16 HALAMAN
NOMOR 258 TAHUN KE 70
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Kasus Bom Thamrin
Aman Dituntut Hukuman Mati
Jakarta (Bali Post) – Aman Abdurrahman, terdakwa dugaan aktor bom Thamrin, Jumat (18/5) kemarin menjalani sidang di PN Jakarta Selatan. Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut hukuman mati terhadapnya. ‘’Menuntut majelis hakim menjatuhkan tuntutan pidana hukuman mati kepada terdakwa Aman Abdurrahman,’’ kata JPU Anita.
Ekspor Bali Didominasi Pertanian
Momentum Kebangkitan Pertanian
MELESATNYA komoditas pertanian sebagai unggulan utama ekspor Bali saat ini disikapi positif oleh kalangan DPRD Bali. Mereka pun mengajak semua komponen untuk kembali melirik pertanian. Pertanian harus di-support agar kembali berjaya. Ketua Komisi II DPRD Bali I Ketut Suwandhi menyatakan Bali harus bangga dengan pertanian. Sebab, sangat berkorelasi dengan budaya dan pariwisata. ‘’Syukur berkat dukungan semua pihak, pertanian bisa menduduki ranking satu. Sekarang dengan fakta di lapangan seperti itu, harusnya kita support penuh sektor pertanian,’’ ujarnya, Jumat (18/5) kemarin. Langkah utama, lanjut Suwandhi, bagaimana pemerintah membantu petani meningkatkan kualitas produknya yang sangat tergantung dengan iklim. Selain itu, mengawasi penyaluran bantuan pupuk bersubsidi kepada petani agar tidak terjadi penyimpangan di lapangan. Dengan harapan, petani dapat terus bertahan dan mau terus menjaga lahannya agar tidak beralih fungsi. Suwandhi mengamati, para petani juga mengalami masalah kekurangan modal. Belum lagi bicara gangguan lain berupa hama yang bisa menurunkan kualitas produk. ‘’Ini betul-betul harus ada pendampingan dari dinas terkait dan dicarikan solusi. Diharapkan supaya produk pertanian seperti buah-buahan yang diekspor bisa berkualitas. Ini harus dijadikan momentum untuk kebangkitan pertanian Bali,’’ tandasnya. Ketua Komisi III DPRD Bali I Nengah Tamba sebelumnya mengusulkan agar pemerintah membentuk konsorsium untuk bisa membeli seluruh hasil produksi pertanian se-Bali. Dengan demikian, petani mendapatkan harga yang pantas dan tidak lagi mengeluh harga anjlok saat panen raya. Produk pertanian seperti buah-buahan disimpan dalam cold storage, sebelum didistribusikan lagi ke pasar, hotel dan restoran. ‘’Kalaupun masih ada sisa buah, bisa dibuat produk minuman segar, yang kualitasnya bagus dan mampu bersaing dengan kemasan yang menarik dan sehat,’’ ujar politisi Partai Demokrat asal Jembrana ini. Tamba meyakini cara ini akan dapat membuat petani kembali bergairah dan meningkat kesejahteraannya. Dampak lain, mereka juga tidak akan lagi menjual lahan pertaniannya atau melakukan alih fungsi lahan. Sebaliknya, lahan-lahan yang ada akan dipertahankan untuk ditanami komoditas pertanian dengan hasil menjanjikan. Seperti diketahui, data Disperindag tahun 2017 menyebutkan, ekspor Provinsi Bali pada tahun 2017 naik 18,34 persen. Kenaikan ini lebih rendah dari tahun 2016 yang saat itu naik 19,29 persen. Ekspor didominasi komoditi pertanian sebesar 55,17 persen, terbesar kedua hasil kerajinan (25,43), hasil industri (18,78) hasil perkebunan 0,33 persen. (kmb32)
Aman dianggap pihak bertanggung jawab saat aksi teror di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, yang menewaskan sejumlah orang dan menjadi aktor utama beberapa serangan lain di Indonesia. Jaksa juga meminta majelis hakim memberikan kompensasi bagi para korban akibat serangan teror Aman. Aman disangkakan melanggar Pasal 14 juncto Pasal 6, subsider Pasal 15 juncto Pasal 7 UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau hukuman mati. Selain itu, Aman juga disangka dengan Pasal 14 juncto Pasal 7 subsider Pasal 15 juncto pasal 7 UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman pidana penjara seumur hidup. Jaksa menilai tidak ada hal yang meringankan dari Aman dan hal memberatkan Aman sebagai residivis. Sementara itu anggota tim JPU lainnya, Mayasari, menyebut terdakwa Aman Abdurrahman merupakan penggagas organisasi Jamaah Anshorut Daulah (JAD). Alasan tersebut menjadi salah satu pertimbangan jaksa menuntut tokoh penyebar paham Islamic State of Iraq and Syria/Negara Islam Irak dan Siria (ISIS) di Indonesia itu dengan hukuman berat. ‘’Terdakwa adalah penggagas, pembentuk, dan pendiri Jamaah Anshorut Daulah, organisasi yang jelas-jelas menentang Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dianggapnya kafir dan harus diperangi,’’ ujar jaksa Mayasari membacakan surat tuntutan.(kmb4)
Menjadi Acuan Pengikutnya
Aman Abdurrahman
Nama Aman Abdurrahman mencuat kembali saat terjadi penyanderaan di Mako Brimob. Belum jelas apa perannya dalam peristiwa tersebut. Jaksa Agung HM Prasetyo menyebutkan Aman Abdurrahman atau Oman Rochman yang dituntut hukuman mati merupakan tokoh utama dalam jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). ‘’Kita melihat peran yang bersangkutan sangat signifikan, dialah tokoh utama dalam jaringan JAD ini. JAD menurut penyidik kepolisian, merekalah yang ternyata terbukti pelaku pelaksanaan bom bunuh
Bali Post/ant
diri,’’ katanya, Jumat (18/5) kemarin. Bahkan, katanya, Aman Abdurrahman yang membentuk jaringan dan memberikan doktrin kepada pengikutnya. ‘’Itulah yang sekarang menyebar melakukan aksiaksi teror,’’ katanya. Jaksa Agung menyebutkan, Aman dalam setiap acara dakwahnya selalu mengatakan supaya pengikutnya melakukan jihad. ‘’Termasuk juga, Aman Abdurahman menulis buku cukup banyak dan berisi ajaran yang dijadikan acuan bagi pengikutpengikutnya,’’ katanya. (ant)
Rupiah Makin Melemah
Ada Faktor Internal
Jakarta (Bali Post) – Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan, Kamis (17/5), sebesar 0,25 persen menjadi 4,5 persen. Kebijakan tersebut ternyata belum mampu mengangkat nilai rupiah. Bahkan, Jumat (18/5) kemarin rupiah kembali terpuruk. Rupiah melemah 61 poin menjadi 14.106 dibanding posisi sebelumnya 14.045 per dolar AS. Kurs Acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate yang diu-
mumkan BI juga menunjukkan rupiah melemah menjadi 14.107 per dolar AS pada Jumat ini dibanding Kamis (17/5) yang sebesar 14.074 per dolar AS. Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo membantah anggapan yang menyebutkan bank sentral terlambat menaikkan suku bunga acuan (behind the curve), sehingga nilai tukar rupiah pada Jumat ini tetap bergerak melemah. Dalam perbincangan dengan media di Jakarta, Jumat kemarin, Agus mengatakan rupiah yang masih depresiatif karena tekanan eksternal yang semakin besar karena ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Federal Reserve, Bank Sentral AS pada Juni 2018 yang akhirnya mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun. Kemudian juga tekanan ekonomi internal karena membengkaknya defisit perdagangan hingga 1,6 miliar dolar AS periode April 2018. ‘’Jadi kalau ada tekanan di rupiah, kami lihat ini sesuatu yang dalam hal karena faktor eksternal dan juga faktor internal,’’ ujar Agus.
Agus menegaskan langkah yang diambil BI selalu selangkah lebih maju ke depan atau ahead the curve untuk mengantisipasi tekanan terhadap inflasi dan stabilitas perekonomian domestik. Kenaikan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate pada Rapat Dewan Gubernur 16-17 Mei 2018, kata Agus, karena tekanan eksternal yang semakin deras dan bisa mengganggu pencapaian sasaran inflasi jika tidak direspons dengan kenaikan suku bunga acuan. ‘’Di Mei 2018, kita lihat eksternal ada kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, US Treasury, tensi perdagangan antara AS dan Cina, keluarnya AS dari kesepakatan nuklir. Dan kalau kita lihat, sebenarnya inflasi sesuai arahan kita hingga Mei di 2,5-4,5 persen (yoy), tapi kita mau jaga inflasi kita stabiltas agar terus terjaga,’’ ujarnya. (ant)
’’Jadi kalau ada tekanan di rupiah, kami lihat ini sesuatu yang dalam hal karena faktor eksternal dan juga faktor internal.’’ Agus Martowardojo Gubernur BI
Pelibatan Koopssusgab
Tak Jadikan TNI ‘’Super Power’’ Lagi Jakarta (Bali Post) – Pelibatan TNI melalui Koopssusgab dalam menangani aksi terorisme tak akan melampaui tugas dan wewenangnya sebagai tentara. Demikian penegasan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Jumat (18/5) kemarin. Katanya, pelibatan tentara hanya bersifat membantu tugas kepolisian. ‘’Tidak akan militer kemudian menjadi super power lagi. Tidak mungkin militer kembali lagi ke zaman era yang dahulu,’’ katanya. Di tempat terpisah, Presiden Joko Widodo mengatakan, pembentukan Komando
Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat, namun dilakukan jika situasi berada di luar kapasitas Polri. Hal ini diungkapkan Presiden pada acara buka puasa bersama dengan pimpinan lembaga negara, para menteri Kabinet Kerja, tokoh Islam, pengurus Kadin, dan Hipmi di Istana Negara, Jakarta, Jumat kemarin. ‘’Proses membentuk Komando Pasukan Khusus Gabungan yang berasal dari Kopassus, Marinir, Paskhas dalam rangka memberi rasa aman kepada rakyat, tetapi dengan catatan dilakukan dengan situasi di luar ka-
pasitas Polri. Artinya tindakan preventif lebih penting dibandingkan represif,’’ kata Kepala Negara. Presiden juga mengungkapkan bahwa tindakan preventif itu adalah bagaimana tidak memberikan ruang kepada lembaga pendidikan, ruang publik, dan mimbar umum untuk ajaran ideologi sesat, yaitu terorisme. Presiden Jokowi juga mengatakan bahwa pemerintah berusaha menyelesaikan dan merampungkan RUU Tindak Pidana Terorisme dalam rangka mencegah dan menghancurkan paham yang menyesatkan ini. Sementara itu, Ketua DPR-RI Bambang Soesa-
tyo mendukung penuh pengaktifan kembali pasukan elite TNI Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI untuk memberantas tindak pidana terorisme. ‘’Saya mendukung penuh upaya pemberantasan terorisme dengan melibatkan pasukan elite di satuan TNI,’’ kata Soesatyo usai acara buka bersama di Istana Negara Jakarta, Jumat kemarin. Untuk itu, kata Bambang Soesatyo, akan ada rapat Komisi I DPR yang mengagendakan membahas penggunaan pasukan elite di satuan TNI dalam membantu Polri menumpas gerakan terorisme. (ant)
DENPASAR
2
Sabtu Wage, 19 Mei 2018
Desa/Kelurahan Petakan Penduduk Pendatang Denpasar (Bali Post) – Pasca-aksi teroris di Surabaya berdampak meningkatnya kewaspadaan daerahdaerah lainnya di Indonesia, termasuk di Denpasar. Dalam upaya mengantisipasi munculnya aksi serupa, masing-masing desa/kelurahan di Denpasar secara serentak melakukan pendataan terhadap penduduk pendatang. Terlebih kegiatan ini telah diinstruksikan oleh Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara saat rapat koordinasi, beberapa waktu lalu. Menindaklanjuti instruksi tersebut, Kamis (17/5) malam sejumlah desa/kelurahan di Denpasar melakukan kegiatan pendataan penduduk pendatang. Seperti yang dilakukan Kelurahan Sumerta, Kecamatan Denpasar
Timur. Kelurahan ini menggelar sidak administrasi kependudukan yang dipimpin Camat Denpasar Timur Dewa Made Puspawan didampingi Lurah Sumerta I Made Tirana dan Perbekel Sumerta Kelod I Gst Ketut Suardana. Pelaksanaan sidak ini juga melibatkan Polsek Denpasar Timur, Satpol PP Kecamatan, Linmas Kelurahan, LPM Kelurahan, Babinsa, Polmas, pecalang, serta instansi terkait lainnya. Camat Denpasar Timur I Dewa Made Puspawan mengatakan, sidak ini diselenggarakan serangkaian untuk lebih meningkatkan kondusivitas keamanan serta menindaklanjuti instruksi Plt. Wali Kota Denpasar. Selain
FIGUR Inovasi Baru KEMAJUAN sektor pariwisata di Bali mesti dinikmati oleh semua komponen masyarakat. Oleh karena itu, perlu ada penguatan dan pemberdayaan objek-objek wisata yang ada di desa pakraman. Anggota Komisi IV DPRD Bali I Made Dauh Wijana menegaskan hal itu belum lama ini. ‘’Kalau di bidang pariwisata, bagaimana kita sekarang harus mengantisipasi tentang adanya inovasi baru. Jangan sampai pariwisata Bali hanya mengandalkan objek-objek yang sudah ada,’’ ujarnya. Ia menegaskan, objek-objek wisata yang ada di desa pakraman memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Upaya ini juga masih terkait dengan pengembangan desa wisata di Bali. ‘’Dengan begitu, pariwisata nantinya betul-betul memberikan manfaat bagi masyarakat Bali itu sendiri. Jangan hanya pariwisata dinikmati oleh segelintir orang,’’ tegas politisi yang pernah duduk sebagai anggota Komisi III DPRD Bali periode 2004-2009 ini. (rin)
Bunuh Rekan Kerja, ABK Diadili
Denpasar (Bali Post) Seorang Anak Buah Kapal (ABK) Cahaya Buana, terdakwa Yahya Rosmana, diadili di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (17/5). Ia ditangkap dan diadili atas perkara dugaan kasus pembunuhan. Sebagaimana disampaikan jaksa di depan persidangan, pria asal Tangerang, Banten ini dituding membunuh rekannya, Rasyid Prayogi alias Ahmad Budiono alias Andre. Korban adalah rekan terdakwa yang sehari-hari juga bekerja sebagai ABK. JPU Made Tangkas di hadapan majelis hakim pimpinan I Gde Ginarsa mengatakan, Yahya didakwa melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam Pasal 338 KUHP. Disebutkan, kasus yang menjerat Yahya terjadi pada 28 Februari 2018, sekitar pukul 03.00 Wita di atas kapal KM Cahaya Buana yang sedang melaut di perairan Samudera Hindia. Berawal dari adu mulut antara terdakwa dengan korban soal pekerjaan, Yahya yang bertugas memasukkan tali pancing ke dalam drum protes karena sering mental dan beberapa kali mengenai wajahnya. Menurut Yahya, itu terjadi karena tali pancing yang ditarik mesin houler di bawah kendali korban terlalu kencang. Cekcok pun terjadi. Yahya awalnya enggan meladeni dan menyebut kemungkinan bahwa korban akan kalah duel. Namun, dia menjadi lepas kendali saat korban menantangnya. Lantaran kesal, terdakwa meladeni tantangan itu, kemudian mengambil pisau yang ada di palka nomor 7. Dengan berbekal pisau, Yahya menghampiri korban dan langsung menghajar korban. Sempat terjadi perlawanan hingga dipisahkan rekanrekannya. Namun terdakwa tetap keras dan kemudian menusukkan pisau itu ke pinggang kiri korban hingga tembus. Tak pelak usus korban terburai. Atas dakwaan itu, Yahya yang didampingi kuasa hukumnya tidak akan mengajukan pledoi. Sidang berikutnya langsung pemeriksaan (0361) 7400391, 812987 saksi. ‘’Terdakwa tidak keberatan dengan isi FM 96,5 dakwaan,’’ kata Desi Purnani Topik : RIBUAN KK MASIH HUNI RUMAH TAK LAYAK selaku kuasa ukum terSampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 hdakwa, Jumat web : www.radioglobalfmbali.com (18/5) kemarin. E-mail : info@radioglobalfmbali.com (kmb37)
itu, kegiatan ini juga untuk mengantisipasi terjadinya tindak kerawanan sosial dan kejahatan pascaterjadinya berbagai aksi teror di negeri ini. ‘’Kami tidak melarang penduduk pendatang datang ke Kota Denpasar. Namun, kami mengharapkan agar mereka melengkapi diri dengan kartu identitas diri yang lengkap, sehingga memudahkan pengawasan di lingkungan kami. Dengan begitu, seluruh penduduk setempat maupun penduduk pendatang merasa aman,’’ katanya. Hal senada juga dilontarkan Lurah Sumerta I Made Tirana. Ia menegaskan, kegiatan ini diselenggarakan untuk menjaga kondusivitas keamanan
di Kelurahan Sumerta. Sidak ini, menurut Tirana, juga untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, serta melakukan pengawasan di lingkungan Kelurahan Sumerta sehingga bisa tercipta suasana yang aman dan tertib. Dari sidak ini, Tirana mengharapkan kesadaran semua masyarakat terutama para pemilik rumah kos untuk segera melaporkan penduduk pendatang yang kos di rumahnya. Kalau ada penduduk pendatang yang tidak memiliki identitas, pihaknya berharap agar segera melaporkan diri. Salah satu penduduk pendatang, Julianus (37) asal Kupang, NTT yang kesehariannya bekerja sebagai pegawai serabutan mengaku
akan segera melengkapi diri dengan ketentuan administrasi dan segera melaporkan diri. ‘’Sebenarnya saya baru tinggal di tempat ini. Nanti sehabis sidak saya akan segera melaporkan diri kepada kepala lingkungan,’’ katanya. Di tempat terpisah, petugas di Banjar Medura, Sanur Kauh, Denpasar Selatan juga melakukan sidak kependudukan. Puluhan penduduk pendatang terjaring, namun semua telah memiliki kartu identitas. Perbekel Desa Sanur Kauh I Made Ada saat ditemui di sela-sela patroli mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan secara rutin. Ditegaskan, patroli kali ini dimaksudkan untuk memberikan rasa aman, nyaman
serta tertib bagi masyarakat Desa Sanur Kauh, sehingga berbagai aktivitas warga tetap dapat berjalan lancar tanpa gangguan. ‘’Kegiatan ini rutin dilaksanakan oleh Linmas desa, Satpol PP, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pecalang, klian adat, serta sekaa teruna untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Mengingat kebetulan hari ini bertepatan dengan awal Bulan Suci Ramadan, otomatis akan ada pelaksanaan ibadah bagi saudara Muslim di malam hari,’’ jelasnya. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.
Dewan Didesak Perjuangkan Kontribusi dari Pelabuhan Benoa
Denpasar (Bali Post) –
Rencana pihak Pansus XV DPRD mengundang pihak Pelabuhan Benoa mendapat apresiasi dari sejumlah kalangan. Namun pada kesempatan tersebut tidak hanya terkait dengan penyelesaian Ranperda RDTR, namun juga bisa dikembangkan lebih luas. Salah satunya, pihak dewan didesak memperjuangkan kontribusi dari Pelabuhan Benoa karena selama ini kontribusi Pelabuhan Benoa yang belum signifikan bagi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Denpasar. Pengamat kebijakan publik Dr. A.A. Ngurah Agung Wira Bima Wikrama, S.T., M.Si. mengatakan hal itu, Jumat (18/5) kemarin. Menurut Wira Bima Wikrama, pihaknya sangat mengapresiasi rencana dewan untuk mengundang Pelabuhan Benoa terkait pembahasan Ranperda RDTR. Selain membahas masalah peruntukan ruang sebagaimana Ranperda RDTR, dewan juga harus mempertegas kembali kontribusi pihak Pelabuhan Benoa untuk PAD Kota Denpasar karena perjuangan untuk mendapatkan ‘’kue’’ dari Pelabuhan Benoa sudah dilakukan sejak lama. Sayangnya belum ada hasil yang signifikan yang bisa diperoleh Denpasar. ‘’Ini harus diperjuangkan kembali,’’ tegas tokoh Puri Agung Denpasar ini. Wira Bima Wikrama mengata-
kan, potensi yang bisa diperoleh dari Pelabuhan Benoa cukup banyak. Namun perlu ada komunikasi yang intensif dengan pihak Pelindo III yang mengelola Pelabuhan Benoa. ‘’Masalah parkir, IMB, serta reklame sebenarnya bisa digarap sebagai pendapatan bagi Pemkot,’’ katanya. Sebelumnya, Ketua Komisi III DPRD Eko Supriadi mengatakan, potensi yang ada di Pelabuhan Benoa yang bisa dipungut retribusinya di antaranya IMB, PBB, serta pajak reklame. Sayangnya sampai saat ini potensi itu belum tergarap dengan maksimal. Eko Supriadi yang melihat tingginya potensi ini berharap Pemkot Den-
pasar melakukan penjajakan untuk bisa mendapatkan retribusi dari bidang-bidang tertentu yang memungkinkan sesuai dengan peraturan yang ada. Eko mengakui, beberapa kontribusi yang diharapkan bisa dipungut, belum bisa dilakukan. Padahal sudah ada beberapa SKPD di Pemkot Denpasar sudah melakukan MoU dengan pihak Pelindo. Namun sampai MoU itu habis masa berlakunya, kontribusinya belum ada. (kmb12)
Akibat Layang-layang, PLN Rugi Rp 734 Juta
Bali Post/kmb42
KERUGIAN - Selama April hingga pertengahan Mei 2018, PLN APP Bali mencatat kerugian ratusan juta rupiah akibat layang-layang.
Denpasar (Bali Post) PLN Area Pelaksana Pemeliharaan (APP) Bali mencatat kerugian Rp 734.400.000 akibat layang-layang selama April hingga pertengahan Mei 2018. Pasalnya, ada daya 612 MW yang hilang sia-sia karena gangguan akibat layang-layang. Asisten Manager Haset PLN APP Bali Budhi Sunyapati mengatakan, pemadaman di PLN ada dua, yaitu pemadaman terencana dan pemadaman karena lost contact atau karena gangguan. Jika pemadaman terencana, pelanggan akan diberikan pengumuman, terjadwal dan lokasi pemadaman ditentukan. Pemadaman jenis ini biasanya dilakukan untuk melakukan pemeliharaan jaringan. Sedangkan pemadaman karena terjadi gangguan adalah merupakan tantangan bagi PLN, karena sifatnya tidak bisa dikontrol. “Karena terlibat dengan aktivitas masyarakat dan kondisi alam. Kondisi alam bisa disebabkan karena hujan, bangunan, layang-layang, maupun aktivitas pemasangan penjor,” bebernya. Budhi Sunyapati mengatakan, APP Bali sudah merekap gangguan yang disebabkan oleh
layang-layang terjadi empat kali selama Mei. Yakni, pada tanggal 4, 5, 9 dan 16 Mei. “Jika dihitung kWh atau MW yang hilang sekitar 612 MW dan dihitung dalam rupiah sejumlah Rp 734.400.000 karena per 1 kWh sama dengan Rp 1.200,” katanya. Lebih lanjut, Budhi Sunyapati menjelaskan terkait teknis pemadaman. Ada dua jalur aliran listrik. Pada saat jalur dua mengalami gangguan karena layang-layang, maka tidak bisa mengalirkan listrik. Otomatis beban listrik yang semula dipegang dua jalur menjadi hanya dipegang satu jalur. “Ini bebannya tadinya ada dua 70, 70. Karena satu mengalami gangguan, energi listrik dari jlaur dua hilang karena tidak tersalurkan. Sehingga, keandalan dari sistem ini menjadi tidak handal. Mengingat mesin penyalur energi listrik terus hidup, maka dengan putusnya salah satu jalur energi listrik, maka energi listrik terbuang sia-sia,” tegasnya. Mengantisipasi hal itu, Budhi Sunyapati PLN sudah melakukan langkah-langkah antisipasi dengan melakukan sosialisasi untuk tidak bermain layang-layang di jalur transmisi. Minimal bermain
layang-layang dengan radius satu kilometer dari jalur transmisi. Imbauan dan larangan ini pun telah diatur dalam perda. Selain perda, juga ada peraturan menteri yang mengatur tentang hal itu, yaitu Permen 18 Tahun 2015. Pada permen itu menyampaikan kepada masyarakat untuk menghindari menaikkan benda atau layang-layang yang berpotensi mengganggu tegangan 150 kV. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak menginapkan layang-layang hingga pagi hari karena berpotensi tidak terjaga. DM Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Distribusi Bali I Gusti Ketut Putra menambahkan, menjelang Galungan masyarakat diimbau untuk tidak memasang penjor berdekatan dengan jaringan listrik. Pasalnya, sampian dari penjor berpotensi diterbangkan angin hingga menyentuh jaringan. Hal ini membahayakan keamanan masyarakat. “Apalagi jika turun hujan, sangat rawan tersetrum. Selain itu, jaringan listrik juga akan padam. Mohon masyarakat bisa memasang penjor paling tidak dua meter di bawah jaringan,” katanya mengingatkan. (kmb42)
BADUNG
Sabtu Wage, 19 Mei 2018
sosok
3
Pedagang Perlengkapan ’’Upakara’’ Galungan Diserbu Masyarakat PERAYAAN hari raya Galungan, Rabu (30/5), membawa berkah tersendiri bagi pedagang perlengkapan upakara di Kelurahan Kapal, Mengwi, Badung. Betapa tidak, menjelang perayaan kemenangan dharma melawan adharma ini, beragam rangkaian janur perlengkapan penjor, seperti sampian, gelungan dan pernak-pernik lainnya diserbu masyarakat yang membutuhkan. ‘’Ini merupakan perkerjaan sambilan bagi masyarakat di Kapal. Bisa dibilang ini berkah di hari raya,’’ ujar Nyoman Arta saat ditemui, Jumat (18/5) kemarin. Kendati demikian, Arta menegaskan suplai kebutuhan upakara untuk memenuhi pesanan masyarakat cukup lancar. Pasokan aneka perlengkapan yang terbuat dari daun lontar ini didatangkan dari Kabupaten Gianyar. ‘’Biasanya kami produksi di dalam dulu. Kalau kekurangan baru diorder dari luar, seperti Tampaksiring, Gianyar. Tidak ada dari Jawa,’’ ujarnya. Menurut Arta, bahan aneka perlengkapan Galungan ini didatangkan dari daerah Karangasem, kecuali ibung (janur putih) yang dipasok dari Sulawesi. ‘’Banyak modelnya dan ukurannya, kalau ukuran besar harganya juga mahal,’’ ungkapnya. Pantauan di lapangan, pedagang mematok harga Rp 17 ribu hingga Rp 20 ribu untuk sampian kecil, pelengkungan atau gelanggelang Rp 35 ribu isi lima biji, padi-padi Rp 35 ribu isi 10 batang. ‘’Harganya memang naik sekarang karena barangnya agak sulit didapatkan, sedangkan permintaan banyak,’’ ujar Ketut Buda, salah seorang pedagang yang dijumpai di sepanjang Jalan Raya Kapal. Menurut Buda, hari raya Galungan merupakan momen untuk meraup rezeki dari berjualan perlengkapan upakara. ‘’Sehari bisa dapat jualan banyak. Rata-rata Rp 3 juta hingga Rp 4 juta. Kalau hari-hari biasa tak sampai segitu,’’ ujarnya. (par)
Belum Ada Rumah Singgah PENERTIBAN dan pembinaan gelandangan dan pengemis (gepeng) di kawasan Kuta, hampir setiap hari dilakukan. Namun, keberadaannya seakan tidak pernah habis. Bahkan setelah dilakukan penertiban, kendala yang dihadapi hingga saat ini adalah belum adanya rumah singgah untuk menampung mereka. Sebab, hampir setiap dilakukan penertiban terhadap gepeng di Kuta, dalam waktu beberapa hari para gepeng tersebut terlihat kembali di Kuta. Kepala Satpol PP Badung IGAK Suryanegara mengatakan hal itu, belum lama ini. Dikatakan, pihaknya tidak memungkiri upaya penertiban gepeng yang dilakukannya belum bisa diselesaikan secara tuntas. Sebab, setelah diserahkan ke Dinas Sosial dan dipulangkan ke daerah asalnya, ternyata ada pihak yang kembali mengajaknya untuk beroperasi di Kuta. Untuk itulah kebutuhan rumah singgah atau penampungan untuk gepeng di Badung sangat mendesak untuk diwujudkan, karena di rumah singgah ini nantinya mereka akan dididik dan diberdayakan. Justru mereka di sana bisa mendapat kehidupan yang lebih layak serta diberi keahlian. ‘’Yang pasti, di rumah singgah mereka tidak seperti dipenjara. Mereka di sana akan diberikan pemahaman dan pendidikan serta diberi keahlian,’’ tegasnya. Melihat permasalahan tersebut, katanya, Pemkab Badung rencananya membangun rumah singgah yang berlokasi di seputar Abiansemal. Rumah singgah itu seluas 25 are dan diperkirakan bisa menampung 100 orang. Saat ini fasilitas itu sudah masuk tahap feasibility study atau studi kelayakan. Lingkungan dari rumah singgah tersebut diharapkan bisa membuat para gepeng merasa nyaman. ‘’Yang namanya rumah singgah memang harus nyaman dan menjadi tempat untuk mendidik mereka,’’ ujarnya. (edi)
Jadi Pengedar Narkoba, Oknum PNS Ditangkap Mangupura (Bali Post) -
Oknum PNS yang bertugas di salah satu kantor kelurahan di Denpasar Selatan, Nyoman Santika (38), tidak pernah kapok. Pernah ditangkap anggota Polsek Denpasar Barat (Denbar) terkait kasus narkoba dan divonis delapan bulan, ternyata tidak membuatnya kapok. Akibatnya, Selasa (24/4), dia kembali ditangkap oleh Tim Satresnarkoba Polres Badung yang dipimpin Kasat AKP Djoko Hariadi.
Dewan Usulkan Ratusan ”Security” Sekolah Mangupura (Bali Post) Kalangan wakil rakyat di DPRD Kabupaten Badung mengusulkan adanya tenaga pengamanan atau security yang bertugas di setiap sekolah. Langkah ini mengingat kasus pencurian yang kerap terjadi di sekolahsekolah. Setidaknya diperlukan 271 tenaga pengamanan sekolah sesuai jumlah SD dan SMP negeri di Badung. Ketua Komisi IV DPRD Badung AAN Ketut Agus Nadi Putra memperkirakan aggaran untuk tenaga pengamanan sekolah ini tidak terlalu besar jika dibadingkan dengan anggaran lainnya. “Jumlah SD dan SMP negeri keseluruhan di Badung berjumlah 271 sekolah. Jadi, minimal harus punya 271 tenaga pengaman sekolah dengan estimasi satu sekolah dijaga satu orang tenaga pengaman sekolah,” ujar Agus Nadi Putra, Jumat (18/5) kemarin. Menurut politisi asal Kelurahan Kerobokan, Kuta Utara ini, anggaran yang diperlukan dalam merealisasikan program tersebut dalam APBD sekitar Rp 9,7 miliar lebih. Angka tersebut didapat jika satu tenaga pengaman digaji Rp 3 juta per bulan. “Dulu kami juga sudah sempat memberi masukan seteleh pemberian laptop agar pemerintah juga menyiapkan tenaga pengaman sekolah. Mereka nanti yang bertanggung jawab dalam hal keamanan di sekolah,” katanya. Agus Nadi Putra mengakui, sekolah negeri tidak memiliki tenaga pengaman. Kalaupun ada, itu adalah inisiatif dari pihak sekolah masing-masing. “Gajinya saya rasa tidak sesuai standar. Untuk itu, mari kita rancang untuk pencegahan lebih lanjut,” katanya mengusulkan. Ketua komisi yang membidangi masalah pendidikan ini meminta pihak eksekutif segera merancang anggaran untuk tenaga pengamanan sekolah di Badung, khususnya untuk sekolah negeri. “Kami akan melakukan rapat kerja dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga agar segera menyikapi usulan perekrutan tenaga pengaman sekolah,” tegasnya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Badung Ketut Widia Astika mengaku sangat mendukung usulan DPRD Badung untuk menyiapkan security di setiap sekolah. Dikatakan, pihaknya juga sedang melakukan kajian terkait tenaga pengaman sekolah tersebut. “Banyak barang penting yang disimpan di sekolah, sehingga butuh pengamanan ekstra,” katanya. Menurut Widia, pihaknya juga telah membahas penambahan tenaga pengamanan di sekolah dengan jajaran internal Disdikpora. “Setelah kajian jadi, kami akan sampaikan kepada pimpinan dan nanti usulan tersebut bisa dijalakan,” tegasnya. (kmb27)
Pelaku dibekuk di Jalan Padma Gang I, Denpasar Timur. ‘’Tersangka SA (Santika - red) ada kaitannya dengan jaringan narapidana di Lapas Kerobokan. Kami akan dalami lagi pemasoknya,’’ tegas Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta didampingi Kasat Resnarkoba AKP Djoko Hariadi, Jumat (18/5) kemarin. Yudith Satriya Hananta mengungkapkan, tersangka Santika ditangkap saat tiba di rumahnya setelah mengambil paket sabu-sabu (SS), sekitar pukul 18.00 Wita. Pengakuan pelaku, barang terlarang tersebut dibeli dari seorang narapidana di lapas berinisial TM. ‘’Barang bukti yang diamankan enam paket sabu-sabu seberat 2,42 gram bruto. Dia juga pengguna narkoba,’’ ujarnya. Selain menangkap Santika, kata Yudith Satriya Hananta, pihaknya juga menangkap oknum Badan Keamanan Desa (BKD) wilayah Kedonganan Ngurah Arta Gunawan (26), Minggu (22/4). Pelaku dibekuk di Jalan Toya Ning Gang Drupadi, Kedonganan, Kuta dengan barang bukti 14 butir ekstasi. Pelaku
diduga mengedarkan barang tersebut di wilayah Kedonganan. Aparat juga menangkap Wayan Ariana (34) yang berprofesi sebagai sopir. Dia dibekuk di Perumahan Banyu Asri, Kuta Selatan, pukul 19.30 Wita. Dari hasil penggeledahan, polisi mengamankan enam paket sabu-sabu seberat 1,67 gram. ‘’Kami juga menangkap sales mobil berinisial AG (Agus Sukaryanata - red) dengan barang bukti satu paket sabu-sabu seberat 0,46 gram bruto,’’ tandasnya. Menurut Yudith Satriya Hananta, tersangka Agus Sukaryanata ditangkap di Jalan Kargo Indah, Denpasar Utara. Selanjutnya pelaku dibawa ke Mapolres Badung. Polisi juga menangkap pengangguran I Made Subrata (41), Rabu (2/5) pukul 07.30 Wita di Jalan Pengubugan, Kerobokan, Kuta Utara. Pelaku diduga sebagai pengedar narkoba dan disita barang bukti satu paket sabu-sabu seberat 7,36 gram bruto. ‘’Komitmen kami akan terus memerangi narkoba di wilayah hukum Polres Badung. Upaya pencegahan juga terus kami lakukan,’’ tegasnya. (kmb36)
Kukuhkan Forum Lembaga Adat dan Dinas Se-Kuta Utara
Bupati Minta Semua Komponen Masyarakat Bersatu Membangun Badung BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta mengajak seluruh tokoh masyarakat, terutama Forum Lembaga Adat dan Lembaga Dinas se-Kecamatan Kuta Utara untuk bersatu dan bersama-sama membangun wilayah Kuta Utara dan Kabupaten Badung pada umumnya. Hal tersebut disampaikan Bupati Giri Prasta bersama Wabup I Ketut Suiasa dan Ketua Komisi IV DPRD Badung AAN Ketut Agus Nadi Putra saat mengukuhkan Forum Lembaga Adat dan Dinas se-Kecamatan Kuta Utara di Ruang Pertemuan Kertha Gosana, Puspem Badung, Jumat (18/5) kemarin. Menurut Bupati Giri Prasta, forum lembaga adat dan dinas memiliki peran yang amat sangat penting selaku garda terdepan terhadap penanganan masalah-masalah pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di lingkungannya masing-masing. ‘’Untuk itu, kami harapkan terus tingkatkan sinergitas, komunikasi dan koordinasi sehingga apa yang menjadi tujuan dari terbentuknya forum ini untuk mewujudkan pemerintahan, pembangunan dan sosial kemasyarakatan dapat berjalan baik yang bermuara pada terciptanya kesejahteraan masyarakat,’’ katanya. Bupati Giri Prasta menjelaskan, Pemkab Badung mempunyai komitmen kuat untuk membangun wilayah Kuta Utara sebagai kawasan pariwisata, termasuk mendukung kelompok masyarakat dalam menggali potensi kearifan lokal wilayahnya. Dalam hal ini, Pemkab Badung akan melakukan penataan di sepanjang pantai Kuta Utara seperti Pantai Brawa, Canggu maupun Petitenget. Bupati juga berupaya membangun kekuatan purusa/perbekel dan predana/desa adat. Di mana sebagai wadah ekonomi desa dengan adanya BUMDes dan generasi milenialnya karang taruna. Sementara desa adat, wadah ekonominya BUMDa, generasi milenialnya sabha yowana.
Di sisi lain, Bupati Giri Prasta menyampaikan bahwa ketika Presiden RI Joko Widodo mengatakan Revolusi Mental, Indonesia Hebat, Bupati Giri Prasta berpikir sederhana dengan mengambil kebijakan melalui lima skala prioritas program pembangunan, meliputi pangan, sandang dan papan, kesehatan dan pendidikan, jaminan sosial dan tenaga kerja, seni, adat, agama, tradisi dan budaya, serta pariwisata termasuk infrastruktur. ‘’Kelima program prioritas ini dituangkan dalam Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB). Semesta menyeluruh, berencana terpola,’’ terangnya. Program ini telah diimplementasikan melalui program bedah rumah, kesehatan dan pendidikan gratis, PBB gratis, termasuk wifi gratis. Dalam waktu dekat, lansia yang berusia 70 atau 72 tahun ke atas akan mendapat santunan. ‘’Untuk wifi, sekarang
Bali Post/kmb36
KASUS NARKOBA - Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta merilis penangkapan oknum PNS yang terlibat kasus narkoba.
masih tahap pemasangan jaringan internet di 913 titik. November 2018, kami harap wifi gratis satu kabupaten dapat berjalan. 554 banjar di badung wajib mendapat wifi,’’ jelas Bupati Giri Prasta. Camat Kuta Utara A.A. Ngurah Arimbawa mengatakan, Kuta Utara adalah salah satu daerah tujuan wisata di Badung. Dampak dari pariwisata dapat memunculkan berbagai permasalahan, seperti permasalahan adat, budaya, kamtibmas, pergaulan bebas, degradasi moral di kalangan pemuda termasuk penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Untuk itu dibentuk Forum Lembaga Adat dan Dinas di wilayah Kuta Utara. Lembaga-lembaga yang dikukuhkan meliputi Forum Perbekel/Lurah, Majelis Alit, FKUB, Listibiya, Forum LPM, Forum Kaling, Forum Linmas, Komda Lansia, Forum Karang Taruna, Forum Sekaa Teruna dan Paiketan Pecalang. (ad1014)
MENGUKUHKAN - Bupati Giri Prasta bersama Wabup I Ketut Suiasa dan Ketua Komisi IV DPRD Badung AAN Ketut Agus Nadi Putra saat mengukuhkan Forum Lembaga Adat dan Dinas se-Kecamatan Kuta Utara di Ruang Pertemuan Kertha Gosana, Puspem Badung, Jumat (18/5) kemarin.
INFO SEREMONIAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
BEM IKIP PGRI Bali Gelar Seminar
Sabtu Wage, 19 Mei 2018
Dengan Kompetensi dan Keterampilan yang Dimiliki
Penguatan Pendidikan Bangkitkan Lulusan FEB Siap Bersaing di Pasar Kerja Jiwa Nasionalisme Generasi Muda
BADAN Eksekutif Mahasiswa (BEM) IKIP PGRI memiliki agenda tahunan mengisi Hari Kebangkitan Nasional. Jumat (18/5) kemarin, BEM IKIP PGRI menggelar Seminar Nasional ‘’Penguatan Peran Pendidikan Bangkitkan Jiwa Nasionalisme Generasi Muda’’. Seminar dibuka Koordinator Kopertis VIII Prof. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. Ketua BEM IKIP PGRI Bali I Wayan Wahyu Mandala didampingi Ketua Panitia Sri Agustien menyatakan, seminar diikuti 400 peserta dari unsur mahasiswa PTN dan PTS seBali, ormas kepemudaan dan UKM. Seminar yang terselenggara atas kerja sama IKIP PGRI Bali dengan Ristek Dikti, KNPI dan DPD-RI ini menampilkan pembicara Direktur Kemahasiswaan Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek Dikti Dr. Didin Wahidin, M.Pd., anggota DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III dan Ketua KNPI DPD Bali Nyoman Gede Antaguna, S.E., S.H., M.H. Ketua BEM IKIP PGRI Bali Wahyu Mandala mengungkapkan, seminar ini diadakan di tengah terpaan isu menurunnya rasa nasionalisme dan maraknya faham radikal yang rentan terhadap keutuhan NKRI. BEM IKIP PGRI Bali mengajak mahasiswa sejak dini menanamkan jiwa nasionalisme dan memerangi isu yang memprovokasi anak muda. Lewat seminar ini IKIP PGRI Bali sebagai LPTK ikut mengedukasi masyarakat untuk berperan dalam pendidikan dan membangkitkan jiwa nasionalisme generasi muda.
SEMINAR - Koordinator Kopertis VIII I Nengah Dasi Astawa didampingi WR III Wayan Citrawan dan pembicara saat membuka seminar nasional BEM IKIP PGRI Bali. Rektor IKIP PGRI Bali diwakili WR III Dr. Drs. I Wayan Citrawan, M.Pd. menegaskan, nasionalisme syarat mutlak hidup bernegara. Bagi generasi muda diperlukan penguatan di antaranya lewat pendidikan karakter di pendidikan formal, informal dan nonformal. Ortu dan masyarakat menjadi contoh kehidupan sehari-hari. Apalagi di IKIP PGRI Bali semua mahasiswa diberikan pendidikan karakter 2 SKS di semester II. Penguatan nasionalisme, kata Citrawan, juga bisa lewat UKM, seminar dan lomba guna menjadi SDM guru yang baik serta refleksi sejarah. Termasuk membiasakan upacara bendera sebagai bagian pembinaan mental, fisik dan disiplin serta memperkenalkan keragaman budaya bangsa dan mencintai produk dalam negeri. Prof. Nengah Dasi Astawa menggunakan momentum ini untuk pembenahan membangun kebersamaan
solidaritas dan soliditas di tengah keragaman. Generasi muda harus menjadi moncong NKRI. Tak cukup mengucapkan slogan nasionalisme, namun mengimplementasikan rasa nasionalisme sehari-hari. Anak muda adalah pemegang estafet kepemimpinan, jadi jangan pernah tergerus oleh kejahatan internasional di era kesejagatan. Kejahatan ini tak hanya ancaman terorisme, juga narkoba, pergaulan bebas dan revolusi industri 4.0. Generasi muda tak boleh lengah, lelah, pasrah dan menyerah. Harus menjadi pemenang, bukan menjadi pecundang. Didin Wahidin menekankan pentingnya SDM Indonesia yang utuh, cerdas dan inovatif menuju Indonesia maju. Antaguna banyak mengulas peran generasi muda mengubah sejarah dan berbuat untuk negara. Sementara Arya Wedakarna memaparkan keteladanan Bung Karno sebagai pahlawan nasionalisme Indonesia. (ad1015)
Dalam Rangka HUT Ke-56
BPD Bali Gelar Donor Darah
BPD Bali melaksanakan kegiatan donor darah, Jumat (18/5) kemarin. Donor darah ini diikuti 150 karyawan/karyawati BPD Bali seluruh Bali. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara dalam rangka HUT ke-56 BPD Bali yang jatuh pada 5 Juni mendatang. Ketua Panitia I.A. Tri Rasmiwinari, S.E., M.M. didampingi Koordinator Sosial Kemasyarakatan Desak Made Diah Pranawati, S.E. mengatakan, ini merupakan kegiatan donor darah dalam rangka HUT ke-56 BPD Bali. ‘’Donor darah ini dilakukan untuk misi kemanusiaan. Ini merupakan kegiatan ketiga yang dilaksanakan dalam hal sosial kemasyarakatan,’’ ujarnya. Semua karyawan sangat antusias mengikuti kegiatan donor darah, karena sebagian besar sudah terbiasa melakukannya. BPD Bali pun secara rutin setiap tahun mengadakan donor darah. ‘’Kadang kalau BI, OJK dan PMI membutuhkan, kami siap ikut mendukung bersama,’’ pungkasnya. Ia merasa bersyukur karena semua karyawan BPD Bali sadar bahwa donor darah merupakan kegiatan kemanusiaan yang tidak bisa dinilai dengan uang. ‘’Walaupun kami bekerja di sektor keuangan, tapi juga bisa bergerak di bidang kemanusiaan, menolong sesama, tanpa melihat siapa yang kami tolong,’’ ucap Tri Rasmiwinari. Dalam hal sosial kemasyarakatan, selain donor darah, BPD
DONOR DARAH – Karyawan/karyawati BPD Bali mendonorkan darahnya untuk misi kemanusiaan dalam rangka HUT ke-56 BPD Bali. Bali juga melakukan kunjungan ke Yayasan Pendidikan Dria Raba pada 1 Mei lalu. Pada 10 Mei pagi, BPD Bali mareresik di Pura Rambut Sedana serta menyerahkan dana punia dan CSR berupa tong sampah sebanyak lima unit. Pada 10-11 Mei, BPD Bali juga mengadakan kunjungan ke pensiunan pendiri BPD Bali. Setelah kegiatan donor darah, pada Sabtu (19/5) ini dan Minggu (20/5) besok dilakukan kegiatan internal yaitu fashion show, singing competition, cerdas cermat, menghitung uang dan mewarnai untuk anak-anak pegawai. Lomba-lomba
ini sekaligus sebagai persiapan diri menghadapi kegiatan Porseni BPD seluruh Indonesia yang diselenggarakan dua tahun sekali. Acara dilanjutkan pada 3 Juni dengan fun run yang melibatkan masyarakat umum. Jumlah pesertanya mencapai 3.000 orang termasuk karyawan/karyawati BPD Bali. Peserta akan menempuh jarak 5 kilometer mengelilingi kawasan Renon dimulai dari Kantor BPD Bali menuju Kantor BI, Rumah Makan Bendega, TVRI, Asuransi Askrindo dan kembali ke Kantor BPD Bali. (ad1016)
LULUSAN Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana (Unud) siap bersaing di pasar kerja serta mengikuti kualifikasi pendidikan yang lebih tinggi di bidangnya. Dengan kompetensi yang dimiliki, keterampilan yang memadai dan sikap yang searah dengan dinamika kebutuhan pasar kerja, lulusan FEB akan dapat dengan cepat merespons perubahan yang terjadi di lingkungannya, baik bagi lulusan yang mencari dan menciptakan kesempatan kerja maupun dalam menata karier bagi yang sudah bekerja. Hal itu ditegaskan Dekan FEB Unud Dr. I Nyoman Mahaendra Yasa, S.E., M.Si. Menurutnya, meskipun mereka sudah siap bersaing di dunia industri, dengan kompetensi yang dimiliki, para lulusan juga diharapkan bisa menciptakan peluang kerja sendiri dan untuk orang lain. Hal ini sangat tepat dilakukan khususnya oleh lulusan S-1, sehingga tidak menambah barisan pengangguran terdidik, namun diharapkan dapat membantu pemerintah dalam hal mengurai permasalahan pengangguran, khususnya di Bali dan Indonesia. Walaupun Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Bali pada Agustus 2017 terendah nasional sebesar 1,48%, struktur TPT menurut pendidikan yang ditamatkan, pada jenjang pendidikan universitas menempati urutan kedua tertinggi yaitu 2,51% setelah jenjang pendidikan SMK sebesar 2,69%. Struktur pengangguran terdidik inilah yang menjadi tan-
TERBAIK - Lulusan terbaik berfoto bersama di sela acara Lepas Pesan Calon Wisudawan (LPCW) Periode V Tahun Akademik 2017/2018 FEB Unud. tangan sekaligus tanggung jawab besar bagi institusi dan lulusan perguruan tinggi selanjutnya. ‘’Ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi FEB saat ini dan ke depan. Untuk itu, kami juga membekali para lulusan kompetensi dan keterampilan yang memadai untuk bisa menciptakan usaha sendiri. Dengan demikian secara agregat mereka bisa menyiapkan dan membuka lapangan kerja, tidak hanya untuk dirinya sendiri, namun juga untuk orang lain,’’ kata Mahaendra Yasa di sela acara Lepas Pesan Calon Wisudawan (LPCW) Periode V Tahun Akademik 2017/2018 FEB Unud di Gedung Auditorium Widya Sabha, Kampus Unud Jimbaran, Kamis (17/5). Menurut Wakil Dekan Bidang Akademik Perencanaan Prof. Dr. Ni Nyoman Kerti Yasa, S.E., M.S.,
LPCW kali ini diikuti 249 orang, terdiri atas Program Studi S-1 Reguler sebanyak 109 orang, Program Studi S-1 Nonreguler 97 orang, Program Magister 38 orang dan Program Studi Doktor 5 orang. Pihaknya berupaya menuju cita-cita sesuai visi FEB, yaitu menjadikan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana sebagai lembaga pendidikan tinggi yang menghasilkan sumber daya manusia di bidang ekonomi yang unggul, mandiri dan berbudaya di Asia Tenggara pada 2020. Lulusan terbaik pada LPCW kali ini untuk Program Doktor diraih oleh I Wayan Widnyana dengan IPK 3,93, Program Magister dicapai oleh Iman Adi Marta (IPK 3,95), sedangkan Program Sarjana didapat oleh Kadek Kharisma Suryandari (IPK 3,91). (ad778)
DPD HILLSI Bali Gelar Pelatihan Metodologi dan Uji Kompetensi Instruktur
DPD Himpunan Lembaga Latihan Seluruh Indonesia (HILLSI) Provinsi Bali menggelar pelatihan metodologi dan uji kompetensi instruktur pada 18-20 Mei 2018 di Hotel Puri Saron, Denpasar. Kegiatan ini diikuti 105 orang peserta dari 41 LPKS seluruh Bali. Acara ini merupakan program perdana DPD HILLSI Bali kepengurusan masa bakti tahun 2018-2023. Ketua DPD HILLSI Bali I Made Sumitra, S.E., M.M., CHT. didampingi Wakil Ketua 1 Made Ernita Kurniawati, BBA., MBA. dan Ketua Panitia Anak Agung Gede Widnyana, S.S. pada acara pembukaan, Jumat (18/5) kemarin, menyampaikan keberadaan HILLSI Bali yang merupakan wadah tempat berhimpunnya Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) sangat diperlukan untuk menjaga komunikasi dan koordinasi antarLPK guna meningkatkan kualitas pelatihan yang diselenggarakan. Dalam hal ini DPD HILLSI Bali khususnya bersinergi dengan pemerintah untuk meningkatkan jumlah tenaga kerja yang kompeten, memiliki keunggulan dan daya saing global. Dalam konteks itu, DPD HILLSI Bali melakukan langkah konkret yang sinergis untuk meningkatkan kualitas pelatihan kerja melalui program yang dirancang seperti pelatihan metodologi dan uji kompetensi instruktur. Kompetensi ini sangat penting bagi pelatih atau instruktur. Para instruktur wajib memiliki dua kompetensi yaitu teknis dan metodologi yang disertifikasi oleh
PELATIHAN - DPD HILLSI Bali menggelar pelatihan metodologi dan uji kompetensi instruktur selama tiga hari mulai Jumat (18/5) kemarin. Lembaga Sertifikasi Kompetensi. ‘’Kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kompetensi para instruktur yang pada akhirnya mampu menghasilkan output atau sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing. Ini program perdana DPD HILLSI Bali kepengurusan 2018-2023 yang baru sekitar dua bulan dikukuhkan. Kegiatan ini bisa terlaksana berkat kerja keras semua pihak yaitu panitia, Ketua DPC HILLSI kabupaten/ kota dan sebagainya. Karena itu, kami ucapkan banyak terima kasih. Kami juga tak lupa ucapkan terima kasih kepada pemerintah dan para asesor dari LSP IKI,’’ ujar Sumitra. Kadisnaker dan ESDM Provinsi Bali Ni Luh Made Wiratmi dalam sambutannya yang dibacakan Kabid Lattas Rien Ayana menyampaikan, SDM merupakan
salah satu faktor kunci dalam tahap tuntutan globalisasi yakni bagaimana menciptakan SDM yang berkualitas, memiliki keterampilan dan berdaya saing tinggi. Kadisnaker Kota Denpasar Gusti Agung Rai Anom Suradi juga menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, ini sebagai gagasan cemerlang dalam rangka pembenahan ke dalam untuk menghasilkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing. Sertifikat kompetensi wajib dimiliki, sehingga mampu memenangkan persaingan di era MEA ini. Pelatihan dibagi menjadi tiga kegiatan utama yaitu pelatihan metodologi instruktur, pra-asesmen dan uji kompetensi atau real asesmen. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari LSP IKI. Acara pembukaan diisi pengenalan pengurus DPD HILLSI Bali dan ketua DPC kabupaten/kota. (ad1019)
Signify Resmikan Philips Home Telkom Denpasar Serahkan Lighting Store Baru di Bali ’’IndiHome Specta Grand Prize’’ ke Pemenang
SIGNIFY, pemimpin dunia di bidang pencahayaan, meresmikan Philips Home Lighting Store baru di Denpasar, Jumat (18/5) kemarin. Pembukaan store ini merupakan bentuk komitmen Signify untuk membawa solusi pencahayaan rumah yang inovatif lebih dekat ke pelanggan di Bali. Kinerja ekonomi Bali tahun ini diperkirakan mencapai lebih dari 6 persen, setelah hasil yang mengecewakan pada kuartal keempat tahun 2016 akibat erupsi Gunung Agung. Bali juga telah bersiap menyambut 15.000 tamu internasional yang akan menghadiri pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional 2018 dan kelompok Bank Dunia. ‘’Bali merupakan tujuan wisata utama dunia yang memiliki potensi pertumbuhan ekonomi. Kami berada di sini untuk mengambil peluang yang ada dengan membawa inovasi pencahayaan kami lebih dekat kepada para pelanggan kami,’’ kata Rami Hajjar, Presiden Direktur dari Operasi/Bisnis Signify di Indonesia. Di era internet of things (IoT), konsumen di Bali dapat memanfaatkan sistem pencahayaan terkoneksi yang ditawarkan di Philips Home Lighting Store, termasuk Philips Hue. Sistem pencahayaan rumah nirkabel ini, yang dioperasikan menggunakan koneksi internet dan aplikasi yang tersedia untuk diunduh di ponsel pintar, dapat mengubah suasana ruangan dan memungkinkan pengguna menciptakan pengalaman pencahayaan baru yang menakjubkan.
DIRESMIKAN - Rami Hajjar, Presiden Direktur dari Operasi/ Bisnis Signify di Indonesia, meresmikan store baru ditandai pengguntingan pita. Dengan kemampuan memproyeksikan 16 juta warna berbeda, Philips Hue dapat diperintah melalui kontrol suara. Sangat dapat disesuaikan untuk beradaptasi dengan setiap suasana hati yang dibutuhkan, mulai dari pesta dansa hingga makan malam romantis atau suasana malam yang tenang. Lampu ini juga bisa dipasangkan dengan musik, film atau game yang sedang dimainkan. Selqun Philips Hue, galeri pencahayaan ini, menawarkan berbagai koleksi lampu dekoratif, lebih dari 300 produk yang dapat mengakomodasi berbagai arsitektur rumah dan desain interior yang dimiliki konsumen. Koleksi bohlam dan
lampu LED berkualitas dengan kriteria nyaman di mata, tidak berkedip, tidak silau dan memiliki distribusi cahaya yang merata juga tersedia. Philips Home Lighting Store menawarkan pengalaman one stop shopping yang unik, termasuk konsultasi gratis dengan ahli pencahayaan hanya dengan membawa rencana pencahayaan atau cetak biru. Galeri seluas 100 meter persegi yang berlokasi di area bisnis terbesar di Denpasar ini dapat dikunjungi pada Senin hingga Sabtu di Jalan Gatot Subroto Barat No.466, Padangsambian Kaja, Denpasar, dengan nomor telepon 0361 9078 680/9074 586. (bns1)
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) Witel Denpasar mengadakan IndiHome Gathering Community Bali 2018 di Sanur, Jumat (18/5) kemarin. Kegiatan yang bertemakan ‘’Digital Experience For Special Customer’’ ini dihadiri oleh pelanggan IndiHome terpilih yang tersebar di Wilayah Pelayanan Telekomunikasi Denpasar. Menurut GM Telkom Witel Denpasar Komang Widnyana Karang didampingi beberapa Senior Leader Telkom Witel Denpasar, acara ini merupakan reward bagi pelanggan setia IndiHome. Dalam acara IndiHome Gathering Community Bali 2018 ini, Telkom menyerahkan hadiah undian IndiHome Specta Grand Prize berupa 1 unit mobil Mitsubishi Pajero Sport. Hadiah diserahkan secara simbolis oleh GM Telkom Witel Denpasar kepada I Wayan Darma Yoga selaku pelanggan Indihome di Denpasar. Widnyana Karang dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para pelanggan yang telah setia menggunakan layanan IndiHome. Ia mengatakan bahwa momen IndiHome Gathering Community Bali 2018 ini merupakan kesempatan bagi Telkom untuk mendekatkan diri kepada pelanggan. ‘’Kami juga ingin mendapat masukan dari pelanggan demi meningkatkan layanan yang lebih baik ke depannya,’’ jelasnya. Terkait penyerahan hadiah undian, Widnyana Karang menyatakan, IndiHome Specta Grand Prize merupakan bagian pengundian un-
SERAHKAN - GM Telkom Witel Denpasar Komang Widnyana Karang menyerahkan secara simbolis kepada pemenang Mitsubishi Pajero Sport. tuk Program Promo IndiHome Paket Merdeka serta Program Promo IndiHome Paket Natal dan Tahun Baru. Program ini diselenggarakan sebagai salah satu bentuk apresiasi Telkom kepada masyarakat yang telah menjadi pelanggan layanan triple play IndiHome. Program ini sekaligus sebagai upaya meningkatkan penetrasi internet di Indonesia dan digital experience untuk mendukung implementasi digital lifestyle keluarga Indonesia. ‘’Pelanggan Program Promo IndiHome Paket Natal dan Tahun Baru adalah yang telah mendaftar IndiHome dan melakukan upgrade layanan IndiHome pada periode 1 November 2017 hingga 31 Januari 2018. Pelanggan berpeluang memenangkan berbagai
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
hadiah menarik antara lain grand prize berupa 1 unit rumah (SmartHome) seharga Rp 1 miliar, 1 unit mobil Pajero Sport, 1 unit mobil Toyota All New Innova, 2 unit mobil Honda Mobilio, 2 tiket perjalanan ke Paris dan menyaksikan pertandingan sepak bola,’’ paparnya. Pria yang akrab disapa Komang Karang ini mengatakan, Telkom berupaya meningkatkan kepuasan pelanggan dengan cara memberikan the best customer experience yang mencakup kualitas jaringan, pelayanan pelanggan, hingga program customer loyalty. ‘’Hal ini sangat penting dalam upaya menjadikan IndiHome sebagai layanan triple play terbaik pilihan keluarga di Bali khususnya dan di Indonesia umumnya,’’ katanya. (bns2)
daerah
Sabtu Wage, 19 Mei 2018
5
Galungan, Pertamina Tambah Pasokan Elpiji 10 Persen Denpasar (Bali Post) – Menjelang hari raya Galungan yang jatuh pada 30 Mei dan Ramadan, Pertamina sudah mengantisipasi kenaikan penjualan. Namun, karena Bali merupakan daerah mayoritas Hindu, maka Pertamina fokus mengantisipasi Galungan dengan menambah pasokan 10 persen dari konsumsi normal. Sales Executive LPG Bali PT Pertamina Rainier Axel Gultom mengatakan, seminggu sebelum Galungan, Pertamina akan menambah pasokan elpiji subsidi dan nonsubsidi 10 persen dari konsumsi normal. Penambahan dilakukan 24–27 Mei. ‘’Kami menambah 1.500 metrik ton untuk satu bulan ini,’’ ujarnya, Kamis (17/5). Penambahan pasokan ini hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Konsumsi rata-rata di wilayah Bali untuk elpiji subsidi adalah 630 metrik ton per hari, sedangkan konsumsi elpiji nonsubsidi rata-rata 40 ton per hari. Dengan adanya tambahan pasokan 10 persen berarti pasokan elpiji menjadi 680 metrik ton per hari. Menurutnya, penggunaan elpiji subsidi di Bali masih tinggi. Kebanyakan masyarakat masih memakai elpiji 3 kg. Sementara Bright gas 5,5 kg yang merupakan elpiji nonsubsidi penjualannya meningkat setiap tahun. Ini karena banyak program yang diberikan seperti tukar dua tabung gas 3 kg dengan tabung 5,5 kg gratis, kecuali isinya. Program Pertamina yang lain adalah Program Sadar Subsidi. Pertamina sudah berkoordinasi dengan Pemprov Bali. Program ini telah berjalan sejak setahun yang lalu. Masyarakat yang tidak berhak mendapatkan subsidi diharapkan beralih ke elpiji nonsubsidi. Program ini diawali dengan surat edaran Gubernur Bali yang pertama yaitu menyurati para ASN untuk tidak menggunakan elpiji subsidi. Surat kedua keluar awal Mei lalu untuk pelaku bisnis tidak diperbolehkan menggunakan tabung subsidi. (kmb42)
BRSU Tabanan Resertifikasi ISO Tabanan (Bali Post) – Setiap layanan kesehatan terutama rumah sakit dituntut meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan atau peningkatan mutu berkelanjutan. Dalam memenuhi tuntutan ini, BRSU Tabanan sejak tahun 2005 sudah menerapkan ISO 9001:2000. ISO ini kemudian ditingkatkan menjadi ISO 9001:2008 pada 2015 dan tahun ini sertifikasi ISO BRSU Tabanan diresertifikasi menjadi ISO 9001:2015. Direktur BRSU Tabanan dr. Nyoman Susila beberapa hari lalu mengatakan, perbedaan ISO 9001:2008 dengan ISO 9001:2015 adalah dari peningkatan fokus penilaian sertifikasinya. ISO 9001:2008 selama ini fokus sertifikasinya pada mutu layanan, sedangkan ISO 9001:2015 fokusnya lebih luas yakni pada mutu dan manajemen risiko dikaitkan dengan manajemen keselamatan. Tujuan implementasi ISO 9001:2015 adalah melengkapi standar dan persyaratan produk dan jasa dalam menggunakan pendekatan proses yang menggabungkan siklus PDCA dan pemikiran berbasis risiko. ‘’Layanan ke depan selain mutu, juga keselamatan pasien, SDM RS serta sarana dan prasarananya,’’ jelas Susila. Menurutnya, audit program ISO 9001-2015 di BRSU Tabanan berlangsung selama tiga hari. Jika lolos, sertifikasi ini akan berlaku hingga tiga tahun ke depan. Karena fokus audit sudah berkembang dan tidak hanya ditekankan pada mutu tetapi juga manajemen keselamatan, pihaknya melakukan persiapan jauh-jauh hari mulai dari memberikan pelatihan mengenai manajemen keselamatan untuk SDM di BRSU. ‘’Selama ini audit fokus pada mutu dan kali ini di-upgrade ke manajemen keselamatan sehingga harus ada pelatihanpelatihan mengenai hal ini,’’ katanya. Bila sudah tersertfikasi ISO 9000:2015, selain layanan di BRSU yang sudah sesuai dengan standar mutu, sangat penting keselamatan dan minimalisir terjadinya risiko selama melakukan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. (kmb24)
Bali Post/kmb24
SERTIFIKASI - BRSU Tabanan menjalani proses sertifikasi ISO 9000:2015.
Bali Post/ist
RAZIA - Tim gabungan saat melakukan razia duktang di wilayah Polsek Denpasar Barat.
Razia Duktang
Ratusan Orang Terjaring Denpasar (Bali Post) Mengantisipasi masuknya jaringan teroris ke Bali, kepolisian gencar melaksanakan razia penduduk pendatang (duktang). Kamis (17/5) lalu, Polsek Denpasar Barat (Denbar) dan Polsek Denpasar Timur (Dentim) bersinergi dengan TNI, perangkat desa dan banjar, menjaring ratusan duktang tanpa surat administrasi kependudukan yang sesuai aturan. Dalam razia tersebut tidak ditemukan terduga teroris dan bahan peledak. Kapolsek Denbar Kompol Gede Sumena, Jumat (18/5) kemarin, mengatakan razia dimulai pukul 21.00 Wita. Tujuannya adalah mengantisipasi hal-hal yang mencurigakan
dan penduduk nonpermanen yang ada di wilayahnya masing- masing, terkait maraknya aksi terorisme yang terjadi di Indonesia belakangan ini. ‘’Kami didukung TNI dan in-
stansi terkait. Selain mengecek surat administrasi kependudukan, kami juga mengimbau warga agar memberikan informasi sedini mungkin jika ditemukan orang, barang atau hal-hal yang mencurigakan,’’ tegasnya. Menurut Kapolsek, pada sidak di Desa Dauh Puri Kangin terjaring 61 orang duktang, di Kelurahan Peguyangan dua orang tanpa kartu identitas, di Desa Tegal Harum 10 orang tanpa KTP, di Desa Dauh Puri Kelod terjaring 33 orang, di Kelurahan Pemecutan 69 orang,
Masalah Pertanian di Bali Belum Terselesaikan
Denpasar (Bali Post) Masalah atau kendala pertanian di Bali hingga kini belum terselesaikan. Tak heran pertanian belum mampu menyejahterakan petani di Pulau Dewata. Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bali merumuskan sejumlah permasalahan dan penyebabnya. Ketua HKTI Bali Prof. Dr. Ir. I Nyoman Suparta mengatakan, Bali masih sebagai daerah agraris, selain sebagai daerah pariwisata. Berdasarkan data BPS Bali tahun 2017, luas lahan sawah hanya 79.526 hektar (14,11 persen). Berkurangnya luas lahan pertanian semakin memberi peluang produk pertanian luar untuk masuk. Semakin banyaknya produk pertanian dari luar ke Bali baik yang masih mentah, setengah jadi maupun sudah jadi, telah memenuhi pilihan konsumen. Sementara antisipasi dan proteksi masyarakat Bali terhadap produk pertaniannya sendiri masih rendah. ‘’Bila ini tidak segera dilakukan regulasi oleh pemerintah, akan berpotensi mematikan petani Bali,’’ ujarnya, belum lama ini. Menurutnya, penerapan teknologi belum maksimal, sehingga produktivitas beberapa jenis komoditas tidak optimal. Selain itu, meski prasarana dan sarana fisik pertanian Bali telah lebih baik kondisinya dan teknologi produksi pertanian cukup tersedia, belum semuanya dimanfaatkan dengan baik. Suparta melanjutkan, meningkatnya arus alih fungsi lahan pertanian yang cenderung tidak terkendali karena ketidaktegasan
pemerintah dalam menerapkan Perda RTRWP Daerah Bali. Ia juga memperhatikan semakin lemahnya eksistensi subak. Dalam transaksi jual-beli tanah di wilayahnya, telah menyebabkan terjadinya pelepasan hak tanah dan alih fungsi lahan semakin tidak terkendali. Padahal subak telah terbukti tangguh dalam memajukan usaha pertanian Bali. Minat anak muda rendah memasuki sektor pertanian karena pertanian dianggap kurang mampu memberikan jaminan perubahan taraf hidup dan status sosial yang lebih baik ke depannya. Kebijakan pemerintah di sektor pertanian dianggapnya masih kurang memihak kepada petani. Karenanya, sektor pertanian terkesan terpinggirkan. ‘’Miskinnya inovasi dan kurangnya orientasi masyarakat tertentu terhadap sektor pertanian diyakini berhubungan erat dengan kasus terpinggirkannya pertanian ini. Ingar-bingar kemajuan ekonomi di sektor pariwisata belum sertamerta membawa dampak positif langsung dan nyata kepada kemajuan petani dan pertanian Bali,’’ bebernya. Suparta menambahkan, sistem pemasaran hasil pertanian Bali kurang jelas dan kelembagaannya kurang terpola. Kelembagaan pasar yang tersistem kurang dapat diakses dengan mudah oleh petani produsen, sehingga petani mengalami kesulitan dalam melancarkan pemasaran hasil usahanya. Ini diakibatkan oleh sinergitas dan integrasi antara sektor pertanian dan sektor pariwisata belum terwujud secara nyata. (kmb42)
di Kelurahan Ubung 59 orang, di Desa Ubung Kaja 79 orang dan di Kelurahan Dauh Puri 97 orang. ‘’Duktang nonpermanen yang terjaring dalam kegiatan tersebut dilakukan pembinaan, pendataan serta dibuatkan surat tanda lapor diri. Razia duktang akan terus kami lakukan,’’ ungkap Kompol Sumena. Sementara itu, laporan yang diterima Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Teqtainkar Alhdapassa dari Polsek Dentim terkait razia duktang, di Kelurahan
Penatih terjaring 31 orang, Desa Sumerta Kauh 47 orang, Kelurahan Tonja 36 orang, Desa Dangri Kauh 41 orang, Desa Kesiman Kertalangu 102 orang, Kelurahan Sumerta 137 orang dan Kelurahan Dangri 15 orang. ‘’Penertiban tersebut tidak sekaligus satu kelurahan atau desa, tapi bertahap. Ada satu banjar atau dua banjar sekaligus. Kami mengimbau kepada duktang nonpermanen wajib lapor diri ke klian banjar setempat,’’ tandas Iptu Teqtainkar. (kmb36)
Tantangan Inflasi Makin Berat Mangupura (Bali Post) Event bertarap internasional yang dibarengi sejumlah perayaan keagamaan akan berdampak terhadap ketersediaan pangan. Akibatnya, harga kebutuhan pokok mengalami peningkatan yang berujung inflasi. Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menyebut pengendalian inflasi tahun 2018 dihadapkan pada tantangan inflasi yang semakin berat, mengingat adanya sejumlah risiko pengendalian inflasi. Seperti masih tingginya ketergantungan bahan pangan dari luar Badung bahkan luar Bali untuk memenuhi kebutuhan di Kabupaten Badung. ‘’Peningkatan permintaan seiring dengan adanya perayaan hari besar keagamaan yaitu Galungan, Kuningan, puasa dan Lebaran. Musim puncak kunjungan wisatawan pada saat liburan sekolah dan akan diselenggarakannya IMF Annual Meeting pada Oktober 2018. Ini akan menjadi pemicu inflasi,’’ ujar Wabup Suiasa, Kamis (17/5). Guna mengantisipasi permasalahan tersebut, pejabat asal Pecatu itu melakukan koordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Badung dalam high level meeting. Selain akibat tingginya permintaan, stabilitas keamanan terganggu oleh adanya aksi teror di beberapa daerah yang juga berdampak terhadap situasi keamanan di Bali yang dapat mengakibatkan terganggunya distribusi barang. ‘’TPID Kabupaten Badung harus dapat melakukan langkah-langkah strategis terutama mengantisipasi peningkatan permintaan barang pada saat hari besar keagamaan dan saat peak season,’’ ucapnya. Dikatakannya, diperlukan peningkatan koordinasi dan sinergitas dengan pihak terkait dalam rangka menjaga ketersediaan dan kestabilan harga. Persediaan pasokan produksi pertanian seperti beras dan bahan pangan lainnya bekerja sama dengan Bulog. Selain itu, perlu keikutsertaan para pelaku usaha dalam menjaga harga agar tetap stabil. ‘’Action plan dalam rangka menjaga stabilitas harga menjelang hari raya keagamaan harus dilakukan. Salah satunya pemantauan ke gudang-gudang penyimpanan dan sidak pasar untuk memastikan kelancaran suplai dan adanya kesediaan barang,’’ terangnya.(kmb27)
Malam Renungan AIDS Nusantara
Cakupan Jaminan Kesehatan bagi ODHA Perlu Ditingkatkan KASUS HIV/AIDS pertama kali muncul di dunia pada 1981. Enam tahun kemudian atau pada 1987, HIV/ AIDS pertama kali terdeteksi di Bali. Kala itu ada seorang warga negara asing mengalami sebuah penyakit yang tidak diketahui penyebabnya. Tampilan atau gejalanya seperti penyakit luar biasa dan mematikan karena yang bersangkutan pada akhirnya memang meninggal dunia. HIV/ AIDS lantas dihubungkan dengan orang yang berasal dari luar negeri dan orientasi homoseksual. ‘’Ternyata setelah sekian lama dan sampai detik ini sudah 31 tahun, tampilannya jauh dari apa yang muncul zaman dulu yakni banyak mitos, stigma dan diskriminasi akibat ketidaktahuan masyarakat tentang infeksi ini,’’ ujar Ketua Asosiasi Seksologi Indonesia Cabang Denpasar dr. Oka Negara, FIAS. dalam acara Malam Renungan AIDS Nusantara Provinsi Bali Tahun 2018 di Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Jumat (18/5) kemarin. Tahun ini, Malam Renungan AIDS Nusantara mengangkat tema ‘’Renungkanlah Masa Lalu, Siapkan Masa Depan’’. Di Bali, lanjut Oka, informasi ten-
tang HIV/AIDS berkembang cukup baik. Walaupun sudah menemukan titik bahagia, kerja keras masih diperlukan untuk menanggulangi HIV/ AIDS. Kabar gembiranya adalah HIV yang dideteksi sedini mungkin dapat diperiksa dan ditangani dengan baik. Dalam hal ini, orang dengan HIV/ AIDS (ODHA) dapat mengakses ARV sebagai obat. ‘’Tetapi tidak semua mendapatkan akses itu dengan baik. Yang mendapatkan akses itu juga tidak bisa menjalankan dengan rutin dan teratur,’’ katanya. Desy, Perwakilan Orang Terinfeksi HIV, KDS (Kelompok Dukungan Sebaya), LSM dan Komunitas/ Individu Pemerhati Penanggulangan HIV/AIDS di Bali, mengatakan penanggulangan HIV/AIDS harus dilakukan secara lebih maksimal dan terbuka. Pemerintah diharapkan meningkatkan cakupan jaminan kesehatan bagi orang terinfeksi HIV, termasuk meningkatkan anggaran daerah untuk penanggulangan HIV/ AIDS dalam mencapai target 90-9090. ‘’90 persen tes HIV, 90 persen rutin minum ARV, 90 persen viral load-nya tidak terdeteksi sesuai target UNAIDS 2030,’’ jelasnya.
Ditambahkannya, segala bentuk stigma, kriminalisasi dan diskriminasi terhadap kelompok-kelompok marginal seperti waria, pengguna narkotika, LSL dan pekerja seks harus dihentikan. Penanggulangan HIV/AIDS agar melibatkan seluruh OPD, hingga desa pakraman. Ketua Panitia Malam Renungan AIDS Nusantara dr. Ketut Suarjaya menyatakan, masih kuatnya stigma dan diskriminasi terhadap ODHA menjadi penghambat upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Itu sebabnya epidemi HIV/AIDS di Bali meningkat dari tahun ke tahun. Kegiatan malam renungan ini diharapkan menjadi wahana dukungan moral spiritual bagi ODHA agar tetap bersemangat menjalani kehidupan, tidak menularkan dan menjadi garda terdepan dalam upaya penanggulangan. Di samping itu, meningkatkan empati serta mereduksi stigma dan diskriminasi masyarakat terhadap ODHA dan keluarganya. ‘’Kami juga ingin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman AIDS, agar berpola dan berperilaku hidup sehat,’’ imbuh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali ini. (rin)
Bali Post/rin
DOA BERSAMA - Doa bersama mengawali kegiatan Malam Renungan AIDS Nusantara Provinsi Bali 2018 di Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon, Denpasar.
OPINI
6
Sabtu Wage, 19 Mei 2018
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Menghadapi Mereka yang Tak Punya Rasa Takut SALAH satu dampak politik pengeboman adalah turunnya citra pemerintah. Dalam hal ini, ketidakmampuan pemerintah dalam menciptakan ketertiban masyarakat dan memelihara rasa nyaman. Jangan lupa bahwa dua hal itu justru menjadi tujuan pemerintah dalam menjalankan pemerintahan. Untuk itulah, para pemimpin aparat dipilih dan para aparat digaji berdasarkan pajak dari masyarakat. Dalam teori hubungan rakyat, negara dan pemerintah, bahwa rakyat bersedia menyerahkan kepercayaannya kepada pemerintah agar dapat berlindung di dalam satu negara. Perjanjian negara dengan masyarakat bermuara kepada perlindungan dan terpeliharanya rasa aman warga. Ini yang menjadi kunci terbentuknya negara dan pemerintahan. Akan tetapi, dalam praktik, pihak yang mengganggu negara bukan saja bromoncorah seperti di masa lalu atau sekadar maling dan perampok yang kehabisan uang makan, tetapi berkembang berbagai banyak jenis kejahatan. Pada zaman modern, kekerasan yang terjadi bukan saja kelihatan tetapi juga tidak kelihatan. Korupsi adalah kekerasan tersembunyi, yang secara perlahan-lahan mencuri uang rakyat yang membuat mereka menjadi kelaparan, harga menjadi mahal dan obat-obatan menjadi tidak terjangkau. Namun pada sisi yang lain, kekerasan yang tampak pun semakin bervariasi. Pembajakan, penyanderaan, sampai dengan penculikan adalah pengembangan baru dari kejahatan tradisional. Masing-masing kejahatan baru itu pun kemudian berkembang lagi, misalnya penyanderaan dengan ancaman sampai pembunuhan atau pembajakan sampai peledakan pesawat. Kini, kejahatan yang paling mengerikan adalah teroris, yang seperti namanya, suka menebar teror. Perkembangan terbaru untk menebar teror itu adalah bahwa mereka berani membunuh dirinya untuk teror itu sendiri. Tidak ada lagi yang ditakutkan di dunia. Di sinilah letak persoalannya bagi negara dan pemerintah. Menghadapi orang yang tidak mempunyai rasa takut, hanyalah robot yang mampu melakukannya. Manusia normal pasti mempunyai rasa takut. Jika teroris tidak mempunyai rasa takut, dia bukanlah objek yang normal, bukan juga manusia normal. Menghadapinya harus dengan ekstra keras juga. Jadi, dalam konteks ini kita pandang adalah benar tindakan gabungan untuk menghadapi teroris itu. Pemerintah Indonesia merencanakan menggabungkan antara angkatan darat, udara, laut, dan kepolisian untuk menghadapi teroris ini. Kita pandang perlu membentuk lembaga baru untuk memulihkan keadaan. Pada masa lalu, ada kopkamtib yang mengoordinasikan ketertiban dan keamanan negara. Sekarang kondisi negara dalam keadaan guncang ini, harus segera dipulihkan keadaan tersebut. Kita juga harus memerhatikan bahwa dalam keadaan seperti ini, tidak boleh ada pihak yang mencoba memancing di air keruh. Guncangan bom itu pasti akan mengguncangkan masyarakat terhadap kepercayaan pemerintah. Saat ini, Indonesia sedang mempersiapkan ajang politik terbesar, yaitu pilkada dan pemilu presiden. Para oposan pemerintah tidak boleh dan tidak etis memanfaatkan situasi ini untuk kepentingannya sendiri. Tidak sopan dan tidak elok memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan politik. Alih-alih memanfaatkannya untuk kepentingan kelompok, masyarakat sudah cerdas dan justru yang memancing di air keruh itulah yang akan mendapatkan tulahnya. Para politisi oposan yang mempunyai niat seperti ini, seharusnya melihat tanggapan masyarakat tentang kebencian mereka terhadap teroris. Hampir seluruh masyarakat Indonesia mengecam tindakan ini. Teroris harus dilawan dan tidak boleh dibiarkan hidup di bumi Indonesia.
S URAT PEMBACA
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Air Sungai Kering Sebagai petani, saya mempertanyakan mengapa air di Sungai Kesiman yang biasanya mengalir setiap hari ke kawasan lahan sawah di Kesiman hingga Sanur kini mengering. Padahal, air dari arah utara menuju Dam Ongan banyak mengalir. Saya curiga kebutuhan air diprioritaskan untuk suplai air PDAM yang ada di Sungai Ayung. Nah, kalau begitu siapa yang harus dilindungai pemerintah, petani atau PDAM. Saya berharap warga subak tetap mendapatkan hak-haknya dengan baik. Jika terus begini, sama saja artinya pemerintah mematikan petani dan menyuruh orang lain atau generasi muda tak usah bertani. Ini lagi-lagi bertentangan dengan pembangunan di Kota Denpasar. Pan Kenak Denpasar Timur
Pasukan Gabungan, Jawaban untuk Teroris Salah satu pertanyaan yang muncul setelah guncangan bom akhir-akhir ini adalah apakah situasi ini sengaja diciptakan menjelang pilkada dan pemilu presiden? Pertanyaan ini bisa jadi merupakan wakil dari perasaan masyarakat banyak yang ada di Indonesia. Sebab, bom yang meledak memang terjadi secara politis berdekatan dengan ajang pilkada dan pemilu presiden itu. Apalagi kita tahu, pilpres tahun 2014 lalu masih menyisakan ketidakpuasan bagi pihak-pihak tertentu. Belum lagi apabila dikaitkan dengan fenomena pemilihan umum DKI Jakarta beberapa waktu yang lalu.
Oleh GPB Suka Arjawa
H
arapan semua masyarakat jelas jawaban dari pertanyaan di atas adalah “tidak”. Sebab, apabila pertanyaannya “ya” itu berarti rangkaian bom akan terus berkejaran dengan waktu sampai dengan perhelatan politik pilkada dan pilpres ini selesai. Jika itu kelak mengecewakan kepada merekamereka yang dekat dengan “ideologi pengeboman” ini, bisa jadi rentetan pengeboman akan terus berlanjut. Sekali lagi, kita tidak mengharapkan hal ini terjadi dan berbagai komponen politik baik yang duduk di pemerintahan maupun yang duduk sebagai oposan, menyatakan tidak ingin hal ini dikaitkan dengan perhelatan politik yang ada di Indonesia pada masa datang. Tulisan ini hanya mengupas soal bagaimana konflik (ledakan) itu terjadi jika ada kelompok atau kekuatan yang merasa mempunyai sumber daya yang kuat, yang memungkinkan mereka untuk mengganggu keamanan dari sebuah negara. Belum tentu fenomena demikian menjelaskan tentang rekayasa konflik atau kesengajaan-kesengajaan yang dilakukan demi menjatuhkan pemerintahan yang ada. Dalam kondisi seperti ini, jika ada pihak-
pihak tertentu (mungkin oposan pemerintah) yang hendak memanfaatkan situasi, bisa-bisa ia akan “ditelan” oleh situasi itu. Pengeboman seperti ini tidak mampu diatasi oleh pemerintah yang mapan sekalipun. Secara tradisional, ada berbagai cara untuk menjatuhkan kredibilitas, entah personal, kelompok, maupun lembaga. Cara yang paling sering dipakai adalah dengan wacana, bentuknya seperti menyebarkan isu negatif dan sejenisnyaa tentang objek yang dituju. Cara seperti ini dilakukan mulai dari (persaingan) rumah tangga sampai dengan persaingan pada tingkat negara. Jika wacana ini dianggap kurang, maka akan dilakukan dengan melakukan tekanan psikologis. Pada tingkat paling bawah, mencibir anak-anak yang dimiliki oleh musuhnya, merupakan salah satu cara melakukan serangan psikologis terhadap lawan mereka. Itulah yang dilakukan prajuritprajurit pada masa dinasti di Tiongkok untuk merusak mental lawannya. Juga dilakukan oleh para suporter sepak bola untuk menjatuhkan mental lawan. Cara lain yang menjadi simbolis kebencian terhadap lawan adalah merusak. Pada tingkat paling bawah, melempari kebun tetangga merupakan cara sederhana yang bertujuan menghancurkan pi-
hak lawan. Tetapi proyeksi lebih luas dari pelemparan kebun ini sama saja dengan merusak milik negara, juga merusak ketenteraman umum. Perusakan merupakan konflik terbuka, dan merupakan konflik tingkat atas yang hanya akan terjadi apabila kedua pihak mempunyai kekuatan yang dipandang relatif seimbang. Kekuatan itu wujudnya adalah sumber daya, yang dapat berupa sumber daya kelihatan maupun yang tidak kelihatan. Materi merupakan sumber daya yang kasatmata. Kita dapat melihat pasukan, senjata, peluru kendali dan sejenisnya. Tetapi sumber daya yang tidak kelihatan sering kali tidak diperhitungkan. Sumber daya paling besar yang tidak kelihatan adalah keberanian. Maka, bagaimanapun wujud dari kekuatan materi tersebut, akan tidak berarti apa-apa jika tidak memiliki keberanian. Pada politik, keberanian ini akan berwujud macam-macam. Kemampuan bersilat lidah merupakan sebuah keberanian yang tidak terlalu memerlukan materi untuk mengeluarkannya kecuali keberanian. Kemampuan inilah yang dilakukan oleh para diplomat negara untuk memperjuangkan kepentingan nasionalnya. Konflik terbuka, seperti pertempuran dan perang, muncul karena memandang sumber daya
yang dimilikinya mencukupi dan berani melakukan perlawanan. Jika keyakinan ini sudah dikalkulasi, maka terjadilah konflik terbuka itu. Peledakan bom adalah konflik terbuka. Maka, ketika terjadi guncangan sosial berupa ledakan bom berkalikali di Indonesia dengan skala luas ini, dapat dikatakan bahwa itu terjadi karena adanya kekuatan yang dipandang sama. Negara, dalam hal ini pemerintah sebagai pelaksana negara dengan rakyatnya merupakan pemilik sumber daya material yang luar biasa besar. Tetapi para teroris peledak bom itu tidak mau kalah karena dalam pandangan mereka mempunyai sumber daya intangible, yaitu keberanian besar, yaitu mati. Keyakinan terhadap nilai-nilai yang mereka mereka tuju juga besar. Maka keberanian bunuh diri inilah yang mampu menandingi kekuatan dan kebesaran sumber daya materi yang dimiliki oleh negara. Dengan cara itulah, mereka mengganggu jalannya pemerintahan negara. Pihak yang suka mengganggu pemerintahan seperti ini, jelas memandang tindakan paling efektif untuk mengguncang eksistensi adalah manakala terjadi upaya pergantian kekuasaan karena inilah transisi yang mampu mendapatkan perhatian paling besar dari masyarakat negara bersangkutan. Cara ini juga dapat dipakai sebagai penyebar teror karena dengan teror akan membuat masyarakat ketakutan, sekaligus meruntuhkan kepercayaan rakyat terhadap negara dan pemerintah negara bersangkutan. Bagi negara-negara besar dan mempunyai sumber daya komplet, cara menghadapi lawan yang mempunyai kekuatan besar pada sumber daya immaterial (intangible) adalah dengan membentuk pasukan yang seimbang.
Menekan Golput Pilkada Bali
Penyelenggaraan Pilkada Bali sebagaimana hajatan demokrasi lainnya masih dihantui bayangan golongan putih (golput). Golput ini menjadikan kontestan dan penyelenggara pilkada diselimuti rasa galau jelang pilkada. Kontestan pilkada akan dirugikan terkait pengurangan potensi suara. Penyelenggara pilkada akan dirugikan terkait stigma negatif menyangkut kinerja yang minim partisipasi. Golput menjadi ancaman serius bagi partisipasi pilkada. Partisipasi politik menunjukkan tren mengkhawatirkan selama pilkada. Partisipasi memang tidak memengaruhi legitimasi, tetapi akan berefek pada kepercayaan publik terhadap hasil pilkada. Sengkarut golput penting dirunut akarnya hingga dapat ditempuh strategi untuk menekannya. Konstitusi Indonesia menempatkan partisipasi sebagai hak bukan kewajiban. Konsekuensinya golput menjadi bagian pilihan abstain yang legal. Golput menjadi tantangan bagi kontestan dan penyelenggara pilkada. Banyak kemungkinan yang menjadi akar penyebab golput. Pertama, golput sebagai ideologis. Beberapa kelompok keagamaan menganggap pilkada sebagai produk demokrasi adalah haram atau najis. Kalangan antidemokrasi ini menjadikan golput sebagai kewajiban ideologis. Jumlah kalangan ini terbatas tetapi loyal. Perubahan ideologis hampir mustahil dilaku-
Oleh Ribut Lupiyanto kan kecuali langsung melalui instruksi pucuk pimpinannya. Kedua, golput sebagai pilihan idealisme. Pelaku golput jenis ini tidak memiliki identitas komunal, tetapi lebih bersifat individual. Hak memilih dikorbankan lantaran ketidaksesuaiannya dengan dinamika politik dan tingkah polah konsestan. Generalisasi kerap dilakukan dengan menilai politik kotor, semua parpol korup, semua caleg melakukan politik uang, dan lainnya. Ruang pilihan ditutup rapat jika tidak ada kontestan yang dianggap suci. Kalangan ini mendominasi pelaku golput karena lebih aktif menyatakan kekecewaan dan menginformasikan aib politik kepada publik. Mereka umumnya terjangkit apatisme dan apolitisme. Ketiga, golput karena administratif. Administrasi kepilkadaan selalu menghadapi permasalahan kompleks. Daftar pemilih pilkada tidak pernah beres dan terus berada pada posisi darurat. Karut marut disebabkan validitas data yang rendah. Ketidakvalidan daftar pemilih memicu peningkatan angka golput, padahal pemilih itu memang tidak ada. Warga yang tidak terdaftar juga terpaksa melakukan golput. Keempat, golput akibat buta politik. Pelaku golput ini tidak memahami urgensi politik dan
tidak mau tahu terhadap politik. Seorang penyair Jerman bernama Bertolt Brecht mengatakan bahwa buta yang terburuk adalah buta politik, dia tidak mendengar, tidak berbicara, dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik. nasional dan multinasional. Kelima, golput karena situasi dan kondisi. Situasi dan kondisi yang paling menentukan adalah saat hari pemungutan suara. Pelaku golput ini kebanyakan warga yang sedang melakukan mobilitas antartempat. Golput menjadi tantangan yang mesti ditekan demi peningkatan partisipasi. Golput dapat ditekan melalui pendidikan politik, akomodasi regulasi, dan perbaikan administrasi data. Pendekatan spesifik penting dibedakan sesuai akar golput di atas. Penekanan angka golput juga hendaknya bersifat prioritatif. Pertama dengan pendidikan politik. Pendidikan politik dapat dilakukan terhadap pelaku golput karena buta politik dan idealisme. Kalangan buta politik dapat dididik mengenai urgensi politik bagi pembangunan bangsa. Pemahaman juga penting ditanamkan bahwa semua penduduk berkepentingan terhadap politik, karena semua urusan negara diselenggarakan melalui kebijakan politik. Kalangan ini dapat
didorong untuk aktif memberikan aspirasi agar kepentingannya terakomodasi secara politis. Pelaku golput idealis lebih membutuhkan waktu lama melalui diskusi dan peyakinan. Kontestan politik penting meyakinkan kepada mereka dengan gagasan dan program ke depan. Kalangan ini mesti dicerahkan bahwa tidak sepenuhnya politik kotor dan tidak semua politisi busuk. Mereka dapat memilih yang buruk dari yang paling buruk. Kedua dengan perbaikan administrasi kepilkada. Daftar pemilih mesti terus divalidasi hingga mendekati akurat. Ketiga melalui akomodasi regulasi. Regulasi kepilkadaan hendaknya mengedepankan kemudahan demi kepentingan demokrasi. KPU layak mempertimbangkan pengaturan tentang syarat pindah TPS cukup membawa bukti identitas diri dan surat undangan memilih di asalnya. Tanggung jawab menekan golput sebagai penghalang partisipasi politik berada di pundak semua komponen. Kontestan pilkada penting ambil bagian sekaligus dalam rangka menambah suara. Penyelenggara pilkada mesti bertanggung jawab demi membuktikan kinerjanya. Sinergisme antarpihak akan memudahkan pencapaian target partisipasi Pilkada Bali. Penulis, Deputi Direktur C-PubliCA (Center for Public Capacity Acceleration)
Pasukan elite Navy Seal yang dimiliki oleh Amerika Serikat merupakan kekuatan yang mempunyai kedekatan dengan pasukan berani mati dari musuhnya. Navy Seal-lah yang mampu memburu Osama Bin Laden sampai ke sarangnya dengan korban yang sangat minimal bagi pasukan ini. Di Prancis mempunyai apa yang disebut dengan Legiun Asing, Inggris mempunyai pasukan profesional (salah satunya), Gurkha yang keberaniannya terbukti saat berperang di Kepulauan Malvinas (Falkland) tahun 1982. Gurkha merupakan pasukan yang didapatkan dengan perjanjian dari India pada masa lalu. Guncangan bom yang terjadi di Indonesia, jelas terjadi karena kelompok-kelompok ini mempunyai pemikiran bahwa kekuatan mereka setara dengan pemerintah Indonesia. Kekuatan itu adalah keberanian mereka untuk mati. Maka, jika memang ada gangguan seperti itu, Indonesia tidak boleh ragu dan harus mempunyai pasukan yang memiliki keberanian setimpal dengan para teroris atau kelompok tersebut. Wacana untuk menghidupkan gabungan TNI angkatan darat, laut, dan udara yang bahu-membahu dengan pihak kepolisian untuk memerangi teroris, merupakan salah satu cara untuk mengimbangi kekuatan berani mati pasukan teroris tersebut. Inilah yang akan mampu menandingi teroris tersebut sekaligus yang akan mampu menegakkan kewibawaan pemerintah sehingga kelompok oposan lain yang berseberangan dengan pemerintah tidak mampu memanfaatkan situasi ini. Negara harus menang melawan teroris. Penulis, staf pengajar Sosiologi FISIP Universitas Udayana
POJOK
Ekspor didominasi pertanian, momentum kebangkitan pertanian Bali. - Cepat, sebelum lahan habis. *** Kata Gubernur BI, ada faktor internal sebabkan rupiah makin lemah. - Harga barang makin mahal. *** DPRD Kota didesak perjuangkan kontribusi dari Pelabuhan Benoa. - Apa perlu studi banding dulu.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Sabtu Wage, 19 Mei 2018
7
TABANAN
Terkendala Irigasi
Penarukan Kembangkan Pertanian Organik Tabanan (Bali Post) -
Pertanian organik sebenarnya sudah mulai dikembangkan di Desa Penarukan, Kecamatan Kerambitan, Tabanan sejak 2014. Meski dilakukan bertahap, areal lahan pertanian organik terus bertambah tiap tahunnya. Jika di awal hanya menyasar lima hektar, tahun 2017 menjadi 25 hektar. Namun program ini tidak berjalan mulus, karena terkendala saluran irigasi. Seperti disampaikan Perbekel Desa Penarukan I Putu Rai Suteja, Jumat (18/5) kemarin. Desa Penarukan memiliki luas 111 hektar. Dari luas desa tersebut memiliki lahan pertanian seluas 57,67 hektar, tegalan 30,308 hektar dan perumahan serta pakarangan 20,61 hektar, dan bangunan umum 2,412 hektar. Dikatakannya, dalam bidang pertanian Desa Penarukan secara bertahap sudah mulai mengarah ke pertanian organik. Hanya keberadaan air irigasi masih menjadi kendala yang sampai saat ini belum bisa teratasi. ‘’Sumber air pertanian kami dari bendungan Tukad Yeh Lating, Kerambitan, namun belakangan ini debit air mengecil karena kemarau. Jadi sedikit berpengaruh,’’ terangnya. Terkait kondisi ini, pihaknya juga sudah bersurat ke dinas terkait untuk bisa segera dicarikan solusi. Sebab, ada rencana mau mengangkat air dengan memanfaatkan
Tukad Yeh Abe yang berlokasi di perbatasan Penarukan dan Sudimara. ‘’Proposal sudah diajukan ke Dinas PU, tetapi sampai saat ini memang belum ditindaklanjuti. Karena dengan cara ini minimal bisa membantu saat saluran air subak mengecil,’’ terangnya. Pihaknya berharap persoalan ini bisa segera dicarikan jalan keluar, agar jangan sampai keinginan masyarakat yang sudah mau beralih ke pertanian organik memudar dan kembali ke sistem konvensional. ‘’Penggunaan pupuk organik sebenarnya memang belum diterima sepenuhnya oleh masyarakat, meski demikian perlahan memang sudah harus mengarah ke pertanian organik tentunya untuk kesehatan dan mutu pangan,’’ pungkasnya. Di sisi lain, untuk mengantisipasi alih fungsi lahan, dikatakan Rai Suteja, Desa Penarukan sudah memiliki pararem subak. Dalam pararem ini berisi larangan untuk meminimalisir adanya alih
fungsi lahan pertanian. Bagi Rai Suteja, jika sektor pertanian di desa sudah bisa dikembangkan dengan baik, pihaknya merintis ke depan Desa Penarukan bisa mengarah ke desa wisata. Selain lokasinya yang berada tepat di tengahtengah antara Puri Kerambitan dan objek wisata Pantai Kelating, sejumlah potensi juga dimiliki oleh desa Penarukan. Misalnya seni lukis di Banjar Penarukan Tengah Kaja. Bahkan untuk seni lukis ini ada program melatih anak SD di bawah bimbingan dosen ISI asal Desa Penarukan. Selanjutnya seni ukir di Penarukan Kaja dan perajin pencar di Penarukan Tengah Kelod. ‘’Kami juga berencana merancang atraksi wisata pertanian seperti matekap, trekking dan lainnya, sehingga ke depan Desa Penarukan bisa menjadi desa wisata, apalagi potensi wisata sudah ada, dengan banyaknya wisatawan yang datang baik ke Puri ataupun ke pantai,’’ pungkasnya. (kmb28)
Harga Ayam Pedaging Turun
Tabanan (Bali Post) Sempat mencapai harga jual tinggi yaitu Rp 25 ribu per kg, kini harga jual ayam pedaging di tingkat peternak mengalami penurunan. Naik-turunnya harga ayam pedaging di tingkat perternak saat ini ternyata tidak dipengaruhi oleh hari raya keagamaan, tetapi lebih pada stok ayam di pasaran yang disuplai peternak besar. Salah satu peternak ayam pedaging di Penebel, Dewi Trisna, Jumat (18/5) kemarin mengatakan, meski saat ini mendekati hari raya Galungan serta memasuki bulan puasa, permintaan akan daging ayam mengalami peningkatan, ternyata tidak berpen-
garuh signifikan pada harga jual ayam di tingkat peternak. Dewi mengakui terakhir ia memanen ayam sekitar lima hari lalu dan harga jualnya sudah turun dari Rp 25.000 menjadi Rp 20.500. ‘’Berubah setiap hari. Terakhir menjualnya di harga Rp 20.500. Itu sekitar lima hari lalu,’’ ujarnya. Ia melanjutkan, harga ayam di tingkat peternak lebih dipengaruhi oleh waktu panen para peternak besar. Menurutnya, jika peternak besar ini panen, maka stok ayam di pasaran menjadi banyak dan otomatis menurunkan harga ayam di tingkat peternak. ‘’Jadi kalau peternak-peternak besar ini panen harga ayam pedaging menjadi
turun karena stoknya banyak,’’ jelas Dewi. Di sisi lain kebijakan pemerintah menghilangkan kandungan AGP (antibiotic growth promoters) dalam pakan ternak ayam menyebabkan peternak membutuhkan waktu lebih lama memanen ayam. Menurut Dewi, saat ini waktu panen yang dibutuhkan adalah 37 hari. Itu pun berat ayam tidak terlalu ideal saat dipanen. Ia melanjutkan, meski sekarang membutuhkan ratarata 37 hari untuk bisa memanen ayam, tetapi beberapa peternak ada yang memanen lebih cepat tergantung kerja samanya dengan kemitraan. Sehingga rentang peternak saat ini memang ayamnya
adalah dari usia 27 hari hingga 37 hari tergantung kemitraan masing-masing. Fluktusi harga ayam pedaging di tingkat peternak, dipaparkan Dewi, masih bisa mendatangkan keuntungan bagi peternak jika harganya masih ada di seputaran Rp 17.000 hingga Rp 18.000 per kilogram. Jika di bawah harga tersebut, apabila dihitung dengan biaya operasional, menurutnya, tidak nutup dan membuat peternak merugi. Sementara dari data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tabanan, harga daging ayam di pasaran justru mengalami peningkatan dari Rp 36.000 per kilogram menjadi Rp 38.000 per kilogram. (kmb24)
Berdayakan Mantan ODGJ
Rumdin Disulap Jadi Panti Laras
Bali Post/kmb24
NIKOSAKE - Bappelitbang Tabanan menggelar FGD, Kamis (17/5), membahas potensi kawasan nikosake.
Kembangkan Nikosake, Pemkab Gandeng 50 Ahli
Tabanan (Bali Post) Pemkab Tabanan hendak mengembangkan agribisnis berbasis kearifan lokal dan pariwisata di kawasan Nikosake (nira, kopi, salak dan kelapa). Untuk mengembangkan potensi ini, Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Pemkab Tabanan menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan menggandeng 50 orang ahli di bidangnya masing-masing, Kamis (17/5). Kepala Bappelitbang Ida Bagus Wiratmaja, Jumat (18/5) kemarin, mengatakan FGD digelar untuk mendetailkan serta menindaklanjuti pengembangan agribisnis berbasis kearifan lokal dan pariwisata di kawasan nikosake. Kawasan ini ada di lima desa di Kabupaten Tabanan, yaitu tiga desa di Kecamatan Pupuan meliputi Desa Belimbing, Sanda dan Munduktemu, serta dua desa di Selemadeg Barat, yakni Desa Wanagiri dan Desa Lumbung Kauh. Menurutnya, kawasan nikosake di Tabanan yang ada di lima desa memiliki potensi yang sangat unik. Contohnya di Desa Munduk Temu dengan julukan negeri di atas awan, Desa Sanda memiliki keunikan ribuan kunang-kunang yang muncul saat malam hari atau Desa Wanagiri yang dikenal sebagai desa hujan dengan pemandangan yang indah. ‘’Pada FGD kita gali seluruh potensi yang ada di lima kawasan nikosake tersebut. Masukan-masukan kita dapatkan dari 50 ahli di bidangnya
yang datang mengikuti FGD. Adapun 50 ahli itu berasal dari OPD terkait di Pemkab Tabanan dan juga perwakilan masing-masing desa yang masuk kawasan nikosake,’’ papar Wiratmaja. Wiratmaja menegaskan, dalam pengembangan nikosake ini, nantinya tak hanya produk lokal yang dihasilkan warga yang akan dijual, tetapi juga aktivitas produksinya. Sehingga Wisatawan yang datang ke sana tak hanya disuguhkan produk lokal dan pemandangan alam, tetapi juga aktivitas produksi sesuai dengan kearifan lokal setempat. Pengembangan potensi ini, kata Wiratmaja, ke depan tidak hanya akan menguntungkan desa yang masuk dalam kawasan nikosake, tetapi semua pihak. ‘’Nikosake ini tidak hanya melulu mengenai kawasan yang masuk di dalamnya. Meningkatnya perekonomian warga di desa kawasan nikosake akan berdampak besar bagi desa lain di kawasan tersebut, perusahaan daerah dan tentunya menunjang PAD Kabupaten,’’ jelas Wiratmaja. Karena itu, Wiratmaja berharap setiap desa yang masuk dalam kawasan nikosake maupun desa di sekitarnya mengetahui potensinya dan membuat program serta desain yang jelas serta mendetail. Mengenai pendanaan karena merupakan kawasan KPPN, maka bisa didapatkan dari pusat di samping dukungan dari Pemkab Tabanan. (kmb24)
Tabanan (Bali Post) Dinas sosial Kabupaten Tabanan menerima enam warga yang telah menjalani perawatan di RSJ Bangli. Keenam eks Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tersebut kemudian dibawa ke Panti Laras di Banjar Wanasara, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan. Bangunan yang dimanfaatkan untuk Panti Laras tersebut merupakan sebagian rumah dinas (rumdin) milik Pemkab Tabanan yang selama ini tidak dihuni. Nantinya para mantan ODGJ ini akan diberdayakan lewat bimbingan oleh Dinas Sosial Tabanan agar bisa memberikan perawatan maksimal sehingga tidak rentan kambuh. Kepala Dinas Sosial Tabanan I Nyoman Gede Gunawan menyampaikan, keenam warga tersebut akan dirawat Dinas Sosial Tabanan. Kegiatan ini mengawali peresmian Panti Laras. ‘’Selain Panti Jumpo, kami juga punya Panti Laras, yang memang ditujukan untuk menampung mereka dengan gangguan jiwa,’’ ujarnya. Menurutnya, di Panti Laras ini para eks ODGJ akan diberdayakan untuk bertanam dan memelihara ikan. Tujuannya agar tidak kambuh. ‘’Mereka ini masih punya keluarga. Pihak keluarga sudah memberikan izin agar dirawat oleh kami. Termasuk nanti jika ada eks
ODGJ telantar akan dibawa ke Panti Laras untuk diberdayakan,’’ terangnya. Sampai saat ini sudah ada 10 petugas yang merupakan staf dari Dinas Sosial yang akan merawat ataupun memberikan arahan eks ODGJ tersebut. Bahkan para petugas ini juga diberikan pemahaman oleh salah satu dokter RSJ Bangli tentang bagaimana merawat dan mengendalikan ketika kemungkinan penyakitnya kumat. Termasuk makanan sudah disediakan oleh staf yang dananya dari dana kegiatan. Dikatakannya, yang dijadikan tempat untuk membuat Panti Laras adalah tiga unit rumah dinas yang tidak ditempati. Khusus untuk tempat tinggal eks ODGJ di bagian pintu masuk dan jendela dilengkapi pintu besi. Ini untuk mengantisipasi ketika penyakitnya mendadak kumat, supaya tidak sampai merusak fasilitas. ‘’Perawatan kesehatan dan obat sudah dikoordinasikan oleh puskesmas setempat,’’ jelas Gunawan. Ia pun berharap langkah ini bisa membantu masyarakat dalam merawat ODGJ. Karena mereka memang perlu perawatan rutin dan tidak boleh putus obat. Mereka yang nantinya dirawat di Panti Laras, sewaktu-waktu bisa pulang. Ketika mendadak kambuh bisa dikirim ke RSJ Bangli lagi. (kmb28)
Bali Post/kmb28
PANTI LARAS - Para eks ODGJ tengah istirahat di Panti Laras. Di panti ini mereka akan diberdayakan.
Bali Post/kmb28
EVAKUASI - Proses evakuasi mayat di Sungai Yeh Ho oleh petugas TRC BPBD Tabanan dan pihak kepolisian.
Mayat Mr. X Nyangkut di Bebatuan Sungai Yeh Ho
Tabanan (Bali Post) Warga Banjar Dinas Ngis, Desa Jegu, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Jumat (18/5) sore digegerkan adanya penemuan mayat di aliran Sungai Yeh Ho. Hingga berita diturunkan, pihak kepolisian belum mengantongi identitas mayat tersebut. Dari informasi yang dihimpun, warga yang tengah melintas di dekat sungai melihat adanya sesosok mayat tertelungkup di antara bebatuan. Mayat yang diketahui berjenis kelamin laki-laki ini hanya mengenakan celana berwarna cokelat. Kaget melihat ada mayat, saksi kemudian melaporkan kepada pihak kepolisian. Kapolsek Penebel AKP I
Ketut Mastra Budaya mengatakan setelah mendapat laporan penemuan mayat, anggota piket selanjutnya mendatangi TKP. Mayat tersebut mengambang dan tersangkut di bebatuan sungai. Ciri-cirinya rambut ubanan, tidak memakai baju, memakai celana jin warna cokelat muda selutut, wajah sudah bengkak. Dari hasil identifikasi awal guna mengetahui identitasnya ditemukan benda-benda di saku celana depan berupa tujuh buah uang kepeng, dua buah anak kunci, satu buah kulit rokok, dan satu buah cabai hijau. “Ada luka di bagian bawah ketiak pada tubuh mayat, kemungkinan karena dimakan oleh biawak,” ucapnya.
Dari hasil pemeriksaan sementara, mayat diperkirakan sudah ada sejak lima hari di sungai. AKP Mastra Budaya mengatakan, sejauh ini belum ada laporan warga hilang di sekitar lokasi kejadian. Mayat tersebut selanjutnya dievakuasi oleh pihak kepolisian Polsek Penebel dibantu anggota TRC BPBD Tabanan dan Babinsa. Proses evakuasi memilih melalui Desa Rejasa, karena jalur menuju jalan raya dari penemuan mayat adalah wilayah Pura Beji, dan warga Desa Ngis tidak memperbolehkan melalui jalur tersebut. Proses pemeriksaan jenazah masih di BRSUD Tabanan, dan selanjutnya akan dibawa ke RS Sanglah Denpasar. (kmb28)
KARANGASEM
8
BPKAD Bantah Gaji Ke-13 PNS Hangus
SOSOK
Amlapura (Bali Post) Memasuki bulan suci Ramadan, kalangan PNS di Karangasem dibuat resah. Keresahan itu menyusul adanya isu gaji ke-13 dan ke-14 PNS ditiadakan. Konon disebabkan situasi menurunnya PAD Karangasem saat ini. Akan tetapi, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Karangasem Nengah Mindra, Jumat (18/5) kemarin, saat dimintai konfirmasi membantah isu tersebut. Pihaknya bahkan memastikan gaji ke-13 dan 14 akan dibayarkan seminggu sebelum Lebaran. Sebelumnya, beredar informasi di kalangan PNS Kabupaten Karangasem bahwa ada penghapusan gaji ke-13 dan 14. Hal itu disebabkan situasi daerah setelah menurunnya PAD Karangasem pascabencana erupsi Gunung Agung. Isu ini berembus setelah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menggelar rapat rutin di Wantilan Pemkab Karangasem, Kamis (17/5) lalu. Pihaknya memastikan setiap tahun akan memberikan hak PNS untuk memperoleh gaji ke-13 dan juga 14. Namun, untuk realisasi tahun ini, pihaknya masih menunggu turunnya peraturan pemerintah (PP). Biasanya, pencairannya dilakukan seminggu sebelum Lebaran. Besarannya sesuai total gaji dan tunjangan PNS yang diterima setiap bulannya, tanpa ada potongan apa pun.
Disdukcapil Tetap di MPP DINAS Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Karangasem bisa jadi menjadi OPD tersibuk dengan urusan pelayanan publik. Lebih-lebih saat pelayanan publik Disdukcapil itu dijadikan satu gedung di Mal Pelayanan Publik (MPP) Gedung UKM Center, Amlapura. Warga pun sempat protes hingga lembaga DPRD Karangasem, meminta pelayanan publik OPD Disdukcapil kembali dipindah ke kantor lama di Jalan Sudirman, Amlapura. Terlebih, ini merupakan tahun politik. Keperluan data kependudukan harus diatensi. Meski sudah didesak agar segera pindah, Disdukcapil memilih tetap bertahan di sana. Kepastian itu disampaikan Kepala Disdukcapil I Wayan Sumidia, Jumat (18/5) kemarin. Pihaknya mengambil keputusan tersebut setelah berkoordinasi dengan Diskominfo Karangasem. Menurutnya, Diskominfo sudah memasang jaringan di MPP. Dengan adanya jaringan ini, ditargetkan jaringan ini bisa segera terhubung ke server Disdukcapil. “Mungkin minggu ini sudah bisa terkoneksi,” kata Sumidia. Upaya ini dilakukan dengan pertimbangan keamanan peralatan elektronik yang sudah terpasang di MPP ini. Itu penting agar masyarakat tidak dibuat bingung dengan sistem pelayanan publik di Disdukcapil. Hal itu juga untuk menjawab keluhan masyarakat terhadap pelayanan publik oleh Disdukcapil. Sebab, sebelumnya bemasalah lantaran ketiadaan jaringan ini, hingga membuat pelayanan molor satu jam lebih. “Terkait pemasangan jaringan, mungkin akan membuat pelayanan sedikit terganggu selama beberapa hari ke depan. Semoga warga maklum adanya. Saat ini kami sedang berusaha melakukan perbaikan,” janjinya. Disdukcapil selama ini melayani publik terkait urusan administrasi kependudukan yang sangat prinsip. Seperti penerbitan KTP, Kartu Keluarga, dan akta-akta Pencatatan Sipil dan lainnya. Otomatis, Disdukcapil menjadi OPD tersibuk. Memang ketika OPD ini terganggu, masyarakat sangat merasakan implikasinya. (gik)
Telepon Penting kARANGASEM Polres Karangasem Penjagaan Polres 0363 21220 Polsektif Karangasem 0363 23222 Polsek Kota 0363 21167 Polsek Manggis 0363 41768 Polsek Rendang 0363 23082 Polsek Selat 0363 24187 Polsek Abang 0363 23330 Polsek Kubu 0363 22988 Polsek Sidemen 0363 21709 Polsek Bebandem 0363 22110 Polsek Candidasa 0363 41677 Polsek KP3 Padangbai 0363 41388 Radio Suara Widya
Sabtu Wage, 19 Mei 2018
Besakih (SWIB) PMI PDAM PLN BPBD/ESR Badan SAR Pemadam Kebakaran URD RSUD 11 RSUD 12 SMAN 1 Amlapura 13 SMAN 2 Amlapura 14 SMAN 1 Manggis 15 SMPN 1 Amlapura 16 SMPN 2 Amlapura
0363 21791 0363 21789 0363 21363 0363 21711 0363 22173 0363 21135 0363 21113 0363 21011 0363 21470 0363 21152 0363 21254 0363 41668 0363 21288 0363 21483
“Kami sudah mempersiapkan proses pencairan ini, namun kami masih menunggu PP,” kata Mindra. Mindra juga meluruskan gaji ke-13 dan 14 ini tidak ada kaitannya dengan PAD Karangasem. Sebab, sumber dananya bukan dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), melainkan dari Dana Alokasi Umum (DAU) pemerintah pusat. Karena gaji dan tunjangan pegawai ini ditanggung penuh pemerintah. Mindra yang Jumat kemarin masih berada di luar kota mengaku sudah menghubungi stafnya yang mengikuti rapat rutin OPD di Wantilan Pemkab Karangasem. Pihaknya berkilah, saat itu stafnya di BPKAD hanya melapor kepada Sekda, bahwa Juni ini akan ada pembayaran gaji bulan Juni dan pembayaran THR. Termasuk, mempersiapkan gaji bulan Juli.
Terkait perkembangan PAD, pihaknya menjelaskan ada dari beberapa pos pendapatan yang belum terpenuhi. Seperti retribusi tempat olahraga. Demikian juga retribusi pasar, termasuk retribusi tempat khusus parkir, juga masih ada yang kurang. “Semoga akhir Juni nanti, target pendapatan triwulan II tahun ini, bisa terpenuhi,” tegasnya. Data dari BPKAD disebutkan kondisi perekonomian Karangasem mulai membaik setelah sempat drop karena dampak aktivitas vulkanik Gunung Agung. Di sektor pajak daerah, pada triwulan pertama 2018, realisasinya bahkan melampaui target hingga lebih dari Rp 5 miliar. Mindra sebelumnya mengatakan pada triwulan pertama target pendapatan dari sektor pajak daerah Rp 11,5 miliar. Realisasinya Rp 16,69
miliar. Terlampauinya target itu karena disokong membaiknya sektor pariwisata yang menjadi sektor unggulan. Pajak hotel yang ditarget Rp 1,46 miliar terealiasi Rp 3,2 miliar. Pajak restoran Rp 2,075 miliar dari target Rp 675 juta. Dari sepuluh jenis pajak daerah yang menjadi sumber pendapatan Karangasem, pada triwulan pertama ini nyaris semua melampaui target kecuali pajak parkir. Pajak BPHTB juga diharapkan menjadi pendongkrak PAD tercapai Rp 2 miliar dari target Rp 1,2 miliar. Pihaknya mengakui aktivitas vulkanik Gunung Agung memang berdampak signifikan terhadap pemupukan PAD Karangasem. Sektor galian C kondisinya paling parah sehingga BPKAD akhirnya memberikan kemudahan membayar tunggakan pajak dengan cara mencicil. (kmb31)
Nengah Mindra
Bali post/kmb31
Dibuka Bupati Mas Sumatri
Pelayanan Terpadu ’’Goes to Banjar’’ Diserbu Warga PEMKAB Karangasem menggelar kegiatan Pelayanan Terpadu ‘’Goes to Banjar”, Jumat (18/5) kemarin. Meski baru pertama digelar, namun kegiatan ini mendapat sambutan dan dukungan penuh dari masyarakat Karangasem, karena pelayanan dengan sistem jemput bola ini, cukup membantu dan memudahkan masyarakat yang tinggal jauh di pedesaan untuk mendapatkan berbagai pelayanan dari pemerintah. Kegiatan Pelayanan Terpadu Goes to Banjar dilaksanakan di Banjar Dinas Tebola, Desa Sidemen, Kecamatan Sidemen. Aktivitas itu dibuka Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri. Acara itu dihadiri Kasat Lantas Polres Karangasem serta OPD di Jajaran Pemkab Karangasem. Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri mengimbau kepada seluruh masyarakat agar memanfaatkan dengan baik program Pelayanan Terpadu Goes to Banjar ini. Dengan program ini, masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh datang ke kota- kabupaten, hanya untuk mengurus KTP dan layanan lainnya. Sebab, masyarakat hanya cukup datang ke banjar yang terdekat, dengan tempat tinggalnya masing-masing. “Saya meminta kepada petugas yang memberikan layanan, agar betul-betul melayani masyarakat dengan penuh rasa tanggung jawab,” ujar Mas Sumatri. Ditegaskannya, pelayanan publik menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan bersama sesuai amanat Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayan-
GOES TO BANJAR - Bupati Mas Sumatri saat meninjau langsung pelaksanaan kegiatan Pelayanan Terpadu Goes to Banjar. an Publik. Negara berkewajiban melayani setiap warga negara dan penduduk untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Selain itu, kegiatan Pelayanan Terpadu Goes to Banjar ini merupakan salah satu implementasi pelaksanaan visi-misi Pemkab Karangasem dalam rangka mewujudkan Karangasem cerdas, bersih, dan bermartabat berlandaskan Tri Hita Karana. Utamanya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berkarakter. “Ini terobosan cukup bagus di bidang pe-
layanan masyarakat. Tujuannya jelas mengintegrasikan dan semakin mendekatkan pelayanan, serta memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat,” tandasnya. Karena itu, kata Mas Sumatri, Pelayanan Terpadu Goes to Banjar ini dilaksanakan secara terpadu. Pelayanan terpadu ini melibatkan dan mensinergikan semua OPD, Kementerian dan lembaga-lembaga penyedia layanan di Lingkungan Pemkab Karangasem. Saat ini, sedikitnya ada 155 jenis
layanan yang disediakan Pemkab Karangasem, baik di Mal Pelayanan Publik (MPP) maupun Pelayanan Terpadu Goes to Banjar. Di antaranya pelayanan pengurusan NPWP. “NPWP ini yang sangat penting, karena kita memberikan suatu perizinan harus nyambung dengan NPWP. Jenis pelayanan lainnya itu termasuk UMKM,” ujar Bupati Mas Sumatri lebih mendetail, sembari menyebutkan testimoni masyarakat. Ternyata Pelayanan Terpadu Goes to Banjar ini sangat
diperlukan dan masyarakat meminta agar program ini terus dilaksanakan. Pada kesempatan itu, Bupati Mas Sumatri menyerahkan secara simbolis beberapa jenis layanan yang sudah selesai kepada masyarakat. Kepala DPM dan PTSP Kabupaten Karangasem I Wayan Putu Laba Erawan menegaskan, kegiatan ini bertujuan mendekatkan dan mengintegrasikan pelayanan itu sampai pada tingkat banjar-banjar di wilayah Karangasem. “Ada sebanyak 154 layanan yang disediakan dalam Pelayanan Terpadu Goes to Banjar ini. 98 jenis layanan perizinan dan 56 di antaranya layanan nonperizinan, dengan jumlah petugas yang melayani sebanyak 108 orang,” tegas Laba Erawan. Dalam kegiatan Pelayanan Terpadu Goes to Banjar ini, juga ada pelayanan SIM Keliling yang diselenggarakan Sat. Lantas Polres Karangasem, layanan KB, vaksinasi binatang, layanan kesehatan gratis, dan layanan mobil perpustakaan keliling. Dari sebanyak 162 layanan yang disediakan, tercatat 777 orang yang terlayani dalam satu hari itu. “Memang sangat terbantu. Kami mau mengurus perpanjangan SIM dan mengurus KTP dan Akta Kelahiran tidak perlu jauh-jauh lagi ke kota. Ya… kalau bisa pelayanan terpadu dengan cara jemput bola seperti ini lebih sering dilakukan dan terjadwal sehingga memudahkan kami masyarakat di pedesaan,” ucap I Wayan Darmanta, salah satu warga setempat di lokasi kegiatan. (ad1017)
Melahirkan Prematur, Ditandu Sejauh 4 Km Tinggal di gubuk sederhana yang jauh dari perkampungan tak membuat pasangan suami-istri I Wayan Suartana (40) dan Ni Luh Suriani (38) kehilangan kebahagiaan. Sehari-hari kehidupan pasutri itu bahagia bersama anak-anaknya. Mereka hanya mengandalkan hidupnya dari bertani. Memang kehidupan warga Banjar Dukuh, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Karangasem itu cukup bahagia meskipun kemiskinan masih membayangi mereka. Lalu, bagaimanakah lika-liku kehidupan pasutri ini terutama ketika menerima masalah yang tidak dikehendaki, yakni melahirkan anak prematur?
Bali Post/kmb
MELAHIRKAN PREMATUR - Babinsa bersama Bhabinkamtibmas Desa Sibetan dan tim dari Puskesmas Bebandem mengevakuasi Luh Suriani yang melahirkan prematur di rumahnya di Banjar Dukuh, Desa Sibetan, Bebandem.
PASUTRI ini dikaruniai empat orang anak. Si bungsu lahir Kamis (17/5) siang lalu. Namun, kebahagiaan mereka menyambut hadirnya si jabang bayi mengalami masalah. Sang bayi berjenis kelamin laki-laki itu lahir prematur ketika usia kehamilan Suriani baru 7,5 bulan. Ironisnya, bayi mereka lahir di rumah mereka. Yang menjadi permasalahan sangat krusial yakni jarak tempat tinggalnya sekitar empat kilometer dari jalan raya. Persalinan Suriani sejatinya sudah dibantu bidan desa Ni Wayan Kanis. Proses persaliannya pun berjalan lancar. Akan tetapi, pascamelahirkan kondisi Suartini lemah. Hal itu mem-
buat sang bidan desa memutuskan untuk merujuk pasiennya ke RSUD Karangasem. Proses merujuk itu menjadi sangat sulit. Pasalnya, rumah pasutri itu bukan hanya jauh dari jalan raya, tetapi akses jalannya sangat berat. Maklum, rumah mereka berada di bawah lembah. Karena itu, tempat tinggal pasutri ini hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Mendapat kabar dari sang bidan desa, tim medis Puskesmas Bebamdem berkoordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Sibetan. Sekitar pukul 15.00 Wita, rombongan Puskesmas Bebandem bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas sudah tiba
di lokasi. Tanpa pikir panjang, diputuskan Suartini dievakuasi dengan cara ditandu. Perjuangan ‘’tim penyelamat’’ itu mirip perjalanan pasukan Pahlawan Nasional Jenderal Besar Sudirman pada zaman perang kemerdekaan dulu. Dengan perjuangan yang sangat berat, melewati jalan setapak yang menanjak terjal. Setelah satu jam 15 menit dan pukul 16.15 Wita, rombongan berhasil mencapai jalan raya. Di sana sudah menunggu ambulans yang langsung membawa Suartini ke RSUD Karangasem. ‘’Masalahnya bayi itu lahir prematur. Beratnya hanya 1,8 kg,’’ ucap Ni Kadek Ari Suhartini, salah satu anggota tim medis Puskesmas Bebandem, yang ikut dalam proses evakuasi tersebut. Sampai Jumat (18/5) kemarin, Suartini dan bayinya masih dirawat di RSUD Karangasem. Humas RSUD Sang Ayu Damayanti mengatakan, ibu dan bayinya itu dirawat di ruang berbeda. Sang ibu di Sal Kamboja, sedangkan bayinya masih ruang perinatologi. ‘’Kondisinya sudah baik. Tadi sudah diambil tindakan steril,’’ jelasnya. (kmb)
GIANYAR
Sabtu Wage, 19 Mei 2018
9
Korsleting Listrik, Galeri Lukisan di Ubud Terbakar
KEBAKARAN - Petugas pemadam kebakaran saat berupaya memadamkan api.
Bali Post/ist
Gianyar (Bali Post) Kebakaran menimpa galeri lukisan, Taman Galeri, di Jalan Lingkungan Taman Kelod, Kelurahan Ubud, Jumat (18/5) kemarin. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp 150 juta. Penyebab kejadian diduga korsleting listrik. Kapolsek Ubud Kompol Raka Sugita mengungkapkan, galeri tersebut merupakan milik Gusti Putu Oka Adnyana. Kronologi kejadian bermula saat tetangga korban, Dewa Suardana, pagi kemarin melihat kepulan asap dari galeri tersebut. Adnyana kemudian memberitahukan hal ini kepada pemilik galeri. Setelah ditelusuri, ternyata bangunan 8x5 meter yang berisikan koleksi lukisan tersebut telah dilalap api. Pemilik galeri beserta warga setempat lantas berupaya memad-
amkan api dengan alat seadanya. Sayangnya api bukannya padam melainkan membesar. Kerabat korban pun lantas menghubungi petugas pemadam kebakaran. Tak berselang lama, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung berupaya menjinakkan api. Sekitar 15 menit kemudian atau pukul 08.45 Wita, api berhasil dipadamkan dan tidak sampai menjalar ke bangunan lain di sekitarnya. ‘’Penyebabnya karena korsleting listrik. Pemilik sudah menganggap kebakaran ini musibah. Tidak menyalahkan siapa-siapa,’’ kata Raka. Kepala Satpol PP Gianyar Cokorda Gde Agusnawa menyatakan, setelah mendapat laporan dari warga, petugas langsung turun ke lokasi kejadian. Sebanyak empat unit armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api. (kmb25)
Operasi Pekat Agung Jelang Galungan, Penjual Talenan Kewalahan Penuhi Pesanan Gianyar (Bali Post) Hari raya Galungan merupakan berkah tersendiri bagi penjual talenan di Kabupaten Gianyar. Hal ini lantaran permintaan talenan jelang hari raya umat Hindu tersebut mengalami peningkatan cukup signifikan. Bahkan, sejumlah pedagang mengaku kewalahan untuk memenuhi pesanan. Di Kabupaten Gianyar, penjual talenan bisa dijumpai di wilayah Desa Temesi. Di sana berjejer beberapa pedagang yang semuanya berasal dari Desa Terunyan Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli. Salah seorang pembuat dan penjual talenan, Wayan Rudi, di kawasan tersebut mengungkapkan di hari biasa, rata-rata talenan yang laku antara 15 hingga 20 buah per hari. Sedangkan jelang Galungan, penjualan meningkat hingga dua kali lipat yakni sekitar 40 buah per hari. Pembeli berasal dari sejumlah daerah di Bali. Harga talenan yang ditawarkannya bervariasi, tergantung ukuran. Talenan berdiameter 30 cm dijual dengan harga Rp 45 ribu dan berdiameter 40 cm seharga Rp 70 ribu. Untuk ukuran yang lebih besar yakni 65 cm dibanderol Rp 200 ribu. Akibat permintaan melonjak, pihaknya pun mengaku cukup kewalahan memenuhi permintaan. Apalagi saat ini ba-
han baku talenan berupa kayu celagi atau asem tidak mudah didapatkan. Sebelumnya, dia mendapatkan pohon asem di wilayah Bangli dan Gianyar. ‘’Tetapi karena pohon jenis ini makin langka, saya mencari bahan baku sampai ke Kabupaten Buleleng,’’ ungkapnya. Untuk bahan baku, Rudi membelinya per pohon. Harganya tergantung ukuran pohon tersebut. Per satu pohon celagi biasanya dibelinya di kisaran Rp 1 juta hingga Rp 3 juta. Bahan baku yang makin langka akan membuat harga talenan meningkat. Selain celagi, batang pohon jeruk Bali juga bisa digunakan sebagai bahan baku talenan. Tetapi lagi-lagi, jenis pohon ini juga terbilang langka. Memang ada jenis lain seperti kesambi dan intaran. Namun jika berbicara kualitas, kayu kesambi dan intaran masih kalah dibandingkan celagi. ‘’Misalnya kalau talenan dari intaran, itu bisa bikin rasa pahit pada makanan,’’ kata Rudi. Rudi tidak hanya memasarkan talenen dengan menjajakannya di pinggir jalan. Dia juga menerima pesanan dari pedagang dari daerah Badung dan Denpasar. ‘’Kalau yang paling banyak mesan itu dari pedagang Pasar Beringkit. Biasanya diambil sebulan sekali,’’ ujarnya. (kmb25)
Tetapkan 33 Orang Tersangka, 9 Ditahan
Gianyar (Bali Post) -
Polres Gianyar menggelar Operasi Pekat Agung 2018 mulai 27 April hingga 17 Mei lalu. Hasilnya, sebanyak 33 orang diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka. Namun, hanya sembilan di antaranya ditahan. Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo, Jumat (18/5) kemarin menyampaikan, 33 orang yang terjaring dalam operasi terlibat dalam berbagai kasus, seperti pencurian, perjudian, peredaran minuman beralkohol tak berizin hingga penyalahgunaan narkoba. Dalam operasi yang berlangsung selama 24 hari tersebut, petugas mengamankan barang bukti, seperti tuak, arak, sepeda motor, sepeda, aki, uang, mesin pemotong dan HP. Dijelaskannya, hanya sembilan tersangka yang ditahan untuk diproses lebih lanjut. Sedangkan 24 lainnya tidak ditahan lantaran mereka hanya dikenakan tindak pidana ringan (tipiring). Pada operasi kali ini, keseluruhan target operasi berhasil dituntaskan. Selain yang sudah menjadi target operasi, polisi juga mengungkap kasus lainnya.
Priyanto memaparkan, untuk pencurian polisi berhasil mengungkap enam kasus dengan tujuh tersangka. Enam tersangka ditahan, sementara satu tersangka tidak ditahan karena termasuk pencurian ringan, yakni mencuri jagung sebanyak dua kampil. Pada kasus narkoba, petugas mengamankan seorang pengusaha kain dengan barang bukti sabu-sabu dengan berat neto 0,22 gram. Di kasus judi, jajaran Polres Gianyar berhasil mengungkap tiga kasus dengan 12 tersangka. Rinciannya, praktik judi ceki di sebuah rumah di Banjar Gelgel Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh. Sebanyak lima pelaku beserta barang bukti uang Rp 500 ribu diamankan. Di Banjar Jati Desa Sebatu Kecamatan Tegallalang, polisi mengamankan enam orang dan uang Rp 900 ribu. Ke
Bali Post/ded
OPERASI PEKAT - Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo (tengah) beserta jajarannya saat menunjukkan barang bukti dan tersangka yang terjaring dalam Operasi Pekat Agung 2018. 11 tersangka tidak ditahan lantaran dikenakan tipiring. Sementara untuk pelaku judi togel di rumah kos di Banjar Apuan Kecamatan Sukawati, polisi melakukan penahanan. Pada kasus peredaran minuman beralkohol, petugas
menyisir beberapa wilayah. Sejumlah pedagang diamankan. Penjual minuman beralkohol jenis tuak dan arak ini dikenakan tipiring dengan ancaman tiga bulan penjara. Lebih lanjut Priyanto mengatakan, pihaknya juga menyasar premanisme. Namun
dari hasil penyelidikan, tidak ditemukan aksi pemalakan atau pemerasan di tempattempat usaha maupun tempat keramaian. ‘’Kalau ada, saya sudah perintahkan Buser untuk menangkap. Karena itu juga instruksi Kapolda,’’ tegas Priyanto. (kmb25)
BNNK Numpang di Rumah Dinas Camat
Dapur Jadi Ruang Kasi, Garasi Disulap Jadi Ruang Staf
Bali Post/ded
TALENAN - Penjual talenan kebanjiran order jelang hari raya Galungan.
SOSOK Sentra HaKI HAK atas Kekayaan Intelektual (HaKI) adalah hak eksklusif yang diberikan kepada seseorang atau sekelompok orang atas karya ciptaan, hasil buah pikiran atau intelektualitas manusia. HaKI sejauh ini belum banyak didaftarkan para pengusaha atau perajin. Padahal HaKI merupakan tanda pengenal dan pembeda produk yang satu dengan lainnya, sehingga bisa mencegah pihak lain menggunakan merk tersebut. HaKI juga sebagai sebuah perlindungan hukum terhadap produk-produk yang dihasilkan perajin. “Untuk itulah pemerintah terus gencar mensosialisasikan HaKI ke masyarakat,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gianyar Wayan Suamba, Jumat (18/5) kemarin. Dijelaskan, pihaknya bersinergi dengan Kantor Wilayah Hukum dan HAM Provinsi Bali untuk menggelar workshop pembentukan sentra HaKI. Sentra HaKI diharapkan mampu menjadi leading sector untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat di Provinsi Bali, khususnya Gianyar untuk mendaftarkan HaKI. Suamba berharap hal ini mampu mendorong para pengusaha dan perajin di Gianyar untuk saling mengingatkan pentingnya HaKI serta informasi terkait di dalamnya. “Ke depan diharapkan perajin dan pengusaha yang sudah memahami pentingnya HaKI bisa menjadi volunteer untuk menyebarluaskan informasi HaKI kepada temanteman pengusaha lainnya,” kata Suamba. (ded)
Terbentuk enam tahun lalu, tahun 2018 ini BNNK Gianyar akhirnya dibangunkan kantor baru. Sebelumnya lembaga yang menangani penanggulangan bahaya narkotika ini menempati bangunan pinjaman yakni rumah dinas camat Blahbatuh. Karena bukan berfungsi sebagai kantor, jajaran BNNK harus menyulap beberapa bagian bangunan di rumah dinas camat tersebut agar dapat dimaksimalkan untuk mendukung kinerja yang sebenarnya dapat dikatakan cukup penting. Dapur dan garasi pun tidak lagi untuk masak dan parkir kendaraan. KANTOR Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar yang berlokasi di Jalan Kebo Iwa No. 5 Blahbatuh akan dibangun ulang. Proyek dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Gianyar dengan anggaran Rp 1,95 miliar dalam waktu dekat ini. Jajaran BNNK Gianyar pun harus pindah untuk sementara waktu selama proses pembangunan. Kepala BNNK Gianyar AKBP Made Pastika, Jumat (18/5) kemarin, mengungkapkan pihaknya tengah mencari kantor sementara. Salah satu opsi berkoordinasi dengan Pemkab Gianyar untuk pe-
minjaman gedung. ‘’Sudah dicarikan Pemkab. Maunya di kantor peternakan. Tapi kita tunggu bagaimana hasilnya,’’ ujarnya. Dijelaskannya, BNNK Gianyar terbentuk enam tahun lalu. Ketika itu BNNK belum memiliki kantor sehingga terpaksa harus mengontrak bangunan. ‘’Setelah 2-3 tahun, saya berpikir, apakah akan ngontrak terus? Akhirnya saya komunikasikan dengan pemerintah daerah. Kita koordinasi waktu itu, saya mohon kantor di rumah dinas camat. Di situ ada MoU pinjam pakai. Lalu tahun 2015 kita pindah ke sana sampai sekarang,’’ ujar Pastika.
Rumah dinas Camat Blahbatuh yang digunakan sebagai kantor BNNK Gianyar luasnya kurang dari lima are. Pastika menyebut, pihaknya harus menyiasati luas dan kondisi bangunan yang dirancang sebagai rumah tersebut agar mampu memenuhi kebutuhan operasional BNNK Gianyar. Contohnya, ruang yang semula difungsikan dapur dijadikan ruang Kasi P2M dan garasi disulap menjadi ruangan perkantoran. ‘’Semua kebutuhan ruangan selama ini masih bisa dikatakan cukup. Tapi, khusus ruang tahanan kita tidak ada di kantor. Kita biasanya nitip tahanan di rutan Gianyar,’’ jelasnya. Lebih lanjut diungkapkannya, setelah sekian tahun berkantor di rumah dinas Camat, pihaknya kemudian kembali berkoordinasi dengan Pemkab Gianyar maupun Pemprov Bali untuk membangun kantor baru yang lebih representatif. Akhirnya BNNK bekerja sama dengan Pemkab Gianyar. Pembangu-
Bali Post/ded
BNNK - Kantor BNNK Gianyar yang akan dibangun ulang. nan gedung pun disetujui dan dianggarkan di APBD 2018. ‘’Targetnya akhir tahun ini sudah rampung,’’ katanya. Terkait kepegawaian, Pastika menyampaikan saat ini jumlahnya 22 orang, yang terdiri dari empat pegawai
rekrutan dari pusat, 11 dari Pemkab Gianyar dan tujuh pegawai dari unsur kepolisian. Tiap tahun biasanya terdapat penambahan pegawai. Namun untuk kali ini pihaknya masih menunggu formasi dari pusat. (ded)
JEMBRANA
10
Sabtu Wage, 19 Mei 2018
Ada 56 Kapal Beroperasi di Selat Bali
Kepala UPP Gilimanuk Sebut 70 Persen Bekas Negara (Bali Post) – Insiden kebakaran kapal penumpang KMP Labitra Adinda di Selat Bali menambah rentetan kecelakaan laut di penyeberangan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali itu. Selama kurun waktu 10 tahun terakhir, tercatat sudah beberapa kali terjadi kecelakaan laut, bahkan di antaranya hingga menelan korban jiwa. Dari catatan, kejadian yang paling mengenaskan terjadi pada tahun 2016 lalu. KMP Rafelia 2 tenggelam di Selat Bali. Kecelakaan laut itu menelan korban meninggal hingga enam orang dan puluhan kendaraan ikut tenggelam. Dua di antaranya merupakan ibu dan bayinya. Dua tahun pascakecelakaan laut tersebut, sejumlah evaluasi dilakukan. Salah satunya dengan mengharuskan seluruh penumpang mengisi identitas untuk melengkapi manifest. Begitu
juga dipasanginya jembatan timbang di setiap loket terutama untuk loket kendaraan roda empat dan kendaraan barang. Dengan demikian dapat dipastikan berat beban kendaraan yang akan naik ke kapal. Saat ini penyeberangan antarpulau dengan jarak sekitar tujuh mil ini merupakan salah satu penyeberangan
terpadat di Indonesia. Tercatat ada 56 kapal eksisting atau yang siap digunakan. Namun untuk mengantisipasi padatnya penyeberangan hanya dioperasikan maksimal 32 kapal. Jalur penyeberangan ini juga rentan terjadi kapal terseret arus dikarenakan karakteristik arus laut yang cukup kuat. Baik di Pelabuhan Ketapang maupun
Pelabuhan Gilimanuk. Tak jarang, hampir setiap bulan ada kejadian kapal terseret arus hingga kandas. Kepala Unit Pelaksana Pelabuhan (UPP) Kelas III Gilimanuk Nyoman Suryantha saat ditemui, Jumat (18/5) kemarin, membenarkan faktor alam yang sering memicu terjadi kapal kandas. ‘’Di Selat Bali, cuaca cepat sekali berubah. Kemarin saja waktu kejadian (kapal terbakar) penyeberangan diselimuti kabut,’’ katanya. Menurutnya, nakhoda harus jeli ketika terjadi arus kuat tersebut. Diakui Suryantha, hampir 70 persen kapal yang
beroperasi merupakan kapal bekas yang didatangkan dari luar negeri. ‘’Memang kelihatan baru, tapi sebenarnya itu hanya catnya saja. Sebenarnya itu barang bekas yang tahun produksinya di bawah tahun 2000-an. Tapi semuanya sudah memiliki izin,’’ tambahnya. Terkait tahun pembuatan, UPP tidak mencatatnya. Namun masing-masing kapal memegang dokumen tersebut. ‘’Justru kondisi kapal itu, pengawasan atau pengecekan kami lakukan dengan ketat. Baik itu pengecekan fisik maupun administrasi
kapal yang akan berlayar,’’ katanya. Terkait dengan musibah yang dialami KMP Labitra Adinda milik PT Karya Maritim Indonesia, menurutnya, dari koordinasi yang dilakukan penyebab kebakaran diduga dipicu korsleting listrik atau arus pendek pada mesin bagian belakang kapal. Namun hal itu baru dugaan, sebab pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) baru akan melakukan investigasi. Sementara itu, berdasarkan catatan Pos UPP di Pelabuhan Gilimanuk, KMP Labitra Adinda saat terbakar
merupakan trip yang kedua. Dari hasil pengecekan petugas sesuai SOP sebelum berlayar, baik administrasi maupun kondisi fisik kapal tersebut sudah dinyatakan layak. Kapal juga sudah mendapatkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) pada pukul 14.30 Wita. Setelah satu jam berlayar kapal tersebut terbakar ketika hendak bersandar di dermaga Pelabuhan Ketapang. KMP Labitra Adinda mengangkut 25 penumpang, 5 unit truk besar, kendaraan kecil (mobil) 1 unit, 5 unit truk tronton dan 2 sepeda motor. (kmb26)
Canangkan BBGRM XIV Tahun 2018
SOSOK
Bupati Artha Tekankan Bukan Kerja Sosial Semata
Bali Post/olo
Partisipasi Aktif TEREALISASINYA agenda percepatan sertifikasi tanah membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan. Mulai dari masyarakat pemilik tanah itu sendiri, pemerintah desa/kelurahan dan pemerintah daerah. Program PTSL merupakan salah satu dari tiga agenda strategis pemerintah melalui Kementerian ATR/BPN, selain reforma agraria dan pengadaan tanah untuk pembangunan, khususnya infrastruktur. ‘’Pemilik tanah harus menyiapkan bukti kepemilikan atau penguasaan dengan menunjukkan dan memasang tanda batas tanahnya. Pemerintah desa menjembatani kepentingan masyarakat dengan petugas BPN, termasuk juga pemerintahan daerah harus secara terus-menerus mendorong percepatan sertifikasi tanah melalui berbagai fasilitas maupun bantuan pembiayaan yang berasal dari APBD,’’ ujar Kepala ATR/BPN Kantor Petanahan (Kantah) Jembrana I Made Sujana. Dari total 141.394 bidang tanah yang tersebar di 51 desa/ kelurahan di Kabupaten Jembrana, sampai saat ini yang telah terdaftar 123.370 bidang termasuk hasil PTSL 2017 sebanyak 22.500 bidang. Untuk itu, yang belum terdaftar 18.024 bidang yang akan diselesaikan di tahun 2018 dengan target PTSL 18.100 bidang. ‘’Sekarang kami serahkan 70 bidang sertifikat hak atas tanah untuk Desa Pergung dan 300 bidang untuk Kelurahan Tegalcangkring,’’ tambah pejabat asal Tabanan ini. Selain itu, juga 252 bidang untuk Desa Penyaringan dan 100 bidang untuk Desa Asahduren. Menurutnya, tujuan program PTSL ini untuk mempercepat dan pemberian kepastian hukum. Juga untuk perlindungan hukum hak atas tanah secara pasti, sederhana, cepat, lancar, aman, adil merata dan terbuka serta akuntabel. Dengan demikian dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat maupun ekonomi negara serta mengurangi dan mencegah sengketa konflik pertanahan. Hasil inventarisasi dari PTSL ini juga dikelompokkan menjadi empat kelas kluster. Kluster 1 (K1), bidang tanah yang memenuhi syarat untuk diterbitkan sertifikat, kluster 2 (K2) yakni bidang tanah yang data yuridisnya tidak memenuhi syarat untuk diterbitkan sertifikat karena di bidang tanah tersebut dalam keadaan sengketa atau perkara di pengadilan. Kluster 3 (K3) adalah bidang tanah yang hanya didaftarkan dalam daftar tanah karena belum memenuhi syarat untuk diterbitkan sertifikat yang disebabkan subjek atau objeknya tidak diketahui keberadaannya. Terakhir kluster 4 (K4), bidang tanah yang sudah terdaftar/sudah bersertifikat yang belum terploting akan dipetakan sehingga memperoleh nomor identitas bidang (NIB). (olo)
BUPATI Jembrana I Putu Artha menghadiri pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XIV Tahun 2018 di Kabupaten Jembrana, bertempat di Lapangan Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Jumat (18/5) kemarin. BBGRM adalah salah satu program nasional dalam pemberdayaan masyarakat yang rutin dilaksanakan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan merupakan wahana pelestarian nilai-nilai gotong royong sebagai bagian dari budaya bangsa. Pelaksanaan BBRGM XIV Tahun 2018 di Kabupaten Jembrana juga dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Jembrana I Made Kembang Hartawan, anggota DPRD, Forum Pimpinan Daerah, Sekda, Asisten Sekda, para Kepala Dinas/Badan/Bagian di lingkungan Pemkab Jembrana. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa I Gusti Ngurah Sumber Wijaya mengatakan BBGRM di-
laksanakan selama bulan Mei di setiap desa dan kelurahan dengan memanfaatkan dana APBDes. ‘’Untuk kegiatan pencanangan ini menggunakan APBD Kabupaten. Sedangkan kegiatan di tiap desa menggunakan dana APBDes,’’ kata Sumber Wijaya. Sementara itu, Bupati Artha mengingatkan masyarakat agar tidak melihat gotong royong sebagai kegiatan kerja sosial semata. ‘’Gotong royong adalah konsepsi kebersamaan, memeratakan sumber daya bagi seluruh masyarakat. Sedangkan BBRGM adalah salah satu upaya untuk melestarikan nilai-nilai gotong royong melalui peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan,’’ ujar Bupati Artha. Dalam sambutannya, Bupati Artha mengucapkan belasungkawa terhadap para korban aksi terorisme dan mengingatkan masyarakat untuk saling peduli antarsesama di lingkungannya sebagai tindakan preventif. ‘’Kalau bisa giatkan lagi siskam-
ling, tingkatkan kepedulian pada lingkungan sekitar kita. Waspada terhadap orang-orang yang mencurigakan,’’ ucap Bupati Artha. Dalam kegiatan pencanangan BBGRM itu diisi dengan berbagai kegiatan yang mengolaborasikan atu mensinergikan program kegiatan lintas OPD. Di antaranya penandatanganan perjanjian deklarasi perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat oleh bupati, lurah dan perbekel se-Kabupaten Jembrana yang merupakan kegiatan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPPPKB). ‘’Penandatanganan perjanjian deklarasi ini menuntut komitmen para aparat desa dan kelurahan menuju Kabupaten Jembrana sebagai Kabupaten Layak Anak,’’ imbuh Ari Sugianthi Artha, Kepala Dinas PPPPKB. Selain itu dilaksanakan juga penyerahan beras segar secara simbolis
SERTIJAB – Acara sertijab Wakapolres Jembrana digelar di Mapolres Jembrana, Jumat (18/5) kemarin.
Kompol Budiartha Resmi Jabat Wakapolres Negara (Bali Post) –
Pergantian perwira di Polres Jembrana kembali dilakukan. Wakapolres Jembrana Kompol Ni Nyoman Wismawati sejak Jumat (18/5) kemarin menyerahkan jabatan kepada Kompol I Komang Budiartha. Upacara serah terima jabatan (sertijab) Wakapolres digelar di Lapangan Apel Polres Jembrana. Kapolres Jembrana AKBP Budi P. Saragih yang memimpin upacara menyampaikan mutasi jabatan adalah dinamika organisasi. Mutasi dan pergeseran tempat penugasan merupakan bentuk pengembangan karier perwira. Sebab, perlu penyegaran atau promosi jabatan sehingga karier perwira dapat meningkat sesuai dengan kinerja dan kepangkatan yang disandangnya. Pergantian dalam jabatan akan senantiasa terjadi seirama dengan dinamika perubahan yang memerlukan perhatian, kewaspadaan
dan kecermatan analisa. “Ini agar kita tidak terlambat mengantisipasi perkembangan situasi serta bertindak dengan cepat, tepat dan benar sesuai dengan prosedur. Namun demikian, satu hal yang tidak boleh berubah yaitu identitas dan jati diri kita sebagai insan Bhayangkara yang taat hukum yang senantiasa melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat sehingga masyarakat merasa aman untuk melaksanakan aktivitas,” kata Kapolres Jembrana. Pergantian ditandai dengan pelepasan tanda jabatan dari Wakapolres Jembrana lama dan selanjutnya dikenakan kepada pejabat baru. Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara oleh pejabat lama dan pejabat baru. Sementara Kompol Ni Nyoman Wismawati dimutasi dan menduduki jabatan sebagai PS Kasubdit 1 Direktorat Intelkam Polda Bali. (kmb26)
PENCANANGAN – Bupati Jembrana I Putu Artha didampingi Wabup Kembang Hartawan membuka pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) di Pergung, Jumat (18/5). kepada lansia, KK miskin oleh Dinas Pertanian dan Pangan. Penyerahan sertifikat dari Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan
Pertanahan Nasional secara simbolis serta penanaman pohon di sekitar areal Lapangan Pergung. (ad1013)
Mangkrak, Belasan Kios di Eks Pasar Seni Gilimanuk Negara (Bali Post) –
Puluhan kios di eks Pasar Seni Gilimanuk hingga kini masih mangkrak. Kios yang masing-masing sudah dilengkapi meteran listrik tersebut terlihat kumuh dan suram lantaran tidak difungsikan. Namun dibandingkan dengan tahun sebelumnya, loronglorong kios tersebut lebih bersih. Bangunan-bangunan liar yang sebelumnya terpasang di teras kios dan di atas jalan, sudah dibongkar. Dari pengamatan Jumat (18/5) kemarin, kios-kios tersebut sebagian besar tutup. Pintu rolling door nampak tertutup rapat. Di antaranya ada juga yang terlihat digunakan, namun bukan untuk keperluan berjualan. Menurut warga, kios di bagian dalam itu memang jarang diminati karena sepi. Selain itu lokasinya yang berada di dalam lorong atau di tengah, sama sekali tak ada yang datang. Berbeda dengan kios-kios yang berada di bagian luar atau menghadap parkir manuver yang masih bertahan. Bahkan sebelumnya di lorong tersebut sering digunakan untuk tempat tinggal sementara (menginap) para gelandangan. Karena tak difungsikan, muncul bangunan liar. Saat ini bangunan dari kayu itu sudah dibongkar.
Pascadisidak Bupati dan Ketua DPRD beberapa waktu lalu, kondisi lorong lebih bersih dibanding sebelumnya. Dari informasi, seluruh bangunan kios di eks pasar seni itu merupakan aset pemerintah daerah. Seperti halnya juga parkir manuver yang saat ini dikelola Dinas Kelautan, Perikanan dan Perhubungan. Namun belum diketahui akan digunakan untuk apa aset pemkab tersebut. Lurah Gilimanuk Gede Wariana Prabawa saat dikonfirmasi mengatakan kios-
kios itu tetap masih dalam pengawasan pihak kelurahan. Saat ini bangunan liar yang sebelumnya banyak terpasang sudah dibongkar. Tetapi untuk keberlanjutan pihaknya belum mengetahui pasti. Yang jelas pihaknya berupaya menjaga agar kondisinya bersih, terutama dari bangunan liar dan pemanfaatan yang tidak sesuai. Ada sekitar 32 kios yang merupakan aset pemkab. Dari jumlah tersebut, ada beberapa yang digunakan. Sisanya memang belum difungsikan. (kmb26)
Bali Post/olo
KIOS – Sejumlah kios di eks Pasar Seni Gilimanuk yang belum difungsikan hingga saat ini.
Sabtu Wage, 19 Mei 2018
Dewan Usulkan Koperasi Bermasalah Dibubarkan Singaraja (Bali Post) – DPRD Buleleng mengusulkan agar pemerintah mencabut izin Badan Hukum (BH) koperasi yang masuk kategori kolaps. Ini penting karena koperasi dengan kondisi ini dibiarkan, akan merusak citra perkoperasian di Buleleng. Bahkan, pencabutan ini penting dibandingkan pemerintah mengeluarkan biaya untuk membina koperasi yang kolaps tersebut. Hal itu diungkapkan Sekretaris Komisi III DPRD, Wayan Masdana, saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kepala Dinas Koperasi UKM belum lama ini di gedung DPRD Buleleng. Lebih jauh, dewan yang akrab dipanggil Anok ini mengatakan, selama ini dirinya mengamati koperasi di Buleleng banyak yang dalam kondisi kolaps. Kondisi ini terjadi akibat lemahnya manajemen pengurus dan juga karena konflik internal. Meskipun banyak koperasi yang bermasalah, Masdana menilai pemerintah belum mengambil tindakan tegas. “Kalau ini dibiarkan dan dikeluarkan biaya untuk membina tetap saja tidak akan menyelesaikan persoalan. Makanya, cara satu-satunya adalah pemerintah harus mengambil langkah tegas dengan mengikuti mekanisme,” katanya. Menurut Masdana, dibandingkan pemerintah mengeluarkan anggaran hanya untuk membina koperasi yang bertahun-tahun kolaps, maka solusi efektif adalah mencabut izin BH koperasi tersebut. Tidak saja untuk membersihkan data-data koperasi yang bermasalah, dengan upaya ini pemerintah juga tidak perlu lagi susah payah mengeluarkan anggaran mengembalikan koperasi tersebut. Apalagi, Dinas Koperasi selama ini mendapat alokasi terbatas, maka dana itu bisa dialokasikan untuk program yang lebih penting. Sedangkan, jika ada usulan pembentukan koperasi yang baru, maka hal itu harus tetap didorong oleh pemerintah. Dengan demikian, koperasi baru ini akan mengganti koperasi yang sebelumnya telah dibubarkan. Untuk menjaga koperasi yang dikategorikan sehat, perlu ada pembinaan terintegrasi dengan instansi terkait. “Kalau pendapat saya, buat apa ada koperasi banyak lalu itu kebanyakan kolaps tidak bisa dibina, dan tidak mengadakan rapat anggota tahunan (RAT). Makanya, sekarang bubarkan saja yang bermasalah dan fokus bina yang masih sehat, maka kondisinya akan jauh lebih baik dari yang terjadi sekarang ini,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UKM Buleleng Nyoman Swatantra mengatakan, dari 341 koperasi sampai tahun ini ada 49 koperasi yang dinyatakan tidak aktif. Dua koperasi lain sebelumnya masuk koperasi bermasalah, namun setelah dibina kedua koperasi itu kembali tumbuh dan berkembang. Terkait usulan dewan mencabut izin BH koperasi yang bermasalah, mantan Kepala Dinas Pertanian (Distan) Buleleng ini menyatakan sependapat dengan hal itu. Untuk itu, Dinas Koperasi UKM telah mengusulkan pencabutan izin BH koperasi sakit ke Kementerian Koperasi UKM. Hanya, tidak semua usulan pencabutan itu dapat disetujui, karena seluruh syaratnya harus dipenuhi. “Kalau yang bermasalah itu memang dari dulu sudah ada dan dua di antaranya sudah berhasil kami bina sekarang kembali aktif. Yang lain, kami usulkan terus ke kementerian untuk pembubaran lembaganya,” katanya. Di sisi lain, Swatantra mengatakan, selain membersihkan data koperasi yang bermasalah itu, pihaknya tetap memfasilitasi pembentukan koperasi baru. Selain itu, keberadaan Koperasi Unit Desa (KUD) atau koperasi tani ternak dengan perlahan akan dilakukan pembinaan. Dengan demikian, lembaga yang sekarang bermasalah itu kembali aktif. (kmb38)
Banyak Perda Kedaluwarsa, Pemkab Diminta Lakukan Evaluasi
Singaraja (Bali Post) – Pemkab Buleleng diharapkan lebih rajin melakukan evaluasi peraturan daerah (perda) yang sudah disusun. Pasalnya, banyak produk hukum masa berlakunya sudah kedaluwarsa. Bahkan, diduga ada produk hukum bertentangan dengan regulasi yang lebih tinggi. Kalau ini dibiarkan berlarut-larut, dipastikan penerapannya tidak rasional dengan situasi real di lapangan. Itu diungkapkan Ketua Komisi I DPRD Buleleng Putu Mangku Mertayasa, beberapa waktu lalu. Dia mengatakan, produk hukum mulai dari Perda dan Peraturan Bupati (Perbup) tidak relevan lagi dengan perkembangan di daerah. Jumlah produk hukum yang seperti itu pun diperkirakan cukup banyak. “Berapa jumlahnya kami masih cari data dan apa pun itu masalah ini harus dievaluasi, sehingga cocok dengan perkebangan terbaru di daerah kita dan juga relevan dengan regulasi di atasnya,” katanya. Menurut Mertayasa, dari sisi norma dan masa berlakunya perda atau perbup sudah melewati batas waktu yang harus sudah direvisi. Sesuai ketentuan, setiap produk hukum bisa direvisi setelah berlaku 5 tahun dan paling lama 10 tahun. Sedangkan, dari sisi norma, produk hukum di atasnya sudah disempurnakan atau bahkan diganti. Dia mencontohkan, Perda tentang Jalur Hijau yang keberadaannya sudah mencapai 20 tahun. Jika dikaitkan dengan situasi sekarang ini, maka aturannya dipastikan tidak sesuai lagi. Selain meninjau produk hukum yang kedaluwarsa, Mertayasa juga mengingatkan kembali penerapan produk hukum yang masih berlaku. Ini karena kerap terjadi di lapangan, ketika norma hukum sudah menyatakan dilarang, masih saja ada kebijakan. “Perda ini semestinya sudah dua kali direvisi. Produk hukum semacam ini seharusnya dievaluasi sehingga memberikan kepastian hukum,” jelasnya. Kabag Hukum Sekkab Buleleng Gede Bagus Barata, Jumat (18/5) kemarin, membenarkan banyak perda maupun perbup yang perlu dievaluasi karena pemberlakuannya sudah di atas lima tahun. Dia juga mengakui kalau ada produk hukum terkesan tidak relevan lagi baik dengan aturan yang lebih tinggi di atasnya maupun dengan situasi terbaru di daerah. Atas kondisi ini, pihaknya sependapat dengan keinginan dewan melakukan evaluasi. Untuk itu, pihaknya segera berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait yang membidangi. (kmb38)
BULELENG
11
Ribuan KK Masih Huni Rumah Tak Layak Singaraja (Bali Post) -
Ribuan kepala keluarga (KK) di Kabupaten Buleleng masih menghuni rumah tak layak. Hal tersebut diusulkan pemerintah desa ke pemkab untuk penanganannya. Namun, akibat keterbatasan anggaran, belum seluruhnya bisa tersentuh. Plt. Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Buleleng Ni Nyoman Surattini menjelaskan, sesuai data terakhir, rumah tak layak huni di Bumi Panji Sakti mencapai 8.038 yang tersebar di sembilan kecamatan. Atap, lantai, dan dinding rumah tersebut kurang memadai sehingga tidak nyaman ditempati. Beberapa juga ada yang overload, ditempati lebih dari satu kepala keluarga. “Untuk rumah tak layak huni, masih ada. Data ini usulan dari desa. Tersebar di sembilan kecamatan,” jelasnya, Jumat (18/5) kemarin. Disampaikan lebih lanjut, rumah yang demikian juga berpotensi berdampak pada gangguan kesehatan dan psikologi penghuni. Hal tersebut oleh pemkab berupaya ditangani. Hanya keterbatasan dana, me-
nyebabkan belum bisa menyentuh keseluruhan. Seperti tahun ini, baru 2.073 unit tertangani. Artinya, ada 5.965 unit yang masih luput. “Tahun ini, ada penanganan. Tetapi belum bisa keseluruhan,” jelasnya. Penanganan tersebut melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) reguler sebanyak 1.106 unit dengan dana Rp 15 juta per unit, Dana Alokasi Khusus (DAK) sebanyak 325 dengan dana Rp 15 juta per unit, BSPS strategis 136 unit dengan masing-masing anggaran Rp 30 juta, Pajak Hotel dan Restoran Kabupaten Badung 450 unit dengan dana masing-masing Rp 50 juta dan APBD 55 unit dengan dana masing-masing Rp 30 juta. “Ini sudah masuk verifikasi. Dana dari Rp 30 juta dan selebihnya untuk pembangunan baru,”
Bali Post/kmb45
MEMPRIHATINKAN - Rumah seorang warga Desa Gesing, Kecamatan Banjar, Buleleng kondisinya sangat memprihatinkan. ungkapnya. Mengingat masih banyak yang menunggu bantuan perumahan ini maka penerimanya diseleksi ketat. Terlebih yang dananya Rp 50 juta. Ini lebih dititikberatkan pada pelaksan-
aannya yang tidak swadaya dan kerusakannya paling parah. “Memang ada dananya yang berbeda. Tetapi kami tetap komitmen untuk tepat sasaran,” tegas Surattini. Jebolan Universitas War-
madewa, Denpasar ini menyebutkan penanganan rumah juga ada berupa Corporate Social Responsibility. Hanya untuk jumlahnya belum bisa disebutkan. “Ini ada setiap tahun,” sebutnya. (kmb45)
Pura Agung Jagat Benuanta Tanjung Selor
’’Pangempon’’ Minim, Setiap ’’Odalan’’ Beli Perlengkapan Upakara PEMBANGUNAN pura di luar Bali bertambah. Ini karena banyak umat tinggal di perantauan sebagai karyawan swasta, PNS, anggota TNI, dan Polri. Seperti di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara). Di kabupaten ini ada 20 kepala keluarga (KK) atau sekitar 100 jiwa dari beberapa daerah di Bali termasuk Buleleng menjadi pangempon Pura Agung Jagat Benuanta. Umat sedharma ini kebanyakan bertugas sebagai polisi, tentara, dan PNS di Pemprov Kaltara. Kendati jumlahnya minim, namun umat berhasil membangun pura megah dengan bertahap mulai tahun 2014 lalu. Tanah dan biaya pembangunan pura ini berasal dari sumbangan pemkab setempat. Sampai sekarang, pura ini ditetapkan sebagai Padma Bhuana Nusantara dan pura umum di provinsi. Pangempon yang terbatas, membuat warga Hindu di daerah kesulitan saat menggelar piodalan. Kendala yang dihadapi adalah perlengkapan upakara tidak bisa dibuat oleh ibu-ibu rumah tangga atau remaja putri. Selain itu, pemangku yang melayani umat juga terbatas. Di pura ini sekarang ada seorang pemangku yang baru dipilih setelah pemangku sebelumnya pindah bertugas ke luar Pemprov Kaltara. Ketua PHDI Pemprov Kaltara drg. Ida Bagus Sida Raharja, MPH. mengatakan, pura dibangun bertahap mu-
SEMBAHYANG – Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. bersama rombongan Orientasi Kehumasan melakukan persembahyangan di Pura Agung Jagat Benuanta, Kota Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Kamis (17/5) lalu. lai 2014 dan seluruh bangunan inti tuntas dikerjakan dengan menggelar upacara Ngenteg Linggih 2017 lalu. Pura ini berdiri di atas tanah setengah hektar dan satu areal dengan Hutan Kota Pemprov Kaltara. Pura ini berdampingan dengan Bandar Udara Tanjung Harapan Kota Tanjung Selor. Di atas lahan tersebut dibangun pura dengan susunan palinggih Padma, Penglurah, dan palinggih Taksu. Selain itu, juga dibangun pamedal (kori agung). Beberapa bangunan pendukung pura terus dilengkapi dengan mengajukan proposal bantuan kepada pemerintah daerah setempat. Tahun ini, pihaknya merencanakan membangun Gedong Simpen karena selama ini perlengkapan pura
belum disimpan dalam gedung khusus. “Awalnya, pura dibangun di Kabupaten Tarakan karena di sana umatnya lebih banyak. Setelah dibantu Pemprov Kaltara justru kita di sini tidak punya pura, sehingga kami ajukan proposal dan dikasi tanah dan dibantu pembangunannya oleh pemkab senilai Rp 300 juta. Sesuai keputusan PHDI Pusat pura ini masuk Padma Bhuana Nusantara dan diakui sebagai pura di provinsi,” katanya. Menurut pria asal Desa Patemon, Kecamatan Seririt ini, beberapa kendala dihadapi terutama saat menggelar piodalan. Kendala itu adalah sulitnya mendapatkan perlengkapan upacara yadnya yang diperlukan. Sebenarnya perlengkapan ini bisa dibuat sendiri oleh
ibu-ibu rumah tangga atau remaja putri. Namun, karena umat di daerahnya kebanyakan beristri warga lokal yang beda agama, sehingga sulit mengajari majejahitan. Umat Hindu di kota ini menggelar piodalan rutin biasanya jatuh setiap Purnama Kalima. Selain itu, kegiatan rutin juga dilaksanakan setiap minggu termasuk kegiatan pendidikan agama Hindu oleh guru agama yang ditugaskan di Pemprov Kaltara. Atas kondisi ini, beberapa perlengkapan itu terpaksa membeli dari daerah lain yang memang warga Hindu lebih banyak seperti di Kabupaten Bero. Sementara itu, sulinggih (pedanda) juga masih mencari sampai ke Balikpapan. Tidak hanya itu, pemangku juga dirasa kurang. Satu-satunya pemangku yang memang sudah dipilih untuk melayani umat sejak pura dibangun, namun karena pindah dari Kaltara, sehingga nyaris saja tidak ada pemangku yang ditugaskan di pura ini. Namun beruntung, ada pengganti, namun tetap saja keberadaannya masih dirasakan kurang. Seorang warga pangempon, Wayan Nuarta, menuturkan sebagai umat Hindu yang bertahun-tahun merantau di Kaltara mengaku terbantu dengan dibangunnya pura megah dengan desain yang sama dengan purapura umum di Bali. Sebelum dibangun pura, pria asal Desa Pujungan, Kabupaten Pu-
puan, Tabanan ini melakukan persembahyangan seadanya di rumah tinggalnya. Setelah dibangun pura, dirinya bersama istri dan anak-anaknya bisa ngaturang ayah ketika ada piodalan dan mendapat tempat yang baik untuk ngaturang bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. “Dengan pura ini, saya bersama keluarga bisa melaksanakan swadharma sebagai umat Hindu sama dengan yang dilakukan krama di Bali. Mudah-mudahan pura ini semakin diperhatikan lagi ke depannya,” jelas Nuarta yang bertugas di Polres Bulungan ini. Dana Punia Sementara itu, di sela-sela memimpin Orientasi Kehumasan ke Pemprov Kaltara, Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. menggelar persembahyangan di Pura Agung Jagat Banuanta. Persembahyangan ini selain untuk sujud bakti, Wabup Sutjidra juga menemui umat Hindu Bali yang me-ngempon pura ini. Momen ini pun dirangkai dengan penyerahan dana punia kepada pangempon pura dan menanam pohon cempaka di kawasan pura. Kunjungan ini pun disambut hangat warga pangempon pura. Mendapat kunjungan Wabup Sutjidra dan rombongan, warga Hindu di Tanjung Selor merasa diperhatikan dan berharap hubungan dengan warga Hindu di rantauan terbina dengan baik sesuai ajaran Hindu. (ad1012)
Gelar Doa Bersama
Undiksha Komitmen Perangi Aksi Radikalisme dan Intoleransi AKSI terorisme di Surabaya, Jawa Timur maupun di Mapolda Riau telah memantik perhatian. Termasuk Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja.
Berharap kejadian serupa tak terulang, seluruh civitas akademika melakukan doa bersama Jumat (18/5) kemarin. Universitas negeri di Bali Utara ini juga menyatakan komitmen
DOA BERSAMA - Undiksha menggelar doa bersama, Jumat (18/5) kemarin, berharap tidak ada lagi aksi terorisme seperti di Surabaya, Jawa Timur.
sebagai garda dalam menjaga kedamaian. Doa yang berlangsung di auditorium ini tak sebatas diikuti dosen, namun juga ribuan mahasiswa dan siswa dari beberapa sekolah maupun perwakilan dari Polres Buleleng. Di sela-sela itu diisi pembacaan puisi berkaitan dengan tragedi di Surabaya maupun Mapolda Riau. Rektor Undiksha Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. mengungkapkan acara ini juga instruksi langsung dari Menristekdikti. Sebelumnya, universitas ini sudah mengecam aksi terorisme tersebut, termasuk menentang aksi intoleransi dan radikalisme lainnya. “Ini instruksi langsung dari menteri. Seluruh civitas perguruan tinggi harus melakukan doa bersama. Kami sepakat dengan itu,” tegasnya. Disampaikan lebih lanjut, Undiksha juga berkomitmen menjadi garda terdepan da-
lam menjaga perdamaian. Ini juga menjadi catatan langsung dari kementerian. “Kami siap menjadi garda terdepan dalam mengatasi aksi-aksi intoleransi dan paham radikalisme. Kalau dosen, pegawai maupun mahasiswa melakukan hal demikian (intoleransi dan radikalisme - red), tentu diberikan sanksi tegas,” sebutnya. Acara yang berlangsung pukul 10.00 Wita ini juga dikaitkan dengan visi universitas sebagai perguruan tinggi yang unggul berdasarkan falsafah Tri Hita Karana. Ini sudah merasuk sukma di lingkaran civitas akademika. “Kita menemui atmosfer perilaku akademik yang benar-benar nyaman, damai, dan bersahabat di sini,” ucapnya. Sejauh ini, belum ditemukan mahasiswa atau dosen yang terjerumus dalam aksi radikalisme maupun perilaku intoleransi. Hal ini diharapkan
bisa berjalan berkelanjutan. “Semua kita sepakat sebagai civitas untuk selalu berada dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan semboyan bhineka tunggal ika, berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Kami akan terus kawal ini,” tandasnya. Wakapolres Buleleng Kompol Ronny R. Riantoko sangat mengapresiasi kegiatan ini karena menunjukkan dukungan kepada aparat dalam memerangi aksi-aksi negatif. “Tadi disampaikan Undiksha menolak keras aksi radikalisme maupun intoleransi. Kami sangat mengapresiasi ini,” ucapnya. Sejauh ini, situasi di Kabupaten Buleleng dinyatakan masih kondusif. Masyarakat diminta tidak khawatir dalam beraktivitas. “Namun, kami juga mengimbau masyarakat waspada berita hoax. Jangan langsung sharing,” ujarnya. (ad1018)
Penangkaran Penyu di Pantai Penimbangan
Berawal dari Nongkrong Tengah Malam PANTAI Penimbangan, Desa Baktiseraga, Buleleng menjadi salah satu tempat penangkaran penyu. Sejumlah masyarakat dan relawan terlibat di dalamnya. Penangkaran itu berawal dari sekadar nongkrong tengah malam di pantai menyaksikan penyu bertelur. Pantai Penimbangan sangat dekat dengan pusat Kota Singaraja. Hanya dijangkau beberapa menit menuju arah barat. Sejak siang, warga yang didominasi usia muda sudah ramai datang, dan semakin padat menjelang malam. Ada yang sekadar menyaksikan laut dengan gelombang yang
tak mengoyak. Ada pula yang memburu beraneka kuliner yang dijajakan banyak pedagang. Mulai dari tradisional hingga kekinian. Pantai ini tak sebatas untuk berwisata, tetapi juga memberikan edukasi pelestarian penyu. Hewan laut yang populasinya semakin terancam. Itu ditangkar di tempat yang tak terlalu luas. Tempatnya di sebelah barat Pura Segara. Hanya berjarak beberapa meter. Banyak yang menjadikan ini sebagai tontonan. Terlebih anak-anak, yang sangat jarang melihat. Bahkan, ada yang sengaja untuk datang. Penasaran
seperti apa bentuknya. Penangkaran itu tak sebatas menyelamatkan penyu yang tersangkut jaring nelayan. Namun juga telurnya untuk ditetaskan. Sejak 2015, sudah ada ribuan tukik yang dilepas ke lautan. Seorang penggagas, Putu Dedy Yastika, menuturkan upaya penyelamatan itu berawal dari hal sepele. Ketika ia bersama teman-temannya di Desa Baktiseraga nongkrong di pantai, sembari menunggu pembeli datang ke warungnya. “Awalnya hanya nongkrong di sana. Ada penyu bertelur. Itu kami tungguin sampai
larut malam. Dari itu mulai tertarik untuk melestarikan penyu,” ucapnya, Jumat (18/5) kemarin. Meski tak mendapat upah, gerakannya itu banyak yang mendukung. Perlahan semakin banyak orang yang datang untuk menyaksikan. Bahkan, itu tak hanya warga lokal, tetapi juga wisatawan asing yang kebetulan berlibur di Buleleng. “Hotel-hotel ada yang membawa wisatawannya ke sini untuk menyaksikan. Anak-anak juga banyak,” tuturnya. Seiring berjalannya waktu, apa yang dilakukan ini disusul
adanya donasi. Itu digunakan penuh untuk pemeliharaan. “Itu hanya mengandalkan donasi. Saya bersama relawan tidak dapat apa-apa. Hanya ingin menyelamatkan penyu. Ini gerakan sambil nongkrong” tegasnya. Perbekel Baktiseraga, Gusti Putu Armada, mengatakan mendukung penangkaran ini, di pantai tersebut juga dibangun patung penyu yang dananya dari donasi. Kini, masih dalam proses pengerjaan dengan ukuran cukup besar. “Itu sebagai ikon kalau di pantai ada penangkaran penyu,” terangnya. (sos)
Bali Post/sos
TUKIK - Pelepasan tukik di Pantai Penimbangan beberapa waktu lalu.
KLUNGKUNG
12
Sabtu Wage, 19 Mei 2018
Aya dan Laras
Perkenalkan Nusa Penida di Setiap Kesempatan KEPULAUAN Nusa Penida Kabupaten Klungkung kini tengah tersohor sebagai salah satu tujuan wisata dunia di Bali. Tak tanggung-tanggung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung terus menggenjot pembangunan infrastruktur pendukung destinasi wisata tersebut. Promosi pun gencar dilakukan. Tidak hanya pemerintah dan stakeholder terkait yang mengambil peran di dalam mempromosikan Nusa Penida. Akan tetapi, panyanyi dua bersaudara, Aya dan Laras, pun mengambil langkah yang sama. Mereka mempromosikan pariwisata di Nusa Penida di setiap kesempatan, ketika show dan mengisi event berskala nasional maupun internasional. Meskipun belasan tahun tinggal di Kanada bersama kedua orangtuanya, Aya dan Laras tidak pernah lupa akan tanah leluhurnya. Paham betul dan terbiasa dengan keramahtamahan serta budaya orang Kanada, mereka sempat canggung dengan budaya masyarakat Bali pada saat kembali ke Bali. Hal ini bukan karena mereka tidak mencintai budaya Bali, namun karena mereka jarang ke Bali selama tinggal di Kanada. Kendati demikian, gadis belia asal Desa Batumadeg, Nusa Penida ini mengaku selalu bangga dengan tanah kelahirannya. Bahkan, setiap kali tampil di depan publik, baik di dalam maupun di luar negeri, mereka selalu membawa nama Nusa Penida. Pada saat mereka menetap di Kanada, mereka tidak malu untuk menyebut pulau leluhurnya itu. Begitu pun saat mereka tampil di event seni seperti saat mereka tampil di event internasional Ubud Writers & Readers Festival, beberapa waktu lalu. Begitu juga saat mereka tampil di TV nasional, seperti saat mereka diundang dalam program ‘’Little VIP’’, mereka selalu bangga untuk menyebut nama Pulau Nusa Penida. Termasuk saat diundang sebagai guest star oleh Green School, mereka tetap memperkenalkan diri dengan menyebut nama pulau di mana mereka berasal. ‘’Kita harus bangga dengan apa yang kita miliki. Apalagi orang Bali mempunyai budaya dan keunikan tersendiri yang seharusnya ditunjukkan kepada orang-orang di luar Bali, sehingga bisa dikonsumsi dan menjadi teladan bagi budaya lain. Tanpa harus mengadopsi,’’ ujar Aya, Jumat (18/5) kemarin. Tidak hanya itu, dalam berkarya menciptakan lagu pun, putri dari pasangan Ketut Suarma dan Heny Janawati ini sudah menciptakan lagu tentang kampung halaman mereka yang diberi judul ‘’Hometown’’. Mereka memopulerkan lagu tentang Nusa Penida yang diciptakan Wayan Sukadana yang berjudul ‘’Nusa Penida Damai’’. Termasuk nama duo mereka yang sebelumnya yaitu ‘’BTMDG’’ merupakan kepanjangan dari Desa Batumadeg, Nusa Penida. Bahkan nama duo mereka yang terbaru ‘’Alien Child’’ mengandung makna pulau terasingkan. Di mana, sebelumnya Nusa Penida pernah menjadi pulau terasingkan dari Pulau Bali. Begitulah cara mereka untuk menunjukkan kecintaannya terhadap kampung halaman mereka Nusa Penida. ‘’Saya tidak pernah malu mengakui diri saya dari kampung. Jangan pernah malu menunjukkan identitas diri. Belajar budaya orang lain juga dapat meningkatkan kualitas diri tanpa harus meninggalkan budaya sendiri,’’ pungkas Laras. Kini, duo biduan remaja bersaudara ini tengah mempersiapkan album perdananya yang diberi judul ‘’Out Of The Haze’’. Namun, pada 22 Maret mendatang akan diawali dengan rilis single terbarunya yang akan dimasukkan ke dalam album tersebut. Sebelumnya, Aya dan Laras telah mengeluarkan beberapa single yang sarat dengan kritik sosial dan perdamaian. (win)
Pabrik Furnitur di Kusamba Terbakar Semarapura (Bali Post) Pabrik furnitur berbahan bambu (PT Indo Bamboo Lestari) di Dusun Batur, Desa Kusamba, Klungkung ludes terbakar, Jumat (18/5) kemarin. Kobaran api yang begitu besar dengan cepat melalap seisi pabrik. Bahkan, nyaris meludeskan semua isi pabrik. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Sementara penyebab kebarakan masih diselidiki. Insiden kebakaran ini dilaporkan terjadi pukul 04.30 Wita. Sepuluh armada pemadam kebakaran (damkar) dikerahkan untuk memadamkan api. Sementara ratusan warga setempat dan karyawan pabrik bergotong royong memindahkan bahanbahan furnitur yang bisa diselamatkan. Kapolres Klungkung AKBP Bambang Tertianto didampingi Kapolsek Dawan AKP I Kadek Suadnyana turun langsung ke lokasi.
Berdasarkan pantauan, api baru bisa dipadamkan pukul 13.00 Wita. Petugas sedikit kewalahan memadamkan api lantaran bahan yang ada di dalam pabrik merupakan mudah terbakar. Di samping bambu, lem pencampur bahan olahan, serta bahan kimia, embusan angin pantai dari sisi selatan, juga membuat api semakin cepat membesar. Apalagi, lokasi pabrik ini hanya berjarak kurang dari 50 meter dari Pantai Karangdadi, Desa
Kusamba, sehingga embusan angin sedikit kencang. I Wayan Suweta, salah satu saksi, menceritakan kebakaran ini diketahui setelah dirinya dibangunkan rekannya yang kebetulan tinggal tepat di sebelah barat pabrik. ‘’Saya dibangunkan teman. Dikatakan, ada kebakaran di pabrik. Saya langsung bergegas mengecek. Setiba di pabrik, saya lihat asap sudah mengepul dari sisi selatan. Di sana tersimpan berbagai mesin,’’ tutur Wayan
Suweta. Mengetahui hal itu, ia berteriak minta tolong. Warga berduyun-duyun ke TKP dan kejadian itu dilaporkan ke polisi dan petugas pemadam kebakaran. Menurut Suweta, pada malam sebelumnya, pegawai masih ada yang bekerja lembur. Bahkan, pada pukul 02.00 Wita, keadaan masih normal. ‘’Melihat adanya kobaran api, saya dan rekanrekan sempat mematikan panel listrik,’’ terangnya. Sementara itu, Kapolres Klungkung AKBP Bambang Tertianto saat dikonfirmasi mengatakan, belum mengetahui penyebab kebakaran tersebut. Begitu juga kerugian yang diderita pemilik pabrik. Berdasarkan penyelidikan
Bali Post/win
awal, pemilik pabrik Arif Rabbit, warga asal Ketewel, Sukawati, Gianyar. ‘’Polisi masih mendalami kasus kebakaran ini. Setelah api padam, tim labfor Polda Bali langsung melakukan investigasi,’’ tandas Bambang. Di pihak lain, Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Klungkung I Putu Suarta menerangkan, sepuluh unit armada pemadam kebakaran (damkar) dikerahkan ke TKP. Enam armada dari BPBD Klungkung dan DKP Klungkung, 2 dari BPBD Kota Denpasar, dan 2 dari BPBD Kabupaten Gianyar. Dari jumlah itu, sebanyak 50 tangki air dihabiskan untuk memadamkan api. (win)
Manfaatkan Teknologi Informasi
Pemesanan Tiket ”Fast Boat” Berbasis ”Online” Semarapura (Bali Post) Tingkat kunjungan wisatawan ke kawasan destinasi wisata Nusa Penida terus mengalami tren kenaikan setiap tahunnya. Ada beberapa akses pintu masuk ke pulau yang dijuluki The Blues Paradise Islands ini. Mulai dari Pelabuhan Benoa, Serangan, Sanur, Klungkung (Kusamba), hingga Padangbai, Karangasem. Namun,
kini armada speed boat menjadi pilihan transportasi penyeberangan terfavorit dibandingkan dengan yang lainnya, seperti kapal roro. Meskipun terkadang muncul masalah ketika hight season dan bertepatan dengan hari raya, antrean panjang bisa terjadi. Kondisi ini tentu menimbulkan citra buruk bagi perkembangan pariwisata dan membuat pengunjung tidak nyaman. Berkaca dari situasi ini, seorang pemuda lulusan Politeknik Negeri Bali (PNB), Putu Krisna, mencoba mengganti metode konvensional dengan mengembangan model pemesanan tiket fast boat secara online. Selain terinspirasi dari pengalaman pribadi yang sering tidak kebagian tiket pada saat pulang kampung, pria yang kerap disapa Goler ini juga ingin masa depan pariwisata Bali ke depannya terus maju. Terutama dari segi pelayanan tiket fast boat kepada para calon penumpang. “Wisatawan sering mendapat harga tiket yang mahal ketimbang harga jual tiket fast boat sebe-
narnya. Saya takut akan masa depan pariwisata Nusa Penida. Selain itu, wisatawan juga tidak memiliki informasi lengkap dan tidak bisa merencanakan untuk long stay di Nusa Penida,” ujar Krisna, Jumat (18/5) kemarin. Melihat kemajuan industri pariwisata Nusa Penida yang berkembang pesat, sudah seharusnya didukung dengan teknologi informasi yang memudahkan wisatawan untuk mengakses layanan tanpa batas, aman, dan efisien melalui satu media online. Ketersediaan informasi berbasis online ini diharapankan membantu wisatawan melakukan perencanaan liburan lebih lama di pulau yang tersohor dengan keindahan alam bukit dan pantainya ini. Selain Krisna, pemuda Nusa Penida lainnya yakni Dana Asmara juga memanfaatkan teknologi yang sama. Memiliki pengalaman pahit yang sama ketika mau pulang kampung harus ngantre panjang, Dana ingin pemesanan tiket tidak ribet sehingga memberikan kenyamanan bagi para calon penumpang. “Jadi, tinggal duduk pegang gadget, calon penumpang atau pelancong yang mau menuju Nusa Penida bisa melakukan pesanan tiket fast boat,” terang Dana Asmara. Dana menjelaskan, Skypenida adalah situs booking fast boat tujuan Nusa Penida secara online. Situs online merupakan sebuah online market place untuk traveler
Bali Post/win
Pelabuhan Tribuana Kusamba, Klungkung. dan penyedia jasa fast boat. Sehingga, traveler tidak lagi sibuk mencatat kontak semua fast boat ketika ingin memesan tiket. Mereka cukup berkunjung ke market place Skypenida. “Tujuan yang paling prinsip adalah ikut berpartisipasi dengan perkembangan pariwisata di Nusa Penida, terutama ikut menjaga citra positif pariwista Nusa Penida yang sedang hits saat ini. Apalagi, seminggu lagi hari raya Galungan dan Kuningan,” tandasnya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung, I Nengah Sukasta, mengapresiasi dan mendukung langkah yang dilakukan kedua pemuda asal Nusa Penida ini. Pihaknya san-
gat setuju apabila pemesanan tiket dapat dilakukan secara online. Di samping mempermudah para calon penumpang, efisiensi dan kenyamanan juga dapat dirasakan bagi para calon penumpang, terutama kepada wisatawan mancanegara. Kendati demikian, pihaknya menyayangkan bahwa tidak semua operator fast boat mau memanfaatkan dan bekerja sama dengan sistem pelayanan tiket online tersebut. Pihaknya berharap dan mendorong agar semua operator fast boat mau menggunakan aplikasi online. “Kata kuncinya di sini adalah operator boat itu sendiri. Mau apa tidak menggunakan aplikasi tersebut,” ujar Sukasta. (win)
SMA Wisata Darma Nusa Penida
Sekolah Perintis Pendukung SDM Pariwisata Berbasis Budaya Aya dan Laras
Bali Post/win
Pemkab Buka Jalan Usaha Tani di Subak Dlod Getakan
Semarapura (Bali Post) Guna membangkitkan rasa kebersamaan dan gotong royong seluruh masyarakat desa di sektor pembangunan, Pemkab Klungkung melalui Sekretaris Daerahnya (Sekda) melaksanakan program Padat Karya Tunai berupa pembukaan jalan usaha tani di Subak Dlod Getakan, Dusun Anjingan, Desa Getakan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Jumat (18/5) kemarin. Menurut Sekda Kabupaten Klungkung Gede Putu Winastra, dalam situasi seperti saat ini, di mana terjadi berbagai ter-
or di tengah masyarakat, maka seluruh warga harus saling bekerja sama, koordinasi, dan meningkatkan komunikasi. “Dengan kegiatan ini (gotong royong buka jalan usaha tani - red), maka dana APBD akan bergulir di desa. Terjadi kegiatan ekonomi dan akan menjalankan roda perekonomi desa tentunya dibarengi dengan terwujud pembangunan fisik seperti jalan ini,” ujar Gede Putu Winastra. Pelaksanaan program yang menggunakan dana desa ini akan mengerjakan pembukaan jalan sepanjang 500 meter dengan lebar 3 meter. Tenaga
yang dibutuhkan untuk mengerjakan jalan ini sekitar 60 orang dari warga Desa Getakan, dibantu 20 orang tukang bangunan. Sementara itu, Sekretaris Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMDPPKB), Maria Dai, mengatakan Program Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) diselenggarakan di setiap desa dan kelurahan di s e l uruh wi l a y a h Ka b u paten Klungkung. BBGRM diselenggarakan selama satu bulan pada Mei setiap tahunnya. (win)
SALAH satu sekolah swasta yang masih eksis di Nusa Lembongan yakni SMA Wisata Darma, hingga kini telah banyak memberikan kontribusi bagi perkembangan pariwisata, khusunya di Nusa Lembongan dan Nusa Penida pada umumnya. Kawasan Nusa Lembongan berkembang sebagai destinasi wisata dimulai sejak awal 1993 yang berbarengan dengan pendirian SMA Wisata Darma Nusa Penida. Kala itu belum ada sekolah menegah atas di sana. Nah, sosok Drs. I Wayan Selit Astika (alm) ini pun tidak bisa lepas dari pendirian sekolah ini. Sudah berdiri selama 25 tahun, sekolah ini telah mampu meluluskan siswa lebih dari 1.200 orang. Pada tahun pelajaran
Bali Post/win
Gede Putu Surya Wirawan
2017/2018, meluluskan siswa sebanyak 54 orang. Di samping itu, sekolah ini satu-satunya sekolah swasta di kepulauan yang melaksanakan ujian UNBK secara mandiri. SMA Wisata Darma juga sudah terakreditasi A. Di mana dari segi sarana dan prasarana sangat menunjang kegiatan pembelajaran sudah cukup lengkap. Kepala SMA Wisata Darma Nusa Penida Gede Putu Surya Wirawan mengatakan, mengelola sekolah swasta di
kepulauan tidaklah gampang dan memerlukan energi yang besar, serta idealisme tinggi. Sebagai sekolah yang memberikan keterampilan pariwisata, SMA Wisata Darma telah memiliki laboratorium yang lengkap. Bahkan, sekolah ini dikunjungi rata-rata 80 orang wisatawan yang akan menyeberang ke Gili, Lombok setiap harinya. ‘’Dari sinilah siswa-siswi kami mampu beradaptasi dan meningkatkan skill kepariwisataannya, khususnya bahasa asing,’’ kata Surya Wirawan, Jumat (18/5) kemarin. Selain mengembangkan dan meningkatkan SDM pariwisata tingkat dasar, lanjut Surya, SMA Wisata Darma tidak hanya berorientasi pada rumpun perhotelan saja. Tetapi juga mengembangkan pariwisata yang berbasis budaya. Di mana, dengan sanggar seni yang dimiliki sekolah ini selalu berinovasi melahirkan garapan-garapan seni pertunjukan, khususnya kesenian daerah Bali yang sering dipersembahkan kepada para wisatawan. ‘’Pariwisata berbasis budaya ini kita kem-
bangkan, sehingga memiliki nilai yang bisa dijual kepada wisatawan. Program ini juga bisa menumbuhkan jiwa entreprenuer, siswa kita ajak untuk mengelola event atau suatu pementasan yang dibalut dengan menjual food and beverages,’’ tandasnya. Sementara pada bidang wisata bahari, SMA Wisata Darma juga sudah dan akan melaksanakan program pemanduan wisata bahari dengan mengikutkan siswa yang tertarik dengan dunia menyelam. Dengan harapan siswa memiliki keterampilan menyelam. Selain meningkatkan kemampuan nonakademis, kemampuan akademik juga tetap diberikan secara maksimal yang disesuaikan dengan kemampuan siswa. Di samping itu pula, dengan maraknya deradikalisasi dan penyalahgunaan obat terlarang dan sejenisnya, sekolah ini telah memberikan bekal preventif yang selalu disampaikan setiap saat. Begitu pula mengintegrasikan pelajaran etika dan hospitality pada pelajaran di sekolah kepada para siswanya. (win)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Sabtu Wage, 19 Mei 2018
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN Good Salaries.Dcr Therapist Wnt utk Bekerja di Qatar. Diutmkn yg Brpglmn di Spa,KTP Bali. Exp in Massage, Facial, Waxing,Speak English.Usia 2040Th.WA: +97466111991.Email: mjas_909@hotmail.com
B.BP.001.05.18.0000991
Dbuthkn Kryawti 2org u/Warung Es/Rujak Hub.081246431931
Senior Barman-Three Monkeys Sanur.AT Least 5 years Experience as Bartenders.Ability to Directing Bartending.Operations Inventory&Scheduling.Extensive Knowledge of Liquor/Wine/Beers /Cocktails/Garnishes/Contents/ Preparation Methods.Send Your CV to monkeybizbali@gmail.com 0361286002/JlD.TamblinganSanur B.BP.004.05.18.0001000
Dcr SPGMax30th&SudahMenikah Punya SIM C.Bawa Lam ke Banoli Motor Jl.Buluh Indah No.75 Dps
Dcr Salesman utk Ban Mobil Max 30th&Mekanik Bisa Buka Pasang Ban.Bawa Lamaran ke Banoli Motor Jl.Buluh Indah No.75 Dps
B.BP.001.05.18.0000754
B.BP.001.05.18.0000755
B.BP.004.05.18.0000986
Dicari Marketing,wanita/pria, maks 25th, penampilan menarik,mudah bergaul,semangat kerja tinggi, kerja Tim, kirim lamaran ke: Jl. Kepundung No.67 A Denpasar/ Email: konvergensiiklan@gmail.com iklanbp@yahoo.co.id
G.01
Coco Group Bali Looking For - Asst.Accounting Manager - Asst.Operation Manager *Min 1 year experience in the same position in retail industry,CV send to hrm@cocogroupbali.com
B.BP.803.05.18.0000922
Cooker/Koki Masak (pabrik Tabanan). Pengalaman, hub: Dewi 081236222509 (info@tsbali.com)
B.BP.031.05.18.0000982
Dbthkn Sales,S1,W/P Max 35Th Pngalaman Min.1Th,SIM A/C,Bisa Kmptr&English,Kndaraan Pribadi Electrolux Jl.Tukad Badung II Ruko A2 Renon Tlp.0361-8956420
Dibthkan Staff Akun & Logs Min SMK Akun Usia Max.40Th,Mahir Comp,Pglm 2Th,Kdr Sdr, CV Bawa ke Adiktif Restocafe, Pojok Sudirman Pkl .12-15
B.BP.004.05.18.0000930
Dibutuhkan Staf Adm Document & Operasional, SLTA & D2 bs Komp Krm CV ke hrdsil2011@gmail.com B.BP.004.05.18.0000994
Dibutuhkan segera pramuniaga pria/wanita, Bhs Inggris. Peminat Hub WA 081338633963
B.BP.031.05.18.0000979
Dicari PRT Pnglmn Masakan Jawa Bali Serius Kerja. 081805664242
B.BP.001.05.18.0000983
Dicari waitress&Waiter untuk Indian Restaurant Diutamakan bisa berbahasa Inggris dan ber pengalaman kerja di Indian Restaurant.Interview Langsung (20 Mei 2018). Contact: 082266661496 (Whatsapp)
B.BP.001.05.18.0000958
B.BP.001.05.18.0000956
Dbthkn Sales Mrkting Pria/Wnt Brpglmn Dibid.Cat Min 2Th.Bawa Lmrn Lgs ke Jl.Gatsu Timur 88D Hub:0818590792 Gaji memuaskan,Insentif+UM
B.BP.001.05.18.0000434
Dicari Sgr Tenaga Serabutan Bs Sopir SIM A. Hub:08123816404
Dcr Satpam utk Villa punya KTA /Sertifikat,SIM A, Pglmn dan Tkng Kebun Tlp.0361 732651
Dicari supir utk garment usia max. 40thn Hub.087783275758
B.BP.004.05.18.0000992
Privat Villa Looking for Female Housekeeping Age Max 30,Must Speak English Call:085237256305 / 081246378545 No SMS
Dcr Admin Kantor,Sopir Galon (Hafal Area Dps) dan Mekanik BengkelPglmnHub.082144877778
B.BP.001.05.18.0000857
PT.Bamboo Pure PMA mencari Architect, Drafter, Interior Design. Kirim CV & Porto Folio (Wajib)ke:hrd@ptbamboopure.com
Accountant needed for international travel. Min.5 years experince. English speaking. Send letter of application and resume to: receptifindo@gmail.com
Dcr Tk.Jahit/Potong/Mote,Pglmn utk Butik di Renon,083119980802
Admin Web, Min SMA UMR. mail=Ikadekswanjaya@gmail.com
B.BP.141.05.18.0000771
B.BP.031.05.18.0000977
B.BP.001.05.18.0000908
B.BP.004.05.18.0000871
B.BP.004.05.18.0001001
Dcri Admin, Wanita(Blm Menikah) krm Lmrn ke Jl.Gunung Galunggung No. 9 Tk. Buah WS
Dcr Supir U/Bengkel Cuci Mobil T.Umar Dps,SMA/Sdrjt,Manual & Matic,Max 50th H:081236066118
B.BP.031.05.18.0000924
B.BP.001.05.18.0000963
BIRO JASA
SERVICE
Dcr Sopir Pribadi,Bujangan,Tdr Dlm,Bisa Matic H.081338623037
B.BP.001.05.18.0000902
Dcr Staf Sushi,Kitchen,Bar.Lam ke Kokoya Jl.Danau Tamblingan No.178 Sanur.Telp:0361-289252
B.BP.001.05.18.0000516
Dcr Tiketing Wnt Lmr Rama Duta Diponegoro 150 B-4 Tlp:244433
B.BP.001.05.18.0000914
Dibth Sgr Admin Cewek Min SMA, Max 30th Bisa Word&Exel Penglm 1th Lamaran ke Jl.Nangka Utara Gang Belibis No.38 Telp.422235
B.BP.001.05.18.0000966
Dicr.Supir.Teknisi.Mrkting.Adm Kirim Lmrn ke Jl.Teuku Umar 22 Eml:sanidatabali.hrd@gmail.com B.BP.001.05.18.0000975
SERVICE
DIJUAL RUMAH
RUPA-RUPA
DIJUAL MOBIL
BIRO JASA
RUPA-RUPA
DIJUAL MOBIL
Dicr Sopir Pribadi Berpenglman Manual&Matic.Hub:085238966662
HONDA
Luas Tnh 2,427 m2,lokasi Desa Pengubengan Singapadu,Sukawati Hub:0811-3862-910. Maaf T.P
CRV’2010 coklat met asli DK Tgn 1, mulus Hub.08123859298
DICARI TANAH
B.BP.004.05.18.0001020
B.BP.001.05.18.0000960
Furniture/handicraft Co butuh: 1)Gen.Adm wanita English+rapi 2)SPV Prod tahu perkayuan &Fin Good Leadership 3)QC Cekatan & Teliti 4)PPIC tahu SOP,Telp : 085238196195,Umur Max.45 Th E:hrd@cushcushgallery.com
B.BP.001.05.18.0000971
B.BP.001.05.18.0000969
B.BP.001.05.18.0000985
Dicr Accounting&Admin u/Resto. Wanita,Max35 Lok.Jl D.Tamblingan Sanur Hub:Wini.087761524497
B.BP.033.05.18.0000996
Front Office/Receptionist An Enthusiastic, intelligent female with English skills is required and must be confident in dealing with International guests Previous experience preferred Microsoft Office skills essential Applications in writing only Email CV incl. contact les@sienna-villas.com B.BP.004.05.18.0000684
B.BP.001.05.18.0000998
NISSAN
Jl .Nissan Cefiro 2000cc HA-31 MT.Th 1991, putih mlus,terawat An.Sendiri. Hub.08122008448
B.BP.004.05.18.0000875
SUZUKI
Splash Matic’13 DK Istimewa Hub.0821-4465-5707
Low Australia indst daging/ rest/fastfood Gj A$ 4.500/bln Bisa Inggris Hub.081291616474
Cari Mobil Bekas Suzuki,Honda, Daihatsu,KIA,Prbd,085100880349
B.BP.145.05.18.0001005
B.BP.001.05.18.0001006
DIJUAL TANAH
B.BP.001.05.18.0000973
Dicari!!! Tanah Strategis di Ubud Di-develop/Dijual Kembali Budget Rp.10-20 Milyar. Hub.Purnama:085881515449 B.BP.820.05.18.0001008
DISEWAKAN RESTORAN Over Sewa Resto Besar Siap Operasi di Renon H.087765756429 B.BP.001.05.18.0001004
DICARI MOBIL B.BP.164.05.18.0001010
B.BP.031.05.18.0000978
Pabrik KosmetikButuh:RSM,ASM, SPV,Salesman.Domisili: Bali, Lombok,Kupang.Pengalaman di Consumer Goods/Cosmetic. Email:recruitment888@yahoo.com Phone : 0812 8630 3924
DIJUAL RUMAH Dijl cepat Rmh Kos Jl.Antasura Gg. Arjuna LB:P.16x6m2, Lt.2,10 Kmr,siap huni. Harga 1,5M nego smpe deal.H:081805461779,08786 1835386-Agung;0818590792-Chris
B.BP.001.05.18.0000433
Staff Required for Cafe in Brawa Manager,Sous Chef,Waiter /Waitress, All Must Speak English and have at Least 3yrs Experience.Email: sudiadnyana.putu@yahoo.com
Rmh LT115m2 LB100m2 Alamat Gg. Bija Batubulan Hub.08123682385
Villa Seminyak Teknisi Listrik Engineer SMS.081999882123
RmhLT100m2,2KT,1KMD,Dpr,Garasi 225Jt,Akses Mobil,085100510495
Wanted Waitress&Waiters for Indian Restaurant Prefer Experienced English Spoken.Walk-in Interview:Sunday(20 May 2018) Cont:+6282266661496(Whatsapp)
Rumah kost’an 5Kmr,L.106m2 Jl. Mataram Kuta Hub.087888378445
B.BP.001.05.18.0000957
Yamaha Bisma Dicari: 1.Sopir 2.S1 Ek/SMA/D1. Hubungi:Teuku Umar 142 DPS
B.BP.001.05.18.0000918
Dijual Rmh Lt2 Perum Pesona Agung Graha Adi Jl. Gn.Agung IC Hub:08113802880
B.BP.001.05.18.0000739
B.BP.001.05.18.0000850
B.BP.001.05.18.0000972
B.BP.154.05.18.0001002
DISEWAKAN RUMAH Dikont Rumah 2Lt 3KT Jl.Subak Dalem Gg XXIV Hub.085237077978
B.BP.001.05.18.0000988
Dikontak/Dijual Rumah 3KT, Fas Lengkap, Jl.Kecubung Gg .Merak No.16 Dps Hub:085100836165
B.BP.001.05.18.0000964
B.BP.001.05.18.0000968
Distributor Bth Kepala Cabang/ Spv untuk Bali:Indragiri 63-65 Surabaya herryy.hr@gmail.com
B.BP.001.05.18.0000954
Housekeeper cewek pengalaman Villa/Hotel,Bhs Inggris, punya Motor dan SIM C,Hb.081805596048
B.BP.004.05.18.0000993
B.BP.001.05.18.0000965
B.BP.001.05.18.0000984
Dijl Landcruiser’04 VX Plat DK Diesel, AT,Warna Hijau, Kondisi Mulus bs Nego.Hub:081999317074
B.BP.004.05.18.0000995
Dcr SPG utk Toko di Seminyak, Pglmn & Bhs Inggris Ph.4735917
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Segera Admin, Marketing SPG. CV ke emmysuniasih@gmail.com / 085333124775
B.BP.031.05.18.0001003
Dbtuhkn:Wnita&Pria U/Adm Stock Customer Service,Adm Pajak,EDP Driver,Gudang,Sales,Security, OB&Enginering.Usia Max 30Th Lam ke :Bintang Harapan Kurnia Jl.Dewi Sri No.101 (Sebelah BRI) Kuta
Informasi pasang iklan Telepon
DIJUAL MOBIL DAIHATSU
Terios pmk’15 slv DK, Jl.Buana Prima No.8 Dps. H.082147666130
B.BP.001.05.18.0000990
Xenia 1000cc Silver 2013 Harga 105Jt Plat B Hub.085259924324
B.BP.001.05.18.0000865
TOYOTA
Dijual Vellfire 2.4 AT Hitam, Mulus,DK2011Hub.081805689000 B.BP.001.05.18.0000952
Kijang Kapsul LGX’97,Samsat br 60JtNego.Hub:081236722989.BUC B.BP.001.05.18.0000967
DISEWAKAN RUKO
DIJUAL RUKO Dijl/Dikont.6 Ruko Baru 3Lt Jl. Mahendradata Hub.085237077978
B.BP.001.05.18.0000987
Dikont.Ruko 5x12 2LT Lok.Tukad Yeh Aya Renon Hub.081337535031
RUPA-RUPA
DIJUAL TANAH
Cuci Gudang Alat Fitnes Second Hub.08123634805/082131234798
B.BP.001.05.18.0000961
Djl Tnh 2A Dalung, 1,5A 10A Buduk Bs TT Mobil,082147454248
B.BP.164.05.18.0001011
BU Tanah 586M2 Jl Tk.Citarum O Hub:08113802880
B.BP.001.05.18.0000740
Luas Tanah 200 m2, lokasi Desa Cemagi,Mengwi Badung Hub:0811-3862-910. Maaf T.P
B.BP.001.05.18.0000974
B.BP.001.05.18.0000915
Kredit/Take Over Srtfkt Proses Cepat Tdk Ribet Dana Talangan Hub.082144394889 B.BP.001.05.18.0000910
BIRO JASA Bntu Lap Pajak SPT Tahunan PKP NPWPSIUPPasport081338344155 B.BP.001.05.18.0000058
BANGLI
14
Sabtu Wage, 19 Mei 2018
Pasca-Aksi Teror
Kapolres Minta Anggota Jaga Diri dan Tingkatkan Kewaspadaan
Bali Post/kmb40
KUMUH - Kondisi bagian depan bekas kantor BKD yang tampak kumuh karena dipenuhi tumpukan barang rongsokan.
Dijadikan Gudang Rongsokan, Bekas Kantor BKD Kumuh
Bangli (Bali Post) -
Bekas kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bangli tampak memprihatinkan. Sejak tak lagi ditempati setahun terakhir, kantor yang berada di bawah Gedung BMB Kantor Bupati Bangli dibiarkan kotor tak terawat. Bagian depan kantor kini terlihat kumuh dijejali tumpukan barang-barang rongsokan milik pemkab. Berdasarkan pantauan Jumat (18/5) kemarin, bekas kantor BKD kondisinya tak lagi terawat. Beberapa bagian pintu dan jendela samping sudah rusak dan nyaris copot karena dimakan rayap. Bagian depan kantor yang dulunya berisi tempat duduk dan tanaman kini terlihat kotor layaknya gudang rongsokan. Barangbarang perkantoran seperti meja, kursi, lemari, dan bak mandi yang kondisinya rusak dan tak layak pakai dibiarkan menumpuk menjejali setiap sudut depan kantor.
Tak hanya di bekas kantor BKD, pemandangan serupa selama ini juga tampak di bagian teras samping selatan Kantor DPRD Bangli. Ada banyak arsip dan kertas yang dibiarkan menumpuk tak terurus selama bertahun-tahun hingga membuat kesan kumuh. Meski demikian, sampai saat ini belum ada upaya penataan yang dilakukan pihak sekretariat karena alasan tidak ada ruangan yang memadai untuk menyimpan arsip. Kepala Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah
(BKPAD) Kabupaten Bangli Gede Suryawan saat dikonfirmasi soal banyaknya barang rongsokan yang kini disimpan di bekas kantor BKD mengatakan barang-barang itu masih menjadi tanggung jawab pengguna barang. Mengenai siapa pengguna barang yang menaruh barang tak terpakai di sana, Suryawan mengaku tidak tahu pasti. Dia meminta wartawan menanyakan ke bagian umum. ‘’Bisa ditanya di bagian umum sebagai yang memiliki gudang. Siapa-siapa saja yang menitipkan barangnya di
Sebelas Pejabat Eselon II bakal Dimutasi Pansel Telah Lakukan Uji Kompetensi Bangli (Bali Post) – Mutasi pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Bangli bakal segera digelar dalam waktu dekat ini. Sejauh ini, panitia seleksi (pansel) telah melakukan uji kompetensi terhadap sepuluh dari sebelas pejabat yang namanya masuk dalam daftar mutasi. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangli Ida Bagus Giri Putra saat dikonfirmasi, Jumat (18/5) kemarin, mengatakan uji kompetensi terhadap pejabat yang masuk dalam daftar mutasi telah dilakukan pada Kamis (17/5) lalu. Dia menyebut ada sebelas pejabat yang namanya masuk daftar mutasi. Namun, dari sebelas pejabat tersebut hanya sepuluh yang mengikuti uji kompe-
tensi, sementara satu pejabat lainnya berhalangan hadir karena sakit. Pelaksanaan uji kompetensi dilakukan oleh pansel yang anggotanya terdiri dari kalangan akademisi dan profesional, di antaranya Prof. Lasmawan (akademisi Undiksha), Dr. Swecana (akademisi Warmadewa), Rai Sujaka (mantan Kepala BKD Provinsi Bali), Sekda Bangli dan Kepala BKD Bangli. ‘’Uji kompetensi dilaksanakan dari pukul 10.00 Wita sampai sore hari,’’ ujarnya. Dijelaskan Giri Putra, mengacu pada peraturan pemerintah tentang manajemen kepegawaian, mekanisme mutasi pejabat didahului dari permohonan rekomendasi yang diajukan
Bupati ke Komisi ASN. Selanjutnya setelah turun rekomendasi, dilaksanakan uji kompetensi oleh pansel. Hasil dari uji kompetensi ini akan dirumuskan dalam bentuk berita acara yang kemudian disampaikan ke Bupati. Apabila Bupati menyetujui, tahap selanjutnya yang dilakukan adalah meminta rekomendasi kembali ke Komisi ASN. ‘’Setelah disetujui Komisi ASN, barulah kita tentukan waktu pelantikannya,’’ jelasnya. Menurut Giri Putra, semua mekanisme yang diatur dalam ketentuan tersebut, harus dipenuhi. Karena jika tidak akan berpengaruh pada hakhak keuangan pejabat yang dilantik. Lanjut disampaikannya bahwa setelah proses mutasi selesai, hal selanjutnya yang akan dikerjakan pansel yakni pengisian jabatan di eselon II yang masih lowong. Proses pengisian jabatan eselon II yang lowong akan dilakukan dengan mekanisme lelang jabatan. Sedangkan untuk pengisian jabatan eselon III dan IV yang lowong, dikatakan mantan sekwan ini, akan dilakukan bersamaan. Hanya, mekanisme pengisiannya nanti tidak melalui pansel. Sebab, untuk pengisian jabatan eselon III dan IV yang lowong kewenangan sepenuhnya ada di tangan Bupati. (kmb40) Ida Bagus Giri Putra
sana,’’ kata Suryawan. Sementara ditanya soal adakah rencana BKPAD membuatkan gudang khusus untuk penyimpanan aset yang telah rusak guna mengurangi kesan kumuh di lingkungan kantor Pemkab Bangli, Suryawan mengatakan masih menunggu aspirasi dari pengguna barang. Kalau memang ada pengguna barang yang merasakan kekurangn tempat untuk menampung rongsokan, maka pengguna barang bisa mengajukannya ke bagian aset untuk ditindaklanjuti. ‘’Kita belum pernah menerima usulan, sehingga kita belum tahu masing-masing pengguna barang butuh tempat untuk itu atau bagaimana,’’ tandasnya. (kmb40)
Bangli (Bali Post) – Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo meminta seluruh anggotanya untuk menjaga diri dan lebih meningkatkan kewaspadaan. Terlebih pascaterjadinya aksi teror yang terjadi di sejumlah tempat belakangan. Arahan itu kembali disampaikan Agus Tri Waluyo saat memimpin apel Operasi Cipta Kondisi (Ops Cipkon) di Mapolres Bangli, Jumat (18/5) kemarin. Dalam arahannya, Agus Tri Waluyo menyampaikan bahwa terkait produkproduk hasil kerja intelijen harus mempunyai data lengkap dan tepat tentang
sasaran operasi. Hal itu diperlukan agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaksanaan tugas. Kapolres juga memerintahkan kembali jajarannya untuk meningkatkan pengamanan di tempat ibadah. Seluruh hasil kegiatan agar segera dilaporkan kepada pimpinan. Agus Tri Waluyo juga mengingatkan personelnya untuk meningkatkan kewaspadaan terkait situasi yang berkembang belakangan ini. “Jaga diri dan laksanakan tugas sebaik mungkin serta tetap semangat karena tugas merupakan ibadah,” ujarnya. Pihaknya berharap wilayah Bangli
bisa selalu kondusif di tengah bulan Ramadhan saat ini. “Saya berharap di bulan puasa ini situasi di wilayah Bangli tetap aman dan kondusif,” harapnya. Apel kesiapan Ops. Cipkon kemarin, dihadiri seluruh pejabat utama Polres Bangli, para perwira serta seluruh anggota Polres Bangli. Dalam apel kesiapan tersebut Kapolres Bangli juga menekankan kepada personel yang terlibat dalam Operasi Cipkon untuk mempertajam sasaran operasi terkait tempat, orang, barang dan sarana prasarana pendukung kegiatan. (kmb40)
Bali Post/kmb40
APEL - Suasana apel kesiapan Operasi Cipta Kondisi di Mapolres Bangli.
Tari Kecak Desa Apuan Dibangkitkan Lagi
Pelestarian Warisan Budaya dan Sarana Mempersatukan Pemuda
TARI Kecak tetap dilestarikan masyarakat di Desa Apuan, Kecamatan Susut. Bagi masyarakat di desa setempat, tari Kecak bukan sekadar warisan budaya yang harus dijaga kelestariannya. Lebih dari itu, tari Kecak bagi masyarakat Desa Apuan merupakan salah satu sarana atau media untuk mempersatukan pemuda. Belum lama ini, tari Kecak sempat ditampilkan ratusan pemuda Desa Apuan di Lapangan Kapten Mudita Bangli saat HUT Bangli yang ke-814. Tari Kecak yang ditampilkan saat itu mengangkat cerita Ramayana. Pementasan tari Kecak yang dibawakan Sekaa Kecak Desa Apuan berhasil menarik perhatian ratusan penonton. Ketua Pemuda dari Banjar Apuan Kelod Desa Apuan Ketut Ardana mengatakan, tari Kecak di Desa Apuan sudah ada sejak lama. Namun, tarian tersebut cukup jarang dipentaskan. Atas inisiatif tokoh di Desa Apuan, belakangan ini tarian yang ditarikan puluhan hingga ratusan orang penari laki-laki itu dibangkitkan kembali. “Yang punya gagasan untuk membangkitkan tari kecak dari tokohtokoh di desa,” ujarnya belum lama ini.
Ardana mengatakan selain untuk menjaga kelestarian kesenian tradisional itu, upaya membangkitkan kembali tari kecak dilakukan untuk mempererat rasa persatuan pemuda di Desa Apuan. Melalui pementasan tari Kecak di Lapangan Kapten Mudita, pemuda dari empat banjar di Desa Apuan yakni Apuan Kaja, Apuan Kelod, Bangun Lemah Kangin, dan Bangun Lemah Kawan diakuinya bisa bersatu dan kompak menampilkan suguhan tarian kecak yang atraktif. Sementara itu, Perbekel Desa Apuan Made Cerita yang diwawancara terpisah mengatakan bahwa tujuan utama pihak desa membangkitkan kembali tari Kecak adalah untuk melestarikan tarian tradisional Bali yang belakangan ini sudah mulai jarang dipentaskan. Selain itu, tujuan lain dari upaya membangkitkan
Bali Post/rin
KECAK DESA APUAN - Pementasan tari Kecak yang dibawakan pemuda Desa Apuan. kembali tari Kecak adalah untuk mempersatukan pemuda dari seluruh banjar yang ada di Desa Apuan. “Walaupun selama ini sudah bersatu, kami ingin mempererat lagi rasa persatuannya,” kata Cerita. Disampaikan bahwa untuk menampilkan suguhan tari Kecak saat HUT Bangli belum lama ini, waktu yang dibutuhkan untuk latihan cukup singkat yakni sekitar sepuluh hari. Itu pun lati-
hannya hanya dilaksanakan saat malam hari. Cerita mengatakan, meski suguhan tari kecak yang ditampilkan belum maksimal, namun baginya tidak masalah. Yang terpenting adalah bisa mempersatukan pemuda dan tampil membawa nama Desa Apuan. Cerita mengaku akan terus mendorong pemuda di desanya melestarikan tari Kecak, sehingga tarian ini bisa tetap ada di masyarakat. (rin)
15
Sabtu Wage, 19 Mei 2018
Resmi Dilantik, Gung Putri Gantikan Koster Jakarta (Bali Post) Pelantikan pergantian antar-waktu (PAW) I Gusti Agung Putri Astrid (Gung Putri) melengkapi sembilan anggota DPR-RI dari Bali yang kini semuanya bekerja efektif untuk periode 2014-2019. Sebelumnya, sembilan wakil rakyat dari Bali yang ada tidak dapat berjalan optimal karena beberapa di antaranya nonaktif untuk berbagai macam persoalan. Gung Putri dilantik bersama pelantikan PAW 11 anggota DPR dalam rapat paripurna DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (18/5) kemarin. Rapat paripurna dipimpin Ketua DPR-RI Bambang Soesatyo. Politisi dari PDI Perjuangan itu menggantikan I Wayan Koster yang mengundurkan diri karena berkonsentrasi untuk pemilihan gubernur (pilgub) Bali pada 27 Juni men-
datang. ‘’Pelantikan ini sebagai momen penting bagi kami, mengingat prosesnya yang memang cukup panjang,’’ kata Gung Putri usai pelantikan. Selain itu, menurut politisi yang berlatar belakang aktivis HAM ini, pelantikan ini juga memiliki makna berarti bagi para kostituen dan para pendukungnya yang sudah bekerja keras tanpa pamrih agar ia bisa berjuang di parlemen membela perjuangan HAM yang selama ini digelutinya. Mengenai tugas yang akan diembannya nanti, Gung Putri mengaku belum melakukan pertemuan dengan pimpinan Fraksi PDI-P untuk penugasan dan arahan yang diberikan. ‘’Belum ada pertemuan khusus dengan fraksi maupun partai. Tapi dalam pandangan saya sebaiknya meneruskan apa yang telah menjadi tugas Pak Koster di Komisi X. Karena waktunya juga pendek,’’ ucapnya. (kmb4)
Bali Post/ant
PAW - Pelantikan PAW 11 anggota DPR dalam rapat paripurna DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (18/5) kemarin. Rapat paripurna dipimpin Ketua DPR-RI Bambang Soesatyo.
WARUNG GLOBAL
Penertiban Duktang Jangan Pilih Kasih MASALAH kependudukan kerap menjadi sorotan semua pihak ketika ada aksi terorisme seperti kejadian bom di Surabaya dan beberapa tempat lainnya. Di saat hari biasa ‘’tanpa teror’’ penduduk pendatang sepertinya luput dari pengawasan. Ketika ada insiden baru sibuk pendataan, pengawasan serta melakukan pengamanan. Maka tak salah jika para pendengar yang bergabung dalam Warung Global, Jumat (18/5) kemarin, menuding bahwa sidak duktang tidak efektif. Lalu apa saran dari pendengar berkaitan dengan penertiban duktang? Penduduk pendatang 1x24 jam harus lapor ke pihak berwajib. Itu memang sudah ada aturannya dari dulu. Demikian Febri dan Wayan Gubar di Denpasar. Mereka pun menyarankan agar duktang yang melapor rasanya kurang kesadaran, sebaiknya memang petugaslah yang berinisiatif mendatangi atau mengecek ke lapangan. Kenapa enggan melapor? Febri pun menyampaikan, salah satunya takut dikenai biaya ini-itu. Selain itu, pentingnya penjagaan di pintu masuk Bali. Jika ada duktang tanpa identitas, sebaiknya langsung dipulangkan ke daerah asalnya. Apalagi yang datang ke Bali tak jelas tujuannya, ini harus diwaspadai. Sebaiknya pengawasan, pendataan melalui sidak harus rutin dilakukan, meskipun tidak ada kejadian seperti bom, demikian saran Fera di Tabanan. Ia juga berpesan agar setiap warga yang kedatangan tamu dan menginap, lapor diri ke kepala lingkungannya. Wayan Suardana di Tabanan menyatakan, keamanan dan kenyamanan harus dinikmati oleh semua warga di setiap wilayah. Salah satunya dengan mengadakan pengamanan dan pengawasan. Sebab, Bali selalu dikunjungi banyak orang. Sebagai daerah wisata tentu keamanan menjadi fantor utama. Untuk itu setiap desa hendaknya ditempatkan minimal dua personel polisi atau aparat keamanan. Terutama pada malam hari. Mengenai duktang, ia berharap sidak duktang jangan insidental. Hanya karena terjadi sesuatu baru sidak. Mestinya rutin dilakukan. Arya di Denpasar justru menanyakan mana duktang mana penduduk asli. Karena
warga Bali, yang tinggal di wilayah Bali, apakah dimasukkan dalam duktang? Lalu warga dari luar Bali yang tinggal di Bali, penduduk apa namanya? Mestinya warga luar pulau yang diam di Bali itulah duktang. Bukan warga Bali yang pindah dari desa ke kota. Aturan di wilayah kita sepertinya tajam ke dalam namun tumpul ke luar, demikian Werdha di Gianyar mengilustrasikan. Bukan bermaksud mengabaikan NKRI, tetapi aturan ini malah mempersulit warga lokal sendiri. Ia tetap berharap sidak duktang ini jangan hangat-hangat tahi ayam, jangan insidental, dan jangan pilih kasih. Duktang wajib lapor memang harus digalakkan. (sikha)
Terbang Perdana
Garuda Layani Makassar-Madinah
Bali Post/ant
BONGKAR PAKSA - Polisi membongkar paksa jendela rumah kontrakan terduga teroris saat penggeledahan di Perum Mitrabatik, Kawalu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (18/5) kemarin. Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengamankan senapan angin, buku berisi ajaran jihad dan senjata tajam dari dua rumah kontrakan yang dihuni FH dan BN.
Jokowi Terima Pengurus Peradah dan KMHDI Jakarta (Bali Post) Presiden Joko Widodo menerima pengurus Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia dan Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) yang akan menyelenggarakan kongres pada Agustus dan November 2018. ‘’Intinya adalah ingin mengundang Bapak Presiden karena Peradah akan mengadakan kongres di bulan November nanti dan mahasiswa-mahasiswa Hindu juga akan mengadakan kongres pada Agustus nanti,’’ kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin usai mendampingi Presiden menerima pengurus Peradah di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (18/5) kemarin. Peradah akan melakukan kongres di Palangkaraya, sedangkan KMHDI melakukan kongres di Yogyakarta.
Menurut Lukman, Presiden berencana menghadiri acara tersebut. ‘’Kita bersyukur Bapak Presiden menyanggupi akan menghadiri kedua undangan itu,’’ ujar Menteri Agama. Sementara itu, Ketua Umum DPN Peradah Indonesia Sures Kumar menjelaskan, organisasinya membahas kondisi terkini bangsa bersama Presiden. Dirinya menyampaikan permasalahan internal umat Hindu, salah satunya data populasi umat di Badan Pusat Statistik. Sures menjelaskan, terdapat ketimpangan antara data dengan total sebenarnya. ‘’Di BPS kita hanya 4.061.200 sekian. Sementara umat Hindu ini kurang lebih ada 11 juta. Lantas 6 juta lari ke mana?’’ ujar Sures. Presiden, jelas Sures, menyatakan akan segera melakukan tindak lanjut atas laporan tersebut. ‘’Selain itu, Presiden
menjelaskan pemerintah dan aparat keamanan terus berupaya memberikan situasi aman kepada masyarakat,’’ kata Sures. ‘’Presiden sudah sangat cepat merespons dalam melakukan penyelesaian di lapangan. Dan tadi juga kami mendorong keluarnya Perppu Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme,’’ ujar Sures. Menanggapi hal itu, Presiden menjelaskan perppu tersebut belum dibutuhkan karena pemerintah dan DPR sudah mencapai kesepakatan penyelesaian undang-undang tersebut pada akhir Mei 2018. Dalam pertemuan tersebut, Peradah dan Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia mengapresiasi keputusan pemerintah yang mengizinkan Komando Operasi Khusus Gabungan dalam membantu menindak teror. (ant)
Sabtu, 19 Mei 2018 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Sradha dan Bhakti (3) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07:35 Wita Sehat & Bugar 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:30 Wita Belajar Menggambar Menggambar Kelinci 10:05 Wita Galeri Musik Indonesia 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV
12:05 Wita Dharma Wacana Sradha dan Bhakti (4) 12:30 Wita Inovator 13:00 Wita Solusi Alternatif Jamu Tetes HaGe 14:05 Wita Lejel Homeshopping 14:30 Wita Yowana Magz Pelatihan MC dan Presenter TV 15:05 Wita Parameter 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 16:05 Wita Lila Cita Sanggar Tari Cilinaya (4) 17:05 Wita Nangun Yadnya
Karya Piodalan Kantor Pengadilan Negeri Tabanan 17:30 Wita Taman Sari TK Fajar Harapan (2) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Debat KPU Gianyar 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Satu Jam 21:00 Wita Classic Bali TV 22:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Serangan (2) 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Folk Song
Makassar (Bali Post) – Maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia Persero Branch Office Makassar meresmikan penerbangan perdana rute Makassar - Madinah pulang pergi (PP). ‘’Pada awal Ramadan bulan penuh berkah ini kami meresmikan penerbangan perdana Garuda untuk rute Makassar - Madinah, dirangkaikan dengan buka puasa bersama mitra,’’ kata Vice President Sulawesi, Kalimantan dan Papua Region PT Garuda Indonesia Tbk. I Wayan Supatrayasa, di Makassar, Jumat (18/5) kemarin. Peresmian penerbangan perdana rute baru tersebut dilakukan VP Strategic Bisnis Unit Umroh dan Haji PT Garuda Indonesia Tbk. Tb Irfani Farhan Fuadi dan Kabid Penyelenggara Haji dan Umroh Sulsel Kaswad Santoso disaksikan VP Sukapua Region PT Garuda Indonesia Tbk. I Wayan Supatrayasa. Dengan dimulainya penerbangan rute baru tersebut, Wayan mengatakan, diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi umat muslim Indonesia untuk melaksanakan perjalanan ibadah ke tanah suci, terutama Kota Madinah, karena akan lebih efisien dari segi waktu tanpa melalui transportasi darat dari Jeddah menuju Madinah. Penerbangan Makassar - Madinah yang menggunakan Airbus A330-300 dengan berkapasitas 332 orang ini beroperasi sekali sepekan yakni setiap hari Senin pada pukul 12.20 siang dan akan tiba di Madinah pukul 20.20 waktu setempat. Penerbangan tersebut semuanya menggunakan kelas ekonomi yang dilengkapi dengan inflight entertainment yang akan memberikan kenyamanan dan hiburan bagi penumpang selama perjalanan. Pada kesempatan itu, Wayan Supatrayasa juga menyampaikan apresiasinya pada kedua mitranya yakni Travel Annur Ma’rif dan Al Fawwaz yang tetap setia menggunakan Maskapai Garuda Indonesia Tbk. Kedua travel itu juga menggelar travel umroh pada kesempatan yang sama untuk memberi kemudahan bagi calon jamaah. (ant)
balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Sabtu Wage, 19 mei 2018
Piala Asia
Timnas U-19 Satu Grup dengan Qatar dan UEA Jakarta (Bali Post) Tim Nasional U-19 Indonesia berada di Grup A bersama Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, dan Taiwan di Piala Asia U-19 AFC 2018, yang digelar di Indonesia pada 18 Oktober - 4 November mendatang. Hasil ini dipastikan setelah Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) melakukan pengundian grup di salah satu hotel, di Jakarta, Jumat (18/5) kemarin.
Hasil pengundian Piala Asia
Grup A cukup berat, karena UEA dan Qatar merupakan tim yang pernah menjadi juara di Piala Asia U-19, masingmasing di tahun 2008 dan 2014. Indonesia sendiri pernah menjuarai kompetisi ini tahun 1961. Adapun Taiwan pernah meraih peringkat ketiga di Piala Asia U-19 edisi 1966. Menanggapi pembagian grup tersebut, pelatih timnas U-19 Indra Sjafri mengakui Grup
Grup C: Vietnam, Korea Selatan, Australia, Yordania.
A merupakan grup yang tidak ringan. Namun, Indra tetap yakin bisa membawa skuadnya lolos dari penyisihan grup dan menggapai target semifinal. ‘’Sebanyak 16 tim di Piala Asia ini merupakan tim tangguh. Akan tetapi, tidak ada yang tidak mungkin. Tugas kami saat ini adalah mempersiapkan diri untuk lolos dari babak grup, sembari mengantisipasi Grup B yang menjadi lawan di perempatfinal kalau
Grup A: Indonesia, Uni Emirat Arab, Qatar, Taiwan. Grup B: Jepang, Irak, Taiwan, Korea Utara.
Grup D: Arab Saudi, Tajikistan, Cina, Malaysia. kami melaju,’’ tutur Indra. Timnas U-19 sendiri akan menjalani pemusatan latihan (TC) sebagai bagian dari persiapan Piala Asia U-19 2018 pada 19-27 Mei di Lapangan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Yogyakarta. (ant)
Pemanasan di Piala AFF
Timnas U-19
Porprov Bali di Tabanan Pertandingkan 38 Cabor
Denpasar (Bali Post) Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan mempertandingkan 38 cabor, dan tercatat 37 cabor digelar menyebar pada sembilan kecamatan di Tabanan, plus satu cabor yakni renang diselenggarakan di Kolam Renang Tirta Arum Blahkiuh, Badung. Ketua Umum KONI Ta-
banan Dewa Gede Ary Wirawan saat pemaparan pada Rapat Anggota KONI Bali di Denpasar, Jumat (18/5) kemarin menegaskan, Tabanan selaku tuan rumah pihaknya mengangkat tema ‘’Sport Tourism and Culture’’. Karena itu, pada upcara pembukaan diisi parade berbagai seni dan budaya khas Ta-
Bali Post/dok
MENDAHULUI - Cabor bola basket yang digelar di GOR basket Debes bakal mendahului dari jadwal Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan, 9-19 September 2019 mendatang.
banan, termasuk kuliner asli Tabanan yang mulai langka juga disuguhkan. ‘’Upacara pembukaan dan penutupan hajatan multi-event dua tahunan antarkabupaten dan kota se-Bali dipusatkan di Taman Kota,’’ terang Dewa Ary Wirawan. Dikemukakan, pihaknya juga membenahi beberapa venue misalnya Stadion dan GOR Debes, membuat lapangan tembak dan papan panjat tebing. ‘’Kami menyelenggarakan Porprov dari 9-19 September 2019,’’ ucapnya. Ia mengakui ada beberapa cabor yang mendahului seperti basket, karate, pencak, silat, catur, dan sepak bola. Sementara itu, Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi menerangkan, pelaksanaan Porprov Bali XIV/2019 bertujuan menjaring atlet berprestasi, yang dipersiapkan berlaga pada PON XX di Papua 2020 mendatang. Suwandi mengingatkan, renovasi maupun pembangunan tempat pertandingan (venue) supaya dijadwalkan dan berapa persen rampungnya harus dilaporkan secara progres. Alasannya, jangan sampai pelaksanaan Porprov sudah dimulai, pembangunan venue belum tuntas. (022)
Ostapenko Siap Ladeni Sharapova Roma Juara Prancis Terbuka Jelena Ostapenko melangkah ke perempatfinal Italia Terbuka, setelah mengalahkan Johanna Konta 2-6, 6-3, 6-4, Kamis (18/5) kemarin. Petenis asal Latvia itu mengawali permainan dengan lamban, dan berjuang dengan servis pertamamya, dan mengalami
28 kesalahan sendiri, namun akhirnya dia mampu bangkit dan bermain lebih mantap. Dengan hasil kemenangannya ini maka petenis berusia 20 tahun itu akan bertemu dengan pemenang tiga kali di Roma, Maria Sharapova. Petenis Rusia Sharapova yang menang mudah 6-3, 6-4 atas petenis Australia
Bali Post/google
Jakarta (Bali Post) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyatakan ajang Piala AFF U-18 2018 yang digelar di Indonesia pada 2-14 Juli nanti, menjadi pemanasan skuad timnas U-19 menuju Piala Asia U-19. ‘’Kejuaraan Piala AFF yang berlangsung di Jakarta dan Sidoarjo ini akan menjadi batu loncatan untuk memastikan anak-anak dipersiapkan dengan baik sebelum turun di Piala Asia,’’ ujar Pelaksana tugas Ketua Umum PSSI Joko Driyono, di Jakarta, Jumat (18/5) kemarin. Dijelaskannya, PSSI tetap menargetkan
semifinal bagi timnas U-19 yang kini dilatih Indra Sjafri. ‘’PSSI menargetkan timnas U-19 lolos ke Piala Dunia U-20 pada tahun 2019 dan untuk itu setidak-tidaknya harus menjadi semifinalis Piala Asia,’’ kata Joko. Sementara itu, Indra Sjafri menyebutkan, skuadnya akan melakoni beberapa pertandingan uji coba di sela pemusatan latihan (TC) demi memenuhi target PSSI di Piala Asia 2018. Beberapa laga itu, Indra menambahkan, melibatkan timnas dari luar negeri. ‘’Namun, uji coba tetap dilaksanakan di Indonesia. Nanti disiapkan oleh PSSI,’’ tuturnya. (ant)
Timnas BMX AG Turun pada Kejuaraan Asia Jakarta (Bali Post) Timnas balap sepeda disiplin BMX yang disiapkan untuk Asian Games (AG) 2018, Jakarta-Palembang, diuji pada kejuaraan Asia di Chai Nat, Thailand, 26-27 Mei, dan sebelumnya turun di kejuaraan dunia Belanda dan Belgia. Manajer timnas balap sepeda Indonesia Budi Saputra, di Jakarta, Jumat(18/5) kemarin mengatakan, pembalap Indonesia yang sudah dipastikan berangkat ke Negeri Gajah Putih adalah pembalap putra, sedangkan untuk putri menunggu keputusan pelatih. ‘’Sepulang dari kejuaraan dunia di Belanda dan Belgia, pembalap putra kembali ke Indonesia dulu. Rencananya berangkan ke Thailand tanggal 24 Mei,’’ katanya saat dikonfirmasi. Pembalap putra yang bakal diuji pada kejuaraan Asian 2018 itu adalah I Gusti Bagus Saputra, Rio Akbar dan Tony Syarifudin. Sebelumnya, ketiganya
sudah menjalani pemusatan latihan nasional cukup lama di Yogyakarta. Untuk pembalap putri, Indonesia hanya punya satu nama yaitu Elga Kharisma Novanda. Pembalap asal Malang ini tetap menjadi tumpuan meski kondisinya saat ini kurang maksimal, akibat masih menjalani penyembuhan cedera. Menurut Budi, kejuaraan Asia ini sangat penting untuk memetakan kekuatan calon lawan, mengingat semua pembalap BMX terbaik di Asia bakal turun. Pembalap yang turun merupakan representasi pembalap yang bakal turun di Asian Games 2018 nanti. ‘’Kekuatan pembalap BMX akan terlihat di sana. Begitu juga persaingannya. Kami berharap Bagus dan kawan-kawan bisa memanfaatkan momen ini untuk persiapan menuju Asian Games,’’ tutur Budi. Sementara itu, pelatih kepala timnas balap sepeda Dadang Harries
Poernomo mengatakan, jika Elga Kharisma Novanda tetap akan diberangkatkan ke Thailand. Hanya, pelatih asal Banyuwangi ini tidak membebani target yang tinggi buat ratu BMX Asia Tenggara itu. ‘’Dia (Elga) tetap ikut, tapi tanpa target. Dia akan lebih difokuskan pada Asian Games nanti,’’ ucapnya. Memberangkatkan Elga ke kejuaraan Asia ini bukan tanpa alasan. Selain untuk menjaga momentum atmosfer kejuaraan juga untuk mempertahankan poin UCI yang dimiliki pembalap asal Malang itu, karena jika tidak turun bakal hilang. Balap sepeda merupakan cabang olahraga yang diharapkan mampu menyumbang medali untuk kontingen Indonesia pada Asian Games 2018. Khusus untuk Elga, selain turun di BMX, peraih emas SEA Games 2017 ini juga akan turun di track. (ant)
Susila Putra Tahan PS Badung Mangupura (Bali Post) Kesebelasan Susila Putra Sibangkaja, Abiaknsemal, Badung, berhasil menahan tim Lifa 3 PS Badung dengan skor 1-1 (0-0) dalam latih-tanding di Lapangan Samudra Kuta, Badung, Jumat (18/5) kemarin. Ketua PS Susila Putra Ida Bagus Purnaya yang dihubungi usai laga uji coba menyatakan, pihaknya bangga tim desa bisa menahan PS Badung yang persiapan mengikuti Kompetisi Liga 3 Putaran Nasional. Diceritakan, sejak awal permainan imbang dan kedua tim silih-berganti
melancar serangan, namun hingga turun minum, bai PS Badung maupun Susila Putra belum mampu mencetak gol. Pada paruh kedua, Tim Keris baru unggul 1-0. Akan tetapi, empat menit menjelang bubaran, Susila Putra sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui gocekan Adi Pradana. Menurut Ida Bagus Purnaya, pihaknya memberikan apresiasi kepada perjuangan skuad Susila Putra, termasuk pelatihnya Gede Galung Setyadi. ‘’Kami akui anak-anak semangat juangnya tinggi sekali,’’ tutur Ida Bagus
Purnaya. Diakuinya, hasil akhir seri ini, menandakan pembinaan sepak bola di Desa Sibangkaja juga tidak terlalu ketinggalan dibandingkan tim-tim lainnya. ‘’Padahal, secara kualitas PS Badung jauh di atas kami, tetapi anak-anak mampu mengimbangi permainan dan hasil akhir seri,’’ jelas Ida Bagus Purnaya. Hasil ini sekaligus mendorong pembinaan sepak bola di PS Susila Putra, Sibangkaja, dituntut supaya bisa mencetak pesepak bola andal, berbakat dan bertalenta. (022)
Daria Gavrilova berharap dirinya bisa memangkas 32 kesalahan sendiri, yang dia buat saat pertemuan pertama dengan Ostapenko. ‘’Ada sesuatu yang mencolok dari permainan dia, di lapangan tanah liat ini, dia bisa bermain sangat bagus,’’ kata Sharapova tentang Ostapenko. (ant/rtr)
Suporter Berulah, Sriwijaya FC Didenda Rp 200 Juta
Palembang (Bali Post) Sriwijaya FC didenda Rp 200 juta akibat ulah suporter yang melepaskan smoke bom pada laga Liga 1 melawan Bhayangkara FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, 12 Mei lalu. Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri Faisal Mursyid, di Palembang, Jumat (18/5) kemarin, mengatakan surat resmi terkait pemberian denda ini sudah diterima manajemen klub yang ditandatangani Ketua Komite Disiplin PSSI Asep Edwin Firdaus. ‘’Jelas ini sangat mengejutkan kami, bisa dikatakan ini menjadi denda terbesar dalam sejarah Sriwijaya FC, karena sampai Rp 200 juta,’’ kata Faisal.
Terkait keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI ini, manajemen klub belum mengambil keputusan apakah menerima atau banding. Namun, Faisal memberikan gambaran, jikapun banding tetap sulit, karena Komdis PSSI memberikan denda terbilang cukup mendasar, mengingat memang tertera di regulasi dan didukung oleh rekaman video (visual). ‘’Tapi kami tetap akan mempertimbangkannya. Yang jelas, kami meminta kelompok suporter lebih bertangung jawab ke depan. Jika sudah begini, klub tentu saja dirugikan. Jika dihitung-hitung, uang Rp 200 juta itu setara dengan biaya tim untuk satu kali laga tandang,’’ katanya. (ant)
Bali Post/ist
LATIH-TANDING - PS Badung saat melakukan latih-tanding melawan PS Susila Putra, Sibangkaja, Abiansemal, Badung, di Lapangan Samudra Kuta, Jumat (18/5) kemarin.