Skip to main content

Edisi 18 April 2017 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 231 TAHUN KE 69

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (158 rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

selasa pon, 18 april 2017

@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

Soal Rencana Penutupan Pulau Penyu

Kadishut Minta Masyarakat Pahami Juga Rencana Pemerintah DPRD Badung Minta Pulau Penyu Tidak Ditutup

Denpasar (Bali Post) – Aktivitas penangkaran penyu di pulau penyu segera akan ditutup, menyusul surat peringatan (SP) I, II dan III dari UPT Tahura. Atas SP tersebut, masyarakat dan Bendesa Adat Tanjung Benoa minta agar usaha penangkaran penyu tersebut tetap diberikan beroperasi, karena ratusan orang menggantungkan hidupnya dari usaha tersebut. Namun, Kepala Dinas Kehutanan Bali IGN Wiranatha menyatakan kelompok usaha tersebut telah melanggar perjanjian. Dia juga meminta agar masyarakat memahami kebijakan pemerintah. ‘’Artinya pemerintah juga punya rencana tolong dipahami juga. Bukan (rencana) masyarakat saja pemerintah disuruh menyetujui tetapi rencana pemerintah tolong dipahami juga,’’ imbuhnya. Rencana pemerintah, lanjut Wiranatha, tidak lain perencanaan untuk Tanjung Benoa termasuk Teluk Benoa. Tidak terkecuali rencana reklamasi Teluk Benoa. ‘’Iyalah, termasuk reklamasi. Kan itu berkaitan, jangan hanya masyarakat saja yang menganggap dirinya baik,’’ tandasnya, Senin (17/4) kemarin. Ia menegaskan, perjanjian Kerja Sama Kemitraan antara Dinas Kehutanan Provinsi Bali dengan Balai KSDA Bali dan Desa Adat Tanjung Benoa ten-

Mangupura (Bali Post) Surat peringatan UPT Tahura Ngurah Rai yang meminta agar kegiatan penangkaran penyu dihentikan, disikapi kalangan wakil rakyat di DPRD Badung. Mereka tidak sepakat salah satu daya tarik pariwisata itu ditutup dan meminta pihak terkait, baik Pemprov Bali, Desa Adat dan Pemkab Badung duduk bersama mencari win-win solution atas permasalahan tersebut. Ketua DPRD Badung Putu Parwata meminta Pemprov Bali mengkaji kembali ke-

tang konservasi penyu secara ex-situ berakhir 30 November 2010. Kendati, Bendesa Adat Tanjung Benoa diakui telah beberapa kali mengajukan perpanjangan perjanjian. Namun perpanjangan tidak bisa dilakukan lantaran ada pelanggaran perjanjian yang dilakukan Kelompok Penangkaran Penyu di bawah naungan Desa Adat Tanjung Benoa. ‘’Logikanya kalau izin belum keluar ya… berhentilah, kan mestinya begitu. Pelanggaran sekarang sudah ada objek wisata yang bersifat komersial. Dulu tidak termuat dalam perjanjian itu,’’ ujar IGN Wiranatha. Hal. 19 Kawasan Hutan

Libatkan 150 Pekerja, Dikunjungi Ribuan Wisman

’’Iyalah, termasuk reklamasi. Kan itu berkaitan, jangan hanya masyarakat saja yang menganggap dirinya baik.’’ IGN Wiranatha Kadis Kehutanan Bali

bijakan tersebut. Sebab, pulau penyu merupakan salah satu daya tarik pariwisata yang melibatkan peran serta masyarakat lokal. ‘’Perlu kiranya dikaji lebih lanjut. Saya kira kita sama-sama bertujuan baik, desa adat bertujuan mengembangkan destinasinya dalam rangka pemberdayaan masyarakat sekitar dengan memanfaakan potensinya secara maksimal tidak bermaksud untuk merusak pulau penyu itu,’’ ujar Parwata, Senin (17/4) kemarin. Hal. 19 Daya Tarik

PULAU PENYU - Wisatawan saat mengunjungi tempat wisata pulau penyu di kawasan Tanjung Benoa, Senin (17/4) kemarin.

PENANGKARAN penyu di pulau penyu, Tanjung Benoa, berada di areal seluas 2,5 hektar. Semuanya milik Dinas Kehutanan. Di kawasan tersebut ada empat lokasi penangkaran yang dikelola oleh kelompok nelayan. Sebanyak 150 karyawan yang dipekerjakan dalam penangkaran tersebut. Objek wisata pulau penyu ini

setiap harinya dikunjungi 3.000 wisatawan. Di mana 70 persennya adalah wisatawan asing. Untuk bisa masuk ke kawasan tersebut, dulunya pengunjung hanya dikenakan donasi saja. Namun setelah tahun 2015, mulai dikenakan tiket masuk Rp 5.000 untuk anak-anak dan Rp 10.000 untuk dewasa. Hal. 19 Ratusan Penyu

Pilkada DKI, Jokowi Jamin Aman Jakarta (Bali Post) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjamin pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah (pilkada) putaran kedua di Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta, Rabu (19/4) besok, berlangsung aman. ‘’Saya mengajak seluruh warga yang mempunyai hak untuk memilih gunakan hak pilih tanpa ragu, karena saya sudah memerintahkan kepada seluruh aparat negara dan TNI dan Polri untuk menjamin kelancaran

dan keamanan pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakil gubernur di Jakarta,’’ kata Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/4) kemarin. Presiden menyampaikan hal itu seusai berbicara dengan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol. Tito Karnavian dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan. ‘’Semua warga harus dapat melaksanakan haknya

tanpa gangguan, tanpa intimidasi dari pihak manapun,’’ kata Presiden Jokowi. Presiden juga yakin bahwa Pilkada Jakarta dapat menghasilkan pemimpin terbaik bagi DKI Jakarta. ‘’Saya yakin, insya Allah, proses demokrasi di DKI akan berjalan lancar, bersih, tertib, dan menghasilkan pemimpin yang betul-betul pilihan rakyat dan pilihan warga DKI Jakarta dan terbaik untuk warga Jakarta,’’ ujar Presiden. Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol.

Tito Karnavian menegaskan agar tidak perlu ada pengerahan massa saat pilkada putaran kedua DKI Jakarta. ‘’Saya pikir tidak perlu untuk ada pengerahan massa sampai ke Jakarta karena mekanisme pemilu sudah ada, apalagi di Jakarta ini, ada Bawaslu, saksi-saksi kemudian ada pengamat independen, ada media, semua ada,’’ kata Tito di Istana Merdeka, Jakarta, Senin kemarin. Hal. 19 Penegakan Hukum

Bali Post/rtr

Pelatih Barcelona Luis Enrique.

Liga Champions

Tipis, Peluang Barca Lolos

ASOSIASI Sepak Bola Eropa (UEFA) memprediksi peluang Barcelona lolos ke babak empat besar Liga Champions Eropa (UCL) 2016-2017 hanya sekitar lima persen setelah kalah 3-0 dari Juventus di leg pertama perempatfinal. ‘’Peluang Juventus, sebagai tim tandang di leg kedua, lolos ke babak selanjutnya adalah 94,4 persen,’’ tulis UEFA dalam laman resmi yang dikutip Antara di Jakarta, Senin (17/4) kemarin. Hal. 19 Liga Eropa

Bebas Visa Harus Untungkan Indonesia

Jakarta (Bali Post) DPR mendukung upaya pemerintah mengkaji pemberian bebas visa kepada sejumlah negara yang dianggap tidak menguntungkan bagi Indonesia. Pemerintah diminta lebih selektif dalam memberikan kebijakan bebas visa kepada beberapa negara penerima. Penegasan tersebut mengemuka dalam rapat dengar pendapat Komisi I DPR dengan Dirjen Protokol dan Konsuler Kemenlu, Dirjen Imigrasi Kemenkum HAM, serta Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Mancanegara Kemenpar di Ruang Komisi I DPR, Gedung DPR Jakarta, Senin (17/4) kemarin. Wakil Ketua Komisi I DPR Hanafi Rais mengusulkan agar bebas visa lebih efektif, pemerintah Indonesia harus mampu berhubungan baik dengan negara-negara maju dalam menjalin kerja sama. Hal. 19 Warga Asing

Bali Post/ant

BERBINCANG - Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Jusuf Kalla berbincang bersama Menkopolhukam Wiranto, Kepala BIN Budi Gunawan, Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan Kapolri Tito Karnavian, Senin (17/4) kemarin.

Kasus E-KTP

Ketua Tim Teknis Akui Terima Uang Jakarta (Bali Post) – Ketua Tim Teknis Pengadaan Kartu Tanda Penduduk Elektronik dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Husni Fahmi mengakui menerima uang 20 ribu dolar AS dari salah satu pemasok produk pengadaan KTP elektronik (e-KTP). ‘’Pembiayaan untuk keynote speaker dalam Biometric Concorcium Conference di Florida, Amerika Serikat, dari Johanes Marliem. Saat itu dia (Johanes) sudah jadi pemasok L-1 di proyek e-KTP karena konferensi berlangsung pada September 2012,’’ kata Husni dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (17/4) kemarin. Husni menjadi saksi untuk dua terdakwa yaitu mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Irman dan mantan Direktur Pengelolaan In-

formasi Administrasi Kependudukan (PIAK) pada Dukcapil Kemendagri Sugiharto. Dalam dakwaan disebutkan bahwa Husni Fahmi selaku Staf Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi mendapatkan sejumlah 150 ribu dolar AS dan Rp 30 juta dari proyek e-KTP. Husni adalah ketua tim teknis yang membawahi lima anak buah, sedangkan Johanes Marliem adalah penyedia produk Automated Finger Print Identification System (AFIS) merek L-1. ‘’Saya mendapat undangan lewat email dari Kemendagri, tapi ternyata Johanes Marliem adalah salah satu sponsor dalam acara itu,’’ tambah Husni. Husni menjelaskan dirinya mendapatkan uang 20 ribu dolar AS dari anggota timnya, Tri Sampurno saat di pesawat menuju ke AS. Ia lalu mem-

bagi uang itu 10 ribu untuk dirinya dan 10 ribu dolar AS untuk Tri. ‘’Kata beliau, honor sebagai keynote speaker, dan pembicara workshop, yang menyediakan pesawat dan hotel juga Johanes Marliem. Kami berangkat Minggu, pulang Senin, jadi 9 hari di sana,’’ ungkap Husni. Selanjutnya, Husni yang dilantik pada 10 Februari 2011 sebagai ketua tim teknis itu juga mengungkapkan sejumlah keganjilan dalam pengadaan eKTP. Misalnya sudah ada demo produk dari Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) sejak 2010 padahal Husni mendapat SK sebagai ketua tim teknis pada 11 Februari 2011. ‘’Bagaimana bisa ada demo produk di PNRI pada akhir 2010 padahal anggarannya saja belum diketok?’’ tanya jaksa penuntut umum KPK Abdul Basir. Hal. 19 Tidak Memenuhi

Bali Post/ant

SAKSI - Ketua Tim Teknis Proyek KTP Elektronik Husni Fahmi saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (17/4) kemarin.


denpasar

2

Selasa Pon, 18 April 2017

figur Hati-hati Bertransaksi

MARAKNYA pembobolan uang nasabah di ATM membuat pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) prihatin. Pasalnya, kehilangan uang di ATM kerap terjadi karena hipnotis, skiming dan kelincahan pelaku menukarkan kartu ATM nasabah. Kepala OJK Bali Regional VIII Bali Nusa Tenggara Zulmi mengimbau agar masyarakat berhati-hati ketika bertransaksi di ATM. Jika nasabah ingin bertransaksi di ATM, ia mengimbau untuk menggunakan ATM yang selalu dalam pengawasan dan pengamanan. ‘’Hindari jika ada pihak lain yang menawarkan bantuan ketika bertransaksi di ATM, apalagi memberikan nomor PIN kartunya kepada orang lain,’’ kata Zulmi, Senin (17/4) kemarin. Meskipun ATM dilengkapi dengan kamera CCTV, masyarakat diimbau tetap hatihati. ‘’Benar CCTV untuk meningkatkan keamanan para nasabah yang bertransaksi di ATM. CCTV juga berguna untuk merekam setiap aktivitas di ATM tersebut. Termasuk jika ada hal-hal yang tidak sesuai aturan,’’ paparnya. Menurut Zulmi, rekaman CCTV akan disimpan oleh bank sesuai SOP masing-masing. CCTV digunakan sebagai alat pengawasan dan bukti apabila ada hal-hal yang memerlukan bukti rekaman. Misalnya kejahatan di ATM, waktu melakukan transaksi dan lain-lain. (may)

Bali Post/eka

RUSAK - Beberapa bagian bangunan GOR Lila Bhuana, Denpasar mengalami kerusakan. Nampak salah satu sudut atap GOR Lila Bhuana terlihat terbuka, Senin (17/4) kemarin.

Investor Jerman Lirik Penanganan Sampah di TPA Suwung Denpasar (Bali Post) – Pascagagalnya PT Navigat Organic Energy Indonesia (NOEI) mengolah sampah menjadi energi listrik, sejumlah investor sudah sempat menyampaikan presentasi terkait pengelolaan sampah di TPA Suwung. Sedikitnya sudah ada 20 investor yang sempat menyatakan ketertarikannya mengolah sampah di TPA tersebut. Setelah dilakukan seleksi, kini sudah ada investor yang sudah siap mengolah tumpukan sampah yang makin menggunung tersebut. Ditemui seusai sidang paripurna DPRD Denpasar, Senin (17/4) kemarin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Denpasar I Ketut Wisada menyatakan sudah ada investor yang memastikan diri siap mengolah sampah di TPA. Investor itu dari Jerman. Menariknya, investor ini tidak meminta tipping fee. Sebelumnya banyak investor yang mundur gara-gara tipping fee. Wisada mengatakan, dipastikan dalam waktu dekat ini sudah bisa kerja sama. Hanya kerja samanya juga harus dengan pemerintah Sarbagita. ‘’Kami yakin ini bisa terealisasi dalam waktu dekat,’’ ujarnya. Menurut Wisada, penanganan sampah di TPA Suwung menjadi skala prioritas bagi DLHK Denpasar. Memasuki tahun 2017 ini, katanya, masalah yang mendapat perhatian DLHK adalah pengelolaan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Suwung. Terlebih setelah keluarnya Perwali Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Sampah, DLHK kini fokus menangani sampah dari depo hingga TPA. Sedangkan penanganan sampah di tingkat rumah tangga dilaksanakan dengan pola swakalola. Wisada menambahkan, pengelolaan sampah di TPA dinilai sangat urgen, karena produksi sampah di Denpasar terus meningkat. Bila sebelumnya hanya 2.700 meter kubik per hari, kini produksi sampah mencapai 3.500 meter kubik per hari. Jumlah ini akibat meningkatnya jumlah penduduk di Denpasar. Sementara itu, Sekretaris DLHK Denpasar Dewa Sayoga mengungkapkan, sejak 2016 lalu pola penanganan sampah mengalami perubahan yang signifikan. Bila sebelumnya dilakukan sepenuhnya oleh petugas DLHK (dulu DKP - red), kini mulai dilakukan dengan melibatkan peran serta masyarakat melalui desa/kelurahan. Penanganan sampah ini dilandasi dengan Perwali Nomor 11 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pengelolaan dan Pembuangan Sampah di Denpasar. Dalam Perwali disebutkan, masing-masing desa/kelurahan harus menyediakan satu tempat pembuangan sementara. (kmb12)

081 337 032 965, (0361) 819446 FM 96,5

DEWAN MINTA PENINGKATAN SARANA PARIWISATA Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com

Rampung, Berkas Kasus Dugaan Korupsi Perdin Mantan Sekwan

Denpasar (Bali Post) Kasus dugaan korupsi perjalanan dinas (perdin) DPRD Kota Denpasar segera memasuki babak baru. Pascavonis Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) DPRD Kota Denpasar I Gusti Made Patra dengan pidana penjara selama setahun, penyidik Kejari Denpasar sudah merampungkan berkas untuk tersangka mantan Sekwan DPRD Kota Denpasar I Gusti Rai Suta. Dikonfirmasi Senin (17/4) kemarin, Kajari Denpasar Erna Normawati Widodo Putri membenarkan bahwa berkas untuk tersangka Rai Suta sudah rampung. Dengan begitu, pekan ini akan dilakukan tahap II, yakni pelimpahan barang bukti, berkas dan tersangka ke jaksa penuntut umum. ‘’Jika tidak

ada halangan, Kamis tanggal 20 April lusa sudah kami lakukan pelimpahan,’’ katanya. Saat disinggung kemungkinan adanya tersangka lain, sebagaimana disebutkan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Denpasar bahwa sesuai perwali mereka yang bertanggung jawab adalah pihak yang melaksana-

kan perdin, Kajari Denpasar ini menegaskan bahwa yang paling bertanggung jawab adalah Sekwan DPRD Denpasar. Seperti diberitakan sebelumnya, berembus kabar bahwa ada dua pihak lain yang terseret dan namanya selalu muncul dalam kasus perdin ini, yakni travel yang mendapat tugas mengatur perdin dewan tanpa tender dan dewan sendiri selaku pelaksana perdin. Ada dua travel yang mengerjakan proyek perdin tersebut. Kajari Denpasar Erna Normawati Widodo Putri dalam menyikapi perkara ini berpendapat lugas bahwa dalam kasus ini sudah ada pengembalian kerugian keuangan negara yang nilainya Rp 2,2 miliar lebih. ‘’Menurut

kami, yang terpenting dalam kasus ini adalah adanya pengembalian Rp 2,2 miliar lebih. Ini patut diapresiasi,’’ ujarnya. Sebelumnya, PPTK I Gusti Made Patra dalam kasus perdin DPRD Kota Denpasar divonis bersalah oleh majelis hakim tipikor pimpinan Sutrisno. Dalam sidang yang berlangsung Kamis (30/3) lalu, terdakwa yang sebelumnya menjabat sebagai PPTK DPRD Kota Denpasar divonis atau dihukum selama setahun penjara. Hakim dalam amar putusannya juga menyatakan bahwa terdakwa tidak dibebankan mengganti kerugian keuangan negara Rp 2,2 miliar lebih, sebagai akibat perbua-

tan terdakwa. Alasannya, pihak DPRD Kota Denpasar sudah menitipkan kerugian itu sebelum masa tuntutan yang dititipkan lewat kejaksaan. Hakim juga menyatakan uang yang dititip itu dirampas oleh negara untuk selanjutnya dihitung sebagai pengembalian uang sebagai akibat kerugian negara. Dalam amar putusannya, hakim juga menyinggung bahwa yang mempunyai inisiatif perdin ini adalah Dewan Denpasar. (kmb37) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391

Realisasi PHR Naik

Dewan Minta Peningkatan Sarana Pariwisata Denpasar (Bali Post) – Realisasi Pajak Hotel Dan Restoran (PHR) yang dipungut Badan Pendapatan Daeran Kota Denpasar pada periode Januari–Maret 2017 meningkat bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini terjadi pada semua pajak, yakni hotel dan restoran. Bahkan pada April ini dipastikan juga mengalami peningkatan perolehan pajak di kedua sektor unggulan tersebut. Dikonfirmasi Senin (17/4) kemarin, Kepala Badan Pendapatan Kota Denpasar Dewa Semadi mengatakan, pada Januari 2017 tahun ini realisasi pajak hotel sebesar Rp 12,8 miliar, meningkat bila dibandingkan pada 2016 lalu yang

hanya mencapai Rp 11,9 miliar lebih. Demikian pula pada Februari 2017 dengan capaian Rp 11,7 milar lebih, sedangkan pada 2016 sebesar Rp 10,5 miliar. Hanya pada Maret terjadi penurunan yang sangat kecil bila dibandingkan pada 2016. Karena pada 2017 tercapai Rp 10.255.324.378 dan pada 2016 sebesar Rp 10.277.324.724. Sementara untuk April hingga awal bulan ini telah berhasil direalisasikan sebesar Rp 634 juta. Pada bulan ini dipastikan bisa melampaui tahun lalu yang hanya berhasil meraup Rp 10,5 miliar. Dewa Semadi menambahkan, untuk pajak restoran pada Januari 2017 tercapai Rp 7,5 miliar dan pada 2016 sebesar Rp 9,3 miliar

lebih. Disusul pada Februari 2017 berhasil diraup Rp 8,3 miliar, meningkat dibandingkan pada 2016 yang hanya Rp 6,4 miliar. Pada Maret 2017 terealisasi Rp 7,2 miliar, meningkat tajam dibandingkan 2016 yang hanya Rp 6,5 miliar. Untuk April 2016 terealisasi 6,4 miliar dan hingga awal bulan ini sudah berhasil direalisasikan Rp 1,3 miliar. Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Denpasar I Gede Semara menyambut positif kenaikan realisasi pajak hotel dan restoran tersebut. Namun, keberhasilan Badan Pendapatan Daerah meningkatkan pajak di kedua sektor tersebut harus diimbangi dengan pembangunan sarana dan prasarana di sektor pariwisata. Paling tidak ada timbal balik

yang bisa dilakukan agar perolehan pajak yang naik, juga sejalan dengan peningkatan sarana pariwisata di Denpasar. Gede Semara berharap Pemkot Denpasar melalui instansi terkait bisa melakukan pembangunan sarana pariwisata di kawasan Pantai Mertasari. Terlebih sudah ada penyerahan pengelolaan beberapa unit bangunan oleh pusat kepada daerah. Ditegaskan, pembangunan sarana pariwisata di Mertasari sangat strategis, mengingat potensinya cukup besar. Selain melengkapi sarana pariwisata, peningkatan destinasi di Pantai Mertasari ini juga sebagai pengembangan wisata di Sanur bagian utara. (kmb12)

Wali Kota Sampaikan LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2016

Rekomendasi Dewan Sebut Pembangunan Berjalan Baik Sesuai Target WALI Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Wali Kota I GN Jaya Negara menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir Tahun Anggaran 2016 pada Sidang Paripurna Ke-2 Masa Persidangan I di Gedung DPRD Kota Denpasar, Senin (17/4) kemarin. Agenda sidang yang dipimpin Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede ini diawali dengan pidato pengantar Wali Kota dibacakan Wakil Wali Kota I GN Jaya Negara dan dilanjutkan dengan pembacaan rekomendasi DPRD Kota Denpasar yang disampaikan I.B. Kompyang Wiranata. Sidang juga dihadiri Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Denpasar dan Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Pemkot Denpasar. Pidato pengantar Wali Kota yang disampaikan Wakil Wali Kota I GN Jaya Negara bahwa strategi pokok pembangunan Kota Denpasar yang ditetapkan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah

REKOMENDASI - Wakil Wali Kota I GN Jaya Negara menerima rekomendasi dari DPRD Kota Denpasar yang diserahkan Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede pada penyampaian LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2016 pada Sidang Paripurna ke-2 Masa Persidangan I di Gedung DPRD Kota Denpasar, Senin (17/4) kemarin. Daerah (RPJMD) Kota Denpasar tahun 2016-2021 telah menunjukkan hasil yang baik. Ditunjukkan dengan laju pertumbuhan ekonomi Kota Denpasar dari tahun ke tahun dalam arah yang positif. Tingkat pengangguran

mengalami penurunan dengan kondisi di tahun 2010 mencapai 6,57 persen dan tahun 2015 mencapai 3,54 persen dengan angka ini masih di atas ratarata capaian Provinsi Bali tahun 2015 yakni 1,99 persen. Sek-

tor pendidikan dengan angka rata-rata lama sekolah di tahun 2016 mencapai 11,03 tahun, yang menunjukkan program Wajib Belajar Sembilan Tahun telah dilampaui, dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di tahun 2016 mencapai 82,44 yang merupakan angka tertinggi di Bali. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Denpasar Tahun 2016 dirancang untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan masyarakat secara optimal berdasarkan pada efisiensi, efektivitas, tepat waktu dan penggunaannya dapat dipertanggungjawabkan. Sedangkan pengelolaan belanja daerah diprioritaskan untuk pelayanan dasar di bidang pendidikan, kesehatan dan fasilitas sosial serta fasilitas umum yang layak berdasarkan analisis standar biaya, standar harga dan tolok ukur kinerja. ‘’Rekomendasi yang telah disampaikan Dewan yang konstruktif akan kami kaji dan tindak lanjuti sesuai urgensi dan manfaatnya serta akan

dijadikan bahan acuan dalam rangka pelaksanaan program kegiatan yang telah ditetapkan maupun penyusunan dokumen perencanaan dan penganggaran pada masa berikutnya,’’ ujar Jaya Negara. Sementara itu, rekomendasi dewan yang disampaikan I.B. Kompyang Wiranata menyatakan bahwa kegiatan pembangunan tahun anggaran 2016 sudah berjalan baik sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Rekomendasi Dewan menyatakan Pemkot Denpasar dan Pemprov Bali agar melakukan koordinasi dan komunikasi berkaitan dengan infrastruktur yang menjadi tanggung jawab Pemprov Bali yang berlokasi di Kota Denpasar. Seperti kondisi trotoar yang sudah rusak, saluran drainase tersumbat yang mana Pemkot Denpasar tidak berdaya akibat kewenangan perbaikan dan pemeliharaan yang berada pada kewenangan Pemprov Bali. Dalam hal ini, masyarakat umum hanya mengetahui bahwa hal tersebut merupakan tanggung jawab Pemkot Denpasar. (ad1013)


BADUNG

Selasa Pon, 18 April 2017

3

Sosok

Konsolidasi Internal KINERJA Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Badung terus diawasi. Bahkan, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa mengumpulkan para asisten, staf ahli, kepala perangkat daerah, camat dan pegawai di lingkungan Pemkab Badung guna melakukan konsolidasi internal. Pejabat asal Desa Pecatu, Kuta Selatan ini mengatakan upaya tersebut untuk meningkatkan kinerja PNS dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. ‘’Kita harus dapat menumbuhkan budaya kerja dengan etos kerja yang baik dan disiplin tinggi, sehingga tujuan penyelenggaraan pemerintahan dapat terwujud,’’ katanya, Senin (17/4) kemarin. Menurut Suiasa, apel paripurna Pemkab Badung yang dilaksanakan setiap tanggal 17 merupakan media konsolidasi internal untuk menyatukan visi dalam pelaksanaan tugas. Kegiatan ini sangat penting untuk memperkokoh sinergi dan menyatukan visi dalam tugas. ‘’Apel bersama yang dilaksanakan pada tanggal 17 setiap bulan merupakan media yang efektif untuk membangun kebersamaan dan jiwa korsa yang merupakan revolusi mental yang harus dilakukan oleh segenap karyawan dan karyawati Pemerintah Kabupaten Badung,’’ katanya. Ia mengajak PNS di Pemkab Badung untuk mengembangkan rasa persatuan dan kesatuan, selalu menjaga dan mengembangkan secara positif rasa wirang, jengah dan satya. ‘’Ke depan, selalu berpikir harus lebih baik dari apa yang dapat dilakukan dan capai saat ini. Pegawai harus mempunyai tiga hal cepat dengan menumbuhkan rasa responsibilitas, cermat dan keakuratan,’’ tegasnya. (par)

Bali Post/wan

PETANI SEMANGKA - Seorang petani semangka di kawasan pertanian di Banjar Kedampal, Abiansemal, Badung sedang merawat tanaman semangkanya agar menghasilkan panen berlimpah.

Pendataan Akomodasi Wisata Molor Mangupura (Bali Post) –

Instruksi Bupati Badung Nyoman Giri Prasta untuk mendata keberadaan akomodasi wisata di Gumi Keris, Badung tak kunjung usai. Padahal, sesuai Perintah Bupati Badung Nomor 1 Tahun 2016, batas waktu atau deadline yang diberikan kepada para perbekel/ lurah untuk melakukan pendataan paling lambat 10 Oktober 2016 lalu. Kepala Dinas Pariwisata Badung I Made Badra membenarkan jika pendataan akomodasi wisata hingga kini belum rampung. ‘’Kami masih terus berproses untuk merampungkan data tersebut. Kami juga akan melakukan sistem jemput bola,’’ ujar Badra, Senin (17/4) kemarin. Mantan Kepala Dinas Perikanan Badung ini mengatakan, data akomodasi wisata di Badung sangat dibutuhkan untuk mengetahui data riil akomodasi yang berop-

Bali Post/dok

Bawa Mariyuana, Turis Jerman Ditangkap Mangupura (Bali Post) Bermula dari kecurigaan petugas bandara ditambah dengan endusan anjing pelacak, petugas Bea dan Cukai Ngurah Rai bersama Tim Interdiksi BNNP Bali membekuk turis asal Jerman berinisial PMS (30). Pria yang sehari-hari bekerja sebagai marketing ini ditangkap dengan barang bukti narkotika jenis mariyuana atau ganja seberat 1,53 gram brutto. Dia ditangkap di Bandara Internasioanl Ngurah Rai sekitar pukul 15.30 Wita, Sabtu (15/4) lalu. Dikonfirmasi Senin (17/4) kemarin, Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa mengatakan, tersangka dibekuk di Terminal Kedatangan International Bandara I Gusti Ngurah Rai. Tersangka tiba dengan menggunakan pesawat Cina Airline CI 771 dari Taipei tujuan Denpasar. Menurut Suastawa, awalnya petugas Bea dan Cukai mencurigai seorang penumpang laki-laki yang akan melewati X-ray. Pihak Bea dan Cukai serta Tim Interdiksi BNNP Bali kemudian melakukan pemeriksaan dengan anjing pelacak. Setelah diendus anjing pelacak, ternyata menunjukkan respons positif. Lalu dilakukan prosedur pemeriksaan dengan menggunakan mesin X-ray terhadap barang bawaan turis Jerman tersebut. Selanjutnya dilanjutkan pemeriksaan di ruangan pemeriksaan Bea dan Cukai. Pada saat dilakukan pemeriksaan terhadap tas punggung berwarna biru hitam abu-abu, ditemukan bungkusan aluminium foil berisi potongan tanaman kering berwarna cokelat kehijauan yang diduga sebagai sediaan narkotika jenis mariyuana atau ganja. ‘’Ketika ditimbang, beratnya 1,53 gram brutto,’’ ujar Suastawa. Dengan temuan barang bukti tersebut, petugas Bea dan Cukai berkoordinasi dengan Tim Interdiksi dan diserahkan ke BNNP Bali untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut. (kmb37)

erasi di wilayahnya, baik hotel, hotel melati, vila dan restoran di masing-masing desa dan kelurahan. ‘’Jika data telah rampung, kami siap untuk melakukan pembinaan terhadapat akomodasi wisata tersebut,’’ katanya. Berdasarkan data terakhir yang diterima dari laporan perbekel/lurah, kata Badra, usaha akomodasi wisata terbanyak adalah jenis usaha pondok wisata dengan 1.685 usaha, disusul 316 hotel nonbintang, 217 hotel bintang, 11 kondotel,

84 vila, 330 restoran, enam bar, 182 rumah makan, lima karaoke, sembilan live music, 12 diskotek dan 150 spa. Ditegaskan, Dinas Pariwisata Badung terus menggenjot perbekel dan lurah untuk segera mengirimkan data akomodasi wisata yang ada di wilayahnya. Bahkan, pihaknya akan memberlakukan sistem jemput bola guna mengamankan instruksi Bupati tersebut. Sesuai Perintah Bupati Badung Nomor 1 Tahun 2016, batas waktu terakhir yang diberi-

Transparansi Penggunaan Anggaran

Realisasi APBDes Dipampang Mangupura (Bali Post) – Tidak hanya pemerintah daerah yang menerapkan transparansi penggunaan anggaran. Sejumlah desa di Kabupaten Badung juga menerapkan hal serupa dalam penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Bahkan, sebagai bukti transparansi, pihak desa memampang penggunaan anggaran dalam baliho berukuran besar di setiap sudut desa.

Seperti halnya yang dilakukan perangkat desa di Desa Petang. Pemerintahan desa setempat memasang baliho tersebut awal April lalu. Perbekel Petang Wayan Suryantara mengatakan, pemasangan baliho APBDes ini sesuai amanat Permendagri tentang Desa. “Pemasangan baliho ini adalah salah satu wujud dari transparansi penggunan data yang didapat oleh pemerintah

desa,” ujar Wayan Suryantara, belum lama ini. Menurut Suryantara, dalam APBDes tertera pendapatan yang diterima desa serta penggunaan anggaran tersebut. Untuk pendapatan, pemerintah desa mendapatkannya dari dana desa, ADD, PHR dan pendapatan asli desa. Dana inilah yang diinformasikan kepada masyarakat. “Dalam APBDes tahun 2017, kami

kan kepada para perbekel/lurah untuk melakukan pendataan paling lambat 10 Oktober 2016. Mereka wajib melaporkan jumlah akomodasi wisata yang ada di desanya. Sebab, disinyalir banyak akomodasi bodong atau tak berizin telanjur beroperasi di Badung. Dalam instruksi tersebut, lurah dan perbekel wajib melakukan pendataan jumlah hotel bintang dan nonbintang, kondotel, rumah sewa, vila, pondok wisata, restoran/ bar/rumah makan, spa, hiburan malam (karaoke, live music/ diskotik) baik yang berizin maupun tak berizin yang berada di wilayah desa dan kelurahan masing-masing. Di sisi lain, anggota DPRD

mendapat anggaran Rp 11 miliar lebih. Dalam baliho ini, kami informasikan pendapatan yang diperoleh oleh desa dan pembiayaan. Untuk pembiayaan ini biasanya untuk penyelenggaraan pemerintah, pembangunan, pembinaan ke masyarakat, pemberdayaan ke masyarakat dan belanja tak terduga,” tegasnya. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Badung Putu Gede Sridana membenarkan jika pemasangan baliho informasi APBDes di setiap desa memang sesuai instruksi pemerintah pusat dan daerah. “Pemasangan baliho ini sekaligus bentuk kontrol

Badung I Gusti Anom Gumanti berpendapat, masyarakat takut menjadi objek pajak. Padahal, pemerintah hanya melakukan pendataan untuk mengetahui secara riil jumlah akomodasi maupun rumah kontrakan yang ada di Badung. ‘’Ini baru mendata, belum tentu merujuk pada pengenaan retribusi dan pajak. Lantas, kenapa mesti takut? Percayalah, tidak mungkin Bupati akan mencekik rakyatnya,’’ ujarnya. Politisi asal Kuta ini berharap aparat di desa tidak memanipulasi data. Terlebih, menyembunyikan data riil di lapangan. Sebab, validasi data ini penting untuk merumuskan kebijakan berkenaan dengan izin dan pajak. (kmb27)

terhadap penyelenggaraan pemerintah desa. Kami sarankan pemasangannya di sejumlah banjar dan pasar, sehingga masyarakat memahami dananya dibawa ke mana saja oleh perbekelnya,” ujar Gede Sridana, Senin (17/4) kemarin. Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) meminta APBDes harus dipublikasikan kepada masyarakat yang tertera semacam baliho yang dipampang di depan kantor desa. Upaya ini dilakukan agar masyarakat juga bisa melihat serta melakukan fungsi pengawasan. (kmb27)

Antrean RSUP Sanglah Membuat Pasien Tak Nyaman Ketidaknyamanan pelayanan di RSUP Sanglah tidak hanya soal parkir tetapi juga soal antrean loket dan poliklinik. Seperti yang terjadi Senin (17/4) kemarin, yang merupakan hari pertama setelah libur panjang hari raya, angka kunjungan yang tinggi pun tak terelakkan. Tampak antrean loket penuh sesak sejak pagi hari. Pengunjung ada yang terpaksa berdiri, duduk di selasar dan tangga. Seorang ibu asal Kediri, Tabanan yang sedang menggendong anaknya mengaku mengantre sejak pukul 06.30 Wita. Ia mengaku kelelahan karena lama mengantre sambil menggendong anak. Akhirnya, ia terpaksa duduk di selasar di sekitar loket sambil menunggu giliran. Menurutnya, anak angkatnya menderita hydrocephalus sehingga harus rutin kontrol ke RSUP Sanglah. ‘’Saya sudah dari pukul 06.30 di sini. Saya mendapat nomor antrean 350,’’ keluhnya. Gusti Ngurah Adi Bija Antara (9) asal Klungkung bersama ibu dan ayahnya juga sudah mengantre sejak pukul 06.00 Wita.

Sekitar pukul 09.00, ia telah selesai mengantre di loket. Setelah perjuangan panjang mengantre di loket, kini ia harus dihadapkan pada antrean panjang di poliklinik. Bocah itu mengalami patah tulang di siku tangan kiri sehingga harus dipasangkan pen. Sejak bulan Januari 2017, ia rajin melakukan kontrol. Pagi itu, Adi Bija tampak kelelahan. Ia berbaring di pangkuan ibunya. Mereka duduk di selasar karena tempat duduk telah penuh dengan pengunjung yang lain. Ibunya menuturkan, untuk melakukan kontrol saja bisa menghabiskan waktu seharian. Untuk mengantre di loket menghabiskan waktu 30 menit sampai 1 jam. Itu pun karena ia datang lebih pagi. Setelah mengantre di loket, selanjutnya mengantre di poliklinik orthopedi. Menurutnya, antrean poliklinik orthopedi cukup panjang. Sehingga ia memperkirakan selesai sekitar pukul 13.00 Wita. Ditambah dengan pemeriksaan tambahan berupa rontgen di laboratorium hingga pukul 14.00 Wita. Bahkan, ia

pernah mengantre hingga pukul 15.00 dan pukul 16.00. ‘’Kalau sudah pukul 15.00, sudah tidak bisa lagi rontgen. Jadi, harus kembali besok. Kadang bisa juga dirontgen sampai pukul 16.00 Wita, tapi hasilnya besok baru bisa diterima,’’ tuturnya. Karena itu, ia harus bolak-balik Klungkung-Denpasar untuk melakukan kontrol. Perbaikan layanan yang pernah diusahakan RSUP Sanglah sepertinya tidak membuahkan hasil. Seperti jam pelayanan yang diperpanjang hingga sore hari pukul 16.00 Wita, masih menyisakan masalah. Begitu juga pendaftaran online hingga kini belum dimanfaatkan maksimal oleh pasien. Pembagian dua loket pendaftaran juga masih menimbulkan ketidaknyamanan pasien. (may) ANTRE - Suasana antrean di loket pendaftaran RSUP Sanglah yang sangat panjang, Senin (17/4) pagi kemarin.

Bali Post/kmb42


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Capek jika Berutang

Octavia, murid Cipto Junaedy.

‘’TERIMA kasih Pak Cipto, saya Octavia, ibu rumah tangga, sekarang sudah bisa mengembangkan kompleks perumahan di Banyumanik, Jateng, tanpa utang. Kapan utang lunas? Jangan hanya jago sibuk, jadi contoh yang jelek untuk anak, yaitu hidup penuh utang. Jangan masuk akhirat bawa utang. Ikuti Mentoring Gratis + Konsumsi; ‘’Dalam 30 Hari Utang Bisa Lunas dan Nambah Rumah’’ bersama Cipto Junaedy, Pengajar Pola Hidup Tanpa Utang kepada berbagai kalangan (koran Investor Daily). Seminar diadakan Kamis, 20 April 2017 di Hotel Aston, Denpasar, Jalan Gatot Subroto Barat. Sesi pertama pukul 10.00 dan sesi kedua pukul 14.00 Wita. Ikuti Mentoring Gratis + Konsumsi. Gratis, kursi terbatas. Untuk pendaftaran, ketik SMS: Nama_Bali_Pilihan Sesi ke 081 357 311 979. Sudahkah Anda siapkan rumah, minimal untuk sejumlah anak, tanpa utang? Jika anak dua, rumah minimum tiga tanpa utang. Jika usia kepala tiga, rumah minimum tiga tanpa utang. Beri teladan yang baik untuk anak, hidup tanpa utang. Apa kelirunya orang berutang? Yaitu, bayar utang bersifat harus pasti, tapi sumber bayarnya tidak pasti. Anda akan dimentori agar dalam 30 hari utang bisa lunas dan nambah rumah. Juga diajar agar bisa mempunyai perumahan sendiri tanpa utang, bisa membeli tanah tanpa utang, bisa membangun tanpa utang, termasuk bagi yang sedang menjual rumah agar bisa bertemu kumpulan pembeli besar. Saksikan juga sharing dari mereka yang sudah dimentori dan telah berhasil punya perumahan sendiri tanpa utang. Ingat, jangan masuk akhirat bawa utang. Ikuti Mentoring Gratis + Konsumsi. Gratis, kursi terbatas. Untuk pendaftaran, ketik SMS: Nama_Bali_Pilihan Sesi ke 081 357 311 979. (br 1018)

Selasa Pon, 18 April 2017

Satpol PP Badung Imbau Turunkan Baliho Ucapan Hari Raya

SEHUBUNGAN dengan berlalunya Nyepi, Galungan dan Kuningan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung mengimbau baliho dan spanduk ucapan hari raya agar segera diturunkan. Aparat penegak perda ini memberikan batas waktu kepada para pemilik hingga Kamis (20/4) lusa. Satpol PP mengancam akan menurunkan paksa baliho dan spanduk yang ada bila pemilik tidak mengindahkan imbauan tersebut. Apabila terjadi kerusakan dalam pemberangusan nanti, Satpol PP tak akan bertanggung jawab. Sikap tegas ini dilakukan agar spanduk dan baliho kedaluwarsa tersebut tidak mengotori dan merusak estetika kawasan, apalagi Badung sebagai daerah tujuan wisata. ‘’Dalam rangka menjaga kebersihan dan keindahan kota, maka kami tegaskan agar pemilik baliho ucapan hari raya menurunkan sendiri balihonya. Bila sampai Kamis tidak diturunkan, kami yang akan menurunkan paksa secara serempak di enam kecamatan,’’ tegas Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpol PP Badung I Ketut Martha, Senin (17/4) kemarin. Menurutnya, sikap tegas yang dilakukan pemerintah ini tidak lain demi menjaga estetika kawasan. Ini sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 7 Tahun 2016 tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman

IMBAU - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung mengimbau kepada masyarakat dan ormas agar segera menurunkan baliho ucapan selamat hari raya sesuai batas waktu yang telah ditentunkan. Masyarakat. ‘’Maklum di Badung dan spanduk paling banyak di banyak wisatawan lalu-lalang Gumi Keris, Martha menyebut di jalan. Jika menemukan ada merata di semua kecamatan. pemasangan baliho yang lewat ‘’Kami sudah pantau ke lapanmomennya, pemerintah yang gan. Kalau kami perhatikan, dinilai tidak tegas,’’ katanya. pemasangan merata di enam Pejabat asal Karangasem itu kecamatan. Untuk itu kami sekali menambahkan, dari pengamatan tegaskan agar pemilik baliho bisa lapangan keberadaan baliho dan bekerja sama dengan pemerinspanduk ucapan hari raya yang tah,’’ ungkap Martha yang kini telah kedaluwarsa masih banyak didapuk menjadi Staf Ahli Bupati dijumpai di lapangan. Ditanya Bidang Pemerintahan, Hukum perihal lokasi pemasangan baliho dan Politik. (ad1017)

Mahasiswa STPBI ’’Training’’ di Jepang BRI Cabang Denpasar Serahkan Mobil dan Siap Diterjunkan di Dunia Industri Ambulans kepada Brimob Polda Bali

JEPANG adalah sebuah negara kepulauan di Asia Timur yang menarik 8,3 juta pengunjung asing tahun 2008. Selain memiliki empat musim yang menawan, di bidang pariwisata Jepang juga menawarkan harmoni antara budaya tradisional dan kecanggihan teknologi, sehingga memberikan pengalaman yang berbeda dengan yang lain. Untuk itu, Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) membuka program training di Jepang guna memberikan bekal pengalaman internasional kepada mahasiswa. STPBI merupakan salah satu kampus perhotelan di Bali yang memiliki kerja sama yang luas dengan industri perhotelan. Kampus STPBI bekerja sama dengan Agen Japan Indonesia Program Akademik (JIPA Bali) yang merekrut mahasiswa untuk training di negara Sakura. Kerja sama berikutnya direncanakan dengan Osaka University. Selain itu, STPBI bekerja sama dengan Amerika Serikat dan Spanyol. Selection the job training sangatlah ketat karena mahasiswa harus menguasai bahasa Jepang dalam berkomunikasi dan mahasiswa yang training di sana beruntung karena biaya yang dikeluarkan sedikit. Kelebihan dari on the job training ini adalah para mahasiswa mendapatkan pelajaran bahasa Jepang dan memiliki peluang kerja yang banyak. Mahasiswa yang ingin training di sana harus telah mempelajari mata kuliah bahasa Jepang di kampus selama dua semester. Jangka waktu training enam bulan sampai satu tahun, namun yang lebih dipilih adalah jangka waktu satu tahun. Mahasiswa dari STPBI yang telah

on the job training di Jepang tercatat Ni Nyoman Rima Nur Wanda, I Putu Ogi Wirayada, A.A. Ngurah Satrya Wibawa dan Muhamad Zainulloh dari jurusan D-3 MTB yang ditempatkan di food production hotel-hotel setempat. Sementara Ni Nyoman Rima Nur Wanda telah berangkat tahun lalu dan akan kembali Juni tahun ini. Selain itu, mahasiswa STPBI baru saja mengikuti interview untuk program on the job training yang diadakan setiap tahun. Sebanyak 125 mahasiswa mengikuti seminar dan interview dari The Oberoi Hotel Bali, Seminyak, pukul 11.00 Wita di ruang audiotorium kampus STPBI SPB. Mereka di-interview Putri Melati selaku training manager. Pada periode April-Mei 2017 akan ada 15 hotel di Bali yang melaksanakan sosialisasi dan interview training sekaligus merekrut mahasiswa STPBI SPB untuk melakukan on the job training di sejumlah hotel. Hotel-hotel tersebut adalah The Oberoi Hotel Bali Seminyak, The Ellysian Seminyak,

Four Season Resort Jimbaran dan Sayan, Archipelago (Aston, Neo, Fave, Quest, Harper), Padma Seminyak, Hard Rock Hotel, Anvaya Group, The Samaya Seminyak, Sheraton Kuta, The Bale Nusa Dua, The Ritz Carlton Nusa Dua, Wyndham Hotel Gianyar, Movenpick Resort & Spa Jimbaran Bali, The Kana Kuta Hotel dan Sanur Paradise Plaza Hotel. Hal ini merupakan bukti nyata bahwa mahasiswa STPBI/SPB siap diterjunkan di dunia industri pariwisata mengingat keunggulan dari training yang didapatkan di Jepang antara lain bisa berbahasa Jepang, peluang kerja yang luas dan para alumni tidak perlu khawatir mendapatkan pekerjaan. STPBI juga memiliki program training ke AS menggunakan visa J1 (program on the job training) dan memegang lisensi untuk memberangkatkan mahasiswa training ke AS. Kerja sama STPBI dengan industri perhotelan di dalam dan luar negeri merupakan hal yang sangat baik. (ad1016)

BAHASA JEPANG – Sejumlah mahasiswa STPBI mempelajari mata kuliah bahasa Jepang sebelum menjalani training di negara ini.

DPD-RI Hadiri Lokasabha PHDI Bali

Senator Wedakarna Minta Rakyat Dukung PHDI Bina ’’Palemahan’’ Bali

SEBAGAI wujud dukungan lembaga negara DPD-RI terhadap eksistensi Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali, anggota DPD-RI Utusan Provinsi Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III hadir dalam acara Lokasabha PHDI untuk memilih pengurus periode 2017–2022. Terpilih sebagai Ketua PHDI Bali periode 2017–2022 Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana. Kehadiran Senator Indonesia ini di Sekretariat PHDI Bali sebagai wujud bersatunya energi para tokoh Hindu Bali untuk mendukung PHDI secara sah, mengingat PHDI Bali memiliki beban dan tanggung jawab berat untuk mengajegkan agama Hindu di Indonesia. ‘’Saya senang dan berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bali membantu PHDI Bali memiliki sekretariat yang megah dan bisa mengadakan acara di gedung milik sendiri, ini bagus. Ke depan

anggaran dari Pemprov Bali untuk operasional PHDI Bali agar ditingkatkan. Cuma saya sayangkan di acara organisasi tertinggi (Lokasabha Lembaga Hindu) ini, Gubernur dan Wakil Gubernur Bali tidak hadir. PHDI harus diberi perhatian lebih secara politik anggaran,’’ ungkap Senator Wedakarna usai menghadiri upacara pembukaan Lokasabha PHDI. Ia berharap PHDI lebih militan dalam memperjuangkan hal–hal terkait kebangsaan dan ekonomi. ‘’Di Bali yang mayoritas Hindu, tentu di beberapa wilayah Ketua PHDI menjadi Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Saya minta PHDI lebih berani menyuarakan kepentingan umat. Jangan mau kalah pamor dengan lembaga agama lainnya. Lihat saja di Jakarta dan beberapa provinsi lainnya, lembaga agama mayoritas sangat lantang bersuara dalam membela umatnya. Ini perlu ditiru oleh PHDI,’’ katanya.

LOKASABHA PHDI – Senator RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (kiri) bersama Ketua Umum PHDI Wisnu Bawa Tenaya saat Lokasabha PHDI Provinsi Bali.

Senator Wedakarna mengharapkan PHDI Bali lebih memprioritaskan pembinaan terkait kebangsaan, masalah ekonomi (satyagraha) dan palemahan umat Hindu, khususnya mengedukasi agar mampu bersaing dan berdikari. ‘’Di sinilah perlu personel yang mumpuni selain PHDI tetap memberikan pencerahan terkait hal–hal bersifat tatwa, susila dan upacara,’’ ujar President World Hindu Youth Organization (WHYO) ini. Ia memandang tantangan umat Hindu di Bali semakin berat, tetapi yakin generasi muda Hindu semakin sadar akan pentingnya eksistensi budaya Bali saat ini. ‘’Saya amati masalah umat Hindu secara internal sudah mulai berkurang dan sekarang semakin bersatu, hampir tidak ada masalah berarti. Ini semua karena desa adat di Bali sebagai garda Hindu di wilayahnya. Tantangan semakin besar justru muncul di eksternal umat Hindu, seperti kasus pelecehan tari Bali, pemukulan pecalang, pelecehan Nyepi dan sejumlah kasus yang disebabkan oleh distoleransi. Belum lagi masalah ekonomi Hindu yang mendapat tantangan berat dari predator Bali,’’ tegasnya. Gusti Wedakarna mengharapkan umat Hindu dan lembaga-lembaga Hindu bersinergi agar kedaulatan Bali terutama di bidang ekonomi tercapai. Menjaga tradisi dan seni budaya membutuhan harta yang tidak sedikit. Belajarlah dari kekalahan leluhur Hindu Majapahit yang dipaksa mundur di tanah Jawa karena urusan ekonomi. ‘’Jika ekonomi Bali bangkit, agama Hindu akan bertahan. Kami sebagai anggota DPD-RI utusan Bali mendukung setiap program PHDI,’’ sebut putra (swagi) Shri Wedastera Suyasa yang merupakan salah satu pendiri PHDI

SERAHKAN BANTUAN – Pemimpin BRI Cabang Denpasar Gajah Mada Subechan (kanan) menyerahkan bantuan satu unit ambulans kepada Komandan Satuan Brimob Polda Bali Kombes Pol. Laksana. BRI Cabang Denpasar Gajah mengingat latihan yang dilakuMada menyerahkan CSR berupa kan berat sehingga membutuhmobil ambulans kepada Satuan kan ambulans yang siaga. Brimob Polda Bali, Rabu (12/4) ‘’Anggota Satuan Brimob patut lalu. Bantuan CSR ini merupakan bersyukur karena menerima banbentuk implementasi tagline ‘’BRI tuan satu unit hibah ambulans. Peduli Bangga Ber-Indonesia’’. Ini membuktikan hubungan baik Komandan Satuan Brimob yang selama ini telah dibangun. Polda Bali Komisaris Besar Polisi Banyak kegiatan di dalam dan di Laksana, S.IK. mengapresiasi luar, baik untuk mendukung kegbantuan CSR dari BRI Denpasar. iatan internal maupun pelayanan Ambulans sangat penting untuk ke masyaarakat membutuhkan memenuhi kebutuhan latihan ambulans,’’ bebernya. utamanya bagi anggota Brimob, Selama ini pihaknya hanya

meminjam dan memakai ambulans milik Polda Bali. Dengan bantuan ambulans dari BRI Cabang Denpasar, pihaknya tidak perlu lagi memakai ambulans Polda karena telah memiliki sendiri. Tidak hanya untuk kebutuhan anggota tetapi juga keluarga anggota. Selain itu untuk melayani masyarakat sekitarnya. Pemimpin BRI Cabang Denpasar Gajah Mada, Subechan, mengatakan BRI memberikan bantuan CSR sesuai kebutuhan. Bentuknya tidak hanya ambulans. ‘’Kalau di Brimob, ambulans dapat digunakan untuk layanan kesehatan, baik layanan kesehatan kepada anggota maupun masyarakat sekitarnya,’’ katanya. Ia melihat Brimob selama ini tidak hanya menjaga keamanan tetapi juga ikut membantu dalam penanggulangan bencana, sehingga CSR ambulans sangat tepat diberikan. BRI juga memberikan CSR dalam bentuk lain. ‘’Bantuan ke pendidikan paling sering,’’ ungkapnya. Sebelumnya BRI memberikan CSR untuk operasi katarak di Kodam. ‘’BRI Gajah Mada sudah memberikan bantuan yang besarbesar dua kali, kalau yang kecilkecil lebih banyak lagi,’’ jelas Subechan. (ad1014)

Anna Mariana Gabungkan Desain Bali dan Betawi

PERANCANG tenun dan songket Anna Mariana bersama sang suami Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha, S.H., M.S., M.Sc. menerima kunjungan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono di dua lokasi binaan tenun dan songketnya di Bali, 12 April 2017. ‘’Hari ini Pak Gubernur berkunjung ke Putri Ayu dan Mengah Agung. Ini merupakan dua dari 64 lokasi binaan yang kami miliki di Bali. Pilihan ini hanya karena alasan kepraktisan. Mengingat durasi waktu Pak Gubernur yang pendek, kami pilih lokasi yang tidak memakan lama untuk perjalanan,’’ ujar Anna di kawasan Sukawati, Gianyar. Kunjungan ini diagendakan di sela-sela jadwal rapat kerja dengan para wali kota se-DKI di Bali. ‘’Pak Sumarsono mampir untuk melihat proses pembuatan tenun dan songket Betawi yang kami kerjakan sejak Desember tahun lalu. Pekerjaan menenun tidak bisa dilakukan cepat-cepat, karena hand made, semua dikerjakan dengan tangan. Target kami saat ulang tahun Jakarta bulan Juni, karya tenun Betawi sudah bisa diselesaikan,’’ tambah Anna. Sumarsono cukup puas melihat hasil tenun dan songket yang dikerjakan oleh penenun binaan Anna Mariana. Meski bukan seniman, ia mengusulkan agar dibuat ragam desain yang lebih banyak untuk tenun Betawi. ‘’Kalau bisa, tolong buatkan kain tenun dengan desain satu ikon Betawi saja. Misalnya hanya ada kepala ondel-ondel atau ornamen gigi balang, namun dibuat penuh dalam satu kain,’’ ujarnya. Ia memberikan ide membuat desain baru untuk kain Betawi, yakni kain akulturasi. Untuk tahap awal memadukan desain Bali dan Betawi dalam satu kain. Sumarsono mengaku sudah membicarakan hal ini dengan Gu-

bernur Bali I Made Mangku Pastika. ‘’Saya namakan kain Babe, singkatan dari Bali dan Betawi. Betawi sebelum ini sudah punya batik. Ini akan tetap dan terus ada serta mutunya ditingkatkan lagi. Saya akan buat langsung pergub kain Babe besok pagi,’’ ungkapnya. Soal desain Babe, Sumarsono menyerahkan sepenuhnya kepada seniman binaan Anna dan Tjokorda. ‘’Penerbitan peraturan gubernur ini sekaligus untuk menegaskan budaya Betawi yang sangat terbuka. Dari dulu budaya Betawi tumbuh dan berkembang dari akulturasi antara Cina, India, Arab, Melayu dan lain-lain. Betawi asli sebenarnya tidak ada. Adanya akulturasi,’’ jelasnya. Sumarsono menyebut ada dua kelebihan jika kain Babe jadi direalisasikan. Dalam karya ini akan ada perpaduan lintas suku antara Bali dan Betawi serta lintas agama antara Islam dan Hindu. Ini memberikan khazanah pluralisme Jakarta dan memperkuat NKRI. Anggarannya bisa diprogramkan dari APBD. Bamus Betawi akan mengawal dan merumuskan kain

Babe dengan lebih detail. Ketua Bamus Betawi Zainuddin mengaku kagum dan menyambut baik ide Sumarsono yang mendadak, namun cemerlang. ‘’Bamus Betawi menangkap ini sebagai sebuah pikiran luar biasa dalam perspektif nasional. Ada lintas budaya, agama dan etnik. Insya Allah, Babe akan menjadi budaya mercusuar di negara kita,’’ sebutnya. Anna Mariana bangga menyambut ide Sumarsono. ‘’Saya akan gerakkan perajin binaan untuk mendukung ide ini. Kain Babe bisa dikembangkan dan dipasarkan di Jakarta dan Bali,’’ tuturnya. Pergub untuk kain Babe bakal menjadi lampiran untuk karya tenun yang sedang didaftarkan ke UNESCO. Anna memang berjuang mendaftarkan tenun dan songket agar mendapat pengakuan yang sama seperti batik dan dimasukkan dalam daftar representatif sebagai Budaya Tak Benda Warisan Manusia (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity). (pik/k250)

Bali Post/pik

SAMBUT - Plt. Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono (tengah) disambut selempangan kain oleh Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha (kiri) dan istri Anna Mariana di lokasi binaan tenun dan songket di Sukawati, Gianyar.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


Selasa Pon, 18 April 2017

A K T I V I T A S

Lima Terapis Belanda Kunjungi Klinik Sada Jiwa

S E R E M O N I A L C E R I T A S U K S E S S T R A T E G I P R O F I L E S E J A R A H D I C A T A T D I S I N I

info seremoniAL

BANTU - Tim HAN University Belanda (kiri) membantu pengembangan Community Rehabilitation di Klinik Sada Jiwa. KLINIK Sada Jiwa mendapat Klinik Sada Jiwa dr. I Gede Wiryana kunjungan lima terapis dari Be- Patra Jaya, M.Kes. mengatakan landa. Kunjungan ini dalam rangka pihaknya sedang memantapkan melihat dan memberikan pelatihan program rehabilitasi. Maka dari kepada pasien di Klinik Sada Jiwa. itu berbagai masukan diterimanya Mereka adalah Renske Huijs (oku- termasuk dari pihak luar negeri. Di pasional terapi), Anne Krabben Borg Belanda, program rehabilitasi disebut (fisioterapi), Tanita Hofmans (fisiot- Community Rehabilitation. erapi), Celina Boogaard (okupasional Orangtua (lansia) adalah orang terapi) dan Carli Zegers (okupasional yang membutuhkan rehabilitasi. terapi). Orangtua berpotensi mengalami Klinik Sada Jiwa juga sebagai kekakuan otot, sehingga diperlukan laboratorium untuk menggodok latihan fisik. Di Indonesia, latihan perkembangan terbaru khususnya ini bisa berupa senam lansia, senam ilmu rehabilitasi. Setelah itu dapat jari, senam otak, senam menelan dan dibagikan ke klinik yang lain. Pemilik senam kaki.

Dengan kedatangan terapis dari Belanda tersebut, ia berharap dapat menyerap masukan yang banyak untuk pengembangan rehabilitasi di Klinik Sada Jiwa. Layanan untuk orangtua merupakan salah satu layanan unggulan di klinik ini, dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup orangtua. ‘’Saya tidak mengatakan umurnya menjadi lebih panjang, tapi dengan latihan kualitas hidupnya akan lebih baik sehingga bisa mandiri, mengurus dirinya sendiri,’’ tandasnya. Untuk kualitas hidup lebih baik diperlukan latihan tubuh, asupan gizi yang seimbang dan istirahat yang cukup. Ratusan lansia yang menjalani program di Klinik Sada Jiwa mendapatkan pelayanan dan edukasi tentang itu. ‘’Mereka (terapis Belanda) antusias melihat karena di sana (Klinik Sada Jiwa) sudah ada kelompok. Satu kelompok terdiri atas 50 orang,’’ ungkap Wiryana Patra Jaya. Klinik Sada Jiwa mempunyai 9.000 peserta BPJS, baik lansia, anak-anak maupun dewasa. Sebanyak 200 di antaranya lansia yang rutin mengikuti latihan. Kelompok lansia ini menjalani latihan setiap hari Kamis dan Minggu. Namun, ia berharap pasiennya dapat menjalani latihan tiga kali seminggu. Selain melakukan latihan, pasien juga menjalani pemeriksaan kesehatan. ‘’Kalau yang ikut program pagi dapat sarapan. Ada juga yang ikut program sore,’’ imbuhnya. Para terapis Belanda memberikan pemanasan sebelum melakukan latihan. Tahapan latihan diberikan agar nantinya pasien dapat melakukannya sendiri di rumah. ‘’Walaupun sambil duduk, orangtua bisa melakukan senam jari atau senam kaki agar lebih lentur dan peredaran darah lancar. Makan suplemen saja tidak cukup. Suplemen kan masuk ke darah. Kalau darah tidak beredar, juga tidak bagus,’’ jelasnya. Wiryana Patra Jaya memantapkan kliniknya karena jumlah orangtua di Bali semakin banyak dan penderita stroke semakin bertambah. Dengan meningkatnya kasus, menurutnya, RS tidak bisa melakukannya sendiri, sehingga peran klinik dan puskesmas harus dimaksimalkan. (ad1010)

New Honda CBR150R Tampil Lebih Agresif dengan Warna Baru

PT Astra Honda Motor (AHM) memperkenalkan pilihan warna dan stripe baru untuk New Honda CBR150R, sehingga tampil lebih agresif dan gagah serta membangkitkan jiwa balap melalui performa unggul berkonsep ‘‘Total Control’’. New Honda CBR150R tampil semakin segar lewat dua pilihan warna baru yang memikat dengan tema desain berkonsep speedy shape, yaitu Victory Black Red dan Slick Black White. Stripe baru juga disematkan pada dua varian warna ini. Sementara AHM tetap mempertahankan varian balap dari New Honda CBR150R, yaitu Honda Racing Red dan Repsol Edition yang digemari pencinta dan pengendara motor sport. Direktur Pemasaran AHM, Thomas Wijaya, mengatakan sejak diperkenalkan pada awal tahun lalu, New Honda CBR150R sangat diminati oleh para pengendara motor sport di Indonesia. Penerimaan masyarakat untuk motor ini meningkat 26,1% sepanjang tahun 2016. ‘’Untuk para pencinta motor sport sejati, kami menghadirkan New Honda CBR150R dengan konsep

Total Control yang dapat membuat konsumen merasakan kemudahan mengendalikan motor ini di segala kondisi dan menghasilkan kecepatan dan kelincahan mumpuni di segala lintasan. Kami juga memperkenalkan pilihan warna dan stripe baru yang akan memperkuat jiwa balap pemiliknya melalui desain yang agresif,’’ kata Thomas Wijaya. New Honda CBR150R mampu memberikan handling sempurna di segala jenis jalanan, serta didukung torsi yang memberikan kenyamanan serta kemudahan bermanuver dalam penggunaan harian di perkotaan. Model ini dilengkapi evolusi performa dan desain agresif yang berorientasi pada kecepatan, serta garis aerodinamis tegas dan tajam yang diperkaya fitur racing yang sesungguhnya. New Honda CBR150R dibekali inovasi chassis yang menghadirkan keseimbangan optimal, ketinggian tempat duduk yang diatur untuk kenyamanan serta pengendalian yang sempurna, serta penyematan fitur canggih dan posisi berkendara layaknya pembalap sejati. Sisi depan New Honda CBR150R

New Honda CBR150R

tampil lebih rendah dan ramping sehingga memberikan pandangan lebih bebas bagi pengendara dan merasa lebih dekat dengan jalanan. Desain tampilan kokpit hadir dengan panelmeter yang lebih ramping dilengkapi indikator digital yang mudah dilihat dan Aeroplane Fuel Cap, serta All LED System semakin mempertegas karakter racing yang agresif. Keseluruhan pengembangan ini tidak hanya untuk tampilan yang lebih baik, namun juga membuatnya lebih mudah dipakai bermanuver karena bobot yang lebih ringan dan diarahkan ke titik pusat. New Honda CBR150R mampu melesat optimal di jalan dan sirkuit dengan mengusung mesin 150cc DOHC-6 kecepatan, 4-valve, berpendingin cairan (liquid-cooled). Performa tingginya menghasilkan tenaga 13,2 kw (18 PS)/9.000 rpm dan torsi 14,4 Nm (1,47 kgf.m)/7.000 rpm yang membuat pengendara nyaman bermanuver di jalanan. Model sport Honda ini tetap hemat bahan bakar dengan konsumsi mencapai 39,72 km/liter dengan metode pengetesan EURO 3 yang dilakukan perusahaan berdasarkan metode ECE R40. Hal ini diperoleh berkat aplikasi dari teknologi minim gesekan yang meminimalkan pemakaian bahan bakar namun tetap bertenaga. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) pada periode Januari-Februari 2017, New Honda CBR150R tercatat diminati masyarakat 14.983 unit atau melonjak 99,2% dari periode yang sama tahun 2016, yaitu 7.521 unit. Model ini memberikan kontribusi 33,9% dari total penjualan motor sport Honda periode Januari-Februari 2017 sebanyak 44.145 unit. Dengan penerimaan New Honda CBR150R yang sangat baik ini, jajaran motor sport Honda membukukan kenaikan penjualan 20,1%. (bns1)

Gadis 14 Tahun Diperkosa Tujuh Pemuda di Karangasem Amlapura (Bali Post) – Seorang gadis berusia 14 tahun asal Kabupaten Karangasem yang hilang beberapa hari akhirnya ditemukan. Ternyata wanita berinisial YN ini diperkosa tujuh orang pemuda di dua tempat kos berbeda. Sebelum diperkosa, korban sempat disekap. Kejadian tragis itu bermula ketika korban meninggalkan rumahnya, Kamis (6/4) lalu. YN yang dijemput seorang pemuda pergi tanpa pamit. Lama tidak pulang membuat pihak keluarganya resah. Setelah sekian hari dicari, korban akhirnya ditemukan di sebuah kamar kos di Gang Mawar, Jalan A. Yani, Lingkungan Galiran, Kelurahan Subagan, Karangasem, Kamis (13/4). YN ditemukan oleh kakaknya, LH (18), dan temannya FK sekitar pukul 11.00 Wita. Ketika itu korban

tengah bersama seorang laki-laki tak dikenal dan seorang perempuan. Dari rumah kos-kosan itu korban kemudian dibawa pulang. LH yang curiga langsung mencecar adiknya dengan pertanyaan. Korban kemudian mengakui bahwa selama meninggalkan rumah dirinya disekap orang tak dikenal di kos-kosan. Salah seorang pelaku bahkan sempat mengancam akan menjual korban kepada laki-laki hidung belang. Dua hari berselang korban juga menceritakan kejadian yang dialaminya kepada ayahnya, HB (60). Korban meninggalkan rumah pukul 23.00 dijemput salah seorang pelaku yang ternyata pacarnya. Di kos-kosan tempat ditemukan, YN ditelanjangi dan disetubuhi. HB selanjutnya melaporkan kasus ini ke Mapolres Karangasem. Berdasarkan hasil penyelidikan,

polisi berhasil menangkap tujuh pelaku. Mereka adalah GS (21) asal Bebandem, APW (23) dari Abang, PB (17) asal Bugbug, KA (20) dari Bugbug, DRP (19) asal Kecicang, JK (20) dari Kecicang dan AI (17) asal Bebandem. ‘’Beberapa pelaku mengakui perbuatannya. Kasusnya masih dalam pengembangan,’’ ujar Kapolres Karangasem AKBP Sugeng Sudarso, Senin (17/4) kemarin. Ketujuh pelaku mengaku menyetubuhi korban secara bergiliran. Salah satu pelaku adalah pacar korban yang juga pemilik kos-kosan. Untuk mengungkap tuntas kasus ini, polisi juga sudah mengamankan beberapa barang bukti di antaranya kasur dan bantal yang dipakai saat pelaku beraksi. ‘’Masih ada kemungkinan pelaku baru. Kasus ini kami kembangkan terus,’’ ungkap Kapolres. (kmb)

5

Klinik Jnana Marga

Balian Pikiran

MEMILIKI dorongan seks yang relatif lebih tinggi dibandingkan wanita, pria selalu disebut–sebut sebagai makhluk penggila seks. Dari kondisi ini, diharapkan pria lebih aktif di atas ranjang. Namun, secara sadar atau tidak ternyata wanita tak beda dibandingkan pria. Wanita memiliki hasrat yang tak kalah dengan pria. Masalah mulai terjadi ketika suami tidak mampu lagi menunjukkan kehebatan permainan rahasia ini, meski istri sudah melakukan berbagai macam cara untuk membangkitkan gairah suaminya. Hal ini menjadikan banyak wanita merasa tak becus merangsang pasangannya. Bahkan beberapa wanita bisa hilang kepercayaan diri untuk bercinta. Padahal penyebab gangguan tersebut bukan melulu salah istri. Ereksi atau kondisi penis mengeras saat terangsang sering menjadi perhatian pria. Permasalahan ereksi, seperti kesulitan ereksi atau berkurangnya kekerasan ereksi, kerap kali mengganggu pria saat bercinta. Walaupun suami masih muda, banyak hal dapat menjadi penyebab. Salah satunya akibat ketakutan yang besar, kesehatan atau berbagai macam masalah bahkan kekacauan pikiran. Hal tersebut memengaruhi sebagian otak besar manusia sehingga ketidakmampuan terjadi. Grand Master Metafisika Indonesia, ahli seksual dan terapis Klinik Jnana Marga, I Nengah Edy Warsita, kini siap membagi ilmunya dengan membuka pelatihan atau aktivasi energi seksual. Metafisi-

I Nengah Edy Warsita ka adalah sebuah kekuatan yang terletak pada mental, akal pikiran, hati, jiwa dan semua fisik/tubuh manusia. Energi yang bersumber dari alam yang tersebar di alam semesta dapat digunakan dan diserap melalui pernapasan dan pembangkitan semua cakra dalam tubuh. Jika manusia bisa membangkitkan kinerja semua unsur tubuh tersebut, mereka memiliki kekuatan yang sangat dahsyat atau luar biasa. Menurut Owner Klinik Jnana Marga dan Training Centre Metafisika Indonesia Bali yang beralamat di Jalan Gatot Subroto I, Gang Jnana (1 km arah utara Apotek Anugrah) Denpasar, telepon 085102111600 ini, energi metafisika memiliki banyak sekali manfaat. Setelah melakukan aktifasi energi ini, seseorang bisa menyembuhkan dirinya sendiri. Menyembuhkan berbagai keluhan atau penyakit dalam dirinya. Salah satunya mengatasi masalah seksual yang dialaminya, yaitu mengatur atau mengendalikan ejakulasi

sesuai yang diinginkan, memperkeras dan tahan lama. Bagi pria yang ingin memberikan kebahagiaan sempurna dan surga dunia bagi pasangannya, Klinik Jnana Marga dengan metode terapi Janur Sakti dan Piramida, yaitu penggabungan metode terapi tradisional dan modern dengan energi janur dan kekuatan energi piramida, akan membantu menyembuhkan dari berbagai macam masalah kesehatan seksual, seperti disfungsi ereksi, ejakulasi dini, libido rendah/ kehilangan libido, hyperseksual (menyeimbangkan energi seksual), infertilitas (susah memiliki anak), menambah ukuran Mr. P. dan lain–lain. Selain itu, mampu menangani, memperbaiki dan menenangkan pikiran yang kacau dan menyembuhkan pikiran– pikiran yang sakit yang fokus ditangani oleh ‘’Balian Pikiran’’. Semua terapi dilakukan menggunakan metode modern dan ilmiah. Terdaftar di Dinas Kesehatan Denpasar dengan izin Nomor 448.3/3.PT.29.VI.12/Diskes dan tergabung dalam Ikatan Pengobatan Tradisional Indonesia (Ipatri). Kini juga telah dibuka Jnana Marga Training Centre Metafisika Indonesia Bali untuk memberikan pelatihan dan aktivasi energi metafisika guna menyembuhkan berbagai macam penyakit yang ada dalam diri. Beralamat di Jalan Gatot Subroto I, Gang Jnana (1 km arah utara Apotek Anugrah) Denpasar, telepon 085102111600. Buka setiap hari mulai Senin sampai Sabtu pukul 10.00–17.00 Wita. (ad1019)

Tabanan (Bali Post) – Rindam IX/Udayana menyelenggarakan penutupan pendidikan pertama Tamtama TNI-AD gelombang II tahap I tahun anggaran 2016 di Lapangan Wira Yudha Bhakti Mako Rindam IX/ Udayana, Tabanan, Senin (17/4) kemarin. Pendidikan pertama calon tamtama ini dibuka Desember 2016. Kurang lebih empat bulan lamanya para siswa digodok, digembleng dan dibina yang nantinya mengantarkan mereka menuju perubahan status dari sipil menjadi TNI-AD yang profesional. Para siswa dibekali berbagai pengetahuan dan keterampilan, baik yang berkaitan dengan penanaman disiplin, pembinaan mental, akademik, pembinaan jasmani maupun pengetahuan dan keterampilan

militer dasar. Pada kesempatan tersebut, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak, S.IP., M.Sc. selaku inspektur upacara melantik 366 orang Tamtama TNI-AD gelombang I tahap II tahun anggaran 2017. ‘’Setelah dilantik menjadi Tamtama TNI Angkatan Darat tentunya status kalian mengalami peralihan dari kehidupan sipil ke dalam kehidupan militer. Peralihan status ini tidak sekadar ditempuh dengan tempaan fisik dan akademis yang berat, tetapi yang lebih penting adalah tumbuhnya sikap, mental dan jati diri sebagai seorang prajurit rakyat, pejuang, nasional dan profesional,’’ ujarnya. Pangdam minta kebanggaan ini dijadikan sebagai modal untuk memotivasi diri dalam rangka menghadapi pendidikan

lanjutan yang lebih berat. ‘’Bentuk diri kalian menjadi prajurit TNI Angkatan Darat sesuai semboyan Dwi Warna Purwa Cendekia Wusana, yaitu tanggap, tangguh dan trengginas dalam olah keprajuritan serta menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dalam rangka pelaksanaan tugas menjaga tetap tegaknya kedaulatan negara dan menjaga keutuhan wilayah NKRI serta menjamin keamanan dan keselamatan bangsa Indonesia,’’ tegasnya. Komaruddin juga berharap agar ilmu dan keterampilan yang didapat dalam mengikuti pendidikan di lembaga pendidikan Rindam IX/Udayana dapat dijadikan bekal untuk menempuh pendidikan lanjutan nantinya sesuai dengan kecabangan masing-masing. (kmb)

Denpasar (Bali Post) Di akhir masa jabatannya, Kasatres Narkoba Polresta Denpasar Kompol Gede Ganefo terus mengungkap kasus narkoba. Senin (17/4) kemarin, ia kembali membeberkan tangkapan kasus narkotika yang melibatkan manajer karaoke. Tiga orang tersangka dijebloskan ke dalam tahanan. Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo didampingi I Gede Ganefo mengatakan, dari tiga tersangka, satu di antaranya manajer sebuah karaoke di bilangan Kuta dan dua sisanya berstatus pelajar. Pertama adalah berinisial IS. Kapolresta mengatakan laki-laki berusia 58 tahun ini merupakan manajer salah satu karaoke di Kuta. Pria beralamat di Jalan

Gunung Salak, Denpasar ini dibekuk 6 April lalu sekitar pukul 18.00 Wita di Jalan Gunung Salak, Padangsambian. Polisi menyita barang bukti satu paket sabu-sabu, ineks atau pil ekstasi lima butir, H5 tiga butir. Penangkapan manajer karaoke itu berawal dari laporan masyarakat yang menyatakan ada seorang laki-laki yang biasa mengedarkan dan menggunakan narkoba jenis SS dan ineks. Atas informasi tersebut, polisi selanjutnya melakukan penyelidikan. IS kemudian dibekuk di Jalan Gunung Salak, berikut barang buktinya. Hasil pemeriksaan, barang bukti itu semua didapat dari seseorang berinisial BJ. SS dibeli seharga Rp 1,3 juta, sedangkan ineks Rp 400.000 per butirnya.

Khusus H5 diberikan oleh seseorang berinisial NJ yang berada di Jakarta. IS mengatakan menggunakan SS sejak setahun lalu. Tersangka lainnya adalah ABM. Pelajar asal Banyuwangi berusia 17 tahun ini beralamat di Jalan Nusa Kambangan, Banjar Jematang, Dauh Puri Kauh, Denpasar Barat. Sementara tersangka berikutnya berinisial NAB yang juga pelajar dibekuk di Jalan Antasura, Banjar Tanguntiti, Desa/Kelurahan Peguyangan Kangin, Denpasar Utara. Mereka dibekuk 10 April pukul 22.00. Polisi mengatakan, pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat bahwa ABM dan NAB biasa menggunakan dan mengedarkan SS di seputaran Denpasar. (kmb37)

Pangdam IX/Udayana Lantik 366 Tamtama

Diduga Edarkan Narkoba, Manajer Karaoke Dibekuk

Persyaratan Lingkungan dalam Izin Pertambangan

Tak Terkait Ketinggian Topografi

Denpasar (Bali Post) – Persyaratan izin untuk pertambangan mineral bukan logam dan batuan mencakup tiga aspek, yakni administratif, teknis, dan lingkungan. Kendati sudah menjadi kewenangan provinsi, keterlibatan kabupaten/kota tetap dibutuhkan untuk mengeluarkan izin lingkungan, namun tidak terkait dengan ketinggian topografi. ‘’Masalah UKL/UPL, amdal (persyaratan/izin lingkungan) tetap menjadi kewenangan kabupaten/kota. Masalah ketinggian itu digeneralisir tidak akan melihat ketinggian selama itu memungkinkan untuk kita lakukan penggalian,’’ ujar Ketua Pansus Ranperda Pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan DPRD Bali Ida Bagus Udiyana usai menggelar rapat pansus bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Bali, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bali serta Biro Hukum dan HAM Provinsi Bali di Gedung Dewan, Senin (17/4) kemarin. Udiyana menambahkan, masalah ketinggian khususnya untuk galian C memang sub-

stantif, mengingat Kabupaten Karangasem memiliki perda yang mengatur ketinggian galian C maksimal 500 meter di atas permukaan laut, sedangkan potensi galian C banyak berada di atas ketinggian itu. Pemprov Bali tidak bisa mengeluarkan izin lantaran perda Kabupaten Karangasem itu belum direvisi. Walaupun tidak mengacu pada ketinggian, galian C tetap harus berangkat dari kajian. Paling penting jangan sampai menyentuh kawasan lindung dan harus memperhatikan pascatambang. ‘’Nanti akan terus ada pengawasan dan pemantauan terhadap masalah pascatambang. Agar tidak longsor, lakukan galian C dengan sistem terasering,’’ imbuhnya. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Bali Ketut Wija mengatakan, perda di kabupaten yang mengatur ketinggian galian C otomatis gugur dengan adanya bahasa tersebut dalam ranperda pertambangan provinsi setelah ditetapkan. ‘’Persyaratan izin lingkungan tetap kita butuhkan dari kabu-

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

paten, tetapi yang dimaksud dengan izin lingkungan di kabupaten tidak mengatur urusan ketinggian. Di mana-mana izin pertambangan tidak terkait dengan ketinggian,’’ jelasnya. Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bali I Gede Suarjana, sesuai PP No. 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan, setiap kegiatan yang menimbulkan dampak penting atau besar dan dampaknya dapat dikelola, wajib menyusun instrumen ingkungan, apakah itu UKL/UPL atau amdal yang merupakan salah satu persyaratan kelayakan lingkungan. ‘’Kewajiban itu dituangkan dalam setiap kebijakan yang mengubah bentang alam, seperti rona lingkungan. Amdal akan menjawab go atau no,’’ ujarnya. Aktivitas pertambangan tidak boleh dilakukan dalam empat kawasan lindung, yaitu hutan lindung, berfungsi lindung, perlindungan setempat, serta cagar alam dan budaya. Kegiatan yang boleh dilakukan dalam kawasan lindung hanyalah eksplorasi (penelitian), bukan eksploitasi. (kmb32)


OPINI

6

Selasa Pon, 18 April 2017

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Kebijakan Melemahkan Perang terhadap Korupsi SALAH seorang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru-baru ini mendapat teror fisik hingga harus dirawat di rumah sakit, bahkan dirujuk ke Singapura. Teror, intimidasi bahkan kriminilasisasi dan sejenisnya boleh jadi sudah menjadi bagian keseharian bagi penyidik, apalagi sekelas penyidik KPK. Namun, apa yang menimpa Novel Baswedan merupakan upaya dan aksi terangterangan yang dilakukan terhadap KPK. Bila merunut beberapa perkara yang telah dan sedang ditangani KPK, utamanya yang melibatkan langsung Novel Baswedan tidak salah jika publik mengaitkan, bahkan menyimpulkan peristiwa ini sebagai upaya untuk melemahkan KPK. Terlebih kasus terakhir yang ditangani KPK menyeret banyak pihak berkompeten, petinggi bahkan juga kalangan legislatif di DPR-RI. Berbagai gerakan (kebijakan) yang digagas, digalang dan didengungkan pihak legislatif belakangan ini pun tersirat upaya untuk “mengebiri” eksistensi lembaga KPK ini. Berbagai upaya pelemahan KPK ini merupakan bentuk perlawanan dari gerakan pemberantasan korupsi yang digalakkan pemerintah. Bentuk perlawanan terhadap upaya pemberantasan korupsi lewat pelemahan KPK ini sebenarnya sudah tercermin dari berbagai masalah yang menimpa para petinggi KPK. Dimulai dari Ketua KPK Antasari Azhar, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto yang oleh publik dinilai sebagai bentuk kriminalisasi terhadap petinggi KPK. Tujuannya tiada lain, melemahkan KPK yang semuanya bermuara pada menentang upaya pemberantasan korupsi di Tanah Air. Ketika berbagai upaya intimidasi, kriminalisasi dan terror terhadap KPK tidak juga membuat upaya pemberantasan korupsi surut, para koruptor pun menempuh jalur kebijakan. Mereka masuk lewat para politikus yang berstana di Gedung DPR Senayan, Jakarta dengan berbagai kebijakan yang dinilai sa-ngat sarat dan kental upaya membendung genderang perang terhadap korupsi. Lewat jalur dan tangan-tangan aktor intelektual di legislatif ini, para koruptor bergerilya mempersiapkan draf revisi Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Revisi itu di antaranya terkait pembentukan Dewan Pengawas serta kewenangan penyadapan. Dewan Pengawas diusulkan berasal dari kalangan DPR yang nantinya akan bertugas mengawasi kinerja KPK. Sementara terkait kewenangan penyadapan, baru dapat dilakukan setelah mendapat izin dari Dewan Pengawas, serta jika sudah memiliki bukti permulaan yang cukup. Melihat kebijakan yang dirancang ini, patut diwaspadai bersama berbagai upaya yang dilakukan untuk melemahkan institusi KPK. Jelas tujuannya tiada lain untuk menghambat bahkan menentang upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Karena itu, upayaupaya ini haruslah dicegah sedini mungkin. Di tingkat akar rumput, masyarakat harus dibangun kesadarannya untuk bersama-sama menciptakan kondisi yang tidak memungkinkan tumbuh suburnya budaya korupsi. Mengingat, terkadang justru masyarakat sendiri yang memberi peluang dan kesempatan munculnya korupsi dengan dalih agar urusan cepat lancar. Pada tataran elite menyangkut kebijakan, maka para wakil rakyat harus diseterilkan dari jamahan koruptor, apalagi menjadi aktor dalam budaya korupsi ini. Ini pekerjaan yang justru lebih sulit karena menyangkut kebijakan (politis), di mana para elite politikus jagonya dalam urusan ini. Sementara untuk melakukan pengawasan terhadap mereka-mereka ini sangatlah lemah. Karena itu, pengawasan kembali diserahkan kepada mereka yang merasa diwakili oleh wakil rakyat ini, yakni pada tahap awal pemilihan umum (pemilu). Rakyat harus disadarkan, bahwa jika mereka salah memilih wakilnya yang duduk di legislatif maka kebijakan yang dilahirkan hanya akan merugikan masyarakat sendiri. Kebijakan yang dilahirkan hanya akan menguntungkan kepentingan individual (diri mereka sendiri) dan kelompoknya.

S URAT PEMBACA Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM

Komite Sekolah Bukan POMG

Keberadaan Komite Sekolah kini tidak sama dengan Persatuan Orangtua Murid dan Guru (POMG) dan bukan pula Badan Pembantu Penyelenggara Pendidikan (BP3). Kedua lembaga POMG dan BP3 yang eksis di era Orde Baru itu lebih banyak berbau politis (semata-mata demi kepentingan pemerintah) ketimbang tugas dan fungsi yang sebenarnya. Baik POMG maupun BP3, suara orangtua murid jarang didengar, mereka diundang atau dihadirkan ke sekolah paling-paling kalau dibutuhkan untuk menyiapkan sejumlah uang dalam membiayai kepentingan sekolah. Oleh karenanya, para orangtua murid amat jarang mau hadir disebabkan arah dan tujuan pertemuan sudah diketahui seperti itu. Kasarnya, mereka cuek dan kurang merasa memiliki organisasi tersebut. Beda halnya dengan Komite Sekolah yang jelas-jelas tidak disertakannya oknum guru-guru dalam kepengurusan, memiliki arah dan tujuan yang pasti yaitu memberikan saran dan dukungan terhadap program yang telah digariskan oleh sekolah. Dengan catatan dukungan diberikan apabila program atau rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS) tersebut dianggap feseable demi kemajuan pendidikan di sekolah bersangkutan. Satu lagi, komite berfungsi sebagai pengawas terhadap pelaksanaan atau implementasi RKAS. Agar program dapat berjalan efektif dengan dana yang memadai, ada baiknya perlu penggalian dana, terutama kepada pihak alumni yang sudah berhasil dan juga kepada pihak dunia usaha dan dunia industri (DUDI) lewat program Corporate Social Responsibility (CSR). Jika dana dari kedua sumber ini ditambah lagi dari dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) sudah mencukupi, maka uluran tangan dari pihak orangtua murid tak diperlukan lagi. Romi Sudhita Jl. Srikandi, Singaraja

Ancaman Pemberantasan Korupsi Upaya melakukan tindakan pemberantasan korupsi yang begitu gencar-gencarnya dilakukan di Tanah Air, sepertinya tidak sepenuhnya mendapat respons positif dari seluruh elemen bangsa. Munculnya sejumlah tindakan yang mengarah pada upaya pelemahan gerakan pemberantasan korupsi itu sendiri merupakan indikasi akan adanya perlawanan kalangan tertentu yang tidak merindukan negeri ini terbebas dari perilaku korup. Dalam peristiwa terbaru yang mengemuka, seorang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mendapat teror dalam bentuk serangan secara fisik oleh sejumlah orang tak dikenal.

Oleh Dr. Janpatar Simamora, S.H., M.H. eristiwa demikian tentu menjadi cerminan bahwa gerakan pemberantasan korupsi sedang terancam eksistensinya. Seluruh lembaga yang berwenang maupun yang terlibat dalam kewenangan pemberantasan korupsi patut mewaspadai adanya ancaman dimaksud, agar jangan sampai langkah-langkah pembersihan negeri ini dari ulah para koruptor melemah dan bahkan justru kalah dengan gerakan-gerakan yang dibangun untuk menghancurkan gerakan pemberantasan korupsi itu sendiri. Artinya, kewaspadaan yang mengemuka jangan sampai mengerucut pada satu sikap mundur atau bahkan “menyerah” atas lakon beringas kelompok anti pemberantasan korupsi. Dalam sejumlah aksi yang mengemuka akhir-akhir ini, sebenarnya upaya menghempang pemberantasan korupsi sudah terasa cukup nyata. Gerakan yang digulirkan tidak hanya sebatas menebar ancaman secara fisik, namun juga dilangsungkan pula melalui agenda mengutak-atik kewenangan lembaga yang konsisten memberantas korupsi. Lihat saja misalnya bela-

P

kangan ini, di mana tersiar kabar bahwa saat ini Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sedang mempersiapkan draf revisi Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Bahkan belakangan dikabarkan bahwa saat ini sedang digulirkan sosialisasi terkait dengan keberadaan rancangan undangundang dimaksud. Sejauh yang dapat ditelisik, bahwa setidaknya terdapat dua poin penting yang menjadi isu pokok dalam revisi dimaksud, yaitu terkait dengan pembentukan Dewan Pengawas serta kewenangan penyadapan. Kedua hal ini, sepertinya menjadi topik menarik yang disuguhkan dalam revisi dimaksud. Didasarkan pada substansi draf revisi dimaksud, Dewan Pengawas berasal dari kalangan DPR yang nantinya akan bertugas mengawasi kinerja KPK itu sendiri. Adapun soal kewenangan penyadapan baru dapat dilakukan setelah mendapat izin dari Dewan Pengawas, serta jika sudah memiliki bukti permulaan yang cukup. Ketentuan inilah yang menurut banyak kalangan sangat berpotensi melemahkan kedudukan KPK dan bahkan dianggap akan membuat mandul

lembaga antikorupsi dimaksud. Padahal, sesungguhnya sejak awak revisi dimaksud sudah mendapat penolakan dari berbagai kalangan selama ini. Namun sayangnya, DPR sepertinya tetap ngotot. Sebenarnya sikap ngotot yang dipertontonkan para wakil rakyat di Senayan bukan hanya kali ini mengemuka. Sikap ngotot juga pernah digulirkan pada tahun 2014 lalu, tepatnya terkait dengan agenda pembahasan terhadap revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) serta Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), yang kala itu patut dipertanyakan apa sesungguhnya motivasi di balik langkah dimaksud. Pasalnya, sejumlah pasal yang hendak diubah oleh para legislator itu justru telah mengundang polemik ke tengah-tengah publik. Apalagi kala itu mengingat masa kerja DPR periode itu sudah mendekati titik akhir, maka menjadi sangat beralasan kiranya untuk mempertanyakan kualitas revisi yang diusung para legislator. Kala itu, untuk menghadiri agenda sidang di Senayan saja mereka sudah malas. Hal tersebut tidak terlepas dari fakta cukup banyaknya anggota DPR periode

itu yang mencalonkan diri kembali menuju kursi kekuasaan di Senayan. Para legislator itu lebih fokus pada upaya penggalangan suara konstituen di daerah pemilihan masing-masing. Sementara tugas dan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat justru kian terabaikan. Dari sisi ini saja sangat patut dan cukup beralasan kiranya bila kemudian publik mempersoalkan keseriusan para wakil rakyat dalam meneruskan agenda revisi terhadap KUHP dan KUHAP. Bagaimana mungkin DPR akan mampu bekerja maksimal dalam menuntaskan revisi dimaksud kalau proses pembahasannya saja selalu dihiasi dengan kursi-kursi “tak bertuan” di parlemen. Bukankah hal ini justru menimbulkan kecurigaan mendasar bagi publik terkait dengan motivasi apa sesungguhnya yang melingkupi nurani dan alam pikiran para wakil rakyat untuk tetap ngotot menuntaskan revisi KUHP dan KUHAP di akhir periodenya ini? Baik RUU KUHP, RUU KUHAP dan RUU KPK juga masih mengandung sejumlah polemik berkepanjangan. Artinya, dibutuhkan waktu yang cukup untuk mendiskusikan kembali sejumlah substansi pokok yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, diharapkan akan ditemukan kajian yang cukup akurat dalam rangka mendukung keberadaan sejumlah pasal di dalam RUU dimaksud, sehingga polemik yang mengemuka belakangan ini terkait dengan keberadaan RUU tersebut dapat segera teratasi. Sebagaimana diketahui bahwa dalam draf RUU yang saat ini sedang digodok DPR, terdapat sejumlah pasal yang terkesan sebagai bentuk pengamputasian terhadap kewenangan KPK selama ini. Sebut

Pejabat dan Tantangan Mengelola Ambisi Pribadi Memegang jabatan terhormat dengan fasilitas dan penghargaan yang paling tinggi membuat sebuah posisi menjadi incaran. Yang tergambar kali pertama bukan beban tanggung jawab, melainkan prestise, fasilitas mewah, dielukan berlebih, serta fasilitas yang tinggal pesan. Bertarung mati-matian, habishabisan, bukan perkara. Sebab, yang paling penting adalah bisa berkuasa dan memanfaatkan kekuasaan untuk kepentingan diri sendiri, kolega, bahkan membentuk dinasti yang tak bisa disentuh. Belum lagi pejabat pesanan, pejabat suapan, pejabat penjilat, merongrong negara tanpa ampun. Mereka tumbuh liar tak bertuan. Beberapa ada yang apes karena tertangkap tangan, beberapa lainnya terpaksa menjadi tumbal untuk melindungi petinggi lainnya. Beberapa lainnya akhirnya menjadi “Sakuni” untuk menutupi diri. Pejabat-pejabat dengan kepalanya yang “besar” ini banyak ditemukan di Indonesia. Pejabat ini belum selesai dengan dirinya sendiri. Kepentingan dirinya sebagai makhluk individu dan makhluk sosial belum dijalankan dengan baik. Pejabat ini masih berpikir untuk mengembalikan harta, tahta dan dana kampanye. Mereka masih ada keharusan untuk balas budi dengan orang-orang yang memuluskan jalannya menjadi pejabat. Mereka masih berpikir bahwa anak-anaknya, keturunannya, bahkan keluarganya bisa mendapat tempat yang layak disisinya. Mereka masih pamer kemewahan, mereka masih unggul dalam gengsi.

Oleh

Ni Nyoman Ayu Suciartini, M.Pd. Mereka kerap lupa bahwa kejujuran yang akan membawa dirinya juga keturunannya pada tempat selayaknya. Pejabat yang belum selesai dengan dirinya lupa bahwa Tuhan tidak pernah tidur. Mereka terlalu memaksa diri untuk kaya raya hingga tujuh turunan. Mereka nyaris lupa bahwa nama baik tak bisa kembali baik, jika sebutan koruptor disandangnya. Hukum apa yang paling ampuh untuk pejabat-pejabat yang belum selesai dengan dirinya ini? Kecaman sosial bisa jadi alternatifnya. Mereka yang pernah terlibat korupsi, jangan lagi disebut sesuai nama, melainkan dilabeli “mantan koruptor”. Dua hal yang terjadi dengan sebutan ini. Mantan koruptor yang telah berubah menjadi lebih baik atau mantan koruptor yang telah berubah menjadi profesi sekaligus hobi. Pejabat yang belum selesai dengan dirinya sendiri tidak akan pernah mementingkan orang lain, apalagi rakyat. Terlalu naif kiranya. Skandal demi skandal (harta, tahta, wanita), keserakahan demi keserakahan (korupsi kecil, sedang dan besar) yang dipertontonkan oleh pejabat ini semakin menggiurkan. Banyak pemimpin merasa tidak apa-apa melakukan korupsi. Toh dipenjara hanya beberapa tahun. Uang tetap dapat, bonus berlimpah. Mereka (pejabat korup dan skandal) masih bergumul dengan dirinya sendiri, memuaskan naf-

sunya, membalas dendam kemiskinannya, mengobati luka batin dan menyembuhkan traumanya. Artinya, mereka belum selesai dengan dirinya sendiri. Mencari pejabat yang sudah selesai dengan dirinya sendiri memang tidak mudah. Ia harus lolos berkali-kali dari ajakan korupsi, berbagi aksi atau teman wanita yang seksi. Seperti seorang pertapa, pejabat ini harus tahan godaan. Bila perlu menentang, tidak takut dimusuhi dan tidak gentar dihakimi ratusan kali. Ketika seseorang sudah selesai dengan dirinya sendiri, saatnya bagi dia untuk melayani sebagai tujuan dan panggilan hidup manusia. Apapun fungsinya, entah sebagai dokter (dokter yang melayani), sebagai guru (guru yang melayani), sebagai direktur (direktur yang melayani), sebagai sopir (sopir yang melayani), sebagai karyawan (karyawan yang melayani), sebagai gurbernur (gubernur yang melayani) harus terus melayani, sekalipun di depan tantangan semakin menyudutkan. Pejabat yang belum selesai dengan dirinya ini bisa diselidiki dari jejak rekam kepemimpinannya. Atau bisa menerapkan sistem “pejabat percobaan”. Pejabat percobaan ini diberikan waktu misalkan selama tiga bulan untuk ditempatkan menjadi pimpinan. Selama tiga bulan inilah pejabat-pejabat percobaan ini dijadikan percobaan, dirayu, dirangsang untuk mengeluarkan segala potensi terburuk juga terbaiknya. Dengan catatan, pejabat percobaan ini tidak dibocorkan terlebih dahulu.

saja misalnya masalah penyadapan, dimana ditentukan bahwa prosedurnya, selain harus mendapat izin juga langkah penyadapan KPK dapat dibatalkan oleh hakim. Sementara selama ini, justru lewat aksi penyadapanlah KPK berhasil membongkar sejumlah kasus korupsi ke permukaan. Tidak hanya itu, adanya upaya penyederhanaan ruang lingkup korupsi juga mendapat sorotan dari berbagai pihak. Demikian juga dengan upaya penyeragaman prosedur penanganan perkara juga tidak kalah urgen untuk dipersoalkan. Kemudian bila dikaji lebih lanjut, idealnya proses pembahasan RUU KUHP semestinya lebih didahulukan dari proses pembahasan RUU KUHAP. Ketika kedua RUU ini dibahas dalam waktu bersamaan, maka akan sangat rentan melahirkan sejumlah persoalan baru. Akan sangat sulit dilakukan sinkronisasi terhadap kedua RUU dimaksud bila pembahasannya dilakukan dalam waktu bersamaan. Sejumlah hal ini semestinya dilihat DPR secara utuh dalam rangka menghasilkan suatu RUU yang lebih bermanfaat dan berdaya guna. Oleh sebab itulah, maka banyak pihak yang menuding bahwa RUU tersebut tidak lebih dari suatu bentuk serangan dan upaya untuk mematikan serta memandulkan KPK. Mereka yang duduk di senayan seyogianya menjadi wakil rakyat dan bisa menyuarakan kepentingan rakyat, namun realitanya bahwa yang mereka perjuangkan hanyalah kepentingan pribadi maupun kelompok. Penulis, Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjadjaran; Pengajar di Fakultas Hukum Universitas HKBP Nommensen, Medan

POJOK Kadishut minta masyarakat pahami rencana pemerintah. - Utamanya reklamasi. *** 150 pekerja waswas pascakeluarnya SP III untuk pulau penyu. - Siap-siap ‘’tergusur’’. *** Upah harian buruh tani Maret 2017 ini naik 0,42 persen. - Harga naik berlipatlipat.

Penulis, Pemerhati Masalah Sosial

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta, Sosiawan. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


BALI balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

PANTAI SANUR Pantai Sanur salah satu objek wisata di Kota Denpasar yang sangat diminati warga lokal maupun turis mancanegara. Seperti pada saat Umanis Kuningan, Minggu (16/4) lalu, pantai ini dipadati pengunjung.

www.iklanbalipost.com

Balipost on Gadget

Bali Post/wan

Selasa Pon, 18 April 2017

redaksi@balipost.com iklan@balipost.co.id

7

AGENDA BALI AEDAN KARYA IDA BATARA TURUN KABEH RING PURA AGUNG BESAKIH n18 April 2017, pukul 10.00, upacara Penganyar, Penyanggra Pemkab Klungkung n19 April 2017, pukul 10.00, upacara Penganyar, Penyanggra Pemkab Bangli n20 April 2017, pukul 10.00, upacara Penganyar, Penyanggra Pemkab Gianyar n21 April 2017, pukul 10.00, upacara Penganyar, Penyanggra Pemkot Denpasar n22 April 2017, pukul 10.00, upacara Penganyar, Penyanggra Panitia Besakih AEDAN KARYA RING PURA ULUN DANU BATUR n18 April, Bhakti Penganyar dari Pemkab Tabanan n19 April, Bhakti Penganyar dari Pemkab Buleleng n20 April, Bhakti Penganyar dari Pemkab Jembrana n21 April, Bhakti Penganyar dari Pemkab Gianyar

Bali Post/eka

POLRI - Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus R Golose dalam acara pembacaan dan penandatanganan pakta integritas penerimaan anggota Polri TA 2017 daerah Bali di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Senin (17/4) kemarin. Lebih dari tiga ratus orang dari sejumlah wilayah di Bali mendaftarkan diri untuk menjadi anggota Polri.

n22 April, Bhakti Penganyar dari Pemkab Bangli AEDAN PUJAWALI RING PURA LUHUR TANAH LOT nPujawali Rabu, 19 April 2017 nIda Batara masineb 22 April 2017 nKeadaan Pasang Surut Air Laut Selama Pujawali Rabu, 19 April, pasang pukul 24.00-05.00 Wita, surut 06.00-10.00, pasang 11.00-18.00, surut 19.00-24.00. Kamis, 20 April, pasang pukul 01.00-06.00, surut 07.0010.00, pasang 11.00-20.00, surut 21.00-02.00. Jumat, 21 April, pasang pukul 03.00-08.00, surut 09.0011.00, pasang 13.00-21.00, surut 22.00-04.00. Sabtu, 22 April, pasang pukul 05.00-12.00, surut 13.0016.00, pasang 17.00-22.00, surut 23.00-05.00. nBila air laut pasang, persembahyangan dapat dilaksanakan di Palinggih Pengayatan (madya mandala).

Siswa Ogah Naik Bus Sekolah Singaraja (Bali Post) – Dua unit bus sekolah gratis mulai dioperasikan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng, Senin (17/4) kemarin. Pada hari pertama pengoperasiannya, siswa di Buleleng kurang tertarik naik bus sekolah bantuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tersebut. Kondisi ini tak lepas dari belum disosialisasikannya secara optimal. Rute bus sekolah kemarin mulai Terminal Penarukan (Kecamatan Buleleng) dan Terminal Sangket (Kecamatan Sukasada). Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dishub Buleleng Gede Ngurah Sarjaya mengatakan, uji coba pengoperasian bus sekolah melibatkan tiga personel di masing-masing bus sekolah. Dari Terminal Penarukan dan Terminal Sangket belum banyak siswa yang naik bus sekolah tersebut. Yang memanfaatkan pelayanan itu siswa SMP. Kebanyakan siswa ini jalan kaki dari rumahnya. ‘’Dari pantauan kami itu memang belum banyak yang mau naik bus sekolah. Kalau tadi bus pertama ada enam dan bus dua ada lima orang. Mungkin ini masih pertama dan belum banyak anak-anak yang tahu terkait layanan bus sekolah ini,’’ katanya. Menurut Sarjaya, uji coba pengoperasian bus sekolah dilakukan dua hingga tiga bulan dan selanjutnya akan dilakukan evaluasi. Ini untuk mengetahui terkait dampak yang ditimbulkan setelah pengoperasian terutama minat pelajar memanfaatkan bus sekolah. ‘’Tentu ada evaluasi dan dalam uji coba masih kita jalankan sambil meningkatkan sosialisasi ke sekolah-sekolah,’’ jelasnya. (kmb38)

Perekrutan Tenaga Kontrak di RSBM

Dewan Kantongi Sejumlah Pengaduan Denpasar (Bali Post) -

Komisi I DPRD Bali resmi menutup Posko Pengaduan terkait perekrutan tenaga kontrak di Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM) pukul 13.00 Wita, Senin (17/4) kemarin. Selama satu pekan dewan telah mengantongi pengaduan dari sepuluh pelamar. Mereka secara umum mempertanyakan transparansi proses perekrutan.

Ketua Komisi I DPRD Bali Ketut Tama Tenaya mengatakan, pimpinan dewan kemarin juga bersurat ke gubernur. Isi surat antara lain meminta semua data hasil Computer Assisted Test (CAT) dan tes wawancara. Termasuk meminta kronologi mekanisme perekrutan dari awal sampai akhir yang banyak menimbulkan protes pelamar. ‘’Kedua, kita menyarankan menyetop dulu semua kegiatan yang berkaitan dengan proses perekrutan ini, sebelum mengambil keputusan final, sebab kita dengar tes kesehatan jalan terus. Seolaholah lembaga dewan dilecehkan, padahal sudah disepakati dalam rapat kerja bahwa kita akan membuka posko pengaduan selama satu minggu,’’ ujar politisi PDI-P ini. Tama menambahkan, masalah dalam proses perekrutan tenaga kontrak RSBM terletak pada tes wawancara selain tes kompetensi dasar melalui CAT. Tak sedikit yang mendapat ranking di atas dalam CAT, akhirnya gugur pada tes wawancara. Sebaliknya,

pelamar dengan ranking rendah sesuai hasil CAT justru lolos ke tahapan selanjutnya, yakni tes kesehatan. ‘’Sistem CAT itu bagus, cuma kok terakhir ada interview mengalahkan hasil CAT. Itu yang ranking jauh (di bawah) bisa menyalip ranking atas. Wawancara itu boleh ketika ada nilai draw, itu diwawancara untuk merontokkan salah satu, bukan menyalahkan yang di atas ini,’’ jelasnya. Tama juga menilai Pemprov hanya mencari-cari alasan bila tes wawancara dilakukan untuk mengetahui kemampuan bahasa Inggris pelamar. Pasalnya, gubernur sendiri mengakui pewawancara memiliki keterbatasan dalam berbahasa Inggris. Hal itu pun dikuatkan oleh pernyataan salah seorang pelamar yang datang mengadu ke Komisi I kemarin. ‘’Hanya sekadar memperkenalkan diri sendiri. Itu kan bahasa Inggris standar. Introduce your self, anak sekolah saja bisa. Jadi tidak mencerminkan dunia kerja,’’ ujar pelamar yang enggan disebut namanya ini.

Menurutnya, hasil tes wawancara itu juga tidak dibuka kepada pelamar. Berbeda dengan hasil CAT dari BKN yang langsung keluar lima menit setelah tes berakhir. Atlet Berprestasi Anggota Komisi I DPRD Bali Ida Gede Komang Kresna Budi mengatakan, CAT saja sebetulnya telah memakai standar nasional. Selain menunjukkan kompetensi, tes itu juga mewakili kepribadian, etika dan kejujuran pelamar. Berbeda dengan tes wawancara dan tes kesehatan yang seringkali bermasalah. Salah satu hal ganjil yang dilihatnya adalah peserta yang dinyatakan lulus dan bisa mengikuti tes kesehatan untuk D-3 Keperawatan berjumlah 159 orang. Sedangkan kuota yang dicari sebetulnya 129 orang. ‘’Itu artinya ada 30 orang lagi yang harus dikeluarkan, ini mau dicari-cari dia sakitnya biar gugur 30 orang. Bisa ada kelainan jantung, ada panu, kadas, kurap jadinya ini. Dicari-cari nanti alasan, jadi proses ini sudah tidak

berjalan dengan sebenarnya,’’ ujar politisi Golkar asal Buleleng ini. Kresna Budi menambahkan, dari 10 pengaduan, satu di antaranya berasal dari atlet yang melamar sebagai satpam di RSBM. Atlet itu sebelumnya meraih juara III Komite Prapemula 60 kg Kejuaraan Karate Nasional Tahun 2015. Kendati sudah mengikuti seluruh prosedur tes dengan nilai baik, mengikuti wawancara, bahkan pernah menjadi karyawan selama pembangunan RSBM, justru dinyatakan tidak lulus. ‘’Mestinya kan atlet, apalagi berprestasi itu diprioritaskan,’’ tegasnya. Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali I Ketut Rochineng mengatakan, proses perekrutan tenaga kontrak di RSBM melebihi standar perekrutan CPNS. Pascadinyatakan lolos seleksi administrasi, para pelamar harus mengikuti Computer Assisted Test (CAT) dan wawancara sekaligus. Setelah itu, pelamar yang lolos CAT dan wawancara masih harus mengikuti tes kesehatan. Berbeda dengan perekrutan CPNS yang hanya menggunakan CAT atau tes kompetensi dasar (TKD) tanpa wawancara. ‘’Kalau di RSBM, TKD dikombinasikan dengan tes wawancara

untuk mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas, karena tes TKD saja, kita hanya bisa mengetahui peserta itu dari aspek intelegensi saja. Tetapi performance, keterampilan teknis dan kemampuan berbahasa Inggrisnya kita tidak tahu,’’ jelasnya. Rochineng menambahkan, SDM yang dimiliki RSBM memang harus menguasai bahasa Inggris, lantaran rumah sakit ini menerapkan standar internasional. Dengan harapan, mereka tidak kagok saat harus menghadapi pasien orang asing. Kemudian soal performance, juga dikatakan penting. Dengan kata lain, pegawai di RSBM tidak hanya pintar dan fasih berbahasa Inggris, tetapi juga harus berpenampilan menarik. (kmb32)

’’Sistem CAT itu bagus, cuma kok terakhir ada interview mengalahkan hasil CAT. Itu yang ranking jauh (di bawah) bisa menyalip ranking atas. Wawancara itu boleh ketika ada nilai draw, itu diwawancara untuk merontokkan salah satu, bukan menyalahkan yang di atas ini.’’ Ketua Komisi I DPRD Bali Ketut Tama Tenaya

Blangko E-KTP Telah Tersedia

Warga Padati Kantor Disdukcapil Buleleng Singaraja (Bali Post) Blangko e-KTP yang enam bulan kosong sudah kembali tersedia di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Buleleng. Pada Senin (17/4) kemarin, pencetakan data yang sudah mengikuti perekaman mulai dilaksanakan. Jumlah pemohon pun membeludak. Kadisdukcapil Putu Ayu Reika Nurhaeni menjelaskan, adanya infomasi blangko e-KTP sudah tersedia menyebabkan warga yang datang ke kantornya lebih banyak daripada sebelumnya. Hal itu dilakukan karena ingin segera melakukan pencetakan. ‘’Kalau dilihat warga yang sekarang memang lebih banyak dari sebelumnya. Itu karena pencetakan sudah dimulai,’’ jelasnya.

Blangko yang diterima Kabupaten Buleleng dari pemerintah pusat sebanyak 5 outher yang secara keseluruhan mencapai 10 ribu keping. Angka ini diakui belum mampu meng-cover seluruh data yang telah berstatus print ready record (PRR) sekitar 38 ribu. ‘’Kalau dilihat dari data PRR, memang blangko ini masih kurang. Tetapi kami tetap berharap ada pasokan lagi dari pemerintah pada tahap selanjutnya,’’ ungkapnya. Birokrat dari Desa Pedawa, Kecamatan Banjar ini menegaskan pencetakan e-KTP belum bisa dilakukan untuk pemohon yang KTP-nya hilang, mengalami perubahan elemen data dan rusak. ‘’Kalau yang seperti itu, masih tetap digantikan dengan surat

keterangan. Kami mohon untuk bersabar dulu. Surat keterangan itu masih tetap bisa digunakan untuk mendukung keperluan administrasi lainnya,’’ katanya. Sementara itu salah seorang warga, Gede Widiarmawan, mengatakan sejak melakukan perekaman sekitar enam bulan lalu, namanya belum masuk dalam PRR. Hal tersebut sangat disayangkan. Pemerintah pun diharapkan bisa bekerja cepat untuk menyikapi persoalan ini. ‘’Kalau bisa yang seperti ini dipercepat,’’ harapnya. Berdasarkan informasi yang dhimpun, pada hari pertama ini, KTP yang berhasil dicetak mencapai 87 keping dan surat keterangan yang dikeluarkan 303 lembar. (kmb45)

Bali Post/kmb45

E-KTP - Suasana pencetakan e-KTP di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Buleleng.


BANGLI

8

Selasa Pon, 18 April 2017

Desa Wisata Penglipuran

Pengelola Berencana Kembangkan Dokar Wisata

Bangli (Bali Post) Guna memberikan pelayanan lebih dan menambah daya tarik wisata, pihak pengelola Desa Penglipuran b e r n i a t m e n g e m b a n g k a n f a s i l i t a s dokar wisata. Menurut pengelola Desa Wisata Penglipuran, I Nengah Moneng, Senin (17/4) kemarin, saat ini pihaknya sudah mulai melakukan pencarian terhadap pemilik dokar yang berada di luar Bangli untuk diajak bekerja sama. ‘’Kita memang sudah sempat nego di Klungkung terkait penyewaan. Hanya saja di sana sewanya sangat mahal per harinya. Nanti kita akan kembali cari pemilik dokar yang mau diajak kerja sama,’’ katanya. Menurutnya, dokar wisata itu akan menjadi nilai lebih Desa Penglipuran. Fasilitas tersebut diharapkan mampu memancing minat pengunjung. Jika nantinya benar-benar terealisasi, pihaknya akan sesegera mungkin melakukan evaluasi terutama menyangkut prospek fasilitas tersebut terutama saat hari libur. Respons pengunjung diukur untuk menentukan pengembangan fasilitas tersebut ke depan. ‘’Misalkan kalau respons pengunjung banyak yang memakai dokar, maka pemilik serta dokarnya akan kita stand by-kan di sini. Sementara untuk rutenya tetap di seputaran Desa Penglipuran, di kawasan hutan bambu,’’ jelas Moneng. (kmb41) APEL - Bupati Bangli saat memberikan arahan kepada pegawai saat apel 17-an, Senin (17/4) kemarin.

Bali Post/ina

Pimpin Apel Disiplin, Bupati Temukan Pegawai Bolos

I Nengah Moneng

Bali Post/nan

USBN SMP Hari Pertama, Lima Siswa Absen

Bangli (Bali Post)Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) digelar serentak mulai Senin (17/4) kemarin. Di Bangli, sebanyak lima siswa dinyatakan absen dalam pelaksanaan USBN hari pertama. Sebagaimana yang telah dijadwalkan, siswa yang absen tersebut bisa mengikuti USBN susulan pekan depan. Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikpora Kabupaten Bangli Nengah Danta Haryana mengatakan, total jumlah siswa yang menjadi peserta USBN tahun ini sebanyak 3.636 orang. USBN digelar dengan sistem manual meskipun di Bangli sudah ada beberapa sekolah yang menyelenggarakan UNBK. ‘’Ada tiga mata pelajaran yang diujikan dalam USBN,’’ ujarnya. Dijelaskan Danta Haryana, naskah soal UNBK dibuat khusus pemerintah pusat berkolaborasi dengan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Kabupaten. USBN wajib diikuti seluruh siswa kelas III karena merupakan salah satu penentu kelulusan. Sebagaimana laporan yang diterimanya, pada pelaksanaan USBN hari pertama kemarin sebanyak lima siswa absen. Beberapa di antaranya absen karena sakit sementara lainnya absen karena sudah drop out (DO). Para siswa yang absen tersebut bisa mengikuti USBN susulan pekan depan. Sesuai jadwal, USBN susulan dilaksanakan selama tiga hari, yaitu tanggal 25-27 April. Sementara itu, Kepala SMPN 1 Bangli Wayan Widiana Sandi mengatakan, pada USBN hari pertama, mata pelajaran yang diujikan yakni Agama dan Budi Pekerti. Sementara hari kedua, PPKN dan hari ketiga IPS. Soalsoal dibuat oleh pusat dan MGMP Kabupaten dengan bobot 20-25 persen dan 75-80 persen. Widiana Sandi mengungkapkan bahwa dari 312 siswanya yang menjadi peserta USBN, satu absen karena DB atas nama Ni Luh Purnamaningsih. ‘’Karena sakit, yang bersangkutan nanti ikut USBN susulan,’’ ujarnya. (kmb40)

Jalan di Siakin Mulai Rusak

Bangli (Bali Post) Kualitas jalan coldmix di Desa Siakin, Kintamani dipertanyakan warga. Pasalnya jalan yang baru saja selesai dikerjakan Desember 2016 atau sekitar empat bulan itu sekarang sudah mulai rusak. Warga Desa Siakin yang juga anggota DPRD Bangli, Jro Made Bawa, Senin (17/4) kemarin, mengatakan di sejumlah titik jalan sudah ditemui kerusakan. Pihaknya pun menyayangkan hal tersebut lantaran jalan itu baru saja selesai dikerjakan. Bawa mengaku tidak mengetahui pasti penyebab kerusakan itu apakah karena kualitas atau faktor alam. ‘’Hal ini supaya menjadi kajian tim teknis agar persoalan serupa tidak muncul ke depannya,’’ katanya. Diungkapkan, awalnya masyarakat di Desa Siakin berharap ruas jalan yang rusak dikeraskan dengan sistem hotmix. Namun karena terbentur kendala medan yang berat, pengerjaannya dilakukan dengan coldmix. Dikonfirmasi terpisah, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukikan Kabupaten Bangli Putu Wida Gunawan mengatakan, sejatinya harapan pemerintah semua ruas jalan kabupaten bisa di-hotmix. Namun, karena terbentur medan yang berat, pengerjaan dengan hotmix tidak bisa dilakukan. ‘’Alat berat tidak bisa dioperasikan di medan yang sangat terjal. Atas kendala itu dipakailah coldmix,’’ tandasnya. Wida Gunawan menambahkan, terkait kerusakan jalan di Siakin, masih menjadi tanggung jawab rekanan untuk memperbaikinya. Mengacu kontrak, masa pemeliharan pekerjaan berlangsung selama enam bulan. ‘’Kerusakan jalan lantaran persoalan non teknis. Lapisan coldmix semestinya harus steril dari kend araan selama satu hari. Namun kenyataan di lapangan, baru selesai dikerjakan, masyarakat sudah langsung melintas. Kalau hotmix, setelah diratakan sudah bisa dilintasi. Namun, cold mix butuh waktu untuk bisa dilintasi,’’ pungkas Wida Gunawan. (kmb41)

Bangli (Bali Post) Apel 17-an yang dirangkaikan dengan apel disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bangli digelar untuk pertama kalinya di Lapangan Kapten Mudita, Senin (17/4) kemarin. Pada apel yang diikuti seluruh ASN tersebut, Bupati Bangli I Made Gianyar melakukan uji petik terhadap salah satu OPD, yakni Bappeda. Hasilnya, Bupati mendapati salah seorang staf yang tidak ikut apel namun menandatangani absen. Informasi yang dihimpun,

apel dimulai sekitar pukul 08.00 wita. Apel berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam. Sesaat sebelum apel berakhir Bupati melakukan uji petik atau pengujian terhadap salah satu OPD yang ikut dalam apel tersebut, yakni Bappeda. Dalam uji petik tersebut Bupati memanggil satu per satu nama pegawai Bappeda sesuai dengan absen. Saat membacakan absen, Bupati mendapati ada salah satu pegawai yang tidak hadir. Namun, dalam absen tersebut pegawai yang

bersangkutan ada tanda tangannya. Bupati pun kemudian memerintahkan seluruh pegawai Bappeda untuk tetap berbaris, sementara pegawai di OPD lainnya diperintahkan untuk bubar. Awalnya saat Bupati meminta penjelasan siapa yang menandatangani absen pegawai bolos tersebut, tidak ada pegawai yang mengaku. Setelah didesak, seorang pegawai akhirnya mengaku menandatanganinya. Pegawai tersebut mengaku menandatanganinya karena dimintai tolong oleh yang bersangkutan.

