20 HALAMAN
NOMOR 163 TAHUN KE 68
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (102 rb Like) http://facebook.com/balipost
minggu kliwon, 31 Januari
Pengemban Pengamal Pancasila
2016
@balipostcom (3,8rb Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418
Penolakan Desa Adat Tak Diakomodasi
Amdal Teluk Benoa Tak Relevan Direvisi
K U L TE OA BEN
Denpasar (Bali Post) Kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang diajukan pemrakarsa reklamasi Teluk Benoa dianggap tidak layak untuk dijadikan dasar pertimbangan menentukan nasib reklamasi Teluk Benoa. Kajian dinilai tidak fair, dangkal, dan mengabaikan pengelolaan pesisir secara terpadu. Revisi amdal pun sudah tak relevan dan tak memungkinkan dilakukan mengingat daerah terdampak yakni komunitas adat di Bali --sebagai aspek sosiologis-- sudah secara tegas menyatakan menolak reklamsi Teluk Benoa. Untuk itu, pemerintah sebagai hakim dari nasib reklamasi Teluk Benoa diminta arif dan mendengarkan putusan paruman 15 prajuru adat sebagai putusan tertinggi komunitas adat di Bali.
Pandangan ini dilontarkan akademisi yang menggeluti keilmuan bidang kelautan Ketut Sudiarta dan aktivis ForBali Wayan Gendo Suardana Sabtu (30/1) kemarin. Mereka berpandangan jeda revisi selama 30 hari seperti diisyaratkan oleh Komisi Penilai Amdal Pusat juga tak relevan lagi diwacanakan. Hal. 19 Tidak Fair
56 Surat Penolakan
FORUM Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBALI) menyurati Presiden Joko Widodo berisi penolakan atas rencana reklamasi Teluk Benoa. Ada 56 surat yang dikirimkan rakyat Bali untuk memastikan bahwa Presiden telah benar-benar menerima surat masyarakat Bali yang selama ini menentang keras rencana reklamasi. Dari 56 surat penolakan yang dikirimkan ForBALI kepada Jokowi yaitu surat dari Desa Adat (15 Desa Adat), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, Organisasi Pemuda Adat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), organisasi pemuda dan komunitas, musisi (band), dan mahasiswa. Menurut ForBALI, surat tersebut awalnya dikirim masingmasing lembaga. Namun oleh ForBALI, forum yang mendapat tembusan surat, dilakukan pengiriman ulang pada 28 Agustus 2015. Hal. 19 Pernyataan Sikap
Ilustrasi/Tu Suaria/BPM
JAGAT BALI
Pemaksaan Reklamasi ’’Kolonialisme’’ terhadap Bali Denpasar (Bali Post) Kuatnya penolakan reklamasi terhadap Bali jangan dianggap sepele oleh pemerintah pusat dan oknum pemerintah daerah. Sebagai pengambil kebijakan, pemerintah pusat jangan sampai mengabaikan kekuatan 15 desa adat yang tegas menolak reklamasi berkedok revitalisasi terhadap Teluk Benoa, Badung. ‘’Pemaksaan reklamasi dengaan dalih apa pun di Teluk
Benoa patut dicap sebagai bentuk ’kolonialisme’ terhadap Bali. Jika dipaksakan, ini patut dicatat sebagai bentuk pemaksaan kekuasaan terhadap hak orang Bali,’’ ujar Prof. Sutjaja Jumat (29/1). Pengamat sosial-budaya Bali ini mengingatkan pengambil kebijakan di Bali untuk tidak gegabah dalam mengambil keputusan terkait reklamasi Teluk Benoa. ‘’Buka mata, hati, serta telinga. Ingat 15 desa adat
itu bukan kekuatan massa yang kecil. Otoritas adat di Bali sampai saat ini masih sangat kuat dan memiliki sanksi sekalaniskala,’’ ujarnya. Ia juga mengingatkan krama Bali jangan pernah berhenti menyuarakan kebenaran untuk memperjuangkan hak-haknya. Salah satu tanggung jawab moral krama Bali adalah menjaga pertiwi Bali dari keserakahan. Hal. 19 Berhak Menuntut
‘’Pemaksaan reklamasi dengaan dalih apa pun di Teluk Benoa patut dicap sebagai bentuk ‘kolonialisme’ terhadap Bali. Jika ini dipaksakan patut dicatat sebagai bentuk pemaksaan kekuasaan terhadap hak orang Bali.’’ Prof. Sutjaja
Bukan Proyek Mangku Pastika Desa Adat Tolak reklamasi
Pura Tirta Harum
UMAT Hindu di Bali begitu menyucikan yang namanya sumber air dan air itu sendiri. Kebesaran air bagi kehidupan manusia sering dijadikan tonggak untuk membangun pura. Hal ini patut dijadikan renungan ketika 15 desa adat di Bali terus berjuang menolak reklamasi Teluk Benoa. Pura Tirta Harum merupakan pura kawitan Mahagotra Tirta Arum. Pura ini berlokasi di Banjar Tegalwangi Desa Nyalian Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, tepatnya di atas Tukad Melangit. Meski terletak di wilayah Klungkung, namun pura ini juga dapat dijangkau dari Banjar Guliang Kangin Desa Tamanbali, Bangli. Untuk menuju pura ini dari Banjar Guliang Kangin, ada ratusan anak tangga yang harus dilalui. Searah dengan jalan menuju Pura Tirta Harum, terdapat juga sebuah pura yang bernama Pura Jero Puri. Secara historis kedua pura tersebut memiliki hubungan yang sangat erat. Pemangku Pura Tirta Harum A.A. Gede Mangku saat ditemui Sabtu (30/1) kemarin, menjelaskan berdasarkan beberapa sumber sejarah yang dimilikinya, Pura Tirta Harum diperkirakan berdiri sekitar tahun 1350 silam. Keberadaan pura ini tidak terlepas dari sejarah perjalanan Ida Batara Sakti Wawu Rauh. Diceritakan bahwa Ida Batara Sakti Wawu Rauh melakukan perjalanan dari Tohlangkir dengan menyusuri Tukad Melangit. Di tengah perjalanannya, Ida Batara Sakti Wawu Rauh merasa haus. Karena beliau tidak melihat adanya sumber mata air, beliau lantas melakukan tapa semadi. Hal. 19 Mata Air
Desa Adat Legian
Desa Adat Canggu Desa Adat Serangan
Denpasar (Bali Post) Gubernur Bali Made Mangku Pastika tak ingin dikaitkan dengan megaproyek reklamasi Teluk Benoa. Dia menegaskan reklamasi Teluk Benoa bukanlah proyek Mangku Pastika. “Begini ya, supaya orang paham, reklamasi itu bukan proyek Mangku Pastika, itu loh,” ujarnya usai simakrama dengan ratusan tokoh masyarakat dan pejabat SKPD di Wantilan DPRD Bali, Sabtu (30/1) kemarin. Pastika mengaku heran lantaran proyek atau gagasan besar selalu diidentikkan dengan dirinya. Sebagai contoh, KSPN serta rencana perluasan Rumah Sakit Mata Bali Mandara atau RS Indera. “Keliru itu, paham itu yang harus kita luruskan,” tegasnya. Itu sebabnya, dia memilih tidak hadir dalam pembahasan Amdal, RKL-RPL reklamasi Teluk Benoa karena tidak ingin proyek itu dikaitkan dengan dirinya. Terkait pembahasan Amdal, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan, hasil pembahasan nantinya akan dijadikan dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan oleh pemerintah. Hal. 19 “Conflict of Interest” Mangku Pastika
Amdal Reklamasi Layak Ditolak
Oleh Wayan Windia
SAYA hadir dalam acara diskusi publik Amdal proyek reklamasi Teluk Benoa di Kantor Gubernur (Jumat, 29/1) lalu. Berdasarkan diskusi itu, saya berpendapat bahwa tampaknya ada dua kutub dalam menyikapi kasus tersebut. Pertama, adalah kutub pejabat yang pro-reklamasi (eksekutif, DPRD, DPD, termasuk dirjen si ketua sidang), dengan kedok aturan formal. Kedua, adalah kutub masyarakat yang kontra-reklamasi, dengan alasan kultural. Tampaknya, para pinandita (Tim Sembilan), juga menolak reklamasi, dengan ungkapan yang “berkulit” teologis. Beliau mengungkapkan bahwa, tidakkah proyek ini justru akan merupakan merta matemahin wisia? Kalau
kawasan Teluk Benoa merupakan kawasan suci, ya kawasan suci, dan jangan diapa-apakan; kalau betul-betul meyakini, mari kita sama-sama ke Pura Besakih untuk bersumpah. Ungkapan di atas menunjukkan bahwa tampaknya akan terjadi konflik yang berkepanjangan antara pihak proyek dengan masyarakat di sekitarnya. Kiranya dapat dibayangkan bahwa ada suatu proyek, yakni reklamasi Teluk Benoa. Tapi di hadapannya, ada masyarakat Teluk Benoa, yang justru akan menolaknya mati-matian. Hal ini berarti bahwa proyek ini tidak menerapkan filsafat Tri Hita Karana (THK). Untuk itu, saya beda pendapat dengan Tim Amdal yang diwakili oleh Dr. Jro Mangku Wayan Suarjaya (dosen IHDN).
Menurut saya bahwa prinsip penerapan THK adalah membangun harmoni. Kalau suatu proyek tidak mewujudkan harmoni, tetapi justru akan mewujudkan konflik yang berkepanjangan dalam pawongan, maka hal itu bukan suatu penerapan THK. Dalam beberapa referensi diungkapkan bahwa suatu proyek bisa diterima, kalau secara teknis adalah benar, secara ekonomi menguntungkan, dan secara sosial dapat diterima. Proyek reklamasi Teluk Benoa secara tegas ditolak oleh masyarakat Desa Teluk Benoa. Dengan demikian, maka seharusnya proyek Reklamasi Teluk Benoa dibatalkan. Hal. 19 Jangan di Bali
DAERAH
2
Minggu Kliwon, 31 Januari 2016
Intensitas Hujan Tinggi
Jalur Kintamani Rawan Pohon Tumbang Bangli (Bali Post) -
Pengguna jalan Kintamani-Singaraja dan Kintamani-Karangasem diminta waspada akan pohon tumbang, menyusul tingginya curah hujan yang terjadi belakangan ini. Hal ini disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangli I Wayan Karmawan, Sabtu (30/1) kemarin. BPM/kmb33
KUNJUNGAN - Garuda Indonesia melakukan kunjungan ke Bali Post, Jumat (29/1). Rombongan dipimpin General Manager Bali Micky Irfandi diterima jajaran redaksi Bali Post.
Dituduh Memperkosa, Warianta Dikeroyok
Denpasar (Bali Post) Putu Warianta (32), warga yang beralamat di Jalan Bukit Tunggal Gang VII A, Denpasar, Sabtu (30/1) pagi kemarin, harus dilarikan ke RSUP Sanglah. Pasalnya, Warianta yang diketahui menjadi korban pengeroyokan di bundaran Renon tersebut mengalami sejumlah luka robek dan memar di tubuhnya. Korban yang dievakuasi menggunakan ambulans BPBD tersebut mengalami luka robek di kepala belakang dan kening kanan. Tidak hanya itu, korban juga mengalami sejumlah luka lebam di wajahnya, bahkan ia terus mengelus dadanya. Ditemui di depan IGD RSUP Sanglah, ia mengaku dikeroyok oleh sejumlah orang yang ada di seputar bundaran Renon. Peristiwa tersebut berawal saat ia bertengkar dengan seorang perempuan yang merupakan kekasihnya. Saat bertengkar, wanita tersebut lari sehingga korban berusaha mengejarnya guna menjelaskan permasalahannya. Namun, saat berusaha mengejar, perempuan tersebut tiba-tiba berteriak dan menuduh korban hendak memperkosa. Sontak orang-orang di sekitarnya berdatangan dan mengeroyoknya hingga mengalami sejumlah luka. “Saya lari mengejar dia, tapi tiba-tiba teriak sambil nuduh saya mau memperkosanya. Ketika itu langsung datang segerombolan orang dan langsung memukuli saya,” tuturnya. Disinggung apakah kasus tersebut akan dilaporkan ke pihak berwajib, Warianta, enggan berkomentar banyak. “Belum tahu,” ujarnya. Pantauan siang kemarin, korban sudah diperbolehkan pulang. (kmb42)
Dijelaskan, sesuai prediksi BMKG, wilayah Kintamani paling sering masuk sebagai daerah dilanda hujan dan intensitasnya cukup tinggi. Tentunya, kondisi ini sangat mampu mengundang terjadinya bencana, salah satunya pohon tumbang di sepanjang jalan Kintamani-Singaraja dan Kintamani-Karangasem. Pohon di jalur tersebut sudah
banyak yang rapuh. “Jalur ini memang menjadi atensi kami. Pohon di sana besar-besar. Ada juga yang sudah rapuh. Potensi tumbangannya saat hujan, apalagi disertai angin sangat tinggi. Pengendara waspada saja,” katanya. Untuk megantisipasi pohon tumbang ini, Karmawan mengaku beberapa waktu lalu telah berkoordinasi den-
gan pihak Kehutanan untuk melakukan pemangkasan. Akan tetapi, hal itu menurutnya belum berjalan secara maksimal. Sesuai pantauannya, sejumlah pohon besar yang menjulang ke jalan dan potensi tumbangnya tinggi masih banyak ditemui. Pihaknya pun tak bisa mengambil langkah pemangkasan, lantaran terganjal ke-
wenangan. “Beberapa waktu lalu, kami sudah koordinasi dengan Kehutanan, memohon biar ada pemangkasan. Tapi sampai sekarang masih banyak ada pohon membahayakan. Ini akan kami koordinasikan lagi,” ujarnya. Mantan Kepala Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Bangli ini juga menyampaikan sejauh ini pihaknya belum pernah menerima laporan pohon tumbang di dua jalur tersebut. Meskipun demikian, pemantauan terus dilakukan. “Sejauh ini belum ada info pohon tumbang, apalagi sampai
membahayakan pengendara,” terangnya. Dikatakan lagi, selain pohon tumbang, bencana longsor juga berpotensi terjadi. Bahkan, menurut catatannya, ada sebelas titik rawan bencana tersebut. Di sisi lain, Karmawan juga mengatakan dalam rangka mempercepat evakuasi saat terjadi bencana, koordinasi dengan Polri, TNI dan aparat desa juga sudah dilakukan. “Sosialisasi ke masyarakat sudah kami lakukan, baik lisan mapun tertulis. Koordinasi dengan instansi terkait juga sudah jalan,” ujarnya. (kmb45)
Truk Tronton Senggol Pohon Beringin Singaraja (Bali Post) Kemacetan dipicu pohon beringin berukuran besar tumbang di Jalan Singaraja-Seririt, Desa Kaliasem, Buleleng Kilometer 13-14. Polisi dari jajaran Satuan Sabhara Polres Buleleng, dipimpin Kasat Sabhara AKP I Wayan Parta, langsung turun ke lapangan dan mengecek lokasi. Setelah ditelusuri ditemukan pohon beringin tumbang akibat tersenggol bagian atas truk tronton dari arah barat, Sabtu (30/1) kemarin. Sedikitnya, 20 personel kepolisian dikerahkan membantu kelancaran lalu lintas, dibantu tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng. Truk tronton nopol L 8231 UN, dikemudikan Achmad Yani (58) alamat Singasari, Gresik, Jawa Timur. Diduga akibat pengalihan arus jalan dari Pelabuhan Gilimanuk, truk silih berganti melewati jalur Singaraja. Setibanya di jalan Singaraja-Seririt, badan atas truk mengenai pohon
beringin dan tumbang di pinggir jalan raya. “Kami amankan dengan sigap dan atas kerja sama tim di lapangan situasi dapat diatasi. Kami mengimbau masyarakat pengguna jalan di musim hujan ini, tetap waspada ketika melintasi jalan yang berisi pohon perindang berukuran besar,” ujar Kasat Sabhara AKP I Wayan Parta seizin Kapolres Buleleng AKBP Harry Haryadi Badjuri. Peristiwa truk tronton menyenggol pohon beringin tidak mengakibatkan korban jiwa. Situasi lalu lintas, dikatakan Kasat Lantas Polres Buleleng, AKP I Nyoman Sugianyar Ardika, S.H., bersama anggota telah mengamankan arus lalu lintas. “Kami mengamankan arus lalu lintas dan menggunakan sistem buka tutup. Sampai pukul 12.00 wita, pohon tumbang berhasil dibersihkan, dan situasi lalu lintas berjalan normal kembali,” ujar Sugianyar Ardika. (kmb34)
BPM/dgk
MACET - Situasi kemacetan akibat pohon tumbang tersengol bagian atas truk tronton di lintasan Jalan Singaraja-Seririt kilometer 13-14, berhasil dikendalikan polisi dan lalu lintas kembali lancar, Sabtu (30/1) kemarin.
Bali Berpotensi Terinfeksi Virus Zika
Dinkes Aktifkan ’’Surveillance’’ dan Deteksi Dini
BPM/kmb
SERTIJAB - Serah terima jabatan (sertijab) empat Kapolsek dan sejumlah perwira lainnya dilaksanakan di halaman Polres Jembrana.
Empat Kapolsek di Jembrana Dimutasi
Negara (Bali Post) Serah terima jabatan (sertijab) empat Kapolsek dan beberapa perwira lainnya dilaksanakan di halaman Polres Jembrana, Sabtu (30/1) kemarin, dipimpin Kapolres Jembrana AKBP Djoni Widodo. Empat Kapolsek yang dimutasi di antaranya Kapolsek Mendoyo yang sebelumnya dijabat oleh Kompol Wayan Arta Ariawan diangkat menjadi Kapolsek Kuta Utara Polres Badung. Jabatan Kapolsek Mendoyo kini dijabat oleh Kompol Gusti Agung Komang Sukasana yang sebelumnya sebagai Kasubbagrilmat Bagwatpers RO SDM Polda Bali. Kapolsek Gilimanuk Kompol Nyoman Wirya Sucipta yang diangkat sebagai Kabagren Polres Jembrana diganti oleh AKP Anak Agung Gde Arka yang sebelumnya menjadi Kanitidik 3 Satreskrim Polresta Denpasar. Kapolsek Pekutatan Kompol Ngurah Putu Riasa diangkat sebagai Kasubditharwattah Dittahti Polda Bali diganti oleh Kompol Ketut Sugiarta Yogha yang sebelumnya sebagai Kasubbagrenlatops Bagbinlatops Roops Polda Bali. Kapolsek Melaya Kompol Nyoman Nirman yang diangkat sebagai Kanit 4 Subdit 2 Ditreskrimum Polda Bali diganti oleh AKP Ketut Darmita yang sebelumnya Kasat Intelkam Polres Buleleng. Sementara perwira lainnya Kompol Putu Adi Putra yang sebelumnya Kabagren Polres Jembrana diangkat sebagai Kanit 3 Subdit Ditintelkam Polda Bali. Iptu Nengah Gelgel yang sebelumnya menjadi KBO Satpol Air Polres Jembrana diangkat menjadi Kasat Pol. Air Polres Jembrana. AKP Nengah Budiarma yang sebelumnya Kasat Binmas Polres Jembrana dimutasi sebagai Pama Polres Jembrana karena akan pensiun. Sementara jabatan Budiarma digantikan Iptu Gusti Ketut Suastika yang sebelumnya sebagai Kasat Tahti Polresta Denpasar. AKP Made Katon yang sebelumnya Kasat Sabhara Polres Jembrana diangkat menjadi Wakapolsek Kawasan Laut Gilimanuk. Sedangkan jabatan Katon diganti oleh AKP Gusti Ngurah Kade Lanang Gelgel yang sebelumnya Kasubbagprogar Bagren Polres Jembrana. AKP Putu Raka Wiratma yang sebelumnya sebagai Kanit 3 Sat PJR Ditlantas Polda Bali tukar guling dengan AKP Ketut Sukadana yang sebelumnya sebagai KBO Bag Ops Polres Jembrana. Kapolres Jembrana AKBP Djoni Widodo mengharapkan agar para pejabat baru khususnya para Kapolsek bisa segera melaksanakan tugasnya dengan maksimal. Apalagi kini tugas polisi makin berat karena mengantisipasi keamanan dan terorisme serta radikalisme. “Segera lakukan koordinasi dengan para jajaran di Polsek masing-masing, ingatkan para Babinkamtibmas untuk melakukan pengawasan dengan maksimal,” jelas Kapolres. Pihaknya juga mengharapkan operasi rutin dilaksanakan sehingga mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Khusus di Gilimanuk agar dioptimalkan pemeriksaan terhadap orang barang dan kendaraan. Karena Gilimanuk merupakan pintu gerbang Bali Barat sehingga harus lebih tanggap dan awas. (kmb)
Denpasar (Bali Post) Merebaknya penyakit yang disebabkan oleh virus zika yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti di Amerika Latin menjadi perhatian masyarakat Bali. Indonesia khususnya Bali berpotensi terinfeksi virus zika karena merupakan daerah yang banyak terdapat nyamuk aedes aegypti. Selain itu, Bali juga merupakan daerah kunjungan wisatawan mancanegara yang bisa saja membawa virus tersebut. Untuk mengantisipasi terinfeksi virus zika, Dinas Keseha-
tan Provinsi Bali mengaktifkan surveillance dan melakukan deteksi dini mulai dari pintu masuk Bali sampai ke masyarakat. “Seperti pencegahan kasus-kasus infeksi terdahulu yang terjangkit di negara lain, kita mengaktifkan surveillance dan deteksi dini,” kata dr. Ketut Suarjaya, M.PPM., Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Sabtu (30/1) kemarin. Selain itu, mengingat penularan virus tersebut melalui nyamuk aedes aegypti maka pemberantasan sarang nyamuk (PSN) harus terus diintensifkan.
Penularan baru terjadi jika nyamuk aedes aegypti sudah membawa virus zika. “Memang virus ini kalau menjangkit pada ibu hamil dapat menyebabkan mikrosefali, tapi mikrosefali tidak hanya disebabkan oleh virus itu, banyak faktor lain,” jelasnya. Meskipun di Bali belum ada kasus terjangkit virus zika, namun masyarakat perlu mengetahui lebih dini gejala dari penyakit tersebut, karena gejalanya sangat mirip dengan demam berdarah dengue (DBD). Gejala infeksi virus zika
yaitu demam, kulit berbintik merah, sakit kepala, nyeri sendi, nyeri otot, sakit kepala, kelemahan dan terjadi peradangan konjungtiva. “Cuma sedikit perbedaannya dengan DBD yaitu konjungtiva, dan penanganannya juga sama,” imbuhnya. Menteri Kesehatan RI, Nila F. Moeloek, saat melakukan kunjungan kerja ke RSUP Sanglah mengatakan, memang virus zika sedang merebak di beberapa negara di Amerika latin. “Di beberapa negara di Amerika Latin, telah mengelu-
arkan pelarangan untuk tidak masuk ke daerah-daerah yang lagi endemis,” ujarnya belum lama ini. Menurutnya, penyakit yang disebabkan oleh virus zika tersebut lebih ringan dibandingkan demam berdarah. “Dibandingkan dengan demam berdarah, ini lebih ringan tapi ada yang belum dibuktikan benar,” katanya. Namun jika sampai menjangkiti ibu hamil, maka dapat menularkan ke janin yang menyebabkan otaknya menjadi mengkerut. “Tapi korelasinya belum tentu,” imbuhnya. (kmb42)
Gowes Kamtibmas
Polres Klungkung Pantau Daerah Pelosok Semarapura (Bali Post) Jajaran Polres Klungkung beserta Polsek di wilayahnya terus berupaya untuk bisa lebih dekat dan bersinergi dengan masyarakat. Hal ini bertujuan untuk bersama-sama menjaga kenyamanan dan keamanan lingkungan di wilayah Kabupaten Klungkung. Salah satu metodenya yakni melalui kegiatan bersepeda (gowes) kamtibmas. Dengan cara ini, Polres Klungkung bisa melakukan
pemantauan hingga menjangkau daerah pelosok. Kapolres Klungkung AKBP FX Arendra Wahyudi yang memimpin gowes kamtibmas Polres Klungkung, Sabtu (30/1) kemarin, mengatakan, dalam setiap kegiatan bersepeda ini selalu menyempatkan diri untuk bertemu dan berdialog serta menyerahkan sembako kepada masyarakat. Kegiatan seperti ini sangat efektif dilakukan un-
PEMANTAUAN - Pemantauan kamtibmas yang dilakukan Polres Klungkung dengan naik sepeda, sehingga bisa menjangkau daerah pelosok.
tuk mendekatkan diri dengan masyarakat. “Selain untuk berdiskusi, kegiatan ini pun diharapkan dapat menyerap dan memberikan solusi segala keluhan yang ada di masyarakat,” tuturnya. Pada gowes kamtibmas ini, Kapolres Arendra juga menyerahkan sembako kepada masyarakat Desa Besan yang disaksikan oleh Perbekel Desa Besan, Made Suriata. Kapolres Arendra juga menyempatkan
diri melihat Ketut Surna yang menderita sakit lumpuh, karena kejepit urat saraf tulang belakang. Surna menderita sakit sudah hampir tujuh tahun, akibat jatuh dari pohon kelapa. Pada saat berdialog dengan masyarakat Desa Besan, Kapolres berpesan agar para orang tua lebih berhati-hati menjaga anak-anaknya. Karena saat ini banyak kejahatan kekerasan seksual terhadap anak-anak.
Ajarkan kepada mereka agar berani berteriak dan melaporkan setiap tindakan orang yang tidak berhak melihat atau meraba bagian sensitif tubuhnya. Gowes kamtibmas ini menempuh jarak sekitar 30 Km dimulai dari Polres Klungkung, Takmung, By-pass Ida Bagus Mantra, Dawan, Besan, Pesinggahan, Tiing Adi, Gunaksa, Satria dan kembali ke Mapolres. (dwa)
BPM/dwa
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaksi: Daniel Fajry,Dira Arsana,Mawa, Sueca, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra Anggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/ Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Mahadita, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Minggu Kliwon, 31 Januari 2016
Cuci Gudang Felice Jewellery
Batu Mulia Mulai Rp 14.999.000
FELICE Jewellery kembali menawarkan perhiasan emas bertabur berlian dalam pameran cuci gudang di Business Center, Hotel Aston, Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Cuci gudang berlangsung mulai, Minggu (31/1) ini, sampai Rabu (3/2) mendatang. Perhiasan yang ditawarkan merupakan model keluaran terbaru, utamanya untuk berlian fashion. “Banyak koleksi terbaru Felice Jewellery yang terdiri dari berlian fashion seperti pendant, earring, solitare dan ladies ring,” ujar Sales Felice Jewellery Ni Kadek Widnyani dikonfirmasi, Sabtu (30/1) kemarin. Lebih lanjut dikatakan, berlian fashion selama ini banyak diincar kaum hawa. Berlian fashion didesain langsung di Hongkong dan mengikuti trend perhiasan terkini. Setiap desain dibuat terbatas atau limited edition, sehingga tidak akan ada duanya di tempat lain. Sementara berlian yang dibuat perhiasan didatangkan langsung dari Eropa dengan cutting Belgia. “Setiap pameran kami memang selalu mengeluarkan desain baru agar customer tidak bosan. Jadi satu desain untuk satu model,” jelas Kadek. Ditambahkannya, cuci gudang jelang hari raya Galungan dan Kuningan ini tidak hanya menghadirkan berlian keluaran terbaru. Tapi juga beragam promo menarik yaitu batu mulia yang dibandrol dengan harga mulai Rp 14.999.000. Bagi para pria, lanjutnya, Felice Jewellery menyediakan cincin bertahtakan batu mulia yang elegan dan berkelas. Terdiri dari blue sapphire, jamrud, cat eye, dan rubi, yang didatangkan dari Sri Lanka dan Kolombia. Batu mulia ini dijamin keasliannya, beberapa bahkan sudah bersertifikat Internasional Laboratorium. “Man’s ring kami jual mulai harga Rp 9,999 juta,” jelas Kadek. Dikatakan, setiap pembelian perhiasan akan mendapatkan sertifikat yang dapat dibawa untuk mereparasi perhiasan. Reparasi bisa
daerah
3
Anggota Resnarkoba Dilaporkan Hilang Mangupura (Bali Post) Anggota Sat. Resnarkoba Polres Badung Brigadir I Made Susila Adnyana (37), Jumat (29/1) lalu, dilaporkan hilang di Pantai Kuta . Sedangkan barang-barang dan motornya dititipkan kepada pedagang serta Pos Pol Airud Pantai Kuta. Hingga, Sabtu (30/1) kemarin, pencarian masih dilakukan.
CUCI GUDANG - Kunjungi cuci gudang perhiasan Felice Jewellery di Business Center, Hotel Aston, Jalan Gatot Subroto, Denpasar, mulai Minggu (31/1) hingga Rabu (3/2) mendatang. dalam bentuk memperbesar atau memperkecil ukuran cincin, memasang permata yang lepas, dan renew seperti baru lagi. “Customer hanya tinggal menunjukkan sertifikat itu,” jelas Kadek. Tunggu apa lagi, segera kunjungi pameran cuci gudang Felice Jewellery. Harga relatif terjangkau, ditambah desain yang unik menjadikan berlian-berlian Felice layak menjadi bagian dari koleksi anda. (br3373)
Kasat Polairud Polresta Denpasar Kompol Wayan Redip, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan kasus itu. Pihaknya masih melakukan pencarian di sepanjang pantai tersebut. “Belum jelas, apakah korban hilang terseret arus atau bagaimana. Kami masih berupaya melakukan pencarian. Korban bergabung di Sat. Resnarkoba Badung sekitar setahun lebih, sebelumnya dia dinas di Polairud Polda Bali,” tegasnya. Menurut petugas Polresta, korban berasal dari Buleleng dan tinggal di Jalan Gelogor Carik, Denpasar Selatan.
Hilangnya korban tersiar setelah barang-barangnya ditemukan di Pantai Kuta, tepatnya depan Hotel Meruce. Penemunya petugas Satgas Pantai Kuta dan diserahkan kepada petugas Polairud Pantai Kuta. Dari keterangan Panit Bimas Polairud Polresta Denpasar Ipda Mesker Rapael, Jumat (29/1) lalu, sekitar pukul 09.00 Wita korban datang mampir ke Pos Polairud Pantai Kuta dan bertemu dengan temannya yang bernama Brigadir Putra Jaya. Selanjutnya mereka ngobrol dan korban sempat menanyakan lokasi renang yang
aman. Brigadir Putra Jaya menunjukkan tempatnya di depan kantor Life Guard. “Korban langsung pergi ke sana, sedangkan ransel warna hitam dititip di Pos Polairud. Kalau sepeda motor korban Yamaha Xeon GT 125 di parkir di depan kantor Satgas Pantai Kuta,” ujar petugas yang enggan disebut identitasnya ini. Selanjutnya pukul 19.30 Wita, ditemukan barang milik korban oleh anggota Satgas Pantai Kuta Cakra, lalu diserahkan ke Pos Polairud. Barang itu yakni satu celana panjang kain hitam, satu baju kemeja abu-abu, sepasang sandal jepit karet hitam, ikat pinggang kulit hitam, dompet kulit coklat berisi uang Rp 37.900, kartu berobat, kartu BPJS dan SIM C. Selain itu ditemukan botol berisi cairan diduga racun serangga dan Blackberry. Sementara ransel
yang dititipkan di Pos Polairud isinya kemeja jeans. Dari keterangka Supriyadi (31), beralamat di Jalan Mataram, Kuta, pada Jumat pukul 11.00 Wita, saat ia sedang jaga papan surfing di Pantai Kuta, tepatnya depan Hotel Mercure, melihat orang sedang berenang gaya punggung bolak-balik utara selatan. Pria asal Bandung, Jawa Barat ini mengira orang tersebut petugas life guard, karena gaya renangnya profesional. Setelah itu dia tidak memperhatikan lagi karena sibuk kerja. “Padahal itu korban,” ujar petugas tersebut. Selanjutnya pada Sabtu sekitar pukul 12.00 Wita, semua barang milik korban diserahkan kepada Kanit Resnarkoba Polres Badung Ipda I Gusti Putu Suarjaya. Selanjutnya barang-barang itu dibawa ke Mapolres Badung. (kmb36)
Menyambut Tahun Baru Imlek, Galungan, Kuningan dan Valentine
Hardys Retail Tawarkan Harga dan Promo Dahsyat untuk Pelanggan Setia MENYAMBUT rangkaian hari raya dan libur panjang mulai Tahun Baru Imlek 2016, Galungan dan Kuningan serta Valentine, Hardys Retail hadir dengan berbagai penawaran dan promo dahsyat. Mulai dari segala kebutuhan bertahun baru Imlek seperti; pernak pernik Imlek, kue keranjang, jeruk ponkam dan santang, hingga kebutuhan Galungan dan Kuningan sudah siap menyambut pelanggan setia di seluruh Hardys Malls di Bali dan Banyuwangi. Tidak kalah menarik adalah penawaran berbagai jenis busana murah, berkualitas yang harganya di bawah Rp 20.000,-. Seperti baju remaja, baju anak, t-Shirt berkerah dewasa yang harganya cuma Rp 19.900 hingga baju bayi dan sandal yang kisaran harganya dari Rp 9.900 hingga Rp 20.000. Yang tidak kalah gila adalah setelan anak seharga Rp 14.900 dan sandal trendy seharga Rp 9.900. Salah satu pelanggan yang ditemui berbelanja di Hardys Nusa Dua, sebut saja Acong, menyatakan memborong berbagai jenis busana murah untuk dibagikan menjelang Imlek nanti. “Ini sangat bagus, saya memang sudah berencana membeli banyak untuk dibagikan kepada tetangga dan karyawan di toko saya,” ungkapnya. Pelanggan lain, sebut saja Sari punya tanggapan lain. Harga murah dengan jenis barang yang sangat berkualitas dimanfaatkan Sari untuk memenuhi kebutuhan toko busana kecil yang dikelola di daerah Jimbaran. “Ini harga dan kualitasnya sangat masuk Pak,” ujarnya. Sari mengaku sebelumnya biasa ambil di pasar, namun setelah temannya memberitahu ada busana
IMLEK – Hardys Retail siap sambut rangkaian hari raya Imlek, Galungan Kuningan dan Hari Valentine. murah bagus-bagus di jual di Hardys, dia langsung beralih belanja di Hardys. “Nanti untuk busana keluarga di Hari Raya Galungan juga rencananya saya beli di sini,” imbuhnya. Menurut Mega Esti Roh Ani, S.E. Direktur Operasional Hardys Depstore, selain penawaran produk busana murah dibawah Rp 20.000 yang kini menjadi primadona baru pelanggan setia, promo ambil 2 bayar 1, ambil 3 bayar 1 hingga ambil 4 bayar 1 dengan item barang berupa busana yang beraneka jenis, mulai dari busana anak-anak hingga orang dewasa kembali di hadirkan. “Ini adalah bentuk pelayanan terbaik kami untuk pelanggan setia” ujar Mega. Ditambahkan Ketut Semara, selaku Head Operation Hardys Supermarket program promo tersebut akan berlangsung selama Februari 2016 untuk pelanggan setia karena pascaImlek, promo akan berlanjut dalam menyambut season Galungan & Kuningan, serta Valentine Day. Selain itu, pelanggan setia juga akan dimanjakan dengan promo spesial lainnya, seperti promo beli lebih banyak lebih murah, promo produk pal-
ing murah, promo harga koran Hardys, promo produk baru dan promo harga member yang disediakan di seluruh Branch Outlet Hardys Retail yang tersebar di Bali dan Jawa Timur. Selain Hardys Retail, penawaran menarik juga diberikan Hardys Hotels. Seluruh Hotel yang berada di bawah Hardys Hotel Manajemen yakni Grand Hardys Seminyak, Hardys Rofa Hotel, Grand Hardys Kuta dan Hardys Hotel Negara menyiapkan Paket Imlek 2016. “Kami menyambut Tahun baru Cina yang jatuh pada 8 Februari 2016, dengan menawarkan paket menginap minimal selama 2 malam, pelanggan akan mendapatkan 1x free dinner pada 8 Februari,” ungkap Dewa Makapagal, Direktur Hardys Hotels Management. Ir. I Gede Agus Hardiawan Presiden Direktur G.H Holdings dalam keterangannya menyatakan, perayaan Imlek selalu disambut meriah di seluruh Hardys. Melalui penyediaan berbagai kebutuhan dan pernak- pernik Imlek yang sangat terjangkau. “Semoga Imlek kali ini membawa rejeki yang berlimpah dan kesejahteraan,” pungkasnya. (ad)
Coca-Cola Amatil Indonesia dan ROLE Foundation
Aktif Mendukung Program Pemberdayaan Perempuan
RIVER, Ocean, Land, and Ecology (ROLE) Foundation menyelenggarakan upacara kelulusan di Eco Park Learning Center, Bali, Rabu (13/1) lalu. Upacara kelulusan tersebut bagi 27 peserta pelatihan yang telah berhasil menyelesaikan program pengembangan selama enam bulan, periode Juli 2015–Januari 2016. Melalui program yang telah dirancang oleh ROLE Foundation, para peserta pelatihan ini dibekali keterampilan secara cuma-cuma yang nantinya diharapkan dapat menunjang kehidupan mereka dan secara signifikan mengurangi kemiskinan. Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) telah mendukung program-program ROLE Foundation selama bertahun-tahun. ROLE Foundation sendiri memiliki fokus pada peningkatan pendidikan dan kesejahteraan keluarga tidak mampu di Bali dan seluruh Indonesia. Dan telah membantu lebih dari 100 perempuan dari latar belakang ekonomi rendah setiap tahun,
untuk mendapatkan lapangan kerja serta mendidik lebih dari 2.500 anak-anak dari keluarga tidak mampu dan 74 kru Bali Beach Clean Up (BBCU), program bersih-bersih lima pantai di Bali yang merupakan inisiasi CCAI dan Quiksilver Indonesia. Dengan semakin berkembangnya pengetahuan dan keterampilan para peserta pelatihan ROLE Foundation, diharapkan kru BBCU dapat berperan aktif dalam mempromosikan pentingnya kebersihan lingkungan pantai, serta mengaplikasikan
reduce, reuse, recycle dengan memanfaatkan sampah menjadi sumber penghasilan. Memiliki visi dan misi yang sejalan, CCAI selalu berupaya untuk mendukung program-program ROLE Foundation dalam peningkatan pendidikan, kesejahteraan, dan kemandirian masyarakat, khususnya para perempuan di Bali, serta terlibat secara aktif dengan masyarakat setempat dalam merevitalisasi lingkungan pesisir dan pedesaan, serta menciptakan lingkungan kerja yang ramah lingkungan. (ad1528)
RAZIA - Polres Klungkung dan jajarannya meningkatkan razia kendaraan bermotor.
BPM/dwa
Antisipasi Gangguan Kamtibmas
Polres Klungkung Tingkatkan Razia Semarapura (Bali Post) Polres Klungkung dan Polsek setempat meningkatkan razia kendaraan bermotor roda dua dan roda empat, khususnya mobil boks. Kali ini razia difokuskam dengan sasaran sajam, senpi, handak, serta narkoba dan miras. Seperti razia-razia lainnya, petugas juga memeriksa surat-surat identitas diri dan surat-surat kendaraan, guna mengantisipasi gangguan kamtibmas.
Razia malam hari, dilaksanakan Sat. Lantas Polres Klungkung dan dibantu piket fungsi yang dipimpin langsung Kasat Binmas selaku Pamenwas AKP Made Sudartawan, S.H., dan Pawas Paur Humas Iptu Nyoman Sarjana. Razia ini mengambil tempat di simpang empat Lepang, Banjarangkan, Klungkung, Jumat (29/1) malam. AKP Made Sudartawan mengatakan, razia ini digelar dalam rangka menciptakan
situasi yang aman dan kondusif dari segala bentuk ancaman gangguan kamtibmas. “Razia ini dilakukan untuk antisipasi kerawanan terkait dengan aksi teror yang belum lama ini terjadi di Jakarta, hal tersebut agar tidak terjadi di Bali,” ujarnya. Dari pantauan di lapangan, personel Polres Klungkung menghentikan satu per satu kendaraan yang lewat dan memeriksa surat-surat kendaraan serta barang bawaan-
nya. Dalam kegiatan razia tersebut personel Polres Klungkung tidak menemukan pelaku kriminal ataupun orang yang mencurigakan serta barangbarang berbahaya. Namun, pihaknya berharap kepada warga masyarakat agar tetap waspada. “Mari bersama-sama jaga lingkungan masing-masing agar tetap kondusif dan terhindar dari suatu yang tidak kita inginkan bersama,” tuturnya. (dwa)
Tinggi, Potensi Anggur di Bali Utara
Perlu Terobosan Tingkatkan Harga Pasaran Singaraja (Bali Post) Pengembangan buah anggur di Bali Utara, memiliki potensi tidak ternilai harganya. Pasalnya, anggur sudah menjadi ikon dan buah bernilai ekonomis tinggi bagi masyarakat. Sejumlah petani anggur di wilayah Desa Banjar Kecamatan Banjar, Buleleng, menjadikan anggur sebagai sumber pendapatan tambahan keluarga. Bahkan, pengiriman penjualannya mencapai ke berbagai wilayah di Bali. Peluang usaha perkebunan anggur membutuhkan inovasi baru. Buah anggur dikelola masyarakat kebanyakan masih sebatas biasa-biasa, dan kini memerlukan terobosan meningkatkan daya jual di pasaran. Anggur dapat dijadikan minuman, olahan kue, manisan, dan lainnya. “Sekarang lagi memasuki tahapan stek anggur. Ini karena musim hujan tiba dan hama juga tidak ada menyerang tanaman kami. Memang bulan Desember lalu kami baru selesai panen. Diperkirakan tanaman anggur kembali berbunga di bulan Februari ini,” ujar petani penggarap anggur, Putu Anik, asal Desa Banjar, Sabtu (30/1) kemarin. Anik mengakui, sekalinya panen mampu mengumpulkan anggur mencapai berat dua ton. Potensi ini belum terhitung petani-petani lainnya di Desa Banjar. Maka tingkat daya jual anggur di kalangan petani, dan ketika diolah menjadi minuman atau sejenisnya harganya dapat meningkat. Namun sayangnya, belum ada upaya pengembangan anggur dalam bentuk ekonomi kreatif berkesinambungan. “Panen kemarin
BPM/dgk
ANGGUR - Petani anggur di Desa Banjar Kecamatan Banjar Buleleng, memasuki tahapan stek dan menunggu anggur berbunga. Pengembangan anggur ini membutuhkan inovasi dan terobosan ekonomi kreatif, dalam upaya meningkatkan potensi dan harga jual di pasaran. kami dapat dua ton anggur, ya lumayan. Untungnya tidak ada hama. Kalau hasil jualan dapat Rp 5 sampai Rp 7 ribu per kilogramnya,” kata dia. Sementara itu, mencegah hama dengan menyemprot cairan khusus antihama, pada musim kemarau dilakukan petani anggur dua kali dalam seminggu. Berikutnya pada musim hujan seperti
ini, cukup disemprot seminggu sekali. “Pertumbuhan anggur menjadi bagus, kalau mendapat banyak sinar matahari. Kami mengelola anggur di lahan 25 are, dan di daerah Desa Banjar iklim cuacanya cukup bagus mengembangkan tanaman anggur. Anggur dikembangkan juga sudah turun-temurun,” tandasnya. (kmb34)
PERNIK
4
Lukisan Asli Hendra Gunawan
Minggu Kliwon, 31 Januari 2016
Lukisan Hendra Gunawan yang Diduga Dipalsukan
Lukisan Palsu dan Sejarah yang Dibelokkan Kasak-kusuk mengenai lukisan palsu pada akhirnya menemukan momentumnya untuk sampai ke publik luas pada paruh awal tahun 2012, bertepatan dengan dibukanya sebuah museum seni rupa di Kota Magelang milik seorang kolektor ternama. Waktu itu, 5 April 2012, beriringan dengan berbagai pameran yang dilaksanakan di kota sebelah utara Yogyakarta tersebut untuk memperingati ulang tahun sang kolektor, sekaligus gelaran perdana Magelang Art Event. Sebagai penanda dibukanya museum tersebut, digelarlah koleksi-koleksi sang kolektor dengan bingkai wacana “Lima Maestro Indonesia” yang menghadirkan karya-karya Affandi, S. Sudjojono, Hendra Gunawan, Widayat, dan Sudibio. Saat itu, diluncurkan juga buku dengan tajuk serupa. Tapi kasak-kusuk itu kian ramai di antara ratusan undangan di dalam museum tersebut. Sehari berselang, sebuah diskusi digelar di IVAA (Indonesian Visual Art Archive) di Yogyakarta mengenai salah seorang maestro yang karya-karyanya juga dipamerkan sang kolektor, S. Sudjojono. Tajuk awalnya semata untuk mengenang sang bapak seni rupa modern Indonesia tersebut, dengan memanfaatkan dua penulis biografinya yaitu Aminudin TH Siregar dan Amir Sidharta. Aminudin adalah penulis buku “Sang Ahli Gambar”, dan Amir menulis buku “Visible Soul”. Alih-alih fokus membahas karya dan jejak pemikiran sang maestro, diskusi tersebut yang juga dihadiri anak-anak S. Sudjojono justru berbelok pada sejumlah karyanya yang diragukan keasliannya pada koleksi milik kolektor asal Magelang tersebut. Selain karya S. Sudjojono, yang juga diragukan keasliannya adalah karya-karya Hendra Gunawan dan Sudibio.
Kasak-kusuk itu kemudian berlanjut di jejaring sosial Facebook, salah seorang yang paling gencar mengutarakan keraguannya adalah Syakieb Sungkar yang juga seorang kolektor lukisan. Selain Amir Sidharta tentunya yang sejak mula sudah berani buka suara di IVAA. Jagat seni rupa Indonesia sontak guncang kala itu, patron paling berpengaruh dituding membelokkan sejarah seni rupa Indonesia. Perbincangan demi perbincangan terkait terus bergulir di kalangan seniman, kolektor, dan pecinta seni tentunya. Hingga munculnya investigasi di Majalah Tempo edisi 25 Juni-1 Juli 2012 yang mengungkap jaringan produksi dan peredaran lukisan palsu karya para maestro yang berpusat di pelosok Jawa Barat. Termasuk dugaan bahwa sindikat inilah yang juga memasok karya pada kolektor asal Magelang itu. Dipalsukan Dari kelima pelukis Old Masters (maestro) yang dikoleksi museum tersebut, memang hanya tiga di antaranya yang diduga dipalsukan yaitu S. Sudjojono, Hendra Gunawan, dan Sudibio. Sedangkan untuk karya-karya Affandi dan Widayat yang dikoleksinya tidak diragukan keasliannya karena kedekatan personal sang kolektor dengan kedua maestro tersebut. Bahkan untuk mengoleksi dan mendirikan museumnya, sang kolektor memang banyak meminta saran pada dua maestro tersebut semasa hidupnya. Sedangkan pada ketiga maestro lainnya, hubungan-
nya memang tidak sedekat itu. Keraguan itu bermula saat seluruh undangan terheran-heran melihat ada begitu banyak karya yang berukuran sangat besar. Agak aneh memang jika mengingat kondisi semasa para maestro itu hidup dimana untuk mendapatkan cat dan kanvas sangat sulit, berbeda dengan kondisi saat ini yang memanjakan para pelukis dengan ketersediaan bahan-bahan bermutu. Di organisasi yang didirikan S. Sujdojono, SIM (Seniman Indonesia Muda) para anggotanya bahkan harus rela berbagi cat dari tube yang sama. Sangat aneh jika pada masa itu, para maestro bisa melukis selebar itu. Keraguan kedua tentu muncul saat melihat objek-objek yang terdapat dalam lukisan ketiga maestro tersebut. Pada karyakarya Sudibio yang dipamerkan di museum tersebut misalnya, justru didominasi idiom kekerasan seperti orang tergantung dan tertusuk tombak, sesuatu yang sangat berbeda dengan karya-karya Sudibio yang lazim diketahui bertema pewayangan. Sedangkan pada karya-karya S. Sudjojono, keganjilannya lebih nampak pada penggunaan warna dan ekspresi figur dalam lukisannya yang cenderung lemah, seolah tidak mewakili prinsip berkeseniannya yang jiwa ketok. Terdeteksi Sejumlah lukisan palsu yang dipamerkan di museum tersebut mungkin hanya segelintir saja yang terdeteksi keberadaannya. Di luar
Mengenal Lebih Jauh Tentang Glaukoma
Sang Pencuri Penglihatan MATA adalah jendela dunia, sudah sering kita mendengar kalimat itu bukan? Tapi sayang sekali bahwa jendela dunia tersebut dapat rusak karena penyakit yang bisa dicegah. Glaukoma, suatu penyakit mata yang sangat berbahaya. Mungkin sudah sering kita mendengar kata “glaukoma”, namun masih belum banyak yang sudah benar-benar mengerti apakah glaukoma itu sebenarnya. Glaukoma adalah suatu gangguan saraf mata kronis yang didapat, ditandai dengan adanya pencekungan diskus optik mata dan penyempitan lapangan pandang. Biasanya disertai dengan adanya peningkatan tekanan bola mata. Banyak sekali kekeliruan yang beredar di masyarakat mengenai penyakit glaukoma ini. Seperti gejala– gejala yang mungkin timbul saat seseorang mengidap penyakit glaukoma, penyebab seseorang mengalami glaukoma dan masih banyak lagi. Hampir 60 juta orang di dunia terkena glaukoma, itu hanya jumlah dari pasien yang berobat ke rumah sakit dan masih banyak lagi yang belum terdeteksi. Dari jumlah tersebut, ada sekitar 50% yang tidak terdiagnosis. Apabila ditangani dengan baik, penyakit ini sangat mungkin untuk dicegah sebelum menimbulkan kebutaan. Kebanyakan orang mengenal glaukoma sebagai penyakit yang harus menimbulkan gejala seperti nyeri pada mata, mata merah, silau dan sebagainya. Hal tersebut tidak salah. Namun, yang harus diketahui adalah, gejala hilangnya lapangan pandang biasanya baru timbul setelah kerusakan pada diskus optik mencapai sekitar 60%, walaupun bukan tidak mungkin, namun sulit untuk mengembalikan penglihatan seperti semula jika hal ini sudah terjadi. Oleh karena itu, apabila menunggu sampai keluhankeluhan di atas timbul, maka akan sangat terlambat, jadi pemeriksaan mata secara berkala sangat disarankan. Sumber masalah dari penyakit glaukoma ini adalah adanya gangguan
keseimbangan produksi aqueus humor dibandingkan pengeluarannya. Aqueus humor adalah cairan jernih pada mata yang mengisi bilik mata bagian depan. Dan gangguan ini menyebabkan peningkatan tekanan bola mata yang berakibat pada terjadinya glaukoma, walaupun pada beberapa kasus, glaukoma terjadi dengan tekanan bola mata yang normal. Tipe Glaukoma dibagi menjadi beberapa tipe, di antaranya: 1. Glaukoma primer Glaukoma primer merupakan penyakit glaukoma yang tidak disebabkan atau disertai penyakit lainnya. Adapun glaukoma primer ini terdiri dari glaukoma sudut terbuka dan tertutup. Glaukoma sudut terbuka merupakan tipe glaukoma yang paling sering terjadi pada manusia ras kulit hitam dan putih. Persentasenya meningkat seiring dengan bertambahnya umur. Terdapat kecenderungan untuk menurun pada keluarga sehingga bagi mereka yang mengetahui ada kerabat yang mengalami penyakit ini, perlu memeriksakan matanya secara berkala. Gejala dari glaukoma sudut tertutup biasanya lebih akut daripada glaukoma sudut terbuka. 2. Glaukoma Sekunder Glaukoma sekunder adalah tipe yang biasanya didahului atau diikuti oleh penyakit lain, baik sistemik maupun lokal. Untuk tipe sistemik di antaranya adalah diabetes melitus (kencing manis). Biasanya pasien datang dengan keluhan penglihatan
MATA - Banyak orang menyepelekan keluhan-keluhan seperti mata merah, nyeri dan iritasi ringan sehingga seringkali glaukoma terlambat untuk didiagnosis. Segeralah rutin kontrol ke dokter spesialis mata apabila mata Anda mengalami keluhan-keluhan seperti di atas. Jangan sampai menyesal karena terlambat.
matanya terganggu, terasa tiba-tiba tanpa mengetahui adanya riwayat penyakit gula oleh karena itu para pengidap penyakit gula wajib memeriksakan matanya secara berkala. Untuk penyakit lokal yang dapat menyebabkan glaukoma adalah penyakit katarak, infeksi maupun trauma pada mata. Oleh karena itu, kelainan seperti katarak wajib dilakukan tindakan penggantian lensa secepatnya. Hindari penanganan secara tradisional agar penanganan tidak terlambat. Penyakit – penyakit lokal ini dapat mengakibatkan gangguan pengeluaran aqueus humor, yang dapat meningkatkan tekanan bola mata. Selain itu, penggunaan beberapa jenis obat-obatan yang mengandung steroid dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan peningkatan tekanan bola mata yang berakibat glaukoma. 3. Glaukoma Kongenital Glaukoma kongenital disebabkan oleh keadaan yang dibawa sejak lahir. Tipe ini jarang ditemukan. Seperti pada glaukoma kongenital primer, terjadi gangguan perkembangan terbatas pada sudut mata depan, sehingga terjadi gangguan pada aliran aqueus humor. Beberapa keadaan lain seperti sindrom axenfeld-reiger dan anomali peters, jarang sekali ditemukan. Tipe ini 50% bermanifestasi sejak lahir. 70% berhasil didiagnosi pada 6 bulan pertama dan 80% didiagnosis pada 1 tahun pertama. 4. Glaukoma Absolut Ini adalah hasil akhir dari semua glaukoma yang tidak terkontrol. Gejala seperti konsistensi bola mata yang keras, pengelihatan gelap dan sering terasa nyeri. Obat Dari semua tipe glaukoma tersebut di atas, sebagian besar akan diterapi menggunakan obat-obatan lokal seperti tetes mata maupun sistemik. Namun, apabila obat sudah tidak dapat menekan tekanan pada bola mata, maka akan dilakukan tindakan menggunakan laser atau tindakan lain yang bertujuan untuk membuat saluran untuk melancarkan aliran aqueus humor pada mata. Banyak orang menyepelekan keluhan-keluhan seperti mata merah, nyeri dan iritasi ringan sehingga seringkali glaukoma terlambat untuk didiagnosis. Mulai sekarang, segeralah rutin kontrol ke dokter spesialis mata apabila mata Anda mengalami keluhan-keluhan seperti di atas. Jangan sampai Anda menyesal karena terlambat. Ingat, mata adalah 1 dari 5 indera pemberian Tuhan yang harus terus kita jaga. Agar kita dapat terus menikmati keindahan alam ini sampai akhir hayat kita. ldr. AAG Anom Indraswara
itu, tidak menutup kemungkinan bahwa para pemalsu bekerja secara masif menggandakan lukisan para maestro yang telah meninggal dan mengedarkannya ke berbagai galeri, museum, balai lelang ataupun kolektor perorangan. Bahkan tidak menutup kemungkinan lukisan karya perupa yang masih hidup juga dipalsukan. Sebuah artikel di portal daring Indonesiaartnews.or.id mengungkap peristiwa pemalsuan yang menimpa Putu Sutawijaya. Bermula dari sebuah foto pendamping artikel di majalah seni Visual Art edisi Oktober 2010, yang menerakan sebuah lukisan koleksi Fadli Zon yang dinyatakan karya Sutawijaya, padahal bukan. Setelah dilakukan konfirmasi akhirnya diketahuilah bahwa lukisan tersebut palsu. Meluasnya peredaran lukisan palsu memang menjadi momok bagi perkembangan seni rupa Indonesia. Sebagian pihak menilai bahwa hanya kalangan kolektorlah yang mengalami kerugian karena resiko tertipu saat membeli lukisan yang harganya bisa melambung hingga miliaran rupiah tersebut. Namun tidak sejurus demikian, kita juga perlu melihat bahwa karya-karya tersebut sebagai bagian dari rentang panjang kebudayaan. Karya para maestro tersebut juga bagian dari artefak kebudayaan, apalagi karya Hendra Gunawan dan S. Sudjojono yang beberapa di antaranya memang mendokumentasikan peristiwa berseharah negeri ini. Semakin kaburnya batas antara lukisan asli dan palsu tentu akan berakibat langsung pada ketersesatan kita untuk menelusuri jejak sejarah seni rupa Indonesia. Kelemahan utama yang dimiliki
Indonesia dan para pecinta seninya adalah tidak adanya museum ataupun lembaga pengarsipan yang bekerja secara baik untuk merekam perjalanan sejarah kebudayaan bangsa ini. Buku-buku sejarah seni rupa juga tidak begitu banyak beredar, bahkan beberapa di antaranya juga penuh kecerobohan di sana sini dalam membeberkan fakta. Hal ini memberi peluang bagi para pemalsu untuk memanfaatkan celah-celah tersebut, dan menyelipkan karyakarya palsu ke dalamnya sematamata untuk meraih keuntungan ekonomi.
Pameran Saat ini, di Bali (di Rumah Topeng, Ubud) tengah berlangsung sebuah pameran perbandingan untuk melihat perbedaan antara lukisan asli dan palsu. Pameran yang diinisiasi oleh organisasi PPSI (Perkumpulan Pencinta Seni Rupa Indonesia) juga diawali dengan diskusi menyoal jejak lukisan palsu di Indonesia, berikut peluncuran buku bertajuk sama. Melalui pameran ini, masyarakat awam sekalipun dapat melihat dan mempelajari bagaimana motif dan metode pemalsuan itu berlangsung. PPSI dibentuk setelah gonjang-ganjing dengan kolektor asal Magelang tidak juga menuai titik temu mengenai pembuktian lukisan-lukisan koleksi sang kolektor apakah asli atau palsu, karena sang kolektor menolak dilakukannya pembuktian dengan cara apapun. Pameran, buku, dan diskusi tersebut tentu semestinya bukan untuk menuding siapa salah dan siapa benar dalam perkara peredaran lukisan palsu tersebut. Sang kolektor bisa saja dianggap sebagai
tersangka atau justru korban. Semua ada di posisi ambigu. Apalagi dalam perkara tersebut, aspek hukum sama sekali tidak berjalan. Pembuktian lukisan asli atau palsu tidak dapat dilakukan melalui jalur hukum yang belaku di Indonesia. Tidak ada pasal yang secara spesifik menyentuh persoalan seni dan pemalsuan. Lagi-lagi masalah ini menimbulkan dilema. Oleh karena itulah, pameran ini semestinya lebih dapat dibingkai sebagai medium edukasi bagi masyarakat luas untuk dapat memilah limpahan materi sejarah seni rupa kita yang masih belum tersusun rapi ini. Apalagi masyarakat kita cenderung tidak memiliki akses untuk mempelajari sejarah seni rupa secara langsung, selain melalui reproduksi foto lukisan pada katalog atau media digital. Keberadaan lukisan-lukisan tersebut sering tidak kita ketahui siapa pemiliknya, pada akhirnya lukisan-lukisan tersebut hanya dinikmati oleh kolektornya saja. Bahkan termasuk lukisanlukisan koleksi istana negara yang dikumpulkan semasa Presiden Soekarno menjabat, sampai hari ini tidak mudah untuk melihatnya secara langsung, butuh prosedur ketat yang sangat merepotkan. Bagi masyarakat Bali, mungkin di satu sisi boleh disebut beruntung, salah satu karya fenomenal Hendra Gunawan berjudul “Perang Buleleng” tersimpan di dekat kita. Lukisan yang juga diduga dipalsukan tersebut merupakan koleksi museum Mahudara Mandala Giri Bhuana di Art Center. Sudahkah kita melihat dan mengamatinya secara langsung?
Ruam Popok
PENGGUNAAN popok sekali pakai (disposable pampers) merupakan hal yang sering ditemui, baik pada bayi maupun pada orang lanjut usia. Tidak jarang penggunaan popok akan menimbulkan gejala–gejala iritasi seperti kemerahan pada kulit yang terkena popok.
Gejala tersebut dinamakan ruam popok atau dermatitis popok. Ruam popok merupakan istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan proses peradangan pada kulit yang terjadi pada area yang ditutupi atau terkena popok. Ruam popok kebanyakan ditemui pada bayi berusia 9 sampai 12 bulan, di mana insidennya meningkat jika bayi mengalami diare. Hal tersebut juga bisa ditemukan pada orang dewasa atau lanjut usia yang dalam kesehariannya dibantu dengan penggunaan popok. Umumnya ruam ditemukan pada area kemaluan, pantat, paha bagian atas dan perut bagian bawah, yang terjadi oleh karena menumpuknya bakteri dari kotoran atau pun urine dan ammonia yang ditampung oleh popok. Penyebab Ruam popok disebabkan oleh beberapa faktor: 1. Kelembaban dan gesekan. Faktor penyebab utama adalah kelembaban kulit pada area popok dan gesekan yang terjadi pada area tersebut. Peningkatan kelembaban kulit disertai dengan meningkatnya intensitas gesekan menyebabkan terjadinya iritasi kulit. 2. Urine dan kotoran (feses), di mana enzim yang terdapat pada kotoran merupakan bahan iritan utama yang menyebabkan iritasi kulit. 3. Mikroorganisme. Kedua faktor yang telah disebutkan di atas menyebabkan kerusakan fungsi proteksi kulit sehingga memudahkan mikroorganisme, seperti Candida albicans, Staphylococcus aureus, Shigella, Escherichia coli, beberapa virus dan parasit untuk masuk dan menyebabkan infeksi lokal pada area popok. 4. Bahan kimia. Sabun, deterjen, dan bahan–bahan yang mengandung antiseptik dapat memicu atau memperparah iritasi pada ruam popok. 5. Faktor nutrisi. Ruam popok dipercaya menjadi salah satu tanda kurangnya asupan nutrisi yang mengandung biotin dan zinc. 6. Antibiotik. Penggunaan atibiotik pada bayi menunjukkan peningkatan angka dermatitis popok iritan. 7. Diare. Pada bayi yang menderita diare, kotoran (feses) yang diproduksi banyak mengandung enzim lipase dan protease yang semakin meningkatkan proses iritasi pada area yang terkena popok. Gambaran Klinis Gambaran klinis yang dapat ditemukan pada pasien dengan ruam popok memberikan penampakan yang bervariasi. Pada dermatitis kontak
iritan terhadap popok akan muncul ruam kemerahan sebagai fase awal (akut) pada area pantat dan kemaluan yang berkontak erat dengan popok, terutama pada lipatan–lipatan kulit yang akan paling sering terlihat antara 3 – 12 Minggu. Gambaran ini paling sering ditemui baik pada anak atau orang dewasa yang menggunakan popok. Gambaran ruam kemerahan dapat disertai dengan skuama dan erosi (luka) akibat garukan atau gesekan. Jika disertai dengan infeksi jamur (dermatitis popok candida) maka akan ditemukan ruam kemerahan disertai dengan peninggian kulit dengan batas ruam yang tegas disertai dengan adanya lesi satelit (di mana ada satu lesi besar yang diikuti dengan lesi kecil di sekitarnya). Gambaran ini merupakan gambaran kedua tersering. Pada anak yang menggunakan popok plastik akan menyebabkan sumbatan pada kelenjar keringat pada area popok sehingga akan menimbulkan lesi berbintik– bintik kecil yang tersebar terutama pada area bokong dan dapat ditemui juga pada daerah – daerah lipatan. Gambaran ini disebut miliaria rubra. Penatalaksanaan Penanganan ruam popok diberikan berdasarkan tingkat keparahan dan penyebab dari ruam popok tersebut. penanganan ruam popok dapat berupa pencegahan terjadinya penyakit dan pengobatan terhadap penyakit agar tidak menimbulkan
BPM/ist
lDwi S.Wibowo
dampak berkepanjangan. Pencegahan yang dilakukan dapat berupa: Gunakan popok daya serap tinggi. Hindari penggunaan popok plasti. Ganti popok sesering mungkin untuk menjaga kulit tetap kering dan terhindar dari iritasi. Saat mengganti popok, bersihkan area popok dengan air dan keringkan dengan lembut menggunakan kain berbahan katun dengan tetap memperhatikan agar tidak terjadi gesekan yang berlebihan. Gunakan krim yang berfungsi sebagai pelindung kulit pada area popok setiap kali mengganti popok. Saat mengganti popok, daerah yang terkena popok dibiarkan selama terbuka mungkin agar tidak lembab. Jika pada area popok sudah ditemukan tanda-tanda ruam yang menandakan terjadinya radang, maka penanganan yang dapat dilakukan: Tingkatkan higienitas saat mengganti popok untuk mencegah kerusakan kulit lebih lanjut. Jika disebabkan oleh jamur, gunakan agen antijamur oles. Jangan mengkombinasikan antifungi dan kortikosteroid pada area popok. Jika diperlukan agen kortikosteroid oles, berikan agen dengan potensi yang paling ringan, dioleskan dua kali sehari selama tiga hari. Penggunaan agen kortikosteroid oles tidak dianjurkan digunakan lebih dari dua minggu mengingat terdapat efek samping akibat menggunakan agen kortikosteroid jangka panjang seperti Cushing syndrome, atrofi kulit, timbul striae. Penggunaan antibiotic oles dapat dipertimbangkan jika ada keterlibatan infeksi bakteri. Segera konsultasi dengan dokter apabila keluhan tidak membaik. ldr. Dina Sophia Margina, S.Ked.
POPOK - Ruam popok merupakan istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan proses peradangan pada kulit yang terjadi pada area yang ditutupi atau terkena popok. Ruam popok kebanyakan ditemui pada bayi berusia 9 sampai 12 bulan, di mana insidennya meningkat jika bayi mengalami diare. Hal tersebut juga bisa ditemukan pada orang dewasa atau lanjut usia yang dalam kesehariannya dibantu dengan penggunaan popok.
JENDELA
Minggu Kliwon, 31 Januari 2016
Resensi Buku Membaca ”Dharma Sunya” Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal
: Dharma Sunya, Memuja dan Meneliti Siwa : IBM. Dharma Palguna : Sadampaty Aksara : Agustus,2014 : 341 halaman
BUKU ini dan a d a l a h edisi baru dari buku “Dharma S u n y a : Memuja dan Meneliti Siwa” y a ng p er nah terbit pada tahun 1999 dalam bentuk disertasi yang utuh. Buku ini diterbitkan ulang dengan beberapa perubahan, perubahan sengaja dilakukan penulis untuk mengurangi hal-hal yang bersifat teknis akademis. Membaca Dharma Sunya seperti mendengarkan musik Bali yang tanpa klimak. Seorang pembaca Dharma Sunya jangan berharap akan menemukan kisah yang digerakkan oleh konflik seorang protagonis yang kemudian selesai entah happy ending atau sad ending, karena jelas pembaca tidak akan menemukan hal itu. Yang bisa diharapkan adalah kunci berbagai ajaran menadakan “sunya” di bumi ini. Kunci itu sendiri tidak tersedia begitu saja di dalam teks. Seorang pembaca mesti terus bergulat menafsirkan apa yang dikatakan dan apa yang dimaksudkan oleh Kamalanatha. Begitulah Dharma Sunya yang terdiri dari berbagai ajaran mengadakan “sunya”. Buku yang mistis dan harus dipelajari dengan detail, karena penuh tafsir yang patut disiskusikan dengan lebih detail lagi. (osi}
Meniti Liku Lukisan Indonesia
Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal
: Jejak Lukisan Palsu Indonesia : Agus Dermawan T, dkk. : Perkumpulan Pecinta Senirupa Indonesia : 2014 : 382 halaman
B U K U ini dibuat untuk memberi gambaran pada masyarakat di Indonesia tentang fakta di dunia seni rupa Indonesia yang terlihat glamor. Tentu soal l u k i s a n palsu yang dibicarakan dalam buku ini bukan hanya soal angka bahwa lukisan entah siapa itu jauh di bawah harga lukisan pelukis ternama. Ini juga menyangkut masalah apresiasi seberapa banyak pengetahuan dan pengalaman seseorang menikmati lukisan menentukan kadar apresiasinya. Di sisi lain, buku ini membuka mata orang awam soal sejarah seni lukis Indonesia. Apa jadinya sebuah sejarah yang disusun dari data dan fakta palsu. Buku ini juga dibuat agar para kolektor dan pembeli lukisan hati-hati melihat dan memilih lukisan. Karena pamalsukan lukisan bukan dongeng melainkan kenyataan dengan teknik yang canggih. Buku ini benar-benar mengejutkan dan membuka wawasan kita yang peduli pada sejarah dan perkembangan senirupa di Indonesia. (osi)
5
CERPEN Tentang Bagaimana Sebenarnya Kaler Meninggal Oleh I Putu Agus Phebi Rosadi (Cerita buat Wulan Dewi Saraswati) /1/ Kaler. Pelukis muda berbakat yang pameran tunggalnya baru saja ramai diberitakan hingga ke luar negeri, kini berpulang. Kabar meninggalnya nampaknya sudah sampai ke telinga saudara. Di hari kematiannya, tubuhnya ditemukan terbaring dengan bau alkohol yang memenuhi ruangan. Lidahnya menjulur di atas bantal. Koran-koran memberitakan dugaan bahwa ia mati karena mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dengan lambung yang tipis. Ada yang menduga ia mati karena frustrasi (dengan asumsi, coretan-coretan tinta Cina di wajahnya. Bukankah hanya orang yang frustrasi yang melakukan itu?) sehabis memutuskan hubungan dengan kekasihnya. Ada pula dugaan lain yang menyebutkan bahwa ia mati karena memang sudah waktunya. Semua dugaan itu mungkin memang benar adanya, saudara. Namun perlu ditegaskan, ada tali yang belum terbentang dari dugaan-dugaan itu. Nah, sekarang sebaiknya saudara mendengarkan penuturanku. Penuturan ini akan kumulai dari pertemuan kami di sebuah kafé. Sebuah tempat yang ia pesan untuk kami berdua. Hanya kami berdua. Duduk menghadap laut dengan bias-bias bulan yang menampar-nampar wajah. Tempat paling melankoli menurutnya, dan ia tahu, aku menginginkannya. /2/ Pukul tujuh aku sampai di tempat itu. Dengan tergesa, aku langsung menjatuhkan sapa. “Apa kabar? Sudah lama menunggu?” tanyaku. “Tiga tahun tiga jam cukup membuatku merasa pilu.” “Duduklah. Mau pesan roti?” “Sudah kenyang,” jawabku dengan tangan memutar-mutar lembaran menu yang satu diantaranya ingin kupilih seandainya saja semua makanan itu tak mengandung gula terlalu banyak. Cukup lama kami hanya saling membenturkan pandang tanpa kami tahu apa yang sedang kami perhatikan dari wajah masing-masing sebelum akhirnya seorang pelayan membawakan kami minuman pembuka. Lelaki itu mengambilnya dan menuangkannya ke dalam gelas kosong di hadapanku. Lelaki itu juga berpesan dengan isyarat, kepada pelayan --- yang kumaknai sebagai isyarat agar meninggalkan kami berdua saja. “Ternyata kau menepati janji.” Lelaki itu membuka lagi dengan suara berat sembari menunduk dan mencium tanganku, sebelum tempotempo ia menganggat wajahnya lagi. Sekarang, hanya kedua tangannya yang mendekap tanganku. Hangat. Hangat sekali. “Tiga tahun tiga jam adalah waktu yang lama untuk melupakan sebuah janji pertemuan yang kupikir tak akan mengubah apapun. Kau terlalu berharap lebih dari sebuah pertemuan.” “Aku tentu menganggap perkataanmu hanya bagian kecil dari kekecewaan dari masa sebelum tiga tahun silam.” “Kau tak berubah.” “ Mungkin sejatinya diriku tak pernah benar-benar beranjak dari hari itu. Aku selalu ingin memerangkapkan diri, lebih tepatnya.” Jawabku. “Lalu? Bagaimana sekarang?” “Soal apa?” “Soal keputusanmu.” “Bukankah hari itu aku tak pernah menjanjikan apa-apa? Barangkali, aku telah memilih untuk melupakan tentangmu ketika ingatan begitu memurungkan. Maaf jika akhirnya aku berpikir bahwa aku memang tak
pernah layak memutuskan apa-apa tentangmu.” “Atas alasan apa aku bisa menghubungkan pertemuan yang kau janjikan hari ini dan penolakanmu?” katanya mendesak. “Atas alasan yang tak perlu kau tahu.” Aku menjawabnya dengan rahang yang bergemeletuk. Bagaimana mungkin dengan terpaksa akhirnya aku sanggup menolak lelaki itu. Lelaki yang bertahun-tahun kucintai. “Ini kesempatan terakhir. Tak lama lagi kau melanjutkan kuliahmu di Belanda. Dan jarak akan membentang bukan?” “Bergantung keadaan.” “Lantas bagaimana?” “Bagaimana? Baiklah. Biar kujelaskan.” “Apa kau pernah memilih?” “Memilih?” “Iya, memilih sesuatu dalam dua, atau tiga pilihan, misalnya. Pilihan yang semula kau anggap tak akan membawa bencana besar selain kegagalan-kegagalan kecil.” “Aku tak mengerti.” “Sudah kuduga. Kau masih sama seperti dulu..” “Tidak sama, hanya saja masih seperti yang kau pikirkan. Lanjutkanlah.” Pintanya. “Aku dihadapkan pada pilihan, menunggu dan menerimamu setelah sekian tahun, atau memilih melupakanmu, dan pilihan-pilihan yang tak gampang diputuskan lainnya.” “Lalu?” ia memotong. “Itu pilihan yang rumit.” “Serumit itu?” “Serumit itu!” “Baiklah. Bagaimana?” “Pada hari yang nahas itu, ibuku tiba-tiba meninggal dan kau tentu tahu, aku tak punya apa-apa lagi selain ibuku. Di hari lain, aku terjebak
masalah dana dan keinginanku melanjutkan pendidikan dan pengobatan kangker rahim di tubuhku. Awalnya aku menolak memasuki kawah ceruk hidup seperti itu. Tapi bagaimana mungkin aku menolak tawaran sebaik itu. Menikah sementara dengan lelaki yang tubuhnya tak tegak lagi. Dengan rambut putih dan suara yang terbata-bata. Lelaki itu tentu akan segera bergegas meninggal tanpa pernah menyentuh tubuhku, bahkan kontrak itu sudah pasti tak perlu terselesaikan. Bagaimana mungkin aku menolaknya?” “Kenapa kau tak mencariku, kalau hanya soal itu?” “Mencarimu berarti membatalkan perjanjian kita, bukan?” “Mestinya kau harus bersuami selamanya, bukan sementara.” “Itu keputusanku.” “Jadi, sekarang kau tak akan mati lebih cepat?” “Jangan mengalihkan perhatian. Kita tak pernah tahu, kita selalu bisa mati sewaktu-waktu. Seminggu lalu itu kemoterapi terakhirku.” “Baiklah. Kuharap kau segera benar sembuh.” “Jadi bagaimana?” “Bagaimana?” “Apakah kau menerima keputusanku? Apakah gadis-gadis yang mendekati belum mampu mengubah keinginanmu?” “Aku hanya berencana tak pernah menolak mereka, juga tak menerimanya.” Kuperhatikan wajahnya. Tak pernah aku melihatnya sesendu itu. “Apakah aku harus memilihkan salah satu pengantinmu?” “Tak perlu.” “Lantas?” “Biar aku saja yang mengalah. Terima kasih karena pernah menjadi
lelaki yang selalu kupikirkan, yang tak pernah kutanyakan mengapa, aku hanya membiarkannya tetap menjadi rahasia.” katanya kemudian dengan suara dengan timbre yang berbeda,” Ini kado dari tiga tahun penungguanku. Semoga kau menyukainya.” Kutatap wajahnya yang kali ini mengeluarkan getar-getar suara yang berbeda. Lebih berat. Penuh wibawa. Ia mengeluarkan sebuah lukisan kebun bunga. Di tengahnya, kami dan seorang anak. Dengan senyum yang lucu dan malu-malu. “Terima kasih.” Kataku. “Taman bunga dan cinta kita, adalah kado terindah menurutku.” “Kau selalu begitu.” “Aku selalu tak punya cara yang lebih baik untuk menyampaikannya padamu. Kadang-kadang, aku membayangkan setiap dari hadiahku adalah tempat ceriamu berpulang.” /3/ Dan malam itu aku meninggalkannya tanpa pernah berniat mengakhiri pertemuan. Tak ada yang kuingat, selain ia hanya memberiku sebuah lukisan yang ia maksudkan sebagai hadiah terakhir. Aku masih tak tahu, apakah benda itu masih perlu kuterima dan kupajang di dinding-dinding kamar hanya untuk mengenang dan membangkitkan segala sakit yang tidak perlu. Tetapi, hari itu nampaknya segala berputar, berbalik dari segala keinginan. Aku memutuskan menemuinya dan mengembalikan lukisan itu. Dengan begitu segala kenangan tentangnya akan terkubur, barangkali. Begitu singkat pikirku. Ketika pintu rumahnya kubuka, lelaki itu terbaring di atas sofa dengan bau alkohol yang membuncah deras dari bibirnya. Sepertinya ia memang sedang berada dalam pikiran yang tidak normal sehingga dengan bodoh menenggak minuman beralkohol sebanyak itu. Seperti biasa. Sejak dulu kebiasaannya belum berubah. Dugaanku tak mungkin salah. Tiba-tiba dadaku berdegup. Kutatap tubuhnya. Betapa aku mencintainya. Mencintai orang yang tak pantas kumiliki. Pelan-pelan kuambil tinta-tinta China yang berserakan di meja. Kemudian aku menggambar garis-garis di wajahnya (garis-garis yang lebih mirip huruf kata mantra sansekerta kuno) sebelum kubaringkan tubuhnya ke arah yang lain. “Setahun belakangan aku telah memikirkannya masak-masak. Aku tak lagi memikirkan keberadaanmu. Terlepas dari apakah aku adalah perempuan yang kini menjadi istri kontrakan orang asing untuk beberapa bulan ke depan. Dan juga, bukan karena ada orang lain yang mengombang-ambing pilihan hidupku, atau sebab penyakit ganas dalam tubuhku. Ada alasan yang tak pernah aku jelaskan. Entah kenapa, aku kini hanya sanggup jatuh cinta pada perempuan. Itulah alasannya. Maafkan aku. Dengan ini, kau tak akan lahir ke dunia lagi membawa sisa kenanganku. Biarlah kau abadi. Kau tak perlu memikirkanku lagi. Tuhan sudah berbaik hati mengirimkanmu padaku hari ini. Bertemu denganmu, memang hanya meranumkan rasa sakit, namum ia juga menumbuhkan kuncup surga yang, meskipun tak juga sanggup menggantikanmu.” kataku pada tubuh lelaki itu yang kini berbaring ke kanan dengan coretan-coretan di wajahnya. Kini ia hanya ruh yang melayang tanpa pernah kembali pada tubuh. Jam di dinding rumah itu tiba-tiba berdentang. Tubuhku terasa berat sekali. Dadaku nyeri. /4/ Kupikir ceritaku ini terlalu pagi untuk didongengkan. Percayalah.
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Afrizal
Bakti Setyanta
Adi Wiryadarma
Windhu Segara
Satya Dewi
DIMENSI
6 ramalan
bintang
Capricorn Peruntungan: Tahan dulu semua rencana penting Anda yang terlalu mengandung risiko tinggi dan berbahaya. Karena situasi peruntungan di minggu ini tampak kurang mujur. Lihat situasi dulu, tunggu sampai minggu ini berlalu. Kalau nanti sekiranya bisa dilakukan ya jalankan. Tetapi kalau belum sebaiknya ditunda dulu. Karier: Pelajari dan pertimbangkan dulu sebelum memulai langkah yang baru. Kesehatan: Hati-hati dengan luka lama kalau Anda kurang bisa merawatnya bukan tidak mungkin akan terjangkit kembali. Ini yang mesti Anda hindari agar kesehatan tetap bisa selalu prima. Keuangan: Banyak kebutuhan muncul sehingga Anda mesti memprioritaskannya. Mana yang harus didahulukan dan mana yang dinomorduakan. Asmara: Untuk itu, tak perlu membuat janji-janji kalau hanya akan membikinnya kecewa saja di kemudian minggu. Aquarius Peruntungan: Kesulitan dan permasalahan seakan tiada habisnya dan membikin Anda pusing. Memang beginilah putaran perbintangan Aquarius yang lagi menemui jalan yang bergelombang dan membikin hati jengkel. Karena situasi seperti ini maka mau tidak mau harus lebih bersiap tegas, jangan biarkan diri Anda diombang-ambingkan oleh persoalan yang tiada habisnya itu. Karier: Teruslah berjalan dengan konsep-konsep yang telah Anda buat. Kesehatan: Turutilah dan laksanakan nasihat dokter, tak perlu memaksakan diri untuk melanggarnya, karena risiko yang akan Anda tanggung akan lebih besar dan berbahaya. Keuangan: Jangan punya pikiran beli ini itu, walaupun pemasukan memang cukup tinggi. Karena apalah artinya income tinggi akan tetapi pengeluaran melebihi dari pemasukan yang ada. Asmara: Kurang begitu harmonis karena omongan dari luar yang kerap kali membikin timbulnya percik-percik api dan gesekan-gesekan. Pisces Peruntungan: Walau persoalan terkesan agak lamban untuk dapat tertangani, namun demikian hal ini masih jauh lebih baik daripada tidak sama sekali. Yang penting Anda tetap berusaha supaya cita-cita dapat terlaksana walau datangnya agak terlambat. Karier: Semua keinginan yang terpendam selama ini akan segera terwujud. Kesehatan: Santai sajalah tak perlu dibuat bingung pikiran Anda agar gairah kerja tetap dapat dipertahankan dan kondisi badan bisa tetap terjamin. Keuangan: Suasana tampaknya cukup mendukung untuk mendorong agar keuangan bisa bergerak seperti yang Anda harapkan. Asmara: Yakinlah akan ucapannya, sehingga tak perlu cemburu jika si dia berbicara dengan teman-temannya. Aries Peruntungan: Tak perlu emosi dalam menghadapi segala hal yang menjengkelkan. Hadapilah semua itu dengan santai namun penuh dengan kewaspadaan dan selalu tebarkan senyum kepada mereka yang selama ini selalu merintangi. Karier: Tetaplah tenang dalam menyikapi semua permasalahan agar image mereka kepada Anda akan tetap positif. Kesehatan: Jaga stamina dengan banyak berolahraga di pagi minggu walau sekadar jogging. Hindari makanan berlemak apalagi kolesterol Anda ada peningkatan sehingga harus dijaga. Keuangan: Banyaklah menabung meski di saat ini kebutuhan relatif masih sedikit. Asmara: Enggak usah lagi ribut-ribut soal asmara. Sebab, apa sih artinya sebuah asmara jika tanpa adanya pengorbanan. Taurus Peruntungan: Tak perlu banyak bicara jika tidak diimbangi dengan kerja yang cukup. Ingatlah bahwa semua itu perlu bukti, bukan hanya ucapan di bibir saja. Karier: Urusan yang masih bisa diselesaikan sebaiknya segera saja diselesaikan jangan tunda waktu lagi. Kesehatan: Jangan terlambat makan agar perut tidak terasa melilit. Jangan sampai maag Anda kambuh kembali. Keuangan: Jangan lupakan kebutuhan penting Anda. Lebih baik segera saja diselesaikan. Jangan tunda nanti. Asmara: Usahakan untuk tidak berdebat dengannya, mengalah sajalah. Gemini Peruntungan: Saat ini Anda benar-benar merasakan indahnya hidup, apalagi ditunjang dengan suasana yang benar-benar semarak dan segala urusan pekerjaan yang sudah lumayan lancar, sehingga tidak ada beban yang terlalu dipikirkan. Karier: Nikmatilah kebahagiaan ini dengan selalu menjaga kesabaran dan ketenangan. Kesehatan: Biar pekerjaan setumpuk jika sudah waktunya istirahat lebih baik istirahat saja, tak perlu memaksakan diri karena hasilnya akan jauh dari memuaskan jika badan sudah capek. Keuangan: Terima saja apa adanya, tak perlu punya pikiran yang macam-macam apalagi sampai ingin jual barang. Asmara: Cukup mesra dan bahagia, jagalah suasana ini dengan mencari topik pembicaraan yang menyenangkan. Cancer Peruntungan: Cobalah untuk bisa lebih teliti, agar segala urusan yang sudah hampir jadi tidak sampai mentah lagi hanya karena diri Anda yang kurang bisa mengikuti rencana yang dibuat sendiri. Karier: Masih banyak kesempatan untuk mendapatkan posisi yang lebih baik lagi, maka dari itu jangan enak-enakan saja. Kesehatan: Cuaca malam tak bersahabat dengan diri Anda. Untuk itu, usahakan hindari angin malam di kala tidur. Keuangan: Tampak lebih stabil dan lancar, sehingga bisa bernapas lega. Asmara: Apa sulitnya berbicara yang halus. Tak perlu dengan kata-kata kasar, karena itu akan menyulitkan Anda saja. Leo Peruntungan: Walaupun Anda sudah merasa berada di atas angin, sebaiknya kewaspadaan tetap dipertahankan. Jangan sampai berlaku sembrono karena akan berdampak cukup luas jika sampai terjadi halhal yang tidak diduga sebelumnya. Karier: Tetaplah concern dengan berbagai rencana yang sudah berjalan, jangan sampai berhenti hanya karena ada rintangan. Kesehatan: Jangan hanya menuruti selera makan saja tanpa memikirkan dampak pada tubuh Anda. Untuk itu, kebugaran tampaknya perlu Anda cermati. Keuangan: Tetap saja sulit lepas dari bayang-bayang pemborosan walau Anda telah berlaku hemat sekalipun. Asmara: Jangan terlalu dimasukkan hati tingkahnya yang kadang menjengkelkan hati, karena itu hanya sementara saja. Virgo Peruntungan: Jangan mudah percaya dengan tutur kata orang lain. Apalagi terhadap orang baru yang belum lama dikenal. Jangan ambil resiko yang terlalu berbahaya hanya karena tergoda oleh segala prediksinya yang membikin hati melayang tak karuan. Karier: Cobalah untuk lebih independen dalam membuat keputusan sehingga tak diombangambingkan oleh berbagai kepentingan. Kesehatan: Tak perlu dimasukkan hati segala rongrongan dari saudara Anda sendiri sekalipun cukup membuat sakit hati Anda, karena hanya akan bikin penyakit saja. Keuangan: Tetap saja sulit untuk lepas dari pemborosan karena selalu ada saja pengeluaran yang harus dilakukan. Asmara: Bersikaplah bijaksana terutama dalam menyikapi segala keinginannya, jangan sampai menyinggung hatinya. Libra Peruntungan: Berhati-hatilah karena tidak sedikit masalah timbul secara mendadak yang bikin kacau segalanya. Walaupun sebenarnya peluang belum tertutup dan cukup terbuka lebar, sehingga bisa diraih dengan penuh keyakinan hati. Karier: Bila ada masalah sebaiknya diselesaikan dengan penuh ketenangan. Tidak perlu panik ataupun berkecil hati. Kesehatan: Jangan tinggal diam jika dirasa badan ada kejanggalan. Lebih baik segera Anda konsultasikan dengan dokter Anda sehingga bisa jelas permasalahannya. Keuangan: Sekalipun ada dana berlebih untuk membeli barang, sebaiknya Anda tak terlalu obral dalam mengeluarkan dana. Asmara: Jangan cemas, karena ini sifatnya hanya sementara saja. Yang terpenting segala ucapan perlu dijaga, jangan sampai menyakiti hatinya.
MIMBAR AGAMA
Perilaku Umat Saat Hari Raya Agama, Seharusnya Lebih Religius
ADA suatu informasi dari teman yang sempat dapat keliling di beberapa negara di daratan Eropa. Konon di sana ada dua negara, katanya kegiatan beragama rakyatnya yang juga menganut agama tidak terlalu menonjol dalam ritual dan seremonial agamanya. Namun, beragama itu diwujudkan dengan langkah nyata menata hidup yang semakin bermoral dengan daya tahan mental yang kuat dan tangguh. Dengan langkah tersebut secara terus menerus menyebabkan perilaku umat semakin bermoral dengan mental yang semakin kuat. Hal itu menyebabkan kehidupan bersama semakin aman, damai, sejahtra dan adil. Akibatnya, di negara tersebut penjaranya semakin sedikit penghuninya. Ada yang hanya 15 orang, bahkan hanya 10 orang. Rumah sakitnya hanya berisi di bawah 50 persen. Sedangkan, banyak negara, apalagi di Indonesia, kegiatan beragama sangat semarak dengan menghabiskan dana yang sangat banyak. Tetapi, apa yang kita saksikan. Penjara selalu melebihi kapasitas sampai tidak layak karena kelebihan penghuni. Rumah sakit juga demikian, selalu berlebihan penghuni. Ini artinya, kehidupan beragama masih belum berhasil secara signifikan mencegah pelanggaran hukum. Belum berhasil membangun manusia sehat, segar dan bugar secara jasmani dan tenang secara rohani untuk mendukung profesinya. Dalam berbagai media, sering kita baca dan saksikan bahwa justru saat ada hari raya keagamaan angka-angka negatif meningkat. Misalnya, meningkatnya pelanggaran lalu lintas. Meningkatnya mabuk-mabukan. Kerusuhan massal, malahan meningkatnya judian, timbunan sampah meningkat, hidup lebih
boros. Bahkan, menyatakan: ada media meBudha Kliwon Redaktur nyindir bahwa Dungulan ngaKhusus habis puasa kok ran Galungan celananya tidak patitis ikang MIMBAR bisa dipakai karJnyana Sandhi ena tambah gegalang apadang HINDU muk. Padahal, maryakena byanilai-nilai spiriparaning idep. Drs. I Ketut Wiana tual yang meArtinya: Budha latarbelakangi Kliwon Dunguhari raya keagamaan itu sangat lan namanya Galungan menluhur. Kalau nilai-nilai spiritual garahkan terpadunya ilmu untuk menjiwai kehidupan itu pengetahuan untuk membuat sangat jelas dan gamlang untuk cerahnya hati masyarakat menmeningkatkan keluhuran moral gatasi kacaunya hati nurani dan daya tahan mental. (idep). Tahap-tahapan perayaan Misalnya, beberapa waktu Galungan demikian sangat jelas lagi umat Hindu di Nusantara dinyatakan dalam Lontar Suini akan merayakan hari raya narigama. Misalnya, hari Sugian Galungan dan Kuningan. Hari Jawa dinyatakan dalam Lontar raya keagamaan Hindu disebut Sunarigama: Pinaka mratistha rerahinan. Kata rerahinan be- bhuwana Agung. Sedangkan, rasal dari kata ra dan rahina. Sugian Bali dinyatakan: Pinaka Ra dalam bahasa Kawi berarti mratistha raga tawulan. yang dihormati. Rahina artinya Kata Jawa dan Bali dalam hal hari. Rarahina artinya hari yang ini, tidak ada hubunganya densangat dihormati. Menghormati gan pulau Jawa dan Bali. Jawa hari raya keagamaan logikanya adalah jaba artinya di luar diri, mematuhi nilai-nilai keagamaan maksudnya alam semesta ini. yang menjadi latar belakang Sedangkan, Bali dimaksudkan hari raya keagamaan tersebut untuk memperhatikan kesucian dirayakan. Dengan mematuhi kekuatan yang ada dalam diri nilai-nilai tersebut, semestinya manusia. Bali itu dalam kamus umat penganut agama tersebut Sansekerta artinya kekuatan semakin mampu menunjukan yang maha agung. Ini artinya sikap yang lebih religius dari hari gunakanlah ilmu pengetahuan biasanya. Setidaknya, tidak ada Jnyana itu secara terpadu untuk pelanggaran norma hidup seperti menjaga kelestarian Bhuwana norma agama, kesusilaan, kes- Agung dan Bhuwana Alit. Menopanan dan norma hukum. egakan Rta untuk menjaga alam Misalnya, merayakan hari raya dan dharma menuntun umat maGalungan untuk mengingatkan nusia demikian seperti dinyataumat Hindu agar mengedepank- kan dalam Manawa Dharmasasan upaya menyinergikan ilmu tra VII.14. Itulah modal dasar pengetahuan sebagai media memenangkan kehidupan. menegakan dharma untuk meSelanjutnya, alam dan manumenangkan kehidupan dengan sia dibina dengan menerapkan mewujudkan Raksanam dan secara terpadu ilmu pengetahuan Dhanam atau rasa aman damai itu. Karena itu Embang Sugian dan sejahtra dalam masyarakat. dinyatakan: Anyekung Jnyana Itulah isi teks Lontar Sunari- nirmalakena. Artinya padukanlah gama mengenai Galungan yang ilmu itu dengan sungguh-sungguh
untuk mengatasi berbagai persoalan hidup sehingga umat jiwanya terang dan cerah seperti apa yang disebut dengan ”galang apadang”. Dengan jiwa yang “galang apadang” itu umat dapat menenangkan hatinya dengan mengatasi apa yang disebut dengan “Byaparaning Idep”. Dengan jiwa yang Galang apadang itu umat akan siap mengatasi Sang Kala Tiga Galungan, yaitu sifat yang suka bertengkar suka dengan kegaduhan yang disimbulkan dengan Butha Galungan. Ingin menang sendiri disimbulkan dengan Butha Dungulan, Butha yang ketiga adalah Butha Amangkurat yaitu sifat yang haus kekuasaan. Butha Amangkurat itu bukan haus dengan pengabdian pada masyarakat, tetapi gila hormat untuk dilayani dan gila harta benda untuk hidup berfoya-foya. Ini artinya pada hari raya Galungan ini hal yang paling utama adalah menerapkan ilmu secara terpadu untuk meredam sifatsifat yang digambarkan dengan simbol Sang Kala Tiga Galungan itu. Artinya, dengan merayakan Galungan umat seyogianya dapat mengatasi tiga sifat buruk itu dengan ilmu pengetahuan. Ini artinya ciri perayaan Galungan itu berhasil apabila keadaan umat semakin baik tidak ada pertentangan dalam mengatasi setiap masalah yang ada dalam hidup ini. Kalau sungguh-sungguh ini dilakukan maka umat akan dapat mencapai apa yang disebut ”Wiweka Jnyana” yaitu kemampuan membeda-bedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang baik dan mana yang tidak baik. Kesungguhan itulah yang amanatkan dalam Hari Panyajahan dan Wiweka Jnyana itu dengan Penampahan Galungan. Dengan modal spiritual itulah hidup ini dapat dimenangkan berdasarkan Dharma.
”Only The Braver Media Test Drive”
Merasakan Langsung Ketangguhan Honda B-RV
SETELAH memperkenalkan Honda BR-V ke masyarakat lewat world premiere di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) beberapa waktu lalu, PT Honda Prospect Motor (HPM), Rabu (27/1) sampai Jumat (29/1) menggelar Only The Braver Media Test Drive di Bali. Kegiatan yang diikuti 51 jurnalis dari berbagai Kota di Indonesia termasuk perwakilan dari Bali Post, diajak untuk merasakan langsung ketangguhan dari Honda BR-V, 7-Seater sebagai Crossover SUV pertama Honda ini. Turut hadir pada kesempatan tersebut, Tomoki Uchida, President Director PT Honda Prospect Motor serta Jonfis Fandy, Marketing & Aftersales Service Director PT HPM. Dengan menjajal lokasi-lokasi menantang di Bali, seperti kawasan perbukitan kapur di pantai Melasti, Ungasan,
hingga kawasan kaldera Batur yang memiliki kontur berbatu dan terjal, Honda B-RV mampu membuktikan ketangguhannya sebagai sebuah Crossover SUV. Honda BR-V tampil dengan mengusung konsep “Only the Braver”. Konsep ini menegaskan karakter Honda BR-V sebagai sebuah mobil tangguh yang dapat mendukung aktivitas konsumennya yang dinamis, yang gemar melakukan aktivitas baru yang menantang. Seluruh varian Honda BR-V didukung oleh mesin i-VTEC 1.5 liter dengan tenaga dan torsi di kelasnya. Mesin Honda BR-V menghasilkan performa dinamis dengan tenaga maksimal 120 PS dan torsi 145 Nm pada 4.600 rpm, namun tetap hemat bahan bakar dan ramah lingkungan. Performa berkendara yang dinamis namun tetap efisien didukung oleh pilihan transmisi CVT dengan Earth Dreams Technology atau manual
6 percepatan yang pertama di kelasnya. Tampilan tangguh pada eksterior Honda BR-V ditegaskan dengan ground clearance 201 mm yang merupakan tertinggi di kelasnya. Tak hanya itu, roof rail berukuran besar, velg 16 inch dan jarak pijak roda yang lebih lebar semakin menambah kesan tangguh khas SUV. Sementara, interior Honda BR-V mengusung konsep “Premium & Active”, memadukan desain yang mewah dengan fitur-fitur canggih dalam balutan material berkualitas tinggi. Berbagai teknologi terdepan juga disematkan pada Honda BR-V, mulai dari nanoe yang berfungsi menjaga kesegaran dan kesehatan udara di dalam kabin hingga fitur keselamatan canggih seperti Hill Start Assist dan Vehicle Stability Assist. Menurut Marketing & Aftersales Service Director
PT HPM, Jonfis Fandy, pemilihan Bali sebagai lokasi test drive Honda BR-V karena banyak lokasi dan pemandangan alam yang cocok dengan karakter dan performa Honda BR-V. “Format crossover SUV dengan ground clearance paling tinggi di kelasnya membuat BR-V cocok dibawa ke mana saja. Banyak lokasi wisata di Bali yang bisa dieksplorasi dengan Honda BR-V. Kondisi dan kontur jalannya juga menantang, cocok untuk mencoba performanya,” jelas Jonfis Fandy. Honda BR-V hadir dalam 4 varian yaitu S MT, E MT, E CVT dan E Prestige CVT. Untuk wilayah Bali, Harga Honda BR-V dijual dengan harga Rp 240.650.000 untuk type S MT, Rp 251.150.000 untuk type E MT, Rp 261.150.000 type E CVT dan Rp 276.150.000 type E CVT Prestige. (kmb23)
Honda BR-V - Penampilan Honda BR-V saat menaklukkan bebatuan tajam di kawasan kaldera Batur saat diadakan “Only The Braver Media Test Drive” beberapa waktu lalu.
Gebyar Belanja Tahap Pertama ”Semeton Honda Bali Card”
Scorpio Peruntungan: Cobalah untuk mau mengerti dan menyadari akan posisi bintang Anda saat ini, yang lagi berada dibawah. Sehingga jika akan melangkah sebaiknya telah dipikir seribu kali agar tidak menimbulkan penyesalan di kemudian minggu. Karier: Omongan sumbang yang Anda dengar sebaiknya didiamkan saja, percuma jika ditanggapi. Kesehatan: Hindari makan cepat saji jika kebugaran tubuh Anda sulit untuk dikendalikan. Keuangan: Tidak ada masalah hanya saja jangan terlalu boros untuk itu jangan menyimpang dari anggaran yang telah Anda susun. Asmara: Tak perlu cemas dan berpikiran yang aneh-aneh, karena segalanya masih bisa diatasi dengan penuh kesabaran. Sagitarius Peruntungan: Segala rencana bisa berjalan dengan cukup lancar karena kemujuran masih memayungi Sagitarius di minggu ini. Hanya saja Anda harus lebih sedikit cuek terhadap lingkungan di sekitar Tak perlu diperdulikan omongan yang memerahkan telinga. Karier: Persoalan besar bukan berarti tak ada jalan pemecahannya, asalkan diri Anda selalu tekun dan ulet dalam berusaha. Kesehatan: Kondisi badan lagi lemas sehingga tak heran jika gairah kerja juga menurun. Jika ada waktu senggang sebaiknya tak perlu segan untuk beristirahat saja. Keuangan: Income di Diasuh Oleh minggu ini sudah cukup membikin tenang. Putri Wong Kam Fu Asmara: Jangan cemas, itu hanya gertak Berlaku sambalnya untuk menguji kesetiaan dan 31 Januari-6 Februari 2016 rasa asmara Anda padanya
Minggu Kliwon, 31 Januari 2016
ASTRA Motor Bali melalui Semeton Honda Bali Card, melaksanakan pengundian periode pertama Gebyar Belanja Semeton Honda Bali Card dan Awarding Tenant. Program gebyar belanja ini merupakan program undian berhadiah yang memberikan kesempatan bagi konsumen pemegang Semeton Honda Bali Card untuk memanfaatkan kartunya bertransaksi di tenant-tenant yang telah bekerja sama, dengan
ketentuan setiap bertransaksi Rp 25.000 akan mendapatkan kupon undian dan berlaku kelipatannya. Pengundian tahap pertama ini merupakan periode program 1 November - 31 Desember 2015. Sebanyak 2.766 kupon berhasil terkumpul dalam periode ini dengan 120 transaksi terjadi di 42 tenant dengan menunjukkan Kartu Semeton Honda Bali Card saat melakukan transaksi. Pada kesempatan terse-
but juga dilakukan pengumuman Awarding Tenant dengan kategori administrasi kupon terbaik diraih tenant Pondok Kuring, Circus Waterpark, dan Warung Carik. Kemudian, untuk Awarding kupon terbanyak diraih oleh tenant Larisa. Sedangkan Tenant AllowBro dan Prodia meraih Awarding kategori tenant teraktif. Menurut Yonanes Kurniawan, selaku Region Head Astra Motor Bali, program ini sekaligus sebagai ungkapan terima kasih kepada partner dan konsumenkonsumen Honda yang telah percaya dan memilih sepeda motor Honda. Harapan kedepannya semoga hubungan yang
sudah baik ini tidak sebatas transaksi di dealer saat pembelian sepeda motor Honda, namun dengan Semeton Honda Bali Card konsumen dapat berkunjung ke seluruh tenant dengan memanfaatkan kartu member Honda tersebut. Pada kesempatan tersebut, I Made Agus Suadnyana, Dewi Hermayanti, Made Sumaya sebagai pemenang yang meraih hadiah TV LED. Untuk hadiah kamera poket diraih I Made Agus Suadnyana, I Ketut Seweden, Hendra Susilo. Sedangkan I Made Agus Suadnyana, Dewi Hermayanti, I Made Agus Suadnyana kembali beruntung meraih Smartphone. (bns)
PERMATA HATI Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo. com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)
Redité Kliwon, 31 Januari 2016
Bali L e m b a r
Bencingah Ni Nengah Nasih
Sayaga Ngarepin Pikobet NÉNTEN ja prakara dangan tatkala ngamargiang utsaha minakadi maadolan, duaning sadurungnyané krama inucap patut nyayagayang angga taler pikayunan mangda sumeken ngamargiang pakaryan inucap mawinan prasida nepasin sekancan pikobet sané pacang kaarepin. Duaning dados krama sané maadolan pacang akéh manggihin pikobet sangkaning sering matemu sareng krama sané matumbasan miwah krama sané dados supplier barang. I krama taler patut setata nyinggihang “rasa percaya”. Yadiastun asapunika, pacang wénten galahnyané krama sané maadolan manggihin pikobet sangkaning wénten krama sané matumbasan utawi krama sané dados supplier nénten becik nyagra “rasa percaya” punika. Yadiastun asapunika patut pisan krama inucap setata nyikiang pikayunan taler optimis mangda utsaha sané kamargiang prasida labda karya, sakadi sané kabaosang Ni Nengah Nasih. Dané sané saraina maadolan pisang ring wewidangan Pasar Batukandik puniki maosang sering molihang pikobet utawi pakéwuh sané rauhnyané saking krama sané dados supplier. Laut dané nyatuayang tatkala punika supplier sampun masemaya pacang maktayang pisang sakadi sané sampun kapesen. Nanging supplier inucap malih maosang yéning sukil pisan ngamolihang barang, yadiastun sujatinné pisang sané kapesen punika sampun kabakta ka genah siosan kaicén krama sané naur akéhan saking dané. Wénten taler kanikain mangda dané ngicén jinah dumunan sadurung pisang jagi kabakta ka Bali. Tatkala dané sampun naur kalih dasa yuta, kantos mangkin pisang pesenan punika nénten kabaktayang. “parindikan sakadi punika sering pisan arepin titiang, utamanipun sasukat tiang maadolan pisang. Yadiastun sebet, tiang mautsaha mangda prasida becik ngamargiang swagina puniki. Setata nunas ica ring Ida Hyang Paramakawi mangda setata kaicén pamargi sané becik,” baos dané makenyem. Pangawit dané ngamargiang utsaha maadolan pisang, kurenan Wayan Kanda puniki maosang sampun saking warsa 1989. Tatkala punika sangkaning pianaknyané sami kantun alit-alit, dané mrasidayang makta pisang maidehan minakadi ka Gianyar, Blahbatuh, Sukawati, nénten ring pasar kémanten sakadi mangkin. Sios punika kawéntenan krama sané maadolan pisang nénten ja akéh, bandingang ring mangkin sayan ngakéhang. Parindikané puniki taler ngawinang kahanan masaing sayan ketet. Sios punika krama dura desa sané dumun rauh ka Bali wantah jagi maktayang pisang kémanten, mangkin sampun sareng maadolan sakadi sané akéh kapanggih ring Pasar Batukandik. Punika mawinan wantah dané kémanten krama Bali sané madué utsaha maadolan pisang irika. Mapaiketan ring kahanan dané matumbasan pisan, kabaosang yéning numbas apisanan ring supplier kirang langkung amontor trek akéhnyané antuk soroh pisang borongan. Wus punika wau kaadol ring langganannyané sané dados pangendak, wénten sané saking Mambal, Klungkung, Bangli, Gianyar, Karangasem, miwah Buléléng. Sané matumbasan pisang saking dané prasida nyantos amontor carry akéhnyané. Manawita wénten masisa, irika wau dané sané ngadol sakakidik minakadi kalih kantos tigang ijas mangda prasida jakti-jakti telas pisang sané kaadol punika. “Sangkaning akéhan langganan tiangé dados krama pangendak, punika mawinan pisang sané akéhnyané amontor trek prasida telas adol tiang antuk galah kalih raina kémanten. Nanging, sapunapi ja kahanan sané panggihin tiang, tiang tetep nyuksmayang pisan, taler mangda sayan becik ngamargiang utsaha puniki,” baos dané makenyem. (wan)
(12)
B a s a
7
B a l i
Nampek Galungan, Kawéntenan Pisang Ngidikang PINAKA negara sané kahanan iklimnyané tropis, sampun ketah kauningin yéning Indonesia madué makéh soroh tetanduran sané entikannyané becik ring sajebag palemahanipun. Nénten marupa pepunyanan utawi taru kémanten, taler marupa woh-wohan sané kasuénsuén manados cihna “khas” saking panegarané puniki. Minakadi manggis, buluan, durén, wénten taler pisang antuk basa latinnyané Musa paradisiaca. Woh-wohan sané dagingnyané bélék puniki wantah woh-wohan sané akéh kaanggén makarya ajeng-ajengan taler madaging antuk provitamin A, karbohidrat kompleks, kalsium, mineral, miwah rendah lemak mawinan nénten pacang ngawinang mokoh yéning akéh kaajeng. Sangkaning entikan pisang becik ring Indonesia majanten sakatah krama sané uning ngicén rarénnyané pisang sadurung prasida becik ngajeng nasi. Yéning katilik malih, pisang nénten ja mabuat anggén ajengan kémanten. Ring kauripan krama Hindu-Baliné taler madué pabuat sané utama. Indiké punika kapanggih ring makudang-kudang soroh bebantenan sané kakaryanin olih kramané minakadi ring banten daksina, banten byakala, utawi banten tiosan, taler dados pralambang saking rasa tresna suci taler manah lascarya sané katur majeng Ida Sang Hyang Widhi Wasa sané wénten ring canang sariné. Mapaiketan ring kawéntenan pisang, nampek rainan Galungan sinah pisang kabuatang pisan olih krama. Kahanan inucap duaning pisang pacang kanggén makarya bebantenan taler sarana upacara tiosan sakadi makarya penjor. Sios punika, ring raina Redité Pahing wuku Dungulan pinaka dudonan saking rerainan
BPM/wan
PISANG - Nampek rainan Galungan makatah kramané ngrereh taler numbas pisang duaning jagi kawigunayang makarya soroh bebantenan. Antuk kawéntenannyané sané sayan ngidikang, ngawinang pangargannyané sayan nincap. Galungan taler kabaosang raina Panyekeban sané kapikayunin olih krama Bali pinaka raina ngawit nyekeb pisang mangda prasida nasak, mangda prasida kaanggén ring Galungané. Kahanan i wau sampun nyihnayang yéning pisang wantah woh-wohan sané mabuat tur kaaptiang pisan olih krama Bali utamanipun ring rainan Galungan. Sakéwanten sané kapanggih wantah matungkalikan pisan duaning sakadi sané kabaosang olih Ni Nengah Nasih, krama sané saraina maadolan pisang ring Pasar Batukandik, kawéntenan pisang
sané kaadol sayan ngidikang yadiastun kantun akéh krama sané rauh matumbasan. Indiké punika ngawinang pangargan pisang nampek Galungan sayan nincap. Parindikan sané pateh taler kabaosang Ni Putu Suarti, krama Desa Sempidi sané saraina nyarengin maadolan pisang ring wewidangan Pasar Batukandik, Denpasar. Dané maosang kawéntenan pisang sané sayan ngidikang punika ngawinang pangargannyané nyantos kalih tali rupiah abulih. Napi malih nampek Galungan miwah Kuningan. “Punika
mawinan kramané mangkin akidikan numbas miwah nganggén pisang saking biasané. Minakadi dumun kramané nganggén pisang tigang ijeng tatkala rerainan, nanging mangkin pinih akéh wantah kalih ijeng kémanten. Nanging nénten sami kadi asapunika duaning wénten taler krama sané numbas pisang antuk akéh sakadi biasané,” baos dané. Antuk kawéntenan pisang sané sayan ngidikang, janten pangaptin krama Bali antuk woh-wohan punika sayan méweh kadagingin, utamanipun mapag rerainan santukan jagi
kaanggén makarya bebantenan taler sarana yadnya. Dadosné janten becik pisan yéning krama Baliné utamanipun sané meneng ring padesan tur madué tegak tanah marupa teba miwah tegalan mangda katandurin antuk pisang. Duaning sios saking kaanggén nagingin pangaptin druéné, taler prasida kaanggén nagingin pangaptin krama Hindu-Bali siosan sané nénten madué pisang. Yéning sampun asapunika janten pisang inucap kabaosang madué nilai ekonomis tur prasida sareng nincapang kahanan ekonomi krama. (wan)
Sukil Kapolihang, Pangargan Pisang Nincap KAWÉNTENAN pisang sané sayan sukil karereh majanten ngawinang pangargannyané sayan nincap. Indiké punika taler pinaka pikobet krama Hindu-Bali sané saraina ngaptiang kawéntenan woh-wohan punika duaning jagi kaanggén makarya makeh soroh bebantenan. Dadosné krama Bali mangkin sayan kidik nganggén pisang katimbang sané dumunan. Kawéntenan pisang kadi asapunika sinah nénten dados pakéwuh manawita kramané sampun madué tetanduran pisang preragan. Sakéwanten sané nénten madué sinah kahanan punika kabaosang pinaka pakéwuh duaning ipun patut numbas tur ngarereh pisang ring pasar utawi genah-genah siosan.
“OOOH, Beli Ngurah niki. Nguda ten morahan utawi ngetok pintu, tiang makesiab das-dasan ulung. Untung Beli Ngurah ngisiang dadinné payu magelut,” baosné Ayu Citra. “Oh kénten? Yén ten ulian makesiab ten dadi gisi, kénkén?” baosné Ngurah Jelada. “Oh ten kénten Beli Ngurah. Yén tawang mriki, itunian sampun gelut tiang, sayang? Sujatinné tiang ngantos Beli rauh, nanging kanti cenat baong tiangé ngantos ten nengok cunguhné. Kija dogén Beli Ngurah malali ngajak gélané?” aturné Ayu Citra matadah cenidra saha malih nekekang meluk rakanné kantos sesek ngosngosan mambekan. “Kadén kija? Tiang ngangsehang malajah apang lulus ujian nasional. Nika sangkala mara maan galah mriki. Lén tekén ragané kali jani suba mulih uli sekolahan. Nak ngujang semengan masuk malali, utawi ngrumpi ngajak pacaré mapi-mapi sibuk,” baos rakanné. “Sira ngelah pacar. Tiang nak kerja bakti mabresih lakar
Akidiknyané kawéntenan tetanduran pisang sané kadruénang krama Baliné sangkaning makéhan tanah sané kadruénang kaanggén nandur pantun taler tetanduran “pangan” siosan. Indiké punika taler ngawinang krama Bali ngrauhang pisang saking dura Bali. Sangkaning kawéntenan pisang ring dura Bali taler akidik, ngawinang pisang sané karauhang ka Bali taler akidik. napi malih nampek rainan sakadi mangkin, akéh sané muatang pisang. Parindikan punika kabaosang Nengah Nasih sané saraina mesen pisang ring wewidangan Jawi miwah Nusa Tenggara Timur. Dané maosang, pisang sané prasida karauhang olih supplier saking dura Bali sayan ngidikang. Parindikan inucap sangkaning kahanan ring genah wit pisangé sakadi ring Probolinggo, Malang, Jember miwah Flores keni masan kemarau. Masan tuh punika ngawinang tetanduran pisangé nénten becik,
kalahin libur persiapan ulangan umum, tawang? Ah, kadén cara Beli Ngurahé nakal..., nééh rasanin,” Gusti Ayu Citra gemes nyigit rakanné matadah sendu, nanging manying matakén “Kénkén nilai ujian Beli Ngurahé pasti becik. Beli Ngurah kan mula paling pénter di sekolah. Kija jaga nglanjutang.” Gusti Ngurah Jelada nandan rainné malinggih di korsi sopané tan med-med nlektekang. “Tiang sampun lulus, yén nilai kanggoang rata-rata 8,88 ten nyidang penuh 10,00. Ada buin timpalé ané maan 9,12. Gumantiné asal lulus tur nyidaang maan masuk ka SMA.” “Yén nilai amunika pasti maan ka SMA. Napi di Karangasem napi di Denpasar?” “Ngulah aluhé kanggoang di Amlapura, kos-kosané kari murahan.” “Nggih, kayang SMA tiang dadi milu masuk di Amlapura bareng Beli Ngurah?” “Koné tahun depan lakar ada SMA driki, ten melahan jumah masuk?” “Yén di Amlapura ada Beli
buahnyané taler nénten akéh. Dadosné buah pisang sayan sukil kapolihang, mawinan pangargannyané taler sayan mael. “Napi malih sakadi wau tiang numbas pisang saking Jawi akéhnyané amontor trek utawi kirang langkung pitung atus ijeng. Pangargannyané sané aijeng kantos Rp. 48.0000, sampun kabaosang mael. Yadiastun asapunika, tetep tumbas tiang duaning ring Bali nénten wénten malih tegalan pisang sakadi dumun,” baosnyané. Pateh sakadi sané kabaosang Ni Putu Suarti, pisang sané prasida karauhang ka Bali sayan ngidikang saihang ring dumun. Yéning dumun bosnyané, prasida mesen pisang kalih kantos tigang montor trek, nanging mangkin pinih akéh wantah amontor trek duaning sampun sukil karereh irika. Sios punika kahanannyané taler doh pisan jelekan katimbang sané dumun. Umpami yéning
Ngurah ajak malajah, yén driki aaah sepi, sira ajak?” “Sira ajak, kadén liu ngelah timpal ajak magrup malajah apang anut hitungané.” “Nggih, orahang ja Beli Ngurah ten nyak ngurukang tiang,” Ayu Citra nyenger. “Boya kénten, yén katungkulan ngurukang Gég Citra tiang buung malajah magrup? Yén jumah maan menghémat biaya kos lan kari nyidaang ngajak grup malajah deriki.” “Nggih, pang Beli bébas ngajak timpal céwéké malajah. Kadén biasaa céwéké ngenderin timpal cowok ané pinter malajah sambil pacaran,” baosné Ayu Citra matadah ngambul. “Ah ten kénten Gég, yén pacaran anggon spirit malajah ten kénkén,” baosné Ngurah Jelada ngulgul rainné sané sayan sengit gregetan nyigit pupun rakanné masebeng sendu. “Asal Beli Ngurah janji sering mriki. Tiang....tiang kangen yén makelo ten matemu.” “Yén buat nika Beli Wah pasti mulih mriki. Tiang anak nunas bekel ngabulan ring
Tuajiné driki. Ajin tiangé kadén petani, ten nyidayang ngasilang pipis ngabulan,” baosné Ngurah Jelada kadi sendu éling ring raga lacur nanging pangkah mangda dados anak ririh. “Béh, Beli Ngurah setata ngomong kénten dogén. Margih ka paon malu, tiang ituni nak déréng sarapan. Mara ngajeng laklak dogén masépan-sépan lantas masuk,” aturné Gusti Ayu Citra nandan rakanné ka pawaregan. Ngurah Jelada nurut manten kadi semut. “Béh Aji Taman sareng, naenang Beli Ngurah manten,” aturné Ayu Citra makenyem. “Aji mabuaka mai ngajak beliné gumanti lakar nunas nasi. Jumah sing ngelah baas. Jegég nguda selidan mulih uli sekolahan? Kénkén ada kontak ajak beliné, padahal tusing ngelah HP anggona ngirim SMS,” baos ajinné ngulgul Ayu Citra sané nguntuk kabilbil. “Inggih jag makita ja mantuk. Nanging wau medal saking kamar jag macaplagan sareng Beli Ngurah. Dasar kereng ngintip das-dasan keni palang pintu,” aturné
dumun pisang sané rauh inggih punika soroh biasa miwah soroh super antuk kahanannyané masiosan, nanging mangkin kabaosang soroh super wantah pisang sané dumun kabaosang soroh biasa kémanten. Katakénin indik kahanan pisang sesampuné rauh ring Bali, sujatinné pisang sané rauh punika kaaptiang mangda nénten nasak tur benyek ring marginé. Sakéwanten rauh ring Bali sering pisan kahanannyané menceg tur nénten becik kaadol malih yadiastun galah makta ka Bali wantah kalih kantos tigang raina kémanten. “Indik punika sané sering dados pikobet, napi malih sakadi sané naen panggihin tiang pisang sané karauhang saking Flores menceg tur nasak sesampuné rauh ring Bali. Pamuputné pisang sané akéhnyané amontor trek punika kakutang tan pawénten sané prasida kaadol malih,” Suarti maosang. (wan)
Ayu Citra. “Naah, orahang ja raga mapi ngelén-elén cara durén, bonné ngesyuh ngalih cunguh. Dasdasan cunguh tiangé.... ten kénkén asal......?” Ngurah Jelada maduhan pupunné cubita. “Asal kénkén... nggih dong orahang, sira pelih,”aturné saha malinggih di sampingné. Ibu sareng ajinné sang kalih ica nyingakin putra putrinné adung leket masameton. Ibunné ngambil ajengan sareng ulam lan jangan miwah piring tetiga mangda sami ngajengang. “Ngiring Aji, Beli Ngurah ngayunang. Titiang nak durung sarapan,” aturné Ayu Citra. “Nah lautang jegég ngajengang. Aji anak suba nyampah ituni semengan jumah.” “Tapi, Beli Ngurah harus ngajeng, upah ngesiabang tiang mara kanti das melayang atman tiangé kalangité cara kupu-kupu,” aturné Ayu Citra ngambilang rakanné ajengan. Ngurah Jelada tan sida nolak napi kayunné Ayu Citra. Takut nyanan rainné ngambul. (Masambung)
Upacara
8 Bebantenan Upacara Garbha Dana Miwah Pagedong-gedongan MANUT Nitisastra, swadharman yayah rena kabaosang wénten limang paos. Sané kapertama waluya Sang Ametuaken, artosnyané sané ngamedalang anak alit utawi sang bayi sané jaga dados pratisentana riwekas. Kaping kalih, swadharma rama rena: Sang Maweh Bhinojana, sané mapaica ajeng-ajengan. Kaping tiga, Sang Mangupadyaya, sané mapaica ajah-ajahan sekala. Kaping pat, Sang Anyangakara, sané mapaica ajah-ajahan niskala. Sané kaping lima, Sang matulung urip ri kalaning bhaya, sané ngraksa karahayuan urip ri kala pratisentana katibén sengkala. Mangda sang rama rena prasida ngardi pratisenatana utama, kapidabdabin saking ngamargiang pawiwahan sané utama. Salanturipun sang alaki rabi mangda nabdabin patemun sukla miwah swanita. Manut pustaka Manawa Dharmasastra II.27, upacara sané matetuek mangda patemon sukla swanita punika mamargi rahayu mawasta Garbha Dana. Yéning kasobyahang, upacara Garbha Dana punika ring pamargi sekala mangda sang kalih ngupapira kesehatan sang rama rena mangda makekalih setata sayaga ngraksa seger déwék sekala niskala. Yéning sekalaang malih sapatutnyané ring jagaté kawéntenang pamargi sané kaloktah ring gumi Nusantarané mawasta “Pendidikan Pranikah”. Malarapan utsaha punika, sang alaki rabi nénten ngupapira sukla swanita wantah madasar upacara yadnya kémanten. Nanging wénten utsaha sané kadasarin antuk ajah-ajahan kesehatan. Punika tetuek upacara Garba Dana. Yéning sukla swanita punika sampun matemu dados cabang bayi, salanturnyané wénten upacara yadnya Magedong-gedongan waluya patinget niskala. Tetuek upacara Magedong-gedongan waluya pakéling sané katiba ring sang alaki rabi mangda nglanturang utsaha ngupapira sang bayi sané sampun wénten ring gedong utawi garbha sang ibu. Upacara Magedong-gedongan punika wantah utsaha majalaran upacara yadnya sané masuksma niskala. Laksana niskala ngametuang idep mangda nyantep ngupapira sang jabang bayi sané kantun mayasa ring weteng garbha sang ibu. Sané dahat patut kautsahayang, pamargi sekala ngupapira sang bayi sané wénten ring tengahing garbha sang ibu. Banten sané kaanggén piranti Upacara Pagedong-Gedongan punika waluya sarana sané sapatutnyané kasinahang ring pamargi sekala. Minakadi banten Biyakala miwah Prayascita mangda kamargiang antuk nabdab kabersihan miwah kasucian raga sarira miwah citta budhi. Yéning sang ibu sampun seger oger sekala niskala sinah sang bayi ring garbha taler becik kawéntenané. Yéning cutetang, upacara Garbha Dana miwah upacara Pagedong-gedongan waluya utsaha sang rama rena ngamargiang utsaha niskala mangda ngamolihang idep waged. Idep waged sané kapolihing saking utsaha niskala mangda kalanturan antuk pamargi sekala saraina ngupapira kawéntenan sang bayi ring garbha utawi gedong sang ibu. Puniki waluya utsaha ngardi pratisentana sané patut. Mawinan nyinahang ring sekala suksman upacara Garbha Dana miwah Pagedong-gedongan dahat utama. Tetujonnyané mangda yakti-yakti sang bayi prasida polih pendidikan prenatal sakadi teori ilmu pendidikan modern sané sapatutnyané sumeken kautsahayang. (I Ketut Wiana)
Redité Kliwon, 31 Januari 2016
Ngicén Parajana Hindu Pendidikan ”Karakter” Malarapan Budaya Pasraman KARAKTER pinaka paindikan sané mabuat kabaosang pungkuran puniki. Ngeninin indik karakter patut katumbuhan ring jiwa soang-soang krama. Numbuhang karakter ring krama kaselehin pinih becik kaajahin ngawit saking yusa kari alit. Ngurukang karakter prasida kaurukin majalaran keterampilan, keterampilan sinunggilnyané kaurukang ring pasraman. Kawéntenan pasraman galahé mangkin manut Sekretaris Lembaga Konsultan Upacara UNHI I Kadek Satria, S.Ag.M.Pd.H, pasraman sané mangkin mamargi antar, nanging kirang sistematis santukan pasraman sané nglimbak becik atenga langkungan wantah pasraman pribadi, kelompok sané urati sareng pendidikan Hindu. Sajabaning punika pasraman sané nglimbak taler saking kelompok-kelompok spiritual sané kirang nguratiang pendidikan Hindu murni.”Angganing punika atenga langkungan ngutamayang pencerahan rohani,” baos Satria wawu puniki. Pasraman manut dané wénten kalih inggih punika Pasraman Formal sané mapaiketan sareng pendidikan berjenjang minakadi SD, SMP, SMA. Mungguing pasraman Non formal (Pasraman minakadi sekolah minggu, pasraman kilat miwah pasraman sané kalak-
sanayang olih gria miwah désa pakraman) nglingkupin makudang-kudang bidang ilmu sané kaplajahin antuk pendidikan Hindu, rumasuk kebudayaankebudayaan Hindu taler kaplajahin. ”Pasraman prasida mlajahin makudang-kudang kawagedan ring sanggar, nanging sanggar nénten prasida nglaksanayang parikrama pasraman,” baosnyané. Siosan punika, ngeninin indik pisarat mangda prasida dados anggota pasraman manut dané sané pinih mabuat wantah rasaéling miwah anut sareng yusa, yéning ngranjing yusa sekolah dados ngranjing pasraman formal, nanging yéning déwasa utawi sampun grehasta sabeciknyané ngranjing sajeroning pasraman nonformal. Mapaiketan sareng parikrama sané kalaksanayang sajeroning utsaha namiang budaya lokal miwah upacara agama ring pasraman, manut Sekretaris Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, UNHI puniki minakadi Dharmawacana (indik agama), Dharmagita (Kidung Rohani), Dharmatula (diskusi agama), Dharmayatra (minakadi tirtayatra), Dharmasantih miwah Dharmasadhana (minakadi ngarya sarana upakara, nyolahang sasolahan agama). Samian parikrama ring pasraman inucap kaptiang sabeciknyané mangda
BPM/ist
MAULATAN-Sinalih tunggil kawagedan sané kaajahin sajeroning Budaya Pasraman sané sampun mamargi. kaanutang sareng yusa pamilet pasraman. Umpaminipun majeng alit-alit lewih nuwekang susila miwah upacara. ”Pamekas yusa sané lingsiran sabeciknyané kaicén indik ritual, filsafat miwah susila,” dané negesang. Indik parikrama dasar sané patut kaajahin ring pasraman manut dosen ring Fakultas Ilmu
Agama UNHI puniki sinunggilnyané ngajahin makudangkudang utsaha indik Tattwa, Etika miwah Upacara. Mungguing antuk yowana, susila banget kabuatang sajeroning nginkinang yowana sané madué karakter. Siosan punika, wénten pangapti majeng para rerama miwah alit-alit sané wénten miwah sané dados anggota pasra-
man. Pangaptinnyané minakadi pamilet pasraman mangda prasida sayan nelebin ajah-ajahan agama, ngaptiang pamilet pasraman prasida nglimbakang pangweruhan ring wewidangan. ”Sané pinih mabuat mangda rerama prasida nyokong utsaha pasraman miwah ngicén sokongan majeng pamilet pasraman,” baosnyané. (yan)
Nginkinang Alit-alit Ngayah saking Sekolah
Malajahin Kawagedan Dasar Maayah-ayahan URIP ring Bali nénten prasida lepas saking kauripan ngayah. Ngayah wantah ngaturang wantuan inggian marupa dasar manah yadian laksana sané katurang kadasarin manah lascarya. Mangda prasida ngayah ring kauripan makrama, kabisan utawi kawagedan ngayah patut kaduénang olih samian krama gumanti prasida nyokong kapatutan nglaksanayang upacara agama. Sinunggil krama nénten pacang raris madué kabisan ngayah. Kabisan ngayah ring Bali pateh sakadi kawagedan
sané patut kaplajahin. Malajahin kabisan ngayah punika pinih becik kakawitin ngawit yusa kari alit minakadi yusa Sekolah Dasar. Manut sinunggil guru Wali Kelas II ring SD 3 Nongan, Rendang, Karangasem, I Nyoman Arka, siswa r i ng SD s am pun kaajahin kabisan ngayah ring sekolah sané kalaksanayang sawilang awuku apisan. “Jadwal muatan lokal sané manggeh parikramannyané prasida kapilih napi sané pacang kaajahin majeng alit-alité sawilang wuku sané kamiletin olih siswa ngawit kelas 3 kan-
tos kelas 6,” tutur dané. Parikramannyané minakadi majeng sané lanang kaicén maulat-ulatan sakadi ancak, ngulat kelangsah, pénjor. Indik lakaran praktek manut dané, soang-soang siswa sané makta saking umah sinambi makta prabot sané kabuatang. Lakaran sané kabakta wantah sané sampun jadi, umpaminipun lakaran ancak, siswa saking umahnyané sampun makta tiing sané sampun matugel. Yéning pula-pali ngaryanin kaabih tur katuntun olih guru. “Yéning wénten parikrama
ring dura sekolah minakadi pasraman biasannyané siswa kaajahin ngulat sengkui miwah sané tiosan,” baosnyané. Dané sané kangkat dados PNS sasukat warsa 2007 puniki negesang, kabisan ngayah ring SD wantah pinaka dasar siswa sadurung nglanturang aguronguron ring tingkat sekolah sané inggilan. Siosan punika, tetujon sané lianan wantah namiang kabisan ngayah alit-alité sajeroning nyanggra rainan Saraswati ring sekolah taler nyanggra rainan sané tiosan minakadi antuk parikrama makarya pénjor.
“Nginkinang alit-alité mangda biasa ngayah, taler mekelin kawagedan miwah nyayagayang jiwa siswa sadurung tedun ka pakraman,” teges dané. Majeng sané istri manut dané kajahin majejaitan. Majejaitan makarya canang miwah sakancan sarana sané biasa kakaryanin olih anak istri ri kala ngayah. “Makarya canang utawi majejaitan punika nangken sawilang nyanggra rainan purnama. Biasannyané kakaryanin magilihan olih sinunggil kelas sané kaicén tugas ngawit kelas 3 kantos kelas 6 sadurung purnama,” baosnyané. (yan)
Sugihan Pangenten
BPM/ist
PRAKTEK- Numbuhang jiwa ngayah miwah ngicén alit-alité kawagedan prakték maayah-ayahan saking parikrama muatan lokal ring sekolah sané kalaksanayang ngawit kelas tiga SD.
SAJERONING nyanggra rerainan Galungan wénten upacara sané patut kalaksanayang, inggih punika upacara Sugihan. Sugihan kaepah dados tetiga, luiré: Sugihan Pangenten, Sugihan Jawa, miwah Sugihan Bali. Sané pacang baosang mangkin, ngeninin indik tata upacara Sugihan Pangenten. Sugihan Pangenten rauhnyané nganem sasih utawi 210 raina, araina sadurung Sugihan Jawa, nemonin raina Buda Pon wuku Sungsang. Risedek raina punika ngawitin nglaksanayang sané kabaos Nglawang. Sugihan Pangenten punika kabaos “ngentenin” utawi nguningayang. Sajeroning Sugihan Pangenten, wénten mitosnyané sakadi puniki: Mpu Bharadah rauh ka Bali jagi tangkil ring Mpu Kuturan, tetujonidané jagi ngrajegang sinalih tunggil putran Ida Erlangga mangda dados raja ring Bali, krana daweg punika kawéntenan Jagat Baliné suung. Sadurungé Mpu Bharadah tangkil ring Mpu Kuturan, Mpu Bharadah masandekan ring kiduling Pasraman Mpu Kuturanné. Risampuné sué masandekan wau tangkil ring Mpu Kuturan, ngrauhang tetujonidané. Risampuné makasami tetujoné karauhang, panguntatné Mpu Kuturan nénten nagingin pinunas Mpu Bharadahé, Mpu Bharadah nyalit arsa duaning pinunasné nénten kadagingin, mawinan Ida nénten mapamit mawali ka Daha. Nyalit arsa Mpu Bharadah punika ngawinang ngamedalang bhuta kala. Risampuné Sugihan Pangenten kalaksanayang, ri kala punika taler kabaos “Nguncal Balung”, saking wuku Sungsang ngantos wuku Pahang, utamanné saking wuku Dungulan ngantos Buda Kliwon Pahang. Kruna Nguncal Balung wit saking kruna Nguncal miwah Balung. Nguncal mateges nglepas, Balung mateges tulang. Tulang wantah kabaos pangukuh angga sariran manusané taler beburoné utawi genah maiketan daging miwah urat. Angga sarira sané nénten madaging tulang, nénten prasida kuat. Nguncal Balung matetujon nglepas kekuatan-kekuatan negatif, sané prasida karuhin Sang Kala Tiga. Sang Kala Tiga kabaos Sanghyang Tiga Wisésa. Sanghyang Kala Tiga mawujud Purusa (Kala Rudra), mawujud Predana (Durga Murti), mangda mawali sajeroning kawéntenan somia, mawinan sedek Nguncal Balung nénten becik makarya paumahan, genah suci, nglaksanayang pawiwahan. Asapunika piteket-piteket nemonin Nguncal Balung. Sajeroning piteket-pitetet punika matetujon mangda ngirangin aktivitas angga sarira, mangda prasida ngluhurang aktivitas angga rohaniné, sakadi sané kalaksanayang olih para yogi, nglaksanayang tapa, brata, yoga, semadi. Sinalih tunggil sané patut kalaksanayang sajeroning Sugihan Pangenten mangda tetujon sané kaptiang prasida kapanggih manut bebaosé ba duur, ngalaksanayang “nglawang” saranané “barong” ngiterin wewidangan Désa Adat, matetujon mangda bhuta kala mawali ka witnyané. Déwa Tri Murti ngripta bhuta kala. Déwa Brahma kautus dados Topéng Bang, Déwa Wisnu dados Télék, Déwa Siwa dados Barong. Sajeroning pamargin nglawang, Barong kairing sajeroning nyuastiyang manusa sané kagoda bhuta kala. Sajeroning nglawang, sanunggil lawangan pamedalé kaaturang upakara. Nglawang madué tetujon sekala niskala. Secara sekala matetujon nglestariang piranti suci satmaka sarana upacara agama, ngluhurang ajahan-ajahan agama miwah upacara agama, nglestariang sajeroning widang kasenian, luiré; gamelan, tarian, kidung, miwah sané siosan, taler nglestariang wewidangan. Secara niskala, Ngalawang matetujon nyomia (manétralisir) kekuatan-kakuatan negatif (bhuta kala) sané durung kasuciang. (I Nengah Konten)
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
MINGGU KLIWON, 31 JANUARI 2016
9
Chelsea Incar Morata HAL 10
Australia Open
Kerber Juara Usai Kalahkan Serena Melbourne –
Angelique Kerber meraih titel grand slam pertama sekaligus dipastikan naik ke peringkat dua dunia usai juara Australia Terbuka 2016. Ia juga menggagalkan usaha Serena Williams menambah koleksi Grand Slam-nya. Kerber menang 6-4, 3-6, dan 6-4 pada final Australia Terbuka yang berlangsung selama 2 jam dan 18 menit, dengan set ketiga saja berjalan sampai nyaris separuhnya, 56 menit. Lebron James
BPM/rtr
Cavs Hempaskan Pistons Auburn Hills – Trio LeBron James, Kevin Love dan Kyrie Irving berhasil mencatatkan masing-masing lebih dari 20 poin pada pertandingan kontra Detroit Pistons, Sabtu (30/1) kemarin. Pada pertandingan tersebut, Cleveland Cavaliers berhasil menang dengan skor 114-106. Love berhasil mencetak poin terbanyak dengan 29 angka, Irving mencatat 28 poin, sementara James 20 poin. James mengaku senang dengan prestasi dirinya serta rekannya, namun ia enggan terlalu optimis. Kemenangan tersebut membuat Cavaliers nyaman duduk di posisi puncak klasemen wilayah timur. Tim asuhan Tyronn Lue itu telah mencatatkan 33 kemenangan dan 12 kekalahan. Sementara Detroit berada di posisi tujuh wilayah timur. Pada pertandingan selanjutnya Cavaliers akan menghadapi lawan berat yakni San Antonio Spurs, sementara Pistons akan bertandang ke kandang Toronto Raptors yang memiliki rekor 10 pertandingan tidak terkalahkan. Sementara itu, Kevin Durant dan Russell Westbrook berkombinasi untuk mereguk 59 poin guna membantu Oklahoma City Thunder menang 116-108 atas Houston Rockets. Dalam pertandingan di Chesapeake Energy itu, tuan rumah Thunder sebenarnya mengawali kuarter pertama dengan ketinggalan 22-29 dari Rockets. Di kuarter dua Thunder mulai bangkit dengan menambah 33 poin, lebih banyak dua bola dari tim tamu. Thunder masih tertinggal 55-58 di akhir paruh pertama. Memasuki paruh kedua Thunder melanjutkan laju itu dengan menambah 34 poin sambil meredam Rockets pada tambahan 25 poin saja. Di akhir kuarter tiga Thunder pun berbalik unggul 89-83. Keunggulan tersebut berhasil dijaga Thunder pada kuarter akhir, setelah menambah 27 poin yang lebih banyak satu bola dari Rockets. Hasil tersebut membuat rekor Thunder saat ini menjadi 36-13, dengan catatan kandangnya 22-5. Sedangkan hasil tandang Rockets menjadi 10-13 dengan rekor keseluruhan 25-24. Durant menjadi bintang bagi Thunder dengan 33 poin, 12 rebound, 3 assist. Westbrook berkontribusi dengan 26 poin, 10 rebound, 14 assist. Di kubu Rockets James Harden tampil menonjol dengan 33 poin, 7 rebound, 7 assist, dan 2 steal. Corey Brewer menjadi pencetak poin terbanyak kedua timnya dengan 17 poin, selain itu juga membuat 2 rebound. (kmb33/rtr)
Sepanjang permainan Kerber yang menjadi unggulan tujuh dan sekarang menempati peringkat enam dunia, terus tampil ngotot dan agresif dalam menekan Serena. Hal itu pada akhirnya berbuah titel gelar juara di Melbourne Park buat petenis Jerman. Itulah gelar juara grand slam pertama buatnya, setelah sebelum ini cuma
mampu jadi semifinalis di AS Terbuka dan Wimbledon. Keberhasilan menjadi juara itu juga membuat Kerber dipastikan naik ke peringkat dua dunia. Rekor pertemuannya dengan Serena pun jadi 2-5. Sementara buat Serena yang menjuarai tiga dari empat grand slam tahun lalu, kekalahan tersebut membuat koleksinya masih pada 21
Daftar Juara
Juara
2000 Lindsay Davenport 2001 Jennifer Capriati 2002 Jennifer Capriati 2003 Serena Williams 2004 Justine Henin-Hardenne 2005 Serena Williams 2006 Amélie Mauresmo 2007 Serena Williams 2008 Maria Sharapova 2009 Serena Williams 2010 Serena Williams
2011 Kim Clijsters 2012 Victoria Azarenka 2013 Victoria Azarenka 2014 Li Na
Runner up Martina Hingis Martina Hingis Martina Hingis Venus Williams Kim Clijsters Lindsay Davenport Justine Henin-Hardenne Maria Sharapova Ana Ivanov Dinara Saf Justine Henin-Hardenne
Li Na Maria Sharapova Li Na Dominika Cibulková
Derby Della Madonnina
Milan Kembali Membara
Milan – Pertandingan Panas akan tersaji pada Giornata 22 Serie A akhir pekan ini. Dua tim asal kota Milan, AC Milan dan Inter Milan akan melakoni partai panas bertajuk Derby Della Madonnina, Senin (1/2) dini hari nanti. Dua tetangga ini tercatat cukup sering bertemu di musim ini. Semenjak awal pra musim 2015/2016, tercatat keduanya sudah bertemu lima kali, di mana satu laga merupakan laga Serie A sedangkan empat lainnya hanya merupakan laga uji coba. Pada pertemuan pertama mereka di Serie A musim ini berakhir dengan kemenangan Inter Milan dengan skor tipis 1-0. Namun untuk mengulangi kemenangan tersebut, di San Siro bukan tugas mudah bagi Roberto Mancini. Pasalnya Inter tengah dalam periode inkonsisten, setelah Nerrazurri hanya mampu meraih satu kemenangan dari lima pertandingan terakhir mereka. Sedangkan tetangga mereka belum merasakan kekalahan dalam lima pertandingan terakhir mereka. Dalam partai panas ini, tuan rumah AC Milan tidak akan diperkuat oleh sejumlah pemain terbaiknya. Pada sektor bek tengah ada tiga pemainnya yang tidak bisa diturunkan pada laga ini, yaitu Alex, Philippe Mexes dan Rodrigo Ely karena masalah cedera. Selain itu Diego Lopez dan Jeremy Menez juga tidak bisa dimainkan karena masalah yang sama. Untuk mengisi posisi bek tengah, Sinisa Mihajlovic akan menduetkan Alessio Romagnoli dan Christian Zapata untuk mengawal gawang Il Diavolo Rosso yang dijaga sang penjaga muda Gianluigi Donnarumma. Meskipun Mario Balotelli sukses mencetak gol kemenangan ke gawang Alessandria beberapa waktu lalu, namun Mihajlovic sudah mengonfirmasi bahwa striker 25 tahun ini belum siap untuk bermain di Serie A. Sebagai gantinya duet Carlos Bacca dan Mbaye Niang akan mengisi posisi juru gedor Rossoneri. “Kami memiliki sedikit masalah di lini belakang. Kami sangat mudah diterobos. Saya harus segera menemukan solusi untuk ini,” ujar Mihajlovic, Sabtu (30/1) kemarin. Di kubu tim tamu sendiri tidak mengalami masalah yang cukup berarti dengan cedera. Hanya satu pemain yang tercatat mengalami cedera jelang laga ini, yaitu sang winger Ivan Perisic yang tengah mengalami cedera. Jeison Murillo yang mendapatkan kartu merah pada ajang Coppa Italia beberapa waktu yang lalu juga tidak bisa turun dalam Derby kota Milan ini. Absennya Perisic yang biasanya menempati pos Winger Kanan membuat Mancini harus melakukan sejumlah pergantian. Stevan Jovetic akan dimainkan sedikit melebar mengisi posisi Perisic, sedangkan posisi ujung tombak akan diisi oleh Mauro Icardi. (kmb33/ap)
BPM/rtr
menang - Petenis Jerman Angelique Kerber meraih titel grand slam pertamanya setelah mengalahkan Serena Williams di final Australia Terbuka, Sabtu(30/1) kemarin. Dalam pertandingan yang berlangsung ketat tersebut, Kerber unggul 6-4, 3-6, 6-4
titel. Petenis AS yang secara mengejutkan tersingkir di semifinal AS Terbuka 2015 itu masih butuh satu gelar lagi untuk menyamai rekor Steffi Graf sebagai petenis putri dengan koleksi grand slam paling banyak di era Open, walaupun rekor sepanjang masih milik Margaret Court (24 titel). Menariknya, keberhasilan Kerber kali ini turut membuatnya jadi petenis putri Jerman kedua yang menjuarai grand slam di era Open setelah Graf, yang sedang coba
dikejar oleh Serena. Agresivitas dan kegigihan plus semangat juang tinggi yang diperlihatkan oleh Kerber pun mendapat dukungan dari penonton. Kerber akhirnya mengoleksi titel grand slam pertamanya. Padahal Kerber nyaris tersingkir di babak pertama dari Misaki Doi. Sebelumnya Kerber hanya mampu menembus semifinal AS Terbuka 2011 dan Wimbledon 2012. “Selamat, Serena! Anda memang inspirasi bagi orang banyak dan pribadi yang menakjubkan. Suatu kehormatan bisa tampil di final dan menang, kini semua mimpiku jadi kenyataan,” kata Kerber dalam pidato kemenangannya.
“Seluruh hidupku dilalui dengan kerja keras dan latihan. Kini saya bisa katakan bahwa saya adalah juara grand slam! Luar biasa. Benar-benar luar biasa rasanya!” imbuhnya. Kendati kalah dan kehilangan peluang juara, Serena tetap berbesar hati dan mengakui Kerber layak menjadi kampiun tahun ini. Spontan publik Melbourne Park memberi aplaus kepada sportivitas Serena. “Tadi merupakan pertandingan yang spektakuler. Kendati kalah, saya akui tetap bangga bisa menyaksikan sekaligus terlibat langsung di pertandingan historis ini. Angie, selamat kepadamu. Nikmatilah moment ini. Anda layak mendapatkannya,” puji Serena. (kmb33/rtr)
BOLA MANIA
10
Chelsea Incar Morata
Piala FA
MU Lolos ke Babak Kelima
Derby – Manchester United sukses melaju ke babak kelima ajang Piala FA. The Red Devils menyingkirkan Derby County dengan skor akhir 3-1. Di pertandingan yang berlangsung di Pride Park Stadium, Sabtu (30/1) dini hari kemarin, MU dan Derby County sama-sama bermain menyerang sejak awal. MU mendapatkan peluang pertama di menit ketiga. Sepakan Anthony Martial meneruskan umpan Rooney masih menyamping. Tujuh menit berselang BPM/ap Derby County memWayne Rooney balas. Tapi percobaan dari Cyrus Christie dari luar kotak penalti masih bisa ditangkap De Gea. MU membuka keunggulan pada menit 16. Gol itu dicetak Rooney. Dia menerima umpan Martial di tepi sisi kanan kotak penalti Derby County, lalu melakukan tusukan ke arah tengah jantung pertahanan. Rooney lantas melepaskan sepakan melengkung yang masuk ke gawang Scott Carson. Satu peluang didapat Derby County lagi di menit 21. Sundulan Nick Blackman masih bisa diantisipasi David De Gea. Dua menit kemudian MU kembali mengancam. Sepakan Martial masih belum menemui bidang sasaran. Gawang MU kebobolan di menit 37. Chris Martin mengirimkan umpan matang untuk Thorne yang bisa meloloskan diri dari kawalan bek tengah MU. Dengan tenang pemain bernomor punggung 34 itu menceploskan bola ke gawang yang dikawal De Gea dari dalam kotak penalti. Rooney melewatkan peluang di menit 39. Martial berhasil mengirim umpan silang mendatar, tapi gagal disontek Rooney. Blackman melepaskan sepakan percobaan dari luar kotak penalti di menit 44, namun masih menyamping. Tak ada gol lagi hingga turun minum, skor 1-1 menjadi penghias papan skor saat jeda. Di awal babak kedua Derby County mendapat peluang di menit 52. Sepakan Thomas Ince dari dalam kotak penalti masih melesat, Rooney menyia-nyiakan peluang lagi di menit 56. Bisa menguasai bola sodoran Martial, dia gagal melepaskan sepakan ke gawang. Sundulan Marouane Fellaini di menit 61 juga belum berbuah hasil. Meneruskan umpan sepak pojok dari Blind, bolanya masih mengarah ke Carson. Tekanan bertubi-tubi MU akhirnya berbuah hasil pada menit 65. Berawal dari umpan Mata ke Lingard, pemain bernomor punggung 35 itu bisa memberi umpan terukur untuk Blind yang lari dari belakang. Sepakan kaki kiri Blind mengarah ke pojok kiri bawah gawang Derby County. Di menit 83 Juan Mata mampu menambah gol untuk MU. Sepakan kaki kirinya meneruskan umpan dari Martial gagal dibendung oleh Carson. MU menang 3-1 karena di sisa pertandingan tak ada gol tambahan. Dengan kemenangan itu MU memastikan satu tempat di babak kelima. (kmb33/rtr)
Sanksi Duo Madrid Ditunda Madrid – Real Madrid dan Atletico Madrid mendapatkan kabar baik mengenai hukuman larangan transfer pada dua periode transfer ke depan. Sanksi itu ditangguhkan usai kedua klub melakukan banding. Los Blancos dan Los Colchoneros mendapatkan sanksi larangan beraktivitas di bursa transfer musim panas 2016 dan musim dingin 2017, karena didakwa melakukan transfer pemain di bawah umur. Komite Banding FIFA menyebutkan bahwa hukuman itu untuk sementara ditangguhkan, sambil menunggu hasil banding dari duo Madrid itu. Keputusan itu diketahui setelah pihak Atletico memberikan pernyataan lewat akun Twitter resmi klub. “Komite Banding FIFA memberi kami suspensi percobaan dari sanksi, sembari menunggu hasil banding,” ujar pernyataan resmi Atletico, Sabtu (30/1) kemarin. El Real juga memberikan pernyataan resmi yang singkat atas penangguhan
sanksi larangan transfer itu. “Real Madrid CF mengumumkan bahwa Komite Banding FIFA sudah memutuskan untuk menangguhkan sementara sanksi yang dikenakan ke pihak klub,” ujar pernyataan itu di situs resmi klub. Dengan keputusan ini Komite Banding FIFA akan turut memeriksa dugaan transfer pemain di bawah umur yang dilakukan Madrid dan Atletico. Madrid diduga melakukannya di rentang waktu 2005-2014. Sementara Atletico antara 2007-2014. Jika dalam pemeriksaan tak ditemukan kesalahan Madrid maupun Atletico hingga 1 Juli mendatang, maka Los Merengues dan Los Rojiblancos bisa mendaftarkan pemain baru di bursa transfer musim panas mendatang. Jika yang terjadi sebaliknya, maka Madrid dan Atletico akan mengalami nasib seperti Barcelona saat mendatangkan Arda Turan dan Aleix Vidal. Keduanya baru bisa dimainkan saat sanksi larangan transfer Los Cules selesai. (kmb33/ap)
Minggu Kliwon, 31 Januari 2016
London – Jarang dimainkan Juventus tak membuat ketertarikan klub lain kepada sosok Alvaro Morata menurun. Chelsea menyatakan akan menjadikan mantan pemain Real Madrid tersebut sebagai bidikan utama di bursa transfer musim panas 2016. Langkah yang diambil The Blues bukanlah tanpa alasan. Lini depan mereka di musim ini bisa dibilang tampil di bawah rata-rata jika dibandingkan dengan musim lalu. The Blues agaknya masih belum puas dengan kondisi lini depan mereka yang selama ini hanya bergantung pada Diego Costa. Sementara Radamel Falcao d a n L o i c Remy tak
tampil seperti yang diharapkan. Sang juara bertahan Premier League sejatinya baru saja meminjam Alexandre Pato dari Corinthians, namun hal tersebut tak mengubah penilaian mereka terhadap Morata. Tak mau merasakan hal serupa pada musim depan, manajemen klub yang bermarkas di Stamford Bridge tersebut membidik juru gedor berkualitas untuk didatangkan. Keputusan mereka akhirnya tertuju pada sosok Morata. Morata sendiri memang tak mendapatkan waktu bermain seperti yang diharapkan bersama Bianconeri musim ini. Dipilihnya Paulo Dybala dan Mario Mandzukic sebagai duet di lini depan, membuatnya baru merasakan 19 kali merumput, di mana 11 diantaranya masuk sebagai pemain pengganti. Peluang Chelsea terbuka untuk merekrut sang pemain, namun langkah cepat harus diambil manajemen London Biru. Hal itu disebabkan dua pesaing mereka di ajang Premier League, yakni Arsenal dan Liverpool juga tertarik kepada pemain berusia 23 tahun tersebut.
Namun ternyata Juve masih memerlukan tenaga sang pemain. Morata membuktikan ketajamannya ketika melibas Internazionale Milan dengan skor 3-0, pada ajang Coppa Italia 2015/2016. Dirinya mencetak dua gol pada menit ke-36 melalui penalti dan menit ke-63. Sementara satu gol penutup dicetak Dybala pada menit ke-83. Kontribusinya itu menuai pujian dari Allegri. Pelatihnya itu menganggap permainannya bagus secara teknik dan fisik. “Ketika striker gagal mencetak gol, mereka akan kecewa. Tapi itu tidak akan berlangsung lama. Tidak ada jalan bagi Morata untuk kehilangan kualitasnya selama beberapa bulan ini,” katanya, Sabtu (30/1) kemarin. Penyerang 23 tahun itu pun lega akhirnya bisa kembali mencetak gol. Morata pun berterima kasih kepada rekan satu kesebelasannya, terutama Gianluigi Buffon dan tentu saja kepada Allegri. Berkat merekalah ia berhasil menyingkirkan pikiran negatif ketika masuk ke lapangan. “Saya senang. Saya akhirnya bisa keluar dari masa sulit ini,” ujar Morata. Juve sendiri telah menyiapkan rencana cadangan jika Morata dijual. La Vecchia Signora mengincar Edinson Cavani. Sang pemain kini dikabarkan tidak betah di PSG. (kmb33/ap)
Eksodus Besar-besaran Ancam Bayern
BPM/rtr
INCAR - Guna memperkuat lini depanya, Chelsea mengincar striker Juventus Alvaro Morata.
Griezmann Nyaman di Spanyol
Madrid – Penyerang Atletico Madrid Antonie Griezmann dikabarkan akan meninggalkan klub dalam jendela transfer musim dingin 2016. Chelsea, Paris Saint-Germain dan Barcelona menjadi tiga tim yang tertarik mendatangkan pemain Timnas Prancis tersebut. Menanggapi hal tersebut, Griezmann mengaku tidak tertarik dengan tawaran tim lainnya. Menurutnya ia saat ini sudah nyaman berada di Spanyol dan tidak berencana meninggalkan Spanyol atau pun klub lainnya selain Atletico. Ia mengaku sudah memiliki banyak ikatan dengan
Spanyol. Salah satunya adalah kedekatan dirinya dengan sang pacar yang merupakan warna negara Spanyol. Meski begitu ia mengaku tidak menutup kemungkinan untuk kembali ke Prancis jika hanya untuk berlibur. “Saya rasa gaya bermain sepak bola saya adalah gaya bermain Spanyol,” ujar Griezmann, Sabtu (30/1) kemarin. “Tidak hanya di dalam lapangan, tetapi juga di luar lapangan. Pacar saya adalah orang Spanyol. Anjing saya juga berbicara dengannya menggunakan bahasa Spanyol,” tutup Griezmann. (kmb33/ap)
Antonie Griezmann
BPM/rtr
Munich – Setelah Josep Guardiola menyatakan akan hengkang pada akhir musim depan, eksodus personel Bayern Munich berpotensi terjadi. Kali ini tiga pemainnya yakni Robert Lewandowski, Mehdi Benatia dan Arjen Robben disebut akan hengkang pada akhir musim. ketiga pemain tersebut memang erat dengan kabar akan meninggalkan Allianz Arena sejak musim panas. Robben yang posisinya mulai tersisih dari tim utama mulai mempertimbangkan mencari pelabuhan baru. Salah satu klub yang siap menampung mantan pemain Real Madrid dan Chelsea tersebut adalah Manchester United. Begitu juga dengan Lewandowski yang kabarnya juga bakal mengikuti jejak pemain asal Belanda tersebut. Lewandowski sejatinya masih menjadi andalan utama Bayern di lini depan. Akan tetapi dirinya dikabarkan mulai memikirkan mencari tantangan baru di luar Jerman. Klub yang memburu tanda tangannya sejauh ini adalah United dan Real Madrid. Sementara Benatia sudah dikabarkan segera hengkang sejak musim panas. Pemain yang pernah membela AS Roma gagal bersaing untuk mendapatkan tempat utama. Opsi untuk kembali ke Italia menjadi pertimbangan pemain bertahan asal Maroko tersebut. Masalah internal memang tengah menghantui raksasa Jerman tersebut. Berkali-kali Guardiola mengatakan tidak ada masalah di dalam timnya. Menurut pelatih asal Spanyol itu, suasana di dalam timnya hangat dan sangat baik karena itu mereka tidak pernah kalah di Bundesliga. Tetapi harian setempat melaporkan bahwa salah satu pemain Bayern yang tak mau disebutkan namanya mengatakan situasi di tim tidak
kondusif. Menurut laporan tersebut, Guardiola mengkritik beberapa pemain karena kelebihan berat badan. Selain itu anggota skuat mendapat email berisi larangan melakukan perjalanan yang bisa menghambat persiapan sebelum bertanding. Arturo Vidal dan Franck Ribery adalah dua pemain yang dikritik Guardiola. Menurut laporan media ternama Jerman ini, Vidal kerap keluar hingga larut malam, sementara Ribery tidak mengeluarkan kemampuan maksimalnya setelah cedera. Sudah berkali-kali masalah internal Bayern ini menjadi bahasan, tetapi dari luar terlihat harmonis. Menanggapi mengenai situasi panas di dalam tubuh Bayern, Guardiola angkat bicara. “Kami mengontrolnya. Setiap klub di dunia mengontrol apa yang dimakan pemainnya
dan berapa lama mereka tidur. Itu normal. Masalahnya di mana?” kata Pep, Sabtu (30/1) kemarin. “Dan mengenai email? Ada ratusan email dari Kathleen Krüger (manajer tim Bayern) setiap hari. Masalahnya di mana? Jadi di mana sebenarnya masalahnya? Faktanya pemain kembali dari libur musim dingin dengan berat badan yang bertambah dan itu fenomena biasa di Munich.” Lebih lanjut pelatih asal Spanyol ini menegaskan klub besar tidak ingin pemainpemainnya pergi ke kota-kota yang jauh, jika mereka punya hari libur pendek. Ditambahkan Pep, sebenarnya masalahmasalah seperti ini sudah ada di kontrak, apalagi untuk klub sebesar Bayern Munich dan pemain-pemain sudah dibayar malah oleh klub. Apakah benar kondisi Bayern bermasalah? (kmb33/rtr)
BPM/rtr
HENGKANG - Striker Robert Lewandowski menjadi salah satu pemain yang akan hengkang musim depan.
Minggu Kliwon, 31 Januari 2016
Gung Guntur dan Gung Civic Manajer Tim Pra-PON Denpasar (Bali Post)Manajer Tim Pra-PON pasca mundurnya Ketut Jelada, kini tinggal Nyoman Graha Wicaksana dan Putu Ngurah Ardika. Kenyataannya, selain Graha Wicaksana dan Ngurah Ardika masuk dua manajer baru yakni A.A. Putu Sudirka Yoga Semadi alis Gung Civic dan A.A. Ngurah Alit Wiartha alias Gung Guntur. Gung Guntur ketika dihubungi, Jumat (29/1) lalu, membenarkan dirinya ditunjuk menjadi manajer tim bersama Agung Civic, sehingga menjadi kuartet manajer tim. “Saya belum bisa berkomentar dulu, sebab SK resminya belum turun,” kilah dia. Yang jelas di mata Gung Guntur, skuad Pra-PON merupakan pemain terbaik di Bali. “Kelemahan tim Pra-PON Bali ini latihannya tidak rutin, sedangkan tim provinsi lain berlatih kontinyu,” ucapnya. Oleh sebab itu Gung Guntur menyarankan supaya secepatnya dibentuk tim definitif. “Secara umum skill-ball mereka sudah mumpuni, tinggal meningkatkan kekompakan tim saja,” jelas dia. Sementara berdasarkan informasi Bali Post, menerangkan pelatih kiper Pra-PON adalah Putu Dian Ananta yang mendampingi duet pelatih AAK Bramastra dan AAN Ardika alias Gung Kang. Bendahara Tim Pra-PON Gede Made Anom Prenatha. Kemarin pihaknya pihaknya bakal mengajukan proposal pengajuan bantuan dana ke KONI Bali, terkait pembiayaan Tim Pra-PON. “Kami akan menghadap ke KONI, Senin (1/2) besok,” kata Anom Prenatha. (022)
GELANGGANG
Sudiana Tak Mau Pimpin PRSI Lagi Denpasar (Bali Post)-
Masa kepengurusan Made Sudiana memimpin Pengprov PRSI Bali berakhir sampai dengan Oktober 2015 lalu. Mantan Wabup Badung ini tak bersedia menakhodai induk organisasi renang lagi. Karena itu, jajaran pengurus PRSI mencari figur pengganti Sudiana. Sekretaris Pengprov PRSI Bali Ishaq Jafar Nasution, usai rapat bersama pengurus PRSI Bali di Renon, Sabtu (30/1) kemarin, menegaskan, pihaknya mengagendakan musprov PRSI Februari nanti. “Kami sudah minta tenggang pelaksanaan musprov ke KONI Bali agar mundur tiga bulan. Kami memastikan
musprov PRSI Bali setelah Kuningna, jadi akhir Februari nanti,” jelas Ishaq. Dikemukakan, pelaksanaan musprov PRSI selaku ketua panitia Nengah Madi Adnyana. Sejauh ini kandidat ketua umum Pengprov PRSI terdapat tiga calon yakni Nyoman Giri Prasta, Ketut Suiasa, serta dr. Laksmi Duarsa.
Pande Made Iron Digjaya
Incar Medali di PON PERENANG Pande Made Iron Digjaya resmi lolos ke PON Jabar, meskipun bercokol di urutan ketujuh. Kendati demikian, Iron tetap ingin menyumbang medali untuk Bali. “Saya menargetkan diri minimal harus bisa menyodok ke urutan ketiga, sehingga setidaknya meraih perunggu,” ujar perenang kelahiran Blahkiuh, Badung, 11 Maret 2001. Maklum Iron merupakan atlet termuda pada catatan atlet yng lolos PON di nomor dada. Pesaingnya adalah Gagarin Nathaniel Yus (DKI/kelahiran 1995), BPM/nel Dennis Tiwa (DKI/1993), M. Idham Dasuki (Jabar/1991), Ilham Achamd (DKI/1998), Gerdi Zulfitranto (DKI/1995), serta Alfhred Hendri (Sumbar/1993). Tekad menyabet medali PON, Iron harus menyiapkan dirinya dengan latihan tiap hari di Kolam Tirta Arum, Blahkiuh. “Saya tiap hari dilatih ayah,” tutur putra kedua pasangan Koordinator Kolam Renang Tirta Arum Putu Bagus Suputra Wijaya dengan Ni Kadek Ariyani. Belakangan siswa kelas III SMPN 1 Abiansemal ini dituntut pintar membagi waktu antara persiapan Ujian Nasional (UN) dengan latihan persiapan PON. “Saya terkadang pulang sekolah dilanjutkan les, kemudian berlatih ke kolam, malam hari belajar lagi,” ujarnya. Iron belajar renang sejak duduk di bangku TK. Selanjutnya dirinya bergabung dengan klub Bali Pari. Bakat dan talentanya makin menonjol, hingga perenang spesialis gaya dada ini menjuarai berbagai event. Misalnya O2SN di Makassar, mendulang 2 emas di 50 m dan 100 m Kejurnas di Kolam Manahan Solo menyabet 2 emas di 100 m dan 200 m untuk KU-2, termasuk Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Seluruh Indonesia (KRAPSI) di Jakarta, meraih 2 emas di 100 m dan 200 m, serta di Porproy menyumbang 1 emas 200 m, dan perunggu 100 m. (nel)
11
Made Sudiana
BPM/dok
PON Pada rapat kemarin juga membahas persiapan ke PON. Ishaq menerangkan, cabor renang meloloskan 15 atletnya ke PON Jabar 2016. Mereka adalah Dewi Novita Lestari, Ni Nyoman Sintya Agniswari, Eva Lilia van Leenen, Putu Gede Anom Artha, Ni Nyoman Dewi Setiari, Andi Hermawan, Pande Made Iron Digjaya, Desak Made Sri Widyadari, Ni Luh Made Citra Dewi, Putu Wirawan dan Agus Nuarta. PRSI Bali mengajukan tambahan empat perenang yang lolos PON. Mereka adalah Putu Elita Ratna Sari, Ista Wirya Ardhiani, Ni Made Putri Damayanti, serta Gede Wahyu Widyantara. “Induk PRSI ini membawahi renang di kolam tertutup, renang perairan terbuka, renang indah, loncat indah, dan polo air,” ungkap Ishaq. Hanya kata dia, Bali meloloskan renang di kolam tertutup pelatihnya Wayan Wiarta, Kadek Sudiyasa, ditambah ofisial Gede Meiga Wira Pradtama. Sedangkan di perairan terbuka pelatihnya Wayan Karyasa serta ofisial Ketut Arya. Dua perenang yang turun di perairan terbuka yakni Dewa Gede Anom (5.000 meter), serta Agus Nuarta (3.000 meter). “Untuk perairan terbuka kami mengajukan bantuan perahu karet, alat pengukur jarak (GPS), serta teropong,” terang Ishaq. (022)
Cabang Khusus Inkanas Brimobda
PERGURUAN karate Inkanas membuka cabang khusus di Brimob Polda Bali, Sabtu (30/1) kemarin. Ketua Harian Kombes Pol Suhendri, SIK. mengajak 600 anggota Brimob Polda Bali, termasuk yang di Gilimanuk berlatih Inkanas dan diharapkan lahir karateka potensial yang bisa membela Bali. (kmb)
Para pengurus Inkanas Bali.
BPM/kmb
Maryoto Subekti
BPM/kmb41
Tak Ada Peningkatan, Atlet PON Terancam Dicoret Denpasar (Bali Post)KONI Bali pada 2-5 Februari bakal menggelar tes fisik kepada seluruh atlet PON di Stadion Ngurah Rai. Dalam tes fisik yang dilakukan tiga tahap sebelum bertarung di PON itu, KONI memberikan warning kepada semua atlet. Jika selama tes fisik tidak ada peningkatan, maka atlet tersebut terancam tidak di kirim ke Jabar “Kami yakin jika program-program yang dijalankan sudah baik dan benar pasti ada peningkatan yang dialami atlet. Jika program sudah benar, namun tetap saja tidak ada peningkatan signifikan, mungkin atlet tersebut tidak layak dikirim ke PON,” ungkap Ketua II KONI Bali Maryoto Subekti di Denpasar, Sabtu (30/1) kemarin. Maryoto menyatakan, tes fisik sangat penting dilakukan guna melihat sejauh mana peningkatan yang dialami atlet, dari tes pertama sampai tes ketiga. “Tes fisik ini sebagai syarat utama atlet sebelum masuk Pelatda PON. Karena sesuai intruksi Ketua Umum, atlet yang meraih tiket PON Jabar wajib menjalani tes kesehatan untuk memantau perkembangan fisik dan kesehatan atlet sebelum turun di PON,” terangnya. Lebih lanjut dikatakannya, setelah diketahui kondisi fisik awal seluruh atlet, nantinya catatan kesehatan masing-masing atlet bakal diserahkan kepada pelatih tiap-tiap cabang olahraga. “Tujuannya supaya bisa disesuaikan dengan kebutuhan minimal fisik seorang atlet bisa tampil di level nasional,” ujar Maryoto. (kmb41)
12
Minggu Kliwon, 31 Januari 2016
Sastra
Redité Kliwon, 31 Januari 2016
I Kaki Dengkil
Puputan
LUAS ka Badung? Inggih semengan dégdég I Kaki Dengkil luas ka Badung rainané mangkin. Ipun luas ka Badung nadak santukan miragi jagi wénten pamastén pangrencana pangurugan segarané ring ceking Baliné sané kawastanin reklamasi Teluk Benoa. Punika kocap sané ngawinang maha bara kebus tangkahné. Ngrudug tangkahné rasaanga, kebut-kebut sirahné mréntah batisné mangda gangsar mamargi. Pisagané ring Tepisiring ngaksinin solah I Kaki Dengkilé kadi punika macem-macem, matiosan pawilangané. Wénten sané kadésam-kadésem sakadi némbérang. Wénten sané sipok nganikaang jatma nénten nué karya. Wénten sané nganikaang lelipi ngalih gitik. Wénten sané nganikaang manahné cutet. Wénten sané nganikaang kolot nénten uning pakibeh jagaté jagi rauh. Wénten sané ngupet-upet ngadokang beneh padidi. Mategep pisan abet wargi Tepisiringé nampén solahipuné. Naler wénten sané sumanggem ring pikenohnyané. Sané némbérang, kocap santukan nénten precaya I Kaki Dengkil uning indik pikobet reklamasiné punika, pikobet jagat Baliné wantah nénten wénten réklamasi. “Apa ja tawanga tekén I Kaki Dengkil? Koné duegé ngaluer. Sakancan tatenger jagat tawanga pikenohnyané. Apa ia tusing nawang ané madan reklamasi ento sujatiné mabuat santukan jagaté jani suba madan maha bara ulian efek rumah kaca? Apa ia tusing nawang Pulau Baliné ené lakar kelem yén tusing ada reklamasi? Apa tawanga tekén ia suba begeh pulauné kelem ulian efek rumah kaca?” Asapunika kamélmélan wargi Tepisiringé sané kolaktah wikan santukan uning ring pakibeh jagaté saking sané jagi rauh. Siosan pakaryané dados dosén, naler santukan naan malajah ring dura negara. Sané nganikaang sipok nénten madrué karya? Punika bangsa wargi Tepisiringé sané mautsaha ngraina makarya mangda polih jinah anggéna ngupapira déwék. “Ngudiang ento runguang, tusing ngelah gaé. Awak wang tani, kanggoang ja apa gaéna tekén pangageng jagaté tuutang dogén. Ngudiang to sangetang, ngalih pipis seket tali, satus tali awai dogén kéwehné cara kakéné, irgamayang cara ngalihin jaum di suminé? Nyén nawang yén ada reklamasi maan gaé, mantesé dadi buruh masang citakan pastika suba maan? Yén agetan abedik, maan morong pagaé ngadep bias tur batu ané dudukang di Tukad Jangga.” Sinah makasami uning, wantah wargi Tepisiringé puniki sodagar utawi tukang, sané ngraina mamargi nguntuk santukan ngarepang polih nuduk jinah. Asapunika naler sané nyengguhang I Kaki Dengkil sakadi lelipi ngalih gitik santukan naan miragi wantah jatma sané tan maa maksaang mangda réklamasiné punika mamargi ngubuh tentra mapangkat ageng. Punika sané precayaina, wyadin wiakti utawi nénten sujatiné ipun nénten uning. “Da ba… coba-coba bareng nulak réklamasi. Kayang panak cucuné nyanan usaka! Apa I Kaki Dengkil tusing nawang, jatmané ento kuasa pesan? Bareng-bareng kema nulak réklamasi nyanan ubera alihanga krana apang usak kulawargané mara tawanga. Yén gepluka baan tiing, mirib té enggal bisa seger. Yén bedila, lakar kudiang? Pragat ja bangka!” Minab puniki baos ring marginé sané midep nénten pastika santukan nénten naan mabukti. Sampunang malih baosanga, wantah sané maosang pamanah I Kaki Dengkilé cutet tur nénten uning ring pakibeh jagaté sané jagi rauh punika. Punika magilihan sareng pikenoh wantah ipun nénten minehang makéh alit-alité sané nénten polih pakaryan waluya sampun tamat masekolah. Makéh sané sampun sarjana tur madrué kabisan makarya ring otél. “Bawak pesan pikenohné I Kaki Dengkil. Awak suba lakar matanem mani apa tawang? Dija cerik-ceriké lakar magaé? Tundén magaé di cariké? Carik nyéné lakar sakap jani? Buina, cariké suba nelah-nelahang dadi karang paumahan! Yéh suba sayan ngéweh-ngéwehang, kénkénang lakar najuk padi? Dija buin pidan lakar orain panak cucuné magaé? Lamun sajan payu réklamasiné tusing ké ada liu pagaén ditu?” Ngamukmuk wargi Tepisiringé sané mawacana asapunika! Naler sané midartayang I Kaki Dengkil kolot tur nuukin manah padéwékan, nyengguhang nénten enyak mobah. Asapunika naler nyengguhang nénten sayuwakti sakadi baosné indiké obahé punika sujatiné sané pageh. “Amunto duegé nelémékin cerik-ceriké apang sayaga narima obah jagaté, laut jani cara tusing pesan demen Pulo Baliné mobah akikit? Apa Nusa Duané ané ipidan tongos jimé manakang apang tegteg kakéto? To jani suba asri kakéto sawai-wai demen kema mandus?” Sané midartayang asapunika sujatiné mapikayun réklamasiné punika sujatiné mabuat pisan. Mabuat midartayang wargi Baliné sujatiné sampun biasa ngaksinin paobahan. Nénten rasaanga mangkin sampun jagi napek rauh ring penambangané, I Kaki Dengkil mamargi sambilanga ngalaca-laca. Wantah sayuwakti pasih ring ceking Baliné uruga, jagi ical makudang-kudang pura sané wénten irika. Naler loloan genahné melukat jagi sirna nénten wénten sisané. Naler loloané sané ical punika jagi ngawinang makudangkudang désa polih blabar ngwarsa. Sesampuné rauh ring ajeng kantor gubernuré, I Kaki Dengkil manggihin makéh alit-bajang tuni-lingsi mapupul irika. Medal belog ajumné. Goar-goar ipun mabaos, nénten ngrunguang anaké siosan. “Puputan Teluk Benoa… Puputan Teluk Benoa… Puputan Teluk Benoa….” Makasami masuryak ngaksinin solah I Kaki Dengkilé. “Yén ipidan Ida Cokorda Mantuk Ring Rana puputan nindihin guminé…, lan jani soang-soang puputan nindihin Jagat Baliné!” Ijek pisan ipun nyuaraang puputan. Sampun jagi puput? (Jelantik)
Dadong Jati IBW Widiasa Kenitén “DADOOOOOOONG! Dadooooooong! Dadooooooong!” Tiang jerit-jerit ngaukin Dadong Jati krana tepukin tiang penékanga ka montor patroliné tekén polisi. Ada ané nyagain Dadong Jati mirib kadéna lakar malaib. Polisiné sayan ngénggalang ngenjek gas montor. Tiang sayan ngerasang majeritan. “Dadooooooong! Dadooooooong!” Dadong Jati ulap-ulap. Paliatné mréngang. Sinah suba pakéweh ané tepukina. Muané barak masebeng jengah. Paningalané neleng cara nudah isin keneh. Biasané ning, tusing taén buka kéto. Palaib montoré sayan ngejohang. Tiang tusing nyidayang nulungin. Keneh tiangé ngeling. Sayan joh, sayan joh kanti tusing tepuk Dadong Jati. Sinah suba Dadong Jati ajaka ka kantor polisi. “Kenapa ya Dadong Jati? Dadi tumbén cara matungkas munyiné tekén polisi. Biasané anak banban, alep, anut tekén adanné, Dadong Jati. ‘Dadong’ yén alihang uli umur suba tua sinah sayan banban sayan bisa nuréksain keneh timpal apabuin nuréksain keneh padidi. Maimbuh lantas ‘jati’ gigis anutné. Jati patut, jati beneh, jati beneng. Dadi tumbén Dadong Jati buka simuh kenehné. Dadong Jati buka adanné de-
men pesan munduhang saang punyan kayu jati. Di désan tiangé liu ada punyan jati. Bukit ané ipidan tusing misi punyan kayu jani suba renes. Tisan buin abedik. Di masan panesé, tusing kanti kebus gati rasaang tiang. Lénan tekén ento, kramané mula demen matajukan. Macentok najuk jati. Tusing kayu dogén koné apang jati, keneh koné masi apang jati mara nyak tetajukanné lakar lanus nuutin bun gumi. Bapa Rakta ané dugasné ipidan maboya najuk jati. Jani, ia ané pinih liuna ngelah jati. Jatiné sabilang ada doné ané ulung duduka lantas punduhanga cara munduhang kenehné apang nyak malingsehan. Carang-carang jatiné ané suba ulung masi punduhanga. Dadong Jati ané pepes baangina. Dadong Jati kendel suba dugasé ento krana ada anak ngenjuhang jati tekén ia yadiastun mantas carangné ané suba tuh. Pikenoh tajukanné suba rasaanga pesan. Ané demenin tiang, ada punyan jati kayang buin telun tusing ada ané bani ngebah. Ipidan taén nagih ebaha, prajani tukang ebah kayuné ané suba ngaba sénsor ngejer buina misi jerit-jerit cara anak karauhan. Takonin tiang dugasé ento, “Nyén
13
ngrauhin?” “Ada anak gedé gangsuh, makamben poléng, kulitné selem melengis cara anak Négro. Giginé putih sentak, mara lakar gergaji, baongé cekuka aget énggalan inget majeritan. Yén sing kéto, suba mati cekuk Jro Nuénang Désa.” “Meled idup apa mati? Ngéndah mai ngaba sensor. Iba dogén nagih idup di guminé. Kai masi ngelah guminé. Tusing iba dogén! Iba jelema apa buron? Iba ngusakang umah kainé. Jelema ngéndah-ngéndah ngaba keneh,” kéto ia nengik. “Yén kanti mati cekuk Jro Nuéneng Désa, gigis lek tiangé sinah lakar dadi sesambatan matiné ulian ngusak umah anak lén?” Tiang masi tusing nyangetang. Krana suba tawang ngusak mula énggalan tekénin ngamelahang. Uli sukat ento sayan tusing bani anaké lakar nagih meli apabuin nagih ngentebin carangné, tuah Dadong Jati dogén ané bani clapat-clapat di punyan kayu jatiné lantas kramané ngadanin Dadong Jati. Adané ané seken tusing tawang tiang. Ia bani ngalih saang kepik-kepikan carang jatiné ané suba tua lakar anggona mapunpun. Adané anak tua inget tekén awak. Sabilang dina melah, tetep masi Dadong Jati ngaturang canang sekar cihna baktiné teken Sang Madué Tetanduran. Sayansayan tusing bani buin kramané lakar ngebah kayu jatiné. Dugasé ené maan kayu jatiné mesuang yéh. Liu anaké ané teka. Ngorahang ngipi ada tirta rauh uli Sunya. Makejang ngaturang canang sekar. Buina nyak nadiang ada ané seger baana. Mirib jalaran Suungé ngabaang ubad. Tiang dugasé nika mantas mamunyi kené. “Mirib sedih jenenga punyan jatiné, I Dadong Jati tusing buin ngaturang canang sekar? Tusing taén nepuk Dadong Jati makidungan.” “Bisa dogén,” kéto timpal tiangé nyautin. “Suba ada duang Purnama I Dadong Jati tusing taén madelokan ka punyan kayu jatiné uli sukat ia plaibang polisi.” “Mirib saja buka kéto. Sedih punyan kayu jatiné I Dadong Jati tusing nekain buin.” Dadong Jati uli sukat maan mataan tusing inget buin tekén awakné. Ia maan orahanga mlaibang kayu jati. Ia suba nyambatang mantas ngalih saang kepi-kepikanné dogén buina carang kayu jati ané pinih tuana. Polisiné tusing ngugu. Orahanga Dadong Jati pepes mlaibang kayu jati. Dadong Jati tusing terima. Sasukat iané idup tumbén jani ada anak bani nyambatang mamaling kayu jati. Kramané ané nawang kénkén pajalan Dadong Jati mapupul. Tusing terima tekén paundukané ento. Aliha polisiné. Sambilanga jerat-jerit. “Ngujang juk Dadong Jati?” “Ngujang juk?” polisiné mabalik matakon. “Yén suba juk polisi
Ada nyambatang tanah negara. Ada nyambatang pengusaha ané suba ngelahang uli pidan. Mara koné tepukina sertifikat gumin iané. Sayan-sayan ngéndah isin guminé. Krama désan tiangé mapupul tusing pracaya tekén orta di sisi. Alih tiang di Pertanahan saja buka ortané. Alih tiang anak ané bisa mélanin anak cerik tusing masi mingklakin apa-apa. Jati-jati ané tajuka tekén krama désan tiangé jani alihanga buldoser. Sépanan ningalin, bukit ané dugasé ipidan bek misi jati jani mabading dadi barak ngendih. Kraman tiangé makita nyagurin ané ngusak gumin tiangé kéwala tusing bani. Makiter tekén anak siteng-siteng. Makiter anak ngaba pentungan. Makiter anak masebeng galak. Rasaang tiang tusing ada rasa welas asih ané marawat di kenehné. Tiang mantas bisa mapinunas tekén Suungé. Buin pidan sinah lakar ada panyengkalén. Sai-sai tiang mapinunas kanti mrasa lepug bibih tiangé tusing masi ada paswécan. Baan gedeg basang tiangé, petengé tiang nyelepin tongos buldoseré. Idupang tiang. Makatébtab anaké ané magaé. Grudugang tiang batu-batu, kéto masi tanah ané lakar dadiangé wewangunan. Ia ngepung tiang. Tiang ngepung ia mara lakar menék ka buldoseré, béyokang tiang batu ajak tanah di malun ia. Ada ané malaib ada ané teteh batu, ada ané tanem tanah, ada sudap-sudap baan buk. Tiang kedék mrasa maan ngwalesang. Tiang suba nawang lakar nepukin pakéwéh krana tiang ngusakang proyék anak sugih. Buin jebosné teka polisi akijang. Péh répot patuh cara dugasné ngejuk Dadong Jati. Tiang tandalanga bedil. Inget tiang ngelah bebekelan besi kuning, buluh empet ento incepang tiang, tusing ada ané ngeletin mimis polisiné. Sayan galak polisiné mrasa tusing maguna ngelah bedil. Sayan ngliunang buin polisiné teka. Tiang makeneh-keneh, ngalahang anak cerik abesik tusing nyidayang. Buin tiang inget tekén ngelah manik kapas. Di duur buldoseré tiang ngigel. Dérdara tiang. Tusing mingklakin apa. Sayan tiang ngigel sayan nyengahang polisiné. Ada dingeh mamunyi kéné, “Alihang luun sema. Alihang kasa di semané. Sinah lakar ilang kebalné!” Mara ningeh kéto, tiang jejeh. Sinah jani lakar sengkala idéwék kéwala tiang mrasa bagia. Tiang taén lekad mélanin gumi ané katindes baan nyama padidi. “Ené luun sema. Ené kasa anak mati.” Tiang mengkeb di betén buldoseré. Alihina tiang. Tiang ngrepé pesu. Tusing ada ané nawang. Ada anak tua ulap-ulap muané buka Dadong Jati. Mara lakar takonin tiang apa Dadong Jati ané nulungin tiang? Anak ané mesib Dadong Jati ento mantas kenyem. Ngorahang uli ituni ngantiang tiang di sisi sambilanga ngendingang isi gumi.
Saking Langit Bali
Udyoga Parwa
Sayaga Mayuda
Karang Awaké Tandurin
Olih : I K. Satria, S.Ag Bebaosan Ida Sang Duryodhana nénten banget kauratiang. Ida Sang Wasudéwa malih matur ring Ida Sang Prabhu Dhrastarastr, “Sang Prabhu, yéning Astinapurané pacang biuta sangkaning payudan, indiké puniki nénten sangkaning Panca Pandavané sané ngawinang. Sakémaon Sang Prabhu sané ngawinang, sangkaning Sang Prabhu sané pinaka maharaja iriki nénten ngawigunayang kawicaksanan tatkala ngambil pamarginé puniki. Mangkin titiang jagi matakén, napiké ngeseng paumahan sané malakar antuk kardus punika kapatutang? Ida Sang Purwacanaji sampun ngaryanin saha ngrincikang kawéntenané puniki turmaning sami sampun uning indiké punika, nanging Ida Sang Prabhu wantah maosang indiké punika pinaka sengkala sané nénten wénten paiketannyané sareng kapatutané sané mautama? Napike Sang Prabhu lali ring kawéntenan kasatyan ring budi sané mautama sampun kaletehin antuk parilaksana Dussasana sané nglukar busanan anak istri sané pinaka mantu Jagat Kurune? Tios punika, laliké Ida Sang Prabhu tatkala ngicéng Panca Pandawa malinggih ring Kandawa Prastha sané makéh madaging raksasa, yaksa, miwah mrtyu....? Napiké Sang Prabhu maosang indiké puniki pinaka kawicaksanan?” Ida Sang Duryodhana sayan kroda mirengang bebaosan inucap; “Uduh Cai sang pangangon godel...! Sampunang lanturanga malih, cutet sampun baosang yéning Panca Pandawané takut jagi mayuda. Sané mangkin ngreremih tangkil mriki…!” Asapunika bangras bebaosan Ida Sang Duryodhana. Ida Sang Wasudéwa malih naywis; “Uduh Ida Sang Duryodhana I Déwa, katambetan I Déwané wantah pinaka lantaran biyutan jagaté driki. Titiang rauh mriki wantah ngaturang indik Panca Pandawané ngaptiang mangda yudané puniki nénten mamargi, taler nénten ngayunin Jagat Indraprasthané, durusang sampun dados duén Sang Prabhu. Pandawa wantah ngaptiang welas asih Ida Sang Prabhu. Uduh Sang Prabhu, titiang nunas mangda Sang Prabhu ngicén Panca Pandawa limang désa kémanten, limang désa, limang désa....” Asapunika atur Ida Sang Wasudéwa. Ida Sang Duryodhana nyumingkin krodanidané, Ida ngamuk tan bina sakadi anginé nglinus ring tengahing tegal sané asah. Ida nénten pisan ngayunin wénten ring paseban utawi ring alasé. Ida Bhagawan Bhisma, Ida Dang Guru Drona, miwah sané tiosan nénten malih kaksiang ring angganidané, Ida raris mamargi saha mabaos majeng ring Ida Sang Wasudéwa; “Ih Cai Kesawa...! Pirengang titiang, sampunang ja limang desa, adepa tanah nénten pacang icén titiang...! Mangkin durusang mawali saha aturang indiké puniki. Titiang nénten pacang makirig jagi mayuda....” “Ih Putran Ida Déwi Gandhari, pamutus peran-
sinah anak pelih. Yén sing pelih, ngujang ngalih gaé polisiné ngejuk anak ané tusing seken pelih?” “Apa pelihné?” “To tingalin buktiné. Ia ngaba carang jati.” “Mantas carang jati majuk. Kadén suba pepes ngalih saang ditu?” “Ento mara abedik buktiné. Ada buin bukti lénan.” Polisiné nlektekang kramané ané bani mamunyi kéto. “Indayang édéngang!” “Tusing dadi, yén suba ka pengadilan mara lakar édéngang.” “Béh sing dadi kéto. Mara anak tua éndahang.” “Nyén ngéndahang? Mantas ngejuk buina nakonin dogén.” “Man jani lakar matahan I Dadong?” “Beneh pesan.” Pamuputné Dadong Jati mataan. Awakné meragang dogén. Kumat sakit tuané. Polisiné malaibang ka rumah sakit. Maan seger ajebos, baangina ka umahné ajebos. Baan sakit kenehné, Dadong Jati lantas mamastu. “Nyén ja ané ngékaang tiang apang tusing taén nepukin bagia!” Suud mamastu buka kéto, munyiné Dadong Jati sayan nyenikang, sayan nyenikang sayan ngejohang lantas ia ngalih tongos ané Sujati. Atmané majalan nuju ngaja nganginang. Mara ngejer polisiné ané nangkep. Polisiné prajani ngidih pelih tekén Dadong Jati kéwala suba sépanan. Tiang ané sanget gati mrasa kélangan Dadong Jati. Ia pepes pesan nuturin tiang apang bisa dadi manusa. Yadiastun tuna arta, apang tetep masi inget tekén awak. Tiang taén nginep di umahné Dadong Jati buina taén ajaka ka punyan kayu jatiné mabakti. Apa kadén sambata tekén Dadong Jati ajak kayu jatiné buin jebosné sagét ada cihna angin misi ujan ngribis. Tis rasan keneh tiangé dugasé nika. “Dong melah pesan keneh tiangé buka jani maan tirta.” Kenyemina tiang tekén Dadong Jati. “Ento cihna Suungé suéca tekén Madé. Kapah ada anak lakar kaswécanan buka kéto. Dadong masi tumbén ngrasaang melah buka jani.” Jani, umahné Dadong Jati suung mangmung. Suba tusing ada rungu tekén punyan kayu jati. Tanah ané misi punyan kayu jati lakar masiluman dadi umah pajabat. Tanah ané tongosin kraman tiangé koné tanah negara. Sagét punyan kayu jati ané pinih tuana sander kilap. Mirib tusing trima lakar matianga, apa i punyan kayu jati sedih? Tiang tusing nawang mantas ngrimik kéné di keneh. “Dong baangin tiang rasa kayu jati apang bisa ngrasayang keneh jati.” Mula buka pangandikan anaké wikan, dija ja ada gula sinah lakar liu ané ngrebutin. Désan tiangé ané suba misi jati, jati orahanga tanah tusing gelah tiang.
gé puniki sampun kakawitin, Astinapura sampun sané ngawitin. Sujatiné indike puniki nénten pacang kaambil yéning sami ngulati kawicaksanan, sida ngeret panca indria miwah ngajegang Sang Hyang Agama....” Bebaosan sakadi asapunika ngawinang Ida Sang Duryodhana dahat kroda saha nunas ring prajurit mangda nangkep saha negul kawéntenan Ida Sang Kesawa, saha pacang kaentungang katengahing krangkéng wesina. Sesampuné polih pangandika sakadi asapunika, Ida Sang Kesawa utawi kasub antuk aran Wasudéwa tur Krishna kakepungin olih panyatusan prajurité sané pacang nanngkep angganidané. Sami prajurité ngaptiang mangda prasida ngejuk Sang Wasudeéa. Sami para ksatriané mundur sangkaning nyaksiang kawéntenan Ida Sang Kesawa mauwah manados sinar sané ngiterin angganidané saha ngagengang, nerus ngagengang nyujuh langité. Ida Sang Kesawa mauwah dados Hyang Triwikrama. Prajurit sami padem saha kawéntenan ksatria mautama sakadi Ida Bhagawan Bhisma, Guru Drona, Miwah Dang Acharya Krpa raris manyembah. Agniné medal saking Triwikrama tur sayaga pacang mademang makasami sané wénten irika. Irika raris rauh Ida Bhagawan Narada, wiku ring swargan sané luwih mautama. Ida mautsaha negdegang pikayunan Ida Sang Kesawa saha nuturin yéning Ida Sang Kesawa mademang makasami sané wénten ring genahé iriki, sapunapi antuk sumpah Ida Sang Bhima? Mirengang bebaosan Ida Bhagawan Narada, Ida Sang Kesawa mawali sakadi manusa. Ida Sang Kesawa raris mawali nuju Upaplawya tur ngaturang pamargin payudané sampun kakawitin olih Astinapura miwah olih Ida Sang Duryodhana. Ida Sang Yudhistira dahat sungsut ring pikayunan, sakémaon Ida nénten pisan prasida ngayunin napi malih. Ida wantah ngayunin mangda nemu santi, sakémaon nénten pisan prasida kapolihang. Digelis ortiné indik payudané punika sampun kasobyahang majeng ring makasami prajurité. Sami sampun sayaga nuju genah mayuda. Ring genahé tiosan taler Ida Sang Duryodhana sayaga pacang mayuda. Ida nyayagayang senjata miwah prajuritidané makasami. Ida Sang Jayadratha rauh pacang mapitulung ring Ida Sang Duryodhana. Ida pinaka Ipén Ida Sang Duryodhana, duaning Ida Déwi Dusala sané pinaka arin Ida Sang Duryodhana kajangkepang sareng Ida Sang Jayadratha. Ida Sang Prabhu Karna taler sayaga pacang mapitulung ring Ida Sang Duryodhana. (Puput)
Cening ayu suud malu maselselan, luas uli désa ngalih balang ngaba utik, pajalané kambang di rurungé kongkong kuluk. Teked di kota paling kipekané bingung, asing celepin ngalih gaé liunan tuyuh, pipisé cerik gegaéné kanti peteng maurug, kalud ada patulung nagih baang kenyung, yén kenyemin abesik ané lénan nagih isinin, ngadén iraga ngalih pipis ulian ngadep goba. Liu ngelah kenalan ngajak magaé aluh, ada pangusaha marebut pagawé ané caluh, ngalih pagawé jegég cager dadi gugu, ngawé bingung kenehé marasa laku, élah ngalih pipis ngelah timpal liu. Mara jalanin gegodané tuara guyu-guyu, tan bina ngelidin sema tepuk sétra, ngelidin jumah kongkong cicing kubu, di kota payu garang kuluk buduh rabies, bulunné alus nyelep wisianné ngaba mati, Mimih déwa ratu makuli agayung camplung, mulih peteng liu ngajakin magibung, bayah baan kenyem pulesé engsap ngitung, di pangipian i rerama nuturin sedih bekut, cening eda ngalih gaé lebih bisa kapincut, kanggoang kéwala idup naar nasi lan jukut, sambilang mesik mata kupingé nandanin, sekenang malajah tutur kawiné pidénin, ngalih dharma, artha, kama lan moksa, Karang awaké tandurin. Djelantik Santha
Kruna
14
I Kadek Angling Kenaka Baswara Wijaya
Cerakén
Seneng Nglawang
Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
pupu;sienom/,
Pupuh Sinom 9.gumnÓiw[ÕnÓitê*, gumanti wastan titiang,
j)lnÓik×nÕwêkÓi,
Djelantik Santha wiakti,
etosÂ&h(ykuelonårn/,
tosning Arya Kulon ngaran,
j)erod2méwi\uni, Jero Dalem Jawi nguni,
sesor&girietohÞ\Ð^, sasoring Giri Tohlangkir,
jgtã2dnÐs)\á¡;, Jagat Baledan kasengguh,
NYINAHANG angga antuk matapel barong, Angling—sakadi punika siswa kelas IA SD Saraswati 3 Denpasar puniki ketah kasambat becik nyinahang kabisannyané tatkala nyarengin lomba lagu pop Bali anak wau puniki. Anak alit sané nuénang aran panjang I Kadek Angling Kenaka Baswara Wijaya puniki taler prasida ngawi ulangun tetiga panuréksa sané wénten irika. Parindikan inucap ngawinang Angling prasida dados penyanyi anak-anak putra pinih becik kategori TK miwah kelas III SD. Ngawigunayang busana sané kasayagayang anggén malomba, ngawinang anggannyané sayan nyantep. Napimalih kajangkepin antuk tapel barong sané taler becik kasinahang. Lagu antuk murda Nglawang sané karipta Komang Raka, dados lagu kasenengan Angling. Ri kala nyarengin lomba, Angling nyantep pisan milih lagu inucap. “Lomba ngendingang lagu-lagu sajeroning album pop Bali, Bali Kumara kaping kalih, ngawinang tiang seneng pisan. Napi malih prasida polih juara,” baosnyané. Pianak I Ketut Artawa, ST-Luh Putu Eka Suyanti, S.Sos, janten waged magending. Ri kala ngendingang lagu Nglawang, semitannyané becik pisan. Napi malih dané prasida ngwedar piteket-piteket becik sajeroning lagu inucap. Kabaosang, dané nyantep pisan ngendingang lagu Nglawang punika. Dané taler nénten kémad maosang anggané seneng Nglawang. Tradisi keliling désa nyolahang barong ring rainan Galungan. Tradisi sané mapaiketan pisan ring geginan anak alit.
Nglawang manut Angling, tradisi sané patut kalestariang mawinan nénten ical keni ius globalisasi. Agetnyané, ring Kota Dénpasar kantun akéh kapanggihin anak alit seneng Nglawang, rumasuk kadadosang parade ring Pesta Kesenian Bali (PKB) nyabran warsa pinaka jalaran ngicén genah alit-alité ngwedar kabisannyané. “Yéning wénten acara Nglawang ring PKB, titiang pastika nonton. Nglawang dados tontonan kasenengan tiangé,” Angling ngwewehin. Tios dados penyanyi pinih becik ring lomba lagu pop Bali, sadurungnyané Angling taler prasida ngamolihang juara harapan I lomba lagu pop Bali sané kalaksanayang olih Dinas Kebudayaan Badung. Prestasi Angling sané tiosan, juara lomba fotogenik, lomba busana adat ka pura, miwah lomba mewarnai. Yadiastun kantun alit, Angling sané embas ring Denpasar, 22 Oktober 2008 puniki maosang bingung yéning katakénin indik cita-cita. Manut dané, samian pakaryan becik yéning becik tur sumeken kamargiang. Sané utama, patut rajin malajahang raga. (ast/uma)
I Wayan Herman
suew\)mæir&k)simn/,
Lascarya Ngayah
sué ngempi ring Kesiman,
dusunã¡kitã¡hu*yukÓi,
Dusun Bukit Buung yukti,
PANGADEG kalem sampun dados cihna I Wayan Herman, S.Sos. Yadiastun kalem, anak lanang sané embas ring Dénpasar, 21 Maret 1965 puniki kasub ring kapagehannyané. Sakadi paribasané maosang, “air tenang menghayutkan”. Lurah Penatih, Dénpasar Timur jebolan APDN warsa 1985 puniki kauningin akéh madué pikayunan sané inovatif. Parindikan inucap mabukti ri sampuné dané kajudi dados kepala Kelurahan Penatih. Pengalamannyané ring birokrasi kadadosang sokongan anggén ngwedar pikayunan-pikayunan anyar ngwangun désa. “Dumun tiang akéh polih pengalaman, akéh pikobet sané kaarepin. Utamanipun mapaiketan ring kependudukan,” baosnyané.
g)n;\)\uæub/,
genah ngengsub,
m)sikÉ&ekotednæs(.
mesik ring Kota Dénpasar.
10.ehl&r&pitutu(sunê, éling ring pitutur sunia,
kdulu(pwr;nini,
kadulur pawarah nini,
rtunê*penÑrk, ratu Niang Pandé Raka,
dukÓitêe\krihlit/, duk titiangé kari alit,
hidmwcnmnis/, Ida mawacana manis,
h)dc)n&m\)\uæpin/, eda Cening mangengsapin,
\\áitÓ¡tu(, nganggit tutur,
2luhu(c)nie\surt/. leluhur Ceningé surat.
AKSI corat-corét fasilitas umum ring Kota Singaraja pungkuran puniki sayan ngakéhang. Sinalih tunggil fasilitas umum sané akéh kacorat-corét inggih punika témbok GOR Bhuana Patra ring Jalan Udayana, Singaraja. Lianan punika, rambu lalu lintas taler dados sasaran para yowana irika nyinahang kréatifitas-ipuné. Corétan nganggén cat semprot kauningin ngawit aminggu pungkuran puniki. Kasujatiannyané, fasilitas umum puniki wau pisan puput kabecikang olih pemerintah daérah mapaiketan ring Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XII lintang. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Buda, 27 Januari 2016 lintang. Kaki Dukuh, Seririt Yukti akéh pisan fasilitas umum dados sasaran corat-corét sané nénten janten tetujonipun. Nénten wantah fasilitas umum
Kruna Basa Bali
AKSARA BALI
1.
geruh
1. g)ru;,
1. kasar
2.
geseng
2.
g)s%,
2. bakar
3.
getap
3.
g)tp/,
3. penakut
4.
gipih
4.
gipi;,
4. bersemangat
5.
gupuh
5.
gupu;,
5. rajin
6.
jengah
6.
j)\;,
6. tertantang
7.
kebilbil
7.
k)bilãil/,
7. kikuk
8.
kabinawa
8.
kbinw,
8. luar biasa
9.
katah
9.
k`;,
9. banyak
10. kémad
10. ekmd/,
Bahasa Indonésia
10. malu
dané patut sayaga lascarya ngayahin krama. Madasar pikayunan punika, dané setata mautsaha mangda prasida becik ngayahin krama. Manut dané, nénten prasida kalémpasin yéning pikobet indik kependudukan dados sané utama patut katepasin. Éling ring abotnyané pikobet punika, Herman ngamedalang Sistem Pelayanan Penatih sané kasub antuk aran Sipena. Sistem pelayanan kependudukan sané ngawigunayang teknologi kanggén mendata miwah ngicén ayah-ayahan majeng krama ring widang kependudukan. “Angayubagia, sangkaning sokongan samian staf taler krama, data base kependudukan ring Kelurahan Penatih kantos mangkin nénten wénten sané meratin,” dané ngwewehin. Kaumpamiang, yéning sa-
durungnyané wénten medal KK palsu, mangkin prasida katambakin antuk sistem Sipéna. Data kependudukan sané janten, ngawinang dangan ngicén ayah-ayahan majeng krama. Tios ngamargiang sistem punika, Herman taler ngwedar tatacara ngolah leluu. Ring Penatih, Herman makarya bank sampah sané kantun mamargi kantos mangkin. Nyabran minggu, krama makta luu-nyané ka Kantor Lurah Penatih. Luu inucap kadadosang tabungan. “Kapercaya dados Lurah ring Penatih, prinsip tiang sederana pisan, makarya lan makarya. Krama patut ngamolihang ayah-ayahan sané becik. Tiang percaya, pakaryan sané kamargiang madasar lascarya, janten asilnyané pastika becik,” dané makeyem. (ast/uma)
Pangater miwah Pangarep
Fasilitas Umum ring Singaraja Kacorat-corét
duh Cening Santha cucuku,
singnya kelih bisa nyurat,
Pinaka lulusan SMAN 1 Dénpasar, Herman rumasuk aget polih galah nunas ajah ring sekolah praja ring APDN. Ring genah inucap, akéh paplajahan sané kapolihang. Ngranjing ring warsa kaping pat dados Lurah Penatih, dané naen tugas ring Kantor Camat Dénpasar Barat. Salanturnyané naen tugas ring Kantor Lurah Serangan, Peguyangan, Ubung, miwah ring Kantor Kesbangpol, sané pamuputnyané netep ring Kantor Kelurahan Penatih. Manut Herman, nénten wénten pilihan tios sajabaning milih APDN. Wus muputang pendidikan pamong praja, majanten dané pacang ngabdi pinaka pegawai negeri sipil. Kruna ngabdi manut Herman pateh ring pelayanan utawi ngayah. Punika mawinan
Isin Gumi
du;c)n&[nÕcucuku,
s&zk)l;i biszurt/,
Redité Kliwon, 31 Januari 2016
sané kacorat-corét, kémahon témbok paumahan krama taler genah-genah tiosan dados sasaran. Samian punika janten nénten becik kekantenang, santukan kumuh pisan. Tunas tiang, yéning sang sané ngamargiang parilaksana inucap kapanggihin, mangda keni pamidanda sané tegas. Tanaya, Kampung Tinggi Singaraja Anggén ngirangin aksi corat-corét sakadi punika, tunas titiang majeng sané wenang utawi kepolisian mangda sering-sering nglaksanayang patroli. Santukan sayan ngakéhang kémanten aksi corat-corét, minakadi ring dinding jembatan, taru-taru ring sisin margi, miwah ring terminal. Samian corétan punika nénten janten tegesnyané, minab sané ngaryanin kémanten sané ngerti. Putu Karsini, Banjar Indik corat-corét punika nénten wantah ring tengahing Kota Singaraja kémanten, nanging kantos ring genah-genah tiosan ring wewidangan Buléléng. Yéning nénten gelis kadabdabin sinah pacang ngawinang kotor pisan kacingakin, napi malih pacang gelis wénten penilaian Adipura. Krama taler mangda aktif nguratiang wewidangannyané taler nyelehin sira ugi sané maparilaksana usil sakadi punika. Pak Novi, Tunjung Minab pelaku punika jatma buduh. Janten pisan parilaksananipun sampun ngawé kota iraga nénten asri kacingakin. Aparat kepolisian mangda gelis nyelehin sira sané maparilaksana usil punika. Golék, Selat Nyaga kaasrian miwah karesikan kota wantah tanggung jawab samian krama, boya wantah pemerintah kémanten. Sampunang wantah nyerahang majeng aparat kémanten. Lianan punika, patut taler kasobyahang indik laksana corat-corét punika nénten patut, wantah ngawi kaasrian kota sayan kaon. (ama)
DAWEG panguntat warsa lintang puniki, pemerintah Provinsi Bali majalaran Badan Perpustakaan dan Arsip, mapaica Penghargaan WIDYA PATAKA majeng roras Penulis Bali, pinaka cihna rasa suksma ring antengnyané pangawi-pangawi punika nindihin budaya Bali. Ring pantaraning roras kekawian punika, wénten pepitu tulisan non fiksi, lelima tulisan fiksi. Ring lelima tulisan fiksi, wantah tetiga sané nganggén bhasa Bali, inggih punika IBW. Widiasa Keniten (Jro Lalung Ngutah), Ni Kadek Widiasih (Sang Kinasih), miwah Agung Wiyat S. Ardhi (Bogolan). Daweg lounching buku Bogolan (sandiwara mabhasa Bali), kabaosang indik kruna bhasa miwah kruna mekejang. Patutné bhasa nénten nganggén bh tur mekejang patutné kasurat makejang. Manut manah titiang i kandapan, napi mawinan bhasa nganggén bh, santukan wénten kruna basa nénten nganggén aksara bh ring Bali, wimbanipun basa gedé, basa rajang, basa suna cekuh, basan lawar, basan timbungan, basan guling, msl. Dadosné wantah minayang bhasa susastra miwah basa olah-olahan minakadi basa rajang basa suna cekuh. Taler sesuratan mekejang. Napiké sekancan sesuratan me ring ajeng kasurat ma- sakadi nyurat pangater? Pangater punika magenah ring arep (ngater) kruna lingga. Pangater bhasa Bali luiré: n (anusuara), ma-, ka-, sa-, pa-, pra-, maka-, saka-, kuma-, upa-, swa-, nga-, a-, pari-, pati-. Ring uger sesuratan bhasa Bali, nyurat pangater patut ma-, ka-, sa-, pa-, pra-, maka-, saka-, kuma-, upa-, swa-, nga-, nanging kawacén me, ke, se, pe, pre, make, sake, kume, upe, swe, nge, wimbanipun madagang, majaguran, kasuryakin, kakecuhin, sadurung, salami, pakubon, pangastawa, msl. Pangater iriki kasurat ma-, ka-, sa-, pa-, kéwanten kasuarayang me, ke, se, pe. Yén-
ing pangater a-, kasurat miwah kasuarayang a, wimbanipun akampil, akroda, amerta, adestar, alaki-rabi, asanak. Titiang nénten tatas, kruna makejang (sané bhasa alusné sami) punika kruna lingga napiké kruna tiron, kruna sané sampun polih wewehan pangater. Yéning ma ring ajeng punika pangater (durung kasurat ma), wéntenké kruna lingga kejang sané maartos sami? Wénten kruna kejang-kejing nénten maartos sami. Yéning ma punika nénten pangater, kruna makejang punika kruna lingga, patut kawacén makejang, boya mekejang, sakadi ngwacén Majapahit, maligia, mahardika, manacika, mandala, manuaba, maruti, msl. Sané lumrah piragi titiang, krunané punika kaucapang mekejang, boya makejang. Me ring ajeng boya pangater, punika mawinan sesuratannyané patut me, riantukan mekejang wantah kruna lingga. Wénten kruna-kruna tiosan anggén pabanding inggih punika: melandang, merajan, melanting, melasti, mekelé, ketékung, kemenuh, kememegan, kebilbil, semangah, sembuuk, selélég, sekaa, penarak, pengutik, pengotok, pekaséh, msl, nénten kasurat malandang, marajan, malanting, malasti, makelé, katékung, kamenuh, kamemegan, kabilbil, samangah, sambuuk, salélég, sakaa, panarak, pangutik, pangotok, pakaséh, msl. Me, ke, se, pe sané dados pangarep kruna-kruna ring ajeng wantah pahan kecap kruna lingga, boya pangater duaning nénten nyarengin kruna lingga, punika mawinan nénten kasurat ma, ka, sa, pa. Dadosnyané boya sesuratan krunané makejang, kéwanten mekejang, kawacén taler mekejeng. Antu kirang tatasé mawinan titiang purun ngonékang indiké puniki ring ajeng para darsika, ring ajeng para sujana. Ampura pang banget. (Agung Wiyat S. Ardhi)
15
Minggu Kliwon, 31 Januari 2016
BPM - Mer
Marginalisasi dan Desakralisasi Bali ... lMembaca Bali Setelah 100 Tahun Berlalu (3)
KINI, dalam kurun setengah abad kemudian setelah Bung Karno memberikan jurus penyelamatan ekonomi Bali pasca-Gunung Agung meletus, lewat industri pariwisata, eskalasi perputaran turbin perubahan Bali praktis tiada lagi sanggup dikendalikan oleh orang-orang Bali sendiri. Orang-orang Bali entah yang berada di tampuk pimpinan formal, informal, maupun nonformal di berbagai tatanan dan jajaran bukan lagi mengendalikan perubahan Bali. PERUBAHAN Bali justru dikendalikan oleh dan dari luar Bali. Elite Bali di lembagalembaga formal bukan merawat, melindungi, apalagi menyuburkan filosofi, nilai, dan kearifan hidup Bali Tradisi. Sebaliknya, mereka justru menjadi agen-agen pengubah Bali yang dikendalikan oleh orang luar Bali. Inilah yang menjadikan eskalagi perputaran turbin perubahan Bali praktis kian kencang, dari peradaban kontemplatif yang mengutamakan kedalaman makna, menuju kedangkalan material. ESKALASI PERPUTARAN turbin perubahan Bali yang serta merta cepat ini telah melahirkan dua hal mendasar bagi masyarakat dan alam Bali. Pertama, marginalisasi manusia Bali. Kedua, desakralisasi alam Bali. Marginalisasi dan desakralisasi inilah ‘’wabah’’ hebat yang menggerus Bali secara terstruktur dan sistematis dari waktu ke waktu. SEBELUM dijajah Majapahit pada abad
ke-14, Bali adalah sebuah Negara utuh yang otonom. Otonomi utuh penuh itu yang menjadikan Bali tradisi sanggup mewariskan filsafat, nilai, dan kearifan hidup yang kelak diberi cap unik. Namun setelah dikuasai Majapahit, keunikan Bali Tradisi itu pun mulai bercampurcampur dengan tradisi perkotaan Jawa. Tradisi (sima) gunung, hutan, danau, banwa/desa, dan samudra yang jujur bersahaja itu mulai didominasi oleh tradisi perkotaan keraton yang mengedepankan kemewahan. SEJAK ABAD ke-17, menyusul kejatuhan Gelgel sebagai Pemerintah Pusat Bali, kesatuan dan persatuan Bali pun terpecah-pecah. Tidak lagi dikenal agenda bersama untuk ‘’Satu Bali’’. Yang ada adalah agenda masingmasing kerajaan-kerajaan kecil. Perang saudara sesama Bali, konflik internal Bali seakan tanpa ujung, sambung-menyambung. BAHKAN ketika Belanda datang pada abad ke-19, kesadaran membentuk agenda bersama untuk ‘’Satu Bali’’ pun tidak juga muncul dari raja-raja Bali saat itu. Hebatnya, meskipun dalam keterpecah-belahan oleh konflik internal demikian, tetap saja Belanda tidak mudah menaklukkan Bali. Belanda memerlukan waktu sampai 100 tahun baru sanggup menguasai seluruh tanah-air Bali. Setelah itu mulailah marginalisasi Bali dimulai. Bali mulai kasepekang (diasingkan) dari hak pengambilan keputusan politik dan ekonomi makro untuk dirinya sendiri. ldeprabas
Bermula dari Tempat Berpijak, Bersyukur... lSastra dan Jalan Taqwa (Langit Keilahian)
PADA hakikatnya, semua pekerjaan yang baik dengan niat yang baik serta pelaksanaan yang baik, bisa membawa seorang hamba ke jalan taqwa. Taqwa di sini berarti takut dan tunduk pada Dzat Maha Tinggi yang menciptakan sang hamba. Duania tulis-menulis, khususnya sastra, saya yakin juga demikian. Akan tetapi, yang saya bayangkan tentang menulis dan ketawaan tidak serta-merta pada urusan ‘’langit’’, namun justru urusan ‘’bumi’’, tanah tempat berpijak ini. Itu artinya, selepas niat baik, dunia tulis-menulis lalu akan berhadapan dengan teknik, konvensi dan aturan-aturan dunia kepenulisan itu sendiri, yang konkret, dan itulah yang mesti dihadapi oleh seorang penulis dalam proses kreatifnya. Ya, dalam upaya penciptaan (dengan ‘’P’’ kecil), seorang penulis mesti berhadapan dengan bahan dan teks, bergulat dalam kesungguhan, kejujuran dan etos kerja. Butuh referensi, observasi, penelitian, wawancara pada tingkatan bahan; perlu eksplorasi, eksprimentasi dan penguasaan teknik yang baik dalam pengolahan bahan. Upaya-upaya ‘’konkret’’ ini, disadari atau tidak, sebenarnya telah menuntut seorang penulis ke jalan taqwa, secara wajar dan semestinya. Bersyukur tentu juga tindakan ‘’konkret’’, tapi kerja keras tidak kalah pentingnya dengan doa-doa yang dipanjatkan. ITULAH sebabnya, dalam sastra Indonesia, wacana tentang sastra dan relegiusitas, tidak secara langsung merujuk
lI Nyoman Wirata TANAH LOT istri
Siapakah petani yang bermukim di sini Padi tumbuh dari perut krang Ombak mati suara Ditikam sepi Memindahkan geloranya: ‘’kuberikan padamu gairah pribumi’’ maka kata kehilangan makna dan kerja mengubah diri jadi bertapa Aku melihat keteguhan pada karang kerendahan hati pada ombak yang merecah diri jadi riak, seperti mengurai dendam menjadi bagian yang meragukan sebagai dendam Aku membaca perut krang Dari dasar meluncur air, muncrat ke permukaan dan aku bertanya Sesungguhnya dari mana asal kita Aku bertanya kepadamu Ular belang itu masihkah menjaga warna kehidupan Mengingat rohani jasmani Aku melihat langitmu kasih Aku melihat tanahmu kasih Aku menari dalam genangan air mata madu Dan anginmu mengiang deru kurusetra O tarian angin yang sakral ubah aku jadi capung Meluncur sampanku kian memberat Dengan lambung tertikam Tiba-tiba kau bertanya; siapa yang memberangkatkan kita pada sujud itu untuk kembali pulang pada belukar Kita perlukan sebuah jembatan atau meluncur bagai capung bagai kupu-kupu bagai binatang air Atau terlentang pada ombak Lalu berdiri pada batas tak jelas Antara air, langit dan tanah
teks-teks yang dipenuhi nama Tuhan atau memakai atribut agama dan kepercayaan. Emha Ainun Nadjib menganggap bahwa sastra trensenden adalah sastra yang memiliki kiblat sosial yang teguh. Begitu pula YB Mangunwijaya menganggap sastra dan relegiusitas berhubungan dengan sikap sosial pengarang. Istilah lain terkait wacana ‘’sastra dan relegiusitas’’. seperti sastra profetik (Kuntowijoyo) atau sastra sufi (Abdul Hadi WM), niscaya tidak menggeneralisasi wujud teks selayaknya ‘’kitab kuning’’, apalagi ‘’kitab suci’’. Itulah yang misalnya tampak pada karya-karya Kuntowijoyo. Ia melihat dunia keseharian masyarakat Jawa dengan segala kulturnya yang unik, memancarkan kesederhanaan dan kesalehan sosial. Tak heran, Kuntowijoyo tanpa sungkan menulis kisah-kisah masyarakat urban dan pedesaan Jawa yang percaya klenik, sinkretik, tahyul dan mitos; sekaligus dengan itu menghadirkan sikap welas-asih, gotongroyong dan kebersahajaan. Muncullah tokoh protogonis-antagonis, pertentangan memancing koflik, kemudian menawarkan alternatif berupa jalan ke luar, kesadaran serta kearifan betapapun tak dinyatakan secara verbal, cukup dengan bahasa sederhana tapi bermakna. LEWAT pengejewantahan sikap tersebut, tanpa perlu ribut-ribut, Kuntowojoyo telah menjadikan hidup sehari-hari masyarakatnya sebagai latar novel dan cerpen-cerpennya; tokoh sebagai wujud perwatakan yang hidup ; konflik dan jalan ke luar sebagai plot/alur; dan kesederhanaan sebagai bahasa ungkap yang mendukung keutuhan cerita. Semua itu merujuk konvensi atau unsur instrinsik prosa (cerpen/novel); latar, karakter, plot/alur dan gaya bahasa. Hanya
lRaudal Tanjung Banua Teratai Merah Rawa Aopa basah bersimbah lumpur di jalur air pulau harapan ia kibaskan kelopaknya dihembus sunyi angin tenggara gerak kecil semesta dan aku lalu menangkap apa yang mungkin luput dari tatapan berpasang mata para pesampan rona merah mekar mekar ia diam-diam, dalam-dalam di rawa-rawa dadaku dada siapa pun bersimbah darah dan lumpur dunia!
lGunawan Tri Atmodjo Sarang bagi Kenangan kau menatapku dengan keheningan yang nyaris diam di matamu kulihat sepasang hujan yang melingkar membuat sarang bagi kenangan aku lupa warna langit saat itu barangkali semerah tembaga atau sebersih wajah telaga tapi kau mengingat sepasang tubuhku yang tiba-tiba mencair dan mengalir di hadapanmu tak ada hulu dan tak ada hilir sebab semua rintik adalah muara kau tahu, tiada yang binasa aku akan segera menggenang menerima tetes air matamu dengan tenang
Laporan Kegiatan JKP-109-2016 Malam NGAMPOENG-SENI 25 Januari Senin WAGE 25 Januari 2016 KEGIATAN dibuka oleh Bonk AVA selaku MC, sekaligus tampil sebagai pembaca puisi pertama. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan puisi serta cerpen secara berturut-turut oleh para hadirin, yakni Aryadimas, Winar Ramelan, Savitri Rama, Putu Gede Pradipta, Maulana Rizki, Merry Santa Mantari, Okky Athalangu, dan ditutup oleh Inne Meryanti sebagai pembaca terakhir. Acara sekali sebulan NGAMPOENG SENI JKP-109 kelak menjadi andalan /ukuran kemampuan Apresiasi SENI khusus para aktivis JKP-109 para simpatisan. pelindung, pemelihara, dan menyelamat Sang Nata (Pemimpin) adalah dia yang telah kehidupan di Bumi adalah kesadaran spiritual menguasai dengan benar dan benar-benar yang kemudian disuratkan dalam kitab-kitab menguasai niti, ilmu kepemimpinan, dan nitya susastra. Kegiatan ekonomi tetap dipatutkan, (senantiasa) mempraktikkan niti (ilmu pemerbahkan dipentingkan, untuk kelangsungan intahan) itu dalam kehidupannya. Tanpa nitya lBelajar Arthasastra dari Canakya (2) kehidupan dengan mendistribusikan kese- mempraktikkan niti, maka dia yang mengaku BAGAIMANA CARA melindungi Bumi jahteraan, kemakmuran bagi segenap warga sang nata pada akhirnya akan mitya: berbosupaya tetap lestari sebagai rumah bersama negara. Namun kegiatan ekonomi ini tetap hong, menipu, berkhianat pada amanat yang bagi Keluarga Besar manusia, bahkan se- mesti dipayungi dan atau sekaligus didasar- diberikan oleh yang dipimpinnya. KARENA ITULAH maka menguasai dengenap makhluk hidup ini? Di sinilah Kautilya kan pada prinsip-prinsip dan kesadaran spirilewat kitab Arthasastra menawarkan visi tual. Kegiatan ekonomi tidaklah dimaksudkan gan benar dandaniti, ilmu politik, ilmu pemerinuntuk memenuhi hasrat, keinginan, apalagi tahan, atau ilmu tatanegara, ilmu kepemimpibesarnya. ADA EMPAT widya (pengetahuan) besar kerakusan dan keserakahan pelaku ekonomi, nan itu tidak hanya penting, tapi juga mutlak dan mendasar yang diperlukan manusia untuk melainkan untuk distribusi kesejahteraan bagi para nata, sang pemimpin. Dandaniti dapat menyelamatkan Bumi. Pertama, anwik- dan justru untuk memelihara kelangsungan inilah yang menjadi jembatan antara spiritualisaki, filsafat hakikat kebenaran hidup dalam hidup dan kehidupan. Bagaimana warta atau tas dengan kegiatan ekonomi. Dandaniti inilah kehidupan, atau kesadaran spiritual. Kedua, ekonomi mesti dijalankan supaya tidak justru yang kuasa mengendalikan kegiatan ekonomi susastra Weda, yang menyuratkan hakikat merusak Bumi sebagai ruang rumah kehidu- sebenar-benarnya, seketat-ketatnya, untuk menjaga, melindungi, dan merawat kelangkebenaran itu. Ketiga, warta, ekonomi. Dan, pan bersama ini? KUNCINYA ada pada dandaniti, pengua- sungan Bumi sebagai harta utama kehidupan. keempat, dandaniti, ilmu pemerintahan atau tata Neara yang kini dikenal dengan nama saan ilmu pemerintahan negara. Tata negara Bukan malah merusak dan menghancurkan atau ilmu politik itulah kuncinya. Karena itulah Bumi -- sebagaimana menjadi kecenderungan ilmu politik itu. DARI KEEMPAT widya besar dan men- pemimpin negara, di berbagai tingkatan, wa- massa dan masif di berbagai belahan dunia lnirta ks dasar itu, tampak bahwa payung utama jib benar-benar paham perihal dandaniti ini. belakangan ini.
Empat Widya Besar dan Mendasar...
Campah, Leteh, Akhirnya Letuh.... lMembaca Bali Setelah 100 Tahun Berlalu (4)
KETAKLUKAN BALI atas kekuasaan Belanda itulah dibaca oleh cendekiawan kawi-wiku Ida Pedanda Ngurah dari Geria Gede Belayu, Tabanan, pada abad ke-19 itu sebagai ‘’daksina dadi hulu’’. Inilah kondisi keterjungkilbalikan yang divisikan tidak cukup hanya bakal menimbulkan kekacauan struktur dan sistem, tapi bahkan menjadi bhuwana winasa. SELAIN KATA winasa (binasa), tadisi
dengan menguasai konvensi itu, Kuntowijoyo berhasil melahirkan karya-karya bermuatan sosial, tapi sekaligus mengandung sikap profetik secara meyakinkan. lewat persfektif atau ara pandang yang pada hakikatnya relegius, Kuntowijoyo menunjukkan kepada kita bahwa dunia sinkretik masyarakatnya pada akhirnya berujung pada kesadaran mencari kebenaran yang lebih hakiki. Di sini, tesis memunculkan antitesis. Begitu pula Abdul Hadi yang menulis dan meneliti dunia tasawuf tidak secara ‘’hitam putih’’. Ia melihat berbagai kemungkinan dari pencarian seseorang atau masyarakat: tak satu jalan menuju kebenaran. Maka ia mengapresiasi dan menginterpretasi ulang fenomena, gejala, peristiwa dan pencarian seseorang atau golongan. Dalam puisi-puisi sufistiknya, ia tak hanya mengunggah sosok dan pemikiran Rumi, Omar Khayam dan Amir Hamzah, juga mengusung sosok kontraversuak Hamzah Fansuri, Syekh Siti Jenar, bahkan Jaya Katwang. Lewat respon dan tafsir ulang atas ajaran yang oleh sebagian pihak dianggap sesat. Abdul Hadi justru mengajak kita untuk merenung sedalam-dalamnya, memetik mutiara pelajaran dari sana. SEDERET CONTOH lagi bisa dibentang dari pengarang yang dianggap memiliki keterkaitan dengan sastra transenden, mulai A.A. Navis, Danarto, Ahmad Tohari, D. Zawawi Imron, A. Mustofa Bisri, Emha Ainun Nadjib, Taufiq Ismail, Fadoli Zaini, Ahmad Nurullah, dan seterusnya. Karya mereka tidak disangsikan lagi komitmen dan keberpihakannya pada nilai-nilai ketuhanan, namun sekaligus dengan itu nilai-nilai sosialnya sangat kental. JELASLAH, mutu sastra ketuhanan tidak berbanding lurus dengan penamaan dan penyebutan katakanlah ‘’sastra islami’’, ‘’sastra pesantren’’. atau embel-embel ‘’novel pembangunan jiwa’’. Keberpihakan pada bumi berpijaklah yang membuat seorang penulis/pengarang bisa dengan lempang menjunjung langit keilahian, di jalan taqwa. lRaudal Tanjung Banua
lSunlie Thomas Alexander GOTHAM CITY -elegi bruce wayne-
jika hatimu nyeri, panggillah aku dengan tanda malam paling perih! mimpi-mimpi buruk telah mengukir lingkaran tahun di tubuhku membangun sebuah kota imajiner yang bebas dari rasa ngeri seperti separuh ilusi karena itu, aku pun membangun goa rahasia penuh igau, dan menjadi seorang lelaki lain bagi perempuan di siang hari di dekat bulan, aku bakal menjelma bayang-bayang pekat yang senantiasa menjaga tidurmu agar lorong-lorong mimpimu tak lagi dihantui desing peluru tapi siapakah yang akan menjaga mimpiku dari sangsi juga benci? selain kesedihan ini, yang bertahun menyembunyikan diri di balik topeng sementara berita kematian di halaman surat kabat usang terus meneror malam-malamku yang kelewat sepi di kota celaka, kota yang mustahil ini!
susastra Bali Tradisi juga mengenal istilah yang gradual berupa rereg (runtuh) dan uwug (hancur). Namun, Pedanda Ngurah justru telah melompat jauh membaca ketaklukan Bali atas Belanda (baca: modernisasi Barat) itu langsung sebagai sinyal winasa, kebinasaan. Kenapa winasa, binasa? SEBAGAI JAJAHAN Belanda berarti secara politik dan ekonomi Bali tidak lagi bisa mengambil keputusan sendiri. Tidak bisa mengambil keputusan sendiri secara politik berarti Bali tidak bisa menentukan sendiri ‘’nasibnya’’. Semua tergantung sang Tuan, penguasa politik, yang ada di Batavia. ‘’Takdir’’ ini dibuktikan lebih cepat dan tepat lagi setelah Bali masuk bagian Rebuplik Indonesia. Semasa Orde Baru hingga Era Reformasi ini, Bali semakin tidak kuasa menentukan ‘’nasib’’ yang diinginkannya sendiri. Keputusan politik dan ekonomi telah ditentukan oleh penguasa politik dan ekonomi di Batavia. SECARA RAGAWI memang pemimpin formal eksekutif dan legislatif di Bali adalah orang-orang etnis Bali. Namun secara substantif kebijakan, keputusan politik dan ekonomi itu sesungguhnya ditentukan oleh penguasa politik dan pemilik modal uang di Batavia sana. Kenapa? POLITIK dan ekonomi itu merupakan keputusan politik. Pemimpin politik tertinggi di negeri ini ada di Batavia. Praktik psikologi kultural politik di negeri ini menjelaskan benderang bahwa pemimpin
bawahan, di daerah, tidak bisa sekaligus tidak berani menentang Ketua Umum di Pusat, yang ada di Batavia, Bila ketua Umum di Batavia telah memutuskan, maka bawahan di daerah-daerah wajib ‘’mengamankan’’ meskipun keputusan yang diambil Ketua umum itu bertentangan dengan tradisi kultural di daerah. DALAM SKALA OTORITAS mutlak Ketua Umum Partai Politik di Bataviaitulah ‘’nasib’’ Bali ditentukan, sehingga praktis pemimpin-pemimpin struktural formal lembaga politik, eksekutif, dan legislatif, bahkan juga yudikatif di Bali tidak berkutik. Apalagi yang tersisa manakala ‘’nasib’’ pun ditentukan oleh pihak lain? PEMINGGIRAN atau marginalisasi Kasepekang, itulah kata tradisi adatnya. Lalu, apa selanjutnya? Desakralisasi. Kian campah, tember, lalu leteh dan akhirnya letuh, begitulah ungkapan tradisinya. Bhuwana winasa, begitulah tradisi susastra Bali Tradisi abad ke-19 Akhir itu membaca tanda-tanda zaman puncak yang terjadi. ldeprabas
Ritual Pencarian Sunyi dalam Puisi lProses Menanam Kata, Memetik Cinta
KATA-kata sebenarnya adalah seluruh mantra bagi seseorang yang sedang mencari sunyi. Kata adalah igauan yang mengendap sejak lama dalam jiwa seorang penyair. Dengan kata seseorang melangkah mencari kuil yang bersemayam di dalam diri. Seperti yang dikatakan oleh Ida Ketut Jelantik: ‘’Jenek ring meru sarira’’ berdiam hening dalam meditasi jiwa yang panjang dan bertahun-tahun. Seorang penyair selalu berusaha mengasuh suara hati, atau amuter tutur pinahayu, yang secara tiba-tiba telah menjadi nyala api memercik dalam kegelisahan. Seperti rindu yang mendekap di tubuh mawar, seperti gerimis yang menitipkan surat cinta kepada senja. Semua hanya tanda-tanda, semua adalah cara-cara saat semesta bicara. Semesta hanya sanggup dibongkar gaung kisahnya oleh sang pendekar pena sejati. Bagiku, seperti itulah kisah-kisah semesta terjadi bergejolak di dalam tubuhku. Aku benar-benar tak sadar, seperti mengigau, setiap kata akhirnya kubaca saat gugur senja, saat burung berkicau, saat gerimis, pun juga ketika aku berjalan-jalan di kota singaraja. Kota yang senantiasa menjaga pencarianku pada kesunyian, karena aku hanya seorang pemuja sunyi, mendengarkan ombak musim seperti mengejar sebuah kalengenganing sudha sang kawiswara. KATA-kata adalah pejuang kesunyian. Kredo para kawi jawa kuno sejak lama mengendap dalam jiwaku. Ini tak dapat
lKardanis Mudawi Jaya Di Rumah Lima
; untuk anak anak teater limas jangan bawa tubuhmu tersesat sebab kita akan bersepakakt tentang waktu jangan bawa tubuhmu tersesat seperti kutu busuk menggerogoti halaman halaman buku. sekuntum bunga tumbuh menghayati kesedihannya karena dipetik dari kebohongan untuk kepalsuan cinta. apa arti lingkaran manis kenangan jabat tangan di halaman rumah pohon mencatat. bila nafas sudah bertentangan kemudian kita saling berkhianat meruntuhkan tiang tiang hati tempat belajar mengolah diri. saban hari aku datang
dipisahkan dari pergaulanku yang selalu bergelut dengan teks-teks syair kekawin, kidung-kidung pendamba kesunyian, yang mana seorang penyair adalah seorang yang sedang membangun candhi basa, mengabdi dibawah kaki dewi keindahan. Mengembara memetik puisi musim sasih kapat, semua itu benar-benar membuat aku seperti orang gila. Benar seperti apa yang pernah dikatakan oleh penyair Wayan Jengki Sunarta, penyair adalah barisan panjang orang-orang gila yang memuja kata, bermain diksi, bermain mantra dalam diri. Sesungguhnya pencarian kata ke dalam diri, yang selalu melewati gelisah, hening, sunyi, semua inilah yang disebut meditasi. Ketika satu puisi telah lahir, rasakan apa yang kemudian terjadi pada jiwa, jiwa seolah-olah terbang melayang, atau amoring basa sunia sunyata. Tak berlebihan bila aku ingin mengakui bila aku benar-benar katakson, mengalami suasana tak sadarkan diri, seperti benarbenar berada dalam kediaman sunyi. Dalam pencarianku, aku pernah mendengar gemuruh suara ombak laut sesungguhnya sedang kudengar gemuruh di dalam tubuhku sendiri. Aku sangat bersyukur menjadi salah satu pendekar puisi yang akan selalu melakukan sebuah ritual pencarian sunyi, melangkah ke dalam diri, merenung, melakukan samadhi dengan menanam kata lalu memetik cinta, salam sastra. lI Putu Wahya Santosa saban hari aku sembunyikan gemeretak rahang serta jantung yang tak pernah tenang berdegup kencang tanpa ingin kasih yang aku bawa gugur ;mesti usia lamur tak lagi bisa mencumbu hangat sapaan serta tatapan. saban hari malam memaksa mata memejam kemudian dalam syahadat kusertakan senandung cinta bahasa kasih penjaga keselamatan jalan paling lurus agar tak gelisah tidur agar tak gelisah mimpimu agar heningku sampai temukan akhir sembahyang.
run silent..., run deep.... in the long long run, sail along SMSoliloquy
Coming on Age in Balidwipamandala ...
16 Agustus 2015
16 Agustus 2018
NASIONAL
16
Minggu Kliwon, 31 Januari 2016
Semua Gemetar, Krishna dan Arjuna Tiup Devadatta-Pancayadnya
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Seratus Delapan Puluh Dua)
Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
RIBUAN meteor berkobar jatuh menimbulkan ledakan besar. Seluruh bumi bergetar pada perang dharma antarsaudara yang menakutkan itu. Angin kering berembus di segala arah. Petir juga menyambar-nyambar. Batu-batu kerikil beterbangan ketika putra Kunti, Arjuna, itu datang pada saat permulaan pertempuran. Kemudian disusul putra Nakula, Satanika, dan Dhrishtadyumna. Ketiga ksatria utama yang belakangan itu yang sangat bijaksana. Mereka mengatur beberapa divisi dari pihak Pandava. Kemudian putra paduka Durmarshana didukung seribu buah kereta, seratus ekor gajah, tiga ribu orang pahlawan, serta sepuluh ribu orang prajurit jalan-kaki, mengambil posisinya di depan. Dia berada paling depan dari semua pasukan. Dia berkata, ‘’Seperti daratan menahan laut menggelora. Aku hari ini akan menahan pemegang Gandiva itu, penghangus musuhmusuh itu, prajurit yang tidak bisa ditahan pada pertempuran. Biarlah orang-orang hari ini, menyaksikan Dhananjaya penuh kemarahan, berbenturan melawan aku. Seperti sekumpulan batu melawan sekumpulan batu lain-
nya. Kalian prajurit-prajurit kereta yang menginginkan pertempuran, tetaplah kalian sebagai saksi. Aku akan sendirian bertarung dengan semua para Pandava digabungkan menjadi satu. Hal itu semata untuk memperbesar kehormatan dan ketenaranku.’’ Putra paduka yang berbudi luhur dan mulia, pemanah hebat itu setelah mengatakan ini, berdiri di sana dikelilingi banyak pemanah hebat lainnya. Kemudian seperti sang Kematian itu sendiri dalam kemarahan. Seperti Vasava sendiri yang bersenjatakan petir. Sang kematian itu bersenjatakan tongkatnya. Kematian itu didesak oleh sang waktu. Atau Mahadeva bersenjatakan trisula, yang tak mampu dibendung siapa pun. Seperti Varuna menahan suaranya. Dewa Agni berkobar pada akhir yuga, yang muncul menghabiskan ciptaannya. Pembantai para Nivatakavacha itu meradang dengan kemarahannya. Tetapi juga berkembang dengan kekuatannya, Dananjaya artinya selalu jaya, atau selalu menang. Dia taat kepada kebenaran. Arjuna berkeinginan menyelesaikan sumpahnya yang dahsyat itu hari ini. Kemudian putra Nakula, Satanika, dan Dhrishtadyumna. Ketiga ksa-
tria utama yang belakangan yang sangat bijaksana itu, mengatur beberapa divisi dari pihak Pandava. Putra ketiga Kunti itu memakai baju zirah, ia bersenjatakan pedang, dihiasi mahkota keemasan. Juga kalung bunga berwarna putih, jubah putih, dengan lengan-lengan dihiasi Angada sangat indah, dan telinganya berisi anting-anting sangat baik. Arjuna sangat gagah menaiki keretanya sendiri. Kerata itu adalah yang utama dari keretakereta. Arjuna sendiri merupakan inkarnasi dari Nara pertapa agung bersama Narayana, yang kini menjadi Krishna. Tampak Arjuna mengguncang-guncang Gandivanya dalam pertempuran. Senjatanya itu bersinar gemerlapan seperti matahari terbit. Dhananjaya yang ditunjang keberanian sangat hebat, menempatkan keretanya, oh raja, di bagian depan dari bala tentaranya sendiri. Dari sana mengalir hujan-hujan anak panah lebat. Arjuna meniup terompet kerangnya. Kemudian Krishna, oh tuan, tanpa takut-takut juga meniup dengan kekuatan penuh terompet keranga utama bernama Devadatta dan Pancayadnya. Ribuan meteor berkobar jatuh menimbulkan ledakan besar.
Seluruh bumi bergetar pada perang dharma yang menakutkan itu. Angin kering berembus di segala arah, disertai petir menyambar-nyambar. Batu-batu kerikil beterbangan ketika putra Kunti, Arjuna, itu datang pada saat permulaan pertempuran. Namun oleh terompet itu, membuat prajurit paduka ketakutan oleh suara-suara terompet kerang itu. Ketika Partha meniup terompet miliknya, akibat suara terompetterompet kerang itu, semua prajurit bala tentara paduka, oh baginda, gemetar dan menjadi kehilangan nyali. Rambut mereka berdiri tegak mendengar suara-suara mengerikan terompet surgawi itu. Sebagian makhluk ditekan ketakutan oleh suara guntur. Namun oleh terompet itu, semua prajurit paduka
ketakutan mendengar suara-suara terompet kerang niskala itu. Semua binatang terkencingkencing dan mengeluarkan kotoran. Seluruh bala tentara paduka penuh kegelisahan, oh raja, sebagai akibat kedua suara terompet kerang itu. Semua orang, oh tuan, kehilangan kekuatan mereka. Beberapa dari mereka, oh baginda, dilanda ketakutan dan beberapa kehilangan kesadaran. Seekor kera putih Hanoman, yang ada di benderanya Arjuna, membuka mulutnya lebarlebar. Kera sakti itu juga membuat sebuah suara menakutkan bersama makhluk-makhluk lain yang ada pada bendera itu, untuk membuat jerih –- kehilangan nyali -- pasukan-pasukan paduka. (bersambung)
Sloka 5.2 Sri bhagavan uvaca: Sannyasah karma yogas ca Nihsreyasa karav ubhau Tayos tu karma sannyasat Karma yogo visisyate Sanyasa – lepas dari segala aksi – dan karma yoga – bekerja tanpa pamerih — kedua-duanya menuju ke Yang Maha Esa, tetapi di antara keduanya karma yogalah yang lebih baik daripada sanyasa.
Selasa, Jembatan Keladian-Dangin Tukadaya Baru Bisa Dilalui
BPM/kmb
DIPASANG - Payal jembatan di sisi utara dan selatan jembatan yang putus sudah dipasang diharapkan bisa segera dioperasikan untuk arus lalu lintas.
TELEPON PENTING RUMAH SAKIT RSUP Sanglah : 227912-15 PMI/RSUP Sanglah : 227911 RSAD Udayana : 228061 RSU Wangaya : 222141 RSU Manuaba : 426393 RSUD Badung : 9006813 9006812 RSU Surya Husada : 235041 : 233786 : 233787 RSU Puri Raharja : 222013 RSU Saidharma : 227220 RSU Kasih Ibu Denpasar : 223 036 BaliMed Hospital : 484748 RSU Dharma Yadnya : 462629 : 462488 Fax. : 462488 RSU Dharma Usadha : 227560 : 234824 RSU Bina Atma : 425744 RSU Khusus Bedah Graha Usadha : 423467 : 426492 Klinik SOS Gatot Kaca : 223555 RS Bhakti Rahayu : 430270 : 403245 RS Bhayangkara : 234670 RSU Sari Darma Jl. Pulau Seram No.1 : 226866 RSU Prima Medika Jl.P.Serangan No.9X : 236225 (Hunting) Fax : 236203 Bali Royal Hospital Jl. Letda Tantular No. 6 Renon : 247499 RSU Wisma Prashanti, Tabanan : 819601 RSU Bintang Jl. Ngurah Rai 10, Klungkung : (0366) 25241 Fax. : (0366) 22819 Rumah Sakit Bersalin Harapan Bunda : 265533 34 Layanan Psikiatri Jl. Belimbing 74 Dps. : 249488 Polda Bali : 236494 Posko Bantuan Tourist Police : 224111 Nusa Dua Clinik : 771324 Klinik Mas (Jl. Raya Mas-Ubud) : 974573 Batu Bulan Medical Clinic : (0361)
8884000 Markas PMI Cabang Badung Jl. Imam Bonjol Denpasar : 484305 Pelayanan Abulance Gawat Darurat PMI Cab. Badung : 484305 Pelayanan Usaha Transfusi Darah (PUTD) PMI Cabang Badung d.a. RSUP Sanglah Denpasar : 227224 : 227915 : 227911 s.d. 227915
Giliran Yogyakarta Kena Ancaman Bom
Yogyakarta (Bali Post) Pascapengeboman di Jalan MH Thamrin Jakarta beberapa waktu yang lalu, kini ancaman teror bom yang lebih besar masih menghantui Indonesia. Menurut informasi, pelaku teror bahkan sudah menyiapkan lima calon pengantin bom bunuh diri di Yogyakarta, sehingga masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya harus lebih waspada.
“Kita mendapat informasi bahwa di Yogyakarta ada lima orang yang disiapkan menjadi calon pengantin. UGD Jiwa 24 Jam RSJP Bangli : (0366) Kelima orang itu, dari mana saya belum tahu secara 91008, pasti,” kata Ketua Forum 91052 Komunikasi PenanggulanRSU Graha Asih : 764860 gan Terorisme (FKPT) DIY, RSIA Puri Bunda : 0361- K.H. Abdul Muhaimin, Sabtu 437999 (30/1) kemarin. Muhaimin mengaku tidak Fax. : (0361) bisa mengungkapkan siapa 433988 lima orang calon ‘pengantin’ Pelayanan Gawat tersebut, karena bukan untuk Darurat 24 Jam konsumsi masyarakat luas. (Posko PSC Dinas “Soal siapa kelima orang itu saya tidak bisa ungkapkan,” Kesehatan Propinsi Bali) : 7805498 ujarnya. Ia juga belum dapat Pesawat 118 memastikan kapan dan di Informasi AIDS : 239191 mana lima orang yang diduga Yayasan Peduli akan melakukan aksi teror Keluarga/ Narkoba : 259597/ di Indonesia. Yang penting 08123988429 kata Muhaimin, aparat dan masyarakat terus bekerja Dinas Kebakaran Kota Denpasar : 113.1 sama meningkatkan kewasDinas Kebakaran Kab. Badung : 113.2 Gangguan PLN : 123 STB-N : 262872 Gangguan PDAM : 05.52 Mars Indonesia Raya Kodya Denpasar : 240749 05.54 Mars Bali Jagadhita PDAM Badung : 421845 Layanan Informasi & Pengaduan PT. Pertamina (Persero) : 232222 : 0800-13- 55555 (Bebas Pulsa) : 08155800 5555 (SMS) Call Center Safe Community Kota Denpasar : (0361) 223333 dan SMS (0361) 8022232
Negara (Bali Post) Jembatan Keladian-Dangin Tukadaya, Jembrana yang putus sejak Sabtu (23/1) malam lalu hingga saat ini belum bisa dilalui kendaraan. Sejumlah solusi sudah dilakukan mulai dari rencana pemasangan jembatan bailey (darurat) yang akhirnya dibatalkan hingga pemanfaatan sisi utara dan selatan jembatan. Dari pengamatan Sabtu (30/1) kemarin, sisi utara dan selatan jembatan yang masih utuh trotoarnya sudah selesai dijebol. Para pekerja tampak sudah memasang payal/pengaman jembatan di sisi jembatan yang jebol. “Ini tinggal pengeringan payal jembatan saja. Sebenarnya sudah bisa dipakai arus lalu lintas namun takutnya nanti ada yang jahil dan foto-foto di payal jembatan ada yang jatuh wah gawat nanti kami
05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wecana 06.35 Sehat Bugar 07.05 Seputar Bali Akhir Pekan 07.35 Warna-warni Kehidupan 08.05 Klip Anak 08.35 I Got It Magic 08.45 BCTTV 09.05 Taman Sari Gugus PAUD Anggrek Kuta Utara (2) 09.30 Belajar Menggambar 10.05 Boga Dewata 10.30 Lila Cita
padaan. “Semua elemen masyarakat harus terus kita ingatkan soal ini,’’ ujar Pengasuh PP Nurul Ummahat Prenggan Kota Gede yang juga aktivis Forum Persaudaraan Umat Beriman (FPUB). Ki Demang Wangsyafuddin dalam kesempatan itu juga mengatakan, Yogyakarta dihuni masyarakat yang sangat heterogen. Masyarakatnya terdiri dari berbagai latar belakang profesi. Sehingga ancaman kejahatan maupun aksi terorisme sangat mungkin terjadi. “Jadi, Yogyakarta ini komplit,” ujar pria yang senantiasa mengenakan blangkon dan busana Jawa ini. Sementara itu, Humas Polda DIY AKBP Any Pudjiastuti mengakui terus meningkatkan kewaspadaan terh-
adap segala bentuk ancaman teror, apalagi ada informasi akan ada lagi aksi teror di Indonesia, yang bisa saja terjadi di Yogyakarta. “Kalau Pak Muhaimin mengatakan ada lima calon ‘pengantin’ maka itu harus diantisipasi secara dini dan Polda selalu bekerja sama dengan Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) DIY,” ujar dia. Lebih jauh, Any mengatakan gerakan terorisme sangat sulit dideteksi sehingga tidak mungkin hanya peran polisi namun semua pihak pemangku kepentingan termasuk masyarakat. “Saya berharap masyarakat peduli terhadap lingkungannya. Laporkan berbagai aktivitas jika mencurigakan apalagi dilakukan oleh orang yang asing atau pendatang,” kata Any. (kmb/ant)
yang tanggung jawab. Jadi, kami belum buka untuk umum. Selain itu perlu di poles-poles lagi,” kata Made Supriawan, pengawas proyek jembatan Balai Jalan Nasional Wilayah 8. Dia mengharapkan kedua sisi jembatan itu Senin atau Selasa sudah bisa dibuka untuk umum dan dipakai untuk arus lalu lintas. Kedua sisi jembatan sudah bisa dipakai. Sementara di bawah akan dilakukan perbaikan jembatan yang jebol. Menurutnya, lebar sisi utara dan selatan jembatan yang 3,5 meter lebih bisa dilalui kendaraan baik sepeda motor, kendaraan pribadi, bus, maupun truk. “Maksimal tonase 35 ton masih bisa, tapi harus dilakukan pengawasan yang ketat,” jelasnya. Sementara itu, Kasat Lantas Polres Jembrana
AKP Gede Sumadra Kerthiawan mengatakan pihaknya juga mengharapkan kepastian kapan jembatan akan dioperasikan agar bisa disosialisasikan. “Kami menunggu keputusan dari pihak balai/PU saja karena itu kewenangan mereka. Kami hanya mengamankan karena nanti jembatan hanya bisa maksimal tonase 35 ton. Kami akan berkoordinasi dengan jembatan timbang agar lebih ketat sehingga tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya. Dia juga nanti akan berkoodinasi lagi jika angkutan melebihi dari ketentuan akan meminta untuk diturunkan atau dibagi sehingga tidak melebihi batas. “Kami berharap semua pihak memahami ini dalam kondisi darurat. Jadi, harus samasama saling memahami,” tandasnya. (kmb)
Bupati PAS Nilai Kejujuran Modal Dasar Pendidikan Karakter
Singaraja (Bali Post) Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, S.T. menaruh apresiasi terhadap upaya peningkatan kejujuran di kalangan siswasiswi di SMP Negeri 1 Singaraja. Ia menekankan setiap sekolah di Bali Utara, ikut meningkatkan kejujuran kepada siswa di tengah era globalisasi. “Kejujuran dalam bidang pendidikan merupakan sebuah modal dasar untuk pendidikan karakter siswa ke depan,” ujar Bupati PAS asal Desa Banyuatis ini, di sela-sela pembukaan ajang Gebyar Lomba Mata Pelajaran (Gelora) Tahun 2016, diselenggarakan SMPN 1 Singaraja, Sabtu (30/1) kemarin.
Lomba melibatkan 544 siswa Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Buleleng. Ajang lomba yang meliputi empat mata pelajaran yakni Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Matematika, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), diharapkan mampu meningkatkan kemampuan akademis siswa-siswi. Bupati PAS dalam kunjungan ke SMPN 1 Singaraja, sekaligus meninjau eks Kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan yang berdampingan dengan sekolah tersebut. Rencananya sebagian bangunan eks kantor DKP, akan diberikan kepada SMP Negeri 1 Singaraja, sebagai ruangan belajar. (kmb34)
Minggu, 31 Januari 2016 Janger Lembongan (2) 11.30 Dunia Otomotif 12.00 Dharma Wacana 12.30 Traventureng 12.45 BCTTV/Glimpse of The Islan 13.00 Dunia Kita 13.30 Lejel Home Shopping 14.30 Tembang Bali 15.30 Gita Shanti SS UKM Mahasiswa IHDN Denpasar (1) 16.05 Dialog Interaktif Hamoni Bali 17.05 Roun Up The World 17.30 DW TV
18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.00 Banjar Bali Quiz 19.30 Kris (Kriminal Sepekan) 20.00 Samatra Artis Bali 21.00 Lintas Manca Negara 21.30 Sekilas Berita 21.35 Ajeg Bali 22.00 Sekilas Berita 22.05 Lila Cita IHDN Tari Jauk dan Makendang tunggal (2) 23.00 Sulusi Alternatif Eyang Gentar 23.05 Lila Cita Calonarang Dukuh Siladri Nusa Lembongan (3) 00.00 Closing
BPM/kmb34
GELORA - Bupati PAS dalam menghadiri kegiatan pembukaan Gelora di SMPN 1 Singaraja.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Minggu Kliwon, 31 Januari 2016
17
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) z Jakarta z Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) z Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) z Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 66 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) z Surabaya : (031) 5633456 z Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA z Email: pembacabalipost@gmail.com z Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 z Discount Up to: 10% Pembayaran dgn Kartu Kredit BNI Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! z Tarif iklan Mini/Baris
Dicari Mekanik Motor Jln. Sidakarya No.51A, 081936266444
A.BP.001.01.16.0003229
Dcr Staff untuk villa bisa Bhs.Inggris hub.08123941209
Bali Gift Spa Perlu Tambahan Therapist Gaji Nego saat Interview Call 081936066898
A.BP.001.01.16.0003342
A.BP.155.01.16.0003435
Looking Waiter/Waitress.Must Speak English&Experienced. Bring CV to Bali Beach Shack Sahadewa No.7 Padma After 3PM Close on Monday
Bth Driver,Reception,Cleansrv, Terapist Hb:085100156688
A.BP.001.01.16.0003067
Bth SPG Banyak,Ingg/Excel Seminyak Hub.087861945754
A.BP.001.01.16.0003382
Therapis Pijat Reflexy Dapat Gaji+Makan+Komisi,085100435717 B.BP.141.01.16.0001561
Job Australia Prkbnan & Rest. Biaya 50% Ptng Gj, brngkt Cpt, Gji Bsr,Resmi,Trbts!Hub.Bu Dinapertiwi.Sh,Indopower Pt. Hp.081 217 127 822 Segera.
A.BP.817.01.16.0003124
SpaDubai,India,Srilanka&Rusia Resmi081337327057/081999913777
A.BP.001.01.16.0000320
***Dicari Segera Waiter/ss, Chef,Senior Cook,untuk Resto Int’l Telp:081337737060 Email:madebil@yahoo.com A.BP.001.01.16.0003151
*NewVilla&Guest House in Brawa Looking for Housekeeping male max 25th,CV+Photo+ID Card to: kampoengcanggu2015@gmail.com
Cr Peg.Salon Bisa Potong Berpengalaman 085238264710
A.BP.001.01.16.0003347
Culinary Creations Company is Hiring Admin, HRD & Sales Exec E-mail to hr@kreasikuliner.com
Dcr Karyawati Catering Fas:Mes Mkn,Gj Bersih 1Jt,Kerja Shift Lam:Jln.Satelit No.1 Dps(sblh Gian Pizza)T.081353333911
Dibthkan Staff Admin Min SMA D1 bs Computer Hub.082144810258
Dicari Karyawan/i utk Gudang& Toko Sim C Hub:082339995866
Dcr Mngr Cafe Dps syrt pglm & mampu Marktng Krm CV nayaka_astawa@yahoo.com
Dibthkan Dokter Umum Sbg Tehnical Officer TB MDR Global Fund Usia 25-40thn,Pglmn min 1Thn di Bid Kes.Krm CV & Lmrn ke gftbbali@gmail.com Atau ke Project Manager GF TB Dinkes Bali Jl.Melati 20 Dps Plg Lmbt 7 Peb 2016 Hub:0361-248907
Dicari Spv.Accounting Pria Pengalaman,Kirimke:Dewata Transport-Jl.Gn.Agung No.201/ hrd@dewatatransport.com
Lowongan:Storeman-Koperasi, Quarzia Boutique Looking for Kualifikasi: Pria,mampu SPG/SPB,Good English & A.BP.001.01.16.0003304 Mengoperasikan Komputer,mampu Experience in Boutique.Call B.BP.101.01.16.0001557 Dicari Teknisi Pria Mengemudikan Mobil(SIM A). 736644 / dwi_quarzia@yahoo.com Urgent! Bar Waitress &Cook Sent Hub:085100032112/085737412161 B.BP.004.01.16.0001530 Lamaran Kerja:Jl.Pandu No.27, CV to Mamas German Rest,0361A.BP.001.01.16.0003220 Urgently Required Front Office 754831/kadimamas@yahoo.co.id Dalung-Badung,hP:082144015860 Dicr,PRT/Nanny Tinggal didalam for Boutique Hotel in Seminyak A.BP.001.01.16.0003076 B.BP.004.01.16.0001531 A.BP.001.01.16.0003323 Hub:081999881108 Oberoi, Please Send CV to Dibthkn:Spv Floor, Security for Villa in Legian Urgently Required Butler/Villa B.BP.004.01.16.0001478 masdana81@gmail.com Waitress/Waiter,Bartender, 6days Per Week 8pm-7am speak Attendant for Seminyak Villa Dijon Food look for :1.Pastry A.BP.001.01.16.0003412 Chasier,Admin Staff IT.Syrt: English-Good salary, CV to:hrd@baliandvillas.com and bakery Chef.Min 4 yrs Exp Sopir+Tenaga Srabutan Umur Max A.BP.001.01.16.0003398 Pria/Wnt,brsedia kerja shift certificate/references/ int’l Std Kitchen w/Good Know30Th Hub:085935366064 Urgently Required:FrontOfficer malam,bs berbhs Mandarin Min. Uniform Ph:Novi 085237558277 ledge of Produce Modern Style A.BP.001.01.16.0003357 Waiters,Buttler,Cook,Spa TheraB.BP.145.01.16.0001548 SMU.Bawa Lam+CV ke:HRD Puri Pastry/Bakery.2.Banquet Mngr, The Pad Bar&Grill need Bartenpist for Villa Compound in Marketing min.SMA,penampilan Group Jl.Raya Kuta No.46A Min.4Yrs Exp int’l Chain of 5 der,Waitress good English expeUbud. Please Email CV to Menarik.Lam lsng ke WWT. Br.Abianbase,Kuta / email:hrd@the Star Htl Min.2yr Exp at Mgmnt rience CV lgsg Jln.Legian 162 masdana81@gmail.com Kenyeri II/1C T.247619 banjarbali.com T.085101896400 B.BP.154.01.16.0001552 in Banquet Div.CV to: A.BP.001.01.16.0003405 A.BP.001.01.16.0003411 B.BP.004.01.16.0001504 Tng Srbtn,Pria,tdr-Dlm Villa emy@alamboga.com or NGO Working in Rural Bali Bth Prwt Gigi 9 org Lmrn krm Dicari CookHelper.CV dikirim Jujur-Rjn Tg Jwb.087885665056 admpersonalia@alamboga.com Seeks English Teacher.Min ke Klinik Gigi Dentes Jl.Imam ke Gubuk Makan Segara Bambu B.BP.101.01.16.0001558 B.BP.001.01.16.0001320 S1 English Teacher Education. Bonjol No.338A/085100860808 Tlp.410383 410384 Tropical Group Nusa Dua needs: Kumon Dharma Giri Gyr cr B.Ing Email CV & applic.letter A.BP.001.01.16.0003213 A.BP.001.01.16.0003292 Asst,Accounting Mgr,Accounting SMA/K/S1 Part&Full 08179752136 to:ebpp_a@yahoo.co.id Dicari Hairstylist pria untuk B.BP.120.01.16.0001535 Staff (M),Purchasing staff (M) SINGARAJA B.BP.004.01.16.0001418 BarberShop area Dps Gaji+Bonus Purchasing Staff(M,SIM A&C), Looking for QC Assistant Dibthkan Marketing Officer Min NGO Working in Rural Bali Usia max 45thn 081337342286 Security(SIM A & C)Send CV: Garment Contact 03618446932 SMA Pria/Wanita Max.35Th.Kirim Seeks qualified Public Health A.BP.001.01.16.0003238 A.BP.001.01.16.0003270 corp-hrm@tropicalgroupbali.com CV ke Kredit Plus Jl.Ngurah (S1 PH) & Nutritionist (D3 Gardener Villa at Legian,Good Need SPG/SPB Namaste Outdoor /riamarista@gmail.com Rai No.49 Singaraja.Tlp:0362 Nutrition) Staff.Email CV & Salary, English, 6 days/week Ph:0361-775211 Ext-101 32850 (Interview Langsung) letter to:ebpp_a@yahoo.co.id 7am-3pm Ph:Novi 085237558277 Jl.Arjuna7Seminyak,081236075190
A.BP.001.01.16.0003396
B.BP.004.01.16.0001470
Dcr Adm&Pngihan(W),Min1Th,Komp Hub.Diasarana, 085104747578, A.BP.001.01.16.0003381 A.BP.001.01.16.0002618 Cekomaria 115A,SubakKedua(Sgr) Dcr PT.Gree Ass.mngr (Bali)min S1, Bth Sgr Kary Pria min SMU/SMK A.BP.001.01.16.0003378 max.30Th,laki2,pngalaman Krm CV&Lmrn Lkp ke PT.Jasa Dcr Admin Gudang,Sopir Staff dbdangnya,bs Mandarin.CV: Satria,Perum Sesetan Residence WEB Hub.Bali pet Shop Jl.Setia febri.gree.id@gmail.com No.A8, Jl.Piranha IIA / Budi No23A Dps Ph:085739342199 B.BP.004.01.16.0001481 A.BP.001.01.16.0003001 origin_indonesia@yahoo.com Dcr S1 T.Sipil+STM u/Plksna Jl. Dcr Cook Steward,Bartender, B.BP.004.01.16.0001529 CV Jl.B.Tomo No.2, 082145325482 Waiter,Ari Putri Hotel Jl. Bth Staf Mrktg&Inventory MinD3 A.BP.001.01.16.0003351 Pngalaman Min.1Th 081333120168 Cemara Sanur Hub.081353222828 Dcr Sopir Serabutan bw Lamaran A.BP.001.01.16.0003063 A.BP.001.01.16.0003239 lsg Jam 10.00 H:08123644277 Dcr FO/Produksi Laundry Brpglm A.BP.001.01.16.0003384 Bth Terapis Wnt u/Spa diBeach gj 1,5/2,5Jt Hub:082146436772 Dcr Teknisi Listrik & Pipa Hub walk Mall Max.35Th.Pglmn/tdk A.BP.001.01.16.0003380 0811393531 (PT Starfish Bali) Gaji&Tunj,SMS 087862263494 A.BP.001.01.16.0003356 Dcr Head Cook/Chef Untuk B.BP.031.01.16.0001360 Dcr Therapist Wnt Pnglaman Ari Yayasan Asing di Ubud, Kirim Butuh Segera! Spa & Wellness Lamaran ke E:arkapt@gmail.com Putri Hotel Sanur,081353222828 Manager (P/W) Syarat: Minimal A.BP.001.01.16.0003064 Ph.085739348414 Pengalaman 10Th Spa Therapist/ Dcr therafis wnt max 35 th & A.BP.001.01.16.0003352 2Th Spa Manager,bs Bhs Inggris driver unt Spa Dcr Krywan/Wati Bag.Kasir, mau Bekerja di Tegalalang,Ubud Pramuniaga,Satpam,TeknisiMesin Hub:0361-704664/085100638867 Kirim Lamaran: hrd@zenbali.com B.BP.101.01.16.0001510 &Klistrikan,utk ditmpatkn di T:289752/Info:www.zenbali.com Dcr,Adm Garmen,Good English, B.BP.145.01.16.0001433 Jimbaran/Dps.Krm Lam keNirmala Cr Kasir&Mekanik Brpglmn u/Beng- Supermarket,T.087860641406 Compt,Good salary Ph:085100050 kel Honda Gianyar 082341675969 E:nirmalasupermarket@gmail.com 706/infojob_garmen@yahoo.co.id
B.BP.166.01.16.0001560
B.BP.101.01.16.0001484
A.BP.001.01.16.0003157
A.BP.001.01.16.0003366
B.BP.101.01.16.0001485
B.BP.145.01.16.0001547
Looking for Sales & Marketing 2 years Exp Legal Company, Fluent English,Hard Work.Send CV to rudisata@gmail.com
A.BP.001.01.16.0003383
A.BP.001.01.16.0003173
B.BP.154.01.16.0001553
Paud di Kerobokan Membutuhkan Guru,Assisten,BabySitter,Pengalaman&Bhs Inggris Hub:8499441 CV assistme01@gmail.com
B.BP.145.01.16.0001501
Urgent!!!Cocobistro restaurant Looking for:Restaurant Mgr, Rest Supervisor,Sous Chef, Clraning Service (male)Send: corp-hrm@tropicalgroupbali.com /riamarista@gmail.com Ph:0361-775211 Ext-101
B.BP.101.01.16.0001556
B.BP.004.01.16.0001419
B.BP.009.01.16.0001460
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post DAIHATSU
Terios TX Advtr’2011 asli Bali TV3 Hub.087862429910 bisa TT
A.BP.001.01.16.0003393
Xenia R Aktivo’13 Putih T1 LKM BanBr Mulus JKlt,081238744721
Dijual APV GX 2011 Hitam+ijin. Permata Kencana Residence 21 Bongan / Wanasara, Tabanan. Hub: 0816297604
B.BP.004.01.16.0001255
A.BP.001.01.16.0003426
FORD
F.Fiesta 1.6L A/T-S’11 Htm DK Tgn1 KM13500 Istw 089657047476
Dijual mobil Baleno Warna Silver KM27000 Th2000 SepertiBaru Semua Orisinil Barang Istimewa Hub:08123677999/081999900180
A.BP.001.01.16.0003369
A.BP.001.01.16.0002883
Ford Fiesta Wr Pth As Bali Tgn 1 KM 16000 Th2013 T08123847298
Grand Vitara’08 JLX Hitam Asli DK Ex:Dr Low KM Hb:08123927007
A.BP.001.01.16.0003367
A.BP.001.01.16.0003264
HONDA
Sidekik Slvr97 Pmk AsBali,Smst Br Audio TV,60Jt, 081239587125
A.BP.001.01.16.0003430
Jazz IDSI’05 AT Htm AsliBali FullVar Elegant,Hb.08123890466
B.BP.164.01.16.0001540
Splash’2011 Silver+Toyota Rush S’2008 AT Silver H.08123890466
B.BP.164.01.16.0001541
Grand Inova 2011 G MT Htm AN. Sendiri Samsat Br 089675068241
Ss 1unt Rmh Br T130/103 Jl.Tkd Pancoran Gg.Padi,081338639981
JL LSX”99 Biru Kon Trwt ban baru jok semi kulit, 081999370731
Rmh Baru Mnmlis T55/83 Dalung, Gaya Villa 700Jt.082147154248
A.BP.001.01.16.0003370
A.BP.135.01.16.0001564
DIJUAL MOTOR YAMAHA
Dijual Yamaha Byson Th 2014 Hub.081999074833
A.BP.001.01.16.0003413
DIJUAL RUMAH !Djl Rumah Utara Puspem Badung Siap Huni 425Jt H.08123923726
A.BP.001.01.16.0003108
***Rumah Type 45/105 Perum Yeh Aya Regency Jl.Tk Yeh Aya IXB Tembus Tk.Badung,089668339366
BUC New Accord’06Akh VTi Mnual Suzuki Karimun’04 Matik Mulus DK Istw,H.085658320222 Murah Merah Dalung P. H.08124635643 A.BP.001.01.16.0003309 B.BP.164.01.16.0001549 A.BP.001.01.16.0003417 750Jt Rmh Mnmls 100/70 3KT 1KM Jazz RS Manual Putih 2013 Asli Swift’09 Slv asl Bali LKM Pjk Goa Gong,SHM/IMB 08123803092 Bali,Pribadi Hub:08124661761 A.BP.001.01.16.0003290 A.BP.801.01.16.0003353 BanBr AudioTV,081239907101Prbd A.BP.001.01.16.0003425 BUC Jl Rmh baru Perang Lukluk MITSUBISHI 650Jt Nego&Rmh Baru Cekomaria JEEP Kuda Diamond’03Htm AsDK 72NgTT Penatih 595Jt Nego Hummer H2 V8 6000cc Pmk 2009 P.Saelus2Kamboja7/085101850689 A.BP.001.01.16.0003436 Good cond,milik pribadi,warna Hub:082342652660/085100502316 A.BP.169.01.16.0003257 Mirage Exceed AT’14 Putih,GLX hitam 2,2m nego 081337342286 BUC Rmh Sfin 80m Prm Yeh GangMT Htm’14 asli DK 087862200090 A.BP.001.01.16.0003237 ga 3KM Hardis Tbn 081338713398 A.BP.001.01.16.0003233 A.BP.001.01.16.0003401 TOYOTA TS Pick Up 2013 Htm Bak Biasa Dijl Rmh 2Lt,8Kmr Full Furnish Hartop’82 Bensin,Full Var, Msh Ori BUC 73Jt,081239587125 3,4m Jln.Perum Puri Priskilla A.BP.001.01.16.0003431 Ban 33,AC 081353161144 A.BP.809.01.16.0003322 86 H:08123920788/087862677177 SUZUKI
Djl Land Cruiser VX’96 warna Gold Hub.08123843717
Karimun Th’2000 Warna Cokelat Metalik Hub.0851 05 05 2880 B.BP.164.01.16.0001544
Ertiga GX MT’15 Putih,Carry PU FD Htm’15 asli DK 087862200090
A.BP.001.01.16.0003368
Etios Valco Silver’13 Type E Tgn 1 asli Bali 081916200259
A.BP.001.01.16.0003234
A.BP.001.01.16.0003419
SERVICE
A.BP.001.01.16.0003118
Djl/Dikon Rmh Blok C/2 Graha Pancoran Dps,081998999003
B.BP.030.01.16.0001471
Djl/Dikon Rmh Sasih Permai Bt Bulan 081998999003
B.BP.030.01.16.0001472
DIJUAL MOBIL
A.BP.004.01.16.0003429
DISEWAKAN TEMPAT BUC Over Kontrak MiniMarket sisa 2Th Lok Rame,082236514888
A.BP.001.01.16.0003266
30 Are Soka Tbn Dkt Jl Ry.Lbr 39 Jt/A Nego,H:087761604899
A.BP.001.01.16.0003277
BUC 1,5A 285Jt/A Mbl Msk Jl.Bt. yang Batubulan 085935245558 Ng
DISEWAKAN RUKO Rmh Bru,Mrh 40/100,SHM,IMB,PnaBUC 1-2A 165Jt/A Jl.Ry.Pasekan Dikont.Ruko Jl.Kartika Plaza rungan,Badung,c/k 082342456858 Dpn Htl Rada Bali,085792833416 Batuyang 081353357151 Ng C/K A.BP.001.01.16.0003394 A.BP.001.01.16.0003424 B.BP.154.01.16.0001554 Rmh Istw 1,5Are Dalung Permai BUC Dijl Tanah 1,5Are DiPsgran DiKontrakan Ruko Lt2 Jl.Dewi B.K3 No.121 Nego,085102502678 Sri-Kuta 85jtNego,0817785667 LD15m Hg700Jt/are 081236727555 B.BP.164.01.16.0001542
A.BP.001.01.16.0003416
Rmh Lt2,LB390,LT.4A,LC8m,Gatsu Brt,081237789669,Blk Mitra 10
A.BP.001.01.16.0003423
A.BP.001.01.16.0003386
DIJUAL MOBIL
A.BP.001.01.16.0003136
KONTRAKTOR
Tnh Ls.410m2 Jl.Batur Sari I/5 Padngsambian Kaja 082131662411
Djl Tnh+Bang.Ex.Bengkel 3,3Are Tulikup Gianyar,Sbrng Lap.Bola Hub:08174713713(TP)
Djl Tnh 3A,SHM,Jl.Sermakarma Sgr Jln 6mtr H.081238507171
Jl Tanah 5Are Batubulan Hub:082145964726
DISEWAKAN TANAH Sewa Tnh 5Are ada Toko 3,Jl. Utama Petitenget,081337599888
A.BP.001.01.16.0003385
A.BP.001.01.16.0003219
A.BP.001.01.16.0003087
A.BP.001.01.16.0003217
BUC Gudang+Tanah 4A,Kertasari Amlapura,081237922200 Nego
DIJUAL TANAH A.BP.001.01.16.0003432 A.BP.012.01.16.0003221 Jual Tanah 1Are Delod Rmh br TP65/100 3KT 1KM Granit Pangkung Skwt Hub.085100897302 Dijual Tanah 2 Are Blkng Auto Siulan Dps Bs KPR 08123833999 A.BP.001.01.16.0003399 2000 Abian Tuwung Tabanan Hrg. A.BP.001.01.16.0003070 200Jt/Are dan 4Are di Perumnas T.Kvl Jln.Juwetsari&Taman Sanggulan Blok 13. Pancing Pemogan H.081337327078 SINGARAJA A.BP.001.01.16.0003428 Hub:081236757410/0816297952 Rmh 90/150 3KT 2Kmd BaleBengng A.BP.001.01.16.0003350 BaktiSeraga Pemron081805307706 Tnh Kavling Jl.Besakih Suwung Dijual Tnh Luas 1998m2, Padang A.BP.001.01.16.0003420 Kauh H08123871809/081337569788 A.BP.001.12.15.0001632 Galak, hrg.575jt/A, nego DISEWAKAN RUMAH !Kav Pasar Petang Badung Utara hub.081337217771, 08123838674 Dikontrkn.Rmh Fas.3KM Tdr,Dpr, 125Jt sdhSHM 081805588080Murah A.BP.001.01.16.0003337 B.BP.166.01.16.0001559 Garase Pancoran Residen 29A Djl Kav Baru 1 Are Bitra Gianyar **Tnh 2,8A Sng.Kerta-Ubud Hub.081237076429 Jln 5 Mtr Hub:081999025757 A.BP.001.01.16.0003434 L.Villa Hub.085100054609 Murah A.BP.001.01.16.0001851 A.BP.001.01.16.0003408 Disewakan Rmh baru Minimalis Djl Tanah 1,7A Jl.Tukad Batang1,24A Dlg Prmai Hrg Glbl 575 & Hub.087861836762 hari VI Panjer H.085339916000 A.BP.001.01.16.0003276 Rmh Trengguli 550,081353292133 A.BP.001.01.16.0003421 A.BP.001.01.16.0003397 Sidakarya Rmh 2Lt 3KT 2KM Grsi Djl Tnh 1,6Are SHM Jl.Cluster Grden Hrg Mrh Hub.081282120066 1,38Hktr Bkt Ungasan View Laut Palm Puri Gading 081933031224 A.BP.001.01.16.0003359 A.BP.001.01.16.0003214 Dkt Pantai 08123665040 Maaf TP A.BP.001.01.16.0000180 Djl Tnh Hrg 270Jt,Jl msk Mobil Djl Tnh Kav Kwsn Wst Balian KOST di Ketewel,SHM 085738452864 Sewa Kamar Kost,KM&Dapur didlm Beach-Tbn.H=85Jt/A.Kav Bjra=90 A.BP.001.01.16.0003395 400Rb,Lt2 Ada 2KT 500Rb,Dpt Jt/A.081936249790/082339594869 Tnh 83m2 diDalung Permai 3KapB.BP.004.01.16.0001533 Disewa Dlm Wkt Lama.Hub:Billy Djl Tnh Kavling kawasan Perum ling SHM @515Jt 081337185967 di 085338261159 Jl.Gn.Lumut II/21 Blok MM2 &diPadang Luwih 194m2 Siap Bangun Jl.6mtr Paving @Jl Perumahan Pura Sari,Denpasar. Siulan 3 Dps Hub.081239154689 Lebar Dpn 17,20 @525Jt/Are BU A.BP.001.01.16.0003082
Djl Tnh Luas 49Are Lok Timur Jembatan Tukad Bangkung Pelaga Hub.Pemilik 082339447232
Jl Tnh 85,3Are Asah Gobleg 87Jt/Are Hub 087761532977
A.BP.001.01.16.0003415
Jual Tanah 1,25 Are di Trenggana Penatih Hub.082339191855
A.BP.001.01.16.0003363
Promo 1are ByPas Ketewel 275Jt Pengembang Lgsng,082341670605
A.BP.001.01.16.0003171
Tanah 3Are Pandan Sari,425/Are KeboIwa Selatan,085959570707
A.BP.001.01.16.0002922
Tanah Kavling di Petitenget Hrg 18.5jt/m,sangat strategis, 7 unit Hub:085954137150
B.BP.031.01.16.0001527
A.BP.001.01.16.0003371
SINGARAJA
A.BP.001.01.16.0003263
A.BP.809.01.16.0003335
DIKONTRAKAN USAHA Ov.kon Ush Timbunan psir, koral dll.Lok.Ds.Nyambu. 08123916968 A.BP.001.01.16.0003321
DISEWAKAN TOKO Over Kontrak Toko Jl.Majapahit No.81 Kuta Hub:08123809810 A.BP.001.01.16.0002151
DIJUAL GUDANG Jl Gudang LT 16,5Are Jagapati Penatih Hub 087761532977 A.BP.001.01.16.0003414
Tnh 1,25A Cepaka Dlg 575Jt+Tnh 2,5A Canggu 1,1M,082147454248
DISEWAKAN RESTORAN Restaurant Over Kontrak di Jln B.BP.164.01.16.0001545 Monkey Forest Ubud.Saat ini Tnh 1A,2A,375Nego Perum Eka Cakra Abianbase Bdg/081337141817 Masih Beroperasi,Kontrak Masih A.BP.001.01.16.0003377 Berlangsung Th2018.Hrg PerpanTnh 2A,700Jt/A Ng Jl .Ratna Dps jangan Bs Nego Lgs ke Pemilik HP.08123953586 BUC Yg Berminat Hub:081338176905 A.BP.001.01.16.0003105
Tnh 3A Mertanadi Kerobokan TT Ruko,Rmh,Tnh DiSby081230633063
A.BP.001.01.16.0003427
KURSUS
A.BP.001.01.16.0002972
Tnh Jl.Kwanji LT 112m H.550 Nego Hub.0817556891 A.BP.001.01.16.0003406
TOUR
A.BP.001.01.16.0003294
DIJUAL VILLA Villa Ls.36A 5Villa Umalas Hrg 31M & Ls.15A Jln.Gurita Hub:081916664707 A.BP.001.01.16.0003346
FOTO COPY
ARSITEKTUR Arsitek, AS Architects Global, Desain & Renovasi,081933099009
A.BP.001.01.16.0003387
RUPA-RUPA Atasi Rumah Bocor Dak Dinding Talang,Dll(Daris) 085102796346
A.BP.001.01.16.0003407
Mau Beli Vanili Segar per/kg min.20cm kualitas bagus stgh basah-stgh kering tdk patah hb.081246364195 Bu Vira
B.BP.154.01.16.0001555
Spesialis:Kolam Hias+Tebing Buatan,Relief.Hub:081237586699
A.BP.001.01.16.0003409
KEHILANGAN Hlg BPKB spm No.H06838470-O a.n.Lisa Handayani , Jl.Surapati no 26 Seririt, Bllg.
B.BP.004.01.16.0001534
KURSUS Prvate Gitar Murah Berkualitas Dijamin! 082236526792
A.BP.001.01.16.0002633
HEWAN Jual Husky Beagle Mpom Stbm Betina Call/Wa 087760382821
B.BP.004.01.16.0001473
JASA Jasa Administrasi Parttime Hub: 087861945754
A.BP.001.01.16.0002619
PELUANG BISNIS 2 org Kandidat utk Sukses Peng Marketing,Focus,Ulet Bonus,$ & Euro Serius Hub.08113801502
A.BP.001.01.16.0001707
BAHAN BANGUNAN
SEMI PRIVAT BAHASA INGGRIS DUA BULAN DIJAMIN BISA Garansi Uang Kembali...!!!*
BIRO JASA
ATASI
ATASI MAMPET MAMPET
WC GARANSI
Simp XL
TIKET
Coba Gratis Dulu Cocok Baru Bayar...!!!*
KONTRAKTOR
- SALURAN AIR - WASTAFEL DLL - TANPA BONGKAR
BUKU BARU
Telah Terbit PUSTAKA BALI POST
C.0003316-brj
KONSULTASI RUA-RUPA
SERVICE MAMPET
WC
KAMUS BALI - INDONESIA - ENGLISH, INDONESIA - BALI - ENGLISH Penyusun Tebal Harga
KURAS MAMPET SALURAN AIR WASTAVEL, DLL
242389 / 081236774491
410405 255305
C.0001744-KRS
081236711931 08175782707
GARANSI
EC Gatsu EC Sudirman
KULINER
: Drs. I Made Wiguna, M.Ag : vi + 54 Hal : Rp 19.000,-
Kamus ini menerjemahkan kata-kata dalam tiga bahasa, yaitu bahasa Bali, bahasa Indonesia, dan bahasa inggris. Begitu pula menguraikan bahasa Bali alus serta bahasa Bali kasar, yang dilengkapi dengan cara membaca dalam bahasa inggris. Keberadaan kamus dapat membantu para siswa dalam menerjemahkan bahasa, serta dapat membantu para guide ketika membimbing para tamunya.
Hub : Pustaka Bali Post, Jl. Kepundung No. 67 A, Telp. (0361) 225764 atau Toko - Toko Buku Terdekat di Kota Anda Cdr.3kol.rpa.buku baru bp1809
18
REKREASI
Minggu Kliwon, 31 Januari 2016
TTS Bali Post
Pertanyaan
Menurun 1. Letup 2. Ijin (Bali) 3. Logam reaktif 4. Barang kelontong 5. Makanan berupa pasta lekat manis dan berisi kacang-kacangan 6. Aliran bela diri asal Jepang 7. Siarkan suatu karya secara resmi 14. Pertunjukan 15. Niskala atau tak berbentuk 17. Mengobarkan atau menyemarakkan (Inggris) 18. Kelenjar lingkar saluran kencing 20. Depot Logistik 22. Seribu Kilogram 24. Seratus meter persegi 28. Sangat atau terlalu (Inggris) 29. Penyamun 30. Genit 31. Nama Universitas Swasta Di Bali (Singkatan) 32. Pelafalan khas berbicara 34. Pendidikan Tinggi 35. Bahan bakar pesawat terbang
1
2
3
4
5
6
7
8 9
10
11
12 13
14
15
16
19 21
18
20
22
23
24
25
26 27
29
17
30
31
32
28 33
34
35
36 37
38
39 40
41
SPT2016
Mendatar: 1. Surat keterangan resmi yang menyatakan telah tamat sekolah atau pendidikan 4. Cangkul 8. Betina (Bali) 9. Keranjang dari rotan atau jaring untuk menangkap ikan 10. Gelondong 11. Pola 12. Usia (Inggris) 13. Sedangkan 16. Dibalik : Melakukan sesuatu karena dorongan hati 19. Tawaran harga pada penjualan lelang 21. Genting 23. Alat penghasil osilasi listrik 25. Rencana sandiwara atau Film 26. Tidak dapat mati atau bersifat abadi 27. Selokan 29. Salah satu dari Catur Asrama (Bali) 33. Permusuhan dua keluarga secara turun-temurun 36. Jajan 37. Faktor Keturunan 38. Sejuk (Bali) 39. Dibalik : Kendaraan pembajak tanah 40. Belut (Inggris) 41. Ibu kota Portugal 42. Dewa tertinggi Bangsa Romawi
42
KUPON TTS No.231 Ketentuan Menjawab
Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No 231 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/ Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 6 Pebruari 2016. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 14 Pebruari 2016. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga ( 2 dewasa + 2 anak ). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
Jawaban TTS No. 229 Mendatar 1. Dongkol 4. Gelagat 7. Nirguna 8. Babon 10. Aga 11. Rau 12. Pelawak 14. gnaggne (Enggang) 15. Tangkapan 20. Cucakrowo 24. Eleluku (ukulele)
25. Negatif 27. IUD 28. Oka 29. Tuara 31. Amtenar 32. Kentang 33. Paruman Menurun 1. Derajat 2. Nanap 3. Ongkara 4. gnarkgnic (cingkrang)
5. Ada 6. Tangker 8. Bukakak 9. Bungalo 13. ECG 16. Nigeria 17. Karunia 18. Pecundang 19. pelatuk 21. Akapela 22. Rai 23. Ornamen 26. Forum 30. Rit
Pemenang TTS No. 229 1. Ida Bagus Wisnawa Gang. Buntu Jl. Teuku Umar No. 54 kediri, Tabanan 2. Dayu Putu Oka Jl. Bima No. 2 Satria PAKSEBALI Dawan Klungkung Telpon, 21441 3. Muhammad Jl. Diponogoro 16X Bangras Amplapura 4. Suartana Ketut Br. Balangan Desa Kuwum Mengwi Badung 5. Gst. Ayu Intan Dwijayanti Grapari Telkomsel Denpasar, Jl. Gunung Agung 30-32 Denpasar 082237447069 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar Nama :Ni Luh Wayan Desi Handayani Alamat :Br. Kebon Desa Nyitdah Kec. Kediri Tabanan
Pesona Eksotis ”Secret Bay” Gilimanuk TIDAK jauh dari Pelabuhan Gilimanuk, terdapat sebuah teluk yang memiliki keindahan memesona. Selain ombaknya yang tenang, di Teluk Gilimanuk yang dikenal dengan julukan Secret Bay ini memiliki kekayaan alam bawah air yang eksotik. Di wilayah ujung barat Pulau Bali ini, dapat ditemui sejumlah spesies ikan yang jarang dilihat seperti frogfish, dragonet, stonefish dan lain-lain. Selain diving dan snorkeling di perairan Teluk Gilimanuk ini juga terdapat wisata jelajah pulau. Di antara pemandangan bukit-bukit yang berjejer dan air itu, terdapat gugusan pulau-pulau kecil tak berpenghuni. Para pengunjung dapat menyewa perahu motor yang berjejer di sepanjang teluk milik nelayan ataupun kelompok wisata. Selama perjalanan di
atas air itu, pengunjung dapat menikmati pemandangan alam yang eksotik dengan sejumlah spesies burung yang hidup di sekitarnya. Bahkan, bila beruntung, pengunjung juga bisa bertemu burung Curik Bali di alam bebas. Kawasan tersebut masih alami dan masuk kawasan konservasi Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Selama jelajah teluk
itu, pengunjung juga bisa beristirahat di Karangsewu. Di sini, pengunjung dapat menikmati hamparan padang rumput luas dengan hanya satu atau dua pohon. Selain itu, di bibir Teluk terdapat deretan pohon mangrove. Pepohonan di kawasan ini mengikuti hutan musim. Ketika musim hujan, pemandangan hamparan rumput hijau berpadu dengan birunya
air teluk dan langit. Di musim kemarau, hamparan rumput yang kering juga sangat eksotik berpadu dengan hijaunya pepohonan mangrove. Ketut Wijaya, anggota Kelompok Wisata Tirta Bahari, mengatakan objek Teluk Gilimanuk ini sudah dikenal, khususnya para wisatawan asing dengan alam bawah airnya. Sedangkan, untuk wisatawan lokal masih terbatas dan lebih banyak menikmati pemandangan di sekitar teluk dan jelajah pulau. “Biasanya mulai Agustus sampai November kunjungan (wisatawan asing)
cukup banyak. Mereka snorkeling atau diving,” terang warga Gilimanuk ini. Saat ini, kawasan tersebut ditata dengan sejumlah perbaikan. Mulai dari gerbang pintu masuk, tempat parkir hingga sejumlah bangunan yang nantinya dimanfaatkan untuk rumah makan. Di samping itu, tepat di samping teluk juga tengah dibangun taman Patung Siwa. Para pengunjung lebih leluasa melihat keindahan panorama Teluk Gilimanuk ini setelah keluar dari pos pemeriksaan KTP di Pelabuhan Gilimanuk. (olo)
Secret Bay – Pemandangan di Secret Bay, Teluk Gilimanuk yang berada dekat dengan Pelabuhan Gilimanuk.
19
Minggu Kliwon, 31 Januari 2016
BPM./dok
MAHASISWA- Kalangan mahasiswa di Bali ikut menyuarakan tolak reklamasi Teluk Benoa.
Tidak Fair
Dari Hal. 1
‘’Dari sisi keilmuan, kajian yang disampaikan sangat tidak fair dan tidak menggunakan metode ilmiah yang benar. Metode ilmiah dibalik-balik,’’ ujar Ketut Sudiarta. Kandidat doktor bidang kelautan ini menilai pembuat Amdal tidak memiliki dasar keilmuan dan pemahaman yang kuat tentang Teluk Benoa. ‘’Saya lihat pembuat Amdal tidak mengerti tentang Teluk Benoa. Teluk Benoa hanya diposisikan sebagai teluk, padahal pengelolan pesisir harus terpadu. Ini memprihatinkan jika dijadikan dasar untuk menentukan kelayakan reklamasi,’’ kritiknya seraya siap berdebat dengan pembuat amdal. Selebihnya, ia mengingatkan pembuat Amdal harus fair jangan mengingakri nurani keilmuan. Kajian juga harus melebar ke Gianyar dan Tabanan sebagai wilayah yang berpotensi terdampak reklamasi. Ia mengingatkan penolakan dari komunitas adat harus diakomodasi sehingga pemerintah bisa memosisikan diri secara jelas dalam mengambil keputusan. ‘’Amdal yang tidak fair dan tidak mewakili kajian ilmiah sangat tidak layak dijadikan pertimbangan untuk menentukan
nasib reklamsi Teluk Benoa,’’ tegasnya. Gendo Suardana bahkan menegaskan sudah sangat tidak mungkin lagi melakukan revisi Amdal ketika komunitas adat di Bali menolak. Aspek sosial tidak terpenuhi, bagaimana amdal mau direvisi. Sudah tak relevan lagi bicara Amdal, jika konteksnya dari sisi sosial dan perbaikan ekologis di Teluk Benoa,’’ tegasnya. Ia mengatakan putusan paruman dari 15 prajuru desa adat di pesisir Teluk Benoa merupakan putusan tertinggi yang akan dibela habis-habisan. ‘’Saya sangat yakin para prajuru adat punya komitmen yang kuat mengawal putusan parum mereka. Itu bentuk dari martabat lembaga adat,’’ tegasnya. Gendo mengingatkan agar pemerintah bertindak bijak dalam mengambil keputusan. Ingat, kata dia, krama Bali siap melakukan perjuangan matimatian untuk menjaga Teluk Benoa ini sebagai kawasan suci mereka. Ia pun sepakat terhadap penilaian sejumlah komponen bahwa Amdal yang disusun pemrakarsa lewat timnya tidak mencerminkan fakta. ‘’Amdal tidak fair,’’ ujarnya. Dirjen Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan Kementerian Lingkungan
Jangan di Bali
Dari Hal. 1
Kalau betul pihak investor membangun untuk kepentingan bangsa, maka membangunlah kawasan pariwisata di kawasan yang masih belum berkembang. Jangan di Bali. Biarkan Bali berkembang dengan kepariwisataannya berbasis kebudayaannya sendiri. Tidak perlu ada rekayasa fisik. Justru dengan kondisi eksisting saja, Pulau Bali saat ini sudah babak belur. Saya juga membaca dokumen Amdal tersebut. Tercatat ada kontroversi antara apa yang diungkapkan dalam sidang, dengan apa yang tertulis dalam dokumen. Wakil Ketua DPRD Bali Dr. Nyoman Sugawa Korry mengatakan bahwa 75% dari kebutuhan tenaga proyek akan didatangkan dari tenaga kerja lokal. Bahkan akan diminta untuk ditingkatkan menjadi 80%. Kebutuhan tenaga kerja dikatakan mencapai lebih dari 200.000 orang. Namun dalam dokumen halaman III-257 ditulis bahwa dalam pengoperasian kawasan, dan pemeliharaan sarana dan prasarana, dibutuhkan tenaga kerja hanya 153.801 orang. Hanya separuhnya (50%) diambil dari tenaga kerja setempat. Kiranya dapat dibayangkan, kalau untuk janji-janji hal yang sepele saja Amdal itu sudah tidak konsisten, maka saya tidak percaya dengan janji-jani lain dalam dokumen itu, untuk hal-hal yang lebih substansial. Anggaplah data dalam dokumen itu yang benar. Bahwa 50% diambil dari tenaga kerja lokal, dari kebutuhan tenaga
kerja sebesar 153.801 orang. Maka besaran untuk tenaga kerja lokal adalah 76.900 orang. Sedangkan menurut Sukernas (2014) tercatat bahwa pengangguran di Bali hanya sebanyak 44.126 orang. Lalu sisanya akan diambil darimana? Tentu saja dari luar Bali. Gelombang migran inilah yang nantinya akan menghabiskan sawah-sawah dan subak di Bali. Justru sawah dan subak adalah roh dari kebudayaan Bali. Dalam konteks inilah saya juga menolak catatan Amdal yang disampaikan oleh Dr. Jro Mangku Wayan Suarjaya. Dikatakan bahwa tidak akan ada alih fungsi lahan sawah. Ya, pasti tidak akan ada alih fungsi lahan sawah di Teluk Benoa, karena di sana memang tidak ada sawah. Karena di sini kita berbicara dampak, maka dampak dari kedatangan migran dan juga wisatawan, akan berdampak semakin menghabiskan sawah dan subak di Bali dalam waktu singkat. Dalam kondisi yang eksisting sekarang di Bali, sawah di Bali berkurang 750 ha/tahun (BPS, Bali). Sementara migran yang datang dan menetap di Bali sebanyak 61.209 orang (Sakernas, 2014). Tampaknya ada hubungan yang positif antara perkembangan pariwisata, jumlah migran yang menetap di Bali, dengan laju alih fungsi lahan sawah di Bali. Adanya alih fungsi lahan sawah, sangat bertentangan dengan sikap pemerintah agar Indonesia segera swasembada beras. Kalau sawah tidak ada, lalu bagaimana bisa swasembada? Dalam kaitan ini, jelas
Mata Air
Dari Hal. 1
Setelah bertapa, Ida Batara Sakti Wawu Rauh kemudian menancapkan tongkat ke tanah hingga kemudian muncullah sebuah mata air. Tak hanya air, dari sumber mata air tersebut juga muncul seorang bayi perempuan yang selanjutnya diberi nama Diah Nyung Asti. Oleh Ida Batara Sakti Wawu Rauh, Diah Nyung Asti diberi tugas untuk mareresik di areal sumber mata air tersebut. Konon, mata air tersebut memiliki aroma yang sangat harum hingga tercium ke beberapa wilayah desa yang ada di sekitarnya. Diceritakan kemudian, saat dewasa, wajah cantik yang dimiliki Diah Nyung Asti membuat Ida Batara Wisnu Buana terpikat. Karena terpesona, beliau lantas menjatuhkan
kama-nya di atas daun talas. Tanpa disengaja, kama Ida Batara Wisnu Buana itu kemudian dimakan oleh Ida Nyung Asti hingga menyebabkannya hamil. Mengetahui dirinya mengandung, Diah Nyung Asti lantas bertanya ke Dang Hyang Subali. Setelah diberi penjelasan bahwa bayi yang dikandung itu adalah putra dari Ida Batara Wisnu Buana, Diah Nyung Asti pun kemudian merawat kandungannya hingga bayi tersebut lahir dan diberi nama I Dewa Gede Angga Tirta. Saat masih bayi, I Dewa Gede Angga Tirta kemudian tinggal di sebuah gua yang berada di Pura Jero Puri. Di sana I Dewa Gede Angga Tirta sempat disusui oleh seekor kijang hingga beliau tumbuh dewasa. “Karena jasa kijang itulah, sampai saat ini trah Mahagotra Tirta Harum tidak boleh mengonsumsi daging kijang,”
Hidup Prof. Dr. Ir. San Safri Awang mengingatkan pembuatan Amdal harus mengakomodasi pendapat pihak yang kontra reklamasi. Ia pun mengatakan kritik yang disampaikan ForBali selama ini ada benarnya karena mereka juga melakukan kajian. Ketua Tim Pengkaji Amdal Pusat ini menegaskan uji Amdal yang dilakukan di Gedung Wiswa Sabha belum bisa dijadikan dasar mengambil keputusan final. Pihak pemrakarsa harus memenuhi beberapa syarat lagi dan melakukan revisi. ‘’Ada sepuluh item alat uji untuk menentukan Amdal itu layak atau tidak. Itu jelasjelas diatur dalam Permen No. 8/2012. Kriteria itu yang akan menentukan Amdal ini layak atau tidak,’’ ujarnya. Ia mengatakan sudah ada kesepakatan ada waktu 30 hari bagi pihak pemrakarsa untuk melakukan revisi Amdal. Ia pun mengaku tidak berani memutuskan layak atau tidak layak mengingat ada instrumennya. Untuk itu perlu ada kajian ilmiah atau pembahasanpembahasan untuk menguji kelayakan Amdal ini. Selain itu, ia juga berjanji akan membawa aspirasi penolakan reklamasi dari desa adat di sekitar Teluk Benoa ke dalam pembahasan selanjutnya. (dir)
sekali Amdal reklamasi Teluk Benoa tidak konsisten, tidak holistik, bertentangan dengan THK, dan tidak mengungkap konflik sosial yang akan terjadi dan bagaimana cara memecahkannya. Oleh karenanya perlu ditolak. Saya juga mengritik ungkapan ketua sidang yang mengatakan bahwa Amdal reklamasi Teluk Benoa mengungkapkan hal-hal yang bersifat saintifik. Patut dicatat bahwa sesuatu disebut sain, kalau sesuatu itu telah diuji kebenarannya berkali-kali. Tetapi catatan yang dikemukakan dalam Amdal hanyalah berupa simulasisimulasi (tsunami, dll) di Teluk Benoa. Belum teruji kebenarannya. Untuk itu, janganlah Pulau Bali ini dijadikan tempat uji coba untuk mencari kebenaran tersebut. Lakukan di luar Bali. Bali sudah jenuh. Demikianlah, catatan ini saya tulis, sebagai pertanggungjawaban intelektual saya kepada publik. Karena saya tidak mendapat kesempatan untuk berbicara sampai dengan makan siang dan acara sholat. Pembicaraan didominasi oleh kalangan pejabat. Demikianlah kekuatan dan kelihaian kaum investor (orang berduit). Perpres saja dengan mudah dapat diubah, apalagi mengatur acara yang begini-begini. Yang jelas perlawanan krama Bali menolak reklamasi jangan diangap sepele, penguasa jangan bermain-main dengan hal ini. *) Penulis adalah Ketua Pusat Penelitian Subak Universitas Udayana. tutur A.A. Gede Mangku. Lanjut diceritakannya, saat dewasa I Dewa Gede Angga Tirta bertemu dengan I Dewa Ayu Manik Mas Maketel, putri dari Dalem Gelgel yang ketika itu berobat di Pura Tirta Harum. Hubungan antara keduanya sempat ditentang oleh Dalem Gelgel, namun akhirnya direstui setelah Dang Hyang Subali menjelaskan kepada Dalem Gelgel bahwa I Dewa Gede Angga Tirta adalah putra Ida Wisnu Bhuwana. Dari hubungan I Dewa Gede Angga Tirta dengan I Dewa Ayu Manik Mas Maketel inilah kemudian menurunkan trah Satria Taman Bali, yang kini menjadi penyungsung Pura Tirta Harum. A.A. Gede Mangku mengatakan, piodalan di Pura Tirta Harum jatuh setiap Anggara Kliwon, Wuku Julungwangi. (ina)
Berhak Menuntut Dari Hal. 1
‘’Jika hal ini sampai diloloskan di Bali, krama Bali berhak menuntut pengayoman dari pemerintah pusat,’’ ujarnya. Pemerintah pusat dengan kewenangannya juga harus melihat persoalan ini secara jelas dan mengapresiasi sikap bulat 15 desa adat yang ada di bentangan pesisir sekitar Teluk Benoa menolak reklamasi. Selain itu, Guru Besar Unud ini juga mengingatkan krama Bali harus sadar diri dan jangan mau terus-menerus jadi korban kebijakan Jakarta yang terkadang tidak aspirasrif bagi kepentingan orang Bali. ‘’Sekali lagi saya ingatkan kekuatan 11 desa adat itu sangat dahsyat. Jangan main-main dengan keputusan paruman adat,’’ ujarnya. Dalam kaitan dengan reklamasi, ia berharap Jakarta dan orang-orang Bali yang duduk di lembaga negara bersikap. Mari bela kepentingan krama Bali dengan langkah yang lebih koheren dan terpadu. ‘’Bali berhak menuntut pengayoman. Bali jangan dijadikan wilayah kolonial orang-orang yang hanya ingin cari untung di Bali.
Bali harus diposisikan sebagai daerah yag memiliki hak untuk mengelola tata ruangnya,’’ tegasnya. Tokoh masyarakat Kuta, Graha Wicaksana juga mengingatkan bahwa semakin kuat pemaksaan untuk reklamasi dengan dalih apa pun, reaksi masyarakat adat juga akan menguat. Putusan parum prajuru adat di bawah koordinasi bendesa adat pasti akan dikawal dengan langkah-langkah startegis. ‘’Keputusan 11 desa adat di sekitar Teluk Benoa menolak reklamasi jangan dianggap angin lalu. Reaksi adat biasanya lebih kuat dari kepentingan-kepentingan personal yang berlindung di balik kekuasaan,’’ ujarnya. Graha Wicaksana mengatakan reklamasi ini telah menjadi ruang bagi segelintir oknum pejabat di Bali untuk mencari keuntungan pribadi. ‘’Bali selama ini telah menjadi wilayah kekuasaan segelintir investor yang berlindung di balik kekuasaan Jakarta. Peluang ini makin terbuka ketika sejumlah oknum pejabat di Bali tak punya komitmen membela hak-hak krama Bali,’’ ujarnya. (dir)
’’Conflict of Interest’’
Dari Hal. 1
Khususnya tentang kelayakan perencanaan kegiatan terhadap lingkungan hidup. “Hal ini sangat penting mengingat kondisi kawasan Teluk Benoa yang sangat kompleks dari berbagai permasalahan lingkungan hidup serta rentan akan terjadinya conflict of interest,” ujarnya.
Pastika menambahkan, adanya pembahasan tersebut merupakan salah satu pilar dari tiga pilar pembangunan dengan memanfaatkan sumber daya alam. Pilar tersebut yakni, menguntungkan secara ekonomi (economically viable), diterima secara sosial (socially acceptable), dan ramah lingkungan (environtmentally sound). “. (kmb32)
Pernyataan Sikap Dari Hal. 1
Selain mengirim surat, ForBALI juga mengirimkan seluruh pernyataan sikap aksi menolak reklamasi Teluk Benoa sejak tahun 2013 hingga 2015. Dalam surat protes, Jokowi diminta mencabut Peraturan Presiden (Perpres) nomor 51 tahun 2014 dan ditembuskan ke lembaga terkait di pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/ kota. Perpres 51/2014 itu adalah tentang Perubahan atas Perpres nomor 45 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan. Surat penolakan reklamasi Teluk Benoa juga ditembuskan kepada Menteri Koordi-
nator Bidang Perekonomian, Menko Bidang Kemaritiman, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Pariwisata, Menteri Perhubungan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Agraria dan Tata Ruang. Surat juga ditembuskan kepada Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, Ketua DPD, dan Ketua DPR. Selain ditembuskan kepada pemerintah pusat, surat tersebut juga disampaikan kepada Gubernur Bali dan Ketua DPRD Bali. Di tingkat kota ditembuskan untuk Wali Kota Denpasar dan Ketua DPRD Kota Denpasar, Bupati Badung, dan Ketua Ketua DPRD Badung. (dok)
balipost (102 rb Like) http://facebook.com/balipost
Minggu KLIWON, 31 januari 2016
TOKOH
Apoteker Pekerjaan Mulia
MENJADI apoteker adalah pekerjaan mulia karena mengajak masyarakat untuk sehat. Demikian pula bekerja di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) merupakan pekerjaan mulia. Karena mereka bertugas melindungi masyarakat dari obat dan makanan yang berisiko terhadap kesehatan terutama pangan. “Saya sangat merasakan banyak yang senang dengan informasi yang kita sampaikan terutama pangan,” kata Kepala BBPOM Denpasar, Dra. Endang Widowati, Apt., Jumat (29/1) lalu. Endang yang dipercaya menjadi Kepala BBPOM di Denpasar sejak tahun 2013 itu merasa tidak pernah susah karena ia menjalani semuanya dengan ikhlas. Walaupun terkadang ia merasa waswas, takut terjadi sesuatu pada pasien. Namun, ia meyakini pekerjaan kefarmasian khususnya apoteker, pekerjaan mulia. Ibu kelahiran 5 September 1957 itu berharap semoga apa yang ia berikan selama memimpin BBPOM di Denpasar dapat bermanfaat bagi masyarakat. “Karena tujuan kita mulia, hanya untuk masyarakat,” imbuhnya. Bahkan timnya di bidang Pemdik, saat melakukan operasi tidak memikirkan keamanan sendiri karena berhubungan dengan penjual yang terkadang marah obatnya diambil dan disita. “Tapi kita tetap jalan karena kita yakin ini pekerjaan mulia. Saya juga menekankan pada teman-teman, ini pekerjaan mulia,” kata ibu dua anak ini. Wanita asal Kebumen, Jawa Tengah itu lulus apoteker pada tahun 1985, namun tidak langsung bekerja karena memiliki anak yang masih kecil. Pada tahun 1989, ia menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di Departemen Kesehatan Samarinda angkatan pertama. Lalu tahun 1989-1993 ditugaskan di Bali di institusi yang sama. Tahun 1993-2001, dipindahkan ke Kanwil Departemen Kesehatan Jawa Timur. Di tahun 2001 akhir, barulah Endang bergabung dengan Badan POM (BPOM) di Surabaya. Bulan Mei 2013, Endang kemudian dipercaya menjadi Kepala BBPOM di Denpasar. (may)
@balipostcom (3,8rb Follower) http://twitter.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
Jessica Tersangka Pembunuhan Mirna Terapi Penyembuhan Lewat Musik dan Rekaman
KEPOLISIAN Daerah Metro Jaya telah menetapkan status Jessica Kumala Wongso sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Wayan Mirna yang meninggal setelah minum kopi beracun. “Status tersangka sudah ditetapkan semalam. Pagi ini, Jessica sudah ditangkap di sebuah hotel,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Khrisna Murti di Jakarta, Sabtu (30/1) kemarin. Ia menjelaskan Jessica ditangkap di sebuah hotel kawasan Mangga Dua, Jakarta, karena ketika dicari di rumahnya tidak ada orang. Pukul 09.00 WIB, Jessica sudah berada di Polda Metro Jaya, Jakarta. Sebelumnya, Kepala Humas Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Waluyo Yahya, menyatakan berkas kasus pembunuhan Wayan Mirna hampir selesai. “Kami hanya berkoordinasi mengenai penyempurnaan berkas, nanti hasilnya tunggu saja di proses persidangan,” kata Waluyo Yahya usai bertemu dengan Direktur Reserse Kriminal
Umum Polda Metro Jaya, Kombes Krishna Murti, di Kejati Jakarta, Jumat sore. Ia menjelaskan bahwa materi pertemuan sudah menyangkut mengenai materi perkara sehingga belum bisa disebutkan. “Berkas resminya saya belum menerima, bagaimana bisa tahu sudah ada tersangkanya,” jawab Waluyo ketika dikonfirmasi apakah sudah ada tersangka atas pembunuhan Mirna. Waluyo juga mengatakan selalu rutin melakukan koordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk kelangkapan fakta dan berkas. “Pokoknya masalah ter-
sangka, itu nanti, tunggu berkasnya semua,” kata Waluyo. Kematian misterius Wayan Mirna Salihin alias Mirna (27) diduga akibat pembunuhan berencana. Penyidik sudah menemukan konstruksi hukum yang menguatkan dugaan pembunuhan berencana terhadap Mirna dan beberapa bukti yang signifikan. Polisi telah menemukan bukti dugaan pembunuhan berencana itu, termasuk keterangan saksi ahli yang diperkuat alat bukti lainnya. Polisi telah memeriksa 15 orang saksi, termasuk
Jessica Kumala Wongso keterangan saksi ahli dari pakar psikologi Prof. Sarlito Wirawan Sarwono. Menurut Sarlito, penyidik telah memiliki alat bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka pembunuh Mirna yang diracun dengan
BPM/ant
senyawa sianida. Sarlito menilai penyidik telah memiliki alat bukti yang cukup untuk menentukan tersangka pembunuhan Mirna yang dicantumkan pada Berita Acara Pemeriksaan (BAP). (ant)
Ciptakan Lagu dengan Keyboard
BPM/may
BEBERAPA alat musik dapat digunakan mencari nada-nada untuk menciptakan sebuah lagu. Ada yang menggunakan gitar, keyboard, seruling, bahkan gamelan. Sedangkan, Pande I Gede Sudiahna, S.Pd., personel grup band Discotion Pill, lebih suka menciptakan lagu dengan alat musik keyboard atau piano. “Memang saya pribadi lebih suka buat lagu pakai keyboard,” ujarnya Sabtu (30/1) kemarin. Hal itu karena keyboard memiliki nada apa saja sehingga ia lebih mudah dalam mencari nada-nada. Selain itu, dengan keyboard, soul atau jiwa dari lagu tersebut akan lebih dapat. Laki-laki kelahiran 28 Maret 1992 itu, hampir dapat memainkan semua alat musik. Namun, ia lebih memilih fokus pada keyboard dan drum. “Kalau drum, lebih bisa di-eksplore ke berbagai jenis lagu sedangkan piano atau keyboard kesannya kurang laki-laki aja,” kata anak dari pemilik Sanggar Mahardika ini. Ayahnya yang juga berkecimpung di dunia musik, menciptakan lagu membuatnya mewarisi bakat ayahnya. Dede yang telah bisa memainkan alat musik sejak kelas IV SD itu manggung di sana-sini baik mengisi event maupun hanya menyanyi di kafe. “Tapi sehari-hari mengajar sih di SMP di Jimbaran,” imbuhnya. (may)
Film ’’AAJC’’ Tayang di Festival Film Rotterdam FILM drama retro ‘‘Aach... Aku Jatuh Cinta’’ (AAJC) karya sutradara Garin Nugroho setelah sukses diputar di Busan International Film Festival, Oktober 2015 lalu, kini akan tayang di Belanda di International Film Festival Rotterdam (IFFR). Penayangan di IFFR empat kali dalam kelompok ‘Voices Main Programme 2016’ pada 2, 3, 4, dan 6 Februari 2016. Hal tersebut disampaikan Garin Nugroho saat konferensi pers usai preview film AAJC di Jakarta, baru-baru ini. “Ini kesempatan luar biasa buat industri film In-
donesia,” katanya. Akan tetapi, baik Garin maupun pemainnya seperti Pevisa Pearce, Chicco Jerikho dan Raam Punjabi (produser) tidak bisa hadir di Belanda. “Karena film AAJC akan tayang di Indonesia tanggal 4 Februari 2016. Makanya, kita di sini lagi ramai jadwal promosi film di sejumlah kota di Indonesia,” ungkap Garin. Ini adalah kebanggaan bagi Garin Nugroho bisa mengikutsertakan film terbarunya di IFFR, Dua filmnya terdahulu yaitu ‘‘Surat Untuk Bidadari’’ dan ‘’Bulan
Sapere Aude! PEMAHAMAN rwabhineda secara baik dan bijak, agaknya bisa mengurangi kegaduhan berkesinambungan di negeri ini. Baik-buruk, benar-salah, jujur-bohong yang merupakan dua kutub perbedaan sifat atau dikotomi, bila tidak ditelaah secara mendalam dan arif, menimbulkan perpecahan di masyarakat. Celakanya, pragmatisme, materialisme, dan individualisme yang mendominasi ruang dan waktu kontemporer, mendepak kesempatan berkontemplasi terlalu lama. Sebab semangat zaman memiliki moto, Time is money! “Bila kita menyaksikan peserta debat saat ini, terutama di layar kaca, kita sering melihat mata melotot, tegangnya urat leher serta hardikan bermuatan katakata kasar. Padahal bila diamati latar belakang pendidikan, status sosial serta usia mereka, seharusnya yang terlontar kalimat beradab, perilaku santun serta patut dicontoh. Mungkin ini penyebab awal, meletusnya perang dunia berturut-turut sejak dimulainya Aufklarung atau Zaman Pencerahan di Eropa awal abad ke-18. Sebab, tawuran dan perang adalah kepanjangan tangan debat yang buntu, apalagi debat yang berakhir dengan caci maki. Karena itulah ada yang mengatakan bahwa modernisasi adalah proyek yang gagal, sebab kemakmuran, kedamaian, dan kebahagiaan yang dicita-citakan ternyata menghasilkan
jutaan mayat serta puingpuing bangunan yang hancur. Ironisnya, peradaban pengganti yang disebut postmodernisme tetap berbau mesiu dan genangan darah. Apalagi zaman yang baru ini digunakan sebagai jalan tol kapitalisme neoliberal, yang tak lain adalah penjajahan bentuk baru, lewat penaklukan budaya, khususnya gaya hidup. Karenanya, hambatan dan rintangan dari kultur sebelumnya dibabat dengan yel-yel. Tinggalkan narasi besar, lupakan sejarah, gunakan bahasa lisan, enyahkan tradisi dan adat dari benak! Itulah sumber dari debat kusir yang sering berubah jadi bentrokan fisik di masyarakat, akibat pembekuan isi otak secara masif dan terstrutur,” ulas Rubag. “Benar, bentrokan fisik yang berakhir duka akibat muncratnya darah dan raibnya nyawa, sering diakibatkan masalah sepele. Karena meninggalkan sejarah, adat, dan tradisi, unsur nyama braya yang melekatkan persaudaraan selama ratusan
Tertusuk Ilalang’’ juga pernah tayang di negara kincir angin tersebut. “Ini setelah 15 tahun kemudian film saya hadir kembali di sana,” jelas Garin. Di IFFR, film AAJC berganti judul menjadi ‘‘Chaotic Love Poems’’ alias Kekacauan Puisi Cinta,” imbuhnya. Pesan dari film AAJC sangat menarik. Bagaimana perubahan zaman yang kacau dan bergolak ikut memengaruhi kehidupan cinta. Era tahun 70-an karena gejolak ekonomi ikut mengguncang relasi cinta sepa-
sang remaja masa itu, Yulia dan Rumi. Kebangkrutan dan hilangnya pekerjaan pun ikut mengguncang kehidupan rumah tangga. “Barang-barang kecil yang ada masa itu ikut mewarnai perubahan zaman. Semuanya merupakan bagian dari proses kehidupan,” papar Garin. Film ini juga diperindah dengan lagu klasik karya Ismail Marzuki ‘‘Dari Mana Datangnya Cinta’’ dan ‘‘Payung Fantasi’’ serta lagu humor dari Rockability Band indie dari Yogyakarta, ‘‘Cengengesan’’. (pik)
tahun membuat pikiran dan emosi hanya terfokus pada kesekarangan. Padahal kalau mau menyisihkan waktu sedikit buat merenung, kesadaran akan hubungan kekerabatan yang dijalin para leluhur akan mengurangi keberingasan dan kekejaman seseorang pada saudara sesuku. Bila dijauhkan lagi renungan ke masa lebih lampau, akan tercipta rasa kasih terhadap saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Sayang, waktu untuk merenung dan jangkauan pikiran untuk menimbang sejarah sebelum bertindak didepak individualisme, materialism, dan pragmatisme kontemporer. Kesekarangan memberangus masa lampau, juga tidak memedulikan masa yang akan datang. Padahal orang-orang yang berseteru sekarang, belum tentu tidak akan menjadi akrab di masa mendatang, namun kemungkinan itu ditendang dari otak. Jadi, aku setuju dengan pendapat bahwa kita sekarang seperti disedot dan hendak dilumatkan oleh lubang hitam kebudayaan, yang benar-benar membingungkan. Sulit membedakan baik dengan buruk, jujur dengan bohong, benar dengan salah, untung masih bisa membedakan pria dengan wanita karena aurat tetap beda seperti zaman Adam dan Hawa,“ komentar Wahyudita. ‘’Seharusnya kebiasaan menggunakan nalar buat menganalisis berbagai masalah yang muncul di masyarakat ditradisikan di kampus. Kampus sebagai menara air, bukan menara gading, menularkan perilaku mulia dan terdidik tersebut ke jenjang lebih
rendah. Tidak hanya memotivasi, juga memfasilitasi mengingat Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dijunjung sebagai acuan, terutama pengabdian masyarakat. Aku jadi miris menyimak perilaku orang yang mengaku pakar dan dosen mengkritisi habis Tawan, yang oleh media diberi julukan The Iron Man from Bali. Pria beristri dan berputra tiga yang mencari nafkah jadi tukang las perabotan rumah tangga itu, sejak enam bulan mengalami lumpuh di tangan kiri. Awalnya, dia mengalami shock dan frustrasi, namun berkat ilmu yang didapat di sebuah SMK di Denpasar, Tawan merancang tangan robotik yang dikendalikan otak lewat teknologi Electro Enselo Grafi. Tanggung jawab sebagai kepala rumah tangga dan semangat untuk hidup, juga lateral thinking yakni semangat untuk memecahkan masalah dengan memaksimalkan kinerja otak membuatnya berhasil. Tangan robot itu berfungsi sehingga dia bisa menafkahi keluarganya, meskipun Tawan tetap menyatakan karyanya belum sempurna karena berbagai keterbatasan. Keberhasilan itu diekspos media cetak, diikuti media elektronik dan online alias dunia maya. Di samping banyak yang takjub dan memuji, sebaliknya ada dosen yang mengaku pakar robot mengomentari tangan robot Tawan sebagai hoax atau bohong. Padahal itu cuma pengamatan lewat foto di facebook, tidak melihat langsung,” ujar Iwan Wahyudi. “Rupanya pakar atau ilmuwan itu bertabiat seperti politisi yang sering memen-
BPM/pik
tas di TV dengan kebiasaan memfitnah, membuli, dan mengejek. Melihat dari jauh lewat gambar langsung memvonis hoax atau palsu, sembari memaparkan kejanggalan-kejanggalan tangan robot itu. Padahal Tawan bukan dagang obat kaki lima, yang menjajakan penyembuh 1001 macam penyakit atau plasebo. Kalau ragu dan curiga silakan datang dan beri petunjuk yang benar. Aku curiga, agaknya, insan perguruan tinggi masih ada yang menganut paham feodal, yang menganggap orang-orang tidak berpendidikan tinggi sebagai kaum berkasta lebih rendah. Karena masih berstatus rendahan, segala argumen dan karyanya jelek atau berkualitas rendah bahkan palsu. Mirip seperti dulu ada cara argentums ad hominem untuk menjatuhkan martabat sesama intelektual atau artis. Karena Karl Sagan pecandu ganja, karyanya dicap ngawur. Jimmy Hendrix mati karena overdosis musiknya tidak keruan. Nietzsche diketahui secara keturunan mengidap gangguan jiwa semua tulisannya dianggap gila. Paradoks, demi mendukung karya ilmiah tulisan-tulisan mereka yang distigma justru tercantum dalam bibliografi. Mungkin ini yang dimaksud Wahyudita, membenci atau menyukai seseorang jangan terlalu berlebihan. Sebab, siapa tahu kelak, dari benci kemudian jadi suka bahkan cinta? Mungkin inti ajaran Rwa Bhineda seperti ini,“ tambah Adi Saputra. “Meski Tawan mengatakan karyanya belum sempurna dan dikritisi habis, namun dia berani menyatakan penda-
patnya sendiri lewat karya lengan robot. Tanpa sadar dia punya semangat pencerahan yang terkenal dengan teriakan, Sapere Aude! Lagi pula dia menyuguhkan karya tanpa kehendak menjual sebagai barang palsu atau hoax. Itu dibuat demi keberlangsungan hidup rumah tangganya. Seharusnya, pakar yang sirik dan nyinyir tidak perlu membuli apalagi menganggap karya warga Nyuh Tebel, Karangasem itu palsu. Aku sempat terbahak menyaksikan kenyinyiran seorang pakar yang memposting di facebook, sebuah foto kompor, di atasnya ada kuali dan pengaduk yang juga dijejali daging berbumbu. Gambar ini bernarasi, saya juga punya
robot dikendalikan pikiran, yang bisa memasak apa saja yang diperintahkan otak saya. Narasi ini memang untuk menyindir karya Tawan yang dilengkapi teknologi EEG. Pria bertangan lumpuh yang bernama lengkap Wayan Sumardana itu hanya tertawa membaca ejekan, namun menyatakan siap diuji di depan forum pakar robot. Kasihan, karena banyak yang datang, bukan hanya untuk melihat namun mencoba lengan robot tersebut, akhirnya alat kerja Tawan rusak. Hebatnya, dia tidak menyalahkan siapasiapa, namun mengaku teledor menaruh tangan robot itu, sehingga tertimpa air hujan. Sapere aude!“ kata Pacet Sudiarsa. (aridus)