20 HALAMAN
NOMOR 60 TAHUN KE 69
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (152 rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
selasa umanis, 18 oktober 2016
@balipostcom (4.485 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418
Nusa Ceningan Terisolir
Relawan Seberangkan Warga Secara Gratis PUTUSNYA Jembatan Kuning, membuat Nusa Ceningan terisolir. Namun warga tak putus asa. Sejumlah warga menghimpun diri menjadi relawan. Para pemilik perahu itu secara sukarela menyeberangkan warga utamanya siswa ke Nusa Lembongan. Kegiatan ini dilakukan secara sukarela dengan menggunakan sampan masing-masing.
Bali Post/dwa
WARGA - Relawan Nusa Ceningan menyeberangkan warga yang terisolir pascaterputusnya Jembatan Kuning.
Kasus Dimas Kanjeng
Marwah dan Lima ’’Sultan’’ Diperiksa Polisi Surabaya (Bali Post) – Ketua Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Prof. Marwah Daud Ibrahim, Senin (17/10) kemarin memenuhi panggilan penyidik Kepolisian Daerah Jawa Timur untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi bagi tersangka kasus penipuan bermodus penggandaan uang, pemimpin Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. ‘’Saya apresiasi ini sebagai bagian dari penegakan hukum. Saya akan sampaikan apa yang saya tahu, karena kita memang mencari kebenaran dan keadilan,’’ kata politikus itu yang datang didampingi pengacaranya, Isya Jualinto, S.H. Saat istirahat, perempuan yang pernah menjadi anggota DPR selama tiga periode itu menjelaskan bahwa dia belum dapat bercerita banyak tentang hasil pemeriksaannya karena sejak datang pukul 09.15 WIB hingga istirahat pukul 12.00 WIB masih ditanya seputar biodata dan hubungannya dengan padepokan. Hal. 19 Langkah Hukum
Sejak pukul 05.00 Wita, sebanyak 20 orang relawan dari Nusa Ceningan membantu warga yang hendak menyeberang ke Nusa Lembongan. Beberapa di antara warga tersebut merupakan siswa yang hendak bersekolah. Pasalnya SMP dan SMA terdekat dari Nusa Ceningan hanya ada di Nusa Lembongan yakni SMP 4 Nusa Penida, SMA Satu Atap dan SMA Wisata Darma. ‘’Setelah jembatan terputus warga harus menyeberang laut untuk bisa bersekolah atau pun berkerja ke Nusa Lembongan,’’ tutur Ketut Sugianta (41), Senin (17/10) kemarin. Menurutnya, ada sejumlah warga asli Nusa Ceningan juga yang ikut menjadi relawan secara gratis seperti Nyoman Arta, Gede Lama, Made Tangkas, Wayan
Parin, Ketut Sugianta, Komang Abdul, Made Swasta dan Kadek Adi Putra. Para relawan ini juga mengangkut berbagai bentuk barang termasuk sepeda motor. Semua itu dilakukan secara gratis agar warga dapat kembali pulih setelah tertimpa musibah yang menyebabkan delapan orang tewas dan puluhan orang luka-luka. Sugiarta menyayangkan, perkembangan pariwisata di Nusa Lembongan tidak diikuti oleh keamanan yang memadai. Bahkan saat tragedi Jembatan Kuning terputus, Minggu (16/10), tidak satu pun petugas penyelamat yang turun untuk membantu, baik itu Basarnas maupun BPBD. Hal. 19 Alat Seadanya
Wiranto Siapkan Tim Sapu Bersih Pungli Jakarta (Bali Post) – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto telah menyiapkan daftar nama-nama yang masuk dalam tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli). ‘’Nama-namanya sudah ada,’’ kata Menko Polhukam Wiranto di Kementerian Koordinator Bidang Polhukam, Jakarta, Senin (17/10) kemarin. Dia mengatakan nama-nama tersebut telah diajukan kepada Presiden Joko Widodo. ‘’Ya…
kalau tim bekerja ya… tunggu dulu perpres (peraturan presiden) dulu,’’ ujarnya. Dia menuturkan, pemerintah juga sedang menggarap sistem dalam jaringan di mana masyarakat dapat memberikan pengaduan tentang praktik pungli. Pemerintah juga sedang menyiapkan peraturan presiden untuk menjadi payung hukum satgas dalam menghentikan pungutan liar. Dengan pembentukan Satgas Saber Pungli, dia berharap pungli dapat dibersihkan secara tuntas, sistematis dan menyeluruh, sehingga
kegiatan pemberantasan pungli itu akan bersifat simultan. Wiranto mengatakan pembentukan Satgas Saber Pungli untuk menghentikan pungutan liar ditujukan untuk menciptakan ketenteraman bagi masyarakat, menjadikan proses pelayanan publik lebih bersih dan lebih cepat, membangun kepastian dan kepercayaan publik terhadap aparat pemerintah yang melayani mereka. Hal. 19 Pelayanan Publik Wiranto
Bromo Erupsi Probolinggo (Bali Post) – Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Bromo yang berada di Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur diguyur hujan abu vulkanik tipis akibat erupsi gunung itu yang memiliki ketinggian 2.329 meter dari permukaan laut (mdpl). ‘’Secara visual memang terpantau hujan abu tipis mengguyur di PPGA Bromo,’’ kata Kasubid Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Dr. Hendra Gunawan saat dihubungi dari Probolinggo, Senin (17/10) kemarin. Hal. 19 Gempa
Tommy Soeharto
Partai Berkarya Disahkan
Pencetusnya Tommy Soeharto Jakarta (Bali Post) – Kementerian Hukum dan HAM mengesahkan keberadaan Partai Berkarya yang turut dicetuskan putra bungsu mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto). Tommy Soeharto pada masa ayahnya berkuasa juga seorang fungsionaris Golongan Karya yang kemudian menjadi Partai Golongan Karya (Golkar). Banyak sekali ‘’alumni’’ Partai Golkar yang kemudian mendirikan atau menjadi fungsionaris partai politik baru. Hal. 19 Panggung Politik
Marwah Daud Ibrahim
Bali Post/ant
10 Ton Beras Bulog
Dewa Sukrawan Akui untuk Kampanye Singaraja (Bali Post) – Pengiriman 10 ton beras Bulog yang dititipkan di rumah warga Dusun Karang Sari Desa Banyupoh Kecamatan Gerokgak, mulai menunjukkan titik terang. Ternyata beras premium itu untuk kampanye Partai Golkar. Bakal calon bupati Buleleng Dewa Nyoman Sukrawan, Senin (17/10) kemarin mengatakan, beras Bulog yang dikirim ke wilayah Gerokgak itu adalah beras premium untuk kepentingan kampanye Partai Golkar. ‘’Itu beras kita beli di Bulog dan resmi. Beras itu untuk acara Golkar. Ya... memang untuk itu (acara safari kesehatan - red). Ya… namanya kampanye pasti saja kita memberi sesuatu,’’ katanya. Sekretaris DPD Golkar Bali I Nyoman Sugawa Korry juga menyatakan hal senada. ‘’Ya… itu beras dibeli dari Bulog. Rencananya diberikan kepada masyarakat dalam rangka HUT Golkar di Kabupaten Buleleng,’’ ujarnya. Ketika ditanya soal dokumen pen-
dukung beras itu, Sugawa mengaku diselesaikan oleh staf yang ditugaskan. Namun, dirinya tidak menyebut secara rinci siapa staf yang dimaksud. Sementara mengenai tempat untuk menyimpan beras itu di rumah warga, menurutnya, sudah diatur oleh kader partai berlambang beringin di kecamatan. ‘’Tentang tempat, yang mengatur adalah kader di kecamatan sesuai dengan kondisi ketersediaan tempat di lapangan,’’ jelasnya. Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Buleleng Putu Singyen berjanji akan mengupayakan dokumen kelengkapan beras yang mengundang kegelisahan di tengah masyarakat tersebut. Kiriman beras Bulog tidak hanya di Kecamatan Gerokgak, juga dilakukan di kecamatan lain di Buleleng. Seluruh beras tersebut akan didistribusikan kepada masyarakat dalam rangka menyambut HUT Partai Golkar akhir bulan ini. Bali Post/kmb34 Hal. 19 BERAS - Beras Bulog premium sebanyak 200 sak masih tersimpan di rumah warga di Desa Lokasi Penitipan Banyupoh, Gerokgak, Senin (17/10) kemarin.
KAWAH - Debu vulkanik menyembur dari kawah Gunung Bromo di Desa Cemorolawang, Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (17/10) kemarin. Aktivitas Gunung Bromo kembali meningkat hingga berstatus Siaga atau level III dengan kondisi mengeluarkan asap putih kelabu dari kawah hingga ketinggian 300 meter yang mengarah ke barat serta utara.
Masih Status Quo Singaraja (Bali Post) Penitipan beras Bulog di rumah warga, mendapat perhatian aparat kepolisian di Buleleng. Apalagi jumlah beras mencapai 10 ton. Kapolres Buleleng AKBP I Made Sukawijaya, M.Si. menyampaikan, tim kepolisian dari Sat Reskrim Polres Buleleng sudah melakukan rapat kecil dan meninjau bukti beras Bulog premium di lapangan. Laporan jumlah resmi pengiriman total kedua beras di Gerokgak dan Sawan masih dalam pendalaman aparat. ‘’Ada laporan ke kami mengenai beras Bulog itu. Tidak hanya di Desa Banyupoh Gerokgak, tetapi ada pula di Desa Bungkulan Kecamatan Sawan. ‘’Beras Bulog ada di dua tempat, dan kami buatkan status quo dulu atau tidak dapat dikeluarkan dahulu sampai dilengkapi dokumen kelengkapannya,’’ ujarnya. (kmb34)
DENPASAR
2
Selasa Umanis, 18 Oktober 2016
Satpol PP Datang, Pedagang Menghilang
KEKERINGAN–
S EJ U M L A H warga Denpasar yang melintas di Jalan Kartini banyak yang mengeluh karena terganggu aktivitas para pedagang di badan jalan. Menindaklanjuti keluhan warga, Senin (17/10) kemarin Satpol PP berniat melakukan penertiban. Sayangnya, sebelum petugas berseragam cokelat tersebut datang, puluhan pedagang yang biasanya beraktivitas di trotoar dan bahkan di badan jalan itu langsung menghilang. Semua pedagang yang biasanya berjualan di jalan, sudah tidak ada lagi. Penertiban kemarin dipimpin Kasatpol PP Denpasar I.B. Alit Wiradana yang juga dihadiri Camat Denpasar Utara Nyoman Lodra serta perangkat desa setempat. ‘’Kami akan melakukan tindakan tegas bila masih ada yang melanggar, karena sudah sering diberikan surat teguran,’’ katanya. Di sisi lain, Kasi Operasional Satpol PP Desak Putri Yasni mengungkapkan, saat ini pihaknya menyasar pedagang di trotoar dan jalan. Ke depan, pihaknya juga akan bersurat kepada para pemilik toko yang areal parkirnya digunakan pedagang berjualan sore harinya. Karena, sebenarnya areal itu untuk parkir, namun kini dimanfaatkan untuk berjualan. ‘’Kami akan bersurat dulu kepada pemilik toko, sehingga ke depan kami akan tertibkan juga,’’ katanya. Setelah melakukan penertiban di Jalan Kartini tepatnya di depan Terminal Wangaya, Satpol PP kemudian melakukan penertiban PKL di seputaran Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung. ‘’Selain di sini (Wangaya), kami juga melakukan penertiban di Lapangan Puputan Badung,’’ jelas Alit Wiradana. (ara)
lahan pertanian
Terkait SP-3 Kasus Jeremy Thomas
Dipraperadilankan, Polda Bali Kalah
Denpasar (Bali Post) Kasus yang membelit artis nasional Jeremy Thomas, yang sempat menyandang status tersangka kemudian dicabut lagi oleh penyidik Polda Bali hingga keluarnya SP3, sepertinya bakal berlanjut. Pasalnya, hakim tunggal praperadilan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar Sutrisno mengabulkan gugatan praperadilan yang diajukan warga Australia, Alexander Patrick Morris terkait penerbitan SP3 terhadap aktor Jeremy Thomas. Dengan dikabulkannya praperadilan ini, penyidik Polda Bali pun keok atas penetapan tersangka terhadap kasus yang ditangani. Dan, status tersangka untuk Jermy Thomas ini pun sekarang melekat. Dalam sidang di PN Denpasar, Senin (17/10) kemarin, hakim tunggal Sutrisno menyatakan mengabulkan sebagian gugatan yang diajukan pemohon melalui kuasa hukumnya, I.B. Putu Astina, I.B. Made Dwija Wardana, Dewa Sri Ayu Putu Agung dan I Wayan Ardika. Di antaranya, menyatakan jika penerbitan SP-3 untuk tersangka Jeremy Thomas tidak sah dan tidak sesuai prosedur hukum. Dengan putusan ini, berarti Jeremy Thomas kembali menyandang status tersangka. Terkait permohonan untuk menahan artis nasional itu, majelis hakim menolak. Alasannya, kewenangan melakukan penahanan ada di tangan penyidik kepolisian. Usai sidang, termohon yang diwakili Tim Bidang Hukum Polda Bali yaitu AKBP Made Parwata, Pembina Wayan Kota, Kompol Putu Jayaruja dan Kompol I Putu Sutama, enggan berkomentar banyak terkait putusan tersebut. ‘’Nanti saya laporkan dulu ke atasan. Saya tidak berani berkomentar lebih lanjut,’’ ucap Kompol Sutama. Sementara kuasa hukum pemohon, I.B. Astina, dkk. menyatakan kegembiraannya, meski majelis hakim hanya mengabulkan sebagain dari permohonannya. Ia berharap penyidik bisa segera membuka dan menuntaskan kasus ini hingga selesai. ‘’Dalam putusan jelas membatalkan SP-3 untuk Jeremy Thomas sehingga penyidik harus melanjutkan kasus ini sampai sidang,’’ tegasnya. Kasus ini berawal saat Patric membeli sebidang tanah seluas 35 are di kawasan Kedewatan, Ubud pada tahun 1999 lalu. Karena warga asing, Patric meminjam nama Rudi Marcio asal Bandung yang merupakan agen properti tanah tersebut. Pada tahun 2000, dibangun vila mewah di atas tanah tersebut. Selanjutnya, Patric yang bekerja di Jakarta sebagai Komisaris Independent PT Astra International yang sudah kenal lama dengan Jeremy Thomas, melakukan kerja sama pada 2013 untuk membangun spa di atas sisa tanah seluas 12 are yang berada di sebelah vila milik Patric. Jeremy dimintai tolong untuk mencarikan pinjaman dana di bank untuk membangun spa. Jeremy meminta agar SHM vila yang sebelumnya atas nama Rudi Marcio dialihkan ke nama Jeremy Thomas untuk mempermudah keluarnya kredit di bank. Karena sudah kenal dekat dengan Jeremy, korban mau saja dan dilakukan jual-beli dari Marcio ke Jeremy melalui persetujuan Patric. Masalah muncul ketika kredit di bank cair Rp 17 miliar yang sudah ditandatangani Patric di notaris. Namun, Jeremy tidak pernah melaporkan kepada Patric ke mana uang tersebut. Bahkan, Patric hanya sempat diberi uang Rp 1 miliar oleh Jeremy. Tidak terima, Patrick melaporkannya ke Polda Bali dengan tuduhan penipuan dan penggelapan. (kmb37)
(0361) 819446, 081337032965 FM 96,5
Topik : peternakan di tpa Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com
Selain terdesak bangunan,
di Kota Denpasar kini mulai kesulitan air. Salah satu lahan pertanian di Kota Denpasar tampak retakretak akibat Bali Post/wan
kekeringan.
Tiga Ruang Kelas Telah Lama Dibongkar
Kelanjutan Pembangunan Gedung SDN 16 Pemecutan Dipertanyakan Denpasar (Bali Post) –
Pembongkaran tiga ruang kelas di SDN 16 Pemecutan, Denpasar Barat, sudah dilakukan Mei 2015 lalu. Bekas tiga ruang kelas itu pun kini tampak rata dengan tanah. Sedangkan untuk pembangunannya belum jelas. Waga pun mulai mempertanyakan kelanjutan pembangunan gedung yang sudah dibongkar tersebut. Karena saat ini, sekolah tersebut masih memerlukan ruang belajar. Mengingat, sampai saat ini sekolah yang berada di Jalan Bukit Tunggal Gang VII itu menerapkan pola belajar dua shift, yakni pagi dan siang. Salah seorang warga, Kadek Dwiek Putra Merdana, Senin (17/10) kemarin mengaku pihaknya banyak menerima keluhan masyarakat terkait kelanjutan pembangunan tiga ruang kelas yang kini sudah rata dengan tanah itu. Pasalnya, keterbatasan ruang belajar berpengaruh terhadap proses belajar-mengajar di sekolah tersebut. Putra Merdana yang
kader Partai Hanura ini juga sempat membawa aspirasi ini kepada Fraksi Hanura di DPRD Denpasar. ‘’Kami harap pembangunan tiga ruang kelas itu diprioritaskan, sehingga proses belajar-mengajar kembali normal,’’ paparnya. Kepala SDN 16 Pemecutan Dra. Ni Made Mariani membenarkan jika tiga ruang kelas yakni ruang kelas I, II dan III sudah dibongkar
Mei 2015 lalu. Menurutnya, sebenarnya ketiga ruang kelas itu sudah pernah mendapat perbaikan, khususnya pada bagian atap pada 2011 lalu. Namun sekitar 2013, atap bangunan itu rusak karena dikerubuti rayap. ‘’Karena kerusakannya semakin parah, kami sempat bicarakan dengat kadus dan komite. Selanjutnya, kami laporkan ke Bagian Bina Pro-
Mahal, RS Kesulitan Kelola Limbah Medis Denpasar (Bali Post) Rumah sakit (RS) di Bali kesulitan dalam melakukan pengolahan limbah medisnya. Selain menggunakan IPAL untuk pengolahan limbah medis cair, klinik atau puskesmas dan RS juga menggunakan septic tank. Sedangkan pengolahan limbah medis padat, menggunakan incenerator. Hanya, untuk mengoperasionalkan incenerator perlu izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan uji amdal. Atas kondisi ini, pengolahan limbah medis jadi tidak murah. Hal itu membuat RS dan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) kesulitan mengelola limbahnya. Aada akhirnya, mereka memutuskan untuk memakai jasa pihak ketiga dalam pengelolaan limbah. Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dr. Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes. menjelaskan, peraturan tentang pengolahan limbah sudah ada, baik yang dikeluarkan Menteri Kesehatan maupun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Jika problema limbah medis dihadapi secara bersama, tentu tidak
akan menjadi sulit. ‘’Kita harus duduk bersama, jika menganggap limbah medis sebagai tanggung jawab bersama, masalah limbah tidak akan menjadi beban dan kendala. Tapi kalau masalah limbah tidak merasa menjadi tanggung jawab bersama, itu yang menjadi sulit. Untuk itu, perlu aliansi strategis untuk mengatasi hal tersebut,’’ ujarnya ketika ditemui saat acara pelantikan Asosiasi Rumah Sakit Daerah (Arsada) Bali, belum lama ini. Kuntjoro mengatakan, rumah sakit yang menjadi anggota PERSI memang pengolahan limbahnya ada yang menggunakan jasa pihak ketiga dan ada yang mengelola sendiri. Namun, kebanyakan pengelolaan limbah medisnya dilakukan secara mandiri. ‘’Karena tidak semua pihak ketiga memenuhi persyaratan untuk melakukan pengolahan limbah medis,’’ tandasnya. Sementara itu, dalam pengajuan izin operasional ke Kementerian Lingkungan Hidup juga tidak mudah. RS yang tugas utamanya melayani kesehatan masyarakat, menjadi bertambah
bebannya ketika menghadapi persoalan limbah. ‘’KLH dalam mengeluarkan izin juga berpedoman pada standar/kriteria, memiliki pedoman yang harus dilakukan,’’ jelasnya. Pengolahan limbah yang tidak murah, juga terkadang tidak masuk dalam penganggaran sebuah RS. Maka dari itu, ia memandang perlu ada orang yang berkompeten dalam bidang pengelolaan limbah di RS mulai dari hulu ke hilir, termasuk perencanaan. ‘’Untuk itu, tidak ada yang tidak ada biayanya, semua berbiaya,’’ tegasnya. RS ada yang dimiliki pemerintah pusat dan ada yang dimiliki pemerintah daerah. Ketika RS melakukan aktivitasnya tapi hal itu belum mampu dibiayai sendiri oleh RS, maka pemilik wajib membiayai aktivitas RS tersebut. Sebab, klaim-klaim pembayaran yang diberikan badan penyelenggaraan jaminan kesehatan belum termasuk biaya pengolahan limbah. Karenanya, selisihselisih yang belum sempat dan belum bisa dipenuhi oleh RS itu sendiri seharusnya pemda/ pemilik RS memikirkan hal tersebut. (kmb42)
gram. Setelah dijajaki, akhirnya ketiga ruangan itu dikosongkan,’’ ujarnya. Selanjutnya, kata Mariani, pihaknya mengusulkan untuk dihapuskan. Usulan ini kemudian ditindaklanjuti dengan dilakukan pembongkaran. Plt. Kadisdikpora Denpasar Nyoman Ngurah Jimmy Sidarta mengatakan, pembongkaran tiga ruang kelas yang ada di SDN 16 Pemecutan akibat kondisi bangunan yang rusak berat. Akhirnya, diajukan izin penghapusan aset dan dilakukan pembongkaran. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya musibah gedung sampai roboh, sehingga dibongkar terlebih dahulu. Artinya, pembongkaran tersebut bukan untuk dirancang
segera dibangun kembali. ‘’Itu karena kondisinya sudah rusak sehingga dibongkar dulu,’’ katanya. Terkait pembangunan kembali, Jimmy mengatakan, akan diusahakan pada 2017 mendatang. Mengingat, saat ini kondisi keuangan harus berdasarkan skala prioritas. Namun, pihaknya sudah merencanakan ruang kelas itu bisa dibangun 2017 mendatang. ‘’Kami sudah rencanakan karena DED-nya sudah ada,’’ jelas Asisten II Setda Pemkot Denpasar ini. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.
Pengaruhi Kualitas Daging
Dewan Minta Peternakan di TPA Suwung Dihentikan
Denpasar (Bali Post) – Keberadaan hewan ternak di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Suwung, menjadi perhatian para wakil rakyat d Denpasar. Mereka berharap pemerintah melakukan pemeriksaan terhadap kualitas daging dari ternak yang ada di TPA. Bila perlu, semua kegiatan beternak di TPA dihentikan. Hal ini ditegaskan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Denpasar A.A. Susruta Ngurah Putra dan anggota dewan dari Partai NasDem A.A. Ngurah Gede Widiada, Senin (17/10) kemarin. Kedua wakil rakyat ini menilai peternakan di TPA akan berdampak terhadap kesehatan daging yang disajikan. Karena itu, pemerintah harus segera bersikap dan mengambil langkah strategis dalam mengatasi persoalan tersebut. Susruta Ngurah Putra sangat menyayangkan ada aktivitas beternak di TPA. Mengingat, Bali sebagai daerah pariwisata yang banyak dikunjungi wisatawan, sangat rawan
bila sampai aktivitas tersebut diketahui wisatawan. Sebab, wisatawan sangat menjunjung tingkat higienitas daging yang mereka konsumsi. ‘’Apa jadinya bila kegiatan itu sampai diketahui wisatawan,’’ ujarnya. Di sisi lain, Widiada menyarankan agar instansi terkait turun ke lapangan untuk memberikan edukasi kepada warga terkait dampak yang ditimbulkan. Karena selain menyangkut kesehatan masyarakat, kualitas daging, juga menyangkut image tentang pariwisata di Bali. Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan sapi dilepasliarkan pemiliknya di TPA Suwung. Keberadaan sapi di lokasi itu cukup gemuk, meski tidak ada rumput yang menjadi makanan utamanya. Diperkirakan, sapi yang berada di TPA itu memakan berbagai jenis sampah yang dibuang. Bahkan, diduga sapisapi di kawasan itu juga makan plastik sehingga memengaruhi kualitas dagingnya. (kmb12)
Kasus Pembunuhan Polantas di Kuta
Terdakwa Dijerat Pasal Berlapis Denpasar (Bali Post) Berkas dan tersangka kasus pembunuhan anggota Polantas Aipda I Wayan Sudarsa, Senin (17/10) kemarin dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar oleh penyidik Polresta Denpasar. Dua tersangka pasangan kekasih, David James Taylor dan Sara Connor, juga ikut digiring untuk selanjutnya dititipkan di Lapas Kerobokan. Dalam kasus ini, tersangka dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 338 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara, Pasal 170 ayat 2 ke-3 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara dan Pasal 351 ayat 3 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun. Kajari Denpasar Erna Noormawati Widodo Putri mengatakan, pascadilakukan pelimpahan tahap II, jaksa yang ditunjuk akan merampungkan rencana dakwaan. Pihaknya secepatnya akan menyelesaikan dakwaan ini. Bila perlu, dalam waktu 10 hari pihaknya sudah bisa merampungkan untuk selanjutnya dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Denpasar. ‘’Kita targetkan 10 hari ke depan dakwaan sudah rampung dan
tersangka langsung dilimpahkan ke pengadilan. Namun sesuai SOP, sudah ada ketentuan untuk perkara seperti ini tersangka dapat dilakukan penahanan hingga 30 hari sebelum dilimpahkan ke pengadilan,’’ kata Erna. Kedua tersangka untuk sementara ditahan selama 20 hari ke depan sampai penyusunan dakwaan rampung. Sesuai KUHP, terdakwa dapat ditahan hingga 30 hari atau diperpanjang masa penahanannya ke Pengadilan Tinggi hingga 140 hari apabila PN Denpasar sulit untuk melakukan pembuktian. Prosedurnya, sambung pejabat asal Malang ini, pengadilan bisa melakukan perpanjangan penahanan kedua tersangka hingga 180 hari atau enam bulan untuk proses persidangan. Namun, pihaknya bersama jaksa yang menyidangkan kasus ini menargetkan proses persidangan hanya berlangsung empat bulan saja. Pantauan Bali Post, kedua tersangka ditemani kuasa hukumnya masing-masing. David yang sudah berpenampilan baru alias rambutnya tidak gimbal lagi, ditemani Haposan Sihombing. Pengacara jebolan Universitas Udayana itu mengatakan, dalam tahap II Da-
vid menjawab pertanyaan bahwa saat kejadian 17 Agustus lalu, tidak disangka akan menyebabkan kematian. ‘’Intinya David menyesal dan sudah meminta maaf pada keluarga korban, yang ditulis sendiri oleh tersangka,’’ ucap Haposan dan menyebutkan, surat itu satu berbahasa asing dan satu lagi berbahasa Indonesia. Sementara Sara, melalui kuasa hukumnya, Erwin Siregar, justeru berucap sebaliknya. Dia ngotot mengaku tidak bersalah. Erwin juga membenarkan jika Sarah dititip di Lapas Kerobokan untuk menjalani penahanannya sebelum digelar persidangan. Tunggu Hasil Tes DNA Penyidikan kasus pembunuhan Aipda Wayan Sudarsa dengan tersangka Sara Connor dan David James Taylor, tidak berjalan mulus. Penyidik hampir dua bulan melengkapi berita acara pemeriksaan dan melengkapi petunjuk jaksa. Salah satu penyebabnya, menunggu hasil tes DNA darah kedua tersangka di Jakarta. ‘’Karena tes DNA darah hanya bisa dilakukan di Jakarta, di sini (Bali) belum bisa. Waktunya tidak bisa di-
Bali Post/eka
PELIMPAHAN - Tersangka David James Taylor digiring menuju ruangan untuk menjalani proses pelimpahan di Kejari Denpasar, Senin (17/10) kemarin. David yang berkewarganegaraan Ingris dilimpahkan bersama Sara Connor atas kasus pembunuhan anggota Polantas di Kuta, beberapa bulan lalu. pastikan karena bisa sampai satu bulan,’’ tegas Kapolresta Denpaar Kombes Pol. Hadi Purnomo di sela-sela persiapan pelimpahan kasus tersebut ke Kejari Denpasar. Seperti diberitakan sebelumnya, setelah ditangkap di Konjen Australia, Renon, David James Taylor asal Inggris dan Sara Connor asal Australia diamankan di Mapolresta Denpasar. Hasil gelar perkara dan
alat bukti yang berhasil dikumpulkan, penyidik menetapkan mereka sebagai tersangka kasus pembunuhan Aipda Wayan Sudarsa. Penetapan itu setelah dilakukan gelar perkara. Hasil gelar perkara menyimpulkan meningkatkan dari tahap penyelidikan ke penyidikan dan menetapkan David serta Sara sebagai tersangka. Selanjutnya mereka ditahan di Mapolresta. (kmb37/kmb36)
Selasa Umanis, 18 Oktober 2016
Tunggu Aturan Baru
Banleg Tunda Pembahasan Sejumlah Ranperda Mangupura (Bali Post) – Badan Legislasi (Banleg) DPRD Badung menunda pembahasan sejumlah rancangan peraturan daerah (ranperda). Kebijakan yang pembahasannya diagendakan tahun depan, di antaranya Ranperda tentang Pemberdayaan Petani, Ranperda tentang Pegawai Non-PNS diganti dengan Perubahan Perda Nomor 5 Tahun 2008 tentang Sistem Penyelenggaraan Pendidikan, Ranperdda tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 5 Tahun 2005 tentang Perusahaan Daerah Pasar Kabupaten Badung, Ranperda tentang Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol. Banleg DPRD Badung juga melakukan penyelarasan terhadap sejumlah ranperda yang sejatinya sudah masuk pada Program Legislasi Daerah (Prolegda) tahun 2016. Ketua Banleg DPRD Badung I Made Retha mengatakan, selama tahun 2016 Banleg menargetkan mampu menyelesaikan puluhan ranperda di luar Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2015 dan Ranperda tentang Perubahan APBD Tahun 2016. Hingga selesainya masa persidangan kedua, sudah ada sembilan ranperda yang ketok palu. ‘’Tadi sudah dirapatkan, intinya kami akan menyelaraskan Prolegda yang sebelumnya ditetapkan, karena ada beberapa faktor. Ada yang belum bisa diselesaikan sehingga digeser ke tahun depan,’’ ungkap Made Retha, Senin (17/10) kemarin. Diterangkannya, sembilan ranperda yang sudah ditetapkan di antaranya Ketertiban Umum, Pemberdayaan Nelayan, Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 10 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan, Pencabutan Retribusi Administrasi Kependudukan, Kabupaten Layak Anak, Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 20 Tahun 2013 tentang Retribusi Perpanjangan Izin Mempekerjakan Tenaga Asing, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2016-2021, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan Pedoman Penyusunan Organisai dan Tata Kerja Pemerintahan Desa. ‘’Dari sembilan ranperda itu, dua adalah inisatif dewan,’’ ucapnya. Politisi asal Bualu, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan ini mengakui, Ranperda tentang Perubahan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2007 (Diganti Ranperda tentang Retribusi Menara Telekomunikasi) juga akan dibahas lagi tahun depan. ‘’Pansus kini sedang menggodok lima ranperda, yakni Ranperda Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Tahun 2015-2030, Jaringan Utilitas Terpadu, Perumahan dan Kawasan Permukiman, Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 8 Tahun 2008 tentang Penataan Pembangunan dan Pengoperasian Menara Telekomunikasi Terpadu di Kabupaten Badung, dan Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern,’’ paparnya. Di samping itu, katanya, ada sejumlah peraturan yang mendesak untuk segera diselesaikan. Misalnya, tentang kelurahan tidak SKPD lagi, melainkan bagian dari kecamatan. ‘’Ini sangat urgen. Ketika OPD dapat dilaksanakan, otomatis kelurahan segera menyesuaikan. Apalagi peraturan perubahan pengangkatan dan pemberhentian perbekel, karena kita akan melaksanakan pemilihan tahun 2017,’’ pungkasnya. (kmb27)
Badung
3
Takut Jadi Target Pajak
Perbekel Belum Setor Data Akomodasi
Mangupura (Bali Post) – Instruksi Bupati Badung kepada para perbekel/lurah untuk mendata ulang seluruh akomodasi wisata yang ada di wilayahnya, hingga kini belum rampung. Tak sedikit perbekel/lurah belum mendata dan melaporkan seluruh akomodasi wisata, termasuk rumah kos yang ada di wilayahnya. Mereka takut, nantinya akomodasi yang dilaporkan menjadi target pajak. Sesuai perintah Bupati Badung No. 1 Tahun 2016, batas tenggat waktu yang diberikan kepada para perbekel/lurah untuk melakukan pendataan paling lambat 10 Oktober 2016. Mereka wajib melaporkan jumlah akomodasi wisata yang ada di desanya. Sebab, disinyalir banyak akomodasi bodong atau tak berizin telanjur beroperasi di Badung. Dalam instruksi tersebut, lurah dan perbekel wajib melakukan pendataan jumlah hotel bintang dan nonbintang, kondotel, rumah sewa, vila, pondok wisata, restoran/bar/rumah makan, spa, hiburan malam (ka-
raoke, live music/diskotik) baik yang berizin maupun tak berizin yang berada di wilayah desa dan kelurahan masing-masing. Kondisi tersebut, dinilai anggota DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, disebabkan masyarakat takut menjadi objek pajak. Padahal, pemerintah hanya melakukan pendataan untuk mengetahui secara riil jumlah akomodasi maupun rumah kontrakan yang ada di Gumi Keris. ‘’Ini baru mendata, belum tentu merujuk pada pengenaan retribusi dan pajak. Lantas kenapa mesti takut, percayalah tidak mungkin bupati akan menyekik
rakyatnya,’’ ujar Anom Gumanti, Senin (17/10) kemarin. Politisi asal Kuta ini berharap aparat di desa tidak memanipulasi data. Terlebih, menyembunyikan data riil di lapangan. Sebab, validasi data ini penting untuk merumuskan kebijakan berkenaan dengan izin dan pajak. ‘’Kalau bisa segera dilaporkan, kalau tidak ada, ya… apa yang mesti dilaporkan. Tetapi sebagian besar luas wilayah Badung ini adalah berbasis pariwisata. Kalau di Kuta bilang tidak ada, artinya mereka (perbekel/lurah - red) itu tidak bekerja,’’ tegasnya. Kabid Sarana dan Prasarana Disparda Badung I Nyoman Suardana menyatakan minimnya perbekel yang melaporkan hasil pendataannya menyulitkan pihaknya dalam mencari data dasar jumlah sarana-prasarana pariwisata di Badung. ‘’Memang masih banyak per-
bekel yang belum melaporkan (hasil pendataan akomodasi wisata - red). Padahal, deadline kan sudah lewat,’’ ucapnya. Dari enam kecamatan yang ada di Badung, baru kelurahan yang ada di Kuta yang melaporkan hasil pendataannya. Sementara dari lima kecamatan lainnya, masih dominan belum melaporkan. ‘’Hanya Kuta yang sudah semua melaporkan. Kalau Kuta Selatan baru Jimbaran saja,’’ sebutnya. Untuk Kuta Utara, kata Nyoman Suardana, yang belum melaporkan hasil pendataan adalah Kerobokan Kaja. ‘’Kalau tidak salah yang belum itu Kerobokan Kaja. Mengwi dan Abiansemal juga belum, dan kecamatan cuma Desa Petang yang sudah,’’ jelasnya. Terkait hal itu, pihaknya mengaku akan mengejar para perbekel/lurah yang belum menyampaikan laporan sesuai
instruksi bupati. Ia juga mengaku akan jemput bola agar data di semua desa/kelurahan secepatnya terkumpul. ‘’Kami belum bisa melakukan perekapan akomodasi secara menyeluruh. Karena belum semua masuk, makanya belum direkap. Namun, kami akan jemput bola bagi yang belumbelum ini,’’ katanya. Suardana berharap kerja sama seluruh aparat desa/kelurahan yang ada di Badung untuk menyukseskan program bupati dalam mencari data dasar jumlah sarana-prasarana yang ada ini. Dengan pendataan ini, pejabat asal Denpasar ini memastikan seluruh akomodasi yang ada di Badung akan menjadi jelas statusnya. ‘’Apakah dia termasuk akomodasi berizin atau tidak, target kami semua harus terdata dan statusnya jelas, berapa yang berizin dan tidak,’’ pungkasnya. (kmb27)
RTS Ditargetkan Tuntas 2018
Bupati Giri Prasta Serahkan Bantuan UEP di Mengwi SETELAH sebelumnya menyerahkan dana bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan bedah rumah/peningkatan kualitas rumah sehat tahun 2016 di Kecamatan Petang dan Abiansemal, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wabup I Ketut Suiasa dan Wakil Ketua DPRD Badung I Made Sunarta kembali menyerahkan bantuan serupa kepada masyarakat yang masuk kategori Rumah Tangga Sasaran (RTS) di Kecamatan Mengwi, Senin (17/10) kemarin, bertempat di GOR Mengwi. Bupati menargetkan penanggulangan RTS di Badung harus tuntas tahun 2018 mendatang. Penyerahan dana bantuan kepada masyarakat RTS ini, juga sebagai bukti hadirnya pemimpin dan pemkab di tengah-tengah masyarakat Badung. Dalam penyerahan tersebut, Bupati didampingi sejumlah anggota DPRD asal Kecamatan Mengwi, Tim Koordinasi
Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Badung (TKPK) serta pimpinan SKPD Badung. Dalam sambutannya, Bupati Giri Prasta menyampaikan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Mengengah Daerah Semesta Berencana Kabupaten Badung 2016-2021, pemerintah berkomitmen melaksanakan lima program yang menjadi skala prioritas. Meliputi, pemenuhan akan sandang, pangan dan papan bagi masyarakat, pembangunan pendidikan dan kesehatan, jaminan sosial dan tenaga kerja, pelestarian seni, adat, agama dan budaya serta pariwisata. ‘’Bantuan UEP dan bedah rumah ini merupakan salah satu dari lima program prioritas kami, yaitu dalam pemenuhan akan sandang, pangan dan papan,’’ jelasnya. Giri Prasta mengakui bantuan yang diserahkan ini nilainya belum maksimal. Namun untuk tahun 2017 nanti, ia memasti-
BANTUAN - Bupati Giri Prasta bersama Wabup Suiasa dan Wakil Ketua DPRD Badung I Made Sunarta kembali menyerahkan bantuan UEP dan bedah rumah kepada masyarakat yang masuk kategori Rumah Tangga Sasaran di Kecamatan Mengwi, Senin (17/10) kemarin. kan bantuan UEP dan bedah rumah ini akan ditingkatkan. ‘’Mulai tahun 2017, per orang minimal kami akan beri bantuan bedah rumah Rp 50 juta dan UEP Rp 15 juta,’’ tambahnya. Giri Prasta juga akan mem-
polakan pembangunan bedah rumah itu dengan seragam. ‘’Kami akan polakan dengan model sama, dua kamar tidur, satu ruang tamu, satu ruang bebas, kamar mandi dan dapur. Target kami 2018 kaitannya
dengan bedah rumah ini sudah selesai di Kabupaten Badung,’’ tegasnya. Pihaknya juga sangat mengapresiasi dukungan dari pihak swasta melalui CSR-nya yang telah ikut berperan dalam penanggulangan kemiskinan di Badung. Kadisosnaker Badung Ida Bagus Oka Dirga melaporkan, untuk di Kecamatan Mengwi, bantuan UEP diserahkan kepada 237 RTS. Masing-masing mendapat Rp 7,5 juta dengan total Rp 1,7 miliar lebih. Dana bantuan peningkatan kualitas rumah sehat, juga sebanyak 237 RTS, masing-masing mendapat Rp 30 juta dengan total anggaran Rp 8,8 miliar lebih. Sementara di Kecamatan Petang, Bupati sudah menyerahkan pada Sabtu (15/10) lalu dengan jumlah penerima UEP 115 RTS dengan total Rp 862,5 juta. Sedangkan bantuan peningkatan kualitas rumah sehat 113 RTS dengan total Rp 3,3 miliar lebih. (ad609)
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A
Setelah Raih ISO Manajemen Mutu
D I S I N I
Unhi Wisuda 294 Wisudawan
Unwar Bertekad Raih ISO 9001-2015 Lulusan Diharapkan Bisa Berkompetisi Dalam Persaingan Global
UNWAR kembali diaudit untuk mempertahankan sertifikasi ISO 9001-2008 dari TUV Rheinland Indonesia. Kini Unwar memasuki periode kedua setelah meraih ISO tahun 2016. Sejak Senin (17/10) kemarin Unwar menjalani audit penilikan atau surveillance audit. Masa ISO Unwar berlakunya sampai September 2017. Setelah itu Unwar harus menuju ISO 9001-2015. Audit dilakukan dua asesor dari TUV Rheinland Indonesia Abdul Manan Aruli dan Tengku Hermansyah dengan metode sampel. Ketua Badan Penjaminan Mutu Unwar I Wayan Gede Merta, S.E., M.Si. mengungkapkan audit dilakukan selama dua hari hingga Selasa ini. Audit juga dilakukan untuk Lemlit hingga ke pengabdian masyarakat demi perbaikan di masa mendatang. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan budaya mutu di Unwar. Rektor Unwar Prof. Dewa Putu Widjana mengungkapkan, hasil audit ini dijadikan motivasi warga Unwar dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Unwar. Sebab, untuk meraih mutu, budaya mutu harus ditumbuh kembangkan. ‘’Tanpa itu, mustahil kita meraih apa yang disepakati bersama. Maka sistem penjaminan mutu interntal dan eksternal menjadi sangat strategis,’’ tegasnya. Kalau keduanya berjalan secara baik, dia yakin secara perlahan namun pasti budaya mutu di Unwar tumbuh dan berkembang dengan baik. Budaya mutu ini adalah jaminan meraih visi Unwar untuk go
global pada 2034 bisa tercapai. Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. merasa bangga Unwar sebagai PTS satu-satunya yang meraih ISO manajemen pendidikan. Bahkan, dia berharap tahun depan ditingkatkan menjadi ISO 9001-2015. ISO ini, katanya, sebah standar internasional untuk membuktikan bahwa Unwar menjalankan pelayanan internasional. Apalagi TUV Rheinland yang berkantor di Jerman memiliki reputasi terbaik. Dia mengatakan, Unwar terus meningkatkan kualitas mutu dan pelayanan dari semua organisasi, mulai dari program studi hingga ke rektor. Dengan demikian, civitas akademika Unwar tak hanya disiplin dalam mendokumen kegiatan, namun juga perilakunya mencerminkan standar ISO. Sebab, pada hakikatnya tujuan ISO adalah mengubah perilaku dalam sebuah organisasi. Dengan demikian, semua SDM di Unwar sudah membudaya-
kan manajamen mutu dan manajemen pelayanan. Jadi, kuncinya mengubah budaya kerja, sikap dan mental bekerja serta menjadikan diri kita sebagai pelayan orang lain. Sebab, orang lain itu adalah pangsa pasar Unwar dengan jasa pelayanan yang terbaik. Hasil audit bisa dijadikan pelajaran untuk perbaikan bersama. Apalagi di Unwar semua dekan adalah wajah baru. Dengan ISO siapa pun pemimpin organisasinya, sistem ISO tetap berlaku. Makanya dia setuju Unwar bisa meningkat meraih ISO 9001-2015. Kuncinya adanya perubahan budaya kerja dan budaya mutu civitas akademika. Sementara itu, Abdul Manan Aruli mengungkapkan ISO ini alat bantu dan pemandu untuk mencapai visi dan misi. Apalagi Unwar ingin go international 2034, wajar meraih ISO yang baru 9001-2015 dengan klausul tambahan kepemimpinan dan manajemen risiko. Dengan ISO ini industri bisa membuka cabang di negara lain. (ad1173)
ISO - Rektor Unwar Prof. Dewa Widjana bersama Wisnumurti, wakil rektor dan dekan berfoto bersama dengan auditor ISO.
Seminar Internasional P-ADRI di Undwi
WISUDAWAN - Rektor Unhi Dr. Ida Bagus Dharmika, M.A. (tengah) saat melantik wisudawan di Westin Nusa Dua, Senin (17/10) kemarin. UNIVERSITAS Hindu Indonesia (Unhi) menggelar Wisuda Sarjana ke50, Magister ke-22 dan Doktor ke-10 di Westin Nusa Dua, Senin (17/10) kemarin. Wisuda ini juga serangkaian dengan Dies Natalis ke-53 Unhi yang dihadiri Dirjen Binmas Hindu. Rektor Unhi Dr. Ida Bagus Dharmika, M.A. mengatakan, wisuda ini diikuti sebanyak 294 wisudawan, yang terdiri dari enam fakultas serta satu program studi pascasarjana S-2 maupun S-3. Untuk wisudawan terbaik diraih oleh Putu Mia Kusuma Dewi dengan IPK 3.85 (cumlaude) dari S-1 Fakultas Ilmu Budaya. Sedangkan untuk S-2 diraih oleh Ida Ayu Komang Fatmawati dengan IPK 3,78 (cumlaude) dari Magister Pendidikan Agama. ‘’Dengan pengetahuan yang sudah dimiliki tersebut, saya berharap para wisudawan bisa berinteraksi di masyarakat dan lulusan Unhi akan
bisa berkompetisi dalam persaingan global,’’ katanya optimis. Sampai saat ini, kata Dharmika, Unhi memiliki mahasiswa sebanyak 5.063 orang, yang terdiri dari 2.543 laki-laki dan 2.520 perempuan. Sedangkan untuk dosen di lingkungan Unhi saat ini sudah tidak ada yang S-1. Adapun komposisi dosen di Unhi meliputi guru besar sebanyak 13 orang, 40 dosen doktor dan 121 orang dosen magister. Dia menambahkan, mulai dari rekrutmen mahasiswa pihaknya sudah memperhatikan regulasi. Tujuannya adalah untuk mencari mahasiswa yang berkualitas dengan senantiasa memperhatikan regulasi yang ada. Ke depan kualitas pendidikan di Unhi akan terus diperbaiki, ditingkatkan untuk mencapai budaya mutu yang ada di Unhi. Beberapa program pendidikan sudah mulai diakreditasi, sehingga dengan demikian proses
pembelajaran di Unhi ini akan berpengaruh terhadap rekrutmen mahasiswa terhadap kualitas mahasiswa. ‘’Dengan visi agama dan kebudayaan yang selama ini dipegang Unhi, serta dengan memperhatikan bentuk-bentuk yang lain, kualitas dari lulusan Unhi bisa diterima oleh masyarakat,’’ katanya. Ketua Yayasan Widya Kerthi Dr. A.A. Ngurah Gde Sadiartha, S.E., M.M. mengucapkan selamat kepada seluruh mahasiswa yang diwisuda dan kepada Unhi yang sudah berhasil melaksanakan wisuda ini. Pihaknya berharap kepada wisudawan nantinya agar mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah dengan berlandaskan kepada bagaimana bisa berpikir yang baik dan benar, berbuat yang baik dan berkata yang baik dan benar dalam rangka kesejahteraan umat. ‘’Kami menyampaikan terima kasih kepada orangtua mahasiswa yang sudah mempercayakan anak-anaknya kuliah di Unhi, selain itu juga kepada pemerintah dan masyarakat yang turut berperan dalam kemajuan Unhi,’’ ujarnya. Pihaknya juga sangat mendukung program rektor dalam rangka pengembangan Unhi ke depan, yaitu terkait dengan penjaminan mutu di mana mutu menjadi prioritas. Yang berikutnya adalah kompetensi mahasiswa dalam menghadapi persaingan global. ‘’Pengembangan mutu dan juga kompetensi ini sangatlah penting untuk bisa bersaing di dunia global,’’ tegasnya. (ad1176)
50 Tahun Pernikahan Sambereg-Kunderi
Sangat Memungkinkan PT Penelitian Bersama Soal Budaya Bali Undiknas Melahirkan Orang-orang Hebat di Bali
SEMINAR internasional tentang kebijakan terhadap kerja sama internasional antara perguruan tinggi (PT) dipusatkan di Universitas Dwijendra (Undwi) Denpasar. Senin (17/10) kemarin seminar menghadirkan narasumber internasional. Mereka adalah Prof. Hunsa Punnapaayak dari Chulongkom University Thailand, Prof. Seung Wook Kim dari Korsel, Prof. I Wayan P. Windia dan Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum. dari Unud dan Undwi, serta Anton Muhbiddin dari Unawaha. Saat itu juga dibahas kerja sama internasional Persatuan Ahli dan Dosen Republik Indonesi (P-ADRI) dengan Chulongkom University dan Korea University. Sehari sebelumnya, seminar membahas soal kebijakan terhadap profesi dosen dengan menghadirkan Dirjen SDM Iptek Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti dan Direktur Peningkatan Karier Dosen Prof. Dr. Bunyamin Mafuh. Sementara materi peluang dan fasilitas beasiswa, riset dan kemitraan PT diberikan Direktur Beasiswa LPDP Kemenristek Dikti Dr. Abdul Kahar dan Direktur Fasiltas Pendidikan LPDP Soefwan Effendi.
Sementara itu, juga menghadirkan pembicara dari sejumlah perguruan tinggi ternama. Dr. Methhiana Indrasari (Unitomo) memaparkan soal mewujudkan iklim akademik dan kreativitas dosen serta dampak dan kinerja dosen. Migrasi bencana di rumah susun evaluasi dan kesiapannya dipaparkan Setiawan Ikhsan dan kawan-kawan dari FT Universitas Narotama, Surabaya dan perlindungan pemilik merek oleh Ima dari Unimus. Seminar dibuka Koordinator Kopertis Wilayah VIII Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa. Dia menegaskan, kini sudah menjadi keharusan perguruan tinggi negeri dan swasta antarnegara saling bekerja sama dalam bidang penelitian. Hal itu wajib dilakukan untuk meningkatkan daya saing. Hanya hambatannya dalam penguasaan bahasa asing. Pembicara Prof. P. Windia dan Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum. menegaskan perguruan tinggi di Indonesia bersama perguruan tinggi asing lainnya sangat memungkinkan melakukan
kerja sama penelitian dalam bidang budaya Bali. Unud dikatakanya sudah menjalin kerja sama dengan Charles Darwin University dan PTA lainnya dalam bentuk belajar budaya dan bahasa. Dyatmikawati mengatakan, kerja sama bidang budaya bisa difokuskan dengan Undwi yang memiliki keunggulan dalam budaya Bali. Kerja sama ini bisa melembaga dan bisa perorangan, misalnya sebagai dosen tamu atau pertukaran mahasiswa. Dia menegaskan, Fakutas Hukum antara perguruan tinggi di dalam dan luar negeri sangat memungkinkan bekerja sama meneliti soal budaya Bali. Kemudian disebarluaskan lewat jurnal internasional. Syaratnya, mengambil sisi keunikan budaya itu sendiri sebagai objek penelitian atau mengandung aspek hukum adat. Kedua, hasil penelitian dituangkan dengan standar penulisan jurnal hukum. Sementara itu, Anton mengatakan sejumlah program jurnal yang menuangkan riset antara negara sudah tersedia seperti di Jepang dengan JPCS. Ini membuka kesempatan bagi dosen di Indonesia. Sebab, dari 250 ribu dosen di Indonesia, baru 2.000 per bulan kajiannya masuk indeks terakreditasi. Ketua P-ADRI Dr. Ahmad Fathoni Rodli mengatakan, seminar internasional kerja sama P-ADRI, Undwi, Umaha dan Unawaha berjalan sukses karena didukung fasilitas Undwi. Kerja sama dosen internasional harus makin sering dilakukan. Apalagi dalam MEA, bahasa resmi yang dipakai adalah bahasa Indonesia. (ad1174)
S BERSAMA - Rektor Undwi Putu Dyatmikawati berfoto bersama U dengan narasumber seminar internasional P-ADRI di Undwi. K DPD-RI Nilai Program Garansi HP Tidak Ada Dasar Hukumnya S Senator Wedakarna Datang, Pihak Planet E Gadget Hentikan Program ”GASS” SIAPA yang bilang tugas seorang agar program GASS atau serupa atau di daerah Kuta,” ungkap Gusti S Senator DPD-RI hanya mengurus dihentikan dan pelayanan garansi Wedakarna. B R A N D I N G
Selasa Umanis, 18 Oktober 2016
hal-hal besar saja? Setidaknya hal ini ditunjukkan oleh anggota DPD-RI wakil Provinsi Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang langsung menindaklanjuti laporan masyarakat terkait program garansi “GASS” yang diadakan oleh toko Planet Gadget. Dalam kesempatan tersebut, Komite III DPD-RI Bidang Kesra dan Ekonomi Kreatif meminta penjelasan dari manajemen terkait dengan program garansi GASS dan pihak Planet Gadget sudah menyatakan bahwa program tersebut dihentikan. Terkait dengan hal ini, Senator Gusti Arya Wedakarna menyampaikan pandangannya. “Saya mendapat laporan bahwa ada konsumen yang membawa bukti ke DPD-RI terkait dengan kegiatan wanprestasi pelayanan terhadap konsumen. Ada yang melapor bahwa konsumen tidak dilayani dengan baik, ada juga yang mempertanyakan dasar hukum atau aturan yang melandasi program ini. Sedangkan menurut aturan bahwa garansi resmi sudah disediakan pihak produsen HP. Itu salah satu syarat jika ada perusahaan berinvestasi di Indonesia. Sedangkan program GASS ini ditawarkan kepada konsumen dengan biaya sekian persen dari harga jual. Masalahnya terjadi ketika ada konsumen ingin menagih pelayanan sebagaimana dijanjikan tapi hal itu tidak dilayani. Ini yang membuat DPD-RI turun. Saya sampaikan bahwa hal ini bisa berpotensi menjadi masalah hukum,” ungkap Gusti Wedakarna. Maka dari itu, DPD-RI meminta
agar dikembalikan kepada garansi resmi dari produk. “Saya ingatkan kepada pengusaha seluler di Bali agar melayani konsumen dengan baik. Apa pun yang dijual di Indonesia haruslah barang legal, barang yang resmi bukan barang ilegal. Jika ke depan hal itu ditemukan, maka bisa berpotensi hukum, baik si pedagang yang menjual atau konsumen yang membeli. Saya minta agar pemkab/ pemkot melalui Dinas Perdagangan agar membina jika ditemukan temuan macam ini. Saya juga minta pada masyarakat, jika merasa dirugikan dengan program garansi seperti ini, silakan melapor secara hukum atau disampaikan ke DPD-RI. Kita akan proses. Perbuatan menawarkan sejumlah program garansi yang tidak jelas aturan dan UU-nya bisa dikategorikan penipuan dan pemerasan pada konsumen. Mari kita awasi bersama, terutama di kawasan padat industri perdagangan seluler seperti di Jl. Teuku Umar, Jl. Gatot Subroto
Lalu bagaimana dengan konsumen yang sudah telanjur ikut program garansi ilegal? ”Dalam prinsip hukum sesungguhnya walau program sudah dihentikan dan sekalipun sudah dikembalikan uang dimaksud, tetap saja tidak bisa menghilangkan sisi tuntutan hukum jika ada masyarakat yang melaporkan. Masyarakat kan memegang bukti transaksi ada pembayaran dan ada petugas yang menjadi saksi. Saya minta bagi yang sudah telanjur, agar pihak toko khusus Planet Gadget agar melayani mereka dengan baik. Konsumen harus diperlakukan dengan sebaik-baiknya. Sebagai anggota DPD-RI yang bertugas untuk mengawasi UU, saya berhak memberikan pencerahan pada masyarakat. Bagi sebagian orang mungkin ini masalah kecil, tapi jika dihitung skalanya hingga ratusan atau ribuan konsumen, ini bisa jadi kasus besar. Semoga pengusaha mematuhi hak-hak konsumen,” pungkas Gusti Wedakarna. (ad608)
BERSAMA – Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama manajemen Planet Gadget.
PENDIRI utama Undiknas Denpasar dan Perguruan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Drs. I Ketut Sambereg, M.M. (84) dan Ni Nyoman Kunderi (71) memasuki usia pernikahan 59 tahun. Golden wedding anniversary Sambereg-Kunderi diperingati di Kampus Undiknas, Senin (17/10) kemarin. Acara dihadiri Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Koordinator Kopertis VIII Prof. Nengah Dasi Astawa dan Ketua Perdiknas Dr. AAA Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M. Ketut Sambereg dan Kunderi naik ke pelaminan 17 Oktober 1966. Dia melahirkan Wayan Sri Maitri, S.E., M.M., Prof. Gede Sri Darma, DBA., Dr. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M. dan Ketut Gede Sri Diwya, S.T. Mint. Bus. Mint. Tech. Setelah tamat SR, Ketut Sambereg melanjutkan di SMPN Tabanan. Dia manamatkan studi di SMEAN Singaraja dan FKIP Unud. Tahun 2015 Sambereg juga menjadi dosen di Undiknas. Pada 1992 dia diangkat menjadi Rektor Undiknas setelah sejak 1989-1991 menjadi Pelaksana Harian Rektor ketika Rektor Drs. I Gusti Ngurah Gorda melanjutkan studi ke Salatiga. Rektor Undiknas Prof. Gede Sri Darma menilai Sambereg adalah tokoh yang luar bisa. Cara mendidiknya ala militer, penuh disiplin serta belajar pada alam. Makanya Undiknas besar berkat peran dwitunggal Sambereg dan IGN Gorda. ‘’Yang pasti, putra-putri dwitunggal juga dwitunggal,’’ ujarnya. Dia mengakui Undiknas hebat karena dwitunggal. Bahkan, Undiknas sudah banyak melahirkan
WALI KOTA - Wali Kota Rai Mantra berforo bersama dengan keluarga dwitungal IGN Gorda-Sambereg di HUT emas pernikahan Sambereg-Kunderi. orang-orang hebat. Wali Kota tak ragu soal UndikKetua Perdiknas AAA Tini nas, apalagi SDM dosennya dikenal Rusmini Gorda menegaskan, ke- berkualitas. Untuk itu, ia minta luarga Gorda dan Sambereg bulan konflik harus dimanajemen dengan Oktober penuh misteri bagi dwi- baik, agar tak menjadi bumerang. tunggal Perdiknas. Pada 17 Oktober Untuk itu, kita harus menjadi bagian adalah tanggal dan bulan pernikahan dari solusi agar bisa hidup berkelandwitunggal. Dia pun mengatakan jutan. Namun untuk menjadi bagian generasi kedua dwitunggal ini akan solusi itu juga sangat berat tak membuat Undiknas lebih maju. semudah yang dibicarakan. Kedua, Wali Kota Denpasar I.B. Rai jadikan contoh dwitunggal yang Dharmawijaya Mantra memberi mengedepankan kesederhanaan. komentar bahwa Ketut Sambereg ini Sederhana dalam berperilaku, nakonsisten dengan dunia pendidikan. mun tak boleh sederhana dalam Dia menyebut kata kuncinya adalah pengetahuan dan pemikiran. ‘’Jika dwitunggal Gorda dan Sambereg. kita berpikir sederhana, itu namanya Jika dwitunggal ini tak terjadi, ia stagnan dan tak terjadi apa-apa,’’ yakin Undiknas tak seperti sekarang. ujarnya. Makanya ia minta dwitungal ini keraWali Kota juga mengakui Undikmat dan harus dilestarikan. nas kini konsisten pada pakemnya biWali Kota mengingatkan, Undik- dang ekonomi dan pelayanan publik. nas wajib menghargai para pendiri. Namun, ia juga menyitir kita masih Bahkan nama Undiknas muncul mengimpor 300 guru besar. Apakah ketika Sambereg-Gorda berusia 25 hanya strategi menaikkan ranking tahun. ‘’Kalau dibandingkan usia kita perguruan tinggi kelas dunia? ‘’Ini pada umur 25 tahun, belum banyak harus dijawab oleh kalangan perguyang bisa kita kerjakan,’’ ujarnya. ruan tinggi,’’ ujarnya. (ad1175)
BPPD Kota Denpasar Serius Bidik Wisatawan Nusantara
BPPD - Ketua BPPD Kota Denpasar I.B. Sidharta Putra (nomor 2 dari kiri) didampingi anggota BPPD Denpasar dan Kasi Promosi Disparda Kota Denpasar (paling kanan) berpose bersama perwakilan Disbudpar Kota Madya Surabaya, BPPD Sidoarjo dan DPD Asita Jawa Timur. BADAN Promosi Pariwisata pada 23 September 2016 lalu. Pada Daerah (BPPD) Kota Denpasar kegiatan Table Top di Semarang, menggebrak kantong-kantong BPPD Kota Denpasar mengajak 15 wisatawan nusantara sebagai bukti sellers yang terdiri dari hotel, travel serius memaksimalkan kunjungan agent/PCO company dan atraksi wisatawan domestik. Ketua BPPD wisata yang ada di Kota Denpasar. Kota Denpasar Ida Bagus Sid- Kegiatan yang dihadiri sekitar 100 harta Putra mengatakan Denpasar orang dari biro perjalanan wisata memiliki beragam potensi yang yang ada di Kota Semarang itu diibisa dimaksimalkan untuk mengg- kuti pula oleh Sekdis Disparda Kota arap wisatawan nusantara itu, baik Denpasar mewakili Kadisparda. keindahan alam, heritage, atraksi Sementara kegiatan yang sama seni budaya, kuliner dan pusat per- di Surabaya, BPPD Kota Denpasar belanjaan. ‘’Hampir semua wilayah mengajak 10 sellers dari kalangan di Denpasar memiliki spot potensi hotel, travel agent dan atraksi yang dapat dikemas agar menarik wisata. Table Top yang diadakan di wisatawan. Lima P misalnya, yakni Kota Surabaya ini cukup menarik puri, pura, pasar, purana dan pan- perhatian travel agent di sana. tai. Potensi itu telah digarap serius Hal ini dibuktikan dengan jumlah oleh Dinas Pariwisata Kota Den- kehadiran undangan yang melebihi pasar,’’ katanya saat pertemuan kuota, dari 75 orang menjadi 90 dengan Board Denpasar Art Space, orang yang mewakili biro perJumat (7/10) lalu. jalanan wisata di Surabaya. Menurut Sidharta, lembaga Pada kesempatan tersebut, Ketua yang dipimpinnya telah melakukan BPPD Kota Denpasar mempresenserangkaian kegiatan promosi pari- tasikan keunggulan mengunjungi wisata, khususnya yang mengincar Kota Denpasar dengan pesona daya wisatawan domestik di antaranya tariknya. Dia menjelaskan, para Semarang Table Top pada 30 Mei wisatawan yang ingin mengetahui 2016, dan Surabaya Table Top berbagai destinasi city tour bisa
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
dilayani setiap hari di Tourism Information Center (TIC), Gedung Merdeka, Jl. Surapati 7 Denpasar. Petugas TIC siap melayani para wisatawan setiap hari dilengkapi dengan katalog dan map perjalanan wisata kota. BPPD Kota Denpasar juga berkantor dan beraktivitas sehari-hari di gedung ini. Di tempat ini juga terdapat Denpasar Art Space, sebuah kantong budaya baru yang bakal melengkapi sejumlah destinasi yang telah eksis serta menambah kegairahan olah kreatif para aktivis seni dan seniman. BPPD Kota Denpasar akan tetap menjaga ruang gerak kreatif ini, karena merupakan suatu keniscayaan bahwa seni budaya telah banyak menyokong pertumbuhan pariwisata. BPPD Kota Denpasar yang terbentuk dua tahun lalu sebagai mitra Pemkot Denpasar mengemban tugas pokok dan fungsi meningkatkan citra kepariwisataan, meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan penerimaan devisa, meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara dan pembelanjaan serta melakukan riset dalam rangka pengembangan usaha dan bisnis kepariwisataan. Saat meresmikan Denpasar Art Space Agustus 2016 lalu, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan, ruang publik yang dibangun atas kegelisahan pemikiran para pegiat seni ini diharapkan bisa membantu melepaskan kebuntuan para seniman dalam menemukan ruang representatif untuk memamerkan karya cipta sebagai simpul apresiasi di antara para seniman dengan masyarakat. Menurut Wali Kota, keberadaan BPPD Kota Denpasar akan menjadi mitra strategis untuk mengenalkan karya dan berbagai produk kreatif dari para kreator di Kota Denpasar. (ad1177)
Selasa Umanis, 18 Oktober 2016
A K T I V I T A S S E R E M O N I A L C E R I T A S U K S E S S T R A T E G I
info seremoniAL
”Grand Opening” Agung Bali 3
D I C A T A T D I S I N I
FIMHD Gelar Pesamuan Madya Siswa Hindu Indonesia Se-Bali
Komitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan Universitas Mahendradatta Konsisten Dukung Olimpiade Agama Hindu Ke-11 Tahun 2016
DI TENGAH lesunya perekonomian Bali, Agung Bali yang merupakan pusat rumah kaos dan oleh-oleh khas Bali tetap berkembang pesat dan kini melebarkan sayapnya lebih luas lagi. Pasalnya, pada tahun 2004 Agung Bali membuka usaha Agung Bali 1 di objek wisata Tanah Lot dan Agung Bali 2 di Sunset Road Kuta, Minggu (16/10) lalu Agung Bali menggelar Grand Opening Agung Bali 3 yang terletak di Jalan Dewi Sri, Kuta, Badung. Acara yang menghadirkan penyanyi Tanah Air, Syahrini, tersebut dihadiri keluarga besar Agung Bali, keluarga besar Krisna Oleh-oleh Bali, dan ribuan undangan (customer) beserta ratusan pegawai Agung Bali Oleholeh khas Bali. Pemilik Agung Bali, I GN Arimbawa, S.E., mengatakan grand opening Agung Bali 3 merupakan acara untuk menyapa dan menjawab tantangan bahwa Agung Bali telah mempunyai usaha yang lebih luas lagi. Sebab, selain menekankan kualitas pelayanan, Grand Opening Agung Bali 3 ini juga menekankan kenyaman dengan tempat yang lebih luas dengan tetap mengusung produk ciri khas Bali. “Kelebihan Agung Bali 3 ini adalah tempat parkirnya yang lebih luas, sarana dan prasarana serta propertinya didesain lebih modern. Sekaligus juga masalah kualitas produknya juga satu tingkat lebih dari sebelumnya, karena kami bikin produk premiumnya di Agung Bali 3 ini,” tandas Agung panggilan akrabnya, Minggu (16/10), pada acara grand opening Agung Bali 3 di Jalan Dewi Sri, Kuta. Agung Bali menyediakan beragam jenis oleh-oleh yang bisa dibawa pulang, seperti aneka makanan
dan camilan khas Bali (kacang, dodol, pia legong, pie susu), berbagai jenis pilihan pernak-pernik (gantungan kunci, aksesoris), dan berbagai hadiah kenang-kenangan (sandal, tas, topi), serta aneka hasil kerajinan tangan seperti lukisan. Oleh-oleh yang paling khas di Agung Bali adalah kaos kartun pilihan desain yang unik, lucu dengan tema semua tentang Bali dan bernuansa Bali. “Di tengah pertumbuhan ekonomi di Bali yang lesu, astungkara kami tetap bisa berkembang. Bahkan bisa melahirkan usaha baru. Agung Bali 3 ini bisa dibangun juga berkat dukungan dan kebutuhan customer kita, dimana sebelumnya kita hanya mempunyai tempat yang sangat terbatas sehingga kami harus menyiapkan usaha yang lebih luas lagi, terutama parkir,” lanjutnya. Dengan dibukanya Agung Bali
3 ini, pihaknya berharap bisa memberikan kesan bahwa Agung Bali mempunyai tempat yang baru. Sekaligus untuk menjawab tantangan ke depan bahwa Agung Bali terus bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada customer. Diakuinya, Agung Bali 3 bisa menampung 50 bus atau 70 mobil. ”Komitmen kita ke depan akan tetap memberikan dan meningkatkan pelayanan yang menyangkut dengan kualitas produk kita. Sebab, jenis produk yang ada di Agung Bali berbagai macam jesni adanya. Oleh karena itu, barang-barang yang masuk di Agung Bali kita seleksi dengan sangat ketat, sehingga kualitas barangnya berbeda dengan barang-barang di tempat-tempat lain. Mudah-mudahan ini bisa memenuhi keinginan customer kita,” imbuhnya. (ad1170)
POTONG PITA - Pemilik Agung Bali 3 I Gusti Ngurah Arimbawa S.E. (kiri) bersama ayahanda IGN Arimbawa (kanan pakai udeng) dan I Gusti Ngurah Anom (tengah) saat melakukan pemotongan pita dalam acara grand opening Agung Bali 3, di Jalan Dewi Sri, Kuta, Minggu (16/10).
STPBI Raih Juara II Lomba Pilmapi HMPI VI di Makassar
SEKOLAH Tinggi Pariwisata Bali International (STPBI) kembali mengukir prestasi di tingkat nasional. Aktif menjadi anggota Himpunan Pariwisata Indonesia (HMPI) membuat STPBI dapat berpartisipasi dalam event bergensi Kongres HMPI ke-6 dan Pekan Ilmiah Mahasiswa Pariwisata Indonesia (Pilmapi) di Makassar, Sulawesi Selatan. Sabtu (15/10) lalu karya tulis berjudul “Pengadaan Fasilitas dan Pelayanan Wisata untuk Wisatawan Disabilitas dan Lansia di Bali Bird Park, Gianyar Bali”, berhasil meraih juara II.
Tim yang digawangi Ketty, Natih dan Ariastini kompak mempresentasikan karya tulis mereka di hadapan juri dan peserta. “Kami bersyukur dan bangga karena bisa membuktikan meskipun sibuk dalam kegiatan BEM, namun tetap bisa berprestasi dalam bidang akademik,” ujar Ketty Puspitasari. “Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada kampus, Bali Bird Park dan Yayasan Peduli Kemanusiaan karena telah memberikan ruang bagi kami untuk melakukan penelitian. Selain itu, peran Bapak Trisna Semara dan Bapak Agung Permana selaku
dosen pembimbing juga sangat penting dalam penyusunan karya tulis ini,” kata Ariastini. Terkait dengan isi karya tulis ilmiah, Natih mengatakan bahwa melalui karya tulis ini diharapkan dapat memberikan sumbangan saran serta pemikiran terkait masalah pengadaan fasilitas dan pelayanan wisata untuk penyandang disabilitas dan lansia sehingga pariwisata di Indonesia pada umumnya dan Bali pada khususnya benar–benar mampu dirasakan semua kalangan wisatawan, baik wisatawan normal maupun wisatawan disabilitas. (ad1169)
P R O F I L E S E J A R A H
5
SEJAK pertama kali diselenggarakannya pada tahun 2005 lalu oleh The Hindu Center Of Indonesia dan Forum Intelektual Muda Hindu Dharma (FIMHD), di mana dalam setiap penyelenggaraannya selalu mendapatkan dukungan dari Universitas Mahendradatta Bali. Hampir 10 tahun diselenggarakan, kini Olimpiade Agama Hindu telah menjadi ajang favorit di kalangan siswa Hindu (Shindu) di seluruh Bali. “Tahun ini akan menjadi tahun keemasan bagi penyelenggaraan olimpiade Agama Hindu. Seluruh panitia akan bekerja keras untuk olimpiade tahun ini. Dipastikan agar siswa Hindu di seluruh Bali ikut berpartisipasi. Kegiatan ini akan menjadi sebuah pengalaman tak terlupakan jika menjadi juara akan mengunjungi Istana Kepresidenan RI di seluruh Indonesia,” kata Ni Made Suaryani selaku Ketua Panitia Penyelenggaraan Olimpiade Agama Hindu ke-11 tahun 2016. Ni Luh Putu Watini (Ketua Panitia Pesamuan) juga menyatakan bahwa tujuan dari pesamuan madya Shindu ini adalah untuk menanamkan pendidikan karakter terhadap generasi muda Hindu sebagai calon pemegang kebijakan strategis di Bali di masa yang akan datang. ”Saat ini alumni Shindu dikenal sebagai tokohtokoh muda yang sukses di beberapa bidang. Ini tentu bukan proses instan, tapi proses kawah candradimuka organisasi yang terus ditingkatkan kualitasnya. Kami yakin bahwa kepemimpinan itu diciptakan tidak sekadar dilahirkan,” ujarnya. Pelaksanaan pesamuan madya ini yakni di Jembrana (17 Oktober di Gedung Kesenian Ir. Soekarno), Buleleng (18 Oktober di Aula Bupati Buleleng), Tabanan ( 19 Oktober di Aula Bupati Tabanan), Karangasem (20 Oktober di Aula Bupati Karangasem), Klungkung (21 Oktober di Aula Bupati Klungkung), Bangli
SISWA HINDU – Siswa Hindu di kabupaten/kota di Bali saat mengikuti Olimpiade Agama Hindu. (24 Oktober di Aula Bupati Bangli), hendradatta Bali. “Juara olimpiade Gianyar (25 Oktober di Aula Bupati tingkat provinsi akan mendapatkan Gianyar), Badung (26 Oktober di kesempatan untuk mengunjungi Aula Disdik Kabupaten Badung), salah satu negara ASEAN untuk Denpasar (27 Oktober di Aula DPD- bertemu dengan Hindu Center RI Provinsi Bali). International. Serta organisasi Sementara pesamuan agung Shindu ini akan kembali dan terus akan dilaksanakan pada 21–22 mencetak alumni siswa-siswi Hindu November 2016 di LPMP Provinsi yang memiliki kemampuan bersaBali. Adapun jadwal pelaksanaan ing di dunia internasioanal dan olimpiade tingkat kabupaten/kota menjadikan siswa-siswi Hindu yakni Jembrana (17 Oktober di memiliki intelektual dan budi SMAN 2 Negara), Buleleng (18 Okto- pekerti yang luhur. Karena dalam ber di SMPN 1 Singaraja), Tabanan organisasi ini kami mewajibkan (19 Oktober di SMPN 1 Tabanan), seluruh anggotanya untuk memiliki Karangasem (20 Oktober di SMAN 1 1 bhagawad gita sebagai bekal merAmlapura), Klungkung (21 Oktober eka menjadi seorang Hindu,” terang di SMKN 2 Klungkung ), Bangli (24 Ketua Panitia OAH dan Shindu Oktober di SMKN 1 Bangli), Gianyar tahun 2016. (25 Oktober di SMPN 1 Gianyar), Acara ini juga didukung oleh Badung (26 Oktober di SMP Dharma Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sastra), Denpasar (27 Oktober di Provinsi Bali, Universitas MahenSMKN 5 Denpasar). dradatta Bali, The Hindu Center Grand final Olimpiade Agama Of Indonesia, Badan Dana Punia Hindu tingkat provinsi akan dis- Hindu Nasional, Bali Sanskrite Inelenggarakan 5 Desember 2016 di stitute, Bali Event Exhibition Nusa Kampus Pusat Universitas Ma- Dua. (ad607)
BNNP Bali Latih 30 Konselor dan Asesor Tingkatkan Kemampuan Teknis
SEBANYAK 30 konselor dan asesor mengikuti pelatihan peningkatan kemampuan teknis petugas rehabilitasi rawat jalan yang diadakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali pada Senin (17/10) di Kuta Central Park Hotel. Pelatihan yang diadakan selama 5 hari itu mendatangkan narasumber dari Jakarta. Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. Putu Gede Suastawa, S.H. menjelaskan, selain konselor dan asesor dari BNNP dalam pelatihan tersebut juga diikuti BNNK Badung, Gianyar, Denpasar, 9 RSUD se-Bali, Puskesmas Densel II, dan RSU Manuaba. Konselor yang berasal dari kalangan psikolog dan asesor yang berasal dari kalangan dokter tersebut dilatih dalam rangka peningkatan kemampuan untuk lebih mampu menemukan tingkat kecanduan dan jenis zat yang digunakan, dan menyusun rencana terapi yang akan dilaksanakan Diharapkan konselor mampu memberikan konseling kepada para klien sesuai dengan rencana terapi yang ditetapkan asesor. Sedangkan konselor juga diharapkan mampu melaksanakan grup terapi dan terminasi pada para pasien, mampu memberikan perawatan secara medis sehingga
kedekatan antara konselor, asesor, dan klien semakin kuat. Selama ini ia melihat kemampuan konselor masih lemah dalam mengendalikan keinginan klien sehingga klien gampang untuk tidak datang, tidak tepat waktu, tidak mengerti keinginan klien sehingga membuat klien tidak mau datang ke BNN dan cepat merasa bosan. “Kelemahan kita
tidak memahami karakteristik klien sehingga pelaksanaan kegiatan konseling monoton, hanya menggunakan berpedoman dengan satu metode,” ujarnya. Ia berharap ke depannya supaya para asesor dan konselor learning by doing yang tinggi, professional, bisa menjadi role model, panutan, menjadi contoh kepada para klien. (ad610)
PELATIHAN - Kepala BNNP Bali membuka pelatihan peningkatan kemampuan teknis petugas rehabilitasi rawat jalan.
Tuntut Hak Tanah, Warga Datangi DPRD Banyuwangi
prestasi - Sekolah Tinggi Pariwisata Bali International (STPBI) kembali mengukir prestasi di tingkat nasional.
Siswa SMK Pariwisata Harapan Denpasar Kembali Berprestasi di Tingkat Nasional
“SAYA akan menjadi juara dan membawa pulang pialanya.” Demikian yang disampaikan Komang Rio Purbadi, sehari sebelum keberangkatannya mewakili Provinsi Bali dalam ajang lomba bahasa Indonesia dan bahasa asing siswa SMK Tingkat Nasional Tahun 2016 di Pangkal Pinang, Bangka Belitung. Siswa yang akrab disapa Rio, di bawah binaan Yunita Wawondatu mengukir prestasi gemilang sekaligus membuktikan janjinya berhasil meraih juara I dalam ajang lomba bahasa Jepang tingkat nasional. Kegemarannya mempelajari bahasa Jepang memang sudah terlihat sejak Rio masuk di kelas X. Hampir semua kegiatan yang berkaitan dengan bahasa dan budaya Jepang, baik di sekolah maupun di luar sekolah diikutinya. Bergabung dalam “Kibo” yaitu klub bahasa Jepang SMK Pariwisata Harapan ternyata membuat Rio makin kompeten di bidang bahasa Jepang. Bahkan dalam kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau training, Rio menunjukkan kinerja yang
bagus sehingga dia diminta untuk bergabung menjadi karyawan di industri tersebut. Tidak hanya pada ajang lomba bahasa Jepang, nama Provinsi Bali juga kembali diharumkan pada ajang lomba bahasa Inggris. Tim bahasa Inggris SMK Pariwisata Harapan yakni Nike Putri Dwiyani, Veren Caroline Angela, dan Kadek Devi Hermawati yang dibina Nyoman Rajin
berhasil meraih juara III. Dari tiga ajang lomba yang diwakili siswa SMK Pariwisata Harapan, dua diantaranya sudah berhasil mengharumkan nama Provinsi Bali di tingkat nasional. Pencapaian yang baik ini tidak lepas dari pembinaan yang diberikan oleh masing-masing pembina, dukungan dari pihak sekolah, dan pendampingan dari Disdikpora Provinsi Bali. (ad1171)
RAIH JUARA - Siswa SMK Pariwisata Harapan Denpasar meraih juara I bahasa Jepang dan juara III bahasa Inggris pada ajang lomba bahasa siswa SMK tingkat nasional tahun 2016.
Banyuwangi (Bali Post) Berdalih tanahnya dikuasai investor, puluhan warga Desa Badean, Kecamatan Kabat, Banyuwangi mendatangi DPRD setempat, Senin (17/10) kemarin. Mereka mendesak DPRD memperjuangkan hak tanah masyarakat yang “hilang” sejak zaman penjajahan Jepang. Sempat diwarnai perang mulut antara perwakilan massa dengan perwakilan DPRD. Dalam aksinya, warga yang didampingi LSM Forum Suara Blambangan (Forsuba) ini membantangkan empat spanduk. Isinya meminta hak tanah seluas 50,086 hektar segera dikembalikan. Kini lahan di dekat Bandara Blimbingsari, Banyuwangi itu digunakan areal tambak, disewa investor. “Lahan itu dahulu milik warga, ada bukti leter C. Tapi kini dikelola oleh investor,” kata Abdilah Rafsanjani, koordinator Forsuba. Mantan Pangilma Pasukan Berani Mati (PBM) Banyuwangi menambahkan, dahulu lahan itu dipinjam Jepang saat melewan Belanda tahun 1943. Namun, ketika Jepang kalah dan Indonesia merdeka, lahan tersebut diambil alih oleh TNI-AD. Lalu dikelola oleh investor. “Kami berharap lahan yang sudah 70 tahun dikelola investor itu dikembalikan ke warga,” jelasnya. Total lahan itu dimiliki oleh 50 KK, kini sudah beranak pianak menjadi 1.000 orang lebih ahli waris. Menurut Abdilah, warga tak berdaya terkait status hak tanah tersebut. Pihaknya sudah mengirimkan surat keluhan ke Kodam V/Brawijaya, 16 September 2016. Lalu 23 September 2016, mengirim surat ke investor yang mengelola lahan. “Tapi hasilnya belum ada. Dari investor juga tak ada tanggapan,” keluhnya. Karena itu pihaknya meminta DPRD bisa memperjuangkan aspirasi warga. Sebab warga memiliki bukti leter C, termasuk ada pernyataan dari camat dan kades Badean. “ Harapannya, warga bisa memiliki lahan itu, termasuk sertifikat lahan,” pungkasnya. Usai berorasi, perwakilan warga diterima Ketua Komisi I DPRD Banyuwangi
Fiky Septalinda. Sempat terjadi adu mulut antara perwakilan warga dengan politisi PDI-P tersebut. Keduanya merasa tersinggung dengan ungkapan masing-masing. Pertemuan akhirnya berakhir lebih cepat. Fiky berjanji akan melanjutkan aspirasi warga ke pimpinan DPRD. Sedangkan warga meminta DPRD menjadwal ulang pertemuan dengan menghadirkan lembaga terkait, seperti Badan Pertanahan Nasional dan
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
perwakilan TNI-AD. Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0825/Banyuwangi Letkol Inf. Robby Bulan meminta warga tak mudah terpancing dengan isu yang berkembang. Perwira asal Aceh ini mempersilahkan menempuh jalur hukum atau mediasi terkait klaim hak tanah tersebut. “Kami di Kodim hanya bertugas mengamankan aset. Soal lahan, itu wewenang Korem dan Kodam,” tegasnya. (kmb30)
OPINI
6
Selasa Umanis, 18 Oktober 2016
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Demokrasi Demi NKRI SEBENTAR lagi tepatnya tanggal 28 Oktober mendatang, diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Pada tanggal bersejarah tersebut beberapa tahun silam, para pemuda Indonesia mengikrarkan sumpah mereka sebagai tonggak lahirnya persatuan dan kesatuan sehingga bangsa Indonesia berhasil meraih kemerdekaan. Lahirlah yang namanya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang di dalamnya hidup rukun dan damai berbagai suku, bangsa, agama, ras dan (antar)-golongan (SARA). Sudah sekian lamanya kerukunan ini terjaga sehingga NKRI tetap tegak sampai sekarang. Belakangan, muncul berbagai isu bernuansa SARA yang cukup membahayakan karena dapat memecah belah NKRI. Bahkan, isu SARA kian kuat berembus menjelang-menjelang dilaksanakan pemilihan pemimpin, baik di tingkat pusat (pemilihan presiden/pilpres) maupun di tingkat daerah (pemilihan kepala daerah/pilkada). Salah satunya, menjelang pilpres yang akhirnya dimemangkan Joko Widodo. Terparah, sentimen SARA ini begitu kuat diembuskan menjelang pemilihan gubernur (Pilgub) DKI Jakarta. Ada apa sebenarnya dengan demokrasi di negeri ini sekarang ini? Kenapa isu SARA harus diembuskan dalam sebuha pesta demokrasi? Semestinya, dalam sebuah pesta demokrasi untuk memilih seorang calon pemimpin, yang diadu adalah program-program dari sang calon. Dari berbagai program yang ditawarkan itulah dapat diketahui kualitas seorang calon pemimpin, meski itu memang perlu pembuktian dalam implementasi kinerja kemudian. Jadi, jika ingat kembali tentang Sumpah Pemuda, maka isu dan sentimen SARA sama sekali tidak relevan dikaitkan, apalagi diobral dalam sebuah pesta demokrasi. Sentimen dan isu SARA yang dilontarkan belakangan ini, jelas-jelas dapat mengancam keutuhan NKRI. Bahkan, jelas-jelas telah melanggar undang-undang dan peraturan yang ada, karena telah menebar rasa permusuhan, kebencian bahkan mengarah anarkis. Ironisnya, disadari atau tidak, dalam kecanggihan teknologi informasi dewasa ini, justru berbagai isu dan sentimen SARA ini sekarang ini dengan gampang tersebar dan diakses di seluruh jagat raya ini. Parahnya lagi, beberapa media nasional milik anak bangsa ini malah mengemas isu dan sentimen SARA ini dalam berbagai balutan acara utama. Isu dan sentimen SARA ini dijual bahkan diobral dalam sebuah kepentingan ekonomis dan politis. Kepentingan ekonomis dari peraihan rating acara, sementara kepentingan politis dari ‘’investor’’ yang membiayai dan menyeponsori acara tersebut. Syukurlah, lembaga Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat telah awas dan menindaklanjuti keresahan masyarakat. Sementara pemerintah sendiri lewat aparatnya, kelihatan belum bertindak menyikapi berbagai embusan dan sentimen SARA ini. Semestinya aparat bisa bersikap tegas karena hal ini menyangkut stabilitas negara. Tindakan tegas aparat ini sekaligus dapat sebagai efek jera terhadap para penebar dan pengobral isu SARA ini. Sekaligus, memberi pelajaran dan penyadaran bahwa isu dan sentimen SARA tidak ada relevansinya sama sekali dalam berdemokrasi untuk menentukan seorang pemimpin. Untuk sikap dan tindakan tegas ini, telah ada payung hukumnya. Selain sikap dan tindakan tegas, pemerintah semestinya sejak dini terus-menerus mengingatkan dan menanamkan nilai-nilai nasionalisme pada segenap lapisan masyarakat untuk menangkal berkembangnya isu SARA. Yang terdekat, yakni menjelang perayaan Sumpah Pemuda 28 Oktober mendatang. Benamkan di benak generasi muda, bagaimana para pemuda dulu berjuang tanpa membedakan SARA demi membangun persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan NKRI. Dalam perbedaan SARA, mereka beradu argumentasi dalam suasana benar-benar demkratis hanya demi satu tujuan dan cita-cita, NKRI. Pemerintah, jangan hanya berkutat pada masalah ekonomis dan politis dengan mengesampingkan aspek ideologis. Sebab, akan percuma kemajuan ekonomi dan politik yang diraih jika tidak ada ideologi yang kuat yang memegangnya. Ideologi negara adalah Pancasila dan NKRI adalah harga mati yang telah diperjuangkan para pahlawan pendiri negara ini. Janganlah memunculkan ideologi-ideologi baru dalam demokrasi negeri ini yang justru hanya akan menjerumuskan bangsa ini dalam keporakporandaan karena perpecahan. Mari berdemokrasi dengan mengedepankan moral dan kualitas dalam berbagai program, dan bukan dengan menebar dan mengobral isu SARA. Karena, pemimpin bangsa ataupun kepala daerah bukanlah pemimpin satu golongan, satu suku dan sejenisnya, melainkan pemimpin bangsa dengan masyarakatnya yang heterogen terdiri dari berbagai SARA, tanpa harus mendikotomikan mayoritas dan minoritas.
S URAT PEMBACA Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM
Mohon Penanganan Telkom Saya pengguna jasa Telkom dengan nomor (0361) 293970, berlokasi di Banjar Apuan, Singapadu, Gianyar, sudah mengadukan ke pengaduan Telkom 147 sejak tanggal 8 oktober, bahwa teleponnya mati total dan dari pihak Telkom menginformasikan bahwa jaringannya sedang gangguan. Sampai saat ini telepon masih mati. Pengaduan Telkom 147 hanya menerima laporan dan pengerjaan sangat lambat. Juli Singapadu, Giayar
Perawatan Infrastruktur Publik Kasus ambruknya Jembatan Kuning di Nusa Penida, Klungkung patut dijadikan pelajaran. Ini bukti ada kelemahan dalam pengawasan, perawatan dan kontrol atas fasilitas publik atau infrastruktur publik. Ke depan, saya berharap agar pejabat dan birokrat di Bali memperhatikan fasilitas-fasilitas umum yang sering digunakan masyarakat untuk rekreasi ataupun untuk kegiatan sosial dan ritual. Saya memandang hal ini perlu dilakukan secara berkala agar fasilitas publik yang usang dan tidak layak pakai lagi segera diperbaiki. Jembatan-jembatan yang sudah berumur tua sebaiknya juga dikontrol dan dicek berkala agar tetap nyaman bagi masyarakat. Terkait dengan amburknya Jembatan Kuning, saya mohon para korban dibantu maksimal dan saya juga menyampaikan turut berduka. Wayan Suantara Klungkung, Bali
Demokrasi Tanpa Isu SARA dan Kekerasan Demokrasi bersifat mulia, karena demokrasi bertujuan menyejahterakan. Demokrasi adalah moralitas, karena dalam demokrasi prinsip kebebasan, keseteraan dan persaudaraan terkandung di dalamnya. Pemilu adalah tempat bersemayamnya roh demokrasi, sehingga dalam pemilu (baca: Pilkada Serentak 2017) seharusnya asas Luber dan Jurdil (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil) patut kita jaga untuk meningkatkan kualitas demokrasi kita.
Oleh I Gusti Ngurah Agung Darmayuda su SARA pada pilkada serentak 2017, pada akhirakhir minggu ini hangat dibicarakan. Diskusi dimedia ramai memperbincangkannya. Aksi saling lapor pun tidak terhindarkan. Kegaduhan yang terjadi dikhawatirkan mengancam pilkada serentak yang aman dan damai. Menanggapi maraknya isu SARA menjelang pilkada serentak 2017, Ketua Komisi Pemilihan Umum Juri Ardiantoro mengingatkan para kandidat calon kepala daerah dan tim pendukungnya untuk tak mengeksploitasi isu terkait SARA untuk kepentingan apa pun. Isu SARA sangat berpotensi memunculkan kegaduhan dan konflik horizontal di masyarakat. Seharusnya isu SARA seperti itu tidak ada lagi jika kita menjiwai semangat Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda adalah puncak sejarah kesadaran dan semangat nasionalisme akan keindonesiaan kita yang dikumandangkan pada tanggal 28 Oktober 1928. Sumpah Pemuda merupakan roh pemersatu nusantara yang menjadi roda penggerak semangat pemersatu menuju tujuan bersama mencapai Indonesia Merdeka dari cengkeraman kolonialisme. Bercerita sejarah Sumpah Pemuda (dikutip dari Victor Silaen, 2015), mulai dari Jalan Kramat 106 Jakarta pada tanggal 28 Oktober 1928, para pejuang pemuda saat itu mengumandangkan sumpah yang kemudian kita kenal sebagai Sumpah Pemuda. Sejak itu berdirilah organisasiorganisasi baru. Di Bandung para pemuda yang tergabung dalam kelompok studi umum mendirikan organisasi Jong Indonesia pada 20 Februari 1927. Organisasi ini dimotori oleh Mr. Sunario, RM Joesoepadi Ganoehadiningrat, Soegiono, dan Mr. Sar-
I
tono. Kemudian berdiri pula Perserikatan Nasional Indonesia (PNI) pada 4 Juli 1927, dengan tokoh utamanya Ir. Soekarno, serta Permoefakatan Perhimpoenan-perhimpoenan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI) pada 17 Desember 1927. Sebelumnya berdiri Tri Koro Dharmo (Tiga Tujuan Mulia) pada 7 Maret 1915, dengan motor utama Satiman Wirjosandjojo. Lalu Jong Sumatranen Bond pada 9 Desember 1917, dengan tokoh utama Tengkoe Mansoer, Muhammad Anas, Abdul Moenir Nasution, Kamun, dan Muhammad Amir. Sementara di Belanda sendiri Indische Vereeniging berubah menjadi Indonesische Vereeniging (Perhimpunan Indonesia) pada 1 Maret 1924 dengan tokoh utama Mohammad Hatta. Akan halnya Tri Koro Dharmo pada kongres pertama di Solo, 12 Juni 1918 berubah menjadi Jong Java. Kongres Pemuda II membicarakan masalah peranan pendidikan kebangsaan dan kepanduan dalam menumbuhkan semangat kebangsaan. Tampil sebagai pembicara saat itu adalah Muhammad Yamin, Purnamawulan, Sarmidi Mangunsarkoro, Ramlan, Theo Pangemanan, dan Mr. Soenario. Walaupun mendapat gangguan dari Polisi Rahasia Belanda, kongres tersebut berhasil membuahkan keputusan yang sangat fenomenal, yaitu Sumpah Pemuda. Pada saat yang sama diperkenalkan lagu ‘‘Indonesia Raya’’ karya Wage Rudolf Supratman, yang kemudian dijadikan lagu kebangsaan Indonesia. Membaca sejarah Sumpah Pemuda dapat kita rasakan bagaimana semangat kebangsaan para pendiri bangsa saat itu. Kesadaran kolektif kebangsaan saat itu adalah sebuah momentum kelahiran Indonesia sebagai bangsa secara politik. Benihbenih kebangsaan ini telah bersemayam
sekian ratus tahun lamanya. Bangsa baru telah lahir sejak 28 Oktober 1928, menjadi modal dasar semangat menggapai cita-cita bersama. Sumpah Pemuda -- Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa yaitu Indonesia -- menjadi pilar tekad bulat para pendiri bangsa yang terus kita warisi sebagai landasan berpijak di masa sekarang dan di masa depan. Momentum Hari Sumpah Pemuda tahun ini yang bertepatan dengan pelaksanaan tahapan pilkada serentak 2017, tentu memiliki makna tersendiri untuk menjiwai semangat merawat demokrasi. Merawat demokrasi dengan semangat Sumpah Pemuda perlu disemai di setiap sanubari insan bangsa, agar tidak terjebak pada kepentingan sesaat. Kesadaran itu terpatri pada setiap perhelatan pemilu atau pilkada yang merupakan pengejawantahan proses demokrasi. Kalau kita melihat kebelakang saat awal-awal masa reformasi, saat dilangsungkannya pemilu legislatif, pemilu presiden maupun pilkada, semangat kebebasan saat itu sering lepas kontrol sehingga tak jarang berujung pada anarkis. Semangat kebebasan yang diterjemahkan dalam setiap tindakan sebagai bagian dari demokrasi sering kali berujung bentrok demi memperjuangkan kepentingan sesaat. Demokrasi saat itu cenderung disalahartikan sebagai kebebasan tanpa aturan, sehingga saat itu muncul istilah Demo Crazy. Tindakan-tindakan anarkis saat itu justru mencederai demokrasi itu sendiri. Perjalanan demokrasi kita merupakan perjalanan sejarah kebangsaan kita yang merupakan eksperimen demokrasi kita. Seiring berjalannya waktu rupanya kesadaran masyarakat mulai meningkat.
Pelaksanaan pemilu-pemilu akhir-akhir ini sudah sangat jarang adanya gesekangesekan yang mengarah tindakan anarkis. Pelaksanaan pemilu legislatif 2014, pemilu presiden 2015, kemudian pilkada serentak 2015, kejadian anarkis yang mengkhawatirkan hampir tidak ada. Sungguh menunjukkan kedewasaan cara berdemokrasi kita telah dibuktikan oleh Bangsa Indonesia. Walaupun demikian, kewaspadaan harus tetap kita jaga. Gesekan yang mengarah kepada SARA sangat mudah meletup bila kita tidak dewasa menyikapinya. Isu SARA sering digunakan sebagai senjata ampuh untuk memenangi persaingan, tentu sangat jauh dari semangat demokrasi itu sendiri. Demokrasi harus dirawat sehingga berdaya menghadapi ini dengan momentum Sumpah Pemuda sebagai pilar penyangga keberlangsungannya. Semangat Sumpah Pemuda adalah landasan terjadinya integrasi nasional, yang terbangun sampai saat ini merekat kesadaran sebagai satu bangsa. Integrasi nasional dapat berjalan seiring dengan kebebasan rakyat secara politik. Suatu saat Indonesia bisa menjadi negara maju yang disegani sekaligus menjadi negara yang dewasa berpolitik. Kualitas demokrasi kita terus kita tingkatkan dengan menyemai semangat Sumpah Pemuda secara terus-menerus melalui berbagai cara sesuai zamannya. Apabila hal ini kita lakukan demokrasi kita semakin modern, sekaligus integrasi kita sebagai bangsa semakin kuat dengan semangat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Dengan semangat Sumpah Pemuda semua orang memiliki hak yang sama dalam berdemokrasi. Latar belakang identitas tertentu tidak bisa membatasi seseorang untuk dapat menjadi kepala daerah. Betapa modernnya demokrasi kita jika perdebatan yang muncul jelang pilkada adalah adu ide dan adu program, ketimbang mengandalkan hal-hal bersifat identitas primordial. Mari kita sukseskan dan kita kawal Pilkada Serentak 2017 dengan semangat Sumpah Pemuda, sehingga menjadikan warisan demokrasi yang indah dan modern untuk generasi berikutnya. Indahnya demokrasi tanpa isu SARA dan kekerasan. Penulis, Komisioner KPU Kota Denpasar
Mengenali Potensi Danau Batur
KONFERENSI Nasional Danau Indonesia I pada 13 – 15 Agustus 2009, menghasilkan Kesepakatan Bali 2009 antara 9 menteri tentang pengelolaan danau berkelanjutan dalam mengantisipasi perubahan iklim global. Adapun kesembilan kementerian negara Republik Indonesia tersebut adalah Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Pertanian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, dan Kementerian Kehutanan. Pengembangan dan pemanfaatan potensi danau-danau di Indonesia dilaksanakan melalui upaya perlindungan, melestarikan dan pemulihkan fungsi danau berdasarkan keseimbangan ekosistem dengan 7 strategi, yaitu pengelolaan ekosistem danau; pemanfaatan sumber daya air danau; pengembangan sistem monitoring, evaluasi dan informasi danau; penyiapan langkah-langkah adaptasi dan mitigasi perubahan iklim terhadap danau; pengembangan kapasitas, kelembagaan dan koordinasi; peningkatan peran masyarakat; dan pendanaan berkelanjutan. Kesepakatan Bali 2009 telah menetapkan lima belas (15) danau prioritas yang akan ditangani bersama secara terpadu, berwawasan lingkungan dan berkelanjutan pada periode 2010-2014. Penetapan danau prioritas tersebut dilandasi atas kriteria tingkat kerusakan danau, pemanfaatan danau, komitmen pemda, dan masyarakat dalam pengelolaan danau, fungsi strategis. Lima belas danau tersebut adalah Danau Toba, Maninjau, Singkarak, Kerinci, Tondano, Limboto, Rawapening, Tempe, Matano, Mahakam, Sentarum, Sentani, Rawa Danau, Poso, dan Danau Batur. Danau Batur termasuk jenis danau ka-
Oleh Ni Luh Kartini
ldera aktif yang berada pada kaldera hasil erupsi Gunung Batur purba pada masa lalu. Hal ini menyebabkan Danau Batur berada pada Daerah Aliran Sungai (DAS) yang tertutup dan sekaligus sebagai Daerah Tangkapan Air (DTA)-nya. Danau Batur berbentuk bulan sabit yang terletak di bagian timur dari DAS dimaksud. Badan Informasi Geospasial (BIG) Pusat Pemetaan dan Integrasi Tematik (2013) melaporkan, secara geografis DTA Danau Batur berada di antara: sebelah utara 8º11’18,9”S dan sebelah selatan 8º17’33.1”S, sebelah barat 115º19’16,7”E dan sebelah timur 115º25’49,46”E. Secara administrasi, wilayah lingkungan Danau Batur termasuk ke dalam Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Daerah tersebut terbagi ke dalam beberapa desa yaitu Sukawana, Pinggan, Belandingan, Songan A, Songan B, Batur Utara, Batur Tengah, Batur Selatan, Kedisan, Buahan, Abang Batu Dinding, Abang Songan, dan Terunyan. Luas permukaan air Danau Batur mencapai 16,05 km2 dengan volume air 815,38 juta m3 dan kedalaman rata-rata 50,8 m.Air Danau Batur bersumber dari air hujan dan rembesanrembesan air dari pegunungan sekitarnya dengan luas daerah tangkapan 105,35 km2 (Dinas PU Provinsi Bali, Bappeda Provinsi Bali dalam SLHD BLH Provinsi Bali, 2012). Panjang garis pesisir (shoreline) Danau Batur kurang lebih 21,4 km yang dikelilingi oleh lahan dengan dua topografi yang berbeda, yaitu di bagian barat merupakan dataran rendah yang bergelombang sampai gunung (Gunung Batur dengan ketinggian 1.717 meter dpl) dan di bagian utara, timur dan selatan merupakan daerah perbukitan
terjal sampai gunung (Gunung Abang dengan ketinggian 2.172 meter dpl). Daerah sekitar Danau Batur dipengaruhi oleh iklim tropis dengan dua musim, yaitu musim penghujan yang ditandai dengan berembusnya angin, Monsoon Barat, dan musim kemarau yang dipengaruhi oleh angin, Monsoon Timur. Rata-rata kecepatan angin harian tiap tahunnya adalah 0,62 m/detik. Musim penghujan dimulai dari bulan Desember sampai dengan bulan Mei. Hujan total tahunan ratarata 1.838,60 mm. Curah hujan bulan Desember 2010 di daerah Kintamani > 500 mm. Kondisi suhu perairan Danau Batur berkisar 22,8º C 26,60º C dan Kelembaban relatif rata-rata tahunannya adalah 87,67 persen (BMKG Wil III). Danau Batur memiliki arti yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Bali, karena sangat terkait dengan adat, Budaya dan agama Hindu yang dianut oleh orang Bali. Berdasarkan keyakinan masyakat Bali, Danau bukan hanya sebagai sumber air untuk pertanian dan kebutuhan untuk rumah tangga, tetapi menjadi tempat suci tempat berstananya Hyang Dewi Danu yang diyakini sebagai dewa kesuburan dan juga diyakini sebagi pusat amerta (kesejahteraan). Berdasarkan hal tersebut, maka setiap danau pasti memiliki tempat suci yaitu ‘’Pura Ulun Danu’’ kalau di Danau Batur nama puranya Pura Ulun Danu Batur. Danau Batur di Bali terluas dibandingkan 3 danau lainnya, setiap masyarakat Bali yang beragama Hindu pasti bersembahyang di Pura Ulun Danu Batur. Seluruh subak (lembaga pengatur air sejak sebelum abad ke-9). Semua sawah di Bali yang hulunya di Danau Batur (dapat air dari Danau Batur) untuk wujud baktinya sebagai bukti setiap pemilik sawah setiap 6 bulan (panen) ngaturang sawinih (nyetor hasil )karena sudah menggunakan air dari Danau Batur. Penulis, Dosen PS Agroekoteknologi FP Unud
POJOK Dewa Sukrawan akui beras Bulog 10 ton untuk kampanye Golkar. - Sekalian kampanye pilkada. *** Kemenkum HAM bentuk tim satgas sapu bersih pungutan liar. - Jangan hanya pencitraan. *** Kemajuan pariwisata tak berdampak fasilitas di Nusa Ceningan. - Bukti, rakyat hanya jadi objek.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra Anggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
BALI balipost (152rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (4.485 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TARIK KABEL - Sejumlah petugas menarik kabel telepon di kawasan Desa Kertha Petasikan, Denpasar Selatan, Senin (17/10) kemarin.
www.iklanbalipost.com
Balipost on Gadget
SELASA UMANIS, 18 OKTOBER 2016
FIGUR
Perjuangkan Tenaga Kontrak
KOMISI IV DPRD Bali berkomitmen untuk memperjuangkan 4.417 tenaga kontrak pendidik (guru, red) dan kependidikan (pegawai, red) di SMA/SMK. Seperti diketahui, kewenangan SMA/ SMK kini beralih ke provinsi pascapemberlakuan Undang-undang No.23 tahun 2014. Namun, nasib tenaga kontrak pendidik dan kependidikan sebelumnya sempat terancam, tidak seluruhnya bisa direkrut provinsi. “Sebelumnya memang terancam, tapi kita perjuangkan mereka menjadi tenaga kontrak provinsi dan tenaga honor Pemprov Bali,” ujar Ketua Komisi IV, I Nyoman Parta, usai menggelar rapat dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, Senin (17/10) kemarin. Parta menambahkan, baik tenaga kontrak yang ber-SK Bupati, Sekda, Kepala Dinas maupun tenaga kontrak yang ber-SK Kepala Sekolah dan Komite diposisikan sama. Mereka harus dijadikan tenaga kontrak provinsi agar ada kepastian status, khususnya kepada guru kontrak. Mengingat para guru maupun tenaga kependidikan selama ini sudah berjasa menggerakkan pendidikan di Bali. Anggaran untuk menggaji mereka nantinya disiapkan dari 20% anggaran pendidikan dalam rancangan APBD Induk 2017. “Anggarannya akan kita perjuangkan dalam pembahasan anggaran induk 2017. Kita berjuang serius karena melihat betapa pentingnya keberadaan guru dan tenaga kependidikan,” jelasnya. Parta melanjutkan, gaji guru dan tenaga kependidikan kontrak dipastikan mengikuti upah minimum provinsi. (rin)
Ditangkap, Pengutil Asal Makassar
Denpasar (Bali Post) Komplotan maling asal Makassar, Sulawesi Selatan, semakin banyak beraksi padahal sudah ada yang ditangkap. Pada Kamis (13/10) lalu, komplotan pengutil asal Makassar berinisial PS (31), NW (31), dan RO (47) ditangkap saat beraksi di Jalan Kebo Iwa Selatan, setelah beraksi di Cocomart Bangsal, Dalung. Sedangkan dua pelaku lain, WY dan AN lolos dari sergapan petugas. Menurut Kapolsek Denpasar Barat (Denbar) Kompol Wisnu Wardana, didampingi Kanit Reskrim, Iptu Julkipli Ritonga, Senin (17/10) kemari, komplotan ini beraksi di Toko Cocomart Dalung, Khong Guan dan Pusat Oleh-oleh Krisna di Tuban, Kuta. “Saat beraksi, komplotan pengutil ini menggunakan mobil sewaan. Modusnya pelaku berpura-pura sebagai pembeli,” ujar Julkipli. Ditanya kronologi pengungkapan kasus itu, kata mantan Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara ini, pada Kamis pukul 11.00 wita, anggota Polsek Denbar mendapat informasi dari masyarakat jika ada orang mencurigakan. Diduga pelaku pencurian di TKP, tepatnya selatan KFC Kebo Iwa. Selanjutnya, tim Opsnal dipimpin Panit Reskrim Ipda Nengah Seven, langsung ke TKP. Setibanya diamankan dua wanita, tersangka NW dan RO. Pengakuan kedua tersangka ini, tiga temannya melarikan diri. Hasil penyisiran di seputaran TKP, polisi berhasil mengamankan PS. Selanjutnya ketiga tersangka dan barang bukti dibawa ke polsek. “Hasil pemeriksaan, PS bertugas sebagai sopir, AN (buron) beperan pengecoh karyawan minimart dengan pura-pura belanja, WY (buron) mengambil barang lalu diserahkan kepada NW dan RO. Selanjutnya NW dan RO memasukkan barang curian ke daster, lalu dijepit dengan kedua kaki,” ungkapnya. Para pelaku dalam melakukan aksinya, keluar masuk toko sampai tiga kali. Sedangkan saat beraksi di swayalan, mereka mampu menucuri satu hingga dua dus susu dengan cara dimasukkan ke dalam tasnya. “Total barang yang dicuri diperkirakan nilainya puluhan juta rupiah. Barang curian itu dikirim ke Makassar dan dijual di sana,” ujar Julkipli. Barang bukti yang diamankan di antaranya mobil Avanza, 2 dus susu, 1 dus cokelat, keju kraft, sendok plastik, minyak rambut, perlengkapan bayi, baju bayi, kain pantai, puluhan baju kaus, 23 pernak-pernik Krisna, botol dan dot bayi. Kata Julkipli kasus tersebut masih dikembangkan dan pihaknya berkoordinasi dengan Polsek Kuta serta Polsek Kuta Utara. (kmb36)
Bali Post/ist
PENGUTIL - Polsek Denbar merilis penangkapan pengutil asal Makassar, Sulawesi Selatan.
Bali Post/wan
redaksi@balipost.com iklan@balipost.co.id
Bantuan untuk Korban Kebakaran PKB Masih Tunggu Audit BPKP Denpasar (Bali Post) Masih ingat peristiwa kebakaran di Pasar Malam Banjar Kedaton yang merembet ke area Pesta Kesenian Bali (PKB) di Art Center? Ada 22 dari 26 stan PKB yang ludes dilalap api pada peristiwa yang terjadi 1 Juli 2016 itu. Tiga bulan lebih berlalu, para perajin yang menjadi korban kebakaran rupanya belum mendapatkan ganti rugi dari Pemprov Bali. Sementara pemprov melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bali beralasan, bantuan untuk perajin masih diaudit oleh BPKP Bali. “Sebenarnya ingin minta kejelasan saja, lebih jelas artinya kepastian waktunya ataupun besaran yang kami terima itu kan belum pasti, belum ada. Tadi sudah dijelaskan bahwasanya harus menunggu audit dari BPKP,” ujar perwakilan perajin, Kadek Joni, usai bertemu Komisi IV DPRD Bali, Kadisperindag Bali, Kepala Bappeda Bali, serta Kadis Kebudayaan Bali di Ruang Rapim DPRD Bali, Senin (17/10) kemarin. Menurut Joni, rentang waktu peristiwa kebakaran termasuk ketika para perajin pertama kali mengadu ke DPRD Bali pada 18
Juli lalu sampai saat ini terbilang cukup lama. Kendati memahami ada proses audit, namun pihaknya tetap menuntut kejelasan proses ganti rugi. “Jadi, lebih intens kita kontrolnya ke sana supaya tidak
memakan waktu lebih lama seperti sekarang ini,” jelasnya. Joni menambahkan, total kerugian yang dialami perajin mencapai Rp 1,652 miliar. Total kerugian ini berbeda dengan data
Disperindag Bali Rp 1,232 miliar. Pasalnya, Disperindag mencatat kerugian perajin sehari setelah kebakaran. Sementara perajin saat itu hanya bisa memberikan perkiraan kerugian.
Bali Post/kmb23
PERAJIN - Perwakilan perajin korban kebakaran di area Pesta Kesenian Bali, Senin (17/10) kemarin bertemu dengan Komisi IV DPRD Bali, Kadisperindag Bali, Kepala Bappeda Bali serta Kadis Kebudayaan Bali di Ruang Rapim DPRD Bali.
7
“Setelah kita gali dari data-data, nota-nota penjualan, stok yang tersisa sehingga ketemulah hasil segitu (Rp 1,652 miliar - red) dan itu memang riil. Kita akan mempertahankan nilai segitu karena itu memang riil yang kita dapat,” tegasnya. Joni melanjutkan, ganti rugi sangat dibutuhkan para perajin karena sebagian besar dari mereka tidak memiliki stok barang yang tersisa akibat kebakaran tersebut. Kadisperindag Bali, Ni Wayan Kusumawathi, mengaku masih menunggu hasil audit BPKP untuk menentukan besaran bantuan yang diberikan bagi perajin. Hasil audit itu nantinya diserahkan kepada gubernur untuk mengambil langkah berikutnya. Kemungkinan akan dibantu melalui anggaran tidak terduga. Kusumawathi mengaku belum mengetahui kapan hasil audit BPKP akan keluar. Pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan BPKP terkait hal itu. Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta mengatakan, semakin cepat dinas membantu para perajin maka akan semakin cepat pula pemulihan ekonomi mereka. (kmb32)
Nasib Tak Jelas
Operator JKBM Mengadu ke DPRD Bali
Denpasar (Bali Post) -
Sejumlah tenaga operator JKBM (Jaminan Kesehatan Bali Mandara) mengadukan ketidakjelasan nasib mereka ke Komisi IV DPRD Bali, Senin (17/10) kemarin. Ini terkait integrasi JKBM ke Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) per 1 Januari 2017 mendatang. Tenaga operator JKBM khususnya di puskesmas-puskesmas terancam tidak dibutuhkan lagi. “Tenaga JKBM ada tiga, operator, verifikator, dan akuntan. Dari tiga itu, operator yang belum jelas nasibnya. Kami merasa dianaktirikan karena di garda terdepan itu justru operator,” ujar Perwakilan Tenaga Operator JKBM, I Gede Eka Desyanto. Eka berharap tenaga operator yang saat ini berjumlah 271 orang se-Bali bisa direkrut kembali menjadi tenaga kontrak provinsi. Terlebih selama 4,5 tahun mengabdi, operator turut berperan dalam mempermudah pelayanan JKBM yang semula manual. Dulu masyarakat harus membawa KTP, KK, dan surat keterangan dari desa untuk bisa mendapat pelayanan.
Tapi dengan bantuan operator dalam proses pendaftaran, masyarakat cukup menggunakan KTP atau nomor KK saja sudah bisa menikmati pelayanan JKBM. “Kontrak kami akan selesai 31 Desember 2016. Tapi sampai sekarang kami belum pernah diajak bicara mengenai kelanjutan nasib kami. Biasanya hanya dilakukan rapat tentang integrasi JKBM ke JKN dan tentang bagaimana menjalankan sistem JKBM. Untuk masalah tenaga itu belum, akan direkrut lagi atau bagaimana,” jelasnya. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Wirya mengatakan, masalah tenaga operator JKBM memang belum
pernah dibahas dalam pertemuan dengan SKPD terkait. Begitu pula dalam sekian kali pembahasan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Induk 2017. “Komisi IV akan memperjuangkan karena operator sudah berjasa dalam proses awal dari JKBM. JKBM ini bagus image-nya di masyarakat, kan motornya tenaga-tenaga operator kita ini. Saya yakin Pak Gubernur mempunyai perhatian juga terhadap 271 tenaga ini,” ujarnya. Wirya menangkap kekhawatiran tenaga operator tersebut karena waktu pengintegrasian JKBM ke JKN sudah semakin dekat. Kalau bulan ini sampai
tidak ada perhatian, tentu mereka akan menjadi tenaga telantar. Pihaknya berupaya hal itu tidak terjadi dengan sesegera mungkin memanggil stakeholder terkait, terutama Dinas Kesehatan. “Kita akan carikan jalan keluarnya, karena kan ada penerimaan di Rumah Sakit Bali Mandara, apa di dinas (provinsi) nanti sebagai tenaga kontrak, apa di dinas kabupaten memerlukan tenaga yang cocok dengan spesifikasinya,” tandasnya. Sebelumnya diberitakan, integrasi JKBM ke JKN dipastikan mengancam posisi ratusan operator JKBM khususnya di puskesmas-puskesmas yang ada di Bali. Berbeda dengan para verifikator serta akuntan yang masih ada kemungkinan untuk ditarik ke Rumah Sakit Bali Mandara. “Itu kan sangat banyak sekali jumlahnya, tapi ada sebagian yang kita rekrut langsung
ke Rumah Sakit Bali Mandara. Seperti verifikator itu kan tenaga paramedis, lanjut kita tarik, akuntan misalnya langsung ditarik. Ancar-ancar yang masih harus kita pikirkan 271 orang itu, dari operator di puskesmas,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Bali, dr. Ketut Suarjaya di Denpasar, Senin (3/10) lalu. Suarjaya menambahkan, tenaga operator JKBM berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau kontrak. Pihaknya berharap, hal ini juga turut menjadi pemikiran anggota dewan di DPRD Bali. Kendati di sisi lain, pihaknya sudah meminta pemerintah kabupaten/kota seandainya membutuhkan tenaga operator, agar mau merekrut mereka. “Sehingga sisanya nanti akan kami ambil langkah-langkah. Mudah-mudahan tidak ada yang sampai di-PHK, kasihan juga,” tandasnya. (kmb32)
Calon Anggota KPID Bali akan Lakukan Uji Kelayakan Denpasar (Bali Post) Komisi I DPRD Bali akhirnya menerima 19 nama calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Bali dari Tim Seleksi KPID Bali. Selanjutnya, 19 calon tersebut akan melakukan uji kelayakan (fit and proper test) di DPRD Bali. “Ada 4 incumbent dan 15 new
comer,” ujar Ketua Komisi I DPRD Bali Ketut Tama Tenaya di Denpasar, Senin (17/10) kemarin. Menurut Tama, formulir pendaftaran awalnya diambil oleh 30 orang pendaftar. Namun hanya 22 orang yang mengembalikan formulir itu. Dari hasil seleksi Tim Seleksi KPID Bali, akhirnya lolos 19
orang mengikuti uji kelayakan. Hanya, politisi PDI Perjuangan ini enggan menyebut secara rinci nama 19 calon tersebut. Kendati akhirnya berjanji akan mengumumkan nama-nama mereka untuk dilakukan uji publik selama kurang lebih dua minggu. “Nah, selanjutnya ranah kita
akan melakukan fit and proper test. Namun sebelumnya kita masih akan mengumumkan nama-nama calon dulu. Biar nanti ada masukan dari masyarakat. Harapannya, masukan dari masyarakat bisa menyampaikan secara tertulis biar tidak menimbulkan fitnah,” jelasnya. Tama melanjutkan, fit and
proper test akan dilakukan November mendatang atau paling lambat bulan Desember. Sementara nama calon yang dinyatakan lolos menjadi anggota KPID Bali harus sudah diumumkan awal tahun 2017. “Masa jabatan anggota KPID Bali juga akan berakhir di awal tahun 2017,” tandasnya. (kmb32)
Jika Terbukti Pungli, Anggota TNI akan Dipecat
Denpasar (Bali Post) Pemberantasan pungli juga dilakukan petinggi TNI, termasuk Korem 163/Wira Satya (WS). Jika ada anggota TNI terbukti melakukan pungli, termasuk di tempat hiburan malam, akan diproses dan ditindak tegas dengan ancaman terberat yaitu dipecat. Hal itu disampaikan Danrem 163/WS, Kolonel Inf. I Nyoman Cantiasa, saat masikmakrama dengan insan pers di Denpasar, Senin (17/10) kemarin. Terkait isu pungli tersebut, lanjut Danrem, jika di lingkungan Korem menyangkut tertib administrasi. Oleh karena itu, kepada jajarannya diperintahkan supaya tertib administrasi dan jangan coba-coba melakukan pungli. “Kita bersikap kepada masyarakat harus baik. Kita berasal dari rakyat dan untuk rakyat. Kalau rakyat sendiri dipungli bagaimana mereka cinta kepada kita?” tegasnya. Dalam pelaksanaan program teritorial, kemanunggal TNI dengan rakyat itu harus didesain. TNI tidak bisa bek-
erja, berbuat, melaksanakan tugas pokok tanpa bantuan masyarakat. “Kalau masyarakat sendiri kita pecundangi dengan pungli-pungli tadi, jelas rakyat tidak ada respek dengan TNI. Terus kita tekankan kepada jajaran Korem, saat bergaul dan komsos (komunikasi social -red) dengan rakyat, mereka harus melindungi, mengayomi, dan mengamankan mereka,” ujar Danrem asal Singaraja ini. Selain itu, lulusan terbaik Akmil tahun 1990 ini menyampaikan, ada tiga masalah besar yang dihadapi dunia saat ini yaitu air, pangan, dan energi. “Ancaman itu akan terjadi kalau sumber daya alam tersebut tidak dikelola dengan baik. Kalau krisis pangan terjadi maka ketahanan nasional akan rapuh,” ungkapnya. Menurut Danrem, krisis pangan akan berefek pada krisis sosial. Oleh karena itu, stakeholder dan media massa harus mampu meramu dan merancang dengan baik sehingga ketahanan nasional tidak jebol. Maka dari itu, TNI diminta pemerintah untuk ikut
andil dalam meningkatkan pangan sehingga bisa swasembada beras. “Kami merasa terpanggil untuk mendorong pertanian di Bali supaya bangkit dan berkembang. Anggota sudah kami sebar di lapangan untuk membantu dan mendampingi petani,” ujarnya. Apalagi market hasil pertanian di Bali di depan mata. Pasalnya sehari sekitar 40 ribu wistawan datang ke Bali. Dari jumlah tersebut pasti ada yang tinggal di Bali. “Jangan salahkan Bali penuh, padat dan macet, karena Bali seksi sehingga orang tertarik dan datang ke sini. Mereka akan bikin bisnis, hotel, restoran, dan tempat hiburan. Pariwisata itu akan bawa dampak negatif,”
tegas Cantiasa. Sementara tujuan dilaksanakan simakrama tersebut, kata perwira TNI yang lama bertugas di daerah konflik ini, untuk silaturahmi karena sa-
ma-sama memiliki satu rasa, visi dan misi membangun bangsa ini. Paling penting adalah mensosialisasikan kebijakankebijakan dan tujuan tugas pokok Korem dalam rangka mengelola stabilitas keamanan Bali. Ada berbagai permasalahan yang terjadi di Bali dan harus dikelola serta dirancang, desain dan rekonstruksi agar Bali aman, damai, dan sejahtera. “Kita harus bisa mengedepankan, bersikap dan bertindak dalam membuat pemberitaan dalam rangka cinta Tanah Air. Apa yang ditulis, buat dan dilaksanakan, semua berdasarkan rasa cinta Tanah Air. Pemberitaan itu juga sifatnya kontrol terhadap pemerintah dan stakeholder di Bali. Perlu diingatkan, jangan malah diredam,” kata Cantiasa, sembari menambahkan ending-nya memberi informasi suasana Bali kondusif dan jangan sampai memprovokasi. (kmb36)
BANGLI
8
Selasa Umanis, 18 Oktober 2016
Pura Tuluk Biyu Batur
Tempat ”Payogan” Sang Hyang Siwa Bangli (Bali Post) Pura Tuluk Biyu Batur merupakan salah satu pura Kahyangan Jagat yang berlokasi di Kabupaten Bangli. Pura ini terletak di sebelah selatan Pura Ulun Danu Batur di Desa Batur Kecamatan Kintamani. Sebelum di tempat sekarang, Pura Tuluk Biyu ternyata pernah berlokasi di tepi Danau Batur, tepatnya di Desa Air Hawang atau yang kini dikenal dengan Desa Abang. Sebagaimana sumber sejarah yang dimiliki Desa Pakraman Batur, disebutkan bahwa awal mula nama Tuluk Biyu berawal dari kedatangan Rsi Markandya Wesnawa dari Gunung Raung, Jawa Timur. Sang Rsi datang dengan ratusan pengikutnya para wangsa Pasek di wilayah Kintamani. Mereka menempati daerah Puncak Gunung Panerajin atau yang dikenal sekarang dengan Pucak Penulisan dan di Gunung Abang. Rsi Markandya mendapat pawisik
melalui yoga semadi yang dilaksanakan di Gunung Panerajon Guwa Metakep bahwa semua gunung di Bumi banten pulina Bali adalah tempat beryoga semadi para rsi, empu, bhagawan dan para Dewa untuk memohon wahyu. Rsi Markandya Wesnawa juga menjelaskan kepada wong Abang Bali Mula agar rajin dan taat sembahyang di Gunung Tampud, Gunung Abang. Di bawah gunung Abang wong Bali Mula diberikan anugerah oleh Hyang Siwa Pasupati yang disebut sebagai wong Bali Witang Danu. Diceritakan bahwa di Gunung Abang terdapat tirta suci atau Tirta Banyu Geger yang juga disebut Tirta Awang. Melalui yoganya, Hyang Siwa Pasupati menyatakan bahwa tirta tersebut merupakan panugerahan Batara Siwa. Suatu ketika terjadi goncangan di Siwa Loka, maka Batara Narada diutus oleh Batara Siwa mencari tirta sakti Banyu Geger di mayapada
SOSOK Waspadai Tamu KASUS operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan sejumlah pejabat di instansi pemerintahan belakangan ini marak terjadi. Supaya tak sampai terjadi di Bangli, pegawai diminta waspada dan berhati-hati saat menerima tamu. Apalagi yang berkunjung tidak ada kaitannya dengan tugas kedinasan. ‘’Bisa saja tamu tersebut datang dengan niat yang tidak baik. Kita tidak pernah tahu apa tujuan dan isi hatinya sesungguhnya. Makanya harus waspada saat menerima,’’ tegas Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta saat apel disiplin pegawai di lingkungan Pemkab Bangli, Senin (17/10) kemarin. Guna menghindari hal yang tak diinginkan dan informasi yang disampaikan tak melenceng, saat bupati menerima tamu, SKPD terkait harus turut mendampingi. Apalagi jika sampai ada tamu yang memaksa bertemu dan memberikan sesuatu. ‘’Seluruh jajaran harus saling mengingatkan. Bisa saling mendampingi. Ini penting untuk menghindari hal negatif,’’ tegasnya. Tak hanya itu, belakangan ini kasus pungli juga sangat marak. Yang terlibat juga berasal dari sejumlah pejabat. Hal ini juga menjadi atensi pria asal Desa Sulahan, Susut ini. Seluruh pegawai diminta saling memonitor dan mengingatkan untuk menjauhi tindakan tak terpuji itu maupun KKN yang berdampak pada masalah hukum. ‘’Jangan sampai pegawai di Bangli menjadi target. Pungutan Rp 50 ribu pun tidak tertutup kemungkinan menjadi target OTT,’’ pungkasnya. (sos)
Putusan MA Turun
tepatnya di Puncak Gunung Tuluk Biyu. Untuk membawa tirta tersebut, tidak boleh sembarangan tempat yang digunakan melainkan hanya boleh menggunakan buah pisang mas. Setelah sampai di tirta Air Awang tersebut maka pisang emas itu dipotong dan isinya dikeluarkan setelah itu kulit buah pisang mas itulah yang digunakan untuk memohon Tirta Air Awang. Kemudian barulah diperkenankan untuk menyalin dengan tempat bambu kuning untuk dipercikkan di tempat terjadinya malapetaka dan juga dapat dipercikkan kepada umat agar mendapat keselamatan. Sejak saat itu Gunung Abang disebut sebagai gunung Cempuluk Biyu atau Gunung Tuluk biyu sebagai sebuah gunung suci tempat payogan Sang Hyang Siwa. Selanjutnya oleh masyarakat di tepi Danau Batur dibangun Pura Tuluk Biyu. Pura ini diperkirakan ada sebelum
abad XI. Saat berlokasi di Air Hawang, pura ini selalu diperhatikan pihak kerajaan terutama pada masa pemerintahan Sri Dharmoodyana Warmadewa. Hal ini dibuktikan dengan penataan Desa Air Hawang di mana sangat jelas dinyatakan dalam tambra prasasti bahwa untuk menata dan mengatur Desa Er Hawang sebagai pangemong dan pangempon sthana Bhatara di Tuluk Biyu sampai penguasa saat itu mengundang wong agung Majapahit untuk menata dan mengatur hubungan antara penduduk Her Abang dengan penduduk Desa Muteran terutama mengenai kewajiban-kewajiban Desa Muteran kepada prasmya Desa Her Abang. Kemudian sejak tahun 1926 bersamaan dengan pindahnya masyarakat Desa Sinarata dengan Pura Tampurhyang yang pada saat itu berlokasi di kawasan Lembah Gunung Batur di pinggir Danau Batur menuju ke Desa Kalanganyar
Pura Tuluk Biyu (Desa Batur sekarang) maka Pura Tuluk Biyu akhirnya ikut pindah ke Desa Bayung Gede sebelum akhirnya mendapat lokasi baru di Desa Batur, Kintamani tepatnya di sebelah selatan Pura Ulun Danu Batur. Sebagai pangemong dan jan banggul Ida Batara Tuluk Biyu, masyarakat da-
Vajra Oter yang sangat disakralkan masyarakat. Bajra ini hanya boleh dibunyikan pada saat upacara besar dan yang diperkenankan membunyikan adalah mereka yang merupakan keturunan Damuh Ida Batara Bujangga Waisnawa khususnya Ida Rsi Bujangga Waisnawa. (kmb40)
Hadapi Penilaian Lomba Adipura
Kebersihan Pasar Masih Jadi Tantangan Terberat Bangli (Bali Post) -
Rangkaian lomba Adipura 2017 sudah dimulai. Penilaian tahap I akan berlangsung sekitar akhir bulan ini. Menghadapi ajang bergengsi tingkat nasional ini, kondisi Pasar Kidul yang menjadi salah satu sasaran penilaian masih sangat memprihatinkan. Kesan kumuh tak terelakkan. Hal itu menjadi tantangan terberat yang dihadapi Pemkab Bangli. Berdasarkan pantauan, Senin (17/10) kemarin, tumpukan sampah di pasar tersibuk di Bangli ini salah satunya berada di bangunan bekas ruko yang berada di sisi utara. Selain masih segar, sampah juga ada yang sudah membusuk dan berair. Tak pelak, bau tak sedap tercium menyengat. Parahnya lagi, bangunan tersebut juga dijadikan tempat buang air kecil oleh sejumlah pedagang. Kepala Dinas Tata Kota Bangli Ida Ayu Yudi Sutha tak menampik kondisi pasar yang demikian. Dia berdalih, persoalan tersebut akibat kesadaran pedagang dalam menjaga lingkungan masih sangat rendah. ‘’Sampai saat ini masih ada pedagang yang membawa sampah ke pasar,’’ katanya. Kondisi yang demikian, diakui masih menjadi tantangan terberat dalam mengahadapi
lomba Adipura 2017. Penilaian tahap I diperkirakan akan mulai pada akhir bulan ini atau awal November mendatang. ‘’Sampai sekarang kebersihan pasar masih menjadi tantangan terberat dalam menghadapi lomba ini,’’ ungkapnya. Mantan Kabag Ortal Setda Bangli ini mengatakan supaya nilai yang didapatkan pasar tak anjlok, langkah penanganan sampah sudah terus diintensifkan. Hal ini juga sudah dikoordinasikan dengan dinas Perindustrian dan Perdagangan, Satpol PP, Dishubkominfo, Badan Lingkungan Hidup serta Mantri Pasar untuk secara bersamasama memberikan pembinaan kepada pedagang, terlebih di tengah proses penilaian yang berlangsung mendadak dan tersembunyi. ‘’Untuk tenaga (kebersihan-
Bali Post/sos
PASAR KIDUL - Bangunan bekas ruko Pasar Kidul dijadikan tempat penampungan sampah. red) juga sudah kami ganti. Awalnya perempuan jadi laki, supaya lebih kuat saat mengangkut. Tempat sampah juga sudah disediakan,’’ ujarnya. Persiapan menghadapi lomba
Kejari Eksekusi Manajer KUD Sulahan Bangli (Bali Post) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangli mengeksekusi Manager KUD Sulahan Sang Putu Putra Yoga yang menjadi terdakwa kasus pinjaman lunak Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir (LPDB). Eksekusi terhadap kakak kandung Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta itu dilakukan oleh pihak Kejari, Senin (17/10) kemarin menyusul telah turunnya salinan putusan dari Mahkamah Agung (MA). Kajari Bangli Ida Ayu Retnasari menjelaskan, proses eksekusi terhadap terdakwa dilakukan di rumah terdakwa di Desa Sulahan Kecamatan Susut. Dalam proses eksekusi, terdakwa sempat meminta waktu untuk menunggu pengacara dan anaknya pulang dari sekolah. Setelah pengacaranya datang, Sang Putra Yoga kemudian bersedia diboyong ke Kejari Bangli sekitar pukul 13.30 wita. ‘’Tadi saat dieksekusi yang bersangkutan cukup kooperatif,’’ terangnya. Ditambahkan bahwa sebelum dibawa ke Rutan Bangli terdakwa dengan didampingi sejumlah pengacaranya sempat menjalani pemeriksaan kesehatan. Hasilnya kondisi kesehatan terdakwa secara umum dinyatakan sehat. Dijelaskan Retnasari, sesuai salinan putusan dari Mahkamah Agung (MA) terdakwa divonis tujuh tahun penjara. Tak hanya itu, Sang Putra Yoga juga dikenakan denda Rp 200 juta. Bila denda tidak dibayar, Sang Putu Putra Yoga harus menjalani pidana kurungan selama enam bulan. Di samping itu terdakwa juga diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp 3.154.145.337,50. Jika terpidana tidak membayar uang pengganti paling lama dalam waktu satu bulan sesudah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Namun jika tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti maka diganti dengan pidana penjara selama empat tahun. Disinggung soal salinan putusan MA untuk Sekretaris KUD Sulahan Kadek Budiartawan, Retnasari mengatakan bahwa sampai sekarang pihaknya belum menerimanya. Karena hal itu merupakan kewenangan MA, pihaknya hanya bisa menunggu. ‘’Untuk lebih cepatnya kita nanti paling akan upaya bersurat,’’ ujarnya. (kmb40)
lam pengungsiannya juga menyelamatkan druwe-druwe karas yang berupa 21 lembar tambra prasasti, arca emas Ardhanareswari Batara-Batari Tuluk Biyu, arca singa yang berglasur indah yang diperkirakan sebagai hasil karya pada pemerintahan Dinasti Ming di Tiongkok termasuk
Bali Post/ina
tahunan itu juga dilakukan pada lingkungan kota. Program penataan taman terus digulirkan. Demikian juga pembersihan secara rutin. Selain kebersihan lingkungan, penilaian nanti-
nya juga akan menyasar Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) skala kota. ‘’TPST induk sudah disediakan. Begitu juga bank sampah. Ini nilainya paling tinggi,’’ terangnya. (kmb45)
Sidang Putusan Kasus Pembunuhan di Songan
Dua Terdakwa Divonis Sesuai Tuntutan Jaksa Bali Post/ina
SERTIJAB - Suasana sertijab yang digelar di Makodim 1626/Bangli.
Kodim Gelar Sertijab Danramil Bangli (Bali Post) Kodim 1626/Bangli menggelar acara serah terima jabatan terhadap sejumlah Danramil dan perwira staf di Makodim Bangli, Senin (17/10) kemarin. Pada acara tersebut, Dandim 1626/Bangli Letkol Inf. Susanto Lastua Manurung menyatakan bahwa alih jabatan merupakan bagian dari dinamika kehidupan organisasi dalam rangka mengoptimalkan pelaksanaan tugas pokok satuan, menambah pengalaman serta sebagai penyegaran bagi perwira Kodim. Perwira Kodim yang kini menempati jabatan baru di antaranya Kapten Inf. I Wayan Legawa yang sebelumnya menjabat Danramil 1626-01 Bangli kini menduduki jabatan baru sebagai Danramil 1626-04/ Kintamani. Posisi Danramil 1626-01 Bangli kini ditempati oleh mantan Pasiintel Kodim Kapten Inf. Made Yuda Kencana. Selanjutnya, Kapten Inf. Made Wardana yang sebelumnya menjabat 1626-02/Susut kini digantikan oleh Kapten Chb I Nengah Sulendra. Danramil 1626-03/Tembuku kuni dijabat oleh Kapten Inf I Wayan Suradnya yang sebelumnya menjabat Danramil 1626-04/Kintamani, menggantikan Kapten Inf. Sutamar yang memasuki masa persiapan pensiun. Lettu Chb I Komang Gita yang sebelumnya menjabat Danunitinteldim kini menjabat sebagai Pasiinteldim 1626/Bangli. Sementara Pasiopsdim 1626/Bangli dijabat oleh Kapten Inf. Iskan yang sebelumnya Danramil 1619-06/Marga mengantikan Kapten Inf. Pardiyanto yang memasuki Masa Persiapan Pensiun. Pasipersdim 1626/Bangli kini dijabat oleh Lettu Cpl I
Wayan Widana yang sebelumnya menjabat Kagud Alran dan Aljanik Gudpalrah Paldam IX/Udayana menggantikan Kapten Chb I Nengah Sulendra. Sementara posisi Danunitinteldim 1626/Bangli kini dijabat oleh Letda Inf. I Ketut Juniarta yang sebelumnya menjabat Pasandidim 1626/Bangli. Dalam amanatnya, Dandim mengatakan bahwa alih jabatan merupakan hal yang lazim dilakukan sebagai bagian dari tour of duty dan tour of area. Alih jabatan juga menurutnya menjadi bagian dari dinamika kehidupan organisasi dalam rangka mengoptimalkan pelaksanaan tugas pokok satuan, menambah pengalaman dan penyegaran bagi perwira kodim. Karena jabatan adalah suatu kepercayaan dan amanah, maka harus diterima dengan bersyukur dan dipertanggungjawabkan kepada satuan dan Tuhan Yang Maha Esa. ‘’Untuk itu laksanakan tugas dengan dedikasi dan loyalitas yang tinggi, tanamkan tekad untuk dapat memberikan yang terbaik disertai kerja keras dalam meningkatkan berbagai keberhasilan yang sudah diraih oleh pejabat sebelumnya,’’ tegasnya. Di samping itu dia juga meminta kepada seluruh perwiranya yang kini menduduki jabatan baru agar bisa menyesuaikan diri dan selalu melakukan koordinasi dan komunikasi dengan semua komponen yang ada di wilayah masing-masing sehingga tercipta situasi atau suasana tertib, aman dan kondusif. Prajurit Kodim Bangli juga diminta selalu mengedepankan komunikasi dan koordinasi yang baik dan sinergi dengan semua instansi. (kmb40)
Bangli (Bali Post) Majelis hakim Pengadilan Negeri Bangli akhirnya memutuskan vonis terhadap dua terdakwa kasus pembunuhan dengan korban I Gede Pasek, Senin (17/10) kemarin. Kedua terdakwa yakni Jero Luwes dan I Komang Kresna Wijaya alias Zul dijatuhi hukuman penjara masing-masing selama 17 dan 20 tahun. Vonis hakim tersebut sesuai dengan tuntutan yang diajukan jaksa penuntut umum (JPU) sebelumnya. Dalam sidang yang diketuai Dewa Made Budi Watsara, majelis hakim secara tegas menyatakan bahwa kedua terdakwa yang dihadirkan di persidangan secara bergiliran kemarin terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan sebagaimana yang didakwakan jaksa penuntut umum (JPU). Keduanya dinilai terbukti melakukan kejahatan sesuai Pasal 340 jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP subsider Pasal 338 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP lebih subsider Pasal 351 ayat 3 jo 55 ayat 1 ke-1 KUHP atau Pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHP serta Pasal 2 ayat 1 UU Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang Senjata Tajam. Atas perbuatannya, terdakwa Jero Luwes divonis dengan hukuman penjara selama 17 tahun sementara terdakwa I Komang Kresna Wijaya alias Zul dijatuhi hukuman penjara selama
20 tahun. Sebelum membacakan vonis, majelis hakim sempat membacakan sejumlah pertimbangan. Pertimbangan yang memberatkan bagi kedua terdakwa adalah perbuatan keduanya menghabisi nyawa I Gede Pasek dinilai sangat sadis karena dilakukan di hadapan masyarakat umum. Tak hanya itu, perbuatan terdakwa juga mengakibatkan orang tua korban jatuh sakit pascakematian I Gede Pasek. Sedangkan pertimbangan yang meringankan bagi kedua terdakwa adalah keduanya dianggap sopan selama persidangan dan menyerahkan diri ke polisi setelah melakukan perbuatannya. Usai membacakan vonis, majelis hakim memberikan kesempatan kepada kedua terdakwa untuk pikirpikir selama tujuh hari apakah akan melakukan banding atau tidak. Sementara itu, usai berlangsungnya sidang kemarin, beberapa anggota keluarga korban yang masih berada di ruang sidang langsung berteriak histeris. Mereka yang masih tak terima dengan kematian I Gede Pasek sekaligus tak puas dengan putusan hakim, mencaci maki dan menyumpahi kedua terdakwa. Kegaduhan itu akhirnya berhasil ditenangkan oleh sejumlah petugas kepolisian yang berjaga di PN Bangli. (kmb40) SIDANG Suasana di ruang sidang usai Majelis Hakim membacakan vonis terhadap dua terdakwa.
GIANYAR
Selasa Umanis, 18 Oktober 2016
9
PDAM Kesulitan Buka Jaringan Baru
Gianyar (Bali Post) -
Bali Post/nik
PARUMAN - Prajuru Desa Pakraman Peliatan dan Pura Dalem Puri menggelar paruman di jaba tengah Pura Dalem Puri, Peliatan, Senin (17/10) kemarin guna membahas kerusakan lingkungan di kawasan beji pura.
Kerusakan Lingkungan di Kawasan ’’Beji’’
Warga Peliatan Minta Pemkab Turun Tangan
Gianyar (Bali Post) Kerusakan lingkungan di kawasan beji Pura Dalem Puri kian mengkhawatirkan. Hal ini pun menjadi perhatian khusus prajuru pura dan prajuru Desa Pakraman Desa Peliatan, Ubud. Guna menyikapi kondisi itu, para prajuru menggelar paruman di jaba tengah Pura Dalem Puri, Peliatan, Senin (17/10) kemarin. Paruman tersebut juga menghadirkan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Gianyar A.A. Ari Brahmanta. Bendesa Pakraman Peliatan Ketut Sandi menjelaskan, ancaman yang dihadapi saat ini antara lain, debit air beji cenderung menurun karena pembabatan pohon besar di bagian hulu yang tak terkendali. Selain itu, warga di bagian hulu juga sering membuang sampah sembarangan hingga membuat kumuh kawasan Tukad Tirta Tawar, lokasi beji tersebut. ‘’Atas kondisi ini, kami berharap agar air beji ini tetap lestari dan terhindar dari ancaman kerusakan lingkungan,’’ jelas Ketut Sandi. Sementara, Perbekel Peliatan Cokorda Agung Krisnadi berharap agar Pemkab Gianyar mengambil langkah penyelamatan lingkungan dan mata air khususnya beji setempat. ‘’Jika tak segera diambil langkah, kerusakan lingkungan tak hanya terjadi pada beji tapi juga di sekitar kawasan wisata Ubud pada umumnya,’’ ucapnya. Sementara itu, Kepala BLH Gianyar A.A. Ari Brahmanta meminta kepada para prajuru untuk membuat proposal kepada Pemkab Gianyar melalui BLH yang berisi permohonan bantuan penghijauan di sekitar lingkungan beji. ‘’Kami di BLH punya program khusus pengembangan hijauan berupa tanaman upakara. Dan di Gianyar kini sudah ada perda tentang kebersihan, barang siapa yang membuang sampah akan kena denda,’’ jelasnya. Pria yang akrab disapa Gung Ari ini secara langsung telah melihat warga sekitar pura mengambil air beji dari keran di Jaba Pura Dalem Puri. Pihaknya juga mengajak sejumlah petugas khusus untuk pengujian kualitas air tersebut. ‘’Air dari beji ini juga dimanfaatkan untuk air minum langsung oleh masyarakat sekitar. Tirta beji ini dari beji dengan pompa listrik kedalaman sekitar 50 meter,‘’ tandasnya. (kmb35)
Peringatan HUT Ke-71 Zeni TNI-AD
Momentum Evaluasi Pelaksanaan Tugas Prajurit
Gianyar (Bali Post) Puncak HUT ke-71 Zeni TNI Angkatan Darat (AD) digelar Senin (17/10) kemarin, di markas Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 18/YKR Gianyar. Diharapkan, peringatan HUT kali ini menjadi momen introspeksi dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab yang telah dipercayakan pimpinan TNI-AD. Puncak peringatan HUT berlangsung meriah. Sersan Eufrazio M.M. Dasilva S., atlet Yong Modo peraih medali emas pada PON XIX di Bandung, mendapat kehormatan dalam acara tersebut. Atlet binaan Yonzipur 18/YKR Gianyar yang menjadi wakil Bali pada PON XIX tersebut mendapatkan potongan tumpeng dari Kazidam IX/ Udayana Kolonel Czi. Bimo Soekrisno. Kegiatan kemarin juga diisi hiburan dari artis Bali Gek Diah. Para prajurit TNI tampak antusias turut berjoged meski di tengah terik matahari. Apalagi Kolonel Czi Bimo Soekrisno ikut menyumbang lagu. Selain itu, perayaan semakin semarak dengan pengundian kupon berhadiah. Kolonel Czi Bimo Soekrisno didampingi Wakil Ketua DPRD Gianyar I Ketut Jata menjelaskan, pada hakikatnya peringatan HUT merupakan waktu yang tepat untuk introspeksi dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab yang telah dipercayakan pimpinan TNI-AD. Dengan begitu, seluruh prajurit harus dapat mengambil hikmah untuk lebih maju di masa depan. Serangkaian kegiatan telah dilaksanakan untuk memeriahkan HUT ke-71 Zeni TNI-AD. Kegiatan dimaksud seperti donor darah, pemberian bingkisan kepada para purnawirawan dan karya bakti di Desa Keramas sebagai wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat. (kmb25)
Bali Post/ist
TUMPENG - Kazidam IX/Udayana Kolonel Czi. Bimo Soekrisno menyerahkan potongan tumpeng kepada Eufrazio Dasilva pada puncak peringatan HUT ke-71 Zeni TNI-AD, Senin (17/10) kemarin.
Telepon Penting gianyar
Kantor Bupati - 943056 DPRD - 943144 BPBD - 7844717/7844718 PMK - 943113 Kantor Satpol PP - 944436 RSUD Sanjiwani - 943020 PDAM - 944225/943233 KPA Gianyar - 942184 PMI Gianyar - 8958414 KONI Gianya r - 947261 BNN Kabupaten Gianyar - 946122 PLN - 947166
Kodim 1616 Gyr - 943069 Koramil Gianyar - 942289 Koramil Blahbatuh - 941167 Koramil Tegallalang - 974792 Koramil Tampaksiring - 901601 Koramil Sukawati - 297564 Koramil Ubud - 975314 Koramil Payangan - 974793 Siaga Lantas/TMC Gianyar - 945820 Polsek Gianyar - 944510 Polsek Blahbatuh - 941165
PDAM Gianyar sudah memperoleh pendapatan hingga Rp 3 miliar setiap tahunnya. Meski pemasukan sudah demikian besar, namun 55.640 pelanggan di Kabupaten Gianyar tetap tidak bisa memperoleh pelayanan prima. Kondisi ini terjadi karena sejumlah kendala yang dialami PDAM Gianyar. Direktur Utama (Dirut) PDAM Gianyar, Made Sastra Kencana, Senin (17/10) kemarin, menjelaskan pemasukan yang diperoleh PDAM Gianyar setiap tahunnya memang cukup besar. Meski demikian, PDAM Gianyar tetap belum bisa maksimal dalam memberikan pelayanan salah satunya akibat kesulitan membuka jaringan baru. ‘’Jaringan baru ini seharusnya dibangun dengan pemotongan sedikit badan jalan. Namun, ini sangat sulit kami lakukan terlebih tidak ada koordinasi dengan Dinas PU baik itu kabupaten, provinsi, atau pusat,’’ ungkapnya. Dikatakan, sejak lama pihaknya sudah berupaya membangun koordinasi dan kerja sama dengan Dinas PU, bahkan hal ini sudah dikomunikasikan dengan pusat. Namun hingga kini belum ada balasan dari pihak terkait. ‘’Pengajuan MoU ini sudah lama kami sampaikan, bukan hanya di provinsi tapi juga ke pusat. Namun sampai detik ini tidak ada respons,’’ katanya. Akibat kondisi tersebut, pipa-pipa distribusi yang tertanam sejak 1980-an belum tergantikan sampai sekarang.
Bahkan karena sudah melewati batas waktu pemakaian, kini banyak kebocoran yang tidak bisa tertangani. ‘’Rata-rata pipa jaringan kita masih yang kuno yakni sekitar tahun 80 dan 90-an sehingga sekarang banyak yang bocor. Kebocoran ini sudah coba kita tutupi dengan berbagai upaya,’’ jelasnya. Ditambahkan bahwa pihaknya bisa saja memasang jaringan pipa pada saluran drainase. Namun, hal itu tidak dilakukan karena seandainya pipa bocor, bakteri dalam got akan masuk dalam air PDAM dan merusak kualitasnya. ’’Kami tidak mau mengambil risiko bila airnya kotor, apalagi sampai membahayakan konsumen,’’ terangnya. Solusi yang bisa memecah kebuntuan tersebut, kata Sastra Kencana, masyarakat mau merelakan lahannya untuk dipasangi jaringan pipa. ’’Selama ini, masyarakat mengeluh kalau tanahnya dipasangi jaringan pipa. Padahal itulah solusinya. Kalaupun ada solusi lain seperti membuat jaringan utilitas, biasanya sangat tinggi. Modal kami tak mencukupi,’’ tandasnya. (kmb35)
Bali Post/nik
PERBAIKAN - Sejumlah petugas saat melakukan perbaikan saluran PDAM yang sempat terganggu di Kecamatan Sukawati.
Aji Wijayanto Masih Diburu
Kapolsek Ubud Dimutasi
Mapolsek Ubud. Saat di luar inilah, pelaku mendapati sepeda motor Honda Vario dengan kunci nyantol milik anggota Bhabinkamtibmas Desa Peliatan, Wayan Sukarta. ‘’Sampai saat ini motor ini juga belum terdeteksi,’’ ucapnya. Disinggung keterkaitan mutasi Kapolsek Ubud Kompol Ketut Widiada dengan kejadian ini, Kapolres menyebut surat mutasi sudah keluar sebelum kaburnya Aji Wijayanto. ‘’Surat mutasinya sudah keluar lama. Hanya karena di Polres Gianyar ada wasrik makanya ditunda.
Jadi bukan karena kejadian ini (tahanan kabur -red) Kapolsek dicopot, apalagi selama ini Kompol Ketut Widiada orangnya rajin,’’ jelasnya. Akibat kesibukan di Polres Gianyar, sertijab Kompol Ketut Widiada sebagai Kabag Ops Polres Badung sudah dilakukan lebih dulu yakni Jumat (14/10) lalu. Sementara sertijab di Polres Gianyar dijadwalkan hari ini. ‘’Kami jadwalkan sertijabnya besok (hari ini -red). Kapolsek Ubud yang baru akan dijabat AKP Wirajaya dari Reserse Narkoba Polda Bali,’’ tandasnya. (kmb35)
Gianyar (Bali Post) Tahanan Polsek Ubud, Aji Wijayanto (21), yang berhasil kabur dari sel, hingga kini belum terdeteksi polisi. Pascakejadian ini, petugas Propam Polda Bali sudah turun melakukan pemeriksaan terhadap 13 personel Polsek Ubud yang piket saat pelaku berhasil kabur, Sabtu (15/10) lalu. Sementara Kapolsek Ubud Kompol Ketut Widiada dijadwalkan menjalani serah terima jabatan alias dimutasi Selasa (18/10) ini. Kapolres Gianyar AKBP Waluya, Senin (17/10) kemarin, menjelaskan tim khusus sudah dikerahkan melakukan pencarian Aji Wijayanto. Pencarian pun dilakukan ke seluruh wilayah hukum Polda Bali khususnya di sejumlah titik perbatasan pulau seperti pelabuhan. ‘’Masih dilakukan pencarian oleh tim ke luar, meliputi Denpasar dan kabupaten lain,’’ ucapnya. Disinggung dugaan pelaku sudah berhasil kabur ke luar Bali, AKBP Waluya mengaku masih menelusuri kemungkinan tersebut. Dikatakan, polisi juga sudah melakukan penjagaan ketat di pelabu-
han serta mementau setiap CCTV. ‘’Saya belum berani jamin masih di Bali atau sudah di luar karena di luar pun CCTV sudah dibuka semua, tetapi hasilnya nihil. Di pelabuhan juga sementara belum ada. Yang jelas anggota masih melakukan pencarian dengan berbagai macam upaya,’’ tuturnya. Disebutkan, dari kejadian ini, petugas Propam Polda Bali sudah turun melakukan pemeriksaan terhadap 13 personel Polsek Ubud yang mendapat tugas piket kala itu. ‘’Yang 13 ini sudah diperiksa oleh petugas dari Polda terkait pelaksanan tugas sesuai SOP. Kami sendiri juga sudah melakukan pemeriksaan petugas piket terkait apa saja yang dilakukan saat itu serta kenapa sampai tidak terdengar suara dan semacamnya,’’ ucapnya. AKBP Waluya menambahkan bahwa insiden ini juga terjadi akibat faktor bangunan yang memang sudah tua. Sebab itu, tahanan di Polsek lain yang kondisi bangunannya tidak efektif sudah ditarik ke Polres Gianyar seperti satu tahanan Polsek Ubud dan satu tahanan Pol-
SIDAK - Jajaran Polres Gianyar saat melakukan sidak terhadap kendaraan yang melintas, Senin (17/10) kemarin.
Gianyar (Bali Post) Pascapenetapan Perda Struktur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), eksekutif kini mulai mengambil ancang-ancang untuk mengukuhkan kembali sejumlah pejabat eselon II. ‘’Beberapa jabatan eselon II yang tidak mengalami perubahan maka tinggal mengukuhkan kembali,’’ jelas Asisten III Setda Gianyar Wayan Sudamia Senin (17/10) kemarin.
Dikatakannya, sesuai jumlah SKPD, saat ini pejabat Eselon II di Gianyar berjumlah 34 orang. Namun setelah perubahan susunan perangkat daerah, maka diperlukan satu tambahan pejabat eselon II lagi mengingat sekarang jumlahnya mencapai 35 SKPD. Sementara untuk dinas baru seperti Dinas Pemuda dan Olahraga, menurut Sudamia, kalau memang belum diisi pejabat definitif maka
untuk sementara diisi pelaksana tugas (plt.). ‘’Kalau misalnya seperti Dinas Pemuda dan Olahraga, karena itu adalah SKPD yang baru tentu saja pengisiannya dari pejabat eselon II atau dari pejabat yang promosi,’’ ujarnya. Dikatakannya, jumlah SKPD dengan pejabat eselon II saat ini komposisinya sudah genap bila hasil seleksi jabatan Kepala Badan Perizinan Terpadu yang sekarang
sek Blahbatuh. ‘’Bangunan di sana (Polsek Ubud -red) memang cukup tua. Selain itu di atas plafon hanya ada besi memanjang horizontal tanpa ada silangnya sehingga mudah dibengkokkan oleh pelaku,’’ terangnya. Setelah berhasil mengeluarkan badan dari pembatas besi, pelaku kemudian menggeser sejumlah genting
Bali Post/nik
Pengukuhan Pejabat Eselon II Tunggu Keputusan Bupati berubah menjadi Dinas Perizinan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu tetap digunakan. Namun untuk lebih pasti, pihaknya masih menunggu hasil konsultasi ke Mendagri. ‘’Hasil konsultasi ke Mendagri belum keluar. Apakah hasil seleksi sebelumnya bisa dipakai atau melakukan seleksi ulang,’’ jelas Sudamia. Ditambahkan, bila hasil konsultasi mengizinkan
untuk melantik, maka bisa saja pengukuhan pejabat digabung dengan pelantikan pejabat baru. Disinggung waktu pengukuhan kembali, dikatakannya hal itu pun masih menunggu kebijakan pimpinan daerah dalam hal ini Bupati Gianyar A.A. Gde Agung Bharata untuk menentukan waktu pelantikan. ‘’Kalau itu kebijakan Bapak Bupati. Kita tunggu,’’ tandasnya. (kmb35)
KLUNGKUNG
10
Selasa Umanis, 18 Oktober 2016
91 Siswa Ikuti Kemah PMR Semarapura (Bali Post) – Palang Merah Remaja (PMR) Klungkung melaksanakan Kemah Bakti Satuan Inti Wira Angkatan XI, Senin (17/10) kemarin. Kegiatan perkemahan untuk meningkatkan pengalaman dalam menangani pertolongan pertama pada bencana ini dibuka Wakil Bupati Klungkung Made Kasta di GOR Suwecapura, Gelgel. Ketua Panitia Drs. I Gusti Ketut Kaler mengatakan, perkemahan dilaksanakan selama empat hari sampai Kamis (20/10) nanti. Acara diikuti 91 peserta yang berasal dari 11 sekolah setingkat SMA/SMK se-Kabupaten Klungkung. Kegiatan diisi pembinaan dan pelatihan orientasi tentang kepalangmerahan. “Pada hari diakhir akan diisi evaluasi,” katanya. Ia berharap peserta akan menjadi remaja yang berkarakter, berperilaku positif, disiplin dan berdedikasi tinggi terhadap kemanusiaan. Siswa bisa turun membantu jika ada masyarakat yang terkena bencana. Menurut Wabup Kasta, Klungkung termasuk daerah rawan bencana dan musibah, sehingga harus memiliki lembaga yang sigap dan saling terkoordinasi satu sama lain, dalam hal ini BPBD, Depsos, PMI dan PMR. Kasta berpesan kepada siswa peserta kemah agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, sehingga semua ilmu yang didapat dapat diterapkan pada masyarakat yang membutuhkan. Acara diisi pengalungan tanda peserta kepada dua orang perwakilan dan pemotongan pita oleh Wabup Kasta sebagai tanda dimulainya Kemah Bakti Satuan Inti PMR Wira Angkatan XI. Hadir Kadis Kesehatan Klungkung dr. Ni Made Adi Swapatni, Kadis Sosial Ida Bagus Anom Adnyana, pengurus PMI Klungkung dan guru pendamping. (kmb)
Bali Post/dwa
DARURAT - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menetapkan status darurat untuk Nusa Ceningan pascaputusnya Jembatan Kuning pada rapat di SMA Wisata Darma, Lembongan, Senin (17/10) kemarin.
Pasca-ambruknya Jembatan Kuning
Pemkab Subsidi Biaya Transpor Siswa Semarapura (Bali Post) –
Pascarobohnya akses jalan satu-satunya melalui jalur darat, warga Nusa Ceningan harus melalui jalur laut untuk sampai ke Nusa Lembongan. Kondisi ini membuat Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menetapkan status darurat untuk Nusa Ceningan, mengingat warganya terancam ganasnya arus laut setiap menyeberang ke Lembongan. Bali Post/kmb
BUKA - Wakil Bupati Klungkung Made Kasta (kanan) membuka Kemah Bakti Satuan Inti PMR Wira Angkatan XI di GOR Suwecapura, Gelgel.
Remaja Dididik Tertib Berlalu Lintas
Semarapura (Bali Post) – Satuan Lantas Polres Klungkung terus berupaya menekan terjadinya kecelakaan di jalan raya. Setelah mensosialisasikan tertib lalu lintas di sekolah-sekolah, Satuan Lantas melaksanakan pendidikan masyarakat (dikmas) tentang tertib berlalu lintas kepada Saka Bhayangkara Klungkung di halaman depan Mapolres, Minggu (16/10). Kegiatan ini untuk memberikan pendidikan berlalu lintas kepada remaja. Kasat Lantas Polres Klungkung AKP Wayan Mudiasa menyampaikan, saat ini masih banyak remaja yang kurang mengindahkan ketertiban dan keselamatan dalam berlalu lintas. Padahal mereka memainkan peranan yang sangat penting dalam mewujudkan keamanan, keselamatan dan ketertiban serta kelancaran lalu lintas di jalan raya. Kasus kecelakaan lalu lintas masih didominasi oleh remaja. “Dengan adanya dikmas tentang tertib berlalu lintas, para Saka Bhayangkara Klungkung diharapkan memahami bagaimana aturan berlalu lintas yang benar,” tuturnya, Senin (17/10) kemarin. Satuan Lantas Polres Klungkung sebelumnya melaksanakan sosialisasi tertib berlalu lintas di sekolah mulai TK sampai SMA. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan disiplin berlalu lintas para pelajar guna mengurangi pelanggaran dan kecelakaan di jalan raya. Mudiasa menegaskan, diperlukan peran aktif para remaja sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas dan menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan. Ia mengimbau kaum remaja di Klungkung tertib berlalu lintas untuk kemudian diteruskan kepada keluarga dan teman-teman sepergaulan. (dwa)
Lautan selebar 120 meter yang memutus Ceningan dan Lembongan terkenal dengan arus pasang-surutnya yang sangat kuat. Meski begitu, menyusul ambruknya Jembatan Kuning yang menghubungkan kedua pulau, warga Ceningan terpaksa menempuh jalur laut untuk bisa bekerja, sekolah, membeli bahan makanan dan melakukan kegiatan lainnya di Lembongan. Bupati Suwirta mengungkapkan pihaknya sudah
berkali-kali memohon agar Jembatan Kuning yang berumur 22 tahun segera diperbaiki. Namun, rencana yang dimulai 2004 direvisi hingga 2013 dan sampai sekarang tidak kunjung diperbaiki. Ia minta agar rencana pembuatan jembatan baru yang memakan anggaran Rp 60 juta hingga Rp 65 juta terealisasi tahun 2017. “Rencana pembuatan jembatan tidak jadi-jadi. Tetapi setelah kejadian ini, mau tidak mau, suka tidak suka,
tahun depan harus terealisasi,” ujarnya di depan jajaran SKPD terkait di lingkungan Pemkab Klungkung didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Bali I Nyoman Astawa Riadi dan Kepala BPBD Provinsi Bali Dewa Made Indra saat rapat mengenai tindak lanjut terputusnya Jembatan Kuning di SMA Wisata Darma, Desa Lembongan, Nusa Penida, Senin (17/10) kemarin. Putusnya akses menuju Nusa Ceningan itu tidak han-
ya berdampak terhadap mobilisasi masyarakat. Dampak besar lainnya adalah ancaman terhadap pengembangan pariwisata, pendidikan, kesehatan dan perekonomian warga Ceningan. “Di saat kita berupaya mengembangkan pariwisata dan perekonomian masyarakat, terjadi musibah ini yang sangat berdampak terhadap berbagai aspek,” katanya. Terkait tindak lanjut pascaterputusnya Jembatan Kuning, Bupati Suwirta akan menggunakan anggaran Rp 500 juta dari pos anggaran tidak terduga untuk mensubsidi biaya penyeberangan atau transport siswa asal Ceningan yang bersekolah ke Lembongan. Sebab, SMP
dan SMA hanya ada di Lembongan. Menurut Perbekel Desa Lembongan Ketut Gede Arjaya, tanpa adanya bantuan dari pemerintah, masyarakat Ceningan akan menanggung beban biaya untuk menyeberang ke Lembongan. Untuk itu, ia mengusulkan pembuatan shuttle boat untuk alat penyeberangan sementara. Kalau menggunakan sampan sangat berisiko mengingat kuatnya arus laut. “Satu unit berbahan fiber diperkirakan harganya Rp 200 juta yang bisa menampung 20 orang. Kami butuhkan dua unit untuk membantu masyarakat menyeberang dari Ceningan ke Lembongan,” ungkapnya. (dwa)
Tali Sling Rapuh dan Berkarat
Polres Belum Pastikan Ada Unsur Kelalaian Semarapura (Bali Post) – Tim Inafis dan Labfor Polda Bali bersama Polres Klungkung mengisolir akses masuk menuju Jembatan Kuning menggunakan garis polisi. Pengamanan TKP tragedi dilakukan agar tidak lagi dimanfaatkan oleh masyarakat. Petugas juga mengambil sejumlah sampel yang menjadi barang bukti tragedi maut yang menelan delapan korban jiwa dan puluhan orang luka-luka. Salah satu barang bukti adalah tali sling utama yang terputus. Dari pemeriksaan luar diketahui tali sling tersebut berkarat dan rapuh. Kapolres Klungkung AKBP F.X. Arendra Wahyudi, Senin (17/10) kemarin, menjelaskan keberadaan tim Inafis dan Labfor Polda Bali untuk mengumpulkan data-data dan barang bukti terkait terputusnya Jembatan Kuning pada Minggu (16/10) sekitar
pukul 18.00 Wita. Petugas sudah meminta keterangan enam saksi, yaitu warga sekitar yang berada di TKP saat kejadian. Bagian tali sling yang terputus menjadi barang bukti utama yang dapat menunjang jalannya pemeriksaan. Meski ditemukan karat dan bagian yang lapuk pada tali sling, Arendra tidak berani memastikan terputusnya tali sling utama disebabkan oleh unsur kelalaian. Dibutuhkan pemeriksaan lanjutan dan lab sebelum hasilnya dipublikasikan. “Kami belum bisa pastikan diskripsi dari kawat sling yang diambil dari TKP,” jelasnya. Kapolres menambahkan, tim gabungan yang didukung Polda dan Labfor Cabang Denpasar akan bekerja maksimal untuk mengungkap penyebab dari terputusnya jembatan yang dibangun 1994 tersebut. “Kami masih menunggu hasil dari Labfor dulu. Nantinya
kami juga minta keterangan keluarga korban yang ikut mengalami kecelakaan,” imbuhnya. Ambruknya Jembatan Kuning juga menyebabkan sedikitnya 17 sepeda motor milik warga terjatuh ke laut. Dengan bantuan warga sekitar, belasan sepeda motor dapat dievakuasi berikut sejumlah barang milik warga seperti perhiasan. BPBD Klungkung mendapatkan tugas membersihkan puing-puing Jembatan Kuning. Menurut Kepala Pelaksana BPBD Klungkung Putu Widiada, dibantu warga, petugas yang berjumlah 11 personel memotong struktur reruntuhan jembatan. Pihaknya sangat terbantu dengan partisipasi warga yang memberikan bantuan alat pemotong besi dan las. Hanya, pasang surut air laut menyebabkan petugas memerlukan waktu yang tepat untuk melakukan pemotongan. (dwa)
Bali Post/dwa
BARANG BUKTI - Tali sling yang putus dijadikan barang bukti dalam tragedi ambruknya Jembatan Kuning.
Korban Kakak-Beradik Ditemukan Terakhir Semarapura (Bali Post) – Dari delapan korban yang tewas dalam tragedi Jembatan Kuning yang ambruk, Minggu (16/10) sore, dua di
antaranya adalah Ni Putu Putri Kresnadewi (8) dan Ni Kadek Mustika Savitri (6). Mereka ditemukan terakhir dalam posisi mengapung ke-
Bali Post/dwa
PENDIDIKAN - Satuan Lantas Polres Klungkung melaksanakan pendidikan tertib berlalu lintas kepada remaja.
Telepon Penting kLUNGKUNG Polres Klungkung
(0366)
21115
Polsek Klungkung
(0366)
21090
Polsek Dawan
(0366)
23181
Polsek Banjarangkan
(0366)
23180
Polsek Nusa Penida
(0366)
5382838
RSUD Klungkung
(0366)
21172
RSU Bintang
(0366)
25241
PMI Klungkung
(0366)
21442
Damkar Klungkung
(0366)
22655
PDAM Klungkung
(0366)
21336
PLN Klungkung
(0366)
25599
Bali Post/kmb
JENGUK - Sejumlah siswa SDN 3 Lembongan menjenguk jenazah Putu Putri Kresnadewi dan Ni Kadek Mustika Savitri.
tika proses evakuasi. Kakak-beradik itu merupakan putri pasangan Gede Sulianta (34) dan Ketut Wirawati (28), warga Banjar Ancak, Dusun Pegadungan, Desa Lembongan. Puluhan temannya di SDN 3 Lembongan terlihat datang mengucapkan belasungkawa ke rumahnya, Senin (17/10) kemarin. Beberapa siswa menangis ketika melihat jenazah kedua rekannya di dalam peti yang penuh berisi es. Wirawati terlihat shock. Dia sesekali menangis di depan peti jenazah anaknya. Sementara Sulianta terlihat murung dan sabar menyambut tamu yang datang. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama rombongan sempat datang mengucapkan belasungkawa. Sulianta mengaku tidak menyangka kedua putrinya bakal pergi secepat ini. Sebelum kejadian dia melintasi jembatan bersama istri dan ketiga anaknya untuk jalan-jalan di senggol dekat Pura Bakung. Namun, saat
musibah terjadi, istri dan kedua anaknya terlepas dari gengamannya. “Saat itu istri dan kedua anak saya ada di depan saya. Saya menggendong anak yang ketiga,” katanya sedih. Sulianta hanya bisa menyelamatkan anak bungsunya, Komang Giri Mahesa Pramasta (1,5), dengan membawanya ke tempat lebih tinggi. “Saat itu saya tidak ingat apa-apa karena banyak orang yang histeris. Saya berhasil ke pinggir tetapi tidak tahu keberadaan istri dan kedua anak saya lainnya,” jelasnya. Ia tidak menerima firasat apa pun terkait kematian dua putrinya. Akan tetapi, sebelum insiden kedua putrinya bertingkah aneh. Mereka rewel ingin berbelanja ke senggol dekat Pura Bakung setiap hari dan minta celengannya dibuka. Namun, karena ada kematian di rumah, upacara sembahyang ke Pura Bakung ditunda dan baru dilaksanakan Minggu (16/10) petang. Tujuh hari sebelum kejadian, Sulianta yang bekerja
di vila juga mengaku sempat melihat ada burung goak melintas di dekat rumahnya. Ia tidak mengira hal itu sebagai pertanda. Jenazah kedua anaknya rencananya diaben dua hari lagi. “Kami masih menunggu Desa Adat Lembongan. Kalau dua hari ini ngaben bersamaan kami ikuti. Kalau lebih dari itu, kami tetap adakan upacara ngaben dua hari lagi,” terangnya. Suasana duka juga menyelimuti keluarga Wayan Suryadita di Banjar Kaja, Desa Jungutbatu. Ia kehilangan istrinya, Ni Tetut Werni, bersama putra bungsunya, Putu Surya Wiratama, yang berumur tiga tahun. Ketika dikunjungi bupati, Suryadita menangis keras karena tidak tahan kehilangan istri dan anaknya. Pascakejadian, keluarga korban yang meninggal menggelar upacara ngulapin di tepi pantai dekat Jembatan Kuning. Upacara ini untuk memanggil roh korban yang meninggal agar pulang ke rumah. (kmb)
BULELENG
Selasa umanis, 18 Oktober 2016
Dugaan Pungli Prona
Puluhan Warga Alasangker Lapor ke Polres
Singaraja (Bali Post) Perbekel Desa Alasangker Wayan Sitama dilaporkan puluhan warganya atas dugaan pungutan liar (pungli) pengurusan sertifikat prona tahun 2015. Warga membawa bukti rekaman berbentuk kepingan CD melapor ke SPKT Polres Buleleng, Senin (17/10) kemarin. Keluhan warga bermula ketika mengurus prona dikenakan biaya tambahan Rp 300 ribu per orang. Masyarakat Desa Alasangker sempat bertanya terhadap biaya tambahan mengurus prona. Laporan dan saksi berdasarkan bukti 144 warga desa yang sudah mengurus sertifikat prona tahun 2015. “Dalihnya untuk dipakai biaya administrasi. Kan kita tahu bersama kalau mengurus sertifikat prona gratis atau tidak dipungut biaya. Sudah terjadi sejak tahun 2015 lalu. Warga mengurus sertifikat prona ada 144 orang. Ada biaya tambahan administrasi Rp 250 ribu per sertifikat dan biaya patok kisaran Rp 50 ribu, kalau ditotal sampai Rp 300 ribu per orangnya,” ujar Ketut Sandiarta, perwakilan warga, saat ditemui Senin kemarin. Laporan warga meski tanpa bukti autentik berupa kuitansi, warga dengan cerdik memberi bukti rekaman kepingan CD. Sedikitnya 144 orang saksi korban dari empat dusun (Alasangker, Bengkel, Tenaon,
Pendem) diduga menjadi korban pungli. “Soal pengurusan sertifikat ini harus diusut tuntas. Bukan hanya soal prona, soal pengangkatan kaur juga tanpa mekanisme yang ditentukan pemerintah. Kasus lain Perbekel kami laporkan mengenai Bantuan Langsung Tunai (BLT), diduga hanya dia dari sejak menjabat klian dusun hingga perbekel memperoleh BLT,” paparnya. Warga Dusun Tenaon Desa Alasangker lainnya, Made Suarsana, mengaku ketika mengurus sertifikat prona dikenakan biaya administrasi Rp 250 ribu. Dia sempat meminta kuitansi bukti pembayaran tetapi tidak diberikan oleh Perbekel. Selain merugikan masyarakat, pungli prona sempat meresahkan warga yang hendak mengurus sertifikat. “Diminta uang Rp 250 ribu per sertifikat, itu alasannya untuk kelengkapan administrasi. Ya sekali pungutan. Bisa dimintai uang administrasi sebelum atau sesudah sertifikatnya jadi. Tapi, sertifikat sudah
rampung semua. Kami sudah pernah laporkan ke Kejaksaan setahun lalu, tapi belum pernah ditindaklanjuti,” ucapnya. Selanjutnya, aparat di Polres Buleleng mengenai laporan dugaan korupsi prona di Desa Alasangker, mulai melibatkan tim kepolisian memeriksa kasus tersebut. “Kami sudah terima laporan warga mengenai pungli sertifikat prona. Mereka ada yang dipungut dana Rp 250 ribu – Rp 500 ribu per orang. Laporan ini akan kami tindak janjuti. Kasat Reskrim sudah kami arahkan memeriksa kasus ini,” ucap Kapolres Buleleng AKBP I Made Sukawijaya, M.Si. Sejumlah informasi beredar, tindakan warga Alasangker melapor Perbekel Sitama ke Polres Buleleng, diduga difasilitasi Wakil Ketua II DPRD Buleleng Made Adi Purnawijaya. Pria asal Desa Alasangker yang juga Dewan Penasihat DPC Demokrat Buleleng melakukan laporan balasan buntut atas kasus laporan LSM ke Mapolres Buleleng. Kasus sebelumnya mengenai rangkap jabatan
dirinya sebagai Ketua BPD Alasangker dan DRPD Buleleng. Adi diduga melakukan korupsi gaji BPD Alasangker Rp 11 juta, melalui bukti tanda tangan kuitansi tahun 2015. Ditemui terpisah, Adi Purnawijaya membantah laporan atas keinginan dirinya. Ia menilai laporan warga turun ke lapangan atas keprihatinan pribadi warga melihat persoalan pungli prona di desa. “Jadi, semua murni itu dari warga. Tidak ada yang lain. Jika pihak Perbekel diduga melakukan pungli, dan warga wajar melaporkan ke aparat di Polres Buleleng,” tandasnya. Ketika hal itu dimintai konfirmasi, Perbekel Alasangker Wayan Sitama menyampaikan pada intinya biaya mengurus sertifikat prona gratis. Namun dalam perjalanan warga pemohon dengan perangkat desa menyepakati untuk membantu biaya pembelian patok, meterai, ongkos ukur, dan konsumsi. Biaya itu disepakati oleh warga pemohon sertifikat prona. Berapa jumlahnya, perbekel tidak menyebut. Biaya itu atas kesepakatan karena warga peserta prona awam dengan administrasi, sehingga meminta bantuan aparat desa. (kmb34/kmb38)
11 Diduga Tanda Tangannya Dipalsukan
Wakil Ketua DPRD Buleleng Lapor ke Polisi Singaraja (Bali Post) Diduga tanda tangannya dipalsukan, Wakil Ketua II DPRD Buleleng Made Adi Purnawijaya melapor ke polisi, Senin (17/10) kemarin. Sebelumnya, dia dilaporkan merangkap jabatan dan diduga terlibat korupsi penerimaan gaji sebagai Ketua BPD Alasangker. Dia menilai tindakan melaporkan dirinya tanpa bukti kuat dan terkesan meremehkan jabatannya sebagai Wakil Ketua DPRD. Laporan ini bertujuan memberi pelajaran hukum, dan kebenaran harus ditegakkan. Sejumlah penelusuran dilakukan Adi Purnawijaya, terhadap isu dan laporan yang menerpa dirinya. Alhasil dia menemukan jika ternyata tanda tangannya dipalsukan oleh oknum untuk mengambil gaji selama dia sudah tidak lagi menerima gaji dan resmi mengundurkan diri sebagai Ketua BPD Alasangker sejak tahun 2014. “Ini saya laporkan tanda tangan saya dipalsukan. Kasus ini terkait masalah yang dilaporkan oknum LSM, tentang penerimaan gaji selaku BPD. Ternyata dari tahun 2014, tanda tangan saya itu dipalsukan. Saya merasa tidak pernah mengambil gaji. Karena kita taat dan menghormati hukum, kasus sekarang mulai ditangani pihak berwajib,” kata Adi Purnawijaya di Polres Buleleng, Senin kemarin. Kasus yang dialami Adi langsung ditangani Sat.
Pilkada Sukrawan Siap Tarung
Bali Post/kmb34
PRONA – Sejumlah masyarakat melaporkan Perbekel Desa Alasangker Wayan Sitama atas dugaan melakukan pungli kepengurusan sertifikat prona, Senin (17/10) kemarin.
SOSOK Bentuk Penjajahan BENTUK penjajahan pada era globalisasi tentu tidak seperti pada masa kolonial Belanda. Kekerasan fisik mengarah ke mental psikis seseorang untuk memunculkan perang ideologi. Melalui pemberian kekuasan mengubah sikap dan perilaku, dipengaruhi lingkungan demi mencapai tujuan tertentu. Itu sebagai gambaran masih cukup banyak umat manusia menjajah demi menghalalkan kekuasaan. “Model kecil penjajahan Belanda di masa lampau masih terbenam di ingatan masyarakat. Semisal anak muda diberi kekuasaan dipakai menyiksa orang lain. Kekuasaan kecil saja misalnya di sekolah-sekolah dan kampus. Disebut kekuasaan bukan hanya jabatan sebagai bupati, tetapi di mana-mana ada namanya kekuasaan. Jadi, masyarakat harus memperbanyak kesadaran diri, kecerdasan emosial dan spiritual (psikis),” ujar sejarawan Undiksha Singaraja Dr. I Made Pageh, M.Hum., belum lama ini. Melawan penjajahan Belanda di Buleleng, beberapa bangu-
Bali Post/kmb34
Dr. I Made Pageh, M.Hum. nan di titik tertentu Kota Singaraja memiliki makna dan fungsi tersendiri. Salah satunya berdiri kukuh tugu Singa Ambara Raja di pusat Kota Singaraja. “Bangunan tugu Singa Ambara Raja dibuat dengan titik lurus mengarah kepada eks Pelabuhan Buleleng. Fungsi lainnya melihat jelas setiap kapal yang berlabuh di sana (tempat peninjauan) mereka yang masuk dikenakan pajak untuk masuk membawa barang dan makanan,” paparnya. Ia menilai, cukup banyak bangunan dari arah titik tugu Singaraja menghapus sempadan kolonial dengan membangun bangunan mundur ke tengah atau pinggir dekat jalan. Hal
itu seperti membuat bangunan toko ke pinggir jalan sehingga menghabiskan ruang perkotaan. “Semua bangunan hampir mendekati trotoar dan bangunannya banyak maju ke jalan. Site plan Kota Singaraja dahulu adalah kota kolonial. Jalan besarnya (lebar) itu kan hanya dibangun Belanda di wilayah Banjarjawa, Kota Singaraja,” paparnya. Pada tahun 1850, Belanda merancang Pelabuhan Buleleng. Ekspor impor barang berupa komoditas cengkeh, kopi, dan bahan makanan lain hanya boleh dilakukan melalui pelabuhan Buleleng. Kemudian ditunjang dua pelabuhan kecil di sekitarnya Pelabuhan Temukus dan Pelabuhan Sangsit. “Belanda lalu mempermudah kekuasaan dengan sengaja mengumpulkan masyarakat berdasarkan ras agama. Mereka menempatkan kaum Muslim, Hindu, dan Cina di Kota Singaraja dalam komplekskompleks tertentu sehingga bisa dilihat sampai saat ini. Kemudahan itu bertujuan untuk memungut pajak dan mencegah keributan,” tandasnya. (kmb34)
Singaraja (Bali Post) Tim pemenangan bakal pasangan calon perseorangan Dewa Nyoman Sukrawan – Gede Dharma Wijaya, berusaha memenuhi syarat minimal pengumpulan 40.283 KTP dukungan. Untuk bisa lolos sebagai pasangan calon, pihaknya tinggal membutuhkan 21.598 KTP dari 49.892 KTP perbaikan yang sebelumnya sudah diserahkan ke KPU Buleleng. “Persiapannya sudah betulbetul matang dan kami siap bertarung dengan jujur, adil, dan transparan. Kita junjung demokrasi dan saya ingin mengubah Buleleng jadi lebih baik,” ujar Dewa Sukrawan, Senin (17/10) kemarin. Calon wakil Gubernur Bali berpasangan dengan A.A. Ngurah Puspayoga tahun 2013, maju menjadi bakal calon Bupati Buleleng, menandingi petahana Putu Agus Suradnyana, S.T., - dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG. “Saya yakin benar Paket Surya lolos. Wilayah basis petahana di Kota Singaraja dan pedesaan juga kami masuki untuk mencari dukungan. Hasilnya cukup banyak memberi dukungan kepada kami,”
ucapnya. Pihaknya menilai KPU Buleleng dan Panwaslih Buleleng akan bekerja adil dan bertanggung jawab tanpa tekanan. Sukrawan kini fokus mengejar sisa verifikasi dukungan KTP yang memerlukan 21.589 KTP dukungan dari kekurangan verifikasi tahap I. “Pada verifikasi pertama KTP memenuhi syarat hanya 18.685 KTP. Karena kita kejar syarat minimal pengumpulan 40.283 KTP, tinggal penuhi kekurangan sebagai bakal paslon perseorangan. Soal angka-angka KTP sudah terverifikasi. Ya nanti lihat sajalah angkanya, nanti tinggal kita lihat sudah berapa angka KTP terkumpul hari ini (Senin malam) pukul 24.00 wita,” paparnya. Sukrawan tidak berkomentar banyak mengenai hal terburuk bila dia tidak lolos bersama Gede Dharma Wijaya sebagai calon. Meski didukung Koalisi Bali Mandara (KBM) Golkar, Demokrat, dan PKS, Sukrawan beranggapan urusan lolos dan tidak, dia sudah berusaha maksimal. (kmb34)
Singaraja (Bali Post) – Penempatan seribu orang guru kontrak yang telah diangkat tahun ini tampaknya masih memunculkan masalah serius di lapangan. Buktinya, masih ada guru kontrak tidak dapat sekolah tempat mengajar. Situasi ini membuat mereka resah, di mana harus mengajar. Informasi yang dikumpulkan di lapangan Senin (17/10) kemarin, menyebutkan guru kontrak yang belum mendapatkan tempat mengajar, beberapa di antaranya masuk dalam kuota Kecamatan Buleleng. Pada saat perekrutan jumlah pelamar jauh lebih banyak dibandingkan dengan kuota yang akan dicari. Setelah diumumkan dan dilanjutkan penandatanganan surat perjanjian kerja (SPK), guru kontrak di Kecamatan Buleleng masih ada yang belum mendapatkan sekolah tempat mengajar. Guru ini kemudian mengadukan permasalahan yang dialami ke Unit Pelaksana Pendidikan (UPP) Kecamatan Buleleng.
Ini dilakukan karena mereka khawatir jika status yang sudah diangkat itu akan hilang begitu saja gara-gara tidak tertampung di sekolah. Menyusul pengaduan itu, pihak UPP juga dibuat pusing dan berusaha mencari sekolah di Kecamatan Buleleng yang masih kekurangan guru. Kepala UPP Kecamatan Buleleng Wayan Duduk ketika dimintai konfirmasi kemarin mengakui belakangan ini banyak menerima pengaduan guru kontrak yang belum terserap di sekolah yang ada di wilayahnya. Duduk mengaku, pengaduan itu bermunculan sejak penandatanganan SPK dan dilanjutkan penempatan di masing-masing kecamatan. Sayang, secara detail pihaknya tidak memiliki data berapa banyak guru kontrak yang belum mendapatkan sekolah tempat mengajar. “Memang benar ada. Yang mengadu ada yang SMS atau menelepon kami di UPP,” katanya. Menyusul pengaduan itu,
Duduk langsung menelusuri ke sekolah-sekolah di wilayahnya yang masih kekurangan guru. Pencarian itu sedikit kesulitan karena sekolah di Kecamatan Buleleng yang notabene dekat dengan perkotaan umumnya memiliki guru dengan jumlah yang memadai. Atas kondisi ini, pihaknya berencana melakukan pertemuan dengan menghadirkan guru kontrak di Kecamatan Buleleng dan Kepala SD di Kecamatan Buleleng tanggal 25 Oktober 2016 ini. Seperti diketahui, seribu guru kontrak diangkat oleh Pemkab Buleleng tahun 2016 ini. Selain berasal dari guru pengabdi, guru kontrak yang diangkat ini merupakan lulusan perguruan tinggi. Pengangkatan guru kontrak ini untuk mengatasi krisis guru SD terutama di pedesaan. Setelah dinyatakan lolos seleksi, mereka kemudian menandatangani SPK selanjutnya penempatan ke sekolah sesuai kouta kebutuhan di masing-masing kecamatan. (kmb38)
ingin masyarakat Buleleng dijadikan alat politik, di tengah upaya pemerintah daerah meningkatkan sinergitas keamanan. Kapolres Buleleng AKBP I Made Sukawijaya, M.Si. menjelaskan, laporan Wakil Ketua II DPRD Buleleng mengenai dugaan pemalsuan tanda tangan sudah diterima. “Adi melapor tanda tangannya dipalsukan dan aliran uang ke mana sudah kami libatkan Kasat Serse untuk menangani. Apa pun hasilnya, kami tetap akan undang kedua belah pihak. Kita siap bekerja profesional dan siapa yang terlibat kami akan buktikan,” jelasnya. (kmb34)
Bali Post/kmb34
TANDA TANGAN – Wakil Ketua II DPRD Buleleng Made Adi Purnawijaya menunjukkan dan melaporkan ke Polres Buleleng, dugaan pemalsuan tanda tangan, Senin (17/10) kemarin.
Virtual KTP Berakhir
Dukungan Bisa Bertambah atau Berkurang
Singaraja (Bali Post) – Verifikasi faktual (virtual -red) dukungan perbaikan bakal calon perseorangan Dewa Nyoman Sukrawan dan I Gede Dharma Wijaya resmi berakhir Senin (17/10) kemarin. Meski sudah ditutup, hasil akhir belum bisa dipastikan karena menunggu rekapitulasi di tingkat kecamatan dan terakhir di kabupaten. Dalam proses lanjutan itu, dukungan perbaikan ini bisa saja bertambah atau sebaliknya bisa berkurang. Demikian diungkapkan Ketua KPU Kabupaten Buleleng Gede Suardana ketika ditemui di ruang kerjanya kemarin. Lebih jauh Suardana mengatakan, virtual di tingkat desa belum menjadi hasil akhir untuk menentukan dukungan perbaikan itu memenuhi syarat dukungan minimal. Ini karena jumlah dukungan masih mengalami perubahan hingga menginjak pada tahapan virtual kecamatan dan terakhir di kabupaten. Di tingkat desa memang telah berlangsung sejak Rabu (12/10) pekan lalu, dan berakhir Senin (17/10) kemarin. Sesuai dengan aturan, virtual dilakukan hingga pukul 00.00. Setelah virtual di tingkat desa, KPU akan melakukan virtual di kecamatan pada Selasa (18/10) ini hingga Rabu (19/10) besok. “Virtual di desa sudah selesai dan hasilnya dilengkapi dengan surat berita acara. Proses lanjutannya adalah virtual di kecamatan dan terakhir di kabupaten,” katanya. Menururt Suardana, virtual di tingkat kecamatan, Panitia Pemungutan Suara (PPS) menyetorkan data rekapitulasi dukungan calon perseorangan yang memenuhi syarat (MS) dan yang tidak memenuhi syarat (TMS). Dalam virtual lanjutan ini, akan dilakukan dua metode yang bisa ditempuh oleh tim penghubung bakal calon perseorangan, sehingga dukungan bisa bertambah. Caranya, pendukung yang tercantum dalam dokumen dukungan dan telah diverifikasi di tingkat desa, namun tidak memenuhi syarat, maka pendukung bersangkutan bisa datang melakukan perbaikan saat virtual di kecamatan. Pada perbaikan ini, pendukung yang sebelumnya tidak memenuhi syarat, menjadi memenuhi syarat dan ini didukung dengan bukti-bukti. Sebaliknya jumlah dukungan bisa saja berkurang, jika ada pendukung yang tadinya telah memenuhi syarat, namun mencabut dukungannya. Pendukung yang telah diverifikasi di tingkat desa itu bisa datang untuk mencabut dukungan, dengan menandatangani berita acara. Pencabutan dukungan ini membuat jumlah dukungan akan menyusut. (kmb38)
20 - 21 Oktober
Penentuan Lolos Tidaknya Paket Surya
Tak Dapat Tempat Mengajar
Guru Kontrak Resah
Reskrim Polres Buleleng. Setelah Adi melakukan pengunduran diri sebagai Ketua BPD Alasangker, diduga gajinya diambil Sekretaris BPD Alasangker inisial KA. Seb alika ny a, A d i justru malah dilaporkan ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Buleleng dan Polres Buleleng. Adi menilai tidak pernah mengambil gaji yang hanya Rp 80 ribu per bulan sampai kini dan nilai gaji belakangan sudah termuat mencapai nilai Rp 300 ribu. Selain melaporkan tanda tangannya dipalsukan, Adi berencana ke Kesbangpol Linmas Buleleng untuk menanyakan izin LSM yang melaporkan dirinya. Dia tidak
Bali Post/kmb34
KTP – Dewa Nyoman Sukrawan mengejar kekurangan 21.589 KTP untuk memenuhi syarat minimal 40.283 KTP di hari terakhir verifikasi tahap II, Senin (17/10) kemarin.
Jaga Kondusivitas
Singaraja (Bali Post) Kapolres Buleleng AKBP I Made Sukawijaya, M.Si. mengatakan, proses verifikasi tahap II Pilkada Buleleng tetap dalam pengawasan polisi. Ia berharap Pilkada Buleleng sebagai pesta demokrasi lima tahunan, berjalan kondusif. “Sejauh ini kondisi wilayah
Bali Post/kmb34
AKBP I Made Sukawijaya
Buleleng masih kondusif,” ujarnya, Senin (17/10) kemarin. Dikatakan, pengamanan di sembilan kecamatan melibatkan jajaran polsek-polsek. Sedangkan pada masa kampanye 28 Oktober – 11 Februari 2017, akan dibantu Brimob untuk mempertebal pengawasan di lapangan. “Setiap Polsek sudah melakukan laporan dan anggota di lapangan bekerja maksimal. Kami harap sampai sepekan mendatang terjaga aman,” ucapnya. Sukawijaya menambahkan, pengamanan serupa tidak jauh berbeda dengan verifikasi tahap I. “Kami akan libatkan 470 personel di masing-masing desa. Ini karena sistem verifikasi berbeda dengan di lapangan,” tambahnya. (kmb34)
Singaraja (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buleleng mempersiapkan proses penghitungan verifikasi faktual tahap II. Seluruh KTP terverifikasi akan didata detail sehingga diketahui jumlah dukungan di 148 desa/kelurahan. Verifikasi dukungan bakal paslon perseorangan Dewa Nyoman Sukrawan-Gede Dharma Wijaya, menunggu pleno mengetahui angka dukungan. “Hari ini terakhir (Senin malam -red) proses verifikasi faktual dukungan syarat perbaikan bakal pasangan calon perseorangan. Ini berakhir pukul 24.00 wita. PPS langsung menghitung hasil verifikasi faktual sudah dilakukan dari 12-17 Oktober,” ujar Ketua KPU Buleleng Gede Suardana, S.Pd., M.Si., Senin (17/10) kemarin. KPU selanjutnya akan melakukan rekapitulasi hasil verifikasi faktual jumlah dukungan di tingkat PPK, 18-19 Oktober. Penentuan lolos-tidaknya Paket Surya direkapitulasi jumlah dukungan di tingkat kabupaten, 20-21 Oktober. Verifikasi faktual di tingkat kecamatan pendukung yang bisa dihadirkan adalah yang pernah diverifikasi 12-17 Oktober 2016, baik memenuhi syarat (MS) atau tidak memenuhi syarat (TMS). Ia menambahkan, pendukung yang tidak bisa dihadirkan tim penghubung (LO) di desa berkategori TMS karena tidak bisa dihadirkan atau tidak boleh didatangkan PPK. “Di proses verifikasi tingkat kecamatan yang dapat berada di dalam proses tersebut adalah PPK, pasangan calon atau tim penghubungnnya (LO), panwascam dan PPS. Hanya unsur itu diperkenankan masuk dalam rapat pleno, di luar itu tidak boleh ada yang masuk,” paparnya. Pengumuman penetapan paslon dilakukan 24 Oktober, dan pengundian pengumuman nomor urut paslon 25 Oktober. KPU meminta bersabar menunggu penentuan lolos tidaknya paslon Paket Surya di tahapan rekapitulasi tingkat kabupaten antara 20-21 Oktober. “Kalau dinyatakan memenuhi syarat akan ditetapkan sebagai paslon. Kalau tidak memenuhi syarat, tidak akan ditetapkan sebagai paslon. Selanjutnya kalau paslon perseorangan tidak lolos, KPU akan membuka sosialisasi dan pendaftaran baru selama tiga hari,” ujarnya. (kmb34)
JEMBRANA
12
Selasa Umanis, 18 Oktober 2016
Dana Kompensasi akan Dipotong 20 Persen
Warga Eks Timor Timur Protes
Negara (Bali Post) – Sejumlah warga eks Timor Timur yang tinggal di Jembrana mengaku resah jelang penerimaan dana kompensasi dari Kementerian Sosial RI. Pasalnya, dana mereka akan dipotong rata-rata 20 persen oleh pihak ketiga. Dengan dipotongnya dana mereka, maka penerimaan tidak utuh Rp 10 juta per Kepala Keluarga (KK), tapi Rp 8 juta. Mereka pun protes dengan adanya isu pemotongan tersebut.
Bali Post/kmb
TATAP MUKA - Usai sertijab, mantan Kasat Reskrim yang lama dan baru melaksanakan tatap muka dengan anggotanya.
Yusak Agustinus Jabat Kasat Reskrim
Negara (Bali Post) AKP Yusak Agustinus Sooai yang sebelumnya menjabat Wakapolsek Blahbatuh, Gianyar, kini resmi menjabat Kasat Reskrim Polres Jembrana. Perwira asal Kupang ini menggantikan posisi AKP I Gusti Made Sudarma Putra. AKP Sudarma Putra kini dipercaya menduduki jabatan sebagai Wakasat Reskrim Poltabes Denpasar. Acara serah terima jabatan (sertijab) pun digelar, Senin (17/10) kemarin dipimpin langsung Kapolres Jembrana, AKBP Djoni Widodo. Kapolres Widodo mengatakan perombakan
jabatan sudah biasa terjadi di tubuh Polri. Hal ini dilakukan untuk penyegaran organisasi. Usai sertijab, pejabat baru dan lama melakukan tatap muka dengan anggota, baik buser Polres dan Polsek. Pejabat lama diminta untuk memaparkan kasus-kasus yang ditangani dan belum selesai penyelidikan dan penyidikannya. Begitu juga kasus yang masih menjadi tunggakan. “Jadi, kenapa tatap muka ini penting? Karena pejabat baru harus tahu dengan jelas tugas-tugasnya sehingga bisa langsung bekerja,” kata man-
tan Kasubdit Regident Dit. Lantas Polda Bali ini. Selain itu, pejabat lama juga memberikan gambaran, mana kasus yang harus menjadi atensi dan menonjol serta siapa yang menangani dan penyidiknya. “Kasat baru jadinya tidak meraba-raba lagi,” ungkapnya. Sementara itu, AKP Yusak Agustinus mengaku akan berusaha melaksanakan tugas dengan baik dan semaksimal mungkin. Nantinya, kasus-kasus yang menjadi tunggakan akan ditangani dengan profesional dan tentunya sesuai aturan yang berlaku. (kmb)
Negara (Bali Post) Warung milik Komang Tri Arta (44), warga Lingkungan Pangkung Gondang Kelurahan Sangkaragung Jembrana, Senin (17/10) kemarin, terbakar. Kuat dugaan, terbakarnya warung tersebut lantaran kompor meledak saat korban memasak air. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, korban diperkirakan mengalami kerugian mencapai puluhan juta rupiah. Insiden kebakaran ini pertama kali diketahui saksi, Ketut Singgih (51). Saat itu, saksi sedang lewat di depan warung korban. Tibatiba, ia melihat ada kepulan asap dari atap warung korban. Untuk memastikan adanya kebakaran, saksi mengecek ke belakang warung. Ternyata, kobaran api
sudah dilihat membesar. Mengetahui hal itu, saksi langsung memberitahukan kejadian itu kepada anak korban, Ni Kadek Yanti (19). Begitu juga ke warga sekitar. Mereka bahu membahu memadamkan apinya dengan alat seadanya sebelum petugas pemadam datang. Tak berselang lama, petugas pemadam kebakaran dan pihak kepolisian dari Polres Jembrana tiba di TKP. Api berhasil dipadamkan beberapa menit kemudian. Saksi Singgih menceritakan, ketika kebakaran terjadi, dirinya sempat mendengar ada tiga ledakan. Kuat dugaan, ledakan itu bersumber dari tabung gas. Sedangkan, dari hasil pemeriksaan saksi-saksi lainnya, termasuk korban dan keluarga, penyebab kebakaran itu
diduga karena kompor gas meledak. Hal itu juga dikuatkan lantaran istri korban, Ni Made Sarmini (43) sebelumnya memasak air. Akan tetapi, lupa mematikan kompor karena ditinggal ke Denpasar dalam rangka kundangan. Akibat kejadian itu sejumlah barang ludes terbakar. Di antaranya, satu unit kulkas, dua mesin jahit, satu unit TV, satu mesin obras, 3 tabung gas, dua kompor gas dan bangunan warung. Kapolres Jembrana AKBP Djoni Widodo membenarkan kejadian tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut dan hanya barang-barang dalam warung yang terbakar. Pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran tersebut. (kmb26/kmb)
Negara (Bali Post) Seekor hewan melata mirip ular berkaki empat gegerkan warga Kelurahan Pendem, Kecamatan, Jembrana, Senin (17/10) kemarin. Hewan tersebut ditemukan di rumah I Ketut Sukarta (49), warga setempat. Sukarta menemukan hewan itu ketika dirinya hendak olahraga. Ia sempat terkejut melihat hewan tersebut. Tetapi setelah dilihat secara seksama, dirinya semakin terkejut karena hewan mirip ular itu terlihat aneh. Di badan hewan bersisik itu terdapat empat kaki. Bahkan saat didekati, ular itu lari menggunakan
kakinya. Karena penasaran, Sukarta menangkap hewan kecil itu dan menaruhnya di ember plastik. Secara kasat mata, panjang hewan melata itu sekitar 20 cm dan berwarna hitam kecoklatan. Informasi penemuan hewan aneh ini pun mengundang perhatian warga dan kerabatnya setelah foto tersebar. Sukarta mengaku heran dengan bentuk hewan itu karena mirip sekali anak ular. Anehnya, juga terdapat empat kaki. Ia meyakini dari bentuk, sisik dan panjang badan, hewan tersebut jenis ular. Kalau
pun kadal, setidaknya bentuk badannya lebih kecil. Sukarta mengaku tidak memiliki firasat apapun sebelum mendapati hewan aneh itu. Namun, belum lama ini, ia sempat menempatkan patung Ganesha di rumahnya itu. Drh. I Gusti Putu Suasnawa, dokter hewan yang juga pecinta reptil mengaku belum bisa memastikan jenis hewan apa yang ditemukan itu. Apakah termasuk jenis ular atau kadal. Namun, dari ciri-ciri yang didapati, panjang tubuh, jarak antar kaki depan dan belakang, ia menduga hewan itu adalah ular. (kmb26)
Parahnya, mereka diminta untuk menyetorkan potongan bantuan itu kendati hingga saat ini dana belum diterima. Sejumlah warga yang merupakan anggota TNI dan Polri itu dikumpulkan dan diminta untuk menandatangani pernyataan terkait pemotongan tersebut. Menurut salah satu penerima, banyak yang tidak sepakat dan menolak membayar potongan tersebut. Apalagi ada yang dipotong hingga 60 persen, sehingga hanya tersisa Rp 4 juta. “Dulu (kompensasi) juga begini. Katanya un-
tuk koperasi dan pengurus. Dipotong langsung oleh pengurus tersebut setelah kami menerima di Kantor Pos,” terang salah seorang warga eks Timor Timur. Sekarang, justru di awal diminta menandatangani surat pernyataan pemotongan 20 persen. Potongan 20 persen itu di antaranya 15 persen sebagai komisi pengurus, sisanya 5 persen untuk koperasi dan dukungan organisasi. Yang menjadi perhatian mereka, terkait instruksi Presiden Joko Widodo saat mengeluarkan Peraturan Presiden (Per-
pres) 25 tahun 2016. Saat itu ditekankan bahwa penerima harus menerima utuh senilai Rp 10 juta per KK. Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Jembrana, I Wayan Gorim, saat ditemui beberapa waktu lalu menegaskan untuk dana kompensasi warga eks Timor Timur itu belum dicairkan. Rencananya, bantuan dari Kementerian Sosial itu akan dicairkan berbarengan dengan pencairan PKH (Program Keluarga Harapan). Tetapi sistemnya berbeda, tidak lewat kantor pos seperti sebelumnya.
Para penerima akan mendapatkan kartu gesek (ATM) dari BNI, sehingga para penerima bisa tunai atau membelanjakan lewat e-Warong. Dari data di Dinas Sosial, ada sekitar 159 KK penerima kompensasi eks Timor Timur. Tetapi, baru 151 yang sudah pasti menerima. Jumlah itu merupakan pendataan dari pusat. Pihaknya mengaku tidak memiliki nama-nama penerima yang dimaksud. Hanya jumlahnya saja. Sedangkan, nama-nama detail ada di koordinator organisasi yang menangani. Pemberian dana kompensasi ini diberikan pada WNI eks Timor Timur yang tinggal di luar Nusa Tenggara Timur (NTT). Kompensasi ini diberikan Presiden yang bersedia tinggal dan menetap di Indonesia. (kmb26)
Kompor Gas Meledak, Warung Terbakar
Ular Berkaki Empat Gegerkan Warga Pendem
Bali Post/olo
BERKAKI EMPAT - Hewan mirip ular berkaki empat yang ditemukan warga di rumahnya di Kelurahan Pendem.
Bali Post/olo
TUTUP - Sejumlah petugas dari Kecamatan Jembrana saat memasang pagar bambu untuk menutup akses jalan yang diuruk beberapa waktu lalu.
Soal Pengurukan Lahan Bakau di Budeng
Akses Jalan akan Dikembalikan Seperti Semula Negara (Bali Post) – Lahan bakau yang sempat diuruk dan rencananya akan difungsikan sebagai akses jalan di Desa Budeng, kini akan dikembalikan seperti semula. Sebab, pembuatan akses jalan dengan menguruk lahan bakau dinilai merusak ekosistem yang ada. Apalagi, pengurukan itu tidak disertai dengan izin resmi, tapi hanya lisan. Dengan demikian, lahan yang sempat diuruk akan dinormalisasi kembali seperti sebelumnya dengan mengangkat tanah menggunakan alat berat. Hal ini dilakukan atas rekomendasi DPRD Jembrana akhir pekan lalu. Proses normalisasi ini diawali dengan penutupan akses jalan. Sejumlah pagar bambu dipasang
petugas Trantib Kecamatan Jembrana. Dalam penutupan akses jalan itu diawasi Camat Jembrana I Gusti Ngurah Sumber Wijaya bersama Kepala Balai Penelitan dan Obeservasi Laut (BPOL), Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Kehutanan, I Made Dwi Maharimbawa. Rencananya, setelah tanah urukan diangkat, nantinya akan ditanami bibit mangrove kembali. Camat Jembrana, Sumber Wijaya, mengatakan hal ini dilakukan sesuai rekomendasi DPRD. Sesuai keputusan, dikerahkan alat berat dari Pemkab untuk mengangkat tanah urukan tersebut. Kendati untuk akses pamedek menuju ke pura, dewan menilai tidak harus dengan
menguruk lahan seperti yang terjadi saat ini. Apalagi sampai menimbun tanaman bakau dan tentunya akan merusak ekosistem yang sudah ada. Persetujuan selama iini juga hanya berupa lisan, tidak ada izin resmi untuk menguruk lahan negara itu. Nantinya, setelah pengangkatan tanah selesai, maka akses jalan menuju pura akan dibuka kembali. Bahkan, akan diusulkan pembuatan jalan berupa jembatan kayu, sehingga tidak merusak ekosistem. Sementara, Perbekel Budeng, I
Putu Libra Setiawan, mengaku menghormati instruksi tersebut. Apalagi, hal tersebut merupakan keputusan DPRD Jembrana. Kepala BPOL, I Nyoman Radiartha, menjelaskan pihaknya tidak mengetahui, sebab persetujuan itu ketika dirinya belum menjabat. Mestinya memang tidak boleh ada pengurukan sebelum ada izin resmi dari pemerintah. Memperoleh izin resmi pun harus melalui mekanisme. Namun, akan dikembalikannya akses itu seperti semula, pihaknya menyambut baik. (kmb26)
Selasa Umanis, 18 Oktober 2016
Swasembada Sarana ’’Upakara’’ REALITASNYA produksi sarana upacara di Bali masih belum mampu memenuhi keperluan warga lokal. Secara faktual produksi komoditas buah-buahan hingga kelapa daksina dan sejenisnya harus terus digalakkan. Sehingga nantinya, hargaharga menjadi tidak mahal. Bahkan, bisa melakukan swasembada sarana upakara. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian Karangasem, Nyoman Mertha Tanaya, belum lama ini. Masyarakat Bali setidaknya harus bisa memenuhi keperluan upacaranya secara mandiri. Kelapa sangat bermanfaat untuk berbagai hal. Karena itu, tidak hanya untuk daksina tetapi nantinya didesain untuk keperluan konsumsi. Dan, lebih bagus lagi hingga bisa dijadikan bahan industri sejumlah produk. Seperti di daerah Karangasem, produksi kelapa, khususnya untuk upacara saja masih minim. “Saya berharap gerakan penanaman kepala terus berkelanjutan. Kita di Bali, masih banyak kekurangan produk yang kita sering pakai sehari-hari,” katanya. Sejauh ini, gerakan menanam tanaman keperluan upacara terus meluas di Bali, khususnya Karangasem. Hal ini menggugah kesadaran masyarakat Bali agar mampu swasembada kelapa. Jangan sampai sarana upacara dan keperluan konsumsi sehari-hari, terus didatangkan dari Jawa. “Gerakan ini, sesungguhnya menjadi bagian pelestarian adat dan budaya Bali. Sebab, kalau masyarakat Bali tak bisa memenuhi keperluannya sendiri, bisa berimplikasi kurang baik bagi kreativitas dan inovasi generasi,” kata Mertha Tanaya. Saat ini, pihaknya juga sedang merumuskan bagaimana mendukung gerakan ini agar terus meluas di masyarakat Karangasem. Program tersebut saat ini sedang digodok di APBD Induk 2017. Tahun ini, pihaknya belum bisa berbuat banyak. Alasannya, anggaran hibah yang bisa berpeluang membantu gerakan ini tak bisa lagi dilakukan, soalnya menyusul terbitnya UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. Dikatakan, pemberian hibah bantuan kepada petani, atau masyarakat harus berbadan hukum. Tahun ini saja dana hibah Rp 4,5 miliar tak bisa dimanfaatkan dan sangat disayangkan terpaksa jadi silpa. (gik)
Dampak Pemangkasan DAU
Pemdes Rasionalisasi Kegiatan Amlapura (Bali Post) Pemangkasan DAU (Dana Alokasi Umum) Karangasem, tidak hanya membuat Pemkab Karangasem kebingungan. Hal serupa juga dirasakan pemerintahan desa (pemdes). Pemangkasan DAU Rp 53 miliar oleh pemerintah pusat ini, membuat desa-desa di Karangasem harus merasionalisasi kegiatan. Alasannya, karena tidak ada dukungan anggaran. Seperti yang dialami Desa Tegallinggah, Karangasem. Salah satu desa di timur Kecamatan Karangasem ini harus mencoret sejumlah kegiatan. Perbekel Desa Tegallinggah, I Gede Sudiarsa, Senin (17/10) kemarin, mengatakan dari APBD Perubahan 2016 alokasi anggaran untuk Desa Tegallinggah dikurangi Rp 52 juta. Setelah dilihat lebih jauh, pengurangan terbesar terjadi pada pos dana perimbangan. Dalam APBD Induk 2016 besaran anggaran dipasang Rp 628 juta. Tetapi pada APBD Perubahan besarannya berkurang Rp 38 juta, sehingga menjadi Rp 590 juta. Dari empat komponen anggaran yang dialokasikan pemkab untuk pemerintahan desa kata Sudiarsa, hanya alokasi retribusi yang mengalami peningkatan dari Rp 13,2 juta pada APBD Induk menjadi Rp 17,274 juta pada APBD Perubahan. Sementara alokasi dari sektor pajak menurun Rp 13 juta dari Rp 146 juta menjadi 132 juta. Alokasi anggaran dari PAD tetap Rp 25 juta. Anggaran Dana Desa yang langsung dikucurkan pemerintah pusat ke desa, besarannya tetap Rp 627,7 juta. “Hampir semua desa dan kelurahan di Karangsem ikut kena getahnya dari pemotongan DAU ini. Seluruh bendahara desa sudah sempat dikumpulkan, sebelum munculnya surat keputusan bupati tentang pemotongan anggaran desa ini,” katanya. Dengan sejumlah kegiatan dipangkas, pihaknya kata Sudiarsa, tidak melakukan rasionalisasi terhadap tunjangan perangkat desa. Sebab, besaran tunjangan perangkat desa saat ini sudah relatif kecil. Ke depan desa juga mendapat sejumlah tugas tambahan. Salah satunya belum ada perencanaan anggaran, sehingga pelaksanaan program bantuan keuangan kabupaten sebelumnya, menjadi tanggung jawab penerima program. Kalau tunjangan ini juga dipotong, maka dikhawatirkan banyak karyawan mengundurkan diri. Agar pengurangan anggaran ini tidak menimbulkan gejolak, pihaknya terpaksa menunda pelaksanaan sejumlah program yang lain. Setidaknya ada tiga kegiatan urung dilaksanakan yakni rencana pengalokasian dana tali kasih untuk empat klian banjar dinas yang telah mengakhiri jabatannya, penataan dua unit sekolah PAUD dan pengadaan papan informasi dan papan data puskesdes. Tiga kegiatan ini dinilai lebih realistis ditunda pelaksanaannya. (kmb31)
Telepon Penting kARANGASEM Besakih (SWIB)
0363 21791
0363 21220
PMI
0363 21789
Polsektif Karangasem 0363 23222
PDAM
0363 21363
Polsek Kota
0363 21167
PLN
0363 21711
Polsek Manggis
0363 41768
BPBD/ESR
0363 22173
Polsek Rendang
0363 23082
Badan SAR
0363 21135
Polsek Selat
0363 24187
Pemadam Kebakaran 0363 21113
Polsek Abang
0363 23330
URD RSUD
0363 21011
Polsek Kubu
0363 22988
11 RSUD
0363 21470
Polsek Sidemen
0363 21709
12 SMAN 1 Amlapura 0363 21152
Polsek Bebandem
0363 22110
13 SMAN 2 Amlapura 0363 21254
Polsek Candidasa
0363 41677
14 SMAN 1 Manggis
Penjagaan Polres
13
Tertibkan Galian C Bodong
SOSOK
Polres Karangasem
KARANGASEM
0363 41668
Polsek KP3 Padangbai 0363 41388
15 SMPN 1 Amlapura 0363 21288
Radio Suara Widya
16 SMPN 2 Amlapura 0363 21483
Bupati Bersurat ke Kapolda Bali Amlapura (Bali Post) –
Pascarapat membahas penertiban galian C tanpa izin yang melibatkan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemprov Bali, serta staf kepolisian pekan lalu, Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri akan mengirim surat lagi ke Kapolda Bali. Surat permohonan itu intinya agar kepolisian ikut aktif membantu dan bergerak menegakkan hukum khususnya terkait galian C. Hal itu disampaikan Kasat Pol. PP Pemkab Karangasem Iwan Suparta, S.H. di sela-sela rapat rutin dengan Bupati dan Wabup Karangasem, Senin (17/10) kemarin di Wantilan Kantor Bupati Karangasem. Sebenarnya Bupati, kata Iwan Suparta, sudah sempat berkonsultasi dengan Kapolda Bali beberapa waktu lalu terkait upaya penertiban galian C di Karangasem yang belum tuntas atau masih menyisakan persoalan. Dari hasil konsultasi itu, kata Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri di Amlapura beberapa waktu lalu, Kapolda menyatakan tetap akan tegas menegakkan peraturan. Bahkan, kata Bupati, Kapolda menanyainya, apakah pihaknya serius menegakkan
hukum terkait galian C tanpa izin itu? Menurut Bupati Mas, hukum wajib ditegakkan termasuk galian C tanpa izin itu. Hasil konsultasi Bupati, lanjut Iwan Suparta, ditindaklanjuti dengan rapat bersama membahas upaya penertiban galian C melibatkan BLH Bali. Rapat itu dihadiri Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Bali, serta dari kepolisian Resor Karangasem Kasat Reskrim AKP Noor Maghantara, mewakili Kapolres. Pada rapat yang dipimpin Bupati dan Wabup Karan-
gasem Wayan Artha Dipa itu, lanjut Iwan Suparta, dihasilkan keputusan agar dibentuk tim terpadu tingkat Pemprov Bali yakni Polda, BLH dan Perizinan serta Yustisi Pemkab Karangasem. Sampai kemarin, memang belum jelas format atau siapa saja komposisi tim terpadu itu. Soal kenapa meminta agar dibentuk tim terpadu antara pihak Provinsi, Polda dan Pemkab Karangasem, kata Iwan Suparta, karena kewenangan mengeluarkan izin untuk galian C itu ada
di Pemprov Bali. ‘’Bukan lagi di kabupaten,’’ terang Iwan Suparta. Iwan Suparta yang berasal dari Dalung, Badung, itu mengatakan, pihaknya hanya berwenang dalam hal penegakan izin lingkungan atau izin pemanfataan ruang (IPR). Sedangkan, dalam penegakan perda itu sifatnya lebih banyak pembinaan. Apalagi, pihaknya di Pol. PP Karangasem sampai kini belum memiliki penyidik pegawai negeri sipil (PPNS). ‘’PPNS belum punya, bagaimana mau memproses pelanggaran perda? Makanya kami mohon bantuan Pemprov Bali serta Polda dalam memproses kalau ada pelanggaran seperti galian C tanpa izin itu. Terkait hasil sidak tim yustisi pekan lalu, ditemukan usaha asphalt mixing plan (AMP) tanpa izin dan penggalian
serta penjualan batu tanpa izin lengkap, di wilayah Banjar Badeg Kelod Desa Sebudi, Karangasem. ‘’Kami sebetulnya sudah memanggil penanggungjawabnya ke kantor. Malah kami sudah melakukan pembinaan agar pengusaha AMP itu mau membeli pasir pada usaha yang berizin,’’ pinta Iwan Suparta. Ditambahkan pada rapat rutin Bupati maupun Wabup juga tetap memberikan sorotan agar perda terkait galian C tanpa izin ditegakkan. Selain itu, soal bangunan melanggar sempadan sungai, jalan dan jurang juga diperintahkan terus dipantau. ‘’Camat, perbekel, dan klian banjar dinas berkewajiban memantau pembangunan dalam rangka menegakkan perda,’’ tandas Wabup Artha Dipa. (013)
Draf APBD-P Telat ke DPRD
Diapresiasi, Berantas Pungli hingga di Daerah
Itu penting, agar bisa secepatnya diproses di DPRD. Namun nyatanya, draf APBD-P itu telat. Alasan pihak eksekutif, kata Sumardi, di antaranya karena masih sibuk terkait mutasi dua kali. Pertama, mutasi pejabat eselon III, IV, dan V serta pelantikannya. Mutasi berikutnya untuk staf. Selain itu sebelum mutasi dua kali juga sibuk merancang dan membahas Ranperda Organisasi Perangkat Daerah (OPD). ‘’Masuk akal pengiriman draf APBD-P itu telat. Karena saat hendak membahas KUPA/PPAS-Perubahan sudah bolak-balik direvisi, terkait pemangkasan DAU sampai Rp 53 miliar, juga pengurangan bantuan dari Pemprov Bali. APBD-P di kabupaten/kota lainnya semuanya sudah tuntas,’’ papar pria asal Sibetan itu. Terkait mendesaknya RAPBD-P itu, pihaknya di dewan mesti kerja maraton. Hal kata Sumardi, demi APBD-P itu cepat dibahas
Amlapura (Bali Post) – Sikap Presiden Joko Widodo memberantas pengutan liar (pungli) dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat, diapresiasi dan didukung Wabup Karangasem I Wayan Artha Dipa. Gebrakan Presiden itu, kata Artha Dipa di Karangasem, Senin (17/10) kemarin, sejalan dengan misi pemerintahannya yakni menciptakan Karangasem bersih dan bermartabat berlandaskan Tri Hita Karana. Seperti diberitakan sebelumnya, pasca-operasi tangkap tangan (OTT) oleh kepolisian di Kemenhub Jakarta, Presiden Jokowi keesokan harinya langsung melakukan inspeksi mendadak ke Kantor Kemenhub. Presiden lantas menegaskan pungli itu harus diberantas. Bahkan berita terakhir kemarin ditegaskan pungli Rp 10.000-an pun bakal diurusnya. Hal itu demi mewujudkan pelayanan profesional dan revolusi mental. Pihaknya, kata Artha Dipa, menekan stafnya terutama di bidang pelayanan agar mereka disiplin dan profesional. ‘’Jangan sampai ada yang sengaja menghambat atau memperlambat pelayanan, dengan tujuan mendapatkan sesuatu atau imbalan. Kami tegas melarang agar tak ada yang menerima suap,’’ tegasnya. Untuk terciptanya pelayanan bersih dan profesional, masyarakat atau rekanan pengusaha, juga tidak boleh menyuap atau memberi jasa di luar administrasi resmi secara dinas. ‘’Kalau memberi sesuatu di luar atau tidak resmi, hal itu dapat memanjakan staf kami di birokrasi,’’ katanya. Menurutnya, jika nanti ada stafnya yang terbukti melanggar perintah atasan, apalagi melanggar peraturan, tentunya akan kena ketentuan peraturan mengenai disiplin aparatur sipil negara (ASN). Wabup mengajak semua pihak mendukung pemerintahan bersih dan memberi pelayanan yang baik, tidak ada lagi yang disuap dan menyuap. ‘’Kalau ada aparat kami yang menghambat, karena dia ingin sesuatu, tolong dilaporkan ke HP atau WA saya,’’ tandasnya. (013)
Sibuk Mutasi Dua Kali
Amlapura (Bali Post) – Gara-gara sibuk menggelar mutasi pejabat eselon dan disusul mutasi staf, hal itu menyebabkan draf atau Ranperda APBD-Perubahan tahun ini telat disetor ke DPRD Karangasem. Draf itu baru diterima Jumat (14/10) lalu, sehingga DPRD Karangasem baru bisa menggelar rapat Badan Musyawarah (Bamus) Senin (17/10) kemarin. Hal itu disampaikan Ketua DPRD Karangasem, Nengah Sumardi, usai memimpin rapat Bamus, kemarin di Gedung DPRD. Rapat Bamus itu kata Sumardi, guna menyusun jadwal persidangan. ‘’Tanpa lebih dahulu ada surat Bupati mengenai Ranperda APBD-P itu, jadi tidak punya dasar mengundang Bamus menggelar rapat,’’ katanya. Sebenarnya, lanjut Sumardi, pihaknya sudah lama bersurat ke Bupati Karangasem. Intinya mengingatkan sekaligus mendorong, agar draf APBD-P segera dikirim sesuai ketentuan.
dan disahkan. Menurutnya, jika RAPBD itu lebih awal disodorkan Bupati ke DPRD, tentunya ada waktu sekitar 60 hari melaksanakan APBD-P itu. Namun karena RAPBD lambat dibawa ke dewan, tentunya sampai diverifikasi di gubernuran nanti diperkirakan baru sah awal November. Itu artinya sisa waktu pelaksanaan tak lebih dari 1,5 bulan. Bupati IGA Mas Sumatri, mengatakan, pihaknya sudah memerintahkan Sekda Karangasem mengirim lebih awal draf RAPBD-P itu. Namun, pihak dewan mengatakan masih sibuk karena banyak anggota yang tedun ngayah di banjar terkait rangkaian purnama kapat. Padahal dari ketentuan, paling lambat per 18 Oktober hari ini, mestinya RAPBD-P sudah ketok palu atau selesai di dewan. Bupati Mas berharap tak ada unsur politik atas keterlambatan membahas dan mengesahkan RAPBD-P itu nantinya menjadi APBD. (013)
Lagi, Relawan KBS Terbentuk di Karangasem
Targetnya Ada di Seluruh Banjar RELAWAN Koster Bali Satu (KBS) terus melebarkan sayapnya. Deklarasi relawan yang siap mengawal dan memenangkan I Wayan Koster pada pemilihan gubernur Bali tahun 2018 terus bermunculan. Minggu (16/10) puluhan warga di Desa Tiyingtali Kecamatan Abang, Karangasem, mendeklarasikan dirinya menjadi Relawan KBS. Deklarasi Relawan KBS di Karangasem ini menjadi menarik, mengingat Karangasem menjadi salah satu dari dua kabupaten yang bupatinya bukan kader PDI Perjuangan. Deklarasi Relawan KBS Desa Tiyingtali ini dihadiri Pembina KBS Provinsi Bali I
Ketut Golak, dan Pembina KBS Karangasem I Nyoman Loka Antara. Tokoh setempat yang hadir di antaranya Perbekel Tiyingtali I Ketut Sunarda, mantan Perbekel I Nyoman Suastika, Klian Banjar Adat Tiyingtali Kaler I Gede Sari, Sekretaris Desa Adat(Pakraman) Tiyingtali I Gede Dana, Sekretaris Desa Adat (Pakraman) Tauka I Made Rai, Ketua LPM Desa Tiyingtali I Nyoman Subaga, Klian Dadia Sri Nararya Kresna Kepakisan Banjar Celuk I Gusti Nyoman Gerya, Klian Dadia Pasek Banjar Celuk I Nengah Musti, Klian Dadya Pasek Banjar Tauka I Ketut Sarda, Klian Dadia Batur Banjar Tiyingtali Kaler I Made
Suti, serta sejumlah anggota penggerak PKK. Hadir pula Sekretaris DPC DPI-P Karangasem Nyoman Subaga, S.T. ‘’Relawan KBS terus bergerak dan memperluas jaringan. Target kita relawan KBS harus ada hingga tingkat banjar,’’ kata Golak. Untuk deklarasi Relawan KBS Tiyingtali, kata Golak, adalah lanjutan dari deklarasi Relawan KBS yang telah dilaksanakan sebelumnya di Dermaga Tanah Ampo. Ia mengharapkan Relawan KBS bekerja secara maksimal dari pintu ke pintu secara simpatik, menyosialisasikan keberadaan Wayan Koster. Sementara itu, Loka Antara yang juga anggota Fraksi PDI
KBS - Relawan KBS di Tiyingtali foto bersama usai deklarasi, Minggu lalu. Perjuangan DPRD Bali menegaskan, selain sebagai kader partai yang memiliki kewajiban mengamankan instruksi partai, selaku pribadi dirinya juga akan berjuang mengamankan KBS, khususnya
untuk wilayah Karangasem. ‘’Kalau di partai kita wajib memenangkan calon kita, tetapi di luar kader saya juga akan berjuang maksimal mendapatkan dukungan untuk KBS,’’ tegasnya. (ad1178)
Kondisi Seluruh Jembatan di Karangasem Aman
Hanya Dikhawatirkan di Kecamatan Sidemen Ambruknya Jembatan Kuning Lembongan-Ceningan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, membuat masyarakat Bali tercengang. Di Karangasem terdapat jembatan serupa di sejumlah kecamatan. Menghindari terjadinya peristiwa serupa, Dinas PU Karangasem secara rutin mengecek kondisi jembatan di seluruh Karangasem. Bagaimanakah kondisi jembatan di kabupaten paling timur di Pulau Bali ini? DARI data dasar jembatan Dinas PU, seluruh jembatan dalam kondisi sedang hingga baik. Sama halnya kondisi boegh deuker (jembatan ukuran lebih pendek) juga dalam kondisi sedang dan baik. Kepala Dinas PU Karangasem, Nyoman Sutiartayasa, yang didampingi Kabid Bina Marga I Gusti Ayu Nyoman Sugianti dan Kasi Jembatan Wayan Suratajaya, Senin (17/10) kemarin, mengatakan secara umum kondisi seluruh jembatan di Karangasem bagus. Keberadaan jembatan tersebar di enam kecamatan. Kecamatan Karangasem, jembatan Tukad Krekuk Hulu, jembatan Tukad Karang Suung, jembatan Tukad Banjar Kodok, jembatan Tukad Kotor (sedang), jembatan Tukad Jangga Hulu, jembatan Nyuling Hulu (sedang), jembatan Tukad Bukit, jembatan Tukad Jangga Hilir, jembatan Tukad Krekuk 1, jembatan Tukad Krekuk 2 dan jembatan atau Box Culvert
Tukad Pati. Hanya dua jembatan dengan kondisi sedang, yakni jembatan Tukad Kotor sepanjang 5,6 meter di Jalan Patih Jelantik dan jembatan Nyuling Hulu (Tegallinggah) sepanjang 15 meter dari ruas jalan Belong menuju Tiying Jangkrik. Kondisi jembatan lainnya, seperti di Kecamatan Abang, jembatan Tukad Nyuling Hulu (ruas jalan Tiyingtali-Katewarah-Gamongan), jembatan Tukad Andong (ruas jalan Pidpid-Kesimpar), jembatan Linggawana 1 dan Linggawana 2 (ruas jalan Kebon-Linggawana), seluruhnya dalam kondisi baik. Demikian juga di Kecamatan Manggis. Jembatan Tukad Mengereng (ruas jalan pertigaan Manggis-Ngis), jembatan Tukad Gegelang (ruas jalan Gegelang-Telengan) dan jembatan Tukad Sedahan Hilir (ruas jalan Sengkidu-Nyuh Tebel), seluruhnya juga dikatakan dalam kondisi baik.
Bali Post/kmb31
SANGKAN GUNUNG TANGKUP - Jembatan Tukad Ogang (ruas jalan Gigit - Sangkan Gunung) dari Dukuh ini dimanfaatkan untuk akses dari Desa Sangkan Gunung, Tangkup dan Wisma Kerta menuju Desa Sidemen, begitu juga sebaliknya. Dinas PU hanya sedikit khawatir dengan kondisi jembatan di Kecamatan Sidemen. Sebab, dari tiga jembatan, satu di antaranya sudah sempat ambruk setelah truk pengangkut pasir melintas di atas jembatan kayu itu. “Jembatan Tukad Unda 2 (ruas jalan SidemenSangkan Gunung) yang sempat ambruk sudah dianggarkan tahun ini. Total anggarannya mencapai Rp 3,4 miliar dari APBD Induk Pemkab Karangasem. Sekarang pengerjaannya sudah mencapai 40 persen. Target selesai tahun ini,” kata Suratajaya seraya mengatakan saat ini jembatan ini menggunakan konstruksi pratekan.
Dua jembatan lainnya, jembatan Tukad Unda 1 (ruas jalan Sidemen-Sangkan Gunung) yang juga terbuat dari kayu sepanjang 16 meter tersebut, dikatakan masih baik. Jembatan Tukad Ogang (ruas jalan Gigit-Sangkan Gunung) yang juga tersusun dari kayu masih dalam kondisi sedang. Namun, kondisinya dikatakan tak terlalu mengkhawatirkan, karena hanya dimanfaatkan wisatawan, pejalan kaki dan pengendara sepeda motor. Sebab, jembatan sepanjang 42 meter itu lebarnya hanya 2,5 meter. Kondisi jembatan di Kecamatan Bebandem dan Ren-
dang masih relatif baik. Seperti di Kecamatan Bebandem ada lima jembatan, di antaranya jembatan Tukad Krekuk Hulu (ruas jalan BudakelingKayu Putih), jembatan Tukad Buhu 1 (ruas jalan pertigaan Bungaya-Gumung), jembatan Tukad Buhu 2 (ruas jalan Sibetan-Macang), jembatan Tukad Buhu 3 (ruas jalan Sibetan-Telaga Tista) dan jembatan Tukad Sampe Hulu (ruas jalan Padangkerta-Saren). Di Rendang terdiri dari tiga kecamatan, di antaranya jembatan Tukad Tapes (ruas jalan Kedungdung-Buyan), jembatan Tukad Pengayehan 1 (ruas jalan Manik Mas-Palak dan jembatan Tukad Pengayehan 2 (ruas jalan Margi Agung-Kiduling Kreteg). Pihaknya berharap jembatan di seluruh Karangasem, tidak mengalami jebol seperti yang terjadi pada jembatan Tukadaya, Jembrana, tahun lalu, maupun Jembatan Kuningan Lembongan-Ceningan, Nusa Penida. Setiap tahun, jembatan-jembatan ini juga mendapat pemeliharaan rutin dari pemerintah daerah. Sehingga, kondisi jembatan dapat diketahui ketika terjadi kerusakan atau perlu perbaikanperbaikan ringan. (gik)
TABANAN
14 Produksi Kopi Pupuan Turun 60 Persen
Tabanan (Bali Post) – Cuaca yang tidak mendukung, yaitu kerap turun hujan pada musim kemarau menyebabkan produksi kopi Pupuan menurun setidaknya 60 pesen. Penurunan hasil perkebunan seperti kopi dan cokelat memang kerap terjadi setiap tahun kabisat atau empat tahun sekali. Ini bisa dilihat dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Tabanan Roemy Liestyowati beberapa waktu lalu mengatakan, penurunan produksi dikarenakan setiap tahun kabisat selalu turun hujan pada musim kemarau. Akibatnya proses penyerbukan gagal karena bunga mengalami kerontokan. Penurunan produksi kopi ini diakui salah satu petani kopi di Pupuan, Ketut Suardika, Senin (17/10) kemarin. Menurutnya, hasil panen tahun ini mengalami penurunan cukup drastis dibandingkan tahun lalu, yaitu 60 persen. Pada musim panen tahun lalu produksi kopi rata-rata tujuh kuintal, sedangkan kini hanya empat kuintal per hektar. Begitu pula kualitas kopi menurun dibanding tahun lalu. Dikatakannya, produksi kopi menurun akibat cuaca ekstrem ditandai tingkat curah hujan dan suhu yang tinggi. Tahun ini musim bergeser dan sepertinya musim hujan lebih panjang dari tahun lalu. Berbeda dengan tanaman padi yang membutuhkan air yang besar, tanaman kopi memerlukan cuaca yang stabil. Dalam artian ketika musim kemarau memerlukan panas yang cukup, sedangkan saat musim hujan membutuhkan curah hujan yang tidak berlebih. ‘’Tahun ini panas dan hujan datangnya tidak sesuai musim. Akibatnya bunga tanaman kopi yang harusnya berkembang pada musim kemarau ini tidak sempurna prosesnya karena diselingi hujan,’’ jelas Suardika. Untuk mengantisipasi pergeseran musim, petani telah melakukan pemupukan dan perawatan tanaman. Mereka rela mengeluarkan biaya perawatan lebih besar dibandingkan sebelumnya. Namun, langkah ini tetap tidak banyak membantu meningkatkan produksi kopi. Pendapatan petani juga menurun karena meski terjadi penurunan produksi harga kopi justru turun dibandingkan tahun lalu, yaitu berada di level Rp 2,2 juta per kuintal. (kmb24)
Pilih Ketua OSIS Pakai Sistem Pemilu
Tabanan (Bali Post) Sebanyak 1.109 siswa SMPN 1 Kediri mengikuti pemilihan Ketua OSIS layaknya sistem pemilu, Senin (17/10) kemarin. Pemilihan menggandeng KPU Tabanan ini bertujuan memberikan pengetahuan sejak dini tentang pemilu. Meski awalnya sempat ada rasa canggung, setelah berjalan lebih dari 15 menit akhirnya semua berjalan lancar. Para siswa mulai memahami tahapannya. Usai mendapatkan sosialisasi bagaimana cara mencoblos yang benar dan pemaparan visi misi dari tiga kandidat ketua OSIS, sejak pukul 08.00 Wita satu per satu pelajar memasuki TPS. Setiap siswa diinstruksikan mengambil kertas suara dan menunggu giliran menggunakan hak pilih. Surat suara berisi gambar tiga pasangan calon pemimpin OSIS sekolah tersebut. Setelah itu, pelajar memasukkan surat suara ke dalam kotak suara dengan arahan petugas TPS. Selanjutnya, mereka mencelupkan jari ke tinta biru sebagai tanda telah memberikan hak suara. Siswa yang bertugas sebagai KPPS, PPL dan petugas keamanan menggunakan baju adat madya. “Ada rasa gemetar saat buka surat suara dan nyoblos karena baru pertama kali,” kata I Kadek Arta Wijaya (13), siswa kelas VIII asal Banjar Koripan Kaja, Kediri. Kepala SMPN 1 Kediri Sagung Raka Suartini mengatakan, pemilihan tahun sebelumnya tidak menggunakan kartu suara meski ada penyampaian visi misi. Ide ini muncul ketika berkunjung ke rumah pintar KPU. KPU Tabanan memberikan saran agar mengadakan pemilihan OSIS menggunakan sistem pemilu. “Apalagi pihak KPU mau mendampingi, kami dari pihak sekolah menyambut baik,” ucapnya. Anggota Komisioner Divisi Sosialisasi KPU Tabanan Putu Weda Subawa menjelaskan, kegiatan ini sebagai bentuk pembelajaran demokrasi bagi calon pemilih pemula. Pemilos di SMPN 1 Kediri seluruhnya ditanggung pihak sekolah. Logistik dan surat suara menggunakan anggaran ATK (Alat Tulis Kantor) kurang lebih Rp 5 juta, sedangkan tinta dan gabus sisa Pilkada Tabanan 2015. (kmb28)
Selasa Umanis, 18 Oktober 2016
Ikan ”Julit” di Beji Toya Bubuh
Dipercaya Bisa Sembuhkan Penyakit Gatal
BALI memiliki beragam potensi wisata. Salah satunya wisata spiritual yang kental dengan nuansa kesakralan. Di Kecamatan Marga, tepatnya Desa Petiga yang terkenal sebagai sentra tanaman hias, memiliki keunikan lain dari keberadaan air terjun Toya Bubuh di Banjar Dinas Petiga Kangin. Di lokasi tersebut terdapat pura yang kerap dijadikan tempat semadi atau meditasi oleh mereka yang menekuni dunia spiritual. Pura ini berisi sebuah balai piasan dan sebuah palinggih. Sementara di belakangnya terdapat dua buah palinggih dan di baratnya ada air terjun. Air terjun Toya Bubuh berbeda dibandingkan air terjun pada umumnya, karena berada dalam tanah dan di bawahnya terdapat layaknya bulakan atau kolam. Di dalam kolam hidup sejumlah ikan julit (belut besar). Di lokasi inilah konon warga yang memiliki penyakit gatal bisa nunas tamba. Untuk sampai di lokasi itu perlu menempuh jarak 2 kilometer dari Kantor Perbekel Desa Petiga. Air terjun yang berlokasi di atas Sungai Sungi itu harus dicapai dengan menyusuri sekitar 300 anak tangga. Untuk bisa melihat keberadaan ikan duwe ini, pamedek harus melakukan persembahyangan. Biasanya dengan menghaturkan telur asin ke dalam kubangan air terjun menyerupai bulakan. “Due di sini adalah be julit,” ujar Klian Dinas Banjar Petiga Kangin, I Nyoman Martana. Pada hari-hari tertentu teru-
tama saat rerainan penanggalan Bali, muncul lebih dari dua ikan julit. “Menurut cerita, bagi yang memiliki indera keenam, warna julit di sini warna-warni, tidak hanya hitam,” jelasnya. Menurut penuturan tetua banjar, keberadaan be julit di Toya Bubuh berawal dari sebuah kayu yang membentang di atas Sungai Sungi yang menjadi perbatasan antara Kecamatan Marga dan Kecamatan Mengwi (Badung). Saat itu Kerajaan Badung menyerang Kerajaan Mengwi. “Konon prajurit Kerajaan Mengwi lari ke Petiga. Setelah dilewati, tiba-tiba kayu itu berubah menjadi julit dan ular besar,’’ paparnya. Jero Mangku Pura Toya Yeh Bubuh, I Nyoman Suparta (64), menambahkan, dalam babad Paliwet Tatwa dijelaskan bahwa julit dan nama Toya Bubuh berasal dari sumber air di lereng hutan Petiga. Salah satu prajurit dari Kerajaan Mengwi yang lari saat kalah pada pertempuran di Desa Sembung adalah Pasek Sekalan. Pasek Sekalan tidak bisa dikejar oleh pasukan Kerajaan Badung juga karena air Sungai Sungi kala itu deras. Setelah tiba di hutan Petiga, Pasek Sekalan menemukan sebuah air terjun. Usai minum air dirinya merasakan seperti sudah makan nasi berisi lauk, sehingga diberi nama Toya Bubuh. “Toya berarti air, sedangkan bubuh berarti bubur atau makanan,’’ jelasnya. Karena kepercayaan tersebut, warga Petiga dan keturunannya pantang mengkonsumsi atau menangkap julit. (bit)
Bali Post/bit
JULIT - Di Beji Toya Bubuh hidup ikan julit yang dipercaya bisa menyembuhkan penyakit gatal.
Pemkab akan Perluas Jangkauan Trans Serasi
Tabanan (Bali Post) –
Setelah berjalan dua tahun, program angkutan siswa Trans Serasi terobosan Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya kalangan pelajar. Apalagi semenjak adanya bantuan tiga unit bus dari pemerintah pusat, angkutan siswa ini mampu menyasar lima dari 10 kecamatan. Untuk bisa menjangkau kecamatan lainnya, Pemkab Tabanan merancang penambahan armada pada tahun 2017 dari APBD Induk. “Program ini murni subsidi dan diharapkan jalan terus. Untuk memperluas jangkauan sasaran akan dibantu lewat APBD selain bantuan dari pusat,” ujar Bupati Tabanan Ni Putu Eka
Wiryastuti usai meninjau trayek baru Trans Serasi, Senin (17/10) kemarin. Penambahan armada dari APBD Induk 2017 dirancang empat atau lima unit dengan anggaran kurang lebih Rp 2 miliar. Dari hasil evaluasi, program Trans Serasi rupanya telah mendapat sambutan baik
dari pelajar karena mengurangi kemacetan, meringankan beban orangtua yang tidak perlu mengantar jemput anaknya ke sekolah dan mencegah tindakan kriminalitas yang belakangan menyasar murid. “Kapasitas angkut masih kurang. Mudahmudahan dengan bantuan armada bus dari APBD akan bisa menyasar kecamatan lainnya. Paling tidak 2017 bisa sampai ke Kecamatan Baturiti,” katanya. Terkait halte pendukung trayek Trans Sarbagita, Bupati Eka meminta dinas terkait melakukan koordinasi dan komunikasi dengan perusahaan
swasta di Tabanan khususnya melalui program CSR. “Saya yakin mereka mau mendukung gagasan ini,” ucapnya. Soal masih adanya kekroditan di jalur jalur sekolah khususnya saat jam pulang seperti di sepanjang Jalan Arjuna (depan Kantor Camat Tabanan), Kadishub Tabanan Agus Hartawiguna mengatakan pihaknya akan melakukan kajian. Sebab, Jalan Arjuna merupakan salah satu zona selamat sekolah yang dilengkapi ramburambu termasuk larangan berhenti dan parkir. “Keterbatasan ruang parkir bagi pegawai pemkab dan pengunjung rumah sakit
Dies Natalis VII Stikes Advaita Medika Tabanan
MEMASUKI usia ke-7, banyak hal yang telah dicapai Stikes (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan) Advaita Medika Tabanan. Namun, menurut Ketua Yayasan Cipta Karya Dharma, I Dewa Gede Ary Wirawan, S.S., pencapaian tidak berhenti hanya sampai di sana tetapi harus ditingkatkan lagi sehingga Stikes Advaita Medika Tabanan mampu meluluskan tenaga kesehatan yang unggul dan berdaya saing global. ‘’Hal yang sudah dicapai sangat diapresiasi dan diharapkan ditingkatkan lagi,’’ ujarnya di sela-sela acara Dies Natalis VII Stikes Advaita Medika Tabanan, Senin (17/10) kemarin. Ia melanjutkan, kebutuhan akan tenaga kesehatan masih besar di Tabanan khususnya dan Bali umumnya. Stikes Advaita Medika Tabanan bisa menjadi pilihan alternatif bagi masyarakat yang kurang dalam segi kemampuan ekonomi untuk bersekolah di bidang kesehatan. ‘’Kami menyesuaikan kemampuan ekonomi masyarakat sehingga bisa bersekolah di bidang kesehatan. Rencana ke depannya Stikes Advaita Tabanan menjalani akreditasi dan menambah prodi baru,’’ katanya. Ketua Stikes Advaita Medika Tabananb I Wayan Surka, S.SiT., M.Kes. mengatakan akreditasi sedang dalam proses. Pihak Stikes akan melakukan pendaftaran permohononan untuk difasilitasi dan divisitasi. ‘’Setelah mendaftar nantinya kami didampingi selama tiga bulan dan jika lancar sekitar Februari pihak asesor akan melakukan fasilitasi dan visitasi. Semoga April akreditasi sudah bisa dicapai,’’ jelasnya. Akreditasi yang diharapkan dicapai adalah nilai B sebagai persyaratan yang harus tercantum di ijazah saat mencari pekerjaan baik di layanan kesehatan pemerintah maupun swasta. Jika akreditasi telah dicapai, lanjut Surka, pihaknya akan mengambil langkah ke depan
dengan menambah prodi. Saat ini Stikes Advaita Medika Tabanan memiliki dua prodi, yaitu Keperawatan dan Kebidanan serta satu profesi Nurse. Untuk lebih memperkenalkan Stikes Advaita Medika Tabanan kepada masyarakat, pada kegiatan Dies Natalis kali ini pihaknya mengadakan kegiatan yang bersifat sosialisasi seperti fun bike dan konser musik menyasar siswa menen-
gah atas. ‘’Dengan kegiatan ini, Stikes Advaita Medika Tabanan diharapkan semakin diketahui masyarakat,’’ tandasnya. Dalam perayaan Dies Natalis VII, Stikes Advaita Medika Tabanan mendapatkan kado tidak terduga, yaitu masuk dalam perguruan tinggi dengan nilai rata-rata terbaik Regional X UKOM 2016. (ad1172)
PERAYAAN - Perayaan Dies Natalis VII Stikes Advaita Medika Tabanan ditandai pemotongan tumpeng oleh Ketua Stikes Advaita Medika Tabanan, I Wayan Surka (kanan), kepada Ketua Yayasan Cipta Karya Dharma, I Dewa Gede Ary Wirawan, Senin (17/10) kemarin.
inilah yang perlu dicarikan solusi diawali kajian untuk membangun parkir bertingkat di areal kantor bupati,” jelasnya. Dengan tambahan armada tahun depan dari APBD Tabanan, jangkauan layanan Trans Serasi tentu akan lebih luas. Program angkutan gratis bagi pelajar SMP ini juga akan lebih banyak melayani siswa. “Saat ini estimasi pelajar SMP di Kota Tabanan 4.000 orang. Dalam sehari ada yang masuk pagi dan siang sehingga ada dua round trip. Jadi, dengan jumlah 80 angkot hanya mampu melayani 1.600 orang per hari,” sebutnya. (kmb28)
Vaksinasi Anjing di 39 Desa
Tabanan (Bali Post) Pascakasus gigitan anjing positif rabies di wilayah Desa Dauh Peken belum lama ini, Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Tabanan kembali melakukan vaksinasi anjing. Kegiatan ini menyasar anjing milik warga yang belum divaksin oleh pemiliknya. Pasalnya, meski sudah mengadakan vaksinasi massal rabies beberapa kali, masih banyak anjing yang belum tersasar. Padahal vaksin antirabies untuk anjing tidak dipungut biaya. Untuk itulah petugas menyisir puluhan desa di Tabanan. Kadisnak Tabanan I Wayan Kotio mengatakan petugas vaksin menyisir 39 desa yang berada di delapan kecamatan. Hanya Selemadeg Barat dan Selemadeg Timur yang luput dari sasaran. “Sudah 4.288 ekor anjing yang berhasil divaksin,” ungkapnya, Minggu (16/10). Penyisiran terpaksa dilakukan karena banyak anjing yang belum divaksin. Apalagi beberapa waktu lalu di Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Tabanan, ada anjing yang dinyatakan potif rabies dan menggigit warga. Ini membuat Disnak Tabanan semakin menggencarkan penyisiran anjing yang belum divaksin. ‘’Selain anjing yang dikandangkan atau diikat, petugas juga memvaksin anjing yang ditemukan di jalan dan diberi identitas berupa kalung untuk memastikan sudah divaksin,’’ jelasnya. Pihaknya juga kerap membuka pos vaksinasi anjing di Lapangan Alit Saputra, Dangin Carik. Ini dilakukan untuk memberi kesempatan bagi pemilik anjing yang tidak sempat membawa anjingnya saat vaksinasi massal. Apalagi banyak warga membawa anjing saat olahraga pagi atau sore setiap Minggu. (kmb28)
15
Selasa Umanis, 18 Oktober 2016 Jadwal Pertandingan
Tottenham Andalkan Son
Liga Champions Rabu (19/10) dini hari Grup E CSKA Moscow vs Monaco Bayer Leverkusen vs Tottenham Hotspur 1. Monaco 2. Tottenham 3. Bayer Leverkusen 4. CSKA Moscow
2 1 1 0 2 1 0 1 2 0 2 0 2 0 1 1
3-2 2-2 3-3 2-3
4 3 2 1
London Tottenham Hotspur tak diperkuat bek Toby Alderweireld saat melawat ke kanadang Bayer Leverkusen pada pertandingan Liga Champions, Grup E, Rabu (19/10) dini hari. Namun Lilywhite memiliki senjata utama yakni penyerang Heung-Min Son yang sejauh ini berhasil menggantikan posisi Harry Kane.
Grup F Sporting Lisbon vs Borussia Dortmund Real Madrid vs Legia Warsaw 1. Dortmund 2. Real Madrid 3. Sporting 4. Legia Warsaw
2 1 1 0 2 1 1 0 2 1 0 1 2 0 0 2
8-2 4-3 3-2 0-8
4 4 3 0
4-0 5-1 1-2 0-7
6 4 1 0
4-0 1-0 3-1 0-7
4 4 3 0
Hingga saat ini Spurs belum memberi konfirmasi jika bek Belgia itu akan masuk dalam daftar non-starter seperti halnya Kane yang telah absen selama sebulan akibat cedera engkel. Alderweireld cedera lutut pada pertandingan melawan West Bromwich Albion pekan lalu yang berakhir imbang 1-1.‘’Sulit bagi dia (Alderweireld) untuk tampil,’’ ujar pelatih Spurs Mauricio Pochettino. Ketergantungan Pochettino pada Alderweireld cukup tinggi pasalnya dia dipandang telah padu dengan Jan Vertonghen dalam memimpin barisan belakang sepanjang musim ini. Alderweireld juga cukup piawai dalam melepaskan umpan-umpan akurat ke jantung pertahanan lawan. Absennya Alderweireld, memberi kesempatan pada Pochettino untuk memainkan Eric Dier atau Kevin Wimmer untuk mendampingi Vertonghen di lini belakang. Komposisi baru ini akan menjadi eksperimen jelang pekan melelahkan karena mereka akan memainkan empat
Grup G Leicester City vs Copenhagen Club Brugge vs Porto 1. Leicester 2. FC Copenhagen 3. FC Porto 4. Club Brugge
2 2 0 0 2 1 1 0 2 0 1 1 2 0 0 2
Grup H Dinamo Zagreb vs Sevilla Lyon vs Juventus 1. Juventus 2. Sevilla 3. Lyon 4. Dinamo Zagreb
2 1 1 0 2 1 1 0 2 1 0 1 2 0 0 2
HASIL PERTANDINGAN
Penyerang Tottenham Hotspur Son Heung-min.
Liga Spanyol Alaves vs Malaga 1-1 Athletic Club vs Real Sociedad 3-2 Sporting Gijon vs Valencia 1-2 Villarreal vs Celta Vigo 5-0 1. Atletico Madrid 8 2. Real Madrid 8 3. Sevilla 8 4. Barcelona 8 5. Villarreal 8 6. Athletic Club 8 7. Las Palmas 8 8. Eibar 7 9. Alaves 8 10. Real Sociedad 8
5 3 5 3 5 2 5 1 4 4 5 0 3 3 3 2 2 4 3 1
0 0 1 2 0 3 2 2 2 4
21-3 18 22-8 18 16-12 17 26-10 16 14-4 16 13-10 15 16-13 12 9-7 11 9-8 10 11-12 10
Pencetak gol : 6 - Antoine Griezmann (Atletico Madrid), Luis Suarez (Barcelona) Liga Inggris Middlesbrough vs Watford Southampton vs Burnley 1. Manch. City 8 6 1 2. Arsenal 8 6 1 3. Tottenham H. 8 5 3 4. Liverpool 7 5 1 5. Chelsea 8 5 1 6. Everton 8 4 3 7. Manch. United 7 4 1 8. Southampton 8 3 3 9. Crystal Palace 8 3 2 10. Watford 8 3 2
0-1 3-1 1 1 0 1 2 1 2 2 3 3
19-8 19 19-9 19 13-4 18 18-10 16 15-9 16 12-6 15 13-8 13 10-7 12 11-9 11 13-13 11
Pencetak gol : 7 - Diego Costa (Chelsea) Liga Italia Chievo Verona vs AC Milan Fiorentina vs Atalanta Bergamo Genoa vs Empoli Inter Milan vs Cagliari Lazio vs Bologna Sassuolo vs Crotone 1. Juventus 8 2. AS Roma 8 3. AC Milan 8 4. Napoli 8 5. Lazio 8 6. Chievo Verona 8 7. Cagliari 8 8. Genoa 7 9. Sassuolo 8 10. Torino 7
7 0 5 1 5 1 4 2 4 2 4 1 4 1 3 3 4 0 3 2
1 2 2 2 2 3 3 1 4 2
1-3 0-0 0-0 1-2 1-1 2-1
17-5 21 19-10 16 15-11 16 15-9 14 14-8 14 10-9 13 13-14 13 8-5 12 11-13 12 13-8 11
Pencetak gol : 7 - Edin Dzeko (AS Roma) Liga Jerman Mainz vs SV Darmstadt VfL Wolfsburg vs RB Leipzig
2-1 0-1
Liga Prancis St Etienne vs Dijon FCO Marseille vs Metz Stade Rennes vs Bordeaux
1-1 1-0 1-1
pertandingan dalam 11 hari. Bila di Liga Utama Inggris Tottenham menjadi tim yang belum terkalahkan dan bertengger di peringkat ketiga, di Liga Champions klub kota London itu malah keok 1-2 atas Monaco. Untungnya mereka mampu bangkit di laga tandang dengan mengalahkan CSKA Moskow 1-0. Gol tunggal pertandingan itu dihasilkan striker Korea Selatan Heung-Min Son. Pochettino menempatkan Son menjadi pemain pengganti pada pertandingan melawan West Bromwich pekan lalu. Namun, Son mampu membuktikan dirinya layak menjadi pengganti Kane. Leverkusen memainkan Bundesliga dengan buruk di awal musim ini setelah hanya mengemas dua kemenangan dalam tujuh pertandingan. Berttengger di posisi ke-10, tim asuhan Roger Schmidt dibekuk Werder Bremen 1-2 pekan lalu. Kemenangan di BayArena, Rabu dini hari nanti menjadi harga mati Javier Hernandez dkk. untuk membuka peluang tidak tersingkir dini. Ancaman yang pasti adalah pada diri Son. Pasalnya pemain Korsel itu pernah membela Leverkusen pada 2013-2015. Bahkan selama 87 pertandingan dia mampu menghasilkan 29 gol. (kmb39/afp/rtr)
Lini Belakang Juve Waspada Lyon Laga Grup H Liga Champions di Parc OL pada Rabu (19/10) dini hari nanti seperti menjadi keberuntungan bagi tuan rumah Olimpique Lyon yang kembali diperkuat penyerang Alexandre Lacazette. Sebaliknya Juventus menuju Prancis dengan penuh kewaspadaan, terutama di lini belakangnya. Lyon menelan kekalahan ke-6 dalam 12 pertandingan di semua kompetisi setelah ditaklukkan pemimpin klasemen Liga Prancis Nice 0-2 pekan lalu. Pada pertandingan itu Lacazette tampil untuk pertama kalinya sebagai pemain pengganti setelah absen lima pekan akibat cedera. Tanpa penyerang timnas Prancis itu, Lyon gagal menghasilkan gol dalam tiga dari empat pertandingan terakhir. Hasil buruk itu, menjadi tim asuhan Bruno Genesio menempati peringkat ke-8 klasemen L1. Sementara di Liga Champions, Lyon di posisi ke-3 di bawah Juve dan Sevilla. ‘’Ya kami dalam situasi sulit dan harus segera bangkit,’’ jelas kiper Anthony Lopes. Dengan kembalinya Lacazette yang telah menghasilkan 6 gol di empat pertandingan L1, Genesio kembali bisa memainkan pola favoritnya 3-5-2 dengan menempatkan Nabil Fekir serta penyerang timnas Prancis itu sebagai ujung tombaknya. Tuan rumah juga diuntungkan dengan pulihnya bek Rafael meski pemain tersebut bekerja sangat keras saat pertandingan pekan lalu. Pasalnya pada laga itu, Lyon harus bermain dengan 10 pemain dan mendapat gempuran Nice sepanjang pertandingan. ‘’Kami harus segera memulihkan diri
secepatnya secara fisik dan mental,’’ jelas Genesio yang khawatir kelelahan yang diderita anak asuhnya berlanjut pada laga lawan Juve. Juve yang pekan lalu menundukkan Udinese 2-1 di Serie A, memiliki rekor lebih baik dalam pertemuannya dengan Lyon. Dalam dua pertemuan sebelumnya yakni di perempatfinal Liga Eropa dua musim lalu, Si Nyonya Tua selalu menang melawan Lyon. Laga di Parc OL juga dipandang sebagai kunci Juve menghadapi pekan-pekan berikutnya yang diisi laga yang tak kalah beratnya. Juve selanjutnya memainkan laga Serie A melawan AC Milan, Sampdoria dan Napoli. ‘’Pekan depan ada pertandingan yang keras dan selanjutnya sepanjang satu bulan menjadi momen krusial di musim ini,’’ jelas penyerang Paulo Dybala yang menyumbang dua gol Juve ke gawang Udinese. Sayangnya lawatan tim asuhan Massimiliano Allegri tanpa disertai bek tangguh Giorgio Chiellini. Tapi kondisi tidak membuat khawatir. ‘’Chiellini cedera sesaat setelah pertandingan melawan Udinese. Cederanya tidak serius, tunggu saja nanti, apakah dia cukup bugar untuk laga melawan Lyon,’’ kata Allegri yang membawa Juve ke final Liga Champions 2015. Allegri sempat kecewa saat timnya dipaksa bermain imbang 0-0 melawan Sevilla di laga pembuka. Mimpinya yang ingin memberi gelar juara pada Juve setelah 20 tahun, terobati ketika Juve menggulung Dinamo Zagreb 4-0 dan bertengger di puncak klasemen. (kmb39/afp/rtr)
Bali Post/rtr
Bali Post/afp
GIRING BOLA - Striker Juventus Gonzalo Higuain menggiring bola pada sesi latihan di Vinovo, Turin, Senin (17/10) kemarin. Juve melawat ke Prancis untuk memainkan pertandingan Liga Champions melawan Olympique Lyon.
Prandelli Petik Kemenangan Pertama Madrid Valencia di bawah kepemimpinan Cesare Prandelli memetik kemenangan pertama di kompetisi Liga Spanyol, Senin (17/10) kemarin. Tim Kelelawar Hitam itu menumbangkan tuan rumah Sporting Gijon 2-1 melalui gol Mario Suarez. Mantan pelatih timnas Italia itu menggantikan Pako Ayesteran dua pekan silam. Finalis Liga Champions sebanyak dua kali tersebut kini keluar dari zona degradasi dan menempati peringkat ke-14 dengan raihan 9 poin. Sebaliknya Gijon di posisi ke-18 dengan 7 poin. Suarez menyelesaikan serangan balik yang impresif pada menit ketujuh. Tetapi tandukan Carlos Castro menyamakan kedudukan sebelum turun minum.
Suarez yang mantan gelandang Atletico Madrid dan Watford, merestorasi keunggulan tim tamu lewat penyelesaian jarak dekat pada menit ke-65. ‘’Apa yang paling saya sukai adalah kesatuan, hasrat untuk melakukan berbagai hal dengan baik dan semangat yang ingin bekerja keras,’’ puji Prandelli pada anak asuhnya. ‘’Saya sangat gembira namun kami perlu terus bekerja keras, benar-benar keras. Tiga angka ini akan memberi kami dorongan untuk terus bekerja,’’ ucapnya. Dengan enam gelar liga dan tujuh Piala Raja, Valencia merupakan salah satu klub terbesar di sepak bola Spanyol namun mereka kesulitan untuk mengulangi kejayaan di masa lalu sejak kepergian pelatih Rafael Benitez. Kesuksesan terakhir mereka di
Kyrgios Diskors
Petenis Australia Nick Kyrgios.
Bali Post/ap
Canberra Sosok petenis bad boy Nick Kyrgios diskors untuk delapan pekan turnamen untuk tingkah lakunya yang tidak pantas pada pertandingan di Shanghai Masters pekan lalu. ‘’Skors akan dikurangi untuk tiga pekan turnamen terkait kesepakatan bahwa sang pemain memasuki rencana untuk mendapatkan arahan dari psikolog olahraga,’’ kata ATP dalam pernyataannya, Senin (17/10) kemarin. Petenis 21 tahun itu juga mendapat denda tambahan sebesar 25.000 dolar untuk ‘’tingkah laku yang berlawanan dengan integritas permainan,’’ yang dapat membuatnya absen bermain sampai pertengahan Januari. Tennis Australia (TA) mengatakan Kyrgios, yang
merilis pernyataan permintaan maaf pada Senin kemarin, setuju untuk mencari bantuan profesional. Petenis Australia itu bertalenta namun temperamen tidak terkendalikan saat takluk 3-6, 1-6 melawan Mischa Zverev di putaran kedua di Shanghai. Kyrgios melakukan serangkaian servis setengah hati di set kedua dan meninggalkan lapangan sebelum Zverev mengembalikan bola kepadanya. Kyrgios juga berseteru dengan penonton saat meninggalkan lapangan. Ia didenda 16.5000 dolar oleh ATP atas tindakannya itu. Ketua eksekutif dan Presiden ATP Chris Kermode berharap petenis Australia itu mengembangkan diri lewat program yang dijalani. (afp/ant)
liga terjadi pada 2004. Klub juga mengalami kesulitan keuangan pada beberapa tahun terakhir dan terpaksa mengesampingkan rencana untuk pindah ke stadion baru berkapasitas 61.000 penonton, sebab dewan kota merasakan dampak dari krisis ekonomi Spanyol. Miliarder Singapura Peter Lim membeli klub yang dililit utang ini pada 2014, namun Valencia terus terperosok dari krisis ke krisis dan melakukan serangkaian penunjukan manajerial yang berakhir buruk. Prandelli, yang membawa Italia ke final Piala Eropa 2012, merupakan pelatih kedelapan Valencia sejak Unai Emery meninggalkan klub ini pada 2012 meski mampu
meloloskan ‘’Los Che’’ ke Liga Champions pada tiga musim berturut-turut. Pendahulu Prandelli, Ayesteran, hanya memiliki sedikit pengalaman sebagai pelatih tim pertama di Israel dan Meksiko. Sedangkan mantan bek timnas Inggris Gary Neville, yang dipecat pada Maret dengan hanya raihan tiga kemenangan di liga dari 16 pertandingan, belum pernah melatih klub senior sebelumnya. Meski mengawali masa kerjanya dengan bagus, Prandelli bersikap hati-hati ketika ditanyai apakah ia mampu memimpin timnya finis di empat besar. ‘’Saat ini, saya hanya berpikir mengenai mengembangkan tim, memberikan mereka identitas, temperamen, dan kepribadian,’’ tegasnya. (kmb39/afp/ant)
OLAHRAGA
16
Selasa Umanis, 18 Oktober 2016
Hadapi MU, BU Andalkan Pemain Muda Mangupura (Bali Post) -
Tuan rumah Bali United (BU) memerlukan kerja ekstra keras untuk mengamankan poin penuh saat menjamu tim kuat Madura United (MU) dalam lanjutan kompetisi Torabika Soccer Championship 2016 yang bakal berlangsung di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (18/10) sore ini. ‘’Madura United memang tim yang kuat dengan materi pemain yang berkualitas. Apalagi, penampilan Madura United di beberapa pertandingan terakhir sangat konsisten meski main di luar kandang, mereka mampu mencuri kemenangan,’’ ungkap pelatih BU Indra Sjafri saat jumpa pers di Hotel Natya, Kuta, Badung, Senin (17/10) kemarin. ‘’Itu yang harus kami waspadai. Untuk itu, tim
Ponti Hardiyanto
Bali Post/ist
Ponti Targetkan Masuk Timnas AG Denpasar (Bali Post) Atlet panjat tebing Bali Ponti Hardiyanto boleh gagal membawa pulang medali pada PON XIX Jabar, September lalu. Akan tetapi, dirinya punya obsesi masuk timnas Asian Games (AG) yang dihelat di Indonesia pada 2018 mendatang. Ditemui di Denpasar, Senin (17/10) kemarin, Ponti menegaskan, dirinya kecewa berat terhadap kegagalan di PON Jabar. Dicontohkan, dirinya turun di boulder beregu bersama tiga rekannya atlet putra. Alhasil, dirinya mampu mencapai on sigth top, yakni mencapai puncak cukup hanya sekali panjatan. ‘’Seandainya rekannya dua kali panjatan mencapai puncak (top), minimal meraih perak. Apalagi, jika ada rekannya seorang lagi yang mencapai puncak, dipastikan emas bisa digenggamnya,’’ tuturnya. Kenyatannya, hanya dirinya yang bisa memanjat sampai ke puncak. Selanjutnya, Ponti berharap bisa menyumbang medali di nomor boulder perorangan, serta boulder campuran (mix) yang terdiri atas dua atlet putra dan dua putri. ‘’Sayangnya, saya tak diturunkan pada kedua nomor tersebut. Padahal, peluang merebut emas sangat terbuka. Saya pun memastikan Bali bisa menambah 1 atau 2 keping emas lagi. Karena itu, saya kecewa berat pada PON di Jabar ini,’’ ungkapnya. Oleh sebab itu, Ponti memilih fokus mengincar masuk timnas AG. Apalagi, cabor panjat tebing tidak dipertandingkan pada SEA Games di Malaysia 2017 nanti. Caranya, mengikuti berbagai kejuaraan terbuka, termasuk kejurnas atau event berskala nasional selama 2017 nanti, mengingat pelatnas AG mulai Januari 2018. ‘’Pesaingnya dipastikan datang dari peraih emas, perak, dan perunggu di PON,’’ ucapnya. Ponti juga ingin mengikuti kursus pelatih panjat tebing di Jakarta, Desember nanti. ‘’Saya ingin mendalami ilmu kepelatihan secara umum mulai boulder, speed, dan lead,’’ ucapnya. Alasannya, di Bali atlet bertalenta, hanya perlu pembinaan yang terarah dan materi latihan yang benar. ‘’Panjat tebing di AG dipertandingkan di Jakabaring, Palembang. Pasca AG, saya memilih jadi pelatih,’’ jelasnya. (022)
harus berusaha tampil maksimal dan bekerja ekstra keras agar bisa melanjutkan tren positif meraih poin penuh di kandang. Karena kami tak ingin kembali kecolongan di kandang sendiri.’’ Indra Sjafri mengakui, jika pertandingan besok (Selasa ini) memang tidak mudah untuk meraih kemenangan. Pasalnya, lawannya di laga tandang sebelumnya mampu mencuri kemenangan di kan-
dang Persiba Balikpapan. Untuk itu, pihaknya telah mengingatkan kepada asuhnya agar tidak kembali membuat kesalahan-kesalahan seperti saat laga sebelumnya. ‘’Semua pemain sudah siap melakoni laga kontra Madura United. Kami tak ingin pemain lagi-lagi melakukan kesalahan-kesalahan yang sama. Kami akan berjuang keras untuk mengamankan tiga angka di kandang,’’ jelas
Jakarta (Bali Post) Pihak Komite Olimpiade Indonesia (KOI) meminta kepastian kepada pengembang wisma atlet karena sebagian gedung yang dibangun di kawasan Kemayoran akan digunakan untuk atlet yang akan turun pada test event Asian Games 2018. ‘’Ada 10 cabang olahraga yang akan melakukan test event pada November 2017. Jadi tower mana yang sudah memungkinkan bisa digunakan?’’ kata Ketua KOI Erick Thohir di sela peninjauan pembangunan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (17/10) kemarin.
Guna menghadapi Asian Games 2018, Indonesia harus membangun Wisma Atlet dan kawasan Kemayoran menjadi lokasi yang ditentukan. Saat ini proses pembangunan sedang berjalan terutama yang berada di lokasi D10. Ada tujuh tower yang saat ini dikerjakan. Pembangunanannya sendiri berdasarkan dari keterangan dari PPK Rumah Susun Bertingkat Tinggi II yang melakukan presentasi di depan KOI menyatakan jika rata-rata sudah mencapai 24 persen. Persentasi ini sudah naik dibandingkan satu pekan sebelumnya.
Dari tujuh tower yang saat ini dalam pembangunan diharapkan minimal ada dua tower yang sudah selesai. Hal tersebut terjadi karena wisma tersebut akan digunakan minimal sebanyak 1.500 atlet yang akan menjalani test event atau mencoba lapangan sebelum digunakan Asian Games 2018. ‘’Intinya kami datang ke sini untuk mensupport. Kalau ada apa-apa kami akan berusaha membantu jalan keluarnya. Apalagi sebentar lagi ada ratas (rapat terbatas). Akan kami sampaikan jika ada kesulitan,’’ kata Erick Thohir menambahkan. (ant) BP/kmb39
Takasaka Tomoyuki
Mantan Pelatih Timnas Uganda
Bali Post/ant
Bali Post/dok
IPSI Asah Mental Bertanding Pesilatnya Mangupura (bali Post) Pengprov IPSI Bali bertekad mengasah mental bertanding pesilatnya, baik di nomor laga maupun seni. Selain itu, regenerasi atlet harus dilakukan sedini mungkin, dengan mengikuti berbagai event nasional. Manajer Tim PON Bali Putu Sugiartha, di Kerobokan, Dalung, Senin (17/10) kemarin menerangkan, PON XVIII di Riau 2012 merupakan puncak keemasan silat Bali yang mendulang 6 emas. Selanjutnya, dari klimaks di Riau itu, menurun di PON XIX Jabar, dengan hanya mendulang 2 emas. Dijelaskannya, di nomor seni penilaiannya sangat subjektif. Misalnya, kelima juri memberikan, maka nilai tertinggi dan terendah dihapus, sehingga tinggal nilai yang di tengah-tengah. ‘’Hasil penilaian juri juga sering sama,’’ tukasnya. ‘’Jika poinnya sama, selanjutnya yang perlu dipertimbangkan juaranya menyangkut faktor kebenaran gerak, stamina yang bugar, serta durasi,’’ beber Sugiartha. Meski hasil di PON XIX menurun dibandingkan sebelumnya, namun pesilat Bali tetap menjalani latihan dan mengikuti event untuk meningkatkan jam terbang. Selain itu program regenerasi juga dilaksanakan dengan agenda dengan menyiapkan pesilat potensial muda usia. ‘’Bali baru saja merebut juara umum Kejurnas Antar Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP),’’ katanya. Pesilat Bali juga dipersiapkan untuk menghadapi Popwil dan berikutnya ke Popnas. Selain itu, perguruan juga getol menurunkan pesilatnya mengikuti berbagai turnamen, seperti PSPS Bakti Negara di Badung yang menggelar Mangupura Cup, serta Gubernur Cup 2017 mendatang. IPSI Bali menyiapkan kaderisasi atlet sejak dini dengan bertujuan mematangkan pesilat guna berlaga pada PON XX di Papua 2020 mendatang. (022)
tim. Mudah-mudahan bisa meraih kemenangan,’’ harap pelatih asal Padang Sumatera Barat itu. Sementara itu, pelatih Madura United Mario Gomes mengatakan, pihaknya tidak mau menganggap remeh tim tuan rumah. Untuk itu, dirinya meminta supaya tim bermain fokus sepanjang pertandingan seperti laga sebelumnya di Kalimantan Timur. ‘’Kami waspadai kebangkitan tuan rumah. Tidak ada pertandingan yang mudah untuk kami. Jadi pemain harus bermain all out agar bisa mencuri poin,’’ jelasnya. (kmb41)
KOI Minta Kepastian Soal Gedung Wisma Atlet
RENOVASI - Ketua Panitia Asian Games (INASGOC) Erick Thohir (keempat kiri) meninjau renovasi equestrian di Jakarta International Equestrian Park, Jakarta, Senin (17/10) kemarin. Pembangunan arena berkuda untuk Asian Games 2018 ditargetkan tuntas Desember 2017.
Putu Sugiartha
Indra Sjafri. Mantan arsitek Timnas U-19 itu menjelaskan, dari segi kekuatan, tim lawan memang sedikit diunggulkan. Akan tetapi, itu tidak membuat dirinya menyerah begitu saja. Diharapkan dengan materi pemain muda yang dimiliki tim Serdadu Tridatu, mampu membuat kejutan yang akan memaksa Bayu Gatra dkk. pulang dengan kekalahan. ‘’Pemain muda memiliki potensi untuk mengantarkan tim bisa meraih poin penuh. Kami harap pemain muda yang diturunkan nanti, mampu menunjukkan permainan terbaiknya untuk
Kecerdasan Kesehatan Masyarakat Indonesia Rendah Jakarta (Bali Post) Praktisi kebugaran yang pernah menjadi atlet binaraga internasional, Ade Rai, mengatakan bahwa masyarakat Indonesia memiliki kecerdasan kesehatan yang rendah. ‘’Kecerdasan kesehatan masyarakat Indonesia lebih rendah daripada kecerdasan terhadap keuangan,’’ ujar pria bernama asli I Gusti Agung Kusuma Yudha Rai itu dalam seminar yang diadakan Lembaga Kantor Berita Nasional Antara di Wisma Antara, Jakarta, Senin (17/10) kemarin. Hal itulah yang dianggap Ade Rai menjadi penyebab orang Indonesia sangat rentan terkena penyakit degeneratif seperti jantung koroner, stroke, diabetes dan lain-lain. Bukti bahwa kecerdasan kesehatan masyarakat rendah, lanjutnya, terlihat dari betapa permisifnya masyarakat terhadap masalah kesehatan dan kebugaran. Contohnya, masyarakat Indonesia pada umumnya akan maklum jika ada orang dengan berat badan berlebih (obesitas) beralasan bahwa keadaannya itu terjadi karena faktor keturunan, padahal obesitas itu lebih pada faktor
gaya hidup tidak sehat. Namun, keadaan berbeda kalau persoalan didudukkan dalam konteks keuangan. ‘’Ketika ada kemiskinan diidentikkan dengan keturunan, orang justru menganggap itu tidak mungkin bahkan ada yang tertawa,’’ tuturnya. Rendahnya kecerdasan kesehatan itu membuat kemungkinan penyakit degeneratif kronis datang menyerbu tubuh. Fisik yang biasa dimanjakan dengan berbagai kebiasaan ‘’nikmat’’ tanpa disadari kondisinya terus menurun akibat fungsi organ-organ vital seperti jantung, ginjal, hati, pankreas, terganggu. Kondisi tubuh seperti itulah yang dapat mendatangkan maut. Di satu titik tertentu, organ-organ vital berhenti beroperasi dan membuat sang pemilik tubuh menderita penyakit mematikan seperti diabetes, gagal ginjal dan penyumbatan pembuluh darah jantung. ‘’Tidak memiliki kecerdasan kesehatan artinya kita harus siap membayar akibat dari ulah kita sendiri,’’ tutur Ade. Praktisi kebugaran dan salah satu pendiri Rai Institute, Halim Tsiang, me-
nambahkan data dari 2007 sampai 2012, kematian manusia 65 persen disebabkan oleh penyakit degeneratif, 20 persen menular dan sisanya disebabkan hal lain seperti kecelakaan. (ant)
PENAMPILAN warga Jepang Takasaka Tomoyuki yang bermain softball cukup memukau penonton bertepatan final Kejurprov Softball 2016, di Lapangan Kompyang Sujana, Minggu (16/10) lalu. Meskipun tidak bertanding secara resmi, namun kepiawaian Takasaka baik dalam memukul, melempar maupun menangkap bola, skill-nya di atas ratarata pemain lokal. Maklum, usut punya usut Takasaka merupakan sosok mantan pelatih baseball timnas Uganda. ‘’Ya... saya pernah melatih timnas baseball Uganda,’’ terang pria yang bangga tanggal kelahirannya bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI, yakni 17 Agustus 1982. Takasaka yang memang cinta Indonesia, utamanya Bali, sengaja datang ke Lapangan Kompyang Sujana, karena diberi tahu tetangganya di Kuta, bahwa ada
Kejurprov Softball. ‘’Yang memberi tahu ini, pelatih dari tim SMAN 1 Kuta (Smansaku), namun tim Smansaku tidak ikut karena miskomunikasi,’’ beber Takasaka. Dia sendiri tinggal di kawasan Kuta, bahkan pernah menjabat manajer di sebuah restoran Jepang di kawasan Oberoi, Seminyak. Ia mengaku jatuh cinta pada Pulau Dewata, karena masyarakatnya ramah, cuacanya mirip dengan Jepang, termasuk menu makanannya. ‘’Saya suka segala jenis masakan, mulai nasi campur, lalapan lele, soto ceker, termasuk ikan tuna,’’ ucapnya yang ingin kembali bekerja di restoran Jepang di Bali. Di mata Takasaka, penduduk Jepang doyan menyantap ikan tuna yang banyak diimpor dari Indonesia. ‘’Harga ikan tuna di Jepang mencapai Rp 120 ribu per kg,’’ terangnya. (nel)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Selasa Umanis, 18 Oktober 2016
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Jakarta : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) � Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) � Surabaya : (031) 5633456 � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA � Email: pembacabalipost@gmail.com � Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 � Discount Up to: 10% Pembayaran dgn Kartu Kredit BNI Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � Tarif iklan Mini/Baris
Bth PRT Tdr dalam Gaji 1,3 Bersih,082339993280
B.BP.164.10.16.0000564
Dibutuhkan Segera Waiter / Waitress untuk Restaurant di Ubud.Hub 085100620505/Email admin@atmankafe.com atau Bawa Lamaran ke Atman Kafe Jl.Hanoman Ubud
B.BP.004.10.16.0000573
Dbthkn waiter/s,Cook,Roomboy Cook helper&Bartender Brpglman CV.SeaSafari Cruise Jl.Dermaga Benoa/hrd@seasafaricruises.com
A.BP.001.10.16.0001049
** Gaji 2,5Jt 085338424651 ** SPG Toko/Ksir/Admin/Pramuniaga
A.BP.001.10.16.0000622
Cr Cpt 2PRT+1B,Siter G1,8J Tdr dlm 082237496717,081999776071
B.BP.135.10.16.0000603
Cr Krywn Lk2 Rmh Mkn Dpt Mes, Gj,Bns. Dps Kuta 085737647417 A.BP.001.10.16.0001159
Dcr PRT Tinggal Dalam u/di Monang-Maning Hub:08123654383
!Dibutuhkan Laundry dan Driver Kirim CV ke The Amasya Villas Jl.Kayu Aya88X Seminyak 731601
B.BP.166.10.16.0000606
Bth Marketing Kredit&Auditor Krm CV:info@bprsinarkuta.com
B.BP.004.10.16.0000571
Bth P.Usaha utk Melunasi Htg?? Hub.087861965576/081999415846
A.BP.001.10.16.0001131
Bth sgr:Sales,Operation,Web Designer.info:085102499349 CV ke:bcwtour@gmail.com
A.BP.001.10.16.0001100
Dcr Staff Wnt Administrasi Penny Furniture Sanur Bhs Inggris & Komputer,08123872326
Dcr 10 Sopir,5 Sales,5 krywan/ krywti&Kasir,Adm,081999251555
B.BP.004.10.16.0000578
Dcr Therapist,NailArt,Gj+Kmsi+ bnus+Umkn-081260399556
A.BP.001.10.16.0001122
Dcr Adm,Gr,Mat,Kim,Fis,B.Bali Hub.08174761592
B.BP.154.10.16.0000600
Dcr Tkg potong kain berpengala man utk Garment Hp085100050706 Email:hrd@buddhawear.com
A.BP.001.10.16.0001152
A.BP.001.10.16.0001130
Bth:Guide(F)3D Dream Museum Zone.We Prefer English,Gaji Sesuai Hub-i:0361-8496221/220
Dcr Cook Helper/Butcher/Waiter /Pglmn/Siap Kerja/krm CV ke bcssadm@6yahoo.com
B.BP.154.10.16.0000601
B.BP.004.10.16.0000584
Butik Pithecanthropus Mencari SPG,Jujur,Single,bs Bhs Ing, Kirim CV ke Jln Legian 368 Hub.087860588800
Dcr Cook;Pnglmn & Rest manager u/Rest di Legian 081246121379
B.BP.154.10.16.0000602
B.BP.004.10.16.0000496
Cr Sopir Sim A+Tng Pria u/Toko Bangunan Jl.Ratna 9 Dps/227831
Dcr Kurir,SIM C &Telemarketing Min SMU.Lgsg Intervw.Bw CV ke Synus Refill Center Jl.Imam Bonjol 551A,490452/082897103055 A.BP.005.10.16.0001140
A.BP.001.10.16.0001135
Dcr Pengawas lapangan Mengerti Bangunan&Logistik,085100883990 A.BP.001.10.16.0001156
Dcr Sopir Bisa Matic & Manual Hub:Bp.Sumadi Tlp 081237498501
A.BP.001.10.16.0001155
B.BP.001.10.16.0000446
Dcr Sopir.Taman Wedasari II/31 Kebo Iwa Hub.085103526888
B.BP.154.10.16.0000599
Dbthkn Sgr Colektor&Analis Min A.BP.001.10.16.0001132 ***A.BVC Kerja Diluar Negri D1/Pglmn Lgs kePT Wali Santosa Dcr Pembantu RT Tdr Luar Gaji Resmi utk Semua Usia,Resto,Hotel Kebun081337903069,085953774417 Besar,Kerobokan 081236700700 Jl.H.Wuruk 140Dps,081999655591 B.BP.166.10.16.0000605
Dbthkn Sgr!!Aconting Min D1/S1 Akutnsi Lmrn Krm Ke WarungPepe Jl.DewiSri88X Kuta(0361)755999 Intrvw Pkl.13.00Wita-17.00Wita
A.BP.001.10.16.0001124
Dcr Sgr Tukang Potong kain Untuk Garment dan Tukang Jahit Sebanyaknya Hub.8466632
A.BP.001.10.16.0001150
Dicr Speak Chinese Services PT.Neverneverland Travel 0361-757636/08113869543
B.BP.004.10.16.0000495
Dicari Koki Wanita untuk Rumah di Jl.Imam Bonjol Dps, Berpengalaman bisa Cina&Eropa Gaji Tinggi.SMS 0816571027
Dicari-Trapis-Spa-Sensasi-Umur 20Th-25Th Hb.081238162024
A.BP.001.10.16.0001143
B.BP.004.10.16.0000566
Dicari:FO Good English,8469103 / E:ecosferahotel@yahoo.com
A.BP.001.10.16.0001136
SPG for jewelry shop.Kuta:0811 3866371; Sanur/Ubud:08113866372
A.BP.001.10.16.0001097
Sales Semen Holcim dpt Mes SMA Sdrajat Jl.Cargo Permai 198XX
Dicari Pegawai Salon Hubungi 087898585955 / 081353682426 Dicari SPG Centro Mall Kuta Hubungi:081238101633 Dicari Sopir Pick UP Bujang Hub:081558941797
A.BP.001.10.16.0000874
B.BP.804.09.16.0000562
A.BP.001.10.16.0001110
Snow House Bth Karyawan/i Max. A.BP.001.10.16.0001153 35Thn,Min.SMU,Pnmpilan Menarik A.BP.001.10.16.0001167 Dicari Staff Cook & Waitress Bawa Lamaran Langsung Tg 20-21 Dicari Sopir untk Toko Mebel Warung Nagoya Jl.Batur Sari Hub:0361-262782/081238961963 Okt2016 Jam 10.00-14.00 Jl.Ry No.20 Hub:082144445876 A.BP.001.10.16.0001096 Ubud No.888x CP:082227339922 A.BP.169.10.16.0001125 A.BP.001.10.16.0000824 Dicari Sopir.CV.Tristar Jl. Dibthk Segera Kasir/Waitress Urgent Need 150 Surveyor Bali u/Rest di Seminyak Hub:732963 Cargo No.24 Tlp.413324,419869 CocaCola Send:susi.pujihastuti A.BP.001.10.16.0001116 A.BP.001.10.16.0001021 Dibthkn:CookHelper utk Avocado Dicari Staff Konsultan Manage- @gmail.com Sebelum 18Oct16,WA: 081219653363,Wajib Pny Motor+ ment untuk Perusahaan PMA Cafe di Jl.Pantai Batu Bolong SIM C,Ijazah SMA,HP Android, yg Berpengalaman dgn Gaji 10Jt No.69B Canggu.CV kirim purnama Komit,Jujur,Inisiatif. 0361-4490319 & 082134356114 @motionfitnessbali.com / A.BP.001.10.16.0000983 Usia 20-32Thn. 085739080424 B.BP.004.10.16.0000585 Dicari Waiter/s,Acc,Eng,Kasir, A.BP.001.10.16.0001029 Ymh Bisma Dicr:1.SMK/S1 Ek/D1 utk Rest Kertalangu Mark Dicari Admin Wnta utk Toko 2.Mekanik Hub:T.Umar 142 Dps Hub:085333182727 Min SMA Hub.0817550008 A.BP.001.10.16.0001151
A.BP.001.10.16.0001101
A.BP.001.10.16.0001092
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post Avanza G’09 Silver AsBali Ors HONDA DICARI MOBIL CR-V RM3 2WD 2.4/AT Th’2013 Wa Prbd,081933610070/082341251453 *Dcr Mbl Sgl Merk,Trma OverKrd B.BP.141.10.16.0000596 rna Hitam Mutiara H.0817342811 Anda Telp Km Dtng,082146321008 Avanza G’11 Hitam,Original,Cat A.BP.001.10.16.0001134 B.BP.164.10.16.0000579 AsDK 127Jt Ng Hub.081237682727 Jazz S’2008Manual Silver,Mulus Cr Mbl:Avanza,Xenia,Rush,Yaris B.BP.164.10.16.0000588 BUC HariIni 135Jt,085737180911 Avanza G’12 Hitam Mulus Manual Jaz,dll,Cas/O.Krd,085100880349 B.BP.164.10.16.0000581 B.BP.164.10.16.0000565 Plat Dps(Mutasi)H:085737757663 MAZDA A.BP.001.10.16.0001129 DICARI MOTOR Mazda RX8 Th’08 CBU AsDK Avanza G’10Slvr AsDK+Ijin 125Ng 081338294465 Tgn1 Hrg.275Jt H.081999315168 P.Saelus2Kamboja7/085101850689 Beli Tinggi MotorBekas SglMerk B.BP.141.10.16.0000597 A.BP.001.10.16.0001168 A.BP.001.10.16.0001160 BU Toyota Rush TRD Pth’13 AsDK MERCEDEZ Hub.081237266333-081999731000 Mercedez C250 AMG,CGI Th’10 DIJUAL MOTOR B.BP.164.10.16.0000582 AsDK Hrg.350Jt H.081238116467 HONDA Djl Rush S AT14 Mlk Sndri Bali B.BP.141.10.16.0000598 Supra X125’2010 Doubel Cakram Mulus Hub:081999418045 Silver Mercy C240 Htm’01+Terios Wild A.BP.001.10.16.0001118 CW Hub.081239333606 BU Rmh Lt2 Tnh1A Jl.P.Serangan Adv Putih’13 Hub.085100421453 Djl Truk Dyna Bak Kayu Th 2005 A.BP.001.10.16.0001137 Gg.Rajawali 900Ng,082339121941 B.BP.164.10.16.0000583 A.BP.001.10.16.0001162 Hub.081238505706 / 03619008505 SUZUKI A.BP.001.10.16.0001090 Rmh Baru Siap Huni Lt2 825Jt DISEWAKAN RUKO Karimun’2001 Gold Kjng Grand Extra(SGX)Th’93 Rp. 3Km Bs KPR Dalung 082146838548 Dikont Ruko Lt2 (10X11mtr) A.BP.001.10.16.0000769 Bagus Rp.55Jt H.087860002341 51,5Jt Hub:Warung Polpol Jl. Jl.Trijata cck u/Kantor dll Fas: Rmh LT2Are BungTomo VIII/4 Ljt B.BP.141.10.16.0000590 Buluh Indah 60X 081236809809 Krd 1.4M,081805676667 Fee 2,5% Dijual APV Matic Hitam’07 A.BP.001.10.16.0001154 Lengkap Strategis,081999925143 B.BP.141.10.16.0000594 A.BP.001.10.16.0001165 Hub.085738732229 Toyota Avanza Th’2009 G Komplit TABANAN A.BP.005.10.16.0001139 DIJUAL RUMAH Hitam H.115Jt 082340377111 A.BP.001.10.16.0001141 BU Jual Rmh 2Lt/LT120m2/4KT/H: 375Jt Rmh Siap Huni 48/80F 1KM TOYOTA Vellfire’11 Htm DK KM25Rb Full 950Jt.P.Adi VI TU/081999715914 Sltn RS.WPrasanti 081239011111 Avanza G’2009 A.BP.001.10.16.0001157 A.BP.001.10.16.0001106 Opt bs Tkr Tambah,085106986000 Silver Rp.114Jt H.087860002341 DAIHATSU DISEWAKAN TOKO B.BP.164.10.16.0000586 Djl Perum Bukit Hijau Jimbaran B.BP.141.10.16.0000591 Sigra Hrg 117Jt,Grand Max PU Yaris Type S’08 Hitam,Matic,As Toko 4x10 Km Dalam Jl.Nangka L132m2,LB100m2 Tlp(0361)466840 Grand Inova V Manual Putih Dp 5Jt,Ayla Dp 10Jt,0817356452 AsBali 2015 KM5rb H.0811395948 DK 125Jt Nego Hub.081237682727 081934310335,085100919617 Utara 279 Dps,082144138844 A.BP.001.10.16.0001161
B.BP.164.10.16.0000587
B.BP.141.10.16.0000592
TOUR
PELUANG BISNIS
PERCETAKAN
SALON
KOMPUTER
BENGKEL LAS
A.BP.001.10.16.0000582
A.BP.001.10.16.0001145
BIRO JASA
BIRO JASA
SERVICE
BIRO JASA
FURNITURE KURSUS
RUPA-RUPA
SERVICE
ALUMINIUM
Tanah Kav2,5A Pengalon Manggis DISEWAKAN RUMAH Hrg.196Jt Hub.081999437776 Dikont Rumah Lt2 Tmn Griya Jl. B.BP.141.10.16.0000595 Danau Buyan Brt Blok F4 No.3 Tanah Murah Dekat Kawasan GWK Hub:082361342001/083189132911 View Laut Hp:087783852121 A.BP.001.10.16.0001093
Dikontrakkan Rmh 2Lt Akasia 12 Hub:0818357992
A.BP.001.10.16.0001120
Rumah:2KT,2KM,Dapur,RT,Jalan NangkaUtr Gg.Kiwi,082144138844
A.BP.001.10.16.0001146
DIJUAL TANAH Tnh Kvl Di Mengwi 60Jt/A & 95 Jt/A Bs Kredit 087862450004
A.BP.001.10.16.0001034
Tnh Nempil 250Jt/A,Jl.Besakih PondokCitra Pmogan 08123871809
A.BP.001.09.16.0001742
Dijual Tanah 18Are Tabanan BUC Hub:081237890818
A.BP.001.10.16.0001091
Djl Tanah 1 Are Batubulan Gg. Pipit Hub.08174798596 Pemilik
A.BP.001.10.16.0001103
Djl Tanah 250jt/A dekat ByPass di Pering Jl.Utama 08123923726
A.BP.001.10.16.0001111
Djl Tnh 3,3 are diBarat trafic light Pantai purnama view pantai Hub: 08123654999
A.BP.001.10.16.0001098
Tnh Murah 1,5+1,5A cck u/Rmh/ Invest diDalung BU, 08175277732
A.BP.001.10.16.0000662
KONTRAKTOR Kresna AdiUtama Mngerjakan Rmh TgglVila Ruko Pool081337099764
B.BP.166.10.16.0000604
DISEWAKAN GUDANG Diswakan Gudang Baru Lt 15A 15Thn.Lok By Pass Ngurah Rai Benoa 08123872326
B.BP.004.10.16.0000577
DIJUAL VILLA Rmh Stile Villa lngkp Seisinya 1Are Jl.Batuyang Btbulan 875Jt Sngat Strtgis,081999925143 BUC
A.BP.001.10.16.0001164
PELUANG USAHA Djl Francise Spesial jok mobil merk terkenal,081338567092
B.BP.154.10.16.0000568
Dcari Property macet di Bank/ KURSUS Kena Rentenir Sms 087760451006 Smart Kids Terima Les Untuk A.BP.001.10.16.0001147 (Play Group,TK,SD)Rp.20Rb/1x PerDeposito 100Jt Bunga 6%/Th Jgk temuan,Hubungi:081338285992/ Wkt 2Th dpt Scoopy081239011111 081220843992/WA:083824348257 A.BP.001.10.16.0001158 A.BP.001.10.16.0001102
RUPA-RUPA 1Hr Cair,BPKB/Stfkt 0,5% H.087861895055 / 081238979088 B.BP.164.10.16.0000563
“Rajasa”Trm Instal:CCTV,Pabx, TV Kbl&Fire Alarm 081999715914
A.BP.001.10.16.0001108 ACCOUNTING Borong Bangunan dan Renovasi Jual Accounting Program,Train, Pgr Jln Besar 5Are&8Are&10Are Area BypasKetewel,082147026666 Maintenance,Comp 081337465456 Harga Miring Hub.081916537008 A.BP.001.10.16.0001024
A.BP.001.10.16.0001126
A.BP.001.10.16.0001166
A.BP.001.10.16.0001142
Dijual Alat Salon Lorial Murah Hub.087861691740 BU A.BP.001.10.16.0001144
Peluanasan/Gastun kartu kredit promo 2,3% Hub.082340004545 A.BP.001.10.16.0000127
KEHILANGAN Hlg 1 Bendel Berkas Buku Kir AN:PT.Duta Abadi Primantara A.BP.001.10.16.0001105
DIJUAL MOBIL
ekonomi
18
Selasa Umanis, 18 Oktober 2016
32.427 Koperasi Dalam Proses Pembubaran Bali post/ant
Transaksi - Nilai tukar rupiah pada transaksi antar bank di jakarta 13.040 per dolar as pada Senin (17/10) pagi.
Rupiah Turun Tipis
Jakarta (Bali Post) – Nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta turun tipis tujuh poin. Rupiah kemudian menjadi 13.040 per dolar AS pada Senin (17/10) pagi. Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan nilai tukar dolar AS cenderung masih menguat terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah di tengah potensi kenaikan imbal hasil global. “Kenaikan imbal hasil global mengembalikan dorongan pelemahan bagi nilai tukar rupiah terhadap dolar
as,” katanya. Secara umum, ia melanjutkan, dolar AS juga masih mendapat keuntungan dari ketidakpastian global dengan pasar masih fokus pada pertemuan bank sentral Eropa (ecb) pekan ini dan data pertumbuhan Tiongkok yang berpeluang melambat. Ekonom Mandiri Sekuritas Leo Putera Rinaldy mengatakan data neraca perdagangan September 2016, diperkirakan surplus 900 juta dolar AS di atas konsensus 546 juta dolar, karena ekspor bulanan membaik dan impor menurun. (ant)
Menteri ESDM Ignasius Jonan
Bali Post/ant
Kembangkan Kementerian ESDM Jakarta (Bali Post) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignatius Jonan mengatakan akan memfokuskan pengembangan kapasitas dalam tubuh Kementerian ESDM agar menjadi kementerian teknis. “Capacity building jadi satu fokus kami. Capacity building jadi satu hal yang amat sangat penting sekali. Saya sangat berharap kementerian ini betul-betul menjadi kementerian teknis, kementerian yang paham teknis,” katanya di Kementerian ESDM Jakarta Pusat, Senin (17/10) kemarin. Dirinya yang terpilih saat ini menjadi Menteri ESDM hanya bermodalkan status mantan menteri. Dia juga mengakui, saat ini belum memahami secara rinci mengenai teknis-teknis di bidang energi dan sumber daya, baru sedikit mengerti informasi dan pengetahuan di beberapa bidang. Namun, ia lebih menekankan pada pembangunan sektor energi yang berdampak serta bermanfaat pada masyarakat dan lingkungan sekitar. “Konsep pembangunan kegiatan di bidang energy, apakah itu pengelolaan gas atau eksploitasi minyak dari dulu
kalau membangun tertutup, jadi masyarakat sekitar itu dianggap outsider, alien. Kalau saya tidak boleh. Masyarakat setempat harus terlibat. Mau jualan roti, mau apa harus terlibat,” tegas Jonan. Ia mencontohkan pembangunan Blok Masela yang diputuskan on-shore dan harus memberikan banyak benefit pada masyarakat sekitar. Ia juga menekankan pada proyek pembangkit listrik 35 ribu megawatt yang harus mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, bukan hanya target penyelesaian proyek. “Ini jadi fokus yang sangat penting. Kalau ada power plant 35 gigawatt, sistem transmisi distribusinya tidak cukup, ya percuma. Karena target ke masyarakat adalah electricity coverage,” ujarnya. Dia juga menyebut beberapa program kerja prioritas yang akan diselesaikan antara lain pengembangan blok Masela, Natuna, isu relaksasi minerba dan PPnya, proyek pembangkit listrik 35 ribu megawatt, draf PP Nomor 79 terkait Freeport dan Newmont. (ant)
Denpasar (Bali Post)Sebanyak 40 pedagang pasar rakyat dari lima pasar di Kota Denpasar mengikuti kelas berdagang yang disebut ‘‘Sepeda Pasar’’ (Sekolah Pedagang Pasar Rakyat). Kegiatan Sepeda Pasar itu digelar di Pasar Agung, Desa Peninjoan, Peguyangan Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, Senin (17/10) kemarin. Kelima pasar itu adalah Pasar Kerta Waringin Sari, Pasar Penatih, Pasar Phula Kerti, Pasar Batan Kendal, dan Pasar Ubung. Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Denpasar Ida Ayu Dewi Citrawati, M.Si. mengatakan, sekolah pasar ini bukan saja didesain mengikuti sistem pembelajaran di kelas, juga dilanjutkan praktik langsung di pasar percontohan yaitu Pasar Agung. “Penilaian secara berkala akan dilaksanakan setelah peserta kembali ke tempat berjualan masing-masing. Di sanalah dievaluasi hasil pembelajarannya,” ujarnya. Diagendakan Sekolah Pasar itu tujuannya agar dapat mengubah cara pan-
dang pedagang sehingga mereka dapat menghapus kesan negatif dari pasar rakyat menjadi pasar baru dan modern. Seperti mereka harus memberi pelayanan yang ramah, bersih, segar, aman dan terpercaya. “Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pedagang dan pengelola pasar rakyat tentang prinsip dasar, menciptakan pasar yang disenangi konsumen,” jelasnya. Nina Mora, Ketua Tim Pemantau Sekolah Pasar dari Kementerian Perdagangan mengatakan, dengan mengikuti sekolah pasar ini pedagang dengan latar belakang pendidikan beragam itu diharapkan dapat bersaing dengan pedagang-pedagang lainnya, terutama menghadapi MEA. “Revitalisasi yang dilakukan tak hanya revitalisasi fisik, tetapi juga sumber daya manusia. Kami percaya pasar rakyat ini mampu mengimbangi perkembangan pasar modern, baik dari segi pelayanan, kebersihan, kenyamanan dan juga keamanannya,” ujarnya. (may)
40 Pedagang Pasar Rakyat Manfaatkan ’’Sepeda Pasar’’
Jakarta (Bali Post) Seiring program Reformasi Total Koperasi yang sudah berjalan hampir dua tahun, Kementerian Koperasi dan UKM berencana membubarkan tak kurang dari 32.427 koperasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Yang sudah resmi dibubarkan sebanyak 6.213 koperasi. Koperasi itu memang sama sekali sudah tidak melakukan aktivitas apa pun sebagai sebuah koperasi. “Itu semua merupakan bagian dari 62 ribuan koperasi yang sudah dinyatakan tidak aktif. Koperasi itu sudah dikeluarkan dari database kita. Nah, sisanya kita terus melakukan koordinasi dengan dinas koperasi di daerah untuk menuju pembubaran juga,” ungkap Deputi Bidang Kelembagaan Kemenkop dan UKM Meliadi Sembiring di Jakarta, Senin (17/10) kemarin. Meliadi mengakui pembubaran koperasi itu tidaklah semudah yang dibayangkan orang. “Ada prosesnya. Dimulai dengan usulan pemda atau dinas koperasi di daerah. Kita juga membentuk panitia penyelesaian menyangkut soal utang piutang para anggota. Jangan sampai pembubaran koperasi itu justru menghilangkan kewajiban koperasi tersebut kepada anggota. Karena itu kita terus melakukan koodinasi dengan daerah,” tandas Meliadi. Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram juga memaparkan reformasi total koperasi dari tahap reorientasi koperasi, yaitu mengubah paradigma dari kuantitas menjadi kualitas. Intinya koperasi itu harus dikembangkan. Jadi lembaga ini tidak melulu berbasis simpan-pinjam, melainkan bisa sebagai koperasi produksi di sektor riil. Misalnya, koperasi pertanian dan perkebunan. “Seperti yang pernah diutarakan Presiden Jokowi saat Harkopnas, Cooperative in Corporated. Di mana koperasi harus dikelola dengan manajemen benar dan modern. Seperti sudah dilakukan oleh perusahaan,” kata Agus. Bahkan, lanjut Agus, pihaknya terus mendorong dan mengembangkan koperasi agar bisa sejajar dengan pelaku ekonomi lain, swasta dan BUMN. “Kami berharap terbentuk satu koperasi besar sebagai holding dengan koperasi-koperasi kecil di
bawahnya. Sehingga muncul koperasi besar, modern, tangguh, dan mandiri. Koperasi yang bisa setara dengan swasta dan BUMN,” imbuh Agus. Pengembangan koperasi itu, kata Agus, akan terus dilakukan secara terukur dan efektif. Artinya, koperasi tidak hanya bergantung dari dana APBN (Kemenkop dan UKM) saja, tapi juga harus melakukan integrasi dan kerja sama dengan pihak lain (kementerian, swasta, BUMN, dan lembaga lainnya). “Untuk pengembangan kami sudah banyak melakukan kerja sama dengan pihak lain,” tegas Agus. Gratis Dirikan Koperasi Kemenkop, kata Agus, bekerja sama dengan Ikatan Notaris Indonesia (INI) untuk menggratiskan pelaku UKM pendirian koperasi (akta koperasi). Begitu juga kerja sama dengan PT Telkom dan Kadin dalam membangun jaringan sistem IT untuk mengembangkan potensi Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) di daerah. “Kerja sama dengan Kominfo juga sudah kita lakukan, dimana koperasi dan UKM bisa memanfaatkan domain gratis untuk bisnis e-commerce. Untuk penyaluran kredit usaha rakyat atau KUR, kita bekerja sama dengan kalangan perbankan dan lembaga keuangan nonbank,” jelas Agus. Untuk mengawasi persaingan usaha di daerah, Kemenkop juga sudah kerja
sama dengan KPPU dengan membentuk Satgas Kemitraan Pengawas Persaingan Usaha. “Tugasnya mengawasi persaingan usaha di daerah, agar koperasi tidak terpinggirkan. Tidak boleh ada dominasi usaha besar atas koperasi, termasuk dalam hal tender-tender. Tujuannya agar koperasikoperasi bisa berkembang,” papar Agus. Kemenkop dan UKM juga tidak menginginkan adanya koperasi simpan pinjam yang digunakan sebagai tempat money laundering atau kegiatan pembiayaan lain yang bertentangan dengan hukum. Seperti kegiatan terorisme. “Kita tidak menginginkan adanya aksi semacam itu. Karena itu, kita sejak awal berusaha mencegahnya,” kata Agus Muharam. Melalui Deputi Kelembagaan akan dilakukan penandatanganan kerja sama (MoU) dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). “Kita ingin secepatnya kerja sama itu diwujudkan. Kalau bisa bulan depan harus sudah selesai,” kata Agus. Dengan kerja sama ini, tambah Agus, koperasi simpan pinjam yang selama ini masih melakukan praktek yang diduga menyimpang dari aturan kelembagaan. Koperasi model itu harus segera menghentikan kegiatannya. “Kalau ada koperasi simpan pinjam yang melakukan praktek tak baik, segera hentikan,” katanya. (010)
Motor Sport Honda
Pimpin 60% Pangsa Pasar
JAJARAN motor sport Honda semakin diminati seiring penguasaan pangsa pasar segmen sport PT Astra Honda Motor (AHM) pada September 2016, yang mencapai 60 persen melalui penjualan sebesar 31.483 unit. Penguasaan pangsa pasar pada segmen sport ini sekaligus yang tertinggi pada tujuh bulan terakhir sejak AHM menguasai pasar sepeda motor sport Tanah Air. Berdasarkan data yang diolah Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor nasional September 2016 mulai menggeliat dengan membukukan peningkatan penjualan sebesar 5,4 persen dari 527.536 unit Agustus 2016 menjadi 555.820 unit bulan lalu. Penjualan sepeda motor Honda ini meningkat lebih tinggi dari peningkatan pasar motor nasional, yaitu tumbuh 8,8 persen dari 388.847 unit Agustus 2016 menjadi 423.256 unit pada September 2016. Hal ini mengantarkan AHM memimpin pangsa pasar sepeda motor nasional sebesar 76,1 persen. Pertumbuhan positif ini juga diikuti pasar sepeda motor sport nasional sebesar 18 persen dari 44.429 unit Agustus 2016, menjadi 52.435 unit pada September 2016 . Mengikuti peningkatan ini, model motor sport Honda juga melonjak 60,2 persen dari hanya 19.648 unit Agustus 2016 menjadi 31.483 unit bulan lalu. Pencapaian ini mengantarkan Honda mencatat pangsa pasar penjualan bulanan tertinggi di tahun ini sebesar
60 persen. Di segmen ini, All New Honda CB150R StreetFire memberikan kontribusi terbesar yaitu sebanyak 18.626 unit, diikuti Honda CBR series sebanyak 8.063 unit, Honda Verza 4.647 unit, dan Honda MegaPro 105 unit. Sementara itu Big Bike sport Honda memberikan kontribusi penjualan sebanyak 42 unit. General Manager Sales Division PT AHM Thomas Wijaya mengatakan tingginya lonjakan permintaan sepeda motor sport Honda mencerminkan semakin tingginya kepercayaan pecinta motor sport di Tanah Air. Jajaran motor sport Honda ini diharapkan dapat terus menemani gaya hidup dan keseharian konsumen Honda dalam mencapai mimpi-mimpinya. “Kondisi pasar sepeda motor tahun ini memang masih lebih lemah dibanding tahun sebelumnya, akan tetapi kami melihat animo masyarakat terhadap sepeda motor sport semakin besar. Hal tersebut memberikan kami motivasi untuk selalu menghadirkan produk yang mampu memenuhi kebutuhan pecinta segmen sport di Tanah Air melalui berbagai penyematan teknologi teranyar dan beragam penyempurnaan produk sepeda motor Honda.” Pada segmen lain, skutik Honda terjual sebanyak 355.693 unit dengan penguasaan pangsa pasar 79 persen dari segmen skutik nasional sebanyak 450.363 unit. Honda BeAT series memberikan kontribusi terbesar yaitu 187.346 unit, diikuti Honda
SEMAKIN DIMINATI - Motor sport Honda semakin diminati seiring penguasaan pangsa pasar segmen sport PT Astra Honda Motor (AHM) pada September 2016, yang mencapai 60 persen melalui penjualan sebesar 31.483 unit.
Vario series 121.603 unit, All New Honda Scoopy eSP 46.069 unit, All New Honda PCX 571 unit, dan Honda Spacy sebanyak 104 unit. Di segmen cub, motor bebek Honda terjual sebanyak 36.080 unit, tumbuh 21,3 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya 29.754 unit dengan pangsa pasar 68 persen. Pada segmen ini Honda Supra series berkontribusi sebanyak 17.782 unit, Honda Revo series 13.660 unit, New Honda Sonic 150R sebanyak 3.774 unit, dan Honda Blade 864 unit. (bns1)
Presiden Joko Widodo
Bali Post/ant
2019, Rasio Elektrifikasi di Papua 90 Persen Jayapura (Bali Post) – Pembangunan infrastruktur kelistrikan di Provinsi Papua dan Papua Barat diselesaikan tahun 2019, supaya rasio elektrifikasi wilayah itu bisa meningkat menjadi 90 persen. Presiden Joko Widodo menyatakan hal itu di Jayapura, Senin (17/10) kemarin. “Sampai saat ini elektrifikasi di Papua baru 47 persen, saya mau 2019 elektrifikasi sudah 90 persen,” pinta Presiden . Presiden menyadari PLN menghadapi banyak kendala membangun infrastruktur listrik di Tanah Papua. “Saya tahu medannya berat. Nah... inilah tantangan program yang ada di Papua dan Papua Barat, tapi saya minta semuanya dimajukan. Saya minta target ini bisa dipenuhi,” tegas Jokowi. Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir mengatakan perusahaan sedang membangun infrastruktur kelistrikan di Provinsi Papua dan Papua Barat. PLN, kata Sofyan Basir, sedang membangun pembangkit baru berkapasitas total 253 MW di 13 titik di Papua
dan Papua Barat, transmisi sepanjang 246 km Sirkit dan delapan Gardu Induk dengan nilai investasi Rp 7 triliun. Presiden Joko Widodo hari ini meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Air Orya Genyem (20 MW), Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro Prafi Manokwari (3 MW), Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 KV Genyem, Waena, Jayapura (174,6 km), SUTT 70 KV Holtekam, Jayapura (43,4 KM), Gardu Induk Waena-Sentani 20 MVA, dan GI Jayapura 20 MVA. Selama di Papua, Presiden dijadwalkan meresmikan proyek-proyek PLN, membagikan makanan tambahan di Kabupaten Jayapura, dan meninjau proses pembangunan Pasar Mama-mama Papua di Kota Jayapura. Besok Presiden akan bertolak ke Kabupaten Yahukimo meresmikan Bandar Udara Nop Goliat Dekai, lalu meresmikan program satu harga bahan bakar minyak di Papua, dan meninjau pesawat BBM Air Tractor AT-802. (ant)
19
Selasa Umanis, 18 Oktober 2016
Langkah Hukum Dari Hal. 1
Saat diperiksa bersamaan dengan lima ‘’sultan’’ -- sebutan untuk orang kepercayaan Taat Pribadi -- dalam ruangan berbeda, ia mengaku suaminya, Tajul Ibrahim, yang juga pengurus Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng juga dipanggil polisi, namun tidak bisa datang karena sakit. ‘’Suami saya tidak bisa datang, karena kecetit, sehingga kakinya sulit untuk digerakkan,’’ kata Marwah, yang menyatakan anggota yayasan itu sampai 23.000 orang secara nasional. Secara terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol. RP Argo Yuwono menegaskan bahwa penyidik berencana memeriksa sepuluh ‘’sultan’’ dan dua pengurus yayasan, namun hanya lima sultan dan seorang pengurus yayasan yang hadir. ‘’Semuanya diperiksa sebagai saksi kasus penipuan yang dilakukan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Secara teknis, kita tunggu pemeriksaan usai, tetapi intinya seputar kasus penipuan yang dilakukan Taat Pribadi, apalagi saat ini sudah ada tujuh pelapor untuk kasus penipuan itu,’’ katanya. Pelapor terakhir berasal dari
Ponorogo yang mengaku tertipu Rp 2 miliar hingga Rp 2,7 miliar. ‘’Nah, Bu Marwah diperiksa karena dia sebagai ketua yayasan dianggap tahu soal alur uang, sedangkan para sultan dianggap tahu proses penipuan yang diketahuinya,’’ katanya. Kelima sultan yang diperiksa sebagai saksi adalah Samsudin, Solikin, Abdul Haris, Abdurrahman, dan Sugeng Effendi. Mereka didampingi ahli hukum yang berasal dari Fakultas Hukum Unair Surabaya, di antaranya I Wayan Titib Sulaksana, S.H., M.H. ‘’Ada 190 sultan yang menjadi orang kepercayaan Dimas Kanjeng. Mereka bertugas menghimpun dana, baik dari koordinator daerah maupun saat ada kegiatan di padepokan, seperti istighatsah,’’ kata Wayan Titib selaku pendamping Sugeng Effendi. Ia menambahkan, pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang masih ada di padepokan sekitar 500-an orang. ‘’Mereka telanjur percaya kepada Dimas Kanjeng, karena mereka tahu sendiri tentang keahlian Dimas Kanjeng. Mereka masih punya harapan bahwa Dimas Kanjeng akan menyejahterakan Nusantara ini,’’ katanya. (ant)
Pelayanan Publik
Dari Hal. 1
Salah satu elemen yang akan mengisi tim satgas itu adalah pihak kementerian/lembaga terkait yang mempunyai fungsi pelayanan publik. ‘’Itu ada pembersihan secara total di masing-masing kementerian/ lembaga itu di mana kita akan memberdayakan fungsi-fungsi pengawasan dan inspektorat dari mereka itu. Itu nanti kan membentuk unit-unit Saber Pungli itu,’’ ujarnya. Satgas Saber Pungli akan mengendalikan, merencanakan, mengawasi dan menerima laporan dari unit-unit pengawasan
di masing-masing kementerian/ lembaga. ‘’Dengan demikian maka dalam waktu yang sangat singkat di seluruh lini yang menyangkut pelayanan publik akan bersih,’’ ujarnya. Sebelumnya, pemerintah membentuk Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) yang diharapkan selesai dan mulai beroperasi resmi dalam waktu sepekan ke depan. ‘’Secara prinsip Presiden dan Wapres setuju dengan diadakannya operasi pemberantasan pungli dan penyelundupan,’’ kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Selasa (11/10). (ant)
Alat Seadanya Dari Hal. 1
‘’Kami di pulau ini berjuang sendiri untuk menyelamatkan warga kami dengan alat seadanya. Tidak ada petugas penyelamat yang datang,’’ tuturnya. Hal serupa juga dirasakan pascaterputusnya Jembatan Kuning, meski tim Basarnas tiba di lokasi kejadian dengan menggunakan boat berukuran besar, tidak sekalipun petugas tersebut membantu untuk menyeberangkan warga Nusa Ceningan. Kondisi ini pun sangat disayangkan oleh warga sekitar yang berharap agar nantinya ada petugas penyelamat khusus berada di wilayah
Nusa Lembongan. Terkait dengan permintaan warga tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Klugkung Putu Widiada mengakui hingga saat ini pihaknya belum mampu untuk menempatkan personel di Nusa Penida. Hal ini terjadi akibat terbatasnya jumlah personel yang dimiliki BPBD Klungkung. Menurutnya, saat ini pihaknya hanya memiliki 34 personel. ‘’Kita tidak bisa terjun ke TKP saat kejadian karena terkendala gelombang agak besar dan peralatan tidak memadai. Ke depannya kita berharap dapat menempatkan petugas BPBD Klungkung di Nusa Penida dan Nusa Lembongan,’’ terangnya. (dwa)
Gempa
Dari Hal. 1
Menurutnya, aktivitas Gunung Bromo pada 17 Oktober 2016 pukul 06.00-12.00 WIB terpantau secara visual cuaca terang hingga mendung, angin tenang hingga sedang, suhu 8-20 derajat Celcius, Gunung Bromo jelas-kabut, asap kawah teramati kelabu kecokelatan tipis hingga sedang dengan tekanan lemah hingga sedang. ‘’Ketinggian asap Gunung Bromo berkisar 50-400 meter dari puncak kawah ke arah barat laut-timur laut,’’ tuturnya. Sementara berdasarkan seismograf tercatat gempa tremor menerus dengan amplitudo maksimum 0,5-6 milimeter dan dominan 1 milimeter, kemudian terjadi satu kali embusan dengan amplitudo maksimum 9
Dari Hal. 1
milimeter dengan lama gempa 15 detik. ‘’Pada pukul 00.0006.00 WIB juga terjadi gempa tektonik jauh dengan amplitudo maksimum 24 milimeter dengan lama gempa 102 detik,’’ katanya. Ia menjelaskan, Gunung Bromo masih dalam status siaga atau level III, sehingga masyarakat, pendaki, dan wisatawan dilarang memasuki kawasan dalam radius 2,5 kilometer dari kawah aktif Gunung Bromo. ‘’PVMBG hari ini masih melakukan evaluasi terhadap aktivitas gunung yang memiliki ketinggian 2.329 mdpl, sehingga kami terus mengamati dengan seksama aktivitas Gunung Bromo tersebut,’’ ujarnya menambahkan. PVMBG menaikkan status Gunung Bromo yang berada di
perbatasan Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang dari waspada (Level II) menjadi siaga (Level III) terhitung sejak tanggal 26 September 2016 pukul 06.00 WIB. Sementara itu, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) membatasi jarak kunjungan wisatawan ke Gunung Bromo seiring statusnya yang meningkat dari Waspada menjadi Siaga. ‘’Sesuai dengan rekomendasi PVMBG, maka kegiatan kunjungan wisata TNBTS di sekitar Gunung Bromo hanya diperbolehkan sampai dengan radius 2,5 kilometer dari kawah aktif Bromo,’’ kata Kepala Subbagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Balai Besar TNBTS Antong Hartadi. (ant)
Banyupoh. Dari dokumen surat jalan dia melihat bahwa beras itu ditujukan kepada Dewa NS. Sedangkan dokumen transaksi jual-beli tidak bisa ditunjukkan oleh sopir truk. Melihat dokumen itu, Muliawan kemudian berusaha menghubungi pihak penerima seperti yang tertera pada surat jalan. Oleh penerima kemudian diminta untuk menitipkan di rumah warga di Dusun Karang Sari, Desa Banyupoh. ‘’Kalau di gudang kita di Tangguwisia tidak ada beras komersial. Hanya ada di Bulog Tabanan. Saya lihat di surat jalan beras itu dikirm kepada Dewa NS dan saat saya
hubungi disuruh menitipkan di rumah warga di Banyupoh,’’ katanya. Terkait prosedur pengeluaran beras komersial oleh Bulog, Muliawan menolak berkomentar karena hal itu kewenangan Divre Bulog Bali di Denpasar. Selain itu, dia sendiri juga mengaku tidak tahu dokumen penjualan beras tersebut. Dari instruksi atasannya itu, Muliawan meyakini kalau dokumen jual-beli beras ini dilakukan di Divre Bulog Bali di Denpasar. Dari Divre Bulog Bali menugaskan Bulog Kediri (Tabanan) mengirim beras itu ke lokasi. (tim BP)
Lokasi Penitipan
Kepala Gudang Bulog Desa Tangguwisia Kecamatan Seririt Gusti Bagus Muliawan, Senin (17/10) kemarin menjelaskan, pada Sabtu lalu atasannya menugaskan untuk memfasilitasi pengiriman beras Bulog ke Desa Banyupoh. Dari informasi itu, beras Bulog sebanyak 10 ton dikirim dari Bulog di Kediri (Tabanan) sekitar pukul 13.00 Wita. Mendapat perintah itu, dia kemudian menunggu dan truk akhirnya tiba di Seririt. Sopir truk kemudian diantarkan untuk menuju lokasi penitipan beras di Desa
Panggung Politik Dari Hal. 1
Beberapa tahun setelah reformasi bergulir, keluarga Cendana memang tidak pernah lagi tampil secara formal dalam panggung politik nasional. ‘’Pada Senin 17 Oktober 2016 hari ini Partai Berkarya sudah berbadan hukum dan sah sebagai partai politik sesuai SK Menkum HAM Nomor: M.HH-20.AH.11.01 tahun 2016,’’ ujar Sekretaris Jenderal DPP Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang, Senin kemarin. SK Menteri Hukum dan HAM itu tentang pengesahan Partai Berkarya beserta susunan pengurus DPP Partai Berkarya periode 2016-2021.
‘’SK pengakuan Partai Berkarya sudah ditandatangani Menteri Hukum dan HAM sejak 13 Oktober 2016,’’ ujar Pinucang. Dia menjelaskan, Partai Berkarya itu hasil penggabungan Partai Nasional Republik dan Partai Beringin Karya. Partai politik terakhir ini juga sebetulnya turut dibidani Tommy Soeharto, yang di dalam struktur organisasinya menjadi Ketua Dewan Pembina. Selain Tommy, turut tampil nama mantan politisi Partai NasDem yang juga bekas Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Laksamana TNI (Purn) Tedjo Purdijatno, yang ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pertimbangan
Partai Berkarya. Sebagai Ketua Umum DPP Partai Berkarya Neneng A Tutty, Wakil Ketua Umum DPP Partai Berkarya Yockie Hutagalung dan Sekretaris Jenderal DPP Partai Berkarya Badaruddin Picunang. Purdijatno mengatakan, dengan disahkannya badan hukum Partai Berkarya oleh Kementerian Hukum dan HAM, maka mereka siap bekerja dan berjuang memenuhi persyaratan verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) guna bisa mengikuti Pemilu 2019. ‘’Kami akan segera bekerja untuk memenuhi persyaratan verifikasi KPU di mana kami harus menyiapkan ini semua,’’ ujarnya. (ant)
Selasa, 18 Oktober 2016 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana Mewujudkan Hidup yang Damai (4) 06.35 Seputar Bali Pagi 07.05 Bali Channel 07.35 Kartun
Garuda (2) 08.00 Education On Bali TV 08.35 BCTTV 09.05 Halo Kamtibmas 10.05 Lejel Home Shopping 10.30 Traventure/Etalase 11.05 Bali Channel Tourist TV 11.30 Dunia Kita 12.05 Dharma Wacana
Mewujudkan Hidup yang Damai (4) 12.30 Berita Siang 13.00 Klip Bali 13.30 Lejel Home Shopping 14.05 Klip Bali 14.30 Lila Cita Sanggar Sunari (1) 15.30 Education On Bali TV 16.05 Upakara
17.05 Nangun Yadnya 17.30 Taman Sari : TK Alit Kirana (2) 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.30 Giliran Anda 20.00 Orti Bali 20.30 Lila Cita Lomba Tari Tunggal (13) 21.00 Bali Channel
21.30 Berita dan Bincang Terkini 21.35 Taksu 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Lila Cita Arja: Cupak Perang Tanding (2) 23.00 Lila Cita Calonarang: Ratna Manggali Katundung (2) 24.00 Closing
Satyaki Hilangkan Kesadaran Raja Somadatta
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta
(Edisi Tiga Ratus Enam Puluh Lima)
Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
PERANG antara Raja Somadatta melawan pangeran Satyaki berlangsung sengit dan seru. Raja Somadatta yang tidak sabaran langsung menyerang Pangeran Satyaki menggunakan sembilan batang anak panah. Sebagai balasannya, Satyaki meng-counter yang utama dari prajurit-prajurit Kuru itu juga sembilan batang anak panah. Dilukai parah dalam pertempuran itu oleh pemanah perkasa Satyaki, Raja Somadatta duduk di teras keretanya. Dia pun kehilangan kesadarannya, pingsan. Setelah melihat kehilangan kesadarannya, sais keretanya dengan sangat cepat membawanya menjauh dari pertempuran. Ksatria kereta hebat Somadatta yang gagah perkasa itu pun ada di luar arena perang. Melihat Raja Somadatta menderita serangan dan kehilangan kesadaran dari panah-panah yang dilesatkan Yuyudhana, Guru Drona menyerbunya dengan cepat. Ayah Aswatthamam itu berkeinginan membantai dengan cepat pahlawan Yadu itu. Setelah melihat sang Guru bergerak maju, banyak prajurit Pandava yang dikepalai Yudhishthira
mengelilingi penerus keturunan Yadu itu. Mereka berkeinginan untuk menyelamatkan Satyaki. Kemudian dimulailah sebuah pertempuran antara Guru Drona melawan para Pandava. Pertempuran itu menyerupai Vali melawan kaum surgawi dalam usahanya mendapatkan kedaulatan tiga dunia. Kemudian putra Bharadwaja, yang memiliki energi besar itu dengan cepat menyelubungi kelompok para Pandava. Serangan Drona membentuk awan-awan anak-anak panah. Putra Rishi Baradwaja ini juga menyerang Raja Yudhishthira. Kemudian Guru Drona konsentrasi menyerang Satyaki dengan 10 batang anak panah. Cucu Prishata dengan 20. Drona, juga menyerang Bhimasena menggunakan sembilan batang anak panah. Nakula dengan lima panah. Sahadeva delapan. Serta Sikhandin sendiri diserang dengan 100 anak panah. Pahlawan yang berlengan perkasa itu menyerang masing-masing dari lima putra Draupadi itu dengan lima batang anak panah. Dia menyerang Virata memakai delapan batang anak panah. Sedangkan Raja Dru-
pada dengan 10 panah. Juga menyerang Yudhamanyu tiga batang anak panah. Sedangkan kepada Uttamauja dengan enam panah pada pertempuran itu. Setelah menyerang banyak pejuang Pandava itu, Guru Drona kemudian menyerbu Raja Yudhishthira. Pasukan-pasukan putra Pandu itu diserang habis-habisan Guru Drona. Serangan gencar Drona membuat para ksatria Pandu itu melarikan diri ke segala arah. Para prajurit itu sangat ketakutan amukan Drona, oh raja, para prajurit itu juga mengeluarkan ratapan sangat keras. Setelah menyaksikan pembantaian terhadap kelompok Pandava, Guru Drona menghadapi Phalguna. Terhadap hal itu, putra Pritha itu kemarahannya sedikit digairahkan. Dengan cepat Arjuna pergi menuju sang Guru Drona. Menyaksikan murid kesayangannya, saat itu Guru Drona juga menuju Arjuna. Akibatnya, kelompok Yudhishthira, oh raja, sekali lagi bisa menyatukan diri. Sekali lagi terjadi pertempuran sengit antara Guru Drona melawan para Pandava. Guru Drona yang
dikelilingi dari segala sisi oleh putraputra paduka, oh Raja, mulai menghabiskan kelompok Pandava. Serangan dahsyat Guru Drona itu seperti api menghabiskan setumpuk kapas. Setelah melihat panah-panah Drona bersinar seperti matahari, karena dilengkapi kemegahan api berkobar, oh raja, panah-panah itu mengeluarkan sinarnya seperti anak-anak panah dahsyat terus-menerus ditarik dari busur seperti sebuah lingkaran. Serangan-serangan itu menghabiskan segala sesuatu di sekitarnya. Tampak seperti matahari itu sendiri.
Panah panah Guru Drona itu menelan musuh-musuhnya. Tidak ada bala tentara Pandava yang dapat menahannya. Panah-panah Guru Drona itu memotong kepala semua yang mencoba-coba mendekati di depannya. Panah-panah Guru Drona, dengan cepat menembus bumi. Sadis, pembantaian yang dilakukan ksatria utama yang terkenal itu. Akibatnya, kelompok Pandava banyak melarikan diri, krena mereka menderita ketakutan. Kenyataan itu benar-benar dalam pandangan Arjuna. (bersambung)
Sloka 10.18 Vistarenatmano yogam vibhutim ca janardana bhuyah kathaya trptir hi shrinvato nasti me’mrtam Beritahukan juga kepada-Ku, secara terperinci tentang kekuatan yogamu dan tentang keagunganmu, karena aku tak akan pernah puas dengan minuman suci dalam bentuk sabda-sabdamu itu.
16 Pages
195 Number 8th year Price: Rp
L O N A A T I E R N I N T
3.000,-
ost.co.id e-mail: info_ibp@balip ost.com. ternationalbalip
st.com. http://epaper.in rnationalbalipo
L O N A A T I E R N I N T
Tuesday,
’s ‘The Ben Affleck Dominates t’ Accountan Million with $24.7 Tuesday, October
18, 2016
particularly
with 86%
18, 2016 U.S. Trump charges results election ‘at being rigged places’ many polling Page 6
October
You can
ional Bali
find Internat
Post at:
Jl. D.Tamblingan Sanur
Jl. D.Tamblingan
Cafee Sanur 18 Ramayana Jl. D.Tamblingan Sanur Cafee Sari Kuta Jl. Bakung 19 Smirnof Jl. D.Tamblingan Sanur Kuta Hotel Jl. Pantai 20 Legwa Jl. D.Tamblingan Sanur Club Tanduk Cafee 1 Kuta Beach the Coffe Bear 21 Nu Laser Jl. Camplung Kuta Jl. D.Tamblingan Kuta Book Sari 17 DKerobokan Hotel 2 Wen Dys Jl. Bakung 22 Ganesa Jl.Petitenget Paradiso Bali Daiving Legian Kuta 17E Kerobokan 3 Seminyak 23 All For Jl. Padma 23 Jl.Petitenget Klod Resort&Spa 4 Ramayana 24 Barocca 17C Kerobokan Jl. Doble Six/Werkudara No. 51 Legian Resort&Spa Jl.Petitenget 9 Kerobokan Klod 5 The Lokha 25 Lantern Emtertaiment Jl. D.TamblinganA Sanur Jl.Petitenget Live Sport No. 106 Dps No.126 6 66 Corner 26 Shearlock 140 Jl. Raya Puputan Jl. D.Tamblingan Grill No 148 7 Leghawa 27 Cafe Degan Jl. D.Tamblingan 68 Mandala Renon Renon No dan Restoran 148 Jl. Raya Niti Jl. D.Poso 8 Retno Barr 28 Kopi Made Mandala No. No. 50D Manan Jl. Raya Niti Yamin No.18 Jl. D.Poso 9 Elkomedor 29 Dimsum Jl. Mohamad No. 39 Scret No.88 Renon Jl. D.Poso 10 Malaika 30 Furama Jl. Merdeka Sanur Subah Renon Denpasar Jl. D.Poso 11 Snack Shack 31 Warung Wuruk 184 khas Gilimanuk Sanur Jl. Hayam Lokal Jl. D.Poso 12 Warung 32 Ayam Betutu Sanur Jl. D.Poso 13 Cokro Cafee 33 Bali Bakery Sanur Jl. D.Poso 14 T.J.Bar Sanur 15 J & N Kebab Jl. D.Tamblingan Bar 16 Goanna 17 Batu Jimbar
dge in Yellow Bri gan Nusa Cenin collapses people fall
into the sea,
nine killed
the Ceningan proved. bridge connecting love of the yellowto collapse is eventually bridge of URA - Conditionbeing prone by people as the claimed in the SEMARAP , Nusa Penida, and dubbed many casualties has spread the bridge how to Lembongan (Oct. 16), It is not clear bridge collapse On Sunday of the yellow around 18:00. collapsed However, the incident for his confirmation media. Bridge collapse. when asked incident. in the social of wirta, he actually the Ceningan become viral recognized to Regent Suwirta, condiif the collapse
of
Dozens of
over 25. opened qui“The emaScore, customers star power, “The Accountant” markets with Ben Affleck’s $24.7 million interational1,190 screens, with a solid - Underlining etly in 10 from in sites. moviegoing LOS ANGELES at 109 sites $2.8 million ” dominated North American savant and led by $755,000 next weekend at 3,222 Accountant the autistic math It will open weekend Spain. traying an expert who cooks . Taiwan. Germany and opening has a in sig-
came organizations in Brazil, d Affleck s, weapons estimate for criminal directs from a Sunday’s Warner-base in dramas with above expectation mil- books Anna Ken- strong track record which grossed nificantly ranged from $18 of Gavin O’Connor Town,” Bill Dubuque. 2012’s Jon Bernthal, 2010’s “The which had million at the start script by “Argo,” concert drick, J.K. Simmons,John Lithgow $154 million worldwide; lion to $20 and Comedy Oscar winner and for holdover Best Picture the weekend.Hart: What Now?” Jeffrey Tambor worldwide; star. Prospectswith an A Cin- with $232 million with $369 milof “The Acfilm “Kevin at also Girl,” ra about half are decent delivered total with $12 million of business 2014’s “Gone His Prohibition-e opens countant” lion worldwide. But the debutwas as “Live by Night” 2,568 locations. “Max Steel” $2.1 crime drama and he’ll return on with sci-fi adventure on Christmas“Justice League” moviegoers a disin ignored by2,034 screens for Batman is a 2017. million at per-screen average. Nov. 17, Hart: What Now?”of his “Kevin mal $1,049 Bros.’ “The Accounfinal performancefilmed Warner $200,000 more than look at the comedy tour, s Girl in tant” took most recent2015, at Philadelphia’ winner, “The with booklast weekend’s which opened in August, Field -- and spoof on the Train,” The Emily Blunt Lincoln Financial Bond-style with James in a tie $24.5 million. ended by in which Hart teams thriller finished sequences as his loyal but dismiswith”Kevin Tim for second Now?” Halle Berry Leslie Small and (rtr) Hart: What sive associate. Story directed. “The Accouna tant” carries $40 moderate price Ben Afmillion Cast member at the pretag with Affleck poses Accounfleck por“The miere of the TCL Chiat tant” in HollyU.S., nese theatre wood, California 10, 2016. October
to China says after retaliate t Slovak presiden Lama meets Dalai Page 13
online: http://www.inte
Icardi misses penalty as Inter loses 2-1 to Cagliari Page 8
placed The sign Yellow infront on Nusa Bridge in . Lembongan
IBP/Dewa
Yellow Bridge in Nusa Ceningan collapses ,Dozens of people fall into the sea, nine killed
bridge uploaded 120 meters about the broken. So, he A resident the length of many ca- According had with already worried headman the cable the bridge of one meter claimed injured, while tion becauserelated agencies and to check and width down victims were it is unclear with signs already come sualties. Somedead. However, Obviously, at along Lembongan installation of warning died. just now the others were were of many peopletens of people rode and request worries are proved, up,” said yet how “Our to break people of incident the time the bridge. Some was reported Many recently. walked. the bridge bridge crossing it was pi- Regent Suwirta. the break of the able while others motorcycle, the bridge because He estimated it was no longerAddiof the Bakung people crossed anniversary because many people. temple bridge. of happened was temple odalan or around the to coincide to hold the burden of incident Temple located also happened at the timeBakung Temple around (day of and The incident of Nyepi Segarathat day, tionally, at the came down Penida. On of anniversary Many people with the tradition 6 sea) in Nusasea or in the watersday the bridge. bridge. to page silence at in the Continued crossed the for the whole all the activities “Bali are stopped with the Ngusaba heard in also be 96.5 to do Nusa Penida News can Global Radio FM Listen as it has something Temple. for the Image” at until 10.00 am. searching http:// ritual at Batumedau from 9.30 Radio FM at were still night. As om The officersscene until Sunday to Global ten2myradio.c alffield, seven the globalfmbali.lis victims at compiled in the at http://radioglob suffered .tv/channel/ others streaming information killed and 18 or live video and http://ustream evacuated people were were successfully mbali.com Nusa Penida global-fm-bali. injuries. They taken to the Suand immediately II. I Nyoman health center Klungkung, Farend Regent of
elers nt of trav
moveme
Study Program Sunday Public Health Head of theUdayana University, Bali is (PSKM), especially 16). because the because Indonesia so (Oct. by Zika Foreign... to case infected the virus exists, it on page 2 and potentially have something Bali. Then, Continued diseases of people such as vector is the same come into thermoscanImported feared to with - Indone- do with the movement“Zika, for example, that it is a detection Ady Wirawan, the growing, tourism. DENPASAR Bali receives migration and Latin America, and then is required explained device,” sia especially or imported is coming from the world, the ner diseases such as the throughout has reported spreading a lot of consignment foreign countries there were to Singapore. Indonesia diseases fromwhile previously recent Zika,ebola, et cetera. Mers-cov,
monitor Hard to
balipost (152rb Like) http://facebook.com/balipost
SELASA UMANIS, 18 OKTOBER 2016
@balipostcom (4.485 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
SENI BUDAYA
Rejang, Sakral dan Menawan MENJELANG Purnama Kapat, berbagai ritual besar digelar di sejumlah desa adat di Karangasem. Dalam prosesi ritual ini, khususnya di desadesa tua di Karangasem, dipersembahkan tari Rejang sebagai tari wali, persembahan kepada Ida Sang Hyang Widhi. Sebagai salah satu tarian sakral, Rejang juga menampilkan keindahan gerak tari dan penampilan. Perpaduan keduanya menjadikan Rejang selalu tampil menawan, membuat kehadiran Rejang selalu ditunggu-tunggu masyarakat di setiap desa adat. Sepanjang Purnama Kapat, ada beberapa ritual yang menampilkan tari Rejang, seperti saat Usaba Gumang di Desa Adat Bugbug dan Aci Kapat di Desa Adat Timbrah, Minggu (16/10) lalu. Sebelum Kapat, Rejang khas desadesa tua juga ditampilkan serangkaian Usaba Dangsil di Desa Adat Bungaya (Rejang gabungan Desa Adat Asak dengan Desa Adat Bungaya), aci di Banjar Tengah Desa Tihingan Kecamatan Bebandem hingga di Desa Adat Jasri Kecamatan Karangasem. Tak ayal, keunikan tari Rejang ini selalu menjadi ‘’buruan’’ para pencinta fotografi
Bali Post/gik
Reza Rahadian Optimis
REZA Rahadian kembali masuk nominasi Festival Film Indonesia (FFI) 2016 di kategori pemeran utama pria terbaik. Hebatnya, Reza menjadi nominator pemeran utama pria terbaik lewat dua film yaitu ‘’My Stupid Boss’’ dan ‘’Rudy Habibie’’. Reza Rahadian hanya bisa bersyukur karena selalu masuk nominasi FFI beberapa tahun belakangan ini. Aktor berusia 29 tahun ini sampai tidak tahu harus berkata apa lagi. ‘’Itu sebuah prestasi tersendiri. Artinya, saya merasa tidak semua aktor di Indonesia diberikan kepercayaan seperti itu. Jadi, saya merasa sangat beruntung masih diberi kepercayaan oleh juri yang silih berganti dari keterlibatan saya di tahun 2009. Artinya, setiap karya saya masih diapresiasi,’’ kata Reza Rahadian saat ditemui di Plasa Indonesia, Jakarta, belum lama ini. Reza akan bersaing dengan Tio Pakusadewo di film ‘’Surat dari Praha’’ dan duo bintang Warkop DKI Reborn, Abimana dan Vino G Bastian. Reza menganggap semua nominator berat karena kepiawaian akting mereka tak diragukan lagi. Meski begitu, Reza tetap optimis bisa membawa pulang Piala Citra. ‘’Semua berat, ada Vino, Abimana, Om Tio apalagi’, senior saya yang saya kagumi. Tapi saya tetap optimis,’’ ujarnya. Reza mengaku bingung jika disuruh memilih lewat film apa dia merengkuh Piala Citra. Namun, Reza memilih perannya di film ‘’My Stupid Boss’’ karena film garapan Upi itu termasuk genre baru baginya. ‘’Kalau saya boleh memilih satu di antara keduanya, ya itu (‘My Stupid Boss’). Karena genre yang baru, saya enggak pernah main di genre itu. Kemudian perannya, transformasinya juga enggak tanggung-tanggung. Ceritanya menarik. Upi menuliskan skenario yang bagus banget. Tapi ‘Rudy Habibie’ bukan juga berarti tidak bagus,’’ jelasnya. (pik)
Reza Rahardian
Bali Pos/ist
Yan Mus ’’Greget’’ dengan Putu Lina SETELAH sukses lewat lagu ‘’Sing Dadi Iri’’, Yan Mus kembali menggebrak industri musik pop Bali lewat single terbaru yang berjudul ‘’Greget’’ yang diciptakan Putu Bejoe. Lagu ini terbilang spesial, sebab melibatkan Putu Lina sebagai teman duet di lagu ‘’Greget’’. Putu Lina sendiri sudah tidak diragukan lagi kualitas vokalnya di blantika musik pop Bali. Yan Mus mengatakan, lagu ‘’Greget’’ sejatinya sudah lama diciptakan oleh Putu Bejoe. Namun, lantaran tidak ada teman yang pas untuk berduet dengannya, akhirnya Putu Bejoe memberikan lagu tersebut ke Yan Mus. ‘’Ini lagu sebenarnya sudah lama. Maunya dibawakan sendiri oleh Putu Bejoe, namun dia tidak mendapat teman duet yang pas. Makanya, dia memberikan lagu itu untuk saya bawakan,’’ ujar Yan Mus. Terkait dipilihnya Putu Lina sebagai teman duet, bagi Yan Mus, vokal Putu Lina memiliki ciri khas tersendiri serta pernah hits lewat lagu ‘’Sisan Tresna’’ yang populer hingga saat ini. Yan Mus sendiri sangat senang bisa berduet dengan Putu Lina yang juga sudah memiliki jam terbang cukup lama di bidang seni tarik suara. ‘’Saya sangat senang Putu Lina mau berduet dengan saya. Siapa sih yang gak senang duet dengan penyanyi pop Bali yang sudah cukup lama berkiprah di blantika musik pop Bali. Apalagi banyak lagu Putu Lina yang hits hingga saat ini,’’ ujarnya. Ke depan, single ‘’Greget’’ akan diikutkan dalam album kompilasi ‘’Crukcuk Kuning’’ yang bernaung di bawah Yayasan Crukcuk Kuning yang dimotori Putu Bejoe, Yan Mus, Yan Srikandi, Ngurah Adi dan Dika Swara. Kini, album kompilasi tersebut dalam proses penggarapan video klip. ‘’Lagu ini akan saya masukkan dalam album kompilasi ‘Crukcuk Kuning’. Astungkara, segera akan beredar. Kini masih proses garap video klip,’’ pungkasnya. (win)
di Bali. Sebab, momen-momen seperti ini menjadi hal yang sangat langka di luar Karangasem. Rejang dalam ritual umat Hindu di Bali, identik sebagai simbol bidadari yang turun ke dunia. Rejang inilah yang disimbolkan sebagai bidadari yang membawa serta amerta untuk kedamaian dan ketenteraman wilayah desa adat. Jadi, kehadiran penari Rejang menjadi begitu vital dalam setiap ritual. Bahkan, sesekali penari Rejang antardesa adat juga berkolaborasi, seperti saat Rejang Desa Adat Asak dan Desa Adat Bungaya tampil bersama di Bale Agung Desa Adat Bungaya saat momen Ida Batara Desa Adat Asak ngelunganin ke Bungaya serangkaian Usaba Dangsil 2016. Penyarikan Usaba Dangsil I Gede Krisna Adi Widana waktu itu mengatakan, hal ini baru pertama kali terjadi sepanjang sejarah ritual terbesar desa-desa tua di Karangasem ini. ‘’Ini momen langka dan sangat sakral,’’ katanya. Masing-masing penari Rejang di setiap desa adat ini, riasan dan busananya memang berbeda-beda. Perbedaan
paling mendasar, terdapat pada hiasan pada bagian kepalanya, demikian juga alat musik yang mengiringinya saat menari di areal pura. Ada yang menggunakan selonding, seperti di Desa Adat Bungaya. Ada pula yang menggunakan sekaa gong, seperti di Desa Adat Timbrah. Sedangkan gerakannya rata-rata sama. Penari Rejang di setiap desa adat, rupanya tidak seragam namun ada juga penari Rejang yang mengambil peran khusus. Tokoh masyarakat Desa Adat Timbrah Nengah Sukada mengatakan, dari belasan penari Rejang di desa tersebut, empat di antaranya bertugas sebagai klian daha. Empat klian daha itu punya gelar masing-masing, yakni bergelar Dedari Agung, Dedari Suci, Dedari Kendran dan Dedari Tohok. Di desa ini, kata Sukada, baru bisa menjadi penari Rejang bila sudah duduk di bangku SMP dengan catatan tidak cacat fisik. Setiap perempuan yang menginjak bangku SMP diwajibkan ngayah menjadi penari Rejang. Rejang di desa ini baru menari secara keseluruhan saat Aci Kapat dan hari raya Kuningan. (gik)
PENARI REJANG - Para penari Rejang di Desa Adat Timbrah beristirahat usai ngayah menari di Pura Bale Agung serangkaian Aci Kapat.
Swakelola Sampah
Kelurahan Peguyangan Dibantu Empat Bank Sampah SERBUAN sampah yang dari hari ke hari makin bertambah, menjadi kendala dalam penanganan sampah di tingkat kelurahan/desa. Utamanya, kelurahan/desa yang ada di Kota Denpasar karena di kota terjadi arus urbanisasi yang tinggi, sehingga kepadatan penduduk membuat volume sampah juga makin menumpuk. Lurah Peguyangan A.A. Gede Agung Dharma Putra, S.IP., M.AP. menjelaskan, pengelolaan sampah di Kelurahan Peguyangan saat ini sudah dilakukan secara swadaya. ‘’Kami sangat terbantu dengan terbentuknya bank sampah yang ada di Kelurahan Peguyangan. Kami bahu-membahu dengan bank sampah dalam menangani masalah sampah ini,’’ ujar Dharma Putra, belum lama ini. Di Kelurahan Peguyangan, katanya, ada empat bank sampah. Dengan adanya empat bank sampah itu, setidaknya dapat mengurangi pencemaran lingkungan akibat dari sampah terutama sampah anorganik. Empat bank sampah itu adalah Bali Wastu Lestari, Abukasa, Artha Wastu Lestari dan Sarana Gati. Selain bank sampah, di Kelurahan Peguyangan juga terdapat lima banjar yang sudah mandiri atau melaksanakan pngelolaan sampah secara swakelola, yaitu Banjar Prajasari, Banjar Tagtag Kelod, Banjar Tagtag Kaja, Banjar Tagtag Tengah dan Banjar Dakdakan. ‘’Delapan banjar yang lain sudah berkomitmen untuk swake-
lola sampah. Hanya karena sarana dan prasarana yang terbatas yaitu motor cikar, maka keinginan swakelola tersebut belum bisa dilaksanakan,’’ katanya. Sampah dari warga diangkut oleh petugas masing-masing banjar, kemudian sampah tersebut dipilah. Sampah yang bisa didaur ulang dibawa ke bank sampah dan yang tidak bisa didaur ulang, dibuang ke TPS di Lumintang. Pemilik Bank Sampah Abukasa, Nyoman Astawa, mengatakan per hari pihaknya bisa menerima kiriman sampah hingga 50 kilogram, mulai dari botol bekas, kertas koran, kertas flier, besi, kayu atau bambu bekas, batok kelapa bekas, plastik dan lain-lain. Sampah kertas diolahnya menjadi barangbarang siap pakai, dengan cara digulung kemudian dibentuk sedemikian rupa hingga menjadi talam, botol, kap lampu, tempat alat tulis dan sebagainya. Barangbarang tersebut dijualnya ke berbagai instansi dan dijual pada event pameran. Sementara gelas plastik air mineral bekas dirapikan, dihilangkan label mereknya hingga yang tersisa gelas
plastiknya saja. Untuk sampah botol bekas, tutup botol dipilah dan dihilangkan beberapa bagian tutupnya, begitu juga label plastik pada botol itu dibersihkan hingga yang tersisa botol bening saja. Setelah dipilah dan dirapikan, sampah botol dan gelas plastik dikirimnya ke pengepul. Di pengepul, kata Astawa, pihaknya hanya mendapat keuntungan Rp 500 - Rp 1.000 tidak sebanding dengan jasa pemilahan barang bekas yang dilakukan, mengingat jika botol dan gelas plastik tersebut tidak dipilah dan dibersihkan bagian-bagian tertentunya, barang tersebut tidak diterima oleh pengepul. Barang-barang bekas lainnya juga perlu dipilah dan dibersihkan agar dapat dijual ke pengepul. Meski sulit melakukan pekerjaan memilah sampah, Astawa mengaku tetap konsisten mengerjakan tugasnya itu. Terbukti, pihaknya telah empat tahun bertahan bergelut dalam dunia bank sampah. Ditegaskan, pihaknya tidak berharap lebih, hanya ingin lingkungannya bersih dari sampah dan berkontribusi nyata dalam upaya pelestarian lingkungan. (may)
Bali Post/may
MENGOLAH SAMPAH - Anak-anak sekolah belajar mengolah sampah kertas menjadi barang siap pakai di Bank Sampah Abukasa.
Larangan Konsumsi Daging Sapi bagi Krama Adat Tatag SAPI adalah hewan yang sangat disakralkan oleh umat Hindu. Pasalnya, menurut ajaran agama Hindu, sapi merupakan hewan suci lambang dari ibu pertiwi yang memberikan kesejahteraan kepada semua makhluk hidup. Atas dasar filosofi tersebut, bagi sebagian umat Hindu di Bali meyakini untuk tidak mengonsumsi hewan berkaki empat tersebut. Seperti yang dilakoni krama Banjar Adat Tatag, Desa Kukuh Marga, Tabanan. Konon, jika ada warga yang melanggar larangan mengonsumsi daging sapi, warga bersangkutan akan mengalami sakit seperti panas, tidak enak badan dan penyakit lainnya. Klian Adat Banjar Tatag I Putu Kota Artawan mengatakan, kepercayaan untuk tidak mengonsumsi daging sapi sudah ada sejak turun-temurun. Bahkan tidak hanya berlaku untuk seseorang yang lahir dan besar di banjar tersebut, tetapi juga mereka yang menikah ke Banjar Tagtag. ‘’Keyakinan ini sudah ada sejak turuntemurun. Entah sejak kapan pastinya, saya juga tidak tahu,’’ ujar Kota Artawa, belum lama ini. Pantangan mengonsumsi daging sapi ini, kata Kota Artawan, berlaku untuk seluruh warga tanpa membedakan soroh (wangsa atau keturunan) tertentu. ‘’Pantangan ini berlaku untuk semua warga yang sudah menjadi bagian di Banjar Tagtag,’’ ujarnya. Jika ada yang melanggar, warga bersangkutan harus melakukan pengobatan dengan ritual pembersihan (panglukatan - red) dengan menghaturkan prasista dan pabiyakaonan. ‘’Kalau sudah sakit karena melanggar kepercayaan, biasanya dengan malukat baru bisa terobati. Dengan obat dokter tidak bisa sembuh,’’ jelasnya. Hal senada juga disampaikan Perbekel Kukuh I Ketut Budiarta. Dikatakan, kepercayaan ini sudah ada sejak zaman nenek moyang. ‘’Sejak nenek moyang sudah tidak mengonsumsi daging sapi. Secara bukti memang tidak ada, tetapi diyakini ketika siapa pun yang melanggar mengonsumsi daging sapi dalam bentuk apa pun di sana akan terjadi sesuatu,’’ ujarnya. Bahkan, dirinya pernah memiliki pengalaman mengonsumsi daging sapi saat kelas IV SD. Tergiur akan aroma bakso sapi di areal sekolah saat jam istirahat dan rasa penasaran yang sangat kuat, Budiarta mencoba mengonsumsi bakso sapi tersebut. Tiba-tiba usai menyantap bakso sapi, mulutnya terasa panas hingga muncul bintik-bintik di sekujur mulut yang dibarengi dengan gatal yang luar biasa. Rasa gatal dan panas yang muncul setelah mengonsumsi bakso sapi itu baru hilang setelah ia dan pihak keluarga nunas tirta di Pura Gede Dalem Majapahit. ‘’Benar saja, setelah nunas tirta di pura rasa gatal dan panas di bibir langsung sembuh. Sampai sekarang, saya tidak berani coba-coba mengonsumsi daging sapi lagi,’’ tegasnya. Meski tidak tahu secara pasti alasan terkait mitos larangan konsumsi daging sapi, Budiarta menyampaikan pantangan ini kemungkinan karena di wilayah Banjar Adat Tagtag memiliki enam pura di mana dua di antaranya berada di dalam permukiman warga. Keberadaan enam pura yang semuanya di-sungsung oleh warga Banjar Tagtag inilah membuat 15 hektar wilayah banjar masuk kawasan suci. Uniknya lagi, setiap KK di Tatag, 99 persen para orangtua menjadi pemangku. Dikatakan Budiarta, keenam pura yang ada di Banjar Adat Tatag yakni Pura Gede Dalem Majapahit, Pura Luhur Gunung Agung, Pura Ratu Puncak Geni, Pura Dalem Dharma Wisesa, Pura Pucak Sari dan Pura Taman Sari. ‘’Kepercayaan selama ini untuk nunas tirta untuk tambah gatal di Pura Gede Dalem Majapahit,’’ ucapnya. Tidak hanya pura, Banjar Adat Tagtag juga memiliki banyak sumber air berupa pancoran yang tersebar di empat penjuru banjar, ada di utara, timur, selatan dan barat, kesemuanya berupa pancoran. (bit)