Skip to main content

Edisi 13 Maret 2018 | Balipost.com

Page 1

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

selasa paing, 13 maret 2018

Nyepi, Bali Dipastikan Tanpa Internet Denpasar (Bali Post) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah memastikan bahwa perayaan Nyepi di Bali tanpa internet di smartphone/handphone (HP). Sementara telepon dan SMS masih tetap bisa digunakan. Hal itu sesuai dengan poin 4 seruan bersama dari majelismajelis agama dan keagamaan Provinsi Bali terkait Nyepi. Pada poin itu, mengharapkan provider penyedia jasa seluler untuk mematikan data seluler (internet) dari hari Sabtu, 17 Maret 2018 pukul 06.00 Wita sampai dengan Minggu, 18 Maret 2018 pukul 06.00 Wita. ‘’Intinya, poin 4 itu sepenuhnya dapat dipenuhi oleh Kementerian maupun operator yang beroperasi di Bali,’’ ujar Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfos) Provinsi Bali Nyoman Sujaya dikonfirmasi via telepon usai mengikuti

20 HALAMAN

NOMOR 196 TAHUN KE 70

rapat di Jakarta, Senin (12/3) malam. Menurut Sujaya, jaringan internet yang mati saat Nyepi diutamakan untuk smartphone/handphone (HP). Sementara pelayanan-pelayanan yang bersifat strategis seperti keamanan, rumah sakit, bandara, dan kebencanaan tetap aktif seperti biasa. ‘’Semua operator data seluler hadir dalam rapat dan seluruhnya menyatakan siap untuk memenuhi poin 4 imbauan tersebut. Dari PHDI dan FKUB juga hadir,’’ imbuhnya. Sujaya menambahkan, Kemenkominfo segera bersurat secara resmi ke masingmasing operator. Kendati internet untuk HP mati saat Nyepi, tidak demikian dengan telepon dan SMS yang masih bisa digunakan. ‘’Telepon dan SMS bisa dipakai, internet saja yang mati,’’ tandasnya. Hal. 19 Tidak Emosi

Harus Ada Upaya Hentikan Transaksional pada Pilkada

Jakarta (Bali Post) – KPK mengamankan Panitera Pengganti (PP) Pengadilan Negeri (PN) Tangerang dan seseorang yang diduga sebagai pemberi dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), Senin (12/3) sore kemarin. ‘’Betul ada panitera pengganti diamankan, namanya Tuti, di Pengadilan Negeri (Tangerang),’’ kata Juru Bicara Mahkamah Agung Suhadi, di Jakarta. Berdasarkan laman PN Tangerang, http:// pn-tangerang.go.id, ada seorang panitera pengganti bernama Tuti Atika yang bertugas di pengadilan tersebut. Namun, Suhadi mengaku belum tahu peran apa yang dilakukan Tuti sehingga diamankan petugas KPK. ‘’Belum jelas itu terkait apa karena begitu ditangkap, langsung dibawa oleh KPK. Ditangkap di lantai atas, yang ditangkap duluan adalah pemberinya di (lantai) bawah,’’ tambah Suhadi. Suhadi juga belum mengetahui apakah ada uang yang diamankan dalam OTT tersebut. ‘’(Penyerahan uang) belum jelas juga karena tadi ketua (pengadilan) saya hubungi dia sedang sidang katanya, panitera saya tanya dia cuma teriak-teriak histeris kemudian langsung dibawa oleh KPK,’’ tutur Suhadi. Suhadi juga belum mengetahui identitas orang yang diduga sebagai pemberi. ‘’Kalau di PN kan bisa saja panitera pengganti memegang pidana bisa saja perdata, belum ada spesialisasi seperti di Mahkamah Agung dengan sistem kamar,’’ ungkap Suhadi. Hal. 19 Sejumlah Orang

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

Bandara dan Televisi

HARI raya Nyepi Çaka 1940, Sabtu (17/3) mendatang, dipastikan pelaksanaannya semakin khusyuk. Sebab, berbagai sarana hiburan masuk rumah seperti televisi dan radio sudah stop siaran pada perayaan Nyepi tahun 2013. Bahkan, penerbangan di Bandara Ngurah Rai juga stop pada saat Nyepi 1999, sehingga tidak ada tamu yang keluar-masuk hotel. Sekarang, internet di HP juga sudah dimatikan. Ini tentu sebuah kemajuan bagi umat untuk lebih mendekatkan diri pada Ida Sang Hyang Widhi mengawali Tahun Baru Çaka 1940. Seperti diketahui penutupan Bandara Ngurah Rai bertepatan Hari Suci Nyepi telah berlangsung sejak 1999. Penutupan Bandara Ngurah Rai selama 24 jam untuk semua jenis penerbangan, baik domestik maupun internasional, sesuai surat Dirjen Perhubungan Udara Departemen Perhubungan, 1 September 1999 nomor AU/2696/DAU/796/99, perihal pengoperasian Bandara Ngurah Rai dan diperkuat dengan surat edaran Gubernur Bali. Surat edaran Gubernur Bali tersebut berisi larangan yang wajib ditaati semua pihak di Bali, ditujukan kepada seluruh instansi pemerintah (sipil, TNI dan Polri), serta lembaga

Nyoman Sujaya

swasta, lembaga keagamaan, lembaga adat maupun perusahaan penerbangan dan perusahaan pelayaran. Sementara penerbangan transit masih diizinkan, namun dilarang mengangkut penumpang dengan tujuan akhir Denpasar atau berangkat dari Denpasar, kecuali penumpang transit yang sudah ada di Bandara Ngurah Rai, Bali. Hal itu mengingat penumpang tujuan Bali tidak akan bisa pergi ke mana-mana kecuali di bandara saja. Demikian pula jika mengangkut penumpang yang dari Bali, mereka juga tidak akan bisa mencapai bandara karena segala jenis kendaraan dilarang beroperasi. Selain penutupan Bandara Ngurah Rai, sejak perayaan Nyepi 2013, radio dan televisi juga tidak siaran di Bali. Hal ini menyikapi imbauan yang disampaikan Komisi Penyiran Indonesia Daerah Bali. Imbauan ini mendapat respons positif dari Kementerian Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) serta seluruh lembaga penyiaran yang menyanggupi untuk tidak bersiaran saat Nyepi. KPID juga bersurat kepada penyedia TV berlangganan dan mereka pun menaati imbauan KPID ini. (pusat data)

Jakarta (Bali Post) Kanal-kanal yang rawan terjadinya praktik koruptif seperti ajang pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung perlu diantisipasi dan dicegah. Sebab, untuk menjadi kepala daerah, dibutuhkan ongkos politik sangat mahal. Di sinilah celah korupsi sangat terbuka terjadi,’’ kata Bambang Soesatyo, Ketua DPR-RI, Senin (12/3) kemarin. Akibatnya, pesta demokrasi di daerah yang mestinya disambut riang gembira ujungnya berakhir duka. Banyak petahana dan calon kepala daerah lainnya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK, karena melakukan tindak pidana korupsi. Begitu juga kepala daerah yang sedang menjabat banyak yang ditetapkan tersangka karena mengkorupsi dana APBD. ‘’Tidak ada yang bisa diharapkan dari seorang kepala daerah dengan biaya puluhan bahkan ratusan miliar itu bisa bekerja dengan baik untuk rakyat. Ini masukan bagi KPK. Dan kita harus pikirkan sebagai anak bangsa yang punya tanggung jawab bersama, bagaimana kita mencegah bahkan menghentikan praktik-praktik transaksional ini,’’ kata Bambang Soesatyo di hadapan pimpinan KPK dan pimpinan lembaga negara lainnya. Hal. 19 Kepala Daerah

OTT KPK

PP PN Tangerang Diamankan

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

Bali Post/ade

PERTEMUAN - Ketua KPK Agus Rahardjo, Ketua DPR Bambang Soesatyo, anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS Aboe Bakar Al Habsyi usai melakukan pertemuan yang bertajuk ‘’KPK Mendengar’’ di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (12/3) kemarin. Pertemuan KPK dengan DPR, Polri, Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi untuk mendengarkan masukan dan saran demi pemberantasan korupsi di Indonesia.

Kecelakaan Pesawat

50 Tewas, Sejumlah Penumpang Selamat Nepal Pesawat penumpang Bangladesh jatuh pada Senin (12/3) kemarin setelah berbelok arah secara tidak terduga dalam cuaca mendung saat mendarat di bandar udara di ibu kota Nepal, menewaskan sedikitnya 50 orang, kata pejabat setempat. Terdapat 71 orang di pesawat perusahaan USBangla Airlines itu, yang tiba dari Dhaka, saat pesawat tersebut menerobos pagar di Kathmandu dan terbakar, kata Raj Kumar Chettri, manajer umum bandar udara dikelilingi bukit tersebut. Penumpang pesawat tersebut terdiri atas 33 warga Nepal, 32 orang dari Ban-

gladesh, satu dari Cina dan satu dari Maladewa. ‘’Tiba-tiba pesawat berguncang hebat dan terdengar dentuman keras,’’ kata salah satu korban selamat, Basanta Bohora, kepada harian Kathmandu Post. ‘’Saya duduk di dekat jendela dan bisa memecahkan kacanya.’’ Kecelakaan tersebut merupakan yang terbaru yang melanda negara pegunungan Nepal, yang memiliki catatan keamanan udara yang buruk. Pesawat kecil mengoperasikan jaringan domestik yang luas dan sering mengalami masalah di lapangan terbang terpencil. ‘’Kami telah menemukan 50 mayat se-

jauh ini,’’ demikian juru bicara militer Gokul Bhandari. ‘’Meskipun beberapa orang telah diselamatkan dari puing-puing pesawat Bombardier Q400, sembilan orang masih belum ditemukan,’’ tambahnya. Chettri mengatakan, beberapa saat setelah pesawat tersebut mendapat izin mendarat, pilot tersebut mengatakan bahwa dia ingin menuju ke arah utara. Ketika ditanya oleh menara kontrol jika terdapat masalah, dia menjawabnya dengan negatif. Hal. 19 Tidak Tepat

AS-BANGLA - Petugas penyelamat bekerja di reruntuhan pesawat ASBangla setelah jatuh di Bandara Internasional Tribhuvan, di Kathmandu, Nepal, Senin (12/3) kemarin.

Bali Post/rtr

Berebut Rezeki di Pasar Kereneng

Siang Penjual Bumbu, Malam Beraneka Baju Berlokasi di tengah kota, salah satu keunggulan Pasar Kereneng. Akses menuju lokasi tersebut juga tak ada masalah. Parkir juga tersedia. Tak hanya siang hari, malam pun pasar tersebut ramai dikunjungi. Namanya pun berubah menjadi Pasar Asoka. Pasar malam ini juga menjadi salah satu objek uggulan Kota Denpasar sebagai pusat kuliner.

TAK pernah sepi. Begitulah gambaran suasana Pasar Kereneng yang aktivitasnya berlangsung selama 24 jam. Sejak dibangun tahun 1983 oleh Gubernur Bali Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, sampai saat ini masih dikenal sebagai pasar tradisional terbesar setelah Pasar Badung. Mungkin belum banyak yang tahu jika di lokasi pasar beralamat di Jalan Kamboja, Denpasar Timur ini, ada dua yaitu Pasar Kereneng dan Pasar Asoka. Bedanya, kalau Pasar Kereneng jam operasionalnya mulai pukul 01.00-17.00 Wita, sementara Pasar Asoka atau lebih dikenal pasar malam ini beroperasi mulai pukul 18.00-00.00 Wita. Pedagang Pasar Kereneng semuanya menempati los. Ada tiga lantai di pasar tersebut. Jumlahnya 1.108 pedagang. Sebagian besar berjualan hasil bumi, kain dan camilan. ‘’Saya jualan di Pasar Kereneng sejak tahun 1997. Kalau pedagangnya generasi tua atau paling muda sebaya dengan saya,’’ kata Ketut Suardana (56). Ia bersyukur usahanya bisa bertahan sampai sekarang. Selama melakoni sebagai penjual kain, kebaya dan wastra di pasar tersebut, bisa

bertahan hidup bahkan mampu membiaya sekolah dua anaknya sampai sarjana. Ia mengakui kalau generasi muda sekarang gengsi jualan di pasar, padahal kalau bisa mengelola dengan baik bisa sukses. Buktinya pedagang di Pasar Kereneng rata-rata usia 50 tahun ke atas dan dominan asal Bali. ‘’Coba lihat dagangannya, kebanyakan menjual hasil bumi, pakaian Bali dan perlengkapan upacara agama. Barang-barang tersebut kan orang Bali saja menjualnya,’’ ucap kakek lima cucu ini. Pria kelahiran Buleleng ini sempat khawatir jika usahanya tersebut tidak ada yang melanjutkan. Tetapi, ia bisa menghela napas saat putra satu-satunya menikah. ‘’Waktu masih sekolah dia tidak mau diajak ke pasar. Tapi setelah menikah, dia mengatakan ingin melanjutkan usaha saya. Dia beli toko sendiri di sana (Pasar Kereneng) tahun 2010. Barangnya sama. Saya bersama istri tetap jualan, dia juga jualan. Kalau saya sama istri jualan di kios,’’ tuturnya. Hal. 19 Zaman Dulu

Bali Post/eka

BAJU - Pedagang baju di Pasar Asoka sedang menggelar dagangannya. Siang hari di kompleks pasar ini berubah menjadi pasar klontong dan disebut Pasar Kereneng.


denpasar

2

Selasa Paing, 13 Maret 2018

figur Perang terhadap Narkoba ANTISIPASI penyalahgunaan narkoba di lingkungan prajurit TNI terus dilakukan sampai tingkat Kodim. Salah satu bentuk pengawasan di Kodim 1611/Badung rutin melaksanakan tes urine terhadap anggotanya, seperti yang digelar Senin (12/3) kemarin. Bahkan Kodim Badung berikrar perang terhadap narkoba. “Ke depan, kegiatan tes urine akan dilakukan kepada seluruh personel. Ini sebagai bagian dari ikrar kami menyatakan perang terhadap narkoba, termasuk memastikan seluruh personel bersih dan tidak bermain-main dengan narkoba,” tegas Dandim 1611/Badung Letkol Inf. Handoko Yudho Wibowo. Ia menambahkan, tes urine tersebut berbarengan dengan dilaksanakan sosialisasi program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) triwulan I tahun anggaran 2018. Sosialisasi P4GN tersebut dikoordinir Staf Intelijen Kodim 1611/Badung melibatkan sebanyak 105 personel. Sedangkan pelaksanaan tes urine dilakukan terhadap perwakilan dari peserta yang hadir. “Kami menggandeng anggota BNNK Badung untuk memberikan pembekalan tentang P4GN dalam kegiatan ini. Sekaligus melakukan tes urine terhadap sejumlah personel. Hasilnya negatif,” ujarnya. (rah)

denpasar

& Sekitarnya

Dialog Interaktif BALI TV bekerja sama dengan kantor The Marhaenisme Institute mengadakan Dialog Interaktif pada Selasa, 13 Maret 2018 pukul 16.00-17.00 Wita di Bali TV (live) dengan menghadirkan narasumber Direktur The Marhaenisme Institute yakni Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Adapun tema yang dibahas adalah “Pendidikan Politik Marhaenisme terhadap Pemilihan Gubernur 2018”. Pilgub Bali 2018 akhirnya hanya memunculkan dua pasang calon dan kini rakyat Bali diminta cerdas untuk mengamati jejak rekam dan visi-misi kedua kandidat cagub dan cawagub. Dalam memilih pemimpin Bali, tidak sekadar memilih figur, tetapi jejak rekam partai politik juga harus menjadi pertimbangan matang, karena bagaimanapun peran partai sangat signifikan dalam menentukan program gubernur saat menjabat selama lima tahun. Begitu juga, apa dampak bagi masyarakat Bali yang sangat religius Hindu namun dihadapkan pada kandidat cagub/cawagub yang diusung oleh aliran politik bernuansa agama tertentu yang kerap tidak sejalan dengan visi kebinekaan. Selain itu, sejauh mana pengaruh partai nasionalis dihadapkan dengan kepentingan pragmatis seperti isu reklamasi? Lalu apa hubungan antara gubernur terpilih dengan kelanjutan kerja sama dengan pemerintahan pusat secara politik anggaran dan kebijakan mengingat akhir-akhir ini muncul tagline satu jalur dan dua jalur yang membingungkan. Belum lagi tingkah polah dari tim sukses masing-masing kandidat yang dinilai merusak kredibilitas calon, selain sikap masyarakat Bali yang harus waspada dengan politik uang berkedok APBD. Dan bagaimana seharusnya pelanggaran pilgub bisa ditindak? Semua akan dibahas dalam perspektif Marhaenisme dan nilai-nilai Tri Sakti Bung Karno secara berimbang dan terukur. (r)

Dituntut 15 Tahun Penjara

Pembunuh Pasutri Jepang Minta Ampun

Denpasar (Bali Post) Pascadituntut hukuman penjara selama 15 tahun, I Putu Astawa, terdakwa kasus pembunuhan pasutri asal Jepang, Matsuba Hiroko (70) dan Matsuba Norio (73), Senin (12/3) kemarin diberikan kesempatan untuk melakukan pembelaan. Terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya meminta ampun dan permohonan maaf itu disampaikan langsung di depan persidangan yang dipimpin hakim Wayan Sukanila. “Kami mohon majelis hakim mempertimbangkan beberapa hal, yaitu sikap terdakwa selama persidangan. Terdakwa juga belum pernah dihukum dan saat ini memiliki istri yang sebentar lagi melahirkan,” tandas kuasa hukum terdakwa dalam pledoinya yang diajukan secara lisan. Masih dalam kesempatan yang sama, pihak terdakwa meminta izin menghadirkan ayah terdakwa untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada keluarga korban. Namun saat majelis hakim menanyakan kepada staf konsulat dan perwakilan keluarga yang hadir dalam sidang, pihak konsulat sambil berdiri mengatakan perwakilan keluarga korban tidak hadir. Namun, sebelumnya anak korban sudah menyampaikan tidak bersedia menerima permintaan maaf dari terdakwa maupun keluarganya, sebelum kasus ini terungkap secara jelas. Ketua majelis hakim memberikan terdakwa menyampaikan sesuatu. Terdakwa Astawa kemudian mengatakan mengaku bersalah, menyesal dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Hakim mengatakan, risiko harus terdakwa hadapi dan harus siap menerima hukuman. Atas pembelaan itu, JPU Kadek Wahyudi mengatakan tetap pada tuntutan.(kmb37)

081 337 032 965, (0361) 819446

FM 96,5

Topik : Pembuang Limbah akan Diganjar Sanksi Berat Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail

: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com

OGOH-OGOH Siswa melihat ogohogoh Sukrasana Antaka di Banjar Abian Kapas Kelod, Denpasar, Senin (12/3) kemarin. Dari hasil penilaian Disbud Kota Denpasar, ogoh-ogoh karya ST Satya Dharma Laksana ini menjadi nominasi pertama di Kecamatan Denpasar Timur.

32 Nominasi Ogoh-ogoh Diumumkan

Pengaturan Pawai Diserahkan kepada Desa Pakraman Denpasar (Bali Post) – Lomba ogoh-ogoh yang dilaksanakan Dinas Kebudayaan (Disbub), akhirnya rampung. Setelah menuntaskan penilaian ogoh-ogoh di empat kecamatan yang ada di Kota Denpasar, Jumat (9/3) lalu Pemkot Denpasar melalui Disbud Kota Denpasar mengumumkan 32 nominasi ogoh-ogoh yang nantinya berhak atas uang pembinaan sebesar Rp 10 juta, Senin (12/3) kemarin. Dewan juri memutuskan ogoh-ogoh karya Sekaa Teruna (ST) Banjar Dualang, Desa Peguyangan Kaja, Denpasar Utara sebagai peraih poin tertinggi dengan total poin 91. Kepala Disbud Kota Denpasar IGN Bagus Mataram didampingi Kabid Kebudayaan sekaligus Ketua Panitia Made Wedana menjelaskan, seluruh tahapan

mulai dari pendaftaran, penilaian hingga pengumuman hasil penilaian telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan. Kini sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, Disbud Kota Denpasar mengumumkan delapan nominasi ogoh-ogoh di masing-masing Kecamatan yang keseluruhannya berjumlah 32 ogoh-ogoh untuk Kota Denpasar. ‘’Keseluruhan tahapan telah dilalui sesuai dengan prosedur. Hasil penilaian dewan juri di lapangan, tentunya tidak dapat diganggu gugat,’’ katanya. Mataram menambahkan, ogohogoh yang berbahan dasar ramah lingkungan ini nantinya akan diserahkan kembali ke masing-masing desa pakraman untuk mengatur jalannya prosesi pengarakan atau pawai ogoh-ogoh pada malam Pangerupukan. Sehingga peray-

aan malam Pangerupukan dalam rangka menyambut Nyepi Çaka 1940 ini dapat berjalan dengan lancar. ‘’Disbud Denpasar hanya melakukan penilaian. Setelah itu, seluruh ogoh-ogoh akan dikembalikan ke desa pakraman,’’ jelasnya. Mataram menegaskan, dalam setiap kompetisi menang dan kalah adalah hal yang biasa. ‘’Bagi 32 sekaa teruna yang ogoh-ogoh beruntung sebagai nominasi, kami sampaikan selamat. Sementara yang belum beruntung harus berbesar hati dan terus berusaha di tahun depan dengan karya-karya kreatif sebagai bentuk pelestarian seni dan budaya Bali,’’ paparnya. Mataram juga mengimbau kepada peserta pawai ogoh-ogoh untuk tidak mengonsumsi minuman keras dan alkohol sebelum atau saat mengarak ogoh-ogoh.

Selain itu, pihaknya menekankan agar selesai diarak ogoh-ogoh tidak diletakkan di jalan raya. ‘’Karena nanti Nyepi bertepatan dengan Saraswati, maka ketertiban perlu dijaga. Salah satunya dengan tidak meletakkan ogoh-ogoh di pinggir jalan, tapi langsung di-pralina,’’ tegasnya. Berdasarkan data resmi Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, peraih delapan besar untuk Kecamatan Denpasar Utara meliputi Banjar Dualang (poin 91), Banjar Sedana Merta (90,25), Mertagangga (89,375), Banjar Binoh Kelod (88,75), Banjar Ambengan (88,375), Banjar Tengah Ubung (87,25), Banjar Wangaya Klod (85,87), Banjar Gerenceng (84,62). Delapan besar untuk Kecamatan Denpasar Barat meliputi Banjar Abian Tegal (84,87), Banjar Al-

angkajeng Menak (83), Banjar Jematang (82,25), Banjar Suci (80,75), Banjar Tegal Agung (79), Banjar Pekandelan (78,87), Banjar Celagigendong (77,62) dan Banjar Gelogor (76,25). Kecamatan Denpasar Selatan, poin tertinggi diraih Banjar Belong Sanur (84,62), diikuti Banjar Ambengan (83,25), Banjar Gelogor Carik (82,62), Banjar Gaduh (82,25), Banjar Pegok (80,75), Banjar Lantang Bejuh (80,5), Banjar Gulingan (79,87) dan Banjar Panti (79,50). Sedangkan delapan besar Kecamatan Denpasar Timur meliputi Banjar Abiankapas Klod (84,42), Banjar Tegal Kuwalon (83), Banjar Peken (82,28), Banjar Kalah Penatih (81,85), Banjar Meranggi (81,71), Banjar Yangbatu Kauh (81), Banjar Cerancam (80,71) dan Banjar Sima (79,85). (kmb12)

Pengakuan Sindikat ”Skimming”

Data Nasabah Bank Dikirim ke Turki

Denpasar (Bali Post) Tim Opsnal Subdit III Ditreskrimum Polda Bali mengungkap kasus pencurian data nasabah bank asal Turki yaitu Dogan Kimis (43), Mehmet Ali Mentes (31) dan Tayfun Koc (36), Jumat (9/3) lalu. Saat diperiksa mereka mengaku baru berhasil membobol 12 data nasabah Bank Mandiri dan dikirim kepada Tugay Kemir (DPO) yang berada di Turki. Namun belum diketahui jumlah kerugian yang diderita korban. Awalnya petugas menangkap Mehmet dan Tayfun di ATM Bank Mandiri di areal minimarket Canggu Mart di Jalan Batu Mejan, Kuta Utara. Sementara tersangka Dogan dibekuk di Hotel Go Inn di Jalan Dewi Sartika, Kuta. Terungkapnya kasus ini berawal dari informasi pihak Bank Mandiri yang menemukan alat mencurigakan di ATM tersebut. “Sindikat ini mengaku baru beraksi dua hari dan membobol 12 data nasabah bank di Bali. Sedangkan uang yang berhasil disita dari pelaku Rp 17,85 juta yang diduga hasil kejahatan. Ada uang pecahan rupiah, dolar

Amerika dan ringgit,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali Kombes Pol. Sang Made Mahendra Jaya, Senin (12/3) kemarin. Mahendra Jaya mengatakan, ketiga tersangka merupakan sindikat internasional. Selain di Bali, mereka juga melancarkan aksinya di Malaysia dan Thailand. Sebelum beraksi mereka beberapa kali keluar masuk Bali. “Kami akan mendalami dan menelusuri berapa korban yang data pin ATM-nya dibobol. Barang bukti yang kami amankan, di antaranya 83 kartu dan sudah ada PIN-nya. Kartu ATM duplikat tersebut dibuat menggunakan kartu kunci

kamar hotel. Modusnya, mereka mengaku kunci kamarnya hilang sehingga pihak hotel memberikan yang baru,” ungkapnya. Terkait kasus ini, kata Mahendra Jaya polisi mengamankan barang bukti router, panel berisi kamera, alat perekam data (cardrider writer encoder), satu kotak peralatan yang digunakan merakit skimming dan panel kamera. Peralatan tersebut dibeli di Cina. Selain itu diamankan 55 kartu putih, 23 kartu merah marun, lima laptop, dua pemanas lem silikon, dua panel kartu ATM berisi perangkat scammer untuk merekam data nasabah bank, satu alat pengecekan kapasitas

baterai, satu kamera mobile wifi dan empat HP. “Data nasabah tersebut dikirim ke teman pelaku di Turki, selanjutnya diolah di sana (Turki - red). Setelah selesai dikirim lagi ke pelaku ini dan diproses ke ATM duplikat lalu dipakai menguras uang nasabah bank. Saat alat ini bekerja bisa langsung dikirim ke HP pelaku karena terhubung wifi,” tegas Mahendra Jaya. Adapun peran masing-masing pelaku yaitu tersangka Dogan merupakan pelaku utama dan tugasnya mengakses, merakit, mengolah data dan memasukkan data ke kartu ATM. Sementara tersangka Mehmet bertugas memasang router (alat perekam data nasabah) dan Tayfun berperan mengawasi situasi di sekitar TKP saat Mehmet memasang alat router. Menurut Mahendra Jaya, tersangka Dogan tiba di Bali 3 Februari lalu, Mehmet

dan Tayfun sejak Januari 2018. Alat pembobol data nasabah bank tersebut dipasang di ATM Mandiri di wilayah Seminyak, Kuta dan ATM Mandiri di Canggu. Untuk menghilangkan jejak, mereka pindah-pindah tempat menginap. Terkait kasus ini, Mahendra Jaya mengimbau para nasabah bank saat hendak menarik uang di ATM agar waspada. Carilah ATM yang dijaga satpam sehingga kecil kemungkinan bisa memasang alat tersebut. “Saat mengambil uang di ATM agar dicek apakah ada alat yang mencurigakan seperti kamera pengintai ditombol mesin ATM itu,” katanya mengingatkan. (kmb36). Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391

Diskusi ”Bali Mandiri Energi, Mungkinkah?”

Peradah Bali Inginkan Bali Mandiri Energi

RENCANA pembangunan megaproyek Bali Jawa Crossing (BJC) yang digadang-gadang PLN sebagai proyek yang menyuplai listrik di Bali dari ancaman krisis energi di tahun 2021 menuai pro-kontra dari lembaga tertinggi umat Hindu di Bali. Prokontra terhadap pembangunan tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) setinggi 375 meter tersebut dianggap melanggar bhisama kesucian pura yang ditetapkan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali. Di mana tower proyek SUTET tersebut rencananya dibangun tak lebih dari 300 meter dari Pura Segara Rupek di Kabupaten Buleleng. Namun, pihak PLN akan tetap menghormati bhisama kesucian pura yang dikeluarkan pihak PHDI dan akan memindahkan rencana pembangunan tower proyek SUTET berkekuatan 500 MV tersebut jauh dari kawasan Pura Segara Rupek. Bahkan pihak PLN meminta saran kepada PHDI Bali agar diberikan solusi lainnya, sehingga suplai listrik di Bali tetap memadai dalam menghadapi gempuran pariwisata yang semakin pesat di Bali ke depannya. Berbeda halnya dengan Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah). Selain mendukung bhisama kesucian pura, Peradah Bali menginginkan dan mendukung adanya Bali mandiri energi yang clean and green. Solusi yang ditawarkan kepada PLN, yaitu agar PLN memanfaatkan sumber daya alam (SDA) terbarukan yang ada di Bali sebagai sumber en-

ergi untuk menyuplai listrik tahun 2021. Sebab, bagi Peradah Bali, memanfaatkan SDA terbarukan seperti arus air, udara, panas hingga pengolahan sampah menjadi energi jauh lebih baik ketimbang harus menyuplai dari luar Bali yang mempunyai efek negatif terhadap lingkungan alam. Di samping juga PLN diminta untuk memanfaatkan dan memperbaharui sumber-sumber energi listrik yang telah ada di Bali. Sehingga program pemerintah mengenai Bali mandiri energi yang clean and green bisa terwujud. “Kami mendukung sepenuhnya Bali mandiri energi dalam pemenuhan kebutuhan energi dengan melihat potensi energi yang ada di Pulau Bali. Baik yang bersumber dari air, angin, sinar matahari, sampah hingga sumber energi alternatif lainnya. Di samping itu, kami juga akan tetap mengawal bhisama kesucian pura sebagai prinsip dasar untuk menjaga kesucian pura di Bali,” tandas Ketua DPP Peradah Indonesia Bali Ida Ayu Made Purnamaningsih seusai penandatanganan sikap bersama menyikapi proyek BJC bersama organisasi pemuda lainnya dan perwakilan BEM se-Bali, Jumat (9/3) lalu. Pernyataan sikap bersama yang dirangkai dengan diskusi terbuka yang bertajuk “Bali Mandiri Energi, Mungkinkah?” yang digagas oleh DPP Peradah Indonesia Bali ini, lanjut Purnama, pihaknya mengaku siap bersama organisasi pemuda dan mahasiswa lainnya untuk mengawal proyek BJC dan

bhisama PHDI serta akan siap memberikan solusi-solusi terbaik untuk kemandirian energi listrik di Bali ke depannya. Diskusi terbuka tersebut menghadirkan beberapa narasumber dari pengamat lingkungan, akademisi dan tokoh lembaga Agama Hindu. Di antaranya Manajer Conservation Internasional Wilayah Bali Made Iwan Dewantama, Ketua Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Unud Dr. I Made Sudarma, Guru Besar Unhi Denpasar Prof. Dr. I Putu Gelgel, Ketua MUDP Bali Jro Gede Suwena Putus Upadesha dan Wakil Ketua PHDI Bali Pinandita I Ketut Pasek Swastika. Ketua PPLH Unud Dr. I Made Sudarma menyoroti pembangunan JBC oleh PLN merupakan salah satu solusi dalam menambah suplai listrik di Pulau Bali. Saluran Udara Tegangan Eksta Tinggi pada JBC melintasi empat kabupaten, di antaranya Jembarana, Buleleng, Tabanan dan Badung. Di samping itu juga melintasi 35 desa. Dari kajian yang dilakukan olehnya, imbas dari proyek tersebut akan berada di kawasan Pura Segara Rupek yang aksesnya berjarak 326 meter. Tentu pembangunan tersebut tidak sesuai dengan ketentuan bhisama PHDI, yang mana akses pembangunan dari Dang Kahyangan baru diperbolehkan pada jarak dua kilometer. “Desain tower yang cukup tinggi, terlebih-lebih yang berada di Watudodol dan Segara Rupek, diperkirakan akan rawan dan berpotensi terkena sambaran petir,” kata Sudarma. Manajer Conservation Inter-

MENGAWAL - Organisasi lintas pemuda dan mahasiswa menyatakan sikap mengawal bhisama kesucian pura terhadap rencana pembangunan megaproyek Bali Jawa Crossing (BJC) yang dirangkai dengan diskusi terbuka “Bali Mandiri Energi, Mungkinkah?”, Jumat (9/3) lalu. nasional Wilayah Bali Made Iwan Dewantama menilai Bali memiliki potensi yang cukup besar dalam mandiri energi. Banyak potensi energi terbarukan yang bisa dikembangkan di Pulau Bali. Panel surya, misalnya, bisa menjadi solusi untuk suplai listrik rumah tangga bagi masyarakat Bali di tengah harga listrik yang terus meningkat, termasuk pemanfatannya di sektor pariwisata. Di samping itu, juga ada sumber energi lainnya mulai dari arus air, udara, panas hingga pengolahan sampah. Ia optimis Bali bisa menerapkan energi bersih untuk menambah daya dukung listrik, asalkan ada dukungan dari masyarakat ditambah regulasi dari

pemerintah. “Sehingga Bali clean and green bisa terwujud,” ujar Dewantama. Ketua MUDP Bali Jro Gede Suwena Putus Upadesha menegaskan, segala pembangunan yang ada di Bali harus mengacu pada konsep Tri Hita Karana. Jika konsep tersebut tidak harmonis, tentu proyek apa pun termasuk BJC harus ditinjau ulang. Menurutnya, palemahan Bali selama ini sudah tergerus dengan berbagai pembangunan yang merupakan dampak dari pariwisata. Kini ditambah dari proyek PLN. “Berbicara energi, kalau mau mengupayakan, kami optimis Bali bisa mandiri agar tidak selalu tergantung dari Pulau Jawa,” tegasnya. (ad616)


BADUNG

Selasa Paing, 13 Maret 2018

3

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Buka Lapangan Pekerjaan Strategi Koster-Ace akan Putus Rantai Kemiskinan di Karangasem RATUSAN warga Banjar Adat Asak Kawan, Desa Pertima, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem membulatkan tekad mendukung, memenangkan dan memilih calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan KosterTjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace), pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali 27 Juni mendatang. Hal ini terungkap saat paslon Koster-Ace melaksanakan simakrama yang bertempat di Balai Banjar Adat Asak Kawan, Senin (12/3) kemarin. Di hadapan ratusan peserta Koster mengaku mempunyai jurus jitu memutus mata rantai kemiskinan di Kabupaten Karangasem. Menurutnya, kunci utama

mengentaskan kemiskinan di Karangasem adalah dengan meningkatkan taraf hidup melalui pendidikan. Untuk itu, Koster akan membangun SMA di Karangasem tanpa biaya alias gratis. ‘’Nanti kita bangun SMA di sini yang mirip seperti SMA Bali Mandara yang dibangun oleh Pak Gubernur Made Mangku Pastika di Buleleng. Kita akan bangun itu di Karangasem. Prioritas di Karangasem ini,’’ kata Koster. Di SMA itu juga nantinya akan dibangun asrama bagi para siswanya agar fokus menimba ilmu. Segala biaya pendidikan ditanggung oleh pemerintah. Untuk tingkat lanjutan, Koster juga akan membangun Akademi Komunitas. Lahannya telah ada

milik Pemerintah Provinsi Bali yang terletak di Tulamben. ‘’Ada tanah Pemprov Bali di sana seluas 10 hektar. Nanti Akademi Komunitas ini program pengajarannya Diploma 1 dan Diploma 2 di bidang pariwisata dan jurusan lain yang diperlukan bagi masyarakat Karangasem. Akademi seperti itu sudah saya bangun di Gianyar tahun 2012 dan di Jembrana tahun 2015. Semua gratis. Aturannya sudah saya buat melalui UU Nomor 12 Tahun 2012,’’ tambah Koster. Untuk mengatasi pengangguran di Karangasem, calon gubernur yang diusung PDI Perjuangan, Hanura, PAN, PKB, PPP dan PKPI memiliki gagasan untuk menjalin kerja sama antarpemerintah

provinsi. Koster berjanji akan menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah lainnya untuk menampung tenaga kerja dari Bali, khususnya Kabupaten Karangasem. ‘’Untuk membuka lapangan kerja, saya akan bangun kerja sama antarpemerintah daerah antara Bali dan pemerintah di luar Bali. Nanti kita buat nota kesepahaman antarpemda untuk menampung tenaga kerja, menampung lulusan dari Bali,’’ paparnya. Dengan begitu, Koster percaya mata rantai kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Karangasem akan terentaskan dalam waktu lima tahun. ‘’Kalau ini berjalan, masalah kemiskinan dan pengangguran di Karangasem akan selesai dalam waktu

lima tahun,’’ imbuhnya. Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Koster-Ace Kabupaten Karangasem I Gede Dana memaparkan, warga di Banjar Asak seratus persen siap memilih Koster-Ace pada pilkada serentak nanti. Aspirasi warga adalah keinginan memperbaiki banjar. ‘’Komitmen warga di sini dapat diuji pada pilkada 27 nanti. Kebulatan tekad ini diwujudkan dengan cara memenangkan Koster-Ace di Kabupaten Karangasem,’’ tegasnya. Mendapati keinginan warga, Wayan Koster menuturkan, jika renovasi dan pengadaan balai banjar memang merupakan programnya yang dibungkus dalam konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Semasa masih menjadi ang-

MEMAPARKAN - Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace), saat memaparkan visi-misi kepada masyarakat di Balai Banjar Adat Asak Kawan, Senin (12/3) kemarin. gota DPR-RI, saban tahun ia memberi bantuan sebanyak 25 wantilan di seluruh Bali. Begitu juga dengan perangkat lainnya yang menjadi keperluan banjar. ‘’Saya ucapkan terima kasih atas dukungan

yang luar biasa dari warga Karangasem, khususnya warga Banjar Asak, Desa Pretima. Luar biasa sekali aura dukungannya dalam memenangkan Koster-Ace,’’ ujar Koster. (kmb)

’’Melasti’’, Desa Adat Kerobokan Tutup Jalan Utama Bendesa Adat Mohon Maaf

Mangupura (Bali Post) – Desa Adat Kerobokan, Kuta Utara akan menutup empat akses jalan, yakni Jalan Raya Padang Luwih, Jalan Raya Kerobokan, Jalan Gunung Sanghyang dan Jalan Raya Canggu, Rabu (14/3) besok. Penutupan akses jalan utama ini serangkaian upacara Melasti menyambut hari raya Suci Nyepi Çaka 1940. Ditemui Senin (12/3) kemarin, Bendesa Adat Kerobokan Anak Agung Putu Sutarja, S.H. membenarkan prihal tersebut. Pihaknya memohon maaf kepada seluruh pengguna jalan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat penutupan empat akses jalan tersebut. ‘’Kami mohon maaf kepada masyarakat pengguna jalan, karena selama prosesi melasti berlangsung sejumlah jalan akan kami tutup,’’ ujarnya. Menurut Sutarja, pihaknya telah menyiapkan jalur alternatif yang dapat dilalui selama prosesi ritual tersebut berlangsung. ‘’Kami sudah siapkan jalan alternatif saat jalan ditutup. Seluruh kendaraan akan diarahkan ke Jalan Raya Gadon, Jalan Semer, Pengubengan Kauh, Jalan Raya Kesambi dan Jalan Raya Gunung Soputan,’’ terangnya. Pemanfaatan fasilitas publik tersebut, kata Sutarja, sudah atas seizin Polesta, Polres Badung dan Dinas Perhubungan Badung. ‘’Kami sudah bersurat dan berkoordinasi dengan instansi terkait bagaimana mengatur lalu litas selama prosesi melasti berlangsung. Kami juga akan mengerahkan semua pecalang desa untuk turut membantu petugas mengatur lalu lintas,’’ terangnya. Sutarja menegaskan, penutupan jalan tidak berlangsung sehari penuh. Empat jalan tersebut akan ditutup pada jam-jam tertentu yakni pagi dan sore hari. ‘’Penutupan jalan mulai dilakukan pukul 09.00 Wita, jalan akan dibuka setelah pukul 12.00 Wita. Jadi, tidak full sehari penuh. Penutupan jalan akan dilakukan lagi pukul 14.00 Wita hingga 18.00 Wita,’’ katanya. Sutarja menambahkan, upacara melasti akan diikuti oleh tiga desa adat, yakni Desa Adat Padang Luwih, Desa Adat Kerobokan dan Desa Pakraman Padang Sambian. Ritual ini akan membawa 237 jempana yang diiringi ribuan masyarakat. ‘’Melasti akan dipusatkan di Pantai Petitenget, sedangkan upacara Tawur Agung Kasanga akan dilakukan di Catus Pata Kerobokan pukul 10.00 Wita. Untuk itu kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,’’ ujarnya. Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Badung Tofan Priyanto mengatakan, pihaknya akan mengerahkan seluruh personel guna melakukan pengaturan arus lalu lintas serangkaian menyambut Tahun Baru Çaka 1940. ‘’Prinsipnya, kami siap melakukan pengaturan, pengendalian dan pengamanan lalu lintas untuk seluruh masyarakat atau pengguna jalan di wilayah Badung selama rangkaian upacara sebelum dan sesudah Nyepi,’’ tegasnya. (kmb27)

Pecalang Harus Miliki Peran Penting di Masyarakat

Mangupura (Bali Post) – Citra negatif pengaman desa atau dikenal dengan sebutan pecalang yang akhirakhir ini mucul di media sosial, disikapi oleh Pecalang Sibangkaja. Ketua Pecalang Sibangkaja Ida Bagus Bayu Pramana berharap pecalang memiliki peran penting di masyarakat. Bukan hanya di bidang keamanan saja, tetapi dalam kegiatan apa pun pecalang dilibatkan. ‘’Kami ingin menepis anggapan tentang pecalang yang arogan di mata masyarakat, melainkan sebaliknya melaksanakan tugas dengan santun dan bermoral,’’ ujar Bayu Pramana, Minggu (11/3) lalu. Hal itu ditunjukkan dengan menggelar jalan santai melibatkan masyarakat. Kegiatan ini mengambil rute dari Lapangan Ngurah Rai menuju Banjar Lambing kemudian melalui Desa Blumbungan yang menempuh jarak lima kilometer dan finis kembali di Lapangan Ngurah Rai. ‘’Kami ingin membangkitkan semangat para pecalang untuk tetap menjaga seni, adat dan budaya Bali,’’ katanya. Bendesa Adat Sibangkaja Ketut Narayana mengapresiasi keberadaan forum pecalang di tingkat kecamatan dan tingkat desa. ‘’Dengan terbentuknya jagabaya ini, pecalang dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat khususnya di Desa Sibangkaja,’’ ujarnya. (kmb27)

Bali Post/ist

PENGECEKAN - Tim dari DLHK Badung melakukan pengecekan limbah dari udara dengan menggunakan drone di kawasan Jimbaran, Senin (12/3) kemarin.

Pembuang Limbah akan Diganjar Sanksi Berat

Mangupura (Bali Post) -

Menyikapi laporan adanya cairan yang diduga limbah yang mengalir langsung ke laut di kawasan dekat Hotel Ayana, Jimbaran, tim dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung langsung melakukan pengecekan ke lokasi, Senin (12/3) kemarin. Tim Buru Sergap Lingkungan (Brusli) dan Tim Drone DLHK Badung melakukan pengecekan dari udara. Kepala DLHK Kabupaten Badung I Putu Eka Merthawan mengatakan, sebelumnya memang ada dugaan aliran limbah di Jimbaran yang dibuang ke laut. Namun setelah dilakukan pengecekan, ternyata air yang sebelumnya mengalir ke laut itu sudah tidak ada lagi. Pihaknya menduga, pelaku pembuang limbah ini sudah mengetahui hal ini menjadi perhatian DLHK. “Kami tidak

akan main-main dalam hal kerusakan lingkungan. Yang jelas, kami akan tegakkan UU Lingkungan. Siapa pun pelanggarnya jika terbukti pasti akan dikenakan sanksi berat. Pertama berupa teguran keras, kedua akan dicabut izinnya dan ketiga tentu akan dipolisikan apabila itu terbukti mencemari lingkungan,” tegasnya. Saat pengecekan di lokasi, kata Eka Merthawan, tim dari

DLHK belum menemukan sumber air yang diduga limbah itu. Kendati demikian, pihaknya akan terus melakukan pencarian hingga sumbernya ditemukan. Pihaknya juga menegaskan, air yang diduga limbah itu ternyata sumbernya bukan dari Hotel Ayana. Guna mengetahui dari mana sumber limbah tersebut, pihaknya kembali akan melakukan pengecekan ter-

Perayaan Nyepi di Kuta

Pengelola Penginapan Diminta Mengedukasi Tamunya Mangupura (Bali Post) Selama pelaksanaan hari raya Nyepi di wilayah Kuta, pengelola hotel, para pengelola vila termasuk pemilik penginapan atau rumah yang disewakan kepada orang asing diminta untuk mengedukasi tamunya. Hal itu penting dilakukan agar perayaan hari raya Nyepi berjalan tertib, lancar dan aman. Plt. Camat Kuta Made Widiana menegaskan hal itu, Senin (12/3) kemarin. Widiana meminta pengelola maupun pemilik penginapan mengedukasi tamunya, sehingga mereka tidak bepergian, tidak keluar maupun membunyikan alat-alat hiburan maupun musik selama perayaan Nyepi. Hal itu mulai diterapkan pukul 06.00 Wita pada Sabtu (17/3) sampai Minggu (18/3) pukul 06.00 Wita. ‘’Mereka perlu memahami catur brata panyepian ini, sehingga kekhusyukan pelaksanaan Nyepi bisa terjaga,’’ ujarnya. Saat malam pangerupukan, Widiana mengharapkan kepa-

da warga pengarak ogoh-ogoh menghindari mengonsumsi minuman beralkohol. Dengan harapan, bisa meminimalisasi hal-hal yang tidak diinginkan. ‘’Setelah usai pengarakan ogoh-ogoh, mereka agar kembali ke masing-masing banjar dan tidak melakukan kegiatan di pinggir jalan,’’ harapnya. Dihubungi terpisah, Bendesa Desa Adat Kuta I Wayan Swarsa menyampaikan, persiapan pelaksanaan hari raya Nyepi tahun ini relatif sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Mulai dari rangkaian melasti yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 Maret. Dikatakannya, berbagai bentuk kreativitas dan hiburan akan digelar di Desa Adat Kuta, yaitu Festival Seni Budaya (FSB) ke-8. Festival ini menjadi kegiatan tersendiri di luar prosesi Nyepi seperti upacara yadnya Pamelastian, Pangerupukan, Catur Brata Panyepian maupun Ngembak Geni. Pada malam Pangerupukan,

kata Swarsa, akan digelar pementasan sendratari dan lomba ogoh-ogoh di depan Pura Desa-Bale Agung Desa Adat Kuta. Sedangkan pada Nyepi yang berbarengan dengan hari raya Saraswati, perayaan Saraswati akan tetap dilaksanakan dengan mengambil tahapan yang sederhana. ‘’Sesuai keputusan desa adat, pelaksanaan Saraswati harus sudah selesai pukul 06.00 Wita, Sabtu (17/3) dan dilanjutkan dengan pelaksanaan Catur Brata Panyepian,’’ terangnya. Sementara pada Ngembak Geni, Minggu (18/3), akan digelar Grand Final Pemilihan Jegeg Bungan Desa (JBD), parade gong kebyar anak-anak dan semarak Pasar Majelangu Desa Adat Kuta. ‘’Ada empat bentuk kreativitas yang akan ditampilkan, yaitu lomba ogoh-ogoh antarsekaa teruna se-Desa Adat Kuta, pemilihan Jegeg Bungan Desa (JBD), parade gong kebyar anak-anak, dan semarak Pasar Pajelangu,’’ kata Swarsa. (kmb23)

hadap jaringan drainase yang ada di sekitar muara. Dalam pengecekan tadi, hanya dilakukan sepanjang radius satu kilometer. “Untuk menemukan sumbernya, kami akan kembali menelusuri hingga jarak tiga kilometer. Kami akan mencari sumber itu dengan cara kami nanti. Siapa tahu yang membuang limbahnya, jauh dari sana tetapi membuangnya melalui drainase dan drainase larinya ke laut,” ujarnya. Eka Merthawan menegaskan, dalam penegakan pelanggaran lingkungan ini, pihaknya tidak hanya mencari saat ada masalah saja. Namun akan dilakukan tindakan preventif

bukan kuratif. Awal April ini, pihaknya akan melakukan pemantauan secara berjenjang sampai dengan pelaksanaan IMF mendatang. “Kami akan gencarkan tim ini turun di wilayah Kecamatan Kuta Selatan dan Kuta, tepatnya di daerah Nusa Dua, Tanjung Benoa, Jimbaran dan di sekitar Uluwatu. Di sana kan ada hotel bintang lima yang akan menjadi tempat menginap para peserta IMF. Kami tak mau menanggung risiko dari perilaku merusak lingkungan tersebut. Kami janji untuk bertindak tegas sesuai dengan UU Nomor 32 Tahun 2008,” tegasnya. (kmb23)

Bayi yang Dibuang Orangtuanya Diserahkan ke Dinas Sosial Bali Mangupura (Bali Post) – Kondisi bayi laki-laki yang ditemukan oleh warga tidak jauh dari Pasar Buduk, Desa Buduk, Kecamatan Mengwi, telah berangsur-angsur pulih. Bayi dengan berat badan 3,1 kilogram, panjang 52 sentimeter, lingkar kepala 34 sentimeter dan lingkar dada 35 sentimeter yang ditemukan warga di dekat tempat sampah ini kini diserahkan ke Dinas Sosial Provinsi Bali. Sebelumnya, bayi berjenis kelamin laki-laki itu sempat dirawat di Ruang NICU RSUD Mangusada. Pihak rumah sakit mengaku telah menyerahkan bayi tersebut ke Dinas Sosial Bali, belum lama ini. ‘’Kewenangannya ada di Dinas Sosial, jadi kami hanya merawat saja. Bayi itu juga belum diberi nama,’’ ujar Kasi Humas RSUD Mangusada, Senin (12/3) kemarin. Kadis Sosial Badung Ketut Sudarsana juga membenarkan prihal tersebut. Perawatan bayi kini dilakukan oleh provinsi dalam hal ini Dinas Sosial. ‘’Kondisinya sudah stabil. Pekan lalu sudah diserahkan ke provinsi, karena semua kewenangan ada di sana,’’ ungkapnya. Mantan Kepala BLH Badung ini mengatakan, masyarakat yang berniat mengadopsi bayi tersebut dapat menghubungi Dinas Sosial Provinsi Bali. ‘’Formulir sebagai persyaratan calon orangtua bayi ada di sana. Jadi, silakan langsung ke sana,’’ ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, bayi laki-laki ditemukan warga di dekat tempat sampah di Desa Buduk sekitar pukul 04.00 Wita, Minggu (25/2) lalu. Bayi tersebut ditemukan oleh seorang pedagang di pasar setempat. Saat itu, I Ketut Tewel (53) bersama istri I Wayan Kartini (52) hendak berjualan. Saat hendak memarkir mobilnya, pasutri asal Banjar Sila Yukti, Kelurahan Kerobokan, Kuta Utara ini dikagetkan dengan suara tangisan bayi yang awalnya dikira suara kucing. (kmb27)


info seremonial

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Selasa Paing, 13 Maret 2018

Senator RI Namakan Objek ’’Dragon Hill’’ di Pendem

Arya Wedakarna Sumbangkan Tugu Padmasari sebagai ’’Cihna’’ Jembrana Bangkit

PUTRA Jembrana yang juga Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menyambangi Situs Purbakala di Desa Pendem, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana didampingi Nengah Alit (Kadis Pariwisata Jembrana), I Gusti Putu Anom Saputra (Camat Negara), I Wayan Putra Mahardika (Lurah Jembrana), I Wayan Diandra (Bendesa Adat) dan pejabat terkait. Ketertarikan Senator Wedakarna terhadap situs itu mengingat berita tentang keunikan penemuan cagar budaya ini telah menjadi pembicaraan di tingkat nasional. Apalagi ada kisah di balik penemuan situs ini secara niskala serta keunikan bentuk situs yang menyerupai naga besar mengelilingi bukit. ‘’Rasa penasaran akan penemuan ini yang membuat saya ingin hadir langsung di sini. Ternyata memang benar, luar biasa. Batu besar layaknya lingga tumpukan bebatuan menyerupai kepala naga penemuan sarkofagus kuno dan pemandangan alam yang majestic dari atas bukit benar-benar memukau. Saya rasa di Bali tidak ada tempat seindah pemandangan atas bukit ini. Saya akan dukung Pemkab Jembrana untuk revitalisasi

tempat ini. Ini akan menjadi objek wisata baru di Jembrana. Sekarang saja sudah hampir ribuan orang ke lokasi setiap minggunya. Tentu infrastruktur harus dijaga dengan baik,’’ ungkap Senator Wedakarna. Terkait hal itu, ia menyampaikan sejumlah nasihat dan rekomendasi kepada Kadisparda, Camat, Lurah dan khususnya Bendesa Adat Pendem yakni (1) mendukung pengelolaan situs diserahkan kepada Desa Adat Pendem agar nilai–nilai budaya Hindu tidak punah, (2) pemkab segera menyelesaikan status tanah seluas kurang lebih 100 hektar ke Kementerian Perhutanan LH Pusat dan DPD-RI Bali siap memberikan rekomendasi alih status tanah ke Pemkab Jembrana, (3) pembangunan infrastruktur penataan ke lokasi termasuk akses jalan agar dianggarkan di APBD sampai objek dinilai layak, (4) setelah status tanah jelas, agar dibuatkan peraturan kabupaten terkait retribursi tiket masuk agar tidak melanggar UU, (5) minta kepada desa adat untuk menetapkan kawasan lingga dan situs di puncak bukit sebagai situs suci secara kewilayahan sehingga kesucian kawasan terjaga, termasuk mene-

tapkan pecalang atau jagabaya di lokasi demi kesucian kawasan, (6) memberikan nasihat agar pihak Desa Pendem mengadakan upacara guru piduka dan matur piuning sebelum objek wisata ini dibuka luas. Menurutnya, walaupun tanah masih diproses di pusat, upacara yadnya untuk membuka tempat wisata harus segera dilakukan guna menghindari hal–hal yang tidak diinginkan. Dalam hal ini Gusti Wedakarna akan menyumbangkan satu Palinggih Padmasari kepada pihak desa adat. ‘’Terkait kehebatan situs ini, maka saya namakan bukit ini Bukit Naga atau Dragon Hill. Kenapa Bukit Naga? Agar lebih banyak wisatawan yang penasaran terhadap situs ini. Jika ingin banyak menjaring turis asal Cina, Taiwan, India dan Jepang, nama Dragon Hill akan sangat menarik bagi mereka. Apalagi memang di sini benar ada situs berbentuk naga. Kita harus lihat visi Jembrana hingga 20 tahun ke depan, semua ini demi Jembrana. Saya akan bersinergi dengan Bupati/Wabup Jembrana agar bukit naga ini menjadi objek unggulan di Bali Barat,’’ papar Gusti Wedakarna. (ad610)

DI PENDEM - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (dua dari kanan) bersama pejabat Jembrana dan bendesa adat di Situs Lingga Desa Pendem, Kecamatan Negara.

25.000 Ton Beras Impor Masuk Banyuwangi Banyuwangi (Bali Post) Menjadi lumbung beras nasional, Kabupaten Banyuwangi, Jatim tetap sebagai sasaran beras impor. Sebanyak 25.000 ton beras impor dari Vietnam dan Thailand mulai masuk ke ujung timur Jawa ini pada dua minggu terakhir. Bahan pokok itu diangkut menggunakan kapal asing dan bongkar muat di Pelabuhan Tanjungwangi. Dua kapal datang terpisah. Pertama mengangkut 20.000 ton beberapa hari lalu dan yang kedua Kapal Pegasus I

membawa 5.000 ton beras impor. Kapal berbendara Panama ini mulai bersandar di Banyuwangi sejak Minggu (11/3) sore. ‘’Akibat terganjal hujan, bongkar muat baru bisa dilakukan Senin pagi,’’ kata Ade Nurcahya, Manajer Umum, SDM dan Kesisteman Pelindo III Tanjungwangi, Senin (12/3) sore kemarin. Dijelaskannya, beras impor yang sandar kali ini datang dari Thailand. Namun, dari dokumen yang ada, kapal tersebut berangkat dari Vietnam. Berbeda

Bali Post/kmb30

SANDAR - Kapal pengangkut beras impor bersandar di Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi, Senin (12/3) kemarin.

dengan kapal sebelumnya yang mengangkut beras Vietnam dan berlayar langsung dari negara tersebut. Kapal pembawa 5.000 ton beras ini memiliki batas waktu bongkar muat selama lima hari, namun tetap tergantung cuaca. Sebab, jika hujan, bongkar muat tak mungkin dilakukan. Beras yang dibongkar dikirim ke gudang-gudang Bulog di Banyuwangi. ‘’Proses bongkar muatan beras ini kami tidak ikut menangani. Ada perusahaannya sendiri. Kami hanya mengurusi izin sandar dan bongkar. Berbeda dengan 20.000 ton beras Vietnam yang sandar beberapa hari lalu, proses bongkar muatan ditangani langsung Pelindo,’’ ujar Ade Nurcahya. Sebelumnya, Kepala Bulog Banyuwangi David Susanto menegaskan, pihaknya hanya bertugas menampung kiriman beras impor tersebut. Sebab, kapasitas gudang Bulog Banyuwangi cukup besar. Beras impor itu hanya transit di Bumi Blambangan, sehingga tak akan beredar di pasaran. Nantinya akan disalurkan ke kawasan Indonesia Timur, di antaranya NTT dan Bali. (kmb30)

Bengkel Kapal Pesiar Dikembangkan di Barat Selat Bali

Banyuwangi (Bali Post) Potensi Selat Bali terus bergeliat, terutama di sisi barat. Terbaru, bengkel kapal pesiar (yacht) berskala internasional akan dibangun di pesisir Pantai Boom, Banyuwangi. Megaproyek ini hasil kolaborasi BUMN dan perusahaan asing pembuat kapal cepat yang bermarkas di Kalipuro, Banyuwangi. Tak tanggung-tanggung, bengkel ini mampu menampung hingga 60 unit kapal pesiar. Luasnya sekitar 3.000 meter persegi. ‘’Kita sedang tahap pengerukan pesisir. Setelah itu

bangun tiang pancang dan persiapan membuat bengkel yacht ini,’’ kata Dirut Pelindo Properti Indonesia (PPI) Koko Susanto di Banyuwangi, Senin (12/3) kemarin. Persiapan lahan bengkel yacht tersebut sekaligus menyambut ajang World Bank-IMF di Bali pada Oktober 2018. ‘’Target kita pembangunan selesai 5-6 bulan ke depan. Jadi, saat momen di Bali, bengkel yacht ini bisa ditawarkan,’ jelasnya. Pihaknya sengaja membuka bengkel kapal pesiar di Banyuwangi lantaran lokasinya strategis. Selain

Bali Post/kmb30

BENGKEL KAPAL - Proyek pengembangan dermaga dan bengkel kapal yacht di Pantai Boom, Banyuwangi.

dekat dengan Bali, potensi wisata di Banyuwangi juga bisa ditawarkan. Diharapkan yacht yang banyak sandar di Pelabuhan Benoa, Bali, bisa sandar di Banyuwangi, termasuk ketika mengalami kerusakan dan harus masuk bengkel. Apalagi bengkel yang dibuka ini memiliki kemampuan membuat kapal cepat berkualitas ekspor. Sedikitnya 20 negara sudah bekerja sama dengan perusahaan ini. ‘’Kita berharap Banyuwangi bisa menjadi lokasi sandar yacht yang selama ini banyak di Benoa,’’ pungkas Koko. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut baik rencana pembuatan bengkel kapal pesiar terbesar itu, sebab bisa mendongkrak potensi pariwisata di Banyuwangi. ‘’Selama ini kami kolaborasi dengan Bali untuk pariwisata. Dengan bengkel yacht ini, tentunya bisa lebih mengangkat Banyuwangi,’’ ungkapnya. Menurutnya, bengkel kapal pesiar internasional ini akan memiliki prospek bisnis yang bagus bagi Banyuwangi. Bahkan, diyakini banyak mendatangkan investor papan atas. Mudahnya penerbangan dari Banyuwangi langsung ke Jakarta membawa para investor berlomba ke Banyuwangi. ‘’Tentunya dengan kehadiran bengkel ini, akan banyak kapal yacht singgah ke Banyuwangi. Ini potensi,’’ tegas Azwar Anas. (kmb30)

KERJA SAMA - Rektor Undiknas Prof. Gede Sri Darma (kanan) dan Prof. Niel Enright dari Murdoch University saling tukar naskah kerja sama, Senin (12/3) kemarin.

Undiknas Realisasikan Kerja Sama dengan Murdoch University Segera Kirim Lima Dosen Kuliah S-3

UNDIKNAS University tak mau eksis biasa-biasa saja, melainkan tampil berkualitas secara berkelanjutan yang disebut Undiknas Baru. Untuk itu, Undiknas University merealisasikan kerja sama dengan Murdoch University, Perth, Australia. Detail kerja sama diteken Senin (12/3) kemarin oleh Dean of Graduate Studies Murdoch University Prof. Neal Enright dan Rektor Undiknas Prof. Gede Sri Darma, DBA. di kampus Undiknas. Penandatanganan kerja sama disaksikan para direktur di lingkungan Undiknas. Kunjungan Neal Enright ini juga balasan atas kunjungan Rektor Undiknas bersama mahasiswa ke Murdoch beberapa bulan lalu. Prof. Gede Sri Darma menjelaskan, realisasi kerja sama Undiknas dengan Murdoch ini dipayungi oleh MoU Undiknas dengan Murdoch yang diteken kedua rektor sebelumnya. MoU itu kini direalisasikan dalam bentuk studi lanjut S-3 dosen Undiknas ke Murdoch University. Para dosen Undiknas diberikan kemudahan oleh Murdoch University karena selama ini mereka sulit mendapatkan beasiswa untuk studi lanjut S-3 ke luar negeri. Sri Darma mengatakan, Murdoch University adalah salah satu

kampus yang sudah menjalin kerja sama dengan Kemenristek Dikti sebagai tempat studi lanjut S-3. Kerja sama ini di bawah naungan LPDP-Budi Dikti yang membiayai program dosen studi S-3 ke luar negeri. Prof. Niel mengungkapkan, Murdoch Universiry siap menerima dosen Indonesia yang kuliah S-3 untuk program apa saja. Pihaknya merasa senang dan bangga bisa bekerja sama dengan Undiknas. Menurut Rektor Undiknas, dalam waktu dekat ini Undiknas mengirim lima dosen muda studi S-3 ke Murdoch. Mereka sudah dinyatakan lulus segala persyaratan oleh LPDP Dikti untuk mendapatkan beasiswa S-3 di Murdoch University. Semua langkah ini guna memperkuat posisi Undiknas bukan saja mencerdaskan anak bangsa, namun juga anak bangsa di dunia. Undiknas yakin ke depan warga Australia datang ke Bali untuk berlibur sambil belajar atau belajar sambil berlibur. Kepada tamunya, Prof. Sri Darma menekankan bahwa Undiknas tak mau sekadar memiliki dosen berkualifikasi S-3, melainkan yang berkualitas. Jika hanya mencetak S-3, ia khawatir sebuah perguruan tinggi akan ditinggal oleh masyarakat kemudian

hancur. Pihaknya berkomitmen menjadikan Undiknas kampus dengan nama besar karena kualitasnya. Ini yang disebutnya dengan era Undiknas Baru. Pernyataan Prof. Sri Darma ini bukan tanpa alasan. Undiknas menargetkan menduduki posisi 50 besar kampus terbaik di Indonesia. Para dosennya wajib S-3 di luar negeri sekaligus membangun networking. Kerja sama ini akan diikuti dengan pertukaran company visit, mendatangkan dosen tamu dari Murdoch dan kerja sama dalam penelitian bersama. Saat ini dari 149 dosen di Undiknas, 20 orang sudah doktor. Undiknas memiliki kontrak kerja dengan para dosen untuk menyelesaikan studi S-3 di luar negeri. Untuk menjadi kampus mandiri dan ke depan tak lagi mengandalkan biaya dari mahasiswa, Undiknas sudah memiliki sejumlah perusahaan guna membantu biaya operasional kampus. Ada PT Madu (Manajemen Dwi Tunggal Undiknas) yang bergerak dalam bidang penelitian, manajemen, memberi pelatihan, perpajakan dan ‘’menjual‘’ pengetahuan lainnya. Undiknas juga mempunyai Retail and Proferty. Dengan demikian fungsi rektor kian fokus menentukan posisi ordinat yang membawa kemajuan. (ad617)

Wadahi Kreativitas Siswa dan Mahasiswa

BEM Fakultas Dharma Acarya IHDN Denpasar Gelar Pasemaya ’’Kalanganyar-Mumbu Kembar’’

BADAN Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Dharma Acarya Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar kembali menggelar Pergelaran Seni Agama dan Budaya (Pasemaya) bertajuk ‘’Kalanganyar-Mumbu Kembar’’. Pergelaran seni tahunan ini dilaksanakan selama empat hari, mulai 8 Maret hingga ditutup pada Minggu (11/3) malam. Penutupan ditandai pencabutan Kapak Parasurama oleh Dekan Fakultas Dharma Acarya IHDN Denpasar Dr. Drs. I Wayan Sugita, M.Si., yang diawali pengumuman dan pemberian hadiah kepada pemenang lomba dirangkaikan dengan grandfinal Jegeg Bagus IHDN Denpasar. Ketua Panitia Gede Rama Sudarsana mengatakan, selama empat hari berlangsung berbagai jenis perlombaan seni dan sastra. Di antaranya lomba pidato bahasa Bali tingkat SMP se-Bali, lomba nyurat lontar tingkat SMP dan SMA se-Bali, lomba akustik, lomba karaoke lagu pop Bali, lomba musikalisasi puisi, lomba karikatur tingkat SMP dan SMA se-Bali, lomba cipta puisi, lomba

masatua Bali tingkat SD dan berbagai jenis lomba seni lainnya. Tujuan digelarnya lomba pada pergelaran seni Pasemaya ini adalah untuk memberikan ruang kepada siswa guna menyalurkan kreativitas dan bakat yang dimilikinya. Di samping itu, untuk memperkenalkan kampus IHDN Denpasar kepada siswa-siswa terutama SMA yang akan melanjutkan ke pendidikan tinggi. ‘’Kami berharap kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas dan bakat yang dimiliki, sehingga bisa dikompetisikan di jenjang yang lebih luas lagi seperti pada perlombaan yang kami gelar ini,’’ ujar Rama Sudarsana. Dekan Fakultas Dharma Acarya Dr. I Wayan Sugita lebih jauh menjelaskan, tujuan diselenggarakannya pergelaran seni ini adalah sebagai wujud nyata apa yang menjadi visi IHDN Denpasar yaitu terdepan dalam Widya, Dharma dan Budaya. Selain itu, pergelaran seni ini sebagai bentuk apresiasi kegiatan jurusan dalam bentuk UKM yang diwujudkan melalui lomba-lomba pada tingkat fakultas dan univer-

sitas. ‘’Upaya inilah yang kami lakukan untuk memotivasi kegiatan UKM di masing-masing jurusan, sehingga lebih tertantang untuk meningkatkan kualitas keterampilan yang dimilikinya,’’ tandasnya. Terkait tema Pasemaya yaitu ‘’Kalanganyar-Mumbu Kembar’’, menurutnya, kalanganyar-mumbu kembar adalah tempat baru bagi anak generasi muda untuk berkreativitas dan mengadu, serta mempertontonkan bakat yang dimiliki. Siswa dan mahasiswa yang terlibat di dalamnya diharapkan bisa memahami bakat yang dimilikinya, baik itu bidang seni, agama maupun budaya lainnya yang kemudian diimplementasikan kepada masyarakat. ‘’Kami berharap masyarakat terutama kalangan sekolah merespons kegiatan kami ini. Kami ke depannya akan tetap menyediakan wadah dan melaksanakan perlombaan semacam ini setiap tahun. Maka dari itu, kami mohon kepada pihak sekolah untuk tetap mengirimkan wakilnya guna mengikuti lomba yang kami selenggarakan setiap tahunnya,’ pungkas Sugita. (ad615)

CABUT KAPAK - Dekan Fakultas Dharma Acarya Dr. Drs. I Wayan Sugita, M.Si. mencabut Kapak Parasurama sebagai tanda ditutupnya Pasemaya ‘’Kalangayar-Mumbu Kembar’’, Minggu (11/3) malam.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


Selasa Paing, 13 Maret 2018

daerah

5

Sidang Kasus Penyelundupan Bibit Lobster

Terdakwa Mengaku Diupah Rp 5 Juta

Denpasar (Bali Post) Majelis hakim pimpinan I Ketut Tirta, Senin (12/3) kemarin menyidangkan perkara dugaan penyelundupan 8.250 bibit lobster yang sebelumnya ditangkap di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana. Dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, JPU dari Kejati Bali menghadirkan sejumlah saksi yakni dua orang dari Polair Polda Bali, dua dari Dinas Kelautan dan Perikanan Bali serta ahli dari Balai Karantina. Pihak polisi menjelaskan proses penangkapan empat terdakwa yakni Eko Junaedi, Aman Santoso, Wahyu Bahtiyar Arifi dan Setiawan. Mereka ditangkap ketika hendak menyelundupkan bibit lobster yang dicampur dengan barang ekspedisi lainnya yang diangkut dengan truk nopol N 8992 UH. Lobster dibungkus plastik dan disembunyikan di dalam dua dus rokok besar. Dari hasil pemeriksaan, bibit lobster itu diangkut dari Praya, Lombok (NTB) yang rencananya dibawa ke Surabaya (Jatim). Terdakwa saat ditanya majelis hakim mengaku mendapat upah Rp 5 juta untuk menyelundupkan lobster itu. Dua ahli dari Dinas Perikanan dan Kelautan Yohanes Bangkit di depan persidangan mengatakan ada beberapa aturan dalam hal penangkapan lobster. Salah satu yang diterangkan adalah bahwa lobster di bawah 200 gram tidak boleh ditangkap. Penangkapan lobster harus di atas 200 gram dan itu pun harus ada izin dari pemerintah. Jika dilanggar, ada sanksi yang menunggu nelayan. ‘’Mereka yang punya izin boleh, tapi itu di atas 200 gram,’’ jelasnya. Usai menghadirkan ahli, jaksa penuntut langsung melakukan pemeriksaan terdakwa. Terdakwa mengatakan lobster itu hanya akan dibawa sampai Banyuwangi. Sesampainya di Banyuwangi akan ada orang yang mengangkut. Menurut informasi, 8.250 benih lobster itu terdiri atas 4200 ekor jenis pasir dan 4050 ekor jenis mutiara. Konon harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah. (kmb37)

Percepat Denpasar Jadi KLA

DP2PAP2KB Matangkan Tim Gugus Tugas

Denpasar (Bali Post) – Upaya mewujudkan Denpasar sebagai Kota Layak Anak (KLA) masih panjang, mengingat sampai akhir tahun 2017 Kota Denpasar baru berhasil meraih prestasi kategori nindya. Untuk meningkatkan prestasi tersebut sehingga menjadi kategori utama bahkan KLA, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2PAP2KB) Kota Denpasar minta tim gugus tugas KLA yang terdiri atas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyingkronkan setiap kegiatan dalam pemenuhan hak anak, terutama untuk membuat dokumentasi dan foto kegiatannya. Hal tersebut disampaikan Kabid Pemenuhan Hak Anak DP2PAP2KB Tresna Yasa usai melakukan pertemuan dengan seluruh instansi terkait di Ruang Pertemuan Kantor DP2PAP2KB, Senin (12/3) kemarin. ‘’Kami harus bergerak cepat mengumpulkan data dan kegiatan yang telah dilakukan OPD dan lintas instansi yang ada di Kota Denpasar dalam pemenuhan hak anak,’’ ujarnya. Selama ini semua kegiatan tentang pemenuhan hak anak di Kota Denpasar telah dilaksanakan masing-masing OPD dan lintas instansi. Namun, terkadang dokumentasi dan data kegiatan yang dilaksanakan belum direkam secara optimal. ‘’Saya contohkan Dinas Kesehatan Kota Denpasar bersama TP PKK Kota Denpasar dan instansi terkait telah melaksanakan posyandu holististik integrasi. Semua instansi terkait telah dilibatkan,’’ kata Tresna Yasa. Akan tetapi data pelaksanaan tersebut seperti dokumen foto dan publikasi sering terabaikan. Untuk itu melalui pertemuan ini diharapkan semua OPD dan lintas instansi yang terlibat ikut membantu mempersiapkan data dan dokumentasi agar mempercepat Denpasar menjadi KLA. Tresna Yasa menambahkan, hampir semua OPD dalam kegiatan yang dilaksanakan melibatkan langsung anak-anak sebagai salah satu cara pemenuhan hak anak. Bahkan, untuk pemenuhan hak anak tersebut Pemerintah Kota Denpasar telah membuat program mengisi hari libur sehingga anak-anak dapat menyalurkan setiap bakat yang dimiliki. Di samping itu, sudah ada regulasi melalui Perwali tentang KLA dan Perda No.4 Tahun 2014 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak. Pemkot Denpasar juga menyiapkan berbagai infrastruktur mulai dari tempat bermain ramah anak sampai mewujudkan sekolah ramah anak. Dalam melibatkan anak dalam setiap pembangunan di Kota Denpasar telah dibentuk Forum Anak Daerah (FAD) sampai ke tingkat desa/lurah. ‘’Dengan terbentuknya FAD, anak-anak dapat menyampaikan masukan terhadap setiap pembangunan yang dilakukan di Kota Denpasar mulai dari perencanaan,’’ ungkap Tresna Yasa. Sementara itu, G.A. Agung Mahaerningsih dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Kota Denpasar menyampaikan, semua pihak harus terlibat saat terjadi permasalahan anak. Masalah anak bukan lagi persoalan keluarga semata, melainkan masalah bersama. Hal ini sesuai dengan konvensi hak anak sehingga ke depannya semua harus terlibat. (kmb12)

TKI Asal NTT Meninggal

Bali Post/kmb23

ORNAMEN MELASTI - Seorang seniman menyelesaikan pembuatan ornamen melasti dalam rangka menyambut Nyepi di Nusa Dua, Senin (12/3) kemarin.

Ornamen ”Melasti’’ Sambut Nyepi di The Nusa Dua

Mangupura (Bali Post) – The Nusa Dua ikut menyambut perayaan Nyepi Çaka 1940. Sejumlah persiapan dilakukan, salah satunya membuat ornamen bertajuk ‘’Melasti’’ di dekat pintu masuk kawasan. Wisatawan pun diajak merasakan aura perayaan Nyepi yang hanya ada di Pulau Dewata ini. Kepala Divisi Operasi The Nusa Dua Pari Wijaya mengatakan, The Nusa Dua yang merupakan bagian dari Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) membuat dekorasi dengan konsep upacara melasti. Tema ini sengaja dipilih karena

upacara melasti adalah prosesi utama dari hari raya Nyepi. ‘’Melasti bermakna penyucian alam, buana alit dan buana agung,’’ ucapnya, Senin (12/3) kemarin. Dekorasi ritual melasti yang dibuat kali ini seluruhnya menggunakan bahan alami, mulai dari upih (pelepah pinang), tapis (pelepah kelapa), keraras (daun pisang kering), karung goni, daun hingga dahan kering. Ornamen ini dibuat oleh seniman Putu Suardana dibantu tiga orang seniman lainnya. ‘’Kami gunakan bahan-bahan alami dan dikerjakan seniman lokal,’’ katanya.

Tanah Pemkab Tabanan Disinyalir Diserobot

Satpol PP Turun Cek Lokasi

Tabanan (Bali Post) Menindaklanjuti laporan adanya aset tanah milik Pemkab Tabanan yang disinyalir diserobot oleh oknum anggota Dewan Tabanan, jajaran Satpol PP Tabanan, Senin (12/3) kemarin turun langsung melakukan pengecekan di Banjar Batugaing, Desa Beraban, Kecamatan Kediri atau di Pantai Nyanyi sebelah barat. Dari hasil pantauan di lapangan, petugas mengecek dengan memperlihatkan sertifikat dan gambar situasi milik Pemkab Tabanan yang diduga juga diklaim menjadi milik warga setempat I Made EW. Sidak tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Tabanan I Made Yasa dan dari Badan Keuangan Daerah. ‘’Jadi, ada laporan masuk ke kami, bahwa disinyalir ada penyerobotan lahan pemda. Selaku tupoksi kami menjaga dan mengawasi aset daerah, kami turun mengecek kebenarannya serta mengajak OPD terkait seperti Bakeuda dan Dinas Pariwisata selaku pengelola sekaligus selaku hak milik,’’ beber Kepala Satpol PP Tabanan I Wayan Sarba. Setelah melakukan pengecekan ke lokasi, Sarba mengakui di lokasi seluas dua are tersebut sudah ada fondasi tembok termasuk bang-

sal tempat nelayan Nyanyi dan Beraban menambatkan perahu. Ia bersama Dinas Pariwisata membawa sertifikat serta GS yang merupakan tanah milik Pemkab Tabanan seluas 1,5 hektar. Akan tetapi petugas Satpol PP belum bisa bertindak, sebab keduanya saling klaim kepemilikan. ‘’Kami masih bingung dan tidak bisa menentukan tapal batas yang pasti,’’ sebutnya. Oleh karena ketidakjelasan tapal batas, Sarba menyatakan harus ada pihak penengah yang berkompeten dalam hal ini BPN. Pihaknya akan mempertemukan Pemkab Tabanan dan EW dengan BPN. ‘’Kalau soal tanah BPN

yang tahu, makanya kami akan mempertemukan para pihak tersebut dengan BPN. Kalau soal bangunan pondasi lain lagi,’’ tandasnya. Ia akan melaporkan lebih dulu hasil sidak kali ini kepada pimpinan (bupati) sebelum mengambil langkah lebih lanjut. ‘’Saya lapor dulu bagaimana kelanjutannya nanti. Kita tunggu saja,’’ jelas Sarba. Sementara itu Budi, orang kepercayaan EW, di lokasi mengungkapkan tanah yang dibangun fondasi tersebut merupakan milik EW berdasarkan pipil (persil) yang dimiliki. Lahan itu adalah bagian dari tanah warisan yang tidak dijual yang secara keseluruhan luasnya sekitar 18 are. ‘’Batasbatasnya jelas, berdasarkan pipil dan yang bersangkutan membangun di tanahnya sendiri,’’ paparnya. Menurut Budi, di lokasi tersebut akan dibangun Pura palinggih Kanjeng Ratu dan Pura Segara. Bangsal yang ada juga akan diperbaiki. (kmb28)

Keluarga Curigai Jahitan pada Jenazah Kupang (Bali Post) – Keluarga Milka Boimau, salah seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Kupang NTT, yang dipulangkan dari Malaysia setelah meninggal dunia, mencurigai jahitan yang ada di jenazahnya. ‘’Kemarin saat tiba di rumah duka di Desa Kotabes, kami pun memeriksa tubuhnya dan kaget karena di tubuh saudara saya terdapat bekas jahitan,’’ kata Saul Boimau, kakak kandung almarhum, saat dihubungi di Kupang, Senin (12/3) kemarin. Ia menjelaskan bahwa di tubuh saudaranya itu terdapat jahitan mulai dari bagian leher hingga ke perut bagian bawah, yang dicurigainya sebagai kasus pencurian organ tubuh manusia. Saul bersama keluarga besarnya memprotes keras keadaan tersebut, sebab proses penjahitan dilakukan tanpa izin dari keluarga besarnya. ‘’Kami tidak tahu ini jahitan apa. Kami akan kawal masalah ini dan melaporkan kepada pihak berwajib untuk mengusutnya,’’ ujarnya. Menurut Saul, jika ingin melakukan autopsi atas kematian saudaranya seharusnya ada pemberitahuan dari pihak rumah sakit tempat saudaranya dirawat baik ke KBRI atau kepada dirinya atau keluarganya. Sementara itu dari surat keterangan yang diterimanya, tertulis jelas bahwa saudaranya meninggal akibat sesak napas, sehingga menurutnya tak perlu dilakukan autopsi. Milka Boimau adalah TKI asal NTT yang sebelumnya dikabarkan meninggal dunia di Malaysia. Ia berasal dari Desa Kotabes, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang. Sementara Mateus Saman, TKI asal NTT lainnya yang juga meninggal negeri jiran, berasal dari Desa Gurung Liwut, Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai. Milka Boimau meninggal di Penang pada 7 Maret 2018 disebut akibat sakit paru-paru, sedangkan Mateus dikabarkan meninggal di Tawau pada 5 Maret 2018 karena sakit jantung. (ant)

Bali Post/kmb28

CEK ASET - Petugas Satpol PP dan sejumlah OPD terkait mengecek aset Pemkab Tabanan yang disinyalir diklaim oleh salah seorang anggota Dewan.

Pembuatan ornamen ini sebagai penghormatan dan bagian dari budaya yang ada di Bali. Diharapkan wisatawan yang menginap di kawasan The Nusa Dua bisa ikut merasakan aura perayaan hari raya Nyepi. ‘’Keunikan Nyepi hanya ada di Bali. Kami ingin wisatawan bisa merasakan aura Nyepi,’’ imbuh Pari Wijaya. Pembuatan ornamen hari besar bukan hanya saat perayaan Nyepi. Sebelumnya, kawasan wisata yang memiliki sekitar 5.200 kamar berbintang ini juga membuat ornamen pohon Natal dari kayu dan dekorasi anjing tanah dari kayu saat Imlek. (kmb23)

Pemprov NTB Didesak Perbaiki Jalan di Bima Mataram (Bali Post) – Anggota Komisi II DPRD Nusa Tenggara Barat Raihan Anwar mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB untuk segera memperbaiki sejumlah ruas jalan dan jembatan yang rusak akibat diterjang banjir di Kabupaten Bima. Ini merupakan harapan warga yang disampaikan kepada dirinya. Ia menyebutkan, sejumlah ruas jalan yang perlu segera mendapat penanganan tersebut antara lain jalan Desa Simpa Sai menuju Minta Dalam dan Pela Parado, sedangkan untuk jembatan di Desa Talabiu dan Tente. Sementara di Cenggu sudah dalam tahap pengerjaan. “Saya sudah tinjau itu, makanya perlu segera diperbaiki. Kalau terus dibiarkan lama-lama akan mengalami kerusakan parah,” kata Raihan Anwar di Mataram, Senin (12/3) kemarin.

Menurutnya, ruas jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan tersebut sebagian besar kewenangannya ada di Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, bukan di kabupaten. Oleh karena kewenangannya ada di provinsi, maka yang harus memperbaiki adalah provinsi. Ketua DPD NasDem Kabupaten Bima itu menambahkan, rusaknya ruas jalan dan jembatan yang ada di sejumlah desa di Kabupaten Bima akibat diterjang banjir yang menghantam pada 2017 lalu, namun hingga saat ini belum juga mendapat perhatian serius dari Pemprov NTB. “Makanya kami minta ini segera diperhatikan. Jangan sampai masyarakat kecewa hingga harus menutup ruas jalan dengan menanam pohon pisang seperti yang terjadi di wilayah Sape,” tandas Raihan. (ant)

Dinsos-Diskes Mataram Tertibkan ODGJ Mataram (Bali Post) – Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), bekerja sama dalam menertibkan orang dengan gangguan jiwa (OGDJ). Kerja sama penanganan OGDJ dengan Dinas Kesehatan dilakukan melalui puskesmas. Koordinator Satuan Tugas (Satgas) Sosial Dinas Sosial Kota Mataram Hadi Suciawan di Mataram, Senin (12/3) kemarin, mengatakan setiap berhasil menemukan OGDJ, pihaknya langsung membawanya ke puskesmas terdekat. Misalnya, timnya menemukan OGDJ di Sangkareang, Jalan Pejanggik, yang merupakan wilayah Kecamatan Mataram, maka timnya akan melakukan proses pemeriksaan di Puskesmas Mataram. Setelah diperiksa, tim dari Puskesmas Mataram akan mengeluarkan surat rujukan ke Rumah Sakit Jiwa Provinsi NTB, untuk diberikan pengobatan lebih lanjut. “Selama berobat, OGDJ diberikan pelayanan secara gratis. Sebelum itu, Dinsos terlebih dahulu menghubungi pihak keluarga sekaligus untuk mendapatkan persetujuan perawatan OGDJ di RSJ NTB,’’ katanya. Hadi yang juga menjadi

Koordinator Tagana Dinsos Kota Mataram menyatakan sejak Januari hingga saat ini, timnya telah berhasil menertibkan 11 ODGJ. Mereka ditertibkan karena berkeliaran pada sejumlah jalan protokol, sehingga dinilai meresahkan dan mengganggu keindahan kota. Penertiban ODGJ juga sesuai instruksi Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Mataram, sehingga OGDJ akan terus diburu. Apalagi di media sosial marak isu dugaan penyerangan terhadap ulama oleh OGDJ. Karenanya, peran masyarakat juga sangat penting untuk segera melaporkan atau menginformasikan ke pihaknya jika menemukan OGDJ di wilayah Mataram. Menurutnya, dari 11 OGDJ yang ditertibkan itu berasal dari Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur. Setelah ditangani di RSJ NTB, penanganan lebih lanjut untuk mereka diserahkan ke petugas pelayanan, pengawas dan pengendalian sosial (P3S) Dinsos NTB. Belum lama ini pihaknya juga telah menertibkan OGDJ dari Kelurahan Sekanteng yang dinilai membahayakan karena membawa parang. Untuk menangkap OGDJ tersebut pihaknya berkoordinasi dengan aparat Polsek Cakranegara. (ant)


OPINI

6

Selasa Paing, 13 Maret 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

”Detoksinasi” Diri dan Bumi KEARIFAN lokal yang diwariskan leluhur orang Bali sangatlah luar biasa. Salah satunya, perayaan Nyepi dengan Catur Brata Panyepiannya. Amati geni (tidak menyalakan api/cahaya), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak menikmati hiburan). Ini merupakan upaya detoksinasi (pembersihan racun) tubuh dan bumi pertiwi. Bagaimana para leluhur pada zaman itu sudah memikirkan dan merancang langkah strategis upaya pembersihan tubuh bahkan alam dari berbagai racun yang timbul selama setahun proses kehidupan dijalani. Amati geni misalnya, dapat membersihkan atau mengurangi racun CO dan sejenisnya dari pembakaran. Ini tentu sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh maupun alam semesta dari polusi. Belum lagi jumlah bahan bakar yang bisa dihemat saat itu. Amati karya, dengan tidak adanya aktivitas di berbagai tempat, otomatis juga menghentikan produksi bahan beracun sekaligus menghemat energi yang ada. Demikian halnya dengan amati lelungan, BBM yang bisa dihemat sehari saat Nyepi sangatlah besar, kebisingan bisa diredam. Hal yang sama ketika dunia hiburan semua tutup, bahkan untuk siaran televisi dan radio sekalipun. Meski, kerugian ekonomis yang ditimbulkan dari amati geni, amati karya, amati lelungan, dan amati lelanguan juga tidak bisa dihindarkan. Tetapi, perhitungan ekonomis ini tidaklah dapat atau perlu diperbandingkan dengan upaya detoksinasi diri dan bumi pertiwi. Khusus Nyepi tahun ini, PHDI bahkan menyampaikan seruan juga dilakukan amati internet sehari penuh. Hal ini telah menuai pro dan kontra bahkan viral di media sosial (medsos). Maklum, ini menyangkut dunia maya yang zaman now ini dirasakan sebagai hal yang vital. Apalagi, beberapa layanan vital sudah berbasis bahkan sangat tergantung dari layanan internet ini. Misalnya layanan kesehatan, kebencanaan, transaksi internasional dan sejenisnya. Memang, telah ada klarifikasi bahwa yang dimatikan hanya layanan data (seluler) dan bukan jaringan kabel yang banyak dipakai di perkantoran dan sejenisnya. Tetapi, beberapa layanan publik justru sangat mengandalkan jaringan internet berbasis layanan data (seluler) ini. Seperti menindak pembuang sampah ke sungai, tidaklah sungainya yang harus ditutup atau diputus aliran airnya. PHDI bisa minta bantuan Kepolisian lewat Cyber Crime menangani hal ini. Siapa saja yang ketahuan menguggah berbagai aktivitasnya saat Nyepi, dengan mudah terdeteksi. Tinggal penanganan selanjutnya seperti apa, tentu perlu perangkat atau payung hukum untuk aparat melakukan proses atau penindakan. Perangkat hukum ini haruslah selaras dengan aturan hukum yang ada di atasnya. Jangan sampai seperti kasus pungutan, perangkat desa pakraman malah kena operasi Saber Pungli karena dinilai melanggar peraturan yang ada. Sesuai maknanya, Nyepi sebenarnya intinya pengendalian diri dari umat Hindu terutama yang berada di Bali. Pengendalian diri erat kaitannya dengan moralitas dan spiritualitas. Justru di sinilah sebenarnya peran PHDI, meningkatkan kesadaran moral dan spiritual umat terutama saat Nyepi. Jika sampai ada pelanggaran terhadap brata panyepian dari kalangan umat Hindu sendiri, itu berarti kesadaran umat masih kurang. Muaranya, dapat dianggap sebagai kegagalan lembaga PHDI meningkatkan kesadaran umatnya. Sementara jika pelanggaran itu dilakukan non-Hindu, ranahnya haruslah diserahkan ke peran lembaga umat mereka dan pemerintah sebagai penjaga dan penjamin toleransi di Tanah Air.

S URAT PEMBACA Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM

Harapan Baru Penindakan Narkoba

Pergantian Kepala BNN Pusat semoga tak membuat gerakan berantas narkoba tersendat. Justru, di bawah kendali pejabat yang baru, saya berharap BNN melakukan langkah nyata mengawal generasi bangsa. Memang tugas Kepala BNN yang baru relatif berat untuk menjaga kredibilitas BNN yang sudah dibangun Komjen Pol. Budi Waseso. Kami masyarakat tentu sangat berterima kasih atas kinerja jenderal polisi ini. Mudah-mudahan di bawah kendali Irjen Pol. Heru Winarko gerakan dan langkah BNN tetap sejalan dan tegas. Jangan ada kompromi dengan para bandar narkoba. Kami terus terang sudah amat bangga dengan kinerja BNN dan jajarannya. Belakangan, saya juga baca terobosan barunya adalah menyelidiki diskotek yang ditengarai menjadi pusat perdagangan narkoba. Langkah ini tentu harus kita dukung bersama, mengingat narkoba telah dianggap ancaman strategis dalam menjaga NKRI. Narkoba bisa menghancurkan negeri ini, sehingga pejabat yang mengendalikan BNN harus punya integritas dan komitmen kuat. Yang jelas, saya juga menyampaikan selamat atas ditunjuknya Irjen Heru Winarko. Di Bali, peredaran narkoba juga terus ditangani secara profesional dan tegas. Sejumlah bandar yang masuk bui membuktikan ada sinergi antara BNN dan kepolisian, aparat negara lainnya termasuk masyarakat dalam pemberantasan narkoba. Intinya, jangan pernah melakukan kompromi terhadap para bandar dan pengedar narkoba. Kami, rakyat Bali mendukung langkah tegas terhadap penindakan bandar narkoba. I Wayan Arsana Gianyar, Bali

Nyepi, Kendalikan Diri Bukan Orang Lain Nyepi. Kita tahu bersama bahwa Nyepi adalah cara kita untuk merayakan tahun baru kita. Tahun Baru Çaka. Di dalam kebanyakan tradisi perayaan tahun baru di dunia, biasanya umat manusia merayakannya dengan pesta yang penuh kemeriahan. Pesta meriah untuk menyambut datangnya tahun yang baru, dan mensyukuri telah berlalunya satu tahun yang telah dilewati.

Oleh Sukadana Antara amun sebaliknya, dalam tradisi Hindu Bali kita diwarisi tradisi yang begitu mulia, begitu lain daripada yang lain. Kita menyambut datangnya tahun baru tidak dengan pesta meriah, melainkan kita merayakan tahun baru dengan keheningan dalam kesunyian. Kita seolah diberi ruang dan waktu selama sehari penuh untuk melakukan kontemplasi, perenungan jiwa atas tahun yang sudah kita lewati sekaligus menyambut datangnya tahun yang baru. Tidak hanya mikrokosmos (bhuwana alit/diri kita sendiri), tetapi hari raya Nyepi juga seperti memberi kesempatan bagi makrokosmos (bhuwana agung/semesta raya) untuk beristirahat selama sehari penuh. Betapa mulianya perayaan Nyepi, udara yang sehari-hari penuh dengan berbagai polusi menjadi begitu segar dan bersih di hari raya Nyepi. Langit malam pun begitu indah di hari itu. Menurut pustaka, jika menilik sejarah, perayaan tahun Çaka merupakan

N

peringatan keberhasilan raja Kanishka I yang menyatukan bangsa yang bertikai karena pemahaman agama yang saling berbeda di India pada zaman dulu. Sejak tahun 78 Masehi kemudian ditetapkan adanya tarikh atau perhitungan tahun Çaka, yang satu tahunnya sama-sama terdiri dari dua belas bulan dan bulan pertamanya disebut caitramasa yang bersamaan dengan bulan maret dalam penanggalan Masehi dan Sasih Kasanga dalam penanggalan Jawa dan Bali. Dalam merayakan hari raya Nyepi kita mengenal adanya ajaran catur brata panyepian. Amati geni, amati karya, amati lelungan, amati lelanguan. Tidak menyalakan api, tidak bekerja, tidak bepergian, tidak menikmati hiburan. Tetapi jika berbicara brata, bukankah itu artinya pengendalian diri? Bukan mengendalikan orang lain? Berbicara brata, sama dengan membicarakan tingkat spiritualitas seseorang. Setiap orang pasti memiliki tingkat spiritualitas yang berbedabeda. Belum tentu semua orang mampu melaksanakan catur brata itu secara keseluruhan dengan

sempurna. Semua tergantung pada tingkat spiritualitas masingmasing individu. Para yogi atau orang yg spiritualitasnya tinggi mungkin akan bermeditasi selama sehari penuh tanpa makan dan minum saat itu. Tapi apakah kita bisa menyalahkan seseorang yang saat hari raya Nyepi justru menyetok banyak makanan di kulkasnya? Apakah kita bisa menyalahkan orang yang menonton dvd di rumahnya dengan suara yg kecil (tanpa menimbulkan kegaduhan yang mengganggu orang lain)? Jika seseorang menyalakan musik dengan suara yang kencang, menyalakan petasan, bepergian ke luar rumah, dan dengan sengaja membuat berbagai kegaduhan, jelas kita bisa mengatakan itu sebagai sebuah tindakan yang tidak tepat karena mengganggu orang lain yang sedang merayakan Nyepi. Oleh karenanya, bandara saja harus ditutup selama 24 jam untuk menghormati sekaligus agar tidak “mengganggu” keheningan bumi Bali. Intinya adalah bagaimana saling menghormati. Bagaiamana si A jangan sampai mengganggu si B yang sedang

merayakan ajaran agama/tradisinya. Lalu bagaimana dengan usulan PHDI yang meminta Kominfo melakukan pemutusan jaringan internet di Bali selama 24 jam saat hari raya Nyepi? Mohon maaf. Sepertinya itu terlalu lebai. Menjurus ekstrem. Apa kita mau ikut-ikutan jadi kaum “ekstremis” atau kaum fanatik? Apakah PHDI sudah memikirkan bahwa rumah sakit mungkin saja membutuhkan jaringan telekomunikasi dan jaringan internet pada saat mereka melakukan pekerjaannya pada hari itu? Dalam peringatan Dharma Shanti Nasional Nyepi tahun lalu, disebutkan bahwa peringatan Nyepi bermakna sebagai hari kebangkitan, hari pembaruan, hari kebersamaan, hari toleransi, hari kedamaian, sekaligus hari kerukunan nasional. Hal yang menarik ada kata toleransi. Lalu sejauh mana implementasi sikap toleransi kita kepada saudara yang bukan Hindu yang tinggal di Bali? Apakah kita pernah memikirkan hak asasi mereka? Dengan tidak pergi ke luar rumah dan berbuat gaduh saja, mereka sudah menunjukkan sikap toleransi mereka kepada kita. Lalu apakah kita juga ingin merampas hak mereka untuk menikmati hiburan yg meski dilakukan di rumah mereka sendiri dengan tanpa membuat kegaduhan? Tentu kita tidak bisa berargumen seperti anak kecil bahwa “jika tidak suka Nyepi sebaiknya keluar dari Bali”. Tidak segampang itu. Lagi pula, apa benar esensi

Bali Berani Berhenti?

Apakah setiap yang dilakukan manusia lalu yang disalahkan adalah internet? Yang disalahkan adalah lingkungan atau yang disalahkan adalah zaman? Atau yang disalahkan bahkan pemimpinnya. Kapan manusia bisa menyadari jika ia seharusnya berpikir dulu sebelum bertindak? Kapan manusia diberi kesempatan untuk menyadari jika ia adalah makhluk lebih tinggi dari zaman, dari lingkungan, bahkan dari internet sekali pun? Yang menentukan martabat manusia adalah perilakunya. 17 Maret 2018, umat Hindu menyelenggarakan hari suci Nyepi yang artinya Bali, bahkan dunia mungkin turut merayakan sehari tanpa cahaya, tanpa ingar-bingar, tanpa aktivitas, dan yang tersisa hanya hening, murni. Beberapa tahun belakangan, hari suci Nyepi sempat diwarnai hal yang tak seharusnya. Orang beramai-ramai mengunggah foto selfie saat hari Nyepi dan seolah menunjukkan kepada dunia bahwa dialah satusatunya makhluk yang berkeliaran di jalanan yang lengang. Bahkan, ada satu kampung yang sengaja merayakan “keramaian” saat hari Nyepi tersebut. Ini sungguh bertentangan dan menuai perhatian banyak kalangan. Dunia pun berkomentar, apakah Nyepi yang modern itu adalah dengan turun ke jalanan lalu berteriak-teriak? Video ini diunggah oleh seorang netizen dan menjadi viral. Beragam komentar menyudutkan aksi yang dinilai tidak menampilkan toleransi beragama itu.

Oleh Ni Nyoman Ayu Suciartini Berbekal pengalaman ini, Nyepi kali ini disambut dengan seruan untuk memutus saluran internet di Bali. Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya oknumoknum yang mengunggah hal tidak pantas di dunia maya saat hari sunyi itu tiba. Apakah dengan memutus saluran internet di Bali, keinginan untuk selfie atau menodai perayaan Nyepi juga dengan sendirinya ikut padam? Lalu seruan ini ditanggapi beragam. Ada yang penuh mendukung ada pula yang risau menolak. Keputusan memutuskan internet sehari ini dinilai berlebihan. Bagaimana dengan warga yang menjalankan bisnis jual-beli online, sehari tanpa internet itu bisa jadi berarti satu hari tak makan, tak berpenghasilan. Bagaimana dengan yang jomlo, mereka akan kesepian melewati Nyepi yang memang sepi. Bagaimana dengan yang harus bekerja atau kuliah setelah Nyepi, mereka harus mengerjakan tugas-tugas sebagai bekal hari Nyepi. Dan yang tetap tenang adalah mereka yang tak terlalu kecanduan internet, tak memiliki kepentingan dengan jaringan internet, dan juga mereka yang sudah bebal dengan kehidupan dunia maya yang meletihkan juga. Saatnya, hanya satu hari saja, mereka bisa merasakan hidup yang sebenarnya. Menatap wajah

suami atau istrinya 24 jam tanpa campur tangan telepon genggam, bisa mengajak bicara anakanaknya dan mendengar keluh kesah anak-anaknya. Ada juga yang ingin merenung pada saat sepi itu apakah yang telah ia persiapkan untuk menuju kematian. Sebab, kematian itu pasti. Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali sudah meminta kepada Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kominfo) untuk memutus layanan internet saat hari raya Nyepi. Hal ini untuk mengantisipasi agar momen Nyepi tidak dipakai untuk selfie-selfie. Seruan bersama tersebut juga ditandatangani oleh Gubernur Bali Made Mangku Prastika, Komandan Korem 163 dan sejumlah petinggi yang tentunya saja menyetujui usulan ini. Surat tersebut berisi delapan seruan, termasuk larangan siaran bagi televisi dan radio dan kewajiban menjaga dan menghormati hari raya suci Nyepi. Satu hal yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya adalah seruan keempat berupa provider penyedia jasa seluler yang diharapkan untuk mematikan data seluler (internet) dari Sabtu 17 Maret 2018 pukul 06.00 Wita hingga Minggu 18 Maret pada jam yang sama. Nyepi kali ini akan menjadi istimewa. Selain datangnya bersamaan dengan hari suci Sara-

swati, yang dirayakan sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan, Nyepi akan membuat kesadaran yang lebih. Catur brata panyepian, empat larangan, yaitu tidak boleh berapi-api, tidak boleh bepergian, tidak boleh beraktivitas, tidak boleh berfoya-foya, sudah harus dijalankan dengan penuh kesadaran pula. Bali yang selalu ramai akan hening sehari. Tidak ada ingar-bingar Pantai Kuta, kawasan Ubud akan nyaring dengan suara burung bersahutan. Semua penghuni alam merayakan kebebasan, lalu manusia yang gilirannya mengurung diri. Akan menjadi perhatian menarik bagi Indonesia juga dunia. Bali yang penuh ingar-bingar harus benar-benar terasing sehari? Bagaimana kualitas hidup sehari tanpa internet tanpa ingar-bingar akan menjadi pemandangan unik di mata dunia. Bisa jadi ini menjadi daya tawar yang lain tentang Bali. Sekali lagi, ini bukan sebuah kebakuan. Jangan lantas cepatcepat menyalahkan internet dan menuduhnya sebagai biang keladi semua persoalan Nyepi yang tak sesuai hakiki itu. Namun, jika dicoba, hanya sehari meniadakan internet dalam kehidupan modern itu juga bisa jadi obat mujarab. Mungkin. Apakah kualitas hidup dan juga kualitas Nyepi kian meningkat? Jika ya, mungkin kita bisa menambah porsi peniadaan internet, sehari, dua hari, seminggu, sebulan, mungkin selamanya.

dari amati geni itu ‘hanya’ berarti tidak boleh menyalakan api saja? Apa tidak ada makna yang lebih dalam dari itu? Sebagai orang Bali yang diwarisi dan meyakini ajaran Hindu Bali tentu kita harus menghormati hari raya kita sendiri. Nyepi sudah terkenal ke seluruh dunia. Penerbangan dari dan menuju Bali pun ditutup selama 24 jam untuk menghormati hari raya Nyepi. Bahkan, dunia katanya tidak memerlukan lagi program earth hour untuk menyelamatkan Bumi jika seluruh dunia mau menyepi selama satu hari. Betapa hebatnya hari raya Nyepi. Namun, jangan sampai kita ditertawai dunia karena terlalu lebai dan terlalu memaksakan kehendak kita. Orang-orang yang benar-benar merayakan catur brata seharusnya tidak akan merasa terganggu dengan adanya jaringan internet karena mereka tidak akan tertarik membuka hp. Kalau ada orang Bali yang pergi ke luar kemudian ber-selfie ria, maceki, dan lain-lain saat Nyepi, itu mungkin artinya PHDI perlu berpikir untuk turun ke masyarakat dan memberikan penyuluhan tentang bagaimana esensi dari beragama dan bertradisi. Yang perlu dibangkitkan adalah “kesadaran” masyarakat, bukan kebijakan yang mengekang yang cenderung bersifat seperti pemaksaan. Bukankah tujuan beragama itu adalah kedamaian? Penulis, pemuda kampung, pengagum modernisme, pencinta tradisi, bukan rohaniwan

POJOK Harus ada upaya hentikan transaksional pada pilkada. - DPR kuncinya. *** Mentan janji akan merombak regulasi yang hambat pertanian. - Termasuk impor. *** Tahun ini, perayaan Nyepi di Bali dipastikan tanpa internet. - Waktu untuk ‘’mulatsarira’’.

Penulis, pemerhati budaya Bali

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Selasa Paing, 13 Maret 2018

Kasus Bayi di Marga

Kondisi Ibu dan Bayi Stabil

Tabanan (Bali Post) Selama hampir sepekan ini Kadek S (21 tahun) yang mengalami pendarahan akibat melahirkan tanpa bantuan medis itu sudah mendapat perawatan di BRSUD Tabanan. Kondisi Ibu asal Seririt, Buleleng yang melahirkan bayi perempuan itu sudah berangsur-angsur baik. Bahkan Kadek yang sempat meletakkan bayinya di depan teras rumah mantan pancarnya, sebagaimana diinformasikan pihak rumah sakit, sudah bisa diizinkan pulang. “Kondisi Kadek S sudah stabil. Tensinya juga normal dan sudah mendapat transfusi darah empat kantong. Pendarahannya sudah tidak ada lagi,” ucap dr. I Gede Sudiarta, Bidang Pelayanan Medik BRSUD Tabanan, saat dikonfirmasi, Senin (12/3) kemarin. Disinggung kondisi bayinya, dikatakan sudah berangsur stabil. Bahkan bayi perempuan itu kuat minum, meski masih dalam perawatan inkubator. “Jika tidak ada halangan, obat injeksinya besok sudah kita stop. Infus cairannya juga distop, karena sudah cukup kuat minum,” terangnya. Kapolsek Marga AKP I Nyoman Sudita mengatakan kasus penelantaran bayi itu masih ditangani di Polsek Marga. Pihaknya juga menunggu keputusan keluarga dari kedua belah pihak. “Secara administrasi sudah kita sidik. Dan keluarga kedua belah pihak masih rembug, kalau sudah ada kata sepakat pasti mereka akan mengabarkan bagaimana keputusan keluarga itu kepada kepolisian,” ucapnya. Hasil keputusan kedua belah pihak keluarga itulah nantinya yang akan menjadi dasar penentuan kasus tersebut. “Kalau sudah ada keputusan keluarga, baru kami mohon petunjuk pimpinan. Kami ingin menolong masyarakat, jika benar-benar mereka ingin bertanggu jawab dan sepakat menghentikan proses hukum kasus ini. Tentu hal itu akan kita sampaikan kepada pimpinan,” ucapnya. Seperti diberitakan sebelumnya, bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan diteras kamar warga Banjar Dinas Cau Belayu, Kecamatan Marga, Selasa (6/3). Pihak kepolisian kemudian membawa bayi itu ke BRSUD Tabanan. Bayi dengan berat tiga kilogram itu diterima dalam kondisi kedinginan. Karena itu mau tidak mau harus dilakukan perawatan menggunakan inkubator. Namun secara pemeriksaan keseluruhan, dokter mengatakan kondisi bayi sangat sehat dan stabil dengan tangisan kencang. Hanya berselang beberapa jam hasil penyelidikan kepolisian, seorang wanita yang diduga kuat merupakan ibu kandung bayi itu kemudian dibawa ke BRSUD Tabanan, setelah dijemput pihak kepolisian di wilayah Denpasar. Kadek S (21) yang berasal dari Seririt itu malah sedang mengalami pendarahan akibat melahirkan bayi tanpa bantuan medis. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan robekan cukup luas di jalan lahir bayi. “Hemoglobin atau kadar darah pasien rendah, bahkan masuk grade tiga. Sesungguhnya kondisinya cukup bahaya, tetapi si ibu cukup kuat,” terang dokter BRSUD Tabanan. Dari penuturan Kadek S, usai melahirkan bayi perempuannya ia nekat membawa bayi itu dengan sepeda motor ke rumah mantan pacarnya yang sekaligus ayah bayi tersebut. Pasalnya, dia baru mengetahui dirinya hamil setelah hampir empat bulan putus dengan sang kekasih. Kekasihnya sebetulnya sempat mengajak menikah Kadek S, namun saat itu Kadek menolak dengan alasan masih muda. Namun kejadian itu membuat dirinya menyesal. Kadek berharap jika putrinya bisa mendapatkan perhatian sekaligus tanggung jawab dari ayah kandungnya kembali. (kmb28)

NAIK - Harga cabai mulai merangkak naik di pasaran menjelang Hari Raya Nyepi.

Jelang Nyepi Harga Cabai Naik 25 Persen Tabanan (Bali Post) Mendekati hari raya Nyepi, harga cabai justru naik. Tidak tanggung tanggung, kenaikannya mencapai 25 persen dibandingkan harga satu minggu lalu. Hal itu dikatakan Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tabanan Primayani, Senin (12/3) kemarin. Menurutnya, dari pantauan di lapangan harga cabai naik 25 persen. Cabai besar minggu lalu Rp 40.000 per kilogram menjadi Rp 50.000 per kilogram. Kenaikan juga terjadi untuk cabai merah kecil kualitas I dari harga Rp 70.000 menjadi Rp 75.000 dan cabai merah kecil kualitas II dari Rp 65.000 menjadi Rp 70.000. Salah satu pedagang pasar Tabanan, Ni Nengah Sulasih, mengatakan pihaknya kesulitan mencari cabai lantaran kurang stok cabai. Harga mejadi naik, karena permintaan meningkat menjelang Nyepi. Adanya kesulitan cabai disebabkan gagal panen pada tingkat petani. Karena kesulitan stok di Tabanan, Sulasih kemudian mengaku mencari cabai hingga ke Kabupaten Klungkung dan juga Buleleng. Lantaran harganya sudah ma-

hal ditingkat petani, Sulasih menjual cabai merah kecilnya hingga Rp 80.000 per kilogram. Virus Antraks Buah Seorang petani di Banjar Sandan, Desa Bangli, Baturiti, I Gusti Ketut Astawan, menyebutkan cabai yang ditanamnya seluas 18 are gagal panen. Terjadinya gagal panen akibat faktor cuaca ekstrem. ’’Cuacanya ekstrem sehingga tanaman cabainya diserang bakteri,’’ ujarnya. Padahal jika

tidak terserang bakteri, harusnya dilahan seluas itu ia bisa mendapatkan dua kuintal cabai rawit. Karena diserang bakteri, Astawan hanya memanen sekitar lima kilogram saja. Permasalahan petani cabai tidak hanya sebatas menghadapi serangan bakteri. Petani cabai, kata Astawan, juga harus menghadapi serangan virus antraks buah. Virus antraks buah itu menyerang buah cabai sehingga jadi hitam sebelum dipanen. Hal itu akhirnya mem-

Layanan PSC 119 Minim Diakses

Tabanan (Bali Post) Sesungguhnya Tabanan memiliki layanan Public Safety Centre (PSC) 119 sejak Juli 2017 lalu. Namun sejauh ini, warga yang mengakses layanan PSC ini tergolong minim. Padahal layanan PSC ini merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden No. 3/2013, kemudian berlanjut dengan terbitnya Permenkes Nomor 19 Tahun 2016 tentang Sistem Penanganan Kegawatdaruratan Terpadu. Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika, Senin (12/3) kemarin, mengatakan warga

memang masih belum banyak menggunakan layanan ini. Alasannya, masyarakat cenderung lebih aktif membantu jika terjadi kejadian yang sifatnya gawat darurat. ’’Tidak seperti di luar negeri, banyak panggilan yang masuk ke saluran PSC. Berbeda dengan masyarakat kita yang cenderung aktif turun langsung membantu. Jika mereka tidak bisa barulah warga menelpon ke PSC,’’ ujar Suratmika. Ia mengatakan, sebagian besar PSC yang diakses oleh warga, seperti pihak yang

memerlukan penjemputan dengan ambulan. Ada juga warga yang sakit keras. Dan tidak tertutup kejadian kecelakaan lalu lintas. Dikatakan, hanya dua operator ditugaskan per tiga shift pagi, siang dan malam. Operator itu, lanjut Suratmika merupakan tenaga kontrak. Kendati belum banyak yang mengakses layanan PSC, kata Suratmika keberadaan P S C s e s u n g g u h n y a s a ngat dibutuhkan. Terlebih jika ada kejadian-kejadian bencana yang relatif besar intensitasnya. ‘’Bencana itu memang

Komunikasi Bahasa Indonesia Perlu Dioptimalkan

BALAI Bahasa Bali dalam usaha membangun sikap dan apresiasi positif terhadap aplikasi Bahasa Indonesia menggelar Sosialisasi Pemartabatan Bahasa Indonesia di Ruang Rapat Kantor Bupati Tabanan, Senin (12/3) kemarin. Kepala Balai Bahasa Bali I Wayan Tama mengatakan, dengan meningkatnya apresiasi positif dan komunikasi lebih optimal penggunaan Bahasa Indonesia, diyakini akan muncul budaya baik yang dapat lebih mencintai Bahasa nasionalnya sendiri. Masyarakat akan menjadi bangga menggunakan Bahasa Indonesia. Sosialisasi itu se-

bagai evaluasi Bahasa Indonesia untuk menumbuhkan sikap positif warga yang lebih baik di ruang publik, sehingga nantinya muncul kesadaran berbahasa Indonesia lebih baik. ‘’Penting meningkatkan Bahasa Indonesia, karena merupakan Bahasa Negara. Sesungguhnya Bahasa Indonesia ini memiliki martabat yang tinggi. Karena itu tidak kalah bahkan mampu bersaing dengan bahasa asing,’’ ujar I Wayan Tama. Dikatakan, negara-negara maju di Asia seperti Jepang, China, mayoritas warganya menggunakan bahasa asal negerinya. ‘’Walau demikian negeri

sedang tidak mendukung tanaman cabai berkembang. “Cuaca panas dan diselingi hujan, sehingga pertumbuhan tanaman terganggu,” ujarnya. Dinas Pertanian Tabanan sempat memberikan solusi petani cabai dengan pemasangan sungkup. Namun hal itu memakan biaya tinggi, sehingga tidak semua petani mampu melakukannya. “Ada kelompok petani di Baturiti yang menerapkannya. Seperti kelompok Nangun Tani hasilnya lumayan bagus,” ujarnya. Pihaknya mengimbau kepada petani cabai agar lebih berhati-hati dan memberikan perawatan ekstra pada tanaman cabainya. Terlebih saat ini harga cabai sedang naik. Tentu kesempatan emas itu sangat dinantikan para petani cabai. (kmb24)

Warga Aktif Beri Bantuan

Penggunaan Bahasa Asing Kian Marak

Penggunaan bahasa asing dibandingkan bahasa Indonesia termasuk bahasa daerah sendiri, saat ini memang kian marak saja. Bahkan hingga mendominasi ke ruang publik. Contohnya, nama-nama hotel, biro pariwisata, merek dagang, baliho, hingga fasilitas umum justru relatif banyak menggunakan bahasa asing. Dikhawatirkan fenomena seperti itu dapat mengikis rasa cinta dan penggunaan terhadap bahasa Indonesia, khususnya di tempat umum dalam kehidupan sehari-hari. Lalu, bagaimanakah upaya efektif menyikapi hal seperti itu?

buat Astawan membiarkan saja tanaman cabai rawitnya tidak terurus. ‘’Masalahnya, kalau dirawat biaya membeli pestisidanya mahal. Untuk satu tanaman saja membutuhkan biaya Rp 5.000 per sekali perawatan,’’ jelasnya. Selain cabai rawit, Astawan sudah mencoba menanam cabai merah besar di lahan yang luasnya seitar 10 are dengan sistem tumpang sari. Namun, tanaman cabai merah besar yang baru berusia dua bulan itu juga mengalami kendala tumbuh. Mengenai adanya gagal panen cabai ditingkat petani, hal itu dibenarkan Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Tabanan I Wayan Suandra. Ia mengatakan, terjadinya gagal panen itu karena cuaca

itu tidak kalah bersaing dengan negara lain,’’ tambahnya. Sesunggunya, ketika bahasa Indonesia itu dicintai dan juga diterapkan pada kehidupan sehari-hari, maka dipercaya warganya akan memiliki nilai lebih. Contohnya di sektor pariwisata kata Tama, sesungguhnya para turis datang ke Bali bukan karena mencari bahasa asing. ‘’Tetapi mereka ke sini karena menemukan sesuatu yang berbeda, yakni budaya Bali dan juga bahasa Bali. Jadi mari kita maksimalkan potensi yang kita miliki. Meskipun menguasai bahasa asing, jangan sampai kita melupakan Bahasa Indonesia saat berkomunikasi di ruang publik,” pintanya. Dengan sosialisasi itu pihaknya berharap muncul sinergitas dengan pemerintah daerah, pelaku usaha dan semua kalangan untuk menyiasati pemakaian lebih optimal bahasa di ruang publik. Staf Ahli Bupati I Ketut Subrata mengatakan, diselenggarakannya kegiatan ini

Bali Post/san

SOSIALISASI - Digelar sosialisasi Pemartabatan Bahasa Indonesia di Ruang Rapat Kantor Bupati Tabanan, Senin (12/3) kemarin.

diharapkan dapat meminimalisir fenomena turunnya kualitas dan kuantitas pemakaian Bahasa Indonesia oleh masyarakat, khususnya sebagai media pengantar komunikasi di bidang pariwisata dan bidang lainnya. Program ini juga

diharapkan dapat memperkuat kedudukan dan fungsi Bahasa Indonesia, memperkokoh jati diri warga negara dan identitas bangsa Indonesia. Usai sosialisasi yang diikuti 40 peserta itu dilanjutkan tukar cinderamata dan juga diskusi. (san)

tidak selalu ada. Tetapi saat terjadi, disinilah peran PSC jadi optimal memberikan bantuan tepat, cepat ke lokasi kejadian setelah menerima laporkan masyarakat,’’ ujarnya. Dalam kinerjanya, PSC ini menggandeng lembaga terkait seperti Puskesmas, RS, Badan Penanggulangan Bencana Daerah hingga Kepolisian. Jika ada bencana maka masyarakat cukup menghubungi call center yang sudah ada. Nantinya petugas operator menghubungi pihak terkait dan juga mengarahkan apa saja

yang harus dilakukan. ‘’Misalnya, kalau ada kejadian tanah longsor kemudian akan diinformasikan ke BPBD. Manakala terjadi kecelakaan, apalagi ada yang terluka maka akan dihubungi Puskesmas terdekat,’’ jelas Suratmika. Selain didukung Puskemas dan juga rumah sakit. Sejatinya PSC sendiri sudah punya ambulan lengkap berikut SDM-nya. ‘’Jika keadaan mendesak dan dipaksa dalam kondisi kedaruratan, PSC sendiri siap turun ke lapangan,’’ tukas Suratmika. (kmb24)


KARANGASEM

8

Selasa Paing, 13 Maret 2018

Gunung Agung Erupsi Hujan Abu Tipis di Nawakerti Amlapura (Bali Post) -

Gunung Agung kembali erupsi yang disusul hujan abu tipis di wilayah Desa Nawakerti, Kecamatan Abang, Karangasem. Aktivitas vulkanik itu terjadi Minggu (11/3), pukul 23.32 Wita. Namun, erupsi itu hanya berangsung selama 2 menit 44 detik, dengan ketinggian kolom abu 800 meter.

Bali Post/dok

ERUPSI - Gunung Agung kembali erupsi ringan disusul hujan abu ringan di wilayah Desa Nawakerti, Abang sekitar pukul 23.32 Wita, Minggu (11/3) lalu.

’’Jerat’’ Sopir Angkot,

Terminal Karangsokong Dipermak Amlapura (Bali Post) Terminal Karangsokong di Kelurahan Subagan, Karangasem, seakan sengaja dihindari para sopir angkutan umum baik sopir angkot maupun angkutan kota dalam provinsi. Namun dalam waktu dekat, ulah nyeleneh seperti itu tidak akan ditoleransi lagi. Untuk ‘’menjerat’’ para sopir angkutan umum, Dinas Perhubungan Karangasem segera mempermak terminal yang berada di sebelah utara Pasar Karangsokong tersebut. ‘’Kita sudah siapkan anggaran Rp 174 juta. Kita akan lakukan penyervisan aspalnya,’’ ungkap Kadis Perhubungan I.B. Putu Swastika, Senin (12/3) kemarin. Swastika mengatakan selama ini, kondisi aspal terminal yang mengelupas dan menyisakan lubanglubang itu dijadikan alasan para sopir angkutan umum untuk tidak masuk terminal. Mereka kemudian ngetem di terminal-terminal bayangan seperti di simpang tiga Subagan maupun simpang empat Abang. Menyangkut rencana penertiban terminal bayangan dan rehab Terminal Karangasem itu, Dishub sudah berkoordinasi dengan Sat. Lantas Polres Karangasem. ‘’Untuk sementara, kita fokus di terminal atas saja. Terminal bawah itu akan dialihfungsikan menjadi kantor uji tera timbangan pedagang,’’ jelasnya. Rencana rehab Terminal Karangsokong itu akan direalisasikan Juni atau Juli nanti. Saat ini, tim teknis masih melakukan pengkajian, mengingat dana yang tersedia tidak seperti perencanaan awal. Mulanya, menurut I.B. Swastika, rehab juga akan dilakukan terhadap bangunan terminal. Akan tetapi, karena pertimbangan keuangan daerah maka hanya pengaspalan yang bisa direalisasikan tahun ini. Untuk perbaikan total, Dishub sebelumnya mengusulkan anggaran Rp 500 juta. Selain menarik sopir angkutan umum yang selama ini ngetem di terminal bayangan, setelah rehab Dishub bersama Sat. Lantas juga akan melakukan rekayasa lalu lintas. Truk bertonase besar nantinya tidak diperbolehkan lagi keluar melalui Jalan Gunung Agung di sebelah timur terminal. Tetapi truk itu harus memutar balik ke pintu masuk terminal di Jalan Nenas. Sedangkan Jalan Gunung Agung itu nantinya hanya boleh dilalui kendaraan pribadi, angkutan umum dan truk ukuran sedang. Dengan tidak masuknya truk besar di jalan itu diharapkan aktivitas bongkar muat di terminal bisa lebih lancar dan umur aspal juga bisa lebih panjang. (kmb)

BUPATI Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri membuka secara resmi Forum Konsultasi Publik tahun 2018. Acara ini digelar terkait penyempurnaan rancangan awal Kabupaten Karangasem tahun 2019, di Wantilan Kantor Bupati, Senin (12/3) kemarin. Kepala Bappelitbangda Sujana Erawan yang laporannya dibacakan Sekretaris Bappelitbangda I Nyoman Siki Ngurah menyampaikan, dasar penyelenggaraan kegiatan ini pasal 179 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah. Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah yang menyatakan forum konsultasi publik dilaksanakan oleh Bappeda serta diikuti anggota DPRD dan pemangku kepentingan pembangunan, untuk menghimpun aspirasi atau harapan masyarakat terhadap tujuan, sasaran dan program pembangunan daerah. Siki menambahkan, tujuan dari penyelenggaraan Forum

Besakih (SWIB)

0363 21791

0363 21220

PMI

0363 21789

Polsektif Karangasem 0363 23222

PDAM

0363 21363

Polsek Kota

0363 21167

PLN

0363 21711

Polsek Manggis

0363 41768

BPBD/ESR

0363 22173

Polsek Rendang

0363 23082

Badan SAR

0363 21135

Polsek Selat

0363 24187

Pemadam Kebakaran 0363 21113

Polsek Abang

0363 23330

URD RSUD

0363 21011

Polsek Kubu

0363 22988

11 RSUD

0363 21470

Polsek Sidemen

0363 21709

12 SMAN 1 Amlapura 0363 21152

Polsek Bebandem

0363 22110

13 SMAN 2 Amlapura 0363 21254

Polsek Candidasa

0363 41677

14 SMAN 1 Manggis

15 SMPN 1 Amlapura 0363 21288

Radio Suara Widya

16 SMPN 2 Amlapura 0363 21483

Konsultasi Publik tahun 2018 ini guna mendapatkan masukan penyempurnaan rancangan awal RKPD Kabupaten tahun 2019. Peserta forum konsultasi publik tahun 2018 adalah seluruh stakeholder yang meliputi Komisi DPRD, Kepala Perangkat Daerah, asisten, staf ahli, tim ahli, instansi vertikal, LSM, organisasi pemuda, organisasi profesi, dan stakeholder lainnya. Ia juga mengungkapkan, maksud penyelenggaraan forum konsultasi publik ini akan dijadikan bahan penyempurnaan terhadap rancangan awal RKPD Kabupaten 2019 menjadi Rancangan RKPD. “Untuk selanjutnya akan kami sempurnakan kembali menjadi rancangan akhir RKPD Kabupaten Karangasem tahun 2019, melalui penyelenggaraan Musrenbang Kabupaten tahun 2018. Musrembang rencananya kami laksanakan Selasa sampai Rabu, 28 - 29 Maret 2018,” terangnya. Bupati Mas Sumatri mengatakan, pelaksanaan forum konsultasi publik ini untuk penyempurnaan rancangan awal RKPD Kabupaten Karangasem tahun 2019. Ini merupakan salah satu tahapan rangkaian agenda penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah, sebagaimana telah dilaporkan Kepala Bappelitbangda. Kegiatan ini harus

diikuti oleh stakeholder, guna menghimpun aspirasi atau harapan masyarakat terhadap tujuan, sasaran, dan program pembangunan daerah. “Saya mengingatkan visi misi dan program unggulan Nawa Satya Darma yang telah tertuang di RPJMD tetap menjadi panduan kita bersama menyusun program prioritas dan kegiatan-kegiatan strategis guna meningkatkan pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur. Program ini juga untuk pemulihan perekonomian Karangasem,” tegasnya. Dengan telah ditetapkannya Perda Nomor 4 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Karangasem Nomor 7 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Karangasem tahun 2016-2021 ada beberapa hal dan isu strategis yang perlu mendapatkan perhatian dalam penyusunan RKPD Kabupaten Karangasem tahun 2019. Isu tersebut di antaranya, penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah berpedoman pada Permendagri Nomor 86 Tahun 2017. Berikutnya, penyusunan rancangan awal RKPD tahun 2019 berpedoman pada arah kebijakan dan sasaran pokok RPJPD, serta memerhatikan visi misi juga program kepala

I Nengah Sumardi

MENJELANG perayaan Nyepi Tahun Baru Çaka 1940, masyarakat Karangasem disibukkan dengan menyelesaikan berbagai sarana upacara. Termasuk membuat ogoh-ogoh yang nantinya akan diarak keliling desa dan kota. Meskipun dalam situasi bencana di mana Gunung Agung masih berada pada level III atau Siaga. Ribuan warga yang tinggal di zona merah radius 4 kilometer dari kawah Gunung Agung itu harus tetap berada di pengungsian dengan tidak mengurangi suka cita masyarakat Karangasem menyambut dan merayakan catur brata panyepian. Terkait hari raya Nyepi mendatang ini, Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi, Senin (12/3) kemarin, menegaskan perayaan Nyepi yang dilaksanakan setiap tahun ini merupakan kegiatan rutin. Namun, kondisi Karangasem masih dalam situasi bencana. Pasalnya, status Gunung Agung masih berada pada level Siaga. Saat ini Karangasem masih proses recovery atau pemulihan pascaterjadinya bencana erupsi beberapa waktu lalu. Sehingga pihaknya mengimbau kepada masyarakat Karangasem agar perayaan Nyepi kali ini disesuaikan dengan kondisi yang ada dan tidak berlebihan.

KETUA Pasebaya Agung, I Gede Pawana, mengatakan Senin (13/3) kemarin, bahwa pihaknya akan melakukan langkah mitigasi bencana di tengah perayaan Nyepi nanti. Jadi, selama pelaksanaan ca-

tur brata panyepian itu yang sama sekali off adalah komunikasi melalui jaringan Whatsapp Grup. Hal itu dilakukan menyusul adanya kebijakan mematikan data seluler untuk menghormati pelaksanaan

daerah yang tertuang dalam Nawa Satya Darma. Kemudian isu Sinergi Perencanaan Pembangunan Nasional dan Daerah. Keselarasan perencanaan pembangunan daerah dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten dan RTRW Provinsi. Konsistensi perencanaan dan penganggaran pemerintah daerah (penjabaran RPJMD ke dalam RKPD dan menganggarkan APBD setiap tahunnya). “Di dalam merumuskan isu dan permasalahan selain yang memang sudah tertuang dalam RPJMD, saya harapkan dilakukan penggalian isu dan masalah terkini akibat erupsi

“Melihat kondisi Karangasem saat ini yang masih proses recovery atau pemulihan pasca-erupsi Gunung Agung, kami dari lembaga dewan berharap kepada masyarakat agar perayaan Nyepi ini dilaksanakan sesuai kondisi yang ada. Artinya, tidak dilakukan secara berlebihan. Namun, tetap tidak mengurangi sisi makna Nyepi itu sendiri,” pinta Ketua Dewan Nengah Sumardi. Saat ini, diakuinya, masih ada ribuan warga atau masyarakat Karangasem di sejumlah posko pengungsian. Warga yang harus berada di pengungsian itu adalah warga yang tinggal di dalam zona merah radius 4 kilometer dari kawah Gunung Agung. Menyikapi hal ini, politisi Golkar ini meminta warga yang mengungsi tersebut untuk tetap bersabar dan tabah. Pihaknya juga mengimbau warga yang tinggal di zona merah itu agar tetap berada di pengungsian dan melaksanakan catur brata panyepian di lokasi pengungsian. Ini, menurutnya, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Kalau ketentuannya zona merah itu harus steril dari segala aktivitas manusia, ya... harus diikuti imbauan itu demi keamanan,” sarannya.

Nyepi, Pasebaya Agung Tetap Siaga Umat Hindu akan melaksanakan catur brata panyepian pada 17 Maret mendatang. Lumrahnya, pada hari Nyepi itu, seluruh aktivitas warga dan pemerintahan akan terhenti total selama sehari. Akan tetapi, demi kepentingan mitigasi bencana erupsi Gunung Agung, maka Pasebaya Agung akan tetap siaga, selama pelaksanaan Nyepi nanti. Bagaimanakah strategi Pasebaya Agung itu dalam melakukan swadharma-nya yang sangat mulia pada saat hari Nyepi tersebut?

BUKA - Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Karangasem 2019. Gunung Agung,” imbuhnya. Mas Sumatri mengingatkan bencana erupsi ini sangat menjadi tantangan berat pemerintah di dalam menyusun rencana kerja pemkab. Beberapa permasalahan terjadi seperti kerusakan infrastruktur, permasalahan sosial, kesehatan, ekonomi dan lingkungan serta kemungkinan tidak tercapainya target PAD sebagai sumber pembiayaan pembangunan. Permasalahan ini harus dihadapi dan dirumuskan bersama di dalam Forum Konsultasi Publik ini. Acara ini juga dihadiri Wabup Wayan Artha Dipa serta Forkopimda. (ad614)

Ketua Dewan Minta Warga Gelar Nyepi di Pengungsian

0363 41668

Polsek KP3 Padangbai 0363 41388

detik. Pascaletusan terjadi sedikitnya tiga kali embusan yang berlangsung 20-50 detik. Juga masih terekam adanya gempa vulkanik dalam, tektonik lokal dan tektonik jauh. Walau demikian, kegiatan masyarakat termasuk di Kota Amlapura praktis tak terpengaruh oleh aktivitas vulkanik tersebut. Kabid Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) I Gede Suantika mengakui memang ada aktivitas vulkanik, tetapi tidak signifikan. Pantauan secara visual, menurut dia, deformasi atau kembang-kempis gunung justru menurun. Volume magma juga dalam posisi stabil ada pada kisaran 20 juta meter kubik. ‘’Juga masih ada kegempaan, tetapi jumlahnya tidak signifikan,’’ jelasnya. (kmb)

Berada di Zona Merah

kARANGASEM Penjagaan Polres

waspada karena Gunung Agung masih aktif,’’ jelasnya. Dalam rilis MAGMA -VAR disebutkan saat erupsi asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dan kelabu dari Pos Pengamatan Rendang. Kolom abu berwarna putih kelabu itu condong ke arah timur. Hal itu bersesuaian dengan hujan abu tipis yang terjadi di wilayah Desa Nawakerti dan sebagian wilayah Kubu bagian atas. Bersamaan dengan erupsi itu, Pos Pengamatan Rendang juga merekam adanya dua kali tremor harmonik, dengan amplitudo 3 mm berdurasi 85-90 detik. Juga terjadi dua kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitude 3-5 mm durasi 15-2- detik. Satu kali gempa vulkanik dalam amplitudonya 4 mm durasi 18 detik serta satu kali gempa tektonik jauh amplitudo 4 mm durasi 100

Bupati Buka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Karangasem 2019

Telepon Penting Polres Karangasem

Selain di wilayah Nawakerti, hujan abu tipis juga terjadi di wilayah Kecamatan Kubu, namun tak sampai menjangkau permukiman penduduk. ‘’Informasi relawan di lapangan, hujan abu berlangsung singkat. Tak ada kepanikan, aktivitas masyarakat berjalan normal,’’ ungkap Sekretaris Pasemetonan Jagabaya (Pasebaya) Gunung Agung I Wayan Suara Arsana, Senin (12/3) kemarin. Perihal letusan tersebut, Perbekel Desa Amerta Bhuana, Kecamatan Selat ini mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Pos Pengamatan Gunung Agung di Desa/ Kecamatan Rendang. Pihak Pos Pantau, kata Wayan Suara Arsana, itu tetap merekomendasikan radius berbahaya 4 km dari puncak gunung dan Gunung Agung masih tetap dalam level III, Siaga. ‘’Masyarakat diminta tetap

Nyepi di Bali. “Seluruh relawan kami di semua pos tetap siaga. Cuma sekarang karena Nyepi, relawan melakukan monitoring visual Gunung Agung dari rumah masing-masing,” kata Pawana. Komunikasi juga akan dilakukan satu arah. Komunikasi itu akan dipandu langsung dari Pos Induk Pasebaya Agung. Relawan akan dikontak langsung bila ada informasi penting yang diperlukan di sekitar wilayahnya. Jadi, proses komunikasi tidak intens seperti hari-hari biasanya. Bila terjadi situasi genting, komunika-

si untuk proses edukasi dan pengawasan warga di daerah terdampak akan dilakukan melalui sambungan telepon kepada tokoh masyarakat setempat. Sebab, warga yang biasanya memonitor dari Whatsapp Grup, dipastikan tak bisa memperoleh informasi perkembangan situasi terkini, karena data seluler sementara akan off. Kalau terjadi situasi darurat, pemerintah daerah pun, kata dia, sudah menyiapkan langkah-langkah efektif tertentu. Apa saja akan dilakukan untuk proses penyelamatan warga, dibantu BPBD Kabupaten dan

Provinsi, maupun BNPB. Di sisi lain, CCTV yang dipasang di sejumlah titik untuk kepentingan monitor visual Gunung Agung, dipastikan tetap dimanfaatkan. Demikian juga alat SRR (Station Relay Radio) juga akan tetap dimanfaatkan seperti biasa. “Seluruh alat yang berkaitan mekanisme mitigasi bencana, tetap beroperasi seperti biasa. Termasuk HT (Hand Talk) para relawan. Bedanya Nyepi nanti untuk HT relawan kami komunikasi satu arah,” tegas Pawana. Meskipun sekarang Gunung Agung memperlihatkan aktivitas tenang, kata Pawana,

Namun, jika ada warga yang tinggal di zona merah pulang untuk kepentingan melakukan persembahyangan, pihaknya mengimbau agar usai melakukan persembahyangan atau kewajiban sebagai umat, bisa segera kembali ke posko pengungsian. “Masyarakat yang tinggal di radius 4 kilometer, kalau memang kondisinya seperti itu, ya... harus Nyepi di pengungsian. Apalagi saat hari Nyepi ini sebetulnya kan sangat berbahaya. Sebab, tidak ada aktivitas. Jadi, kalau tiba-tiba terjadi sesuatu yang buruk atau terjadi bencana, maka akan sangat sulit mengevakuasi dari zona merah,” katanya. Jadi, menurutnya, lebih baik masyarakat yang berasal dari zona merah itu agar melaksanakan catur brata panyepian itu di lokasi pengungsian saja. Terakhir atas nama pimpinan, anggota, staf dan jajaran DPRD Karangasem, pihaknya mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1940. “Semoga dalam perayaan Nyepi ini kita bisa mempererat hubungan sesama umat, maupun antarumat beragama. Mari kita mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, semoga kita diberikan ketabahan dalam menghadapi kondisi yang terjadi saat ini,” ujarnya. (ad618)

warga di sekitar kaki Gunung Agung itu harus tetap siaga. Alasannya, tidak ada yang bisa menebak maunya Gunung Agung, kapan akan erupsi dahsyat dan kembali tidur panjang. Seperti yang terjadi Minggu malam hingga Senin kemarin, terjadi embusan dengan ketinggian asap 200 meter sampai 800 meter. Laporan resmi dari Pos Pantau Gunung Agung terhadap peristiwa tersebut, tetap masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung diminta mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder. Seperti berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama saat hujan. Jika material erupsi

Bali Post/gik

I Gede Pawana masih terpapar di area puncak. Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung. (gik)


GIANYAR

Selasa Paing, 13 Maret 2018

9

Dugaan ”Mark-up” Anggaran Bupati Cup 2016

Kejari Pastikan Unsur Pidana Terpenuhi Gianyar (Bali Post) Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar akhirnya memastikan adanya unsur pidana dalam kasus dugaan mark-up dana Bupati Cup tahun 2016. Penanganan kasus ini sudah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Pengumpulan berkas juga terus dilakukan untuk menyeret tersangka.

Made Endra Arianto

Bali Post/nik

Kasi Pidsus Kejari Gianyar Made Endra Arianto, Senin (12/3) kemarin mengatakan, berdasarkan hasil ekspos di internal Kejari Gianyar yang dilakukan kemarin disimpulkan adanya unsur pidana dalam pengelolaan dana yang dikelola PSSI Gianyar. ‘’Unsur pidananya sudah memenuhi sehingga dari hasil pertimbangan dengan pimpinan, disepakati peningkatan kasus ini ke penyidikan,’’ katanya. Menurutnya, unsur korupsi dalam kasus ini berupa penyimpangan pen-

gelolaan anggaran yang diterima dari APBD Gianyar. Namun seperti apa penyimpangan itu, Endra Arianto belum mau menjelaskannya. ‘’Itu masuk ke ranah materi penyidikan. Belum bisa kita beberkan,’’ ujarnya. Dikatakan, seluruh bukti terkait dugaan korupsi itu baru akan dibeberkan setelah adanya penetapan tersangka. Saat ini pihaknya sudah mengamankan sejumlah barang bukti berupa dokumen. ‘’Barang bukti ada beberapa dokumen kita dapatkan. Dokumen itu masih dalam

bentuk copy-an. Nanti dokumen aslinya juga kita amankan,’’ tegasnya. Endra Arianto pun mengakui sudah memiliki ancang-ancang menyeret oknum yang akan ditersangkakan dalam kasus ini. Namun, ia mengaku masih mengumpulkan alat bukti yang lebih kuat untuk menetapkan tersangka. ‘’Kita kuatkan alat bukti lagi untuk memastikan tersangka,’’ jelasnya. Hingga kini Kejari Gianyar sudah memeriksa 23 saksi yang diduga terkait kasus tersebut. Mereka di antaranya

panitia hingga pihak swasta yang diduga terkait pengelolaan dana Bupati Cup. Sementara pemeriksaan terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Gianyar belum dilakukan. ‘’Kalau ke situ belum. Mungkin nanti bisa merembet ke sana,’’ ujarnya. Disinggung adanya kemungkinan SP3 pada kasus ini seperti kasus KPPE Desa Lebih. Endra Arianto menegaskan, pihaknya sudah melakukan antisipasi agar tidak sampai terputus di tengah jalan. ‘’Ini sudah kita antisipasi. Kalau kemarin kan karena kerugian negaranya tidak bisa ditemukan. Nah kalau kasus ini, kita sudah melihat ada kerugian negara,’’ tegasnya. (kmb35)

Kasus Pungli di Bedulu

Pelaku Beraksi Sejak 2012

Gianyar (Bali Post) I Nyoman Suarta yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor Desa Bedulu, dikenakan wajib lapor. Dari hasil pemeriksaan, Klian Dinas Banjar Margasengkala tersebut diketahui telah memungut iuran dari penerbitan KK dengan nominal berkisar Rp 400 ribu hingga Rp 550 ribu. Aksi ini dilakukan pelaku sejak tahun 2012. Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Denny Septiawan, Senin (12/3) kemarin, mengatakan polisi masih melakukan pengembangan terhadap kasus ini, terutama untuk mengetahui keterlibatan oknum lain yang membantu penerbitan administrasi kependudukan, misalnya aparat desa atau dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Gianyar. ‘’Sementara pelaku ngakunya beraksi sendiri. Tapi kita kan tidak bisa percaya begitu saja. Makanya kita dalami keterlibatan oknum lain,’’ tegasnya. Setiap pengurusan dan penerbitan KK, pelaku menerapkan beberapa modus operandi. Pertama, untuk penduduk pendatang yang hendak mengurus KK dikenakan biaya Rp 400 ribu hingga Rp 550 ribu. Sementara penduduk lokal membayar Rp 50 ribu. ‘’Khusus untuk penduduk pendatang yang ingin menerbitkan KK, pelaku memanipulasi persyaratan. Seolaholah warga tersebut berdomisili di Banjar Margasengkala dengan dibuatkan surat kontrak rumah,’’ ungkapnya. Denny mengungkapkan, setiap membuat surat kontrak rumah pelaku selalu memakai rumahnya sendiri dengan masa kontrakan minimal lima tahun. Manipulasi data ini dibuat sebagai pengganti surat pindah dari asal penduduk pendatang bersangkutan. Pelaku pun memanfaatkan kondisi ini karena biasanya para penduduk pendatang malas untuk mengurus surat pindah. Setelah berjalan, justru dominan penduduk pendatang yang diuruskan KK-nya, tidak menetap di Gianyar. Mereka tinggal di kawasan Badung dan Denpasar. Alasan membuat KK di Gianyar, lantaran dipermudah oleh pelaku. ‘’Di Denpasar itu ketat. Mereka harus menyiapkan surat pindah. Sementara jika urus surat pindah, ribet lagi harus pulang kampung. Akibat bantuan itu, pelaku pun terkenal di kalangan penduduk pendatang berdasarkan cerita dari mulut ke mulut,’’ terangnya. Mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dikenakan ancaman hukuman penjara paling lama enam tahun atau denda paling banyak Rp 75 juta. Pelaku melanggar Pasal 95 B UU No. 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas UU No. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. Meski sudah dipastikan bersalah, namun pelaku yang terjaring OTT ini tidak langsung ditahan. Menurut Denny, pertimbangannya adalah penyidik sudah mengantongi seluruh alat bukti. Selain itu pelaku juga kooperatif. ‘’Alasan ketiga, pelaku ini kan masih sebagai Klian Dinas, ya kita biarkan dulu menjalankan tugasnya,’’ katanya. (kmb35)

Telepon Penting gianyar

Kantor Bupati DPRD BPBD PMK Kantor Satpol PP RSUD Sanjiwani PDAM KPA Gianyar

- 943056 - 943144 - 7844717/7844718 - 943113 - 944436 - 943020 - 944225/943233 - 942184

PMI Gianyar KONI Gianya r BNN Kabupaten Gianyar PLN Kodim 1616 Gyr Koramil Gianyar Koramil Blahbatuh Koramil Tegallalang Koramil Tampaksiring Koramil Sukawati Koramil Ubud Koramil Payangan Siaga Lantas/TMC Gianyar

- 8958414 - 947261 - 946122 - 947166 - 943069 - 942289 - 941167 - 974792 - 901601 - 297564 - 975314 - 974793 - 945820

PELAKU - Pelaku pengoplosan elpiji diperiksa di Mapolres Gianyar.

Jual Oplosan, Supplier Elpiji Diamankan Polisi Gianyar (Bali Post) Polisi mengamankan seorang penjual elpiji oplosan, I Kadek Putra Atmaja. Supplier elpiji ini ditangkap petugas Unit IV Sat. Reskrim Polres Gianyar saat melintas di Jalan Raya Teges, Banjar Kalah Desa Peliatan. Kanit IV Sat. Reskrim Polres Gianyar Iptu A.A. Gde Alit Sudarma, Senin (12/3) kemarin menjelaskan, penangkapan ini

bermula dari keluhan sejumlah warga yang merasa isi gas tidak sesuai ukuran. ‘’Banyak warga yang mengeluh gas yang dipasang cepat habis,’’ jelasnya, seizin Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Denny Septiawan. Berawal dari keluhan inilah polisi melakukan penyelidikan. Setelah cukup informasi, pelaku yang kala itu mengendarai mobil pick-up diberhentikan saat

melintas di Jalan Raya Teges pada Jumat (9/3) lalu. Berdasarkan pemeriksaan, polisi menemukan bahwa isi tabung yang seharusnya 12 kg, berkurang antara satu sampai tiga kilogram. Dari hasil interogasi yang bersangkutan membenarkan telah melakukan pengisian atau memindahkan gas dari tabung 3 kg ke tabung 12 kg. ‘’Saat memindahkan ini-

lah dikurangi isinya sampai tiga kilogram,’’ jelasnya. Pelaku mengaku melakukan aksi pengoplosan di sebuah perumahan di Darmasaba, Kabupaten Badung. Pemasaran elpiji dilakukan di wilayah Ubud. Pelaku yang asal Banjar Dinas Pengumbahan Desa Pemuteran Kecamatan Gerokgak, Buleleng ini mengaku menjual elpiji 12 kg dengan harga antara Rp 85 ribu

hingga Rp 90 ribu per tabung. Pelaku dikenakan Pasal 32 Ayat (2) yo Pasal 30 UU No. 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal. Bersama pelaku, polisi turut mengamankan 18 tabung elpiji 12 kg dalam keadaan terisi. ‘’Saat ini pelaku dan barang bukti diamankan di Polres Gianyar untuk dilakukan proses sidik lebih lanjut,’’ tegasnya. (kmb35)

Jelang Pilkada

TNI Bersiap Hadapi Situasi Tak Terduga Gianyar (Bali Post) Menjaga keamanan Kabupaten Gianyar selama rangkaian Pilgub dan Pilbup, menjadi atensi jajaran TNI. Penguatan di internal pun terus digalakkan Dandim 1616 Gianyar Letkol Kav Asep Noer Rokhmat guna meminimalisir potensi konflik serta antisipasi situasi tak terduga saat pilkada pada Juni mendatang. Menurut Dandim, anggota TNI khususnya harus peka terhadap segala situasi. ‘’Ini perlu menjadi atensi kita bersama untuk selalu peka pada perubahan situasi yang mengarah kepada konflik di masyarakat,’’ tegas Asep Noer Rokhmat saat kegiatan komunikasi sosial (komsos) di aula Makodim 1616/ Gianyar, Senin (12/3) kemarin. Dandim pun berharap kepada seluruh keluarga besar TNI untuk mendukung tugastugas Kodim 1616/Gianyar. Bentuk dukungan tersebut harus diarahkan dalam kaitan-

nya menjaga situasi wilayah Gianyar tetap kondusif. Asep Noer Rokhmat juga menekankan pentingnya netralitas TNI saat hajatan Pilkada nanti. Sementara itu, terkait kegiatan komsos yang digelar di Makodim Gianyar, dia menegaskan bahwa pembinaan teritorial saat ini perlu disinkronisasikan dengan pemerintah. Sebab, TNI mempunyai kewajiban mempertahankan dan melindungi kedaulatan NKRI baik berupa ancaman dari luar maupun dalam negeri. ‘’Salah satu kegiatan TNI-AD adalah komunikasi sosial terutama dengan keluarga besar TNI-AD agar tali silaturahmi tetap terjalin dengan baik,’’ ucapnya. Di tengah kegiatan komsos itu, juga dilaksanakan pemberian bingkisan oleh Dandim dan Ketua Persit KCK Cabang XXXV Kodim 1616/Gianyar kepada perwakilan dari Keluarga Besar TNI. (kmb35)

Topik : ANGKAT SEKTOR KERAJINAN

Bali Post/nik

KOMSOS - Suasana kegiatan komsos yang digelar di aula Makodim Gianyar, Senin (12/3) kemarin.

perspektif

Buatkan Payung Hukum

SEKTOR kerajinan banyak digeluti masyarakat Gianyar. Berbagai jenis kerajinan pun bisa diperoleh di gumi seni ini. Sebagian di antaranya diekspor ke berbagai belahan dunia. Namun sayangnya, akibat lesunya perekonomian global, industri kerajinan di Gianyar ikut kena imbas. Agar industri kerajinan mampu bertahan di segala kondisi, calon Bupati Gianyar Tjokorda Raka Kerthyasa alias Cok Ibah menyampaikan komitmennya untuk memperkuat sektor ini. Menurutnya, upaya untuk itu sudah disiapkannya. Sektor ini harus diberdayakan dan mendapat perhatian serius pemerintah. ‘’Menghidupkan dalam arti bukan produksinya saja, tetapi harus dibantu dalam marketingnya. Itu

semua sudah kita program dan memang menjadi tanggung jawab pemerintah,’’ ucapnya. Di bidang promosi dan pemasaran, langkah yang bisa diambil, dengan mewajibkan penggunaan buah karya perajin Gianyar. Misalnya, Bupati hingga semua pegawai di Pemkab Gianyar harus menggunakan endek Gianyar. ‘’Bila masyarakat melihat pemimpinnya menggunakan, otomatis akan mengikuti. Demikian pula masyarakat luar,’’ katanya. Dijelaskannya, upaya ini dapat diperkuat melalui payung hukum berupa Peraturan Bupati tentang kewajiban penggunaan berbagai hasil kerajinan lokal Kabupaten Gianyar. ‘’Tidak hanya pakaian. Yang paling sederhana seperti penggunaan bata buatan Gianyar untuk bangunan. Ini juga bisa kta tekankan,’’ tegas Cok Ibah. (kmb35)

KUR Bunga 6 Persen

UPAYA memperkuat sektor kerajinan di Kabupaten Gianyar telah dilakukan Made Mahayastra. Calon Bupati Gianyar ini mengatakan, saat menjabat Wakil Bupati Gianyar pihaknya sudah menyiapkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga enam persen per tahun. Kredit dengan bunga rendah inilah yang diharapkannya mampu memberikan stimulus bagi pengembangan sektor kerajinan. ‘’Jadi untuk kerajinan, itu bisa mereka gunakan untuk permodalan,’’ jelasnya. Dikatakannya, semua itu sudah dianggarkan di APBD Gianyar. Jumlahnya mencapai Rp 10 miliar. ‘’Koperasi juga bisa meminjam modal ini, tetapi maksimal Rp 100 juta,’’ ucap Mahayastra.

Selain itu, pemerintah juga bisa memberikan bantuan peralatan kepada para perajin baik itu alat pemotong bambu ataupun alat khusus seperti pembuatan kerajinan perak di Desa Celuk. ‘’Beberapa ada juga peralatan yang merupakan bantuan dari pusat sudah kita salurkan dan sudah banyak yang dapat bantuan ini,’’ katanya. Tidak kalah penting, pemerintah juga membantu dalam mempromosikan setiap hasil karya seniman di Kabupaten Gianyar. Promosi ini dilakukan dalam bentuk festifal maupun promosi melalui media online. ‘’Seperti kerajinan Desa Celuk, kita bantu untuk promosi online dan itu dibiayai pemerintah daerah,’’ tegasnya. (kmb35)


JEMBRANA

10 SOSOK

Selasa Paing, 13 Maret 2018

Jangan Terlambat SEJUMLAH kegiatan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) digenjot untuk bisa segera terealisasi. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki kucuran DAK diharapkan segera melakukan langkah agar tidak tertinggal dan anggaran dari pusat tersebut hangus. Berkaca pada tahun sebelumnya, penyerapan anggaran yang tidak disiplin dan di antaranya molor merugikan pemerintah daerah. Hal tersebut ditegaskan Ketua Komisi C DPRD Jembrana Ida Bagus Susrama seusai rapat kerja (raker), belum lama ini. Bali Post/olo Politisi PDI Perjuangan yang menetap di Kelurahan Pendem ini mewanti-wanti konsekuensi tidak terserapnya DAK bagi keuangan daerah. “Paling tidak, Juni ini sudah terserap 20 persen. Kalau tidak (terlambat), ya risikonya kelanjutan (pembangunan) gunakan uang daerah,” tegasnya. Karena itu, baik OPD maupun Unit Layanan Pengadaan (ULP) harus intens berkoordinasi. ULP diminta untuk memprioritaskan tender DAK yang disodorkan dari OPD. Begitu juga OPD, juga harus memprioritaskan kegiatan-kegiatan bersumber dari DAK. Di Dinas Kesehatan, menurutnya, hanya ada satu pekerjaan fisik yakni di Puskesmas Pengambengan. Mantan Ketua Gapensi Jembrana ini juga meminta Dinas untuk segera melakukan tender sehingga bisa terserap 20 persen sesuai waktu. Untuk DAK pada tahun 2018 ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2017. Dana DAK untuk infrastruktur jalan turun dari Rp 64,7 miliar menjadi Rp 20,58 miliar. Dari evaluasi, banyak pelaksana pekerjaan jarang menyampaikan laporan per termin padahal sejatinya pekerjaan sudah melebihi atau bahkan sudah rampung. Tahun ini pelaksanaan DAK lebih ketat. Apabila rekanan tidak mohon termin pertama dan selanjutnya, maka anggaran akan hangus. (olo)

Tuntut Kejelasan Pesangon

Puluhan Eks Karyawan Mengadu ke Dewan Negara (Bali Post) Puluhan mantan karyawan salah satu swalayan di Negara, Senin (12/3) kemarin mendatangi kantor DPRD Jembrana. Kedatangan puluhan mantan karyawan yang dikoordinir Ketua Serikat Pekerja Indonesia (SPSI) Sukirman ini mendapat kawalan ketat dari aparat kepolisian dan Satpol PP. Dari pengamatan, sebelum mereka datang dengan berjalan kaki dari Jalan Sudirman Jembrana, puluhan aparat kepolisian lengkap dengan mobil pengamanan dan Satpol PP sudah berjaga-jaga di kawasan civic centre di depan Kantor Bupati Jembrana dan gedung DPRD Jembrana. Mereka itu berorasi di depan gedung dewan dengan menyampaikan aspirasinya. Setelah bernegosiasi, akhirnya semua mantan karyawan tersebut diizinkan masuk ke dalam ruangan. Mereka bertatap muka dengan Ketua DPRD Jembrana Ketut Sugiasa dan jajarannya. Saat tatap muka itu, hadir juga dari Dinas Tenaga Kerja Pemkab Jembrana dan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Bali. Disampaikan, kedatangan mereka ke gedung wakil rakyat itu untuk memperjuangkan haknya berupa pesangon dan lainnya yang hingga kini belum ada kejelasan. Kabar pailitnya perusahaan itu pada akhir tahun 2017 lalu dengan diikuti penutupan swalayan dan mengakibatkan 70 karyawan di-PHK. Walau sudah tiga bulan di-PHK, namun hak mereka belum diperoleh, seperti pesangon dan sebagainya. Bahkan untuk mendapatkan premi BPJS Ketenagakerjaan yang semestinya hak mereka terkesan dipersulit dengan berbagai alasan. Salah satu mantan karyawan, Komang Widi Artono, mengatakan ia dan rekan-rekannya menuntut supaya ada kejelasan saja. Selama ini pihak kurator juga tidak pernah menemui para mantan karyawan. Sementara Ketua SPSI Jembrana Sukirman meminta kepada semua pihak, baik Dinas Tenaga Kerja Pemkab Jembrana dan anggota DPRD Jembrana untuk ikut membantu memperjuangkan hak-hak mereka yang notabene adalah warga Kabupaten Jembrana. Ia menjelaskan hak karyawan ini harus terpenuhi sesuai aturan main. Disnaker dan dewan diharapkan bisa membantu masalah ini. “Sebelumnya perwakilan mantan karyawan ini sudah sempat ke Disnaker Jembrana, namun diarahkan ke provinsi. Seharusnya Disnaker yang berkoordinasi, bukan menyuruh mereka ke Disnaker Provinsi,” tandasnya. Terkait hal itu, Ketua DPRD Jembrana Ketut Sugiasa mengharapkan agar Disnaker Provinsi lebih aktif untuk memediasi. “Kami siap mengawal dan ikut memperjuangkannya. Nanti habis Nyepi kita kawal ke Denpasar,” ucapnya. Di sisi lain, Pengawas Tenaga Kerja Disnaker Bali Ketut Adiyasa mengatakan permasalahan ini dialami banyak karyawan di seluruh Bali. Di mana yang di-PHK 710 orang dari 1.400 karyawan. “Ini sudah menjadi isu nasional,” tandasnya. Sementara itu, Pengawas Disnaker Provinsi Bali Ngurah Suteja Putra juga mengatakan proses ini sebenarnya sudah berjalan dan ada supervisi dari Kementrian Tenaga Kerja dan DPRRI. “Kami sudah berusaha memfasilitasi dan akan membantu memanggil manajemen perusahaan. Kami harapkan masalah ini juga selesai dengan baik,” harapnya. (kmb26/kmb)

Bali Post/olo

CEK – Salah satu kondisi ruang kelas yang sudah tidak digunakan di SD Negeri 1 Pohsanten. Dewan melakukan pengecekan langsung kondisi sekolah yang memerlukan perbaikan.

Sidak, Komisi A Temukan SD Kekurangan Rombel

Negara (Bali Post) –

Di SD Negeri 2 Dangin Tukad, diketahui ada sejumlah ruang kelas yang kurang representatif. Bahkan kekurangan mebeler untuk siswa di ruang belajar tersebut. Tahun lalu, SD ini justru memperoleh bantuan pembangunan pagar alas dan ruang perpustakaan. “Ruang kelas III digabung dengan ruang UKS. Semestinya ini didahulukan,” kata Sekretaris Komisi A Ketut

Sadwi Darmawan. Menurut dewan asal Asah Duren, Pekutatan ini, sejak peralihan kewenangan SMA ke provinsi, anggaran untuk pendidikan dari APBD difokuskan ke SD dan SMP. Salah satunya untuk perbaikan fisik sekolah-sekolah yang rusak agar lebih representatif. Karena itu, secara rutin Komisi A sengaja mengecek ke sejumlah sekolah-sekolah

hingga ke pelosok guna memastikan kondisi fisiknya. Dewan menginginkan agar perbaikan sekolah dilakukan secara merata. Tidak hanya tertumpu satu atau dua sekolah setiap tahunnya. “Kita ingin memastikan kondisi sekolahsekolah, dan ternyata memang masih banyak yang belum representatif dan perlu penanganan,” ujarnya didampingi

anggota Komisi A, Ni Made Artini. Komisi A, kata dia, juga mengecek kondisi SD Negeri 1 Pohsanten, yang menjadi gugus sekolah (sekolah inti). Sekolah ini juga diketahui kekurangan rombel. Salah satu bangunan untuk dua kelas sudah tidak dipergunakan lantaran hancur. Di SD yang bersebelahan dengan Kantor Desa Pohsanten ini memiliki 256 murid dengan 11 rombel. Dari informasi, perlu adanya Ruang Kelas Baru (RKB) yang direncanakan tahun 2019, baru terealisasi. Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Jembrana Putu Eka Suarnama mengakui masih ada puluhan sekolah

Negara (Bali Post) Pelayanan kesehatan, khususnya untuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada perayaan hari raya Nyepi, Sabtu (17/3) nanti akan tetap buka. Hal tersebut bukan saja berlaku di RSU Negara, namun juga di puskesmas rawat inap di masing-masing kecamatan. Dinas Kesehatan Jembrana mengimbau pada setiap unit layanan kesehatan itu tetap dilakukan, khususnya yang bersifat darurat. IGD di enam puskesmas rawat inap di lima kecamatan dibuka untuk penanganan awal.

Kepala Dinas Kesehatan Jembrana I Putu Suasta saat dikonfirmasi, Senin (12/3) kemarin, mengungkapkan kendati pelayanan puskesmas buka, namun hanya untuk IGD. Sedangkan pelayanan kesehatan lain seperti poliklinik dan lainnya yang bersifat rawat jalan, tidak buka. Dalam pelayanan gawat darurat saat Nyepi itu, Dinas Kesehatan juga sudah mengatur terkait teknisnya. Termasuk, tenaga medis baik dokter maupun perawat yang bertugas. IGD ini melayani pasien yang memang perlu menda-

patkan penanganan darurat. Namun, puskesmas maupun RSU tidak melakukan penjemputan menggunakan ambulans. Apabila ada warga yang memerlukan tindakan medis darurat, maka bisa diantarkan pihak keluarga dengan pecalang atau yang berwenang. Namun untuk rujukan, misalnya ke RSUP Sanglah ambulans disediakan. Berkaca pada pengalaman-pengalaman sebelumnya, untuk warga yang sakit dan perlu penanganan darurat diberikan izin untuk melintas. (kmb26)

IGD - IGD RSU Negara saat Nyepi nanti akan tetap buka. Begitu halnya dengan enam puskesmas yang memiliki IGD tersebar di lima kecamatan

Sejumlah bangunan SD Negeri di Kecamatan Mendoyo masih mengalami kerusakan dan harus antre menunggu perbaikan. Di antaranya bahkan kekurangan ruang kelas lantaran terbatasnya ruang rombongan belajar (rombel). Siswa terpaksa menggunakan ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) untuk proses belajar mengajar. Seperti yang terjadi di SD 2 Mendoyo Dangin Tukad. Hal tersebut diketahui saat sidak Komisi A DPRD Jembrana ke sejumlah SD di Mendoyo, Senin (12/3) kemarin.

yang antre dalam mengajukan perbaikan. Namun lantaran keterbatasan anggaran, maka dilakukan skala prioritas. Beberapa SD yang mengalami kerusakan berat tahun ini dipastikan segera diperbaiki. Seperti SD Negeri 2 Lelateng, SD N 2 Air Kuning dan SD N 2 Tegalcangkring yang mengalami kerusakan berat. Totalnya, ada 20 SD Negeri yang mendapatkan perbaikan. Rinciannya, 9 dari APBD dan 11 sekolah dari DAK. Kendati ada penambahan DAK dibanding tahun sebelumnya, namun memang belum bisa meng-cover semua permohonan. Karena setiap tahun, jumlah usulan bertambah. (kmb26)

Nyepi, IGD Puskesmas Rawat Inap Tetap Buka

Bali Post/olo

Kesenian Jegog di ”Gumi Makepung”

Dari Corong Politik hingga Kolaborasi Jazz dan ”World Music”

Bali Post/kmb

DATANGI - Puluhan mantan karyawan salah satu swalayan di Negara ketika mendatangi gedung DPRD Jembrana, Senin (12/3) kemarin.

Telepon Penting jembrana RSU Negara (0365)41006/41806 Pemkab Jembrana (0365) 41210 DPRD Jembrana (0365) 41039 KODIM 1617 Jembrana(0365) 41025 KPU Jembrana(0365) 3944 Kejari Negara(0365) 41165 Piket Kejari Negara (0365) 41164 Piket PN Negara (0365) 41204 TNBB(0365) 41173/61060 Koramil Negara (0365) 41013 Kelurahan Gilimanuk(0365) 61038 Kantor BPN(0365) 41135 Kantor Agama (0365) 41087

Kantor Camat Negara(0365) 41012 Camat Jembrana (0365) 42546/43505 Kantor Camat Melaya(0365) 42153 Kantor Camat Pekutatan(0365) 40016 Kantor Camat Mendoyo(0365) 42443 Polsek Kota Negara087762879788 Polsek Pekutatan (0365) 4700097 Polsek Mendoyo (0365) 43015 Polsek Gilimanuk (0365) 61101 Polres Jembrana (0365) 41110 TMC Polres Jembrana(0365) 43110

SENI Jegog tidak bisa terlepas dari Jembrana. Alat musik tradisional berbahan bambu yang muncul dan berkembang pada masa penjajahan ini seolah mencerminkan gejolak dan gelora masyarakat di masa itu. Bentuk gambelan dengan ukuran di luar pakem (besar), gagah, berkarakter dan suara yang menggelegar seolah menunjukkan perlawanan dan persaingan. Pascamemasuki kejayaan pada tahun 90-an, kini hampir di tiap desa di Gumi Makepung mudah ditemui sekaa-sekaa Jegog. Dari data di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jembrana, pada tahun 2012, sedikitnya ada 100 sekaa Jegog di Jembrana. Tetapi dari jumlah itu, hanya 76 sekaa jegog yang masih aktif. Artinya mereka masih bisa bertahan

hidup dari pentas ke pentas. “Jegog ini sifatnya lebih ke komersil, tidak seperti kesenian lain yang ditunjang bersama dalam satu desa seperti gong kebyar misalnya. Sekaa ini hidup dari pentas dan mendapat bayaran. Kalau tidak ada

Bali Post/olo

JEGOG – Salah satu penampilan Jegog di Jembrana. Dari masa ke masa kesenian Jegog ini mengalami penyesuaian dengan mengikuti zaman.

pentas, mereka tak ada biaya dan lambat laun mati,” kata Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana I Putu N. Sutardi. Pemerintah Kabupaten Jembrana memberikan perhatian penuh untuk mempertahankan seni khas Jembrana ini. Seperti dengan memberi peluang pentas dan mengikutsertakan sekaa dalam berbagai even di Jembrana hingga bantuan uang untuk membeli bambu. Sebab, sekaa kesenian ini hidup dari pentas, sehingga membutuhkan peluang agar mereka bisa tampil. Diakui memang ada beberapa sekaa yang terpuruk, bahkan mati karena sepi pentas. Walaupun ada pentas, sejatinya bayaran mereka jauh dari apa yang mereka pentaskan. Dengan peralatan yang cukup besar dan relatif susah diangkut. Belum lagi saat mabarung (beradu), gambelan dari bambu itu sangat riskan pecah dan rusak. Untuk biaya kerusakan hingga mengganti bambu, sangat tinggi. Tetapi para sekaa ini memainkan Jegog lebih banyak atas dasar kesenangan. Dan hingga saat ini pun antusias masyarakat pada kesenian ini masih cukup besar. Gambelan yang terbuat dari bambu ini memiliki karakter suara yang khas dan dapat beradaptasi dengan

musik apapun. Dari sejumlah literatur, asal mula Jegog ini muncul sekitar tahun 1912 di Dusun Sebual, Desa Dangin Tukadaya, oleh Kiang Geliduh. Awalnya alat musik ini sarana untuk memanggil masyarakat berkumpul dan bergotong royong. Lambat laun, Jegog bergeser menjadi perangkat gambelan. Hingga kini menjadi instrumen untuk seni pertunjukan dan hiburan. Dari masa ke masa, Jegog mengalami perkembangan. Dari mulai muncul di tahun 1920-an hingga 1940 dengan pakem-pakem lama. Pada masa 1960-an Jegog juga menjadi corong kampanye politik saat itu. Baru pada era 1980-an mengalami perkembangan tabuh mengikuti gending-gending seperti gong kebyar atau pendet. Era tahun 1990-an munculnya kreasi dengan sentuhan kreatif reportoar serta tarian dan berlanjut hingga saat ini Jegog dikolaborasikan dengan musik lain seperti world music dan jazz. Kesenian Jegog ini mengalami perubahan menyesuaikan diri dengan zaman. Tanpa menghilangkan sesuatu yang fundamental yakni nilai tradisi. Kesenian Jembrana ini bahkan pernah didaulat untuk tampil mengisi acara pembukaan ajang sepak bola sejagat, Piala Dunia (World Cup) tahun 1998 di Prancis.

Adalah Yayasan Suar Agung dibawah pimpinan I Ketut Suwentra atau Pekak Jegog yang memperkenalkan gambelan ini ke dunia. Baik di Benua Asia maupun Eropa hingga akhirnya ikut tampil menghibur dalam event bergengsi sepak bola, World Cup di Prancis. Jegog sebagai alat musik dengan karakter suara dan fisik gambelan tidak hanya memikat para seniman tua. Secara berkelanjutan pembinaan pada kesenian Jegog terus digulirkan hingga ke kalangan muda mengikuti zaman. Untuk tetap melanjutkan generasi, hampir di setiap sekolah, khususnya sekolah lanjutan seperti SMP, SMA dan SMK di Jembrana memiliki gambelan Jegog. Bahkan di beberapa sekolah memberikan porsi khusus untuk siswa menggeluti seni tabuh ini. Seperti yang ada di SMP 4 Mendoyo dan SMA N 2 Negara. Para siswa yang masih tergolong anak baru gede ini sudah lihai memainkan Jegog gambelan sekolah. Mereka juga sudah kenyang pentas di sejumlah acara baik di dalam maupun di luar Kabupaten. Jegog dikreasikan dengan instrumen gambelan lainnya. Selain itu di sejumlah sanggar kesenian juga tak jarang mengikutsertakan remaja untuk memainkan instrumen dari bambu ini. (olo)


Selasa Paing, 13 Maret 2018

BALI DWIPA

11

Pelayanan Publik Jangan Dijadikan Komoditas Pilkada

FIGUR

Denpasar (Bali Post) -

Janji-janji politik kerap muncul menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada). Ombudsman RI mengharapkan agar pelayanan publik jangan sampai ikut dijadikan komoditas seperti itu. Pasalnya, pelayanan publik tidak boleh sampai bervariasi. Namun harus imperatif, ajeg, sustainable, dan aksesibilitas. “Kalau pelayanan publik menjadi janji pilkada, maka begini, ‘kalau kamu tidak memilih saya, maka saya tidak akan memberikan pelayanan publik. Tapi kalau kamu memilih saya, saya akan memberikan pelayanan publik yang lebih daripada yang lain’, ini tidak boleh,” ujar anggota Ombudsman RI Adrianus Meliala, di Denpasar, Senin (12/3) kemarin.

Menurut Adrianus, pelayanan publik tidak boleh diganggu karena merupakan hakikat bernegara. Ketika dijadikan janji politik, pihaknya khawatir masyarakat akhirnya tidak mau bernegara lagi. Dampak seperti itu menurutnya berbahaya. Oleh karena itu, pelayanan publik jangan dijadikan variabel untuk memilih pasangan calon atau tidak. Kecuali,

hanya untuk memastikan terlayaninya masyarakat. “Kalau janji dalam rangka membuat variabel yang hari ini diberikan, besok tidak, tergantung dari pemilih, saya kira itu tidak boleh,” jelasnya. Laporan Tertinggi Di sisi lain, Adrianus memaparkan ada empat instansi dengan laporan pengaduan ter-

tinggi dari masyarakat terkait pelayanan publik. Yakni, pemerintah daerah, Badan Pertanahan Nasional (BPN), pendidikan, dan kepolisian. “Pemda itu kan sesungguhnya juga ada berbagai dinas dan tingkatan di dalamnya. Tetapi secara umum, instansi dalam pemdalah yang paling banyak mendapatkan pengaduan. Kedua adalah BPN, lembaga negara yang menyelenggarakan beberapa fungsi layanan saja tapi tingkat pengaduannya tinggi,” ujarnya. Menurut Adrianus, BPN khususnya sudah diingatkan agar

jangan main-main dalam rangka penerbitan SHM (Sertifikat Hak Milik) dan layanan pertanahan lainnya. Kemudian pengaduan untuk instansi pendidikan yang harusnya mengurusi moral, juga dikatakan banyak. Sebagai contoh mengenai adanya uang pangkal, uang baju, uang OSIS dan pungutan lainnya. “Keempat adalah kepolisian, yang paling dikeluhkan khususnya kalau hari ini kita melapor, lalu kapan kita dipanggil untuk diperiksa, kapan tersangkanya dipanggil, itu polisi tidak bisa memberikan kepastian,” imbuhnya. (kmb32)

Beraksi di Bali

Maling Dibekuk di Papua dan Sulsel Bali Post/rin

Genjot E-Samsat

Bali Post/ist

RILIS - Polsek Denbar merilis penangkapan pencuri di Papua dan Sulsel.

balik ke Bali,” ungkapnya. Sedangkan tersangka Sholehuddin dan Suyanto dibekuk di Dusun Malanying, Desa Salempongan, Kecamatan Curio, Sulsel. Kedua pelaku ini sebenarnya asal Jember, Jawa Timur, setelah beraksi mereka kabur ke Sulsel. Penangkapan tersebut dilakukan pada Kamis (8/3) pukul 05.00 Wita dipimpin Iptu Aan. “Awalnya, kami menangkap Sholehuddin usia 27 tahun. Hasil pengembangan kasus itu giliran Suyanto kami tangkap di Sulsel,” kata Aan. Hasil pemeriksaan, pelaku mencuri motor di Jalan Nakula, Denpasar, Jalan Raya Pandu, Dalung, Jalan Raya Sesetan, dan Jalan Tukad Yeh Aya. Selain itu, mereka mencuri TV LG 32 inci di Jalan Pantai Brawa, TV Samsung 32 inci dan mesin cuci di Villa Moren Brawa, TV LG 32 inci di Jimbaran, alat-alat pertukangan di Jalan Teuku Umar dan beraksi di wilayah Kuta, Kuta Utara, Denpasar Selatan dan Ubud, Gianyar. Polisi juga meringkus David Wadoe (30) di semak-semak di Jalan Raya Pemogan, Densel. Pelaku mencuri dompet di Jalan Gunung Athena, Denpasar. Barang bukti yang diamankan, dompet berisi SIM C, KTP dan ATM BRI atas nama Siti Umi Hanik. Selain itu, juga berisi STNK, gelang emas, dan tiga kalung emas. (kmb36)

i

PEMERINTAH Provinsi Bali diminta menggenjot e-samsat. Pasalnya, diprediksi, ada sekitar 600 ribu kendaraan yang tidak dibayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)-nya setiap tahun. “Anggaplah 600 ribu kendaraan yang menunggak itu 30 persen dari jumlah kendaraan yang ada, berapa miliar (pendapatan) dari PKB. PKB misalnya Rp 1,9 triliun, 30 persennya itu hampir Rp 600 miliar (yang hilang),” ujar anggota Komisi II DPRD Bali A.A. Ngurah Adhi Ardhana, di Denpasar, belum lama ini. Menurut Adhi Ardhana, besar kemungkinan ada STNK “palsu” yang beredar. Maksudnya, STNK yang asli tapi tidak masuk ke kas negara karena tidak tercatat. Itu sebabnya, e-samsat harus digenjot agar pendapatan yang diperoleh provinsi bisa maksimal dan tidak bocor. “Jalan satu-satunya itu e-samsat harus habishabisan, harus muncul di semua counter (bank) yang ada di Bali,” jelas politisi PDI-P asal Denpasar ini. Adhi Ardhana menyadari, pendapatan Pemprov Bali paling banyak memang bersumber dari PKB. Namun, Badan Pendapatan Daerah masih belum maksimal mengejar para penunggak pajak. Sebagai contoh di Badung saja, pihaknya menemukan ada 100 ribu sepeda motor yang tidak membayar pajak pada 2017. (rin)

Denpasar (Bali Post) Kapolsek Denpasar Barat (Denbar) Kompol Gede Sumena membentuk dua tim yang ditugaskan keluar Bali yaitu Papua dan Sulawesi Selatan (Sulsel), pekan lalu. Kedua tim tersebut bertugas memburu pelaku pencurian yang masuk dalam target operasi (TO) Operasi Sikat Agung 2018. Alhasil, masing-masing tim berhasil menangkap pelakunya yaitu Suyanto alias Yanto (30). Kapolsek Sumena mengatakan, tim yang berangkat ke Sulsel dipimpin Kanit Reskrim Iptu Aan Saputra, sedangkan anggota yang berangkat ke Papua dipimpin Panit Buser Ipda Nengah Seven Sampeyana. “Para pelaku ini terlibat kasus pencurian dan curanmor,” tegas Sumena, Senin (12/3) kemarin. Kompol Sumena didampingi Iptu Aan mengatakan, tersangka Anas ditangkap di Bandara Sentani Jaya Pura, Papua, Sabtu (3/3) lalu. Pelaku mengaku beraksi bersama beberapa temannya yaitu Safari dan Latif (buron). Mereka mencuri sepeda motor di Jalan Buluh Indah dan Jalan Sunset Road serta Jimbaran. “Berdasarkan informasi, pelaku berada di Bandara Sentani sedang mencari penumpang. Anggota kami kirim ke sana dan ternyata benar. Pelaku dan barang bukti diamankan, besoknya anggota kami langsung

Hibah Harus Dipertanggungjawabkan Tak Boleh Pakai Foya-foya

Bali Post/kmb32

I Nyoman Adnyana

Bali Post/ist

PEJABAT BARU - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa usai melantik tiga Kepala BNNK yang baru dibentuk.

Perangi Narkoba di Wilayah, Tiga BNNK Terbentuk Denpasar (Bali Post) Menyikapi masifnya peredaran narkoba hingga pelosok pedesaan, BNNP Bali membentuk Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng, Karangasem, dan Klungkung. Pada Senin (12/3) kemarin, dilantik AKBP I Gede Astawa sebagai Kepala BNNK Buleleng, AKBP Dewa Made Alit Artha sebagai Kepala BNNK Klungkung, dan AKBP Nyoman Sebudi sebagai Kepala BNNK Karangasem. “Pejabat yang baru dilantik harus bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja ikhlas dalam membangun kabupatennya dan masyarakatnya untuk terhindar dari bahaya narkoba,” kata Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa. Acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa, Kepala Kesbangpol Kabupaten Klungkung I Wayan Sujana, serta Asisten II Perekonomian Pembangunan dan Kesejahteraan

Rakyat Sekda Kabupaten Buleleng, Drs. Ida Bagus Made Geriastika, serta seluruh pejabat struktural di lingkungan BNNP Bali dan BNN Kota/Kabupaten jajaran. Selain itu juga dilantik pejabat struktural di lingkungan masing-masing BNNK yaitu I Nengah Gunawan sebagai Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Karangasem, I Made Widana sebagai Kasi Rehabilitasi BNNK Karangasem, I Ketut Maravia Buntaran sebagai Kasubbag Umum BNNK Buleleng serta Sairul Huda sebagai Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Buleleng. “Segera bersinergi dengan pemerintah kabupaten untuk dapat menjalankan program P4GN yang telah dicanangkan. Dengan terbentuknya tiga BNNK baru ini, kami berharap peredaran narkoba di wilayah tugasnya masing-masing bisa ditekan semaksimal mungkin,” tegas jenderal bintang satu asal Desa Gulingan, Mengwi, Badung ini. (kmb36)

Denpasar (Bali Post) Hibah yang diberikan pemerintah kepada kelompok masyarakat harus dikelola dengan baik dan dipertanggungjawabkan. Baik hibah berbentuk uang, maupun barang termasuk di dalamnya bibit sapi atau ternak yang lain. Bibit sapi misalnya, setelah diterima tidak boleh dijual kembali hanya untuk kepentingan segelintir oknum. “Kalau sudah beranak,

sudah ada generasi barunya, boleh induknya dijual. Anak dianggap pengganti induknya. Tapi kalau belum apa-apa sudah dijual, dihabisin dulu kan nggak benar itu,” ujar anggota Komisi I DPRD Bali, I Nyoman Adnyana yang dikonfirmasi, Senin (12/3) kemarin. Menurut Adnyana, hal itu tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemerintah dalam memberikan hibah. Yakni, untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraannya. Itu sebabnya, hibah dalam bentuk bibit sapi diberikan kepada kelompok masyarakat agar hasilnya bisa dinikmati bersama. “Kalau hanya menerima langsung dijual, dipakai berfoya-foya, tidak benar itu. Tidak sesuai dengan maksud dan tujuan baik pemerintah, karena pemerintah memberikan itu untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya,” jelas politisi PDI-P asal Bangli ini. Adnyana mengingatkan para penerima hibah agar

berhati-hati. Jangan sampai bantuan yang diberikan malah menjadi temuan. Hibah tetap harus dipertanggungjawabkan apa pun bentuknya. Umpama sapi itu mati, harus ada laporan berupa foto dan dokumen sebagai bentuk pertanggungjawaban. “Penerima itu harus hatihati, jangan bebas mengelola hibah dari provinsi karena hibah itu kan harus dipertanggungjawabkan secara formal melalui SPJ, kemudian realnya juga harus ada. Misalnya bangunan, harus ada bangunannya walaupun sudah rusak nantinya, tetap ada. Sapi juga, walaupun sudah punya anak, sudah tua, kan gitu,” paparnya. Adnyana juga meminta OPD yang menjadi leading sector pemberian hibah berhati-hati pada saat melakukan pengecekan. Peruntukan hibah harus dipastikan sesuai dengan proposal atau usulan penerima. Sementara itu, Kepala Seksi Perbibitan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali

I Putu Arya Manubawa mengatakan, hibah yang digelontorkan pemerintah untuk bibit sapi, selama ini memang selalu dibelanjakan untuk keperluan itu oleh kelompok penerima. Namun, ada pula kelompok ‘nakal’ yang membeli bibit dengan spesifikasi tidak sesuai. Kendati, jumlahnya terbilang kecil lantaran pihaknya sudah melakukan pembinaan sejak awal. “Kalau belanja, dia pasti belanja cuma spesifikasinya kadang-kadang tidak sesuai. Kalau ditemukan seperti itu, kita langsung suruh ganti dengan yang sesuai,” jelasnya. Arya menambahkan, pengawasan tidak sebatas mengecek kondisi ternak yang dibeli. Selanjutnya, ada tim dari Seksi Ruminansia yang melakukan pembinaan kelompok khusus ternak sapi. Pembinaan yang diberikan terkait manajemen pemeliharaan dan membantu memberikan solusi atas persoalan yang muncul di kelompok. (kmb32)


KLUNGKUNG

12

Selasa Paing, 13 Maret 2018

Pilkada, Kodim Tegaskan Jaga Netralitas Semarapura (Bali Post) Tahapan pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Klungkung terus berjalan. Pasangan calon I Nyoman Suwirta dan I Made Kasta (Suwasta) maupun Tjokorda Bagus Oka dan Ketut Mandia (Bagia) telah melakukan kampanye. Pada hajatan politik lima tahun ini, netralitas tak hanya diterapkan untuk ASN yang bertugas di lingkungan Pemkab Klungkung. Namun juga dari TNI. “Pada Pilkada ini, TNI harus netral,” ungkap Dandim 1610/Klungkung Letkol Kav. Jacob Janes Patty dalam sosialisasi yang melibatkan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Senin (12/3) kemarin. Janes Pati menyatakan komitmen untuk netralitas bukan baru pertama kali ditegaskan. Namun juga pada pertemuan sebelumnya dengan menyasar seluruh lini. “Ini sudah sering disampaikan. Diharapkan disimak dengan seksama agar nantinya dapat digunakan sebagai pedoman pelaksanaan tugas di lapangan,” katanya. Ketua Panwaslu Klungkung I Komang Artawan menyatakan netralitas TNI dalam Pilkada sangat penting. Itu salah satu bagian dalam rangka menjaga situasi tetap kondusif, tanpa diwarnai polemik. Netralitas itu ditunjukkan dengan tidak berpihak, tidak ikut, tidak mendukung atau tidak membantu salah satu pihak atau paslon, terlebih dalam hal merebut kemenangan. “TNI harus bersikap netral dalam kehidupan politik dan tidak melibatkan diri pada kegiatan politik praktis,” sebutnya. Disampaikan lebih lanjut, aturan tentang Netralitas ASN sudah diatur dalam dalam Undangundang. Diharapkan seluruh komponen masyarakat juga mematuhi itu, sehingga pilkada berjalan aman dan nyaman. (kmb45)

Bali Post/sos

MELASTI - Menjelang hari raya Nyepi, sejumlah desa adat menggelar upacara melasti di Pantai Watu Klotok, Desa Tojan, Kecamatan/Kabupaten Klungkung, Senin (12/3) kemarin. Upacara tahunan ini untuk menyucikan Bhuana Agung dan Bhuana Alit. Krama yang mengikuti upacara tersebut mencapai ribuan. Beberapa ada yang mengusung pratima.

Belum Tersentuh Layanan PDAM

Bali Post/ist

SOSIALISASI - Sosialisasi netralitas TNI pada pilkada, berlangsung di Aula Kodim 1610/Klungkung, Senin (12/3) kemarin.

Ancam Jalan Desa Ped-Kutampi Kaler

Mendesak, Penanganan Abrasi di Nusa Penida

Semarapura (Bali Post) Abrasi masih terjadi di pantai Kabupaten Klungkung. Sesuai data terakhir, panjangnya mencapai belasan kilometer. Bahkan, khusus di Kepulauan Nusa Penida, fenomena alam ini, salah satunya mengancam jalan raya Desa Ped - Kutampi Kaler. Penanganan sejatinya sangat mendesak untuk dilakukan. Hanya belum bisa berjalan cepat karena keterbatasan anggaran. Berdasarkan pantauan di wilayah Desa Kutampi Kaler, tanggul pengaman pantai porak-poranda sepanjang ratusan meter diterjang ombak. Ini pun mengancam jalan yang menghubungkan dengan Desa Ped yang jaraknya hanya beberapa meter dari bibir pantai. Selain itu, sejumlah fondasi bangunan milik warga yang sebelumnya dijadikan tempat menyimpan rumput laut turut tergerus. Perbekel setempat, I Ketut Supartha, mengatakan abrasi itu setiap tahun semakin parah. Penanganannya sudah diusulkan ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida. “Usulan sudah kami sampaikan setiap tahun. Tahun ini hanya ada rehab di sebelah Pura Dalem Telaga,” jelasnya, Senin (12/3) kemarin. Disampaikan lebih lanjut, penanganannya terakhir dilakukan pada 2014 dengan penyenderan sepanjang 210 meter. Hal serupa diharapkan juga segera dilakukan pata titik lain. Bahkan ini sifatnya mendesak guna mengantisipasi kerusakan lebih parah. “Kami tetap berharap supaya ada penanganan,” imbuhnya. Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman Klungkung I Made Jati Laksana menjelaskan panjang pantai Kabupaten Klungkung, baik daratan maupun kepulauan Nusa Penida mencapai 113,40 kilometer. Dari itu, 25,77 kilometer rawan abrasi. Sepanjang 12,95 kilometer sudah mendapat penanganan dan sisanya 12,82 kilometer belum tersentuh. Tahun ini, direncanakan ada penanganan dengan pembangunan tanggul di Pantai Sental Desa Ped, panjang sekitar 150 meter dengan anggaran mencapai Rp 4 miliar dan 25 meter di Pantai Batununggul-Suana dengan anggaran sekitar Rp 400 juta. “Kedua ruas pantai ini dekat dengan ruas jalan kabupaten. Pantauan di lapangan juga, memang kondisinya rusak berat,” jelasnya. Sementara itu, untuk di wilayah Desa Kutampi Kaler, belum direncanakan ada penanganan tahun ini lantaran keterbatasan anggaran. Namun demikian, pemkab telah mengusulkan ke BWS setiap tahun. “Untuk penanganan masih menggunakan skala prioritas. Melihat ketersediaan anggaran juga. Ini kan menjadi kewenangan BWS. Pemkab hanya mengusulkan saja,” pungkasnya. (kmb45)

Tiga Desa Masih Andalkan Air Hujan

Semarapura (Bali Post) Tiga desa di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung sejak bertahuntahun belum tersentuh layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Di tengah situasi seperti itu, dalam memenuhi kebutuhan mandi, cuci dan kakus (MCK), warga masih memanfaatkan air hujan yang tertampung dalam cubang. Direktur PDAM Klungkung I Nyoman Renin Suyasa, Senin (12/3) kemarin mengungkapkan, cakupan layanan perusahaan plat merah ini telah mencapai angka 86,64 persen yang terdiri dari 68.681 KK. Di balik itu, masih ada tiga desa yang sama sekali belum tersentuh. Yakni Sekartaji, Tanglad dan Pejukutan. “Yang sama sekali belum tersentuh ada di Nusa Penida. Kalau yang lain sudah,” jelasnya.

Air bersih menjadi kebutuhan vital. Pemenuhannya oleh masyarakat di desa tersebut masih bergantung pada air hujan. Itu ditampung pada cubang dan dimanfaatkan sampai musim kemarau. Jika pun kekurangan, PDAM memasok menggunakan mobil tangki. “Kalau masyarakat ada yang meminta untuk dibawakan air, kami layani,” katanya. Paling lambat 2019, pemerintah pusat menarget-

kan program seratus persen layanan air bersih, nol persen lingkungan kumuh dan seratus persen sanitasi layak (100-0-100) bisa terealisasi. Oleh sebab itu, tiga desa tersebut diupayakan bisa segera tertangani. Pemkab melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) telah mengusulkan untuk bisa mendapatkan program Penyedian Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat

Bali Post/sos

I Nyoman Renin Suyasa

(Pamsimas) ke Satuan Kerja Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (PSPAM) Provinsi Bali.

“Untuk data desa mana saja yang belum tersentuh layanan, sudah disampaikan. Ini salah satu cara untuk bisa merealisasikan program 100-0-100 itu,” ungkap pejabat asal Nusa Penida ini. Disampaikan lebih lanjut, jaringan distribusi ke desa itu sudah ada dari sumber air Guyangan, Desa Batukandik. Lokasinya yang curam, menyebabkan air belum bisa dialirkan sejak beberapa tahun lalu. “Kalau usulan Pamsimas jalan, nanti langsung Satker PSPAM yang menangani. Teknisnya seperti apa, akan disiapkan langsung,” tandasnya. (kmb45)

Lima Bulan Beroperasi

Angkutan Siswa Gratis Direspons Positif ANGKUTAN siswa gratis di Kabupaten Klungkung telah lima bulan beroperasi. Program yang digagas Bupati I Nyoman Suwirta ini mendapatkan respons positif dari masyarakat. Keberadaannya tak hanya strategis untuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas. Namun juga memberikan “napas” untuk para sopir yang sebelumnya tidak mendapatkan penghasilan tetap. Salah satu sopir, Made Sutama (52), asal Desa Selat, Kecamatan Klungkung menyampaikan angkutan ini sangat membantu perekonomian keluarganya. Penghasilan setiap bulan mencapai Rp 2,5 juta sampai Rp Rp 2,7 juta. Berbeda

Bali Post/ist

ANGKUTAN GRATIS - Angkutan siswa gratis di Kabupaten Klungkung. Lima bulan di-’’launching’’ Pemkab, respons masyarakat sangat positif. dari sebelumnya di bawah Rp 2 juta. “Usai mengantar

Topik : pembangunan infrastruktur

siswa ke sekolah, bisa mencari penumpang lain untuk

menambah penghasilan. Ini sampai tiba jam pulang sekolah,” ungkapnya, Senin (12/3) kemarin. Selain dirinya, hal serupa juga dirasakan puluhan sopir lainnya. Diharapkan program ini dapat berjalan secara berkelanjutan. Respons positif juga datang dari Kepala SMP N 1 Semarapura I Nyoman Karyawan. Sejak di-launching, siswanya lebih disiplin saat datang ke sekolah karena tempat dan waktu titik kumpul angkutan siswa gratis sudah diatur dengan jam masuk kelas. “Siswa yang datang terlambat sudah semakin berkurang. Dari segi keselamatan juga sangat berimbas pada siswa karena semakin sedikit

yang menggunakan sepeda motor,” jelasnya. Kepala Dinas Perhubungan I Nyoman Sucitra menyampaikan selama program ini berjalan, sudah terus dilakukan pemantauan dan evaluasi dari berbagai lini. Pihak sekolah, guru, orang tua siswa dan kepolisian sudah sangat merasakan dampaknya. Angkutan umum yang sudah mengikuti program ini mencapai 84 unit. Ke depan, direncanakan cakupan angkutan ini bisa semakin luas dan menyasar kecamatan lain. “Kami tetap melakukan evaluasi. Kalau ada penambahan cakupan, tentu angkutan juga harus bertambah,” tandasnya. (ad613)

SOLUSI

Wujudkan Jalan Lingkar

INFRASTRUKTUR di Kabupaten Klungkung belum seratus persen tersentuh perbaikan. Terutama untuk di wilayah Kepulauan

Nusa Penida. Selain itu, proyek jalan lingkar yang sangat didambakan sejak beberapa tahun lalu, belum juga terealisasi. Ke depan, ini perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah. Lalu, bagaimana tanggapan pasangan calon (paslon) yang bertarung dalam Pilkada serentak 27 Juni 2018 mendatang? Cabup nomor urut 1, Tjokorda Bagus

Oka, mengungkapkan pembangunan infrastruktur, terutama di Nusa Penida masuk sebagai salah satu program prioritasnya. Anggaran yang dibutuhkan untuk pembebasan lahan sepanjang 30 kilometer dengan lebar 20, sesuai perencanaan awal sekitar Rp 60 miliar dan pembangunan fisik sekitar Rp 377 miliar. Menurutnya, angka tersebut sangat sulit bisa terpenuhi dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Oleh sebab itu, konsep satu jalur dinilai sangat strategis untuk mewujudkan itu. “Kita akan usulkan ke provinsi permohonan bantuan. Begitu juga ke pusat. Kalau mengandalkan APBD, tidak akan bisa,” ungkapnya, belum lama ini. Konsep serupa juga akan dilakukan untuk pembangunan jembatan Nusa Lembongan-Ceningan yang juga membutuhkan anggaran cukup besar. Demikian pula dalam pemenuhan

air bersih untuk sejumlah desa yang belum tersentuh layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). “Kalau kekurangan anggaran, kita minta ke provinsi dan pusat juga,” sebutnya. Jika itu terealisasi, paslon yang berpasangan dengan Ketut Mandia ini meyakini perekonomian masyarakat akan semakin menggeliat. Demikian juga sektor pariwsata bisa semakin berkembang dan pembangunan merata. (sos)

Prioritaskan Jalan Eksisting

Bali Post/sos

ABRASI - Abrasi pantai di Desa Ped-Kutampi Kaler. Senderan jebol hingga ratusan meter. Bahkan ini mngancam jalan raya.

CABUP nomor urut 2, I Nyoman Suwirta, juga menyebutkan bidang infrastruktur menjadi program unggulan untuk mendapat penanganan. Sebagai langkah awal, pihaknya akan memperioritaskan perbaikan jalan eksisting yang menjadi aset kabupaten dan jalan menuju objek wisata. Bahkan, jika dirinya terpilih kembali menjadi orang nomor satu, perbaikan jalan rusak ditarget tuntas seratus persen paling lambat tahun 2020. “Jalan esksisting menjadi prioritas,”

sebutnya. Namun demikian, pria asal Nusa Ceningan ini menegaskan tidak mengabaikan rencana pembangunan jalan lingkar. Pada kepemimpinannya di periode pertama sudah ada studi larap. Demikian juga dengan pembangunan jembatan Nusa Lembongan-Nusa Ceningan, Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design-nya sudah selesai. “Kalau jembatan, ditargetkan 2019 sudah jalan. Kalau untuk jalan lingkar, kami tetap

usulkan ke pusat,” katanya. Ia menegaskan, Kepulauan Nusa Penida menyandang sejumlah status. Beberapa di antaranya, sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, pulau terluar dan Kawasan Konservasi Perairan (KKP). Dari ini, pemerintah pusat juga diharapkan bisa memberikan perhatian dalam hal pembangunan. “Saya tidak mau menggunakan APBD saja. Namun juga pusat, karena banyak status yang dimiliki,” tandasnya. (sos)


EKONOMI

Selasa Paing, 13 Maret 2018

13

Pergerakan Rupiah dan Harga Minyak Tambah Penerimaan Perpajakan

Jakarta (Bali Post) – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan harga minyak mentah Indonesia pada awal tahun bisa memberikan tambahan penerimaan perpajakan ke APBN sebesar Rp 3 triliun. ‘’Untuk sensivitas kurs dan harga ICP, penerimaan perpajakan naik Rp 2,2 triliun dari kurs plus Rp 700 miliar dari ICP. Total Rp 3 triliun,’ ujar Sri Mulyani dalam jumpa pers realisasi APBN 2018, di Jakarta, Senin (12/3) kemarin. Menkeu mengatakan, proyeksi tambahan tersebut telah mempertimbangkan adanya potensi depresiasi kurs dan kenaikan harga minyak mentah dari asumsi yang ditetapkan dalam APBN 2018. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang diproyeksikan sebesar 13.400 per dolar AS, diperkirakan realiasinya sedikit melemah dari asumsi tersebut yaitu 13.500 per dolar AS untuk keseluruhan tahun. Sementara harga minyak mentah Indonesia yang diasumsikan 48 dolar AS per barel, diproyeksikan meningkat pada kisaran 55-60 dolar AS per barel seiring dengan membaiknya harga komoditas di pasar internasional. ‘’Pergerakan nilai tukar dan harga minyak mentah Indonesia tersebut masih berdampak positif terhadap APBN,’’ kata Sri Mulyani.

Meski demikian, Sri Mulyani mengakui pergerakan kurs dan harga ICP ini juga menambah beban subsidi energi untuk BBM yaitu hingga mencapai kurang lebih Rp 4,1 triliun. Kenaikan subsidi ini dibutuhkan untuk penyesuaian subsidi untuk solar, dari sebelumnya sebesar Rp 500 per liter menjadi Rp 1.000 per liter, guna mengurangi beban neraca keuangan PT Pertamina. Selain itu, subsidi listrik juga meningkat karena pemerintah melakukan capping harga jual DMO batu bara kepada PT PLN sebesar 70 dolar AS per ton dari harga pasaran saat ini sebesar 100,69 dolar AS per ton. Dengan demikian dari sekitar 400 juta ton batu bara yang dibutuhkan untuk pembangkit listrik, pemerintah akan memberikan subsidi sekitar 82 juta ton, untuk mengurangi

beban neraca keuangan PT PLN. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Anggaran Askolani menambahkan, kenaikan harga minyak dunia telah memberikan dampak kepada penerimaan pajak dan penerimaan negara bukan pajak dari sektor migas. Hingga akhir Februari 2018, Pajak Penghasilan (PPh) migas telah mencapai Rp 7,8 triliun atau sekitar 20,45 persen dari target dan PNBP migas juga tercatat sebesar Rp 16,19 triliun atau 20,15 persen dari target. ‘’Untuk PNBP migas ada kenaikan signifikan, karena meningkat 60 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Ini penyebab total PNBP naik 34 persen dari Rp 29,3 triliun pada Februari 2017 menjadi Rp 39,2 triliun pada Februari 2018,’’ ujarnya. (ant)

Sri Mulyani

Rupiah Menguat Jakarta (Bali Post) – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin (12/3) sore, bergerak menguat sebesar delapan poin menjadi 13.756 dibanding posisi sebelumnya 13.764 per dolar AS. ‘’Faktor teknikal menjadi salah satu sentimen yang menopang rupiah untuk bergerak menguat terhadap dolar AS,’’ ujar pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia Tbk. Rully Nova, di Jakarta, Senin kemarin. Menurutnya, sebagian pelaku pasar uang memanfaatkan posisi dolar AS yang telah mengalami apresiasi dalam beberapa hari terakhir ini untuk melakukan aksi ambil untung. Ia menambahkan bahwa sentimen dari dalam negeri mengenai fundamental ekonomi Indonesia yang cukup kondusif seiring dengan terus gencarnya pemerintah melakukan pembangunan infrastruktur dan berupaya memperbaiki iklim investasi di dalam negeri menjaga fluktuasi rupiah. Kendati demikian, lanjutnya, penguatan nilai tukar rupiah relatif terbatas mengingat cukup kuatnya proyeksi kenaikan suku bunga The Fed pada Maret ini. Diperkirakan pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 2021 Maret nanti memutuskan kenaikan suku bunganya. Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan, penguatan pada data ketenagakerjaan Amerika Serikat membuat munculnya indikasi inflasi yang naik sehingga mengonfirmasi naiknya suku bunga the Fed pada pertemuan FOMC nanti. ‘’Namun, adanya penguatan pada mata uang Asia dan penjagaan Bank Indonesia menjadi sentimen penguatan rupiah,’’ katanya. Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Senin (12/3) mencatat nilai tukar rupiah bergerak menguat ke posisi 13.768 dibandingkan posisi sebelumnya 13.794 per dolar AS. (ant)

AIIB Danai Tiga Proyek Besar di Indonesia

Bali Post/ant

BERTEMU - Delegasi Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (12/3) kemarin. Kunjungan AIIB tersebut dalam rangka menjajaki kerja sama pembiayaan infrastruktur di Indonesia serta meninjau proyek yang telah didanai oleh AIIB.

Bogor (Bali Post) – Presiden Joko Widodo, Senin (12/3) kemarin, menerima delegasi Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) di Istana Bogor. ‘’Saya ingin kesempatan ini untuk mengucapkan terima kasih telah berpartisipasi dalam pembiayaan sejumlah proyek di Indonesia selama dua tahun pertama ini,’’ kata Presiden kepada tamunya. Kata Jokowi, Indonesia adalah salah satu negara pertama di dunia yang sepenuhnya mendukung gagasan AIIB. ‘’Tindakan pertama saya ketika menjadi Presiden Indonesia pada tahun 2014 adalah menyatakan kepada Presiden Xi Jinping, dukungan penuh Indonesia dan serius untuk bergabung dengan AIIB,’’ ungkapnya. Indonesia telah menjadi anggota dalam Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) sejak 2016, di mana bank tersebut telah mendanai sebanyak 12 proyek infrastruktur besar untuk negara-negara anggotanya. Presiden juga mengatakan

Regulasi Fintech Ditarget Rampung Semester I 2018 Mangupura (Bali Post) Kebijakan terkait financial technology (fintech) ditargetkan rampung pada semester I 2018. Mengingat perkembangan fintech sangat pesat. Saat ini telah ada 36 perusahaan fintech yang terdaftar dan 1 di antaranya telah berizin. Sedangkan perusahaan yang sedang dalam proses pendaftaran ada 42. Vice Chairman OJK Nurhaida mengatakan, perkembangan fintech di Indonesia signifikan dan sangat cepat. Oleh karena itu OJK sedang membangun suatu ketentuan/peraturan yang bisa mengatur ekosistem fintech. Peraturan itu ditargetkan rampung pada semester I tahun 2018. Namun, ia optimis triwulan I bisa selesai. Namun jika dalam prosesnya masih membutuhkan waktu, pihaknya akan terbitkan pada semester I 2018. Sebelum merampungkan regulasinya, OJK ingin mendapatkan masukan dari berbagai negara dalam mengatur fintech tersebut. Karena secara global ketentuan mengenai fintech beragam. ‘’Ada negara yang mengadopsi sistem prudential approach, tapi ada juga yang mengadopsi ke arah bagaimana mengatur transparansi,’’ bebernya saat press conference International Seminar on Fintech Policies and Regulation, Senin (12/3) kemarin di Sofitel, Nusa Dua. Dengan melihat berbagai sistem

pengaturan di berbagai negara, OJK memutuskan mengatur dengan pendekatan karakteristik fintech tersebut dan dengan mengutamakan transparansi. Diharapkan dengan begitu fintech bisa memberikan keterbukaan yang berguna baik bagi pihak lender maupun borrower. Yang menjadi perhatian dalam pengawasan fintech adalah perlindungan consumer. Perlindungan consumer ada dua yaitu kepentingan dan data consumer. ‘’Hal inilah yang menjadi poin-poin kita nanti dalam mengatur fintech,’’ ungkapnya. Dalam peraturan OJK sebelumnya yaitu POJK 77 lebih mengatur pada peer to peer lending. Peer to peer lending adalah perusahaan yang memberikan platform untuk mempertemukan lender (pemberi pinjaman) dengan peminjam. Kedua pihak tersebut dikatakan memiliki risiko kerugian. ‘’Tapi yang penting adalah transparansi itu jelas. Jadi perusahaan fintech ini harus meyakini bahwa transparansi consumer dari sisi borrower dan transparansi dari sisi lender harus jelas,’’ bebernya. Dengan adanya transparansi diharapkan risiko kerugian dapat diminimalkan. ‘’Antara borrower dan lender bisa memilih data yang ada dengan adanya transparansi. Informasi tentang borrower dibuka dalam suatu platform, kemudian lender menentukan siapa yang akan diberi-

kan pinjaman. Dengan begitu risiko kerugian dapat ditekan,’’ bebernya. Deputy of Commisioner Indonesian Financial Service Authority Sukarela Batunanggar menjelaskan, pengaturan fintech meskipun spiritnya sama dengan LJK incumbent seperti bank, tetapi dalam pendekatannya disesuaikan dengan model bisnis dan karakteristik fintech tersebut. Risiko bank terdapat pada lembaga keuangannya dan dari sisi penggunanya. Sementara risiko fintech ada di antara peer to peer karena sebagai platform. Maka dengan adanya transparansi, edukasi dan literasi keuangan, self governance yang market discipline dari industri itu diharapkan risiko tersebut bisa diperkecil. ‘’Kita ingin membangun sikap yang bertanggung jawab dari sisi industrinya, dan si pengguna sehingga tercipta suatu kepercayaan,’’ ungkapnya. Mengingat perkembangan fintech sangat cepat, maka yang diatur adalah aturan dasarnya. OJK hanya menetapkan kebijakannya. Seperti pemenuhan standar minimal suatu fintech, seluruh fintech harus mendaftar ke OJK. Karena tidak semua fintech masuk dalam kategori LJK (Lembaga Jasa Keuangan). Yang diatur juga adalah tata kelola, lembaga dan produknya, standar pelaporan, edukasi dan perlindungan konsumen. (kmb42)

Transaksi Elektronik Digencarkan

Sasar Pungutan Retribusi dan Parkir

Denpasar (Bali Post) Sesuai surat edaran Mendagri, semua transaksi pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten/kota harus nontunai. Peraturan ini berlaku sejak 1 Januari 2018. Sementara pemerintah daerah di Bali dari sisi pembelanjaan, lebih dari 50 persen telah menggunakan transaksi non-tunai (TNT). Namun dari sisi penerimaan TNT belum maksimal diterapkan. Kepala Divisi Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah (SPPUR) Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Teguh Setiadi mengatakan, transaksi keuangan pemda ada dari sisi penerimaan dan pembelanjaan. Diharapkan kedua transaksi tersebut menerapkan nontunai sesuai program pemerintah pusat gerakan nasional non-tunai (GNNT). ‘’Selama ini yang nontunai baru dari sisi pembelanjaan. Seperti gaji pegawai yang ditransfer ke rekening masing-masing pegawai. Sementara dari sisi penerimaan sebagian besar masih tunai. Hanya sebagian yang nontunai seperti pajak bumi dan bangunan (PBB),’’ ungkapnya, belum lama ini. Sementara penerimaan lain selain PBB seperti

retribusi pasar harian dan tahunan masih dilakukan secara tunai. Sehingga BPD Bali yang merupakan ‘’kasirnya’’ Pemda Bali menyasar pengelola pasar untuk menyosialisasikan aturan tersebut. Ke depan parkir juga akan menggunakan nontunai. Hanya infrastruktur yang belum memadai menjadi kendala dalam penerapannya. ‘’Tidak semua tempat parkir bisa kita pasangi alatnya. Infrastrukturnya cukup mahal dan jangkauannya sangat luas. Tapi kayak-nya itu baru Tabanan yang mulai,’’ ungkapnya. Infrastruktur yang belum memadai menjadi kendala penerapan TNT. Terutama retail seperti retribusi dan parkir. ‘’Kalau pajak yang agak besar sih sepertinya sudah diterapkan nontunai,’’ tandasnya. Nantinya dengan adanya Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) akan lebih mempermudah TNT. Karena semua transaksi hanya cukup menggunakan satu kartu, sudah bisa terbaca pada semua reader. Jika dipisahkan per kabupaten/kota di Bali, Kabupaten Badung dan Kota Denpasar telah menerapkan TNT lebih banyak. Hal itu dinilainya wajar, karena didukung infrastruktur yang memadai. (kmb42)

kegembiraannya terkait kunjungan AIIB ke berbagai prroyek di Indonesia, yakni proyek MRT Jakarta dan ke Jawa Tengah untuk mengunjungi Yogyakarta dan Solo. ‘’Proyek MRT Jakarta diluncurkan saat saya menjadi Gubernur Jakarta dan saya memulai karier saya di bidang politik sebagai wali kota di Solo. Jadi saya sangat senang melihat jadwal anda minggu ini, anda akan mengunjungi kedua tempat tersebut,’’ kata Presiden. Pimipinan delegasi AIIB (Direktur Perwakilan Australia) Christopher Legg mengatakan kedatangan ke Istana Bogor untuk mendengar dari Presiden Indonesia dan apa yang diinginkannya dari AIIB. ‘’Pemerintah (Indonesia) sangat menginginkan untuk membangun infrastruktur, melihat tantangantantangan, dan menginginkan AIIB bisa efisien dan efektif dalam membuat kesepakatan-kesepakatan dengan Indonesia,’’ kata Legg. Dia mengakui bahwa AIIB masih memberikan pinjaman tiga proyek di

Indonesia karena masih muda, di mana baru dua tahun beroperasi dan baru memiliki sedikit pekerja dan kantor yang masih kecil. ‘’Dua tahun ini sudah menyalurkan 20 pinjaman dan tiga untuk Indonesia. Saya berharap setidaknya, 4-5 miliar dalam dua tahun mendatang, Indonesia akan mendapat bagian yang sangat signifikan dari itu, tapi tentu soal pinjaman akan tergantung pada penggunaan dari wilayah itu,’’ kata Legg. Indonesia yang merupakan pemegang saham dan pendiri AIIB telah mendapatkan pinjaman tiga proyek, yakni untuk sektor urban dan multisektor. Di sektor urban terdiri dari dua proyek, yakni Peningkatan Permukiman Kumuh Nasional di Indonesia dengan dana pinjaman dari AIIB sebesar 216,5 juta dolar AS atau setara Rp 2,8 triliun dan Bank Dunia sebesar 216,5 juta dolar AS. Sedangkan multisektor meliputi Proyek Dana Pembangunan Infrastruktur Daerah dan Proyek Perbaikan dan Keselamatan Operasional Damage Tahap II. (ant)

Jangan Ulangi Kejadian 1998

Kemandirian Ekonomi Perlu Dijaga

Jakarta (Bali Post) – Sejumlah ekonom mengingatkan pemerintah bahwa Dana Moneter Internasional (IMF) pernah memberikan kesalahan asistensi saat krisis ekonomi 1998. Karenanya kemandirian ekonomi Indonesia saat ini tetap perlu dijaga, sembari mendorong keberlanjutan reformasi di tubuh lembaga moneter internasional tersebut. ‘’Penyesuaian struktural (structural adjustment) dari IMF saat itu adalah meminimalisasi peran Bulog. Ini justru setelah peran Bulog berkurang, stabilisasi harga pangan jadi terganggu, dan akhirnya berdampak ke inflasi yang naik dua digit saat itu,’’ kata Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta di Diskusi Kelompok Terfokus di Digital Media Research Center, di Jakarta, Senin (12/3) kemarin. Arif mengatakan banyak bagian dari penyesuaian struktural atau resep ekonomi IMF saat itu yang berlawanan dengan kepentingan nasional. Penyesuaian struktural atau resep IMF saat itu harus dijalankan karena merupakan bagian dari pemberian pinjaman IMF ke Indonesia yang sedang dilanda krisis. ‘’Bagian terpenting dari structural adjustment saat itu adalah dilarangnya pengendalian harga dengan meminimalisasi peran Bulog. Ini jadi pelik, karena tentu ada kepentingan nasional untuk pengendalian harga. Baru sekarang akhirnya setelah 10 tahun, inflasi bisa kembali rendah,’’ ujar Arif. Namun, bukan berarti Indonesia

Arif Budimanta harus antipati terhadap IMF saat ini. Menurutnya, Indonesia tetap perlu menjamin kesuksesan penyelenggaraan pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia pada 12-14 Oktober 2018. Selain menjadi tuan rumah penyelenggara, Indonesia juga harus mampu melancarkan diplomasi ekonomi, dengan mengedepankan agenda-agenda pembangunan yang memberikan manfaat konkret bagi ekonomi Indonesia. Misalnya, mengenai sistem lalu lintas devisa Indonesia yang terlalu bebas bagi investor asing. ‘’Kami ingin dengar dari IMF mengenai lalu lintas devisa Indonesia saat ini dengan stabilisas sistem keuangan yang sudah dikatakan baik, apakah masih cocok (UU Lalu Lintas Devisa) atau

perlu penyesuaian struktural agar dapat meminimalisir gejolak kurs dan memperbaiki neraca pendapatan primer,’’ ujarnya. Ekonom senior dari Institue for Development of Economics and Finance (INDEF) Didik J. Rachbini pada diskusi yang sama mengkritisi pemerintah dan BI yang dinilainya masih inferior dengan IMF. Indonesia, sebagai tuan rumah, pertemuan IMF-WB tahun ini perlu mendorong kepentingan lebih besar dari negara-negara berkembang. ‘’IMF jangan terlalu dianggap sebagai lembaga yang supra-nasional, supra atau lintas pemerintah. Karena dalam struktural penentuan keputusan IMF itu, paling banyak dikuasai suara AS, karena pengaruh AS paling kuat di kekuasaannya. Indonesia tetap harus kritis dengan agendaagenda di pertemuan IMF-WB, dan tetap mendorong reformasi,’’ ujar Didik. Berbeda dengan Didik dan Arif, ekonom dari LIPI Latif Adam menilai IMF sudah melakukan koreksi internal pascakrisis Asia di akhir dekade 1990-an. IMF sudah mendirikan Independent Evaluation Office untuk mengevaluasi asistensi mereka kepada negara-negara anggota. ‘’Lembaga itu semacam pengakuan atau kesadaran mereka soal kesalahan mereka. Dalam konteks peran Bulog dan Indonesia, mereka tidak melihat kondisi lokal, mereka telalu fokus ke moneter, karena mandat mereka lebih bagaiamana menyeimbangkan neraca pembayaran dari sisi moneter,’’ tuturnya. (ant)


BULELENG

14

Dua Belas Gepeng Dipulangkan Sepuluh Melarikan Diri

Singaraja (Bali Post) – Dinas Sosial (Dinsos) Buleleng memulangkan dua belas orang gelandangan dan pengemis (gepeng) ke Desa Munti Gunung dan Pedahan, Karangasem Senin (12/3) kemarin. Sebenarnya, Dinsos menerima 22 gepeng yang diamankan polisi ketika melakukan patroli, Minggu (11/3) malam lalu. Setelah diinapkan di Kantor Dinsos Jalan Veteran, Singaraja, ternyata sepuluh orang gepeng nekat melarikan diri dengan memanjat pagar di kantor setempat. Sebelum dipulangkan ke desa asalnya, belasan gepeng ini dicatat dan wajah mereka didokumentasikan untuk kepentingan data di Dinsos Buleleng. Selain itu, gepeng ini diingatkan agar tidak mengulangi perbuatannya meminta–minta yang dapat mengganggu ketertiban umum. Mereka pun diancam kalau nantinya kembali ditemukan petugas baik kepolisian, Satpol PP, maupun petugas terkait lain, akan diajukan ke Pengadilan Negeri (PN) lewat sidang tindak pidana ringan (tipiring). Sekitar pukul 09.00 Wita, mereka dipulangkan menggunakan angkutan umum yang didanai oleh Dinsos Buleleng. Kepala Dinsos Buleleng Drs. Gede Komang, M.Si. mengatakan, gepeng yang diamankan polisi tersebut bisa disebut membandel, karena sepuluh orang di antarnya nekat melarikan diri setelah diinapkan di kantor Dinsos Buleleng. Bahkan, lima petugas jaga malam di kantornya berhasil dikelabui mereka. Untuk itu, Gede Komang mengaku akan berkoordinasi dengan instansi terkait kem-

Diguyur Hujan, Pagar SDN 2 Tegallinggah Ambruk Singaraja (Bali Post) – Kerusakan infrastruktur sekolah akibat bencana alam kembali terjadi. Kali ini pagar SDN 2 Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, ambruk karena diguyur hujan deras, Minggu (11/3) malam lalu. Berdasarkan informasi di lapangan Senin (12/3) kemarin, sebelum kejadian hujan melanda Desa Tegallinggah dan sekitarnya. Ambruknya pagar sekolah ini diduga juga karena fondasinya telah retak akibat getaran kendaraan berat melintas di jalan. Selain itu, perkembangan akar pohon mangga yang berada dekat dengan fondasi pagar mengakibatkan keretakan semakin parah.

Bali Post/kmb38

GEPENG – Dua belas orang dari 22 gepeng dipulangkan oleh Dinas Sosial Senin (12/3) kemarin. Belasan gepeng ini diamankan polisi saat patroli Minggu (11/3) malam lalu. bali melakukan patroli untuk mencari gepeng yang nekat kabur tersebut. “Bisa dibilang membandel karena sudah kita tampung baik–baik, kasi tempat tidur dan maunya kita pulangkan. Kita ingatkan tidak kembali mengemis ke Buleleng, tapi mereka nekat memanjat tembok pagar di kantor. Kami akan cari lagi dan segera akan kita pulangkan ke desa asalnya,” katanya. Di sisi lain, birokrat yang juga penekun seni Wayang Wong ini mengatakan, untuk memberi efek jera, pihaknya mencoba mencari dasar hukum untuk menjerat gepeng yang membandel ini untuk diberikan sanksi hukum lewat sidang tipiring di pengadilan. Sebenarnya, upaya ini sudah pernah dilakukan karena saat itu gepeng mulai sepi, sehingga penangkapan gepeng pun dihentikan. Namun belakangan, gepeng kembali meramaikan sudut kota mulai di Pasar Anyar, Pasar Banyuasri, kawasan wisata Lovina, dan di Seririt. Menyusul situasi ini,

instansi terkait termasuk polisi mulai melakukan pengawasan dan mengamankan gepeng yang ditemukan mengganggu ketertiban umum. Selain itu, Gede Komang berharap ada upaya riil dari instansi terkait di Karangasem, sehingga gepeng yang memang didominasi dari Munti Gunung dan Pedahan ini bisa ditangani dengan baik. Apalagi, dari penelusuran yang dilakukan status ekonomi warga yang menggepeng ini tidak seperti penampilannya saat mengumpulkan uang receh atau meminta barang berharga lainya. Justru faktanya banyak gepeng yang tingkat ekonominya tergolong mampu, seperti memiliki ternak peliharaan dan bahkan ada yang memiliki usaha mandiri. Di samping tingkat ekonomi yang bisa dibilang sedang, warga yang menggepeng ini dinilai mengorbankan anak–anak mereka. Seharusnya, anak bersekolah, namun karena ikut mengemis, pendidikan mereka pun diabaikan. (kmb38)

Pascabanjir, Warga Pengulon Bersihkan Irigasi Singaraja (Bali Post) – Warga Desa Pengulon, Kecamatan Gerokgak bergotong royong membersihkan saluran irigasi dan gorong-gorong yang tersumbat saat banjir Sabtu (10/3) malam lalu. Pembersihan ini dilakukan karena irigasi dan gorong-gorong di ruas Jalan Singaraja-Gilimanuk dangkal karena sedimentasi. Kegiatan ini juga melibatkan aparat desa, polisi dan TNI berpartisipasi untuk melakukan pencegahan terjadinya banjir susulan. Perbekel Desa Pengulon Drs. I Nyoman Juliana, Senin (12/3) kemarin, mengatakan pembersihan baik irigasi dan gorong-gorong ini sebagai langkah awal untuk mengantisipasi kembali hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayahnya. Setelah penanganan awal ini, Juliana mengajukan permohonan bantuan normalisasi irigasi dan perbaikan gorong-gorong pemicu banjir tersebut. Untuk irigasi, usulan perbaikannya diajukan kepada pemerintah daerah. Sedangkan goronggorong karena berada di sisi jalan nasional, maka permohonan perbaikannya diusulkan secara berjenjang. “Gotong royong ini untuk mencegah kalau kemungkinan kembali hujan seperti saat banjir yang lalu. Warga kami berharap ada bantuan perbaikan untuk normalisasi irigasi atau memperbaiki gorong-gorong di sisi jalan nasional,” jelasnya. Di sisi lain, Juliana mengatakan, selain melakukan pencegahan banjir susulan, pihaknya juga masih mendata kerusakan rumah warga terdampak banjir. Ada 5 rumah warga yang mengalami kerusakan pada pagar. Di samping

Selasa Paing, 13 Maret 2018

itu, satu bangunan dapur milik warganya rusak parah dan perlengkapan rumah tangga hilang dihayutkan banjir. Dari data sementara, desa mencatat kerugian meterial yang dialami warga sekitar Rp 38 juta. Kerugian ini dipastikan bertambah, karena sawah seluas 3 hektar juga terkena dampak banjir. “Itu baru sementara dan kami masih menghitung sebelum nanti secara lengkap akan dilaporkan ke kabupaten,” tegasnya. Di tempat terpisah, Kepala pelaksana Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Made Subur mengatakan, pascabanjir pihaknya sudah mendistribusikan logistik bagi warga terdampak banjir di Pengulon. Bantuan ini mulai dari

sembako, perlengkapan rumah tangga dan bantuan lain. Selain itu, BPBD juga membantu warga untuk menyedot air sisa banjir yang masih menggenangi pekarangan rumah warga. Sementara untuk penanganan lanjutan, terutama kerusakan rumah warga, BPBD masih menunggu data kerusakan dan rencananya akan diusulkan ke BPBD Provinsi Bali. Seperti diberitakan sebelumnya, 75 rumah warga Dusun Bukit Sari, Desa Pengulon, Kecamatan Gerokgak terdampak banjir akibat hujan deras Sabtu (10/3) lalu. Banjir terjadi karena Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukad Saba yang melintasi dusun tersebut meluap dan merendam puluhan rumah warga. (kmb38)

Bali Post/ist

GOTONG ROYONG – Warga Desa Pengulon, Kecamatan Gerokgak bergotong royong membersihkan irigasi dan gorong–gorong setelah banjir melanda wilayah mereka, Sabtu (10/3) lalu.

Pada Minggu (11/3) malam lalu, pukul 18.20 Wita, pagar tersebut ambruk. Batu kali dan bongkahan batako menutup badan jalan menuju Dusun Bukit Sari, Desa Tegallinggah. Beruntung saat kejadian jalanan sedang sepi, sehingga tidak terjadi korban jiwa. Panjang pagar yang ambruk diperkirakan 12 meter. Di ujung pagar yang ambruk itu berdiri bangunan kantin sekolah. Fondasi bangunannya pun berdekatan dengan pagar, sehingga bangunannya rawan ambruk apabila kembali diguyur hujan deras. Kepala SDN 2 Tegallinggah Drs. Nyoman Sumanasa mengatakan, pascakejadian itu kemarin, guru bersama anak-anak bergotong royong membersihkan batu dan bongkahan beton pagar yang ambruk. Namun, badan jalan masih sebagian tertimbun, sehingga warga yang melintas sedikit terganggu. Kerugian akibat kejadian ini sudah disampaikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Pihaknya meminta agar BPBD memberikan bantuan darurat untuk mencegah jangan sampai sisa pagar yang masih utuh kembali ambruk. Pascakejadian ini, Sumenasa khawatir ambruknya pagar tersebut mengganggu kenyamanan anak-anak bermain.

Pasalnya, pagar itu tepat di lapangan untuk olahraga dan upacara bendara, sehingga kalau tidak ada penanganan segera, dia khawatir kenyamanan anak-anak bermain terganggu. Selain itu, bangunan kantin sebagian fondasinya sudah tergerus air, sehingga dia berharap ada penanganan darurat untuk

menyelamatkannya. “Kemarin malam (Minggu 11/3), sudah dapat laporan dan kebetulan kita jeda semester anak-anak kami ajak gotong royong untuk membersihkan bongkahan batu dan batako pagar yang ambruk ini. Kami sudah laporkan dan mudahmudahan ada penanganan sementara biar anak-anak

tetap nyaman di sekolah,” katanya. Sumenasa belum merencanakan menebang pohon manggga di areal sekolah itu. Ini karena, pohon tersebut difungsikan untuk perindang agar lingkungan sekolah tetap sejuk terutama di musim kemarau. Sementara untuk perluasan lapangan bermain dan upacara bendera, dia menyebut sudah mengajukan permohonan meminjam tanah Desa Pakraman Tegallinggah. Lahan ini berlokasi di sebelah barat sekolah yang rencananya ditata untuk kegiatan desa adat dan juga untuk lapangan olahraga bagi siswa. (kmb38)

Bali Post/kmb38

AMBRUK – Pagar pembatas areal SDN 2 Tegallinggah, Kecamatan Sukasada ambruk akibat tergerus air saat hujan, Minggu (11/3) malam.

Jelang Nyepi, Disdagprin Pantau Harga Sembako Harga Cabai Mulai Naik Singaraja (Bali Post) – Menjelang hari raya Nyepi, tim monitoring harga dan stok Dinas Perdagangan Perindustrian (Disdagprin) Buleleng memantau perkembangan harga dan stok sembilan bahan pokok (sembako) Senin (12/3) kemarin. Hasilnya, harga cabai besar dan cabai rawit mulai merangkak, namun masih dalam level wajar. Naiknya harga ini diduga karena persedian stok yang turun akibat pasokan dari petani juga menurun. Itu karena faktor tingginya curah hujan, sehingga tanaman tidak berproduksi optimal. Tim monitoring yang dipimpin Kepala Disdagprin Buleleng Ketut Suparto ini mengambil sampel monitoring di Pasar Anyar Singaraja dan menyasar supermarket di kawasan Kota Singaraja. Di Pasar Anyar, rombongan berdialog dengan pedagang daging babi, ayam, dan pedagang bumbu. Selain menanyakan stok dan harga di pasaran, rombongan monitoring juga memantau timbangan yang digunakan pedagang. Seorang pedagang bumbu, Desak Suarini, menuturkan, mendekati Nyepi harga bumbu terutama cabai mulai berfluktuasi. Dia menyebut, harga cabai rawit sekarang ini mencapai Rp 55.000 per kilogram. Dibandingkan harga sebelumnya Rp 50.000 tiap kilogram, sehingga harganya sudah naik Rp 5.000 untuk satu kilogramnya. Cabai besar

Bali Post/kmb38

PANTAU HARGA – Tim monitoring harga dan stok sembako dari Dinas Perdagangan Perindustrian Buleleng memantau perkembangan harga sembako di Pasar Anyar Singaraja, Senin (12/3) kemarin. harganya juga mulai merangkak rata-rata Rp 4.000 untuk satu kilogram. Sebelumnya dia menjual cabai besar Rp 42.000 per kilogram, sekarang harganya naik menjadi Rp 46.000 tiap kilogram. “Dari langganan harganya naik ya harga jual ke konsumen juga ikut naik dan apa penyebabnya kami kurang tahu,” jelasnya. Sementara pedagang daging babi, Wayan Merta, mengatakan, kendati Nyepi sudah tinggal empat hari lagi, harga daging babi masih normal dan belum terjadi tanda-tanda lonjakan harga. Dia mengaku harga daging babi campur saat ini Rp 40.000 tiap kilogram. Terkait kemungkinan harga

naik menjelang hari raya, Merta mengaku kalau memang dari pemasok harganya dinaikkan, maka dengan sendirinya harga eceran akan ikut naik. “Apa karena pemakaian daging babi saat Nyepi sedikit saya kurang tahu, dan sekarang belum ada kenaikan harga. Kalau memang nanti naik, harga ke konsumen pasti naik,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Disdagprin Ketut Suparto mengatakan, kenaikan harga cabai rawit dan cabai besar itu masih dalam level wajar. Apalagi, dari penelusurannya, kenaikan ini akibat rendahnya produksi cabai di tingkat petani. Namun, pihaknya telah mengimbau

pedagang pengecer dan penyalur agar tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan lebih, namun diharapkan tetap mencari keuntungan yang wajar, sehingga tidak terjadi polemik menjelang hari raya. “Harga bervariasi dan stok masih mencukupi. Dan kemungkinan karena ini tidak musim panen raya jadi distribusi dari petani agak turun, sehingga memicu variasi harga antara Rp 50.000 hingga Rp 55.000 tiap kilogram,” katanya. Sementara harga beras, lanjut Suparto masih stabil dan masih berada di bawah Harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditentukan pemerintah. Demikian juga persediaan masih mencukupi. Dia mencontohkan, harga beras medium saat ini terpantau Rp 9.350 per kilogram. Harga ini masih di bawah HET Rp 9.450 tiap kilogram. Sedangkan beras premium harga lama Rp 11.500 dan sekarang naik Rp 500 menjadi Rp 12.000 tiap kilogram. Kendati harganya merangkak, tetapi kenaikannya diangap masih wajar dan di bawah HET untuk beras premium Rp 12.800 tiap kilogram. Sementara itu, pengawasan di supermarket di Kota Singaraja, tim mengecek peredaran produk yang kedaluwarsa. Selain itu, takaran produk yang beradar di supermarket menjadi pengawasan tim monitoring Disdagprin Buleleng. (kmb38)

PNS Undiksha Dituntut Susun Indikator Kinerja Berbasis ’’Online’’

WORKSHOP – Puluhan pejabat struktural, fungsional, dan pegawai dengan jabatan khusus di Lingkungan Undiksha mengikuti workshop Penyusunan Sasaran Kerja Pegawai dan Penilaian Prestasi Kerja PNS Secara Online di ruang UPT TIK Puskom Undiksha, Senin (12/3) kemarin.

SEJALAN dengan kebijakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), PNS di lingkungan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja dituntut menyusun indikator kinerja berbasis online. Tak hanya sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja yang dapat diakses oleh publik, tetapi kebijakan ini wajib untuk menghitung pemberian penghargaan (renomerasi) berdasarkan real time. Untuk memberikan pemahaman terkait kebijakan itu, Senin (12/3) kemarin, 74 orang pejabat struktural, pegawai fungsional dan pegawai dengan jabatan khusus di lingkungan Undiksha mengikuti workshop Penyusunan Sasaran Kerja Pegawai dan Penilaian Prestasi Kerja PNS Secara Online di ruang UPT TIK Puskom Undiksha. Workshop dibuka Wakil Rektor (Warek) II Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd. mewakili Rektor Undiksha Dr. Nyoman Jampel, M.Pd.

Usai membuka workshop, Prof. Lasmawan mengatakan, sejalan dengan terbitnya Peraturan Menteri Risert Teknologi Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) No. 4 Tahun 2018, pejabat struktural, pegawai fungsional, dan pejabat dengan jabatan khusus di lingkungan Undiksha wajib menyusun indikator kinerja pegawai berbasis online. Dengan kebijakan ini, semua pegawai dituntut mampu menyusun basis data kinerja yang akuntabel dan dipertanggungjawabkan kepada publik. Dengan demikian akan terbangun sistem budaya kerja dan kinerja pegawai berbasis prestasi. Menyusul kebijakan ini dan berdasarkan Organisasi Tata Kelola (OTK) Undiksha, setiap satuan indikator kinerja disusun dengan gampang dipahami dan mudah dicapai. Ini karena setiap capaian kinerja masing-masing pegawai ini akan berdampak terhadap jumlah penghargaan atau renomerasi yang diterima pegawai. Apalagi, mulai 2017

lalu, Undiksha telah memberikan renomerasi bagi setiap pegawai administarsi dan kalangan civitas akademika (dosen) mendapat penghargaan atas kinerja lebih dalam hitungan bulan. “Penetapan indikator dan sasaran kinerja pegawai penting apalagi dituangkan dalam sistem yang bisa dibaca oleh publik karena apa yang dikerjakan secara real time wajib diupload dalam sebuah sistem aplikasi yang bisa diakses publik itu sendiri. Maka dari itu langkah awal kami untuk mengikuti amanat Kemenpan RB dan Kemenristekdikti itu melalui workshop ini,” katanya. Di sisi lain Prof. Lasmawan mengatakan, selama ini jalinan komunikasi dan kerja sama kepegawaian di lembanganya perlu ditingkatkan. Untuk itu, lewat workshop seperti ini, pihaknya mengajak pejabat mulai dari Kepala Biro (Kabiro), Kepala Bagian (Kabag), dan staf bisa terjalin kerja sama yang handal dan terjadinya situasi yang kon-

dusif di lembaga itu sendiri. “Kami melihat kerja sama ini belum maksimal, sehingga dari workshop ini, kita ingin ada kerja sama dan otomatis pengelolaan lembaga akan dibingkai oleh situasi yang kondusif,” jelasnya. Selama workshop, peserta mendapatkan materi yang disampaikan para staf UPT TIK Poskum sebagai instanasi yang mengembangkan sistem informasi di lingkungan Undiksha. Selain itu, peserta juga diajarkan bagaimana menyusun indikator kinerja dan teknik untuk mencapainya. Materi ini dipresentasikan oleh perwakilan Biro Umum Kepegawaian (UK) dan Bagian Kepegawaian. “Kalau dulu penghargaan dihitung dengan model tukin (tunjangan kinerja), namun sekarang perhitungannya secara real time dalam artian apa yang dikerjakan dan capaian kinerja saat itu juga harus dilaporkan melalui sistem informasi yang bisa diakses oleh publik,” jelasnya. (ad609)


15

Selasa Paing, 13 Maret 2018

Pogba Absen Latihan

London -

Bali Post/rtr

RELI - Pembalap Prancis Sebastien Ogier menyelesaikan etape terakhir Reli Meksiko.

Ogier Pimpin WRC

Mexico City Pembalap Prancis Sebastien Ogier kembali memimpin di kejuaraan reli dunia (WRC) setelah menjuarai seri Meksiko, Senin (12/3) kemarin. Pembalap tim M-Sport Ford itu berhasil mempertahankan gelarnya musim lalu sekaligus yang keempatkalinya sepanjang karier. Juara dunia lima kali itu finis satu menit 3,6 detik di depan pembalap Hyundai asal Spanyol Dani Sordo. Pembalap Inggris Kris Meeke, pemenang tahun lalu kejuaraan yang digelar di wilayah Guanajuato tersebut di posisi ketiga untuk tim Citroen. Ogier, yang kini telah memenangkan dua dari tiga seri musim ini, juga mendapat empat poin tambahan untuk keberhasilannya menempati posisi kedua di etape terakhir. Power Stage terakhir itu dimenangkan pembalap Toyota Estonian Ott Tanak. Dengan kemenangan ini Ogier unggul 10 poin dan disusul pembalap Belgia Belgia Thierry Neuville, yang finis di urutan keenam. Ogier sekarang mengemas 60 poin dan mengungguli Neuville dengan selisih sembilan angka. Juara dunia sembilan kali asal Prancis Sebastien Loeb, yang tampil di tiga seri awal bersama Citroen musim ini, memimpin sejak awal lomba namun akhirnya hanya berhasil menempati posisi kelima setelah kehilangan waktu akibat kerusakan teknis. Seri berikutnya Reli WRC ini akan digelar di Corsica pada 5-8 April. (rtr/ant)

Berlaga di Polandia, Egy Harus Persiapkan Mental

Jakarta (Bali Post) Pelatih timnas Luis Milla memberikan nasihat kepada pesepak bola Indonesia yang kini bermain untuk klub Polandia Lechia Gdansk, Egy Maulana Vikri. Pria asal Spanyol itu meminta Egy untuk menyiapkan mentalnya selama tinggal di Eropa. ‘’Saya berharap dia bisa tumbuh di sana. Dia juga harus siapkan mental karena negara itu berbeda dengan Indonesia,’’ ujar Luis Milla seperti dikutip website PSSI, Senin (12/3) kemarin. Milla menambahkan, dirinya yakin Egy bisa mendapatkan pengalaman berharga selama di Eropa yang bisa ditularkan ke tim nasional. ‘’Egy pasti akan kami pantau terus perkembangannya selama di Polandia. Saya tahu Egy adalah pemain yang berkualitas dan bisa membantu kami di timnas,’’ kata pelatih yang semasa aktif pernah bermain untuk tim raksasa Eropa Barcelona dan Real Madrid tersebut. Egy Maulana Vikri resmi mengikat kontrak dengan tim liga teratas Polandia Lechia Gdansk dan sudah diperkenalkan tim berjuluk The Stripes itu pada Minggu (11/3) malam. Saat ini, Lechia Gdansk berada di posisi ke-13 dari 16 peserta liga Polandia dan baru mengoleksi 27 poin dari 26 pertandingan. Dengan bergabung bersama Lechia Gdansk, Egy menjadi pemain Indonesia pertama yang bermain di Polandia. Pesepak bola asal Medan berusia 17 tahun itu pun menjadi pemain Asia Tenggara pertama di klub tersebut. Kemenpora Memantau Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan memantau terus perkembangan salah satu siswa Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan yaitu Egy Maulua Vikri yang saat ini dikontrak klub sepak bola asal Polandia, Lechia Gdansk. ‘’Egy asli binaan Kemenpora selama lima tahun dan salah satu yang go international. Makanya akan pantau terus perkembangan dia,’’ kata Deputi Pemudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta. Sebagai pemain baru, mantan pemain kunci Timnas Indonesia U-19 ini baru akan mendapatkan kontrak profesional setelah berusia 18 tahun pada 7 Juli nanti. Menurut Isnanta, selama menunggu kontrak profesional pihaknya akan terus menjalani komunikasi dengan Egy maupun manajemennya. Apalagi, hingga saat ini Kemenpora belum mendapatkan laporan secara resmi setelah pemain berusia 17 tahun itu terbang ke Eropa. ‘’Saya belum baca kontaknya. Rabu sore (14/3) rencananya baru ada laporan dari tim yang mendampinginya ke Polandia. Selanjutnya dilaporkan ke Menpora,’’ katanya menmabahkan. Perjalanan Egy Maulana Vikri ke sepak bola Eropa memang menjadi pantauan banyak pihak, mengingat pemain dengan posisi gelandang serang dinilai mempunyai kemampuan. Hanya, untuk menempati posisi ini membutuhkan proses yang panjang. Jasa agen yaitu Dusan Bogdanovic dinilai cukup berperan juga karena selama ini melakukan koordinasi dengan Kemenpora. Sebelum diikat Lechia Gdanks, Egy juga pernah dikaitkan dengan klub Polandia lainnya yaitu Legia Warsawa dan salah satu klub asal Prancis. Dengan diikat klub asal Polandia itu, Egy Maulana Vikri menjadi orang Asia Tenggara pertama yang dikontrak klub tersebut. Salah satu pertimbangan dari manajemen klub Lechia Gdanks adalah pemasaran mengingat banyak fans dari Indonesia. Sebelumnya Sekjen PSSI Ratu Tisha juga menyatakan jika pihaknya juga melakukan pemantauan terhadap Egy Maulana Vikri mengingat mantan anak asuh Indra Sjafri ini juga merupakan pemain timnas yang dipersiapkan untuk Asian Games 2018. (ant)

Bali Post/ant

Pesepak bola Timnas Egy Maulana Vikri (tengah).

Gelandang Manchester United (MU) Paul Pogba tidak mengikuti sesi latihan Senin (12/3) kemarin untuk persiapan pertandingan kedua babak 16 besar Liga Champions melawan Sevilla. Bahkan, Manajer MU Jose Mourinho tidak bisa memberi jaminan akan memainkannya di Old Trafford, Rabu dini hari nanti. Pogba yang tampil tidak mengesankan di bawah kepemimpinan Mourinho, tidak menjadi pemain inti saat timnya menang 2-1 atas Liverpool di ajang Liga Inggris pada akhir pekan lalu. Gelandang timnas Prancis itu juga dilaporkan cedera sehingga absen pada latihan kemarin. Mourinho menanti informasi mengenai apakah dia dapat pulih tepat waktu untuk pertandingan melawan tim Spanyol tersebut. ‘’Saya tidak tahu,’’ kata Mourinho kepada media Inggris ketika ditanyai mengenai ketersediaan Pogba untuk pertandingan melawan Sevilla di Old Trafford. ‘’Cedera? Itu adalah kontak saya dengan pemain pada menit terakhir sesi latihan. Jika saya menyelesaikan sesi satu menit sebelumnya hal itu tidak akan terjadi,’’ tambah manajer asal Portugal tersebut. Mourinho membangkucadangkan pemain 24 tahun itu saat mereka bermain imbang tanpa gol di markas Sevilla pada laga pertama yang berlangsung bulan lalu. Pogba masuk sebagai pemain pengganti pada pertandingan setelah gelandang Ander Herrera mendapat cedera. Gelandang Marouane Fellaini kembali bermain saat melawan Liverpool untuk menambah opsi-opsi lini tengah bagi Mourinho saat menghadapi Sevilla

Bali Post/rtr

LATIHAN - Kiper Manchester United David de Gea, Senin (12/3) kemarin ambil bagian dalam latihan bersama rekan-rekannya. Sementara gelandang Paul Pogba absen di Aon Training Complex, Manchester ini. nanti. Pemain internasional Belgia itu telah menepi sejak Januari setelah menjalani operasi kecil pada lututnya. Fellaini menggantikan pencetak gol Marcus Rashford pada menit ke-70. ‘’Untuk kembali mendahului perkiraan waktunya, ia melakukan pekerjaan fantastis untuk memulihkan diri di luar klub dengan orangorang yang dia percayai. Dia datang

Bali Post/rtr

SENJATA - Pemilik klub PAOK Salonika, Ivan Savvides (tengah), memasuki lapangan untuk memprotes keputusan wasit. Pengusaha ternama Yunani itu ditengarai membawa senjata yang disimpan di pinggangnya.

Pemilik Klub Bawa Senjata, Liga Yunani Diskors

Athena Liga Yunani diskors, Senin (12/3) kemarin, setelah pemilik klub PAOK Salonika terekam kamera membawa pistol ketika ia memasuki lapangan untuk memprotes gol yang tidak disahkan. Foto-foto dan rekaman video memperlihatkan Ivan Savvidis, salah satu orang terkaya di Yunani, menginvasi lapangan pada menit-menit terakhir pertandingan melawan klub AEK dengan pistol dalam sebuah sarung yang terlilit dipinggangnya. ‘’Kami telah memutuskan untuk menginterupsi kejuaraan... Ini tidak akan dimulai kembali kecuali terdapat kerangka kerja yang jelas, disetujui oleh semuanya,’’ kata Wakil Menteri Kebudayaan dan Olahraga Yunani Georgios Vassiliadis. Vassiliadis mengatakan skors itu tidak ditentukan batas waktunya sampai semua yang terlibat menyetujui kode etik dan peraturanperaturan. Sepak bola Yunani telah dinodai oleh invasi-invasi lapangan dan kekerasan, baik di dalam maupun di luar lapangan. Otoritas-otoritas berwenang telah berulang kali berjanji untuk membersihkan olahraga ini. Belum ada komentar dari Savvidis atau PAOk Salonika atas insiden ini. Savvidis, yang didampingi sejumlah pengawal pribadi, berjalan memasuki lapangan di Thessaloniki sebanyak dua kali

pada pertandingan kemarin. Pada satu kesempatan ia mengenakan mantel tebal, yang kedua dengan mantel yang telah dibuka dan sarung pistolnya terlihat jelas, namun ia tidak mencabut senjatanya. Savvidis ditenangkan pengawalnya ketika ia dan sejumlah orang lain mengerubungi wasit, yang tidak mengesahkan gol dari pemain PAOK Fernando Varela pada menit ke-89. Saat itu pertandingan tersebut kemudian dinyatakan berakhir imbang tanpa gol. Tetapi PAOK Salonika kemudian dinyatakan menjadi pemenang setelah wasit mencabut keputusannya dua jam setelah pertandingan dan mengesahkan gol. Polisi mengatakan mereka ingin menanyai Savvidis karena telah memasuki lapangan sepak bola tanpa izin. Pernyataan polisi tidak menyebutkan senjata. Sumber polisi mengatakan petinggi PAOK itu memiliki izin untuk membawa senjata api. Savvidis lahir di Georgia dari orangtua yang berlatar Yunani dan merupakan mantan anggota parlemen Rusia. Ia memiliki banyak aset yang tersebar dari Pelabuhan Thessaloniki sampai bisnis tembakau dan perusahaan-perusahaan media. Pertandingan derby antara PAOK dan Olympiakos Piraeus dibatalkan pada bulan lalu, setelah pelatih Olympiakos Oscar Garcia dilempari gulungan kertas dari tribun penonton. (rtr/ant)

untuk berlatih beberapa hari yang lalu dan membuat dirinya dapat dimainkan,’’ tambah Mourinho. Tentang Sevilla, Mourinho memiliki penilaian tersendiri. Klub Spanyol itu dinilai tangguh karena mampu menghindarkan diri dari kekalahan saat melawan Liverpool, baik pada pertandingan kandang maupun tandang. Pasukan Vincenzo Montella

juga memiliki mental bertarung bagus, kendati pekan lalu dipermalukan Valencia 0-2 di depan pendukungnya sendiri. ‘’Besok kami menghadapi laga sulit, Sevilla adalah tim yang benarbenar bagus,’’ kata Mourinho yang saat melatih Real Madrid mampu menaklukkan Sevilla pada 7 dari 8 pertandingan. (kmb39/rtr/ant)

Kane Cedera Engkel

London Tottenham Hotspur yang kehilangan penyerang Harry Kane akibat cedera engkel kaki, mengalahkan tuan rumah Bournemouth dengan skor 4-1, Senin (12/3) kemarin. Son Heung Min menyumbang dua gol dan masing-masing satu gol dari Dele Alli dan Serge Aurier. Kemenangan di Vitality Stadium itu mendongkrak Tottenham ke peringkat ketiga klasemen Liga Inggris. Penyerang timnas Inggris Kane keluar lapangan karena cedera pergelangan kaki pada menit ke-34 setelah bertabrakan dengan kiper Bournemouth Asmir Begovic. Cedera itu tidak hanya menyusahkan klub, namun juga timnas yang tiga bulan lagi akan tampil di putaran final Piala Dunia di Rusia. Kane diprediksi tidak akan meperkuat timnas pada pertandingan persahabatan melawan Belanda pada 23 Maret dan Italia empat hari kemudian. ‘’Ini merupakan tantangan besar setelah Rabu (kekalahan atas Juventus di Liga Champions) pekan lalu, namun tim memperlihatkan karakter dan kepribadian yang hebat,’’ kata manajer Spurs Mauricio Pochettino yang menambahi bahwa pencetak gol terbanyak mereka Kane harus menjalani pemindaian untuk menentukan tingkat keparahan cederanya.

Spurs unggul satu poin dan satu posisi di atas Liverpool dengan koleksi 61 angka dari 30 pertandingan. Tottenham merestorasi selisih lima poin dengan rival London-nya, Chelsea, yang akan mereka hadapi pada 1 April pada pertarungan untuk memperebutkan posisi di empat besar. Spurs dapat berbangga dengan margin kemenangan ini setelah mereka tertinggal terlebih dahulu pada awal pertandingan dari Bournemouth. Upaya Junior Stanislas mengenai mistar gawang dan kemudian mencetak gol pada menit keenam, menaklukkan Hugo Lloris. Dengan keluarnya Kane, rekan setimnya di timnas Inggris Alli mengandalkan kecepatan untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-35 dan mengakhiri puasa golnya selama 15 pertandingan. Alli memainkan peran utama pada gol kedua, mengirim umpan silang untuk dikonversi menjadi gol oleh Son. Pemain Korea Selatan itu kemudian mencetak gol ketujuhnya dari empat pertandingan dari gebrakan yang diinisiasi aksi Christian Eriksen. Bek Aurier mengubah skor menjadi 4-1 pada fase akhir pertandingan, setelah kiper Bournemouth Begovic gagal mengamankan wilayahnya. (kmb39/rtr/ant)

Bali Post/rtr

CEDERA - Penyerang Tottenham Hotspur Harry Kane mengalami cedera engkel pada pertandingan melawan AFC Bournemouth di Vitality Stadium, Senin (12/3) kemarin.

Timnas U-16 Juara Turnamen Jenesys

Jakarta (Bali Post) Tim nasional U-16 Indonesia berhasil menjadi juara Turnamen Jenesys 2018 yang digelar di Lapangan Kirishima Yamazakura Miyazaki Prefectural Comprehensive Sports Park, Jepang, setelah menaklukkan Vietnam 1-0 di final, Senin (12/3) kemarin. Gol tunggal Indonesia di partai pamungkas tersebut dicetak Rendy Juliansyah dari titik penalti di menit ke-64. Dengan demikian, timnas U-16 sukses melalui Turnaman Jenesys dengan gemilang dengan catatan tanpa pernah kalah di empat laga.

Di pertandingan pertama mereka menaklukkan Filipina dengan skor 7-1, lalu mengandaskan Kamboja 5-0 dan menundukkan tuan rumah Jepang 1-0 di semifinal. Dan bukan cuma menjadi kampiun, timnas U-16 Indonesia juga merengkuh gelar pemain turnamen melalui David Maulana. Pelatih timnas U-16 Fakhri Husaini pun menyambut gembira hasil positif tersebut. Fakhri menyebut gelar juara tersebut membanggakan. ‘’Ini berkat kerja keras para pemain selama pemusatan latihan sampai pertandingan di Turnamen Jenesys. Mer-

eka bermain tanpa takut, semua lawan dihadapi dengan gagah berani. Tentu saja ini juga tak lepas dari dukungan dan doa masyarakat Indonesia,’’ kata Fakhri. Namun, pelatih asal Aceh tersebut mengingatkan bahwa Turnamen Jenesys merupakan target di sela dua turnamen besar yaitu Piala AFF U-16 dan Piala Asia U-16. Evaluasi pun akan dilakukan oleh tim. ‘’Target besar kami adalah lolos ke Piala Dunia U-17 tahun 2019 dengan syarat lolos ke semifinal Piala U-16 Asia,’’ tutur Fakhri. Gelar di Turnamen Jenesys (Japan-

East Asia Network of Exchange for Students and Youths) 2018 semakin menambah pundi-pundi gelar timnas U-16 sejak dilatih Fakhri Husaini. Pada tahun 2017, tim berjuluk Garuda Asia tersebut menjadi juara di Turnamen Tien Phong, Vietnam. Meski tak meraih apa pun di Piala AFF U-15 di bulan Juli 2017, Fakhir dengan gemilang memimpin timnya menjadi yang terbaik di kualifikasi Piala Asia U-16 pada September 2017 yang membuat mereka lolos ke putaran final di Malaysia pada 20 September-7 Oktober 2018. (ant)


olah raga

16

Selasa Paing, 13 Maret 2018

Dewa Ayu Ratnasari Dipanggil Seleknas AG

Denpasar (Bali Post) Pesepak bola Dewa Ayu Ratnasari menjadi satu-satunya pemain putri Bali yang dipanggil guna mengikuti seleknas di Lapangan Sawangan Depok sejak 5 Maret lalu. Ia diharapkan bisa lolos masuk skuad timnas Merah-Putih Asian Games (AG) dan Piala AFF putri 2018. Kepala Departemen Sepak Bola Asprov PSSI Bali Nasser Atthamimy, di Denpasar, Senin (12/3) kemarin menjelaskan, Dewa Ayu Ratnasari merupakan pemin berposisi gelandang serang, dan dipantau ketika dipercaya menjadi kapten tim Bali pada Kejurnas Pertiwi Cup di Palembang, Sumsel, tahun lalu. ‘’Kami harapkan Dewa Ayu Ratnasari bisa lolos, sebab dia merupakan tonggak awal kebangkitan sepak bola putri di Bali,’’ tutur Nasser. Dia menerangkan, sebenarnya yang dipanggil 40 pemain, ditangani pelatih Satia Bagdja Ijatna, dibantu asisten pelatih Alex, dan pelatih kiper Benny van Breukelen, serta manajer tim Papat Yunisal. Mereka yang dipanggil berdasarkan hasil pemantauan Kejurnas Pertiwi Cup sekaligus turnamen Women’s Football Road to Asian Games. Target timnas Indonesia tembus 10 besar AG, serta semifinal Piala AFF. Apalagi, pada AG dan Piala AFF, Indonesia menjadi tuan rumah. Surat pemanggilan Dewa Ayu Ratnasari tertanggal 27 Februari, bernomor 745/PGD/137/II-2018, yang ditandatangani Sekjen PSSI Pusat Ratu Tisha. Untuk seleknas tahap awal ini, 5 Maret- 3 April, dan akan diisi uji coba. (022)

Bali Post/ist

KEDUA - Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto hanya menempati peringkat kedua turnamen bulu tangkis Jerman Terbuka 2018 setelah dikalahkan Takuto Inoue/Yuki Kaneko (Jepang), Senin (12/3) kemarin.

Dewa Ayu Ratnasari

Bali Post/ist

KONI Gianyar Dikucuri Dana Rp 4 Miliar

Gianyar (Bali Post) KONI Gianyar mendapat kucuran dana Rp 4 miliar pada tahun 2018 dari APBD Pemkab. Diharapkan dana tersebut bisa cair pekan depan untuk selanjutnya didistribusikan kepada Pengkab Cabor sebagai dana pembinaan. Diharapkan pencairan dana ini bisa meningkatkan prestasi bagi daerah seni pada ajang Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan. Ketua Umum KONI Gianyar Ketut Jagrasunu, di Gianyar, Senin (12/3) kemarin mengungkapkan, pihaknya ingin secepatnya memberikan dana pembinaan kepada seluruh cabor, mengingat para atlet dan pelatih tetap berlatih intensif. ‘’Pembinaan dan progam latihan tak boleh mandek,’’ kata Jagrasunu. Ditegaskannya, kebutuhan dana saat ini, untuk kepentingan internal cabor. Apalagi, memasuki Juli dan seterusnya, agenda kejuaraan provinsi maupun kejurnas makin padat. ‘’Kami harapkan atlet yang diharapkan mendulang emas pada hajatan multi-event dua tahunan antarkabupaten dan kota se-Bali, rutin berlaga pada kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional,’’ kata Jagrasunu. Apalagi, kontingen Gianyar bertekad mempertahan peringkat ketiga pada Porprov di Tabanan, di bawah Badung dan Denpasar. Dia mengakui dua pejudo andalan Gianyar yakni Pasek Karisna dan Dewa Warma telah hengkang ke Bogor, Jabar, mengingat tugasnya selaku anggota Brimob di Kelapa Dua, Bogor. Kendati demikian, Jagrasunu tak berkecil hati, sebab Gianyar juga punya andalan pada cabor yang baru dipertandingkan seperti catur gajah (Peksi). ‘’Untuk cabor peksi, kami mematok target emas,’’ ucapnya. Selain itu, cabor permainan beregu yakni basket putri, Gianyar juga bertekad mempertahankan tradisi emas pada Porprov Bali tahun depan. ‘’Kami optimis basket putri bisa mempertahankan emas, sebab sebagian skuadnya masih kembali membela Gianyar. Di samping itu, pembinaan dan regenerasi pemain berjalan normal,’’ jelasnya. (022)

Timnas Kabbadi Jalani Pemusatan Latihan di India

Jakarta (Bali Post) Timnas cabang olahraga kabaddi dipastikan akan menjalankan pemusatan latihan (training camp/TC) ke India untuk memantapkan persiapan menyambut perhelatan Asian Games 2018. ‘’Dari rapat terakhir pengurus, rencana training camp ke India jadi, walau aslinya harusnya awal bulan ini, tapi kemungkinan jadinya akhir bulan Maret atau awal April,’’ kata salah satu pelatih pelatnas Kadek Yogi Parta Lesmana, Senin (12/3) kemarin. Pihak Pengurus Besar Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (PB FOKSI), kata Yogi, telah berkomunikasi dengan pihak India dan rencananya, tim kabaddi Indonesia akan menghabiskan waktu di India sekitar dua pekan atau maksimal 21 hari, tergantung perkembangan yang terjadi. ‘’Namun sebelumnya, kami akan melaksanakan seleksi yang akan menyaring 25 atlet putra dan 20 menjadi masing-masing 12 orang yang akan ditempatkan di mes di Bali sebelum diberangkatkan ke India,’’ ujar Yogi. Dari rencana awal, sebelum melaksanakan pemusatan latihan ke India, tim kabaddi Indonesia akan melaksanakan uji coba ke Malaysia 15-18 Maret untuk turun di turnamen kabaddi circle style. ‘’Namun, jika melihat waktu yang sempit dan beberapa pertimbangan lain, rencana tersebut kami pending dulu dan memfokuskan dulu berlatih di dalam negeri,’’ ucapnya. Saat ini, tim sendiri tengah memasuki sesi persiapan khusus berupa penajaman teknik dan strategi saat bertanding, setelah sebelumnya porsi latihan dilaksanakan 60 persen pematangan fisik, 40 persen penajaman teknik. ‘’Untuk fisik sudah 65 persen peningkatannya, saat ini kami masuk ke persiapan khusus, namun tetap masih fokus ke fisik sebagai persiapan para atlet untuk ke India agar nanti di sana fisiknya tidak memadai yang menjadi kerugian tersendiri,’’ tutur Yogi. Cabang olahraga kabaddi memang rencananya akan dimainkan di Asian Games 2018 dengan mempertandingkan dua nomor (putra dan putri). Sejak dimainkan pertama kali di Asian Games 1990 Beijing (putra) dan Asian Games 2010 Guangzhou (putri), India mendominasi cabang yang populer di Asia Selatan ini dengan menyapu bersih seluruh emas dari setiap gelaran yang ada. (ant)

Fajar/Rian Diganggu Kesalahan Servis

Jakarta (Bali Post) -

Pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto gagal meraih gelar di turnamen bulu tangkis Jerman Terbuka 2018 setelah dikalahkan Takuto Inoue/Yuki Kaneko (Jepang) 16-21, 18-21 dalam final yang berlangsung di Innogy Sportshalle, Senin (12/3) kemarin. Kesalahan saat melakukan servis kembali menjadi persoalan bagi pasangan Indonesia yang sedang naik daun itu. Ini merupakan kekalahan keempat Fajar/Rian dari pasangan Jepang tersebut. Fajar/Rian yang grafik penampilannya sedang menanjak usai menjuarai Malaysia Masters 2018, sebetulnya telah membuka peluang untuk kembali memetik gelar di turnamen ini. Di game pertama mereka sudah memimpin perolehan skor hingga 10-7, namun servis Fajar dinyatakan fault oleh hakim servis sebanyak

empat kali. Hal ini langsung memengaruhi permainan Fajar/Rian yang merupakan unggulan ketujuh ini. Fajar/ Rian akhirnya tak dapat menguasai keadaan dan tak dapat mengatasi perlawanan Inoue/Kaneko, bahkan gagal mengembalikan bola-bola yang terlalu sulit. Di game kedua, Fajar/ Rian mencoba bangkit dan unggul jauh 11-6 di jeda interval. Namun servis Fajar lagi-lagi disalahkan oleh

hakim servis yang akhirnya kembali memengaruhi permainan pasangan Indonesia ini. Servis Fajar dinyatakan salah sebanyak lima kali di pertandingan ini. ‘’Dari pertama sudah enak banget mainnya, tetapi karena servis saya dinyatakan fault, konsentrasi saya jadi buyar. Saya jadi memikirkan bagaimana supaya servisnya tidak di-fault. Di game kedua juga sudah memimpin jauh, tapi waktu di-fault lagi, ini

pengaruhnya besar buat saya,’’ ucap Fajar. Fajar mempertanyakan seandainya servis yang dilakukannya salah, mengapa sejak fase pertama tidak ada yang menyalahkan. ‘’Sejak putaran pertama, servis saya baru sekali dibilang fault. Kalau dari awal kan saya jadi bisa belajar, tapi di-fault-nya di final begini mana bisa belajar di pertandingan final?’’ tuturnya. Meskipun demikian, Fajar/Rian juga mengakui kalau lawan bermainnya hari ini lebih baik dengan jarang membuat kesalahankesalahan sendiri. Dalam pertandingan hari ini, dituturkan Rian, ia dan Fajar

bermain terburu-buru ingin mematikan lawan, soal servis yang memengaruhi konsentrasi Fajar juga membuat pola permainan mereka tak dapat berjalan, sehingga membuat kesalahan-kesalahan sendiri. ‘’Kami tidak puas banget sama hasil di turnamen ini, terutama penampilan kami di final, intinya karena servis,’’ tutur Fajar. Fajar/Rian sendiri akan melanjutkan perjuangan di turnamen berlevel BWF World Tour Super 300 ini, dalam turnamen selanjutnya di All England 2018 yang akan dilangsungkan pekan ini di Birmingham, Inggris. (ant)

Srikandi Cup

Merpati Bali Minus Dita dan Ayu di Seri Ketiga Jakarta (Bali Post) Tim Merpati Bali menargetkan babak final di Seri Ketiga Kompetisi Bola Basket Putri Nasional Srikandi Cup 2017-2018, meski tanpa Agustin Gradita Retong (Dita) dan Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi yang cedera. ‘’Final itu wajib. Saat ini kami ingin memperbaiki mental tim terutama para pemain muda dan mencari strategi dengan materi pemain yang ada,’’ ujar asisten pelatih Merpati Bali Muflih Farhan di Jakarta, Senin (12/3) kemarin. Muflih mengakui absennya Dita yang cedera ligamen lutut anterior cruciate ligament (ACL) dan Ayu yang mengalami patah jari manis tangan memengaruhi keseimbangan timnya karena dua nama tersebut sangat berpengaruh di Merpati Bali. Namun, Merpati Bali siap dengan skenario bermain tanpa tulang punggung tim. ‘’Kami akan mencari pemain yang bisa menggantikan mereka. Namun itu memang perlu waktu karena Dita dominan sebagai penga-

tur permainan dan Ayu banyak membantu pertahanan,’’ tutur Muflih. Merpati Bali sendiri menduduki peringkat kedua di seri pertama dan kedua Srikandi Cup 2017-2018 setelah dua kali kalah dari Surabaya Fever di partai final. Surabaya Fever memang menjadi semacam momok bagi Merpati Bali. Oleh karena itu, di setiap pertandingan uji coba yang dilakoni, Muflih Farhan mengakui timnya mencari tim dengan karakteristik mirip dengan Surabaya Fever. ‘’Karena memang kami selalu bermasalah ketika melawan Fever. Namun kami tidak akan menganggap remeh tim manapun,’’ kata Muflih. Seri Ketiga Srikandi Cup 2017-2018 digelar pada 1924 Maret 2018 di GOR Lokasari, Jakarta. Di seri ini, Merpati Bali bergabung di Pul B bersama Tenaga Baru Pontianak, Generasi Muda Cirebon dan Tanago Friesian. Sementara di Pul B ada tim Surabaya Fever, Merah Putih Samator, Sahabat Semarang dan Flying Wheel Makassar. (ant)

Bali Post/wan

DI ATAS 21 TAHUN - Pengprov Pelti Bali mengusulkan usia petenis di atas 21 tahun pada PON XX di Papua 2020 mendatang.

Pelti Bali Usulkan Petenis PON di Atas 21 Tahun Denpasar (Bali Post) Pengprov Pelti Bali mengusulkan supaya usia petenis yang tampil di PON XX di Papua di atas 21 tahun, bukan sebagaimana peraturan yang diterapkan pada PON XIX/2016 di Jabar lalu. Usulan dari Pelti Bali itu akan dibawa dalam Rakernas Pelti 2018 ini. Ketua Umum Pengprov Pelti Bali Ketut Rochineng, di Denpasar, pekan lalu, menjelaskan pemberlakuan batasan usia 21 tahun bagi petenis PON yang turun di Jabar, dinilai memberatkan atlet.

Pasalnya, atlet yang berusia 21 tahun ke atas prestasinya masih bisa dikembangkan lagi. ‘’Apalagi pembinaan di daerah, kasihan petenis seakan-akan kariernya berakhir, padahal potensi dan prestasi mereka masih bisa dikembangkan lagi,’’ kata dia. Padahal, Rochineng pernah menyaksikan penampilan petenis tuan rumah Singapura berusia 30 tahun bisa berlaga pada SEA Games. ‘’Untuk hajatan multi-event PON, kan acuannya harus lebih tinggi seperti SEA Games dan Asian Games,’’ jelas Rochineng.

Sementara itu, Ketua Umum Pengkot Pelti Kota Denpasar Ketut Dirga menyabutkan, pada event turnamen Piala Wali Kota IX/2018 di Lapangan KONI Bali, 8-11 Maret lalu, pihaknya sengaja mempertandingkan kelompok usia 18 tahun plus. Artinya, petenis di atas 18 tahun bisa tampil, mengingat pada Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan, tidak ada pembatasan umur. ‘’Arahan PP Pelti memang untuk Porprov dan PON usia petenis bebas, dan tidak ada pembatasan usia,’’ tandasnya. (022)

Pemecahan Rekor Senam Poco-poco di Asian Games

Jakarta (Bali Post) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama dengan Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (FOKBI) menggunakan Asian Games 2018 untuk menggaungkan pelaksanaan pemecahan rekor dunia senam poco-poco nusantara. ‘’Memang kami menggunakan momentum Asian Games untuk menggelar kegiatan ini. Saat itu mata dunia menuju Indonesia. Makanya harus dimaksimalkan,’’ kata Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta di Jakarta, Senin (12/3)

kemarin. Sesuai dengan rencana, kegiatan pemecahan rekor dunia poco-poco itu akan dipusatkan di Jakarta, 5 Agustus. Namun, ada upaya pelaksanaan senam asli Sulawesi Utara ini berlangsung bersamaan dengan pembukaan Asian Games 2018 JakartaPalembang, 18 Agustus. Menurutnya, pada pemecahan rekor dunia pocopoco tersebut pihak Kemenpora menyerahkan pelaksanaannya ke FOKBI. Meski demikian, pihaknya tetap memberikan arahan berikut pendanaan untuk pemecahan

rekor yang akan dicatatkan ke Guinness World Records itu. ‘’Kami memberikan keleluasaan penyelenggara untuk memaksimalkan kegiatan ini. Harapkan kami, pemecahan rekor ini sukses,’’ kata Raden Isnanta menambahkan. Raden Isnanta menjelaskan, selain untuk memecahkan rekor, kegiatan ini juga akan dijadikan media untuk sosialisasi ke masyarakat dunia. Apalagi akan banyak warga negara asing ke Indonesia melalui kegiatan Asian Games 2018 JakartaPalembang. Sementara itu, Ketua

FOKBI Sapta Nirwandar mengatakan untuk mencetak rekor dunia itu pihaknya terus bergerak cepat dan target peserta yang diharapkan sebanyak 60 ribu peserta dan 15 ribu orang tim pendukung. ‘’Pengenalan poco-poco memang terus dilakukan bahkan sudah masuk ke Inggris maupun Amerika Serikat. Bahkan sebelumnya poco-poco sudah mencetak rekor Muri. Kami optimistis pelaksanaan rekor dunia bisa tercapai,’’ katanya di media center Kemenpora. Untuk mencetak rekor dunia ini diakui oleh FOKBI

tidak mudah karena harus meyakinkan pihak Guinnes World Records. Meski demikian, pihaknya yang didukung penuh oleh Kemenpora untuk terus meyakinkan pihak terkait untuk merealisasikan targetnya. ‘’Kami beberapa bulan melakukan koordinasi di London dan menyatakan syaratnya sangat rumit dan detail. Tapi hasilnya FOKBI dan Kemenpora berhak untuk mencetak rekor dunia senam poco-poco tahun 2018,’’ kata Ketua Program Pemberdayaan FOKBI Lily Karmel. (ant)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Selasa Paing, 13 Maret 2018

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN “Dicari Peg Wnt/Pria Jl.Cemara Beach No.3 Tmt SMP/SMA/Sdrt Hub.081944804054/288761

B.BP.004.03.18.0000547

Bakery Cab.T.Dewata bth Prod. Wnt,Sopir,Max35Th.085101979497 B.BP.001.03.18.0000585

Bth Cpt Sales Counter, Ditmptkan di Surabaya & Bali P/W min tmtan SMA/SMK/Sdrjt Tdk sdang Kuliah.Max 25th. Pglmn tdk diutmkan.Gaji+Komisi +Bns penjualan+Insentif. Data Pribadi WA:0852 0728 7777

Dicari Sales & Admin PT.Sukses Indah Metalindo Jl. Cargo 19X Dps H.081222007300

B.BP.001.03.18.0000601

Di cari Tenaga Serabutan Hub:0811399072/081337659964

B.BP.001.03.18.0000356

Dibutuhkan 2 Juru Masak dan 2 Staf Utk Warung Makan.Lokasi Sibangkaja.Hubungi:08123913958

B.BP.001.03.18.0000586

Dicr Apoteker u/Pedagang Besar Farmasi Dps. Hub:08123835123

B.BP.001.03.18.0000581

B.BP.001.03.18.0000580

Looking for Chef Creative, Management Skill, Leadership, Indonesian Western Cuisine, Good English. WA :08970127322 Mrs.Dorothy

Disc Up To 12jt,Brio,Jazz,HRV Ready087862130930/081238508184 B.BP.001.03.18.0000605

Jazz RS’08+Juke Rx’11 Putih + XOver RC1’12 slvr 081999456633

Dcr Karyawan Admin SMA/SMK utk Legal Consulat.Hub:08113800837 atau CV ke:balimitra@yahoo.com

B.BP.001.03.18.0000590 JEEP

B.BP.001.03.18.0000571

Dcr dr.Umum&dr.Gigi u/Klink di Pecatu.ViaHP/WA:082147133211

B.BP.001.03.18.0000459

Dcr:FO,HK,Bs.Shift Malam.Puri Asih Htl,Jl.Pantai Kuta 40, Kuta

B.BP.001.03.18.0000534

Dicari Karywati Kantor Notaris - Berpenampilan Menarik - Umur Max 25 Tahun Hub:0818333919/Jl. Pidada XII/1 B.BP.001.03.18.0000460

Dicari Sales,Wanita max 40thn Min tmtn SMA,lebih baik bisa Bhs Mandarin,Penmpln mnrik, rjn,jjr,Gj 4/jt brtggjwb, pnmptn Discovery Shopping Mall,Kuta Hub.Lusi 0361-769780 B.BP.001.02.18.0001458

Dicari Tukang Kebun daerah Uluwatu Hub.082340016498 B.BP.001.03.18.0000596

Dijual cepat Feroza Th’94 Hub:081236433693 B.BP.001.03.18.0000582 MITSUBISHI

Dijual Truk Engkel Th’2003 Warna Kuning Hub:081338631985 B.BP.001.03.18.0000593 SUZUKI

Szk Swif Mnual slver th 08 pribadi,trwat S.pake,081238169620 B.BP.001.03.18.0000606

BIRO JASA

TOUR

ALUMINIUM

Jual Tanah Kopi+Cengkeh Luas 1700m2,Singaraja & BTN Dalung Permai Tipe 80/144,Denpasar Hubungi HP:081934692469

BPKB No.D3148367-O DK 1655 OU An.Ho Tjoeng Kie.081353234268

B.BP.001.03.18.0000599

B.BP.001.03.18.0000004

KEHILANGAN

B.BP.001.03.18.0000584

B.BP.001.03.18.0000598

B.BP.001.03.18.0000575

TOYOTA

Avanza G,Manual 2007 Silver DK 98jt,Bagus,Mulus 08123969166

B.BP.001.03.18.0000583

Avanza G’11 Hitam AsliBali,Mls Prbd,082341251453/081933610070

DIJUAL MOTOR HONDA

Honda Scopy th 2014 akh Bln 12 Siap pake,Hp.081238169620,BUC B.BP.001.03.18.0000607

Dilelang Toyota Avanza’15 Dan Hyundai Grand Avega’14 Asbal Hubungi:089619874461

B.BP.001.03.18.0000573

Kjg LGX 1.8’2004 silver asBali Km 60rb istmw skli,085100408809 B.BP.001.03.18.0000612

Fortuner Th’2013 Putih Mulus Terawat AsDK Hub.081337995188

B.BP.001.03.18.0000602

Djl Cepat tanah lokasi Sanur, Jl.Danau Batur No.5 luas 8 are Rp 900jt/are (seberang Resto Carangsari) 08111989896, maaf TP

B.BP.001.03.18.0000608

Subak Blaki Batubulan Kangin L.23are,170Jt/are,081338791301 081337283254/081237449024

B.BP.001.03.18.0000365

DISEWAKAN TOKO

B.BP.001.03.18.0000600

SERVICE

FOTO COPY

Saya Siap Bantu Nyusun Laporan Pajak Tahunan HP:081338344155

Jual Tnh+Bangunan Luas 21,8m2 Jln.6m TP,Cocok utk Kost Elit/ Apartemen Hub.081339674256

HONDA

B.BP.154.03.18.0000604

Jl.Ry.Celuk Sukawati Gyr 17,30 Are BsAmbl Perare 081338791301 081337283254/081237449024

Jual Tnh 2 are Jl.Gn.Agung Gg. Bumi Ayu G No.2 Hp081337735547

B.BP.031.03.18.0000373

Dcr Guru Bhs Bali,PGSD, IPA, Sains,Paud Hub.Bima School 0361 8953494 Jimbaran

Cuci Gudang Alat Fitnes Second Hp.08123634805 / 082131234798

B.BP.001.03.18.0000570

B.BP.001.03.18.0000597

B.BP.001.03.18.0000594

Djl Tnh SHM L.160m2 Lok.Muding Kelod 085732315066/082146162387

B.BP.001.03.18.0000366

Dicr Sales Pengalamn Pny SIM A Hubungi:082237782124

DIJUAL MOBIL

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

B.BP.001.03.18.0000587

B.BP.001.03.18.0000578

Dicr Oprsionl Transport bs Kom Kreatif sgr Hub:081237943777

Dcr Adm&MarketingHub:BPRRaga Jayatama Batubulan.Telp:298277

Informasi pasang iklan Telepon

DISEWAKAN RUMAH Dikont.Rmh3KT,2KM,Dpr,RT,Jl8m Jl.T.Irawadi Hub.081338748051 B.BP.001.03.18.0000589

DIJUAL TANAH Tnh Kvl Di Mengwi 60Jt/A & 125Jt/A,Bs Kredit,087862450004 B.BP.001.03.18.0000354

DIJUAL MOBIL

Dikont Toko 7x10m Jl.Poppies II Kuta, 90Jt/Th,081238841914

B.BP.154.03.18.0000603

RUPA-RUPA Akuisisi PT.Bali Konscious Produk Berkedudukan di Kabupaten Badung - Bali. B.BP.001.03.18.0000588

KEHILANGAN Hlg Sertifikat a.n Ir.I Made Widana No.HM 08562-Dalung

B.BP.001.03.18.0000591

SINGARAJA

Hlg Sertifikat Tnh No.978/1981 luas 525m2 an.Nyonya Susila Haryada al. Jl.Kresna No.2 Kel.Kenderan Kec.Buleleng

B.BP.009.03.18.0000576


18 Tekan Kasus Bunuh Diri

Puskesmas Perlu Dilengkapi Tenaga Kesehatan Jiwa Bangli (Bali Post) – Angka kasus bunuh diri di Kabupaten Bangli tergolong cukup tinggi. Berdasarkan data Polres Bangli, sejak awal tahun 2018 hingga saat ini tercatat sudah ada 14 nyawa melayang akibat gantung diri. Untuk menekan angka kasus bunuh diri, akademisi Unud asal Puri Bangli Prof. A.A. Muninjaya berpendapat, peran serta semua pihak sangat dibutuhkan. Upaya pencegahan perlu ditangani lintas disiplin baik lembaga kesehatan, ekonomi maupun sosial. Diwawancarai belum lama ini, Muninjaya mengatakan ada beberapa faktor pemicu bunuh diri, di antaranya psikologis, ekonomi dan sosial. Secara psikologis, seseorang bisa nekat mengakhiri hidupnya karena depresi berat akibat trauma maupun konflik pribadi. Dari faktor ekonomi, seseorang yang mengalami frustasi karena tidak mampu mengatasi tekanan ekonomi tak jarang memilih jalan pintas untuk menyelesaikan masalahnya adalah dengan cara bunuh diri. Salah satu hal yang dinilainya penting dalam upaya menekan kasus bunuh diri adalah pengaktifan kembali lembaga kesehatan jiwa masyarakat yang sudah ada di provinsi. ‘’Sudah ada, tapi kita tidak pernah dengar kiprahnya secara preventif,’’ ujarnya. Selain itu, diperlukan integrasi pelayanan kesehatan jiwa di puskesmas. Keberadaan puskesmas sebagai pelayanan kesehatan masyarakat terbawah perlu dilengkapi tenaga terlatih di bidang kesehatan jiwa untuk memberikan layanan konseling ke masyarakat. Guru Besar Fakultas Kedokteran Unud ini mengatakan, dahulu hal tersebut sudah pernah ada, hanya saja tidak berlanjut. ‘’Dulu itu hanya jadi pilot project. Padahal itu bagus dengan perkembangan kehidupan masyarakat sekarang. Puskesmas harus dilengkapi petugas yang terlatih di bidang kesehatan jiwa. Itu ke depan perlu diisi terutama di daerah-daerah yang potensi masalah kesehatan jiwanya tinggi,’’ kata Muninjaya. Sementara itu, akademisi Undiksha Prof. Wayan Lasmawan menyampaikan, ada beberapa faktor seseorang nekat melakukan bunuh diri, di antaranya depresi, impulsif (tindakan atau melakukan sesuatu berdasarkan dorongan hati), masalah sosial, filosofi tentang kematian dan sakit mental. ‘’Di samping faktor umum tersebut, ada beberapa faktor yang mesti diwaspadai untuk tidak menambah sejarah panjang perilaku bunuh diri seperti pengalaman buruk. Di mana trauma yang terjadi pada masa kecil dapat terkonsep pada alam bawah sadar kita, sehingga ada kesulitan untuk ke luar dari ketakutan tersebut yang pada akhirnya mereka akan cenderung memilih jalan pintas seperti bunuh diri. Faktor keturunan juga bisa menyebabkan seseorang melakukan bunuh diri,’’ jelasnya. Menurut Lasmawan, solusi menekan angka bunuh diri adalah dengan memangkas jurang pemisah secara ekonomis di masyarakat, meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya hidup sehat dan menggunakan jasa profesional bila mengalami masalah serta meningkatkan komunikasi yang berkualitas dalam kehidupan keluarga. Selain itu, penegakan awig-awig desa adat secara tegas bagi warga juga dibutuhkan untuk menekan kasus bunuh diri. Akses layanan kesehatan yang lebih luas serta berkualitas terutama bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan psikologis perlu dibuka dengan cara mengoptimalkan pusat-pusat layanan kesehatan di setiap desa. ‘’Untuk menekan kasus bunuh diri juga dilakukan dengan mengurangi stigma negatif terhadap orang yang mengalami gangguan kesehatan mental, lebih peka terhadap orang di sekitar dan meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa kondisi gangguan mental sama pentingnya dengan kondisi gangguan fisik, serta penyediaan fasilitas dan kualitas penanganan bagi penderita gangguan kesehatan mental,’’ kata Lasmawan. (kmb40)

Pilkel di Lima Desa Digelar Usai Nyepi Bangli (Bali Post) Pemilihan perbekel (pilkel) serentak di Kabupaten Bangli direncanakan berlangsung setelah hari raya Nyepi yakni pada 19 Maret mendatang. Ada lima desa yang akan menggelar pilkel pada hari itu, yakni Desa Dausa, Bonyoh, Binyan, Belantih di Kecamatan Kintamani serta Desa Bunutin di Kecamatan Bangli. Camat Kintamani Wayan Dirgayusa, Senin (12/3) kemarin, mengatakan pilkel sudah melalui tahapan penetapan calon pada 20 Februari lalu, dilanjutkan dengan kampanye. Masa tenang pilkel dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari mulai 15 Maret. Dijelaskannya, di Desa Dausa ada tiga calon perbekel yang siap bertarung. Satu di antaranya merupakan calon incumbent. Sama seperti di Dausa, jumlah calon perbekel yang maju dalam pilkel Desa Bonyoh sebanyak tiga orang. Pilkel di Dausa juga diikuti calon incumbent. Di Desa Binyan dan Desa Belantih, jumlah calon perbekel yang bertarung masing-masing dua orang. Pilkel serentak di Binyan dan Belantih juga diwarnai calon wajah-wajah lama. Menurutnya, penyelenggaraan pilkel menjadi tanggung jawab desa. Panitianya dibentuk oleh Badan Perwakilan Desa (BPD). Hasil pilkel akan disampaikan oleh BPD ke Bupati. Sesuai ketentuan, pemenang pilkel akan dilantik maksimal 30 hari setelah pemilihan. Sementara itu, Camat Bangli Wayan Wardana menyampaikan, di Kecamatan Bangli hanya ada satu desa yang akan menggelar pilkel yakni Desa Bunutin. Untuk sementara ini, kekosongan perbekel di Desa Bunutin diisi oleh penjabat perbekel. (kmb40)

BANGLI

Selasa Paing, 13 Maret 2018

Harga Cabai Tembus Rp 75 Ribu Per Kg Bangli (Bali Post) -

Harga cabai terus meningkat. Bahkan di sejumlah pasar di Kabupaten Bangli, harganya kini tembus Rp 75 ribu per kg. Kondisi tersebut membuat sejumlah pedagang kelimpungan lantaran sepi pembeli. Pedagang cabai di Pasar Kidul, Ni Nyoman Bunasta, mengatakan harga cabai mulai merangkak naik sejak beberapa hari belakangan. Sebelumnya, harga cabai hanya Rp 45 per kg. Namun sejak lima hari lalu, harganya menjadi Rp 60 ribu dan sekarang tembus Rp 75 ribu per kg. ‘’Ini harga di pasar. Kalau di desa, harga sudah tembus Rp 80 ribu per kg,’’ ucapnya. Naiknya harga cabai mempengaruhi tingkat penjualan. Banyak masyarakat yang akhirnya enggan membeli lantaran kemahalan. Akibatnya, cabai yang dijualnya masih banyak yang belum laku. ‘’Sekarang pembelinya memang agak sepi dari sebelum-sebelumnya. Dan kalau sebelumnya, pembeli membeli 1 kg, namun sekarang hanya membeli seperempat saja,’’ paparnya. Dia tidak tahu pasti penyebab naiknya harga cabai.

Namun kemungkinan, penyebabnya stok cabai semakin sedikit akibat cuaca yang kurang mendukung. Ditambah lagi, tanaman cabai banyak yang rusak akibat terpapar abu vulkanik saat Gunung Agung erupsi. ‘’Meski harga mahal, tapi saya tetap membeli cabai di petani. Saya ngambil cabai di daerah Bayunggede, Kintamani. Hanya saja, cabai yang saya beli lebih sedikit. Kalau sebelumnya saya membeli cabai sebanyak 45 kg, tapi sekarang hanya 20 kg saja,’’ jelas pedagang asal Palak Tiying, Desa Landih itu. Hal senada diungkapkan pedagang lainnya, Ni wayan Asmini. ‘’Harga cabai memang naik, tapi khusus pelanggan tetap ramai membeli cabai. Hanya saja jumlahnya dikurangi dari 1 kg, turun menjadi setengahnya,’’ tegas Asmini. (kmb41)

Dugaan Penyelewengan Dana UEP di LPD Selat

Kejari Belum Tetapkan Tersangka

Bali Post/ina

Elan Jaelani

Bangli (Bali Post) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangli tengah melakukan penyidikan terhadap kasus dugaan penyelewengan dana Usaha Ekonomi Produktif (UEP) di LPD Desa Pakraman Selat, Susut. Sedikitnya 20 orang saksi telah diperiksa terkait kasus tersebut. Kasi Pidsus Kejari Bangli Elan Jaelani seizin Kajari Ida Ayu Retnasari, Senin (12/3) kemarin, mengatakan penyidikan dilakukan sejak hampir tiga bulan lalu. Penyidikan tersebut menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan penyelewengan dana di LPD tersebut. Menurutnya, para saksi yang diperiksa adalah mereka yang dianggap terkait dengan dana UEP mulai dari

Bali Post/nan

CABAI - Pedagang cabai di Pasar Kidul.

pengurus hingga nasabah. Sampai saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. ‘’Kami saat ini masih fokus mengumpulkan alat bukti. Karena untuk menetapkan tersangka minimal harus ada dua alat bukti,’’ terangnya. Elan mengatakan, dana UEP yang diduga diselewengkan merupakan dana dari Program Pengembangan Kecamatan (PPK) tahun 2014 yang sekarang disebut PNPM Mandiri. Besaran dana ke LPD Desa Pakraman Selat mencapai Rp 300 juta. Mengenai jumlah kerugian dalam kasus tersebut, Elan belum mengetahui pasti. Pihaknya masih menunggu hasil penghitungan kerugian negara dari BPKP. (kmb40)

Dewan Ajukan Ranperda Inisiatif Perlindungan Pertanian Bangli (Bali Post) DPRD Bangli mengajukan ranperda inisiatif terkait perlindungan pertanian. Pada ranperda dicantumkan jenis perlindungan bagi petani mulai dari dari penanaman sampai pascapanen. Anggota Komisi II DPRD Bangli, I Nyoman Gelgel Wisnawa, Senin (12/3) kemarin, mengatakan ranperda tersebut telah diajukan ke Bapemperda. Dasar pemikiran penyusunan ranperda adalah dewan menginginkan para petani di Bangli mendapatkan kehidupan lebih baik. Jangan sampai para petani berjuang sendirian tanpa dukungan penuh pemerintah. ‘’Karena jika ada force majeure, misalnya lahan pertanian petani rusak dilanda banjir dan tanah longsor, maka petani

mendapatkan asuransi. Termasuk dalam pemasaran hasil pertanian dan teknologi pemasarannya seperti apa, juga sudah diatur di dalam ranperda itu. Jadi kami harap dengan ditetapkannya menjadi perda, nantinya petani benar-benar terlindungi,’’ jelas Gelgel. Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles belum lama ini mengatakan, perlindungan terhadap petani memang sudah seharusnya dilakukan. Sebab selama ini belum ada peraturan yang memberikan jaminan perlindungan terhadap petani ketika petani mengalami gagal panen maupun bencana lainnya. ‘’Jadi, dengan adanya payung hukumnya, maka petani benar-benar mendapat perhatian dari pemerintah,’’ ucap Carles. (kmb41)

Petani Songan Bangkit dari Keterpurukan BENCANA tanah longsor dan banjir bandang pada Februari 2017, menyebabkan puluhan hektar lahan pertanian di Desa Songan Kecamatan Kintamani porak-poranda. Banyak petani yang mengalami kerugian besar akibat gagal panen maupun tak bisa bercocok tanam. Namun, petani setempat tak mau berlama-lama terpuruk. Perlahan mereka bangkit menata kembali sektor pertanian yang menjadi andalan desa setempat. Saat ini petani Songan sudah banyak yang memanfaatkan lahan pertanian yang sebelumnya rusak aki bat benc ana. M er eka menanami lahan tersebut dengan sejumlah komoditi seperti bawang, tomat, kol, cabai dan yang lainnya. Tetapi memang tidak semua lahan terdampak bencana bisa dimanfaatkan. Sampai sekarang masih ada beberapa lahan yang tidak bisa dimanfaatkan untuk pertanian. Salah seorang petani di Banjar Bantas, Desa Songan, Jro Alep, Senin (12/3) kemarin mengungkapkan, lantaran tersapu tanah longsor dan banjir bandang setahun lalu, sejumlah petani termasuk dirinya yang lahan pertaniannya terdampak, sempat tidak bisa bercocok tanam karena kondisi lahan pertanian rusak berat. Namun, petani setempat tak mau menyerah dengan situasi tersebut. Beberapa pekan pascabencana, lahan yang masih memungkinkan

untuk digunakan, langsung ditanami hortikultura oleh petani. Jro Alep mengaku baru bisa bercocok tanam setelah situasi membaik. Awalnya dia menanam bawang merah di lahan yang diterjang longsor. Hanya saja hasilnya di luar dugaan. Dia mengalami kerugian besar lantaran gagal panen. Hasil yang didapat tidak bisa menutupi biaya operasional yang kala itu naik drastis. Karena gagal mengembangkan bawang merah, dirinya beralih menanam cabai. Namun, hasilnya juga sama. Tanaman cabainya juga gagal panen. ‘’Saya kurang tahu kenapa bisa gagal panen. Mungkin tekstur tanahnya kurang bagus ditambah cuaca buruk.

Dan sekarang lahan bekas longsoran ini kosong tidak ditanami apa-apa. Sekarang lahan sudah ditumbuhi rumput liar,’’ katanya. Tak hanya dirinya saja yang merugi, petani lainnya juga mengalami nasib serupa. Tetapi, mereka tetap tidak mau menyerah dan berpangku tangan. Jro Alep beserta sejumlah petani beralih mengembangkan buncis. Dipilihnya buncis karena tanaman ini cocok di segala cuaca. ‘’Kalau bawang dan cabai, ketika musim hujan pasti akan rusak. Tapi kalau buncis, masih bisa menghasilkan. Makanya kini petani mengembangkan buncis,’’ ucapnya. Dengan semangat dan kerja keras serta bantuan dari pemerintah, petani setempat kini mulai bangkit. Pertanian di kawasan itu berangsur pulih. Disinggung mengenai pemasaran, Jro Alep menyebutkan, pihaknya masih menyasar sejumlah pasar tradisional seperti Pasar Kintamani, Pasar Kidul, Pasar Galiran di Klungkung, pasar di Tabanan dan pasar lainnya.

Bali Post/nan

LAHAN PERTANIAN - Lahan pertanian di Banjar Bantas Desa Songan yang ditanami buncis. Sementara itu, Kabid Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Dinas PKP Kabupaten Bangli I Wayan Tagel Sujana mengatakan, Pemkab Bangli terus berupaya memfasilitasi kebutuhan petani Songan khususnya yang terdampak bencana. Salah satu yang menjadi fokus saat ini adalah bantuan dari pusat untuk bidang

pertanian yang belum turun. Bantuan ini diharapkan mampu membantu secara signifikan sektor pertanian di Songan. ‘’Proposal bantuan sudah diserahkan ke pusat melalui BPBD. Tapi memang sampai sekarang bantuan belum turun. BPBD sudah terus berkomunikasi terkait bantuan tersebut,’’ kata Tagel. (nan)


19

Selasa Paing, 13 Maret 2018

Pembobol Gerai Markobar Ditangkap

Bali Post/ant

JAWA BARAT - Warga melintasi genangan banjir yang merendam Desa Wanakaya, Gunung Jati, Cirebon, Jawa Barat, Senin (12/3) kemarin. Akibat hujan deras sejak dua hari lalu membuat banjir meluas hingga tujuh kecamatan di Cirebon.

Kasus E-KTP

Irvanto Terindikasi Cuci Uang Jakarta (Bali Post) – Mantan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Yunus Husein menyatakan bahwa transaksi yang dilakukan oleh keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, terindikasi sebagai tindak pidana pencucian uang. ‘’Modus-modus yang disampaikan itu mengidentifikasikan sebagai bagian dari laundering atau menyamarkan harta yang dipakai melalui beberapa transaksi,’’ kata Yunus di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (12/3) kemarin. Yunus memberikan keterangan selaku ahli dari jaksa penuntut umum KPK untuk perkara dengan terdakwa Setya Novanto yang didakwa merugikan keuangan negara hingga Rp 2,3 triliun dari total anggaran e-KTP sebesar Rp 5,9 triliun. Dalam sidang-sidang sebelumnya, para saksi mengungkapkan ada uang 3,5 juta dolar AS yang didapatkan Irvanto saat masih menjabat sebagai Direktur PT Murakabi Sejahtera yang ikut dalam tender e-KTP. Cara memperoleh uang itu adalah melalui sistem barter yaitu Irvanto mendatangi money changer untuk menukarkan uang dolar AS dari luar negeri menjadi dolar AS yang diterima di dalam negeri. Petugas money changer itu lalu menghubungi rekan-rekan money changer di Indonesia maupun luar negeri untuk selanjutnya ditransfer ke masing-masing money changer di luar negeri dan di Indonesia tanpa perlu uang itu melintasi batas negara. Transaksi terjadi pada Desember 2011 sampai Februari 2012 itu salah satunya berasal dari rekening PT Biomorf Mauritius di Mauritius. ‘’Mauritius termasuk high risk country dalam rangka pencucian uang, penggunaan money changer juga suspicious (mencurigakan). Bank-bank asing tidak mau mengirim uang ke rekening money changer, jadi banyak pemilik money chnager membuat rekening atas nama pemiliknya, apalagi ini ada transaksi tunai yang susah dilacak menghindari rezim pencucian uang, jadi ada

indikasi ingin menutupi sesuatu,’’ jelas Yunus. Yunus menambahkan, bahkan skema yang digunakan oleh Irvanto itu disebut multilateral setting dengan adanya kreditior di luar negeri dan ada perusahaan debitur di luar negeri yaitu Biomorf Mauritius yang membayar uang ke dalam negeri yang diterima oleh debitor mengajukan uang ke luar negeri dan kreditur yang menerima uang dari Biomorof. ‘’Utang-piutang biasanya hanya dua pihak saja, ini complicated sehingga ini sudah direncakanan transaksinya tidak begitu saja menerima sumber dana langsung dari sumber dananya dengan modus misuse of legitimate business yaitu menyalahgunakan usaha-usaha besar untuk multilateral set off, transaksi yang tidak melalui crossborder,’’ tambah Yunus. Agar suatu perbuatan menjadi tindak pidana pencucian uang, menurut Yunus, juga tidak perlu memenuhi seluruh unsur yaitu menempatkan (placement), layering (memutar-mutar uang sehingga menjauhkan dari dirinya) dan integration (menikmati harta). ‘’Tidak harus proses ini selesai, bisa saat masih layering sudah tertangkap sesuai rumusan Pasal 3 UU Pencegahan TPPU, tidak kumulatif karena satu saja sudah memenuhi,’’ tegas Yunus. Dalam dakwaan Novanto disebutkan bahwa Novanto menerima uang 7,3 juta dolar AS melalui Made Oka Masagung (rekan Novanto dan juga pemilik OEM Investmen Pte. Ltd. dan Delta Energy Pte. Ltd. yang berada di Singapura) seluruhnya 3,8 juta dolar AS melalui rekening OCBC Center Branch atas nama OEM Investmen Pte. Ltd. sejumlah 1,8 juta dolar AS dan melalui rekening Delta Energy Pte. Ltd. di bank DBS Singapura sejumlah 2 juta dolar AS. Novanyo juga masih menerima uang dari mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera Irvanto Hendra Pambudi Cahyo (keponakannya) tanggal 19 Januari - Februari 2012 seluruhnya berjumlah 3,5 juta dolar AS. Irvanto juga sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dan ditahan sejak 9 Maret 2018. (ant)

WARUNG GLOBAL

Berantas Narkoba, Mesti Berkomitmen Tinggi BALI mendapat perhatian dari Mabes Polri terkait pemberantasan narkoba. Sebab, Bali menjadi pasar potensial bagi peredaran narkoba. Bali juga merupakan destinasi wisata dunia, sehingga banyak orang datang ke Bali. Bukan saja bertujuan untuk berwisata, juga banyak yang melakukan bisnis haram tersebut. Banyak kawan yang bergabung dalam acara Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM, Senin (12/3) kemarin menerangkan bahwa selama hukumannya masih ringan dan pemakai hanya direhabilitasi, maka pengguna narkoba sulit diberantas. Terlebih lagi, sering ada penangkapan oknum petugas lapas, pejabat, aparat yang terlibat narkoba. Lalu apakah sidak ke tempat hiburan malam ini efektif untuk menekan pengguna narkoba, berikut rangkumannya. Situasi gerit, bisa mereka beli narkoba? Uang dari mana ya? Mari kita tanyakan pada rumput yang bergoyang. Demikian komentar Wayan Darmaya di Singaraja. Menurut Hari di Karangasem, meskipun pemberantasan narkoba begitu gencar, peredaran narkoba juga semakin marak. Ini karena sanksinya belum maksimal. Meskipun demikian, ia tetap memberikan apresiasi aparat telah menangkap dan menggagalkan penyelundupan narkoba ke Indonesia yang jumlahnya berton-ton. Ia juga menilai sidak-sidak secara rutin ke tempat hiburan malam itu sangat penting. Apalagi Bali sebagai daerah tujuan wisata, banyak yang masuk Bali dengan berbagai tujuan. Bali sangat terbuka, sehingga Bali menjadi tempat

potensial sebagai pasar peredaran narkoba. Seringnya oknum aparat yang tertangkap karena terlibat narkoba, beberapa kawan sempat pesimis dengan langkah Mabes Polri mengawasi pemberantasan narkoba di Bali ini. Werdha di Giayar, Arya di Denpasar dan Winaja di Ubung menilai hanya dengan komitmen yang serius bisa mengerem lajunya peredaran narkoba. Setelah pelaku ditangkap, kemudian apa tindakan yang akan diambil, ini yang paling penting. Seringkali lapas dijadikan ‘’kantor baru’’ yang lebih aman oleh para pengedar, apakah di sana tidak diketahui aparat? Arya di Denpasar menyampaikan bahwa tak mungkin tidak tahu, alat komunikasi di lapas pasti sangat berperan un-

Tidak Emosi

Dari Hal. 1

Sebelumnya, Ketua PHDI Bali I Gusti Ngurah Sudiana meminta masyarakat Bali agar tidak gelisah dan emosi. Sebab, imbauan tersebut sejatinya diharapkan dapat memberi dampak positif terhadap umat Hindu yang merayakan Nyepi di Bali. ‘’Karena di internet itu kan banyak hiburan. Dalam catur brata panyepian itu kan ada amati lelanguan, tidak boleh menghibur. Tapi banyak yang tersinggung berat dan sebagainya, bahkan ada yang

mengancam Ketua Parisada, itu wajar saja,’’ ujarnya. Menurut Sudiana, imbauan itu sudah diusulkan kepada Kemenkominfo. Kalau memang diterima oleh operator atau provider penyedia jasa seluler, maka akan bagus. Tetapi kalau tidak, tidak ada sanksi yang diberikan kepada mereka. Kendati pihaknya berharap provider penyedia jasa seluler bisa mengerti agar perayaan Nyepi sekali dalam setahun ini dapat dilaksanakan dengan tenang. ‘’Seluruh umat Hindu jangan gelisah, banyak sekali

tuk transaksi narkoba. Untuk itu, ia menyarankan agar di lapas dipasangi alat pengacak sinyal (jammer). Winaja di Ubung menambahkan, jika ingin agar sidaksidak membuahkan hasil, jangan sampai bocor duluan. Jika pusat memberi perhatian itu sangatlah bagus, demikian Made Bimasena di Gianyar berpendapat. Karena peredaran narkoba di Bali, terlebih di dalam lapas sangat marak, keterlibatan aparat harus ditelusuri. Walek di Gelogor berkomentar bahwa Bali ini sepertinya menarik dari segala bidang. Peredaran narkoba baginya ibarat bisnis yang mendarah daging, seperti musuh dalam selimut. Inilah kesulitan aparat untuk mengungkap. (sikha)

kritik yang sudah masuk ke kita. Tapi kalau dapat merasakan nikmatnya tidak menggunakan media sosial satu hari itu, ketagihan nanti,’’ imbuhnya. Sudiana menambahkan, pada saat Nyepi, komunikasi dengan Tuhan tidak perlu menggunakan sarana apa-apa lagi. Namun cukup dengan menyatukan pikiran, perkataan dan perbuatan. ‘’Pada saat itu kalau kita bisa melaksanakan dengan baik, akan merasakan bagaimana beragama,’’ tandasnya. (kmb32)

Makassar (Bali Post) – Kapolres Pelabuhan AKBP Aris Bachtiar menyatakan jika kasus pembobolan gerai toko kue Markobar (Martabak Kota Barat) milik anak sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, sedang didalami oleh bagian reserse dan kriminal (reskrim). ‘’Untuk kasus pembobolan gerai toko milik anak Presiden Jokowi ini sedang kita dalami. Yang jelas, sementara ini adalah pelaku tunggal,’’ ujar Aris Bachtiar di Makassar, Senin (12/3) kemarin. Kapolres di hadapan para wartawan saat merilis secara resmi kasus dan pelakunya itu mengatakan jika pelaku VW (20) alias Vego adalah tukang parkir yang juga tinggal di sekitar gerai toko kue tersebut. Dijelaskannya, Vego yang pada tanggal 9 Maret 2018 pukul 21.00 Wita, sedang berjalan pulang di depan gerai dan kemudian karyawan Markobar Nasrullah memanggil pelaku. Pelaku yang sering menginap di gerai toko itu disuruh Nasrullah untuk membeli rokok serta memijit-mijit dirinya setelah seharian bekerja. Sejam kemudian, korban terlelap dan langsung tidur dengan meninggalkan smartphone (HP) androidnya di kamar dalam keadaan mengisi baterai. Pelaku Vego yang sebelumnya sering melihat korban keluar dan masuk ke gudang itu kemudian mengambil kunci gudang dan mengambil semua barang berharga serta uang tunai sekitar Rp 25 juta. ‘’Pelaku ini setelah mencuri uang Rp 25 juta, HP milik korban yang sedang di-charger dan sepatu kemudian keluar toko dan menguncinya dari luar. Pelaku kemudian memesan grab pergi ke toko membeli baju dua lembar, celana dua lembar dan HP baru merek Xiaomi lalu pesan tiket penerbangan ke Jakarta dan menuju Hotel Afiat di Maros dekat bandara,’’ katanya. Aris mengaku, setelah mendapat laporan dari korban Nasrullah, kemudian melacak keberadaan pelakunya. Hasilnya, hanya sekitar delapan jam atau kurang dari 10 jam itu anak buahnya mampu menangkapnya di Hotel Afiat sekitar Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. ‘’Rencananya, pelaku ini akan melarikan diri ke Jakarta dan sudah memesan tiket pesawat untuk berangkat pukul 06.00 Wita,’’ ucapnya. (ant)

Mentan akan Rombak Regulasi Hambat Pertanian Yogyakarta (Bali Post) – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan akan merombak regulasi yang berpotensi menghambat percepatan laju produksi pertanian untuk menuju Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045. ‘’Regulasi yang baik diteruskan, dan bongkar yang menghambat,’’ kata Menteri Amran saat menyampaikan kuliah umum bertajuk ‘’Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045’’ di Auditorium Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Senin (12/3) kemarin. Menurut Amran, jika dibiarkan regulasi yang tidak tepat justru akan memunculkan dampak yang cukup signifikan bagi petani maupun negara. Ia mencontohkan regulasi yang harus dirombak, di antaranya terkait pengadaan pupuk melalui tender. Jika regulasi itu tidak dihilangkan, menurutnya, akan menyebabkan kerugian besar bagi petani. ‘’Pengadaan pupuk lewat tender dan baru tiba setelah panen. Padahal, jika pupuk telat satu minggu saja mengakibatkan kehilangan satu ton beras dan jika ini terjadi di seluruh wilayah Indonesia bisa menimbulkan kerugian hingga Rp 40 triliun,’’ ujarnya. Amran mengemukakan, untuk mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan juga dilakukan dengan menerapkan sikap antikorupsi dalam tubuh Kementerian Pertanian (Kementan). Kementan telah membentuk satgas pangan yang di dalamnya juga terdapat KPK. Upaya lainnya, lanjutnya, yakni dengan mengubah lahan tidur berupa rawa pasang-surut dan tanah tadah hujan menjadi lahan pertanian. Pemanfaatan lahan tersebut dilakukan untuk meningkatkan lahan pertanian dalam negeri. ‘’Kita juga membangun lumbung pangan di daerah perbatasan sekitar 10 ribu hektar. Dengan berbagai upaya itu dalam 5-10 tahun mimpi bisa menyuplai negara tetangga bisa terwujud,’’ ucapnya. Dekan Fakultas Pertanian UGM Jamhari mengatakan, Fakultas Pertanian UGM siap mendukung program pemerintah dalam mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi lumbung pangan dunia pada 2045. Komitmen UGM untuk mendukung sektor pertanian bangsa, menurutnya, salah satunya diwujudkan dengan pendirian PT Pagilaran pada tahun 1964. Perusahaan penghasil teh ini dibangun dengan sistem kemitraan ini melibatkan sekitar tujuh ribu petani. ‘’Kita juga mengembangkan varietas unggul kedelai hitam Malika dan aplikasi digital Desa Apps untuk memudahkan petani dalam bercocok tanam dan berdiskusi dengan pakar pertanian,’’ ujarnya. (ant)

Kepala Daerah Dari Hal. 1

Untuk itu, DPR mengajak KPK melakukan kajian mendalam soal korupsi para kepala daerah. Sebab, apabila DPR yang melakukan kajian itu tentu kurang direspons positif publik. Sementara bila KPK langsung yang menyampaikan hasil kajian tentang korupsi di daerah, pasti didengar dan direspons positif publik. ‘’Kajian itu menghendaki agar pilkada diserahkan saja ke DPRD setempat dan tidak lagi digelar secara langsung. Pilkada langsung punya implikasi buruk bagi masa depan bangsa kita,’’ tegasnya. Sikap dewan dalam hal ini berpegang pada sila keempat Pancasila yang mengamanatkan agar pemilihan kepala daerah diserahkan kepada sistem perwakilan. Dengan pemilihan tak langsung ini, dewan meyakini korupsi di daerah bisa dicegah dan berkurang drastis. ‘’Keputusan pilkada tidak langsung sudah kita putuskan jelang berakhirnya kepemimpinan Pak SBY. DPR sudah ketok palu. Lalu, pemerintah membatalkan melalui perppu. Akhirnya dikembalikan ke pemilihan langsung,’’ imbuh Bamsoet, panggilannya. Menurutnya, mengembalikan pilkada ke sistem perwakilan oleh DPRD bukanlah kemunduruan demokrasi. Sayangnya, usulan ini kerap dijadikan sebagai sarana menyerang DPR. ‘’Ini semangatnya untuk memerangi korupsi. Pilkada langsung dinilai lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya,’’ tegasnya. Kasus Korupsi Pada pertemuan itu, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan akan mengumumkan beberapa kepala daerah yang

maju sebagai petahana pilkada terlibat dalam kasus korupsi. Namun, dia belum mau mengungkapkan siapa dan dari provinsi mana kepala daerah tersebut. ‘’Beberapa orang yang akan ditersangkakan itu insya Allah minggu ini kita umumkan,’’ kata Agus Rahardjo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (12/3) kemarin. Penegasan tersebut mengonfirmasi pertanyaan anggota DPR tentang 90 persen kepala daerah yang terindikasi menjadi tersangka. Banyak hal ditanyakan anggota DPR dalam pertemuan tersebut. Pertemuan dengar pendapat dilakukan bersamaan dengan penyerahan laporan keuangan sejumlah instansi, antara lain DPR, kepolisian, serta Kantor Staf Presiden. Sejumlah pejabat negara yang hadir antara lain Ketua DPR Bambang Soesatyo didampingi sejumlah anggota DPR-RI, Kabareskrim Komjen Ari Dono dan Kepala Staf Presiden Moeldoko. Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan menambahkan, rencana pengumuman tersebut atas permintaan dewan untuk menjawab keresahan publik agar jangan sampai kepala daerah yang sudah telanjur terpilih dalam pilkada, tetapi ditetapkan menjadi tersangka. Apabila KPK segera mengumumkan para calon kepala daerah yang menjadi tersangka, akan lebih baik agar masyarakat objektif memilih kepala daerahnya. ‘’Tiba-tiba Ketua KPK akan mengumumkan minggu depan yang menjadi tersangka. Masyarakat pun akan lebih objektif lagi dan terinformasikan dengan baik sebelum melakukan pemilihan di bilik suara. Inilah yang kita katakan komunikasi efektif,’’ kata politisi dari PDI Perjuangan ini. (kmb4)

Zaman Dulu Dari Hal. 1

Sekarang, kata Suardana, usahanya lebih maju, bahkan menerima orderan dari hotel, butik dan PKK. ‘’Dia memanfaatkan kemajuan internet. Kalau generasi saya sudah tidak berpikir sampai ke sana. Kalau anak saya rajin mengikuti perkembangan model pakaian yang lagi tren. Inilah bedanya, generasi zaman dulu dan sekarang. Sukses itu bisa diraih dengan jualan di pasar, tapi harus bisa mengelola dengan baik,’’ ungkap pemilik UD Sari Mulia ini. Beda dengan Pasar Asoka. Pedagangnya kebanyakan dari luar Bali. Selain menawarkan berbagai aneka baju, di Pasar Asoka di bagian selatan menawarkan berbagai kuliner. Ada makanana khas Bali; babi Guling. Namun lebih banyak makanan luar daerah termasuk chinese food. Pasar Asoka memiliki 250 kapling. Siang menjelang sore ratusan gerobak berisi pakaian, sandal, sepatu dan barang lainnya, mulai berdatangan. Lapak tersebut datang dari Jalan Kapten Japa, Jalan Melati dan Jalan Kemuning. Mereka bergerak menuju satu titik; Pasar Asoka. Namun dagangannya tidak langsung digelar. Gerobak tersebut diparkir di titik terdekat. Menunggu jam buka pukul 17.00 Wita. Saat mentari terbenam, lapak sudah dibuka dan barang dagangan tergelar rapi. Jika ditelusuri dari sisi timur,

selatan, tengah dan barat pasar, sebagian besar pedagang berasal dari luar daerah. ‘’Saya kerja di sini baru enam bulan. Ini (dagangan) punya bos saya,’’ kata Abi yang mengaku dari Jember, Jawa Timur ini, sambil merapikan tumpukan celana jeans. Walau usianya masih remaja, Abi terlibat lihai memikat pengunjung. ‘’Dipilih-dipilih, silakan dipilih,’’ kata-kata yang terlontar dari bibir Abi setiap ada pengunjung lewat. ‘’Bos saya punya dua (lapak), di sini dan dekat bekas terminal,’’ sebutnya. Pemilik lapak dari luar daerah menerapkan strategi khusus agar tetap eksis jualan di sana. Salah satunya dengan merekrut anak muda yang masih energik dan lihai memikat pembeli. ‘’Kalau harga barang di sini standar dan terjangkau. Kalau jual barang kualitasnya bagus kan harganya mahal, takutnya tidak terjangkau,’’ kata penjaga lapak lainnya yang mengaku dari Jawa. Terlihat berbeda dengan dagang asal Bali. Kebanyakan penjualnya usianya 40 tahun ke atas. Selain itu mereka baru merespons saat pengunjung masuk ke lapaknya. Upaya untuk memikat pembeli tidak terlihat. Mereka baru memberikan pelayanan ketika pembeli masuk ke lapaknya. ‘’Yang penting ada yang laku. Kalau cari karyawan, tidak bisa bayar gajinya nanti,’’ kata Ibu Made. (rah)

Tidak Tepat Dari Hal. 1

Pesawat tersebut kemudian terlihat melakukan dua putaran ke arah timur laut, demikian Chettri. Pengontrol lalu lintas kembali bertanya kepada pilot apakah semuanya baik-baik saja, dan dia menjawab, ‘’Ya.’’ Menara itu kemudian mengatakan kepada pilot bahwa kesejajarannya tidak tepat, namun tidak ada jawaban, tambah Chettri. ‘’Pesawat seharusnya tiba dari arah kanan,’’ kata Chettri menambahkan bahwa pesawat itu menabrak pagar bandara, jatuh dan kemudian terbakar. Tidak segera jelas apakah pilot tersebut telah mengeluarkan sebuah panggilan Mayday atau sinyal marabahaya. Banyak mayat yang tergeletak di aspal, tertutup dengan kain, hangus, demikian saksi mata. Asap tebal tampak terlihat dari pesawat di Bandara Internasional Tribhuvan. Pesawat yang jatuh pada Senin kemarin itu berusia 17 tahun, menurut data dari laman web pelacakan Flightradar24.com. Pesawat itu turun

ke ketinggian bandara 1.341 meter dan kemudian naik 2.012 meter sebelum jatuh sekitar dua menit kemudian, menurut laman web itu. Pada Maret 2014, sekawanan burung menghancurkan kaca depan jet Malaysia Airlines saat mendarat di Kathmandu. Pada bulan yang sama, roda belakang Airbus A320 yang dioperasikan oleh sebuah maskapai bertarif rendah India terbakar setelah mendarat. Pada 1992, tercatat 167 orang di pesawat tewas ketika sebuah penerbangan maskapai Thai Airways dari Bangkok jatuh saat mencoba mendarat di Kathmandu. Maskapai US-Bangla Airlines adalah unit dari Grup AS-Bangla, perusahaan gabungan antara Bangladesh dan Amerika Serikat. Dua pilot dan dua awak kabin adalah warga negara Bangladesh, kata juru bicara maskapai Kamrul Islam di Dhaka. ‘’Tim kami akan terbang ke Nepal segera setelah bandara dibuka,’’ tambahnya. ‘’Kami sedang berhubungan dengan pihak berwenang Nepal,’’ lanjutnya. (ant)

Sejumlah Orang Dari Hal. 1

KPK melakukan OTT terhadap seorang panitera pengganti (PP) di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang. ‘’Memang ada kegiatan tim KPK berkoordiansi dengan APH (Aparat Penegak Hukum) lain di Tangerang,’’ kata Ketua KPK Agus Rahardjo saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin kemarin. Menurut Agus, ada sejum-

lah pihak yang diamankan dalam OTT tersebut. ‘’Untuk sementara ada sejumlah orang diamankan dan dilakukan pemeriksaan awal,’’ tambah Agus. KPK masih akan melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang diamankan tersebut dalam 1x24 jam. ‘’Selengkapnya besok akan disampaikan informasinya,’’ ungkap Agus. (ant)


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

Selasa Paing, 13 Maret 2018

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, (0361) 233801 Facsimile: 227418

SENI ”Malam Melodi Menghapus Sunyi”

Empat Sanggar Sajikan Musik Etnik Art Center Denpasar, Sabtu (10/3) malam, tak sunyi seperti biasanya. Alunan musik etnik berkumandang dengan hadirnya “Malam Melodi Menghapus Sunyi” yang diisi 4 sanggar. Mereka adalah Sanggar Eka Mandala Putra Karangasem, Sanggar Gora Yowana Budaya, Bali Musik Etnik, dan Smara Tantra yang jauh-jauh datang dari Solo. Smara Tantra sebagai pembuka mempersembahkan penampilan apik bertajuk “Eling Calung”. Musik mengalun cepat dan menghidupkan suasana di Ksirarnawa. Grup musik bergenre jazz ini menampilkan suguhan yang unik. Sebab, mereka diiringi musik dari Sanggar Eka Mandala Putra Karangasem. Tak hanya musisi dari tanah Jawa dan gumi timur Karangasem, Gora Yowana

Budaya yang berdomisili di Negara kelihatannya juga tak mau kalah. Mereka menampilkan instrumen jegog. Jegog yang berwujud bambu besar itupun dipukul dengan penuh semangat oleh 9 pemuda. Tak berhenti di instrumen, mereka memasukan unsur vokal (nyanyian) ke dalam garapan jegog yang dipentaskan. Alunan musik tak hentihentinya datang. Penampilan terakhir, yaitu Bali Musik Etnik pun menyempurnakan suasana di malam minggu itu. Garapan yang bertajuk “Jalan-Jalan” sukses membuat penonton terpukau dengan beragam sajian alat musik yang unik dan etnik. Made Brati sebagai sesepuh Sanggar Eka Mandala Putra Karangasem mengaku hanya memerlukan waktu satu bulan untuk menyiapkan garapan

ini. “Kita sudah siap sejak sebulan lalu dan kami pun mencoba menggabungkan dengan musisi solo dengan tujuan pengembangan budaya itu sendiri,” ujarnya. Pria yang kini menginjak usia 58 tahun ini pun mengharapkan garapan ini mampu melahirkan penerus budaya. Khususnya dalam musik lokal itu sendiri. Selaku pengamat seni sekaligus Ketua Studi Alat Musik Bali, Dr. I Nyoman Astita, M.A. mengungkapkan penampilan musik kontemporer dari keempat grup tersebut merupakan komposisi yang seimbang. “Masing-masing mempunyai warna tersendiri, jegog dengan 3 level tempo yakni cepat, sedang, lambat. Jazz fussion yang ritmis dan melodis dipadu gamelan, Bali Musik Etnik dengan karyakarya musik environment atau

ilustrasi yang menggambarkan suasana dan dituangkan dalam alat musik, semuanya unik dan seimbang,” katanya. Meski dinilai telah seimbang, namun pria bertubuh kurus ini pun mengungkapkan ada sedikit bumbu yang harus ditambahkan. “Sayangnya tadi hanya jegog yang menyajikan vokal (nyanyian). Kurangnya malam ini hanya vokalnya saja, dari jazz kurang ada penampilan vokalis khususnya soprano wanita dan Bali Musik Etnik mestinya bisa menambahkan vokal, sehingga memberikan warna lain yang lebih pekat,” ujarnya. Terlepas dari kekurangan tersebut, Astita sendiri mengaku senang dengan adanya rangsangan dari musisi lokal. Karena, dapat menyajikan hiburan yang edukatif untuk masyarakat. (win)

Bali Post/ist

SANGGAR - Penampilan Sanggar Eka Mandala Putra di Gedung Ksirarnawa, Sabtu (10/3) malam.

Calonarang di Pura Taman Suwung Batan Kendal

Bali Post/rtr

EVAKUASI - Paramedis dan anggota Pemadam Kebakaran Kota New York melakukan evakuasi terhadap korban kecelakaan helikopter yang terjadi di sungai bagian timur Kota New York, Minggu (11/3).

Helikopter Jatuh di New York, Semua Penumpang Tewas

New York (Bali Post) -

Sebuah helikopter yang membawa 6 orang jatuh di sungai bagian timur Kota New York pada Minggu (11/3) waktu setempat. Berdasarkan pernyataan aparat kepolisian setempat, lima penumpangnya tewas, sementara pilotnya selamat. Dua penumpang tewas di TKP, sementara tiga lainnya dibawa ke dua rumah sakit yang ada di dekat lokasi jatuhnya pesawat, kemudian meninggal. Demikian dikemukakan juru bicara untuk Kepolisian Kota New York, Senin (12/3) kemarin. Pilot helikopter itu berhasil diselamatkan dan mendapatkan perawatan. Pilot juga telah keluar dari rumah sakit dalam

kondisi yang baik. Administrasi Aviasi Federal mengatakan Eurocopter AS350 yang jatuh di sebelah utara Pulau Roosevelt pada pukul 07.00 malam waktu setempat masih diselidiki. Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS menyatakan bahwa tim investigasi tiba kemarin. “Ini merupakan tragedi,” kata Komisioner Pemadam Kebakaran New York, Daniel

Nigro, dalam sebuah konferensi pers. Ia mengatakan diperlukan waktu cukup lama bagi para penyelam untuk mengangkat korban kecelakaan helikopter dari air. Nigro mengutarakan penyelam harus menyelam ke kedalaman 50 kaki untuk mencapai puing helikopter dengan suhu -40 derajat Fahrenheit dan arus sungai mencapai 4 mil per jam.

Para penumpang terikat dengan kuat dan penyelam harus memotong sabuk pengaman untuk memindahkan dan mengeluarkan mereka dari helikopter. Menurut Komisioner Kepolisian Kota New York, James O’Neill, helikopter itu teregistrasi atas nama Liberty Helicopters, sebuah perusahaan carter dan wisata keliling New York. Helikopter sedang dicarter untuk sebuah aktivitas pengambilan foto. Penyelamat Pantai AS menerjukan tiga perahu untuk membantu evakuasi. (iah/rtr)

Pementasan Calonarang digelar Banjar Suwung Batal Kendal, Desa Pakraman Sesetan, Denpasar, Minggu (11/3). Serangkaian pementasan ini dipentaskan juga tari Gandrung Sakral Kertiyasa. Pementasan ini mengiringi pelawatan Ratu Ayu Rangda, Ratu Ayu Tang Ting Mas, Ratu Ayu Gandrung, dan Ratu Ayu Tang Ting Dana, yang berstana di Pura Taman Suwung Batan Kendal. Klian Adat Desa Suwung Batan Kendal I Nyoman Sana mengatakan, pementasan ini diawali dengan upacara munggel pada 25 Desember 2017. Selanjutnya 24 Februari 2018, digelar pasupati, ngeratep, dan ngerehan. Berlanjut prosesi tersebut digelar pementasan Calonarang Nyungsang dan napak pertiwi prererai makekalih (kedua topeng). Menurutnya pementasan tari Gandrung sakral ini telah masuk dalam daftar di Dinas Kebudayaan Provinsi Bali dan Dinas Kebudayan Kota Denpasar. Dalam pementasan pencalonarangan ini hadir Maestro Seni Profesor I Made Bandem, dan Kadis Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Berata. Hadir pula Ketua Listibya Provinsi Bali Nyoman Astika. Bandem tak hanya hadir, namun berkesempatan menari Gandrung. Ia mengaku bangga akan kepiawaian penari Gandrung cilik dari

Bali Post/wan

MENARI - Maestro seni Profesor I Made Bandem ngayah menari Gandrung saat pementasan Calonarang di Pura Taman Suwung Batan Kendal, Minggu (11/3).

”Obituari Negeri Pelangi”, Penghargaan Keberagaman Lewat Puisi Mempererat rasa kekeluargaan di kalangan penyair Indonesia, 18 penyair dari berbagai daerah membuat sebuah buku antologi puisi bertajuk “Obituari Negeri Pelangi”. Buku yang diterbitkan oleh Niswaka Publisher ini berisikan 54 puisi. Niswa Djupri selaku pihak dari Niswaka Publisher mengatakan, sesuai dengan judul antologi puisi 18 penyair ini, buku ini sebagai ajang kekeluargaan penyair seluruh Indonesia. Masing-masing penulis menyertakan 3 puisi. Ia mengungkapkan dirangkulnya para penyair dari berbagai daerah ini bertujuan untuk memberitahu masyarakat bahwa Indonesia memiliki banyak warna yang berasal dari keragaman suku, bahasa, agama, dan lainnya. “Sesungguhnya hal-hal itu tidaklah berbeda. Kami ingin membuktikan bahwa dari puisi mampu membuat negeri ini menjadi lebih baik. Indonesia, negeri pelangi yang indah,”

katanya saat ditemui di Denpasar, Minggu (11/3) lalu. Selain itu, pihaknya juga berupaya mewujudkan gagasan-gagasan dari segala kreativitas dan harapan penyair. Harapannya, dunia sastra Indonesia, khususnya puisi kian maju dan berkembang. “Saya ingin menunjukkan besarnya kepedulian kalangan penyair terhadap perkembangan dunia sastra Indonesia, khususnya puisi,” ungkap wanita yang juga seorang guru tersebut. Tidak hanya dari berbagai daerah berbeda, para penyair di dalam buku ini juga datang dari latar belakang sosial dan profesi, hingga agama yang berbeda. Dari segi usia pun beragam. Yang paling muda masih berusia 9 tahun. “Ini menandakan bahwa inilah Indonesia, serta sastra yang bisa milik siapa saja,” tandasnya. Ni Nyoman Rianti Adi Saraswati Putri menjadi penulis paling muda yang mengisi

buku ini. Sebagaimana para penulis lainnya, gadis 9 tahun yang kini masih duduk di bangku kelas III SD Lentera Hati Jimbaran, Badung ini juga menyumbang tiga puisi. “Saya sangat bangga bisa menjadi bagian dari buku ini. Semoga ke depannya bisa kembali mengisi buku seperti ini,” ungkap putri dari pasangan Made Adi Dwi Buda Susila dan Putu Wedayanti ini. Sementara itu, penulis lainnya, Putu Anggia, mengaku sangat termotivasi sekaligus bangga menjadi bagian dari proyek ini. “Saya juga senang bisa bertemu beberapa penyair yang muda dan berbakat. Semoga dengan adanya kegiatan ini, saya dan penyair lainnya bisa membagikan ide-ide positif yang ada di lingkungan sekitar,” pungkasnya. Selain kedua penulis puisi di atas, penyair lainnya yang ikut menyumbangkan karyanya antara lain Aris Nohara (Temanggung), Ar-

Bali Post/ist

PENULIS - Beberapa penulis puisi yang ikut menyumbangkan karyanya di “Obituari Negeri Pelangi”. win Saputra (Bulukumba), Asri Nurjannah (Garut), Dhaniar Retno Wulandari (Surakarta), Dita Puspitarani (Surabaya), Eny Suswanty (Jogja), I Ketut Adi Juliantara (Kuta, Bali), dan Ian Vendata (Kuta, Bali). Terdapat pula Komang Erawati (Denpasar), Marini

Suwung Batan Kendal. Selain itu, Bandem juga kagum karena masyarakat di Suwung Batan Kendal masih memelihara dengan baik kesenian langka ini. “Penari mampu membawakan kesenian tari Gandrung dengan wirama, ritme, dan irama. Sangat menyatu harmonis,” katanya. Bandem mengatakan sekarang ini kesenian tari Calonarang banyak dipentaskan. Ia berharap tarian ini menjadi tontonan yang bisa memberikan hiburan sehat serta tuntunan bagi masyarakat. “Calonarang memiliki aspek yang sangat lengkap. Ada topeng, ada gelungan, kostum, suara, dialog dan gamelan. Ïnilah satusatunya yang bersifat kesenian yang berteater,” ujar Bandem. Calonarang ini hendaknya dipelihara dengan baik. Calonarang, disebutkan, sempat dipentaskan di Paris pada 1931, ketika Indonesia mengikuti festival Kolonial di Paris. Calonarang ini mempengaruhi teater dan drama Barat, yang menjadi pegangan bagi seniman Barat yang menjadi total teater. Tanpa harus menggunakan bahasa Inggris, dengan gerakan dan kostum yang baik, orang Barat tertarik akan kesenian ini. Bahkan, Calonarang menjadi dasar dari teater kontemporer yang ada di Amerika Serikat dan Eropa. (wan)

(Singaraja), Marsellus N Pampur (Denpasar), Niswa Djupri (Denpasar), Nurinara W R (Nganjuk), Omang Riani (Kuta, Bali), Putu Anggia Agnes Hasianna (Denpasar), Sudiawan Imam Prakoso Adi (Tulungagung), Susan T (Semarang), dan Wira Adnyani (Gianyar). (win)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 13 Maret 2018 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu