20 HALAMAN
NOMOR 47 TAHUN KE 70
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
kamis pon, 5 oktober 2017
balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
Kamis Ini Pujawali di Besakih
Puluhan Krama Ikuti Upacara ’’Nedunang’’ Ida Batara dan ’’Mapepada’’ Amlapura (Bali Post) -
Puluhan krama Rabu (4/10) kemarin mengikuti prosesi upacara Nedunang Ida Batara dan Mapepada. Upacara itu serangkaian Pujawali Purnama Kapat di Pura Penataran Agung Besakih, Rendang, Karangasem, yang digelar Kamis (5/10) hari ini. Sebelum mapepada dilakukan, lebih awal dilaksanakan upacara Nedunang Ida Batara. Setelah prosesi upacara itu selesai, dilanjutkan dengan mapepada wewalungan berupa satu ekor kerbau, satu penyu dan dua kambing berwarna hitam. Setelah mapepada selesai, dilanjutkan dengan ngaturang persembahyangan bersama. Pemangku Pura Penataran Agung
Besakih I Gusti Mangku Jana didampingi Jro Mangku Nyoman Artawan mengatakan, upacara nedunang Ida Batara dan mapepada ini dilaksanakan rutin setiap tahumnya pada Purnama sasih Kapat. Upacara ini juga merupakan rangkaian dari upacara catur loka pala yakni karya pengenteg jagat, karya pengurip gumi, upacara di Padma Tiga, upacara penaung bayu, dan payabrahma.
‘’Upacara tetap dilaksanakan karana upacara ini bersifat rutin. Ini juga dirangkaikan dengan situasi Gunung Agung yang sekarang ini. Meski pelaksanaannya cukup sederhana, akan tetapi tidak mengurangi makna upacara itu sendiri. Dan puncaknya pada Purnama Kapat besok (hari ini - red),’’ ungkap Mangku Jana. Hal. 19 Tari Wali
Asap Putih Masih Mengepul
Pengungsi Pulang Bergelombang, Lauk-pauk di Bangli Menipis
Bali Post/kmb41
Mapepada - Puluhan krama saat mengikuti upacara Mapepada serangkaian Pujawali Purnama Kapat di Pura Penataran Agung Besakih, Rendang, Karangasem.
Kawah Gunung Agung masih mengepulkan asap putih. Tidak ada perubahan warna menjadi abu-abu, apalagi hitam. Intensitas kegempaan juga masih seperti sebelumnya. Demikian pula status Gunung Agung masih awas. Sementara dari sejumlah pos pengungsian dilaporkan ratusan orang telah kembali ke rumahnya. Terutama mereka yang berasal dari desa zona aman.
Kepala Sub-Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur Devy Kamil Syahbana, Rabu (4/10) kemarin mengungkapkan, asap atau solfatara masih keluar dari dasar kawah. Asap yang dikeluarkan masih berwarna putih tipis dan agak tebal. Belum ada perubahan warna keabu-abu maupun gelap. Itu artinya fluktuasi intensitas gas masih terus terjadi di dalam, sehingga asap yang dikeluarkan tipis bisa sedikit lebih tebal. ‘’Asap yang keluar sejauh ini
masih putih, tetapi mulai agak menebal sedikit. Belum ada perubahan warna asap ke gelap,’’ ungkap Syahbana. Menurut Syahbana, berdasarkan acuan letusan tahun 1963 belum ada indikasi untuk terjadinya letusan ke samping. Karena gas yang keluar selama ini masih menuju ke atas. Itu artinya gas sudah mempunyai jalan untuk keluar, hanya masih sempit. Hal. 19 Letusan ke Samping
Jokowi Tanggapi Soal Banyak Toko yang Tutup
Peduli Pengungsi Gunung Agung Bali Post menerima titipan sumbangan untuk disalurkan kepada para pengungsi Gunung Agung. Bagi masyarakat yang peduli dan ingin membantu saudara kita yang kini berada di pengungsian, bisa menitipkan sumbangan ke Bali Post. Sumbangan bisa langsung diserahkan ke Sekretariat Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telepon (0361) 225764 atau melalui dompet simpati Anda Bali Post BCA Cabang Denpasar NO: 040-3555000.
Presiden Jokowi buka-bukaan di depan pengusaha terkait ekonomi Indonesia. Salah satu yang menjadi sorotan adalah banyaknya toko yang tutup. Jokowi beralasan, tutupnya toko tersebut bukan berarti ekonomi Indonesia tak bergerak. Namun hal itu lebih disebabkan karena mereka tak berubah sehingga dilibas kemajuan teknologi. Presiden membeberkan angka-angka keberhasilan ekonomi Indonesia kepada para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin). ‘’Saya ingin menyampaikan beberapa hal, agar timbul optimisme dunia usaha. Tadi Pak Raden Pardede menyebutkan kita sebetulnya angkanya jelas, tapi
SD Saraswati 3 Denpasar Rp 25.144.400 PAUD Saraswati 2 Renon, Denpasar Rp 8.577.000 Nirmala Guest House & Bebek Surfing Restaurant Rp 2.000.000 SMP Wiyata Yadnya, Gianyar Rp 1.111.000 KPU Kota Denpasar Rp 1.060.000 NN Rp 500.000 I Wayan Kamar, Batukaru Denpasar Rp 500.000 Yadnya Lestari, Gunung Agung Dps. Rp 300.000 Putu Patra, Br. Binong Mengwi Rp 100.000 IGAB Sanjaya, Gianyar Rp 100.000 Nyoman Kantun, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Ketut Rauh, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Nengah Subagia, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Wayan Sih, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Nengah Darma, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Nengah Agus Suputra, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Wayan Agus Widiarta, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Nyoman Budiasa, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Komang Gara, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Hal. 19 Jumlah diterima kemarin Rp 44.442.400
kenapa tidak percaya diri,’’ katanya saat bicara dalam acara penutupan Rapat Koordinasi Nasional Kadin 2017, di Jakarta, Selasa (3/10) malam. Jokowi mengungkapkan beberapa angka kepercayaan, seperti peringkat investasi dari Moddy’s, S&P, di mana Indonesia meningkat dari peringkat delapan ke empat. ‘’Ini juga kepercayaan. EODB dari 120 sekarang 91. Ini kepercayaan. Kalau angka seperti ini diragukan, ini yang meragukan sebetulnya bukan dunia usaha, saya yakin ini orang politik atau politikus yang nyambi dengan dunia usaha. Ada apa gitu lho,’’ kata Jokowi. Hal. 19 Ikuti Zaman
Impor Senjata Polri
Tak Ada Pelanggaran
Bakti Gunung Agung
Joko Widodo
Jakarta (Bali Post) – Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Setyo Wasisto membenarkan bahwa tim gabungan lintas instansi telah memeriksa fisik senjata dan amunisi yang tertahan di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten dan hasilnya tidak ada pelanggaran prosedur impor senjata. ‘’Ya, itu kegiatan pengecekan saja, hasil resminya akan disampaikan oleh Menkopolhukam pada Jumat (6/10),’’ kata Irjen Setyo, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (4/10) kemarin. Sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan gabungan yang dipimpin oleh Kabid P2 Bea dan Cukai Bandara Soetta Hengki Aritonang di area Cargo UNEX Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Selasa (3/10). Hal. 19 Kondisi Senjata
Bali Post/ant
PELONTAR GRANAT - KaKorps Brimob Polri Irjen Pol. Murad Ismail menunjukkan jenis senjata pelontar granat superti barang yang tertahan di kepabeanan Bandara Soetta, Sabtu (30/9) lalu.
DPD Sibuk Urus Diri Sendiri
Rendah, Perjuangkan Kepentingan Daerah Kantor Bali Post, Rabu (4/10) kemarin didatangi anak-anak dan para guru dari SD Saraswati 3 Denpasar. Mereka didampingi Kepala SD Sarswati 3 Denpasar Cok Istri Murniati. Kedatangan mereka untuk menyalurkan bantuan kepada para pengungsi Gunung Agung. ‘’Kami ingin ikut berbagi dengan para pengungsi. Dengan gerakan Bakti Gunung Agung ini kami bersama Bali Post ingin berada di antara pengungsi,’’ ujar Cok Istri Murniati. Selain menyerahkan dana tunai Rp 25.144.400 yang merupakan sumbangan dari 1.180 lebih siswanya, pihaknya juga menyalurkan kopi susu, mi, susu kotak, pampers, baju bayi, parcel bayi, roti serta baju layak pakai.
Jakarta (Bali Post) Wakil Ketua MPR-RI merangkap Ketua DPD-RI Oesman Sapta Odang (OSO) berpandangan bahwa rendahnya representasi DPD-RI dalam memperjuangkan kepentingan daerah karena selama ini terlalu terjebak pada dialektika penguatan kewenangannya. Karena sibuk mengurus dirinya sendiri, akibatnya DPD hanya berpikir meratapi kondisi kelembagaannya saja. ‘’Menurut saya, justru banyak aspek yang belum dilaksanakan DPD untuk memperjuangkan kepentingan daerah. Konstitusi justru memberikan ruang kebebasan kepada DPD-RI untuk
berkarya,’’ kata OSO pada Simposium Nasional MPR di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/10) kemarin. Oleh karena itu, ke depan lebih baik DPD fokus memperjuangkan kepentingan daerah yang sudah menjadi tanggung jawabnya daripada menyibukkan diri untuk penguatan kewenangan lembaganya. OSO mengakui lembaga yang dipimpinnya masih banyak kekurangan dalam mengakomodasi kepentingan masyarakat di daerah. ‘’Oleh karena itu, komunikasi menjadi sangat penting. Kami sadari masih banyak kekurangan.
Mana mungkin ada kemakmuran secara nasional bila daerah-daerah belum makmur,’’ ujarnya. Di usia ke-13 tahun sejak berdiri yang ditandai dilantiknya anggota DPDRI pada tanggal 1 Oktober 2004, OSO mengatakan DPD-RI ingin melakukan introspeksi dengan melakukan berbagai kajian tentang kehadirannya sebagai lembaga perwakilan daerah yang berkedudukan sebagai lembaga negara. ‘’Saya berpandangan bahwa DPD-RI perlu dikembalikan pada hakikat pembentukannya yakni untuk mengakomodir kepentingan daerah secara efektif dan adil dalam rangka pembentukan
kebijakan di tingkat nasional untuk memberdayakan dan mengembangkan potensi-potensi daerah, serta untuk mempererat ikatan-ikatan bangsa dalam bingkai NKRI,’’ tegasnya. Sementara itu, Ketua Lembaga Pengkajian MPR-RI Rully Chairul Azwar mengungkapkan, posisi tawar daerah sangat rendah dalam memperjuangkan kepentingannya di pusat. Salah satu penyebabnya adalah karena tidak maksimalnya peran Dewan Perwakilan Daerah (DPD)-RI dalam memperjuangkan kepentingan daerah di tingkat nasional. Hal. 19 Bisa Dimaklumi
denpasar
2
Kamis Pon, 5 Oktober 2017
figur
Bali Post/ara
Tutup Atraksi Wisata
STATUS Gunung Agung yang berada di level IV (awas) tidak hanya memunculkan gelombang pengungsi di berbagai wilayah. Namun juga berdampak pada terjadinya penutupan sejumlah atraksi wisata di kawasan terdampak, seperti Rendang, Karangsem. Sejumlah atraksi wisata berupa rafting yang ada di sepanjang Tukad Telaga Waja mulai merasakan dampaknya. Para pelaku usaha wisata air tersebut kini tidak lagi bisa beraktivitas. ‘’Usaha yang kami geluti harus tutup karena berada di kawasan rawan bencana,’’ ujar salah seorang pelaku usaha wisata air, Putu Oka Mahendra, Rabu (4/10) kemarin. Pengusaha dari Banjar Belaluan Sadmerta, Denpasar ini mengatakan, masyarakat di wilayah tersebut cukup banyak menggantungkan hidupnya dari geliat pariwisata terutama wisata tirta (rafting) dan sebagaian lagi ada yang bergantung dari usaha tambang (galian C). Kini mereka mulai kelimpungan karena banyak sumber mata pencahariannya tutup. ‘’Kami sangat miris melihat warga Desa Rendang yang tampak menjadi penonton di desanya. Di satu sisi, mereka menerima pengungsi yang berlimpah gelontoran bantuan, sementara di sisi lain warga setempat kehilangan lahan pekerjaan yang menjadi andalan penghidupannya,’’ ujarnya. Mencermati fenomena seperti ini, Oka Mahendra menyarankan agar pemerintah, baik Pemerintah Kabupaten Karangasem maupun Pemerintah Provinsi Bali segera menyikapi kondisi tersebut. (ara)
Tanpa IMB, Papan Reklame Dibongkar
Denpasar (Bali Post) Sejak dilakukan moratorium terhadap pemasangan reklame di Denpasar, puluhan papan reklame dibongkar. Pembongkaran dilakukan terhadap reklame yang masa berlakunya habis dan papan reklame yang tidak mengantongi IMB. Seperti yang dilakukan Satpol PP Denpasar, Rabu (4/10) kemarin. Satu buah papan reklame yang tidak mengantongi IMB yang berdiri di Jalan Cargo Permai, Denpasar Utara dibongkar puluhan petugas Satpol PP. ‘’Langkah ini diambil untuk menciptakan Kota Denpasar bersih, aman dan nyaman dengan menertibkan papan reklame kedaluwarsa dan tidak mengantongi IMB,’’ ujar Kasi Pembinaan, Penyuluhan dan Pengawasan Satpol PP Kota Denpasar Nyoman Gede Sudana. Dikatakan, papan reklame tersebut ditertibkan karena tidak memiliki IMB. Selain itu, papan reklame ini menampilkan iklan rokok, sehingga melanggar Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). “Maka dari itu, iklan rokok tidak boleh lagi dipasang di Kota Denpasar,’’ ujarnya. Sebelum Satpol PP menertibkan papan reklame tersebut, kata Sudana, pihaknya telah memberikan surat teguran I, II dan III. Bahkan, Satpol PP Kota Denpasar telah meminta pemiliknya untuk membongkar secara mandiri. Namun, sampai batas waktu yang diberikan, papan reklame tersebut belum juga diturunkan sehingga ditertibkan oleh petugas. Untuk mengantisipasi kejadian ini terulang kembali, Sudana meminta masyarakat ikut berpartisipasi memantau di lingkungannya masing-masing. “Jika ada papan reklame tanpa IMB, masyarakat diminta segera melaporkan ke Satpol PP Denpasar atau dinas terkait,’’ katanya. (kmb12)
PEMUSNAHAN - Proses pemusnahan obat keras, makanan, kosmetik berbahaya dan ilegal di BBPOM di Denpasar, Rabu (4/10) kemarin.
BBPOM Denpasar Musnahkan 2.661 Item Produk Berbahaya dan Ilegal
Denpasar (Bali Post) -
Sebanyak 2.661 item produk obat keras, pangan tanpa izin edar, kosmetika, obat tradisonal dan suplemen dimusnahkan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar, Rabu (4/10) kemarin. Produk yang ditaksir senilai Rp 823.351.242 ini merupakan hasil operasi selama 2016 hingga Juni 2017 lalu. Plt. Kepala BBPOM di Denpasar Drs. I Wayan Eka Ratnata, Apt. mengatakan, pemusnahan tahun ini lebih besar dibandingkan dengan tahun lalu. Peningkatan itu karena barang-barang yang dimusnahkan merupakan hasil operasi selama satu setengah tahun. Jumlah tersebut terdiri dari obat keras dan temuan
di sarana ilegal sebanyak 19.309 pieces dari 386 item, pangan tanpa izin edar (TIE) 3.271 pieces dari 243 item. Kosmetika TIE/ mengandung bahan dilarang 20.709 pieces dari 1.477 item, obat tradisonal TIE mengandung baham kimia obat (BKO) 10.436 pieces dari 546 item dan suplemen makanan mengandung
BKO 47 pieces dari 9 item. Selain dari BBPOM, pada pemusnahan ini juga terdapat barang titipan kejaksaan. Barang tersebut telah melaluli proses pengadilan dan telah memiliki ketetapan hukum. Untuk obat, makanan dan kosmetik yang padat, prosesi pemusnahan dilakukan dengan pembakaran, baik secara langsung maupun melalui inceminator. Sedangkan produk-produk berupa cairan seperti jamu yang mengandung bahan kimia obat dan minuman tanpa izin edar dimusnahkan dengan cara dituangkan ke dalam lubang dan selanjutnya
Kasus Korupsi BP3TKI
Wahyu Matondang Dituntut 8,5 Tahun Penjara Denpasar (Bali Post) Terdakwa kelima dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Badan Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Denpasar yang merugikan negara Rp 2,2 miliar, terdakwa Wahyudi Matondang alias Dodi, Rabu (4/10) kemarin, dituntut hukuman delapan tahun enam bulan (8,5 tahun) penjara. Selain itu, terdakwa juga dikenakan denda Rp 100 juta subsider empat bulan kurungan serta membayar uang pengganti sebesar Rp 1,5 miliar. Jika tidak dibayar, maka harta bendanya disita untuk mengganti keuangan sebagaimana kerugian negara yang ditimbulkan akibat perbuatan terdakwa. Jika tidak mencukupi, maka dipidana penjara selama empat tahun enam bulan. Ketika sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar, JPU I Wayan Suardi dan Rika Ekayanti di hadapan majelis hakim pimpinan I Wayan Sukanila menjelaskan, terdakwa dalam kasus ini berperan sebagai pengatur proyek pengadaan lahan BP3TKI Denpasar. Perbuatan terdakwa dinyatakan bersalah secara bersama-sama dengan tujuan menguntungkan dirinya sendiri atau orang lain atau suatu korporasi menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukannya yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara sebagaimana dakwaan
subsider. Yakni, melanggar Pasal 3 Undangundang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. tas tuntutan tersebut, terdakwa yang didampingi pengacaranya menyatakan akan mengajukan pledoi pekan depan. Dodik diajukan ke persidangan berdasarkan fakta dari keterangan terdakwa sebelumnya dalam kasus pengadaan lahan untuk gedung BP3TKI Denpasar di Jalan Danau Tempe, Denpasar pada 2013 lalu. Saat pembangunan, terdakwa Dodi bersama saksi Trusti Prio Sambodo (Ketua Pengadaan Lahan dan Pembangunan), saksi I Wayan Pageh (Kepala BP3TKI Denpasar juga menjadi Kuasa Pengguna Anggaran) dan Prio sebagai Kabag TU yang juga menjabat sebagai PPK dalam proyek ini, membeli tanah seluas 4,5 are di Jalan Danau Tempe 29 Denpasar milik I Nyoman Gede Paramartha. Pengadaan lahan dituding tidak melalui proses sehingga tidak memenuhi syarat. Pasalnya, Pageh dan Prio serta panitia pengadaan tidak mempertimbangkan harga dari BPN Denpasar. Bahkan, menaikkan harga hingga negara dirugikan Rp 2,2 miliar, yakni dari harga Rp 4,5 miliar menjadi Rp 6,7 miliar. (kmb37)
diuruk dengan tanah. Menurut Eka Ratnata, produkproduk yang dimusnahkan ini ditemukan hampir di seluruh kabupaten dan kota di Bali. Berbeda dari tahun sebelumnya yang didominasi obat keras temuan di sarana ilegal, barang-barang yang dimusnahkan tahun ini lebih banyak berupa kosmetika TIE/ mengandung bahan dilarang. Terkait peredaran Paracetamol Caffein Carisoprodol (PCC), Eka Ratnata menjelaskan bahwa obat tersebut belum ditemui peredarannya di Bali. PCC sendiri merupakan bahan obat, jadi tidak termasuk narkotika. Ia
Bali Post/ist
081 337 032 965, (0361) 819446
FM 96,5
Topik : LAGI, KOMPLOTAN PEMBEGAL BERAKSI Sampaikan opini Anda hari iniW di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail
: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com
menambahkan, PCC sempat beredar di Indonesia sebagai obat untuk pelemas otot. Namun sejak tahun 2013, produk yang mengandung Carisoprodol telah ditarik dari peredaran. Untuk mengantisipasi peredaran dari PCC, pihak BBPOM di Denpasar selalu melakukan koordinasi dan kerja sama dengan sejumlah instansi terkait, seperti kepolisian dan lainnya. (kmb19) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391
Lagi, Komplotan Begal Beraksi Korban Dikeroyok hingga Pingsan
Denpasar (Bali Post) Kasus pembegalan kembali terjadi di wilayah Denpasar. Kali ini korbannya adalah Moch. Ilham (23) dan kejadiannya di depan Hotel Nirmala, Jalan Mahendradatta, Denpasar Barat (Denbar), Rabu (4/10) kemarin. Korban dikeroyok sekelompok pemuda dan handphone (HP) milik korban dibawa kabur. Menurut Ilham saat melapor di Polsek Denbar, awalnya ia hendak menitipkan barang kepada saudaranya yang pulang ke Jawa dan janjian bertemu di TKP. Sekitar pukul 04.00 Wita, korban asal Jember ini sudah berada di TKP untuk menunggu saudaranya tersebut. “Saat itu, situasinya lagi sepi. Saya menunggu di seberang jalan di depan Hotel Nirmala. Saudara saya menunggu di areal parkir hotel,” katanya. Sekitar pukul 04.30 Wita, datang sekelompok remaja mengendarai dua sepeda motor. “Kalau jumlahnya lima sampai enam orang,” tegas Ilham yang mengaku bekerja di bidang IT ini. Salah satu pelaku menanyakan apakah korban mem-
bawa rokok. Korban menjawab tidak merokok. “Saat itulah saya langsung dipukul sampai tidak sadarkan diri,” ujar Ilham. Beberapa menit kemudian, korban sadar dan pelaku sudah pergi. Ia panik karena HP Xiomi miliknya dibawa kabur oleh pelaku. “Muka sebelah kiri saya sampai bengkak. Setelah kejadian saya langsung pulang. Saya langsung kompres sehingga tidak bengkak lagi,” ungkapnya. Menurut Ilham, kebetulan waktu itu dia tidak membawa dompet dan hanya pegang HP biar bisa berkomunikasi dengan saudaranya. “Rumah saya kan dekat TKP. Jadi, tidak bawa dompet,” tegasnya. Kanit Reskrim Polsek Denbar Iptu Aan Saputra saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. Menurutnya, patroli sudah gencar dilakukan terutama di Jalan Mahendradatta, Denpasar. “Kami mengimbau kepada masyarakat agar waspada. Kalau bisa, jangan bepergian sendiri apalagi malam hari. Untuk kasus ini, kami akan menanganinya semaksimal mungkin,” tegasnya. (kmb36)
Bupati Giri Prasta Ajak Masyarakat Hapus Stigma Negatif Ormas Pengurus Baladika Bali dan Laskar Bali Siap Dukung Program Pemerintah
MEMBONGKAR – Sejumlah petugas Satpol PP Denpasar sedang membongkar papan reklame yang melanggar, Rabu (4/10) kemarin.
Bali Post/eka
BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menghapus stigma negatif terhadap keberadaan organisasi kemasyarakatan (ormas). Ormas adalah bagian dari komponen masyarakat yang harus diberdayakan untuk bersama-sama membangun Bali, bukan malah ditakuti apalagi dimusuhi. Hal ini dikatakan Bupati Giri Prasta saat menerima pengurus DPD Baladika Bali dan DPP Laskar Bali di Rumah Jabatan Bupati Badung, Rabu (4/10) kemarin. Pada pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut, dari Baladika Bali hadir Ketua Umum I Bagus Alit Sucipta alias Gus Bota, Ketua Harian Jro Komang Swastika, Wakil Ketua Umum I Bagus Jagra Wibawa, Sekretaris Umum Komang Merta Jiwa dan Bendahara Made Suarsa. Sedangkan petinggi Laskar Bali yang hadir Ketua Dewan Penasihat A.A. Kusuma Widana, Ketua Umum A.A. Ketut Suma Wedanta alias Gung Alit, serta Sekretaris Umum I Ketut Ismaya. Selaku tuan rumah, Bupati Giri Prasta berterima kasih dan menyambut baik kehadiran dua pengurus ormas terbesar di Bali itu. Ini sebagai bukti dua ormas yang dianggap musuh bebuyutan ini ternyata memiliki ikatan persaudaraan yang kuat. Bupati Giri Prasta juga mengajak masyarakat untuk menghapus stigma negatif terhadap keberadaan ormas. Ormas, menurut Bupati Giri Prasta, adalah bagian dari masyarakat yang juga memiliki komitmen membangun Bali. “Jauhkan kesan bahwa ormas itu preman, itu tidak ada lagi. Baik Baladika, Laskar Bali maupun ormas lainnya yang ada di Bali adalah bagian dari
komponen masyarakat. Rangkul, berdayakan untuk bersama-sama membangun dan menjaga kedamaian Bali,” katanya dan menambahkan, meskipun dulu sempat terjadi gesekan, itu adalah ulah oknum bukan mengatasnamakan organisasi. Sebagai pimpinan daerah di Badung, kata Giri Prasta, dirinya berkewajiban memberikan pembinaan serta arahan kepada ormas-ormas yang ada di Badung agar dalam setiap langkahnya sesuai dengan peraturan yang berlaku, salah satunya Perppu Ormas. Ia juga sangat yakin aturan intern ormas yang tertuang dalam AD/ART tentu mengatur hal-hal positif dan tidak bertentangan dengan hukum. Ormas juga diharapkan dapat mendukung dan berperan aktif dalam mendukung program-program pemerintah dalam menyejahterakan masyarakat. “Saya memberikan contoh ketika ada ancaman disintegrasi bangsa oleh gerakan-gerakan radikal, ormas di Bali semuanya bersatu padu,” ujar Giri Prasta. Sementara itu, baik Baladika Bali melalui Ketua Umumnya Gus Bota maupun Laskar Bali melalui Gung Alit bersama-sama menyatakan komitmennya untuk menjaga keajegan dan kedamaian Bali. Keduanya juga menyatakan siap mendukung program-program pemerintah untuk menyejahterakan masyarakat Bali. (ad266) BERSAMA - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta (tengah) foto bersama dengan pengurus DPD Baladika Bali dan DPP Laskar Bali di Rumah Jabatan Bupati Badung, Rabu (4/10) kemarin.
BADUNG
Kamis Pon, 5 Oktober 2017
3
Eksekusi Kafe di Mengwitani Tanpa Perlawanan Mangupura (Bali Post) –
Tujuh kafe di wilayah Desa Mengwitani, Mengwi, akhirnya dieksekusi oleh tim gabungan, Rabu (4/10) kemarin. Tim gabungan yang terdiri dari unsur Satpol PP, kejaksaan, kepolisian, desa adat setempat, dan Linmas menjalankan instruksi Bupati Badung tersebut sekitar pukul 10.30 Wita. Mereka berkumpul di Jalan Raya Terminal Mengwi, Badung sebelum melakukan penyegelan. Proses penyegelan kafe tersebut berjalan lancar atau tanpa perlawanan dari pemilik usaha. Kasatpol PP Badung IGAK Suryanegara menegaskan, penyegelan ini dilakukan atas dasar keresahan masyarakat di lingkungan Desa Adat Mengwitani. ‘’Intinya, mereka tidak ingin ada kafe di wilayah Mengwitani, sehingga dilakukanlah paruman dan menghasilkan kesepakatan Desa Adat Mengwitani bebas kafe,’’ ujar Suryanegara. Menurut Suryanegara, eksekusi tujuh kafe ini sesuai perintah Bupati
Bali Post/eka
SEGEL - Petugas Satpol PP Kabupaten Badung memasang papan segel pada salah satu kafe yang ada di Jalan Terminal Mengwi, Badung, Rabu (4/10) kemarin.
Badung I Nyoman Giri Prasta. Ada 10 kafe remang-remang yang disegel. Usaha ini berada di kawasan dekat Terminal Mengwi sebanyak tujuh kafe dan tiga kafe yang kecil berlokasi di Banjar Nyuh Gading. ‘’Yang besar-besar ada tujuh dan yang kecil ada tiga. Kami khawatirkan nanti menjadi besar, jadi kami tutup juga hari ini,’’ ungkapnya. Suryanegara menambahkan, pihaknya telah melayangkan surat peringatan sesuai prosedur yang berlaku. Mengingat setelah dilakukan tindak lanjut atau melayangkan Surat Peringatan (SP) I, II dan III dan juga tidak diindahkan, akhirnya dilakukan penyegelan. ‘’Ini (penyegelan – red) sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur
(SOP). Semua pemilik (kafe) agar mengikuti peraturan yang sudah diberlakukan. Termasuk, jangan membuka usaha atau melakukan kegiatan yang bertentangan,’’ terangnya. Di sisi lain, Putu Surawan, pemilik kafe, berharap jangan sampai pemerintah maupun desa adat membedakan antara pemilik lokal Mengwitani diperbolehkan dan luar Mengwitani tidak diperbolehkan. ‘’Saya tetap menghormati keputusan apa yang diambil oleh pemerintah maupun desa adat. Namun, jangan sampai ada yang membedakan antara lokal dan luar. Usahanya kan sama, sehingga dampaknya ya… sama saja,’’ katanya. Ia mengakui, pihak desa belum
pernah mengajak untuk berkoordinasi maupun berkomunikasi, sebelum dilakukan eksekusi. ‘’Kami belum sempat berkemas entah itu mengosongkan tempatnya, menginformasikan kepada puluhan orang karyawannya dan segala administrasi lainnya,’’ terangnya. Menurut Surawan, pihaknya pernah tiga kali mengajukan permohonan penangguhan, namun tidak pernah digubris oleh pihak desa adat. Namun selama kurun waktu 18 bulan, pihaknya telah membayar Rp 2,5 juta per bulan. ‘’Selama 1,5 tahun, saya bayar Rp 2,5 juta per bulan ke salah satu oknum yang mengaku dari pihak desa adat,’’ katanya. Bendesa Adat Mengwitani Putu Wendra membantah telah melakukan pungutan. Sebab, sesuai dengan kesepakatan pemerintah desa yang terdahulu, uang tersebut itu justru masuk ke kas desa adat namun berbentuk dana punia. ‘’Itu bukan pungutan. Dari dulu hal tersebut tidak pernah terjadi di desa kami,’’ pungkasnya. (kmb27)
Badung Gelar Forum Konsultasi Pelayanan Publik
Dorong Pelayanan Publik yang Prima
MENDORONG peningkatan partisipasi publik dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang berkualitas, Pemerintah Kabupaten Badung menggelar Forum Konsultasi Pelayanan Publik di Ruang Pertemuan Kertha Gosana, Puspem Badung, Rabu (4/10) kemarin. Forum Konsultasi yang berlangsung sehari ini dibuka Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa serta dihadiri Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, perwakilan dari Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Bali Ida Kade Oka Mahendra dan narasumber dari Universitas Udayana Dr. Putu Saroyini, S.E., M.M., Ak. Asisten Administrasi Umum Setda Badung Cok Raka Dar-
mawan yang juga selaku ketua panitia melaporkan, kegiatan ini untuk menindaklanjuti Surat Edaran Menteri PAN-RB RI Nomor 56 Tahun 2017 tentang Pembentukan Forum Konsultasi Pelayanan Publik. ‘’Kegiatan ini juga sebagai media dialog antara pemerintah dan masyarakat untuk mendorong peningkatan partisipasi publik dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang berkualitas,’’ ujarnya. Lebih lanjut dikatakan, kegiatan ini juga bertujuan sebagai media dialog dalam rangka mengkomunikasikan upayaupaya peningkatan kualitas pelayanan publik dan aspirasi terhadap penyelenggaraan pelayanan publik. ‘’Forum konsultasi pelayanan publik diikuti
155 peserta dari perangkat daerah, pemerintahan desa dan kelurahan se-Badung. Narasumber dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana yang akan menyampaikan materi dengan topik Menuju Pelayanan Publik Berkualitas Prima,’’ terangnya. Sekda Adi Arnawa dalam sambutannya menekankan, pembangunan fisik di Kabupaten Badung dalam peningkatan aksesibilitas, kesejahteraan masyarakat serta pelayanan publik, dalam kurun waktu lima tahun terakhir telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Berbagai upaya yang dilakukan Pemkab Badung bersama segenap lapisan masyarakat untuk menyediakan sarana dan prasarana pelay-
Bali Post/kmb37
UNDERPASS - Pembahasan dokumen Kerangka Acuan Amdal (KA-Andal) terkait rencana kegiatan pembangunan Underpass Tugu Ngurah Rai dipimpin Kepala DLHK Badung Putu Eka Merthawan.
Proyek ’’Underpass’’ Simpang Tugu Ngurah Rai Mulai Digarap
Amdal Baru Dibahas Mangupura (Bali Post) – Pembangunan underpass simpang Tugu Ngurah Rai di Tuban, Badung Selatan mulai digarap. Proyek yang ditargetkan rampung per September 2018 itu digarap oleh PT Adhi Karya dan GO Mulia dengan konsultan perencana PT Guna Wira Tani. Anehnya, proyek yang bertujuan untuk mengurai kemacetan itu belum mengantongi izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Rabu (4/10) kemarin, baru pada tahap pembahasan dokumen Kerangka Acuan Amdal (KA-Andal) terkait rencana kegiatan pembangunan underpass Tugu Ngurah Rai. Rapat yang digelar di Ruang Sandat Gosana itu dihadiri oleh dinas terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung, Dinas Perhubungan Badung, Camat Kuta, Lurah Tuban, Tahura, Angkasa Pura I, PLN Badung, PHDI Badung dan instansi terkait lainnya. Dalam pertemuan pembahasan KA-Andal yang dipimpin Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung Putu Eka Merthawan, terungkap izin Amdal selayaknya dikantongi sebelum proyek underpass itu digarap. Sebab, izin Amdal merupakan salah satu persyaratan yang wajib dipenuhi sebelum izin proyek dikeluarkan. Permasalahan itu sempat menjadi perdebatan sengit dalam sidang Komisi Amdal. Eka Merthawan pun memas-
tikan proses Amdal harus sesuai dengan ketentuan. Segala dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh proyek ini harus diperhitungkan. ‘’Ya, semestinya Amdal dulu baru izin. Tapi karena ini proyek percepatan, makanya ada pengecualian. Jadi, izinnya dulu (keluar - red), sambil jalan baru Amdal berproses,’’ ungkap Eka Merthawan. Selain masalah Amdal yang masih dalam proses, ganti rugi lahan juga baru dapat diselesaikan oleh Dinas PUPR Badung akhir Oktober 2017. Penghitungan ganti rugi melibatkan tim aprasial. Dua kawasan yang terkena proyek ini adalah Tugu Ngurah Rai dan simpang Jimbaran dengan total anggaran Rp 85 miliar yang dialokasikan dari PUPR. Terkait lahan masyarakat yang terkena imbas proyek tersebut mencapai 15 orang dengan total luas lahan 10 are. ‘’Kita minta agar ini dihitung detail, mulai dari tanah, bangunan hingga tanaman yang ada di lahan itu. Bahkan, ada usulan dari masyarakat tanah sisa masyarakat yang lagi sedikit dibeli sekalian oleh pemerintah,’’ ujarnya. Menariknya lagi, proyek ini juga akan membabat ratusan pohon mangrove yang ada di seputaran Tugu Ngurah Rai. Menurut pendataan pihak Tahura Ngurah Rai, sedikitnya akan ada 758 batang pohon mangrove yang kena imbas. ‘’Nanti 758 mangrove yang dipotong itu apakah akan ada penggantinya? Mestinya kalau segitu dipotong, ada lima ribu mangrove yang harus ditanam,’’ ungkapnya.
Sorotan lainnya yang juga perlu diperhatikan adalah usulan adanya penyeberangan dari barat ke timur di seputaran underpass. Selain itu, juga harus ada saluran drainase agar air bisa mengalir ke laut. Sementara itu, tim ahli I Made Sudarma meminta agar segala dampak yang ditimbulkan dalam proyek ini benar-benar ada solusi. Misalnya, penyeberangan untuk pejalan kaki, pihak terkait harus membuat solusi. Apakah dalam bentuk underpass atau jalan layang. ‘’Di underpass simpang-siur saja susah orang nyeberang, apalagi di Ngurah Rai. Harus ada solusi. Kalau jembatan layang kan tidak mungkin, ya… bisa underpass,’’ katanya. Sudarma juga menyarankan agar sebelum proyek dikerjakan jalan alternatif diupayakan terlebih dahulu. Dengan begitu, tidak terjadi kekroditan lalu lintas. ‘’Kalau boleh pelebaran dulu, baru underpass. Apalagi, proyek ini kan pengerjaan lama,’’ katanya menyarankan. Eka Merthawan menekankan, kendati digarap oleh pihak kementerian, namun proyek ini adalah untuk Badung. Jadi, semua OPD dan komponen masyarakat harus bersama-sama menyukseskan proyek ini. ‘’Ini proyek Pak Bupati untuk masyarakat Badung, jadi harus didukung semua pihak. Mengenai masalah Amdal, kami beri waktu satu minggu yang kurang-kurang dilengkapi. Sehingga underpass layak kita terbitkan Amdal,’’ tegasnya. (kmb27)
anan umum. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) tahun 2016 dengan hasil baik serta penghargaan kategori A dari Kementerian PAN-RB untuk RSUD dan BPPT (Dinas Penanaman Modal dan PTSP) serta kabupaten terbaik tingkat kepatuhan pelayanan publik tahun 2016 dari ORI Pusat. Adi Arnawa menjelaskan, untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik, tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik semata. Namun, perlu diimbangi peningkatan etos kerja, kualitas dan kompetensi SDM aparatur serta adanya inovasi dalam pelayanan publik. Untuk itu, upaya yang telah dilakukan pemerintah adalah melalui
pembinaan pelayanan publik bekerja sama dengan ORI Perwakilan Bali dan Unud terkait tingkat kepatuhan perangkat daerah dan pemerintahan desa terhadap UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik serta mendorong inovasi melalui program one agency one inovation dalam pelayanan publik. ‘’Kami menyambut baik pelaksanaan Forum Konsultasi Pelayanan Publik yang baru pertama kali dilaksanakan ini. Hal ini sebagai tindak lanjut dari edaran Menteri PAN-RB bahwa setiap tahun pemerintah daerah wajib melaksanakan forum konsultasi pelayanan publik sebagai media untuk berdiskusi dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyara-
FORUM - Pemerintah Kabupaten Badung menggelar Forum Konsultasi Pelayanan Publik di Ruang Pertemuan Kertha Gosana, Puspem Badung, Rabu (4/10) kemarin. kat,’’ jelasnya. Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Badung melaksanakan Forum Konsultasi Pelayanan publik dalam rangka mesinergikan, menyambungkan komunikasi antarperangkat daerah termasuk sampai perangkat
desa untuk kepastian dalam mengambil langkah-langkah pelaksanaan pelayanan publik yang prima di Kabupaten Badung. Dari kegiatan ini dapat mewujudkan suatu sistem pelayanan publik yang prima, cepat, dekat dengan masyarakat, mudah prosedurnya dan tanpa ada bayaran. (ad270)
INFO SEREMONIAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Pertanian Undwi Cetak Sarjana Berdaya Saing, Berbudaya dan Mandiri
TERBAIK - Dekan Fakultas Pertanian Undwi Dr. Gede Sedana didampingi Wakil Dekan A.A. Gede Puspha bersama lulusan terbaik saat acara yudisium. DEKAN Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra (Undwi) Denpasar Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., M.MA., Rabu (4/10) malam kemarin meyudisium 57 sarjana pertanian. Mereka adalah calon pengusaha sektor pertanian yang andal dan tangguh karena 10 persen lulus dengan cumlaude dan sisanya sangat memuaskan. Acara yudisium dihadiri Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum. dan Rektor Unversitas Dwijendra Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum. Dekan FP Undwi Gede Sedana mengungkapkan, hingga yudisium kemarin FP Undwi mencetak 590 sarjana yang semuanya sudah bekerja. Bahkan, kini sarjana yang dilepas dibekali ilmu kewirausahan. Ini sangat perlu dilakukan mengingat masalah dan tantangan sektor pertanian ke depan semakin kompleks. Ia memotivasi lulusannya bahwa sektor pertanian sangat menjanjikan. Alasannya, sektor pertanian hingga
saat ini masih menjadi bagian integral dari pembangunan ekonomi di Bali meskipun laju pertumbuhan sektor pariwisata relatif cepat. Pembangunan pariwisata di Bali tidak dapat dilepaskan atau dipisahkan dari pembangunan pertanian karena dalam pengembangannya didasarkan pada pembangunan kepariwisataan budaya. Salah satu budaya Bali yang menjadi daya tarik wisatawan adalah budaya pertanian. Dikatakannya, sektor pertanian tetap memiliki peran yang vital dalam pembangunan di Bali, termasuk di tingkat nasional dan internasional. Oleh karena itu, pembangunan pertanian harus semakin serius dikembangkan guna dapat saling bersinergi dengan sektor pariwisata dan sektor-sektor lainnya. Ke depan sektor pertanian tidak lagi menjadi sektor termarginalisasikan tetapi dapat menjadi sektor yang tangguh dan memiliki daya saing yang semakin tinggi. Makanya Fakultas
Pertanian Undwi mencetak sarjana pertanian yang berdaya saing, berbudaya dan mandiri guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat pertanian dan nonpertanian. Diakuinya, diperlukan adanya agen-agen pembaru/perubahan (change agent) di setiap lini kegiatan pertanian yang berorientasi agribisnis. Karenanya ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdaya saing dan yang dimiliki oleh sarjana pertanian agar dapat diterapkan dan diaplikasikan sesuai budaya masyarakat. Untuk itu sarjana pertanian Undwi mesti dapat menunjukkan jati diri sebagai agen perubahan yang berbudaya dan mandiri. Gede Sedana berterima kasih kepada Yayasan Dwijendra Pusat dan Rektor Undwi yang mendorong dan memotivasi mahasiswa untuk mengikuti program praktik kerja lapangan ke Chulalongkorn University, Thailand. Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati bangga FP Undwi kian diminati masyarakat. Ke depan, FP Undwi diminta menjadi pusat konsultasi subak di dunia dan pusat kajian teknologi tepat guna pertanian. Hal ini didukung FP Undwi yang membuka Prodi Agribisnis dan Agroteknologi. Lulusan FP Undwi bukan harus menjadi petani melainkan memanajemen sektor pertanian. Dengan demikian mereka melahirkan lapangan kerja, bukan mencari pekerjaan. Pada kesempatan itu, Dekan Gede Sedana didampingi Wakil Dekan A.A. Gede Puspha menyerahkan penghargaan bagi lulusan terbaik, yakni I Gusti Ayu Wahyu Utari, Kadek Agus Widiarta, Yuvens Banggur, Putu Iwan Darmawan dan Kadek Meiry Finayanti. (ad264)
Kamis Pon, 5 Oktober 2017
Pentingnya Keterlibatan Tim Ahli Bangunan Gedung SESUNGGUHNYA tim ahli bangunan gedung memiliki peran penting dan krusial dalam penyelenggaraan bangunan gedung, khususnya bangunan yang menimbulkan dampak terhadap masyarakat dan lingkungan, bangunan gedung umum dan bangunan gedung fungsi khusus. Adapun peran tim ahli bangunan gedung memberikan pertimbangan keahlian kepada pembuat keputusan untuk mengizinkan atau tidaknya sebuah gedung dibangun. Demikian dikatakan Kepala Satuan Kerja Penataan Bangunan dan Lingkungan Provinsi Bali Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum I Nyoman Sutresna, S.T. seusai kegiatan talkshow ‘’Implementasi Perda Bangunan Gedung’’ di Werdhapura Sanur, Denpasar. Sutresna menambahkan, sesuai Undang-undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, bahwa rencana teknis gedung harus mendapatkan pertimbangan tim ahli bangunan gedung. Pelibatan tim ahli bangunan gedung mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pelestarian hingga pembongkaran bagi bangunan gedung yang memberikan dampak penting terhadap
I Nyoman Sutresna, S.T. lingkungan. Sejak tahun 2016, Provinsi Bali sudah menyelesaikan 100 persen peraturan daerah bangunan gedung di seluruh kota/kabupaten, untuk selanjutnya keterlibatan tim ahli bangunan gedung menjadi wajib dilaksanakan oleh pemerintah kota/ kabupaten. Untuk itu, pemerintah kota/kabupaten harus sudah mulai menganggarkan biaya-biaya terkait hal tersebut.
Tim ahli bangunan gedung memiliki masa tugas yang terbatas, yang susunan keanggotaannya ditunjuk kasus per kasus. Pembentukkan tim ahli bangunan gedung terdiri atas berbagai unsur, yaitu unsur asosiasi profesi, perguruan tinggi pemerintah dan swasta, usur pemerintah dan masyarakat ahli mencakup masyarakat ahli di luar disiplin bangunan gedung, termasuk masyarakat adat dengan menunjukkan pengakuan kepakaran atau pemangku di bidang adat. Menurut Sutresna, nantinya seluruh kota/kabupaten harus memiliki data base terkait nama personel yang terlibat sebagai tim ahli bangunan gedung, agar dapat diakses kota/kabupaten, provinsi dan pusat. Data base ini diperlukan untuk menghindarkan anggota tim ahli bangunan gedung merangkap lebih dari satu penugasan dalam waktu yang sama atau sebagian waktunya untuk satu kota/kabupaten atau lebih. ‘’Hal ini sejalan dengan peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Tim Ahli Bangunan Gedung. Pengelolaan data base ini harus didukung SDM yang berkompeten,’’ imbuhnya. (ad018)
Lepas Pesan Calon Wisudawan FEB Unud
Alumni Diminta Jaga Integritas dan Nama Almamater
LEPAS PESAN – Acara lepas pesan calon wisudawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unud di Kampus Bukit Jimbaran. FAKULTAS Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana (Unud), Rabu (4/10) kemarin menggelar Lepas Pesan Calon Wisudawan (LPCW) periode II tahun akademik 2017/2018. Bertempat di Auditorium Widya Sabha, Kampus Unud Bukit Jimbaran, LPCW kali ini diikuti 181 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 62 orang dari S-1 reguler, 70 orang S-1 nonreguler, 39 program Magister dan 10 orang program Doktor. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unud Dr. I Nyoman Mahaendra Yasa, S.E., M.Si. saat ditemui di sela acara mengatakan, LPCW pada prinsipnya merupakan kegiatan rutin untuk melakukan pelepasan secara formal calon wisudawan di tingkat fakultas. Ia selalu optimis sesuai visi
FEB untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) di bidang ekonomi yang unggul, mandiri dan berbudaya di Asia Tenggara tahun 2020. Untuk bisa mencapai itu, pihaknya sudah menerapkan beberapa standar yang ditetapkan Kemenristek Dikti Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Standar yang dimaksud, yaitu mulai dari standar mutu pendidikan, standar proses pembelajaran, standar penilaian pembelajaran sampai standar prasarana dan infrastruktur serta pembiayaan pembelajaran. ‘’Kami optimis bisa mencapai semua standar tersebut, sehingga mampu mencapai target sesuai visi FEB,’’ ucapnya.
Banyuwangi (Bali Post) Daya beli di Banyuwangi menggembirakan. Kabupaten ujung timur Jawa ini kembali dicatat sebagai daerah dengan inflasi terendah di Jawa Timur (Jatim). Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, secara tahunan (year on year) dari September 2016 ke September 2017, inflasi Banyuwangi sebesar 2,68 persen atau terendah dibanding kabupaten/kota lain di Jatim. Bahkan, lebih rendah dibanding rata-rata Jatim 3,84 persen dan nasional 3,72 persen. Inflasi Banyuwangi tahun berjalan Januari-September 2017 sebesar 2,12 persen juga terendah di Jatim yang rata-rata 3,06 persen. Khusus September 2017, Banyuwangi men-
jadi satu-satunya kabupaten/kota di Jatim yang tercatat mengalami deflasi 0,02 persen. Kabupaten/kota lainnya mengalami inflasi dengan rata-rata kenaikan harga barang/jasa di Jatim 0,19 persen pada September. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bersyukur inflasi bisa terus berada pada level yang terkelola dengan baik. ‘’Terima kasih kepada semua stakeholder di Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Banyuwangi yang bekerja dengan langkah strategis mengendalikan lonjakan harga. Terima kasih juga ke Bank Indonesia (BI) yang selama ini rutin mendampingi Banyuwangi menyusun langkah-langkah pengendalian inflasi,’’ paparnya, Rabu (4/10) kemarin.
Menurutnya, daya saing salah satu indikatornya adalah unggul, mandiri dan berbudaya. Upaya networking yang sudah dilakukan tidak hanya dengan pihak internal, namun juga pihak industri dan pemerintah. Untuk itu, apa yang diberikan di kampus diharapkan betul-betul sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh pasar dan dunia kerja. Kepada lulusan FEB, Mahaendra Yasa berpesan harus mempunyai keyakinan menatap masa depan. Kompetensi yang dimiliki mesti bisa memenangkan persaingan. ‘’Yang penting adalah tetap menjaga integritas dan nama almamater, serta berikan yang terbaik untuk institusi dan negara,’’ tegasnya. Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan Ni Nyoman Kerti Yasa menambahkan, kalau disandingkan terutama program S-1 reguler, input dan output-nya hampir mendekati. Mulai tahun 2010 sampai 2017, FEB sudah meluluskan 2.049 orang S-1. Input dan output-nya sudah mencapai 84 persen. Ke depan diharapkan input dan output bisa ditingkatkan hingga 100 persen. ‘’Kami berpesan agar para alumni selalu bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja sepenuh hati,’’ ujarnya. Pada LPCW kali ini, lulusan terbaik program sarjana diraih Luh Gede Krisna Handayani dengan IPK 3,79 predikat dengan pujian. Lulusan terbaik program Magister dicapai I Gusti Putu Oka Surya Utama (IPK 3,98) predikat dengan pujian. Sementara lulusan terbaik program Doktor diraih Yoseph Wikatama (IPK 3,95) predikat dengan pujian. (ad1968)
NUSA DUA - Senator RI Gusti Ngurah Arya Wedakarna, Kepala Unit Kerja Presiden Yudi Latief, H. Ahmad Syafii Maarif, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Menteri Agama Lukman Hakim di Nusa Dua.
Senator RI Hadiri Deklarasi PT Anti-Radikalisme di Nusa Dua
Arya Wedakarna Dukung Pencabutan Izin PT Terindikasi Radikal
KASUS pembaitan negara agama (khilafah) yang terjadi di sebuah PTN di Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu, dinilai sebagai sebuah tindakan melawan Pancasila, mengingat perguruan tinggi (PT) negeri dan swasta harus sevisi dengan empat konsensus dasar Indonesia yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Adanya aspirasi dari masyarakat agar pemerintah mencabut izin perguruan tinggi yang terindikasi radikal dan mengusung ide negara agama direspons baik oleh Senator DPD-RI asal Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III di sela-sela menghadiri acara Deklarasi Perguruan Tinggi Anti-Radikalisme di Nusa Dua, Badung. Hadir pula Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Menteri Agama Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Ristek Dikti Prof. Drs. H. Muhammad Nasir, Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila Yudi Latief, anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif serta sekitar 3.300 perguruan tinggi di Tanah Air.
‘’Sebenarnya sejak tahun 2011 saat menjadi rektor di Bali, saya sudah lantang bicara bahwa ada sejumlah perguruan tinggi di Indonesia baik negeri maupun swasta yang dimasuki oleh paham radikal. Berbagai kasus itu sudah kerap saya bicarakan termasuk tempo hari kita tolak ide wisata syariah di Bali yang sempat dilontarkan oleh oknum pimpinan perguruan tinggi. Begitu juga informasi bahwa ada beberapa kampus yang memiliki cabang Hizbut Tahrir (HTI) yang syukurlah sudah dibubarkan negara. Isu ini menjadi kian kencang karena mendapat momentum Pilkada Jakarta. Kini semua masyarakat paham bahwa isu radikalisme bukan sekadar ancaman ISIS di ranah perang ideologi, tetapi sudah masuk ke ranah politik dan ranah pendidikan,’’ papar Arya Wedakarna. Ia senang Presiden Joko Widodo, Kapolri, Menteri Agama, Menristek Dikti termasuk BNPT mengadakan acara ini di Bali. Ini setidaknya menunjukkan bahwa Bali sangat anti terhadap gerakan khilafah serta setia mendukung NKRI dan Pancasila. Strategis sekali dan kewajiban 60 PTN dan PTS di Bali
untuk memberi teladan pada 33 provinsi lainnya. Mantan Sekretaris Aptisi Wilayah VIII Bali ini melalui lembaga DPD-RI menyampaikan sejumlah aspirasi dari Bali kepada Menteri Ristek Dikti terkait jika di Indonesia ada perguruan tinggi yang diindikasikan radikalisme. ‘’Saya setuju usulan jika ada rektor yang terindikasi mendukung radikalisme, rektor itu dicopot dan dipidana serta yang paling berat tentu izin perguruan tinggi itu dicabut. Semua kan bisa berdasarkan laporan. Masyarakat termasuk masyarakat adat, mahasiswa atau dosen yang merasa ada gerakan radikalisme di dalam kampus bisa melaporkan ke aparat hukum atau lembaga terkait,’’ tegasnya. Gusti Wedakarna berprinsip Bali 100 persen harus bebas dari kaum radikalisme baik perguruan tinggi di bawah Kemerinstek Dikti maupun di bawah Kementerian Agama RI. ‘’Sesuai arahan menteri di Nusa Dua, secara politik kita harus mendukung Presiden Joko Widodo dua periode agar radikalisme musnah di Indonesia,’’ ungkap mantan Rektor Universitas Mahendradatta (d/h Marhaen) ini. (ad267)
Ratusan Mahasiswa Internasional Ramaikan Banyuwangi Inflasi Terendah di Jatim Udayana International Food Festival 2017
Bali Post/kmb30
PEDAGANG - Pedagang sembako di Pasar Induk Banyuwangi, Jawa Timur.
Menurutnya, inflasi berkaitan erat dengan kemampuan daya beli warga. ‘’Jika kita bisa mengelola inflasi dengan baik, daya beli warga juga baik. Artinya, pendapatannya tidak tergerus oleh kenaikan harga barang dan jasa yang mereka butuhkan,’’ ujar Anas. Bupati berusia 44 tahun ini menambahkan, inflasi yang tak terkendali bisa berimbas pada pembentukan kemiskinan baru, peningkatan kesenjangan ekonomi bahkan rentan menjadi konflik sosial. ‘’Inflasi erat kaitannya dengan kemiskinan. Kelompok masyarakat menengah ke bawah masih rentan masuk ke kelompok masyarakat miskin jika daya belinya melemah karena tergerus kenaikan harga barang dan jasa atau yang disebut sebagai inflasi,’’ sebutnya. Di sisi lain, inflasi yang tidak terkelola dengan baik juga menunjukkan ada yang tidak efisien dalam struktur perekonomian. ‘’Kalau makin tinggi inflasi, makin besar pula biaya yang harus ditanggung dalam perekonomian,’’ tambah Anas. Sebelumnya, Banyuwangi ditetapkan sebagai daerah terinovatif dalam pengendalian inflasi oleh TPID nasional. Penghargaan diserahkan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo kepada Bupati Anas dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi, dihadiri Presiden Joko Widodo dan Gubernur BI Agus Martowardojo akhir September lalu. (kmb30)
UNIVERSITAS Udayana (Unud) melalui Center for International Programs, Rabu (4/10) kemarin menggelar Udayana International Food Festival 2017. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh mahasiswa Internasional Unud dari 32 negara ini, diisi berbagai kegiatan budaya dan bazar makanan untuk amal. Menurut Direktur Center for International Programs Unud Ni Putu Sri Harta Mimba, Ph.D., M.Si., S.E., Ak., CA., kegiatan ini dilaksanakan serangkaian International Student Day dan Dies Natalis Unud ke-55. Melalui acara ini diharapkan mahasiswa asing yang mengikuti pendidikan di Unud bisa meningkatkan friendship (persahabatan) mereka. Dalam kegiatan ini, mereka mempunyai kesempatan bertemu dengan mahasisawa dari berbagai negara lain yang sedang belajar di Unud. ‘’Tahun ini Unud memiliki 1.596 mahasiswa asing. Kami harapkan mereka bisa berbaur dan bertemu teman-temannya dari international programs lain,’’ katanya. Ditambahkannya, cross cultural experience akan memberikan tambahan pengalaman bagi mereka. Pada stan bazar yang ada, para mahasiswa ini juga bisa mencicipi berbagai makanan dari negara lain sambil menyaksikan penampilan performance negara lain seperti tari Katak dari India dan tari Janger yang ditarikan oleh 34 mahasiswa asing. ‘’Ada juga perlombaan tradisional seperti lomba makan kerupuk, lomba memasukkan paku ke botol,
BUKA - Direktur Center for International Programs Unud Ni Putu Sri Harta Mimba (tiga dari kiri) memukul gong saat membuka Udayana International Food Festival 2017. dan lomba lainnya,’’ ungkapnya. Sebanyak 755 mahasiswa asing turut berpartisipasi. Mereka ada yang berperan sebagai food provider di bazar. Keuntungan dari penjualan makanan akan disumbangkan untuk pengungsi Gunung Agung. ‘’Kami menargetkan kegiatan ini akan terus berlanjut setiap tahunnya. Selain itu, akan lebih banyak lagi art performance dari negara lain dan jumlah boot-nya,’’ ucapnya. Dikatakannya, konsep dan ide kegiatan ini seluruhnya dari mahasiswa sendiri. Makanan yang disajikan merupakan makanan unik dari negara mereka masing-masing yang ready to eat. ‘’Konsepnya dari mereka untuk mereka. Masakannya tidak dilombakan agar mahasiswa internasional mempunyai pengalaman,’’ papar Sri Harta Mimba.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Salah seorang mahasiswa internasional yang ikut menari Janger, Marcel Gutmann asal Jerman mengaku sangat senang bisa berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mahasiswa yang saat ini belajar bahasa Indonesia di Unud ini sebelumnya pernah belajar bahasa Indoneaia di Jerman. Menurutnya, belajar di Unud lebih bagus dibandingkan di Jerman. ‘’Belajar tari Janger sangat menyenangkan meskipun sulit karena beda budaya. Kami belajar menari hanya satu bulan,’’ tuturnya. Rekannya asal Belanda, Charlie Groen, menyampaikan hal yang sama. Mahasiswa Dharma Siswa yang belajar selama setahun di Unud ini mengatakan sangat gembira mendapat pengalaman menarikan tari Janger. ‘’Ini benar-benar menyenangkan,’’ jelasnya. (ad265)
daerah
Kamis Pon, 5 Oktober 2017
5
Pemungut Retribusi Dituntut 16 Bulan Penjara
Denpasar (Bali Post) – Didakwa atas OTT dugaan pemungut retribusi diving di objek wisata Tulamben, Karangasem, terdakwa I Nengah Subrata alias Panyong (40), Rabu (4/10) kemarin dituntut hukuman selama setahun empat bulan atau 16 bulan penjara. Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar, selain dituntut hukuman fisik, terdakwa yang diduga nilep uang ini juga dituntut membayar denda Rp 50 juta subsider sebulan kurungan. Jaksa penuntut umum (JPU) I Made Santiawan dan kawan-kawan juga mengharuskan terdakwa membayar uang pengganti kerugian sebagaimana dihitung sebagai akibat kerugian keuangan negara sebesar Rp 70.000.500. Ketentuannya, apabila dalam kurun waktu satu bulan tidak dibayar uang pengganti tersebut, harta benda terdakwa akan disita. Jika tidak ada harta benda yang bisa disita atau tidak mencukupi, terdakwa diharuskan menggantinya dengan hukuman kurungan selama satu tahun. Jaksa di hadapan majelis hakim pimpinan I Wayan Sukanila mengatakan perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar hukum sebagaimana dakwaan subsider, yaitu Pasal 3 jo Pasal 18 ayat (1) huruf b UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KHUP. Atas tuntutan ini, terdakwa melalui kuasa hukumnya akan mengajukan pembelaan secara tertulis (pledoi). (kmb37)
40.286 Balita Diimunisasi
Lombok Barat (Bali Post) – Sebanyak 40.286 balita di dua kabupaten, yakni Lombok Barat dan di Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), segera diberi Imunisasi Pneumokokus Konyugasi. Peneumonia merupakan penyakit radang paru-paru yang masih menjadi penyebab kematian nomor dua terbesar di Indonesia. Bahkan, diperkirakan sekitar 816.500 balita per tahun terserang pneumonia dan kasus tertinggi dijumpai di NTB. ‘’Penyebab penyakit mematikan itu umumnya karena kuman bakteri, sedangkan cara pencegahan terbaik adalah dengan memberikan imunisasi,’’ kata Wakil Gubernur NTB H. Muhammad Amin saat Pencanangan Program Demonstrasi Imunisasi Pneumokokus Konyugasi (PVC) di Puskesmas Gunungsari, Selasa (3/10) lalu. Wagub menegaskan penyuntikan vaksin imunisasi pneumokokus kepada balita merupakan upaya pencegahan penyakit radang paru-paru yang sudah terbukti secara klinis paling efektif dan efisien. Pemberian imunisasi PVC adalah salah satu cara untuk meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak NTB, dalam rangka mewujudkan generasi emas tahun 2025. Menurut Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) H.M. Subuh, Provinsi NTB adalah pioner dalam pemberian imunisasi. ‘’Tolok ukur keberhasilan program imunisasi di Indonesia adalah Provinsi NTB,’’ ujarnya. Sebelumnya proyek demonstrasi imunisasi hepatitis dilaksanakan di NTB dan akhirnya program imunisasi hepatitis bisa diadopsi secara nasional. ‘’Imunisasi Pneumokokus Konyugasi adalah proyek imunisasi ketiga yang dilaksanakan di NTB. Jika uji coba ini berhasil akan diterapkan di seluruh Indonesia,’’ tegasnya. Vaksinasi akan diujicobakan selama dua tahun. Vaksinasi ini diharapkan dapat menjadikan NTB sebagai daerah bebas penyakit Pneumonia (penyakit infeksi paru-paru). Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr. Nurhandini Eka Dewi menyatakan, di NTB ada dua kabupaten yang menjadi penerapan imunisasi Peneumonia, yakni Lombok Barat dan Lombok Timur. PCV 25.894 bayi di Lombok Timur dan 14.392 bayi di Lombok Barat, dengan vaksin yang disediakan 40.286 dosis. (ant)
Turun, Penumpang di NTT Kupang (Bali Post) – Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat 337.481 orang bepergian melalui 14 bandara di daerah setempat pada Agustus 2017 atau menurun dibandingkan tingkat aktivitas di bandara-bandara ini pada Juli 2017 sebanyak 345.049 orang. Artinya, jumlah penumpang angkutan udara yang datang ke NTT pada Agustus 2017 sebanyak 174.296 orang, sedangkan penumpang yang berangkat 163.185 orang. Hal itu dikatakan Kepala BPS NTT Marije Pattiwaellapia di Kupang, Rabu (4/10) kemarin. Pada Agustus 2017, empat bandara sipil dengan jumlah penumpang datang dan berangkat terbanyak adalah Bandara El Tari Kupang (53,11 persen), Bandara Internasional Komodo di Labuan Bajo (15,29 persen), Bandara H.H. Aroeboesman Ende (5,33 persen) dan Bandara Frans Seda di Maumere (4,93 persen). Sisanya tersebar di bandara-bandara lokal lainnya seperti Tambolaka (Sumba Barat Daya), Umbu Mehang Kunda (Sumba Timur), Bandara Mali di Alor, Bandara Frans Sales Lega (Ruteng), Bandara Gewayantana di Flores Timur, Tureleleo (Bajawa), Bandara Wunopito di Lembata, Bandara Terdamu (Sabu), Bandara AA Bere Tallo di Belu dan Bandara Lekunik di Rote. Sebelumnya, jumlah penumpang angkutan udara yang berangkat mencapai 112.909 orang dibandingkan yang datang ke NTT pada Juni 2017 sebanyak 106.227 orang dari total 219.136 orang. ‘’Pada Juni 2017 arus keberangkatan penumpang pesawat lebih banyak dibandingkan dengan arus kedatangan melalui 14 bandara yang ada di Nusa Tenggara Timur,’’ kata Marije. (ant)
Bali Post/kmb35
Pengungsi Mandiri di Gianyar Belum Tersentuh Logistik
MEJEJAITAN – Seorang pengungsi mandiri di Gianyar ‘’majejaitan’’ untuk menyambung hidup sambil menunggu bantuan logistik.
Gianyar (Bali Post) – Jumlah pengungsi asal Kabupaten Karangasem di wilayah Gianyar terus meningkat, bahkan sudah menyentuh angka 13.173 jiwa. Namun, yang tertampung di Posko Lapangan Sutasoma, Sukawati, baru 738 orang. Akibatnya, masih banyak yang tercecer dan tak tersentuh bantuan logistik, khususnya pengungsi mandiri. Salah satunya dialami keluarga Ida Ayu Sasih yang tinggal bersama 13 pengungsi di rumah kos Jalan Mulawarman, Banjar Tedung, Kelurahan Abianbase. Sejak mengungsi Jumat (22/9) lalu, dirinya bersama pengungsi lainnya belum tersentuh bantuan logistik. Bahkan, mereka tidak tahu-menahu tentang pendistribusian logistik. ‘’Oh, bisa dapat bantuan logistik ya?
Sampai saat ini belum ada,’’ ucapnya, Rabu (4/10) kemarin. Wanita asal Desa Bongaya Kangin Kecamatan Bebandem yang tinggal bersama pengungsi mandiri lainnya ini mengaku sudah melapor kepada pihak kepala lingkungan/klian dua hari setelah tiba di desa setempat. Untuk konsumsi sehari-hari, 3 KK ini urunan membeli beras dan makanan
pokok lainnya, hingga kemarin. Guna menyambung hidup, Ida Ayu Sasih tak berdiam diri. Majejaitan menjadi rutinitasnya sehari-hari selama di pengungsian. ‘’Kerjakan ini saja daripada diam. Biar ada pemasukan buat beli beras,’’ paparnya. Ia bersama pengungsi lainnya sangat mengharapkan bantuan pemerintah, khususnya logistik. ‘’Kalau memang ada bantuan, kami harap bisa sampai di sini. Sebab, kami tak tahu sampai kapan harus mengungsi. Kerja juga tak bisa,’’ katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Gianyar Made Watha minta pengungsi mandiri yang membutuhkan bantuan
Rugikan Negara Rp 2,8 Miliar
Penyerobot Tahura Diadili
Denpasar (Bali Post) Drs. I Wayan Suwirta (52), terdakwa kasus dugaan korupsi penyerobotan tanah Hutan Rakyat/Raya (Tahura) di Suwung Batankendal, Rabu (4/10) kemarin diadili di Pengadilan Tipikor Denpasar. Dalam perkara ini, JPU I Gede Budi Suardana dan kawan-kawan mengatakan, akibat perbuatan terdakwa negara dirugikan Rp 2,8 miliar persisnya Rp 2.853.766.355,14. Atas perbuatannya itu, jaksa menjerat terdakwa dengan pasal 2 primer dan pasal 3 subsider UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001. Dijelaskan dalam dakwaan, terdakwa Suwirta mengaku seolah-olah sebagai pemilik tanah seluas 1.000 meter persegi di Jalan Bypass Ngurah Rai, Suwung. Dia diduga meminta Wayan Sudarta alias Agus (terdakwa dalam berkas terpisah) untuk mengurus sertifikat dengan melampirkan sejumlah saksi serta surat keterangan dan sporadik yang diketahui oleh Kepala Lingkungan Suwung Batankendal dan Lurah Sesetan sebagai syarat pendaftaran di BPN Denpasar. Tanah itu dimohonkan sertifikat selama 20 tahun atau lebih karena tidak ada pihak yang menggugat. Surat itulah diberikan kepada Sudarta untuk selanjutnya didaftarkan di BPN Denpasar. Saksi Ketut Adis dari BPN kemudian melakukan pengukuran hingga akhirnya keluar surat dari Kepala Kantor BPN Denpasar. Seiring proses penerbitan sertifikat hingga akhirnya dilakukan sidang panitia di kantor lurah, ada surat masuk dari Dinas Kehutanan Provinsi Bali pada Novem-
ber 2008 yang intinya menyatakan tanah yang dimohonkan sertifikat oleh terdakwa Suwirta adalah tanah milik kawasan Tahura Ngurah Rai. Sempat ada disposisi bahwa permintaan pensertifikatan itu dibatalkan. Parahnya, walau ada disposisi dibatalkan, pengajuan sertifikat itu tetap diproses di seksi HTPT diparaf oleh Kasubsi Penetapan Hak dan ditandatangani oleh Kepala Kantor BPN Denpasar. Terdakwa yang keberatan dengan pembatalan atau pengembalian berkas mengajukan gugatan ke PTUN Denpasar. Terlepas dari TUN tersebut, masih dalam dakwaan jaksa di Pengadilan Tipikor Denpasar, bahwa terdakwa diketahui menguasai tanah Tahura Ngurah Rai yang ada di kawasan Sesetan, setelah dilakukan rekonstruksi pada Batas Kawasan Hutan oleh Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah VIII Provinsi Bali-NTB. Dalam laporannya menyebutkan bahwa ada sebagian Tahura yang sudah dikuasai oleh terdakwa. Ketika dilakukan pencocokan dengan peta kawasan hutan, kata jaksa, benar bahwa tanah yang dikuasai terdakwa masuk dalam kawasan Tahura Ngurah Rai yang ditandatangani Kanwil BPN Provinsi Bali. Di sana disebutkan bahwa luas tanah yang tercantum dalam SHM No. 9.362 seluas 835 m2 sebagian merupakan kawasan Tahura Ngurah Rai, yakni seluas 712 m2. Atas audit BPKP Perwakilan Bali inilah ditemukan adanya kerugian negara hingga Rp 2,8 miliar. Atas dakwaan itu, Suwirta yang didampingi kuasa hukumnya Bimantara Putra bakal mengajukan eksepsi. Sementara Sudarta juga melalui kuasa hukumnya tidak mengajukan eksepsi. (kmb37)
logistik agar segera melapor ke klian dinas setempat. ‘’Nanti klian lapor ke perbekel setempat karena di desa ada posko. Setiap desa merekap usulan tersebut, kemudian disampaikan ke camat. Selanjutnya camat merekap usulan dari semua desa untuk disampaikan ke Posko Sutasoma,’’ jelasnya. Dikatakannya, pengungsi di setiap kecamatan sudah disalurkan bantuan logistik. Tercatat sekitar 2.295 kg beras telah disalurkan ke tujuh kecamatan, meliputi Kecamatan Gianyar 310 kg, Blahbatuh 230 kg, Sukawati 200 kg, Ubud 515 kg, Payangan 840 kg, Tegallalang 100 kg dan Kecamatan Tampaksiring 100 kg. (kmb35)
Langgar Parkir
Dishub Denpasar akan Gembosi Ban Kendaraan Denpasar (Bali Post) Meminimalisasi pelanggaran parkir di sejumlah ruas jalan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar telah melakukan berbagai tindakan, seperti menderek, menggembok dan menindak dengan denda tilang. Tindakan ini sesuai Perda Kota Denpasar Nomor 13 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perhubungan. Kini, Dishub Denpasar akan menerapkan sanksi lain, berupa penggembosan ban kendaraan yang ditemukan parkir di tempat terlarang. ‘’Dishub akan melakukan tindakan tegas tidak saja penderekan dan penggembokan serta menilang, namun juga akan menggembosi dan mecabut pintil kendaraan yang melanggar parkir,’’ tegas Kabid Dalops Dishub Denpasar Ketut Sriawan, Rabu (4/10) kemarin. Pihaknya akan terus melakukan sosialisasi sehingga masyarakat mengetahui Peraturan Daerah Kota Denpasar tentang Penyelenggaraan Perhubungan. Beberapa jalan protokol di Kota Denpasar telah dipasangi rambu-rambu imbauan dan larangan parkir. Hal ini juga untuk mengatasi kepadatan arus lalu lintas mengingat keberadaan kendaraan yang parkir sembarangan dapat menambah kekroditan di jalan raya. Menurutnya, pengendara yang melanggar parkir sering ditemukan di kawasan Jalan Kamboja, Jalan Gajah Mada dan beberapa ruas jalan lainnya. Larangan parkir sudah jelas terpasang, namun masih saja ada masyarakat yang membandel parkir sembarangan. Tindakan tegas dilakukan selama ini lewat penderekan dan penggembokan. Tetapi untuk membuat jera, pihaknya melakukan tindakan tegas dengan penggembosan. Meski belum berlaku, langkah ini akan terus disosialisasikan secara berkesinambungan, baik melalui media cetak maupun media sosial. Di samping itu, Dishub Denpasar telah menempelkan stiker peringatan sebagai langkah efektif untuk mengurangi parkir kendaraan di kawasan terlarang. (kmb12)
72 Tahun Pengabdian TNI
Rajut Kebersamaan dengan Komponen Masyarakat
Bali Post/wan
KENDARAAN TEMPUR - Sejumlah tentara mempersiapkan kendaraan tempur untuk parade pada parayaan HUT ke-72 TNI di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar, Kamis (5/10) ini.
TANGGAL 5 Oktober 2017 ini, TNI genap berusia 72 tahun. Bila diibaratkan manusia, umur ini tergolong tua dan menunjukkan tingkat kedewasaan yang matang atau profesional dengan berbagai pengalaman pahit getirnya kehidupan. Demikian pula TNI, dalam perjalanan sejarah pengabdiannya tidak terlepas dari dinamika dan pasangsurutnya bobot penugasan. Berbagai prestasi yang diraih merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan. Namun, masih ada kendala yang dihadapi dalam melaksanakan pengabdian kepada bangsa dan negara, mengingat profesionalisme TNI memiliki sejumlah dimensi yang harus dikedepankan, seperti profesionalisme dalam dimensi satuan, dalam konteks sikap dan cara bertindak serta profesionalisme dalam konteks jabatan. Demikian kompleksnya dimensi profesionalisme itu maka untuk dapat mewujudkan TNI yang profesional bukan pekerjaan yang mudah, tetapi bukan juga sesuatu yang mustahil. Semuanya membutuhkan waktu, sarana, dukungan dan komitmen yang kuat, baik dari tubuh TNI maupun segenap komponen bangsa. Untuk mewujudkan TNI yang maju dan profesional, peringatan HUT ke-72 TNI merupakan momentum yang sangat tepat guna introspeksi, mawas diri dan mengevaluasi kinerja dengan menoleh pengabdian di masa lalu. Prestasi yang dicapai hendaknya dapat dipertahankan dan ditingkatkan serta dijadikan motivasi untuk menumbuhkan
semangat pengabdian baru dalam menyongsong tugas-tugas ke depan yang semakin kompleks. Begitupun kendala yang dihadapi hendaknya dapat dicarikan jalan keluar penyelesaiannya dan dijadikan cemeti dalam menempa diri. Pada peringatan HUT TNI tahun ini, Kodam IX/Udayana merajut kebersamaan dengan segenap komponen masyarakat dalam bentuk berbagai kegiatan yang diprakarsai Pangdam Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak, S.IP., M.Sc. Kapendam IX/ Udayana Kolonel Inf J. Hotman Hutahaean, S.Sos. dalam siaran persnya, Rabu (4/10) kemarin, mengatakan panitia HUT sudah banyak melakukan kegiatan. Bersifat pembinaan ke dalam seperti lomba PBB, lintas medan, renang militer, yong moodo, karate, menembak dan kesegaran jasmani untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme keprajuritan. Selain itu dilaksanakan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Pancaka Tirta untuk memberikan penghormatan dan penghargaan kepada para pahlawan yang telah rela mengorbankan jiwa dan raganya. ‘’TNI berkomitmen mewarisi jiwa keperwiraannya dan bertekad melanjutkan perjuangannya demi tetap tegaknya NKRI yang kita cintai bersama,’’ ujarnya. Sementara kegiatan ke luar meliputi donor darah, operasi katarak, pengobatan mata, pemberian kacamata gratis, pemberian kaki dan tangan palsu dan pengobatan umum yang bertujuan meringankan dan membantu
kesulitan masyarakat. Acara anjangsana juga dilaksanakan ditujukan kepada masyarakat yang tertimpa bencana akibat peningkatan aktivitas Gunung Agung yang saat ini ditampung di posko-posko pengungsian di seluruh kabupaten/kota di Bali. ‘’Kami berharap semoga bantuan berupa sembako dan kebutuhan pokok lainnya dapat membantu kesulitan para pengungsi,’’ ungkap Kapendam. Kodam juga menggelar pameran alutsista, pasar murah, karya bakti, pertandingan sepak bola, bola voli dan funbike. Kegiatan ini mampu meningkatkan silaturahmi, kekeluargaan dan kebersamaan dengan segenap komponen bangsa serta memupuk kemanunggalan TNI dengan rakyat. Tidak kalah pentingnya Kodam melaksanakan doa bersama lintas agama melibatkan personel TNI, Polri dan komponen masyarakat. Doa digelar saat Gunung Agung berstatus awas untuk memohon agar dampak peningkatan aktivitas Gunung Agung dapat diminimalisir. Kalau terjadi erupsi, tidak menimbulkan dampak serius atau menimbulkan kerugian signifikan kepada masyarakat di sekitarnya. Puncak peringatan HUT ke-72 TNI digelar di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar, Kamis ini. Perayaan diisi parade, kirab empat konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara yang diikuti anggota TNI (AD, AL dan AU), PNS di lingkungan Kodam IX/Udayana dan komponen masyarakat perwakilan dari masing-masing kabupaten/ kota di Provinsi Bali. (rah)
OPINI
6
Kamis Pon, 5 Oktober 2017
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Bersinergi Hadapi Ancaman Bencana MELIHAT antusiasme masyarakat untuk turut serta meringankan beban masyarakat terdampak aktivitas vulkanik Gunung Agung, sungguh mengharukan. Mengharukan, karena begitu spontan dan tanpa ada perintah. Tua muda, besar kecil ikut terpanggil. Tanpa memandang kaya miskin, berpangkat atau tidak, berpendidikan ataupun bukan, mereka ikut merasakan betapa beratnya beban itu. Meninggalkan rumah, sawah, tegalan, tempat suci dan sebagainya, sungguh menyesakkan dada. Tetapi lihatlah, kita begitu bersemangat. Begitu tulus ikhlas melakukan swadharma manyama braya. Ikut merasakan penderitaan dalam sebuah keluarga besar. Ini sungguh mengharukan. Bantuan mengalir begitu deras. Uang, pakaian, makanan, obat-obatan, tenaga dan sebagainya. Ada yang menyanggupi untuk menampung masyarakat terdampak bencana, ada yang menyediakan lahannya untuk menampung ternak, menghibur, menyediakan apa pun di sejumlah posko. Pemeritah pun tanggap. Bersama aparat keamanan serta badan yang memang ditugasi untuk itu, BNPB, BPBD, SAR, volunteer dan sebagainya. Begitu semangat menyingsingkan lengan baju. Kalaupun ada ketidaksinkronan, ketidaknyamanan, kesalahan, tentu itu bukan disengaja. Dalam sebuah antisipasi bencana besar, kita tidak mungkin rasanya semuanya berjalan sangat mulus. Di sana-sini pasti ada kendala atau ketidaksesuaian. Tetapi harap diingat, hal itu bukanlah masalah besar yang perlu dibesar-besarkan. Tetapi harus diingat pula, sekadar mengingat ke belakang, saat Gunung Agung meletus 1963. Proses pra dan post erupsi itu lama dan sangat melelahkan. Tentu kita mesti berhemat tenaga. Ada manajemen bencana yang sudah dimiliki aparat terkait. Waktu, mungkin masih panjang. Kita mesti berhemat semuanya. Jangan sampai semangat ini kendur dan melemah di tengah jalan. Masyarakat tedampak tentu akan lebih merasakan hal itu. Kita mesti pikirkan soal mereka. Sekolah, pekerjaan serta masa depan mereka. Sekali lagi, ini bukan waktu yang pendek. Terus terang, semangat ini menjadi citra positif bagi masyarakat luar. Kita benarbenar dalam satu saudara, sebuah keluarga besar yang merasakan sakit yang sama. Benar-benar mengharukan. Jangan sampai momen ini justru berbalik menjadi peristiwa antiklimaks ketika kita memerlukan waktu yang lama untuk berbagi. Adik-adik pelajar kita yang mengamen di simpang empat jalan, sungguh luar biasa. Kita sangat apresiatif dengan langkah mereka. Mencari sumbangan di tengah teriknya panas dan deru debu beterbangan. Semangat mereka sungguh luar biasa. Jangan sampai kemudian tindakan mereka menjadi kontraproduktif karena dianggap menggaggu kenyamanan pengendara. Kita saling megingatkan. Aparat yang berada di garis depan bencana, semoga tetap tabah dan selalu awas dan waspada. Menjaga kesehatan agar selalu bisa bertugas dengan baik. Api semangat manyama braya ini harus tetap dikobarkan. Kita pelihara, kita jaga. Masyarakat terdampak bencana itu, bukan semata-mata pengungsi, mereka tidak pernah meminta belas kasihan. Jangan kita perlakukan mereka terlalu berlebihan sebagai pengungsi. Membuat mereka selalu dihargai, tentu akan membuat semuanya menjadi lebih baik. Selalu berdoa agar semuanya terhindar dari bencana, merupakan langkah pemungkas kita dalam hidup bermasyarakat yang saling asah, asih, dan asuh.
S URAT PEMBACA
Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM
Data Penduduk pada Pilkada Serentak
Pengungsi kini mulai dipulangkan. Ribuan pengungsi bahkan dari dua hari lalu telah kembali ke daerah tempat tinggalnya setelah hampir dua minggu ada di pengungsian. Semoga saja, kepulangan mereka menjadi awal kebaikan dan apa yang kita khawatirkan memang tak terjadi. Sebagai warga Bali, saya tentu berharap semua pihak tetap berdoa agar kita semua di Bali selamat. Ada hal lain yang ingin saya tanyakan terkait dengan kekhawatiran terhadap aktivitas Gunung Agung dan tahapan pilkada serentak di Bali. Jika terjadi bencana atau setidaknya penduduk di kawasan rawan tetap mengungsi, apakah bisa dijadikan alasan menunda pilkada serentak? Jika berlanjut, apakah memungkinkan ada TPS di tempat-tempat pengungsian? Tentu hal terpenting yang kita pikirkan adalah keselamatan warga Bali. Kita jangan sampai memaksa agar warga di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III untuk pulang hanya untuk pendataan pemilih. Jika memungkinkan pendataan semestinya dilakukan di daerah pengungsian. Konsekuensinya, TPS juga harus dibangun di lokasi pengungsian. Ini juga akan menjadi kendala mengingat struktur banjar atau kelengkapan penduduk dalam satu banjar ada di lokasi pengungsian tak pasti. Ini karena sebaran pengungsi tak berdasarkan banjar dan kewilayahannya. Semoga ada jalan terbaik dalam menyikapi pendataan pemilih saat pilkada serentak 2018. I Putu P. Jatmika, S.Sos. Denpasar, Bali
Penanganan Pengungsi dengan Pendekatan Keluarga Pulau Bali merupakan deretan pulau di selatan khatulistiwa yang berada di atas tiga tumbukan lempeng benua yaitu Indo-Australia dari selatan, Eurasia dari utara dan Pasifik dari timur dan dikelilingi oleh cincin api Pacifik. Dua dari tujuh gunung di Bali kini menunjukkan gejala aktif, yaitu Gunung Batur dan Agung. Gunung lainnya seperti Abang, Lempuyang, Penginuman dan Sangiang, serta Batukaru tidak menunjukkan gejala aktif. Hanya, di sekitar Gunung Batukaru-Tabanan dan Desa Banjar-Singaraja dijumpai mata air panas dan ada kandungan panas bumi di salah satu puncak di Bedugul, yang mengindikasikan bahwa di sepanjang gunung yang membentang dari barattimur Pulau Bali merupakan deretan gunung berapi. Keadaan tersebut mengingatkan kita agar selalu waspada karena sewaktu-waktu dapat saja meletus dan melahirkan berbagai bencana.
Oleh Putu Rumawan Salain erujuk pada letusan Gunung Agung 1963, dari berbagai data yang terekam tersebut ditambah dengan informasi erupsi Gunung Agung tahun 1963 dihasilkan beberapa keputusan tentang kawasan rawan bencana dengan radius 12 km. Kini, kawasan rawan bencana sudah mencakup 28 desa dan seluruh penduduk di kawasan tersebut diwajibkan untuk mengungsi. Bencana dan Pengungsi Dalam tahapan penanggulangan bencana alam menurut Ilham Zaki (ilham161zaki30.blogspot. co.id) disebutkan dengan jelas tentang kesiapsiagaan, rekonstruksi, rehabilitasi, dan mitigasi. Selanjutnya pada sumber yang sama dijelaskan tentang mitigasi bencana yang memiliki beberapa tahapan kegiatan yang dilakukan seperti: 1). Menerbitkan peta rawan bencana. 2). Memasang rambu-rambu peringatan bahaya dan larangan di wilayah rawan bencana. 3). Mengembangkan SDA satuan pelaksana. 4). Mengadakan pelatihan penanggulangan bencana kepada warga di wilayah rawan bencana. 5). Mengadakan penyuluhan atas upaya peningkatan kewaspadaan masyarakat di wilayah rawan bencana. 6). Menyiapkan penampungan sementara di jalur-jalur evakuasi jika bencana terjadi. 7). Memindahkan masyarakat yang tinggal di wilayah bencana ke tempat yang aman. Jika semua tahapan di atas sudah dilaksanakan dengan baik, yang
sangat penting dilaksanakan berikutnya adalah manajemen pascabencana yang berkaitan dengan pemulihan kehidupan perekonomian sampai dengan psikologis para pengungsi agar tidak melahirkan keputusasaan dan traumatik. Pembuatan Kartu Identitas bagi para pengungsi dipandang sangat baik dari manajemen pengungsi, namun upaya yang baik ini harus ditindaklanjuti lagi dengan penjaminan keberlangsungan kehidupan dan penghidupan mereka dan bukan dimanfaatkan untuk kepentingan politik mengingat pesta demokrasi yaitu pilgub dan pilbup sudah di ambang pintu. Konsep penanganan yang dapat dilaksanakan adalah bagaimana membangun bahwa warga pengungsi tidak asing di pengungsian dan merasa betah di tempat yang baru. Pemahaman dan penerapan teori adaptasi menjadi perlu dan penting. Sebaran tujuan pengungsi tampaknya bukanlah karena arahan pemerintah ataupun institusi yang bertanggung jawab terhadap bencana. Terbukti hampir seluruh kota/kabupaten di Bali merupakan tujuan dari pengungsi. Badan Nasional Penaggulangan Bencana menyampaikan jumlah pengungsi di kota/kabupaten se-Bali telah mencapai 141.509 jiwa yag tersebar di 425 titik lokasi. Pertanyaannya adalah bahwa kenapa demikian banyak sebaran titik lokasi kediaman para pengungsi di seluruh kota/kabupaten se-Bali dan kenapa jumlah pengungsi di setiap kota/kabupaten tidak sama? Bukankah kondisi
ini akan menyulitkan koordinasi, pemantauan, dan penanggulangan para pengungsi. Jika masing-masing Badan Penanggulangan Bencana terkoordinasi oleh provinsi dan kewenangan ada di masing-masing kabupaten/ kota kemungkinan berbagai persoalan dapat tertangani dengan cepat, merata, dan adil. Pendekatan Keluarga Pola sebaran lokasi tujuan pengungsi tampaknya berlangsung atas beberapa pertimbangan dari para pengungsi dan bukan karena rancangan dari pemerintah cq organisasi yang berwenang. Atas dasar interpretasi tampaknya pemilihan lokasi pengungsian dilakukan dengan pertimbangan: 1) kedekatan hubungan antardesa atau banjar adat. 2). Karena hubungan baik di antara pejabat desa/banjar “klian” atau tokoh masyarakat. 3). Atas dasar adanya hubungan perdagangan. 4). Kedekatan karena adanya hubungan keluarga karena pernikahan, soroh, dadya, dan lainnya. 5). Adanya kedekatan karena sentimen yang berasal dari satu banjar, satu desa, atau satu Karangasem di daerah tujuan. 6). Kedekatan lokasi pengungsian dengan rumah mereka agar bisa pulang pergi melihat properti mereka. Keenam pertimbangan tersebut intinya dibingkai oleh rasa persaudaraan “keluarga” atau transformasi makna dan nilai nyama braya. Keluarga sebagai satuan terkecil dari masyarakat yang tinggal dalam suatu tempat yang saling berhubungan dan ketergantun-
gan. Dalam satu unit keluarga ada kepala keluarganya, yang dituakan dan dihormati. Dikenal ada keluarga inti dan keluarga batih yang tumbuh dan berkembang dengan masing-masing ada tugas, kewenangan dan kewajibannya. Sistem kekeluargaan di Bali yang diselimuti oleh tradisi, adat, dan agama menjadikannya model kekerabatan yang sangat tangguh. Berbagai konflik diselesaikan dan dihadapi dengan pendekatan kekeluargaan. Kehormatan, kebanggaan, dan fanatisme terhadap keluarga menjadikan keluarga adalah aset sosial sekaligus cermin dari harga diri mereka. Spirit puputan dapat dinyatakan sebagai sebuah terjemahan dari spirit kekeluargaan. Oleh karenanya begitu ada informasi untuk mengungsi, dengan cepat dan mudah mereka diterima bak keluarga yang telah lama tidak pernah berjumpa. Dengan penuh kesadaran akan bencana kemanusiaan “pengungsian” diterima di beberapa bangunan balai banjar seperti yang dilakukan antara lain oleh warga Banjar Blungbang-Bangli, bahkan ada juga di salah satu desa di Singaraja yang dengan ringan tangan dan tanpa pamrih menyiapkan nasi bungkus, dan bermacam bantuan yang dengan sigap dan cepat tanpa komando berdatangan ke lokasi-lokasi pengungsian. Kinilah saatnya ujian untuk membuktikan filosofi Tri Hita Karana khususnya dalam keseimbangan hubungan manusia dengan manusia diwujudkan. Berita yang terpublikasikan ada banyak bantuan yang disampaikan oleh individu maupun kelompok masyarakat yang terbaca adalah ke Kabupaten Karangasem dan Klungkung. Jika bantuan tersebut diserahkan di desa terdampak, ataupun di tempat-tempat penampungan pengungsi maka sungguh tidak adil jika tidak membaginya atau mengirimkannya ke kota/kabupaten lainnya. Satu hal yang harus diingat bahwa kecepatan reaksi para relawan ataupun para penyumbang yang begitu reaktif seharusnya memerhatikan juga waktu jika Gunung Agung jadi meletus dan berlangsung dalam
Membongkar Budaya Kotor ala Gladiator
Kita semua sepakat bahwa secara regulasi, negara telah bertanggung jawab melakukan perlindungan terhadap anak dari kejahatan seksual dan kekerasan dengan menerbitkan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 atas perubahan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Berdasarkan Pasal 9 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 dengan tegas menyatakan bahwa setiap anak berhak mendapatkan perlindungan di satuan pendidikan dari kejahatan seksual dan kekerasan yang dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, sesama peserta didik, dan/atau pihak lain. Lebih lanjut dalam pasal 54 menegaskan bahwa anak di dalam dan di lingkungan satuan pendidikan wajib mendapatkan perlindungan dari tindak kekerasan fisik, psikis, kejahatan seksual, dan kejahatan lainnya yang dilakukan oleh
Oleh I Komang Divo Mahayakti Heriadi, S.H., M.Kn. pendidik, tenaga kependidikan, sesama peserta didik, dan/atau pihak lain. Dengan terbitnya undang-undang tersebut, ternyata tidak serta merta menjamin seorang anak bisa merasakan rasa aman di sekolahnya. Tren kekerasan dan kriminalitas di kalangan anak muda akhir-akhir ini begitu mekhawatirkan. Baru-baru ini kita disuguhkan berita mengenai kasus Hilarius Christian Event Raharjo (15), salah satu siswa SMA Budi Mulia Bogor yang diduga meninggal karena duel ala gladiator dengan siswa yang masih sebaya dari sekolah lain.Kepolisian pun merespons dengan melakukan penyidikan kembali kasus ini dan mendapatkan izin dari pihak keluarga korban untuk dilakukan autopsi jenazah. Untuk se-
mentara polisi menduga korban tewas disebabkan akibat duel ala gladiator di sekolahnya. Hingga saat ini sudah empat orang ditetapkan sebagai tersangka. Pada kasus ini, saya melihat ada kecenderungan telah dilakukannya tindak pidana perkelahian satu lawan satu. Berkaitan dengan hal ini maka jika merujuk ketentuan Hukum Pidana, saya lebih sepakat jika ini masuk delik biasa dengan dugaan perkelahian tanding. Frasa “berkelahi satu lawan satu” itu adalah perkelahian dua orang dengan teratur, dengan tantangan lebih dahulu, sedangkan tempat, waktu, senjata yang dipakai, siapa saksi-saksinya ditetapkan pula.(R.Soesilo; 2013). Perkelahian ini biasanya disebut “duel”.
Perkelahian tanding diatur dalam Bab VI KUHP pasal 182, pasal 183, pasal 184 yang pada intinya menyatakan bahwa bila perkelahian tanding dilakukan dengan perjanjian hidup atau mati, diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. Bila dalam “duel” tersebut mengakibatkan salah sati pihak menghilangkan nyawa lawan atau melukai tubuh lawannya, maka akan diberlakukan ketentuanketentuan mengenai pembunuhan berencana, pembunuhan biasa atau penganiayaan: (KUHP 338, 340 dst., 351 dst.) Menyikapi persoalan ini di samping menempuh langkah hukum, perlu diambil langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Satu langkah revolusi pada dunia pendidikan wajib dilakukan agar kasus serupa tidak terulang kembali.
waktu yang panjang. Kesulitan akan terjadi karena mereka semuanya telah lelah. Pendekatan keluarga dipandang sangat layak, sepadan, dan terhormat bagi keluarga pengungsi. Pendekatan ini bukan bermaksud untuk memanjakan para pengungsi, namun mengajak mereka bahwa berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing. Pendekatan ini sangat berbeda dengan pendekatan penanganan pengungsi ketika Gunung Agung erupsi tahun 1963 sempat dilihat dengan model posko yang salah satunya berada di Kampung Tinggi (kini Jalan Surapati)Singaraja. Dengan semakin membaiknya perekonomian, pendidikan, kesehatan, yang disertai dengan komunikasi yang cepat dan baik, mobilitas yang tinggi sangat membantu percepatan penanganan masalah kebencanaan. Kecanggihan teknologi informasi hendaknya dimanfaatkan dengan bertanggung jawab dan bukan mengunggah hoax yang membuat masyarakat sekitar rawan bencana tambah galau dan tidak memperoleh informasi yang benar, bahkan berpengaruh pada industry pariwisata yang penuh dengan persaingan. Pemerintah diharapkan melakukan koordinasi yang intensif dan holistik untuk menyusun rencana penanganan kebencanaan dengan saksama dan rinci sejak prabencana-bencana–post bencana. Jika Gunung Agung meletus maka urusannya bukanlah tentang para pengungsi saja, akan tetapi akan ada kerusakan alam lingkungan dan alam buatan (bangunan, jalan, jembatan hingga infrastruktur) yang harus ditangani. Penulis, Gurus Besar Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Udayana
POJOK Rendah perjuangan DPD untuk kepentingan daerah. - 2019, penentuan nasib. *** Jokowi sebut banyak yang tak percaya angka ekonomi Indonesia. - Lebih percaya isu. *** Gubernur Jawa Timur usulkan pada pusat beli sapi pengungsi. - Jangan ikut beli murah ya.
Blogger, Alumni Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta.Ombudsman:Jimmy Silalahi Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
BALI balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
SIRAM DEBU Sejumlah petugas pemadam kebakaran menyiram debu di Lapangan Puputan Margarana Renon, Rabu (4/10) kemarin, dalam rangka persiapan peringatan Hari ABRI, Kamis (5/10) ini.
www.iklanbalipost.com
Balipost on Gadget
Kamis Pon, 5 Oktober 2017
redaksi@balipost.com iklan@balipost.co.id
Siswa Inklusi Perlu Dapat Perhatian SMP PGRI 6 Denpasar masih secara mandiri menangani siswa inklusi dengan caranya sendiri. Padahal, siswa ini memerlukan guru khusus inklusi dan model PBM yang khusus juga. Kepala SMP PGRI 6 Denpasar Drs. Ketut Antara, M.Ag. berharap ke depan, pemerintah memerhatikan nasib siswa inklusi. Saat ini tercatat enam siswa inklusi belajar secara normal di sekolah ini. Selama ini mereka dilayani dengan penuh kasih sayang, memperkuat pendidikan karakternya oleh guru secara tulus. Makanya, sejumlah siswa berkebutuhan khusus di sekolah ini sukses mempersembahkan prestasi. Salah satunya Ketut Widyadana yang mengalami kekurangan pendengaran. Siswa kelas IX-A ini meraih juara II Nasional renang gaya bebas di Bandung dan juara III gaya dada tingkat Nasional di Jakarta. Selama ini, dia belajar didampingi temannya jika disuruh menjawab pertanyaan. Sebab, untuk urusan menulis dan berhitung dia sangat pintar, namun disuruh membaca dan berbicara dia bermasalah. Anak inklusi lainnya, Anak Agung Gede Agung. Siswa tergolong hiperaktif ini sangat jago dalam matematika dan menghafal lagu. Dalam
Bali Post/sue
INKLUSI - Kepala SMP PGRI 6 Denpasar I Ketut Antara bersama Widyadana, siswa berkebutuhan khusus, yang berprestasi nasional. belajar, dia wajib ditemani ibunya sepanjang hari, agar tak sampai mengganggu temannya. Bayangkan lagu satu album bisa dia hafal hanya seminggu. Dia pun ahli menghafal mantram dalam Weda. Sementara siswa inklusi lainnya, Bagas, mengalami tunarungu. Hepi memiliki keterbelakangan intelgensia dan Suputri mengalami cacat kaki. Sementara siswa lainnya, Kadek Inggrid Kristina Maharani (IX-B), meraih juara III puisi Bali Modern se-Kota Denpasar. Dia juga juara I tingkat Kodim Badung lomba pidato. Dia juga juara umum I dan II sejak kelas VII. Sedangkan Ni Made Novita Indrasari (IX-B) meraih juara II silat di Komwil SMI se-Kota Denpasar.
Bali Post/wan
Kasek Ketut Antara didampingi Wakasek Ni Nyoman Erawati, S.Pd., Kaur Kurikulum I Made Sudiarta, S.Pd., Kaur Humas Cok. Tismayanti, S.H., Kaur Kesiswaan Gede Ari Parwata, S.Pd., Kaur Sarana Luh Sudiasih, S.Pd., Katas Ni Nyoman Pulasari, S.Pd. menambahkan, selama ini sekolah baru dibantu toilet inklusi, kursi roda dan tongkat dari Disdikpora Bali. Padahal yang dia perlukan adalah guru inklusi untuk mendidik siswa berkebutuhan khusus. Selama ini, sekolah menerapkan kurikulum reguler bagi siswa inklusi, hanya mereka diberikan perhatian khusus oleh gurunya. Dengan demikian, mereka ikut belajar klasikal bersama teman yang normal. (sue)
7
Diburu, Maling Sembunyi di Posko Denpasar (Bali Post) Tim Opsnal Polsek Denpasar Barat (Denbar) menggerebek posko salah satu ormas di Jalan Salawati, Denpasar, Senin (2/10) lalu. Pasalnya, di posko tersebut sembunyi maling yang selama ini diburu, Cristoni Kaledi Bonung (20). Sedangkan temannnya, Jakson Ulaiya (23), dibekuk di areal parkir penumpang domestik Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan. “Tersangka Jakson ini hendak kabur ke kampungnya NTT. Saat ditangkap, pelaku sedang menunggu kapal,” kata Kapolsek Denbar Kompol Gede Sumena didampingi Kanit Reskrim Iptu Aan Saputra, Rabu (4/10) kemarin. Pengungkapan kasus ini, lanjut Kapolsek Sumena, berdasarkan laporan kasus pencurian di Mes Tites di Jalan Diponegoro Gang 7, Denpasar, Sabtu (30/9) lalu. Mes tersebut terdiri atas dua kamar dan dihuni 12 orang. Sekitar pukul 04.00 Wita, Andre bangun dan melihat HP-nya masih ada. Ketika bangun tidur pukul 07.30 Wita, mereka kaget karena barang-barangnya hilang. Waktu itu, pintu kamar terbuka biar tidak gerah. Kesempatan
Bali Post/kmb36
RILIS KASUS - Polsek Denbar merilis pengungkapan kasus pencurian. itu dimanfaatkan komplotan ini mengambil 7 HP, DVD, play station (PS), dan 4 stik PS. Berdasarkan laporan itu, tim Opsnal dipimpin Iptu Aan melakukan penyelidikan. Akhirnya tersangka Jakson terlacak di Pelabuhan Benoa. Waktu itu, dia sedang beli tiket kapal laut untuk pulang ke Sumba Tengah, NTT. Saat diinterogasi, pelaku beralamat di Jalan Pulau Maluku Gang 3, Denpasar ini mengakui perbuatannya tersebut. Polisi langsung mengembangkan kasus itu dan dari pengakuan Jakson, dia beraksi bersama Cristoni. Saat dicari ke kosannya,
Cristoni tidak ada. Selanjutnya dilakukan pelacakan ke tempat kos temannya dan terlacak di Jalan Salawati. Polisi langsung ke sana dan langsung digerebek. Ternyata pelaku sembunyi di posko ormas. “Kami sempat dorong-dorongan di kamar mandi. Akhirnya, pelaku berhasil kami tangkap,” tegas Aan. Saat diinterogasi, pelaku mengaku juga mencuri pisau lipat di rumah kos di Jalan Maluku dan curi HP di traffic light (TL) pintu keluar Jalan Tol, Nusa Dua. “Pengakuannya HP yang dijambret sudah dikembalikan,” ungkapnya. (kmb36)
BANGLI
8
Kamis Pon, 5 Oktober 2017
Warung di Kintamani Dibobol Maling
Beras Ratusan Karung Raib Bangli (Bali Post) Kasus pencurian kembali terjadi di Kintamani. Kali ini warung milik Ni Nengah Yastini yang berlokasi di dekat Pasar Seni Penelokan, Kintamani yang menjadi sasaran pencurian. Maling membawa kabur beras sebanyak ratusan karung. Informasi yang dihimpun Rabu (4/10) kemarin, kasus pencurian diketahui terjadi pada Selasa (3/10). Kejadian pertama kali diketahui suami korban, I Wayan Gembo, sekitar pukul 11.30 Wita. Saat itu dia menemukan pintu warung dalam keadaan tercongkel. Oleh Gembo, hal itu disampaikan ke istrinya. Keduanya kemudian mengecek kondisi kios. Dari hasil pengecekan, mereka mendapati sejumlah barang dagangan telah hilang. Kejadian itu pun langsung dilaporkan ke pihak kepolisian. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi saat dikonfirmasi siang kemarin membenarkan adanya kasus pencurian tersebut. Dikatakan Sulhadi, kasus pencurian itu dilaporkan korban ke Polsek Kintamani. Polsek Kintamani sudah menindaklanjutinya dengan menggelar olah TKP dipimpin Kanit Reskrim AKP Dewa Gde Oka. ‘’Hingga sekarang (kemarin - red), pelakunya masih dalam penyelidikan,’’ terangnya. Disebutkan AKP Sulhadi, barang-barang milik korban yang dicuri berupa beras ratusan karung dengan berbagai merek. Selain beras, tiga karung kacang tanah juga raib. Total kerugian yang ditanggung korban diperkirakan Rp 15 juta. ‘’Mengenai modus pencurian, pelaku masuk ke TKP dengan cara mencongkel pintu dan kemudian mengambil barang-barang milik korban,’’ imbuhnya. (kmb40)
LOGISTIK - Stok logistik di gudang logistik Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Gunung Agung di Kabupaten Bangli.
Bali Post/ina
Minim, Stok Lauk-pauk di Posko Darurat Bencana
Bangli (Bali Post) -
Persediaan logistik khususnya lauk-pauk untuk para pengungsi Gunung Agung di Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Gunung Agung di Kabupaten Bangli sangat minim. Koordinator Bidang Logistik Nengah Sukarta, Rabu (4/10) kemarin, mengungkapkan persediaan lauk-pauk hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan logistik pengungsi selama dua hari. Sukarta menjelaskan, saat ini persediaan beras untuk pengungsi di Bangli masih relatif aman, yakni sebanyak 22,5 ton. Selain itu, posko juga masih memiliki persediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) 100 ton. Per harinya, kebutuhan beras untuk 6 ribu pengungsi sebanyak 2,4 ton. ‘’Untuk persediaan beras tidak masalah. Yang masih belum aman persediaan laukpauknya,’’ kata Sukarta seizin
Komando Posko Penanganan Darurat Bencana Gunung Agung di Kabupaten Bangli Letkol Inf. S.L. Manurung. Dia membeberkan, per Rabu kemarin, persediaan lauk di posko sangat minim. Telur yang menjadi lauk pauk utama misalnya, masih tersisa sekitar 26 kerat. Padahal kebutuhan per hari lebih dari itu. ‘’Persediaan lauk di posko sangat minim. Untuk saat ini persediaannya hanya cukup
untuk memenuhi kebutuhan pengungsi dua hari ke depan,’’ ujarnya. Lebih lanjut dijelaskannya, untuk memenuhi kebutuhan lauk-pauk, pihaknya mengaku sudah mengamprah ke pos induk penanganan bencana Gunung Agung di Tanah Ampo, Karangasem. Pengamprahan dilakukan rutin setiap dua hari sekali. Meski rutin mengamprah ke posko induk, pihaknya
masih tetap membutuhkan bantuan lauk-pauk dari donatur mengingat jumlah pengungsi yang selalu berubah. ‘’Kami butuh bantuan lauk untuk cadangan. Selama ini kami tidak punya cadangan untuk kebutuhan selama seminggu,’’ terangnya. Selain telur, pihaknya sangat berharap jenis lauk-pauk yang bisa dibantu oleh donatur seperti ikan asin dan makanan siap saji. Selama ini penyaluran logistik ke pengungsi dilakukan dengan dua cara, yakni menyalurkan beras dan lauk-pauk ke pos pengungsian permanen yang ada di wantilan, balai desa
atau balai banjar untuk dimasak di pos pengungsian masing-masing dan dengan cara menyalurkan makanan yang sudah siap dikonsumsi ke pengungsi. Untuk menyiapkan makanan dalam bentuk nasi bungkus, proses memasaknya dilakukan di dapur umum yang ada di posko utama di Kelurahan Kubu. Per hari, pengungsi dilayani kebutuhan makannya sebanyak tiga kali. ‘’Untuk sekarang ini kita masak sekitar 150 bungkus per hari. Mereka yang kita berikan nasi bungkus adalah pengungsi yang baru datang atau sedang bergeser,’’ jelasnya. (kmb40)
Kunjungi Pengungsi Gunung Agung
Wabup Sedana Arta Hibur Anak-anak dengan Permainan Tradisional Bali Post/ina
OLAH TKP - Petugas kepolisian dari Polsek Kintamani saat melakukan olah TKP.
Empat Warga Binaan Lapastik Dilarikan ke UGD Diduga Keracunan Makanan
Bangli (Bali Post) – Empat warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (Lapastik) Bangli dilarikan ke UGD RSU Bangli, Selasa (3/10) malam. Diduga mereka keracunan setelah sempat makan bersama. Terkait dugaan keracunan makanan tersebut, pihak Lapastik membantahnya. Informasi yang dihimpun di RSU Bangli, keempat warga binaan tersebut datang ke RSU Bangli dengan diantar petugas Lapas menggunakan kendaraan dinas. Mereka datang secara bergiliran mulai pukul 18.00 wita hingga 21.00 Wita. Setelah mendapatkan penanganan, tak berapa lama kemudian mereka diperbolehkan pulang. Wadir Pelayanan RSU Bangli Ketut Darmaja melalui petugas supervisinya mengatakan, keempat warga binaan tersebut datang ke UGD RSU Bangli dengan keluhan nyeri perut dan muntah. Setelah mendapat penanganan, kondisi keempat warga tersebut langsung membaik. Disebutkan, dokter yang menangani keempat warga binaan itu menyarankan mereka menjalani rawat inap. Namun, karena kondisinya sudah membaik, mereka menolak untuk dirawat di RS. Sementara itu, Kalapas Narkotika Bangli Arif Rahman yang dikonfirmasi, Rabu (4/10) kemarin, membenarkan adanya empat warga binaan yang sempat dilarikan ke UGD RSU Bangli. Tiga dari empat warga binaan itu mengeluhkan lemas dan mata berkunang-kunang, sementara satu lainnya kondisinya drop. ‘’Tidak ada yang muntah. Karena waktu diperiksa di poliklinik pun tidak ada yang muntah,’’ terangnya. Arif menampik jika kondisi yang dialami empat warga binaannya itu disebabkan karena keracunan makanan. Menurutnya, jika keracunan makanan, seharusnya bukan empat orang itu saja yang akan mengalaminya. ‘’Kalau karena makanan kan semuanya harusnya kena,’’ tegasnya. (kmb40)
WAKIL Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta memiliki kepedulian dan empati yang tinggi terhadap kondisi para pengungsi Gunung Agung di Bangli. Hal itu terlihat ketika Wabup Sedana Arta mengunjungi pengungsi yang berada di posko utama GOR Kubu Bangli, Selasa (3/10). Dalam kunjunganya tersebut, Sedana Arta berinteraksi langsung dengan pengungsi, bahkan tidak segan menghibur anak-anak dengan mengajak bermain sekaligus memberikan makanan tambahan. Kunjungan Wabup Sedana Arta ke pos pengungsian didampingi relawan PMI Bangli. Begitu tiba di posko utama GOR Kubu, Bangli sekitar pukul 15.00 Wita, pejabat asal Desa Sulahan, Susut itu langsung disambut suka cita oleh para pengungsi. Sedana Arta pun langsung berbaur, bercerita dan bertanya tentang kondisi pengungsi. Menariknya, saat kunjungannya tersebut, Wabup Sedana Arta menyempatkan diri menghibur para pengungsi khususnya anak-anak dengan mengajak mereka
memainkan permainan tradisional seperti petak umpet, kucing-kucingan, bernyanyi sambil berbalas pantun dan permainan lainnya. Dia juga memberikan makanan tambahan berupa roti dan susu kepada anak-anak. Wabup Sedana Arta pada kesempatan itu menyampaikan, kunjungannya ke pos pengungsian merupakan bentuk empati kepada semeton Karangasem yang terpaksa harus mengungsi akibat meingkatnya aktivitas vulkanik Gunung Agung. Menurut Wabup Sedana Arta, meningkatnya aktivitas Gunung Agung bukanlah bencana bagi mereka yang berada di kawasan zona merah Gunung Agung saja, melainkan bencana bagi semua masyarakat yang harus dilewati bersama. Di tengah kondisi inilah, rasa persaudaraan dan manyama braya masyarakat Bali diuji. ‘’Bisa kita lihat apa yang dilakukan semeton Bali sangat luar biasa. Semua sameton berlomba-lomba menawarkan dan memberikan bantuan. Ada yang menawarkan rumah pribadinya
sebagai tempat pengungsian dan penggalangan dana untuk bantuan kemanusiaan Gunung Agung oleh pemudapemudi. Fenomena seperti ini tentu sangat langka yang jarang bisa ditemukan di tempat lain. Ini membuktikan semangat manyama braya semeton Bali untuk peduli terhadap sesama yang membutuhkan sudah teruji,’’ jelasnya. Lebih lanjut dikatakannya, melalui kunjungan ini pihaknya ingin warga pengungsi tahu kalau mereka tidak sendirian. ‘’Karena kita adalah sama, kita adalah saudara dan kita juga merasakan apa yang saudara kita rasakan. Ini juga bagian dari pengamalan Tri Hita Karana di mana kita memiliki tanggung jawab moral untuk membantu sesama yang sedang dalam musibah,’’ ujarnya. Dia mengaku sangat sedih melihat kondisi semeton Karangasem khususnya anakanak dalam pengungsian yang serba keterbatasan. Tentu kondisi ini akan membuat kejiwaan mereka terguncang. Untuk itu pihaknya hadir
: 0366-91521/91002 : 0366-91062
Polsek Susut
: 0366-51004
Polsek Tembuku
: 0366-5595484
Polsek Kintamani
: 0366- 51122
Damkar
: 0366-92869
PDAM
: 0366-91094
PLN
: 0366-91268
Telkom
: 0366-91108
BPBD
: 0366-91448
Kodim
: 0366-91024
Kantor Bupati
: 0366-91032
tidak sampai terjadi letusan. Dan jika memang harus terjadi, semoga tidak menimbulkan kerusakan yang besar serta tidak ada korban jiwa yang ditimbulkannya. Bencana Gunung Agung merupakan cobaan untuk kita semua. Kita hanya bisa berdoa dan memohon semoga Gunung Agung tidak meletus. Mudahmudahan cobaan ini cepat berlalu, sehingga masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa,’’ katanya. (ad269)
Diusulkan Dapat Santunan
Bangli Polsek Bangli
memberikan motivasi serta mengajak mereka bermain beberapa permainan tradisional seperti petak umpet, kucingkucingan, bernyanyi sambil berbalas pantun. ‘’Mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini bisa sedikit mengobati kegundahan mereka dalam ketidakpastian. Karena kita tidak tahu apakah Gunung Agung akan meletus atau tidak. Kita hanya bisa berdoa semoga aktivitas Gunung Agung bisa mereda sehingga
Kemensos Data Pengungsi Meninggal
Telepon Penting RSU Bangli
PENGUNGSIAN - Wabup Sedana Arta menghibur anakanak di pengungsian.
Bali Post/ina
PENGUNGSIAN - Kondisi posko pengungsian di GOR Kubu, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli.
Bangli (Bali Post) Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan pendataan terhadap pengungsi Gunung Agung yang telah meninggal dunia. Pendataan dilakukan di seluruh daerah untuk nantinya diusulkan mendapatkan santunan ahli waris. Kasubdit Penanganan Korban Bencana Alam Kementerian Sosial Ian Kusmadiana saat ditemui di Dinas Sosial Bangli, Rabu (4/10) kemarin, mengatakan berdasarkan data yang diberikan Dinas Sosial Kabupaten Bangli, jumlah pengungsi Gunung Agung yang meninggal di Kabupaten Bangli sebanyak tiga orang. Selain di Bangli, pihaknya juga mendapatkan data pengungsi yang meninggal di Kabupaten Klungkung sebanyak 10 orang dan di Gianyar 2 orang. ‘’Saat ini datanya ada 15 pengungsi Gunung Agung yang meninggal dunia,’’ terangnya. Ian menjelaskan, dari pendataan ini, pihaknya nantinya akan mengusulkan nama-nama
pengungsi yang telah meninggal itu untuk mendapatkan santunan ahli waris. Sebelum diberikan santunan, data tersebut akan diverifikasi terlebih dahulu oleh tim Kemensos. ‘’Nanti diverifikasi oleh tim. Apa benar mereka dari pengungsi Karangasem, apakah layak dapat santunan, itu akan diverifikasi dulu. Nanti ada Subdit yang memverifikasi,’’ jelasnya. Lebih lanjut dikatakannya, pendataan untuk pemberian santunan ahli waris ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap pengungsi Gunung Agung. Pemerintah memiliki kewajiban memberikan perhatian ke pengungsi mengingat warga Karangasem yang mengungsi saat ini atas permintaan pemerintah untuk menghindari dampak letusan Gunung Agung. ‘’Walaupun mereka mengungsi masih dalam status siaga darurat, namun kami mempunyai tanggung jawab untuk memperhatikan mereka,’’ tegasnya. (kmb40)
Kamis Pon, 5 Oktober 2017
GIANYAR
9
Sentral Parkir Monkey Forest Diujicobakan
Parkir di Badan Jalan akan Dikenakan Sanksi
Gianyar (Bali Post) Sentral Parkir Monkey Forest di Desa Pakraman Padangtegal, Ubud mulai memasuki tahap uji coba. Selama dua bulan ke depan, parkir kendaraan digratiskan di lokasi yang sudah menggunakan mesin parkir otomatis itu. Sementara pihak desa pakraman berencana memindahkan dua lobi Objek Wisata Monkey Forest ke lobi yang ada di sentral parkir pada Kamis (5/10) ini. ‘’Mulai besok (hari ini - red), dua lobi lama menuju wisata Monkey Forest kita tutup. Semua pengunjung harus masuk lewat lobi yang su-
dah ada di sentral parkir,’’ ucap Bendesa Pakraman Padangtegal Made Gandra, Rabu (4/10) kemarin. Dikatakannya, dengan pemindahan lobi tersebut, para pengunjung Objek Wisata Monkey Forest diarahkan menggunakan sentral parkir. Sementara areal parkir lama akan dikosongkan. ‘’Areal parkir lama ini akan dihutankan kembali,’’ jelasnya. Ditegaskannya, bila shuttle bus sudah datang, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Gianyar
untuk membantu pecalang Desa Pakraman Padangtegal melakukan pengosongan kendaraan parkir di badan jalan kawasan tersebut. ‘’Keinginan kita lebih untuk membuat Ubud ini nyaman dengan pengosongan badan jalan dari parkir. Jadi, segera akan kita lakukan pengosongan badan jalan,’’ ungkapnya. Penertiban parkir ini sudah masuk dalam pararem yang disesuaikan dengan Perda. ‘’Bahkan, pararem ini yang dulu kita kerjakan dan sekarang sudah ada sentral parkir. Masyarakat tidak
ada lagi alasan untuk parkir sembarangan,’’ tegasnya. Gandra menyatakan, dalam pararem itu juga sudah tercantum sanksi bagi pelanggar parkir seperti sanksi material berupa denda uang dan nonmaterial berupa sanksi sosial. Meski demikian, ia mengaku akan kembali melakukan sosialisasi dan menyebarkan surat imbauan kepada seluruh masyarakat yang mencari nafkah di Desa Pakraman Padangtegal. Gandra pun mengakui, selama ini yang menggunakan badan jalan untuk parkir dominan usaha yang dike-
lola warga lokal yang telanjur nyaman dengan hal tersebut. ‘’Misal kepada warga lokal yang melanggar akan kami kenakan saksi sosial. Tentunya di sini akan ditumbuhkan rasa malu untuk para pelanggar,’’ ucapnya. Sentral parkir di kawasan seluas 3 hektar tersebut diperkirakan mampu menampung hingga 1.000 mobil dan 5.000 sepeda motor. Sebab itu, lokasi ini diperkirakan bisa menarik seluruh kendaraan yang selama ini menggunakan badan jalan untuk parkir. (kmb35)
Bali Post/nik
SENTRAL PARKIR - Sejumlah pengunjung melewati mesin parkir otomatis menuju Sentral Parkir Monkey Forest Ubud, Rabu (4/10) kemarin.
KLUNGKUNG
10
Kamis Pon, 5 Oktober 2017
Anak-anak Pengungsi Dihibur Atraksi Barongsai
Bali Post/sos
KEKURANGAN - SMPN 1 Banjarangkan masih kekurangan RKB. Hal tersebut mengharuskannya menerapkan double shift.
SMPN 1 Banjarangkan Kekurangan Sembilan RKB
Semarapura (Bali Post) Kekurangan Ruang Kelas Belajar (RKB) masih membelit sekolah di Kabupaten Klungkung. Salah satunya SMPN 1 Banjarangkan. Kekurangannya mencapai sembilan unit. Hal ini mengharuskan proses belajar-mengajar dilakukan dengan double shift. Kepala SMPN 1 Banjarangkan I Nengah Suradnya mengungkapkan sesuai data terakhir, jumlah peserta didiknya mencapai 950-an orang. Realita menunjukkan, angka tersebut belum didukung fasilitas yang memadai. Kekurangan RKB menyebabkan siswa kelas VII harus belajar mulai siang. “Sekarang masih kekurangan sekitar sembilan kelas untuk estimasi per kelas 32 orang. Karena seperti itu, kami menerapkan double shift,” jelasnya, Rabu (4/10) kemarin. Selain kelas VII, kekurangan RKB sejatinya juga terjadi pada siswa kelas VIII. Hanya itu bisa tertangani dengan memanfaatkan ruang pada eks Kantor UPT Dinas Pendidikan Banjarangkan yang jaraknya sekitar 200 meter di sebelah timur. “Di sana meminjam lima ruang kelas. Siswa dari kelas VIII/8 sampai VIII/12,” bebernya. Meski kondisinya demikian, proses belajar-mengajar masih bisa berjalan lancar. Ia pun menegaskan perhatian pemkab terhadap peningkatan sarana prasarana sudah rutin ada setiap tahun. “Program pemerintah kan banyak. Jadi membantunya bertahap. Tidak bisa sekaligus,” imbuhnya. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyatakan kekurangan RKB ini menjadi perhatian pemkab untuk mendapat penanganan. Namun ditegaskan, jika pembangunan dilakukan, jumlahnya kemungkinan tidak sampai sembilan unit. Namun, hanya enam unit. Hal ini dipandang penting untuk menghindari adanya ruangan mubazir saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi diterapkan. “Kalau sistem zonasinya berjalan efektif, pasti ada pengurangan rombel,” ungkapnya. Seperti berita sebelumnya, Pemkab Klungkung menargetkan penanganan sarana prasarana sekolah tuntas pada 2019. Sesuai pemetaan Dinas Pendidikan, anggaran yang diperlukan mencapai sekitar Rp 32 miliar. (kmb45)
Semarapura (Bali Post) Ratusan anak-anak pengungsi antisipasi erupsi Gunung Agung di GOR Swecapura, Desa Gelgel, Klungkung, Rabu (4/10) kemarin tampak gembira. Pasalnya, mereka dihibur atraksi barongsai dari sekolah Jembatan Budaya (JB) School. Tidak hanya anak-anak, para orangtua juga sangat antusias menyaksikan aksi barongsai di tengah lapangan voli di areal GOR Swecapura. Hiburan pertunjukan barongsai ini sedikit mengurangi kejenuhan para pengungsi yang telah mengungsi selama dua pekan. Tidak sedikit dari mereka sangat menikmati pertunjukkan itu. Ada yang tertawa, bercanda ria, dan ada pula yang berlari-lari mengikuti barongsai yang sedang menunjukkan kebolehannya. Salah satu anak pengungsi yang sedang asyik menyaksikan pertunjukan barongsai, Ni Kadek Evi Widyawati (12) asal Banjar Sebudi, Desa Sebudi, Karangasem mengaku sangat senang bisa melihat dan menyaksikan barongsai secara langsung. Sebab, diakuinya, selama ini ia hanya melihat pertunju-
kan barongsai lewat televisi. “Senang sekali bisa melihat langsung atraksi barongsai,” ujarnya. Pengembang Sekolah JB School Muhammad Fauzi Santoso mengatakan tidak hanya pertunjukan barongsai yang dihadirkan untuk menghibur para pengungsi pada siang itu. Namun, hal lain juga diberikan kepada anak-anak pengungsi. Di antaranya, belajar senam bersama, belajar bahasa Mandarin dasar, di samping juga ikut membantu memasak di pos dapur umum pengungsian. Santoso melibatkan seluruh siswanya dan tenaga pengajarnya untuk terjun langsung memberikan hal yang menarik bagi anakanak di pengungsian. Tentunya hal ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan dan menghilangkan rasa kejenuhan anak-anak yang kini harus meninggalkan tempat tinggalnya, tempat bermain dan sekolahnya karena Gunung Agung saat ini berada pada level awas. “Anak-anak kami punya rasa persaudaraan yang kuat. Kami hadir di sini ingin mengenalkan dan memberikan hiburan kepada anak-anak yang harus kehilangan tem-
Bali Post/win
BARONGSAI - Puluhan anak-anak yang mengungsi di GOR Swecapura terlihat sedang asyik menyaksikan atraksi barongsai, Rabu (4/10) kemarin. pat bermain mereka,” ujar Santoso. Sebelumnya, anak-anak di pengungsian GOR Swecapura juga diajarkan bahasa Mandarin dasar untuk pembentukan karakter anak-anak. Bahasa mandirin tersebut diajarkan
dengan cara sederhana dan simpel, sehingga anak-anak mudah mengerti dan memahami, serta mudah mengucapkannya. Di samping itu, anak-anak juga diajarkan membaca buku Bahasa Indonesia. “Bahasa Mandarin yang
kami ajarkan sangat simpel seperti mengucapkan ucapan terima kasih dalam bahasa Mandarin. Dengan ucapan rasa terima kasih tersebut, karakter anak-anak akan bisa terbentuk sejak dini,” tandasnya. (win)
Harga Material Melonjak, APBDes Dirombak Semarapura (Bali Post) -
Lonjakan harga material bangunan seiring dengan penutupan aktivitas galian C di lereng Gunung Agung, Karangasem menyebabkan anggaran yang dikeluarkan desa di Kabupaten Klungkung untuk merealisasikan program fisik membengkak. Kondisi ini mengharuskan adanya perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) 2017. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Klungkung I Wayan Suteja, Rabu (4/10) kemarin.
Bali Post/sos
I Wayan Suteja
Dijelaskan, perubahan tersebut sedang berproses dan penetapannya ditargetkan paling lambat pertengahan bulan ini. Melalui itu, anggaran yang dialokasikan desa dalam merealisasikan program fisik bisa proporsional. “Harga material bangunan sudah
naik. Ini tidak sesuai dengan anggaran yang dipasang sebelumnya. Itu mengharuskan ada perubahan anggaran. Menyesuaikan dengan kondisi sekarang,” jelasnya. Perubahan itu, sambungnya, juga akibat adanya pemangkasan alokasi dana desa
(ADD) kisaran Rp 10 - 13 juta per desa sebagai imbas penurunan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat. Selain itu, juga dikarenakan adanya perubahan dana bagi hasil. “Untuk dana bagi hasil bervariasi. Menyesuaikan dengan potensi. Kalau peng-
hasilan pada desa banyak, dapat lebih besar. Ini sudah ada pagunya,” bebernya. Sementara itu, khusus untuk dana desa, pencairan tahap kedua sebesar 40 persen dari total Rp 44.540.097.000 atau sebesar Rp 23.113.995.298 sudah terealisasi. Sesuai laporan, penggunaannya masih lebih fokus pada program fisik. Porsi untuk pemberdayaan masyarakat masih lebih kecil. “Ini akan dievaluasi. Untuk mengetahui program apa yang harus dilakukan tahun depan,” tandasnya. (kmb45)
Sambut ”Piodalan” di Pura Jagatnatha
Pemkab Gelar ”Mebat”, Momentum Bangkitkan ”Manyama Braya”
Bali Post/sos
PENGUNGSI - Pengungsi di Lapangan Tembak Desa Paksebali, Dawan kembali ke kampung halaman.
Tinggal di Zona Aman, Ratusan Pengungsi Pulang Rasa Waswas Tetap Menghantui
Semarapura (Bali Post) Ratusan warga Karangasem yang mengungsi di Kabupaten Klungkung kembali ke kampung halamannya. Kepulangannya yang berlangsung secara bertahap dikarenakan tempat tinggalnya dinyatakan masuk zona aman jika Gunung Agung erupsi. Meski demikian, rasa waswas masih tetap menghantui. Berdasarkan informasi yang terhimpun, Rabu (4/10) kemarin, pengungsi yang pulang berasal dari Dusun Juwuk Legi dan Batu Gede, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat. Tercatat jumlahnya mencapai 243 jiwa. Mereka seluruhnya tertampung di Lapangan Tembak Desa Paksebali, Kecamatan Dawan. Di tempat ini, masih ada 164 pengungsi yang belum pulang lantaran tempat tinggalnya masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB). Kaur Kesra Desa Duda Timur Gusti Lanang Rai mengatakan pulangnya pengungsi yang terdiri dari berbagai usia ini diawali dengan adanya imbauan dari perbekel. ‘’Tempat tinggalnya berada di zona aman,’’ ungkapnya saat ditemui di Lapangan Tembak. Warga yang pulang tak langsung lega. Beberapa masih dihantui rasa waswas akan terkena dampak jika Gunung Agung erupsi. Selain itu, anak-anak juga merasa khawatir saat bersekolah. ‘’Kalau yang sekolahnya ada di KRB, ini dikomunikasikan dengan sekolah di zona aman, untuk bisa menumpang sementara,’’ katanya. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Klungkung Putu Widiada menjelaskan, 83 pengungsi yang tertampung di GOR Swecapura juga ada yang pulang. Pengangkutannya difasilitasi kepolisian dan BPBD. ‘’Mereka dari Muncan. Pulang karena tempat tinggalnya masuk zona aman,’’ jelasnya. Guna mengetahui pengungsi yang berasal dari zona aman, pemkab mengambil langkah pendataan. Kini prosesnya masih berjalan. Hasil yang terhimpun baru pada Kecamatan Klungkung sebanyak 2.000 jiwa, dari total pengungsi 16.000 jiwa dan Kecamatan Dawan 1.200 jiwa dari 1.895 jiwa. ‘’Untuk pendataan masih berjalan. Kami masih menunggu hasil di Banjarangkan. Diprediksi pengungsi dari zona aman sekitar 3.500 jiwa,’’ terangnya. Ia menegaskan jika ada yang tetap memilih tinggal di pengungsian, Pemkab Klungkung tetap memberikan izin. Demikian pula jika yang sudah pulang, kembali lagi ke pengungsin akan tetap diterima dan ditangani. (kmb45)
PIODALAN di Pura Jagatnatha Klungkung berlangsung pada Purnama Kapat, Kamis (5/10) hari ini. Menghadapi upacara yang berlangsung setahun sekali ini, pemkab telah melakukan persiapan, salah satunya mebat di Wantilan Pura Jagatnatha, Rabu (4/10) kemarin. Ini dihadiri Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Wakil Bupati Klungkung Made Kasta serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Klungkung I Nyoman Mudarta menyampaikan kegiatan mebat ini diikuti sekaa truna kelurahan di kota Semarapura. Tujuannya, untuk melestarikan tradisi adat dan budaya, membangkitkan rasa manyama braya maupun menumbuhkan rasa untuk memiliki Pura Jagat-
natha. “Pura Jagatnatha ini milik kita semua terutama semua masyarakat Kabupaten Klungkung. Mari kita bersama-sama harus mempunyai rasa memiliki, sehingga nantinya akan tercipta rasa manyama braya dan paiketan pasemetonan yang baik,” tegasnya. Selain sekaa truna, sikap manyama braya juga diharapkan tumbuh antarOPD di lingkungkan Pemkab Klungkung. “Pelestarian adat dan budaya, membangkitkan rasa manyama braya dan mempererat paiketan persaudaraan antara Sekaa Teruna maupun jajaran OPD di Pemkab Klungkung harus selalu dijaga dengan baik,” harapnya. Sementara itu, Bupati I Nyoman Suwirta mengatakan melalui acara ini, kehidupan masyarakat, terutama gen-
erasi muda bisa semakin harmonis. Demikian juga dengan kepedulian antarsesama bisa tumbuh. “Ini tak hanya untuk melestarikan kebudayaan. Tapi yang lebih penting untuk memunculkan sikap saling memiliki untuk mewujudkan keharmonisan,” tegasnya. Rasa kebersamaan diharapkan tak hanya tumbuh saat ini. Namun juga secara berkelanjutan. Lokusnya pun tak hanya pada upacara agama, tetapi juga pada pembangunan daerah. “Menyukseskan pembangunan daerah juga harus saling mendukung. Perlu kebersamaan,” imbuhnya. Selain mebat, sekaa truna perempuan juga terlibat dalam menyiapkan sarana upacara dan membersihkan lingkungan pura. Di pengujung persiapan, ditutup dengan acara magibung. (ad268)
Bali Post/ist
MEBAT - Pemkab Klungkung menggelar mebat, Rabu (4/10) kemarin menyambut piodalan Pura Jagatnatha, Kamis (5/10) hari ini.
Cerita Desak Made Rai di Pengungsian
Buat Bekal Ngungsi, ” Sok Pejatian” Buatannya Terpaksa Dijual Rp 4.000 Per Buah
Bali Post/win
ANYAM - Desak Made Rai, salah satu pengungsi di GOR Swecapura, ketika sedang menganyam sok pejatian untuk dijual.
TINGGAL di pengungsian dan jauh dari kampung halaman merupakan hal yang tidak diinginkan semua orang. Apalagi, di tempat pengungsian tidak ada rutinitas seperti biasa yang dapat dilakukan dengan leluasa. Diam dan hanya bertutur dengan pengungsi lain, membuat kejenuhan akan muncul dan membuat rindu kampung halaman semakin kuat. Untuk menghilangkan rasa jenuh itu, tentunya harus melakukan aktivitas. Seperti yang dilakukan salah seorang pengungsi di posko pengungsian Gor Swecapura asal Banjar Darma, Desa Muncan, Karangasem, Desak Made Rai. Perempuan berusia 50 tahun ini melakukan aktivitas dengan menganyam bambu untuk dijadikan sok pejatian. Membuat anyaman sok pejatian ini sudah ia geluti sejak lama di kampung halamannya. Bahkan, aktivitas ini merupakan pekerjaan yang ia tekuni dan menjadi salah satu mata pencahariannya selama ini. Biasanya, perempuan yang bertubuh mungil ini bisa membuat anyaman sok pejatian hingga 5 buah setiap harinya dan dijual dengan harga Rp 15 ribu per buah. ‘’Ya… untuk mengisi waktu luang. Bosan saya kalau hanya diam di sini (tenda darurat pengungsian - red). Biasanya saya membuat sok pejatian di rumah, tiap hari bisa 5 buah saya buat,’’ ujar Desak Rai saat ditemui di sela-sela membuat anyaman, Rabu (4/10) kemarin. Hasil anyaman sok pejatian yang sudah dibuat sejak dua hari belakangan ini, katanya, dititip
di salah satu pedagang di Pasar Gelgel, Klungkung dengan harga Rp 4.000 per buah. Harga ini memang jauh dari harga yang dijual di kampung halamannya. Namun, harga ini dipatok agar cepat laku untuk menambah pamasukan selama mengungsi. ‘’Bahan (bambu) saya ambil dari rumah. Karena suami saya sempat pulang waktu ini,’’ imbuhnya. Desak Rai mengakui anyaman sok pejatian ini memang sangat dibutuhkan oleh warga di Karangasem sebagai tempat menaruh sarana upacara, terutama banten pejati. Apalagi, pada hari raya, seperti purnama, tilem dan upacara besar di Bali. Bahkan, pada saat hari raya, ia bisa menerima pesanan lebih dari 20 sok setiap harinya. Namun, kini pesanan yang biasa terima tidak bisa ia layani, karena berada di pengungsian. ‘’Sudah tiga hari saya bikin sok pejatian ini, baru selesai lima sok dan saya titip di pedagang di Pasar Gelgel. Sampai sekarang belum laku,’’ katanya. Desak Rai juga mengaku sudah seminggu mengungsi di GOR Swecapura bersama sembilan anggota keluarganya. Sebelumnya, ia sempat mengungsi di Rendang selama tiga hari. Ia berharap agar Gunung Agung cepat kembali ke kondisi awalnya, sehingga ia bersama keluarga bisa kembali ke rumah di Desa Muncan untuk melakukan kegiatan rutinitas yang biasa dilakukannya. ‘’Dan kalau meletus agar cepat meletus, agar kami bisa cepat pulang juga,’’ harapnya. (win)
Kamis Pon, 5 Oktober 2017
BULELENG
Kunjungan Wisatawan Turun STATUS awas Gunung Agung disertai gelombang pengungsi, mulai berdampak terhadap kunjungan wisatawan ke Buleleng, khususnya di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Buleleng Timur. Menurut Kadis Pariwisata Buleleng Nyoman Sutrisna, Rabu (4/10) kemarin, sejak media massa ramai memberitakan status awas Gunung Agung, beberapa pengelola hotel di Buleleng Timur mulai menerima pembatalan kunjungan. Dari laporan itu, pihaknya memprediksi penurunan kunjungan wisatawan ke Buleleng Timur sebesar 25 persen dibandingkan sebelumnya. “Secara umum belum terdampak, tetapi khusus di Buleleng Timur sudah sudah ada hotel yang melapor kalau ada tamu
yang batal berkunjung,” katanya. Namun, kunjungan wisatawan di KSPN Buleleng Tengah dan Buleleng Barat masih normal, belum ditemukan pembatalan kunjungan. Bahkan untuk menjaga situasi kunjungan tetap normal, pelaku pariwisata dan aparat desa terutama di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak menggelar event wisata. Di Desa Pemuteran digelar Pemuteran Dive Festival dan salah satu hotel peraih ISTA yakni Harmony Pelataran Pemuteran menggulirkan boot festival. Event ini mengajak wisatawan untuk menikmati wisata bahari di Buleleng Barat dan diselingi dengan kegiatan budaya dan persembahyangan di kawasan Pulau Menjangan. (mud)
SOSOK Masakan untuk Pengungsi
BANTUAN untuk pengungsi Gunung Agung terus berdatangan. Lembaga pemerintah dan swasta menyalurkan bantuan ke posko logistik. Tidak ketinggalan ibu-ibu Tim Penggerak (TP) PKK Buleleng memberikan bantuan kepada pengungsi di Desa Sambirenteng Kecamatan Tejakula. Bantuan ini diserahkan langsung Ketua TP PKK Buleleng, Ny. Aries Suradnyana. Bantuan yang diserahkan itu hasil masakannya sendiri, sebelum melaksanakan tugas mendampingi Bupati Putu Agus Suradnyana. Perempuan murah senyum ini mengaku menyempatkan diri memasak untuk pengungsi. Seperti telur pindang, tempe manis, dan ikan teri. “Semua saya masak sendiri untuk mereka, karena saya kasihan kalau kasi bahan makanan nanti mereka repot lagi masak,” katanya. Aries Suradnyana menambahkkan, kedatangannya menemui pengungsi untuk memberikan motivasi agar sabar dan tabah menyusul status awas Gunung Agung. Kepeduliannya itu pun ditunjukkan dengan memberikan makanan yang dimasak sendiri. Istri orang nomor satu di Buleleng ini mengaku sengaja memberikan makanan jadi agar pengungsi tidak perlu memasak lagi. Bantuan yang diserahkan itu jika diukur nilainya tidak seberapa. “Kalau dinilai materinya mungkin tak sebanding, tapi ini wujud kepedulian kami dan bagaimana turut prihatin dengan situasi yang sekarang dialami oleh pengungsi, dan mudah-mudahan bencana ini segera berlalu,” jelasnya. (mud)
Hari Ini, Dua Pejabat Eselon II Dilantik
Singaraja (Bali Post) – Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) akan melantik dua pejabat eselon II setingkat kepala dinas hasil seleksi lelang jabatan tahun 2017, Kamis (5/10) ini. Dua pejabat itu yakni Gede Sugiarta Widiada sebagai Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Dampar) dan Putu Artawan sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Sugiarta saat ini menjabat Kepala Bagian (Kabag) Perlengkapan dan Perawatan (Perwat). Sedangkan Artawan masih menjabat Kabag Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Setkab Buleleng. Sebenarnya, satu pejabat yang juga lolos seleksi lelang jabatan, dilantik. Pejabat itu yakni Ni Komang Surattini. Ia tidak dilantik karena masa menduduki jabatan sebagai Sekretaris Dinas (Sekdis) belum memenuhi syarat selama dua tahun. Pelantikannya diundur hingga syarat masa jabatan itu terpenuhi. Asisten Tata Pemerintahan Setkab Buleleng Made Arya Sukerta Rabu (4/10) kemarin, mengatakan Sugiarta dan Artawan dilantik karena Bupati telah diizinkan Kemendagri dan rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) yang menyatakan bahwa kedua pejabat itu sudah dinyatakan lolos seleksi lelang jabatan. Menindaklanjuti rekomendasi itu dan pertimbangan hari baik serta waktu kedua jabatan lowong dalam waktu lama, Sugiarta dan Artawan dilantik hari ini. Sementara Komang Surattini ditunda pelantikannya menunggu yang bersangkutan memenuhi syarat memangku jabatan sekretaris dinas selama dua tahun. Mengingat Surattini menduduki ranking pertama dalam lelang jabatan, maka jabatan Kepala Dinas Perumahan Pemukiman, dan Pertanahan (Perkimta) tidak akan dilelang kembali. Sebaliknya, tinggal menunggu masa jabatan dua tahun itu terpenuhi, maka Surattini dipastikan akan dilantik menjadi pejabat definitif. Untuk sementara, Surattini tetap ditugaskan sebagai Plt. Kepala Dinas Perkimta di samping tugas utamanya sebagai Sekretaris Dinas Perkimta. Sementara itu, pelantikan dua pejabat eselon II ini mengakibatkan kekosongan jabatan untuk Kabag Perwat dan Kabag Ekbang. Untuk sementara, Bupati akan menunjuk pelaksana tugas (plt.) di kedua kabatan yang ditinggakan Sugiarta dan Artawan tersebut. Selain itu, pengisian dan pergeseran pejabat secara besar-besaran direncanakan setelah enam bulan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati periode 2017-2022. (kmb38)
Putu Agus Suradnyana
Bali Post/kmb38
11
Buleleng Batal Gelar BBDF
Singaraja (Bali Post) –
Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng membatalkan pergelaran Buleleng Bali Dive Festival (BBDF) tahun 2017. Hal ini karena dampak status awas Gunung Agung. Apalagi, lokasi BBDF yang dihelat di Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula sekarang menjadi wilayah penerima pengungsi. Di samping itu, jarak desa ini dekat dengan Karangasem, sehingga kalau tetap digelar, dikhawatirkan para penyelam internasional akan tidak nyaman mengikuti event tahunan Dispar Buleleng tersebut.
Bali Post/kmb38
Nyoman Sutrisna, M.M.
Kadis Pariwisata Buleleng Nyoman Sutrisna, M.M., Rabu (4/10) kemarin, mengatakan, BBDF rencananya digelar 24 hingga 28 Oktober 2017. Sejauh ini, pihaknya melakukan beberapa persiapan untuk menyukseskan BBDF ketiga tersebut. Persiapan itu salah satunya alokasi anggaran yang sudah disetujui dalam APBD Buleleng 2017 sebesar Rp 620 juta. Akan tetapi, dengan pembatalan BBDF
untuk tahun ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Buleleng agar dana itu dikembalikan ke kas daerah. Dari total anggaran dana BBDF itu, Dispar memanfaatkan dana tersebut Rp 200 juta. Dana ini dialokasikan membiayai promosi pariwisata Buleleng dan mendukung Pemuteran Dive Festival yang merupakan event rintisan pelaku pariwisata setempat bersama
pemerintah Desa Pemuteran. “Kita sudah sampaikan kepada TAPD, anggarannya hanya kita pakai Rp 200 juta saja, sisanya sudah dikoordinasikan dengan TAPD. Kami juga sudah menyampaikan ke Kementerian Pariwisata perihal pembatalan ini,” katanya. Tidak hanya persiapan anggaran, tetapi bantuan rumah ikan dan tempat pertumbuhan terumbu karang bantuan dari Duta Besar
Indonesia untuk Singapura, Ngurah Swajaya, sejauh ini telah selesai dikerjakan. Rencananya, rumah ikan hias dan tempat pembiakan terumbu karang berbentuk patung Boma itu ditenggelamkan pada saat BBDF. Tetapi menyusul pembatalan ini, Dispar masih berkoordinasi dengan instansi terkait, sehingga rumah ikan seperti ini bisa dimanfaatkan dalam menjaga kelestarian populasi ikan hias dan terumbu karang di Bondalem dan sekitarnya. “Setelah kita koordinasikan nanti, rumah ikan ini akan ditenggelamkan pada saat Festival Tejakula bersama dengan kegiatan sebuah yayasan asing Reef Chek dan Coral Reef Alliance,” katanya. (kmb38)
Bus Sekolah Dishub Digunakan Mengantar Siswa Pengungsi Singaraja (Bali Post) – Kekurangan kendaraan untuk mengantarkan siswa pengungsi Gunung Agung ke sekolah di Kecamatan Tejakula terus ditambah Pemkab Buleleng. Bus sekolah milik Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng dioperasikan untuk menambah armada angkutan untuk anak-anak pengungsi tersebut. Tetapi, pengoperasian armada angkutan ini sifatnya sementara dan untuk jangka panjang, pola pengangkutan siswa pengungsi ini dilakukan secara swadaya dengan memberdayakan tukang ojek atau para orangtua siswa yang mengungsi di Buleleng. Demikian diungkapkan Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Penanggulangan Bencana Alam Kabupaten Buleleng Made Arya Sukerta di Singaraja, Rabu (4/10) kemarin. Lebih jauh, Arya Sukerta mengatakan, sejalan dengan terus bertambahnya pengungsi, dengan sendirinya juga manambah anak-anak yang harus difasilitasi agar bisa melanjutkan pendidikannya. Untuk itu, penanganan jangka pendek, siswa pengungsi diangkut dengan kendaraan bantuan relawan, kendaraan resque Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, dan truk milik Badan SAR Nasional (Basarnas). Tetapi jumlah itu masih belum sebanding dengan jumlah siswa yang harus diantarjemput dari tenda pengungsian
ke sekolah. Untuk itu, pihaknya menambah armada dengan mengoperasikan bus sekolah yang selama ini digunakan oleh Dishub. Dua unit bus masingmasing berkapasitas 34 tempat duduk itu akan diterjunkan ke posko pengungsi di Desa Les dan Desa Tembok. “Kami sudah berkoordinasi dan untuk jangka pendek kita operasikan bus sekolah, sehingga anak-anak pengungsi bisa diantar ke sekolah tujuan dan juga dijemput di siang hari,” katanya. Penambahan armada angkutan siswa pengungsi ini sifatnya jangka pendek. Sementara sambil menunggu perkembangan situasi Gunung Agung, pihaknya akan menyiapkan solusi jangka panjang untuk mengatasi permasalahan transportasi siswa penungsi. Solusi itu adalah memberdayakan tukang ojek atau para orangtua siswa bersangkutan mengantarkan anak-anak mereka saat bersekolah di Buleleng. Hal ini sejalan dengan rencana pemerintah akan mendistribusikan ulang pengungsi dari posko di Desa Tembok dan pengungsi di Desa Les. Sesuai rencana, mulai Jumat (6/10) besok, secara bertahap pengungsi di dua posko itu akan didistribusi ulang. Untuk pengungsi di Desa Tembok rencananya akan disebar ke Kecamatan Kubutambahan, Sawan, dan Kecamatan Sukasada. Sedangkan pengungsi di Posko Desa Les akan dikurangi untuk
Bali Post/kmb38
PENGUNGSI – Kasatgas Penanggulangan Bencana Alam Buleleng Made Arya Sukarta bersama Kepala Pelaksana BPBD Made Subur saat memberikan penjelasan terkait penanganan pengungsi Gunung Agung, Rabu (4/10) kemarin. disebar ke Desa Penuktukan, Tejakula, Bondalem, Julah, dan Desa Pacung. Pemindahan ini sekaligus juga bedampak pada pemindahan tempat sekolah siswa pengungsi itu sendiri. “Karena kita distribusi ulang, maka siswa pengungsi pun harus dipindah, sehingga untuk langkah panjang angkutan siswa ini bersifat swadaya dengan memberdayakan orangtua pengungsi atau tukang ojek di lokasi pengungsian yang baru nanti,” katanya. Di sisi lain, Arya Sukerta
mengatakan persoalan siswa pengungsi ini tidak hanya pada transportasi atau ketersedian ruang kelas dan guru. Akan tetapi, bagaimana status siswa itu sendiri jika disekolahkan di Buleleng dengan skema darurat, maka akan berdampak pada administrasi siswa bersangkutan. Apalagi memasuki Januari 2018 nanti, memasuki masa Ujian Nasional (UN). Jika stastus tetap darurat, maka siswa pengungsi ini akan kesulitan memenuhi syarat tersebut.
Untuk itu, perlu diambil langkah serius dengan memindahkan secara permanen administrasi siswa pengungsi tersebut masuk menjadi peserta didik di Buleleng. Dengan demikian, untuk jangka panjang hak pendidikan untuk siswa pengungsi tidak terputus. Selain itu, perlu ada kebijakan dari pemerintah daerah asal pengungsi untuk bersinergi dalam menyiapkan tambahan guru dengan menugaskan guru di sekolah asal siswa pengungsi itu sendiri. (kmb38)
Bali Post/kmb38
TERSANGKA – Jajaran Reskrim Polsek Kota Singaraja dan Reskrim Polres Buleleng berhasil menangkap tersangka kasus pembunuhan di Jalan Pulau Sulawesi, Kelurahan Kampung Baru.
Tersangka Penganiayaan di Jalan Sulawesi Ditangkap
Singaraja (Bali Post) – Jajaran Reskrim Polsek Kota Singaraja bersama unit Reskrim Polres Buleleng menangkap pelaku kasus penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia di Jalan Pulau Sulawesi, Kelurahan Kampung Baru Singaraja. Tersangka adalah Ketut MD (50), warga Lingkungan Bhuana Sari, Kelurahan Kampung Baru, Singaraja. Tersangka ditangkap pada Senin (2/10) malam lalu di Denpasar. Tersangka mengaku menganiaya korban Gede Sudiarta alias Botak (31), warga Kelurahan Banyuasri, Singaraja dengan menebas dan menusuk perut korban menggunakan pisau sepanjang 55 sentimeter. Kapolres Buleleng AKBP Made Suka Wijaya didampingi Kapolsek Kota Singaraja Kompol A.A. Wiranata Kusuma, Rabu (4/10) kemarin, mengatakan pelaku berhasil ditangkap setelah anggotanya melakukan penyelidikan dan meng-
umpulkan barang bukti. Dari penyelidikan awal, keberadaan tersangka mulai terkuak, kemudian berhasil diamankan. Keterangan sementara dan hasil pemeriksan sejumlah saksi menyebutkan, kronologi kejadian itu diawali ketika korban mendatangi tersangka di rumahnya. Korban bermaksud meminta uang, tetapi permintaan itu tidak dipenuhi tersangka. Dari pertemuan itu, keduanya tiba-tiba bertengkar hingga berujung perkelahian. Tersangka kemudian menemukan sebilah pisau di kamar suci rumahnya dengan panjang sekitar 55 sentimeter dan lebar empat sentimeter. Pisau tersebut diambil hanya untuk menakut-nakuti korban. Akan tetapi, korban yang saat itu dalam kondisi mabuk terus melawan dan berusaha merebut pisau tersebut. Tersangka berhasil mempertahankan pisau itu dan langsung dihunjamkan sebanyak tiga kali.
Sabetan pertama mengenai kepala hingga menimbulkan luka robek. Sabetan kedua berhasil ditangkis, namun siku kiri korban kembali terluka. Terakhir, tersangka menghunjamkan p isa u it u ke a ra h p erut bawah sedalam 21 sentimeter. Melihat korban bersimbah darah, tersangka kemudian pergi dan bersembunyi ke Denpasar. “Ini baru keterangan sementara kalau motifnya itu minta uang namun tidak dipenuhi oleh tersangka. Karena di TKP ada pisau milik tersangka, itu digunakan untuk menebas dan menusuk hingga terluka parah dan meninggal dunia. Dari pemeriksaan medis, penyebab kematian korban karena luka di perut yang banyak mengeluarkan darah,” katanya. Menurut AKBP Suka Wijaya, keterangan lain juga telah diakui oleh tersangka bahwa korban sebelum kejadian sering meminta uang kepada tersangka. Uang itu digunakan membeli narkoba
jenis sabu. Atas keterangan ini, polisi kemudian telah melakukan tes urine dan hasilnya tersangka positif menggunakan narkotika jenis sabu. Sekarang, polisi terus mengembangkan kasusnya untuk mengetahui siapa pemasok sabu. “Untuk keterangan terlibat narkoba ini akan kami dalami dan dari jaringan siapa yang bersangkutan dapat barang karena memang tes urine positif pakai narkoba,” jelasnya. Sementara itu, tersangka MD mengaku, karena merasa tidak memiliki uang, permintaan korban tidak dipenuhi. Akan tetapi, korban sendiri terus meminta hingga memicu perkelahian. Dia mengaku sempat didorong oleh korban dan berusaha merebut pisau miliknya. Jari tangannya pun terluka akibat terkena sayatan pisau tajam tersebut. “Saya sering dimintai uang. Namun, saya tidak kasi karena tidak punya. Waktu itu, saya didorong
dan saat saya acungkan pisau itu untuk menakutnakuti tapi terus melawan dan merebut pisau,” jelasnya. Terkait narkoba, tersangka yang sehari-hari sebagai sopir tersebut mengaku menggunakan narkoba sejak lama. Akan tetapi karena belakangan penghasilannya turun, sekitar enam bulan tidak pernah lagi membeli narkoba. S e m e nt a ra i t u, u nt u k mempertanggungjawabkan permbuatannya, tersangka MD saat ini diamankan di sel Mapolsek Kota Singaraja untuk menjalani proses pemeriksan lebih lanjut. Seperti diberitakan sebelumnya, Gede Sudiarta alias Botak (31) ditemukan tergeletak di Jalan Sulawesi Minggu (1/10) lalu. Warga yang menemukan korban mendadak gempar karena tubuh korban terluka bersimbah darah. Setelah menjalani perawatan di RSUD Buleleng, korban dinyatakan meninggal dunia. (kmb38)
JEMBRANA
12
Kamis Pon, 5 Oktober 2017
Lagi, Penyelundupan Daging Ayam Tanpa Dokumen Digagalkan Negara (Bali Post) Sembilan boks komoditi unggas, di antaranya daging dan jeroan ayam diamankan jajaran Polsek Kawasan Laut, Selasa (4/9) malam. Tim Unit Kecil Lengkap (UKL) yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Kawasan Laut Gilimanuk AKP Komang Muliyadi menyita komoditi yang hendak diselundupkan keluar Bali ini. “Semuanya tidak dilengkapi dokumen dan sertifikat kesehatan dari Karantina asal,” kata Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol Subawa melalui Kanit Reskrim AKP Komang Muliyadi, Rabu (4/10) kemarin. Sembilan boks berisi daging ayam dan jeroan ini diangkut dengan mobil pick-up warna hitam DK 9637 UX yang dikemudikan Ketut Budiman (46) asal Singaraja. Mobil diperiksa saat masuk pos pemeriksaan pintu keluar Bali pada Selasa malam. Dari hasil pemeriksaan, di dalam boks itu diketahui isinya komoditi daging, ceker dan jeroan serta usus ayam. Menurut pengakuan sang sopir, barang tersebut dikirim dari Denpasar dengan tujuan Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Pengiriman tanpa surat dokumen ini dinilai melanggar UU 16 Tahun 1992 tentang Hewan, Ikan dan Tumbuhan selanjutnya kita limpahkan ke Karantina Kelas I Denpasar Wilker Gilimanuk. (kmb26)
Bantuan Logistik Masih Menumpuk di BPBD
Negara (Bali Post) Pemkab Jembrana kini mulai menyikapi imbauan terkait pemulangan warga Karangasem dari sejumlah wilayah yang masuk pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) I yang kini ditampung oleh keluarga mereka di Jembrana. Dalam rapat bersama instansi terkait, dilakukan evaluasi terhadap pendataan guna memastikan jumlah pengungsi yang berasal dari wilayah KRB III dan KRB II. Seiring belum adanya kepastian jumlah pengungsi, bantuan logistik pun terlihat masih menumpuk di Kantor BPBD. Pendataan ulang itu untuk memastikan agar bantuan tepat sasaran dan dilakukan berkelanjutan karena pengungsi yang ada di Jembrana adalah pengungsi mandiri. Kondisi tersebut sedikit menyulitkan petugas di lapangan. Pihak BPBD ingin memastikan apakah mereka mau dimasukan sebagai pengungsi. Kesulitan terkait data daerah asal para pengungsi sering terjadi. Sebab ada yang menyebut desa adat, ada yang menyebut banjar. Untuk itu harus dikordinasikan lagi lebih lanjut. Untuk ke depannya belum ada batas waktu kapan para warga Karangasem ini bisa kembali lagi ke kampung halaman mereka. Tetapi pemerintah daerah telah menyiapkan segala sesuatu untuk mengantisipasi hal-hal terburuk. Saat ini semua pihak sudah siaga. “Perlu ada pendataan detail, jangan sampai orang yang tidak pantas dapat bantuan justru diberikan juga,” terangnya. Karena masih adanya pendataan ini, sejumlah bantuan dari masyarakat masih menumpuk di BPBD yang dijadikan posko bencana. (kmb26)
DUKTANG - Ratusan duktang yang terjaring dalam razia gabungan tim yustisi diberikan pengarahan, Rabu (4/10) kemarin.
Gelar Operasi Serentak
Tim Yustisi Jaring Ratusan Duktang Tanpa SKTS Kepala Satuan Pol PP Jembrana Gusti Ngurah Rai Budhi ketika dikonfirmasi di sela-sela pembinaan mengatakan giat operasi kependudukan sengaja dilakukan untuk mengantisipasi tindak kriminal yang kemungkinan bersembunyi
di Jembrana. Total duktang yang diamankan sebanyak 184 orang. Sebagian besar melanggar lantaran tak memiliki SKTS, kendati sudah lama menetap di Jembrana. Operasi yustisi sengaja dilakukan mulai pukul 03.30 Wita hingga pukul
08.00 Wita dan serentak di masing-masing kecamatan. Setelah diketahui melanggar dan diamankan ke kantor Satpol PP, mereka diberikan pembinaan serta didata. Bupati Jembrana I Putu Artha dalam arahannya mengungkapkan Pemerintah Kabu-
paten (Pemkab) Jembrana tidak pernah melarang siapa pun yang ingin tinggal di Jembrana. Namun, harus mengikuti aturan yang ada, salah satunya mengantongi SKTS. Selain bupati, Kapolres Jembrana AKBP Priyanto Priyo Hutomo juga memberikan arahan kepada duktang yang terjaring. Kapolres Priyanto meminta mereka yang terjaring operasi harus mengikuti aturan yang ada. “Di mana bapak dan ibu tinggal saya harap mengiku-
Negara (Bali Post) Pendataan pengungsi mandiri di Kabupaten Jembrana memunculkan persoalan. Pasalnya, masih banyak kendala yang dialami ketika mendata para pengungsi. Untuk itu, pendataan pun terkesan masih amburadul, sehingga perlu diperbaharui. Bahkan, instruksi pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Jembrana kepada para camat se-Kabupaten Jembrana, untuk meminta data secara rinci identitas warga pengungsi, hingga saat ini belum dapat dipenuhi. Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Ketut Eko Susila Artha Permana, Selasa (3/10) lalu, mengatakan dalam rapat yang diikuti pihak Dinas Sosial dan Inspektorat, para camat diminta menyerahkan data lengkap pengungsi di wilayah kecamatan masingmasing. Instruksi itu sesuai surat pada Selasa (26/9) atau sudah berlangsung seminggu
lalu. Namun, beberapa camat sudah menyerahkan data, tapi banyak yang tidak mengisi keterangan desa asalnya. Padahal, hal itu sangat penting. Eko Susilo menerangkan ketidakjelasan alamat pengungsi tersebut, sesuai keterangan sejumlah camat, disebutkan karena banyak tidak dapat menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) ataupun identitas lainnya. Terkait kendala tersebut, pihaknya meminta agar tetap
mendata sesuai pengakuan, dan mempertegas keterangan desa asalnya. Untuk verifikasi lebih lanjut, nanti pihaknya yang akan berkoordinasi dengan pemerintah Karangasem. Selain itu, pihaknya juga mendapat pengaduan kalau banyak pengungsi yang bolak-balik, sehingga sulit untuk mendata. Seperti di Desa Yehsumbul. Dikatakan ada beberapa pengungsi yang hanya tinggal di rumah keluarganya. Saat malam dia datang, tetapi ketika siang ba-
lik lagi ke kampung halamannya dengan alasan menengok keadaan ternaknya. Dalam pertemuan dengan para camat, pihaknya juga sudah menyampaikan mengenai instruksi Gubernur Bali untuk membuatkan Surat Identitas Pengungsi dari masing-masing desa/kelurahan. Surat ini diberikan secara khusus kepada warga pengungsi dari wilayah zona bahaya atau kawasan rawan bencana (KRB) II dan KRB III, yakni mencakup 28 Desa
Negara (Bali Post) -
Tim yustisi melakukan razia kependudukan besar-besaran, Rabu (4/10) dini hari. Operasi yang melibatkan Kepolisian, TNI, Satpol PP dan Kesbangpol ini menyasar sejumlah tempat kos, rumah kontrakan hingga kantong-kantong penduduk pendatang (duktang) lainnya di lima kecamatan secara serentak. Dalam beberapa jam operasi, tim menciduk ratusan duktang yang sebagian besar dari luar Bali karena tidak memiliki Surat Keterangan Tinggal Sementara (SKTS).
Bali Post/olo
BANTUAN - Bantuan berupa logistik makanan masih menumpuk di BPBD Jembrana.
Telepon Penting jembrana RSU Negara (0365)41006/41806 Pemkab Jembrana (0365) 41210 DPRD Jembrana (0365) 41039 KODIM 1617 Jembrana(0365) 41025 KPU Jembrana(0365) 3944 Kejari Negara(0365) 41165 Piket Kejari Negara (0365) 41164 Piket PN Negara (0365) 41204 TNBB(0365) 41173/61060 Koramil Negara (0365) 41013 Kelurahan Gilimanuk(0365) 61038 Kantor BPN(0365) 41135 Kantor Agama (0365) 41087
Kantor Camat Negara(0365) 41012 Camat Jembrana (0365) 42546/43505 Kantor Camat Melaya(0365) 42153 Kantor Camat Pekutatan(0365) 40016 Kantor Camat Mendoyo(0365) 42443 Polsek Kota Negara087762879788 Polsek Pekutatan (0365) 4700097 Polsek Mendoyo (0365) 43015 Polsek Gilimanuk (0365) 61101 Polres Jembrana (0365) 41110 TMC Polres Jembrana(0365) 43110
Bali Post/olo
ti dan menghormati aturan yang berlaku,” jelasnya. Mereka juga diimbau untuk selalu menjaga keamanan dan menjauhi barang terlarang. Terutama narkoba, serta ikut menangkal paham radikalisme yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Dari 184 orang yang melanggar tersebut, dua di antaranya menjalani sidang tipiring. Pasalnya, kedua duktang ini diketahui tidak memiliki identitas sama sekali. (kmb26)
di Karangasem. Untuk mendapat surat itu, disyaratkan menyertakan bukti identitas termasuk KK. Ketika tidak ada syarat tersebut, sementara diintruksikan agar desa/kelurahan menunda penerbitan surat itu sembari menunggu verifikasi lebih lanjut. Menurutnya surat ini digunakan dengan tujuan mempermudah pemberian bantuan. Yang prioritas mendapat bantuan katanya yang ada masuk di KRB II dan KRB III. (kmb)
Pendataan Pengungsi Masih Amburadul
Kamis Pon, 5 Oktober 2017
KARANGASEM
13
Guru dan PNS Diharapkan Jadi Pelopor Amlapura (Bali Post) Menyikapi kondisi pendidikan di tengah suasana siaga bencana, Komisi III dan IV DPRD Karangasem menggelar rapat kerja dengan jajaran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora). Pada rapat kerja, Rabu (4/10) kemarin, dewan mengamini kebijakan pemkab baik menyangkut aktivitas pendidikan maupun penugasan tenaga guru. Dewan bahkan mengharapkan para guru, PNS dan pejabat birokrasi menjadi pelopor dalam usaha mengembalikan kondisi psikologis masyarakat yang sempat dilanda kepanikan hebat. Rapat kerja itu menindaklanjuti beragam persoalan yang muncul pascastatus awas Gunung Agung. Di Kecamatan Kubu, banyak guru SD dan SMP minta kepada Disdikpora memberikan kebijakan agar bisa bertugas di sekolah terdekat dengan lokasi pengungsiannya. Mereka berharap bisa bertugas di sekolah di wilayah Tejakula yang menjadi pusat pengungsian masyarakat di Kubu. Kadisdikpora Karangasem IGN Kartika mengatakan dalam kondisi siaga bencana saat ini, pihaknya berusaha mengakomodasi semua kepentingan dengan menempatkan keselamatan jiwa sebagai fokus perhatian. Untuk kegiatan pendidikan, Disdikpora juga harus mempertimbangkan aspek lain, baik menyangkut teknis maupun administratif. ‘’Untuk kegiatan belajar-mengajar, sekolah-sekolah yang memungkinkan dibuka akan kita buka. Jadi, bukan gurunya yang kita pindahkan, tetapi tempat belajarnya,’’ terangnya. Menyangkut penugasan guru, Ketua Komisi IV Nyoman Musna Antara mendukung kebijakan yang diambil Disdikpora. Sebagai bagian tugas dan risiko pekerjaan, guru selayaknya tidak mempersoalkan tempat penugasan. Alasannya, pemerintah sudah melakukan pemetaan untuk menjamin keselamatan mereka menjalankan tugas. ‘’Yang namanya swadharma harus dijalankan. Dalam situasi seperti sekarang, guru, PNS, dan seluruh pejabat harus menjadi pelopor,’’ tegasnya. Dewan juga sependapat jika Disdikpora mengambil langkah pemadatan kelas. Itu dilakukan untuk menampung siswa-siswa yang sekolahnya berada di zona awas. Disdikpora Karangasem sendiri sudah menempuh pola itu. Salah satunya meregrouping SMPN 2 dan SMPN 3 Selat ke SDN 1 Duda Timur. Siswa kedua SMP itu diarahkan melaksanakan jam siang karena lokasinya berada di zona KRB II. ‘’Disdikpora silakan manfaatkan secara maksimal zona di luar KRB,’’ kata anggota Komisi III Wayan Suparta. Terkait siswa di pengungsian, Kadisdikpora IGN Kartika mengatakan data per 2 Oktober siswa Karangasem yang bersekolah di pengungsian mencapai 20.189 siswa. Rinciannya PAUD 842 siswa, SD/MI 9.825, SMP/MTs 5.282, SMA 3.080, SMK 1.074 siswa. Di Karangasem sebanyak 6.402 siswa, Klungkung 4.598, Tabanan 446, Gianyar 1.107, Denpasar 1.888, Buleleng 2.972, Bangli 1.929, Badung 784, dan Jembrana 63 siswa. Sejauh ini, kata Kartika, siswa pengungsi itu masih berstatus siswa dari sekolah asal. Mereka dipersilakan tetap bersekolah di sekolah pengungsian sampai ada informasi lebih lanjut dari pemerintah daerah. ‘’Desember nanti sudah rapotan. Kita bersama kabupaten/kota di bawah komando Disdikpora Bali sedang mengoordinasikan masalah itu. Juga termasuk kemungkinan penugasan guru ke kabupaten lain,’’ jelasnya. (kmb)
Bali Post/kmb41
PENJELASAN - Kepala Sub-Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur Devy Kamil Syahbana saat menjelaskan kondisi Gunung Agung, Rabu (4/10) kemarin.
Belum Ada Perubahan Warna Asap
Amlapura (Bali Post) -
Asap atau solfatara hingga Rabu (4/10) kemarin masih terus keluar dari dasar kawah Gunung Agung. Namun asap masih berwarna putih. Masih belum ada perubahan warna secara berarti. Secara visual kepulan asap yang keluar dari kawah itu masih condong berwarna putih. Hal itu diungkapkan Kepala SubBidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur Devy Kamil Syahbana, Rabu (4/10) kemarin. Sampai saat ini, kata Devy Kamil Syahbana, asap atau solfatara terus keluar dari dasar kawah. Tetapi asap yang keluar itu masih berwarna putih mulai sedikit tebal. Hanya, belum ada perubahan warna keabu-abu maupun gelap. Itu artinya fluktuasi intensitas gas masih terus terjadi di dalam, sehingga asap yang dikeluarkan bisa tipis bisa sedikit lebih tebal.
‘’Asap yang keluar sejauh ini masih putih. Tetapi mulai agak menebal sedikit. Belum ada perubahan warna asap ke gelap,’’ ungkap Syahbana. Dia mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum bisa menentukan kadar gas yang telah dikeluarkan bersama asap atau solfatara. Yang pasti, gas sudah banyak yang keluar. Gas keluar melalui rekahan-rekahan yang ter-
jadi di dasar kawah. Asap yang keluar selama ini, kata Dian Syahbana, mengandung gas. Itu dibuktikan dengan bau sulfur atau belerang yang dirasakan salah satu pemangku yang naik ke puncak Gunung Agung belum lama ini. Selama berada di puncak, dia meraskan pusing. Itu menandakan gas sudah ada yang keluar. ‘’Hanya, kita belum bisa mengukur
Pengungsi Meninggal di RSU Klungkung Amlapura (Bali Post) I Ketut Mudri (80), pengungsi asal Banjar Batumadeg, Desa Besakih, Rendang, Karangasem, Selasa (3/10) lalu meninggal di Rumah Sakit Umum (RSU) Klungkung. Mudri mengembuskan napas terakhir sehari setelah melakukan cuci darah. Jenazahnya sudah diantar langsung ke Setra Kawan Desa Adat Besakih menggunakan ambulans RSU Klungkung. Kemudian langsung dilakukan prosesi penguburan. Putra kelima almarhum, I Nyoman Sudarta, mengatakan di Besakih, Rabu (4/10) kemarin, sebelum dirujuk ke RSU Klungkung, ayahnya lebih dulu menjalani rawat inap di Puskesmas Rendang. Hanya, karena dokter di puskesmas semuanya mengungsi, akhirnya pihak keluarga memilih membawa ayahnya ke RSU Klungkung. Ayahnya terdaftar mengungsi di Banjar Saren Kaler, Desa Nongan, Rendang. ‘’Beliau dirawat di Puskesmas Rendang sekitar tiga harian. Karena tidak ada dokter, kami kemudian disuruh mengurus sendiri, akhirnya kami memutuskan merujuk ke RSU Klungkung agar mendapat perawatan lebih intensif,’’ ungkap Sudarta sambil berlinang air mata. Setelah dilarikan ke RSU Klungkung dan mendapat perawatan dari dokter, kata Sudarta, ayahnya didiagnosis mengidap
Bali Post/kmb
Telepon Penting kARANGASEM Besakih (SWIB) PMI PDAM PLN BPBD/ESR Badan SAR Pemadam Kebakaran URD RSUD 11 RSUD 12 SMAN 1 Amlapura 13 SMAN 2 Amlapura 14 SMAN 1 Manggis 15 SMPN 1 Amlapura 16 SMPN 2 Amlapura
ke samping. Kita prediksi kalau terjadi letusan masih mengarah ke atas,’’ tegas Syahbana. Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani mengatakan, sampai saat ini aktivitas kegempaan vulkanik dalam dan vulkanik dangkal, masih cukup banyak. Meskipun sebelumnya ada penurunan, tetapi itu masih fluktuatif. Karena kegempaan kembali meningkat. ‘’Sampai 12 jam terakhir, gempa vulaknik dalam dan vulkanik dangkal masih mencapai ratusan. Ini menandakan aktivitas di dalam gunung masih tinggi,’’ tegas Kasbani. (kmb41)
Sakit Komplikasi
RAPAT KERJA - Rapat kerja Komisi III dan IV DPRD Karangasem bersama jajaran Disdikpora Karangasem.
Polres Karangasem Penjagaan Polres 0363 21220 Polsektif Karangasem 0363 23222 Polsek Kota 0363 21167 Polsek Manggis 0363 41768 Polsek Rendang 0363 23082 Polsek Selat 0363 24187 Polsek Abang 0363 23330 Polsek Kubu 0363 22988 Polsek Sidemen 0363 21709 Polsek Bebandem 0363 22110 Polsek Candidasa 0363 41677 Polsek KP3 Padangbai 0363 41388 Radio Suara Widya
seberapa besar gas yang sudah dikeluarkan selama ini,’’ tegasnya. Dikatakannya, sampai sekarang ini, aktivitas Gunung Agung masih sangat tinggi. Pergerakan magma masih terus ingin menerobos ke permukaan. Tetapi lempeng penahannya masih sangat kuat. Menurut Syahbana, berdasarkan acuan letusan tahun 1963, belum ada indikasi terjadinya letusan ke samping. Karena gas yang keluar selama ini masih menuju ke atas. Itu artinya, gas sudah mempunyai jalan keluar. Hanya masih sempit. ‘’Belum ada indikasi terjadi letusan
0363 21791 0363 21789 0363 21363 0363 21711 0363 22173 0363 21135 0363 21113 0363 21011 0363 21470 0363 21152 0363 21254 0363 41668 0363 21288 0363 21483 Bali Post/kmb41
JENAZAH - Ambulans RSU Klungkung saat mengantar jenazah pengungsi asal Desa Besakih, Rendang, Karang-asem, I Ketut Mudri, di Setra Kawan Desa Adat Besakih, Rabu (4/10) kemarin.
penyakit komplikasi jantung, gagal ginjal, paru-paru, dan kanker pada saluran kencing. Karena komplikasi, pihak dokter, kata Sudarta, menyarankan keluarganya melakukan cuci darah. Setelah dirembuk dengan keluarga besar, akhirnya diputuskan cuci darah mengikuti anjuran dokter. ‘’Selain persetujuan dari keluarga, beliau sendiri juga sangat antusias dan semangat sekali melakukan cuci darah demi kesembuhannya. Karena itulah, kami putuskan bapak agar cuci darah saja. Namun, Tuhan berkehendak lain. Sehari pascadilakukannnya cuci darah, sekitar pukul 15.00 Wita, beliau meninggal,’’ katanya. Dia mengatakan, sebelum ayahnya pergi selama-lamanya, dirinya tidak merasakan firasat apa pun. Hanya, beliau terus meminta pulang ke rumah. ‘’Beliau hanya minta pulang ke rumah saja. Kalau firasat memang tidak ada. Sekarang pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergian almarhum,’’ terangnya. Lebih lanjut dikatakan, keluarganya mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak rumah sakit. Sebab, selama dirawat di rumah sakit pihak dokter memberikan pelayanan maksimal terhadap ayahnya. Termasuk Pemkab Klungkung. Biaya selama dirawat di rumah sakit semuanya gratis. ‘’Semuanya gratis. Termasuk obat, cuci darah dan ambulans yang membawa jenazah almarhum tidak bayar. Kami hanya bayar penitipan jenazah saja,’’ ucap Sudarta sembari menyatakan kalau jenazah ayahnya langsung dikubur hari ini (kemarin - red). (kmb41)
Dari Lapangan Gajah Wea
Pengungsi Menjual ’’Sampian Canang’’ MEMANG tidak banyak aktivitas secara maksimal bisa dilakukan di tempat pengungsian. Selain karena tak nyaman juga sarana-prasarana yang ada tidak mendukung. Berbeda dengan ibuibu pengungsi di Posko Pengungsian Lapangan Gajah Wea, Abang. Untuk mengisi hari-hari yang melelahkan itu ibu-ibu di sana menyibukkan diri membuat berbagai macam perlengkapan upakara banten. Bagaimana ibu-ibu itu beraktivitas secara bersama di pengungsian?
‘’Sudah empat hari terakhir ini ibu-ibu di sini membuat peralatan upakara ini,’’ ungkap Iluh Merta (35), pengungsi asal Banjar Batudawa Kecamatan Kubu, sambil sibuk membuat sampian canang, Rabu (4/10) kemarin. Material sampian itu memanfaatkan pucuk daun lontar. Aktivitas seperti ini, kata Luh Merta, memang menjadi pekerjaan sehari-hari ketika Gunung Agung berstatus awas. Pekerjaan itu dilakukan di aula TK Negeri Pembina Abang yang berlokasi di sisi barat laut Lapangan Gajah Wea. Aula kecil itu pula selama ini menjadi tempat berteduh pengungsi yang sebagian besar berasal dari Banjar Batudawa dan Banjar Muntig. Kedua banjar itu berada di Kecamatan Kubu. ‘’Biar tidak bengong saja,’’ timpal pengungsi lainnya, Ni Ketut Sutri (40). Ada belasan kepala keluarga yang kebagian tempat di aula tersebut. Sebagian ada yang menempati ruang kelas. Dan sebagian lainnya ditampung di basement Kantor Camat Abang yang berada di sisi utara Lapangan Gajah Wea. Tenda-tenda yang didirikan di tengah lapangan itu masih kosong. Ibu-ibu pengungsi di sana mendapatkan pasokan pucuk lontar dari pengepul yang sudah biasa melayani mereka. Pengepul itu pula sekaligus memasarkan
jejaitan ibu-ibu pengungsi tersebut. ‘’Hasilnya kami jual kepada dia juga. Sejak empat hari mungkin sudah dapat Rp 200 ribu, belum termasuk modal pucuk lontarnya. Namun hingga saat ini belum dibayar,’’ kata Iluh Merta. Perlengkapan upakara yang diproduksi ibu-ibu pengungsi dari Batudawa dan Muntig itu termasuk produksi ibu-ibu asal Kubu sebelum status awas Gunung Agung. Upakara itu biasanya dipasarkan ke kota Amlapura. Salah seorang pengepul Iluh Gelgel (45) mengatakan bahan upakara berbahan daun lontar itu juga kadang dipasarkan jauh hingga ke Denpasar. Untuk hasil karya di pengungsian itu wanita dari Batudawa ini mengatakan barangnya masih dibon. ‘’Belum dibayar oleh yang ngambil,’’ ujarnya. Pengungsi dari kelompok ibu-ibu itu kesehariannya praktis tak pernah beranjak dari tempat pengungsiannya. Mereka dilarang pulang meski keinginannya besar kembali ke rumah. Sebab, kampung mereka masuk zona merah erupsi. Hanya pengungsi lakilaki yang kadang-kadang nekat pulang. Alasannya menengok ternak yang masih tertinggal. ‘’Pengungsi di sini masih seperti semula 683 jiwa. Kalau di seluruh Abang 8.840,’’ terang Camat Abang SARANA UPAKARA - Ibu-ibu pengungsi di Lapangan Gajah Wea melanjutkan akGusti Made Darsana. (kmb) tivitas rutin mereka di kampung yakni membuat sarana upakara.
TABANAN
14
Kamis Pon, 5 Oktober 2017
Status Awas Gunung Agung
Pariwisata Masih Jalan Relatif Normal
Tabanan (Bali Post) Tabanan memiliki banyak tempat pariwisata. Tiga destinasi terbesar adalah DTW Tanah Lot, DTW Ulun Danu Beratan, dan DTW Jatiluwih. Meski belum berpengaruh besar pada kunjungan wisatawan, namun status awas Gunung Agung itu menyebabkan beberapa kunjungan wisatawan dibatalkan. Meski demikian, kegiatan pariwisata di Tabanan masih berjalan normal. Untuk Daerah Tujuan Wisata (DTW) Jatiluwih kunjungan wisatawannya hampir 80 persen dari wisatawan mancanegara. Meski jumlah kunjungan saat ini belum berpengaruh peningkatan status Gunung Agung menjadi awas, namun jika kondisi seperti ini terus berlanjut dikhawatirkan terjadi penurunan pengunjung. Malah hari ini terlihat adanya pembatalan beberapa kunjungan wisatawan ke DTW Jatiluwih. Manajer DTW Jatiluwih Nengah Sutirtayasa, Rabu (4/10) kemarin, mengatakan jika dilakukan perbandingan kunjungan Agustus 2017 dengan 2016. Terjadi peningkatan sekitar 20 persen. Untuk kunjungan September ini per harinya masih sama dengan bulan yang sama tahun lalu yaitu 800 wisatawan asing per hari. Adanya peningkatan status Gunung Agung menjadi awas, diakui Sutirtayasa, membuat tak kondusif. Memang sudah mulai ada pembatalan kunjungan yang dijadwalkan ke Jatiluwih oleh grup wisatawan. “Kalau penurunan sih saya rasa pasti ada. Saat ini beberapa akomodasi dan grup yang rencananya berkunjung ke Jatiluwih sudah ada yang cancel bulan ini dan ada juga di bulan depan,” ujarnya. Untuk menarik minat wisatawan ke DTW
Jatiluwih, lanjut Sutirtayasa, pihaknya tetap melakukan promo rutin. Namun, ia mengakui kondisi Gunung Agung tidak bisa dihindari. Hal itu tentu berdampak pada kunjungan nantinya. Pihaknya hanya berharap situasi ini cepat berlalu sehingga kondisi bisa membaik seperti semula. Jika di DTW Jatiluwih sudah ada beberapa grup wisatawan yang melakukan cancel kunjungan. Hal itu belum terjadi di DTW Tanah Lot. Manajer DTW tanah Lot I Ketut Toya Adnyana mengatakan, peningkatan status Gunung Agung belum berpengaruh pada jumlah kunjungan wisatawan di Tanah Lot. “Untuk pembatalan paket wisata juga belum ada,” paparnya. Saat ini September 2017, angka kunjungan ke Tanah Lot mencapai 282.005 orang. Wisatawan asing jumlahnya 183.574 orang dan wisatawan lokal 95.493 orang. Hingga saat ini, total kunjungan ke objek wisata Tanah Lot selama 2017 telah mencapai 2.779.912 orang. Untuk Oktober hingga tanggal 3 saja, jumlah kunjungan ke Tanah Lot 30.055 orang. Manajer DTW Ulun Danu Beratan I Wayan Mustika mengatakan kunjungan pada September ini berjalan normal. Dikatakan, rata-rata 2.000 kunjungan yang didominasi wisatawan asing. Meski masih normal tetapi diakuinya sudah ada beberapa pembatalan kunjungan dari penyelenggara wisata September ini, meski jumlahnya tidak terlalu banyak. “Dampak peristiwa Gunung Agung belum kami rasakan di sektor wisata,” ujarnya. (kmb24) Bali Post/kmb24
Sejumlah Wisatawan sedang berjalan di kawasan Wisata Tanah Lot.
Pengungsi Gunung Agung
Hasil Investigasi Dibeberkan
Dipanggil, Pengurus Koperasi Sari Ajeg Mandiri Denpasar (Bali Post) Dinas Koperasi dan UKM Tabanan telah melakukan investigasi terhadap Koperasi Sari Ajeg Mandiri. Hasil investigasi itu rencananya akan dibeberkan kepada pengurus maupun anggota koperasi tersebut. Pembeberan ini bertujuan mencari jalan keluar permasalahan yang saat ini menimpa koperasi tersebut. Pihak koperasi dalam kaitan ini tidak bisa mengembalikan dana nasabahnya. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Tabanan A.A. Gede Dalem Tresna Ngurah mengatakan, pemanggilan Koperasi Sari Ajeng Mandiri itu rencananya dilakukan Jumat (6/10) besok. “Kami akan panggil Jumat besok. Dari hasil temuan itu, kami serahkan kepada koperasi itu untuk penyelesaian permasalahan lebih lanjut. Caranya akan dibentuk tim penyelesaiannya,” ujarnya. Dalem Tresna Ngurah menegaskan, tim penyelesaian ini nantinya dibentuk guna menuntaskan permasalahan yang sedang dihadapi koperasi itu. Tim penyelesaian itu menangani hak dan kewajiban anggotanya baik berupa dana tabungan maupun dana simpanan atau kredit. Selama permasalahan koperasi belum tuntas, kata Dalem Tresna, pihaknya melarang koperasi bersangkutan melakukan penarikan tabungan, menerima deposito, dan penyaluran kredit. Saat ini aktivitas yang bisa dilakukan Koperasi Sari Ajeg Mandiri itu hanyalah memungut kredit yang sudah disalurkan selama ini. Di samping itu, pihak Dinas Koperasi saat ini meminta koperasi membuat laporan keuangan yang sebenarnya. Sebab, selama ini laporan keuangan yang dilaporkan ke dinas oleh Koperasi Sari Ajeg Mandiri itu tidak sesuai dengan data yang ada di lapangan. Sejauh ini pembuatan laporan ini, menurut Dalem Tresna, belum diselesaikan pihak koperasi. Alasannya masih melakukan pencocokan data dengan nasabah. (kmb24)
Telepon Penting tabanan Polres Tabanan 0361-812519 Polsek Kediri 0361-812280 Polsek Marga 0361-8946155 Polsek Kerambitan 0361-8943991 Polsek Selemadeg 0361-8943669 Polsek Pupuan 0362-71110 Polsek Penebel 0361-819194 Polsek Baturiti 0368-21110 Polsek SelTim 0361-8509985 Damkar 0361-812113
BPBD 0361-7809054 BRSU Tabanan 0361-811027 UGD RSU Tabanan 0361-819810 RS Kasih Ibu 0361-3005757 Puskesmas Tabanan I 0361-814102 Puskesmas Tabanan II 0361-810650 Puskesmas Tabanan III 0361-815049
Didata Zona dan Profesi
Tabanan (Bali Post) -
Petugas kecamatan di Kabupaten Tabanan saat ini disibukkan dengan kegiatan pendataan ulang pengungsi Gunung Agung di daerahnya masing-masing. Pendataan itu untuk menyaring para pengungsi yang tinggal di zona aman maupun zona rawan terkena dampak erupsi. Camat Selemadeg Timur maupun Camat Kediri saat dikonfimasi, Rabu (4/10) kemarin, membenarkan hal tersebut. Pendataannya nanti akan lebih terinci. Seperti dari mana asal pengungsi, apakah mereka masuk zona aman atau zona rawan dampak erupsi Gunung Agung. “Dua-duanya diminta mendata baik itu pengungsi dari desa yang masuk zona rawan ataupun zona aman. Kemudian hasil pendataan itu nantinya diserahkan ke dinas sosial dan BPBD sebagai kelanjutannya,”
Tabanan Belum Dapat Program ’’Job Fair’’
Tabanan (Bali Post) Meski telah berulang kali mengajukan proposal program Job Fair ke Kementerian Tenaga Kerja, hingga tahun ini Kabupaten Tabanan belum mendapatkan kepastian program itu. Padahal, program job fair itu sangat ditunggu para pekerja yang mencoba peruntungan. Melalui job fair itu nantinya, para pekerja itu bisa berpeluang mendapat pekerjaan sesuai keinginan dan kemampuannya. “Tahun ini, Tabanan tidak dapat program job fair dari Kementerian Tenaga Kerja. Untuk Bali yang menerima sepertinya Kota Denpasar,” ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Tabanan I Putu Santika, Rabu (4/10) kemarin.
Tukad Unda Dibenahi untuk Wisata Air JIKA Gunung Agung erupsi bukan hanya terdampak terhadap puluhan desa yang masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB). Tukad Unda yang mengalir ke Klungkung juga berpotensi dialiri lahar dingin. Mengantisipasi hal itu Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida itu rencananya melakukan normalisasi dan pembuatan tanggul. Rencana BWS itu sebagian diapresiasi pendengar Warung Global. Sedangkan sebagian tidak mendukung. Namun, terpenting adalah dilakukan pembenahan secara berkesinambungan untuk dimanfaatkan sebagai wisata air. Demikian opini yang berkembang pada acara Warung Global yang membedah topik “Antisipasi Terjangan Lahar Dingin, Tukad Unda Dinormalisasi’’. Acara ini disiarkan di Radio Global FM 96,5 Bali, Rabu (4/10) kemarin. Program ini dipancarluaskan Genta Bali FM, Singaraja FM, dan Swara Negara FM. nyarankan sebaiknya jangan gunakan istilah normalisasi. Pergunakan saja istilah pengerukan. Dikatakan, sungai bermasalah saat ini bukan hanya Tukad Unda, tetapi masih banyak tukad lainnya yang perlu dibenahi. Kemudian Agung Jaya Negara setuju kalau tukad itu tidak usah dinormalisasi. Dibiarkan saja tukad itu tetap alami. Terpenting bebatuan dan yang membuat air itu tidak mengalir dibersihkan. Kenapa tidak dari dulu normalisasi itu.
umum. Seperti berapa jumlah pengungsi, siswa, anakanak hingga bayi. Namun kini, pendataan mengarah pada desa asal pengungsi itu apakah termasuk zona aman ataupun zona rawan.
gungsi itu di bidang pekerjaan yang sesuai skill-nya. “Misalnya saja, kalau ada yang jadi tukang. Pihak pemkab akan menggandeng para kontraktor untuk mempekerjakan mereka. Mereka akan diberikan pekerjaan sehingga dapat uang. Sebab, menganggur juga jenuh. Untuk petani, kita akan serahkan ke Dinas Pertanian untuk menempatkan mereka. Ada juga sebagian pengungsi mulai mencari pekerjaan sendiri seperti di Marga,” ujarnya. (kmb28)
Anggaran Minim
Warung Global
Mahayadi di Denpasar mengatakan, Tukad Unda yang ada di Klungkung selama ini memang belum secara maksimal dinormalisasi. Hematnya, normalisasi itu perlu agar sungai ini lebih berdaya guna mengangkat pariwisata. Tetapi untuk saat ini jangan dulu ada normalisasi ketika ada antisipasi lahar akibat Gunung Agung berstatus awas. Normalisasi itu katanya lebih pada pembenahan berkesinambungan untuk keperluan wisata air. Arya di Denpasar me-
jelas Camat Seltim I Gst. Putu Ngurah Darma Utama. Hal senada disampaikan Camat Kediri Made Murdika. Dikatakannya, jika sebelumnya pendataan yang dilakukan masih bersifat
“Memang diperlukan waktu cukup lama mendatanya. Namun, kita harapkan ada kerja sama yang baik dari warga setempat,” pintanya. Mengantisipasi kejenuhan di lokasi pengungsian itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi I Putu Santika telah melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan. Agar juga diselipkan pendataan sesuai profesi mereka. Hasil data itu akan digunakan sebagai dasar menempatkan sejumlah pen-
Menurutnya, lebih baik halhal alami dijaga dan dipertahankan di lingkungan sungai ini. Sudira di Batuan sangat setuju sungai-sungai yang ada di Bali dinormalisasi. Terpenting memang dilakukan revitalisasi. Pasalnya, dirinya melihat masyarakat di sekitar aliran sungai belum terdongkrat ekonominya. Sejauh ini, sungai itu belum memberikan dampak maksimal terutama ekonomi menjanjikan kepada penduduk asli di seputar sungai. (bram)
Mantan Kadisdik itu mengatakan, pihaknya akan terus mencoba mengajukan program tersebut, agar job fair itu dapat digelar di Tabanan. Apalagi pencari kerja di Tabanan cukup banyak dengan kualifikasi beragam. Kehadiran job fair itu tentu sangat menguntungkan mereka para pencari kerja. “Kami akan coba ajukan terus ke pusat agar Tabanan dapat program job fair ini,” tegasnya. Ia pun sempat menanyakan perihal program job fair kepada pemerintah pusat. Pihak Kementerian berdalih semua akibat minimnya anggaran setelah ada pemotongan dan rasionalisasi, sehingga beberapa program job fair juga dibatalkan. Santika menyebutkan, program job fair itu sebenarnya sangat diperlukan. Alasannya, job fair itu dapat memberikan informasi seluas-luasnya terkait dunia kerja bukan saja di Indonesia dan di Bali termasuk ke luar negeri. Para pencari kerja dapat mengetahui banyak pe-
rusahaan yang memerlukan tenaga kerja. Para pekerja nantinya berkesempatan menjadi karyawan sesuai kemampuan dan kapasitas yang dimiliki si pencari kerja. “Dengan adanya kegiatan job fair itu masyarakat khususnya para pencari kerja dapat mengetahui lowongan. Para pencari kerja berpeluang memasuki dunia kerja sesuai yang diinginkan,” sebutnya. Dari daftar data pencari kerja di Tabanan sejak Januari hingga Oktober 2017 ini sebanyak 770 orang. Mereka adalah pekerja pria dan wanita dengan jenjang pendiidkan SMA/SMK hingga sarjana. Jumlah lowongan yang tersedia sebanyak 477. Para pekerja yang melamar sudah mengisi formasi itu. Mereka sudah terserap di bursa kerja tersebut. “Saat ini masih ada sekitar 300 orang tengah berusaha mendapatkan pekerjaan sesuai harapan. Mereka masih mencari pekerjaan yang cocok,” imbuh Santika. (kmb28)
I Putu Santika
Bali Post/kmb28
15
Kamis Pon, 5 Oktober 2017 Jadwal Pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Asia Playoff I Suriah
vs Australia Zona Eropa
Jumat (6/10) dini hari --------------- Grup C ------------------------------------------------Azerbaijan Irlandia Utr. San Marino
vs Rep. Ceko vs Jerman vs Norwegia
1. Jerman 2. Irlandia Utr. 3. Azerbaijan 4. Rep. Ceko 5. Norwegia 6. San Marino
8 6 3 2 2 0
8 8 8 8 8 8
0 1 1 3 1 0
0 1 4 3 5 8
35-2 16-2 8-12 10-9 8-16 2-38
24 19 10 9 7 0
--------------- Grup E ------------------------------------------------Armenia Montenegro Rumania
vs Polandia vs Denmark vs Kazakhstan
1. Polandia 2. Montenegro 3. Denmark 4. Rumania 5. Armenia 6. Kazakhstan
6 5 5 2 2 0
8 8 8 8 8 8
1 1 1 3 0 2
1 2 2 3 6 6
18-11 18-7 18-7 8-8 8-19 4-22
19 16 16 9 6 2
--------------- Grup F ------------------------------------------------Inggris Malta Skotlandia
vs Slovenia vs Lithuania vs Slovakia
1. Inggris 2. Slovakia 3. Slovenia 4. Scotland 5. Lithuania 6. Malta
6 5 4 4 1 0
8 8 8 8 8 8
2 0 2 2 2 0
0 3 2 2 5 8
16-3 14-6 10-4 14-10 6-18 2-21
20 15 14 14 5 0
Zona Amerika Selatan Jumat (6/10) Bolivia Venezuela Chile Kolombia Argentina
vs vs vs vs vs
Brazil Uruguay Ekuador Paraguay Peru
1. Brazil 2. Uruguay 3. Kolombia 4. Peru 5. Argentina 6. Chile 7. Paraguay 8. Ekuador 9. Bolivia 10.Venezuela
11 8 7 7 6 7 6 6 4 1
4 3 5 3 6 2 3 2 1 5
16 16 16 16 16 16 16 16 16 16
1 5 4 6 4 7 7 8 11 10
38-11 28-18 19-16 26-25 16-15 24-23 17-23 24-24 14-34 18-35
37 27 26 24 24 23 21 20 13 8
Penyerang timnas Inggris Harry Kane.
Bali Post/rtr
Slovenia Bukan Lawan Mudah
London -
Inggris berharap pada penyerang Tottenham Hotspur Harry Kane saat menghadapi Slovenia pada pertandingan penyisihan Grup F kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa, Jumat (6/10) dini hari. Kemenangan atas tim Eropa Timur di Stadion Wembley itu akan mengantarkan the Three Lions mengamankan tiket langsung ke putaran final di Rusia, namun Slovenia itu bukan lawan mudah. Pemain berusia 24 tahun itu tampil mengesankan sepanjang September lalu. Kane mencetak 13 gol dalam 8 pertandingan baik bersama Tottenham atau saat bersama timnas. ‘’Dia dalam kondisi terbaiknya bukan?’’ kata kiper timnas Joe Hart dalam konferensi pers. ‘’Dia mencetak gol seperti orang-orang menyebutnya sebagai pemain kelas dunia. Dan dia melakukan ini dalam beberapa musim.’’ Sejak Kane kembali masuk timnas setelah menepi karena cedera, gol-golnya membantu
pasukan Gareth Southgate menuju akhir kualifikasi dengan hasil impresif. Golnya pada menit ke-93 menyelamatkan Inggris dari kekalahan dengan menahan imbang Skotlandia 2-2 di Glasgow di awal kualifikasi ini. Dia kemudian menyumbang dua gol saat Inggris meraih poin penuh di laga kandang dengan menundukkan Malta 4-0 bulan lalu. Dalam empat pertandingan terakhir, Southgate mempercayakan jabatan kapten jika tidak pada Kane maka ke gelandang Liverpool Jordan Henderson. Keduanya
dianggap matang dan layak memimpin rekan-rekannya. Laga melawan Slovenia nanti tidak menyertakan rekan seklub Kane, Dele Alli. Gelandang muda itu harus menjalani hukuman larangan bermain akibat melakukan tindakan tidak terpuji pada pertandingan melawan Slovakia bulan lalu yang dimenangkan Inggris 2-1. Inggris juga tak diperkuat bek tengah Manchester United Phil Jones dan gelandang Manchester City Fabian Delph. Southgate juga kehilangan Danny Rose (Tottenham), Adam Lallana
Jakarta (Bali Post) Ikatan Motor Indonesia (IMI) gencar untuk membawa balapan internasional ke Indonesia dan yang cukup berpeluang digelar di Tanah Air di antaranya Kejuaraan Reli Dunia atau WRC serta Kejuaraan Dunia Drifting. ‘’Kami beberapa waktu lalu sudah bertemu dengan promotor WRC. Mereka berpikir secara komersial dan bisa saja Indonesia langsung menggelar WRC,’’ kata Ketua Umum IMI Sadikin Aksa di sela Rapat Koordinasi Olahraga dan Wisata IMI 2017 di Jakarta, Rabu (4/10) kemarin. Menurutnya, jika dilihat dari peluang, kans Indonesia menjadi tuan rumah salah satu seri WRC cukup terbuka, mengingat saat ini tidak ada negara di Asia yang masuk dalam kalender kejuaraan dibawah naungan Federasi Automobil Internasional atau FIA. Selain itu, syarat untuk menjadi tuan rumah juga
tidak seperti dulu karena harus dipantau dari kejuaraan nasional hingga Asia Pasifik. Saat ini, persyaratan dinilai lebih longgar dan membuat peluang Indonesia menjadi tuan rumah lebih terbuka. ‘’Mereka (promotor) bakal bertanya ke tim pabrikan yang ikut di WRC. Apakah mereka ingin balapan di Indonesia. Bicara peluang, kans Indonesia besar,’’ kata pria yang akrab dipanggil Ikin itu. WRC sebenarnya bukan hal yang baru bagi Indonesia. Pada 1996-1997, Indonesia masuk kalender balap WRC. Untuk menjadi tuan rumah saat itu, salah satu syaratnya yang harus dipenuhi adalah pernah dan sukses menjadi tuan rumah reli nasional dan Asia Pasifik. Selain WRC, kakak pereli internasional Subhan Aksa ini mengaku juga membidik kejuaraan balap mobil yang cukup realistis untuk didatangkan ke Indonesia yaitu Kejuaraan Dunia Drifting
seperti yang baru saja digelar di Jepang, 30 September - 1 Oktober. Jika untuk roda empat membidik WRC dan kejuaraan dunia drifting, untuk roda dua Indonesia sebenarnya sudah masuk kalender internasional di bawah naungan federasi sepeda motor internasional atau FIM yaitu kejuaraan dunia motocross atau MXGP 2018. Selain itu, Indonesia juga mempunyai keinginan untuk menggelar MotoGP. Menurut Ikin, hingga saat ini yang paling santer ingin menjadi tuan rumah adalah Sumatera Selatan. Rencananya, sirkuit bakal dibangun di kompleks Jakabaring Sport City. ‘’Yang pasti peluang untuk masuk kalender 2018 sudah tertutup. Namun, peluang Indonesia tetap terbuka pada musim balap 2019. Indonesia memang menjadi prioritas utama dari FIM maupun Dorna (promotor MotoGP),’’ tutur Ikin. (ant)
Indonesia Bidik WRC atau Kejuaraan Drifting
Bali Post/afp
Bek timnas U-21 Prancis Jordan Amavi.
Kurzawa Cedera, Amavi Masuk Timnas Prancis
Paris Satu per satu pemain Prancis meninggalkan timnas akibat cedera. Skuad arahan Didier Deschamps, Rabu (4/10) kemarin kehilangan bek Layvin Kurzawa jelang pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018 akhir pekan ini. Kurzawa dipersiapkan untuk pertandingan menghadapi Bulgaria pada Minggu dan melawan Belarus tiga hari kemudian. Namun pemain belakang klub Paris St Germain itu menderita cedera lutut karena penyerang Arsenal Olivier Giroud saat latihan kemarin dan harus mendapat perawatan, laporan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF). Prancis memerlukan kemenangan di dua laga itu untuk memastikan tiket ke putaran final di Rusia tahun depan. Untuk mengisi posisi Kurzawa, FFF memanggil Jordan Amavi yang bermain di klub Marseille. Amavi untuk pertama kalinya bergabung dengan skuat Les Bleus. Tapi ia harus bersaing dengan pemain Barcelona Lucas Digne yang juga berposisi di bek kiri. Deschamps tak diperkuat Mendy (Manchester City) yang cedera lutut) dan Koscielny (Arsenal) yang tertarik otot Achilles-nya. Sementara gelandang Manchester United Paul Pogba dan Ousmane Dembele (Barcelona) jauh-jauh hari juga telah menyatakan tidak bugar untuk memperkuat timnas. Prancis memimpin klasemen Grup A dengan 18 poin. Posisinya masih rawan karena peringkat kedua Swedia hanya terpaut satu poin, sementara peringkat ketiga Belanda menguntit dengan 13 poin. Bulgrai di posisi ke-4 dengan 12 poin disusul Belarus dan Luxembourg yang masing-masing 5 poin. Hanya juara grup yang meraih tiket langsung ke putaran final. sementara delapan runner-up terbaik akan saling berhadapan di playoff untuk memperebutkan 4 tiket terakhir. (kmb39/afp)
Bali Post/rtr
WRC - Pembalap Prancis Sebastien Ogier tampil di Kejuaraan Reli Duni (WRC) di Alghero, Italia. Indonesia berniat mengajukan diri sebagai tuan rumah kejuaraan WRC.
(Liverpool) dan Jamie Vardy (Leicester City) yang seluruhnya belum bugar. Untuk mengisi posisi Delph, Southgate memanggil gelandang Tottenham Harry Winks yang baru berusia 21 tahun dan belum pernah tampil bersama timnas senior. Inggris yang unggul dengan selisih lima poin dari peringkat kedua Slovakia, hanya memerlukan dua poin dari dua laga terakhir untuk lolos. Selain melawan Slovenia, Jumat dini hari, Kane dkk. akan melawat ke kandang Lithuania pada Senin dini hari. Namun, Slovenia bukan lawan mudah. Tahun lalu mereka mampu menahan Inggris 0-0. Tim asuhan Srecko Katanec menempati peringkat ketiga dengan raihan 14 poin atau selisih satu poin
saja dengan Slovakia. Kegagalan mengalahkan Inggris akan berakibat fatal karena Skotlandia di peringkat ke-4 dengan 14 poin, akan menjamu Slovakia. Kapten Slovenia Bostjan Cesar menyatakan timnya tidak memiliki perasaan inferior menghadapi Kane dan kawan-kawannya. ‘’Saya melihat Kane dalam penampilan terbaiknya, Inggris juga memiliki sejumlah pemain lain yang tak kalah kualitasnya,’’ katany. ‘’Kami menghormati Inggris, tapi kami tak pernah takut melawna mereka.’’ ‘’Tahun lalu kami menghadapi mereka dan pertandingan itu berjalan mudah. Namun kali ini kami harus lebih fokus sepanjang pertandingan, jika tidak kami akan menerima hukumannya,’’ lanjutnya. (kmb39/afp)
Bali Post/ant
MENANG - Pemain Timnas Indonesia U-19 Egy Maulana Vikri (kiri) menggiring bola dibayangi lawannya dari Kamboja Chhoeung Visinu dalam pertandingan persahabatan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (4/10) kemarin. Indonesia menang 2-0.
Garuda Nusantara Menang di Menit-menit Akhir Pertandingan
Bekasi Timnas U-19 Indonesia memerlukan gol jelang akhir pertandingan untuk meraih kemenangan 2-0 atas Kamboja di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (4/10) kemarin. Muhammad Rafli dan Egy Maulana memastikan kemenangan tim Garuda Nusantara itu setelah digempur sepanjang babak kedua. Indonesia sempat menguasai awal babak pertama setelah Eggy melepaskan tembakan dan mengarah di samping gawang Kamboja. Namun setelah itu, Kamboja mengendalikan permainan. Kiper Indonesia Gianluca Pagliuca Rossy membuat blunder saat hendak menendang bola. Beruntung bola liar bisa dihalau Nur Hidayat. Pelatih Indra Sjafri memasukkan Syahrian Abimanyu dan Rifad Marasabessy untuk meningkatkan serangan, namun hingga babak pertama usai, tak satu pun gol tercipta
Kamboja tak mengendurkan serangan dan berkali-kali mengancam gawang Rossy. Beruntung lini belakang Garuda Nusantara cukup disiplin hingga gawang Rossy tak jebol. Gol pembuka Indonesia lahir dari kemelut di depan gawnag Kamboja pada menit ke-87. Rafli Mursalim melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang meluncur ke pojok gawang Kamboja. Dua menit kemudian, Eggy tampil cemerlang dengan memanfaatkan lengahnya pertahanan Kamboja. Menerima umpan terobosan jarak jauh, Eggy melaju kencang sebelum mengecoh kiper Kamboja dan menyarangkan bola ke gawang lewat sepakan menyusur tanah. Peluang Indonesia menambah gol dari titik penalti saat injury time babak kedua tak membuah hasil. Penalti Saddil Ramdani tak menemui sasaran. (kmb39/ant)
16 16 Pejudo Disiapkan ke Wismoyo Cup
Denpasar (Bali Post) Bali menyiapkan 16 pejudo guna berlaga pada Kejuaraan Internasional Wismoyo Cup 2017, di GOR Kelapa Gading, Jakarta, 20-22 Oktober mendatang. Event berskala internasional ini sekaligus sebagai ajang penjaringan pejudo yang diproyeksikan masuk skuad timnas Asian Games, termasuk promosi d an d egra d asi atlet pelatnas. Wakil Ketua I Pengprov PJSI Bali Nengah Bali Post/ist Sudiartha, di Denpasar, Kadek Anny Pandini Rabu (4/10) kemarin menjelaskan, sejauh ini pihaknya belum mengetahui apakah pejudo Bali yang menghuni pelatnas Kadek Anny Pandini, yang turun di kelas 57 kg, membela pelatnas atau tim judo Bali. ‘’Kalau Anny Pandini mengusung bendera pelatnas, kami menyiapkan penggantinya Ayu Intan,’’ terang Sudiartha. Menurutnya, ke-16 pejudo yang diturunkan terdiri atas putra (8) dan putri (8). ‘’Saat ini mereka berlatih di dojo atau pengkab dan pengkot PJSI masing-masing, pascaberlaga di ajang Porprov,’’ jelasnya. Ia memprediksi pejudo dari negara Asia bakal banyak turun pada event Wismoyo Cup ini. Sementara sederet pejudo Bali yang dipersiapkan seperti Eka Mediani (45 kg), Cahya (48 kg ), Apriningsih (52 kg), Putri (63 kg), Sakura (70 kg), Ade Swandewi (78 kg), serta Mirah Widiari (+78 kg). Di sektor putra, pejudo yang diterjunkan seperti A Bagus (55 kg), Nyoman Diana Putra (60 kg), Rama Warma dan Sukarya Yasa (66 kg), Adi Wirawan dan Komangh Adiarta (73 kg), Wiradmungga Adesta dan Bima Prasetya (81 kg), Rakyanda (90 kg), Ganding (100 kg), serta Suardana (di atas 100 kg). (022)
Bali Pari Terjunkan Tiga Perenang ke KRAPSI
Mangupura (Bali Post) Klub renang Bali Pari Badung menerjunkan tiga atletnya pada Kejuaraan Renang AntarPerkumpulan Seluruh Indonesia (KRAPSI), sekaligus seleknas kejuaraan kelompok renang kelompok umur ASEAN atau SEA Age Group, memperebutkan Piala Wali Kota Yogyakarta, di Kolam Renang Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), 6-9 Oktober. Pelatih Bali Pari Ka d ek Sud iy a sa , d i Bali Post/ist Mengwi, Badung, Rabu Ni Made Putri Yunadi (4/10) kemarin menjelaskan, ketiga atlet yang diturunkan yakni Ni Made Putri Yunadi, Ni Luh Made Citra Dewi, serta Ni Nyoman Dinda Nugraha. Mereka ini selama bertanding di Kota Gudeg didampingi pelatih Ni Putu Era Larasati. Kadek Sudiyasa menambahkan, pihaknya sengaja menurunkan sedikit atlet mengingat asuhannya baru saja berlaga di ajang Porprov Bali XIII/2017 sehingga jadwalnya terlalu mepet. Selain itu para atlet juga tidak mendapatkan waktu istirahat (rest) yang cukup. ‘’Tim renang Badung berhasil mempertahankan gelar juara umum dengan menyabet 19 keping emas, dan 17 emas di antaranya dipersembahkan perenang dari Klub Bali Pari,’’ tambah Kadek Sudiyasa. Dikemukakan, meskipun mengirim hanya tiga atlet putri, namun dia tetap berharap atlet asuhannya bisa meraih prestasi maksimal. Dia merinci, Ni Nyoman Dinda Nugraha diproyeksikan turun pada gaya punggung 50 m, 100 m, dan 200 m, Citra Dewi gaya bebas 50 m dan 100 meter, serta Putri Yunadi berlaga di gaya dada 50 m, 100 m, dan 200 m. ‘’Berdasarkan catatan waktu mereka lumayan tajam, kami harapkan mudah-mudahan bisa lolos ke SEA Age Group,’’ harap Sudiyasa. (022)
Pegolf Timnas Beruji Coba di Indonesian Masters
Jakarta (Bali Post) Kejuaraan golf internasional bertajuk Indonesian Masters 2017 yang akan menjadi penutup rangkaian tur Asia sekaligus invitasi utama di seluruh dunia, menyertakan pula atlet pemusatan latihan nasional (pelatnas) golf Asian Games 2018. ‘’Dalam kejuaraan Indonesian Masters 2017 ini kami juga akan mengundang tiga atau empat pemain yang akan turun di Asian Games 2018 dengan harapan mereka bisa menggunakannya sebagai ajang uji coba,’’ kata pendiri Indonesian Masters Jimmy Masrin di Jakarta, Rabu (4/10) kemarin. Para pemain Pelatnas tersebut akan menemani 20 pegolf Indonesia yang menjadi peserta di antara 130 atlet golf papan atas dari 20 negara di kejuaraan yang akan digelar pada 14-17 Desember 2017 di Royale Jakarta Golf Club itu. Walaupun menghadapi saingan dari pemain-pemain top dunia, Jimmy berharap atlet-atlet Indonesia yang akan bertanding di kejuaraan yang akan memperebutkan hadiah total 750 ribu dolar AS atau setara dengan Rp 10,11 miliar tersebut bisa bersaing. ‘’Dalam turnamen yang bergengsi seperti ini memang cukup sulit, pemain-pemain kita seperti mendaki gunung tinggi nan terjal, tapi saya harap pemain-pemain kita bisa bersaing dan merangsek ke papan atas,’’ ujar Jimmy yang juga Kepala Bidang Organisasi Persatuan Golf Indonesia (PGI) tersebut. Sebagai turnamen penutup tur, Indonesian Masters 2017 menawarkan 20 poin Official World Golf Ranking (OWFR) bagi pemenangnya, di mana poin tersebut akan dihitung untuk menentukan juara Asian Tour Order of Merit. Juara dan runner-up Asian Tour Order of Merit itu sendiri berkesempatan mendapatkan tiket menuju Kejuaraan Terbuka dan Kejuaraan Dunia golf di Meksiko pada 2018. Sejak digelarnya pertama kali pada 2011, beberapa nama pegolf tenar sempat mencicipi gelar juara Indonesia Masters, seperti pegolf Inggris Lee Westwood yang sukses menyabet tiga gelar juara 2011, 2012 dan 2015. Selain itu, ada pula pegolf Austria Bernd Wiesberger yang merupakan juara Indonesian Master 2013, serta wakil India Anirban Lahiri yang merupakan juara edisi 2014. Pada 2016 sendiri, pegolf asal Thailand Poom Saksansin keluar sebagai juara Indonesian Masters. (ant)
olah raga
Kamis Pon, 5 Oktober 2017
Halep Petik Kemenangan Pertama atas Sharapova
Beijing -
Petenis peringkat dua Simona Halep menaklukkan Maria Sharapova dengan skor 6-2, 6-2 pada putaran ketiga turnamen Tiongkok Terbuka, Rabu (4/10) kemarin. Ini menjadi kemenangan pertama petenis Rumania itu atas lawannya dari Rusia dalam delapan pertemuan. ‘’Ini pertandingan terbaik. Saya pikir saya berhasil menampilkan per mainan terbaik melawan dia,’’ ungkap Halep seusai pertandingan. Sharapova pun mengakui penampilan Halep lebih baik dibandingkan dirinya. ‘’Dia dengan konstan memukul pula, tidak banyak membuat kesalahan sendiri dan persentasi servisnya pun cukup tinggi,’’ ungkap mantan petenis nomor satu dunia itu. Halep, yang kalah dari Sharapova pada putaran pertama AS Terbuka, memenangi lima dari sembilan break point dan memaksimalkan sejumlah kesalahan lawannya untuk memberikan kekalahan straight set perdana bagi Sharapova. Halep memerlukan waktu satu jam 12 menit untuk menghentikan perlawanan juara lima Grand Slam itu. Meski lebih banyak menghasilkan pukulan winner atas rivalnya, Sharapova melakukan 39 unforced
error dan kesulitan mengatasi kekuatan dan agresivitas unggulan kedua itu di Beijing. Petenis Romania itu melaju ke perempatfinal, di mana ia akan berhadapan dengan unggulan ke-11 Agnieszka Radwanska atau Daria Kasatkina. Juara Prancis Terbuka Jelena Ostapenko asal Latvia melangkah lebih dekat ke ajang penutup musim WTA Finals di Singapura
dengan kemenangan 6-3, 7-5 atas petenis Australia Samantha Stosur di putaran kedua. Petenis lain yang juga melaju ke putaran ketiga adalah wakil Tiongkok Peng Shuai yang menang 6-3, 6-2 atas petenis Romania Monica Niculescu. Juara Wuhan Terbuka Caroline Garcia asal Prancis juga melaju dengan kemenangan 7-6(4), 6-4 atas Elise Mertens (Belgia). (afp/ant)
Jakarta (Bali Post) Dewan Olimpiade Asia (OCA) mulai memfokuskan perhatian mereka dalam persiapan penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus-2 September 2018, setelah penyelenggaraan Asian Indoor and Martial Arts Games (AIMAG) ke-5 di Turkmenistan. Indonesia diharapkan mampu menghadirkan standar baru dalam pesta olahraga di Benua Asia ini. ‘’Seluruh Asia tengah mempersiapkan diri untuk Asian Games ke-18 dan kami yakin penyelenggaraannya akan sukses. Meskipun ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi Indonesia kurang dari satu tahun jelang penyelenggaraan, mereka dapat melaluinya berkat kerja sama dan kolaborasi antara OCA dengan Panitia Penyelenggara Asian Games (INASGOC),’’ kata Direktur Jenderal OCA Husain Al Musallam dalam website resmi OCA, Rabu
(4/10) kemarin. Husain meyakini Asian Games 2018 akan menampilkan standar baru terkait fasilitas, infrastruktur, dan penggunaan teknologi maju untuk mendukung pertandinganpertandingan, baik di arena renovasi kompleks Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta maupun kompleks olahraga Jakabaring, Palembang. ‘’Sebagaimana biasanya, kami akan menciptakan lingkungan dan kondisi terbaik bagi para atlet agar mereka mencapai penampilan terbaik,’’ ujarnya. OCA memuji penyelenggaraan pesta multicabang AIMAG ke-5 yang berlangsung di kota Ashgabat pada 17-27 September 2017 karena kejuaraan itu mampu mengantarkan atlet-atlet Asia meraih rekor dunia. ‘’Kami mengharapkan lebih banyak lagi rekor dunia yang terpecahkan dalam Asian Games guna melanjutkan peningkatan standard prestasi di seluruh benua,’’ ujar Husain.
OCA juga menaruh harapan tinggi terhadap kesuksesan penyelenggaraan Asian Games 2018 setelah tiga kali kejuaraan multicabang olahraga tingkat Asia juga berhasil digelar secara sukses sejak September 2016. Tiga kejuaraan multicabang olahraga tingkat Asia yang berada di bawah pengelolaan OCA itu adalah Asian Beach Games ke-5 di Danang, Vietnam, pada September 2016, Asian Winter Games ke-8 di Sapporo, Jepang, pada Februari 2017, dan AIMAG ke-5 di Ashgabat, Turkmenistan pada September 2017. OCA mencatat 7.356 atlet telah berpartisipasi dalam 48 cabang olahraga pada Asian Beach Games ke-5, Asian Winter Games ke-8, dan AIMAG ke-5 itu. Tingkat partisipasi itu menjadi rujukan bagi OCA dalam perluasan kesempatan kepada para atlet Asia untuk mewakili negara mereka pada berbagai cabang olahraga. Lebih dari 10 ribu atlet
TERSINGKIR - Petenis Rusia Maria Sharapova menjangkau bola yang dilepaskan lawannya Simona Halep dari Rumania pada pertandingan turnamen Tiongkok Terbuka, Rabu (4/10) kemarin di Beijing. Sharapova tersingkir setelah menelan kekalahan di putaran ketiga.
Bali Post/afp
Hasil Tingkok Terbuka Putri Putaran III Simona Halep vs Maria Sharapova Putaran II Caroline Garcia vs Elise Mertens Peng Shuai vs Monica Niculescu Jelena Ostapenko vs Samantha Stosur Putra Putaran II Roberto Bautista vs Aljaz Bedene Nick Kyrgios vs Mischa Zverev Steve Darcis vs Dusan Lajovic
6-2, 6-2. 7-6 (7/4), 6-4. 6-3, 6-2. 6-3, 7-5.
6-0, 4-0 mundur. 3-6, 6-2, 6-2. 6-3, 6-4.
Indonesia Diharapkan Tampilkan Standar Baru Penyelenggaraan Asia Games
Bali Post/ant
RENOVASI - Pekerja menggarap renovasi arena kolam renang Kawasan Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Rabu (4/10) kemarin. Progres renovasi arena kolam renang yang dipersiapkan untuk Asian Games 2018 tersebut telah mencapai 95 persen. dan 5.000 ofisial dari 45 negara Asia akan berpartisipasi dalam 462 nomor pertandingan dari 40 cabang olahraga Asian Games 2018. ‘’Sekali lagi, Asian Games akan mempertemukan para pemuda
Asia dalam sebuah perayaan olahraga tingkat elite yang menjunjung nilai-nilai persaudaraan, mempromosikan perdamaian, toleransi, dan saling memahami,’’ ujar Husain. (ant)
Suwandi ’’Cross-check’’ ke ISSI dan KONI Jabar
Denpasar (Bali Post) Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi sempat menjadi pemohon peninjauan I terhadap dua atlet balap sepeda Gianyar Chendy Septyan dan Chelly Aristya. Namun, dalam putusan sidang Komisi Hakim, Suwandi dinyatakan kalah, dan Gianyar berhak memiliki kedua atlet balap sepeda asal Pengandaran, Jabar. Namun, Suwandi tak tinggal diam, bahkan melakukan crosscheck (pemeriksaan silang) dengan melakukan pertemuan bersama KONI Jabar, Pengprov ISSI Jabar, KONI Pengandaran, termasuk Pengkab ISSI Pengandaran, di Bandung, Kamis (5/10) ini.
Suwandi yang ditemui di Denpasar, Rabu (4/10) kemarin, menjelaskan Chendy meraup 1 emas di nomor criterium dan dua perak di nomor individual road-race, serta Individual Time Trial (ITT), sedangkan Chelly meraih 1 emas di ITT 20 km, dan perak di ITT 60 km di Porprov Bali XIII/2017 lalu. ‘’Saya bukannya dendam, baru kalah di tingkat Komisi Hakim, lalu melacak sampai ke Jabar. Namun, yang terpenting olahraga penuh dengan kejujuran, sportivitas dan fair–play,’’ jelas Suwandi. Untuk itu, dirinya melakukan crocs-check langsung ke ISSI Pengandaran, KONI Pengandaran, ISSI Jabar, dan KONI Jabar. ‘’Apalagi,
menurut surat yang saya terima, Chendy dan Chelly keduanya berstatus pegawai Pemkab Pengandaran, apakah benar dilepas dan mutasi ke Gianyar,’’ katanya. Suwandi tak ingin daerah di Bali melakukan pembinaan secara instan, dan pasca-Porprov atletnya balik ke daerah asalnya. ‘’Saya ingin daerah di Bali melakukan pembinaan berkesinambungan,’’ pesannya. Padahal, lanjutnya, alasan mutasi adalah pindah bekerja, sekolah atau kuliah, serta mengikuti orangtua. Dia juga heran, dalam satu kartu keluarga (KK) di Bali, tercatat tujuh atlet luar Bali pindah kependudukan secara serentak dan bersamaan. ‘’Saya kira ini kelemahan Pengprov cabor, dan
technical delegate (TD),’’ jelasnya. Alasannya, TD yang paling tahu aturan main cabor, termasuk nama atlet beken secara nasional, sedangkan Pengprov cabor yang merekomendasikan atlet guna mendapatkan KONI ID card. Kendati demikian, pihaknya berhasil membendung 12 atlet luar Bali, yang gagal berlaga di Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar. Mereka terdiri atas tujuh atlet bridge dan lima pecatur. ‘’Saya salut terhadap Pengprov Gabsi dan Percasi, yang berani bersikap menghadang mereka tampil di Porprov. Saya masih akan membidik atlet cabor lain, yang saya telusuri kebenaran mutasinya,’’ ungkapnya. (022)
Delfi Adri Jadi Pelatih Sementara Semen Padang
Padang (Bali Post) Manajemen Semen Padang (SP) memecat Nil Maizar sebagai pelatih kepala tim berjuluk ‘’Kabau Sirah’’ itu karena penampilan buruk tim yang diasuhnya sejak putaran kedua kompetisi GoJek Traveloka Liga 1 2017. Sebagai gantinya SP menunjuk Delfi Adri sebagai pelatih sementara. Direktur Umum PT Kabau Sirah Semen Padang (KSSP) Iskandar Zulkarnain Lubis di Padang, Rabu (4/10) kemarin, mengatakan manajemen dan Nil Maizar telah bersepakat untuk mengakhiri kerja sama ini. Menurutnya, keputusan ini diambil karena penampilan tim Semen Padang yang tidak kunjung membaik, sehingga tidak meraih hasil maksimal dalam beberapa laga terakhir.
‘’Untuk sementara manajemen menyerahkan posisi pelatih kepala kepada Delfi Adri yang sebelumnya menjabat sebagai asisten pelatih,’’ katanya. Delfi Adri akan dibantu oleh Zulkarnain Zakaria, Dino Sefrianto dan Suhatman Imam sebagai pelatih teknis. Ia berharap dengan pergantian ini akan membawa perubahan dalam permainan Semen Padang karena posisi mereka dekat dengan jurang degradasi. ‘’Kami harus melakukan perubahan agar tim dapat tampil lebih maksimal,’’ katanya. Iskandar juga mengucapkan terima kasih kepada Nil Maizar yang telah bekerja maksimal bagi tim Semen Padang. Saat ini Semen Padang berada di peringkat ke-15 dengan mengumpulkan 28 poin dari 27 laga.
Iskandar berharap pada laga menghadapi Madura United pada Jumat (6/10) masyarakat Sumatera Barat memberikan dukungan secara langsung ke Stadion GOR Haji Agus Salim. ‘’Ini merupakan masa sulit, tim butuh dukungan agar melewati kondisi ini,’’ katanya. (ant) DIPECAT - Pelatih Semen Padang FC Nil Maizar (kanan) memprotes hakim garis saat bertanding melawan PSM Makassar pada kompetisi Gojek Traveloka Liga 1 di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Sulawesi Selatan. Semen Padang, Rabu (4/10) kemarin memecat Nil Maizar menyusul serangkaian kekalahan yang dialami tim tersebut.
Bali Post/ant
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Kamis Pon, 5 Oktober 2017
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
!Dcr Cook Wanita,Helper Wanita, Waitress hub:08123929167
Needed HK for villa @SeminyakSegera!2 Org Driver Max 30 Thn DibutuhkanSegera:Maintenance/ Enginering Restaurant di speak Eng,can Cook&Exp-4490319 CV & Lamaran Kerja:PT MSV, Jl. B.BP.166.10.17.0000271 Jimbaran Pria,Jujur,BerpengaCV:gm.asaproperty@gmail.com MT Haryono 9 Dps T:08113884825 2 Accounting pengalaman,S1 Acc laman,Bertanggung jawab,CP B.BP.001.10.17.0000253 B.BP.001.10.17.0000119 Hub.081237524133 atau Needed Reservation for villa Staf FO min.D1,DW Kitchen min. 085100859200/accounting@bali 081936012522 que-restaurant.com Mgt-good English & Exp,4490319 SMK/SMA CV lkp,PuriCendana B.BP.001.10.17.0000248 B.BP.004.10.17.0000205 CV:gm.asaproperty@gmail.com Resort Smnyak732947/081212886674 Cri 3 org sopir SIM A pnglmn Dicari Sgr! Salesman!Girl.Gaji B.BP.001.10.17.0000252 B.BP.001.10.17.0000246 Kanvasan Hub/sms:081237201557 +fasilitas Bagus.Hub:PT.ASPP B.BP.817.10.17.0000236 Jl.Tunjung Kuning No.1 Dps Dbthkn SPG Toko di Seminyak Ph:0361-467518/466447 GP 1,4+Bns+U.Mkn,082237069573 B.BP.001.10.17.0000066
LOWONGAN ****Dicari Wanita untuk Control Stok Baju,Usia Max30Th Berpengalaman,Kirim Lamaran ke lostinparadise639@gmail.com
B.BP.001.10.17.0000175
Dcr GrdenerBerpengalaman,Villa Pribadi Contact 081805596048
B.BP.005.10.17.0000262
B.BP.001.10.17.0000172
Dicari PRT Masak Part Time Seminyak,081353001509 WA
Dcr Sales Toyota Tbn min SMA Krm CV Agung Toyota Tbn 810888
B.BP.167.09.17.0001816
B.BP.001.10.17.0000245
Dicari SPG Min.SMU Max.27Th Penampilan Menarik,Jujur&Rajin Penempatan Kuta&Nusa Dua,Gj1,8 Hub.Lusi 082144355655
Dcr Spa Therapist&Front Office Wanita u/ Villa di Jl.Tirta Akasa No.28 Sanur.Gaji UMK + Insentif.270260-081936268622
B.BP.001.10.17.0000254
B.BP.001.10.17.0000249
Le Pirate Beach Club,Looking for Hotel Operational Manager, Exp Min 5 years(F&B, HK, FO, Operation).Bartender & Waiter Staff,Engineering Staff, Sous Chef , Good Salary, Accommodations &Transport,BPJS Ready to Work.Age Max 35 years, Min Exp 2 year.Sent CV to: hrd@lepirate.com ,0361487240
Dcr kary.serabutan tdr dalam Kedonganan 087761421916
B.BP.004.10.17.0000224
Dcr.Gr.Mat,Fis,B.Ing,B.Bali, IPS u/SMA Hub.081339512517
B.BP.001.10.17.0000208
Sgr! Sklh Baru Bth Guru TK/PG Min SMU ada Diklat,0811380028
Dibthkan u/G’house di Keramas Gianyar.FO&Therapis L/P min 2 th pengalaman.Hub.0361 4791211 Email:nirmalakeramas@gmail.com
Dicr Pembantu Gj 1,5 yg antar dpt Kms 500 T.085222555444 Lgs
Dicari SPG untuk Kuta,Max.22th Hubungi:081916381133
B.BP.004.09.17.0001958
B.BP.821.09.17.0000624
B.BP.001.10.17.0000166
AC
B.BP.001.10.17.0000244
B.BP.001.10.17.0000240
B.BP.001.10.17.0000258
ALUMINIUM
Dicari Tukang & Kepala Tukang u/Vila,hrs pglmn,0361-4490319 CV ke gm.asaproperty@gmail.com
Resto Kuta-Server-F,CashierAsap SMK,Exp/Clever=Higher Salary SMS,WA Hp:081238347428
B.BP.001.10.17.0000251
B.BP.004.10.17.0000111
Dicari account officer minimal D3 Hub:PT.BPR.Raga Jayatama, Btbln Telp:0811385510/298277
BIRO JASA
B.BP.001.10.17.0000225
SERVICE PANGGILAN KERJA DITEMPAT BERGARANSI
POMPA AIR KULKAS AURA TEKNIK MESIN CUCI Service Panggilan WATER HEATER, KOMPOR GAS
AC KERJA DITEMPAT
B E R G A R A N S I
KULKAS FREEZER SHOWCASE WATER HEATER
COLDROOM MESIN CUCI
081 999 540 284 082 247 418 281
HUB. GARUDA
SERVICE
Jl. WR. Supratman No. 9, Denpasar
Telp. 085100493221 C.0001350-SRV
BENGKEL LAS
C.0001323-brj
DIJUAL RUMAH
BIRO JASA
BIRO JASA
Free
RUPA-RUPA
n
Desig
BIRO JASA Money Back Guarantee �
GESEK TUNAI & PELUNASAN
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
H. 08-1234567-113 C.0001169-RPA
RUPA-RUPA
BIRO JASA
DIJUAL RUMAH BU Ruko Lt3 Jl.Cargo Dps Bangunan 270m2,Tnh 191m2,424133
Sales/marketing bw surt lmaran kePertokoan Sudirman Agung B25
B.BP.004.10.17.0000223
Kafe Krbokan,Tkg Bakery/Pastry, CookHelper/Tnpa pglmn,dilatih dg cr profesional,087861378730
B.BP.001.10.17.0000204
Dijual BMW X5 V8 4.4 Thn 2001 Warna Silver Kondisi Sgt Prima Plat B (Jkt) Hub.081555888999
Sea Medewi Resort in Jembrana looking for candidates: Operational Manage;Chef, Accounting. Min 2 years experience,fluently English. Email:rikadewi27@gmail.com
B.BP.001.09.17.0001762
TOYOTA
Dicari Cepat staf Teknik Berpeng.gaji 3jt,083119624092
B.BP.001.10.17.0000216
Urgently Need RSVN staff,familliar with english and outlook email.send CV to info2@bountybali.com or Contact 0361 286655
B.BP.001.10.17.0000158
Wanita penampilan menarik SMK pemasaran rumah 081936369799
B.BP.001.10.17.0000207
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Djl Kijang Super Th’95 Hrg 57 Ng Dw MadriII No1 082158447770
Dicari:Therapist massage&mani/ pedicure sebanyk2nya,P,Min SMU (2.3jt+16rb/jam instv).Hair dresser,L/P(3jt+16rb/jam+komis 10%),Cleaning service&laundry staff L/P(2,3jt+800rb instv stlh 3bln) pengalaman min 1th bawa lamaran ke Bodyworks Spa Jl.Kayu Jati No.2 Petitenget Telp: 735058
B.BP.001.10.17.0000214
Dcr Tk cek,Tk ukur,penjahit dlm, penjahit sample,pengepul jarit,akunting Jl.P.Ambon No. 25S Dps Hub:081298337776
Informasi pasang iklan Telepon
B.BP.004.10.17.0000226
DIJUAL MOBIL BMW
B.BP.001.10.17.0000228
FORD
Dijual Ford Escape 2.3L AT XLT 2008 biru metalik 087862342138 B.BP.001.10.17.0000242 KIA
Picanto AT All New Th’2015 Tgn 1 Abu Met Hub.087 862 270 180 B.BP.164.10.17.0000257 SUZUKI
Dilelang 3 Unit Suzuki Pickup dan 1 unit Suzuki Splash,AsBal Hubungi 089619874461 B.BP.001.10.17.0000203
T Kvl 1Are Jln.KeboIwa Utara H.081337141817 B.BP.135.10.17.0000259
Jual rugi segera Jalan Jepun Pipil=9,09are BS Jd 6/7 Kplg HP/WA = 081 138 99108
B.BP.001.10.17.0000056
DISEWAKAN GEDUNG B.BP.005.10.17.0000157 Dikontrakan Gedung+Gudang Rumah 3Kmr+3Kmr Mandi,Listrik Lok.Mertanadi No.101 Kerobokan 1200,Telp&Internet,Hak Milik, LT/LB 3500/3900m2,08123812222 Luas 1 Are.Telp.08123629295 B.BP.153.10.17.0000260 Perum Taman Penta Jimbaran B.BP.154.10.17.0000263 DIJUAL RUKO Ruko Lantai 2 Jl Ratna Dps DISEWAKAN RUMAH DP 10% Bunga Krd 1% perbln Dikntrkan Rmh(2kmr,2kmr Mnd) Lingkungn Padang Udayana GIV B Hub.081338183031/081805374433 B.BP.004.10.17.0000071 No.2 HUb.081338549876/421557 B.BP.001.10.17.0000215
Dswkn rmh 2lt,3kmr,1dpr,2wc& garasi Prm.Grahaliva-Biaung Telp.085738559532/085738288715
B.BP.001.10.17.0000232
DIJUAL TANAH BU Tanah 1 Are Jl.Utma Sulatri Gatsu Timur 081237148880 B.BP.001.10.17.0000042
Batu Bulan 325JT ng JlMobil Viw Ketwl 200ng+230ng 087761245398 B.BP.001.09.17.0000991
Djl Tnh Dewi Madri I Renon DPS Hrg Nego L 5,8a H.081239964448 B.BP.001.10.17.0000138
Jual Rugi Segera Jl.DewiSri2 Kuta=6,4A Hp/WA:081-138-99108
B.BP.001.10.17.0000243
Tnh di Oberoi dpn Red Carpet 5 are tnh di Batubelig Lok sbh Rest Hug Wild 3,2A 0811838038 B.BP.001.09.17.0001808
RUPA-RUPA 1Hr Cair,KTA/BPKB/Stfkt 0,5% H.087862223922 / 082237457658
B.BP.164.10.17.0000080
Dana 1Hr Cair,BPKB,Srtfkt,KPR 0,5% Hb.430373/74-085100978067
B.BP.164.10.17.0000078
*Simpanan 1M Gratis rumah siap Huni di Tabanan H.081239011111
B.BP.001.10.17.0000261
Jual brg rmh pindahan,lemari, frezer,oven,meja 085974632255
B.BP.001.10.17.0000212
KEHILANGAN Tlh Hlg STUK/KIR DK 9540 AA AN:PT.Cahaya Surya Bali
B.BP.001.10.17.0000250
Hlg BPKB C.2993312 Dk 871 CF a.n Siska Wijaya
KEHILANGAN Hlg BPKB No.E6670836-O DK3644B a.n I Gst Nyoman Susila B.BP.001.10.17.0000217
Hlg BPKB No.G9130988-O DK9912EL a/n Kashadi Santoso
B.BP.001.10.17.0000238
B.BP.001.10.17.0000229
B.BP.001.10.17.0000198
B.BP.166.10.17.0000272
Hlg BPKB D 4190528-G,Dk 784 XF Hlg BPKB Spm Honda DK 4015 AM a.n I Ketut Suardana ,Dps An Ni Ketut Sukiati,0361237625
KONTRAKTOR
FOTOCOPY
18
BI Berpeluang Turunkan Suku Bunga Jakarta (Bali Post) – Bank Indonesia (BI) dinilai masih berpeluang untuk kembali menurunkan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate, pada tiga bulan terakhir 2017, karena ekspektasi akan membaiknya pertumbuhan ekonomi di triwulan III 2017 dan meredanya tekanan nilai tukar rupiah. Kepala Ahli Ekonomi PT Bank Mandiri Persero Tbk. Anton Gunawan di Jakarta, Rabu (4/10) kemarin, mengatakan tingkat bunga riil saat ini ditambah laju inflasi terkendali, dan juga komparasi dengan beberapa negara emerging markets lain, Indonesia masih memiliki ruang untuk memangkas suku bunga acuan, yang saat ini sebesar 4,25 persen. ‘’Pandangan dari ahli ekonomi luar menyebutkan sudahlah jangan diturunkan lagi karena bisa memengaruhi kurs, tapi kami sendiri dari kajian masih melihat ada ruang, dan itu akan sangat bergantung pada data triwulan III,’’ ujarnya. Saat ini suku bunga acuan di Malaysia sebesar 2,95 persen, Filipina 3 persen dan Thailand 1,5 persen. Bank Indonesia pada September 2017 lalu baru saja menurunkan suku bunga acuannya untuk kedua-kali berturut-turut pada tahun ini, karena laju inflasi yang terus bergerak ke batas bawah sasaran 3-5 persen. Penurunan pada September 2017 lalu juga melengkapi delapan kali pelonggaran kebijakan suku bunga acuan sejak awal 2016 atau penurunan akumulatif sebesar dua persen. Dia memerkirakan bank sentral akan mempertimbangkan apakah akan kembali memberikan stimulus di kuartal terakhir tahun ini, berdasarkan hasil pertumbuhan ekonomi kuartal III 2017. Dia dan Bank Indonesia sama-sama yakin pertumbuhan ekonomi kuartal III 2017 akan lebih baik dibandingkan kuartal II 2017 yang sebesar 5,01 persen. ‘’Lebih baik karena sangat didorong belanja pemerintah,’’ ujar dia. Pertimbangan Bank Indonesia selanjutnya, ujarnya, adalah tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Menurutnya, meskipun rupiah terus tertekan dalam beberapa pekan terakhir, volatilitas masih terjaga. Anton mengatakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akan kembali ke rentang 13.400 di akhir tahun. ‘’Rupiah meski sempat melemah hingga ke arah 13.600 kemarin, tapi kami yakin bakal balik lagi ke 13.400 per dolar. Ambil untung sementara wajar terjadi,’’ ujarnya. (ant)
Gubernur Jatim Usulkan Beli Sapi Pengungsi Surabaya (Bali Post) – Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengusulkan kepada Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita untuk membeli sapi ternak milik pengungsi Gunung Agung, Bali. ‘’Saya usulkan ke pemerintah pusat untuk membeli sapi milik pengungsi di Bali,’’ ujar Pakde Karwo, sapaan akrabnya, kepada wartawan di Surabaya, Rabu (4/10) kemarin. Menurutnya, kebutuhan daging sapi secara nasional masih kekurangan 840 ribu ton, sehingga menjadi solusi tepat karena pusat masih kekurangan daging sapi. Di sisi lain, katanya, pengungsi Gunung Agung dapat mengungsi dengan tenang karena sapinya sudah dibeli. ‘’Sampai saat ini, banyak pengungsi yang masih sering pulang ke rumah untuk memberi makan ternak mereka,’’ ucap orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut. Pemprov Jatim, lanjutnya, tidak bisa membeli sapi tersebut karena memiliki kelebihan 330 ribu sapi, bahkan 31 persen total sapi Indonesia atau sebanyak 43 juta ekor sapi berasal dari Jatim. ‘’Dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Pemprov Jatim, juga tidak ada anggaran khusus untuk membeli sapi Gunung Agung,’’ tutur mantan Sekdaprov Jatim tersebut. (ant)
EKONOMI
Kamis Pon, 5 Oktober 2017
Gubernur Bali Bertemu Konjen
Jika Erupsi, Pemerintah Bali Fasilitasi Wisman
Denpasar (Bali Post) Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengadakan pertemuan dengan 33 konsulat jenderal (konjen) dan honorary consul dari berbagai negara pada Rabu (4/10) kemarin. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur menjelaskan situasi terakhir dan berbagai kemungkinan yang terjadi. ‘’Seandainya pun terjadi letusan, manajemen pengendalian bencana kita telah lakukan dengan sebaik-baiknya,’’ tegasnya. Ia memastikan tidak akan ada korban karena area 12 km dari Gunung Agung telah dikosongkan. Selain itu, pemerintah Bali telah memasang alat canggih yang dapat mendeteksi dini jika terjadi erupsi. ‘’Ada lima negara yang memberikan travel warning untuk masyarakatnya yang akan datang ke Bali, tapi bukan berarti travel ban lho,’’ ucapnya. Jika airport tutup karena erupsi Gunung Agung, ia memprediksi terdapat 5.000 penumpang yang tidak bisa berangkat. Maka dari itu akan berdampak pada visa jika menyangkut warga negara asing. Untuk itu pemda akan mengurus visa dan akomodasi. Kalaupun terdesak harus berangkat,
maka warga negara asing tersebut akan diterbangkan melalui Surabaya atau Lombok. ‘’Kita siapkan transpornya, kita urus tiketnya,’’ tegasnya. Pihaknya berharap dengan penjelasan yang dilakukan pada hari itu, para wisman tidak jadi menunda atau membatalkan kedatangannya ke Bali. Honorary Consul New Zealand Indy Siddik mengatakan, wisatawan New Zealand tetap datang. Bahkan 700 orang hari ini dikatakan datang baik untuk berbisnis atau berwisata. Dengan kondisi Gunung Agung seperti ini, diakui tidak terjadi penurunan kunjungan wisatawan dari New Zealand. Hal itu, menurutnya, karena New Zealand memiliki gunung berapi sehingga
warganya sudah terbiasa. ‘’Biasanya tiga kali seminggu Air New Zealand membawa 750 orang,’’ ungkapnya. Berbeda halnya dengan Honorary Consul Denmark, IA Ratna Sutamaya. ‘’Denmark negara kecil hanya 6 juta jiwa. Sehingga yang datang ke Indonesia atau ke Bali tidak terlalu besar, bahkan ribuan pun tidak. Mungkin hari ini ada 300-an masih ada di Indonesia. Ada yang bekerja di Medan, Jakarta,’’ ujarnya. Diakui, telah terjadi penurunan kunjungan dari Denmark, karena sebelum terjadi peningkatan status awas, warga negara Denmark yang datang lebih dari 300 orang. Penurunannya pun mencapai 30-40 persen. ‘’Mereka
mulai cancel dan ada juga yang postponing (menunda). Biasanya, warga negara Denmark jarang yang datang bergrup, biasanya secara individu. Cuma kita tidak bisa memberikan jaminan pasti aman,’’ tegasnya. Warga negara Denmark, dikatakan, bukanlah tipe yang mudah ditenangkan karena Denmark tidak memiliki gunung berapi. Ia pun sulit menjawab pertanyaan kapan Gunung Agung meletus dan seberapa berbahayanya. Namun, ia hanya bisa menenangkan dengan menjelaskan bahwa pemerintah Bali telah menyiapkan antisipasinya termasuk memberikan nomor pribadi yang bisa dihubungi terkait Gunung Agung. (kmb42)
Mentan Deklarasikan Pengembalian 500 Tahun Kejayaan Rempah Indonesia
Ambon (Bali Post) – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendeklarasikan pengembalian 500 tahun kejayaan rempah-rempah Indonesia dari Kota Ambon, Provinsi Maluku. Deklarasi tersebut ditandai dengan pembagian jutaan bibit tanaman pala dan cengkeh kepada perwakilan petani dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku serta perwakilan petani dari Provinsi Maluku Utara (Malut) oleh Mentan Amran Sulaiman bersama Gubernur Maluku Said Assagaff dan Wakil Gubernur Maluku Utara Muhammad Natsir Thaib, di Ambon, Rabu (4/10) kemarin. Deklarasi pengembalian kejayaan rempah-rempah Indonesia tersebut juga dihadiri Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo, Kapolda Maluku Irjen Pol. Deden Juhara serta Wali Kota dan Bupati se-Provinsi Maluku dan Malut. ‘’Kita deklarasikan kembalinya kejayaan
rempah-rempah Indonesia, khususnya di Provinsi Maluku dan Malut Utara yang pada 500 tahun lalu telah terkenal karena keharuman pala dan cengkehnya. Bangsa-bangsa di dunia seperti Inggris, Portugis, Spanyol, Belanda, Cina dan Arab datang ke sini (Maluku) karena rempah-rempah. Kini kita deklarasi untuk kembalikan kejayaannya lagi,’’ tegas Mentan. Mentan Amran menargetkan dalam kurun sepuluh tahun mendatang kejayaan rempah Nusantara terutama Maluku bisa terwujud kembali. Untuk mengembalikan kejayaan rempah Indonesia di Maluku dan Malut di tahun 2017, Kementerian Pertanian (Kementan) langsung mengucurkan bantuan Rp 200 miliar kepada dua provinsi bertetangga tersebut yang diperuntukkan untuk pembibitan rempah seperti cengkeh, pala, kayu manis dan cokelat yang menjadi primadona Maluku dan Malut.
Dia menegaskan, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian pada tahun 2017 mengucurkan anggaran yang bersumber dari APBN sebesar Rp 5,5 triliun yang dikhususkan untuk pengadaan bibit unggul berbagai komoditas rempah dan disebarkan ke sejumlah provinsi yang telah terkenal sebagai pusat rempah-rempah Indonesia. ‘’Khusus untuk Maluku dan Malut masing-masing kebagian Rp 100 miliar tahun 2017 dan diperuntukkan untuk pengadaan bibit dan dibagikan secara cuma-cuma kepada para petani di semua daerah,’’ katanya. Dia menambahkan, dalam kurun tiga tahun mendatang masih ada kucuran dana ratusan miliar untuk Maluku dan
Malut yang dikhususkan untuk pengadaan bibit rempahrempah, belum termasuk dana pendamping yang melibatkan perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas bibit rempah serta profesionalisme para petani di daerah. Mentan meminta pimpinan instansi teknis terkait untuk memprioritaskan alokasi anggaran bantuan tersebut ke sejumlah daerah berdasarkan keunggulannya masingmasing. ‘’Jadi skalanya harus ekonomis dan sesuai dengan keunggulan masing-masing daerah penghasil rempah. Bantuan ini juga ditunjang dengan alat mesin pertanian (alsintan) berupa 20 unit traktor. Petani harus fokus dan peralatan yang diberikan harus didayagunakan,’’ tan-
dasnya. Ia menambahkan, guna menyejahterakan petani pemerintah mendorong investor untuk datang dan membangun industri pengolahan sekaligus menjual produk jadi. Menteri Amran pun mendorong pihak perguruan tinggi turut berpartisipasi pada kegiatan yang bertujuan mengembalikan kejayaan rempah nusantara pada 500 tahun silam dengan melakukan pendampingan agar implementasinya di lapangan berjalan optimal. Selain itu, jajaran Kodam XVI/Pattimura dan Polda Maluku juga diharapkan turut mengawal kegiatan tersebut, seperti penyaluran bantuan bibit agar tidak ada barang-barang palsu. (ant)
19
Kamis Pon, 5 Oktober 2017
Jumlah diterima kemarin Rp 44.442.400 Dari Hal. 1
Nymn Sediarta/Totot, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Gede Sudiartana, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Gede Bebeh, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Gede Panji, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Putu Jaya Kusuma, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Wayan Rame, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Wayan Purna, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Wayan Dana, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Ketut Merta, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Patilik Kauhan, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Wayan Sumerta, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Luh Arini, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Komang Sudiartawan, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Wayan Widiada, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Nengah Rinten, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Ketut Salin Sawat, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Wayan Gemuh Mentik, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Wayan Marta Pasar, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Wayan Cona, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Wayan Rerod, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Rauh S, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Nyoman Jaya, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Nengah Rungu, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Ketut Sugita, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Made Widiana/Japa, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Ni Luh Srinanti, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Ketut Taman, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Gede Armaja, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Made Sudiatmika, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 NL Hita Oktaviantari, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Ni Nyoman Surati, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Wayan Manek, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Wayan Kariasa, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Nyoman Suwendra, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Ketut Ketel, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Ketut Sutama, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Arya Arta Wahyudi, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Kade Jek, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Ketut Dapet Aryawan, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Gandola, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Nyoman Sumerta, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Ketut Sutawijaya, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Nyoman Suwenti, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Wayan Rena, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Gede Balon, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Ketut Garia, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Ketut Kasih, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Made Suparta, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Duduk Belong, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Wayan Dapet, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Wayan Ribek, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Wayan Cakra, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Wayan Riji, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Ketut Toris, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Nyoman Udi, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Ni Nengah Gongsor, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Tanggu Tarek, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Komang Dauh, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Nengah Desa, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Ketut Suarte, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Wayan Merta Ardana, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Putu Eka Widnyana, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Kubil, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Ni Ketut Erawati, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Nengah Rungu, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Made Ariyasa, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Nengah Merta, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Komang Sujana, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Kade Mes, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Bablo Oliva, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Komang, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Made Juliana, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Putu Dwika, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Nyoman Puger, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Wayan Simpen, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Ni Ketut Rusiani, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 I Nyoman Kresna Wijaya, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Ketut Sudiarta, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Nyoman Dolot Wijaya, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Ni Wayan Simpen, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Ni Nyoman Suciari, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Wayan Sudana, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Man Tangun, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Yuni, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Gede Widiana, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Putu Maret, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Pasek, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Merta Balon, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Suyasamika, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Nengah Landuh, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 Ketut Dukadi, Desa Adat Bugbug Rp 50.000 NN Rp 50.000 Perusahaan Kecap Manalagi 40 Kantong beras @ 5kg, 3 dus minyak goreng, 4 dus kecap manalagi, 2 dus roti better, 10 dus air mineral SD Saraswati 3 Denpasar 1 dus kopi, susu, permen, 5 dus mie, 2 dus susu kotak, 9 bks popok bayi, 1 dus baju bayi, 7 dus parcel bayi, 3 bks roti, 3 bks baju layak pakai PAUD Saraswati 2 Renon, Denpasar 1 dus + 5 tas baju layak pakai, 5 tas popok bayi, 1 dus sembako, 1 seli- mut, 2 boneka, 6 dus mie, 2 dus minuman ringan, 3 sak beras, 4 sabun mandi, 5 shampoo Gusti Komang Sukariyawan 20 kerat telur ayam Kadek Armaja 5 sak beras NN Perlengkapan bayi & bed cover Tim Donnelle & Jack Ellery 1 tas perlengkapan mandi, 1 tas masker Jumlah diterima kemarin Rp 44.442.400 Jumlah sebelumnya Rp 242.174.998 Jumlah seluruhnya Rp 286.617.398
Letusan ke Samping Dari Hal. 1
‘’Belum ada indikasi terjadi letusan ke samping. Kita prediksi kalau terjadi letusan masih mengarah ke atas,’’ tegas Syahbana. Sementara itu, ratusan warga Karangasem yang mengungsi di Kabupaten Klungkung kembali ke kampung halaman. Kepulangannya yang berlangsung secara bertahap dikarenakan tempat tinggalnya dinyatakan masuk zona aman. Berdasarkan informasi, Rabu kemarin, pengungsi yang pulang berasal dari Dusun Juwuk Legi dan Batu Gede, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat. Tercatat jumlahnya mencapai 243 jiwa. Mereka seluruhnya tertampung di Lapangan Tembak Desa Paksebali, Kecamatan Dawan. Di tempat ini, masih ada 164 pengungsi yang belum pulang lantaran tempat tinggalnya masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB). Kaur Kesra Desa Duda Timur Gusti Lanang Rai mengatakan, pulangnya pengungsi yang terdiri dari berbagai
usia ini diawali dengan adanya imbauan dari perbekel. ‘’Tempat tinggalnya berada di zona aman,’’ ungkapnya saat ditemui di Lapangan Tembak. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Klungkung Putu Widiada menjelaskan, 83 pengungsi yang terta mpung di GOR Swecapura juga ada yang pulang. Pengangkutannya difasilitasi kepolisian dan BPBD. ‘’Mereka dari Muncan. Pulang karena tempat tinggalnya masuk zona aman,’’ jelasnya. Selain di Klungkung, kepulangan pengungsi juga terjadi di Gianyar. Sudah lebih dari seratus orang telah kembali ke kampung halamannya. Mereka difasilitasi pemerintah daerah dalam penyediaan transportasinya. Lauk-pauk Sementara itu di Bangli, jumlah pengungsi masih enam ribu orang. Koordinator Bidang Logistik Nengah Sukarta, Rabu kemarin, menyatakan persediaan laukpauk yang ada di gudang posko saat ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan
Kondisi Senjata Dari Hal. 1
Pemeriksaan secara fisik terhadap senjata-senjata tersebut melibatkan 20 orang personel dari unsur Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Badan Intelijen Kepolisian (BIK), Korps Brimob serta unsur Bea dan Cukai untuk memastikan kesesuaian antara dokumen
Dari Hal. 1
Jokowi juga menyinggung berbagai kalangan yang menyebut daya beli masyarakat Indonesia menurun, namun angka-angka menunjukkan peningkatan. ‘’Saya berikan angka. Coba saya ambil dari shifting dari offline ke online. Banyak orang yang ke situ. Kalau ada toko tutup ya… karena ini. Salahnya enggak ikuti zaman,’’ katanya. Jokowi mengungkapkan, angka jasa kurir naik 130 persen pada akhir September ini. ‘’Angka ini didapat dari mana? Ya.. kita cek. JNE cek, kantor Pos cek. Saya kan juga orang lapangan,’’ katanya. Dia menegaskan, angkaangka itu dia sampaikan agar tidak menjadi isu politik, karena kurang setahun lagi ada Pilkada 2018 dan Pemilu Presiden 2019. ‘’Angka seperti ini kalau tidak disampaikan, isunya hanya daya beli turun. Saya lihat siapa yang bicara, politik... oh tidak apa. Kalau pengusaha murni saya ajak bicara. Kalau orang politik memang tugasnya itu, membuat isu-isu untuk 2019. Sudah kita blak-blakan saja,’’ kata Jokowi. Dia mengaku banyak toko yang tutup, namun sewa gudang meningkat, jasa perusahaan di bidang sewa gudang meningkat 14,7 persen. ‘’Ada shifting dari offline ke online. Sama ini, di Cina juga sama. Kalau kita menghitung dari online yang gede-gede. Misalnya Bukalapak, Blibli, tidak muncul. Karena orang jualan lewat instagram, facebook. Ini angka yang tidak bisa dilacak dengan baik. Lacaknya dari mana? Jasa kurir,’’ jelasnya. Presiden juga menunjukkan angka PPN yang naik
Bisa Dimaklumi Dari Hal. 1
‘’Dapat dikatakan, dengan terjadinya kekosongan peran tersebut menimbulkan melemahnya posisi tawar daerah di tingkat nasional. Ini bisa dimaklumi akibat terbatasnya kewenangan DPD akibat aturan pelaksanaan atas kewajiban konstitusional tersebut yang belum jelas dan tegas diatur,’’ kata Rully Chairul. (kmb4) SUMBANGAN - Kepala PAUD Saraswati 2 Renon Denpasar Ni Wayan Darwing, M.Psi., Rabu (4/10) kemarin menyerahkan punia dari anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Saraswati 2 Renon, Denpasar. Didampingi guru dan anak-anak dari PAUD, Ni Wayan Darwing menyerahkann sumbangsih sebagai bentuk Bakti Gunung Agung kepada pengungsi Rp 8.577.000 serta sejumlah barang berupa makanan dan pakaian layak pakai. Punia ini dikumpulkan dari 332 anak asuhnya di PAUD Saraswati 2 Renon. Dikatakannya, rasa peduli ini ditanamkan sejak dini kepada anak-anak agar mereka memiliki kepekaan sosial dalam menjalani kehidupan.
dan kondisi fisik senjata. Pengecekan fisik dihadiri oleh Kepala BAIS Mayjen TNI Hartono, Direktur A BAIS Urusan Dalam Negeri Brigjen TNI Wahid Aprilianto, Asisten Intel Panglima TNI Mayjen TNI Beni didampingi dengan petugas pengamanan dari unsur TNI. Seperti yang dirilis dalam Instagram resmi Humas Polri,
Ikuti Zaman
12,14 persen yang menunjukkan ada aktivitas ekonomi. ‘’Kalau tidak, itu naik dari mana. Kenapa tidak konfiden masih. Angka ini angka riil. Kalau enggak ada kegiatan ekonomi yang hasilkan nilai tambah, tidak mungkin muncul angka ini,’’ katanya. Presiden juga membeberkan angka pertumbuhan penerimaan pajak industri naik 16,36 persen dibanding tahun lalu, perdagangan naik 18,7 persen, ekspor pertambangan ekspor sudah mulai merangkak dan naiknya 30,1 persen, pertanian 23 persen. ‘’Angka seperti ini bagaimana. Masak angka tidak percaya. Konstruksi memang hanya 2,4 persen. Kenapa bisa turun? Ya… karena dulu kan saya sudah
selama dua hari ke depan. Ia menjelaskan, saat ini persediaan beras untuk pengungsi Gunung Agung di Bangli masih relatif aman yakni sebanyak 22,5 ton. Selain itu, posko di Bangli juga masih memiliki persediaan cadangan beras pemerintah (CBP) 100 ton. Per harinya kebutuhan beras untuk 6 ribu pengungsi sebanyak 2,4 ton. ‘’Untuk persediaan beras tidak masalah. Yang masih belum aman persediaan lauk-pauknya,’’ kata Sukarta seizin Komando Posko Penanganan Darurat Bencana Gunung Agung di Kabupaten Bangli Letkol Inf. S.L Manurung. Dia membeberkan, per Rabu kemarin persediaan logistik khususnya lauk yang dimiliki Posko Penanganan Darurat Bencana sangat minim. Telur yang menjadi lauk utama selama ini, masih tersisa sekitar 26 kerat. Padahal kebutuhan per hari lebih dari itu. ‘’Persediaan lauk di posko sangat minim. Untuk saat ini persediaannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pengungsi dua hari ke depan,’’ ujarnya. (tim bp)
@divisihumaspolri bahwa Kabid P2 Bea dan Cukai Bandara Soetta menegaskan, setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim gabungan, tidak ditemukan adanya pelanggaran prosedur impor senjata oleh Polri, baik dari segi dokumen maupun fisik secara administratif kesemuanya telah sesuai. (ant)
turunkan pajak final dari lima persen menjadi 2,5 persen. Ya… karena diturunkan saja,’’ katanya. Maruarar Sirait, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin, dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu kemarin, mengatakan Rakornas Kadin dimulai dengan mendiskusikan masalah yang terdiri dari 14 kluster dengan menteri terkait. Rakornas Kadin ditutup oleh Presiden Jokowi pada Selasa (3/10) malam. Menurut Maruarar, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan akan menindaklanjuti hasil Rakornas 2017 ini. ‘’Tindak lanjut itu baik dalam bentuk aturan, kebijakan maupun anggaran,’’ katanya. (ant)
Tari Wali Dari Hal. 1
Lanjut dikatakannya, pada puncak pujawali besok (hari ini - red) akan dilaksanakan tari wali, wayang dan topeng. Karena itu
merupakan runtutan dari upacara yang harus tetap dilaksanakan. ‘’Setelah itu baru akan dilanjutkan dengan persembahyangan bersama,’’ jelas Mangku Jana. (kmb41)
16 Pages
185 Number 9th year
Price: Rp
L O N A A T I E R N I N T
3.000,-
st.co.id e-mail: info_ibp@balipo st.com. ernationalbalipo
.com. http://epaper.int
L O N A A T I E R N I N T
nationalbalipost
ts Tyler shu s Steven Aerosmith’ art attack rumors down he Thursday,
October 5,
Bali remains safe and conducive: Governor
online: http://www.inter
, Thursday
2017 October 5,
2017
disSteven Tyler or a frontman - Aerosmith suffered a heart attackband LOS ANGELES that he had ailment that led the tour. clarify the missed speculation did little to South American in seizure but remainder of its four shows the with off its last to cancel
dealing called Tyler was care. band in September because The rock Argentina and Mexico required immediateI certainly did Brazil, Chile, medical issues” that speculations but on the official “unexpected all an A+ for creative Tyler, 69, wrote “I give you attack or a seizure,” its tour short, heart not have a website on Monday. the band had to cut in the United sorry my doc Aerosmith that he was that only Tyler addedto have a procedure had saying “I past, ranging perform.” issues in the States could elaborate. shoulder, to a broken (rtr) slew of medical He did not suffered a drug addiction hepatitis C. Tyler has prescription surgery and abuse and from drug surgeries, vocal chord multiple leg of Joe Perry Let Rock (L) and guitarist July Steven Tyler their “Aerosmith: California Vocalist during perform Inglewood, 30, 2014. Aerosmith at The Forum in tour Rule”
REUTERS/Darren
damages
e-hacking
over phon
Camerthe Minister David then Prime a public inquiry into of the press. on to order . that Mr ethics and practices on Murdoch’s Steve phone-hacking “MGN acknowledges At first centredhacking scandal - British actor target of unlawful LONDONdamages on Tuesday Coogan was the these activities were British papers, the became clear as it that Coogan won Group Newspapers activities and years later,” a lawyer later widened MGN newspapers to at until had also from Mirror illegally listened said in a statement to that reporters get concealed Trinity Mirror circulated whose reporters messages to for the company owned by illegal practice. sein a long- the London High Court, on the their to his voicemail latest chapter the exposing the hearing. Mr Coogan relied a scoops, the that has damaged to Apart from media after g also had press. other vic- crets, phone-hackin on victims’ “MGN apologises running saga of the British for his that he and impact denied reputation and accepts in Britain devastating have been Best knownfictional radio pre- tims should not published personal relationships. is of so long.” what was and sigportrayal Partridge, Coogan ng scandal “Much of the truth for distress enormous it was reThe phone-hacki senter Alan celebrities who, along Coogan’s the 2011 when the World, caused damage to Mr wrongly one of many and members of erupted in nificant those he inforNews of with politicians up in news stories, vealed that the Sunday Mirror, had relationships with leaked private . the public caught a rival of voicemails of Milly suspected had believed he was the to phone-hacking victim. or who fell victim awarded an undisclosed hacked the information teenage murder News mationof their private a lawyer for He was by the Mirror Dowler, a cause caused the the MirThe uproar proprietor, media being made public,” sum in damages (rtr) owner of People court. the (MGN), close World’s to and the Group Coogan told Murdoch, Staples to 62 of Sunday Mirror REUTERS/Darren and prompted magnate Rupert in relation as he ror, newspapers, that contained down the newspaper, the crowd Labour published articles through entertains Steve Cooganof Britain’s opposition, Britain information obtained No. 106 Dps Jl. Raya Puputan 148 at: British comedianCorbyn, leader rally in Birmingham Renon No Post Jeremy Mandala Kopi Made Jl. Raya Niti waits for arrive at a campaign 148 Renon onal Bali Sanur 28 Manan Mandala No. Jl. D.Tamblingan Sanur 29 Dimsum Jl. Raya Niti Party, to Yamin No.18 find Internati Smirnof Cafee Jl. Mohamad Jl. D.Tamblingan 30 Furama You can 19 No.88 Renon June 6, 2017.
an wins h actor Coog
Britis
Scret 10 Malaika Sari Kuta Jl. Bakung 11 Snack Shack Lokal Jl. Pantai Kuta 12 Warung Club Tanduk 1 Kuta Beach the Coffe Bear Jl. Camplung 13 Cokro Cafee Kuta Sari Kuta 2 Wen Dys Hotel Jl. Bakung 14 T.J.Bar Paradiso Bali 3 Seminyak Legian Kuta Jl. Padma 15 J & N Kebab Resort&Spa 23 4 Ramayana Bar 16 Goanna Legian Resort&Spa Jl. Doble Six/Werkudara No. 51 5 The Lokha Emtertaiment 17 Batu Jimbar Jl. D.Tamblingan Sanur Live Sport Cafee 6 66 Corner No.126 A 18 Ramayana Grill 140 Jl. D.Tamblingan 7 Leghawa Jl. D.Tamblingan dan Restoran 8 Retno Barr
No 68 Jl. D.Poso 20 Legwa Hotel No. 50D Cafee Jl. D.Poso 21 Nu Laser No. 39 Book Jl. D.Poso 22 Ganesa Sanur Jl. D.Poso 23 All For Daiving Sanur Jl. D.Poso 24 Barocca Sanur Jl. D.Poso 25 Lantern Sanur Jl. D.Poso 26 Shearlock Sanur 27 Cafe Degan Jl. D.Tamblingan Jl. D.Tamblingan
Sanur Subah Renon Jl. Merdeka Jl. D.Tamblingan Sanur 31 Warung Denpasar khas Gilimanuk Wuruk 184 Jl. Hayam Jl. D.Tamblingan Sanur 32 Ayam Betutu Jl. D.Tamblingan 33 Bali Bakery 17 DKerobokan Jl.Petitenget 17E Kerobokan Jl.Petitenget Klod 17C Kerobokan Klod Jl.Petitenget 9 Kerobokan Jl.Petitenget
on the highest
alert level
located some
Whiteside
15 km away,
and ains safe Bali rem : Governor ive conduc
Agung, with Mount to the beach 2, 2017. carry it on October as fishermanof Bali, Indonesia on a boat island flag is seen on the resort in Amed, An Indonesian in the background
visit Bali tourists to increased called on Pastika, hasand conducive despiteIsland. The safe Made Mangku District, Balitravel operaisland was the resort - Bali Governor, s, such as 28 villages in Karangasem on adding that which is located stakeholder DENPASAR hesitation, impact only Agung, with tourism without any of Mount during a meeting it would have direct to hold volcanic activity Agung erupts,the volcanos crater. gave his assurance has planned from governor on Tuesday. If Mount consuls in The government 12 kilometers disaster a meeting with foreign misinfortors, here a radius of to eradicate or hoax now has better Indonesia located within and more sophis- Bali in order
activity is triggering
in volcanic to Indonesia’s awakens is ready to blow. An increase possible, accordingsince early Agung eruption is Mount Agung of tremors that Bali’s Mount suggesting a major 140,000 people in the number
signs Over the volcano, the rapid rise is moving. There are several in areas around The chart below shows indicates the magma any time. at more tremors Center. quakes which volcano could erupt in shallow National Vulcanology Agung and the increasewarnings the Mount Deep volcanic September, after evacuated earthquakes have been
(10km or deeper)
600 earthquakes 500
Shallow volcanic earthquakes
400
(5 to less than
10 km)
300
Local earthquake tectonics
200 100 0 Sep 03 for Vocanology Source: Center Wu, 04/10/2017 S. Scarr, J.
Sep 10 and Geological
Sep 24
Sep 17 Hazard Mitigation
Oct 1
a volcano
that measures disinformation technology tourist attractions mitigation situation. mation and Bali’s mainDua, Kuta, and Sanur, ticated informationnumber of casual- regarding the current 6 to page he away minimize the Continued such, as Nusa he could damages in case of eruption, tens of kilometers foreign are located of the mount, ties and also be heard than 4 million Bali News can at Global from the location to him, Karanasserted. Morethe resort island of up in “Bali Image” from 9.30 visited and only 28 96.5 this year, added. According Radio FM am. Listen to 78 villages, impacted. touristsfirst eight months of in the gasem has in the until 10.00 FM at http:// 3.19 million be directly percent from om villages could 50 villages and other Global Radio be 25.40 last year. like to reaften2myradio.c The remaining at http:// in Bali would to same period globalfmbali.lis I would streaming there http:// “Therefore, tourist destinationsdo not hesitatethe be safe and aror live video ali.com and li. climbing it firm that Bali would safe. “Therefore, about. All radioglobalfmb nel/global-fm-ba except for as be worried made ustream.tv/chan visit Bali, is nothing to been already will be forbidden mount, which Pastika explained. is rangements have he reiterated. eruption,” is dangerous,” in case of an current condition Besides, the it erupted in 1963. how different from
(Indonesia)
9 Elkomedor
Kamis Pon, 5 Oktober 2017
Jared Leto
Perankan Hugh Hefner Aktor pemenang Oscar, Jared Leto, akan memerankan sosok Hugh Hefner, pendiri majalah Playboy yang tutup usia pada 27 September silam pada usia 91 tahun, dalam film biopik yang disutradarai Brett Ratner. “Jared adalah kawan lama,” kata Ratner seperti dilansir Hollywood Reporter. “Saat saya tahu saya dapat hak cipta untuk membuat cerita Hef, dia bilang, ‘Saya ingin memerankannya. Saya ingin memahaminya’. Dan saya sangat percaya Jared bisa. Dia adalah salah satu aktor terbaik saat ini.” Proyek ini masih berada di tahap awal pengembangan oleh RatPac Entertainment. Sutradara-produser itu sudah ditetapkan membuat film itu sejak 2007, ketika film itu awalnya akan dibuat Universal Pictures dan Imagine Entertainment. Saat itu Robert Downey Jr. sempat ditetapkan jadi pemeran Hef. Ketika hak filmnya tak berlaku lagi, produser Jerry Wentraub membelinya untuk Warner Bros. Setelah Weintraub wafat pada 2015, Ratner langsung mendapatkan hak cipta untuk perusahaannya. Pada April, Ratner mengundang Leto ke Playboy Mansion dalam pemutaran perdana serial dokumenter Amazon berjudul ‘‘American Playboy: The Hugh Hefner Story’’ sekaligus merayakan ulang tahun Hefner ke-91. Ratner berharap bisa mengenalkan Leto kepada pria yang akan diperankannya di layar lebar, tapi Hefner saat itu kurang sehat dan tidak bisa menyapa tamu. Namun, Ratner tidak khawatir. “Ada cukup banyak video rekaman Hef di luar sana dan Jared bisa mendapatkan informasi sebanyak yang dia mau,” katanya. (ant)
balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, (0361) 233801 Facsimile: 227418
Dalam Waktu Dekat, Pemimpin akan Umumkan Kemerdekaan Catalunya Catalonia (Bali Post) -
Spanyol akan menghadapi guncangan politik setelah pada Rabu (4/10) kemarin, pemimpin Catalunya mengumumkan akan mengumumkan kemerdekaan dalam waktu dekat. Carles Puigdemont mengatakan bahwa pemerintahannya akan bertindak pada minggu ini atau minggu depan, dikutip dari BBC yang mewawancarainya pada Selasa lalu.
Bali Post/afp
DEMONSTRASI - Pemuda pro-kemerdekaan Catalunya membawa bendera dan spanduk dalam demonstrasi yang digelar di Barcelona.
Ia berbicara setelah ribuan orang di Catalunya berdemonstrasi karena polisi bertindak keras untuk melarang adanya referendum kemerdekaan di kawasan itu, Minggu (1/10). Pemerintah pusat dan pengadilan nasional menganggap referendum tersebut ilegal. Namun, pemimpin Catalunya menganggap bahwa hasil itu menunjukkan bahwa kawasan tersebut memiliki kesamaan pandangan untuk menyatakan kemerdekaan. “Kami akan mendeklarasikan kemerdekaan dalam waktu 48 jam setelah hasil resmi dari pemilihan keluar,” kata Puigdemont. Pernyataannya itu datang beberapa jam setelah Raja Spanyol Felipe VI menyatakan otoritas harus mempertahankan tatanan konstitusional. Intervensi dramatis Felipe ini dilakukannya pada Selasa malam untuk menenangkan Spanyol yang mengalami
krisis politik terburuk selama berpuluhpuluh tahun. Felipe melupakan sikap berwibawanya terhadap ketegangan di Catalunya dan menuduh pemimpin di kawasan itu bertindak di luar hukum yang berlaku. “Dengan tindakan tak bertanggung jawab mereka, stabilitas ekonomi dan sosial di Catalunya dan Spanyol menjadi terancam,” katanya. “Merupakan tanggung jawab negara yang resmi bertindak untuk memastikan tatanan konstitusional.” Sementara itu, Puigdemont mengklaim bahwa sekitar 2,26 juta orang berpartisipasi dalam pemilihan atau sekitar 42 persen dari seluruh pemilih yang ada. Namun pemilihan tersebut digelar tanpa adanya daftar elektoral dan pemantau. Pemerintah kawasan itu mengklaim bahwa 90 persen dari yang memilih setuju dengan kemerdekaan. (iah/afp)