Terkait hal tersebut, Bupati Made Gianyar kembali mengeluarkan ancaman yakni akan memotong Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) terhadap pegawai yang absen tanpa keterangan saat apel 17-an. Sementara terhadap pejabat atau pimpinan OPD yang bolos saat apel, Bupati mengancam akan menonjobkannya. Kabag Humas, Kerjasama dan Komunikasi Publik Cok Gede Bagus Gaya Dirga menjelaskan, karena itu apel perdana, Bupati tidak memberikan sanksi terhadap

pegawai yang melanggar disiplin. ‘’Tapi kalau bulan depan, sudah tidak ada toleransi lagi,’’ katanya. Cok Gaya Dirga menjelaskan bahwa apel 17-an yang dirangkaikan dengan apel disiplin ini digelar untuk pertama kalinya. Sebelumnya apel disiplin digelar di halaman Kantor Bupati Bangli dan hanya diikuti pejabat serta pegawai di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Bangli. ‘’Tujuan apel ini untuk meningkatkan kedisplinan dan keprofesionalan pegawai,’’ ujarnya. (kmb40)

Dana PHR Badung Belum Cair

Sejumlah Program Penataan Pariwisata Tak Bisa Berjalan

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangli Wayan Adnyana, Senin (17/4) kemarin, mengatakan sebagaimana yang direncanakan, dana pembagian PHR yang bakal dibagikan untuk Kabupaten Bangli nilainya sekitar Rp 50 miliar. Selain itu Bangli juga bakal mendapat tambahan pembagian secara

proporsional. Sesuai proposal yang disampaikan Bangli ke Kabupaten Badung, sekitar Rp 20 miliar dari dana itu diarahkan untuk pembangunan tempat peninjauan di Penelokan, Kintamani. ‘’Karena sampai saat ini dana itu belum turun, jadi semua kegiatan yang dibiayai dana tersebut belum

bisa jalan,’’ ujarnya. Adnyana menambahkan, selain diarahkan untuk pembangunan dan penataan kawasan wisata, rencananya dana PHR tersebut juga akan dimanfaatkan untuk pengembangan kesenian. Sementara itu, Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra mengatakan bahwa dana

PHR rencananya bakal diberikan oleh dua kabupaten, yakni Badung dan Kota Denpasar. Sebagaimana kesepakatan, dana PHR dari Kabupaten Badung akan dibagikan dengan pola bantuan keuangan khusus (BKK). Dalam hal ini, kabupaten penerima mengajukan proposal penggunaan dana ke Kabupaten Badung. Sementara untuk dana PHR yang akan diberikan Kota Denpasar pencairan masih menggunakan pola sebelumnya, yakni melalui Pemprov Bali.

Bangli (Bali Post) Kesadaran masyarakat Bangli untuk membayar pajak kendaraan masih tergolong rendah. Hingga kini masih banyak wajib pajak di Bangli yang tidak membayar pajak kendaraan. Hal itu diungkapkan Kanit Regiden Polres Bangli Ipda I Wayan Nariana, Senin

(17/4) kemarin. Nariana mengatakan, tingkat kesadaran wajib pajak di Kabupaten Bangli baru mencapai 70 persen. Angka ini menurutnya masih rendah. Untuk itu kesadaran wajib pajak harus lebih ditingkatkan, salah satunya melalui sosialisasi.

Nariana mengatakan, guna mencegah terjadinya pungutan liar (pungli) dalam pelayanan pembayaran pajak kendaraan di Kantor Samsat, pihak kepolisian melakukan pengawasan intensif. ‘’Kita yakin dengan pengawasan, tidak ada istilah pungli dalam pembayaran pajak kendaraan

di Kantor Samsat,’’ ungkap Nariana. Lebih lanjut dia meminta seluruh masyarakat yang hendak membayar pajak kendaraannya untuk datang sediri ke Kantor Samsat dan jangan pernah menggunakan jasa calo untuk menyamsat. Selain itu, pihaknya juga selalu

Bangli (Bali Post) -

Sejumlah kegiatan atau program penataan pariwisata yang dirancang Pemkab Bangli dengan dana penyisihan Pajak Hotel dan Restoran (PHR) belum bisa berjalan. Penyebabnya, pembagian dana PHR yang rencananya dilakukan langsung Pemkab Badung sampai sekarang belum cair.

Giri Putra mengakui bahwa dana PHR dari Kabupaten Badung belum cair. Salah satu penyebab molornya pencairan dana tersebut karena pengisian Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru yang dilaksanakan 31 Desember 2016. Sementara itu APBD sudah disahkan bulan November. Dikatakan Giri Putra, jika kegiatan yang dibiayai melalui dana PHR tersebut tidak bisa berjalan, maka dana itu akan kembali ke Kabupaten Badung dan tidak bisa menjadi Silpa Kabupaten Bangli. (kmb40)

mengingatkan agar datang dengan syarat lengkap sesuai ketentuan. ‘’Jika persyaratan sudah lengkap maka akan lebih cepat dan mudah untuk membayar pajak. Petugas juga akan lebih mudah untuk melakukan pendataan,’’ kata pria asal Desa Demulih ini. (kmb41)

Kesadaran Wajib Pajak di Bangli Baru 70 Persen

Gali Sumur, Warga Batur Temukan Tulang Belulang Bangli (Bali Post) Warga Toya Bungkah Desa Batur Kecamatan Kintamani digegerkan dengan penemuan tulang belulang terbungkus kain hijau di wilayah setempat, Senin (17/4) kemarin. Tulang belulang tersebut ditemukan oleh seorang warga saat menggali sumur. Setelah dilakukan pengecekan dan identifikasi bersama polisi, kuat dugaan tulang yang sempat disangka milik manusia tersebut merupakan tulang belulang anjing dewasa. Informasi yang dihimpun sore kemarin, tulang belulang tersebut ditemukan oleh Mada, warga setempat sekitar pukul 12.00 Wita ketika menggali sumur untuk mencari sumber air panas yang baru. Saat ditemukan, tulang tersebut terbungkus kain warna hijau dan terikat dengan benang sedatu. Untuk mengungkap apakah tulang tersebut adalah kerangka manusia atau bukan, Mada dan warga lainnya pun melaporkan penemuan tersebut ke pihak kepolisian. Selanjutnya, sejumlah petugas kepolisian yang dipimpin Kapolsek Kintamani Kompol I Putu Gunawan langsung

turun mendatangi TKP. Kapolsek juga mengajak tim identifikasi Polres Bangli untuk memastikan tulang belulang tersebut. Hasil identifikasi yang dilakukan per anatomi mulai dari kepala, susunan geligi dan taring, tulang punggung dan tulang kaki, diduga kuat bahwa kerangka tersebut adalah kerangka binatang dan lebih mengarah pada kerangka anjing dewasa. Terlebih benang sedatu berwarna hitam, merah dan biru yang ditemukan bersama kerangka tulang belulang tersebut juga dipastikan bukan benang suci sesuai kepercayaan Hindu. Diduga ada warga yang mengubur anjing tersebut karena terlalu sayang dengan hewan peliharaannya. Kanit Reskrim Polsek Kintamani AKP Dewa Gde Oka seizin Kapolsek membenarkan adanya penemuan tulang belulang tersebut. ‘’Warga sudah sempat curiga bahwa itu tulang binatang, tapi untuk meyakinkan warga meminta bantuan polisi untuk mengidentifikasi. Dan hasilnya itu memang tulang binatang yang diduga anjing dewasa,’’ kata AKP Dewa Oka. (kmb40)

Bali Post/ina

IDENTIFIKASI - Petugas kepolisian saat mengidentifikasi tulang belulang yang ditemukan warga di Toya Bungkah.


GIANYAR

Selasa Pon, 18 April 2017

9

Kasus Dana KPPE

Ketua Kelompok Ternak Kembali Diperiksa

Gianyar (Bali Post) Sembari menanti hasil audit dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar terus mendalami kasus penyimpangan dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE). Kejari kembali melakukan pemanggilan terhadap Ketua Kelompok Ternak Dharma Canti Gede Atmika, Senin (17/4) kemarin. Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gianyar Made Endra Arianto menyatakan, pemanggilan terhadap Gede Atmika dilakukan untuk memperkuat alat bukti dalam melengkapi berkas perkara. ‘’Pemeriksaan tadi (kemarin-red) hanya menghadirkan satu saksi saja. Saksi lainnya seperti anggota maupun pengurus kelompok lain tidak dipanggil,’’ katanya. Disinggung terkait agenda penetapan tersangka, Endra Arianto kembali menyatakan bahwa pihaknya masih harus menantikan hasil audit BPKP dulu. ‘’Untuk penetapan tersangka sabar dulu ya, masih menunggu hasil audit,’’ ucapnya. Dijelaskannya, untuk penepatan tersangka pihaknya harus memastikan hasil audit yang dijadikan dasar menetapkan saksi sebagai tersangka. Itu pun jika hasil audit memang menemukan kerugian negara. Lantaran hasil audit yang tidak kunjung keluar, pihaknya secepatnya akan menanyakan hal tersebut ke BPKP. ‘’Kami belum tahu kapan hasil audit keluar. Tapi dalam mingguminggu ini kami akan coba confirm ke BPKP,’’ katanya. Untuk diketahui, Kelompok Ternak Dharma Canti menerima dana KPPE senilai Rp 1 miliar. Anggota kelompok yang menerima dana itu sebanyak 20 orang. Jadi, masing-masing anggota memperoleh masing-masing Rp 50 juta. Dana kredit itu juga telah dikembalikan ke negara melalui Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali Cabang Gianyar. Kejari juga telah memeriksa banyak saksi. Mulai dari pengurus kelompok ternak, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Gianyar hingga pihak BPD Bali Cabang Gianyar. Kejari juga meminta tanggapan saksi ahli dari Dinas Peternakan Provinsi Bali. (kmb35)

Bali Post/nik

TERBAKAR - Seorang warga sedang melihat kondisi bangunan Blok A lantai dua Pasar Ubud yang terbakar Senin (17/4) kemarin.

Pasar Ubud Kembali Terbakar Kerugian Puluhan Juta

Bali Post/nik

PANGGUNG KEHORMATAN - Panggung kehormatan pawai budaya. Pawai budaya serangkaian HUT ke-246 Kota Gianyar diselenggarakan hari ini.

Panggung Kehormatan Pawai Budaya

Dinilai Mengurangi Ruang untuk Masyarakat

Gianyar (Bali Post) Pembuatan panggung kehormatan di sebelah utara Balai Budaya yang diperutukkan untuk undangan menyaksikan pawai budaya, Selasa (18/1) hari ini, kembali menuai kritikan kalangan DPRD Gianyar. Pembuatan panggung dalam rangkaian HUT ke246 Kota Gianyar ini dinilai kurang tepat dan terkesan pemborosan anggaran. Posisi dua panggung itu juga dinilai kurang memberi ruang bagi masyarakat luas yang ingin menyaksikan pawai. Anggota DPRD Gianyar Ida Bagus Manu Atmaja menyayangkan pembuatan panggung tersebut, sebab sudah ada open stage di sebelah timur Balai Budaya. Pembuatan panggung tersebut dinilai tidak tepat karena masyarakat luas kurang mendapat tempat menyaksikan pawai budaya. ‘’Masyarakat umum juga ingin menyaksikan pentas seni itu. Tetapi panitia kurang memikirkan hal itu,’’ ujarnya. Dikatakan Manu Atmaja, semestinya undangan yang berasal dari puluhan kabupaten/kota itu ditempatkan di open stage panggung atas. Dengan begitu masyarakat umum bisa menyaksikan pawai budaya tersebut dari Lapangan Astina. ‘’Kita sudah punya open stage, kenapa tidak itu dimanfaatkan. Open stage juga sudah sering difungsikan saat pawai budaya tahun-tahun sebelumnya,’’ tegasnya. Menurut anggota dewan dari Fraksi Hanura-NasDem ini, pembuatan panggung tersebut merupakan pemborosan. Kalau saja open stage dimanfaatkan, panitia tidak perlu mengeluarkan anggaran sampai ratusan juta rupiah. ‘’Membuat panggung saja sudah menghabiskan dana Rp 165 juta. Belum lagi sewa kursinya. Kalau memanfaatkan open stage saya yakin biayanya tidak akan sebesar itu,’’ ujarnya. Informasi dihimpun, panggung kerhomatan tersebut disewa dari CV Wahyu Dewata yang beralamat di Bebalang, Bangli. Koordinator lapangan CV Wahyu Dewata Kadek Ari saat dikonfirmasi hal ini membenarkan panggung tersebut disewa di tempatnya dengan nilai sewa per meter perseginya Rp 300 ribu. Sedangkan keseluruhan panggung itu luasnya 550 meter persegi dengan rincian di sebelah selatan jalan 400 meter persegi dan di utara jalan 150 meter persegi. ‘’Total nilai sewanya sekitar Rp 165 juta,’’ jelasnya. Disinggung tidak digunakannya stage besi, Kadek Ari mengatakan tinggi stage yang dimilikinya tidak ada yang sesuai dengan tinggi panggung yang diinginkan panitia, sebab panggung yang dibutuhkan harus melewati panyengker Balai Budaya. ‘’Makanya untuk memenuhi ketinggian panggung kami menggunakan potongan bambu,’’ terangnya. Diberitakan sebelumnya, Ketua Panita HUT ke-246 Kota Gianyar Wayan Suardana mengatakan, pembuatan panggung undangan dan pengarahan lokasi fokus pawai budaya di lokasi tersebut sudah menjadi hasil evaluasi panitia. ‘’Setelah kita evaluasi dengan lokasi di open stage sebelah timur, tahun lalu penonton yang di lapangan itu kepanansan. Nah sekarang dengan kebijakan Bapak Bupati kami buat panggung di sebelah utara Balai Budaya,’’ ucapnya. (kmb35)

Gianyar (Bali Post) Pasar Ubud kembali terbakar. Api menghanguskan sejumlah barang dagangan pada bangunan blok A lantai dua, Senin (17/4) kemarin. Bangunan tersebut selama ini diperuntukkan sebagai gudang. Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran yang memicu kerugian mencapai puluhan juta rupiah. Informasi dihimpun, kebakaran pertama kali diketahui seorang pedagang, I Ketut Bambang, sekitar pukul 03.45 Wita. Kala itu pria 51 tahun ini mencium aroma barang terbakar. Setelah dicek, terlihat kepulan asap dari bangunan blok A lantai dua Pasar Ubud. Sontak I Ketut Bambang berteriak kebakaran. Hal ini langsung mengegerkan warga setempat. Mereka pun berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Sementara petugas Pemadam Kebakaran Gianyar

yang stand by di seputaran Pasar Ubud langsung terjun melakukan pemadaman dengan mengerahkan tiga unit mobil damkar. Setelah berupaya keras dengan menyemprotkan air ke titik kebakaran di bangunan Blok A lantai dua pojok timur laut itu, api akhirnya bisa dipadamkan sekitar pukul 04.30 Wita. Berkat kesigapan petugas dan warga, api tidak sempat merembet ke bangunan lain. ‘’Petugas sudah bergerak cepat melakukan pemadaman. Selang 30 menit api

sudah berhasil dipadamkan,’’ kata Kepala Satpol PP Gianyar Cokorda Gede Agusnawa. Kanit Reskrim Polsek Ubud Iptu Hadimastika mengatakan, setelah api berhasil dipadamkan, polisi langsung mengisolasi lokasi kebakaran dengan police line. Hal ini untuk memudahkan proses penyelidikan. Hingga sore kemarin polisi belum bisa memastikan penyebab kebakaran. ‘’Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran ini,’’ ujar Hadimastika. Petugas Kantor Pasar Ubud Ketut Seridarma mengungkapkan, sejak lama bangunan di lantai dua Blok A Pasar Ubud tidak diperuntukkan bagi para pedagang. Bangunan itu hanya difungsikan sebagai gudang. Hanya tiga pedagang yang

menaruh barang di lokasi tersebut. Mereka mengalami hingga puluhan juta rupiah. Kerugian paling besar, yakni Rp 22,4 juta dialami I Made Astawa asal Desa Sebatu Kecamatan Tegallalang. Gusti Made Mahendra Putra asal Desa Pejeng Kawan Kecamatan Tampaksiring mengalami kerugian sekitar Rp 10,8 juta. Sementara I Gede Joni asal Karangasem mengalami kerugian sekitar Rp 4,9 juta. ‘’Setelah kami kalkulasi, ketiga pedagang ini mengalami kerugian sekitar Rp 38,1 juta,’’ katanya. Sementara untuk perbaikan bangunan yang terbakar kemarin, pihak Pasar Ubud masih menunggu kebijakan dari Pemkab Gianyar. ‘’Kalau dulu ini ditangani Bagian Ekonomi. Sekarang sepertinya langsung di Disperindag. Karena itu selanjutnya akan kami koordi-

nasikan ke sana,’’ ujarnya. Disinggung terkait penggunaan lokasi Blok A lantai dua yang tidak difungsikan sebagai tempat berjualan, Ketut Seridarma kebijakan ini sudah diturunkan dari Pemkab Gianyar sejak tahun 2012. ‘’Tepatnya saat bangunan itu selesai direnovasi, Pemkab Gianyar meminta agar lokasi itu dijadikan sebagai gudang untuk para pedagang,’’ ungkapnya. Diakuinya, lokasi yang diperuntukkan sebagai gudang itu memang tidak produktif. Pihak pasar pun tidak memungut retribusi terhadap para pedagang yang menaruh barang di lokasi tersebut. ‘’Karena tidak memungut retribusi, kami juga tidak tahu seluruh pedagang yang menaruh barang di sana. Hanya tadi saja kami mendata tiga orang ini,’’ tandasnya. (kmb35)

Bupati Agung Bharata Buka Rakernas Ke-6 JKPI Pusaka Alam dan Budaya Harus Terus Dijaga

BUPATI Gianyar Anak Agung Gde Agung Bharata membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-6 tahun 2017 Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Balai Budaya Gianyar, Senin (17/4) kemarin. Rakernas diikuti 58 kabupaten/kota se-Indonesia yang menjadi anggota JKPI. Rakernas diselenggarakan pada 15-20 April di Kabupaten Gianyar. Rakernas diisi dengan pemaparan dari Ketua Pembina BPPI Hashim Djojohadikusumo. Hashim Djojohadikusumo dalam sambutannya menyinggung terkait pembuatan perencanaan tata ruang wilayah yang harus dipikirkan secara matang agar tidak merusak kekayaan pusaka yang bernilai tinggi yang dimiliki tiap wilayah.

RAKERNAS - Suasana Rakernas ke-6 tahun 2017 Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) yang dibuka di Balai Budaya Gianyar, Senin (17/4) kemarin. Berkaca dari negara-negara besar seperti Tiongkok, Yunani, Prancis, Spanyol ataupun Italia yang melakukan

berbagai perubahan tata ruang dengan perencanaan yang tidak matang, banyak pusakanya yang rusak dan

bahkan punah. Berdasarkan penelitian, hal tersebut telah menjadikan negara-negara itu mengalami kerugian besar secara ekonomi, terutama di bidang pariwisata. Karena kerusakan pusaka yang bernilai tinggi itu, banyak wisatawan yang beralih dengan mengunjungi kawasan yang masih memiliki kekayaan pusaka. Hashim mengimbau kepada anggota JKPI khususnya para kepala daerah agar selalu meningkatkan kesadaran akan budaya dan kekayaan pusaka yang dimiliki daerahnya masing-masing. Mereka diminta terus menjaga kekhasannya dan terus menghargai sejarah. Kapala daerah juga diimbau untuk memperhatikan pendidikan agar generasi penerus dita-

namkan rasa cinta dan bangga akan kekayaan pusakanya. Sementara itu, Bupati Gianyar Agung Bharata mengatakan, kedatangan para peserta Rakernas JKPI di Kabupaten Gianyar diharapkan mendorong masyarakat Gianyar memelihara pusaka seperti pusaka alam, budaya dan saujana. Hingga saat ini pusaka-pusaka tersebut masih terpelihara dengan baik, karena pusaka yang ada di Kabupaten Gianyar berkaitan erat dengan kehidupan dan penghidupan masyarakat Gianyar. Dalam kesempatan itu juga diselenggarakan serah terima jabatan Ketua Presidium JKPI dari Bupati Gianyar A.A. Gde Agung Bharata kepada Wali Kota Baubau Drs. A.S. Tamrin, M.H. (ad1020)


KLUNGKUNG

10

Selasa Pon, 18 April 2017

Bimtek Pendidikan Keluarga dan Karakter

Bupati Suwirta Minta Pendidikan Karakter Jadi Prioritas

BUPATI Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Plt. Kepala Dinas Pendidikan Dewa Gede Darmawan menghadiri kegiatan bimtek mengenai pendidikan keluarga dan karakter di satuan pendidikan di Graha Purwaka Pangi Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Senin (17/4) kemarin. Bimtek ini bertujuan untuk mempercepat proses pencapaian visi misi Presiden Republik Indonesia yakni terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong. Bupati Suwirta dalam sambutannya menyatakan pendidikan karakter harus ditempatkan pertama. Sebab, apabila guru tidak bisa menerapkan konsep pembentukan karakter kepada anak didik, maka bukanlah guru yang sejati. Mengingat guru yang sejati itu adalah yang selalu melihat bagaimana tugas yang bisa menjadikan anak didiknya manusia yang sesungguhnya. “Manusia sesungguhnya adalah yang kuat,” katanya. Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Dewa Gede Darmawan dalam laporannya mengatakan tujuan diadakan bimtek ini, yakni meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kepala satuan pendidikan, pengawas dan penilik tentang penyelenggaraan pendidikan keluarga di satuan pendidikan. Selain itu mendorong satuan pendidikan untuk menyelenggarakan layanan pendidikan keluarga. “Sasaran dari acara bimtek ini adalah kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan lainnya dalam melaksanakan kemitraan dengan keluarga dan masyarakat,” bebernya. Ia menambahkan, kegiatan ini juga menyasar komite sekolah sebagai mitra kerja satuan pendidikan dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi programprogram sekolah. Kegiatan bimtek berlangsung selama tiga hari mulai 17 hingga 19 April 2017 bertempat di Graha Purwaka Pangi. Peserta kegiatan bimtek terdiri dari 42 unsur kepala sekolah di antaranya, jenjang TK (15 orang), SD (15 orang), SMP (7 orang) dan Dikmas (5 orang). Anggaran kegiatan bimtek ini berasal dari dana DIPA Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Tahun 2017. Bupati Suwirta membuka bimtek secara simbolis dengan menyematkan tanda Peserta kepada peserta Bimtek. Turut hadir dalam kegiatan bimtek ini, yakni Kepala BP PAUD Dikmas Provinsi Bali Ny. Endah Warsiati dan Fasilitator Pusat Direktorat Pendidikan Keluarga Dyah Mahesti Wijayani. (ad1009)

Bali Post/kmb

PEREKAMAN - Sejumlah warga yang datang ke Kantor Dinas Kependudukan Catatan Sipil guna melakukan perekaman e-KTP, Senin (17/4) kemarin.

Dapat Jatah 6.000 Blangko

Hari Pertama, Hanya 21 Warga Melakukan Pencetakan E-KTP Semarapura (Bali Post) Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Klungkung mendapat jatah 6.000 blangko e-KTP dari pusat. Blangkonya pun telah tiba sejak Jumat (14/4) lalu. Namun, pihak Disdukcapil mulai melakukan proses pencetakan, Senin (17/4) kemarin. Namun, suasana di kantor Disdukcapil terlihat sepi. Diketahui, hanya ada 21 warga yang melakukan pencetakan e-KTP pada hari pertama.

Bali Post/ist

BUKA - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta ketika membuka bimtek mengenai pendidikan keluarga dan karakter di satuan pendidikan di Graha Purwaka Pangi Desa Pikat.

Pascalibur Galungan dan Kuningan

Wabup Kasta Sidak Absensi Pegawai

Semarapura (Bali Post) -

Usai liburan hari raya Galungan dan Kuningan, Wakil Bupati (Wabup) Klungkung I Made Kasta melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah dinas, Senin (17/4) kemarin. Di antaranya, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Klungkung, Dinas Pendidikan, Badan Kesbangpol Linmas Kabupaten Klungkung dan Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung. Dalam sidak itu, Wabup Kasta langsung mengecek absensi para pegawai, baik yang manual maupun elektrik. Sidak ini dilakukan sekaligus memberikan pengarahan kepada para pegawai agar kembali bekerja dengan baik usai liburan panjang. Ia menekankan kedisiplinan bekerja merupakan tugas dan kewajiban sebagai pegawai. ”Jika ada yang permisi atau keluar kantor, tolong lapor sama atasan,” kata Wabup Kasta. Dari hasil sidak ke beberapa OPD itu, tidak ada pegawai yang absen. Namun, ada beberapa pegawai yang diketahui izin dan permisi, tetapi sudah ada laporan ke atasan masing-masing. Wabup Kasta berharap kepada semua pegawai ke depannya agar selalu tanamkan sikap disiplin dalam bekerja. “Ingat tugas dan kewajiban sebagai abdi negara harus mampu memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Tunjukan disiplin dalam waktu, cara berpakaian dan lainnya untuk memperlihatkan identitas kita sebagai pegawai Pemkab Klungkung,” imbuhnya. (dwa)

“Baru 21 orang yang melakukan pencetakan. Mungkin karena hari pertama, jadi banyak masyarakat yang belum tahu kalau e-KTP-nya sudah bisa dicetak,” kata Kadisdukcapil Kabupaten Klungkung I Komang Dharma Suyasa. Menurut Dharma Suyasa, meski blangko eKTP sudah tiba, namun hanya warga Klungkung yang melakukan perekaman pada Juli sampai Oktober 2016 saja akan dilayani untuk pencetakan e-KTP. Di samping itu, dari 7.153 jumlah

warga yang melakukan perekaman pada bulan itu hanya 4.892 warga yang notifikasi data tunggalnya telah keluar sehingga siap dicetak. Sisanya masih dalam proses penunggalan data di pusat. “Yang masih dalam proses penunggalan data inilah yang sering menimbulkan protes dari warga. Masyarakat pasti tidak mau tahu, apa itu penunggalan data. Dan kami terus berupaya untuk memberikan penjelasan mekanismenya,” katanya. Selain itu, Dharma Suyasa me-

nambahkan tidak bisa melakukan pencetakan ulang bagi warga yang kehilangan e-KTP. Apalagi jika data warga tersebut masih sama dengan sebelumnya. Namun, karena melihat kebijakan tersebut cukup menyulitkan bagi warga yang kehilangan e-KTP, dia mengaku akan segera koordinasikan dengan Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk mendapatkan solusi yang tepat. Karena diakui kalau aturan dulu, KTP yang hilang cukup membuat surat keterangan dari desa atau kepolisian, sehingga blangko e-KTP bisa langsung dicetak. Tapi sekarang, kalau datanya sama tidak bisa dicetak. “Kalau ada perubahan data seperti status, bisa dicetak. Tapi kalau datanya sama tidak bisa. Tapi untuk sementara waktu kami berikan pengganti KTP bagi warga yang e-KTPnya hilang,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, Dharma Suyasa mengakui proses perekaman e-KTP belum tuntas. Dari 230.950 total jumlah warga Klungkung, sebanyak 31.834 warga belum melakukan perekaman e-KTP. Banyaknya warga Klungkung yang belum melakukan perekaman e-KTP disebabkan bebarapa faktor. Selain memang belum melakukan perekaman e-KTP, juga karena ada warga yang proses pindah datangnya belum tercatat. Jadi kalau ada warga Klungkung yang pindah ke kabupaten lain dan melakukan perekaman e-KTP di kabupaten tersebut, namun belum mengurus surat kepindahannya di Klungkung maka akan tetap tercatat sebagai warga Klungkung. Termasuk akan tercatat sebagai warga yang belum melakukan perekaman e-KTP. (kmb)

Cegah Anak Dibawa Pergi, Polres Lakukan Sosialisasi Menantu Polisikan Mertua Peredaran Narkoba Rambah Desa

Semarapura (Bali Post) -

Peredaran narkoba yang sudah merambah desa di Klungkung menimbulkan rasa keprihatinan Porles Klungkung. Tidak hanya para remaja, peredaran narkoba bahkan sudah merambah hingga ibu rumah tangga. Untuk itu Bhabinkamtibmas Kel. Sp. Klod Aiptu I Komang Sukariana mengajak para tokoh desa/kelurahan bersama memerangi peredaran narkoba. Upaya menekan peredaran narkoba ini dilakukan dengan memberikan pengertian kepada generasi muda, tentang dampak dari penyalahgunaan narkoba. Sosialisasi ini tidak hanya dilakukan di forum formal saja, juga pada pergaulan keseharian masyarakat. ‘’Kalau kita merasa sayang tegur mereka, jangan dibiarkan hanyut dalam belenggu narkoba,’’ bebernya. Personel pun memberikan sejumlah tanda atau ciri orang yang

sudah dalam pengaruh narkoba, seperti jarang bersosialisasi, jarang keluar rumah, matanya merah, ingusan, makannya kurang dan kumal. ‘’Jaga keluarga dan masyarakat sekitarnya, karena peredaran narkoba sungguh luar biasa dan jangan biarkan generasi muda kita rusak oleh narkoba,’’ imbuhnya. Selain itu Bhabinkamtibmas mengimbau kepada para tokoh yang ada di kelurahan/desa agar masalah narkoba ini diangkat dalam setiap sangkepan banjar maupun desa. Kapolres Klungkung AKBP FX Arendra Wahyudi ditemui di tempat terpisah mendorong kepada prajuru adat agar penanggulangan narkoba ini dimasukkan ke dalam pararem atau awig-awig. ‘’Tujuannya agar diberlakukan sanksi adat bagi para pelaku peredaran dan penyalahgunaan narkoba,’’ jelasnya. (dwa)

Semarapura (Bali Post) -

Akibat mencegah cucunya yang sakit dibawa pergi, Jero Mangku NJ (55) asal Desa Tohpati Kecamatan Banjarangkan terpaksa berurusan dengan polisi. Pasalnya, bersangkutan dilaporkan oleh menantunya, Putu Anggaraina (30). Polisi pun turun langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan mediasi. Larut malam sekitar pukul 23.30 Minggu (16/4), Waka Polsek Banjarangkan Iptu Putu Wardana didampingi piket Spk Polres Klungkung, piket Spk Polsek Banjarangkan, piket pawas, piket fungsi Polres Klungkung dan piket fungsi Polsek Banjarangkan bersama Perbekel Desa Tohpati, Bendesa Adat, Kepala Dusun Kawan Desa Tohpati mendatangi rumah milik Jero Mangku setelah pihak kepolisian menerima laporan dari menantunya yang berasal dari Belahbatuh, Gianyar. Sesuai laporan yang diterima petugas, Putu Anggaraina nekat melaporkan mertuanya sendiri ke pihak berwajib hanya karena tidak diberikan izin

membawa anaknya ke rumah asalnya. Menurut pengaduannya kepada polisi, mertuanya yang merupakan seorang pemangku tersebut melarang untuk mengajak anaknya ke rumah asal menantunya di Gianyar. Larangan ini disampaikan mertuanya karena cucunya saat itu sedang sakit sehingga perlu diberikan perawatan. Menindaklanjuti laporan tersebut petugas Kepolisian dari Polres Klungkung dan Polsek Banjarangkan mendatangi lokasi kejadian yang merupakan rumah Jero Mangku. Petugas lantas memediasi permasalahan agar tidak melebar menjadi kekerasan dalam rumah tangga. Wakapolsek Iptu Putu Wardana pun mengajak semua pihak, baik mertua maupun menantu agar lebih jernih menyikapi permasalahan yang sedang menimpanya. ‘’Setelah mendapat penjelasan petugas bersama prajuru adat dan perbekel , terlapor (mertua) mengizinkan menantunya (pelapor) mengajak anaknya pulang ke rumah asalnya di Gianyar,’’ pungkasnya. (dwa)

Perayaan Hari Puputan Klungkung dan HUT Kota Semarapura

Pemkab Kucurkan Dana Rp 1,5 Miliar

Bali Post/dwa

SIDAK - Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta ketika melakukan sidak ke sejumlah dinas, Senin (17/4) kemarin.

Telepon Penting kLUNGKUNG Polres Klungkung

(0366) 21115

Polsek Klungkung

(0366) 21090

Polsek Dawan

(0366) 23181

Polsek Banjarangkan

(0366) 23180

Polsek Nusa Penida

(0366) 5382838

RSUD Klungkung

(0366) 21172

RSU Bintang

(0366) 25241

PMI Klungkung

(0366) 21442

Damkar Klungkung

(0366) 22655

PDAM Klungkung

(0366) 21336

PLN Klungkung

(0366) 25599

Semarapura (Bali Post) -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung mengucurkan dana Rp 1,5 miliar untuk perayaan Hari Puputan Klungkung ke-109 dan HUT ke-25 Kota Semarapura serta Festival Semarapura III. Puncak perayaan yang akan berlangsung pada 28 April 2017 itu dipastikan akan meriah. Sebab, dalam perayaan itu Pemkab Klungkung akan mendatangkan penyanyi Ibu Kota, Raisa, dan menampilkan tarian Rejang Renteng massal. Kabag Pemerintahan Klungkung Luh Ketut Ari Citrawati, Senin (17/4) kemarin mengakui bahwa Pemkab Klungkung mengucurkan dana Rp 1,5 miliar dalam perayaan tersebut. Dana itu dari APBD. Ia mengatakan dana sebesar itu tidak hanya digunakan untuk satu kegiatan. Melainkan semua kegiatan, baik itu perayaan

Ni Luh Citrawati Hari Puputan Klungkung, HUT Kota Semarapura, dan Festival Semarapura serta Job Fair dan Ekpo UMKM.

Sementara dana yang paling besar dikeluarkan untuk Festival Semarapura sebesar Rp 724 juta. “Dana sebesar itu untuk mendukung beberapa jenis kegiatan seperti tari Rejang Renteng yang melibatkan ratusan orang dan lain-lainnya,” ujar Citrawati. Untuk diketahui pada perayaan Hari Puputan Klungkung, HUT Kota Semarapura dan Festival Semarapura, Pemkab dalam hal ini Dinas Pariwisata Klungkung bakal menampilkan tari Rejang Renteng secara massal. Tarian ini melibatkan sekitar 800 penari di Catus Pata Klungkung. Sedangkan, Festival Semarapura III pada 28 April 2017 rencananya juga akan dibuka Menteri Pariwisata Republik Indonesia yang akan diawali dengan penampilan Adi Merdangga di depan Monumen Puputan Klungkung. Pada hari yang

sama akan dibuka pula pameran UMKM dan kuliner khas Kabupaten Klungkung, serta bursa tenaga kerja (job fair). Mengusung tema “Dengan Semangat Puputan Klungkung, Kita Gelorakan Nilai-nilai Kepahlawanan melalui Aksi Gema Santi” perayaan tahun ini akan diisi pula berbagai bidang kegiatan serta lomba dengan melibatkan siswa sekolah, organisasi masyarakat (ormas) serta masyarakat. Bidang olahraga akan diselenggarakan lomba tarik tambang antar perangkat daerah, antardesa dan ormas, lomba magala-gala, fun bike, lomba panjat tebing se-Bali, yoga massal, kejuaraan motocross serta jalan sehat. Bidang seni dan budaya akan digelar lomba mewarnai dan menggambar wayang Kamasan, lomba menggambar baliho, lomba fotografi, seni mural, gong kebyar, demo

seni Suklu, pagelaran barong somi, lomba penjor, lomba magala- gala, lomba triactical, lomba menjunjung sokasi, lomba enggrang, lomba terompah, lomba gender wayang, parade mebat SD dan SMP, serta parade lagu pop Bali. Pada hari terakhir sekaligus penutupan Festival Semarapura III, yakni pada tanggal 2 Mei akan tampil artis penyanyi papan atas Nasional, Raisa. Raisa akan tampil di panggung terbuka depan Monumen Puputan Klungkung dengan membawakan lagu-lagu andalannya yang sudah menjadi hits. Pada perayaan Hari Puputan dan HUT Kota Semarapura ini, areal Catus Pata Semarapura kembali akan dihias dengan puluhan penjor peserta lomba yang dipasang membentuk Tapak Dara di sisi utara, timur selatan dan barat. (kmb)


BULELENG

Selasa Pon, 18 April 2017

11

SOSOK Bangun Generasi Muda

PEMERINTAH pusat sejak beberapa tahun belakangan getol mengampanyekan membangunan daerah dari kawasan pedesaan. Mendukung hal tersebut, sejumlah dana pun telah dikucurkan setiap tahun. Jumlahnya cukup besar, mencapai ratusan juta. Bahkan, setiap tahun cenderung bertambah. Menurut akademisi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si., sampai saat ini membangun desa menggunakan dana tersebut masih lebih besar terorientasi pada bidang infrastruktur. Hal tersebut dipandang kurang tepat. Baginya, pembangunan itu harus dilakukan lebih besar pada sumber daya manusianya yang notabene sebagai sumber munculnya ide dan gagasan. ‘’Pembangunan saat ini masih lebih besar terorientasi pada infrastruktur. Kalau dicermati, untuk membangun desa, itu harus didukung SDM yang mumpuni. Semestinya ini yang perlu mendapat perhatian lebih serius,’’ ujarnya, Senin (17/4) kemarin. SDM yang dibangun, kata pria asal Bangli ini, adalah generasi muda. Mereka yang memiliki kreativitas dan mobilitas lebih besar perlu diarahkan dan dibina dan difasilitasi menggarap potensi desa, baik berupa pertanian maupun lainnya. Tak hanya itu, mereka juga perlu diarahkan untuk menjadi entrepreneur muda. Hal tersebut penting untuk meningkatkan perekonomian masyarakat lainnya. ‘’Anak muda dari sisi pemahaman teknologi jauh lebih besar daripada orang tua. Mobilitasnya dan kreativitasnya juga lebih besar. Ini perlu dibangun. Ajak membangkitkan potensi desa,’’ tegasnya. Jika generasi muda sudah mendapatkan tempat dalam pembangunan desa, ke depan keinginan untuk menggantungkan hidup di wilayah perkotaan secara berlahan akan semakin berkurang. ‘’Kalau sekarang masih banyak yang memilih ke kota. Enggan untuk kerja di desa. Tetapi kalau mereka telah memiliki peran di desa, pasti hal seperti itu akan berkurang,’’ tandasnya. (sos)

Bali Post/sos

GULMA - Petugas dari Pemprov Bali tengah sibuk membersihkan gulma di Danau Buyan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Senin (17/4) kemarin. Kegiatan itu tak hanya dilakukan menjelang Twin Lake Fastival, tetapi berlangsung setiap hari. Gulma tersebut menjadi salah satu persoalan yang tak kunjung tuntas ditangani. Pertumbuhannya yang cukup cepat menjadi salah satu pemicu terjadinya sedimentasi pada danau.

Pengedar SS Jaringan Lapas Kerobokan Diringkus Singaraja (Bali Post)Pengedar narkoba jenis sabu-sabu (SS) yang memiliki jaringan dengan napi Lapas Kerobokan, Badung berhasil diringkus satuan Reserse Narkoba Polres Buleleng. Hal tersebut dirilis, Senin (17/4) kemarin. Kasat Res. Narkoba AKP I Ketut Adnyana T.J. seizin Kapolres AKBP Made Suka Wijaya menjelaskan, penangkapan dilakukan 12 April sekitar pukul 13.15 Wita terhadap warga Jalan Lingga, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, berinisial AGDBS alias Denny. ‘’Penangkapan dilakukan di sebuah warung yang berlokasi di Jalan Lingga. Yang bersangkutan

saat itu sedang makan tipat,’’ katanya. Saat dilakukan penggeledahan, dari badan pria yang berprofesi sebagai guide ini ditemukan satu buah HP, satu buah timbangan digital yang ditaruh di saku celana yang digunakan dan satu plastik klip berisi sabu-sabu seberat 0,55 gram brutto (0,35 gram netto) yang ditaruh di leneng di samping tempat duduknya. Penggeledahan juga dilakukan di rumahnya. Saat itu ditemukan satu buah kotak warna cokelat yang di dalamnya terdapat tiga plastik klip berisi SS masing-masing beratnya 0,77 gram brutto (0,57 gram netto), 0,33 gram brutto (0,13 gram netto), 0,30 gram brutto

(0,10 gram netto), satu buah korek api gas, empat bungkus plastik klip kosong, dua buah pipet plastik warna putih, satu potongan pipet plastik warna putih salah satu ujungnya runcing, satu buah sendok terbuat dari kardus, satu buah dompet warna hitam berisi dua buah tabung kaca dan satu potongan selang kecil warna hitam. Yang bersangkutan langsung digiring ke mapolres Buleleng. ‘’Dari hasil pemeriksaan kepada tersangka bahwa barang bukti sabu tersebut diperoleh dengan cara membeli dari seseorang napi di Lapas Kerobokan atas nama A. Caranya dengan menghubungi lewat telepon dan pengambilannya dengan cara

tempelan dan pembayaran ditransper melalui bank. Ini akan kami kembangkan lagi,’’ jelas perwira asal Seririt ini. Ditambahkan, pelaku ini juga sudah sempat digerebek BNN dan juga Polda. Namun saat itu tidak ditemukan barang bukti. Selain itu, pelaku juga pernah menjalani rehabilitasi. Namun tak berselang lama sudah kabur. ‘’Ini sudah lama terlibat kasus. Sempat direhab juga. Tetapi kabur,’’ imbuhnya. Sementara itu, pelaku mengaku barang haram tersebut hanya digunakan sendiri. Ia pun membatah disebut pengedar. ‘’Hanya untuk pakai sendiri. Tidak mengedarkan,’’ katanya. (kmb45)

Mandi, Siswa SD Tewas Tertimpa Pohon

Singaraja (Bali Post) Nasib nahas menimpa siswa SD dari Banjar Dinas Dangin Margi, Desa Tirtasari, Kecamatan Banjar, Komang Yulia Verayanti (9). Ia tewas tertimpa pohon saat mandi di sebuah mata air yang berlokasi di pinggir tebing Banjar Dinas Taman Sari, Desa Banyusri, Kecamatan Banjar, Senin (17/4) kemarin. Kasubag Humas Polres Buleleng AKP Nyoman Suartika mengatakan, kejadian tersebut bermula dari warga Banjar Dinas Dangin Margi Desa Tirtasari Putu Wijana (48) dan Ketut Sabdita (42) bersama warga Banjar Dinas Bade Desa Mayong Kecamatan Seririt, Ketut Artawan (48), menebang pohon

taep di TKP mempergunakan senso sekitar pukul 08.30. Saat roboh, pohon berukuran besar itu menimpa pohon yang tidak ditebang dan ikut roboh. ‘’Pohon ini menimpa korban yang sedang mandi di mata air yang berada di bawah,’’ jelasnya. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka pada

kepala bagian atas, mata luka, kaki kiri patah, paha kanan luka robek. ‘’Korban meninggal dunia di TKP dan dilakukan pemeriksaan medis dari Puskesmas II Banjar,’’ jelasnya. Kejadian ini masih ditangani pihak kepolisian dengan meminta keterangan para saksi. (kmb45)

Singaraja (Bali Post) – Tidak ingin semakin lama “nganggur”, Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Buleleng menawarkan pengelolaan kios pasar ikan dan bangunan restoran di Desa Anturan, Kecamatan Buleleng kepada pihak ketiga (pemilik modal). Dari kerja sama ini, fasilitas yang dibangun dengan dana APBD itu diharapkan mendatangkan keuntungan untuk menambah pendapatan daerah. Kepala Diskanla Ni Made Arnika, Senin (17/4) kemarin, mengatakan sesuai rencana, pemerintah menyerahkan pengelolaan kios pasar ikan dan bangunan restoran itu kepada desa dinas dan desa pakraman. Hanya pengelolaan itu sendiri tidak optimal. Sekitar tahun 2015, aset tersebut justru diserahkan kepada pemerintah daerah karena desa dinas dan desa pakraman tidak mampu mengelola dan kegiatan usahanya merugi. “Waktu zaman kadis yang lama rencana kedua fasum itu dikelola oleh desa, Desa Dinas dan Desa Pakraman Anturan, tetapi usahanya dibilang merugi dan asetnya diserahkan ke daerah. Sejak itu, fasilitasnya memang tidak dimanfaatkan,” katanya. Mantan Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagprin) ini

menambahkan, setelah bertahun-tahun fasum tersebut terbengkalai, sekarang pihaknya sedang merancang manajemen pengelolaan kedua fasum tersebut. Peraturan daerah (perda) memperbolehkan pihak ketiga ikut mengelola aset yang dibangun pemerintah. Selain dibenarkan oleh regulasi, pihaknya optimis pihak ketiga yang serius mengelola fasum itu akan memberikan keuntungan. Ini karena lokasinya yang hanya beberapa meter saja di sebelah utara jalan Singaraja-Seririt, sehingga orang dengan mudah menemukan pasar tersebut. Apalagi, Desa Anturan merupakan desa penyangga pariwisata Lovina, sehingga peluang tidak saja pembeli local, akan tetapi bisa menggaet kalangan tamu mancanegara yang berlibur ke Buleleng. “Kalau sudah serius pasti usahanya akan maju, apalagi di sana lokasinya dekat dengan jalan raya, sehingga mudah dijangkau. Kalau ini berhasil, paling tidak ada tambahan pemasukan untuk daerah dan fasum itu tak terbengkalai seperti sekarang ini,” jelasnya. Dengan modal ini, Diskanla sekarang menawarkan kepada siapapun pihak ketiga yang berminat untuk mengelola kios pasar dan restoran di Desa Anturan, dipersilakan untuk

mengajukan permohonan ke Diskanla Buleleng. Awal tahun 2016 lalu sebenarnya sudah ada salah satu pihak ketiga yang tertarik bekerja sama mengelola kios dan dan restoran tersebut. Sayang pada waktu itu pertanggung jawaban pembangunan fasum tersebut sedang diperiksa oleh Badan Pemerinka Keuangan (BPK), sehingga tindak lanjut kerja sama pengelolaannya mandek. “Silakan siapa saja pihak ketiga yang mau nanti akan dibuatkan MoU-nya, sehingga lebih cepat kios pasar dan bangunan restoran itu dimanfaatkan,” imbuhnya. Seperti diberitakan sebelumnya, kios pasar ikan dan bangunan restoran milik Pemkab Buleleng di Desa Anturan dibiarkan “nganggur”. Tidak diketahui dengan pasti, mengapa pedagang ikan segar menolak berjualan di kios yang sudah dibangun permanen tersebut. Demikian pula pihak desa dinas tidak mampu mengelola bangunan restoran yang juga dibangun oleh pemerintah daerah dengan APBD Buleleng. Dua aset tersebut kemudian dikembalikan kepada pemerintah daerah, hingga sekarang kondisinya memprihatinkan karena bangunannya tidak dirawat dengan baik. (kmb38)

Singaraja (Bali Post) – Tiga calon perbekel dipastikan akan bersaing dalam Pemilihan Perbekel (Pilkel) Desa Kubutambahan Kecamatan Kubutambahan melalui jalur Pergantian Antar-Waktu (PAW). Tiga calon ini ditetapkan sesuai hasil tes tulis yang digelar panitia pemilihan perbekel (pilkel), Senin (17/4) kemarin di aula SMK Sidikarya Kubutambahan. Sebenarnya 11 orang yang mendaftar, akan tetapi saat tes tulis satu orang tidak hadir, sehingga peserta yang mengikuti tes seleksi sebanyak 10 orang. Tiga bakal calon yang lolos seleksi itu masing-masing Gede Rendang Arismawan, Gede Pariadnyana, S.H. dan Komang Suardana, S.T. Ketiganya bakal

bersaing dalam pilkel mendatang untuk melanjutkan pemerintahan yang ditinggalkan mantan perbekel Kadek Topan Wirayuda (alm). Ketua Panitia Pilkades Ketut Sandirat mengatakan, mekanisme pencalonan melalui jalur tes tulis itu sesuai Surat Keputusan (SK) Bupati Buleleng No.141 /190/HK/2017. Selain nilai tes tulis, unsur penilaian lain meliputi pengalaman bekerja di pemerintahan, tingkat pendidikan dan usia peserta tes itu sendiri. Ketiga bakal calon itu kemudian akan mengikuti pemilihan langsung pada 27 April 2017 mendatang di GOR Lapangan Besi Mejajar Desa Kubutambahan. ‘’Sesuai mekanisme kami sudah mendapatkan tiga bakal calon dan

sekarang tinggal menunggu pemilihan untuk mencari satu yang terbaik untuk melanjutkan jabatan almarhum Kadek Topan Wirayuda,’’ jelasnya. Seperti diketahui, pucuk pimpinan di Desa Kubutambahan lowong. Ini karenakan perbekel definitif Kadek Topan Wirayuda meninggal dunia karena sakit. Almarhum meninggal dunia setelah beberapa tahun menjalankan roda pemerintahannya. Sejak itu pemerintahan di desa ini dikendalikan oleh pelaksana tugas (Plt). Tidak ingin terlalu lama pemerintahan lowong, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan tokoh masyarakat menyepakati untuk memilih perbekel baru melalui jalur PAW. (kmb38)

Diskanla Tawarkan Pengelolaan Pasar Ikan Anturan kepada Pihak Ketiga

NARKOBA - Polres Buleleng merilis pengungkapan kasus narkoba, Senin (17/4) kemarin.

Bali Post/sos

Ranperda Inisiatif DPRD

Perusahaan dan Pemkab Sepakati Nilai CSR Tiga Calon Bersaing Dalam Pilkel Desa Kubutambahan

Singaraja (Bali Post) – Setelah disetujui enam fraksi, rancangan perda (ranperda) inisiatif DPRD Buleleng tentang Tanggung Jawab Sosial dan Perlindungan Perusahaan akan dibahas mulai Mei hingga Agustus 2017. Pembahasan ini akan mendapat prioritas karena regulasi ini penting untuk mengoptimalkan pengelolaan dana corporate social responsibility (CSR). Tak hanya mewajibkan menyisihkan keuntungan dalam bentuk CSR, regulasi ini juga mengatur terkait kesepakatan nilai dan siapa pihak yang menerima CSR yang disalurkan oleh perusahaan itu sendiri. Sekretaris Dewan (Sekwan) Gede Wisnawa didampingi Kabag Humas DPRD Buleleng Putra Ari-

ayana, Senin (17/4) kemarin, mengatakan pentingnya pembahasan ranperda hak inisiatif ini telah disikapi oleh pimpinan dan anggota dewan. Ini dibuktikan dengan persetujuan fraksifraksi atas usulan ranperda inisiatif oleh Badan Pembentukan Perda DPRD. Dewan selanjutnya menyepakati ranperda ini dibahas mulai Mei hingga Agustus 2017. ‘’Badan Pembentukan Perda menyampaikan draf berdana naskah akademik secara resmi melalui sidang paripurna. Setelah itu pembahasan akan berlanjut hingga ranperda ini tuntas menjadi produk hukum daerah,’’ katanya. Menurut Wisnawa, dalam pembahasan dengan eksekutif nanti baru akan diketahui apakah ranperdanya bisa

dilanjutkan atau ditunda. Yang jelas, berdasarkan usulan dan keputusan dewan bahwa ranperda hak inisiatif tentang Tanggung Jawab Sosial dan Perlindungan Perusahaan tidak melangkahi aturan hukum yang lebih tinggi di atasnya. ‘’Jika ada yang dianggap bertentangan dengan produk hukum yang lebih tinggi, tentu akan koordinasi dan semuanya itu diputuskan dalam pembahasan antara dewan dan eksekutif,’’ jelasnya. Sebelumnya, partisipasi perusahaan terhadap pembangunan di daerah berjalan baik. Sejumlah perusahaan yang beroperasi di Bali Utara rutin menyisihkan keuntungannya disumbangkan kepada pemerintah daerah. Selama ini, nilai atau bentuk CSR itu diserahkan kepada

perusahaan dan pemerintah hanya menerima. Atas kondisi ini, CSR itu sendiri dikenal dengan istilah sumbangan yang tidak mengikat. Sejalan dengan perkembangan ekonomi dan masuknya investor ke Buleleng, DPRD Buleleng mulai merespons dengan menyiapkan regulasi untuk mengatur pengelolaan CSR. Dewan memutuskan menggunakan hak inisiatif mereka dengan mengusulkan Ranperda tentang Tanggung Jawab Sosial dan Perlindungan Perusahaan. Dewan sendiri berpandangan dengan regulasi ini, pengelolaan CSR semakin baik dan terarah. Terutama terkait nominal dan sasaran penerima CSR itu sendiri akan semakin terkelola baik karena sudah diatur dalam perda. (kmb38)


JEMBRANA

12

Selasa Pon, 18 April 2017

Sempat Menghilang Dua Hari

Dua Anak Panti Asuhan Budi Mulya Ditemukan di Denpasar

Negara (Bali Post) Pengelola dan penghuni Panti Asuhan (PA) Budi Mulya di Banjar Pulukan, Pekutatan, Negara, sempat panik beberapa hari belakangan ini. Pasalnya, dua anak panti asuhan itu, yakni Ferdianto Tanggu Soloalias Yanto (16) dan Ino Sensius Dapa Ungu alias Ino (14) sempat menghilang selama dua hari. Namun, kedua anak ini akhirnya ditemukan di wilayah Denpasar dan sempat diamankan di Polsek Denpasar Selatan (Densel). Informasi yang diperoleh, Senin (17/4) kemarin menyebutkan, kedua anak asuh tersebut pergi meninggalkan panti asuhan tanpa sepengetahuan pengasuhnya sejak Sabtu (15/4) lalu. Kedua anak asal Sumba Barat Daya ini tercatat sebagai siswa kelas VI SD Negeri 2 Pulukan. Belum diketahui secara pasti penyebab mereka pergi meninggalkan panti asuhan. Pengelola Panti Asuhan Budi Mulya Zebta Paimun Yepta mengakui kedua anak asuh di panti yang dipimpinnya itu sempat kabur tanpa sepengetahuan pihak pengasuh. Ia mengatakan di panti asuhan itu terdapat

puluhan anak. Kedua anak asuh ini diketahui menghilang pada Sabtu sekitar pukul 13.00 Wita. Setelah diketahui hilang, pihaknya sempat melakukan pencarian, namun tidak ditemukan. Kasus hilangnya kedua anak ini kemudian disampaikan ke petugas Bhabinkamtibmas Desa Pulukan Aiptu I Ketut Suartika, dan kejadian itu dilaporkan secara resmi ke Polsek Pekutatan pada Minggu (16/4). Pihaknya sempat menerima telepon dari orang yang mengaku paman kedua anak itu. Namun keterangan yang diberikan berbelit-belit dan tidak jelas. Kemudian pihaknya menerima informasi kalau kedua anak itu diamankan di Polsek Densel. Petugas Polsek Pekutatan pun langsung menjemputnya. Sementara ibu asuh kedua anak itu, Ni Luh Rai Wartini, membantah adanya dugaan permasalahan di intern panti. Dia mengatakan salah satu anak itu memang sempat diingatkan karena melanggar tata tertib panti dan tidak ada kecurigaan keduanya akan kabur. Namun, ia dengan beberapa anak asuh lainnya membantah adanya kekera-

san, baik fisik maupun verbal. Dikatakan pula setelah tahu kedua anak itu hilang pihaknya sempat melakukan pencarian hingga ke wilayah Buleleng. Namun, tiba-tiba ia mendapat telepon bahwa kedua anak itu ditemukan oleh warga di depan RSUP Sanglah, Denpasar. Setelah ditemukan, kedua anak itu mengaku kabur dengan jalan kaki menelusuri pantai hingga mendapat tumpangan kendaraan di wilayah Surabrata, Tabanan. Setelah turun di Terminal Ubung, Denpasar, keduanya naik angkot menuju Sanglah. Warga yang melihat dua anak yang tampak telantar itu langsung menanyainya. Kemudian, hal itu dilaporkan ke kantor polisi dan diamankan pihak Polsek Densel. Sementara itu, Perbekel Pulukan I Wayan Armawa mengaku tahu adanya informasi kedua anak panti yang sempat hilang itu. Namun, kejadian itu tidak dilaporkan ke perangkat desa. Menurutnya, persoalan itu sepenuhnya menjadi kewenangan yayasan pengelola panti. Kini hanya ada satu panti asuhan di wilayahnya. (kmb)

Bali Post/olo

HAMA WERENG – Kondisi salah satu petak sawah di Subak Samblong yang padinya terserang hama wereng.

Hektaran Padi di Samblong Diserang Wereng

Salah seorang krama Subak Samblong Gede Dana, Minggu (16/4) mengungkapkan, padi yang ditanamnya seluas 70 are. Karena serangan hama itu, semua padi sudah mati. Serangan hama wereng ini, menurutnya, sangat ganas dan cepat merembet ke tanaman lainnya. Ia berencana melebur tanah garapan itu dan menggantinya dengan bibit baru. Serangan hama ini mulai terlihat sejak padi berumur

awal. Hingga dalam waktu dua minggu, serangan secara merata ke seluruh petak sawahnya. Menurutnya, ciriciri sawah terkena serangan hama ini tidak mau berkembang seperti biasanya. Diakuinya, saat ini sejatinya bukan kerta masa, melainkan masa gadu (tanam kedua). Petani memilih menanam padi lantaran adanya ketersediaan air berlimpah pascamusim hujan ini. Namun, ketika padi baru berumur

seminggu sudah mulai diserang hama wereng. Petani tidak mampu mempertahankan padi yang diserang hama tersebut. Apalagi efek kerusakan sangat cepat hingga padi mati. Solusi satu-satunya, yakni kembali mengolah tanah dan menanam dengan bibit baru. Hal senada juga diungkapkan petani lain Ketut Badrayasa. Petani penggarap ini mengolah lahan seluas 80 are. Sama dengan kon-

disi yang dialami Gede Dana, hampir seluruh tanaman padi mati diserang hama. Selain terserang di pokok padinya, dengan cepat, padi garapannya meranggas. Sejak munculnya serangan wereng, ia sudah berupaya menyelamatkan tanaman padinya dengan melakukan pemyemprotan. Tetapi tidak berhasil dan pihaknya mengaku masih menunggu keputusan subak. Sebab, hampir semua lahan ditanami padi yang terserang. Ketika kondisi itu terjadi, satu-satunya upaya yang bisa dilakukan adalah penanaman bibit baru atau mengganti tanaman lain. (kmb26)

SIDANG Paripurna DPRD yang mengagendakan Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Jembrana Tahun 2016 dan Penjelasan atas Rancangan Peraturah Daerah berlangsung di Ruang Utama DPRD, Senin (17/4) kemarin. Sidang yang dibuka secara resmi Ketua DPRD I Ketut Sugiasa, Wakil Ketua DPRD I Ketut Wardana dan Wabup I Made Kembang Hartawan, dalam LKPJ Bupati Jembrana I Putu Artha terungkap kalau dari sisi pendapatan, semua pos pendapatan daerah dapat terealisasi secara maksimal. Bahkan, terjadi peningkatan Rp 1.077.952.760.892 atau sebesar 96 persen dari target sebesar Rp 1.122.753.486.764. Sementara itu, Bupati Artha saat menyampaikan LKPJ mengatakan kalau realisasi pendapatan daerah untuk tahun 2016 meningkat

cukup signifikan yakni 19,28 persen dibandingkan tahun 2015 Rp 903.749.584.989. ‘’Peningkatan tersebut terjadi di semua pos pendapatan daerah seperti PAD, transfer dan pendapatan daerah lain yang sah,’’ katanya. Sedangkan dalam penyampaian LKPJ terkait penjelasan atas rancangan peraturan daerah, Bupati Artha menyampaian dua Ranperda yakni tentang Penetapan Jalur Hijau dan Ranperda tentang Bangunan Gedung. Untuk Ranperda tentang Jalur Hijau, kata Bupati Artha, akan terjadi perubahan luas. ‘’Kalau dilihat Perda Tahun 2016 lahan jalur hijau seluas 661,98 ha. Sedangkan dalam perubahan perda nanti akan menjadi 942,93 ha. Ini bertujuan untuk memproteksi lahan pertanian yang lebih luas serta mempertegas batas-batas jalur hijau berupa batas fisik seperti jalan, saluran air,

pematang sawah maupun batan blok persil,’’ ujarnya. Sementara untuk Bangunan Gedung, kata Bupati Artha, akan terisi ketententuan yang mengatur berbagai

aspek penyelenggaraan bangunan gedung, seperti aspek fungsi, persyaratan, hak dan kewajiban pemilik dan pengguna bangunan gedung itu sendiri. (ad1011)

Negara (Bali Post) Sejumlah petak sawah di Subak Samblong, Kelurahan Sangkar Agung, Kecamatan Jembrana, diserang hama wereng. Serangan hama itu mematikan padi yang berumur sekitar dua minggu. Akibat serangan hama ini, para petani berencana mengganti bibit jenis chierang.

Realisasi Pendapatan Daerah Kabupaten Jembrana Tembus 96 Persen

Bali Post/kmb

ANAK PANTI - Dua anak panti yang sempat menghilang selama dua hari dan akhirnya ditemukan di wilayah Denpasar.

Sejumlah Sungai Tercemar Sampah Kesadaran Warga Masih Rendah

Negara (Bali Post) – Persoalan sampah di Kabupaten Jembrana tidak hanya terlihat di Pantai Teluk Gilimanuk. Namun, sampah juga mencemari sejumlah sungai. Terutama sungai yang melintasi permukiman warga. Seperti yang terlihat di bantaran sungai perbatasan Dauhwaru dan Sangkaragung, Senin (17/4) kemarin. Tumpukan sampah di tebing sungai di dekat Sema Dauhwaru itu tiap harinya semakin menumpuk. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran warga membuang sampah pada tempatnya masih rendah. Dampaknya, Program Kali Bersih (Prokali) yang diterapkan Pemkab Jembrana untuk sungai yang bersih dari sampah belum berjalan maksimal. Sebab, sejumlah sungai masih tercemar sampah, meski petugas rutin membersihkan. Bukan saja sampah organik sisa upakara, namun juga sampah rumah tangga. Bila hal ini tidak segera dicegah, maka bantaran sungai tersebut lama-kelamaan akan menjadi Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Selain itu kondisi serupa juga ter-

jadi di sungai belakang Pasar Inpres Negara yang berada di Kelurahan Pendem. Sampah plastik terlihat menumpuk di bantaran sungai. Sejatinya petugas sering membersihkan, namun kesadaran warga untuk membuang sampah ke tempatnya masih kurang. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (LHKP) Jembrana I Ketut Kariadi Erawan saat dikonfirmasi kemarin mengungkapkan, saat ini pihaknya masih terus menerapkan Prokali. Fokus pembersihan dilakukan pada kanal yang mengelilingi Gedung Kesenian Bung Karno serta Sungai Ijogading. Erawan tidak menampik di dua titik aliran sungai (Dauhwaru dan belakang pasar) masih tercemar sampah. Padahal petugas sudah sering melakukan pembersihan melalui Prokasih. Namun, permasalahan dasar ada pada kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah. Agen pertama dalam pengelolaan sampah sejatinya ada di rumah tangga. Bagaimana masyarakat membiasakan diri untuk memilah dan membuang sampah pada

tempatnya. “Satu rumah tangga menyediakan dua tempat sampah saja. Satu untuk sampah organik dan satu anorganik. Kalau itu dibiasakan, pengelolaan sampah juga dapat dilakukan dengan mudah,” kata mantan Camat Negara ini. Petugas yang membersihkan itu tidak sebanding dengan tingginya perilaku warga membuang sampah ke sungai. Kondisi tersebut yang membuat petugas kewalahan. Bukan tidak mungkin mengubah perilaku melalui gerakan masif, seperti gerakan KB. “Ibu-ibu rumah tangga mempunyai peranan penting, bukan tidak mungkin mengubah kebiasaan itu,” terangnya. Karena itu selain gerakan pembersihan, juga harus disertai pembinaan dan pelatihan pengelolaan sampah. Desa melalui BUMDes juga memiliki andil dan sebenarnya wajib memiliki unit usaha pengelolaan sampah. Selanjutnya tugas pemerintah untuk memfasilitasinya. Program ini bisa berjalan baik apabila didukung dengan kesadaran masyarakat. (kmb26)

Bali Post/olo

SAMPAH – Kondisi saluran air yang ada di belakang Pasar Inpres yang masih tercemar sampah.

Bali Post/ist

LKPJ - Bupati Artha saat menyampaikan LKPJ dalam sidang paripurna, Senin (17/4) kemarin. Realisasi pendapatan daerah Jembrana tembus 96 persen.

”Genggong” di Ambang Kepunahan

Para Seniman Harapkan Perhatian Pemkab SELAIN alat musik tradisional preret, kesenian tradisional genggong juga nyaris di ambang punah. Kesenian yang berkembang di Desa Penyaringan, saat ini hanya segelintir pemain yang menggelutinya. Seiring berjalannya waktu, alat musik dari bambu ini semakin terpinggirkan, kalah populer dengan alat musik modern.

Sempitnya ruang untuk unjuk gigi menjadi salah satu pemicu alat musik tradisional ini kurang berkembang. Hanya di momen tertentu alat musik ini ditampilkan, seperti saat Parade Budaya Jembrana. Generasi baru saat ini hanya segelintir yang berminat memainkan alat musik tiup ini. Salah satunya sekelompok warga di Banjar Penyaringan, Desa Penyaringan. Mereka mengaku menekuni musik tradisional sejak duduk di bangku SD. Mereka merupakan generasi yang tergabung dalam sekaa alat musik genggong. Menurut sejumlah warga di Penyaringan, tidak sembarang orang bisa memainkan alat musik ini. Selain harus kuat bernapas, juga memiliki insting untuk mencari nada supaya sesuai yang diharapkan. Irama yang didendangkan alat ini pun mengikuti irama jegog. “Idealnya ada 10 orang, termasuk yang mengiringi suling dan kletuk (penanda

irama). Tetapi sekarang terus berkurang dan hanya satu dua saja,” tandas Gede Sumarwan, salah seorang pemain genggong beberapa waktu lalu. Alat musik dengan bunyi yang khas ini menurut cerita tetua, berasal dari masyarakat agraris yang meniru suara kodok di sawah. Untuk itu, para petani membuat alat dari enau atau bambu yang dilubangi sedemikian rupa untuk menghasilkan bunyi. Lantas bambu itu ditarik menggunakan tali. Hasil perpaduan renggangan bagian bambu/enau yang dilubangi dengan celah mulut menciptakan suara yang nyaring menyerupai suara kodok di sawah. Di depan bambu/enau itu terdapat tempurung kelapa yang berfungsi menutup mulut pemainnya. Kekuatan membunyikan alat musik ini pada jari yang menarik tali dan mulut. Tak jarang para pemula bisa mengalami keram. Rata-rata sekaa ini bisa memainkan

hingga 30 menit. Kesenian ini berkembang di Penyaringan dan sering pentas mengisi acara manusia yadnya dan menyambut tamu. Bahkan yang digunakan untuk mengeluarkan bunyi nyaring pun tidak sembarangan. Biasanya diambil dari bagian bambu yang sering gesekan dengan bambu lainnya.

“Masih ada beberapa yang bisa membuat genggong ini, tetapi sebagian besar sudah lingsir (uzur). Kalau tidak ada penerus, mungkin akan punah,” tambahnya. Para seniman alat musik tradisional ini berharap ada perhatian dari pemerintah daerah agar budaya masyarakat agraris ini tidak terpinggirkan. (olo)

Bali Post/olo

GENGGONG - Salah satu warga di Penyaringan ketika memainkan alat musik tradisional genggong yang semakin terpinggirkan.


KARANGASEM

Selasa Pon, 18 April 2017

13

Kualitas Eksekutif Bikin Malu Mantan Sekda

Amlapura (Bali Post) -

Mantan Sekda Karangasem Drs. I Nengah Sudarsa, M.Si., Senin (17/4) kemarin, mengaku merasa malu dengan kualitas para juniornya yang menjabat di eksekutif saat ini. Kritik pedas Sudarsa yang kini duduk sebagai legislator di DPRD Karangasem itu disampaikan ketika rapat gabungan komisi dengan eksekutif. Rapat itu membahas karut-marut pemilihan perangkat desa yang terus bermunculan di beberapa desa.

Bali Post/kmb31

PARUMAN DESA - Warga saat menghadiri paruman Desa Pakraman Subagan di wantilan setempat, Minggu sore.

Sempat Ricuh

Paruman Desa Subagan Bentuk Prajuru Baru

Amlapura (Bali Post) Setelah menonaktifkan seluruh panglingsir atau prajuru desa, Desa Pakraman Subagan, Kecamatan Karangasem, kembali menggelar paruman. Paruman itu dilaksanakan pada Minggu (16/4) sore untuk memilih panglingsir baru. Namun, Paruman Desa Pakraman Subagan yang digelar di sebuah wantilan itu sempat berlangsung ricuh. Kemudian, setelah masyarakat tenang kembali, dari paruman itu akhirnya terpilih sepuluh prajuru baru. Lalu, sebagai Bendesa Desa Subagan yang baru adalah Gede Karang. Ia menggantikan Putu Toya bendesa sebelumnya. Sejak awal pemilihan panglingsir baru di Desa Subagan ini, dikhawatirkan berlangsung panas. Sehingga sejak siang beberapa personel polisi dari Polsek Karangasem dan pecalang Desa Pakraman Subagan sudah bersiap mengamankan lokasi. Keributan yang dikhawatirkan itu akhirnya terjadi pada awal paruman. Salah satu tokoh masyarakat, Nyoman Rai, yang dipercaya menjadi moderator pemilihan prajuru baru itu mengatakan keributan dipicu kelompok masyarakat yang pro-bendesa sebelumnya. Kelompok masyarakat itu mempertanyakan kewenangan Nyoman Rai sebagai moderator, sehingga Nyoman Rai nampak langsung membacakan berita acara paruman sebelumnya yang menunjuk dirinya dipercaya sebagai selaku moderator. Keributan baru mereda setelah beberapa warga memilih meninggalkan paruman ini, sehingga paruman ini pun kembali berlangsung seperti biasa. Rai yang dihubungi, Senin (17/4) kemarin, mengatakan dari paruman tersebut sudah terpilih sepuluh prajuru baru. Ada beberapa nama yang masih dipercaya menjadi panglingsir, seperti Nyoman Geria (panglingsir tinggi), Made Dangin (panglingsir tinggi) dan Gede Widia (baga parahyangan). Sedangkan Nyoman Rai sendiri juga langsung ditetapkan sebagai bendahara dalam struktur prajuru yang baru. Selain nama-nama itu, sisanya merupakan wajah-wajah baru sebagai panglingsir desa. Setelah jajaran panglingsir baru itu terpilih, rencananya nama-nama ini akan diserahkan kepada MMDP (Majelis Madya Desa Pakraman) Karangasem beserta seluruh administrasi pemilihannya. Dan selanjutnya dikukuhkan sebagai prajuru baru. Mereka menggantikan jajaran prajuru yang lama. Setelah mendapat pengukuhan dari MMDP, baru panglingsir desa yang terpilih itu dilantik. Namun, kapan kepastian mereka dilantik, belum diketahui. ‘’Beruntung kami bisa segera membentuk prajuru baru. Sebab, kurang dari dua bulan kami di Desa Pakraman Subagan ini akan nyangra Aci Kasa yang dipusatkan di Pura Bale Agung,’’ kata Rai. Sebelumnya, 10 prajuru yang lama terpaksa dinonaktifkan dalam paruman Desa Pakraman Subagan, 12 April lalu. Saat itu, menurut Nyoman Rai, warga menyayangkan ada penyerobotan tanah milik Desa Pakraman Subagan dan penebangan pohon yang tidak diketahui prajuru lama, sehingga dinilai lalai. Lokasi tanah itu ada di Jalan Untung Surapati Gang Sedap Malam. Akibat persoalan tersebut, dalam paruman itu muncullah mosi tak percaya warga Subagan terhadap para prajuru yang lama. Terkait proses hukum laporan warga terhadap penyerobotan tanah tersebut, Kapolsek Karangasem Kompol Gede Wali mengatakan sejak dilaporkan bulan lalu sampai kini masih dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan bukti-bukti. ‘’Belum ada yang mengarah ke tersangka,’’ katanya. (kmb31)

Sudarsa merasa malu dengan para juniornya, yang kelimpungan saat menjawab pertanyaan dewan. Mereka terkesan tidak siap menghadapi berbagai pertanyaan seputar persoalan pemilihan perangkat desa di Karangasem. Sebagai Sekda era Bupati Karangasem I Wayan Geredeg saat itu, Sudarsa mengingatkan agar siapa pun dari eksekutif yang hendak rapat kerja dengan legislatif, harus mempersiapkan diri dengan baik. Tolong adakan rapat internal dulu, dengan sekda atau asisten, agar satu suara saat rapat kerja dengan legislatif. Apa kira-kira yang hendak dibahas, agar disiapkan data pendukungnya. Dengan cara itu apa yang disampaikan pada rapat kerja, lebih akurat dan keterangannya dapat dipertanggungjawabkan. ‘’Tolong kalau mau rapat, persiapkan diri dulu. Apa

yang ditanyakan itu yang dijawab. Jangan melebar ke mana-mana. Berikan jawaban lugas dan tegas. Malu saya sebagai mantan sekda, melihat kalian seperti ini saat rapat,’’ sorot Sudarsa kepada Asisten I Ida Bagus Ketut Sulendra usai menanggapi sejumlah pertanyaan anggota dewan dengan jawaban nyaplir atau tidak nyambung. Kritik keras Sudarsa terhadap kualitas jajaran eksekutif membuat merah wajah dan kuping jajaran eksekutif. Selain Asisten I, ada juga dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Komang Agus Sukasena beserta staf, Camat Kubu I Made Suartana dan Camat Karangasem Cokorda Alit Surya Prabawa. Meski nampak sudah terlihat malu, Sudarsa belum menghentikan kritiknya. Menurutnya, kalau memang eksekutif tidak siap dengan apa yang ditanyakan

anggota dewan, sebaiknya akui tidak siap. Dan, disampaikan akan rapat kembali secara internal untuk mempersiapkan seluruh jawaban dari pertanyaan tersebut. ‘’Ah, pokoknya saya malu, melihat junior saya seperti ini,’’ kata Sudarsa. Sejak awal rapat kerja gabungan komisi ini sudah berlangsung tegang. Selain karena persoalan yang dibahas cukup genting, jajaran eksekutif yang hadir terkesan saling lempar tanggung jawab. Legislator Gede Dana mengatakan persoalan pemilihan perangkat desa di setiap kecamatan, nyaris terjadi persoalan. Kalau eksekutif tak siap menghadapi persoalan tersebut, ini bisa mengganggu jalannya pemerintahan di desa. ‘’Sekarang banyak terjadi kadus yang terpilih tak diterima masyarakatnya. Masyarakat diajak gotong royong tidak mau. Mungkin

Bupati IGA Mas Sumatri Lepas Kontingen Penas XV Karangasem 2017 B U P A T I Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri didampingi Sekda Karangasem I Gede Adnya Mulyadi melepas secara resmi Kontingen Pekan Nasional (Penas) XV Petani-Nelayan Kabupaten Karangasem Tahun 2017, Senin (17/4) kemarin. Pelepasan dilangsungkan di Wantilan Kantor Bupati Karangasem. Dan pelepasan ditandai pemasangan syal secara simbolis oleh Bupati Mas Sumatri kepada para peserta Penas yang disaksikan Kadis Pertanian Karangasem I Wayan Supandhi dan Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Karangasem I Wayan Sumatra beserta para anggota KTNA lainnya. Kepala Dinas Pertanian I Wayan Supandhi dalam laporannya mengungkapkan, tujuan pelaksanaan Penas XV Tahun 2017 adalah meningkatkan motivasi dan kegairahan petani nelayan dan masyarakat pelaku agrobisnis dalam pembangunan sistem dan usaha agrobisnis yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan melalui kemitraan yang saling menguntungkan. ‘’Kegiatan ini juga dalam rangka meningkatkan kepemimpinan dan kemandirian kontak tani nelayan, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang teknologi dan informasi serta meningkatkan jiwa kewirausahaan dan kesadaran terhadap lingkungan,’’ imbuh Supandhi. Bupati Mas Sumatri dalam sambutannya mengatakan, dalam era perdagangan bebas sekarang ini para petani nelayan harus mampu bersaing di pasar global. Caranya harus terus-menerus beru-

KONTINGEN - Pelepasan secara resmi Kontingen Pekan Nasional (Penas) XV Petani-Nelayan Kabupaten Karangasem Tahun 2017, Senin (17/4) kemarin. paya meningkatkan kualitas produk dan melakukan efisiensi dalam mengelola usaha tani nelayan-hutan. Dikatakanya, itu sejalan dengan Tema Penas XV kali ini yaitu ‘’Melalui Penas Petani dan Nelayan XV Tahun 2017 Kita Mantapkan Kelembagaan Tani Nelayan dan Petani Hutan sebagai Mitra Kerja Pemerintah Dalam Rangka Kemandirian, Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Menuju Kesejahteraan Nelayan Petani Indonesia’’. Mas Sumatri berharap kepada peserta dan pendamping agar seluruhnya berpartisipasi dan berperan aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Penas ini, sehingga tujuan dan sasaran yang diharapkan dapat tercapai secara maksimal. Dan selanjutnya dapat diterapkan dan dikembangkan di wilayah masing-masing. ‘’Saya minta

kepada para peserta dan pendamping Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) dari Kabupaten Karangasem dapat mempromosikan dan melakukan kerja sama kemitraan terkait pemasaran hasil-hasil pertanian dan perikanan dengan para stakeholder yang hadir saat pelaksaan Penas tersebut,’’ tegasnya. Peserta Penas XV Tahun 2017 Kabupaten Karangasem ini berjumlah 40 orang. Terdiri dari 30 orang dari KTNA yang telah menunjukkan dedikasinya dalam memajukan pertanian dan nelayan di Kabupaten Karangasem. Selain itu juga ada 10 orang pendamping dari Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan Dinas Ketahanan Pangan Pemkab Karangasem. Kegiatan ini rencananya dilaksanakan tanggal 6 - 11 Mei 2017 di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh. (ad1012)

kadus yang terpilih lebih kepada kepentingan perbekel di situ, bukan mewakili masyarakat. Sekarang ini situasinya sudah kacau sekali,’’ sorot Ketua DPC PDI-P Karangasem ini. Rapat kerja gabungan komisi ini secara khusus ini hanya membahas persoalan pemilihan perangkat desa (Kaur Keuangan) di Desa Tianyar Tengah. Legislator asal Kubu, Nyoman Musna Antara, sangat menyayangkan sikap Camat Kubu Made Suartana, yang memberikan

rekomendasi menolak hasil panitia pemilihan perangkat desa setempat. ‘’Saya prihatin dengan Kubu. Belakangan ini Kecamatan Kubu dirundung banyak masalah. Mulai segel rumpin (rumah pintar), gaji guru tak kunjung cair sampai lewat Galungan, hingga demo masyarakat Tianyar Tengah masalah perangkat desa. Terkait masalah perangkat desa ini, tidak hanya di Tianyar Tengah, di Buana Pule juga bermasalah. Saya akan bongkar juga itu,’’ tegasnya. (kmb31)

KRITIK EKSEKUTIF - Nengah Sudarsa saat menyampaikan kritik kepada eksekutif saat rapat kerja di Gedung DPRD Karangasem.

Rencana Kelurahan Jadi Desa

Camat Karangasem Minta Masukan Warga

Amlapura (Bali Post) Rencana perubahan kelurahan menjadi desa disikapi serius Camat Karangasem Cokorda Alit Surya Prabawa. Dia meminta masukan dari masyarakat setempat di masing-masing kelurahan, karena perubahan kelurahan menjadi desa ini harus atas prakarsa masyarakat, bukan dari pemerintah. Dia menargetkan akhir April ini sudah ada kesimpulan dari aspirasi masyarakat terhadap rencana ini. Di Kecamatan Karangasem disebutkan ada tiga kelurahan. Antara lain Kelurahan Subagan, Karangasem dan Padangkerta. Dia meminta masyarakat benarbenar mencerna dengan baik adanya rencana perubahan ini. Artinya, positif dan negatif dari rencana ini agar diteliti dengan baik, sebelum aspirasi disampaikan dan akhirnya menjadi kesimpulan. Camat Alit Surya Prabawa mengakui perubahan dari kelurahan menjadi desa akan mendapat keuntungan dari sisi anggaran, menyusul makin tingginya perhatian pemerintah, khususnya pemerintah pusat, terhadap desa dalam beberapa tahun terakhir. Dengan demikian, proses pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan lebih serius. Pemberdayaan masyarakat yang menggeliat di desa, menurutnya, sudah terlihat sejak tahun 2015. Dia yakin, beberapa tahun ke depan, desa-desa yang wilayahnya tidak terlalu luas, bisa menyelesaikan masalah infrakstruktur lebih cepat. Hanya dengan satu periode kepemimpinan, sehingga selanjutnya bisa lebih fokus pada pemberdayaan masyarakat. Di sisi lain, jika kelurahan menjadi desa, tentu ada dampak

Surya Prabawa negatifnya dari aspek stabilitas wilayah juga berpengaruh. Terlebih masyarakat di ketiga kelurahan itu ada di sekitar Kota Amlapura. Perubahan kelurahan menjadi desa, tentu mengubah status pemimpinannya dari lurah menjadi perbekel. Sementara pemilihan perbekel akan ditentukan dengan cara pemilihan langsung oleh masyarakat. Camat menegaskan, alur perubahan dari kelurahan menjadi desa ini akan cukup panjang. Setelah menyerap aspirasi masyarakat, bila masyarakat menghendaki adanya perubahan tersebut, maka selanjutnya usulan masyarakat ini dikaji dari aspek teknisnya, apakah memenuhi syarat atau tidak. Setelah itu baru diatur dalam perda. Dibahas dengan DPRD Karangasem, baru diusulkan ke Kemendagri. ‘’Semoga akhir April ini kami di Kecamatan Karangasem sudah menerima kesimpulan aspirasi masyarakat. Apakah akan menghendaki adanya perubahan dari kelurahan menjadi desa atau tidak,’’ kata Camat Alit Surya Prabawa. (kmb31)

Raker Seleksi Perangkat Desa Mentok

PDI-P Minta Hadirkan Bupati Rapat kerja (raker) gabungan komisi DPRD Karangasem dengan eksekutif membahas kisruh seleksi pemilihan perangkat desa, Senin (17/4) kemarin, mentok. Pihak eksekutif yang dipimpin Asisten I IB Sulendra belum bisa memberi jawaban gamblang, khususnya menyangkut proses pemilihan Kaur Keuangan Desa Tianyar Tengah. Dewan yang sempat dibuat gusar itu akhirnya sepakat menggelar rapat kerja ulangan dengan agenda sama. Bagaimanakah jalannya raker itu sehingga memunculkan jawaban-jawaban bias eksekutif terhadap pertanyaan-pertanyaan dewan? ………………………………………………………… Anggota Dewan Nengah Sudarsa mengatakan pihaknya menilai pihak eksekutif belum siap. Sebaiknya sebelum ke sini (ke raker - red) kumpul dulu di kantor. ‘’Nanti silakan satu pintu saja yang jawab,’’ pinta Nengah Sudarsa. Pernyataan Sekda Karangasem di zaman Bupati Wayan Geredeg itu bermula ketika IB Sulendra dipersilakan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan anggota dewan. Sebelumnya raker dibuka Ketua Dewan I Nengah

Sumardi. Sejak awal sesungguhnya sudah mengemuka sejumlah kejanggalan pada proses pemilihan Kaur Keuangan Desa Tianyar Tengah, Kubu itu. Dewan lainnya, Gede Bendesa Mulyawan, mempertanyakan kapasitas Camat Kubu dalam kinerjanya mengontrol proses pemilihan perangkat desa tersebut. ‘’Mestinya dari awal sudah dikontrol. Kalau ada masalah seperti ini, mestinya cukup persetujuan ditunda sampai calon terpilih melengkapi persyaratan.

Melamar jadi polisi saja, persyaratnya bisa menyusul,’’ tegasnya. Pernyataan Gede Bendesa Mulyawan menyoal lima poin rekomendasi Camat Kubu. Kesimpulannya menolak hasil seleksi yang telah dilakukan panitia seleksi. Seperti diberitakan sebelumnya, seleksi Kaur Keuangan Desa Tianyar Tengah telah menelurkan hasil. Terpilih Ni Nyoman Suciati sebagai peraih nilai tertinggi. Namun, Camat Kubu Made Suartana meno-

lak hasil itu dengan sejumlah alasan. Di antaranya banyak persyaratan administrasi yang tidak lengkap. Kenapa calon yang berstatus pegawai PAUD, tidak melengkapi surat izin dari Plt. Perbekel yang menerbitkan SK-nya. Pada poin terakhir rekomendasi penolakan Camat Kubu itu menyatakan panitia seleksi telah lalai menjalankan tugasnya. Dalam raker, dewan menilai banyak ketidaksesuaian rekomendasi camat terkait perda pengangkatan perangkat desa. Soal surat izin calon yang berstatus pegawai PAUD, misalnya. Ketua Dewan memastikan prasyarat tersebut tidak diatur di perda. Anggota Dewan Gede Dana menyatakan persoalan seputar seleksi perangkat desa nyaris terjadi di semua kecamatan. Dari beragam persoalan yang ada, pihaknya menilai eksekutif terkesan melakukan pembi-

aran. Persoalan-persoalan itu telah mengganggu pembangunan dan perekonomian masyarakat. ‘’Sebetulnya riak-riak ini sudah mengganggu jalannya pembangunan. Juga kegiatan ekonomi masyarakat,’’ tegas Gede Dana yang juga Ketua Fraksi dan Ketua DPC PDI-P Karangasem. Sulendra yang diberi kesempatan menanggapi pertanyaan dewan justru dinilai ngelindur. Jawabannya tidak pas dan dianggap melebar. Jawabannya tidak pada substansi. Dewan berang karena mantan Kepala Badan Kesbangpolinmas itu memberi argumen tidak runut. ‘’Saya pikir eksekutif memang belum siap dengan jawabannya. Saya mohon diagendakan rapat kerja ulang. Lebih baik panggil Bupati saja, atau paling tidak kalau Bupati berhalangan bisa Wakil Bupati,’’ sergah anggota Dewan dari Fraksi PDI-P Wayan Sudira, yang disambut jawaban

setuju oleh mayoritas anggota Dewan lainnya. Dari aspirasi-aspirasi tersebut, Ketua Dewan Nengah Sumardi akhirnya sepakat memberi kesempa-

tan eksekutif merangkum tanggapannya. Disepakati raker ulangan digelar 25 April nanti. ‘’Suratnya tetap kita tujukan ke Bupati,’’ pungkasnya. (kmb)

Bali Post/kmb

DITUNDA - Raker gabungan komisi DPRD Karangasem membahas pemilihan perangkat desa disepakati ditunda dan akan dijadwalkan lagi pada 25 April nanti.


TABANAN

14

Selasa Pon, 18 April 2017

Pelaku Judi Kocok Diciduk Polisi Tabanan (Bali Post) Pelaku judi dadu kocok Wayan S alias Pak Keci (68) asal Desa Berengbeng, Selemadeg, Minggu (16/4) diamankan di Polres Tabanan. Ia tertangkap tangan saat menggelar dadu kocok di balai serba guna Pantai Soka Banjar Soka Kelod, Desa Antap, Selemadeg, sekitar pukul 18.00 Wita. Dari tangan tersangka berhasil diamankan barang bukti uang sebanyak Rp 467 ribu, satu perlak warna putih motif biru yang berisikan gambar, di antaranya Harimau, Udang, Burung Elang, Kepiting, Kera, Ikan dan tiga buah mata dadu, satu alas dadu warna putih dengan karpet warna biru, ember, tas gendong, serta karpet plastik. Kasubag Humas Polres AKP I Putu Oka Suyasa seizin Kapolres Tabanan AKBP Marsdianto, Senin (17/4) kemarin, mengungkapkan tersangka dan barang buktinya sudah diamankan di Polres Tabanan. “Tersangka dijerat Pasal 303 KUHP tentang perjudian” ujarnya. Bahkan tiga orang saksi juga telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Di antaranya Nyoman B (47) asal Banjar Soka Kelod, Desa Antap, I Ketut S (47) asal Banjar Pasut Desa Pengeragoan, Pekutatan, Jembrana dan I Kadek A (27) asal Banjar Duren Taluh, Desa Belimbing, Pupuan. Penangkapan terhadap pelaku itu, kata AKP Suyasa ,merupakan hasil opsnal yang dilakukan Kanit 1 Idik bersama anggota yang saat itu tengah melaksanakan patroli wilayah. Mereka mendapat informasi dari masyarakat bahwa di Pantai Soka, Desa Soka Kelod, Selemadeg ada yang menyelenggarakan perjudian jenis Dadu atau Kocokan. Selanjutnya Kanit 1 Idik bersama anggota Opsnal melakukan penyelidikan. Setelah yakin dan cukup bukti, maka tersangka langsung diamankan, berikut barang bukti serta saksi- saksi dari permainan judi tersebut. “Pelaku menyelenggarakan perjudian jenis Dadu atau Kocokan di tempat umum tanpa izin. Jadi kami lakukan penangkapan,” ucapnya. (kmb28)

Keluarga, Tempat Proses Awal Transformasi Karakter, Mental dan Disiplin Tabanan (Bali Post) Pendidikan sejatinya dimulai dari keluarga. Keluarga adalah tempat awal dan pertama tempat proses pendidikan bagi anak. Bukan saja dalam transformasi karakter, mental dan juga disiplinnya. Setelah itu baru dilanjutkan pada pendidikan formal di sekolah menumbuhkembangkan kemampuan anak sejak usia dini hingga pendidikan tingkat tinggi. Karena keluarga diyakini sebagai media efektif dalam pendidikan, Dinas Pendidikan Tabanan menggelar bimbingan teknis penguatan penyelenggaraan pendidikan keluarga pada satuan pendidikan. Kegiatan ini digelar selama tiga hari Senin hingga Rabu 17- 19 April di Hotel Vista. Peserta terdiri dari kepala sekolah, pengawasan dan pegiat pendidikan lainnya. Program ini bekerja sama dengan Direktorat Pendidikan Keluarga Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Pusat. Acara ini juga melibatkan fasilitator pendidikan keluarga yang sebelumnya pernah mengikuti trainee on trainer (TOT). Kepala Bidang Pendidikan Usia Dini Dinas Pendidikan Tabanan I Made Gede Sudha Adiyasa mengatakan, pendidikan keluarga bertujuan menumbuhkembangkan kemampuan anak sejak dini. Diharapkan dengan adanya Bimtek ini bisa diimplementasikan sekolah mulai dari PAUD sampai tingkat SMA/SMK, sehingga bisa menciptakan generasi berkarakter dan disiplin, selain memiliki kepedulian sosial dan kepatuhan hukum dalam bingkai religius. ‘’Kami berharap selesai bimtek ini bisa diimplementasikan di sekolah masing-masing,’’ harap Sudha. Kepala Dinas Pendidikan Wayan Adnyana saat membuka kegiatan tersebut mengungkapkan, pendidikan anak tidak bisa hanya dilakukan di sekolah formal. Pendidikan anak itu juga harus secara informal dan nonformal. Secara formal pendidikan dilakukan di sekolah dan nonformal dilakukan di luar sekolah seperti bimbingan belajar. Sementara untuk pendidikan informal dimulai dari keluarga. Hal ini sangat penting dilakukan karena pembentukan karakter dan disiplin anak untuk menciptakan generasi muda cerdas harus dimulai dari keluarga. Untuk menyukseskan pendidikan anak itu, lanjut Adnyana, harus ada kemitraan antara keluarga, sekolah dan masyarakat. Kemitraan ketiga unsur ini harus berjalan saling mendukung dan saling menghormati dalam menjalankan sistem pendidikan yang ada. Ditegaskan, pendidikan tidak bisa hanya mengandalkan guru di sekolah, karena waktunya sangat terbatas. Sedangkan waktu anak lebih banyak bersama dengan keluarganya. Sangat penting mengasah mental dan disiplin sejak dini, termasuk menumbuhkan kepedulian sosial dan hukum dalam kehidupan bermasyarakat. Pada kesempatan tersebut, Adnyana sempat menyentil orangtua yang telah memberikan Hp canggih, termasuk gadget yang fungsinya banyak disalahgunakan anakanak. Hp yang diharapkan menjembatani orangtua dengan anak dan menunjang pendidikan banyak fungsinya kemudian melenceng. Seperti untuk mengunduh hal yang tidak baik, lebih banyak main game dan hal negatif lainnya. ‘’Memberi Hp pada anak bagus. Namun harus anak itu diberikan pemahaman, agar Hp itu tidak disalahgunakan,’’ pintanya. (kmb24)

Telepon Penting tabanan Polres Tabanan 0361-812519 Polsek Kediri 0361-812280 Polsek Marga 0361-8946155 Polsek Kerambitan 0361-8943991 Polsek Selemadeg 0361-8943669 Polsek Pupuan 0362-71110 Polsek Penebel 0361-819194 Polsek Baturiti 0368-21110 Polsek SelTim 0361-8509985 Damkar 0361-812113 BPBD 0361-7809054 PDAM 0361-9311213, 0361-9311706 BRSU Tabanan 0361-811027 UGD RSU Tabanan 0361-819810 RS Kasih Ibu 0361-3005757 Puskesmas Tabanan I 0361-814102

Puskesmas Tabanan II 0361-810650 Puskesmas Tabanan III 0361-815049 Puskesmas Kerambitan I 0361-8943982 Puskesmas Kerambitan II 0361-814027 Puskesmas Selemadeg 0361-8943636 Puskesmas Selbar 0361-815181 Puskesmas Pupuan I 0362-71233 Puskesmas Pupuan II 08113856736 Puskesmas Penebel I 0361-819181 Puskesmas Penebel II 0361-7470395 Puskesmas Marga 0361-8946154 Puskesmas Baturiti I 0368-21118 Puskesmas Kediri I 0361-812148 Puskesmas Kediri II 0361-814278 Puskesmas Kediri III 0361-880670

TERSANGKA NARKOBA - Dua tersangka kasus narkoba yang digelar Polres Tabanan, Senin (17/4) kemarin.

Bali Post/kmb24

Sehari

Polres Ungkap Dua Kasus Narkoba Tabanan (Bali Post) Dalam sehari Polres Tabanan sukses menangkap dua pelaku kasus narkoba di lokasi berbeda. Pertama I Wayan DK (27) di tangkap Polsek Kediri, sedangkan Gede BB (23) oleh Sat. Narkoba Polres. Atas keberhasilan itu, Polres kemudian merelis Senin (17/4) kemarin. Wakapolres Tabanan Kompol Leo Martin Pasaribu mengungkapkan, kasus narkoba pertama dengan tersangka I Wayan DK (27). Dia ditangkap Polsek Kediri, Selasa (11/4) pukul 17.30 Wita. Tersangka ditangkap di depan rumah kontrakan di Banjar Pande, Desa Kediri. Dari informasi masyarakat, polisi lalu melakukan pengin-

taian kepada tersangka yang ditengarai biasa membawa dan juga mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu. Berbekal infomasi itu, unit lidik Polsek Kediri melaksanakan penyergapan pada tersangka saat ia sedang berada di depan rumah kontrakannya. Dari hasil penggeledahan ditemukan barang bukti berupa kristal bening yang

diduga sabu-sabu. Barang bukti ini terbungkus beberapa plastik klip berwarna bening dan bungkus permen. Berat totalnya 12.57 gram bruto. Tersangka kemudian dibawa ke Polsek Kediri untuk diproses lebih lanjut. ‘’Dari hasil pemeriksaan tersangka mengaku menjual narkoba itu dalam bentuk paket seharga Rp 350 ribu per satu plastik klip,’’ ujar Martin Pasaribu. Sementara tersangka kedua adalah Gede BB (23 tahun). Dia ditangkap Sat. Res. Narkoba Polres 12 April lalu. Tersangka menyimpan narkoba jenis sabu. Dia ditangkap saat berada di depan warung nasi yang berlokasi

di Jalan Taruma Jaya, Banjar Delod Puri, Desa Kediri. Dari hasil penangkapan dan penggeledahan di TKP, tersangka ternyata menyimpan narkoba jenis sabu di dalam plastik klip bening. Sabu-sabu itu dimasukkan ke dalam bungkus rokok dengan berat 0,42 gram netto. Dari hasil interogasi, tersangka mengakui barang bukti tersebut adalah miliknya. Sat. Res. Narkoba Polres Tabanan kemudian kembali melakukan penggeledahan, Rabu (12/4) ke rumah tersangka dan menemukan barang bukti sabu seberat 0,05 gram netto dan satu buah alat hisap sabu. Saat ini tersangka diperiksa lebih lanjut

di Mapolres. Tersangka Gede BB, kata Martin Pasaribu diduga sementara sebagai pengguna narkoba. ‘’Statusnya sementara pengguna. Bagaimana perkembangan kasus itu, tergantung pemeriksaan lanjutan ke depan,’’ ujarnya. Tersangka terancam hukuman penjara minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun, karena melanggar Pasal 112 ayat 1 UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Tersangka pertama termasuk pengedar narkoba. Dia melanggar Pasal 112 ayat 2 UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan terancam hukuman minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun penjara. (kmb24)

Pemkab Terima Hibah Kemen-PUPR Rp 6,5 Miliar Tabanan (Bali Post) Sebanyak 99 Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota dan Yayasan/ Lembaga di Indonesia tahun ini mendapat Aset Hibah Barang Milik Negara (BMN) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia. Salah satunya Kabupaten Tabanan mendapatkan dua aset hibah senilai Rp 6,75 miliar lebih. Kedua aset tersebut yakni areal parkir di lingkungan Gedung Kesenian I Ketut Maria yang nilainya Rp 1,15 miliar. Serta jalan di Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel yang nilainya berkisar Rp 5,59 miliar. Proses penyerahan hibah tersebut telah dilakukan yang ditandai penandatanganan naskah dan berita acara serah terima hibah barang milik negara oleh Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, di Pendopo dan Sapta Taruna Kementerian PUPR, Rabu (12/4). Usai penyerahan hibah itu, Bupati Putu Eka Wiryastuti menyebutkan proses penandatanganan naskah dan berita acara serah

terima tersebut sebagai upaya tertib administrasi. Hal itu sesuai diamanatkan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah. Sebelumnya, Sekjen Kementerian PUPR Prof. Dr. Ir. Anita Firmanti Eko Susetyowati menjelaskan, serah terima hibah ini merupakan tindak lanjut dari amanat Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014. “Sekarang kita tidak dapat secara sembrono mengelola aset negara,” ujarnya saat memberi sambutan sebelum proses penandatanganan naskah dan berita acara serah terima dilakukan. Dia menambahkan, Kementerian PUPR mendapatkan tugas yang tidak sedikit. Apalagi pada era kepemimpinan Presiden Joko Widodo saat ini, yang menempatkan bidang infrastruktur masih menjadi fokus pembangunan di Indonesia. (kmb28)

Bali Post/kmb28

HIBAH - Penandatanganan serah terima hibah dari Kementerian PUPR oleh Bupati Tabanan.

Warung Global

Sampah Perlu Dipilah Sejak dari Dapur Warga PERSOALAN sampah itu sesungguhnya sangat serius. Akan menjadi gampang jika sampah-sampah itu dipilah sejak dari dapur masing-masing rumah warga. Jika strategi itu dilakukan, maka tak sulit mengelola sampah tersebut. Apalagi sekarang sampah bisa dijadikan benda-benda bermanfaat, seperti tas, dompet dan barang-barang menarik lainnya. Demikian terungkap pada acara Warung Global dengan topik “Penanganan Sampah di TPA Suwung’’ di Radio Global FM 96,5 Bali yang dipancarluaskan Singaraja FM, Suara Negara FM, SWiB Amlapura FM dan Genta Bali FM, Senin (17/4) kemarin. Sebagai warga Bali, Sugik di Abiansemal meminta agar pemerintah serius menangani sampah di TPA Suwung itu. Bali sebagai destinasi alias tujuan wisata dunia, tidak pantas dipenuhi sampah.

Ia berharap surat yang dilayangkan ke pusat ini segera direspons. Made Olan Santosa di Denpasar berpendapat persoalan sampah itu sangat serius. Akan menjadi gampang, jika sampah-sampah

itu dipilah sejak dari dapur masing-masing rumah warga. Jika strategi itu dilakukan, maka tak sulit mengelola sampah tersebut. Apalagi sekarang sampah bisa dijadikan benda-benda bermanfaat. Sampah-sampah di daerah wisata itu didominasi sampah yang dihasilkan kalangan rumah tangga, bekas botol sampo, plastik dan sejenisnya. Padahal kalau dipilah sejak awal dan baik, sampah itu bisa menghasilkan uang. Ia berharap mesin pengolahan sampah bisa diwujudkan. Fera di Tabanan mengusulkan agar di tiap kabupaten ada mesin pengolahan sampah. Jika mesin sudah

ada, maka tidak perlu lagi membuang sampah ke TPA Suwung. Werdha di Gianyar juga sepakat dengan usulan Fera. Selama ini ada empat wilayah yang katanya membuang sampah ke TPA Suwung, selain Denpasar, Badung, Gianyar juga Tabanan. Sebaiknya setiap kabupaten/kota itu punya mesin dan pabrik pengolahan sampah di masing-masing. Sampah akan menimbulkan persoalan di kemudian hari, jika tidak ditangani serius. Sampah sesungguhnya sama dengan penyakit. Karena itu p e rl u d it a ng a ni se g e ra . Jangan hanya wacana saja. Sampah perlu penanganan

sistematis. Budiada di Tabanan menambahkan, di negara maju objek-objek wisatanya bersih. Mereka pasti memiliki cara mengolah dengan baik sampah itu. Agar Bali terus menjadi daerah tujuan wisata terbaik di dunia, idealnya pengelolaan sampah itu harus diperhatikan meniru Singapura. Jika tidak ditangani memadai, masalah sampah ini akan menimbulkan persoalan pelik. Pemerintah selaku pelayan publik tidak boleh hanya berwacana saja. Nyoman Mastra di Gianyar menyarankan penanganan dan pengelolaan sampah itu harus dimulai dari diri sendiri. (sikha)


15

Selasa Pon, 18 April 2017

Leicester Lebih

jadwal Pertandingan Liga Champions Pertandingan II, Perempatfinal

Terbuka Menyerang

Rabu (19/4) dini hari Leicester City vs Athletico Madrid Real Madrid vs Bayern Munich Kamis (20/40 dini hari Monaco vs Borussia Dortmund Barcelona vs Juventus H hasil Pertandingan Liga Spanyol Granada CF vs Celta Vigo 0-3 Leganes vs Espanyol 0-1 Real Betis vs Eibar 2-0 Valencia vs Sevilla 0-0 1. Real Madrid 2. Barcelona 3. Atletico Madrid 4. Sevilla 5. Villarreal 6. Athletic Club 7. Real Sociedad 8. Eibar 9. Espanyol 10. Celta Vigo

31 23 6 2 82-33 75 32 22 6 4 91-30 72 32 19 8 5 59-24 65 32 18 8 6 56-39 62 31 15 9 7 45-24 54 32 16 5 11 45-37 53 32 16 4 12 48-45 52 32 14 8 10 52-44 50 32 13 10 9 44-42 49 31 13 5 13 48-51 44

Pencetak gol : 29 - Lionel Messi (Barcelona). Liga Inggris Manchester United vs Chelsea 2-0 West Bromwich Albion vs Liverpool 0-1 1. Chelsea 32 24 3 5 65-27 75 2. Tottenham Hotspur 32 21 8 3 68-22 71 3. Liverpool 33 19 9 5 69-40 66 4. Manchester City 32 19 7 6 63-35 64 5. Manchester United 31 16 12 3 48-24 60 6. Everton 33 16 9 8 60-37 57 7. Arsenal 30 16 6 8 61-39 54 8. West Bromwich Albion 33 12 8 13 39-42 44 9. Southampton 31 11 7 13 37-40 40 10. Watford 32 11 7 14 37-52 40 Pencetak gol : 24 - Romelu Lukaku (Everton). Liga Jerman SV Darmstadt vs Schalke 2-1 Werder Bremen vs Hamburg SV 2-1 1. Bayern Munich 29 21 6 2 71-15 69 2. RB Leipzig 29 19 4 6 55-30 61 3. Hoffenheim 29 14 12 3 56-31 54 4. Borussia Dortmund 29 15 8 6 62-33 53 5. Hertha Berlin 29 13 4 12 37-35 43 6. Freiburg 29 12 5 12 36-51 41 7. Cologne 29 10 10 9 42-36 40 8. Werder Bremen 29 11 6 12 46-49 39 9. Moenchengladbach 29 11 6 12 37-41 39 10. Eintracht Frankfurt 29 10 8 11 29-33 38 Pencetak gol : 26 - Robert Lewandowski (Bayern Munich), Pierre-Emerick Aubameyang (Borussia Dortmund). Liga Prancis Nantes vs Bordeaux 0-1 Marseille vs St Etienne 4-0 Bastia vs Lyon 0-0 (ditunda) 1. Monaco 2. PSG 3. Nice 4. Lyon 5. Bordeaux 6. Marseille 7. St Etienne 8. Guingamp 9. Stade Rennes 10. Nantes

32 24 5 3 90-27 77 32 23 5 4 66-21 74 33 21 10 2 55-27 73 32 17 3 12 65-39 54 33 14 10 9 47-39 52 33 14 9 10 48-38 51 32 11 12 9 35-29 45 33 12 8 13 40-44 44 33 10 13 10 31-37 43 33 11 9 13 31-47 42

Pencetak gol : 29 - Edinson Cavani (Paris St Germain).

Hasil GP Formula 1 Bahrain 1. Sebastian Vettel (Ferrari) 1:33:53,374 2. Lewis Hamilton (Mercedes) +00:06,660 3. Valtteri Bottas (Mercedes) 00:20,397 4. Kimi Raikkonen (Ferrari) 00:22,475 5. Daniel Ricciardo (Red Bull) 00:39,346 6. Felipe Massa (Williams) 00:54,326 7. Sergio Perez (Force India) 01:02,606 8. Romain Grosjean (Haas) 01:14,865 9. Nico Huelkenberg (Renault) 01:20,188 10. Esteban Ocon (Force India) 01:35,711 Klasemen Pembalap 1. Sebastian Vettel (Jerman) 2. Lewis Hamilton (Inggris) 3. Valtteri Bottas (Finlandia) 4. Kimi Raikkonen (Finlandia) 5. Max Verstappen (Belanda) Konstruktor 1. Ferrari 2. Mercedes 3. Red Bull - TAG Heuer 4. Force India - Mercedes 5. Williams-Mercedes

68 poin 61 poin 38 poin 34 poin 25 poin 102 poin 99 poin 47 poin 17 poin 16 poin

Bali Post/rtr

LARI - Penyerang Leicester City Jamie Vardy (kanan) dan Andy King berlari saat melakukan pemanasan, Senin (17/4) kemarin. Leicester akan menjamu Atletico Madrid di laga kedua babak perempatfinal Liga Champions, Rabu (19/4) dini hari nanti.

London Leicester City berusaha mengatasi defisit satu gol saat menjamu Atletico Madrid di Stadion King Power, Rabu (19/4) dini hari nanti. The Foxes akan menghadapi tantangan lebih berat mengingat lawannya lebih berpengalaman setelah dua kali gagal di Liga Champions. Leicester untuk pertama kalinya mencapai babak perempatfinal setelah lolos secara dramatis. Sebaliknya lawannya dua kali gagal di final dalam tiga tahun terakhir dan empat kali secara berturut-turut lolos dari babak

perempatfinal. Tim asuhan Craig Shakespeare itu pun kalah kelas saat pertandingan pertama di Vicente Calderon pekan lalu. Atletico mendominasi pertandingan menciptakan banyak

Pendukung Bastia Serang Pemain Lyon Paris Pertandingan Liga Prancis antara Olympique Lyon di markas SC Bastia, Senin (17/4) kemarin, terpaksa dihentikan setelah kiper Anthony Lopes diserang oleh sekelompok pendukung tuan rumah. Insiden di Stade Armand Cesari itu terjadi saat Lopes meninggalkan lapangan ketika turun minum. Awal pertandingan sempat tertunda selama hampir satu jam ketika para penggemar Bastia mengganggu tim tamu saat melakukan pemanasan. Akibat gangguan itu para pemain Lyon harus meninggalkan lapangan. Saat turun minum, sekelompok penggemar menyerang Lopes ketika ia menuju ruang ganti. Pertandingan babak kedua harus dihentikan 30 menit. Petugas keamanan berusaha meredakan kondisi dengan menghalangi penonton yang berusaha mendekati pemain-pemain Lyon. Pihaknya memutuskan untuk menghentikan pertandingan menyusul konsultasi-konsultasi yang dilakukan dengan otoritas lokal Corsica yang berwenang terhadap keselamatan publik. Atas insiden itu LFP, badan Liga Prancis mengeluarkan pernyataan yang mengutuk keras masalah ini. ‘’LFP mengutuk keras insiden-insiden yang berlangsung baik sebelum pertandingan SC Bastia/ Olympique Lyon, dan sepanjang turun minum,’’ isi pernyataan LFP. Pertandingan itu semestinya dimulai pukul 15.00 GMT namun tertunda setelah para penggemar klub Korsika itu memasuki lapangan di Stade Armand Cesari. Lyon merilis pernyataan di Twitter, ‘’Para penggemar Bastia memasuki lapangan untuk mengerumuni para pemain Lyon yang menyelesaikan pemanasan mereka.’’

Lyon Terkejut Mantan pemain Lyon Jeremy Berthod mengatakan kepada stasiun televisi resmi klub bahwa para penggemar Bastia melempari bola ke gawang kiper cadangan Mathieu Gorgelin saat ia melakukan pemanasan. Bola-bola itu dilemparkan kembali oleh penyerang Lyon Memphis Depay sebelum para pemain diserang oleh para penggemar Bastia. ‘’Para pemain berkumpul bersamasama. Baik mereka maupun staf kepelatihan sangat terkejut,’’ kata Berthod. LFP mengatakan pihaknya akan meminta SC Bastia untuk menjelaskan ulang pendekatan-pendekatan keamanan mereka dan mengambil tinakan yang diperlukan untuk memastikan orang-orang itu diskors dari stadion. Liga menambahi bahwa komite disipin mereka akan mempertimbangkan tindakan apa yang diambil terkait insideninsiden di stadion. Ini merupakan kedua kalinya dalam sepekan di mana Lyon terlibat pertandingan dengan keributan yang melibatkan penggemar, setelah pertandingan Liga Eropa mereka melawan Besiktas di Parc Olympique Lyon pada pekan lalu yang dimulai terlambat 45 menit akibat kerusuhan penonton. UEFA mengatakan tindakan disiplin terhadap Lyon dan klub Turki Besiktas akan segera diputuskan. Klub Prancis itu didakwa dengan organisasi yang tidak berjalan baik dan pelanggaran regulasi-regulasi keselamatan ketika para penggemar mereka memblok tangga-tangga, menyalakan kembang api dan memasuki lapangan setelah mereka menang 2-1 pada laga pertama babak perempatfinal. Klub Turki Besiktas didakwa setelah menyalakan kembang api, melemparkan benda-benda, dan kerusuhan penonton. (rtr/ant)

Sean Gelael Jajal Mobil Toro Rosso Hari Ini

Sakhir, Bahrain (Bali Post) Sean Gelael yang ditunjuk sebagai pembalap penguji tim Formula 1 Toro Rosso, untuk pertama kalinya bakal menjajal mobil yang sebelumnya digunakan Daniil Kvyat di Sirkuit Sakhir, Bahrain. ‘’Benar. Saya akan menggunakan mobil Daniil Kvyat. Ada tahapan yang harus saya lakukan sebelum melakukan uji coba mobil Formula 1. Jadwal langsung ketat,’’ kata Sean Gelael dalam perbincangan dengan media di Hotel Sofitel, Bahrain, Senin (17/4) kemarin. Sesuai jadwal yang ada, pembalap yang saat ini terjun di balapan Formula 2 ini akan bergabung dengan tim Toro Rosso di Bahrain selama tiga hari hingga

Rabu (19/4). Untuk hari pertama, Sean bakal melakukan pengenalan terhadap kendaraan yang bakal diuji berikut pendukungnya. Baru hari berikutnya, Selasa (18/4), Sean bakal mencoba mobil Renault STR 12. Uji coba sendiri bakal dilakukan sejak pukul 09.00 waktu setempat. Berdasarkan data yang ada, uji coba sendiri baru akan berakhir pada pukul 18.00 WIB. (ant)

peluang sebelum diselamatkan oleh gol tunggal Antoine Griezmann untuk meraih kemenangan 1-0. ‘’Saya kira mereka akan mempertaruhkan semuanya di laga kedua,’’ jelas pelatih Atletico Diego Simeone jelang kunjungan pertamanya ke Stadion King Power. ‘’Kami mengantisipasi atmosfir Inggris yang fantastis. Peluangnya masih 50-50. Tak seorang pun melihat kami telah lolos ke semifinal,’’ tambahnya. Di putaran sebelumnya, pasukan Shakespeare berhasil mengatasi tragedi kekalahan 1-2 di laga pertama melawan tuan rumah Sevilla dan menang 2-0 di laga kedua di kandang sendiri. ‘’Kami tahu, kami harus lebih terbuka menyerang. Kami memerlukan gol dan mengantisipasi serangan balik Atletico,’’ tambah Shakespeare usai kekalahan di Madrid. Menghadapi Leicester, Atletico kembali diperkuat penyerang Kevin Gameiro yang absen di laga pertama karena cedera hamstring. Namun skuad Simeone minus gelandang Tiago yang cedera pada pertandingan melawan Osasuna di Liga Spanyol pekan lalu. Atletico juga kehilangan bek Sime Vrsaljko dan gelandang Augusto Fernandez yang belum bugar. Pihak tuan rumah tak diperkuat sejumlah pemain kunci seperti bek tangguh Robert Huth. Yohan Benalouane cedera saat bermain imbang 2-2 melawan Crystal Palace pekan lalu. Kabar terbaiknya adalah kapten dan

bek Wes Morgan telah kembali berlatih dan diharapkan bisa diturunkan di pertandingan nanti. Lewandowski Diandalkan Pada pertandingan lain, Bayern Munich juga harus mengatasi kekalahan 1-2 saat melawat ke Santiago Bernabeu untuk menghadapi Real Madrid. Bayern mengandalkan Robert Lewandowski untuk mencuri kemenangan di laga kedua babak perempatfinal ini. Tuan rumah kemungkinan tak menurunkan Gareth Bale yang masih mengalami masalah dengan kaki kanannya. Bek Pepe dan Raphael Varane juga absen pada pertandingan krusial nanti. Pekan lalu, pelatih Real Zinedine Zidane tidak menurunkan Cristiano Ronaldo sebagai pemain utamanya dalam pertandingan melawan Sporting Gijon yang berujung dengan kemenangan 3-2. Lewandowski menjadi kunci serangan Bayern sepanjang musim ini dengan mencetak 33 gol di semua kompetisi. Namun penyerang Polandia itu didera cedera bahu kanan hingga absen pada pertandingan pertama sebelum dinyatakan telah sembuh kemarin. Bayern kehilangan Javi Martinez. Jika Mats Hummels dan Jerome Boateng gagal mencapai level kebugarannya, maka pelatih Carlo Ancelotti akan memasang David Alaba dan Joshua Kimmich di barisan tengah lini belakangnya. (kmb39/rtr/ap)

Wenger Bela Bellerin London Bek Arsenal Hector Bellerin kesulitan untuk kembali ke kemampuan terbaiknya akibat masalah pada pergelangan kaki. Pelatih Arsenal Arsene Wenger perlu membela Bellerin dengan menyatakan bahwa dia tidak layak dikritik setelah kekalahan 0-3 Arsenal di markas Crystal Palace pekan lalu. Arsenal menghuni peringkat ketujuh di klasemen, tertinggal sepuluh angka dari tim peringkat keempat Manchester City dengan dua pertandingan yang belum dimainkan. Pada beberapa pekan terakhir Wenger mendapatkan kritik tajam setelah hanya mendulang dua kemenangan dari delapan pertandingan terakhirnya di liga. Bellerin istirahat selama sebulan pada November karena cedera pergelangan kaki. Cedera tersebut kembali kambuh pada Januari dan membuat dia absen saat Arsenal menang atas Preston North End di Piala FA, dan ketika “The Gunners” menang atas Swansea City di liga. ‘’Menurut saya itu tidak adil. Saya setuju bahwa selama beberapa waktu dia bukanlah Hector Bellerin yang kita lihat di awal musim. Dia belum kembali ke levelnya sejak ia dililit cedera,’’ kata Wenger jelang pertandingan melawan Middlesbrough, Senin (17/4) kemarin. Wenger mendesak timnya untuk merespons kekalahan dari Palace dan meminta dukungan dari para penggemar dan klub. ‘’Para penggemar ingin berada di belakang tim dan cara kami merespons di lapangan sepak

bola akan menentukan sikap para penggemar,’’ kata Wenger kepada website resmi klub (www.arsenal. com). ‘’Para penggemar mencintai klub. Ini merupakan saat yang baik un-

tuk b e r satu dan tidak terpecah. Secara sejarah, Arsenal seperti itu,’’ tambah Wenger yang terus menerima cemooh dari fans the Gunners. Wenger berharap lawatan ke markas Middlesbrough, yang menghuni peringkat kedua dari bawah, mendapatkan hasil positif. Namun rekor mereka tergolong buruk karena hanya mencatatkan satu kemenangan dari lima kunjungan terakhir ke Stadion Riverside di liga. (kmb39/rtr/ant) Bek Arsenal Hector Bellerin.

Bali Post/rtr


OLAH RAGA

16

Selasa Pon, 18 April 2017

Hadapi Porprov Bali XIII

Buleleng Alokasikan Dana Rp 15 Miliar

Singaraja (Bali Post) Pemkab Buleleng memberikan perhatian besar terhadap KONI di daerahnya. Menjelang laga Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XIII di Kabupaten Gianyar mendatang, pemkab mengalokasikan dana Rp 15 miliar. Selain untuk pembinaan atlet dan ofisial, dana tersebut akan disisihkan untuk memperbaiki sarana olahraga yang masih rusak. Kepastian dukungan dana sebesar itu terungkap ketika pengurus KONI bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng audensi di ruang kerja Bupati Putu Agus Suradnyana, Senin (17/4) kemarin. Bupati didampingi Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. mengatakan, sokongan dana sebesar itu merupakan komitmennya mengembangkan olahraga prestasi di samping mengolahragakan masyarakat. Apalagi, dalam laga porpov mendatang, KONI Buleleng mempertahankan gelar juara ketiga di Bali. Dalam situasi ini, dibutuhkan keseriusan atlet dan ofisial serius berlatih meraih prestasi terbaik. ‘’Saya mendukung apa yang telah direncanakan oleh KONI karena ini merupakan apresiasi buat atlet kita agar mereka semangat dalam meningkatkan prestasi olahraga. Saya yakin KONI bisa menjawab segala tantangan dan keinginan masyarakat untuk Buleleng bisa berjaya bisa diwujudkan,’’ katanya. Ketua Umum KONI Nyoman Arta Widnyana menjelaskan, alokasi dana yang diterima itu dimanfaatkan persiapan Porprov XIII di Gianyar sebesar Rp 10 miliar, kegiatan rutin sebesar Rp 1,4 miliar dan dana pembinaan, sarana dan kejuaraan pengkab sebesar Rp 3,8 miliar. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Gede Suyasa mengatakan, sejumlah sarana olahraga yang mengalami kendala di antaranya balap motor, balap sepeda, panahan, menembak, tarung derajat dan beberapa olahraga lainnya. Sementara usulan pembangunan dan rehab sarana olahraga meliputi perbaikan atap GOR Bhuwanapatra, pembangunan lantai dua gedung kempo di kompleks GOR Bhuwanapatra dan pembangunan beberapa gedung kesekretariatan cabang olahraga. Secara bertahap akan disediakan sarana tersebut, sesuai kemampuan keuangan daerah. (kmb38)

Bali Post/ist

KONI - Pemkab Buleleng mengucurkan dana Rp 15 miliar untuk membiayai KONI Buleleng menghadapi laga Porprov Bali di Kabupaten Gianyar mendatang.

Pengembangan Sepak Bola Nasional Perlu Sinergi Pihak Terkait

Jakarta (Bali Post) Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menegaskan, semua pihak terkait harus bersinergi dalam bekerja sama mengembangkan sepak bola nasional. ‘’Cukup banyak tantangan dalam pembenahan persepakbolaan nasional, untuk itu perlu sinergi antar-kementerian/lembaga dalam memajukan sepak bola Indonesia,’’ kata Menteri Puan dalam rapat koordinasi percepatan pembangunan sepak bola nasional di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (17/4) kemarin. Pemerintah membentuk Tim Kerja Kelembagaan untuk melaksanakan Program Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional untuk memperoleh hasil yang cepat serta dukungan program dari kementerian/ lembaga. ‘’Masing-masing program dari tiap kementerian selanjutnya akan disinergikan untuk menghasilkan daya ungkit dan manfaat terhadap pembangunan sepak bola nasional yang berdampak besar dan positif,’’ katanya. ‘’Sesuai arahan Presiden, hasil koordinasi yang dilaksanakan oleh Menko PMK tentang pembangunan sepak bola nasional harus dilaporkan secara periodik kepada Presiden dan Presiden akan terus memantau,’’ ucap Puan. Dia menegaskan, pihaknya akan melakukan evaluasi halhal yang paling prioritas dalam pembangunan persepakbolaan nasional, seperti penetapan jadwal kompetisi di setiap jenjang yang terjadwal rutin dan pasti. ‘’Tujuannya untuk membuat iklim kompetisi berjalan dengan baik dan pada gilirannya menghasilkan pesepak bola yang berkualitas,’’ tegas Puan. Menko PMK juga mendorong agar segera diselesaikannya peta jalan pembangunan sepak bola nasional yang jelas dan konkret sebagai panduan bersama pembangunan persepakbolaan nasional. ‘’Dalam waktu dua minggu lagi Kemenpora akan selesaikan roadmap (peta jalan) serta membentuk tim kecil dan akan dilaporkan pada rapat berikutnya sebagaimana arahan Ibu Menko PMK,’’ ujar Sestama Kemenpora Gatot Dewabroto. (ant)

Bali Post/rtr

MERCEDES - Kru tim Mercedes memperbaiki mobil Lewis Hamilton pada Grand Prix Formula 1 Bahrain, Senin (17/4) kemarin.

Mercedes Ganti Strategi Manama -

Tim Mercedes mengganti strateginya untuk menghadapi dominasi pembalap Ferrari Sebastian Vettel di awal musim Grand Prix Formula 1. Mercedes mengindikasikan lebih memfavoritkan Lewis Hamilton dibanding rekan setimnya yang baru, Valtteri Bottas.

Mercedes tiba-tiba menerapkan strategi team orders pada Grand Prix Bahrain yang berlangsung pada Senin (17/4) kemarin. Padahal dalam tiga tahun terakhir, tim tersebut dengan terbuka mempersilakan pembalapnya untuk bertarung meraih kemenangan di setiap serinya, tanpa harus memfavoritkan salah satu di antaranya. ‘’Kami tidak seperti itu, sama sekali,’’ kata ketua tim Toto Wolff setelah Bottas dua kali mematuhi instruksi radio untuk membiarkan Hamilton yang lebih cepat untuk menyalipnya dan mengejar pembalap yang kemudian menang dan sekaligus pemuncak klasemen, Vettel. ‘’Itu bukan hal yang telah kami lakukan dalam beberapa tahun terakhir namun situasinya kini berbeda, maka ini memerlukan analisis yang tepat terhadap apa maknanya dan di mana kami berada,’’ tambah Wolff. Mercedes tidak pernah menyebutkan siapa pembalap utamanya,

dan Wolff mengatakan hasrat yang ada adalah untuk memberikan kesempatan yang seimbang kepada kedua pembalap itu di awal balapan untuk meraih kemenangan. Tim hanya gagal memenangi dua balapan musim lalu, namun mereka tidak lagi dominan pada musim ini di mana Vettel telah dua kali menjadi juara. Sebaliknya dalam tiga tahun terakhir yang terjadi adalah pertarungan internal antara Hamilton dan Nico Rosberg yang kini telah mengundurkan diri. Vettel yang memenangi seri pembuka di Australia, menempati posisi teratas klasemen sementara, unggul tujuh angka atas Hamilton di posisi kedua. Bottas, yang bergabung dengan Mercedes pada Januari sebagai pengganti Rosberg, di posisi ketiga tertinggal 23 angka dari rekan setimnya. Pembalap Finlandia Kimi Raikkonen di posisi keempat dengan 34 poin atau separuh dari koleksi nilai

Vettel. Raikkonen, juara dunia 2007, belum pernah naik ke podium musim ini dan tidak pernah menduduki posisi start terdepan sejak 2008. Wolff mengatakan situasi di Ferrari harus dipertimbangkan. ‘’Itu merupakan pertanyaan yang menarik bahwa kami perlu untuk menganalisis momen dan saya tidak ingin mendahului apa yang akan menjadi konsekuensi, atau jika akan ada konsekuensi,’’ tambahnya. Perbedaan antara kedua pembalap Mercedes ini amat mencolok. Bottas belum pernah memenangi balapan dan Hamilton melampaui rekor 54 kemenangan sepanjang masa Michael Schumacher. Bahrain merupakan pole position pertama dalam karier Bottas. Sebaliknya Hamilton telah mencatatkan 63 prestasi yang sama dan dapat melampaui 68 posisi start terdepan pada akhir tahun ini. Bottas juga masih menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Sedangkan Hamilton telah berada di Mercedes sejak 2013. Hamilton berada di pole position untuk enam balapan beruntun di Bahrain sampai Bottas memecahkan torehan itu kemarin.

Timnas Cricket Putri A dan B Petik Kemenangan

(17/4) kemarin. Timnas A menundukkan DKI, sedangkan timnas B mengalahkan Makassar Cricket Club. Hasil lainnya, Badung menaklukkan NTT. Pemain Bali yang tergabung dalam timnas A adalah Ni Wayan Sariani yang bertindak selaku wakil kapten, Putu Nanda Sekarini, Kadek Swandewi, Kadek Fitria Radarani, serta Putu Afridayanti. ‘’Target kami bisa menjuarai Kartini Cup ini,’’ kata Wayan Sariani. Sementara pemain Bali yang bermain di timnas B adalah AA Bastari, Aulia D, Ayu Onik, dan Dewa Ayu Trisnadewi. Pelatih timnas Soni Hawoe menjelaskan kejuaraan khusus putri ini melibatkan sembilan tim seperti Seminyak Barong, Denpasar, dan Jateng. Soni menerangkan, pemain asal Bali yang masuk skuad timnas tercatat sembilan pemain. ‘’Sementara total pemain putri yang menghuni timnas 27 pemain. Mereka ini dipersiapkan berlaga ke SEA Games di Singapura,’’ kata Soni. Turnamen cricket Kartini Cup Bali Post/022 ini berlangsung sampai dengan Pelatih timnas Soni Hawoe (kiri) Minggu (23/4) mendatang. (022) dan Ni Wayan Sariani.

Mangupura (Bali Post) Tim cricket putra A dan B memetik kemenangan pada hari pertama turnamen cricket Kartini Cup III/2017 yang mempertandingkan nomor twenty-twenty, di Lapangan Udayana, Bukit, Jimbaran, Badung, Senin

Wolff menambahkan, Mercedes terlihat akan tetap terlibat pertempuran sengit dengan Ferrari. ‘’Pada balapan, saya akan katakan terkadang itu

sangat seimbang. Maka menurut saya, persaingan akan menjadi sangat ketat pada beberapa balapan mendatang,’’ katanya. (kmb39/rtr/ant)

32 Pemain Ikuti Seleksi Perseden Denpasar (Bali Post) Tercatat 32 pemain mengikuti seleksi perdana pembentukan tim Perseden Denpasar, di Lapangan Kompyang Sujana, Senin (17/4) kemarin. Perseden akan melakoni Liga-3 Rayon Bali. Seleksi akan dilanjutkan pada Selasa (18/4) ini, sampai dengan Rabu (19/4) besok. Pelatih Nyoman Ambara pascamenyeleksi pemain menerangkan, pemain yang seleksi berdatangan dari kabupaten lain seperti Ari Gilang (Jembrana), dan Risma (Buleleng). Tim anggota Perseden seperti Putra Tresna, Kundalini, Putra Kesiman, dan POPP Pegok, juga mengirimkan pemain terbaiknya dalam seleksi, kemarin. Selain itu, untuk pemain senior juga ikut seleksi seperti Asep Triwahono, Vital Ximenez, AAN Surya Negara, serta Anta Wijaya Mucin. Ambara menjelaskan, meskipun seleksi awal ini memakan waktu tiga hari, namun pihaknya belum bisa memastikan mendepak pemain seleksi. ‘’Minimal kami mencoret pemain memerlukan waktu seminggu,’’ tutur Ambara. Selain itu, dalam pembentukan tim Perseden ini, diperlukan skuad 25 pemain. ‘’Skill-ball mereka lumayan, tetapi dalam pembentukan tim, kami tetap menerapkan asas sesuai dengan kebutuhan tim,’’ jelas Ambara. (022)

Ketut Sukadana

Jengah Tanpa Exco

PADA kepengurusan Asprov PSSI sebelumnya, Askab PSSI Badung sama-sekali tak mempunyai wakil yang duduk di jajaran executive committee (exco) baik Ketua Umum Asprov, Wakil Ketua Umum maupun anggota Exco. Karena itu, Ketut Sukadana memberanikan diri maju dalam Kongres Luar Biasa (KLB), baru-baru ini, dan terpilih sebagai Ketua Ketut Suardana. Sebenarnya, dua kandidat yang diusung Badung menjadi anggota Exco, yakni Ketut Sukadana dan IGN Ketut Tiksena. Namun, dalam pemilihan alhasil hanya Sukadana yang terpilih. ‘’Yang jelas, saya ini jengah, supaya ada wakil Exco dari Badung, dan saya didukung suara Askab

PSSI Badung dan PS Badung,’’ tutur pria kelahiran Jimbaran, Badung, 24 Februari 1967 ini. Sukadana mengamati, dalam menggelindingkan roda organisasi induk sepak bola ini, sebelumnya terkesan informasi dari PSSI Pusat mampet, dan tak sampai kepada Askot maupun Askab PSSI di Bali. ‘‘Misalnya penyelenggaraan turnamen sepak bola kelompok umur di Bali, sering informasinya tak sampai ke kabupaten,’’ terang Ketua Umum Asosiasi Sekolah Sepak Bola Indonesia (ASSBI) Bali ini. Untuk itu, ke depan, Sukadana ingin transparansi dalam segala bidang. Alumnus FH Unud ini juga menjabat Ketua

Asosiasi Futsal Kabupaten (Afkab) Badung, dan Wakil Ketua Asosiasi Futsal Provinsi (AFP Bali). (nel)

Ketut Sukadana

BP/022


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Selasa Pon, 18 April 2017

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) - Iklan Still Store di Bali TV � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau � Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS!

Informasi pasang iklan Telepon

� Tarif iklan Mini/Baris

: : : :

Rp 200.000,- (10 x tayang) � Rp 50.000,- (5 x tayang) � Rp 165.000,- (10 x muat) � Rp 82.500,- (10 x muat) �

B.BP.001.04.17.0000728

B.BP.001.04.17.0000825

B.BP.001.04.17.0000910

B.BP.001.04.17.0000911

: : : :

(021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 (0370) 639543 (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklanbp@yahoo.co.id (031) 5633456

VISA

� Email: pembacabalipost@gmail.com

!!Bth 5org Sopir Dcr Kryawan Mampu Bekerja dgn Dbthk Acct&Admin(Min D1 Single Dcr Mekanik SepedaMotor segera Dicari 14 Karyawan/ti, 3 Kasir, Dicari PRT Pengalaman Tidur B1,Gaji Diatas UMR, Dpt Kos Team Gji+Bonus Memuaskan.Lamrn Max28Th)Kurir Motor,Opration & Hubungi H.082236288648 4 Admin,7 Sopir H:081999251555 Dalam Hubungi 081999905887 B.BP.001.04.17.0000904 B.BP.001.04.17.0000929 B.BP.001.04.17.0000928 +U.Mkn!Murah Makmur Bgn Jl.By ke Auto Nyaman Jl.Gn.Agung 183 Sopir, Krm Lam Jl.Gn.Soputan Dcr PRT tidur dalam Hub. Dicari 2 Sopir Pariwisata Bisa Dicari pengawas Lap & Drafter B.BP.141.04.17.0000979 Pas Ngurah Rai 888/03618957678 I/107 Dps T.8466317 Bhs.Inggris Aktif 081916567566 Hub:081246006744 / 08123950649 Dicari Marketing Profesional B.BP.141.04.17.0000993 B.BP.001.03.17.0002233 08123928624 dan 085100492291 B.BP.001.04.17.0000974 B.BP.001.04.17.0000908 B.BP.001.04.17.0001001 Berpengalamn Dibidang Otomotif Dcr PRT Tinggal dlm Dbthkn Krywti Fotocopy di TaDcr PRT u/di Batubulan Harian Punya Kendaraan Sendiri Gaji + banan(Kerja Shift) 085738186078 Hub.087730517255 50 Rb Hub.08123831133 B.BP.001.04.17.0000989 Bonus Memuaskan,Pendidikan Min B.BP.001.04.17.0000944 B.BP.001.04.17.0000903 Cr Pembantu Gj 1,5 yg Anter Dcr 2Penjahit&Serabutan uButiq SMU, Lamaran ke Auto Nyaman Dcr Pgw Laundry pnglman bs bw dpt 500 T.085337647918/488315 wanita,energik, H.081338755959 Jl.Gunung Agung No.183 Dps B.BP.001.04.17.0000975 B.BP.001.04.17.0000986 motor SMS:083114135892(Panjer) B.BP.141.04.17.0000980 B.BP.001.04.17.0000960 Dcr Krywn MiniMarket Min.SMU Dcr Acc Min SMK Akun,Dsgn Grfs !!Dcr 2PRT TglDlm G1,5 Jt, 081 Dcr Satpam utk Rumah Pribadi MiniMarket 3Tri Jl.D.Tempe Snr 237903622/087861412911 LgsKrj PT.Citya Jl.P.Moyo 66, 721956 Sertifikat Hub.081999660972 B.BP.001.04.17.0001000 B.BP.001.04.17.0000955 B.BP.135.04.17.0000995 B.BP.001.04.17.0000918 Dcr RoomBoy&Security Min.SMU !Dcr Therapist+Kasir+Freelance Dcr Adm Dps Pria SMA,Mtr sendiDcr Sopir Prbdi Tdr Dlm Bujang IndiHotel Jl.DanauBuyan 33 Sanur ri, Nangka Ut 253 (dpn K-24) Dps u/Canggu Area 081337778880 Bs Matic KTP Bali,081999660972 B.BP.001.04.17.0000999 B.BP.001.04.17.0000927 B.BP.166.04.17.0001005 B.BP.001.04.17.0000917 Cr Accounting S1 Brpglmn,Adm& **Handicraft Bth Sgr Admin+SPG Dcr Krywn L/P u/pengepakan Dcr Tenaga Serabutan bisa naik T.Srbutan PT.Indocandle Jl.Tkd MinSMA/K H:03618475290/8475294 Jl.Siulan Penatih,08179751379 B.BP.001.04.17.0000940 mtr,081999005445-089690302727 Batanghari XIV No.10/8955977-78 B.BP.166.04.17.0001006 B.BP.001.04.17.0000905 Dcr Krywti Londry&pembantu Gj B.BP.001.04.17.0001002 Cr.Sopir SIM A & T.Marketing Dicari Admin P/W + Sopir,bisa 1Jt Mes Mkn Motor 081936202112 *Freelance Marketing Deposito* Jl.Soka,T.083 119 987 566 Komp,Lam Jl.Letda Kajeng 8 Dps B.BP.001.04.17.0000948 Koperasi Fee 3% H.081239011111 B.BP.001.04.17.0000987 Dibth Kasir,Reserv,Controller, Join us! PT.Clipan Finance B.BP.001.04.17.0000963 Dicari Adm max 30tahun SMU/SMK Dicari Sopir SIM B1 Umum untuk B.BP.001.04.17.0000978 Dcr Pngwas Pryek Brpglm min3Th Marketing,Staf ber Bhs English, Dibuka: Staff Marketing(CMO) Cr Pembantu u/Bersih2+JagaAnak sederajat(gaji pokok+BPJS)Marke- Pariwisata Hub:Jl.By Pass Ngurah Prum Cazaloka Estate Jl.Pulau Staf berBhs Mandarin,Sopir, & Supervisor,Umur Max.30Thn, Daerah Seminyak T.081353001509 ting (instf+BPJS) 085921213232 Saelus I Telp:08123899965 Hub.723593/723637/082144159869 Brpengalaman,Info:081212420396 Rai 300B Tuban B.BP.001.04.17.0000997

Jakarta Mataram Denpasar Surabaya

B.BP.001.04.17.0000934

Dcr Tenaga pengawas/Teknisi 25th s/d.40th alamat Pertamina Elpiji,PT.Loqtro Sanur Bali Jl. Ry Pelabuahan Benoa Gg Sinar Mutiara Indah Br Pesanggaran Dps-Bali Tlp.0361-8497236710971 s/d 3

B.BP.001.04.17.0000711

Dcr Srabutan SIMA, bs Suami istri Tdlm,085339057457-087861722648

B.BP.001.04.17.0000994

Dibutuhkan Front Office untuk Penginapan Hub.085238311111 B.BP.001.04.17.0000909

Dibutuhkan Segera Pembantu Hub.081338773721

Dicari karyawan/ti Print & FotoSgr Marketing Toko Bangunan. copy Hub.Wineebali printing 081936256259. astina28@yahoo.com Jl.Hym Wuruk 71D 081936247579 B.BP.001.04.17.0000957 B.BP.001.04.17.0000935 Supir SIM B1 Gaji; 2Jt-an/Bln. Dicari:Segera Pembantu RT yg Tkg Las,Marketing;085103167222 Serius Kerja.Hub:081338661656 B.BP.001.04.17.0000913

Dicr Steward,Waiter/es Wrng Okinawa Jln.Mertasari Kuta (087861574939)

B.BP.001.04.17.0000879

Dicri Kar Laundry dan Penitipan Anak 081339799586

B.BP.001.04.17.0000939

Famous Surf Looking for SPG FO Put in Seminyak & Canggu 085792395717

B.BP.154.04.17.0000992

B.BP.001.04.17.0000951

Dibutuhkan Sgr Karyati Artshop Krywan/ti Art Shop Celuk SMP/A Single Tidur Dalam,0811386978 Bs.Ing G2Jt+Bonus H082144423777 B.BP.001.04.17.0000936 Lok D.Tamblingan No.69 Sanur Segera!dicari 2HK (housekeeping) B.BP.135.04.17.0000966 dan 1 Admin (diutamakan bisa Looking for SPG Good English Bhs Inggris) ditempatkan di Good Appearance,Energic.P:0851 Kerobokan cv kirim ke email: 00050706/E: hrd@buddhawear.com grandkesambi88@gmail.com B.BP.001.04.17.0000888

B.BP.001.04.17.0000958

B.BP.001.04.17.0000942

Urgent need Waiter/s/HK/Cook for Hotel in Brunei send CV to E:putudeddyparyana@yahoo.com B.BP.001.04.17.0000959

Yamaha Bisma Dicr mekanik Hub.T.Umar 142 Dps B.BP.001.04.17.0000920

Dibutuhkan Therapist,Hair Dresser yg berpengalaman Hub:081293799814 B.BP.031.04.17.0000943

Dcr PRT wnt, tdr luar jam 7-5sore bs bw motor.KTP.Gaji 2 jt. Mg libur.Kerobokan. 081236214000 B.BP.004.04.17.0001007

Dcr karyawati utk d oleh" bgian kasir & SPG bs komp. utk d daerah Pecatu Dreamland, 0361 8473040 B.BP.004.04.17.0001008

MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post B.BP.141.04.17.0000981

BUC Jazz’2016 Putih Matic Asli Bali,spr mls.Telp.081933068999

B.BP.001.04.17.0000954

MITSUBISHI

Pajero Dakkar 4x4 Th’2014 Asli Bali Hub.081916634433

B.BP.001.04.17.0000922

TOYOTA

Avanza G’2013 Hitam Terawat 147Nego Prbd Gnyr,081337968403

B.BP.001.04.17.0000998

Agya S TRD’2015 Full Original Cokro 377 Ubung T.085100462764

B.BP.164.04.17.0000969

Avanza G’13 Hitam Manual AsDK Rush S’07Htm Matic,08123890466

B.BP.164.04.17.0000972

All New Avanza Veloz’13 slvmet +Air Bag,prbd,mls,081353366037 B.BP.001.04.17.0000962

Dalung Cempaka 2,5Are SHM,Bnus Ruko baru 3Lt,LT114m2,LB315m2 DISEWAKAN RUMAH Bangunan 675Jt/Are,0818621551 full AC,Mezzanine,W.Heater,SHM Dikont rumah 2KT,1KT,1Grs,Dpr, B.BP.164.04.17.0000970 Tkd Banyusari,Hub.081338777777 Toilet Kerobokan,082247109389 Djl Tnh 4A SHM 100Jt/A Nego Pj B.BP.001.04.17.0000874 B.BP.154.04.17.0000983 B.BP.001.04.17.0000996 iry Manduang Klk 082146358032 DISEWAKAN TOKO Dikont.Rmh Jl.Jaya Giri XV 1A B.BP.165.04.17.0000941 Dikontrakkan Toko Lok.Perumna Hub: 081338901599 Jual Tnh SHM Ls250m2 BUC Di DIJUAL RUMAH B.BP.001.04.17.0000907 M.Maning Hub:082339820305 Ungasan Hub:08113864428 Rumah/Ruko 6Are Penamparan Disewakan Rmh Jl.Raya Sesetan B.BP.001.04.17.0000933 B.BP.001.04.17.0000923 Jual tanah Lokasi Batubulan Pemilik bs TT Tnh, 085100856999 Gg.Camar IV Murah 081999527840 KONTRAKTOR B.BP.141.04.17.0000982 Hub.081337112202,08563734043 B.BP.001.04.17.0000945 Swimming Pool Specialist ConB.BP.001.04.17.0000301 Dijual Rmh Sudah SHM 2Lt.Jl.Tutractor,Pny Mslh.082144464070 Pantai Purnama Gyr 26Are DIJUAL TANAH kad badung 20 Dps 081237200981 B.BP.001.04.17.0000919 087819070953/081337283254 Anyelir Dentim 1,24A Rmh Lt 2 B.BP.001.04.17.0000925 B.BP.001.04.17.0000359 bs TT Mbl 1,7M Nego,0818621551 Tnh SHM Sading,Sempidi,Babakan RUPA-RUPA Kediri Garden Estate Tabanan B.BP.164.04.17.0000971 TTutul,Pamogan,Dps081237200981 1Hr Cair,KTA/BPKB/Stfkt 0,5% Hub:081338791301/081337283254 Tnh Nempil 250Jt/A,Jl.Besakih B.BP.001.04.17.0000924 H.087861895055 / 081238979088 B.BP.001.04.17.0000365 PondokCitra Pmogan 08123871809 B.BP.164.04.17.0000967 B.BP.001.04.17.0000133 Rmh 1 Are Jl.Dewisri Gg.Salak DIJUAL RUKO Bantu murah Pajak SPT Tahunan Batubulan Rp550Jt 08174775029 *Tnh 1A,370,Jl5m Cempaka Dalung Dijual Ruko Jln.By Pass Kediri bulanan SIUP NPWP 081338344155 B.BP.001.04.17.0000985 Hub:081237666809, 081238920022 Tabanan Timur Bank Mandiri B.BP.001.04.17.0000177 B.BP.001.04.17.0000603 Rmh 2Kmr Tdr,Furnish, Jl.Cendra- Cemagi Canggu 36Are 0813372832 No.88B Lt.142M2,SHM,IMB,Lt.2 Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat wasih,Peti Tenget 081916634433 54, 081338791301, 081934310335 H.1,8M Nego H.082 144 118 995 T.085337370228 / 412815 DICARI MOTOR 081338294465 Beli Motor Bekas Segala Merk

HONDA

Jazz RS’08 AT/Grand Vitara’11 Manual bs Tukar H.085100856999

Avanza G Th’2012 Tangan 1 Slvr Pribadi Hub.085 333 124 554

B.BP.164.04.17.0000973

Innova Rabon Diesel AT’2016 As DK Q Putih 081236009045/Krdt

B.BP.001.04.17.0000984

Vios G Silver’03 Non Taxi istimewa Prbd 081999965979

B.BP.001.04.17.0000952

B.BP.001.04.17.0000921

BIRO JASA

INTERIOR

SALON

BIRO JASA

BIRO JASA

SERVICE

B.BP.001.04.17.0000361

FOTOCOPY

B.BP.001.04.17.0000931

AC

RUPA-RUPA

SPA BIRO JASA

BIRO JASA

SERVICE

SERVICE MAMPET

WC GARANSI

KURAS MAMPET SALURAN AIR WASTAVEL, DLL

242389 / 081236774491 BIRO JASA

BIRO JASA

SERVICE

SPA

B.BP.001.04.17.0000844

AC

KEHILANGAN Hilang BPKB:H06421236-O AN: Lara Braga Vico DK 835 IM

B.BP.001.04.17.0000163

Hilang Buku Kir DK 9895 BD,wrn Hitam a.n:Marsiono Hadi Susiyono

B.BP.001.04.17.0000926

Hilang SHM No181 L.12500m2 A/N AA Kade Suama Hub.082237762275

B.BP.159.04.17.0000956

Hlg BPKB No.MTS/144/I/15-0 a.n IWynMurja DK601AP,081239185677 B.BP.001.04.17.0000990

Deposito Koperasi 75Juta dapat Scoopy Gratis H.081239011111

B.BP.001.04.17.0000977

Dijual Aset Bekas Minimarket : Showcase GEA 2&3 Pintu,Rak Gondola, AC, Meja COC,Dll. Hub.081339343453

B.BP.001.04.17.0000947

BENGKEL LAS

RUPA-RUPA Pelunasan/Gestun Kartu Kredit Hub:082340004545 Jl.Kertapura

B.BP.001.04.17.0000127

Trm Gestun. Dalung 081236575081

B.BP.004.04.17.0000862

FURNITURE

PERCETAKAN Cetak Plastik Dos Free Desain 0888 300 1188 wwwasiabaru.com B.BP.004.04.17.0000806

BIRO JASA Pajk SPT Tahunan/Bln T.Amnesti sy bs bantu murah,081999121505 B.BP.001.04.17.0000176

DIJUAL RUMAH


EKONOMI

18

Selasa Pon, 18 April 2017

Upah Harian Buruh Tani Naik 0,42 Persen Jakarta (Bali Post) – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat upah nominal harian buruh tani nasional pada Maret 2017 naik 0,42 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (17/4) kemarin, mengatakan bahwa kenaikan sebesar 0,42 persen tersebut dari sebelumnya pada Februari 2017 sebesar Rp 49.268 menjadi Rp 49.473 per hari. ‘’Sementara untuk upah riil naik 0,52 persen dari Rp 37.125 menjadi Rp 37.318 per hari,’’ kata Suhariyanto. Perubahan upah riil menggambarkan perubahan daya beli dari pendapatan yang diterima para buruh seperti, buruh tani dan buruh informal perkotaan atau masyarakat berpenghasilan rendah. Semakin tinggi upah riil maka semakin tinggi pula daya beli. Suhariyanto mengatakan, untuk perkembangan upah buruh informal perkotaan, rata-rata upah nominal buruh bangunan bukan mandor mengalami kenaikan sebesar 0,08 persen dari sebelumnya Rp 83.657 menjadi Rp 83.724 per hari. Sementara upah riil buruh bangunan bukan mandor pada Maret 2017 juga naik sebesar 0,10 persen dari bulan sebelumnya Rp 65.235 menjadi Rp 65.297 per hari. Untuk upah buruh potong rambut wanita per kepala,

upah nominal tecatat sebesar Rp 25.352 dari sebelumnya Rp 25.258 atau naik 0,37 persen. Upah riil naik dari sebelumnya Rp 19.696 menjadi Rp 19.772 atau 0,39 persen. Rata-rata upah nominal pembantu rumah tangga, juga tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,36 persen. Pada Februari upah nominal sebesar Rp 370.846, sementara pada Maret 2017 menjadi Rp 372.181 per bulan. Upah riil Maret dibanding Februari 2017 naik sebesar 0,38 persen, yaitu dari Rp 289.181 menjadi Rp 290.267 per bulan. (ant) CANGKUL - Pelaku industri kecil dan menengah (IKM) serta sejumlah petani mengamati cangkul seusai acara sosialisasi pemenuhan kebutuhan bahan baku dan alat perkakas pertanian dalam negeri di Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia di Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (17/4) kemarin. Kementerian Perindustrian menyerahkan secara simbolis 100 cangkul dari total 1.000 cangkul untuk pelaku industri kecil dan menengah serta sejumlah petani sebagai realisasi dari komitmen guna memacu produktivitas IKM sektor alat perkakas pertanian nonmekanik sekaligus memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Bali Post/ant

Rupiah Melemah Jakarta (Bali Post) – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank, di Jakarta, Senin (17/4) petang, melemah dua poin menjadi 13.282 dibandingkan sebelumnya pada posisi 13.280 per dolar AS. Pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia Tbk. Rully Nova, di Jakarta, Senin kemarin, mengatakan pelaku pasar uang cenderung mengambil posisi tunggu dan amati, di tengah sentimen geopolitik global, sehingga pergerakan mata uang rupiah cenderung melemah terhadap dolar AS. ‘’Di tengah posisi itu pelaku pasar cenderung mengamankan asetnya dari intrumen mata uang berisiko,’’ katanya. Ia menambahkan, sikap tunggu dan amati pelaku pasar itu juga berkenaan dengan putaran kedua Pilkada DKI Jakarta. Pelaku pasar uang mengantisipasi situasi politik di dalam negeri. Di sisi lain, lanjutnya, hasil survei per-

bankan yang mengindikasikan pertumbuhan kredit baru pada triwulan pertama 2017 yang melambat juga turut membuat sebagian pelaku pasar uang khawatir terhadap perkembangan ekonomi domestik. ‘’Namun, secara umum ekonomi kita masih positif, sehingga respons pasar terhadap data kredit itu diproyeksikan bersifat jangka pendek,’’ katanya. Bank Indonesia mencatat, Saldo Bersih Tertimbang (SBT) permintaan kredit baru sebesar 52,9 persen pada triwulan pertama 2017 dari 85,6 persen pada triwulan sebelumnya. Kredit baru pada triwulan pertama 2017 masih sesuai pola historis awal tahun, dan akan kembali meningkat pada triwulan kedua 2017. Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia, Senin kemarin, mencatat nilai tukar rupiah bergerak menguat ke posisi 13.255 dibandingkan hari sebelumnya (Kamis, 13/4) 13.264 per dolar Amerika Serikat. (ant)

Industri Manufaktur Indonesia Bisa Naik Nomor Tujuh Dunia Surabaya (Bali Post) – Kementerian Perindustrian mencatat industri manufaktur Indonesia berada di posisi 10 dunia berdasarkan statistik dari United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) pada tahun 2016, yang bisa naik ke peringkat tujuh jika didukung sejumlah faktor. ‘’Salah satu kunci utama dari industri itu adalah infrastruktur, terutama industri gas dan listrik. Jadi kalau dapat harga gas dan listrik yang kompetitif, kita bisa loncat ke nomor tujuh,’’ kata Menperin Airlangga Hartarto dalam lokakarya tentang kebijakan industri di Surabaya, Jawa Timur, Senin (17/4) kemarin. Airlangga menjelaskan, harga gas yang kompetitif dapat memberikan efek berganda bagi perekonomian Indonesia, yang didorong pertumbuhan industri, penerapan tenaga kerja dan penghematan devisa. ‘’Infrastruktur lainnya, jalan tol, kita belum selesai, mudah-mudahan tambah bagus. Kemudian, pelabuhan, juga diharapkan semakin baik untuk logistik,’’ katanya. Selain itu, lanjut Airlangga, rantai pasok industri dan pengembangan teknologi harus terus diperkuat. ‘’Industri itu kan makanannya teknologi, kalau pabrik kan makanannya bahan baku. Selain itu, perlu adanya kebijakan insentif fiskal yang saat ini mundur maju, kami Kemenperin menginginkan adanya kejelasan industri itu mendapatkan atau tidak,’’ ujarnya, Menurut data UNIDO yang sebelumnya telah dirilis, nilai tambah industri manufaktur di dunia pada tahun 2016 mencapai 11 triliun dolar AS. Dari nilai tersebut, 78,46 persen di antaranya meru-

Sri Mulyani

pakan kontribusi dari 15 negara teratas. Indonesia berada di posisi 10 dengan nilai tambah manufaktur 229 miliar dolar AS dengan porsi nilai tambah manufaktur dunia sebesar 1,93 persen, berada di bawah Prancis dan Brazil yang menempati posisi delapan dan sembilan. ‘’Kita bisa geser Brazil dan Prancis, tetapi itu kuncinya di infrastruktur,’’ kata Airlangga. Lebih lanjut Menperin mengatakan bahwa peran sektor industri dalam perekonomian nasional sangat penting, sehingga perlu adanya kebijakan nasional di sektor industri untuk mengakselerasi pertumbuhan industri nasional. Kebijakan tersebut tercantum dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) Tahun 2015-2035 yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 2015. RIPIN memuat visi pembangunan industri untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara industri tangguh, yang dijabarkan kedalam target-target capaian dalam beberapa tahapan. (ant)

Airlangga Hartarto

Maret, Defisit BTN Kucurkan Kredit Rp 27 Triliun Anggaran Rp 104,9 Triliun Program Sejuta Rumah

Jakarta (Bali Post) – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui defisit anggaran hingga 31 Maret 2017 tercatat Rp 104,9 triliun. Angka ini setara dengan 0,77 persen terhadap PDB, atau sedikit lebih rendah dibandingkan pencapaian tahun lalu. ‘’Secara total defisit anggaran Rp 104,9 triliun atau 0,77 persen dari PDB, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 143,4 triliun atau 1,13 persen dari PDB,’’ kata Sri Mulyani dalam jumpa pers, di Jakarta, Senin (17/4) kemarin. Ia mengatakan, pencapaian pendapatan negara telah mencapai Rp 295,1 triliun atau 16,9 persen dari target, lebih tinggi dari realisasi periode sama tahun lalu sebesar Rp 247,5 triliun. Pendapatan itu, katanya, berasal dari penerimaan perpajakan Rp 237,7 triliun atau 15,9 persen dari target dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebanyak Rp 57,4 triliun atau 22,9 persen dari target. ‘’Penerimaan perpajakan ini lebih tinggi dari tahun lalu sebesar Rp 204,5 triliun atau 13,3 persen dari target. PNBP juga lebih tinggi dari tahun lalu Rp 42,9 triliun,’’ kata Sri Mulyani. Sementara, lanjutnya, penyerapan belanja negara telah mencapai Rp 400 triliun atau 19,2 persen dari pagu, lebih tinggi dari pencairan pada periode sama tahun lalu Rp 390,9 triliun. Belanja negara tersebut antara lain berasal dari belanja Kementerian Lembaga sebesar Rp 92,4 triliun atau 12,1 persen dari pagu dan belanja non-kementerian-lembaga Rp 112 triliun atau 20,4 persen

dari pagu. ‘’Belanja Kementerian Lembaga telah mencapai Rp 92,4 triliun, lebih tinggi dari tahun lalu Rp 82,7 triliun. Belanja non-kementerianlembaga mencapai Rp 112 triliun, lebih tinggi dari tahun lalu Rp 110 triliun,’’ ujarnya. Sementara itu, realisasi transfer ke daerah dan dana desa telah mencapai Rp 195,2 triliun atau 25,5 persen, atau hampir sama dengan pencapaian periode akhir Maret tahun 2016. Realisasi pembiayaan anggaran pada 31 Maret 2017 ikut tercatat sedikit lebih kecil dari periode sama tahun lalu yaitu sebesar Rp 187,9 triliun, dari sebelumnya Rp 200,2 triliun. Menanggapi realisasi sementara ini, Sri Mulyani memastikan pemerintah akan menggunakan momentum membaiknya pencapaian penerimaan perpajakan, agar target pendapatan yang ditetapkan dalam APBN bisa tercapai pada akhir tahun. ‘’Triwulan satu ini ada pengaruh amnesti pajak, saya minta Ditjen Pajak untuk fokus bagaimana menggunakan hasil dari program tersebut dan menggunakan data untuk penerimaan pajak secara berkelanjutan sesudah amnesti pajak,’’ ujarnya. Selain itu, pemerintah juga berupaya menghitung penghematan belanja barang dan biaya operasional kementerian-lembaga dalam APBN agar dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur proyek prioritas. ‘’Kami akan terus mengupayakan pendanaan dari APBN tetap bisa dijalankan, dengan tetap menjaga rambu kehati-hatian,’’ ujarnya. (ant)

Ditindak, Distributor Pelanggar HET Palu (Bali Post) – Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tata Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan Syahrul Mamma menyatakan pemerintah akan menindak tegas distributor dan peritel modern nakal yang menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET). ‘’Ada tiga jenis pangan yang (HET-nya) baru saja ditetapkan pemerintah pusat pada 10 April 2017,’’ katanya saat mengunjungi dua pusat perbelanjaan modern di Palu,’’ Senin (17/4) kemarin. Dirjen Syahrul menegaskan, kalau ada distributor yang main-main dengan harga, akan dikenakan sanksi. ‘’Ya, kita akan cabut izinnya,’’ katanya. Begitu pula dengan toko ritel modern yang melakukan tindakan tidak terpuji menjual bahan pangan melebihi standar harga yang telah ditetapkan pemerintah. ‘’Saya minta distributor dan toko ritel modern jangan sampai menjual pangan, khususnya gula pasir, daging beku dan minyak goreng tidak sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah,’’ pinta Dirjen Syahrul. Pemerintah, katanya, sudah menetapkan HET untuk tiga komoditas pangan tersebut dan

diharapkan distributor dan ritel modern yang ada di seluruh Tanah Air untuk mematuhinya. Jika terbukti mengabaikan HET, maka bersangkutan akan ditindak tegas. ‘’Ya itu tadi sanksinya izin dicabut,’’ tegasnya. Karena itu, Dirjen Syahrul berharap distributor dan toko ritel modern untuk ikut mengamankan stok dan harga sudah diatur oleh pemerintah, sehingga tidak boleh seenaknya saja menaikan sepihak. Dirjen juga memberikan apresiasi kepada kedua ritel modrn yang telah menjual minyak goreng, gula pasir dan daging beku sesuai HET ditetapkan Kemendag tersebut. Pemerintah menjamin ketersediaan kebutuhan pokok menghadapi bulan puasa dan Lebaran Idul Fitri dan Idul Adha 2017 mencukupi kebutuhan masyarakat karena stok memadai. Lagi pula harga berbagai jenis kebutuhan pokok di pasaran saat ini terbilang relatif stabil. Dirjen PTKN didampingi oleh Direktur Tertib Niaga Inayat Iman dan Kadis Perindustrian dan Perdagangan Sulteng yang juga anggota tim pengendalian inflansi daerah (TPID) Provinsi Sulteng Abubakar Alamahdali. (ant)

Jakarta (Bali Post) BTN berkomitmen mendukung program sejuta rumah dengan mengucurkan kredit sebesar Rp 27,44 triliun untuk membiayai pembangunan 271.679 unit rumah. ‘’Hasilnya, kami juga dapat terus mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar KPR di Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 34,21%,’’ ujar Dirut BTN Maryono saat paparan kinerja di Jakarta, Senin (17/4) kemarin. Maryono memaparkan, dari sisi demand, perseroan telah menyalurkan 44.442 unit KPR baik subsidi maupun nonsubsidi dengan nilai total sebesar Rp 7,24 triliun. Kemudian, dari sisi supply, total nilai proyek yang dibiayai Bank BTN yakni sebanyak 227.237 unit atau setara Rp 20,21 triliun. Pertumbuhan kredit dan pembiayaan tersebut, kata Maryono, turut mengerek kenaikan total aset perseroan sebesar

20,12% menjadi Rp 214,31 triliun. Perbaikan kualitas kredit pun ditunjukkan dengan perbaikan rasio non-performing loan (NPL) gross per 31 Maret 2017 menjadi sebesar 3,34% atau menurun dari 3,59% di periode yang sama tahun sebelumnya. Di sisi lain, jelas Maryono, pertumbuhan DPK pun menanjak di level 20,02% yoy menjadi Rp 157,42 triliun. Sedangkan bank sentral mencatat DPK secara industri hanya tumbuh 8,9% per Februari 2017. Pertumbuhan giro, lanjut Maryono, menjadi pendorong terbesar peningkatan dana perseroan dengan kenaikan sebesar 29,36%. Sementara itu, deposito dan tabungan masing-masing meningkat 21,59% dan 5,85%. Sejalan dengan pertumbuhan bank yang positif, Maryono mengatakan, Unit Usaha Syariah (UUS) BTN menorehkan pertumbuhan laba bersih sebesar 33,41% yoy dari Rp 70,3 miliar menjadi Rp 93,79 mil-

iar di kuartal I/2017. Maryono menjelaskan, perolehan laba bersih tersebut didukung pertumbuhan pembiayaan yang tinggi dan perbaikan kualitas pembiayaan. Per kuartal I/2017, pembiayaan syariah tercatat naik sebesar 27,43% yoy dari Rp 11,63 triliun menjadi Rp 14,81 triliun. Kemudian, kualitas pembiayaan terpantau membaik dengan non-performing financing (NPF) yang turun dari 1,62% per 31 Maret 2016 menjadi 0,95% di periode yang sama tahun berikutnya. Kenaikan pembiayaan tersebut juga turun mendukung peningkatan aset UUS sebesar 20,46% yoy menjadi Rp17,8 triliun pada kuartal I/2017. DPK yang dihimpun UUS Bank BTN pun meningkat 20,15% yoy dari Rp 12,1 triliun menjadi Rp 14,53 triliun pada kuartal I/2017. Pertumbuhan terbesarnya, sebut Maryono, disumbang dari kenaikan tabungan dan giro. (010)


19

Selasa Pon, 18 April 2017

MK Cabut Wewenang Mendagri Batalkan Perda

Pengakuan Konstitusional DPRD

Jakarta (Bali Post) Wakil Ketua DPR-RI bidang kesejahteraan rakyat, Fahri Hamzah, mengatakan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatalkan kewenangan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dalam mencabut peraturan daerah (perda) merupakan bentuk pengakuan konstitusional DPRD sebagai sebuah lembaga legislatif. Ini merupakan kemenangan legislatif, sekaligus sebagai sebuah bentuk pengakuan secara konstitusi terhadap DPRD sebagai sebuah lembaga legislatif penuh,’’ kata Fahri Hamzah pada seminar nasional Mahkamah Kehormatan DPR-RI bertema ‘’Dinamika dan Tantangan Kinerja Lembaga Perwakilan’’ di Jakarta, Senin (17/4) kemarin. Menurutnya, perda merupakan produk dari pembahasan DPRD dan kepala daerah selaku kepala pemerintahan di daerah. Oleh karena itu, kasus ini menjadi topik MKD DPR untuk membaca perspektif nilai-nilai dari lembaga perwakilan rakyat. ‘’DPR-RI kini terus-menerus tengah menginduksi tentang bagaimana meletakkan kedudukan lembaga-lembaga negara dalam postur konstitusi dan sistem ketatanegaraan baru,’’ katanya. Fahri menjelaskan, DPRD secara konstitusional memiliki hak penuh sebagai lembaga legislatif. Sebab, anggota DPRD juga dipilih oleh rakyat dengan cara sama seperti gubernur dan bupati, serta DPR-RI. ‘’Dengan demikian kewenangannya juga harus disamakan,’’ imbuhnya. Ia berharap dengan pembatalan kewenangan MK itu, akan diikuti oleh menguatnya legislatif di daerah, maka penyelenggaraan pemerintahan daerah pun diyakiini akan lebih bisa terkontrol. Akibatnya korupsi dan penyimpangan dapat ditekan atau dikurangi. ‘’Itu akan menjadi sebuah jaminan akan independensi eksekutif di daerah, seperti gubernur, dan bupati, serta wali kota,’’ kata Fahri. Mantan Wakil Ketua MK Laica Marzuki mengatakan keputusan MK membatalkan kewenangan Mendagri dalam mencabut perda merupakan langkah tepat. Sebab, secara organisatoris Mendagri sebenarnya perpanjangan tangan gubernur. Sedangkan perda merupakan hasil kesepakatan antara pemerintah daerah selaku lembaga pemerintahan di daerah dengan DPRD sebagai lembaga legislatif daerah. Sehingga untuk membatalkan atau mencabut perda, lembaga yang tepat melakukannya bukanlah Mendagri melainkan melalui pengujian oleh Mahkaman Agung. (kmb4)

Penegakan Hukum Dari Hal. 1

Kata Kapolri, kalau sampai ada pengerahan massa yang terkesan intimidatif, maka Polri sekali lagi dengan diskresinya dapat melakukan penegakan hukum, bahkan dalam bahasa yang lebih tegas, kita dapat amankan yang bersangkutan paling tidak 24 jam. Mereka yang akan ditahan dalam 24 jam itu misalnya karena melakukan kekerasan pidana, membawa senjata tajam, dan intimidasi. ‘’Itu semua ada pidananya, kita bisa melakukan tindakan hukum ke mereka,’’ tambah Tito. Tito juga mengerahkan hingga 65 ribu personel dalam mengamankan Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. ‘’Saya pikir kekuatan yang dikerahkan cukup besar lebih kurang 65 ribu di antaranya adalah 20 ribu dari kepolisian, 15 ribu dari TNI dan sisanya dari linmas dari Kemendagri, dari pemda. Dengan kekuatan sebesar ini, lebih besar dari pengamanan sebelumnya insya Allah Jakarta akan aman dan kita menjamin masyarakat Jakarta untuk bebas memilih menurut pilihan masing-masing,’’ jelas Tito. Larangan mobilisasi itu, menurut Tito, bukan hanya terkait dengan ajakan Tamasya Almaidah yang sebelumnya banyak beredar di media sosial, tetapi juga mobilisasi massa oleh pihak lainnya. ‘’Larangan tadi bukan hanya berlaku untuk Tamasya Almaidah tetapi

juga bagi semua pihak, bagi semua pendukung pasangan calon,’’ ungkap Tito. Pada Senin kemarin, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Mochamad Iriawan mengeluarkan Maklumat Bersama tentang larangan mobilisasi massa pada Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Dalam maklumat itu disebutkan bahwa setiap orang dilarang melaksanakan mobilisasi massa yang dapat mengintimidasi secara fisik dan psikologis dalam bentuk kegiatan apa pun yaitu yang akan datang ke TPS di Jakarta bukan untuk menggunakan hak pilihnya karena sudah ada penyelenggara pilkada yaitu KPU Provinsi DKI Jakarta dan Pengawas Pilkada yang berwenang yaitu Bawaslu DKI Jakarta dan jajarannya. Bila ada sekelompok orang dari luar Jakarta yang akan melaksanakan kegiatan tersebut, maka Polri, TNI, dan instansi terkait akan melaksanakan pencegahan dan pemeriksaan di jalan dan akan diminta untuk kembali, dan bila sudah berada di Jakarta maka akan dikembalikan ke daerahnya masing-masing. Kemudian bila sekelompok orang tersebut tetap memaksa datang ke Jakarta dan melanggar aturan hukum, maka akan diproses dan dikenakan sanksi sesuai prosedur hukum. Maklumat itu juga ditandatangani Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno, dan Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti pada 17 April 2017. (ant)

Tidak Memenuhi Dari Hal. 1

‘’Kami hanya diundang, dikasih undangan demo dari 9 perusahaan, PNRI dan perusahaan lain,’’ ungkap Husni. Konsorsium PNRI yang terdiri atas dari Perum PNRI, PT Len Industri, PT Quadra Solution, PT Sucofindo, PT Sandipala Artha Putra lalu memenangi lelang itu. Kemenangan itu berkat strategi yang sudah disusun Andi Narogong dan tim Fatmawati bentukannya, padahal PNRI tidak memenuhi spek teknis yang sebelumnya ditetapkan. ‘’Saya tidak tahu ada berapa item yang tidak memenuhi syarat tetapi ada yang tidak terintegrasi sehingga tim berhenti di situ. Saya buat laporan tertulis ke Pak Sugiharto

tapi responsnya diminta untuk PNRI tetap dilanjutkan,’’ jelas Husni. Selain itu, Husni dan anggota tim teknis lain juga diminta datang ke rumah milik Dedi Prijono, kakak Andi Narogong di Kemang Pratama untuk menjelaskan mengenai Kerangka Acuan Kerja (KAK) eKTP. ‘’Saya diperintah Pak Sugiharto mendampingi pak Drajat (ketua panitia pengadaan) ke Bekasi bersama tim teknis untuk menjelaskan ulang tentang KAP sehingga memenangkan salah satu konsorsium,’’ jelas Husni. Pascapertemuan itu, KAK untuk e-KTP juga dilonggarkan, sehingga isi e-KTP bukan hanya soal sidik jari tapi juga iris mata. (ant)

Elza Syarief Diperiksa KPK Jakarta (Bali Post) – KPK memeriksa pengacara Elza Syarief sebagai saksi dalam penyidikan memberikan keterangan tidak benar pada persidangan perkara proyek KTP elektronik (e-KTP) atas nama terdakwa Irman dan Sugiharto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta. ‘’Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Miryam S Haryani,’’ kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, di Jakarta, Senin (17/4) kemarin. Sementara yang diperiksa, Elza Syarief, menyatakan pemeriksaannya kali ini berkaitan pertemuannya dengan Miryam S Haryani di kantornya. Ia pun menyatakan Haryani sempat

berbicara bahwa ada tekanan untuk mencabut berita acara pemeriksaan dalam proses penyidikan kasus proyek KTP elektronik. ‘’Ada sih tetapi itu masuk materi ‘pro justitia’. Teman-temannya yang namanya ada di surat dakwaan,’’ ucap Syarief, yang datang di Gedung KPK sekitar pukul 09.30 WIB itu. Sebelumnya Elza Syarief membantah dia yang mengusulkan agar Haryani yang anggota Komisi II DPR 20092014 dari Fraksi Partai Hanura mencabut berita acara pemeriksaan dalam proses penyidikan kasus pengadaan paket KTP elektronik. ‘’Untuk apa saya usulkan cabut BAP dia, justru saya ingin dia

Kawasan Hutan Dari Hal. 1

Wiranatha memaparkan, sebelum perjanjian berakhir tahun 2010, Bendesa Adat Tanjung Benoa telah mengajukan permohonan tanah kawasan hutan seluas 4 hektar untuk perluasan penangkaran penyu. Kemudian pada tahun 2011 ada permohonan izin dari Desa Adat Tanjung Benoa kepada Dinas Kehutanan Provinsi Bali. Dishut telah menyampaikan bahwa permohonan tersebut belum bisa diproses karena lokasi yang dimohon masuk dalam Blok Perlindungan dan agar dimohon kembali apabila sudah diubah menjadi Blok Pemanfaatan sesuai Evaluasi Rencana Pengelolaan Tahura Ngurah Rai tahun 2012. Namun pihaknya belum bisa memproses semua permohonan kerja sama di kawasan Tahura lantaran ada perubahan blok dari blok perlindungan menjadi blok pemanfaatan. ‘’Sudah itu 2013 ada optimalisasi kawasan Tahura. 2014 kita lihat kegiatannya berkembang tidak sesuai dengan perjanjian awal,’’ imbuhnya. Wiranatha menambahkan, Kepala UPT Tahura lalu mengeluarkan SP I pada 29 September 2014 kepada Kelompok Penangkaran Penyu di bawah naungan Desa Adat Tanjung Benoa. Peringatan itu dikeluarkan karena penggunaan kawasan Tahura

Dari Hal. 1

Bagi wisatawan yang ingin mengunjungi pulau penyu, biasanya menaiki boat dari pantai Tanjung Benoa dengan biaya Rp 500.000 per boat. Di lokasi tersebut, ratusan penyu ditangkarkan. Bahkan pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali secara berkala melakukan pengecekan terhadap keberadaan penyu untuk mengecek kesehatannya. Pascadikeluarkannya SP III, masyarakat pun mulai waswas. Selain sebagai mata pencaharian sekitar 150 warga, juga banyak pihak ikut terlibat di sana seperti penyewaan boat, guide dan pengantar. Anggota kelompok nelayan pengelola pulau penyu, I Komang Swanjaya dan Made

untuk kegiatan penangkaran penyu dilakukan tanpa izin. Penggunaan kawasan hutan wajib memperoleh izin dari Menhut dan tidak diperbolehkan melakukan aktivitas sebelum mendapatkan izin. Kelompok nelayan juga diminta menghentikan kegiatan dan mengembalikan pada kondisi hutan sebelumnya. SP II kembali dikeluarkan pada 9 Januari 2015, salah satunya karena belum ada pembongkaran bangunan yang dilakukan Kelompok Penangkaran Penyu. Setelah itu, Bendesa Adat Tanjung Benoa kembali mengajukan permohonan perpanjangan perjanjian kerja sama kemitraan yang ditujukan kepada Kepala UPT pada 24 Agustus 2015. Permohonan yang sama kembali diajukan pada 28 Februari 2017. Akan tetapi, keluar lagi SP III pada 14 Maret 2017 sebagai penegasan terhadap SP I dan II. Selain itu, pembongkaran terhadap bangunan juga belum dilakukan. Pada 21 Maret 2017 akhirnya dilakukan pertemuan, yang di antaranya mempertemukan Dishut dengan Kelompok Kerja Sama Konservasi Penyu Tanjung Benoa, Bendesa Adat Tanjung Benoa, dan instansi lainnya. ‘’Terhadap permohonan perpanjangan perjanjian kerja sama kemitraan bahwa kegiatan yang dilakukan tidak lagi hanya un-

Ratusan Penyu Parsana, mengatakan awalnya daerah Tanjung Benoa 20 tahun lalu dikenal sebagai lokasi pembantaian penyu. Saat itu ada beberapa orang warga di Tanjung Benoa yang peduli bahwa penyu itu akan punah. Dari situ muncul beberapa kelompok nelayan membentuk pulau penyu yang awalnya memang untuk pelestarian penyu. Setelah 20 tahun, banyak masyarakat yang langsung sebagai sponsor serta menjadi duta parisiwata karena kawasan ini juga terdapat wahana water sport. Secara tidak langsung, mereka yang di water sport tersebut menginginkan kawasan pulau penyu menjadi lokasi wisata. ‘’Makanya ada keterkaitan dengan water sport menuju pulau pudut atau pulau penyu. Seiring dengan waktu, banyak

Daya Tarik

Dari Hal. 1

Menurutnya, masyarakat yang memanfaatkan potensi pulau penyu memiliki komitmen untuk melestarikan pulau tersebut, termasuk habitat penyu yang selama ini menjadi daya tarik pariwisata Bali, khususnya Badung. ‘’Ini juga akan memberikan efek ganda yang berdampak pada pariwisata Bali juga. Namun di satu sisi pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten memiliki kewenangan untuk mengatur. Kewenangan ini yang saya harapkan bisa dibicarakan,’’ tegasnya. Politisi PDI-P Badung ini berharap tidak ada yang

dirugikan, karena masingmasing memiliki kewajiban dan kewenangan. ‘’Jika provinsi memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengelola silakan, tetapi perlu dipertimbangkan kalau di sana (pulau penyu – red) ada potensi yang bisa dikembangkan. Saya kira ini sama-sama bertujuan menjaga pulau penyu, menjaga habitat penyu dan membuat destinasi pariwisata,’’ ujarnya. Ketua Komisi II DPRD Badung Nyoman Luwir Wiana juga sependapat. Politisi asal Kuta Selatan ini berharap Pemprov Bali mengkaji kembali keputusan menutup aktivitas

jadi kolaborator hukum,’’ kata Syarief, setelah menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam penyidikan kasus pengadaan KTP elektronik, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (5/4). Dia mengaku selalu memberikan saran yang baik sebelum Haryani menjadi saksi di persidangan perkara KTP elektronik pada Kamis (23/3) lalu. ‘’Saya selalu memberikan saran yang baik, bicara sesuai dengan fakta yang ada karena di KPK lengkap ada alat perekam suara dan videonya juga ada,’’ katanya. Ia juga mengatakan kepada Miryan, apabila menghalanghalangi penyidikan, maka ancaman hukumannya juga tinggi. (ant)

tuk tujuan konservasi penyu. Akan tetapi telah berkembang menjadi kegiatan wisata yang bersifat komersial, sehingga perlu izin tersendiri. Untuk itu, sebelum izin dikeluarkan maka semua aktivitas harus dihentikan,’’ tegasnya. Wiranatha melanjutkan, pengembangan aktivitas berupa pembuatan tanggul jalan masuk, dan pondok kerja dalam kawasan Tahura yang dinaungi bendesa adalah pelanggaran dan telah diproses hukum di Dit Reskrimsus Polda Bali. Kendati sebetulnya, perpanjangan perjanjian masih bisa dilakukan sepanjang kelompok penangkaran penyu mau menghentikan kegiatan sebelum mendapatkan izin. Dalam hal ini, memberi waktu bagi pemerintah untuk melakukan kajian. ‘’Artinya pemerintah juga punya rencana tolong dipahami juga. Bukan (rencana) masyarakat saja pemerintah disuruh menyetujui tapi rencana pemerintah tolong dipahami juga,’’ imbuhnya. Rencana pemerintah, lanjut Wiranatha, tidak lain perencanaan untuk Tanjung Benoa termasuk Teluk Benoa. Tidak terkecuali rencana reklamasi Teluk Benoa. ‘’Iyalah, termasuk reklamasi. Kan itu berkaitan, jangan hanya masyarakat saja yang menganggap dirinya baik,’’ tandasnya. (kmb32)

Liga Eropa Dari Hal. 1

wisatawan yang ingin mengetahui keberadaan penyu. Pulau penyu ini awalnya memang tidak disengaja sebagai lokasi wisata. Karena kebutuhan masyarakat yang ingin tahu tentang penyu, secara tidak langsung ini menjadi lokasi wisata untuk khusus penyu,’’ jelasnya. Mereka berharap mudahmudahan dari pihak Dinas Kehutanan atau dinas tekait lebih mengerti kebutuhan masyarakat. Bahwa masyarakat yang berkecimpung di dunia wisata yang mendapatkan hasil dari sana, tidak pernah merusak ekosistem yang ada. ‘’Kami mohon kepada Dinas Kehutanan bisa memberikan kami kesempatan di sini untuk meneruskan eksistensi objek wisata pulau penyu,’’ harapnya. (kmb23)

di pulau penyu. ‘’Pulau ini dari dulu sudah dikenal oleh wisatawan, kalau ini ditutup akan menimbulkan masalah baru, bukan menyelesaikan masalah,’’ ucapnya. Komisi yang membidangi pariwisata ini meminta agar aktivitas di pulau penyu tetap dipertahankan. Sebab, pihaknya khawatir penutupan pulau penyu akan berkontribusi pada tingkat pengangguran dan konflik sosial. ‘’Saya harap aktivitas pariwisata di pulau penyu tetap berjalan, masalah izin bisa diselelesaikan sambil jalan, sehingga tidak ada kecemasan di masyarakat,’’ katanya. (kmb27)

Menurut UEFA, perhitungan peluang tersebut didasarkan pada 467 laga Liga Eropa, UCL dan Piala Winner UEFA sebelumnya yang berakhir dengan skor sama di leg pertama. Dari jumlah itu, hanya 26 tim tuan rumah yang berhasil lolos ke babak selanjutnya setelah kalah 3-0 di pertandingan tandang. ‘’Namun perlu diingat, ketika lolos dari 16 besar UCL beberapa waktu lalu, Barcelona hanya punya nol persen peluang melaju ke babak selanjutnya setelah kalah 4-0 dari Paris Saint-Germain (PSG) di leg pertama sebab belum ada yang pernah membalikkan keadaan dari 58 kali keadaan serupa,’’ lanjut UEFA. Sementara itu, peluang lolos rival senegara Barcelona, Real Madrid, ke semifinal UCL 2016/2017 adalah 94 persen setelah menaklukkan Bayern Muenchen dengan skor 1-2 di pertandingan tandang. Dari 352 pertandingan di bawah UEFA dengan keadaan sama di leg pertama, 331 kali tuan rumah bisa melaju ke babak berikutnya.

Dengan alasan senada, AS Monaco sebagai tim kandang diprediksi akan terus berkiprah di UCL melewati lawannya Borussia Dortmund dengan peluang 97 persen, berdasarkan 100 laga dengan akhir serupa di leg pertama, di mana tim tandang unggul 2-3. Peluang yang hampir sama kuat datang dari laga Leicester City versus Atletico Madrid, di mana leg pertama di Madrid, The Foxes takluk dengan skor 1-0. UEFA menyatakan peluang Atletico lolos dari hadangan Jamie Vardy dan kawan-kawan 59,3 persen, sementara persentase kemungkinan Leicester melaju 40,7 persen, didasarkan 991 laga dengan keadaan yang sama di leg pertama. Leg kedua perempatfinal UCL 2016-2017 digelar Rabu (19/4) dini hari WIB dengan laga Leicester City melawan Atletico Madrdi dan Real Madrid lawan Bayern Muenchen. Selanjutnya pada Kamis (20/4) dini hari WIB, digelar pertandingan AS Monaco berhadapan dengan Borussia Dortmund dan Barcelona melawan Juventus. (ant)

Warga Asing Dari Hal. 1

Misalnya, pemerintah membuat batasan bebas visa dapat diberikan kepada negara yang pendapatan per kapitanya tinggi sehingga nilai investasi di Indonesia bisa dalam jumlah besar. ‘’Jadi yang diberikan bebas visa itu yang income per kapitanya tinggi. Jadi ketika investor tertarik dengan Indonesia, tanpa disuruh saja maka spending-nya juga tinggi,’’ kata Hanafi.

Putra dari tokoh reformasi Amien Rais ini menambahkan, kebijakan bebas visa juga sebaiknya mempertimbangkan indeks pembangunan manusia di masing-masing negara, sehingga ketika warga asing datang ke Indonesia tidak memberikan beban bagi Indonesia. ‘’Saya pikir juga yang punya indeks human development bagus. Jadi ketika warga asing datang ke sini tidak membuat kejahatan transnasional,’’ ujarnya. (kmb4)


4 richest Indonesians wealthier than poorest 100 million

balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost

Selasa Pon, 18 April 2017

@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, (0361) 233801 Facsimile: 227418

I Made Suweta

Kebudayaan Jangan Hanya Dieksploitasi

Perkembangan sektor pariwisata di Bali cukup pesat. Dalam menarik kunjungan wisatawan, aspek kebudayaan sering dielu-elukan menjadi magnet, yang dikemas dalam pariwisata budaya. Akan tetapi, di tengah kondisi demikian, pemerintah diniBali Post/sos lai belum memI Made Suweta berikan perhatian yang seimbang antara pariwisata dan budaya. Sampai saat ini, dua hal tersebut masih terlihat pincang. “Saat ini, budaya itu hanya dieksploitasi. Tetapi minim perhatian dari pemerintah. Yang dipikirkan hanya bagaimana pendapatan dari sektor pariwisata bisa naik,” ungkap Ketua Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja, Prof. Dr. Drs. I Made Suweta, M.Si., Senin (17/4) kemarin. Alumni Sastra Bali Universitas Udayana ini mengatakan, di tengah pesatnya perkembangan pariwisata, pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten perlu memberikan perhatian besar untuk budaya Bali. Bukan seperti saat ini, budaya ibarat bukit pasir, yang hanya digali untuk meraup keuntungan, tetapi tidak pernah ditata. Kondisi yang demikian tentu saja berpotensi memunculkan persoalan lain yang berdampak buruk untuk keberlangsungan Pulau Dewata ini. “Pariwisata dan budaya harus seimbang. Seberapa besar tereksploitasinya, segitu juga harus besar perhatiannya dalam menjaga keberlangsungannya,” tegasnya. Perhatian terhadap keberlangsungan kebudayaan, menurut dia salah satunya dapat diterapkan pada lembaga pendidikan maupun lainnya yang memiliki disiplin ilmu berkaitan dengan hal itu. Organisasi, seperti subak juga perlu mendapat hal serupa. “Bahasa dan agama itu salah satu bagian dari kebudayaan. Tetapi sekarang perhatian pemerintah terhadap sarjana sastra dan bahasa Bali maupun guru agama Hindu tidak begitu besar. Seharusnya ini perlu diperhatikan. Akar budaya ada pada itu,” ucapnya. Di tengah kondisi demikian, Suweta menyebutkan khusus di STAH Mpu Kuturan, pembangkitan kebudayaan sudah dilakukan dan hal itu menjadi komitmen utama yang harus digaungkan civitas akademika. Seluruh mahasiswa tak hanya dituntut paham terhadap teori, tetapi juga pada praktik. “Di tengah kebudayaan seperti itu, kami di sini memiliki komitmen untuk terus mempertahankan. Itu menjadi hal wajib yang harus diterapkan seluruh civitas akademika,” tandasnya. (sos)

Bali Post/ist

Cintya LD

Promosi Ubud

Setelah dirilis beberapa bulan lalu, kini Cintya LD mulai menggarap video klip untuk single keduanya yang berjudul “Pelangi Bali”. Single yang menceritakan tentang keberagaman seni dan budaya yang dimiliki oleh Pulau Bali ini, diciptakan oleh seorang pencipta lagu kawakan Komang Raka serta diaransemen Dek Artha. I Wayan Ada selaku manager Cintya LD mengungkapkan, penggarapan video klip merupakan langkah selanjutnya untuk mempromosikan single kedua yang baru saja dirilis beberapa bulan lalu. Sebagai orangtua dan juga selaku manager, ia pun sangat ingin Cintya LD terus berkembang di bidang olah vokal, khususnya lagu pop Bali anak-anak. “Penggarapan video klip ini sudah menjadi program keberikutnya setelah single ‘Pelangi Bali’ dirilis,” ungkapnya. Penggarapan video klipnya sendiri dilakukan di beberapa lokasi seperti Saren Indah, Puri Ubud, Puri Saraswati, Campuhan, Bukit Cinta Ubud dan Pantai Mertasari Sanur. Di bawah sang sutradara Yong Sagita serta dibantu Yasa Sega, konsep pengambilan gambar, lebih menonjolkan keindahan alam dan juga objek wisata yang ada di Ubud. Sebagai orang Ubud, Cintya ingin mempromosikan Ubud. Termasuk mempertunjukkan beberapa seni tari. “Konsep klipnya kali ini, yaitu lebih pada mempromosikan objek wisata yang ada di Ubud seperti kota Ubud, pemandangan sawah, jembatan kuno, Taman Raja Ubud serta pertunjukan tari di Ubud. Saya ingin lewat klip ini, wisatawan nanti mengetahui bahwa Ubud pantas untuk dikunjungi,” tandasnya. Dalam kesempatan ini, I Wayan Ada juga berharap lewat karya-karya Cintya LD mampu memotivasi para generasi muda untuk lebih mencintai keberagaman seni dan budaya yang dimiliki oleh Bali. Dengan begitu, ia pun yakin ke depan jargon Ajeg Bali mampu tercapai seperti indahnya warna pelangi. “Saya sebetulnya ingin generasi muda Bali bisa lebih mencintai budaya lokal kita, seperti seni tari, lukis dan sebagainya. Karena generasi muda merupakan pilar bagi perkembangan Bali ke depannya,” pungkasnya. (win)

ADEGAN - Salah satu adegan di “Fast and the Furious: The Fate of the Furious” yang memperlihatkan Vin Diesel dan Charlize Theron.

Bali Post/ap

”Fast and the Furious”

Cetak Rekor Pemutaran Perdana Terbesar

Film sekuel kedelapan, “Fast and the Furious” dikabarkan akan mencetak rekor pemutaran perdana terbesar di seluruh dunia. Jika itu terjadi, rekor ini akan memecahkan raihan yang dicapai “Star Wars: The Force Awakens” dan “Jurassic World”. Universal Pictures pada Minggu (16/4) mengestimasi “The Fate of the Furious” akan mencapai penghasilan 532,5 juta dolar AS pada liburan akhir pekan ini.

Terdapat 63 wilayah, termasuk Cina, yang melakukan pemutaran secara serentak film yang dibintangi Vin Diesel ini. Jika estimasi ini tercapai, ‘Fast

and Furious’’ akan melampaui capaian “Star Wars: The Force Awakens” yang debut perdananya berhasil meraup 529 juta dolar AS pada Desember 2015, tanpa

Cina. “Tidak ada satu pasar pun yang tidak menerima film ini,” kata Duncan Clark, Presiden Universal Bidang Distribusi Internasional. Di Cina saja, film ini mampu meraup penghasilan 190 juta dolar AS di hari pemutaran perdananya. Diikuti oleh Meksiko dengan nilai

17,8 juta dolar AS dan 17 juta dolar AS dari UK dan Irlandia. “The Fate of the Furious” masih dibintangi sejumlah pemain lama, seperti Vin Diesel, Dwayne Johnson, Michelle Rodriguez, Tyrese dan Ludacris. Ada satu wajah baru yang cukup menyita perhatian, yakni Charlize Theron. (iah/ap)

Pengurus PHRI BPC Bali Dikukuhkan

Mardjana Siap Berkolaborasi dengan Pemerintah Dr. I Ketut Mardjana kini resmi menjabat Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badan Pengurus Cabang (BPC) Bangli periode 20172022 menggantikan Ketua PHRI periode sebelumnya, I Ketut Putranata. Pergantian jabatan Ketua PHRI BPC Bangli ditandai dengan acara pengukuhan pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badan Pengurus Cabang (BPC) oleh Ketua PHRI BPD Bali Cokorda Artha Ardana Sukawati di Toya Devasya, Kintamani, Minggu (16/4) malam. Acara pengukuhan pengurus PHRI BPC Bangli didahului dengan rapat kerja yang dilaksanakan pengurus PHRI bersama Bupati Bangli I Made Gianyar dan jajaran SKPD Pemkab Bangli, BKSDA, Manager Batur Unesco Global Geopark serta Koordinator Museum Geopark, Minggu siang. Tampak hadir dalam acara pengukuhan kemarin yakni Ketua DPRD Provinsi Bali Adi Wiryatama, tokoh masyaraat, tokoh adat, serta ratusan undangan lainnya dari unsur-unsur yang

berkaitan dengan pariwisata. Ketua Pengurus PHRI BPC Kabupaten Bangli Dr. I Ketut Mardjana saat ditemui di selasela acara pengukuhan kemarin menyampaikan bahwa sebelum pengukuhan, pada 19 Maret lalu telah diadakan Muscab PHRI BPC Bangli bertempat di Resto Apung Kedisan. Dalam Muscab tersebut dirinya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PHRI BPC Bangli periode 2017-2022 menggantikan I Ketut Putranata. “Atas kepercayaan yang diberikan saya menyatakan kesiapan diri. Saya ingin betul-betul mengabdi untuk tahan kelahiran dan pariwisata di Bangli,” kata Mardjana. Mantan Dirut PT Pos Indonesia ini menyatakan bahwa potensi alam, sejarah peninggalan, seni-budaya dan tempat spiritual yang dimiliki Kabupaten Bangli terutama Kintamani sangat luar biasa. Apabila dikelola dengan arah yang pas, potensi tersebut diyakini akan menjadi sumber pendapatan bagi rakyat, PAD Bangli dan pajak bagi negara. Demikian juga dengan potensi

pariwisata yang dimiliki Kecamatan Susut dan Tembuku yang selama ini terkesan masih tidur juga diakuinya tidak kalah luar biasa. “Dua daerah ini (Susut dan Tembuku) meski sudah terlihat adanya beberapa hotel dan restoran yang tumbuh atas inisiatif masyarakat setempat tetapi secara umum belum dikembangkan oleh pemerintah daerah untuk menjadi destinasi wisata secara terencana. Kami merasa tergugah untuk berperan serta bagaimana membangun pariwisata di Bangli keseluruhan,” jelas Owner Toya Devasya ini. Untuk membangun pariwisata di Bangli Mardjana mengaku telah menetapkan perencanaan strategis untuk lima tahun ke depan yang memuat visi dan misi, sasaran strategis, kebijakan strategis, program kerja roadmap pelaksanaan kerja dan action plan. Dalam membangun pariwisata pihaknya menyatakan tidak bisa bekerja sendiri. Melainkan akan berkolaborasi dengan pemerintah. “Antara PHRI dan pemerintah posisinya

Bali Post/ina

PENGUKUHAN - Ketua PHRI BPD Bali Cokorda Artha Ardana Sukawati mengukuhkan pengurus PHRI BPC Bangli Periode 2017-2022. sama dalam pengembangan pariwisata. Masyarakat yang telah membangun objek wisata tidak bisa berkembang apabila tidak ditopang pemerintah untuk membuat infrastruktur dn regulasi yang kondusif. Demikian juga sebaliknya,” ujarnya. Mardjana juga menambahkan

bahwa dalam kepengurusan PHRI yang baru ini, pihaknya akan melakukan beberapa langkah konkret, salah satunya melakukan konsolidasi anggota serta akan mengajak pemilik hotel dan restoran lainnya untuk bergabung sebagai anggota PHRI. (ad1015)

Yayasan Pasraman Gurukula Bangli

Bantu Anak Kurang Mampu Peroleh Akses Pendidikan Yayasan Pasraman Gurukula yang berada di Kabupaten Bangli merupakan satu-satunya yayasan yang tujuannya membantu peserta didik kurang mampu memperoleh akses pendidikan, mulai jenjang playgroup hingga perguruan tinggi. Sekarang ini Yayasan Gurukula tersebut semakin maju dan berkembang. Kepala Sekolah Gurukula Bangli I Wayan Arsada saat diwawancarai, Senin (17/4) kemarin mengatakan, pembangunan Yayasan Gurukula didirikan ketika Bupati Bangli masih dijabat oleh I Nengah Arnawa. Dibangunnya yayasan tersebut lantaran Arnawa mempunyai cita-cita agar Hindu, khususnya di Bangli memiliki lembaga pendidikan mulai dari playgroup sampai dengan perguruan tinggi. “Nah Ketika beliau (I Nengah Arwawa - red) menjadi Bupati Bangli diwujudkanlah yayasan yang diberi nama Yayasan Gurukula Bangli ini,” ungkap Arsada. Ia mengatakan nama Gurukula diambil dari sistem pendidikan Hindu Kuno yang tersirat di Itihasa Ramayana. Kata dia, guru itu artinya acarya (gurunya) dan kula artinya siswanya. Jadi Gurukula itu bisa diartikan guru dan siswa berada dalam satu kawasan untuk melaksanakan proses pendidikan dengan sistem asrama. Dikatakannya, pada tahun

2003 Gurukula dinotariskan dalam bentuk yayasan, kemudian tahun 2005, Yayasan Gurukula akhirnya diresmikan oleh Kementerian Agama RI, Duta Besar India, Gubernur Bali, dan oleh Bupati Bangli yang saat itu masih dijabat Pak Arnawa. “Tujuan dari dibangunnya Yayasan Gurukula ini untuk memberikan pelayanan dalam bidang pendidikan di Bangli baik secara formal, nonformal dan informal. Termasuk juga memberikan pelayanan sosial di bidang ibu hamil sampai dengan orang tua lanjut usia atau jompo dan kegiatan-kegiatan spiritual pendidikan,” katanya. Dikatakannya, setahun tepatnya 2006, Yayasan Gurukula mulai dioperasikan. Pada angkatan pertama, Gurukula hanya mengoperasikan jenjang SMP saja dengan jumlah siswa 20 orang. Dari jumlah tersebut, ada sebanyak 3 siswa berasal dari luar Bali, yakni Jember, Jawa Timur. Tahun selanjutnya, yayasan tersebut bisa mendirikan play-

group, TK, dan panti asuhan. “Pada 2009 mengingat anak-anak SMP angkatan pertama selesai menjalani pendidikan atau tamat, langsung didirikan SMA Gurukula,” jelasnya. Kala itu sejatinya yayasan belum siap untuk mendirikan SMA lantaran terkendala sarana berupa ruang kelas yang masih terbatas. Untuk bisa menampung siswa, pihaknya terpaksa memakai gedung yang lama dipasangi bedek (dinding berbahan bambu) agar siswa bisa menjalani poses belajar mengajar. “Sarana yang dipakai merupakan sarana SMP. Termasuk untuk pengajar kala itu juga memakai guru SMP,” ucapnya. Disiplin Tinggi Dikatakannya, awalnya Gurukula berfokus untuk menolong anak didik yang kurang mampu dari segi ekonomi, anak-anak yang berasal dari desa terpencil atau anak telantar yang sulit mendapat akses pendidikan. Namun, seiring berjalannya waktu, masyarakat menilai sekolah ini merupakan sekolah yang memiliki disiplin yang tinggi. Akhirnya, diputuskan penerimaan peserta didik baru tidak saja anak kurang mampu tapi dari berbagai latar belakang

Bali Post/nan

AKTIVITAS - Para siswa Gurukula saat melakukan aktivitas di sekolah. yang berbeda. “Selain itu anakanak yang berhadapan dengan hukum juga ada di sekolah ini. Karena dimungkinkan untuk melanjutkan sekolah, akhirnya kita yang melakukan kerja sama dengan Balai Permasyarakatan Karangasem (BPK) yang mewilayahi Karangasem, Klungkung, dan Bangli untuk ditawarkan kalau sekolah kita bisa menerima anak-anak yang berproses dengan hukum,” sebutnya. Lebih lanjut dikatakannya, untuk di pasraman sendiri seka-

rang ini ada 121 anak yang ditampung. Mereka langsung tinggal di pasraman sekaligus menjalani pendidikan di sekolah ini. “Untuk membantu proses pembinaan mereka, alumni dari Gurukula ikut membantu adikadik mereka yang ada di pasraman,” ujarnya. Sementra untuk kurikulum pendidikan yang digunakan di Gurukula ini, kata Arsada, memakai dua kurikulum, yakni kurikulum nasional dan kurikulum pasraman. (nan)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook