Skip to main content

Edisi Senin 11 Juni 2018 | balipost.com

Page 1

16 HALAMAN

NOMOR 278 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

Senin Paing, 11 Juni 2018

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Cetak SDM Berkualitas, Koster Siapkan Komitmen Dana Rp 500 Juta Sangat Berarti bagi Desa Pakraman Program Kuliah Gratis S-1, S-2 dan S-3 Para Bendesa Heran Ada yang Memasalahkan CALON Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster, Minggu (10/6) kemarin menggelar kampanye di Kabupaten Jembrana. Salah satunya menggelar simakrama di Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo. Di hadapan sekitar 500 warga, Koster yang berpasangan dengan Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) memaparkan visi, misi dan program kerjanya selama lima tahun ke depan. Yang akan menjadi perhatian serius di Kabupaten Jembrana ada tiga hal yakni pertanian, pendidikan dan adat istiadat, seni, tradisi agama, budaya. Ikut mendampingi Koster masimakrama, Ketua Tim Pemenangan Koster-Ace Jembrana Made Kembang Hartawan, Putu Artha (kader PDI Perjuangan yang juga Bupati Jembrana), Made ‘’Lolak’’ Arimbawa (Hanura), anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jembrana, perwakilan partai pengusung dan sejumlah tokoh masyarakat. Sebagai mantan dosen, Koster memang dikenal san-

gat concern dalam bidang pendidikan. Maka dari itu, Koster telah menyiapkan segudang program dan kebijakan untuk memajukan dunia pendidikan, salah satunya kuliah gratis S-1, S-2 hingga S-3. SMA/SMK Bali Mandara yang dibangun Gubernur Made Mangku Pastika di Kubutambahan, Buleleng juga akan dibangun di kabupaten lain. ‘’Ada asramanya, sekolahnya gratis bagi mereka yang berprestasi dan miskin. Nanti biayanya diambil dari APBD. Lulusan SMA/SMK Bali Mandara di Buleleng itu lulusannya diterima di ITB, UI bahkan luar negeri. Setelah lulus SMA nanti lanjut kuliah program S-1, S-2 dan S-3 dalam dan luar negeri gratis. Syaratnya ikatan dinas dengan Pemprov Bali. Setelah lulus mengabdi untuk Bali,’’ tandas Koster. Politisi PDI Perjuangan asal Desa Sembiran Tejakula, Buleleng ini ingin mencetak SDM yang berkualitas untuk bersamasama membangun Bali. Dalam bidang kebudayaan,

Koster semasa masih duduk di Komisi X DPR-RI telah memfasilitasi lebih dari 300 wantilan, GOR dan gedung serbaguna. ‘’Waktu saya reses di sini salah satu aspirasinya adalah wantilan. Tadi saya diinformasikan jika wantilannya belum cair, makanya saya langsung telepon ke pusat,’’ cerita Koster mengenai kerja tuntasnya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. Dari hasil komunikasinya, dana wantilan yang sedianya direalisasikan sejak enam bulan lalu itu sudah ditransfer ke rekening desa penerima. ‘’Ini kan sedianya dibangun enam bulan lalu, ya. Karena ada suatu proses yang tertinggal, makanya agak lambat. Saya juga baru tahu, makanya tadi saya langsung telepon ke Jakarta. Tapi tadi laporannya seluruh dana sudah ditransfer. Silakan nanti hari Senin dicek, kalau belum masuk segera kabari saya,’’ papar Koster kepada warga. Hal. 15 Dapat Jatah

MANTRA-KERTA - Paslon Gubernur Bali nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta), yang berkomitmen meningkatkan bantuan bagi pemberdayaan desa pakraman menjadi Rp 500 juta per tahun.

14 JUNI - 15 JULI

14 JUNI - 15 JULI

Barcelona, Lionel Messi, terpampang di jalan utama Bronnitsy, sebuah kota dengan 20 ribu penduduk yang berjarak 50 kilometer dari Kota Moskow, Rusia. Mural yang berada di dekat markas Timnas Argentina untuk Piala Dunia Rusia itu menggambarkan sosok Messi mengenakan seragam biru putih Tim Tango, dengan wajah penuh kebanggaan sambil melipatkan tangan yang dipenuhi tato. Ukuran mural yang sangat besar tersebut menarik perhatian bagi siapa pun yang melintas ‘’Ketika saya melukis Messi, saya melukiskan legenda hidup saya,’’ kata Sergey Erofeev, seniman yang membuat mural itu, Minggu (10/6) kemarin. ‘’Messi adalah yang terbaik, dia memiliki banyak penghargaan Ballons d’Or dan Golden Boots,’’ imbuhnya.

Melalui mural itu, Erofeev ingin menunjukkan sosok Messi sebagai pesepak bola terhormat yang meraih kesuksesan dengan kerja keras, sehingga meraih gelar pemain terbaik dunia sebanyak lima kali. Erofeev berharap karyanya dapat dilihat langsung oleh Messi, sebelum Argentina menjalani laga pertama Piala Dunia melawan Islandia pada 16 Juni di Moskow. Sang Messiah dan Tim Tango sendiri baru berangkat menuju Rusia, Minggu kemarin. Uniknya, Messi beserta tim Argentina terbang ke Moskow dengan menggunakan pesawat yang sering dipakai band legendaris Rolling Stones. Dalam unggahan foto yang dibagikan Sergio Aguero, tampak interior dalam pesawat tersebut sudah dihiasi pernak-pernik Argentina yang bakal meramaikan Piala Dunia 2018. Jet mewah tersebut akan membawa Albiceleste dengan tujuan Moskwa, sebelum pesawat itu bakal menemani band legendaris Rolling Stones untuk menjalani sisa tur ‘’No Filter’’. (kmb33/afp)

PDI-P Persoalkan OTT Tak Langsung DPP PDI Perjuangan mempersoalkan penetapan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui operasi tangkap tangan (OTT) melalui orang lain atau tak langsung. Sebab, apabila kepala daerah yang dijadikan tersangka dilakukan melalui mekanisme OTT tak langsung tidak menutup kemungkinan semua orang berpotensi menjadi target OTT. khir yang dicermatinya itu, Hasto mengatakan keduanya tidak terkena OTT secara langsung. Namun, dari pemberitaan media menggambarkan bahwa keduanya sudah menjadi target dan memang harus ditangkap, baik melalui OTT langsung maupun tidak langsung. ‘’Faktanya, yang ditangkap di Kota Blitar adalah seorang penjahit, dan bukan pejabat negara. Lalu di Kabupaten Tulungagung seorang kepala dinas dan perantara, bukan Sahri Mulyo. Kesemuanya lalu dikembangkan bahwa hal tersebut sebagai OTT terhadap Samanhudi dan Sahri Mulyo. Ada apa di balik ini?’’ gugatnya. Hasto juga menilai kasus penetapan tersangka dua bupati dari kader PDI-P itu mengindikasikan adanya kecenderungan kepala daerah yang menjadi sasaran operasi OTT KPK adalah mereka yang memiliki elektabilitas tertinggi dan merupakan pemimpin yang sangat mengakar. (kmb4)

Bali Post/ant

BLITAR - Wali Kota Blitar Muhammad Samanhudi Anwar (tengah) mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK Jakarta, Sabtu (9/6).

Usai UHC Sabet Penghargaan

TOSS dan ’’Bima Juara’’ Klungkung Masuk Nominasi KIPP

PEMKAB Klungkung baru saja menerima penghargaan dari Presiden RI Joko Widodo atas program Universal Health Coverage (UHC) yang telah berjalan sukses. Kini, prestasi membanggakan kembali berhasil ditorehkan. Dua program inovatif andalan, yakni Beli Mahal Jual Murah (Bima Juara) dan program pemanfaatan energi terbarukan melalui penanganan sampah dengan sistem Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) masuk nominasi Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2018 pada Kompetisi Inovasi

Pelayanan Publik (KIPP). Hal tersebut disampaikan melalui pengumuman Tim Panel Independen Nomor : 001/TPI.06/2018 tentang Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2018 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di Lingkungan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, 8 Juni 2018. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung Ida Bagus Gde Juanida, Minggu

(10/6) kemarin, menyampaikan program Beli Mahal Jual Murah bermula dari komitmen Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dan Cawabup I Made Kasta dalam peningkatan kesejahteraan petani. Dalam penerapannya, Pemkab menggandeng Koperasi Unit Desa (KUD) Panca Satya, Dawan Klod, Keca-

matan Dawan, Arta Wiguna di Desa Gelgel Kecamatan Klungkung, dan Jaya Werdhi, Desa Takmung Kecamatan Banjarangkan. KUD membeli langsung gabah petani dengan harga lebih mahal dari pasaran dan menjual beras lebih murah dari pasaran. Hal. 15 Dapat Dipangkas

PANTAU TOSS - Anggota Wantimpres pantau TOSS di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung, beberapa waktu lalu. Program ini masuk nominasi Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2018 pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) bersama program ‘’Beli Mahal Jual Murah’’.

Bali Post/afp

Serahkan Diri, Bupati Tulungagung Ditahan

Jakarta (Bali Post) -

‘’Banyak yang bertanya, apakah OTT ini murni upaya pemberantasan hukum, atau sebaliknya, ada kepentingan politik yang memengaruhinya,’’ sebut Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (10/6) kemarin. KPK menetapkan Bupati Blitar Samanhudi dan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap. Suap kepada dua kepala daerah itu terkait dengan pengadaan barang dan jasa Pemerintah Kabupaten Tulungagung serta Pemerintah Kota Blitar tahun anggaran 2018. Hasto mengatakan kesan adanya kepentingan politik ini dapat dicermati pada kasus ‘’OTT’’ terhadap Samanhudi, Wali Kota Blitar, dan Sahri Mulyo, calon bupati terkuat di Tulungagung. Samanhudi, misalnya, terpilih kedua kalinya dengan suara lebih dari 92%. Dari dua OTT kepala daerah tera-

tra-Kerta yang diterima Bali Post, semalam, Swarsa memuji dukungan berupa bantuan dana bagi desa pakraman yang akan direalisasikan paslon yang akan maju di pilgub nanti. Ini dinilainya sangat positif dalam membentengi desa pakraman dalam menghadapi perkembangan zaman yang semakin kompleks. ‘’Tantangan ke depan bukan hanya fisik berupa bangunan dan sarana upacara adat. Tapi penguatan SDM adat juga sangat penting untuk mengawal desa adat itu sendiri,’’ tegas Swarsa yang sehari-hari pebisnis pariwisata ini. Ia mengakui Desa Pakraman Kuta secara finansial saat ini memang cukup mampu dalam melaksanakan kegiatan adat. Hal. 15 Perlu Didukung

Mural Raksasa Siap Sambut Messi

Moskow – Mural rakRUSIA 2018 sasa bergambar egabintang RUSIA 2018 mArgentina dan

SIMAKRAMA - Calon Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster, Minggu (10/6) kemarin menggelar simakrama di Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo. Di hadapan sekitar 500 warga, Koster menyatakan ada tiga hal yang menjadi perhatian serius di Kabupaten Jembrana. Yakni, pertanian, pendidikan dan adat istiadat, seni, tradisi agama, budaya.

ADANYA program dan komitmen paslon Gubernur Bali nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan Ketut Sudikerta (MantraKerta), untuk meningkatkan bantuan bagi pemberdayaan desa pakraman Rp 500 juta per tahun mendapat respons sangat positif para bendesa adat. Ditemui Minggu (10/6) kemarin, Bendesa Adat Kuta, Kabupaten Badung, Wayan Swarsa, menilai bantuan untuk desa pakraman itu sangat berarti dan membantu dalam pemberdayaan sekaligus penguatan desa pakraman. ‘’Apalagi dengan program bantuan Rp 500 juta per tahun untuk setiap desa pakraman. Ini tentu sangat besar artinya bagi desa adat,’’ ujar Bendesa Adat Kuta Wayan Swarsa. Dalam siaran pers tim Man-

Jakarta (Bali Post) – KPK menahan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo seusai diperiksa sekitar 7 jam sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan suap sebesar Rp 1 miliar dari pengusaha terkait proyek infrastruktur peningkatan jalan pada Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung. ‘’SM (Syahri Mulyo), Bupati Tulungagung, ditahan 20 hari pertama di Rutan Polres Jakarta Timur,’’ kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, di Jakarta, Minggu (10/6) pagi kemarin. Syahri keluar dari Gedung KPK dengan mengenakan rompi oranye tahanan KPK sekitar pukul 04.40 WIB. Ia menyerahkan diri ke KPK pada hari Sabtu (9/6) sekitar pukul 21.30 WIB setelah lolos dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK, Rabu (6/6) dini hari. ‘’Kami hargai penyerahan diri tersebut. Sikap kooperatif terhadap proses hukum tentu akan berimplikasi lebih baik bagi tersangka ataupun penanganan perkara itu sendiri,’’ ujar Febri. Sebelumnya, sempat beredar video Syahri yang mengatakan bahwa dirinya adalah ‘’korban politik’’ sehingga ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Namun,

Syahri yang mencalonkan diri sebagai Bupati Tulungagung 2018-2023 bersama pasangannya, Marwoto, meminta para pendukungnya untuk tetap memenangkan pasangan tersebut pada pemungutan suara 27 Juni 2018. KPK menetapkan Bupati Tulungagung 2013-2018 Syahri Mulyo, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung Sutrisno, dan Agung Prayitno dari pihak swasta sebagai tersangka penerima suap, sedangkan tersangka pemberi suap adalah pengusaha Susilo Prabowo. Susilo Prabowo diduga menyuap Bupati Tulungagung Syahri Mulyo melalui Agung Prayitno sebesar Rp 1 miliar terkait dengan fee proyekproyek pembangunan infrastruktur peningkatan jalan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung. Pemberian tersebut adalah pemberian ketiga setelah Syahri menerima pemberian pertama sebesar Rp 500 juta dan pemberian kedua sebesar Rp 1 miliar. Susilo Prabowo adalah salah satu kontraktor yang kerap memenangi proyek-proyek di Pemkab Tulungagung sejak 2014 hingga 2018. (ant)


denpasar

2

Senin Paing, 11 Juni 2018

Kasus Penganiayaan Polisi

Tak Ada Penangguhan Penahanan Anggota Ormas

PENANGANAN kasus penganiayaan polisi oleh anggota ormas sesuai prosedur. Tidak ada istilah memberikan penangguhan penahanan terhadap dua pelaku yakni Gn dan KS yang kini ditahan di Mapolsek Kuta. Hal itu dilakukan sebagai bentuk komitmen Polsek Kuta memerangi premanisme. ‘’Kesalahan jelas dan alat bukti lengkap. Jadi, mereka bisa ditahan dan tidak ada main tangguh-tangguhan (penahanan - red),’’ tegas Kanitreskrim Polsek Kuta Iptu Aan Saputra, Minggu (10/6) kemarin. Menurut mantan Kanitreskrim Polsek Denpasar Barat (Denbar) ini, tidak ada toleransi terhadap aksi premanisme yang tarjadi di wilayah Kuta. Tak mengenal siapa korbannya. ‘’Bukan karena korbannya polisi, kalau masyarakat sipil mengalami aksi premanisme akan kami tindak tegas pelakunya,’’ tegasnya. Oleh karena itu, ia

mengimbau kepada masyarakat agar segera melaporkan bila terjadi aksi premanisme di lingkungannya. Terutama soal pungutan liar (pungli). ‘’Perintah pimpinan kami jelas sekali, yaitu menindak segala bentuk aksi premanisme karena meresahkan dan menyusahkan masyarakat, terutama rakyat kecil,’’ tandasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, setelah melakukan pemeriksaan intesif terkait kasus pemukulan anggota Ditsabhara Polda Bali Bripda I Wayan Krisna Darmaja (22), akhirnya penyidik Polsek Kuta menahan dua anggota ormas berinisial Gn dan KS. Atas perbuatannya itu, Gn dan KS langsung dijebloskan ke ruang tahanan Mapolsek Kuta. Bahkan saat diamankan KS berontak, sehingga mengakibatkan anggota polisi terluka. Sedangkan dua rekannya, Ng dan DA, dikenakan wajib lapor sambil menjalani pemeriksaan dan masih dilakukan pendalaman. (rah)

figur Meningkat Pesat KEBERADAAN Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi penting dalam upaya menggerakkan roda perekonomian. Di Kota Denpasar, perkembangan UMKM dapat dikatakan produktif, lantaran terus mengalami peningkatan jumlah selama lima tahun terakhir. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar Made Erwin Suryadarma Sena mengatakan hal itu, belum lama ini. Menurut Erwin Suryadarma Sena, keberadaan UMKM menjadi elemen penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Dengan produktifnya UKM dan UMKM di suatu daerah, tentu akan berimplikasi kepada tersedianya lapangan pekerjaan baru yang mampu mengikis jumlah pengangguran. Erwin Suryadarma Sena menambahkan, perkembangan jumlah UMKM di Kota Denpasar selama lima tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2013 jumlah UMKM di Kota Denpasar sebanyak 11.575 UMKM, tahun 2014 meningkat menjadi 11.877 UMKM, tahun 2015 meningkat menjadi 11.905 UMKM, dan tahun 2016 meningkat pesat menjadi 30.761 UMKM, sedangkan pada tahun 2017 jumlah tersebut meningkat menjadi 30.840 UMKM. Jumlah tersebut terdiri atas tiga klasifikasi, yakni Usaha Mikro, Kecil dan Menengah yang meliputi bidang perdagangan, bidang industri pertanian serta industri nonpertanian dan aneka jasa. Erwin Suryadarma Sena menegaskan, meningkatnya perkembangan UMKM di Kota Denpasar selama lima tahun belakangan ini tak lepas dari perhatian serius dan dukungan Pemkot Denpasar. Hal ini diwujudkan dengan memberikan kemudahan terhadap perizinan, membantu permodalan UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), melaksanakan monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Bagian Ekonomi Setda Kota Denpasar, serta Dekranasda Kota Denpasar. ‘’Pemkot Denpasar selalu memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi UMKM untuk terus berkembang sehingga mampu mendukung pergerakan roda perekonomian di Kota Denpasar,’’ ujarnya. Erwin Suryadarma Sena menambahkan, salah satu ruang yang penting terhadap perkembangan UMKM adalah kemudahan dalam berpromosi. Di mana di Kota Denpasar terdapat Rumah Belanja, Rumah Kemasan, festival skala daerah, provinsi, nasional dan internasional yang dapat menjadi wahana promosi UMKM di Kota Denpasar, seperti Denpasar Festival, Sanur Festival, Inacraft dan lain sebagainya. ‘’Dengan adanya dukungan dari Pemkot Denpasar, diharapkan ke depannya tumbuh UMKM baru dan UMKM yang sudah ada terus berkembang. Yang kecil menjadi mikro, yang mikro menjadi menengah, dan yang menengah menjadi besar,’’ tegasnya. (ara)

Rencana Penurunan HET Beras Rugikan Petani

Bali Post/eka

Denpasar (Bali Post) -

Buktinya beberapa bulan terakhir harga beras medium I masih tetap di atas HET Rp 9.450 per kilogram. Yaitu per Maret harganya Rp 11.500 per kilogram, kemudian turun Rp 11.250 per kilogram dan terakhir tetap di atas HET yaitu Rp 11.000 per kilogram. Begitu juga beras medium II yaitu awal Maret harganya Rp 11.000/kg, kemudian turun menjadi Rp 10.750/kg dan terakhir Rp 10.500. Kini pemerintah kembali menurunkan HET beras dari Rp 9.450 menjadi Rp 8.950. Turunnya HET ini dikhawatirkan menurunkan NTP petani yang selama ini terus turun. Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Prof. Ir. I Nyoman Supartha mengatakan, penurunan HET beras medium ini berpotensi merugikan petani. “Karena dengan dasar kondisi harga input saat ini, mestinya HET tidak bisa diturunkan,” ujar Supartha, belum lama ini. Secara teori, kata Supartha,

harga pokok beras adalah 140 persen dikalikan harga gabah di Bali (Rp 4.500) menjadi Rp 10.800 per kilogram. Sehingga dengan adanya penurunan HET, maka akan membuat petani rugi karena secara teori harga ideal gabah seharusnya 60 persen kali harga beras (dengan HET beras Rp 9.450) menjadi Rp 5.670 per kilogram gabah. Jika harga beras turun, maka harga gabah pasti akan turun. ‘’Itu perhitungan normatif,’’ katanya. Apabila harga beras di Bali dianggap tinggi, kata Supartha, maka turunnya harga beras jangan sampai menurunkan harga gabah agar petani tidak rugi atau NTP petani tidak turun. ‘’Jadi, kalau harga beras diturunkan, berarti tingkat keuntungan petani akan mengecil. Akibatnya, motivasi petani akan melemah. Apakah ada upaya-upaya pemerintah untuk menggratiskan unsur-unsur biaya input petani?’’ ujarnya. Sementara itu, pengamat

Ekonomi Pertanian dari Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. Made Antara, M.S. mengatakan, penurunan HET beras medium menjadi Rp 8.950 per kilogram di satu pihak akan menguntungkan konsumen beras. Namun, di pihak lain akan merugikan pedagang dan penyosohan beras serta petani. Pasalnya, gabah dibeli lebih murah dengan Harga Pokok Pembelian (HPP). Apalagi petani biasa menebaskan padinya ke penebas atau dikontrak rendah oleh penebas atau penyosohan beras. ‘’Maka penurunan HET jelas akan menurunkan NTP karena harga input (biaya operasional-red) tetap atau meningkat. Sedangkan harga output (gabah - red) petani tetap atau menurun. Jelas penurunan HET akan memberatkan petani padi yang memang tidak pernah sejahtera,’’ katanya mengkritisi. Namun khusus di Bali, masyarakat pada umumnya lebih suka mengonsumsi beras me-

dium atau super asal luar Bali. Seperti beras Putri Sejati yang harganya di atas HET. ‘’Setiap hari ada beras luar Bali masuk ke Bali yang harganya di atas HET. Sehingga ketahanan pangan Bali terjaga karena didukung oleh pasokan pangan luar Bali terutama Jawa, NTB,’’ imbuhnya. Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Mardiana, M.M. mengatakan, masyarakat Bali lebih cenderung mengonsumsi beras curah yang kualitasnya lebih rendah dari beras premium, namun lebih bagus dari beras medium. Sehingga harganya pun berada di atas harga beras medium dan di bawah premium. ‘’Jadi, HET beras medium belum bisa berlaku di Bali,’’ tandasnya. Menurut Mardiana, masyarakat Bali tidak terlalu terdampak dengan harga beras yang di atas HET, karena perilaku yang cenderung mengonsumsi beras curah tersebut. Dengan rencana penurunan HET beras medium, tidak sejalan dengan harga gabah di Bali yang cenderung tinggi dibandingkan wilayah

Denpasar (Bali Post) Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan 2.500 Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) dapat tersertifikasi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing KUMKM dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM Ir. I Wayan Dipta, M.Sc. mengatakan, dari target 2.500 usaha tersebut, 330 KUMKM ditargetkan bersertifikasi ISO/HACCP/SNI/ PIRT, 1.514 KUMKM bersertifikasi hak merek/indikasi geografis, 100 KUMKM untuk sertifikasi halal, dan 556 KUMKM bersertifikasi hak cipta/desain industri. Dari target tersebut, per 31 Mei lalu pihaknya telah mencapai target 72,68 persen. Ia optimis dapat mencapi target tersebut sebelum akhir 2018. Mengingat pihaknya

telah memiliki tiga agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) yaitu di Bali dua Bimtek, Bimtek sertifikasi PIRT dan halal serta satu Bimtek di Kalimantan. Memasuki era MEA, kata Dipta, persaingan sangat ketat di samping juga ada peluang di dalamnya. Untuk bisa bersaing dan meraih peluang, diperlukan kompetensi KUMKM dan nilai tambah produk yang dihasilkan. Dikatakan, hal ini sesuai dengan Nawacita Kabinet Kerja Jokowi-JK yang berupaya meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing serta mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. “Untuk mewujudkan hal itu, Kemenkop dan UKM melakukan pelatihan sertifikasi pada UMKM. Tujuannya, agar KUMKM mampu tumbuh menjadi usaha yang

berkelanjutan dengan skala yang lebih besar,” katanya. Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi Provinsi Bali I Gusti Ayu Ambari mengatakan, khusus di Bali pihaknya menargetkan 200 UMKM memiliki sertifikat HAKI baik hak merek, hak cipta, sertifikasi halal, PIRT, dan ISO. Namun ISO merupakan sertifikasi internasional, sehingga untuk UMKM pihaknya lebih memfokuskan pada sertifikasi halal, PIRT dan hak cipta. Menurut Ambari, saat ini di Bali ada lebih dari 300.000 pelaku UMKM, 60 persen di antaranya aktif. Sisanya ada yang pelaku usaha mikro yang sifat usahanya musiman sehingga sulit dimonitor. Dari 300.000 usaha tersebut, dia mengakui belum memiliki data pasti UMKM yang telah tersertifikasi. Namun pada kesempatan itu ada dua orang yang

diberikan sertifikasi hak cipta dan sebelumnya dari Kemenkop dan UKM juga mengirimkan sembilan orang pelaku UMKM dari Bali untuk mengikuti sertifikasi hak merek. Ambari menambahkan, banyak pelaku UMKM di Bali yang belum memiliki sertifikasi lantaran biaya sertifikasi mahal. Selain itu, selama ini UMKM di Bali belum menyadari pentingnya sertifikasi. “UMKM kita di Bali terlalu terlena, terlalu bangga kalau produknya ditiru orang lain. Padahal itu seharusnya menjadi milik sendiri yang harus dilindugi, karena itu adalah modal usaha untuk berkembang ke depan,” katanya mengingatkan. Ambari menegaskan, pemerintah terus berupaya untuk melakukan sosialisasi pentingnya sertifikasi. Pasalnya, dengan sertifikasi hasil cipta produk UMKM bisa

Pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras. Namun, Bali ternyata belum mampu mengendalikan harga beras di bawah HET.

lainnya. Sehingga, dengan memaksakan HET beras medium turun akan berpotensi membuat petani rugi. Saat ini saja harga gabah kering giling di Bali di atas Rp 4.500 per kilogram. Sementara HPP gabah Rp 3.700 per kilogram. Sehingga harga beras di pasaran menjadi Rp 10.500 per kilogram. Itupun dengan harga yang paling rendah. Untuk menstabilkan harga beras di pasaran namun petani tidak merugi, kata Mardiana pihaknya bekerja sama dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) serta Toko Tani Indonesia (TTI) untuk produksi beras. ‘’Dalam kerja sama produksi tersebut, pemerintah memberikan subsidi agar bisa menghasilkan beras yang lebih murah. Dengan demikian harga beras yang mampu dipasarkan yaitu Rp 8.800 per kilogram,’’ katanya. (kmb42)

terlindungi. “Apalagi di era globalisasi, pasar bebas, terutama daerah MEA, jadi sangat penting sertifikasi,” tegasnya. Ambari menambahkan, sertifikasi juga merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan bantuan hibah wirausaha pemula (WP) dari Kemenkop dan UKM. Di Bali telah ada 20 WP yang mendapat bantuan hibah. Masing-masing WP mendapat bantuan Rp 10 juta hingga Rp 13 juta. Dikatakan, tahun 2018 ini kuotanya ada 26 WP. Syarat untuk mendapatkan bantuan ini adalah minimal telah memiliki usaha enam bulan dan maksimal usaha telah berjalan dua tahun, selain syarat administrasi yaitu perizinan dan NPWP. “Dana itu memang ditujukan untuk membantu UMKM, karena usaha kecil biasanya menghadapi kendala di permodalan,” katanya. (kmb42)

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391

2.500 Usaha Ditargetkan Tersertifikasi

Bupati Badung Buka Wahana Salju ’’Discovery Snowland’’

081 337 032 965, (0361) 819446

FM 96,5

Topik : Rencana Penurunan HET Beras Rugikan Petani Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail

: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com

BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta membuka Wahana Salju di Discovery Shooping Mall Kuta, Jumat (8/6). Acara tersebut dihadiri pula anggota DPRD Badung Anom Gumanti, Kadis Pariwisata yang diwakili Sekretaris Dinas Pariwisata Putu Yuyun Hanura Eny, Kapolsek Kuta, Sekcam Kuta Ketut Gede Artha, Lurah Kuta Wayan Daryana. Bupati Giri Prasta membuka wahana Discovery Snowland ditandai dengan pemotongan pita dan mencoba berseluncur di atas salju. Perwakilan Management Discovery Shopping Mall, Gustaf Riandori, menyampaikan Discovery Snowplay

ini diselenggarakan untuk mendorong program Pemerintah Kabupaten Badung dan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun internasional. Tujuan wahana salju outdor ini untuk meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun internasional untuk mengunjungi Indonesia, khususnya Bali. ‘’Wahana salju ini pertama kali diadakan di luar atau outdoor dan wisatawan juga dapat menikmati sunset di Pantai Kuta sambil bermain salju,’’ jelasnya dan menambahkan, wahana ini buka dari tanggal 8 Juni sampai tanggal 7 Juli 2018. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Badung Giri Pras-

ta menyampaikan antusiasnya terhadap wahana salju ini. ‘’Saya sangat antusias dengan wahana salju outdoor yang diadakan pertama kali di Bali. Meskipun di Bali udaranya panas, tapi pihak manajemen mampu dan bisa melaksanakan wahana salju di outdoor,’’ katanya. Giri Prasta berharap ke depannya dari pihak manajemen dan Dinas Pariwisata dapat bersinergi mewujudkan wahana salju outdoor seperti ini. Pada Festival Bahari tahun depan, wahana ini dapat dimasukkan dalam salah satu agenda, di mana tahun depan pembukaan Festival Bahari berada di Kecamata Kuta. (ad403)

MEMBUKA - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta membuka Wahana Salju di Discovery Shooping Mall Kuta, Jumat (8/6).


BADUNG

Senin Paing, 11 Juni 2018

3

Inovasi Batik ’’Go National’’

KLHK Dukung Inovasi Pengurangan Sampah Plastik Berbasis Kearifan Lokal

BATIK - Inovasi Batik mendapat dukungan penuh dari Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Novrizal Tahar. DIREKTUR Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Novrizal Tahar mengatakan pengaturan regulasi sampah plastik perlu didukung semua pihak. Ada dua stakeholder besar yang terlibat di dalamnya, yaitu produsen dan masyarakat, dalam hal ini publik partisipasi. Dalam diskusi bertema ‘’Inisiatif Lokal dalam Kurangi Sampah Plastik’’ yang diselenggarakan Ditjen PSLB3 KLHK, perwakilan Pemerintah Kabupaten Badung, Pemerintah Kota Banjarmasin, dan Pemerintah Kota Balikpapan memaparkan cara mereka menekan penggunaan sampah plastik di Ruang Kalpataru KLHK

Jakarta, Jumat (8/6) lalu. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Badung I Putu Eka Merthawan mengatakan, Kabupaten Badung telah memiliki grand design penanganan sampah plastik yang berakar dari salah satu filosofi budaya adat Bali Tri Hita Karana, yaitu hubungan manusia dengan lingkungan. Adapun tahapan aksi penanganan sampah plastik di Kabupaten Badung, yaitu tahun 2010-2015 melalui Gelatik (Gerakan Berkelanjutan Anti Sampah Plastik), tahun 20162021 melalui Gotik (Gojek Sampah Plastik), dan tahun 2022-2027 melalui Badung Recycle Plaza (BRP). Saat ini Kabupaten Badung tengah menggalakkan

penjemputan sampah plastik dari sumber sampah, baik secara pribadi maupun kolektif oleh Tim Gotik. Di sana juga tengah dikembangkan inovasi yang terintegrasi dan berkelanjutan melalui Batik (Badung Anti Kantong Plastik). ‘’Jadi, Gotik itu sifatnya kuratif. Sedangkan Batik itu preventif karena berupa larangan penggunaan plastik, selain dengan peraturan daerah, dilakukan juga dengan berdasarkan kearifan lokal yaitu pembuatan awig-awig atau pararem yaitu semacam aturan adat pada masingmasing desa adat, dan ini berjalan lebih efektif,’’ ujar Eka Merthawan. Eka Merthawan berharap dukungan dari seluruh pimpinan OPD di lingkungan Kabupaten Badung kepada Genetik (Generasi Anti Kantong Plastik) sebagai motor penggerak inovasi Batik yang merupakan percontohan nasional anti sampah plastik. ‘’Kami mohon dukungan semua pihak terkait untuk mendukung Batik agar program ini berjalan dengan baik dan sukses,’’ katanya. Selain para narasumber, forum diskusi ini turut dihadiri perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi dan kabupaten/kota, Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion KLHK, dan aktivis peduli lingkungan. (ad402)

Kerap Picu Isu SARA

Dewan Desak Pemkab Buat Regulasi Perekrutan Naker

Mangupura (Bali Post) -

Perekrutan tenaga kerja (naker) di Bali, khususnya di Kabupaten Badung, kerap bernuansa suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). Kondisi ini menjadi perhatian kalangan legislator di Gumi Keris, lantaran kerap memicu polemik dan isu SARA di masyarakat. Para wakil rakyat mendesak Pemkab Badung membuat regulasi tetkait perekrutan naker untuk meminimalisasi kejadian serupa. Wakil Ketua DPRD Badung Nyoman Karyana mengatakan, pengumuman perekrutan karyawan bernuansa SARA wajib menjadi evaluasi bersama, baik pihak Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja dari segi pengawasannya dan pihak manajemen hotel di Badung. ‘’Koordinasi anatarinstansi adat dan pemerintah perlu dilakukan supaya persoalan semacam ini tidak terus berulang,’’ ujar Karyana, Minggu (10/6) kemarin. Menurut Karyana, pihak manajemen tidak boleh sewenang-wenang dalam merekrut karyawannya. Dalam perekrutan sepatutnya memperhatikan aspek lingkungan tempat

usaha tersebut berada. Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja setempat juga diharapkan membuat regulasi baru terhadap tindakan majamen hotel yang melakukan pengumuman perekrutan. ‘’Dalam merekrut pekerja, pengusaha harus melakukan koordinasi isi konten ke pihak adat maupun pemerintah sebelum pengumuman tersebut terpublikasi ke masyarakat, sehingga tidak ada unsur SARA,’’ tegasnya. Hal senada juga dilontarkan Ketua Komisi IV DPRD Badung AAN Ketut Agus Nadi Putra. Dia menegaskan, pemerintah harus secepatnya membuat regulasi agar hal serupa tak

kembali terulang. Setidaknya dari segi saat proses perizinannya, di mana investor dimintai komitmennya terhadap keberadaan tenaga kerja lokal dan tanpa menyinggung SARA. ‘’Katanya kebinekaan, kok malah banyak manajemen memberikan asumsi yang menyinggung SARA dalam merekrut tenaga kerja. Ini perlu disikapi,’’ katanya mengingatkan. Agus Nadi Putra meminta Badan Perizinan dengan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja melakukan koordinasi terkait hal ini, sehingga nyambung dan jika hal ini terulang kembali bisa segera bertindak. ‘’Sungguh ironis memang, orang Hindu Bali semakin terpinggirkan dengan mulai banyaknya pengumuman rekrutmen pegawai nonHindu,’’ ujarnya seraya berharap tidak terjadi lagi perekrutan naker bernuansa SARA yang menimbulkan keresahan di masyarakat. (kmb27)

Terminal Mengwi Masih Sepi Pemudik Mangupura (Bali Post) Hari raya Idul Fitri tinggal menghitung hari, namun situasi Terminal Tipe A Mengwi, Badung, Minggu (10/6) kemarin masih landai atau sepi pemudik. Kebanyakan pemudik pulang ke kampung halamannya dengan mengendarai mobil dan sepeda motor. Diperkirakan jumlah pemudik mengalami lonjakan saat H-3. ‘’Masih landai. Pemudik juga banyak yang naik mobil dan sepeda motor sehingga

penumpang bus agak sepi,’’ kata Kasatlantas Polres Badung AKP Ni Luh Putu Anne Parwisti. Kendati demikian, kata Anne Parwisti, pihaknya tetap melakukan pengamanan dan pengaturan bersinergi dengan instansi terkait. Selain itu, ia mengimbau supaya pemudik tetap mengutamakan keselamatan. ‘’Kalau lelah lebih baik istirahat dulu. Jangan dipaksakan karena berbahaya,’’ tegasnya. Menurut Anne Parwisti,

Bali Post/ist

MEMANTAU - Direktur Lalu Lintas Polda Bali Kombes Pol. Anak Agung Made Sudana saat memantau situasi Terminal Mengwi.

Direktur Lalu Lintas Polda Bali Kombes Pol. Anak Agung Made Sudana sudah melakukan pengecekan kesiapan Terminal Mengwi dalam rangka menghadapi arus mudik, Jumat (8/6) lalu. Pada kesempatan itu, Sudana sempat berdialog dengan sejumlah penumpang dan menanyakan tentang pelayanan serta keamanan di Terminal Mengwi. Selain melakukan pemantauan, mantan Kapolresta Denpasar ini juga melakukan pengecekan terhadap Pos Pelayanan Lebaran 2018 yang berada di sana. Pos Pelayanan Lebaran di Terminal Mengwi ini mulai efektif beroperasi terhitung H-10 Idul Fitri dan akan berakhir hingga H+10 Idul Fitri. Personel yang mengawaki Pos Pelayanan Lebaran ini dari berbagai unsur, di antaranya Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) XII wilayah Bali dan NTB, Dishub Badung, kepolisian, TNI, Satpol PP, Dinas Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Kesehatan, dan pihak terkait lainnya. ‘’Dengan adanya pos pelayanan, diharapkan dapat memberikan pengamanan dan kenyamanan bagi calon pemudik,’’ kata Anne Parwisti. (kmb36)

Bali Post/kmb23

Melonjak, Jumlah Penumpang Melalui Bandara Ngurah Rai Mangupura (Bali Post) Menjelang libur Lebaran, penumpang yang melalui Bandara Ngurah Rai mulai ramai. Lonjakan penumpang yang cukup signifikan terjadi pada Sabtu (9/6) dan Minggu (10/6). Communication Head and Legal Section Head Bandara Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, mengatakan hal itu, Minggu kemarin. Menurut data yang dihimpun melalui Posko Terpadu Monitoring Angkutan Lebaran 2018 (1439 H), pada H-6 Lebaran, Sabtu (9/6) lalu penumpang yang melalui Bandara Ngurah Rai mulai meningkat. Jika dibandingkan dengan periode yang sama untuk H-6 tahun 2017, total pergerakan pesawat mengalami

peningkatan. Pergerakan pesawat tahun ini meningkat sebesar 15,03 persen, yaitu 444 pesawat. Sedangkan pada tahun 2017 sebesar 386 pesawat. Sedangkan untuk peningkatan penumpang juga mengalami pertumbuhan sebesar 15,93 persen. Pada tahun 2017 jumlah penumpang pada hari yang sama tercatat 58.663 orang dan pada tahun 2018 ini meningkat menjadi 68.006 orang. Sementara sejak dibukanya Posko Lebaran 2018 sampai dengan H-6, kata Arie Ahsanurrohim, total kedatangan pesawatsebanyak 630 pesawat. Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 4,48 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2017 yang tercatat 603 pesawat.

Sedangkan untuk keberangkatan sebanyak 672 pesawat, meningkat 7,35 persen dibandingkan tahun 2017 sebanyak 626 pesawat. Menurut Arie Ahsanurrohim, total penumpang sampai H-6 untuk kedatangan sebanyak 97.080 penumpang atau meningkat 2,65 persen dibandingkan tahun 2017 yang hanya 94.570 penumpang. Kendati demikian, untuk keberangkatan mengalami penurunan sebesar 1,73 persen, yakni 98.054 penumpang dibandingkan tahun 2017 lalu yang tercatat 99.785 penumpang. ‘’Extra flight pesawat untuk kedatangan ada dua penerbangan dan keberangkatan ada satu penerbangan,’’ katanya. (kmb23)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Senin Paing, 11 Juni 2018

Senator Minta Desa di Bali Keluarkan Awig-awig Tolak Warung RW

Asyiknya Mudik Bareng BRI

Berangkatkan Ribuan Pemudik dari Bali Wedakarna Minta Rakyat Pilih Parpol yang Bisa Dorong Perda Larangan Daging Anjing

BULAN Ramadan sebentar lagi akan berakhir. Saatnya umat Muslim menyambut datangnya hari yang fitri bersama keluarga. Untuk mewujudkan impian masyarakat akan momen berkumpul bersama keluarga di hari raya Idul Fitri, Bank BRI menyelenggarakan kegiatan Mudik Bareng BRI yang merupakan program Bina Lingkungan dari Kantor Pusat BRI. Kegiatan Mudik Bareng BRI 2018 ini secara nasional dilakukan dengan menggunakan empat moda transportasi, yaitu Terbang Bareng BRI dengan moda transportasi pesawat, Berlayar Bareng BRI dengan moda transportasi kapal laut, Berkereta Bareng BRI dengan moda transportasi kereta dan Ngebus Bareng BRI dengan moda transportasi bus. Pemimpin Wilayah BRI Denpasar Dedi Sunardi mengatakan, kegiatan Mudik Bareng BRI di Kanwil BRI Denpasar diikuti oleh sekitar 1.076 pemudik. Mereka diantar ke tujuan masing-masing dengan menggunakan 25 bus. Rute tujuan mudik meliputi Yogyakarta, Semarang, Kediri, Solo, Madiun, Trenggalek, Bojonegoro, Lamongan, Blitar, Jombang, Pamekasan, Bangkalan, Surabaya, Malang dan Lumajang. ‘’Pemudik diantar sampai ke tempat tujuan secara gratis, tidak dipungut biaya apa pun,’’ ujarnya. Demi menjaga keamanan dan kenyamanan, para pemudik selama perjalanan menugaskan satu orang PIC pada setiap bus di luar awak

DILEPAS – Rombongan pemudik dari Bali yang mengikuti Mudik Bareng BRI dilepas ke sejumlah tempat tujuan di Jawa. bus. PIC ini bertugas mengawal dan memastikan semua pemudik merasa nyaman dan aman saat di perjalanan dan tentunya selamat sampai di tempat tujuan. Selain kegiatan Mudik Bareng BRI, pada bulan Ramadan tahun ini Kanwil BRI Denpasar juga menyelenggarakan kegiatan berbagi 2.000 paket sembako gratis, buka puasa bersama dan santunan kepada 200 orang anak yatim yang telah dilaksanakan pada 4 Juni 2018 lalu. Kegiatan Ramadan ini merupakan salah satu wujud syukur atas segala nikmat yang tiada henti, yang telah dilimpahkan Al-

lah SWT kepada Bank BRI selama ini. Melalui kegiatan ini, Bank BRI menunjukkan kepekaan dan kepedulian terhadap kondisi sosial yang ada di masyarakat. Bank BRI sebagai perusahaan yang dimiliki oleh negara, hadir di tengahtengah segala lapisan masyarakat secara langsung. Diharapkan dengan hubungan kedekatan yang terjalin, masyarakat akan merasa menjadi keluarga besar Bank BRI. Ke depan, Dedi berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan untuk menularkan lebih banyak kebahagiaan kepada masyarakat. (ad405)

Cuti Lebaran, Mobdin Wajib Dikandangkan Banyuwangi (Bali Post) Kalangan PNS di Pemkab Banyuwangi tak bisa bebas menggunakan mobil dinas (mobdin) selama libur Lebaran. Seluruhnya wajib dikandangkan. Untuk memudahkan pengawasan, seluruh mobil dinas diparkir di halaman Kantor Pemkab Banyuwangi. Sekretaris Daerah Banyuwangi Djajat Sudrajat mengatakan, pelarangan penggunaan mobil dinas berdasarkan instruksi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara

dan Reformasi Birokrasi (Men-PAN RB). Isinya, melarang penggunaan mobil dinas untuk mudik atau kepentingan pribadi saat Lebaran. ‘’Sejak tahun 2014, kami sepakat melarang mobil dinas untuk berlebaran. Seluruh mobil dinas wajib diparkir di halaman Kantor Pemkab Banyuwangi selama cuti bersama Lebaran,’’ tegasnya, Minggu (10/6) kemarin. Seluruh kendaraan berpelat merah tersebut mulai dikandangkan Jumat (8/6) dan Sabtu (9/6) lalu. ‘’Ke-

Bali Post/ist

DIPARKIR - Kendaraan dinas PNS diparkir di halaman Pemkab Banyuwangi.

cuali kendaraan operasional khusus untuk tugas di lapangan. Misalnya mobil tangki pemadam kebakaran, mobil tangki penyiram taman, mobil operasional Dinas Perhubungan (Dishub) dan mobil dinas di kantorkantor camat,’’ jelasnya. Mobil dinas yang dikandangkan dapat diambil kembali saat terakhir libur Lebaran atau Rabu (20/6) mendatang mulai pukul 09.00 WIB. Selain aturan pelarangan penggunaan, pihaknya juga melarang para PNS mengajukan izin tidak masuk dan cuti kerja sebelum atau setelah cuti bersama yang telah ditetapkan. Tujuannya, agar tidak mengganggu pelayanan publik pasca-Idul Fitri. Apalagi cuti bersama tahun ini lebih panjang. ‘’Saya minta seluruh Kepala SKPD meningkatkan pengawasan disiplin terhadap stafnya. Jika setelah cuti Lebaran ada PNS yang tidak masuk kerja tanpa keterangan, saya minta segera diproses sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 53/2010 tentang Disiplin PNS,’’ pungkas Djajat. Cuti bersama tahun ini berlangsung tujuh hari, 11-14 dan 18-20 Juni, ditambah libur reguler 16-17 Juni. Jika ditotal, PNS mendapat libur Lebaran selama 10 hari. (kmb30)

Dewan Soroti Saham Pemkab ke Tambang Emas Banyuwangi (Bali Post) – DPRD Banyuwangi mulai bersikap lantang terkait saham pemkab ke investor tambang emas Tumpangpitu, Merdeka Copper Gold, Tbk. Wakil rakyat Kota Gandrung ini mempertanyakan kelanjutan pendapatan dari saham tersebut. Sorotan itu dilontarkan sejumlah fraksi DPRD dalam Paripurna Pandangan Umum Fraksi atas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2017 beberapa hari lalu. Fraksi PPP cukup keras menyoroti kondisi ini. Juru bicara Fraksi PPP DPRD Banyuwangi Samsul Arifin mengatakan, dalam laporan pemkab muncul penyertaan modal senilai Rp 22,9 miliar ke PT Merdeka Sari Jaya (Merdeka Copper Gold, Tbk) yang dicatat per Desember 2017. Namun, DPRD belum pernah tahu terkait kelanjutan investasi pemkab itu. ‘’Kami pertanyakan dalam bentuk apa investasi itu. Apakah saham, dan bagaimana dengan RUPS. Sejak Perda No.6/2014

tentang Penyertaan Modal, kami belum pernah mendapatkan laporan,’’ tegas politisi asal Kalibaru ini. Sorotan tak kalah pedas datang dari Fraksi Demokrat. Fraksi ini mempertanyakan proses delusi saham pemkab di tambang emas Tumpangpitu dari 10 persen menjadi 6,4 persen, sedangkan harga saham terus naik. Dari catatan fraksi ini, per 29 Desember 2017 harga saham yang dimiliki Pemkab Banyuwangi 2.140 per lembar. ‘’Jika jumlah saham pemkab Rp 299 juta lembar, berarti investasi kita naik menjadi Rp 490 miliar. Tapi kenapa tak tertuang dalam neraca daerah tahun 2017,’’ ujar juru bicara Fraksi Demokrat Handoko. Fraksi ini juga menyorot minimnya pencapaian pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2017 yang hanya tercapai 84,5 persen. Bahkan, selama empat tahun berturutturut sejak 2014, PAD Banyuwangi terus turun. ‘’Ini jangan terjadi lagi. Masih banyak potensi PAD yang

seharusnya bisa digarap. Misalnya pajak mineral, IMB dan retribusi telekomunikasi yang masih kosong,’ jelasnya. Fraksi Golkar–PAN juga ikut mempertanyakan saham pemkab di tambang emas. Fraksi ini menyoroti nilai deviden dari investasi tersebut. ‘’Lalu, kapan akan dicairkan dan masuk ke APBD,’’ ungkap Sofiandi, juru bicara Fraksi Golkar. Sementara Fraksi PKB menyoroti masih rendahnya PAD. Bahkan, sektor pariwisata yang diunggulkan pemkab belum menyumbangkan PAD yang siginifikan. ‘’Jumlah wisatawan 4,5 juta orang, tapi belum maksimal mendongkrak PAD,’’ kata Kusnan Abadi, juru bicara Fraksi PKB. Selain belum maksimal, Fraksi Gerindra–PKS menyebut ada Rp 71 miliar PAD yang belum bisa dimanfaatkan. Terkait sorotan ini, Pemkab Banyuwangi akan memberikan jawaban dalam paripurna lanjutan. (kmb30)

MASALAH penyiksaan anjing liar yang terjadi di Bangli beberapa waktu lalu, termasuk maraknya peracunan anjing lokal terkait pesatnya penjualan daging anjing (RW) di Bali, akhirnya menjadi perhatian Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Aspirasi masyarakat Hindu di Bali dan penyayang binatang langsung ditangani oleh DPD-RI Utusan Bali. Ini terekam saat kunjungan Senator Arya Wedakarna (AWK) ke Mapolres Bangli. Diterima oleh Wakapolres Bangli I Ketut Gelgel beserta jajaran, Senator AWK mendapatkan laporan dari Polri terkait kejadian dugaan penyiksaan anjing yang terjadi di wilayah hukum Kabupaten Bangli. Dari pihak kepolisian, Senator menerima penjelasan bahwa saat ini menurut UU sangat lemah untuk menyelesaikan berbagai kasus terkait masalah penyiksaan dan kejadian banyaknya anjing yang diracun oleh oknum selain pelarangan warung RW. Terkait hal itu, Senator Wedakarna sangat memahami dan memberikan solusi untuk masyarakat Bali. ‘’Rakyat di Bali harus paham bahwa belum ada aturan yang melarang daging anjing di Indonesia. Beberapa suku di Nusantara juga masih mengonsumsi daging anjing. Jadi, agak sulit menetapkan hal ini di UU. Tapi ada cara lain yang bisa dilakukan di Bali yakni jangka pendeknya kita minta Gubernur Bali yang baru untuk mengeluarkan pergub terkait larangan daging anjing di seluruh Bali dan jangka menengahnya harus lewat produk legislasi di DPRD yakni melahirkan Perda Pelarangan Penjualan Daging Anjing di seluruh wilayah. Maka dari itu, saya ajak jutaan orang Bali yang menolak daging anjing untuk memilih partai yang mau perjuang-

POLRES BANGLI - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (kiri) bersama jajaran Polri di Mapolres Bangli dalam rangka RDP penyiksaan anjing. kan. Perda ini harus disuarakan. Jangan pilih wakil rakyat di DPRD yang diam, jangan pilih partai yang tidak peduli dengan nasib anjing lokal Bali. Itu satu-satunya cara agar masalah ini tuntas di tataran payung hukum,’’ ungkapnya. Gusti Wedakarna menilai pembunuhan anjing dengan cara diracun yang hampir setiap hari terjadi adalah akibat tingginya permintaan daging anjing. ‘’Saya yakin mayoritas krama adat Bali dan umat Hindu tidak mengonsumsi daging anjing (RW). Ada beberapa kelompok pendatang yang masih memakan daging anjing. Ini harus diberantas segera agar tidak menimbulkan hal berbau SARA. Saya dapat laporan bahwa peredaran daging anjing ini marak di Kuta Utara, khususnya di Kabupaten Badung, selain beberapa titik di Denpasar dan sejumlah kecil di kabupaten lain. Jadi, saya minta agar pemerintah lokal bergerak. Ini bukan semata-mata mengamankan Bali sebagai pulau berbasis Hindu yang menghormati binatang an-

jing sebagai figur Dewa Dharma (Mahabharata), tapi juga faktor kesehatan masyarakat,’’ paparnya. Ia minta bendesa adat di Bali khususnya yang di wilayahnya banyak terdapat warung RW, agar mengeluarkan awig-awig dan aturan pelarangan penjualan daging anjing di desa adat, karena ini bisa membuat gumi leteh. Silakan minta pecalang dan jagabaya membantu membina dan menerbitkan. Ini solusi jangka pendek. ‘’Saya paham kegelisahan warga Bali terhadap fenomena yang terjadi akhir-akhir ini. Kalau bicara statistik, kita angkat ratusan ribu bahkan jutaan krama Bali tidak setuju terhadap pembunuhan, penyiksaan dan penjualan daging anjing. Sekarang tergantung pemerintah dan DPRD, apakah mau dengar suara rakyat atau tidak. Tiang percaya sekali dengan karma phala, bahwa tidak boleh ada pemimpin yang membiarkan hal ini. DPD akan terus mengawal hal ini dan ada terdepan bersama masyarakat Bali,’’ tegas Gusti Wedakarna. (ad406)

Bali Post/kmb30

TURUN - Pemudik pengendara motor turun dari kapal di dermaga Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Minggu (10/6) kemarin.

Senin Ini, Puncak Arus Mudik dari Bali

Banyuwangi (Bali Post) Arus penumpang dari Bali ke Jawa terus meningkat dalam dua hari terakhir. Minggu (10/6) kemarin hingga Senin (11/6) ini diprediksi merupakan puncak arus mudik. Tak hanya dari Gilimanuk, dari arah Ketapang pun kendaraan dan penumpang mulai merangkak naik dibanding tahun sebelumnya. General Manager PT Indonesia Ferry (ASDP) KetapangGilimanuk Elvi Yosa mengatakan, perkiraan puncak arus mudik ini berdasarkan Lebaran. Para pemudik dari Bali akan menyeberang beberapa hari sebelum hari H. ‘’Prediksi kami, Minggu malam hingga Senin adalah puncak arus mudik,’’ katanya, Minggu (10/6) kemarin. Menurutnya, pemudik lebih menyukai menyeberang pada malam hari, sehingga menumpuk di pelabuhan nyaris bersamaan yang memicu antrean. Pihaknya mengimbau pemudik memilih menyeberang saat subuh hingga pagi. ‘’Kalau pagi hingga siang cenderung sepi. Setelah malam baru mengalir bersamaan dari

arah Denpasar,’’ tegasnya. Pihaknya mengerahkan 32 kapal untuk mengurai antrean di Pelabuhan Gilimanuk. Total kapal yang disiagakan sebanyak 56 unit. Khusus mengatasi antrean, jadwal bongkar-muat kapal dipercepat. Data dari ASDP Ketapang, jumlah penumpang kapal baik dari sisi Ketapang maupun Gilimanuk terus mengalami kenaikan dibanding hari biasa. Dari Ketapang, hingga Minggu pagi penumpang yang menyeberang ke Bali mencapai 23.252 orang, naik 129 persen dibanding tahun lalu. Roda dua 839 unit, naik 117 persen dibanding tahun lalu. Sementara roda empat 3.914 unit, naik 125 persen dibanding tahun 2017. Kenaikan paling tajam dari arah Gilimanuk. Penumpang mencapai 54.390 orang, naik 131 persen. Roda dua 10.845 unit, naik 120 persen. Sementara roda empat 5.499, naik 108 persen dibanding tahun lalu. ‘’Pemudik banyak beralih ke roda empat. Jadi, naiknya lumayan tajam,’’ kata Elvi Yosa. Mengantisipasi antrean panjang, ASDP mulai mendatangkan

kapal sapu jagat di Selat Bali. KMP Drajat Paciran yang biasanya melayani jalur pelayaran Pelabuhan Paciran, Lamongan, Jatim, ke Pelabuhan Bahaur, Kalimatan, akan membantu mengatasi membeludaknya penumpang selama arus mudik dan balik dari Bali ke Jawa dan sebaliknya. Tradisi mendatangkan kapal sapu jagat ini dinilai efektif mengurai antrean. Kapal berukuran raksasa ini sudah dua hari terakhir lego jangkar di dekat Dermaga Ketapang. ‘’Kami datangkan kapal berukuran besar untuk membantu mengangkut penumpang dalam jumlah banyak,’’ ujarnya. KMP Drajat Paciran berkapasitas 350 tempat duduk, ratusan kendaraan roda dua dan puluhan roda empat. Dengan kapasitas angkut besar, kapal berwarna biru tersebut diharapkan mampu mengurai antrean pemudik. Meski mengerahkan kapal sapu jagat, jumlah kapal yang diterjunkan tetap 32 unit. Hanya, jumlah trip yang ditambah. Dalam kondisi mormal, jumlah trip sembilan kali per kapal. Selama arus mudik, ditambah satu trip per hari. (kmb30)

Operasi Pekat, 308 Preman Diciduk

Bali Post/kmb30

TAMBANG EMAS - Aktivitas di pertambangan emas di Gunung Tumpangpitu, Pesanggaran, Banyuwangi.

Banyuwangi (Bali Post) – Aksi premanisme di Banyuwangi ternyata memprihatinkan. Hasil operasi penyakit masyarakat (pekat) yang digelar Polres Banyuwangi selama tiga minggu berhasil menciduk sedikitnya 308 orang preman. Mereka diamankan dari sejumlah lokasi seperti terminal dan lampu merah. Ikut ditangkap lima pelaku prostitusi. Wakapolres Banyuwangi Kompol Oscar Samsudin menjelaskan, banyaknya pelaku premanisme ini bukan berarti kejahatan cukup tinggi. ‘’Ini masuk kategori penyakit masyarakat. Seperti pengamen dan kawanan anak muda yang biasa bergerombol di lampu merah, kami amankan karena masuk sasaran pekat,’’ katanya, beberapa hari lalu. Dijelaskannya, sasaran operasi pekat adalah berbagai aksi di masyarakat yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. Karena itu, sasarannya cukup banyak mulai perjudian, peredaran miras hingga senjata tajam. Selain preman dan prostitusi, pihaknya menindak 579 tersangka, dari

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

420 kasus yang masuk. Rinciannya, peredaran miras 63 kasus, narkoba 13 kasus, pornografi 2 kasus, judi 63 kasus dan bahan peladak 3 kasus. Dari jumlah itu, 74 tersangka masih dalam proses penyidikan, 199 orang menjalani tindak pidana ringan (tipiring) dan 147 orang menjalani proses pembinaan. ‘’Jadi, tidak semua kami proses penyidikan. Ada yang hanya dibina,’’ ujar Samsudin. Dari sekian kasus pekat, polisi mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya puluhan jeriken arak dan miras pabrikan berisi 1.097 liter, kartu remi, sepeda, senpi rakitan, 109 amunisi dan uang tunai Rp 2,9 juta. Seluruh barang bukti bersama tersangka diamankan di Polres Banyuwangi. Wakapolres menambahkan, operasi pekat ini digelar mulai pertengahan Mei hingga awal Juni. Kegiatan ini merupakan perintah Polda Jatim. Diharapkan memasuki musim Lebaran, berbagai penyakit masyarakat hilang dan masyarakat bisa menjalankan puasa serta merayakan Lebaran dengan aman. (kmb30)


daerah

Senin Paing, 11 Juni 2018

5

Mampu Angkut Penumpang Lebih Banyak

Kapal ”Jumbo’’ Diuji Coba Sandar di Gilimanuk Negara (Bali Post) – PT ASDP (Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan) Indonesia Ferry mengerahkan satu kapal berbobot 2.940 GT yang mampu mengangkut lebih banyak kendaraan dan penumpang. KMP Drajat Paciran yang merupakan kapal ‘’jumbo’’, Minggu (10/6) kemarin diuji coba bersandar di Dermaga MB I Gilimanuk. Kendati perlu dilakukan penyesuaian hingga setengah jam, kapal milik PT ASDP Indonesia Ferry ini bisa bersandar di dermaga tengah Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana. Direktur SDM dan Umum PT ASDP Indonesia Ferry, Wing Antariksa, saat ditemui di sela-sela uji coba mengatakan, kapal ini sengaja diperbantukan di Pelabuhan Gilimanuk dan Ketapang untuk mengantisipasi antrean saat arus mudik dan arus balik Lebaran. Jadi, tidak setiap hari dioperasikan, melainkan hanya saat situasi padat selama libur Idul Fitri. ‘’Kapal ini kami operasikan ketika terjadi arus lalu lintas yang cukup padat. Termasuk saat

puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pada H-3 dan H-2 mendatang,’’ katanya. Kapal buatan tahun 2015 itu bisa menampung lebih banyak kendaraan, tetapi memang harus bersandar di Dermaga MB I Gilimanuk. ‘’Saat uji coba di Dermaga Ketapang membutuhkan waktu sekitar 25 menit. Sekarang kami uji coba lagi di Gilimanuk,’’ terangnya didampingi GM ASDP Cabang KetapangGilimanuk Elvi Yosa. KMP Drajat Paciran bisa

sosok

Kantor Samsat Tetap Buka KENDATI memasuki cuti bersama, pelayanan pajak kendaraan bermotor di Kantor Samsat Jembrana tetap buka. Wajib pajak yang tidak melaksanakan kewajiban membayar pajak saat jatuh tempo dan tidak membayar saat layanan pajak buka, tetap dikenakan denda. Hal tersebut disampaikan Kepala UPT Samsat Jembrana Ida Bagus Surya Negara, akhir pekan lalu. Denda tersebut di antaranya denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ). Para wajib pajak kendaraan bermotor yang kebetulan berada di luar Bali, tetap bisa melakukan pembayaran melalui e-samsat. Selama liburan hari raya Kuningan dan Idul Fitri, Samsat Jembrana hanya libur pada 8, 9, 15 dan 16 Juni. Dengan diberlakukannya e-samsat memudahkan para wajib pajak kendaraan bermotor membayar di mana pun berada, termasuk di Pulau Jawa. Provinsi Bali menjadi salah satu dari tujuh provinsi yang sudah bisa menerapkan pembayaran pajak kendaraan bermotor secara online. ‘’Pajak kendaraan bermotor (tahunan) bisa dilakukan di mana saja di Bali atau pun melalui fasilitas perbankan,’’ kata pejabat asal Marga, Tabanan ini. Fasilitas perbankan itu bisa melalui ATM, e-banking maupun teller bank. E-samsat juga berlaku di seluruh provinsi di Pulau Jawa. Dengan demikian wajib pajak dari Bali yang kebetulan berada di Jawa, bisa melakukan pembayaran pajak ranmor di sana, begitu juga sebaliknya. Selanjutnya struk bukti pembayaran itu dibawa ke Samsat Induk untuk pengesahan STNK. (olo)

menampung hingga 350 penumpang dan 43 unit kendaraan campuran. Kendati sudah berada di Gilimanuk, kapal ini belum difungsikan, karena menunggu saat kondisi padat kendaraan. Selama arus mudik dan balik normal, para penumpang dilayani oleh 32 kapal yang beroperasi rutin di Selat Bali. Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Pelabuhan Kelas III Nyoman Suryantha menyatakan ke-32 kapal yang beroperasi saat ini sudah cukup dan laik berlayar. Seluruh kapal tersebut telah melalui proses uji kelaikan dan bisa beroperasi selama angkutan Lebaran saat ini. Syahbandar Gilimanuk juga siap selama arus mudik dan arus balik. Terkait KMP Drajat Panciran telah dilaporkan akan dioperasikan di Gilimanuk, namun hanya saat tertentu saja. (kmb26)

KMP Drajat Panciran Bali Post/kmb26

800 Keluarga Ikawangi Mudik Gratis

Bali Post/kmb23

JELANG MUDIK – Ikawangi Dewata berkumpul menjelang mudik gratis ke Banyuwangi.

Mangupura (Bali Post) Mudik gratis setiap tahun peminatnya semakin banyak. Hal itu karena pelayanan yang diberikan kepada pemudik sangat baik. Para penumpang menggunakan bus kelas eksekutif tanpa dipungut biaya. Menurut Ketua Ikawangi Dewata, Agustinus Winjaya, selama empat tahun berjalan program mudik gratis ini tak mengalami hambatan. Program mudik gratis menggunakan bus ini selain untuk mempererat hubungan antarkeluarga Banyuwangi juga mendukung program pemerintah. Pemerintah pusat hingga daerah menekankan agar perjalanan mudik berjalan baik tanpa ada korban jiwa. Tak kurang dari 800 pemudik Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Dewata mengikuti mudik gratis, Minggu (10/6) kemarin. Semuanya diangkut menggunakan 15 bus kelas eksekutif. Mudik gratis ini merupakan program Ikawangi Dewata. “Program mudik gratis ini didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Badung. Delapan bus disediakan oleh Pemkab Banyuwangi dan tujuh bus oleh Pemkab Badung. Kami juga menyediakan lima unit truk pengangkut kendaraan roda dua secara gratis,” ucapnya. Bus yang disediakan sebenarnya banyak, namun karena jumlah pemudik terbatas maka hanya dioperasikan 15 unit. “Pelayanan pemerintah sudah sangat baik. Belasan bus pengangkut pemudik ini dikawal oleh satu orang petugas LLAJ Banyuwangi. Dijamin perjalanan lancar tanpa ada gambatan,” kata Agustinus. Sementara itu, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa yang turut hadir pada pelepasan pemudik mengatakan, Pemkab Badung ingin membangun tiga hal. Pertama, solidaritas atarsuku dan agama. Kedua, soliditas untuk membangun kekompakan dalam kehidupan ber-Bhinneka Tunggal Ika. Ketiga, sinergitas antara pemerintah yakni Pemkab Badung dan Banyuwangi. “Apa yang kami lakukan ini untuk membuktikan bahwa kita benar-benar Pancasilais. Pancasila bukan sekadar lambang negara, tapi diaplikasikan,” pungkasnya. (kmb23)

Disperindag Denpasar Pelajar Dihajar Massa Legian Antisipasi Duktang Latih Belum Diperiksa Siswa Buat Kemasan Tak Tertib Administrasi

Mangupura (Bali Post) Keberadaan penduduk pendatang (duktang) tidak dimungkiri berdampak pada perkembangan suatu wilayah. Keberadaannya selalu berbanding lurus dengan sektor perekonomian. Namun, tentu juga ada dampak negatif yang ditimbulkan dari mobilisasi duktang. Guna mengantisipasi duktang pasca-arus balik Lebaran nanti, segenap komponen masyarakat di Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta, Badung akan diturunkan, baik melalui sidak maupun kegiatan lain. Hal ini dilakukan karena Legian seperti halnya kawasan Kuta lainnya merupakan pusat pertumbuhan ekonomi dan pusat pariwisata. Jangan sampai mobilisasi duktang menimbulkan dampak negatif. Menurut Lurah Legian Made Madia Surya Natha beberapa hari lalu, terkadang ada duktang yang tidak mau sadar untuk tertib administrasi. Untuk itulah antisipasi perlu dilakukan agar duktang tertib administrasi kependudukan. Mereka harus menyadari bahwa berada di tempat baru harus melaporkan diri dan mematuhi aturan yang berlaku. Pasca-Lebaran nanti pihaknya akan terus melakukan pemantauan, baik melalui sidak maupun kegiatan lain. Di luar itu, ia mengimbau pemilik tempat kos yang ada di Legian untuk menyeleksi duktang. Kalau benar

akan tinggal di sini dan ada tempat kerjanya, tentu tidak masalah. ‘’Tetapi mereka harus memenuhi ketentuan kependudukan yang harus dilengkapi. Jangan sampai tidak melapor dan tidak memiliki identitas serta skill yang jelas,’’ ujarnya. Dikatakannya, jumlah duktang cenderung meningkat di Legian dari tahun ke tahun. Selama ini banyak duktang yang main kucingkucingan. Mereka tidak membawa identitas dan tidak mau melaporkan dirinya. Sementara duktang yang sudah lama tinggal di Legian lebih taat aturan administrasi. Dikonfirmasi terpisah, Plt. Camat Kuta Made Widiana tidak memungkiri jumlah duktang terus bertambah di wilayah Legian dan Kuta, terutama pasca-arus balik Lebaran. Hal ini lumrah terjadi di wilayah yang perkembangannya pesat. Apalagi kondisi perekonomian Bali mulai membaik. Pertambahan duktang cukup tinggi, diperkirakan 10-15 persen. Widiana menegaskan, duktang harus mengikuti aturan administrasi yang ada dan berlaku di tempatnya masing-masing. ‘’Kami akan laksanakan pengecekan penduduk secara serentak. Kami harapkan kesadaran penduduk pendatang untuk melaporkan diri, sehingga jelas data dan keberadaannya,’’ pungkasnya. (kmb23)

TERTIB – Duktang di Legian diminta tertib administrasi.

Bali Post/kmb23

Denpasar (Bali Post) – Mengisi libur sekolah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar menyelenggarakan kegiatan pengembangan dan pelayanan teknologi industri. Program yang menyasar para pelajar di Kota Denpasar ini dilaksanakan guna meningkatkan wawasan dan pengetahuan dengan memberikan pelatihan kemasan kepada para siswa bertempat di Denpasar Design Center. Kepala Disperindag Kota Denpasar I Wayan Gatra mengatakan, pencanangan Denpasar sebagai kota kreatif merupakan kebijakan yang sangat tepat dalam menyiapkan SDM pekerja dalam menghadapi tantangan dan daya saing ekonomi saat perdagangan bebas ASEAN/ MEA ini dan menyongsong World Tourism Organization (WTO) tahun 2020. ‘’Perkembangan Industri Kecil Menengah (IKM) di Kota Denpasar rata-rata mengalami pertumbuhan 0,2% setiap tahunnya. Dengan diadakannya berbagai pelatihan dan telah disediakannya tempat-tempat kreatif diharapkan pertum-

buhan IKM dapat terus meningkat serta ketertarikan siswa-siswi dan masyarakat di dunia usaha terus bertambah,’’ kata Gatra, beberapa hari lalu. Menurutnya, Denpasar Design Center (DDC) dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menggali informasi karena di dalamnya terdapat rumah kemasan beserta mesin-mesin kemasan yang disediakan untuk memberikan kesempatan bagi warga Denpasar dan para pelaku usaha industri kecil menengah guna berkonsultasi terkait desain serta mencetak kemasan sesuai dengan yang diinginkan. Pelatihan ini untuk mengisi liburan sekolah sehingga dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan tentang manfaat penggunaan kemasan serta keterampilan teknis dan desain kemasan produk bagi pelajar. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan SDM pelajar Kota Denpasar dalam menumbuhkan inovasi untuk menciptakan SDM yang kreatif dan berkualitas serta menjadi seorang wirausaha muda. (kmb12)

Denpasar (Bali Post) Kasus tabrak lari yang melibatkan pelajar, YS (18), masih ditangani Unit Laka Satlantas Polresta Denpasar. Namun, penyidik belum memeriksa YS karena masih sakit, sedangkan para saksi sudah dimintai keterangan. Kasatlantas Polresta Denpasar Kompol Rahmawaty Ismail membenarkan pihaknya belum memeriksa YS. ‘’Yang bersangkutan belum bisa dimintai keterangan karena masih sakit. Kami masih memeriksa saksi lainnya,’’ tegas mantan Kapolsek Kota Tabanan yang akrab dipanggil Rahma ini, Minggu (10/6) kemarin. Seperti diberitakan, kasus tabrak lari berujung aksi massa terjadi di Jalan Raya Sesetan dan dikejar hingga di Jalan Suwung Batankendal, Denpasar Selatan (Densel), Jumat (8/6) lalu. Pengemudi mobil Toyota Ayla berinisial YS (18), berstatus pelajar, melarikan diri setelah menabrak sepeda motor, mobil dan penjor hingga tumbang. Warga yang geram berusaha menghentikan laju mobil tersebut. Setelah berhasil diamankan, YS langsung dihajar massa. Pengendara sepeda motor Honda BeAT DK 5830 BG Fajar Hermawan (21) yang membonceng Yopi (38) mengejar mobil tersebut. Namun, setelah dipepet dan digedor-gedor dari samping kanan, mobil itu tetap melaju dan menabrak motor yang dikendarai Fajar hingga jatuh. Akibat kejadian ini, Fajar yang beralamat di Jalan Tukad Barito Timur I, Densel, mengalami bahu kanan patah, dahi robek, luka pipi kanan, kepala samping kanan dan bibir atas pinggang lecet. Sementara Yopi mengalami lutut kaki kanan lecet. Selanjutnya mobil tersebut menabrak mobil Honda Mobilio DK 1573 DL milik Ketut Ade Suarnata (28) yang sedang berhenti di sisi barat jalan karena terjebak macet. Warga yang geram berusaha mengejar pelaku dan akhirnya berhasil dihadang di Jalan Suwung Batankendal, depan salon. Selanjutnya YS dihajar massa, meski beberapa warga berusaha mengamankannya. Mobil pelaku tak luput dari amukan warga sampai kaca depannya rusak. Akibat diamuk massa, YS mengalami luka tangan kanan, pipi kiri bengkak dan kepala samping kanan benjol. (kmb36)


OPINI

6

Senin Paing, 11 Juni 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Bali Perlu Basis Ekonomi Kuat KETERPURUKAN nilai rupiah ternyata diikuti menurunnya ekspor Bali. Ini baru pertama kali terjadi. Sebelumnya berbanding terbalik. Menurunnya nilai rupiah akan meningkatnya nilai ekspor. Turunnya nilai rupiah dan turunnya ekpsor Bali dinilai sebagai dampak ekonomi global. Walaupun demikian, pertumbuhan ekonomi Bali tahun ini diprediksi tetap tumbuh, tetap di atas rata-rata nasional. Pertumbuhan ini ditunjang sektor pariwisata yang diyakini akan tetap bertumbuh. Sebab, jumlah wisatawan diprediksi akan tetap naik. Meski demikian, Bali tetap menghadapi masalah pemerataan. Walaupun jumlah KK miskin sedikit, tetap saja merupakan masalah yang mesti mendapat perhatian. Salah satu penyebab utama tidak berkualitasnya pertumbuhan ekonomi adalah karena didorong oleh sektor tersier. Artinya, sektor industri belum mampu memotori pertumbuhan ekonomi. Padahal sektor industri memiliki kelebihan di bidang penyerapan tenaga kerja. Kalau pertumbuhan didorong industri, pendapatan buruh kita akan semakin meningkat. Selama ini pertumbuhan ekonomi ditopang sektor konsumsi. Pertumbuhan ekonomi Bali yang ditopang sektor tersier seperti finance, perbankan, dan lainnya, hanya dinikmati oleh penduduk dengan ekonomi tinggi. Mereka inilah yang memenuhi persyaratan perbankan untuk diberi kredit konsumtif. Sektor konsumsi tidak dapat dijadikan sebagai penopang utama secara terus-menerus. Sektor investasi harus mulai berperan lebih besar dalam menopang pertumbuhan agar tercipta kualitas pertumbuhan yang lebih baik. Pengentasan kemiskinan dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan adalah dua tantangan utama yang dihadapi masyarakat Bali. Kemiskinan bukanlah persoalan sederhana karena kurangnya penghasilan. Penduduk miskin ingin peluang, kemampuan, keamanan, dan menjadi lebih kuat. Semua itu dibutuhkan oleh mereka agar bisa mendapatkan penghasilan secara adil. Selama ini Bali bangga karena pertumbuhan ekonominya melebihi rata-rata nasional. Namun pertumbuhan itu tak diikuti pemerataan secara berkeadilan. Bahkan disinyalir gap ekonomi semakin lebar. Artinya, warga tingkat bawah tak merasakan pertumbuhan tinggi tersebut. Sebab, mereka masih miskin, masih berpendapatan rendah. Contoh tahun 2017, angka gini ratio yang sampai saat ini dipercaya sebagai salah satu indikator pengukur tingkat kesenjangan pendapatan antarpenduduk menunjukkan capaian 0,39. Ini menandakan bahwa distribusi pendapatan di Bali kini hampir mencapai taraf ketimpangan sedang. Suatu hal yang harus diwaspadai. Dengan kondisi seperti itu, banyak yang menyimpulkan bahwa ekonomi Bali berada di luar jalur. Artinya, menyimpang dari cita-cita semula. Memang kita bangga dengan angka pertumbuhan ekonomi yang hebat, pariwisata tumbuh hebat, semuanya pesat. Tetapi di balik tingginya pertumbuhan ekonomi Bali tidak memberikan efek kepada kesejahteraan masyarakat Bali secara menyeluruh. Belum berkeadilannya ekonomi selama ini harus menjadi perhatian calon pemimpin Bali ke depan. Pemimpin Bali harus memikirkan secara bijaksana akan diarahkan ke mana pertumbuhan pariwisata. Tujuannya hanya satu, menyejahterakan masyarakat secara keseluruhan. Harus diakui bahwa angka pengangguran di Bali relatif rendah. Namun mengapa ketimpangan pendapatan masih tinggi padahal sebagian besar angkatan kerja telah terserap pada lapangan pekerjaan. Jawabannya tentu karena lapangan pekerjaan yang mereka geluti tidak mampu memberi hasil maksimal. Atau pekerja terdidik justru tidak mendapatkan upah memadai karena mereka bekerja di lapangan pekerjaan yang tidak sesuai dengan kompetensinya. Melihat kondisi di atas, yang sangat kita harapkan adalah langkah besar dari pemerintah. Kebijakan meningkatkan kesejahteraan penduduk miskin tentu harus dipikirkan secara lebih holistik dan tidak parsial. Perlu dilakukan sedikit proteksi terhadap produk dan lapangan pekerjaan si miskin.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Daya Tampung Sekolah Saya baca sejumlah kabupaten sudah memetakan daya tampung sekolah yang ada di wilayahnya. Di Kabupaten Gianyar, misalnya, ada ribuan anak tamatan SD yang diprediksi berpotensi tak ditampung di SMP negeri yang ada. Bahkan untuk SMA/SMK juga hampir sama. Ada potensi anak tamatan SMP tak tertampung. Mohon berikan penjelasan, jika nantinya anakanak yang ingin melanjutkan sekolah benar-benar tak tertampung di SMP atau SMA/SMK negeri yang ada. Di lain pihak banyak sekolah swasta yang tutup karena kebijakan pendidikan berubah-ubah. Saya berharap pemerintah hadir dan memberikan kesempatan yang sama untuk generasi bangsa ini menikmati pendidikan berkualitas dengan biaya murah. I Dewa Made Sudana Gianyar, Bali

Solusi Atas Melemahnya Rupiah Sejak awal tahun 2018, perekonomian kita selalu dihantui dengan rupiah yang melemah. Rupiah kita tidak hanya alat tukar, melainkan juga simbol kedaulatan perekonomian negara. Pada awal-awal kemerdekaan, rupiah bahkan sebagai alat perjuangan guna menunjukkan kepada mata dunia bahwa kita adalah bangsa yang berdaulat tidak hanya secara politik, melainkan juga secara ekonomi.

Oleh Eko Budi Sutrisno ejak era tahun 1990-an tekanan terhadap rupiah tak kunjung reda. Puncaknya pada tahun 1998, krisis ekonomi menerjang krisis politik yang harus dibayar dengan lengsernya penguasa order baru Jenderal Besar Soeharto. Pelemahan nilai tukar rupiah harus diantisipasi untuk bisa dikendalikan. Pelemahan rupiah memiliki dampak buruk yang lebih besar dibanding dampak positifnya. Dampak positif melemahnya rupiah di antaranya bisa memacu ekspor. Namun sayang barang ekspor kita sebagian besar adalah barang sumber daya alam (komoditas) yang mempunyai nilai tambah kecil. Sedangkan nilai impor kita kebanyakan barang manufaktur, padat modal dan sangat menguras valuta asing kita. Salah satu yang tengah membuat gaduh pasar adalah melemahnya nilai tukar rupiah. Bank Indonesia sangat berhatihati untuk menaikkan tingkat suku bunga. Target tingkat pertumbuhan ekonomi menjadi perhatian serius sebelum mengambil kebijakan menaikkan tingkat suku bunga. Banyak alasan Bank Indonesia (BI) menaikkan bunga acuan. Ketika Bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve menaikkan bunga acuan, maka kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Fed Fund Rate/ FFR) ini biasanya akan direspons oleh para pemilik investasi por-

S

tofolio dengan mengurangi penempatan investasinya di negara berkembang (emerging markets), termasuk Indonesia sehingga menurunkan likuiditas global ke negara berkembang. Implikasinya, arus modal keluar di emerging markets meningkat dan menyebabkan nilai tukar rupiah melemah. Kenaikan FFR memang telah berdampak nyata terhadap arus modal keluar dari emerging markets. Kenaikan FFR mendorong para pemilik modal portofolio mengurangi penempatan dananya di emerging markets dan mengalihkannya ke pasar keuangan AS. Konsekuensi penurunan capital inflow ini menyebabkan nilai tukar mata uang di emerging markets melemah. Langkah Paman Sam ini akan mendorong dolar AS pulang kampung ke AS dan memicu bank sentral melakukan pengetatan moneter. Indonesia merasakan arus dana asing keluar yang berujung melemahnya kurs rupiah. BI akan melakukan penyesuaian suku bunga jika pergerakan nilai tukar memengaruhi stabilitas sistem keuangan. Pada 30 Mei lalu, Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuannya (BI Repo) menjadi 4,75 persen. Pascakenaikan BI Repo tersebut, nilai tukar rupiah mengalami penguatan dari 14.032 per dolar AS pada 30 Mei menjadi 13.951 per dolar AS (31 Mei). Tekanan dari The Fed belum akan berhenti, mengingat bunga AS diprediksi masih akan naik dua kali bahkan tiga kali di tahun ini.

Derajat pelemahan nilai tukar setiap mata uang berbeda-beda, bergantung pada karakteristik perekonomian suatu negara. Negara berkembang dengan fundamental ekonomi yang cukup baik, mata uangnya juga relatif memiliki daya tahan yang lebih baik menghadapi tekanan akibat penguatan dolar AS. Hingga Mei 2018, kinerja nilai tukar rupiah bersama Filipina, India, Brazil, Rusia, Turki, dan Argentina masuk kategori the worst currency. Beberapa negara Asia yang memiliki kinerja mata uang yang baik adalah Malaysia, Cina, dan Thailand. Pertumbuhan ekonomi antara Indonesia, Malaysia dan Thailand relatif tidak jauh berbeda, yaitu sekitar 4-5 persen. Bahkan Indonesia lebih baik pertumbuhan ekonominya di atas lima persen. Namun inflasi di Malaysia dan Thailand lebih rendah dari Indonesia. Inflasi Indonesia, Malaysia, dan Thailand masing-masing 3,41 persen, 1,30 persen, dan 1,07 persen. Sementara itu, transaksi berjalan Indonesia masih mengalami defisit terhadap PDB. Perbedaan inilah yang membuat kinerja nilai tukar rupiah juga berbeda dengan ringgit Malaysia dan baht Thailand. Kebijakan Bank Indonesia Kebijakan Bank Indonesia untuk menaikkan suku bunga sebagai wujud respons terhadap melemahnya rupiah akan memberikan dampak positif dan negatif bagi dunia usaha. Tingkat suku

bunga memiliki berbagai dampak dalam dunia bisnis dan usaha, di antaranya: Pertama, suku bunga memengaruhi pinjaman. Pinjaman bisnis merupakan sektor yang langsung terpengaruh oleh perubahan tingkat suku bunga. Dunia bisnis dan usaha melakukan pinjaman jangka pendek untuk menutup kekurangan pembayaran belanja pegawai atau gaji. Suku bunga tinggi membuat biaya pinjaman menjadi mahal karena harus membayar bunga lebih tinggi ke pemberi pinjaman. Semakin tinggi tingkat suku bunga yang berlaku, maka total utang bisnis akan meningkat sehingga memperlambat perkembangan dunia usaha. Kedua, suku bunga tinggi memengaruhi prospek bisnis. Tujuan dunia usaha adalah mencari keuntungan atau laba. Dalam strategi bisnis, manajer akan menganalisis prospek laba dari berbagai potensi sumber pendapatan. Suku bunga yang tinggi membuat manajer cenderung lebih tertarik menabung atau mendepositokan uangnya daripada membuat risiko membuat usaha baru. Ketiga, suku bunga berpengaruh gairah berinvestasi. Ketika suku bunga tinggi, permintaan untuk investasi relatif rendah. Suku bunga yang tinggi sangat merugikan saham perusahaan karena investor lebih tertarik membuat tabungan konvensional daripada investasi saham dengan segala risikonya. Kebijakan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga sudah tepat untuk mengurangi ketidakpastian pasar. Kenaikan suku bunga sebagai salah satu obat untuk menahan dana asing tetap kerasan di dalam negeri. Aktivitas ekspor, impor, pembayaran dengan valuta asing sangat membutuhkan kurs yang relatif bisa di prediksi. Kenaikan BI rate diharapkan juga secara perlahan-lahan mampu menu-

Memberantas Korupsi pada Era Reformasi

REFORMASI dengan spirit demokrasi sebagai rohnya, tentu bukan barang sekali jadi. Ia adalah proses yang harus dijaga kesinambungannya. Pada Mei 20 tahun lalu, paling tidak ada enam tuntutan dari para penggerak Reformasi. Yakni; (1) Adili Soeharto dan kroni-kroninya, (2) Penegakan supremasi hukum, (3) Pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), (4) Amandemen UUD 1945, (5) Pencabutan dwifungsi ABRI dan (6) Otonomi daerah seluasluasnya. Ada yang diklaim telah berjalan, ada juga yang tidak secara total bisa dijalankan dengan berbagai alasan politisnya. Dan untuk poin 2 dan 3 jelas masih terus berjalan, menjadi sorotan dan saling berkaitan. Terkhusus dan terutama dalam soal pemberantasan korupsi! Pada konteks itu, pemerintahan transisi setelah Orba langsung tancap gas untuk mengupayakan penyelesaian agenda utama Reformasi. Lembaga pemberantasan korupsi dibentuk, mulai dari Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara pada tahun 1999, Tim Gabungan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi pada tahu 2000, Tim Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi pada

Oleh Ridwan Nanda Mulyana tahun 2005, hingga kini menjadi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berdiri sejak tahun 2003. Sayangnya hingga kini fakta berkata, persoalan korupsi sepertinya tak akan lekas tuntas. Bahkan, entah sebagai wujud satire, ketidakpuasan, atau karena memang merindukan masa lalu. Di tengah masyarakat ada yang menyebutkan: ‘’Beda korupsi ketika Orba dan Reformasi ialah: kalau dulu korupsinya sentralisasi, sekarang ter-desentralisasi’’. Intinya sama saja! Korupsi masih berdenyut di nadi sebagian penguasa, bahkan juga pengusaha. Pertanyaannya, benar kah demikian? Jawabannya: tentu tak bisa instan. Namun barangkali benar, ketika ada yang berbicara bahwa korupsi di era reformasi ini terlihat begitu banyak dan masif, karena adanya kebebasan pers atau keterbukaan informasi. Sehingga praktik haram ini lebih bisa telanjang dilihat publik. Berbeda dengan masa Orba yang kedap suara karena pers tak bebas mewartakan informasi, apalagi men-

genai korupsi. Berdasarkan data putusan pengadilan 2001-2015 terkait kasus korupsi, menurut Rimawan Pradiptyo (2017), dari total 2.569 terpidana korupsi, jumlah terbanyak adalah PNS sebanyak 1.115 orang (43,40%), lainnya adalah sektor swasta sebanyak 670 orang (26,08%), dan politisi sebanyak 559 orang (21,76%). Kerugian negara akibat korupsi swasta menyentuh angka Rp 47,1 triliun, sementara terpidana PNS merugikan negara sekitar Rp 21,3 triliun. Jumlah kerugian yang dihasilkan oleh politikus sekitar Rp 3 triliun . Namun, sekali pun dari sisi angka korupsi dari para politisi itu lebih kecil, harus diingat bahwa ada jenis korupsi yang paling besar dan berbahaya, yakni korupsi peraturan! Sebab, jelas memang UU atau Perda yang dihasilkan dari proses yang korup akan sangat membahayakan. Baik dalam arti merugikan rakyat dan menguntungkan pihak tertentu, maupun membahayakan bagi kelestarian alam (lingkungan), seiring dengan peraturan

yang mendukung pembangunan secara sembarangan atau sewenang-wenang. Mesti kita sadari, korupsi ini lah yang telah mengganjal laju pembangunan! Gara-gara korupsi, modal dan hasil pembangunan yang seharusnya didistribusikan secara adil untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat malah diselewengkan untuk kepentingan (kemakmuran) segelintir orang yang notabene sudah kaya raya. Maka, pantaslah memang jika korupsi dijadikan sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crimes) yang harus kita berantas bersama. Dalam hal ini patut diingat, pemberantasan korupsi janganlah hanya terfokus pada penangkapan para koruptor saja, melainkan juga harus sekalian memberantas mental korup, sebab dari sinilah koruptor berregenerasi. Selain pengawasan dan transparansi tata pemerintahan, edukasi antikorupsi pun memang harus terus digelorakan. Selain itu, penuntasan kasus-kasus korupsi juga harus diiringi dengan pengembalian aset (uang) negara yang pernah dirampok!

runkan laju inflasi, sehingga kondisi finansial secara umum akan stabil. Dan Bank Indonesia bisa menurunkan BI rate kembali. Lembaga perbankan yang semula sempat membatasi pemberian pinjaman kembali membuka peluang pemberian pinjaman kepada masyarakat. Dengan demikian, banyak usaha/ UKM baru yang lahir dan banyak menyerap tenaga kerja. Pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan pemerintah tercapai. Dampak positif pelemahan rupiah hanya dinikmati oleh ekspor komoditas. Sekitar 70 persen lebih ekspor Indonesia berupa ekspor sumber daya alam (komoditas) dan hanya sekitar 6-7 persen ekspor Indonesia berupa ekspor produk manufaktur. Sedangkan industri manufaktur kita sangat bergantung pada impor berupa barang modal dan bahan baku. Bila pelemahan nilai tukar yang dalam tidak dapat dicegah, dampaknya secara makro akan lebih besar berupa kenaikan inflasi, biaya impor, dan pembayaran utang luar negeri yang pada akhirnya dapat melemahkan kinerja industri manufaktur dan perekonomian. Pelemahan kinerja nilai tukar rupiah juga telah terbukti menurunkan kinerja korporasi. Dalam rangka mendorong penguatan nilai rupiah perlu beberapa kebijakan dari pemerintah. Pertama, mendorong penguatan nilai tukar rupiah. Pemerintah melalui peningkatan pasokan valuta asing (valas). Peningkatan valas dapat diperoleh melalui peningkatan pertumbuhan ekspor (barang dan jasa) dan penurunan pertumbuhan impor (barang dan jasa). Mayoritas ekspor kita berupa komoditas. Nilai tambah ekspor komoditas sangat rendah. Kebijakan menahan laju impor harus dilakukan pemerintah. Penulis, Kepala Subagian Keuangan, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bali

POJOK Indonesia Anggota DK PBB, bentuk pengakuan dunia. - Lawan politik belum tentu. *** PDI-P persoalkan KPK terkait OTT tak langsung. - Pesanan ya? *** Kemenkop dan UKM targetkan 2.500 usaha tersertifikasi. - Termasuk berdaya saing.

Penulis, Alumnus FIB Undip

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Senin Paing, 11 Juni 2018

Desa Wisata akan Dilengkapi ’’Trekking’’

Tabanan (Bali Post) Pengembangan desa wisata terus dilakukan Pemkab Tabanan melalui Dinas Pariwisata setempat. Pasalnya, keberadaan desa wisata cukup menjanjikan, khususnya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Tahun 2018 Dinas Pariwisata tengah merancang program infrastruktur untuk trekking di kawasan desa wisata. “Mengingat keterbatasan anggaran daerah, kita coba dulu di wilayah Pupuan,” beber Kepala Dinas Pariwisata I Made Yasa, belum lama ini. Penyediaan infrastruktur trekking tersebut nantinya secara bertahap akan menyasar seluruh desa wisata yang ada di Kabupaten Tabanan. Ada 16 desa wisata yang telah ber-SK menyebar di Kabupaten Tabanan. “Jumlah ini akan terus bertambah, karena banyak desa yang sudah mengajukan permohonan untuk bisa disahkan menjadi desa wisata, tetapi perlu kajian terlebih dahulu dan harus selektif,” terangnya. Mantan Kepala BKD Tabanan ini juga

mengatakan, rencana program infrastruktur trekking sudah selesai proses tender. Dalam waktu dekat akan dilakukan pelaksanaan fisik. Selain pengembangan kawasan desa wisata, saat ini Dinas Pariwisata juga tengah fokus pada penataan kawasan di Bedugul. “Belum lama ini kita dapat dana dari pemerintah pusat untuk melakukan penataan di DTW Bedugul, dan ini sifatnya bertahap,” jelasnya. Seperti diketahui, Pemkab Tabanan selama ini sudah secara terencana untuk mengembangkan objek wisata. Namun yang digenjot adalah desa wisata. Karena sektor ini diharapkan akan berimbas pada perekonomian masyarakat setempat. Bahkan ke depannya, Kabupaten Tabanan lebih fokus mengembangkan wisata desa. Karena juga berdampak pada pengurangan alih fungsi lahan produktif. Warga bisa melestarikan lingkungan dan seni budaya yang ada di desa tersebut. (kmb28)

DESA WISATA - Salah satu desa wisata di Tabanan yang kaya akan panorama alam berupa pertanian. Bali Post/dok

Perlu Anggaran Besar

Pemkab Tak Ngotot Status UHC Tabanan (Bali Post) -

Saat ini masih ada 171 ribu warga atau 39 persen penduduk di Kabupaten Tabanan yang belum memiliki asuransi kesehatan. Di sisi lain, Pemkab Tabanan di tengah minimnya anggaran, belum bisa memberikan subsidi iuran. Akibatnya, Tabanan belum mampu mencapai status Universal Health Coverage (UHC).

Bali Post/kmb28

POS TERPADU - Pos pelayanan terpadu yang ditempatkan di parkir Restoran Soka Indah di Kecamatan Selemadeg, memberikan beragam layanan bagi pemudik.

Arus Mudik, Polres Siapkan 18 Posko

Tabanan (Bali Post) Arus mudik Lebaran terus mendapatkan atensi jajaran terkait. Polres Tabanan setidaknya telah menyediakan 18 posko. Selain posko pengamanan, juga posko pelayanan terpadu. Bahkan pada posko terpadu para pemudik juga diberikan layanan servis gratis, jika kendaraannya mengalami kerusakan. Kaur Bin Ops Lantas Polres Tabanan Iptu I Made Sukiarta seizin Kasat Lantas Polres Tabanan AKP Ida Ayu Made Kalpika Sari menjelaskan, 18 posko tersebut sudah dipersiapkan sejak awal Juni dan sampai saat ini sudah seluruhnya terpasang. Lokasinya pun tersebar di 10 kecamatan di Tabanan. “Polisi mengerahkan 250 anggota dan sudah berada di masing-masing posko,” ungkapnya, Minggu (10/6) kemarin. Kata dia, khusus di pos pelayanan terpadu yang ditempatkan di areal parkir Restoran Soka Indah di Kecamatan Selemadeg disediakan berbagai macam pelayanan. Selain pembagian takjil, pemberian kesehatan gratis, juga disediakan bengkel gratis. Bahkan disediakan juga layanan servis gratis. “Jadi, bagi pemudik saat kendaraannya terjadi masalah bisa

langsung memanfaatkan layanan ini sembari istirahat sejenak,” jelasnya. Menurut Sukiarta, hingga Minggu kemarin para pemudik belum terlihat ramai memanfaatkan jasa pelayanan tersebut. “Kemungkinan H-2 atau H-3 arus mudik pelayanan bengkel akan ramai untuk memanfaatkan jasa bengkel,” jelasnya. Dikatakan, pelayanan terpadu ini sangat penting fungsinya. Di antaranya sebagai tempat istirahat untuk mengantisipasi adanya kecelakaan, dan sebagai pemantau arus mudik dan pelayanan bagi pemudik dan masyarakat luas pada umumnya. Mengingat jalur Denpasar-Gilimanuk banyak terdapat tikungan. Dikatakannya, pengaman arus mudik tidak hanya dari jajaran kepolisian, melainkan juga kerja sama dengan Dinas Perhubungan Tabanan. Ditambah pula petugas Pemadam Kebakaran bersama dengan satu unit mobil pemadam dan ambulan dari instansi kesehatan stand by di Posko Pelayanan Terpadu yang terpusat di areal parkir Restourant Soka Indah. “Jadi semua instansi terlibat untuk mengamankan arus mudik 2018,” tegasnya. (kmb28)

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Tabanan IB Wiratmaja mengakui tidak memaksakan diri untuk mengejar status UHC. Pasalnya, anggaran yang dimiliki Pemkab Tabanan sangat minim, sehingga belum mampu mensubsidi iuran BPJS kesehatan-JKN. “Melihat kondisi keuangan saat ini, kami tidak bisa ngotot mengejar status UHC,” ungkap IB Wiratmaja, beberapa waktu lalu. Menutupi iuran warga yang belum masuk BPJS– JKN dibutuhkan anggaran sekitar Rp 28 miliar per

Wiratmaja juga mengusulkan agar program kesehatan seperti ini dikoordinir provinsi. Seperti saat adanya JKBM, ada sharing anggaran antara provinsi dengan kabupaten, sehingga tidak terlalu berat dirasakan kabupaten untuk menanggung semua iuran. “Dengan adanya bantuan dari provinsi, beban keuangan kabupaten akan lebih ringan,” usulnya. Seperti diketahui, saat ini Tabanan belum mampu mencapai status UHC dalam bidang asuransi kesehatan bagi warganya. Pasalnya, baru sekitar 61 persen warga yang memiliki asuransi ke-

mengatasi hal tersebut, kecuali memang pemerintah mensubsidi iuran peserta. Untuk menjawab persoalan biaya perawatan bayi yang sakit sehabis dilahirkan, muncul ide untuk gotong royong membantu dari para pejabat. Usulan ini disampaikan Ketua Komisi IV Made Dirga, untuk meringankan beban warga dan dikoordinir Dinas Sosial. Sementara itu, untuk bisa mencapai status UHC, jumlah warga yang tergabung dalam asuransi kesehatan minimal 95 persen, bahkan kalau bisa 100 persen. Dengan demikian, semua biaya di fasilitasi kesehatan, termasuk bayi baru lahir yang sakit langsung tertanggung dan masuk BPJS. Saat ini baru beberapa kabupaten di Bali yang mampu mencapi status tersebut. (kmb28)

buka, kecuali pada Jumat (15/6) dan Sabtu (16/6) yang merupakan hari raya. “Di luar tanggal merah pelayanan PDAM tetap buka,” ujarnya. Layanan yang buka meliputi semua aspek pelayanan seperti layanan pengaduan call center, perbaikan, loket pembayaran dan rekening. Ia melanjutkan, jika saat libur tersebut terjadi kendala seperti kebocoran sambungan atau permasalahan lain yang bersifat teknis, PDAM sudah menyiagakan teknisi di hari tersebut, sehingga bisa langsung diatasi

di hari itu juga dan tidak perlu menunggu hingga hari libur usai. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, menurut Wirata, dari segi konsumsi air memang akan terjadi penurunan selama momen libur Idul Fitri. Meski penurunannya tidak terlalu signifikan. Katanya, dari data tahun-tahun sebelumnya penurunan konsumsi air mencapai lima hingga 10 persen dari pemakaian normal. Saat ini pemakaian air normal yang dilayani PDAM Tabanan mencapai 1 juta meter kubik per bulan. (kmb24)

Beberapa Layanan Publik Tetap Buka

Bali Post/kmb24

BUKA - Suasana layanan di Poliklinik BRSU Tabanan. Dipastikan layanan ini buka seperti biasa. Tidak ikut cuti bersama. Layanan hanya tutup saat tanggal merah. Tabanan (Bali Post) Cuti bersama dalam rangka hari raya Idul Fitri menyebabkan beberapa layanan publik tidak beroperasi selama kurang lebih 10 hari kerja. Namun cuti bersama ini tidak berpengaruh terhadap beberapa layanan publik, seperti rumah sakit dan PDAM Tabanan. Direktur BRSU Tabanan dr. Nyoman Susila, Minggu (10/6) kemarin, mengatakan pelayanan BRSU tetap buka, baik layanan Poliklinik mau-

SMAN 2 Tabanan Ajak Siswa Peduli Lingkungan Tabanan (Bali Post) Kurikulum 2013 yang diterapkan SMAN 2 Tabanan (Bisma) tak hanya pendidikan akademik, tetapi juga pendidikan karakter. Selain bazar budaya yang mengaktualisasi tiga mata pelajaran, yaitu agama, seni dan kewirausahaan dalam bentuk pembuatan upakara Galungan untuk dijual, SMAN 2 juga memberikan pendidikan karakter agar anak didiknya lebih peduli terhadap lingkungan. Kepala SMAN 2 Tabanan I Gede Wayan Samba mengatakan, kepedulian terhadap lingkungan ini dilakukan dalam bentuk peduli social, yaitu membantu masyarakat kurang mampu di sekitarnya. Dalam konteks ini, setiap anak didik diminta menyumbang satu gelas beras. Beras-beras ini kemudian dikumpulkan dan diberikan kepada masyarakat kurang mampu. ’’Kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun. Dari satu gelas beras per anak didik saja bisa menjadi dua karung beras. Ini mengajarkan berbagi dan jika dilakukan bersama-sama akan menjadi banyak dan berguna,’’ ujarnya, belum lama ini. Latar belakang melakukan pendidikan karakter ini, menurut Samba, karena anak-

tahun. Jumlah tersebut diakuinya sangat besar dan dapat menguras APBD Tabanan. Di sisi lain, banyak pos anggaran yang masih menjadi skala prioritas untuk dibiayai. Di samping itu, dengan pola subsidi iuran diyakini ada yang tidak tepat sasaran. “Takutnya orang yang taraf ekonominya bagus juga mendapatkan subsidi iuran. Jadinya tidak tepat sasaran,” sebutnya. Dia berharap masyarakat yang memang mampu hendaknya mengikuti asuransi kesehatan secara mandiri, baik BPJS-JKN atau mungkin asuransi kesehatan lain.

sehatan. Akibat dari kondisi ini, belum semua warga tertanggung asuransi ketika berobat di fasilitasi kesehatan yang ada. Kondisi terparah bagi anak baru lahir, kemudian sakit. Ketika melahirkan ibu dan anaknya ditanggung BPJS sampai pulang ke rumah karena masih ditanggung BPJS ibunya. Namun ketika si bayi sakit ternyata tidak bisa ditanggung BPJS dan orangtua harus membayar iuran atau masuk BPJS, baru berlaku sebulan kemudian. Sehingga warga harus menanggung biaya perawatan bayinya atau menjadi pasien umum. Hal ini sempat menjadi perdebatan sengit saat rapat kerja antara Komisi IV DPRD Tabanan dengan eksekutif, termasuk dihadiri dari tim BPJS wilayah Bali. Tidak ada titik temu untuk

anak di SMAN 2 berasal dari keluarga mampu. Mereka saat pulang tentu bisa langsung makan tanpa berpikir apakah bisa makan atau tidak keesokan harinya. Dengan kegiatan Bisma peduli sosial ini, siswa berbagi kepada masyarakat tidak mampu, diharapkan memupuk rasa kepedulian sosial siswa dan lebih menghargai apa yang saat ini mereka punya. ‘’Ada masyarakat di sekitar kita yang bekerja keras hanya untuk makan keesokan harinya. Dengan kepedulian sosial ini diharapkan bisa memupuk rasa empati siswa dan tidak tumbuh menjadi pribadi yang individual,” ujar Samba. Selain pendidikan karakter untuk peduli pada lingkungan sosial, para siswa juga diajarkan untuk menghargai sejarah. Setiap tahunnya para siswa membuat film dokumenter yang mengangkat tema sejarah Indonesia. Ada juga pameran mengenai sejarah-sejarah tersebut. Pendidikan ini selain untuk mengajarkan siswa menghargai sejarah juga untuk menciptakan peneliti sejarah yang baru. ‘’Tiap tahunnya mereka akan belajar sejarah ke Puri Agung Tabanan untuk mengetahui sejarah Kota Tabanan,’’ ujar Samba. (kmb24)

pun IRD serta manajemen. “Jadi layanan poliklinik dan manajemen hanya libur saat tanggal merah. Sisanya masuk kerja seperti biasa,” ujar Susila. Karena tidak mengikuti cuti bersama, lanjut Susila, pendaftaran online juga bisa diakses oleh masyarakat seperti biasa. Demikian juga ketersediaan obat, kata Susila sudah cukup meski ekspedisi libur panjang. Menurutnya, BRSU Tabanan telah menerapkan sistem RKO. Dalam

sistem ini BRSU telah merancang kebutuhan obat selama 18 bulan. “Jadi tidak masalah meski layanan ekspedisi maupun distributor obat libur karena adanya cuti bersama. Sebab, BRSU sudah merancang kebutuhan obat dan bahan habis pakai selama 18 bulan ke depan,” ujar Susila. Hal yang sama juga disampaikan Direktur RS Nyitdah, dr. Nyoman Wisnu Brata. Menurutnya, selain tidak masalah dengan ketersediaan obat dan bahan habis pakai, pelayanan RS Nyitdah juga tetap beroperasi dan hanya libur saat tanggal merah. Saat ini, selain IRD, RS Nyitdah juga sudah membuka layanan poliklinik seperti Poliklinik Penyakit Dalam, Poliklinik Penyakit Anak, Poliklinik Gigi dan Poliklinik Akupunktur. Layanan publik yang tidak mengikuti cuti bersama dan hanya tutup saat tanggal merah adalah PDAM Tabanan. Kepala Bagian Hubungan Langganan PDAM Tabanan IB Marjaya Wirata mengatakan, layanan PDAM Tabanan tetap


BULELENG

8

Senin Paing, 11 Juni 2018

Polres Galakkan Layanan SIM dan Samsat Keliling

Singaraja (Bali Post) – Jajaran Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Buleleng menggalakkan layanan SIM dan Samsat keliling. Ini untuk mendekatkan layanan dan memfasilitasi masyarakat agar mudah mendapatkan layanan SIM atau melunasi kewajiban dalam membayar pajak kendaraan. Layanan SIM dan samsat keliling digelar Minggu (10/6) kemarin di kawasan Taman Kota Singaraja. Momen ini bersamaan dengan car free day dan juga jalan sehat dalam rangka sosialisasi Pilgub Bali. Momen ini pun dimanfaatkan oleh warga atau peserta jalan sehat untuk memperpanjang SIM yang sudah habis masa berlakunya. Selain itu, banyak pengunjung yang membayar pajak kendaraannya sekaligus pengesahan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Seorang pengunjung Kadek Sri Hayati asal Kelurahan Banjar Jawa, Singaraja mengaku terbantu dengan layanan SIM keliling. Dia mengatakan, layanan ini memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi warga dalam mendapatkan pelayanan publik. Terkait proses pelayanan, Hayati mengaku petugas melayani dengan profesional dan sama seperti pada layanan di kantor pada umumnya. ‘’Saya sendiri membuktikan tidak menunggu kantor buka, tapi di hari libur bisa memperpanjang SIM dari pelayanan keliling seperti ini,’’ katanya. Sementara itu, Kasatlantas AKP Putu Diah Kurniawandari seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, layanan SIM dan samsat keliling di hari libur ini baru pertamakali dilakukan. AKP Kurniawandari mengatakan, pelayanan tambahan ini sengaja dilakukan sebagai komitmen Polres untuk terus meningkatkan pelayanan untuk publik di Bali Utara. Terkait layanan SIM keliling, polisi hanya melayani perpanjangan. Ini karena berbenturan dengan standar operasional prosedur (SOP) di mana pembuatan SIM baru harus ada tes tulis dan praktik mengemudi. Materi tes itu untuk sementara tidak bisa dipenuhi ketika polisi menggelar layanan SIM keliling. Sedangkan untuk pelayanan samsat kendaraan, pengunjung hanya dilayani bagi yang membayar pajak. Jika untuk layanan lain seperti balik nama dan ganti pelat belum bisa dilayani karena terbentur dengan SOP yang tidak bisa dilakukan dalam layanan keliling di hari libur. ‘’Ini baru pertama namun SIM keliling pada jam-jam kantor sudah sering dan kita akan evaluasi kalau pelayanan di hari libur akan rutin digelar,’’ tegasnya. (kmb38)

Pembangunan Iradiasi Gamma

Pemkab Siapkan Dana ”Sharing” Rp 25 Miliar

Singaraja (Bali Post) – Keinginan Pemkab Buleleng membangun Iradiasi Gamma untuk mengawetkan produk pertanian, sepertinya tidak sekadar wacana. Buktinya, Buleleng mulai menyiapkan dana pendamping (sharing) yang bersumber dari APBD sebesar Rp 25 miliar. Hal ini tidak lepas dari keinginan untuk menjaga kualitas produk pertanian, di samping menghindari kerugian yang dialami petani karena produksinya pada musim panen raya tidak dapat terserap pasar dengan optimal. Itu diungkapkan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Minggu (10/6) kemarin, di sela-sela menghadiri jalan sehat dalam rangka sosialisasi Pilgub Bali di lapangan umum Taman Kota Singaraja. Lebih jauh Bupati mengatakan, wacana Iradiasi Gamma muncul sejalan dengan kebijakan yang akan dijalankannya fokus mengatasi masalah pertanian dalam arti luas. Selain itu, Buleleng sudah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Badan Tenaga Atom Nasional (Batan) untuk menggunakan hasil penelitian dalam mengembangkan sektor pertanian di daerahnya. Keinginan membangun Iradiasi Gamma ini salah satu dari beberapa poin MoU yang dijalankan oleh kedua belah pihak. Menindaklanjuti hal itu, Buleleng sekarang merintis pembangunan Iradiasi Gamma. Pihaknya menyiapkan dana pendamping sebesar Rp 25 miliar. Sementara, dari perencanaan pemerintah pusat, untuk membangun Iradiasi Gamma menelan dana Rp 100 miliar. Dengan dana pendamping itu diharapkan bisa membantu pusat merealisasikan pembangunan Iradiasi Gamma pertama di Buleleng. “Ini sedang berproses dan kami sudah siapkan dana sharing, sehingga setidaknya dengan ini kita ingin pusat serius agar iradiasi gamma bisa dibangun di derah kita,” katanya. Selain menyiapkan dana sharing, Buleleng sekarang ini ditugaskan melakukan fisibility study (FS) sebagai dokumen pendukung pembangunan iradiasi gamma. Keputusan untuk menyusun dokumen ini, setelah Buleleng mengikuti Focus Group Discussion (FGD) bersama Batan beberapa waktu lalu. Dari forum ini, diputuskan untuk menyusun FS pembangunan Iradiasi Gamma. Dari FS ini, Dinas Pertanian (Distan) ditugaskan menghitung termasuk memproyeksikan pemanfaaatan Iradiasi Gamma yang akan dibangun. Ini penting karena Iradiasi Gamma di Buleleng ini tidak saja untuk mengolah produk pertanian di Bali Utara, namun bisa saja mengakomodir produk pertanian dari kabupaten tetangga. (kmb38)

Bali Post/kmb38

SIM – Satlantas Polres Buleleng menyediakan layanan SIM dan samsat keliling, Minggu (10/6) kemarin, di kawasan Taman Kota Singaraja.

BWS Bali-Penida Diminta Tuntaskan Perbaikan Irigasi

Singaraja (Bali Post) – Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana prihatin terhadap kerusakan irigasi hingga memicu kekeringan lahan pertanian di Desa Banjar Asem Kecamatan Seririt. Sebenarnya, kerusakan infrastruktur itu sudah diperbaiki. Namun, karena medannya sulit, perbaikannya tidak optimal dan mandek sampai sekarang. Meski demikian, Pemkab Buleleng tetap minta agar Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida kembali melanjutkan perbaikan infrastruktur tersebut. Penegasan itu disampaikan Bupati setelah mengikuti jalan sehat Pilgub Bali di Taman Kota Singaraja, Minggu (10/6) kemarin. Bupati mengatakan, sejak terjadi kerusakan, pihaknya terus melakukan pendekatan baik lisan maupun tertulis agar BWS segera memperbaikinya. Hasilnya, BWS sudah

melakukan perbaikan dengan mengeruk sedimentasi pada irigasi BS-V (saluran pembagi air - red). Akan tetapi, perbaikan itu terganjal karena alat berat tidak bisa melakukan perbaikan jaringan di dalam terowongan sepanjang sekitar 400 meter. Kondisi ini masih menjadi hambatan bagi BWS

untuk melakukan perbaikan itu. Tidak ingin dampak kerusakan irigasi semakin parah, Bupati meminta agar BWS kembali melanjutkan upaya perbaikan karena infrastruktur itu menjadi tanggung jawab BWS sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat. ‘’Biar kesannya pemerintah daerah tidak

tanggap. Kami sudah fasilitasi dan kerusakannya sudah ditangani, tapi karena medan berat perbaikannya masih terganjal sampai sekarang,’’ katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, krama subak di Desa Banjar Asem Kecamatan Seririt kesulitan menanam padi. Ini karena irigasi BS-V sepanjang 400 meter rusak akibat tanah longsor sejak beberapa tahun yang lalu. Akibatnya, dari 100 hektar lahan sawah di desa ini sampai sekarang hanya bisa ditanami padi sekitar 25 hektar. Petani terpaksa

menanam palawija seperti kacang jongkok, kacang ijo, komak, dan jagung. Irigasi yang dibangun pemerintah pusat melalui BWS Bali-Penida ini mengairi sawah di empat subak mulai dari Desa Banjar Asem meliputi Subak Pangkung Kunyit, Subak Tegallenga, Subak Buluh, Subak Lebah, Desa Tukad Sumaga, Subak Tinga-Tinga, dan subak di Desa Patas, Kecamatan Gerokgak. Sekitar empat tahun silam, irigasi BS-V yang dibangun di Desa Lokapaksa tersebut tertimbun tanah longsor. (kmb38)

Krama Subak Mengeluh, Saluran Irigasi Ditutup

Bali Post/kmb38

IRIGASI - Krama subak di tiga desa bertetangga di Kecamatan Seririt dan Gerokgak mengeluh karena saluran irigasi pertanian yang dibangun BWS Bali-Penida ditutup dengan dak beton.

Singaraja (Bali Post) – Krama subak di tiga desa bertetangga di Kecamatan Seririt dan Gerokgak mengeluh karena saluran irigasi yang dibangun Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida di Desa Banjar Asem, Kecamatan Seririt ditutup dengan beton kemudian di atasnya diuruk untuk kepentingan proyek perumahan. Akibatnya, saluran menyempit dan dikhawatirkan pasokan air irigasi terganggu. Irigasi ini sejak lama mengairi sawah di tiga desa bertetangga yakni Desa Banjarasem (Kecamatan Seririt), Tegallengga dan Desa Tukad Sumaga (Kecamatan Gerogak). Klian Subak Pangkung Kunyit Made Darmawan belum lama ini mengatakan, irigasi utama berada di saluran skunder Tukad Saba di Desa Banjarasem. Lebar saluran irigasi sekitar 2,5 meter telah ditutup dengan dak beton ke-

mudian di atasnya diuruk. Panjang irigasi yang ditutup sekitar 30 meter. Di tengah-tengah irigasi, dipasang tiang beton dengan ukuran sekitar 40 kali 40 centimeter untuk menopang pelat beton. Pemasangan tiang beton ini membuat lebar irigasi menyempit. Di bagian atas pelat beton telah diuruk tanah, dijadikan areal perumahan. Bentuk irigasi itu pun yang tadinya terbuka menjadi terowongan. “Perjanjiannya pengembang sepakat membongkar beton dan mengembalikan lagi kondisi irigasi seperti biasa, tapi sampai sekarang dibiarkan, sehingga ini membuat krama keberatan,” katanya. Menurut Darmawan, petani dari ketiga desa bertetangga sudah melayangkan protes kepada pengembang, karena pasokan air mengecil. Mereka juga khawatir tidak dapat pasokan air seperti biasanya, ketika terowongan itu tersumbat sampah

atau pendangkalan. Berdasar kesepakatan yang difasilitasi pihak perbekel dan Kecamatan Seririt, pihak pengembang menyanggupi mengembalikan irigasi ke kondisi semula dengan membongkar pelat beton. Kesepakatan itu ditandatangani pada Desember 2017. Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Buleleng Ketut Suparta Wijaya mengatakan, pemerintah daerah tidak memiliki wewenang untuk menegur termasuk membongkar beton penutup saluran irigasi tersebut. Ini karena jaringan tersebut merupakan aset Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida. Meski demikian, pihaknya berjanji akan memfasilitasi krama subak bertemu dengan BWS, sehingga persoalan ini segera mendapat penanganan dan tidak menimbulkan kerugian petani. (kmb38)

Disdikpora Galakkan Gerakan Literasi Sekolah

Putu Agus Suradnyana

Bali Post/kmb38

Pembetulan

Berita Bali Post Minggu (10/6) berjudul “Mengusung Semangat Manyamabraya”, terdapat kesalahan kutip. Tertulis Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), seharusnya Mataram Jawa. Redaksi

Singaraja (Bali Post) – Perkembangan globalisasi dikhawatirkan mengancam karakter kalangan generasi muda. Ancaman itu bisa berasal dari perkembangan media dan zaman digital yang semakin canggih. Menghadapi dampak kehidupan di era milenial terutama di lingkungan sekolah, pemerintah daerah mendorong gerakan literasi sekolah. Dengan gerakan ini, diharapkan karakter anakanak bisa bertahan di tengah berbagai dampak dari kecanggihan teknologi itu sendiri. Itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Buleleng Gede Suyasa di sela-sela pembukaan Buleleng Education Expo (BEE) Tahun 2018 di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, Minggu (10/6) kemarin. Lebih jauh Suyasa mengatakan, untuk membangkitkan gerakan literasi sekolah, pemerintah mulai menggandeng pihak ketiga. Seperti dilakukan bersama Mahima Institute yang telah meluncurkan program klinik literasi. Dengan program seperti ini, Suyasa yakin pelajar atau mahasiswa

dapat melakukan beragam kegiatan literasi. Salah satunya, membangkitkan budaya membaca, menulis, dan jurnalistik. “Ini kami akan dorong terus dan sekarang kami bersama Mahima yang mulai menggalakkan literasi, sehingga mengawali itu kami berikan ruang dan terus mendukung gerakan literasi oleh pihak ketiga,” katanya. Menurut Suyasa, di era milineal seperti sekarang ini literasi yang perlu digalakkan adalah literasi media dan literasi digital. Dua hal ini sangat penting karena karakter generasi muda mudah terpengaruh atau dengan mudah mendapatkan informasi yang diragukan kebenarannya. Dalam situasi ini generasi muda diuji apakah bisa bertahan atau justru terhanyut dengan dampak perkembangan zaman canggih seperti sekarang ini. Untuk itu, dengan menggalakkan literasi kualitas karakter generasi muda bisa dilindungi. Terkait gerakan literasi sekolah, Suyasa menyebut selama ini sudah berjalan dengan baik. Dia mencontohkan, gerakan membaca sebelum proses pembelajaran dimulai sudah

berjalan. Hanya, ini masih perlu diingatkan kembali, agar menjadi kebiasaan. Selain itu, Disdikpora juga mendorong sekolah agar meningkatkan aktivitas budaya membaca di perpustakaan dengan cara lomba atau hal positif lain. “Gerakan literasi sekolah sudah jalan dan kami terus mendorong sekolah bagaimana gerakan ini semakin meningkat dan menjadi kabiasaan di setiap lingkungan

sekolah,” katanya. BEE diisi dengan 51 stan pameran, pentas seni budaya, 30 lomba akademik dan nonakademik. BEE ini, dijadikan momentum mengumpulkan dan menggali potensi pendidikan dan prestasi pendidikan di Buleleng. Event BEE tahun ini dengan khusus mengedepankan kearifan lokal di tengah perkembangan zaman globalisasi. Ini ditunjukkan dalam

garapan BEE mempertontonkan kerajinan tangan karya siswa hingga edukasi daur ulang sampah melalui Buleleng Reycle Carnaval. BEE dibuka Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. mewakili Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. Dalam pembukaan itu, peserta dihibur dengan penampilan Bondres Rare Kual dan Cedil. (kmb38)

Bali Post/kmb38

BEE – Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. membuka BEE di Gedung kesenian Gde Manik, Singaraja, Minggu (10/6) kemarin.


GIANYAR

Senin Paing, 11 Juni 2018

Puluhan Warga Patas Terkena Sakit Mata

Ganyar (Bali Post) Puluhan warga Banjar Patas Desa Taro Kecamatan Tegallalang silih berganti terkena sakit mata. Kondisi ini terjadi sejak sebulan lalu. Warga sudah mendapatkan pemeriksaan dokter, namun beberapa di antaranya tak kunjung sembuh. Terkait hal ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar melakukan pengecekan secara khusus. Warga setempat, I Made Kiki, mengatakan dia mengalami mata merah, bengkak dan terus mengeluarkan air mata. Ia mengaku sudah berkali-kali mengobati matanya dengan obat tetes. Namun, pengobatan tersebut tidak membuahkan hasil. ‘’Ini sudah diisi obat terus, tapi belum juga membaik,’’ katanya, Minggu (10/6) kemarin. Warga lainnya, I Wayan Molog, juga menyampaikan hal yang sama. Dia sudah sembilan hari mengalami sakit mata dan hingga saat ini belum juga membaik. Ia pun mengaku heran, lantaran sebagian besar warga Banjar Patas menderita penyakit yang sama. ‘’Heran, kok sebagian besar warga di sini kena sakit mata, sedangkan di banjar tetangga tidak,’’ tuturnya. Klian Adat Banjar Patas Made Jojol mengatakan, sakit mata yang dialami warganya mulai terjadi sejak 14 hari sebelum Galungan. Hingga kini, silih berganti warga mengalami keluhan serupa. ‘’Belum tahu itu apa penyebabnya. Keluarga saya juga beberapa ada yang kena, seperti adik saya Nyoman Sadya,’’ ungkapnya. Pihaknya tidak bisa memastikan berapa jumlah warga yang mengalami sakit mata. Namun, ia memperkirakan ada sekitar 20 lebih warga yang sudah kena penyakit ini. ‘’Yang terkena sakit mata ini tidak pandang usia. Ada anak-anak, remaja hingga yang umurnya 40-an. Yang pasti, ini sangat mengganggu aktivitas warga,’’ katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gianyar dr. Ida Ayu Cahyani mengaku sudah menerima informasi terkait sakit mata yang diderita warga di Banjar Patas. ‘’Yang terkena sakit mata ini memang sekitar 20 sampai 30 orang. Tetapi ini bukan sakit massal ya,’’ ucapnya. Menurutnya, sakit yang diderita warga hanya sakit mata biasa yang memang mudah menular. Ia pun mengilustrasikan sakit mata ini seperti flu yang bisa mudah menular dalam satu keluarga. Penularannya pun cukup mudah. Puskesmas Tegallalang dipastikan sudah memberikan pertolongan terhadap warga, meski saat ini sedang dalam masa cuti bersama. (kmb35)

9

PPDB Jalur Miskin Manfaatkan Kartu Presiden

Dinilai Mampu Antisipasi Kecurangan Gianyar (Bali Post) -

Sejumlah hal menjadi indikator atau persyaratan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui jalur keluarga tidak mampu. Selain surat keterangan, sejumlah kartu untuk masyarakat kurang mampu yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo bisa menjadi dasar PPDB jalur ini. Bagi sejumlah kalangan, hal ini direspons positif sebab dinilai mampu meminimalisir potensi kecurangan. Ketua PGRI Gianyar Wayan Gabra, Minggu (10/6) kemarin mengatakan, kartu yang bisa menjadi bukti keluarga tidak mampu meliputi Kartu Keluarga Harapan (KKH), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Perlindungan Sosial (KPS) dan Kartu Indonesia Pintar. Berdasarkan petunjuk teknis (juknis) PPDB 2018-2019, calon peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu bisa

dibuktikan dengan kepemilikan kartu-kartu tersebut. ‘’Jadi siswa tinggal membawa kartukartu ini ke sekolah pilihan sesuai zona siswa bersangkutan,’’ ucapnya. Selain itu, Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari Klian Banjar Dinas calon peserta didik bersangkutan dengan diketahui Perbekel atau Lurah juga tetap bisa digunakan. Mereka yang meng-

gunakan SKTM ini selanjutnya akan diverifikasi oleh sekolah bersangkutan. ‘’Nanti ada tim verifikasi dari masing-masing sekolah yang turun melakukan pengecekan,’’ ujarnya. Guna meminimalisir kecurangan dalam proses ini, Kepala SMAN 1 Ubud ini mengatakan, dalam proses verfikasi ada 14 item yang digunakan. Bila kondisi siswa bisa memenuhi minimal 9 dari 14 item

itu, maka siswa bersangkutan bisa dikategorikan tidak mampu. ‘’Jadi rinciannya sudah jelas. Saya kira tidak mungkin ini sampai ada kecurangan,’’ ucapnya. Sebelumnya, Komisioner Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali Kadek Ariyasa meminta pemerintah melakukan pengawasan ketat terhadap pelajar yang mendaftar sekolah menggunakan jalur keluarga tidak mampu. ‘’Kalau yang dijadikan patokan adalah kartu KIS mungkin tidak masalah, tetapi kalau kartu miskin dikeluarkan baru oleh perbekel atau pejabat setempat, ini yang saya kira perlu pengawasan

ketat,’’ ucapnya. Ariyasa pun mengharapkan transparansi semua pihak dalam PPDB tahun ajaran 2018-2019 sehingga tidak ada siswa dalam ekonomi kurang mampu sampai tercecer. Anggota DPRD Gianyar Putu Gede Pebriantara pun menegaskan, seluruh siswa miskin harus dipastikan tertampung di sekolah negeri. Untuk itu pihaknya berjanji akan melakukan pengawasan secara intensif. ‘’Ketentuan baru aturan untuk sekolah dalam menampung siswa miskin itu tidak ada batas maksimal, bahkan untuk batas minimal itu diwajibkan 20 persen,’’ tegasnya. (kmb35)

Bermodal Kegigihan, Tiga Pemuda Sukses Kelola Agrowisata AGROWISATA kopi luwak di Kabupaten Gianyar digemari banyak wisatawan. Tidak terkecuali Luwak Coffee Alas Harum Agrotourism di Desa Tegallalang Kecamatan Tegallalang. Ratusan wisatawan berkunjung ke agrowisata ini setiap harinya, baik untuk menikmati kopi luwak maupun panorama terasering setempat. Kesuksesan usaha ini tidak diraih begitu saja. Kegigihan tiga pengusaha muda asal Banjar Bresela Desa Bresela Kecamatan Payangan dalam menghadapi berbagai tantangan dan kendala adalah kunci utamanya. Agrowisata ini dirintis I Made Ardana (34), Wayan Suarjana (30), dan Made Suardana alias Nano (35). Mereka bertiga memiliki hubungan kekerabatan. ‘’Kami bertiga mulai merintis luwak coffee ini pada September 2014 lalu. Kala itu, perjuangan sungguh berat,’’ ucap Made Suardana saat ditemui, belum lama ini. Suardana menjelaskan, awalnya ia terinspirasi saat menjadi driver freelance. Kala itu, pria bertubuh tambun ini sering mengantarkan wisatawan ke sejumlah coffee shop. Dia juga melihat peluang dengan banyaknya wisatawan yang datang ke Objek Wisata Ceking. ‘’Dari sanalah saya terinspirasi, kenapa tidak saya

coba membuat kedai kopi kecilkecilan di seputaran Tegallalang ini,’’ ucapnya. Suardana bersama dua saudaranya lantas berupaya mendekati pemilik lahan yang lokasinya sekitar 500 meter di sebelah selatan Objek Wisata Ceking. Setelah pendekatan secara kekeluargaan, pemilik lahan menyetujui mengontrakkan lahannya. Namun, mulai muncul persoalan, dari mana ketiga pemuda ini memperoleh modal. Mereka sempat kelabakan karena tidak ada bank yang mau memberikan pinjaman sebab mereka bertiga tidak ada satu pun yang punya ijazah sarjana. Selain itu, mereka juga tidak punya jaminan.

Tiga bersaudara ini pun harus ke sana-ke mari mengupayakan modal usaha. Hingga akhirnya seorang teman di salah satu LPD memberikan mereka kepercayaan, dengan meminjamkan uang sebesar Rp 300 juta tanpa jaminan. ‘’Bersyukur sekali, setelah kami berikan penjelasan tentang usaha kami, LPD mau memberikan pinjaman modal Rp 300 juta. Rp 250 juta langsung kami jalankan membuka luwak coffee dan Rp 50 juta kami gunakan untuk membayar angsuran awal,’’ katanya. Kedai kopi sederhana pun mulai dibuka pada 2014. Kala itu kondisinya masih sangat sederhana dengan memanfaatkan alat seadanya. ‘’Kita buat desain dengan alat seadanya, genteng bekas dan lainnya,’’ ucapnya. Tahun pertama berjalan, kedai kopi yang mereka kelola langsung melonjak. Selang dua tahun, mereka pun melakukan pembaruan. Awalnya lahan yang dikontrak hanya 1,5 hektar, namun kini diperluas dengan pengelolaan hingga 4 hektar. ‘’Sampai sekarang ini kita kembangkan terus dan sekarang ini mungkin dana pembaruan yang kita putar

Bali Post/ist

AGROWISATA - I Made Ardana, Wayan Suarjana, dan Made Suardana berfoto di Luwak Coffee Alas Harum Agrotourism. sudah lebih dari Rp 5 miliar,’’ ungkapnya. Luwak Coffee Alas Harum Agrotourism kini terus dikembangkan dengan wisata aktivitas seperti flying fox hingga swing dengan tiga tipe. Di lokasi ini juga ada ukiran tebing batu padas dengan desain kepala gorila yang menganga berukuran panjang 12 meter dan lebar 9 meter ditambah ukiran tebing Pekak Brayut. Rencananya

juga akan dibuat jembatan gantung yang panjangnya sampai 300 meter. Suardana menambahkan, saat ini pihaknya juga sudah mempekerjakan seratus lebih tenaga kerja lokal. Dalam perekrutan tenaga kerja, pihaknya tidak akan mempertanyakan pendidikan. ‘’Saya tidak menanyakan pendidikan mereka apa, tapi yang penting apa mereka mau serius belajar dan bekerja,’’ tegasnya. (nik)


JEMBRANA

10

Senin Paing, 11 Juni 2018

Akhir Pekan

Puluhan Ribu Kendaraan Pemudik Keluar Bali Negara (Bali Post) – Selama tiga hari arus mudik Lebaran, kendaraan yang keluar Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk mencapai puluhan ribu. Jumlah tersebut merupakan roda dua (R2) dan roda empat (R4). Sedangkan untuk pemudik mencapai 54.331 penumpang. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah hingga H-1 Lebaran, mengingat di tahun 2017 lalu dalam sepekan (H-7 hingga H-1) mencapai 487.898 penumpang, 98.290 unit R2 dan 57.426 unit R4. Apalagi diprediksi tahun ini akan ada peningkatan 5 persen. Data yang dihimpun dari ASDP Cabang Ketapang-Gilimanuk, Minggu (10/6) pagi tercatat jumlah kendaraan selama tiga hari sejak Kamis (7/6) hingga kemarin pagi

totalnya 23.719 unit R2 dan mobil sejenis 16.037 unit. General Manajer (GM) ASDP Ketapang Gilimanuk Elvi Yosa mengatakan jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah. Pihaknya telah melakukan persiapan untuk arus mudik di Gilimanuk, salah satunya tenda yang diperuntukkan bagi para pemudik bersepeda-motor. Baik di dalam areal parkir pelabuhan (setelah loket) dan di luar di pasang tenda untuk melindungi pemudik. Dibanding tahun sebelumnya, tenda untuk kendaraan roda dua ini lebih panjang. Selain itu juga menyiagakan satu armada kapal “jumbo” untuk mengurai antrean. Kendati tidak sebesar kapal Portlink, KMP Derajat Panciran itu diharapkan bisa membantu karena lebih ban-

yak menampung kendaraan dibanding kapal lainnya. Pengamatan di sepanjang jalan Denpasar-Gilimanuk wilayah Kabupaten Jembrana sudah mulai dipadati kendaraan, baik mobil maupun roda dua. Sejumlah pos-pos pengamanan dan pos pantau di sepanjang jalan dari Pengeragoan hingga Gilimanuk juga disiagakan. Sementara, sejak Jumat (8/6) lalu tercatat ada empat korban kecelakaan. Dua di antaranya saat ini masih mendapat perawatan di RSU Negara. Mereka adalah Naitul Maron dan Deni Setiawan, pemudik dari Jember, Jawa Timur. “Untuk Sabtu juga ada dua pasien kecelakaan, namun keduanya sudah bisa melanjutkan perjalanan, tidak opname,” ujar Humas

RSUD Negara, Asrika Wedayanti. Selama cuti bersama dan libur serangkaian hari raya Idul Fitri yang akan berlangsung hingga Selasa (20/7) mendatang, fasilitas pelayanan kesehatan, baik itu puskesmas maupun rumah sakit milik pemerintah akan tetap buka. Dijelaskan, untuk UGD Puskesmas Rawat Inap dan UDG RSU Negara tetap buka untuk pelayanan kegawatdaruratan. Sedangkan untuk puskesmas non rawat inap dan Poliklinik RSU Negara hanya libur saat tanggal merah saja. Sementara itu hingga sore kemarin kendaraan yang masuk ke Gilimanuk terus mengalir, namun masih bisa tertampung. Diprediksi kondisi padat atau puncak terjadi pada H-2 dan H-3. (kmb26)

Bali Post/olo

PEMUDIK – Suasana di salah satu tenda peneduh pemudik yang mengendarai sepeda motor di Pelabuhan Gilimanuk.


KARANGASEM

Senin Paing, 11 Juni 2018

11

Umanis Kuningan, Pengunjung Padati Tirtagangga

Bali post/kmb31

TAMAN AIR - Wisatawan saat memadati Taman Air Tirtagangga, Karangasem.

Menangi Ajang FLS2N Bali

Siswa SMK PGRI Amlapura Melenggang ke Aceh Siswa SMK PGRI Amlapura berhasil meraih juara I pada ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) bidang Film Pendek Tingkat Provinsi Bali di Hotel Nusa Indah, Kesiman, Denpasar, Kamis (7/6) lalu. Film pendek berupa dokumenter itu adalah karya siswa bersama I Gede Andika Budi Pramana (XI MM) dan I Putu Andika Premana Bukian (XI MM) yang mengangkat tema ‘’Tempat Penitipan Akhir’’ yang bersubtemakan ‘’Museum Lontar di Desa Adat Dukuh Penaban sebagai Tempat Menjaga Kelestarian Pusaka Lontar’. Apakah keunggulan karya film dokumenter itu? KARYA film dokumenter ini mampu mengungguli karya siswa SMK lain selaku wakil masing-masing kabupaten yang ada di Bali, antara lain SMKN 1 Denpasar, SMKN 2 Tabanan, SMKN 2 Bangli, SMKN 1 Sukasada, SMK Mas Ubud, dan SMK TI Bali Global Klungkung. I Putu Andika yang bertidak sebagai sutradara film itu mengaku bersyukur garapan film dokumenternya itu meraih juara I. ‘’Kami merasa bersyukur atas usaha kurang dari satu bulan menggarap karya dokumenter ini namun akhirnya membuahkan prestasi dan mampu mengharumkan nama sekolah,’’ ungkap Putu Andika saat ditemui di sekolahnya, Minggu

(10/6) kemarin. Sementara I Gede Andika selaku editor film itu mengatakan sukses ini berkat dukungan warga sekolah. Idenya mengajak seluruh lapisan masyarakat menaruh perhatian positif terhadap keberadaan museum lontar di Desa Adat Dukuh Penaban itu dapat tersalurkan dengan baik. ‘’Kami membuat dokumenter ini didasari upaya menjaga kelestarian lontar serta rasa prihatin terhadap keadaan pusaka lontar yang kurang dimanfaatkan dengan baik,’’ ujar Gede Andika. Berkat raihan prestasi itu secara otomatis siswa SMK PGRI Amlapura itu dinobatkan dan didapuk mewakili Provinsi Bali pada ajang FLS2N tingkat

MENANGKAN LOMBA - Putu Andika dan Gede Andika memperlihatkan pialanya bersama guru pembinanya, usai berhasil memenangkan lomba.

Nasional yang akan diselenggarakan tanggal 26 Agustus sampai 1 September nanti di Provinsi Aceh. Putu Doantara Yasa selaku pembina sangat gembira atas prestasi anak didiknya itu. Obsesinya ikut lomba tingkat nasional itu sudah sejak dua tahun lalu. Mengingat pada ajang FLS2N bidang lomba Film Pendek tahun 2016 itu SMK PGRI Amlapura sendiri meraih juara III. Tahun berikutnya 2017 meraih juara II dan tahun 2018 sekarang akhirnya meraih juara I. Selanjutnya, Doantara mengatakan akan merancang lebih baik persiapan ke Provinsi Aceh pada lomba tingkat nasional. Pemantapan ini berbekal masukan-masukan yang diberikan tim juri FLS2N yang mencakup mental siswa dan kualitas film, dikarenakan lawan yang dihadapi nanti merupakan wakil– wakil terbaik dari masing-masing provinsi. Ditemui terpisah, Kasek Drs. I Ketut Sutarsa menyatakan sangat bangga. Prestasi luar biasa disumbangkan siswa jurusan multimedia (MM) ini dikarenakan jurusan multimedia ini merupakan jurusan yang secara rutin selalu menyumbangkan prestasi bagi SMK PGRI Amlapura. Bahkan, selain memastikan melaju ke tingkat nasional di Aceh nanti, pada kejuaraan lain di tingkat kabupaten anak didiknya tampil pada Festival Tenganan Pegringsingan yang digelar Rabu (6/6) lalu. Siswa SMK PGRI Amlapura itu juga meraih juara I pada bidang lomba ‘’Fruit Carving’’. ‘’Ini luar biasa. Realitas prestasi itu membuktikan SMK PGRI Amlapura punya kualitas,’’ tegasnya. (gik/100k)

yar, Tabanan, hingga Jakarta dan Jawa Timur yang kebetulan sedang liburan di Bali. Wisatawan asing juga tak kalah antusiasnya. Keunikan dan kesan klasik yang dimiliki Tirtagangga membuat mereka datang bersama keluarganya. ‘’Sengaja siangan ke sini, biar tidak terjebak macet,’’ kata salah satu pengunjung, Riandi dari Jawa Timur. Dia datang bersama keluarganya, karena penasaran setelah dua kali gagal berkunjung saat Manis Kuningan sebelumnya, lantaran terjebak macet. ‘’Manis Kuningan sebelumnya tidak jadi ke sini. Karena macet, balik arah

ke Taman Ujung,’’ ujarnya. Informasi dari petugas tiket setempat, sejak siang sudah ada sekitar 1.500 orang datang berkunjung ke Taman Air Tirtangga. Jumlah ini naik dari biasanya. Rata-rata sekitar 500 orang per hari. Hingga sore diperkirakan total kunjungan bisa lebih dari 2.000 orang wisatawan. Tetapi, menurut petugas setempat, jika dibandingkan Manis Kuningan sebelumnya, jumlah kunjungan ini jauh turun. Ada beberapa faktor penyebabnya. Pertama, dampak erupsi Gunung Agung September tahun lalu. Erupsi itu dikatakan ber-

implikasi terhadap pariwisata. Banyak jadwal tour wisatawan atau siswa-siswa saat libur sekolah dibatalkan. Sudah sempat pulih, tiba-tiba terjadi ledakan bom Surabaya. Ini rupanya juga berdampak terhadap kunjungan wisatawan ke objek wisata. Secara psikologis, pengunjung atau wisatawan khawatir pergi ke pusat-pusat keramaian yang ada wisatawan asingnya. ‘’Dulu waktu erupsi, tiga bulan tanpa kunjungan. Sampai ikan-ikan di kolam itu kita sendiri yang memberikan makan,’’ ungkap salah satu petugas yang menolak namanya di tulis. (kmb31)

Amlapura (Bali Post) Warga Desa Pakraman Kubu-Juntal Kecamatan Kubu meminta kepada pihak PLN Bali segera mengembalikan lahan di sebelah setra desa setempat. Masalahnya, gedung Gardu PLN yang berdiri di atas tanah setra tersebut sudah puluhan tahun tidak dipergunakan. Karena itu, desa pakraman setempat berencana memanfaatkannya untuk melakukan perluasan setra.

diperlukan dorongan pemerintah daerah, agar status tanah itu bisa segera dikembalikan menjadi hak Desa Pakraman Kubu-Juntal. Salah satu warga Banjar Adat Kubu, Gede Sukawirya, mendorong kepada pemerintah daerah dan lembaga lainnya agar menyelesaikan permasalahan ini. Dia berharap persoalan status gedung yang tidak terpakai itu bisa tuntas sebelum karya ngaben massal dan ngeroras massal. ‘’Ini adalah rumah terakhir kami. Kami ingin melakukan perluasan agar lokasinya nampak semakin bagus. Kalau sekarang, gedung PLN itu seperti umah tonya. Katanya ada biaya pemeliharaan, kok bisa sampai tak terawat seperti itu. Aneh,’’ tegasnya. (kmb31)

Amlapura (Bali Post) Umanis Kuningan, Minggu (10/6) kemarin, dimanfaatkan banyak warga untuk berlibur. Salah satu objek wisata yang dipadati pengunjung adalah Tirtagangga. Taman air peninggalan zaman Kerajaan Karangasem ini menjadi salah satu pilihan warga dari berbagai daerah melepas penat, setelah seharian melaksanakan persembahyangan saat hari raya Kuningan. Sejak siang loket tiket Tirtagangga sudah dipenuhi pengunjung. Mereka datang tidak hanya dari Karangasem. Ada pula dari Klungkung, Gian-

PLN Tak Manfaatkan Tanah Setra, Warga Kubu-Juntal Minta Dikembalikan

Masyarakat setempat sudah sejak lama mengungkapkan permintaan tersebut kepada pihak PLN atau pun Pemprov Bali yang dulu mengeluarkan SK untuk pinjam pakai tanah itu kepada PLN Bali, hingga kemudian keluar sertifikat. Tetapi, hingga pertengahan tahun ini permintaan mereka mentok. Untuk menindaklanjuti persoalan ini, krama Desa Pakraman Kubu-Juntal, khususnya dari Banjar Adat Kubu dan Karanganyar, mengundang Bupati Karangasem beserta instansi terkait ke setra setempat, Minggu (10/6) siang. Sedikitnya ada 200 orang warga setempat datang langsung ke setra. Anggota DPRD Karangasem dapil Kubu Komang Sartika juga hadir di tengah-tengah warga setempat. Warga nampak sedikit memanas terhadap sikap PLN yang tak menggubris permintaan mereka. Klian Banjar Adat Kubu Made Suladra mengungkapkan tanah itu dulu dimohonkan untuk pembangunan gardu sekitar tahun 1984-an. Tanah tersebut sudah lama tidak terpakai, hingga gedungnya dikerubuni semak-semak. Pihaknya lantas meminta tanah itu dikembalikan untuk selanjutnya tanah itu dapat dimanfaatkan untuk keperluan perluasan setra.

Sekda Karangasem I Gede Adnya Muliyadi merasa aneh dengan proses sertifikat tanah oleh PLN berdasarkan SK Gubernur. Pihaknya menegaskan, bersama Bupati Mas Sumatri akan menindaklanjuti isi SK tersebut. Sekda mengaku sudah sempat mengkaji persoalan ini. Tanggung jawab aset tanah itu kini ada di PLN Bali. Sertifikat aslinya sudah tidak ada. Hanya fotokopiannya. ‘’Kami akan meminta penjelasan PLN dan Pemprov Bali. Kok bisa sertifikat tanah dasarnya SK Gubernur. Kami siap membantu warga,’’ ujar Sekda Adnya Muliyadi. Bupati Karangasem Mas Sumatri mengaku siap memediasi persoalan ini. Namun, dia meminta permasalahan ini jangan sampai diprovokasi dan ditunggangi kepentingan politik. Penting persoalan ini diselesaikan secara rukun dan damai. Ketua MMDP Karangasem I Wayan Artha Dipa menegaskan tanah tersebut sudah dikuasai secara the facto oleh desa adat. Pada prinsipnya, pihaknya juga siap mendorong proses mediasi. ‘’Mari selesaikan dengan kepala dingin. Sekadi ngejuk nyalian di kolam tunjung. Nyaliane pang bakat. Tapi, tunjunge pang ten usak,’’ kata Artha Dipa dengan berbahasa Bali.

Anggota DPRD Karangasem Komang Sartika menyambut baik niat pemerintah daerah berinisiatif menyelesaikan masalah ini. Menurutnya, pemerintah daerah harus turun tangan. Sebelum warga mengambil langkah menghadirkan bupati dan lembaga terkait, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya langsung dengan PLN dan Pemprov Bali. Bahkan, sempat bertemu Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, belum lama ini. Guna mempercepat penyelesaiannya,

WARGA BANJAR KUMPUL - Ratusan warga Banjar Adat Kubu dan Karanganyar saat berkumpul di Setra Kubu, Minggu (10/6) siang kemarin.


KLUNGKUNG

12

Senin Paing, 11 Juni 2018

Libur Lebaran

Disdukcapil dan Samsat Tetap Buka Semarapura (Bali Post) Libur Lebaran dan cuti bersama berlangsung sepuluh hari yakni dari Senin (11/6) hari ini sampai 20 Juni. Pelayanan publik di Kabupaten Klungkung yang tetap berjalan tak hanya berkaitan dengan kesehatan. Hal serupa juga berlaku untuk urusan kependudukan maupun samsat. Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Klungkung I Nengah Udayana menjelaskan, sesuai rencana sementara, layanan dibuka dari 11 sampai 14 Juni untuk seluruh jenis dokumen kependudukan. Hanya dari sisi waktu lebih

pendek, yaitu dari pukul 09.00 sampai 13.00 Wita. ‘’Ini sifatnya situasional. Nanti untuk libur setelah tanggal merah, dari 18 sampai 20 Juni informasinya menyusul,’’ jelasnya, Minggu (10/6) kemarin. Dikatakannya lebih lanjut, pelayanan tersebut juga sudah disampaikan melalui akun Facebook Disdukcapil Klungkung sehingga diharapkan bisa mendapatkan perhatian lebih luas dari masyarakat. ‘’Sampai sekarang kan masih ada yang belum memiliki dokumen kependudukan yang lengkap. Buka di hari libur, mudahmudahan bisa dimanfaatkan untuk mengurus,’’ katanya. Sementara untuk layanan samsat, Kanit Regiden Polres

Klungkung Iptu I Wayan Sukarya mengatakan, pelayanan tetap berjalan seperti biasa di luar tanggal merah. ‘’Jam bukanya juga seperti biasa. Hanya tanggal merah saja yang tutup,’’ ucapnya. Seperti diberitakan sebelumnya, layanan yang buka juga berlaku untuk seluruh puskesmas maupun pustu tetap buka, di luar tanggal merah. Namun, pelayanan berlangsung pukul 08.00 sampai 12.00 Wita. ‘’Petugas jaga akan ditentukan. Tetap buka meskipun libur Lebaran,’’ ungkap Kepala Dinas Kesehatan Klungkung Ni Made Adi Swapatni. Tak hanya itu, permohonan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional dan Kartu

Indonesia Sehat (JKN-KIS) juga berlaku sama. Namun, ini lebih diperuntukkan terhadap masyarakat yang kebutuhannya darurat. Hal serupa juga untuk pendaftaran peserta JKNKIS di kantor Cabang BPJS Kesehatan. Waktunya sama dengan puskesmas. Khusus untuk memperoleh informasi, melakukan pengaduan, konsultasi kesehatan, memperoleh pelayanan administrasi peserta JKN-KIS (mutasi dan aktivasi), pendaftaran peserta JKN-KIS, pendaftaran bayi baru lahir kategori PPU anak pertama sampai dengan anak ketiga dan bayi peserta PBI-APBN serta mengetahui perhitungan denda pelayanan juga dapat dilakukan melalui care center. (kmb45)

Paslon Siapkan Ribuan Saksi

Semarapura (Bali Post) Pilkada Klungkung sudah di depan mata. Menyikapi itu, ribuan saksi telah dipersiapkan untuk masing-masih paslon guna mengantisipasi terjadinya kecurangan. Ketua Tim Pemenangan Paslon I Nyoman Suwirta dan I Made Kasta (Suwasta), I Komang Suantara, Minggu (10/6) kemarin, menjelaskan dalam pemilihan yang berlangsung 27 Juni mendatang, pihaknya telah mempersiapkan sedikitnya 1.300 saksi yang bertugas di 350 TPS di Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Dawan dan Nusa Penida. Para saksi telah diberikan pelatihan oleh KPU Klungkung. ‘’Untuk yang di daratan, pelatihan di GOR Sw e c a p u r a h a r i i n i ( k e marin - red). Untuk yang di Nusa Penida sudah duluan,’’ jelasnya. Pelatihan tersebut untuk memberikan pemahaman mengenai segala proses pemilihan. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya kecurangan. ‘’Kami di sini m e m b e r ika n p e n d i d i ka n politik untuk mereka. Harus tahu aturan dan apa yang harus dilakukan. Kami in-

Bali Post/sos

PEMBEKALAN SAKSI - Suasana pembekalan saksi Paslon Suwasta di GOR Swecapura, Minggu (10/6) kemarin. gin semua data nantinya valid. Kalau ada pelanggaran, harus teriak,’’ tegas politikus Gerindra yang juga Ketua Komisi II DPRD Klungkung ini. Penunjukan saksi yang berasal dari seluruh desa dan kelurahan ini dilakukan secara selektif. Komitmen mereka untuk mendukung Suwasta benar-benar diperhatikan. ‘’Mereka ditunjuk

Koordinator Desa dan Banjar. Jadi sudah tahu orang yang cocok,’’ ungkapnya. Cabup I Nyoman Suwirta yang ditemui di GOR Swecapura menyampaikan, para saksi harus mengawal segala proses pemilihan. ‘’Yang jelas kita lebih waspada karena calon cuma dua. Tingkat kerawanan juga harus diwaspadai seperti intimidasi dan permainan

uang. Saksi ini harus bekerja maksimal,’’ ucapnya. Sementara itu, Tim Pemenangan Paslon Tjokorda Bagus Oka dan I Ketut Mandia (Bagia), Sang Nyoman Putrayasa, mengaku sudah mempersiapkan 1.750 saksi yang sudah mendapatkan pelatihan. Mereka tak hanya bertugas di TPS tetapi juga masuk Regu Penggerak Pemilih (Guraklih). ‘’Nanti simpatisan paslon yang belum datang, regu ini yang akan mencari. Untuk yang di dalam TPS tetap satu,’’ sebutnya. Komisioner KPU Klungkung Ida Bagus Nyoman Barwata menjelaskan, para saksi harus mengikuti beberapa ketentuan. Saat bertugas, mereka wajib membawa surat mandat. ‘’Untuk saksi yang masuk ke TPS juga hanya boleh satu orang. Bisa bergiliran dengan yang lain,’’ jelasnya. Para saksi juga tidak diperkenankan menggunakan atribut paslon maupun partai. Jika melanggar, langsung dipulangkan. ‘’Kalau melihat saat Pilpres, ada yang memakai atribut. Kami minta pulang untuk ganti,’’ tegasnya. (kmb45)

DISDUKCAPIL - Suasana pelayanan di Disdukcapil Klungkung.

Bali Post/sos

PPDB Sistem Zonasi

Harus Diimbangi Pemerataan Kualitas Tenaga Pendidik

Semarapura (Bali Post) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kabupaten Klungkung tahun ajaran 2018/2019 tetap mengacu sistem zonasi. Dengan begitu, istilah sekolah favorit tidak ada lagi sehingga diharapkan terjadi pemerataan kualitas pendidikan. Guna mendukung program ini, Pemkab Klungkung harus mengimbanginya dengan pemerataan kualitas tenaga pendidik. Anggota Komisi III DPRD Klungkung, I Ketut Sukma Sucita, Minggu (10/6) kemarin, mengungkapkan dengan sistem zonasi, pemerataan tenaga pengajar mutlak dilakukan pemerintah. Apalagi di beberapa sekolah masih terdapat kekurangan tenaga pengajar. Persoalan ini, kata politikus Partai Nasdem ini, segera dibahas dewan bersama Dinas Pendidikan. Termasuk soal peningkatan fasilitas yang kini masih ada yang belum memadai. ‘’Sekarang kita rancang bagaimana menyetarakan siswa di desa. Pengisian Bali Post/sos guru, sarana I Ketut Sukma Sucita

prasarana dan perlengkapan hingga sistem pengajaran harus diperhatikan. Memang harus bertahap dan tidak instan,’’ jelasnya. Jika hal tersebut diabaikan, dikhawatirkan menimbulkan kegaduhan pada PPDB selanjutnya. Wakil rakyat asal Desa Kamasan ini kembali menegaskan mendukung PPDB dengan sistem zonasi. Namun, sistem ini diharapkannya berjalan konsisten, tanpa diwarnai permainan. ‘’Semua pihak harus mendukung. Jangan bermain supaya diberikan prioritas,’’ imbuhnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Klungkung I Dewa Gde Darmawan belum lama ini mengutarakan, pihaknya terus membenahi kualitas pendidikan termasuk tenaga pendidik yang memiliki peranan yang sangat penting. Tak hanya itu, sarana-prasarana juga ditargetkan bisa seluruhnya terpenuhi paling lambat pada 2019. (kmb45)


Senin Paing, 11 Juni 2018

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar

LOWONGAN Dcr, Sales,Teknisi SMK Gj+ Bns+Kms+BPJS.Lam PT.PMA Bedahulu XVII/7, Dps

G.02

B.BP.821.06.18.0000215

Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar

Dcr Lls SMU-S1 utk Guru PG/TK ada Diklat. Lgs Krj.0811380028

B.BP.821.05.18.0001286

BVC Kerja Luar Negri Resmi Bia ya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel PkebunanResto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692

G.03

Dcr Sopir & Operation Pariwisata B.Inggris.Merrys 0361238041

B.BP.001.06.18.0000335

Dcr Sopir SimA/B1 unt Toko Bangunan0361701696/081393666675

B.BP.004.06.18.0000325

Cari PRT unt Daerah Muding Denpasar 081916181073

B.BP.154.06.18.0000395

Dcr Supir SIM B1/A,SMA/sdrj,u/ Distribtor.Lam Jl.Himalaya Slt No.6 Tlp.418531/08124646409

B.BP.154.06.18.0000396

Cr Supir SIM B1&Kru Gudang. Lam Jl.Antasura Dps Ph.08123803889

B.BP.001.06.18.0000359

B.BP.001.06.18.0000373

Dicari PRT Tinggal/Tidur Dalam Hubungi:081338088487

Dcr Asst Guru PG & TK,Cleaning Service Krm CV ke sanur@cheeky monkeysbali.com atau Jl.Danau Tamblingan No.82 Sanur

B.BP.001.06.18.0000381

Sales& Marketing(Fulltime) Pria/ Wanita Max.35Th,Kerja Lapangan Bhs.Inggris,Pengalaman Min.2Th Produk Retail/Outdoor Activities.Kirim CV ke: info@azurbali.com B.BP.004.06.18.0000378

Sopir, pengalaman, Denpasar Hub:Dewi:081236222509 B.BP.031.06.18.0000393

Urgent Need Reservasi Staffs (Bhs.Ing&Comp)Exp.1Th T.287555 /CV:ptworldsurfaris@gmail.com B.BP.004.06.18.0000387

B.BP.001.06.18.0000391

Dicari:Therapist Sebanyak2nya, P,Min SMU(2,5Jt+16rb/Jam Instv Cleaning Service,L/P (2,5Jt + 500rb Instv)Pnglmn Min 1Th.Bw Lam ke Bodyworks Spa Jl.Kayu Jati No.2 Petitenget 735058

B.BP.001.06.18.0000321

Dcr Krywn Ltr Belakang Elektronika akan Dilatih dr Awal. Lam: UD.Sinar Mulia Jln.Kartini 112 DPS.Telp:0361-226815-236895 B.BP.001.06.18.0000149

DIJUAL MOBIL

Goddes Bakery looking for Barista. Send your CV to e.info@goddesbakery.com or direct to Jl.Danau Buyan No.5B Sanur

DIJUAL MOBIL

DIJUAL MOBIL BMW

BENGKEL LAS n

Desig

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

DIJUAL RUMAH

B.BP.001.06.18.0000368

DISEWAKAN GEDUNG

Dikontrakan Gedung+Gudang Lok.Mertanadi No.101 Kerobokan LT/LB 3500/3900m2,08123812222 B.BP.153.06.18.0000398

RUPA-RUPA

Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228 Djl Member NewKuta Golf Pecatu Indiv & Unreg,Hub.082144253309

B.BP.001.06.18.0000230

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

SERVICE

B.BP.001.06.18.0000278

Djl Tnh Jl.Imam Bonjol Gg.100 Dps,Ls 6,9Are @400 nego & TP, Hub/WA Agung 0823-3586-7456

B.BP.001.06.18.0000320

Money Back Guarantee

FOTO COPY

DIJUAL TANAH

BUC..!!!Tanah SHM 10Are Dalung Hubungi: 081998392361

B.BP.153.06.18.0000397

�

RUPA-RUPA

B.BP.001.06.18.0000399

Bntu Lap Pajak SPT Tahunan PKP NPWPSIUPPasport081338344155

SERVICE

SERVICE

KIA

Picanto All New th 2013 putih Tgn I Manual Hub.087862270180

Djl BMW X5 XDrive 301AT Abu2 Metalik KM41200 Th’2009 Istmwa Jarang Pakai Hub.08123812222

Free

BIRO JASA

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

B.BP.001.06.18.0000096

B.BP.001.06.18.0000188

DIJUAL MOBIL

Informasi pasang iklan Telepon

C 0000051 bkl

BIRO JASA


BANGLI

14

Senin Paing, 11 Juni 2018

Jalur Culali Rusak Berat dan Berdebu Bangli (Bali Post) –

Bali Post/ina

BIMTEK - Bimtek penggunaan aplikasi Silon di kantor KPU Bangli, Minggu (10/6) kemarin.

KPU Latih Parpol Gunakan Silon

Bangli (Bali Post) – Komisi Pemilihan Umum (KPU), Minggu (10/6) kemarin, menggelar bimtek penggunaan aplikasi Sistem Informasi Pencalonan (Silon) untuk proses pendaftaran calon anggota DPRD dan DPR pada Pileg 2019. Bimtek yang digelar di kantor KPU Bangli tersebut diikuti tenaga operator dan pengurus parpol. Dalam bimtek yang dibuka Ketua KPU Bangli Dewa Agung Lidartawan tersebut, para peserta diberikan penjelasan terkait informasi tahapan pencalonan, syarat pencalonan dan penggunaan aplikasi Silon. Para peserta bimtek juga diberikan pelatihan dan uji coba langsung mengenai tata cara penggunaan aplikasi Silon melalui komputer. Lidartawan mengatakan, Silon wajib digunakan dalam proses pendaftaran calon legislatif pada Pileg 2019. Melalui bimtek ini, pihaknya ingin seluruh parpol mengerti dan memahami cara menggunakan aplikasi tersebut. ‘’Kita nanti akan berikan

user ID dan password. Kita harapkan setelah bimtek ini selesai, mulai besok semua sudah bisa menyiapkan dokumen dan data serta memasukannya ke dalam aplikasi ini,’’ kata Lidartawan. Dijelaskannya, penggunaan Silon adalah salah satu upaya KPU dalam memberikan transparansi data calon. Dengan penggunaan aplikasi ini KPU dapat dengan mudah mengetahui ada tidaknya calon yang mendaftar dari dua partai atau dua tingkatan yang berbeda. Tak hanya itu, masyarakat juga bisa mengetahui dengan mudah siapa-siapa saja yang maju dalam pencalonan legislatif di daerahnya masing-masing karena nantinya data seluruh calon yang dimasukkan parpol bisa diakses melalui website. Masyarakat juga bisa memberikan masukan ke KPU apabila diketahui ada nama calon yang dulu pernah menjadi narapidana. ‘’Inilah salah satu bentuk transparansi yang diberikan KPU kepada masyarakat,’’ tegasnya. (kmb40)

Bangli (Bali Post) – Pemkab Bangli akan segera membentuk Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Desa. Tujuannya, menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi pangan di masyarakat. TPID Desa juga dalam rangka meraih penghargaan sebagai pelaksana tim pengendali inflasi daerah inovatif. Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra belum lama ini mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapat terkait rencana pembentukan TPID Desa. Prinsip pembentukan TPID Desa adalah menjaga stabilitas harga pangan yang nantinya akan menjaga keseimbangan antara suplay dan demand sehingga tingkat inflasi terjaga. Melalui pembentukan TPID Desa, Pemkab juga akan mengoptimalkan peranan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Hal ini mengingat BUMDes merupakan salah satu pioneer untuk menjaga inflasi di desa. Dalam menjaga inflasi, Pemkab juga akan menggerakkan masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan yang kosong untuk ditanami tanaman pangan

seperti cabai, sayuran dan lainnya sehingga di saat terjadi kenaikan harga bahan pokok, masyarakat tidak sampai panik. ‘’Yang sifatnya tidak bisa diproduksi di desa, kita berikan campur tangan pemerintah dengan operasi pasar,’’ terangnya. Menurut Giri Putra, semua hal tersebut merupakan bentuk inovasi Pemkab Bangli dengan sasaran akhir mengendalikan inflasi di masyarakat. ‘’Ini juga sebagai bentuk inovasi kita untuk dapat mengejar penghargaan pelaksana TPID inovatif,’’ ujarnya. Pada 2017, TPID Kabupaten Bangli menyabet penghargaan sebagai TPID terbaik untuk kawasan Indonesia Timur. Di tahun ini, Bali masuk dalam kawasan Pulau Jawa sehingga bersaing dengan daerah lainnya di Pulau Jawa. Menghadapi penilaian TPID tahun ini, Bangli juga menyiapkan satu desa, yakni Desa Landih sebagai pilot project TPID Desa. ‘’Rencananya setelah libur bersama ini, kita akan dikunjungi oleh tim dari provinsi,’’ imbuhnya. (kmb40)

Pemkab akan Bentuk TPID Desa

Kondisi jalan Culali-Yeh Mampeh, Desa Batur, Kintamani, makin memprihatinkan. Kerusakan jalan yang terjadi sejak beberapa tahun terakhir, kian parah. Tak hanya berlubang, jalur yang selama ini banyak dilintasi truk pengangkut pasir tersebut juga dipenuhi pasir dan debu tebal hingga cukup membahayakan pengendara roda dua. Jalur Culali sampai saat ini belum mendapatkan penanganan dari pemerintah. Sejak jalan itu rusak, sudah cukup banyak pengendara yang mengalami kecelakaan. Tak sedikit pengendara kini merasa takut melewati jalur dengan medan ekstrem tersebut. Salah seorang sopir truk, Made Sudarta, Minggu (10/6) kemarin, mengatakan kerusakan jalan telah memaksa sopir ekstra hati-hati saat melintas. Ada banyak jalan berlubang yang tertutup debu dan sewaktu-waktu bisa menjebak roda kendaraan ketika dilintasi. Kondisi serupa juga diakui seorang wisatawan asal Buleleng, I Gede Darma. Dia mengungkapkan, karena kondisinya rusak parah, dia enggan melewati jalur itu. Dia khawatir jalur tersebut menyebabkan kendaraannya jatuh. Karena itu dia memilih melewati jalur Penelokan untuk turun ke Kaldera Gunung Batur. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bangli I Komang Carles sangat menyayangkan belum adanya perbaikan jalur Culali. Kondisi jalan sudah sangat parah sehingga instansi terkait harus segera melakukan penanganan, terlebih perbaikan jalan sudah dianggarkan Rp 9 miliar.

Carles menegaskan, sesuai hasil koordinasinya belum lama ini, saat ini proyek perbaikan jalan itu sudah ada pemenang lelangnya. ‘’Jadi, Kadis PU harus segera memerintahkan rekanan untuk bekerja,’’ jelasnya. Sementara itu, Sekretaris Dinas PUTRKP Kabupaten Bangli Made Soma saat dikonfirmasi mengatakan, kerusakan jalan Culali-Yeh Mampeh akan ditangani tahun ini. ‘’Sekarang sudah ada pemenangnya. Dulu sempat gagal terus,’’ ungkapnya. (kmb40)

Bali Post/ina

RUSAK BERAT - Jalan Culali-Yeh Mampeh makin memprihatinkan. Banyak titik sudah rusak berat.

Umanis Kuningan, Objek Wisata Diserbu Warga

Bali Post/nan

DIPADATI PENGUNJUNG - Permandian air panas di Kintamani dipadati pengunjung, Minggu (10/6) kemarin.

Bangli (Bali Post) Sejumlah objek wisata di Kabupaten Bangli pada Umanis Kuningan, Minggu (10/6) kemarin, dipadati pengunjung. Pengunjung didominasi turis lokal. Berdasarkan pantauan, objek wisata yang padat pengunjung, yakni Toya Devasya di Kintamani, Penelokan, Penglukatan Beji Selati di Banjar Selati Desa Bunutin dan Desa Penglipuran. Pengelola tempat wisata Toya Devasya I Wayan Mantik mengungkapkan, jumlah kunjungan wisatawan mengalami peningkatan

signifikan. Kata dia, pada Umanis Kuningan, tingkat kunjungan wisatawan domestik yang didominasi warga lokal Bali naik hingga 100 persen dari hari biasa. Sementara untuk wisatawan mancanegara mengalami peningkatan sekitar 35 persen. ‘’’Kunjungan masih didominasi pengunjung lokal Bali. Sementara untuk wisdom luar Bali belum masuk. Kemungkinan mereka akan berkunjung saat libur panjang Lebaran. Sedangkan turis Eropa biasanya ramai saat memasuki bulan JuliAgustus,’’ ujarnya

Sementara itu, Kabid Bina Objek Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli Wayan Bona mengungkapkan, hampir seluruh objek wisata di Bangli ramai dikunjungi. Hanya untuk Kuburan Desa Terunyan saja yang mengalami penurunan tingkat kunjungan wisatawan. Hal itu akibat sejumlah fasilitas pariwisata seperti Dermaga Kedisan dan dermaga di Terunyan terendam air Danau Batur. ‘’Kalau kunjungan ke Terunyan hanya puluhan saja,’’ tegas pejabat asal Terunyan itu. (kmb41)


15

Senin Paing, 11 Juni 2018

Rumah Anak Wali Kota Blitar Digeledah

GERIA TELABAH Dalam rangka hari raya Galungan dan Kuningan diadakan meditasi bersama dan makekawin, Minggu (10/6) kemarin. Upacara ini sekaligus merayakan ‘’kedatangan’’ maharesi yang ke-39 tahun Ida Pedanda Istri Mayun Telabah dari Geria Telabah, Tegalantang, Padangsambian Kelod, Denpasar Barat. Acara ini dihadiri anggota meditasi dari Ubud, dari Jalan Diponegoro, Sanglah, Jimbaran dan keluarga besar Ida Pedanda Geria Gede Telabah. Meditasi ini dimaksudkan agar Bali ada dalam suasana damai, tenang dan sejahtera. Acara meditasi bersama dan makekawin dibawakan dari rombongan Rsi Agung Jimbaran bersama ‘’sisya’’-nya.

Bali Post/wan

Indonesia Anggota DK PBB

Menunjukkan Pengakuan Dunia

Jakarta (Bali Post) – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menilai Indonesia terpilih menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020 menunjukkan pengakuan dunia atas kiprah Indonesia di dunia internasional. ‘’PP Muhammadiyah mengucapkan selamat kepada pemerintah Indonesia dan memberikan apresiasi kepada Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan Menteri Luar Negeri Retno L Marsudi atas keberhasilan Indonesia ter-

Dari Hal. 1 Dengan 2.400 KK lebih atau sekitar delapan ribu jiwa yang ada saat ini, tambah Swarsa, perlu terus ada upaya-upaya untuk penguatan desa pakraman termasuk SDM-nya. Dan hal itu bukan semata menjadi tanggung jawab desa pakraman, namun perlu didukung keberpihakan pemerintah di Bali. Karena itu, Swarsa sangat berterima kasih atas adanya keberpihakan yang begitu besar seperti bantuan Rp 500 juta setiap tahunnya untuk masingmasing desa pakraman. ‘’Kami tentu sangat mendukung program bantuan itu dan berharap bisa direalisasikan,’’ ujarnya. Swarsa mengaku yakin dengan kecerdasan pemimpin Bali serta potensi sumber pendapatan yang dimiliki, program bantuan Rp 500 juta itu tak sulit dilaksanakan. ‘’Yang penting ada komitmen, pasti warga

Dari Hal. 1 Di akhir masa jabatannya, Koster memperjuangkan 30 pengadaan wantilan se-Bali. Di Jembrana dapat jatah 5 unit wantilan. Secara keseluruhan, Koster menyebut telah membantu pengadaan 35 wantilan di Jembrana. Itu belum termasuk pura, sekolah dari SD sampai SMA. Bantuan siswa miskin juga. GOR saya bantu. Sudah begitu ada universitas negeri Akademi Komunitas Diploma I dan II yang mana 80 persen lulusannya terserap di Denpasar. Bantuan infrastruktur untuk hotmix jalan desa juga, sehingga 90 persen jalan di

pilih menjadi Anggota Tidak Tetap DK PBB,’’ kata Haedar Nashir melalui pernyataan tertulis, di Jakarta, Sabtu (9/6). Menurut Haedar, keberhasilan Indonesia tersebut menjadi bukti atas apa yang selama ini telah dilakukan pemerintah Indonesia di ranah internasional. Kegiatan pemerintah Indonesia tersebut, mendapat pengakuan dari negara-negara di dunia. Haedar menegaskan, Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, serta Menteri Luar Negeri Retno L Mar-

akan mendukung,’’ ucapnya. Ia juga mengingatkan dalam ajaran agama pentingnya kejujuran dan keikhlasan, bukan janji-janji karena kepentingan sesaat. Keyakinan Bendesa Bendesa Adat Renon Made Sutama menyatakan yakin kalau semua desa adat di Bali itu membutuhkan dana untuk melaksanakan tugas Tri Hita Karana. ‘’Tugas kami adalah menjalankan Tri Hita Karana. Dan semua desa adat memang seperti itu. Selama ini desa pakraman membutuhkan biaya yang besar. Biasanya dilakukan secara gotong royong. Kalau mau bilang berat, ya memang berat. Tapi masyarakat tidak ada yang mengeluh, karena ini jiwa raga kami, menyangkut agama dan budaya, kami harus lakukan. Desa pakraman tidak pernah protes,’’ ujarnya di Denpasar, Minggu (10/6) kemarin. Sutama menjelaskan, untuk

Jembrana ini sudah bagus, jalan desanya hotmix semua,’’ katanya. Di sektor pertanian, Koster ingin menatanya secara keseluruhan mulai hulu hingga hilir. Bahkan, Koster ingin menjadikan sektor pertanian di Jembrana sebagai proyek percontohan di Bali. ‘’Nanti kita kembangkan ke semua subak di Bali kalau di Jembrana ini sukses. Bibit unggul padi dari BATAN itu amat bagus meningkatkan kualitas pertanian dan pendapatan petani,’’ paparnya. Di sisi lain, Koster ingin membangun industri pengolahan padi di Jembrana. Tujuannya agar pengolahan padi bisa dilakukan di Jembrana. ‘’Tidak

sudi telah berhasil memainkan peran politik luar negeri Indonesia, sehingga Indonesia memperoleh tempat dalam pergaulan dunia. ‘’Dalam konteks politik global yang makin keras dan dinamis, posisi di PBB menjadi sangat strategis. Posisi tersebut dapat dijadikan forum dan media untuk memainkan peran Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia serta tatanan dunia yang lebih adil, beradab, dan berkemajuan,’’ katanya pula. Menurut Haedar, Muhammadiyah sangat berharap pemerintah Indonesia dapat

lebih proaktif dan progresif menjadi juru damai dan mencari solusi dalam sejumlah konflik dan gejolak politik antarnegara Islam, khususnya di Timur Tengah serta kawasan lain yang berkonflik, termasuk menyelesaikan konflik Rohingya dan Palestina. Indonesia dipastikan menjadi Anggota Tidak Tetap DK PBB periode 2019-2010, setelah memperoleh dukungan 144 suara dari 193 negara dalam sidang Majelis Umum PBB, di New York, Amerika Serikat, Jumat (8/6) malam. Presiden Majelis Umum

PBB Miroslav Lajcak langsung menyampaikan kemenangan Indonesia beserta anggota terpilih lainnya, yakni Belgia, Republik Dominika, Afrika Selatan, dan Jerman sebagai Anggota Tidak Tetap DK PBB periode 2019-2020. Menteri Luar Negeri RI Retno L Marsudi dalam pernyataannya sesaat setelah pemungutan suara dalam Sidang Majelis Umum PBB mengatakan, sebagai Anggota Tidak Tetap DK PBB, Indonesia akan fokus kepada penguatan ekosistem perdamaian dan stabilitas global. (ant)

Desa Pakraman Renon, misalnya, untuk upacara parhyangan saja bisa mencapai Rp 650 juta per tahun. Untuk upacara pawongan, sekalipun ada program massal seperti matatah, nikah massal ngaben massal dilaksanakan dua tahun sekali dengan total anggaran sebesar Rp 1,2 miliar. Jadi rata-rata per tahunnya sebesar Rp 650 juta juga. Sementara lain-lainnya untuk palemahan bisa mencapai Rp 500 juta per tahun. ‘’Kalau idealnya, dari sisi biaya, rata-rata per tahun di atas Rp 1 miliar. Kalau saya hitung, angkanya memang begitu. Selama ini memang sudah bantuan pemerintah, tetapi tidak seberapa. Tapi kami di desa pakraman tidak pernah mengeluh. Masyarakat selalu mengimplementasikan Tri Hita Karana setiap tahun,’’ ujarnya. Menurut Sutama, bila bantuan yang digulirkan MantraKerta akhirnya terwujud, maka pihaknya yakin desa pakraman

di seluruh Bali akan sangat senang. ‘’Ini kan program. Kami ikuti betul, dan memang pemimpin harus pandai-pandai kelola PAD, agar Bali tetap maju. Tanpa desa pakraman, Bali ini akan kehilangan jati dirinya, kehilangan rohnya. Kami mau tidak mau masuk ke persoalan politik, atau apalah. Tetapi publik harus paham, bahwa Bali ini tanpa desa pakraman, maka semuanya akan hilang, pariwisata akan hilang, PAD juga akan hilang,’’ ujarnya. Dana Rp 500 juta itu layak untuk desa pakraman karena digunakan untuk membiayai upacara di semua pura kahyangan yang ada di desa adat saja. Belum lagi biaya upacara pada saat hari Nyepi. Itu baru urusan upacara. Belum urusan lain seperti pembinaan generasi muda, pembinaan dan perlengkapan pecalang, dan sebagainya. Menurut Sutama, para bendesa di Bali sebenarnya su-

dah paham kalau dana pemerintah itu terbatas. ‘’Tetapi ada program Mantra-Kerta yang akan memberi bantuan ke desa pakraman Rp 500 juta per tahun. Kami sangat apresiasi pemimpin yang berkomitmen meningkatkan dana bantuan untuk desa pakraman dengan kreativitas dan berbagai cara yang sah dan dibenarkan oleh undang-undang,’’ ujarnya. Yang mereka herankan adalah, adanya pihak-pihak yang mempermasalahkan niat baik ini. ‘’Padahal ini niat baik yakni penguatan keberadaan desa pakraman. Kok dimasalahkan? Desa pakraman kan merupakan benteng budaya Bali yang menjadi daya tarik pariwisata. Tanpa desa pakraman kebudayaan Bali pasti punah,’’ tandasnya sembari meniliai mereka yang menghalangi penguatan desa pakraman sama dengan menginginkan kehancuran budaya Bali. (kmb)

seperti sekarang, padinya dijual ke Banyuwangi, lalu begitu jadi beras hasilnya dijual lagi ke Bali. Maka kita akan urus keseluruhannya,’’ tegasnya. Nantinya, pendapatan petani berkisar 20-30 persen dari biaya produksi. ‘’Nanti hasil padinya dibeli oleh BUMD yang dibentuk,’’ paparnya. Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Koster-Ace Made Kembang mengatakan bahwa Koster merupakan sosok yang sudah sangat dikenal. Dia telah berbuat banyak dalam pembangun di Bali dalam berbagai bidang. ‘’Beliau bukan hanya terkenal di Bali saja, juga tingkat nasional. Telah berbuat banyak bagi pembangunan Bali, terma-

suk Jembrana,’’ ujarnya. Kembang Hartawan yang juga Wakil Bupati Jembrana pun kemudian menyebutkan sejumlah pembangunan hasil perjuangan Koster selama sebagai legislator di Senayan. Di antaranya pembangunan sekitar 30 wantilan desa pakraman, pemuguran sejumlah pura, gelanggang olahraga, lapangan voli dan infrastruktur jalan raya dan jalan desa. ‘’Kita punya panjang jalan kabupaten sekitar 174 km dan jalan desa sekitar sepanjang 700 km, kini kondisinya 90 persen sudah sangat baik. Itu berkat perjuangan beliau di pusat,’’ tegasnya. Tak hanya itu, Koster juga memperjuangkan pemban-

gunan Akademi Komunitas yang memiliki program studi unggulan bidang pariwisata. ‘’Jatahnya secara nasional hanya sepuluh untuk seluruh Indonesia. Dan jadi rebutan daerah-daerah lain. Namun karena beliau punya jaringan luas di Jakarta, kita bisa punya,’’ ungkapnya. Saat ini, menurut Kembang, sebagian lulusan Akademi Komunitas di Jembaran telah terserap di pasar kerja pariwisata yang ada di Bali. Tiap tahun, akademi komunitas tersebut mampu menampung 152 mahasiswa. ‘’Itu dari izin sampai selesai semuanya adalah berkat bantuan beliau,’’ tegasnya. (kmb)

Perlu Didukung

Dapat Jatah

Blitar (Bali Post) – Anak dari Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar yang kini tersangkut kasus korupsi ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku bahwa keluarga berserah diri pada Allah SWT, dan saat ini kondisi ayahnya dalam keadaan sehat. ‘’Alhamdulillah bapak sehat. Saya tidak tahu kalau itu (kasus hukum pada ayahnya). Yang jelas, kami berserah diri pada Allah,’’ kata Henri Pradipta Anwar, anak Samanhudi Anwar, di Blitar, Sabtu (9/6) malam. Ia mengaku keluarga sudah menyiapkan pengacara terkait dengan kasus yang saat ini menimpa ayahnya. Dia juga sering berkomunikasi dengan pengacara. Terakhir, dirinya berkomunikasi pada Jumat (8/6). Terkait dengan kedatangan Tim Penyidik KPK di rumahnya, Henri yang juga Ketua Komisi I DPRD Kota Blitar tersebut mengatakan tim mengumpulkan sejumlah barang bukti. Ada beberapa yang dibawa oleh tim, seperti laci kerja miliknya. ‘’Yang diambil tidak banyak. Laci kerja, dan mereka prosedural sekali,’’ kata dia lagi. Tim Penyidik KPK mendatangi rumah putra sulung Wali Kota Blitar yang terletak di Jalan Kelud Kota Bli-

tar itu. Tim langsung masuk dan bertemu dengan Henri Pradipta Anwar. Mereka sempat berdialog, sebelum akhirnya tim memeriksa sejumlah berkas di rumah itu. Hingga kini belum diketahui persis kenapa KPK sampai harus mendatangi rumah anak dari Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar tersebut. Bahkan, sebelumnya ada kabar gedung DPRD Kota Blitar diperiksa, tetapi hingga kini informasi tersebut belum jelas. Selain memeriksa rumah pribadi anak Wali Kota Blitar Samanhudi, Tim Penyidik KPK juga melakukan penggeledahan di Balai Kota Blitar. Terdapat sejumlah orang yang diminta untuk masuk dan menjadi saksi penggeledahan, misalnya dari RT, RW di dekat balai kota. Terdapat pula sejumlah aparatur sipil negara (ASN) yang juga dikabarkan di balai kota, seperti Kabag Umum Pemkot Blitar Ninuk Sisworini dan beberapa ASN lainnya. Diduga mereka diminta untuk menunjukkan beberapa arsip terkait dengan kasus yang saat ini ditangani oleh KPK, yakni dengan kasus suap pengadaan barang dan jasa di Pemkab Tulungagung dan Pemkot Blitar Tahun Anggaran 2018. (ant)

Dapat Dipangkas Dari Hal. 1 ‘’Dengan metode ini jalur distribusi gabah dan pendistribusian beras dapat dipangkas. Tidak lagi dikirim keluar daerah untuk digiling. Tetapi bisa di dalam daerah,’’ ujarnya. Strategi ini juga sekaligus untuk menghindari monopoli tengkulak maupun sebagai upaya meningkatkan pemanfaatan beras lokal oleh masyarakat. Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Klungkung I Wayan Ardiasa mengatakan pemkab terus mengevaluasi program ini. Dalam meningkatkan serapan gabah petani, direncanakan kerja sama juga dijalin dengan KUD Sri Sedana, Desa Aan. Pembahasan sudah sempat dilakukan sebelumnya. ‘’Memang kami ada upaya untuk menggandeng KUD lain lagi. Rencananya juga KUD Bakas dan Sapta Sedana di Desa Selat. Itu masih menunggu pembentukan pengurus. Sedang dibahas,’’ terangnya. Sementara itu, untuk program TOSS, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung Anak Agung Kirana menjelaskan telah mampu mempercepat penanganan sampah yang kini masih menjadi persoalan. Sampah cukup diolah melalui proses peuyeumisasi,

briketisasi/peletisasi, dan gasifikasi, dengan menggunakan bio activator. Dalam sepuluh hari, volume sampah sudah berkurang. Itu langsung diolah menjadi pelet yang digunakan sebagai bahan bakar maupun penghasil listrik. ‘’Program ini sudah diterapkan 12 desa. Sudah ada yang menghasilkan pelet. Dijual ke PT Indonesia Power,’’ jelasnya. Mantan Sekwan Klungkung ini menegaskan, program yang bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Teknik (STT) PLN, Jakarta ini selaras dengan program kerja dari Pemkab, yakni Gerakan Masyarakat Santun dan Inovatif (Gema Santi). ‘’Kami berupaya terus mengembangkan ini. Karena juga bisa memberi dampak ekonomi untuk masyarakat,’’ katanya. Sebelumnya, program tersebut juga memantik perhatian anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Suharso Monoarfa dan langsung melakukan kunjungan lapangan. Apresiasi dan rasa bangga pun sempat diutarakan karena membuktikan bangsa Indonesia tidak ketinggalan di bidang teknologi. Hal serupa juga diutarakan anggota Komisi V DPR-RI Nurhayati Monoarfa dan anggota DPRD Badung Luh Gede Sri Mediastuti. (ad404)


RUSIA 2018 14 JUNI - 15 JULI

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Senin Paing, 11 Juni 2018

Inggris Pilih Tinggal di Desa Moskow – Sebuah desa nan sunyi dipilih menjadi tempat menetap dan latihan Timnas Inggris selama gelaran Piala Dunia 2018. Desa yang bernama Repino tersebut terletak di tepi pantai yang sepi di pinggiran utara St Petersburg. Pasukan asuhan Gareth Southgate ini menginap di hotel bintang lima ForRestMix. Mereka menyewa seluruh kamar hotel tersebut secara eksklusif selama mengikuti Piala Dunia. Kenapa tinggal di sana? Southgate belajar dari pengalaman di dua Piala Dunia sebelumnya. Saat Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, saat itu mereka menginap di tempat terpencil, Rustenburg. Hasilnya, para pemain Inggris mengeluh karena kemudian merasa bosan. Di Piala Dunia 2014 di Brazil, timnas Inggris memilih Copacabana, yang bisa dibilang merupakan pusat keramaian. Namun, hal itu ternyata sangat mengganggu konsentrasi pemain. ‘’Saya ingin suasana yang tenang tapi tidak membosankan. Di Repino banyak hiuran yang bisa kami lakukan,’’ ujar Southgate, Minggu (10/6) kemarin. Desa Repino yang berada dekat dengan laut Baltik ini diharapkan bisa menjadi base-camp ideal. Tak membosankan karena punya panorama indah yang menenangkan, tetapi juga tak mengganggu konsentrasi lantaran jauh dari keramaian. Hotel ForRestMix ini memiliki sejumlah keunggulan. Jaraknya hanya tujuh kilometer dari Zelenogorsk, yang akan jadi tempat latihan Harry Kane dkk. Meski tempatnya terpencil, namun pencapaian lokasi dari bandara hanya kurang dari satu jam berkat adanya jalan raya baru yang melintasi Teluk Finlandia. Berkat embusan angin laut, udara di Repino ini terbilang sejuk, jauh dari polusi.

Tempat ini memang biasa menjadi liburan akhir pekan orang-orang kaya di Rusia. Meskipun ini adalah hotel kelas atas menurut standar provinsi di Rusia, tetapi kelasnya masih jauh dari tempat tinggal timnas Inggris selama Piala Eropa 2016. Saat itu Kane dkk. menginap di Auberge du Jeu de Paume di Chantilly yang tarif per malamnya 500 euro. Sedangkan ForRestMix ini tarif per malam hanya 100-200 euro. Hotel ini memang didesain sebagai hotel keluarga yang ingin menyepi dalam suasana romantis. Masih banyak suara hewan di malam hari, restoran redup dengan tirai yang rumit, piano grand baby putih dan sebuah tempat lilin di setiap meja. Menu di restorannya beragam, hingga tersedia sampai 16 halaman. Makanan berkisar dari hidangan Rusia sederhana sampai makanan yang lebih mewah seperti daging bebek, kepiting, dan daging sapi muda. ForRestMix memiliki gym, kolam renang dan sauna kecil dan taman, serta area spa VIP. Namun, skuad Inggris tampaknya harus membawa beberapa meja pijat lagi. Southgate akan mengizinkan keluarga para pemain untuk berkunjung menemui para pemain agar awak skuad Tiga Singa bisa merasa nyaman di tengah tekanan pertandingan.

Realistis Asosiasi Sepak Bola (FA) Inggris menargetkan Timnas negera mereka bisa mencapai babak perempatfinal Piala Dunia 2018. Mereka menyebut pencapaian tersebut akan dianggap sebagai ‘’tanda kemajuan nyata’’ setelah gagal memenangi pertandingan babak sistem gugur di turnamen yang sama selama 12 tahun terakhir. Kepala Eksekutif FA Martin Glenn menyampaikan target itu secara tak langsung. ‘’Apa yang kami inginkan adalah, dan saya tidak akan memberi Anda satu panggung di turnamen tapi saya akan memberikannya sedikit, kami belum memenangkan pertandingan di babak knockout sejak 2006,’’ katanya. ‘’Jadi jelas, keluar dari grup dan memenangkan babak knockout akan menjadi tanda nyata kemajuan,’’ imbuhnya. Inggris berada di Grup G Piala Dunia bersama Belgia, Panama, dan Tunisia. Juara Piala Dunia 1966 itu gagal lolos dari grup pada 2014, ketika mereka dikalahkan oleh Italia dan Uruguay dan kalah 4-1 dari Jerman di babak 16 besar pada 2010. Mereka terakhir memenangkan putaran sistem gugur pada 2006 saat melawan Ekuador dan mereka mencapai babak perempatfinal. Jika Inggris lolos dari grup mereka, selanjutnya akan menghadapi lawan dari Grup H, yang diisi Polandia, Senegal, Kolombia, dan Jepang. Kemenangan di babak 16 besar kemungkinan mengantarkan mereka melawan Brazil atau sang juara Jerman di babak delapan besar. (kmb33/afp)

Giroud Terancam Absen di Laga Pembuka

Pelatih Salah Taruh Koper

Keberangkatan Timnas Islandia ke Rusia Tertunda

Moskow – Debutan di Piala Dunia 2018, Timnas Islandia, sudah tiba di Rusia. Mereka tiba di Bandara Gelendzhik, Minggu (10/6) kemarin. Namun, ada cerita lucu yang menyertai keberangkatan Islandia dari Bandara Keflavik di Reykjavik. Keberangkatan Timnas Islandia sempat tertunda gara-gara sang pelatih, Heimir Hallgrimsson, salah menaruh koper yang berisi barang bawaannya ke bus lain. Alih-alih menaruh koper itu ke bus yang akan berangkat ke Bandara Keflavik, Hallgrimsson justru menaruh barang bawaannya di bus yang hendak menuju ke Akranes, kota yang terletak di Islandia Barat. ‘’Saya mencoba membantu untuk mempersingkat waktu, tapi saya menaruh koper saya di bus yang salah dan justru membuat kami menunggu,’’ kata Hallgrimsson. Akibatnya, rombongan timnas yang memopulerkan Viking Clap itu harus menunggu koper itu kembali, yang sudah telanjur sampai ke Akranes. Satu di antara staf Asosiasi Sepak Bola Islandia (KSI) yang tinggal di Akranes, terpaksa mengambil dan membawa kembali koper itu ke Reykjavik. Sambil menunggu tas itu tiba, Aron Gunnarsson cs. mengerjai sang pelatih dengan menertawakan kejadian itu. Mereka juga bersantai sembari menikmati kopi di Bandara Keflavik, kendati penerbangan mereka ke Rusia terpaksa ditunda karena itu. Semula rombongan Timnas Islandia dijadwalkan terbang pukul 10.30 waktu setempat menggunakan maskapai Iceland Air, namun tertunda 1,5 jam lamanya hingga jam 12.00. ‘’Ini kesalahan dalam perjalanan kami, tapi paling tidak hal ini bisa membuat manajer perlengkapan tertawa,’’ kata Hallgrimsson. ‘’Kami memulai perjuangan di Piala Dunia di Rusia dengan satu lelucon yang bagus. Saya pasti akan di-bully staf selama beberapa hari ke depan karena ini,’’ lanjut pelatih Timnas Islandia yang juga dokter gigi itu disambut gelak tawa pemainnya. (kmb33/afp)

Heimir Hallgrimsson

Balipost/afp

Balipost/afp

BERLATIH - Tim Nasional Inggris tengah berlatih guna memantapkan persiapan mereka jelang tampil di ajang Piala Dunia Rusia 2018.

Lyon – Olivier Giroud mengalami cedera yang mencemaskan beberapa hari sebelum Piala Dunia 2018 dimulai. Hal itu terjadi setelah kepala dari penyerang Prancis itu beradu dengan kepada pemain Amerika Serikat, Matt Miazga, pada pertandingan persahabatan di Stadion Parc Olympique Lyonnais, Lyon, Minggu (10/6) kemarin. Pemain Chelsea dan Prancis itu dibawa keluar lapangan dalam babak kedua dengan perban melilit di kepalanya. Sedangkan lawannya PERBAN - Striker Prancis Olivier Giroud bersiap menuju pesawat yang akan membawa Timnas Prancis ke Rusia. Terlihat perban masih membalut striker yang kini membela Chelsea tersebut.

berbaring di lapangan dengan penuh darah. Giroud juga sempat berbaring di lapangan menyusul insiden itu selama menerima perawatan dari tim medis. Ousmane Dembele masuk menggantikan Giroud. Pelatih Prancis Didier Deschamps memberikan sedikit gambaran terkait kondisi Oliver Giroud jelang laga pembuka Grup C Piala Dunia 2018 melawan Australia di Stadion Kazan Arena, Sabtu (16/6) mendatang. Dalam sebuah kesempatan dia mengaku jika penyerang Chelsea itu kemungkinan bakal turun di laga pembuka tersebut. Kendati demikian, Deschamps tidak memberikan penjelasan lebih rinci apakah bakal menurunkan Giroud menjadi starter atau tidak. ‘’Olivier Giroud memiliki enam jahitan. Tapi dia akan menghadapi Aus-

tralia,’’ kata pelatih. Meski ada penyerang andalan saat ini, yaitu Antoine Griezmann dari klub Atletico Madrid, tetapi kehadiran Giroud dibutuhkan karena mantan pemain Arsenal ini sudah sarat pengalaman. Prancis ketinggalan 0-1 saat Giroud diganti dalam babak kedua. Pemain Amerika, Julian Green, membobol gawang Prancis pada menit ke-44. Tim tuan rumah baru bisa menyamakan kedudukan 1-1 melalui gol yang dicetak gelandang Paris Saint-Germain Kylian Mbappe menit 78. Tim asuhan Deschamps ini akan berhadapan dengan Australia pada pertandingan perdana mereka dalam fase grup Piala Dunia 2018, Sabtu mendatang, sebelum menghadapi Peru dan Denmark. (kmb33/afp)

Balipost/afp

Angkatan Banat Alami Peningkatan di Pelatnas

Denpasar (Bali Post) Satu-satunnya atlet angkat besi Bali lifter Ketut Banat Ariana mengalami peningkatan selama menghuni pelatnas Asian Games (AG). Karena itu, Banat yang turun di kelas 77 kg diharapkan mampu masuk skuad timnas Merah-Putih pada hajatan multi-event empat tahunan antarnegara se-Asia, Agustus mendatang. Pelatih angkat besi Nyoman Ari Suryawan di Denpasar, Minggu (10/6) kemarin menjelaskan, lifter asuhannya semula mampu mengangkan barbell jenis angkatan snatch 140 kg serta clean and jerk 180 kg, sehingga totalnya 320 kg. Akan tetapi, kata Ari Suryawan, Banat kini mampu mengangkat untuk jenis angkatan snatch 153 kg, serta clean and jerk 190 kg, dan totalnya 343 kg. Oleh sebab itu, Ari Suryawan optimis lifter asuhannya masuk skuad Timnas AG, meskipun belum diputuskan tim definitif. ‘’Saya tetap yakin Banat masuk timnas Asian Games, mengingat di kelasnya belum ada pesaingnya, ditambah angkatannya terus mengalami peningkatan,’’ jelasnya. Ari Suryawan mengakui Banat telah menghuni pelatnas selama lima tahun, sedangkan lifter putri Ni Luh Sinta Darmariani dipastikan tidak masuk pelatnas AG. Ari Suryawan

menerangkan, pola pembinaan angkat besi di bawah Banat, regenerasinya terputus, mengingat dua lifter putri yakni Put Eka Anggreni mundur dari atlet, sedangkan Kadek Ernawati memilih menekuni cabor kabaddi dan masuk pelatnas AG. ‘’Regenerasi lifter Bali di bawah Banat lowong, yang ada saat ini hanya remaja,’’ tuturnya. Padahal, menurutnya, Bali potensi memiliki atlet angkat besi dan angkat berat, bahkan cabor ini hampir tiap penyelenggaraan PON langganan menyumbang medali. Hanya, Ari Suryawan menyayangkan cabor PABBSI ini hanya mempertandingkan binaraga di ajang Porprov, sedangkan angkat besi dan berat tidak dipertandingkan. ‘’Angkat besi hanya sebatas ekshibisi dua kali, pada Porprov Bali di Gianyar 2007 silam serta Porprov Bali di Buleleng 2015,’’ ujarnya. Untuk itu, ke depan perlu dipikirkan pola pembibitan atletnya, apalagi Pengkab dan Pengkot PABBSI sudah terbentuk pada tujuh kabupatan dan kota, dan yang belum pengkab PABBSI di Bangli dan Karangasem. ‘’Selain itu, kendala pembinaan angkat besi di Bali terganjal minimnya sarana dan prasarana, ditambah jumlah pelatih yang terbatas,’’ ungkapnya. (022)

Iklan majalah-rpa


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook