Skip to main content

Edisi Selasa 17 Juli 2018 | balipost.com

Page 1

16 HALAMAN

NOMOR 312 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Tampilkan Parade Budaya, PDI Perjuangan Daftarkan Calon Legislatif ke KPU Bali Pileg 2019, Targetkan 30 Kursi dari 55 Kursi di DPRD Bali D P D PDI Perjuangan Provinsi Bali mendaftarkan calon anggota DPRD Provinsi Bali yang akan bertarung dalam Pemilu Legislatif (Pileg) tahun 2019 ke KPU Provinsi Bali, Senin (16/7) kemarin. Mereka diiringi parade budaya. Partai banteng moncong putih ini ingin membuktikan komitmennya dengan konsisten menyajikan politik berkebudayaan di Bali. Iringan Paskibra pembawa bendera Merah Putih, bendera PDI Perjuangan, barisan penari Baris serta

iringan baleganjur, mengantarkan Ketua DPD PDI Perjuangan Bali Wayan Koster didampingi Sekretaris IGN Jaya Negara, berjalan kaki bersama ratusan massa dari Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ke Kantor KPU Provinsi Bali. Seluruh calon anggota legislatif (caleg) dari PDI Perjuangan atau sebanyak 55 orang dari 9 daerah pemilihan (dapil) ikut long march menuju Kantor KPU Provinsi Bali. Ketua KPU Provinsi Bali Dewa Kade Wiarsa Raka

Sandi bersama komisioner lainnya menerima penyerahan berkas pendaftaran, disaksikan Ketua Bawaslu Provinsi Bali Ketut Rudia. ‘’Calon yang kami daftarkan sebanyak 55 orang sesuai dengan jumlah kursi di DPRD Bali,’’ kata Koster didampingi Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provisi Bali IGN Jaya Negara seusai mendaftarkan para calegnya. Dari caleg yang didaftarkan, incumbent masih mendominasi. Koster yang

Gubernur Bali terpilih ini menyebutkan calon incumbent hampir semuanya didaftarkan kembali. ‘’Untuk incumbent hampir semua, karena kebijakan kami di partai yang incumbent diprioritaskan, kecuali yang bermasalah. Ada yang satu yang tidak dicalonkan karena periode sebelumnya cukup lama di legislatif, dengan pertimbangan regenerasi kita lakukan perubahan,’’ terangnya. Hal. 15 Dilakukan Serentak

PDI-P - Iringan Paskibra pembawa bendera Merah Putih, bendera PDI Perjuangan, barisan penari Baris serta iringan baleganjur, mengantarkan Ketua DPD PDI Perjuangan Bali Wayan Koster yang didampingi Sekretaris IGN Jaya Negara berjalan kaki bersama ratusan massa dari Kantor DPD PDI Perjuangan Bali ke Kantor KPU Provinsi Bali.

Modric, Pemain Terbaik

Bali Post

SEJAK 1948

Bali, Beli, ’’Bully’’ ANDAIKATA Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un bertemu di Bali, tidak di Singapura, tentu nama Bali akan semakin moncer di mancanegara. Ini cuma berandai saja, toh itu sudah lewat. Kedatangan Raja Salman dari Arab Saudi beberapa waktu lalu, sekiranya sudah cukup membuktikan bahwa Bali, pulau yang mungil ini, memang punya daya magnet yang luar biasa untuk dikunjungi. Budayanya yang unik serta alamnya yang indah, merupakan beberapa alasan mengapa para pesohor serta para pemimpin dunia datang dan datang lagi. Jutaan turis datang dan pergi setiap tahunnya. Mereka perlu mulai dari akomodasi, makanan dan minuman, air bersih, layanan yang prima dan sebagainya. Itulah sebabnya, setelah booming pariwisata sekitar awal 1990-an, berbagai fasilitas pariwisata dibangun secara masif. Hotel dibangun di mana-mana, restoran, bandara diperluas dan direncanakan membangun fasilitas yang sama di Bali Utara, kantong-kantong turis dimekarkan dan sebagainya. Tidak ada lagi konsentrasi di Nusa Dua, Kuta, Sanur serta Ubud. Hampir semua lahan dibuka untuk kepentingan ini. Atas nama kepentingan rayat, hampir semua fasilitas dibangun. Ada efek positif, iya. Dampak negatifnya juga jangan lupa. Masalah tata ruang, sampah, air bersih, lalu lintas, kependudukan dan sebagainya merupakan dampak ikutan yang belum terpecahkan hingga kini. Kalau kondisi ini membawa perbaikan ekonomi, ini pun tak bisa ditampik. Tetapi, siapa saja yang menikmati? Hal. 15 Sering Dibahas

Pengembala Domba, Sempat Difilmkan Saint Petersburg – Meski kalah di final, Kapten Kroasia Luka Modric terpilih menjadi pemain terbaik Piala Dunia 2018 dan meraih penghargaan Bola Emas. Modric tampil konsisten di Rusia. Modric mencetak dua gol, satu assist, dan dengan persentase umpan sukses 86,4 persen. Modric juga memiliki rataan key-passes atau umpan berbuah peluang 2,7 per laga. Rataan ini masuk 10 besar jumlah key-passes tertinggi di Piala Dunia. Dari total 736 pemain yang datang ke Rusia. Di antara pemain Kroasia lainnya, dia juga punya menit bermain paling tinggi yaitu 604 menit dari enam pertandingan. Pemain 31 tahun itu tentu berada di jantung prestasi bersejarah Kroasia ini. Berada di lini tengah dengan berduet bersama rivalnya di Liga Spanyol, Ivan Rakitic, Modric adalah sumber ketenangan bagi rekan-rekannya. Lahir di Zadar, Kroasia pada 9 September 1985, masa kecil Modric penuh dengan konflik karena bertepatan dengan Perang Kemerdekaan Kroasia. Ketika kondisi semakin parah, keluarganya terpaksa melarikan diri dari konflik dan ayahnya mendaftarkan diri menjadi tentara nasional. Pada bulan Desember 1991, ketika Modric berumur enam tahun, dia dan keluarganya harus

menyaksikan kakeknya, bersama dengan enam warga sipil lansia lainnya dieksekusi oleh pemberontak Serbia. Rumah mereka pun dibakar habis. Modric dan keluarganya dipaksa hidup sebagai pengungsi selama tujuh tahun di Hotel Kolovare. Mereka kemudian pindah ke Hotel Iž yang dikelilingi oleh suara granat meledak dan pecahan kaca. Modric masih ingat betul dengan momen sulit dalam hidupnya itu. Sepak bola hanya menjadi media pelarian diri dari konflik yang mengerikan yang melanda Kroasia pada awal tahun sembilan puluhan itu. Seorang juru bicara untuk Hotel Kolovare pernah menyatakan: ‘’Modric telah memecahkan lebih banyak kaca di jendela hotel daripada apa yang telah diledakkan oleh bom. Dia bermain sepak bola non-stop di sekitar aula hotel.’’ Sebelum kariernya di lapangan hijau sukses besar seperti saat ini, Modric juga menemui banyak kendala. Bahkan, Modric juga sempat menjadi penggembala domba. Pembuat film, Pavle Balenovic, membuat dokumenter mengenai kawanan serigala di Kroasia pada 1990. Dalam film tersebut, ternyata ada cuplikan sebuah keluarga peternak domba di Kroasia sebelum perang Balkan. Hal. 15 Kawanan Domba

Soal Cawapres

Jokowi Akui Godok TGB, Mahfud dan Airlangga Jakarta (Bali Post) – Presiden RI Joko Widodo masih mematangkan calon wakil presiden yang akan mendampinginya maju dalam Pemilihan Umum Presiden 2019. Ada tiga nama yang disebut yakni Tuan Guru Bajang (TGB), Mahfud MD dan Airlangga Hartarto. ‘’Sekali lagi saya sampaikan masih digodok supaya matang. Kalau matang itu nanti enak semuanya,’’ kata Presiden Jokowi usai memberikan kuliah umum di Akademi Bela Negara Partai NasDem di Jakarta, Senin (16/7) kemarin. Jokowi menyebutkan, hingga saat ini terus bertemu dengan ketua partai politik untuk membahas masalah itu. ‘’Saya

terus bertemu dengan ketuaketua partai, hampir setiap hari, tetapi banyak yang tertutup,’’ kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini. Menurutnya, dari pertemuan itu, banyak usulan yang disampaikan oleh para ketua partai. ‘’Banyak usulannya, tetapi sekali lagi saya sampaikan masih digodok, dimatangkan,’’ katanya. Ia mengaku telah bertemu dengan Tuan Guru Bajang dan dia termasuk nama yang digodok untuk cawapresnya. ‘’Tadi bicara banyak, tanyakan saja kepada Tuan Guru Bajang langsung. Jangan saya,’’ katanya. Hal. 15 Sangat Bagus

Semua Polda Diinstruksikan Bentuk Satgas Antiteror

Depok (Bali Post) – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan telah menginstruksikan semua Kepolisian Daerah (Polda) membentuk Satgas Antiteror guna memberantas para pelaku terorisme. ‘’Saya sudah perintahkan semua Polda membuat Satgas Antiteror. Jumlah personelnya tergantung pada wilayah dan peta kerawanan masing-masing,’’ kata Jenderal Tito di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Senin (16/7) kemarin. Menurutnya, tujuan pembentukan Satgas Antiteror ini untuk memberantas orangorang yang terlibat dalam teror Bom Surabaya hingga ke akar-akarnya. ‘’Untuk kasus Bom Surabaya, siapa pun yang terlibat, tangkap! Ideolog, inspirator, pelaku, dan pendukung, yang menyiapkan dana, yang menyiapkan bahan peledak, harus ditangkap. Kami sudah tahu peta jaringannya,’’ katanya. Mantan Kapolda Metro Jaya ini mencatat sedikitnya ada 197 orang pelaku terorisme telah ditangkap, yang 20 di antaranya meninggal dunia. Pihaknya pun meminta jajarannya berhati-hati dalam menangkap para pelaku terror, karena pelaku teror merupakan para pelaku siap mati yang tidak segan-segan melukai targetnya, termasuk polisi. ‘’Jangan mengambil risiko. Kalau mereka mengancam petugas, membahayakan masyarakat, petugas diberikan kewenangan untuk melakukan tindakan tegas dan terukur,’’ katanya. Terkait teror di Polres Indramayu, Tito Karnavian mengatakan pelaku teror yang menerobos dan melempar panci berisi bom berdaya ledak rendah itu merupakan anggota kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD). ‘’Kasus Indramayu itu (anggota) JAD,’’ kata Tito. Menurutnya, saat ini Polri tengah gencar menangkapi para pelaku kelompok teror. Terjadinya beberapa aksi ter-

or seperti kasus di Indramayu dan kasus di Yogyakarta merupakan peluang bagi Polri untuk menindak para pelaku teror dan menelusuri keterlibatan sejumlah orang lainnya. ‘’Mereka melakukan tindak pidana itu membuka pintu bagi kami. Ketika mereka melakukan pelanggaran hukum, maka kami punya alasan untuk menangkap pelaku dan mengungkap jaringan pelaku,’’ katanya. Sebelumnya, pada Minggu (15/7) pukul 02.35 WIB dini hari, dua orang tak dikenal yang belakangan diketahui merupakan pasangan suamiistri berinisial NH dan G menerobos masuk Mapolres Indramayu dengan berboncengan menggunakan motor matik. Hal. 15 Menerobos Masuk

’’Oversupply’’ Membuat Pariwisata Bali Lunglai

Tjokorda Artha Ardhana Sukawati

Bali Post/dok

Bagaimana menjaga pariwisata Bali agar tetap berkualitas, menjadi pertanyaan besar yang sepertinya tidak akan mudah dijawab. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah melakukan seleksi bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Bali. Contohnya, kalangan pelaku pariwisata diharapkan selektif mengundang wisatawan dari Cina yakni dari kalangan menengah atas. Bukan seperti yang kini membanjiri Bali yakni dari kelas menengah ke bawah. Usulan Konjen Tiongkok Gou Huadong ini (BP, 16/7), menarik dicermati. Namun, masalahnya adalah mungkinkah itu dapat dilakukan dengan kondisi industri pariwisata Bali saat ini?

USULAN agar Bali membidik wisatawan Cina dari kalangan menengah atas sebenarnya cukup beralasan. Data World Travel and Tourism Council menyebutkan, industri perjalanan Cina diprediksi tumbuh rata-rata 8 persen per tahun dari 2017 hingga 2027. Jauh di atas negara-negara seperti Eropa, Amerika Serikat, Korea Selatan, Spanyol dan India yang hanya tumbuh 2 persen. Sementara analis di Blumberg Intelligence memprediksi sedikitnya 400 juta warga Cina tahun 2020 akan bepergian ke luar negeri untuk berwisata. Ini setara dengan 70 persen total jumlah wisatawan seluruh dunia. Anggapan bahwa wisatawan Cina pelit berbelanja juga tidak sepenuhnya benar. Data hasil survei Kementerian Pariwisata Indonesia menunjukkan wisatawan Cina saat berwisata di Indonesia lebih royal dibandingkan wisatawan Singapura dan Malaysia. Belanja wisatawan per kunjungan masing-masing; Cina

1.018 dolar AS, Singapura 680 dolar ASdan Malaysia hanya 630 dolar AS. Sejalan dengan data tersebut, lembaga riset Nielsen menyatakan belanja turis Cina di seluruh dunia rata-rata 762 dolar AS. Sementara non-Cina 645 dolar AS. Royalnya wisatawan Cina menurut Bussines Insider Singapore ketika berbelanja dengan sistem transaksi nontunai (chashless payment). Bahkan jumlah yang dibelanjakan lebih banyak enam kali lipat dibandingkan wisatawan non-Cina jika menggunakan cashless payment. Meski demikian, hukum dasar ekonomi telah menyebutkan, jika jumlah penawaran lebih tinggi daripada permintaan barang atau jasa, maka harga jual akan turun. Saat ini Bali telah mengalami hal itu. Bali sudah oversupply kamar hotel. Dalam sebuah diskusi di Bali TV beberapa waktu lalu terungkap bahwa jumlah kamar hotel di Bali telah mencapai sekitar 140.000. Terjadi kelebihan

mencapai 50.000 kamar dan ini telah terjadi sejak tahun 2015. Kelebihan kamar berarti terjadi kelebihan penawaran, sementara permintaan dari wisatawan untuk akomodasi hotel cenderung stagnan bahkan kadang menurun. Kembali ke hukum besi ekonomi, oversupply kamar hotel ini dipastikan membuat harga jual dipaksa untuk turun. Sementara itu hingga Mei 2018, data Biro Pusat Statistik (BPS) menyebutkan tingkat hunian hotel berbintang di Bali mentok di angka 67,55 persen. Tingkat hunian hotel nonbintang, jauh lebih memprihatinkan yakni hanya 28,64 persen. Tidak sulit menginterpretasikan data tingkat hunian ini, bahwa jumlah wisatawan yang menggunakan akomodasi hotel berbintang maupun nonbintang lebih sedikit dibandingkan jumlah kamar yang tersedia dan telah memicu perang tarif. Hal. 15 Perang Tarif


DENPASAR

2

Gender Wayang Style Kayumas Kaja

FIGUR Peningkatan Kualitas BPD Bali sebagai lembaga keuangan milik masyarakat Bali selalu berupaya memajukan perekonomian masyarakat Bali. Sesuai visinya menjadi bank terkemuka dalam melayani UMKM untuk mendorong pertumbuhan perekonomian Bali, BPD Bali akan bertransformasi menjadi Apex BPR. Hal itu diungkapkan Plt. Dirut BPD Bali Nyoman Sudarma. Menurutnya, dalam kaitannya dengan hal tersebut, peningkatan kualitas layanan adalah hal mutlak. Maka dari itu, peningkatan kualitas baik dari sisi SDM maupun teknologi informasi (TI) akan terus ia genjot. ‘’Tujuannya agar TI yang diterapkan BPD Bali bisa mendekati kualitas bank nasional,’’ ujarnya. Ditambahkannya, BPD Bali sudah dinilai oleh OJK dan masuk kategori Apex Perbarindo. Maka dari itu, ke depan BPD Bali akan bersinergi atau bekerja sama dengan Perbarindo. Kerja sama ini dimaksudkan untuk memperkuat perekonomian masyarakat Bali. (may)

Penurunan Suhu Diperkirakan hingga September

Denpasar (Bali Post) Beberapa pekan belakangan, suhu udara di Bali mengalami penurunan. Bahkan stasiun BMKG Wilayah III Denpasar mencatat suhu minimum mencapai 20 derajat Celcius. Padahal Bali bulan ini masih musim kamarau. Diperkirakan suhu dingin di Bali berlangsung hingga September mendatang. Prakirawati BMKG Wilayah III Denpasar Kadek Setiya Wati, Senin (16/7) kemarin mengungkapkan, berdasarkan catatan suhu minimum hingga 20 derajat Celcius terjadi di Kabupaten Jembrana. Sedangkan suhu maksimum Jembrana adalah 27 derajat Celcius. Di Denpasar suhu minimumnya 23,3 derajat Celcius dan suhu maksimum 30,6 derajat Celcius. Dijelaskannya, penurunan suhu belakangan ini lebih dominan disebabkan karena sedikitnya kandungan uap di atmosfer Jawa, Bali, NTB, dan NTT. Hal ini terlihat dari tutupan awan yang tidak signifikan selama beberapa hari terakhir. Secara fisis, uap air dan air merupakan zat yang cukup efektif dalam menyimpan energi panas. Rendahnya kandungan uap di atmosfer menyebabkan energi radiasi yang dilepaskan bumi ke luar angkasa pada malam hari tidak tersimpan di atmosfer, dan energi yang digunakan untuk meningkatkan suhu atmosfer di atmosfer lapisan dekat permukaan bumi tidak signifikan. ‘’Hal inilah yang menyebabkan suhu udara di Indonesia saat malam hari di musim kemarau relatif lebih rendah dibandingkan saat musim hujan atau peralihan,’’ jelasnya. Selain itu, bulan ini wilayah Australia berada dalam periode musim dingin. Sifat dari massa udara yang berada di Australia itu dingin dan kering. Adanya pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia, menyebabkan pergerakan massa udara dari Australia menuju Indonesia semakin signifikan, sehingga berimplikasi pada penurunan suhu udara yang cukup signifikan pada malam hari di wilayah Indonesia, khususnya Jawa, Bali, NTB, dan NTT. (win)

Relokasi Pipa PDAM Belum Tuntas

Proyek Jalan Tukad Teba Terhambat Denpasar (Bali Post) Proyek pelebaran jalan Denpasar-Tuban (Tukad Teba) dari Jalan Imam Bonjol Denpasar hingga Tuban, Badung, mengalami kendala. Pengerjaan proyek tak mulus, karena pipa PDAM Denpasar belum direlokasi seluruhnya. Padahal masyarakat berharap proyek yang diberi nama pelebaran jalan nasional metropolitan Denpasar PPK simpang Dewa Ruci ini selesai tepat waktu untuk mengatasi kemacetan di Jalan Imam Bonjol sampai simpang Dewa Ruci. Agung Wika selaku Site Manager Project dari Wika Sinarbali Kso, Senin (16/7) kemarin, membenarkan proyek pelebaran jalan terkendala pipa PDAM Kota Denpasar. Di sisi lain, pipa PDAM Badung sudah tuntas direlokasi. Pihak PDAM Denpasar tak memiliki dana untuk merelokasi pipa sepanjang Sunset Road, tepatnya di depan BLK hingga pertigaan Jalan Nakula, Badung. Bahkan pipa PDAM Denpasar masih berada di lokasi galian box culvert. Dia menambahkan, proyek ini diharapkan selesai sebelum digelarnya sidang IMF di Bali. Direktur PDAM Badung Ketut Golak menegaskan, pihaknya sudah menuntaskan relokasi semua pipa PDAM Badung karena jalan ini harus tuntas sebelum pertemuan IMF, Oktober mendatang. Sedangkan pipa milik PDAM Denpasar menjadi kewenangan PDAM Denpasar. Direktur PDAM Denpasar I.B. Arsana membenarkan awalnya pimpro membebani PDAM Kota Denpasar untuk merelokasi pipa PDAM. Namun karena tak ada dana, pekerjaan diserahkan kepada Dinas PUPR Bali. Saat itu relokasi pipa PDAM memerlukan anggaran Rp 1 miliar lebih dan PDAM Denpasar tak memiliki dana sebanyak itu. ‘’Jadi, soal kapan dikerjakan, terserah PUPR Bali,’’ tegasnya. Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Bali I Nyoman Astawa Riadi belum bisa dihubungi untuk dimintai konfirmasinya. (025)

JADWAL PESTA KESENIAN BALI XL-2018 Selasa, 17 Juli 2018 Pukul : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Jegog: Sekaa Jegog Suara Bajra Murti, Duta Kabupaten Jembrana Pukul : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Ratna Kanda Kegiatan : Parade Topeng Panca Kiasik: Sanggar Sere Lemo, Br. Peninjoan, Tembuku, Duta Kabupaten Bangli Pukul : 14.00 Wita Tempat : Kalangan Angsoka Kegiatan : Parade Tari dan Tabuh Angklung Kebyar: Sekaa Angklung Kebyar Wanita Padma Keshara, Jero Abian Tubuh Pemayun, Br.Dangin Tangkluk, Desa Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur, Duta Kota Denpasar Pukul : 17.00 Wita Tempat : Areal Taman Budaya.

Selasa Pon, 17 Juli 2018

Kegiatan : Parade Ngelawang: Sanggar Pupuk Cekuh, Kecamatan Kuta Utara, Duta Kabupaten Badung Pukul : 20.00 Wita Tempat : Depan Gedung Kriya Kegiatan : Wayan Cupak: Sanggar Seni Taman Giri Agung, Taman Budaya, Kota Denpasar Pukul : 20.00 Wita Tempat : Panggung Terbuka Ardha Candra Kegiatan : Parade Gong Kebyar Anak-anak: Sekaa Gong Anak-anak Desa Tegalbadeng, Duta Kabupaten Jembrana dengan Pendamping Sekaa Gong Anak-anak Natar Ayun, Banjar Adat Saba, Kelurahan Penatih Kota Denpasar Duta Provinsi Bali

(0361) 7400391, 812987 FM 96,5

Topik : Aset Tanah Pemprov Belum Optimal Hasilkan Pendapatan Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com

Mengalun dari Tiga Generasi Denpasar (Bali Post) Sanggar Genta Mas Cita berkesempatan menampilkan gender wayang Style Kayumas Kaja di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-40. Ada delapan gending Petegak style Kayumas Kaja dan dua tari dengan iringan gender wayang yang dibawakan langsung tiga generasi di sanggar ini. ‘’Gender wayang biasanya jarang ditampilkan untuk event seperti ini, bahkan ini merupakan suatu inovasi juga untuk mengiringi tari,’’ ujar Ketua Sanggar Genta Mas Cita I Wayan Sujana di selasela pementasan di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Bali, Senin (16/7) kemarin. Menurut Sujana, style Kayumas Kaja belakangan populer di Kota Denpasar maupun daerah lain, lantaran sering dilombakan khususnya pada ajang Pekan Seni Remaja (PSR). Secara kebetulan sanggar yang dibentuknya tahun 2008 itu memang untuk meneruskan misi perjalanan dari salah seorang seniman multitalenta karawitan I Wayan Konolan (alm), terutama dalam melestarikan dan mengembangkan gendinggending gender wayang style Kayumas Kaja. ‘’Gender wayang sudah lama sekali, kami punya orangtua

yang serba bisa. Mereka yang mengembangkan gendinggending gender wayang sejak tahun 60-an di Kota Denpasar. Dimodifikasi lagi, sehingga mempunyai ciri khas Kayumas Kaja yang kini berkembang di masyarakat Kota Denpasar,’’ paparnya. Sujana mengaku terus berinovasi. Seperti dalam pementasan kemarin, satu barungan yang umumnya terdiri dari empat tungguh gender ditambah menjadi 12, sehingga tercipta satu barungan yang lebih besar. Beberapa instrumen juga ditambahkan, seperti kendang, kajar, cengceng ricik, suling, kemong, gong, dan kempur. Tambahan instrumen ini untuk memberikan napas baru sehingga gender wayang tidak hanya tertutup untuk upacara manusa atau dewa yadnya, tetapi juga berpeluang menjadi seni pertunjukan. ‘’Pementasan ini menampilkan tiga generasi, mulai dari bapak, anak, dan cucu. Jumlahnya kurang lebih 30 penari dan penabuh. Sanggar kami sudah sering mengikuti lomba-lomba, mengisi acara lomba tari, dan mengiringi dharma gita yang diadakan di Kota Denpasar,’’ ungkapnya. (kmb32)

Bali Post/eka

GENDER - Penampilan penabuh gender wayang duta Kota Denpasar di Taman Budaya, Senin (16/7) kemarin.

Aset Tanah Pemprov Belum Optimal Hasilkan Pendapatan

Denpasar (Bali Post) -

Ibarat gelindingan bola salju, anggaran belanja daerah di Bali pasti meningkat setiap tahunnya. Oleh karena itu, Pemprov Bali khususnya Gubernur harus memiliki jiwa entrepreneur, dengan mulai memikirkan sumber pendapatan lain. Pemerintah jangan hanya mengandalkan pendapatan dari pajak kendaraan. Salah satu potensi yang bisa digarap adalah pemanfaatan aset berupa tanah. Sejauh ini, aset tanah belum optimal dalam menghasilkan pendapatan daerah. Ketua Pansus Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2017, I Gede Kusuma Putra, Senin (16/7) kemarin mengatakan pajak kendaraan seperti PKB dan BBNKB yang terus digenjot justru akan berdampak pada kemacetan. Itu artinya, Bali juga akan semakin krodit dengan kendaraan bermotor. Dampak negatif ini mesti diantisipasi dengan mencari sumber-sumber pendapatan baru. ‘’Dulu sekali saya sudah

bicara, kita punya lahan bagus, duit ada. Kenapa tidak bikin hotel yang menghasilkan, yang dikelola secara profesional agar setiap tahun ada hasilnya, karena tanah kita tempatnya strategis. Aset kita triliunan lho, Rp 4 triliun lebih yang tidak bergerak. Terutama di tanah,’’ jelas politisi PDI-P ini. Kusuma Putra menambahkan, kas Pemprov sebesar Rp 400 miliar saja bisa menghasilkan deposito di atas Rp 50 miliar per tahun. Jadi, aset tidak bergerak khususnya ta-

nah yang nilainya triliunan itu mestinya bisa menghasilkan lebih banyak lagi. Kendati demikian, pihaknya mengakui memang kerap ada kendala dari segi aturan. Misalnya aturan sewa aset, Pemda hanya boleh mengontrakkan maksimal lima tahun. ‘’Siapa yang mau kontrak lima tahun untuk investasi besarbesaran? Yang begitu harus diterobos, apakah dilakukan kerja sama sehingga mereka lebih berani untuk investasi atau mungkin kita yang in-

vestasi,’’ terang Sekretaris Komisi II DPRD Bali ini. Sementara itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan, Badan Pendapatan Daerah Provinsi Bali sebetulnya tidak berhenti mengupayakan penghasilan dari pajak selain PKB dan penghasilan non-pajak. Harapannya, pendapatan daerah bisa terus bertambah sehingga belanja daerah juga bisa meningkat. ‘’Tapi sesungguhnya, kalau kita menggunakan APBD itu dengan efektif, efisien, fokus, sebenarnya cukup kok uang kita. Dulu waktu saya pertama jadi Gubernur tahun 2008, APBD kita Rp 1,4 triliun. Sekarang Rp 6,6 triliun, masak kurang? Artinya cukup, jadi jangan bilang belanja

modal sedikit,’’ ujarnya. Menurutnya, hibah yang difasilitasi dewan sebetulnya adalah belanja modal semua. Hanya sedikit yang dialokasikan untuk upacara, karena selebihnya hibah itu dipakai untuk membeli baju pecalang, membangun palinggih dan membuat panyengker. ‘’Kalau dilihat judul hibah, seolaholah uang itu habis jadi air, tidak. Hibah itu justru semuanya jadi barang. Kalau kita lihat (total hibah) hampir Rp 1 triliun, 75-80 persen sebenarnya belanja modal,’’ tegasnya. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.

Penutupan Sidang Paripurna DPRD Kota Denpasar

Apresiasi Kinerja Pemkot, Dewan Setujui Dua Ranperda Menjadi Perda PENUTUPAN sidang paripurna masa persidangan II tahun 2018 yang mengagendakan pandangan umum fraksifraksi DPRD Kota Denpasar dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede didampingi Wakil Ketua I Wayan Mariyana Wandira dan A.A. Asmara Putra. Dalam sidang paripurna yang dilaksanakan Senin (16/7) kemarin, dewan menyatakan menerima sekaligus menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pelestarian Warisan Budaya dan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Denpasar Tahun Anggaran 2017 untuk selanjutnya ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) Kota Denpasar. Hadir dalam kesempatan tersebut Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Wali Kota I G.N. Jaya Negara, Sekda AAN Rai Iswara, pimpinan OPD serta Forkominda Kota Denpasar. Penyampaian pandangan fraksi dimulai dari Fraksi Partai Gerindra, Partai Hanura, Partai PDI-P, Partai Golkar dan Partai Demokrat. Dalam pandangan umum yang dibacakan I

TANDA TANGAN - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Ketua DPRD I Gusti Ngurah Gede menandatangani berita acara pada penutupan sidang paripurna DPRD Kota Denpasar, Senin (16/7) kemarin. Kompyang Gede, Fraksi Partai Gerindra mengapresiasi kinerja Pemkot Denpasar yang sudah menyusun APBD tahun 2017 berdasarkan arah dan kebijakan umum serta strategi dan prioritas APBD. Pandangan umum Fraksi Hanura yang dibacakan I Nyoman Tamayasa menyatakan, dalam pelestarian budaya, Hanura mengusulkan agar Pemkot Denpasar terus meningkatkan events bernuansa seni dan budaya yang berkelanjutan

serta memberikan perhatian dan bantuan kepada desa pakraman. Sebab, desa pakraman dalam melaksanakan tugastugas keagamaan tidak terpisahkan dengan seni, adat dan budaya itu sendiri. Fraksi PDI-P pada pandangan umum yang dibacakan I Wayan Suadi Putra mengatakan, sebagaimana telah diketahui bersama bahwa Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2017 telah diperiksa oleh BPK

dengan hasil opini WTP untuk keenam kalinya secara berturut-turut. Mengenai Ranperda Pelestarian Warisan Budaya, Fraksi PDI-P sependapat bahwa warisan budaya merupakan hasil peradaban masyarakat Denpasar selama berabad-abad yang bersifat berkelanjutan, bercorak sangat khas, merupakan refleksi dari hasil interaksi manusia Denpasar dengan diri sesama lingkungan hidup. Pandangan umum Fraksi Golkar yang dibacakan I Wayan Suwirya menyampaikan selamat, karena pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2017 telah diperiksa oleh BPK dengan hasil opini WTP untuk keenam kalinya secara berturut-turut. Capaian ini tidak terlepas dari upaya dan kerja keras bersama mendukung pelaksanaan pembangunan di Kota Denpasar. Sementara Fraksi Demokrat dalam pandangan umum yang dibacakan A.A. Susruta Ngurah Putra mengapresiasi Pemkot Denpasar atas kinerja yang telah dicapai terkait pendapatan daerah serta penghematan penggunaan anggaran serta keberhasilan mempertahankan opini WTP dari BPK untuk kee-

nam kalinya secara berturutturut. Wali Kota Rai Mantra dalam sambutannya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada dewan atas kesungguhan dan kerja samanya, sehingga kedua Ranperda tersebut telah disepakati untuk dapat ditetapkan menjadi perda tepat waktu. Pihaknya berkeyakinan, keputusan yang menjadi kesepakatan tersebut sudah didahului dengan proses dan tahapan-tahapan pembahasan. ‘’Kebersamaan ini perlu secara terus menerus kita tumbuh kembangkan, karena kita menyadari bahwa dalam penyelenggaraan tugas umum pemerintah dan pembangunan di masa yang akan datang jauh lebih berat,’’ ujarnya. Mengingat dalam pendapat akhir fraksi masih ada catatan-catatan yang disampaikan, baik berupa usul atau saran maupun komentar, pihaknya akan mengkaji serta menindaklanjuti sesuai dengan urgensi dan manfaatnya, serta akan dijadikan bahan acuan dalam rangka penyusunan program kerja berikutnya. (ad859)

Parpol Mulai Setor Berkas Bacaleg Denpasar (Bali Post) – Menjelang berakhirnya masa pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg), parpol mulai ramai-ramai mendatangi kantor KPU. Seperti yang terlihat di KPU Denpasar, Senin (16/7) kemarin. Sehari menjelang penutupan, sejumlah parpol menyerahkan berkas pendaftaran, di antaranya Partai NasDem, PDI-P, Gerindra, PSI dan Perindo. Ketua KPU Denpasar I Gede John Darmawan didampingi komisioner lainnya yakni Raka Suwarna, Wayan Arsa Jaya mengatakan, setiap parpol wajib menyerahkan berkas pendaftaran

maksimal sesuai jumlah kuota yang ada. Bila kurang dari kuota, tidak masalah. ‘’Yang penting tidak lebih dari kuota yang ada. Kalau kurang, tidak diatur,’’ jelasnya. Dari pantauan kemarin, PDI-P mendatangi KPU sekitar pukul 15.00 Wita dengan jumlah massa yang cukup banyak. Selain ratusan kader, kehadiran partai berlambang kepala banteng dalam lingkaran ini juga dimeriahkan dengan gamelan baleganjur. Ketua DPC PDI-P Denpasar I Gusti Ngurah Gede didampingi para pengurusnya, menyerahkan berkas pendaftaran

yang diterima Ketua KPU Denpasar. Setelah dilakukan penelitian, berkas pendaftaran yang diserahkan PDI-P dinyatakan lengkap. Komisioner KPU Denpasar Wayan Arsa Jaya mengungkapkan, mekanisme pendaftaran caleg ini sesuai dengan PKPU dan petunjuk teknisnya, yakni sesuai tingkatan. Pendaftaran dilakukan oleh parpol. Masing-masing parpol bisa mengajukan atau mendaftarkan calegnya maksimal sebanyak kuota dari daerah pemilihan (dapil) bersangkutan. Bisa juga kurang dari kuota dapil. Misalnya, di Dapil Denbar

Bali Post/ara

DAFTAR - Pendaftaran bacaleg dari PDI-P ke KPU Denpasar, Senin (16/7) kemarin. 1, kuotanya enam kursi, maka jumlah caleg yang didaftarkan maksimal enam orang. Demikian pula di dapil Denbar 2, kuotanya

tujuh kursi. Dapil Dentim kuotanya hanya delapan kursi, Denut dan Densel masing-masing memiliki kuota 12 kursi. (kmb12)


BADUNG

Selasa Pon, 17 Juli 2018

3

SOSOK Jalan Tol di Jembrana GEMERINCING dolar pariwisata selama ini belum merata menyentuh kehidupan masyarakat Bali. Terutama yang berada pada daerah-daerah di luar Bali Selatan, seperti Jembrana. Keterbatasan infrastruktur menjadi salah satu persoalan yang menyebabkan kabupaten di barat Bali ini seolah termarginalkan. Demikian disampaikan Ketua Komisi III DPRD Bali I Nengah Tamba di Denpasar, Senin (16/7) kemarin. “Bagaimana mungkin wisatawan bisa ke Jembrana kalau jalannya seperti itu. Jarak tempuh yang panjang dan berbahaya, tidak ada satu pun travel agent yang akan mengagendakan destinasi Jembrana dalam kunjungan wisatanya,” ujarnya. Sebagai wakil rakyat dari Jembrana, Tamba menegaskan perlu dibangun jalan tol di jalur DenpasarGilimanuk. Pihaknya bahkan telah merencanakan pertemuan antara tokoh-tokoh di Bumi Makepung dengan gubernur terpilih untuk melakukan pembicaraan khusus tentang hal itu. Mengingat Jembrana kini tengah menggeliat dalam pengembangan ecotourism atau wisata agro. “Kami bertanggung jawab atas keberadaan masyarakat Jembrana, dan siap mendukung kebijakan itu. Kasihan mereka, potensi yang sangat tinggi dan kemauan yang sangat besar untuk ikut mendapatkan cipratan dari pariwisata, tapi daya dukung dari infrastruktur tidak ada,” jelas politisi Partai Demokrat ini. Menurut Tamba, tol tersebut nantinya bisa diprakarsai oleh pihak swasta atau diperjuangkan bisa masuk ke dalam perencanaan pembangunan nasional. Pihaknya meyakini upaya ini akan dapat mencapai pemerataan ekonomi. Mengingat selama ini masyarakat lokal hanya menjadi penonton. (rin)

Penghargaan Presiden APEL Hari Bhayangkara ke-72 beberapa waktu lalu sangat istimewa dan bersejarah bagi AKP Djoko Hariadi. Bagaimana tidak, selain mendapat penghargaan dari Presiden Joko Widodo yaitu Bintang Bhayangkara Nararya, perwira kelahiran Tabanan ini ditunjuk menerima penghargaan tersebut bersama Kompol Wayan Darmika Suputra dari Biro SDM Polda Bali dan Aiptu Nengah Sumatra, anggota Polsek Denpasar Timur. “Sama sekali tidak menyangka dapat penghargaan luar biasa ini,” ucap Djoko Hariadi, yang saat ini menjabat Kasatresnarkoba Polres Badung, Senin (16/7) kemarin. Bintang Bhayangkara Nararya Presiden RI Joko Widodo ini diberikan kepada anggota kepolisian karena dinilai berjasa besar, memiliki keberanian, kebijaksanaan dan kemampuan serta ketabahan melampaui panggilan kewajiban yang harus disumbangkannya. Selain itu tidak pernah cacat dalam tugasnya menjadi anggota Polri. Perwira kalem ini besar di lingkungan TNI. Ia merupakan anak ketiga dari enam bersaudara. Ayahnya berasal dari Blitar dan di akhir tugasnya bertugas di Paldam IX/Udayana, tepatnya di Gudang Amunisi Rahasia. Sekitar 28 tahun menjadi anggota Polri, Djoko tidak pernah berurusan dengan penyidik Bidpropam. “Kita bertugas sudah ada aturannya dan rambu-rambunya juga jelas. Saya bersyukur karena sampai saat ini tidak pernah berurusan dengan Propam,” ungkap perwira yang pernah bertugas di Timor Leste selama 10 tahun ini. Bukan pamer, penyidik kasus Bom Bali 1 dan Bali Nine ini pun mengaku delapan kali mendapat penghargaan, baik dari beberapa Kapolres maupun Kapolda. Paling banyak saat tugas di Polresta Denpasar. Sedangkan dari Kapolda Bali saat dijabat Irjen Pol. Sugeng Priyanto, dia diberi penghargaan terkait penangkapan bandar satu kilogram sabusabu dan empat ribu ekstasi. “Senang sekali mendapat penghargaan dari Bapak Presiden. Penghargaan ini semakin memotivasi saya untuk terus semangat bekerja sebaik dan semaksimal mungkin,” bebernya. (rah)

Reklame Tanpa Izin Dibongkar Mangupura (Bali Post) – Pemerintah Kabupaten Badung mengambil tindakan tegas terhadap reklame yang tidak memiliki izin di wilayahnya. Melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Pemkab Badung membongkar reklame di sepanjang Jalan Sunset Road, Jalan By-pass Ngurah Rai Nusa Dua serta Jalan Uluwatu I dan II, Senin (16/7) kemarin.

Sebelumnya, penertiban reklame telah dilakukan pada 9 hingga 10 Juli 2018 . Selama dua hari itu, reklame yang ditertibkan sebanyak 288 reklame. Hari pertama sebanyak 146 reklame dan hari kedua 142 reklame. Penertiban Senin kemarin merupakan tindaklanjut dari penertiban sebelumnya. Reklame yang melanggar diberi tanda silang berwarna merah. (kmb27)

Fraksi Golkar Absen

Mangupura (Bali Post) -

patan kepada Golkar untuk menyampaikan PU fraksinya. “Kami sudah memberikan kesempatan, tapi Golkar tidak menyampaikan pemandangan umum fraksinya,” ucapnya. Dihubungi terpisah, Ketua Fraksi Golkar IGN Shaskara membantah jika ketidakhadiran jajarannya dalam sidang paripurna lantaran hibah yang tidak kunjung cair. Namun, ketidakhadiran Fraksi Golkar karena draf PU yang dikirim ke partainya belum turun. “Tidak ada itu. Cuma masalah mekanisme di partai saja. Selain itu sebagian anggota juga sibuk urusan pencalegan, ini semata-mata karena sampai hari H PU belum turun dari DPD, sehingga tidak hadir,” tegasnya. Wabup Badung I Ketut Suiasa yang menghadiri sidang tersebut mengaku tetap

menghormati sikap Golkar. Menurutnya, absennya FGolkar ini adalah hak Golkar. “Kami tetap menghormati hak fraksi sebagai perpanjangan partai di DPRD, karena itu sudah ranahnya politik,” ucapnya. Absennya Fraksi Golkar tidak akan memengaruhi jalannya sidang, dan tetap akan melanjutkan pembahasan sembilan ranperda ini. Masalah hibah telah mencuat dalam rapat pembahasan KUA PPAS APBD Perubahan Badung 2018 dan RAPBD Induk 2019 di DPRD Badung, Senin (9/7) lalu. Dewan, khususnya dari Fraksi Golkar menilai pencairan hibah di wilayahnya sangat pelik lantaran puluhan proposal hibah yang difasilitasi dewan tak kunjung cair. Di hadapan Ketua DPRD Badung Putu Parwata didampingi Ketua TAPD Badung yang juga Sekkab Wayan Adi Arnawa tersebut, Wayan Suyasa meminta hibah tersebut segera dicairkan. “Pencairan hibah saat ini sangat pelik, walaupun dewan dan eksekutif selalu bicara komit-

Mangupura (Bali Post) Berawal dari informasi Australia Border Force (ABF), Bea Cukai Ngurah Rai mencegah pengiriman 600 ribu butir pil mengandung pseudoephedrine asal Korea Selatan menuju Australia, 13 Januari lalu. Paket kiriman dengan tujuan akhir Australia itu transit di Bali dan berisi prekursor atau bahan baku pembuat methamphetamine (sabu-sabu) tapi dikamuflase dengan health food. Satu pelaku ditangkap di Australia dan masih dikembangkan. Heru Pambudi, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Senin (16/7) kemarin mengatakan, investigasi yang dikembangkan oleh ABF terhadap paket kiriman dengan rute pengiriman Seoul– Denpasar–Melbourne tersebut, menunjukkan adanya dugaan paket kiriman tersebut berisi prekursor yang tidak dicantumkan pada packing list. Selain itu, penerima paket kiriman tersebut tidak dilengkapi izin impor prekursor ataupun sedang dalam proses pengurusan izin impor prekursor. ABF kemudian berkoordinasi dengan Bea Cukai agar dapat mencegah paket kiriman tersebut di Denpasar. Paket kiriman terdiri atas enam koli dengan berat total

138 kilogram bruto dengan nomor pengiriman masingmasing EG218129578KR, EG218129564KR, EG218129581KR, EG218129595KR, EG218129604KR, dan EG 21812961KR. “Dari hasil pemeriksaan, dalam paketpaket tersebut petugas menemukan enam boks yang masing-masing berisi 100 botol berlabelkan Codana dan di tiap botolnya berisikan seribu tablet mengandung pseudoephedrine,” ujar Heru. Dari hasil pemeriksaan label yang tertera pada kemasan, Codana disebutkan sebagai tablet yang diperuntukkan untuk mengatasi bersin-bersin dan pelega hidung tersumbat. Selanjutnya dikirim sampel pil itu ke laboratorium Bea Cukai di Surabaya, Jawa Timur, dan hasil pemeriksaan menyatakan bahwa tablet tersebut positif mengandung pseudoephedrine. Bea Cukai mengoordinasikan hasil pemeriksaan kepada ABF, dengan harapan agar hasil pemeriksaan tersebut dapat membantu menyelesaikan proses hukum terhadap penerima barang. Heru menekankan pentingnya sinergi antarinstansi kedua negara dalam menghadapi kejahatan lintas batas seperti

Rapat paripurna DPRD Badung dengan agenda pembacaan pemandangan umum (PU) fraksi-fraksi, Senin (16/7) kemarin, tanpa kehadiran Fraksi Golkar. Absennya partai berlambang beringin ini diduga gara-gara hibah yang tak kunjung cair. Kendati tanpa Fraksi Golkar, sidang yang dipimpin langsung Ketua DPRD Badung Putu Parwata didampingi Wakil Ketua DPRD Badung Made Sunarta tetap berjalan sesuai agenda. Politisi asal Dalung, Kuta Utara ini menganggap keputusan yang akan tercapai adalah kuorum, karena dari 40 anggota dewan, yang hadir rapat sebanyak 27 orang. Namun yang menandatangani absen atau daftar hadir sampai rapat selesai sebanyak 25 orang. “Kami tidak menerima surat resmi dari Golkar terkait hal ini. Jadi selaku unsur pimpinan, kami akan tetap mengantarkan jalannya rapat sesuai jadwal dan agenda,” ungkap Parwata usai memimpin sidang, Senin kemarin. Menurutnya, pihaknya telah memberikan kesem-

Tenaga Bersertifikasi Perlu Ditambah ningkatkan daya saing SDM bidang pengelasan. Pihaknya menilai masih terjadi gap antara jumlah tenaga pengelas (welder) terampil atau bersertifikasi dengan ahli pengelasan (welder engineer). Menurutnya, jumlah ahli pengelasan di Indonesia sudah banyak sedangkan tenaga pengelasan bersertifikasi terbatas. “Tanpa ada sertifikasi, produk barang yang dihasilkan industri tidak memadai, makanya skill perlu ditingkatkan,” katanya di sela-sela pembukaan The 71st International Institute of Welding (IIW) Annual Assembly and International Conference 2018 di Nusa Dua,

hun 2014 tentang Penyelenggaraan Reklame,” ungkap Wayan Sukanta, Senin kemarin. Menurutnya, sidak yang menyasar Jalan Sunset Road hingga Bandara itu dilakukan terhadap reklame yang tanpa izin serta reklame/ penunjuk usaha yang melalui dan melewati batas trotoarisasi. “Data reklame seperti billboard maupun penunjuk usaha yang kami tertibkan, merupakn data dari Dinas Perizinan,” ucapnya.

Rapat Paripurna Pembacaan PU

Tingkatkan Daya Saing Industri

Mangupura (Bali Post) Indonesia saat ini sedang gencarnya melakukan pembangunan di berbagai bidang. Salah satunya infrastruktur, seperti pelabuhan, jembatan dan bandara. Menunjang pembangunan tersebut, teknologi pengelasan sangatlah penting, mengingat industri yang digunakan terus berkembang. Bahkan industri pengelasan di Tanah Air diperkirakan akan mengalami pertumbuhan positif di tahuntahun mendatang. Menurut Presiden Asosiasi Pengelasan Indonesia (API) Achdiat Atmawinata, hal itu karena adanya pertumbuhan industri yang membutuhkan produk pengelasan dan profesional pengelasan, seperti pengelasan untuk perkapalan, konstruksi baja, high rise building dan sebagainya. API selaku organisasi yang menaungi seluruh pekerja, lembaga, industri atau perusahaan yang bergerak di bidang pengelasan, terus melakukan upaya untuk meningkatkan daya saing serta menumbuhkan industri pengelasan di Tanah Air. Untuk itu, pelaku usaha atau sektor swasta didorong ikut berperan melakukan sertifikasi terhadap tenaga pengelasan agar memperbanyak jumlah tenaga bersertifikasi. Hal ini untuk me-

Pembongkaran reklame dipimpin Kasi Bidang Penegakan Perda dan Peraturan Kepala Daerah I Wayan Sukanta, melibatkan unsur dari Bapenda dan Pesedahan Agung Badung, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, DLHK, Bagian Hukum dan HAM, serta unsur TNI/ Polri. “Sidak maupun pembongkaran reklame ini sebagai upaya penegakan Peraturan Bupati Badung No.80 Ta-

Bali Post/kmb27

Minggu (15/7). Sementara itu, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian Harjanto mengatakan, pemerintah saat ini telah memiliki program peningkatan daya saing yang dikenal sebagai manking Indonesia 4.0. Dalam hal ini sektor yang difokuskan di antaranya bidang otomotif, elektronik, industri makanan dan minuman, tekstil dan industri kimia. Melalui pertemuan yang diikuti 730 orang peserta dari 60 negara, diharapkan bisa bertukar informasi dan berbagi ilmu dalam hal pengelasan. (kmb23)

Bali Post/kmb23

KETERANGAN - Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian Harjanto (kanan) bersama Presiden API Achdiat Atmawinata saat memberikan keterangan terkait The 71st International Institute of Welding (IIW), Minggu (15/7).

Bali Post/kmb27

SIDANG - Suasana sidang pemandangan umum fraksifraksi di DPRD Badung tanpa dihadiri oleh Fraksi Golkar. men dan walau secara administrasi sudah lengkap, hingga kini tetap saja tidak cair. Kami sangat menyayangkan ini, karena hibah yang kami fasilitasi tujuannya sama untuk kepentingan masyarakat,” ungkapnya. Anggota dewan dari Fraksi Partai Golkar meminta Ketua TAPD untuk segera mencairkan hibah sebelum memba-

has RAPBD Perubahan dan RAPBD Induk 2019. Anggota Komisi II Nyoman Mesir juga merasakan seperti anak tiri dalam hal pencairan hibah. Hal tersebut, kata Nyoman Mesir, tidak boleh terjadi, karena bantuan yang disalurkan legislator sama dengan hibah yang dicairkan eksekutif untuk kepentingan masyarakat. (kmb27)

peredaran narkotika secara ilegal. Perkembangan terakhir saat ini, tersangka yang saat ini berdomisili di Australia telah ditangkap oleh pihak berwenang Australia. Menurut Heru, sinergi Indonesia dan Australia seperti ini harus ditingkatkan, mengingat kejahatan terkait narkoba tidak mengenal batas. Tidak menutup kemungkinan narkoba yang dibuat di Australia dapat dipasarkan di Indonesia. Hasil pemeriksaan tersebut disampaikan kepada ABF, proses penyidikan kemudian dilakukan oleh pemerintah Australia guna

mengamankan dan mengadili tersangka. Selanjutnya paket tersebut akan diserahkan ke Polda Bali. Pencegahan ini menambah daftar panjang penindakan narkotika, psikotropika, dan prekursor oleh Bea Cukai secara nasional. Dari Januari hingga 13 Juli 2018, sebanyak 225 penindakan dengan total berat 3.899 kilogram. Jumlah tersebut melampaui jumlah penindakan sepanjang tahun 2016 dan 2017, yang berada pada total berat barang bukti masing-masing 2.274 kilogram dan 2.222 kilogram. (kmb36)

Disita, Ratusan Ribu Pil Mengandung Prekursor Narkotika

Bali Post/kmb23

KETERANGAN - Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi (tengah) bersama perwakilan Australia Border Force Chris Waters saat memberikan keterangan, Senin (16/7) kemarin.


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Kisruh Calon Siswa SLTA Teratasi

Fraksi Gerindra Apresiasi Pemkab Badung KISRUH atau masalah yang dihadapi calon siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), baik SMA maupun SMK, di Kabupaten Badung bisa teratasi dengan baik. Oleh karena itu, Fraksi Gerindra DPRD Badung memberikan apresiasi kepada Pemkab Badung yang telah mencari alternatif penyelesaian masalah dengan baik. Hal itu dikemukakan Fraksi Gerindra lewat juru bicaranya I Gede Aryantha, S.E.Ak. saat rapat paripurna DPRD Badung untuk mendengarkan pemandangan umum (PU) fraksi-fraksi di DPRD Badung. ‘’Kami memberikan apresiasi kepada Pemkab Badung, sehingga masalah pendidikan yang belakangan menimpa calon siswa SLTA dapat teratasi,’’ ujarnya. Walau begitu, fraksi yang dikomandoi Kadek Sudarmaja, S.E., M.M. ini meminta Pemkab Badung mengkaji secara komprehensif keberadaan fasilitas pendidikan, baik di tingkat SD, SMP maupun lainnya agar lebih merata. ‘’Ke depan agar dikaji kembali sehingga keberadaan sekolah lebih merata,’’ katanya. Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Badung Putu Parwata didampingi Wakilnya, Made Sunarta, itu dihadiri Plh. Bupati Badung Drs. I Ketut Suiasa, S.H. Hadir juga Sekkab Badung Wayan Adi Arnawa, kepala SKPD di lingkungan Pemkab Badung dan undangan lainnya. Rapat paripurna hanya dihadiri 27 dari 40 anggota Dewan Badung termasuk pimpinan. Fraksi Golkar dengan 10 anggota kompak tidak hadir. Fraksi dengan enam anggota (empat dari Gerindra dan dua dari Hanura) juga minta Pemkab Badung menambah fasilitas pelay-

RAPAT PARIPURNA - Pemandangan Umum Fraksi Gerindra yang dibacakan I Gede Aryantha saat rapat paripurna DPRD Badung memberikan apresiasi kepada Pemkab Badung yang telah mencari alternatif penyelesaian masalah dengan baik. anan kesehatan. Saat ini jumlah pengunjung RSUD Badung luar biasa. Mereka berharap bisa memperoleh pelayanan kesehatan secara maksimal. Dengan penambahan fasilitas, pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang datang diharapkan bisa tertangani dengan cepat dan tepat. Dalam bidang ketenagakerjaan, Fraksi Gerindra meminta Pemkab Badung mengupayakan penciptaan angkatan kerja menjadi tenaga terampil. Ini bisa dicapai jika terdapat fasilitas pembangunan Balai Latihan kerja (BLK) di masing-masing wilayah sesuai potensinya. Sementara di sektor pariwisata, Fraksi Gerindra minta Pemkab Badung lebih meningkatkan promosi. Hal ini sejalan dengan pembangunan ODTW, baik yang bersifat spiritual maupun ramah lingkungan dengan program desa wisata. Terakhir, terkait besarnya

APBD Badung pada 2019 yang menembus Rp 10 triliun lebih, Fraksi Gerindra minta Pemkab Badung bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini perlu dilakukan karena disadari atau tidak akan ada kurang lebih. Setelah memberikan sumbang saran, Fraksi Gerindra menyetujui sembilan ranperda untuk menjadi perda setelah mendapat verifikasi dari Pemprov Bali. Di antaranya Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2017, Rancangan Kebijakan Umum Perubahan APBD Tahun 2018, Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan APBD Kabupaten Badung Tahun 2018, Ranperda tentang Perubahan atas Perda No.13 Tahun 2017 tentang APBD Tahun 2018 dan Rancangan Kebijakan Umum APBD Tahun 2019.(ad854)

Selasa Pon, 17 Juli 2018

Pemandangan Umum Fraksi Partai Demokrat

Dukung Kebijakan Bupati Bangun Sekolah Baru di Badung

DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung kembali menggelar rapat paripurna, Senin (16/7) kemarin di Gedung DPRD Badung, Sempidi, Kecamatan Mengwi. Rapat paripurna mengagendakan pemandangan umum (PU) fraksi. Salah satunya Fraksi Partai Demokrat yang dalam hal ini dibacakan oleh I Made Retha. PU Fraksi Partai Demokrat tersebut terhadap sembilan ranperda yakni Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaaan APBD Tahun 2017, Ranperda Kebijakan Umum Perubahan APBD Badung 2018, Ranperda Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan APBD 2018, serta Ranperda tentang Perubahan atas Perda No.13 Tahun 2017 tentang APBD Badung 2018. Lima ranperda lainnya berupa Rancangan Kebijakan Umum APBD Badung 2019, Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara APBD Badung 2019, Ranperda tentang Retribusi Pelayanan Tera/ Tera Ulang, Ranperda tentang Perubahan Perda No.5 Tahun 2005 tentang Perusahaan Umum Daerah Pasar Mangu Giri Sedana, serta Ranperda tentang Perubahan atas Perda No.22 Tahun 2011 tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Secara umum, terkait Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaaan APBD Tahun 2017, Fraksi Partai Demokrat menyatakan dapat menerima pelaksanaan APBD tahun anggaran 2017 dan selanjutanya agar dapat disahkan menjadi peraturan daerah.

BACA PU - I Made Retha dari Fraksi Partai Demokrat saat membacakan pemandangan umum (PU) fraksi dalam sidang paripurna DPRD Badung, Senin (16/7) kemarin. Mengenai Ranperda Kebijakan siasi langkah-langkah yang diambil Umum Perubahan APBD (KUPA), bapak bupati untuk mengatasi Ranperda Prioritas dan Plafon kemelut Penerimaan Peserta DiAnggaran Sementara Perubahan dik Baru (PPDB) dengan rencana (PPASP) serta Ranperda Kabupaten pendirian gedung sekolah baru Badung tentang Perubahan APBD di masing-masing kecamatan,’’ Kabupaten Badung Tahun Ang- katanya. garan 2018, fraksi partai besutan Menyangkut program beasiswa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke luar negeri, Fraksi Demokrat berini menyatakan secara substantif harap agar pemerintah melakukan terdapat peningkatan pendapatan evaluasi optimal guna tercapainya daerah sebesar 14,49 persen, belanja program tersebut secara maksimal. daerah meningkat 12,09 persen dan Pada bidang-bidang lainnya, pembiayaan daerah menurun 11,22 Retha berharap pemerintah dapat persen dari APBD Induk tahun ang- membaca harapan dan kebutuhan garan 2018. ‘’Namun, sebagai wujud masyarakat dengan merancang produkungan serta keikutsertaan kami gram-program pro-rakyat, sehingga dalam pencapaian tujuan program tepat sasaran dan tepat guna. di atas, beberapa usul dan saran Terkait Rancangan Kebijakan perlu kami sampaikan untuk dapat Umum APBD (KUA) dan PPAS dipertimbangkan,’’ ujar Retha. Kabupaten Badung Tahun AnggaBeberapa saran dimaksud an- ran 2019, Retha yang juga anggota tara lain terhadap subbidang pen- Komisi IV menyatakan fraksinya didikan. ‘’Kami sangat mengapre- menyetujui. (ad855)

Seminar ”Pemajuan Seni untuk Membangun Kebudayaan dan Peradaban yang Berkepribadian’’

Pascasarjana ISI Denpasar Siap Dorong BPR Lestari Catat Laba Rp 95 Miliar Keunggulan Seni Budaya Nusantara Semester I 2018

MEMASUKI semester I tahun 2018, BPR Lestari mencatat perkembangan laba yang positif. Di akhir Juni lalu, laba BPR Lestari mencatat angka Rp 95 miliar. Kenaikan laba ini didorong oleh peningkatan penyaluran kredit BPR Lestari kepada nasabah. Hingga Juni 2018, BPR Lestari mencatatkan kredit Rp 2,704 triliun, meningkat 11 persen dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 2,435 triliun pada periode yang sama. Memasuki pertengahan tahun 2018, penyaluran kredit mengalami penurunan baik dari sisi demand maupun supply. ‘’Di tengah pertumbuhan kredit bank yang kurang agresif, kami bersyukur masih bisa ekspansi lebih dari Rp 269 miliar,’’ kata Pribadi Budiono, Direktur Utama BPR Lestari. Kredit konsumtif menyumbang pertumbuhan kredit yang signifikan, dengan pertumbuhan mencapai 12 persen. Tumbuhnya sektor konsumtif ini didorong oleh keberhasilan program Easy KPR bunga 9,25 persen. ‘’Sejak diluncurkan, permintaan sektor KPR lumayan meningkat,’’ ujarnya. Easy KPR merupakan program kredit kepemilikan rumah yang bekerja sama dengan puluhan pengembang perumahan di Bali. Dengan bunga KPR yang sangat kompetitif ini, menjadikan BPR Lestari satu-satunya BPR di Indonesia yang menjual bunga kredit yang sangat rendah. ‘’Mungkin kami satu-satunya BPR yang menjual bunga kredit single digit,’’ tandas Pribadi. Kinerja dana pihak ketiga juga

mencatatkan tren positif, dari Rp 3,015 triliun pada Juni 2017 menjadi Rp 3,372 triliun pada Juni 2018. Peningkatan Rp 357 miliar ini menunjukkan bahwa BPR Lestari menguasai 32 persen market share DPK BPR di Bali. Pertumbuhan yang solid dari sisi kredit dan dana pihak ketiga mampu mendorong pertumbuhan aset BPR Lestari, dengan aset mencapai Rp 4,562 triliun atau tumbuh Rp 484 miliar (11,86%) year on year-nya dari posisi Rp 4,078 triliun. Dengan aset sebesar Rp 4,5 triliun, BPR Lestari menguasai 31 persen market share BPR di Bali. BPR yang baru saja mengganti nama perseroan dari PT BPR Sri Artha Lestari menjadi PT BPR Le-

stari Bali ini, juga masih mempertahankan posisinya sebagai BPR terbesar kedua di Indonesia dari sisi aset. ‘’Per Juli ini kami sudah resmi berganti nama. Tujuannya agar sama dengan afiliasi lainnya dan sejalan dengan visi dan misi PT Lestari Capital sebagai holding company kami,’’ tambah Pribadi. BPR Lestari Bali merupakan salah satu dari enam afiliasi BPR Lestari di bawah Lestari Group. Saat ini Lestari Group sudah beroperasi di enam provinsi yaitu BPR Lestari (Denpasar, Bali), BPR Lestari Jatim (Malang, Jatim), BPR Lestari Jateng (Solo, Jateng), BPR Lestari Jabar (Bekasi, Jabar), BPR Lestari Banten (Tangerang, Banten) dan BPR Lestari Jakarta (Jakarta Barat, Jakarta). (ad857)

PROGRAM Pascasarjana Institut Seni Indonesia (PPs ISI) Denpasar menggelar Seminar Nasional bertemakan ‘’Pemajuan Seni untuk Membangun Kebudayaan dan Peradaban yang Berkepribadian’’ di Gedung Citta Kelangen Kampus ISI Denpasar, Senin (16/7) kemarin. Seminar ke-7 yang diselenggarakan PPs ISI Denpasar ini menghadirkan tiga keynote speaker yaitu Prof. Dr. Drs. I Nyoman Artayasa, M.Kes. (ISI Denpasar), Dr. Bambang Sunarto, S.Sn., M.Sn. (Pascasarjana ISI Surakarta) dan Dr. Suwarno Wisetrotomo (Pascasarjana ISI Yogyakarta) yang dimoderatori oleh Dr. Drs. I Gusti Ngurah Ardana, M.Erg. Seminar nasional yang dibagi dalam dua sesi ini juga menghadirkan empat narasumber Call for Paper yakni I Wayan Adi Gunarta, I Made Jayadi Waisnawa, Winny Gunarti Widia dan Ni Nyoman Sudewi. Hadir seluruh civitas akademika ISI Denpasar. Seminar yang dibuka Wakil Rektor I ISI Denpasar Prof. Dr. Drs. I Nyoman Artayasa, M.Kes. ini dibagi menjadi empat subtema, yaitu melintas batas seni berbasis teknologi digital, strategi penciptaan seni berkarakter nasional berbasis kebudayaan lokal, apropriasi budaya dan ekspresi seni hari ini dan hubungan ekspresi seni dengan perilaku budaya dalam telaah wacana kritis. Ketua Prodi Penciptaan dan Pengkajian Seni PPs ISI Denpasar Dr. I Ketut Sariada, S.ST., M.Si. mengatakan, digelarnya seminar nasional ini untuk menggali dan

SEMINAR - Suasana Seminar Nasional ‘’Pemajuan Seni untuk Membangun Kebudayaan dan Peradaban yang Berkepribadian’’ yang diselenggarakan PPs ISI Denpasar di Gedung Citta Kelangen ISI Denpasar. mengembangkan aspek seni budaya Nusantara sebagai landasan pengetahuan SDM agar mampu menumbuhkan kreativitas baru dalam mendorong keunggulan seni budaya Nusantara sebagai sumber kesejahteraan masyarakat akademis. Dalam UU RI No.5 Tahun 2017 dijelaskan bahwa pemajuan kebudayaan adalah upaya untuk meningkatkan ketahanan budaya dan kontribusi budaya Indonesia di tengah peradaban dunia melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan kebudayaan. Pihaknya berharap melalui seminar nasional ini mampu menggugah gairah pencipta dan peneliti untuk berkarya serta siap tampil di tingkat

lokal, nasional bahkan internasional, sehingga tantangan yang dihadapi oleh dunia pendidikan dapat diatasi dalam percaturan global. Wakil Rektor I ISI Denpasar Prof. Nyoman Artayasa berharap seminar nasional ini dapat menambah dan memperkaya wawasan intelektual mahasiswa dan dosen di lingkungan PPs ISI Denpasar tentang pemajuan seni untuk membangun kebudayaan dan peradaban yang berkepribadian berdasarkan UU No. 5 Tahun 2017. Di samping itu, untuk memotivasi mahasiswa dan dosen menghasilkan karya tulis ilmiah yang baik di tingkat lokal, nasional dan internasional, sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah di Indonesia. (ad862)

Senator RI Puji Acara Festival Ulun Danu Beratan IV

SMK (SMEA) Saraswati 1 Denpasar Wedakarna Dukung ”Shortcut’’ Denpasar-Buleleng Terima 248 Siswa Baru Tanpa Korbankan Kawasan Bedugul Dijadikan Model Polisi Masuk Sekolah

SMK (SMEA) Saraswati 1 Denpasar yang berbasis bisnis manajemen, sukses besar pada PPDB 2018. Sekolah swasta unggulan Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar ini merekrut 248 siswa baru atau naik tiga kelas dari empat kelas yang ditargetkan. Dari 248 siswa yang diterima, lima kelas memilih Program Keahlian Akuntansi dan dua kelas Program Keahlian Manajemen Administrasi (MA) yang dulu diberi nama Administrasi Perkantoran. Acara MPLS sekolah ini dimulai Senin lalu. Senin (16/7) kemarin, SMK Saraswati 1 Denpasar dijadikan model polisi masuk sekolah. Tim Polda Bali mengampanyekan tata tertib di jalan dan berlalu lintas. Kepala SMK Saraswati 1 Denpasar Drs. I Wayan Reta, M.Psi. didampingi Waka Kesiswaan Putu Yorniasih, S.Pd., M.Pd., Waka Kurikulum G.A. Hendrastuti, S.Sos., M.M., Waka Sarpras Ni Ketut Sri, S.Pd. dan Waka Humas Dra. Ni Nyoman Suriati, M.Pd. mengungkapkan, MPLS di sekolahnya berjalan nyaman dan menyenangkan. MPLS diisi informasi soal studi bidang akademik, keuangan dan kesiswaan. Diperkenalkan pula staf dewan guru dan fasilitas yang dimiliki. Minggu (22/7) nanti diadakan acara temu kangen alumni dengan guru-guru di Tukad Bindu, Kesiman. Dengan student body 740 siswa kini SMK Saraswati 1 Denpasar akan fokus pada peningkatan mutu pendidikan. Ini dilakukan dengan cara meningkatkan mutu guru, mutu proses dan akhirnya menghasilkan lulusan yang berkualitas. Caranya, guru dilibatkan dalam berbagai workshop review dan penguatan K-13. Dari 32 guru, 50 persen sudah S-2. Sejumlah dosen FE Unmas juga mengajar di SMK Saraswati 1 Denpasar. Sekolah ini juga dikenal karena pendidikan disiplin dan penguatan pendidikan karakternya. Sekolah ini menyiapkan puluhan jenis ekstrakurikuler untuk pengembangan diri. Di dunia kerja, siswanya dipadatkan dengan praktik magang alias praktik industri. Ini yang membuat lulusannya siap kerja dan berdaya saing tinggi

POLISI - Kepala SMK (SMEA) Saraswati 1 Denpasar Drs. Wayan Reta bersama tim Polda Bali saat memberikan ceramah bagi siswa baru. karena dibekali kompetensi yang tinggi. Guna menyukseskan UNBK tahun depan, Wayan Reta sudah bersiap menambah perangkat komputer karena jumlah peserta UNBK kian meningkat. Tahun ini, SMK Saraswati 1 Denpasar untuk kali pertama menggelar UNBK mandiri. Kasek I Wayan Reta menegaskan, kini SMK Saraswati 1 Denpasar sampai kekurangan alias kehabisan stok lulusan. Banyak yang tamat baru-baru ini diterima bekerja di sejumlah industri. Hal ini disebabkan kompetensi yang diajarkan di SMK Saraswati 1 (SMEA) diarahkan yang utama untuk bekerja. Setelah itu mereka disiapkan melanjutkan studi, sebagian lagi menjadi penguasaha mandiri. (ad865)

SENATOR DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III minta kepada kecamatan di seluruh Bali agar lebih kreatif dalam pengajuan kegiatan promosi wisata supaya dapat tembus dalam penganggaran dengan menggunakan mekanisme bantuan pusat melalui APBN. Ia menilai masih banyak hal yang perlu disempurnakan dalam manajemen festival yang ada di Bali, sehingga potensi untuk bisa menasional dan internasional semakin terbuka. Demikian disampaikan oleh Senator Arya Wedakarna (AWK) di sela-sela acara di Candikuning, Bedugul, Tabanan. ‘’Selaku anggota Komite III Bidang Pariwisata, Budaya dan Ekonomi Kreatif, saya menilai bahwa Bali sebagai destinasi wisata terbaik di dunia sangat perlu memiliki manajemen festival kelas dunia. Festival itu selain untuk ajang pelestarian seni dan budaya, juga sebagai ajang promosi ekonomi kreatif, di samping menonjolkan keunggulan desa, kehebatan destinasi dan mengembangkan semangat kompetisi antarsesama tujuan wisata. Di sini peran pemerintah untuk mendukung terlaksananya festival baik dari sisi infrastruktur maupun anggaran. Jika ingin anggarannya berpusat pada APBN, tentu skala festivalnya harus memenuhi standar nasional. Di sini peran gubernur, bupati dan wali kota sebagai jembatan kepada pusat,’’ ungkap

DI BEDUGUL – Senator RI Dr. Arya Wedakarna bersama Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Kemenpar RI, Bupati dan Wabup Tabanan, Ketua DPRD Bali serta Fraksi PDI-P DPR-RI di Bedugul. Gusti Arya Wedakarna. antara jalur Denpasar–Singaraja Ia mencontohkan bahwa Festival akan terealisasi. Saya berpesan Ulun Danu Beratan di Candikun- agar pembangunan jalan pintas ing ini sebagai contoh baik dari ini tidak mengorbankan jalur dan pengorganisasian festival yang bisa kawasan wisata Candikuning atau mendapat perhatian pusat. ‘’Saya kawasan Bedugul. Ke depan juga puji keberadaan Ulun Danu Art penataan kawasan Kebun Raya Festival IV yang terus mengalami Bedugul harus dimasukkan ke peningkatan kualitas,’’ papar Sena- agenda pusat di Bali. Kita mulai tor Arya Wedakarna. saat pamelaspasan Pura Teratai Pihaknya juga berharap ka- Bang nanti. Itu momentum bagus wasan wisata Ulun Danu Be- untuk membangun spirit kesucian ratan bisa lebih tertata di masa kawasan Bedugul. Semoga semua depan, mengingat strategisnya bisa tertata dengan perencanaan jalur Selatan-Utara Bali. ‘’Saya yang matang agar masyarakat mebersyukur pada 2018 ini kabar nikmati hasil pembangunan,’’ tanshortcut yang sudah lama tertunda das Shri Arya Wedakarna. (ad864)

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


daerah

Selasa Pon, 17 Juli 2018

Bangkitkan Mental Juara

Hanya di Pameran Felice Jewellery

Pesparawi Bali Gelar ’’Pre Competition Concert’’ PESTA Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) merupakan salah satu agenda nasional yang dilaksanakan berjenjang di tingkat kabupaten/ kota, provinsi dan nasional, kembali digelar. Tahun 2018 ini, Pesparawi Nasional akan diselenggarakan di Pontianak mulai 29 Juli hingga 3 Agustus mendatang. Menjelang pelaksanaan lomba di Pontianak, tim paduan suara perwakilan Bali, Senin (16/7) kemarin menggelar pre competition concert. Pre competition concert Pesparawi Bali dilaksanakan di GPIB Ekklesia, kompleks peribadatan Bandara Ngurah Rai. Pelatih tim Bali Winne S. didampingi perwakilan chorister Sri Agustini ditemui di sela-sela acara mengatakan, kegiatan ini bertujuan memompa semangat para peserta chorister agar bisa merasakan suasana seperti saat lomba. ‘’Pre competition ini untuk menambah kepercayaan diri para chorister, karena terdiri atas banyak tim di dalamnya. Ada beberapa yang memang tidak pernah manggung, sehingga semangat mereka harus dipompa untuk membangkitkan mental juara sebelum mengikuti lomba nanti,’’ katanya. Pada lomba nanti, tim dari Bali akan mengikuti dua kategori, yaitu Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC) dengan membawakan tiga lagu salah satunya lagu ciptaan Winne S. berjudul ‘’Emoji Raga’’. Sementara untuk kategori Etnik akan membawakan satu lagu yang juga diciptakan oleh Winne S. berjudul ‘’Indonesia Sane Anyar’’. Winne menjelaskan, di lagu ‘’Indonesia Sane Anyar’’ ada makna

pre competition - Suasana Pre Competition Concert Pesparawi Bali, Senin (16/7) kemarin di GPIB Ekklesia kompleks peribadatan Bandara Ngurah Rai, sebelum mengikuti lomba tingkat nasional. yang terkandung di dalamnya, yaitu menyangkut unsur etnik, terutama budaya, khususnya budaya Bali. Dalam lagu tersebut pihaknya ingin menyampaikan konsep manyamabraya yang sudah ditanamkan sejak dulu, bisa juga dilakukan di dalam lingkungan komunitas gereja dengan membawa unsur-unsur entik Bali. Diakuinya, dulu kegiatan seperti ini sebagian besar diikuti oleh orang dewasa. Namun, saat ini lebih banyak didominasi oleh anak muda. ‘’Kami berharap ajeg Bali bisa muncul dari sini juga, yaitu para pemuda dan tim dari Provinsi Bali membawa semangat manyamabraya,’’ kata Winne. Sementara pada lagu ‘’Emoji Raga’’, pihaknya ingin menggambarkan bahwa kebinekaan adalah kekayaan. Semangat Bhinneka Tunggal Ika ini tergambar dalam lagu ‘’Emoji Raga’’. ‘’Di dalam kekristenan, seribu perbedaan karakter bisa disatukan

dalam sebuah karakter panutan, yaitu Yesus Kristus,’’ ujarnya. Pesparawi Bali 2018 khususnya Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC) Bali beranggotakan 45 orang yang terdiri atas berbagai denominasi gereja yang ada di Bali, di antaranya GKPB, GPT, GPIB, HKBP, GBI, Gereja Katedral Denpasar dan lain-lain. Prestasi terbaik yang pernah diraih kontingen Bali selama keikutsertaan yaitu berhasil meraih tiga medali emas di Ambon pada tahun 2015. Prestasi itu didapat untuk kategori PSDC, Etnik dan PSRP (Paduan Suara Remaja Pemuda). Tahun ini pihaknya menargetkan bisa menjadi utusan Bali yang berprestasi di ajang nasional. ‘’Kalau di Ambon dengan dua kategori bisa mendapat emas, mungkin tahun ini dapat dipertahankan atau bisa lebih baik lagi yaitu menjadi champion,’’ tegas Winne. (ad866)

5

Minis Design Mulai Rp 350 Ribu dan Berlian Solitaire 0,50 Carat Rp 9.999.000 PAMERAN perhiasan emas dan berlian kembali digelar oleh Felice Jewellery mulai Selasa (17/7) ini hingga Jumat (20/7) mendatang di Business Center, Hotel Aston, Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Berbagai model perhiasan berkualitas dengan desain masa kini siap menyambut para pencinta berlian di Bali. ‘’Pada pameran kali ini Felice Jewellery tetap hadir dengan Minis Design Diamond dengan harga promo yang sangat terjangkau mulai Rp 350 ribu hingga Rp 2 juta,’’ ujar Sales Felice Jewellery, Ricky, saat dikonfirmasi, Senin (16/7) kemarin. ‘’Kami juga menghadirkan Berlian Solitaire 0,50 carat dengan harga Rp 9.999.000,’’ lanjutnya. Menurut Ricky, pihaknya juga menawarkan berlian dan batu–batu mulia. Berlian-berlian koleksi Felice semuanya dipadupadankan dengan emas putih sehingga membentuk perhiasan yang indah sekaligus berkelas. Sementara koleksi batu-batu berharga dari Felice di antaranya blue sapphire, rubi, cat eye dan emerald/jamrud. Ditambahkannya, berlian fashion yang dihadirkan seperti anting dan liontin, gelang dan ladies ring, merupakan perhiasan model terbaru. Setiap desain dibuat terbatas atau limited edition sehingga tidak akan ada duanya di tempat lain. Pembayaran setiap perhiasan bisa dilakukan secara cash, debit atau dengan kartu kredit. Ricky menjamin harga yang ditawarkan Felice sesuai dengan kualitas berlian yang dijual. ‘’Berliannya didatangkan langsung dari Eropa dengan cutting Belgia, desainnya dibuat di Hongkong. Setiap pembelian perhiasan mendapat sertifikat yang selanjutnya bisa dipakai untuk mendapatkan garansi perawatan seumur hidup dengan gratis,’’ katanya. Felice Jewellery, kata Ricky, memang tidak sekadar menjual emas dan berlian yang berkualitas. Karena itulah pihaknya juga memberikan maintenance lifetime guarantee atau garansi perawatan seumur hidup. ‘’Garansi ini sengaja diberikan secara gratis untuk memoles kembali emas dan berlian yang kusam karena sering dipakai,’’ jelasnya.

Berlian Solitaire 0,50 carat koleksi Felice Jewellery Rp 9.999.000. Bagi Anda yang gemar mengoleksi perhiasan berlian atau batu, tidak ada salahnya mengunjungi pameran Felice Jewellery. Harga yang relatif terjangkau ditambah desain yang unik, menjadi kelebihan Felice yang patut untuk dipertimbangkan. (br867)

Korupsi Dana Hibah

Tiga Mantan Anggota Panwaslu Ditahan Banyuwangi (Bali Post) Dugaan korupsi yang melibatkan tiga mantan anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Banyuwangi tahun 2013 memasuki babak baru. Usai dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Banyuwangi, ketiganya langsung ditahan, Senin (16/7) kemarin. Kasus ini melanjutkan dua terdakwa sebelumnya yang sudah divonis empat tahun di Pengadilan Tipikor Surabaya. Ketiga mantan anggota Panwaslu Banyuwangi itu masing-masing Rori Purnama (ketua), Lilik Maslihah (anggota) dan Totok Hariyanto (anggota). Mereka menjabat periode 2013-2014. Sebelum ditahan, ketiganya diserahkan oleh penyidik Tipikor Polres Banyuwangi. Setelah menjalani pemeriksaan beberapa jam, mereka langsung digiring ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi. ‘’Kami tahan selama 20 hari ke depan. Ini untuk memudahkan proses melengkapi berkas pengajuan persidangan,’ kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Banyuwangi Adonis. Pihaknya menyiapkan

Bali Post/kmb30

DIGIRING - Salah satu mantan anggota Panwaslu Banyuwangi (tengah) digiring ke lapas dalam kasus dugaan korupsi dana hibah APBD Jatim. enam jaksa senior untuk menangani perkara ini. Penahanan dilakukan dengan beragam alasannya. Salah satunya mengantisipasi para tersangka menghilangkan barang bukti atau melarikan diri. Penahanan dilaku-

kan setelah penyidik Tipikor Polres melengkapi berkas penyidikan. ‘’Ini pelimpahan tahap dua. Selanjutnya kami siapkan rencana dakwaan dan siap dilimpahkan ke persidangan,’’ jelasnya. Kajari menambahkan,

dugaan korupsi ini terjadi tahun 2013. Kasusnya terungkap berawal dari laporan salah satu anggota Panwaslu Totok Hariyanto. Ia melaporkan terkait dugaan penyelewengan dana gaji bagi Panwaslu. Bukannya selamat, pria ini justru terseret dalam pusaran korupsi itu. Dugaan korupsi ini dari dana hibah APBD Provinsi Jatim senilai Rp 633 juta untuk kegiatan Pemilukada Jatim 2013. Modusnya, ketiga tersangka bersama-sama menyalahgunaan wewenang dengan membuat sejumlah kegiatan fiktif. Ada juga mark-up anggaran kegiatan. Jaksa penuntut umum (JPU) akan mendakwa ketiga tersangka dengan pasal berlapis, masing-masing Pasal 2 dan Pasal 3 ayat (1) UU No.31/1999 yang diubah dengan UU No.20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sebelumnya, JPU sudah menyeret dua pejabat Panwaslu periode yang sama ke persidangan, yaitu Sanhari dan Etik, mantan pejabat Sekretariat Panwaslu Banyuwangi. Keduanya sudah divonis masing-masing empat tahun penjara. (kmb30)

Ibu Mayat Bayi Kembar Ditangkap Denpasar (Bali Post) Gerak cepat dilakukan tim Opsnal Polsek Denpasar Timur (Dentim) dipimpin Kanitreskrim Iptu Ario Seno Wimoko dalam memburu pemilik dan pembuang mayat bayi kembar. Alhasil, ibu bayi tersebut berinisial D ditangkap di wilayah Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Minggu (15/7) lalu sekitar pukul 23.00 Wita. Ironisnya, D berstatus mahasiswi. ‘’Saya belum dalami kuliah di mana kedua pelaku ini. Sementara pelaku cowok berinisial F masih kami kejar. Setelah buang mayat bayi tersebut, F langsung kabur ke kampungnya ke

NTT (Nusa Tenggara Timur). F juga masih kuliah,’’ kata Kanitreskrim Ario Seno, Senin (16/7) kemarin. Hasil penyidikan awal, bayi itu lahir di luar nikah. Menurut mantan Kanitreskrim Polsek Kuta ini, bayi tersebut dilahirkan normal. Setelah lahir, mereka langsung membunuhnya di kamar mandi. ‘’Peran masing-masing pelaku masih kami dalami. Setelah dibunuh, bayi kembar itu dibuang hari Sabtu dini hari,’’ ungkapnya. Diduga D dan F malu karena bayi itu lahir di luar nikah. Setelah dibunuh, mayat bayi kembar lalu dibuang di lorong rumah kos.

OLAHRAGA

PDB Wakili Bali dan NTB ke Jakarta

Denpasar (Bali Post) Tim Sekolah Sepak Bola (SSB) Putra Dewata Bali (PDB) berhak mewakili Bali ke putaran nasional turnamen U-12 di Stadion Sumantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta, 21-22 Juli nanti. Tim SSB PDB mendapat kesempatan tampil di ajang nasional setelah menjuarai turnamen Rayon Bali dan NTB di Denpasar beberapa bulan lalu yang melibatkan 148 peserta. Putaran nasional diikuti 16 tim yang dibagi dalam empat grup atau tiap pul dihuni empat tim. ‘’Kami bertolak ke Ibu Kota, Rabu (18/7), sedangkan pengundian grup dilakukan Kamis (19/7),’’ ujar Pelatih SSB Putra Dewata Bali Made Pasek Alit, di Denpasar, Senin (16/7) kemarin. Ia akan memboyong 12 pemain ke Jakarta. Gus Bram dan kawan-kawan ditargetkan lolos ke babak delapan besar. ‘’Target awal kami menduduki juara atau runnerup grup, sehingga bisa melaju ke babak berikutnya,’’ kata Pasek Alit. Lawan tangguh diperkirakan datang dari tuan rumah DKI dan Jabar, mengingat kedua provinsi ini mengirim dua tim. Kekuatan Jatim juga diwaspadai. Dalam menjalankan program latihan selama ini, pihaknya terkendala susahnya mengumpulkan seluruh pemain. Sebagian besar pemain disibukkan oleh kegiatan memasuki masa orientasi siswa baru dan jarak rumahnya jauh dari lapangan. Timnya juga tak memiliki lapangan sehingga harus menyewa. Masalah ini menyebabkan latihan kurang maksimal. (022)

Ario Seno mengungkapkan, pemeriksaan D belum bisa dilakukan maksimal karena masih sakit pascamelahirkan. Bahkan, D harus dioperasi lagi karena rahimnya belum bersih. ‘’Mungkin D trauma juga akibat kejadian itu. Kami berusaha secepat mungkin menangkap F,’’ jelasnya. Minggu (15/7) lalu, warga di Jalan Ratna, Gang Werkudara, Denpasar, diresahkan bau busuk sangat menyengat. Setelah ditelusuri sumbernya dari tas di sebelah rumah kos. Begitu dibuka ternyata isinya mayat bayi wanita kembar yang kondisinya sudah membusuk. (kmb36)

Setubuhi Anak Didiknya

Mantan Wakasek Diadili Denpasar (Bali Post) Mantan Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kesiswaan di sebuah sekolah di Denpasar, berinisial Ar, Senin (16/7) kemarin mulai diadili di PN Denpasar. Oleh JPU Putu Oka Suryaatmaja, terdakwa asal Buleleng ini didakwa atas pencabulan terhadap anak didiknya berinisial Ch yang saat itu masih berusia 16 tahun. Sebagaimana dakwaan jaksa di hadapan majelis hakim PN Denpasar, korban disebut sudah beberapa kali disetubuhi terdakwa. Setidaknya ada tiga tempat yang digunakan untuk melampiaskan birahi terdakwa. Pertama di sekolah (sempat di kamar mandi dan di seputaran ruangan guru), lalu di sebuah penginapan Pondok Wisata Jalan Siulan, Denpasar, dan di Hotel Oranjje di Jalam Hayam Wuruk, Denpasar. Masih dalam dakwaan jaksa, korban beberapa kali menolak ajakan gurunya. Namun, korban akhirnya mengalah karena

mengaku diancam. Mirisnya, pernah saat di hotel di Jalan Hayam Wuruk, korban masih mengenakan pakaian sekolah menemui gurunnya untuk diajak berhubungan badan. Disebut pula dalam dakwaan, dalam perkara ini terdakwa melakukan beberapa perbuatan kejahatan yang ada hubungannya sedemikian rupa, sehingga harus dipandang suatu perbuatan berlanjut berupa melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau orang lain yang dilakukan oleh orang tua atau wali murid, pengasuh anak, pendidik atau tenaga kependidikan. Aksi terdakwa baru terungkap setelah korban bercerita dengan temannya dan temannya men-screenshot percakapan korban dan dilaporkan ke orangtua korban. Orangtua korban lalu melaporkan kasus itu ke polisi. Dalam perkara ini, terdakwa Ar dijerat pasal tentang Perlindungan Anak. (kmb37)

Bali Post/kmb12

SIDANG TIPIRING – Sidang tipiring di Kantor Camat Denpasar Selatan, Senin (16/7) kemarin.

Satpol PP Denpasar Tipiringkan 19 Orang Pelanggar Perda

Denpasar (Bali Post) – Sebagai bentuk penegakan terhadap peraturan daerah (perda) dan menciptakan Denpasar yang aman, nyaman dan bersih, Pemerintah Kota Denpasar kembali melaksanakan sidang tindak pidana ringan (tipiring) bagi pelanggar perda. Sebanyak 19 orang pelanggar perda digiring ke sidang tipiring di Kantor Camat Denpasar Selatan, Senin (16/7) kemarin. Sebenarnya yang terciduk melanggar sebanyak 29 orang, namun yang datang hanya 19 orang, di antaranya 5 orang pelanggar KTR serta 14 orang pelanggar pembuang limbah dan sampah. Sidang dipimpin hakim I.A. Nyoman Adnya Dewi, S.H., M.H. didampingi panitera Evie Librata Sinta S.Si., S.H. Hakim menjatuhkan denda kepada pelanggar mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 2 juta. Denda yang paling besar dijatuhkan pada pembuang limbah potong ayam dan limbah laundry. Pelanggar ini dijatuhi denda Rp 2 juta. Sementara pembuang limbah tahu tempe dan sablon dijatuhi hukuman denda Rp 1,5 juta. Kasatpol PP Kota Denpasar I Dewa Gede Anom Sayoga didampingi Kepala Seksi Pembinaan, Penyuluhan dan Pengawasan Nyoman Gede Sudana mengatakan, sidang tipiring kali ini adalah tindak lanjut dari hasil penertiban rutinitas yang dilakukan beberapa Organisasi Perangkat Daerah

(OPD) di lingkungan Pemkot Denpasar, seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) yang menangani pelanggaran Perda Kebersihan. ‘’Mereka memiliki satuan tugas yang bertugas peninjauan kebersihan, sehingga sidang tipiring kali ini digabung menjadi satu antara penjaringan yang dilakukan oleh Satgas Dinas Lingkungan Hidup Kota Denpasar dan Satpol PP Kota Denpasar,’’ ujarnya. Sayoga menambahkan, tingkat partisipasi antarkomponen masyarakat masih rendah karena belum optimalnya koordinasi dan kerja sama. Maka dari itu ia berharap partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan ketertiban umum bisa ditingkatkan. Sementara itu, Kepala Bidang Penaatan dan Kapasitas DLHK Kota Denpasar I.A. Kosala Dewi menyatakan pelanggar yang disidang tipiring sebanyak 17 orang. Pembuang limbah pemotongan ayam 2 orang, limbah tahu 9 orang, limbah usaha laundry 2 orang, bongkahan bangunan 2 orang dan pembuang sampah sembarangan 2 orang. Menurutnya, sidang tipiring harus dilakukan untuk menyadarkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu, sidang ini diharapkan menjadi langkah cepat untuk melakukan penyadaran masyarakat. (kmb12)


OPINI

6

Selasa Pon, 17 Juli 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Memacu Pemerataan Mutu Pendidikan PENERIMAAN Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2018 di Bali khususnya Denpasar telah berakhir. Namun, riaknya masih menyisakan gusar di kalangan orangtua murid, sekolah, tenaga pendidik maupun siswa. Memang solusi sementara yang ditawarkan dengan menambah rombongan belajar (rombel). Akan tetapi, solusi ini tidak serta merta bisa diterapkan, karena timbul permasalahan baru. Yakni, ketersediaan ruang belajar dengan berbagai fasilitasnya maupun tenaga pendidik/pengajar. Sistem zonasi diharapkan dapat memacu sekolah berkompetisi meningkatkan mutunya. Dari sini, diharapkan mucul sekolah bermutu di tiap zona dan terjadi pemerataan mutu pendidikan. Namun kenyataannya, penerapan sistem ini telah memunculkan beberapa permasalahan. Sistem zonasi dinilai menimbulkan ketidakadilan. Mereka yang meraih nilai akademis tinggi “terbelenggu” di zonasi yang tidak sesuai kualifikasinya. Mereka yang dari keluarga kurang mampu, diutamankan diterima di zonanya. Tetapi, tetap mengutamakan yang punya prestasi dan nilai akademis bagus. Ini menjadi dilema bagi calon peserta didik yang kurang mampu dari sisi akademis maupun pembiayaan. Bisa saja di zona tersebut berkumpul siswa berprestasi dan memiliki nilai akademis bagus. Sementara sekolah negeri atau ruang belajar yang ada di zona tersebut terbatas. Kondisi inilah yang menyebabkan ada siswa tercecer tidak dapat sekolah. Mengingat, pendaftaran di sekolah swasta telah berakhir sebelumnya. Kondisi ini sepertinya luput dari pemikiran sistem zonasi. Bahwa, sistem zonasi baru akan efektif bisa dilaksanakan jika jumlah sekolah negeri (ruang belajar) di masing-masing zona itu mencukupi alias merata. Minimal, proporsional dengan jumlah calon siswa (jumlah penduduk) di tiap zona. Ini pun harus didukung dengan ketersediaan fasilitas serta jumlah dan kualifikasi SDM (tenaga pendidik) yang merata. Hal ini tidak serta merta dapat disediakan seperti halnya penambahan rombel. Penerapan sistem zonasi juga dinilai sebagai pengingkaran terhadap Nilai Ujian Nasional (NUN). Siswa berlomba-lomba meraih NUN tertinggi untuk bisa diterima di sekolah impiannya. Sebelumnya, peraih NUN tertingi apalagi nasional, bebas memilih sekolah di mana saja bahkan di seluruh negeri ini. Artinya, mereka seharusnya bisa diterima dan bersaing di zona mana pun. Namun dengan sistem zonasi, mereka telah “dibelenggu” pada pilihan zonasi tempat tinggalnya. Ini tentu membuahkan kekecewaan. NUN tertinggi yang diraih ternyata hanya berlaku di zonanya. Belum lagi ada kecenderungan, siswa yang nilainya bagus menjadi tidak berkembang jika bersaing di zona yang rata-rata nilai pesertanya rendah. Jika tujuannya untuk memacu pemerataan mutu pendidikan, kewajiban pemerintah terlebih dulu memeratakan fasilitas pendidikan beserta sarana dan prasarana pendukungnya di semua zona. Termasuk pemerataan tenaga pendidik, baik dari sisi jumlah maupun kualifikasinya. Sebab, sistem zonasi baru bisa memacu pemerataan peningkatan mutu pendidikan jika jumlah dan kualitas fasilitas pendidikan di tiap zona merata. Minimal, proporsional dengan jumlah calon siswa (penduduk) di zona tersebut. Juga, ketersediaan SDM pendidik di masing-masing zona, baik dari sisi jumlah maupun kualifikasinya.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Gerakan Pemberdayaan Seniman Saya sempat baca di harian Bali Post bahwa kisruh penerimaan siswa baru berdampak pada turunnya minat untuk menghadiri pergelaran atau pameran di Taman Budaya. Padahal pada musim liburan ini, waktu untuk bersantai bersama keluarga relatif lebih panjang, terlebih, secara pendapatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pensiunan relatif tinggi pada bulan-bulan liburan lalu. Ada gaji, tunjangan hari raya dan gaji ketiga belas (maaf jadi menghitung pendapatan orang). Tapi secara logika mestinya tingkat kunjungan ke acara-acara pergelaran di Pesta Kesenian Bali (PKB) relatif bagus. Jika memang benar tingkat kunjungannya turun maka ada banyak hal yang harus dievaluasi. Mungkin memang benar karena sibuk mengurus sekolah akhirnya untuk berlibur dan menonton tak menjadi agenda strategis kebanyakan keluarga. Kedua, mereka mulai jenuh atau malas keluar rumah karena cuaca yang dingin dan mulai terbiasa dilayani oleh Go-jek. Kini tinggal di rumah semua yang kita inginkan bisa datang dan dipesan. Namun, sebagai orang Bali saya tetap berharap kita semua tetap peduli dengan seniman Bali. Kita harus tetap menjadi bagian pendukung setia seniman Bali, sebagai salah satu penyangga budaya Bali. Untuk itulah penting bagi pemerintah kabupaten/kota dan provinsi agar merancang kegiatan berkesenian yang dekat dengan rakyatnya. Artinya, fokus kegiatan berkesenian sudah saatnya dikembalikan ke desa-desa agar masyarakat bisa dilibatkan. Ini diperlukan gerakan pemberdayaan seniman dan komitmen. I Wayan Arsana Gianyar, Bali

Berkompetisi Meningkatkan Mutu Sekolah Ketika mengikuti rapat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di aula Disdik Provinsi Bali, Jumat (6/7), usai rapat penulis berjumpa dengan sejumlah orangtua murid. Mereka rupanya sangat sabar menunggu informasi terkait keputusan rapat. Pasalnya, anaknya belum dapat sekolah. Dikatakan pula bahwa pada rapat PPDB di DPRD Provinsi Bali beberapa hari sebelumnya, juga mereka hadir. Wajahnya nampak menyiratkan rasa lelah dan letih. Demi anak, mereka rela menunda aktivitas lainnya. Ada yang menceritakan, anaknya sampai menangis, uring-uringan, bahkan nyaris depresi gara-gara tidak dapat sekolah atau tidak diterima di sekolah yang diidamkan.

Oleh I Made Wardita

K

epala sekolah pun berkeluh kesah. Hampir setiap saat dihubungi masyarakat, baik via telepon atau datang ke sekolah. Ada pula yang datang ke rumahnya. Kendala dialami ketika menunaikan tugas kunjungan rumah untuk verifikasi calon peserta didik yang mendaftar melalui jalur keluarga tidak mampu. Terutama untuk SMK, jumlah pendaftar dari jalur ini cukup banyak dan jarak tempat tinggal yang jauh dan terpencar. Limit waktu untuk kunjungan sangat mepet. Sehingga harus kunjungan rumah sampai malam. Belum lagi, tim/ guru-guru yang ditugaskan terkadang harus menerima respons yang kurang menyenangkan di lapangan. Masyarakat sekitar sekolah meminta agar kepala sekolah memperjuangkan atau mengakomodir untuk menambah rombel atau kelas demi putraputrinya diterima. Di sisi lain, sekolah hanya menyisakan ruang lab, perpustakaan, atau ruang komputer saja. Sehing-

Sejumlah kisruh di berbagai daerah tak bisa dielakkan akibat lahirnya kebijakan prematur dan minim kajian lapangan dari Mendikbud tentang sistem zonasi dalam PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru). Kebijakan ini diatur dalam Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 yang disempurnakan dalam Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018. Inti dari kebijakan ini adalah faktor jarak rumah dan sekolah menjadi pertimbangan utama dalam PPDB. Sebagaimana dilansir CNN Indonesia, Mendikbud mengungkapkan bahwa maksud dari sistem zonasi PPDB adalah untuk menghilangkan stigma sekolah favorit dan nonfavorit (istilah Mendikbud “kastanisasi’’) serta pemerataan kualitas sekolah. Tujuan Mendikbud sebenarnya mulia. Namun, menurut hemat saya, kebijakan Mendikbud salah obat. Analoginya, penyakitnya batuk, tetapi obatnya malah diberikan Amoxilin. Menghilangkan kastanisasi sekolah dan pemerataan kualitas sekolah bukan dengan sistem zonasi

ga terpaksa ruangan tersebut disulap dijadikan ruang belajar yang tentunya setelah ada izin dari Pemerintah Provinsi Bali. Namun, masalah belum semuanya teratasi, dari mana sekolah mencari bangku untuk kelas tambahan tersebut. Sistem PPDB yang memberikan jadwal yang tidak bersamaan untuk setiap jalur ternyata menimbulkan ketidakadilan untuk calon peserta didik. Ada kuota untuk sejumlah kelas/kompetensi keahlian di SMK misalnya, sudah dipenuhi oleh siswa dari jalur keluarga tidak mampu. Sehingga siswa yang mendaftar dari jalur zonasi tidak diterima, walaupun rumahnya sangat dekat dengan sekolah tersebut. Permendikbud 14/2018 mengamanatkan sekolah negeri wajib menerima calon peserta didik kurang mampu paling sedikit dua puluh persen dan mereka wajib digratiskan. Ini berpengaruh terhadap standar pembiayaan dalam pengelolaan sekolah. Pada jenjang SMA/SMK, menurut regulasi yang ada, masih diperbolehkan menghimpun

dana partisipasi masyarakat/ uang SPP apabila dana operasional dari pemerintah (dana BOS dan APBD) belum mencukupi. Sekolah akan kesulitan jika jumlah siswa dari jalur ini cukup besar. Apabila tidak diikuti penambahan jumlah anggaran oleh pemerintah, sekolah diyakini akan menghadapi banyak kendala. Ada lagi pengakuan yang membuat terenyuh. Ada sejumlah siswa memiliki motivasi yang tinggi untuk berprestasi. Ketika SMP dia juara terus dalam bidang akademis. Orangtuanya juga memberikan dukungan maksimal, melalui les atau bimbingan belajar. Nilai UN yang diperoleh pun sangat memuaskan. Mereka sudah merancang agar bisa diterima di SMA yang selama ini dikenal favorit/bermutu. Faktanya, kakak-kakak mereka yang bersekolah di sana sebagian besar diterima di perguruan tinggi favorit, baik di dalam negeri maupun luar negeri, dan akhirnya sukses. Dengan sistem zonasi usaha dan cita-citanya akhirnya kandas begitu saja. Prestasi yang dibangun dengan susah payah

Kebijakan Salah Obat Oleh Muhammad Syafi’ie el-Bantanie PPDB. Melainkan, dengan pembinaan para kepala sekolah dan guru secara komprehensif dan berkesinambungan. Ini yang tidak optimal dilakukan oleh pemerintah. Kalaupun ada pelatihan-pelatihan yang dilakukan untuk para kepala sekolah dan guru, tanyakan kesinambungannya dan seperti apa kualitas dan bobotnya. Untuk itulah, pemerintah semestinya menggandeng berbagai pihak, termasuk lembaga sosial yang bergerak di bidang pendidikan, untuk bekerja sama meningkatkan mutu para kepala sekolah

dan guru yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kualitas sekolah. Sehingga tidak ada lagi “kastanisasi” sekolah. Pengalaman Dompet Dhuafa Pendidikan, lembaga sosial yang fokus menyelenggarakan model pendidikan berkualitas bagi masyarakat marginal, di lapangan menunjukkan pemerintah seperti kurang serius terhadap peningkatan mutu para kepala sekolah dan guru. Kami telah berulang kali membuka audiensi dan kerja sama dengan pemerintah daerah untuk membuat program peningkatan mutu

akhirnya tidak ada artinya. Berikutnya, pemerintah daerah, baik eksekutif maupun legislatif, baik di kabupaten maupun di provinsi, dibuat juga kerepotan. Mereka menjadi sasaran untuk mengadu. Pemerintah daerah segera memberikan respons positif. Segera dilakukan penanganan bersama, setidaknya dalam bentuk kebijakan yang bersifat mendesak seperti mencarikan solusi untuk calon peserta didik yang tercecer, siswa miskin yang belum tertampung dengan menambah kelas atau rombel untuk sekolah-sekolah yang berada di zonasi padat penduduk. Sistem zonasi diharapkan dapat “memaksa” pihak sekolah agar berkompetisi dalam meningkatkan mutu. Dengan demikian diharapkan akan muncul sekolah bagus (bermutu) di setiap zona. Intinya menuju pendidikan yang merata dan berkualitas. Spirit kebijakan ini sangat luhur dan mulia. Namun dalam implementasinya terkesan sangat dipaksakan. Pendidikan adalah sebuah sistem. Semestinya, semua komponen yang saling mendukungnya dipenuhi terlebih dahulu. Dari sisi sarana dan prasarana semestinya dihitung dengan cermat rasio ketersediaan gedung atau ruang belajar dengan data calon peserta didik di zonanya. Idealnya, ada pemetaan terlebih dahulu yang ditindaklanjuti dengan pembangunan sekolah/ruang kelas, dan ruang pendukung lainnya yang lengkap dengan berbagai fasilitasnya.

para kepala ekolah dan guru, namun selalu menemui jalan buntu. Alih-alih membuat kebijakan kontroversial semisal sistem zonasi PPDB lebih baik Kemendikbud serius mengkaji sistem pembinaan kepala sekolah dan guru agar kastanisasi sekolah memudar dan peningkatan kualitas sekolah terjadi secara alami. Tanpa perlu dipaksakan lewat kebijakan instan sistem zonasi PPDB yang telah banyak melahirkan korban, seperti calon siswa bunuh diri, demonstrasi orangtua calon siswa, sampai penyanderaan kepala dinas pendidikan. Penulis, Direktur Dompet Dhuafa Pendidikan, Founder Sahabat Remaja

‘’Untuk itulah, pemerintah semestinya menggandeng berbagai pihak, termasuk lembaga sosial yang bergerak di bidang pendidikan, untuk bekerja sama meningkatkan mutu para kepala sekolah dan guru yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kualitas sekolah. Sehingga, tidak ada lagi kastanisasi sekolah.’’

Ketersediaan guru saat ini juga belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan. Setiap tahun cukup banyak guru yang pensiun sehingga banyak sekolah yang mengalami kekurangan guru. Sebaliknya, perekrutan guru sangat kecil kuotanya. Masyarakat juga masih belum yakin, apakah sistem ini selaras dengan sistem yang ada di perguruan tinggi dalam melakukan seleksi penerimaan calon mahasiswa baru. Sosialisasi dari sistem ini juga belum maksimal. Akibatnya muncul sejumlah permasalahan yang mengakibatkan siswa tidak dapat sekolah. Banyak yang beranggapan jika sudah memilih sekolah terdekat pasti diterima. Tidak dipahami bahwa di dalamnya masih ada proses seleksi. Singkat kata, sistem zonasi telah “merepotkan” kita semua, mulai dari orang tua murid, sekolah, pemerintah daerah -- baik eksekutif maupun legislatif, sekolah swasta, dan pihak lainnya. Semestinya pemerintah pusat melakukan percepatan melengkapi semua komponen yang diperlukan agar penerapan sistem zonasi tidak menimbulkan persoalan setiap tahunnya. Yang paling realistis (mungkin) dilakukan uji coba atau program rintisan di sejumlah daerah yang dipandang memenuhi syarat untuk menerapkan sistem zonasi, sambil melakukan pemenuhan standar pendidikan secara merata di seluruh wilayah republik ini. Penulis, Kepala SMA Negeri 1 Selemadeg

POJOK

‘’Over supply’’ membuat pariwisata Bali lunglai.

- Karma eksploitasi Bali. *** Bila ingin maju orang Bali mesti berani kritik diri sendiri. - Tanpa sekat politik, soroh, dan kepentingan pribadi. *** Semua Polda diinstruksikan bentuk Satgas Antiteror. - Waspada teroris.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Selasa Pon, 17 Juli 2018

Dana LUEP Dihentikan

Beli Gabah Petani, Perpadi Pinjam Modal di Bank Tabanan (Bali Post) -

Penghentian dana Lembaga Usaha Ekonomi Produktif (LUEP) oleh pemerintah mulai dirasakan dampaknya oleh Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi (Perpadi). Agar tetap bisa membeli gabah petani, mereka harus meminjam modal di bank. Seperti disampaikan Ketua Perpadi Tabanan I Ketut Sukarta, Senin (16/7) kemarin. Sejak tahun 2018 sudah tidak ada lagi bantuan dana LUEP untuk menambah modal pengusaha agar bisa membeli gabah petani. “Memang tahun ini sudah tidak ada lagi program LUEP,” ucapnya. Meski tidak mendapatkan kucuran dana LUEP berbunga rendah, tidak membuat para pengusaha penggilingan padi mengurangi kesiapan mereka membeli gabah petani. Apalagi kebanyakan pengusaha penggilingan memang sudah ada kerja sama dengan petani atau memang sudah

langganan, sehingga dipastikan mereka membeli atau mengambil gabah petani. Guna menjaga kemampuan membeli gabah petani, para pengusaha ini mau tidak mau harus meminjam uang di bank untuk tambahan modal. “Kami pinjam di bank untuk bisa beli gabah petani,” jelasnya. Kendati demikian, ia yang juga menjabat Perbekel Bongan ini mengaku hal itu tidak menjadi masalah serius. Karena sebagai pengusaha harus siap dengan risiko yang dihadapi, termasuk permodalan. Beruntung, kata dia pihak bank masih percaya sehingga memberikan pinjaman cukup besar sampai ratusan juta untuk tambahan modal. “Biasa dalam dunia usaha, pinjam di bank untuk tambah modal,” sebutnya. Terkait kemampuan membeli gabah petani, Sukarta mengaku tidak ada perubahan sejak tidak ada lagi program LUEP. Pihaknya tetap membeli gabah petani dengan harga sesuai pasar berlaku. Saat ini, kata dia harga gabah kering panen di tingkat petani sekitar Rp 4.700 per kilogram. Harga ini jauh di

atas Harga Pokok Pembelian (HPP) yang ditetatpkan pemerintah, yakni sebesa Rp 3.750 per kilogram gabah kering panen. Ditambahkan, untuk penjualan beras, juga diakui tidak maslah. Serapan beras Tabanan sangat tinggi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Bali. Apalagi pihaknya juga tetap bekerja sama dengan pemerintah daerah memasok beras untuk pegawai di lingkungan Pemkab Tabanan. “Kalau soal distribusi dan penjualan tidak masalah, beras terserap untuk kebutuhan masyarakat di Bali, termasuk untuk pegawai di lingkungan Pemkab Tabanan,” imbuhnya. Meski demikian, pihaknya berharap program LUEP nantinya dapat diteruskan. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Tabanan I Nyoman Budana dikonfirmasi terpisah membenarkan program LUEP di tahun 2018 ini dihentikan. Sebenarnya Pemrov Bali sudah menganggarkan dana untuk program LUEP tersebut. Namun karena terus jadi temuan dalam pemeriksaan BPK, program tersebut dihentikan dan anggarannya dikembalikan ke kas daerah. Mungkin soal payung hukum aturan yang mendasari program tersebut atau hal lainnya. “Kami tidak tahu persoalannya kenapa dihentikan, tapi infonya karena selalu jadi temuan dari pemeriksaan BPK,” sebutnya. (kmb28)

EPIDEMIK - Sosialisasi program kesiapan epidemik dan pandemik berbasis masyarakat.

Bali Post/ist

Disosialisasikan, Program Kesiapan Epidemik dan Pandemik Berbasis Masyarakat Tabanan (Bali Post ) – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tabanan menyosialisasikan dan meluncurkan Program Kesiapan Epidemik dan Pandemik Berbasis Masyarakat atau CP3, Senin (16/7) kemarin. Kegiatan ini untuk memberikan gambaran bagi pihak lintas sektor terhadap program CP3 yang dilaksanakan oleh PMI Tabanan, sehingga ada pemahaman sama dan dapat mendukung serta berpartisipasi bersama. Kegiatan ini dibuka Sekretaris PMI Tabanan yang juga Kepala BRSUD Tabanan dr. Nyoman Susila. Wakil Bupati Tabanan yang juga Ketua PMI Tabanan I Komang Gede Sanjaya dalam sambutan tertulis yang dibacakan dr. Nyoman Susila mengungkapkan, salah satu yang ditemui

di masyarakat selama ini adalah kurangnya kesiapsiagaan dan pengetahuan menangani suatu kejadian seperti epidemik dan pandemik yang akhirnya memberikan dampak yang cukup luas bagi kehidupan manusia. “Program berbasis masyarakat ini diharapkan dapat menanggulangi dampak dari kejadian tersebut. Semua lintas sektor diharapkan dapat memiliki pemahaman yang sama serta berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang kami laksanakan,” ungkapnya. Dijelaskannya, karena program ini sangat penting, pihaknya berharap semua komponen PMI dan para lintas sektor untuk selalu berkolaborasi sehingga apa yang menjadi tujuan dapat tercapai.

Empat Hari Pergi dari Rumah

PDI-P dan NasDem Daftarkan Bacaleg

Tabanan (Bali Post) Empat hari pergi dari rumah, I Wayan Kerug, kakek usia 73 tahun asal Banjar Kelembang Kaja, Desa Rejasa, Kecamatan Penebel, ditemukan tidak bernyawa di pinggir Sungai Yeh Mawa. Kerug ditemukan Senin (16/7) kemarin pukul 09.30 Wita oleh Tim Basarnas, SAR Polda Bali, BPBD Tabanan dan anggota Polsek Penebel serta warga setempat. Dari informasi yang dihimpun, korban ditemukan dalam posisi telungkup di atas bebatuan pinggir sungai. Korban diduga terpeleset kemudian jatuh dari tebing setinggi kurang lebih empat meter. Kapolsek Penebel AKP I Ketut Mastra Budaya saat dikonfirmasi menyampaikan, pihaknya menerima laporan Sabtu (14/7) bahwa korban meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan keluarga pada Jumat (13/7). Menurut keterangan saksi, Jumat sekitar pukul 10.00 Wita menantu korban Ni Nengah Mudiasih (48) hen-

Tabanan (Bali Post) Sehari menjelang penutupan masa pendaftaran, PDI-P dan Partai NasDem mendaftarkan bakal calon legislatif (bacaleg), Senin (16/7) kemarin. Dalam pendaftaran bacalegnya, PDI-P dipimpin langsung Ketua DPC PDI-P Tabanan I Komang Gede Sanjaya dan Sekretaris DPC I Nyoman Arnawa sekitar pukul 15.00 Wita. Kedatangan Sanjaya yang juga Wakil Bupati Tabanan diterima Ketua KPU Tabanan Luh Darayoni dan seluruh komisioner KPU Tabanan. Bahkan setelah sempat berbincang di ruang Ketua KPU, parpol dan komisioner langsung menuju ke ruang rapat lantai dua untuk menyampaikan daftar bacaleg yang diajukan PDI-P. Hadir pula dalam pendaftaran kali ini seluruh bacaleg PDI-P, baik yang incumbent maupun wajah baru. Meski daftar bacaleg tidak muncul di Sistem Informasi Calon (Silon), seluruh berkas bacaleg PDI-P Tabanan diterima KPU. Usai menerima berkas pendaftaran, petugas kemudian

memverifikasi satu per satu bacaleg yang diajukan saat itu. Usai pendaftaran, Sanjaya mengatakan pendaftaran bacaleg baru bisa dilakukan, karena baru menerima instruksi dari DPP PDI-P, Minggu (15/7) malam. Dalam instruksi tersebut disampaikan bahwa agar seluruh DPC dan DPD termasuk di DPP mendaftarkan bacalegnya, Senin kemarin. ‘’Ada instruksi dari pusat dan ini baru semalam kita terima, diwajibkan semuanya mendaftar hari ini (kemarin),’’ ungka Sanjaya. Sanjaya mengatakan bacaleg yang didaftarkan, 19 incumbent DPRD Tabanan didaftarkan kembali, sementara dua incumbent yakni I Gede Suadnya Dharma dan I Made Ekadana tidak masuk daftar bacaleg lagi. Ini dikarenakan Suadnya Dharma telah tiga kali menjadi anggota DPRD Tabanan. Sementara satu incumbent I Ketut Suryadi maju ke DPRD Bali. ‘’Hampir semua incumbent DPRD Tabanan didaftarkan kembali. Satu ke provinsi dan untuk yang lebih dari tiga

I Ketut Sukarta

Ditemukan Tewas di Pinggir Sungai

Bali Post/ist

KORBAN - Petugas saat mengevakuasi korban yang ditemukan tewas di pinggir sungai. dak membawakan makanan untuk korban ke kamarnya. Namun ketika pintu dibuka, korban tidak ada di tempat. Korban biasanya tinggal sendiri di rumah, karena anak korban I Nengah Sudiarka (52) bersama istri dan anaknya tinggal di Denpasar untuk bekerja. Sebelumnya korban dengan keluarga tidak ada masalah. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek Penebel.

Berdasarkan laporan tersebut, pihaknya dibantu tim Basarnas, BPBD dan sejumlah masyarakat melakukan pencarian. Hingga akhirnya korban berhasil ditemukan tersangkut di bebatuan pinggir sungai. “Korban diduga terpeleset dan jatuh ke sungai,” ucap Mastra. Pihak keluarga menganggap hal ini sebagai musibah, dan selanjutnya korban dibawa ke rumah duka. (kmb28)

Sementara itu, Penanggung Jawab Program CP3 PMI Tabanan I Nyoman Sukawirma mengatakan ada beberapa hasil yang diharapkan terwujud dalam kegiatan ini, antara lain adanya dukungan serta partisipasi pemerintah dalam pelaksanaan CP3, serta terjalinnya kerja sama yang baik antara PMI dengan lintas sektoral. “Pemerintah melalui dinas atau instansi terkait senantiasa dapat mendukung dan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan CP3 di Tabanan. Kami juga berharap adanya kerja sama yang baik antara PMI dengan lintas sektoral baik secara koordinatif ataupun dalam implementasi,” ucapnya. Sementara itu, perwakilan International Federation Red Cross (IFRC)

Parlan Suparlingga mengucapkan terima kasih atas dukungan dan support yang diberikan. Dijelaskan, program CP3 ini adalah sebuah program global, di mana Tabanan terpilih menjadi salah satu pilot project dari tiga kabupaten lainnya di Indonesia. Pihaknya juga berharap adanya dukungan dari semua pihak terkait, karena untuk menyukseskan program PMI ini. Ditambahkan, pencegahan, deteksi dini, respons, efektif adalah tiga kata kunci dalam pelaksanaan pro gram ini. “Kami berharap dukungan dari semua pihak terkait, dinas, rumah sakit, karena PMI dan IFRC tidak bisa sendiri. Dengan program CP3 ini kesiapsiagaan akan lebih baik lagi,” tambahnya. (kmb28)

Bali Post/kmb28

BACALEG - Pendaftaran bacaleg di KPU Tabanan. kali harus dapat izin dari ketua umum,’’ jelasnya. Terkait persyaratan, Sanjaya menyebutkan, pihaknya masih punya waktu untuk memperbaiki sampai tanggal 31 Juli mendatang. Pihaknya menargetkan perolehan suara atau dewan di atas yang ada saat ini. ‘’Minimal bisa tambah satu lagi dari yang sekarang 22 dewan,’’ katanya. Selain nama-nama calon yang pernah bertarung pada

Pileg 2014 silam, ada juga wajah-wajah baru. Salah satunya Perbekel Desa Timpag, Kerambitan I Gusti Sukawahana dari dapil I Tabanan-Kerambitan nomor urut 10. Setelah PDI-P, lanjut menyusul pendaftaran bacaleg dari Partai NasDem yang dipimpin Ketuanya, I Wayan Sarjana. Bahkan, kehadiran ke KPU juga diantar puluhan kader termasuk bacaleg. (kmb28)

’’Cyber Control’’ Ditarget Rampung September Tabanan (Bali Post) Tabanan Cyber Control Room atau ruang server tempat integrasi program dan aplikasi dari tiap perangkat daerah untuk bisa menuju Tabanan Smart City, terus dimatangkan. Meski sudah berjalan sejak Mei 2018, sampai saat ini masih sebatas uji coba, lantaran tim masih mengintegrasi jaringan dan data. Seperti disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tabanan I Nyoman Sumartana, Senin (16/7) kemarin, server center sudah berjalan dan kini masih tahap peningkatan serta pengembangan jaringan. “Sebelumnya kita kurang lagi lima server, tetapi sekarang sudah siap, tinggal integrasi

jaringan saja,” ucapnya. Hal senada juga disampaikan Kasi Pengembangan Ekosistem e-Government, I Gusti Putu Winiantara. Cyber Control dalam sebulan ini masih tahap uji coba, karena masih menunggu set up jaringan. Sementara untuk lima server pendukung seluruh aplikasi juga sudah datang tetapi masih diadakan uji coba. Dikatakannya, perangkat daerah dan kecamatan sebenarnya sudah siap integrasi, namun masih menunggu kesiapan jaringan. Sementara khusus untuk data kependudukan karena berkaitan dengan server pusat, ke depan akan dibuat dengan server terpisah dan ini masih menunggu intalasi

dari Depdagri. Rencananya akan dibuatkan server ware house (server penghubung) untuk pelaksanaan berbagi data antaraplikasi yang memerlukan data kependudukan, khususnya yang dibutuhkan saja. Dalam artian tidak semua data kependudukan bisa terhubung ke server center Pemkab. Untuk integrasi jaringan dan data masih memerlukan waktu sekitar satu bulan ke depan. “Kami targetkan September sudah berjalan maksimal,” ucapnya. Dengan telah difungsikannya cyber control room atau ruang server, ini nantinya ke depan akan ada integrasi data. Akan ada bank data yang menyimpan seluruh data yang dibutuhkan. Fungsi

lainnya dalah untuk memantau keluhan masyarakat dari media sosial. “Jika ada keluhan masyarakat yang muncul di media social, akan kita suport dan aktifkan penanganan keluhan masyarakat, yakni dengan menjawab keluhan dengan data real yang dimiliki Pemda Tabanan, seperti salah satunya infrastruktur,” pungkasnya. (kmb28) DIMATANGKAN Cyber Control Room atau ruang server tempat integrasi program dan aplikasi dari tiap perangkat daerah, terus dimatangkan.

Bali Post/kmb28


BULELENG

8

Selasa Pon, 17 Juli 2018

Revitalisasi Pasar Banyuasri Serap Anggaran Rp 180 Miliar Singaraja (Bali Post) – Revitalisasi Pasar Banyuasri, Singaraja sudah sejak lama menjadi wacana. Cita-cita renovasi pasar tradisional terbesar kedua di Buleleng itu merupakan salah satu program pembangunan yang digulirkan Bupati Putu Agus Suradnyana (PAS) dan juga Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. yang terpilih untuk periode kedua kalinya. Dari perencanaan yang sudah disusun, revitalisasi pasar tersebut menyerap anggaran hingga Rp 180 miliar. Selain dokumen perencanaan telah disiapkan juga konsultan perencana telah mempresentasikan detail engineering design (DED) di lobi Kantor Bupati, Senin (16/7) kemarin. Dalam presentasi itu, Agus Suradnyana didampingi Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian (Disdagprin) Ketut Suparto menegaskan, anggaran revitalisasi pasar itu bersumber dari kucuran Dana Alokasi Umum (DAU) APBN. Bagaimana kalau jatah DAU Buleleng tidak diturunkan? Bupati tetap akan merencanakan proyek revitalisasi yang dijanjikan itu akan digarap 2019 tahun depan. Berdasarkan desain, tahap awal revitalisasi itu dimulai membangun struktur yang diperkirakan menghabiskan modal Rp 50 miliar. “Kita berharap DAU yang dialokasikan tidak dipangkas, sehingga tahun depan, revitalisasi itu bisa dilakukan,” katanya. Selain desain dan DED, pemerintah saat ini sedang mencari solusi memindahkan sementara ribuan pedagang yang ada di pasar itu. Ini penting dipersiapkan lebih awal, karena selain jumlah pedagangnya relatif banyak, lokasi relokasi pedagang itu juga sulit didapat. Meski demikian, Bupati merancang, kemungkinan ribuan pedagang akan direlokasi ke areal terminal. Selain itu juga dibahu jalan yang tidak jauh dari lokasi pasar sekarang ini. “Setelah kita bangun desain akan menginjak sosialisasi. Walau nanti ada relokasi selama pembangunan, kami jamin tidak akan ada memotong hak pedagang,’’ jelasnya. Kepala Disdagprin Ketut Suparto mengatakan, dengan revitalisasi ini selain dapat meningkatkan kelas pasar tradisional menjadi pasar tradisional semimodern, daya tampung pasar juga dipastikan naik dibandingkan saat ini. Nantinya bisa menampung 1.700 pedagang setelah revitalisasi itu tuntas. Daya tampung sebanyak itu memungkinkan, karena pasar ini akan dibuat berlantai tiga. Lantai satu menampung pedagang yang menjual komoditas basah. Sedangkan di lantai dua ditempati pedagang komoditas kering seperti kain dan palen-palen. Untuk lantai tiga akan menampung pedagang kuliner khas Buleleng serta parkir kendaraan. “Dengan desain ini penampilan pasar akan lebih modern. Khusus di lantai tiga selain menyediakan kuliner tradisional, pengunjung juga bisa memanfaatan lokasi lantai tiga itu melihat pemandangan pantai Buleleng,” tegasnya. (kmb38)

Bali Post/kmb38

PRESENTASI - Pihak konsultan perencana mulai mempresentasikan dokumen detail engineering design (DED) proyek revitalisasi Pasar Banyuasri, Singaraja, Senin (16/7) kemarin.

Telepon Penting

Perahu Terbalik Dihantam Ombak

Nelayan Ditemukan Selamat Singaraja (Bali Post) –

Seorang nelayan Siswanto (54) sempat dikabarkan hilang saat memancing di laut Bali Utara. Namun, warga Banjar Dinas Yeh Anakan, Desa Banjar Asem, Kecamatan Seririt itu kemudian ditemukan di pesisir Singaraja dalam keadaan selamat sekitar pukul 08.00 Wita, kemarin. Korban memang nyaris tenggelam setelah perahu yang dinaikinya terbalik akibat dihantam ombak tinggi disertai angin kencang. Kepala Satuan Polisi Perairan (Kasatpolair) AKP Putu Ariyana seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. membenarkan pihaknya telah mengevakuasi Siswanto yang dikabarkan hilang tersebut. AKP Ariyana mengatakan, sebelum dilaporkan hilang, ia pergi memancing ke laut menggunakan perahu bermesin Minggu (15/7). Siswanto berangkat dari Pantai Rajatama, Desa Banjar Asem, Seririt sekitar pukul 06.00 Wita. Dia menempuh jarak pelayaran sekitar 2 mil laut. Dalam perjalanan itu, sekitar 10.00 Wita, tiba-tiba

3477 22713 22510, 21841 28541 23012 24900 22566 25791 93347 92450 92126 92999 92842 41010 25755 27511 29973

terjadi ombak besar dan angin kencang. Akibat cuaca buruk, perahu yang dinaiki korban terbalik. Terjangan ombak besar membuat Siswanto terseret sejauh 5 mil sampai di perairan di kota Singaraja. Rekan korban sesama nelayan sudah berusaha menolong namun gagal. ‘’Siswanto berhasil menyelamatkan diri dengan naik ke perahu yang terbalik tersebut. Setelah terombang-ambing oleh ombak relatif lama, Siswanto kemudian berhasil bertahan di sebuah rumpon (rumah ikan - red),’’ ujar AKP

Ariyana. Saat itu korban tidak bisa menghubungi keluarga. Dan baru ditemukan kemarin pagi. “Saat keluarganya melapor korban tidak pulang, kami sudah melakukan pencarian, namun karena saat itu cuaca buruk, sehingga pencarian dihentikan. Pencarian kemudian dilanjutkan tadi siang (Senin, 16/7 - red),” katanya. Ditolong Hendra Sesungguhnya, kata AKP Ariyana, pertama kali Siswanto itu ditolong seorang nelayan dari Singaraja namanya Hendra. Saat itu Hendra menemukan-

nya melambaikan tangan meminta pertolongan. Kemudian Hendra menolong dan mengantar Siswanto ke daratan. Dalam perjalanan ke daratan itu, tim evakuasi menemukan dan langsung membantu evakuasi sampai ke daratan. Siswanto sempat menjalani pemeriksaan kesehatan di Pos Polair di Desa Anturan, Kecamatan Buleleng. “Kami melakukan pencarian lanjutan bersama nelayan dan yang bersangkutan ditemukan langsung kita bantu evakuasi,” jelasnya. AKP Ariyana menambahkan, menghindari kejadian serupa, nelayan diingatkan agar waspada. Kalau melaut, para nelayan diingatkan memastikan kondisi cuaca laut, peralatan perahu, dan kelengkapan keamanan seperti menggunakan life jacket. Selain itu, nelayan diharapkan

kasi sejarah. Pembukaan Rumah Peradaban itu dihadiri Kepala Balai Arkeologi Bali Drs. I Gusti Made Suarbhawa. Acara pembukaan itu juga diisi pameran alat peraga arkeologi bagi siswa dan mahasiswa di Bali Utara. Situs Kalibukbuk itu, kata

SITUS KALIBUKBUK - Balai Arkeologi Bali menggulirkan program Rumah Peradaban Situs Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng, Senin (16/7) kemarin.

Gusti Made Suarbhawa, merupakan satu dari sekian banyak situs bersejarah yang layak dijadikan sumber informasi sejarah, selain untuk menunjang edukasi. Karena itulah, pihaknya menggulirkan Program Rumah Peradaban tersebut. Dari program ini, Balai Arkeologi ingin agar situs sejarah peradaban Bangsa Indonesia ini tidak cukup diteliti saja. Kemudian hasilnya disimpan dalam dokumen baik buku atau benda sejarah saja. Melainkan, benda peninggalan sejarah itu dapat difungsikan bagi generasi muda, mahasiswa, peneliti, dan masyarakat umum sebagai pusat informasi dan juga pendidikan. Dengan demikian, benda peninggalan sejarah itu akan menyebar luas dan dipahami generasi penerus bangsa ini. “Situs sejarah atau bukti peradaban lain tidak cukup dipajang dalam lemari. Akan tetapi, bagaimana warisan

sejarah ini bisa tersebar luas, dipahami, dan juga dapat menunjang kepentingan edukasi selain untuk penelitian,” katanya. Di samping itu, secara bertahap Balai Arkeologi akan terus mengembangkan Rumah Peradaban, dengan menyasar sekolah-sekolah di Bali Utara. Dengan kian banyaknya diperkenalkan ke sekolah-sekolah sehingga benda peradaban sejarah, itu diharapkan semakin masif menyebar di kalangan siswa dan juga mahasiswa. “Ke depan, kami terus memberdayakan sekolah di sini, sehingga nantinya semakin banyak siswa dan mahasiswa menggetoktularkan situs peradaban sejarah di daerah ini,” jelasnya. Gusti Made Suarbhawa menambahkan, untuk mendukung pengembangan rumah peradaban yang lain, Balai Arkeologi secara berta-

Perekrutan Komisioner KPU

Pelamar Perempuan Minim, Kuota Belum Terpenuhi Bukan hanya pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg) yang masih sepi, ternyata perekrutan pendaftaran calon komisioner KPU Buleleng juga mengalami hal yang sama. Terbukti, sejak pendaftaran dibuka oleh panitia seleksi (pansel) KPU se-Bali, pendaftaran calon komisioner KPU Buleleng belum memenuhi kuota minimal 30 orang. Selain warga belum antusias melamar sebagai calon KPU sehingga kuota minimal belum terpenuhi, siapa pula yang tidak interes bergabung menjadi bagian dari KPU?

Siswanto berhasil menyelamatkan diri dengan naik ke perahu yang terbalik tersebut. Setelah terombangambing oleh ombak relatif lama, Siswanto kemudian berhasil bertahan di sebuah rumpon (rumah ikan - red). Kepala Satuan Polisi Perairan (Kasatpolair) AKP Ariyana tetap membekali diri dengan perangkat komunikasi, sehingga jika terjadi situasi membahayakan dengan segera bisa menghubungi keluarga atau aparat guna secepatnya mendapatkan pertolongan. (kmb38)

Arkeologi Bali Buka Rumah Peradaban Situs Kalibukbuk BALAI ArkeologI Bali membuka Rumah Peradaban Situs Kalibukbuk, Senin (16/7) kemarin. Rumah peradaban itu memberi ruang bagi pelajar, mahasiswa, dan kalangan peneliti memfungsikan situs arkeologi tersebut sebagai pusat informasi dan juga edu-

BULELENG SMS Pengaduan DPRD Buleleng Polres Buleleng Polsek Tejakula Polsek Kubutambahan Polsek Sawan Polsek Singaraja Polsek Sukasada Polsek Banjar Polsek Seririt Polsek Busungbiu Polsek Gerokgak KP3 Celukan Bawang Pospol Wisata Lovina Pospol Pancasari Siaga Reskrim Siaga Intel

Bali Post/kmb38

EVAKUASI KORBAN – Tim SAR bersama anggota Polair Polres Buleleng mengevakuasi korban nelayan yang sempat hilang karena perahunya terbalik dihantam gelombang tinggi, Minggu (15/7).

DARI catatan, kuota minimal, sejauh ini pansel sendiri baru menerima 19 orang pendaftar calon komisioner KPU Buleleng. Padahal, idealnya 30 orang. Dari jumlah 19 orang tersebut, pelamar yang sekarang masih menjabat (incumbent), dikabarkan kembali mendaftar diri ikut dalam seleksi. Ketua pansel perekrutan calon komisioner KPU kabupaten dan kota se-Bali Wayan Rideng, mengatakan akhir pekan lalu pelamar calon komisioner KPU Buleleng, sejauh ini belum memenuhi kuota. Atas kondisi inilah kemudian pansel memperpanjang masa pendaftaran sampai 23 Juli 2018 ini. Selain Buleleng, kuota pelamar yang belum terpenuhi juga terjadi di KPU Tabanan dan juga KPU Jembrana. Jika sampai batas waktu perpanjangan habis, kuota minimal belum juga terpenuhi, maka pansel akan memproses sesuai jumlah pelamar yang ada. Prosedur selanjutnya, nantinya para

pelamar akan mengikuti seleksi administrasi, testing dengan Computer Assisted Test (CAT), tes wawancara dan penilaian track record calon komisioner KPU oleh publik. “Sesuai P-KPU No. 37 Tahun 2018 pendaftaran sudah diperpanjang tujuh hari kerja. Saat ini yang belum dapat peserta minimal sesuai kuota adalah Buleleng, Tabanan, dan Jembrana. Dan kami masih menunggu tambahan pelamar untuk memenuhi kuota minimal itu,” katanya. Selain minat peserta yang minim, mantan Ketua KPU Buleleng ini mengaku ketertarikan pelamar calon komisioner KPU dari kalangan perempuan juga tergolong kecil. Dia mencontohkan, saat ini baru ada dua pelamar perempuan. Satu orang sebelumnya pernah menjadi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan satu lagi berlatar belakang ibu rumah tangga. “Kalau incumbent termasuk pernah menjadi penyelenggara

sudah ada. Perempuan sedikit yang melamar, padahal kuotanya disiapkan 30 persen perempuan. Saya tidak tahu apakah perempuan itu takut berpolitik atau ada motivasi lainnya,” tegasnya. Di sisi lain, akademisi Universitas Panji Sakti (Unipas) ini mengatakan, tiga kabupaten, masing-masing Buleleng, Kota Denpasar, dan Karangsem, jumlah komisioner KPU ditetakan lima orang. Sementara Tabanan, Badung, Gianyar, Bangli, dan Jembrana jumlah komisionernya dipangkas menjadi tiga orang. Sedangkan, KPU Klungkung merekrut komisioner lantaran masa jabatannya berakhir tahun 2019. (mud)

hap akan meneliti situs-situs peradaban di Bali Utara. Ini karena lebih dari puluhan situs peradaban di daerah ini masih banyak yang belum berhasil diteliti. Karena itu, penelitian ini penting terus dioptimalkan, sebab setiap situs yang dijadikan rumah peradaban itu terlebih dahulu sudah pernah diteliti dan ditetapkan sebagai benda cagar budaya yang dilindungi pemerintah. “Masih ada puluhan situs peradaban dari timur sampai barat yang belum diteliti. Relatif banyak peninggalan masa lalu. Sejarah mencatat Buleleng dikenal sebagai daerah persinggahan perdagangan internasional mediterania dan jalur rempah. Kita harus terus melakukan penelitian-penelitian, sehingga ini sangat potensial dijadikan rumah peradaban, selain di Kalibukbuk ini,” katanya. (ad860)


GIANYAR

Selasa Pon, 17 Juli 2018

9

Tanggul Bak Tergerus Longsor

Warga Patas Terancam Krisis Air Bersih Gianyar (Bali Post) Hujan deras dalam beberapa hari terakhir memicu bancana di sejumlah wilayah Kabupaten Gianyar. Salah satunya, tanah longsor merusak tanggul penyangga bak penampungan air yang berlokasi di Banjar Let Desa Taro Kecamatan Tegallalang. Jika tanggul tak segera diperbaiki, warga di Banjar Patas Desa Taro yang posisinya berada di hilir, khawatir akan mengalami kesulitan air bersih. Informasi dihimpun, sumber air di Banjar Let tersebut dikelola warga secara swadaya. Air ditampung pada bak penampungan dan dialirkan untuk memenuhi kebutuhan warga. Lokasi bak tersebut berada di antara tebing. Sementara tanggul yang menyangga bak penampungan tersebut longsor beberapa hari lalu. ‘’Di sana memang tanahnya labil. Selain itu, dalam beberapa hari ini terus diguyur hujan, hingga akhirnya tanggul ini jebol karena tergerus oleh longsor,’’ kata Nyoman Raditya, warga Banjar Patas, Senin (16/7) kemarin. Bila kondisi ini terus dibiarkan, bak penampungan air yang selama ini diandalkan warga Banjar Patas bisa ikut rusak. Warga pun khawatir akan mengalami krisis air bersih, sebab selama ini mereka hanya mengandalkan sumber air tersebut. Warga setempat tidak tinggal diam. Kemarin warga Banjar Patas turun ke lokasi melakukan perbaikan secara swadaya. ‘’Secara perlahan melakukan perbaikan dengan alat seadanya. Perbaikan juga akan dilakukan besok (hari ini-red),’’ ujarnya. Pemuka adat setempat, I Made Bontik, menyebutkan bak penampungan tersebut merupakan satu-satunya sumber air yang diandalkan untuk konsumsi warga Banjar Patas. Dengan kondisi saat ini, pihaknya berharap ada bantuan pemerintah daerah. ‘’Tentu kita berharap ada bantuan. Tapi kita kan tidak bisa berpangku tangan, makanya kami terus melakukan gotong royang bersama warga secara swadaya,’’ tegasnya. (kmb35)

BNNK Gianyar Ajak Sidang Paripurna DPRD Gianyar Pj. Bupati Rochineng Sampaikan Tanggapan Atas PU Fraksi ASN Galakkan P4GN

BADAN Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar mengadakan pelatihan dan pembinaan masyarakat antinarkoba di sebuah hotel di Kabupaten Gianyar, Senin (16/7) kemarin. Acara tersebut diikuti 30 peserta dari OPD di lingkungan Pemkab Gianyar. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa, S.H., Kepala BNNK Gianyar AKBP Sang Gede Sukawiyasa, S.H., M.M., Pande Nyoman Murdi (Pemkab Gianyar) dan Penyuluh BNNK Gianyar Ganal Valiant. Pada kesempatan tersebut Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa menegaskan, dalam meningkatkan peran serta masyarakat untuk turut serta melaksanakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), setiap desa perlu diberikan penguatan seperti pembuatan pararem. Hal serupa perlu juga diwujudkan di setiap lingkungan pemerintah. ‘’Hal ini sesuai dengan surat edaran Menpan yang mengharapkan setiap organisasi perangkat daerah dapat menganggarkan alat tes urine setiap tahunnya,’’ katanya. Hal ini sebagai langkah awal dari

pencegahan penyalahgunaan narkoba oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun tenaga kerja kontrak di lingkungan pemerintah. Suastawa juga menyelipkan imbauan kepada para guru untuk ikut aktif mensosialisasikan bahaya narkoba serta berkoordinasi dengan BNNK setempat untuk memberikan materi pencegahan narkoba kepada siswa selama masa pengenalan lingkungan sekolah. Dijelaskannya lebih lanjut, narkoba sangatlah berbahaya bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Sebab itu, diharapkan peran serta masyarakat di lingkungan instansi pemerintah untuk bersamasama bersinergi dengan BNNK Gianyar. ‘’Dalam mewujudkan lingkungan kerja yang bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, maka perlu dilakukan langkah cepat,’’ katanya. Sementara itu, narasumber dari Pemkab Gianyar Pande Nyoman Murdi mengajak seluruh komponen masyarakat agar ikut berperan aktif dalam mensukseskan program P4GN. ‘’Ini adalah program yang dimiliki BNN dengan terus berkolaborasi dalam informasi maupun teknis pencegahan,’’ ungkapnya. (bns1)

PADA sidang paripurna yang berlangsung 10 Juli lalu, fraksi-fraksi di DPRD Kabupaten Gianyar menyampaikan Pandangan Umum (PU) terhadap penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2017. Sebagai tindak lanjut, pada Senin (16/7) kemarin giliran Pj. Bupati Gianyar I Ketut Rochineng menyampaikan jawaban atas PU fraksi-fraksi DPRD Gianyar pada sidang paripurna III yang dipimpin Wakil DPRD Kabupaten Gianyar I Made Togog di ruang sidang DPRD Gianyar. Terhadap PU Fraksi Demokrat yang disampaikan I Ketut Karda, salah satunya tentang belanja tak terduga yang direncanakan sebesar Rp 1,5 miliar, namun terealisasi sebesar Rp 180.839.360, disebutkan bahwa hal ini dikarenakan pemanfaatan belanja tak terduga dilakukan secara selektif sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Realisasi belanja lebih rendah sebesar Rp 117,45 miliar lebih, terdiri atas belanja operasional, belanja modal dan belanja tak terduga diakibatkan adanya pemindahan kewenangan pengelolaan SMA/SMK ke provinsi dan efisiensi terhadap belanja modal dan belanja tak terduga. Selanjutanya, terhadap PU Fraksi Partai Hanura-NasDem,

Pj. Bupati Rochineng menyampaikan terima kasih atas apresiasinya dari fraksi tersebut. Rochineng menegaskan, ke depan pihaknya akan berupaya lebih baik lagi dalam tata cara pengelolaan keuangan daerah agar opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK-RI Perwakilan Provinsi Bali dapat dipertahankan. Atas PU Fraksi Gerindra yang disampaikan Cokorda Gede Putra Pemayun, khususnya tentang sikap Pemkab Gianyar terhadap rencana moratorium toko modern berjaringan, Rochineng menyampaikan Pemkab Gianyar tetap konsisten dengan terlebih dahulu akan melakukan kajian

terhadap jumlah jarak toko modern. Begitu juga terkait upaya optimalisasi peningkatan PAD serta atas laporan hasil pemeriksaan dari BPK-RI Perwakilan Provinsi Bali, disebutkannya, sudah ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara menanggapi PU Fraksi PDI Perjuangan yang disampaikan Nyoman Amerthayasa, Rochineng menyampaikan terkait penurunan retribusi daerah tahun 2016 ke tahun 2017. Dalam hal ini, Pemkab Gianyar telah melakukan terobosan program inovatif di tahun 2018 berupa intensifikasi dan ekstensifikasi, sehingga diharapkan

dapat meningkatkan retribusi daerah tahun 2018. Sejalan dengan kebijakan transaksi nontunai, Pemkab Gianyar telah menyiapkan transaksi retribusi yang menggunakan sistem e-Money, sehingga mampu mencegah kebocoran retribusi. ‘’Hari ini kita menyampaikan jawaban dari Bupati atas PU Fraksi DPRD. Dan kita lanjutkan pada proses berikutnya pada sidang gabungan yang kita rencanakan minggu depan. Ini merupakan kewajiban, bahwa LKPJ dari Pemerintah Kabupaten untuk dipertanggungjawabkan kepada DPRD selaku wakil rakyat di Kabupaten Gianyar,’’ terang Rochineng. (ad858)

JAWABAN PEMERINTAH - Pembacaan jawaban pemerintah terhadap pandangan umum fraksi di DPRD Gianyar pada sidang paripurna, Senin (16/7) kemarin.

PDI-P Ajukan Tiga Perbekel dan Bendesa

ANTINARKOBA - Narasumber, panitia dan peserta pelatihan dan pembinaan masyarakat antinarkoba foto bersama di sela-sela kegiatan.

Gianyar (Bali Post) PDI-P Gianyar menargetkan perolehan 18 kursi DPRD Gianyar dalam Pileg 2019 atau bertambah dua kursi dari hasil Pileg 2014. Tambahan berasal dari dua dapil yakni Payangan-Tegallalang dan Blahbatuh-Tampaksiring. Hal itu diungkapkan Ketua DPC PDI-P Gianyar Made Mahayastra, Senin (16/7) kemarin. Mahayastra menyampaikan target tersebut sesuai hasil rakercab. Pihaknya

optimis meraih tambahan kursi, mengingat di dua dapil tersebut ada dirinya yang merupakan Bupati terpilih dan Wayan Tagel Winarta selaku Ketua DPRD Gianyar. Dijelaskannya, dalam pengajuan DCS, pihaknya sudah memenuhi pengisian 40 bakal caleg. Mereka terdiri dari kader terbaik, tokoh masyarakat dan incumbent. PDI-P Gianyar juga mengajukan tiga perbekel untuk maju dalam pileg mendatang

yakni Perbekel Lebih, Perbekel Batubulan Kangin dan Perbekel Sumita. ‘’Yang perbekel ini mereka sudah komitmen mundur dari jabatan perbekel,’’ katanya. Tidak hanya perbekel, PDI-P Gianyar juga mencantumkan tiga bendesa yakni Bendesa Bedulu, Bendesa Bitera dan Bendesa Bona. Sementara untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), dipastikan tidak ada yang maju dalam pileg lewat PDI-P. (kmb35)

Pengajuan DCS

NasDem Kenakan Topeng Jokowi, PDI-P Gandeng Seniman

Gianyar (Bali Post) Tiga partai politik (parpol) yakni PSI, NasDem dan PDI-P mengajukan Daftar Caleg Sementara (DCS) ke kantor KPU Gianyar, Senin (16/7) kemarin. Beragam cara unik dilakukan parpol pada kegiatan tersebut. Jajaran Partai NasDem datang dengan mengenakan topeng Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sedangkan PDI-P diiringi pentas budaya berupa baleganjur. Pengajuan berkas DCS ini diawali PSI. Jajaran pengurus PSI datang mendatangi kantor KPU Gianyar sekitar pukul 12.00 Wita. Sekretaris DPD PSI Gianyar Putu Ekajaya Wirawan mengatakan, pendaftaran caleg PSI dilakukan serentak secara nasional. Namanama bakal caleg yang diajukan sudah sesuai hasil seleksi. ‘’Kita lakukan seleksi dengan syarat ketat. Mereka adalah yang kita anggap mampu mewakili PSI,’’ jelasnya. Di sela-sela verifikasi syarat pendaftaran caleg, ditegaskan, pengurus PSI berusaha memenuhi caleg di semua dapil. Namun ada

satu dapil yang masih nihil yakni TegallalangPayangan. Kosongnya dapil tersebut, lantaran memang belum dapat kandidat yang mampuni. ‘’Kita tidak mau asal ada caleg. Nama yang diajukan adalah hasil seleksi,’’ tegasnya. Terkait kuota perempuan, diakuinya, sudah memenuhi 30 persen. Ditambahkan, dominan para bakal caleg PSI adalah new commer alias wajah baru. Mereka pun dominan berasal dari kalangan aktivis sosial dan aktivis lingkungan. Mengenai target kursi, pihaknya optimis bisa mendapatkan minimal satu kursi di semua dapil. ‘’Paling tidak ada satu di provinsi dan satu di tiap dapil,’’ katanya. Di sisi lain, jajaran Partai NasDem yang datang sekitar pukul 15.16 Wita, kompak mengenakan topeng Presiden Joko Widodo. Pada kesempatan itu, Ketua DPC NasDem Gianyar Made Kariasa mengatakan, pihaknya menargetkan tujuh kursi di DPRD Gianyar. ‘’Blahbatuh, Sukawati dan Gianyar kami target lebih dari dua kursi,’’ jelasnya. Menjelang akhir pendaftaran kemarin,

sekitar pukul 15.00 Wita, hadir PDI-P Gianyar. Kedatangan petinggi PDI-P Gianyar yang dipimpin Ketua DPC PDI-P Gianyar Made Mahayastra tersebut diiringi baleganjur dengan ratusan simpatisan dan seniman. ‘’Kita melibatkan seniman karena selalu PDI Perjuangan itu harus dekat dengan rakyat dan tidak bisa lepas dari budaya baik itu baleganjur, tari-tarian topeng dan lainnya,’’ ujarnya. Sementara itu, Ketua KPU Gianyar A.A. Gde Putra mengatakan, pihaknya sudah menerima pengajuan DCS dari tiga parpol. Pihaknya pun masih menunggu hingga waktu pendaftaran akhir pada Selasa (17/7) hari ini. Proses lebih lanjut yakni verifikasi administrasi DCS. Proses ini akan berlangsung hingga 18 Juli. Sementara untuk verifikasi terhadap perbaikan daftar calon dan syarat calon, akan diselenggarakan dari 1 hingga 7 Agustus. ‘’Sementara penyusunan DCT kan dilakukan pada September mendatang,’’ tegasnya. (kmb35)

Bali Post/nik

DIIRINGI SENIMAN - Jajaran PDI-P Gianyar diiringi seniman dan simpatisan saat tiba di kantor KPU Gianyar.


JEMBRANA

10

Selasa Pon, 17 Juli 2018

Abrasi di Jineng Agung

Puluhan Rumah Terancam, Satu Warga Mengungsi

Negara (Bali Post) Cuaca buruk yang terjadi beberapa hari belakangan ini membuat warga yang tinggal di pesisir pantai sekitar Gilimanuk waswas. Selain angin kencang disertai ombak tinggi, air laut juga pasang. Hal itu menyebabkan puluhan rumah warga, terutama di Lingkungan Jineng Agung terancam terkena abrasi. Bahkan, ada salah satu warga terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya.

Dari 22 rumah yang berada di pinggir pantai itu, lima di antaranya sudah dalam kondisi parah. Warga yang mengungsi ini disebut-sebut tinggal sendirian di rumahnya setelah orangtuanya meninggal. Demi keselamatan, warga ini pindah tinggal bersama bibinya. Saat pasang akhir pekan lalu, air laut sampai menggenangi rumah warga. Kendati sudah dibentengi dengan buis beton, namun hal itu tidak bisa menahan gempuran ombak. Untuk itu, tanah di pinggir jalan umum pun terkikis abrasi. Hampir separuh jalan sudah lenyap. “Sejak Tilem lalu, air laut pasang hingga menggenangi rumah warga. Air laut naik hingga 2,4 meter,” kata Kepala Lingkungan Jineng Agung Gede Yasa, Senin (16/7) kemarin. Menurutnya, saat ini sudah ada lima rumah yang kena dampak dalam cuaca tak menentu ini. Beberapa rumah yang sebelumya sudah dipasangi benteng juga tak terhindarkan dari gempuran ombak tersebut. Warga saat ini masih menunggu bantuan buis-buis beton untuk dipasang. Menurutnya, warga juga sudah siap untuk bergotong royong memasang benteng menggunakan buis-buis itu untuk penahan ombak sementara. Sebelumnya salah seorang warga di Jineng Agung, Nengah Simpen, juga sudah diungsikan dan diberikan bantuan bedah rumah oleh pemerintah. Sementara itu, Lurah Gilimanuk I Gede Wariana Prabawa membenarkan adanya cuaca buruk yang melanda wilayah Gilimanuk itu. Akibat bencana itu, separuh jalan sudah mulai lenyap. Diakui juga memang ada satu warga di sana yang sudah mengungsi karena tinggal sendirian. Sementara dari prakiraan cuaca BMKG, untuk di wilayah perairan Jembrana kemarin, tinggi gelombang 1-4 meter. Selain itu juga disertai kecepatan angin 8-20 knot. (kmb26)

TERKIKIS – Separuh jalan di Jineng Agung terlihat terkikis setelah terjadinya angin kencang disertai gelombang tinggi.

Gong Kebyar Wanita Duta Jembrana Disambut Gelak Tawa Ribuan Penonton

Cegah Terorisme dan Radikalisme

Tingkatkan Deteksi Dini

Negara (Bali Post) Satuan Tugas (Satgas) TMMD Non Fisik Kodim 1617/Jembrana memberikan sosialiasai penyuluhan bahaya radikalisme dan terorisme di Desa Delodberawah. Sosialisasi yang digelar di Balai Banjar Dauh Marga ini diberikan sebagai upaya mengantisipasi bahaya radikalisme dan terorisme. Sosialisasi yang disampaikan Pasi Inteldim Kapten Inf. I Nyoman Gde Andika diikuti sekitar 100 orang, terdiri dari Dansatgas TMM Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok, Wadansatgas, Dan SSK, Tomas, Toga, serta mahasiswa KKN Undiksha serta masyarakat dan aparat Desa Delodbrawah. Kapten Andika selaku pemberi materi menjelaskan pentingnya meningkatkan deteksi dini dalam mengantisipasi aksi terorisme. Di mana setiap penduduk yang baru masuk ke wilayah tertentu harus melapor kepada klian dinas (kepala kewilayahan) dan kepala desa. Masyarakat juga diharapkan bisa bersinergi dengan aparat keamanan terkait guna menciptakan rasa aman. Bercermin dari kejadian bom bunuh diri yang telah terjadi di Surabaya beberapa waktu lalu diharapkan agar tidak terjadi di wilayah ini.

“Seluruh warga wajib menciptakan rasa aman, mewaspadai oknum atau orang asing yang masuk ke wilayah. Kewaspadaan ini sebagai tindakan pencegahan dini radikalisme dan terorisme,” kata Andika. Dengan adanya pelaksanaan penyuluhan dan sosialisasi ini diharapkan bisa menekan dan memberantas aksi-aksi terorisme serta radikalisme. Sementara itu, Dansatgas

TMMD ke-102, Letkol Djefry Marsono Hanok menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga dan mahasiswa KKN yang sudah mengikuti penyuluhan dan sosialisasi tersebut. Selain itu, ia juga antusiasme warga dalam membantu pelaksanaan TMMD. Ke depannya partisispasi dari warga masyarakat masih sangat diperlukan dalam segala hal. (kmb26)

Bali Post/olo

SOSIALISASI - Pasi Inteldim 1617/Jembrana saat memberikan sosialisasi terorisme di Delodberawah.

Edarkan Setengah Kilogram SS

Terdakwa Akhirnya Divonis 12 Tahun Penjara Negara (Bali Post) Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Negara akhirnya memvonis terdakwa kasus narkoba setengah kilogram, Harif Jatmiko alias Arif (29) dengan hukuman penjara 12 tahun, Senin (16/7) kemarin. Terdakwa dinyatakan terbukti bersalah menyimpan dan mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu (SS) seberat setengah kilo lebih atau totalnya 554,13 netto. Mendengar putusan dari majelis dengan hakim ketua Fakhrudin Said Ngaji serta

anggota Mohammad Hasanuddin Hefni dan Alfan Firdauzi Kurniawan, terdakwa mengaku menerima hukuman tersebut. Di hadapan hakim, Arif juga mengaku menyesali perbuatannya. Dalam putusan itu, terdakwa melanggar Pasal 114 ayat 2 Undangundang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Selain pidana 12 tahun penjara, hakim juga memutuskan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan terhadap terdakwa. Putusan itu sejatinya lebih rendah empat

Bali Post/olo

SIDANG - Terdakwa kasus SS setengah kilogram saat hendak menjalani persidangan di PN Negara, Senin (16/7) kemarin. Terdakwa divonis 12 tahun penjara.

tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dibacakan pekan lalu. JPU dari Kejari Jembrana Gedion Ardana Reswari sebelumnya membacakan tuntutan 16 tahun pidana penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 1 tahun penjara. Di sisi lain, JPU menyatakan masih pikirpikir. Perlu diketahui kasus ini berawal dari diamankannya barang bukti SS di Pelabuhan Gilimanuk pada Maret 2018 lalu. Polisi mencurigai paket kardus yang diangkut bus Safari Darma Raya. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata di dalam kardus tersebut terdapat paket kristal bening yang terbagi menjadi lima bungkusan. Isi bungkusan itu diduga SS. Rencananya paket tersebut akan dikirim ke Perum Jimbaran Denpasar. Polisi selanjutnya melakukan penyelidikan dan berhasil membekuk penerima paket yakni terdakwa. Rencananya paket SS yang dikirim dari Magelang, Jawa Tengah itu hendak diedarkan dengan cara menempel di lokasi sesuai diinstruksikan bosnya yang dikenal dengan panggilan Babe. (kmb26)

Bali Post/olo

PANGGUNG terbuka Art Centre Denpasar, Minggu (16/7) sempat mengundang gelak tawa ribuan penonton saat pementasan Gong Kebyar Wanita dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun 2018. Duta Kabupaten Jembrana yang diwakili Sekaa Gong Kebyar Wanita “Gita Swara” Lingkungan Keladian Dauhwaru Jembrana, yang bersanding dengan duta gong kebyar dari Kota Denpasar, di awal pementasannya masing-masing menampilkan tabuh Lelambatan. Melalui Penata Karawitan Yan Gama serta Pembina Tabuh Made Dwi Hartawan dan Made Adnyana, duta gong kebyar wanita Gita Swara Kabupaten Jembrana di hadapan penonton termasuk Bupati Jembrana Putu Artha, Wabup I Made Kembang Hartawan, Sekda I Made Sudiada, para Asisten dan para pimpinan OPD Pemkab, mampu tampil memukau dengan iringan tabuh lelambatan berjudul “Bayu Pramana”. Namun, saat memasuki sesi kedua yakni penampilan tari kreasi, para penari dari Gong Kebyar Wanita Gita Swara Kelurahan Dauhwaru Kabupaten Jembrana disambut gelak tawa ribuan penonton. “Tuatua Keladi”. Sebuah garapan seni dengan gerakan penuh kocak dari

para seniman andal seperti Agus Onet, Man Klau, dan I Nyoman Tastra, mampu menginspirasikan gerak-gerik para pria dengan usia telah uzur sampil memegang tongkat ternyata diinspirasikan masih memiliki jiwa tetap muda disertai nafsu asmaranya yang selalu berkobar-kobar. Apalagi disertai

gerakan para penari wanita yang berasal dari kalangan remaja. Sebelum mengakhiri penampilan pamungkas yakni tari Nelayan, duta Kabupaten Jembrana juga sempat mepertunjukkan karya seni berjudul “Baleman Sambuk” dari penata tabuh kreasi Handika serta penata gerak De Papua. (ad856)

Bali Post/ist

GONG KEBYAR - Gong kebyar wanita duta Jembrana tampil dalam PKB 2018, Minggu (15/7) malam. Penampilan Sekaa Gong Kebyar Wanita Gita Swara dari Lingkungan Keladian, Dauhwaru, mampu mengundang galak tawa penonton.

Realisasi Belanja Daerah Tak Sesuai Target Negara (Bali Post) – Sejumlah fraksi di DPRD Jembrana mempertanyakan realisasi belanja daerah tahun 2017 yang tak memenuhi target. Belanja daerah yang terdiri dari belanja langsung dan tidak langsung, hanya mencapai 81,86 persen. Hal tersebut mengemuka saat rapat paripurna II, Senin (16/7) kemarin, dengan agenda Pemandangan Umum Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2017. Sebelumnya dalam penjelasan Bupati Jembrana I Putu Artha dalam rapat paripurna I pekan lalu, juga diakui capaian belanja daerah tidak sesuai dengan harapan dan akan menjadi catatan dalam penyelenggaraan pemerintah daerah. Dari enam fraksi, lima di antaranya mempertanyakan terkait Silpa (sisa lebih pembiayaan anggaran) tersebut. Di antaranya Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Partai Gerindra, Fraksi Kebangkitan Nasional, Fraksi Partai Golongan Karya dan Fraksi Demokrat Sejahtera. Dalam pemandangan Fraksi PDI Perjuangan yang dibacakan Ni Putu Lilyana mengungkapan dari sisa belanja tidak langsung

pada pos belanja pegawai menyisakan Silpa yang relatif cukup besar. Bahkan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga menyisakan Silpa sekitar Rp 38,8 miliar. Bila dilakukan penghitungan secara cermat, kelebihan anggaran bisa digunakan untuk kegiatan yang lebih produktif. Misalnya, memberikan penghasilan lebih layak kepada guru non PNS, baik di SD maupun SMP. Selain itu di belanja langsung, realisasi belaja barang dan jasa justru lebih besar dari belanja modal. Belanja modal terealisasi Rp 250,5 miliar atau 86,79 persen dari target Rp 288 miliar. Sementara belanja modal terealisasi Rp 243 miliar atau 69,64 persen dari target Rp 350 miliar. Hal ini menandakan birokrasi lebih banyak merealisasikan belanja untuk kegiatan rutin. Sementara yang berkaitan dengan pembangunan realisasinya masih minim. Diharapkan, eksekutif lebih cermat dalam menyusun perencanaan, evaluasi yang ketat atas realisasi program dan kegiatan per triwulan dan penyiapan dokumen pengadaan lebih dini. Hal serupa juga disampaikan Fraksi Gerindra. Dalam

pemandangan fraksi yang dibacakan I Ketut Sadwi Darmawan menyebutkan untuk belanja langsung banyak belaja modal yang tak tercapai sesuai target. Dilihat dari aspek perencanaan, masih banyak kegiatan yang realisasi fisiknya di bawah 100 persen atau bisa jadi tertunda, bahkan tak terlaksanakan. Fraksi ini berpendapat semestinya perencanaan program dan kegiatan sudah melalui kajian yang menyeluruh, sehingga ti-

dak ada lagi alasan tak bisa dilaksanakan karena alasan teknis seperti gagal tender, kehabisan waktu dan sebagainya. Sementara itu, tiga fraksi lainnya yakni Fraksi Golkar, Fraksi Kebangkitan Bangsa dan Fraksi Demokrat Sejahtera juga memberikan perhatian yang sama terkait besaran Silpa tersebut. Dilihat dari aspek perencanaan masih banyak kegiatan yang tertunda, bahkan tidak dapat dilaksanakan. (kmb26)

Bali Post/olo

RAPAT – Rapat paripurna yang diselenggarakan dengan agenda pemandangan fraksi-fraksi, Senin (16/7) kemarin. Salah satu yang mendapat sorotan dari lima fraksi terkait Silpa dari belanja daerah.


Karangasem

Selasa Pon, 17 Juli 2018

11

Golkar Pertama Daftarkan Calegnya Amlapura (Bali Post) Lama ditunggu-tunggu, sejumlah partai politik (parpol) di Karangasem akhirnya mulai mendaftarkan calegnya ke KPU Karangasem, Senin (16/7) kemarin. Partai Golkar menjadi yang pertama mendafar, kemudian disusul Perindo, NasDem, PDI-P, dan partai-partai lainnya. Rombongan Golkar itu di antaranya berasal dari unsur fraksi di DPRD Karangasem, pengurus kabupaten dan kecamatan, dipimpin langsung Ketua DPD, I Made Sukerana. Berkas pendaftaran itu diterima Ketua KPU I Made Arnawa didampingi empat komisioner KPU Karangasem lainnya. Golkar Karangasem mengisi penuh caleg di semua daerah pemilihan. Sesuai jumlah kursi di DPRD Karangasem, partai beringin mengusung 45 caleg dengan rincian 9 caleg Dapil Karangasem, 11 caleg Dapil Selat-Rendang-Sidemen, 8 caleg Dapil Kubu, 7 caleg Dapil Abang, dan masing-masing 5 caleg Dapil Bebandem dan Manggis. ‘’Kita isi full, syarat 30 persen kuota perempuan juga terpenuhi,’’ ujar Sukerana. Golkar Karangasem memasang target tinggi pada Pileg 2019. Menurut Sukerana, partainya mematok 16 kursi di DPRD Karangasem atau naik tiga kursi dari perolehan Pileg sebelumnya. Tambahan kursi itu diproyeksikan datang dari Dapil Karangasem, Dapil Kubu, dan Dapil Selat-Rendang-Sidemen. Dari ketiga dapil itu, Golkar menargetkan mendapatkan tambahan masing-masing satu kursi. Selain Golkar, Perindo, NasDem, dan PDI-P, Ketua KPU Made Arnawa mengatakan, PSI dan PKS juga mengonfirmasi akan melakukan pendaftaran kemarin. Namun, kedua parpol tersebut belum mengonfirmasikan jamnya. ‘’Sisanya mengaku akan daftar besok (hari ini -red),’’ katanya. Usai menerima berkas pendaftaran, KPU langsung melakukan penelitian keabsahan persyaratan caleg. KPU hanya punya waktu sampai Rabu (18/7) besok, melakukan tahapan itu. Sedangkan masa pendaftaran hanya sampai Selasa (17/7) ini. ‘’Untuk perbaikan berkas, sesuai tahapannya kita laksanakan mulai 22 Juli sampai 31 Juli mendatang,’’ katanya. (kmb)

Bali Post/kmb

EKSEKUTIF TAK HADIR - Rapat kerja gabungan komisi DPRD Karangasem dengan TAPD Pemkab Karangasem batal digelar karena ketidakhadiran pihak eksekutif.

Eksekutif Tak Hadiri Undangan Dewan

Batal, Rapat Kerja Gabungan DPRD

Bali Post/kmb

GOLKAR PERTAMA DAFTAR - Parpol pertama yang mendaftarkan calegnya ke KPU Karangasem adalah Partai Golkar.

BNNK Manfaatkan MPLS

’’Stop Narkoba’’ agar Diapresiasi Generasi Muda Amlapura (Bali Post) Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karangasem yang akan menggulirkan program ‘‘stop narkoba’’ memanfaatkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai media sosialisasi. Melalui cara itu dipercaya generasi muda dapat mengapresiasi lebih dini terkait bahaya narkoba, sehingga mereka tidak terjerumus pada kegiatan negatif yakni penyalahgunaan barang terlarang tersebut. ‘’Terakhir, kampanye stop narkoba kita laksanakan di SMPN 1 dan SMPN 2 Bebandem. Selain siswa baru, sosialisasi juga diikuti siswa kelas VIII dan IX,’’ ungkap Kepala BNNK Karangasem AKBP I Nyoman Sebudi di sela-sela kegiatan koordinasi membahas dukungan sarana-prasarana untuk BNNK dengan Sekretaris DPRD Karangasem, di Kantor BNNK Karangasem, Minggu (15/7). Selain kampanye stop narkoba, media MPLS juga dimanfaatkan BNNK Karangasem untuk mensosialisasikan keberadaan BNNK di Karangasem. Bahwa, BNNK sebagai satuan kerja hadir untuk menghindarkan masyarakat terjerumus narkoba melalui gerakan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Melalui sosialisasi itu, Sebudi berharap para guru dan wali kelas dapat membimbing, mengarahkan, dan memantau aktivitas siswa agar terarah pada kegiatan yang bersifat positif. ‘’Sabtu kemarin (dua hari lalu - red) kita juga bertemu Komunitas Vespa SOC Karangasem. Misinya sama, mengajak mereka menjadi duta P4GN,’’ jelasnya. Sementara itu, dalam koordinasi membahas dukungan sarana-prasarana untuk BNNK, Sekretariat DPRD Karangasem memutuskan menarik mobil Toyota Fortuner yang sejak 24 Juni lalu dipinjampakaikan kepada BNNK Karangasem. Eks mobil dinas Ketua Dewan itu untuk sementara akan ‘’dikandangkan’’ sebagai kendaraaan operasional untuk mendukung kegiatan pemerintahan. Sekretaris DPRD Karangasem I Wayan Ardika mengatakan, mobil Fortuner itu sebelumnya hanya dipinjamkan untuk mendukung operasional BNNK. (kmb31)

Ketidakhadiran pihak eksekutif itu sontak membuat anggota dewan yang sepertinya sudah menyiapkan segudang pertanyaan, sewot. Apalagi pihak eksekutif tidak mengirimkan seorang utusan pun perihal ketidakhadiran TAPD. Tampak hanya Sekretaris Dewan I Wayan Ardika yang duduk di meja undangan. Alhasil, rapat kerja itu pun akhirnya menjadi ajang anggota dewan untuk melontarkan kekesalannya. ‘’Wajar kita minta penjela-

san eksekutif soal sumbersumber pendapatan untuk pembangunan. Ini sudah kejadian yang berulang. Ini merupakan sebuah sikap yang substansinya melecehkan dewan. Dewan harus tegas karena kita juga punya otoritas,’’ ujar anggota Fraksi PDI-P I Gede Dauh Suprapta. Anggota Fraksi Golkar I Wayan Tama berpendapat sama. Menurutnya, tidak seharusnya eksekutif mengesampingkan undangan rapat kerja dewan. Alasannya, rapat

kerja ini merupakan media bagi dewan untuk memberikan masukan-masukan kepada eksekutif. ‘’Sebagai sesama lembaga penyelenggara pemerintahan, terjadi hal seperti ini merupakan kondisi yang tidak normal,’’ katanya. Anggota dewan yang akan bicara menilai sikap eksekutif bukan hanya sudah melecehkan dewan sebagai sebuah lembaga, tetapi juga berdampak tidak baik terhadap pembangunan. ‘’Sudah dua kali kejadian ini. Model seperti ini harus dicatat

pada risalah rapat. Rapat kerja itu adalah media bagi dewan dalam menjalankan fungsi pengawasan. Sebaiknya, kita konsultasikan kondisi ini kepada atasan kita yaitu Mendagri,’’ tegas anggota Fraksi Golkar, I Nengah Sudarsa. Rapat gabungan komisi tersebut akhirnya merekomendasikan pimpinan dewan untuk menyampaikan surat undangan yang kedua, kepada eksekutif. Jika kondisinya masih sama, anggota dewan yang hadir sepakat mengambil langkah-langkah sebagaimana kewenangan yang dimiliki lembaga legislatif. Ketua DPRD I Nengah Sumardi yang memimpin rapat kerja itu bersama dua orang Wakil Ketua masing-masing I Made Wirta dan I.B. Adnyana, mengatakan, undangan rapat

Amlapura (Bali Post) – Lesu darah, begitulah gambaran kondisi dunia pariwisata Karangasem yang terpuruk dampak aktivitas vulkanik Gunung Agung. Sempat nyaris jatuh ke titik nol, memasuki high season (musim ramai) Juli ini, para pelaku di sektor andalan Bumi Tanah Aron itu mulai bisa sedikit tersenyum. ‘’Ya, sejak akhir Juni, mulai ada peningkatan kunjungan. Saat ini, tingkat hunian hotel sudah menyentuh 40 persen,’’ ungkap Ketua PHRI Karangasem I Wayan Tama, Senin (16/7) kemarin. Pelaku pariwisata yang juga aktif di dunia politik ini mengakui Karangasem sempat dihantui kecemasan ketika Gunung Agung sempat

erupsi dengan melontarkan lava pijar, 2 Juli lalu. Saat itu, menurutnya, sempat terjadi pembatalan pemesanan kamar hotel di hampir semua hotel di Karangasem. Meski pembatalan booking kamar hotel tidak selalu dibarengi pembatalan rencana kunjungan. Erupsi itu sempat mengganggu secara psikis para pelaku pariwisata termasuk pariwisata di kawasan Candidasa. Candidasa, kata Tama, sejatinya sangat aman dikunjungi dalam kondisi Gunung Agung erupsi sekalipun. Pasalnya, situasi Candidasa ini jauh di luar radius berbahaya yang ditetapkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Namun faktanya, saat erupsi 2 Juli lalu, banyak wisatawan

asing enggan memanfaatkan jasa akomodasi pariwisata yang tersedia di sana. ‘’Sebagian wisatawan memang tidak membatalkan kunjungannya, tetapi mereka menginapnya di Denpasar,’’ terangnya. Secara umum, lanjutnya, sektor pariwisata Karangasem pada tahun 2018 ini jauh lebih bergairah dibandingkan akhir tahun 2017. Saat terjadi erupsi besar periode September - November 2017, lanjut Tama, tingkat hunian hotel jatuh hingga di bawah 10 persen. Saat itu, banyak hotel yang harus berhenti beroperasi. Banyak juga yang terpaksa merumahkan sebagian karyawannya. Meski saat ini aktivitas vulkanik Gunung Agung be-

lum reda, Tama cukup optimis tingkat kunjungan dan tingkat hunian hotel pada masa hight season akan jauh lebih baik daripada kondisi sekarang. Selama tiga bulan masa hight season sampai awal September, tingkat hunian diperkirakan mampu menyentuh angka 60 persen. ‘’Angka itu sudah cukup tinggi, selama ini dalam kondisi normal pun tingkat hunian hotel di Karangasem tidak pernah sampai 90 persen,’’ ujarnya. (kmb)

Amlapura (Bali Post) Agenda rapat kerja gabungan komisi DPRD Karangasem dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Karangasem, Senin (16/7) kemarin, batal terselenggara. Rapat kerja yang di antaranya akan membahas proyeksi pendapatan daerah untuk KUA-PPAS 2019 dan pengajuan legal opinion terkait permasalahan di sektor galian C itu tidak bisa terlaksana karena pihak eksekutif tidak menghadiri undangan dewan. Ironisnya, pemberitahuan tidak bisa menghadiri rapat kerja hanya disampaikan secara lisan.

Pelaku Pariwisata Mulai Tersenyum

kerja sudah dilayangkan ke eksekutif pada 3 Juli lalu. Rapat kerja ini kata Sumardi, rencananya membahas beberapa isu penting mulai dari permintaan revisi KUA-PPAS 2019, masalah legal opinion pemungutan pajak galian C, dan proyeksi pendapatan daerah. ‘’Beberapa waktu lalu, kami mengembalikan rancangan KUA-PPAS karena rancangannya belum mengacu pada Permendagri. Juga karena terjadi penurunan target PAD di tahun 2019,’’ terangnya. Sekwan Wayan Ardika mengaku sudah mengoordinasikan undangan rapat kerja itu kepada TAPD. Di hadapan anggota dewan, TAPD tidak bisa menghadiri rapat karena Bupati IGA Mas Sumatri sedang berada di luar daerah. (kmb)

I Wayan Tama

Eksekutif Dinilai ”Bandel”

Legislatif Pertimbangkan Bentuk Pansus Hubungan lembaga eksekutif dan legislatif kembali memanas. Situasi demikian dipicu pihak eksekutif yang semakin membandel. Permasalahannya berulang kali tidak menghadiri undangan rapat kerja legislatif. Seperti agenda rapat kerja Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Senin (16/7)

kemarin, eksekutif kembali memilih tidak hadir, dengan alasan TAPD tak dapat petunjuk pimpinan. Melihat sikap eksekutif yang terus berulah seperti itu, lembaga legislatif mulai mempertimbangkan untuk membentuk pansus atau bahkan mengajukan hak angket. Apa yang akan diupayakan dewan untuk mencari win win solution terkait relasi selanjutnya dewan dan eksekutif itu?

Nengah Sumardi

SEJUMLAH legislator DPRD Karangasem nampak sangat kecewa di dalam ruang rapat lantai dua Gedung DPRD Karangasem. Politisi Partai Golkar Nyoman Badra mempertanya-

kan alasan eksekutif tidak menghadiri agenda rapat kerja itu. Padahal, surat undangan sudah dikirimkan sejak 3 Juli lalu. “Gampang sekali jawab ketidakhadiran secara lisan.

Jangan-jangan nanti tanggung jawabnya juga lisan. Tolong Ketua DPRD serius sikapi ini. Jangan sampai lembaga DPRD ini dianggap murahan,” sorot Badra. Legislator lainnya, Nengah Sudarsa, menambahkan sikap eksekutif yang selalu tak menghadiri undangan rapat kerja itu dianggap sudah keterlaluan. Bahkan, politisi mantan birokrat senior ini meminta KUA langsung dibahas saja, tanpa ada pertemuan informal lagi dengan eksekutif. Atau langsung dibahas tanpa melibatkan lagi eksekutif, sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan dewan. Sayangnya, Ketua DPRD Karangasem Nengah Sumardi tak bisa mewujudkan itu. Sebab, dokumen KUA-PPAS sendiri sudah dikembalikan ke eksekutif sebelumnya, setelah mendapat ada masukan pokok-pokok pikiran masing-masing anggota dewan, sesuai aspirasi konstituennya. Memandang sikap lembaga eksekutif yang dinilai tidak lagi menghargai

peran dan fungsi dewan itu muncul opsi agar lembaga dewan juga bersikap tegas. Salah satunya, memerankan fungsinya, khususnya hak bertanya yang sifatnya sedikit memaksa, yang sudah tertuang di dalam tata tertib dewan dan dinaungi undang-undang. “Cara seperti ini bisa dilakukan, apakah dalam model pansus atau sekalian hak angket. Sebab, sikap seperti ini sudah terjadi berulang-ulang dan terkesan melecehkan lembaga,” tegas Sumardi. Tetapi, sejauh mana langkah ini akan diambil, pihaknya mengaku masih menunggu perkembangan hubungan kedua lembaga lebih jauh. Tetapi, dorongan anggota menggunakan hak demikian terus datang dari para legislator yang sudah menilai sikap eksekutif tak menunjukkan iktikad baik. Karena eksekutif tidak hadir, praktis yang duduk di meja undangan hanya Sekretaris Dewan (Sekwan) Wayan Ardika. Sebagaimana pemaparan Sekwan sebagai perpanjangan tangan

eksekutif di Kantor DPRD Karangasem, KUA-PPAS sendiri sebelumnya sudah masuk ke lembaga DPR. Tetapi, karena ada pokok pikiran yang belum diakomodasi, akhirnya dikembalikan lagi oleh lembaga dewan. Sehingga KUA sekarang sudah ada di eksekutif lagi, dalam proses revisi. Informasi terakhir dari eksekutif, kerja Tim TAPD, hasil revisi itu sudah ada. Bahkan, TAPD katanya juga sudah siap hadir. Tetapi karena hasil revisi belum ditandatangani Bupati Karangasem, sehingga TAPD urung datang mengikuti rapat kerja dengan lembaga dewan. “Rapat kerja ini untuk mengetahui proyeksi pendapatan kita berapa. Kabarnya pendapatannya turun. Kami ingin memastikan ini. Jangan sampai kami di lembaga dewan terus saja dikatakan menghambat. Padahal, eksekutifnya tidak pernah bersedia hadir untuk rapat. Jadi, yang sebenarnya menghambat itu siapa?” ujar Sumardi. (mud)


KLUNGKUNG

12

Selasa Pon, 17 Juli 2018

Cerita I Ketut Darmawan, Warga Desa Tangkas (1)

Sempat Ditolak Bangun TPS, Kini Layani 295 KK SAMPAH masih menjadi persoalan di Kabupaten Klungkung. Upaya penanganan tak hanya dilakukan pemkab melalui program Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS). Warga asal Banjar Meranggen, Desa Tangkas, Kecamatan Klungkung, I Ketut Darmawan, juga turut ambil andil. Bahkan, ia berjuang untuk bisa mengolah sampah menjadi barang yang bermanfaat.Bagaimana ceritanya? Kemunculan ide kreatif itu bermula sejak ia melihat banyak sampah yang dibuang sembarangkan oleh warga. Ada yang sampai menyumbat saluran irigasi. Sudah tentu, kesan kumuh menjadi tak terelakkan. Hal tersebut membuatnya harus rutin melakukan pembersihan. Aktivitas pembakaran juga kerap disaksikan. Sampahnya memang habis. Namun, tanpa disadari masyarakat, asapnya sangat berbahaya untuk kesehatan. Pemandangan demikian diinginkan segera berakhir. Keinginannya untuk melihat lingkungan bersih dan nyaman sangat besar. Berbekal motivasi itu, gebrakan pun digulirkan. Pada 2015, bapak dua anak ini memilik ide membangun Tempat Pengolahan Sampah

(TPS) Reduce, Reuse, dan Recyle (3R), di Desa Tangkas. Niat baiknya itu tidak langsung mendapatkan dukungan. Yang muncul justru penolakan. Programnya itu dipandang akan memunculkan kesan kumuh. Sarat akan bau, jadi sarang lalat, bahkan tikus. Namun, itu dianggap sebuah tantangan. Langkahnya tidak langsung kendor. Tidak ada sikap lesu darah. Malahan itu menjadi motivasi untuk terus bangkit. Pendekatan dengan tokoh masyarakat maupun pemerintah desa, meyakinkan TPS-nya dibuat bertolak belakang dengan dugaan warga itu. Tampilannya bersih dan mendapat sentuhan asri. Ternyata, jerih payahnya membuahkan hasil. Idenya mendapat

Jelang Pendaftaran Bacaleg

DPC Partai Hanura Bergejolak, Sekretaris Mendadak Loncat

Semarapura (Bali Post) Jelang pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klungkung, pengurus DPC Partai Hanura Klungkung justru bergejolak. Sekretaris I Nyoman Suastika yang juga telah masuk sebagai salah satu bacaleg mendadak mengajukan pengunduran diri. Ia memilih loncat ke Partai Berkarya yang dinakhodai Tommy Soeharto. Sikap politikus asal Desa Tegak Kecamatan Klungkung itu dibenarkan Ketua DPC Hanura I Wayan Suyasa, Senin (16/7) kemarin. Dikatakan, dirinya sudah mencium adanya tanda-tanda untuk melakukan itu sejak dua pekan lalu. Terlihat dari gelagatnya yang mengundur-undur persiapan pendaftaran bacaleg. Bahkan, tersiar kabar Suastika ikut sibuk dalam proses penjaringan caleg di Partai Berkarya. “Awalnya saya dengar info saja. Tetapi sudah dikonfirmasi. Mengaku mengundurkan diri. Namun gelagatnya sudah muncul dari dua minggu. Kemarin malam surat pengunduran dirinya sudah diterima,” katanya. Ia menegaskan, sebelumnya tidak pernah ada perselisihan di internal partai. Komunikasi berjalan seperti biasa. Demikian juga dengan kader. Sejatinya, Suastika telah masuk sebagai salah satu bacaleg dapil Kecamatan Klungkung. Menyusul sikapnya itu, posisinya pun telah diganti dengan kader lain. “Sudah langsung diganti,” katanya. Keputusannya itu sempat dikhawatirkan memengaruhi proses pendaftaran ke KPU, lantaran berkas-berkas tidak tertandatangani. Namun itu bisa disikapi cepat dengan penunjukan Bendahara DPC Partai Hanura Klungkung I Wayan Buda Parwata sebagai pelaksana tugas (Plt.) sekretaris. “Begitu ada info ini (pengunduran diri - red), langsung disiapkan penggantinya. Jadi proses pendaftaran bisa berjalan. Besok (hari ini - red) kami ke KPU,” ucapnya. Dikonfirmasi terpisah, Suastika mengaku mengundurkan diri karena ingin menjajaki profesi sebagai lawyer. Tak menampik juga telah merapat ke Partai Berkarya. Alasannya karena ada benang merah dengan Ketua DPW Bali Putu Jaya yang sebelumnya sempat diajak berkecimpung di Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB). “Pertama saya ingin fokus jadi lawyer. Yang kedua karena ada benang merah dengan Ketua DPW, Pak Putu Jaya. Saya diminta untuk membantu,” katanya. Dinyatakan pula, pilihannya untuk berlabuh di partai anyar itu karena dilihat sebagai partai masa depan, partai yang digagas dan didirikan dengan tujuan untuk memberi kontribusi kepada bangsa dan negara. Ia juga mendapat kepercayaan untuk maju dalam pencalegan Klungkung. “Saya didaftarkan di Partai Berkarya. Karena ada perintah. Karena ada hubungan batin yang memang kuat,” bebernya. Terkait pengunduran dirinya dari Sekretaris DPC Partai Hanura, dibantah sebagai bentuk penjegalan pendaftaran bacaleg. Secara gamblang disebutkan itu justru menyelamatkan. “Kalau saya tidak mundur, justru akan menjegal karena wajib saya menandatangani sebagai sekretaris. Kalau tidak mau menandatangani, kan batal semua. Justru saya ingin menyelamatkan sebagai bentuk tanggung jawab saya dan tidak ada permasalahan apa pun. Dengan kader saya baik, komunikasi Bali Post/sos juga begitu,” pungkasI Wayan Suyasa nya. (kmb45)

lampu hijau. Tanah seluas 6 are diperkenankan untuk tempat pembangunan. Lokasinya di Banjar Peken. Peresmiannya berlangsung 31 Desember 2016. “Perlu proses untuk meyakinkan masyarakat,” katanya, Senin (16/7) kemarin. TPS-nya ini telah mampu mengepakkan sayap. Warga yang dilayani dalam pengangkutan sampah tak hanya hitungan jari. Namun, telah mencapai 295 Kepala Keluarga (KK). Fasilitas umum, sekolah, koperasi, pura, kantor desa dan bale banjar juga masuk di dalamnya. Diakui, masih banyak warga yang belum masuk sebagai pelanggan. “Sekarang yang dilayani rumah warga yang berada di pinggir jalan. Tidak memiliki penampungan,” tuturnya. Luas lahannya memang tergolong sempit. Tetapi jumlah sampah yang dapat terolah setiap harinya cukup banyak. Kisaran 950-1.200 kilogram. Melonjak ketika hari raya, seperti Galungan tiba. Mengajak warga untuk menjadi pelanggan bukan perkara mudah. Masih ada penilaian dirinya mencari keuntungan. Warga pun enggan membayar biaya angkut Rp 15 ribu setiap bulan. “Dilihat secara meteriil untung kita sedikit karena biaya operasional,” sebut pria kelahiran 1978 ini. Sampah yang terkumpul dipisahkan sesuai jenisnya. Organik diolah men-

jadi kompos. Sementara untuk non organik dijadikan pernak-pernik.“Dengan pengelolaan ini, sampah m e m i l iki ni l a i e ko no m i . Pencemaran lingkungan juga dapat diminimalisasi. Lingkungan juga semakin sehat,” jelasnya.

Hal menarik pun muncul. Terobosan inovatif ini mampu menjadi wahana edukasi. Beberapa pemerintah daerah di luar Bali datang ke lokasi untuk studi banding. Tak hanya itu, dari sampah ini pula, sepuluh warga lokal mendapatkan lahan

Dewan Tuding Imbas Manajemen Tak Inovatif

Semarapura (Bali Post) Kondisi Perusahaan Daerah Nusa Kertha Kosala (PDNKK) Klungkung yang kolaps akibat mengalami cash flow lambat menjadi sorotan kalangan legislatif. Anggota Komisi III DPRD Klungkung menuding hal ini sebagai bagian dari manajemen yang kurang inovatif. Seolah hanya berserah terhadap keadaan. “Perusahaan ini perlu berinovasi dan melakukan terobosan-terobosan, barang apa yang layak dijual untuk mengembangkan perusahaan. Tidak saja berpatokan dengan unit yang ada sekarang. Tetapi bagaimana bisa mengembangkan produk-produk lain,” ungkap I Ketut Sukma Sucita, Senin (16/7) kemarin. Ketua DPD Partai Nasional Demokrasi (NasDem) Klungkung ini menilai sesungguhnya perusahaan tersebut telah memiliki pangsa yang jelas. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Klungkung telah menjadi pelanggan percetakan dan penjualan alat tulis kantor. Seharusnya, ini perlu dikelola sebaik mungkin. “Bupati sudah memberikan surat edaran yang mengimbau OPD untuk melakukan percetakan di sana. Begitu juga dengan ATK. Ini kan sudah jelas. Harus ditindaklanjuti lagi dengan komunikasi. Jangan dibiarkan begitu saja,” tegasnya. Disampaikan lebih lanjut, perusahaan yang kantornya berlokasi di belakang objek wisata Kertha Gosa ini juga belum bisa bersaing dengan usaha serupa lainnya. Hal ini menurutnya perlu disiasati. Ditawarkan, barangbarang yang dijual, diambil langsung dari distributor, bukan dari suplayer. “Ketika sebuah perusahaan mengambil barang dari tangan ketiga, sudah jelas harga sangat susah bersaing. Bisa lebih mahal. Di sana keuntungan tidak muncul. Kalau langsung ke distributor,

kan bisa dapat lebih murah,” sebutnya. Sementara itu, untuk menyikapi cash flow yang lambat, lagi-lagi wakil rakyat asal Desa Kamasan, Klungkung ini perlu inovasi dari manajemen. “Sebenarnya untuk barang, kalau perusahaan daerah bisa memberikan ngebon untuk OPD, di sini kita juga harus punya negosiasi kepada suplayer atau distributor untuk bisa ngebon juga dalam waktu beberapa bulan. Kan bisa berjalan meski cash flow-nya lambat. Tetapi ini kembali pada kepercayaan. Kalau konteks penjualan perusahaan dilihat belum pas, maka itu akan sulit,” jelasnya. Menyikapi kondisi perusahaan yang goyah, dinyatakan pemkab sudah sempat menyertakan modal. Akan tetapi, itu tidak mampu merubah kenyataan. Jika hal serupa kembali digulirkan, dikhawatirkan tetap tidak ada kemajuan. “Kalau ada trend untuk maju, kami mendorong untuk itu (penyertaan modal-red). Tetapi kalau seperti sekarang, kami berpikir untuk menyetujui karena pengelolaannya tidak maksimal,” ucapnya. Saat itu, Sucita juga mengomentari langkah direktur perusahaan I Wayan Sukadana yang mengajukan pengunduran diri. Dipandang tidak elok di tengah situasi seperti ini. “Harusnya tidak serta merta mundur. Harus mempertanggungjawabkan secara jelas apa yang telah dilakukan selama ini,” ujarnya seraya menambahkan ke depan manajemen harus direstorasi, sehingga bisa

memunculkan hasil lebih baik. Segera Dievaluasi Kepala Bagian Ekonomi Setda Klungkung I Ketut Sena mengungkapkan, untuk membangkitkan perusahan yang juga mengelola sarang walet di Nusa Penida ini, salah satu caranya dengan memberikan suntikan dana segar atau penyertaan modal oleh pemkab. Namun, untuk menentukan itu, perlu terlebih dahulu dilakukan audit untuk mengetahui neraca bisnisnya. “Memang tidak bisa dilakukan dalam waktu cepat. Ini juga harus didukung komitmen pemkab dan DPR,” jelasnya. Dinyatakan pula, pemkab segera melakukan evaluasi secara menyeluruh. Mulai dari permodalan, sumber daya manusia, sarana prasarana dan manajemen, termasuk dewan pengawas. “Segera ini dievaluasi,” tegasnya. Pejabat asal Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung ini pun membeberkan pada 2017 perusahaan ini menelan kerugian Rp 33 juta lebih. Sebelumnya, Diretur PDNKK I Wayan Sukadana menjelaskan, perusahaannya mengalami cash flow yang lambat. Seperti halnya percetakan dan ATK, pembayarannya oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Klungkung menggunakan termin, bisa berlangsung tiga hingga enam bulan sekali, sesuai Surat Perjanjian Kontrak (SPK). “Kita juga tanpa modal. Penyertaan dari pemkab tidak ada,” ungkapnya. Hal tersebut menyebabkan pembayaran gaji sepu-

Hibah Bansos Paling Mendominasi tak sebatas infrastruktur, seperti pembangunan trotoar, normalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) dan pelebaran jalan, tetapi juga hibah bansos untuk pembangunan pura dan balai banjar. ‘’Sasaran reses ada masyarakat dan sekaa teruna. Untuk hibah bansos masih jadi tren yang disampaikan,’’ ungkapnya. Politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini menyebutkan aspirasi itu akan disampaikan ke pemkab untuk bisa terakomodasi dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2019. ‘’Dalam reses

iap bulan, cukup sulit bisa terpenuhi. Darmawan pun memutar otak. Mencari solusi yang tepat, mampu menjadikan programnya berkelanjutan. Akhirnya, tercetus ide untuk menjadikan sampah sebagai bagian wisata lingkungan. (sos)

PDNKK Terancam Kolaps

Aspirasi Reses Dewan

Semarapura (Bali Post) Anggota DPRD Klungkung telah melakukan reses bulan ini. Hibah bantuan sosial (bansos) urusan kebudayaan paling mendominasi yang disampaikan masyarakat. Sementara terkait lapangan pekerjaan maupun kebutuhan dasar lainnya tergolong minim. Ketua Komisi I DPRD Klungkung I Nengah Mudiana, Senin (16/7) kemarin, mengatakan reses dilaksanakan di Desa Gelgel Kecamatan Klungkung yang merupakan tanah kelahirannya. Aspirasi yang disampaikan masyarakat

mendulang rupiah. “Pada 2017 juga berhasil menjadi terbaik I business plan TPS 3R se-Indonesia Timur,” ungkap Darmawan. Biaya operasional pengelolaan sampah sangat besar. Jika mengandalkan ongkos pengangkutan set-

juga sekaligus disampaikan pentingnya administrasi kependudukan dalam pemilu. Mekanisme pemilihannya seperti apa dan di mana. Untuk anak-anak muda juga diberikan pemahaman tentang bahaya narkoba,’’ sebutnya. Wakil Ketua Komisi II Gede Gita Gunawan yang mengadakan reses di Desa Batukandik, Kecamatan Nusa Penida pun mengakui hibah bansos masih ditunggu-tunggu masyarakat. Sementara untuk kebutuhan dasar, seperti kesehatan dan pendidikan tak banyak diutarakan. ‘’Untuk pendidi-

kan hanya untuk SDN 2 Ped, Nusa Penida saja. Supaya ada perbaikan,’’ katanya. Sementara itu, untuk kebutuhan lapangan pekerjaan, kata politikus Partai Golongan Karya (Golkar) ini, tidak ada yang mempertanyakan. Menurutnya, khusus untuk di Nusa Penida, seiring dengan perkembangan pariwisata, hal demikian tak lagi menjadi persoalan. ‘’Sekarang tergantung orangnya. Mau kerja apa tidak. Kalau di Nusa Penida, ini tak lagi jadi persoalan. Pariwisata telah berkembang,’’ ungkapnya. Berbeda dengan yang dis-

ampaikan anggota Komisi III Komang Gede Ludra yang mengadakan reses di Desa Dawan Kaler, Kecamatan Dawan. Usulan bidang infrastruktur ke pemerintah cenderung turun. Desa telah melakukan pembangunan menggunakan dana desa yang digulirkan pemerintah pusat setiap tahun. ‘’Dana desa ini sudah mampu mendukung pembangunan di desa. Infrastruktur salah satunya. Kalau dilihat dari reses sebelumnya, usulan berkurang. Yang banyak ditanyakan tetap soal hibah bansos,’’ bebernya. (kmb45)

I Ketut Sena

Bali Post/sos

luh karyawannya tertunda selama sebulan. Demikian pula dengan premi jaminan kesehatan ke BPJS kesehatan selama tujuh bulan. Tak hanya itu, keterbatasan modal juga menyebabkan perusahaan ini harus memiliki hutang Rp 180 juta di Koperasi Pasar Srinadi. “Kita juga punya piutang Rp 150 juta. Ini uang yang belum diambil. Pembayarannya beberapa bulan sekali,” jelasnya. Menyikapi hal tersebut, pria asal Desa Suana, Kecamatan

Bali Post/sos

I Ketut Sukma Sucita

Nusa Penida ini menilai perlu dilakukan restrukturisasi. Dalam artian, perusahaan yang dikembangkan harus benarbenar mampu memberikan pemasukan yang stabil. Misalnya, city tour dan pengelolaan parkir. Sementara itu, pengajuan pengunduran diri dari jabatan ke bupati, ditegaskan tidak ada kaitannya dengan kondisi perusahaan. Melainkan ingin fokus menggarap usaha pariwisata di Nusa Penida yang telah digeluti sejak beberapa tahun lalu. (kmb45)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Selasa Pon, 17 Juli 2018

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Dcr Staff Reservation & Crew Boat Hub Jl.Tirta Ening No.1 Sanur Tlp.288829

B.BP.153.07.18.0000843

Dcr PRT Wnt Tggl dlm Max.35Th Gj1.8Jt S.Siur Kuta 08123932035

Dcr Sopir Pribadi TdrDalam.Hub. Alvin Salon(Suwung)08999452035

B.BP.001.07.18.0000806

Dcr Sopir SIM B1,Sopir Forklip Mekanik, Admin Wanita bs Komputer,Min SMA Hub.425082/3

B.BP.167.07.18.0000833

Dcr Karyawati yg Berpengalaman u/di Warung Babi Guling Gj. 2Jt Jl.Marlboro Barat 081338665134

B.BP.001.07.18.0000772

Dcr S1 Akuntan,Kasir, Kolektor Hub.081353825166/085238505970

B.BP.001.07.18.0000824

B.BP.154.07.18.0000842

!!Dcr 2 Karyawati, 2Cheker Pria Mekar Abadi Bangunan By Pass 777 Jimbaran (selatan SPBU)

B.BP.001.07.18.0000799

AdministrasiPenjualan(Tabanan) Lulusan Akuntansi,Pngalaman,bs KomputerHub.Dewi081236222509

B.BP.004.07.18.0000848

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel PkebunanResto Pasti Brangkat.Line WA081375409869&087754689692

Sopir SIM B1 untuk truk angkut air, tinggal wilayah Tabanan. Lam. E: coffeebali18@gmail.com

Dcr 8org SopirB1/A&Tng Angkat2 Gj.Min80Rb/Hr,Kos+U.Mkn,Makmur AbadiBangunan Jl.T.Umar Brt888

G.06

B.BP.004.07.18.0000838

BIRO JASA

Dcr Staf Notaris,laki,S1 Hukum Kirim CV: rismasata@gmail.com B.BP.001.07.18.0000659

Ymh Bisma Dicari Mekanik, Supir,SMK/S1 Ekonomi/D1 Hub: Teuku Umar 142 Dps B.BP.001.07.18.0000757

RUPA-RUPA

SERVICE

DIJUAL RUMAH BIRO JASA

FOTOCOPY DIJUAL MOBIL

DIJUAL MOBIL

BENGKEL LAS

Dicari Cleaning Service Jln. Petitenget Hub:082210090909

G.01

G.05

B.BP.001.07.18.0000822

BIRO JASA

Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar

G.04

B.BP.004.07.18.0000751

B.BP.004.07.18.0000800

Nissan XTrail 2010 2.5 Xtronic -CVT. Hub: 08123989518

Tenaga CS laki untuk tamatan SMP. Lam. ke Warung 63, Jl. Veteran, E:coffeebali18@gmail.com

Dcr 2 org Staf Gdg P/W & Sopir PT.Karya Safari,H.081803697442

Prshn Xport mbthkn tng oprasnl D1,S1. Lmrn bw lsg interview Minggu 22 Juli’18, Jam 10 Wita di BEC Jl.Bypass Ngr Rai 196 Sanur WA:08123803706

Dcr Peg.Mini Market. Lam: Mini Market 3Tri Jl.D.Tempe Sanur

Satpam/waker untuk tugas di wilayah Kuta. Lamaran ke email:coffeebali18@gmail.com

B.BP.004.07.18.0000837

B.BP.153.07.18.0000844

DIJUAL MOBIL

G.03

Cari: Receptionist bisa Bhs Inggris & Delivery makanan Tlp..08124630812

Dcr Driver Pengalaman & Pintar Inggris u/Travel, 087860729594

Dcr Roomboy (SMU) Lam: Indi Hotel Jl.Danau Buyan 33 Sanur

Koperasi Wanita Raka Dewi Bali Membthkn:1)Manager:S1, pglm 2th dibdngnya, L/P max.45th; 2)Kasir:S1/sdrjt,wnt,max.30th; 3)Admin:S1/sdrjt,bisa Bhs Inggris/ Mandarin wnt, max.27th; 4)Accounting:S1 brpnglm 2 th dibidngnya, max.35 th.Krm CV: ketua@rakadewibali.com/ WA: 081353976118/Hub. lebih lanjut: www.rakadewibali.com

3 Sopir Kanpas SMA Gaji UMR+ Incentiv+Uang Mkn,087860886822

Dcr Tk. Jahit & Tk.Cheking utk garment. Lam. Jl.Pemuda IV/17 Renon T.0361-236453 / 264637 B.BP.001.07.18.0000851

Sopir SIM A untuk sopir Canvas air minum domisili Tabanan/Dps. Lam.E:coffeebali18@gmail.com G.07

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar

G.02

B.BP.004.07.18.0000754

Informasi pasang iklan Telepon

Dcr tenaga S1 Akuntansi, blm kawin, umur maks.25thn. Lam ke Kop.Krama Bali, Jl.Kepundung No.61A Dps atau email:kkb_pusat@yahoo.com

G.13

Dibutuhkan SPG,Area BTDC Nusa Dua,Max 30th.Langsung bawa lamaran ke Toko Dream Nusa Dua Bali Colection Gate C, 0812-46731533 B.BP.001.07.18.0000086

B.BP.001.07.18.0000852

B.BP.001.07.18.0000853

NISSAN

B.BP.001.07.18.0000840

DIJUAL RUMAH Dijual Rmh 9A Kayuputih Bllg DP 10% Bunga Krd 0.9% Perbln Hub:082236881191/081805374433

B.BP.004.07.18.0000127

DICARI RUMAH Cari Rmh kontrakan kecil Lt.1 ada halaman blkg.087860865319

B.BP.001.07.18.0000801

Dcr Therapist Pria/Wnt Berminat Hub .WA 0811399109

B.BP.001.07.18.0000805

B.BP.154.07.18.0000841

DIJUAL TANAH

Dibutuhkan Karyawati Hub.0817562877

BU Jl.Tkd Citarum O dekat Augi Sport,±6 are Hub:08113802880

B.BP.001.07.18.0000836

B.BP.001.06.18.0000794

Dicari Pembantu Wanita Part Time Jam 10 s/d Jam 4 Kerja di Villa Seminyak Jl.Drupadi, Gaji Menarik Hub.08970929813

Djl Cpt Tnh/Rmh 2,75Are Kerta Petasikan 2/7 Sidakarya Hub. 081237668700 No Perantara

B.BP.001.07.18.0000845

B.BP.004.07.18.0000829

Tanah Nempil,Jl.Besakih Pondok Citra Pemogan Dps,08123871809

Dicari Sopir,Penjahit,Tk.Patrun Serabutan Hub:082237777767

B.BP.001.07.18.0000043

B.BP.004.07.18.0000687

Dicari staf Tenik Arstk, Tenik Sipil & Drafter Fresh / berpengalaman. Krm CV ke ciptabaliarchitect@gmail.com

Jasa Dana Bank,SHM Dps Tanpa Cek BI,Gade,Mbl H.085737374372

Dicr PRT Tinggal Dalam, Rajin, Gaji 1,4Jt. Hub:081236389645

Peluang Income 10Jt/Bln,Termos Ajaib Air Alkali/081999682387

RUPA-RUPA B.BP.004.07.18.0000832

B.BP.001.07.18.0000834

B.BP.001.07.18.0000825

B.BP.001.07.18.0000823

Segera!!! Jaminkan BPKB Anda di Kami.Hub:(0361) 8423787/88

Distributor Bth Tng Admin Wanita(SMK/Keatas,Max 25Th)Penghsl Menarik,Intev Lsg di Jln.Hayam Wuruk 72A (Sblh Waja Motor)

B.BP.001.07.18.0000680

KEHILANGAN BPKB Nosin:DES5141 DK 928 FR An.I Putu Gede Arsa Pradnyana

B.BP.001.07.18.0000835

Sopir Srbt Bs Matik+PRT Wnt Bs Naik Mtr,Tggl Dlm,085238127777

B.BP.001.07.18.0000802

B.BP.004.07.18.0000827

Sopir Galon SIM A Kuta +Admin, Kuli Serabutan H.082144877778 B.BP.001.07.18.0000839

Urgent Sales & Marketing, Accounting untuk Perusahaan Tour & Travel, min peng 1 th. Krm CV: hrdbali2018@gmail.com B.BP.001.07.18.0000658

SUZUKI

Over Kredit PU’2013 Futura Htm Dp26Jt-ss 20x2.3Jt081338306970 B.BP.101.07.18.0000847

SHM No.215 Desa Medahan seluas 1400m2,An.I Dewa Gede Suarjana B.BP.001.07.18.0000635

MESIN

Avanza G Hitam As Bali Th 2009 Hubungi:087725444610

Dijual Msn Chicken Roasted Henny Penny 2 Unit.Hub:B.Ratna /Pipin 0361-235733,235742

B.BP.001.07.18.0000798

B.BP.001.07.18.0000826

TOYOTA


BANGLI

14

Selasa Pon, 17 Juli 2018

Revitalisasi Pasar Kidul Dilanjutkan Tahun Ini

Bali Post/kmb41

PEDAGANG - Pedagang di depan Pasar Kidul Bangli. Rencananya untuk sementara, para pedagang akan dipindah ke timur pasar.

Agar Tak Jadi Barang Rongsokan

Dewan Minta Lelang Kendaraan Dinas Dipercepat Bangli (Bali Post) –

Pemerintah Kabupaten Bangli diminta segera melelang aset berupa kendaraan dinas yang sudah rusak dan tak layak pakai agar nilai jualnya tidak semakin merosot. Harapan itu disampaikan Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata, Senin (16/7) kemarin. Dikatakan Kutha Parwata, selama ini kendaraan dinas yang sudah tak terpakai kondisinya cukup memprihatinkan. Selain sudah berdebu, kendaraan dinas tersebut juga banyak yang mengkarat dan keropos. Dia juga mengaku miris karena sebagian kendaraan dinas terutama roda empat banyak dipajang di kantor Bupati Bangli, sehingga membuat pemandangan kantor kurang sedap dipandang. Untuk itu, Kutha Parwata meminta OPD terkait segera melelang kendaraan dinas tersebut. Selain untuk menambah pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor barang yang dihapuskan, pelelangan

aset yang kondisinya telah rongsok itu juga dilakukan agar tidak memenuhi banyak tempat. Dengan segera dilelang, maka nilai jual kendaraan dinas itu juga tidak semakin merosot. “Saya sudah sempat minta ke Bupati agar dilelang saja. Kalau dibiarkan kan pengaruh ke penyusutan harga,” ujarnya. Dia mengatakan, dari pengalaman lelang sebelumnya, banyak kendaraan yang dilelang Pemkab berupa rangkanya saja. Itu terjadi karena dibiarkan rusak terlalu lama. Jika hal itu dilakukan kembali, maka tentunya hasil penjualan yang didapat tidak maksimal. “Untuk itu kita harapkan kalau memang su-

dah layak dilelang, ya lelang saja,” imbuhnya. Sebelumnya, Kepala Badan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) I Gede Suryawan sempat mengatakan bakal segera melakukan proses pelelangan terhadap aset berupa mobil dinas yang kini kondisinya sudah tidak layak pakai. Untuk melakukan proses pelelangan, pihaknya masih dalam tahap pendataan di masing-masing OPD yang menjadi pengguna barang. Setelah mendapatkan data, barulah dibentuk tim. Kemudian pihaknya akan melakukan kerjasama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) di Singaraja. (kmb40)

Bali Post/kmb40

KENDARAAN - Kondisi kendaraan dinas milik Pemkab Bangli yang sudah rusak dan tak layak pakai.

Disparbud Bangun Menara Pandang di Kawasan Hutan TWA Penelokan Bangli (Bail Post) – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) kini tengah membangun menara pandang di kawasan hutan taman wisata alam (TWA) Penelokan, Kintamani. Pembangunan menara pandang yang menelan anggaran sekitar Rp 1 miliar itu dilakukan dengan tujuan untuk menambah destinasi wisata baru di Kintamani. Kabid Bina Objek Disparbud Bangli Wayan Bona, Senin (16/7) kemarin mengatakan, proyek pembangunan menara pandang sudah berjalan sejak hampir sebulan terakhir. Proyek yang dibangun dengan dana alokasi khusus (DAK) tersebut ditargetkan rampung sebelum akhir tahun. Dijelaskan Bona, menara pandang yang dibangun di kawasan hutan tersebut memiliki tiga lantai. Dari menara pandang itu, nantinya wisatawan bisa menikmati keindahan panorama Gunung dan Danau Batur serta

kawasan lainnya di Geopark Batur secara jelas. Bona mengatakan menara pandang ini sengaja dibangun untuk menambah destinasi wisata baru. Dengan keberadaan menara pandang tersebut nantinya wisatawan bisa memiliki lokasi pilihan yang baru untuk menikmati keindahan pemandangan Gunung dan Danau Batur, selain dari Penelokan. “Dengan dibangun menara pandang ini, maka akan ada destinasi baru sehingga kunjungan wisatawan ke Kintamani meningkat dan berimbas pada meningkatnya PAD,” jelasnya. Di samping itu diharapkan nantinya perekonomian masyarakat di sekitarnya akan menjadi semakin bergeliat. Sementara itu, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali Sulistyo Widodo saat dikonfirmasi terpisah mengatakan, lahan hutan yang dimanfaat-

kan untuk pembangunan menara pandang tersebut sudah dikerjasamakan antara BKSDA dengan Pemkab Bangli. Namun, berapa luas lahan yang dipakai untuk membangun menara pandang tersebut pihaknya mengaku kurang hafal. “Yang jelas sudah ada kerja sama antara BKSDA dengan Bupati Bangli,” ujarnya. Dikatakan Sulistyo, selain dibangun untuk menikmati view Gunung dan Danau Batur oleh wisatawan, keberadaan menara pandang tersebut juga bisa dimanfaatkan BKSDA untuk memantau dan mengawasi kawasan hutan bilamana terjadi kebakaran. Diharapkannya, keberadaan menara pandang tersebut nantinya bisa menarik lebih banyak kunjungan wisatawan ke Kintamani dan berimbas pada semakin menggeliatkan perekonomian masyarakat sekitar yang selama ini sudah banyak berkecimpung pada dunia pariwisata. (kmb40)

Bangli (Bali Post) Revitalisasi Pasar Kidul akan dilanjutkan tahun ini. Sebelum hal itu dilakukan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindang) Bangli telah menginstruksikan pengola Pasar Kidul agar memindahkan sementara pedangan yang berjualan di depan. Sekretaris Pengelola Pasar Kidul Bangli Ketut Mangku, Senin (16/7) kemarin mengungkapkan, sesuai dengan instruksi dari Disperindag, sejatinya semua pedagang yang berjualan di depan Pasar Kidul sudah harus dipindah pada 10 Juni lalu. Tetapi sampai saat ini pihaknya belum bisa melakukannya lantaran masih mengalami sejumlah kendala. “Dari pihak pengelola pasar sudah menyampaikan ke semua pedagang bahwa mereka akan dipindah sementara. Pemindahan pedagang kami

memang mengalami sedikit kendala. Sesuai rencana semua pedangang di depan pasar, bakal dipindah ke timur pasar,” ungkapnya. Mangku mengatakan, kendala yang dihadapinya saat ini adalah masalah tempat yang akan dipergunakan untuk memindahkan semua pedagang yang berjualan di timur yang nantinya bakal ditempati pedagang di barat atau di depan pasar. Kata dia, rencananya untuk sementara selama proses perbaikan berlangsung pedagang di timur akan dibawa naik ke lantai dua. Namun, mereka baru akan mau naik, jika semua pedagang sudah semuanya pindah. “Para pedagang di depan juga belum mau pindah ke timur. Mereka menyatakan baru akan pindah ketika lokasi baru di timur sudah kosong. Itulah yang menjadi permasalahan yang kita hadapi

saat ini,” ujarnya. Dia menjelaskan, berdasarkan keluhan yang diterimanya dari sejumlah pedagang, mereka merasa keberatan jika harus gasar-geser berjualan. Sebab, dengan begitu mereka bakal kehilangan pelanggan tetap. “Dia takut kalau dipindah sana-sini pelanggannya akan bingung mencarinya,” jelasnya. Lebih lanjut dikatakannya, pedagang yang berjualan di areal Pasar Loka Crana selama proses perbaikan juga akan dipindah. Lokasi yang pergunakan untuk menampung pedagang kemungkinan di depan PLN. Sementara itu salah seorang pedagang di depan Pasar Kidul, Ibu Desak, mengatakan pihak pengelola memang telah menyampaikan agar pedagang pindah sementara ke timur. Namun, dirinya belum pindah sampai saat ini karena belum ada tempat di timur. (kmb41)

Penanganan Danau Batur

Pokja Susun Program Diusulkan ke Pusat

Bali Post/kmb40

POKJA - Rapat pokja pengelolaan Danau Batur di Kantor Bupati Bangli, Senin (16/7) kemarin. Bangli (Bali Post) – Kelompok kerja (Pokja) pengelolaan Danau Batur yang dibentuk Bupati Bangli dalam upaya penyelamatan Danau Batur kini mulai menyusun program kegiatan yang akan dikerjakan selama lima tahun ke depan. Ditargetkan, penyusunan program tersebut rampung Jumat ini, untuk selanjutnya diajukan dan dipresentasikan ke pemerintah pusat pada Agustus mendatang. Ketua Pokja Pengelolaan

Danau Batur yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli Ida Bagus Giri Putra, Senin (16/7) kemarin menjelaskan, pihaknya kini tengah menyusun program kegiatan yang akan diusulkan ke pusat dalam kaitannya penyelamatan Danau Batur. Hal ini sebagai tindak lanjut dari arahan pusat yang meminta Bangli untuk membuatkan usulan tentang pengelolaan Danau Batur sebagai danau prioritas yang akan diberi bantuan penan-

ganan. Dikatakan Giri Putra penyusunan program dilakukan melalui anggota pokja di masing-masing OPD. “Apa saja program prioritasnya dalam lima tahun ke depan, berapa membutuhkan anggaran, ini yang mulai disusun,” jelasnya. Dengan penyusunan program ini, maka nantinya ada gambaran yang jelas mengenai langkah apa saja yang akan dikerjakan untuk mengatasi masalah Danau Batur selama lima tahun ke depan. Sehingga pusat dapat memberikan respons serta mengalokasikan anggaran untuk program yang dimaksud. Giri Putra mengatakan, pihaknya menargetkan penyusunan program ini selesai pada Jumat mendatang. “Setelah itu akan kita bahas kembali lebih detail lagi sebelum dipresentasikan ke pusat pada 8 Agustus,” terangnya. Selain berupa kegiatan fisik, penanganan masalah Danau Batur juga dirancang dengan kegiatan nonfisik misalnya melalui kegiatan pemberdayaan.

Dengan demikian diharapan hal itu akan mampu mengubah pola pikir masyarakat untuk sadar dan ikut menjaga kelestarian Danau Batur. Pemerhati lingkungan Dr. Luh Kartini menambahkan, gerakan dalam upaya penanganan masalah Danau Batur sejatinya sudah mulai dilakukan Pemkab Bangli bersama pihak terkait sejak tiga tahun lalu. Dalam upaya penyelamatan Danau Batur, Pemkab Bangli yang dipimpin langsung Bupati Bangli juga sudah sempat menghadap langsung menteri terkait beberapa waktu lalu. Dari hasil pertemuan itu, Pemkab Bangli diarahkan membentuk pokja dan menyusun program kegiatan untuk kemudian diajukan ke pusat. Dikatakan, Danau Batur masuk sebagai salah satu dari 15 danau prioritas nasional yang akan dibenahi. Pada 2019 mendatang, dari 15 danau tersebut ada dua danau yang akan mendapat penanganan dan satu di antaranya Danau Batur. (kmb40)

Dua Parpol Daftarkan Bacaleg

PDI-P Diiringi Baleganjur, NasDem Pakai Topeng Jokowi Bangli (Bali Post) Sehari menjelang penutupan masa pendaftaran, dua partai politik (parpol) mendaftarkan bakal calon legislatif (bacaleg) ke KPU Bangli, Senin (16/7) kemarin. Dua parpol yang telah mendaftar, yakni NasDem dan PDI-P. Pendaftaran bacaleg PDI-P ke KPU diirigi dengan gamelan baleganjur, sementara NasDem hadir dengan seragam ‘‘Jokowi Presidenku’’ dan bertopeng Jokowi. Pantauan Bali Post kemarin, yang hadir pertama kali adalah Partai NasDem. Puluhan orang kompak menggunakan topeng dan seragam Jokowi Presidenku. Sementara PDI-P mendaftar ke kantor KPU Bangli sekitar pukul 15.00 Wita dikoordinir langsung Ketua DPC PDI-P Sang Nyoman Sedana Arta bersama seluruh bacaleg serta ratusan pendukungnya. Usai melakukan mendaftaran, Sedana Arta mengungkapkan, dalam Pileg 2019 mendatang, PDI-P menargetkan 17 kursi di DPRD Bangli. Saat ini PDI-P baru memiliki 13 kursi dari total 30 kursi dewan. Pria yang juga sebagai Wabup

Bangli ini mengatakan, semua daerah pemilihan (dapil) ditarget ada penambahan satu kursi kecuali dapil Tembuku yang diharapkan bertahan tiga kursi. “PDI-P sudah siap bertarung memenangkan hati masyarakat. Calon yang kami usung tidak ada calon sekadarnya atau pegenep,” ujarnya. Dia mengatakan, parameter yang menjadi acuan penambahan satu kursi di tiap dapil karena saat ini pengurus PDI-P sangat solid. Sehingga, target penambahan satu kursi dinilai cukup realistis. Di samping itu calon yang diusung juga mewakili sebaran wilayah secara proporsional. Semua kader yang diusung juga akan bertarung secara totalitas. “Untuk melenggang ke kursi DPRD Provinsi Bali, PDI-P Bangli mengusung dua incumbent yakni Nyoman Budiada dan Nyoman Adnyana. Di samping itu PDI-P Bangli juga mengusung Sang Nyoman Putri yang tak lain istri Ketua DPRD Bangli, Ngakan Kuta Parwata,” tegas Sedana Arta. Sementara itu, anggota KPU Bangli Roy Suparman mengungkapkan, hingga pukul

Bali Post/kmb41

DAFTAR - PDI-P saat melakukan pendaftaran bacaleg ke KUP Bangli, Senin (16/7) kemarin. 16.00 kemarin, parpol yang baru mendaftarkan bacalegnya ke KPU yakni NasDem dan PDI-P. Kata dia, sejatinya penyampaian DCS sudah dibuka sejak 4 Juli lalu. Akan tetapi, hampir sudah mentradisi parpol memilih mendaftar di hari terakhir. “Untuk antisipasi kami sudah meminta agar menyampaikan calon lebih awal. Masa penyampaian DCS dibuka KPU hingga Selasa (17/7) pukul 24.00. Kemungkinan

besok (hari ini - red) semua parpol mendaftaran bacalegnya ke KPU. Karena besok merupakan hari terakhir masa pendaftaran,” katanya. Ketua Panwaslu Bangli Nengah Sandiarta juga hadir melakukan pengawasan. Menurutnya, KPU Bangli sangat transparan dan kinerjanya sudah sesuai UU. Pihaknya juga tidak dipersulit dalam melakukan pengawasan. (kmb41)


15

Selasa Pon, 17 Juli 2018

Indonesia Belajar Revolusi Industri Keempat ke Cina Beijing – Pemerintah Indonesia mengirimkan 29 delegasi ke Cina untuk mempelajari revolusi industri generasi keempat di negara ekonomi terbesar kedua di dunia itu. ‘’Bagaimana kita menghadapi revolusi industri keempat itu? Nah, kita belajar dari Cina,’’ kata Direktur Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Mira Tayyiba, Senin (16/7) kemarin. Dalam program kursus singkat Collaborative Creative Learning and Action for Sustainable Solutions yang digelar di Beijing pada 9-14 Juli 2018 itu, delegasi Indonesia terdiri dari sejumlah kementerian/ badan, otoritas keuangan, BUMN, perusahaan swasta, perguruan tinggi negeri, dan lembaga swadaya maBali Post/ant

DIVONIS 3 TAHUN - Terdakwa kasus dugaan perintangan penyidikan kasus KTP elektronik Bimanesh Sutarjo meninggalkan ruangan usai menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (16/7) kemarin. Majelis hakim menjatuhkan vonis tiga tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider satu bulan kurungan karena terbukti terlibat bersama mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, merintangi penyidikan perkara korupsi.

Rupiah Melemah Jakarta (Bali Post) – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (16/7) pagi bergerak melemah 21 poin menjadi 14.399 dibandingkan posisi sebelumnya 14.378 per dolar AS. ‘’Pelemahan pada awal ini seiring imbas masih terapresiasinya laju dolar AS dan masih melemahnya euro,’’ kata analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Senin kemarin. Pergerakan rupiah akhir pekan lalu sempat mengalami pelemahan sebelum akhirnya mampu kembali bergerak posi-

tif. Rupiah memang sempat melemah pada awal karena melemahnya euro dan juga kenaikan inflasi yang memicu anggapan kenaikan suku bunga The Fed. Di sisi lain, meski Bank Indonesia meminta perbankan untuk menahan kenaikan bunga kreditnya, namun Bank Indonesia juga memproyeksikan adanya surplus neraca perdagangan pada Juni 2018, sehingga cukup direspons positif. Reza menuturkan, pergerakan rupiah yang mulai terapresiasi diharapkan dapat kembali terjadi seiring masih adanya sentimen

positif dari dalam negeri dan dapat mengimbangi sentimen global. ‘’Namun demikian, masih terdepresiasinya sejumlah mata uang lainnya terhadap dolar AS patut diwaspadai imbasnya terhadap rupiah,’’ kata Reza. Sama dengan rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin dibuka melemah sebesar 2,16 poin atau 0,04 persen ke posisi 5.941,91. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 0,55 poin (0,06 persen) menjadi 937,17. (ant)

Balenovic mendokumentasikan satu anak yang tengah menggiring kawanan domba untuk kembali ke kandang. Lalu terungkap bahwa

Pelaku memacu laju motornya menerobos masuk Polres. Kemudian pelaku dikejar dan ditembaki oleh sejumlah polisi piket. Pelaku kemudian ber-

mengenai kehidupan alam liar,’’ kata Balenovic. ‘’Saya juga baru mengetahui informasi mengenai keluarga yang saya filmkan ternyata adalah keluarga Modric pada beberapa tahun yang lalu,’’ imbuhnya. (kmb33/ afp)

irnya berhasil menangkap NH di Blok Pilangsari RT 29 RW 06 Desa Jatibarang Baru Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu. Sementara G saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Losarang, Indramayu. (ant)

Dilakukan Serentak

Jadi dari 55 caleg yang didaftarkan, sebanyak 19 incumbent dan 36 wajah baru. Dua anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali I Nyoman Parta dan I Ketut Kariasa Adnyana maju sebagai calon DPR-RI, dan I Wayan Rayun menjadi calon anggota DPRD Jembrana. Koster menyebutkan, selain pendaftaran di tingkat KPU Bali, juga dilakukan serentak pendaftaran di KPU Kabupaten/Kota se-Bali. Soal target, politisi asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng ini mengatakan, target yang dipasang pada Pileg 2019 mendatang adalah 30 kursi dari 55 kursi di DPRD Bali. Naik 6 kursi dari Pileg 2014 di mana PDI Perjuangan menguasai sebanyak 24 kursi. Untuk mencapai target tersebut, Koster meng-

harapkan semua caleg dapat bekerja secara maksimal dengan menyosialisasikan kebijakan dan program kerja yang pro-rakyat. ‘’Gunakan cara-cara yang simpatik untuk mendapatkan dukungan masyarakat, tunjukkan kita kader PDI Perjuangan benarbenar berintegritas, beretika dan berjuang untuk rakyat,’’ katanya. Sementara itu, pada daftar caleg yang didaftarkan ke KPU Bali memang dikuasai muka-muka lama. Untuk calon incumbent di antaranya dapil Bali 1 (Denpasar) A.A. Kompyang Raka, I Gusti Putu Budiarta, I Wayan Kariarta dan Ardhana. Dapil Bali 2 (Badung) I Ketut Tama Tenaya dan I Nyoman Laka. Dapil Bali 3 (Tabanan) I Nyoman Adi Wiryatama, I Ketut Purnaya. Dapil Bali 4 (Jembrana) I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi Wedasteraputri Suyasa, dapil

Bali 5 (Buleleng) Dewa Made Mahayana, I Kadek Setiawan, Gede Kusuma Putra dan I Dewa Nyoman Rai. Dapil Bali 5 (Bangli) I Nyoman Budiutama dan I Nyoman Adnyana. Dapil Bali 7 (Karangasem) I Nyoman Oka Antara dan I Kadek Darmini. Dapil Bali 8 (Klungkung) I Wayan Sutena serta dapil Bali 9 (Gianyar) I Kadek Diana dan I Made Budastra. Untuk pendatang baru di antaranya, dapil Badung ada nama I Bagus Alit Sucipta (Gus Bota) dan Made Duama yang kini masih menjadi anggota DPRD Badung. Di Tabanan, Ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi juga naik tingkat ke caleg DPRD Bali, begitu pula dengan Ketua DPRD Jembrana I Ketut Sugiasa. I Ketut Rochineng juga masuk dalam daftar caleg PDI Perjuangan dari dapil Buleleng, serta sejumlah wajah baru lainnya. (ad863)

Sering Dibahas

Rasanya soal ini, sudah sangat sering dibahas. Dari diskusi kecil yang informal di kedai kopi sampai di hotel berbintang sudah banyak. Entah setinggi apa tumpukan kertas kerja yang sudah dihasilkan. Entah sudah berapa ahli, pakar, pengamat, pemimpin dan lainnya yang sudah berbicara soal ini. Soal masa depan Bali. Masalah manusia Bali di tengah persimpangan. Di tengah kegalauan dirinya sendiri dalam menempuh jalannya sendiri. Antara berpijak terus di jalur pariwisata budaya atau di jalur lain yang kini memasuki wilayah abu-abu. Galau soal quality tourism dan quantity tourism. Bingung dengan mass tourism yang kini merajalela. Purapura tidak tahu konsep com-

munity based tourism itu apa, sehingga peran masyarakat tidak lagi signifikan. Bukan semata-mata karena sensi, galau, atau terlalu melo dan mendramatisasi. Ini fakta. Kondisi ini sudah terjadi di depan mata. Bali sudah begini. Paradigma serta cara berpikir mesti diubah. Bali mesti berani bersikap ‘’represif’’ terhadap dirinya sendiri. ‘’Kejam’’ terhadap dirinya sendiri. Jangan terlalu toleran dengan diri sendiri atau orang lain. Tentu masih dalam koridor hukum positif, konvensi serta tata krama serta warisan uger-uger yang ditinggalkan nenek moyang. Manusia Bali itu harus berani membeli segala miliknya. Membeli tidak melulu dalam konteks transak si uang. Membeli dengan hati. Membeli dengan cinta. Dengan demikian, semua miliknya semakin menjadi

Cina, program pembangunannya dari pusat hingga daerah terstruktur. Sebagai bangsa yang besar kita mampu melakukannya,’’ kata Mira menambahkan. Delegasi Indonesia tersebut juga mendapatkan paparan dari pihak Tsinghua University Beijing, salah satu perguruan tinggi papan atas di Asia. (ant)

Yogyakarta (Bali Post) – Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta menyiapkan tim pendamping bagi Sulis Khusnul Qotimah yang menjadi korban penyekapan terduga teroris di Jalan Kaliurang, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu (14/7). ‘’Tim (pendampingan) nanti disesuaikan dengan kebutuhan,’’ kata Kepala Bidang Humas Polda DIY Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yulianto di Yogyakarta, Senin (16/7) kemarin. Menurut Yulianto, tim pendampingan yang akan disiapkan terdiri atas para psikolog yang diharapkan

mampu memulihkan traumatik yang dialami korban. Seperti diwartakan, sebelum tewas ditembak Densus 88, satu dari tiga terduga teroris sempat berusaha melarikan diri dengan cara membajak sebuah truk bernomor polisi AB 8014 BK dan menyandera seorang warga bernama Sulis Khusnul Qotimah selama beberapa menit. Menurut Yulianto, lama waktu pendampingan yang akan diberikan oleh tim Polda DIY itu disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Yulianto mengatakan tim Polda DIY akan melakukan survei lapangan untuk memastikan siapa saja yang mengalami traumatik se-

lain Sulis Khusnul Qotimah, seusai kejadian penangkapan terduga teroris. Menurutnya, diperkirakan ada sejumlah orang yang ikut terdampak saat salah satu terduga teroris menyita sebuah kendaraan truk hingga menabrak bangunan rumah warga di Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman. ‘’Biar petugas survei di sana. Warga di lokasi kejadian yang membutuhkan pendampingan di mana saja,’’ katanya. Sebelumnya, anggota Detasemen 88 Antiteror Polri menembak mati tiga orang terduga teroris di Jalan Kaliurang Km 10 Yogyakarta pada Sabtu (14/7) sekitar pukul 17.30 WIB. Hingga saat

ini ketiga jenazah terduga teroris masih berada di RS Bhayangkara. Sementara itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan tiga terduga teroris yang ditembak mati Densus 88 Antiteror adalah anggota jaringan Jamaah Ansharut Khilafah (JAK). ‘’Kalau yang di Yogya itu (kelompok) JAK,’’ kata Tito, Senin kemarin. Ia menambahkan, kelompok JAK berbeda dengan kelompok pelaku teror yang sering berulah di Indonesia, Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Namun, JAK merupakan loyalis kelompok JAD serta pro-ISIS. ‘’JAK ini pendukung JAD,’’ katanya pula. (ant)

Sangat Bagus

Menerobos Masuk balik arah menuju keluar Polres dan melemparkan sebuah panci berisi bom ke arah penjaga Polres. Salah satu pelaku, G, terjatuh karena terluka terkena tembakan. Sementara NH berhasil kabur. Di hari yang sama, Densus akh-

tri generasi terakhir itu. ‘’Kenapa Cina bisa maju? Ini yang menjadi bahan renungan kami yang memiliki keahlian beragam,’’ ujarnya. Menurutnya, program tersebut bagian dari revolusi mental agar bangsa Indonesia bisa berubah lebih maju lagi. ‘’Mental bangsa kita perlu dibentuk lebih bagus lagi. Kalau kita lihat

Korban Penyekapan Teroris Dapat Pendampingan

Kawanan Domba bocah berusia lima tahun yang ada di film tersebut ternyata adalah Luka Modric. Hal ini dikonfirmasi oleh sang pembuat film, Pavle Balenovic. ‘’Keluarga Modric cukup ramah dan saya selalu mengunjungi mereka setiap membuat film

syarakat. ‘’Ini merupakan angkatan kedua. Angkatan pertama difokuskan pada masalah ketenagakerjaan,’’ kata Mira selaku ketua delegasi RI. Dalam program tersebut, delegasi Cina yang terdiri dari regulator dan akademisi memaparkan tentang kesiapan Cina dalam menghadapi revolusi indus-

miliknya. Meskipun secara faktual kini banyak sudah menjadi milik orang lain. Lebih mencintai, membuat Bali semakin berarti. Taksu itu muncul karena sikap serta rasa memiliki. Taksu itu tidak akan muncul manakala semuanya sudah berpindah tangan. Manusia Bali juga mesti mulai berani mem-bully dirinya sendiri. Mengejek, menertawai, menghina diri sendiri merupakan sebuah langkah pendewasaan. Sebuah langkah tegar untuk mengakui kekurangan dengan rasa tulus serta lapang dada. Merengek-rengek atas semua yang telanjur, sudah tak zamannya lagi. Berwacana saja tanpa mengubah cara pandang adalah omong kosong. Waktu kita tidak banyak. Ini mesti disadari. * Gde Palgunadi

Ketika disodorkan nama Mahfud MD, Jokowi mengatakan sangat bagus. Dia juga termasuk yang digodok sebagai cawapres. Demikian pula dengan Airlangga Har-

tarto. ‘’Banyak yang masuk, tetapi harus dimengerti, ya, kantong saya itu enggak cuma satu. Ada kantong luar, ada kantong dalam. Kantong celana ada kanan dan kiri. Masih ada kantong belakang juga ada,’’ kata Jokowi. Pada Pilpres 2019, nama

Jokowi sampai saat ini telah diusung delapan partai politik yaitu NasDem, PSI, Golkar, PPP, Hanura, Perindo, PKB serta PDI-P. Komisi Pemilihan Umum akan membuka pendaftaran pasangan calon presiden dan wapres mulai 4 hingga

10 Agustus 2018. Penetapan peserta Pilpres 2019 akan dilakukan pada tanggal 20 September 2018. Tiga hari kemudian atau mulai 23 September 2018 akan digelar kampanye pemilu anggota legislatif dan Pilpres 2019. (ant)

Perang Tarif

Ketua PHRI Bali Tjokorda Artha Ardhana Sukawati sejak setahun lalu menyatakan keprihatinan soal terjadinya perang tarif (price war). Penyedia jasa akomodasi hotel, ramairamai banting harga dengan tujuan menggaet wisatawan agar dapat menjaga cash flow keuangannya. Strategi perang harga ini dipastikan menurunkan kualitas pelay-

anan, sehingga pariwisata Bali menjadi pariwisata murahan. Efek lanjutan pariwisata murahan adalah dijauhinya Bali oleh wisatawan berkualitas dalam artian yang bekocek tebal. Kepala Dinas Pariwisata Bali A.A. Gede Yuniartha Putra, S.H., M.H. dalam sebuah wawancara di Bali TV mengaku sudah berusaha menerapkan kebijakan mengatur standar harga agar tidak terjadi perang tarif di kalangan perhotelan

di Bali. Artinya harga terendah ditetapkan pemerintah sehingga banting-bantingan harga dihindari. Sayangnya, kata Yuniartha, kebijakan tersebut tak bisa serta merta diterapkan karena Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) tidak menyetujui dengan alasan akan mengakibatkan dunia usaha perhotelan terintimidasi. Ketika hukum ekonomi pasar yang dikedepankan dalam pengelolaan, nam-

paknya masih panjang jalan sekadar menetapkan kebijakan membatasi pertumbuhan akomodasi pariwisata di Bali agar tidak terjerumus terlalu dalam pada pariwisata murahan. Tetapi, mungkin ini telah menjadi risiko ketika pariwisata Bali telah sejak lama tidak lagi menjadi milik warga Bali, melainkan oleh korporasi besar dengan investasi raksasa. Oversupply telah membuat pariwisata Bali lunglai, lemah tak berdaya. (ata)


RUSIA 2018 14 JUNI - 15 JULI

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

selasa Pon, 17 Juli 2018

Deschamps Raih Gelar sebagai Pemain dan Pelatih Saint Petersburg – Keberhasilan Didier Deschamps membawa Prancis juara Piala Dunia 2018 membuat pria 49 tahun itu menorehkan catatan pribadi mengesankan. Ia adalah sosok ketiga yang berhasil menjadi juara Piala Dunia, baik sebagai pemain maupun pelatih. Sebelumnya raihan itu ditorehkan oleh Mario Zagallo dan Franz Beckenbauer. Sebag ai pemain, Zagallo pernah dua kali memenangi Piala Dunia tepatnya pada 1958 dan 1962. Sementara sebagai pelatih dia membawa Brazil juara di Piala Dunia 1970 dengan mengalahkan Italia di final. Empat tahun kemudian, Beckenbauer memenangi Piala Dunia sebagai pemain Jerman Barat. Dia kembali membawa negaranya ke final Piala Dunia pada 1986 sebagai pelatih, tetapi kalah dari Argentina yang diperkuat oleh Diego Maradona. Empat tahun kemudian, Beckenbauer menuntaskan misinya dengan mengalahkan Argentina 1-0 di final Piala Dunia 1990 yang digelar di Italia. Sementara bagi Deschamps, ia adalah kapten yang membawa Prancis juara untuk kali pertama, tepatnya di final Piala Dunia 1998. Bersama Zinedine Zidane, Laurent Blanc, serta Lilian Thuram, ia mengantarkan Les Bleus juara di rumah sendiri. Dua puluh tahun kemudian, Deschamps pun berhasil mengulangi prestasi itu, kali ini sebagai pelatih. Pria berambut putih itu didaulat menjadi arsitek Ayam Jantan enam tahun lalu dan kemudian mengubah Prancis menjadi tim yang lebih bertahan. Dua tahun lalu, ia mengantarkan Prancis ke final Piala Eropa 2016 tetapi kemudian kalah dari Portugal di final. Deschamps

akhrinya mendapatkan prestasi tertinggi dengan membawa Prancis menang 4-2 atas Kroasia di final Piala Dunia 2018. Di final, gol-gol untuk Prancis diciptakan oleh gol bunuh diri Mario Mandzukic, penalti Antoine Griezmann, serta gol luar kotak penalti dari Paul Pogba dan Kylian Mbappe. Meski banyak menuai kritik namun sang pelatih mampu membawa Tim Ayam Jantan berada di puncak dunia. ‘’Sungguh luar biasa! Ini tim muda, yang berada di puncak dunia. Beberapa di antaranya menjadi juara di usia 19 tahun,’’ kata Deschamps, Senin (16/7) kemarin. ‘’Kami tak menampilkan permainan yang baik, tetapi menunjukkan kualitas mental. Dan kami bisa mencetak empat gol. Mereka layak menang,’’ imbuhnya. Dengan skuad yang mewah, Prancis diakui pelatihnya, Deschamps, tak menampilkan permainan yang cantik di laga final. Tim dengan rata-rata usia 26,03 tahun itu tampil lebih efisien, juga lebih piawai memanfaatkan peluang. Deschamps menyebut anak asuhnya mendapat pelajaran berharga atas kekalahan mereka dari Portugal di Piala Eropa 2016. Terlebih saat itu mereka tampil di hadapan publik sendiri. Kini Prancis berpesta dengan gelar juara yang diraihnya. (kmb33/afp) JUARA - Foto ini menunjukkan Didier Deschamps saat menjadi juara dunia, baik sebagai pemain (kiri) maupun pelatih.

Pascalaga Final

Presiden Kroasia dan Prancis Tetap Akrab

Gary Neville

Prancis Pantas Menang

MANTAN bek Inggris Gary Neville menegaskan, Prancis pantas menang di Piala Dunia 2018. Les Bleus mengamankan trofi dengan kemenangan 4-2 atas Kroasia di final. Tim Didier Deschamps dianugerahi penalti kontroversial melalui VAR di babak pertama. Sementara Neville menantang keputusan tersebut, sang komentator mengatakan bahwa ‘’tim terbaik menang’’. ‘’Ada sedikit keraguan karena keputusan penalti di babak pertama, tetapi tim terbaik menang,’’ kata eks pemain Manchester United itu. ‘’Untuk mengalahkan tim Argentina dengan Lionel Messi, tim Uruguay dengan Luis Suarez, dengan Diego Godin yang juga melakukan hal-hal yang mengerikan, untuk mengalahkan tim Belgia dengan Eden Hazard, Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, mereka telah melalui perjalanan berat,’’ katanya. ‘’Mereka dapat memenangkan semua jenis permainan. Mereka tidak cuma memiliki pemain yang bagus dan terampil dalam Kylian Mbappe dan Antoine Griezmann - pemain yang telah menyalakan Piala Dunia ini dalam beberapa saat - mereka juga tangguh dan ngotot,’’ tutupnya. Prancis telah mengangkat trofi untuk kedua kalinya dalam sejarah mereka di kompetisi akbar ini. (kmb33/afp)

Saint Petersburg – Piala Dunia 2018 bukan hanya diklaim sebagai kompetisi yang terbaik secara suguhan permainan dibandingkan edisi-edisi sebelumnya. Banyak pula cerita menarik di luar pertandingan turnamen terbesar di dunia kali ini. Salah satu yang juga sempat jadi perbincangan luas adalah ‘’kemesraan’’ yang ditunjukkan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Kroasia Kolinda Grabar-Kitarovic. Keduanya tampak begitu hangat saat acara pembagian medali Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki Moskow, Senin (16/7) kemarin. Tampak dalam jepretan kamera, Macron dan Grabar menikmati kebersamaan di tengah euforia Prancis sebagai juara Piala Dunia 2018. Sesekali tampak berbisik dan tersenyum malu-malu. Yang jelas, dua orang nomor satu di negara mereka masing-masing itu ikut larut dalam euforia final Piala Dunia 2018. Bukan hanya mereka, Presiden Rusia Vladimir Putin juga tampak begitu semringah saat upacara pembagian medali dan trofi turnamen terbesar di dunia tersebut. Penyelenggaraan Piala Dunia tahun ini pun disebut-sebut sebagai yang tersukses. Grabar sempat menjadi perbincangan publik terutama di dunia maya selama ajang ini. Presiden perempuan pertama Kroasia tersebut begitu militan selalu hadir di setiap pertandingan skuad arahan Zlatko Dalic mulai penyisihan grup hingga final. Ia sempat menjumpai skuad Vatreni di ruang ganti usai timnya mengalahkan Inggris melalui adu penalti pada semifinal di Stadion Luzhniki.

Grabar datang dengan memberikan pelukan hangat kepada satu per satu pemain dan staf pelatih Kroasia sebagai ucapan selamat atas keberhasilan tim kebanggaannya. Grabar juga pernah menjadi pembi-

AKRAB - Presiden Prancis Emanuel Macron dan Presiden Kroasia Kolinda GrabarKitarovic tampak akrab setelah partai final Piala Dunia 2018.

Penalti Prancis Dikritik Moskow – Tiga legenda sepak bola, Alan Shearer, Rio Ferdinand, dan Jurgen Klinsmann, menyayangkan keputusan penalti untuk Prancis pada laga final Piala Dunia 2018 kontra Kroasia di Stadion Luzhniki, Moskow, Senin (16/7) kemarin. Saat pertandingan 1-1, Prancis mendapatkan hadiah penalti. Keputusan itu mampu dimaksimalkan dengan baik oleh Antoine Griezmann untuk membawa Les Blues unggul 2-1 pada menit ke-38. Akan tetapi, polemik muncul saat pengambilan keputusan penalti oleh wasit asal Argentina, Nestor Pitana. Pitana butuh waktu lama dan harus melihat VAR atas kejadian handball Ivan Perisic di kotak penalti. Setelah melihat tayangan ulang, Pitana memberikan keputusan final berupa penalti untuk Prancis. Bagi tiga legenda sepak bola, keputusan tersebut dinilai salah. Tidak hanya

soal penalti, Alan Shearer juga mengkritik keputusan wasit yang memberikan tendangan bebas kepada Prancis yang berbuah gol pada awal laga. ‘’Tidak ada cara membuat keputusan konyol seperti itu pada pertandingan final. Penalti itu tidak pantas untuk pertandingan besar seperti ini,’’ kata Shearer. ‘’Kroasia tampil brilian namun harus kalah karena gol-gol seperti itu. Ada tendangan bebas dan penalti yang tidak layak untuk Prancis. Sangat disayangkan pertandingan ini ditentukan oleh hal-hal semacam itu,’’ lanjut Shearer. Sementara itu, Rio Ferdinand juga mengucapkan hal yang tak jauh berbeda. ‘’Anda tidak bisa mengatakan itu 100 persen penalti. Ivan Perisic tidak sengaja menyentuh bola,’’ katanya. Klinsmann, mantan striker timnas Jerman, berkata, ‘’Ketika tidak yakin, Anda harus mengatakan tidak. Jadi,

keputusan wasit jelas salah.’’ Kritikan juga dilontarkan oleh beberapa pemain lain. ‘’Tidak mungkin pemain punya waktu untuk bereaksi dan berpikir untuk menggunakan tangannya menghalau bola. Itu terjadi begitu cepat dan hanya tersentuh tangan. Tidak mungkin itu harus penalti,’’ ujar mantan pesepak bola Joe Barton. Di akun Twitter-nya, Borton juga menulis, ‘’Jika Anda berpikir itu layak mendapat penalti, maka Anda orang Prancis atau tidak tahu soal sepak bola. Itu merusak pertandingan sepak bola.’’ Sementara itu, Roy Keane mengatakan di televisi, ‘’Pertandingan itu menjijikkan. Itu Keputusan yang memalukan.’’ Prancis akhirnya keluar sebagai juara setelah menang 4-2 atas Kroasia. Ini menjadi gelar juara dunia kedua Prancis setelah pernah merasakannya pada edisi 1998. (kmb33/afp)

caraan netizen dunia jauh sebelum Piala Dunia 2018. Ia sempat disangka bintang porno dari Amerika Serikat, Coco Austin, ketika tertangkap kamera tengah berada di sebuah pantai mengenakan bikini. Belakangan, sejumlah situs mengklaim bahwa foto wanita berbikini tersebut bukan sang Presiden Kroasia. (kmb33/afp)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook