Skip to main content

Edisi 16 September 2017 | Balipost.com

Page 1

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

sabtu wage, 16 september 2017

20 HALAMAN

NOMOR 29 TAHUN KE 70

balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

@balipostcom (4.812rb Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418


2

Sabtu Paing, 9 September 2017


20 HALAMAN

NOMOR 29 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

sabtu wage, 16 september 2017

Kegempaan pada Jumat (15/9) 00.00-06.00, 10 kali 06.00-12.00, 7 kali 12.00 -18.00, 8 kali

TERDAMPAK ERUPSI Kecamatan Kubu: Desa Ban Dukuh Tulamben Kubu Baturinggit Sukadana Kecamatan Selat: Desa Peringsari Selat Sebudi Amerta Bhuana

Ke tenggara, aliran lahar mengancam Kota Amlapura. Ke selatan, akan melalui Tukad Telaga Waja dan Tukad Unda yang berpotensi mengancam hingga Kota Semarapura, Klungkung.

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

WASPADA GUNUNG AGUNG

ALIRAN LAHAR

@balipostcom (4.812rb Follower) http://twitter.com/balipostcom

TEMPAT MENGUNGSI

Kecamatan Bebandem:

Kecamatan Abang: Desa Labasari Culik Tista Kecamatan Kubu: Desa Ban Kecamatan Selat: Desa Duda Timur Kecamatan Rendang: Desa Pempatan Desa Rendang

Jungutan

Desa Bhuana Giri

Kecamatan Rendang: Desa Menanga Besakih Kecamatan Abang: Desa Ababi

Gas Sudah Muncul di Kawah Denpasar (Bali Post) Masyarakat diimbau tidak mendekati kawah dan lereng Gunung Agung yang kini berstatus waspada. Pasalnya, kawah sewaktu-waktu bisa mengeluarkan gas yang berbahaya bila terhirup. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali menetapkan radius 2,5 km dari kawah tidak bisa dimasuki untuk saat ini. ‘’Gas sudah muncul tetapi masih di kawah. Belum naik keluar. Di level waspada, gas itu sewaktu-waktu bisa keluar dan membahayakan bagi yang mendekati kawah,’’ ujar Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali Dewa Made Indra dikonfirmasi, Jumat (15/9) kemarin. Dewa Indra mengaku sudah mengimbau masyarakat agar waspada. Di sisi lain, BPBD provinsi dan kabupaten serta instansi terkait juga menyiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan status Gunung Agung naik level dari waspada ke siaga. Kendati di atas level siaga sebetulnya masih ada level awas sebelum terjadi erupsi. ‘’Ketika levelnya naik ke siaga maka kita harus menyiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan buruk,’’ jelasnya. Dewa Indra menambahkan, Gunung Agung sudah memiliki pula peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Agung. Mulai dari KRB 1 untuk radius terjauh hingga KRB 3 untuk radius terdekat. Prediksi letusan kemungkinan mengarah ke utara, selatan, dan tenggara. Namun untuk saat ini belum ada tanda-tanda gunung mengeluarkan debu atau abu vulkanik. Walaupun demikian, pihaknya sudah mengontak Dinas Kesehatan dan PMI se-Bali agar mulai menyiapkan masker. Sementara itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika berharap status Gunung Agung tidak meningkat lagi dari waspada. Terlebih, dirinya sudah pernah merasakan letusan Gunung Agung di tahun 1963 yang begitu dahsyat. Itu sebabnya, pihaknya berharap letusan serupa tidak terjadi lagi. ‘’Kalau lahar itu turun, 5 kilometer hangus,’’ ujarnya. Pastika mengaku sudah memiliki rencana kontijensi atau proses mempersiapkan organisasi untuk merespons peristiwa yang tidak direncanakan. Termasuk melibatkan TNI/Polri dan lembaga lain yang bisa segera bergerak. Sebab, pihaknya menyadari Bali berada di daerah cincin api. ‘’Kita sudah punya planning-nya. Kepada masyarakat, pertama, jangan panik. Ini hal yang natural, yang alamiah akan terjadi. Tapi kita semua berdoa,’’ pungkasnya. (kmb32)

Gempa Kuat, Warga Sebudi Panik Amlapura (Bali Post) Seiring naiknya level aktivitas Gunung Agung menjadi waspada, intensitas gempa bumi dirasakan semakin meningkat. Dalam 18 jam, sejak Jumat (15/9) dini hari (pukul 00.00) hingga Jumat sore (pukul 18.00), gempa terjadi sebanyak 25 kali. Bahkan pada Kamis pukul 22.40 Wita terjadi gempa kuat yang membuat warga di Desa Sebudi panik. Bahkan pascagempa kuat tersebut, banyak warga tidak tidur, takut terjadi gempa susulan yang lebih besar. Wayan Widiasa, Ketua Pokdarwis Pemandu Wisata Alam Gunung Agung, mengatakan gempa cukup kuat itu dirasakan warga di lereng Gunung Agung. Sebelum gempa besar terjadi, gempa bersekala kecil terjadi sekitar enam kali. Cuma yang paling kuat dirasakan sekali hingga membuat warga sekitar sempat cemas akan

aktivitas gunung terbesar di Bali ini. ‘’Biasanya gempa kecil-kecil, tetapi kemarin malam terjadi satu gempa cukup kuat. Terpaksa kami tidak tidur sampai pagi, karena khawatir terjadi gempa susulan,’’ kata Widiasa. Hal. 19 Arahan Kapolres

Eks Avanee Residence Denpasar

Sitaan KPK, Kini Jadi Wisma Denpasar (Bali Post) Avanee Residence Denpasar-Bali. Tulisan inilah yang pertama kali tertangkap oleh mata ketika memasuki wisma yang dihibahkan KPK untuk DJKN Bali. Wisma yang Jumat (15/9) kemarin tampak sepi ini tepatnya berada di Perumahan Graha Kencana di Jalan Imam Bonjol, Denpasar. Kendati sudah dijadikan wisma, Avanee Residence masih muncul di beberapa situs reservasi hotel online. Kendati, tidak ada lagi kamar yang bisa dijual pascamenjadi barang sitaan KPK. Seorang pria yang bertugas menjaga tempat itu mengatakan, Avanee Residence dioperasikan sebagai apartemen atau kos-kosan elite. Apartemen dengan 40 kamar ini dulunya milik mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin yang kini menghuni ‘’hotel prodeo’’. Hal. 19 Milik Negara

Bali Post/rin

Gedung Avanee Residence Denpasar, Bali.

OTT KPK di Banjarmasin

Golkar Langsung Nonaktifkan Kadernya

Bali Post/ade

KPK - Ketua DPRD Kota Banjarmasin Iwan Rusmali (kanan) dan Dirut PDAM Bardarmasih Muslih dibawa petugas KPK, Jumat (15/9) kemarin.

Banjarmasin (Bali Post) – Ketua Harian DPD Partai Golkar Kalimantan Selatan Supian HK langsung menonaktifkan kader yang terduga terlibat Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Kamis (14/9) malam. Ditemui usai makan bersama Presiden Joko Widodo, Jumat (15/9) siang kemarin, Supian mengatakan, sesuai dengan perintah Sekjen Golkar Pusat, kader yang telah ditetapkan menjadi tersangka harus segera dinonaktifkan. ‘’Bagi kita kalau ada kader yang terlibat dalam kasus korupsi, apalagi OTT, tidak ada maaf bagimu, akan langsung kita ambil langkah-langkah,’’ katanya. Selain menonaktifkan, bila yang bersangkutan dinyatakan bersalah dan telah ditetapkan sebagai tersangka, maka selanjutnya yang bersangkutan diminta untuk mengundurkan diri. Hal. 19 Proses Hukum


denpasar

4

Sabtu Wage, 16 September 2017

figur

Bali Post/dok

Belum Semua Desa

UPAYA meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa telah dilakukan dengan berbagai terobosan oleh pemerintah Jokowi-JK. Salah satunya mendorong terbentuknya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sayangnya hingga kini belum banyak desa yang membentuk lembaga baru tersebut, seperti yang terjadi di Denpasar. Dikonfirmasi Jumat (15/9) kemarin, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar I.B. Alit Wiradana mengakui sampai saat ini belum semua desa membentuk BUMDes. Bahkan, dari 27 desa yang ada di Denpasar, baru tujuh yang memiliki BUMDes. “Di Denpasar baru ada tujuh desa yang telah membentuk BUMDes,” ujar mantan Kasatpol PP Denpasar ini. Tujuh desa yang telah memiliki BUMDes, yakni Pemecutan Kaja, Ubung Kaja, Dangri Kangin, Pemogan, Sanur Kauh, Sidakarya dan Kesiman Kertalangu. Dikatakan, pada 2018 mendatang pihaknya menargetkan semua desa sudah memiliki BUMDes. Bukan hanya itu, pihaknya juga telah memprioritaskan empat program desa yang dirancang pusat secara intensif. “Tahun depan kami akan prioritaskan empat program utama itu,” jelasnya. Dikatakan, empat program utama desa itu, yakni menentukan produk unggulan kawasan perdesaan (Prukades), mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), membangun embung air desa dan membangun sarana olahraga desa. “Untuk program ini, jenis yang menjadi unggulan memang tidak sama antardesa. Tergantung potensi masing-masing desa,” jelasnya. (ara)

Aliran Sungai di Pemogan Dipenuhi Busa Putih Diduga Limbah Usaha Pencelupan

Denpasar (Bali Post) Aliran sungai yang berada di Jalan Taman Pancing, Pemogan, dipenuhi busa putih. Diduga busa tersebut akibat limbah dari bahan pewarna yang digunakan sejumlah usaha pencelupan dan laundry. Limbah tersebut terlihat pagi hari oleh warga setempat. Peristiwa seperti ini bukan pertama kali, namun warga setempat menyatakan sudah berulang kali. Salah satu warga setempat, Muhamad Roy, mengatakan busa yang memenuhi sungai tersebut dilihatnya sejak pagi. Dikatakan busa-busa tersebut terlihat tidak setiap hari, melainkan berselang satu minggu hingga dua minggu sekali. “Busa-busa sebelumnya sempat muncul dan pagi tadi kembali memenuhi sungai. Kami tidak tau dari mana asalnya,” ujar Roy, Jumat (15/9) kemarin. Warga lainnya menyebutkan gelembung-gelembung busa yang mengumpul di sungai beterbangan hingga ke jalanan, sehingga mengganggu masyarakat. “Selalu setiap kali ada busa-busa itu pasti beterbangan seperti balon. Sedikit terganggu, tapi yang paling kasihan kan para pemancing. Biasanya setiap pagi dan sore banyak orang mancing, karena ada limbah itu, sekarang sepertinya tidak ada yang mau mancing di sana. Kan ada minyaknya,” ujarnya. Sementara itu, Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLHK Kota Denpasar Ida Bagus Putra Wirabawa mengatakan, pihaknya sudah terjun bersama Jumali yang bergerak di kawasan itu. Menurutnya, busa yang biasanya mengalir ke sungai tersebut adalah busa sabun dan cucian dari rumah tangga yang ada di seputaran kawasan tersebut dengan kandungan berupa phospat. Namun, kata dia busa dari limbah rumah tangga biasanya tidak sebanyak yang terjadi saat ini. “Biasanya yang paling sering terjadi adalah busa sabun cucian rumah tangga yang mengumpul, namun tidak sebanyak ini. Karena busanya dengan kapasitas banyak dan baunya juga berbeda dengan cairan rumah tangga, maka ini ada indikasi pembuangan limbah zat pewarna. Jadi, kami bersama tim Jumali akan terus menyisir sepanjang sungai ini karena tembok saluran pembuangan dekat busa juga berwarna biru,” katanya. (kmb12)

081 337 032 965, (0361) 819446

FM 96,5

Topik : PETANI BERALIH PROFESI JADI TUKANG BANGUNAN Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail

: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com

Bali Post/eka

MENARIK JALA - Seorang nelayan menarik jala di Pantai Sanur, Denpasar. Sambil mengisi waktu senggang, sejumlah nelayan kerap menangkap ikan di pantai ini. Ikan hasil tangkapan tersebut nantinya dijual langsung pada pembeli dengan harga bervariasi.

Kasus OTT Kabid Perizinan Gianyar dan Tahura Dilimpahkan

Denpasar (Bali Post) -

Dua perkara dugaan korupsi yang diduga bakalan menyeret orang atau pejabat penting, segera masuk Pengadilan Tipikor. Yakni perkara OTT Kabid Perizinan PMPPTSP Gianyar tersangka I Nyoman Sukarja dan perkara korupsi penyerobotan tanah hutan raya/rakyat (Tahura) dengan dua tersangka I Wayan Sunarta dan I Wayan Suwirta. Penyidik Krimsus Polda Bali, Jumat (15/9) kemarin sudah melakukan pelimpahan tahap II atas perkara OTT di Dinas Perijinan tersebut. Yakni melimpahkan barang bukti, berkas dan tersangka ke jaksa penuntut umum Kejati Bali, lanjut dibawa ke Kejari Gianyar untuk perlengkapan administrasi sebagaimana lokus deliktinya.

Jaksa dari Kejati Bali yang menerima pelimpahan itu adalah I Wayan Suardi, Desak Megawati, Rika Ekayanti dan Putu Iskadi Kekeran. Salah satu jaksa Wayan Suardi didampingi Kasipenkum Humas Edwin Beslar membenarkan telah menerima pelimpahan tahap II untuk satu tersangka, yakni I Nyoman Sukarja. Yang

bersangkutan kemarin langsung dititipkan di Rutan Gianyar. Sukarja sebelumnya ditangkap tangan oleh Satgas Counter Transnational and Organized Crime (CTOC), Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Bali. Sedangkan kasus Tahura masih tetap dilakukan pelimpahan dari jaksa penyidik Kejati Bali ke jaksa penuntut Kejati Bali. Informasi yang didapat, berkas sudah rampung bahkan dakwaan sudah klop sehingga tinggal menunggu pelimpahan ke Pengadilan Tipikor Denpasar. Suwirta dan Sunarta ditetapkan sebagai tersangka setelah perannya menjual aset Tahura

seluas 835 meter persegi ke pihak lain tanpa izin. Yang bersangkutan melakukan tindakan penjualan aset negara yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Oleh jaksa disebut bahwa tersangka Sunarta ini memiliki peran sama dengan Suwirta. Mereka mengajukan sertifikat ke BPN Denpasar. Disebutkan, sumber awal dari objek tanah hanya satu sertifikat No. 362. Tetapi oleh tersangka dipecah menjadi dua sertifikat, yakni sertifikat No. 9516 dan sertifikat No. 9515. Selanjutnya, sertifikat No. 9515 dengan luas lahan 300 m2 oleh tersangka Suwitra dijual kepada Kholid dan oleh Kholid dijual kembali

ke Bank Sinar Mas Syariah seharga Rp 1,2 miliar. Sedangkan Sertifikat No. 9516 dengan luas lahan 500 m2 oleh tersangka Suwitra dijual kepada Ridho Magodel. Selanjutnya Ridho menjual kembali kepada Sunarti dengan harga Rp 2,4 miliar. Tanah yang di atasnya dibangun gedung berlantai lima milik Bank Sinar Mas sudah disita kejaksaan. Namun demikian, operasional bank masih berjalan seperti biasa. (kmb37) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391

Kasus Tewasnya Tentara Efek Mirip Flakka, Pengguna PCC Seperti Zombie Banding DKDA Ditolak, PT Perkuat Putusan PN

Denpasar (Bali Post) Di luar negeri sudah beredar narkotika jenis baru, yaitu flakka. Efek flakka sangat buruk, membuat penggunanya mirip zombie (mayat hidup). Sementara di Indonesia tepatnya di Kendari, Sulawesi Tenggara dihebohkan beredarnya tablet Paracetamol Cafein Carisoprodol (PCC) yang efeknya mirip flakka. “Obat ini akan menimbulkan kesenangan berlebihan, agresivitas tinggi hingga tak sadarkan diri. Penggunanya juga mengalami euforia yang berlebihan, denyut jantung lebih cepat, kenaikan tekanan darah dan berperilaku waspada yang terlalu berlebihan,” tegas Kepala BNNP Bali Brigjen

Pol. I Putu Gede Suastawa, Jumat (15/9) kemarin. Berdasarkan surat edaran dari BBPOM-RI, kata Brigjen Suastawa, hasil uji laboratorium terhadap tablet PCC menunjukkan positif mengandung karisoprodol. “Karisoprodol ini digolongkan sebagai obat keras. Tablet ini dibatalkan izin edarnya sejak tahun 2013, karena dampak bagi penyalahgunaannya lebih besar dari pada efek terapinya,” tegasnya. Obat ini memiliki efek farmakologis sebagai relaksan otot, namun hanya berlangsung singkat. Penyalahgunaan Karisoprodol digunakan untuk menambah rasa percaya diri dan sebagai obat penambah stamina. “Tapi itu belum tentu benar. Yang

jelas, efeknya sangat merugikan penggunanya,” kata Suastawa mengingatkan. Mantan Direktur Binmas Polda Bali ini mengatakan, jika menyimak dari rilis Kemenkes dan BBPOM, PCC murni obat, bukan narkotika maupun psikotropika. Namun, kalau dilihat dari sifat obat yang juga mempunyai efek adiksi, maka BNN juga perlu memberikan edukasi kepada masyarakat. “Jadi, ranah atau kompetensi penanganannya semestinya memang oleh Polri dan BBPOM, bukan BNN. Jajaran BNN akan berpartisipasi memberikan edukasi kepada masyarakat. Kami akan tetap memantau peredaran obat ini,” tegasnya. (kmb36)

Denpasar (Bali Post) Upaya DKDA (16) untuk memperingan hukuman atas putusan empat tahun penjara dalam kasus tewasnya anggota TNI Prada Yanuar Setiawan (20) belum berhasil. Pasalnya, Pengadilan Tinggi (PT) Bali menolak banding yang diajukan DKDA. Sebaliknya, PT Bali menguatkan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar yang sebelumnya menjatuhkan vonis empat tahun penjara pada terdakwa yang merupakan putra salah satu anggota DPRD Bali. Salah satu tim kuasa hukum terdakwa, I Gusti Agung Dian Hendrawan membenarkan putusan dari PT Bali sudah turun pekan lalu. Pihaknya baru mendapat pemberitahuan dan belum memperoleh salinan resmi putusan dari PT Bali. Apakah akan menempuh upaya

kasasi atau tidak. Dian Hendrawan mengatakan pihaknya belum bisa memastikan, karena masih menunggu keputusan dari pihak keluarga DKDA. Dikonfirmasi Jumat (15/9) kemarin, Kasipidum Kejaksaan Negeri Denpasar I Ketut Maha Agung membenarkan putusan PT Bali menguatkan vonis yang telah dijatuhkan majelis hakim PN Denpasar. “Putusan PT untuk terdakwa DKDA sudah turun. Putusan menguatkan vonis PN Denpasar,” ujarnya. Maha Agung dalam menyikapi putusan itu tidak akan mengajukan upaya hukum kasasi. Ia beralasan, pasal yang dikenakan untuk terdakwa sudah sesuai dengan tuntutan jaksa. “Tidak ada alasan hukum untuk mengajukan kasasi. Pertimbangan pasal sudah sesuai dengan putusan PN Denpasar,” jelasnya. (kmb37)

Lagi, Pembuang Sampah Sembarangan Ditipiring

Denpasar (Bali Post) – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar kembali melaksanakan sidang tindak pidana ringan (tipiring) terhadap pelang gar kebersihan di Pengadilan Negeri Denpasar, Jumat (15/9) kemarin. Sidang Tipiring yang dipimpin hakim Pengadilan Negeri Denpasar Angeliky Handajani Day didampingi Panitera Pengganti I Made Arnawan ini mengganjar seorang pembuang sampah secara sembarangan dengan denda Rp 300 ribu. Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan DLHK Kota Denpasar I.A. Indi Kosaladewi mengatakan, pelaksanaan sidang tipiring bagi para pelanggar pembuang sampah itu merupakan suatu pembelajaran untuk warga yang masih melanggar atau membuang sampah sembaranBali Post/ist gan. ‘’Sidang tipiring tersebut SIDANG - Suasana sidang tindak pidana ringan terhadap pelanggar kebersihan di Penga- melibatkan Pengadilan Negeri dilan Negeri Denpasar, Jumat (15/9) kemarin. Denpasar. Kami melakukan si-

dang semacam ini hampir setiap minggu dua kali yang tujuannya menciptakan Kota Denpasar bersih sesuai amanat Perda Nomor 1 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum,’’ katanya. Indi Kosaladewi menambahkan, kegiatan tersebut merupakan suatu upaya pembenahan masyarakat dalam rangka melaksanakan kebersihan di Kota Denpasar. ‘’Kami meminta seluruh warga Denpasar untuk bersama-sama menjaga kebersihan. Sidang tipiring ini merupakan suatu pembinaan sekaligus pendidikan kepada warga Denpasar agar tidak melakukan pelanggaran hukum,’’ ujarnya. Seorang pelanggar Dewa Made Nurjaya (36) sempat membela diri dan merasa dirinya tidak bersalah. Namun setelah diberi penjelasan oleh hakim, akhirnya Dewa Nurjaya mengakui kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahannya tersebut. (kmb12)


BADUNG

Sabtu Wage, 16 September 2017

5

Aktivitas Gunung Agung Meningkat

Masyarakat Diminta Waspada

Mangupura (Bali Post) Masyarakat Kabupaten Badung diminta waspada, menyusul makin meningkatnya aktivitas Gunung Agung di Karangasem. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung telah menyampaikan kepada para camat agar menginformasikan kepada masyarakat untuk waspada bencana. Kapala Pelaksana (Kalak) BPBD Badung I Nyoman Wijaya mengatakan, pihaknya akan menyebarkan surat peringatan waspada. Rencananya surat itu akan disebar Senin (17/9) mendatang. “Peringatan waspada secara formal akan disampaikan dengan menyebar surat pada Senin mendatang. Semoga tidak terjadi. Kalaupun terjadi, kami di BPBD sudah siap dengan sarana-prasarana. Namun informasi lisan sudah disampaikan melalui grup WA (WhatsApp - red) ke seluruh camat dan perangkat lainnya. Tujuannya biar kita semua waspada,” kata Wijaya saat dikonfirmasi, Jumat (15/9) kemarin. Wijaya juga mengajak seluruh masyarakat terus berdoa agar status waspada yang ditetapkan untuk Gunung Agung bisa kembali normal. Kendati demikian, pihaknya masih melihat situasi yang berkembang. “Kami di BPBD sudah siap dengan sarana dan prasarana. Bila ada abu vulkanik kami akan bagikan masker untuk pelindung kepada masyarakat umum, sekolah dan perkantoran,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, Badan Geologi telah mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat di sekitar gunung dan pengunjung tidak beraktivitas di dalam area kawah. Masyarakat dan pengunjung juga diminta tidak beraktivitas di seluruh area di dalam radius tiga kilometer dari kawah gunung, atau pada elevasi 1.500 meter dari permukaan laut. BNPB telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Bali dan BPBD Kabupaten Karangasem, terkait peningkatan status Waspada Gunung Agung. Sosialisasi akan dilakukan kepada masyarakat agar mematuhi rekomendasi. Rencana kontinjensi akan segera disusun untuk merencanakan segala kemungkinan, jika adanya peningkatan status gunung api tersebut. (kmb27)

Gahawisri Diminta Ikut Lestarikan Terumbu Karang

Mangupura (Bali Post) Kerusakan terumbu karang belakangan ini makin parah, sehingga upaya yang terstruktur dan tersistematisasi untuk pelestariannya makin mendesak dilaksanakan. Untuk itu, para pengusaha yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Wisata Tirta (Gahawisri) diminta ikut melestarikan terumbu karang yang ada di di perairan dekat usaha tirta yang dikelolanya. Pasalnya, Gahawisri merupakan pihak yang sangat berkepentingan dengan kelestarian panorama bawah laut tersebut. Ketua DPD Gahawisri Bali Ida Bagus Agung Partha Adnyana mengatakan pihaknya selalu bekerja sama dengan pemerintah dalam upaya melestarikan lingkungan khususnya lingkungan perairan. Hal itu bersifat wajib, mengingat usaha yang mereka lakoni lebih banyak di perairan. “Kami meminta anggota untuk lebih banyak membuat dive set dan coral garden. Dengan begitu, mereka bukan hanya bisa menggunakan tapi juga bisa membuat,” kata Partha Adnyana saat ditemui di selasela peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 DPD Gahawisri Bali, Kamis (14/9) lalu. Menurut Partha Adnyana, anggota Gahawisri di seluruh Bali saat ini tercatat 252 orang. Sekitar 80 orang di antaranya berusaha di kawasan Bali Selatan. Dikatakan, wilayah wisata tirta di Bali yang paling diminati wisatawan saat ini adalah kawasan Tanjung Benoa di Kabupaten Badung dan Amed di Kabupaten Karangasem. Partha Adnyana mengakui kawasan Tanjung Benoa saat ini masih menjadi atraksi watersport terbaik di Bali. Tanjung Benoa dulu dikenal dengan wisata diving. Namun sekarang sudah menjadi water sport dan island cruise yang paket tour-nya ke Nusa Lembongan dan Nusa Penida. Sementara itu, Ketua Gahawisri Kabupaten Badung Nyoman Wana Putra menambahkan, permasalahan yang paling ditakuti pihaknya saat ini adalah masalah penataan parkir dan jalan akses menuju Tanjung Benoa. Pihaknya berharap pemerintah daerah bisa mencarikan solusi terhadap hal tersebut. Hal itu perlu segera dilakukan, sehingga wahana wisata tirta di Tanjung Benoa bisa menampung wisatawan lebih banyak lagi. Menurut Wana Putra, angka kunjungan tertinggi biasanya terjadi pada akhir tahun. Ia berharap akhir tahun ini juga terjadi peningkatan jumlah pengunjung sekitar 30 persen hingga 35 persen. “Biasanya jumlah kunjungan ke sini berkisar antara 400 hingga 500 orang per hari. Nanti kita harapkan kunjungan wisatawan bisa tembus 800 orang per hari,” harapnya. Terkait masalah lingkungan, kata Wana Putra pihaknya di Tanjung Benoa selalu berkomitmen untuk menjaga lingkungan. Salah satunya dengan cara membersihkan terumbu karang tiap tiga bulan sekali dan penanaman terumbu karang sebanyak tiga sampai empat kali dalam setahun. “Kami juga bekerja sama dengan desa adat dan Polair untuk memberikan sanksi jika terjadi perusakan terumbu karang,” ujarnya. (kmb23)

Bali Post/kmb23

TEBING - Panorama tebing batu kapur di kawasan Pura Luhur Uluwatu yang menjadi daya tarik wisata. Terkait adanya keretakan pada tebing, Dinas PUPR Badung akan segera melakukan penataan.

Penataan Tebing Pura Luhur Uluwatu Tunggu Petunjuk Bupati

Mangupura (Bali Post) –

Tebing penyangga Pura Luhur Uluwatu, Desa Pecatu, Kuta Selatan yang mengalami keretakan akan segera diperbaiki. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung telah menyelesaikan kajian, dan tinggal menunggu petunjuk Bupati Badung. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung Ida Bagus Surya Suamba mengatakan hal itu, Jumat (15/9) kemarin. Menurut Surya Suamba, penanggulangan tebing yang retak akan ditangani melalui injeksi (penyuntikan), sehingga tebing lebih kuat. Metode yang lazim diterapkan di luar negeri ini diperkirakan tahan lebih dari 50 tahun. “Kami sudah menyelesaikan kajian penguatan tebing, sekaligus penataan ulang tembok pembatas. Kami secepatnya akan menyampaikan hasilnya kepada pimpinan,” ujarnya. Surya Suamba menegaskan, Pemkab Badung berupaya melakukan penataan guna menyelamatkan pura luhur tersebut. Berdasarkan

hasil kajian, kebutuhan anggaran untuk proyek tersebut sebesar Rp 25 miliar. “Untuk penganggarannya kami menunggu keputusan pimpinan,” katanya. Berdasarkan hasil kajian, kata Surya Suamba, penataan ulang tembok pembatas akan digeser tiga meter ke dalam. Upaya ini guna mengantisipasi terjadinya longsor pada tebing. Pihaknya memperkirakan tembok pembatas yang akan ditata ulang memiliki panjang 1.500 meter. “Untuk ketinggiannya tetap disesuaikan dengan yang ada saat ini, yakni

kisaran dua meter,” ujarnya. Terkait anggaran, Surya Suamba memperkirakan menghabiskan anggaran Rp 25 miliar. Dana ini mencakup penguatan tebing sekaligus penataan ulang tembok pembatas. “Kami akan tetap melakukan evaluasi dengan memperhatikan kondisi terkini di lapangan,” tegasnya. Jika penganggarannya disetujui masuk pada APBD tahun ini, kata Surya Suamba proyek ini dapat dikerjakan pada 2018. “Akhir tahun 2018 proyek ini sudah selesai,” pungkasnya. Dikonfirmasi terpisah, Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta mengatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Pemkab Badung terkait penanganan keretakan yang terjadi di tebing Pura Uluwatu. Dalam hal ini Dinas PUPR yang memang memiliki unit teknis untuk melakukan pengecekan.

Terkait maraknya beredar foto terjadinya longsor pada tebing Pura Uluwatu, pihaknya membantah hal tersebut. Ditegaskan, kejadian longsor tersebut sebenarnya sudah terjadi lama, bukan saat ini. Bahkan untuk memastikan tidak terjadi longsoran baru, sejumlah Pecalang sudah sempat melakukan pengecekan di lokasi. “Longsor itu sudah lama terjadi. Pecalang sudah sempat ngecek keliling, tidak ada itu,” tegasnya. Menurut Sumerta, petugas dari Dinas PUPR Badung sudah melakukan pengecekan ke lapangan, Juni lalu. Bahkan pihak Dinas PUPR sudah melakukan presentasi terkait rencana penataan tebing tersebut. “Kami dari Desa Adat menyerahkan kepada Pemkab Badung untuk mengkaji dan menangani masalah itu. Kami juga sepakat agar tidak mengurangi nilai estetika dan kesakralan. Apakah

teknisnya nanti dengan cara dilem atau disuntik, saya kira teknologi sudah canggih sekali,” ujarnya. Hal senada dilontarkan Manajer Pengelola Objek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu, Wayan Wijana. Ditegaskan, foto tebing longsor yang beredar di media sosial itu tidak benar. Pihak Jro Mangku, pengelola dan prajuru adat juga sudah memastikan hal tersebut. Diakuinya, untuk kondisi tebing saat ini memang sudah seperti itu sejak dulu. Untuk pemantauan, kata Wijana, pihaknya selaku pengelola bersama komponen desa adat sudah melakukan pengontrolan setiap hari. “Saat ini di lingkungan pura di sekitar tebing sudah dilengkapi CCTV. Tujuannya untuk pengamanan dan kontrol pengunjung, pamedek atau situasi lainnya yang berlangsung selama 24 jam,” tegasnya. (kmb27/kmb23)

Badung selama ini, maupun pada saat dirinya menjabat sebagai Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Badung. Dijelaskannya, bahwa saat ini Badan Litbang merupakan Perangkat Daerah yang berdiri sendiri dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya memerlukan keterlibatan kalangan akademisi dan ilmuan. “Saat ini kami belum memiliki tenaga fungsional peneliti internal. Oleh sebab itu, kami ingin memperkuat hubungan sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Badung dengan Universitas Udayana, terlebih lagi dalam melakukan kajian-kajian sebagai landasan dalam rumuskan berbagai program strategis pemerintah daerah, terlebih lagi menyangkut kebijakan publik,” ungkapnya. Suambara menambahkan, di tahun 2018 ada beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan, di antaranya melakukan pengukuran tingkat kebahagiaan masyarakat Badung, survei kepuasan masyarakat, penelitian tingkat kerukunan umat beragama di Badung, penelitian pengembangan bidang pertanian hortikultura dan peternakan. “Dari kerja sama ini sangat ban-

yak disiplin ilmu yang kami perlukan dari peneliti Universitas Udayana. Mudahmudahan kita dapat melanjutkan dengan lebih baik dan lebih optimal kerja sama ini,” tambahnya. Rektor Unud A.A. Raka Sudewi menyampaikan terima kasih atas kunjungan Kepala Balitbang Badung di Universitas Udayana, tentunya untuk meningkatkan kerja sama yang telah terjalin selama ini antara Pemkab Badung dengan Unud. “Pihak kami sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Balitbang Badung, dan kami siap mendukung Balitbang dalam merintis lahirnya sumber daya manusia kelitbangan di Badung dan berkontribusi untuk kegiatan litbang,” jelasnya. Untuk itu, pihak Unud mempersilakan Balitbang Badung memakai tenaga peneliti dari Unud, guna membantu dalam pelaksanaan program-program kelitbangan ke depan. “Mudahmudahan dengan kerja sama ini ke depan Badan Litbang di Pemkab Badung mampu eksis sebagai instansi yang dapat memberikan kajian dalam pengambilan kebijakan di Pemkab Badung,” terangnya. (ad1073)

Balitbang Badung Jalin Kerja Sama Kelitbangan dengan Unud

KERJA SAMA - Balitbang Badung jalin kerja sama kelitbangan dengan Unud di Gedung Pascasarjana, Unud, Jalan Sudirman, Denpasar, Jumat (15/9) kemarin. BADAN Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Badung menjalin kerja sama kelitbangan dengan Universitas Udayana (Unud). Komitmen kerja sama ini dibuktikan dengan pertemuan Kepala Balitbang Badung I Wayan Suambara,

S.H., M.H. dengan Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S (K). didampingi Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Informasi Prof. Dr. Ida Bagus Wyasa Putra, S.H., M.Hum. di Gedung Pascasarjana Unud, Jalan Sudirman, Denpasar,

Jumat (15/9) kemarin. Pada kesempatan tersebut, Kepala Balitbang Badung I Wayan Suambara menjelaskan bahwa kehadirannya ke Unud untuk melanjutkan jalinan kerja sama yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten

Pemkab Berikan Santunan untuk Petani

Bali Post/kmb23

GAHAWISRI - Ketua DPD Gahawisri Bali Ida Bagus Agung Partha Adnyana (kiri) didampingi Ketua Gahawisri Kab. Badung Nyoman Wana Putra.

Mangupura (Bali Post) – Setelah santunan kematian dan penunggu pasien, Pemerintah Kabupaten Badung juga memberikan santunan untuk petani. Tidak tangung-tangung, Pemkab Badung mengalokasikan Rp 1,5 juta untuk pekaseh dan klian subak abian, sedangkan pangliman Rp 900 ribu. Kepala Dinas Pendapatan Daerah/Pasedahan Agung Kabupaten Badung Made Sutama mengatakan pemberian santunan tersebut sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Bupati sebagai dasar pemberiannya. Seperti diketahui, terdapat 120

pekaseh, 94 klian subak abian dan pangliman ada 810 orang. “Mereka semua diberi santunan oleh Pemkab Badung. Pekaseh, klian subak abian dan pangliman dapat,” ujar Made Sutama, Kamis (14/9) lalu. Kendati demikian, kata pejabat asal Pecatu, Kuta Selatan ini, pengangkatan dan pemberhentian pekaseh, klian subak abian dan pangliman ini diserahkan kepada ketentuan di internal subak masingmasing. “Subak yang menentukan pemilihan pekaseh. Artinya, mereka berdasarkan kepercayaan krama subak. Kami hanya mengesahkan.

Semua ketentuan pemilihan dan pemberhentian itu diserahkan di internal mereka masing-masing,” ujarnya. Menurut Sutama, setelah melakukan pemilihan pekaseh di internal subak, Pasedahan Agung hanya mengesahkan hasil pemilihan dari krama subak tersebut. “Selama ini, aturan untuk pemilihan pekaseh itu diserahkan di internal subak masing-masing,” ujarnya. Pakaseh Subak Sengempel, Bongkasa, Abiansemal, Badung Wayan Setiawan, mengakui pekaseh dan pangliman di Badung

memang selama ini digaji. “Sudah menerima gaji, tetapi tidak ada kewajiban untuk membuat sebuah inovasi dalam pertanian. Karena menerima uang, harusnya ada kewajiban,” katanya. Untuk itu, dia menyarankan adanya perombakan dalam sistem pemilihan pekaseh. Kemudian mereka digaji dan dibuatkan SK, gajinya sesuai dengan UMK. “Nanti kan bisa berlomba-lomba anak muda ke sawah. Setidaknya mengundang anak muda untuk mau bertani,” tegasnya. (kmb27)


OPINI

6

Sabtu Wage, 16 September 2017

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Rumah Sakit, Lembaga Sosial dan Kesehatan KITA terkejut manakala mendengar ada rumah sakit yang menolak pasiennya gara-gara kekurangan biaya awal. Bayi Debora di Jakarta akhirnya meninggal akibat tidak mendapatkan penanganan darurat yang seharusnya dilakukan. Orangtuanya kekurangan biaya untuk perawatan awal tersebut. Inilah yang kita sesalkan karena akhirnya Debora meninggal. Padahal, sakit itu adalah keadaan darurat, sedetik pun tidak boleh lambat untuk menanganinya. Kalaupun diperlukan biaya, seharusnya itu bisa dibicarakan belakangan. Orang bijak mengataan bahwa uang dapat dicari, tetapi nyawa tidak dapat. Artinya, bagaimanapun kondisi ekonominya, seorang pasien haruslah mendapat pertolongan terlebih dahulu, demi kesehatan dan demi menyelamatkan nyawanya. Mungkin, apa yang terjadi di Jakarta itu, bukan peristiwa satu-satunya. Bisa jadi masih banyak ada kejadian yang serupa di tempat lain di Indonesia. Ini yang kita khawatirkan terjadi. Padahal, kalau dilihat dari kondisi social ekonomis di negara kita, masih banyak ada masyarakat yang belum mampu membayar tuntas pembiayaann rumah sakit. Pemerintah harus tahu kondisi ini sehingga mampu melakukan kebijakan terhadap kesehatan. Perguruan tinggi haruslah dilibatkan untuk mengetahui bagaimana perkembangan sikap berbagai rumah sakit yang ada di Indonesia. Kita ingat, pada zaman Orde Baru, pemerintah getol membuat puskesmas di daerah-daerah terpencil. Atau juga membuat puskesmas sebagai pembantu rumah sakit di daerah perkotaan. Akan tetapi karena pelayanannya masih belum maksimal, muncullah kemudian rumah sakit-rumah sakit swasta dengan janji pelayanan yang lebih baik. Mungkin pemikiran ini benar. Akan tetapi, jika kemudian pelayanan tersebut terlalu berorientasi bisnis, dalam hal pelayanan kesehatan ini adalah sebuah kekeliruan. Seringlah kemudian masyarakat mengeluh jika pelayanan di sebuah rumah sakit swasta terlalu mahal dan tidak terjangkau. Padahal, ide dari munculnya puskesmas itu adalah pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat. Ide inilah yang seharusnya dilihat oleh rumah sakit swasta yang ada di Indonesia. Dalam kondisi masyarakat yang masih kesulitan ekonomi di Indonesia, sungguh tidak boleh ada pembedaan pelayanan kepada masyarakat. Termasuk juga pembiayaannya. Pelayanan yang dilakukan oleh rumah sakit harus maksimal karena sakit tidak boleh terlambat penanganannya. Kalau kita membicarakan soal gotong royong, budaya, serta sikap bangsa, kita bisa melihat dari pelayanan rumah sakit. Budaya gotong royong dalam rumah sakit adalah kerja sama untuk menyembuhkan pasien, semaksimal mungkin. Para ahli harus bersatu dan bekerja sama untuk menyembuhkan pasien. Jika itu tidak dapat dilakukan, kita malu mengatakan diri sebagai bangsa yang mempunyai budaya gotong royong. Dengan demikian, rumah sakit tidak boleh murni menerapkan asas bisnis. Apalagi menolak pasien yang sedang memerlukan penanganan darurat. Dalam hal bayi Debora yang meninggal di Jakarta itu, kita miris karena bayi yang seharusnya benarbenar mendapat pertolongan, tiba-tiba kita yang sudah dewasa seolah tidak memerhatikannya. Dalam hal kesehatan bangsa, rumah sakit jelas memegang peranan penting. Ia menjadi faktor penentu dalam mencerdaskan bangsa. Dengan begitu, kecerdasan bangsa dimulai dari rumah sakit, dan itulah yang semestinya diperhatikan. Debora telah memberikan peringatan kepada kita semua bahwa rumah sakit tidak boleh main-main dalama pengelolaannya. Orientasi paling utama dari rumah sakit adalah kesehatan masyarakat, bukan pada orientasi bisnis. Rumah sakit tidak boleh membeda-bedakan pelayanan. Harus diingat, dalam perang, musuh pun harus dibantu kalau memang menderita luka-luka. Rumah sakit adalah lembaga sosial dan kesehatan, bukan ajang bisnis.

S URAT PEMBACA Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM

Festival, Aset, dan Investasi

Sekurang-kurangnya penulis mencatat ada lima jenis festival yang pernah dan sudah diselenggarakan oleh Buleleng (pemkab) yaitu, Buleleng Festival(Bulfest), Buleleng Education Expo (BEE), Buleleng Endek Carnaval (BEC), Twin Lake Festival (TLF), dan Lovest (Lovina Festival). Menurut amatan dan menyaksikan langsung pada sejumlah event yang digelar Buleleng terkait festival tersebut, rasanya tidak ada sesuatu yang ganjil, sebaliknya sudah berlangsung secara wajar, merakyat, dan sangat dirasakan oleh warga masyarakat Buleleng, bahkan luar Buleleng. Kalau toh ada yang kini menyoroti keberadaan festival itu memboroskan dana, terlalu sering dilaksanakan, dan sebaiknya dikaji lebih jauh, saya sendiri kurang sependapat. Kalau hanya mengkaji, itu biasa pada setiap kegiatan apa pun memang harus ada pengkajian terutama pada akhir-akhir kegiatan. Saya berpendapat bahwa festival yang sudah diselenggarakan di Buleleng merupakan sebuah aset dan investasi (human invesment) yang hasil kompletnya tidak bisa diukur dalam jangka pendek melainkan dapat dilihat sekian tahun ke depan. Jalan terus festival Buleleng yang hingga kini sudah nyata-nyata berkontribusi positif terhadap masyarakat yang dipimpin oleh duet Putu Agus Suradnyana – Nyoman Sutjidra. Sekaligus mengucapkan selamat kepada beliau berdua yang telah dilantik sebagai bupati dan wakil bupati pada 27 Agustus lalu. Semoga Buleleng kini dan ke depannya lebih bagus dibanding yang kemarin. Romi Sudhita Jl. Srikandi, Singaraja

Kasus Debora, Peringatan bagi Rumah Sakit Beberapa waktu lalu, Jakarta diramaikan dengan berita meninggalnya bayi Debora yang masih berusia empat bulan. Meninggalnya bayi ini diduga disebabkan oleh terlambatnya penanganan. Debora terlambat dimasukkan ke Pedriatik Intensive Care Unit yang merupakan unit gawat darurat untuk anak-anak. Hal ini disebabkan karena persyaratan biaya yang diminta oleh rumah sakit tidak mampu diberikan oleh orangtuanya. Konon disebutkan juga bahwa pihak rumah sakit menyuruh orangtua bayi tersebut mencari rumah sakit rujukan yang bisa menerima pasien BPJS. Padahal seharusnya, rumah sakitlah yang berkewajiban untuk mencarikan rujukan tersebut, bukan malah memerintahkan pasiennya untuk mencari. Inilah yang terjadi di Indonesia.

Oleh GPB Suka Arjawa ecara sederhana, bisa dikatakan bahwa dalam kasus seperti itu, rumah sakit tidak berbeda banyak dengan pengusaha-pengusaha yang mengutamakan “uang” sebagai basis utama. Padahal secara sosial, rumah sakit adalah institusi yang seharusnya tidak memikirkan uang sebagai basis pertama karena tugas dan fungsinya adalah menyembuhkan umat manusia. Tidak semua manusia mempunyai uang cash untuk segera menyembuhkan diri. Inilah dilemma rumah sakit di Indonesia. Pada tataran sistem sosial, rumah sakit merupakan komponen dasar yang menjadi penjaga keseimbangan sosial. Rumah sakit adalah polisi agar tidak terjadi penyimpangan pada sistem kesehatan dan sistem tubuh manusia. Sebab, sekali penyimpangan itu terjadi, akan mempunyai efek sosiologis beragam. Di Indonesia, efek sosiologis yang paling kena dari kondisi sakit adalah keluarga inti yang paling terganggu. Padahal, keluarga inti merupakan basis paling dasar

S

di masyarakat. Sakit membuat pekerjaan terganggu, emosi tidak stabil dan itu terkena paling tidak sebagian dari anggota keluarga inti. Maka, sebagai sebuah lembaga polisi, seharusnya rumah sakit melakukan tindakan sigap, melayani masyarakat, mendahulukan upaya untuk keseimbangan itu, tanpa harus membedakan struktur sosial, ras, golongan dan seterusnya. Salah satu struktur sosial itu adalah komposisi masyarakat yang kaya, menengah, atau miskin. Sakit sama sekali tidak mengenal struktur sosial. Sakitnya sang presiden mempunyai kualitas sama dengan sakitnya tukang becak. Dan keduanya harus mengacu kepada rumah sakit. Karena sakit itu tidak memandang kelas dan struktur sosial, maka rumah sakit harus mampu melakukan layanan kepada seluruh struktur sosial yang ada. Maka pandangan pertama yang harus dilakukan oleh para pendiri rumah sakit, terutama rumah sakit swasta adalah melihat fenomena struktur sosial di Indonesia. Sakit sudah jelas tidak memandang struktur sosial. Karena itulah, seharusnya

rumah sakit tidak menerapkan struktur sosial dalam memandang pasien. Seharusnya, ia melayani secara sempurna dan paripurna kepada siapa pun yang datang, dari peringkat sosial masyarakat mana pun. Karena, seperti yang diungkapkan tadi, sakit dan penyakit itu tidak memilih-milih orang. Dan metode penyembuhannya hampir sama untuk setiap manusia. Pelayanan di tempat ini mesti adil dan setara. Apalagi kemudian ada ruang rawat “gawat darurat”. Kata “gawat darurat” yang berhubungan dengan sakit ini secara sosiologis sudah sangat mengerikan didengar karena ada kesan pasien yang masuk ke sana kondisi sakitnya sudah parah. Jadi, di ruang seperti ini tidak boleh ada pembedaan, apalagi penolakan. Mereka yang melakukan penolakan di sini sungguh tidak mengetahui hak asasi manusia. Malah, karena kata “gawat darurat” tersebut, sudah seharusnya tenaga medis yang ditempatkan di ruangan tersebut adalah orang-orang yang paling berkualitas baik dari sisi ilmu kedokterannya, keahliannya, sampai dengan kesabarannya.

Orang seperti inilah yang cekatan menyembuhkan mereka yang ada dalam kondisi “gawat darurat’’. Kasus yang terjadi pada bayi Debora tersebut merupakan imbas dari pembedaan kelaskelas dan bahkan peruntukan dari rumah sakit. Pembedaan kelas mungkin bisa diterapkan pada pertokoan karena langsung bersentuhan kepada kemampuan ekonomi seseorang. Akan tetapi, dalam persoalan rumah sakit, pengkelasan ini tidak boleh karena penyembuhan sakit tidak ditentukan oleh kelas-kelas obat demikian. Debora secara langsung atau tidak langsung, sengaja atau tidak sengaja terpengaruh oleh pengkelasan tersebut. Bisa jadi sudah menjadi kebiasaan di rumah sakit itu bahwa pasien yang masuk harus memenuhi syarat pembayaran terlebih dahulu. Padahal, soal pembayaran bisa disiasati dengan menunda atau mencicil setelahnya. Pengobatan orang sakit, tentu saja tidak boleh ditunda-tunda. Ini perbedaan antara sakit dengan kepentingan ekonomis. Mungkin kasus seperti yang dialami bayi Debora itu ada lagi di tempat lain. Jika demikian halnya, tidaklah ada perbedaan antara kasus penanganan orang sakit di masa lalu dengan sekarang, dalam konteks waktu penanganan. Di masa lalu, dekade tujuh puluhan, orang dari kampung terpaksa harus menggotong atau menandu orang sakit pasien beramai-ramai berjam-jam menuju rumah sakit yang membuat penanganannya memakan waktu lama, yang belum tentu juga berhasil ditangani langsung oleh dokter (karena dokter pada waktu itu jarang). Sekarang, di zaman

Ekonomi Digital, Matinya Usaha Konvensional Dalam pekan ini, dunia retail Indonesia dikejutkan dengan rencana tutupnya delapan gerai Ramayana di beberapa kota besar di Indonesia. Selain itu juga laporan tentang sepinya pengunjung pada banyak toko di berbagai pusat perbelanjaan seperti Glodok dan Mangga Dua. Apakah fenomena ini semakin mengaminkan bahwa daya beli masyarakat Indonesia tengah menurun sehingga mengakibatkan tutupnya banyak toko retail di Indonesia? Berdasarkan laporan dari Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) yang mengatakan bahwa penjualan yang dicapai anggotanya pada semester pertama 2017 turun sebanyak 20 persen. Padahal pada semester pertama kemarin, ada momen Ramadan dan Idul Fitri yang biasanya terjadi peningkatan jumlah permintaan aneka barang dan jasa. Namun, indikator makro seperti pertumbuhan ekonomi dan inflasi, menunjukkan hal sebaliknya yaitu bahwa daya beli masyarakat masih stabil. Demikian juga apabila dilihat dari Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar pengeluaran, konsumsi rumah tangga mengalami peningkatan 4,95 persen atau lebih lambat jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada periode sebelumnya. Kembali kepada rencana tutupnya beberapa gerai Ramayana dan banyak toko di pusat perbelanjaan, hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi penurunan penjualan di usaha retail tersebut. Ramayana dan sebagian besar toko di pusat perbelanjaan menerapkan penjualan secara konvensional, di mana penjual

Oleh Tasmilah dan pembeli bertemu secara langsung untuk melakukan transaksi. Padahal di era sekarang, telah terjadi pergeseran cara belanja dari konvensional menjadi belanja secara online (daring). Bukti bahwa telah terjadi pergeseran cara belanja tersebut terlihat pada meningkatnya omzet penjualan pada beberapa e-commerce seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Blibli, dan lain sebagainya. Belanja secara online mengakibatkan peningkatan jumlah kiriman barang dari penjual ke pembeli. Hal ini terbukti pada melonjaknya jumlah kiriman pada jasa ekspedisi seperti JNE, JNT, Tiki, dan beberapa jasa kurir yang lain. Tidak hanya dalan penjualan barang yang mengalami perubahan cara belanja, namun dari penjualan jasa juga terjadi perubahan cara transaksi dari konvensional kepada digital. Hal ini terbukti dari maraknya jasa layanan transportasi online seperti Gojek, Grab, dan Uber. Dengan layanan yang murah dan lebih profesional menjadikan jasa transportasi ini lebih digemari oleh masyarakat. Bahkan tidak hanya mengantarkan penumpang ke tempat tujuan, namun aplikasi ini juga melayani konsumen untuk pemesanan makanan, pembelian obat, jasa pindahan, pengiriman barang, dan layanan lainnya. Aneka layanan secara online tadi tentu

semakin memanjakan konsumen. Konsumen tidak perlu lagi berdesakan di pusat belanjaan, atau berpanas-panasan dan mengantre hanya untuk memperoleh makanan kesukaan. Semua tinggal klik, barang akan diantar sampai di rumah. Betapa revolusi ekonomi digital semakin memudahkan konsumen dalam memperoleh barang dan jasa. Cara belanja online ini juga menguntungkan bagi penjual dan pelaku UMKM. Tanpa harus memiliki toko ataupun mengeluarkan uang sewa serta gaji karyawan, mereka bisa membuka toko virtual di pusat perbelanjaan virtual (e-commerce).Perubahan cara belanja ini akan memangkas rantai distribusi yang panjang antara produsen dan konsumen. Bagi pelaku usaha yang masih konvensional, hal ini merupakan ancaman. Hal ini terbukti akan menurunnya penjualan pada pengusaha retail di tanah air yang berakibat pada menurunnya keuntungan bagi pelaku usaha konvensional. Dengan omzet yang mengalami penurunan sedangkan pengeluaran sewa tempat dan gaji karyawan terus berjalan mengakibatkan usaha rugi yang bisa berujung pada tutupnya usaha. Inilah kemungkinan yang terjadi pada tutupnya jaringan perusahaan retail besar di negeri ini. Dan tidak menutup kemungkinan, fenomena ini akan menjalar pada usaha retail lainnya jika tidak segera berevolusi dengan memanfaatkan layanan ekonomi digital.

sudah ada ambulans (bahkan parpol juga ikut-ikutan memiliki ambulans), di zaman dokter sampai banyak menganggur, justru penanganan pasien masih juga lama, semata-mata karena birokrasi dan kekurangan biaya. Ini sangat ironis di tengah kemajuan zaman dan yang paling membuat miris adalah bahwa sebagian petugas rumah sakit tidak memiliki simpati, apalagi empati. Di negara yang mengaku menerapkan gotong royong, orang yang tidak memiliki simpati dan empati ini sangat marginal moralnya. Bayi Debora memberikan peringatan kepada kita bahwa pengkelasan struktural dalam penanganan kesehatan sangatlah berbahaya diterapkan. Menyangkut masalah kesehatan dan keselamatan jiwa, pengkelasan dan pengelompokan rumah sakit itu seharusnya ditinjau ulang. Yang kedua, antara petugas dan prinsip yang diterapkan oleh rumah sakit, sering kali beda pemahaman. Di sini, harus ada upgrading kepada para pegawai agar visi dan misi itu menyatu dengan petugas, bukan sekadar pajangan pintu masuk. Ketiga, rumah sakit sebagaimanapun bentuknya, harus secara adil menangani pasien dari kelas mana pun, apalagi dalam keadaan gawat darurat. Keempat, menerapkan rumah sakit sama dengan perusahaan, jelas keliru. Pembayaran dan keuntungan memang penting, tetapi jelas tidak menerapkan praktik seperti perusahaan-perusahaan ritel dan sejenisnya. Penulis adalah staf pengajar Sosiologi FISIP Universitas Udayana

POJOK Intensitas gempa di kawasan Gunung Agung meningkat. - Peringatan alam. *** Aliran sungai di Pemogan dipenuhi limbah usaha pencelupan. - Perusak alam. *** Gahawisri diminta ikut melestarikan terumbu karang. - Jual alam.

Penulis adalah Statistisi pada BPS Kota Serang

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


WISATAWAN - Sejumlah wisatawan melihat peninggalan bersejarah di kawasan objek wisata Goa Gajah, di Desa Bedulu, Gianyar, Rabu (13/9) lalu.

www.iklanbalipost.com balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

Balipost on Gadget

Sabtu wAGE, 16 September 2017

Kasus Penusukan Pecalang

Penyidik akan Koordinasi dengan BNN

Denpasar (Bali Post) Penyidik Polsek Denpasar Barat (Denbar) masih mendalami kasus penusukan pecalang dengan tersangka I Made Murdana alias Jeruk. Rencananya, penyidik akan berkoordinasi dengan BNNK Denpasar untuk melakukan tes urine mantan anggota ormas ini. “Biar jelas apakah pelaku pengguna narkoba atau tidak. Motif kasus ini juga masih didalami biar pasti,” kata Kapolsek Denbar Kompol Gede Sumena, Jumat (15/9) kemarin. Saat penggerebekan rumah pelaku di Jalan Raganata, Banjar Liligundi, Ubung Kaja, Denpasar, lanjut Kapolsek asal Buleleng ini, anggota ekstra hati-hati untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Saat rumah tersebut digeledah, ternyata pelaku sembunyi di dalam lemari pakaian. Di rumah tersebut tidak ditemukan narkoba maupun peralatan yang digunakan untuk mengonsumsi barang terlarang tersebut. “Kami juga kaget melihat pelaku di dalam lemari pakaian. Pelaku sudah kami tahan, sedangkan korban masih dirawat di rumah sakit,” tegas Kanit Reskrim Polsek Denbar Iptu Aan Saputra. Seperti diberitakan, tim Opsnal Polsek Denpasar Barat (Denbar) menggerebek rumah mantan anggota ormas, I Made Murdana alias Jeruk (44) di Jalan Raganata, Banjar Liligundi, Ubung Kaja, Denpasar. Saat itu, Murdana ditemukan sembunyi di dalam lemari, Rabu (13/9) lalu. Ia ditangkap terkait kasus menusuk pecalang, I Putu Sunartawan (51), di Balai Banjar Liligundi. Kejadiannya Senin (11/9), pukul 21.30 Wita. Dari keterangan rekan korban berinisial I Wayan Suk (32) sebelum kejadian, mereka kumpul di TKP untuk sedang persiapan patroli malam. Pukul 21.30 Wita, tiba-tiba lampu di Balai Banjar Liligundi padam. Tiba-tiba tiang telepon dipukul dan pelaku langsung ke sana dengan maksud mencari korban. Saat hendak lari, pelaku langsung menusuk korban. Akibatnya, korban mengalami luka di pinggang kanan dan pelaku langsung kabur. Barang bukti yang diamankan yaitu satu taji gagang besi panjang 5 sentimeter dan satu pegangan kapak dari pipa besi. (kmb36)

redaksi@balipost.com iklan@balipost.co.id

Minim, Aktivitas ’’Browsing’’ untuk Keperluan Pembelajaran

Denpasar (Bali Post) -

Indonesia dikenal sebagai negara dengan penggunaan internet cukup tinggi. Sayangnya, penggunaan internet masih didominasi untuk media sosial (medsos). Sementara aktivitas browsing untuk keperluan pembelajaran masih sangat minim. ‘’Masih paling banyak itu adalah untuk medsos, pembelajaran hanya 47 persen. Tidak hanya di Bali, tapi juga seluruh Indonesia. Kita lebih tertarik membuka medsos daripada browsing untuk pembelajaran,’’ ujar Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) Kemendikbud Gogot Suharwoto di Wiswasabha Utama Kantor

Gubernur Bali, Jumat (15/9) kemarin. Padahal, lanjut Gogot, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ini bisa diintegrasikan dalam dunia pendidikan. Penggunaan TIK dalam proses pembelajaran bahkan bisa memberikan peluang yang sama bagi siswa untuk mengenyam pendidikan, di mana pun mereka berada. Selain

itu, kehadiran teknologi dalam proses pembelajaran juga akan menjadi penyemangat tersendiri bagi siswa. Mengingat teknologi mampu menghadirkan fakta atau sesuatu yang sulit dijangkau oleh jarak. ‘’Fakta-fakta di luar yang tidak bisa kita jangkau, bisa kita hadirkan di depan anakanak dengan teknologi untuk mendukung ilmu pengetahuan,’’

jelasnya. Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan, mulai awal 2018 seluruh SMA/SMK di Bali agar menerapkan e-learning mengadopsi TIK. Selain itu, agar dilakukan evaluasi terhadap alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang sebelumnya digunakan untuk pembelian buku menjadi pembelian wifi untuk mendukung e-learning. ‘’Pakai IT ini kan semua paperless, sedikit sekali nanti akan ada kertas dan itu akan bisa kita manfaatkan untuk IT. BOS-nya

kan sudah ada, nanti kita coba berapa persen kita bisa ambil dari sini untuk melengkapi ITnya ini,’’ ujarnya. Pastika mencontohkan di SMA Negeri Bali Mandara, guru matematika yang mengampu 3 kelas bisa menghemat Rp 270 juta dana BOS untuk pembelian kertas dan ATK selama satu tahun. Selain menghemat biaya, pembelajaran berbasis internet juga lebih cepat dan objektif karena sistem yang menentukan nilai. Itu sebabnya, para guru dan kepala sekolah diminta untuk berbenah. (kmb32)

Polresta Gelar ’’Go To School’’

Banyak Pelajar Terjaring Denpasar (Bali Post) Satuan Lantas Polresta Denpasar menggelar program go to school. Kali ini menyasar SMPN 2 dan SMPN 8 Denpasar. Selain melakukan sosialisasi tertib lalu lintas, juga dilakukan razia surat-surat kendaraan. Dalam razia itu delapan pelajar terjaring, Jumat (15/9) kemarin. Menurut Kasat Lantas Polresa Denpasar Kompol Rahmawaty, S.E., S.IK., program tersebut rutin dilakukan untuk memberikan imbauan dan sosialisasi terkait keselamatan berlalu lintas. Selain itu juga disampaikan untuk pelajar SMP belum boleh mengendarai sepeda motor. ‘’Apabila ditemukan akan ditilang dan sepeda motor akan dikandangkan (diamankan - red),’’ tegasnya. Di samping itu, petugas juga menggelar razia kendaraan di Jalan Gunung Agung, Denpasar dan banyak pelajar terjaring. ‘’Beberapa pelajar RAZIA KENDARAAN - Anggota Satuan Lantas Polresta Denpasar menggelar razia kendaraan di Jalan Gunung Agung, Denpasar.

Perda Bendega

Mengawal Kearifan Lokal di Pesisir RANCANGAN Peraturan Daerah (Ranperda) Bendega akhirnya ditetapkan menjadi Perda dalam Rapat Paripurna DPRD Bali. Keputusan DPRD Bali ini memberikan angin segar dalam pengawalan terhadap kearifan lokal di kawasan pesisir. Tak hanya mengawal hak-hak bendega, peluang pengembangan ekonomi kerakyatan di pesisir pun makin terbuka. Lahirnya Perda Bendega ini diapresiasi Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bali Ir. I Nengah Manumudhita, M.M., Jumat (14/9) kemarin. Penetapan perda ini merupakan hasil perjuangan panjang yang diakomodasi DPRD Bali. ‘’Saya menyambut baik langkah DPRD Bali yang memiliki kepekaan menjaga kearifan lokal di kawasan pesisir. Bali wajib menyelamatkan krama bendega dari ancaman investasi serakah di kawasan pesisir,’’ tegasnya. Ia mengatakan perlindungan dalam bentuk regulasi ini akan menjadi momentum bagi Bali menjaga keseimbangan alam dengan konsep kearifan lokal. Jika di darat ada subak yang mengawal budaya Bali, maka dengan Perda ini kearifan lokal yang berkorelasi dengan ritual

7

akan dikawal oleh krama bendega,’’ tegasnya. Ia menguraikan, gagasan untuk mengawal krama bendega ini timbul saat dirinya menjadi Kepala Dinas Perikanan di Badung tahun 1986. Karena tahun 1985, dengan ditetapkannya beberapa kawasan pariwisata di Bali dan paling banyak meliputi wilayah pantai khususnya di Badung, sejak saat itu bendega di Bali mulai mendapat tekanan,” tuturnya. Menurut Manu, sering kali terjadi penggusuran terhadap bendega yang mencari kehidupan di pesisir. Tak hanya bendega, masyarakat lain pun sering kesulitan menuju pantai. Semua itu berdampak ekonomi kepada krama bendega. Sedangkan di pihak lain, justru mendapatkan kehidupan yang lebih baik. “Tahun 1986 sampai 1994, kami berjuang agar eksistensi krama bendega tetap eksis, dan pada tahun 1994 di Kabupaten Badung bisa menerbitkan Perda No.18 Tahun 1994 tentang bea pangkal. Perda itu mampu melindungi tempattempat nelayan melaksanakan aktivitas,” jelasnya. Namun, masa-masa aman nelayan hanya bertahan sampai 2001 sejalan dengan berakhirnya masa tugas Manu di Badung. Dari pantauannya

Bali Post/dok

BENDEGA - Lahirnya Perda Bendega akan memberikan perlindungan kepada bendega untuk mengawal kearifan lokal di pesisir. Dalam foto tampak nelayan sedang membawa hasil tangkapannya.

selama 2001 sampai 2011, tekanan terhadap krama bendega rupanya semakin banyak hingga bendega terancam punah. Ketika diminta menjadi Ketua HNSI Bali tahun 2011, upaya advokasi lantas dilakukan kepada masyarakat pesisir. “Tahun 2012, kami melakukan identifikasi dan verifikasi ke seluruh bendega di Bali dan kami dapat simpulkan bahwa perlu langkah yang cerdas dan profesional untuk mengatasi masalahmasalah yang dihadapi krama bendega,” imbuhnya. Manu menambahkan, perwakilan nelayan di seluruh Bali yang mencapai 400 orang diundang pada bulan Mei 2013. Saat itu, disepakati bila krama bendega perlu berjuang untuk mendapatkan perlindungan hukum melalui Perda tentang Bendega. Tanggal 5 Mei juga telah ditetapkan sebagai hari perjuangan bendega Bali. Sejak 2015 sampai 2017, usulan krama bendega terus disuarakan di DPRD Bali sam-

pai akhirnya telah ditetapkan menjadi Perda Bendega. Keberadaan Perda Bendega nantinya akan membuat Bali memiliki lembaga adat yang lengkap sesuai dengan filosofi sad kerti. Yaitu, wana kertih dan danu kertih yang melahirkan lembaga subak, jagat kertih yang melahirkan lembaga desa adat, dan segara ratih yang melahirkan lembaga bendega. Ketua Badan Legislasi DPRD Bali, Gusti Putu Budiartha, menegaskan materi ranperda utamanya mencakup pengakuan dan perlindungan bendega. Selain itu, mencantumkan pula tugas dan kewajiban bendega, kewajiban pemerintah daerah, pemberdayaan bendega, pengawasan dan pendanaan. Keberadaan dan hak-hak tradisional bendega perlu diakui dan dihormati karena bendega merupakan bagian dari budaya tradisional Bali yang berfungsi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (rin)

kami tilang karena belum boleh naik kendaraan. Ada juga enam pelanggar tidak bawa STNK dan kami mengamankan delapan sepeda motor. Kami mengimbau kepada orangtua mengawasi anak-anaknya, terutama masih di bawah umur. Jangan diizinkan naik kendaraan,’’ ungkap Rahmawaty. Sementara dalam rangka memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-62, Dit. Lantas Polda Bali, Sat. Lantas Polresta dan Polsek Denpasar Barat menggelar pengobatan gratis di Terminal Ubung di Jalan Cokroaminoto, Denpasar. ‘’Tim medis melayani pengecekan tensi dan kondisi para sopir angkutan umum, penumpang serta masyarakat di seputaran terminal,’’ kata Direktur Lantas Polda Bali Kombes Pol. Anak Agung Made Sudana didampingi Kasat Lantas Rahmawaty. Rahmawaty berharap dengan adanya kegiatan ini masyarakat akan sadar pentingnya kesehatan. Terutama para sopir angkutan umum yang akan mengangkut para penumpang. Pasalnya kondisi kesehatan mereka salah satu faktor menentukan keselamatan para penumpang dan kelancaran di jalan. (kmb36)

Jangan Cepat Percaya ”Casing” Bangunan Denpasar (Bali Post) Kodam IX/Udayana sedang membangun Markas Satuan yaitu Markas Kompi B Yonif Mekanis 741/Garuda Nusantara di Kabupaten Gianyar dan pembangunan Markas di Yonif Raider 900/ Satya Bhakti Wirottama yang berlokasi di Kabupaten Buleleng. Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak, S.IP., M.Sc. menginstruksikan kepada jajarannya jangan cepat percaya dan merasa puas dengan hasil kerja pemborong dan pekerja tanpa melakukan pengawasan secara ketat serta pengecekan secara teliti. Agar tidak kecolongan, terlena dengan casing (tampilan) bangunan yang bagus namun kualitas rendah. Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf. J. Hotman Hutahaean, S.Sos. dalam siaran persnya, Jumat (15/9) kemarin, mengatakan membuat suatu bangunan yang berkualitas memang tidak mudah. Banyak orang yang tidak paham tentang teknik membuat bangunan yang baik sesuai dengan standar mutu.

Akibatnya, banyak pengaplikasian material bangunan yang tidak tepat mutu. Oleh karena itu, teknik membuat bangunan yang benar sesuai standar perlu dipahami. “Dengan pemahaman teknik itu akan membimbing dalam membuat suatu bangunan yang berkualitas, terhindar dari pemborosan biaya dan keburukan kualitas bangunan,” ujarnya. Mengantisipai kualitas bangunan yang jelek dan pemborosan material, Pangdam Mayjen Komaruddin, didampingi para pejabat teras Kodam, Kamis (14/9) lalu, melakukan sidak mutu bangunan di Kompi B Yonif Mekanis 741/Garuda Nusantara di Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar dan Markas Yonif Raider 900/Satya Bhakti Wirottama yang berlokasi di Kabupaten Buleleng. Tujuannya untuk memastikan kualitas bangunan, apakah sudah memenuhi syarat sesuai dengan standar mutu atau tidak. Untuk itu, Pangdam mengadakan pengecekan kualitas bangunan secara manual dengan

menggunakan peralatan seperti palu. “Bapak Pangdam memukul di beberapa bagian vital bangunan yang berkonstruksi cor beton menggunakan palu. Seperti pada bagian tiang beton penyangga, tembok, lantai, dan pada bagian vital lainnya. Untuk memastikan kekuatan cor beton sebagai material utama yang dijadikan acuan dalam pembangunan gedung tersebut,” ungkap Hotman Hutahaean. Pangdam merasa membuat bangunan dengan struktur utama cor beton tidak gampang dilakukan, membutuhkan teknik tertentu serta adanya pengawasan yang ketat. Pengawasan dan pengecekan seperti ini akan dilakukan secara berlanjut di sejumlah satuan yang sedang melaksanakan pembangunan. “Kegiatan seperti ini diharapkan diikuti para Komandan dan Kepala Satuan jajaran Kodam IX/Udayana yang sedang melaksanakan pembangunan, maupun yang akan melaksanakan pembangunan di satuannya masingmasing,” ujarnya. (kmb36)


BANGLI

8

Sabtu Wage, 16 September 2017

Lahan Pertanian Dilanda Kekeringan

Petani Abuan Terancam Gagal Panen Bangli (Bali Post) Belasan hektar lahan pertanian di Subak Mundung Tempek/Desa Abuan, Susut mengalami kekeringan. Kondisi ini menyebabkan petani terancam gagal panen. Berdasarkan pantauan di lapangan, semua padi yang baru ditanam dua bulan, terlihat mengering. Tanah di semua petak sawah berubah memutih dan pecah-pecah akibat tidak mendapatkan pasokan air. Kondisi paling parah dialami wilayah subak paling hilir. Tanaman padi yang umurnya dua bulan mulai terlihat layu dan meranggas. Menurut salah seorang petani, I Ketut Diarsa, sejatinya para petani sudah diberikan pengarahan oleh Klian Subak akan ada proyek irigasi untuk dua subak yakni Subak Mundung Tempek Abuan dan Subak Sala. Hanya, petani tidak menuruti dengan berspekulasi akan ada hujan yang turun bulan ini. ‘’Saya ikut-ikutan menanam padi. Karena kalau saya tidak menanam padi dan petani lainnya menanam padi, takut dibilang malas oleh yang lain. Jadi, apa boleh buat, ini sudah risiko. Kerugian mencapai jutaan rupiah,’’ ujar Diarsa

sambil melihat tanaman padinya yang kering. Sementara itu, Klian Subak Mundung Tempek Abuan I Wayan Sugatra membenarkan lahan sawah di wilayah Desa Abuan mengalami kekeringan akibat debit air yang mengalir di saluran irigasi mengalami penurunan. Selain akibat kemarau, juga lantaran proyek perbaikan saluran irigasi dari pemerintah. Menurut Sugatra, sejatinya pihaknya sudah sempat menyampaikan ke warga untuk tidak menanam padi karena ada perbaikan saluran irigasi, namun petani tetap juga menanam padi. ‘’Saya sudah sosialisasikan kepada petani. Tapi petani berdalih untung-untungan. Karena jika proyek jalan diperkirakan musim hujan akan tiba karena sudah memasuki bulan September. Tapi nyatanya sampai sekarang belum ada hujan turun,’’ jelasnya. Lebih lanjut disampaikannya, tanaman padi yang mengamani kekeringan luasnya sekitar 14 hektar. Dia meyakini, jika kondisi ini terus berlanjut, maka petani akan gagal panen. ‘’Petani berharap hujan turun sehingga petani tidak sampai gagal panen,’’ jelas Sugatra. (kmb41)

SOSOK

KEKERINGAN - Sawah di Subak Mundung, Tempek/Desa Abuan yang mengalami kekeringan.

Bali Post/nan

Percepat Penataan Geopark

Pemkab Harapkan Batur Ditetapkan sebagai KSN Bangli (Bali Post) -

Foto Bali Post/ist

Pendidikan Karakter TERBITNYA Peraturan Presiden (Perpres) nomor 87 tahun 2017 tentang Pendidikan Karakter disambut positif oleh sekolah-sekolah di Bangli, salah satunya SMPN 1 Bangli. Pendidikan karakter dinilai sangat penting untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang terampil, cerdas, dan berkualitas. Kepala SMPN 1 Bangli, I Wayan Widiana Sandhi, Jumat (15/9) kemarin, mengatakan pihaknya mengapresiasi terbitnya Perpres tentang Pendidikan Karakter. Bahkan, sebelum perpres itu dikeluarkan, pihaknya sudah menerapkan pendidikan karakter yang telah dituangkan dalam kurikulum. ‘’Jadi, pendidikan karakter sudah masuk ke semua mata pelajaran,’’ ungkap Widiana Sandhi. Menurutnya, selain mengimplementasikan pendidikan karakter yang tertuang dalam mata pelajaran, pihaknya juga telah menerapkan pendidikan karakter dalam ekstrakurikuler seperti pramuka dan yang lain. Bahkan untuk penguatan pendidikan karakter, pihaknya juga menerapkannya melalui program yang diberi nama Senin Berkarakter (Sekar). Program ini diberikan khusus setiap Senin setelah selesai mengikuti upacara bendera. ‘’Bahkan, acuan untuk meluluskan atau kenaikan kelas salah satunya indikatornya adalah pendidikan karakter. Jadi, pendidikan karakter tertuang dalam kurikulum dan ekstrakurikuler,’’ terangnya. Lebih lanjut dikatakannya, pendidikan karakter memang sangat penting diterapkan di sekolah. Sebab seberapa pun besar ilmu yang dimiliki, jika tidak diimbangi dengan pendidikan karakter yang bagus, tidak akan ada artinya. (nan)

Pemkab Bangli menginginkan kawasan Batur yang saat ini masuk sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) ke depannya bisa ditetapkan menjadi Kawasan Strategis Nasional (KSN). Dengan demikian, diharapkan penataan Geopark Batur bisa lebih cepat dilakukan karena semua lembaga/kementerian bisa mengucurkan dananya ke Bangli. Sekda Bangli yang juga Manager Geopark Batur, Ida Bagus Giri Putra, Jumat (15/9) kemarin, menjelaskan kawasan Batur telah ditetapkan sebagai KSPN sejak beberapa tahun lalu. Penetapan ini atas dasar kawasan Batur menjadi destinasi terbaik di Kabupaten Bangli. Sejak ditetapkan sebagai KSPN, pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata telah memberikan perhatian lebih dengan mengucurkan bantuan dana setiap tahunnya. Disebutkan Giri Putra, tahun 2010 pemerintah pusat pernah mengucurkan dana Rp 1,9 miliar untuk pembangunan panorama. Kemudian tahun 2012, pusat kembali mengucurkan dana sekitar Rp 1,2 miliar untuk pembangunan geosite. Tahun 2013, pusat memberikan bantuan Rp 1,8 miliar untuk pembangunan jogging track, namun gagal terealisasi karena terbentur status kepemilikan lahan. Sebagian besar lahan di kawasan yang akan dibuatkan joging track adalah milik BKSDA. Tahun 2014, pusat mengucurkan dana Rp 1,5 miliar, namun kembali gagal dimanfaatkan untuk pembangunan toilet dan TIC. Demikian

juga pada tahun 2015, dana pusat senilai Rp 4,5 miliar yang sedianya dipakai untuk pembangunan gerbang masuk geopark, gardu pandan dan geosite kembali gagal dimanfaatkan. ‘’Tahun 2017 kita diberikan dana DAK dengan nilai Rp 1,5 miliar untuk pembangunan TIC dan toilet. Sekarang sedang berjalan,’’ jelasnya. Giri Putra mengatakan, agar bisa memanfaatkan lahan milik BKSDA yang ada di kawasan Batur, saat ini pihaknya sudah membuat nota kesepahaman (MoU) dengan pihak BKSDA. Hanya, MoU masih menunggu untuk ditandatangani. Giri Putra menambahkan, agar ke depannya penataan Geopark Batur bisa lebih cepat dilakukan, pihaknya sangat berharap kawasan Batur tidak sebatas ditetapkan menjadi KSPN namun bisa menjadi KSN. Dengan status KSN, maka nantinya seluruh lembaga/kementerian bisa mengucurkan bantuan ke Bangli. ‘’Sekarang ini kan terbatas dari Kementerian Pariwisata saja. Dengan ditetapkan jadi KSN, nantinya bantuan dari kementerian lain juga bisa masuk,’’ terangnya. (kmb40)

Perda Diharapkan Perkuat Keberadaan LPD Puncak Karya di Pura Hulundanu Batur Songan Digelar 5 Oktober

Bangli (Bali Post) Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali nomor 3 tahun 2017 tentang Lembaga Perkreditan Desa (LPD) sudah disosialisasikan ke seluruh LPD yang ada di Bangli. Perda ini diharapkan mampu membuat LPD khususnya di Bangli bisa lebih kuat dan berkembang. Kabag Ekonomi Setda Bangli Ni Luh Ketut Wardani usai sosialisasi Perda tentang LPD, Jumat (15/9) kemarin, mengatakan selama ini yang menjadi permasalahan LPD adalah terkait pengelolaan dan dana pemberdayaan. Dia berharap dengan adanya perda ini pengelolaaan LPD ke depannya lebih jelas. Jangan sampai munculnya perda ini nantinya justru membuat LPD yang ada di Bali khususnya di Bangli menjadi kisruh. Sebab, LPD merupakan salah satu unsur kelembagaan desa pakraman yang menjalankan fungsi keuangan dan pengelolaan potensi keuangan di desa. Selama ini, keberadaan LPD di desa telah terbukti mampu memajukan masyarakat untuk menggerakkan perekonomian desa. Menurut Wardani, dengan sosialisasi ini diharapkan para pengurus LPD dapat memahami isi perda dan bisa diterapkan di masingmasing LPD. Menurutnya, pemahaman dalam pengelolaan LPD sangat penting agar ke depan keberadaan LPD bisa tetap eksis di masyarakat. ‘’Kita juga harap dengan perda ini, LPD di Bangli bisa berkembang lebih baik dari sebelumnya,’’ jelas Luh Wardani sembari menyatakan modal dasar yang diberikan kepada LPD bertambah dari Rp 20 juta menjadi Rp 50 juta. Sementara itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Lembaga Perkreditan Desa (LPLPD) Bangli I Gusti Ngurah Sandinata mengungkapkan, pada prinsipnya semua LPD di Bangli sangat antusias dengan adanya perda ini. Namun, perda ini juga harus diperkuat dengan perarem di desa pakraman. ‘’Kita harap dengan adanya perda ini LPD semakin kuat dan semakin eksis sehingga LPD tetap bisa berkontribusi lebih kepada masyarakat,’’ kata Sandinata. (kmb41)

Bangli (Bali Post) – Menjelang karya ngusaba kapat di Pura Tri Kahyangan Jagat Hulundanu Batur di Desa Pakraman Songan, Kintamani, krama desa pakraman setempat mulai melakukan sejumlah persiapan. Sesuai dudonan karya, ngusaba kapat akan diawali dengan menggelar upacara paku agem pada Minggu (17/9). Sementara, puncak karya berlangsung pada Purnama Kapat, Kamis (5/10) mendatang. Pangemong yang juga pemangku pura, Jro Mangku Gede Hulundanu Batur Luhuran, Jumat (15/9) kemarin, mengatakan rangkaian karya ngusaba kapat di Pura Tri Kahyangan

Jagat Hulundanu Batur di Desa Pakraman Songan akan berlangsung kurang lebih sebulan. Setelah upacara paku agem, digelar makarya wewangunan pada Kamis (21/9), mecaru ngruak dan nanceb sunari pada Sabtu (23/9). Pada Minggu (24/9), akan dilaksanakan prosesi ngunggahang ilen-ilen Ida Batara, kemudian pada Senin (25/9) dilaksanakan prosesi ngemargiang panyengker karya dan pengalang-ngalang sasih. Dilanjutkan pada Selasa (26/9) dengan prosesi macaru manca sata, metik wangunan dan melaspas alit. Pada Rabu (27/9), dilaksanakan prosesi negtegang, ngadegang tapini dan ngaling-

BATUR - Pesona Danau dan Gunung Batur.

gihang rare angon. Sehari setelahnya atau pada Kamis (28/9) dilaksanakan prosesi nuur tirta penyaksi karya ring kahyangan jagat, nuur tirta kahyangan tiga ring Desa Pakraman Songan dan dilanjutkan dengan prosesi ngunggahang bakti ring soangsoang palinggih pada Jumat (29/9). Pada Sabtu (30/9), akan dilaksanakan ngodal Ida Batara Dalem, Ida Batara Sami dan ngaturin Ida Batara ring palinggih. Dilanjutkan kemudian dengan mendak Batara Tirta ring Pura Segara, ngaturin Batara Tirta dan ngaturin Ida Batara ring palinggih pada Minggu (1/10). Selanjutnya pada Senin (2/10) dilaksanakan

prosesi ngiringang Ida Batara lunga ke Segara Lumbang (Amed), mecaru manca sata, ngaturang subakti pakelem, dan ngaturang Ida Batara ring palinggih. Puncak karya ngusaba kapat akan diisi dengan prosesi ngaturin renteng ring jero kemulan, penganket ibu lan Pura Segara serta ngaturin Ida Batara Sakti Bakti Piodalan. Selanjutnya prosesi ngaturang bakti penganyar oleh kabupaten/kota di Bali akan dimulai pada Jumat (6/10) hingga Kamis (12/9) dimulai dari Kabupaten Karangasem, Buleleng, Badung, Gianyar, Tabanan, Jembrana dan Kodya Denpasar. Pada Jumat (13/9) dan Sabtu

Bali Post/eka

(14/9) akan dilaksanakan bakti penganyar Peduluan Desa Pakraman Songan. Kemudian pada Minggu (15/10), dilaksanakan bhakti prani Kabupaten Klungkung, bhakti panyineb Kabupaten Klungkung dan Ida Batara ngeluur. Pada hari terakhir yakni Senin (16/10) akan dilaksanakan prosesi nuek bagia pula kerti, nganyut ke segara, mapawilangan dan maguru piduka. Jero Mangku Gede berharap seluruh umat se-Dharma dapat meluangkan waktunya untuk ngaturang ayah dan bhakti sesuai dudonan karya tersebut. Sesuai purana, wajib hukumnya bagi umat untuk menghaturkan bhakti saat karya. (kmb40)

Petani Tak Siap Mengelola

Pemerintah Pusat Batal Berikan Bantuan ’’Cold Storage’’ Bangli (Bali Post) Pemerintah pusat sempat berencana memberikan bantuan cold storage untuk Kabupaten Bangli. Namun, rencana itu batal terwujud lantaran petani di Bangli tidak siap untuk mengelolanya. Hal itu diungkapkan Kabid Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli I Wayan Tagel Sujana, belum lama ini. Dijelaskan Tagel, cold storage adalah sebuah bangunan atau ruangan khusus

yang dirancang dengan suhu tertentu untuk menyimpan dan mempertahankan kesegaran berbagai macam produk pertanian seperti sayur, cabai, tomat dan lainnya. Bantuan tersebut rencananya diberikan pemerintah pusat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) beberapa tahun lalu. ‘’Tahun pastinya saya lupa,’’ ujarnya. Tagel mengatakan, cold storage batal diberikan lantaran petani di Bangli tidak siap untuk mengelolanya. Sebab selain membutuhkan lahan dengan

luas memadai untuk pembangunannya, cold storage juga membutuhkan daya listrik yang besar untuk mengoperasikannya. ‘’Karena itulah, bantuan itu akhirnya tidak jadi diberikan. Yang namanya bantuan, kalau kita nerima tanpa dimanfaatkan kan jadi temuan,’’ terangnya. Mengingat besarnya potensi pertanian yang dimiliki Bangli khususnya hortikultura, keberadaan cold storage sebenarnya sangat dibutuhkan terutama saat harga komoditas pertanian sedang

anjlok. Dengan keberadaan cold storage, hasil pertanian yang tidak bisa dijual dengan harga standar bisa disimpan untuk sementara waktu dan dipasarkan kembali saat harga sudah membaik. ‘’Tapi sejauh ini, petani sepertinya belum menginginkan itu,’’ ujarnya. Tagel menambahkan, kalaupun nantinya Bangli bisa memiliki cold storage, maka akan lebih baik jika bisa dikelola perusda. Sebab jika mengandalkan petani, diyakini tidak akan maksimal. (kmb40)


Sabtu Wage, 16 September 2017

GIANYAR

9

Hingga Pertengahan September

Belasan Pengguna Narkoba Dibekuk Polisi Gianyar (Bali Post) -

Sepanjang tahun 2017 hingga Jumat (15/9) kemarin, jajaran Sat. Narkoba Polres Gianyar telah berhasil meringkus 16 pelaku penyalahgunaan narkoba. Dominan dari pelaku adalah warga yang terjerumus sebagai pengguna narkoba. Bali Post/ded

PADIKSAN - Suasana padiksan yang digelar di Griya Gede Pejeng, Jumat (15/9) kemarin.

’’Padiksan’’ di Geria Gede Pejeng

Gianyar (Bali Post) Puncak prosesi padiksan di Geria Gede Pejeng, Jumat (15/9) kemarin berlangsung lancar dan khidmat. Sang diksita Ida Bagus Cahyadi dan Ida Ayu Adnyani kini menjadi sulinggih dengan gelar bhiseka masing-masing Ida Pedanda Gde Buruan dan Ida Pedanda Istri Buruan. Padiksan ini sesuai SK Parisada Dharma Hindu Bali (PDHB) nomor 17/PDHB/IV/2017. Prosesi dihadiri Guru Nabe Ida Pedanda Manobawa dari Geria Bitera Baleran, Guru Waktra Ida Pedanda Jungutan Geria Peling Padangtegal Ubud, serta Guru Saksi Ida Pedanda Wayahan Dauh dari Geria Pitamaha Siangan Gianyar. Selain itu, hadir antara lain Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Bupati Gianyar Made Mahayastra, para tokoh Puri Pejeng, Puri Peliatan, Puri Ubud, Puri Abianbase dan puri lainnya, serta ribuan sisya. Prosesi kemarin diakhiri dengan dharma wacana yang disampaikan Ketua Dharma Gosana Gianyar Ida Pedanda Griya Sanding Anyar, Pejeng. Dalam dharma wacananya, Ida Pedanda mengingatkan soal sesana yang harus ditaati setelah menjadi seorang pedanda. Sementara malam sebelumnya atau pada Kamis (14/9) dilangsungkan upacara mapinton dan ngekeb. Sekretaris PDHB Gianyar I.B. Kaimana menjelaskan, serangkaian prosesi telah dilangsungkan sebelum puncak karya kemarin. Prosesi dimaksud seperti diksa pariksa oleh PDHB Gianyar pada 27 Agustus di Griya Gede Pejeng. Sementara itu, Manggala Karya I.B. Nyoman Suweta menyampaikan keseluruhan prosesi padiksan telah berjalan dengan baik. Pihaknya pun menyampaikan terima kasih kepada semua pihak atas kelancaran prosesi tersebut. (kmb25)

Kasat Narkoba Polres Gianyar AKP Gusti Putu Dharmanatha mengatakan dari 16 kasus yang terungkap, sebelas di antaranya sudah dilimpahkan ke kejaksaan dan ada yang sudah menjalani vonis hukuman. ‘’Sekarang sisa lagi lima berkas. Dalam waktu dekat akan kita limpahkan,’’ terangnya. Dari belasan pelaku yang dibekuk, dominan berasal dari luar Kabupaten Gianyar, namun mengkonsumsi narkoba di Gianyar. Sementara proses penangkapan dominan berlangsung di bilangan Jalan By-pass I.B. Mantra. ‘’Daerah lain yang dijadikan tempat transaksi juga sudah kami obok-obok, seperti Batubulan, Sukawati atau Kota Gianyar,’’ jelasnya.

Kasus teranyar, polisi menangkap penyalahguna narkoba berinisial Komang R (37). Pria asal Banjar Auman, Desa Plaga, Petang, Badung ini merupakan target operasi sejak sebulan lalu. ‘’Awalnya dari informasi masyarakat. Setelah cukup lama kita pantau, akhirnya kita kantongi ciri-ciri pelaku,’’ katanya. Polisi melakukan penyergapan di depan rumah pelaku di Jalan Raya Batuyang, Desa Batubulan, Sukawati pada Selasa (12/9) sekitar pukul 13.30 Wita. Namun saat digeledah, pada tubuh pelaku tidak ditemukan barang bukti narkoba. ‘’Polisi lantas mengarah ke dalam rumah pelaku. Saat melakukan pemeriksaan pada lemari pakaian, di sanalah

PELAKU - Kapolsek Sukawati Kompol Pande Sugiharta menunjukkan pedang dan pelaku Sujaie di Mapolsek Sukawati, Jumat (15/9) kemarin.

ditemukan satu paket SS tersimpan dalam kantong celana milik pelaku,’’ kata Dharmanatha. Dari pemeriksaan di Mapolres Gianyar, pelaku yang

tubuhnya penuh tato ini mengaku mengkonsumsi narkoba sejak lima bulan lalu. Barang haram itu dipakai seorang diri, sedikit demi sedikit. ‘’BB yang diamankan ini

SS paket hemat. Dan ini sudah beberapa kali dipakai oleh pelaku. Mungkin karena masih pemula, jadi BB ini dipakai sediki demi sedikit,’’ jelas Dharmanatha. (kmb35)

Delegasi ICNT Kagumi Kebun Raya Gianyar

Berencana Membunuh, Pria Asal Lombok Dipolisikan

Gianyar (Bali Post) Polisi mengamankan seorang pria asal Lombok, Sujaie (29), Kamis (14/9). Kala itu pria yang membawa pedang sepanjang 90 cm itu berencana membunuh bosnya, Ida Bagus Puspa. Kapolsek Sukawati Kompol Pande Sugiharta, Jumat (15/9) kemarin, menerangkan awalnya pelaku yang merupakan pekerja kafe ini minum bir campur anggur hingga mabuk pada Kamis sore. Usai mengkonsumsi minuman beralkohol itu, ia terlibat cekcok dengan dua orang buruh proyek, yakni Fakurahman dan Suprayitno di seputaran Desa Sukawati. Saat cekcok itu ia dilerai oleh bos proyek, Ida Bagus Puspa. Kala itu Sujaie sempat ditempeleng oleh Ida Bagus Puspa supaya berhenti membuat keributan di lokasi proyek. Mendapat perlakuan itu, Sujaie malah tak terima dan memilih pergi menemui temannya, Jainul di wilayah Serangan, Denpasar Selatan untuk meminjam sebilah pedang. Pedang samurai dari baja itu kemudian dia bawa ke Sukawati. Namun, sebelum menemukan Ida Bagus Puspa, warga setempat yang resah melihat pelaku membawa pedang, lebih dulu melapor ke polisi. Menerima laporan ini, polisi lantas bergerak memburu pelaku. Namun, lantaran pelaku bersenjata, Kapolsek pun memerintahkan anggotanya melengkapi diri dengan rompi dan senjata api. ‘’Akhirnya kami amankan pelaku saat jalan di Pantai Er Jeruk (Sukawati - red),’’ ujarnya. Pelaku bertubuh kurus itu kemudian diamankan ke Mapolsek Sukawati. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Sujaie ternyata dendam dengan Ida Bagus Puspa yang sempat menempeleng kepalanya. ‘’Kami menerima bukti lewat SMS. Pelaku ini sempat curhat ke pacarnya mau bunuh orang Kamis malam itu,’’ jelasnya. Akibat perbuatannya, pelaku kemudian dijerat dengan pasal 2 ayat (1) UU Darurat dan Pasal 335 KUHP tentang perbuatan melawan hukum. ‘’Ancaman bisa mencapai sepuluh tahun penjara. Untuk perencanaan pembunuhan masih didalami,’’ imbuh Kompol Sugiharta. (kmb35)

Bali Post/nik

TUNJUKKAN PELAKU - Kasat Narkoba Polres Gianyar AKP Gusti Putu Dharmanatha, saat menunjukkan pelaku narkoba berinsial Komang R di Mapolres Gianyar, Jumat (15/9) kemarin.

MELEPAS BURUNG - Para delegasi ICNT saat melepas burung bersama Wabup Gianyar Made Mahayastra di Kebun Raya Gianyar. HARI ke-4 pelaksanaan Konferensi Internasional Organisasi Kota Pusaka Dunia atau International Conference of National Trusts (ICNT), selain diisi workshop tentang perubahan iklim di Hotel Wana Ubud, 200 delegasi dari 31 negara juga mengunjungi Kebun Raya Gianyar yang terletak di Banjar Pilan, Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Gianyar, Kamis (14/9). Kedatangan para peserta ICNT di Kebun Raya Gianyar (KRG) disambut Wakil Bupati Gianyar Made Mahayastra. Kehadiran organisasi dunia

yang peduli pada kelestarian warisan budaya, termasuk kelestarian lingkungan di KRG itu merupakan wujud dukungan mereka kepada Gianyar untuk menjaga kelestarian habitat hutan dan segala jenis makhluk hidup di dalamnya. Untuk itu, pada kesempatan tersebut mereka melepaskan berbagai jenis burung endemik KRG di antaranya becica, kacamata, gelatik, kutilang, pencit, cerucuk dan yang lainnya. Saat melepasliarkan burung, para delegasi berkumpul sesuai dengan asal benua mereka,

Asia, Australia, Amerika, Afrika dan Eropa. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menanam enam pohon manggis di areal taman tematik KRG. Wabup yang akrab disapa Agus Mahayastra menanam pohon manggis bersama dengan Ketua Dewan Pembina Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) Hashim Djojohadikusumo. Sementara itu, lima pohon manggis lainnya ditanam oleh perwakilan lima benua. ‘‘Saya sangat berharap pohon ini dapat tumbuh. Ini adalah pohon manggis pertama yang saya tanam,’’ ujar Sharon Waterworth dari Zimbabwe. Pohon manggis merupakan maskot Kabupaten Gianyar. Manggis dikenal sebagai the queen of fruit, ratunya buah yang dapat hidup hingga ratusan tahun. ‘’Saya pikir pohon ini akan dapat tumbuh dengan baik selama mereka menyiraminya,’’ kata Bill Zuill dari Bermuda. Sementara itu, Wabup Agus Mahayastra mengatakan, apa yang dilakukan para delegasi dunia di KRG, dengan melepaskan burung dan menanam pohon diharapkan dapat tetap menjaga habitat KRG. ‘’Saya berharap ini menjadi motivasi bagi masyarakat setempat untuk menjaga habitat binatang yang ada di hutan ini,’’ ujar

Wabup Agus Mahayastra. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pertemuan regional masing-masing benua. Mereka berbagi pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi di negara masingmasing terkait pelestarian pusaka. Pertemuan regional tersebut juga membahas Deklarasi Gianyar yang akan dideklarasikan saat penutupan kegiatan ICNT yang berlangsung besok (hari ini - red). Sementara itu, Presiden International National Trusts Organisation (INTO) Dame Fiona Reynold mengapresiasi Bupati Gianyar A.A. Gde Agung Bharata yang peka memanfaatkan potensi alam yang ada di Kerta, Payangan. Di mana hutan desa yang kesannya terlantar dan kurang tertata dimanfaatkan oleh Agung Bharata sebagai kebun raya. Menurutnya, Agung Bharata berupaya melakukan pelestarian alam yang bermanfaat bagi masyarakat. Diharapkannya, keberadaan kebun raya ini akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ‘’Bupati Agung Bharata sudah berpikir ke depan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,’’ ujarnya saat menjadi pembicara pada Workshop Climate Change di Ubud, Kamis (14/9).

Sementara itu, Kepala DLH Wayan Kujus Pawitra mengatakan pembangunan KRG tidak boleh berhenti sampai soft opening. Ia mengaku siap untuk mewujudkan keberadaan kebun raya yang digagas Bupati Gianyar ini. Kujus Pawitra menjelaskan, tujuan pembangunan KRG bagi masyarakat Desa Pakraman Pilan dan juga masyarakat Gianyar untuk pelestarian atau konservasi fungsi ekosistem, penjaga iklim mikro serta pengendali tata air dan penyediaan air bagi kehidupan ini dan masa yang akan datang, di samping manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. ‘’Pembangunan KRG tidak dapat diukur hanya semata-mata dari untung atau rugi dari sisi ekonomi saja. Bahkan kontribusi krama Desa Pakraman Pilan sangat besar dalam mewujudkan KRG,’’ jelasnya. Menurutnya, KRG dibangun atas kerja sama Pemerintah Kabupaten Gianyar, Desa Pakraman Pilan dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia secara struktural dikelola oleh UPT Kebun Raya Gianyar yang berada di bawah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar. ‘’Pengelolaan secara operasional rencananya dikerjasamakan dengan Desa Pakraman Pilan,’’ tegasnya. (ad1071)

Wabup Mahayastra Sambut Rombongan DPRD DKI Jakarta Jelaskan Soal Kondisi Pasar di Gianyar

SEBANYAK 30 orang anggota DPRD DKI Jakarta yang tergabung dalam Badan Pembentukkan Peraturan Daerah DPRD Provinsi DKI Jakarta melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Gianyar. Rombongan yang dipimpin H. Abraham Lunggana, S.H. itu diterima Wakil Bupati Gianyar Made Mahayastra di ruang sidang utama kantor Bupati Gianyar, Jumat (15/9) kemarin. Pimpinan rombongan H. Abraham Lunggana atau yang biasa dipanggil Haji Lulung menyampaikan maksud kedatangannya bersama rombongan adalah untuk mengetahui pengelolaan pasar tradisional di Kabupaten Gianyar. Kunjungan kerja ini, lanjutnya, dilakukan dalam rangka penyusunan Ranperda Perpasaran, Ranperda Pengelolaan dan Pemban-

gunan Usaha Pasar Jaya dan Ranperda Perusahaan Umum Daerah Pasar Jaya. Turut serta dalam rombongan tersebut Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin. ‘’Kami ingin sekali tahu tentang pengembangan dan pengelolaan usaha pasar di sini, dalam rangka memperkaya wawasan kami nanti di sana,’’ ujar Haji Lulung. Wabup Mahayastra pada kesempatan tersebut menyebutkan bahwa di Kabupaten Gianyar terdapat tujuh pasar tradisional yang dikelola Pemkab Gianyar. Pasar tersebut berada di tujuh kecamatan. Selain itu, juga terdapat pasar desa yang pengelolaannya ada pada desa pakraman/adat masing-masing. Disebutkannya, Gianyar memang belum memiliki

pasar tradisional yang besar, tetapi potensi masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional sangat besar. Wabup Mahayastra mengakui pasar tradisional di Gianyar kondisinya belum bagus, kotor dan semrawut. Inilah yang menyebabkan masyarakat terkadang enggan berbelanja ke pasar tradisional. Mengatasi hal tersebut, dan untuk mengembangkan pasar tradisional serta mengembangkan ekonomi kerakyatan, Wabup Mahayastra mengatakan Pemkab Gianyar akan merevitalisasi pasar-pasar tradisional yang ada. Hal ini dilakukan dengan bantuan dari Kementerian Koperasi dan UKM. ‘’Tahun 2018 kami akan merevitalisasi dua pasar tradisional. Kami berharap dapat melaku-

TERIMA ROMBONGAN - Wabup Gianyar Made Mahayastra saat menerima rombongan DPRD DKI Jakarta yang dipimpin H. Abraham Lunggana. kan revitalisasi dua pasar tradisional setiap tahunnya,’’ ujar Wabup Agus Mahayas-

tra. Kunjungan kerja tersebut diakhiri dengan saling bertukar cenderamata. (ad1072)


KLUNGKUNG

10

Sabtu Wage, 16 September 2017

Nikmati Tunjangan Transportasi

Awal Oktober, Mobdin Dewan Ditarik Semarapura (Bali Post) -

Belasan mobil dinas (mobdin) yang selama ini dipakai anggota DPRD Klungkung dalam waktu dekat akan ditarik dan dikembalikan ke daerah. Hal tersebut menyusul adanya tunjangan transportasi sesuai dengan Perda tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD Klungkung. Tunjangan tersebut nantinya akan ter-cover pada APBD Perubahan 2017.

I Made Jana

Bali Post/sos

Soal Penanganan Terumbu Karang

Dewan akan Datangi Pemprov

Semarapura (Bali Post) Kerusakan terumbu karang di perairan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung yang diduga akibat penggunaan fasilitas wisata bahari tak kunjung tertangani. Hal tersebut tak hanya dipertanyakan masyarakat. Namun juga menjadi sorotan DPRD Klungkung. Supaya tak terus berlanjut, dalam waktu dekat Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali selaku pemilik kewenangan akan didatangi untuk meminta kepastian. Sekretaris Komisi I DPRD Klungkung I Made Jana, Jumat (15/9) kemarin mengungkapkan, sesuai hasil observasinya dan berbekal informasi dari masyarakat, kondisi terumbu karang yang menjadi daya tarik wisatawan sangat mengkhawatirkan. Jika mengacu pada Undangundang 23 Tahun 2014, kawasan laut dari 0 sampai 12 mil kewenangan pengelolaannya ada di tangan Pemprov Bali. Hal ini pun sudah diserahkan oleh daerah. “Sesuai informasi, provinsi belum mau menandatangani berita acara serah terima. Jadi statusnya (pengelolaan - red) ngambang. Dari pihak provinsi masih menunggu peraturan Kemen-PAN RB terkait status kepegawaian dari UPT KKP,” katanya. Meski demikian, politisi Demokrat ini menyebutkan kerusakan itu perlu segera ditindaklanjuti sebelum semakin parah. Guna mempercepat adanya kepastian, pada 25 September mendatang pihaknya akan ke provinsi. “Kami memang tidak punya kewenangan untuk melakukan legal action, tapi punya kewajiban menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Ini tidak bisa dibiarkan. Ini kepentingan kami di Klungkung. Sumber daya alam kami,” ungkapnya. Kerusakan itu diduga akibat penggunaan fasilitas wisata bahari berupa ponton yang tak terkendali. Sesuai Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, itu dapat dipidanakan. “Nah sekarang statusnya (pengelolaan - red) terkesan ngambang. Siapa yang berhak mempidanakan? Kami juga dapat informasi, banyak fasilitas wisata yang hanya mengantongi izin operasional. Tapi untuk lingkungan tidak,” kata politisi asal Nusa Penida ini. Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi I DPRD Klungkung I Nengah Mudiana. Persoalan terumbu karang itu harus ditindaklanjuti secara serius. Sebab, itu menjadi sumber kehidupan masyarakat. “Jangan sampai Nusa Penida yang disebut telor emas Klungkung, malah semuwuk,” tandasnya. (kmb45)

Dua Jambret Asal Surabaya Diringkus Semarapura (Bali Post) Dua pria asal Surabaya, Muhamad Dwi Alfitrah (27) dan Oky Andriyanta (23), diamankan jajaran Polsek Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Jumat (15/9) kemarin. Hal tersebut terjadi setelah melakukan penjambretan terhadap barang milik I Gusti Ayu Sipta Dewi (27) asal Desa Tulikup, Gianyar. Berdasarkan informasi yang terhimpun, kedua pelaku yang mengaku sebagai buruh proyek di Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung, ditangkap sekitar pukul 14.00 Wita. Aksinya berawal ketika korban mengendarai sepeda motor datang dari arah kota Gianyar menuju Kota Klungkung sekitar pukul 13.30 Wita. Tiba di Jalan Raya Koripan, Banjarangkan, langsung dipepet pelaku yang mengendarai sepeda motor Jupiter MX DK 5440 QC. Awalnya korban tidak curiga dengan hal tersebut. Namun tak berselang lama, tas gendongnya yang berisi sebuah HP merk Oppo seharga Rp 3.800.000 dan uang tunai Rp 24.000 ditarik hingga membuatnya kaget. Kejadian yang berlangsung singkat itu sempat diwarnai aksi saling tarik. Untungnya korban tidak jatuh. Setelah gagal merampas tas, pelaku kemudian melarikan diri ke arah timur. Korban langsung berteriak meminta tolong. Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian mengejar pelaku. Namun, setelah sampai di Kantor Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung, kedua pelaku jatuh dari sepeda motornya. Warga bersama petugas Polsek Banjarangkan yang ngepos di perempatan jalan raya Takmung langsung menangkapnya. Kapolsek Banjarangkan AKP Luh Wirati ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Pelaku masih dimintai keterangan. Selama di Bali mereka sempat melakukan aksi serupa di wilayah Gianyar. “Katanya hanya untuk cari uang makan. Pelaku ditahan di Mapolsek,” tandasnya. (kmb45)

Sekretaris Dewan I Wayan Sudiarta menjelaskan, penarikan tersebut dilakukan pada tiga unit mobil yang dipakai ketua komisi, satu unit dari Ketua Badan Kehormatan (BK), satu unit dari Ketua Badan Legislasi (Baleg) dan enam unit dari pimpinan fraksi. Ini akan berlangsung pada awal Oktober. “Penarikan setelah APBD Perubahan ditetapkan. Ini diluar unsur pimpinan,” jelasnya, Jumat (15/9) kemarin. Mobil pelat merah itu, sambungnya, nantinya akan dipakai untuk menunjang operasional sekretariat. Hanya untuk jumlahnya masih dikaji. Sebagai gambaran awal, itu nantinya diperuntukkan ke kepala bagian. “Nanti sisa yang dipakai di sekretariat akan dikembali-

kan ke daerah,” sebutnya. Meski sudah mendapatkan tunjangan transportasi yang besarannya masih menunggu kajian apprisial, anggota dewan ini justru sewaktu-waktu masih bisa menikmati mobil tersebut saat observasi. Hanya itu diakomodir oleh sekretariat. “Mobil tersebut kita juga perlukan di sini untuk anggota DPRD, jika turun ke lapangan atau melakukan observasi maupun antar jemput saat keluar daerah,” katanya. (kmb45) DITARIK - Mobil dinas milik Pemkab Klungkung. Beberapa juga dipakai oleh anggota DPRD. Namun awal Oktober itu akan ditarik, menyusul cairnya tunjangan transportasi.

Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Bupati Tegaskan Guru Harus Kuasai IT

GURU - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta memberikan pembinaan kepada guru SMP di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Jumat (15/9) kemarin.

PENINGKATAN kualitas pendidikan di Kabupaten Klungkung yang memiliki keterkaitan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terus digenjot Pemkab. Hal itu salah satunya diwujudkan dengan memberikan pembinaan kepada tenaga pendidik secara berkelanjutan. Seperti halnya yang berlangsung Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Jumat (15/9) kemarin. Pada pembinaan yang menyentuh kepala sekolah dan guru-guru pengajar tingkat SMP di tiga kecamatan, yaitu Klungkung, Kecamatan Dawan dan Kecamatan Banjarangkan ini, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menekankan pentingnya pemahaman terhadap informasi teknologi. Sebab, melalui itu berbagai hal dapat terakses secara mudah, di samping akan memberikan kemudahan dalam proses belajar-mengajar. “Mari kita

perkuat diri di bidang informasi teknologi, agar mampu membuat sistem yang kuat di dalam sekolah,” tegasnya. Lebih lanjut, Bupati menyampaikan penerapan pendidikan karakter pada siswa juga harus benar-benar dilakukan secara serius, sehingga akan mampu menghasilkan sikap maupun perilaku baik yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kualitas diri. “Pentingnya pendidikan karakter harus ditanamkan dan diperkuat kepada seluruh murid-murid di sekolah,” katanya. Bupati asal Nusa Ceningan ini kembali memaparkan makna dari lagu “Gema Santi” kepada para guru-guru di tingkat SMP. Karena dalam lagu tersebut berisi ajakan kedamaian dan cinta serta ajakan untuk bersama-sama membangun Kabupaten Klungkung. Laksanakan tugas dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati, sehingga

anak-anak bisa mamiliki sikap dan karakter yang baik, kreatif dan cerdas. “Makna dari lagu Gema Santi harus selalu di tanamkan di masing-masing sekolah,” imbuhnya. Selain itu, masing-masing sekolah juga diminta selalu mejaga peraturan tentang merokok. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klungkung Dewa Gde Darmawan, menyampaikan pembinaan guru merupakan salah satu fungsi dari manajemen SDM pendidikan. “Kepada semua sekolah dari tingkat Kelompok Bermain, PAUD, TK, SD, SMP dan SMA/ SMK di Kabupaten Klungkung supaya melaksanakan program Pemerintah Kabupaten Klungkung “Gema Santi”, bagaimana nantinya sekolah bisa melaksanakan gagasan ini dengan santun dan inovatif, sehingga sekolah dapat bangkit dan maju di segala bidang,” ujarnya. (ad1077)

Api Porprov Diserahkan Karangasem

Bupati Suwirta Minta Jadikan Pembangkitan Semangat Ksatria Mahottama

KIRAB Api Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XIII yang terselenggara di Kabupaten Gianyar, telah memasuki Kabupaten Klungkung. Serah terima Api Porprov ini sebelumnya diarak di Kabupaten Karangasem dan diterima langsung Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta di depan areal Pura Goa Lawah, Kabupaten Klungkung, Jumat (15/9) kemarin. Bupati yang sebelumnya berkiprah di dunia perkoperasian ini mengungkapkan, kirab obor yang rutin berlangsung saat perhelatan porpov tak hanya sebatas seremonial. Lebih dari itu, juga sebagai wujud pembangkitan semangat Ksatria Mahottama para atlet Klungkung yang tengah bertanding. “Semangat harus selalu terus ditingkatkan,” tegasnya. Selain itu, Bupati Suwirta

juga meminta para atlet terus berjuang untuk meningkatkan prestasi yang diraih sebelumnya. Juara dan tidak mendapatkan juara tidak terlalu penting. Namun yang paling penting mampu, berani tampil dan berjuang dengan semangat yang tinggi dan sportif. Melalui itu, yang mendapat sorotan positif tak hanya pada masyarakat, namun juga daerah. “Ajang ini harus digunakan untuk menumbuhkan sportivitas,” ungkapnya. Ketua KONI Kabupaten Klungkung I Wayan Subamia menyampaikan, Api Porprov Bali XIII tahun 2017 diserahkan langsung Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Simatri kepada Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dan disaksikan masing-masing unsur Muspida, OPD dan beberapa siswa di Kabupaten Klungkung. Proses-

inya melalui apel sederhana di depan areal Pura Goa Lawah. Kemudian itu diarak melewati tiga Kecamatan yang ada di Kabupaten Klungkung dari Kecamatan Dawan, Klungkung, Banjarangkan. Hari ini akan diserahkan kepada Kabupaten Bangli untuk selanjutnya diarak secara estafet. Peserta dari Kabupaten Klungkung yang berlaga di Porprov Bali XIII kurang lebih sebanyak 492 orang. Mereka akan berlaga merebutkan juara untuk 31 cabang olahraga. Di antaranya atletik, binaraga, basket, bola voli, bridge, bulu tangkis, catur, criket, gate ball, judo, karate, menembak, panahan. Ada pula panjat tebing, pencak silat, renang, taekwondo, tarung derajat, tenis meja, tinju, wood ball, sepak bola, dansa, balapotor, pentaque, kabaddi, kempo, soft ball, wushu dan futsal. (ad1066)

API - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menerima api Porprov XIII dari Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Simatri di depan areal Pura Goa Lawah, Kabupaten Klungkung, Jumat (15/9) kemarin.

APBD-P 2017

Diprioritaskan untuk Program Kesehatan dan Pendidikan Semarapura (Bali Post) Pemkab Klungkung bersama DPRD telah menanda tangani nota kesepakatan bersama Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2017 pada rapat paripurna, Jumat (15/9) kemarin. Sesuai rancangan,

anggaran yang jumlahnya tak begitu besar akan diprioritaskan untuk pelaksanaan program kesehatan dan pendidikan. Sementara untuk program fisik berskala besar dipastikan nihil. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, mengungkapkan anggaran yang dimiliki pemkab dalam anggaran perubahan ini memang

Bali Post/sos

APBD - Penandatanganan nota kesepakatan bersama Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2017 pada rapat paripurna, Jumat (15/9) kemarin.

tak banyak. Namun itu dapat dimaksimalkan untuk melakukan hal-hal yang mengikuti kebutuhan dasar masyarakat berupa kesehatan dan pendidikan. “Sesuai undang-undang, ini harus jadi prioritas,” ungkapnya. Khusus untuk bidang kesehatan, Bupati asal Nusa Ceningan ini menegaskan mulai November 2017 seluruh masyarakat Klungkung yang belum tersentuh layanan BPJS, akan ditanggung kelas III dengan anggaran total sekitar Rp 2,2 miliar. Menurutnya, ini suatu keharusan dan kewajiban dari pemerintah, karena pasca adanya integrasi JKBM ke JKN-KIS muncul kecenderungan kunjungan ke puskesmas dan ke rumah sakit menurun. “Setelah ditelusuri, ternyata jaminan kesehatan ini sangat ditunggu masyarakat. Atas dasar itu, masyarakat akan ditanggung BPJS. Tentu harus mau menggunakan fasilitas ini di kelas III. Tapi jangan khawatir kelas ini jelek. Kita jelaskan, tidak diskriminatif. Ruangan sudah diisi AC,” bebernya. Sementara untuk bidang pendidikan, difokuskan pada subsidi

angkutan siswa yang memanfaatkan angdes. Program yang baru diterapkan di Kecamatan Klungkung ini dianggarkan sekitar Rp 1,1 miliar untuk tiga bulan. Ini ditargetkan sudah mulai beroperasi pada Oktober. “Seluruh siswa SD dan SMP akan diangkut secara gratis dengan Angdes. Ini juga untuk memberikan penghasilan pada masyarakat yang berprofesi sebagai sopir,” katanya. Program fisik skala besar tak akan digulirkan pada anggaran perubahan. Pemkab lebih fokus untuk membuat perencanaan yang rencananya direalisasikan pada 2018. “Untuk jalan, hanya tambal sedikit-sedikit. Perencanaan justru banyak, seperti pelabuhan segi tiga emas, redesain patung Ida Dewa Agung Jambe dan penataan di Goa Lawah,” sebut Suwirta. Khusus untuk gambaran secara umum KUPA dan PPAS Perubahan APBD Tahun 2017, Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi sekitar Rp 146 miliar, naik Rp 22 miliar dari APBD Induk 2017 sekitar Rp 124 miliar. Dana perimbangan justru yang sebelumnya sekitar Rp 673 miliar,

turun menjadi Rp 667 miliar. Sementara pendapatan sah lainnya bertambah sekitar Rp 68 miliar dari Rp 234 miliar menjadi Rp 302 miliar lebih. Belanja tidak langsung APBD Induk 2017 sekitar Rp 634 miliar, meningkat menjadi Rp 645 miliar atau bertambah sekitar Rp 11 miliar. Peningkatan juga terjadi pada belanja dari Rp 512 miliar menjadi Rp 578 miliar. Pembiayaan daerah yang terdiri dari penerima pembiayaan justru berkurang dari Rp 122 miliar menjadi Rp 116 miliar. Sedangkan pengeluaran pembiayaan pada APBD Induk Tahun 2017 berjumlah Rp 8 miliar, pada Rancangan Perubahan APBD Tahun 2017 tidak mengalami perubahan. Ketua DPRD Klungkung Wayan Baru seusai sidang paripurna mengatakan program yang disampaikan pemkab sudah pro-rakyat. Diminta pelaksanaan nantinya dapat dipercepat. “Yang disampaikan eksekutif sudah pro-rakyat. Jadi kita di DPRD akan mendukungnya agar program yang dijalankan bisa menyejahterakan masyarakat,” tandasnya. (kmb45)


Sabtu Wage, 16 September 2017

Donor Darah TNI

Singaraja (Bali Post) – Jajaran Kodim 1609 Buleleng menggelar donor darah, Jumat (15/9) kemarin di halaman Makodim 1609 Buleleng. PNS dan anggota TNI ini menyumbangkan darah mereka serangkaian HUT ke-72 TNI tahun 2017. Dandim 1609 Buleleng Letkol Inf. Slamet Winarto, S.E. tampak berbaur dalam kegiatan sosial tersebut. Dandim Letkol Inf. Slamet Winarto mengatakan, donor darah ini sengaja digelar sebagai bentuk pertisipasi dan kepedulian jajaran TNI dalam menambah banyak stok darah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Apalagi, belakangan ini stok darah yang dikelola oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Buleleng masih kurang, sehingga dengan tambahan darah dari donor di jajarannya itu bisa menambah stok darah di PMI. Yang tidak kalah penting lagi adalah bagaimana menanamkan sikap kepedulian sosial di jajangan TNI maupun PNS untuk menyumbangkan setetes darah untuk masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, kepedulian sosial lain yang tidak henti-hentinya digalakkan adalah membantu warga kurang mampu membangun jamban dalam menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal dari penyebaran penyakit yang membahayakan. ‘’Sebagai pengabdian TNI kepada bangsa dan negara TNI yang profesional, kuat, humanis dan bersama rakyat, TNI kuat, kepedulian sosial melalui donor darah dan partisipasi lain terus kita galakkan,’’ tegasnya. (kmb38)

BULELENG

11

Antisipasi Beredarnya Obat PCC

Polisi Razia Apotek di Kota Singaraja

Bali Post/kmb38

RAZIA – Jajaran Satnarkoba Polres Buleleng merazia sejumlah apotek di Kota Singaraja, Jumat (15/9) kemarin. Bali Post/kmb38

DONOR DARAH – Segenap jajaran TNI dan PNS di lingkungan Kodim 1609 Buleleng melaksanakan donor darah serangkaian HUT ke-72 TNI, Jumat (15/9) kemarin.

Hanya Enam Bendung Diperbaiki

Singaraja (Bali Post) – Tambahan dana yang dialokasikan dalam APBD Perubahan tahun ini, belum mampu menangani seluruh bendung dan jaringan irigasi yang rusak akibat bencana alam Desember 2016 dan Januari 2017 lalu. Dari sekitar 29 bedung, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Buleleng hanya mampu memperbaiki enam bendung yang rusak. Sisanya 23 bendung lagi diperbaiki dalam APBD Induk 2018 mendatang. Pada APBD Perubahan 2017 yang sudah disahkan DPRD Bali Post/kmb38 Buleleng, Jumat (15/9) keKetut Suparta Wijaya marin, Dinas PU-PR menerima total tambahan dana Rp 52 miliar. APBD Perubahan itu disahkan melalui sidang paripurna dipimpin Ketua Dewan Gede Supriatna. Dari jumlah tambahan dana itu, hanya enam bendung yang bisa diperbaiki. Untuk memperbaiki bendung tersebut tambahan dana tersebut menyerap anggaran senilai Rp 4,5 miliar. Beberapa bendung yang akan diperbaiki seperti di Desa Sudaji Kecamatan Sawan, Desa Silangjana Kecamatan Sukasada, dan beberapa loaksi bendung lainnya. Sedangkan sisanya Rp 10 miliar dialokasikan untuk biaya pembebasan lahan proyek shortcut dan untuk membuat trotoar di jalan kabupaten Desa Munduk, Kecamatan Banjar. Setelah pengesahan Perubahan APBD 2017 ini, Dinas PU-PR langsung dilakukan tender dan dilanjutkan pelaksanaan kegiatan hingga tiga bulan ke depan. Kepala Dinas PU-PR Ketut Suparta Wijaya mengatakan, pemerintah hanya mampu memperbaiki enam bendung dengan tambahan dana tahun ini karena anggaran tidak mencukupi. Jika seluruh bendung yang rusak itu diperbaiki, maka pihaknya memperkirakan dana yang diperlukan mencapai Rp 8,9 miliar lebih. Atas kondisi ini, pihaknya memutuskan memperbaiki enam bendung dengan pertimbangan skala prioritas. Skala prioritas ini karena bagaimanapun air irigasi sangat dibutuhkan oleh petani. Terlebih lagi dalam musim kemarau ini pasokan air irigasi mulai sulit, sehingga infrastruktur pertanian ini begitu dibutuhkan. ‘’Kalau dengan tambahan dana itu semuanya untuk bendung jelas tidak mencukupi karena kebutuhan anggaran jauh lebih besar dari tambahan anggaran itu. Sehingga kita mengambil langkah untuk skala prioritas, sehingga air irigasi ini bisa dipenuhi dengan optimal,’’ katanya. Untuk memaksimalkan penanganan kerusakan bendung akibat bencana, Dinas PU-PR terpaksa melakukan berbagai upaya. Salah satunya dengan menunda memperbaiki kerusakan poros jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Sudaji menuju Desa Pakisan. Semula jalan ini akan diperbaiki dengan tambahan dana di pertengahan tahun ini, namun setelah dievaluasi rupanya perbaikan jalan itu ditunda. Alasannya, lagi-lagi karena perbaikan untuk sarana irigasi pertanian lebih penting dari perbaikan jalan yang memang bisa ditunda karena kondisi jalan itu tidak menimbulkan dampak yang lebih besar. (kmb38)

Suara Buleleng Lovina Sudah Mendunia

Kegiatan Festival Lovina telah berlangsung sejak Kamis sampai tanggal 18 September 2017 mendatang. Kalau kita kilas balik, Lovina yang merupakan pemberian nama oleh A.A. Panji Tisna, sekarang sudah mendunia. Untuk itu diharapkan instansi terkait dan warga sekitar berupaya membangun Lovina tersebut, sehingga mampu memberikan brand pariwisata di wilayah Bali Utara. Kita ketahui beberapa kesenian berawal dan tumbuh di Buleleng. Ke depan diharapkan terus berkembang dan mampu dipertahankan oleh seluruh masyarakat Buleleng. Kesenian yang langka perlu direvitalisasi, kemudian dipertunjukkan kepada warga. Dengan demikian, warga mengetahui dari mana asal kesenian tersebut. Ini perlu didukung semua pihak. Nang Mologan, Mayong

Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Penegakan hukum di Indonesia yang tidak pandang bulu agar secara serius dilakukan, sehingga mampu menciptakan situasi aman dan nyaman dalam kehidupan di Indonesia. Diharapkan hukuman berat diberikan kepada pelaku kejahatan seperti penjahat narkoba, korupsi, dan kejahatan berat lainnya, sehingga menimbulkan efek jera dan tidak mengulangi perbuatannya. Terlebih Indonesia sudah darurat narkoba maka perlu diambil tindakan tegas terhadap pengguna dan pengedar barang terlarang tersebut. Nang Mologan, Mayong

Singaraja (Bali Post) – Sejumlah apotek di Kota Singaraja menjadi sasaran razia jajaran Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Buleleng, Jumat (15/9) kemarin. Razia yang dilancarkan ini untuk mengantisipasi beredarnya obat terlarang yang mengandung Paracetamol, Cafein dan Carisoprodol (PCC). Dalam razia kali ini, polisi tak menemukan obat yang diduga mengandung PPC. Meski demikian, polisi mengingatkan pengelola apotek di Kota Singaraja tidak mencoba-coba menjual obat yang dilarang pemerintah. Selain memeriksa berbagai jenis obat yang dipajang, polisi juga memeriksa sejumlah stok obat yang belum dipajang pengelola apotek. Kepala Satuan (Kasat) Narkoba AKP Ketut Adnyaa Tunggal Jaya, S.Sos., S.H. seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Suka Wijaya mengatakan, razia ini sengaja dilancarkan untuk mengantisipasi beredarnya obat PPC seperti yang marak beredar di luar Bali. Razia ini tidak saja menelusuri kemungkinan beredarnya obat PPC, tetapi juga memberikan peringatan kepada pengelola apotek di Buleleng untuk mengikuti ketentuan yang berlaku. Pihaknya juga meminta pengelola apotek melaporkan jika memang menemukan indikasi masuknya obat yang dilarang beredar. Dengan demikian, konsumen tetap mendapat produk obat yang legal dan tidak membahayakan kesehatan. “Dari razia yang kami lancarkan ini memang tidak ditemukan obat yang diduga mengandung PPC. Kami juga mengingatkan bagaimana pengelola apotek tidak mencoba-coba mengedarkan obat yang ilegal dan pengawasan akan kami lanjutkan, sehingga kalau ditemukan jelas akan ditindak sesuai aturan yang ada,” jelasnya. (kmb38)

Ditelusuri, Dugaan Bergesernya Batas Wilayah

Singaraja (Bali Post) – Pihak terkait di Kabupaten Buleleng dan Bangli melakukan penelusuran atas dugaan bergesernya batas wilayah di Dusun Butiang, Desa Les Kecamatan Tejakula dengan Dusun Batih, Desa Siakin, Kecamatan Kintamani, Bangli, Jumat (15/9) kemarin. Dari Pemkab Buleleng hadir Kabag Pemerintahan Gusti Ngurah Ari Wibawa, perwakilan Camat Tejakula, dan Perbekel Desa Les Gede Susila. Sementara, dari pihak Desa Siakin Bangli dihadiri Kadus Batih Gede Arias dan perwakilan dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kintamani Timur I Made Sudarya. Dari penelusuran di lokasi, para pihak ini menemukan bahwa tapal batas wilayah telah berbeser. Namun, berapa jarak pergeseran itu, belum bisa dipastikan karena masih menunggu penentuan posisi oleh instansi yang berwenang. Kabag Pemerintahan Pemkab Buleleng Ari Wibawa mengatakan, penelusuran ini dilakukan setelah menerima informasi dari Ketua Komisi III DPRD Buleleng Ni Made Putri Nareni bahwa ada dugaan pergeseran batas wilayah Buleleng dan Bangli. Setelah melakukan penelusuran bersama para pihak, batas wilayah di kawasan hutan lindung itu sudah bergeser dari posisi semula. Hanya, siapa instansi dan apa alasan pemindahan itu, pihaknya tidak tahu dan memang tidak ada keterangan yang menyatakan alasan pemindahan tapal batas tersebut. “Kami menindaklanjuti informasi dugaan batas kabupaten bergeser dan setelah rapat langsung di lapangan dengan pihak Desa Les, Desa Siakin, dan KPH, memang batas wilayah sudah bergeser. Siapa yang memindahkan dan berapa jarak pergeseran itu kami belum bisa pastikan karena itu harus diukur dengan alat khusus dan yang bisa melakukan adalah kehutanan,” katanya. Atas hasil penelusuran itu, Pemkab Buleleng dan perwakilan dari Bangli sepakat bersama-sama melakukan koordinasi ke Pemprov Bali dalam waktu dekat ini, karena kewenangan untuk mengevaluasi posisi batas wilayah kabupaten dilakukan di tingkat provinsi. “Kami akan laporkan kepada pimpinan dan lanjut akan berkoordinasi ke provinsi dengan harapan mendapat keputusan terbaik,” jelasnya. Perbekel Desa Les Gede Susila mengatakan, awal tapal batas wilayah kabupaten itu ditemukan bergeser setelah pihaknya menemukan ada warga yang mengangkut bahan untuk pembuatan tapal batas. Saat itu, dirinya mengaku heran karena tidak ada pemberitahuan atau sosialisasi pemindahan tapal batas wilayah. Setelah dicocokkan dengan peta desa termasuk masukan dari para tokoh, ternyata posisi tapal batas itu sudah tidak sesuai dengan data yang ada di peta. “Waktu itu, saya tanya warga yang kebetulan membawa bahan dan katanya membuat pal baru. Saya cocokkan dengan peta desa letak tapalnya tidak cocok. Saat pemindahan itu kami tidak pernah dilibatkan,”

katanya. Di sisi lain, Susila mengatakan, selain tapal batas yang bergeser dirinya merasa khawatir melihat kawasan hutan yang masuk ke wilayah Buleleng sudah beralih fungsi. Hutan tampak gundul dan tanaman yang hidup justru

tanaman produktif seperti pisang, nangka, hingga tanaman bawang merah. Alih fungsi tanaman itu, membuat dirinya khawatir jika nanti turun hujan dan akan terjadi tanah longsor, maka dampaknya akan diterima oleh warganya sendiri.

Sementara Kadus Batih, Desa Siakin Gede Arias mengaku tidak mempermasalahkan di mana posisi tapal batas wilayah kabupaten itu. Yang jelas selama ini warganya hidup berdampingan dengan warga Dusun Butiang dengan rukun dan bahkan terjalin erat persatuan meski berbeda kabupaten. Untuk itu, dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada Pemprov Bali dan instansi terkait di mana posisi yang tepat batas wilayah kabupaten tersebut. “Di mana saja batas wilayah itu kami terima karena yang berwenang itu ada di provinsi dan instansi yang terkait. Kami

dan warga di Les sudah hidup rukun dan saling bantu ketika membangun jalan setapak di wilayah ini,” tegasnya. Ketua Komisi III DPRD Made Putri Nareni mengusulkan agar Dinas Kehutanan Provinsi Bali segera melakukan upaya untuk mengembalikan posisi tapal batas wilayah yang tepat. Selain itu, ia meminta alih fungsi hutan yang terjadi segara dihentikan. Kemudian kondisi hutan yang gundul itu harus direhabilitasi dengan melakukan penghijauan, sehingga kekhawatiran akan terjadi erosi ketika hujan dapat dicegah sejak dini. (kmb38)

Bali Post/kmb38

TAPAL BATAS – Bagian Tapem Pemkab Buleleng bersama pihak terkait menelusuri dugaan bergesernya batas wilayah Buleleng dengan Bangli, Jumat (15/9) kemarin.


JEMBRANA

12

Sabtu Wage, 16 September 2017

Usulan Perbaikan Jalan

Kodim Survei di Delod Berawah

Bali Post/kmb

SIDAK - Dinas Koperindag Jembrana ketika melakukan sidak ke agen tabung gas elpiji di Jembrana.

Diskoperindag Sidak Agen Elpiji Negara (Bali Post) Dinas Koperasi Perdagangan dan Perindustrian Jembrana, Jumat (15/9) kemarin melakukan sidak ke agen dan pangkalan gas elpiji di Kabupaten Jembrana. Sidak ini dilakukan, guna menindaklanjuti informasi adanya isi elpiji yang tidak sesuai atau kurang. Dalam sidak tersebut, petugas menimbang lima sampai enam sampel tabung elpiji 3 kg yang isi dan yang kosong. Dari empat agen elpiji terbesar di Kabupaten Jembrana yang disidak petugas, semuanya menjual tabung elpiji 3 kg dengan isi yang kurang. Saat ditimbang terdapat kekurangan isi gas dalam tabung elpiji 3 kg tersebut sebanyak 0,5 kg dari berat seharusnya 2,99 atau 3,00 kg. Pengelola agen elpiji Putu Suartama mengatakan se-

lama ini pihaknya dari agen sebatas menerima barang dari SPPBE (Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji) langsung ke pangkalan. “Kita dari pihak agen tidak pernah nimbang satu per satu. Dulu memang ada yang bilang isinya kurang, dan saya sudah pernah sampaikan ke SPPBE dan akan ditindaklanjuti,” jelasnya. Terkait temuan terse-

but, bidang perlindungan konsumen Diskoperindag Jembrana akan segera melakukan pemantauan atau pengecekan ke tempat pengisian elpiji atau SPPBE yang berada di Kecamatan Pekutatan, Jembrana. “Jika nanti ditemukan isi yang kurang tentu akan ditindak tegas,” kata petugas. Sementara itu, pihak SPPBE Made Setiawan yang

dikonfirmasi di ponselnya, mengatakan kalau dari pihak SPPBE selama ini tetap melakukan sesuai arahan dan prosedur Pertamina. Barang yang keluar dari SPPBE sudah merupakan tanggung jawab agen selaku distributor, dan kalaupun ada tabung yang bocor atau tidak layak dipakai akan diganti dengan tabung yang baru. “Selama ini kami dari pihak SPPBE pun tetap mengkalibrasi dan setiap hari pun ada petugas Pertamina yang stand by di SPPBE selama operasional berlangsung,” jelasnya. (kmb)

Negara (Bali Post) – Jajaran Kodim 1617/Jembrana, Jumat (15/9) kemarin turun ke Delod Berawah yang diusulkan dilakukan perbaikan fisik untuk program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) 2018. Dipimpin langsung Kasdim 1617/Jembrana Mayor Inf. Ngakan Made Marjana, jajaran bersama Perbekel Delod Berawah I Made Rentana, Bendesa Nengah Milodana dan Dinas PU Jembrana menyusuri jalan di pinggir pantai di depan kafe-kafe yang berjejer. Di kawasan pariwisata ini rencananya akan dilakukan penataan guna menghilangkan kesan negatif komplek kafe remang-remang. Pengukuran dilakukan di jalan tembus dari barat Pantai menuju jalan Yeh Kuning. Pengerjaan ini melanjutkan pembangunan jalan rabat beton yang sudah dilakukan sebelumnya. Dari pengukuran, total panjang 873 meter dengan lebar tiga meter. Kasdim 1617/Jembrana Mayor Inf. Ngakan Made Marjana mengatakan, survei ini dilakukan dari hasil koordinasi TNI dengan pemerin-

Bali Post/olo

SURVEI – Kodim 1617 Jembrana dipimpin Kasdim Mayor Inf. Ngakan Made Marjaya melakukan survei jalur jalan yang akan diperbaiki untuk TMMD 2018 di Delod Berawah. tah daerah belum, lama ini. Tujuannya untuk menata kawasan wisata Delod Berawah. Pada saat pelaksanaan TMMD tahun depan, selain pengerjaan fisik berupa perbaikan jalan, juga dilakukan non-fisik. Seperti penyuluhan Keluarga Berencana (KB), HIV, narkoba dan lain-lain. “Ini dalam rangka pengembangan daerah wisata yang ditunjuk di Delod Be-

rawah ini. Perbaikan fasilitas terutama jalan. Ini baru survei awal,” terang Marjaya. Program TMMD ini untuk kemanunggalan TNI dengan rakyat. Perbekel Desa Delod Berawah Made Rentana, mengatakan sangat mengapresiasi upaya Pemkab Jembrana bersama TNI dari Kodim 1617/ Jembrana menata kawasan Delod Berawah ini. (kmb26)

bebek tanpa dokumen. Telur tanpa dokumen tersebut diamankan dari satu unit pik-up yang dikemudikan Putu Andy Juniarta (20). Muliyadi mengatakan, begitu mobil pik-up DK 9965 GT turun dari kapal, langsung diperiksa baik dokumen ranmor maupun dokumen barangnya.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dengan membuka terpal penutup barang, ternyata barang yang diangkut 24.000 butir telur bebek tanpa dilengkapi dengan dokumen maupun surat kesehatan dari karantina hewan daerah asal,” tegas Muliyadi, seizin Kapolsek Gilimanuk Kompol I Nyoman Subawa, Jumat (15/9). Dari keterangan sopir, Putu Andy Juniarta (20) yang juga pemilik telur, 24.000 telur bebek tersebut diangkut dari Jember, Jawa Timur dengan tujuan Tabanan. Dan pengiriman telur tersebut dilakukan dua kali dalam satu bulan. “Biasanya saya membawa surat karantina, tapi tadi karena ditelpon untuk cepat-cepat sama bapak saya, jadi lupa untuk mencari surat karantinanya,” ujar Putu Andy. Sesuai dengan UU RI No. 16 Tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan, setiap pengiriman hewan, ikan dan tumbuhan, bahan hewan, hasil bahan hewan, ikan dan tumbuhan dari satu pulau ke pulau lainya, harus dilengkapi dengan surat keterangan kesehatan dari Kantor Karantina daerah asal. Muliyadi mengatakan, kini barang beserta pemiliknya diamankan di Polsek Kawasan Laut Gilimanuk untuk proses lebih lanjut oleh petugas karantina, setelah nanti dilimpahkan kepada yang bersangkutan. Kegiatan ini, kata Muliyadi tetap dilaksanakan dalam rangka meminimalisir barang-barang ilegal yang keluar masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk. (kmb)

Polisi Amankan Ribuan Butir Telur Bebek

Negara (Bali Post) Jajaran Polsek Kawasan Laut Gilimanuk yang tergabung dalam Unit Kecil Lengkap (UKL), yang di pimpin Kanit Reskrim AKP I Komang Muliyadi didampingi Pawas Iptu Nyoman Trimayasa, Kamis (14/9) malam menemukan pengiriman komoditi berupa telur

Rangkaian HUT Ke-43 Panin Dai-ichi Life

Serahkan Bantuan ke Panti Asuhan di Jembrana

Negara (Bali Post) Belasan anak-anak asuh di Panti Asuhan Budi Mulia, Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan, Jumat (15/9) kemarin terlihat gembira. Mereka menerima bantuan sosial berupa kebutuhan pokok yang merupakan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Panin Dai-ichi Life. Panti asuhan di Bali ini merupakan salah satu lokasi kampanye CSR roadshow berurutan

yang dilakukan di delapan kota di Indonesia. Bantuan ini sebagai bentuk komitmen dan kontribusi sosial kepada masyarakat yang berfokus pada tiga pilar, yakni kesehatan (health), kesejahteraan (welfare) dan pendidikan (education). Kegiatan roadshow yang mengambil tema “Drive Positive Change” ini merupakan bagian dari rangkaian program HUT ke-43.

Sebelumnya kegiatan dilaksanakan di Tanjung Pinang, Makassar, Batam, Palembang dan Solo. Serah terima donasi sosial berupa kebutuhan pokok diserahkan kepada pengurus panti asuhan oleh perwakilan tim Panin Dai-ichi Life, Jonny selaku Business Development Manager. Windra K. Bakrie, Head of Marketing and Corporate Communications, mengata-

Bali Post/olo

PENYERAHAN – Perwakilan tim Panin Dai-ichi Life di Bali bersama anak-anak dan pengelola Panti Asuhan Budi Mulia, Pulukan seusai penyerahan bantuan sembako.

Telepon Penting jembrana RSU Negara (0365)41006/41806 Pemkab Jembrana (0365) 41210 DPRD Jembrana (0365) 41039 KODIM 1617 Jembrana(0365) 41025 KPU Jembrana(0365) 3944 Kejari Negara(0365) 41165 Piket Kejari Negara (0365) 41164 Piket PN Negara (0365) 41204 TNBB(0365) 41173/61060 Koramil Negara (0365) 41013 Kelurahan Gilimanuk(0365) 61038 Kantor BPN(0365) 41135 Kantor Agama (0365) 41087

kan program ini merupakan bentuk upaya Panin Dai-ichi Life dalam meningkatkan kesadaran sosial masyarakat untuk membantu sesama yang membutuhkan. “Kami mengutamakan keterlibatan (engagement) dari semua pemangku kepentingan baik manajemen, tenaga pemasar, nasabah maupun masyarakat dalam rangkaian program CSR yang kami implementasikan,” terangnya. Sebagian donasi yang diberikan merupakan hasil dari aksi jalan sehat Panin Dai-ichi Life di Jakarta pertengahan Juli 2017, dan sebagian lagi merupakan kontribusi dari tim Panin Dai-ichi Life di Bali. Selanjutnya program ini akan dijalankan di dua kota lain, termasuk Semarang dan Jember. Ditambahkan Windra, Panin Dai-ichi Life terus tumbuh berkembang atas dukungan berbagai pihak termasuk masyarakat. Dengan didukung lebih dari 6.900 pemasar dari seluruh kanal distribusi, termasuk agency dan bancassurance, Panin Dai-ichi Life semakin gesit mengoptimalkan pertumbuhan bisnis di berbagai wilayah potensial, termasuk Bali. Selain penyerahan, kegiatan kemarin juga diisi dengan bernyanyi dan berdoa bersama anak-anak panti. (kmb26/k250)

Bali Post/kmb

KOMODITI - Petugas kepolisian di Gilimanuk menggagalkan penyelundupan komoditi tanpa dokumen.


KARANGASEM

Sabtu Wage, 16 September 2017

SOSOK Berbagi Kasih Tumbuhkan Imajinasi SEPTEMBER ini memiliki arti penting yang dapat membangkitkan hobinya di bidang literasi. Sebab, bulan itu secara nasional telah ditetapkan sebagai “Bulan Gemar Membaca” dan khusus tanggal 14 September sebagai “Hari Kunjung Perpustakaan”. Hal itu dilontarkan Ni Made Gusmiari Krisnayani belum lama ini. Siswa yang akrab di panggil Yunda ini kembali bergairah berkunjung ke Perpustakaan Umum Karangasem, seperti yang terlihat Kamis (14/9) lalu. Dia sering membaca buku agar termotivasi lebih rajin menulis dan membaca. Siswi kelas IX SMPN 2 Amlapura itu sejak kecil memiliki hobi membaca dan menulis bidang sastra. Dari hobinya berbuah manis ketika ia memetik kemenangan tampil sebagai juara I lomba cerpen dalam ajang Olimpiade Literasi Siswa Nasional (OLSN) Kabupaten Karangasem 2017. Cerpennya yang berjudul “Senandung Pelosok Desa’’ itu mengangkat tema pedesaan. Cerpen itu kini diikutkan pada ajang yang sama ke tingkat nasional. “Doakan agar jadi yang terbaik lagi,” pinta Yunda. Bagi Yunda, hampir tiada hari tanpa baca termasuk karya sastra dari berbagai penulis. Sudah puluhan judul novel telah dilahapnya habis. Yunda hampir 30-an punya koleksi novel dari berbagai topik/judul. Novel itu ia beli dengan beberapa buku karya sastra lainnya, dari uang jajan yang disisihkan. Putri pasangan I Gede Krisna Adi Widana dan IGAN Mei Astrininghati itu selain menekuni bidang sastra, juga aktif di pramuka, Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). Waktu SD, Yunda aktif dan berprestasi. Pernah menggondol juara I lomba berceritera, juara III lomba mewarnai, dan saat di SMP meraih juara III bidang pelajaran IPA. Selain keranjingan di dunia literasi, Yunda melalui Yayasan Bali Kumara Amlapura pimpinan Ni Made Laba Dwikarini, aktif ikut di gerakan sosial berbagi kasih kepada anak-anak yang kurang mampu dari segi ekonomi. Kata Yunda dari gerakan itu tumbuh imajinasinya belajar mengangkat persoalan anak ke dalam sastra. (gik)

Pasraman Perkuat Desa Adat

Amlapura (Bali Post) Setiap desa adat di Bali memiliki kegiatan pasraman. Kegiatan ini diefektifkan untuk mengisi berbagai aktivitas pemberdayaan, khususnya menguatkan keberadaan desa adat. Seperti yang dilakukan Desa Adat Subagan, program-program pasramannya diagendakan keterampilan yang biasa diimplementasikan lebih riil. Seperti membuat sarana upacara adat dan pelestarian seni baleganjur. Ketua Panitia Kegiatan Pasraman Made Sarjana, Kamis (14/9) lalu, mengatakan tidak semua generasi muda saat ini bisa membuat sarana upacara. Seperti klangsah, sengkui dan lainnya. Itu terjadi karena pengaruh modernitas yang membuat generasi muda enggan menggelutinya. Tetapi, kehidupan di desa adat mengharuskan setiap warga menguasainya. Keterampilan itu nanti bisa diterapkan saat ngayah ketika ada upacara adat. “Kami kumpulkan puluhan truna di desa ini. Kita beri pelatihan dalam pasraman truna ini. Ini kami agendakan agar mereka bisa membuat berbagai sarana upacara. Jadi, saat mereka ngayah, mereka bisa mengimplementasikannya,” kata Sarjana. Hal serupa juga disampaikan panitia lainnya, seperti Sekretaris Wayan Subagan dan Bendahara Nengah Adan. Kegiatan yang didanai BKK Provinsi Bali itu penting digalakkan di setiap desa adat, agar tradisi, seni dan budaya Bali tetap ajeg dan tidak tergerus perkembangan zaman. Pada kegiatan itu, desa adat juga menghadirkan narasumber khusus Nyoman Teges untuk materi ulat-ulatan sarana upacara adat dan Putu Arya Sugita mengisi materi baleganjur. Acara itu diikuti sekitar 60 orang truna desa setempat. Bendesa Subagan sekaligus penanggung jawab kegiatan, Gede Karang, bersama prajuru lainnya menegaskan pihaknya sepakat model pelatihan seperti ini menyasar truna Desa Adat Subagan. Ini penting untuk menjaga tradisi, seni dan budaya Bali, sekaligus meningkatkan kapasitas truna khususnya generasi muda, agar mereka terampil membuat sarana upacara adat. “Dengan cara ini, mereka lebih mengenal berbagai sarana upacara. Tidak hanya harus tahu, tetapi juga mampu membuat dan tahu makna dan manfaatnya,” kata Gede Karang. Desa Adat Subagan kini memiliki prajuru baru. Dalam susunan bendesa dan prajuru baru ini, sebagai bendesa dipercayakan kepada I Gede Karang. Sebagai Petajuh I Nyoman Teges, Penyarikan I Kadek Agus Tiandana, Prebea atau bendahara I Nyoman Rai. Mereka dilengkapi prajuru dari enam klian tinggi Selain bendesa dan prajuru, Desa Subagan juga memiliki empat kerta desa yang baru. Mereka antara lain I Nengah Kariasa, Made Sarjana S., Made Rai dan Made Sarjana. (kmb31)

Bali Post/kmb31

KEGIATAN PASRAMAN - Bendesa Adat Subagan Gede Karang dan panitia saat memberikan penjelasan perihal kegiatan pasraman, Rabu (13/9) sore.

13

Aktivitas Pendakian Gunung Agung Belum Dilarang Amlapura (Bali Post) -

Meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Agung hingga di level II (waspada) ternyata tidak berdampak terhadap kegiatan masyarakat termasuk aktivitas pendakian. Bupati IGA Mas Sumatri mengatakan hal itu usai memimpin rapat koordinasi lintas instansi di Wantilan Kantor Bupati, Jumat (15/9) kemarin. Ditegaskan, gunung yang terakhir meletus tahun 1963 itu masih boleh alias belum dilarang untuk aktivitas pendakian. ‘’Silakan masyarakat beraktivitas seperti biasa termasuk kegiatan pendakian. Waspada harus tapi jangan berlebihan,’’ tegasnya. Rapat koordinasi itu dihadiri Wabup Wayan Artha Dipa dan seluruh Forkompinda serta melibatkan unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran, Ketahanan Pangan, para camat, kepala desa, ORARI dan beberapa komponen masyarakat lainnya. Rapat itu juga membahas proyeksi seandainya Gunung Agung benar-benar memuntahkan lalarnya. Rapat menghasilkan beberapa kesimpulan di antaranya agar seluruh komponen pemerintahan melakukan sosialisasi yang bersifat simultan kepada masyarakat. Utamanya memerhatikan penduduk di zona potensial bahaya. BPBD yang berada di garis depan harus selalu menginformasikan situasi terbaru melalui koordinasi dengan Badan Geologi maupun Pos Pengamatan Gunung Agung di Rendang. Juga akan dibentuk tim pen-

anggulangan yang diketuai bupati dengan personel yang akan dibahas lebih rinci melalui rapat teknis lanjutan. Rapat juga membahas optimalisasi sistem peringatan dini. Untuk mempercepat penyampaian informasi kepada masyarakat, sesuai usulan Dandim Letkol Inf, Fierman Sjafirial Agustus akan dibuat grup WhatsApp yang menyertakan tokoh-tokoh masyarakat diutamakan yang berada pada radius bencana. Meski aktivitas Gunung Agung sudah masuk level II sebagaimana siaran pers dari Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Bupati mengimbau masyarakat Karangasem khususnya dapat menyikapi situasi secara bijaksana. Masyarakat diharapkan hanya berpegang pada informasi resmi dari aparat berwenang, melakukan aktivitas seperti biasa sampai adanya pengumuman resmi dari tim penanggulangan yang akan segera dibentuk ataupun informasi resmi dari pimpinan daerah. ‘’Jangan resah, kami di tingkat pimpinan telah mengambil

Bali Post/kmb

RAPAT SITUASI GUNUNG AGUNG - Rapat koordinasi Forkompinda bersama unsur-unsur terkait membahas situasi terkini Gunung Agung di Wantilan Kantor Bupati Karangasem. langkah-langkah antisipatif. Kita juga menyiapkan jalan niskala. Ritualnya seperti apa dan kapan dilaksanakan, kita akan carikan waktu yang tepat,’’ ungkapnya. Kepala Pelaksana BPBD Karangasem I.B. Ketut Arimbawa mengatakan, status Gunung Agung belum berubah, yakni masih tetap di level waspada dan dalam tingkatan aman. Namun, menyangkut aktivitas pendakian diharapkan para pemandu dan wisatawan mematuhi rekomendasi Badan Geologi bahwa pendakian maksimal sampai di tiga kilometer dari puncak gunung.

Untuk antisipasi kemungkinan terburuk, menurutnya, BPBD telah mengecek kesiapan sarana-prasara yang ada. Untuk optimalisasinya, pihaknya minta semua instansi pemerintahan menginventarisasi sarana-prasarana yang dimiliki untuk dapat difungsikan bilamana diperlukan. ‘’Informasi terakhir sampai pukul 07.00, aktivitas vulkanik masih sebatas gempa-gempa kecil yang bersifat fluktuatif dan hanya bisa dipantau melalui seismograf,’’ terangnya. Ketua DPRD I Nengah Sumardi memandang perlunya pemer-

intah memaksimalkan langkah antisipatif mengingat Gunung Agung masuk 10 besar gunung dengan letusan terdahsyat di dunia. Sejalan dengan Dandim Letkol Inf. Fierman Sjafirial Agustus dan Kapolres AKBP Wayan Gede Ardana, pihaknya mendorong dilakukannya simulasi penanganan bencana baik dengan skala kecil atau besar. Melalui simulasi itu diharapkan bisa meminimalisasi kerugian ataupun korban jika terjadi erupsi. ‘’Pemerintah agar merancang penganggaran sehingga dalam waktu dekat ini sudah bisa dilaksanakan,’’ ujarnya. (kmb)

Bupati Apresiasi ’’Karangasem Travel Mart’’

Momen Kenalkan Pariwisata Daerah KABUPATEN Karangasem memiliki peninggalan sejarah dan kekayaan budaya yang agung. Salah satunya adalah Kawasan Taman Soekasada Ujung dan sekitarnya. Taman ini terletak di Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem. Hanya berjarak 5 km dari pusat kota, 15 km dari kawasan Candidasa dan 60 Km dari Kota Denpasar. Lokasi yang strategis ini menjadi pilihan digelarnya acara Karangasem Travel Mart (KTM), Kamis (14/9) malam. Acara KTM ini tidak pelak mendapat apresiasi penuh Bupati I Gusti Ayu Mas Sumatri. Ia berharap event ini bisa jadi momen strategis memperkenalkan pariwisata yang ada di Kabupaten Karangasem. Kepala Dinas Pariwisata Karangasem I Wayan Astika Kamis (14/9) malam menyampaikan, Karangasem Travel Mart ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap program Pesona Indonesia. Selain itu, juga merupakan salah satu upaya mewujudkan Karangasem ‘‘The Spirit of Bali’’. “Event ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh pelaku pariwisata. Acara ini mendapat dukungan Pemkab Karangasem mela-

lui Dinas Pariwisata dan OPD terkait bersama Kementerian Pariwisata Republik Indonesia,” jelas Astika pada acara welcome dinner pembukaan Karangasem Travel Mart, Kamis (14/9) di Taman Soekasada Ujung. Astika menambahkan, dengan mengundang serta mempertemukan 80 buyer (pembeli) yang terdiri dari 40 buyer lokal dan 40 buyer asing dari 5 negara Asia dengan seller (penjual), pemerintah daerah bertujuan memperkenalkan Karangasem sebagai tujuan wisata sporty tourism (wisata olahraga), membangkitkan kawasan wisata dan cinta alam, khususnya wisata budaya. Memperkenalkan potensi wisata di Karangasem yang kaya dengan berbagai hasil alam, kerajinan, potensi seni tradisional yang kreatif. “Event ini juga bertujuan mengingatkan taman Soekasada Ujung sebagai tujuan wisata bersejarah,” ungkapnya. Bupati I Gusti Ayu Mas Sumatri memberi apresiasi kepada seluruh pelaku usaha bisnis dari seluruh Indonesia dan lima negara Asia yang akan mengikuti event ini. Saat ini, posisi Karangasem di sektor pariwisata sebagai penggerak pembangunan ekono-

mi. Sehubungan hal itu, Karangasem melaksanakan berbagai upaya strategis memperkenalkan berbagai potensi pariwisata yang dimiliki kepada dunia. Salah satu usaha itu melalui pelaksanaan berbagai event kepariwisataan. Seperti Festival Karangasem, Festival Pesona Tirtagangga, Festival Pesona Tulamben, Festival Subak, dan event Karangasem Travel Mart. Ms Sumatri menyatakan memperkenalkan potensi Karangasem, tidak mungkin jika pemkab bekerja sendiri. Diperlukan peran aktif dan dukungan masyarakat serta stakeholder ikut membangun di sektornya. “Untuk itu, kami membuka pintu lebar-lebar kepada pihak mana pun yang memiliki tujuan baik memperkenalkan potensi Karangasem kepada dunia, dengan tujuan menyejahterakan masyarakat Karangasem,” ucapnya. Ketua PHRI BPD Provinsi Bali Dr. Ir. Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si. dalam sambutannya yang diwakili I.B. Purwa Sidemen Direktur eksekutif perhimpunan hotel dan restoran Indonesia itu mengatakan sebuah kehormatan

KARANGASEM TRAVEL MART - Bupati Mas Sumatri saat hadir dalam acara Karangasem Travel Mart di Taman Soekasada Ujung, Kamis malam. bagi PHRI BPD Bali dipercaya sebagai mitra dalam acara bergengsi ini. Sebagai asosiasi yang mewadahi pemilik hotel dan restoran, PHRI Bali memberikan dukungan penyelenggaraan acara Karangasem Travel Mart 2017. Itu sebagai wujud partisipasi dan kontribusi nyata terkait pembangunan pariwisata di Bali, khususnya di Karangasem. “Karangasen Travel Mart merupakan representasi keseriusan para pelaku industri pariwisata dalam memenuhi target pariwisata ditahun 2019,” imbuhnya. Acara ini diharapkan dapat menjadi momentum strategis bertemunya para pemilik jasa akomodasi hotel dan restoran, stakeholder industri pariwisata,

praktisi pariwisata, masyarakat dan wisatawan dalam upaya mengenalkan potensi wisata di Karangasem. Karangasem Travelt Mart ini digelar dari tanggal 14 hingga 17 September 2017 yang event-nya dipusatkan di Taman Soekasada Ujung. Pembukaan dilaksanakan 14 September 2017. Tanggal 15 September 2017 dilaksanakan kegiatan business to business, 16 September 2017 tour bagi 80 buyer. Pada KTM ini akan ditampilkan pameran potensi Karangasem, kuliner dan hiburan bagi masyarakat pada jam 19.00 Wita. Tanggal 17 September dilaksanakan kegiatan half marathon, Karangasem bike serta zumba dan yoga. (ad1074)

Antisipasi Bencana Gunung Agung

Tujuh Desa Disiapkan Jadi Lokasi Pengungsian Meningkatnya aktivitas Gunung Agung dari level normal menjadi waspada, membuat masyarakat Karangasem tambah waswas. Dalam catatan BPBD Karangasem, meningkatnya aktivitas Gunung Agung sudah terjadi berulang kali. Sehingga, sebagai langkah antisipasi, BPBD Karangasem sempat menyusun rencana kontijensi bersama Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM. Dalam dokumen rencana kontijensi menghadapi erupsi Gunung Agung itu, ada tujuh desa yang disiapkan menjadi tempat pengungsian. Desa desa mana saja yang dikategorikan relatif aman itu? DARI dokumen yang diperoleh Jumat (15/9) kemarin, kawasan rawan bencana terkait erupsi Gunung Agung itu terbagi dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) I dan KRB II. Ini diasumsikan berkaca dari peristiwa erupsi Gunung Agung tahun 1963 lalu. KRB I itu merupakan wilayah yang berpotensi terlanda awan panas, lontaran batu (pijar), hujan abu lebat dan aliran larva. Khusus di dalam kawah, ancaman juga terjadi berupa gas beracun dan bahaya yang bersifat aliran. KRB II mencakup seluruh lereng utara sampai ke laut, lereng selatan dan tenggara hingga berjarak kurang lebih 14 kilometer dari puncak. Sedangkan, bahaya lontaran batu (pijar) terbatas pada radius 6 kilometer dari kawah pada sekeliling lerengnya. Luas seluruh KRB II mencapai kurang lebih 215 kilometer persegi. Jumlah penduduk yang bermukim di dalam KRB II mencapai 35.886 jiwa. Sedangkan KRB I, derajat kerawanannya lebih rendah dari KRB II. Kawasan ini berpotensi terlanda aliran lahar hujan, banjir dan hujan abu lebat. Kemungkinan terjadi perluasan aliran awan panas dan lontaran batu, bila letusannya semakin besar. Pada KRB I, alirannya diperkirakan melalui beberapa sungai, seperti Tukad Daya di kaki sebelah utara dan Tukad Batang di sebelah timur. Di kaki tenggara, aliran lahar mengancam Kota Amlapura. Sedangkan di wilayah dataran Karangasem lainnya, juga terancam melalui aliran ke Tukad Rilah, Tukad Lajang, Tukad Luah, Tukad Pangandingah, Tukad Krekuk, Tukad Bangka, Tukad Timbul, Tukad Bedih, Tukad Buhu dan Tukad Jangga. Sedangkan aliran lahar ke selatan, akan melalui Tukad Telaga Waja dan Tukad

Unda yang berpotensi mengancam hingga Kota Semarapura, Klungkung. Di sisi lain, kawasan rawan bencana hujan abu lebat dan lontaran batu, mempunyai radius 10 kilometer dari kawah tanpa memperhitungkan arah angin. Kawasan ini meliputi areal seluas 185 kilometer persegi dengan jumlah penduduk yang bermukim di ka-

wasan itu sebanyak 77.815 jiwa. Dalam skenario dampak erupsi Gunung Agung yang masuk KRB I dan KRB II, terhadap 16 desa di lima kecamatan yang terancam erupsi Gunung Agung. Wilayah yang paling terdampak bila terjadi erupsi, berkaca dari peristiwa erupsi terakhir tahun 1963 lalu. Antara lain di Kecamatan Kubu: Desa Ban, Dukuh, Tulamben, Kubu, Baturinggit dan Sukadana. Kecamatan Selat: Desa Peringsari, Selat, Sebudi dan Amerta Bhuana. Kecamatan Bebandem: Desa Bhuana Giri dan Jungutan. Kecamatan Rendang: Desa Menanga dan Besakih serta di Kecamatan Abang di Desa Ababi. Bila erupsi benar-benar terjadi, dalam rencana kontijensi ini juga ditetapkan tujuh desa sebagai tempat mengungsi. Seluruhnya ada di wilayah Karangasem.

Antara lain, di Kecamatan Abang pada Desa Labasari, Culik dan Tista. Kecamatan Kubu di Desa Ban, Kecamatan Selat di Desa Duda Timur dan Kecamatan Rendang pada Desa Pempatan dan Desa Rendang. “Rencana kontijensi tahun 2013 ini kami susun berdasarkan peta 1996. Sekarang sudah keluar lagi peta baru. Dengan peta baru ini, kami akan susun rencana kontijensi yang baru,” kata Wayan Wisma, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Karangasem, Jumat (15/9) kemarin. Kondisi terakhir yang diperoleh dari Pos Pengamatan Gunung Agung di Desa Rendang, Jumat kemarin, status aktivitas Gunung Agung masih berada pada level II atau waspada. Dari data seismik, terlihat terjadi tujuh kali gempa, yakni 5 kali vulkanik dalam (gik)


TABANAN

14

Lahan Pertanian Kekeringan

Teh Beras Merah

Produk Andalan BUMDes Mengesta Tabanan (Bali Post) Untuk mewujudkan kemandirian perekonomian masyarakat ditingkat pedesaan, Pemkab Tabanan mendorong masingmasing desa membentuk BUMDes yang menonjolkan potensi lokal, namun memiliki nilai jual memadai. Dari 133 desa di Tabanan, telah terbentuk 87 BUMDes. Salah satu BUMDes yang produknya Bali Post/kmb 24 dilirik pasar adalah BUMNengah Sutina Des Mengesta. BUMDes ini memasarkan produk pertanian, mulai beras merah, beras hitam, termasuk teh beras merah. Perbekel Mengesta Nengah Sutina, Jumat (15/9) kemarin mengatakan, keberadaan BUMDes di desanya sudah ada sejak 2014. Namun baru tahun 2017 ini operasionalnya mulai aktif. Artinya, memiliki SDM yang mengelola dan memiliki gedung sebagai kantor. Dulunya produk kelompok tani itu dijual sendiri-sendiri. Sejak BUMDes aktif, produk yang dihasilkan oleh kelompok tani dijual melewati BUMDes. Pihaknya, kata Sutina, mendorong kelompok tani tidak saja menjual produk pertanian, tetapi juga melakukan inovasi untuk mengolah produk pertanian sehingga memiliki nilai jual lebih. Dari beberapakali pembinaan, dihasilkan produk olahan berupa teh beras merah. Produk inilah yang menjadi produk unggulan BUMDes Mengesta. Dikatakan, sudah banyak masyarakat berminat dengan produk teh beras merah ini. Meski belum memberikan keuntungan signifikan bagi BUMDes sendiri, kata Sutina, keberadaan BUMDes ini telah memberikan efek positif untuk peningkatan perekonomian warga, terutama yang masuk anggota kelompok tani. Alasannya, mereka memiliki kepastian pasar untuk menjual produk pertanian maupun teh beras merah yang mereka olah. Rata-rata kelompok tani ini menjual teh beras merah ke BUMDes sebanyak 25 kilogram per bulan. Pemasaran teh beras merah itu sendiri dibantu BUMDa Tabanan. Selain teh beras merah, produk pertanian seperti beras Jatiluwih, beras merah dan beras hitam juga memiliki pangsa pasar tersendiri. Mekanisme penjualan dari BUMDes Mengesta ini biasanya disesuaikan dengan pemesanan. “Jadi, jika ada yang memesan beras merah atau beras hitam barulah disediakan,” ujar Sutina. Untuk biaya operasional dan kegiatan, BUMDes Mengesta mendapatkan bantuan dari Pemkab sebesar Rp 200 juta. Pengembangan BUMDes sendiri, kata Sutina, akan dibuat inovasi-inovasi baru dan berkoordinasi dengan subak maupun pelaku ekonomi terkait. (kmb24)

Bank Sampah

Turunkan Produksi Sampah Anorganik

Tabanan (Bali Post) Pemkab Tabanan senantiasa mendorong setiap desa mengatasi permasalahan sampah, terutama sampah anorganik jenis plastik. ‘’Saat ini sudah ada 29 bank sampah yang sudah mendapatkan SK,’’ kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) A.A. Ngurah Raka Icwara, Jumat (15/9) kemarin. Dari data yang tercatat, keberadaan bank sampah ini memberikan efek positif menurunkan jumlah sampah anorganik 10-30 persen. Dari data rekap jumlah sampah campur (organik dan anorganik) yang diangkut truk sampah ke TPA tahun 2016 per bulan adalah Januari 4.963 meter kubik, Februari 4.991,5 kubik, Maret 5.701 meter kubik, April 6.011 meter kubik, Mei 5.767,5 meter kubik, Juni 6.576 meter kubik, Juli 7.235,5 meter kubik, Agustus 7.332,5 meter kubik, September 7.228 meter kubik, Oktober 7.514 meter kubik, November 7.314 meter kubik dan Desember 7.708 meter kubik. Selalu terjadi penurunan sampah anorganik yang dibuang oleh masyarakat. Semua bank sampah akan di-SK-kan. Untuk itu, setiap bank sampah yang sudah terbentuk harus menyiapkan kelengkapan administrasi, dan tentu kegiatannya berlangsung secara kontinu. Kelebihan bank sampah yang sudah ber-SK, lanjut Raka Icwara, adalah terdaftar resmi di Kementerian Lingkungan Hidup, dan akan mendapatkan akses informasi terkait bank sampah. Pihak DLH sejauh ini memberi bantuan seperti sepeda motor pengangkut sampah, tempat sampah organik, tempat sampah anorganik, komposter atau alat membuat kompos. Ketua Program Kemitraan Wilayah (PKW) Universitas Mahasaraswati Denpasar I.B. Suradmaja, S.T., M.T. belum lama ini menggelar pendampingan program bank sampah di Banjar Wanasari Baleran, Tabanan mengatakan pada dasarnya warga di banjar ini telah sadar mengumpulkan dan memilah sampah plastik. Namun belum mengetahui sampah itu akan dibawa ke mana, agar bisa memberi pendapatan lebih dari sisi ekonomi. Pihaknya akan memfasilitasi ke pemerintah daerah agar disediakan tempat penampungan sementara, sehingga masyarakat bisa membawa sampah plastiknya setiap hari. Klian Banjar Wanasari Baleran Made Nuja mengungkapkan pembentukan bank sampah ini memberikan dampak positif terutama dalam mengubah perilaku masyarakat membuang sampah sembarangan. (kmb24)

Bali Post/kmb24

Bank Sampah - Kegiatan bank sampah di Banjar Wanasari Baleran, Tabanan.

Sabtu Wage, 16 September 2017

Petani Beralih Profesi Jadi Tukang Bangunan

Tabanan ( Bali Post) -

Salah seorang petani Subak Aseman, Desa Megati, Selemadeg, Pan Sriasa (65), tampak cekatan mengumpulkan rumput. Rumput-rumput itu untuk pakan ternak sapi miliknya. Sembari sesekali menyeka keringat yang mengucur di wajahnya, ia memandangi lahan pertanian miliknya yang sudah lama mengering. Tidak banyak yang bisa ia lakukan. Beternak, cari rumput, sekadar bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Sejumlah rekannya disebutkan terpaksa beralih profesi menjadi tukang bangunan. “Sudah lama lahan ini memang kering. Tidak ada air irigasi mengalir ke sini. Kalau hujan turun barulah kami bisa bercocok tanam,” ucapnya lirih saat disambangi ,Jumat (15/9) kemarin. Ia tidak bisa menanam padi bukan saja karena sulit air irigasi akibat kemarau panjang. Belum lama ini 20 are lahan pertaniannya diganggu hama tikus. “Lihat saja lahan di sana (sembari menunjuk lahan pertanian lainnya - red), itu semua tanaman jagung. Namun hanya tinggal pohonnya saja. Buahnya sudah habis dimakan tikus,” keluhnya. Ia pun mengaku sudah beralih ke tanaman palawija, seperti kacang, tetapi apa daya minimnya air irigasi membuat dia putus harapan. Sriasa mengatakan hanya ketika musim hujan dirinya bisa bercocok tanam dengan baik. Waktu ini ia bisa

mendapatkan hasil panen 15 kuintal. Namun saat ini tidak ada hasil sama sekali. Tidak hanya Sriasa, kondisi serupa juga dirasakan hampir seluruh petani di wilayah Subak Aseman. Bahkan di Desa Tegakmengkeb, kata Perbekel Dewa Made Widarma, 600 hektar lahan pertanian di desanya mengalami kekeringan. Kondisi ini bahkan sudah terjadi sejak lama. Pihaknya sudah melaporkan kepada dinas terkait. Sayangnya sampai saat ini belum ada solusi yang ditawarkan. “Justru terkesan dipingpong. Saya diminta lapor ke provinsi,” bebernya. Masih kata Dewa Made Widarma, petani di wilayahnya saat ini hanya mengandalkan turunnya hujan. Meski sudah beralih ke tanaman palawija, hasil produksinya juga belum maksimal. “Pertanian di

Tegalmengkeb hanya mengandalkan tadah hujan. Seharusnya soal pengairan tidak menjadi persoalan, karena sudah ada embung Telaga Tunjung. Tetapi kenyataannya tidak sama sekali. Padahal lahan pertanian lebih luas di sini,” terangnya. Terkait kekeringan yang melanda hampir sebagian wilayah di Seltim, data Dinas Pertanian Tabanan menunjukkan setidaknya 4.141 hektar lahan sawah ada di dua kecamatan ini, yakni Seltim dan Selemadeg terancam kekeringan. Di Kecamatan Selemadeg 1.850 hektar dan Selemadeg Timur 2.291 hektar. Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Nyoman Budana saat dikonfirmasi menyebutkan di dua kecamatan ini memang setiap tahun kekeringan. “Selemadeg dan Selemadeg Timur adalah dua kecamatan yang kekeringan

MENGERING - Salah seorang petani saat tengah mencari rumput dilahan pertanian yang sudah mongering, untuk pakan ternak sapi miliknya. tahun ini,” katanya, Jumat (15/9) kemarin. Menanggulangi hal itu, kata Budana, pihaknya belum memiliki solusi konkret. Alasannya, memang sumber air untuk mengairi sawah di dua kecamatan itu tidak ada. “Petani di sana baru bisa menanam padi saat musim hujan saja. Saat musim kering pilihannya pada palawija,” ujarnya.

Kepala UPT Pertanian Selemadeg I Nyoman Suarka mengatakan, kekeringan sawah di wilayahnya terjadi secara menyeluruh, khususnya saat musim kemarau. Sawah yang ada di wilayah Selemadeg memang hanya mengandalkan air hujan, kendati tetap masuk kelompok sawah irigasi. “Hanya mengandalkan air hujan saja,” terangnya. (kmb28)

kan Hendrawan, karena di desa ini juga tengah ada kegiatan pekerjaan penggantian konduktor (peremajaan), mengingat usia yang sudah lebih dari 15 tahun. Penggantian konduktor ini sekaligus menaikkan kemampuan menghantarkan arus listrik yang awalnya hanya 600 ampere menjadi 1200 ampere. “Saat ini sedang kita kerjakan, mungkin November ini sudah rampung. Proyeknya dari Antasari, Negara dan Gilimanuk, karena wilayah program kami sampai Gilimanuk,” terangnya. Selain itu juga akan dilakukan rencana pembangunan 500 kV untuk memenuhi kebutuhan listrik di Bali. Dikatakan, pertumbuhan kelistrikan di Bali dari tahun ke tahun mencapai angka 12 persen pertahun, dibandingkan Jawa Timur yang merupakan provinsi industri hanya tiga persen. “Ke depan untuk pemenuhan kebutuhan listrik itu, PLN akan mengedepankan prinsip go green dan go clean, sesuai icon Pemprov Bali,” pung-

kasnya. Perbekel Tegalmengkeb Dewa Made Widarma menyambut bantuan yang diberikan pihak PLN sangat bermanfaat. Apalagi di desanya kini tengah gencar dikembangkan kelompok bank sampah. “Ini adalah cita-cita kami. Dan ada informasi dari PLN rencana bantuan sepeda motor bank sampah. Ini seperti gayung bersambut,” terangnya. Ke depan bantuan yang diterimanya ini diharapkan bisa lebih memaksimalkan program bank sampah yang tengah dikembangkan di desanya. Ini penting untuk mengatasi persoalan sampah yang ada. Selain penyerahan kendaraan dan tong sampah, juga diselipkan kegiatan sosialisasi terkait kelistrikan di Bali, menyangkut sejumlah hal terkait PLN, seperti pasang baru, tambah daya dan informasi lain yang diperlukan masyarakat setempat. Pihak manager perwakilan PLN Distribusi Bali yang secara langsung memaparkan sosialisasi itu. (ad1070)

PLN Serahkan CSR Kendaraan dan Tong Sampah kepada Warga Tegalmengkeb

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Unit Pelaksana Proyek Jaringan Jawa Bagian Timur dan Bali III (UPP Ring JBTB III) memberi apresiasi warga Banjar Bongan, Desa Tegalmengkeb, Selemadeg Timur, Tabanan. Wujud kepedulian PLN itu dengan cara menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa satu kendaraan sepeda motor pengangkut sampah dan sepuluh unit tong sampah. Acara penyerahan bantuan CSR itu dilangsungkan Jumat (15/9) kemarin di Balai Banjar setempat oleh Manager PT PLN Persero UPP Ring JBTB III Hendrawan Suko R. kepada Perbekel Tegalmengkeb Dewa Made Widarma. Program itu disaksikan langsung perwakilan PLN Distribusi Bali I Gusti Ketut Putra dan Manager PT PLN Persero Rayon Tabanan I Made Jiwa. Terkait CSR kali ini, Manager PT PLN Persero UPP Ring JBTB III Hendrawan Suko R. mengatakan bantuan CSR ini merupakan program PLN Pusat. Program ini di-

SERAHKAN CSR - PLN Persero Unit Pelaksana Proyek Jaringan Jawa Bagian Timur dan Bali III menyerahkan CSR kepada Perbekel Tegalmengkeb, Seltim di areal balai banjar setempat. laksanakan secara berkelanjutan dengan menyasar desa lainnya yang dilalui pembangunan pekerjaan PLN. “Ini bentuk konsistensi PLN membagikan CSR. Tujuannya agar masyarakat yang dilalui pembangunan PLN ini tetap sejahtera, tanpa mengesamp-

ingkan aspek sosial, ekonomi dan budaya. Kami berharap ada kerja sama yang baik dan terus meningkat antara PLN dengan warga selaku pelanggan meningkat,” pintanya. Terkait dipilihnya Desa Tegalmengkeb untuk penyerahan CSR kali ini, dijelas-

Warung Global

BUMDes Wajib Kembangkan Usaha Potensial di Desa BUMDes itu baik didirikan. Namun hendaknya sesuai keperluan ekonomi, sosial dan budaya masyarakat. Idealnya BUMDes itu bersinergi dengan usaha lain di desa. Sebab bagaimanapun eksistensi BUMDes itu harus mampu mewadahi kegiatan usaha ekonomi, sumber daya manusia dan potensi lainnya di desa. Yang penting BumDes itu harus memiliki visi yang jelas dan kongkrit terkait keberlangsungan hidup lembaga itu. Demikian opini yang berkembang pada acara Warung Global yang disiarkan Radio Global FM 96,5 Bali, yang membedah topik “BUMDes Harus Mewadahi Potensi Desa”. Acara ini berlangsung Kamis (15/9) kemarin, juga dipancarluaskan Radio SWiB Amlapura, Singaraja FM, Genta Bali FM, dan Swara Negara FM. Febri di Denpasar mengatakan pendirian BUMDes seyogyanya sesuai keperluan, kondisi ekonomi dan sosial budaya masyarakat. BUMDes sebaiknya bersinergi dengan lembaga dan usaha lain di desa. Salah satu hal penting yang harus menjadi pertimbangan pendirian BUMDes, yakni jenis usaha yang tidak mengancam kegiatan ekonomi masyarakat desa. Kehadiran BUMDes harus mampu menampung dan mewadahi kegiatan usaha ekonomi desa. Arya di Denpasar mengharapkan agar BUMDes ini bisa bermanfaat langsung bagi masyarakat desa. Perlu dilakukan pemetaan agar diketahui potensi apa saja yang dimiliki tiap desa. Sehingga secara efektif dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. BUMDes harusnya dapat mendukung pergerakan ekonomi perdesaan dan bisa memandirikan desa untuk memberi kemakmuran kepada masyarakat. Mahayadi di Kuta menambahkan, pemerintahan desa harus mampu meningkatkan pembangunan dan kes-

ejahteraan masyarakatnya, dengan berbagai terobosan ekonomi kerakyatan yang dikemas melalui program

BUMDes. Usaha BUMDes harus berbasis potensi lokal desa, karena BUMDes itu merupakan lembaga yang

akan mengolah potensi desa itu. Jero Wijaya di Kintamani menyatakan BUMDes itu harus dikelola dengan baik. Semoga keberadaan BUMDes bisa memberikan kontribusi bagi pembiayaan pembangunan desa. Karena itu, mau tidak mau BUMDes harus mampu memaksimalkan potensi masyarakat desa dari aspek ekonomi, sumber

daya alam dan sumber daya manusianya. Bu Ayu di Petang mengatakan BUMDes itu harus mampu mewadahi potensi dan aset yang dimiliki desa untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi desa. Harus ada visi yang jelas dalam BUMDes. Ini penting menyangkut keberlangsungan hidup usaha tersebut. (dika)


15

Sabtu Wage, 16 September 2017 PEROLEHAN SEMENTARA MEDALI PORPROV BAL XIII/2017 No. Kontingen 1. Badung 2. Denpasar 3. Gianyar 4. Buleleng 5. Karangasem 6. Klungkung 7. Tabanan 8. Jembrana 9. Bangli

Emas 49 40 19 11 7 5 4 1 1

Perak

Perunggu

33 40 10 12 8 13 10 7 3

31 25 22 21 14 18 15 28 9

Timnas U-18 Dikalahkan Thailand

Jakarta (Bali Post) Tim nasional sepak bola U-18 takluk dari tim Thailand dengan skor 2-3 setelah melewati drama adu penalti pada putaran semifinal Piala AFF U-18 yang berlangsung di Stadion Thuwunna Yangon, Myanmar, Jumat (15/9) kemarin. Tim Garuda muda masih tetap tampil agresif pada babak kedua meskipun hasil akhir permainan imbang 0-0. Dua pemain Indonesia yang berhasil menyumbang gol bagi tim Merah-Putih adalah Egy Maulana Fikri dan Muhammad Luthfi Kamal Baharsyah pada babak adu penalti. Berbekal 10 pemain pada babak kedua, setelah gelandang Saddil Ramdani mendapatkan kartu merah pada babak pertama, timnas U-19 justru lebih produktif mengarahkan serangan ke gawang kiper Thailand Kantaphat Manpati. Egy membuka peluang bagi timnya pada menit ke-55, dengan penetrasi individu ke lini belakang lawan. Tetapi, usaha itu langsung dimentahkan Kantaphat. Tim Merah-Putih tak lantas surut karena pada menit ke-58, Egy bersama Rifad Marasabessy berduet menembus pertahanan Thailand. Namun, usaha itu kembali gagal. Kubu Indonesia mendapatkan kesempatan tendangan bebas selepas Muhammad Iqbal dijatuhkan pemain belakang Thailand di dekat kotak penalti pada menit ke-62. Tetapi bola tendangan bebas Iqbal masih melenceng dari gawang Kantaphat. Selepas kiper timnas U19 Muhammad Aqil Savik menyelamatkan gawang, tiga pemain Indonesia Egy, Iqbal, dan Rifad langsung mengobrak-abrik pertahanan Thailand pada menit ke-66. Kemelut di depan gawang tim Gajah Putih itu masih saja gagal membuahkan gol. Sepuluh menit jelang pertandingan babak kedua berakhir, Indonesia menambah dua peluang gol dari Hanis Saghara Putra dan Rifad Marasabessy. Keduanya pun belum mampu mengubah skor 0-0. Kedua tim mendapatkan tambahan waktu empat menit pada babak kedua untuk mengubah kedudukan. Sayang, tidak satu pun catatan gol yang tercipta dari kedua tim, hingga harus melewati babak adu penalti, untuk menentukan pemenang ke putaran final Piala AFF U-18 2017. (ant)

Pecatur Badung Sabet 8 Emas Gianyar (Bali Post) -

Pecatur Badung mendulang 8 keping emas, 2 perak, dan 2 perunggu pada Porprov Bali XIII/2017 di Gedung Koperasi Bedulu, Blahabtuh, Gianyar, sampai dengan Jumat (15/9) kemarin. Disusul pecatur Buleleng yang menyabet 2 emas, 2 perak, dan 5 perunggu, kemudian Denpasar 1 emas, 5 perak, dan 1 perunggu, serta Tabanan 1 emas, dan 1 perak. Hasil catur kilat tersebut, 2 medali emas diraih Badung dari perorangan putra dan beregu putri. Kontingen catur Badung juga meraih medali perak di beregu putra. MN Ketut Sana Widiantara, yang rontok di catur standar, berhasil bangkit menyumbang medali emas bagi Badung di catur kilat. Medali perak diraih MN Muh. Fauzan dari Tabanan, dan perunggu perorangan putra direbut Simon Kurniawan asal Denpasar. Selanjutnya, hasil beregu putra, medali emas diraih Denpasar, perak Badung dan perunggu direbut kontingen Buleleng. Di sektor putri, pecatur Buleleng atas nama Ni Made Putri Suaryanadi menggenggam medali emas, setelah dalam perjalanan hingga babak ke-7 hanya kehilangan setengah angka kemenangan. Medali perak diraih

Devi Noviantari dari Denpasar. Pecatur ini 6 poin dan Ni Kadek Alit Puspayanti wakil Jembrana memperoleh perunggu. Selanjutnya hasil catur kilat beregu putri, kontingen Badung yang mengandalkan pecatur seluruhnya bergelar master itu, mendapatkan emas. Mereka adalah Kadek Iin Dwijayanti, Shinta Kartika Sari, Gracelia Paramesthi Samekto, dan Putu Widiari. Kemudian Denpasar dengan materi pemain, Hana Apriliana, Katherine, Yeslin Margareta, dan Devi Noviantari harus puas dengan medali perak, sementara medali perunggu diraih Buleleng, dengan pemain Ni made Putri Suaryanadi, Komang Yuliani, Kadek Lusiana dan Rahila Ayodia Pinka. Tuan rumah Gianyar seperti disampaikan Ketua Umum Percasi Anak Agung

Bali Post/wan

LANGKAH - Seorang pecatur melangkahkan buah caturnya pada Porprov Bali XIII/2017 di Gedung Koperasi Bedulu, Blahbatuh, Gianyar. Gde Gunawan masih tetap berharap meraih medali di catur mix, apa pun bentuk medali menjadi target buruan tim catur Gumi Seni. ‘’Gianyar baru kebarian 1 medali perak diberegu catur cepat dengan mengandalkan MN. Pardi Kusnan, I Wayan Ekanata d. Pradnyana, A.A. Gd. Putra Wiranata dan I Wayan Gunawan Tirtayasa.

Empat Orang Diamankan

Terkait Laga Arsenal di Liga Eropa

London Pertandingan fase grup Liga Europa Arsenal menjamu FC Cologne, Jumat (15/9) kemarin, harus tertunda selama satu jam, di mana terjadi empat penangkapan karena mengganggu kepentingan umum, setelah polisi tambahan diturunkan di Stadion Emirats, di London Utara. Media Inggris mengatakan 20.000 penggemar Cologne mendatangi markas klub, meski hanya ada 3.000 tiket yang dialokasikan untuk klub Jerman itu, yang bermain di kompetisi Eropa, untuk pertama kalinya dalam 51 tahun. Laporan-laporan menambahkan, sejumlah penggemar yang berada di sekeliling stadion, mencegah penggemar

tuan rumah untuk masuk, meski para penggemar Arsenal tetap dapat memasuki stadion. The Metropolitan Police mengatakan petugas tambahan dikirim ke stadion itu, setelah terjadi sejumlah perkelahian sebelum kick-off. Pernyataan polisi berbunyi, ‘’Para petugas mengatasi masalah gangguan kepentingan umum di Stadion Emirates, di mana para penggemar berkumpul untuk pertandingan Arsenal melawan FC Koln. Rencana kepolisian adalah memastikan pertandingan dapat dilangsungkan. Petugas tambahan telah dikerahkan. ‘’Polisi belakangan mengatakan empat orang ditangkap, karena diduga mengganggu kepentingan

umum,’’ tuturnya. Pertandingan Grup H tersebut, yang dimenangi Arsenal dengan skor 3-1, Badan Sepak Bola Eropa UEFA, yang mengatur pelaksaan kompetisi ini, mengatakan 45 menit sebelum diawalinya pertandingan bahwa pihaknya akan menggeser jam pertandingan demi kepentingan keselamatan para penonton. Saat pertandingan dimainkan, Arsenal sempat tertinggal terlebih dahulu melalui sepakan jarak jauh penyerang Cologne John Cordoba, sebelum gol-gol di babak kedua, yang dibukukan Sead Kolasinac, Alexis Sanchez, dan Hector Bellerin mengamankan kemenangan untuk tim Liga Inggris tersebut. (ant/rtr)

Nama pecatur ini sebagian turun di catur mix,’’ kata Gunawan. Sementara itu, Ketua Umum Pengkab Percasi Badung Wayan Suanda mengakui raihan medali 8 medali emas, belum sesuai dengan target. ‘’Kami masih memburu medali terakhir catur mix, tersisa 3 medali emas,’’ ucapnya.

Peluang besar untuk menambah pundi-pundi medali sangat terbuka. Apalagi catur mix ini sistem pertandingannya layaknya catur standar, dengan durasi masing-masing pemain sekitar 2 jam. ‘’Kesempatan terakhir tim Badung untuk bisa memenuhi capaian target 10 medali emas,’’ harap Suanda. (022/r)

Denpasar (Bali Post) Petembak Kota Denpasar setelah memastikan juara umum dengan menyabet 12 emas di ajang Porprov Bali XIII/2017, kembali menambah tiga emas di Lapangan Tembak Bhayangkara, Polda Bali, Tohpati, Jumat (15/9) kemarin. Dengan demikian, total Denpasar menggenggam 15 medali emas. Donasi tiga emas Denpasar disumbangkan Lily Sulistyadewi Tirthajaya di nomor air pistol standar 10 meter perorangan, serta beregu Lily Sulistyadewi Tirthajaya/ AA Ayu Arisita Dewi/Made Bintang Navida Prameswari, serta Ketut Sudiana di nomor rapid fire pistol 25 meter. Satu emas lagi diperoleh Badung di nomor rapid fire pistol 25 meter beregu melalui atletnya M. Teguh Roziadi/Dwi Wahyono Budianto/Makno, medali perak direbut Jembrana yang diperkuat Ketut Suteja Negara/

Aries Stepanus Pengan/Gusti Made Suabudhi, sedangkan perunggu diraih Buleleng yang menurunkan petembak Ketut Sudarpa/Mulyadi Eko Putro/ Gede Agus Purna Wibawa. Untuk medali perak rapid fire pistol 25 meter perorangan, direbut M. Teguh Roziadi (Badung), dan perunggu dipersembahkan Dwi Wahyono Budianto (Badung). Sedangkan peraih perak air pistol standar 10 meter adalah Sherlya Cristina Firdaus (Badung), dan perunggu diraih Ni Putu Serly Widyaningsih (Buleleng). Sementara di nomor air pistol standar 10 meter beregu, penyumbang perak adalah Sherlya Cristina Firdaus/Natalia Cristina Firdaus/Dewa Ayu Sri Ari Putri (Badung), dan perunggu dibawa pulang Ida Ayu Ngurah Intan/AA Istri Nita Dyantari/Ni Komang Mas Ari Santi (Klungkung). (022)

Jakarta (Bali Post) Pasangan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo harus melalui tujuh kali deuce (perpanjangan waktu akibat skor imbang) untuk mencapai putaran semifinal turnamen bulu tangkis Korea Terbuka 2017 di SK Handball Stadium, Seoul, Jumat (15/9) kemarin. Dalam pertarungan perempatfinalnya, pasangan andalan Indonesia tersebut harus men-

jalani tujuh kali deuce pada game kedua ketika menghadapi duet Cina Liu Cheng/Zhang Nan, sebelum akhirnya menang dengan kedudukan 21-16, 28-26. Pertandingan di game pertama berlangsung cukup ketat sejak awal laga, dan perolehan angka Marcus/Kevin terus berada di bawah Liu/Zhang. Akan tetapi, setelah kedudukan imbang poin 15-15, pasangan Indonesia berhasil melesat. (ant)

Petembak Denpasar Tambah Tiga Emas

Marcus/Kevin ke Semifinal

Bali Post/wan

SMES - Pebola voli putri Badung melakukan smes menukik ke arah lawannya Gianyar pada ajang Porprov Bali XIII/2017, di GOR Kebo Iwa, Gianyar.

Tim Voli Putra dan Putri Badung Jumpa Denpasar di Semifinal Gianyar (Bali Post) Bali Post/wan Tim bola voli putri Badung bertemu tim tetangganya SELEBRASI - Pesepak bola Bali United Irfan Bachdim melakukan selebrasi usai Kota Denpasar pada babak semifinal di GOR Kebo Iwa, menjebol gawang Persija Jakarta dalam lanjutan Kompetisi Liga 1, di Stadion Kapten Gianyar, Sabtu (16/9) ini. Semifinalis lainnya mempertemuWayan Dipta, Gianyar, Jumat (15/9) kemarin. Tim tuan rumah Bali United unggul kan tim tuan rumah Gianyar menantang Jembrana. Tim 2-1 atas tamunya Persija Jakarta. Badung diperkuat Ni Putu Mirah, Mellya, dan Ni Wayan Putri Kristiyaningsih, sedangkan Denpasar menerjunkan Intan, Septi, Gung Ema, dan Gung Pradnya. Dalam laga Jumat (15/9) kemarin, tim putri Gianyar menang 3-1 atas Buleleng (22MAGISTER KENOTARIATAN (MKN) 25, 25-16, 25-14, dan 25-19). Di sektor putra, Tim Gumi Pendaftaran Gelombang II Seni juga menaklukkan BuleAngkatan II leng dengan skor 3-0 (25-14, Pendaftaran dimulai : 1 Juli - 19 September 2017 25-22, dan 25-11). Tes Tulis : dilaksanakan tanggal 22 September 2017 Untuk babak semifinal Tes Wawancara : dilaksanakan tanggal 23 September 2017 putra, Badung juga melawan Pengumuman Hasil Tes : 25 September 2017 Denpasar, dan Tabanan meTEMPAT PENDAFTARAN : ladeni Gianyar. ‘’Padahal, Sekretariat : Gedung H Program Pascasarjana Lantai II kami berharap Denpasar Universitas Warmadewa bertemu Badung di laga final,’’ Atau kunjungi website Program Pascasarjana Universitas Warmadewa: sebut Ketya Umum Pengwww. warmadewa.ac.id (pendaftaran secara online) kot PBVSI Denpasar Wayan INFORMASI : Sudana setelah tim putra Dr. I Nyoman Sujana, S.H., M.Hum. (08123853102) Denpasar unggul 3-1 atas Dr. Luh Putu Sudini, S.H., M.Hum. (08123973355) Karangasem, kemarin. Hasil Kamis (14/9) lalu, di Universitas Warmadewa Mengetahui sektor putra Tabanan unggul Program Pascasarjana Direktur, atas Jembrana 3-1 (25-23, Magister Kenotariatan ttd Ketua, 25-15, 27-29, 25-18). SedanTtd gkan Badung menundukkan Gianyar 3-1 (23-25, 25-21, Dr. I Nyoman Sujana, S.H., M.Hum. Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P. 25-23, dan 25-14). Denpasar NIK. 230330112 NIK. 230500041 menang atas Bangli 3-2 (25C.0001869-pend 16, 25-20, 20-25, 23-25, dan 15-5). (022)

C.0001752-ELK

C.0000340-mbl


INFO SEREMONIAL

16 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Yudisium Fakultas Ilmu Agama Kebudayaan Unhi

Sabtu Wage, 16 September 2017

Yudisium 94 Mahasiswa

Delapan Mahasiswa Raih ’’Cumlaude’’ Faksas Unwar Tak Ingin Cetak Pengangguran

YUDISIUM - Calon wisudawan Fakultas Ilmu Agama dan Kebudayaan Unhi berfoto bersama para dosen, dekan dan staf usai yudisium. FAKULTAS Ilmu Agama dan Kebudayaan Universitas Hindu Indonesia (Unhi) melaksanakan yudisium periode II, Jumat (15/9) kemarin. Fakultas Ilmu Agama dan Kebudayaan Unhi melepas 11 mahasiswa, enam orang dari Program Studi (Prodi) Ilmu Filsafat Hindu dan lima dari Prodi Hukum Agama Hindu. Dekan Fakultas Ilmu Agama dan Kebudayaan Unhi Dr. I Wayan Subrata, M.Ag. mengatakan, dari 11 orang calon wisudawan, delapan meraih predikat cumlaude. ‘’Cumlaude di masing-masing prodi, SDM-nya memang punya kemampuan lebih,’’ ujarnya. Selain itu, mahasiswa didukung proses belajar di kampus yang intensif serta pihaknya melaksanakan try out, pengabdian kepada masyarakat dan penelitian melibatkan mahasiswa dan dosen. Dengan demikian, terjadi interaksi yang baik antara dosen dan mahasiswa.

‘’Jadi, dosen tidak ditakuti lagi, sehingga proses belajar berjalan dengan baik, empat tahun sudah tamat,’’ tandas Subrata. Proses belajar-mengajar seperti ini telah diterapkan sejak lama. Tujuannya agar tercipta hubungan baik antara dosen dan mahasiswa, sehingga mahasiswa terpacu belajar lebih giat. Fakultas Ilmu Agama dan Kebudayaan Unhi juga memiliki dosen yang semuanya telah berijazah S-2. Sebagian dari dosen itu sudah memiliki ijazah S-3 dan beberapa dosen telah menjadi guru besar. ‘’Kami dorong dosen kuliah S-3 supaya setiap tahun ada peningkatan, tidak mandek di satu titik,’’ ungkapnya. Calon wisudawan yang sebagian besar telah bekerja diharapkan dapat mengaplikasikan ilmunya dan berkontribusi buat masyarakat. Hanya sebagian kecil yang belum bekerja. ‘’Dengan demikian kami dapat mudah

mendorong yang belum bekerja untuk dapat berinteraksi dengan teman yang sudah bekerja supaya dapat pekerjaan. Misalnya menjadi guide, pengacara, PNS, bendesa,’’ bebernya. Calon wisudawan juga diminta dapat merebut peluang di desa, tidak hanya mengandalkan PNS. ‘’Kami fokuskan ke desa, merebut peluang menjadi bendesa adat supaya kualitas SDM Bali semakin baik,’’ ujar Subrata. Oleh karena itu, ia berterima kasih kepada mahasiswa, dosen dan semua komponen yang telah ikut memajukan Fakultas Ilmu Agama dan Kebudayaan Unhi. Lulusan berprestasi yang mendapat penghargaan dari dekan, I Made Wijana, berterima kasih kepada dosen dan pembimbing karena selama empat tahun di Unhi banyak mendapatkan tambahan ilmu, baik ilmu akademik maupun nonakademik yang bisa diterapkan dalam kehidupan masyarakat. ‘’Saya dapat tambahan ilmu, dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak paham menjadi lebih memahami lagi. Ilmu yang didapatkan di bangku kuliah bisa memperkuat karakter dan jati diri dalam mengembangkan kehidupan dan pengabdian di masyarakat. Ilmu yang didapatkan di bangku kuliah juga dapat menjawab permasalahan yang ada walaupun tidak sempurna,’’ jelasnya. Wijana berharap para dosen, dekan dan yayasan selalu inovatif dan memajukan Fakultas Ilmu Agama dan Kebudayan Unhi agar semakin tahun meningkat, baik jumlah mahasiswa maupun kualitas lulusan. (ad1083)

FAKULTAS Sastra (Faksas) Universitas Warmadewa (Unwar) yang mengelola Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris meyudisium 94 mahasiswa. Yudisium ke56 ini sebagai pertanda mahasiswa bersangkutan resmi menyandang gelar sarjana sastra. ‘’Kami tetap menjaga kualitas dsan kuantitas lulusan. Dari 94 mahasiswa yang sekarang diyudisium, sebagian besar sudah bekerja. Kami tidak ingin mencetak pengangguran,’’ ujar Dekan Fakultas Sastra Unwar Prof. Dr. I Nyoman Kardana usai melaksanakan acara yudisium yang berlangsung di Inna Hotel Bali Beach, Sanur, Denpasar, Jumat (15/9) kemarin. Menurutnya, lulusan Sastra Inggris Unwar siap bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lain, karena Faksas Unwar tetap menjaga mutu sesuai visi dan misi universitas menjaga mutu supaya berkualitas dan berintegritas. Dari lulusan yang sekarang diyudisium, untuk lulusan reguler B sebanyak 26 orang sudan bekerja. Lulusan reguler A sebagian sudah bekerja di travel agent, guru, instansi swasta dan guide. ‘’Dari data yang ada, 60 sampai 70 persen lulusan kami sekarang sudah bekerja. Kami tidak ingin lulusan kami menyumbang pengangguran,’’ katanya.

SALAMI – Dekan Fakultas Sastra Unwar Prof. Dr. I Nyoman Kardana (tengah) menyalami seorang mahasiswi yang mengikuti acara yudisium. Meski sebagian besar sudah terserap di lapangan kerja, pihaknya senantiasa melakukan perbaikan dan pengembangan sarana, prasarana dan sumber daya manusia. ‘’Sarana perkuliahan sudah mencukupi. SDM kami juga bagus, bahkan kami sudah punya 10 doktor dan akan datang lagi beberapa doktor karena tengah mengikuti studi S-3,’’ papar Kardana. Selain itu, dalam rangka persiapan menunjang Unwar menuju World Class International tahun 2034, pihaknya kini bekerja sama dengan pihak luar negeri dengan

Bedah UU Arsitek di Unud

Angkat Harkat dan Martabat Arsitek Indonesia

IHDN Denpasar Gelar Wisuda XXIV

Lulusan Diharap Ikut Bangun Kualitas Umat di Indonesia

LANTIK - Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si. (tengah) melantik wisudawan pada acara Wisuda XXIV IHDN Denpasar. INSTITUT Hindu Darma Negeri (IHDN) Denpasar, Jumat (15/9) kemarin menggelar Wisuda XXIV di Goodway Hotel, Nusa Dua, Badung. Wisuda kali ini mengambil tema ‘’Kita Kukuhkan Semangat Kebangsaan Melalui Empat Konsensus Nasional Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika’’. Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si. ditemui di sela kegiatan mengatakan, Wisuda XXIV ini diikuti 389 orang dari Program Doktor (S3), Pascasarjana (S-2) dan Strata Satu (S-1). Dikatakannya, dilihat dari grafik tahun ke tahun tera-

khir, sebanyak 80 persen lulusan IHDN sudah terserap di dunia kerja. Kepada seluruh lulusan, pihaknya berharap tersebar di seluruh Indonesia untuk ikut aktif membangun kualitas kehidupan umat di pelosok Tanah Air. Dijelaskannya, saat ini kualitas pembelajaran di IHDN sudah mengalami peningkatan luar biasa. Hal itu karena jumlah dosen yang dimiliki, enam orang sudah menyandang guru besar, 51 orang doktor, 59 orang masih menempuh pendidikan S-3 dan sisanya S-2. Itu artinya secara kualifikasi SDM yang dimiliki hampir 40 persen sudah bergelar doktor.

SEKOLAH Tinggi Ilmu Kesehatan Wira Medika Bali, Rabu (13/9) lalu melaksanakan Angkat Sumpah Ners X Program Studi Profesi Ners reguler angkatan VI dan nonreguler angkatan VII. Bertempat di Bali Nusa Dua Convention Center, kegiatan ini juga diisi orasi ilmiah oleh Koordinator Kopertis Wilayah VIII Prof. Dasi Astawa yang membawakan tema ‘’Strategi Menjadi Perawat yang Unggul, Profesional dan Mandiri serta Berkarakter’’. Pada orasi ilmiah tersebut, Dasi Astawa mengajak seluruh tamatan perawat apabila ingin suskses harus unggul, profesional, berdaya saing, mandiri dan berkarakter. Hal tersebut tidak boleh ditunda-tunda lagi. Setiap

generasi muda diharapkan berani berubah. ‘’Salah satu yang paling penting harus dikuasai adalah human skill, karena dewasa ini persaingan sangat ketat,’’ ujarnya. Ketua Stikes Wira Medika PPNI Bali Drs. I Dewa Agung Ketut Sudarsana, M.M. dalam sambutannya mengatakan, sampai saat ini Stikes Wira Medika sudah meluluskan 1.550 orang. Hampir 90 persen tamatan sudah terserap di dunia kerja di RS pemerintah, RS swasta dan lainlain. ‘’Kami berharap tamatan tidak hanya bekerja, namum juga bisa menciptakan lapangan kerja sendiri,’’ katanya. Menurutnya, seorang yang kompeten paling tidak sudah

Untuk memajukan IHDN Denpasar, pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. ‘’Harapan kami, dengan SDM ini, maka output yang dihasilkan akan berkolerasi dengan SDM yang dimiliki. Semakin tinggi kualitas SDM dosen yang dimiliki, maka kualitas pembelajaran dan output juga akan meningkat,’’ ucapnya. Prof. Duija menambahkan, untuk menghasilkan generasi muda Hindu yang berkarakter dan berakhlak mulia, IHDN berupaya memberikan bimbingan agar bisa menjadi generasi emas di masa mendatang. Hal itu tidak terlepas dari visi IHDN ‘’Terdepan Dalam Dharma Widya dan Budaya’’ yang diimplementasikan melalui misi ‘’Mewujudkan Sarjana yang Sujana’’. Sampai saat ini, IHDN Denpasar memiliki 2.230 orang mahasiswa. Dalam Wisuda XXIV ini, lulusan terbaik diraih I Putu Suyasa Ariputra, S.Pd. dari Program Studi Pendidikan Agama Hindu (S-1) dengan IPK 3,92 dan predikat pujian/cumlaude. Kemudian dari Program Studi Megister Agama, Program Studi Brahma Widya (S-2) dicapai Hari Harsananda, S.Ag., M.Ag. dengan IPK 4,00 dan predikat pujian/cumlaude. Sementara dari Program Doktor diraih oleh Dr. Komang Indra Wirawan, S.Sn., M.Fil.H. (ad1080)

Melalui Sumpah Profesi, Perawat Harus Profesional dan Bertanggung Jawab

SUMPAH – Stikes Wira Medika Bali melaksanakan angkat sumpah Ners X Prodi Profesi Ners reguler angkatan VI dan nonreguler angkatan VII di Bali Nusa Dua Convention Center.

berbekal job kompetensi. Saat ini Stikes Wira Medika sudah menerapkan kurikulum berbasis kompetensi, sehingga kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja bisa dipenuhi. Selain itu, sarana dan prasarana yang dimiliki sudah ditingkatkan, baik kuantitas maupun kualitasnya. ‘’Kualitas dosen pengajar terus ditingkatkan. Bahkan, berbagai kerja sama di dalam dan luar negeri terus kami jalin,’’ ucap Sudarsana. Ketua Panitia Angkat Sumpah Profesi Ners X Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Wira Medika Bali Niken Ayu Merna Eka Sari, S.Kep., M.Biomed. menambahkan, jumlah mahasiswa yang diwisuda kali ini 298 orang, dengan rincian mahasiwa reguler 213 orang dan nonreguler 85 orang. Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM. mengundang secara khusus lulusan terbaik Ners Stikes Wira Medika Bali untuk masuk Rumah Sakit Bali Mandara. Adapun lulusan terbaik pertama diraih Ns. Putu Pande Eka Usfidayani, S.Kep. dengan IPK 4.0 (predikat pujian). Terbaik kedua dicapai Ns. Ngakan Nyoman Rai Bawa, S.Kep. dengan IPK 3.92 (predikat pujian). Terbaik ketiga Ns. I Gusti Lanang Darma, S.Kep. dengan IPK 3.92 (predikat pujian). Masing-masing lulusan terbaik ini mendapatkan beasiswa berupa tabungan dari Bank Tabungan Negara (BTN). (ad1078)

membuka kelas internasional. ‘’Pada tahap awal kami punya 10 mahasiswa asing dan sekarang 49, sehingga jumlahnya 59 orang yang berasal dari berbagai negara,’’ jelasnya. Sementara itu, Ketua Panitia Drs. Nengah Mileh, M.Hum. melaporkan, yudisium ke-56 kali ini diikuti 94 mahasiswa terdiri atas 42 orang mahasiswa laki-laki dan 52 perempuan. ‘’Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak terutama orangtua mahasiswa yang anaknya diyudisium,’’ tandasnya. (ad1082)

PEMBICARA - Ketua Umum IAI Pusat Ahmad Djuhara, Ketua Panja UU Arsitek DPR-RI Sigit Sosiantomo dan pembicara lainnya dalam Bedah UU Arsitek di Kampus Unud. UNDANG-UNDANG (UU) Arsitek yang dirancang oleh DPR-RI sudah disahkan pemerintah Juli lalu dalam sidang pleno DPR-RI dan ditandatangani Presiden RI pada 8 Agustus 2017. Lahirnya UU No. 6 Tahun 2017 tentang Arsitek tersebut dinilai sangat menguntungkan puluhan ribu arsitek karena sudah dilindungi oleh hukum. Lahirnya UU Arsitek Tahun 2017 itu juga dibahas Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Bali di lantai empat Kampus Teknik Unud, Denpasar, Jumat (15/9) kemarin. Hadir Ketua Umum IAI Pusat Ahmad Djuhara, Ketua Panja UU Arsitek DPR-RI Sigit Sosiantomo, Ketua IAI Bali Kadek Pranajaya, sejumlah ahli perarsitekan dan ratusan undangan lainnya. Pembahasan multidimensi ‘’Bedah UU Arsitek’’ ini diharapkan mampu mengangkat harkat dan martabat arsitek untuk Indonesia yang lebih maju.

Ketua Umum IAI Pusat Ahmad Djuhara mengatakan, lahirnya UU Arsitek ini awalnya untuk melindungi masyarakat, yakni kepastian hukum siapa yang membuat dan produknya seperti apa. ‘’Kalau yang mendesain jelas kepastian hukumnya, hasilnya pun jelas,’’ tandasnya. Ditambahkannya, diterbitkannya UU ini untuk hajat hidup orang banyak. ‘’Di Bali banyak bangunan, yang mendesain siapa, yang bertanggung jawab atas dampak lingkungannya siapa. Ini yang diatur dalam UU tersebut,’’ sambungnya. Menurutnya, IAI sangat bersyukur dengan adanya aturan itu, karena profesinya mendapatkan kepastian hukum dan dilindungi hukum. Di samping sebagai hadiah, IAI juga mendapat konsekuensinya, yakni menjamin para arsitek yang berpraktik harus sesuai dengan ketentuan UU. Selama ini ada dua UU

yang mengatur konstruksi, yakni UU Keinsinyuran dan UU Arsitek. Dua profesi ini sudah dijamin UU. Soal sertifikasi, Djuhara mengatakan itu bagus. Namun, lebih bagus lagi jika mengikuti standar global internasional. Prinsipnya, yang mengatakan seseorang sebagai arsitek adalah teman sejawat arsiteknya, yakni Dewan Arsitek Indonesia. Ini akan dibentuk pula nanti oleh IAI Pusat. Ke depannya, dengan adanya UU Arsitek, Arsitek Bali mempunyai kedaulatan di tanah Bali bahwa orang-orang yang membangun atau mendesain tidak sembarangan lagi menyebut diri arsitek. ‘’Mereka harus menaati UU yang berlaku. Sebelumnya kan orang bebas menyebut dirinya arsitek,’’ tandas Djuhara. Ketua Panja UU Arsitek DPR-RI Sigit Sosiantomo banyak berbagi tentang mekanisme hingga terbitnya UU tersebut. Salah satunya persyaratan praktik arsitek harus dilakukan melalui uji kompetensi guna mendapatkan keterangan kompetensi. ‘’Lahirnya UU Arsitek ini juga memotong mafia sertifikasi. Jangan sampai dapat sertifikasi dari lembaga yang tidak kredibel,’’ tegasnya. Ketua IAI Bali Kadek Pranajaya menyatakan dengan lahirnya UU ini DPR-RI memberikan lisensi pada pemerintah daerah. Bali memiliki local genius arsitek yang bertahuntahun perlu dilestarikan. Ke depannya diharapkan setiap arsitek yang merancang di Bali harus bekerja sama dengan arsitek di sini. Sebab, arsitek luar mesti mengetahui aturan main di Bali, misalnya soal kearifan lokal dengan khas ornamen Bali. ‘’Aturan main itu perlu dipelajari arsitek luar,’’ tegasnya. (ad1081)

Tekankan Wawasan Kebangsaan pada Mahasiswa Baru

STIMI Handayani Denpasar Gelar PKKMB 2017

UNTUK menekankan wawasan kebangsaan guna menangkal paham radikalisme dan menumbuhkembangkan karakter generasi muda dalam melawan paham radikalisme, STIMI Handayani Denpasar menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB). Mengangkat tema ‘’Melalui PKKMB Kita Tingkatkan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara Berbasis 4 Konsensus Kebangsaan, meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika’’ acara diadakan di Aula Kampus STIMI Handayani Denpasar, Jumat (15/9) kemarin. Acara PKKMB kali ini diikuti 352 mahasiswa baru yang akan berlangsung selama tiga hari dengan program utama terkait proses Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat seperti sistem pendidikan tinggi, SKS, kemahasiswaan, hak kewajiban mahasiswa, serta penelusuran minat dan bakat mahasiswa. Kegiatan akan diakhiri bakti sosial berupa penana-

man pohon di Pantai Mertasari, Desa Sanur Kauh, Minggu (17/9) besok. Ketua Panitia PKKMB 2017 Drs. A.A. Ngurah Gede Suindrawan, M.M. menjelaskan, PKKMB bertujuan memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru agar dapat beradaptasi lebih cepat dengan lingkungan kampus dalam hal proses Tri Dharma Perguruan Tinggi dan kemahasiswaan. Target dan arah yang ingin dicapai pada acara PKKMB ini adalah memperkuat institusi, membangun motivasi, kemampuan dan karakter mahasiswa baru menuju perguruan tinggi sehat sebagai pengejawantahan nilai-nilai luhur agama Hindu. Hal ini diharapkan memunculkan kesadaran membela bangsa dan negara dari berbagai rongrongan dari dalam dan luar negeri ideologinya bertentangan dengan Empat Konsensus Kebangsaan. Ketua STIMI Handayani Denpasar Dr. Ida Bagus Gede Udiyana, S.E., M.Si., Ak. menambahkan, acara PKKMB 2017 ini lebih menekankan

CERAMAH – Ketua Yayasan Pendidikan STIMI Handayani Denpasar Dr. I.B. Radendra Suastama, S.H., M.H. memberikan ceramah tentang wawasan kebangsaan di hadapan 342 orang mahasiswa baru STIMI Handayani Denpasar.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

pada permasalahan yang tengah dihadapi bangsa Indonesia, seperti masalah kebangsaan, narkotika dan perdamaian. Oleh karena itu, pihaknya menggandeng instansi terkait seperti Kodam dan BNNP Bali untuk memberikan pemahaman dan pencerahan kepada mahasiswa baru agar bisa menangkal paham-paham radikalisme dan bahaya narkoba, serta mampu menjaga perdamaian dunia. ‘’Terkait perdamaian, bagaimana kita terutama generasi muda menumbuhkembangkan rasa hormat dan sikap toleransi di dalam kebinekaan untuk menjaga perdamaian di dunia. Selain itu, yang kami tekankan pada PKKMB ini tidak boleh ada perpeloncoan dari panitia yang dapat mengganggu psikologi mahaiswa baru, apalagi sampai ada yang meninggal dunia,’’ tandas Ida Bagus Gede Udiyana. Menurut Ketua Yayasan Pendidikan STIMI Handayani Denpasar Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H., di tengah ancaman paham-paham radikalisme yang kini menyasar generasi muda, sangatlah strategis memberikan pemahaman tentang wawasan kebangsaan untuk menumbuhkembangkan jiwa generasi muda dalam menghadapi paham-paham radikalisme yang ingin menghancurkan keutuhan NKRI. Dengan begitu, mahasiswa baru mempunyai kewaspadaan dini terhadap ancaman radikalisme yang terjadi di kampus. ‘’Dalam PKKMB ini kami mengkontektualkan bahwa kehidupan di kampus mempunyai kewaspadaan yang tinggi terhadap berbagai ancaman. Jadi, sangat strategis memberikan pemahaman kepada mahasiswa sebagai generasi muda untuk bisa menangkal paham radikalis masuk di dalam jiwa generasi muda,’’ ujar Radendra. (ad1079)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Sabtu Wage, 16 September 2017

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

Dbthkn Tenaga Pelaksana Proyek & Logistik.Lmrn dkrm ke Toko Kreatif.Jl.Raya Kuta 133. tjiestrong@yahoo.com

Dibutuhkan Sopir Pengalaman(SIM A), Staf Bakery,Kasir,Lamaran:Orange Bakery Jl.Teuku Umar No.48 Dps

B.BP.001.09.17.0000926

B.BP.141.09.17.0001038

Cari Mekanik,SMK/Otomotif/S1 Teknik Mesin,max 27th. CV ke Perama Trans,Legian 39 Kuta

B.BP.001.09.17.0000827

Cr PRT wanita Serabutan bisa Tidur dlm/luar,089661212177

B.BP.001.09.17.0001047

Dcr Cpt PRT Gaji 1,7Jt Jujur Bersih Tdr dlm, 082341168381

B.BP.001.09.17.0001052

Distributor Building Material Bth:Manager Accounting,Auditor Kep.Logistic,Sales Project, Sales Retail.Jl.Gatsu Barat 376, Lamaran Dikirim: bit.hrd.ga@gmail.com

B.BP.001.09.17.0000511

Kuta: Bartender(3,3Jt) Waiter/s 3Jt-Kasir,SPA,Cook, 08123807241

B.BP.001.09.17.0001063

***Dcr PRT Tinggal dlm,Sanur, Pengalaman,Max30Th,08123940424 B.BP.001.09.17.0001021

***PT.Cahaya Putih Membutuhkan Segera: -Admin Accounting -Social Media. Diutamakan Berpengalaman.Tlp:085100050706 Kirim CV ke:hrd@buddhawear.com

Admin Single bs Comp & English u/Labuan Bajo Hub.081236772457

B.BP.001.09.17.0001040

Autonomous,reliableSecretary needed for small office in Padang Sambian.Good telephone manner with westerners. CV to Visa@kangaroovisa.com

B.BP.001.09.17.0000992

Dcr Accounting Pengalaman Wanita Lam:Vince&Clare Jl.Raya Kuta 61X/vince.clare@gmail.com

B.BP.001.09.17.0000987

B.BP.001.09.17.0000956

BPR Duta Bali, Jl.Ry Sesetan 48 Dps,Bth:Front Liner Wanita,Min D3,Penampilan Menarik; Sopir, Pria, SIM A

Dcr Adm 2Jt Pengalaman tdk diutamakan SMS 08170001985

B.BP.001.09.17.0000986

Dcr Admin,Supir,Tenaga Tk Bangunan Hub:085253988660

B.BP.001.09.17.0001008

B.BP.004.09.17.0000694

Bth FO min.SMA P.L 1 Mg Lam. Wearnes Sudirman Agung C1-3

Dcr Chief Acct,Min 5 yr Exp/S1 /Speak English/MS.Office.Skill Payroll/Lost & Profit/mengerti Perpajakan Perusahaan and Karyawan/BPJS Surat Referensi dr Perusahaan tempat bekerja Hub:(0361)8476829/8475872 Em: info@lily-jean.com

Bth LlsSMU-S1 u/Guru PG/TK,ada Training.Lgs Kerja,0811380028

Dcr HRD u/garmen,Pglmn,English Hub:infojob_garmen@yahoo.co.id

Cr Sales Obat,D3,Kdrn Sdr+SIM, Gj3Jt+Bns,Max40Th,krm:CV.Ernes Intan LCII Gg.4/5.081586405343

Dcr PRT Dps Hub:081239559898

Bali Amenities hotel supplier Jl.Ry Kengetan Ubud mmbutuhkan sopir brpnglmn hb:0361-8988085 /08123860454 Email:madenukada@ balihotelamenities.com

B.BP.820.09.17.0000900

B.BP.001.09.17.0000667

B.BP.821.09.17.0000623

Dcr Segera Tukang u/Garmen di Kuta Hub.0361-759832

Dibthkan Butler L,Bs English, Uluwatu 082236635607

Dcr Sgr Maid bisa Masak & Bersih2 & Dcr Driver bisa Serabutan utk Villa Pribadi di Berawa Canggu.Krm CV ke PT. RealEstate Bali Jl.Pengubengan Kauh No.32 Kerobokan T.735590

Dibthkan segera, u.garment, tukang jahit,fasilitas gaji + U.Mkn+Bonus kehadiran&tersedia Mess(u lajang)Lamaran langsung dibawa.Hub.0361-730023, 731002

B.BP.154.09.17.0001061

B.BP.001.09.17.0001027

Dcr Sopir utk Villa diCanggu Fslts Gaji+Servis+Tiping Hub.081803641078

B.BP.001.09.17.0001009

Dcr Supir Paket SIM A & B1 Krm Lmrn ke Jl.Buluh Indah 99X Dps

B.BP.001.09.17.0000896

B.BP.004.09.17.0001025

B.BP.001.09.17.0000846

Dibut.segera Spa Therapist di Sanur Hub:085739208981

B.BP.001.09.17.0000923

Dicari karyawati min SMU,Jujur penampilan menarik,max.27thn, penempatan Centro Kuta,Gj1,8Jt Hub:Lusi 082144355655

B.BP.001.09.17.0000920

B.BP.004.09.17.0001030

B.BP.001.09.17.0000873

B.BP.001.09.17.0001035

B.BP.001.08.17.0001454

Cr Tk Jht u/Garmen Segera Dps Hub 081999312347

B.BP.001.09.17.0000995

B.BP.001.09.17.0000960

Dcr Urg Asst.Villa Mgr,Butler Female Hskp Stff utk Sminyk/ Umalas.Hub Agung 082146584344 agung@bahasavilla.com

B.BP.001.09.17.0000951

B.BP.821.09.17.0001051

Dcari Guru Bhs Inggris Private laki2 pngl 1th, Desiplin Sabar & TelatenCV:rismasata@gmail.com

Cr. Wnta bisa Kmtr Bhs Inggris Hub. Bali Emerald Ubud 08123691959659

Dcr Pembantu Rumah Tangga tdr dlm, tdk mengasuh anak, gaji 1,5Jt Hub:087862270491

B.BP.001.09.17.0000932

Dcr Pengelola Restaurant Berpengalaman min.2th.Max usia 35th. minaheadoffice@gmail.com

B.BP.001.09.17.0001013

Dcr Rest Manager Berpengalaman Hub.Gubuk Makan Segara Bambu 410384/081999888907

B.BP.001.09.17.0000774

Dcr Salesman Umur Max.30th Bawa lamaran ke Banoli Motor Jl.Buluh Indah 75 Dps B.BP.001.09.17.0000665

Dcr Segera Supervisor u/resto di Renon Hub:081916420095

B.BP.001.09.17.0000768

Dcr administrasi bisa bahasa Dibutuhkan 2 Therapist Wanita Inggris lisan/tulis, smart, Berpengalaman,WA 081802100445 B.BP.001.09.17.0000750 Hub.08113993388/0361-9004879 B.BP.001.09.17.0001002 DibutuhkanAdmin,berpengalaman max 35th bawa lamaran lgsg Gn Dcr kary SMA u/ Driver & Gdg. Soputan 52 Dps jam 11AM -16 PM Lam Hub:08813601211 B.BP.001.09.17.0001010

B.BP.154.09.17.0001060

Dcr sgr therapist,GP+UM+komisi Dibutuhkan segera posisi house +Bonus Home base Spa Jl.Camplung keeping/cleaner di Eropa Tanduk Seminyak 081916299046 CV: 0361 9342489/082197719176 B.BP.001.09.17.0001057

B.BP.001.09.17.0001006

Dcr.Segera Pria/Wnt,Sekretaris Dimas Studio membthkn penjahit (Bhs Ingris),Admin,PRT Hub:085 wanita berpglmn,Gj.UMK Badung 082147942963 238621967;085339493311 jam krj B.BP.001.09.17.0000985

B.BP.001.09.17.0001058

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Dibutuhkan sgr:Spv,Purchasing (memiliki SIM A),Account Staff General Affair dan Admin Staff Lamaran dikirimkan via email ke:thestreetroom88@gmail.com

Housemaid Villa Pererenan,Cook Customer Service, wanita, layanan/ PR/Marcom, lulusan SMA/sederajat/ English 5D/7H Sat4 H 2,4Jt S1 diutamakan jurusan Public start & THR WA 081933102670 B.BP.001.09.17.0001048 Relation, IT. SDM Koperasi Bali Post, Jl.Kepundung 67A Denpasar Lwg PRT dan pengasuh anak G.01 SMS bu Hany 081338519191 B.BP.031.09.17.0000934 Waiter/serabutan/cleaning service B.BP.004.09.17.0000941 Dibutuhkan tenaga Admin u/Kontamat SMP/SMK, hobi pelihara ikan. P-rokok Cr 4 sales motoris traktor,wnt minSMK 085100779715 Lamaran ke Warung 63 Bali Coffee, B.BP.001.09.17.0001049 Jl.Veteran 66 Dps. 1 admin wanita 4sopir Kanvas G.02 Dibutuhkan tenaga sebtn,lls 085101241228/081805412118 SMA ,Usia 19th-23th, 1,5jt-2,5jt, B.BP.001.09.17.0001014 Segera! Butuh Therapist Reflexi Hub: 087861514080 pria di Dps gj menarik+bonus+ Pansa Karya wood processing B.BP.031.09.17.0001016 membutuhkan drafter berpengala- lembur+THR Hub.0811239621123 Dicari Manajer Villa, ReceptioB.BP.001.09.17.0000168 man dibidang wood processing nist dan Cook Berpengalaman Travel Agent mencari Asst.Opt pend min.SMK Perkayuan.Kirim 5 Thn.Jujur,Ulet,Disiplin.CV ke Berpengalaman Lam:CV, Photo, CV ke: accounting@pansa-karya. Email:lamaran@j-ad.com Peng.Kerja Kirim ke com (0361) 8947645 B.BP.004.09.17.0001028 hr@lotus-enterprises.com B.BP.145.09.17.0000858 Dicari Pembantu RT Wanita Sra- Prsh Consumer Good cr Salesman B.BP.001.09.17.0001017 butan diToko, Bisa naik motor, Urgent!_Kasir,Bar,Mrketing SMA TO/Kanvas/Motoris,Sopir,Helper tidur dalam Hp.081353145550 - S1,MX.35th, pengalaman, bisa Email:hrdharapanbali@gmail.com B.BP.001.09.17.0000990 Shiftmlm,menarik.Lmr=JL.Imam atau krm Jl.Sentanu 6X Dps Utr Dicari Sopir Hub.082145900800 Bonjol 386 DPS/hrdecbali@gmail B.BP.001.09.17.0000826 Gaji 2,5Jt .com,0361-483738/081999956191 B.BP.001.09.17.0001019 Vacancy Guest Relation Officer B.BP.001.09.17.0000989 Dicari Waiter/ss,Cook,Kasir (GRO)1 year exp fluent English Villa Complex looking for staff u/Resto di Renon 081916420095 S1 English,Hard work,Team work FO/Reservation & Akunting Staf B.BP.001.09.17.0000767 CV to: hrdbali2016@gmail.com Send CV yanthiptbali@gmail.com Dicari tenaga admin wanita SMA B.BP.001.09.17.0000950 HP.081999409249 /Sdrjt bs komp. drh Kerobokan B.BP.001.09.17.0000964 Sales:min.SMA,punya Kendaraan Hub 081338908041 jam 10-15 Wanted Chef Lokal/Foreign B.BP.001.09.17.0000988 sendiri,CV dikirim ke Jl.Teuku Highly Experienced.Canggu. Dicr:Manager Produksi, Asisten Umar Barat No.170G,Denpasar. cintacanggu@gmail.com sample utk Garment,Brpnglman, Email:mku-spvopr@soejasch.com 081939175865 Bhs.Inggris,Bs Komputer.Kirim Telp.: 0361-8478241 B.BP.001.09.17.0000690 B.BP.004.09.17.0000936 CV:office@nagajayabali.com Wanted:30 plus person to be a B.BP.001.09.17.0000770 Sekolah di Jimbaran Cari: Barman, Room Service and help Exotiq Jimbaran looking for an Kepala Sekolah TK,Guru PPKN, in Various situations at a Experienced Indonesian Guru Komputer, Maintenance AC small Hotel in Seminyak. Must Accounts Officer.Excellent Sent:schoolhrdbali@hotmail.com B.BP.004.09.17.0001023 be super friendly and have a Organizational, and The Colony Hotel is Looking great attitude. Being able to communication skills in for Reception and Butler. Good drive a car would be a bonus. English only apply.Attractive English,Comp Knowledge, 1 year Send CV to accounts@villacoco. salary+bonuses for the right Experience. Send CV to com T.730736 Villa Coco candidate Send CV to: tami@thecolonyhotelbali.com Seminyak Bali jimbaranbali@exotiqproperty.com B.BP.004.09.17.0000938

B.BP.004.09.17.0000700

B.BP.001.09.17.0001042

MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post HONDA

CRV’2005 Tgn1 Asli Bali 115Jt H.085100856999 Pribadi

B.BP.001.09.17.0000994

Dijual Tanah 12 are di jalan Raya Br.Adeng Marga,Hak Milik aspek Villa 60Jt/A,0811392942

B.BP.164.09.17.0001056 MAZDA

Dijual Mazda 2 th 2010 Hubungi 08113619331 warna biru asBali B.BP.154.09.17.0001062

B.BP.001.09.17.0000499

Mazda CX7GT Putih’2010 H.250Jt Bs Kredit Dp20Jt,085100871119 B.BP.141.09.17.0001037

Jual Grand Vitara& Livina th’08 mlk prbd tgn prtma 081337227299 B.BP.001.09.17.0001003 TOYOTA

BUC New Alphard G’2012 AsBali Hitam Jarang Pakai,08124611999 B.BP.164.09.17.0001054

Dijual Fortuner Abu-abu 2008 Bsn G A/T Tangan I Dokter Hub.081236333741

B.BP.014.09.17.0001020

INTERNET

SALON

DIJUAL RUMAH Dijual Rmh Minimalis Modern 2LT Murah Hub 081999312347

DIJUAL RUMAH Jl Rmh Kst Elit,2 Lti Ls Tnh 1 Are,6 Kmr, R.Tamu, Jl.Ngka Utara 085338037739

B.BP.001.09.17.0000996

Dijual Rumah,SHM,2Lt,5Kmr Tdr, Ls Tanah 2 Are,Sanur dekat RS. Bali Mandara Hub:081337785806

B.BP.004.09.17.0001026

B.BP.001.09.17.0000400

Rmh Citraland Type Franz Hub.081236772457

B.BP.001.09.17.0001039

Rumah LT.Lok Tk Batanghari 4KT RT,RKlrga,Garase,Dpr 0818454999

DIJUAL TANAH Djl Tanah 1,30A 1,5A Buduk Induk Segera Hub.082147454248 B.BP.164.09.17.0001055

Tnh Nempil 250Jt/A, Jl.Besakih PondokCitra Pmogan 08123871809 B.BP.001.09.17.0000185

B.BP.135.09.17.0001053

DIJUAL MOBIL

Tnh 2,5are Jl.Raya Kampus Unud Jimbaran Bali Hub.081211687430

B.BP.004.09.17.0000852

DIJUAL VILLA Villa Bellevue Heritage LT/LB 250/192M,3BR, S.Pool, Nusa Dua Hub.081296772642 TP B.BP.004.09.17.0000984

KOST Disewakan Kmr Kos di Cargo Karya Makmur Jl.Mukuh Merta Sari VI/B/5 Dps Dapur+Kmr Mndi Dlm Hrg700/Bln H:087761333832 B.BP.001.09.17.0000993

BAJA RINGAN

SPA

SERVICE

ALUMINIUM

PROMO Balinesse Body Spa 2 jam 150.000 Chocolate Sensational Spa 2 jam 120.000 Perawatan Miss V 80.000 Jl. Jaya Giri III / 22 Renon, 089527788120 Jl. Hang Tuah 11X Sanur, 0361 289 481 C.0001467-SLN

AC

DIJUAL MOBIL

ISTANA AIRCOND SERVICE PANGGILAN

TOUR

AC

DIJUAL MOBIL

G A R A N S I

KULKAS M.CUCI FREZZER CHILLER SHOWCASE

085 238 622 979 087 863 223 033

SERVICE

C.0002038-srv

SERVICE PANGGILAN KERJA DITEMPAT BERGARANSI

POMPA AIR KULKAS MESIN CUCI WATER HEATER, KOMPOR GAS HUB. GARUDA SERVICE Jl. WR. Supratman No. 9, Denpasar

DIJUAL RUMAH

DIJUAL MOBIL AGUNG TOYOTA AVANZA INNOVA

SIENTA

Telp. 085100493221 C.0000236-SRV

TOP COOL SPECIALIS G A

AC

Kredit cukup KIPEM/KTP pasti OK ! Bunga ringan *Tukar tambah Proses cepat dan mudah semua merk

KULKAS R A CHEELER N F R I Z E R SI Kerja Ditempat

081936034598 082237752039

081238348418 081999074576

13JT-an

DP

PROMO DAHSYAT

DISKON

s/d 33 JUTA

C.0000397-mbl

C.0001880-srv

2 144 495 4 08SERVICE21 G

TV

A R A N S I

PANGGILAN

08

1 54 7 0 96 97 SEGALA MERK

C.0001949SRV

WC

GARANSI 1 BLN Simp XL

B.BP.001.09.17.0001059

Jual Tanah Kavling 2are Jl.Delod Brawah Negara. 085100854499

BIRO JASA

ATASI

Jazz’10 AsDK Abu2 Met VR+Ban Br +TV Sony SuperIstw,08123997130

BIRO JASA

ATASI MAMPET MAMPET

Dijual Tanah 1 Hektar SHM di Sumberkima Gerokgak Buleleng view Pantai dan Gunung Hrg 3,5M Nego Hub.081805666263

B.BP.141.09.17.0001036

SUZUKI

BIRO JASA

B.BP.001.09.17.0000991

- SALURAN AIR - WASTAFEL DLL - TANPA BONGKAR - TERIMA KURAS

081236711931 08175782707 C.0001050-BRJ

SULASTRI - BIRO JASA GUNUNG WAYANG RESIDENCE Jl. Gunung Wayang 24, Denpasar

� 08124651138-085103005620 Melayani : IJIN PRINSIP, IMB, UKL/UPL, SITU/HO, NPWP, SIUP, TDP, IJIN APOTIK, API, PATEN,PAJAK,PASPOR, SIM, SAMSAT, NPPBKC, AKAD NIKAH C.0001569-BRJ

ANTI MAMPET GARANSI

Batubulan 325JT Ng Jl.Mobil Viw Ketwl 200ng+230ng 087761245398

DIJUAL MOBIL

081 239 534 731

C.0000596-BRJ

BIRO JASA


SEREMONIAL

18

Siswa SMAN 6 Denpasar Raih Dua Perak di India

Temukan Kotak Makanan, Tes Kadar Gula dan Teh Bunga Ratna SETELAH meraih medali perak di Korsel lewat nasi jinggonya, kini siswa SMAN 6 Denpasar kembali mengukir prestasi menyabet dua perak pada ajang internasional di India. I Gede Arjun Mulia Mahardika (kelas XI-IPA-5) bersama Nusan Bagus Wibisana (XII-IPA-7) sukses merebut perak dalam ajang International Inovation Invention Association belum lama ini. Arjun yang mewakili RI di ajang itu juga mendapat Sri Lanka Gold Awatda for Invention. Di Indonesia hanya dua yang meraih gold award special, yakni Arjun dan UII. Pertimbangannya, Arjun yang masih muda bisa membuat riset luar biasa. Saat itu Arjun memaparkan penelitian ‘’Kotak makan sebagai pemanas untuk anak-anak dan orang kantoran lebih praktis serta mengukur kadar gula pada makanan’’. Melalui alat tes ini makanan berkadar gula tinggi bisa dihindari. Di ajang yang sama, siswa SMAN 6 Denpasar juga meraih medali perak atas nama Putu Linda Fradnyani (XII-IPA-2) bersama Luh Gede Kusumasari (XIIPA-6) dan I Kadek Dana (XIIIPA-8). Mereka memaparkan penelitian soal ‘’Memanfaatkan bunga ratna sebagai teh herbal dan pewarna makanan alami pada jajan laklak Bali’’. Linda diberi kesempatan khusus berpidato mewakili Indonesia karena bahasa Inggrisnya sangat bagus. Ia meneliti bunga ratna yang sering dipakai upakara dibuang begitu saja, padahal bisa dijadikan teh dengan nol persen gula. Bunga ratna

PERAK - Anggota DPR-RI I.B. Sukarta bersama Kepala SMAN 6 Nyoman Mudita, wakasek dan siswa Sixsma yang meraih perak di India. (gomphrena globosa linn) juga dipakainya bahan pewarna asli dan memperkenalkan jajan laklak Bali untuk wisatawan. ‘’Sudah diuji di lab tidak mengandung racun,’’ ujarnya. Semua siswa itu dibina oleh I Kadek Artayasa, S.T. Kepala SMA 6 Denpasar Drs. I Nyoman Mudita, M.Pd. berterima kasih kepada anakanak dan pembinannya yang mampu membawa nama sekolah di ajang internasional dengan biaya mandiri. Ini merupakan cara mengembangkan talenta siswa, kecerdasan intelektual serta berpikir kreatif, inovatif dan problem solving. Mereka dibina di Kelompok Peneliti Belia (KPB) SMAN 6 gabungan dari KIR, jurnalistik, fotografi, lingkungan dan Sispala serta disuport oleh orangtua dan tokoh masyarakat Sanur, salah satunya Ida Bagus Putu Sukarta, S.E., M.Si. Ida Bagus Sukarta yang juga anggota Komisi X DPRRI mengaku bangga terhadap siswa SMAN 6 Denpasar yang

unggul dalam penelitian. Mereka harus dibina dan diberi beasiswa agar menjadi peneliti ahli di perguruan tinggi. Untuk itu diperlukan perhatian pemerintah dan pihak swasta karena siswa yang berbasis saintifik dan keilmuan sangat langka. Dikatakannya, pendidikan kita kini mengarah ke vokasi, 75 persen dibangun SMK dan 25 persen SMA. Mereka yang memiliki jiwa keilmuan dan meneliti diarahkan ke SMA, sedangkan yang ingin bekerja ke SMK. Komisi X DPR-RI ini juga mengusulkan siswa yang berprestasi diberikan beasiswa bibit unggul dan yang tak mampu berupa Bidik Misi. Ida Bagus Sukarta mau membantu siswa SMAN 6 Denpasar karena terlibat di Yayasan Wira Bhakti dan STIMI Handayani serta dekat dengan Kasek Nyoman Mudita. Keduanya sama-sama menjadi klian adat di Banjar Batan Poh dan Banjar Buruan, Sanur. (ad1067)

Hasil Penelitian Bahasa Austronesia Perlu Disebarluaskan PRODI Linguistik S-1 dan S-2 Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unud, Jumat (15/9) kemarin mengadakan seminar internasional. Seminar mengambil tema ‘’Dispora Bahasa Austronesia dan Non-Austronesia di Indonesia’’ dibuka Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi. Sp.S(K). Menurut Ketua Panitia Seminar Ni Ketut Widya Purnawati, S.S., M.Hum., seminar internasional Prodi Linguistik S-1 dan S-2 FIB Unud diikuti 300 peserta dari sejumlah peneliti Indonesia, India, Tiongkok, Korea, Thailand dan Malaysia. Seminar dua hari ini menampilkan pembicara Dr. Cho Tae Young (Korse), Prof. Dr. Oktvianus (Andalas), Prof. Dr. Fransiskus Bustan (Nusa Cendana) dan Prof. Dr. Aron Meko Mbete (Unud). Seminar dirangkaikan dengan Dies Natalis ke-55 Unud dan Hari Jadi ke-59 FIB Unud. Seminar juga diisi peluncuran buku ‘’Rona Bahasa’’ karya Aron Meko Mbete yang saat itu dilepas karena memasuki masa pensiun. Prof. Made Budiarsa, M.A. selaku Ketua Asosiasi Peneliti Bahasa-bahasa Lokal (APBL) mengungkapkan seminar ini dipakai menambah pengetahuan dan pengalaman dalam bahasa lokal. Masih lemahnya budaya meneliti dan menulis karya ilmiah bidang linguistik berimplikasi pada minimnya penelitian dan publikasi di kancah nasional dan internasional di kalangan pakar bahasa. Kondisi ini juga menghambat perkembangan linguistik nasional. Lemahnya penelitian ini juga berpengaruh pada jenjang karier bagai dosen. Untuk itu, APBL berkepentingan agar hasil penelitian bidang linguistik bahasa lokal termasuk bahasa Austronesia dan non-Austronesia diserbarluaskan. APBL sebagai wadah para peneliti juga bangga FIB Unud menjadi markas penelitian bahasa, sekalipun di Yogyakarta ada MLI (Masyarakat Linguistik Indonesia). Made Budiarsa memaparkan, rumpun bahasa Austronesia tersebar dari Asia, Madagaskar hingga Selandia Baru. Rumpun ini terbesar kelima dari segi jumlah penduduk asli dengan jumlah 1.622 bahasa, namun posisinya kian terancam di era globalisasi ini. Makanya hasil penelitian bahasa lokal perlu disebarluaskan. Hal itu juga ditekankan Dekan FIB Unud Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, M.A. Menurutnya, penelitian rumpun bahasa Austronesia terus digali dan disebarluaskan. Kesamaan bahasa rumpun Austronesia sudah dijabarkan oleh para ahli, walaupun terjadi perubahan

SEMINAR - Rektor Unud Prof. A.A. Raka Sudewi didampingi Dekan FIB Prof. Ni Luh Sutjiati dan Ketua Panitia Widya Purwati membuka seminar bahasa di FIB Unud. budaya hidup dan geografis berabad-abad. Ciri-iri penutur Austronesia di antaranya secara biologis masuk ras Mongoloid Selatan, secara budaya ada tradisi mentato tubuh, menggunakan layar pada sampan dan perahu. Secara tenografi dan prasejarah memiliki gaya seni dan urutan nama saudara kandung dan adanya pemujaan leluhur. Makanya seminar ini pas dengan visi FIB Unud mempertajam kajian budaya. Rektor Unud A.A. Raka Sudewi memberi apresiasi seminar ini luar biasa karena cikal bakal Unud diawali lahirnya Fakultas Sastra Unud.

Sebagai event ilmiah, seminar ini pas dengan tupoksi Unud untuk mengembangkan berbagai bahasa. Apalagi di Indonesia sedikitnya ada 700 bahasa lokal. Untuk itu, FIB Unud diharapkan berperan dalam pengembangan budaya dan sastra. Menurut Prof. Raka Sudewi, Kemenristek Dikti juga mengharuskan hasil penelitian dipublikasikan. Bagi guru besar dan dosen lektor kepala yang akan meraih guru besar diharuskan masuk jurnal internasional terindeks Secopus. Karenanya ia setuju hasil penelitian bahasa lokal Austronesia perlu disebarluaskan. (ad1068)

Sabtu Wage, 16 September 2017

FE Unmas Lepas 82 Sarjana

Inkubator Bisnis Jadikan Lulusan Berperan Ganda

UNTUK program yang berurusan dengan mencetak wirausaha muda, Fakultas Ekonomi Universitas Mahasaraswati (FE Unmas) jagonya. Program Inkubator Bisnis yang diterapkan secara konsekuen menjadikan lulusannya berperan ganda, yakni siap bekerja dan berwirausaha mandiri. Hal itu diungkapkan Dekan FE Unmas Denpasar Dr. Putu Kepra Marini, S.E., M.M., Jumat (15/9) kemarin, saat melepas 82 Sarjana Ekonomi. Dari jumlah itu, 59 dari Program Studi (Prodi) Akuntansi dan 23 dari Prodi Manajemen. Lulusan terbaik di Akuntansi diraih Nida Zulkharina (3,72) dan di Prodi Manajemen dicapai A.A. Istri P. Dewi Dalem (3,42). Putu Kepra Marini menjelaskan, FE Unmas tak mau dicap sebagai fakultas mencetak pengangguran di Bali. Makanya program kewirausahaan yang digembleng lewat lembaga Entrepreneur Development Centre (EDC) yang diketuai Dr. I Wayan Sujana diterjemahkan lebih detail di prodi. Pertama, mahasiswa di semua prodi diberikan mata kuliah kewirausahaan. Kedua, semua mata kuliah menyelipkan jiwa kewirausahaan kepada mahasiswa. Ketiga, lewat inkubator bisnis mahasiswa

TERBAIK - Dekan FE Unmas Dr. Kepra Marini, S.E., M.M., wakil dekan dan kaprodi bersama lulusan terbaik saat yudisium sarjana. sudah dilatih dan dimatang- yang mandiri. Hasil tracer kan membuat studi kelay- study lulusan menunjukkan akan tentang perencanaan adanya relevansi binsis yang bisnis yang mau dibangun. dibuka lulusannya dengan Keempat, FE Unmas memi- perencanaan bisnis yang liki Galeri Investasi dan BI disiapkan sejak mereka kuCorner. liah,’’ papar Kepra Marini. Hingga kini FE Unmas Ditegaskannya, lulusan memiliki 200 lebih investor FE Unmas sudah dicetak dari mahasiswa dan dosen. menjadi SDM yang matang FE Unmas juga mempun- secara akademik atau keilyai Lab Marketing bekerja muan, matang secara sosial sama dengan Marketeers dengan memiliki jaringan untuk konsentrasi pemasa- alias networking yang banran. Semua program itu di- yak dan matang secara spiriimplementasikan saat busi- tual yang mengedepankan ness day. Dengan demikian integritas dan kejujuran. lulusan siap bekerja dan Selain itu, mempunyai karasiap membuka lapangan pe- kter dan kematangan dari kerjaan alias job seeker. ‘’Ini- materi keilmuan, soft skill lah keunggulan FE Unmas dan hards skill lainnya. Ini dalam penyiapan SDM Bali sesuai visi FE Unmas ‘’Men-

jadi PT yang menghasilkan SDM bermutu, berbudaya dan berdaya saing nasional dan global’’. Putu Kepra Marini didampingi WD I Dr. I Nengah Landra, S.E., M.M., WD II A.A. Dwi Widyani, S.E., M.M. dan WD III Dr. Luh Kadek Budi Martini, S.E., M.M. menambahkan, dalam menghadapi persaingan ke depan pihaknya tetap menekankan penguasaan bahasa asing dan jiwa kewirausahaan. Jalinlah banyak kerja sama dan networking. Perolehan IPK tinggi bukan jaminan satu-satunya kunci sukses di dunia kerja dan masyarakat, melainkan lebih banyak ditentukan oleh kemampuan soft skill khususnya dalam menjalin komunikasi. FE Unmas juga memiliki program konsentrasi dan secara rutin menerjunkan mahasiswa magang ke sejumlah perusahaan dan membina pasar desa. Mahasiswanya juga banyak memenangkan dana hibah Dikti di PKM dan menjadi pertukaran mahasiswa ke Thailand. Saat ini FE Unmas mempunyai seorang guru besar, sembilan dosen berkualifikasi doktor dan 15 sedang menempuh S-3. Tiap tahun FE Unmas menyiapkan beasiswa bagi dosen ke S-3. (ad1069)

Yudisium VI Undhira

Lulusan Diharap Tegakkan Kebenaran dan Kujujuran dengan Tujuh Karakter UNIVERSITAS Dhyana Pura (Undhira) mengukuhkan 342 mahasiswanya pada Yudisium VI di Aula Undhira, Badung, Jumat (15/9) kemarin. Mereka terdiri atas mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Humaniora (FEH) serta Fakultas Kesehatan, Sains dan Teknologi (FIKST). Prosesi yudisium dilakukan oleh dekan masing-masing fakultas, diikuti penyerahan penghargaan kepada para mahasiswa berprestasi. Menurut Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Undhira Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, S.E., M.MA., M.A., yudisium ini merupakan yang ke-6 sejak berubahnya status Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Dhyana Pura menjadi Universitas Dhyana Pura pada 2011. Yudisium merupakan pengukuhan kelulusan seorang mahasiswa yang telah dianggap memenuhi syarat kelulusan pada suatu program studi (prodi), sebagaimana ditetapkan dalam pedoman akademik Undhira. Kegiatan ini menjadi indikator bahwa mahasiswa Undhira telah menyelesaikan pendidikan jenjang sarjana atau ahli madya, sehingga berhak menyandang gelar akademik sesuai aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam hal ini Menristek Dikti.

YUDISIUM - Prosesi Yudisium VI Universitas Dhyana Pura (Undhira), Jumat (15/9) kemarin. I Gusti Bagus Rai Utama berharap ijazah kesarjanaan tertulis dalam raga para mahasiswa, menjadi soft skill untuk membentuk insan teladan dan unggulan di tengah pergolakan dunia yang semakin ketat. Tetap setia menegakkan kebenaran dan kejujuran dengan tujuh karakter, yakni percaya diri, berintegritas, menghargai keberagaman, kreatif dan inovatif serta memiliki jiwa kepemimpinan yang melayani, profesional dan mendunia. Undhira tetap mengusung visi teladan dan unggulan. Teladan dimaknai dengan

soft skill yang telah dibekali pada tiap mahasiswa, sedangkan unggulan merupakan pembekalan kompetensi pada seluruh mahasiswa sesuai prodinya masingmasing. Dua hal ini menjadi landasan dalam meluluskan mahasiswa. Pada kesempatan tersebut juga ditentukan enam orang mahasiswa berprestasi. Prestasi ini bukan hanya karena IPK terbaik, namun dengan dua kombinasi, prestasi akademik plus nonakademik. Wakil Rektor I berpesan kepada peserta yudisium bahwa dharma baktinya

telah ditunggu oleh keluarga, masyarakat dan negara. Tidak pernah berhenti belajar karena sumber belajar tidak hanya dari dosen dan kampus, melainkan dari segala persoalan. Lingkungan sekitar menjadi sumber belajar untuk kesuksesan. Dekan FEH Undhira Dr. Jaya Pramono, S.Pd., M.Par. menerangkan hampir 30 orang mahasiswanya cumlaude dengan IPK di atas 3,51. Prestasi mahasiswa makin lama makin bagus, ini menunjukkan keseriusan mahasiswa untuk mencapai apa yang direncanakan untuk masa depannya. Apalagi pariwisata Bali cukup berkembang saat ini. Peluang di hotel yang dibangun di Bali cukup banyak, sehingga mempunyai kesempatan yang baik untuk berkembang. Sementara itu, Dekan FIKST Undhira Dr. dr. Bambang Hadi Kartiko, MARS. berharap masyarakat tertarik ke Undhira memanfaatkan sarana pendidikan ini. Kompetisi dalam mencari sekolah cukup berat, dan Undhira terbuka untuk masyarakat. ‘’Masyarakat memanfaatkan Undhira sebagai sarana pendidikan, bahkan yang sudah S-2 bisa mengajukan lamaran untuk menjadi dosen di sini,’’ ujarnya. (ad1076)


19

Sabtu Wage, 16 September 2017

100 Persen Lulusan FT Unmas Bekerja

Buktikan Lulusannya Berdaya Saing Internasional DEKAN Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati (FT Unmas) Ir. I Made Letra, M.Si. meyudisium 12 sarjana teknik sipil. Yang membanggakan 90 persen meraih kelulusan dengan predikat sangat memuaskan. Ketua Panitia Yudisium Ir. I Wayan Diatma Jaya, M.T. didampingi Kaprodi Teknik Sipil I Gusti Agung Ayu Istri Lestari, S.T., M.T. mengungkapkan, sebelum digelar yudisium, pengumuman kelulusan dilakukan Jumat (15/9) pagi ditandai dengan penyiraman air bunga. Mereka ini dinyatakan memenuhi syarat akademik dengan masa studi rata-rata 4,2 tahun. Dari 12 sarjana yang dilepas, katanya, empat orang lulus tepat waktu yakni empat tahun. Lulusan terbaik dengan IPK tertinggi dan tepat waktu diraih Kemas Tasnim Firdausi (3,46). Dekan Made Letra didampingi WD I Ir. I Ketut Sudipta Giri, M.T., WD II Tjok. Istri Praganingrum, S.T., M.T. dan WD III Gst. Agung Suryadarmawan, S.T., M.T. menegaskan bahwa lulusan yang diyudisium benar-benar sudah matang baik secara akademik maupun sosial. Bahkan semuanya alias 100 persen lulusannya sudah bekerja. Dikatakannya, FT Unmas Denpasar juga paling intens melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Bidang akademik, FT Unmas sudah memiliki kurikulum baru berbasis KKNI. Bahkan PBMnya berbasiskan riset. Artinya, para dosen diharuskan membawakan materi kekinian hasil riset di bidang keteknikan. Sementara bidang pengabdian masyarakat, FT Unmas dikenal sering menerjunkan mahasiswanya untuk melakukan pengabdian ma-

Yudisium Sarjana

YUDISIUM - Acara Yudisium Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati (FT Unmas), Jumat kemarin. syarakat berupa abdimas ke desa-desa. Di antaranya ke Desa Klating, Tabanan, Desa Nongan dan Pura Urubaya, Lukluk, Badung. Sementara dalam bidang kerja sama, FT Unmas yang terakreditasi B sejak 2008 menjalin kerja sama dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi Bali. Kerja sama Unmas dengan LPJK ini, kata Made Letra, guna melahirkan lulusan berkualitas dan berdaya saing tinggi hingga menembus pasar internasional. Kedua, untuk memberi pembekalan, sejak awal soal kompetensi yang dituntut dunia kerja meliputi manajemen, sipil, arsitektur, mechanical, elektronical dan jasa konstruksi. Dikatakannya, FT Unmas kini memiliki empat konsentrasi masing-masing manajamen konstruksi, struktur, hidro dan transportasi. Dua konsentrasi terakhir ini sebagai antisipasi makin seringnya terjadi banjir dan kemacetan di Bali. Dekan I Made Letra menyebut sebagai ilmu terapan, FT Unmas sangat laris di dunia kerja. Bahkan rasio maha-

siswa dan dosen FT Unmas sangat ideal yakni 1:10. Sebuah rasio yang sangat bagus untuk bidang eksata yang memerlukan penanaman skill dan penguasaan kompetensi standar. Makanya dia menegaskan FT Unmas tak mau main-main mencetak sarjana teknik. Diakuinya, acara yudisium bukan akhir segalanya. Untuk itu janganlah puas hanya diyudisium pada S-1 melainkan juga harus terus diyudisium di program S-2 dan S-3. Bahkan dia ingin lulusannya bisa menempuh pendidikan melebihi para dosennya. Made Letra menyadari apa yang diperoleh di dunia kampus belumlah cukup. Untuk itu, dia minta lulusannya terus melanjutkan studi dan mengembangkan karier di dunia kerja. Kedua, sebagai alumni tetaplah bekerja sama dan memberi masukan bagi kemajuan lembaga. Tahun ajaran baru ini FT Unmas, kata Made Letra, menerima 150 lebih mahasiswa baru. Student body-nya kini mencapai 450 orang dengan dosen 15 orang, empat dosennya sedang menempuh S-3. (ad1065)

Gek Rani Ikut Dukung Bali United Sepak Bola Salurkan Energi Anak Muda ADA yang menarik dalam pertandingan antara Bali United dengan Persija, Jumat (15/9) malam kemarin. Di antara puluhan ribu penonton yang memenuhi Stadion Dipta, Gianyar, terlihat bakal calon Wakil Bupati Gianyar Pande Istri Maharani Primadewi. Perempuan energik itu larut dalam suasana yang penuh semangat. Dengan antusias, dia pun bertepuk tangan dan sesekali berteriak memberi semangat. ‘’Saya mulai mencintai sepak bola. Apalagi sekarang kita punya tim kesayangan yang bermarkas di Gianyar,’’ ujar politisi muda yang malam itu mengenakan syal dan topi dengan logo tim yang sedang mencuat prestasinya itu. Gek Rani -- begitu dia akrab disapa -- menyatakan sepak bola bukanlah sekadar kegiatan berolahraga, tetapi juga merupakan pendidikan mental untuk terus berjuang, tak gampang patah semangat dan kekompakan tim. Sepak bola, tegasnya, merupakan media yang tepat untuk menyalurkan energi generasi muda. ‘’Semestinya kita memberi perhatian khusus untuk mengembangkan olahraga ini. Daripada anak-anak muda terjebak menjadi anggota gang motor atau mengonsumsi narkoba,’’ ujar pengusaha muda kelahiran 11 Mei 1977 itu. Sudah sepatutnya, katanya, keha-

Fakultas Teknik Unhi Lepas 18 Lulusan FAKULTAS Teknik Universitas Hindu Indonesia (FT Unhi) melepas 18 orang lulusan pada acara Yudisium Sarjana, Rabu (13/9) lalu. Lulusan tersebut terdiri atas 14 orang dari Program Studi Teknik Sipil dan empat orang lulusan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota. Lulusan terbaik Program Studi Teknik Sipil diraih I Wayan Dena Arie Sanjaya dengan IPK 3,76, sedangkan lulusan terbaik Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota dicapai Kadek Ayu Pradnya Sari dengan IPK 3,81. Sampai tahun ini Fakultas Teknik Unhi telah memiliki 99 lulusan dan semuanya telah terserap di dunia kerja. Hal ini menunjukkan bahwa lulusan Fakultas Teknik Unhi mampu bersaing di dunia kerja sesuai kompetensi bidang ilmu yang dimilikinya. Komitmen Fakultas

YUDISIUM – Sebanyak 18 lulusan Fakultas Teknik Universitas Hindu Indonesia dilepas dalam acara yudisium di Hotel Nikki, Denpasar. Teknik Unhi untuk menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas ditunjukkan dengan diraihnya Akreditasi dengan predikat B oleh Program Studi Teknik Sipil dan Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota tahun ini. Menurut Dekan Dr. I

Arahan Kapolres Dari Hal. 3

Informasi yang beredar Jumat kemarin, selain gempa cukup kuat, warga lainnya juga ada yang mengaku mendengar suara ledakan dari dalam kawah Gunung Agung. Namun, Widiasa yang tinggal cukup dekat dengan Gunung Agung membantah informasi itu. Dia bersama teman-teman pramuwisata di dalam pokdarwis itu tidak mendengar suara ledakan apa pun. ‘’Tidak ada suarasuara seperti itu. Tapi kalau gempa besar memang sempat terjadi malam kemarin,’’ tegas Widiasa. Terkait aktivitas pendakian, dia mengaku sudah menghentikan sepenuhnya

sejak Jumat kemarin. Penghentian pendakian ini diperintahkan langsung Kapolsek Selat atas arahan Kapolres Karangasem AKBP I Gede Ardana. Sesuai data terbaru di Pos Pengamatan Gunung Agung Desa Rendang, intensitas gempa memang terus meningkat. Pada Jumat (15/9) pukul 00.00-06.00 wita, terjadi sepuluh kali gempa, delapan vulkanik dalam dan dua vulkanik dangkal. Pukul 06.00-12.00 Wita terjadi tujuh kali gempa, lima vulkanik dalam dan dua vulkanik dangkal. Periode pengamatan terakhir pada pukul 12.00-18.00 Wita, delapan kali gempa, dua kali vulkanik dangkal dan enam kali vulkanik dalam. (gik)

Milik Negara Dari Hal. 3

BERBAUR - Bakal calon Wakil Bupati Gianyar Pande Istri Maharani Primadewi alias Gek Rani berbaur dengan warga untuk menyaksikan pertandingan antara Bali United melawan Persija, Jumat (15/9) malam kemarin di Stadion Dipta, Gianyar. diran tim seperti Bali United mendapat dukungan dan bahkan menjadi kebanggaan warga Gianyar. Sementara mengenai proses pencalonannya, Gek Rani menyerahkan sepenuhnya pada proses di Koalisi Gianyar Bangkit (KGB) yang

kini tengah berlangsung. Pihaknya yakin proses itu akan memberikan hasil yang terbaik di mana warga Gianyar akan mendapat alternatif untuk memilih pemimpin yang mampu membangkitkan kabupaten ini. (ad1085)

Seperti diberitakan, Fuad Amin terjerat kasus korupsi Rp 414,2 miliar dan kini dihukum 13 tahun penjara. ‘’Sekarang sudah jadi mes keuangan (Wisma Kementerian Keuangan - red),’’ tuturnya kepada Bali Post. Di tempat terpisah, Kepala Seksi Pengelola BMN Kantor PTIK dan Barang Milik Negara Denpasar Ni Nyoman Sumiartini membenarkan bila wisma tersebut merupakan bekas sitaan KPK dalam kasus korupsi mantan Bupati Bangkalan. Status sebenarnya bukanlah hibah, melainkan pengalihan status dari bekas sitaan KPK kepada Kementerian Keuangan. Wisma itu baru akan ditempati, lantaran belum ada penetapan biaya sewa bagi pegawai yang ingin tinggal di sana. ‘’Nanti kan ada tarif

dulu, namanya tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak. Pegawai pun yang menempati rumah dinas, apa pun namanya rumah negara, itu membayar sewa setiap bulannya. Itu penetapan sewanya belum, baru dalam proses pengajuan,’’ ujarnya. Sumiartini menambahkan, besaran sewa sementara ini masih mengacu pada Permen PU dan Permukiman Prasarana Wilayah. Usulan itu disampaikan kepada pengelola barang kementerian dan lembaga, yakni DJKN. Sebelumnya diberitakan, KPK telah menghibahkan barang sitaan (baran) dari sejumlah kasus tipikor kepada sejumlah institusi (BP, 13/9). Satu di antaranya adalah sebuah wisma beserta inventarisnya ke DJKN Bali senilai Rp 11 miliar. (kmb32)

Wayan Muka, S.T., M.T., Fakultas Teknik Unhi selalu mengutamakan kualitas dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pengembangan jaringan kerja sama dengan institusi baik dalam maupun luar negeri akan selalu diupayakan agar bisa mutakhir dalam perkem-

bangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) khususnya di bidang Teknik Sipil dan Perencanaan Wilayah dan Kota. Kepada para yudisiawan, I Wayan Muka berpesan agar tidak lantas berpuas diri dengan kelulusan ini. Para lulusan FT Unhi diharapkan selalu berkeinginan mengembangkan diri baik dalam profesi maupun dalam pendidikan. ‘’Pengembangan diri harus berlandaskan dharma sehingga bisa mencitrakan diri sebagai lulusan Universitas Hindu Indonesia,’’ ujarnya. Yudisium FT Unhi tahun 2017 ini dilaksanakan di Hotel Nikki Denpasar dihadiri rektor dan unsur pimpinan Universitas Hindu Indonesia, pimpinan dan dosen FT Unhi serta alumni. Acara yang berlangsung khidmat tersebut diakhiri dengan kemeriahan hiburan musik oleh UKM Musik Unhi. (ad1075)

Proses Hukum Dari Hal. 3

Selanjutnya, Golkar akan menyiapkan Pengganti AntarWaktu (PAW), sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. ‘’Siapa penggantinya, ya… sesuai dengan nomor urut pencalonan,’’ katanya. Tentang upaya Golkar untuk memberikan pendampingan kepada yang bersangkutan, tambah Supian, mungkin saja diberikan oleh partai, namun tergantung dari yang bersangkutan. Sebelumnya, pada Jumat siang, Tim KPK masih memeriksa lima orang,

termasuk anggota DPRD, yang diamankan dalam operasi tangkap tangan di Polda Kalimantan Selatan. ‘’Saat ini pihak yang diamankan telah dibawa ke Polda Kalsel dan proses pemeriksaan sedang berlangsung,’’ kata Ketua KPK Agus Rahardjo saat dihubungi dari Banjarmasin. Agus membenarkan bahwa tim KPK telah melakukan OTT di Banjarmasin pada Kamis (14/9) menjelang malam. ‘’Sejauh ini diamankan sekitar 5 orang dari unsur DPRD Kota Banjarmasin, BUMD, dan swasta,’’ katanya. (ant)


balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost

Sabtu Wage, 16 September 2017

@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, (0361) 233801 Facsimile: 227418

Christian Bale

Agresif Bali

Tambah Berat Badan

Angkat Tema Cinta Lewat ”Buku Harian Bli”

CHRISTIAN Bale tampak berbeda dengan bobot badannya yang naik drastis untuk peran mantan Wakil Presiden AS Dick Cheney dalam film biopik “Backseat”. Aktor yang biasanya berperawakan proporsional itu mengungkapkan metodenya dalam menaikkan berat badan. Mengutip news.com.cu, Bale mengungkapkan rahasia di balik perubahan dramatisnya. “Saya makan pai banyak sekali,” katanya di Festival Film Internasional Toronto. Bale (43) adalah aktor yang dikenal kerap mengubah bentuk tubuhnya demi sebuah peran.Tahun 2000, dia tampil dengan tubuh berotot sebagai Patrick Bateman di “American Psycho”. Salah satu transformasi fisik paling terkenal Bale terjadi pada 2004, ketika dia berakting sebagai pria insomnia dalam “The Machinist”. Tubuhnya ceking, dia kehilangan 28 kg dan berat badannya menjadi 54 kg, dengan diet apel, tuna, dan rokok selama empat bulan sebelum syuting. Setelah pengambilan gambar “The Machinist” selesai, aktor itu punya waktu enam bulan untuk kembali membuat badannya berotot demi peran di film “Batman Begins”. (ant) Bali Post/rtr

KORUT - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un di tengah-tengah warganya dalam sebuah foto yang dirilis oleh Kantor Berita KCNA.

SETELAH sukses meluncurkan single “Sing Peteng Sing Mulih” atau yang disingkat SPSM tahun lalu, grup musik pop Bali asal Banyuatis, Buleleng, Agresif Bali, kembali menelurkan single terbarunya “Buku Harian Bli”. Single ini agak berbeda dengan single sebelumnya, karena komposisi pemain musik dan vokalis perempuannya pun berbeda. Dalam SPSM, Agresif Bali menggaet vokalis mantan peserta pencari bakat TV lokal, Sintha Pramadewi. Namun, dalam single ‘’Buku Harian Bli’’, Agresif Bali menggaet pendatang baru Luh Bahana, yang juga berasal dari Banyuatis. “Kami ingin menampilkan hal berbeda dengan komposisi yang beda dari sebelumnya. Namun dari sisi lirik lagu, temanya tidak jauh beda yakni soal percintaan,” ujar G-Dut, sang vokalis sekaligus pencipta lagu, Kamis (14/9). Agresif Bali merupakan grup musik anak-anak muda asal Banyuatis, Buleleng yang digawangi G-Dut (vokali, gitar), July Bahana (gitar), Dex Lie (drummer), dan Chuka Ideran (bass). Ditambahkan G-Dut, sesungguhnya tema cinta diambil karena memang tidak lepas dari kehidupan sehari-hari. Dia bersama kelompoknya yang hidup di desa, mayoritas masyarakatnya bertani, ingin menceritakan bagaimana seorang pemuda yang mandiri, tangguh, dan sebagai petani di desa. Namun karena tuntutan orangtua sang kekasih, yang menganggap kehidupan petani tidak bisa menjamin masa depan anaknya kelak saat menikah, sang perempuan pun dijodohkan pada pria mapan yang lebih kaya. “Ini fenomena yang banyak kita jumpai di masyarakat, meski sesungguhnya wajar saja, tetapi perlu terus kita angkat karena cinta sesungguhnya tidak semata berkaca dari materi,” kata, sang pencipta lagu “Sing Punya Sing Mulih” yang dinyanyikan kelompok musik Four United itu. (win)

Korut Kembali Tembakkan Rudal ke Jepang

Seoul (Bali Post) Korea Utara (Korut) menembakkan sebuah rudal yang terbang di atas Hokkaido, utara Jepang dan jatuh ke Samudra Pasifik pada Jumat (15/9) kemarin, kata pejabat Korea Selatan dan Jepang. Langkah Korut ini memperdalam ketegangan setelah uji coba Pyongyang baru-baru ini terkait bom nuklirnya yang paling kuat.

Christian Bale

Bali Post/rtr

Selena Gomez

Cangkok Ginjal

BINTANG pop Selena Gomez mengungkapkan telah menjalani transplantasi ginjal pada musim panas. Melalui akun Instagram resminya pada Kamis, ia memperlihatkan dirinya sedang berada di sebuah rumah sakit dengan didampingi oleh teman yang menyumbangkan ginjal untuknya. Dalam unggahan tersebut, penyanyi “Good For You” tersebut mengatakan penggemarnya telah bertanya-tanya mengapa dia beristirahat selama musim panas. “Saya mengetahui bahwa saya perlu menjalani transplantasi ginjal karena penyakit lupus saya dan sedang berada dalam pemulihan. Hal itu yang harus saya lakukan untuk kesehatan saya secara keseluruhan,” ujarnya. Pemilik 126 juta pengikut di Instagram tersebut juga mengungkapkan bahwa sang donor adalah teman lamanya, Francia Raisa. Francia merupakan seorang aktris yang terkenal karena perannya dalam serial televisi “The Secret Life of the American Teenager”. Perwakilan dari Selena Gomez belum memberikan komentar mengenai unggahan Selena tersebut. (ant)

Rudal tersebut terbang di atas Jepang dan mendarat di Pasifik sekitar 2.000 km (1.240 mil) timur Hokkaido, Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga mengatakan kepada wartawan. Pengumuman peringatan tentang rudal tersebut dilakukan sekitar pukul 7.00 pagi (22.00 GMT Kamis) di beberapa bagian utara Jepang. Sementara banyak penduduk menerima peringatan di telepon genggam mereka atau melihat peringatan di TV yang menyuruh mereka untuk berlindung. Sekretaris Pertahanan AS, Jim Mattis, mengatakan peluncuran tersebut “menempatkan jutaan orang Jepang harus berlindung dan bersembunyi’’, meskipun penduduk di utara Jepang tampak tenang dan menjalankan bisnis mereka seperti biasa setelah peluncuran kedua dalam waktu kurang dari sebulan tersebut. Rudal tersebut mencapai ketinggian sekitar 770 km (480 mil) dan terbang selama sekitar 19 menit dengan jarak tempuh sekitar 3.700 km (2.300 mil), menurut militer Korea Selatan. Cukup jauh untuk mencapai wilayah Guam A.S. di Guam. Militer AS mengatakan segera setelah peluncuran tersebut, mereka mendeteksi satu rudal balistik jarak menengah namun rudal tersebut tidak menimbulkan ancaman ke Amerika Utara atau wilayah Guam yang terletak 3.400 km dari Korea

Utara. Pyongyang sebelumnya mengancam akan meluncurkan rudal ke Guam. “Kisaran tes ini penting karena Korea Utara menunjukkan bahwa mereka bisa mencapai Guam dengan rudal ini,” kata Union of Concerned Scientists dalam sebuah pernyataan. Namun, dikatakan keakuratan rudal tersebut, masih pada tahap awal pembangunan, rendah sehingga akan sulit menghancurkan Pangkalan Angkatan Udara Andersen AS di Guam. Pejabat AS mengulangi komitmen Washington yang “tegas” untuk membela sekutu-sekutunya. Sekretaris Negara Rex Tillerson menyerukan “tindakan baru” melawan Korea Utara dan mengatakan “provokasi terus berlanjut hanya memperdalam isolasi diplomatik dan ekonomi Korea Utara”. Presiden Korea Selatan Moon Jae-in menggemakan pandangan tersebut dan mengatakan bahwa dialog dengan Korea Utara tidak mungkin dilakukan pada saat ini. Dia memerintahkan para pejabat untuk menganalisis dan mempersiapkan kemungkinan ancaman baru di Korea Utara, termasuk pulsa elektromagnetik dan serangan biokimia, kata seorang juru bicara. Sanksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa bertemu pukul 03.30 EDT (19.00 GMT) pada Jumat atas permintaan Amerika

Serikat dan Jepang, kata beberapa diplomat. Pertemuan itu hanya beberapa hari setelah 15 anggota dewan tersebut dengan suara bulat meningkatkan sanksi terhadap Korea Utara selama uji coba nuklirnya pada 3 September. Sanksi tersebut memberlakukan larangan ekspor tekstil Korea Utara dan pembatasan impor minyak mentah. “Masyarakat internasional perlu berkumpul dan mengirim pesan yang jelas ke Korea Utara bahwa tindakannya ini mengancam perdamaian dunia,” ujar Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe kepada wartawan di Tokyo. Korea Utara telah meluncurkan puluhan rudal di bawah pemimpin muda Kim Jong Un. Dua tes pada Juli lalu adalah untuk rudal balistik antarbenua jarak jauh yang mampu mencapai setidaknya sebagian daratan AS. “Roket ini memiliki arti di Korea Utara yang mendorong penyelesaian teknologi peluru kendali dan Korea Utara mungkin merasakan tekanan yang mereka perlukan untuk menunjukkan sesuatu kepada masyarakat internasional,” kata Yang Uk, seorang peneliti senior di Forum Keamanan dan Pertahanan Korea. Bulan lalu, Korea Utara menembakkan rudal jarak menengah dari lokasi yang sama di dekat ibu kota Pyongyang yang juga terbang di atas Hokkaido ke laut dan mengatakan akan meluncurkan lebih banyak lagi. “Pertama kali tak terduga, tapi saya pikir orang mulai terbiasa dengan hal ini,” kata Andrew Kaz yang mengajar bahasa Inggris di Kushiro City di Hokkaido. (iah/rtr)

”Chaplin in Bali” akan Diputar Perdana di BIFF

Selena Gomez

Bali Post/rtr

SEBUAH film tentang Charles Chaplin di Bali akan ditayangkan sebagai pembuka Bali International Film Festival (BIFF). Dalam rilis yang diterima Kamis (14/9), disebutkan film dokumenter ini menceritakan tentang perjalanan Chaplin pada 1932 ke Bali. Ketika itu, Chaplin yang merupakan aktor film internasional mengalami kebuntuan dalam sisi kreativitasnya. Era tersebut menandai munculnya film dengan suara yang dikhawatirkan akan menghentikan karier filmnya. Setelah melakukan promosi ke Eropa untuk film terakhirnya “City Lights”, Chaplin tidak kembali ke Hollywood. Ia memutuskan untuk menuju ke timur mengunjungi saudaranya di Sydney, Australia. Berkeinginan untuk mencari tempat yang sepi dan damai, di mana ia bisa pergi tanpa dikenali, ia mengunjungi Bali. Dalam perjalanan singkatnya itu, ia memperoleh implikasi yang luar biasa untuk karier dan kehidupannya. Periode singkat dan penting inilah yang menjadi fokus dari film dokumenter “Chaplin in Bali”. Film ini akan ditayangkan

perdana pada BIFF ke-11 yang digelar pada 24 September di Cinemaxx Theatre, Lippo Mall Kuta. Film dokumenter ini disutradarai pembuat film asal Prancis, Raphael Millet, dan diproduksi Nocturnes Productions (Prancis), Man’s Film Productions (Belgia) dan Phish Communications (Singapura) serta didukung oleh Chaplin Association. Raphaël Millet dengan keahliannya menyatukan cuplikancuplikan hitam putih yang diambil Chaplin saat ia mengunjungi Bali untuk pertama kalinya. Interaksinya dengan orang Bali, kesenian dan budaya yang memberikan inspirasi bagi Chaplin, dan pengalaman pertama Chaplin berhadapan dengan kolonialisme dan kebijakan brutal mereka. Pengalaman itu kemudian menyumbangkan kebangkitan politik dalam diri Chaplin. Yang utama, Bali membantu Chaplin mengatasi ketakutan akan suara, membuatnya menapaki fase baru dari pembuatan film. Ia kemudian membuat “Modern Times”, film pertamanya yang menunjukkan kemampuannya menyanyi.

Tari Bali juga menjadi kisah penting dalam film ini karena Chaplin sangat terpesona dan membuatnya mengingat keahliannya dalam berpantomim. Dalam sebuah cuplikan, terlihat Chaplin menonton sebuah latihan menari yang memperlihatkan seorang guru mengajari anak-anak menari Legong. Di akhir cuplikan, terlihat Chaplin berupaya untuk mengikuti tarian penari yang membuat yang hadir tertawa. Sebagai penghormatan terhadap tari ini, film ini mempertunjukkan sebuah tarian tunggal yang merupakan tarian yang sama disaksikan Chaplin, yakni Legong Kupu-kupu. Pada tahun 1920-an hingga 30-an, Legong ini sangat populer namun tidak ditampilkan lagi di masa sekarang. Tarian ini dikoreografi ulang oleh penari yang juga koreografer andal Bulantrisna Djelantik dan ditarikan oleh Ni Wayan Phia Widari Eka Tana. Musik gamelan dalam film ini merupakan musik orisinal dari Legong Kupu-kupu yang ditampilkan Sekaa Gong Dewi Sri, yang dipimpin Nyoman Sumerta. (iah)

Agresif Bali

Bali Post/ist

Soul Rebel Luncurkan ”Welcome to Bali”

‘’SINGLE’’ Reggae terbaru 2017 dari Soul Rebel feat. Afro Moses yang berjudul “Welcome to Bali” akan di-launching secara resmi Sabtu (16/9) ini. Single yang diciptakan oleh Koming Masdiasa dalam lirik berbahasa Indonesia ini mendapat sentuhan lirik pemanis dari Dewa Nara (Bassist Soul Rebel) dan Afro Moses untuk lirik berbahasa Inggris. Selain itu, single ini juga terealisasi atas campur tangan Wisnuartha (Director Food Baverege Hardrock Hotel Bali) dan Gung Anom (Antida Records). Sehingga, single “Welcome to Bali” ini sangat kaya akan sentuhan dari kolaborasi antara musisi Bali dengan vokalis reggae asal Ghana sebagai bentuk nyata jalinan komunikasi yang baik antarmusisi berbeda negara. “Distribusi kita serahkan pada pihak ketiga yang telah dirilis pada 25 Juli 2017 di lebih dari 150 online Stores Worldwide di bawah bendera Soul Rebel Productions. Mulai 8 Agustus 2017 lalu, single ini sudah bisa dibeli dengan cara download di itunes, apple music, amazon dan lainnya, serta streaming di Spotify, Deezer dan lain-lain. Ada pun offline rilis kita akan adakan tanggal 16 September sekaligus penayangan perdana video klip ‘Welcome to Bali’ Feat. Afro Moses,” ujar Dewa Nanta Gitaris Soul Rebel, Jumat (15/9) kemarin. Lagu “Welcome to Bali” ini ada dua versi, yaitu Welcome to Bali #1 yang merupakan versi original dari Soul Rebel dalam Bahasa Indonesia dan Welcome to Bali Feat. Afro Moses dalam bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Formasi Soul Rebel feat. Afro Moses, yaitu Afro Moses (Quest Vocal), Koming Masdiasa (Vocal), Dewa Nanta (Lead Guitar), Dewa Nara (Bassis), Ayos Carlos (Keyboard), dan Gus Agung (drum). Sebelumnya, Soul Rebel juga pernah mengeluarkan album Tangga Ujung Pelangi pada 2002 dan single “Bunga” pada tahun 2003. (win)

Soul Rebel

Bali Post/ist

Fergie dan Josh Duhamel Berpisah PENYANYI Fergie dan aktor Josh Duhamel memutuskan berpisah setelah delapan tahun menikah. Keduanya mengatakan telah memutuskan berpisah sejak awal tahun ini, namun tidak mengumumkannya untuk memberikan keluarga mereka “kesempatan beradaptasi”. Fergie dan Duhamel memiliki seorang putra, Axl, yang lahir pada 2013. Mengutip CBS News, keduanya dalam pernyataan mengatakan akan selalu bersatu untuk mendukung satu sama lain serta keluarga. Fergie adalah anggota Black Eyed Peas. Dia merilis debut solo “The Dutchess” pada 2006 dan meluncurkan “Double Dutchess” akhir bulan ini. Duhamel telah berakting dalam berbagai serial televisi seperti “All My Children” juga film seperti “Transformers”. (ant)

Fergie dan Josh Duhamel

Bali Post/ist


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 16 September 2017 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu