ditindaklanjuti pemerintah. Apalagi tidak ada sosialisasi ke masyarakat setempat. Dikatakan, areal lokasi berdirinya tiang seluler tersebut, selain lingkungan sekolah juga dimanfaatkan oleh 500 krama desa untuk kegiatan adat. Berdirinya tiang atas rekomendasi Dinas Pendidikan Gianyar tersebut dianggap mengganggu secara psikis baik pelajar maupun masyarakat setempat. ‘’Untuk itu, Fraksi Golkar mendorong Saudara Bupati mencabut tiang di SDN 2 Ketewel dan dialihkan ke tempat lain. Mohon penjelasan Saudara Bupati,’’ ujarnya. I.B. Nyoman Rai yang membacakan pandangan umum Fraksi Gerindra me-

nyatakan, akhir-akhir ini disinyalir ada modus baru pendirian tiang mikro seluler fiber optik di lahan aset pemerintah daerah. Modus itu yakni memanfaatkan kesepakatan bersama antara pemkab dan investor. ‘’Dan sekarang, pembangunan tiang ini ditolak oleh masyarakat Pakraman Lembeng Desa Ketewel. Kami Fraksi Gerindra mendukung penolakan pembangunan tiang tower tersebut di SDN 2 Ketewel,’’ tegas Gus Rai.

Melalui PU tersebut, Fraksi Gerindra menilai pemerintah sepertinya tidak berdaya mengatasi pelanggaran pemanfaatan tata ruang yang makin marak terjadi. ‘’Demikian pula untuk melaksanakan moratorium pembangunan toko modern berjaringan, semakin tumbuh subur,’’ katanya. Terkait penyampaian PU fraksi tersebut, Bupati akan menjawabnya secara resmi pada sidang paripurna DPRD Gianyar pekan depan. (kmb35)

Bali Post/nik

BERSALAMAN - Bupati Gianyar A.A. Gde Agung Bharata bersalaman dengan anggota dewan usai sidang paripurna, Rabu (8/11) kemarin.


KLUNGKUNG

10 SOSOK

Kamis Pon, 9 November 2017

Belajar dari Pengungsian TUJUH pekan berlalu, ribuan warga Karangasem masih menghabiskan waktu di tempat pengungsian Kabupaten Klungkung. Ada pula yang sudah kembali ke kampung halaman. Membuka lembaran hidup baru. Merajut kembali sebuah asa yang telah kelam seiring peningkatan aktivitas Gunung Agung. Dalam kurun waktu itu, keeratan manyama braya tak hanya dirasakan oleh pengungsi. Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta pun demikian. ‘’Di sini sangat terlihat seperti keluarga,’’ ujarnya, Rabu (8/11) kemarin. Menangani berbagai jenis kebutuhan pengungsi bersama sejumlah instansi tak asing lagi baginya. Semua sudah Bali Post/sos menjadi kebiasaan. Tak ada beban yang dirasakan. Seluruhnya dinikmati sepenuh hati. Kesibukan lainnya juga tidak terganggu. Melalui ini ia pun semakin bijak dalam membagi waktu. ‘’Tidak merasa beban. Saya sudah terbiasa ke lapangan. Dari dulu,’’ ucapnya. Kehadiran warga dari berbagai desa ini justeru memberikan pelajaran yang sangat luar biasa. Yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Bahkan, ini bisa dijadikan bahan renungan akan kehidupan yang dijalani kini. Masih lebih beruntung. Hal serupa diyakini juga dirasakan masyarakat Klungkung. Terutama yang juga bersentuhan langsung dalam membantu. ‘’Dari pengungsian ini, kita dapat belajar. Dapat lebih bersyukur akan kehidupan,’’ imbuh Wabup asal Desa Akah, Klungkung ini. (sos)

Cuaca Buruk, Enam Hektar Cabai Gagal Panen

Semarapura (Bali Post) Cuaca buruk yang melanda wilayah Kabupaten Klungkung belakangan ini menyebabkan enam hektar tanaman cabai di Subak Giri, Desa Bumbungan, Kecamatan Banjarangkan gagal panen. Akibatnya, petani gigit jari lantaran harus menelan kerugian hingga jutaan rupiah. Selain itu, kesempatan untuk dapat berjualan jelang hari raya Kuningan juga tertutup. Berdasarkan pantauan, Rabu (8/11) kemarin, tanaman cabai nampak banyak yang merangas. Daunnya kuning dan batangnya mengering. Selain itu, buahnya yang masih hijau membusuk dan rontok. Klian subak setempat, Sang Nyoman Dinayasa, menuturkan kondisi ini mulai terjadi sejak cabainya berumur sekitar seratus hari, memasuki masa berbunga. Saat itu sempat dilanda kemarau panjang dan sesekali hujan secara tiba-tiba. ‘’Cuaca saat itu buruk. Secara perlahan mengakibatkan tanaman layu. Buah kena antrak. Ada sekitar enam hektar seperti itu,’’ tuturnya saat ditemui langsung di lahan garapannya. Menyikapi hal itu, petani sejatinya sudah melakukan langkah penanganan dengan memberikan sentuhan pestisida sesuai standar. Namun tak ada perubahan. Gagal panen tetap tak terhelakkan. ‘’Petani benar-benar tak bisa panen. Biarpun dapat, jumlahnya sedikit. Tidak bisa menutupi biaya,’’ katanya. Di tengah situasi ini, momen hari raya Galungan dan Kuningan yang memerlukan kebutuhan cabai lebih banyak tak dapat dinikmati. ‘’Harganya juga murah. Biasanya kalau gagal panen, pasti mahal. Sekarang hanya kisaran Rp 8 ribu per kilo,’’ terang pria yang sempat mengikuti lomba petani teladan mewakili Bali ke tingkat nasional ini. Jika cuaca baik layaknya musim lalu, hasil panen yang didapatkan sangat berlimpah. Setiap enam hari sekali, untuk luas tanaman 25 are bisa mencapai 250 kilogram. Angka itu sangat berbanding terbalik dengan situasi saat ini. ‘’Sekarang biaya tidak balik. Untuk 25 are, bisa sampai Rp 3 juta. Ini tumben terjadi. Sebelumnya sangat bagus,’’ tandasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Klungkung Ida Bagus Gde Juanida mengatakan faktor cuaca memang sangat memengaruhi produksi cabai. Namun, khusus untuk di Subak Giri, upaya menghindari anjloknya panen sejatinya dapat dilakukan dengan mengintensifkan perawatan dengan penyemprotan pestisida. Namun, petani masih enggan melakukan itu lantaran hasil jual tetap tergolong murah. ‘’Kami juga belum bisa mengendalikan harga,’’ sebutnya. Supaya hal serupa tak terjadi pada masa tanam selanjutnya, Petugas Penyuluh Lapangan didorong untuk melakukan sosialisasi lebih maksimal kepada petani. ‘’Kalau masih bisa ditangani, biar ditangani. Itu yang kami harapkan pada petani,’’ tandas Juanida. (kmb45)

Bali Post/sos

REKLAME - Tim Yustisi Klungkung memberangus reklame rokok yang terpasang di emper warung warga di wilayah Banjarangkan, Rabu (8/11) kemarin. Mengantsipasi kembali adanya pemasangan, pengawasan juga perlu datang dari pemerintah desa.

Marak, Tim Yustisi Berangus 568 Reklame Rokok

Semarapura (Bali Post) -

Sosialisasi larangan pemasangan reklame rokok di Kabupaten Klungkung perlu lebih digencarkan. Hal tersebut merujuk pada masih maraknya pelanggaran. Kondisi ini mengharuskan Tim Yustisi harus sering turun melakukan pemberangusan. Seperti yang terlihat, Rabu (8/11) kemarin. Langkah tersebut menyasar wilayah Kecamatan Banjarangkan, yakni Desa Tihingan, Desa Aan, Desa Timuhun, Desa Nyanglan, Desa Getakan, dan Desa Takmung. Sementara untuk Kecamatan Klungkung, menyasar Lingkungan Buda-

ga, Kelurahan Semarapura Kauh. Dari sekian lokasi ini, 568 reklame rokok yang terpasang di emper warung dan ruko berhasil diberangus. Tindakan ini mengacu pada Perda Nomor 1 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok dan regulasi tu-

runannya, Peraturan Bupati No. 5 Tahun 2016 tentang pelarangan pemasangan reklame untuk iklan rokok di seluruh wilayah Kabupaten Klungkung. ‘’Ini sudah sering disosalisasikan, tetapi masih ada yang melanggar,’’ ungkap Kasat Pol PP dan

Bali Post/sos

Puluhan Tenda Pengungsi di GOR Swecapura Dibongkar CABAI - Tanaman cabai di Subak Giri, Desa Bumbungan, Kecamatan Banjarangkan yang gagal panen akibat cuaca buruk.

Telepon Penting kLUNGKUNG Polres Klungkung

(0366)

21115

Polsek Klungkung

(0366)

21090

Polsek Dawan

(0366)

23181

Polsek Banjarangkan

(0366)

23180

Polsek Nusa Penida

(0366)

5382838

RSUD Klungkung

(0366)

21172

RSU Bintang

(0366)

25241

PMI Klungkung

(0366)

21442

Damkar Klungkung

(0366)

22655

PDAM Klungkung

(0366)

21336

PLN Klungkung

(0366)

25599

Kami akan tetap turun untuk memantau. Kalau ditemukan, ya diturunkan,’’ tegasnya. Penegakan perda ini, perlu didukung kesadaran dari masyarakat. Pemerintah desa yang juga memahami kondisi dan situasi wilayahnya juga diharapkan turut melakukan pengawasan secara berkelanjutan. ‘’Kalau tidak ada dukungan, pelanggaran akan tetap terjadi,’’ ucapnya. (kmb45)

Serapan Bantuan Hibah Terancam Tak Maksimal

BONGKAR - BPBD Klungkung bersama TNI, Polri dan sejumlah pengungsi membongkar tenda di GOR Swecapura, Desa Gelgel, Klungkung, Rabu (8/11) kemarin.

Bali Post/sos

Pemadam Kebakaran Klungkung I Putu Suarta. Birokrat asal Lingkungan Pegending, Kelurahan Semarapura Kauh ini menyatakan munculnya hal demikian tak hanya akibat masyarakat yang membandel. Sales juga banyak y a ng d e m i ki a n . N a m u n, pihaknya menegaskan terus melakukan upaya untuk mengantisipasi pelanggaran. ‘’Aturannya sudah jelas. Dilarang memasang.

Semarapura (Bali Post) Dua puluh tenda di lapangan GOR Swecapura, Desa Gelgel akhirnya dibongkar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung, Rabu (8/11) kemarin. Hal tersebut menyusul ribuan pengungsi Gunung Agung telah menyatakan kembali secara permanen ke kampung halamannya di Karangasem. Kepala Pelaksana BPBD Klungkung Putu Widiada mengungkapkan, sejak sepekan lalu, sejalan penurunan status Gunung Agung dari level awas ke siaga dan perayaan Galungan, kepulangan pengungsi terus berlanjut. Yang bertahan hanya yang tertampung di dalam GOR sebanyak 524 jiwa. Sementara untuk tenda, dari 22 unit yang terpasang, 20 sudah tak berpenghuni. Barang-barang pengungsi

pun sudah habis terangkut dibawa kembali ke kampung halaman. Oleh karenanya dilakukan pembongkaran yang dibantu TNI, Polri dan beberapa pengungsi. ‘’Kepulangannya permanen. Jadinya tenda dibongkar. Yang lagi dua dibiarkan (berdiri - red) karena masih ditempati. Kami tidak memaksa untuk pulang,’’ terangnya. Jikapun nantinya ada warga yang kembali mengungsi, pendirian tenda tak langsung dilakukan. Pengungsi akan ditampung terlebih dahulu di dalam GOR yang kapasitasnya mencapai 3.000 jiwa. Meski demikian, hal semacam ini diharapkan tak terjadi. Sesuai hasil pendataan sementara, pengungsi yang masih bertahan di bumi serombotan mencapai 7.000 jiwa tersebar di Kecamatan Klungkung, Banjarangkan,

dan Dawan. Dari jumlah itu, sekitar 3.700 jiwa berasal dari Kawasan Rawan Bencana (KRB) III. ‘’Yang bertahan masih ada dari KRB I dan II. Mungkin mereka masih khawatir, makanya belum pulang. Untuk tinggalnya masih ada di rumah warga, dan beberapa balai banjar,’’ ungkap pejabat asal Penebel, Tabanan ini. Sementara itu, di tengah semakin berkurangnya kedatangan bantuan dari donatur, ketersediaan logistik untuk memenuhi kebutuhan pengungsi dinyatakan masih aman. Terlebih potensi kepulangan masih terus berlanjut. ‘’Untuk logistik tidak ada masalah. Kebutuhannya juga sudah mulai berkurang. Seperti beras, dulu 7 ton sehari, sekarang hanya kisaran 2 ton,’’ pungkasnya. (kmb45)

Semarapura (Bali Post) Pelaksanaan kegiatan fisik sejumlah desa di Kabupaten Klungkung yang didanai dari bantuan hibah dikhawatirkan tak mampu berjalan sesuai perencanaan. Keterbatasan waktu digadanggadang menjadi pemicu hal tersebut. Ini terungkap dalam sosialisasi yang dilaksanakan Bupati I Nyoman Suwirta kepada bendesa adat, prajuru dan perbekel se-Kecamatan Klungkung di Ruang Rapat Kantor Camat Klungkung, Rabu (8/11) kemarin. Kekhawatiran itu beberapa terjadi pada rencana pembangunan balai banjar dan pura yang tergolong besar. Demikian pula dengan anggarannya. Dalam perencanaan, untuk merampungkan membutuhkan waktu sekitar tiga bulan. Namun, jika melihat realita, yang tersedia hanya sekitar satu setengah bulan. Menanggapi hal tersebut, Kadis Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Klungkung Nyoman Mudarta menyatakan guna mengantisipasi munculnya polemik, hal itu disarankan untuk kembali dibahas melalui paruman. ‘’Apakah tetap dilanjutkan atau ditunda dan diajukan kembali tahun depan, ini kami sarankan untuk dibahas lagi. Waktu yang tersedia memang cukup singkat,’’ katanya. Kekhawatiran juga disampaikan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan

Pendapatan Daerah (BPKPD) Klungkung, Gusti Bagus Putra. Jika adanya penundaan kegiatan, akan memengaruhi serapan anggaran. ‘’Sampai sekarang belum ada yang mengamprah. Ini menunggu proses,’’ sebutnya. Berdasarkan data, belanja hibah yang terpasang pada APBD Perubahan 2017 secara keseluruhan mencapai Rp 63.129.294.017. Dari itu, baru terserap Rp 34.369.363.602. ‘’Ini termasuk hibah ke KPU. Tidak hanya untuk masyarakat,’’ ungkapnya. Sementara itu, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menegaskan, bantuan ini harus digunakan sesuai proposal yang sudah dibuat dan mendapat verifikasi. Selain itu, aturannya juga harus diikuti. ‘’Penggunaan hibah bansos harus sesuai dengan proposal yang sudah dibuat agar nantinya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,’’ tegasnya. Penerima juga harus benar-benar memperhatikan peruntukannya, waktu penyelesaian dan pertanggungjawaban harus transparan. Jumlah hibah yang diterima juga mungkin tidak akan sama dengan jumlah nominal proposal yang sebelumnya diajukan. Atas hal ini diharapkan partisipasi dari masyarakat. ‘’Tolong partisipasi semeton lebih diberdayakan,’’ pintanya. (kmb45)

Bali Post/sos

SOSIALISASI - Sosialisasi penggunaan bantuan hibah oleh Bupati kepada penerima di Kecamatan Klungkung, Rabu (8/11) kemarin.


Kamis Pon, 9 November 2017

BULELENG

11

Dinilai ’’Overload’’

Dewan Soroti Tenaga Kontrak Bali Post/kmb38

SPIP – Sebanyak 13 OPD di Buleleng dijadikan sempel dalam penguatan SPIP oleh BPKP Perwakilan Bali.

BPKP Bali Bina 13 OPD di Buleleng

Singaraja (Bali Post) – Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Bali melakukan penguatan penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) di Buleleng, Selasa (7/11) lalu. Penguatan SPIP ini melibatkan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat di Buleleng. Penguatan ini membangun awareness pimpinan perangkat daerah untuk mewujudkan akuntabilitas kinerja dan keuangan yang baik. Penguatan SPIP ini dilakukan pada 13 OPD lingkup pemkab dijadikan sempel peningkatan SPIP baik pengelolaan keuangan dan kinerja. BPKP Perwakilan Provinsi Bali membina ke 13 OPD itu secara berkelanjutan untuk meningkatkan kinerja, baik dari pemenuhan administrasi mapun pemahaman SPIP. Sekkab Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P. mengatakan, penguatan SPIP merupakan komitmen pemerintah daerah mewujudkan good governance dan clean government dengan membenahi kinerja dan pengelolaan keuangan. Hal ini dilakukan sejalan dengan keinginan pemkab meningkatkan manajemen kinerja dan keuangan mendapat respons yang baik dari eksekutif dan legislatif, sehingga terjadi peningkatan kinerja dan pengelolaan keuangan. Pemkab mendapatkan hasil evaluasi LAKIP oleh Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi nilai B dan opini WTP atas laporan keuangan pemerintah. ‘’Dari awal sudah berkomitmen untuk melakukan berbagai upaya peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan yang dapat mencegah terjadinya penyimpangan,’’ katanya. Kepala BPKP Perwakilan Bali Sudiro mengatakan, implementasi SPIP menjamin pemerintah daerah memiliki tata kelola keuangan yang baik untuk mendapatkan opini WTP, dan mencegah aparatur terlibat kecurangan. Penguatan SPIP ini penting agar Pemkab memiliki peta risiko kegiatan yang bisa dievaluasi, baik dari segi probabilitas maupun dampaknya, sehingga bisa diambil tindakan untuk menghadapi risiko tersebut sehingga tujuannya tetap tercapai. ‘’BPKP bertugas untuk mendorong pemerintah daerah menaati regulasi, sehingga bisa menyajikan laporan keuangan yang andal dan sekaligus bisa mengamankan aset pemerintah,’’ tegasnya. (kmb38)

Singaraja (Bali Post) – Keberadaan tenaga kontrak di lingkungan Pemkab Buleleng kembali menjadi sorotan DPRD Buleleng. Dalam beberapa kali rapat membahas Rancangan APBD Induk tahun 2018, wakil rakyat di daerah ini menyoroti jumlah tenaga kontrak sekarang ini membeludak hingga terus membebani keuangan daerah. Selain jumlahnya hampir menyamai PNS, keberadaan tenaga kontrak kebanyakan tidak sesuai dengan kebutuhan beban kerja di Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hal itu diungkapkan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Buleleng Putu Tirta Adnyana di kantornya, belum lama ini. Lebih jauh, anggota dewan dari Fraksi Partai Golkar ini mengatakan, sejak beberapa tahun keberadaan tenaga kontrak yang dipekerjakan pemerintah menunjukkan peningkatan. Sejauh ini pemerintah tidak memiliki jumlah pasti berapa sebenarnya tenaga kontrak yang ada. Namun, dari perhitungan kasar, dirinya memprediksi tenaga kontrak sekarang mencapai lima ribu orang. Bahkan, jumlah ini hampir menyamai jumlah PNS sebanyak delapan ribu orang. ‘’Memang data pasti tidak ada, karena pemerintah sendiri tidak memiliki data. Kalau hitung-hitungan kami, tenaga kontrak terus bertambah. Tahun 2017 saja menghabiskan angga-

ran untuk gaji Rp 97 miliar, tahun ini bisa jadi meningkat,’’ katanya. Menurut politisi asal Desa Bondalem Kecamatan Tejakula ini, menghindari jumlah tenaga kontrak yang terus bertambah, pemerintah mestinya melakukan evaluasi kinerja dan memutus kontrak pekerjaan yang tidak sesuai beban kerja yang ada. Upaya ini diyakini dapat menghemat anggaran untuk gaji bulanan, sehingga anggaran itu bisa dialihkan untuk membiayai program skala prioritas lain. Di samping itu, evaluasi menyeluruh ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah di bawah kendali Bupati Putu Agus Suradnyana dan Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. yang sebelumnya akan mengetes ulang tenaga kontrak dalam rangka mengefektifkan tenaga

kontrak sekarang ini. ‘’Satu-satunya upaya evaluasi dan dulu pernah disampaikan akan ada testing untuk mendata ulang tenaga kontrak, tapi faktanya tenaga kontrak terus bertambah. Untuk itu, evaluasi ini penting dilakukan dan kalau memang tidak dibutuhkan harus diberhentikan jangan dibiarkan saja,’’ jelasnya. Tirta Adnyana menambahkan, selain mengkaji ulang, pemerintah perlu memastikan dasar hukum yang digunakan ketika pemerintah akan membayar gaji bulanan setiap tenaga kontrak itu sendiri. Hal ini penting karena regulasi yang tidak jelas itu, tenaga kontrak di daerah ini menerima nafkah bulanan tanpa mengikuti besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang ditetapkan pemerintah. Tirta mencontohkan, guru kontrak yang tugasnya sama dengan guru PNS digaji Rp 1,2 juta per buan. Sementara guru PNS dan mendapat gaji dan tunjangan sertifikasi mencapai total Rp 8 juta sebulan. Pada kondisi ini, kalau pemerintah serius akan mengevaluasi kebijakannya, maka guru kontrak seharusnya digaji minimal standar dengan UMK yang berlaku. ‘’Kita ketahui kalau mereka dipekerjakan dengan SK dinas, lalu untuk membayar gaji

Perbekel di Buleleng Prihatin

Bali Post/kmb38

Kepala desa agar selalu berhati-hati dalam pengelolaan dana desa, sehingga tidak tersangkut kasus hukum nantinya. Sementara itu terkait dengan bantuan logistik di pengungsian sudah sedikit berkurang, perlu nantinya dianggarkan lebih jauh. Gung De, Jalan Ngurah Rai

Kelangkaan Gas 3 Kg di Banjar Di wilayah Banjar, gas 3 kg sangat langka. Kalaupun ada, harganya terlalu tinggi. Mohon pihak terkait agar memberikan solusi akan kelangkaan gas 3 kg di lapangan. Termasuk juga soal jalan yang menghubungkan Desa Banjar menuju Santal dan ke Mayong, padahal sudah di-hotmix, saat ini sudah banyak yang berlubang. Pihak terkait mohon memperhatikan hal ini. Ajik Bima, Banjar

Gas 3 Kg Langka di Seririt Mohon kepada pihak terkait memberikan perhatian atas kelangkaan gas 3 kg di pasaran yang begitu sulit didapatkan di pasaran, utamanya di Seririt. Apakah ada permainan di tingkat agen, sehingga terjadi kelangkaan seperti ini dan berharap kepada pihak kepolisian melakukan penelusuran terhadap kelangkaan ini apakah ada permainan. Pekak Ester, Patemon

Dengarkan Suara Rakyat Di musim hujan ini berharap kepada masyarakat Buleleng untuk membuat taman di telajakan rumahnya, sehingga membuat Buleleng asri dan semarak dengan keindahan yang ditampilkan. Juga berharap kepada pihak terkait agar mendengarkan Suara Buleleng di Singaraja FM untuk bisa mengetahui keluhan masyarakat. Berharap juga direspons keluhan warga tersebut sehingga mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat. Gung Surya, Lovina

Budaya Indonesia Perlu Dilestarikan Budaya di Nusantara ini sangatlah beragam dan unik. Hal ini perlu dilestarikan secara terus-menerus dan dijadikan objek wisata bagi wisatawan. Nang Mologan, Mayong

mereka apa dasar hukumnya. Ini ke depan perlu dicarikan jalan keluar kalau memang ada, akan sangat baik, sehingga tenaga kontrak yang memang bekerja dengan beban kerja yang dibutuhkan dan mereka digaji standar UMK,’’ tegasnya. (kmb38)

Dugaan Korupsi APBDes Dencarik

Suara Buleleng Hati-hati Mengelola Dana Desa

Bali Post/kmb38

Putu Tirta Adnyana

MOBDIN - Sebanyak 13 unit mobdin bekas anggota DPRD diserahkan kepada BKD Buleleng, Rabu (8/11) kemarin.

13 Mobdin Dewan Diserahkan

Dipinjam Pakai OPD dan Polres Buleleng

Singaraja (Bali Post) – Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD Buleleng menyerahkan 13 unit mobil dinas (mobdin) yang sebelumnya digunakan oleh anggota dewan. Belasan mobdin jenis sedan Totoya Vios dan Toyota Kijang Innova itu diserahkan kepada Badan Keuangan Daerah (BKD) Buleleng di halaman parkir gedung DPRD, Rabu (8/11) kemarin. Dari pihak BKD, selanjutnya mobdin tersebut diserahkan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memang sebelumnya sudah mengajukan permohonan pijam pakai kepada BKD. Selain OPD di lingkup Pemkab Buleleng, Polres Buleleng pun mengajukan pinjam pakai terhadap tiga unit eks mobdin dewan tersebut. Sementara sisanya dijatah untuk masing-masing satu OPD, termasuk Setwan DPRD juga memohon satu unit mobdin itu untuk membantu kegiatan komisikomisi di DPRD Buleleng. Sebelum penyerahan, surat-surat kendaraan pun dikumpulkan dan pihak pengguna dipersilakan memilih satu-satu eks mobdin dewan tersebut. Tidak hanya mengecek kondisi fisik, mobdin itu pun harus dicoba dikendarai. Saat dicoba beberapa mobin mogok, karena mesinnya kurang terawat. Plt. Kabag Aset BKD Buleleng Made Pasda Gunawan mengatakan, sebelum menerima penyerahan mobdin oleh pihak pengguna (Setwan DPRD), pihaknya sudah menerima permohonan baik dari OPD dan Polres Buleleng. Sesuai ketentuan yang berlaku, permohonan itu diberikan dengan status pinjam pakai. OPD yang meminjam eks mobdin dewan di antaranya Badan Ke-

satuan Bangsa, dan Politik (Kesbangpol), Dinas Pariwisata (Dispar), Dinas Pertanian (Distan), Dinas Perumahan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimta), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Satu Pintu, Bagian Umum Setda Buleleng, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Satpol PP, dan Setwan. Sementara Polres Buleleng meminjam jenis sedan untuk pengamanan lalu lintas. Sementara itu, usulan peminjaman mobdin oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Buleleng tidak bisa dipenuhi karena BKD belum mendapat persetujuan pimpinan. Selain itu, pendistribusiannya untuk sementara mengutamakan kepada OPD yang memang memerlukan kendaraan dinas. Sementara itu, Kabag Umum Setwan Wayan Witana mengatakan, sejak ditugaskan menarik mobdin, pihaknya sudah berupaya tetap merawat agar kondisi mobil tetap layak operasi. Namun karena sudah kondisi dan pemakaian oleh banyak pihak, kerusakan yang terjadi harus dimaklumi dan untuk memperbaiki menjadi tangung jawab instansi yang meminjam. ‘’Semuanya sudah kita cek dan mesinnya bisa dihidupkan, dan mungkin karena lama diam jadi akinya lemah. Bagaimanapun karena ini mobil bekas wajar saja apalagi yang pakai banyak pihak,’’ jelasnya. Terkait usulan peminjaman, satu unit mobdin, Witana mengatakan pinjaman itu nantinya untuk menambah dua unit mobil full yang sekarang dioperasikan oleh Setwan DPRD membantu tugas-tugas komisi di DPRD Buleleng. (kmb38)

Singaraja (Bali Post) – Dugaan kasus tindak pidana korupsi hingga menyeret Perbekel Desa Dencarik Kecamatan Banjar I Made Suteja, mengundang keprihatinan mendalam dari sesama perbekel. Tak hanya itu, perbekel di daerah ini resah kalau sewaktu-waktu akan menjadi ‘’sasaran’’ berikutnya walaupun berusaha bekerja sesuai regulasi yang benar. Salah satu rekan Suteja yang mengaku prihatin dengan kasus mengejutkan itu adalah Perbekel Desa BakBali Post/kmb38 tiseraga Kecamatan Buleleng, Gusti Putu Armada Gusti Putu Armada. Ditemui di kantornya, Rabu (8/11) kemarin, Armada mengatakan, dugaan kasus korupsi penyalahgunaan APBDes Dencarik tahun 2015 dan tahun 2016 kalau dikaitkan dengan UU No. 4 Tahun 2014 tentang Desa, maka dugaan kasus korupsi oleh Suteja terjadi bersamaan pada masa transisi awal terbitnya regulasi baru. Pada transisi awal di mana regulasi yang terbaru mengatur terkait pengelolaan APBDes pemahaman oleh hampir semua perbekel dan perangkat desa masih kurang. Sebenarnya, perbekel dan perangkatnya berusaha keras mengikuti apa yang diamanatkan oleh regulasi terbaru tersebut. Akan tetapi karena banyaknya regulasi dan yang sering berubah-ubah membuat tugas-tugas perbekel belakangan ini semakin berat dan riskan akan diadukan ke meja hukum. Di samping itu, sangkaan kasus menimbulkan kerugian negara akibat kasus yang diungkap Kejari di Desa Dencarik, Armada justru menyangsikan apakah penentuan nilai kerugian yang ditimbulkan itu sudah atas dasar perhitungan lembaga berwenang yang diperintahkan oleh undang-undang. Ini karena sebuah kerugian negara akibat kasus dugaan korupsi, seharusnya berdasarkan perhitungan jelas yang dikeluarkan oleh lembaga yang diberikan kewenangan oleh negara itu sendiri. ‘’Karena ini sudah masuk ke ranah hukum, kita tidak mau terpancing. Terkait kerugian negara akibat kasus di Dencarik itu apakah sudah dari perhitungan lembaga yang berwenang entah itu BPK, BPKP atau inspektorat, karena informasi di lapangan itu belum ada,’’ katanya. Menurut mantan Ketua Asosiasi Perajin Industri Kecil (APIK) Buleleng ini, penahanan Suteja dan mencermati perjalanan kasus yang disangkakan kepada yang bersangkutan membuat perbekel dan perangkat desa di Bali Utara resah, cemas, dan ketakutan dalam melaksanakan pemerintahan terutama menyangkut keuangan di desa. Untuk itu, pihaknya bersama perbekel yang lain berharap ada penjelasan secara mendetail terkait bagaimana seharusnya perbekel dan perangkat desa mengimplementasikan sebuah regulasi yang mendasari mereka bekerja. Selain itu, pihaknya juga meminta agar kasus yang dialami Suteja tidak menjadi perseden buruk di kalangan perbekel dan perangkat desa yang lain. Apalagi, adanya Memorandum of Understanding (MoU) antara Kejari dengan Desa termasuk dengan kepolisian di Buleleng yang siap memberikan pendampingan dan pencegahan munculnya kasus hukum dalam pengelolaan keuangan di desa. ‘’Sekarang ini sudah terjadi dan sejauh mana implementasi MoU Kejari dengan desa perlu kita mintakan penjelasan,’’ tegasnya. Di tempat terpisah, kuasa hukum Suteja, Indah Elsya, ketika dihubungi mengaku telah mengajukan penangguhan penahanan terhadap kliennya. Alasan penangguhan ini karena permintaan kliennya dan keluarga. Selain itu, Elsya menilai penangguhan penahanan ini diajukan karena kliennya ditahan pada waktu singkat. Pada situasi ini, dirinya menilai ada hal ganjil, karena biasanya kasus dugaan korupsi, seorang ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan menjelang pelimpahan kasus. (kmb38) DANAU BUYAN – Upaya normalisasi Danau Buyan di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada membuahkan hasil. Tutupan eceng gondok, kapu-kapu, dan rumput liar berhasil dibersihkan. Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida rencananya akan kembali melakukan normalisasi dengan menerjunkan alat berat yang lebih canggih, sehingga mampu mengeruk pendangkalan yang terjadi.

Telepon Penting BULELENG SMS Pengaduan DPRD Buleleng Polres Buleleng

3477 22713 22510, 21841

Polsek Tejakula

28541

Polsek Kubutambahan

23012

Polsek Sawan

24900

Polsek Singaraja

22566

Polsek Sukasada

25791

Polsek Banjar

93347

Polsek Seririt

92450

Polsek Busungbiu

92126

Polsek Gerokgak

92999

Bali Post/mud


JEMBRANA

12

Kamis Pon, 9 November 2017

Minim Tempat ’’Docking”, Nelayan Pengambengan Mengeluh Negara (Bali Post) – Para nelayan yang menambatkan perahunya di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan merasa terdesak dengan adanya proyek perluasan yang saat ini sedang berlangsung. Pasalnya, perahu yang sedang dalam perbaikan (docking) di pelabuhan tersebut, terutama yang dekat proyek diminta pindah. Hal ini pun dikeluhkan para nelayan, sebab minimnya lokasi untuk perbaikan perahu.

Bali Post/kmb

DIGEMBOK - Mobil yang parkir sembarangan tampak digembok petugas.

Parkir di Depan Kantor Bupati

Mobil PNS Digembosi dan Digembok Negara (Bali Post) Tindakan tegas dilakukan petugas Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Pemkab Jembrana, Rabu (8/11) kemarin. Sejumlah kendaraan bermotor (ranmor) seperti mobil milik Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terparkir di depan kantor bupati digembosi dan digembok. Sedikitnya ada empat mobil yang digembok petugas. Dari pengamatan yang dilakukan mobil PNS itu memang tampak berjejer parkir di depan kantor Bupati Jembrana dengan durasi yang cukup lama. Meskipun mendapat protes dari pemilik mobil, namun petugas tetap melakukan tindakan tegas tersebut. Salah seorang pemilik mobil yang merupakan PNS di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) mengaku baru 15 menit memarkir mobilnya di sana, namun sudah digembok. Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Pemkab Jembrana I Made Maharimbawa saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya menggembok dan menggembosi empat unit kendaraan. Menurutnya, tempat parkir bagi kendaraan pegawai maupun warga sudah disediakan di belakang (bagian utara) kantor bupati. Tapi sejumlah oknum kerap parkir sembarangan. Pihaknya hanya bisa mengimbau agar parkir lebih tertib. (kmb)

Lintas Jembrana Bukan Milik Telkom KABEL yang jatuh dan melintang di tengah jalan di depan gapura menuju areal parkir bawah Pura Rambut Siwi, Yehembang, Mendoyo, Jembrana, rupanya bukan milik PT Telkom. Hal itu diketahui setelah pihak Telkom melakukan pengecekan ke lokasi. “Kabel itu bukan milik kami (PT Telkom - red), tetapi milik provider/perusahaan lain,” kata Humas Telkom Witel Singaraja sembari mengklarifikasi pemberitaan sebelumnya. Seperti berita sebelumnya, kabel Telkom belakangan ini banyak yang jatuh dan melintang, sehingga mengganggu pengguna jalan. Seperti kabel Telkom di jalan depan gapura menuju areal parkir bawah Pura Rambut Siwi, Yehembang, Mendoyo, Jembrana. (kmb)

Keluhan tersebut mereka sampaikan kepada Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bali dan Jembrana saat pertemuan belum lama ini. “Di mana ada tempat dangkal untuk perbaikan, di sana kami perbaiki. Ke mana lagi kami akan perbaikinya,” keluh salah satu pemilik perahu selerek, Sakirin. Proses perbaikan ini dinilai menyalahi serta membuat penataan pelabuhan amburadul. Namun, tidak ada solusi ke mana para nelayan ini diarahkan untuk tempat perbaikan. Di dekat lokasi mereka bersandar, sedang dalam pengerjaan proyek. Di antaranya pembangunan cold storage senilai Rp 7 miliar dan pengembangan fasilitas pelabuhan serta Ice Flake Machine (IFM) Rp 29 miliar. Kondisi tersebut membuat para nelayan yang hendak bersandar semakin

terdesak, sebab mereka terhimpit proyek. Belum lagi adanya aktivitas proyek pengerukan kolam labuh dan pembuatan groin yang juga sedang berlangsung. Hal senada juga disampaikan Dikin, nelayan di Pengambengan. Mereka diminta pindah karena kendaraan proyek lalu-lalang. Tetapi di sisi lain, tidak ada tempat untuk perbaikan. Sementara sebelumnya, tidak ada masalah ketika mereka docking. Di lokasi yang digunakan para nelayan itu adalah tempat yang paling strategis untuk perbaikan karena dangkal. Dengan kondisi itu, nelayan berharap pihak pelabuhan menyediakan tempat khusus untuk para nelayan melakukan docking. Terkait hal itu, perwakilan PPN Pengambengan Ni Ketut Erlina E. mengatakan, penertiban itu dilakukan juga untuk keselamatan para

Bali Post/sos

PROYEK – Salah satu proyek di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan yang kini sedang berjalan. Para nelayan mengeluhkan minimnya tempat untuk docking di areal pelabuhan. nelayan lantaran di sekitar lokasi ada proyek. Sebab, dengan adanya pengerjaan konstruksi itu dikhawatir-

Sidak, Diskoperindag Temukan Makanan Kedaluwarsa Negara (Bali Post) Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Jembrana, Rabu (8/11) kemarin melakukan sidak ke sejumlah toko dan minimarket yang ada di Kecamatan Negara dan Melaya, Kabupaten Jembrana. Hasilnya, masih banyak makanan dan minuman kedaluwarsa yang diperjualbelikan. Bahkan, ada sejumlah makanan dan minuman yang diketahui telah kedaluwarsa sejak setahun lalu. Kadis Koperindag Jembrana Made Gede Budhiarta mengatakan dari hasil sidak yang dilakukan banyak ditemukan makanan dan minuman kedaluwarsa. Bahkan juga ada susu untuk bayi yang sudah keda-

luwarsa dijual. Sebab, susu itu masih dipajang di rak tempat penjualan. Budhiarta menjelaskan, jika susu itu tidak sengaja diminum, maka akan menyebabkan keracunan. Bahkan, bisa juga menimbulkan kematian. Salah seorang pemilik minimarket Wayan S. yang ditemukan susu serta bubur bayi kedaluwarsa mengakui kesalahannya. Ia juga mengakui jika jumlah barang dagangan banyak sehingga karyawannya tidak melakukan pengecekan. Nah, terkait temuan itu, pihak Diskoperindag telah memberikan surat teguran kepada pemilik toko dan minimarket yang kedapatan menjual makanan dan minuman kedaluwarsa. (kmb)

kan membahayakan para nelayan. Di samping itu, menurutnya, pelabuhan ini juga fungsinya untuk bong-

kar muat. Bukan untuk docking. “Karena itu kami mohon dipindahkan supaya aman,” imbaunya. (kmb26)

Restrukturisasi Tim Saber Pungli Negara (Bali Post) Tim Saber Pungli Kabupaten Jembrana, Rabu ( 8/11) kemarin melakukan rapat terkait kelanjutan tim yang terbentuk atas surat keputusan Bupati Jembrana. Para pengurus yang terdiri dari lintas instansi ini kini dipimpin Wakapolres Jembrana Kompol Ni Nengah Wismawati (Ketua Pelaksana). Salah satu yang dibahas dalam rapat tersebut terkait restrukturisasi Tim Saber Pungli Jembrana. Sejumlah pengurus yang sebelumnya dilantik di antaranya mengalami mutasi. Tim yang melibatkan Polres Jembrana, Kejaksaan Negeri Jembrana, Kodim 1617, serta OPD terkait di Pemkab Jembrana ini kini juga fokus pada unsur pencegahan pungli. Menurut Wakapolres, pencegahan ini sangat penting sebagai bentuk pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya pungli. “Kita akan bergerak mengadakan sosialisasi ke kelompok masyarakat maupun profesi. Meskipun meminimalisasi adanya

OTT, bukan berarti tim saber pungli ini tidak bekerja. Artinya kelompok kerja (pokja) pencegahan dan sosialisasi yang dilakukan itu efektif,” kata Kompol Wismawati. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pelaporan yang disampaikan di masing-masing pokja. Hal itu penting sebagai bagian tertib administrasi sekaligus koordinasi ke tingkat yang lebih tinggi di tim saber pungli provinsi. Dalam rapat tersebut juga disinggung mengenai keberadaan posko. Posko itu nantinya bisa digunakan kepada pengurus dan anggota tempat berkumpul, merencanakan program sekaligus evaluasi kegiatan yang sedang berjalan. Sementara itu, Asisten I I Made Wisarjita selaku Sekretaris Tim Saber Pungli mengatakan, rapat pengurus kali ini sekaligus peneguhan kembali program-program kerja tim mengingat beberapa pengurus merupakan orang baru. Dengan adanya pengurus baru juga diharapkan roda organisasi bisa berjalan efektif. (kmb26)


Kamis Pon, 9 November 2017

Kencing di Pinggir Jalan, Kalung Dijambret Amlapura (Bali Post) Pulang dari sembahyang, I Nyoman Aldi (37) justru khilaf. Ketika melihat seorang gadis sedang kencing di pinggir jalan, dia berjalan mengendap-endap lalu setelah dekat, kalung yang dikenakan sang gadis dijambret. Namun sayang, kegembiraan bapak tiga anak asal Banjar Dalem, Desa Tianyar Tengah, Kubu, Karangasem itu tidak berlangsung lama karena dua hari kemudian polisi menangkapnya. ‘’Saya mau pulang habis dari pura. Kalung yang saya cambret saya gadaikan Rp 1 juta,’’ ungkap pelaku saat Polres Karangasem melakukan gelar kasus, Rabu (8/11) kemarin. Korban aksi jambret itu adalah Ni Luh Sumping (16), asal Banjar Bukit Lambuh, Tianyar Tengah. Kejadiannya 26 Oktober lalu di jalan umum dekat Pura Pasek Padang Sari, Banjar Pedahan Kelod, Desa Tianyar Tengah. Usai menjambret kalung emas jenis rantai kabel seberat 10,3 gram milik korban itu sekitar pukul 04.00 Wita, pelaku langsung kabur ke rumahnya. Keesokan harinya kalung seharga Rp 3,3 juta itu digadaikan kepada seseorang. Meski polisi mengungkap dengan cepat kasus tersebut, namun ternyata pelaku lebih cepat menghabiskan uang hasil barang curian yang digadaikannya itu. Saat penangkapan 28 Oktober sekitar pukul 09.00 Wita, uang di saku pelaku hanya tersisa Rp 40 ribu. Sisanya sudah habis digunakan berfoya-foya. ‘’Saya pakai beli minuman,’’ selorohnya. Polsek Kubu bersama Polres Karangasem telah melakukan pengembangan terhadap pelaku. Hasilnya, pria yang mengandalkan hidup dari bertani itu bukan residivis. Dia tumben mencuri, tetapi itu tak membuat polisi menjadi lunak. Penyidik memasang Pasal 365 ayat 2 ke 1e KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara. ‘’Kita sudah berkoordinasi dengan kejaksaan. Kita harapkan pengadilan nanti bisa menjatuhkan vonis maksimal,’’ tegas Kapolres AKBP Wayan Gede Ardana. Selain menangkap jambret di Kubu, selama digelarnya Operasi Sikat Agung 2017 ini, Polres Karangasem juga berhasil mengungkap kasus pencurian sepeda motor di Banjar Telaga, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem. Pada kasus tersebut, polisi mengamankan dua pelaku yakni Moch Salim (35) dan Samhadi alias Jo (25). Kedua pelaku itu berasal dari Jember, Jawa Timur. Pengungkapan kasus curanmor itu adalah pengembangan kasus jembret di depan Kantor Bank BPD Bali Cabang Amlapura. Kedua pelaku ditangkap di rumah kosnya di Desa Menanga, Rendang, 26 Oktober sore. Setelah diusut, keduanya ternyata pelaku aksi curanmor di Sibetan yang terjadi 5 Agustus 2017. Saat itu sekitar pukul 19.00 Wita, korban Ni Wayan Juniartini (21) asal Sibetan datang ke kios Sae Gayatri di Banjar Telaga untuk belanja. Dia memarkir sepeda motor Yamaha Xeon DK 2188 MS miliknya persis di depan kios. Pelaku yang berboncengan mengendarai Yamaha NMax leluasa beraksi karena korban meninggalkan motornya dengan kunci kontak masih nyantol. Dua hari setelah beraksi, kedua pelaku menjual sepeda motor curian tersebut kepada temannya Hambali di Gilimanuk. Minggu (5/11) lalu, sepeda motor yang dijual pelaku Rp 2 juta itu ditemukan di Jember dalam kondisi sudah dipereteli. Bahkan, pelat nomornya palsu. ‘’Pengejaran ke Jember cukup berat. Motor kita temukan di pinggir jalan, seteleh lama diintai tidak ada orang yang berani mendekat akhirnya motor diamankan,’’ ujar Kapolres Wayan Gede Ardana didampingi Kanit Buser, Ipda Moch Supiyanto. (kmb)

Bali Post/kmb

KASUS CURANMOR - Karangasem melakukan gelar hasil tangkapan kasus curanmor dan jambret, Rabu (8/11) kemarin.

Khawatir Disalahgunakan, Tenda Pengungsi Sebaiknya Dibongkar Amlapura (Bali Post) Para pengungsi di Lapangan Ulakan, Kecamatan Manggis, sudah pulang ke rumahnya. Seluruh tenda pengungsian pun sudah kosong. Khawatir tenda pengungsian disalahgunakan, warga setempat meminta tenda-tenda itu sebaiknya segera dibongkar. Perbekel Desa Ulakan Nengah Dipta yang dihubungi Rabu (8/11) kemarin, mengatakan pascaditinggal pengungsi, dia sendiri bingung dengan tenda-tenda ini apakah akan dibongkar atau tidak. Sebab, belum ada pemberitahuan atau instruksi lanjutan dari BNPB atau BPBD di dalam Satgas. “Saya sendiri masih bingung,” kata Nengah Dipta. Dia mengaku sedang berkoordinasi dengan pihak terkait. Apakah akan dibongkar atau dibiarkan saja dulu. Apalagi situasi aktivitas vulkanik Gunung Agung itu juga masih fluktuatif. Tetapi, menurutnya, tenda-tenda pengungsian itu sebaiknya dibongkar. Dia sendiri mengaku khawatir, tenda-tenda pengungsian yang sudah kosong ini disalahgunakan pria hidung belang atau ABG yang sedang dimabuk asmara. Sebab, kalau sudah ditinggal pengungsi, tidak mungkin melakukan pengawasan lagi di lokasi saat malam hari. “Terjadi sih belum, tetapi antisipasi saja. Biar tenda-tenda ini tidak dipakai tempat mesum,” ujarnya. Lapangan Ulakan sendiri sudah nol pengungsi, karena seluruh pengungsinya sudah pulang. Bahkan, satu kelompok pengungsi 31 KK dari Desa Bhuana Giri juga meminta pulang paksa, 6 November lalu. Padahal, Bhuana Giri ini sebagian besar wilayahnya masuk wilayah KRB III di radius 6 km perluasan sektoral 7,5 km. Mereka bergegas pulang ke rumahnya dengan naik truk. Padahal, truk itu dipesan untuk mengangkut warga di luar radius 6 km sektoral 7,5 km. Sebagai perbekel, Nengah Dipta bersama perangkat desanya sendiri mengaku tidak bisa melarang. Mereka kembali ke rumahnya sendiri tanpa berpamitan. Melihat situasi ini, dia sendiri bersama Kapolsek Manggis, berinisiatif mendatangi Perbekel Desa Bhuana Giri Nengah Mudu. Pihaknya ingin menegaskan, warga Desa Bhuana Giri pulang paksa, bukan atas arahan pihak Desa Ulakan. Ini nantinya akan dibuatkan surat pernyataan. Ini penting agar ke depan Desa Ulakan sebagai penerima pengungsi tidak disalahkan. Saat ini masih ada 65 warga Desa Bhuana Giri yang bertahan di Desa Ulakan. Mereka diarahkan ke Kantor Perbekel setempat untuk memudahkan penjagaan dan pelayanan dari relawan. Logistik juga masih tersedia, cukup untuk dua minggu ke depan. Sebelumnya, Desa Ulakan menampung sekitar 1.424 orang pengungsi. Sebanyak 465 orang di antaranya dulu berada di Lapangan Ulakan. Sedangkan sisanya diarahkan di beberapa balai banjar setempat. Sejak status Gunung Agung turun menjadi Siaga, mereka pulang kampung secara bergelombang. (kmb31)

KARANGASEM

13

Larangan Truk Masuk Karangasem, Dikhawatirkan Picu Konflik Horizontal

Amlapura (Bali Post) -

Protes sopir truk galian C Buleleng terkait kewajiban mengambil pasir di Depo Sambirenteng, Tejakula, Buleleng, mendapat tanggapan sejumlah pengusaha galian C di Karangasem. Mereka memiliki harapan yang sama agar truk dari Bumi Panji Sakti dibebaskan masuk Karangasem. Alasannya, status Gunung Agung saat ini sudah tidak lagi di level Awas. Jika truk diwajibkan mengambil di depo dikhawatirkan menimbulkan dampak tidak bagus. ‘’Jangan sampai truk dari Karangasem juga dilarang masuk Buleleng. Itu kan bisa menimbulkan konflik horizontal khususnya di antara sesama sopir truk,’’ ujar I Ketut Dayuh, pemilik galian C Abu Pasir, Tulamben, Rabu (8/11) kemarin. Pemilik Arya Amed Beach Resort ini mengaku tidak sepakat dengan sistem tersebut. Dikatakan, banyak perusahaan galian C di Karangasem yang sudah terikat kontrak dengan rekanan di Buleleng. Selain itu tidak semua pengusaha di Kubu khususnya, melakukan penjualan material secara eceran. ‘’Ya... kalau menurut saya sebaiknya dibebaskan saja, tetapi tetap untuk yang luar radius 7,5 kilometer saja. Sebaiknya

dilepas sehingga masyarakat bisa menikmati harga pasir sesuai mekanisme pasar,’’ katanya. Dengan dibukanya akses untuk truk-truk asal Singaraja kembali masuk ke kawasan galian C di Kubu, hemat Dayuh, maka harga pasir akan kembali turun. Dengan demikian, konsumen juga tidak terlalu diberatkan. Sebab, kalau mengambil pasir di lokasi galian C bisa berkisar Rp 600 ribu sampai Rp 700 ribu per truk dengan volume sembilan kubik. Dayuh mengaku tidak mempermasalahkan adanya depo pasir di Sambirenteng tersebut. Menurutnya, depo pasir itu pada prinsipnya sama dengan toko material, sehingga tidak elok jika truk

dari Buleleng harus mengambil pasir di sana dan truk dari Karangasem menurunkan pasir di sana. Kewajiban seperti itu dikhawatirkan memicu praktik monopoli. Dayuh juga mengaku tidak tahu keberadaan depo tersebut. Dia juga tidak tahu siapa yang bertanggung jawab terkait depo tersebut. Yang jelas pihaknya khawatir praktik seperti itu memicu kesalahpamahan. Karena itu, pihaknya berharap Pemkab Karangasem menyikapi keluhan para sopir truk serta menindaklanjuti surat Bupati Buleleng. Pihaknya berharap pemerintah hadir menengahi persolan tersebut. Seperti diketahui pada surat tertanggal 3 November 2017, Bupati Buleleng mem-

Bali Post kmb

Ketut Dayuh

inta Bupati Karangasem agar Paguyuban Sopir Material (PSM) Singaraja diizinkan mengambil material bangunan ke lokasi galian C di Kubu. Anggota PSM mengeluh karena harga material di Depo Sambirenteng berkisar

Rp 1,3 juta sampai Rp 1,4 juta per truk volume delapan kubik. Sementara itu, Depo Sambirenteng muncul saat kondisi Gunung Agung berstatus Awas. Depo itu sendiri dibangun agar truk-truk galian C yang di luar Karangasem tidak banyak masuk ke Kubu, demi kelancaran jalur evakuasi. Kapolres Karangasem AKBP I Wayan Gede Ardana mengakui pihaknya masih terus memberi atensi untuk lancarnya arus lalu lintas di ruas jalan Amlapura-Singaraja meskipun Gunung Agung sudah di level Siaga. Namun, menyangkut depo di Sambirenteng, pihaknya mengaku tidak tahu banyak. Sepanjang depo itu lahir berdasarkan kesepakatan antara sopir dan pengusaha galian C, perwira melati dua itu mengaku tidak mempermasalahkan. ‘’Bisa saja pembagian tugas seperti itu. Truk asal Karangasem memasok sampai di depo. Kemudian yang dari Buleleng mengambil di sana,’’ ungkapnya. (kmb)

Pengungsian di Ulakan Kosong Melompong POS pengungsi di berbagai kabupaten di Bali mulai berkurang. PascaGunung Agung turun status, banyak pengungsi memilih pulang. Bahka setelah perayaan Galungan, makin banyak yang tidak balik lagi ke pos pengungsian. Seperti di Pos Pengungsi Lapangan Ulakan, Kecamatan Karangasem. Pos pengungsian yang dulu menampung ratusan pengungsi kini sudah kosong. Terakhir sebanyak 120 pengungsi dari Desa Buanagiri Kecamatan Bebandem angkat kaki, Minggu (5/11). Kepulangan pengungsi kloter terakhir itu menyisakan masalah karena mereka kabur tanpa permisi. Perbekel Ulakan I Nengah Dipta, Kepala Posko Lapangan Ulakan, Rabu (8/11) kemarin, menyatakan tidak mempermasalahkan jika pengungsi pulang. Namun karena kepulangan mereka tidak ada pemberitahuan, hal itu sedikit disayangkan. Pihaknya pun kemudian mendatangi Perbekel Buanagiri agar membuat surat pernyataan. Dipta mengatakan, surat pernyataan dari Perbekel Buanagiri sangat dibutuhkan agar tidak terjadi persoalan di kemudian hari. Bahwa, kepulangan para pengungsi yang seharusnya masih di pengungsian itu adalah keinginan sendiri. ‘’Kami dari pihak posko juga tidak mau nanti disalahkan pemerintah,’’ ucapnya. Saat pengungsi kloter terakhir meninggalkan pos pengungsian, Dipta mengaku sedang tidak berada di Ulakan. Dia sedang ada keperluan

ke Denpasar sehingga kepulangan mereka praktis tidak diketahui. ‘’Sebelumnya mereka menempati tiga tenda pengungsian. Pulang-pulang saya dapatkan pos pengungsian sudah kosong,’’ katanya. Dipta mengaku sudah sempat bertandang ke Kantor Perbekel Buanagiri. Namun, sang perbekel tidak sempat ditemui karena sedang ada rapat. Pihaknya berharap surat pernyataan dari Perbekel Buanagiri bisa didapatkan secepatnya. Di Desa Ulakan sendiri, menurut Dipta, saat ini masih menampung setidaknya 50 orang pengungsi. Mereka berada di Banjar Tanah Ampo, semuanya juga berasal dari Desa Buanagiri. Karena masih ada pengungsi maka logistik yang sebelumnya digudangkan di Posko Lapangan Ulakan digeser ke Kantor Perbekel. ‘’Logistik kita pindahkan karena di lapangan sudah tidak ada orang. Pada awal status awas, pengungsi mendekati seribu jiwa,’’ jelasnya. Menyangkut tenda yang masih kokoh berdiri, Dipta mengatakan sudah dikoordinasikan ke Pemkab Karangasem. Pihaknya mengaku belum mengetahui kebijakan menyangkut tenda-tenda tersebut, apakah akan segera dibongkar atau masih dibiarkan sampai kondisi benar-benar normal. ‘’Kita sifatnya menunggu instruksi. Juga menyangkut sisa logistik, kita berkoordinasi dengan Posko Induk di Pelabuhan Tanah Ampo,’’ pungkasnya. (kmb)

TENDA - Salah satu tenda yang sudah tidak berpenghuni.

Bali Post/kmb

Hentikan, Eksploitasi Gunung Agung untuk Pariwisata Gunung Agung sudah mulai tenang. Berbagai kalangan menilai ancaman erupsi Gunung Agung selama hampir dua bulan ini sebagai peringatan bahwa ada perlakuan salah terhadap gunung tertinggi di Bali ini, khususnya untuk kepentingan pariwisata. Dorongan menutup Gunung Agung untuk kepentingan pariwisata pun belakangan semakin deras. Bagaimanakah idealnya mengapresiasi Gunung Agung itu? SALAH satu tokoh masyarakat Karangasem, Jro Wayan Mas Suyasa, Rabu (8/11) kemarin, mengatakan Gunung Agung di Bali tak sama dengan gunung

api lainnya di Indonesia. Namanya Gunung Agung, gunung berketinggian 3.142 mdpl itu sepantasnya diagungkan. “Gunung Agung itu berjiwa alias ada rohnya.

Jangan dikira Gunung Agung itu hanya sebuah batu,” kata Jro Wayan Mas Suyasa. Sebagai gunung api yang pingit (pihit), Gunung Agung menurutnya harus dikeramatkan. Jangan biarkan sembarang orang naik hingga ke puncak Gunung Agung. Apalagi dengan tujuan atau niat tidak bagus. Pemerintah daerah, menurutnya, harus bisa bijak melihat Gunung Agung. Kesakralannya harus dijaga. Karena itu tidak hanya berorientasi uang untuk menumpuk PAD.

GUNUNG AGUNG - Gunung Agung dilihat dari Kecamatan Kubu.

Bali Post/gik

“Kalau untuk kepentingan ritual, saya rasa tak masalah. Tapi kalau demi kepentingan pariwisata, sebaiknya dihentikan,” tegasnya. Mas Suyasa mengaku sejak dulu tak sependapat kalau Gunung Agung jadi objek wisata. Khususnya untuk aktivitas pendakian. Dia meminta masyarakat Bali eling. Warga perlu mengamalkan konsep Tri Hita Karana, khususnya hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Dia mengakui, kalau secara ilmu geologi suatu gunung api tentu akan meletus. Tetapi, bila dipikirkan lebih jauh, masyarakat mana yang mengharapkan terjadinya bencana. Tentu, tidak ada yang mengharapkannya. Karena itu, dia meminta masyarakat Bali tetap berdoa agar masyarakat di sekitar Gunung Agung tetap dijauhkan dari bencana. Ancaman erupsi Gunung Agung itu, menurutnya, adalah cara Tuhan menunjukkan kebesarannya, kemahakuasaannya maupun keagungannya. Keagungan Tuhan tidak bisa diprediksi, ditebak apalagi hanya dengan teknologi buatan manusia ciptaanNya. “Banyak (pendaki) yang bangga dengan menaklukkan Gunung Agung. Dikira apa itu ditaklukkan? Bahasanya kurang tepat. Gunung ini ada bukan untuk ditaklukkan, tetap dijaga kesakralan dan kelestariannya,” katanya. Tolak Gumang Jadi Objek Wisata Tidak hanya Gunung Agung, dia juga mendorong setiap tempat suci di Bali ditutup untuk eksploitasi pariwisata. Seperti Pura Besakih dan pura besar sejenis lainnya. Dia mengaku sudah menerapkannya dari desa yang dipimpinnya. Selaku Klian Desa Adat Bugbug,

seperti Pura Gumang sudah sejak lama dilirik menjadi objek wisata. Bahkan, nyaris masuk daftar objek wisata di Dinas Pariwisata Karangasem. Akan tetapi, sebelum itu terjadi, dia bersama warganya sudah menolak mentah-mentah. Penolakan itu disampaikan saat dinas terkait melakukan sosialisasi tata cara pembentukan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) di Bugbug, belum lama ini. “Saya dari awal tidak setuju konsep pariwisata spiritual di Karangasem. Pariwisata itu tujuannya jalanjalan. Kalau spritual, tentu kaitannya sembahyang. Ini hasil merenung saya di Pura Gumang. Pariwisata Bali ini sudah makin kebablasan. Dengan kita tidak memelihara serius tempat suci kita sendiri, ini jadi masalah serius. Buktinya sudah banyak. Tapi, jarang yang sadar,” kata Mas Suyasa. Wakil Bupati Karangasem Wayan Artha Dipa sempat menanggapi persoalan di atas, belum lama ini. Pemerintah daerah tentu tidak bisa memutuskan secepat ini. Perlu proses relatif panjang dikoordinasikan dengan dinas terkait. Kalau menyinggung wacana itu, maka perdebatannya kembali pada tata ruang Bali, yang masih mengatur Kawasan Pura Besakih sebagai daya tarik pariwisata Bali. Demikian juga Gunung Agung. Selain itu, kalau menyikapi wacana ini lebih serius, maka perda yang mengatur Kawasan Pura Besakih itu sebagai daya tarik wisata juga harus di-review lagi. Jalan tengahnya, kata Wabup Artha Dipa, mungkin ke depan perlu dipertegas lagi. Apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan di Kawasan Pura Agung Besakih maupun terhadap Gunung Agung. (gik)


TABANAN

14

Kamis Pon, 9 November 2017

Dampak Status Gunung Agung

Sejumlah Proyek Fisik Sempat Terhenti

Tabanan (Bali Post) -

Bali Post/kmb28

DIINTEROGASI - Pelaku pencurian saat diinterogasi oleh aparat kepolisian.

Curi Dinamo Penyosohan Padi, Gung Gabol Diciduk Polisi

Tabanan (Bali Post) Beralasan kesulitan ekonomi, IG AS alias Gung Gabol (29) itu nekat mencuri dinamo mesin penyosohan padi di KUD Denbantas, Sabtu (4/11) lalu. Pria asal Banjar Bakisan, Desa Denbantas, Tabanan itu akhirnya berhasil diciduk jajaran Polsek Kota Tabanan, Selasa (7/11) malam. “Mulai hari ini (Rabu kemarin) pelaku ditahan di Polsek Kota Tabanan,” ujar Kapolsek Kota Tabanan Kompol Gede Surya Atmaja seizin Kapolres Tabanan AKBP Marsdianto saat dikonfirmasi, Rabu (8/11) kemarin. Penangkapan terhadap pelaku itu, kata Kompol Gede Surya Atmaja, berdasarkan laporan kasus pencurian di KUD Denbantas yang dilaporkan Gusti Made Guanarta (44), asal Banjar Subamia Ambal-Ambal, Desa Subamia, Tabanan. Pelapor sekaligus juga sebagai Manajer KUD Denbantas. Saat itu Sabtu (4/11), kata Kapolsek, sekitar pukul 10.00 Wita, pihaknya menerima laporan dari pelapor ada aki dan dinamo mesin penyosohan/penggilingan padi di KUD Denbantas hilang. Mendapat laporan itu, Kapolsek Tabanan selanjutnya memerintahkan Kanit Reskrim Iptu I Nyoman Artadana, M.H. melakukan penyelidikan. Hasilnya, Selasa (7/11), Kanit Reskrim bersama Panit 2 dan Opsnal Unit Reskrim Polsek Tabanan mendapatkan informasi pelaku Rabu (1/11) sekitar pukul 10.00 Wita. Pelaku diendus petugas berada di areal KUD Denbantas. Sebetulnya, pelaku bukan orang asing, sebab sebelumnya pernah bekerja di penyosohan gabah tersebut. Dari informasi itu, Kanit Reskrim, Panit 2 dan Opsnal melakukan interogasi terhadap pelaku. Tidak berbelitbelit, pelaku sendiri mengakui telah mengambil 2 buah aki dan 1 buah dinamo milik KUD Denbantas. Kata pelaku, khusus mesin dinamo langsung dibongkar. Dinamo itu ‘’dimutilasi’’ untuk diambil lempengan besi pelapis mesin, besi gulungan termasuk kawat tembaganya. Kemudian dibungkus karung plastik warna putih ukuran 25 kg. Barang-barang itu dijual di tempat rongsokan/jual beli besi bekas termasuk 2 buah aki itu dengan harga sekitar Rp 400.000 “Jadi, pelaku ini masuk ke halaman KUD Denbantas dengan cara memanjat tembok. Selanjutnya masuk ke dalam ruangan mesin melalui lubang tembok ruang mesin yang ditutupi seng,” terangnya. Atas perbuatannya, pelaku berikut barang buktinya telah diamankan di Polsek Kota Tabanan yakni 2 buah aki merek Incoe, 2 buah potongan lempengan besi pelindung mesin dinamo, 2 kilogram potongan kawat tembaga, 1 buah besi gulungan kawat tembaga, dan 1 buah karung plastik warna putih ukuran 25 kilogram. “Kerugian yang dialami KUD itu sebesar Rp 9,5 juta,” ujarnya. Pelaku dikenakan Pasal 363 ayat (1) ke-5 KUHP, ancaman hukumannya 7 tahun. (kmb28)

Sejumlah proyek fisik yang didanai dari anggaran dana desa di sejumlah desa di Kabupaten Tabanan sempat terhenti. Gara-garanya dampak status Gunung Agung. Alasannya, status awas Gunung Agung sebelumnya berimbas pada kenaikan harga material yang diperlukan untuk semua proyek. Meski demikian, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Des, Roemi Liestyowati menegaskan pengelolaan dana desa di Kabupaten Tabanan umumnya berjalan sesuai regulasi yang ada. Untuk dana desa tahap I sudah dicairkan Maret dan April, sedangkan tahap II juga sudah masuk ke rekening desa sejak 25 September 2017. “Memang ada sejumlah proyek fisik terhenti sementara karena status awas Gunung Agung, tetapi ada juga penyelesaian proyek itu sesuai perjanjian kontrak,” ucapnya, Rabu (8/11) kemarin. Mantan Kadis Kehutanan Tabanan ini menambahkan, saat ini pihaknya telah menurunkan jajarannya untuk melakukan survei di lapangan, terkait sudah mulai turun atau tidaknya harga material. “Petugas masih turun mencari tahu berapa persen proyek sudah terselesaikan dan berapa persen yang belum,” jelasnya. Untuk dana desa, lanjutnya, Kabupaten Tabanan mendapatkan alokasi dari pemerintah pusat sebesar Rp

106.417.874.000. Pencairan dana desa itu dibagi dua tahap. Tahap pertama sebesar Rp 63.850.724.400, dan tahap kedua Rp 42.567.149.600. Dari 133 desa yang ada, rata-rata mendapatkan Rp 600-900 juta lebih. Besarannya tergantung luas wilayah dan jumlah penduduknya. Dari data Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, tiga desa yang mendapat plafon dana desa tertinggi adalah Desa Nyitdah Kediri Rp 915 juta lebih, Desa Bangli Baturiti Rp 907 juta lebih dan Desa Pujungan Pupuan Rp 906 juta lebih. “Serapan dana itu sejauh ini bagus. Tidak ada dana macet baik distribusi tahap I dan II. Realisasi serapan dana desa tahap I sebesar

95,37 persen. Sedangkan realisasi tahap II baru dimonitor,” katanya. Terkait pengelolaan dana desa itu, Roemi selalu menekankan pada para perangkat desa untuk bisa bekerja sesuai aturan yang ada. Bahkan, belum lama ini seluruh kepala desa juga telah mendapatkan arahan langsung dari pihak kepolisian ataupun kejaksaan negeri terkait pengelolaan dana desa yang benar. “Upaya preventif, pencegahan agar dana desa dapat dikelola secara efisien dan efektif, akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini tidak mainmain karena mendapat atensi langsung aparat penegak hukum,” ucapnya.

Wahana Bermain Nyamankan Anak Pencari SIM

Tabanan (Bali Post) Ada yang terlihat berbeda di tempat pelayanan SIM Polres Tabanan. Di tengah berjubelnya para pemohon SIM, Rabu (8/11) siang kemarin, tepat di sudut bangunan sejumlah anak-anak tampak asyik bermain di wahana yang disiapkan khusus bagi mer-

eka. Wahana bermain anak ini sengaja dirancang Satlantas SIM Polres Tabanan untuk anak-anak pengantar dengan harapan bisa mengurangi kejenuhan si anak menunggu orangtuanya saat membuat SIM. Di dalam wahana itu juga disiapkan sejumlah mainan seperti bola.

Bali Post/kmb28

WAHANA ANAK - Sejumlah anak-anak dari masyarakat pemohon SIM saat asyik bermain di wahana anak yang disiapkan di layanan SIM Polres Tabanan.

“Wahana bermain ini sudah ada hampir dua minggu,” ujar Kasat Lantas Polres Tabanan AKP Ni Kadek Citra Suparwati saat dikonfirmasi perihal keberadaan wahana tersebut. Wahana bermain anak ini memang sengaja disiapkan buat masyarakat pemohon SIM, khususnya yang membawa anak-anak bisa lebih nyaman. “Semacam alternatif bermain anak supaya anaknya tidak rewel,” jelasnya. Terkait membeludaknya jumlah pemohon SIM di Polres Tabanan, Kasubag Humas Polres AKP Putu Oka Suyasa mengatakan jumlah pemohon SIM di Polres Tabanan saat ramai bisa mencapai 250 orang. Hari-hari biasa rata-rata 120 pemohon. Bisa jadi disebabkan adanya Operasi Zebra Agung. “Selain itu, juga karena pascahari raya, hal ini biasa terjadi,” jelasnya. (kmb28)

Roemi Liestyowati Pihaknya juga selalu mengimbau agar kepala desa tidak sampai melakukan penyimpangan, namun ker-

Bali Post/kmb28

jakan dengan baik dan segera berkoordinasikan ke daerah jika mengalami kesulitan atau kendala. (kmb28)

Diantisipasi, Pembayaran BPJS Tertunggak Tabanan (Bali Post) Piutang BRSU ke BPJS masih ditunggak pembayarannya dari Agustus hingga September. Total tagihan pembayaran dua bulan itu sebanyak Rp 17,2 miliar. Jika dihitung hingga Oktober, total tagihan menjadi Rp 25,6 miliar. Pihak BPJS rencananya melakukan pembayaran tagihan tersebut Rp 3,6 miliar. Mengatasi sisa pembayaran yang tertunda itu, pihak BRSU Tabanan telah mengambil langkah antisipasi sehingga layanan pasien BPJS di BRSU tetap bisa berjalan seperti biasa. Direktur BRSU Tabanan dr. I Nyoman Susila, Rabu (8/11) kemarin, mengatakan biasanya tagihan BRSU Tabanan itu dibayarkan setiap bulan sekali. Tagihan selama dua bulan, Agustus dan September, masih perlu diverifikasi. Dan seharusnya sudah terbayarkan Rp 17,2 miliar. Untuk Oktober saja tagihannya sedang diverifikasi yang besaran tagihan Oktober

Bali Post/kmb24

dr. I Nyoman Susila

Rp 8,4 miliar. Mengatasi tagihan yang belum terbayar itu, kata Susila, pihaknya melakukan rapat dengan BPJS dan pihaknya sudah mendapatkan kepastian mendapatkan pembayaran tagihan Rp 3,6 miliar. Meski pembayaran awal masih belum penuh, kata Susila, pihak BRSU Tabanan telah melakukan upaya antisipasi sehingga tidak mengganggu operasional layanan BPJS. (kmb24)


15

Kamis Pon, 9 November 2017 Jadwal Pertandingan Piala Dunia 2018 Zona Eropa --------------- Playoff ------------------------------------------------Pertandingan I Jumat (10/11) dini hari Kroasia vs Yunani Irlandia Utara vs Swiss Sabtu (11/11) dini hari Swedia vs Italia Minggu (12/11) dini hari Denmark vs Irlandia Pertandingan II Senin (13/11) dini hari Swiss vs Yunani vs Selasa (14/11) dini hari Italia vs Rabu (15/11) dini hari Irlandia vs

Irlandia Utara Kroasia Swedia Denmark

--------------- Playoff antar benua -------------------------------Pertandingan I Sabtu (11/11) Honduras vs Australia Selandia Baru vs Peru Pertandingan II Rabu (15/11) Australia Kamis (16/11) Peru

vs

Honduras

vs

Selandia Baru

--------------- Pertandingan Internasional ---------------------Jumat (10/11) dini hari Armenia vs Belarus Finlandia vs Estonia Iran vs Panama Rumania vs Turki Luksemburg vs Hungaria Skotlandia vs Belanda

BU Kecewa Denpasar (Bali Post) Kubu Bali United (BU) sangat kecewa menyusul keputusan Komisi Disiplin, yang memutuskan Bhayangkara FC berhak menang 3-0 atas Mitra Kukar dalam laga di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, pada 3 November lalu. Padahal, hasil akhir kala itu skornya imbang 1-1. Berdasarkan surat yang ditandatangani Ketua Komisi Disiplin PSSI Asep Edwin Firdaus, terungkap Mitra Kukar FC menurunkan pemain yang masih menjalani sanksi Komdis yakni Moh. Lamine Sissoko. Mitra Kukar dianggap tidak patut pada keputusan Komdis PSSI bernomor 112/L 1/SK/KD-PSSI/X/2017 tentang hukuman terhadap pemain Mitra Kukar FC Moh Lamine Sissoko, dan diperkuat dengan bukti-bukti yang cukup untuk menegaskan terjadinya pelanggaran disiplin. Oleh sebab itu, merujuk pada Pasal 31 Kode Disiplin PSSI, Mitra Kukar FC dihukum kalah dengan skor 0-3, berikut denda Rp 100 juta, karena terjadi pelanggaran terhadap Pasal 55 Kode Disiplin PSSI. Denda wajib dibayar selambat-lambatnya 14 hari setelah diterimanya keputusan ini oleh Mitra Kukar. Pengulangan terhadap pelanggaran terkait di atas, akan berakibat hukuman yang lebih berat. Terhadap keputusan ini, dapat diajukan banding sesuai dengan Pasal 118 Kode Disiplin PSSI. CEO Bali United Yabes Tanuri yang dikonfirmasi, Rabu (8/11) kemarin mengemukakan, klub biasa menghitung jumlah kartu kuning dan kartu merah, sehingga mengetahui siapa pesepak bola yang boleh bermain atau tidak sebelum bertanding. Sedangkan hukuman tambahan pihaknya tak bisa memantau, sebab selama ini, catatan hukuman pemain berada di LIB. Surat Komdis lebih sering berisi denda dan dipotong langsung dari subsidi. Yabes menilai kejadian ini lucu, mengingat PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang berbuat lalai, namun kenyataannya justru klub yang dihukum. Padahal, selama ini klub memakai sistem online yang disediakan pihak LIB, guna menentukan pemain yang bisa turun atau tidak. Yabes juga mengaku kemenangan atas PSM 1-0 juga sia-sia belaka seperti uji coba. ‘’PSM malah berterima kasih kepada Bali United, sebab seandainya PSM yang menang kemudian muncul keputusan Bhayangkara dinyatakan unggul 3-0 atas Mitra Kukar FC, kemungkinan makin ribut,’’ jelas Yabes. (022)

Bali Post/afp

SERAGAM BARU - Timnas Jerman memperkenalkan seragam terbaru yang akan dipakai pada pertandingan putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia. Presentasi seragam baru itu dilakukan di Berlin, Rabu (8/11) kemarin dengan melibatkan sejumlah pemain timnas seperti Mezut Ozil, Julian Draxler, Leroy Sane dan Emre Can .

Boateng Absen Saat Jerman Lawan Inggris

London -

Bek timnas Jerman Jerome Boateng dipastikan absen saat sang juara dunia memainkan pertandingan persahabatan melawan Inggris di Stadion Wembley, Sabtu mendatang. Boateng diganggu sejumlah masalah otot, kata Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) dalam pernyataannya, Rabu (8/11) kemarin dan akan absen pada pertandingan itu sebagai langkah pencegahan setelah berdiskusi dengan pelatih kepala Joachim Loew. Belum diputuskan apakah ia akan dimainkan pada pertandingan melawan Prancis di Cologne, Rabu pekan depan. Gelandang Toni Kroos juga absen berlatih pada Rabu kemarin setelah menepi karena virus pada ototnya. Jerman memuncaki klasemen grup kualifikasi Piala Dunia dengan sepuluh kemenangan dari sepuluh pertandingan. Pasukan Loew yang meraih tiket ke putaran final, akan memainkan se-

jumlah pertandingan internasional berkaliber tinggi, termasuk melawan Spanyol dan Brazil pada Maret. Pertandingan-pertandingan ini menjadi persiapan diri untuk upayanya mempertahankan gelar juara di Rusia tahun depan. Federasi Sepak Bola (FA) Inggris akan menguji coba sistem video asisten wasit (VAR) pada pertandingan di Wembley mendatang, demikian dilaporkan The Times. Pertandingan-pertandingan antara Inggris dan Jerman beberapa kali diwarnai keputusan kontroversial pada masa lalu, termasuk gol Frank Lampard yang dianulir pada Piala Dunia 2010 dan gol Geoff Hurst pada final Piala Dunia 1966. VAR telah diuji pada pertandingan amal Piala Wembley

bulan lalu. Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) telah menguji Wembley dan mengizinkan penggunaan sistem ini bersama teknologi garis gawang yang telah ada. FA sebelumnya mengonfirmasi bahwa VAR juga akan diuji pada pertandingan-pertandingan Piala FA pada Januari. Bunga Poppy Pemain timnas Inggris dan Jerman sama-sama mengenakan pita hitam dengan hiasan bunga poppy pada pertandingan persahabatan di stadion Wembley, Sabtu mendatang. Asosiasi Sepak bola Inggris (FA), Rabu (8/11) kemarin mengumumkan keputusan itu. Rencana menggunakan pita berbunga poppy itu muncul

membawa propaganda politik pula. ‘’Mereka tengah mengenang nilai-nilai yang hancur akibat dua Perang Dunia tapi dihibur oleh sepak bola melalui nilai-nilai saling menghargai, toleransi dan kemanusiaan,’’ katanya. Tahun lalu FIFA menjatuhkan sanksi denpada pada Inggris, Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara karena mengenakan atau memperlihatkan bunga poppy saat memainkan pertandingan internasional. Dalam pandangan FIFA, bunga poppy itu meniratkan simbol politik. PM Inggris Theresa May menilai keputusan FIFA itu sangat memalukan dan FA menyatakan akan melakukan banding di Pengadilan Arbitrase Olahraga. FIFA kemudian mengendur dan mengumumkan bulan lalu bahwa tak satu pun negara-negara itu tidak akan dijatuhi hukuman denda. (kmb39/rtr/ant)

Federer Bersaing dengan Zverev

Persela Gelar Laga Penghormatan Choirul Huda Lamongan (Blai Post) Persela Lamongan akan menggelar laga penghormatan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian kiper legendaris almarhum Choirul Huda dengan melawan Timnas ‘’All-Star’’ di Stadion Gelora Surajaya Lamongan, Jatim, Rabu (15/11). ‘’Kami bekerja sama dengan Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) dan memperoleh dukungan dari PSSI. Laga ini juga disponsori oleh Go-Jek sebagai partner setia Liga 1 dan Persela,’’ kata Manajer Persela Yunan Achmadi dalam keterangan persnya di Lamongan. Ia mengatakan, laga ini juga untuk mengisi kekosongan pertandingan usai kompetisi Liga 1/2017, dan Timnas AllStar akan diarsiteki Jacksen F Tiago. ‘’Beberapa pemain Timnas All-Star yang siap tampil di laga bertajuk Tribute Match Choirul Huda di antaranya Ponaryo Astaman, Andritany, Evan Dimas dan kawan-kawan. Tidak hanya itu, di tim Persela juga akan diperkuat mantan pemainnya yakni Fabiano Beltrame dan Adisson Alves,’’ kata Yunan. Yunan mengatakan, laga penghormatan ini sebagai tindak lanjut dari aksi sosial atau solidaritas yang telah dilakukan berbagai pihak sebelumnya. ‘’Pertandingan penghormatan ini sebagai bentuk apresiasi kepada almarhum Choirul Huda atas loyalitasnya yang tidak diragukan lagi. Didedikasikan hanya untuk Persela selama 18 tahun,’’ katanya. Chief Marketing Officer Go-Jek Indonesia Piotr Jakubowski mengaku kagum dengan dedikasi almarhum Choirul Huda terhadap tim Persela. Piotr mengungkapkan pihaknya merasa terpanggil untuk memberikan penghormatan kepada almarhum, bukan hanya karena Go-Jek sponsor resmi Liga 1 dan Persela. ‘’Karena ada keterikatan emosi tersendiri saat beliau mengenakan logo Go-Jek di dada kanan di saat laga terakhirnya. Hal ini membuat kami bangga. Kami percaya semangat beliau akan selalu menginspirasi para pemain bola lainnya,’’ tuturnya. Sebelumnya, Choirul Huda menghembuskan napas terakhir saat mengawal gawang Persela menjamu Semen Padang, Minggu (15/10). Ia mengalami cedera serius ketika melakukan penyelamatan pada menit ke-44. Choirul Huda meninggal dunia setelah mendapat perawatan intensif di UGD RSUD dr Soegiri Lamongan. (ant)

setelah FIFA tidak menyetujui keputusan itu. Bunga poppy ini untuk mengenang para tentara Inggris yang meninggal dalam perang. Uniknya pertandingan Sabtu dini hari nanti di Stadion Wembley, bersamaan dengan perayaan 99 tahun gencatan senjata antara Inggris dan Jerman pada Piala Dunia I ‘’Mengenang dan memperingati para pria dan wanita yang membela negara ini tertanam dalam di negara ini,’’ jelas Ketua Ekskutif FA Martin Glenn. Glen menambahkan, pihaknya juga berterima kasih pada Federasi sepak bola Jerman (DFB) yang juga menyetujui mengenakan bunga poppy untuk pertandingan ini dalam upaya memperlihatkan solidaritas dan persatuan pada masa yang penting ini. Presiden DFB Reinhard Grindel menyambut baik ide positif itu. Dengan mengenakan bunga poppy, timnas Inggris dan Jerman tidak

London Juara enam kali Roger Federer akan berada satu grup dengan debutan asal Jerman Alexander Zverev untuk pertandingan di ATP Tour Finals pekan depan. Undian pembagian grup turnamen penutup musim itu dilaksanakan di London, Rabu (8/11) kemarin. Peringkat kedua Federer dan Zverev (3) berada di Grup Pete Sampras. Selain keduanya terdapat pula petenis Kroasia Marin Cilic (5) dan peringkat ke-9 Jack Sock (AS) di kelompok ini. Sementara petenis nomor satu dunia Rafael Nadal, yang berharap pulih dari cedera lutut, akan bermain di turnamen penutupan musim itu di grup Boris Becker. Petenis Spanyol itu akan bertemu dengan peringkat ke-8 David Goffin (Belgia), debutan asal Bulgaria Grigor Dimitrov (6) dan Dominic Thiem (4) dari Austria. Zverev (20) tahun ini tampil menawan musim ini dan peringkatnya meroket ke Bek timnas Prancis Laurent Koscielny.

nomor tiga dunia setelah memenangi lima gelar termasuk dua ajang Masters 1000. ‘’Ini sebuah kehormatan bisa bermain di London, ini pertamakali dan berharap bukan yang terakhir,’’ kata Zverev di Milan. ‘’Saya akan mencoba mempersiapkan diri saya sebaik mungkin untuk bisa memenangi beberapa pertandingan di sana,’’ tambahnya. (kmb39/rtr/ant) Hasil Undian ATP Tour Finals Grup Pete Sampras : Roger Federer Alexander Zverev Marin Cilic Jack Sock

(Swiss) (Jerman) (Kroasia) (AS)

Grup Boris Becker: Rafael Nadal Dominic Thiem Grigor Dimitrov David Goffin

(Spanyol) (Austria) (Bulgaria) (Belgia)

Bali Post/afp

Koscielny Pensiun Usai Piala Dunia

Paris Bek timnas Prancis Laurent Koscielny akan pensiun dari pertandingan internasional setelah Piala Dunia 2018 di Rusia. ‘’Terdapat akhir untuk segalanya,’’ kata pemain berusia 32 tahun itu menjelang pertandingan melawan Wales, Rabu (8/11) kemarin. Koscielny telah mencatatkan 49 penampilan bersama timnas sejak melakukan debutnya pada 2011. Dia bermain pada Piala Dunia 2014 dan dua Piala Eropa termasuk pada 2016 ketika ‘’Les Bleus’’ menjadi

runner-up. ‘’Setelah Piala Dunia, saya akan hampir berusia 33 tahun, itu akan menjadi saatnya untuk meninggalkan tempat ini.’’ ‘’Saya memiliki enam bulan tersisa di tim Prancis untuk berkembang dan mengambil sabanyak mungkin kenangan sebagaimana yang akan dikatakan istri saya.’’ Prancis akan menjamu Wales di Stade de France pada Sabtu ini hari sebelum melawat ke markas juara dunia Jerman, Rabu mendatang. (kmb39/rtr/ant)

Petenis Swiss Roger Federer.

Bali Post/afp


olah raga

16

Kamis Pon, 9 November 2017

Bali Post/022

LEPAS - Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra (kanan) saat melepas atlet Porprov Bali XIII/2017 di Lapangan Puputan Badung.

Bonus Porprov Atlet Denpasar Rp 14 Miliar

Denpasar (Bali Post) Bonus para atlet porprov Kota Denpasar bakal dicairkan di kediaman Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra di kawasan Renon pada Kamis (9/11) ini. Total nominal yang diberikan kepada atlet Denpasar peraih medali mencapai Rp 14 miliar. Humas KONI Kota Denpasar Dewa Gede Rai di Denpasar, Rabu (8/11) kemarin menjelaskan, untuk medali emas perorangan Rp 45 juta, perak Rp 12 juta, dan perunggu Rp 6 juta. ‘’Nilai nominal bonus ini, naik dibandingkan Porprov Bali XII/2015 di Buleleng,’’ kata Dewa Rai. Selain itu, katanya, bagi pelatih yang cabornya juara umum berhak mendapatkan Rp 35 juta. ‘’Dari jumlah perolehan medali Porprov Bali XII/2015 di Buleleng, Kontingen Denpasar mendulang 125 emas, sedangkan pada Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar, Denpasar mengoleksi 128 emas. Padahal, atlet taekwondo Denpasar dilarang tampil, ditambah cabor senam yang merupakan andalan Denpasar dicoret,’’ kata Dewa Rai. Oleh sebab itu, pihaknya berharap Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan, tidak ada lagi atlet Denpasar yang tak bisa berlaga, termasuk cabor senam tetap dipertandingkan. ‘’Porprov ini kan hajatan dan pestanya atlet Bali, jangan sampai ada lagi atlet Denpasar tak boleh tampil,’’ pesannya. (022)

ASIAN GAMES - Technical Delegates Asian Games Cabang Olahraga Tenis Lapangan Major Shunmugam Uthrapathy (kanan) berbincang dengan Manager Arena Tenis Asian Games 2018 August Ferry Raturandang (kiri) saat meninjau Kompleks Tenis Bukit Asam di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (8/11) kemarin. Dalam kunjungannya tersebut Major Shunmugam Uthrapathy mengatakan untuk menutupi kurangnya fasilitas pendukung seperti ruang tunggu atlet, ruang kesehatan, tribun penonton serta toilet, perlu dibangun fasilitas sementara agar pelaksanaan Tenis Lapangan Asian Games 2018 dapat berjalan dengan lancar.

38 Cabor Asian Games Disiarkan Secara Langsung

Bali Post/ant

Jakarta (Bali Post) -

Indonesia akan menyiarkan secara langsung 38 cabang olahraga dari 40 cabang olahraga dalam Asian Games 2018 menyusul kontrak tuan rumah dalam bidang penyiaran dengan Dewan Olimpiade Asia (OCA) itu. ‘’Kami akan menggunakan total 427 kamera berdefinisi tinggi untuk menyiarkan secara langsung semua cabang olahraga kecuali cabang bridge dan squash,’’ kata Direktur Penyiaran Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) Linda Wahyudi dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (8/11) kemarin.

Bali Posr/ist

Binpres Percasi Bali MNW Putu Widiari saat melakukan simultan.

Pembinaan Percasi Sasar Pelajar

Denpasar (Bali Post) Binpres Percasi Bali mulai getol melakukan pembinaan menyasar pelajar mulai SD, SMP, sampai dengan SMA/SMK. Tujuannya, untuk mencetak pecatur sekaligus melakukan regenerasi atlet. Itu dilontarkan Binpres Pengprov Percasi Bali MNW Putu Widiari, di Denpasar, Rabu (8/11) kemarin. Menurutnya, bakal digelar kejuaraan antarsiswa SD dan SMP, di wilayah Kuta Selatan. Widiari menjelaskan, olahraga asah otak ini juga merambah ke instansi misalnya hotel-hotel yang tergabung dalam Bali Hotels Association (BHA) yang menggelar kejuaraan antarkaryawan hotel, termasuk bank seperti BPR Lestari juga mengdakan kejuaraan antarpegawainya. Widiari menerangkan, Hotel Amanusa Nusa Dua juga mengadakan kejuaraan antarkaryawan, dan hasilnya 10 besar berhak meladeni Widiari bersama MN Ketut Sana Widiantara. Secara simultan, hasilnya kesepuluh karyawannya kalah semua. (022)

Proliga 2018 Dibuka dan Ditutup di Yogyakarta Jakarta (Bali Post) Yogyakarta menjadi kota yang cukup beruntung karena mendapatkan kepercayaan dari PP PBVSI menjadi tuan rumah partai pembukaan kompetisi bola voli tertinggi di Indonesia yaitu Proliga 2018 sekaligus sebagai tempat penutupan kejuaraan bergengsi ini. Berdasarkan data yang dikeluarkan PP PBVSI di Jakarta, Rabu (8/11) kemarin, pembukaan Proliga 2018 berlangsung di GOR Universitas Negeri Yogyakarta, 19-21 Januari dan penutupan bakal digelar di GOR Among Rogo Yogyakarta pada 14 April 2018. Direktur Proliga Hanny S Surkatty mengatakan Proliga 2018 bakal diikuti enam tim putra dan tujuh tim putri. Pertandingan sendiri bakal dilakukan dua putaran dan di waktu jeda akan diisi dengan pertandingan uji coba bola voli indoor Asian Games 2018. ‘’Biasanya libur antara putaran satu dengan putaran dua selama dua pekan. Tapi untuk saat ini menjadi tiga pekan. Itu berkaitan dengan uji coba bola voli indoor Asian Games 2018 untuk sektor putra,’’ katanya. Menurutnya, Proliga 2018 diperkirakan bakal berlangsung dengan ketat karena semua tim yang akan bersaing telah mempersiapkan diri. Bukan hanya merekrut pemain lokal, hampir semua tim juga sudah bersiap diri membidik pemain asing. ‘’Pemain asing memang masih menjadi andalan semua tim. Ini seperti tahun-tahun sebelumnya,’’ kata pria yang juga menjadi Ketua V Bidang Pertandingan PP PBVSI itu. Hanny menjelaskan, setelah dibuka di Yogyakarta, pertandingan putaran pertama berikutnya bakal digelar di Batam, 26-28 Januari dan Jakarta Elektrik PLN ditunjuk sebagai tuan rumah. Berikutnya pertandingan bakal digelar di Gresik, 2-4 Februari. Setelah libur selama tiga pekan untuk uji coba Asian Games 2018, pertandingan putaran kedua bakal dimulai di Denpasar, 2-4 Maret dan Jakarta BNI Taplus yang menjadi tuan rumah. Berikutnya di Palembang, 9-11 Maret dan putaran kedua terakhir di Bandung, 16-18 Maret. Sementara putaran final dengan tuan rumah PP PBVSI. Putaran final pertama berlangsung di Malang, 30 Maret - 1 April, keduanya di Semarang atau Solo, 6-8 April dan final di Yogyakarta, 15 April. (ant)

Linda menjelaskan, kebutuhan minimal peralatan penyiaran untuk satu nomor pertandingan cabang olahraga adalah lima kamera. ‘’Untuk satu cabang atletik misalnya, kami membutuhkan sekitar 37 kamera berdefinisi tinggi karena di dalamnya ada berbagai nomor perlombaan,’’ ujar Linda. Kebutuhan penyiaran paling ma-

hal, menurut Linda, adalah nomor maraton atletik dan balap sepeda disiplin road race karena melibatkan satu helikopter dan tiga hingga empat sepeda motor. ‘’Biaya standar produksi penyiaran pertandingan dalam satu arena Asian Games mencapai 350 ribu dolar AS. Kalau untuk lari maraton dan balap sepeda di jalan itu mencapai satu juta

dolar AS,’’ kata Linda. Linda mengatakan pemegang hak siar Asian Games adalah Dentsu, perusahaan penyiaran asal Jepang. Sedangkan pemegang hak siar Asian Games 2018 di Indonesia adalah grup Emtek. ‘’Grup Emtek punya hak siar atas siaran melalui terestrial, melalui satelit, dan melalui kanal digital. Tapi, mereka juga akan membagi hak siar itu kepada sejumlah televisi nasional kecuali siaran pertandingan sepak bola dan bulu tangkis,’’ katanya. INASGOC menggandeng perusahaan manajemen penyiaran asal Swiss International Games and Broadcast Services (IGBS) sebagai mitra pengelolaan penyiaran pertand-

Kabupaten dan Kota Ditargetkan 3 Emas di PON Papua

Denpasar (Bali Post) Kontingen Bali yang meraup 20 medali emas, dan bercokol di peringkat keenam, pada PON XIX/2016 di Jabar, bertekad naik satu seterip menduduki peringkat kelima, pada PON XX di Papua 2020 mendatang. Caranya, tiap kabupaten dan kota di Bali dipatok harus mampu mendulang minimal 3 keping emas, sehingga minimal bisa mengoleksi 27 emas dan diharapkan bisa bertengger di peringkat kelima. Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi, di Denpasar, Rabu (8/11) kemarin menjelaskan, pihaknya menggelorakan program Bali LIMA sembari menargetkan peringkat kelima. LIMA yang dimaksud yakni Latihan terus-menerus, Ingat waktu sangat terbatas, Maksimalkan potensi yang ada, dan Ajang penentuan pada PON 2020

mendatang Suwandi menerangkan, saat ini terjadi pemerataan prestasi, misalnya Klungkung petembaknya kian potensial, karateka Jembrana, atlet judo dan panahan Karangasem berjaya di nasional. Cabor bela diri juga berkembang pesat di Buleleng. ‘’Kabupaten yang kekurangan sarana dan fasilitas olahraga, akan dibantu KONI Bali, misalnya Klungkung perlu diberi senjata, Karangasem, Buleleng, dan Jembrana membutuhkan matras untuk bela diri,’’ tuturnya. Dikemukakan, KONI Bali bakal mengucurkan dana kepada tujuh kabupaten di Bali, masing-masing sekitar Rp 100 juta. ‘’Saya kira sarana olahraga di Denpasar dan Badung cukup mumpuni, sehingga tak perlu dibantu lagi,’’ kata Suwandi. (022)

Jakarta (Bali Post) Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) menyebut turnamen uji coba atau test event cabang olahraga menembak untuk Asian Games 2018 meraih antusiasme tinggi peserta. Komisi Pembinaan dan Prestasi Bidang Tembak Sasaran Perbakin Sarozawato Zai menyebut hal itu bisa terlihat dengan banyaknya peserta dari beberapa provinsi di Indonesia yang mendaftar, yakni tercatat ada 149 atlet mengikuti test event ini. ‘’Oleh karena itu, PB Perbakin menentukan kuota sebanyak dua orang atlet untuk nomor individu dan dua tim untuk nomor mixed team dari masing-masing provinsi,’’ katanya dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (7/11) malam. Faktor tingginya animo peserta tersebut karena dalam test event ini dipertandingkan 17 nomor. Jumlah itu sendiri tak jauh berbeda dengan 18 nomor yang akan dipertandingkan di Asian Games mendatang. Nomor yang akan dipertandingkan saat Games Time nanti, untuk individu putra terdiri dari 10m Air Pistol, 10m air rifle, 10m running target, 10m running target mixed, 25m rapid fire pistol, trap men, skeet men dan 300m standard rifle 3 position. Sedangkan untuk individu putri, dipertandingkan nomor 10 m air pistol, 10m air rifle, 25m pistol, 50m rifle 3 position, trap women dan skeet women. Kemudian kategori mixed team, terdiri dari 10m air pistol mixed team, 10m air rifle mixed team dan trap mixed team. Sementara satu-satunya nomor yang tidak dipertandingkan di test event ini adalah 10m running target mixed putra. ‘’Nomor itu tidak dipertandingkan di test event ini karena pesertanya tidak terlalu banyak. Selain itu alasan lainnya, kami

tengah mempersiapkan atlet pelatnas di nomor ini untuk try out ke Hungaria pada pertengahan November ini. Dan nomor ini menjadi salah satu andalan kami,’’ ujar Sarozawato. Sementara itu, Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) menyambut positif atas usaha Perbakin di test event ini yang menggelar hampir semua nomor yang dipertandingkan di Asian Games 2018. ‘’Cabang menembak termasuk cabang yang menyediakan banyak medali, sehingga peluang itu harus benarbenar dimanfaatkan Indonesia untuk mendulang medali emas. Selain di nomor pistol, kans atlet kita di nomor shoot gun juga besar sehingga kami mendukung usaha PB agar memiliki nomor-nomor unggulan,’’ ujar Sekjen INASGOC Eris Herryanto. Adapun hasil final di nomor 10m air pistol individu putri pada Selasa (07/11), medali emas diraih oleh wakil Sumsel Talitha Judith Almira dengan total skor 228,6. Medali perak diraih oleh Barya Agustini Said asal Riau dengan total skor 225,5. Dan medali perunggu diraih Eva Yulianti Pratiwi (Jatim) dengan total skor 207,6 SO. Sedangkan nomor 10m air pistol individu putra, medali emas dimenangkan oleh I Kadek Rico Vergian Dinatha (Bali) dengan total skor 230,4. Medali perak diraih oleh Rahmat Santoso (Sulteng) dengan total skor 228,6 dan medali perunggu dimenangkan oleh wakil Jatim Supriyoni dengan total skor 208,9. Di nomor 300m standard rifle putra yang diselenggarakan di Cilodong, Irawan Saputra (Jabar) dengan total skor 553 meraih medali emas. Farid Prayuda (Papua) 535 meraih perak dan Dasep Imam Suherman (NTB) 530 meraih perunggu. (ant)

Ratusan Atlet Ikuti ’’Test Event’’ Menembak

ingan Asian Games ke-18. ‘’Penyiaran Asian Games akan didistribusikan di seluruh negara Asia bahkan ke Amerika Latin kecuali Brazil,’’ ujar Linda. Sebelumnya, Sekretaris Jenderal INASGOC Eris Herryanto mengatakan sebanyak 55 disiplin olahraga akan mendapatkan siaran langsung selain upacara pembukaan dan penutupan Asian Games. INASGOC semula menginginkan siaran langsung pertandingan Asian Games pada 13 Agustus 2018 sesuai dengan jadwal pertandingan yang berlangsung sebelum upacara pembukaan. Namun, OCA menolak keinginan itu dan meminta siaran langsung pertandingan setelah upacara pembukaan pada 18 Agustus 2018. (ant)

Satria Muda Hadapi Stapac di Semifinal

Jakarta (Bali Post) Satria Muda (SM) Pertamina, sebagai juara Pool C, memastikan diri melaju ke semifinal turnamen bola basket pra-musim Perbasi Cup 2017 dan akan menghadapi juara Pool B Stapac Jakarta. Kepastian melajunya Satria Muda ke semifinal Perbasi Cup 2017 didapatkan setelah anakanak asuh Youbel Sondakh itu berhasil menaklukkan NSH Jakarta dengan skor 83-67 di laga terakhirnya di Pool B yang digelar di Britama Arena, Jakarta, Rabu (8/11) kemarin. Stapac sudah terlebih dulu menginjakkan kaki di empat besar setelah menaklukkan Hangtuah Sumsel 94-88 di pertandingan Rabu siang. Menanggapi kelolosan timnya, pelatih SM Pertamina Youbel Sondakh mengaku senang. Namun, dia mewantiwanti anak-anak asuhnya agar tidak mengulangi kesalahankesalahan di partai-partai sebelumnya ‘’Dari dua laga sebelumnya kami melihat rebound dan zone defense harus diperbaiki,’’ ujarnya. Terkait laga melawan Stapac, yang sebelumnya bernama Aspac Jakarta, Youbel ingin agar timnya tidak kalah agresif agar bisa menang dan mewaspadai jajaran shooter yang ada di Stapac. ‘’Stapac saat ini juga lebih berani satu lawan satu. Namun target kami bisa menang. Bola akan selalu diberikan ke Dior Low-

horn. Kalau dia dikunci, nanti ada pemain yang melapisnya,’’ tuturnya. Semifinal Perbasi Cup 2017 sendiri akan digelar pada Kamis (9/11). Sementara lawan SM Pertamina di laga terakhir Pool C, NSH Jakarta, tidak lolos ke babak selanjutnya karena kalah dua kali dua laga. Pelatih NSH Wahyu Widayat Jati mengakui kekurangan timnya. Pelatih yang akrab disapa Cacing ini menyebut NSH memang kurang amunisi di Perbasi Cup 2017. Mereka pun hanya diperkuat seorang pemain asing yaitu Brachon Griffin karena big man impor belum tiba di Indonesia. ‘’Agak berat memang dengan skuad yang sekarang. Peluru kami pas-pasan di Perbasi Cup ini,’’ tutur Wahyu. Oleh sebab itu, untuk mengarungi Liga Bola Basket Indonesia (IBL) 2017-2018, NSH berencana merekrut pemain tambahan. ‘’Saya mau seorang point guard dan big man lokal. Sekarang masih melihat ketersediaan pemain yang bisa direkrut, disesuaikan dengan kemampuan finasial tim,’’ ujar Wahyu. Dari laga SM kontra NSH, big man impor Dior Lowhorn menjadi yang terbaik di SM dengan membuat 18 poin, 12 rebound dan satu assist. Di kubu NSH, angka tertinggi dikumpulkan oleh Brachon Griffin dengan 23 poin, 11 rebound dan empat assist. (ant)

Personi Cukur PSM Munggu Mangupura (Bali Post) Kesebelasan Personi sukses mencukur lawannya PSM Munggu dengan skor 5-0 (4-0) dalam turnamen Bupati Badung Cup II/2017, Grup G, di Lapangan Pusaka, Kapal, Badung, Rabu (8/11) kemarin. Kelima gol yang mengoyak gawang PSM Munggu yang dikawal kiper Rai Budi Cipta, hasil bidikan Yudi Pradana (2 gol), Epa Mandastana (2 gol), dan Sanjaya Putra (1 gol). Hasil lainnya, Canggu FC menang tipis atas lawannya Cani Putra dengan skor 3-2, pada Grup F, di Lapangan Garuda Dalung, kemarin. Ketiga gol Canggu yang menjebol gawang Cani Putra yang dijaga penjaga gawang Made Ardika hasil gocekan Rama, Tirta, dan

Gede Mika. Cani Putra mampu mempertipis kekalahan dengan mempersembahkan dua gol yang dilesakkan Gede Adi Widiastra dan Putu Suryanata yang menjebol gawang kiper Edwardo. Tim Bara Putra Baha juga unggul 2-1 atas lawannya Bala Yudha Petang di Lapangan Mengwi, Grup E. Kedua gol kemenangan Bara Putra dicetak Andre dan Wanda yang memperdaya kiper Bala Yudha Jambe Sudanta. Sedangkan satu gol balasan Bala Yudha diciptakan Jeri Yohanes yang membobol gawang Bara Putra yang dijaga kiper Dewa Dalem. Sementara di Grup D, PS Ungasan bermain tanpa gol alias 0-0 melawan Mumbul di Lapangan Yoga Perkanthi Jimbaran. (022)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Kamis Pon, 9 November 2017

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Dcr Superviser untuk Produksi Interior/Kayu,Min.SMA H.03619347196/info@maitaru.com

B.BP.141.11.17.0000230

!BRILink cr.karyawati jujur,bs Computer,menarik,085100435717

B.BP.001.11.17.0000363

!Cr Kywti Adm konsultan Pajak bs Komputer,SIM C 085100786614

B.BP.001.11.17.0000348

** Dcr: Supir ** Hub:Jl.Gadung No.81 Kreneng - Dps

B.BP.001.11.17.0000195

Bth Admin,Acct(Min D1 single) Kurir mtr,Opration Sopir (Max usia 28th) Krm Lam ke Jl.Gunung Soputan I/107 Dps Telp.8466317

Cr T.Jarit,T.Setrika Uap&Pengepul jarit u/Garment Gji+U.Mkn+ Bonus Jl.Pemuda IV/17 T.236453

B.BP.001.11.17.0000374

Dcr Karyawati untuk Wr.Makan di Renon Hub.081999564725

B.BP.001.11.17.0000236

Dcr Mekanik,Tukang Las,Tukang Bubut,Sales yang bisa Bekerja dalam Team Hub:085739345449

B.BP.166.11.17.0000372

Cr 3Sopir-2Sales H087861886822 /081337306169 SErius Tdk SMS

B.BP.001.11.17.0000344

Cr Adm SMK(wnt)+sopir+Srabutan (Lk) di Gianyar, 085100804392

B.BP.001.11.17.0000362

Looking for Chef or Cook at Villas, min.1 year experience Contact 0361-4490319 Email: asavillasproperty@gmail.com

B.BP.001.11.17.0000303

B.BP.001.10.17.0001449

Looking staff For Customer Service Garment Sample Exp.min 2yrs in garment Speak and write english well.Please send CV to:badassbali@gmail.com or Call 0361-729106 (Ibu Nanie)

B.BP.001.11.17.0000342

Dcr Sopir u/kirim brg ke Hotel /Restaurant T.0361-4740969/Bw Lam:CV.Bali Dipta Jl.G.Lumut63

B.BP.001.11.17.0000217

B.BP.001.11.17.0000370

Dcr Spr u/B.Pengiriman Brg Sim A/B H.082230666778/0361-462703 B.BP.001.11.17.0000261

Dcr:ACC,ADM,Sek D3 EX:2th max: 35th,Pengawas Bagunan D3 Teknik Ex:3th max:45th, Sopir SIM:A+C max:40th dom.keluarga diBali Hub:lidyaokta@gmail.com

B.BP.004.11.17.0000337

SERVICE

Part-Time Work Light bookkeeping/Admin.4-hrs daily-5d/Wk/ speak English.windows 10 & Office 365. Cv+photo to valsons@bali-villasukapadi.com

B.BP.001.11.17.0000324

SERVICE

SERVICE

Sgr!Sklh baru bth Guru TK/PG lls SMU.ada diklat 0811380028 B.BP.821.10.17.0001171

BIRO JASA

BALI LESTARI

SERVICE MAMPET

JASA KURAS HUB : 085101540362 XL 087860189607 AS 085253103978

WC GARANSI

SERVICE

BIRO JASA

BIRO JASA

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

H BA

WC

LIM

S RA

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

MENGATASI MAMPET BERGARANSI:

KLOSET, WASTAFEL, BATHUB SALURAN AIR, SALURAN DAPUR

0877 6129 5235 081 238 450 210 C.0000522-BRJ

FOTOCOPY

B.BP.012.10.17.0001807

Urgent! LePirate Beach Club Nusa Ceningan,looking for F&B Spv,Waiter,Cook,Engineering. Good salary,Accomodations & transport,BPJS,ready to work. Age max 35years, min exp 2 years. Sent CV to hrd@lepirate.com,0361487240 B.BP.004.11.17.0000357

Villas di Ubud looking for Villa Coordinator, min 1 year experience good English both written & spoken. Contact 0361-4490319 Email: asavillasproperty@gmail.com B.BP.001.11.17.0000302

Dcr byk Llsn smk/sma pria sgl jrsn u/dbrkn trnng u/ mnjd tkns max 30th (0361) 8450372, hrd_tiara@yahoo.com B.BP.004.11.17.0000333

DIJUAL TANAH Jual tnh 2 are di Gadon Mengwi Hub.081916268333/081916413489

HONDA

Honda BRV’2016 matik KM 5 rb Hub.0816577397 Hrg 195jt,BU

B.BP.004.11.17.0000336

Tnh Sawah Mbl bs Msk 115JT/are Lok Penatih,Hub:087862101243

B.BP.001.11.17.0000355

SUZUKI

B.BP.001.11.17.0000343

Apv Arena GX Silver’2013 Brang mulus pribadi Tlp.081246276412

DICARI TANAH Dicari Tanah Kab.Tabanan Luas: 10 s/d 20 Ha.Hub:081337722499

B.BP.817.11.17.0000358

Swift Pth GT3 asl Bali th 2012 Siap pakai 081912386059 Istmwa

B.BP.001.11.17.0000043

B.BP.001.11.17.0000353

RUPA-RUPA Spesialis:Kolam Hias+Tebing Buatan,Relief,081237586699 Eko

TOYOTA

Alphard G’2012 As DK Hitam Bs TT/Krdit Dp100jtan,08124611999

B.BP.001.11.17.0000345

B.BP.164.11.17.0000367

Terima Kredit Korden TT/Servis Sofa,Spring Bed H.085100894644

Inova Diesel G’15(AT)+’11(MT)V As DK Ors Cat,081236009045/Krd

B.BP.001.11.17.0000290

B.BP.001.11.17.0000365

KEHILANGAN BPKB No.F1682220-O DK 7680 DW a/n Reni Dianawati,Kuta Badung

DIJUAL RUMAH Jl Rmh lantai II Lokasi Jl.Gandapura Kesiman H.081999436816

B.BP.001.11.17.0000332

Hlg BPKB Mtr DK 2596 HP Nosin 256-440921 AN I Nym Suryanta

B.BP.001.11.17.0000361

DIJUAL TANAH Buc Djl Tnh 1are Lok G.Mas Pds Dps,Hub:081338792660

B.BP.167.11.17.0000340

Hlg BPKB Mtr DK 3490 HW No.H05 334675-O a/n. I Wayan Wijata B.BP.167.11.17.0000339

B.BP.001.11.17.0000341

Dijl Tnh 10A Jln Marlboro blkg SE+Ruko Gjhmada.HB:0361-263025 B.BP.001.11.17.0000328

DIJUAL MOBIL

TOUR

PELUANG BISNIS

DIJUAL RUMAH

C.0000209-BRJ

KU

�

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

B.BP.001.11.17.0000215

The Griya Villas & Spa Bunutan, Amed,Kr.Asem.Butuh Segera Chef De Partie & Sous Chef Kirim CV: info@thegriya.com

DIJUAL MOBIL

KURAS MAMPET SALURAN AIR WASTAVEL, DLL

BALI WANGI Money Back Guarantee

Sandbar Canggu mcr Cook Berpnglman Tlp 085792660093, 081558599628

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

242389 / 081236774491

C.0000118-BRJ

C.0000354-srv

n

B.BP.001.11.17.0000216

BIRO JASA

Mengatasi Mampet, Saluran air, Wastapel, Closet, Tanpa Bongkar

Desig

Property Company Design is looking for person who can do Cad Drawing Sketchup or 3D Cad Excell and English Proficient more prefer who can do revit 081338259221,081804119071

B.BP.001.11.17.0000364

WC

Free

B.BP.154.11.17.0000253

B.BP.001.11.17.0000321

Dcr Sopir Prbdi Sim A,Jl.Kerta negara 107C Ubung,085104674266

B.BP.001.11.17.0000334

Dicari Therapist Wanita Pglmn/ Tdk Hub.087761133786 di Kuta

Dcr tkg msak&karywn utk warung Dicari S1 Ekonomi yg Bs menga- Dicr Adm wanita AkuntSI/D3/SMK Makan krm lam ke Wr.Demung Jl. jar Akuntansi & Myob,Max 35th Jl T.Badung XVIII/081238459555 Raya Sibangkaja H:08123913958 Hub.Bapak Pasek(085237021110) B.BP.001.11.17.0000257 B.BP.001.11.17.0000329 B.BP.001.11.17.0000327 Dicr sgr Qs,Pelaksana&Logistik Eml:saka.utama.bali@gmail.com Telp:0361-8476574

B.BP.166.11.17.0000373

Dcr Staff Admin,HRD&Cleaning B.BP.001.11.17.0000371 Cr Cook Helper Waitress Bs.Ing Servis Lamaran Hub 03618473383 B.BP.001.11.17.0000273 Pglm,Hotel Kuta H.081933020298 Dcr Staff Purchasing utk RestoB.BP.001.11.17.0000322 rant ARi Putri Hotel,Jl.Cemara Dcr SPG Toko Globe Max25Th, Jl.Sunset Road dpn Swissbellhotel Br Semawang Sanur 081353222828

BENGKEL LAS

B.BP.001.11.17.0000346

Dicari Draftsman Autocad 3D Hub.PT.Tropical Sanur T.289104

Dcr SPG Min.SMU Max 27Th,Jujur Penampilan Menarik,Rajin, Penempatan Kuta&Nusa Dua Gj1,8Jt Hub Lusi 082144355655

B.BP.001.11.17.0000058

Cari Guru B.Jpg/Ing yg tgl di Sekitar Abianbase 081558981559

Dcr Tkg Sablon+Srabutan(Lk)garment Patih Nambi/085100061049

Informasi pasang iklan Telepon

Djl tnh kav Jl.Pura Demak,Tkd Balian,Buanaraya 0811398086 B.BP.001.11.17.0000349

Hlg BPKB Mtr DK 6643 HA Nosin HB11E-1036027 AN Ni Kt Sorni B.BP.006.11.17.0000338


18

EKONOMI

Kamis Pon, 9 November 2017

Akan Dipelajari, Pola Konsumsi Masyarakat Menengah Atas

Sri Mulyani Indrawati

Jakarta (Bali Post) – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati siap mempelajari pola konsumsi masyarakat menengah atas yang terlihat memberikan peran yang signifikan terhadap konsumsi rumah tangga, sehingga komponen pengeluaran ini hanya tumbuh 4,93 persen pada triwulan III 2017. ‘’Sebetulnya masyarakat atas yang memiliki daya beli, menyimpan uangnya di bank. Ini berarti masalah, apakah mereka berubah dari sisi pola konsumsi dan perubahan itu belum terekam dari seluruh konsumsi yang dicatat BPS? Itu yang kami mau pahami,’’ kata Sri Mulyani, di Jakarta, Rabu (8/11) kemarin. Ia mengatakan saat ini kelompok masyarakat menengah atas memiliki

banyak simpanan tabungan di perbankan karena pertumbuhan tabungan diatas Rp 5 miliar dan jumlah dana pihak ketiga sedang meningkat. Namun, ia belum bisa menjelaskan alasan kelompok masyarakat menengah atas yang terlihat menahan daya beli padahal tingkat kepercayaan konsumen sedang berada dalam kondisi yang tinggi. ‘’Ada yang tidak ketemu di sini. Confidence tinggi, daya beli ada, tapi ada yang tidak terekam di sini. Ini yang harus kami perhatikan. Kami akan terus melakukan pembahasan dan pengawasan,’’ ujarnya. Menurutnya, laju inflasi yang relatif rendah hingga menjelang akhir tahun seharusnya bisa menjadi insentif bagi

masyarakat untuk berbelanja, sehingga konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, pemerintah terus berupaya memberikan bantuan sosial kepada masyarakat menengah bawah yang telah dialokasikan secara rutin dalam APBN agar daya beli tetap terjaga dan pola konsumsi tidak terganggu. Ia mengatakan kelompok menengah bawah terindikasi mengalami gangguan daya beli dalam periode ini karena pertumbuhan upah di tingkat petani sangat rendah, sehingga keterlibatan pemerintah dibutuhkan agar pola konsumsi tetap terjaga. ‘’Presiden telah menginstruksikan agar anggaran yang bisa menciptakan cash yang langsung,

bisa diterima masyarakat, sehingga daya belinya baik, apakah itu melalui PKH ataupun melalui dana desa. Itu harus dilakukan dengan desain agar masyarakat bisa langsung menikmati,’’ ujar Sri Mulyani. Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi triwulan III 2017 mencapai 5,06 persen, yang didukung oleh pertumbuhan ekspor sebesar 17,27 persen serta Pembentukan Modal Tetap Bruto sebesar 7,11 persen. Selain itu, pertumbuhan ekonomi pada periode ini disumbangkan oleh pertumbuhan konsumsi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga sebesar 6,01 persen, konsumsi rumah tangga 4,93 persen dan konsumsi pemerintah 3,46 persen. (ant)


19

Kamis Pon, 9 November 2017

Aliran Kepercayaan Dicantumkan di KTP Jakarta (Bali Post) Para penganut aliran kepercayaan bernapas lega setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan status aliran kepercayaan bisa ditulis di kolom agama pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) maupun Kartu Keluarga (KK). MK mengabulkan permohonan uji materi (judicial review) Undang-undang Nomor 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan (Adminduk) terkait pasal yang melarang pencantuman kolom agama bagi penganut kepercayaan. Dengan putusan MK tersebut, DPR segera menindaklanjutinya mengajak pemerintah melakukan revisi atas UU Adminduk tersebut. ‘’Jadi yang paling mungkin kita merevisi Undang-undang tentang Administrasi Kependudukan. Kita enggak ada upaya lain dengan mengikuti keputusan (MK),’’ kata Ketua Komisi II DPR Zainuddin Amali di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/11) kemarin. Menurut politisi dari Partai Golkar ini, pembahasan mengenai tindak lanjut putusan MK baru akan dilaku-

kan usai masa reses pada 14 November 2017. Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah Komisi II melakukan rapat dengan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo untuk membicarakan teknis pelaksanaannya. Sebagai lembaga negara yang diberi kewenangan membuat undang-undang, penyikapan oleh DPR dan pemerintah dinilai penting, karena putusan MK bersifat final dan mengikat harus dilaksanakan. ‘’Nah teknisnya kami belum tahu. Tentu pihak Kemendagri harus mempersiapkan itu. Nanti kami akan tanya,’’ imbuhnya. Dalam amar putusannya, MK menyatakan bahwa kata ‘’Agama’’ dalam Pasal 61 ayat 10 dan Pasal 64 ayat (2) bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pasal-pasal itu tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat secara bersyarat sepanjang tidak termasuk ‘’Kepercayaan’’. Dengan demikian, penganut aliran kepercayaan memiliki kedudukan hukum yang sama dengan pemeluk enam agama yang diakui

Masyarakat Biasa Dari Hal. 1 Menjelang siang, masyarakat biasa, termasuk teman-teman Kahiyang maupun Bobby juga datang. Resepsi tampak meriah meski antrean undangan membeludak sejak masuk halaman gedung dan terus mengular hingga panggung pelaminan. Bobby Nasution santer jadi pembicaraan publik setelah meminang Kahiyang Ayu, putri kedua Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Bobby merupakan putra dari Erwin Nasution (alm), mantan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (Persero) IV, dan Ade Hanifiah Siregar. Bobby lahir di Medan pada 5 Juli 1991. Bobby mengenyam pendidikan dasar di Pontianak, sedangkan SMP dan SMA di Bandar Lampung. Setelah menamatkan pendidikan menengahnya, Bobby melanjutkan kuliah di Insti-

05.00 Gayatri Mantra

tut Pertanian Bogor (IPB). Tak tanggung-tanggung, ia juga mengambil pendidikan master setelah lulus S-1. Ternyata, ia pernah terjun ke dunia sepak bola. Bobby pernah menjadi manajer di klub Medan Jaya. Sejak 2011, saat berumur 20 tahun, Bobby sudah menjajal bisnis properti. Ia memulai dengan merenovasi rumah untuk dijual kembali. Setelah berkembang ia membangun beberapa rumah hingga akhirnya terlibat dalam proyek Malioboro City di Yogyakarta. Merasa sudah mampu dan memiliki pengalaman, Bobby bergabung dengan perusahan besar properti Takke Group pada November 2016 sebagai Direktur Marketing. Bobby dan Kahiyang Ayu bertemu saat mereka samasama tengah menempuh pendidikan magisternya di IPB. Mereka pun menjalin kasih. Mereka sering belajar bersama. Bobby bahkan sering ikut acara keluarga Jokowi. (ant)

Kamis, 9 November 2017

05.30 Bali Channel Tourist TV 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana Karya Mamungkah Ngenteg Linggih Mapadudusan Agung (2) 06.35 Seputar Bali Pagi 07.05 Bali Channel 07.35 Serial Kartun Krisnha Sudama (3) 08.00 Bali Channel Tourist TV 09.00 Lila Cita Gong Kebyar Anak-anak Penatih (3) 10.05 Lejel Homeshopping 11.05 Bali Channel Tourist TV 12.00 Puja Trisandya 12.05 Dharma Wacana Karya Mamungkah Ngenteg Linggih Mapadudusan Agung (3) 12.30 Berita Siang 13.00 Klip Bali 13.30 PT Dinamika Tiga Pilar Home Shopping

14.00 Klip Bali 14.30 Dialog Interaktif Diskes Prov 15.30 Bali Channel Tourist TV 16.05 Dialog Interaktif Pemulihan Jiwa (Dedy Susanto) 17.00 Nangun Yadnya Karya Padiksan Ring Geria Kelodan Tampaksiring 17.30 Kartun Adi Parwa (1) 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.00 Giliran Anda 19.30 Orti Bali 20.00 Dialog Interaktif Pemulihan Jiwa (Dedy Susanto) 21.00 Bondres Ngakak 21.30 Mahadewi 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Lila Cita Calonarang Maospahit Tatasan (5) 23.00 Berita dan Bincang Terkini 23.05 Lila Cita Calonarang Panjer (2)

pemerintah, dalam memperoleh hak terkait administrasi kependudukan. Selain itu, MK juga memutuskan status penghayat kepercayaan dapat dicantumkam dalam kolom agama di KK dan e-KTP tanpa perlu merinci aliran kepercayaan yang dianutnya. Hal ini untuk mewujudkan tertib administrasi kependudukan mengingat jumlah penghayat kepercayaan dalam masyarakat Indonesia sangat banyak dan beragam. Anggota Komisi II DPRRI TB Ace Hasan Syadzily meminta semua pihak menghormati putusan MK yang bersifat final dan mengikat. ‘’Saya kira keputusan MK harus kita hormati. MK telah memutuskan berdasarkan pada landasan konstitusi negara kita,’’ kata Ace. Dia menilai putusan MK merupakan bentuk pengakuan negara kepada semua warga negaranya yang bukan pada enam agama yang ada saat ini saja. ‘’Semua warga negara Indonesia memiliki hak untuk dilindungi dalam beragama dan berkeyakinan sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing,’’ ujarnya. (kmb4)

Bergaya Barat

Gelar Perkara

Dari Hal. 1

Mereka minum teh sore di Gedung Baoyun, yang juga dikenal dengan sebutan Hall of Embodied Treasures, di sudut barat daya Kota Terlarang. Dibangun pada 1915, Gedung Baoyun adalah bangunan bergaya Barat di bekas kompleks kekaisaran. Gedung itu digunakan untuk menyimpan barang antik, tetapi sekarang berfungsi

Dari Hal. 1

sebagai ruang pameran untuk sejarah museum. Kota Terlarang merupakan bekas kediaman keluarga kekaisaran Cina selama dinasti Ming (13681644) dan Qing (1644-1911), yang juga landmark dan Situs Warisan Dunia UNESCO. Tempat ini mencakup sekitar 72 hektar dengan total luas lantai sekitar 150.000 meter persegi. Demikian diberitakan Xinhua. (ant)

Keputusan Pemecatan Dari Hal. 1 Sebagai tindak lanjut dari keputusan ini, ia dan sejumlah perwakilan DPP Gerindra akan ke Bali menemui pihakpihak terkait, termasuk ke Polda Bali untuk menyampaikan keputusan pemecatan tersebut. Atas dasar pemecatan itu maka Komang Swastika tidak lagi menjabat sebagai pengurus partai, juga sebagai Wakil Ketua DPRD Bali dari Fraksi Gerindra. ‘’Pemecatan sebagai kader secara otomatis menanggalkan jabatan Komang sebagai pengurus partai dan anggota DPRD Bali dari Fraksi Gerindra,’’ kata Habiburokhman, Keputusan ini, menurutnya, sebagai bentuk ketegasan partai terhadap kadernya yang terlibat tindak pidana narkoba. ‘’Ada dua yang paling fatal, pertama

korupsi dan kedua narkoba. Jadi apa pun prestasinya apa pun pengabdiannya kepada partai kalau sudah terlibat dua itu dikalikan nol,’’ tegasnya. Mengenai keberadaan Komang Swastika, ia mengatakan saat ini pihaknya masih berusaha mencari tahu keberadaan Komang yang sudah ditetapkan sebagai buronan oleh kepolisian. ‘’Kami tadi meminta kepada teman-teman yang di Bali bantu mencari ini orang. Di mana yang bersangkutan informasikan kepada kepolisian,’’ ujarnya. Sebelumnya, Polda Bali menggerebek kediaman Komang Swastika, Sabtu (4/11). Polisi menemukan 31 paket sabu-sabu, empat buah bong, tiga pucuk pistol berikut amunisinya, serta enam senjata tajam. Polisi telah menetapkan Komang Swastika sebagai tersangka dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). (kmb4)

Argo menjelaskan bahwa NJOP merupakan nilai penetapan harga lahan, sehingga penyidik akan menelusuri terdapat perbedaan atau sesuai dengan aturan atau tidak. Sebelumnya, anggota Poda Metro Jaya meningkatkan status laporan perkara proyek pulau reklamasi dari penyelidikan ke penyidikan. Berdasarkan hasil gelar

perkara, penyidik mengindikasikan proyek reklamasi Pulau C dan D terjadi penyelewengan anggaran negara. Dugaan penyelewengan anggaran negara itu pada NJOP pengganti di Pulau C dan D yang ditetapkan DPRD DKI Jakarta senilai Rp 3,1 juta per meter. Namun, realisasinya mencapai Rp 25 juta per meter hingga Rp 30 juta/ meter. (ant)

Tenaga Pendidik Dari Hal. 1 Kepala BNPT juga meminta agar perekrutan tenaga pendidik harus benar-benar diperhatikan. Jangan sampai penyebaran radikalisme justru masuk melalui tenaga pendidiknya itu sendiri. ‘’Penyaringan harus benar-benar ketat dalam merekrut tenaga pendidik. Jangan ada ideologi-ideologi lain yang diajarkan dosen kepada mahasiswanya,’’ katanya. Dalam paparannya, Kepala BNPT juga mengingatkan mahasiswa agar pandai memilah dan memilih in-

formasi di dalam era banjir informasi seiring kemajuan teknologi saat ini. Salah satu ekses revolusi di bidang informasi yang membuat dunia tanpa batas adalah tereduksinya semangat kebangsaan. Apalagi di dalam derasnya arus informasi digital itu terdapat pula muatan-muatan yang memecah belah kerukunan dan kesatuan bangsa. ‘’Tentunya dibutuhkan kewaspadaan, rasa nasionalisme yang tinggi untuk dapat memilih dan memilah sehingga kerukunan dalam umat beragama,

kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan eksistensi NKRI dapat kita pertahankan demi kejayaan bangsa,’’ katanya. Kuliah umum itu diikuti mahasiswa dari ITB, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Universitas Lang-Lang Buana, Universitas Sanggabuana, Universitas Komputer Indonesia (Unikom). Hadir pula Wakil Rektor ITB Bidang Administrasi, Umum, Alumni dan Komunikasi Dr. Miming Miharja dan beberapa staf dosen lainnya. (ant)

Proses Persidangan Dari Hal. 1 Ia juga menyebutkan peranan tersangka SCS yakni mengintervensi dalam proses pengadaan KB II Batang Tiga Tahunan Plus Inserter tahun anggaran 2014-2015. ‘’Peranan SCS mengintervensi dalam proses persidangan. Nanti semuanya kita buka dalam proses persidangan,’’ katanya. Dalam kasus itu, penyidik Kejaksaan Agung juga sudah menetapkan tiga tersangka lainnya, YW (Direktur Utama PT Triyasa Nagamas Farma), LW (Direktur PT Djaja Bima Agung), dan KT (pegawai negeri sipil/Kasi Penyediaan Sarana Program/mantan Kasi Sarana Biro Keuangan BKKBN).

Kasus itu bermula saat Satuan Kerja Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB-KR) pada Direktorat Jalur Pemerintah BKKBN Pusat melaksanakan kegiatan pengadaan Susuk KB II/Implant Batang Tiga Tahunan Plus Inserter, dengan pagu anggaran sebesar Rp 191.340.325.000 yang bersumber dari APBN sesuai DIPA BKKBN. Kemudian, pada saat proses pelelangan berlangsung, adanya penawaran harga yang dimasukkan oleh para peserta lelang adalah berada dalam satu yakni PT Djaya Bima Agung yang juga sebagai peserta lelang sehingga harga-harga tersebut adalah harga yang tidak wajar dan menyebabkan rendahnya tingkat kompetensi. (ant)

Nakula dan Karna Bertarung Sangat Sengit

Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Empat Puluh Enam)

Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.

KARNA mengucapkan kata-kata tidak kurang sengitnya kepada Nakula yang sebelumnyamenantang putra Suta itu. ‘’Bertarungkan dengan prestasi terbaikmu. Aku sekarang akan memadamkan kesombonganmu,’’ demikian kata Karna kepada putra Pandu itu. Putra Suta itu kemudian dengan cepat menyerang Nakula memakai tiga dan selanjutnya 70 batang panah. Demikian Nakula diserang putra Suta itu sebagai balasan Nakula melesatkan 80 batang panah. Anak panah itu menyerupai ular-ular berbisa dan dayanya mematikan. Karna, ksatria panah yang hebat, setelah memotong busur musuh lawannya dengan sejumlah anak panah bersayap dari emas yang diasah di atas batu itu selanjutnya membuat menderita Nakula memakai 30 batang anak panah. Panah-panah itu menembus melalui baju zirahnya kemudian meminum darahnya seperti para naga berbisa yang mematikan meminum air. Dan selanjutnya panah itu menembus bumi. Kemudian Nakula mengambil busur lainnya yang lebih hebat. Punggung busur itu dihiasi emas. Kemudian menyerang Karna me-

makai 20 batang anak panah. Serangan Nakula itu diarahkan kepada sais kereta dengan 3 anak panah. Selanjutnya, oh baginda, pembantai musuh-musuh dipenuhi kemarahan dan Nakula memotong busur Karna dengan sebuah panah berkepala seperti pisau cukur. Anak panah itu tajamnya luar biasa. Sambil tersenyum beberapa saat, putra Pandu yang gagah perkasa itu menyerang Karna yang tanpa busur. Sebanyak 300 anak panah dipakai membidik ksatria terbaik kereta itu Setelah menyaksikan Karna dirundung kesedihan oleh serangan gencar yang dilakukan putra Pandu itu, semua prajurit kereta di sana bersama dewa-dewa yang berada di langit dipenuhi keheranan yang besar. Kemudian putra Vikartana itu mengambil busur lainnya. Karna menyerang sangat sengit Nakula memakai lima batang anak panah. Serangan itu ditujukan ke persendian bahunya. Dengan anakanak panah yang menancap, putra Pandu itu kelihatan gemerlapan seperti matahari dengan sinarsinar sendiri saat memancarkan cahayanya di bumi. Selanjutnya Nakula meny-

erang Karna dengan tujuh batang panah. Sekali lagi, oh tuan, memotong salah satu dari ujung busur Karna. Putra Suta itu setelah mengambil sebuah busur yang lebih kuat, memenuhi langit di setiap sisi Nakula bertebaran anakanak panah terbaiknya. Prajurit kereta perkasa Nakula itu tibatiba diselubungi anak-anak panah yang ditembakkan dari busur Karna. Tidak mau kalah, Nakula dengan cepat memotong semua panah milik Karna itu. Kemudian langit terlihat ditutupi sejumlah besar anak panah. Tampak seperti pemandangan yang disajikan langit ketika dipenuhi banyak sekali kunang-kunang yang bergerak kesana ke mari. Sungguh, langit itu diselubungi ratusan anak panah yang ditembakkan kedua prajurit itu. Seolah-olah, oh Baginda, ditutupi rombongan-rombongan belalang. Anak-anak panah yang keluar berulang-ulang itu dihiasi emas. Terlihat seperti sebuah garis berkesinambungan. Nampak indah seperti barisan burung-burung bangau ketika terbang melintasi langit. Ketika langit ditutupi hujan anak-anak panah, dan matahari itu

sendiri tersembunyi dari pandangan. Tidak ada makhluk terbang di angkasa dan turun ke bumi. Ketika semua sisi ditutupi hujan anak-anak panah, kedua prajurit berbudi luhur itu kelihatan gemerlapan seperti dua buah matahari yang muncul pada akhir yuga. Dibantai panah-panah yang keluar dari busur Karna itu, para keluarga Somaka, oh baginda , menderita kesakitan. Mereka mulai menarik napas terakhirnya. Para prajurit paduka itu diserang dengan panah-panah oleh Nakula. Akibatnya para ksatria itu bubar ke segala sisi, oh raja, seperti awan-awan digoyang oleh angin. Kedua bala tentara itu dibantai oleh kedua prajurit itu dengan kekuatan panah-panah

surgawi mereka. Tidak sedikit para prajurit itu kemudian mundur dari jarak jangkauan anak-anak panah. Banyak prajurit menonton pertarungan sengit itu. Ketikakedua bala tentara dibubarkan oleh panah-panah Karna dan Nakula, kedua ksatria berbudi luhur itu mulai saling menyerang dengan sengit antara satu dengan lainnya. Terjadi hujan-hujan panah-panah di kedua kubu. Setelah menunjukkan senjata-senjata surgawi mereka di medan pertempuran, mereka dengan cepat saling menyelubungi satu dengan lainnya. Masing-masing dengan cepat menginginkan merancang kehancuran lainnya. (bersambung)

Sloka 16. 16 Aneka-citta-vibhranta moha-jala-samavrtah prasaktah kama-bhogesu patanti narake ‘sucau Dibingungkan oleh berbagai kecemasan seperti itu dan diikat oleh jala khayalan, ikatan mereka terhadap kenikmatan indria-indria menjadi terlalu keras dan mereka jatuh ke dalam neraka.


16 Pages

208 Number 9th year

Price: Rp

L O N A A T I E R N I N T

3.000,-

st.co.id e-mail: info_ibp@balipo st.com. ernationalbalipo

.com. http://epaper.int nationalbalipost

L O N A A T I E R N I N T

Indonesian President Joko Widodo’s daughter marries with grand procession

online: http://www.inter

r 9, 2017

, Novembe Thursday

Thursday,

November

9, 2017

ig explores Greta Gerwes of growing complexiti Bird’ up in ‘Lady

in limwhich opened The film, last week and will this - “Why won’t ited theaters U.S. theaters You prom- roll out in more LOS ANGELES the solo directing Lady Bird? the She carved you call me would.” That is month, marks you Gerwig, 34. and filmised that into actor one day debut of co-writing and starring Peter Nicholls as REUTERS/ line that popped a career darlings such Gerwig’s head in London, and 2012’s maker Greta to become the opening in independent at The College, photocall, and went on the precocious teen- 2010’s “Greenberg” from Justice League statement of her directorial debut, “Frances Ha.” has already garers at the “Lady Bird” praise and early age heroine for photograph wrote “Lady Bird.” cast poses nered critical in a way, 4, 2017. lens The “Lady Bird, told Reuters on awards buzz. Britain November has this unique Gerwig “She just world,” actor Beanie herself,” girl, the Sunday. like, ‘Who is this Lady Bird’s of seeing (people) Feldstein, who plays of Gerwig. “I was said It’s girl who makes that she who’s this a different name?’ like best friend Julie, much sense call her by things where it’s was “It makes so because that lens has in one of those the character as I were to direct in her acting and I discovered always existed played by her writing.” writing.” Gerwig explores character, girl The titular In “Lady Bird,” of her heroine’s a teenage of is side Saoirse Ronan, from her frusthe complexities “on the wrong growing up in Sacramento, Cali- various relationships, a cash-strapped school living in the tracks” Catholic as trationsto the endearing connection s might of her fornia, attending home innocence with her identity of super-villain“Justice graduating with Julie and the and wrestling the clutches out life after forthcoming refrom to the figures City love. of she she wanted that first school. but the cast and Gotham of people” Gerwig said from high to make a movie caped crusader film critics. review aggre“when how home flect a “kaleidoscope - Saving Metropolis “I wanted ifying foe: rating on film life because home, and LONDON for the average was about you only understand in Lady Bird’s have to feel like pressure another equally-terr from percentsite Rotten Tomatoes. DC gation no transition entry in the leaves, you entire com- be enoughfilm also face is something leaving,” said Gerwig, “I had almost because I finishedI and she really leaving an Another recent“Suicide Squad,” League” when you’reup in Sacramento day she’s Woman 2016’s poor critical franchise, the latest instalment Wonder and the next who grew letter to her home town munity.” (rtr) The film is comics stable of Wonder Woman working on Jus- opened to an equally around $745 DC with pens a love to start and took from the office. went to set she told Reuters. reception, - a series which, in “Lady Bird.” global box super-heroesexception of this sumtice League,” in the character million at the totals are not insubhas met “I was alreadyto serve the story the notable While both dwarfed by MarWoman”, critical I only had of every scene and stantial, they are Avengmer’s “Wonder than positive the and - 2012’S “The Age of with a less has failed to match and the context be there and serve vel’s big hits “Avengers: response and rival Marvel’s biggest just you knowvision.” and 2015’s took $1.5 billion of the ers” box office offerings. the director’swas hopeful for “I Ultron,” which respectively. Momoa super-hero features a host of major however $1.4 billon telling Reuters stars what andAudiences in 2017, Woman,” The film film’s prospects, and box office the fans enjoy and I that “Wonder Batman, to characters hope as DC $80 million warmed Ja- really (Snyder, the director) Ben Affleck than grossed over including as Wonder Woman, Ezra Zack done with Aquaman.” 2016’s which at the U.S. box office Gal Gadot as Aquaman and as well at both have film’s predecessor,Dawn of more of Justice,” garnerThe son Momoa Flash. Gadot won sucVs. Superman:over $870 “Dawn a hit with critics, Miller as the Tomatoes “Batman and box office grossed just box office proving percent Rotten 92 critical plaudits Woman”, which a Justice,” ing and the global (rtr) cess for “Wonder million at to film revenue website by Patty Jenkins, 27 score. was directed that the experience received a the according Mojo, but she is confidenthelped her reprise Box Office from that film“Justice League”. Kelly 106 Dps in Puputan No. REUTERS/Andrew character

gue” must “Justice Lea critics battle film ains vill as well as

Actress

Greta Gerwig

You can

Scret 10 Malaika Sari Kuta Jl. Bakung 11 Snack Shack Lokal Jl. Pantai Kuta 12 Warung Club Tanduk 1 Kuta Beach the Coffe Bear Jl. Camplung 13 Cokro Cafee Kuta Sari Kuta 2 Wen Dys Hotel Jl. Bakung 14 T.J.Bar Paradiso Bali 3 Seminyak Legian Kuta Jl. Padma 15 J & N Kebab Resort&Spa 23 4 Ramayana Bar 16 Goanna Legian Resort&Spa Jl. Doble Six/Werkudara No. 51 5 The Lokha Emtertaiment 17 Batu Jimbar Jl. D.Tamblingan Sanur Live Sport Cafee 6 66 Corner No.126 A 18 Ramayana Grill 140 Jl. D.Tamblingan 7 Leghawa Jl. D.Tamblingan dan Restoran 8 Retno Barr 9 Elkomedor

find Internati

onal Bali

Cafee 19 Smirnof No 68 Jl. D.Poso 20 Legwa Hotel No. 50D Cafee Jl. D.Poso 21 Nu Laser No. 39 Book Jl. D.Poso 22 Ganesa Sanur Jl. D.Poso 23 All For Daiving Sanur Jl. D.Poso 24 Barocca Sanur Jl. D.Poso 25 Lantern Sanur Jl. D.Poso 26 Shearlock Sanur 27 Cafe Degan Jl. D.Tamblingan Jl. D.Tamblingan

Post at:

Jl. Raya No 148 Mandala Renon Renon Kopi Made Jl. Raya Niti 148 Sanur 28 Manan Mandala No. Jl. D.Tamblingan Sanur 29 Dimsum Jl. Raya Niti Yamin No.18 Jl. Mohamad Jl. D.Tamblingan Sanur 30 Furama No.88 Renon Subah Renon Jl. Merdeka Jl. D.Tamblingan Sanur 31 Warung Denpasar khas Gilimanuk Wuruk 184 Jl. Hayam Jl. D.Tamblingan Sanur 32 Ayam Betutu Jl. D.Tamblingan 33 Bali Bakery 17 DKerobokan Jl.Petitenget 17E Kerobokan Jl.Petitenget Klod 17C Kerobokan Klod Jl.Petitenget 9 Kerobokan Jl.Petitenget

Antara Foto/Maulana

Surya/ via

REUTERS

Bobby NasuNovember

new son-in-law R), their Java, Indonesia Ayu (3rd Central Kahiyang in Solo, daugher with their wedding ceremony the (2nd L) pose (R) during Widodo lady Iriana Irwin Nasution (L) and first R) and uncle Joko Widodo Siregar (2nd President Hanifah Foto. Indonesia’s and his mother by Antara L) tion (3rd this photo taken 8, 2017 in

o Widodo’s President Jok sion Indonesian s with grand proces rrie daughter ma

will “The President hand in maron Wednesday. daughter’s t Jusuf want to celebrate. give his for the “We also for them,” said Mr riage, while Vice-Presiden act as witness happy seller at year before dated for a this year.A We are 62, a vegetable 40 fel- Kalla willCoordinating Economic as witJune Sarwono, and about bride and (Nov Agriculture, engaged in be held in a wet market. He a huge tumpeng Minister Darmin Nasution, wedding on Wednesday Joko getting reception was a bought groom,” said gathered wedding low traders while holding ness for the Quirinto Endy. of dignitariesof Indonesian President 6 ate together the evening. held at Mr Joko’s coordinator to page him they prayer. SOLO - Dozens Java in Indonesia. The ritual, reception Continued the marriage Solo, saw and hope the for the private residence in pour flower- mass will in Solo, Central 8) to celebrate “We pray also be heard as witness the couple offidaughter Lady Iriana News can daughter, runs smoothly andthey are grandat Global - who acted Widodo’s government as and First over their daughin “Bali Image” from 9.30 until - and other who as well 96.5 infused waterother family members be together Ayu, the only is also bride Sarwono, Radio FM am. Listen to also present, Kahiyang added Mr On Tuesday - who cials were 80 foreign ambassadors followed by until 10.00 FM at http:// president Bobby name. relatives. were parents,” than ter of the om and close Global Radio called Mido’s more goes by one Jokowi - married of Solo residents deten2myradio.c street in a procession known as Hundreds in her father and diplomats.here to congratulate at http:// along the Kutai night, in groom’s family will globalfmbali.lis at 9am streaming home. “We come the groom as well as already waiting http:// Afif Nasution in Jalan dareni, the in a ceremony or live video ali.com and to the bride’s their li. hometown The bride and groom, the bride and his wife to the dowry Jakarta Post, the We hope Ja- front of the residence radioglobalfmb nel/global-fm-ba the Mr Joko andmembers of liver or to The local time. their families, made President Jokowi. ustream.tv/chan Utara for ceremony, last forever,” 1,200 sup- According along with to the Graha Saba marriage will at 8 am Agus Harimurti arrive. About group that for Islamic solemnisation will take place Solo their way in a lavish wedding karta Post reported Susilo Bam- Projo, a volunteer in nikah, of also son akad are the Mr Joko, Buana Hall through the streets Yudhoyono, as saying. 26 ports procession eight horse-drawn bang Yudhoyono,who are both of the celebration. Institute The couple, which includedpolice and soldiers at Bogor chariots andtraditional attire.ndo- and students dressed in President Jusuf Kalla Vice nesian

balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

Kamis Pon, 9 November 2017

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Di India, SD Diliburkan karena Polusi “Ketika pertama kali datang ke Delhi pada 1984, udara di kota ini sangat bersih. Namun sekarang, ketika saya berangkat kerja pukul 04.00 pagi, saya hampir-hampir tak bisa melihat apa-apa,” kata Jeevanand Joshi, seorang penjual teh pinggir jalan. Ia mengatakan bukan kabut yang menyelimuti kota, namun asap yang membuat orang-orang sakit. Asosiasi Medis India mendeklarasikan darurat ke-

sehatan publik dan meminta pemerintah untuk menanggulangi persoalan ini. Sedangkan Badan Polusi Lingkungan India memperingatkan bahwa kemungkinan terburuk akan terjadi dalam hari-hari ke depan. Di saat kemarahan publik meningkat, Pemerintah Delhi memerintahkan penutupan semua sekolah dasar pada Rabu. “Kami telah memutuskan untuk menutup sekolah dasar pada hari ini dan akan

mengevaluasi situasi per jam untuk melihat apakah penutupan perlu diperpanjang,” kata Wakil Menteri Kesehatan India, Manish Sisodia. Hampir 2 juta siswa tercatat duduk di bangku SD, menurut data pemerintah pada 2015. Seluruh aktivitas luar ruangan juga dilarang di ibu kota dengan 6.000 sekolah tersebut sementara tingkat polusi di kota itu masih sangat tinggi. Kota berpenduduk 20 juta

ini kerap kali menduduki posisi pertama dalam hal polusi udara, mengalahkan Beijing. Sejak 2014, ketika WHO telah memperingatkan adanya krisis udara bersih, pemerintah sudah berupaya untuk menutup sementara sejumlah pembangkit listrik dan meminimalkan jumlah kendaraan yang berlalu lalang di jalan. Namun, langkahlangkah itu memiliki efek yang sangat kecil. Kualitas udara Delhi makin buruk memasuki musim dingin karena udara dingin menyebabkan polutan terperangkap di dekat permukaan tanah. Fenomena ini disebut inversi. (iah/afp)

Rey Rock

format solo maupun bergrup sama-sama mempunyai kenikmatan dan tantangan tersendiri dalam berkarya musik. Rey mengusung genre rock alternatif. Ia berpendapat bahwa musik rock alternative di Bali saat ini berkembang sangat pesat, terutama di kalangan anak muda Bali. Meskipun sebagai pendatang baru, ia optimis dengan hasil karya musik yang diciptakannya bisa menghibur masyarakat luas. Apalagi, dengan single “Mancing” ini sebagai bentuk nyata keseriusannya dalam berkarya. Bahkan, ia berencana untuk segera merilis video klip dari single terbarunya itu. “Walaupun karya saya belum sempurna dan tentunya harus banyak belajar dari para senior musik di Bali, saya berharap karya saya ini bisa menghibur masyarakat Bali,” ujar Rey, Rabu (8/11) kemarin. Rey Rock mulai berminat dengan dunia musik sejak

masih kecil dengan memainkan alat musik gitar. Bahkan, waktu itu ia masih meminjam gitar dari temannya. Namun, karena keseriusan dan niatnya yang tinggi untuk menekuni instrumen gitar,

akhirnya ia menyisihkan uang jajan selama sebulan untuk membeli dan memiliki satu gitar. Berawal dari sanalah ia mulai menyalurkan minat dan hobinya di musik dengan menciptakan lagu sendiri. (win)

New Delhi (Bali Post) -

Kota Delhi meliburkan seluruh sekolah dasar (SD) pada Rabu (8/11) kemarin karena polusi yang levelnya mencapai 70 kali dari level aman yang diperbolehkan WHO. Kabut berwarna abu-abu menutupi sejumlah jalan-jalan di ibu kota India yang merupakan kota paling berpolusi di dunia.

Terus Berkarya

Setelah sukses merilis mini album “Reuni” pada 2016 lalu dan memperkenalkan single “Anggap Bli Mati” pada bulan Mei lalu, kini Rey Rock kembali menghadirkan single teranyarnya. Judulnya “Mancing”. Single ini dipersembahkan sebagai karyanya di pengujung tahun ini. Sekaligus sebagai bukti bahwa dirinya akan terus berkarya di belantika musik Bali. Rey Rock mengawali kariernya dengan format band, namun dua tahun belakangan ia memilih bersolo karier. Ini dilakukan untuk mencari suasana baru. Sebab, bagi penyanyi asal Tangeb, Kapal-Badung ini, baik

Rey Rock

Bali Post/ist

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, (0361) 233801 Facsimile: 227418

Bali Post/afp

ASAP - Seorang pria menyapu di pinggir jalan yang ada di New Delhi meski kota diselimuti asap tebal.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 09 Nopember 2017 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu