Skip to main content

Edisi 12 Oktober 2016 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 54 TAHUN KE 69

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (152 rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

rabu kliwon, 12 oktober 2016

@balipostcom (4.485 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418

Enam Orang Ditangkap Penggeledahan di Lantai 6 dan 12

Jakarta (Bali Post) – Polda Metro Jaya menggeledah kantor Kementerian Perhubungan, Selasa (11/10) sore kemarin. Enam orang ditangkap terkait kasus pungutan liar (pungli) di kementerian itu. ‘’Ada enam pelaku kami tangkap. Beberapa petugas dari Ditjen Perhubungan Laut dan satu orang dari calonya,’’ kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Mochamad Iriawan. Ia mengatakan, oknum yang ditangkap merupakan pegawai biasa dan salah satunya merupakan calo dari perusahaan pendukung dokumen-dokumen laut. Irjen Iriawan juga menjelaskan bahwa uang hasil pungli tersebut ditemukan di lantai enam dan kemudian lanjut naik ke atas lantai 12. Adapun uang yang ditemukan total dalam penampungan Rp 60 juta dan dalam rekening penampungan ada Rp 1,2 miliar. ‘’Nanti akan kami dalami, karena di Kemenhub di Direktorat Jenderal Kelautan ada

sebanyak 152 perizinan ada buku pas, buku ganti warna dengan panjang kapal, itu semua terkait administrasi perkapalan,’’ katanya. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Mochamad Iriawan telah memimpin penggeledahan di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama dengan beberapa pejabat Kemenhub sejak pukul 16.20 WIB. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menekankan operasi tangkap tangan di kementeriannya berkaitan dengan pungli perizinan. Hal. 19 Bekerja Maksimal

Bali Post/ant

LOKASI OTT - Presiden Joko Widodo memberikan keterangan kepada wartawan saat meninjau lokasi OTT di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (11/10) kemarin. Dalam OTT itu Polda Metro Jaya berhasil mengamankan lima pegawai Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan calo serta menyita uang tunai sebesar Rp 60 juta.

’’…Adapun uang yang ditemukan total dalam penampungan Rp 60 juta dan dalam rekening penampungan ada Rp 1,2 miliar. Nanti akan kami dalami, karena di Kemenhub di Direktorat Jenderal Kelautan ada sebanyak 152 perizinan ada buku pas, buku ganti warna dengan panjang kapal, itu semua terkait administrasi perkapalan.’’ Bali Post/ade

BARANG BUKTI - Sejumlah barang bukti pungutan liar yang diamankan saat operasi tangkap tangan di Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Selasa (11/10) kemarin.

Irjen Pol. Mochamad Iriawan Kapolda Metro Jaya

Pecat, Pegawai Pungli

Jokowi Tugaskan Menkum HAM Gelar OPP Jakarta (Bali Post) – Presiden Joko Widodo memperingatkan seluruh kementerian dan instansi agar menghentikan segala bentuk pungutan liar (pungli). ‘’Stop yang namanya pungutan liar. Tangkap dan langsung pecat pegawai yang melakukan pungli,’’ kata Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Kementerian Perhubungan, di Jakarta, Selasa (11/10) kemarin. Presiden melakukan kunjungan mendadak ke Kementerian Perhubungan terkait kasus tangkap tangan dugaan pungutan liar perizinan di kementerian tersebut. Presiden mengatakan, pemerintah akan terus melakukan penertiban dan penangkapan kepada semua pihak yang melakukan pungli kepada masyarakat. ‘’Sekali lagi saya

tegaskan stop yang namanya pungutan liar dan saat ini sudah ada yang namanya operasi pemberantasan pungli,’’ tegas Presiden. Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menyatakan pemerintah memutuskan pelaksanaan operasi pemberantasan pungutan liar dan penyelundupan (OPP) sebagai bagian langkah awal pelaksanaan reformasi hukum. ‘’Secara prinsip Presiden dan Wapres setuju dengan diadakannya operasi pemberantasan pungli dan penyelundupan,’’ kata Pramono Anung dalam konferensi pers bersama Menko Polhukam Wiranto usai rapat kabinet terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa kemarin. Hal. 19 Pelayanan SIM

Mohammad Saleh, Ketua DPD-RI Putus, Jalan Penebel-Tunjuk Ada Gugatan, Pelantikan Ditunda

Jakarta (Bali Post) Rapat Paripurna Luar Biasa Dewan Perwakilan Daerah RI memilih senator asal Bengkulu Mohammad Saleh sebagai Ketua DPD-RI menggantikan Irman Gusman. Meski sudah terpilih, pelantikan Mohammad Saleh sebagai Ketua DPD-RI ditunda Saleh mengalahkan dua rivalnya, Wakil Ketua DPD Farouk Muhammad dan GKR Hemas. Di urutan kedua ditempati GKR Hemas dengan peroleh 31 suara, sedangkan Farouk Muhammad hanya memperoleh 23 suara. Satu suara dinyatakan tidak sah. Total suara sah sebanyak 116 suara dari total 132 anggota DPD dari 33 provinsi (minus Provinsi Kalimantan Utara). ‘’Ini proses pemilihan yang alamiah dan ini tentu amanah yang berat bagi saya,’’ kata Saleh usai pemilihan di Ruang Rapat Paripurna Gedung Nusantara V, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/10) semalam. Saat pemilihan, sesuai Tata Tertib DPDRI, sidang paripurna yang sebelumnya dipimpin Farouk Muhammad dan GKR Hemas diserahkan kepada senator tertua yakni Maimanah Umar selaku senator Riau kelahiran 1937 dan senator termuda Riri Damayanti asal Bengkulu kelahiran 1990. ‘’Bagi saya ini adalah amanah yang sangat berat. Hampir separuh kawankawan mengamanatkan kepada saya,’’ kata Saleh. Hal. 19 Dua Tahap

Tabanan (Bali Post) Hujan deras mengguyur Kecamatan Penebel, Tabanan sejak Selasa (11/10) pagi hingga sore kemarin. Akibatnya sebuah jembatan sepanjang 20 meter yang menghubungkan Penebel-Tunjuk putus. Lokasi jembatan yang putus tersebut tepatnya di Banjar Cepik Desa Tajen. Informasi yang berhasil dihimpun, ambrolnya jalan yang menghubungkan Desa Tunjuk, Tabanan dengan Tajen Penebel tersebut terjadi pukul 18.30 Wita. Saat itu di lokasi sudah tidak ada hujan. Namun, volume air yang besar dari hulu karena hujan sebelumnya, tidak semuanya mengalir melalui gorong-gorong di bawah jembatan. Sehingga air meluap ke jalan dan membuat jalan yang sebelumnya sudah jebol sebagian tersebut akhirnya amblas ke jurang sedalam sekitar 15 meter. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kapolsek Penebel AKP I Wayan Dastra seizin Kapolres ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. ‘’Kejadiannya sekitar pukul 18.30,’’ katanya. Disebutkan, saat kejadian di lokasi tidak hujan, namun karena di hulu hujan deras membuat debit air besar dan tidak mampu ditampung gorong-gorong sampai air meluap ke jalan. Hal. 19 Tidak Ada

longsor di tabanan

Bali Post/ant

TERPILIH - Muhammad Saleh usai terpilih menjadi Ketua DPD, Selasa (11/10) kemarin. Muhammad Saleh terpilih menjadi pimpinan DPD pengganti Irman Gusman.

Liestyana Rizal Gusman

Bali Post/ade

Irman Gusman Sempat Teriak Jakarta (Bali Post) – Istri mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman menjelaskan mengenai kronologi operasi tangkap tangan (OTT) yang terjadi pada suaminya, 16 September 2016. ‘’Yang ditanyakan adalah kejadian yang terjadi malam itu, yang saya ceritakan apa adanya. Pak Irman tidak tahu apa yang diberikan (Memi), karena (bungkusan) itu disuruh ambil. Pas saya buka dia teriak-teriak,’’ kata Liestyana Rizal Gusman seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (11/10) kemarin. Hal. 19 Gula Impor

Mewujudkan Kemandirian Petani Bali 2

Mereka Butuh Kepastian Harga dan Pemasaran

Bali Post/san

PUTUS - Jalan yang menghubungkan PenebelTunjuk putus akibat jembatan sepanjang 20 meter ambrol.

Petani Bali sejak lama menghadapi ketidakpastian. Ketidakpastian harga dan serapan produk yang dihasilkan. Petani selalu merasa dirugikan. Akibatnya mereka enggan bertani dan menjual tanah garapan menjadi solusi. Demikian mengemuka dalam diskusi di Bale Banjar Bali Global, Sanur, Senin (10/10) lalu. Pada diskusi itu hadir Kadin Bali dan 13 akademisi Unud. Berikut laporannya.

PETANI membutuhkan adanya kepastian untuk bisa tetap bertahan menekuni sektor pertanian. Harus ada regulasi yang jelas dan tegas untuk memunculkan kepastian itu. Mulai dari kepastian membeli bahan baku, saluran pemasaran, harga, hingga lahan. ‘’Betapapun kita menggebu-gebunya untuk membangun pertanian, tetapi kalau lahan yang dimiliki petani luasnya sedikit, tidak ada kepastian keberlanjutannya serta harga produk yang dihasilkan tidak menentu, maka itu akan menjadi sia-sia,’’ ujar akademisi Universitas Udayana Prof. Dr. Nyoman Suparta. Menurut Suparta, sebetulnya telah ada undang-undang yang mengatur tentang perlindungan petani

maupun penggunaan lahan. Namun, regulasi itu tidak ada yang berjalan dengan baik. Sampai saat ini bahkan tidak ada bentuk aturan yang jelas mengenai lahan mana saja yang boleh atau tidak boleh dibangun. Padahal,

Suparta

masalah lahan yang tidak memadai turut menjadi faktor penyebab orangorang khususnya anak muda tidak tertarik menekuni pertanian. Hal. 19 Kepastian Harga

Mahardika

Suamba


DENPASAR

2

Rabu Kliwon, 12 Oktober 2016

Gorok Leher Pacar, Dibui Lima Tahun

Denpasar (Bali Post) Ngongu Lega, terdakwa yang tega menggorok leher pacarnya, harus menanggung risikonya. Dalam sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (11/10) kemarin, terdakwa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu dijatuhi hukuman selama lima tahun penjara oleh majelis hakim pimpinan Sutrisno. Sebagaimana dalam amar putusan pada sidang yang dibuka untuk umum itu, terdakwa berusia 39 tahun tersebut dinyatakan terbukti memenuhi unsur pidana sebagaimana dimaksud dalam dakwaan primer, yakni melanggar Pasal 353 ayat (2) KUHP. Dalam persidangan, disebutkan terdakwa terbukti melakukan penganiayaan terhadap korban Itahumen yang sempat dijadikan pacarnya. Bahkan, aksi penganiayaan itu dilakukan secara berencana hingga korban mengalami luka berat. Meski demikian, vonis itu masih lebih rendah dari tuntutan jaksa. Sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) Luh Wayan Adhi Antari menuntut supaya terdakwa dibui selama enam tahun penjara. Sedangkan ancaman hukuman dalam dakwaan pasal primer, tujuh tahun penjara. Hal yang meringankan putusan hakim, dalam sidang sebelumnya Lega mengaku bersalah dan menyesali perbuatannya. Sedangkan yang memberatkan, perbuatan terdakwa mengakibatkan korban mengalami luka berat. Akibat aksi penggorokan itu, leher korban terluka menganga dan pita suaranya putus. Korban Ita juga koma selama sepekan di RS Sanglah. ‘’Kamu divonis lima tahun, kamu mau banding apa menerima?’’ tanya hakim Sutrisno dengan nada tinggi. Setelah berkoordinasi dengan kuasa hukumnya, Benny Hariyono, terdakwa menyatakan menerima hukuman tersebut. JPU Antari juga menyatakan menerima putusan hakim. (kmb37)

Bunuh Cewek Panggilan, Komang Arim Diadili

Denpasar (Bali Post) Masih ingat kasus pembunuhan terhadap Ni Luh Tety Ramuna di Hotel Wisma Warta, Jalan Pidada VI, Denpasar Utara? Kasus yang sempat menghebohkan media sosial dan juga menjadi pemberitaan hangat di sejumlah media itu, Selasa (11/10) kemarin mulai disidangkan. Duduk di kursi pesakitan adalah lelaki yang menjadi teman kencannya, terdakwa I Komang Arim Sujana (23). Sidang yang dipimpin hakim IGN Parta Bhargawa itu agendanya adalah pembacaan dakwaan dari jaksa penuntut umum (JPU) Dewa Arya Lanang. Dalam dakwaannya, Komang Arim Sujana didakwa atas pelanggaran Pasal 338 KUHP dalam dakwaan primer, Pasal 351 ayat 3 KUHP dan Pasal 362 KUHP dalam dakwaan subsider. Pada pokoknya, akibat aksi kekerasan yang dilakukan terdakwa atau penganiayaan berat yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia. Dijelaskan dalam dakwaan, awalnya terdakwa memesan kamar dan menginap di Hotel Wisma Warta, persisnya 19 Juli 2016 Pukul 22.15. Saat itu terdakwa meminta bantuan saksi Teuku Ismail yang merupakan karyawan di penginapan tersebut untuk mencarikan wanita penjaja seks atau wanita penghibur. Malam itu sebelum bertemu dengan korban, terdakwa melalui saksi Ismail sempat mencari beberapa wanita lain, namun terdakwa menyatakan tidak cocok. Akhirnya, terdakwa bersama saksi menuju Hotel Diana dengan menggunakan jasa taksi dengan sopir bernama I Gede Getas. Di sanalah terdakwa memilih Ni Luh Tety Ramuna (korban). Saat itu juga, terdakwa mengajak korban berkencan di Hotel Diana. Namun karena terdakwa lupa membawa dompet, terdakwa Komang Arim meminjam uang Rp 250 ribu kepada sopir taksi. Terdakwa berjanji akan mengganti uang yang dipinjamnya itu di Hotel Wisma Warta (tempat terdakwa menginap). Bahkan, korban juga diajak terdakwa ke hotel tempatnya menginap. Di Wisma Warta itulah korban meminta uang bayaran kepada terdakwa Rp 1,5 juta karena telah melakukan hubungan layaknya suami-istri di Hotel Diana. Terdakwa saat itu tidak mampu membayar sehingga terdakwa mendapatkan cacian. Merasa tertekan, terdakwa langsung mencekik leher korban dengan menggunakan tangan kanannya. Melihat korban lemas, terdakwa kembali membekap wajah korban dengan menggunakan bantal hingga korban tidak bernyawa. Kini akibat perbuatannya itu, I Komang Arim Sujana harus diadili di Pengadilan Negeri Denpasar. (kmb37)

Suara Denpasar & Badung Penataan Jatiluwih Infrastruktur di Penebel, Tabanan agar ditingkatkan kualitasnya karena banyak memiliki potensi objek wisata seperti Mengesta dan Jatiluwih. Jika masyarakat membuat jalan sendiri pun harus diawasi agar dasarnya batu supaya kuat. Jatiluwih sebaiknya ditata dengan membuat jalan setapak batu sikat di tengah sawah untuk jalur trakking bagi wisatawan dan dibuatkan rumah monyet untuk tempat peristirahatan dan foto-foto.

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Bali Post/eka

PERBAIKAN - Beberapa pekerja melakukan perbaikan jembatan yang nyaris amblas di Jalan Gatot Subroto Timur, Denpasar, Selasa (11/10) kemarin. Proses perbaikan jembatan tersebut diprediksi selama seminggu.

Belum Lama Diperbaiki Sudah Rusak Kembali

Dewan Pertanyakan Kualitas Pengerjaan Jembatan di Gatsu Timur Denpasar (Bali Post) -

Komisi III DPRD Bali mempertanyakan kualitas pekerjaan jembatan di Jalan Gatot Subroto (Gatsu) Timur yang retak. Apalagi dari hasil pemeriksaan Balai Pelaksana Jalan Wilayah VIII Denpasar, ditemukan ada tiga baut yang lepas. Dewan menduga ada sesuatu yang salah pada konstruksi jembatan di dekat SPBE Tukad Penatih itu. ‘’Kita boleh berasumsi bahwa itu kualitas pekerjaannya memang kurang bagus dan tidak layak,’’ ujar anggota Komisi III DPRD Bali I Kadek Nuartana saat ditemui di gedung dewan, Selasa (11/10) kemarin. Nuartana juga mempertanyakan maksimum berat beban yang boleh melewati jembatan itu. Mengapa jembatan yang belum lama ini diperbaiki sudah rusak kembali? Komisi III kemungkinan juga akan turun langsung melihat kondisi jembatan untuk menemukan penyebab lepasnya tiga baut tersebut. ‘’Untuk mengantisipasi kejadian yang sama ke depan, konstruksi, speknya harus jelas. Kedua, pengawasan terhadap pengerjaannya perlu ditingkatkan karena ketika mengalami kerusakan, jembatan itu berisiko cukup tinggi. Siapa pun yang mengerjakan itu, koordi-

nasinya lebih maksimal dengan pihak-pihak terkait yang mengerti bagaimana membangun jembatan yang benar,’’ jelasnya. Anggota Komisi III lainnya, I.B. Gede Udiyana, meminta perbaikan jembatan agar memperhatikan berbagai aspek. Salah satunya, turut mempertimbangkan ketinggian jembatan. Pihaknya tidak ingin kerusakan serupa terulang kembali. Apalagi, kerusakan jembatan Gatsu Timur sudah sering terjadi. ‘’Kenapa ada pergeseran? Konstruksi jembatan pasti ada something wrong sehingga dengan begitu otomatis retak. Sementara walaupun premature, indikasinya

Pasien Telantar, RSUP Sanglah Kebingungan RSUP Sanglah kerap mendapatkan pasien telantar, baik pasien yang ditemukan di jalan karena sakit, kecelakaan, dan sejenisnya. Ada juga pasien yang sengaja ditelantarkan keluarganya, ditingglkan di rumah sakit. Tidak saja orang tua, tetapi juga bayi bahkan jenazah. Untuk bayi telantar, usai mendapat perawatan di RSUP Sanglah biasanya akan ditampung langsung di yayasan anak. Sedangkan untuk jenazah telantar, biasanya akan dikremasi massal di Mumbul, Nusa Dua, jika sudah dibebaskan oleh polisi jika terkait suatu kasus. Namun untuk orang dewasa atau orang tua telantar/ ditelantarkan, RSUP Sanglah agak kebingungan menangani. Pasalnya, RSUP Sanglah merupakan rumah sakit tersier milik pemerintah, sehingga tidak bisa menolak pasien. Usai mendapat penanganan medis dan dinyatakan sembuh, RSUP Sanglah mulai kebingungan akan membawa ke mana pasien tersebut. Baru-baru ini, Rini Setyawati (57) merupakan pasien telantar yang diterima RSUP Sanglah. Wanita itu telah dua bulan berada di RSUP Sanglah, padahal telah dinyatakan sembuh sejak 18 Agustus lalu. Kasubbag Humas RSUP Sanglah dr. Kadek Nariyantha mengaku telah berusaha menghubungi pihak keluarga dan dikatakan akan menjemput, namun tidak kunjung datang. Pihaknya juga sudah menginformasikan ke Dinas Sosial Kota Denpasar, namun tidak bisa membantu dengan alasan

pasien memiliki keluarga. ‘’Jadi, kami disuruh mengupayakan membujuk anggota keluarga. Kami juga sudah menghubungi kepala desa setempat, namun juga tidak bisa membantu terkait pasien Rini karena anaknya tidak ingin menjemput Rini,’’ jelasnya. Ia mengkhawatirkan, jika pasien kesehatannya sudah membaik terlalu lama tinggal di RS, bisa terkena infeksi nosocomial. Selain itu, pihak RS juga memikirkan pasien lain yang belum mendapat bed, karena seharusnya bisa menggunakan bed yang ditempati pasien telantar tersebut. Ia pun kebingungan menghadapi kasuskasus seperti itu. ‘’Kami bingung bagaimana melakukan prosesnya, sementara pihak keluarga tidak mau datang ke sini,’’ ujarnya. Kasus tersebut merupakan salah satu kasus dari sekian kasus yang ditangani di RSUP Sanglah. Berdasarkan data, tahun 2014 terdapat 42 pasien telantar yang ditangani dan tahun 2015 terdapat 54 pasien telantar. Terhadap kasus seperti itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali Drs. I Nyoman Wenten mengatakan, pasien yang telantar atau ditelantarkan keluarganya, jika memang sudah sembuh dapat menghubungi Dinas Sosial Provinsi Bali. ‘’Nanti di-asesement terkait dengan keberadaannya oleh petugas, karena kalau telantar/ditelantarkan, diperlukan surat keterangan kepada kepolisian. Nanti dipertimbangkan untuk ditempatkan dalam panti lansia,’’ ujarnya. (may)

Segera Disahkan, Perda Penyertaan Modal untuk PDAM Denpasar (Bali Post) Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar tampaknya tidak ingin salah satu perusahaan daerah yang dimilikinya yakni Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) terbelenggu utang di pemerintah pusat, khususnya di Kementerian Keuangan. Karenanya, Pemkot begitu bersemangat mengikuti program yang ditawarkan pemerintah pusat terkait upaya menihilkan utang PDAM. Dengan catatan, harus memenuhi sejumlah persyaratan, salah satunya membuat perda penyertaan modal untuk PDAM. Setelah melalui pembahasan yang cukup alot, akhirnya perda penyertaan modal yang dimaksudkan segera terwujud. Hal itu terungkap ketika Badan Legislasi Daerah (Balegda) DPRD Kota Denpasar melaporkan hasil pembahasan rancangan peraturan daerah (ranperda) tentang perubahan atas Peraturan Daerah (Perda) Kota Denpasar Nomor 5 Tahun 2013 tentang penyertaan modal daerah pada PDAM dalam rapat paripurna internal DPRD Kota Denpasar, Selasa (11/10) kemarin, di aula utama Graha Sewaka Dharma, Lumintang. Dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD I Gusti Ngurah Gede bersama ketiga wakilnya, I Wayan Mariyana Wandhira, A.A. Ketut Asmara Putra, dan I Made Muliawan Arya, Ketua Balegda DPRD Kota Denpasar A.A. Putu Gede Wibawa menyampaikan bahwa ranperda terkait penyertaan modal pada PDAM yang dibahas telah siap disahkan. Berdasarkan pembahasan yang dilakukan dengan jajaran eksekutif maupun di internal Balegda DPRD Kota Denpasar, menyepakati beberapa perubahan. Di antaranya ketentuan pada Pasal 3 ayat (2) Perda Kota Denpasar Nomor 5 Tahun 2013 tentang penyertaan modal daerah pada PDAM diubah menjadi Pasal 3 (1), pemerintah daerah melakukan penyertaan modal daerah pada PDAM; (2) Penyertaan modal daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sebesar Rp 173.306. 242.000. Dengan rincian, sebelum perubahan sebesar Rp 100.000.000, dan tambahan dalam rangka penyelesaian utang PDAM kepada pemerintah pusat secara nonkas sebesar Rp 73.306.242.000. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai penyertaan modal daerah pada PDAM sebagaimana diatur pada ayat (2), diatur dengan peraturan wali kota. (kmb12)

Dimeriahkan 20 Negara, Suguhkan Kuliner Khas Bali Secara Gratis Denpasar (Bali Post) – Karnaval Budaya serangkaian World Culture Forum (WCF) bertaraf internasional, dibuka Selasa (11/10) kemarin di Lapangan Puputan Badung I Gusti Made Agung. Karnaval Budaya ini dibuka Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid didampingi Wali Kota Denpasar I.B.

Rai Dharmawijaya Mantra, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara dan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, ditandai dengan pelepasan pànah Cakra Bhuana Mandala Budaya. Karnaval Budaya ini dimeriahkan oleh 20 negara peserta delegasi World Culture Forum. Di

Sistem Antrean di RSUD Kapal

Yande, Mengwi

gatur lalu lintas. Ia mengakui terjadi kemacetan karena jalur itu sangat padat. ‘’Kami berlakukan buka-tutup di sana. Sampai saat ini, masih bisa digunakan setengah,’’ tegasnya. Namun untuk kendaraan besar seperti truk dan bus, tidak diperbolehkan lewat di sana karena takut jebol. Untuk kendaraan besar dari barat, dialihkan ke Jalan Nangka Selatan lalu ke Jalan W.R. Supratman. Sedangkan kendaraan besar dari timur, dialihkan ke arah Renon. Dampak sistem buka-tutup ini, berimbas pada kemacetan di Jalan W.R. Supratman, dari depan Mapolda Bali sampai perempatan Tohpati. Kondisi serupa juga terjadi di jembatan Gatsu Barat, tepatnya di dekat Hotel Neo. Kondisi jembatan yang sempit dan sedang dalam perbaikan itu, membuat jalur lalu lintas dari arah barat menuju timur macet, begitu pula sebaliknya. (kmb32)

Karnaval Budaya Serangkaian WCF

Wilson, Canggu

Layanan nomor antrean di Rumah Sakit Mangusada, Badung agar diperbaiki. Kemarin Pkl. 06.30 Wita saya ke sana untuk berobat, ternyata sampai di rumah sakit yang berlokasi di Kapal ini, nomor antreannya sudah sampai 37. Padahal, yang antre di ruang tunggu hanya 5 orang. Anehnya lagi, di sana sudah ada mesin nomor antrean, tinggal tekan tombol. Ternyata nomor-nomor itu di-print duluan oleh petugasnya dan ditaruh di sana. Mestinya, masyarakat dilatih menekan tombol sendiri tanpa diwakili atau diambilkan oleh orang lain sehari sebelumnya. Kondisi di ruang tunggu semrawut dan banyak yang komplain. Kepada pengawas rumah sakit, tolong bekerja dan turun ke lapangan dan jangan diam di atas meja saja.

karena baut hilang. Tetapi kan itu masih spekulatif,’’ ujarnya. Udiyana berharap perbaikan jembatan dapat segera dituntaskan. Mengingat, kondisi lalu lintas di kawasan itu terbilang padat. Jembatan di Jalan Gatot Subroto (Gatsu) Timur, tepatnya dekat SPBE Tukad Penatih, Senin (10/10) retak hingga berbentuk cekungan. Selain itu, kondisi aspalnya bergelombang dan berbahaya bagi kendaraan yang melintas. Oleh karena itu, instansi terkait menutup setengah badan jembatan tersebut. Dampak dari retaknya jembatan

itu, arus lalu lintas jalur Gatsu Timur padat merayap, baik arah timur maupun barat. Menurut Satker Jalan Metropolitan Balai Pelaksana Wilayah VIII Denpasar Made Cana, dari pemeriksaan, ditemukan tiga baut lepas. Pihaknya akan melakukan pemeriksaan lebih teliti untuk memastikan kondisinya lepas atau patah. ‘’Oleh karena itu, kita gunakan setengah badan jalan dulu, mudah–mudahan tidak ambruk,’’ harapnya. Cana mengungkapkan, perbaikan jembatan tersebut akan dikoordinasikan dengan pihakpihak terkait. Menurutnya, perbaikan membutuhkan waktu satu minggu lebih. Ia berharap secepatnya ditangani. Atas kondisi jembatan tersebut, Kapolsek Denpasar Timur Kompol Redastra mengatakan pihaknya mengerahkan anggota Lantas dan Sabhara untuk men-

Bali Post/ara

KARNAVAL BUDAYA – Wali Kota Rai Mantra, Wawali Jaya Negara, Ketua DPRD Ngurah Gede dan Sekkot Rai Iswara mendampingi Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid membuka Karnaval Budaya WCF, Selasa (11/10) kemarin di Lapangan Puputan Badung.

antaranya Taiwan, Khazaktan, Yunani, Polandia, Argentina, Thailand, Bulgaria, Italia, Uzbekistan dan Rusia. Kesemarakan parade budaya ini terlihat dari antusias para peserta yang tampil membawakan kesenian serta kebudayaan negara mereka. Berbagai kesenian dan kebudayaan berbagai bangsa tumpah ruah di Lapangan Puputan Badung ini, menyatu dalam sebuah kebahagiaan dalam budaya. Penampilan kesenian dari berbagai negara ini sangat menarik. Seperti negara Khazaktan, menampilkan tarian Kara Zhorga, tarian yang menampilkan kecantikan dan keindahan gadis Khazaktan yang luwes dengan gerak tangannya merefleksikan keindahan musik Khazaktan. Taiwan juga tak mau kalah. Negara ini menampilkan kesenian perpaduan antara tarian dan beladiri yakni Bruce Lee Taiwan Kungfu Grand Master. Tak kalah juga penampilan dari negara Uzbekistan, dengan menampilkan empat tarian yang mewakili empat kotanya. Sementara Indonesia menampilkan kesenian dari Bali yang dibawakan oleh mahasiswa

ISI Denpasar dengan menyuguhkan fragmentari Ketug Bumi, yang merupakan sebuah seni gambelan baru yang terinspirasi dari bala tentara Dewa Indra yang menyerang pasukan Mayadenawa. Ketug Bumi diasosiasikan sebagai musik yang mampu mengguncangkan jagat raya dan nuansa baru ini bisa diharapkan bisa menggugah semangat. Tidak hanya kesenian, Pemkot Denpasar juga menampilkan aneka kuliner tradisional Bali. Sebanyak 15 stan kuliner tradisional Bali ditampilkan kepada para peserta dan delegasi serta masyarakat Kota Denpasar secara gratis. Wali Kota Denpasar I.B. Rai

Dharmawijaya Mantra sangat bangga dan berterima kasih karena Kota Denpasar dipilih sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan Karnaval Budaya World Culture Forum tahun 2016 ini. Kesempatan ini menjadi pengalaman berharga bagi Kota Denpasar untuk dapat terus meningkatkan profesionalisme dalam menangani perhelatan seni budaya. ‘’Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh delegasi negara-negara sahabat yang hadir dan telah ikut berpartisipasi dalam Karnaval Budaya ini. Semoga bisa memperoleh kenyamanan dan berkesan yang baik terhadap Kota Denpasar ini,’’ ujar Rai Mantra. (kmb12)

(0361) 819446, 081 337 032 965 FM 96,5

Topik : pungli di kemenhub Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com


Badung

Rabu Kliwon, 12 Oktober 2016

3

Usai Dugem, Residivis Tusuk Sopir Mangupura (Bali Post) Kasus penusukan terjadi di simpang Jalan Imam Bonjol-Sunset Road, Kuta, Minggu (2/10) lalu. Korbannya, Putu Sudiana (24) yang bekerja sebagai sopir. Dia mengalami luka tusuk di punggung kiri. Selain itu, korban juga dipukul di bagian kepala. Terkait kasus itu, polisi menangkap pelakunya, Sukardin (18) dan I Made Bayu Adi Putra. Tersangka Sukardin merupakan residivis yang baru bebas dari Lapas Kerobokan, Februari lalu, terkait kasus penusukan di wilayah Denpasar Barat. Menurut informasi, kedua tersangka ini anggota salah satu ormas terkenal di Bali. Dimintai konfirmasi hal itu, Kapolsek Kuta Kompol Wayan Sumara membantah dengan alasan kasus itu bersifat perorangan, bukan kelompok atau ormas. ‘’Tersangka mengaku melakukan pengeroyokan itu karena benci, tetapi belum jelas benci karena apa? Ini yang masih kami dalami. Sebelum kejadian, tersangka dan korban dugem di salah satu tempat hiburan malam di Kuta,’’ tegas Kompol Sumara, Selasa (11/10) kemarin. Hasil penyidikan, kata Sumara, pada Minggu pukul 04.00 Wita, korban bersama adik tirinya makan di Pasar Kuta. Setelah itu, mereka menuju rumahnya di Jalan Imam Bonjol, Denpasar, melewati Jalan Patih Jelantik, Kuta. Saat melintas di depan Warung Padang, mereka dihadang oleh tersangka. Namun, saat itu korban langsung tancap gas. ‘’Keterangan korban, yang menghadangnya sekitar tiga orang. Tetapi korban lolos,’’ ujarnya. Setibanya di TKP, tepatnya di traffic light, lampu merah menyala dan korban yang membonceng adik tirinya pun berhenti. Saat itulah motor korban ditabrak oleh tersangka. Selanjutnya, tersangka Bayu memukul rahang kanan korban. Sedangkan tersangka Sukardin menusuk punggung kiri korban. Setelah itu, kedua tersangka langsung kabur, sedangan korban dibawa ke RS Kasih Ibu Denpasar oleh adik tirinya. ‘’Setelah menerima laporan kasus itu, anggota Reskrim melakukan penyelidikan. Akhirnya, tersangka Sukardin ditangkap tanggal 4 Oktober lalu di rumahnya di Jalan Nusa Kambangan, Denpasar. Kami juga menyita barang bukti belati lengkap dengan sarungnya dan pakaian yang dipakai saat kejadian,’’ tegas Sumara didampingi Kanit Reskrim Iptu Aryoseno. Saat diinterogasi, tersangka mengaku mengeroyok korban bersama Bayu yang beralamat di Jalan Abianbase, Mengwi, Badung. (kmb36)

Bali Post/eka

LAPAS - Sejumlah terdakwa menuju mobil tahanan kejaksaan di Lapas Kerobokan untuk mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (11/10) kemarin. Salah seorang napi yang mendekam di Lapas Kerobokan diduga berperan mengendalikan peredaran uang palsu di 10 provinsi.

Soal Napi Kerobokan Kendalikan Peredaran Upal

Lapas Terkendala Keterbatasan Peralatan dan Personel

Mangupura (Bali Post) -

Pihak Departemen Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Bali sudah mendengar informasi adanya napi berinisial A (AH - red) yang diduga terlibat jaringan peredaran uang palsu (upal) di 10 provinsi di Indonesia. Hanya, pihak Divisi Pemasyarakatan tidak punya kewenangan untuk melakukan penyelidikan atas kondisi tersebut. Selain itu, pihak lapas terkendala keterbatasan peralatan dan personel. Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kemenkum dan HAM Kanwil Bali Nyoman Putra Surya Atmaja yang dimintai konfirmasi, Selasa (11/10) kemarin, mengatakan lapas hanya melakukan pembinaan terhadap napi yang dijebloskan ke Lapas Kerobokan. Dia membenarkan bahwa pihaknya sudah mendapat informasi tersebut (napi menjadi gembong upal). Menurut Surya,

informasi dia dapatkan dari kepolisian. ‘’Memang kami terima informasi napi inisial AH diduga terlibat jaringan pengedaran upal. Untuk detailnya, silakan ke kepolisian,’’ pinta Surya Atmaja. Terkait dengan keterangan Brigjen Agung Setya Imam Effendi selaku Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskim Mabes Polri, bahwa pihaknya akan melakukan pe-

meriksaan terhadap A di Lapas Kerobokan, Surya Atmaja juga mengaku sudah mendapatkan kabar tersebut. Memang, yang bisa menyelidiki dan membuktikan adalah pihak kepolisian. Karenanya, Lapas Kerobokan akan siap membantu dan memback-up kepolisian jika memang ada napi yang diduga terlibat kejahatan di luar lapas. Selama ini, pihak lapas tidak menutup diri. Bahkan, lapas siap jika ada aparat yang ingin melakukan penyelidikan terkait perbuatan melanggar hukum yang pelakunya berada di dalam lapas. Pihak lapas terbuka dengan kepolisian untuk membongkar segala praktik kejahatan yang diduga ada di dalam lapas. ‘’Kami siap buka-bukaan. Akan kami back-up kepolisian. Tidak

hanya napi terkait upal, napi narkoba atau jenis lain, kami akan terbuka,’’ ujar Surya. Disinggung soal ponsel yang berada dalam lapas hingga para napi bebas melakukan komunikasi dari dalam lapas, termasuk soal kritik Komisi III DPR-RI tentang HP ada di dalam lapas, Kadivpas Depkum dan HAM Bali berdalih bahwa pihaknya sudah berusaha melakukan pemeriksaan dan mencegah ponsel masuk lapas. Lapas bersama aparat terkait seperti polisi dan TNI termasuk BNN sudah sering melakukan razia ke blok-blok. Namun faktanya, masih saja ada komunikasi antara napi dengan pihak luar lapas. Persoalannya, kata Surya, adalah keterbatasan alat untuk

Kasus Sambungan Pipa PDAM Ilegal

melakukan pemeriksaan. Ini menjadi persoalan di samping kekurangan personel hingga overkapasitasnya lapas terbesar di Bali tersebut. Yang lebih mencengangkan, lajutnya, dengan penghuni ratarata seribuan di Lapas Kelas II A di Denpasar itu, juga tidak dilengkapi alat detektor seperti X-ray untuk mendeteksi HP. Kadivpas mengatakan, saat ini penjagaan hanya menggunakan alat manual, yakni menggunakan tangan melakukan pemeriksaan. ‘’HP itu kan kecil, bisa disembunyikan di mana saja. Kami keterbatasan sarana dan prasarana,’’ terangnya. Kondisi seperti itu juga sudah disampaikan ke Komisi III DPR-RI saat melakukan kunjungan kerja ke Bali. (kmb37)

Sekda Minta Ditelusuri, Dewan Sebut Direksi Cari Pembenar

Bali Post/kmb23

GROUND ZERO - Sejumlah wisatawan mancanegara, Selasa (11/10) kemarin mengunjungi monumen Ground Zero di Legian, Kuta, yang merupakan monumen kemanusiaan tragedi Bom Bali tahun 2002. Menjelang peringatan tragedi yang terjadi 14 tahun silam, para keluarga korban bom Bali mulai mendatangi Ground Zero untuk membawa karangan bunga dan juga menggelar doa.

Mangupura (Bali Post) – Temuan puluhan sambungan ilegal pipa PDAM Tirta Mangutama, menjadi perhaitan semua pihak. Tak terkecuali Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika. Pejabat asal Kerobokan ini pun meminta direksi menelusuri kecurangan tersebut. ‘’Saya minta pihak direksi untuk menelusuri adanya sambungan ilegal tersebut. Pihak direksi juga agar segera menindaklanjuti rekomendasi yang disampaikan pihak BPKP, DPRD Badung, termasuk Dewan Pengawas,’’ ujar Kompyang R.

Komit Wujudkan Desa Cerdas dan Mandiri

Bupati Giri Prasta ’’Launching’’ SIAK Desa Punggul BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta me-launching pelaksanaan pendataan administrasi kependudukan secara online melalui Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) di Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal, Selasa (11/10) kemarin, di Kantor Desa Punggul. Launching SIAK Desa Punggul tersebut juga ditandai dengan perekaman e-KTP dan pembuatan kartu keluarga bagi masyarakat setempat. Kegiatan tersebut juga dihadiri anggota DPRD Badung Gede Suardika, Kadisduk Capil I Nyoman Soka, Kadishubkominfo I Wayan Weda Dharmaja, Camat Abiansemal Putu Ngr. Thomas Yuniarta serta perbekel se-Kecamatan Abiansemal. Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyampaikan apresiasi kepada Perbekel Punggul yang telah melakukan inovasi melalui SIAK ini. Hal ini sebagai salah satu implementasi dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Badung dalam upaya pendekatan pelayanan kepada masyarakat serta mewujudkan pelayanan yang mudah, cepat dan tepat bagi masyarakat Badung. Giri Prasta menilai SIAK ini sangat penting dalam upaya memberikan data penduduk Badung yang update dan akurat. Bupati menginginkan di Badung ke depan desa-desa menggunakan smart desa (desa cerdas) yang nantinya akan dicanangkan untuk betul-betul menjadi desa berdikari dan mandiri. ‘’Kami komit untuk mewujudkan desa cerdas dan desa mandiri yang bisa berdiri di atas kakinya sendiri,’’ jelasnya. Melalui sistem online SIAK

SIAK - Bupati Giri Prasta saat ‘’launching’’ pelaksanaan pendataan administrasi kependudukan secara online melalui SIAK di Kantor Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal, Selasa (11/10) kemarin. ini, ke depan masyarakat akan Perbekel Punggul Kadek dimudahkan dalam pelayanan Sukarma menjelaskan, tujuan administrasi kependudukan, dari penerapan SIAK di Desa seperti pembuatan Kartu Kelu- Punggul ini guna mempermuarga (KK) maupun Kartu Tanda dah pelayanan administrasi Penduduk (KTP), termasuk akta kependudukan dan catatan sipil catatan sipil lainnya. Dengan di Desa Punggul. Selain itu, penerapan SIAK ini, merupakan meningkatkan keakuratan data salah satu langkah menuju Ba- pelayanan administrasi kependung Smart City. Selain aplikasi dudukan dan kepemilikan dodi bidang administrasi kepen- kumen kependudukan berupa dudukan, Badung ke depan juga KK, KTP dan akta. Melalui akan membuat aplikasi di bi- sistem SIAK ini, diharapkan ke dang kesehatan maupun perta- depan pelayanan administrasi nian. Di kesehatan, masyarakat kependudukan dapat dilaksanaBadung akan diberikan Kartu kan di tingkat desa/kelurahan Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu dengan tetap melakukan koorBadung Sehat (KBS). ‘’Kami dinasi sistem data secara online juga ke depan membuat aplikasi yang dikendalikan oleh kecamadengan program e-healty. Bila tan dan Disdukcapil Badung. ada masyarakat Badung yang ‘’Sistem ini juga akan memberi sakit, cukup menunjukkan wa- dampak pada lebih akuratnya jah saja sehingga penyakit yang data kependudukan, karena diderita sudah diketahui. Tidak data yang diperoleh sudah langada rujukan lagi sehingga po- sung dari tingkat bawah yang liklinik dapat segera melakukan secara online sudah terkoneksi tindakan dan tidak menunggu dengan kecamatan, Disdukcapil antrean,’’ tambahnya. dan pusat,’’ jelasnya. (ad407)

Swandika saat ditemui, Selasa (11/10) kemarin. Menurutnya, air bersih adalah kebutuhan dasar manusia. Kebutuhaan itu dipastikan akan meningkat dari waktu ke waktu. Untuk itu, direksi beserta manajeman agar tetap meningkatkan kinerja sehingga dapat memberikan pelayanan air bersih ke masyarakat Badung. ‘’Kami minta manajemen melakukan efisiensi pengeluaran dan transparan setiap kegiatan,’’ tegasnya. Ketua Dewan Pengawas (DP) PDAM I Wayan Suyasa mengakui telah memberikan sanksi terhadap pencurian air tersebut.

Sanksi yang diberikan hanya mengembalikan kerugian materi yang telah ditimbulkan. ‘’Ada masyarakat kena sanksi dan mereka bayar. Begitu juga ada oknum pegawai PDAM kena sanksi dan dia bayar juga. Kerugian dari sambungan ilegal ini Rp 14 juta, mereka yang melakukan harus bayar,’’ tegasnya. Mengenai penggelembungan harga water mater, Suyasa menjelaskan, itu sudah disampaikan oleh direksi PDAM. Alasannya, water meter itu beda kode, beda tipe dan beda spesifikasi dari yang dibeli oleh PDAM Denpasar. Khusus yang di Denpasar itu jenis R50 dan untuk di Ba-

dung jenis R100. ‘’Karena beda tipe itu, membuat ada perbedaan hargannya. Namun mengenai fungsinya, masih dilihat perkembangannya,’’ terangnya. Ketua Komisi III DPRD Badung Nyoman Satria menyebut pihak direksi disebut masih mencari alasan pembenar terkait dugaan penggelembungan pengadaan water mater di PDAM Badung. Misalnya, mereka berdalih mereknya beda, tipenya berbeda sehingga ada perbedaan selisih harga. ‘’Kami sudah kasi rekomendasi dan PDAM sekarang harus melakukan pembenahan. Nanti tanggal 17 Oktober kita undang jajaran direksi untuk

rapat,’’ tegasnya. Di sisi lain, Direktur Utama PDAM Tirta Mangutama Badung Made Subarga Yasa didampingi Direktur Umum Ida Bagus Wardana mengklarifikasi adanya pengelembungan tersebut. Menurutnya, sebelum 2016 Badung dan beberapa PDAM di Bali termasuk Denpasar menggunakan water meter tipe R50. Harga satuan saat itu nyaris sama. Di Badung hanya Rp 254.000, sementara harga satuan di daerah lainnya mencapai Rp 254.800. Namun sejak tahun 2016, ujar Subarga Yasa, PDAM Tirta Mangutama Badung tidak lagi menggunakan water meter tipe R50. (kmb27)

Terima Hibah Program TRAMPIL dari ADB dan Pemerintah Swiss

Badung Jadi ’’Pilot Project’’ Reformasi Online Perpajakan

ASIAN Depelopment Bank (ADB) melalui pemerintah Swiss melakukan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung dalam rangka mengoptimalkan perpajakan di Badung. Kerja sama ini akan diwujudkan dalam bentuk hibah dari pemerintah Swiss kepada Kabupaten Badung. Hibah tersebut berupa program modernisasi administrasi dan perbaikan kebijakan penerimaan pajak di tingkat pemerintah daerah 2015-2018 atau lebih dikenal dengan Program TRAMPIL (Tax Revenue Administration Modernization and Policy Improvement in Local Governments). Hal tersebut terungkap saat Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, S.Sos. menerima Public Managenment Economicst (Fiscal Management & Social Security) Asian Development Bank Rabin I. Hattari bersama Duta Besar Switzerland di Indonesia Remy Duiven dan salah satu perwaki-

lan dari ADB Tuti Supardjo di Puspem Badung, Selasa (11/10) kemarin. Pada kesempatan itu, Bupati Giri Prasta didampingi Sekda Badung Kompyang R. Swandika, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra I.B. Yoga Segara, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Dewa Apramana, Kepala Bappeda Litbang I Wayan Suambara, Kadispenda I Wayan Arnawa, Kadishubkominfo I Wayan Weda Dharmaja, Kabag Keuangan Gede Suyasa dan Kabag Administrasi Pemerintahan Umum Gst. Made Dwipayana. Menurut Rabin I. Hattari, Asian Development Bank bekerja sama dengan pemerintah Swiss akan memberikan hibah kepada Kabupaten Badung untuk peningkatan pajak daerah. ‘’Dana ini diberikan oleh pemerintah Swiss dengan harapan dari pemerintah Swiss, daerahdaerah yang dipilih sebagai pilot project bisa melakukan

FOTO BERSAMA - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta foto bersama dengan Public Managenment Economicst (Fiscal Management & Social Security) Asian Development Bank Rabin I. Hattari dan Duta Besar Switzerland Remy Duiven saat berkunjung ke Puspem Badung, Selasa (11/10) kemarin.

programnya sendiri dan untuk ke depannya bisa berkelanjutan dan mandiri,’’ jelasnya. Dijelaskannya, Badung menjadi salah satu dari enam daerah lainnya di Indonesia yang dijadikan pilot project untuk program hibah ini. Daerah-daerah ini juga telah dipilih oleh Kementerian Keuangan, karena dana hibah ini melalui Kementerian Keuangan. ‘’Dipilihnya Badung karena potensi pajak daerahnya besar dan ke depannya kita melihat ini sesuatu yang bisa direflikasikan di tempat lain,’’ tambahnya. Dijelaskannya pula, program ini tidak hanya melihat dari sistemnya saja, namun akan dilihat secara holistic, sehingga pajak di Badung bisa mencapai terget sesuai dengan RPJMD. Embassy of Switzerland in Indonesia Remy Duiven menambahkan, program TRAMPIL ini merupakan salah satu komitmen dari pemeritah Swiss terhadap Indonesia dalam pengembangan ekonomi di Indonesia. Ada dua sektor yang dilihat, yaitu pertama reformasi di sektor publik

dan kedua pengembangan sektor swasta. ‘’Program ini berupa hibah. Meskipun dana hibah, kami melihat ini satu investasi. Swiss ingin melihat pemda punya interest ke luar dalam reformasi pajak daerah dan ke depannya diharapkan bisa membawa program ini berkelanjutan,’’ jelasnya. Bupati Giri Prasta menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak pemerintah Swiss dan ADB terkait bantuan dana hibah ini. Bupati mengakui hibah melalui program TRAMPIL ini memang menjadi kebutuhan dari Badung. Menurut Bupati, hal ini sangat sejalan dengan komitmen Pemkab Badung ke depan untuk menjadi salah satu roll model reformasi perpajakan, yang tujuan akhirnya untuk kesejahteraan masyarakat. ‘’Melalui kerja sama ini, nantinya kami harapkan tidak terjadi lose pajak di Badung. Karena, kami ingin betul-betul urusan berkenaan dengan pajak terutamanya dari pajak hotel dan restoran ini memang harus transparan dan terbuka,’’ tegasnya. (ad406)


info seremoniAL

4

A Selisih Harga Disebabkan Perbedaan Tipe Water Meter PDAM Tirta Mangutama Klarifikasi K T Dugaan Penggelembungan Harga Badung, sementara PDAM sama I sekali tidak terlibat. PDAM hanya menyiapkan dokumen dan proses, lelang serta pengadaan termasuk V harga satuan ada di ULP. Terkait klarifikasi ini, Ketua DeI wan Pengawas Wayan Suyasa menyatakan bisa memahami selisih harga yang disebabkan adanya perT bedaan spek dari barang tersebut. sepakat PDAM Badung tetap A KETERANGAN PERS - Direktur Utama PDAM Tirta Mangu- Dia meng-upgrade teknologi berupa tama Badung Made Subarga Yasa, S.E., M.M. didampingi water meter otomatis yang langUmum Ida Bagus Wardana memberikan keterangan sung online. Namun harga produk S Direktur pers terkait dugaan penggelembungan water meter, Selasa ini relatif agak mahal. Walau (11/10) kemarin.

S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

GUNA menghindari adanya salah persepsi, PDAM Tirta Mangutama Badung memberikan klarifikasi terhadap dugaan penggelembungan harga water meter. Selisih harga ini muncul karena perbedaan tipe water meter yang digunakan Badung dan daerah lainnya di Bali. Hal itu dikemukakan Direktur Utama PDAM Tirta Mangutama Badung Made Subarga Yasa, S.E., M.M. didampingi Direktur Umum Ida Bagus Wardana kepada sejumlah media, Selasa (11/10) kemarin. Hadir juga Ketua Dewan Pengawas PDAM Wayan Suyasa, S.Sos. bersama Sekretarisnya, Wayan Tirta. Sebelum 2016, Badung dan beberapa PDAM di Bali termasuk Denpasar menggunakan water meter tipe R50. Harga satuan saat itu katanya nyaris sama. Di Badung hanya Rp 254.000, sementara harga satuan di daerah lainnya mencapai Rp 254.800. Namun sejak tahun 2016, ujar Subarga Yasa, PDAM Tirta Mangutama Badung tidak

lagi menggunakan water meter tipe R50. ‘’Sejak 2016, Badung sudah menggunakan water meter dengan tipe R100 dengan harga satuan Rp 297.800,’’ ujarnya. Apa kelebihan tipe R100 dibandingkan R50? Menurut Subarga Yasa, kelebihannya ada di kualifikasi. Pertama, starting flow atau tingkat akurasinya lebih baik dibanding dengan R50. Water meter tipe R100 ini bisa mencatat lebih kecil dari 7 liter per jam, sedangkan R50 mencatat 12 liter per jam. ‘’Tipe ini dipastikan lebih akurat,’’ katanya. Kedua, water meter tipe R100 dapat dilengkapi dengan automatic meter reading (AMR), sementara tipe R50 tidak. Dengan alat ini pencatatan bisa dilakukan dari radius tertentu. Petugas tak mesti masuk rumah pelanggan. ‘’Inilah yang menyebabkan ada selisih harga,’’ katanya. Selain itu, Subarga Yasa menyatakan proses lelang sampai pemenangnya ditentukan di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab

teknologi relatif mahal, katanya, pengadaan bisa direncanakan secara bertahap. Dia merinci water meter pelanggan berusia maksimal 5 tahun. Dalam 5 tahun itu water meter pelanggan yang berjumlah sekitar 70.000 bisa dianggarkan secara bertahap. Hal senada dikemukakan Sekretaris Dewan Pengawas Wayan Tirta. Sebagai Dewan Pengawas dia menyatakan akan tetap mengawasi, baik terhadap perencanaan maupun kebijakan direksi. Selain itu, Dewan Pengawas juga proaktif terhadap pengendalian dan pembinaan. Dia menyambut baik karena direksi melaksanakan perubahan yang lebih baik. Direksi sudah melaksanakan aksi-aksi nyata yang mengarah kepada teknologi yang lebih baik yang muaranya peningkatan pelayanan kepada pelanggan. ‘’Tanpa teknologi tentu akan ketinggalan,’’ katanya sembari menambahkan, saat ini pihaknya tengah membentuk komite audit. (ad410)

Seminar Aptisi Bali

Dunia Kerja Perlukan 95 Persen Lulusan Pendidikan Vokasi SEBANYAK 250 pimpinan dan pengelola perguruan tinggi swasta (PTS) di lingkungan Kopertis Wilayah VIII (Bali, NTB dan NTT), Selasa (11/10) kemarin dikumpulkan di Denpasar untuk mengikuti seminar nasional bertajuk ‘’Penguatan Kelembagaan dan SDM Menuju PTS yang Sehat’’. Ketua Panitia Dr. Ir. I Gusti Bagus Udayana, M.Si. melaporkan seminar ini digagas Aptisi Bali, Kopertis Wilayah VIII dan Kemenristek Dikti. Tampil sebagai pembicara Ketua Umum Aptisi Dr. Ir. M. Budi Djatmiko, M.Si., MED. dan Staf Ahli Bidang Infrastruktur Kemenristek Dikti Ir. Hari Purwanto, M.Si. Ketua Apisi B Bali Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd. mengatakan seminar ini mengedepankan kebersamaan menghadapi tantangan bersama menjadi PTS sehat dan unggul. Makanya dia siap secara rutin akan membuat kegiatan untuk mendapatkan berbagai informasi yang diperlukan untuk peningkatan mutu PT ke depan. Koordinator Kopertis Wilayah VIII Prof. Dr. I Nengah Dasi Astswa, S.E., M.Si. saat membuka seminar menegaskan, untuk menjadi PTS yang sehat, berdaya saing saing tinggi dan berkualitas kuncinya pada kualitas dosen. Dengan SDM berkualitas, semua regulasi bisa diterjemahkan dan diaplikasikan dengan baik. Makanya dia menekankan PTS yang sehat dan mandiri akan mampu melahirkan lulusan

SEMINAR - Ketua Umum Aptisi Budi Djatmiko menerima cenderamata dari Dasi Astawa, disaksikan Made Sukamerta dan IGB Udayana saat seminar Aptisi Bali. yang mandiri pula. Di Kopertis Wilayah VIII saat ini terdapat 165 PTS, 59 di antaranya ada di Bali. Dasi Astawa mengatakan, dari jumlah itu sebagian besar mengalami kelemahan dalam bidang DOA. DOA yang dimaksud adalah dana, orang dan alat. Saat ini, katanya, semua PTS di wilayahnya masih mengandalkan sumber biaya operasional dari sumbangan SPP mahasiswa, belum ada income penerimaan dari sektor lain. Kedua, orang alias SDM dosennya masih terbatas, karena SDM yang diperlukan masih langka yakni harus S-3. Ketiga, soal alat dan saranaprasarana belum memadai akibat kurangnya dana. Dengan menjadi PTS yang sehat akan membuka respons masyarakat terhadap PTS, dengan sendirinya menyerap dana partisipasi masyarakat. Untuk itu,

dia minta pengelola PTS harus mereformasi diri agar mampu menghasilkan lulusan bermutu sesuai tuntutan dunia kerja. Pemerintah mendorong terus pendidikan vokasi (politeknik) dibandingkan bidang akademik. Dikti hanya membuka peluang prodi baru untuk akademik yakni sains, teknik, engineering dan matematika. Pentingnya pendidikan vokasi juga ditekankan Ketua Umum Aptisi Budi Djatmiko. Dia menegaskan, kita sedikit keliru dalam mengelola pendidikan sejak dulu yang gila mengejar gelar sehingga harus membuka program yang menghasilkan gelar akademik. Padahal sebaliknya, dunia kerja di Indonesia memerlukan 95 persen lulusan pendidikan vokasi dan 5 persen lulusan S-1 akademik. Untuk itu, dia minta PTS berlomba mencetak SDM bidang vokasi yang siap pakai.(ad805)

BPR Group Sri Partha Gelar Diklat ’’Pelayanan Prima dan Berkomunikasi yang Baik’’

PELATIHAN - Suasana pelatihan yang diikuti oleh karyawan/karyawati BPR Group Sri Partha dengan tutor Sri Sumahardani. BPR Group Sri Partha (BPR Ashi, Antenk, Sri Partha, Tish dan Pusaka) mengembangkan sumber daya manusianya melalui pelatihan yang dilaksanakan di Hotel Puri Nusa Indah dengan tutor Ni Ketut Sri Sumahardani GP dengan 3SP-nya. Pelatihan yang berkesinambungan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM sekaligus memberikan penyegaran tentang pelayanan. Pelayanan memegang peranan penting bagi BPR. Pelayanan yang diterapkan di BPR Group Sri Partha adalah pelayanan yang tulus, pelayanan dengan cinta (serve with love), sehingga nasabah akan merasa nyaman menjadi bagian dari BPR Group Sri Partha. Menurut tutor Sri Sumahardani yang terkenal dengan 3SP (Salam Senyum Sang Penyihir), pelayanan itu harus dilakukan dengan senyuman dan mampu menyihir nasabah agar setia di BPR Group Sri Partha. Ditegaskan, pelayanan yang baik tidak dapat dipisahkan dengan komunikasi yang baik, berpenampilan

yang elegan dan bisa merespons keinginan nasabah. Pelatihan ini dilaksanakan sejak Agustus 2016, dan berlanjut pada 9 Oktober hingga 23 Oktober 2016. Pelatihan ini dibuka oleh Direktur Utama BPR ASHI I Made Mudastra, S.E. mewakili BPR Group Sri Partha. Di sela-sela pembukaan tersebut, Mudastra mengingatkan agar pelatihan komunikasi ini mampu meningkatkan pelayanan sehingga akan mampu meningkatkan performa BPR Group Sri Partha. Pelatihan ini dihadiri oleh Dewan Komisaris antara lain Ni Made Suratni, S.E., I Ketut Oka Antara, S.E., A.A. Sg. Asri Mahadewi, S.S., Ida Ayu Puspawati, S.E., Ni Made Sarmi dan Ni Wayan Yuniarthi, S.E., M.M. Penasihat BPR Group Sri Partha I Wayan Gatha menekankan, pelayanan yang baik akan mampu mengantarkan bank itu kepada peningkatan baik secara kuantitas maupun kualitas. Pelatihan wajib seperti Sertifikasi bagi pengurus BPR sudah dilakukan oleh Group Sri

Partha karena merupakan prasyarat mutlak dalam mengurus BPR. Komisaris Utama BPR ASHI I Made Meiarthayasa, MBA. dan Komisaris Utama BPR Pusaka I Nyoman Dhasmiartha, MBA. juga selalu menyarankan agar selalu memberikan yang terbaik untuk nasabah baik dalam pelayanan dan nyaman dalam penyimpanan. Bank Perkreditan Rakyat yang pada umumnya melayani UMKM juga selalu menjadi teman BPR Group Sri Partha. Sementara itu, Sri Sumahardani mengatakan 70 persen kesalahan di dunia kerja diprediksi akibat dari hasil komunikasi yang buruk. Apa pun bentuk usaha dan lembaga yang digeluti, masalah komunikasi yang baik dan benar akan mampu mengantarkan suatu usaha untuk mencapai kesuksesan. Sedangkan kesalahan maupun kekeliruan dalam berkomunikasi dengan masyarakat sebagai konsumen, maka lembaga atau usaha bersangkutan akan sangat sulit mencapai kesuksesan. Makanya sangat tepat BPR Group Sri Partha membekali para SDMnya dengan pengetahuan maupun ilmu berkomunikasi yang baik untuk bisa menghasilkan suatu performa yang baik pula. Untuk mencapai tujuan ini, Sri Sumahardani mengisyaratkan SDM BPR Group Sri Partha hendaknya mampu memberikan informasi/ komunikasi kepada masyarakat/ nasabah dan rekan sekantor dengan menggunakan kata-kata yang tepat dan benar. (ad807)

Rabu Kliwon, 12 Oktober 2016

SMK Pariwisata Harapan Denpasar Duta Bali di Tingkat Nasional

PRESTASI yang membanggakan kembali diukir oleh siswa SMK Pariwisata Harapan, yakni menjadi duta Provinsi Bali pada ajang Lomba Bahasa Indonesia dan Bahasa Asing Siswa SMK Tingkat Nasional Tahun 2016. Prestasi ini kembali didapat setelah tahun lalu mewakili Bali pada ajang lomba yang sama. Adapun tim bahasa yang berjuang kali ini, yaitu Tim Debat Bahasa Inggris yang diwakili oleh Nike Putri Dwiyani, Veren Caroline Angela dan Kadek Devi Hermawati. Lomba Debat Bahasa Jepang diwakili oleh Komang Ryo Purbadi dan Lomba Debat Bahasa Mandarin diwakili oleh Jacky dan Jackson. Keberhasilan yang diraih tersebut tidak lepas dari pembinaan yang diberikan masing-masing pembina yaitu I Nyoman Rajin, Yunita Wawondatu dan Fony Yuliawati B. Lomba Bahasa Indonesia

DUTA - Sejumlah siswa SMK Pariwisata Harapan terpilih sebagai duta Provinsi Bali pada ajang Lomba Bahasa Indonesia dan Bahasa Asing Siswa SMK Tingkat Nasional Tahun 2016. dan Bahasa Asing Siswa SMK Tingkat Nasional Tahun 2016 ini akan berlangsung mulai 11-14 Oktober 2016 di Pangkalpinang, Bangka Belitung. Selama mengikuti ajang lomba tersebut, tim debat bahasa ini didampingi Made Sukani dari Disdikpora Provinsi Bali. Selain maju mewakili Bali pada ajang Lomba Bahasa Indonesia dan Bahasa Asing Tingkat

Nasional, pada tahun ini SMK Pariwisata Harapan Denpasar sudah menorehkan berbagai prestasi. Di antaranya juara I Debat Bahasa Inggris Tingkat Kota Denpasar, Best Speaker I dan III pada ajang Lomba Debat Bahasa Inggris Tingkat Kota Denpasar dan juara I Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Bidang UPW Tingkat Kota Denpasar. (ad806)

DPD-RI Dukung ’’World Hindu Wisdom Meet 2016’’

Rekomendasi Wedakarna Terkait Sekolah Hindu Negeri di Taro Disetujui Menteri Agama RI

PERJUANGAN Komite III DPD-RI Bidang Agama dan Pendidikan di bawah kepemimpinan Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III kembali menunjukkan hasil gemilang. Setelah berhasil mewujudkan Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Negeri Mpu Kuturan Singaraja, kini Menteri Agama RI kembali menyetujui pendirian Sekolah Negeri Hindu di Desa Taro, Tegallalang, Gianyar. Ini semua berkat kerja sama sinergis sejumlah komponen Hindu di Indonesia, termasuk dukungan Parlemen RI. Hal ini disampaikan Senator Dr. Arya Wedakarna (AWK) di sela-sela nenghadiri World Hindu Wisdom Meet 2016 yang digelar World Hindu Parishad di Bali. ‘’Atas nama rakyat Bali saya mengapresiasi kinerja kabinet dan juga good will Presiden Joko Widodo atas restu pendirian sejumlah sekolah Hindu di Bali dan di Indonesia. Terima kasih pada Bapak Lukman Hakim (Menteri Agama RI) dan Prof. Ketut Widnya (Dirjen Bimas Hindu) atas inisiatif dan persetujuannya akan pembangunan Sekolah Hindu dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Ini semua berkat keluarnya Peratuan Menteri Agama No. 56 Tahun 2014 tentang Sistem Pendidikan Hindu. Secara politik ini keberhasilan Presiden Joko Widodo yang bersinergi dengan DPD-RI dan DPR-RI yang memberi support penuh. Sekarang tinggal mengeksekusi,’’ ungkap Senator Arya Wedakarna. Ia menyatakan bahwa perjuangan dalam bidang pendidikan adalah prioritas, khususnya dalam mendirikan sekolahsekolah Hindu. ‘’Di tengah terbatasnya anggaran negara dan juga politik anggaran di Kementerian Agama RI, tapi Ditjen Bi-

SATYAGRAHA – Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Prof. Ketut Widnya (Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI) di sela-sela pembukaan World Hindu Wisdom Meet 2016. mas Hindu berhasil juga untuk memprioritaskan pembangunan pusat pendidikan Hindu. Saya sangat mendukung karena eksistensi Hindu itu tergantung dari seberapa banyak Hindu bisa menghasilkan intelektual. Dalam Itihasa Mahabharata sudah disebutkan oleh para maharesi bahwa kedaulatan sebuah bangsa itu ditentukan oleh cerdik cendikia, oleh orang pintar alias oleh intelektualnya. Maka dari itu, perjuangan Jnana Yadnya adalah sebuah hal mutlak. Jika Hindu ingin eksis, maka Hindu harus melahirkan banyak sekolah yang berkualitas. Dan akan kita mulai di pemerintahan Jokowi ini,’’ ungkap Senator Arya Wedakarna. Terkait dengan persetujuan SMP Taro, Tegallalang, Gianyar menjadi sekolah Hindu di bawah pembinaan Kementerian Agama RI, pihak DPD-RI sangat mengapresiasi. ‘’Awal tahun 2016, saat raker dengan Menteri Agama RI, Komite III DPD-RI sudah menyampaikan agar beberapa sekolah Hindu yang diusulkan agar disetujui pemerintah pusat. Ternyata tidak sampai enam bulan STAH Mpu

Kuturan Singaraja dan sekolah Taro sudah disetujui. Ini luar biasa. Inilah Satyagraha, perjuangan di sistem, perjuangan urat nadi,’’ ungkap Senator Arya Wedakarna yang juga President The Hindu Center of Indonesia. Ke depan sejumlah perjuangan DPD-RI bersama pemerintah pusat akan terus dikawal, di antaranya perubahan status STAH Palangkaraya menjadi IHDN. Juga perubahan status IHDN Denpasar menjadi Unhii Negeri Jaya Pangus. Juga STAH Bangli Mpu Markandeya, STAH Rawamangun, STAH Palu dan beberapa sekolah Hindu dari TK, SD, SMP hingga SMA. ‘’Masih banyak usulan yang masuk ke DPD-RI. Sebagai lembaga tinggi negara sudah tugas dan wewenang DPD-RI untuk mengawasi pelaksanaan UU sekaligus anggaran negara APBN. Kita berdoa agar anggaran Hindu naik terus, khususnya untuk membina 8 juta umat Hindu Indonesia. Mohon doanya agar DPD-RI, Kemenag RI, Ditjen Hindu bisa berjuang maksimal demi Trisakti,’’ pungkas senator termuda dari Bali yang baru berusia 36 tahun ini. (ad408)

Tekan Berkembangnya Jentik Nyamuk Penyebar DBD

Wali Kota Rai Mantra Luncurkan ’’Gema Petik’’

DALAM meningkatkan kewaspadaan dini serta antisipasi terhadap peningkatan kasus penyakit dan pemutusan mata rantai penularan demam berdarah dengue (DBD) di Kota Denpasar, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra meluncurkan program Gerakan Mandiri Pemantau Jentik (Gema Petik) di Lapangan Arga Soka Kelurahan Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan, Selasa (11/10) kemarin. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Rai Mantra juga melakukan fogging focus dan penaburan bubuk larvasida di rumah penduduk. Juga dilaksanakan deklarasi oleh Banjar Lantang Bejuh sebagai kawasan bebas jentik. Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan, Gema Petik ini akan menjadi program yang berkelanjutan. Gerakan ini sudah dimulai dari Banjar Lantang Bejuh, Kelurahan Sesetan dan 14 banjar di Sesetan. Kemungkinan hanya butuh dua bulan untuk mendeklarasikan semua banjar sehingga betul-betul menjadi kawasan bebas jentik. ‘’Dengan cara inilah kita bisa menekan DBD di Kota Denpasar. Jika semua melakukannya dengan benar dan disiplin, saya yakin angka berjangkitnya DBD bisa ditekan. Selain itu, DBD terjadi setelah dipelajari akibat faktor kepadatan penduduk serta kekumuhan tempat,’’ ujarnya. Rai Mantra berharap di setiap rumah juga diberikan pemahaman oleh setiap petugas jumantik dan puskesmas, dan kepada Dinas Kesehatan agar kegiatan ini bisa dilakukan di seluruh kecamatan di Kota Den-

pasar tahun ini. ‘’Tinggal sekarang memberikan penyuluhan terhadap masyarakat apa itu DBD serta cara mengatasinya dan kapan harus melaksanakan hal tersebut,’’ imbuhnya. Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini, M.Kes. mengatakan DBD merupakan salah satu penyakit menular yang sering menimbulkan kejadian luar biasa (KLB). Untuk itu perlu dilakukan berbagai kegiatan pencegahan dan pengendalian secara dini dan terus-menerus. Menurut Sri Armini, berbagai upaya strategis telah dilakukan seperti pembentukan jumantik di setiap banjar, melakukan fogging focus, membentuk self jumantik dan tahun 2016 ini membuat terobosan baru berupa program Gema Petik, di mana satu rumah terdapat satu jumantik mandiri. Mereka bertugas melakukan pemantauan jentik berkala dan melakukan gerakan

pemberantasan sarang nyamuk di setiap lingkungan rumahnya masing-masing. ‘’Program Gema Petik ini kita mulai dari Banjar Lantang Bejuh dan selanjutnya akan dikembangkan ke seluruh kawasan di Denpasar, termasuk di sekolah-sekolah membentuk jumantik cerdas. Apa yang kita lakukan kelihatannya sederhana, namun apabila dilakukan dengan baik hasilnya akan luar biasa,’’ katanya. Sementara itu, Lurah Sesetan Agus Mahardika didampingi Kaling Banjar Lantang Bejuh Dudy Gunarsa mengatakan, gerakan ini bisa diikuti oleh banjar-banjar lainnya di Denpasar, dengan harapan kasus DBD bisa ditekan semaksimal mungkin. ‘’Semoga gerakan ini bisa menggema di masyarakat dan membuat mereka sadar, sehingga mereka bisa menjaga kebersihan lingkungan rumahnya. Dengan begitu tidak ada lagi jentik,’’ ujarnya. (ad410)

TABURKAN ABATE – Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharma Wijayamantra menaburkan abate di salah satu rumah warga di Banjar Lantang Bejuh, Kelurahan Sesetan, Selasa (11/10) kemarin.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


DAERAH

Rabu Kliwon, 12 Oktober 2016

5

Seminar Bahasa di FPBS IKIP Saraswati Tabanan

Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing

SEMINAR - Narasumber Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Hum., Dr. Tri Indri Hardini. M.Pd., Rektor IKIP Saraswati Dr. Drs. Dewa Nyoman Oka, M.Pd. (kanan) dan Dekan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Dr. Drs. I Nyoman Suaka, M.Si. (kiri). MAHASISWA dan dosen Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia serta Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni IKIP Saraswati Tabanan, Jumat (7/10) mengadakan Seminar Strategi Pembelajaran Menyongsong Pemartabatan Bahasa dan Sastra Indonesia di aula kampus setempat. Seminar menghadirkan narasumber Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Hum. dan Wakil Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Dr. Tri Indri Hardini, M.Pd.

Seminar yang dihadiri Rektor IKIP Saraswati Dr. Drs. Dewa Nyoman Oka, M.Pd., para pembantu rektor, Kepala Balai Bahasa Provinsi Bali Drs. I Wayan Tama, M.Hum., dekan, kepala unit dan kaprodi di lingkungan IKIP Saraswati Tabanan dalam rangka menyambut Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa tahun 2016. Dalam seminar yang dipandu Dekan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Dr. Drs. I Nyoman Suaka, M.Si., pembicara Kepala Badan Bahasa Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Hum. menegaskan bahasa Indonesia merupakan simbol kedaulatan, jati diri dan citra bangsa yang selama ini

telah mampu membangun keindonesiaan. Selain itu, bahasa Indonesia juga mampu mempersatukan berbagai suku bangsa dengan beragam budaya, bahasa dan adat istiadatnya ke dalam satu kesatuan bangsa Indonesia. Terkait dengan pengaruh bahasa asing dan bahasa daerah, Prof. Dadang menyebutkan pihak Badan Bahasa memiliki komitmen, utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, kuasai bahasa asing. “Komitmen ini harus berurutan, tidak boleh dibolak balik,” ujar Prof Dadang. Prof. Dadang menambahkan, bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional dan bahasa resmi negara berdasarkan amanat Sumpah Pemuda dan Undang-Undang Dasar 1945 serta Undang-undang No. 24 Tahun 2009 tentang bendera, bahasa, lambang negara serta lagu kebangsaan. Khusus pemakaian bahasa Indonesia kondisinya cukup memprihatinkan tampak pada papan-papan nama gedung/bangunan, papan petunjuk, kain rentang dan iklan di ruang publik yang nyaris tergeser oleh penggunaan bahasa asing. Rektor IKIP Saraswati Dewa Nyoman Oka dalam sambutannya mengatakan mahasiswa harus bangga memiliki negara, bangsa dan bahasa yang satu yakni Indonesia. Selain itu, harus bersyukur telah memiliki bahasa nasional yang memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Di berbagai negara di Eropa yang dikunjunginya, masalah bahasa masih menjadi masalah pelik karena

sama-sama ingin bahasa mereka dijadikan bahasa nasional negaranya. Hal ini tidak terjadi di Indonesia, walaupun memiliki banyak bahasa daerah, tetapi dalam hubungan nasional telah dipersatukan melalui bahasa nasional yaitu bahasa Indonesia Pembicara lain Dr. Tri Indri Hardini, M.Pd., yang dipandu oleh Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Drs. I Wayan Subaker, M.Hum. lebih memfokuskan pada strategi pembelajaran melalui kurikulum bahasa Indonesia berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Dalam kurikulum baru harus dicantumkan secara jelas profil lulusan, rencana pembelajaran semester dan capaian pembelajaran. Implikasi kurikulum yang mengacu KKNI, perguruan tinggi wajib mengeluarkan surat keterangan pendamping ijasah (SKPI). Menurut Dekan FPBS Dr. Drs. I Nyoman Suaka, M.Si. dan Ketua Jurusan Drs. I Wayan Subaker, M.Hum., dalam upaya revitalisasi kurikulum pihaknya kini sedang mempersiapkan kurikulum berbasis KKNI dengan panduan langsung dari tim kurikulum kemenristek Dikti. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Saraswati Tabanan merupakan satu-satunya prodi di wilayah Kopertis yang lolos seleksi proposal kurikulum sehingga meraih hibah revitalisasi kurikuklum tahun 2016. Jurusan ini diasuh oleh 15 orang dosen, diantaranya 4 orang bergelar doktor dan sisanya magister. (ad804)

Bali Zoo Jalin Kerja Sama dengan Pemkot Bukittinggi BALI Zoo menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bukittinggi yang memiliki Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan, Sumatera Barat. Penandatanganan dilakukan Direktur Bali Zoo, Ir. Anak Agung Gde Putra dengan Wali Kota H.M. Ramlan Nurmatias. S.H. Penandatanganan MoU terkait dengan beberapa bidang, seperti menjalin hubungan sesama lembaga konservasi, mendukung program konservasi, meningkatkan building capacity SDM dalam pengelolaan lembaga konservasi, pertukaran informasi teknologi dan pengetahuan dalam pengelolaan dan pelestarian satwa. “Penandatanganan kerja sama antara lembaga konservasi seperti ini merupakan bentuk kerja sama yang ketiga kali. Sebelumnya Bali Zoo telah menjalin kerja sama dengan Kebun Binatang Surabaya dan Taman Wisata Studi Lingkungan Probolinggo. Bali Zoo berharap kerja sama seperti ini dapat terus ditingkatkan secara berkesinambungan dengan berbagai lembaga konservasi lainnya untuk mendukung program pelestarian kepuhanan satwa langka,‘‘ ujar Head of Public Relations, Emma Chandra. (bns1)

FOTO BERSAMA - Ir. Anak Agung Gde Putra (Direktur Bali Zoo) bersama Bapak H.M. Ramlan Nurmatias. S.H. (Wali Kota Bukittinggi)

Bali Post/udi

DESTINASI WISATA - Wisata Pantai Wedi Ireng, salah satu destinasi wisata di Pesanggaran, Banyuwangi yang terus dikembangkan Pemkab Banyuwangi.

Banyuwangi Targetkan 20 Destinasi Wisata Baru

Banyuwangi (Bali Post)Industri pariwisata terus digenjot di Banyuwangi. Pemkab setempat menargetkan pembuatan 20 destinasi wisata baru di tahun 2017. Berbagai destinasi itu akan diserahkan ke pemerintah desa. Sehingga bisa mendongkrak ekonomi di pedesaan. Destinasi wisata ini ada yang baru, sisanya mengembangkan potensi yang sudah ada. “Kita targetkan 20 destinasi baru. Kita libatkan pemerintah desa melakukan pengembangan,” kata Bupati Banyuwangi, Abdulah Azwar Anas usai paripurna penyampaian Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Penggunaan

Anggaran Sementara (KUAPPAS), Selasa (11/10) kemarin. Pengembangan wisata ini kata Anas untuk mendukung Kementerian Pariwisata RI yang menjadikan Banyuwangi menjadi salah satu dari Bali baru. Menurutnya, pemerintah desa akan dilibatkan dalam pengembangan wisata. Apalagi desa sudah memiliki banyak anggaran bagi peningkatan infrastruktur. “ Jadi, kita gali potensi wisata kemudian dikembangkan. Desa bisa mengambil pengelolaan parkir,” jelasnya. Tak kalah penting kata Anas, destinasi wisata baru ini harus dilengkapi fasilitas toilet yang nyaman. Sehingga akan mem-

buat wisatawan betah. Menurutnya, Pemkab Banyuwangi terus mendorong pengembangan ekonomi dan infrastruktur di desa. Salah satunya menambah transfer alokasi dana desa (ADD) hingga Rp 143 miliar di tahun 2017. Jumlah ini naik tajam dibanding tahun 2016, yang hanya Rp 90 miliar. Naiknya transfer anggaran ini agar pemerintah desa bisa terus mengembangkan potensi ekonomi, termasuk infrastruktur. Tak hanya menambah anggaran, Pemkab menggandeng Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dalam pengembangan ekonomi berbasis desa. (kmb30)

pembeli bisa mendapatkan tiket dengan harga normal. Tiket akan dijual dalam beberapa kelas yang bervariasi menurut minat dan kemampuan sebagai berikut, diamond Rp 1.000.000 (fasilitas nomor kursi dan foto bareng artis), platinum Rp 500.000 (duduk 2nd class), gold Rp 350.000 (duduk 3rd class) dan festival Rp 150.000 (standing).

Kecak Production membuka penjualan tiket di Arena Resto Sanur, Warung Pepe Dewi Sri, Monjali Bali Kafe Mahendradata, BC Street Coffe Teuku Umar Barat, Stikom Bali Renon, Radio Cassanova FM, Radio Duta FM, Mie Kober Renon, Mie Kober Batubulan dan Mie Tomcat. Untuk informasi bisa segera hubungi hotline di 081 238 980 220. (r)

Apa Itu Cinta Menurut Raisa dan Ari Lasso?

TIGA minggu lagi, publik Bali akan kedatangan dua penyanyi besar dari genre yang berbeda. Meskipun berbeda, kedua penyanyi ini memiliki kesamaan piawai mengangkat tema cinta dalam lagu. Raisa dan Ari Lasso siap menghentak Bali dalam konser eksklusif “Bali I’m in Love” pada 2 November 2016 di Grand Ballrom Aston Hotel Denpasar. I Gusti Putu Mahaindra Yasa atau biasa disebut Ucil mewakili Kecak Production menuturkan alasan pemilihan venue di Grand Ballroom Aston Denpasar. “Kami sengaja memilih venue di Aston Denpasar dengan pertimbangan eksklusif dan kapasitas. Kami ingin konser yang romantis, elegan, namun tetap dapat menampung banyak audiens. Akses juga menjadi pertimbangan kami agar konser ini mudah dijangkau dan tidak jauh dari pusat kota Denpasar,” katanya. Seperti pengalaman-pengalaman konser Ari Lasso atau Raisa sebelumnya, konser ini diyakini akan padat pengunjung. “Banyak yang memperkirakan tiket akan sold out, melihat hasil penjualan presale dan progress normal sale sementara ini, kami sangat optimis,” tambah Ucil. Ucil juga menjelaskan ,Kecak selaku promotor tidak ingin konser ini hanya sekadar sold out. “Kami ingin konser yang nyaman dan elegan. Visi kami juga untuk memberikan experience konser yang tak terlupakan bagi audiens. Jadi, apa itu cinta menurut Raisa dan Ari Lasso? Buat yang belum beli tiketnya, segera saja sebelum kehabisan,” pintanya. Kecak Production telah menyelesaikan penjualan presale selama September dengan hasil yang memuaskan melebihi target. Saat ini calon

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


OPINI

6

Rabu Kliwon, 12 Oktober 2016

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Mengurai Persoalan Petani Bali SUDAH menjadi kenyataan bahwa menjadi petani itu menderita di Indonesia. Pekerjaan yang penuh tantangan, mulai dari menanam padi sampai dengan memasarkan gabah. Hasil yang didapatkan pada akhirnya membikin frustrasi. Belum lagi dihadapkan dengan masalah modernisasi perlengkapan petani kita. Di Indonesia, umumnya cangkul dan sabit menjadi peralatan utama, meskipun traktor telah diperkenalkan sejak akhir dekade tujuh puluhan. Traktor untuk pengolah tanah boleh jadi menjadi peralatan utama petani sawah sekarang, tetapi untuk petani kebun, masih menggunakan alat sederhana. Semakin ke pelosok di pedesaan dan pegunungan, alat sederhana ini masih dipakai. Akibatnya tenaga yang digunakan cukup banyak terkuras. Dibandingkan dengan penghasilannya, memang kemudian kita prihatin melihat. Tidak sebanding antara penghasilan yang didapat dengan tenaga yang dikeluarkan. Dalam kasus di Bali, seharusnya persoalan petani ini dapat jauh lebih diringankan. Bali mempunyai industri perhotelan yang begitu banyak, dengan turis yang jumlahnya jutaan. Jika ditangani secara benar, profesional dan berkeadilan, tidak ada alasan petani sawah dan kebun kita menderita. Hasil perkebunan dan pertanian itu akan dapat diserap oleh hotel-hotel berbintang yang ada. Bayangkan, hotel akan mendapatkan sayur dan hasil pertanian yang segar karena dipetik beberapa saat sebelumnya. Katakanlah misalnya daerah Badung di utara sebagai penghasil pertanian dan perkebunan, atau Tabanan sebagai penghasil pertanian, tidak begitu jauh menuju daerah perhotelan di Bali. Faktanya kita masih mendengar banyak yang mengeluh kesulitan menembus pasar di sektor perhotelan. Mungkin itu disebabkan oleh sikap yang kurang profesional. Tetapi mungkin juga ada sikap yang membeda-bedakan. Artinya ada sekelompok orang yang menguasai pasar, sehingga mereka mampu memilih barang-barang yang dikuasainya. Persoalan ini harus dicermati, dan apa boleh buat pemerintah harus bertugas lebih tajam melihat persoalan di sini. Jika tidak coba dilihat secara lebih dekat, maka petani Bali tidak akan mampu memanfaatkan pasar yang justru ada di wilayahnya sendiri. Sekali lagi, intervensi pemerintah untuk membantu petani memasarkan produknya di daerahnya sendiri harus dilakukan. Tidak boleh ada oknum-oknum, apalagi yang berasal dari pemerintah yang mencoba menghambat hal demikian, demi keuntungan pribadi. Tidaklah adil misalnya petani di Bali tidak mendapatkan pasar layak di daerahnya sendiri. Beberapa pendapat menyatakan bahwa untuk komoditas tertentu, Bali justru menjadi penghasil terbaik atas produksi pertaniannya, tetapi gagal memasarkan di daerahnya sendiri. Terbukanya alur perdagangan yang adil itu secara langsung akan membuka minat bagi masyarakat untuk terjun di bidang pertanian dan perkebunan. Pencitraan juga perlu diperhatikan. Citra petani sering disebutkan kotor, panas dan berdebu. Bahkan patung-patung petani justru dibuat sedemikian rupa yang mengesankan petani itu marginal. Ada patung yang memperlihatkan petani tidak berbaju, dengan kain lusuh di bawahnya sambil memakai topi dari bambu atau daun kelapa. Petani juga digambarkan berdampingan dengan sapi di sawah sambil bertelanjang dada, bahkan anak petani juga digambarkan demikian. Kalau kita cermati, masyarakat akan ketakutan terjun sebagai petani kalau penggambaran citranya memberatkan seperti itu. Marilah kita ubah pencitraan itu, dengan mengubah gambaran publik tentang petani. Perlu kiranya membuat patung petani dengan pakaian yang rapi dan puas melihat hasil panenan, lalu berbahagia dengan keluarganya menikmati hasilnya. Jangan lupa, patung-patung itu berada di ruang publik dan diapresiasi oleh publik. Mari kita memuliakan petani karena dari sanalah masyarakat bisa bergerak. Kita bisa hidup dinamis karena jasa dari petani. Petani tidak harus lusuh, mereka juga dapat menggunakan alat modern, berpenghasilan modern dan hidup juga dengan cara modern.

S URAT PEMBACA Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM

Terima Kasih Dishub Gianyar Pemda Gianyar lewat Dinas Perhubungan Kabupaten Gianyar tampaknya melakukan langkah cepat untuk mengantisipasi kerusakan lampu pengaturan lalu lintas di pertigaan Kengetan, Ubud, Gianyar. Kini lampu itu telah menyala dan beroperasi dengan baik. Saya sampaikan terima kasih atas hal ini. Selebihnya saya juga berharap agar penanganan keluhan masyarakat dilakukan secara lebih cepat agar warga merasa mendapat pelayanan dan pemerintah lebih tanggap dengan keluhan warganya. Selain itu, saya juga sampaikan terima kasih atas dilakukan penimbunan di jalur tajam di tikungan Pengosekan, Ubud. Kini jalur tersebut telah lebih landai. Semoga dengan langkah ini jalur ini tak lagi rawan lakalantas. Gede Sudiarta Batubulan, Gianyar

Batasi Tonase Angkut Tol laut Jawa–Lombok saya nilai sebagai terobosan baru. Ini langkah strategis untuk mengurai kemacetan di jalur utama di sejumlah ruas jalan di Bali. Tol laut ini juga diharapkan mengurangi anggaran untuk perbaikan kualitas jalan. Dengan dioperasikannya tol laut ini saya harapkan Dishub Bali segera membatasi tonase angkut pada jalan-jalan protokol atau jalur lintas provinsi di Bali. Langkah ini setidaknya bisa menekan kerusakan jalan, termasuk jembatan. Dishub juga agar melakukan pendataan jalan-jalan rawan bahaya dan mencarikan solusi agar potensi lakalantas bisa ditekan. Ir. Putu Sumerta Buleleng, Bali

Mencegah Petani agar Tak Menjadi Pengemis Petani sebenarnya merupakan sokoguru dari masyarakat, karena dengan profesi dan aktivitasnya masyarakat dapat mengonsumsi makanan dan keperluan hidup sehari-hari. Sebagai negara agraris, Indonesia adalah negara pertanian yang dasar kehidupan sosialnya bertani. Filosofi kehidupan sosial masyarakat Indonesia, gotong royong itu berbasis pada petani. Hanya dalam beberapa hari ini ada pernyataan yang memprihatinkan soal petani. Sebuah surat pembaca di media nasional beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa seorang pensiunan yang menjadi petani sawah ternyata penghasilannya jika dirata-ratakan tidak lebih dari Rp 600.000 sebulan. Di waktu yang lain di Bali, apabila dirata-ratakan penghasilan petani setara dengan pengemis. Seorang pengemis dapat menghasilkan Rp 3,5 juta per bulan. Sedangkan petani di Bali menghasilkan Rp 14 juta per empat bulan. Jika memang data itu akurat, maka ada potensi petani di Bali mempunyai penghasilan yang lebih rendah dari seorang pengemis.

Oleh I Gusti Made Sadia ni adalah ironi dari sisi penghasilan, meski dari hakikat kehidupan petani jauh lebih bermartabat dan mulia. Di Bali ada usulan agar petani dibebaskan atas pajak terhadap sawah dan juga dijamin irigasinya. Dengan melihat penghasilan petani yang demikian rendah dan derasnya pembangunan yang mengubah fungsi lahan di Bali, nampaknya usulan ini memang harus diperhatikan. Tidak saja di Bali tetapi hal ini juga harus diperhatikan di seluruh Indonesia, mengingat sekali lagi dasar budaya Indonesia itu adalah pertanian. Pembebasan petani dari pajak sawah setidaknya mempunyai tiga pesan. Secara politis pemerintah akan mendapatkan citra positif karena telah memerhatikan sektor dasar dari kekuatan sosial yaitu petani. Ini artinya pemerintah tidak ingin mengubah orientasi dasar masyarakat itu menuju orientasi pasar, apalagi kapitalis. Citra ini penting, mengingat di Indonesia orientasi pasar itu sekarang sangat kental di mana-mana. Munculnya pasar modern dari kota sampai ke desa-desa membuktikan bagaimana pemerintah lebih memperhatikan hal yang berbau pasar dibandingkan dengan pertanian. Kebijakan memberikan izin kepada pasar modern ini merupakan kekeliruan, meski alasannya untuk membuka lowongan kerja. Bohong besar kalau pegawai di toko-toko seperti ini mendapatkan peng-

I

hasilan yang lebih besar. Bahkan mungkin saja ada unsur eksploitasi di sini. Pesan yang kedua, dalam konteks sosial akan memberikan semangat rintisan kepada petani untuk meringankan beban biaya ekonomi mereka. Paling tidak akan memberikan semangat baru dalam hidup bertani. Semangat ini diharapkan akan mampu merangsang siapa pun untuk menggeluti dunia petani, baik sebagai sambilan maupun pekerjaan tetap. Pegawai yang sudah pensiun maupun pegawai yang masih mempunyai waktu luang akan memanfaatkan waktunya itu untuk menggarap lahan. Ini dapat dikatakan sebagai kegiatan untuk menghasilkan penghasilan tambahan. Dengan cara demikian, alih lahan diharapkan akan berkurang. Pesan ketiga adalah psikologis. Pembebasan pajak ini memberi suasana gembira bagi petani karena tidak akan dibebani oleh kewajiban dalam hitungan tahun. Pemerintah juga tidak terkesan rakus, di mana-mana memungut pajak: sudah memungut pajak parkir di kota, kembali lagi memungut pajak sawah di pedesaan. Situasi sosial petani sekarang dengan di masa lalu berbeda cukup signifikan. Di masa lalu suasana kegotongroyongan itu masih cukup kentara. Kalau boleh dikatakan demikian, di masa lalu petani sawah termasuk juga petani kebun mempunyai perasaan horizontal dalam menghadapi realitas sosial di depannya. Ini disebabkan

karena faktor-faktor eksternal yang ada pada petani, seperti lingkungan, iklim, birokrasi, termasuk pemerintah dapat dikatakan sama. Maka ketika ada padi yang habis terserang hama tikus, wereng atau ulat, petani akan dapat merasakannya secara bersama-sama dan bertindak untuk memberantasnya secara bersamasama juga. Demikian juga ketika air sulit didapatkan karena cuaca kering, maka secara bersama-sama juga akan dapat diperbaiki persoalannya. Di Bali masalah ini akan ditangani oleh subak yang akan melaksanakan tindakan secara bersamasama. Akan tetapi, sekarang terutama di daerah-daerah yang pola pembangunannya sangat deras, fenomena ini sangat berbeda. Pembangunan yang terjadi di pedesaan pinggiran kota sering kali membuat perbatasan antara satu sawah atau lahan petani yang satu dengan lainnya menjadi rancu. Dalam kasus di Bali, perbatasan sawah dan lahan pertanian sering ditandai dengan batas-batas tradisional, seperti pematang atau pohon-pohonan. Ketika investor datang dengan eksavator dan alat berat lainnya, perbatasan ini digerus sehingga mengaburkan perbatasan terdahulu. Pembangunan juga dapat membuat aliran air di persawahan menjadi kacau. Penggerusan oleh alat-alat berat sering kali tidak memperhatikan aliran air, sehingga sawah yang posisinya lebih rendah dapat kekurangan air. Da-

lam kasus seperti ini petani seolah tidak mendapatkan pembelaan. Yang terjadi kemudian adalah konflik dan pertengkaran di tingkat petani. Mereka yang menjual tanah tidak lagi bertanggung jawab terhadap kekacauan pembagian air, sehingga dalam jangka panjang konflik laten tidak terhindarkan. Kesatuan petani menjadi pecah dan dengan demikian kekuatan untuk perjuangan bersama seperti di masa lalu juga hilang. Padahal dengan tantangan alam seperti berubahnya iklim secara drastis, incaran investor yang semakin kuat justru memerlukan persatuan yang kuat dari para petani. Pada titik ini intervensi pemerintah untuk menekan investor dan perluasan pembangunan itu sangat diperlukan agar persatuan petani tetap utuh. Pada tingkat pembuatan undang-undang harus semakin banyak ada jalur hijau yang tidak membolehkan adanya pembangunan permukiman, apalagi pertokoan. Pada saat yang sama, pemerintah juga harus menindaklanjuti secara tegas bangunan-bangunan nakal yang berdiri di daerah jalur hijau. Tentu juga menindak pengembang yang merusak jalur aliran air menuju sawah. Perlu juga diperhatikan, industri yang memanfaatkan sumber air sebagai keperluan pokok perindustriannya harus dipilih dan disaring secara ketat. Sering kali perusahaan seperti ini menghisap dan tidak memperhatikan jumlah debit aliran air yang dipakai, sehingga petani dirugikan. Pada tingkat lain, tidak boleh pejabat pemerintah yang ikut-ikutan menjadi pengembang perumahan, apalagi sampai yang merusak areal persawahan. Pada tingkat kebijakan pemerintah harus berupaya menyalurkan hasil petani agar dapat diserap di pasar. Di Bali hal ini mestinya dapat dilakukan dengan mengajak kerja sama pihak perhotelan. Dengan cara-cara seperti inilah kelak petani akan merasa percaya diri menggarap lahannya dan mendapat penghasilan lebih baik. Mereka tidak akan merasa disamakan dengan pengemis yang penghasilannya sama, bahkan lebih tinggi dari petani.

Suara Publik Pesona Impresif di Balik Trunyan Batur DESA Trunyan adalah desa kecil dan tergolong purba. Desa ini sarat dengan nilainilai tradisi yang berpeluang besar untuk dikembangkan menjadi destinasi pariwisata budaya adiluhung. Ditilik dari sisi historis, Desa Trunyan telah ada sejak zaman kuno. Di dalam prasasti-prasasti Trunyan yang sempat diteliti oleh R. Goris, desa tua ini disebut dengan nama Turunan. Beberapa prasasti yang ditemukan menyebut-nyebut nama Desa Trunyan dan kuil Batara Datonta adalah (1) Prasasti Trunyan A1 (813 C/891 M), (2) Prasasti Bwahan A (916 C/994 M), (3) Prasasti Batur Abang (933 C/1011 M), dan (4) Prasasti Trunyan BI (833 C/911 M). Kuil Batara Datonta yang sudah disucikan di Desa Trunyan berasal dari nama praHindu. Setelah melalui proses peng-Hindu-an kemudian identitas nama itu berubah dari Batara Datonta menjadi Ida Ratu Gede Sakti Pancering Jagat. Beliau distanakan dan dipuja di Pura Pancering Jagat Desa Pakraman Trunyan. Salah satu bentuk kesenian tarian Barong Brutuk sampai saat ini disebut-sebut sebagai ciri autentik warisan kebudayaan yang sangat kental integrasinya dengan aspek sosial keagamaan masyarakat Desa Trunyan. James Danandjaya (1980) mengatakan bahwa berbeda dengan ungkapan para turis yang mengunjungi Desa Trunyan, penduduk desa tersebut bukan termasuk penduduk ‘’primitif’’ tetapi penduduk petani desa yang ‘’konservatif’’. Di Pulau Bali mereka ini dikenal dengan sebutan Bali Aga atau Bali Mula. Penduduk Bali Aga diartikan sebagai orang Bali pegunungan. Sementara Bali Mula berarti Bali asli. Penduduk asli Desa Trunyan lebih senang dan merasa berterima kasih disebut sebagai orang Bali Mula atau orang Bali Turunan daripada orang Bali Aga. Di Desa Trunyan, tepatnya di Banjar Tru-

Oleh Dr. Drs. A.A. Gde Putera Semadi, M.Si. nyan sendiri terdapat 250 kepala keluarga (KK) yang terdiri atas 17 kelompok dadia. Lahannya relatif sempit, tetapi dihadapkan oleh Danau Batur yang cukup luas (panjang 9 km + lebar 5 km). Tampak setting gunung dan perbukitan Kintamani hijau mengitarinya dengan damai, kokoh, dan tenang. Sehingga bagi setiap orang yang menyaksikannya memberi kesan sangat impresif. Kekayaan alam ini seakan masih sembunyi di belahan perut bumi pertiwi sambil menyimpan banyak sekali misteri. Sosial-religi, mite dewadewi, legenda dan seni, sejarah dan silsilah, serta prasasti sarat filsafat. Semuanya kini menanti, kesiapan hati para ahli dan akademisi yang cukup lama sepi dari aktivitas meneliti Trunyan kembali. Menakjubkan Barangkali oleh semua desa tua di Bali tentunya termasuk Trunyan, dilematis arus globalisasi (iptek, informasi transportasi, dan komunikasi) yang melaju pesat ibarat tol tanpa hambatan, memang benar sangat sulit dihindari. Boleh jadi ke depannya visi ini tidak saja hanya dalam sebatas asa dan keinginan masyarakat setempat, akan tetapi berpotensi sekali menjadi kebutuhan insan sedunia. Benturan dan daya tarik-menarik antara tradisi dan modernisasi terlihat begitu ketat, menyebabkan terjadinya eksplorasi, eksploitasi, inovasi, dan evolusi terhadap akar kebudayaan yang dibangga-banggakan selama ini. Bagi yang lemah akan menempati posisi yang termarginalkan, sedangkan yang masih berfungsi berusaha dipertahankan/ dilestarikan, bahkan terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan Trunyan yang

lebih luas. Belakangan ini penduduk asli Desa Trunyan tidak memungkiri bahwa dampak pariwisata itu dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan desa serta pola berpikir masyarakatnya. Oleh karena itu, mau tidak mau cepat atau lambat, kemampuan pemertahanan budaya tradisional Trunyan yang dianggap usang akan tergerus oleh sistem nilai budaya global. Kekayaan berupa potensi sosiokultural yang sangat unik dan menarik seperti tata kelola sistem nilai adat istiadat, pola perilaku kekerabatan (roban, karang, dan dadia), kesenian dengan bentuk permaian anak-anak Trunyan, Kuburan Trunyan, Setra Gantung Ari-ari dan lain sebagainya, hendaknya menjadi pertimbangan prioritas bagi Desa Trunyan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bangli untuk menyiasati keberadaannya sebagai bagian dari khazanah pariwisata budaya yang menakjubkan. Sebagian keunggulan dari keunikan akar nilai budaya yang dimiliki penduduk asli Desa Trunyan saat ini belum ditemukan pada desa-desa tua lainnya di Bali. Jika tidak cepat diantisipasi dan ditangani secara sungguhsungguh, maka dikhawatirkan nasibnya hanyalah akan menjadi simbol desa purba tanpa makna. Karakter penduduk asli Desa Trunyan makin terbuka menikmati kemajuan. Banyak generasi penerusnya mengenyam pendidikan tinggi di Kota Denpasar. Beberapa orang di antaranya sudah ada yang menjadi sarjana, bahkan siap diajak bekerja sama dalam membangun kembali desanya. Tim peneliti dari Universitas Dwijendra sudah mengadakan penjajakan ke Desa Trunyan beberapa hari yang lalu, guna dapat mengadakan penelitian mendalam mengenai permasalahan tersebut.

POJOK Kapolda Metro Jaya geledah Kemenhub, enam ditangkap terkait pungli. - Baru ujungnya saja. *** Presiden Jokowi perintahkan stop pungli dan pecat aparat yang terlibat. - Yang memecat belum tentu juga bersih. *** Petani Bali perlu kepastian harga dan pemasaran produk pertanian. - Pastinya, dimanfaatkan saat pilkada.

Penulis, dosen Universitas Dwijendra

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra Anggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


BALI balipost (152rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (4.485 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

PENGENDARA Seorang pengendara motor menggandeng sejumlah karung berisi barang bekas, saat melintas di Jalan Gatot Subroto Timur, Selasa (11/10) kemarin.

www.iklanbalipost.com

Balipost on Gadget

Bali Post/wan

Rabu Kliwon, 12 Oktober 2016

redaksi@balipost.com iklan@balipost.co.id

Pura-pura Tawarkan Jasa Ojek

7

Copet Turis, Buyar dan Aget Ditangkap

Bali Post/eka

TERSANGKA - Kapolsek Kuta Kompol I Wayan Sumara menunjukkan barang bukti dan tersangka di Mapolsek Kuta, Selasa (11/10) kemarin. Dalam aksinya para tersangka berpura-pura menjadi tukang ojek.

Ekowisata Subak Kerdung Diharapkan Terwujud Denpasar (Bali Post) Pembangunan jalan usaha tani (JUT) di Subak Kerdung, Pedungan, Denpasar Selatan, diharapkan dilanjutkan dengan pembuatan ekowisata oleh Pemkot Denpasar. Selain bisa dipakai tempat berolahraga, juga membuka lapangan kerja. Hal tersebut disampaikan Klian Dinas Banjar Pitik, I Wayan Manggis, S.H. “Dengan adanya TMMD ini, kami sangat terbantu. Apalagi dilaksanakan berbagai program selain JUT tersebut,” ujar Wayan Manggis, Selasa (11/10) kemarin. Ia bersyukur tahun ini TMMD ke-97 di wilayah Kelurahan Pedungan. Pasalnya, program TNI bekerja sama dengan Pemkot Denpasar tersebut bisa membangun dan memajukan Kelurahan Pedungan, khususnya Banjar Pitik. “Masyarakat kami sangat senang dengan adanya TMMD ini. Dengan TMMD berarti ada kemajuan di daerah Pedungan,” tegas Ketua LPM Kelurahan Pedungan ini. Dengan dibangun JUT yang juga bisa dimanfaatkan untuk jogging track, banyak keuntungan didapat. Selain berolahraga, bisa menghirup udara segar dan hamparan sawah yang indah. “Kalau ekowisata bisa terwujud maka akan ada lapangan kerja. Warga kami bisa memanfaatkan peluang tersebut,” ujarnya. Sedangkan Dandim 1611/Badung Letkol CZI. M. Leo Pola Ardiansa selaku Dansatgas TMMD mengungkapkan, pengerjaan JUT hampir rampung. Pasalnya, tim satgas yang dilibatkan dalam penggarapan jalan itu dioptimalkan. “Terus dikebut nih. Mudah-mudahan cepat selesai sehingga bisa fokus ke kegiatan lainnya,” ujar Dandim. Pada Senin (10/10) pukul 19.30 Wita, lanjut Leo, bertempat di Bale Banjar Sama di Jalan Pulau Bungin, Pedungan, dilaksanakan penyuluhan tertib berlalu lintas oleh Polresta Denpasar. Menurut Dandim, kegiatan itu digelar supaya warga paham etika berlalu lintas, paham undang-undang dan peraturanperaturan lalu lintas serta norma-norma sopan santun antara sesama pemakai jalan. Apalagi korban lakalantas sebagai penyebab kematian nomor 3 di dunia, setelah sakit jantung dan HIV/AIDS. “Tujuannya supaya terwujud pelopor keselamatan berlalu lintas. Masyarakat khususnya pengguna jalan agar mematuhi aturan berlalu lintas,” tegasnya. Selain itu, pukul 20.00 wita digelar babak final pertandingan bola voli Dandim Cup 2016 diselenggarakan STT Banjar Pitik bekerja sama dengan Kodim Badung. Hasil akhir pertandingan tersebut, Tim Wira Yudha Banjar Glogor Carik meraih juara 1, tim Porbantang Cemagi juara 2, tim Robin Banjar Werdi Buana juara 3 dan tim Porpi Banjar Pitik juara harapan 1. “Kami juga ingin bibit-bibit juara dalam bidang olahraga bisa muncul saat TMMD ini. Ternyata banyak tim voli di Denpasar dan Badung bagus-bagus. Selain itu mereka sportif dan harus didukung,” tegas Leo. (kmb36)

Bali Post/ist

JUT - Anggota TNI bersama warga terus melanjutkan bangun jalan usaha tani (JUT) di Subak Kerdung, Pedungan.

Mangupura (Bali Post) Polsek Kuta kembali menangkap copet berkedok jadi tukang ojek. Kali ini, polisi menangkap dua pelaku yaitu Wayan Buyar (19) dan Ketut Aget (18) asal Karangasem. Mereka ditangkap setelah mencuri Iphone milik Stefan Gronenefeld asal Belanda di Jalan Popies II, Kuta, Senin (10/10) lalu. Menurut Kapolsek Kuta, Kompol Wayan Sumara, Selasa (11/10) kemarin, kejadiannya pukul 03.00 wita. Waktu itu, korban usai dugem di salah satu tempat hiburan malam di Jalan Legian. Selanjutnya, dia jalan kaki menuju tempatnya menginap di Jalan Popies II. Setibanya di depan Bagus Pub, dua tersangka mengendarai sepeda motor Kawazaki KLX memepet korban. “Tersangka menawarkan jasa ojek, padahal mereka naik satu motor. Modus seperti ini lagi tren di Kuta. Mereka pura-pura menawarkan jasa ojek,” tegas Sumara. Namun, korban menolak karena tempat menginapnya tidak jauh dari TKP. Korban terus dirayu oleh tersangka Buyar, sementara tersangka Aget mengambil Iphone 6 di saku depan celana korban. Tapi aksi mereka diketa-

hui korban dan minta Iphonenya dikembalikan. “Tersangka tidak ngaku dan terjadilah keributan. Kejadian itu didengar petugas Penerepti Kuta dan anggota kami yang siaga di seputaran Monumen Ground Zero,” ujarnya. Menurut Kapolsek, tersangka sempat dipukuli warga. Namun petugas langsung mengamankannya sehingga tidak sampai parah. Saat diinterogasi petugas barulah komplotan copet ini mengaku dan langsung dibawa ke polsek. Mantan Kapolsek Ubud, Gianyar ini menyatakan, beberapa kasus dengan modus yang sama sudah diungkap. Kata Sumara, pihaknya bersama aparat Desa Kuta berupaya untuk menertibkan ojek liar tersebut. Pasalnya keberadaan mereka sangat meresahkan dan mengganggu wisatawan. “Mereka mengincar turis pulang dari tempat hiburan malam dalam kondisi mabuk. Mereka menawarkan ojek, padahal yang diincar barang berharga milik korban. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada wisatawan domestik dan asing agar waspada. Jangan langsung percaya jika ditawari ojek karena banya yang ilegal,” pintanya. (kmb36)

BPK akan Periksa Penyaluran Hibah dan Bansos Denpasar (Bali Post) -

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Bali segera melakukan pemeriksaan pengelolaan anggaran di lingkungan Pemprov Bali. Khususnya terkait penyaluran hibah dan bansos, serta belanja modal lainnya. “Kami akan memeriksa selama 30 hari ke depan dengan fokus pemeriksaan pada dokumen hibah dan bansos, serta belanja modal pada tahun 2015 dan 2016,” ujar Perwakilan Tim Pemeriksa BPK RI Perwakilan Bali, Rahmat Wibowo, saat melakukan audiensi dengan Gubernur Bali di Denpasar, Selasa (11/10) kemarin. Rahmat menambahkan,

pihaknya akan mengambil beberapa sampel SKPD yang memiliki anggaran cukup besar. Oleh karena itu, bantuan dan dukungan dari Pemprov Bali sangat diharapkan dalam pemeriksaan ini. “Karena dalam pemeriksaan nanti, selain pemeriksaan dokumen juga akan dilakukan pemeriksaan lapangan sehingga dukungan dari pihak–pihak terkait

sangat dibutuhkan,” jelas Rahmat yang juga Pengendali Teknis BPK RI Perwakilan Bali ini. Sementara itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyatakan kesiapannya untuk mendukung pemeriksaan yang akan dilakukan BPK. Pihaknya bahkan merasa sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan penyaluran hibah dan bansos. Mengingat, ada begitu banyak proposal

Soal Hibah Jasa Raharja

Dewan Minta BPK Lakukan Pemeriksaan

Bali Post/rin

I Nyoman Adnyana

Denpasar (Bali Post) Persoalan hibah dari Jasa Raharja yang meningkat di tengah menurunnya pendapatan dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) masih menjadi pertanyaan DPRD Bali. Bukan hanya soal peningkatannya yang dirasa kurang tepat, tapi juga terkait pemanfaatan hibah tersebut. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bahkan didesak untuk memeriksa pengelolaan keuangan di Dinas Pendapatan (Dispenda) Bali. “Sampai saat ini kan dewan masih mempunyai rasa keraguan terhadap jawaban yang dijelaskan oleh Kadispenda karena di awal tidak sempat dibahas hibah itu, tiba-tiba muncul. Khususnya yang dilakukan NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah, red) dengan Gubernur Bali dan langsung dimanfaatkan oleh pihak Dispenda,” ujar anggota Komisi I DPRD Bali, I Nyoman Adnyana, di gedung dewan, Selasa (11/10) kemarin. Adnyana melanjutkan, pada saat Rapat Kerja 29 September lalu, gubernur tidak langsung

menjawab namun menyerahkan pada Kadispenda. Sementara Kadispenda menjelaskan bila hibah dari Jasa Raharja digunakan untuk menunjang operasional Samsat. Namun setelah itu, gubernur kemudian menanggapi penjelasan Kadispenda bahwa hibah itu tidak boleh langsung dimanfaatkan demikian. Dengan kata lain, tetap harus melalui pembahasan. “Berarti masih ada kejanggalan terhadap pelaksanaan proses itu. Untuk menjernihkan dan memberikan kepastian harusnya pihak BPK yang melakukan pemeriksaan terhadap hibah Jasa Raharja yang diberikan ke Pemprov Bali sebanyak Rp 4,8 miliar lebih, karena dari apa yang dijelaskan itu sampai saat ini belum bisa memuaskan pertanyaan dewan,” papar politisi PDI Perjuangan ini. Adnyana juga mencurigai adanya kemungkinan duplikasi anggaran. Peruntukan untuk menunjang operasional Samsat seperti pengadaan bangunan Kantor Samsat Pembantu, gerai Samsat, dan pengadaan AC dikhawatirkan sudah dianggarkan di APBD Bali. Atau tanpa perlu memanfaatkan hibah dari Jasa Raharja lagi. Sebab, sampai saat ini pihaknya belum melakukan pemeriksaan secara rinci dan detail di APBD terkait biaya Dinas Pendapatan. Terkait peningkatan hibah dari Jasa Raharja pada APBD Perubahan 2016, Adnyana mengaku belum puas dengan jawaban Kadispenda karena adanya kebijakan pemutihan. Mengingat, pendapatan dari PKB tercatat menurun. Di dalam APBD Induk 2016, hibah dari Jasa Raharja tercantum Rp 4,6 miliar lebih. Sementara dalam APBD Perubahan 2016 tercatat Rp 4,8 miliar lebih, sehingga ada

kenaikan Rp 216 juta. “Hibah Jasa Raharja diberikan ketika masyarakat melaksanakan kewajiban untuk membayar pajak atau perpanjangan STNK di Kantor Samsat. Saat perpanjangan STNK itu, pihak Jasa Raharja juga memungut asuransi kan. Tiba-tiba ini ada angka menurun di pendapatan PKB ini, justru hibah dari Jasa Raharja naik kan ini agak lucu juga angkanya. Kalau mungkin selaras, lebih masuk akal. Katanya ada dari yang lain-lain, kebijakan pemutihan, itu juga tidak masuk akal. Saya tidak yakin itu seperti itu kondisinya, jadi ada apa sebetulnya itu,” tandasnya. Sebelumnya, Kepala Dinas Pendapatan Bali I Made Santha mengatakan, kenaikan hibah dari Jasa Raharja tidak lepas dari adanya kebijakan pemutihan. Kebijakan ini sesuai dengan isi Pergub No.35 tahun 2016 tentang Pembebasan Sanksi Denda PKB dan Denda BBNKB. “Tadinya memasang di angka Rp 4,6 miliar lebih, itu asumsinya dibuat sebelum ada pemutihan. Ketika ada pemutihan, otomatis (hibah meningkat, red),” jelasnya. Sementara itu, dalam jawaban gubernur terkait Ranperda APBD Perubahan 2016 disebutkan, pendapatan dari PKB menurun Rp 113 miliar lebih. Selain itu juga ada penurunan BBNKB sebesar Rp 232 miliar lebih dan penurunan PBBKB Rp 35 miliar lebih. Terkait hibah dari Jasa Raharja, gubernur menyinggung soal rincian penggunaan hibah tersebut. Gubernur menjelaskan bahwa berdasarkan naskah perjanjian hibah daerah antara PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Bali dan Gubernur Bali tanggal 18 Februari 2016, dana hibah dari Jasa Raharja dipergunakan untuk biaya operasional pada Kantor Bersama Samsat. (kmb32)

hibah dan bansos yang masuk hingga Pemprov Bali kesulitan melakukan pengawasan. “Kalau ada yang mempermainkan dana tersebut saya harap tim dari BPK ini menemukannya sehingga mereka bisa mempertanggungjawabkan dana tersebut,” ujarnya. Di sisi lain, lanjut Pastika, Pemprov Bali juga tengah mempersiapkan 1.000 orang pegawai untuk melakukan pemeriksaan terhadap hibah dan bansos. Para pegawai tersebut nantinya akan disebar ke seluruh Bali. “Kita bukannya mencari kesalahan

mereka tapi kita meluruskan yang salah sehingga menjadi benar dan tidak terjadi masalah di kemudian hari,” jelasnya. (kmb32)

Denpasar (Bali Post) Kontribusi sektor pertanian dalam perekonomian Bali diharapkan bisa meningkat. Bila sebelumnya hanya mampu menyumbang 16%, ke depan ditargetkan naik hingga 30% bagi pertumbuhan ekonomi. Demikian disampaikan Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta saat melakukan sidak dan bertatap muka dengan ASN di lingkugan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Dinas Peternakan Provinsi Bali, Selasa (11/10) kemarin. “Peningkatan infrastruktur akan terus kita perhatikan, khususnya pada jalur produksi. Sementara untuk peningkatan kualitas SDM, saya minta jajaran Dinas Pertanian Tanaman Pangan mengintensifkan program pembinaan dan pelatihan untuk memotivasi para petani,” ujarnya. Sudikerta menambahkan, sektor pertanian juga akan digenjot melalui keberpihakan anggaran. Termasuk penguatan sarana dan prasarana pendukung bidang pertanian serta studi banding ke daerah yang berhasil memajukan sektor pertanian untuk mencapai target 30% itu. “Pembinaan dan pelatihan juga diarahkan untuk memotivasi kalangan generasi muda agar tertarik menekuni bidang ini,” imbuhnya. Sementara itu, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali sebelumnya telah mengusulkan anggaran Rp 7 miliar lebih untuk sektor pertanian pada APBD Perubahan 2016. Antara lain untuk program Sistem Pertanian Terintegrasi (Simantri), peralatan mesin pertanian, serta perbaikan jaringan irigasi. Khusus untuk Simantri, 50 kelompok diusulkan menda-

patkan bantuan masing-masing Rp 225 juta. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Bali, Ida Bagus Wisnuardhana, mengatakan, agenda untuk sektor pertanian di antaranya pengembangan dan pemantapan Simantri, subsidi pupuk organik, serta peningkatan produktivitas pertanian. “Kegiatan di hulunya seperti rehabilitasi jaringan irigasi, kemudian di on farm-nya ada kegiatan pengembangan pertanian organik. Di hilir, fasilitasi pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, termasuk juga bantuan-bantuan mesin panen maupun pascapanen,” jelasnya. Wisnuardhana menambahkan, ada beberapa isu strategis yang menjadi perhatian. Pertama, menyangkut ketersediaan air irigasi karena terkait dengan sektor domestik. Itu sebabnya, dilakukan upaya rehabilitasi jaringan, pengembangan air irigasi permukaan lewat bantuan pompa air, serta membangun embung dan parit agar bisa menampung air pada saat musim hujan. “Kemudian yang kedua, kita fasilitasi petani-petani supaya bisa memperoleh sarana produksi yang memadai, sesuai dengan kebutuhan, dan harganya tidak mahal. Makanya ada subsidi benih, subdisi pupuk. Ini isu strategis kedua terkait biaya produksi mahal,” imbuhnya. Isu strategis lain, lanjut Wisnuardhana, menyangkut kelangkaan tenaga kerja. Hal ini diantisipasi dengan memberikan bantuan mesin pertanian kepada petani. Menyangkut hama dan penyakit serta dampak perubahan iklim, disediakan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). (kmb32)

“Kami akan memeriksa selama 30 hari ke depan dengan fokus pemeriksaan pada dokumen hibah dan bansos, serta belanja modal pada tahun 2015 dan 2016.” Perwakilan Tim Pemeriksa BPK RI Perwakilan Bali Rahmat Wibowo

Kontribusi Sektor Pertanian Ditarget 30 Persen


BANGLI

8

Rabu Kliwon, 12 Oktober 2016

SOSOK Ikuti Aturan

Sejumlah bantuan sudah digelontorkan Pemerintah Pusat dan Pemprov Bali untuk desa di Kabupaten Bangli. Supaya tak terjerat kasus hukum, penggunaan danadana bantuan tersebut harus mengacu pada aturan, juklak dan juknis yang berlaku. Demikian ditegaskan Kepala Badan PemBali Post/sos berdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra, Selasa (11/10) kemarin. Dikatakan, bantuan kepada desa terutama berupa Dana Desa harus difokuskan untuk pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat dan pembangunan. Ada pula Bantuan Keuangan Khusus (BKK) yang diberikan kepada desa pakraman yang salah satunya bisa digunakan untuk biaya operasional bendesa adat. ‘’Untuk BKK, ada yang sudah dapat di induk dan ada di perubahan. Itu menyesuaikan dengan hasil verifikasi,’’ terangnya. Sejak bantuan itu digulirkan, mantan Camat Bangli ini menyebut belum ditemukan pelanggaran hukum. Hal yang muncul hanya sebatas kekeliruan dalam administrasi dan sudah berhasil dituntaskan dalam waktu cepat. Supaya fungsi dana itu tepat sasaran, pembinaan dan pemantauan langsung ke lapangan terus digulirkan pemerintah. ‘’Pendampingan sudah terus dilakukan. Masalah yang dihadapi desa langsung dipecahkan,’’ tandasnya. (sos)

PENUH SAMPAH - Kondisi Danau Batur di wilayah Desa Terunyan Kintamani yang dipenuhi sampah.

Bali Post/ina

Di Terunyan, Sampah TPS Meluber ke Danau Batur Bangli (Bali Post) Kondisi Danau Batur di wilayah Desa Terunyan, Kintamani benar-benar kumuh. Danau yang seharusnya dijaga kebersihannya justru dipenuhi sampah yang berserakan. Menurut informasi, banyaknya sampah yang berserakan di wilayah tersebut disebabkan karena perilaku warga setempat yang kerap membuang sampah di pinggir danau sehingga mengakibatkan sampah lama kelamaan meluber

ke tengah danau. Berdasarkan pantauan, sampah banyak berserakan di dekat toilet umum yang ada di wilayah Desa Terunyan. Tak hanya sampah plastik, sampah organik juga terlihat banyak berserakan di lokasi tersebut. Saking banyaknya sampah yang ada di sana, bangunan toilet umum yang kini sebagian terendam air danau tak ubahnya seperti TPA. Salah seorang warga Teru-

nyan, Ketut Geriawan, Selasa (11/10) kemarin, mengatakan bahwa banyaknya sampah yang berserakan di lokasi tersebut disebabkan oleh perilaku warga yang kerap membuang sampah di pinggir danau. ‘’Kalau pagi, sampah-sampah yang dibuang meluber ke danau,’’ ujar Geriawan. Diakui Geriawan, kumuhnya Danau Batur di wilayah tersebut sudah terjadi sejak cukup lama. Berbeda dengan empat

tahun lalu, kondisi danau di desanya masih cukup bersih. Sebab sebelumnya truk pengangkut sampah rutin datang setiap minggu untuk mengangkut sampah. ‘’Sekarang kondisinya memprihatinkan. Warga membuang sampah di pinggir dan meluber ke danau,’’ terangnya. Atas kondisi tersebut dia pun berharap pemerintah secepatnya turun tangan. Peran serta pemerintah diharapkan dikarenakan aparat desa setempat

diakuinya sudah tutup mata dengan kondisi tersebut. ‘’Kalau kebiasaan buruk itu dibiarkan, Danau Batur akan semakin rusak,’’ ujarnya. Perbekel Terunyan Wayan Arjana ketika dikonfirmasi tidak menampik kondisi tersebut. Arjana mengatakan bahwa TPS di desanya memang berada di sebelah toilet umum. Namun karena air danau meluap, lokasi yang dipenuhi sampah itu pun menjadi tergenang. (kmb40)

Bali Post/sos

SOSIALISASI - Sosialisasi Desa Sadar Lingkungan di Ruang Pertemuan BLH Bangli, Selasa (11/10) kemarin.

Pembentukan Desa Sadar Lingkungan Dinilai Strategis Bangli (Bali Post) Sampah plastik menjadi persoalan pelik di Kabupaten Bangli. Sampah tak hanya menimbulkan kesan kumuh, tetapi juga mencemari lingkungan. Langkah penanganan sejatinya sudah dilakukan Pemkab Bangli. Hanya saja jangkauan program selama ini masih belum maksimal. Untuk itu peran serta masyarakat melalui Desa Sadar Lingkungan sangatlah diperlukan untuk mempercepat penanganan sampah plastik. Munculnya sampah plastik tak lepas dari sikap masyarakat yang enggan menggunakan kemasan ramah lingkungan. Pusat-pusat perbelanjaan juga belum sepenuhnya menggunakan kantong plastik yang mudah terurai. Program kantong plastik berbayar juga sudah digulirkan. Namun, itu tak membuahkan hasil yang maksimal dan hanya berjalan beberapa bulan saja. Penggunaan sampah yang tak terkendali dan tak didukung program daur ulang yang maksimal berdampak pada lingkungan. Kepala Badan Lingkungan Hidup Bangli I Made Alit Parwata mengungkapkan, dalam penanganan sampah plastik sejumlah masyarakat masih bertumpu pada pemerintah. Pemikiran itu dinilai sebagai kesalahan besar. Masyarakat sebagai penghasil juga harus memiliki tanggung jawab. ‘’Untuk merangkul masyarakat, kami Bentuk Desa Sadar Lingkungan. Ini sudah kami sosialisasikan. Itu salah satu cara mempercepat penanganan sampah plastik,’’ tegasnya saat melakukan pertemuan bersama PKK se-Kabupaten Bangli, Selasa (11/10) kemarin. Dengan dibentuknya Desa Sadar Lingkungan, sosialisasi pengelolaan sampah dan penyelamatan lingkungan kepada masyarakat dapat dilakukan lebih cepat. Supaya program ini bisa berjalan efektif, perlu juga didukung dengan pembentukan kader peduli lingkungan yang berasal dari PKK. Kader ini bertugas memberikan motivasi positif kepada masyarakat di sekitarnya untuk mau ikut peduli terhadap lingkungan. ‘’Kalau itu sudah dilakukan, percepatan pembangunan dalam bidang lingkungan bisa segera tercapai,’’ katanya. Mantan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Darat Bangli ini juga menyebutkan, guna mengetahui seberapa jauh peran masyarakat dalam pengelolaan sampah serta mewujudkan lingkungan yang nyaman, evaluasi akan terus dilakukan. Ini juga penting kaitannya untuk menghindari adanya program yang berjalan setengah-setengah. ‘’Dalam Desa Sadar Lingkungan ini yang ditekankan adalah peran serta masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan. Itu yang menjadi poin,’’ katanya. Sementara itu, Sekretaris BLH Provinsi Bali Putu Ayu Ariani yang sekaligus narasumber dalam sosialisasi Desa Sadar Lingkungan itu mengatakan, selama ini sampah lebih banyak dihasilkan masyarakat di permukiman sehingga sangat tepat jika dibentuk kader sadar lingkungan di desa. Apalagi kader tersebut mengedepankan kaum perempuan yang keterlibatannya dalam kegiatan kebersihan di lingkungan rumah tangga paling besar. (kmb45)

Dampak Perubahan Susunan Perangkat Daerah

RPJMD 2016-2021 Dirombak Dijelaskan Widiana, perubahan susunan perangkat daerah mengakibatkan ketidaksinkronan tupoksi dengan program yang telah tertuang dalam RPJMD selama lima tahun ke depan. Supaya pelaksanaan program bisa berjalan selaras dan tidak terjadi kekacauan, maka RPJMD yang telah ditetapkan pada pertengahan Agustus lalu itu perlu disesuaikan

alias dirombak. Perombakan, kata dia, sudah disampaikan langsung ke seluruh pimpinan SKPD baik secara langsung dalam rapat rutin maupun melalui surat. Ditegaskan, hasil perombakan itu harus sudah disampaikan ke Bappeda paling lambat, Jumat (14/10) mendatang. Mengingat waktu yang tersedia cukup terbatas, perangkat daerah

diminta bekerja lebih cepat. ‘’Kalau hari ini sudah selesai, bisa langsung disampaikan ke Bappeda. Intinya batas waktunya sampai Jumat minggu ini. Kami juga perlu melakukan verifikasi,’’ kata Widiana. Mantan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Bangli ini juga menyebutkan, jika menyesuaikan dengan aturan,

perubahan RPJMD dilakukan setelah penetapan SPD, Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) rampung dan pengisian jabatan. ‘’Kalau mengikuti aturan itu, selesainya kan tidak bisa cepat. Ini juga harus rampung pada November, menyesuaikan dengan penetapan APBD 2017,’’ imbuhnya. Masih berkaitan dengan susunan perangkat daerah, kemarin Komisi I DPRD Bangli juga menggelar rapat kerja (raker) dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Rapat fokus membahas tentang persiapan pengisian jabatan. ‘’Kami harapkan pengisian jabatan itu dipersiapkan secepatnya. Harus ses-

Bangli (Bali Post) Krisis air yang dihadapi Subak Tohpati, Klungkung dikarenakan mereka tak mendapat air dari Subak Tembuku, sebagaimana yang pernah disampaikan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta saat berkunjung ke kantor Bupati Bangli beberapa bulan lalu, akhirnya disikapi Bupati Bangli I Made Gianyar. Pada Selasa (11/10) kemarin, Bupati Made Gianyar turun langsung ke Subak Tembuku untuk mengecek kondisi air irigasi di subak setempat. Bersama Camat Tembuku, SKPD terkait, klian serta sejumlah anggota Subak Tembuku, Bupati Made Gianyar meninjau langsung kondisi irigasi di Subak Tembuku yang wilayahnya berbatasan langsung dengan Desa Tohpati, Klungkung. Dalam pengecekannya itu, Gianyar melihat bahwa saluran irigasi yang ada

di subak Tembuku secara umum tidak ada masalah. Aliran air dari Subak Tembuku tetap mengalir ke selatan ke wilayah Tohpati, Klungkung. Hanya saja debit air cukup kecil. ‘’Setelah kita cek di sini, airnya ngalir ke bawah (ke wilayah Klungkung-red). Hanya saja di pusat debitnya turun,’’ katanya. Gianyar mengatakan bahwa selama ini sumber air di Subak Tembuku dimanfaatkan oleh dua subak, yakni Subak Tembuku sendiri dan Subak Tohpati. Namun, karena saat ini debit air dari sumbernya mengecil maka otomatis aliran air ke wilayah hilirnya juga ikut mengecil. Menurut Bupati, untuk mengatasi persoalan ini, salah satu cara yang harus dilakukan adalah penghijauan di hutan Bangli. Mengingat air yang bersumber dari Bangli juga dimanfaatkan oleh kabupaten lain, maka

penghijauan tidak hanya menjadi kewajiban masyarakat Bangli namun juga masyarakat Bali. Dalam kesempatan itu, Gianyar pun mengingatkan kepada Subak Tembuku untuk menjalankan manajemen atau tata kelola pengaturan air irigasi dengan baik. Supaya air yang ada di hulu juga bisa dimanfaatkan oleh subak yang ada di hilir sehingga tidak sampai timbul konflik. Tak hanya itu, dia juga mengingatkan anggota Subak di Tembuku untuk meningkatkan kegiatan gotong royong membersihkan saluran irigasi sehingga air bisa terus mengalir dengan lancar. Sementara itu, Klian Subak Tembuku Wayan Budiasa juga mengakui bahwa debit air yang selama ini mengaliri Subak Tembuku memang seret sehingga dibutuhkan pengaturan bersamasama. (kmb40)

IRIGASI - Bupati Bangli I Made Gianyar saat mengecek kondisi saluran irigasi di Subak Tembuku.

Bangli (Bali Post) -

Perubahan susunan perangkat daerah tak hanya berdampak pada hilangnya puluhan jabatan di lingkungan Pemkab Bangli. Hal itu juga mengharuskan adanya perombakan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bangli tahun 2016-2021. Mengingat sisa waktu yang terbilang sedikit, seluruh SKPD pun didesak untuk bekerja lebih cepat melakukan penyesuaian. Hal itu disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penanaman Modal (Bappeda-PM) Bangli I Nyoman Widiana, Selasa (11/10) kemarin.

uai aturan yang ada,’’ kata Ketua Komisi I DPRD Bangli I Wayan Wedana didampingi Sekretaris Komisi, I Nengah Darsana. Lanjut dia, dalam rapat juga kembali ditegaskan penyesuaian susunan perangkat daerah sesuai PP No. 18 tahun 2016 ini mengakibatkan 37 jabatan hilang. Dalam pengisian jabatan nantinya, bupati juga diharapkan lebih selektif. ‘’Tidak ada yang dianakemaskan, dianak perunggukan, dianak perakkan. Pejabat yang mendapat jabatan harus benar-benar bisa bekerja. Bukan hanya gila jabatan. Sesuai hasil koordinasi dengan bupati, beliau juga berpikir demikian,’’ pungkasnya. (kmb45)

Menurun, Debit Air Irigasi di Subak Tembuku

Bali Post/ina


GIANYAR

Rabu Kliwon, 12 Oktober 2016

9

Korps Zeni TNI-AD Gelar Karya Bakti di Keramas

Gianyar (Bali Post) Korps Zeni TNI AD dan rakyat tak bisa dipisahkan. Dalam rangka HUT ke–71, Korps Zeni TNI-AD yang merupakan korps tersendiri dalam militer yang memiliki kualifikasi dalam hal zeni tempur dan zeni konstruksi melaksanakan karya bakti di Desa Keramas Kecamatan Blahbatuh, Selasa (11/10) kemarin. Sekitar 50 anggota Zeni TNI-AD terdiri dari Yonzipur 18/ YKR dan Zidam IX/Udayana berbaur dengan masyarakat melakukan penataan lingkungan di sekitar kuburan Desa Pakraman Keramas. Mereka di antaranya melakukan pembersihan, penyenderan, dan penanaman pohon dari DKP Gianyar berupa bunga pucuk yang merupakan maskot kabupaten Gianyar. Karya bakti merupakan bentuk kemanunggalan TNI dengan rakyat yang mana TNI lahir dari rakyat dan mengabdi untuk negara dan rakyat. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Wadanyon Zipur 18/YKR Mayor CZI Yuli yang sekaligus Ketua Panitia HUT Zeni TNI 2016 dan Ketua Seksi Karya Bakti Kapten CZI Kadek Suastika. Untuk HUT Zeni TNI tahun ini, kegiatan dipusatkan di Kabupaten Gianyar. Mulai dari karya bakti, donor darah dan olahraga bersama serta pemotongan tumpeng. Puncak HUT dilakukan di lapangan Yonzipur 18/YKR, Senin (17/10). ‘’Kami berterima kasih atas kerja sama masyarakat dalam kegiatan karya bakti serangkaian HUT Korp Zeni TNI,’’ kata Kapten Kadek Suastika seizin Wadanyon Mayor CZI Yuli. Bendesa Pakraman Keramas Nyoman Puja Waisnawa juga menyampaikan terima kasih kepada TNI yang telah membantu pelaksanaan penataan dan pembersihan lingkungan di sekitar setra Desa Adat Keramas. Dalam karya bakti ini, pihaknya hanya menyediakan material sedangkan tenaga dan pengerjaan dilakukan oleh TNI. Kerja sama antara masyarakat Desa Keramas dengan TNI selama ini sudah berlangsung baik, sehingga ke depan hubungan ini perlu terus dijaga demi menyukseskan pembangunan di Desa Keramas. (kmb16)

SIDAK - Tim dari Pemkab Gianyar saat melakukan sidak toko modern, Selasa (11/10) kemarin.

Toko Modern Tak Berizin Marak

Pemkab Layangkan Surat Peringatan Gianyar (Bali Post) -

Tim gabungan yang terdiri dari BPPT bersama Disperindag dan Satpol PP Kabupaten Gianyar kembali melakukan sidak toko modern, Selasa (11/10) kemarin. Petugas langsung melayangkan surat peringatan pada pemilik toko modern yang belum berizin.

Bali Post/dar

KARYA BAKTI - Anggota Zeni TNI AD melaksanakan karya bakti bersama masyarakat di lingkungan Desa Keramas.

Terkena DB, Dua Balita Satu ’’Natah’’ Meninggal

Gianyar (Bali Post) Demam berdarah (DB) kembali memakan korban jiwa. Ironisnya kali ini yang meninggal adalah dua balita yang baru berumur dua tahun dari Banjar Sampiang Kelurahan Gianyar. Klian Adat Banjar Sampiang Dewa Putu Tegalista membenarkan adanya dua balita di Banjar Sampiang yang meninggal akibat DB. Dikatakan, korban bernama Wulan meninggal pada Senin (10/10) malam setelah menjalani perawatan di RSUP Sanglah. Anak dari Gede Putu Martono ini pun langsung dikubur Selasa (11/10) kemarin di setra setempat. Gejala yang dialami Wulan diawali dengan panas secara mendadak. Anak perempuan yang baru berusia 2 tahun 4 bulan ini pun langsung dibawa ke RSUD Sanjiwani Gianyar. ‘’Kejadiannya sangat cepat, karena panasnya mendadak. Setelah dirujuk dari Rumah Sakit Gianyar ke Sanglah, anak ini sempat menjalani perawatan dokter di Sanglah namun pada akhirnya tidak tertolong,’’ katanya. Dewa Putu Tegalista mengungkapkan, kejadian ini bukan yang pertama. Sebelumnya sekitar lima hari lalu, seorang balita bernama Winda juga meninggal di RSUP Sanglah. Anak berumur 2 tahun 2 bulan yang masih satu rumah dengan Wulan ini diketahui juga mengalami gejala yang sama. ‘’Ya mereka masih satu keluarga. Awalnya Winda mengalami gejala panas secara mendadak hingga akhirnya meninggal di Rumah Sakit Sanglah,’’ bebernya. Diungkapkannya, kini di areal rumah tersebut juga masih ada sejumlah warga yang menderita DB dan masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. ‘’Di kompleks itu masih ada warga yang mengalami DB, tetapi mereka ada yang sudah diizinkan pulang, tetapi ada juga yang masih menjalani perawatan,’’ jelasnya. Mengantisipasi terulangnya kejadian serupa, pihaknya sudah rutin menggelar pemberantasan sarang nyamuk (PSN) termasuk fogging. ‘’ PSN sudah rutin, sekarang kami ditambah dengan fogging. Dan besok (hari ini -red) juga rencananya kami adakan fogging di Banjar Sampiang,’’ tandasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gianyar dr. Ida Ayu Cahyani yang dikonfirmasi mengaku sudah menerima informasi terkait dua balita tersebut. ‘’Ya informasinya sudah saya terima, kemarin sudah saya cek memang kejadiannya cukup cepat,’’ ucapnya. Berdasarkan data yang dimilikinya, sudah ada sembilan orang yang tercatat meninggal karena DBD. Bila ditambah dua balita ini tentunya akan menjadi sebelas korban meninggal. Namun, pihaknya mengaku belum berani memasukkan nama dua balita ini untuk menambah deretan korban meninggal akibat DBD di Gianyar. Sebab, pihaknya masih menunggu laporan pemeriksaan dari RSP Sanglah. ‘’Gejalanya ini memang DB ya. Tapi untuk lebih pastinya kita masih tunggu laporan dari Sanglah. Makanya saya belum berani nyatakan dua anak ini meninggal karena DB,’’ (kmb35)

Sidak dilakukan mulai sekitar pukul 09.00 wita di seputaran Desa Mas, Desa Peliatan, Desa Pengosekan, dan Desa Bedulu. Dari semua toko modern yang dimasuki tim sidak, tak satu pun dari penang-

gung jawab toko yang mampu menunjukkan izin usaha dan IMB. Petugas pun langsung melayangkan surat peringatan. Kabid Perizinan dan NonPerizinan BPPT Gianyar Gusti Ngurah Suwastika menjelas-

kan, sidak ini dilakukan untuk menindaklanjuti Perda nomor 5 tahun 2013 tentang Keberadaan Toko Modern. Berdasarkan data, idealnya di Kabupaten Gianyar hanya ada 79 unit toko modern. Na-

Klarifikasi Dugaan Korupsi Retribusi Parkir

Krama Desa Adat Gianyar Datangi Kejari Gianyar (Bali Post) Warga dan prajuru Desa Adat Gianyar kembali mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar, Selasa (11/10) kemarin. Kedatangan mereka untuk melakukan klarifikasi data terkait laporan dugaan korupsi retribusi parkir senilai Rp 2,5 miliar yang disampaikan LSM GTI. Berdasarkan pantauan, puluhan warga dengan dikawal pecalang Desa Adat Gianyar tiba di kantor Kejari Gianyar sekitar pukul 09.00 wita. Didampingi kuasa hukumnya, prajuru yang dikomandoi Bendesa Adat Gianyar Dewa Made Geria langsung memasuki ruangan pemeriksaan. Sementara warga bersama belasan pecalang menunggu di halaman kantor Kejari Gianyar. Kasi Intel Kejari Gianyar Ketut Sudiartana menjelaskan, kedatangan prajuru Desa Adat Gianyar didampingi warga dan pecalang ini untuk melakukan klarifikasi dari laporan dugaan korupsi retribusi parkir senilai Rp 2,5 miliar. ‘’Di sini yang dilaporkan kita panggil untuk klarifikasi guna memastikan sejauh mana bukti yang kami terima dari pelapor. Terus terlapor

bagaimana, ini akan disinkronkan,’’ jelasnya. Ditegaskan, saat ini pihaknya masih melakukan kajian secara hukum guna memastikan adanya indikasi korupsi atau tidak. ‘’Yang jelas kita kaji datanya dulu. Kita juga lihat aturannya, rekening yang masuk hingga pencairan dan pembagian dan digunakan untuk apa. Setelah mengkaji ini semua, baru kejaksaan bisa menentukan sikap,’’ katanya. Kuasa hukum Desa Adat Gianyar I Ketut Widia menjelaskan bahwa kedatangan prajuru desa adat untuk melakukan klarifikasi data. ‘’Semua warga yang ikut datang atas inisiatif sendiri, hanya untuk menyaksikan proses klarifikasi. Di sini kejaksaan kan baru menerima laporan, kemudian akan mengkaji lebih lanjut,’’ katanya. Sementara itu, Bendesa Adat Gianyar Dewa Made Geria belum bisa berkomentar banyak terkait sikap Desa Adat Gianyar menanggapi laporan dugaan korupsi tersebut meski laporan dari LSM itu dinilai mencemarkan nama desa adat. ‘’Ini masih dirundingkan,’’ ucapnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Bendesa Adat

Gianyar membantah tudingan dugaan korupsi yang dilayangkan GTI. Dia menjelaskan, selama menjalani kerja sama pengelolaan parkir dengan Pemkab Gianyar, prajuru Desa Adat Gianyar sudah rutin setiap tahun menyampaikan pertanggungjawaban di hadapan Sabha Desa dan hasilnya disampaikan ke seluruh banjar. ‘’Termasuk kerja sama pengelolaan parkir mulai dari realisasi penerimaan maupun pengeluaran. Sudah rutin disampaikan dalam rapat pertanggungjawaban, dan selama ini semuanya lancar tanpa ada masalah,’’ kata Geria. Berdasarkan laporan GTI ke Kejari Gianyar, disebutkan bahwa sejak 2009 hingga 2015 hasil retribusi parkir diendapkan hingga mencapai Rp 2,5 miliar. Untuk hal ini pihaknya tegas membantah. ‘’Hasil retribusi parkir ini dis erahkan sepenuhnya ke Pemkab Gianyar, kemudian mencairkan jumlah bagian yang diterima Desa Adat Gianyar. Itu pun melalui SPPD dan masuk ke rekening Desa Adat Gianyar. Semua dana yang masuk ke rekening itu juga diumumkan ke 12 banjar,’’ paparnya. (kmb35)

Telepon Penting gianyar

Kantor Bupati - 943056 DPRD - 943144 BPBD - 7844717/7844718 PMK - 943113 Kantor Satpol PP - 944436 RSUD Sanjiwani - 943020 PDAM - 944225/943233 KPA Gianyar - 942184 PMI Gianyar - 8958414 KONI Gianya r - 947261 BNN Kabupaten Gianyar - 946122 PLN - 947166

Kodim 1616 Gyr - 943069 Koramil Gianyar - 942289 Koramil Blahbatuh - 941167 Koramil Tegallalang - 974792 Koramil Tampaksiring - 901601 Koramil Sukawati - 297564 Koramil Ubud - 975314 Koramil Payangan - 974793 Siaga Lantas/TMC Gianyar - 945820 Polsek Gianyar - 944510 Polsek Blahbatuh - 941165

Bali Post/nik

Bali Post/nik

KLARIFIKASI - Sejumlah warga dan pecalang menunggu di luar kantor Kejari Gianyar selama proses klarifikasi data oleh prajuru Desa Adat Gianyar.

mun faktanya, toko modern di Gianyar sudah mencapai 154 unit. ‘’Kita masih menelusuri lagi di lapangan karena ada kemungkinan jumlah toko modern lebih dari 154,’’ katanya. Ironisnya, dari beberapa toko yang berada di seputaran Kota Gianyar dan Ubud, hampir semuanya belum berizin. ‘’Setelah kami tinjau, ternyata mereka tidak bisa menunjukkan surat izinnya.

Jadi, kami berikan surat peringatan dulu,’’ terangnya. Kepala Satpol PP Gianyar Dewa Made Suartika mengatakan, sembari menunggu kebijakan lebih lanjut terkait toko modern, para pemilik toko masih diberikan kesempatan mengurus izin. ‘’Jika sampai peringatan ketiga belum juga mengurus izin, barulah toko tersebut akan kami tutup,’’ ucapnya. (kmb35)

Pemkab Kembangkan ’’Taru Pramana’’ di Batubulan

Gianyar (Bali Post) Tanaman yang digunakan sebagai sarana upacara keagamaan atau taru pramana makin langka di Bali. Hanya sebagian kecil masyarakat yang membudidayakannya. Untuk itu, Pemkab Gianyar bekerja sama dengan sejumlah komponen tengah berupaya mengembangkan taru pramana di sejumlah sentra pembibitan termasuk di masing-masing desa adat. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Gianyar A.A. Ari Brahmanta. Menurut Ari Brahmanta, saat ini Pemkab Gianyar mengembangkan tanaman upakara di Banjar Denjalan Desa Batubulan. Di lahan seluas 30 hektar ditanam 30 bibit taru pramana seperti majegau, nagasari, merbau, rijasa, ampupu, mahoni, kelapa gading, kelapa gadang, kelapa bulan, cempaka, boni, mundeh, juwet, sentul dan lainnya. ‘’Taru pramana yang dikembangkan adalah tanaman yang berkaitan dengan pelaksanaan upacara yadnya mulai dari lahir sampai meninggal. Selain itu juga, tanaman yang dimanfaatkan untuk arsitektur Bali seperti bangunan tempat suci serta bangunan tempat tinggal sesuai asta kosala kosali,’’ ujarnya belum lama ini. Bibit taru pramana juga akan disebar ke masing-masing desa adat untuk ditanam. Dengan demikian diharapkan pengembangan tanaman upakara bisa semakin masif. Program ini untuk mendukung pembangunan Kebun Raya di Pilan, Payangan yang menawarkan berbagai jenis tanaman upakara yang bermanfaat untuk pendidikan, konservasi dan sebagai ekowisata. Lebih lanjut dijelaskannya, masyarakat yang memerlukan tanaman upakara bisa mendapatkannya dengan bersurat ke BLH. Nantinya BLH akan mengeluarkan rekomendasi kepada LPPM atau LPM Bali Shanti Unud untuk mendapatkan bibit tanaman yang dibutuhkan. (kmb25)


KLUNGKUNG

10

Rabu Kliwon, 12 Oktober 2016

Pejabat Baru Harus Tingkatkan Kinerja Semarapura (Bali Post) – Jabatan Kapolsek Nusa Penida, Kapolsek Dawan dan Kasat Binmas Polres Klungkung diserahterimakan dalam upacara di ruang Nusa Penida Harapan Polres, Selasa (11/10) kemarin. Acara serah terima jabatan (sertijab) dipimpin Kapolres Klungkung AKBP F.X. Arendra Wahyudi. Kapolsek Nusa Penida Kompol I Gede Arianta diganti AKP I Ketut Suastika yang sebelumnya menjabat Kapolsek Dawan. Kapolsek Dawan AKP I Ketut Suastika menyerahkan jabatan kepada AKP I Kadek Suadnyana yang sebelumnya menjabat Kasubbag Bin Ops Bag Ops Polresta Denpasar. Sementara Kasat Binmas I Made Sudartawan memberikan posisinya kepada AKP I Nengah Merta yang sebelumnya Subbag Min Opsnal Dit Binmas Polda Bali. Arianta selanjutnya menjabat Kanit I Bag Was Sidik Dit Res Krimsus Polda Bali. Sudartawan selanjutnya menjadi Kapolsek Selat, Karangasem. Kapolres Arendra mengatakan, walaupun jabatan atau pekerjaan tidak sesuai dengan hati nurani, pejabat baru harus tetap bertanggung jawab secara penuh. Anggota polisi sudah melaksanakan kontrak dengan organisasi Polri, jadi mau tidak mau tugas harus diikuti dan dilaksanakan dengan baik. “Tingkatkan kinerja dan kemampuan diri serta bekerja dengan profesional, sehingga kehadiran Polri benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya. Sertijab ditandai pelepasan dan pemasangan tanda pangkat dan penyematan tanda jabatan kepada pejabat yang lama dan yang baru, penandatanganan berita acara serah terima jabatan serta pengucapan sumpah jabatan. Hadir Wakapolres Klungkung Kompol Nengah Sadiarta, S.H., SiK., kabag, kasat, Kapolsek, Ketua Bhayangkari Cabang Klungkung Nyonya Diah Arendra Wahyudi, Wakil Ketua Bhayangkari Nyonya Sadiarta dan pengurus Bhayangkari Cabang Klungkung. (dwa)

Bali Post/dwa

ANCAM - Keberadaan ponton dan aktivitas wisata bahari mengancam terumbu karang di Nusa Penida.

Aktivitas Wisata Bahari Rusak Terumbu Karang

Pemkab akan Bentuk BLUD Semarapura (Bali Post) –

Aktivitas wisata bahari di Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Nusa Penida mulai membahayakan terumbu karang di sekitarnya. Selain karena terinjakinjak, kerusakan terumbu karang juga disebabkan adanya ponton permanen sehingga menghalangi cahaya matahari yang masuk ke laut. Sayangnya, perhatian perusahaan besar dan pengusaha pariwisata dalam melindungi terumbu karang masih amat minim.

Bali Post/dwa

SERTIJAB – Acara sertijab di Nusa Penida Harapan Polres Klungkung.

Untuk itu, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta segera membentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang akan mengelola KKP Nusa Penida secara mandiri. BLUD bakal mengelola KKP secara keseluruhan. ‘’Kami akan mencari orang-orang profesional untuk mengelola Nusa Penida dengan baik.

Dengan adanya BLUD, Pemkab Klungkung mendapatkan kepastian berapa jumlah kunjungan dan wisatawan yang beraktivitas di KKP,’’ katanya dihubungi, Selasa (11/10) kemarin. BLUD nantinya bertugas memungut retribusi dari wisatawan yang beraktivitas di KKP, melakukan kon-

servasi dan memperbaiki terumbu karang. Saat ini kontribusi pelaku pariwisata dalam melakukan konservasi masih minim. Padahal kerusakan yang disebabkan oleh aktivitas wisata bahari terus bertambah. Seperti terumbu karang yang berada di bawah ponton permanen, tidak sedikit yang

Majukan Pendidikan Lewat Sekolah Pintar Mayat Bayi Laki-laki Membusuk di Parit

Semarapura (Bali Post) – Pemerintah Kabupaten Klungkung berkomitmen memajukan dunia pendidikan melalui program sekolah pintar (smart school). Program ini sejalan dengan program kota pintar dan diharapkan menciptakan transparansi pendidikan di Klungkung. Hal tersebut disampaikan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat menerima presentasi Direktur Utama Bimasakti Development Systems, Ida Bagus Surya Sanjaya. “Sejalan dengan program smart city, kami berkomitmen memajukan dunia pendidikan di Klungkung,” ujarnya, Selasa (11/10) kemarin. Program smart presence for school dari Bimasakti Development Systems ini untuk mewujudkan sekolah pintar selama lima tahun. Dalam jangka waktu ini dipastikan semua sistem informasi manajemen sekolah berjalan secara penuh. Smart presence merupakan sistem data capture yang ditujukan untuk mewujudkan informasi dan komunikasi yang efektif, efisien dan transparan. Surya Sanjaya menyampaikan, program ini akan memudahkan siswa melakukan absensi serta kehadirannya tercatat secara akurat dan aman. Program ini juga terkoneksi langsung dengan orangtua siswa. Orangtua bakal mendapat laporan kehadiran anaknya melalui SMS yang dikirim secara real time. Program ini juga mencatat prestasi, nilai, mata pelajaran dan kondisi siswa di sekolah. (dwa)

Semarapura (Bali Post) – Warga Desa Jumpai, Klungkung, dihebohkan oleh penemuan mayat bayi berjenis kelamin laki-laki, Selasa (11/10) siang kemarin. Mayat tergeletak di parit atau saluran irigasi Subak Pegatepan, Tempek Gria, Dusun Jumpai Kangin, dalam kondisi membusuk. Saat ditemukan kondisi bayi sangat mengenaskan. Isi perutnya keluar dan diduga dimakan alu atau biawak. Menurut informasi yang di lapangan, mayat bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh Nengah Tambig (65), warga Dusun Jumpai Kangin, sekitar pukul 14.00 Wita. Berawal ketika petani itu hendak membuka

saluran air irigasi untuk mengairi sawah yang di-sakap-nya. Ia kaget melihat ada mayat bayi dalam kondisi telungkup tanpa pakaian. Kejadian ini kemudian dilaporkan kepada keponakannya yang juga Kepala Dusun Jumpai Kangin, Wayan Suwirka. Saat kembali ke TKP untuk melakukan pengecekan, Tambig melihat perut bayi tersebut tidak utuh lagi. ‘’Mungkin ada alu yang datang memakannya,” kata Tambig. Saat ditemukannya, kondisi mayat bayi telah membusuk dan mengeluarkan bau menyengat. Ada dugaan sang bayi baru lahir dan meninggal sekitar tiga hari lalu, karena

Telepon Penting kLUNGKUNG Polres Klungkung

(0366)

21115

Polsek Klungkung

(0366)

21090

Polsek Dawan

(0366)

23181

Polsek Banjarangkan

(0366)

23180

Polsek Nusa Penida

(0366)

5382838

RSUD Klungkung

(0366)

21172

RSU Bintang

(0366)

25241

PMI Klungkung

(0366)

21442

Damkar Klungkung

(0366)

22655

PDAM Klungkung

(0366)

21336

PLN Klungkung

(0366)

25599

Bali Post/kmb

OLAH TKP - Petugas Polres Klungkung melakukan olah TKP di sekitar penemuan mayat bayi di Subak Pegatepan, Dusun Jumpai Kangin, Desa Jumpai, Selasa (11/10) kemarin.

tali pusarnya masih ada. ‘’Saya sering membuka air di saluran irigasi itu. Bahkan kemarin mandi di sana, namun baru siangnya menemukan mayat bayi,” ungkapnya. Kapolsek Klungkung Kompol Made Karsa ketika ditemui di TKP tidak banyak berkomentar terkait temuan mayat bayi tersebut. Pihaknya hanya mengatakan akan membawa mayatnya ke RSUD Klungkung untuk melakukan identifikasi. “Jenis kelamin dan bagaimana meninggalnya itu urusan dokter. Kami masih melakukan penyelidikan di lapangan,” jelasnya. Lokasi ditemukannya mayat bayi menyedot perhatian masyarakat. Warga beramairamai datang ke sana untuk melihat kondisi mayat bayi tersebut. Situasi ini sempat membuat macet jalur ke Subak Pegatepan, sebab akses jalan hanya bisa dilalui satu mobil. ‘’Pihak penyoroh subak bakal menggelar pacaruan di lokasi kejadian, namun tergantung klian subaknya,” imbuh Tambig. (kmb)

rusak dan mati akibat tidak mendapatkan cukup sinar matahari. “Saat saya turun ke laut, di bawah ponton terlihat terumbu karang mati semua. Seperti di bawah ponton milik Quicksilver, satu pun tidak ada karang yang hidup,” tutur Suwirta. Akibat rusaknya terumbu karang, ikan yang sebelumnya tinggal di sekitarnya pergi. Bila kerusakan terumbu karang dibiarkan akan menghancurkan wisata bahari yang baru saja bangkit. Oleh karena itu, bupati minta pelaku pariwisata mendampingi wisatawan yang menikmati wisata bahari. Meng-

ingat di sejumlah titik kerusakan terumbu karang yang amat parah akibat terinjak dan bersentuhan langsung dengan pengunjung. Dengan adanya BLUD, Suwirta yakin pelaku pariwisata dapat lebih teratur dalam beraktivitas di kawasan konservasi. Sebab, BLUD nantinya juga bertugas mengawasi wisatawan di dalam air. “Saya akan tugaskan UPT KKP Nusa Penida membuat laporan resmi kerusakan terumbu karang. Laporan ini akan saya presentasikan di depan pengusaha,” ungkap bupati. (dwa)

Anak Putus Sekolah Diduga Diperkosa Tukang Las Semarapura (Bali Post) – Anak perempuan di bawah umur kembali menjadi korban kasus pelecehan seksual di Kabupaten Klungkung. TN (15) diduga diperkosa oleh kerabatnya berumur 34 tahun di rumah bibinya di BTN Tojan Indah, Desa Tojan, Klungkung. Orangtua korban yang tidak menerima anaknya dilecehkan kemudian melapor ke Mapolres Klungkung, Selasa (11/10) kemarin. Dari informasi yang didapat di Mapolres, dugaan tindakan asusila yang dialami korban terjadi 27 September lalu. Korban diduga diperkosa oleh pelaku saat tertidur lelap. Kebetulan korban tidur bersama sepupunya dan pelaku yang telah memiliki istri dalam satu kamar di rumah bibinya. Kasus dugaan pemerkosaan ini baru terungkap setelah korban mengadu kepada pacarnya yang tinggal di Jawa. Pacar korban lalu melaporkannya kepada orangtua korban yang tinggal di Denpasar. Korban tinggal di rumah bibinya karena ingin melancong. Pelaku juga menumpang di sana sebab tidak memiliki pekerjaan yang jelas setelah sempat menjadi tukang las. Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Wiastu Andri Prajitno membenarkan adanya laporan kasus dugaan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur. Pihaknya belum bisa memberikan komentar banyak karena masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi. Polisi telah mengantar korban untuk mencari visum di RSUD Klungkung. “Kami masih meneliti kasusnya dan menunggu hasil visum,” jelasnya. (kmb)


BULELENG

Rabu Kliwon, 12 Oktober 2016

SOSOK

Pilkada Landasan Pacu Tumbuh Kembangnya Demokrasi

Penting Jaga Kondusivitas CALON incumbent Putu Agus Suradnyana, S.T. menilai penting artinya menjaga kondusivitas menjelang Pilkada Buleleng. Iklim politik dijaga politisi PDI Perjuangan asal Desa Banyuatis Kecamatan Banjar ini. Pihaknya bersama pasangannya dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.O.G. sejak dilantik tahun 2012 mengubah image Buleleng sebagai wilayah bersahaja dan tidak seram untuk dikunjungi. “Saya sering sampaikan di setiap kesempatan, baik partai pendukung atau masyarakat supaya menjaga situasi kondusif di masyarakat. Kita jaga betul keamanan. Sejak awal, saya sampaikan lebih penting menjaga kondusivitas daripada kekuasaan,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Buleleng ini Selasa (11/10) kemarin. Agus Suradnyana-Sutjidra dalam Pilkada 2017 diusung PDI-P dan NasDem. Dua partai besar mendukungnya dan diyakini menjadi kekuatan bersama kekompakan anak ranting. Persaingan menuju Buleleng 1 tidak lepas dari intrik dukung-mendukung. Agus Suradnyana membantah tim pemenangannya melakukan intimidasi terhadap pendukung Paket Surya. (dgk)

PILKADA Buleleng Februari 2017 mendatang merupakan landasan pacu bagi tumbuh kembangnya demokrasi di Bumi Panji Sakti Singaraja. Hal itu meneguhkan Indonesia sebagai negara demokrasi besar dan konsisten. Pengamat sosial politik sekaligus Wakil Rektor II Undiksha Singaraja Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd. menyampaikan hal itu, Senin (10/10). Dikatakan, di balik semangat, harapan, dan ingar-bingar hajatan pilkada, ada secuil pertanyaan fundamental dan mesti dikedepankan yaitu seberapa jauh sudah hak-hak rakyat terwakili dan terealisasikan dalam pilkada? Apa benar pergantian pemimpin dihasilkan melalui hajatan demokrasi merupakan kelahiran agent of change? “Maka inilah dipertanyakan sebab

Pilkada Ratusan PPL Kawal Virtual Dukungan Calon Perseorangan Singaraja (Bali Post) – Sebanyak 148 Petugas Pengawas Lapangan (PPL) diturunkan mengawasi verifikasi faktual (virtual) data dukungan perbaikan bakal calon perseorangan Dewa Nyoman Sukrawan dengan I Gede Dharma Wijaya yang dimulai Rabu (12/10) pagi ini. Pengawasan ini dilakukan agar tahapan virtual oleh KPU Kabupaten Buleleng berjalan sesuai dengan ketentuan yang ada. Ketua Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Ketut Ariyani yang dihubungi Selasa (11/10) kemarin, mengatakan, selama virtual oleh KPU, PPL di masing-masing desa ditugaskan mengawasi tiga hal yang dianggap urgen. Pertama, menyangkut proses dan mekanisme pelaksanaan virtual data dukungan. Kedua terkait data dukungan yang sudah dinyatakan

tidak memenuhi syarat (TMS) dan data dukungan yang sudah ditetapkan memenuhi syarat (MS). Pengawasan ketiga, menyangkut hasil virtual dukungan yang dinyatakan TMS dan MS. “Tiga hal itu kami instruksikan kepada PPL di seluruh desa agar diawasi dengan cermat, sehingga tahapan virtual ini berjalan sesuai regulasi dan aturan main yang ada,” kata Ariyani di sela-sela koordinasi pengawasan di Kecamatan Kubutambahan. Di tempat terpisah, Ketua Tim Pemenangan Pasangan Incumbent PAS-Sutjidra, Gede Supriatna, mengatakan, virtual data dukungan bakal calon perseorangan oleh KPU sepenuhnya menjadi ranah pihak penyelenggara mengikuti regulasi yang ada. Dalam tahapan ini, pihaknya tidak mencampuri seluruh tahapan

11

virtual hingga KPU mengumumkan hasil final. Di sisi lain, di tengah virtual data dukungan perbaikan ini, pihaknya tetap fokus melakukan konsolidasi internal partai untuk memantapkan persiapan menghadapi siapa pun nantinya calon yang menantang PASSutjidra. Kubu bakal pasangan calon perseorangan Dewa Nyoman Sukrawan dan I Gede Dharma Wijaya juga fokus mengawal jalannya virtual data dukungan perbaikan yang dijadwalkan KPU. Untuk memantau dan mengawasi proses ini, tim bakal calon perseorangan dikabarkan menurunkan puluhan tim pengacaranya. Pengawasan ketat ini untuk memastikan agar dukungan perbaikan sebanyak 49.084 yang akan diverifikasi berjalan sesuai aturan yang sudah digariskan. (kmb38)

Simulasi Pengamanan Pilkada

Bali Post/kmb34

Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd.

sebagai negara demokrasi, pemilik kedaulatan adalah rakyat. Jadi, apa pun aktivitas dan tujuan dari berdemokrasi, mestinya hak dan keterwakilan rakyat jadi parameternya,” ujar Lasmawan, Senin (10/10).

Secara umum masyarakat memosisikan agent of change dengan pergantian kekuasaan orang-orang baru. Namun, pergantian kekuasaan terkadang melahirkan sistem otoritarian. Disadari atau tidak, orang-orang yang duduk dalam struktur tersebut lambat laun akan terkooptasi oleh strukturisasi feodalisme individual di dalam sistem masif. Di dalam konteks tertentu rakyatlah sebagai pemegang kedaulatan di alam demokrasi. “Mereka (pemimpin) harus mampu menjadi agen of transformation, kedirian menyelaraskan kata dan perbuatan dalam mengimplementasikan decision yang kita (masyarakat) harapkan,” ucap mantan Dekan Fakultas Ekonomi Undiksha ini. Ia menambahkan, semestinya momentum pilkada mela-

ujarnya. Sugeng mengatakan, mendekati Pilkada Buleleng, dibutuhkan latihan rutin terpadu. “Kami harap latihan dilakukan secara sungguhsungguh dan SDM polisi memiliki kemampuan andal dalam mengantisipasi konflik di masyarakat,” ucapnya. Kapolres Buleleng,AKBP I Made Sukawijaya, M.Si. menambahkan, peningkatan pengamanan mendekati Pilkada Buleleng 15 Februari 2017 mendatang, melalui latihan secara kontinu. Perpaduan pengamanan bertujuan menyamakan pendapat dan cara bertindak personel. Sebanyak 1.000 personel gabungan dilibatkan terdiri atas personel Polres Buleleng, Brimbob Polda Bali, Dalmas Polda Bali, TNI dan instansi terkait. “Simulasi ini diharapkan mampu memberikan kecekatan dan ketelitian personel kepolisian. Konflik memang mengalami penu-

runan, tapi di beberapa wilayah di Buleleng masih memiliki intensitas relatif cukup tinggi. Polres Buleleng sudah mempersiapkan matang kesiagaan personel. Kami latihan secara terpadu jelang Pilkada Buleleng,” tambahnya. Bakal paslon Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan, dalam simulasi pengamanan pilkada ini personel kepolisian sangat sigap dan cepat mengatasi kerusuhan. “Mudah-mudahan tidak ada yang seperti ini (rusuh pilkada -red), supaya tidak ada kejadian seperti simulasi yang kita lihat tadi. Maka itu harus dijaga kondusivitas di Buleleng bersama-sama,” paparnya. Simulasi itu dihadiri dua bakal paslon Bupati dan Wakil Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana - dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG. dan dari jalur perseorangan Dewa Nyoman Sukrawan – Gede Dharma Wijaya. (kmb34)

Bali Post/kmb34

PILKADA - Simulasi pengamanan Pilkada Buleleng 2017 dilakukan personel kepolisian di lapangan Bhuana Patra Singaraja, Selasa (11/10) kemarin.

Bandung ini menegaskan, bilamana benar preposisi tersebut terjadi maka itu pertanyaan selanjutnya mesti dikedepankan. Kapan dan bagaimana menjadikan hakhak dan kewenangan rakyat sebagai pemilik kedaulatan dapat terwujud di pilkada, tahun depan akan ditandai terpilihnya pemimpin daerah yang mampu dan dapat menjadi representasi kepentingan rakyat dalam berdemokrasi. “Ini akan diperkuat realitas budaya politik masyarakat kita yang masih terpolarisasi dalam struktur piramida budaya dan parokialisasi. Secara konotatif, budaya politik sebagai sikap orientasi terhadap sistem dan struktur politik yang sedang berlangsung, akan dilakoni masyarakat itu sendiri,” tegasnya. (kmb34)

Ranperda PSPD

Usulan Perampingan Kandas, Dewan Sepakat Bentuk 30 SKPD Singaraja (Bali Post) – Usulan perampingan susunan kelembagaan kandas di tengah jalan. Dalam pembahasan lanjutan antara gabungan komisi-komisi dengan eksekutif Selasa (11/10) kemarin, dewan sepakat melanjutkan membahas rancangan perda tentang Pedoman dan Susunan Perangkat Daerah (PSPD) dengan membentuk 30 satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Sebelumnya, beberapa anggota dewan mengusulkan susunan kelembagaan dirampingkan dengan alasan meringankan beban anggaran pada APBD. Rapat yang dipimpin Ketua Dewan Gede Supriatna tersebut berjalan alot. Pihak eksekutif dipimpin Asisten I Sekkab Buleleng Made Arya Sukerta bersama perwakilan dari Bagian Organisasi Sekkab dan SKPD terkait lain. Pada rapat itu, anggota Komisi I Putu Tirta Adnyana kembali membeberkan alasan mengusulkan susunan kelembagaan dirampingkan dari draf susunan kelembagaan yang diajukan eksekutif. Politisi Golkar ini mengungkapkan, dari studi banding dan koordinasi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ditemukan bahwa penilaian dan penentuan tipologi susu-

nan kelembagaan berdasarkan dokumen dan data yang diajukan oleh masing-masing SKPD bersangkutan. Dokumen yang diajukan ke Kemendagri itu dicurigai tidak akurat dan bahkan terkesan perkiraan. Dia mencontohkan, data rencana membentuk Dinas Ketahanan Pangan dicantumkan kondisi bawah 16 persen Kabupaten Buleleng memiliki potensi rawan pangan. Angka sebesar ini diakuinya meragukan karena tidak berdasarkan data real di lapangan. Data potensi rawan pangan sebesar itu diakuinya besar. Lantaran data diajukan besar, sehingga skor dan tipologinya menjadi besar dan lembaga baru ini seolah

Seribu Personel Bersenjata Lengkap Dikerahkan Singaraja (Bali Post) Simulasi pengamanan Pilkada Buleleng 2017 dilangsungkan Selasa (11/10) kemarin, di Lapangan Bhuana Patra Kota Singaraja. Sebanyak 1.000 orang personel kepolisian bersenjata lengkap dikerahkan. Kapolda Bali Irjen Pol. Sugeng Priyanto mengatakan, gangguan kamtibmas memicu konflik sosial beberapa tahun terakhir cenderung menurun. Namun, tidak dimungkiri beberapa wilayah di Tanah Air masih memiliki potensi konflik sosial cukup tinggi. Antisipasi konflik sosial dilakukan melalui penyelesaian di tingkat bawah. “Sispamkota dilakukan dalam mengantisipasi tindakan anarkis dan konflik sosial yang dapat menimbulkan kerusuhan di Pilkada Buleleng 2017. Polri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat diminta menjaga ketertiban disertai kesiapsiagaan personel,”

hirkan pemimpin berkompeten. Pemimpin memiliki semangat dan representasi kepentingan rakyat yang memilihnya. Tujuannya untuk melahirkan kebijakan dan program mewakili kepentingan rakyat, bukan semangat penegakan kebenaran demokrasi yang kamuflase, khususnya dalam untaian kata dan life service semata. “Jadi, pengalaman sejarah memberi pelajaran telah terjadi pengebiran kepentingan masyarakat suprastruktur politik bersifat oligarki dan dominasi mayoritas. Ini terjadi karena belum mapannya masyarakat menggunakan hak dan kewenangan demokrasi, tajamnya stagnasi kehidupan ekonomi masyarakat, konstelasi kekuasaan dan kaderisasi di kalangan parpol belum optimal,” tambahnya. Alumni S-2 dan S-3 di UPI

Bali Post/kmb38

PSPD - Rapat gabungan komisi-komisi dengan eksekutif membahas rancangan perda tentang PSPD di gedung dewan, Selasa (11/10) kemarin.

layak dibentuk. Selain itu, data yang diajukan SKPD lain kebanyakan terkesan meragukan. Salah satunya adalah tingkat kunjungan ke Perpustakaan dan Arsip Daerah. Jumlah pengunjung ini dicurigai kurang akurat dan asal mencantumkan saja, sehingga lagi-lagi menghasilkan skor dan tipologi lembaga yang besar pula. Demikian juga data perkembangan koperasi tidak dicantumkan berdasarkan situasi real di lapangan. “Kami hanya bisa menyampaikan dalam forum ini harusnya dikaji. Jangan sampai setelah dibentuk fungsi lembaganya justru tidak optimal,” katanya. Hal senada diungkapkan politisi Golkar lainnya Nyoman Gede Wandira Adi. Dia menyatakan tidak ngotot agar usulan perampingan susunan kelembagaan disetujui. Namun, dirinya meminta agar keputusan membentuk 30 lembaga ini sesuai amanat PP No. 18 tahun 2016 dan pemerintah daerah sendiri mempertanggungjawabkan ketika kelembagaan yang baru ini ditetapkan menjadi produk hukum daerah. Artinya, data pendukung yang diajukan sebagai penentu skor dan tipologi

lembaga yang dibentuk bukan saja sebagai data pendukung, namun lembaganya dapat berfungsi dalam menyelesaikan beban tugas yang direncanakan melalui pengusulan data ke Kemendagri. “Kalau perampingan tidak disetujui silakan saja dibentuk 30. Harapan kami data ini dipertanggungjawabkan jangan sampai setelah lembaga terbentuk muncul masalah anggaran tidak mencukupi atau alasan lain, sehingga program tidak berjalan optimal,” jelasnya. Sementara itu, Ketua Komisi I Putu Mangku Mertayasa, Ketua Komisi III Made Putri Nareni, Ketua Komisi IV Ketut Wirsana pada intinya setuju melanjutkan pembahasan rancangan Perda PSPD dan setuju dengan usulan membentuk 30 SKPD. Mereka menyertakan catatan agar susunan kelembagaan yang baru ini berfungsi dengan baik melaksanakan masing-masing bidang tugasnya. Ketua DPRD Gede Supriatna mengatakan, setelah pembahasan di tingkat pansus bersama gabungan komisi, dan eksekutif dewan akan melanjutkan pembahasan rancangan Perda PSPD ke tingkat paripurna. Rabu (12/10) pagi ini, akan digelar sidang paripurna pemandangan umum fraksifraksi dan berlanjut ke jawaban bupati atas pemandangan umum, pemandangan akhir fraksi, dan sidang paripurna pengesahan rancangan Perda PSPD. (kmb38)

Melanggar Sempadan Sungai

Bangunan di Sebelah Timur Pura Penegil Dharma Dibongkar Singaraja (Bali Post) – Sebuah bangunan di sebelah timur Pura Puseh Penegil Dharma, Desa Pakraman Kubutambahan dibongkar menggunakan alat berat, Selasa (11/10) kemarin. Bangunan ini dibersihkan karena melanggar sempadan sungai. Sungai ini merupakan lokasi patirtaan (sumber air suci - red) yang berada di areal pura. Pembongkaran sejatinya dilakukan Sabtu (8/10) lalu. Saat itu, pembongkaran dihentikan karena alat berat yang digunakan kesulitan menuju lokasi. Bahkan, alat berat yang dipinjam dari Dinas Pekerjaan Umum (PU)

ALAT BERAT - Alat berat digunakan untuk membongkar bangunan yang melanggar sempadan sungai di sebelah timur Pura Puseh Penegil Dharma, Desa Pakraman Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan Selasa (11/10), kemarin.

Buleleng terperosok karena tanah berlumpur. Pascapembongkaran pertama itu, Desa Pakraman Kubutambahan Selasa (11/10) kemarin, kembali melanjutkan pembongkaran bangunan tersebut. Kali ini pembongkaran berjalan lancar dan bangunan yang berdiri dekat aliran sungai itu berhasil dibersihkan. Selain dijaga aparat keamanan, pecalang juga berpartisipasi mengamankan proses pembongkaran. Pembongkaran ini dipimpin langsung Klian Desa Pakraman Kubutambahan, Jro Pasek Warkadea. Jro Pasek Warkadea me-

nyampaikan, bangunan milik perorangan itu ditemukan setelah pihak Desa Pakraman Kubutambahan menata kawasan petirtaan di sebelah timur Pura Puseh Penegil Dharma. Penataan ini dilakukan karena belakangan aliran sungai yang disucikan itu mulai terdampak dengan aktivitas pembangunan. Saat mulai menata itu, bangunan di lahan pribadi tersebut ditemukan berada di dekat aliran sungai. Temuan ini kemudian dibahas bersama Muspika Kubutambahan dan aparat terkait. Sebelum memutuskan membongkar, pihak Desa Pakraman juga

meminta Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Buleleng melakukan survei ke lokasi. Dalam survei itu ditemukan jarak bangunan dari sungai sekitar tiga meter. Mendapat fakta itu, keputusan pembongkaran dilakukan dan pemilik bangunan sempat disurati, namun tidak diindahkan. “Pembongkaran ini karena bangunan ini melangar sempadan sungai dan sebelumnya kita surati pemilik bangunan namun tidak ada respons. Karena kita menata patirtaan, sehingga bangunan yang melanggar ini kita bersihkan,” katanya. (kmb38)


JEMBRANA

12

Rabu Kliwon, 12 Oktober 2016

Pangdam dan Danrem Tinjau TMMD di Gumbrih

SOSOK Penanganan Abrasi Jangan Ditunda

Negara (Bali Post) Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kustanto Widiyatmoko didampingi Danrem 163/WSA Kolonel Inf. I Nyoman Cantiasa, Dandim 1617/ Jembrana Letkol Kav Hendra Ferdinandus selaku Dansatgas TMMD, dan sejumlah perwira lainnya, Selasa (11/10) kemarin, meninjau pelaksanaan kegiatan TMMD ke-97 tahun 2016 di Dusun Serong, Desa Gumbrih, Pekutatan. Pangdam dan Danrem beserta rombongan langsung meninjau pelaksanaan kegiatan sasaran fisik pokok TMMD, yakni pembangunan jembatan sepanjang 20 meter, lebar 3,5 tinggi 5 meter. Dalam kesempatan tersebut, Pandam menekankan agar kegiatan dilakukan dengan lebih serius dan senantiasa memperhatikan terutama yang berkaitan dengan masyarakat. Pangdam juga memberikan banyak masukan kepada pelaksana TMMD. Di antaranya pengerjaan akses jalan menuju jembatan dikaitkan dengan kondisi sungai. Misalnya, yang tepat berada pada posisi tikungan di pingiran sungai tersebut diperkuat dengan batu armor (bronjong). Pengerahan tenaga

ABRASI yang terjadi di Pantai Yehembang harus segera ditangani. Senderan yang ada saat ini dinilai sudah tidak memadai untuk menahan derasnya ombak. Dampak abrasi sudah merembet dan nyaris mengancam dua setra di Desa Yehembang dan Yehembang Kangin. Dikhawatirkan, bila tidak segera ditangani, maka akan berdampak pada senderan yang melindungi Pura Dangkhayangan Rambut Siwi. “Tidak ada jalan lain, harus segera mendapat penanganan. Jangan ditunda-tunda lagi,” terang Anggota Komisi C DPRD Jembrana, I Wayan Suardika. Dewan asal Yehembang Kauh ini menilai dampak dari abrasi sudah meluas, bahkan hingga merongrong areal dua setra. Belakangan abrasi juga membongkar kuburan massal yang berada di Pantai Yehembang. “Sudah ada pertanda secara sekala dan niskala. Dampak abrasi di Yehembang ini harus segera ditangani,” ujarnya. Ketua Fraksi Golkar DPRD Jembrana ini mengaku akan mengawal hal tersebut hingga senderan bisa diperbaiki untuk melindungi pesisir Yehembang. Dengan dampak yang semakin parah ini, Mantan Ketua KNPI Provinsi Bali ini menilai perlu penanganan darurat. Jika ditunggu hingga setahun, diyakini dampaknya akan semakin luas dan mengancam hingga permukiman serta tanah penduduk. (olo)

Izin Mati

Aktivitas Galian C di Banjar Sekar Kejula Ditutup Negara (Bali Post) Aktivitas galian C di dua banjar di Yehembang Kauh, Mendoyo kembali diprotes warga sempat. Selain adanya penolakan, juga salah satu lokasi galian C diketahui izinnya sudah habis. Aktivitas galian C di Banjar Sekar Kejula, Desa Yehembang Kauh milik Ketut Artawan pun ditutup. Penghentian aktivitas galian C ini merupakan kedua kalinya. Sebelumnya, sempat dihentikan karena juga penolakan warga. Namun, setelah dilakukan mediasi, lokasi galian C itu kembali dibuka. Dengan catatan, jalan yang rusak akan diperbaiki. Kemudian, truk yang mengangkut material ditutup dengan terpal. Akan tetapi, kesepakatan itu tidak dipenuhi oleh pemilik galian C. Geram dengan hal itu, warga pun mengadu ke Polsek Mendoyo. Jajaran Polsek Mendoyo yang dipimpin langsung Kapolsek Mendoyo Kompol A.A Sukasana melakukan pengecekan ke TKP. Setelah dicek, satu lokasi masa berlaku izinnya diketahui sudah habis. Polisi pun langsung menghentikan aktivitas di galian C tersebut. Penghentikan ini menyusul adanya penolakan dari warga melalui BPD Yehembang terhadap aktivitas galian C di dua banjar di Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Jembrana. Sebab, aktivitas galian C itu dinilai merusak jalan yang dilalui truk bermuatan berat.

“Aktivitas galian C di Banjar Sekar Kejule itu dihentikan karena izinnya telah habis per tanggal 6 Oktober lalu,” kata Kapolsek. Selain izinnya sudah mati, kata Sukasana, galian C tersebut dihentikan karena ada penolakan warga sekitar. Pemilik galian tidak kunjung menempati janjinya untuk memperbaiki jalan yang rusak. Dikatakan, pemilik galian dinilai hanya janji-janji saja dalam hal memperbaiki jalan tersebut. “Kenyataannya janji itu tidak ditepati,” jelasnya. Karena itu, warga meminta pihak provinsi agar tidak memberikan perpanjangan izin. Sementara, untuk galian C yang satunya dan berlokasi di Banjar Munduk Anggrek, Desa Yehembang Kauh, Kapolsek Mendoyo hanya memberikan arahan kepada pemilik galian agar mentaati kesepakatan yang pernah dibuat di desa. Selain itu, Kapolsek meminta kepada pemilik galian agar jangan melayani truk yang tidak memakai penutup terpal. Selain itu, pemilik galian juga diminta untuk segera memerbaiki jalan jika ada yang rusak. Pihaknya hanya memberi arahan karena izin galiannya masih berlaku hingga November 2016. “Kami juga meminta pemilik galian untuk selalu berkoordinasi dengan warga termasuk pihak BPD supaya tidak ada mis komunikasi,” saran Sukasana. (kmb)

Bali Post/kmb

CEK LOKASI - Sejumlah petugas kepolisian ketika melakukan pengecekan lokasi galian C di Yehembang Kauh Mendoyo. Salah satu lokasi dihentikan karena masa berlaku izinnya sudah habis.

juga diperhatikan dengan kebutuhan masyarakat sehingga waktunya tidak berbenturan. Hal yang terpenting menjadikan TMMD sebagai kegiatan yang dapat mendorong tumbuhnya inovasi dan kreativitas serta semangat masyarakat desa. “Pada hakikatnya pembangunan ini adalah untuk kepentingan masyarakat,” jelas Pangdam. Pangdam juga memotivasi kepada seluruh perangkat yang terlibat pada TMMD. Pangdam berharap kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik dan seluruh sasaran TMMD, baik fisik maupun non fisik dapat tercapai 100 persen. Setelah meninjau pembangunan jembatan, Pangdam beserta rombongan juga meninjau sasaran fisik tambahan dari TMMD, yakni bedah rumah dan jambanisasi yang diterima warga kurang mampu. Sebelumnya, Senin (10/10), Tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev) Penanggung Jawab Operasi (PJO) TMMD ke-97 yang dipimpin Ketua Tim Brigjen TNI I Wayan Munanta juga melakukan peninjauan TMMD ke-97 yang digelar oleh Satgas TMMD Kodim 1617/Jembrana. (kmb)

Belum Kantongi IMB

Pengerjaan Proyek Perumahan Wisesa Jimbarwana Dihentikan

Bali Post/olo

EVAKUASI – Sejumlah penumpang saat dievakuasi ke boat setelah KMP Munic III kandas di perairan Gilimanuk, Selasa (11/10) kemarin.

KMP Munic III Kandas di Perairan Gilimanuk Puluhan Penumpang Dievakuasi

Negara (Bali Post) Puluhan penumpang KMP Munic III terpaksa dievakuasi setelah kapal tersebut kandas di perairan Gilimanuk, Selasa (11/10) pagi. Kapal penumpang ini kandas ketika hendak bersandar di Dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kapal yang dinakhodai Eko Marta itu terdampar sekitar pukul 05.30 Wita. Sebelumnya, kapal berangkat dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk. Nah, saat hendak melakukan manuver menuju Pelabuhan Gilimanuk, kapal terdampar ke perairan dangkal. Diduga kapal tidak kuat melawan arus yang cukup deras hingga akhirnya tidak bisa bergerak. Kapal tertambar sekitar 30 meter dari lampu merah (lampu peringatan kapal). Dari informasi ASDP Gilimanuk, kapal penumpang yang bisa bersandar di dermaga LCM itu mengangkut 48 penumpang, dua sepeda motor, satu bus dan mobil pribadi serta enam unit mobil pick-up. Selain itu, kapal tersebut juga mengangkut 23 ABK. Lantaran kapal tidak bisa bergerak hingga berjam-jam, para penumpang dievakuasi menggunakan boat Polair Polres Jembrana dan TNI-AL Gilimanuk. Satu per satu penumpang diturunkan dari kapal ke boat dan dievakuasi ke pelabuhan Gilimanuk. Sekitar pukul 08.40 Wita seluruh penumpang berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke ruangan VIP ASDP Gilimanuk. KMP milik perusahaan pelayaran PT Munic Lines Jakarta itu sempat diupayakan ditarik menggunakan kapal lain,

namun tidak berhasil. Sebab, kapal kandas di perairan dangkal. Di perairan tersebut memang rawan terjadi kapal kandas. Sejumlah penumpang menunggu sampai KMP bisa kembali berlayar dan bersandar di Gilimanuk. Namun, sebagian juga memilih melanjutkan perjalanan. Menurut salah satu penumpang, saat kandas terdengar suara keras dari bagian bawah kapal yang diduga balingbaling. Manajer Usaha ASDP Pelabuhan Gilimanuk Sugeng Purwono membenarkan kapal Munic III yang kandas tersebut. Disinyalir kapal terlalu ke pinggir saat hendak manuver untuk bersandar. Menurutnya kendati ada satu kapal yang tak beroperasi karena kandas itu, tidak mengganggu pelayanan penyeberangan Selat Bali. Semua penumpang sudah diberikan pelayanan oleh perusahaan pelayaran. Sedangkan, untuk mengevakuasi kapal harus menunggu air pasang agar bisa berlayar kembali. Kasat Polair Polres Jembrana AKP I Nengah Gelgel mengatakan untuk

kepentingan keselamatan, maka para penumpang dievakuasi. Karena itu Polair mengerahkan boat untuk membantu evakuasi. Sekitar pukul 15.30 Wita, KMP Munic III sempat ditarik dengan kapal Tog Boat Mitra Anugerah dari Banyuwangi. Tetapi belum berhasil lantaran tali seling sempat terputus. Di tempat terpisah, Kepala Unit Pelaksana Pelabuhan (UPP) Ketapang Ispriyanto mengatakan lokasi kandasnya kapal berada di dekat pelabuhan Gilimanuk. Meski begitu, pihaknya tetap menerjunkan tim untuk ikut membantu proses evakuasi. Menurut Ispriyanto, cuaca di selat Bali mulai kurang bersahabat akhir-akhir ini. Selain hujan, angin kerap mendadak muncul. Dengan fenomena ini, pihaknya menginstruksikan seluruh operator kapal lebih berhati-hati selama pelayaran. Pihaknya juga terus memberikan data perkiraan cuaca setiap saat. Sehingga, para nahkoda kapal bisa mengikuti perkembangan cuaca di selat Bali sebelum berlayar. (kmb26/kmb30)

Negara (Bali Post) – Pengerjaan proyek perumahan di Desa Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara, Selasa (11/10) kemarin, dihentikan petugas Satpol PP Jembrana. Pasalnya, pihak pengelola perumahan diketahui belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Tak hanya itu, pihak pengembang atau pengelola juga belum mengajukan izin pemasangan reklame untuk pemasaran. Akan tetapi, dari pengecekan yang dilakukan, ada sejumlah baliho yang sudah terpasang. Dengan demikian, petugas Satpol PP pun menyita sejumlah alat bangunan guna memastikan tidak adanya aktivitas pengerjaan sebelum izinizinnya dipenuhi. Sebelumnya, pihak pengelola sudah diberikan teguran untuk melengkapi IMB terhadap sejumlah bangunan rumah berbagai tipe. Sampai dibangun beberapa unit, namun hingga saat ini belum mengantongi IMB. Bahkan, hingga batas waktu yang diberikan juga tak kunjung

dipenuhi. Selain IMB, Satpol PP juga meminta pihak pengembang perumahan Wisesa Jimbarwana melengkapi izin reklame yang sudah dipasang untuk pemasaran. Sebab dari pengecekan ada sejumlah baliho yang terpasang untuk pemasaran, belum ada pengajuan izin reklame. Kepala Kantor Satpol PP Jembrana I Gusti Ngurah Rai Budi saat dikonfirmasi membenarkan adanya penertiban tersebut. Pihak pengembang sebenarnya sudah membuat surat pernyataan untuk melengkapi IMB. Tetapi, hingga saat ini upaya itu belum dilakukan. Sementara sejumlah unit rumah sudah mulai dibangun. Belum dipenuhinya IMB ini dinilai melanggar Perda nomor 3 tahun 2004 tentang bangunan. “Kami amankan sekop untuk memastikan pengerjaan tidak berlanjut sampai izin dipenuhi,” tegasnya. Pihak Satpol PP terpaksa menyita sejumlah alat pembangunan lantaran teguran sebelumnya tidak dihiraukan. (kmb26)

Bali Post/olo

HENTIKAN - Sejumlah anggota Satpol PP saat menghentikan pengerjaan proyek perumahan Wisesa Jimbarwana di Tegalbadeng Barat lantaran belum mengantongi IMB.


Rabu Kliwon, 12 Oktober 2016

Disdikpora Siapkan Empat Sekolah Ikut UN ’’Online’’ Amlapura (Bali Post) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem, terus mempersiapkan diri secara intensif terkait menghadapi Ujian Nasional (UN) secara online tahun depan. Empat sekolah sedang dipersiapkan untuk bisa mengikuti program tersebut. Kepala Disdikpora Karangasem Drs. I Gede Ariyasa, M.Si. mengatakan pihaknya optimis, dalam rentang waktu delapan bulan ke depan, bisa mempersiapkan empat sekolah ini dengan matang. Empat sekolah tersebut yakni SMAN 1 Amlapura, SMKN 1 Amlapura, SMPN 2 Amlapura, dan SMPN 2 Selat. Dua SMA/SMK dan dua SMP tersebut saat ini sedang dalam tahap verifikasi untuk memastikan kesiapan dan apa apa yang merupakan kekurangan fasilitas yang harus segera dilengkapi. “Sekolah lainnya yakni SMAN 2 Amlapura, SMK TI Bali Global, dan SMKN 1 Abang juga sedang diverifikasi. Namun, sekolah itu belum tentu ikut. Nanti kita lihat perkembangannya. Kalau memungkinkan bisa lebih dari empat,” kata Ariyasa, Senin (10/10) lalu. Sekolah tersebut harus sudah disiapkan jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan UN online. Sebab, fasilitas yang tersedia tidak main-main. Kendala yang paling besar adalah mutlak keberadaan komputer di setiap sekolah jumlahnya relatif banyak yakni minimal 30 persen dari total jumlah peserta UN pada tiap sekolah tersebut. Ini tentu jumlah yang tak sedikit menelan anggaran. Belum lagi perlengkapan lain, seperti headphone, perlengkapan komputer, server, dan paling vital adalah koneksi internet. Juga harus dipikirkan listrik mati. Mengantisipasi listrik mati, juga sudah harus disediakan genset. “Kalau pelaksanaannya tak terlalu sulit, karena dulu guru-gurunya kalau UKG (Uji Kompetensi Guru) juga sistemnya online. Guru jadi lebih mudah menjelaskan kepada siswa,” katanya. Respons sekolah, kata dia, cukup antusias. Pihak sekolah bahkan meminta agar sarana prasarananya bisa segera dilengkapi. Untuk kelengkapan sarananya, Disdikpora memikirkan pengadaannya yang sudah diatur APBN dan juga APBD kabupaten. Tetapi, Ariyasa mengaku tak ingat besaran anggaran yang kelak akan dihabiskan untuk UN online itu. “Kalau sekolah rujukan, sarana prasarana langsung dibantu APBN. Yang belum ter-cover ini akan dianggarkan di APBD kabupaten,” katanya. Sebelumnya pada UN online 2016, Disdikpora Karangasem pernah mempersiapkan SMKN 1 Abang untuk mengikuti UN online. Tetapi, setelah diverifikasi, salah satu sekolah terpadat di Karangasem ini, masih terkendala sarana prasarana. (kmb31)

Dua Penjual Togel Disidang

Amlapura (Bali Post) – Dua penjual toto gelap (togel), Senin (10/10) lalu, disidangkan di Pengadilan Negeri Amlapura. Salah seorang terdakwa, Putu Sadia (45), dijatuhi pidana penjara tiga bulan. Atas putusan majelis hakim yang diketuai Dzulkarnain, S.H. itu, Sadia asal Banjar Umanyar Desa Buana Giri, Karangasem itu menyatakan menerima vonis hukuman itu. Terdakwa Sadia mengaku terpaksa ikut menjual togel, karena tak memiliki pekerjaan lainnya. Dari hasil jualan togel itu, dia berupaya menambah belanja dapur istrinya. Terdakwa lainnya, I Nengah Sumerta alias Kubeng (38). Pria asal Desa Bugbug, Karangasem itu sudah sekitar tiga tahun berjualan togel di areal rumah milik saksi Wayan Sukedana alias Nana (50) di Banjar Puseh, Bugbug. Namun, saksi Nana yang dihadirkan JPU Made Santiawan, membantah dia ikut menerima hasil dari jualan togel terdakwa Kubeng itu. ‘’Saya hanya memberi pinjaman tempat. Saya tak mau menerima bagian, karena takut nanti terjadi masalah dengan polisi,’’ ujar Nana. Kubeng, kata Nana, berjualan togel memanfaatkan bekas warung milik istri saksi. Saat istri saksi sudah meninggal dunia, warung itu tak terpakai dan dipinjam terdakwa. ‘’Terdakwa saya tahu sudah sekitar tiga tahun jualan togel,’’ ujar saksi Nana. Guna menguatkan pembuktiannya itu, JPU selain menghadirkan sejumlah saksi, juga menggeber barang bukti di antaranya uang tunai Rp 107 ribu. Uang itu diduga sebagai hasil transaksi jualan togel, selain itu lembaran syair Putra Bali, kertas patio, dan alat tulis. Atas keterangan saksi Nana, terdakwa Kubeng membenarkan apa yang disampaikan Nana. (013)

Warga Ban Tewas Gantung Diri di Pohon Mete Amlapura (Bali Post) Seorang kakek I Ketut Sedang (55) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Senin (10/10) lalu. Diduga, Kakek yang masih membujang ini, nekat melakukan itu gara-gara frustrasi, setelah bertahun-tahun menderita penyakit epilepsi. Dia ditemukan tewas tergantung di pohon mete di kebun miliknya, Banjar Dinas Manikaji Desa Ban Kecamatan Kubu, menggunakan selendang. Aksi ulah pati ini pertama kali diketahui salah seorang warga setempat, I Ketut Sri (50). Saat itu sekitar pukul 18.30 wita, petani ini hendak pergi ke rumah tetangganya yang berjarak sekitar 50 meter dari rumahnya. Namun ketika melintas di kebun korban, Sri dibuat terkejut melihat sesosok tubuh menggelayut di bawah pohon mete setinggi sekitar tiga meter. ‘’Awalnya saya ragu, tapi setelah didekati dan dipastikan, ternyata beneran mayat. Saya langsung berteriak minta tolong,’’ katanya saat memberi kesaksian kepada petugas Polsek Kubu yang turun ke lokasi kejadian. Mendengar Sri berteriak, warga sekitar sempat panik. Mereka kemudian bergegas menuju lokasi kejadian. Selanjutnya disaksikan klian banjar dinas setempat, mayat korban diturunkan lalu dibawa ke rumah duka. Setelah itu barulah pihak keluarga melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Kubu. Karena lokasi kejadian berada di daerah terpencil, petugas kepolisian bersama dokter dari Puskesmas Kubu baru tiba di rumah duka sekitar pukul 20.30 wita. Usai mengecek kondisi mayat, sekitar pukul 21.00 wita petugas Polsek Kubu melakukan olah TKP. Kapolsek Kubu AKP Gede Sukadana, Selasa (11/10) kemarin, mengatakan hasil penyelidikan menunjukkan tak ada jejak mencurigakan pada tubuh korban. Hasil olah TKP juga tidak ditemukan adanya indikasi keterlibatan orang lain, dalam kematian korban. “Korban meninggal murni karena gantung diri,” katanya seraya menyebut korban hidup sebatang kara dan punya riwayat sakit epilepsi. (kmb31)

KARANGASEM

13

Petani Lembah Batu Gede Meradang

20 Hektar Salak Digasak Monyet Menjadi petani salak rupanya tidak gampang. Tidak seperti bayangan orang, salak tinggal metik saja kemudian dijual dapat duit. Nasib kurang beruntung itu harus dialami petani salak yang tinggal di Banjar Batu Gede Desa Duda Timur, Karangasem. Para petani di sini meradang dengan ulah ganas monyet, yang memakan hasil-hasil kebun warga. Tindakan apa idealnya harus dilakukan sebagai solusi efektif, menyikapi situasi yang tidak terelakkan di Banjar Batu Gede itu? IBARATNYA petani di Banjar Batu Gede Desa Duda Timur itu, sudah jatuh tertimpa tangga. Bukan saja kebun salak dan tanaman lainnya sering rusak akibat digasak kawanan monyet. Di lereng perbukitan Banjar Batu Gede itu sangat rawan longsor. Di lembah itu, ada sembilan KK bermukin di sana. Belum lama ini, mengantisipasi longsor, warga di sana sempat mengungsi ke rumah keluarga terdekat agar aman dari bencana longsor. Yang sudah menjadi korban, Pura Pasucian Ida Batara Batursari amblas diterjang tebing longsor. Kenapa sembilan KK yang bermukin di sana rawan bencana longsor? Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, mengatakan lokasi permukiman warga itu berada di perbukitan yang tanahnya sangat labil. Saat hujan lebat pekan lalu, sekitar dua kilometer tebing perbukitan sudah longsor atau tergerus. ‘’Memang dari bukit itu pemandangan ke selatan sangat

indah. Hamparan lembah indah berhutan lebat, terus ke selatan tampak sawah serta pantai dan laut Kecamatan Manggis dengan Depo Pertamina Manggis,’’ papar Arimbawa. Perbekel Desa Duda Timur I Gede Pawana mengatakan, selain rawan longsor, tanaman penduduk di Batu Gede kerap dirusak kawanan monyet. Populasi monyet yang menghuni di hutan itu diperkirakan ratusan. Monyet-monyet itu tinggal di jurang, lembah perbukitan Batu Gede. ‘’Musim kemarau di hutan itu tak ada makanan. Nah .. kawanan monyet itu mulai menyerang kebun– kebun warga,’’ kata Pawana. Di Batu Gede ini luas kebun salaknya sekitar 20 hektar. Petani tidak bisa panen maksimal. Soalnya, buah salak meski baru ke luar dari kelopaknya, sudah digasak monyet. Demikian juga, buah pisang, serta buahbuahan apa saja tak luput dari serangan monyet itu. Bahkan, bunga kelapa, buah kelapa yang masih muda juga disikat. ‘’Pohon durian yang buahnya masih kecil-kecil

Bali post/dok

KEBUN SALAK - Sekitar 20 hektar kebun salak tumbuh di Batu Gede. Sayangnya, tanaman salak tak berproduksi maksimal karena dimakan kera. dahannya digoyang, sehingga bakal buah atau buah durian yang masih kecil-kecil itu rusak dan berjatuhan,’’ papar Pawana. Sejumlah petani di Batu Gede yang ditemui di Balai Banjar Abian Canang saat mengantar anaknya yang lumpuh saraf menerima bantuan belum lama ini mengatakan, tak hanya buah kelapa muda yang disikat, buah kelapa tua, ketika kawanan monyet itu lapar juga diambil monyet. Sabut kelapa dikupas dan saat sabutnya sudah tipis, buah kelapa itu lalu dibanting moyet itu.

‘’Begitu pecah, air kelapa itu diminum dan isinya dimakan. Perilaku kawanan monyet rusuh itu pintar seperti manusia,’’ keluh seorang petani. Selain sudah menjadi hama dan rusuh, kawanan monyet itu juga pintar bersembunyi. Pawana mengatakan, pihaknya pernah menerjunkan 10 pria guna menembak kawanan monyet yang sudah merugikan sebagai hama itu. Namun saat itu dari 10 penembak jitu, hanya dapat tiga ekor monyet. Begitu mengetahui ada orang membawa senapan, kawanan monyet itu lari bersembunyi di hutan

lebat di lembah yang sangat sulit dijangkau pemburu. ‘’Pemburu monyet itu malah ketakutan. Saat terpisah dengan temannya kawanan monyet banyak yang datang berusaha melakukan serangan balik. Untung pemburu kami tak ada yang celaka,’’ ujar Pawana. Mengatasi serangan kawanan monyet itu, kata Pawana, pihaknya bersama petani di Batu Gede berupaya menempuh upaya niskala atau cara lainnya, sehingga para petani di sini mendapatkan hasil maksimal dari kebunnya. (bud)

Pajak Kendaraan Bermotor

Aturan Baru Perlu Dikaji Ulang Amlapura (Bali Post) -

Penerapan aturan baru soal proses pembayaran pajak, khususnya kendaraan bermotor, akhirnya juga membuat pusing kepolisian. Aturan baru yang memperketat proses pembayaran pajak, membuat wajib pajak mengeluh. Situasi ini menjadi kontradiktif, di mana masyarakat sudah sadar bayar pajak, tetapi di sisi lain, penerapan aturan baru ini membuat wajib pajak merasa dipersulit. Kapolres Karangasem AKBP Sugeng Sudarso, Selasa (11/10) kemarin, mengatakan penerapan aturan baru ini, memang dalam tahap uji coba. Persyaratan mengurus pajak sekarang semakin diperketat. Kalau dokumennya tak lengkap, misalnya, kurang KTP pemilik kendaraan yang lama saja, maka dokumen wajib pajak yang diajukan bisa langsung ditolak. Bahkan, pembayaran pajak saat ini tak boleh lagi mewakilkan, melainkan harus dilakukan oleh wajib pajak itu sendiri.

Aturan baru itu belakangan membuat wajib pajak enggan mengurus pajak kendaraannya ke UPT Dinas Pendapatan Provinsi Bali di Karangasem. Terkait persoalan ini, jajaran kepolisian yang terlibat proses di sana, seperti Satuan Lalu Lintas dan Unit Reg Iden, sedang mengikuti rapat khusus membahas masalah ini dengan pihak terkait lainnya. Dari kepolisian, pihaknya menyarankan agar penerapan aturan baru ini sebaiknya dievaluasi atau dikaji ulang Dinas Pendapatan Provinsi

Bali. Jika wajib pajak terus merasa dipersulit bayar pajak, maka ini dikhawatirkan berimbas pada pendapatan sektor pajak kendaraan pribadi yang terus menurun. Pada era pelayanan publik seperti sekarang, menurutnya pajak sebagai sektor paling potensial digarap, seharusnya bisa mempermudah wajib pajak. Apalagi, di tengah kesibukan masyarakat masingmasing dengan pekerjaannya. Pihaknya mendorong agar secepatnya bisa diterapkan ide pembayaran pajak secara online. Ini akan membuat proses

pembayaran pajak menjadi lebih mudah, transparan, dan bebas dari jasa calo. Suasana di Kantor UPT Dinas Pendapatan Provinsi Bali di Karangasem atau Kantor Samsat Karangasem, dalam sepekan terakhir memang jadi gaduh. Apalagi mulai 3 Oktober sepeda motor mulai kena pajak progresif. “Sekarang aturannya makin tak masuk akal. Masa tak boleh mewakilkan. Kalau orangnya sakit, pemiliknya sudah tua, bagaimana. Tadi saya lihat ada yang ngurus pajak sambil gendong bayi. Jadi makin ribet,” kata salah satu wajib pajak, Jero Kartika. Kepala UPT Dinas Pendapatan Provinsi Bali, Kantor Samsat Karangasem, I Wayan Cekeg, sebelumnya mengakui adanya penerapan sistem baru dalam membayar

pajak. Sistem baru ini terkesan cukup ketat, terutama dalam urusan administrasi. Tapi dia membantah, kalau mengurus pajak harus wajib pajak yang bersangkutan. Merujuk Perpres nomor 5 tahun 2015 tentang Penyelenggaran Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap Kendaraan Bermotor. Untuk penerapan bayar pajak secara online, saat ini sedang digodok. Nanti akan ada ATM Samsat, sehingga identitas wajib pajak ke depan harus jelas. Caranya database wajib pajak harus diperbaiki terlebih dahulu. “Dengan ATM Samsat, nanti bisa bayar pajak kendaraan dari mana saja. Tinggal setor struk bukti transfer ke kantor kami. Sistem ini sebentar lagi akan launching,” katanya. (kmb31)

Istri Muda Di-SMS Anak Tiri

Ayah Tampar Dewi hingga Patah Giginya Amlapura (Bali Post) – Tega nian kelakuan seorang ayah kandung I Putu Sudiarta alias Tato (34) kepada anak gadisnya Luh Oka Dewi. Garagara istri ketiganya di-SMS oleh anak kandung dari istri pertamanya, kontan membuat Sudiarta naik pitam. Anak kandungnya, Luh Oka Dewi (13)m bukan saja dipukul dengan ikat pinggang di punggungnya, juga ditampar. Tamparan tangan kanan terdakwa yang memakai cincin itu menyebabkan gigi atas putri kandungnya patah dan juga luka akibat gusinya pecah. Akibat ulah sadis pria yang menikahi tiga perempuan itu,

JPU Made Santiawan, S.H. mengancam terdakwa hukuman lima tahun lebih. JPU mendasarkan dakwaannya dengan UU Perlindungan Anak. Hal itu disampaikan pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Amlapura, Senin (10/10) lalu. Tato tidak membantah dakwaan JPU tersebut. Pria yang tinggal dengan istri mudanya di Jl. Gunung Karang, Denpasar itu menyatakan maju sendirian pada sidang, tanpa didampingi penasihat hukum. Korban Luh Dewi yang baru SMP kelas VII di Manggis, tak lain anak kandung terdakwa dari istri pertamanya. Terdakwa dengan istri pertamanya

sudah bercerai. Selama ini, korban diasuh kakek dan bibinya di Tengading, Desa Antiga. Tato yang sudah beralih agama itu mengaku sempat minta mengasuh korban. Namun keluarganya di Tengading tak mengizinkan, dengan alasan terdakwa saat itu tak memiliki pekerjaan tetap. Apalagi, terdakwa sudah menikah lagi. Tinggal bersama ibu tiri, menyebabkan keluarga korban di Karangasem waswas dengan kenyamanan korban yang masih kecil. Agustus lalu, korban dituding terdakwa telah mengirim layanan pesan singkat (SMS) kepada ibu tirinya. Kata-kata

dalam SMS korban dinilai kasar kepada ibu tirinya. Terdakwa pulang dari berbelanja di warung kemudian menemukan korban dibonceng temannya, Jumat (5/8) sore. Terdakwa melepas ikat pinggang yang dipakainya, lalu memukul punggung korban. Akibatnya, Dewi menderita memar di punggungnya. Tak berhenti sampai di sana, korban diturunkan terdakwa secara paksa dari boncengan sepeda motor temannya. Korban didudukkan dalam kondisi sudah ketakutan. Korban ditanyai terdakwa dengan emosional. ‘’Kenapa mengirim SMS bernada kasar kepada dia (ibu

tiri korban –red),,’’ ujar ayah Dewi sengit. Dalam ketakutan, korban tak bisa menjawab ayahnya. Saat itu, kata Jaksa Santiawan, muka korban ditampar. Karena tangan korban menggunakan cincin, hal itulah diduga menyebabkan mulut korban berdarah. Giginya bukan saja goyang bahkan patah. Keluarga korban terutama bibi korban tak terima keponakannya dianiayai. Keluarga korban lantas melaporkan ayah Dewi ke polisi bahwa telah terjadi penganiayaan ayah kepada anaknya. Tato didakwa melanggar pasal 80 (2) UU tentang Perlindungan Anak. (013)


TABANAN

14

Rabu Kliwon, 12 Oktober 2016

SOSOK Hobi Berbuah Prestasi MENJADI tunanetra sejak usia 16 tahun tidak membuat I Gusti Ayu Ketut Suarti (34) patah semangat melanjutkan kehidupan. Meski sempat putus asa karena tidak bisa melihat layaknya manusia normal lainnya, ia akhirnya memutuskan mengenyam pendidikan di Panti Bina Netra Mahatmiya, Kediri, Tabanan. Di sinilah perempuan asal Abiantuwung, Kediri ini mulai gemar olahraga atletik nomor tolak peluru dan lempar lembing. Apalagi kerap ada kejuaraan antarpenyandang disabilitas, baik di tingkat provinsi maupun nasional yang dikenal sebagai ajang Paralympic. Kegigihan dan ketekunannya membuahkan hasil. Ibu rumah tangga dengan dua orang putri ini sering meraih prestasi. Terakhir pada Paralympic 2012 di Riau, ia meraih medali emas di nomor tolak peluru. Keberhasilan mengharumkan nama Bali di tingkat nasional membuat perempuan yang kesehariannya berprofesi sebagai tukang pijat ini bisa membangun tempat tinggal dari bonus yang dikumpulkannya. Meski demikian, ia mengalami kesulitan mempersiapkan diri menghadapi Paralympic 2016 di Bandung, Jawa Barat, bulan ini karena terbentur transportasi ke tempat latihan. Suarti terkadang harus memakai jasa ojek pulang pergi dengan membayar Rp 30 ribu demi target merebut medali emas di Bandung. ‘’Tetapi saya hobi. Latihan sebagai ajang berkumpul dengan teman-teman lama di Mahatmiya. Lebih banyak sukanya dibandingkan dukanya,” tuturnya. (bit)

Produk BUMDes Diusahakan Masuk Pasar Modern

Tabanan (Bali Post) Untuk kesekian kalinya Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMD) Tabanan menggelar pelatihan kelompok pendukung BUM Desa (BUMDes). Kali ini disasar kelompok yang bergerak di bidang olahan jus manggis, permen papaya, teh beras dan kripik, di Rumah Pintar Desa Wanasari. Kegiatan pelatihan tahun anggaran 2016 ini digelar selama dua hari mulai Selasa (11/10) kemarin hingga Rabu (12/10), dibuka Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha dan Ekonomi Masyarakat (PUEM) BPMD Tabanan I Ketut Sujana. Ini adalah pelatihan kelima setelah pelatihan kopi di Jember, VCO dan minyak klentik di Desa Gadung Sari, Seltim, abon babi dan abon ikan di Desa Tista, serta jajan upakara dan pie susu di Rumah Pintar Wanasari. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif kepada kelompok pendukung BUMDes untuk bisa menghasilkan produk sesuai bisnis utamanya. Selain itu, sesuai dengan standar mutu di pasaran umum dengan sasaran akhir mewujudkan visi menuju Tabanan sejahtera, aman dan berprestasi (Serasi). “Peserta dari kelompok pendukung di empat kecamatan, yaitu Marga, Selemadeg Timur, Baturiti dan Penebel,” ujar Sujana. Pelatihan yang diikuti oleh 35 orang peserta ini untuk bisa memenuhi standar mutu di pasaran. Bidang PUEM BPMPD Tabanan menggandeng Universitas Dhyana Pura selaku yang berkompeten di bidang makanan. Pelatihan juga membahas tentang pengemasan produk bekerja sama dengan Dinas Kesehatan agar bisa mendapatkan izin kesehatan. “Terkait mutu dan kesehatan, kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan yang berkaitan dengan izin PIRT (Produk Industri Rumah Tangga). Inilah persyaratan agar bisa masuk ke pasar modern. Jika izin tersebut tidak ada, dikhawatirkan produk BUMDes tidak bisa masuk ke pasar modern,’’ jelas Sujana. (kmb28)

Bali Post/kmb28

BAWA JENAZAH - Petugas membawa jenazah menyusuri bibir saluran irigasi untuk dinaikkan ke ambulans dan langsung menuju Setra Katolik di Banjar Piling Tengah.

Hilang Tujuh Hari

Mayat Pandu Ditemukan di Saluran Irigasi Tabanan (Bali Post) Warga Banjar Penebel Kelod, Kecamatan Penebel, Tabanan, Selasa (11/10) kemarin digegerkan oleh temuan sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki yang mulai membusuk di saluran irigasi Subak Benana, banjar setempat. Setelah dievakuasi oleh petugas kepolisian, mayat tersebut akhirnya diketahui bernama I Made Subadi alias De Pandu asal Banjar Kedampal Mengesta, Penebel. Pihak keluarga mengenali identitas korban dari gigi, baju kaos dan luka di kaki kanannya. Sebelum ditemukan tewas membusuk, De Pandu dinyatakan hilang sejak tujuh hari lalu. Pencari kelapa ini tidak ada kabarnya mulai Selasa (4/10). Kapolsek Penebel AKP I Wayan Dastra seizin Kapolres Tabanan menjelaskan, penemuan mayat tersebut dilaporkan sekitar pukul 08.00 Wita.

Tabanan (Bali Post) – Batas integritas jaminan kesehatan daerah ke Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) adalah akhir 2016. Hal ini juga berlalu bagi JKBM (Jaminan Kesehatan Bali Mandara). Mengingat waktu tinggal dua bulan lagi maka diperlukan persiapan matang terutama dari sisi masyarakat yang ditanggung dan besaran biaya preminya. Dari hasil kesepakatan pembayaran premi disetujui lewat sistem sharing antara kabupaten dan provinsi. Sementara yang ditanggung bukanlah semua warga Bali seperti JKBM dulu, tetapi hanya 40 persen yang masuk kategori miskin dan tidak mampu. Agar masyarakat tidak terkejut karena pelayanan JKBM akan dijadikan satu ke JKN pada awal Januari 2017 dan tidak semua warga ditanggung, Dinas Kesehatan Tabanan melakukan sosialiasi JKBM ke JKN, Selasa (11/10) kemarin, diikuti seluruh perbekel dan instansi terkait. Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika berharap para perbekel mensosialiasikan dan mendata warganya yang masuk dalam kategori tidak mampu. ‘’Jika pada perkembangannya ada warga tidak mampu meninggal atau dianggap sudah mampu, bisa diganti dengan warga lain yang lebih berhak,’’ tuturnya. Dikatakannya, Pemkab Tabanan akan menanggung premi sekitar 56.240 orang dengan besaran premi untuk kelas III Rp 23.000 per orang. Angka 56.240 adalah warga yang masuk dalam 40 persen warga miskin dan tidak mampu yang belum memiliki jaminan kesehatan. (kmb24)

saksi kemudian melaporkannya kepada Kepala Dusun Pitra, I Wayan Suarnaya, dan pihak kepolisian. “Begitu mendapat laporan, sejumlah anggota langsung ke lokasi penemuan mayat dan selanjutnya menghubungi bagian inafis Polres Tabanan, BPBD serta petugas Puskesmas Penebel 1 dan Danramil Penebel. Semuanya menuju TKP,’’ ucap Dastra.

Jenazah lalu dinaikkan ke jalan timur Jembatan Yeh Ho untuk diangkut ambulans menuju Setra Katolik di Banjar Piling Tengah. “Karena salah pati maka jenazah tidak boleh dibawa ke rumah, melainkan langsung dikubur,’’ kata Armadi. Menurut Kadus Kedampal, Wayan Maryadi, warga sebelumnya melakukan pencarian, namun tidak berhasil menemukan korban. Warga kemudian mengira Armadilah yang mengajak pamannya ke Denpasar. “Saya baru tahu Sabtu (8/10) saat pulang dan ditanya tentang keberadaan Pak De. Barulah kami menyadari bahwa paman telah hilang,” jelas Armadi. (kmb28)

Penarikan Undian Simpedes BRI Semester I/2016

HADIAH UTAMA - Penyerahan secara simbolis hadiah utama dari Undian Simpedes BRI periode I/2016, Selasa (11/10) kemarin.

SEBAGAI bentuk apresiasi dan penghargaan BRI kepada nasabahnya dalam hal ini nasabah Simpedes, BRI Cabang Tabanan menggelar penarikan undian Tabungan Simpedes Periode I/2016 di Balai Banjar Tegal Baleran, Desa Dauh Peken, Tabanan, Selasa (11/10) kemarin. Pemimpin Cabang BRI Kantor Cabang Tabanan Farida Budi Wijayanti memaparkan, pengundian Simpedes periode I/2016 mengikutsertakan 21.839.382 kupon untuk periode 1 Maret sampai 31 Agustus 2016 dengan kelipatan Rp 100.000 berhadiah total Rp 466.475.000. Dikatakannya, dana pihak ketiga yang dihimpun BRI Unit seKanca BRI Tabanan dari Maret hingga Agustus 2016 menunjukkan perkembangan. Pada Maret Rp 609.061.000.000 dengan jumlah penyimpan 85.184 orang dan Agustus meningkat mejadi Rp 617.640.000.000 dengan jumlah penyimpan 92.405 orang. Jadi, delta pertumbuhan simpanan dari rentang waktu tersebut Rp 8.579.000.000, se-

dangkan penyimpan 7.221. Untuk memudahkan nasabah dalam menabung uangnya, BRI Tabanan memiliki 17 Unit BRI, satu KCP, sembilan teras, satu teras kelil ding dan satu Kanca Tabanan yang keseluruhannya terhubung secara online. Setelah melalui proses pengundian, Ketut Miasa dari Unit Pupuan memenangkan hadiah utama mobil Rush GM/T Toyota. Hadiah dua unit sepeda motor D-Tracker 150 H Kawasaki diraih I Putu Agus Susana dari Unit Pupuan dan Ni Waya Menderi dari Unit Kediri. Hadiah motor Supra 125 CW Honda direbut I Putu Sarma Sedana dari Unit Marga dan Ida Ayu Putu Artini dari Unit Denbantas Tabanan. Hadiah motor Scoopy ESP Honda disabet Munis Tamaroh dari Unit Yeh Gangga Tabanan dan Ngurah Gede Dharmayo. Hadiah motor New Vario ESP CBS Honda dimenangkan Ni Komang Ayu dari Unit Kerambitan Tabanan dan I Ketut Suwetra. Hadiah motor Beat F1 Sporty

CW Honda dibawa pulang Sulaiman Arief dari Unit Denbantas Tabanan, Ni Wayan Parwati dari Unit Yeh Gangga Tabanan, I Wayan Sudiarta dan I Ketut Buda Arta dari Unit Kediri. Hadiah televisi LED 42 LF 550 LG diraih Komang Sucitiawati dari Unit Tanah Lot, Dewi Udayani dari Unit Yeh Gangga, I Nengah Ariana dari Unit Pupuan, Ni Made Karnyani dari Unit Rejasa dan Ni Wayan Switri dari Unit Pupuan. Hadiah lemari es Sharp didapat I Wayan Giri dari Unit Perean, I Gusti Gede Made dari Unit Penebel, I Putu Eka Susila dari Unit Kediri dan Siti Rubiah dari Unit Bajera. Hadiah home theater diterima I Ketut Suwimba dari Unit Penebel, I Wayan Soklat dari Unit Marga, Ni Luh Putu Sri dari Unit Perean Tabanan, Anak Agus Mas Widia dari Unit Surabrata dan I Ketut Suartha dari Unit Perean. Sementara hadiah mesin cuci Sharp diperoleh I Gusti Made Sukadi dari Unit Kerambitan, I Ketut Nantra dari Unit Kerambitan dan Opan Sopandi dari Unit Kediri. (ad405)

Warung Global

Aparat Harus Tegakkan Hukum

JKBM ke JKN

56 Ribu Penduduk Ditanggung Preminya

Saat itu saksi I Made Suamba Astawa (44) dan I Wayan Wiryajana (50), Pakaseh Subak Benana asal Banjar Jegu Pande, Desa Jegu, Penebel, tengah mengontrol saluran air subak. Setibanya di sebuah bendungan yang masuk Penebel Kelod, kedua saksi terkejut melihat mayat yang hanya tinggal tulang-belulang. Berhubung lokasi penemuan mayat lebih dekat dengan Banjar Pitra, kedua

Awalnya petugas tidak mengenali identitas korban karena tubuhnya tinggal tulang-belulang. Beruntung kerabat yang juga keponakan korban yang tengah melakukan pencarian, I Nengah Armadi (45), datang ke lokasi. Armadi yang tinggal di Denpasar mengenali mayat tersebut yang tidak lain adalah pamannya. Ini dikuatkan dari gigi, baju kaos merah dan luka di kaki kanan bekas gigitan anjing. Oleh karena di Pitera dan Penebel Kelod ada upacara, mayat yang dimasukkan ke kantong jenazah tersebut digotong menyusuri bibir saluran irigasi oleh Armadi dan kerabatnya sejauh lebih kurang dua kilometer.

GUNG Derah di Denpasar dan Ugi di Tabanan mengharapkan semua lembaga/institusi dicek apakah terlibat dalam penyalahgunaan narkoba atau tidak. Sebab, tidak henti-hentinya kasus narkoba melibatkan aparat penegak hukum dan pejabat yang seharusnya menjadi pengayom masyarakat. Mereka mengatakan ini mengomentari topik ‘’Lagi, Oknum Aparat Terlibat Narkoba’’ dalam acara Warung Global di Radio Global FM Bali yang dipancarluaskan Singaraja FM, Swara Negara FM, SWiB Amlapura FM dan Genta Bali FM, Selasa (11/10) kemarin. Menurut Sridham di Mengwi, tindakan oknum aparat itu mencoreng korps Polri dan TNI. Ia mengaku sangat malu memiliki aparat yang seharusnya men-

egakkan hukum tetapi malah melanggar hukum. Werdha di Gianyar memprediksi kejahatan narkoba akan terus terjadi. Ibaratnya

menonton cerita lama, namun dengan pemain yang berbedabeda. Kejahatan narkoba merupakan kejahatan luar biasa, jadi penanganannya juga harus luar biasa. Pengedar, pemakai dan bandar narkoba harus dihukum sangat berat. Semasih banyak permintaan dari konsumen, selamanya bisnis haram ini akan berjalan. Jadi, penggunannya harus dipenjarakan juga, jangan justru direhabilitasi. Bisnis narkoba, lanjut Ketut Dawi di Badung, sudah tidak mengenal siapa pun karena untungnya yang besar. Jadi, meskipun tahu melanggar hukum, oknum aparat tetap meng-

gelutinya. Pemerintah harus berupaya agar permintaan terhadap narkoba dapat dikurangi. Ditambahkan oleh Sugik di Mambal, karena semua dibutakan oleh uang, hukum pun dilanggar. Demi uang tidak peduli dikenakan sanksi, padahal aparat harusnya tidak bermain-main dengan narkoba. Jika aparat yang paham hukum melakukan pelanggaran, Kak Kenceng di Jimbaran minta hukumannya harus lebih berat. Mesti dua kali lipat daripada hukuman masyarakat biasa. Korps yang sudah tercermar sepertinya sulit diperbaiki. Oleh karena itu, Becik di Tu-

ban sepakat adanya tindakan supertegas dan berani dalam penindakannya. Jika hanya dihukum penjara, terlalu enak bagi pelaku. Hukuman mati mestinya diberikan bagi aparat yang terlibat narkoba. Kade Bukit di Jimbaran memberikan masukan bagi aparat yang ingin berbisnis, yaitu lepas dulu jabatan. Sementara menurut Armayani di Taiwan, aparat terlibat narkoba sudah bukan hal yang aneh lagi di negeri ini. Semua ini, tambah Homa di Tabanan, adalah tanggung jawab BNN. Selama tidak mempunyai senjata ampuh, narkoba akan sulit diberantas. (sikha)


15

Rabu Kliwon, 12 Oktober 2016

Benteke Lewati Rekor Gualtieri dan Sukur

Hasil Pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Eropa Grup A Belarus Belanda Swedia

1. Prancis 1. Swedia 3. Belanda 4. Bulgaria 5. Belarus 6. Luksemburg Grup B Andora Kep. Faroe Latvia 1. Swiss 2. Portugal 3. Hungaria 4. Kep. Faroe 5. Latvia 6. Andora Grup H Bosnia Estonia Gibraltar 1. Belgia 2. Yunani 3. Bosnia 4. Estonia 5. Siprus 6. Gibraltar

vs Luksemburg 1-1 vs Prancis 0-1 vs Bulgaria 3-0 3 3 3 3 3 3

2 2 1 1 0 0

1 1 1 0 2 1

0 0 1 2 1 2

vs Swiss vs Portugal vs Hungaria 3 3 3 3 3 3

3 2 1 1 1 0

0 0 1 1 0 0

0 1 1 1 2 3

5-1 7 5-1 7 5-3 4 5-10 3 2-5 2 4-6 1 1-2 0-6 0-2 7-3 9 12-2 6 4-3 4 2-6 4 1-4 3 1-9 0

vs Siprus 2-0 vs Yunani 0-2 vs Belgia 0-6 3 3 3 3 3 3

3 3 2 1 0 0

0 0 0 0 0 0

0 0 1 2 3 3

13-0 9 8-1 9 7-4 6 4-7 3 0-7 0 1-14 0

Zona Asia Grup B Australia 1. Australia 2. Jepang 3. Arab Saudi 4. UEA 5. Irak 6. Thailand

vs Jepang 1-1 4 4 3 3 3 3

2 2 2 2 0 0

2 1 1 0 0 0

0 1 0 1 3 3

6-3 6-4 5-3 5-3 2-6 1-6

8 7 7 6 0 0

Maulwi Saelan Dimakamkan dengan Upacara Militer Jakarta (Bali Post) Jenazah legenda sepak bola Indonesia Maulwi Saelan dimakamkan dengan upacara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (11/10) kemarin. Jenazah pengawal pribadi Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno itu tiba di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada pukul 12.37 WIB bersama keluarga, kerabat, perwakilan Sekolah Al Azhar Kemang, Jakarta Selatan, dan sejumlah perwira Puspom TNI Angkatan Darat. Upacara militer untuk jenazah purnawiran berpangkat Kolonel Cpm. itu dipimpin Inspektur Upacara Kolonel Cpm. Sudharma. Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Tono Suratman turut menghadiri dan memberikan taburan bunga pada makam almarhum Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) periode 1964-1967 itu. Maulwi meninggal di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) pada usia 90 tahun. Sebelum meninggal di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Maulwi sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Pondok Indah kurang lebih tiga pekan dan kondisi sempat membaik. Namun, kondisi fisik Maulwi kembali menurun dan dibawa ke ICU Rumah Sakit Pertamina. Pria kelahiran Makassar, 8 Agustus 1926 itu mengharumkan nama Indonesia lewat cabang olahraga sepak bola dalam kejuaraan internasional. Maulwi bermain luar biasa saat mengawal gawang Timnas Merah-Putih dalam Olimpiade Melbourne 1956. Saat itu, Maulwi Saelan sukses menahan gempuran pemain Uni Soviet sehingga timnas mampu menahan imbang 0-0. Padahal, Uni Soviet saat itu merupakan salah satu tim terkuat di dunia. Prestasi tersebut bisa dikatakan fenomenal dan belum mampu diimbangi oleh timnas saat ini. (ant)

Gelandang timnas Prancis Paul Pogba.

Bali Post/ap

Pogba Perkokoh Posisi Prancis

Faro Gol Christian Benteke yang diceploskan ke gawang Gibraltar, tujuh detik setelah pertandingan dimulai, tercatat sebagai yang tercepat dalam sejarah Piala Dunia. Benteke yang mengoleksi tiga gol pada pertandingan di Faro, Selasa (11/10) kemarin, membawa Belgia meraih kemenangan telak 6-0 pada kualifikasi Grup H Piala Dunia 2018. Penyerang berusia 25 tahun itu mencuri bola dari penguasaan pemain Gibraltar usai wasit meniup tanda pertandingan dimulai. Ia menggiring bola, memasuki kotak penalti dan menaklukkan kiper Deren Ibrahim dengan tembakan menyilang. Gol cepat penyerang Crystal Palace itu mematahkan rekor sebelumnya yakni milik Davide Gualtieri yang diciptakan pada kualifikasi Piala Dunia antara San Marino vs Inggris pada November 1993. Pemain San Marino hanya memerlukan waktu 8,3 detik untuk membobol gawang Ingris. Sementara di putaran final Piala Dunia, rekor gol tercepat ini dibukukan Hakan Sukur. Pemain timnas Turki itu menjebol gawang Korea Selatan dalam waktu 10,8 detik pada Piala Dunia 2002. Uniknya pada laga di Faro itu, Benteke menjadi penyerang utama menyusul cedera yang menimpa Romelo Lukaku. Sebelumnya Lukaku juga pernah mencetak gol cepat saat membela timnas. Selain gol pada detik ke-7, Benteke menambah koleksinya dengan dua gol lagi menit ke-43 dan 55. Gol sisanya dihasilkan Axel Witsel (19), Dries Mertens (51) dan Eden Hazard (79). Tambahan tiga poin tandang ini, membawa pasukan Roberto Martinez bertengger di puncak klasemen dengan poin sempurna 9 gol. Poin serupa juga dihasilkan Yunani yang berada di peringkat kedua, usai membekuk tuan rumah Estonia 2-0 melalui gol Vassilis Torosidis dan Kostas Stafylidis. Di laga lainnya Bosnia yang berada di peringkat ke-3 menang 2-0 atas tamunya Siprus. Kedua gol Bosnia dihasilkan Edin Dzeko. (kmb39/rtr)

Amsterdam -

Gol jarak jauh Paul Pogba cukup untuk memberi kemenangan Prancis atas tuan rumah Belanda pada pertandingan penyisihan Grup A Piala Dunia 2018 zona Eropa, Selasa (11/10) kemarin. Kemenangan di Amsterdam Arena itu menguatkan Les Bleus di puncak klasemen dan difavoritkan lolos langsung ke putaran final di Rusia. Tim asuhan Didier Deschamps mengoleksi 7 poin dari tiga pertandingan, sama seperti raihan peringkat kedua Swedia yang mengalahkan Bulgaria 3-0. Belanda mendarat di peringkat ke-3 dengan empat poin. Meski masih tersisa 7 pertandingan lagi, namun kemenangan tandang itu mengindikasikan pasukan Deschamps mampu melewati hadangan pesaing terkuatnya Belanda. Gol Pogba tercipta pada menit ke-30. Pemain termahal di dunia itu melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang mengarah ke pojok gawang. Kiper Belanda Maarten Stekelenburg gagal menghentikan laju bola meski telah tepat arah menjatuhkan diri. Belanda seharusnya mendapat hadiah penalti saat tembakan bek Laurent Koscielny menahan bola tembakan penyerang Vincent Janssen dengan tangannya saat menjatuhkan diri. Namun permintaan pemain tuan rumah diabaikan wasit Damir Skomina. Belanda pun memiliki peluang lain untuk menyamakan skor. Tetapi kiper Prancis Hugo Lloris sukses menggagal-

kan upaya Memphis Depay. Belanda yang gagal tampil di putaran final Piala Eropa lalu, memerlukan banyak perubahan untuk bisa tampil di Rusia. Tujuh pertandingan tersisa menjadi peluang bagi tim Oranye untuk memperbaiki peluangnya. ‘’Kami bermain lebih baik di babak kedua. Seharusnya kami mendapatkan sedikitnya satu poin dari laga ini karena kami mempunyai banyak peluang jelang akhir pertandingan,’’ ungkap pelatih Belanda Danny Blind. Swedia menjaga persaingan grup A dengan kemenangan atas Bulgaria melalui gol Ola Toivonen menit ke39, Oscar Hiljemark (45) dan Victor Lindeloef (58). Hanya jura grup yang meraih tiket langsung ke putaran final, sementara delapan runner-up terbaik akan memperebutkan 4 tiket tersisa menuju Rusia. Menang Besar Portugal mengulangi lagi penampilan terbaiknya dengan mencukur Kep. Faroe 6-0. Pekan lalu Cristiano Ronaldo dkk. juga menang dengan setengah

lusin gol atas Andora pada pertandingan Grup B. Kali ini Ronaldo hanya menghasilkan 1 gol saja pada pertandingan di Torsvollur, Torshavn itu. Rekan setimnya Andre Silva memborong tiga gol yang masing-masing dicetak pada menit ke12, 22 dan 37. Portugal menampilkan permainan ofensif hingga masih mampu mencetak dua gol lagi di injury time babak kedua lewat Joao Moutinho dan Joao Cancelo. Kemenangan ini membawa tim asuhan Fernando Santos mengumpulkan 6 poin. Namun tambahan tiga angka tandang itu, belum mampu mengatrol juara Piala Eropa 2016 ke puncak klasemen yang ditempati Swiss dengan koleksi 9 poin. Swiss pada saat bersamaan mencuri kemenangan 1-2 atas tuan rumah Andora. Swiss diuntungkan dengan gol babak pertama yang dicetak Fabian Schaer dan Admir Mehmedi. Tuan rumah baru mampu membalas melalui Alex Martinez jelang akhir pertandingan. (kmb39/afp)

Penalti Jedinak Selamatkan Socceroos

Bali Post/afp

SUNDUL BOLA - Pemain Jepang Takuma Asano (tengah) menendang bola yang disundul Matthew Spiranovic (kiri) dari Australia pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Asia di Melbourne, Selasa (11/10) kemarin.

Melbourne Australia diselamatkan oleh penalti Mile Jedinak saat ditahan imbang Jepang 1-1 pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Asia Grup B di Melbourne, Selasa (11/10) kemarin.Blue Samurai mengejutkan pendukung tuan rumah lewat gol GenkiHaraguchi saat pertandingan baru berjalan lima menit. Namun Socceroos masih dinaungi keberuntungan Jedinak sukses mengeksekusi penalti dan menyamakan skor. Dengan hasil ini Australia tak pernah dikalahkan Jepang dalam tujuh tahun terakhir. Tim tuan rumah kini memimpin klasemen sementara dengan 8 poin dan tak terkalahkan dalam 4 pertandingan kualifikasi. Jepang menguntit di posisi kedua dengan selisih 1 poin. ‘’Sepertinya akan ada pemenang pada laga ini, sayangnya, kami gagal mengemas gol

kedua,’’ ungkap Jedinak. Jepang mengejutkan publik yang memadati Stadion Docklands. Bermula dari kegagalan bek Trent Sainsbury menguasai bola, gelandang Keisuke Honda meneruskan si kulit bundar ke arah Haraguchi dan diarahkan ke gawang Matt Ryan. Socceroos gagal memperlihatkan permainan terbaiknya menghadapi Jepang yang bermain defensif dan mengandalkan serangan balik melalui bintangnya Honda, gelandang AC Milan. Serangan tuan rumah baru membuahkan hasil dimenit ke-52. Haraguchi menjatuhkan Tomi Juric di kotak penalti dan wasit kemudian menunjuk titik putih. Jedinak tak melakukan kesalahan saat mengeksekusi tendangan penalti itu. Jepang nyaris menambah gol bila Ryan tak mampu mengantisipasi sundulan kepala

Yu Kobayashi dan tembakan Takuma Asano dari kemungkinan pemain pengganti itu mencetak gol. Pada pertandingan ini, gelandang Australia Tim Cahill masuk sebagai pemain pengganti di pertengahan babak kedua. Di penampilannya yang ke-94 di timnas ini, dia gagal mencetak gol. Australia secara keseluruhan telah 24 kali menghadapi Jepang di laga internasional dnegan hasil 7 menang, 8 kalah dan 9 kali seri. Australia melanjutkan kualifikasi turnamen ini dengan menghadapi Thailanda di Bangkok dan Jepang menjamu Arab Saudi bulan depan. Di laga lain, Irak mencukur Thailand 4-0. Abdulraheem memborong empat gol Irak yang bertindak sebagai tuan rumah.Di Grup A Uzbekistan menggulung Tiongkok 2-0 melalui gol Bikmaev dan Shukurov. (kmb39/ap/afp)

Penyerang timnas Belgia Christian Benteke.

Bali Post/rtr

Santiago Bernabeu Dipasangi Atap Madrid Real Madrid akan memasang atap pada Stadion Santiago Bernabeu setelah program modernisasi markas klub itu akhirnya mendapat persetujuan dari dewan kota Madrid. Presiden klub Real Florentino Perez, Selasa (11/10) kemarin, mengumumkan proyek modernisasi itu akan menelan biaya 447 juta dolar AS. Proses pembangunan atap itu akan dimulai tahun depan, sementara perbaikan pada bagian depan stadion diperkirakan selesai pada 2020. ‘’Kita akan melihat perubahan secara dramartis Stadion Santiago Bernabeu,’’ jelas Perez. ‘’Stadion ini akan menjadi salah satu ikon kota dan kami akan berusaha menjadikannya menjadi salah satu stadion terbaik di dunia dan simbol kekuatan ibu kota kita.’’ Real telah berulang kali mengajukan program peremajaan stadion itu namun berulang kali pula program tersebut ditolak dewan kota serta pengadilan. Menurut Perez, program modernisasi dan transformasi tersebut akan mengubah stadion menjadi bangunan avant-garde yang ikonik. Stadion Bernabeu nanti juga akan menjadi penguat sektor ekonomi dan pariwisata yang akan berkontribusi pada penguatan citra kota Madrid. Stadion Bernabeu dibangun pada 1947 dan mampu menampung 80 ribu penonton. Stadion ini akan berubah namanya tergantung dari sponsor pendukungnya seperti nama stadion-stadion lain di dunia. Proses pembangunan kembali stadion ini akan melibatkan investor dari Abu Dhabi yakni International Petroleum Investment Company. Rival Real Madrid, Barcelona, telah lebih dahulu melakukan program pembangunan kembali stadionnya. Camp Nou rencananya akan ditingkatkan kemampuan daya tampungnya dari 99.354 penonton menjadi 105.000 orang. Stadion klub Katalan itu juga akan menggunakan atap dan proses pembangunannya memakan waktu lima tahun. (kmb39/ap)

Bali Post/rtr

BERNABEU - Wali Kota Madrid Manuela Carmena (kanan) dan Presiden klub Real Madrid Florentino Perez memperlihatkan foto modernisasi Stadion Santiago Bernabeu.


OLAHRAGA

16

Rabu Kliwon, 12 Oktober 2016

Kemenpora Berencana Batalkan PON Remaja 2017 Jakarta (Bali Post) -

Bali Post/ant

TUNGGAL PUTRI - Pebulu tangkis tunggal putri Jabar Hanna Ramadini mengembalikan kok ke lawannya dari Jateng Dinar Diyah Ayustine pada semifinal tunggal putri PON XIX Jawa Barat. PB PBSI diminta menerapkan program percepatan atlet untuk mengejar kemajuan yang dicapai atlet negara lain.

PBSI Perlu Program Percepatan Atlet Jakarta (Bali Post) Mantan pelatih bulu tangkis nasional serta pengamat berharap Pengurus Pusat PBSI bisa menerapkan program percepatan bagi para pemain muda Indonesia menyusul pesatnya kemajuan pemain muda asing. Mantan pelatih nasional Mulyo Handoyo mengungkapkan di Jakarta, Selasa (11/10) kemarin, saat ini kualitas antara pemain senior dengan pemain muda di Indonesia cukup timpang, dan tak heran di turnamen besar dunia pada tingkat super series, kejuaraan dunia, atau bahkan olimpiade, masih muka-muka lama yang diandalkan untuk mempertahankan tradisi emas Indonesia. ‘’Kita harus punya program akselerasi. Jangan sampai kita malah makin ketinggalan. Kita lihat Carolina Marin dan Victor Axelsen saja sudah bisa mendapatkan medali olimpiade di usia awal 20-an. Sementara kita di kejuaraan kelompok umur internasional, belum banyak yang muncul,’’ kata pelatih yang mengantarkan Taufik Hidayat meraih emas Olimpiade 2004 Athena, Yunani itu. Mulyo yang pernah juga melatih di Singapura menambahkan, turnamen dengan kategori kelompok umur saat ini memang menjamur di Indonesia. Sayangnya, belum banyak yang bisa diorbitkan oleh PP PBSI. Ke depan, PBSI yang akan menggelar musyawarah nasional akhir Oktober nanti diharapkan lebih mengakomodasi para talenta muda. Salah satu cara yang bisa digunakan ialah dengan membentuk tim nasional yunior kelompok umur yang juga sudah dilakukan oleh negara lain. Selain itu, sentra latihan di daerah, selain juga di klub, perlu dihidupkan kembali. ‘’Infrastrukturnya sudah ada, sehingga pembinaan bisa dilakukan secara merata, tidak hanya terpusat di Jawa,’’ katanya. Sementara itu, pengamat olahraga Anhar Nasution mengatakan, potensi atlet bulu tangkis muda di seluruh provinsi di Indonesia belum terlalu dilirik oleh PP PBSI, dan ia berharap momentum munas bisa menghasilkan pemimpin yang lebih memperhatikan lagi potensi daerah, sehingga regenerasi atlet bulu tangkis Indonesia terus berjalan. (ant)

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berencana membatalkan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja 2017 di Jawa Tengah karena keberadaannya hampir sama dengan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas). ‘’Banyak hal yang menjadi pertimbangan. Selain efisiensi anggaran kami juga harus bisa memilih salah satu antara PON Remaja dan Popnas. Sesuai arahan Pak Menteri akhirnya kami memilih meniadakan PON Remaja,’’ kata Kepala Komunikasi Publik Kemenpora Gatot S Dewa Broto di Jakarta, Selasa (11/10) kemarin. Menurut Gatot, untuk memilih antara Popnas dengan PON Remaja ini pihaknya memang melakukan kajian sehingga diketahui keunggulan dan kelemahannya. Hanya, hingga saat ini pihaknya belum memberikan keputusan resmi terkait pembatasan PON Remaja yang rencananya digelar Juni 2017.

Dipilihnya Popnas, katanya, karena kejuaraan ini mempertandingkan cabang olahraga yang banyak dipertandingkan pada kejuaraankejuaraan internasional. Sedangkan untuk PON Remaja cabang olahraganya dinilai tidak terlalu signifikan untuk jenjang berikutnya. ‘’Memang semuanya ada

plus minusnya. Tapi harus segera punya sikap terkait hal ini,’’ kata pria yang juga Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora itu. Demi menindaklanjuti keputusan yang bakal diambil, katanya, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan KONI Pusat maupun Gubernur Jawa Tengah Gan-

jar Pranowo. Hal ini dilakukan agar KONI Pusat segera menginformasikan masalah ini ke KONI provinsi. Begitu juga Gubernur Ganjar Pranowo. ‘’Kami juga akan mengirimkan surat ke Gubernur Jawa Tengah supaya persiapan yang dilakukan tidak terlalu jauh. Mumpung masih segini,’’ kata mantan Deputi Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora itu. Meski berencana membatalkan pelaksanaan PON Remaja, pihak Kemenpora juga mengakui jika bukan perkara mudah karena ada prosedur yang harus dilalui. Untuk teknisnya pembatasan

ini harus melalui rapat anggota tahunan (RAT) KONI Pusat. ‘’Memang lewat RAT pembahasannya, itu mereka yang gelar. Yang jelas, kami harus pilih Popnas dibanding PON Remaja karena kami yang memfasilitasi nanti,’’ kata Gatot menegaskan. PON Remaja yang sebelumnya menjadi jenjang atlet mempertandingkan 23 cabang olahraga dan batasan usia atlet yang bisa turun di kejuaraan ini adalah 17 tahun. Sedangkan Popnas yang dijadwalkan digelar di Jawa Tengah, September 2017 mempertandingkan 20 cabang olahraga. (ant)

MUNDUR -- Bomber Nyoman Rafik Armawan (tengah) menyatakan mundur dari tim Perseden. Selanjutnya, manajemen mendatangkan penyerang PON Jateng Andika, mempertajam lini depan sebelum melakoni Liga Nusantara (Linus) regional, meladeni tim juara Linus dari provinsi lain.

Perseden Datangkan Penyerang PON Jateng Denpasar (Bali Post) Perseden Denpasar yang juara Liga Nusantara (Linus) Bali diam-diam telah membidik bomber PON Jateng Andika, yang dijadwalkan tiba di Denpasar pekan depan. Asisten Pelatih Perseden AAK Bramastra, di Denpasar, Selasa (11/10) kemarin menjelaskan, pihaknya telah memantau penampilan Andika selama Made Marsel Tirta

Bali Post/dok

Mental Bertanding Pebiliar PON ’’Down’’ Denpasar (Bali Post) Mental bertanding pebiliar Bali down saat Pekan Olaharaga Nasional (PON) XIX/2016 di Graha Manggala Siliwangi, Bandung. Akibatnya, pebiliar Bali gagal membawa pulang emas, dan hanya kebagian 4 perunggu. Keempat perunggu dipersembahkan Oei Kiem Han di snooker tunggal, doubel bola-8 melalui Johanes Tinton/ Made Marsel Tirta, bola-10 tunggal lewat Desak Raka Kasih Ariati, serta doubel bola-10 yang diperoleh Made Marsel Tirta/Irwan Limardi. Kabid Binpres Pengprov POBSI Bali Putu Pasek Swastawa, di Denpasar, Selasa (11/10) kemarin menjelaskan, Marsel Tirta di nomor bola-10 tunggal meladeni pebiliar nasional Ricky Yang. Marsel sempat unggul 1-0, kemudian 1-1, 2-2, sampai imbang 3-3. ‘’Garagara mentalnya down, poin Marsel berhenti, sedangkan Ricky Yang mengunci dengan kemenangan 9-3,’’ terang Pasek Swastawa. Penampilan Desak Raka di bola-10 tunggal sempat mengalahkan atlet nasional Ifat (DKI), kemudian menaklukkan atlet yang dipanggil pelatnas, tetapi menolak sebab bermukim di Prancis Nur Sukmawati (Jateng). ‘’Namun, sayangnya Desak Raka dikalahkan Amanda (Jabar),’’ tutur Pasek Swastawa. Diakuinya, dari skill dan teknik, pebiliar Bali cukup mumpuni, namun perlu menambah jam terbang. Karena itu, dia menyarankan agar pebiliar Bali gencar mengikuti berbagai turnamen berskala nasional, utamanya atlet muda seperti Marsel, Irwan Limardi, Johanes Tinton, dan Edward Sandjaya Ikhwan. Pasek menambahkan, faktor kegagalan pebiliar Bali meraih emas, juga disebabkan bibir lubang meja yang terlalu sempit. ‘’Untuk standar nasional ukurannya 11-13 cm. Anak-anak bisa berlatih pada meja ukuran 12 cm, tetapi di PON bibir lubang hanya 11,5 cm,’’ kilahnya. (022)

pelaksanaan PON. ‘’Secara kebetulan Andika juga berminat mengenakan kostim Tim Laskar Catur Muka,’’ ujar pelatih yang anggota polisi ini. Oleh sebab itu, kehadiran Andika ke Denpasar, tidak perlu lagi seleksi, dan langsung dinyatakan lolos. ‘’Kami sudah mengamati permainan Andika di ajang PON, dan kami langsung menawari, Andika langsung me-

nyanggupinya,’’ tuturnya. Diakuinya, Andika sendiri sebenarnya juga diincar klub lain, tetapi yang bersangkutan memilih gabung dengan Perseden. Selain Andika mau bergabung, striker lokal lainnya Kadek Sentana Adi Putra juga ikut seleksi di Perseden. Hanya, Gung Bram belum berani memutuskan apakah Sentana lolos seleksi.

Yang jelas, katanya, pascaditinggal trio skuadnya yakni Mega Adi Gunawan, Nyoman Rafik Armawan, serta kiper Karindra, pihaknya telah merekrut Warih Sentanu dan Vital Ximenez. ‘’Sampai saat ini, baru 20 pemain yang ikut berlatih,’’ ucapnya. Sebelum Perseden melakoni pertandingan regional bersama tim juara provinsi lain, pihaknya

memerlukan total 24 skuad. Untuk itu, jika Andika resmi bergabung, perlu tambahan tiga pemain lagi yang menempati posisi striker 1 orang, gelandang (1), dan kiper (1). Para pemain Perseden dijadwalkan berlatih di Lapangan Kompyang Sujana, Rabu (12/10) sore ini. ‘’Materi latihan sekarang conditioning dan kecepatan (speed),’’ jelasnya. (022)

Duta Sakti dan BMB Petik Kemenangan PBSI Bali Pantau Tiga Pebulutangkis untuk PON Remaja

Tabanan (Bali Post) Kesebelasan Duta Sakti berhasil menundukkan lawannya Putra Buana dengan skor 3-1 dalam Liga Perst Divisi Utama, Grup A, di Lapangan Bajera, Tabanan, Selasa (11/10) kemarin. Ketiga gol kemenangan Duta Sakti yang mengoyak gawang Adi Yasa Putra, hasil bidikan Kariawan di menit

ke-28, Dika Purnamantara (35), serta Sindhu Bagus di menit ke-56. Putra Buana mampu mempertipis kekalahan lewat gocekan Surya Mahayana yang mengarah ke gawang, namun gagal diselamatkan kiper Duta Sakti Ryan Darma. Sampai wasit Gusti Ketut Kalem meniup peluit panjang, skor akhir Duta Sakti unggul

3-1. Hasil lainnya, di Grup B, Bintang Muda Bajera (BMB) menang tipis atas lawannya Tabanan United dengan skor 1-0 di Lapangan Debes, kemarin. Gol semata wayang kemenangan BMB dilesakkan Putu Pelut Heryanto di menti ke-85, yang membobol gawang Tabanan United yang dikawal Doni Sasmita. (022)

Bali Post/ist

LIGA PERST - Laga antara Bintang Muda Bajera (BMB) melawan Tabanan United dalam lanjutan Liga Perst Divisi Utama, di Lapangan Debes, Selasa (11/10) kemarin.

Denpasar (Bali Post) PBSI Bali tengah memantau tiga pebulutangkis yang bakal diproyeksikan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja II di Semarang, Jawa Tengah, Juli 2017 mendatang. Tiga pebulutangkis itu yakni Koming dari (Buleleng), serta Wulan dan Dinda dari (Badung). ‘’Tiga pebulutangkis tadi memang dipantau Pengprov PBSI Bali. Tapi masih melihat usia pebulutangkis bersangkutan apakah umurnya masih 14-16 tahun sesuai dengan batasan umur di PON Remaja,’’ ungkap Waketum II PBSI Bali Wayan Winurjaya, Selasa (11/10) kemarin. Winurjaya menjelaskan, sampai saat ini Pengprov PBSI Bali memang masih menunggu julkak-juknis apakah ada Pra-PON atau

tidak. ‘’Juklak-juknis belum kami terima. Kami masih menunggu itu,’’ kata Winurjaya. Pria asal Kintamani, Bangli ini mengakui jika dua pebulutangkis andalan Bali Made Deya Surya Saraswati dan Ni Made Pranita Sulistya Devi alias Ade tidak bisa lagi tampil di PON Remaja Jateng, lantaran umurnya sudah melewati batas. ‘’Untuk Ade dan Deya umurnya sudah lewat, keduanya sudah masuk kategori Taruna,’’ jelasnya. Terkait kepastian siapa yang bakal dikirim nanti, pihaknya belum bisa memastikannya. Pasalnya, pihaknya masih harus menunggu hasil Kejurprov pada 14 Oktober mendatang. ‘’ Kejurprov nanti sebagai salah satu indikator,’’ pungkasa Winurjaya. (kmb41)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Rabu Kliwon, 12 Oktober 2016

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) � Jakarta � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) � Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) � Surabaya : (031) 5633456 � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA � Email: pembacabalipost@gmail.com � Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 � Discount Up to: 10% Pembayaran dgn Kartu Kredit BNI Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � Tarif iklan Mini/Baris

Karyawati Tour & !!!Dicari PRT Wanita Usia Max Travel,Telp:0361487121/487391 30Th Gaji 2Jt Hub.082144158519 A.BP.001.10.16.0000788

!!Dicari Sopir untuk Kerja dgn Komisi,Siap Kerja dlm Shift,Total Penghasilan /Bln 3,5Jt-5Jt Minat Hub:Tlp. 082144481161/08113999019 atau ke Jl.Danau Poso No.35 Sanur

B.BP.141.10.16.0000392

!!Dicari Staff IT/EDP Pengalaman Lulusan S1 Informatika Rajin, Disiplin, Bisa Kerja Team Minat Hub.Tlp.0821444811 61/08113999019 Email:info.hrd@ putribintanggroup.com atau ke Jl.Danau Poso No.35 Sanur

B.BP.141.10.16.0000391

!!Nail Beauty Berkelas International Cari SebanyakBanyaknya Tenaga Therapist, Kasir,Manager,Lamaran di Kirim ke:info.hrd@putribintanggroup. com/Datang Lgsg ke Jl.Danau Poso No.35 Sanur Tlp.082144481 161/08113999019/087861142041

B.BP.141.10.16.0000393

!!!All Jobs Available.Send CV mail@concordservices-bali.com Call 769073 Mon-Fri 9am-5pm

B.BP.004.10.16.0000262

A.BP.001.10.16.0000748

**Urgently Required** Drafperson Position Who will be responsible for preparation of detailed Autocad based Architectural drawing.must have: degree in Architectural Technician familiar Autocad, Sketchup,Photoshop.Please send us your cv by email to: sumbawirawan1411@gmail.com

!Dcr Sopir Hub: Celebrity Bakery HP:085100985124

B.BP.154.10.16.0000396

!Dcr Sopir Hub:081236776923 atau 0361-422543

B.BP.154.10.16.0000398

*Info Kerja Keluar Negri pasti Berangkat Resmi utk semua Umur H:081337903069,085953774417

Dcr Segera Sales,Bag.Gdg,Tng Srbtn,Sopir.Lam Lgsng CV.Agung Mandiri Jl.Nakula 99 Legian Dpn Psr Umasari Kuta Utara Bth staff Admin & Ngelebel bs Computer Jl.Pantai Brawa Utara ph.082237466110

A.BP.001.10.16.0000623

Bth 10 Org SPG/B Ivent Regular B.BP.804.10.16.0000034 B.BP.141.10.16.0000394 A.BP.001.10.16.0000680 Dcr PRT L/P Gaji 1,5Jt bs Lbh Max.30th 2Jt Min.SMU,Menarik Dcr Sgr Terapist/FrontOffice-F !Dcr Sgr Therapist Spa Partime dpt BekerjaSegera,082341631321 & Staff 085792736425 Krobokan Mkn+Tdr Dlm/Luar, 085101854722 Hub:PT.QRG Jimbaran 8480379/82 A.BP.001.10.16.0000752

B.BP.154.10.16.0000397

B.BP.154.10.16.0000399

A.BP.001.10.16.0000767

B.BP.154.10.16.0000402 Cari! 5Asisten Partime 100-300 BPR Hari Depan mbtuhkn Mrkting rb/Hr Serius WA.081331068778 Funding&Lending(AO),bagian A.BP.001.10.16.0000746 Pengawasan Kredit,Fslt:Gaji Dbthkan Sales & Sopir SIM A Menarik, Hub:081936284213 Min.SMA Umur Mak.35Th Krm Lam A.BP.001.10.16.0000780 A.BP.001.10.16.0000657 ke PT Gunung Slamat Tlp.410188 Cr 2PRT+1B.Siter Gj1,8Jt Tdr Bella Vista Coffee Shop/Super B.BP.001.10.16.0000102 Dlm,081999776071/082237496717 Market urgent need,Waitress,SPG Dcr Account Wnt (Essence Spa) B.BP.135.10.16.0000404 Waiter,Cook Helper,Barista DW Hub:8947327,085100442441, Cr Admin Acct,Petitenget,CV: send cv direct to Jl.Padma 085101725588 luluk.andriani@littlejoeny.com A.BP.001.10.16.0000655 utara No.2 Legian Kuta A.BP.001.10.16.0000798 Dicari Krywn Administrasi KeuaB.BP.154.10.16.0000403 ** Gaji 2,5Jt 085338424651 ** Bth Cpt Staf utk Biro Jasa, ngan,Marketing&Waitress yg Bs SPG Toko/Ksir/Admin/Pramuniaga Inggris Aktif,krj office & Lap Bhs Inggris untuk Perusahaan A.BP.001.10.16.0000622 081286126131 Rafting Hub:089638338583 / !!!Dicari Tenaga Berpengalaman Bs Comp Hub:EviA.BP.001.10.16.0000745 081547110333 Utk Posisi: Bartender, Bth sgr Marketing,P/W,Min SMA, A.BP.001.10.16.0000759 Barista Waiter/ss,Supervisor, Siap krj dg target,pny kend Dcr Kurir,SIM C,Lgsg intervw, Manager,Chef Indonesian Food, sdr.Lam lkp Ruko SudirmanAgung Bw CV.Kesynus Refill Center Jl. Lamaran Dapat di Kirim ke: Blok C-18 Dps Telp.0361241169 Imbo 551A, 490452/082897103055 info.hrd@putribintanggroup.com bali@libratama.com A.BP.005.10.16.0000771 A.BP.001.10.16.0000749 atau Datang Lgsg ke Jl.Danau Dcr Sgr 2 Adm,3 Serabutan Poso No.35 Sanur Tlp.082144481 Dcr Marketing Gj+Kms+Bns+BPJS Hub.CV SKA 8444504 161/08113999019/087861142041 Lam.PT.PMA,Bedahulu XVII/7 Dps

A.BP.001.10.16.0000799

Dcr Sgr Security u/Hotel diSeminyak krm CV/Lmran ke Email:co ntactus@puridewata.com,730425

A.BP.001.10.16.0000336

Di cr Speak Chinese Services PT.Neverneverland Travel 0361-757636/08113869543

B.BP.004.10.16.0000254

Dcr:Salesman,2 org,u/Oli Shell Peng.Dipelumas,Lk Srt Bw ke PT Banoli Jl.Buluh Indah 75 Dps

Dcr Sgr Staf Sushi Brpngalaman Dicari 2 Cook Helper&2 Receptiou/Rest.Jepang.Lamaran bawa ke nist Fasih Bhs Inggris, diutamaKokoya,Jl.D.Tamblingan No. 178 kan Blm Menikah.CV diantar ke A.BP.001.10.16.0000599 Sanur.0361-289252-081338041969 Artur Suites, Jl.Sri Kresna A.BP.001.10.16.0000793 939 Legian Kuta Dcr Sopir u/Prsh di Silakarang A.BP.001.10.16.0000774 Tinggal Dalam,Tmpt tggl&makan Dicari Koki Laki2 untuk Keluar ditanggung.Gj bersih bisa nego Pulau(Maluku Tenggara Barat) Hub.085737143479, 081999472616 Hub.Ibu Helen 081353654006/ B.BP.004.10.16.0000380 081338540666 Dcr Staf Wr Beguling, Kitchen, A.BP.001.10.16.0000677 Wtrss, Serabutan 081238473242 Dicari Sgr Sopir Pick Up untuk B.BP.004.10.16.0000218 Kanvas Dlm Kota H.085238311111 Dcr Staff Acct S1/D3 IPK=3 A.BP.001.10.16.0000658 bisa Excel,Pajak, SIM C, Dicari Sopir Pribadi Domisili demi@sienna-villas.com Dps Hub:08179797137 A.BP.001.10.16.0000399 / 08123856970 Dicari Supir Bs Alphard&Camry B.BP.004.10.16.0000213 Hub:0361-242429/082144024522 Dcr sales utk di Proyek DiutaA.BP.001.10.16.0000756 makan yang sudah Brpglmn,Jujur Dicari Teknisi Komputer Gaji+ Aktif.Krm Lmrn ke WR.Supratman Bonus,Hubungi Hp. 08123600152 No.66 Dps 0816297300 A.BP.001.10.16.0000411 A.BP.001.10.16.0000794 Dicari Therapist (Laki-Laki) Dibthkn Sales Lapangan Hubungi yang bisa Bahasa Inggris, Sgr Telp.085100225302 Warti Tinggi Min 160,Min Tamatan SMA A.BP.001.10.16.0000571 Max 35 Tahun,punya Kendaraan Dcr Krywti Laundry Pnglmn bs Sendiri, Sehat dan Pekerja Bw Mtr SMS:083114135892(Pnjer) A.BP.001.10.16.0000795 Keras,Pengalaman tidak Dibutuhkan Pria Untuk Jadi TekDiutamakan.Kirim CV ke Jl.Raya nisi Fotocopy Hub:08123807249 Basangkasa #47 Seminyak / A.BP.001.10.16.0000494 jarimenari@jarimenari.com Dicari 2Adm,2Supervisor Toko Phone 0361-736591 Dcr Juru Masak wnt pglmn,bbrp Min.SMU,Max 30Thn,Gj Pkk+Bonus B.BP.004.10.16.0000255 +UM PT.Indohome 03618471896 Waiter/ss.Lam.Jl.D.Batur 49B Dicari Waitress Jl.Uluwatu II/2 Jimbaran Taman Griya Jimb, 081336603932 Hub.085738630295 A.BP.001.10.16.0000789

A.BP.001.10.16.0000757

A.BP.001.10.16.0000739

Dcr sgr Tnga Kasir , Kolektor, penddkn SMU/SMK,Koordinator Simpan Pinjam, pnddkn S1 semua jurusan, Pria/Wanita, umur maks. 27th.Lam ke KKB Bali Mart, Jl .Kepundung No. 61 A Dps atau Email:kkb_jobvacancy@yahoo.com G.01

Waiter/ess, Sekretaris, Mrketing Admin,Jl.Danau Toba No.7 Sanur A.BP.001.10.16.0000737

Dicari:Kolektor,Admin,Sopir,Perakitan,OB.Lam Dibawa Langsung ke PT.Diva Jl.Gatsu Tengah 308 Dps/085737736449

A.BP.001.10.16.0000778

Dicr:Senior Butler utk Vila di Ubud SMS:08123901238

A.BP.001.10.16.0000781

Low Kerja Marketing u/PT.Mepro Gaji Pokok+Komisi 081237207966

A.BP.001.10.16.0000775

SPG for jewelry shop.Kuta:0811 3866371;Sanur/Ubud:08113866372

B.BP.804.09.16.0000562

Satria Piling Mncri Supervisor Sipil, Drafter/Arsitek, Mekanik, Supir BI/2,Pelaksana Lapangan CP:463451/infoscak96@gmail.com

B.BP.001.10.16.0000375

Sopir u/Laundry Denpasar Timur H.085103000250-087761247788 A.BP.001.10.16.0000779

Ymh Bisma Dicr 1.Mekanik 2.SMA /D1/S1 Hub.T.Umar 142 Dps A.BP.001.10.16.0000656

MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post DAIHATSU

SUZUKI

Ayla Putih 2014 KM.12.000,Asli DK,H.Jl.P.Ambon 51,Dps

Dijual APV Matik Hitam’07 Hub: 085738732229

Espas Istimewa Mewah,Jl Marlboro 13 Utara Masjid Pura Demak

Jimny GX’93 Hitam 85% Orisinil Tangan I AsBali 087761386221

HONDA

Krm Wagon GS’15 Pth AsBali 106 Agya G’14 AT 108/087860856999

A.BP.001.10.16.0000786

A.BP.001.10.16.0000753

CRV’2008 2.4 Silver Stone Istimewa Hub.087861555677

A.BP.005.10.16.0000750

A.BP.001.10.16.0000689

A.BP.001.10.16.0000768

B.BP.141.10.16.0000395

B.BP.164.10.16.0000384

ISUZU

Grand Touring’13 Putih AsBali Mulus Brg Pribadi,085100856999

TOYOTA

A.BP.001.10.16.0000755

Agya’2014 Putih Matic AsliBali prbadi,Gn.Guntur 9X Pd.Sambian

MITSUBISHI

Kijang Biru Metalik’95 AsBali VR/Ban,Doble AC,Body Klg,Jln. Gn.Muliawan III No.18 MM Dps

A.BP.001.10.16.0000713

PT.Dipo Star Finance 2 Ranger,2 FE74HDV,1 Excavator 1 FESHDX,1 Flf Tlp.265007

B.BP.141.10.16.0000385

Dijual Rumah BUC Jl.Antasura Gn.Cemara 22 Hp.081237207966

Djl Perum Bukit Hijau Jimbaran L132m2,LB100m2 Tlp(0361)466840 081934310335,085100919617

A.BP.001.10.16.0000582

B.BP.164.10.16.0000386

1 Bus Medium FE84GBC Karoseri Adiputro Hub:265007

Cpt Rmh LT2Are Nyaman,BungTomo VIII/4/081805676667 Fee 2,5%

A.BP.001.10.16.0000776

Agya TRD S Manual Th’2014 Tgn I Hitam,BUC,087862270180

B.BP.141.10.16.0000390

DIJUAL RUMAH **Rumah Murah 2Kamar,Harga Mulai 255Jt,Candidasa Dp5Jt 081337388558,081338282678

Guest House Jual 7Room Echo Beach Canggu 082147126118

A.BP.001.10.16.0000743

A.BP.001.10.16.0000665

DISEWAKAN RUMAH 2KT 1KM Dpr Grsi RT Kebo Iwa Selatan Dps Hub.081805544822

A.BP.001.10.16.0000764

DISEWAKAN RUKO Dikont.Ruko 1 Lantai 5x11.Ada Kmr Tdr,Kipas Angin Besar 2. Jl.Merpati 42X Hb:081933019218

A.BP.001.10.16.0000628

BUC Tanah 2,16Are Jln.PidadaII Ubung Dps 650jt/A,08155741999

A.BP.001.10.16.0000783

Jual Kav.Siap Bangun 2,5Are SHM List 3500VA Pagar Tinggi 3m Jln Bhineka Jati Jaya Kuta Hub.081218255329 Maaf TP A.BP.001.10.16.0000641

DIJUAL TANAH Tnh Kap.Singapadu, Abasan 085237361898

B.BP.141.10.16.0000389

Kav 1,5-5A lokasi Elite Jl. Sedap Malam Dps Hb.08123809449

A.BP.001.10.16.0000747

A.BP.001.10.16.0000688

B.BP.154.10.16.0000400

Over Kontrak Tanah di Tabanan Ls.6Are Lok.Premium Hrg.Bagus 30Th Ijin Lengkap Hub.08174732 631 Tdk Mlyani SMS Kontk Lgsg

A.BP.001.10.16.0000792

A.BP.001.10.16.0000740

Tanah 430m2 di Jl.Tegal Wangi Sesetan Hub.0811399570

Jl Tnh 2A Jl.Aspal 6m Dlm Kota dkt Pura Demak Hub:0818350880

Tnh 605m2 Jl.Kutat Lestari Gg VI Snr dkt RS Int.081280522204

Bwh HrgPasar!15A @bypas Ketewel 25A @Kota Gianyar 082147026666

DISEWAKAN CAFÉ Over Kontrak Cafe Sdh Setup Siap Operational:081337993399

A.BP.001.10.16.0000787

B.BP.031.10.16.0000376

A.BP.001.10.16.0000660

A.BP.001.10.16.0000751

A.BP.001.10.16.0000668

Ruko BUC,dkt BaliMed,Mahendradata 081338282678,08113846158

DISEWAKAN TANAH Dikont Tnh 5A: Jl.Kediri Tuban strategis Nego,089513712855

A.BP.001.10.16.0000738

B.BP.154.10.16.0000401

A.BP.001.10.16.0000773

DIJUAL RUKO Ruko 2Lt di Sesetan Jln.Tegal Wangi II/32-36 Harga Mulai 1M

Murah Tanah Kavling 25jt/Are, Tersedia 1are,1,5are dan 2are, Jl.Beton 5M,Hub: 081236359898

A.BP.001.10.16.0000791

Tnh 15A Ling Villa,Tibubeneng Rmh Baru Siap Huni Lt2 825Jt 3Km Bs KPR Dalung 082146838548 dpn 22mtr,Jl.7mtr,082147454248

A.BP.001.10.16.0000797

Dijual Tanah 1Are Perum Kori Nuansa Jimbaran Blok OO6 Hub.081337890906/087860093355

Sawah 38,5are pinggir jalan Desa Sedang Hub.081238002019

A.BP.001.10.16.0000777

Veloz’12 MT Slv AsBali Smst Br B.BP.164.10.16.0000383 A.BP.001.10.16.0000769 KM.20RB H.162Ng H.085103701144 Rmh 400/800m2 8KT3Lt P.Galang37 Tnh Nempil 250Jt/A, Jl.Besakih A.BP.001.10.16.0000796 A.BP.001.10.16.0000704 Pmgn,082145229888/081381177500 PondokCitra Pmogan 08123871809 A.BP.001.09.16.0001742 A.BP.001.10.16.0000784 DICARI MOTOR NISSAN Rumah 2,5Are Penamparan Pmilik !Djl Tnh 10A dkt Canggu 325/A GrandLivina’13Pmk HWS Htm AsDK 081338294465 Bs Tkr Tnh/Mobil,085100856999 NiceView cck Vila,081999121666 TT&Krdit Dp30jtan,081805330222 Beli Tinggi MotorBekas SglMerk B.BP.164.10.16.0000388

BU Jl Tnh 10A Tegal Cupek Utama Umalas 081236830088

A.BP.001.10.16.0000754

DISEWAKAN SALON Over Kontrak Salon Kecantikan Lengkap Dgn Peralatannya Jl.Gn Andakasa Pnamparan087861840861 B.BP.141.10.16.0000387

DISEWAKAN VILLA Sewa Private Villa di Legian Private Pool Ijin Lkp,Owner: 081338232023/081999079779 A.BP.001.10.16.0000467

A.BP.001.10.16.0000763

TOUR

RUPA-RUPA

BIRO JASA

DIJUAL MOBIL

DIJUAL MOBIL

SERVICE

SALON

PELUANG BISNIS

KURSUS

BIRO JASA

DIJUAL MOBIL

DIJUAL MOBIL

SERVICE

AC

BENGKEL LAS

SERVICE

SERVICE

FOTOCOPY

ALUMINIUM

DIJUAL MOBIL SPA

BENGKEL LAS

SPA Free

BIRO JASA

n

Desig

Money Back Guarantee �

BIRO JASA

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

A.BP.001.10.16.0000163

RUPA-RUPA Dana Cpt Jmk BPKB Hub.085100978067-081338577675 B.BP.164.10.16.0000382

Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.085337370228 / 412815 A.BP.001.10.16.0000552

Krdt Srtfkt Prss Cpt Tdk Ribet Ada Dana Tlngn Hb:082144394889 A.BP.001.10.16.0000570

KONTAK JODOH Lelaki Tampan Pengusaha Wants Girls 082236747907 2AD7757D

A.BP.001.10.16.0000593 ARSITEKTUR Perencanaan-PembangunanPELUANG BISNIS Rumah , Ruko,Vila,Gbr 3D,Gbr IMB, Pinjaman tp jaminan, permohoInterior Dll Hub:081916433040 nan pasti disetujui, 082144074049

BAHAN BANGUNAN

BIRO JASA

DISEWAKAN TEMPAT Swkan Tmpt Lok Sanur u/Resto Villa 085337357846

A.BP.001.10.16.0000766

SERVICE


EKONOMI

18

Rabu Kliwon, 12 Oktober 2016

Tingkat Literasi Rendah

OJK Rancang POJK Inklusi Keuangan

Nilai tukar rupiah.

Bali Post/ant

Rupiah Melemah 40 Poin

Jakarta (Bali Post) – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa (11/10) sore bergerak melemah sebesar 40 poin. Kemudian rupiah menjadi 13.017, dibandingkan sebelumnya di posisi 12.977 per dolar AS. Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta mengatakan, dolar AS bergerak menguat di tengah antisipasi investor terhadap hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada September lalu. ‘’Pelaku pasar mencari petunjuk dari hasil FOMC itu mengenai seberapa besar potensi kenaikan suku bunga The Fed,’’ ucapnya.

Ia menambahkan, katalis positif penguatan dolar AS juga dipicu persepsi kemenangan Hillary Clinton pada debat capres kedua Amerika Serikat, itu dipandang positif pelaku pasar terhadap aset berdenominasi dolar AS. Sementara itu, analis pasar uang Platon Niaga Berjangka Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah nisbi masih terbatas mengingat optimisme pelaku pasar di dalam negeri terhadap program amnesti pajak masih menjadi harapan positif bagi fundamental ekonomi Indonesia. ‘’Pelemahan rupiah diperkirakan jangka pendek karena sejumlah sentimen di dalam negeri cukup positif,’’ ujarnya. (ant)

Enggartiasto Lukita

Agus Sugiarto, Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK, mengatakan seseorang dalam meliterasi tidak mudah. Dari hasil survei tahun 2013, tingkat literasi masih 22 persen. Untuk itu pihaknya menargetkan literasi keuangan naik 2 persen setiap tahun. ‘’Kalau kita melakukan survei 2016, berarti target kita 28 persen tahun 2016,’’ ujarnya saat acara sosialisasi peraturan edukasi dan perlindungan konsumen di Ramada Hotel, Selasa (11/10) kemarin. Dengan target 2 persen setiap tahun, berarti harus ada 5 juta orang terliterasi. Begitu juga dengan inklusi keuangan memiliki korelasi positif dengan literasi keuangan. Tingkat inklusi keuangan secara nasional ada 59 persen pada tahun 2013. Artinya setiap 100 penduduk Indonesia yang mempunyai rekening keuangan baru 59 orang. ‘’Setiap tahun pun kita juga menargetkan kenaikan 2 persen inklusi. Artinya, setiap tahun kita menargetkan 5 juta orang baru buka rekening di jasa keuangan. Tidak masalah apakah di tabungan, polis asuransi, rekening kredit, rekening KUR, dana pensiun, reksa dana,’’ paparnya. Menurutnya, target terse-

but tidak mudah tanpa lembaga jasa keuangan, sehingga OJK perlu dukungan dari semua lembaga jasa keuangan. ‘’Makanya kita buat ketentuan mewajibkan meliterasi supaya target 5 juta orang terpenuhi,’’ tandasnya. OJK pun sedang merancang Peraturan OJK (POJK) mengenai finansial inklusi. Konsep aturan itu pun dinilai sejalan dengan Perpres yang dikeluarkan Jokowi. Pemerintah membuat Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) melalui Perpres No. 82 Tahun 2016 pada 1 September lalu, di mana pilar 1 berbicara tentang finasial edukasi sehingga dinilai cocok dengan rancangan peraturan OJK. ‘’Dan pemerintah memiliki target inklusi 36 persen jadi 75 persen inklusinya hingga tahun 2019,’’ tukasnya. Ia melihat lembaga jasa keuangan memang sudah menjalankan program literasinya, namun perlu diakselerasi untuk mendukung inklusi keuangan. Maka dari itu, untuk mengakselerasi tanpa ada kewajiban mungkin hanya sekadar just to know, namun jika dalam bentuk aturan sehingga akan menjadi kewajiban yang harus dilaksanakan. Jika tidak dilaksanakan dikatakan hanya dikenakan

sanksi administratif. ‘’Minimal lembaga jasa keuangan membuat dua program literasi dan masuk rencana bisnis mereka, memang kegiatan literasi sudah masuk rencana bisnis mereka, namun inklusi belum,’ imbuhnya. Direktur Pengawasan Jasa Keuangan OJK Regional Bali Nusra Nasirwan mengatakan tingkat literasi keuangan masyarakat Bali 19,50 persen yang terendah literasi pasar modal dan perbankan 19,8 persen. Sedangkan tingkat inklusi keuangan di Bali, 71,3 persen terbesar pada lembaga perbankan. Jika OJK pusat menargetkan inklusi keuangan menjadi 75 persen setiap tahun. Ia menilai di Bali target tersebut lebih mudah dicapai karena sudah relatif lebih tinggi di Pulau Dewata ini. Namun demikian, upaya untuk mendorong literasi dan inklusi terus dilakukan. Salah satu caranya telah dibentuknya TPAKD Provinsi Bali, satgas waspada investasi, selain itu dilakukan koordinasi rutin dengan seluruh sektor jasa keuangan melalui FKLJK Langkah-langkah berkoordinasi itu diimplementasikan melalui program-program yang dilaksanakan, hal itu itu dipercaya lebih efektif. (kmb42)

Bali Post/ant

Inflasi Tahun Depan Lebih Besar

Jakarta (Bali Post) Pemerintah memprediksi laju inflasi 2017 lebih besar dibandingkan 2016. Hal itu seiring peningkatan belanja atau konsumsi masyarakat. ‘’Untuk 2017 kami prediksi inflasi akan meningkat akibat belanja masyarakat yang meningkat karena kesejahteraan yang meningkat,’’ kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (11/10) kemarin. Selain Mendag, Selasa pagi hingga siang Presiden Joko Widodo memangil Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri LHK Siti Nurbaya, Mentan Amran Sulaiman dan Menko Kemaritiman/Plt. Menteri ESDM Luhut B Panjaitan. Enggartiasto menyebutkan Presiden meminta Menko Perekonomian tetap mengendalikan hargaharga kebutuhan dengan tidak menekan daya beli masyarakat. ‘’Presiden meminta kami menjaga itu. Presiden minta agar dijaga serapan produksi dalam negeri dan pada saat yang sama harga dijaga, sehingga inflasi tahun ini yang diproyeksikan BI 3,5 persen benar-benar tercapai. Dengan daya beli masyarakat terjaga, membuat kesejahteraan masyarakat meningkat,’’ katanya. Dia juga melaporkan harga pangan saat ini relatif stabil. ‘’Harga pangan relatif stabil, beliau meminta laporannya dan beliau juga memegang datanya,’’ katanya. Ia mengakui ada catatan harga cabai naik karena musim hujan sehingga produksi turun dan karena transportasi yang kurang lancar. ‘’Kami harapkan dalam waktu tidak terlalu lama akan stabil,’’ kata Enggartiasto. Dia juga melaporkan harga bawang di tingkat petani turun hingga Rp 13.000/kg. ‘’Kami akan

Denpasar (Bali Post) Berdasarkan hasil survei tahun 2013 menunjukkan tingkat literasi keuangan secara nasional masih berada pada angka 22 persen (21,8 persen). Artinya, dari 100 orang Indonesia yang baru melek keuangan baru 22 orang sehingga diperlukan kerja keras untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

segera berkoordinasi dengan Bulog untuk stabilisasi harga agar tidak turun terlalu jauh. Bulog harus membeli dengan harga Rp 15.000 agar tidak turun lagi, sehingga petani akan tetap terjamin untuk bertanam,’’ katanya. Terkait harga gula, ia mengatakan masuknya gula pasir ber-HET Rp 12.500/kg maka harga di beberapa daerah sudah turun. ‘’Kami juga sudah bersepakat dengan distributor agar konsumen dapat membeli gula dengan harga Rp 12.500/kg, nanti kami koordinasikan juga dengan produsennya,’’ katanya. Mengenai harga daging, Mendag mengatakan masuknya daging dari India 70.000 ton dalam waktu dekat membuat harga daging akan turun lagi. ‘’Target Rp 80.000 per kg masih relevan, hanya mungkin jangka waktunya karena saat yang sama kita juga harus menjaga populasi sapi atau kerbau yang ada,’’ kata Enggartiasto. (ant)

Bali Post/ant

CABAI ORGANIK - Petani melakukan perawatan rutin cabai rawit organik di Desa Boludawa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Selasa (11/10) kemarin. Tanaman organik mulai dilirik petani karena harganya lebih tinggi, sedangkan biaya produksi olah lahannya justru lebih murah, sehat dan sasaran pasar menengah ke atas.

Finalisasi Kajian

Pembangunan Tanggul Laut Raksasa

Jakarta (Bali Post) – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tengah melakukan tahap finalisasi kajian proyek pembangunan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) atau tanggul laut raksasa. ‘’Kita harapkan sudah mendekati final, tapi saya masih ketemu beberapa pakar yang mengerti mengenai tanggul raksasa itu,’’ kata Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Selasa (11/10) kemarin. Proyek NCICD dibagi tiga tahap. Tahap A merupakan penguatan sistem tanggul laut dan sungai yang telah ada, di mana pembangunannya ditargetkan selesai pada 2017. Sedangkan tahap B dimulai pada 2018 hingga 2025, dengan membangun tanggul laut lepas pantai di bagian barat Teluk Jakarta. Tahap C merupakan pembangunan tanggul laut lepas

pantai di bagian timur Teluk Jakarta yang dikerjakan setelah 2025. Pada tahap B dan C tersebut rencananya akan ada reklamasi lahan dan pembangunan 17 pulau. Kajian dari Bappenas sangat penting karena akan menentukan desain dan jarak pulau reklamasi dari daratan. Nantinya pengembang wajib menyusun izin lingkungan dengan mempertimbangkan tanggul laut. Bappenas menekankan bahwa bukan reklamasi pulau yang menjadi fokus perhatian, melainkan kebutuhan pembangunan tanggul raksasa, mengingat intrusi air laut dari Jakarta Utara sudah sampai ke kawasan Monumen Nasional (Monas). Dengan tanggul raksasa tersebut, selain mencegah terjadinya banjir dan intrusi air laut yang dalam, nantinya juga diharapkan menjadi sumber air baku bagi penduduk Jakarta. (ant)

Bali Post/kmb42

OJK - Agus Sugiarto, Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK (kanan), bersama Nasirwan, Direktur Pengawasan Jasa Keuangan OJK Regional Bali Nusra (kiri).

Kereta Cepat Jakarta-Surabaya

Pemerintah Tunggu Proposal Jepang

Jakarta (Bali Post) – Pemerintah sedang menunggu proposal kereta semicepat Jakarta-Surabaya dari Jepang, sebelum pemerintah mengambil keputusan untuk membangunnya. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan hal itu di Jakarta, Selasa (11/10) kemarin. ‘’Kami minta Jepang memberikan semacam proposal, apa yang dimaksud dan akan dikerjakan. Termasuk timeframe-nya,’’ kata Budi di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Selasa kemarin. Budi mengatakan pemerintah telah menawarkan proyek konektivitas ini kepada Jepang sebagai hasil pembicaraan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dengan Perdana Menteri Shinzo Abe. Namun, menurut Budi,

pemerintah Jepang sedang menyusun proposal kereta semicepat yang mencakup hal-hal teknis penggunaan rel dan jenis kereta yang digunakan. ‘’Di proposal itu akan mengatakan misalnya bisa menggunakan rel yang ada tetapi menghilangkan lintasan sebidang. Itu yang paling rasional. Atau mengganti kereta api dengan sistem lain. Proposal itu yang belum kami dapatkan,’’ kata Budi. Budi mengharapkan, apabila proposal ini selesai, maka studi kelayakan proyek ini

bisa segera dilakukan dan pembangunan dapat dimulai dalam empat tahun ke depan. ‘’FS (studi kelayakan) paling dua atau tiga bulan maksimal. Bersamaan itu mungkin juga akan datang FS dari Jepang. Setelah FS, perencanaan, pembangunan bisa dilakukan paling tidak tiga-empat tahun,’’ ujarnya. Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengharapkan Jepang mengerjakan proyek kereta semicepat Jakarta-Surabaya. (ant)

Bambang Brodjonegoro

Bali Post/ant


19

Rabu Kliwon, 12 Oktober 2016

Gula Impor Dari Hal. 1

Liestyana diperiksa untuk Direktur Utama CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto dan istrinya, Memi, yang menjadi tersangka penyuap Irman Gusman senilai Rp 100 juta untuk mendapatkan kuota gula impor dari Bulog di provinsi Sumatera Barat. Namun, Liestyana menolak untuk menjadi saksi bagi suaminya. Menurut Liestyana, saat OTT terjadi ia membuat bungkusan berisi uang robek karena panik suaminya dibawa petugas KPK. ‘’Saya disuruh bapak mencari mana barang itu, lalu saya cari, saya buka bungkusnya dan saya lihat benar uang, dan (bungkusan) itu robek berantakan. Lalu ada plastik dan uangnya itu jatuh. Saya panik karena bapak juga sudah diancam untuk diborgol, dalam keadaan panik saya lari ke atas, lalu uang yang jatuh itu saya masukkan ke plastik dan turun ke bawah,’’ ungkap Liestyana. Liestyana menjelaskan,

Kepastian Harga

suaminya sudah membawa bungkusan berisi uang itu ke kamar atas, baru setelah petugas KPK meminta bungkusan uang itu maka Liestyana mengambilnya dari kamar. ‘’(Bungkusan itu) dibawa ke atas oleh Bapak (Irman). Itu kan sudah malam, tetapi yang buka saya. Dia kan meninggalkan barang itu di ruang tamu, saya tidak kenal orang itu dua-duanya,’’ tegas Liestyana. Ia pun mengaku masih terkejut dengan penangkapan itu, sehingga dua kali tidak menghadiri panggilan pemeriksaan. ‘’Saya sebagai ibu rumah tangga kaget. Anak saya yang perempuan, yang bungsu shock. Kami ini keluarga baik-baik. Saya ini keluarga kejaksaan, tiba-tiba dapat keadaan seperti ini. Sebagai ibu rumah tangga saya punya hak untuk tidak datang karena saya sendiri dalam keadaan tiba-tiba menjadi kepala keluarga. Kemudian anak saya juga shock batinnya karena menghadapi ini, kasihan anak saya,’’ tambah Liestyana. (ant)

Pelayanan SIM Dari Hal. 1

Seskab menyebutkan sasaran OPP antara lain adanya pungutan dalam pelayanan SIM, SCKC, BPKB, STNK, penanganan bukti pelanggaran dan penyelundupan. Pramono menyebutkan terkait OPP itu, Presiden Jokowi menugaskan Menko Polhukam untuk merumuskan, menyelesaikan dan segera melaksanakan operasinya. ‘’Mungkin dalam waktu sekarang ini ada terapi kejut, nanti akan dilaporkan Kapolri (Jenderal Tito Karnavian), tadi Kapolri sudah lapor kepada Presiden,’’ kata Seskab. Sementara itu, Menko Polhukam Wiranto menjelaskan setelah ada paket kebijakan ekonomi, maka kini pemerintah mulai melakukan reformasi hukum atau revitalisasi hukum nasional. ‘’Banyak peraturan, ada 60.000 lebih, itu perlu penyederhanaan. Itu menimbulkan ketidakpastian hukum yang menyebabkan kepercayaan masyarakat

menjadi rendah,’’ katanya. Ia menyebutkan dalam tahap awal atau tahap pertama pemerintah melakukan operasi pemberantasan pungli, suap, penyelundupan yang sudah merajalela. ‘’Ada pembayaran tidak wajar, mengurus sesuatu lama sehingga muncul pungli, itu akan diberantas,’’ katanya. Ia menyebutkan penyelundupan yang saat ini marak juga telah merugikan produksi dan perekonomian nasional. ‘’Akan segera dibentuk Satgas Pemberantasan Penyelundupan,’’ katanya. Wiranto menyebutkan dalam operasi pemberantasan itu, juga ada sistem baru di mana publik bisa melaporkan adanya pungli atau penyelundupan kepada satgas dan satgas akan langsung menanganinya. ‘’Juga akan dilakukan percepatan layanan SIM, SKCK, BPKB. Januari diharapkan pelayanan SIM, BPKB, SCKC akan lebih cepat dari sekarang,’’ katanya. (kmb4/ant)

Tidak Ada Dari Hal. 1

Untuk mencegah terjadinya korban jiwa, pihaknya telah melakukan penutupan akses jalan dari kedua arah sehingga tidak ada kendaraan yang lewat daerah tersebut sampai

bisa diakses kembali. Meski akses ditutup dua daerah yang dihubungkan jembatan tersebut tidak akan terisolir. ‘’Masih ada jalan utama dan masih ada jalan alternatif lainnya,’’ ujarnya. (kmb24)

Dari Hal. 1

‘’Ketika petani itu telah mendapat kepastian tanah, kepastian membeli bahan bakunya, kepastian saluran pemasarannya, kepastian harganya, mereka pasti akan tergerak. Perlu ada suatu upaya yang holistik, tidak hanya dengan teknologi dan kemauan saja, tetapi regulasi atau aturan harus jelas dan harus ada,’’ jelas Ketua HKTI Bali ini. Suparta menambahkan, telah sering didengungkan mengenai kebijakan sawah abadi. Hal ini pun sudah berkali-kali dipertanyakan kepada pemerintah daerah. Namun tetap saja belum terjawab dengan jelas dan pasti. Kalau pemerintah hanya sebatas melarang lahan pertanian diubah menjadi bangunan sebetulnya juga belum cukup. Pengaturan juga harus sampai kepada peran SDM bisa mengelola lahan itu. ‘’Poin-poin yang perlu diatur dalam perda, tidak boleh alih fungsi lahan, tidak boleh menjual. Lalu apa kompensasinya? Bagaimana bantuan dalam bentuk fisik maupun pembinaan, bimbingan dan sebagainya, lalu bagaimana bantuan pemasarannya. Ini yang patut dipertanyakan dan diupayakan jalan kelu-

arnya bila ingin memandirikan petani Bali,’’ paparnya. Akademisi Fakultas Pertanian Unud I Ketut Suamba mengatakan, subak di Bali harus dipertahankan agar lestari. Seperti dilakukan Pusat Kajian Subak Universitas Udayana yang membuat percontohan subak lestari di Denpasar. ‘’Kami mengkaji apa yang dibutuhkan petani untuk menetapkan subaknya sebagai subak atau lahan lestari,’’ ujarnya. Suamba mengatakan, ada hak dan kewajiban bagi petani terkait hal itu. Petani berkewajiban untuk mempertahankan lahan supaya tidak terjadi alih fungsi. Sedangkan hak mereka, meliputi insentif PBB, insentif asuransi, terjaminnya air, serta insentif harga untuk produk yang dihasilkan. Sementara itu, akademisi Fakultas Peternakan Unud Prof. I Gede Mahardika mengatakan, sektor pertanian tidak hanya tentang menghasilkan bahan pangan, tetapi pertanian juga ikut berperan dalam pelestarian lingkungan. Namun, peran ini tidak banyak diungkap ke permukaan. Misalnya, tidak pernah ada yang menghitung berapa oksigen yang dihasilkan oleh hamparan sawah. ‘’Pertanian juga menjaga tata guna air, dan se-

bagainya. Nah, inilah saya kira kewajiban kita untuk melihat bahwa pertanian itu bukan hanya pangan, tetapi banyak aspek lain,’’ ujarnya. Terkait pengembangan pertanian, lanjut Mahardika, harus ada peran dari akademisi, pengusaha, pemerintah, dan petani. Kalau semua komponen itu sudah berperan dan bersinergi, maka pertanian akan bisa berjalan dengan baik. Selaku akademisi, Universitas Udayana telah menghasilkan produk-produk riset untuk mengembangkan pertanian. Riset-riset ini supaya tidak mubazir harus difasilitasi atau dihilirisasi supaya bermanfaat bagi pertanian. Mahardika melanjutkan, komitmen pemerintah sangat dibutuhkan terkait pembuatan regulasi dan pemberian bantuan kepada petani. Pemerintah harus bisa menyusun program yang tepat untuk masyarakat. ‘’Kalau pemerintah daerahnya tidak mau (berkomitmen), ya… susah juga. Jadi ini perlu kami sampaikan bahwasanya masyarakat kita sebagian besar petani, program apa yang harus kita kembangkan, sehingga sebagian besar masyarakat kita menikmati pembangunan,’’ tandasnya. (kmb32)

Dua Tahap Dari Hal. 1

Sebelum terpilih sebagai Ketua DPD-RI, Muhammad Soleh harus berjuang terlebih dahulu untuk mendapat tiket sebagai pimpinan DPD di pemilihan tahap pertama. Berdasarkan Tata Tertib DPD-RI, pemilihan pimpinan dan ketua DPD-RI dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama diikuti oleh seluruh anggota DPD-RI dari Wilayah Indonesia Barat (WIB), karena Irman Gusman berasal dari daerah pemilihan Sumatera Barat yang masuk dalam Indonesia bagian barat. Di tahap pertama ini, tiga urutan suara terbanyak adalah Muhammad Saleh (Bengkulu) dengan 59 suara, Parlindungan Purba (Sumatera Utara) dengan 21 suara, dan M. Syukur (Jambi) dengan tujuh suara. Pelantikan Ditunda Meski sudah terpilih, pelantikan Mohammad Saleh sebagai Ketua DPD-RI ditunda karena ketidakhadiran

Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali. ‘’Ketua MA tidak hadir,’’ kata Farouk. Anggota DPD John Pieris menambahkan, ketidakhadiran Ketua MA untuk melantik Ketua DPD-RI baru karena proses pergantian Ketua DPD masih menyisakan masalah hukum. ‘’MA tidak mau datang karena masih persoalan menyangkut masalah hukum,’’ kata John Pieris. Dia mengakui sebelum sidang paripurna digelar, dirinya sudah menyampaikan terkait adanya masalah hukum atas kasus Irman Gusman. Yaitu proses hukum terhadap Irman Gusman belum ada keputusan hukum tetap (inkracht) dari pengadilan. ‘’Saya sudah menduga akan terjadi seperti ini. Saat rapat Panmus sudah dibicarakan agar minta rapat konsultasi dulu dengan MA,’’ ungkapnya. Saat pemilihan berlangsung, kuasa hukum Irman Gusman, Mujahid A Latief, menyambangi gedung DPD. Mereka menolak pemi-

lihan Ketua DPD-RI karena pihaknya telah menggugat keputusan Badan Kehormatan (BK) DPD yang telah memberhentikan Irman Gusman sebagai Ketua DPR-RI. ‘’Pemberhentian Pak Irman Gusman sebagai Ketua DPD oleh BK DPD telah melanggar Tatib DPD, UU MD3, dan tata acara di BK DPD,’’ kata Mujahid di Gedung DPD. Mujahid menegaskan, saat ini pihaknya telah mengajukan gugatan keputusan pemberhentian kliennya tersebut ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Surat pengantar tentang gugatan Irman diberikan pada pimpinan DPD. Dalam suratnya, kuasa hukum Irman Gusman menyatakan status dan hak-hak Irman dinyatakan dalam keadaan status quo, atau menunggu proses peradilan yang masih berjalan. Mujahid memastikan meski ketua baru DPD sudah terpilih, pihaknya akan tetap melanjutkan proses gugatan di pengadilan. ‘’Tentu. Proses akan tetap berjalan,’’ tegas Mujahid. (kmb4)

Bekerja Maksimal Dari Hal. 1

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan apresiasi kepada jajaran kepolisian yang sudah bekerja maksimal membongkar kasus tangkap tangan dugaan pungutan liar perizinan di kementeriannya. ‘’Saya meminta kepada seluruh jajaran Kemenhub untuk segera menghentikan praktik KKN di semua tingkatan dan menjadikan ini momentum introspeksi agar institusi ini benar-benar menjalankan tugas sebagai pelayan publik yang berintegritras,’’ kata Menhub. Sejak dilantik dan mulai menjalankan tugas sebagai Menteri Perhubungan, Budi sudah menegaskan kepada jajaran untuk memberikan pelayanan terbaik kepada semua stakeholder dan tidak melakukan praktik pungli. Satu bulan menjabat sebagai Menhub, Budi Karya mendapatkan berbagai laporan

indikasi pungli di internal kementerian, khususnya di bidang pelayanan perizinan. ‘’Satu bulan terakhir, kami mengindikasikan adanya satu pungli yang dilakukan di Kemenhub, berlaku pada perizinan di laut dan darat. Oleh karenanya kami dan beberapa tim melakukan penyelidikan dan penelitian. Dan hasilnya kami bisa membawa bukti dari kecurangan tersebut,’’ jelas Menhub Budi Karya. Karena ini sudah menyangkut ranah hukum pidana maka pihak berwajib dalam hal ini kepolisian langsung berkoordinasi aktif. ‘’Kami menemukan fakta-fakta awal dan kemudian disampaikan ke pihak kepolisian untuk melakukan investigasi hingga diperoleh bukti kuat dan terjadi operasi tangkap tangan di unit perizinan,’’ kata staf Khusus Menhub Dewa Made Sastrawan dalam siaran persnya. (kmb4/ant)

Sanjaya: Berjuta-juta Ksatria Tewas pada Perang Dharma Itu

Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Tiga Ratus Enam Puluh)

Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.

KEMUDIAN pada sore hari itu terjadi pertempuran dahsyat antara Guru Drona melawan semua ksatria Srinjaya. Dunia seakan ditutupi kegelapan. Tidak ada yang bisa dilihat di medan perang dharma itu. Langit ditutupi debu, yang ditimbulkan para pejuang itu. Darah manusia, kuda, gajah-gajah bercampur bersama-sama. Debu dari deburan tanah-tanah itu kemudian menghilang. Semua dari mereka menjadi betul-betul sedih. Sepanjang malam itu muncul suara-suara terbakarnya sebuah hutan bambu di sebuah gunung. Suara-suara menakutkan itu terdengar oleh karena benturan senjata-senjata. Suara-suara itu berasal dari Mridanga, Anaka, Vallaki dan Pataha. Ada juga suara-suara dari manusia, ringkikan kuda-kuda. Sebuah kebingungan menakutkan terjadi di mana-mana. Oh tuan, ketika medan pertempuran tertutup dalam kegelapan, teman-teman, oh raja, tidak bisa dibedakan dari musuh-musuh. Semuanya dikuasai sebuah kegelapan pada malam itu. Debu tanah telah muncul di mana-mana. Oh raja, segera di-

hilangkan oleh siraman-siraman darah. Akibatnya, baju-baju zirah keemasan yang berkilau seperti perhiasan-perhiasan para prajurit itu dihilangkan oleh kegelapan. Kelompok Bharata itu kemudian dihiasi batu-batu mulia dan emas. Di sana berlimpah panahpanah dan tiang-tiang bendera. Kelihatan seperti langit pada malam hari, oh banteng keturunan Bharata, langit ditaburi bintang-bintang. Medan pertempuran bergema dengan lolongan serigala-serigala, gaok-gaok dari gagak-gagak hitam, dengan dengkuran gajah-gajah, teriakanteriakan, tangisan-tangisan para prajurit. Gema-gema itu, bercampur bersama, mengeluarkan sebuah hiruk-pikuk keras, yang membuat rambut berdiri tegak. Hiruk-pikuk itu memenuhi seluruh tempat di arah mata angin. Seperti letusan Halilintar milik Dewa Indra. Pada malam gelap itu, kelompok Bharata kelihatan bersinar dengan Angada, antinganting, pelindung-pelindung tubuh, dan senjata-senjata para pejuang. Ada gajah-gajah, keretakereta, yang dihiasi emas. Kelihatan pada malam itu, seperti awan-

awan yang sarat dengan kilat. Pedang-pedang, panah-panah, tombak-tombak, tongkat-tongkat, lembing-lembing dan kampakkampak, kelihatan seperti kilasan api menyilaukan. Kehadiran Duryodhana merupakan embusan angin keras. Dia adalah pelopor dari kelompok Kuru, ia seperti badai itu sendiri. Keretakereta itu merupakan awanawan kering. Suara keras dari genderang-genderang dan alat musik lainnya itu membentuk gemuruh kilat-kilatnya. Berlimpah dengan tiang-tiang bendera, busur-busur, membentuk kilasankilasan kilatnya. Guru Drona dan para Pandava membentuk awanawan berarak-arakan. Pedangpedang bengkok, panah-panah dan tombak-tombak merupakan kilat-kilatnya. Panah-panah itu membentuk curahan hujan. Embusan angin kuat terus-menerus terjadi. Angin-angin berembus sangat panas dan sesekali dingin, mengerikan, membisingkan dan sangat dahsyat. Itu adalah kehancuran kehidupan. Tidak ada yang dapat melindungi dari kehancuran itu. Pejuang-pejuang, yang berke-

inginan berperang, memasuki kelompok menakutkan pada malam mengerikan itu. Di sana bergema suara-suara sangat aneh dan mengerikan. Hal itu memperbesar ketakutan kepada yang takut-takut, dan menyenangkan pahlawan-pahlawan. Dan selama berlangsungnya pertempuran dahsyat, menakutkan pada malam itu, para Pandu dan keluarga Srinjaya, bersatu bersama-sama. Mereka menyerbu, dalam kemarahan, melawan Guru Drona.

Semuanya ini, oh raja, sebenarnya maju melawan Guru Drona yang terkenal itu. Mereka tidak berpikir untuk berbalik kembali atau dikirim ke tempat tinggalnya Dewa Yama. Sungguh pada malam itu, Guru Drona dengan panah-panahnya sendirian menyerang gajah-gajah dalam jumlah ribuan, kereta-kereta dalam jumlah puluhan ribu. Perang dharma itu mengakibatkan berjuta-juta ksatria pejalankaki tewas serta kuda-kuda mati. (bersambung)

Sloka 10.13 Ahus tvam rsayah sarve Devarsir naradas tatha Asito devalo vyasah Svayam caiva bravisi me Dengan nama-nama itu dikau, telah disebut dan dipuja oleh para resi, yang oleh Resi Narada yang agung, juga oleh Asita, Devala dan Vyasa, dan sekarang, oh Krishna. Dikau sendiri pun menyabdakanNya kepada-Ku.


16 Pages

190 Number 8th year Price: Rp

L O N A A T I E R N I N T

3.000,-

ost.co.id e-mail: info_ibp@balip ost.com. ternationalbalip

st.com. http://epaper.in

rnationalbalipo

L O N A A T I E R N I N T

online: http://www.inte

Tuesday,

Tuesday, October

11, 2016

image, In this fileby Univerreleased Emily sal Pictures, in a Blunt appears “The scene from,Train.” Girl on theby the Propelled of Paula popularitybest-seller, Hawkins’ of the adaptation on the “The Girl North Train” led theaters American sales with in ticket ac$24.7 million, to studio cording Sunday, estimates Oct. 9, 2016.

Train’ Tops ‘Girl on theMillion, ‘Birth With $24.7 ’ Stumbles of a Nation DreamWorks

Pictures/Universal

Pictures

October

11, 2016

Clinton: Trump vs her He calls says a devil, shewomen he abuses Page 6

Coach Ventura nce blames inexperie for Italy blackout Page 8

Duterte on US alliance: ‘Do you really think we need it?’

After May’s Brexit pledge, s European close ranks Page 13

past damaged People walka seaside fishing in buildings od almost completely Matthew neighborhoby Hurricane Oct. destroyed Haiti, Sunday, in Port Salut,9, 2016.

via AP, File

$7.1 The to a disappointing theaters.

the premiering leader across 2,105 pulled into the millionabout slave rebellion at the despite biopic on the Train” it was a sensation - “The Girl a solid result Southeast Nat TurnerFilm Festival, where opening, of the U.S. LOS ANGELES Sundance to a rapturous standing as much a $24.7 million debuted Fox Searchlight premiered Matthew. station with weekend, ovation and sold to ring $17.5 milthe mystery fact that pummeled by Hurricane Participant. Over the that Alibaba for a record-shatte was derailed and stake was being announced the arm the release Parker

in Amblin is a shot take an equity “The lion. But allegations againstNation” Its success , which optioned Pictures will of a company. after rape best-seller in the production cost $45 million and his “The Birth resurfaced. to DreamWorks Hawkins’ Train” Jean Celestin assaultwoman (Emily Girl on the the Paula of co-writer were accused of over a alcoholic piece together about an to make. thrilled with the results Both men must classmate were ule. The “We are they Blunt), who disappearanc our new partnership ing a college a string of the first film in said Nick Carpou, decade ago. Though a mysterious of those charges, has suffered recently with Amblin,” distribution timately acquittedsummer that their company years, most domestic in “The this flops in recentthe twin duds of Universal’s passion and commit- news broke committed suicide stories “Their shouldering “The Light Between accuser had ensuing controversy on chief. to bringing high quality our experreviews The BFG” andHowever, “The Girl ment coupled withdistribution, 2012. d the strong Oscar Oceans.” kicks off a new five-year to theaters, and overshadowe hurt the film’s have in marketing the Train” deal with Universal the tise for a bright future.” Birth of and may (rtr) “The distributionOne that will see makes chances. Nate Parker’snot as fortunate, Pictures. rebranded as Amblin was Nation” company complete with backing t One, a Partners, Entertainmen from Reliance,

g and floodin to recoveryheading to sea ew Focus shifts ane Matth with Hurric AP Photo/Rebecca

News can

Blackwell

also be heard at Global

in “Bali Image” from 9.30 vehicles. 96.5 abandonedreported missRadio FM am. Listen to trees and people until 10.00 FM at http:// at least With five rising, North Carotoll rose to Global Radio ten2mysaid he the death ing and rivers at McCrory globalfmbali.lis n States, streaming restored lina Governor Pat toll to rise. Eight 19 people. or live video was being and http:// to death of the southeaster radio.com lfmbali.com While power 1.6 million people expected the li. were known turned their http://radiogloba nel/global-fm-ba N.C. - Residents Matthew but officials in some areas, power in Florida, people in the state A BEACH, ustream.tv/chan 6 so far. without to page CAROLIN ravaged by Hurricane South Carolina have died and clean-up, could continue were Continued Focus... North and from Sunday’s Georgia, toward recovery United States down were deadly flooding Monday and Virginia,million. Officials fallen focus on states warned thatcoming days. of its ramof 2.2 in several rivers crest in the Sunday after killed peak to clear streets cyclone on CaribbeanUnited working as swollen to tolerance, powerful page through the to Haiti. In the the most conflict compared 2007, wasl 1,000 people in Matthew, tion compared storm since marginaliza as subjectivity Atlantic (Oct. 9). to a post-tropica ss and dignity as well , Sunday objectivity. crowdedne downgraded Spatial density, continued compared to crowdedness so2 y will buffer. Increasing on page population tends to lead to land use density and heterogeneit Continued Tourism... Rai, the severenhancing and impact onBali human, Prof.habitat patternsto freedom, are uncontrolled of hotels have an cial on M there TO U R I S nt and construction with beach ity of pressure nature. These pressure compared to harmony, n of and the by academidevelopme to resorts interfering tension compared constructio and society being able access and restaurants were submitted Rai Setiabudhi, Bali’s Prof. Dr. sustain , i n hotels, villas,supporting facilias cian y e c o n o m in bad other tourism hills functioned ties on the fact, brings instance, nature. For impact on

tourism, r side of The othe

act bad imp

re on natu

balipost (152rb Like) http://facebook.com/balipost

RABU KLIWON, 12 OKTOBER 2016

@balipostcom (4.485 Follower) http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

Eternal Bali Rilis Video Klip ’’Cobaan’’

GRUP band yang digawangi anak-anak muda terus bermunculan dari Bumi Lahar, Karangasem. Kemunculan band-band Bali menandai kebangkitan musik Bali di wilayah Bali Timur ini. Salah satunya ada Eternal Bali yang baru saja merilis album baru. Band Bali asal Selat, Karangasem ini mempertegas karya musiknya dalam deretan musisi Bali dengan merilis video klip perdana dari single ‘’Cobaan’’ yang sekaligus menjadi tema album perdana mereka. Rilis video klip band yang sudah terbentuk sejak 2011 ini dilakukan dalam komitmen bersama untuk meramaikan musik Bali, khususnya di Karangasem. Launching video klip dilakukan di Magma Cafe, Karangasem bersama para fans dan band-band Karangasem lainnya, Sabtu (8/10) malam. Antara lain Fill The Blank, Seven Ceblock, Lendjoe 16, MTMA, D’Bonnar dan The Guysrock. Dukungan dari band lain dalam launching, menandakan tak ada aroma persaingan dalam bermusik, melainkan semangat berkarya. ‘’Cobaan’’ menjadi single unggulan Eternal Bali bersama hits single lainnya, seperti ‘’Hilang Ulian Arta’’ dan ‘’Say Good Bye’’. Total ada 10 lagu baru dalam album ‘’Cobaan’’ ini. Band Bali dengan personel Wika (vokal), Dwi (bas), Dekas (gitar) dan Oka (drum) merasa launching video klip ini cukup istimewa. Selama ini mereka kesulitan memproduksi video klip karena terkendala waktu kumpul bersama dalam pembuatan klip. ‘’Album sudah launching 22 Desember lalu. Tetapi baru bisa launching video klip ini,’’ kata Wika, sang vokalis, seraya mengatakan video klip ini dipersembahkan untuk para fans yang sudah menunggu-nunggu kemunculan video klip perdana ini. (gik)

Personel Grup Band Eternal Bali

Bali Post/ist

Atiqah Hasiholan

Jadi Ibu di Film ’’Wonderful Life’’

MENJADI seorang ibu merupakan tantangan yang sangat besar bagi bintang film Atiqah Hasiholan (34) yang berakting di film ‘’Wonderful Life’’. Pasalnya, meski sudah menikah dengan aktor Rio Dewanto sejak 2013 lalu, Atiqah hingga saat ini belum dikaruniai seorang anak. Namun karena kemampuan akting yang luar biasa dari wanita kelahiran Jakarta, 3 Januari 1982 ini, ia mampu melewati tantangan tersebut. Ketika proses produksi atau syuting film ‘’Wonderful Life’’ selama 15 hari, emosinya terhanyut dalam perannya sebagai Amalia. Seorang ibu yang memiliki anak yang terkena penyakit disleksia (kesulitan membaca dan menulis) yakni bernama Aqil. ‘’Aku sangat merasakan hubungan antara orangtua dan anak, enggak tahu kenapa. Aku bisa menghubungkan emosi aku,’’ kata Atiqah. Menurut istri aktor Rio Dewanto ini, tema yang diangkat dalam film ‘’Wonderful Life’’ adalah tema yang sangat umum mengenai disleksia. Oleh karena itu, Atiqah bisa sangat baik memerankan tokoh Amalia, dengan aktingnya yang luar biasa. ‘’Intinya bisa mencintai yang kamu cintai. Karena egois gak merhatiin di rumah. Pulang ke rumah cuman ngomel. Relationship sih,’’ ucap Atiqah. (pik)

Atiqah Hasiholan

Bali Post/ist

SAKURA - Bonsai berbunga dari jenis Sakura Mikro.

Bonsai, Karya Seni Tanpa Akhir PEMUJA keindahan bonsai tak pernah surut. Tidak sedikit yang menangkap peluang itu sebagai lahan bisnis yang menggiurkan dengan menjual beragam jenis pohon yang siap dijadikan materi untuk pembuatan bonsai maupun menjual bonsai ‘’jadi’’ untuk selanjutnya dirawat sendiri. Yang perlu diingat, bonsai merupakan sebuah karya seni yang tidak pernah berakhir. Artinya, sepanjang pohon itu hidup, sebuah bonsai tetap memerlukan perawatan khusus dan proses penyempurnaan bentuk. Menurut Gede Merta, salah seorang seniman bonsai di Bali, bonsai merupakan tana-

man kerdil yang umumnya ditanam dalam pot dangkal. Dalam seni bonsai, keharmonisan antara pot dengan tanaman merupakan salah satu unsur utama dalam seni bonsai di samping unsur-unsur lainnya seperti besar batang, tinggi pohon, penyebaran akar, cabang, ranting, besar daun, buah ataupun bunganya. ‘’Secara keseluruhan, bonsai yang bagus adalah bonsai yang berhasil merefleksikan pohon tua yang agung di alam bebas yang disempurnakan dalam wujud yang mungil atau miniatur,’’ katanya. Seperti bidang seni lainnya, kata Merta, seni bonsai

jam 4 menit yang diselenggarakan pada November 2014 dan oleh Steven Gaul (Kanada) selama 134 jam yang diselenggarakan pada Agustus 2015 lalu. Untuk merebut kembali rekor dunia tersebut, pada 26 Desember 2016 hingga 2 Januari 2017 mendatang, Kunto berencana melakukan aksi spektakulernya dengan memecahkan rekor dunia memainkan drum selama 145 jam. Event ini bertajuk ‘’The Longest Marathon Drumming 145 Hours Guinness World Records by Kunto Hartono’’ yang mengambil tema ‘’Bangkitkan Semangat Negeri Jenggirat Tangi Indonesiaku’’ dengan Tagar #Drumming145HoursForIndonesia. Regulasi dari GWR dalam pemecahan rekor dunia The Longest Marathon Drumming ini, di antaranya melakukan istirahat selama 15 menit setiap 8 jam yang akan dipergunakan Kunto untuk melakukan medical

erti halnya pohon-pohon yang tumbuh di alam bebas. Gede Merta menambahkan, Indonesia yang beriklim tropis memiliki banyak sekali jenis pohon berkarakter kuat untuk dijadikan materi pembuatan bonsai. Bahkan, banyak dari jenis pohon itu bisa dikerdilkan dengan media tanam yang dipadukan dengan bongkahan batu karang untuk memunculkan bonsai yang berkesan dramatis sekaligus memberikan nilai plus pada bonsai tersebut. Beberapa jenis pohon yang lazim digunakan sebagai materi bonsai di Indonesia di antaranya santigi yakni santigi

yang habitatnya di gunung (Gautheria nummularioides D. Don) dan santigi yang tumbuh di pantai (Pemphis acidula), berbagai jenis beringin (Ficus sp) seperti beringin karet (Ficus retusa), beringin korea (Ficus koreana) dan beringin (Ficus benjamina). Pohon lain yang juga memiliki karakter menarik untuk dikerdilkan adalah serut (Streblus asper), asam Jawa (Tamarundus indica), asam londo (Pithecellobium dulce) dan kawista (Feronia lucida). Tentunya, masih banyak lagi jenis pohon lainnya yang memiliki karakter menarik untuk dikerdilkan. (ian)

Dusun Malet Kuta Mesir

Sentra Produksi Suvenir

SUVENIR kayu yang marak ditemui di objek wisata di Bali, seperti Ubud dan Kuta, banyak yang menyangka seluruhnya merupakan hasil karya warga setempat. Namun, ternyata tidak demikian. Produk tersebut justru datang dari daerah di Kabupaten Bangli, yakni Dusun Malet Kuta Mesir, Desa Tiga, Susut. Profesi sebagai perajin suvenir atau cenderamata itu digeluti sebagian warga Dusun Malet Kuta Mesir. Usaha rumah tangga ini telah mampu mengurangi angka pengangguran. Klian Dusun Malet Kuta Mesir I Ketut Redam mengatakan, kerajinan suvenir kayu ini telah berkembang sejak tahun 1990. Masyarakat yang menggelutinya hampir lima puluh persen. Selain sebagai usaha sampingan, sejumlah warga juga menjadikannya sebagai sumber penghasilan utama. Produk yang dihasilkan cukup bervariasi, mulai dari gantungan kunci, hiasan dinding, tempat kartu nama hingga kalender mini. ‘’Sektor ini sudah menjadi sumber pendapatan sebagian masyarakat di sini,’’ ujar Redam, belum lama ini. Di balik perkembangannya, kata Redam, pemasaran produk ini ternyata baru mampu menyentuh beberapa daerah, seperti Badung dan Gianyar. Sementara untuk ranah yang lebih luas masih sangat sulit direalisasikan. Menyikapi hal ini, Pemkab

Bangli sudah memberikan pembinaan, namun hanya berlangsung beberapa saat saja. ‘’Pembinaan hanya dilakukan beberapa hari saja. Perajin belum sepenuhnya mengerti. Itu sudah berhenti. Kalau bisa biar berkelanjutan. Apalagi, generasi muda sudah mulai menggeluti. Ini cukup penting,’’ katanya. Redam menambahkan, pembinaan yang juga perlu diberikan yakni cara menciptakan produk hingga finishing. Selama ini, produk yang diambil oleh pengepul di daerah Gianyar baru sebatas setengah jadi. Hal ini secara tidak langsung berpengaruh pada harga jual. ‘’Diambil yang setengah jadi. Terus di sana (Gianyar - red) di-finishing. Setelah dijual ke tamu, itu dibilang produknya sendiri. Padahal, datangnya dari sini (Malet Kuta Mesir - red),’’ kata Redam. (sos)

check-up oleh tim medis dan buang air kecil. Dalam 4 jam tidak boleh membawakan lagu yang sama dalam versi apa pun, pergantian pengisi acara dan pergantian lagu tidak boleh lebih dari 30 detik serta rekaman audio visual tidak boleh terputus dari detik pertama hingga detik terakhir selama pemecahan rekor dunia The Longest Marathon Drumming berlangsung. Saat ditemui di Hotel Grand Inna Kuta, Senin (10/10), Kunto berharap bisa melibatkan kearifan budaya lokal Bali dan melibatkan musisi Bali sebagai pengisi acaranya. Selain itu, demi kelancaran dan kesuksesan event tersebut, Kunto juga berharap mendapat fasilitas dan dukungan sepenuh nya dari semua pihak di Bali serta seluruh elemen masyarakat Indonesia. ‘’Di event rekor dunia ini nanti, banyak event yang bisa dileburkan menjadi satu dalam momen dan venue yang

sama serta tidak menutup kemungkinan terdapat event pemecahan rekor nasional di dalam event rekor dunia. Bahkan, di pengujung acara nanti, juga akan diadakan rekor dunia yang dilakukan oleh MR. M dari Jombang, yang berarti ada dua event pemecahan rekor dunia GWR mulai akhir tahun 2016 hingga awal tahun 2017 nanti,’’ ujar Kunto Hartono. Kunto mengaku sudah survei beberapa opsi venue untuk pegelaran konser musik terlama di dunianya ini nanti yang notabene selama 6 hari 7 malam. ‘’Ada dua lokasi venue yang sangat representatif dalam banyak hal untuk penyelenggaraan rekor dunia ini nanti, yaitu Lapangan Puputan Margarana, Renon yang merupakan ikon dari Kota Denpasar dan World Peace Gong Kertalangu,’’ pungkas drummer kelahiran 27 Maret 1977 yang berdomisili di Surabaya ini. (win)

Kunto Hartono Siap Pecahkan Rekor Dunia KUNTO HARTONO, pria kelahiran Banyuwangi yang dijuluki si Drummer Sakti ini telah tercatat sebagai pemegang dua kali Guinness World Records (GWR) sebagai penabuh drum dengan stamina terkuat di dunia. Prestasi dunia pertama dari drummer gondrong beruban ini dilakukan pada 29 Desember 2003 - 1 Januari 2004 di halaman GOR Sumantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta selama 74 jam. Prestasi dunia kedua dilakukannya tanggal 27 Desember 2011 - 1 Januari 2012 di halaman Balaikota Malang selama 122 jam 25 menit yang difasilitasi dan didukung sepenuhnya oleh Wali Kkota Malang saat itu, Peni Suparto. Kendati demikian, Kunto harus merelakan rekor dunia yang digengamnya selama 2 tahun 10 bulan tersebut lepas, setelah rekornya dipatahkan oleh Carlos Santos (Portugal) selama 133

juga tetap memberikan ruang yang lapang bagi para kreatornya untuk mengeksplorasi ide dan imajinasi untuk mengembangkan kreasinya. Makanya, akhir-akhir ini juga bermunculan bonsai free style berkarakter kuat, unik sekaligus artistik yang merupakan ekspresi maupun impresi yang bersifat sangat pribadi dari para kreatornya dengan tetap berpijak dari gaya-gaya dasar bonsai yang sudah ada sebagai landasan utama berkreativitas. Apa pun gayanya, sebuah bonsai yang bagus harus mampu menyajikan keindahan dan keagungan pohon tua sep-

Bali Post/sos

SUVENIR - Warga Dusun Malet Kuta Mesir, Desa Tiga, Susut yang menggeluti usaha kerajinan suvenir.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook