Skip to main content

Edisi 01 Maret 2018 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 184 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

kamis kliwon, 1 maret 2018

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

Ba’asyir Disetujui Berobat ke RSCM Jakarta (Bali Post) – Ustad Abu Bakar Ba’asyir mengajukan permohonan untuk berobat ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). Permohoan itu pun sudah disetujui Dirjen Pas Kementerian Hukum dan HAM. Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen PAS Kementerian Hukum dan HAM Ade Kusmanto mengatakan Dirjen Pemasyarakan (PAS) telah menyetujui permohonan berobat. “Rujukan berobat ke RSCM Ustad Abu Bakar Ba’asyir disetujui oleh Dirjen PAS dan untuk pelaksanaanya berkoordinasi dengan BNPT dan Densus 88,” kata Ade Kusmanto kepada Antara di Jakarta, Rabu (28/2) kemarin. Dia mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil telaah medis bahwa Ustadz Ba’asyir didiagnosis menderita sakit CVI (chronic venous insufienci), yaitu keadaan kelainan pada pembuluh darah vena. “Dan tindak lanjut perawatannya dapat dilaksanakan di RSCM dengan berkoordinasi dengan BNPT dan Densus 88,” ujarnya. Dia menjelaskan bahwa sesuai dengan PP 32 Tahun 1999 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga binaan pemasyarakatan pasal 14 ayat (1) bahwa setiap narapidana dan anak didik pemasyarakatan berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang layak. Hal. 19 Dokter Lapas

Bali Post/rtr

BOM BALI - Korban Bom Bali Chusnul Khotimah berdiri di belakang Menkopolhukam Wiranto saat berbicara dalam sebuah pertemuan antara mantan militan dan korban di Jakarta, Rabu (28/2) kemarin.

Korban Bom Bali Bertemu Mantan Teroris Jakarta (Bali Post) – Untuk pertama kalinya, mantan teroris dipertemukan dengan korbannya. Dari puluhan korban aksi pengeboman yang dihadirkan, beberapa di antara merupakan korban Bom Bali. Pertemuan ini digagas Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto menyatakan langkah ini merupakan yang pertama di dunia. Acara yang berjatuk ‘‘Silaturahmi Kebangsaan Mantan Napi Teroris dengan Korban’’ dilangsungkan di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (28/2) kemarin. Menurut Wiranto, bukan hal mudah untuk mempertemukan para mantan teroris dan korban. Butuh waktu yang panjang untuk prosesnya. Dia menegaskan, ini terobosan pe-

Abu Bakar Ba’asyir

merintah Indonesia untuk mencegah terorisme. Hal ini akan menjadi contoh bagi penanganan teroris di seluruh dunia. ‘’Hari ini kami sangat bahagia. Apa yang dilakukan hari ini akan saya gembar-gemborkan pada semua teman saya di luar negeri,” katanya. Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan menawarkan pelatihan wirausaha produktif dan pelatihan

Bupati Kutai Terima Rp 2,3 M

vokasi di Balai Latihan Kerja (BLK) kepada para mantan narapidana teroris dan korban teroris. Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri dalam acara Silaturrahim Kebangsaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (Satukan NKRI) yang mempertemukan 124 mantan narapidana teroris dengan para penyintas di Jakarta, Rabu kemarin, mengatakan secara prinsip ada dua program yang bisa dikontribusikan kepada para napi teroris dan penyintas, yaitu pertama membantu dengan seperangkat keterampilan agar bisa berwirausaha produktif. “Kami bisa siapkan seperangkat bantuan untuk mengembangkan wirausaha produktif, mulai dari pelatihan,

permodalannya hingga pembinaannya. Misalnya mereka bisa ikut pelatihan berbasis teknologi informasi (TI), teknik, fashion sehingga bisa langsung mandiri,” kata Hanif. Sementara kedua adalah program pelatihan kerja atau pelatihan vokasi yang dilaksanakan di 301 BLK di seluruh Indonesia yang menyediakan banyak pelatihan vokasi dengan berbagai jurusan keahlian. “Siapa pun bisa ikut pelatihan, termasuk napi teroris dan penyintas teroris yang menderita kecacatan. Inklusivitas pelatihan kerja sudah diterapkan di lingkungan Kemnaker,” ujar Menaker. Hal. 19 Penyandang Disabilitas

Mantan Wali Kota dan Wali Kota Kendari Diperiksa KPK

Jakarta (Bali Post) – Ada uang senilai Rp 2,31 miliar dari para perusahaan pemohon Surat Keputusan Kelayakan Lingkungan (SKKL), Izin Lingkungan dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang disetorkan kepada Bupati Kutai Kertanegara Rita Widyasari sepanjang 2014-2017. Hal. 19 Dampak Lingkungan

Kendari (Bali Post) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan melanjutkan pemeriksaan mantan Wali Kota Kendari Asrun dan Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra dari Kendari ke Jakarta. Hal itu diambil setelah dilakukan pemeriksaan sejak sekitar 06.00 Wita sampai 19.30 Wita di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sultra, Rabu (28/2) kemarin. Asrun dan Adriatma dibawa KPK ke Jakarta bersama mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kendari, Fatmawati Faqih, kemudian dua PNS lingkup Pemkot Kendari, salah seorang pengusaha bersama staf pengusaha. Asrun dan Adriatma diterbangkan dari Kendari menggunakan penerbangan terakhir yakni sekitar pukul 20.00 Wita menuju Ja-

Rita Widyasari

Bali Post/ant

DIPERIKSA - Calon gubernur Sulawesi Tenggara 2018-2023 Asrun turun dari ruang penyidik Polda Sultra usai diperiksa penyidik KPK, untuk langsung diterbangkan ke Kantor KPK di Jakarta, dari Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (28/2) kemarin.

karta dengan pengawalan dari tim Penyidik KPK. Belum diketahui pasti terkait kasus apa yang menimpa Asrun dan Adriatma yang merupakan bapak dan anak tersebut sehingga diperiksa oleh KPK karena sampai kini belum ada keterangan resmi dari KPK. Sebelumnya, Asrun dan putranya yang saat ini menjabat Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra, diperiksa tim KPK di Polda Sultra, Rabu kemarin. Bersama Asrun dan Adriatma, terdapat lima orang lainnya, di antaranya, pengusaha pemilik distributor cat di Kendari, sekuriti, serta, dua orang perempuan. Informasi yang dihimpun, pengusaha yang belum diketahui namanya itu, tiba di Polda Sultra Selasa (27/2) sekitar pukul 22.30 Wita. Sedangkan Adriatma dan Asrun tiba di Polda Sultra Rabu (28/2) sekitar pukul 05.50 Wita. Keduanya tiba di Polda Sultra melalui pengawalan sejumlah penyidik KPK RI. Kabid Humas Polda Sultra AKBP Sunarto membenarkan terkait informasi pemeriksaan Wali Kota Kendari dan mantan Wali Kota Kendari dua periode itu. “Silakan tanya Humas KPK, silakan tanya Humas KPK,” ujar AKBP Sunarto. (ant)

Grup Penyebar Ujaran Kebencian

Pengikut MCA Ratusan Ribu Akun Jakarta (Bali Post) – Grup penyebar ujaran kebencian dan kabar palsu di media sosial, MCA, memiliki jumlah pengikut ratusan ribu akun medsos. Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol. Fadil Imran di Jakarta, Rabu (28/2) kemarin, menjelaskan bahwa di media sosial, kelompok ini rutin menyebarkan postingan foto video dan berita palsu berisi penghinaan, fitnah dan pencemaran nama baik terhadap pemimpin dan para pejabat negara. “Mereka rutin memposting penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap Presiden Jokowi, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, pejabat pemerintah dan anggota DPR,” kata Fadil. Kelompok ini juga kerap memposting hal-hal bernuansa SARA di medsos, termasuk isu provokatif tentang penyerangan terhadap ulama dan kebangkitan PKI. “Contoh postingan yang paling banyak meresahkan masyarakat yakni penculikan ulama,” katanya. Menurutnya, jajarannya kini masih mempelajari cara kerja grup MCA ini.

Dari hasil penyidikan sementara, grup MCA ini merupakan grup terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung. Sejauh ini, grup MCA di jejaring sosial Facebook beranggotakan 102.064 akun anggota dengan 20 orang admin. “Akun MCA United ini sebagai wadah penampung postingan dari member MCA yang berupa berita hoax, video dan gambar provokatif untuk disebarluaskan,” katanya. MCA ini memiliki grup yang lebih kecil yakni Sniper Army Team. Para anggota tim ini termasuk di antaranya enam tersangka yang ditangkap polisi. Kelompok Sniper Army terdiri dari 177 anggota yang tugasnya melakukan repor terhadap akun lawan agar akun lawan diblokir atau tidak bisa diakses lagi. Selain itu, Sniper Army juga melakukan kontranarasi terhadap kelompok lawan. “Adminnya adalah mereka ini enam tersangka yang ditangkap,” katanya. Di atas Sniper Army Team, terdapat kelompok inti yakni Cyber Moeslim Defeat Hoax yang grupnya bersifat sangat tertutup. Jumlah anggota kelompok ini

145 anggota dan mereka berkomunikasi melalui aplikasi Zello. “Tugas anggota Cyber Moeslim Defeat Hoax ini membuat setting opini dengan membagi berita ke sosmed secara masif, serentak, dan bergelombang,” katanya. Sementara di atas Cyber Moeslim Defeat Hoax, ada The Family Team Cyber yang merupakan grup tertutup dan beranggotakan sembilan orang. “Wadah grup ini berisi orang-orang yang berpengaruh di dalam grup-grup lainnya untuk mengatur, merencanakan sebuah berita agar dapat diviralkan secara terstruktur,” katanya. Polisi kini masih mengejar ‘‘otak’’ di balik MCA yang berinisial TM. TM juga diketahui merupakan anggota The Family Team Cyber. Sebelumnya, penyidik Siber Bareskrim menangkap enam orang anggota MCA di sejumlah lokasi yang berbeda yakni Muhammad Luth (40) ditangkap di Tanjung Priok, Jakut; Rizki Surya Dharma (35) di Pangkalpinang; Ramdani Saputra (39) di Bali; Yuspiadin (25) di Sumedang; Ronny Sutrisno (40) serta Tara Arsih Wijayani (40). (ant)

Bali Post/ant

PROVOKATIF - Tim Siber Bareskrim Mabes Polri menghadirkan tersangka saat merilis pengungkapan sindikat penyebar isu-isu provokatif di media sosial, di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/2) kemarin. Siber Bareskrim Polri menangkap enam orang yang tergabung dalam grup WhatsApp The Family Muslim Cyber Army (MCA) dan tersangka kasus ujaran kebencian.


denpasar

2

Kamis Kliwon, 1 Maret 2018

figur Perlu Garansi Pemerintah BERBAGAI upaya telah dilakukan pemerintah untuk pemulihan pariwisata Bali pasca-erupsi Gunung Agung. Salah satu yang dianggap sangat penting adalah adanya garansi dari Pemerintah Provinsi Bali jika sewaktu-waktu bencana serupa kembali terjadi hingga disertai penutupan bandara. Artinya, perlu ada jaminan pemerintah bahwa wisatawan asing tidak terlantar jika terjadi musibah hingga penutupan bandara. Harapan itu disampaikan anggota DPRD Denpasar I Putu Oka Mahendra, S.E., Rabu (28/2) kemarin. Dikatakan, wisatawan umumnya tidak takut dengan adanya erupsi, karena hal itu biasa terjadi di semua lapisan dunia. Namun, yang diperlukan adanya jaminan dari Pemprov Bali, utamanya Dinas Pariwisata jika nantinya erupsi kembali terjadi. Khususnya, bila disertai dengan penutupan bandara. Garansi ini untuk memberikan rasa aman bagi wisatawan, sehingga mereka tidak ragu datang ke Bali. ‘’Melalui garansi letter ini diharapkan para wisatawan yang datang ke Bali tidak sampai telantar, jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Tentu untuk memberikan jaminan ini, pemerintah mesti berkoordinasi dengan stakeholder, mulai dari Asita, PHRI, Organda dan lain-lainnya. Artinya, jika terjadi bencana hingga disertai penutupan bandara, wisatawan yang memang masa tinggalnya berakhir, tetap mendapatkan pelayanan terbaik dan tak sampai terlantar. Dengan adanya jaminan seperti ini, kami yakin pariwisata Bali akan segera pulih,’’ ujar wakil rakyat yang juga pelaku bisnis rafting ini. Dia menambahkan, penurunan status Gunung Agung merupakan momentum yang positif untuk membangkitkan pariwisata Bali. Pihaknya berharap kondisi ini akan terus terjadi. Namun bencana alam memang tidak bisa diprediksi. Karena itu, pihaknya berharap adanya kebijakan pemerintah yang bisa menciptakan rasa aman bagi wisatawan. (ara)

Karnaval dengan Bahan Daur Ulang

Meriahkan Bali Mandara Nawanatya

Denpasar (Bali Post) Tahun ini, Pesona Budaya Bali Gelar Seni Akhir Pekan Bali Mandara Nawanatya III kembali digelar mulai tanggal 3 Maret mendatang. Seperti tahun lalu, event budaya ini akan dimeriahkan dengan pawai budaya “Bali Art Carnaval”. Menariknya, karnaval yang mengambil start dari depan Jayasabha hingga Art Center ini menampilkan berbagai kostum dari bahan daur ulang. “Tak kurang 100 seniman akan menampilkan berbagai kostum karnaval hasil rancangan para desainer dengan bertemakan “Tri Buana Kertih” atau keharmonisan tiga lapisan semesta,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha, di Denpasar, Rabu (28/2) kemarin. Menurut Beratha, Bali Art Carnaval dimulai pukul 15.00 Wita, Sabtu (3/3) mendatang. Selain diikuti seniman-seniman muda Bali, undangan kehormatan dari luar daerah juga turut berpartisipasi. Di antaranya, Yayasan Penggak Men Mersi, SMA Bali Mandara, Kisrama Production-Singaraja, Fortuna ManagementSingaraja, Komunitas Seni Pancer Langiit dan Banyuwangi Ethno Carnaval. “Para peserta menggunakan bahan daur ulang seperti kertas dan koran bekas, plastik dan sebagainya. Hampir sebulan sebelum pawai, Disbud telah menggelar workshop tentang pembuatan kostum karnaval,” jelasnya. Bahan daur ulang, lanjut Beratha, ditampilkan pula dalam pameran seni rupa yang berlangsung selama Bali Mandara Nawanatya. Sesuatu yang terbilang spesial di tahun ketiga ini dipersembahkan seniman Sanggar Jepun Putih. Para seniman menggunakan sampah plastik sebagai lukisan dengan mengangkat tema “Sampah sebagai Inspirasi Karya Lukis”. Karya yang terbilang unik ini ditampilkan pada bulan Maret, April dan Mei. “Sementara pada September, Oktober dan November akan ditampilkan karya dari bahan kolaborasi semua media sampah yang dikemas secara harmonis,” paparnya. Beratha menambahkan, pawai juga diisi lomba kostum karnaval yang diikuti perwakilan dari SMA/SMK di Bali. Disemarakkan pula dengan musik pengiring yang dibawakan sekitar 100 orang dari Sekaa Okokan Brahma Diva Kencana, Tabanan, Marching Band Suara Smansa Denpasar dan Sekaa Baleganjur “Babaiswara” Komunitas Seni Pancer Langiit. Setelah pawai, Bali Mandara Nawanatya selanjutnya dibuka secara resmi di Panggung Terbuka Ardha Candra oleh Gubernur Bali pukul 19.30 Wita. Pembukaan akan diisi pagelaran opera komedi “Dunia dalam Cerita” kolaborasi seniman muda Bali dengan Sanggar Kini Berseri. Bali Mandara Nawanatya akan berlangsung hingga 8 Desember 2018. “Di samping pentas seni tematik bulanan, setiap Jumat juga diisi dengan workshop, lomba seni, pentas seni TK/PAUD dan SD serta gelar kreativitas seni pelajar,” imbuhnya. Pentas seni tematik seperti biasa diadakan setiap Sabtu dan Minggu. Setiap bulannya mengusung tema berbeda, di antaranya parade musik (Maret), parade janger kreasi (April), parade teater (Mei), parade cak modern (September), gelar kreativitas seni mahasiswa (Oktober) dan Bali Creative Performance (November). (kmb32)

081 337 032 965, (0361) 819446

FM 96,5

Topik : Ditemukan 112 Kasus HIV Baru, Didominasi Pria Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail

: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com

ANGKUTAN UMUM - Beberapa sopir angkutan umum menunggu penumpang di Terminal Ubung, Denpasar. Angkutan umum khususnya Angkot, di beberapa terminal di Kota Denpasar makin sedikit yang beroperasi. Hal ini diakibatkan minimnya minat warga kota memanfaatkan transportasi umum dalam bepergian.

Mantan Kadis Kominfo dan Koordinator Terminal Manuver Gilimanuk Diadili

Jaksa Beber Bagi-bagi Duit Retribusi

Denpasar (Bali Post) Lantaran diduga terlibat dalam perkara korupsi retribusi Jasa Usaha Terminal Manuver Gilimanuk, I Gusti Ngurah Bagus Putra Riyadi, S.H., M.Si. yang kala itu menjabat Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jembrana, Rabu (28/2) kemarin diadili di Pengadilan Tipikor Denpasar. Tidak hanya mantan Kadis Kominfo, anak buahnya, I Nengah Darna selaku Koordinator Terminal Manuver Gilimanuk yang merangkap Pembantu Bendahara Penerima, dalam sidang terpisah juga diadili di Pengadilan Tipikor. Jaksa di Pengadilan Tipikor Denpasar membeber data bagi-bagi duit retribusi terminal, dari pegawai paling bawah hingga tingkat kadis. JPU I Made Pasek Budiawan yang diwakili oleh Jaksa Mearthi dan Lilik di hadapan majelis hakim pimpinan I Wayan Sukanila membeber dalil dakwaan yang menjerat kedua terdakwa. JPU dari Kejari Jembrana dalam surat dakwaannya menyatakan, I Gusti Ngurah Bagus Putra Riyadi sebagai Kadis Kominfo ditunjuk oleh Bupati Jembrana mengelola Pendapatan Asli Daerah (PAD), yakni berupa retribusi Jasa Usaha Terminal Manuver Gilimanuk. Target penerimaan adalah Rp 1,92 miliar yang kemudian dirubah menjadi Rp 1,980 miliar. Terdakwa Bagus Putra Riyadi meminta terdakwa Nengah Darna membantunya untuk mengkoordinir di Terminal Manuver Gilimanuk. Selain itu, juga dibentuk Pejabat Pena-

tausaha Keuangan (PPK) dan staf, PPTK, pembantu bendahara dan yang lainnya. Dalam hal ini, terdakwa Darna ditunjuk pula sebagai pembantu bendahara penerima. Dalam pelaksanaannya, retribusi di Gilimanuk menggunakan karcis. Dalam pertemuan, ada petugas pungut menanyakan soal uang makan. Dan kata jaksa, Kadis Kominfo Gusti Putra Riyadi memberikan arahan, “Silakan atur saja, yang penting ingat target”. Apa yang dikatakan tersebut, kata jaksa bertentangan dengan peraturan yang dibuat sendiri oleh terdakwa Kadis Kominfo yang diberi mandat sebagai pengelola PAD oleh Bupati. Terdakwa Darna yang mendapat pengarahan “boleh” dari sang bos, dia kemudian memotong pendapatan retribusi itu Rp 30 ribu untuk setiap petugas jaga yang jumlahnya 11 orang setiap shif. Pembagian juga diterima oleh Darna sendiri. Polanya, setelah uang retribusi terkumpul, dipotong terlebih dahulu oleh Darna kemudian dibagi. Sisa pendapatan itu diserahkan ke Made Sus Adhi yang kemudian ditransfer ke rekening kas daerah. “Hal ini bertentangan dengan Pasal 122 ayat 3 Permendagri Tahun 2006

tentang Pengelolaan Keuangan Daerah,” tandas JPU. Jaksa mengatakan, selain terdakwa Kadis Gusti Putra Riyadi memberi pengarahan menggunakan uang hasil retribusi Terminal Manuver Gilimanuk sebagai uang makan, terdakwa juga disebut melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri, orang lain, dengan memberi persetujuan penyisihan hasil retribusi. Kadis Kominfo setiap bulannya mendapatkan dana penyisihan Rp 1 juta, Kasi Putu Widarta Rp 30 ribu, I Made Agus Leo Jaya Rp 30 ribu, Gusti Agung Oka Diputra Rp 200 ribu, Wayan Sujana Rp 200 ribu, Ketut Tener Rp 100 ribu, Komang Tri Setiani Rp 100 ribu. Bahkan dari tabel yang didapat jaksa, diakumulasi Gusti Putra Riyadi menerima Rp 9.466.875. Ada nama penerima I Putu Widarta Rp 4 juta, Made Leo Rp 4 juta, Sujana Rp 3 juta, Nyoman Kamar Rp 3 juta, Arsana Rp 1 juta dan Darna Rp 25 juta. Kendati demikian, sebagaimana biasanya pihak pengelola tetap membuat laporan pertanggung jawaban atas penerimaan di Terminal Manuver Gilimanuk. Namun, kata jaksa di depan persidangan, laporan tersebut dibuat secara

Bali Post/kmb37

PERSIDANGAN - Terdakwa Bagus Putra Riyadi saat menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Denpasar. fiktif atau tidak dalam kondisi sebenarnya. Masih dalam surat dakwaan, dijelaskan bahwa hasil retribusi yang sudah dibagi-bagi itu digunakan untuk keperluan pribadi Gusti Putra Riyadi dan Darna. Kata jaksa, Putra Riyadi selain menerima insentif Rp 9.466.875, terdakwa Putra Riyadi juga menerima uang Rp 18.768.875 yang seharusnya menjadi hak karyawan lain. Namun dari sekitar 23 orang penerima, kebanyakan sudah mengembalikannya. Sementara itu JPU mengatakan, dari hasil audit BPKP Perwakilan Bali atas retribusi

Terminal Manuver Gilimanuk pada tahun 2016 dan 2017, akibat adanya bagi-bagi duit itu negara dirugikan Rp 429.700.000. Atas dakwaan itu, terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya, Gusti Muliarta dan kawankawan tidak akan mengajukan eksepsi. Sehingga majelis hakim minta jaksa segera menghadirkan saksi guna membuktikan perkara ini. (kmb37) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391

Malam Apresiasi Puncak HUT Ke-230 Kota Denpasar

Prestasi Bidang Pendidikan Wujud Implementasi Kebahagiaan Masyarakat

MALAM Apresiasi Puncak HUT ke-230 Kota Denpasar berlangsung meriah diisi dengan berbagai pagelaran budaya, penampilan musik pop Bali hingga lawak yang menghibur masyarakat. Sejak Selasa (27/2) sore, sebelum acara dimulai di Panggung Terbuka Ardha Candra tampak ribuan masyarakat telah memadati menanti setiap acara yang ditampilkan malam itu. Di samping hiburan, malam apresiasi juga telah menjadi agenda rutin yang memberikan apresiasi kepada masyarakat, siswa sekolah, guru-guru, pelaku usaha yang telah mampu mencapai prestasi di tingkat daerah, nasional dan internasional. Hadir dalam kesempatan tersebut Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede berserta seluruh jajaran DPRD, veteran Denpasar, hingga tokoh puri. Menurut Jaya Negara, kegiatan malam apresiasi dengan tema HUT tahun ini “Akselerasi Implementasi Padmaksara yang Dilandasi Tri Hita Karana untuk Mewujudkan Kebahagiaan Masyarakat”. Hal ini telah menjadi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)

PENGHARGAAN - Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara menyerahkan penghargaan pada Malam Apresiasi HUT ke-230 Denpasar kepada para siswa sekolah yang berhasil meraih prestasi daerah, nasional dan internasional di Panggung Terbuka Ardha Candra Denpasar, Selasa (27/2). Denpasar Tahun 2016-2021. Dari target ini, tentu mengarah pada indeks kebahagian masyarakat Denpasar yang saat ini mencapai angka 74,63 serta telah kita rasakan bersama. Langkah ini dibuktikan salah satunya dengan perolehan prestasi di bidang pendidikan yang diraih siswa Denpasar dari tingkat daerah, nasional dan internasional. Dalam puncak HUT ini,

kado istimewa datang dari para siswa SMP yang meriah prestasi di tingkat internasional dalam olimpiade hingga prestasi penelitian dan meraih medali emas. Seperti prestasi yang diraih dua siswa SMPN 3 Denpasar, yakni Ni Made Galuh Cakrawati Dharma Wijaya meraih medali emas dalam event Thailand’s Inventors Day dan Putu Sri Utama Dewi meraih penghargaan di

event Malaysia Technology Expo. Hal tersebut menjadi salah satu implementasi Padmaksara dalam mewujudkan kebahagian masyarakat Denpasar. Capaian pendidikan di Denpasar tidak lagi membahas permasalahan pendidikan gratis, tidak lagi membahas wajib balajar 12 tahun yang telah dilampaui saat ini lewat berbagai program. Namun peningkatan ini terus dilakukan dalam program mewujudkan pendidikan yang berkualitas di Denpasar. “Kebahagian masyarakat dari capaian prestasi siswa Denpasar yang berdampak pada kebanggaan kita bersama serta para orangtua atas prestasi yang diraih para siswa,” ujarnya. Lebih lanjut menurut Jaya Negara, malam apresiasi mengajak seluruh masyarakat, OPD Pemkot Denpasar dan pelaku usaha yang telah berpartisipasi dalam meningkatkan prestasi untuk pembangunan Denpasar. Yang saat ini juga diberikan penghargaan kepada para siswa, guru-guru serta pelaku usaha yang telah mampu memperoleh pretasi. Pelaksanaan HUT Denpasar juga memberikan rasa kebersamaan partisipasi masyarakat dan semua pihak, bahwa saat ini Denpasar telah

mencapai usia 230 Tahun. Sementara itu, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara didampingi Asisten I Sekda Kota Denpasar Made Toya mengatakan, rangkaian HUT telah dilaksanakan berbagai kegiatan. Di antaranya menyelenggarakan berbagai pertandingan cabang olah raga, gelar inovasi pelayanan publik, peresmian mal pelayanan publik, launching berbagai aplikasi layanan publik, kegiatan sosial, seminar, berbagai lomba kreativitas budaya, safari kesehatan, aksi kebersihan lingkungan serta berbagai lomba lainnya yang melibatkan partisipasi masyarakat. Puncak peringatan HUT Denpasar diawali pada pagi hari dengan upacara bendera dan malam harinya dilanjutkan dengan malam apresiasi budaya yang menampilkan berbagai hiburan. Seperti aksi panggung Nanoe Birue yang mengajak masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan Denpasar serta lawakan-lawakan dari Dadong Rerod dan STI yang memberikan edukasi kepada masyarakat untuk selalu mencintai Denpasar dengan tidak membuang sampah sembarang dan menjaga ketertiban serta keamanan lingkungan. (ad1493)

Inovasi Gotik Badung Raih Bali Otonomi Award 2017

Wakili Indonesia di Ajang Kompetisi Inovasi Dunia 2018

PRESTASI luar biasa kembali ditorehkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung dalam Inovasi Gojek Sampah Plastik (Gotik) di Badung dalam dua tahun ini. Setelah diresmikan pada 16 Juli 2016 lalu oleh Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, telah mendapatkan delapan penghargaan bergengsi dari tingkat regional hingga internasional. Menurut Kepala DLHK Kabupaten Badung Eka Merthawan didampingi Kabag Humas Setda Badung Putu Ngurah Thomas Yuniarta, seusai menerima Bali Otonomi

Award 2017 di Hotel Quest, Denpasar, Selasa (27/2) kemarin, keberhasilan Gotik dalam pengurangan sampah plastik memang terbukti dirasakan manfaatnya. “Inovasi berkelanjutan ini secara nyata mengurangi sampah plastik dalam dua tahun terakhir hingga 100 ton dan melibatkan 12.000 masyarakat dengan cakupan 320 sekolah, 16 pasar tradisional dan banyak perumahan yang tersebar di enam kecamatan di Badung,” ujarnya. Eka Merthawan menambahkan, pada tahun 2018 ini inovasi Gotik Badung resmi mewakili Indonesia pada ajang

kompetisi inovasi dunia yang diadakan oleh PBB pada Juli 2018 di Maroko, dan saat ini seluruh proposal yang dibutuhkan Unspa Award 2018 sudah terkirim. “Semoga inovasi Gotik berjaya, walau kami akui berat karena bersaing dengan inovasi seluruh dunia kategori pengelolaan lingkungan,” ungkapnya. Penganugerahan Bali Otonomi Award 2017 yang diraih Go-tik Badung awal tahun ini sangat spesial, karena Gotik juga meraih trofi penghargaan khusus sebagai Inovasi yang Terunik, Terkreatif dan Terinovatif. (ad1491)

MENERIMA - Kepala DLHK Badung Putu Eka Merthawan bersama Asisten I Pemprov Bali I.B. Kade Subiksu dan Kabag Humas Badung Thomas Yuliartha menerima Bali Otonomi Award 2017, Selasa (27/2).


BADUNG

Kamis Kliwon, 1 Maret 2018

3

Giri Prasta Resmikan Pasar Amerta Catu Sari Pecatu Sempat Ingatkan Jangan Ada Pungutan Iuran kepada Pedagang

MENERIMA - Ketua DPRD Badung Putu Parwata didampingi Wakil Ketua I DPRD Badung I Nyoman Karyana dan Wakil Ketua II DPRD Badung I Made Sunarta menerima jajaran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Bali di Kantor DPRD Badung, Rabu (28/2) kemarin.

Dewan Badung Terima BPK-RI Perwakilan Bali BADAN Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Bali, Rabu (28/2) kemarin bertandang ke Kantor DPRD Badung. Kehadiran rombongan BPK disambut Ketua DPRD Badung Putu Parwata didampingi Wakil Ketua I DPRD Badung I Nyoman Karyana dan Wakil Ketua II DPRD Badung I Made Sunarta. Turut hadir Kepala Inspektorat Badung Ni Luh Suryaniti dan Sekwan Badung Nyoman Predangga. Kehadiran jajaran BPK Perwakilan Bali, kata Putu Parwata, dalam rangka meminta dukungan kalangan DPRD Badung karena akan melaksanakan pra-audit di lingkungan Pemkab Badung. Pimpinan dewan sangat mendukung langkah BPK-RI untuk melakukan audit di lingkungan Pemkab Badung. “Kami sudah memerintahkan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Badung, khususnya yang ada di Sekretariat Dewan agar membantu BPK dalam melaksanakan tugasnya. Kita menyambut baik dan

mendukung langkah audit yang dilakukan BPK ini,” ujarnya. Politisi PDI Perjuangan ini bahkan siap memberikan data dan pelaporan secara terbuka dan transparan terkait pelaksanaan APBD Badung Tahun 2017. “Kami sudah langsung perintahkan agar OPD khususnya yang ada di Setwan agar membantu audit BPK, sehingga bisa berjalan dengan baik. Dan kami minta biar semua dibuka dan transparan,” kata politisi asal Dalung ini. Hal senada juga disampaikan Karyana dan Sunarta. Politisi Golkar dan Demokrat ini bahkan memberikan apresiasi karena sebelum melakukan pra audit BPK sudah memberikan pemberitahuan kepada Pemkab Badung. “Kami apresiasi BPK melakukan audit di Kabupaten Badung. Dan kami minta semua OPD di lingkungan Pemkab Badung membantu dan memberikan pendampingan selama proses audit dilakukan,” ucap Sunarta. (ad1492)

DIDAMPINGI Wakil Bupati Badung yakni Ketut Suiasa, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta meresmikan keberadaan Pasar Amerta Catu Sari, Desa Adat Pecatu, Rabu (28/2) kemarin. Pasar tersebut adalah pasar modern tradisional yang biaya pembangunannya ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Badung. “Ini adalah kali kedua kami meresmikan pasar desa adat. Yang pertama itu adalah Pasar Desa Adat Tegal Darmasaba,” sebutnya didampingi Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Badung, Camat Kuta Selatan serta Perbekel Desa Pecatu. Bagi Giri Prasta, pembangunan pasar semacam itu tidak ubahnya sebagai salah satu pengamalan konsep Tri Hita Karana. Utamanya yakni berkaitan dengan ajaran hubungan manusia dengan lingkungan atau yang disebut dengan istilah palemahan. Lalu kenapa disebut sebagai pasar modern tradisional? Ditanya demikian, Giri Prasta menyebut bahwa hal itu berkaitan dengan fasilitas serta manfaatnya. “Kami sebut modern, karena ada beberapa titik yang kami lengkapi dengan AC (air conditioning). Sementara kami sebut tradisional, karena pasar ini khusus kami peruntukkan untuk masyarakat pribumi, sesuai potensi yang ada di wilayah Desa Adat Pecatu sendiri,” jelasnya mengenai

pasar yang dibangun di atas lahan seluas 33 are milik Desa Adat Pecatu tersebut. Mengacu pada hal itu, Giri Prasta berpesan agar dalam pemanfaatannya ke depan, pihak desa adat tidak memungut iuran sepeserpun pada masyarakat pengguna lapak ataupun kios. Sementara jika karenanya ternyata ada banyak warga yang berminat, Giri Prasta mengarahkan agar ditentukan dengan jalan penggundian. “Pasar ini 100 persen dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Badung, karena kami memang totalitas. Dan kami bahkan sudah meminta Bendesa Adat Pecatu untuk melakukan pengundian terhadap masyarakat yang hendak mengisi pasar ini. Dengan catatan, tidak boleh ada pemungutan iuran seribu rupiah pun. Semuanya harus gratis, karena ini kita berikan kepada masyarakat,” tegasnya sembari mengabarkan bahwa saat ini Pemerintah Kabupaten Badung sedang melakukan pendataan terhadap tokotoko modern se-Kabupaten Badung. Dipastikannya, jika ditemukan ada toko modern tanpa izin, maka itu akan segera ditutup. Sementara itu, Bendesa Adat Pecatu Made Sumerta mengaku sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Badung, khususnya dalam hal mewujudkan impian keberadaan pasar tersebut. Terlebih, menurut dia Bupati Badung Nyoman

MENANDATANGANI - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menandatangani prasasti tanda diresmikannya Pasar Amerta Catu Sari, Desa Adat Pecatu. Giri Prasta juga berencana akan memberikan bantuan terhadap pemeliharaannya ke depan. “Ini nilainya Rp 12 miliar lebih. Di dalamnya ada 18 unit kios yang representatif,” ungkapnya. Untuk kios, sambung dia, telah disepakati akan diberikan kepada masyarakat yang sudah dari dahulu menempati kios-kios desa yang ada di seputaran pusat desa. Dalam waktu dekat mereka akan direlokasi. Sementara kios lama akan dibongkar dan disulap menjadi sebuah taman desa. “Pasar ini adalah pasar tradisional berfasilitas modern. Salah satunya akan dilengkapi dengan wifi gratis,” sambung pria yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Badung tersebut, menuturkan tentang

pasar yang juga dilengkapi dengan fasilitas parkir basement berdaya tampung ratusan unit mobil, toilet duduk serta shower. Bagaimana tentang imbauan Giri Prasta untuk tidak memungut iuran kepada pengguna kios ataupun lapak? Ditanya demikian, Sumerta mengaku akan mengkoordinasikannya terlebih dahulu. Termasuk di antaranya dengan para pedagang ataupun Bupati Badung Nyoman Giri Prasta sendiri. “Kalau semuanya bisa dibantu oleh Pak Bupati, mulai dari pengelolaan, perawatan, hingga penggajian, maka silakan. Karena dalam hal ini tentu membutuhkan biaya terkait masalah kebersihan, perawatan dan sebagainya,” pungkasnya. (ad1490)

Jelang Perubahan Status Kelurahan Jadi Desa

DPMD Siapkan Pejabat Kepala Desa Mangupura (Bali Post) -

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Badung akan menunjuk penjabat kepala desa menjelang perubahan status kelurahan menjadi desa. Penunjukan ini akan dilakukan setelah Pemerintan Provinsi Bali mengeluarkan nomor register desa. Kepala DPMD Badung Putu Gede Sridana mengatakan hal itu, Rabu (28/2) kemarin.

Bali Post/ist

SIMULASI - Sejumlah tim SAR melakukan proses penyelamatan saat mengikuti simulasi serangkaian HUT ke-46 Basarnas di Lapangan Samudera, Kuta, Rabu (28/2) kemarin.

Kecepatan, Ketepatan dan Kompetensi, Tentukan Keberhasilan Operasi SAR Mangupura (Bali Post)Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas) dalam melaksanakan tugasnya harus terus meningkatkan dan mengembangkan profesionalitas dari masing-masing jajaran. Ada tiga hal penting yang menetukan keberhasilan operasi SAR, yakni kecepatan (respons tim), ketepatan dan kompetensi. Tanpa adanya kedisiplinan, ketekunan, kemauan mengembangkan diri dan semangat mengabdi, tentunya ketiga hal itu hanya akan menjadi isapan jempol belaka. Hal itu ditegaskan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar Ketut Gede Ardana, S.E. di sela-sela peringatan HUT ke-46 Basarnas di Lapangan Samudera Kuta, Rabu (28/2) kemarin.

Menurut Ardana, sinergitas dan koordinasi lintas sektoral dengan instansi pemerintah di pusat maupun di daerah harus terus ditingkatkan. Baik dengan unsur TNI/Polri serta organisasi potensi pencarian dan pertolongan lainnya. “Saat ini fokus untuk meningkatkan sinergitas kami di antara potensi. Momen ini kami galang terus dan diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Terutama pada saat terjadi kegiatan operasi SAR. Pada HUT ke-46 ini, kami menekankan peningkatan keahlian, kemampuan dan keterampilan bagi para potensi SAR,” ujarnya. Ardana mengakui, alutsista yang dimiliki oleh Basarnas Denpasar yang berstandar internasional masih banyak

kekurangan. Kendati demikian, bukan berarti pelayanan tidak ditingkatkan dengan memfungsikan alat yang ada secara maksimal. Untuk menjawab kecepatan atau respons tim yang cepat, Basarnas Denpasar telah meiliki helikopter sendiri. Dalam rangka HUT kali ini, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menggelar kegiatan yang melibatkan lebih dari 300 potensi SAR. Kegiatan ini mengusung tema “Melalui Peringatan HUT ke-46 Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Tahun 2018, Kita Tingkatkan Profesionalitas dan Sinergitas dalam Mewujudkan Penyelenggaraan Pencarian dan Pertolongan Secara Cepat, Tepat, Aman, Terpadu dan Terkoordinasi”. (kmb23)

Terlibat Jaringan Narkoba Istri Jro Jangol, Rahman Diadili SATU persatu terdakwa kasus narkoba yang ditangkap di rumah Jro Gede Komang Swastika alias Jro Jangol mulai diadili. Setelah istri Jro Jangol, terdakwa Ni Luh Ratna Dewi didakwa atas perkara narkoba Rabu (28/2) kemarin, giliran anak kos di lingkungan Jalan Pulau Batanta, Banjar Sebelanga, Denpasar diadili. Dia adalah Rahman (42) asal Banyuwangi. JPU I Gusti Ngurah Wirayoga di hadapan majelis hakim pimpinam Walujo mengatakan, terdakwa Rahman bersama Semiati dan Luh Ratna Dewi (istri Jro Jangol) diduga melakukan percobaan permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkoba. Terkuaknya kasus tersebut bermula dari tertangkapnya I Gede Juni Antara yang mengaku mendapatkan sabu-sabu dari I Kadek Dandi Suardika di rumah di Jalan Batanta. Petugas Sat. Narkoba Polresta

Denpasar kemudian melakukan penggerebekan dan penangkapan. Saat itu, di rumah milik mantan anggota DPRD Bali itu ditemukan beberapa bong. Bong itu ditemukan di kamar yang dihuni oleh Rahman dan istrinya, Semiati. Saat digerebek Semiati sempat membuang barang bukti narkoba. Namun ketika diinterogasi, ia mengakui barang itu milik Rahman. Polisi juga menemukan tas berisi sabu-sabu dan alat nyabu lainnya. Semiati mengaku sempat diminta membuang tas berisi sabu-sabu itu oleh Rahman. Selain itu ditemukan tas warna coklat berisi uang Rp 13 juta yang diakui sebagai hasil penjualan sabu-sabu. Ada juga 24 plastik klip berisi sabu-sabu yang disimpan dalam rak baju. Oleh Rahman, kata jaksa dalam dakwaannya diakui bahwa barang itu milik Luh Ratna Dewi istri Jro Jangol untuk dijual di area lokasi penangkapan (Pulau

Batanta - red). Masih dalam surat dakwaan yang dibacakan di muka persidangan, setelah ada pengakuan bahwa sabusabu milik istri Jro Jangol, polisi masuk dan menggeledah kamar Jro Jangol. “Namun Jro Jangol melarikan diri,” sebut jaksa. Dari hasil interogasi, sabu-sabu diberikan Luh Ratna Dewi di teras rumahnya. Hasil penjualan obatobatan terlarang itu dicatat oleh Semiati, supaya Ratna Dewi tahu pembukuan hasil penjualannya. Atas perkara ini, Rahman kemudian dijerat Pasal 114 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 1 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Terdakwa juga dijerat Pasal 112 ayat 2 UU yang sama. Atas dakwaan itu, Rahman yang didampingi kuasa hukumnya, Made Suardika, tidak akan mengajukan eksepsi, sehingga jaksa tinggal membuktikan dakwaannya. (asa)

Menurut Sridana, pihaknya telah membawa data tersebut ke provinsi untuk mendapat register desa. Perubahan status kelurahan menjadi desa ini ditargetkan rampung tahun ini. “Begitu mendapat register desa, kami akan menunjuk pejabat kepala desa. Pejabat kepala desa akan merekrut, membentuk lembaga desa yang diperlukan,” ujar Gede Sridana. Selain menargetkan perubahan status kelurahan menjadi desa, birokrat asal Denpasar ini juga menargetkan pemilihan perbekel (pilkel) tahun ini. “Kalau bisa sebelum pilkada. Karena kalau sekarang tidak, berarti harus menunggu dua tahun lagi, karena kita serentak bergelombang, setiap dua tahun sekali baru boleh,” ujarnya. Sridana menambahkan, pi-

haknya terus menggenjot persiapan perubahan kelurahan di kabupaten setempat menjadi desa. Belum lama ini sudah dilakukan audiensi ke pemerintah pusat. Ditargetkan perubahan status selesai pada tahun ini. Bahkan, perangkat desa diusahakan terbentuk sebelum Pilkada, 27 Juni mendatang. “Pusat pada prinsipnya setuju, karena sesuai dengan aturan. Provinsi sebagai perpanjangan tangan pusat di daerah juga diberikan improvisasi menafsirkan undang-undang yang sudah tidak diatur secara detail,” jelasnya. Sridana menjelaskan, pemekaran ada berupa perubahan status, seperti pemekaran dari satu desa menjadi beberapa desa atau dari satu kelurahan menjadi beberapa desa. Ini ti-

dak diatur secara detail, hanya secara umum diatur melalui desa persiapan dan seterusnya. “Yang perlu ditafsirkan misalnya persyaratan-persyaratan pembentukan desa. Sebab, dalam aturan selama ini hanya diatur tentang pemekaran desa. Sedangkan penataan tidak harus melalui desa persiapan,” ungkapnya. Seperti diberitakan sebelumnya, sesuai PP 72 dan 73 Tahun 2005 tentang Desa dan Kelurahan, harus mendapat kode desa dulu dari Jakarta, baru Pemkab bisa bergerak. Namun kini aturan tersebut berubah, di mana begitu provinsi memberikan register sudah bisa bergerak menentukan pejabat, merekrut perangkat desa dan membentuk lembaga-lembaga desa. (kmb27)

Bandara Ngurah Rai Beri Layanan Khusus bagi Pemuka Agama Mangupura (Bali Post) PT Angkasa Pura I (AP I) Bandara I Gusti Ngurah Rai kini mulai memberikan layanan khusus kepada para pelayan umat atau pemuka agama, seperti sulinggih, pastor, pendeta, ulama dan biksu saat berada di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali. Menurut Communication Head and Legal Section Head Bandara Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, wacana tersebut memang sempat muncul pada tahun 2016 lalu. Saat itu memang ada wacana untuk menyiapkan fasilitas bagi pemuka agama. Untuk menindaklanjuti hal tersebut, per Januari 2018 fasilitas tersebut mulai diterapkan. “Saat ini sudah disiapkan pelayanan atau fasilitas seperti itu. Semacam ruang transit di Keberangkatan Internasional dan Keberangkatan Domestik,” kata Arie Ahsanurrohim, Rabu (28/2) kemarin. Untuk penerapannya nanti, kata Arie Ahsanurrohim, akan ada petugas customer service AP I yang nantinya membantu saat proses check in, proses security hingga proses boarding gate. Untuk mendapatkan fasilitas itu, saat ini pihak AP I sudah mengeluarkan surat untuk pemakaian tempat khusus yang dimaksud. “Diharapkan sebelum keberangkatan agar dilakukan koordinasi dengan menghubungi nomor telepon 08214499425 untuk keberangkatan domestik dan nomor telepon 08214499426 untuk keberangkatan internasional,” ujarnya. Selain pemberian fasilitas terasebut, nantinya pihak AP I juga akan melakukan komunikasi dengan pihak terkait. Selain ruang transit, nantinya akan dibahas untuk bisa mendapat fasilitas lounge. “Fasilitas lounge itu akan menjadi fasilitas tambahan dan akan menjadi tanggungan dari AP I,” tegasnya. (kmb23)


info seremonial

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Senator Buka Seminar ’’Memutus Mata Rantai Eksploitasi Seksual’’

Shri Arya Wedakarna Minta Mahasiswa Hukum dan Sospol Undiksha Jadi Spesialisasi Ilmu

BUKA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (kanan) membuka seminar didampingi Ketua Komnas Perlindungan Anak, Dekan FH Undiksha, dan Pemkab Buleleng di Lovina, Singaraja. SENATOR DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang juga anggota Komite III Bidang Anak, membuka secara resmi seminar nasional yang diselenggarakan Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Politik Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) di Lovina, Singaraja. Menggandeng Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) dan Pokja di Bali, seminar yang mengambil tema ‘’Memutus Mata Rantai Eksploitasi Seksual Komersial Anak Indonesia’’ ini diharapkan mampu menegaskan kembali dukungan dan komitmen Bali terkait perlindungan terhadap anak dari para predator baik domestik maupun yang berkedok turis. Hadir Aris Merdeka Sirait (Ketua Komnas Anak), Prof. Dr. Sukadi, M.Pd., M.Ed. (Dekan Fakultas Hukum Sospol Undiksha), Ida Ayu Alit Rahmadewi (Pokja Komnas Anak Bali) dan ratusan mahasiswa Undiksha. “Bali sebagai daerah destinasi wisata dunia adalah surganya para pae-

dofil. Daerah di Badung, Buleleng, Karangasem perlu waspada terkait maraknya pelecehan seksual anak berkedok pariwisata. Begitu juga kasus pembunuhan Angeline yang sangat menyita perhatian dunia internasional. Saya harap ini menjadi perhatian kita agar tidak ada lagi kasus-kasus pelecehan dan komersialisasi anak di Bali. Kerja sama Komnas Anak, Pokja dan dinas terkait di provinsi dan kabupaten sangat penting untuk terus dilakukan,’’ ungkap Shri Arya Wedakarna dalam sambutannya. Ia juga menyampaikan harapannya agar ke depan para calon sarjana Undiksha khususnya di Fakultas Hukum dan Sospol bisa menyiapkan cetak biru bagi individu dalam hal jenjang karier di dunia kerja. “Saya minta agar lulusan FH Undiksha segera tentukan diri ingin menjadi apa di masa depan. Penentuan itu dimulai saat menyusun judul skripsi. Kenapa? Karena dari sana bisa ketahui apa minat kalian sesungguhnya. Calon sarjana hu-

kum harus memilih praktisi hukum mana yang akan menjadi sasaran apakah ingin jadi advokat, notaris, hakim, jaksa, legal drafter, pemilik firma hukum atau konsultan hukum? Begitu juga lulusan sospol, mau jadi apa ke depan? Apa mau kerja di KPU, di komisi-komisi, di setjen parlemen atau di lembaga swadyaya dan pemerintahan? Jangan sampai sarjana hukum baru menentukan arah masa depannya saat wisuda. Itu sangat terlambat. Saya berharap dari lulusan Undiksha ini ada sarjana hukum yang menjadi spesialisasi masalah hukum terkait perlindungan anak perempuan dan kelompok minoritas. Ketika Anda menjadi spesialisasi baru maka cepat dikenal oleh publik,’’ papar Shri Arya Wedakarna. Terkait peran Komnas Perlindungan Anak RI, pihak Komite III DPD RI Bali sangat mendukung kinerja Komnas Perlindungan Anak termasuk keberadaan pokja-pokja yang ada di wilayah seluruh Indonesia. “Saya memahami bahwa komnas adalah lembaga mandiri yang sangat dijaga benar integritasnya. Untuk masuk lembaga ini perlu syarat ketat idealisme tinggi. Tadi, saya sudah bicara dengan Bung Aris Merdeka Sirait bahwa ke depan komnas ini harus terus ditingkatkan perhatiannya. Karena masih dalam tupoksi Kementerian Sosial RI, maka saya akan sampaikan ke Mensos dan pemerintah pusat agar ada perhatian kenaikan anggaran sekretariat Komnas Anak. Beban kerja Komnas Anak harus didukung oleh negara. Saya akan suarakan di parlemen dan semoga tahun 2018 dan 2019 ada perubahan signifikan. Semangat terus kepada Komnas Anak,’’ tegas Shri Arya Wedakarna yang juga mantan Rektor Universitas Mahendradatta Bali. (ad1495)

Kamis Kliwon, 1 Maret 2018

Belajar Kiat Pengelolaan Pariwisata

Tiga DPRD Kunjungi Dewan Badung GUNA belajar kiat-kiat pengelolaan pariwisata, tiga DPRD yakni DPRD Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Donggala (Sulawesi Tengah), dan Kabupaten Buton Selatan (Sulawesi Tenggara) mengunjungi Kabupaten Badung, Rabu (28/2) kemarin. Rombongan diterima oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Badung I Nyoman Dirga Yusa didampingi Sekretaris Komisi I Nyoman Mesir beserta OPD terkait di gedung dewan Badung. Pimpinan rombongan DPRD Kabupaten Donggala Andi Sofyan Yotolambah mengatakan, pihaknya sedang menggali potensi pariwisata yang ada di daerahnya. Selama ini, Kabupaten Donggala hanya mengandalkan potensi galian C. Untuk itu, pihaknya bersama rombongan datang ke Badung ingin belajar pengelolaan dan peningkatan pariwisata. “Kami ingin melihat objek wisata di Badung dan bertemu langsung dengan pelaku pariwisata,” ujarnya sembari memuji pertanian di Badung yang berkembang pesat di tengah himpitan pariwisata. Pimpinan rombongan DPRD Kabupaten Buton Selatan La Hijira mengungkapkan, Buton Selatan merupakan kabupaten yang baru mekar dengan daerahnya 90 persen laut. Potensi laut tersebutlah yang sekarang ingin dikembangkan menjadi destinasi pariwisata. “Kami ingin belajar dari Badung kiat-kiat mengembangkan destinasi pariwisata, bagaimana promosi pariwisata dan pengembangan atraksi pariwisatanya, cara pemungutan retribusi kepariwisataan sehingga PAD bisa sangat tinggi serta mempertanyakan perkembangan pariwisata di Badung yang berkembang sangat pesat,’’ jelas Ketua Komisi I DPRD

Buton Selatan ini. Sementara Wakil Ketua DPRD Lombok Utara Sudirsah Sujanto menyatakan di Bali ada desa adat dan desa dinas. Ia mempertanyakan bagaimana sistem pemerintahan desa adat dan desa dinas di Bali, kemudian bagaimana hak adat masyarakat di desa dinas. “Adakah perda yang mengatur tentang hak-hak masyarakat adat di desa dinas, dan untuk tanah adat seperti apa?” sebutnya. Wakil Ketua Komisi II DPRD Badung I Nyoman Dirga Yusa menjelaskan, meski pariwisata di Badung sudah terkenal, pemkab terus melakukan upaya promosi pariwisata ke sejumlah negara untuk meningkatkan kunjungan. Peningkatan dan pemeliharaan fasilitas objek wisata juga terus dilakukan Pemkab Badung. “Peningkatan dan pemeliharaan fasilitas objek dibiayai oleh pemkab. Setelah jadi

baru dihibahkan ke desa,” jelasnya. Di sektor pertanian, Pemkab Badung tengah merancang pertanian kontemporer yakni pertanian yang di dalamnya menyuguhkan atraksiatraksi pariwisata. “Pariwisata muncul karena budaya pertanian. Sektor pertanian oleh Pemkab Badung sepenuhnya untuk pemberdayaan masyarakat. Bapak Bupati sangat memerhatikan pertanian salah satunya dengan pembebasan PBB,” ungkapnya. Menurutnya, pendapatan tertinggi di Badung yakni dari pajak hotel dan restoran. Untuk retribusi di objek pariwisata, Pemkab Badung bekerja sama dengan desa adat setempat dengan pembagian 75 persen untuk desa adat dan 25 persen masuk PAD. “Agar hal tersebut tidak menjadi pungutan liar, kami buatkan perda. Setiap desa adat juga sudah ada awig-awig,” terang Dirga Yusa. (ad1496)

TERIMA - Wakil Ketua Komisi II DPRD Badung I Nyoman Dirga Yusa didampingi Sekretaris Komisi I Nyoman Mesir beserta OPD terkait, menerima kunjungan DPRD Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Donggala, dan Kabupaten Buton Selatan, Rabu (28/2) kemarin.

Wisuda Ke-20 ISI Denpasar

Lulusan Diarahkan Mampu Ciptakan Lapangan Kerja 3 Maret 2018, Gubernur Pastika Gelar ’’Simakrama’’ di Wantilan DPRD Bali

I Dewa Gede Mahendra Putra, S.H., M.H. GUBERNUR Bali, Made Mangku Pastika, mengundang masyarakat untuk hadir pada kegiatan simakrama yang akan dilaksanakan di Wantilan DPRD Bali, Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (3/3) lusa.

Undangan terbuka ini disampaikan oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra, S.H., M.H. dalam siaran persnya, Senin (26/2). Lebih jauh, Dewa Mahendra

menginformasikan, sama seperti bulan lalu, simakrama kali ini masih mengusung tema khusus yaitu ‘‘Mencari Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2018-2023’’. “Pemilihan tema ini berkaitan dengan proses pemilihan gubernur dan wakil gubernur yang mulai bergulir,” ujarnya. Melalui kegiatan ini, masyarakat bisa menyampaikan harapan dan masukan tentang figur yang ideal memimpin Bali periode 2018-2023. Sama seperti pelaksanaan simakrama sebelumnya, masyarakat yang ingin berpartisipasi diharapkan hadir pukul 08.00 Wita untuk proses registrasi. Acara akan dimulai pukul 09.00 hingga pukul 12.00 Wita. Simakrama akan diakhiri dengan Puja Trisandya dan makan siang bersama. Bagi masyarakat yang tidak berkesempatan hadir dalam kegiatan tersebut, dapat menyimak pelaksanaan simakrama melalui saluran Pro 1 RRI Denpasar 88,6 MHz atau menyaksikan langsung lewat live streaming di www.birohumas.baliprov.go.id. (ad1499)

Danone-AQUA, Perusahaan FMCG Pertama di Indonesia Terima Sertifikasi B-Corp

Bergabung dalam Gerakan Gunakan Bisnis untuk Kebaikan DANONE-AQUA pelopor bisnis air minum dalam kemasan yang telah beroperasi selama 45 tahun, menerima sertifikasi B-Corp yang mengakui praktik terbaik dan ketaatan dengan standar tertinggi terhadap kinerja sosial dan lingkungan, transparansi dan akuntabilitas. Danone-AQUA menjadi perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) pertama di Indonesia yang menerima sertifikasi ini. Dengan menjadi B-Corp, Danone-AQUA bergabung dengan komunitas bisnis yang berkembang pesat di seluruh dunia dan di dalam negeri yang bertujuan menggunakan kekuatan bisnis untuk mengatasi masalah sosial dan lingkungan. “Ini adalah sebuah prestasi penting bagi kami menjadi perusahaan FMCG pertama yang meraih sertifikasi B-Corp di Indonesia. Kini, lebih dari sebelumnya, target kami adalah menjaga standar tertinggi dari komitmen ini. Ini adalah bukti perjalanan Danone-AQUA selama 45 tahun di Indonesia yang menyediakan hidrasi yang sehat dan menerapkan praktik bisnis berkelanjutan. Sebagai sebuah B Corporation, Danone-AQUA akan

SERTIFIKASI - Corine Tap, Presiden Direktur PT Tirta Investama (Danone-AQUA), menerima sertifikasi B-Corp dari Marcello Palazzi-BLab Global Ambassador.

meneruskan komitmennya untuk memimpin bisnis berkelanjutan dengan menginspirasi dan memfasilitasi aksi kebaikan melalui tiga pilar kebaikan yaitu untuk alam, untuk manusia dan untuk Masyarakat,“ ujar Corine Tap, Presiden Direktur PT Tirta Investama (Danone-AQUA), Rabu (28/2) kemarin. Gerakan B Corp diprakarsai oleh organisasi nonprofit B Lab, terdiri atas lebih dari 2.400 perusahaan di lebih dari 50 negara yang berinovasi untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, meningkatkan dampak positif bagi karyawannya serta lingkungan tempatnya beroperasi. Di antara perusahaan tersebut adalah Happy Family, Les Deux Vaches, Danone Spain, Danone Dairy UK, Aguas Danone Argentina (seluruhnya bagian dari Danone), Patagonia, Ben & Jerrys, Nature & Découvertes atau Veritas. Corey Lim, Vice Chairperson Asia Pasific B-Corp Association, mengatakan setiap perusahaan harus memiliki standar tertinggi dalam tanggung jawab sosial dan pencapaian dalam melindungi lingkungan, transparansi, dan akuntabilitas dari dampak bisnisnya. “Kita ingin menginspirasi pelaku bisnis di seluruh dunia agar peduli dan bertanggung jawab dengan melihat kembali dan mengukur kebijakan perusahaan serta kinerja dalam aspek tata kelola, ketenagakerjaan, masyarakat, lingkungan dan model bisnis dalam sertifikasi B-Corp. Danone-AQUA telah melewati seluruh proses audit sertifikasi dan dinilai memenuhi standar,’’ jelasnya. Menurut Corine Tap, sejak awal, bapak pendiri Danone dan AQUA, Antoine Riboud dan Tirto Utomo, sangat percaya bahwa bisnis harus bersinergi dengan kinerja sosial dan lingkungan, yang disebut dengan komitmen ganda. “Merayakan ulang tahun ke-45 Danone-AQUA dengan mendapatkan sertifikasi B-Corp akan menguatkan komitmen kami untuk melanjutkan dan memperbaiki kinerja agar keberadaan kami dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat dan alam sesuai misi Danone One Planet One Health,“ ungkapnya. Bagi Danone-AQUA, sangatlah penting mengimplementasikan praktik bisnis berkelanjutan untuk sukses bisnis di masa mendatang. ‘’Kami percaya konsumen cenderung membeli produk dari bisnis yang memiliki perhatian kepada sosial dan lingkungan. Mereka juga ingin mengetahui bagaimana praktik bisnis di balik produk yang dihasilkan sebuah perusahaan. Karenanya, kami kini bergabung dengan gerakan untuk mengundang pelaku bisnis lain agar turut menjadi agen perubahan menggunakan bisnis untuk kebaikan dan memberikan petunjuk kepada konsumen agar menjadi pembeli yang bertanggung jawab,” tambah Corine. (bns1)

WISUDA - Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum. (kiri) mewisuda lulusan ISI Denpasar, Rabu (28/2) kemarin. INSTITUT Seni Indonesia (ISI) Denpasar menggelar Upacara Wisuda Sarjana Seni yang ke-20. Sebanyak 78 orang Sarjana Seni D-4, S-1, dan S-2 diwisuda di Gedung Cita Kelangan ISI Denpasar, Rabu (28/2) kemarin. Mereka berasal dari Fakultas Seni Pertunjukan 35 orang, Fakultas Seni Rupa dan Desain 36 orang, dan Program Pascasarjana 7 orang. Dalam upacara wisuda juga disampaikan orasi ilmiah tentang analisis metode yang memengaruhi kualitas penciptaan seni. Orasi disampaikan Dosen Program Studi Tari FSP ISI Denpasar Dr. I Ketut Suteja, S.ST., M.Sn. Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum. melaporkan, tahun 2018, ISI Denpasar memasuki pelaksanaan tahun keempat Renstra 2015-2019. Bersamaan dengan itu, kita memasuki era revolusi industri 4.0 yang ditandai masuknya digital

dan internet dalam kehidupan masyarakat. Revolusi ini banyak menekankan pada kecerdasan buatan yang mampu menggerakkan robot. Hal ini dapat menyebabkan tingginya pengangguran. Untuk menghadapi hal itu, Rektor ISI Denpasar memaparkan, bidang seni dan desain sebagai basis keilmuan di ISI Denpasar menekankan dialektika antara rasio, rasa, dan intuisi. Berbekal kreativitas, leadership dan entrepreneurship dalam rasio, rasa, dan intuisi, maka ISI Denpasar telah menyiapkan lulusan yang berpengetahuan komprehensif. Berpedoman ekosistem seni yang saling mengisi, lulusan diarahkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan dibandingkan mencari kerja. Untuk itulah, ISI Denpasar selalu mengembangkan berbagai program strategis agar mampu menjawab tantangan zaman. Prof. Sugiartha menambahkan,

pada awal 2018, ISI Denpasar memperoleh nilai Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) A dan disusul Prodi Seni S-2. Sebelumnya, sepuluh prodi yang ada telah terakreditasi A. Kini, ISI Denpasar masuk dalam lima besar Perguruan Tinggi Unggul di kawasan Indonesia Timur. Tidak hanya itu, di bidang kemahasiswaan, perwakilan ISI Denpasar meraih juara I lomba desain Furoshiki di Jepang, mengalahkan peserta dari 26 negara. Kemudian, salah satu mahasiswa dinobatkan sebagai peserta ASEAN International Mobility for Students se-Asia. ISI Denpasar diharapkan mampu menjalin kerja sama dengan berbagai unsur kemasyarakatan khususnya desa pakraman yang merupakan benteng pelestarian budaya Bali. Hal ini diterangkan dalam sambutan Gubernur Bali yang disampaikan Kadis Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha. Pemerintah Provinsi Bali menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggitingginya pada Rektor ISI Denpasar dan seluruh jajarannya atas kerja samanya yang telah dibangun selama ini dan didukung berbagai program kegiatan di bidang seni. Menurut Gubernur Bali, ISI Denpasar telah memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap pembangunan khususnya di bidang seni. Besar harapan agar ISI Denpasar mampu melahirkan karya seni yang berkualitas guna memperkaya kasanah budaya Bali. Kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini agar tetap dijaga guna menjaga ketertiban Bali dari berbagai tuntutan perkembangan zaman, guna terwujudnya masyarakat Bali yang maju, aman, damai, dan sejahtera. (ad1494)

Hadirkan Dr. Fred Travis

FKIK Unwar Gelar Seminar ”The Peaceful Brain: The Basis of Health”

MATERI - Dr. Fred Travis saat memberikan materi pada seminar “The Peaceful Brain: The Basis of Health” yang digelar FKIK Unwar, Rabu (28/2) kemarin. FAKULTAS Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa (FKIK Unwar) menggelar seminar dengan tema “The Peaceful Brain: The Basis of Health” di Ruang Auditorium Widya Sabha Uttama Unwar, Denpasar, Rabu (28/2) kemarin. Seminar ini menghadirkan Dr. Fred Travis dari Maharishi University of Management (MUM) selaku narasumber yang dimoderatori Prof. dr. Putu Sutisna. Dr. Travis merupakan Neuroscientist dari MUM, Iowa, Amerika Serikat. Ia

telah menerbitkan 79 papers di bidang Brain Coherence and Integrating. Acara dibuka oleh Wakil Rektor I Unwar Ir. I Nyoman Kaca, M.Si. Hadir Sekretaris Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali, Dekan FKIK Unwar, Kepala BAPPSIK, Kepala BAUK, Kabag International Office, dosen, staf, serta mahasiswa di lingkungan Unwar. Ketua Panitia Ni Luh Putu Eka Kartika Sari, M.Biomed. mengatakan, seminar ini merupakan

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

salah satu bentuk kegiatan atas kerja sama Unwar dengan MUM yang dibantu oleh Bali School Project. Acara ini diselenggarakan serangkaian kunjungan Dr. Travis mulai 27 Februari sampai 9 Maret 2018. Pada 27 Februari telah diadakan Guest Lecture, dilanjutkan dengan seminar pada 28 Februari dan 2-9 Maret 2018 akan dilaksanakan training untuk penggunaan EEG guna mengecek gelombang otak pada saat seseorang yang sedang melakukan transcendental meditation. Nyoman Kaca menjelaskan, peaceful brain pada seminar ini adalah bagaimana cara membuat kenyamanan pikiran yang berbasis transcendental. Sebab, meditasi tidak hanya memberikan kesehatan rohani, tetapi juga kesehatan jasmani. “Karena kita bekerja di perguruan tinggi yang mengedepankan olah otak, kalau berpikir pasti mengeluarkan energi dalam bentuk gelombang elektromagnet,” terangnya. Ditambahkannya, bekerja fisik atau berpikir akan mengeluarkan energi yang besar. Oleh karena itu, pikiran perlu di-refresh agar energi yang dibutuhkan tidak terlalu besar. Meditasi akan dapat memberikan pengolahan stres yang lebih bagus. (ad1500)


daerah

Kamis Kliwon, 1 Maret 2018

Longsor di Brebes

Pencarian Korban Dihentikan

Anak Berkebutuhan Khusus

Seorang Guru yang Dihadirkan Tuhan

PAIKETAN Krama Bali menggelar Workshop ‘’Fasilitasi Pendampingan Anak Berkebutuhan Khusus’’ di Kampus STPBI-SPB, Jalan Kecak 12, Denpasar, Rabu (28/2) kemarin. Workshop dibuka Kabid Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Disdik Provinsi Bali Made Widhi Dharma. Acara yang diikuti sekitar 60 peserta dari kalangan orangtua anak berkebutuhan khusus, guru, LSM dan praktisi yang menangani anak berkebutuhan khusus di Bali ini, menghadirkan narasumber psikolog dari Jepang Mrs. Chisako Highasitani. Hadir pula Ketua Yayasan Darma Widya Ulangun I Nyoman Gede Astina. Ketua Bidang III Pawongan Paiketan Krama Bali I Made Dwija Suastana mewakili Ketua Umum Paiketan Krama Bali mengatakan, Paiketan Krama Bali adalah kumpulan beberapa organisasi yang memiliki visi dan misi yang sama untuk menjaga Bali. Agenda Workshop ‘’Fasilitasi Pendampingan Anak Berkebutuhan Khusus’’ ini adalah bagian dari komitmen Paiketan Krama Bali berkontribusi tentang pentingnya menyelamatkan generasi anak bangsa tanpa mengecualikan anak berkebutuhan khusus. Ketua Panitia Workshop Jero Jemiwi mengungkapkan, anak dan perempuan adalah dua aset penting bangsa. Perempuan melahirkan anak, dan anak ke depan menjadi pemimpin. Melalui workshop ini ada satu harapan besar dan kesadaran yang muncul dari semua pihak dan perubahan paradigma terhadap anak berkebutuhan khusus. Dalam paradigma lama bahkan ada yang menganggap anak berkebutuhan khusus sebagai beban dan hukuman dari Tuhan. Ini membuat orangtua tak percaya diri, malu bahkan menyembunyikan anaknya di rumah sehingga tak mendapat akses pendidikan yang layak. Paradigma inilah yang harus diubah. Anak berkebutuhan khusus adalah anak istimewa, guru kita semua, guru kesabaran, guru ketelatenan, guru ketelitian dan guru untuk bersyukur. Karenanya, workshop ini menjadi media sharing para pihak terkait yang bersentuhan langsung dengan anak berkebutuhan khusus. Jero Jemiwi berharap orangtua mapan, siap dan memiliki paradigma yang baru. Anak berkebutuhan khusus bukan lagi musibah dan beban kehidupan, tapi seorang guru yang dihadirkan oleh Tuhan. Anak berkebutuhan khusus mempunyai pesan dan kemampuan khusus yang tak dimiliki anak lainnya dan tak diketahui oleh orangtua. Kabid Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Disdik Provinsi Bali mengapresiasi pelaksanaan acara ini. Workshop ini bagian dari wahana untuk mengimplementasi program pendidikan khusus dan sangat pas untuk menggali permasalahan yang dihadapi dalam pelayanan anak berkebutuhan khusus. Menurut Made Widhi Dharma, perhatian pemerintah terhadap anak berkebutuhan khusus sudah optimal. Hanya, fasilitas pendidikan dan kompetensi guru-guru yang mengajar di layanan pendidikan khusus perlu ditingkatkan. (kmb)

anggota keluarganya bisa mengikhlaskan apabila tim penanggulangan bencana yang terdiri atas Basarnas, TNI/Polri, BPBD, dan para relawan tidak menemukan para korban. Menurutnya, tim gabungan penanggulangan bencana bersama keluarga korban telah menyepakati keputusan dihentikannya kegiatan pencarian korban hilang terkait dengan keputusan berakhirnya masa tanggap darurat selama tujuh hari. Pertimbangan penghentian pencarian korban hilang karena jenazah yang ditemukan akan sulit diidentifikasi.

Sebelum masa tanggap darurat berakhir atau pencarian korban hilang dihentikan, tim gabungan penanggulangan bencana dan masyarakat melakukan selamatan di lokasi bencana yang dipimpin oleh kiai setempat. Keluarga korban hilang Sujono, Ikbal (26), mengatakan sebenarnya ke luarga korban masih menginginkan adanya kegiatan pencarian korban yang tertimbun longsor. Hanya, karena sudah diputuskan pencarian korban harus dihentikan, keluarganya menghormati peraturan itu. (ant)

Banyuwangi (Bali Post) Maraknya kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) membuat jajaran kades di Banyuwangi resah. Kondisi ini berimbas pada Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Para kades tak berani melakukan pungutan biaya lantaran khawatir masuk kategori pungli. Padahal, proses penerbitan sertifikat tetap membutuhkan biaya. Apalagi biaya yang ditetapkan surat kesepakatan

bersama (SKB) tiga menteri hanya Rp 150.000 per bidang. “Ini menjadi ketakutan para kades. Di sisi lain, kami dikejar program PTSL, tapi belum ada payung hukum untuk memungut biaya dari warga. Kami takut tersandung OTT,” kata Wakil Ketua Asosiasi Kepala Desa Kabupaten (Askab) Banyuwangi Murai usai bertemu DPRD Banyuwangi beberapa hari lalu. Menurutnya, nilai Rp

150.000 yang ditetapkan juga menjadi polemik di bawah. Sebab, kebutuhan pembuatan sertifikat terkadang bisa melebihi biaya tersebut. Contohnya tanah yang akan disertifikat membutuhkan proses panjang, sehingga memerlukan materai yang tidak sedikit. “Tahun 2017, biaya yang dibebankan ke warga sekitar Rp 300.000-Rp 350.000 per bidang. Kalau aturan di SKB hanya RP 150.000, menjadi perdebatan di tataran

bawah,” jelas Kades Gumirih, Kecamatan Singojuruh, itu. Pihaknya juga tidak bisa menolak program PTSL yang diterima, sebab merupakan program nasional. Masyarakat juga membutuhkan. Karenanya, Murai mendorong DPRD dan Pemkab Banyuwangi segera menerbitkan payung hukum terkait PTSL. Dengan begitu, desa bisa memungut biaya tanpa melanggar aturan. Ketua DPRD Banyuwangi

Kredit dicairkan pihak bank secara kelompok, sedangkan tiap pembayaran angsuran pihak bank memungut ke rumah ketua kelompok. Alasan petugas pemungut itu, uang logam tidak bisa diterima di bank tersebut. Krisna Adi sempat memprotes dan menjelaskan bahwa uang logam merupakan alat pembayaran yang sah. Namun, pihak petugas yang menagih tetap ngotot tidak menerima. Sempat terjadi ketegangan yang disaksikan anggota kelompok yang hadir saat pembayaran pelunasan kredit. Akhirnya, oleh salah satu anggota kelompok, uang logam tersebut ditukarkan dengan uang kertas dan akhirnya pembayaran diterima. Mendapat perlakuan seperti itu, Krisna Adi mengaku sangat kesal dan menyayangkan kebijakan bank yang menolak uang logam. Pengusaha dupa ini juga menuangkan kekesalannya di media sosial (medsos). Banyak warganet yang merespons dan menyesalkan kebijakan bank tersebut. (kmb26)

Made Cahyana Negara akan menjembatani keinginan para kades. Menurutnya, PTSL merupakan program Presiden Jokowi yang harus disukseskan karena mampu meringankan beban masyarakat bawah untuk memiliki sertifikat tanah. Tahun ini Banyuwangi mendapat jatah 54.000 sertifikat yang harus diselesaikan. “Kami akan bicara dengan pemkab dan BPN terkait PTSL,” tegas politisi PDI-P ini. (kmb30)

OTT Marak, Kades di Banyuwangi Resah

Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

Suzuki Berpartisipasi di GIICOMVEC 2018 PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) selaku agen pemegang merek (APM) Suzuki di Indonesia, berpartisipasi dalam perhelatan Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2018. Bertempat di Jakarta Convention Center (JCC), GIICOMVEC 2018 merupakan acara yang dikhususkan untuk mendukung penjualan kendaraan komersial dengan mempertemukan produsen dan konsumen potensial secara business to business. Sebagai salah satu perusahaan otomotif terkemuka di Indonesia, PT SIS akan membawa lini kendaraan komersial yang sesuai dengan kebutuhan pelaku ekonomi di Indonesia. Dony Saputra, 4W Marketing Director PT SIS, berbicara mengenai partisipasi Suzuki dalam GIICOMVEC 2018. “Melihat kondisi saat ini, tidak bisa dimungkiri bahwa Indonesia merupakan salah

satu negara dengan tingkat perkembangan ekonomi yang cukup tinggi. Banyak faktor yang memengaruhinya seperti pembangunan infrastuktur, perdagangan komoditas, serta aktivitas manufaktur. Faktorfaktor inilah yang pada akhirnya mendorong kebutuhan akan kendaraan komersial. Oleh karena itu, partisipasi kami di GIICOMVEC 2018 sangat penting. Apalagi salah satu produk kami, Suzuki Carry, telah dikenal sebagai kendaraan komersial yang tangguh dan telah menjadi andalan konsumen khususnya pelaku bisnis di Indonesia selama lebih dari 40 tahun,” jelasnya. Kehadiran kendaraan komersial Suzuki sejak 1976 tak hanya menjadi sebuah alat transportasi, namun sudah menjadi andalan tiap generasi untuk menggerakkan ekonomi usaha. Kendaraan komersial Suzuki hadir kali pertama di Indonesia adalah pick-up ST10 atau

yang biasa dikenal dengan “truntung”. Kepercayaan konsumen akan produk komersial Suzuki dibuktikan dengan angka penjualan yang cukup baik. Di tengah pasar otomotif yang stagnan, kendaraan komersial Suzuki selama periode Januari–Desember 2017 terjual 44.856 unit (wholesale). Bahkan, lini kendaraan komersial Suzuki menjadi market leader yang berhasil meraih 45,1% dari total market share. Kendaraan komersial ini pun menjadi backbone penjualan Suzuki secara keseluruhan dengan kontribusi 40%. Dalam gelaran GIICOMVEC 2018, PT SIS membawa satu unit display yaitu Suzuki Mega Carry terbaru dan empat unit produk yang telah dimodifikasi sesuai fungsi yaitu Suzuki APV Ambulance, Suzuki Ertiga Ambulance, Suzuki APV angkutan kota, Suzuki APV Mobil Toko serta Suzuki Carry Dump Truck.

Terdakwa Ujaran Kebencian Diganjar Empat Bulan Penjara Banyuwangi (Bali Post) Kasus ujaran kebencian kepada ulama dengan terdakwa oknum anggota LSM, M. Yunus (43), memasuki babak akhir. Hakim Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi menjatuhkan vonis empat bulan penjara kepada terdakwa Rabu (28/2) kemarin. Vonis ini lebih ringan daripada tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) selama delapan bulan penjara. Majelis Hakim yang diketuai Saptono menilai terdakwa terbukti melakukan ujaran kebencian melalui media sosial. Hal ini berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan. Terdakwa dinilai melanggar Pasal 45 (a) dan Pasal 28 ayat (2) UU Informasi

Nasabah Kredit Ditolak oleh Bank

“Pencarian korban hanya dilakukan hingga tujuh hari, yaitu mulai Kamis (22/2) hingga Rabu (28/2). Saat ini masih ada tujuh korban hilang yang belum ditemukan dan semoga tim gabungan penanggulangan bencana dapat menemukan korban,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes, Eko Andalas. Tujuh korban yang belum ditemukan masingmasing Marsui (64), Suwirso (55), Wastim Wahyu (48), Darsip (55), Sujono (57), Rustam Rusyadi, dan Haryanto. Ia berharap keluarga korban yang kehilangan

Pencarian korban hilang akibat tanah longsor di Desa Pasir Panjang, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dihentikan oleh tim penanggulangan bencana pada Rabu (28/2) kemarin sekitar pukul 12.00 WIB. Pencarian korban dihentikan karena masa tanggap bencana selama tujuh hari sudah berakhir.

Bali Post/kmb

Bayar Gunakan Uang Logam Negara (Bali Post) – Seorang nasabah kredit di salah satu bank cabang di Jembrana mengeluhkan pembayarannya ditolak, hanya gara-gara menggunakan uang logam. Padahal jumlah uang logam yang dibayarkan sesuai dengan nilai cicilan kredit yang ditagihkan. Kebetulan, penagihan ini merupakan yang terakhir (pelunasan). Putu Krisna Adi (35), warga Banjar Pasar, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, mengungkapkan adanya penolakan pembayaran menggunakan uang logam tersebut, Rabu (28/2) kemarin. Kredit yang dibayarkan ini atas nama istrinya, Alit Windari, yang sedang ada kesibukan. Pembayaran dilakukan bersama kelompok dengan tagihan senilai Rp 110 ribu. Saat dipungut itulah, Putu Krisna Adi yang membayarkan pelunasan di antaranya menggunakan uang logam pecahan Rp 1.000, ditolak. Peminjaman dilakukan secara kelompok dan untuk istrinya senilai Rp 5 juta diangsur selama 1,5 tahun.

Brebes (Bali Post) –

CENDERAMATA - Ketua Bidang III Pawongan Paiketan Krama Bali I Made Dwija Suastana menyerahkan cenderamata kepada Kabid Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Disdik Bali Made Widhi Dharma usai membuka Workshop ‘’Fasilitasi Pendampingan Anak Berkebutuhan Khusus’’.

5

dan Transaksi Elektronik (ITE). Pasal ini mengatur tindak pidana m e n y e b a r ka n i n f o r m a s i y a n g ditunjukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA. Sidang kali ini dikawal ketat aparat kepolisian. Sebelumnya, beberapa kali persidangan berlangsung tegang, bahkan sempat ricuh sekali. Pemicunya, terdakwa bersitegang dengan beberapa saksi yang dihadirkan JPU. Sidang putusan kemarin berjalan lancar. Usai mendengarkan pembacaan putusan, terdakwa langsung digiring ke mobil tahanan. Pria asal Cluring, Banyuwangi, ini tak memberikan keterangan

apa pun ke wartawan. Kuasa hukum terdakwa, Slamet Suharto, mengatakan vonis yang dijatuhkan hakim lebih ringan daripada tuntutan JPU. Meski begitu, kliennya belum memberikan jawaban terkait vonis tersebut. “Tim kuasa hukum akan koordinasi dengan klien kami. Putusan ini jauh lebih ringan,” jelasnya. Kliennya memiliki waktu tujuh hari untuk menyatakan pikir-pikir. Kasus ujaran kebencian kepada ulama di Banyuwangi ini mencuat tahun 2017 lalu. Oknum LSM, M. Yunus, melalui media dan media sosial menuding pengurus PC Nahdlatul Ulama (NU) Banyuwangi menerima aliran dana dari tambang emas PT BSI. Bahkan,

melontarkan kata-kata tak pantas bagi kalangan ulama. Tak terima dengan tudingan itu, PC NU melapor ke Polres. Meski sempat ada upaya perdamaian, kasus ini akhirnya berlanjut ke persidangan. Saat sidang menghadirkan saksi Ketua Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Banyuwangi K.H. Maskur Ali, persidangan sempat memanas. Warga kalangan NU juga menggelar aksi mendukung vonis berat bagi oknum LSM tersebut. Di Banyuwangi, M. Yunus dikenal sebagai LSM yang berani melontarkan tudingan kepada oknum pejabat dan organisasi publik yang disinyalir menerima aliran uang dari investor tambang emas Tumpangpitu, Banyuwangi. (kmb30)

Produk-produk Suzuki tidak hanya tangguh untuk mendukung kegiatan niaga, namun juga bisa disesuaikan dengan fungsi dan kegunaan di tiaptiap daerah. Bertempat di Hall A6, pengunjung booth Suzuki akan disuguhkan berbagai program menarik baik games interaktif maupun sales program. Pengunjung yang tertarik membeli kendaraan komersial Suzuki akan mendapatkan hadiah langsung berupa voucher belanja. Selain itu, PT SIS bekerja sama dengan perusahaan pembiayaan seperti Suzuki Finance Indonesia, IMFI, BCA Finance, OTO, Adira dan Mandiri Tunas Finance menawarkan paket kredit menarik untuk customer selama perhelatan GIICOMVEC 2018. PT SIS juga mengajak beberapa konsumen loyal kendaran komersial Suzuki untuk berbagi tips sukses kepada pengunjung guna memajukan usahanya. “Kami

berharap partisipasi kami di GIICOMVEC 2018 bisa memberikan manfaat tidak hanya tentang produk tetapi juga bagaimana mengembangkan bisnis konsumen kami dan pada akhirnya berkontribusi langsung dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” tutur Dony. Untuk mempertahankan tren penjualan yang positif, pada ajang GIICOMVEC 2018 PT SIS juga melakukan penyegaran kepada salah satu produk komersial andalannya yaitu Mega Carry. Penyegaran ini mencakup bagian eksterior yang membuat Mega Carry tampil lebih menarik dengan desain stiker baru di kedua sisi pintu depan. Harga yang ditawarkan untuk Mega Carry (OTR Jakarta) yaitu Mega Carry Rp 133.500.000, Mega Carry Extra Rp 135.500.000, Mega Carry AC Power Steering Rp 140.000.000 dan Mega Carry Extra AC Power Steering Rp 142.500.000. (bns2)


OPINI

6

Kamis Kliwon, 1 Maret 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Membudayakan Komunikasi Keluarga

HIMPITAN berbagai masalah seringkali membuat manusia berbuat nekat. Tidak hanya melakukan tindak yang merugikan orang lain, juga terhadap dirinya sendiri. Tindakan kriminal juga seringkali didasari oleh tekanan kejiwaan yang dipicu oleh masalah-masalah keseharian yang begitu menumpuk. Pada akhirnya, ketika yang bersangkutan tidak mampu mengerti lagi maka akan memuncak pada titik kulminasi, di mana dia tidak lagi memegang kontrol penuh terhadap dirinya sendiri. Jadi, wajar saja ketika kemudian dia melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak dia sadari akibat depresi yang sedemikian hebat. Pada masyarakat kekinian yang sarat problem, tekanan hal itu sangat jamak terjadi. Tidak memandang usia, gender, status sosial, status ekonomi maupun pendidikan. Seringkali perilaku mereka tidak dapat ditebak sehingga memunculkan sikapsikap eksplosif, pendiam, mengasingkan diri dan sebagainya. Sebagai anggota keluarga terdekat, tentunya hal ini sudah menjadi pertanyaan awal mengapa hal itu bisa terjadi? Perubahan pola perilaku ini mesti dipecahkan dengan melakukan pendekatan secara persuasif egaliter. Dalam hubungan keluarga, tentu akan banyak terjadi masalah. Antara suami istri, orangtua dengan anak, keluarga dengan lingkungan dan sebagainya. Pendekatan dengan sedapat mungkin meniadakan sekat psikis akan memunculkan hasil yang lebih baik. Dengan pola seperti itu, maka akan mengurangi beban pikiran anggota keluarga yang mengalami masalah. Dia merasa diperhatikan, merasa ada yang peduli dan ada yang diajak untuk tukar pikiran atau semacam curhat. Ini sangat melegakan, ada kanalisasi masalah yang memang belum tentu memunculkan solusi. Artinya, paling tidak dia sudah mengeluarkan unek-unek, hambatan dalam hatinya atau pikirannya sehingga merasa sedikit plong dan ringan. Sikap keterbukaan seperti ini, ketika sebagai contoh anak-anak meningkat dewasa atau remaja, para orangtua mesti lebih jeli serta hati-hati. Mereka dalam tahap usia rawan dan sangat sensitif. Ada baiknya kalau memang persoalan itu berat, libatkan atau ajak orang yang berkompeten di bidangnya untuk ikut urun rembuk. Di sekolah adala guru bimbingan dan konseling dan ada psikolog. Ada psikiater juga yang bisa membantu kalau tingkatan bebannya sudah parah. Yang penting dalam taraf awal adalah bagaimana keluarga berperan ecara aktif. Jangan tinggalkan mereka yang merasa dirinya kesepian, merasa tidak dibutuhkan, merasa gagal serta tertekan. Ini awal pemicu munculnya tindakantindakan yang tidak bisa kita duga sebelumnya. Merusak, menyakiti diri sendiri, menyakiti orang lain, bunuh diri atau membunuh. Dalam skala yang lebih luas, di tengah kehidupan yang serba cepat dan kompleks ini, kepedulian sosial serta kepedulian tentang masyarakat sekitarnya mesti diingatkan dan dipupuk lagi. Sikap egoisme dengan tidak mengenal satu sama lain mesti dihilangkan. Pengenalan terhadap lingkungan sekitarnya, mulai dari skup keluarga, sangatlah penting. Juga menjaga komunikasi dengan pihak lain, terutama sekolah tempat anakanak kita menuntut ilmu juga penting. Tekanan seseorang bisa berkurang ketika dia sudah berkomunikai melakukan kontak dengan lingkungan sekitarnya. Menjadi anggota masyarakat yang terasing, tereliminasi bukan sebuah solusi dari sebuah masalah. Mari kita peduli, mulai dari keluarga sendiri kemudian dan menyebar lebih luas lagi.

S URAT PEMBACA Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM

Jangan Suburkan Fanatisme Kampanye menjadi hal penting bagi para calon untuk sosialisasi diri. Tetapi, bagi masyarakat masa kampanye kemungkinan tak akan berefek tinggi. Karena saat ini sebagian masyarakat telah memiliki pilihan untuk dicoblos saat 27 Juni. Yang perlu dibudayakan para calon adalah menginspirasi agar semua rakyat Bali bersatu menghadapi potensi hambatan dan tantangan menjaga Bali. Saya juga berharap agar saat kampanye jangan lagi membangun fanatisme sempit dengan membesar-besarkan soroh atau klan. Mari suarakan kedamaian dan program strategis membangun Bali. Hemat saya, pilkada hanya proses politik yang berulang. Boleh dikatakan rakyat sudah terbiasa mengikuti proses pilkada. Buktinya, pada pilkada kali ini kesannya biasa-biasa saja, tak ada yang terlalu reaktif. Bahkan, massa kampanye yang biasanya jalan-jalan penuh kendaraan dan kader partai sekarang justru lengang. Itu artinya, semakin sedikit rakyat yang bisa digerakkan hanya untuk tujuan politik. Untuk itu, saya berharap Bali tak hanya melahirkan pemimpin. Bali harus mengatasi masalah serius yang kita hadapi. Selain tantangan kependudukan yang semakin heterogen, makin terkoreksinya daya tahan ekonomi krama Bali juga menjadi ancaman. Jika ini gagal dicarikan solusi, saya yakin pemimpin tak akan berdaya mengelola Bali. Pemimpin hanya akan mengakhiri masa kekuasaannya secara rutinitas tanpa terobosan. Semua rakyat Bali mari bicara dan tawarkan solusi untuk menjaga Bali.

I Gede Purdana Buleleng, Bali

Bali Memerlukan Konseling Keluarga Persoalan sosial yang menerpa Bali semakin kompleks dan menyeramkan saja. Beberapa waktu lalu diberitakan tiga orang balita tewas diduga dibunuh oleh orangtuanya. Berita ini dalam sekejap menjadi perbincangan masyarakat dan juga menjadi viral di media sosial. Banyak yang menduga bahwa peristiwa tersebut dipicu oleh permasalah keluarga, yang barangkali sulit dipecahkan. Jauh hari sebelumnya, seorang anak juga diduga dibunuh oleh ibu angkatnya yang dipicu oleh masalah kecemburuan warisan. Peristiwa ini juga ramai dan mengambil perhatian masyarakat sampai berbulan-bulan. Mungkin saja dua peristiwa tersebut merupakan fenomena gunug es yang hanya muncul di permukaan saja, tetapi di baliknya justru banyak masalah yang tidak terungkap.

Oleh I Nyoman Dana atar belakang konflik yang terjadi di dalam keluarga, memang paling sulit dipecahkan di Indonesia. Di sini sistem sosial yang berlaku di Indonesia, seolah menutup kemungkinan membicarakan atau memecahkan persoalan yang ada di dalam keluarga. Padahal, justru konflik di dalam keluarga seperti inilah yang mestinya harus mendapat pemecahan yang paling utama untuk menciptakan stabilitas sosial. Indikator paling jelas tentang kurangnya perhatian masyarakat terhadap konflik dalam keluarga inti ini adalah sangat kurangnya praktik psikolog yang khusus menangani persoalan intra keluarga tersebut. Yang ada sampai berlebihan adalah praktik dokter yang mengobati sakit fisik masyarakat. Padahal antara sakit fisik dan psikis, mempunyai dampak yang sama, bahkan sakit psikis justru memberikan dampak yang jauh lebih besar, bukan saja faktor celaka pada keluarga bersangkutan, tetapi juga pada efeks psikolo-

L

gisnya bagi masyarakat. Tewasnya tiga anak-anak, jelas mengguncang psikologis masyarakat. Ada banyak pihak yang memrotes pemberitaan peristiwa tersebut, baik di media massa (cetak dan elektronik) maupun media sosial. Sangat kurangnya praktik umum psikolog (atau psikiater) untuk memecahkan persoalan batin anggota keluarga ini, bisa jadi juga memicu munculnya tindakantindakan fatal yang terjadi pada keluarga tersebut. Maka, kini di tengah semakin ketatnya persaingan dan tekanan hidup di masyarakat, diperlukan adanya bimbingan konseling untuk menangani masalah sosial, terutama yang menghinggapi anggota keluarga. Rumah sakit mestinya juga dilengkapi dengan lebih banyak klinik-klinik yang membahas persoalan keluarga tersebut. Kasus-kasus tekanan kepada keluarga, kini nampaknya tidak hanya ada di perkotaan saja tetapi juga di pedesaan. Kasus yang terjadi minggu lalu di Bali, justru terjadi di pedesaan yang berhawa sejuk. Dalam konteks demikian, Puskesmas pun seharusnya dilengkapi klinik psikologis yang mampu

memberikan petunjuk tentang masalah-masalah yang terjadi di masyarakat bukan perkotaan. Dalam kasus Bali, geografi Bali memungkinkan tekanan keluarga tersebut secara cepat menyebar ke pedesaan. Industri pariwisata di Bali memberikan persaingan yang sangat ketat untuk merebut lowongan pekerjaan. Di dalam sektor pekerjaan itu juga memungkinkan adanya konflik batin antar karyawan, karena kemungkinan adanya perbedaan tajam penghasilan antara orang lokal dengan orang asing. Ini dapat memicu kecemburuan. Pada saat yang sama, karyawan lokal juga harus pintar-pintar mebagi waktu karena “diburu” oleh pekerjaan ritual adat yang ada di kampung. Secara geografis, industri pariwisata itu sudah masuk ke pedesaan dan dikelola dengan cara kapitalis, yang secara kultural mempunyai budaya yang jauh berbeda dengan gotong-royong. Inilah yang menjadi alasan untuk membentuk adanya lembaga yang menyediakan jasa psikologis untuk memecahkan persoalan-persoalan yang ada pada tingkat keluarga inti.

Karena demikian, jarangnya praktik konsultasi psikologi ini, termasuk juga media konseling di media cetak (apalagi media sosial), fenomena ini justru mempengaruhi budaya sosial. Jika ada persoalan yang muncul di dalam keluarga, masyarakat malu mengutarakan kepada orang lain, bahkan kepada sahabatnya. Apalagi misalnya datang ke rumah sakit jiwa (karena tidak ada lagi alternatif lain). Pada pengungkapan masalah kepada pihak lain, merupakan metode pertama untuk meredakan masalah, dan kemungkinan pada saat itulah para korban akan mendapat masukan yang dalam konteks ini justru menjadi obat awalnya untuk menyelesaikan persoalan. rasa malu inilah yang kemudian menjadi masalah akut di dalam memecahkan persoalan-persoalan berjenis demikian. Demikian ramainya pembicaraan masyarakat tentang kasus tewasnya tiga bocah minggu lalu, bisa dibaca dengan cara lain juga. Yang pertama, mungkin secara umum peristiwa tersebut menarik karena demikian mengejutkan. Tetapi pada sisi lain, bisa jadi menjadi gambaran riil dari kondidi masyarakat sesungguhnya yang mempunyai masalah identik. Mereka mencoba mencari informasi tersebut, menggali secara lebih mendalam untuk mencari “obat” demi memecahkan masalah yang dimiliki. Jika dugaan ini benar maka, semakin penting adanya lembaga konseling yang mampu memberikan pemecahan terhadap masalah-masalah psikologis yang dimiliki oleh warga. Jika pihak swasta tidak mampumendirikan lembaga tersebut, maka pemerintah (Bali) sebaiknya memikirkan

Obsesi Pilgub Bali Ramah Ekologi

PESERTA Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali 2018 telah ditetapkan KPU Bali. Dua pasangan dinyatakan lolos sebagai peserta. Pasangan pertama adalah I Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati yang diusung PDI-P, PAN, Hanura dan PKPI. Sedangkan yang kedua adalah Ida Bagus Rai Dharmawijaya MantraKetut Sudikerta yang diusung Golkar, NasDem, Gerindra dan Demokrat. Puncak Pilgub Bali berupa pemungutan suara Pemilu akan digelar pada tanggal 27 Juni 2018. Penyelenggaraan pemungutan suara masih dihantui problem rendahnya partisipasi. Partisipasi politik menunjukkan tren mengkhawatirkan selama pemilu pascareformasi. Tingkat partisipasi Pemilu 1999 sebesar 92,74 persen, Pemilu 2004 sebesar 84,07 persen, dan Pemilu 2009 semakin turun menjadi 70,99 persen. Tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilgub Bali 2008 sebesar 72 persen. Partisipasi naik dua persen menjadi 74 persen pada Pilgub 2013. Sedangkan Pilgub 2018 ini ditargetkan memenuhi angka partisipasi 75,5 persen. Banyak faktor mempengaruhi partisipasi dan banyak strategi dapat ditempuh demi meningkatkan partisipasi. Satu hal yang penting tetapi sering luput dari amatan adalah penyediaan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ramah lingkungan. Prinsip utama keramahan ini adalah nyaman, aman, menarik perhatian, dan peduli kelestarian ekologi. KPU Bali menyediakan 6.735 TPS untuk Pilgub Bali 2018. Peraturan KPU Nomor 14 Tahun 2016 mengatur setiap TPS maksimal menampung pemilih sebanyak 800 orang untuk Pilkada 2018.

Oleh Ribut Lupiyanto Konsekuensi dari angka ini adalah penyediaan fasilitas TPS yang memadai. KPU juga mengatur, bahwa TPS dibuat di tempat yang mudah dijangkau, termasuk oleh penyandang cacat dan menjamin setiap Pemilih dapat memberikan suaranya secara langsung, umum, bebas, dan rahasia. Persyaratan tersebut baru memenuhi standar minimal prinsip demokrasi. Terobosan penting dikreasikan demi mengoptimalkan partisipasi politik rakyat. Beberapa upaya dapat ditempuh dalam menyediakan TPS yang ramah lingkungan. Pertama, TPS terlindung dari hujan dan panas. Pilgub 2018 terselenggara bertepatan dalam musim pancaroba. Musim pancaroba ditandai oleh hujan yang sudah tidak teratur, cuaca mulai panas dan rawan angin kencang. Agar aman dan nyaman, TPS bisa memanfaatkan fasilitas setempat, seperti balai RT/RW/Dusun, rumah warga yang layak, atau halaman yang luas. Jika terpaksa di tempat terbuka, maka dapat digunakan tenda dari kain dan diupayakan jauh dari pohon besar, papan reklame, menara atau barang lain yang rawan tumbang. Kedua, TPS menyediakan fasilitas ramah lingkungan. Fasilitas tersebut misalnya tempat sampah, ruang khusus merokok, terjangkau pemadam kebakaran, dan lainnya. Sampah yang berserakan dapat merusak pandangan dan menimbulkan bibit penyakit. Hal ini penting diantisipasi agar tidak mengganggu proses pemungutan, apalagi menurunkan partisipasi. Hak pemilih

akan lingkungan sehat juga mesti dijunjung dengan larangan merokok sembarangan dan menyediakan tempat khusus merokok. Ketiga, TPS ramah terhadap kelompok rentan. TPS mesti dapat dijangkau penyandang difabel serta fasilitasnya berpihak kepada mereka. TPS juga penting menyediakan tempat tertutup untuk laktasi atau bermain anak. Kelompok ini selain diprioritaskan dalam proses, juga diprioritaskan dalam fasilitas. Keempat, TPS menyediakan fasilitas tambahan jika memungkinkan. Fasilitas ini merupakan bentuk pelayanan bagi kebutuhan dasar pemilih. Misalnya berbentuk air mineral, obatobatan, toilet, dan lainnya. Kelima, TPS menyuguhkan fasilitas, atraksi atau bentuk lain yang menarik. Penyediaan ini tergantung pada kemampuan masing-masing TPS. Pengalaman beberapa pemilu, pemilukada dan pilkades beberapa TPS rela merancang sedemikian rupa demi merengkuh partipasi warga. Misalnya TPS menggunakan dekorasi seperti hajatan perkawinan serta petugasnya berseragam unik seperti pakaian adat, seragam perjuangan dan lainnya. Permasalahan besar dalam pelaksanaan pemilu adalah pendanaan. Petugas tingkat TPS atau disebut KPPS sifatnya pengabdian, karena honornya sedikit. Pendirian TPS dengan segala fasilitasnya juga tidak menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu. Kondisi ini menuntut optimalisasi swadaya warga atau memanfaatkan dana kolektif lokal sangat mempen-

garuhi performa TPS. Dana kas RT/RW/Dusun/Kampung dapat dimanfaatkan sebagian secara proporsional dan sesuai kesepakatan warga. TPS ramah lingkungan mementingkan substansi bukan semata fasilitasi. TPS ini diharapkan jauh dari kesan mewah dan berlebih-lebihan. Pemilu selain menjadi ajang pesta demokrasi juga dapat digunakan sebagai ajang penyadaran lingkungan. Penyediaan TPS yang ramah lingkungan penting berbasis partisipasi. Tidak ada gunanya bahkan bisa kontra produktif jika dilakukan berdasarkan kebijakan otoriter pemimpin setempat. Seluruh warga mesti dipahamkan akan urgensi dan filosofi bentuk TPS yang dirancang. Bentuk dan bahan yang digunakan juga lebih baik jika mengoptimalkan kearifan lokal. Penyediaan TPS yang memadai jangan sampai dilakukan dengan cara yang justru merusak demokrasi. Misalnya dengan meminta pendanaan kepada salah satu parpol atau caleg. Praktik terlarang ini mesti dihindari demi independensi. Publik penting mengawasi segala fenomena di sekitarnya demi penyelenggaraan pemilu yang jujur, adil, langsung, umum, bebas dan rahasia. Prinsip ini akan semakin lengkap jika ditambah aman dan nyaman. Pilgub Bali 2018 adalah pertaruhan kualitas demokrasi di Bali. Partisipasi mesti meningkat dibanding pemilu sebelumnya. Hak politik warga dan hak asasi lainnya juga mesti dijunjung. TPS ramah lingkungan menjadi kebutuhan demi keamanan, kenyamanan dan kepedulian lingkungan. Penulis, Deputi Direktur CPubliCA (Center for Public Capacity Acceleration)

hal ini. Para politisi yang kini sedang kampanye berbusa-busa mesti memerhatikan kondisi sosial ini. Mereka tidak boleh alfa dan hanya berjanji untuk menyelesaikan persoalan jalan raya belaka. Sesungguhnya kalau boleh digali secara lebih dalam, kearifan sosial di Bali telah memberikan peluang bagi kita untuk melakukan diskusi dan memecahkan masalah baik yang sifatnya pribadi, keluarga maupun umum. Pesan “kalimat jele melah dadi sambat”, jelek atau buruk itu bisa diungkapkan, merupakan media awal untuk memecahkan persoalan pada tingkat keluarga. Tetua masyarakat Bali telah memberikan petunjuk bahwa manusia itu tidak sempurna, dan boleh mengungkapkan keterbatasannya demi menyelesaikan persoalan yang dihadapi. Jadi berbasis kepada kearifan lokal tersebut, maka sekali lagi diungkapkan bahwa tidak ada kelirunya membuka lembaga konseling masalah-masalah keluarga. Hanya yang harus diperhatikan oleh masyarakat adalah bahwa etika harus diperhatikan betul saat ada peristiwa seperti ini. Dalam kasus tewasnya tiga anak ini, janganlah kemudian mendesak dan mengganggu orang yang kini sedang dalam kondisi psikologis yang luar biasa tertekan. Berikan kesempatan kepada yang bersangkutan untuk menyebuhkan psikologisnya terlebih dahulu. Bahkan berikan dukungan mental agar cepat sembuh. Masalah ini kompleks dan rumit. Kesalahan tidak hanya pada sesorang tetapi banyak yang saling karut-marut. Jadi berikan dia ruang untuk menyembuhkan diri dulu. Jangan dikejar-kejar.

POJOK Seratusan mantan teroris bertemu dengan korbannya. - Pastinya bukan tukar pengalaman. *** Grup penyebar ujaran kebencian ditangkap, anggotanya ratusan ribu. - Dari Bali ujarkan kedamaian. *** Gunakan iradiasi nuklir, ekspor perdana tempe ke Korsel. - Tak ada lagi ‘’mental tempe’’.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


PDAM Tak Mengalir Tiga Hari

Warga Seribupati Cau Blayu Kelimpungan

Tabanan (Bali Post) Warga Seribupati, Desa Cau Blayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan mengeluhkan layanan PDAM. Pasalnya, sejak Sabtu lalu air PDAM tidak mengalir sama sekali. Warga pun terpaksa membeli air kemasan untuk minum dan mencari sumber mata air. Bahkan untuk mandi merekapun mengaku kesulitan air bersih. Seperti disampaikan Gusti Putra, warga banjar Seribupati yang mengaku tidak bisa mandi saat hendak berangkat bekerja, karena beberapa hari air tidak mengalir. Begitu juga sejumlah warga yang bingung mau cari di mana. Ia menyayangkan lambatnya respons pihak PDAM menanggapi keluhan warga. “Minimal masyarakat tahu penyebab mengapa air sampai mati lama, dan sampai kapan,” ucapnya, Rabu (28/2) kemarin. Dihubungi terpisah, Humas PDAM Tabanan I Gede Wijana mengatakan memang ada gangguan air PDAM ke wilayah Banjar Seribupati, Desa Cau Blayu, Marga, akibat pipa transmisi di sumber mata air putus tergerus longsor. Hal ini karena hujan deras yang sempat mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Tabanan, belum lama ini. “Pipa transmisi di sumber mata air Kacangan, Desa Luwus putus karena tergerus longsor, karena sumber air yang mengalir ke desa Cau Blayu khususnya memang dari wilayah layanan Baturiti,” terangnya. Dikatakan Wijana, pasca-ada informasi pipa transmisi (induk) putus, petugas juga telah langsung melakukan perbaikan, bahkan hari itu juga sebenarnya sudah kembali normal. Hanya saja untuk memulihkan kondisi air memang proses pengeluaran angin pipa, apalagi pipa sempat kosong. Begitupun topografi desa Cau Blayu yang agak landai atau datar juga menyebabkan aliran air tidak terlalu deras dan hanya baru bisa untuk warga yang berada di wilayah lebih rendah. “Masih anginan khususnya di Cau Blayu dan Seribupati, dan proses membuang angin pipa dan beda tinggi (topografi - red) tidak bagus agak landai,” ucapnya. Pihaknya berharap masyarakat bisa bersabar, karena pascamengalami rusak petugas PDAM sudah melakukan perbaikan. (kmb28)

7

TABANAN

Kamis Kliwon, 1 Maret 2018

Ditemukan 112 Kasus HIV Baru, Didominasi Pria

Tabanan (Bali Post) Sepanjang tahun 2017 lalu, kasus HIV baru yang ditemukan di Tabanan mencapai 112 orang. Dari 112 orang tersebut, kebanyakan ditemukan pada pria dengan jumlah 64 orang dan perempuan 48 orang. Dengan penemuan 112 kasus baru ini, menjadikan total penderita HIV di Tabanan 1.048 orang. Rentang usia yang terinfeksi HIV didominasi usia produktif yakni 30-39 tahun. Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika, Rabu (28/2) kemarin mengatakan, dalam menemukan kasus baru HIV, saat ini setiap Puskesmas di Tabanan sudah mampu melakukan pemeriksaan HIV. Bahkan telah diterapkan pemeriksaan HIV bagi setiap ibu hamil yang melakukan kontrol kandungan ke Puskesmas. Langkah ini diambil mengingat faktor risiko penularan HIV dari hubungan heteroseksual menduduki peringkat teratas. Berdasarkan data hingga Desember 2017, dari 1.084 kasus, kelompok usia yang terbanyak menderita HIV adalah usia 30-39 tahun dengan 348 kasus. Menyusul usia 40-49 tahun sebanyak 183 kasus. Melihat dominasi usia penderita HIV yang ada dalam rentang 30-39 tahun atau usia produktif, penemuan dan pencegahan penularan HIV di masyarakat menjadi

semakin mendesak dan harus diambil langkah yang tepat. Suratmika mengatakan, selain langkah pasif atau menyediakan pemeriksaan HIV di setiap Puskesmas, pihaknya juga menggelar langkah aktif dengan menemukan langsung kasus di Lapangan. Salah satu langkah aktif ini adalah dengan mengeluarkan program survei keluarga sehat. Dalam program ini, petugas Puskesmas akan langsung turun ke rumah-rumah memberikan layanan kesehatan, penyuluhan dan sekaligus penemuan kasus. Untuk penemuan kasus, lanjut Suratmika, ada lima penyakit menjadi sasaran utama yaitu TBC, HIV, hipertensi, kencing manis dan gangguan jiwa. ‘’Tim mendatangi rumah-rumah sambil melakukan layanan kesehatan. Sasaran utama pemeriksaan adalah lansia, anakanak dan ibu hamil. Sementara

untuk penemuan penyakit adalah TBC, HIV, kencing manis, hipertensi dan gangguan jiwa,’’ ujarnya. Penemuan lima penyakit ini akan langsung ditindaklanjuti dengan melakukan rujukan untuk pengobatan lanjutan ke Puskesmas atau rumah sakit. Selain itu, petugas juga akan melakukan penyuluhan mengenai kesehatan dan pentingnya menerapkan PHBS serta pentingnya melakukan pengobatan serta menerapkan langkah-langkah pencegahan. Hasil survei ini, lanjut Suratmika, akan dimasukkan ke dalam data server pemerintahan pusat sehingga dapat diketahui permasalahan global yang terjadi ditingkat masyarakat paling kecil yaitu rumah tangga. Dengan adanya data yang mendetail ini, ke depan pemerintah bisa mengambil langkah-langkah lebih tepat untuk mengatasi permasalahan kesehatan. (kmb24)

dr. Nyoman Suratmika

Bali Post/kmb24

April, Penyatuan Server Seluruh OPD Ditarget Rampung Tabanan (Bali Post) Kabupaten Tabanan sesuai instruksi Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, tengah berancang-ancang menuju Tabanan Smart City. Bahkan di bulan April 2018 Tabanan cyber control room atau ruang server tempat integrasi program dan aplikasi dari tiap OPD, kecuali Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil sudah harus mulai difungsikan. Merealisasikan target tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika

(Diskominfo) Kabupaten Tabanan saat ini tengah merekrut ahli teknologi informasi (IT) yang disiapkan untuk proyek kegiatan pembangunan plafon smart e-government. Sebanyak tujuh orang pelamar, Rabu (28/2) kemarin, mengikuti dua tes langsung yakni tes kemampuan dan wawancara yang digelar di kantor setempat. Nantinya dari tujuh kandidat tersebut, akan diseleksi lagi untuk mendapatkan lima orang tenaga IT yang

memenuhi kriteria dan persyaratan yang telah ditentukan, khususnya komitmen dalam menjalankan tugas. “Kami perlu lima tenaga IT, tetapi itu bukan berarti patokan harus dapat sekian. Mungkin saja yang cocok hanya dua atau tiga orang, tergantung hasil rekrutmen, karena yang kita butuhkan adalah tenaga IT yang memang memiliki skill dan komitmen mereka bagi pembangunan IT di Tabanan,” ucap Pejabat Pelaksana Teknis

Kegiatan (PPTK) I Gst Putu Winiantara di sela-sela proses rekrutmen. Komitmen tentunya memiliki poin penting dari para kandidat, karena tugas mereka, lanjut pria yang akrab dipanggil Anom ini, sangat spesifik sekali dan memang memerlukan keahlian yang tinggi. Seperti diketahui, pada bulan april mendatang, penyatuan server untuk seluruh OPD sudah harus jalan kecuali Disdukcapil, karena Disdukcapil servernya langsung terhubung

dengan pusat. Begitu juga ruang kontrol, semacam Tabanan cyber control room pada bulan yang sama juga sudah harus jalan. “Jadi yang berhasil masuk seleksi yang akan mengoperasikan dan mengintegrasikan data seluruh OPD. Karena kita sudah punya aplikasi platform smart government,” pungkasnya. Proses rekrutmen tenaga IT pun sudah mulai dilakukan sejak Jumat (23/2) hingga Senin (26/2), diawali dengan seleksi administrasi. (kmb28)

Mesin Mati, Truk Wayan Pica Nyungsep ke Sungai Bulan Dana PMI 2017, Terkumpul Rp 170 Juta Lebih

Tabanan (Bali Post) – Salah satu cara PMI Tabanan untuk bisa melakukan tugas sosial dan kemanusiaannya adalah menggalang bulan dana. Untuk tahun 2017, bulan dana berlangsung dari Oktober hingga Desember. Hasilnya selama tiga bulan, dana yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp 175.812.000,00 dengan hasil bersih sebesar Rp 158.231.000. Ketua Panitia Bulan Dana PMI dr. Nyoman Suratmika saat acara penutupan dan serah terima hasil Bulan Dana PMI tahun 2017 yang dirangkaikan dengan Musyawarah Kerja PMI Kabupaten Tabanan tahun 2018, Rabu (28/2) kemarin menjelaskan, perolehan hasil bulan dana PMI Kabupaten Tabanan

tersebut tidak terlepas dari dasar yuridis formal yang telah diberikan oleh Bupati Tabanan dan peran serta seluruh komponen masyarakat kabupaten Tabanan. Dengan dana ini, diharapkan PMI Tabanan akan dapat melaksanakan tugasnya untuk melakukan sumbangan sosial guna membiayai kegiatan-kegiatan kemanusiaan, kegiatan sosial dan kegiatan lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat di Kabupaten Tabanan. Sementara itu, Wakil Ketua II PMI Tabanan Gede Susila menjelaskan jika bulan dana tahun 2017 prosentase pencapaiannya adalah 87,87 persen. Meski target 100 persen belum tercapai, namun hasil ini sudah cukup memuaskan. Ia melanjutkan,

tidak tercapainya target 100 persen bisa dipengaruhi banyak faktor mulai dari adanya pengaruh ekonomi dan juga mungkin waktu yang kurang mendukung. Ia melanjutkan, agar program yang disusun dalam musyawarah kerja tahun 2018 ini dapat berjalan dengan baik, efektif, efisien, dan tepat sasaran, maka semua komponen PMI yang ada hendaknya selalu bekerja sama dengan pemerintah. Ia menambahkan, agar dana yang dikumpulkan lewat bulan dana dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga program-program yang telah disiapkan melalui musyawarah kerja dapat dilaksanakan dengan baik sesuai dengan tugas pokok dan fungsi PMI itu sendiri. (kmb24)

Bali Postkmb24

PENUTUPAN - Acara penutupan dan serah terima hasil Bulan Dana PMI tahun 2017, yang dirangkaikan dengan Musyawarah Kerja PMI Kabupaten Tabanan tahun 2018, Rabu (28/2) kemarin.

Tabanan (Bali Post) Kecelakaan terjadi di wilayah Polsek Penebel, Rabu (28/2) kemarin tepatnya Jalan Jurusan Penebel - Batukaru, termasuk Banjar Sigaran, Desa Jegu, Kecamatan Penebel, Tabanan. Diduga mesin mati, truk nopol DK 9367 GL yang dikemudikan I Wayan Pica (70) alias Pan Surya terperosok ke Sungai Yeh Ho sekitaran Jembatan Yeh Penatahan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, hanya saja muatan dua tangki isi air ulang pecah. Bahkan proses evakuasi truk menyebabkan kemacetan cukup lama. Pantauan dilapangan, evakuasi truk dilakukan sekitar pukul 11.00 Wita, dengan cara diderek. Akibatnya, arus dua arah macet total selama satu jam, ditambah banyaknya warga yang ingin melihat lebih dekat proses evakuasi. Meski tidak ada hambatan serius, evakuasi sempat mengalami kesulitan, sebab mobil derek tidak leluasa bergerak lantaran kondisi jalan tidak terlalu lebar, sementara bodi truk terlalu panjang. Hingga sekitar pukul 12.00 Wita proses evakuasi berhasil dituntaskan. Dari sumber dilapangan, kecelakaan terjadi Rabu dini

Bali post/kmb28

TRUK - Kondisi truk saat berada di dalam sungai di Banjar Sigaran, Desa Jegu, Kecamatan Penebel. hari sekitar pukul 02.50 Wita. Saat itu sopir truk Wayan Pica asal Banjar Wangaya Kelod, Desa Wangaya, Kecamatan Penebel, hendak membawa muatan air isi ulang sebanyak dua tangki ke daerah Sesetan Denpasar. Namun tiba di lokasi kejadian atau sesudah melewati jembatan dengan kondisi jalan menan-

jak, tiba-tiba mesin truk mati saat hendak oper gigi. Ia pun tidak bisa berbuat banyak, dan berusaha menghidupkan mesin tetapi truk keburu mundur dan langsung terperosok ke jurang. Untung saja sopir selamat dari maut dan hanya mengalami luka-luka. Kapolsek Penebel AKP I Ketut Mastra Budaya

menjelaskan, truk terperosok ke sungai karena mesin mati. “Sopir tidak ngantuk, murni karena out of control (OC). Truk ringsek bagian wadah dan bodi depan, diperkirakan kerugian sekitar Rp 70 juta,” tegas AKP Mastra Budaya. Sementara sopir truk selamat dan sudah dijemput oleh keluarganya. (kmb28)


KARANGASEM

8

Kamis Kliwon, 1 Maret 2018

SOSOK Tak Pernah Canggung SOSOK Ni Nyoman Merta baru setahun menjabat sebagai Kepsek di sekolah TK Pembina Rendang, Karangasem. Sebelum menjadi Kepsek di TK Pembina, dirinya tugas di TK Widya Sari 1 Muncan, Selat. Dalam menjalankan tugasnya menjadi Kepsek, dirinya terus meminta masukan dan tetap berkomunikasi dengan guru-guru yang lebih dulu bertugas di sekolah tersebut. “Karena tugas di lingkungan yang baru saya tetap bertanya kepada guru-guru yang bertugas di sini. Karena mereka yang lebih tahu situasi di sini. Tapi saya tidak pernah canggung bertanya dengan mereka,” ucapnya. Guru kelahiran 31 Desember 1968 itu Bali Post/nan menambahkan, dirinya tidak canggung dalam bertanya karena hampir sebagian besar guru-guru yang mengajar di TK Pembina Rendang sudah sering bertemu untuk mengurus administrasi, salah satunya administrasi kenaikan pangkat di sekolah ini. “Jadi bagi saya wajah-wajah guru di sini sudah tidak asing lagi. Kini tinggal menyesuaikan diri saja dengan lingkungan sekolah,” katanya. Dalam memajukan sekolah yang dipimpinnya, kata Merta pihaknya tinggal melanjutkan program-program yang sudah dibuat Kepsek yang menjabat sebelumnya. Untuk melanjutkan program itu, dirinya rutin melaksanakan musyawarah dengan para guru untuk meminta ide-ide yang baru untuk memajukan sekolah ini agar lebih baik ke depannya. “Guru-guru sangat mendukung segala kebijakan yang saya lakukan. Selama ini kerja sama juga bagus. Saya harap dengan dukungan semua pihak, segala program yang dibuat bisa dijalankan dengan baik,” kata Merta. (nan)

Anggota Paskibraka Karangasem Segera Diseleksi

Amlapura (Bali Post) Anggota tim pasukan pengibar bendera (Paskibraka) tingkat Kabupaten Karangasem akan segera diseleksi mulai April mendatang. Selain untuk tim di kabupaten, seleksi juga dilakukan calon paskibraka yang mewakili Karangasem di tingkat provinsi. Namun, mulai tahun ini ketentuan calon paskibraka hanya boleh diikuti siswa kelas X saja. Sementara itu Pemkab Karangasem menggelontorkan dana lebih beBali Post/kmb41 sar bagi Paskibaraka. I Putu Susila Demikian disampaikan Kabid Pemuda dan Olahraga Disdikpora Karangasem I Putu Susila, Rabu (28/2) kemarin. menurutnya, dari total anggaran yang digelontorkan dibagi untuk kegiatan pelaksanaan seleksi untuk persiapan peserta ke tingkat kabupaten dan seleksi untuk provinsi. “Anggaran yang disiapkan diperuntukann untuk segala kebutuhan mulai dari pakaian latihan, biaya jasa instruktur, obat-obatan dan kebutuhan yang lainnya,” ungkapnya. Kata Susila, pihaknya sebelumnya sudah mengikuti rapat di tingkat provinsi membahas terkait pelaksanaan paskibraka di tingkat provinsi. Dari hasil rapat itu, jelas dia disepakati bahwa untuk peserta paskibraka tahun ini hanya boleh mengambil siswa kelas X saja. Selain di provinsi, untuk rapat di tingkat kabupaten juga sudah dilaksanakan pada 9 Februari lalu. Dalam rapat tersebut melibatkan TNI, Dinas Kesehatan dan PPI. “Kita akan segera melayangkan surat terkait pelaksanaan seleksi paskibraka ke masing-masing sekolah-sekolah SMA/ SMK,”katanya. Dalam seleksi nanti, jika mengacu pada panduan paskibraka, tinggi badan peserta diharapkan minimal 170 cm dan putri 165 cm. Namun, setelah pihaknya melihat kondisi di lapangan banyak siswa yang tingginya tidak memenuhi standar itu dan ditakutkan tidak ada yang memenuhi syarat-syarat tersebut. Maka dari itu pihaknya membuat kebijakan bersama maka diputuskan persyaratan tinggi badan putra yakni dari 168-180 cm dan untuk tinggi putri dari 163-170 cm. Sedangkan peserta yang bakal dikirim untuk mengikuti seleksi di tingkat provinsi tetap mengacu pada standar awal, yakni tinggi badan putra 170-180 cm dan putri 165-170 cm “Untuk seleksi di tingkat kabupaten akan dilakukan mulai 11-13 April mendatang. Peserta yang nantinya mengikuti seleksi ini mencapai 228 peserta. Dari jumlah itu nanti kita akan menetapkan sebanyak 67 peserta saja. Dan dari jumlah itu kita akan memilih 10 peserta terbaik untuk dikirim mengikuti seleksi di tingkat provinsi,” paparnya sembari menyatakan dalam pelaksanaan saat 17 Agustus nanti ada lima anggota TNI yang akan menjadi peserta paskibraka. Dikatakannya, di tingkat provinsi masing-masing kabupaten kota dijatah empat yang sudah pasti lolos seleksi. Sedangkan dari 10 peserta yang dilibatkan, enam peserta lainnya harus bertarung agar bisa lolos seleksi di provinsi. Sedangkan kalau enam peserta itu tidak lolos, maka mereka akan kembali masuk tim paskibraka di kabupaten. “Untuk seleksi di provinsi akan dilaksanakan mulai 16-18 Mei mendatang. Semoga dari 10 perwakilan dari Karangasem semuanya bisa lolos seleksi,” harapnya. (kmb41)

Telepon Penting kARANGASEM Polres Karangasem Penjagaan Polres Polsektif Karangasem Polsek Kota Polsek Manggis Polsek Rendang Polsek Selat Polsek Abang Polsek Kubu Polsek Sidemen Polsek Bebandem Polsek Candidasa Polsek KP3 Padangbai Radio Suara Widya Besakih (SWIB) Koperasi Krama Bali Cab. Karangsem PMI PDAM0 PLN BPBD/ESR Badan SAR Pemadam Kebakaran URD RSUD RSUD SMAN 1 Amlapura SMAN 2 Amlapura

0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363

21220 23222 21167 41768 23082 24187 23330 22988 21709 22110 41677 41388

0363

21791

0363 0363 363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363

2710050 21789 21363 21711 22173 21135 21113 21011 21470 21152 21254

SANTUNAN - Asisten I Setda Karangasem bersama pimpinan OPD lainnya saat menyerahkan santunan dan bantuan lainnya kepada keluarga korban sambaran petir.

Pemkab Karangasem Santuni Korban Tersambar Petir

Amlapura (Bali Post)Musibah sambaran petir yang menimpa sembilan warga hingga dua orang meninggal dunia di Desa/ Banjar Tulamben, Minggu (25/2) lalu, menimbulkan duka mendalam. Untuk meringankan beban korban, pemerintah daerah turun tangan memberikan santunan. Selain santunan, para korban juga dibantu alat rumah tangga dan sembako. Bantuan diterima tiga KK yang bersangkutan dalam bencana ini. Sedangkan satu orang pasien yang ditengok di RSUD Karangasem I Nyoman Jenek juga mendapat bantuan berupa sembako.

Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri melalui Asisten I Ida Bagus Sulendra bersama Direktur Rumah Sakit, Kepala Pelaksana BPBD dan pimpinan OPD terkait turun langsung ke rumah duka di Banjar Beluhu Kauh, Desa Tulamben dan ke rumah sakit, tempat korban selamat dirawat. “Kami turut berbelasungkawa atas korban yang terkena sambaran petir ini. Semoga diberi ketabahan untuk keluarga yang ditinggalkan. Untuk yang masih dirawat semoga cepat diberikan kesembuhan,” kata Sulendra. Menurut keterangan Kepala Desa Tulamben I

Nyoman Ardika, selama ini, korban Wayan Tebeng dikenal sebagai petani yang ulet. Walau umurnya telah 70 tahun, Wayan Tebeng konsisten mengolah lahan seluas 2 hektar untuk ditanami kacang tanah, jagung, dan sawi secara bergantian. Tebeng selalu bekerja di kebun mengajak adik, anak, menantu, dan cucunya. Mereka bahu membahu mulai dari mengolah lahan, menanam kacang tanah, cabut rumput, hingga panen. Untuk bibit kacang tanah, ada pengepul yang memberikan bibit, setelah panen, hasilnya dibagi sesuai perjanjian. Kesehariannya, Tebeng

tinggal serumah bersama sang istri, Ni Nengah Tebeng (71), adik kandungnya, Wayan Sutama, anak perempuannya, Ni Nyoman Bawak dan cucunya, Putu Okta. Karena sesuai keyakinan di Banjar Beluhu Kauh, Desa Tulamben, tidak boleh tinggal di satu pekarangan lebih dari dua KK, maka rumah yang ditinggali keluarga korban, terdiri dari empat bangunan, satu dapur, dan tiga bangunan tempat tidur. Sedangkan anak-anak yang lainnya tinggal terpisah, masih di Banjar Beluhu Kauh. Musibah maut tersambar petir itu sendiri, sebagiamana diberitakan, terjadi di kebun kacang kawasan

yang berjarak sekitar 10 kilometer arah selatan rumah korban, Minggu (25/2) siang sekitar pukul 14.30 wita. Saat disambar petir, 9 orang sekeluarga sedang berteduh di dalam gubuk di tengah kebun kacang seluas 2 hektar, karena hujan lebat disertai petir terus menyambar. Dalam musibah ini, dua korban tewas mengenaskan di TKP, yakni Wayan Tebeng dan anak perempuannya, Ni Nyoman Bawak. Sedangkan 7 korban selamat, masingmasing Nyoman Jenek (35), Ni Ketut Sari (30), I Ketut Tika (32), Ni Ketut Purnami (13), Putu Mae Anggraini (12), Kadek Denik (8), dan Komang Erik (2). (kmb31)

Jebol Sebulan Lalu

Jalur Utama Penghubung Selat-Rendang Belum Ada Penanganan Amlapura (Bali Post) -

Tingginya intensitas hujan yang melanda wilayah Karangasem belakangan ini mengakibatkan jalur utama penghubung Kecamatan Selat menuju Rendang tepatnya di Banjar Susut, Desa Muncan, jebol. Atas kondisi itu, warga berharap kerusakan segera mendapatkan penanganan dari dinas terkait, mengingat arus lalu lintas di jalur itu cukup padat. Berdasarkan pantauan di lapangan, badan jalan yang jebol diameternya mencapai 5 meter. Di lokasi telah dipasang dua drum, sejumlah kampil berisikan pasir yang berjejer sepanjang jebol agar air tidak mengalir ke lokasi dan di sana juga telah dipasangi plang yang bertuliskan hati-hati bahu jalan jebol. Salah seorang warga, I Wayan Pica, Rabu (28/2) kemarin mengatakan, bahu jalan sudah jebol sekitar sebulan lalu saat intensitas hujan tinggi. Jalan jebol akibat air yang mengalir dari utara cukup deras dan air merembes di lokasi jebol. “Saya kurang tahu siapa yang memasangi plang, kampil berisi pasir dan drum. Mungkin dari dinas terkait. Dan sampai sekarang jalan jebol belum ada penanganan dari pemerintah,” ucapnya. Kata Pica, akibat jebolnya jalan itu membuat arus lalu lintas menjadi sedikit terganggu. Sebab, jika ada kendaraan yang berpapasan,

maka salah satu pengendara harus mengalah. Dijelaskannya, jalur tersebut merupakan akses umum yang arus lalu lintasnya cukup padat yang dilalui truk galian C pengangkut pasir, sehingga pengendara harus ekstra berhati-hati karena di lokasi jebol merupakan tikungan. “Jadi saya berharap pemerintah bisa segera memperbaiki jalan tersebut. Karena jika tidak segera diperbaiki, kalau hujan lebat turun jalan jebol bisa semakin parah,” harapnya. Sementara itu dikonfirmasi terpisah Kadis Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Karangasem I Ketut Sedana Merta mengatakan jika jalan yang jebol tersebut merupakan jalan milik provinsi, sehingga kewenangan perbaikannya ada pada provinsi. “Kami sudah sempat berkoordinasi dengan Dinas PU Provinsi terkait kondisi itu. Semoga pemerintah provinsi bisa segera menangani jalan tersebut,” jelas Merta. (kmb41)

Bali Post/kmb41

Jebol - Jalur utama penghubung Kecamatan Selat menuju Rendang tepatnya di Banjar Susut, Desa Muncan jebol akibat curah hujan yang tinggi.

Kekurangan Komputer, SMKN 1 Amlapura Tak Bisa Gelar UNBK

Bali Post/kmb41

I Wayan Artana

Amlapura (Bali Post)Sekolah SMKN 1 Amlapura tahun ini belum bisa melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Hal itu karena sekolah masih kekurangan sarana dan prasarana komputer yang memadai untuk menunjang melaksanakan UNBK tersebut. Demikian disampaikan Kepala SMKN 1 Amlapura I Wayan Artana, Rabu (28/2) kemarin. Ia mengungkapkan, tahun ini sekolah yang dipimpinnya belum bisa melaksanakan UNBK dan masih menggunakan ujian nasional berbasis kertas dan pencil (UNKP). “Jika sarana komputer memadai, sejatinya kami

ingin melaksanakan UNBK. Tapi, karena dari segi fasilitas komputer belum memadai, maka tahun ini belum melaksanakan UNBK,” ucapnya. Menurut Artana, sekarang ini pihaknya hanya memiliki 20 unit komputer. Dengan kondisi ini, SMKN 1 Amlapura memiliki keinginan bergabung dengan SMAN 1 Amlapura agar bisa menggelar UNBK. Akan tetapi, keinginannya ini berbenturan dengan aturan yang ada. Atas kondisi itu, pihaknya berharap ke depannya ada bantuan sarana komputer dari pemerintah. Terlebih lagi selama ini SMKN 1 Amlapura belum pernah mendapat bantuan

komputer terutama dari pemerintah. Untuk menambah sarana komputer, Artana menjelaskan tahun ini pihak sekolah akan melakukan pengadaan sebanyak 20 komputer. Dana yang dipergunakan untuk pengadaan berasal dari sekolah. Sementara dana BOS tidak bisa dipergunakan sepenuhnya karena hanya cukup untuk membeli lima unit komputer dan satu laptop saja. “Kita hanya sedikit bisa melakukan pengadaan karena banyak anggaran operasional sekolah diarahkan untuk pembayar Orang Perjam Tatap Muka (OJTM). Jadi, dengan tambahan komputer baru, nantinya kita

memiliki sebanyak 40 komputer,” katanya. Lebih lanjut dikatakannya, di SMKN 1 Amlapura ada lima jurusan yakni Teknik Kendaraan Ringan dengan siswa sebanyak 18 orang, Teknik Sepeda Motor, 31 siswa, Keperawatan 87 siswa, Akomodasi Perhotelan 143 siswa dan Tata Boga 107 siswa. Sebagai persiapan UN, semua siswa sudah mengikuti Uji Kompetensi Keahlian yang dimulai sejak 23 Februari sampai 1 Maret. “Kini mereka sudah mengikuti kegiatan ini di tempat-tempat yang sudah ditentukan. Mereka dilatih orang-orang yang ahli di bidangnya. (kmb41)


GIANYAR

Kamis Kliwon, 1 Maret 2018

Satpol PP Tertibkan PKL Gianyar (Bali Post) Petugas Satpol PP Kabupaten Gianyar melakukan penertiban terhadap keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di dua lokasi, Rabu (28/2) kemarin. Dua lokasi itu yakni di Lapangan Astina Gianyar dan di Jalan By-pass Dharma Giri, Gianyar. Pada penertiban tersebut, Satpol PP berhasil mengamankan barang bukti berupa lukisan dan KTP pedagang. Kasat Pol PP Gianyar Tjokorda Gde Agusnawa mengatakan, penertiban dilakukan karena ada laporan dari masyarakat bahwa ada PKL liar kembali marak. Petugas yang turun di Lapangan Astina Gianyar, mengamankan 3 orang PKL dagang bakso, dagang es dan pedagang rokok. “Para pedagang di Lapangan Astina diberikan pembinaan oleh petugas Satpol PP Gianyar untuk tidak berjualan di tempat tersebut, setelah itu mereka langsung membubarkan diri,” katanya. Petugas Satpol PP Gianyar kemudian melakukan penertiban di Jalan By-pass Dharma Giri, Gianyar. Di tempat ini petugas Satpol PP Gianyar menemukan dua PKL, yakni penjual lukisan Triyono (28) dan Akmad Khozin (23). “Triyono diamankan petugas Satpol PP Gianyar karena menjual lukisan di badan Jalan. Barang bukti 4 buah lukisan dan KTP Triyono langsung dibawa ke kantor Satpol PP Gianyar,” jelasnya. Masih di seputaran By-pass Dharma Giri, para petugas juga menertiban pedagang tempat jemuran di badan jalan. Ditambahkan para PKL ini melanggar Perda No.15 tahun 2015 tentang Kebersihan dan Ketertiban Umum. “Semua pedagang ini dipanggil ke kantor Satpol PP,” tandasnya. (kmb35)

Persiapan ”Palebon” di Puri Ubud

Hari Ini Penuntasan Pembuatan ”Bade” Gianyar (Bali Post) Berbagai persiapan palebon di Puri Ubud untuk A.A. Niang Agung sudah menjelang rampung. Pengerjaan Bade Gunung Tujuh untuk istri kedua dari Tjokorda Gde Agung Sukawati juga rencananya akan dituntaskan, Kamis (1/3) hari ini. Hingga proses palebon menuju setra Dalem Puri, Ubud akan digelar Jumat (2/3) besok. “Kalau proses upacara sudah mau tuntas rasanya, baik itu bade maupun lembu,” ucap Panglingsir Puri Ubud Tjokorda Gde Putra Sukawati, Rabu (28/2) kemarin. Berbagai rangkaian upacara pun sudah rampung dilaksanakan seperti nyiramin pada 15 Februari lalu. Sementara pada Rabu (28/2) malam kemarin diselengarakan upacara masalin untuk jenaszah ibunda dari Cok Ace itu. “ Upacara malam ini seperti mengganti busana, lengkap dengan mengganti beberapa sarana prasarana yang dikenakan almarhum,” jelasnya. Selanjutnya berbagai persiapan juga akan dilaksanakan hari ini, seperti penuntasan pengerjaan bade tumpang sembilan. Sementara pada Jumat pagi akan digelar upacara mlaspas bade dan lembu. “Hingga Jumat siang sekitar pukul 12.00 wita kita akan mulai bergerak ke Setra Dalem Puri,” ucapnya. Sementara itu, undagi bade Dr. Dtjokorda Gde Raka Sukawati menjelaskan dalam pembuatan bade kali ini pihaknya memakan waktu sektiar 1,5 bulan, padahal waktu ideal membuat bade menurut dosen ekonomi Unud ini adalah 2 hingga 3 bulan. “Kita berpacu dengan hari baik yang

sudah ditentukan oleh pendeta dan disepakati oleh para penglingsir puri,” ucapnya. Selama pembuatan bade dengan tinggi mencapai 25 meter lebih ini, pria akrab sapaan Cok De ini dibantu oleh sejumlah seniman. Sementara ia sendiri selain juga sebagai undagi berperan sebagai koordinator. “Karena dalam pembuatan bade ini harus satu komando, tidak bisa terpisahkan,” jelasnya. Ia juga menjelaskan konsep bade secara fisik adalah alat mengantarkan jenazah almarhum ke kuburan. Bade dilengkapi dengan berbagai ornamen Bali sebagai simbol semesta. “Jadi inilah yang dipersembahkan ke ibu, dengan simbul alam seperti binatang, macan, gajah dan lainnya,” jelasnya. Panglingsir Puri Ubud Tjokorda Raka Kerthyasa mengatakan akan ada ribuan krama yang terlibat saat prosesi palebon pada Jumat 2 Maret besok. Mereka berasal dari 10 desa pakraman dan 14 banjar. “Peran mereka terbagi-bagi, ada

Subsidi Pajak

Bebas Pajak Bumi dan Bangunan untuk kawasan pertanian di Kabupaten Gianyar juga menjadi program andalan calon Bupati Gianyar Tjokorda Raka Kerthyasa. “Kita punya program untuk sawah di Gianyar, agar petani itu tidak bayar pajak lagi, nanti pemerintah yang mensubsidi melalui APBD,” ucap Panglingsir Puri Ubud yang akrab disapa Cok Ibah ini, Rabu (28/2) kemarin.

Bali Post/nik

yang mengambil porsi bidang upakaranya ada bidang tabuh, jadi semua itu sesuai kebutuhan,” katanya. Khusus untuk pengusung bade menuju Setra Dalem Puri, itu terdiri atas 8 banjar meliputi Banjar Ubud Kaja, Ubud Kelod, Samban, Payogan, Junjungan, Bentuyung, Kutuh Kaja dan Kutuh Kelod. “Sehingga nanti ada delapan estapet pengusung bade dari Puri Ubud, sementara lembu estapetnya empat kali, untuk bade kita hitung setiap 50 meter jadi maksimal 8 estapet, “ katanya. Disinggung terkait busana paslon yang dikhawatirkan muncul saat hajatan budaya ini, Cok Ibah mengharapkan pemahaman para undangan untuk tidak mengenakan seragam paslon, sebab acara ini merupakan hajatan adat budaya bukan kegiatan politik. “Dalam hajatan ini kami tidak akan mengkondisikan mereka berpakaian ini atau itu, karena undangan kita pun banyak mereka dari berbagai level dinas dan adat,” ucapnya. (kmb35)

perspektif

Topik : Pertanian

PKL - Petugas Satpol PP Gianyar menunjukkan barang bukti lukisan dari PKL di Jalan By-pass Dharma Giri Gianyar.

9

Hal ini dinilai penting dilakukan, agar kecenderungan petani menjual tanah sawah itu berkurang. Dengan bebas PBB ini, Cok Ibah berkeinginan masyarakat Gianyar dapat melestarikan kawasan pertanian. “Kita ingin sawah itu lebih lestari, nanti kita siapkan perbup yg didasarkan pada Perda Provinsi tentang Pelestarian Kawasan pPertanian,“ katanya. Pelestarian kawasan pertanian pihaknya ingin berkolaborasi dengan potensi pariwisata dan industri. Sehingga muncul penghasilan yang mensejahterakan masyarakat Gianyar itu sendiri. “Ini juga tentang budaya agraris kita, jadi ini mengambalikan jati diri kita,” tandasnya. Cok Ibah mengingatkan dalam realisasi berbagai program unggulan ada yang bisa dilakukan dalam jangka waktu dekat dan ada pula jangka panjang. “Jadi saya harap nanti masyarakat memahami, karena saya sendiri dalam mengambil kebijakan tidak mau membebani APBD dengan hutang,“ tandasnya. (kmb35)

L.0001252-BLS-2

Bali Post/nik

BADE - Terlihat suasana pembuatan bade di depan Puri Agung Ubud, Rabu (28/2) kemarin.

Sejahterakan Petani

Berbagai program mensejahterakan rakyat untuk lima tahun ke depan kini sudah disiapkan calon Bupati Gianyar I Made Mahayastra. Program itu pun dipastikan sebagai turunan dari Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB). “Programnya pasti mengacu pada ini, hanya fokusnya setiap daerah mungkin sedikit berbeda, misal di Gianyar lebih dulu ke pertanian,” ucap Made Mahayastra, Rabu (28/2) kemarin. Dikatakan dalam mensejahterakan petani, pihaknya sudah memberikan pengawalan ketat dari hulu semisal terkait pembibitan, hingga di hilir mengenai pemasaran hasil pertanian. Diakui pula program ini sesungguhnya sudah dilaksanakan dalam pemerintahan paket Bagus (Bharata-Agus Mahayastra), terbukti hasil panen pertanian Gianyar mengalami peningkatan signifikan setiap tahunnya. Namun, program yang paling menonjol sebagai implementasi dari program PPNSB ialah pemerintah akan berupaya memberi subsidi untuk pembayaran pajak bumi dan bangunan, sehingga dipastikan lima tahun ke depan petani Gianyar akan bebas pajak. “Kita

melihat seiring tumbuhnya pariwisata, pajak yang dibebankan kepada petani terus meningkat, kan kasihan petani kita, makanya dengan upaya ini petani tidak perlu lagi mengkhawatirkan pajak karena sudah disubsidi pemerintah, “ katanya. Agus Mahayastra berharap melalui upaya ini petani bisa bertahan mengolah padi dan hamparan persawahan tetap bisa menjadi daya tarik pariwisata di Kabupaten Gianyar. “Pertanian sangat erat kaitanya dengan pariwisata jadi dengan ini dijaga pariwisata kita pun tetap akan eksis,” tegasnya. (kmb35)


JEMBRANA

10

Kamis Kliwon, 1 Maret 2018

Kadisdukcapil Benarkan Ramdani Warga Mendoyo Negara (Bali Post) Penangkapan empat terduga pelaku ujaran kebencian yang tergabung dalam kelompok ‘The Family Muslim Cyber Army (MCA) oleh Mabes Polri membuat sejumlah pihak terkejut, termasuk warga Jembrana. Sebab, dari empat pelaku itu, satu di antaranya, yakni Ramdani Saputra (RS), terdaftar sebagai warga Banjar Kedisan, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Jembrana Ketut Wiaspada saat dikonfirmasi, Rabu (28/2) kemarin, membenarkan Ramdani sempat mengurus KTP tahun 2016 lalu dengan membawa kelengkapan surat pindah dari Nusa Tenggara Barat. “Terbitnya KK dan KTP Jembrana, dasarnya SKPWNI disertai permohonan dari yang bersangkutan dan diketahui oleh aparat dari dusun/banjar, desa dan camat. Setelah itu baru bisa cetak identitas. Dalam sistem sampai saat ini di Dafduk kalau orang pindah, datang tanpa disertai SKPWNI tidak bisa muncul/terbit KTP-nya,” jelasnya. Sementara Ramdani ini menikah dengan Dewa Ayu Apriyani. Ayu Apriyani merupakan anak dari Dewa Putu Darma. Putu Darma mengatakan sejak menikah, Ramdani dan Ayu Apriani tinggal di Denpasar. Selama menikah itu, mereka baru dua kali pulang kampung menemui dirinya sebagai mertuanya. “Seingat saya terakhir menantu saya pulang saat odalan di merajan sekitar setahun yang lalu. Setelah itu tidak pernah pulang lagi,” katanya. Kemudian, pasangan suami istri (pasutri) ini belum dikaruniai anak. Sejak setahun lalu, pasutri itu telah pisah ranjang, namun belum bercerai. Sejak pisah ranjang tersebut, anaknya tinggal di Denpasar dan menantunya juga tinggal di Denpasar namun di tempat berbeda. Menurut Putu Darma, perkenalan Ramdani dengan anaknya ini terjadi di Denpasar dan kemudian menikah di Sumbawa. Selama menjadi menantunya, Ramdani dikenal sebagai sosok pria yang biasa-biasa saja. Ramah dengan tetangga, namun cenderung pendiam. Dia juga diketahui tidak pernah bermasalah dengan tetangga. Ia mengaku tidak tahu kalau menantunya itu telah diamankan Mabes Polri karena diduga terlibat pada jaringan The Family MCA. Dia mengaku baru mendengar menantunya ditangkap polisi setelah mendapat kabar dari perbekel/kepala desa setempat. (kmb)

Akibat Jalan Berlubang, Ibu Hamil Alami Pendarahan

Negara (Bali Post) Jalan berlubang yang ada di Kota Negara, tepatnya di Jalan Udayana, nyaris menelan korban jiwa. Seorang ibu hamil, Kade Andiani (34), mengalami pendarahan setelah melintasi jalan berlubang tersebut, Selasa (27/2) malam. Beruntung janinnya tidak sampai keguguran dan kini disarankan harus istirahat total oleh dokter. Adanya kejadian ini, warga pun meminta kepada pihak terkait untuk segera memperbaiki jalan-jalan berlubang. Dari informasi yang dihimpun Rabu (28/2) kemarin, insiden ini terjadi ketika korban dan suaminya usai periksa kandungan ke dokter. Dengan mengendarai motor, korban yang dibonceng suaminya ini melintasi jalan protokol tersebut. “Korban baru periksa kandungan sama suaminya ke dokter. Saat pulang melintas di TKP. Nah, ternyata ada jalan berlubang di sana,” kata salah satu warga, Komang Darmadi, yang melihat kejadian itu. Karena melintasi jalan berlubang itulah menimbulkan guncangan keras pada perut korban. Saat itu juga korban merasakan perutnya sakit dan suaminya menghentikan laju kendaraannya. “Laju kendaraan pelan. Setelah diperiksa, lubang jalan itu terbilang kecil. Namun, dampak yang ditimbulkan sangat fatal. Di lokasi ini juga minim penerangan,” ujarnya. Dengan adanya kejadian itu, warga berharap jalan segera dilakukan. Hal ini dilakukan supaya tidak ada korban lainnya. Sebab, tidak hanya di lokasi itu yang rusak. Banyak titik lainnya juga mengalami hal serupa. Misalnya, di titik-titik pemberhentian kendaraan yakni di traffic light (TL). Bahkan di sepanjang Jalan Sudirman, baik di jalur Denpasar maupun Gilimanuk juga sudah banyak jalannya bergelombang. Sebelumnya, permasalahan jalan nasional ini juga sempat mendapat sorotan dari kalangan DPRD Provinsi. Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bali I Nengah Tamba saat itu meminta dalam perbaikan jalan nasional ini jangan hanya sekadar mengaspal, tetapi juga harus memperhatikan kualitas. Kualitas jalan yang bagus, tentunya akan menghasilkan manfaat yang bagus pula. Misalnya, jalan akan bertahan lama. (kmb26)

Bali Post/kmb

PANEN - Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav. Jefri Marsono Hanok bersama jajaran ketika melakukan panen ubinan di Subak Pemangket, Rabu (28/2) kemarin.

Dandim Panen Ubinan di Subak Pemangket

Negara (Bali Post) Pendampingan terhadap petani dan kelompok tani di Jembrana terus dilakukan jajaran Kodim/1617 Jembrana guna mewujudkan swasembada pangan. Dandim 1617/ Jembrana Letkol Kav. Jefri Marsono Hanok bersama jajaran, Rabu (28/2) kemarin melakukan panen ubinan di sawah milik I Putu Tirta di Subak Pemangket. Dandim Jefri mengatakan Babinsa sebagai ujung tom-

bak pendampingan diharapkan tidak segan-segan turun langsung ke sawah membantu petani dalam pengolahan lahan pertanian. Jika petani menemui kendala, anggota Babinsa segera berkoordinasi dengan penyuluh pertanian agar mendapatkan solusi dalam permasalahan tersebut. Untuk itu, hasil pertanian di Jembrana dari waktu ke waktu bisa semakin meningkat sehingga tercapai swasembada pangan dan

JALAN - Suasana arus lalu lintas di Jalan Udayana, Negara. Di jalur inilah terdapat jalan berlubang hingga menyebabkan ibu hamil pendaraan hebat.

Telepon Penting jembrana RSU Negara (0365)41006/41806 Pemkab Jembrana (0365) 41210 DPRD Jembrana (0365) 41039 KODIM 1617 Jembrana(0365) 41025 KPU Jembrana(0365) 3944 Kejari Negara(0365) 41165 Piket Kejari Negara (0365) 41164 Piket PN Negara (0365) 41204 TNBB(0365) 41173/61060 Koramil Negara (0365) 41013 Kelurahan Gilimanuk(0365) 61038 Kantor BPN(0365) 41135 Kantor Agama (0365) 41087

Kantor Camat Negara(0365) 41012 Camat Jembrana (0365) 42546/43505 Kantor Camat Melaya(0365) 42153 Kantor Camat Pekutatan(0365) 40016 Kantor Camat Mendoyo(0365) 42443 Polsek Kota Negara087762879788 Polsek Pekutatan (0365) 4700097 Polsek Mendoyo (0365) 43015 Polsek Gilimanuk (0365) 61101 Polres Jembrana (0365) 41110 TMC Polres Jembrana(0365) 43110

are dengan Vareitas padi Cehirang, diperoleh hasil 6.140 kilogram dengan benih awal 20 kilogram. Hasil panen ini merupakan terbilang bagus, namun diharapkan ke depannya semakin meningkat. Babinsa diharapkan lebih aktif dalam memberikan pendampingan serta motivasi kepada petani dan kelompok tani agar bersemangat dalam mengelola lahan pertaniannya. Sementara itu, Koordina-

tor PPL Kecamatan Negara I Wayan Tarka dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya kepada jajaran Kodim 1617/Jembrana yang tekun dan semangat memberikan pendampingan kepada petani untuk menuju swasembada pangan di Jembrana. Pemerintah nantinya akan membantu petani di Jembrana untuk kursus pembibitan seperti bibit cabai, tomat, kacang dan mentimun. (kmb)

Tak Ajukan Cuti

Hadiri Kampanye, Lima Dewan akan Diproses Panwaslu Negara (Bali Post) -

Sejumlah anggota DPRD Jembrana dinilai melakukan pelanggaran saat menghadiri kampanye salah satu pasangan calon (paslon) di Jembrana, Selasa (27/2) lalu. Pasalnya, dewan yang di antaranya Wakil Ketua DPRD itu tidak mengajukan cuti saat mengikuti kampanye. Panwaslu Jembrana pun akan memproses para dewan tersebut lantaran dinilai melakukan pelanggaran.

Bali Post/olo

Pande Made Ady Muliawan

Ketua Panwaslu Jembrana Pande Made Ady Muliawan, Rabu (28/2) kemarin, mengatakan berdasarkan pengawasan yang dilakukan Panwascam Mendoyo saat kampanye yang digelar di Delodberawah tersebut dihadiri sejumlah anggota DPRD. Saat ditanya Panwascam terkait izin cuti untuk kampanye, disebutkan mereka tidak tahu. Padahal sebelumnya, Panwaslu telah melayangkan surat ke DPRD Jembrana terkait cuti kampanye itu. Berdasarkan Peraturan

KPU No. 4 Tahun 2017 tentang Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota, dalam pasal 63 ayat 1 disebutkan pejabat daerah, termasuk DPRD Provinsi atau Kabupaten/Kota dapat ikut kegiatan kampanye dengan mengajukan izin cuti di luar tanggungan negara. “Surat izin cuti itu disampaikan paling lambat tiga hari sebelum pelaksanaan (kampanye). Dan kalau anggota DPRD kabu-

paten, yang memberikan cuti yakni pimpinan DPRD atau pimpinan fraksi,” terangnya. Hal tersebut juga berlaku bagi pejabat daerah, yakni bupati dan wakil bupati dengan izin diberikan oleh gubernur atas nama menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan. Panwaslu jauh hari sebelumnya, sudah memberikan surat terkait aturan cuti/kampanye tersebut ke DPRD Jembrana. Selama proses pelanggaran ini, Panwaslu juga memungkinkan

memanggil anggota DPRD yang melanggar peraturan KPU tersebut. “Kalau memungkinkan kita lakukan pemanggilan,” tandasnya. Dari pengawasan ada lima anggota DPRD yang hadir dalam kampanye tersebut. Panwascam juga memiliki sejumlah bukti dokumentasi dalam kampanye di Delodberawah itu. Sedikitnya ada lima anggota DPRD, dua di antaranya merupakan Wakil Ketua DPRD. Selain itu, sebelumnya Panwaslu juga sempat melakukan cegah dini terkait kampanye paslon yang sama karena rencananya diselenggarakan dua hari berturutturut di Jembrana. Padahal jadwal resmi semestinya masing-masing paslon hanya satu hari saja. (kmb26)

Calonarang Yeh Kuning

Bersihkan Desa, Diarak Keliling Tiap Tiga Tahun Sekali MENYEBUT kata Calonarang, tidak terlalu asing bagi masyarakat Bali pada umumnya. Kesenian dengan balutan magis ini selalu mengundang perhatian penonton dan berkembang hampir di seluruh Bali. Namun, di Kabupaten Jembrana, kesenian semacam ini terancam pudar. Satu Sekaa drama gong yang hingga saat ini masih eksis berada di Desa Yeh Kuning, Kecamatan Jembrana. Di desa yang berbatasan langsung dengan pantai itu, kesenian ini mulai berjaya antara tahun 1970 hingga tahun 1980-an.

Bali Post/olo

kesejahteraan para petani di Bumi Makepung tersebut. Dalam kegiatan panen tersebut hadir staf Pertanian Jembrana I Gede Sudarma, Pjs. Danramil 1617-01/Negara Kapten Inf. I Nyoman Gede Andika, Koordinator PPL Kecamatan Negara I Wayan Tarka, Koordinator Statistik Kecamatan Negara Antonius Cris Riberu S. Ap dan pengurus subak serta PPL. Dalam kegiatan panen ubinan di lahan seluas 50

Sekaa Drama Gong Sanggraha Budaya hingga kini m a s i h m e m p e r t a h a nka n taksu yang dimiliki dengan mengusung tema Calonarang, yaitu Rangda Dewa Ayu Mas Sakti. Salah seorang panglingsir, Dewa Kade Mudiana, Rabu (28/2) kemarin mengatakan calonarang di Yeh Kuning ini dirintis Dewa Putu Wira (alm), Dayu Ketut Nalya, Dewa Ketut Nirdeng (alm), Dewa Putu Mayun (alm) bertemakan Calonarang. Dikatakan, Dewa Ayu Mas Sakti berwujud rangda sesuhunan di Pura Dalem Desa Yeh Kuning. Sejak saat itu drama gong makin dikenal masyarakat sebagai kesenian yang atraktif dan sarat kekuatan magis. Menurutnya, terwujudnya itu tidak lepas dari tuntunan dan berkat Ida Sesuhunan Pura Dalem Yeh Kuning. Seluruh penari pun orang-orang pilihan sehingga benar-benar membuat kesenian drama Calonarang memiliki nilai lebih di mata masyarakat sebagai kesenian menghibur namun tidak lepas dari nilai spiritual yang membangun. Drama Calonarang Dharma Sangraha Budaya sempat melanglang buana ke berba-

gai daerah di Pulau Dewata hingga tahun 1983. Namun, sempat mandek karena unsur regenerasi yang putus. Sejumlah pemain meninggal dalam usia tua. Sementara kesenian ini harus diwariskan secara turun temurun. Akhirnya setelah era tahun 1983, kesenian ini kembali hidup dengan generasi yang baru dan eksis hingga saat ini. Sekaa ini telah terbentuk sejak tahun 1976 silam. Pementasannya hanya dilakukan setiap enam bulan sekali di lingkungan Desa Yeh Kuning, dan ketika saat piodalan di Pura Dalem setempat. Setiap tahunnya kelompok seni ini selalu melakukan regenerasi dan rata-rata diambil di kalangan remaja mulai usia 14 sampai 25 tahun. Pimpinan sekaa ini, Ketut Nindia, mengatakan biasanya jika ada pemain yang bekerja di luar Jembrana, sekaa langsung mengganti dengan pemain baru. Hingga saat ini sekaa ini didominasi kelompok remaja dan sengaja dilakukan upaya seperti itu. Tujuannya, semata-mata untuk menumbuhkan rasa kebanggaan terhadap seni budaya Bali. Kendati pementasan

Calonarang sudah biasa bagi masyarakat Bali dan setiap pujawali kerap dipentaskan sebagai balih-balihan, namun Calonarang di Yeh Kuning memiliki taksu dan sejarah yang panjang. Sejak tahun 1965 kesenian ini sudah ada dan melanglang buana dari panggung satu ke panggung dalam kaitannya dengan upacara yadnya. Taksu salah satu tokoh dalam drama itu, yakni Dewa Ayu Mas Sakti melekat di masyarakat Yeh Kuning. Selain untuk kepentingan drama gong, Ida Sesuhunan (Dewa Ayu Mas Sakti) diikutkan dalam tradisi ritual keagamaan Ngelawang Desa dengan diarak keliling desa. Masyarakat Yeh Kuning meyakini ritual setiap tiga tahun sekali itu untuk membersihkan desa dari marabahaya. Tepatnya pada tilem sasih kaenem, juga dilakukan ritual marisuda bumi yang dirangkai dengan ritual Ngelawang Desa. Ritual ini biasanya bertepatan dengan piodalan dan pementasan drama Calonarang di Pura Dalem desa setempat. Ritual ini menurutnya, bertujuan untuk membersihkan desa atau mengembalikan para bhutakala (nyomia bhutakala) agar tidak mengganggu desa guna terciptanya keseimbangan alam. Ritual ini memang selalu dilaksanakan, bertepatan dengan tilem sasih kaenem. Sedangkan untuk piodalan di Pura Dalem Yeh Kuning, dilaksanakan setiap enam bulan sekali, yang jatuh pada Rabu, Budha Umanis, bertepatan dengan hari raya Pagerwesi.

Bali Post/olo

KELILING DESA - Sesuhunan Dewa Ayu Mas Sakti saat ritual keliling desa (ngelawang desa) yang dilakukan tiap tiga tahun sekali di Desa Yeh Kuning. Ritual ini digelar untuk membersihkan desa. Setelah selesai membersihkan desa dari segala mala petaka, Ida Batari (Dewa Ayu Mas Sakti) bersuka cita dengan ditusuk sebilah keris (ngenying). Menurut masyarakat setempat, makna dari ngenying menunjukkan bahwa Ida Batari Dewa Ayu Mas Sakti sedang bersuka cita dengan para umatnya, setelah desa dibersihkan dari bahaya yang

bersifat sekala dan niskala. Sebagai prosesi akhir Ida Batari Dewa Ayu Mas Sakti kembali distanakan di Pura Dalem Desa Yeh Kuning. Sebagai wujud terima kasih atas karunia Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi Ida Batari Dewa Ayu Mas Sakti, umat Hindu setempat melaksanakan persembahyangan bersama. (olo)


BALI DWIPA

Kamis Kliwon, 1 Maret 2018

11

Bali Post/sos

ANGKUT MATERIAL - Sejumlah warga Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung mengangkut material bangunan ke sampan di Pantai Tribhuana, baru-baru ini. Selanjutnya material bangunan itu dibawa ke Nusa Penida. Aktivitas ini dilakukan setiap hari. Tak sedikit dari mereka sebelumnya berprofesi sebagai nelayan.

India Tawarkan Pendidikan untuk Bali Denpasar (Bali Post) Pemerintah India menawarkan beasiswa pendidikan untuk masyarakat Bali pada beberapa universitas ternama di negara tersebut. Tawaran ini disampaikan India Cultural Center (ICC) Bali kepada Pemprov Bali, Rabu (28/2) kemarin. Beasiswa yang ditawarkan berupa program pendidikan dengan rentang waktu tiga bulan, enam bulan, satu tahun dan dua tahun. “Semua beasiswa ditanggung penuh oleh Pemerintah India, mulai tiket pesawat pulangpergi, akomodasi hingga uang saku selama tinggal di India,” ujar Direktur ICC Shri Manohar Puri saat melakukan audiensi dengan Gubernur Bali Made Mangku Pastika di ruang kerja Gubernur, Rabu kemarin. Fokus studi yang ditawarkan, lanjut Manohar Puri, meliputi Pendidikan Bahasa Hindi, Sansekerta serta kebudayaan. Pemprov Bali diharapkan dapat mensosialisasikan program tersebut kepada masyarakat. Terlebih secara tidak langsung program ini juga dapat memberikan kontribusi bagi pariwisata Bali. “Banyak masyarakat India yang ingin datang ke Bali untuk liburan, dan banyak di antara mereka tidak bisa bahasa Inggris, mereka menggunakan bahasa Hindi. Saya harap melalui program beasiswa ini banyak warga Bali bisa bahasa Hindi sehingga bisa menjadi pramuwisata bagi mereka,” jelasnya. Menurut Manohar Puri, ICC yang hanya ada dua di Indonesia yakni di Jakarta dan Bali, selama ini memang konsen dalam pengembangan dan kerja sama bidang pendidikan dan kebudayaan pemerintah India dengan pemerintah setempat. Di dalamnya termasuk pertukaran kebudayaan dan pendidikan. Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyambut positif beasiswa yang ditawarkan pemerintah India melalui ICC Bali. Mantan Kapolda Bali ini khususnya sangat tertarik untuk mengembangkan program studi ayur weda. Terlebih prodi ayur weda saat ini sudah ada di Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar. “Saya harapkan dalam waktu dekat Rektor Unhi bisa bertemu dengan Direktur ICC dalam rangka membicarakan kerja sama lebih lanjut,” ujarnya. Pastika menekankan pentingnya pembahasan mengenai hal itu. Nantinya bisa diwujudkan dengan mengirim mahasiswa untuk menempuh pendidikan S-2 Ayur Weda ke India. (kmb32)

Perkembangan Teknologi Jangan Sampai Menurunkan Minat Baca Denpasar (Bali Post) -

Pesatnya perkembangan teknologi jangan sampai berpengaruh terhadap rendahnya minat baca siswa membaca buku. Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar I Wayan Gunawan menyampaikan hal itu saat meresmikan perpustakaan ramah anak ‘’Gedong Sastra’’ SDN 3 Penatih, Rabu (28/2) kemarin.

Karena itu, Gunawan mengajak para siswa untuk meningkatkan minat baca sebagai perwujudan dari upaya menjaga dan mencintai buku. “Teknologi berkembang sangat pesat, anakanak kita juga semakin dijejali dengan berbagai bentuk permainan online. Mudah-mudahan ini tidak berpengaruh pada semakin menurunnya minat baca mereka,’’ ungkap Gunawan. Perpustakaan ramah anak ini merupakan wujud dari program kemitraan antara Disdikpora Kota Denpasar dengan Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLAI). Gunawan berharap agar program kemitraan ini tidak berhenti dalam satu tahun selama ada pendampingan dari YLAI. Program harus dijalankan untuk terus mengembangkan minat baca anak, sehingga anak memiliki bekal keterampilan membaca yang baik yang bermanfaat bagi masa depan mereka. ‘’Kepala sekolah beserta guru maupun pustakawan merupakan ujung tombak dalam mendorong

peningkatan mutu pendidikan anak yang lebih baik, terutama berkenaan dengan penumbuhan minat baca anak,’’ katanya. Kepala SDN 3 Penatih Dewa Ayu Putu Suryati mengatakan, pada perpustakaan ramah anak ini kategori buku berdasarkan jenjang kerumitan di dalamnya, sehingga anak mudah mencari buku sesuai kemampuannya. Kategori buku dibedakan berdasar nama binatang, mulai dari tingkat termudah yaitu kumbang, burung, ikan, rusa, singa hingga gajah yang mewakili level tersulit. Sementara itu, Project Manager YLAI Fourgelina memaparkan, tujuan dari program perpustakaan ramah anak ini adalah untuk meningkatkan minat baca siswa, terutama mulai dari SD. Menurut dia, kemitraan ini dapat berjalan dengan adanya komitmen bersama baik dari YLAI, sekolah-sekolah terpilih dan juga dari Disdikpora Kota Denpasar. ‘’Melalui program perpustakaan ramah anak ini kita harapkan membawa perubahan

Bali Post/kmb

PERPUSTAKAAN – Kadisdikpora Kota Denpasar Wayan Gunawan saat meresmikan perpustakaan ramah anak ‘Gedong Sastra’ SDN 3 Penatih, Rabu (28/2) kemarin. bagi anak untuk menumbuhkan minat bacanya sebagai langkah awal membuat mereka menjadi pembelajar yang sepanjang

hayat,’’ katanya. Untuk tahap awal program ini menyasar enam SD yang berada di Kecamatan Denpasar Utara

Tindak Pelanggaran

Panwaslu Tegaskan Profesional dan Independen

Dua Desa di Bangli Ingin Jadi Desa Wisata

Bangli (Bal Post) Dua desa di Kabupaten Bangli tahun ini mengusulkan diri menjadi desa wisata. Dua desa tersebut, yakni Desa Catur di Kecamatan Kintamani dan Desa Peninjoan di Kecamatan Tembuku. Keduanya ingin diakui menjadi desa wisata, karena memiliki potensi wisata alam yang indah dan menarik untuk dikunjungi. Kabid Bina Objek Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli Wayan Bona menyampaikan, Desa Catur memiliki potensi wisata berupa air terjun. Desa penghasil kopi ini juga memiliki wisata agro dan goa raksasa. Desa yang lokasinya dekat dengan Kabupaten Badung itu juga mengembangkan berbagai tanaman obat herbal. Menurut Bona, potensi yang dimiliki Desa Catur jarang dimiliki desa lainnya, terutama pengembangan tanaman obat. “Dalam mengembangkan tanaman obat herbal, Desa Catur selama ini melakukan kerja sama dengan salah satu universitas swasta di Denpasar,” jelasnya Rabu (28/2) kemarin. Sedangkan di Desa Peninjoan, lanjut dijelaskan Bona, memiliki potensi pemandangan alam yang indah. Di desa itu kini juga telah dikembangkan sebuah tempat wisata bernama Mahapraja yang menyajikan sejumlah wahana menarik untuk pengunjung. Dikatakan Bona, terkait adanya usulan tersebut hal yang akan dilakukan Disparbud terlebih dahulu adalah dengan melakukan pembinaan, salah satunya menyangkut perilaku menjaga kebersihan lingkungan. Selanjutnya, kedua desa akan diarahkan membuat pokdarwis (kelompok sadar wisata) yang nantinya akan mengelola pariwisata di desa. Jika hal itu sudah dilakukan barulah kemudian akan dilakukan proses selanjutnya untuk ditetapkan menjadi desa wisata. Seperti diketahui, saat ini terdapat 26 desa wisata di Bangli. Dari seluruh desa wisata tersebut, hanya sedikit yang berkembang. Salah satunya yang berkembang adalah Desa Wisata Penglipuran. Sementara sebagian besarnya masih jalan di tempat. (kmb40)

dan Denpasar Timur sebagai model dan selanjutnya diharapkan ke depannya dapat diimbaskan. (kmb)

TKP - Polisi melakukan olah TKP di lokasi korban tersetrum di Desa Tegallalang.

Pasang Instalasi Listrik, Balik Tewas Tersetrum

Gianyar (Bali Post) Nasib nahas dialami I Wayan Balik Wijaya pada Selasa (27/2) lalu. Saat memasang intalasi listrik di rumah A.A. Gede Parta di Desa Tegallalang, pria 35 tahun itu tersetrum listrik hingga tewas. Korban sempat dilarikan ke RS Ari Canti, Desa Mas, Ubud, namun nyawanya tidak tertolong. Informasi dihimpun, awalnya korban bersama I Made Sudana memasang instalasi listrik di rumah A.A. Gede Parta pada Selasa sore sekitar pukul 16.00 Wita. Kala itu Balik Wijaya yang beralamat di banjar setempat ini sedang memperbaiki cuk roll yang akan digunakan untuk menyalakan bor listrik.

“Tanpa diduga ternyata cuk tersebut masih menyala, akibatnya korban pun tersetrum aliran listrik yang bersumber dari cuk roll,’’ jelas Kapolsek Payangan AKP Nyoman Merta Kariana dikonfirmasi, Rabu (28/2) kemarin. Setruman itu seketika membuat Balik Wijaya tidak sadarkan diri. Korban pun rebah dengan kabel listrik masih dipegang kedua tangannya. Istri dari A.A. Gede Parta yakni A.A. Gede Wati yang melihat kejadian ini pun langsung menarik kabel yang dipegang korban. Warga setempat yang mengetahui kejadian ini lantas berupaya melarikan korban ke RS Ari Canti. Setelah mendapatkan tindakan

Bali Post/nik

medis, pukul 16.17 Wita korban dinyatakan sudah meninggal dunia. Dikatakan berdasarkan rekam medis yang ditandatangani oleh dr. Gusti Ayu Cyntya dinyatakan bahwa saat korban sampai di RS Ari Canti, korban sudah tidak ada denyut nadi dan napas. Kapolsek Tegalalang mengatakan setelah korban dinyatakan meninggal, istri korban, Ni Ketut Lati (35), mengikhlaskan kepergian korban. Wanita 35 tahun ini pun menolak dilakukan otopsi terhadap suaminya. “Istri korban menyatakan bahwa kejadian tersebut adalah musibah bagi keluarganya, serta tidak akan menuntut siapa pun akibat kejadian tersebut,” tandasnya. (kmb35)

Semarapura (Bali Post) Dugaan tim kuasa hukum paslon I Nyoman Suwirta dan I Made Kasta (Suwasta) terhadap Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Klungkung yang melakukan tindakan tidak patut yang cenderung tidak profesional dan tidak independen pada masa kampanye pilkada, dibantah. Anggota Panwaslu Tjokorda Raka Parta Wijaya menegaskan, dalam bekerja sudah sesuai dengan aturan dan berjalan all out. Itu terungkap usai rapat bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klungkung, Rabu (28/2) kemarin. Dugaan tim kuasa hukum incumbent yang demikian tertuju saat kehadiran anggota DPRD Klungkung Nengah Ariyanta pada kampanye paket Tjokorda Bagus Oka dan I Ketut Mandia (Bagia) melalui blusukan ke Pasar Klungkung. Saat itu Panwaslu tidak melakukan tindakan apa pun. Parta Wijaya kembali menyatakan itu karena tidak diketahui Panwas yang seharusnya bertugas, dengan dalih tidak mendapat surat pemberitahuan dari tim. “Ketika saat kampanye tolong sampaikan kepada kami. Tenaga kan sangat kurang. Di kecamatan ada tiga, di desa ada satu,” dalihnya. Mantan Ketua KPU Klungkung ini pun menyatakan selama tahapan kampanye berlangsung, pihaknya telah bekerja secara profesional, independen dan all out. “Anggota sudah bekerja all out,” tegasnya. Sementara itu, disinggung dugaan pelanggaran yang telah masuk ke mejanya, untuk temuan ada dua Aparatur Sipil Negara (ASN). Mereka “terciduk” saat bertamu ke kediaman Cabup I Nyoman Suwirta di Banjar Siku, Desa Kamasan, Klungkung, bertepatan dengan adanya laporan pengumpulan tenaga kontrak. Sedangkan laporan dari masyarakat, ada dua ASN, bendesa adat dan perbekel yang mengikuti deklarasi Teman Suwirta di Nusa Penida. “Untuk yang temuan, kami sedang proses kajian rekomendasi ke pimpinannya. Untuk yang laporan, sudah masuk klarifikasi,” bebernya. Penekanan netralitas, sambungnya, sudah disampaikan kepada ASN. Baik melalui sosialisasi langsung maupun melayangkan surat edaran dari Kemendagri maupun Komisi ASN ke seluruh instansi. “Sudah kami katakan, ASN jangan main-main di politik. Kalau masih sayang dengan ASN-nya, tetap ikuti aturan,” pintanya. (kmb45)


KLUNGKUNG

12

Kamis Kliwon, 1 Maret 2018

Kekurangan Beras

Penerapan Diversifikasi Pangan Belum Maksimal Semarapura (Bali Post) -

Bali Post/sos

RAPAT - Suasana rapat pembahasan kampanye paslon di media di KPU Klungkung, Rabu (28/2) kemarin. Masing-masing paslon diminta memberikan pendidikan politik untuk masyarakat.

Masa Kampanye

Paslon Harus Berikan Pendidikan Politik Semarapura (Bali Post)Pasangan calon (paslon) yang bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Klungkung harus lebih hati-hati dalam kampanye. Pasalnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menerapkan aturan yang sangat ketat. Pelaksanaannya tidak bisa gegabah, termasuk melalui media massa. “Paslon harus mampu memberikan pendidikan politik untuk masyarakat. Supaya terlihat elok,” tegas Ketua KPU Klungkung I Made Kariada usai rapat membahas kampanye di media massa, Rabu (28/2) kemarin. Dikatakan, saat kampanye, paslon harus mengikuti jadwal yang sebelumnya telah ditetapkan. Pemasangan iklan di media massa, baik cetak, radio, maupun elektronik, di luar yang difasilitasi KPU sangat dilarang keras. Jika itu diabaikan, sanksi pembatalan pencalonan siap mengganjar. “Termasuk di media sosial juga. Itu tidak boleh,” ungkapnya. Pria asal Nusa Penida ini menyebutkan pada hajatan politik lima tahunan ini, pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) juga harus sesuai zona yang telah ditetapkan. Merujuk Peraturan KPU Nomor 4 Tahun 2017 tentang Kampanye Pemilihan Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, Wali Kota/Wakil Wali Kota, dan Keputusan KPU Kabupaten Klungkung Nomor 24/PL.03.4-KPT/5105/ KPU-Kab/II /2018, pemasangan baliho untuk di tingkat kabupaten akan disebar di Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Dawan dan Nusa Penida, masing-masing di enam titik. Sementara spanduk untuk di Kecamatan Klungkung di 18 desa/kelurahan, Kecamatan Klungkung, Kecamatan Nusa Penida di 16 desa, Kecamatan Banjarangkan di 13 desa dan Kecamatan Dawan 12 desa. Lokasi pemasangan disesuaikan dengan kesepakatan masing-masing desa/ kelurahan. Pengecualiannya adalah zona-zona terlarang seperti kantor/instansi pemerintah, sekolah, tempat ibadah, kuburan. Jika di tempat pribadi harus seizin pemilik. Jika menyadari melanggar, tim paslon diharapkan memiliki kesadaran untuk segera memindahkan. Bukan justru menunggu tindakan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). “Kan terlihat lebih baik lagi jika memiliki kesadaran sendiri. Justru kalau menunggu petugas yang menurunkan, kan tidak baik itu,” sebutnya. Pendidikan politik, imbuh Kariada perlu ditunjukkan paslon dengan “mengharamkan” politik uang. Seluruh tahapan harus berjalan bersih. (kmb45)

Kekurangan beras untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat masih terjadi di Kabupaten Klungkung. Pada 2017, jumlahnya mencapai dua ribu ton lebih. Guna meminimalisasi hal itu, pemerintah menilai diversifikasi pangan menjadi cara ampuh. Namun, kenyataannya masyarakat belum memberikan respons maksimal untuk menerapkan itu. Berdasarkan data 2017, konsumsi beras untuk 177.400 penduduk sekitar 18 ribu ton. Namun, produksi lahan pertanian kurang sekitar 2 ribu ton. Memenuhi itu, masih mengandalkan pasokan dari daerah lain di Bali maupun didatangkan dari wilayah Jawa. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung I Wayan Durma menyebutkan, konsumsi be-

ras oleh masyarakat sudah menjadi kebiasaan. Bahkan, itu telah menjadi wajib. Untuk bisa beralih, memadukan dengan pangan lokal, seperti jagung dan umbi-umbian memerlukan proses dan usaha yang lebih maksimal. “Sekarang bisa dibilang belum maksimal untuk memanfaatkan itu,” jelasnya, Rabu (28/2) kemarin. Diversifikasi pangan menjadi pro-

Topik : BANGKITKAN NELAYAN DAN SEKTOR PERIKANAN

gram nasional yang sudah digunakan sejak lama sebagai upaya untuk menjaga ketahanan pangan. Hal ini, terus dikampanyekan, salah satunya menyasar Kelompok Wanita Tani (KWT). Di lingkungan Pemkab, ini pun sudah diterapkan. “Saat rapat atau pertemuan, pemkab sudah menerapkan ini. Pangan yang disuguhkan lokal. Untuk di masyarakat, perlu lagi. Dan ini harus secara berkelanjutan,” kata birokrat asal Nusa Penida ini. Sebagai daerah agraris, bumi serombotan memiliki potensi pangan lokal yang cukup besar yang paling nampak berupa jangung. Tak hanya di daratan, namun juga Nusa Penida. Ini pun tak menutup kemungkinan

SOLUSI

Berikan Fasilitas Pendukung

LAUT di wilayah Kabupaten Klungkung cukup luas. Potensi perikanannya sangat besar. Sejumlah masyarakat pun menggeluti sektor ini untuk menyambung hidup dengan berprofesi sebagai nelayan. Namun, beberapa tahun terakhir, situasi berbeda. Satu per satu nelayan berhenti. Usia lanjut menjadi alasan, di samping penghasilan yang tak menentu akibat gejolak harga. Generasi muda hampir tak melirik untuk menggeluti itu. Sebagian besar beralih ke pekerjaan lain. Bagaimana pasangan calon (paslon) dalam Pilkada Klungkung menyikapi hal tersebut? Calon Wakil Bupati nomor urut 1, I Ketut Mandia, mengatakan sektor perikanan memang harus dibangkitkan. Ini tak bisa dilepaskan dari keberadaan nelayan. Di tengah jumlahnya yang semakin berkurang, pemerintah memiliki kewajiban untuk memberikan perhatian. Jika ia dipercaya masyarakat untuk memimpin bersama Tjokorda Bagus Oka, akan digelontorkan fasilitas pendukung berupa cool storage. Ini untuk menjaga kestabilan harga ikan. “Selama ini kan yang jadi persoalan adalah h a r g a yang tak menentu.

bisa dipadukan untuk pangan di hotel maupun restoran. “Itu bisa diolah menjadi berbagai kuliner. Bisa saja yang dipakai untuk hotel,” sebutnya. Kepala Dinas Pertanian Klungkung Ida Bagus Gde Juanida mengatakan, budi daya pangan lokal masih banyak dilakukan petani, baik di Kecamatan Klungkung, Banjarangkan, Dawan maupun Nusa Penida. Bahkan, ini selalu ada setiap tahun sebagai pengisi saat jeda musim tanam padi. “Meskipun suplai beras dari daerah lain masih lancar, penanaman pangan lokal, seperti ketela sudah banyak dilakukan. Ini arahnya untuk mendukung diversifikasi pangan,” tandasnya. (kmb45)

Itu berimbas pada pendapatan nelayan. Untuk menjaga kestabilan harga, sentuhan teknologi sangat diperlukan. Kami akan berikan cool storage,” tegasnya, belum lama ini. Terkait pengolahan hasil tangkapan menjadi produk bernilai jual lebih tinggi, ia menilai itu perlu kajian. Prospek dan pemasarannya harus dipertimbangkan. “Kalau pemindangan kami sangat mendukung. Potensinya sangat besar. Kalau pengolahan menjadi yang lain, memang memungkinkan. Tetapi harus dilakukan kajian dulu,” sebutnya. Politisi PDI-P asal Desa Pikat, Kecamatan Dawan ini menyampaikan nelayan tak bisa dilepaskan dari pantai. Ini pun harus diberikan perlindungan. Jangan sampai mereka tergusur akibat adanya alih pemanfaatan. “Sekarang sudah dibuat Perda untuk Bendega. Ini bisa memberikan perlindungan untuk nelayan,” katanya. Selain laut, Kabupaten Klungkung dinilai memiliki potensi besar untuk perikanan darat. Hal tersebut tak lepas dari ketersediaan lahan tempat budi daya yang masih tersedia luas. Demikian pula air masih berlimpah. “Ini kan sangat potensi. Tukad Unda juga bisa dimanfaatkan. Ini bisa memberikan nilai tambah untuk masyarakat, terutama petani,” tandasnya. (sos)

Garap dari Hulu hingga Hilir CABUP I Nyoman Suwirta menilai pembangkitan nelayan dan sektor perikanan tidak bisa secara parsial. Namun, harus ada langkah dari hulu hingga hilir. Ia bersama Cawabup I Made Kasta telah mempersiapkan strategi untuk itu. Industri pemindangan di Desa Kusamba akan dimaksimalkan dengan penambahan fasilitas, berupa cool storage. Melalui ini, ketersediaan ikan bisa terus terjaga. Nelayan pun bisa menikmati harga yang stabil. “Sekarang kan baru ada beberapa (cool storage-red). Ini akan kami tambah. Cara pengolahannya juga diperbaiki,” sebutnya. Disampaikan lebih lanjut, pengolahan menjadi produk bernilai jual yang lebih menjanjikan juga dipandang sangat strategis. Instansi terkait akan digerakkan melakukan pembinaan secara berkelanjutan. Khusus untuk di Nusa Penida, ikan hasil tangkapan nelaya n

juga diarahkan bisa untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat maupun wisatawan yang saat ini kedatangannya sangat banyak. “Program ini terintegrasi. Begitu juga yang bergerak. Tidak hanya satu bagian, tetapi saling keterkaitan. Soal pemindangan misalnya, tidak hanya berpikir soal ikannya saja. Garamnya juga. Ini bisa didapatkan dari daerah Kusamba juga,” katanya. Sementara itu, untuk menjaga esksitensi nelayan, pihaknya merencanakan untuk memberikan fasilitas penunjang penangkapan ikan, mesin maupun jaring. Ini akan membantu meringankan beban, sehingga biaya yang seharusnya dikeluarkan, bisa dialihkan untuk memenuhi kebutuhan lain. “Kami tetap melakukan upaya peningkatan kesejahteraan nelayan. Dan itu menjadi salah satu program jika kami terpilih,” tandasnya. (sos)


EKONOMI

Kamis Kliwon, 1 Maret 2018

13

Rupiah Melemah

Gunakan Iradiasi Nuklir

Ekspor Perdana Tempe ke Korsel

Jakarta (Bali Post) – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu (28/2) sore, bergerak melemah sebesar 66 poin menjadi 13.745 dibandingkan sebelumnya pada posisi 13.679 per dolar AS. Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu mengatakan The Fed yang memberikan sinyal untuk menaikkan suku bunganya pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Maret nanti membuat permintaan dolar AS meningkat. “Sentimen The Fed membuat minat investor terhadap aset mata uang berisiko, termasuk rupiah menurun. Akibatnya, dolar AS mengalami apresiasi,” katanya. Ia menambahkan bahwa pelemahan sejumlah mata uang di kawasan Asia, termasuk rupiah juga terpengaruh data makroekonomi Tiongkok, di mana aktivitas sektor manufaktur dan nonmanufaktur pada Februari yang di bawah estimasi. Analis Lotus Andalan Sekuritas, Krishna Dwi Setiawan menambahkan bahwa Bank Indonesia yang melakukan penjagaan di pasar membuat fluktuasi nilai tukar rupiah relatif masih kondusif. “Rupiah masih kondusif, diperkirakan pelemahannya hanya jangka pendek, karena bukan dipicu kondisi fundamental ekonomi kita, ekonomi kita masih kondusif. Bank Indonesia juga melakukan penjagaan di pasar,” katanya. Menurut dia, cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2018 yang tercatat 131,98 miliar dolar AS, dinilai cukup mampu untuk meredam kekhawatiran pasar terhadap tekanan yang datang dari eksternal. Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Rabu (28/2) kemarin, mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah ke posisi 13.707 dibandingkan posisi sebelumnya 13.650 per dolar AS. (ant)

Jakarta (Bali Post) – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meluncurkan ekspor perdana tempe produksi binaan Pusat Inkubasi Bisnis dan Teknologi Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan Teknologi, di Tangerang Selatan, Banten, Rabu (28/2) kemarin, dengan tujuan Korea Selatan. Melalui Pusat Inkubasi Bisnis dan Teknologi ini, UMKM bisa memanfaatkan teknologi yang ada serta meningkatkan nilai tambah produk, ujar Nasir saat memberikan kata sambutan.

Pelaku Ekonomi Kreatif Bisa Ajukan Bantuan ke Bekraf Jakarta (Bali Post) – Para pelaku ekonomi kreatif bisa mengajukan bantuan pemerintah kepada Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) sehingga dapat mengembangkan usahanya sekaligus terus berkontribusi di bidang ekonomi kreatif. Kepala Bekraf Triawan Munaf membuka secara resmi acara sosialisasi bantuan pemerintah kepada para pemangku kepentingan ekonomi kreatif di Jakarta, Rabu (28/2) kemarin. Kegiatan yang digelar oleh Deputi Infrastruktur Bekraf Hari Santosa Sungkari itu menjadi upaya serius pemerintah untuk meningkatkan kontribusi ekonomi kreatif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada 2018. “Kegiatan ini ditujukan agar calon pengusul dapat memahami dengan baik bagaimana proses dan tata cara mengajukan Bantuan Pemerintah Deputi Infrastruktur Bekraf untuk tahun anggaran 2018,” kata Hari Santosa. Melalui kegiatan itu, Bekraf memberikan bantuan pemerintah kepada para pemangku kepentingan ekonomi kreatif (pemda kabupaten/kota, komunitas kreatif, lembaga adat, keraton, perguruan tinggi, dan koperasi) di seluruh Indonesia. Bantuan yang diberikan meliputi fasilitasi revitalisasi infrastruktur fisik ruang kreatif, fasilitasi sarana ruang kreatif, fasilitasi teknologi informasi dan komunikasi. “Kegiatan Sosialisasi Bantuan Pemerintah ini diadakan setelah pembukaan peneriman proposal dimulai pada 15 Februari lalu,” kata Hari. Pihaknya membuka kesempatan bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk mengajukan bantuan pemerintah. Pada kesempatan yang sama Direktur Fasilitasi Infrastruktur Fisik Bekraf Selliane Halia Ishak mengharapkan komunitas kreatif dapat memanfaatkan tawaran pemerintah ini untuk meningkatkan produk dan karya kreatif mereka, sehingga mereka bisa semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. “Bantuan pemerintah ini bukanlah merupakan bantuan sosial, bantuan ini adalah stimulan dari pemerintah bagi para pelaku kreatif yang memiliki komitmen panjang dan passion terhadap subsektor ekraf yang dilakukan. Untuk itu, para pengusul atau penerima bantuan pemerintah harus memahami benar arti kata tersebut,” kata Selliane. Bantuan Pemerintah Fasilitasi Revitalisasi Infrastruktur Fisik Ruang Kreatif, Sarana Ruang Kreatif, dan Teknologi Informasi & Komunikasi merupakan infrastruktur ekonomi kreatif dalam ekositem ekonomi kreatif. Pada 2017 Bekraf telah memberikan 48 Bantuan Pemerintah yang tersebar dari Sabang hingga Ambon kepada Pemerintah Daerah Kota/ Kabupaten, Komunitas Kreatif, Lembaga Adat, dan Koperasi. Masing-masing penerima bantuan pemerintah tersebut mencakup 24 Revitalisasi Infrastruktur Fisik Ruang Kreatif, 39 Sarana Ruang Kreatif, dan 6 Teknologi Informasi dan Komunikasi. Tahun ini, batas akhir pengajuan proposal Paket Fasilitasi Revitalisasi Infrastruktur Fisik Ruang Kreatif ditetapkan pada Kamis, 15 Maret 2018 pukul 23.59 WIB. Sedangkan batas akhir pengajuan proposal Paket Fasilitasi Sarana Ruang Kreatif dan Paket Fasilitasi Teknologi Informasi & Komunikasi ditetapkan pada Kamis, 29 Maret 2018 pukul 23.59 WIB. (ant)

Susi Pudjiastuti

Menteri Susi Perkenalkan Konsep ’’Susinisasi’’ Jakarta (Bali Post) – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memperkenalkan konsep ‘’susinisasi’’ yang telah diterapkannya di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan diharapkan bisa menyebar ke lembaga negara lainnya. “Susinisasi itu poin yang simpel,” kata Menteri Susi dalam acara bedah buku “Laut Masa Depan Bangsa” di kantor KKP, Jakarta, Rabu (28/2) kemarin. Menurut Susi, konsep tersebut ditemukan setelah dirinya merasa pusing melihat sejumlah kata seperti penguatan, pemberdayaan, dan harmonisasi dalam berbagai program yang ada di dalam perumusan penganggaran kementerian. Karena itu, ujar dia, susinisasi merupakan penyederhanaan nomenklatur anggaran sehingga lebih mudah dipahami, sehingga dilarang menggunakan kata bersayap yang tidak jelas dan rancu. Berdasarkan buku “Laut Masa Depan Bangsa”, poin-poin kebijakan anggaran KKP lainnya di bawah Menteri Susi adalah porsi 80 persen anggaran untuk kepentingan pemangku kepentingan seperti nelayan dan pelaku ekonomi perikanan lainnya, sisanya barulah sebanyak 20 persen yang digunakan untuk anggaran rutin KKP. Poin lainnya adalah memangkas anggaran seperti biaya dinas dan

rapat di luar kantor, memperbaiki mekanisme dan memperketat pengawasan belanja barang melalui lelang. Dengan pengawasan melalui lelang, maka diharapkan tidak terjadi penggelembungan harga akibat harga satuan yang dibeli lebih mahal dari harga di pasaran. Selanjutnya, KKP dinyatakan hanya ingin menerima utang yang bisa dipakai untuk investasi atau membeli aset. Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menginginkan jajarannya benarbenar transparan dalam mengelola anggaran guna menyukseskan visi pembangunan kelautan dan perikanan secara nasional. Susi menegaskan jajarannya jangan sampai melakukan tender-tender secara tertutup yang dapat berakibat program yang ada terganggu dan bermasalah. Selain itu, ujarnya, untuk kalangan pengusaha diharapkan agar menjadi pihak yang patuh dengan regulasi dan juga transparan terhadap aset yang mereka miliki. Ia juga menginginkan agar nelayan dapat membuat asosiasi yang dapat betul-betul memastikan ikan di kawasan perairan nasional ditangkap hanya oleh warga negara Indonesia. “Mari bergerak bersamasama, karena waktu saya tidak banyak. Menteri itu jabatan politis dan rezim pemerintahan ada batasnya,” paparnya. (ant)

Dia menjelaskan untuk ekspor perdana tempe produksi dengan merek Mangano tersebut yakni dua kontainer dengan nilai 70.000 dolar AS. “Kami akan dorong agar UMKM yang ada di wilayah Tangerang Selatan maupun daerah sekitarnya untuk memanfaatkan Puspiptek ini, karena nilai tambahnya luar biasa,” katanya. Menurutnya, jika usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tidak memanfaatkan teknologi yang ada di Puspiptek seperti teknologi pengawetan dengan menggunakan iradiasi nuklir untuk pengawetan makanan. “Kami berpesan agar produk yang dihasilkan harus lolos uji baik itu dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memenuhi standar serta ada serti-

fikasi halalnya,” imbuhnya. Sementara itu, Kepala Puspiptek Sri Setiawati mengatakan perkembangan UMKM yang dibina proses inkubasi menggembirakan. “Tahun ini, ada dua perusahaan yang lulus dari inkubator dan melanjutkan ke tahap yang lebih besar di area zona bisnis teknologi yakni PT Djava Sukses Abadi dengan produk Mangano dan PT Nano Herbal Indonesia dengan produk Nano Propolis dan Nano Chitosan,” kata Sri. Mangano merupakan merek makanan siap saji yang tak hanya produksi tempe untuk diekspor tetapi juga rendang siap saji, rendang jengkol, semur daging, dan opor ayam. Proses ekspor sendiri sudah dimulai sejak Februari 2018. (ant)

Bawang dayak telah lama dikenal masyarakat di berbagai daerah di Kalimantan dan juga di daerah lain di Indonesia karena khasiatnya untuk kesehatan. Kini sebagian masyarakat di Kalimantan mulai serius mengembangkan bawang dayak mengingat harga yang cukup tinggi dan relatif stabil. Apalagi teknik budidayanya juga dinilai mudah. Itulah sebabnya Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Barito Hulu Unit V Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, memperluas uji coba pengembangan tumbuhan bawang dayak (eleutherine palmifolia) sebagai tumbuhan yang memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat. Tahun lalu di daerah itu dikembangkan bawang dayak hanya lima demplot dan tahun 2018 ini bertambah menjadi delapan demplot atau bedeng. Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Barito Hulu Unit V baru saja memanen tanaman bawang dayak hasil uji coba di lokasi demplot di hutan kota “Tumenggung Surapati” Muara Teweh.

Tumbuhan dengan ciri spesifik berumbi berwarna merah ini sudah lama digunakan masyarakat setempat untuk pengobatan aneka penyakit namun belum banyak dikenal masyarakat luas sehingga baru sebagian saja yang memanfaatkan keampuhannya. Namun dengan tren pemahaman mengenai komoditas ini sebagai tanaman obat-obatan, bawang dayak pun memiliki prospek pasar yang bagus. Saat ini bawang dayak juga dikembangkan dengan membuat produk Teh Racik Bawang Dayak yang dijual secara terbatas. Teh Bawang Dayak ini untuk sementara dijual secara terbatas melalui online dan offline. Namun teh yang bahan bakunya dari bawang dayak itu masih diolah secara tradisional dalam bentuk kemasan 300 gram dan dijual seharga Rp50.000 per bungkus. Teh herbal itu merupakan produk atau hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang bahan bakunya dari budi daya melalui demplot bawang dayak di kawasan hutan kota “Tumenggung Surapati” Muara Teweh dan Desa Benangin Kecamatan Teweh Timur. (ant)

Bawang Dayak Prospektif

Investasi Pesat, Kota Bekasi Kian Menggeliat Wajah Kota Bekasi, Jawa Barat sudah jauh berubah. Lima tahun terakhir, investasi di Kota Patriot ini sangat pesat. Selain menjadi wilayah permukiman, Kota Bekasi kini berkembang sebagai kota perdagangan, jasa, dan industri. Kemajuan itu, membuat Kota Bekasi banyak membuka lapangan pekerjaan, sehingga banyak warga luar kini justru memilih tinggal di Bekasi.

KOTA Bekasi memiliki 12 kecamatan, yaitu Kecamatan Bekasi Barat, Kecamatan Bekasi Selatan, Kecamatan Bekasi Timur, Kecamatan Bekasi Utara, Kecamatan Pondok Gede, Kecamatan Jatiasih, Kecamatan Bantar Gebang, kecamatan Jatisampurna, Kecamatan Medan Satria, kecamatan Rawalumbu, kecamatan Mustika Jaya, dan kecamatan Pondok Melati. “Jangan heran kalau sekarang di sekitar Kota Bekasi sedikit macet. Wajar saja, investasi pesat membuat kota ini berkembang cepat,” kata Kabag Humas Kota Bekasi Sayekti Rubiah saat menerima kedatangan rombongan Sekretariat DPRD Karangasem bersama para jurnalis Karangasem, di Ruang Pressroom, Gedung 10 Lantai Pemerintah Kota Bekasi, Selasa (27/2) lalu. Untuk menunjang perkembangannya, Pemkot Bekasi telah mengembangkan Satuan Pelayanan Satu Atap (SPSA) yang mendapatkan Citra Pelayanan Publik Tingkat Nasional. Pemkot Bekasi terus mengembangkan fasilitas yang mendukung aktivitas masyarakat, seperti pasar tradisional dan modern, perumahan, tempat ibadah, sarana pendidikan dan kesehatan. “Selain perkembangan kota yang pesat, berbagai kebijakan wali kota juga menarik warga memilih tinggal di Bekasi. Seperti layanan kesehatan gratis, tanpa memanfaatkan JKN (Jaminan Kesehatan Nasional),” katanya. Sejak Kota Bekasi berkembang pesat, jumlah penduduk yang tinggal di Bekasi juga membeludak. Dari awalnya sekitar 2,5 juta, sudah menjadi hampir 3 juta penduduk. Melihat perkembangan ini, dukungan sarana transportasi darat di Kota Bekasi, terus dievaluasi dan dikembangkan. Bus dan stasiun KA Bekasi telah memiliki trayek cukup banyak sehingga mobilitas masyarakat, barang dan jasa sehari-hari dapat berjalan dengan lancar. Memiliki akses langsung ke Pelabuhan Tanjung Priuk dan Bandara Soekarno-

Hatta melalui jalur bebas hambatan pintu tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur melintasi Jakarta, atau sebaliknya. Posisi Kota Bekasi juga semakin penting berada di jalur tol Jakarta Cikampek setelah dibangunnya jalan tol Cipularang, yang menghubungkan secara cepat antara Bandung dengan Jakarta. Saat ini juga telah mulai dijalankan pengembangan jalan tol JORR (Jakarta Out Ring Road) yang menghubungkan tol Jagorawi dengan Cikunir. Sektor industri dan perdagangan merupakan sektor yang diunggulkan. Ini sesuai dengan Visi Kota Bekasi, yaitu unggul dalam jasa dan perdagangan, kini berkembang sangat pesat. Selain itu, banyak juga industri kecil yang berkembang dan telah dapat membuka pasar internasional. Perdagangan ikan hias yang ada di Kota Bekasi saat ini merupakan komoditas terbesar di Asia Tenggara. Komoditas itu diekspor ke berbagai negara; Australia, Belanda, dan Selandia Baru. Sektor industri besar juga telah menetapkan Kota Bekasi sebagai kawasan perindustrian yang dapat memberikan keuntungan bagi pengusaha lokal maupun internasional. Berkembangnya berbagai potensi daerah di Kota Bekasi, juga tidak lepas dari adanya fasilitas akomodasi seperti perhotelan. Ini membuat pendapatan sektor pajak juga tinggi, bahkan menjadi yang terbesar di Kota Bekasi. Dinas Perindustrian dan Perdagangan sendiri, selalu menyiapkan segala fasilitas apabila investor akan masuk di Kota Bekasi. Demikian pula fasilitas perbankan dan perumahan. Begitu pesatnya perkembangan Kota Bekasi, diakui tidak terlepas dari peran media massa, khususnya para wartawan yang bertugas di Kota Bekasi. Investasi yang begitu pesat, membuat Kota Bekasi banyak menyedot perhatian media, terutama perihal kebijakan apa yang dilakukan Wali Kota

Bekasi Rahmat Effendi untuk mendatangkan itu semua. Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Karangasem I Wayan Ardika mengaku telah mengamati perkembangan Kota Bekasi yang begitu pesat. Atas dasar itu, pihaknya memutuskan melakukan studi banding terkait penguatan peliputan media dan penyebarluasan informasi ke kota ini. “Kami ingin sharing dengan Humas Kota Bekasi, bagaimana menjalin kerja sama dengan media massa. Sebab, Kota Bekasi dikenal memiliki hubungan yang baik dengan awak

media,” kata Ardika. Hasil sharing ini akan menjadi bekal bagi Humas Sekretariat DPRD Karangasem untuk memperbaiki kekurangan dalam kinerja kerja sama dengan media massa. Menariknya dalam sharing ini, pihak Humas Kota Bekasi juga mengapresiasi langkah sharing ke luar kota seperti ini dengan mengajak seluruh wartawan. Sebab, Kota Bekasi sendiri sudah sejak lima tahun merencanakan kegiatan yang sama, tetapi belum pernah terlaksana, karena masih buntu bagaimana soal mekanismenya. (gik)

Bali Post/gik

CENDERAMATA - Kabag Humas Pemkot Bekasi saat menyerahkan cenderamata kepada Sekwan DPRD Karangasem I Wayan Ardika.


BULELENG

14 HUT Ke-414 Kota Singaraja

Dipentaskan Tari ”Magoak-gokan” Massal KOTA Singaraja tahun ini tepat berusia 414 tahun. Memperingati hari jadinya itu, Pemkab Buleleng menggelar sederet kegiatan. Salah satunya Parade Budaya. Masingmasing kecamatan di Buleleng menjadi peserta parade tahun ini. Sembilan kecamatan menjadi kontestan dalam pawai ini tampil pada puncak HUT Kota Singaraja pada 30 Maret 2018. Ketua Panitia Tetap (Pantap) HUT Kota Singaraja Ketut Astasemadi didampingi Koordinator Seksi Kesenian dan Apresiasi Budaya yang juga Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Buleleng Putu Tastra Wijaya, Rabu (28/2) kemarin mengatakan, berdasarkan masukan tokoh seniman, budayawan dan masyarakat, materi pawai budaya telah banyak diubah dari pegelaran tahun-tahun sebelumnya. Perbedaan mencolok itu adalah setiap kecamatan wajib mementaskan tari Magoak-goakan. Tarian ini dipentaskan bergiliran di depan panggung kehormatan dengan melibatkan ratusan penari dan penabuh untuk setiap kecamatan. Karena setiap kecamatan mementaskan tarian yang sama, dipastikan penari dan penabuh membawakan tari permainan yang diciptakan pendiri Kota Singaraja (Ki Anglurah Pandji Sakti) ini secara massal. Upaya ini selain melestarikan warisan penciptanya, juga memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang tari Magoak-goakan itu sendiri. “Ini satu perbedaaan kemasan pawai yang memang kami akomodir dari masukan seniman, budayawan dan tokoh masyarakat, sehinga kami sebut pementasannya ini massal,” katanya. Perbedaan lain dalam materi pawai budaya tahun ini adalah misi pawai yang tidak saja sebagai hiburan, tetapi promosi potensi andalan di setiap kecamatan yang ada. Hal ini diwujudkan dengan mengharuskan kontestan untuk menampilkan produk dan peragaan proses produksi sebuah produk andalan kecamatan. Seperti Kecamatan Sawan yang salah satu desanya memiliki potensi sebagai penghasil kerajinan gong. Ada juga potensi lain seperti penghasil kain tenun dan masih banyak produk andalan lain. “Selain menunjukkan andalan dari produknya sendiri, dalam pawai ini kami coba jadikan wadah untuk promosi produk unggulan di masing-masing kecamatan dan ini akan memberikan informasi sekaligus promosi berbagai produk di semua wilayah kita,” jelasnya. Selain parade budaya, sejumlah kegiatan lain seperti lomba modern dan lomba permainan tradisional, hingga hiburan akan memeriahkan perayaan HUT Kota Singaraja. Lomba permainan tradisional selain sebagai hiburan, juga untuk mengenalkan keberadaannya di tengah perkembangan permainan zaman modern sekarang ini. (mud)

Bali Post/kmb38

HUT - Ketua Panitia HUT ke-414 Kota Singaraja Ketut Astasemadi (kiri) memberikan keterangan pers, Rabu (28/2) kemarin.

Kamis Kliwon, 1 Maret 2018

Perlu Dana Rp 1 Miliar Tangani Sekolah yang Rusak Singaraja (Bali Post) – Perbaikan kerusakan infrastruktur sekolah akibat bencana alam pada awal Januari 2018 lalu, cukup menyedot anggaran. Pendataan dan perhitungan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, menyebut kebutuhan anggaran untuk rehabilitasi kerusakan tersebut mencapai Rp 1 miliar. Kerusakan itu tidak seluruhnya bisa ditangani lewat APBD Perubahan 2018, tetapi ada rehabilitasi sekolah yang membutuhkan dana besar, sehingga anggarannya dialokasikan lewat APBD Induk 2019. Demikian diungkapkan Kepala Disdikpora Buleleng Gede Suyasa selesai jumpa pers HUT ke-414 Kota Singaraja di Singaraja, Rabu (28/2) kemarin. Lebih jauh Suyasa mengatakan, penanganan kerusakan akibat bencana alam itu membutuhkan anggaran dengan nilai bervariasi. Ada sekolah yang memerlukan dana untuk perbaikan Rp 50 juta hingga Rp 75 juta. Untuk kebutuhan anggaran di bawah Rp 200 juta, dipastikan ditangani dengan alokasi anggaran APBD Perubahan 2018 ini. Perbaikan yang dilakukan ini sebagian besar untuk membangun pagar pembatas sekolah yang jebol akibat banjir dan tanah longsor. Suyasa mencontohkan, kerusakan pagar pembatas

di SDN 1 Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, pagar sebelah barat sekolah akan diperbaiki dengan anggaran APBD perubahan. Sisanya pagar di depan sekolah yang berbatasan dengan jalan raya dibangun pada APBD Induk 2019 mendatang. Selain itu, rehabilitasi lewat anggaran APBD Perubahan ini dialokasikan di SDN 5 Banjar, SDN 3 Munduk, dan di beberapa sekolah lain. “Hasil pendataan dan penghitungan kami total itu sekitar Rp 1 miliar untuk rehabilitasi, di mana kebutuhan anggarannya di bawah Rp 200 juta ditangani di perubahan APBD 2018. Dan untuk lebih dari itu kita programkan di APBD Induk 2019,” katanya. Suyasa menambahkan, penanganan jangka panjang terutama areal sekolah yang posisinya rawan akan terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor dilakukan dengan meningkatkan pondasi ruang kelas hingga membangun ruang kelas baru di areal sekolah yang sama. Upaya ini akan dilakukan menghindari ruang kelas di SDN 3 Pancasari yang terendam akibat meluapnya air Danau Buyan belum lama ini. Tiga ruang kelas dan mes guru di pinggir danau ini sempat terendam air dengan ketinggian air sekitar 30 centimeter. Nantinya, Disdik-

Bali Post/kmb38

PAGAR SEKOLAH – SDN 1 Baktiseraga Kecamatan Buleleng tanpa pagar pascabencana banjir bandang, Sabtu (27/1). Pagar sekolah ini akan diperbaiki lewat anggaran APBD Perubahan 2018 mendatang. pora akan membangun ruang kelas baru memanfaatkan areal sekolah yang jauh dari bibir danau. Demikian juga di SDN 3 Munduk yang tertimbun tanah longsor, Disdikpora akan memprogramkan pen-

paling epektif dibandingkan merelokasi sekolah ke lokasi yang baru. Hal ini tidak bisa dilakukan karena Disdikpora sendiri kesulitan mencari lahan yang representatif dan bebas dari daerah rawan bencana alam. (kmb38)

Delapan PNS Jalani Sidang Bapek Singaraja (Bali Post) – Delapan orang PNS di lingkungan Pemkab Buleleng menjalani sidang di hadapan Badan Pembina Kepegawaian (Bapek) Buleleng. Data dihimpun di lapangan, Rabu (28/2) kemarin menyebutkan, delapan PNS tersebut, dua orang di antaranya tersangkut kasus perceraian, empat orang terseret kasus indisipliner, satu orang melakukan perselingkuhan dan seorang terlibat kasus penipuan. PNS yang melakukan perselingkuhan itu tepergok menjalin hubungan di sebuah rumah kos di Pantai Penimbangan saat Hari Valentine, Rabu (14/2) lalu. Atas pelanggaran yang mereka lakukan, anggota Bapek telah merekomendasikan kepada Bupati untuk memberikan sanksi sesuai tingkatan pelanggaran yang dilakukan delapan PNS tersebut, mulai dari keputusan penurunan pangkat dan penundaan proses kenaikan pangkat. Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng Ni Made Rousmini dihubungi kemarin membenarkan Bapek menyidangkan delapan PNS tersebut dan telah

melayangkan surat rekomendasi ke Bupati terkait sanksi yang diberikan kepada mereka. Rousmini mengatakan, dalam penanganan kasus yang melibatkan oknum PNS tersebut, Bapek sendiri hanya sebagai membina dan mengedepankan upaya mediasi. Hal ini sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No. 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Pembinaan dan mediasi itu agar kasus yang tengah dialami oknum PNS itu sendiri bisa diselesaikan dan tidak diulangi kembali. Namun, karena upaya pembinaan dan mediasi itu sudah dilakukan, kedelapan oknum PNS tersebut tidak melakukan perbaikan sikap, sehingga sidang untuk memutuskan rekomendasi sanksi itu harus dilakukan. Selanjutnya, rekomendasi sanksi tersebut disampaikan kepada Bupati untuk ditindaklanjuti. “Sesuai kewenangan Bapek tidak memutus langsung sanksi atas pelanggaran yang dilakukan kedelapan oknum PNS itu, tapi Bapek merekomenda-

sikan ke pimpinan untuk diambil tindakan lebih lanjut,” katanya. Di sisi lain Rousmini mengatakan, gencarnya Bapek melakukan pembinaan dan mediasi hingga sidang bapek untuk menjatuhkan rekomendasi sanksi sudah cukup memberikan efek jera terhadap perilaku PNS di jajaran Pemkab Buleleng. Hal ini terbukti tren terjadinya kasus mulai dari indisipliner, perselingkuhan, cerai dan kasus tindak pidana umum yang melibatkan oknum PNS mulai berkurang. Namun demikian, dirinya menyebut masih saja kasusnya muncul, sehingga untuk menghapuskan sama sekali kasus yang melibatkan PNS tersebut belum bisa dilakukan hingga nol persen. Meski demikian, sesuai kebijakan pimpinan dan regulasi yang ada, upaya pembinaan dan mediasi akan terus digalakkan. Bahkan pimpinan di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diharapkan turut melakukan pengawasan atau mediasi, sehingga kalau terjadi kasus yang mengarah pada displin seorang PNS bisa diketahui sejak dini dan Bapek akan menindaklanjuti dengan

Empat Penyalah Guna Narkoba Ditangkap Singaraja (Bali Post) – Empat tersangka penyalah guna narkoba jenis sabu-sabu ditangkap jajaran Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Buleleng di dua lokasi berbeda. Tiga orang tersangka di antaranya masuk jaringan peredaran narkoba di Kecamatan Tejakula. Sementara seorang lagi pengguna narkoba di Kecamatan Seririt. Tiga tersangka yang masuk jaringan Buleleng Timur itu masing-masing Gede Ard (42). Dari tangan tersangka Ard polisi menyita barang bukti plastik kecil berisi butiran kristal bening diduga sabu-sabu seberat 0,15 gram bruto (0,07 gram neto). Tersangka lainnya Gede Bdk alias Dm (35). Polisi menemukan tersangka membawa plastik kecil berisi butiran kristal bening yang diduga sabu-sabu seberat 0,31 gram bruto (0,08 gram netto). Satu tersangka yang diketahui pengedar Km Sts alias Mi (33). Saat ditangkap dia kedapatan membawa satu buah botol minuman yang di dalamnya berisi 11 plastik klip yang berisi butiran kristal

ingkatan pondasi ruang kelas dan memperkuat konstruksi tembok pagar sekolah, sehingga kemungkinan sekolah akan tertimbun tanah longsor di musim hujan dapat dicegah. Upaya seperti ini diakuinya

bening diduga sabu-sabu. Paket sabu-sabu siap jual itu setelah diperiksa memiliki berat masingmasing koda A berat 0,31 gram bruto (0,08 gram neto), koda B berat 0,32 gram bruto (0,09 gram neto), dan koda C berat 0,29 gram bruto (0,06 gram neto). Sementara satu pengguna sabu-sabu di Buleleng Barat yang ditangkap diketahui bernama Stg alias Drn (34). Dari penangkapan ini polisi mendapatkan barang bukti sabu-sabu 0,21 gram bruto (0,12 gram neto). Kasat Narkoba AKP Gede Sudyatmaja, seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Rabu (28/2) kemarin mengatakan, diawali dengan menangkap tersangka Stg alias Drn. Dia ditangkap Minggu (18/2) di rumahnya. Hasil penggeledahan ditemukan plastik kecil berisi sabu-sabu. Barang haram itu dibungkus kertas warna putih dibalut dengan lakban kuning. Dari penangkapan ini, polisi kembali melakukan perburuan ke wilayah Buleleng Timur. Alhasil, berdasarkan informasi masyarakat, polisi

menangkap Gede Ard pada Sabtu (17/2) sekitar pukul 20.15 Wita di rumahnya. Dari penangkapan ini polisi kembali melakukan pengembangan kasus dan berhasil menangkap Gede Bdk alias Dm di depan Tugu Pahlawan Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula. Tersangka ditangkap ketika membeli paket sabu-sabu. Kasusnya kembali dikembangkan dan terakhir polisi menangkap tersangka Km Sts alias Mi, Senin (19/2) sekitar pukul 19.00 Wita. Hasil pemeriksaan menyebut Km Sts alias Mi menyimpan 11 paket sabu-sabu siap jual. Tersangka pun mengaku sabu-sabu itu didapat dari seorang di Denpasar. “Dari penangkapan ini anggota masih melakukan pengembangan. Kami mencurigai kalau peredaran sabu-sabu di Buleleng Timur itu masih marak dan tidak menutup kemungkinan sudah ada jaringan di sana,” tegasnya. Keempat tersangka masih ditahan di sel tahanan Mapolres Buleleng untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka dijerat Pasal 114 ayat (1) Pasal 112 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (kmb38)

Bali Post/kmb38

Ni Made Rousmini

pembinaan dan mediasi, sehingga disiplin dan perilaku sebagai PNS itu sendiri difahami dengan baik dan menghindari adanya PNS yang dijatuhkan sanksi seperti yang dialami delapan oknum PNS tersebut. (kmb38)

Bali Post/kmb38

TERSANGKA – Polisi menangkap empat penyalah guna narkotika jenis sabu-sabu di dua lokasi berbeda.


15

Kamis Kliwon, 1 Maret 2018 Jadwal Pertandingan --------------- Liga Spanyol ----------------------------------------Jumat (2/3) dini hari vs Real Betis Las Palmas vs vs Deportivo Alaves

Real Sociedad Barcelona Levante

--------------- Liga Inggris ---------------------------------------------Jumat (2/3) dini hari vs Arsenal

Jakarta (Bali Post) -

Manchester City

--------------- Coupe de France ------------------------------------Jumat (2/3) dini hari vs Caen

Olympique Lyon

Hasil --------------- Liga Spanyol ----------------------------------------Espanyol Girona

vs vs

Real Madrid 1-0 Celta de Vigo 1-0

1. FC Barcelona 2. Atletico de Madrid 3. Real Madrid 4. Valencia CF 5. Villarreal CF 6. Sevilla FC 7. Girona FC 8. Real Betis 9. RC Celta Vigo 10. SD Eibar

25 25 26 25 25 25 26 25 26 25

5 7 6 4 5 3 7 3 5 5

20 17 15 15 12 12 10 11 10 10

0 1 5 6 8 10 9 11 11 10

68-12 41-11 62-28 49-29 36-29 33-40 36-36 43-50 43-38 32-38

65 58 51 49 41 39 37 36 35 35

Pencetak gol : 22 - L. Messi (Barcelona) --------------- Piala FA ----------------------------------------------Putaran V, Ulangan Swansea City

Persija Tampil Dominan, Simic Cetak ’’Hattrick’’

vs Sheffield Wednesday 2-0

Persija Jakarta yang bermain dengan 10 pemain di babak kedua, tampil dominan dan menaklukkan tim asal Singapura Tampines Rovers dengan skor 4-1 pada laga keduanya di Grup H Piala AFC 2018, Rabu (28/2) kemarin. Marko Simic menjadi bintang dalam pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta tersebut dengan catatan hattrick dengan golnya pada menit ke-11, ke-74, dan ke-86. Satu gol tambahan dilesakkan oleh Rezaldi Hehanusa pada menit ke-41. Sementara gol dari Tampines Rovers dibuat oleh penyerang Khairul Amri pada menit ke-77. Hasil ini bisa dikatakan sangat baik karena Persija bermain dengan 10 orang setelah bek tengah asal Brazil Jaimerson da Silva Xavier mendapat kartu merah pada babak kedua tepatnya menit ke-48. Kemenangan tersebut juga menjadi kemenangan pertama Persija di Grup H Piala AFC 2018 usai takluk 0-3 dari tim Liga Super Malaysia Johor Darul Takzim di pertandingan perdana yang berlangsung di Malaysia. Persija Jakarta yang tampil dengan para pemain terbaiknya seperti Simic, Riko Si-

manjuntak, Ismed Sofyan, Ramdani Lestaluhu, dan Rezaldi Hehanusa langsung tampil menekan sejak peluit tanda dimulainya pertandingan ditiup wasit asal Korea Selatan, Kim Woosung. Hasilnya, tim berjuluk Macan Kemayoran itu mencetak gol cepat pada menit ke-11. Simic berhasil memanfaatkan umpan tarik yang dilepaskan Riko Simanjuntak dari sisi kiri pertahanan Tampines. Serangan bertubi-tubi Persija setelah itu membuahkan gol kedua pada menit ke-41 yang ditorehkan bek kiri Rezaldi Hehanusa dengan tendangan kaki kanannya. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum. Tiga menit babak kedua berjalan, Persija langsung kehilangan Jaimerson da Silva yang dikartu merah karena melakukan pelanggaran keras. Namun, alih-alih mengendur, Persija justru terus menekan pertahanan Tampines meski dengan 10

Bali Post/ant

TIGA GOL - Pemain Persija Jakarta, Marko Simic, meluapkan kegembiraan usai mencetak gol ke gawang Tampines Rovers pada laga kedua Grup H Piala AFC di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (28/2) kemarin. Simic memborong tiga gol yang mengantarkan Persija menang 4-1. pemain. Gol ketiga Persija pun lahir pada menit ke-74, lagi-lagi melalui Simic. Penyerang asal Kroasia tersebut berlari sendirian setelah menerima umpan Ramdani Lestaluhu dan tanpa

kesulitan membobol gawang Tampines yang dikawal Syazwan Buhari. Tampines Rovers sempat memperkecil skor menjadi 3-1 setelah penyerang Khairul Amri membuat gol dengan

sundulan di menit ke-77. Akan tetapi, gol Simic pada menit ke-86, yang menjadi gol ketiganya di partai tersebut, membuat Persija mengakhiri laga dengan kemenangan 4-1. (ant)

domestik. “Terkadang Anda tidak dapat memahami olahraga ini,” kata Zidane kepada BeIn Sports. “Anda harus melalui masa-masa buruk ketika mereka datang, itu saja.” “Setelah lima hasil bagus, bermain baik, sayangnya kami tidak dapat melakukannya pada hari ini. Kami memulainya dengan baik namun tidak mampu memaksimalkan peluang-peluang kami.” Ini bukan pertama kalinya Zidane merasa beberapa hal tidak berjalan sesuai rencana, meski hasil kemarin disebabkan kesalahan-kesalahan terbesar dari keputusankeputusan taktiknya. Setelah melihat Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, dan Gareth Bale kembali menampilkan permainan terbaik dengan gol-gol saat mereka menang 4-0 atas Alaves pada akhir pekan lalu, keputusannya untuk menyimpan dua anggota trio “BBC”nya dari tim menimbulkan pertanyaan. Benzema tampil sangat

baik pada Sabtu, namun penyerang Prancis itu dibangkucadangkan di Katalunya kemarin. Ronaldo merupakan pencetak gol terbanyak Real musim ini dengan 14 gol di Liga Spanyol dan telah mengukir 12 gol dari tujuh penampilannya di semua kompetisi. Namun ia tidak dimasukkan dalam skuad pertandingan untuk laga kemarin atau sepekan menjelang pertandingan kedua melawan PSG. Hal itu membuat Bale dimainkan sebagai penyerang tengah namun, selain satu tandukan yang sempat mengancam, pemain Wales ini tampil tidak mengesankan yang hanya akan menimbulkan perdebatan di media lokal mengenai perannya di tim. Bagaimanapun, Zidane menolak untuk menyalahkan sang pemain. “Beberapa hal tidak berjalan dengan baik dan ada banyak alasan di belakangnya,” tutunya. “Itu bukan hanya karena seorang pemain.” (rtr/ant)

Moreno Paksa Real Madrid Telan Kekalahan

Bali Post/rtr

TERBAIK - Petenis Swiss Roger Federer dinobatkan sebagai atlet terbaik dalam penghargaan Laureus, di Monaco, Rabu (28/2) kemarin. Petenis nomor satu dunia itu juga meraih trofi Comeback of the Year yang membuatnya mengoleksi total 6 piala Laureus. Petenis AS Serena Williams dinobatkan sebagai yang terbaik di putri. Sementara tim Terbaik direbut oleh Tim Formula 1 Mercedes.

Neymar Potensial Absen Enam Pekan

Sao Paulo Patah tulang dan cedera pergelangan kaki yang menimpa Neymar membuat ia akan absen bermain setidaknya selama enam pekan. Hingga kini belum ada keputusan mengenai apakah diperlukan operasi untuk memulihkan pemain Brazil itu. Pesepak bola termahal di dunia itu mendapat cedera saat Paris St Germain (PSG) menang 3-1 atas seteru abadi Olympique de Marseille. Neymar berurai air mata ketika ia ditandu meninggalkan lapangan di Parc des Princes. Ayahnya, Neymar Sr, berkata bahwa cedera semacam itu memastikan putranya akan absen pada pertandingan Liga Champions pekan depan melawan Real Madrid. “PSG tahu bahwa mereka tidak akan diperkuat Neymar untuk beberapa pertandingan mendatang dan mereka tidak akan memiliki Neymar untuk setidaknya selama enam pekan,” ucapnya kepada ESPN Brazil, Rabu (28/2) kemarin. “Karena perawatan ini akan memerlukan enam sampai delapan pekan, kita mengetahuinya, apakah itu operasi atau konvensional, itu akan berlangsung enam atau delapan pekan.” Neymar Senior mengatakan bahwa putranya dan klub Prancis tersebut masih menunggu sebelum menemui dokter tim nasional Brazil sebelum memutuskan apakah sang penyerang memerlukan operasi. Pemain terpenting Brazil dalam beberapa tahun terakhir, Neymar merupakan bagian kunci dari skuad yang akan menuju putaran final Piala Dunia di Rusia pada Juni mendatang. “Mereka akan memutuskan bersama-sama,” kata Neymar Sr. “Ini merupakan masa yang sulit untuk kami. Kami tidak ingin berada di situasi ini. Namun kami harus menerimanya dan membantu Neymar semampu kami.” Komentar-komentar yang dilontarkan langsung pada acara talk show olahraga itu kontradiktif dengan apa yang disampaikan pelatih PSG Unai Emery, yang mengatakan pemain 26 tahun itu berpeluang tampil pada pertandingan melawan Real. PSG tertinggal 1-3 dari Real menjelang pertandingan kedua babak 16 besar Liga Champions di Paris pada 6 Maret. Neymar telah mengoleksi 28 gol dan memberikan 16 assist untuk PSG musim ini. (rtr/ant)

Madrid Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane mengutuki nasib buruk timnya setelah penyerang Espanyol Gerard Moreno mengemas gol larut yang membuat sang juara Spanyol mencatatkan kekalahan kelima di Liga Spanyol musim ini. Moreno mencetak gol pada menit ke-93 pada pertandingan yang digelar di RCDE Stadium, Rabu (28/2) kemarin. Espanyol tak pernah meraih poin penuh melawan Real dalam 11 tahun terakhir. Kemenangan ini menjadi sukacita tersendiri bagi klub Katalan itu. Hasil ini membuat Real tetap menghuni peringkat ketiga, tertinggal 14 poin dari pemuncak klasemen Barcelona dan tertinggal tujuh poin dari rival sekota Atletico yang menghuni peringkat kedua. Tapi Barca dan Atletico masih memiliki satu pertandingan yang belum dimainkan. Kegagalan di kandang Espanyol ini menambah buruk penampilan klub ibukota yang pada musim ini penampilan-

Bali Post/rtr

MENANG - Pemain Espanyol Gerard Moreno (kiri) merayakan kemenangan timnya atas Real Madrid pada pertandingan Liga Spanyol, Rabu (28/2) kemarin, di stadion RCDE. nya bertolak belakang dengan musim lalu dimana pasukan Zoidane mampu mendulang gelar ganda di kancah domestik dan Eropa. Meski telah meletakkan satu kaki di putaran delapan besar Liga Champions berkat kemenangan 3-1 di laga per-

tama atas Paris St Germain (PSG), Zidane kesulitan untuk menjelaskan keterpurukan di Liga Spanyol di mana mereka kalah dari Real Betis, Girona, Barca, Villarreal, dan sekarang Espanyol. Sementara pada musim lalu, Real hanya kalah tiga kali di liga

Swansea Melaju ke Perempatfinal

London Swansea City melaju ke perempatfinal Piala FA setelah menang 2-0 atas klub divisi kedua Sheffield Wednesday, Rabu (28/2) kemarin. Gol-gol di babak kedua dari Jordan Ayew dan Nathan Dyer mengamankan kemenangan mereka di pertandingan ulangan putaran kelima itu. Swansea akan menghadapi pertandingan delapan besar melawan pemenang antara Tottenham Hotspur denga Rochdale yang akan bermain di Wembley pada Kamis dini hari. Tim asuhan Carlos Carvalhal tampil defensif pada pertandingan di Stadion Liberty di babak pertama. Namun setelah

LONCAT Pemain Swansea Nathan Dyer meloncat untuk menghindari terjangan lawannya dari Sheffield Wednesday Glenn Loovens pada pertandingan ulangan putaran V Piala FA, Rabu (28/2) kemarin.

Ayew mengemas gol melalui bola pantul dari jarak dekat pada menit ke-55, serangan tuan rumah mulai hidup. Dyer kemudian mengamankan kemenangan melawan bekas klub asuhan Carvalhal saat pertandingan tinggal menyisakan sepuluh menit. Ia menggulirkan bola melalui sela-sela kaki kiper Cameron Dawson setelah mendapat operan dari Tammy Abraham. Swansea, yang berjuang untuk menghindari degradasi dari Liga Inggris, berpeluang kemasukan jika Kristoffer Nordfeldt tidak melakukan dua penyelamatan cerdik terhadap ancaman dari penyerang Wednesday Jordan Rhodes. (rtr/ant)

Bali Post/ant

Dinamika Politik Indonesia Diharapkan Tak Pengaruhi Penyelenggaraan AG

Bali Post/ant

DINAMIKA POLITIK - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (tengah) didampingi Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin (kiri) menyalami sejumlah siswa setibanya di lokasi penyerahan Kartu Indonesia Pintar (KIP-ATM) di Stable Berkuda, Sekayu, Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, awal bulan ini. Puan mengharapkan dinamika politik di Indonesia tidak memengaruhi penyelenggaraan pesta olahraga Asian Games 2018.

Jakarta (Bali Post) Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani minta dinamika politik jelang Pemilihan Umum 2019 tidak memengaruhi penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang demi nama Indonesia secara internasional. “Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games harus memanfaatkan momentum ini untuk mengangkat nama bangsa, tanpa pengaruh politik nasional kepada dunia,” kata Puan dalam pembukaan Rapat Anggota Tahunan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) di Jakarta, Rabu (28/2) kemarin. Puan juga mengharapkan penyelenggaraan Asian Games pada 18 Agustus 2018 tidak terpengaruh dinamika politik

nasional, menyusul waktu penyelenggaraan berdekatan dengan pendaftaran calon presiden dan wakil presiden serta calon-calon anggota legislatif pada awal Agustus. “Semangat yang harus muncul dalam rapat KOI ini adalah persatuan Indonesia. Walaupun kita sedang pesta demokrasi, satu-satunya bendera yang bisa kita kibarkan adalah Merah Putih tanpa melihat asal kelompok kita,” ujar Puan. Pemerintah, lanjut Puan, akan terus melakukan pemantauan terhadap prestasi olahraga nasional menyusul segala kendala yang muncul pada setiap pengurus induk cabang olahraga. “Kami menyadari masih banyak persoalan yang muncul pada cabang olahraga. Tapi, pemerintah juga terus

memperbaiki persoalan itu seperti anggaran kepada 40 cabang olahraga dari 44 cabang,” kata Puan. Sementara, empat cabang olahraga lain masih terkendala persoalan internal organisasi induk cabang olahraga sehingga anggaran mereka belum dapat diberikan. “Kami akan mencari solusi atas setiap persoalan yang muncul dari cabang olahraga. Tapi, kami yakin ketua-ketua umum cabang olahraga juga merupakan orang-orang hebat yang dapat bergotong royong demi prestasi Indonesia,” ucapnya. Puan juga mengharapkan Rapat Anggota Tahunan KOI 2018 membahas peran KOI untuk menyukseskan Asian Games selain rapat koordinasi internal organisasi itu. (ant)


olah raga

16

Kamis Kliwon, 1 Maret 2018

Ikuti Kejuaraan di Australia, PODSI Terkendala Visa

Jakarta (Bali Post) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) mengaku terkendala pengajuan visa Australia ketika akan mengikuti kejuaraan uji coba Asian Games 2018 pada Maret. “Kami kesulitan pengajuan visa karena atlet-atlet kami tidak punya pilihan saat mengisi formulir visa. Tidak ada lagi kolom pilihan pelaku olahraga dalam formulir itu,” kata Wakil Ketua Umum Pengurus Besar PODSI Budiman Setiawan di sela-sela Rapat Anggota Tahunan (RAT) Komite Olimpiade Indonesia (KOI) di Jakarta, Rabu (28/2) kemarin. PODSI, menurut Budiman, mengagendakan pengiriman 21 atlet pemusatan pelatihan nasional cabang dayung ke Kejuaraan Dayung Australia Terbuka 2018. “Atletatlet kami ragu saat mengisi formulir karena pilihan yang mungkin adalah ‘pelaku bisnis yang tidak menghasilkan sesuatu’,” kata Budiman. Kejuaraan Australia Terbuka 2018 menjadi ajang uji coba atlet-atlet pelatnas dayung PODSI menyusul keikutsertaan sejumlah atlet dari negara-negara Asia seperti Tiongkok, Hongkong, Korea, dan Vietnam. PODSI telah mencoba konfirmasi kesulitan pengisian formulir visa itu kepada petugas di Kedutaan Australia. “Jika atlet-atlet kami salah mengisi formulir biaya pengajuan visa akan hangus,” ujarnya. Panitia penyelenggara Kejuaraan Dayung Australia Terbuka 2018, lanjut Budiman, telah mengirim dokumendokumen pendukung untuk pengajuan visa ke Negeri Kanguru itu. “Kami baru mengetahui aturan pengisian formulir itu karena pada 2017 masih ada kolom pelaku olahraga,” katanya. Selain kejuaraan uji coba di Australia, pelatnas dayung PODSI juga mengagendakan pelatihan nasional di Belanda pada Mei hingga Juli. “Kami akan mengirim 17 atlet berpotensi medali yang akan turun pada lima nomor perlombaan dalam Asian Games. Mereka akan berangkat pada Mei hingga dua pekan sebelum pertandingan di Palembang,” kata Budiman. (ant)

Bahas Keputusan AWF, KOI Hubungi OCA

Jakarta (Bali Post) Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir menyatakan telah menghubungi Dewan Olimpiade Asia (OCA) soal langkah pembatalan penghapusan nomor kelas 62 kilogram cabang angkat besi Asian Games 2018. “Kami sudah menelepon OCA karena mereka masih ada rapat dengan federasi cabang olahraga pada pekan ini,” kata Erick selepas pembukaan Rapat Anggota Tahunan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) di Jakarta, Rabu (28/2) kemarin. KOI, lanjut Erick, mengharapkan dapat membahas langkah penghapusan nomor kelas andalan atlet nasional Eko Yuli Irawan itu dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi pada awal Maret. Sebelumnya, Menpora Imam Nahrawi telah menyurati Presiden OCA Sheikh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah untuk membatalkan penghapusan nomor kelas 62 kilogram dalam Asian Games ke-18. “Kami dengan sangat menyesal harus menyatakan kepada Anda bahwa kami menolak keputusan Komite Teknis Federasi Angkat Besi Asia (AWF) dan Anggota Dewan Eksekutif AWF untuk menghapus nomor kelas 62 kilogram,” demikian surat Menpora Imam. Menpora mengatakan alasan permohonan pembatalan penghapusan nomor kelas 62 kilogram cabang angkat besi itu merujuk pada Rapat Koordinasi Komite Asian Games di Jakarta pada 14 Januari yang tidak membahas penambahan atau pengurangan nomor pertandingan Asian Games 2018. “Kami akan sangat mengapresiasi jika Anda dapat mempertimbangkan untuk tidak menghapuskan nomor kelas 62 kilogram cabang angkat besi Asian Games 2018,” tulis Menpora. Presiden AWF Mohamed Yusuf Almana mengirim surat pada 11 Februari kepada Direktur Jenderal IWF Attila Adamfi tentang penghapusan nomor kelas perlombaan 62 kilogram pada Asian Games 2018. “Saya ingin menyampaikan kepada Anda tentang keputusan dari Komite Teknis AWF dan anggota-anggota Badan Eksekutif AWF bahwa mayoritas memilih untuk menghapuskan kelas perlombaan 62 kilogram dari Asian Games ke-18,” demikian isi surat dari AWF itu. (ant)

Bali Post/wan

LATIHAN - Atlet Bali Maria Natalia Londa tengah menjalani latihan. Meski sebagai atlet Pelatnas dalam persiapan menuju Asian Games 2018, Maria Londa melanjutkan proses latihan di Bali.

Maria Londa Jalani Pelatnas di Bali

Denpasar (Bali Post) -

Ketua Pengprov PASI Bali Ida Bagus Dipta, di Denpasar, Rabu (28/2) kemarin menerangkan, Maria Natalia Londa adalah atlet Pelatda sekaligus Pelatnas. Untuk cabor atletik, selain Maria Londa, dua atlet Bali juga menghuni Pelatnas yakni pelari Dewa Made Mudiasa dan Gusti Ayu Mardili Ningsih. ‘’Maria Londa tetap menjalani pelatnas di Bali,’’ jelas I.B. Dipta. Dikemukakan, sederet atlet pelatda Bali juga menghni di pelatnas seperti angkat besi Ketut Banat Ariana, pejudo Kadek Anny Pandini, Komang Ardiarta, dan Gede Ganding Kalbu Soetama, karateka Cokorda Istri Agung, serta tiga pesilat Komang

Harik Adiputra, Sang Ayu Ketut Sidan Wilantari, dan Ni Made Dwiyanti. Ida Bagus Dipta yang juga selaku Litbang KONI Bali mengemukakan, sebenarnya Bali masih berpeluang menambah atletnya, guna menghuni pelatnas Asian

Lifter Indonesia Eko Yuli Irawan.

Bali Post/ant

Atlet Indonesia lainnya yang berhasil meraih medali adalah Ulfa Silpiana yang merebut perak di nomor lari 200 meter, Alvin Tehupeiory (perak, lari gawang 400 meter) dan Emilia Nova (perak, lari gawang 100 meter). Yuliana merebut medali perunggu lari 100 meter, Nadia Anggraini meraih perunggu di nomor lompat tinggi, serta Eki Febri Ekawati meraih meraih perak di nomor tolak peluru. (022)

Tim Verifikasi Tinjau Bali dan NTB Denpasar (Bali Post) Tim verifikasi pengajuan tuan rumah (bidding) PON meninjau Bali dan NTB, sejak Rabu (28/2) kemarin, hingga Jumat (2/3) besok. Rombongan tim verifikasi yang juga jajaran pengurus KONI Pusat, diterima Ketua Umum KONI Bali, Ketut Suwandi, Sekum IGN Oka Darmawan,

serta Binpres Nyoman Yamadhiputra. Tim verifikasi, kemarin, mengunjungi Lapangan Yoga Perkanthi Jimbaran, Badung. Selanjutnya, tim bergerak menuju kawasan wisata Nusa Dua. Di Nusa Dua, tim melihat langsung Bali International Convention Centre (BICC), di Hotel Westin, ke-

Eko Yuli Mendapat Pendampingan Psikologis

Jakarta (Bali Post) Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) terus mengawal kondisi psikologis atlet Eko Yuli Irawan menyusul usulan penghapusan nomor kelas 62 kilogram cabang angkat besi Asian Games dari Federasi Angkat Besi Asia (AWF). “Kami memberikan pendekatan mental agar menenangkan Eko. Seandainya penghapusan nomor itu batal, Eko masih dapat berlatih seperti biasa karena mentalnya tidak terlalu turun,” kata Sekretaris Jenderal Kuntadi Djajalana di sela-sela Rapat Anggota Tahunan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) di Jakarta, Rabu (28/2) kemarin. Kuntadi mengatakan pendampingan mental kepada Eko Yuli yang diharapkan turun pada nomor kelas 62 kilogram sebagai langkah PB PABBSI guna mengantisipasi keikutsertaan Eko pada Olimpiade Tokyo 2020. “Kami akan mengambil kebijakan nanti jika memang nomor kelas 62 kilogram itu tetap dihapus dari Asian Games,” katanya. Indonesia, menurut Kuntadi, akan mengupayakan pendekatan bersama lima hingga enam negara lain Asia untuk mengembalikan nomor kelas 62 kilogram dalam Asian Games. (ant)

Games. ‘’Beberapa atlet juga masih mengikuti seleknas guna menghuni pelatnas,’’ tuturnya. Yang jelas, di nomor permainan beregu, seperti cricket dan kabaddi, atlet Bali lumayan mendominasi. ‘’Untuk skuad timnas kabaddi putra

(12) dan putri (12), namun sejauh ini belum ada laporan resmi atlet yang direkrut ke pelatnas, termasuk cabor cricket,’’ ungkapnya. Maria Natalia Londa sukses mendulang emas di nomor lompat jauh, pada test event Asian Games (AG) XVIII/2018, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 11-14 Februari lalu. Sementara juara II dan III direbut atlet India yakni Neena Varakil dan James Nayana.

Bali Post/ist

NUSA DUA - Tim verifikasi bidding PON mengunjungi kawasan wisata Nusa Dua guna melihat dari dekat sarana dan fasilitas olahraga, yang memungkinkan dipakai venue untuk menggeber berbagai cabor.

mudian melihat dari dekat Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC). ‘’Tim verifikasi bidding juga meninjau Hotel Grand Hyatt, karena dianggap cocok untuk menggelar cabor squash dan soft tennis,’’ jelas Binpres KONI Bali Nyoman Yamadhiputra. Yamadhiputra menambahkan, tim verifikasi bakal melanjutkan perjalanannya, Kamis (1/3) ini, yang dibagi dalam tiga kelompok, yakni ke arah timur (Denpasar, Klungkung, dan Karangasem), ke barat (Badung, Tabanan, dan Jembrana), serta utara (Gianyar, Bangli, dan Buleleng). ‘’Tim verifikasi berkunjung ke kabupaten dan kota di Bali, guna melihat lebih dekat lagi sarana dan fasilitas olahraga, yang sekiranya bisa dipakai tempat pertandingan (venue),’’ ujarnya. Yamadhiputra menjelaskan, tim verifikasi kembali bekerja pada Jumat (2/3) besok, untuk mengunjungi fasilitas olahraga khususnya di Denpasar dan Badung. Sementara tim verifikasi bidding PON juga dipisah dan sebagian mengunjungi NTB. (022)

Bali Post/ant

TEST EVENT - Peboling asal Sumut, Aldila Indryati, melemparkan bola saat pertandingan kategori Master Putri Kejurnas Boling 2018 yang merupakan “test event” cabang olahraga Boling “Road to Asian Games 2018” di Arena Sinar Mas Boling Center, Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (28/2) kemarin.

Asrama Cipayung Mulai Dikosongkan Jakarta (Bali Post) Asrama putra dan asrama putri pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta, mulai Kamis (1/3) ini, akan dikosongkan untuk keperluan renovasi demi meningkatkan kenyamanan para atlet dan pelatih. “Memang sekarang kami di pelatnas lagi repot pindahan, tetapi ini semua demi memperbarui tempat tinggal atlet dan pelatih supaya lebih baik, lebih nyaman. Anak-anak paham kok,” ujar Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susi Susanti di Jakarta, Rabu (28/2) kemarin. Para atlet utama yang menempati asrama sudah mulai bersiap-siap untuk pindah sementara ke beberapa tempat yang sudah disiapkan oleh pengurus PBSI. Atlet-atlet utama pun akan disebar ke empat tempat sementara yaitu di Wisma Ancora yang terletak di samping jogging track di kompleks Pelatnas PBSI, kemudian di Wisma Wira yang terletak di sebelah Wisma Ancora, Guest House yang terletak di sebelah masjid kompleks Pelatnas PBSI, serta hotel Ciputra di Cibubur. “Ada empat tempat yang bakal

jadi tempat tinggal sementara yaitu Wisma Ancora, Wira, guest house dan Hotel Ciputra Cibubur. Khusus di hotel ini memang ada bantuan dari pak Ciputra, kami berterima kasih atas kepedulian beliau,” kata Susi. Untuk pengaturan penempatan para atlet, Susi mengatakan semua sudah diurus oleh kepala asrama putra dan putri yang dibagi per nomor, karena terkait dengan koordinasi jadwal latihan. “Kalau yang tinggal di hotel kan perlu ada waktu untuk perjalanan, jadi diusahakan yang jadwal latihannya sama, tinggal di tempat yang sama. Misalnya tunggal putri pratama di satu tempat, jadi nggak dicampur sama sektor ganda yang beda lagi jadwal latihannya,” ucapnya. Dengan perubahan tempat tinggal atlet ini, Susi mengatakan akan berpengaruh pada jadwal latihan. Misalnya, pemain pratama yang latihan pagi dimulai pukul 06.00 WIB, dipindah menjadi lebih siang, misalnya pukul 07.00 WIB, mengingat dibutuhkannya waktu perjalanan dari hotel menuju pelatnas. Selain itu, beberapa ruangan di

kantor PBSI pun disulap sementara untuk tempat istirahat siang para atlet yang menginap di hotel, sehingga mereka tidak perlu kembali ke hotel setelah latihan pagi, karena siang harinya mereka harus menjalani latihan lagi. “Jadwal latihan sudah dikoordinasikan bersama pelatih pratama dan utama. Pokoknya bagaimana latihan tetap lancar, tetapi atlet tidak terlalu terganggu. Buat mereka yang tinggal di hotel, sudah disiapkan tempat istirahat siang, saya harap bisa prihatin sementara ya dalam tiga sampai empat bulan ini. Diusahakan semua tempatnya nyaman, jangan sampai kotor atau bocor,” jelas Susy. “Untuk pelatih juga, kami mohon maaf harus pindah dulu tempat istirahatnya. Pengurus juga begitu, sampai rela mengungsi karena ruang kerjanya dipakai untuk istirahat siang atlet dan pelatih. Saya senang semua bisa diajak kerjasama dengan baik, pengertiannya sangat luar biasa,” tuturnya. Adapun ruangan yang digunakan untuk rehat para atlet antara lain, ruangan serbaguna di atas ruang fitness yang dimanfaatkan untuk

tempat istirahat siang atlet putri yang menginap di hotel. Sebagian atlet putra beristirahat siang di Wisma Wira, begitu pun beberapa pelatih. Beberapa atlet utama yang tidak tinggal di asrama seperti Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan dan Tontowi Ahmad, juga sudah disiapkan tempat khusus untuk istirahat siang. Soal makanan atlet, Susi mengaku tak terlalu khawatir karena atlet tetap bisa makan di ruang makan pelatnas seperti biasa. “Kami masih mengusahakan agar atlet yang menginap di hotel bisa dapat makan malam juga, kalaukalau mereka lapar di malam hari. Semua masih dibicarakan, mudahmudahan bisa dibantu pihak hotel nanti,” ucap Susi. Berdasarkan pemberitaan Antara sebelumnya, renovasi asrama atlet di pelatnas PBSI di Cipayung sendiri, merupakan rencana kepengurusan PBSI era Wiranto sejak awal 2017, dengan bekerjasama bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan direncanakan rampung pada akhir Juli 2018. (ant)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Kamis Kliwon, 1 Maret 2018

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Bth Sgr Krywati u Kntr 18-30Th Jjr&Span Asl Bali:081353658008

B.BP.001.02.18.0001347

Cr.Sopir SIM A / Tng Kirim.Lam ke Jl.Soka,T.081 558 533 540

B.BP.001.02.18.0001483

Dbthkn Guru Tematik-Wali Kls 6 &Guru Matematika utk Th Ajaran Baru2018/2019.Kirim CV ke SDTK Pelita Hati/Hub:087876132811

Dcr Spr Pengiriman PT. Banyumas Jl.Kepundung 70 Dps,Tlp.235125

B.BP.001.02.18.0001457

Dcr:1.Engineering,diutamakn yg mmiliki pngthuan kelistrikn&AC 2.HK,Kirim CV:Hotel Sinar Bali Jl.Padma Utara Legian/T.751404 E:sinarbali@dps.centrin.net.id

B.BP.001.02.18.0001473

B.BP.001.02.18.0001415

Dibutuhkan Housekeeping untuk Villa di Kerobokan.Wanita, Pengalaman 1 Thn,Bisa Bahasa Inggris,Mau Belajar dan Jujur Telp ke 738097 atau Email CV ke:mnhr.recruit@gmail.com

B.BP.821.02.18.0001404

Dcr Sopir SIM A Umum Serabutan Max 35th.Hub.085100480049 Jl.Apit Telaga No.12/16,Br.Batur Peguyangan Kaja Dps Utara

B.BP.001.02.18.0001467

Dibthkan Waitress & Cook Berpglm Krm Lam ke Ratatouille Resto Jl.Danau Tamblingan 64 Sanur Kontak Person HP:081338588843

M+Susu Mencari SPG & Sales Motoris GT 3 Jt.Up Pak Dion Gatsu IV Blok I No.11.HB:08123660512

B.BP.001.02.18.0001072

B.BP.001.02.18.0001410

B.BP.001.02.18.0001449

B.BP.001.02.18.0001471

BIRO JASA

DIJUAL RUMAH

BENGKEL LAS

BIRO JASA

SERVICE

FOTO COPY

SERVICE ALUMINIUM

WC

JASA KURAS

LIMBAH BERGARANSI KLOSET, WASTAFEL, BATHUB SALURAN AIR, SALURAN DAPUR

0877 6129 5235 081 238 450 210 C.0000620-brj

BIRO JASA

SERVICE

B.BP.001.02.18.0000519

Djl Tnh+Rmh 2A,Jln.Gnung Salak Sltn,Gg.Lantangsari No.8, 1,9M Pemilik / SHM WA / Hp : 087851156628

B.BP.001.02.18.0001459

KEHILANGAN Hilang IMB No.393 Th.2001 a/n. I Gusti Made Aryawan SE B.BP.001.02.18.0001469

Hlg BPKB No.4749974-O DK 635 EJ An.I Wayan Kantra B.BP.001.02.18.0001451

B.BP.004.02.18.0000077

Over Kont rmh Kos 5 kamar 85jt sisa 8th di Renon,081529309177 B.BP.001.02.18.0001482

DISEWAKAN TEMPAT

Disewakan ruangan di Gedung PT.Pelni Jl.Raya Kuta 299 Hub.Ibu Umi 081233739951 B.BP.154.02.18.0001497

DIJUAL TANAH BUCJualTanahSHM7Are,TP,Lok Jimbaran,Akses Jln Khusus,Hrga 350 Jt / Are Nego,HP:087877666655 B.BP.001.02.18.0001408

B.BP.001.02.18.0001290

B.BP.001.02.18.0001414

Desain Grafis,Sopir B1. Hub: Jln Gadung No.81 Kreneng-Dps

Djl Rmh TP45/72F Jl. Pura Demak Hub:0811398086,0361-245460

Tnh Kapling 9 Are Lok.Wanasari Bedugul Isi Kopi/081337683242

DISEWAKAN RUMAH

Dicr Teknisi Komputer Bw Surat Lamaran ke Sudirman Agung B25

Dcr Therapist,P,Min SMU(2,5jt+ 15000/jam),Hairdresser,L/P,Min SMU(3jt+15000/jam+10%coloring) Brpngalaman Min 1 Thn.Lam ke Bodyworks Spa,Jl.Kayu Jati No. 2 Petitenget/Telp:0361-735058

DIJUAL RUMAH

Rmh Nuansa Barat Jimbaran DP 10% bunga Krd 1% perbln Hub:08174792678/081805374433

B.BP.001.02.18.0001397

Dcr:FO,HK,Bs.Shift Malam.Puri Asih Htl,Jl.Pantai Kuta40,Kuta

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

B.BP.001.02.18.0001399

B.BP.001.02.18.0001458

Distributor Consumer Goods Bth Cpt Adm Piutang H.PT.Dwiniaga Jl.P.Moyo 2 Pedungan/T.720882

MELAYANI MAMPET

B.BP.001.02.18.0001470

Dicari Sopir Pribadi Domisili Denpasar.Hub:0361-977274

B.BP.001.02.18.0000971

BALI WANGI

B.BP.031.02.18.0001486

B.BP.001.02.18.0001456

Dcr Sales,Spv,Teknisi STM,Gj+ Bns+Komisi+BPJS,Lam PT.PMA, Bedahulu XVII/7 Dps

BIRO JASA

Sekuriti u/Pabrik Tbnan Srtfkt Pnglaman,Hub : Dewi 081236222509

SUZUKI

Mega Carry’11,Biru,Jl.Surya Buana14 Pd.Sambian 081999682845

Dicari Sales,Wanita max 40thn Min tmtn SMA,bs Bhs Mandarin, Penmpln mnrik,rjn,jjr,gj 4/jt brtggjwb,pnmptn Discovery Shopping Mall,Kuta Hub.Lusi 0361-769780

B.BP.001.02.18.0001475

BIRO JASA

B.BP.004.02.18.0001416

DIJUAL MOBIL

Dicari PRT Tinggal Dalam Gaji memuaskan Hub:08123660036

B.BP.001.02.18.0001452

B.BP.001.02.18.0001485

Elizabeth Int cari supir,CV ke elizabethdenpasar@yahoo.com 0361 230110

B.BP.004.02.18.0001476

Dcr Accounting u/Tk.Billabong CV:triyadi.ambara@gmail.com

Dicari Koki Berpengalaman Min 2Th Kerja diMaluku (Saum Laki) Gaji Start 6Jt Hb.081338540666

Dibtuhkan SPG Max 25 Th. Krm Lam ke Toko Globe Jl.Sunset Road Depan Swissbel Hotel Kuta

Informasi pasang iklan Telepon

PT.Karya Safari mmbthkan sgr 3 Sopir,2 Helper. Jln.Buluh Indah 74 Dps Hub:081803697442

Suzuki Mega Exstra Box 16.AC. Power Str,Hitam.As DK,Ada bak Aslinya 125jt Hub:081999032105

Htl&Rest need Waiter,Good English,Direct intvw to The Yulia Inn Jl.Pantai Kuta 43 T.751893

Djl Jimny Katana’1999 Biru Metalik Hrg:52jt 081238382307

B.BP.001.02.18.0001466

B.BP.001.02.18.0001374

B.BP.001.02.18.0001474

B.BP.001.02.18.0001468

Djl kav,2A,3A,3A,6A,H:430jt/A Puri Gading Utama 087786696229 B.BP.001.02.18.0001359

Tnh 1,5Are 450Jt/A Nego Dalung Permai Jl 6M Aspl.087761536716 B.BP.001.02.18.0001370

Tnh 7,7A pgr jl Raya +/-2KM dr RS Kasih Ibu Saba 081337561687 B.BP.001.02.18.0001489

Hlg BPKB No. C1608080 -O DK9311 GI A.N I Gede Made Suarjana,SE B.BP.001.02.18.0001477

Hlg BPKB No. J04412290-O DK6815 OR,An.Siti Maliah 081237961499 B.BP.154.02.18.0001498

Hlg BPKB No. M08207693-O DK6530 QF An.I Gede Agus Wiradarsana B.BP.001.02.18.0001460


18 Bertepatan dengan Saraswati

Pelaksanaan Nyepi Berjalan seperti Biasa

Bangli (Bali Post) Hari raya Nyepi tahun ini tergolong istimewa dibanding sebelumnya. Karena Nyepi kali ini jatuh pada tanggal 17 Maret, bertepatan dengan hari raya Saraswati. Meski demikian pelaksanaan Nyepi dipastikan tetap akan berjalan seperti biasa. Sedangkan untuk pelaksanaan hari raya Saraswati, upacaranya harus sudah selesai sebelum pukul 06.00 Wita. Ketua PHDI Bangli Nyoman Sukra, Rabu (28/2) kemarin, menBali Post/kmb40 gatakan terkait hari raya Nyepi Nyoman Sukra dan Saraswati yang jatuh pada hari yang sama, sudah ada keputusan dari sulinggih. Berkaitan dengan pelaksanaan Nyepi, diputuskan Nyepi tetap berjalan seperti biasa. Nyepi dilaksanakan selama satu hari penuh, mulai dari pukul 06.00 hingga 06.00 keesokan harinya. Sementara untuk hari raya Saraswati dilaksanakan sebelum pukul 06.00 Wita. Untuk kegiatan piodalan yang jatuh bertepatan dengan hari raya Saraswati, umat diimbau untuk tidak melaksanakan upacara besar. “Tidak ada kegiatan odalan besar, hanya ngaturang piuning saja. Dalam piodalan itu juga kami imbau tidak ada gong, kekidungan, hanya sembahyang intern saja. Upacara harus sudah selesai jam 6 pagi sehingga setelah itu Nyepi bisa berjalan seperti biasa,” jelasnya. PHDI Bangli akan segera menyampaikan surat edaran ke masyarakat berkenan dengan situasi itu. Pihaknya mengaku sudah meminta bantuan Bagian Kesra Pemkab Bangli untuk menyebarkan surat edaran ke banjar-banjar dan instansi pemerintah. Dijelaskan juga bahwa dalam perayaan Nyepi, sudah diatur mengenai dispensasi bagi warga yang punya bayi, keluarga yang sakit atau yang akan melahirkan. Dispensasinya sudah ada di klian banjar dan akan diatur pecalang. Pihaknya berharap perayaan Nyepi mendatang bisa berjalan lancar tanpa adanya gangguan. Terkait dengan pelaksanaan malam pangerupukan nanti, Sukra mengimbau masyarakat untuk tidak membuat ogohogoh yang menyinggung soal pilkada. Ogoh-ogoh diharapkan dibuat dalam wujud bhuta kala dan atribut yang dipasang sesuai dengan agama. “Kami sudah sampaikan imbauan kepada bandesa, saat Pangrupukan tidak boleh ada atribut partai atau calon. Etikanya, ogoh-ogoh wujudnya adalah bhutakala. Tidak boleh wujud calon dan berkaitan dengan pilkada. Tidak boleh ada minum-minuman keras, tidak boleh mengarak ogoh-ogoh melewati batas wilayah. Itu tanggung jawab pecalang dan sekaa teruna,” pungkasnya. (kmb40)

Bupati Dukung Kelurahan Jadi Desa

Pembangunan Bisa Lebih Merata

Bangli (Bali Post) – Bupati Bangli I Made Gianyar sangat mendukung adanya usulan perubahan status empat kelurahan menjadi desa. Menurutnya dengan diubahnya kelurahan menjadi desa, pihaknya dapat lebih mudah melakukan pengaturan. Pembangunan di Bangli bisa dilakukannya dengan lebih merata dan berimbang. Dalam acara focus group discussion (FGD) Perubahan Status Kelurahan menjadi Desa dan Pemekaran Desa Yangapi di BMB, Selasa (27/2), Made Gianyar mengaku selama ini cukup pusing mengurusi kelurahan. Keinginannya membangun kelurahan seperti halnya membangun desa menemui sejumlah kendala. Di kelurahan pihaknya tidak bisa menggelontorkan hibah maupun BKK. Sementara di desa, hal itu bisa dilakukan. “Ibaratnya seperti memadu (poligami), pasti ada salah satu yang cemburu. Dengan berbagai upaya kita sebenarnya ingin menyeimbangkan pembangunan di desa dan kelurahan. Tapi gimana caranya bangun kelurahan. Kelurahan tidak bisa diberikan hibah. Pusing ngurusin kelurahan,” kata Made Gianyar. Untuk itulah pihaknya ingin kelurahan di Bangli bisa segera berubah status menjadi desa. Sehingga tidak ada lagi kecemburuan. Dengan berubahnya kelurahan menjadi desa, Bupati nantinya tidak perlu lagi membuat dua peraturan bupati (perbup) yakni perbup tentang desa dan perbup tentang kelurahan. Made Gianyar juga sepakat dengan usulan pemekaran Desa Yangapi. Menurutnya, pemekaran desa bisa dilakukan jika semua syaratnya bisa dipenuhi yakni menyangkut batas desa, jumlah penduduk dan lainnya. Gianyar menyebut di Kabupaten Bangli sudah ada beberapa desa yang dimekarkan yakni Desa Pengotan mekar menjadi Pengotan dan Landih, Desa Sulahan mekar menjadi Desa Sulahan dan Pengiangan, Desa Selat mekar menjadi Desa Selat dan Susut. Dengan dipecahnya menjadi dua desa, maka nantinya dana desa yang dikucurkan menjadi lebih banyak. “Desa Peninjoan dari dulu ingin dimekarkan tapi sampai sekarang belum bisa karena masih terkendala batas desa,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Dewa Agung Riana Putra saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya hingga saat ini masih memproses usulan masyarakat terkait perubahan empat kelurahan di Bangli menjadi desa yang dituangkan dalam dokumen musyawarah kelurahan. Pihaknya, Selasa (27/2) telah menggelar FGD atas naskah akademik yang disusun dengan melibatkan tokoh masyarakat. Setelah nantinya disempurnakan oleh akademisi, naskah akademik itu akan dilampirkan mendampingi perda yang sejauh ini sudah menjadi pembahasan tahap I di DPRD Bangli. Selanjutnya juga akan dilakukan verifikasi faktual oleh tim di kabupaten yang dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 5 hingga 9 Maret mendatang. Hasil verifikasi faktual di lapangan nantinya dituangkan dalam blanko berita acara. “Setelah ditetapkan perdanya, nanti akan diverifikasi provinsi,” terangnya. (kmb40)

BANGLI

Kamis Kliwon, 1 Maret 2018

Disdikpora Sayangkan Porsenijar Diganti Porjar Bangli (Bali Post) –

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli Nyoman Suteja sangat menyayangkan ditiadakannya cabang seni dalam Porsenijar yang kini telah diganti menjadi Porjar. Menurutnya cabang seni yang mewadahi seni, bahasa, sastra dan aksara Bali semestinya tetap ada sebagai sarana untuk mengembangkan dan melestarikan bahasa, sastra dan aksara Bali. Dalam sosialisasi Ranperda tentang Bahasa, Sastra dan Aksara Bali yang dilaksanakan Pansus DPRD Provinsi Bali di DPRD Bangli, Rabu (28/2) kemarin, Suteja mengaku miris event Porsenijar kini berganti

nama menjadi Porjar. Dirinya mempertanyakan bagaimana upaya pemerintah provinsi untuk melestarikan bahasa, sastra dan aksara Bali dengan ditiadakannya cabang seni dalam Porsenijar. “Saya

miris tahun yang lalu dalam Porsenijar masih ada event yang namanya seni mewadahi bahasa, sastra Bali. Yang saya sayangkan sekarang tidak ada lagi namanya Porsenijar tapi Porjar. Lalu di mana upaya

untuk melestarikan bahasa, sastra dan aksara Bali?” tanya Suteja. Pihaknya pun berharap cabang seni dapat dikembalikan dalam Porsenijar. Menurutnya dengan diadakannya lomba cabang seni, para siswa bisa menyalurkan kemampuan yang dimilikinya di bidang tersebut. Dengan dikembalikanya cabang seni, kelestarian bahasa, sastra dan aksara Bali bisa tetap dipertahankan dan

dilestarikan. “Jangan sampai nantinya ada anak yang tidak mengenal bahasa ibu,” ujarnya. Hal yang sama juga disampaikan Guru SMAN 1 Bangli Nengah Miasa. Dia juga menyayangkan ditiadakannya cabang seni dalam porseni kali ini. Padahal pihaknya sudah menyiapkan anak didiknya sebagai peserta lomba dharma wacana dan nyurat lontar. (kmb40)

Sosialisasikan Ranperda tentang Bahasa, Sastra dan Aksara Bali

Kinerja Petugas Penyuluh Bahasa Bali Disorot Bangli (Bali Post) – Pansus Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Bahasa, Sastra dan Aksara Bali DPRD Provinsi Bali menggelar sosialisasi terkait ranperda yang tengah digodok di Kabupaten Bangli, Rabu (28/2) kemarin. Sosialisasi ranperda menghadirkan MMDP, guru Bahasa Bali serta petugas penyuluh Bahasa Bali se-Kabupaten Bangli. Dalam sosialisasi kemarin, Pansus sempat menyoroti kinerja sejumlah oknum petugas penyuluh Bahasa Bali yang terindikasi malas turun ke lapangan. Sosialisasi Ranperda tentang Bahasa, Sastra dan Aksara Bali DPRD Provinsi Bali yang berlangsung di Loka Saba Sri Dana Diraja Lencana DPRD Bangli dipimpin Wakil Ketua Pansus I Wayan Rawan Atmaja. Hadir dalam sosialisasi tersebut perwakilan Dinas Pendidikan dan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. Sementara dari Pemkab Bangli hadir Kadisdikpora Kabupaten Bangli Nyoman Suteja, serta perwakilan pejabat dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangli. Disampaikan Rawan Atmaja, sosialisasi Ranperda tentang Bahasa, Sastra dan Aksara Bali di Kabupaten Bangli merupakan yang ketiga kalinya setelah sebelumnya dilaksanakan di Karangasem dan Buleleng. Dia menjelaskan tujuan pelaksanaan sosialisasi adalah untuk mendapatkan aspirasi sekaligus masukan demi sempurnanya Ranperda tetang Bahasa, Sastra dan Aksara Bali yang merupakan revisi dari Perda No. 3 Tahun 1992 tentang Bahasa, Sastra dan

Aksara Bali. “Ranperda ini merupakan inisiatif Komisi IV. Karena umur Perdanya sudah 26 tahun, kita ingin mengharmonisasikannya sesuai perkembangan sekarang,” terangnya. Dalam sosialisasi kemarin sejumlah masukan disampaikan peserta ke pihak Pansus. Ketua MMDP Bangli Made Rijasa memberi masukan agar bahasa yang digunakan dalam Perda tentang Bahasa, Sastra dan Aksara Bali tidak menggunakan Bahasa Indonesia melainkan Bahasa Bali. Dia juga mengusulkan agar pemberian pelajaran Bahasa Bali di sekolah diperbanyak, yakni 3 jam per minggu. Terkait salah satu pasal yang menyatakan soal dijadikannya Bahasa Bali sebagai bahasa pengantar untuk mata pelajaran tertentu, Rijasa mengusulkan agar semua bidang studi menggunakan bahasa Bali sebagai bahasa pengantar. I Wayan Rata, guru Bahasa Bali SMK 1 Kintamani, memberikan masukan agar dilakukan pengangkatan guru Bahasa Bali terutama di sekolah dasar (SD). Dia juga meminta agar bahan ajar Bahasa Bali di perbanyak. Wayan Sukada, guru Bahasa Bali SMK 2 Kintamani meminta agar pemerintah mewajibkan seluruh sekolah mengalokasikan minimal dua jam pelajaran untuk Bahasa Bali. Guru lainnya I Wayan Siram menyampaikan harapannya kepada pemerintah untuk menggelar diklat untuk Guru Bahasa Bali melalui diklat. Diklat dibutuhkan sebagai syarat untuk bisa naik pangkat. Dalam sosialisasi kemarin, Pansus sempat menyoroti tentang kinerja petugas penyuluh

Bangli (Bali Post) Bhayangkari Cabang Bangli bersama Polwan Polres Bangli ngayah masolah tari Rejang Renteng saat piodalan di Pura Giri Brata Polres Bangli, Rabu (28/2) kemarin. Kegiatan ngayah menari Rejang Renteng ini merupakan wujud sradha dan bhakti Bhayangkari serta Polwan Polres Bangli sekaligus salah satu upaya untuk melestarikan salah satu seni tari sakral. Ketua Bhayangkari Cabang Bangli Ny. Omika Agung Panji mengatakan kegiatan ngayah Rejang Renteng ini merupakan salah satu pelaksanaan Bhayangkari Cabang Bangli di bidang agama yang bertujuan meningkatkan sradha dan bhakti Bhayangkari. Kegiatan ngayah menari Rejang Renteng ini juga merupakan salah satu aplikasi untuk melestarikan budaya yang berbasis kearifan

lokal serta sebagai kegiatan yang mendukung aktivitas keagamaan yang dilandasi nuansa budaya. “Bhayangkari Cabang Bangli selalu melaksanakan program rutin ngayah tari–tarian di setiap pelaksanaan karya serta piodalan baik di Pura Giri Brata Polres Bangli, Pura Sad Khayangan di Bangli maupun luar Bangli,” ungkapnya. Diungkapkan Omika sebelum mempersembahkan tarian Rejang Renteng, Bhayangkari dan Polwan Polres Bangli melakukan proses latihan. Meski latihan yang diaksanakan cukup singkat namun karena sebagian besar sudah mahir menari sehingga dapat

Bali Post/kmb40

SOSIALISASI - Suasana sosialisasi Ranperda tentang Bahasa, Sastra dan Aksara Bali DPRD Provinsi Bali di Kabupaten Bangli, Rabu (28/2) kemarin. Bahasa Bali di Bangli. Sorotan itu pertamakali muncul saat anggota Pansus Nyoman Budi Utama mengetes petugas penyuluh Bahasa Bali yang mendapat wilayah kerja di Desa Sulahan dengan menanyakan nama Bendesa dan kepala dusun di desa setempat. Pertanyaan yang diajukan wakil rakyat dapil Bangli itu ternyata tak mampu dijawab oleh petugas yang bersangkutan. Sorotan kembali muncul saat Kadisdikpora Nyoman Suteja mengungkapkan bahwa dirinya hingga saat ini tidak tahu siapa petugas penyuluh Bahasa Bali yang ditugaskan Pemprov di desanya. Terkait hal itu, Pansus pun kecewa atas kinerja petugas penyuluh Bahasa Bali di Bangli. Pansus menganggap ketidaktahuan salah seorang petugas penyuluh tentang nama pejabat di desa wilayah kerjanya, keterlaluan. Pansus menekankan kepada seluruh petugas penyuluh untuk benar-benar menjalankan tugasnya dengan baik di lapangan. Jangan sampai keberadaan penyuluh Bahasa

Bhayangkari dan Polwan Kolaborasi ”Ngayah” Tari Rejang Renteng

Sub. Badung 089629266361 | Sub. Tabanan 087860701455 | Sub. Gianyar 081237773563 Sub. Bangli 085238056500 | Sub. Klungkung 081916268341 | Sub. Jembrana 081936083440 Sub. Buleleng 081933117962 | Sub. Karangasem 085338534631 C.0000171-RPA-05

menampilkan tarian dengan sempurna. Sementara itu, Kapolres Bangli AKBP IGN Agung Ade Panji Anom menyampaikan dalam piodalan di Pura Giri Brata yang dilaksanakan setiap rahinan Buda Wage Klawu, juga dilaksanakan dharma wacana yang dibawakan dosen IHDN Denpasar Dr. Ketut Donder. Menurutnya tujuan diberikannya dharma wacana untuk meningkatkan pengetahuan, penghayatan dan pengamalan ajaran agama bagi seluruh anggota Polres Bangli sehingga bisa melaksanakan tugas dharma agama dan dharma negara dengan baik. (kmb40)

Bali yang dulu diperjuangkan Komisi IV DPRD Bali sia-sia dan dianggap masyarakat hanya pemborosan APBD. Menanggapi yang disampaikan Pansus, salah seorang petugas penyuluh Bahasa Bali Wayan Kariada memberikan klarifikasi. Dia meminta persoalan mengenai adanya petugas penyuluh yang tidak bisa menyebutkan nama bendesa di wilayah kerjanya, agar tidak dibesarkan-besarkan oleh

Pansus. Dia bahkan meminta Pansus tidak mengeneralisir kesalahan satu orang. Koordinator Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Bangli Putu Dedi Handana juga menyampaikan hal yang sama. Dia menjelaskan bahwa penyuluh Bahasa Bali di Bangli selama ini sudah melakukan tugas dengan baik yakni mengajar kelompok belajar, ko servasi lontar serta pendataan plang nama gedung publik. (kmb40)


19

Kamis Kliwon, 1 Maret 2018

Presiden Imbau DPR Segera Uji Calon Anggota KPPU Jakarta (Bali Post) Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau DPR segera melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Juru Bicara Presiden, Johan Budi, mengatakan Presiden Jokowi akhirnya menandatangani kembali Keputusan Presiden (Keppres) terkait Perpanjangan Masa Jabatan Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) periode 2012-2017 untuk kedua kalinya karena Komisi VI DPR selaku komisi terkait belum juga melakukan uji kelayakan dan kepatutan 18 calon anggota KPPU yang sudah diajukan pemerintah. “Presiden mengimbau Komisi VI agar segera melakukan fit and proper test dalam masa sidang 5 Maret s.d. 27 April 2018, agar KPPU segera mendapat komisioner yang baru,” kata Johan Budi

dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (28/2) kemarin. Johan Budi menjelaskan Keppres terkait Perpanjangan Masa Jabatan anggota KPPU periode 2012-2017 yang seharusnya sudah sudah berakhir per 27 Desember 2017 lalu. Penegasan disampaikan menjawab isu pembubaran KPPU karena masa jabatan anggotanya yang sudah habis. “Perlu disampaikan bahwa Keppres Perpanjangan Masa Jabatan Komisioner KPPU periode 2012-2017 telah ditandatangani oleh Presiden selama atau untuk dua bulan (27 Februari 2018 sampai 27 April 2018),” kata mantan Juru Bicara KPK dan Wakil Ketua KPK ini. Johan Budi menegaskan, Keppres perpanjangan masa jabatan tersebut merupakan yang kedua kalinya diterbitkan oleh pemerintah. “Ini adalah perpanjangan kedua yang dilakukan oleh Presiden terkait masa jabatan

Komisioner KPPU periode 2012-2017. Sebenarnya, masa jabatan sudah berakhir pada tanggal 27 Desember 2017,” kata Johan. Johan mengatakan, Pansel Komisioner KPPU sudah selesai melaksanakan tugasnya sesuai aturan perundang-undangan. Setelah itu, Presiden pada 22 November 2017 lalu, telah mengirim 18 nama kandidat (hasil Pansel Komisioner KPPU) kepada DPR untuk dilakukan fit and proper test. Akan tetapi, hingga berakhir masa jabatan Komisioner KPPU, proses fit and proper test belum dilakukan. Sehingga Presiden mengeluarkan Keppres perpanjangan masa tugas Komisioner KPPU. Perpanjangan pertama dilakukan selama dua bulan, 27 Desember 2017 sampai 27 Februari 2018. Kemudian dikeluarkan Keppres Perpanjangan Kedua, 27 Februari 2018 sampai 27 April 2018. (kmb4)

WARUNG GLOBAL

Masa Tenang Jangan Bikin Gaduh MASA tenang dalam kampanye justru menjadi masa yang sangat rawan. Sebab, pada masa tenang itu akan terjadi gesekan, serangan fajar dan berbagai tindakan yang menggangu dan mencederai demokrasi dalam pilkada. Demikian terungkap dalam acara Warung Global, Rabu (28/2) kemarin.

Febri di Denpasar mengatakan, diperlukan kesadaran jurkam dan tim sukses untuk mengarahkan masanya. Jurkam agar tidak saling mengejek dan menjelekkan serta visi misinya tidak menyinggung perasaan calon lain. Demikian pula pihak kepolisian perlu menebar intelijen untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Mudah-mudahan pemilukada dapat berjalan dengan baik, lancar dan sesuai dengan harapan kita. Wisarja mengatakan kita sudah punya pedoman yang baik yakni demokrasi Pancasila. Pengawasan dalam

proses pemilihan sangat penting karena selama ini masih banyak terjadi pelanggaran. Panwaslu harus bekerja profesional demi terciptanya pemilu yang aman, damai dan kondusif di tengah masyarakat. Arya dan Angga di Denpasar menyatakan, pemerintah dan Bawaslu harus mampu menjalankan tugas, wewenang, serta kewajibannya secara profesianal. Demikian pula aparat harus berani dan tegas sesuai dengan aturan yang berlaku dan tidak hanya mengawasi jalannya tahapan pemilu tetapi juga memberikan pendidikan politik

kepada masyarakat. Setiap tahapan jangan sampai dilalui dengan kecurangan atau money politics. Demikian pula para calon dalam melakukan kampanye harus sesuai jadwal dan dalam berkampanye harus berbudaya, beretika agar masyarakat bersimpati serta tidak sampai mengganggu kenyamanan para pengendara berlalu lintas. Werda di Gianyar menegaskan, Panwaslu dan Bawaslu sebagai “wasit” harus berani bertindak tegas bila peserta pemilu melakukan pelanggaran. Ketegasan dalam menegakkan aturan menjadi hal yang sangat penting. Ketika aturan ditegakkan, orang tidak bisa mainmain dan publik akan menilai itu. Partai politik dan masyarakat agar bersama-sama menjaga tahapan demokrasi supaya berlangsung tertib, aman dan lancar. (dika)

Dampak Lingkungan Dari Hal. 1 “Ada (uang) yang disampaikan, tidak langsung kepada beliau (Rita Widyasari), untuk pengurusan izin lingkungan,” kata Aji Sayid Muhammad Ali dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu kemarin. Aji Sayid adalah Kepala Sub-Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan Bidang Pengendalian Dampak Kegiatan Ekonomi pada Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Aji menjadi saksi untuk Bupati Kukar, Rita Widyasari, yang didakwa menerima gratifikasi senilai Rp 469,465 miliar dari para pemohon izin dan rekanan proyek pada berbagai dinas di kabupaten Kukar selama 2010-2017 dan suap Rp 6 miliar dari Direktur Utama PT Sawit Golden Prima Hery Susanto Gun alias Abun sebagai imbalan pemberian izin lokasi perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kukar. “Sebagai bentuk loyalitas ke

atasan,” tambah Aji. Uang itu diberikan oleh para pemohon yang mengurus izin lingkungan, SKKL, dan amdal. “Caranya ketika surat keputusan kelayakan lingkungan dan izin lingkungan sudah diproses dan ditandatangani bupati, ada uang titipan perusahaan yang kami sampaikan ke Pak Suroto. Sudah kami lakukan sejak 2014, ketika saya menjawab,” tambah Aji. Sedangkan besaran uang tidak bisa ditentukan, namun jumlahnya berkisar antara Rp 5 juta-20 juta per izin. “Besaran tidak ditentukan ada kalanya dari pemohon minta masukan berapa besaran yang biasa disampaikan, kami sampaikan tidak ada keharusan menyetor sekian biasa Rp 5 juta diberikan seminggu sebelumnya. Kadang berkasnya duluan baru uangnya dan bisa juga bersamaan, tapi lebih banyak berkasnya masuk duluan,” jelas Aji. Aji pun mencatat setiap nama pemohon dan jumlah uang yang diterimanya saat menyerahkan uang tersebut kepada Suroto di pendopo rumah dinas Rita Widyasari. Dari berkas yang ditemukan di brankas rumah dinas Rita, ada catatan

yang menunjukkan total pemasukan sebesar Rp 2,31 miliar. “Catatan itu ada, tapi saya tidak membuat duplikatnya,” ungkap Aji. Aji juga mengaku mendapat honor Rp 1,5 juta per izin yang masuk ke kantornya. Selain dirinya sebagai ketua sekretariat komisi di kantornya, masih ada ketua komisi juga yang mendapatkan honor tersebut. Suroto yang dimaksudkan adalah seorang dosen di Universitas Kutai Kartanegara. Suroto lalu menyerahkan uang dan catatan itu ke Ibrahim yaitu anggota tim sukses Rita dalam pemilihan pada 2010-2015. “Tapi sekarang perizinan bukan di dinas lagi, tanda tangan dilimpahkan ke Pusat Pelayanan Terpadu Satu Pintu berdasarkan peraturan gubernur pada Oktober 2017,” tambah Aji. Uang itu menurut Aji digunakan untuk kebutuhan pendopo yang tidak dianggarkan. Atas kesaksian Aji tersebut, Rita menolak seluruhnya. “Saya hanya terima berkas di ruangan Mulawarman dalam jumlah banyak dan tidak pernah sekali lagi ada apa pun di dalam map apa pun,” kata Rita. (ant)

Bali Post/ant

PESAWAT TEMPUR - Petugas menyemprotkan air guna menyambut kedatangan pesawat tempur F-16 saat serah terima 24 unit pesawat tempur F-16 di Lanud Iswahjudi Magetan, Jawa Timur, Rabu (28/2) kemarin. Kementerian Pertahanan menyerahkan 24 unit pesawat tempur F-16 Excess Defence Article (EDA) hibah dari Amerika kepada TNI-AU.

PDI-P Pastikan Empat Variabel Cawapres Pendamping Jokowi Jakarta (Bali Post) Ketua DPP PDI Perjuangan Maruarar Sirait mengungkapkan ada empat variabel yang akan menjadi pertimbangan partainya mengusung calon wakil presiden pendamping Joko Widodo (Jokowi) pada Pemilihan Presiden 2019. “Satu, kalau Jokowi elektabilitasnya tidak aman, maka yang meningkatkan suara tentu jadi pertimbangan. Karena dalam politik, menang itu penting,” kata Maruarar Sirait dalam diskusi Populi Center, di Jakarta, Rabu (28/2) kemarin. Variabel kedua adalah kenyamanan. Pertimbangan ini adalah kebalikannya yaitu jika elektabilitas

Jokowi justru sangat tinggi. Dia mencontoh, ketika elektabilitas Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk pencalonanannya kembali pada Pilpres 2009 tinggi, maka saat itu SBY memilih pendampingnya sesuai dengan kenyamanan dirinya bukan pada elektabilitasnya. Pertimbangan ini juga kemungkinan akan diambil Jokowi untuk periode kedua kepemimpinannya, jika elektabilitasnya sangat tinggi sehingga pertimbangan memilih pendamping lebih disesuaikan pada kedekatan dan kecocokannya dengan pasangan, bukan melihat elektabilitas cawapresnya. “Kalau elektabilitas Jokowi tinggi sekali, maka

akan memilih cawapres berd a sa rka n kenya m a na n,” terangnya. Variabel ketiga adalah gabungan dari elektabilitas yang tinggi dan juga faktor kenyamanan. “Yang paling ideal gabungan antara kenyamanan dan nilai tambah terhadap elektabilitas,” imbuhnya. Variabel terakhir atau keempat adalah berdasarkan persamaan visi, misi dan program cawapresnya. Jokowi dan PDI-P akan memilih sosok yang bisa melanjutkan kepemimpinannya di 2024. Hal itu agar program pembangunan Jokowi tidak terputus. Sebagai presiden, anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDI-P ini meyakini

Dokter Lapas Dari Hal. 1 Sementara pada pasal 15 ayat (1) menyebutkan pelayanan kesehatan dilakukan oleh dokter lapas dan pasal 16 ayat (3) menyebut apabila hasil pemeriksaan kesehatan ditemukan adanya penyakit menular atau membahayakan maka penderita dirawat secara khusus. Sementara untuk pasal 17 ayat (1) disebutkan dalam

hal penderita memerlukan perawatan lebih lanjut maka dokter Lapas memberikan rekomendasi kepada Kepala Lapas agar pelayanan kesehatan dilakukan di RSU pemerintah di luar Lapas. “Karena Ustad Ba’asyir berada di wilayah Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat maka sesuai surat edaran Dirjenpas no.Pas.25.8.pk.01.07.01

tahun 2017 bahwa pelaksanaan rujukan terencana bagi Ustadz Ba’asyir wajib meminta persetujuan Dirjenpas melalui Kakanwil Kemenkumham Jabar,” ungkapnya. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto enggan berkomentar tentang permohonan pengobatan terpidana terorisme Abu Bakar Ba’asyir. “Untuk sekarang, saya soal yang itu (pertemuan teroris dengan

Penyandang Disabilitas dimasuki oleh penyandang disabilitas dengan bekerja sama dengan Organisasi Buruh Dunia (ILO) dan sejumlah perusahaan yang memberikan akses pasar kerja kapada para penyandang disabilitas. Beberapa industri yang diminati kalangan difabel selama ini adalah perhotelan, industri dan garmen maupun perbankan. Hanif menyebut sudah banyak perusahaan yang melakukan perekrutan dan penyerapan bagi para penyandang disabilitas. “Kemnaker juga punya menu khusus untuk mempermudah informasi lowongan kerja bagi penyandang disabilitas dan tidak. Semua bisa diakses melalui website kami www. kemnaker.go.id,” katanya. (ant)

korbannya) dulu aja,” ujar Wiranto saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu kemarin. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius saat ditemui di lokasi yang sama dengan Menko Polhukam Wiranto juga menolak membeberkan upaya pemindahan Abu Bakar Ba’asyir dari Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, menuju RSCM. “Soal itu belum ya,” kata Suhardi. (ant)

Kamis, 1 Maret 2018

Dari Hal. 1 Hanif mengatakan Kemnaker bekerja sama dengan Kementerian BUMN terkait penyandang disabilitas, yaitu jika ada korban mengalami kecacatan, maka kesempatan kerja tetap terbuka, terutama di lingkungan perusahaan BUMN. Sementara di perusahaan swasta sudah ada aturan, yaitu setidaknya menyerap minimal satu persen penyandang disabilitas dari total jumlah pegawainya. “Kami sediakan informasinya atau sebaliknya penyandang disabilitas dengan keahlian tertentu membutuhkan pekerjaan/perusahaan, kami punya platform yang bisa membantu memfasilitasi,” katanya. Menaker juga memiliki jejaring bisnis yang dapat

Jokowi akan melihat pada bagaimana pemerintah pasca-2024 atau setelah tak lagi menjabat sebagai presiden. Jokoko dinilai akan membangun fondasi yang program penekannya pada bidang infrastruktur, makro dan mikro ekonomi. “Tentu Jokowi berkepentingan apa yang dia bangun bisa berkelanjutan. Karena pasti tidak tuntas. Jadi, apakah Jokowi memilih wakil hanya sebagai wakilnya saja, atau memilih wakil yang menjadi presiden pada 2024. Itu dua hal berbeda sama sekali. Itu manusiawi menurut saya. Bagaimana visi misi itu bisa berkelanjutan dan berkesinambungan,” tandasnya. (kmb4)

05:00 Gayatri Mantra 05:52 Mars Indonesia Raya 05:54 Mars Bali Jagadhita 05:56 Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Puja Trisandya 06:05 Dharma Wacana Brahman, Atman, Aikyam dalam Renungan Dharma (5) 06:35 Seputar Bali Pagi 07:05 Bali Channel 07:35 Serial Kartun Khrisna Garuda (2) 08:00 Bali Channel Tourist TV 09:00 DW TV 09:00 Healthy Life 10:05 Dunia Kita 10:30 Folk Song 11:05 Bali Channel Tourist TV 12:00 Puja Trisandya 12:05 Dharma Wacana Dharma Kahuripan 12:30 Berita Siang 13:00 Klip Bali 13:30 PT Dinamika Tiga Pilar Home

Shoping 14:05 Klip Bali 14:30 Kidung interaktif 15:30 Bali Channel Tourist TV 16:05 Lila Cita Sanggar Kipas Kuta (3) 17:00 Nangun Yadnya Karya Ngenteg Linggih Pura Dalem Khayangan Seminyak Kuta 17:30 Kartun Bagus And Friend 18:00 Puja Trisandya 18:05 Seputar Bali 19:00 Giliran Anda 19:30 Orti Bali 20:00 Dialog Interaktif Dedy Susanto 21:00 Bali Post Go To School 22:00 Berita dan Bincang Terkini 22:05 Dialog Interaktif Creative Agency 23:00 Berita dan Bincang Terkini 23:05 Folk Song 23:30 Bali Channel


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

Kamis Kliwon, 1 Maret 2018

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, (0361) 233801 Facsimile: 227418

Inspirator Keripik Belut Beromzet Rp 75 Juta Per Bulan

Bali Post/san

kripik - Proses pembuatan keripik belut Poklahsar Taman Griya.

KERIPIK Belut merupakan salah satu produk andalan Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Taman Griya. Bahkan kelompok yang berlokasi di Desa Nyambu Kediri ini bisa menghasilkan omzet Rp 75 juta per bulannya. Menurut Ketua Poklahsar Taman Griya Ida Bagus Parwata, Selasa (27/2), keripik belut yang dihasilkan kelompoknya kini sudah bersertifikat SNI. sebelum ber-

sertifikasi penjualan kripik belutnya rata-rata di bawah Rp 50 juta dalam satu bulan. Penjualannya pun masih menyasar warung-warung kecil. Setelah bersertfikat SNI, penjualan naik rata-rata 20 persen atau antara Rp 50 juta hingga 75 juta per bulan. Untuk penjualan saat ini dilakukan satu pintu yaitu melalui PDDS (Perusahaan Daerah Dharma Santhika) Tabanan. “Dari PDDS ini dibantu pemasarannya ke

pasar oleh-oleh dan pasar modern yang bekerja sama dengan PDDS,” ujar Parwata. Mengenai pemasaran setelah bersertifikan SNI, menurut Parwata, hingga saat ini memang tidak menemukan masalah karena produknya sudah memiliki pasar pasti yaitu melalui PDDS Tabanan. Ke depan, rencananya PDDS akan menjajaki penjualan produk ke mart-mart atau toko mod-

ern yang ada di Tabanan. Jika itu semakin diperluas, Parwata yakin penjualan keripik belut produksi Poklahsar Taman Griya akan meningkat sekitar 50 persen. Soal ketersediaan bahan baku, Parwata mengakui masih diambil dari Jawa, seperti Lumajang, Situbondo dan Bondowoso. Untuk di Bali ketersediaan bahan baku belut belum bisa dalam jumlah besar. Sementara rata-rata dalam satu minggu,

Parwata membutuhkan 300400 kilogram belut. “Bahan baku masih didatangkan dari Jawa. Untuk Bali masih belum ada pemasok yang bisa memenuhi belut dalam jumlah besar,” ujarnya. Untuk satu kilonya, Parwata menjual produk keripik belut ini sebesar Rp 160.000. Harga ini adalah harga produsen ke distributor. “Jadi ini harga di Poklahsar sebagai produsen,” ujarnya. (san)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook