Skip to main content

Edisi 30 Juli 2017 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 328 TAHUN KE 69

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (158 rb Like) http://facebook.com/balipost

minggu umanis, 30 juli 2017

Pengemban Pengamal Pancasila

@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

Diduga Terlibat Kasus ’’Cyber Crime’’

Puluhan WNA Ditangkap di Vila

Mangupura (Bali Post) Tim gabungan Dit. Reskrimsus, Satgas CTOC Polda Bali, Mabes Polri dan kepolisian RRT menggerebek rumah di vila di Jalan Puri Bendesa, Lingkungan Mumbul, Benoa, Kuta Selatan, Sabtu (29/7) kemarin. Petugas menangkap 32 orang asal Tiongkok dan Taiwan karena diduga telibat kasus cyber crime. Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja saat dikonfirmasi membenarkan ada pengungkapan tersebut. Sedangkan Direktur Reskrimsus Polda Bali Kombes Pol. Kenedy menyatakan penggerebekan itu dilakukan berdasarkan koordinasi kepolisian Tiongkok ke Tipiter Mabes Polri. Informasinya komplotan ini beraksi di beberapa negara. Selanjutnya, tim Mabes Polri melakukan penyelidikan berkoordinasi dengan Polda Bali. Hasil penyelidikan dan informasi warga sekitar TKP, aktivitas mereka tidak diketahui karena vila tersebut dikelilingi pagar yang tinggi sekitar tiga meter. “Mabes punya alat canggih menyelidiki penipuan lintas negara via online, SMS, dan telepon,” ungkap Kombes Kenedy. Setelah dicek ternyata tembok belakang vila dibobol dan ditutup pakai tripleks. “Dikatakan jendela, bukan, kalau pintu juga bukan,” ujarnya. Hal. 19 Vila Mewah

Mendag Buka Keran Impor 75.000 Ton Garam Banyuwangi (Bali Post) Krisis garam yang melanda negeri ini mendapat perhatian serius pemerintah pusat. Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukito memastikan sudah meneken izin impor garam. Tak tanggung-tanggung, total mencapai 75.000 ton. Stok ini tak hanya untuk garam konsumsi, namun kebutuhan industri. “Kita sudah keluarkan izin untuk impor garam. Total 75.000 ton ini setelah ada rekomendasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),” kata Mendag usai meresmikan angkutan wisata dan angkot gratis di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (29/7) kemarin. Menurut Mendag, impor garam dirasa perlu untuk memenuhi kebutuhan nasional. Jumlah impor ini, kata dia, hanya untuk tahap awal. “Nanti perkembangannya kita lihat. Sambil menunggu petani garam panen. Impor ini hanya untuk penyeimbang,” ujarnya. Hal. 19 Kalangan Industri

BPM/ist

DIAMANKAN - Puluhan WNA asal Tingkok dan Taiwan diamankan di sebuah vila di Bali.

KPK Siapkan Sanksi Sosial

Suruh Koruptor Sapu Pasar Surabaya (Bali Post) Dukungan terus mengalir kepada KPK di tengah padatnya kegiatan Pansus Angket DPRD. Sejumlah tokoh lintas agama di Jawa Timur, Sabtu (29/7) kemarin, mendeklarasikan dukungan kepada KPK meminta para koruptor diberi sanksi sosial. Desakan agar koruptor diberi sanksi sosial ini juga dituliskan dalam Maklumat Kebangsaan Tebuireng, yang dirumuskan tokoh lintas agama, yang mendukung KPK dari upaya pelemahan oleh Pansus Angket di DPR. Maklumat Kebangsaan Tebuireng diserahkan oleh Gus Sholah kepada Ketua KPK Agus Rahardjo. Ketua Badan Kehormatan BAMAG

LKK Indonesia Hengky Narto Sabdo di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, kepada wartawan Sabtu kemarin, mendorong pemerintah bertindak cepat dalam menegakkan keadilan. KPK agar menindak para pelaku dengan hukuman seberat-beratnya, dimiskinkan, diberi sanksi sosial, jika perlu hukuman mati, katanya.

Menanggapi tantangan tersebut, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan koruptor dapat diberi sanksi sosial dengan disuruh menyapu di pasar. Dia menyambut baik ide para tokoh lintas agama itu agar koruptor diberi sanksi sosial. ‘’Koruptor dapat disuruh bekerja membersihkan pasar,’’ tegasnya. Sanksi sosial itu perlu diberikan kar-

Bali Macet BPM/dok

DEREK - Petugas Dishub menderek mobil yang melanggar parkir.

Tak Miliki Garasi

BERKEMBANGNYA pariwisata terutama di Bali bagian selatan telah memunculkan berbagai masalah. Masalah yang paling utama dihadapi Bali saat ini adalah kemacetan lalu lintas. Berbagai terobosan telah diupayakan oleh pemerintah Provinsi Bali dan daerah, terutama Kabupaten Badung dan Kota Denpasar untuk mengatasi permasalahan tersebut. Namun, terobosan tersebut belum berjalan maksimal dari apa yang diharapkan, bahkan mengalami penurunan. Hal ini diungkap oleh Ketua ICPI (Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia) wilayah Bali, Drs. Ec. I Putu Anom, B.Sc., M.Par., Sabtu (29/7) kemarin. Hal. 19 Dikomplain Wisatawan

Pedestrian Kamboja Kapan Terwujud? RENCANA Pemkot Denpasar menerapkan kebijakan bebas kendaraan (pedestrian) di Jalan Kamboja, tak kunjung bisa terealisasi. Padahal, rencana tersebut sudah dirancang sejak 2007 yang diawali dengan penataan Jalan Kamboja dengan paving dan batu sikat. Hal. 19 Pelanggaran Parkir

BPM/eka

PARKIR - Pedestrian Kamboja justru dipadati kendaraan parkir.

Sulit Stop Pertumbuhan Kendaraan

Bertambahnya jumlah kendaraan tidak diimbangi pengembangan ruas jalan maka kemacetan akan terjadi. Kodisi ini juga terjadi di sejumlah titik di Bali. Jumlah kendaraan bermotor hingga Juni 2017 tercatat 3.898.411 unit. Akibatnya, beberapa titik terjadi kemacetan bahkan itu terjadi di jalur utama dan pusat perekonomian di Bali. PERMASALAHAN banyaknya titik atau daerah rawan kemacetan (DRK) lalu lintas disebabkan banyak titik perpotongan lalu lintas (crossing) dan menyebar di Bali. Juga akibat masih rendahnya tingkat disiplin masyarakat pengguna jalan dalam berlalu lintas. Selain itu, juga dipicu tingginya hambatan samping pada hampir seluruh arus jalan, rendahnya kapasitas jalan akibat penerangan manajemen lalu lintas yang kurang tepat, volume kendaraan yang cukup tinggi pada jamjam tertetu dan beberapa titik sebagai tempat sekolah. “Jangan berpikir macet saja. Selama masih ada transportasi, tidak ada perkembangan jalan pasti terjadi kemacetan. Karena produksi (kendaraan -red) dan konsumen tidak pernah berhenti. Kalau kita hitung, jumlah kendaraan masuk ke Bali setiap hari berapa? Belum ditambah kendaraan luar berwisata ke Bali,” tegas Direktur Direktorat Lantas Polda Bali Kombes Pol. Anak Agung Made Sudana, beberapa waktu lalu. Hal. 19 Jumlah Kendaraan

ena banyak koruptor yang tak merasa bersalah. Supaya menjadikan koruptor malu. ‘’Saya ingin di undang-undang ada sanksi sosial, di samping dirampas hartanya, bila perlu kerja bakti menyapu pasar pakai baju kuning, ada yang diarak di jalan, tutur Agus. Hal. 19 Belum Diatur

SEBAGAI negara berkembang, Indonesia akan dihadapi dengan kondisi kemacetan, termasuk di Bali. Apalagi sejak awal tata ruang tidak dipersiapkan untuk mengantisipasi kemacetan sehingga sulit dicarikan solusi. Menurut Kasat Lantas Polresta Denpasar, Kompol Heri Supriawan, kalau bicara macet itu sebenarnya mengacu pada demand dan supply. Artinya, pertumbuhan kendaraan tidak seimbang dengan kapasitas jalan. ‘’Sebenarnya, apa yang bisa dilakukan mengatasi macet adalah mempersempit pertumbuhan kendaraan. Hal. 19 Jalan Diperluas

TRANSPORTASI BALI 2017

3.340.762

398.167

148.709

10.081

BPM/dok

MACET - Kota Denpasar sangat rawan macet SEPEDA akibat ruas jalan yang sempit. MOTOR

MOBIL PENUMPANG

MOBIL BARANG

BUS

641 KEND. KHUSUS

Mengurai Kemacetan di Kuta

Perlunya Kantong Parkir dan Jalur Kereta Api Kemacetan di Kuta dan Legian saat ini belum bisa tertangani. Hal ini perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait, apalagi Kuta sebagai kawasan wisata dunia, tentu menjadi perhatian. BENDESA Adat Kuta, Wayan Swarsa, mengatakan, sebetulnya penyebab kemacetan di Kuta paling parah berasal dari bundaran Tuban. Apabila di sana sudah macet, tentu berpengaruh pada arus lalin di utara di sepanjang By-pass Ngurah Rai. Hal itu tentu juga berpengaruh pada arus lalin di kawasan Tuban. “Kalau di situ sudah macet, otomatis di Kuta juga macet,” katanya. Menurutnya, beberapa titik yang memang lalu lintasnya pa-

dat merayap, seperti di kawasan Legian yaitu di Ground Zero. Di sini, kemacetan lebih banyak disebabkan oleh taksi yang biasanya ngetem terutama pada pukul 24.00 wita. Kondisi itu saat ini sudah mulai diatur dan ditertibkan oleh desa adat. Dia menilai tidak hanya arus lalin yang perlu diatur, namun juga masalah parkir di badan jalan. Hal. 19 Jalur Krodit

MACET - Kemacetan di sebuah ruas jalan di Kuta.

BPM/edi


DAERAH

2

Minggu Umanis, 30 Juli 2017

Semangat Pengabdian yang Tulus Mangupura (Bali Post) Semangat pengabdian yang tulus, rela berkorban, dan dedikasi yang tinggi merupakan nilai luhur yang telah ditunjukkan oleh para pelopor dan perintis TNI Angkatan Udara. Nilai-nilai yang luhur tersebut merupakan nilai yang bersifat kekal dan terus berkembang serta tumbuh subur dalam diri setiap prajurit TNI Angkatan Udara yang akan tetap relevan tidak akan pernah rentan oleh waktu. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Komandan Lanud Ngurah Rai Kolonel Pnb Wayan Superman saat menjadi inspektur upacara peringatan ke-70 Hari Bhakti TNI Angkatan Udara yang digelar di lapangan apel Pangkalan TNI Angkatan Udara Ngurah Rai, Sabtu (29/7) kemarin. Menurutnya, perjuangan dan pengabdian saat ini telah berubah. Demikian juga tantangan tugas yang harus dihadapi oleh TNI Angkatan Udara sekarang dan pada masa depan yang akan semakin berat dan kompleks. Hal itu seiring dengan dinamika perkembangan lingkungan strategis yang berubah begitu cepat. “Berpikir rasional merupakan bagian penting dalam merencanakan suatu kegiatan, dengan melakukan perhitungan-perhitungan yang matang, sehingga diperoleh hasil yang efektif dan efisien dengan menyetarakan antara kebutuhan ideal dengan kemampuan dari sumber daya yang dimiliki,” ujarnya. Dijelaskannya, poin penting lainya adalah bersinergi antara satu dengan yang lain. Hal tersebut mengandung arti bahwa tidak ada satu orang pun yang lebih hebat, tidak ada satu kelompok pun yang lebih menonjol. “Yang ada adalah we are the system, we are the unity and we are the Indonesian air force,” tegas Kasau. (kmb23)

Resahkan Warga dan Tak Kantongi Izin

Satpol PP Tutup Warung Bulan Bar dan Karaoke

Bangli (Bali Post) -

Keberadaan Warung Bulan Bar dan Karaoke yang berlokasi di Banjar Gancan, Kelurahan Bebalang, Bangli ditutup paksa petugas dari Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bangli, Jumat (27/7) malam. Penutupan dilakukan lantaran keberadaan warung mi yang sekaligus menyediakan hiburan malam itu mendapat banyak penolakan dari masyarakat setempat. Petugas juga menutup paksa warung tersebut lantaran tak mengantongi izin.

BPM/kmb23

PERINGATAN - Komandan Lanud Ngurah Rai Kolonel Pnb Wayan Superman (kanan) saat menjadi inspektur upacara peringatan ke-70 Hari Bhakti TNI Angkatan Udara yang digelar di lapangan apel Pangkalan TNI Angkatan Udara Ngurah Rai, Sabtu (29/7) kemarin.

Kurir Sembunyikan Narkoba di Tutup Mesin Motor

Denpasar (Bali Post) Tim Opsnal Dit. Resnarkoba Polda Bali bersama Satgas CTOC menangkap penyelundup sabu-sabu (SS) 203 gram berinsial S (40) di Pos II Pemeriksaan Pintu Keluar Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Jumat (28/7). Tersangka menyembunyikan narkoba itu di dalam tutup mesin sepeda motor Honda Vario. Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja, Sabtu (29/7) kemarin, mengatakan penangkapan dilakukan pukul 11.45 wita. “Ini modus baru agar tidak terlacak petugas. Tapi ini bisa terungkap hasil penyelidikan,” ujarnya. Hasil pemeriksaan tersangka mengaku disuruh mengambil narkoba di Surabaya. “Barang terlarang itu untuk dibawa ke Bali dari seseorang dan pelaku mendapat upah Rp 3 juta. Setelah SS itu diterima lalu dimasukkan ke dalam tempat mesin sepeda motor berpelat P tersebut. Selanjutnya, tersangka langsung menuju Bali. Perkiraan tersangka tidak mungkin polisi bisa mengendusnya. Berkat kejelian petugas dan informasi masyarakat, akhirnya tersangka terlacak sedang menyeberang menuju Bali. “Saat turun dari kapal, tersangka langsung ditangkap,” tegas Hengky. Setelah menangkap tersangka, polisi lalu membuka mesin bagian bawah dan ditemukan paket klip besar berisi SS seberat 203,00 gram. Selain itu, disita sepeda motor Honda Vario warna hitam nopol P 2764 YI, jaket jin Lois warna biru, 1 HP Nokia warna hitam, dan 1 HP Samsung warna hitam silver. Sanjutnya, tersangka dibawa ke Polda Bali. (kmb36)

BPM/ist

NARKOBA - Narkoba yang disembunyikan di balik tutup mesin sepeda motor.

BPM/kmb40

SEGEL - Petugas menyegel Warung Bulan Bar dan Karaoke di Banjar Gancan, Kelurahan Bebalang, Bangli.

Sebelum akhirnya ditutup paksa petugas, Warung Bulan Bar dan Karaoke yang berdiri tanpa mendapat persetujuan warga itu rencanya akan dilaunching oleh pemiliknya pada Jumat (27/7) sekitar pukul 11.00 witta. Namun, acara itu batal karena owner dari warung tersebut yakni I Nengah Nuriada sakit stroke dan dirawat di rumah sakit. Acara launching warung tersebut juga batal setelah

petugas Satpol PP bersama kepolisian datang ke lokasi dan meminta kepada anak Nuriada untuk tidak mengoperasikan warung. Petugas datang ke lokasi sebelum acara launching dimulai untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Terlebih sesaat sebelum Warung Bulan di-launching mencuat adanya isu demo yang menolak keberadaan warung tersebut. Selanjutnya pada malam ha-

rinya sekitar pukul 20.00 wita, pihak pengelola ternyata kembali membuka warung tersebut. Pihak pengelola beralasan membuka warung itu kembali karena telanjur menyebar undangan launching. Malam itu juga petugas Satpol PP dan polisi yang telah mendapat informasi itu, akhirnya mengambil tindakan tegas dengan menutup paksa warung tersebut. Penutupan dilakukan karena keberadaannya meresahkan warga dan tak mengantongi izin. Dikonfirmasi siang kemarin, Sekretaris Dinas Satpol PP dan Damkar Bangli, Dewa Agung Suryadarma, membenarkan bahwa pihaknya Jumat malam melakukan penutupan terhadap Warung Bulan Bar dan Karaoke. Dalam penutupan itu, pihaknya mengaku menemukan bir dan beberapa orang karyawan per-

empuan di dalam tempat itu. Dijelaskan Suryadarma, sebelum berdiri menjadi Warung Bulan Bar dan Karaoke, pihaknya sempat menjajaki pemilik lahan saat proses pembangunan itu berjalan. Awalnya pihak pemilik menyatakan bahwa bangunan itu dibangun untuk dipakai gudang. Karena hanya gudang, warga setempat pun setuju dan tidak mempersoalkan. Namun dalam perjalanannya, bangunan tersebut ternyata tidak sesuai dengan yang dikatakan sebelumnya. Oleh pihak pemilik, bentuk bangunannya dibuat menyerupai bangunan kafe. Melihat hal itu, warga pun kemudian menolak keberadaan warung tersebut. “Karena tidak mengantongi izin bar dan karaoke dan keberadaannya mendapat penolakan masyarakat, warung itu akhirnya kami segel,”

terangnya. Kapolsek Kota Bangli Kompol Dewa Mahaputra yang dikonfirmasi terpisah juga mengakui hal tersebut. Dikatakan Kompol Mahaputra bahwa warung bar dan karaoke itu ditutup karena tidak megantongi izin keramaian dari Polres Bangli. Sementara itu, Klian Adat Gancan, Wayan Sunarta, mengatakan, pemilik Warung Bulan Bar dan Karaoke sudah menyalahi surat perjanjian. Pemilik tempat itu kata Sunarta sebelumnya mengajukan izin pembangunan gudang. Tetapi setelah berjalan gudang itu justru dijadikan warung sekaligus tempat hiburan malam. “Pemiliknya sudah sempat diundang dalam paruman. Oleh krama aktivitas menyerupai kafe tersebut ditolak,” ungkapnya. (kmb40)

Peminat Masuk PNB Meningkat

BPM/kmb23

SELEKSI - Suasana Seleksi masuk Poltek Bali, melalui jalur UMPN Mandiri, Sabtu (29/7) kemarin.

Mangupura (Bali Post) Politeknik Negeri Bali (PNB) merupakan salah satu perguruan tinggi vokasi di Indonesia di bawah Kementerian Ristek Dikti. Sesuai dengan visi dan misi yang dimiliki, PNB memiliki target, menyiapkan SDM yang terdepan, professional, dan berdaya saing internasional. Sebagai salah satu pendidikan tinggi vokasi, saat ini PNB mulai banyak diminati. Setelah sebelumnya dilaksanakan seleksi masuk tahap I melalui jalur PMDK-PN dan tahap II melalui UMPN Nasional, Sabtu (29/7) kermarin dilaksanakan ujian masuk tahap III melalui jalur UMPN Mandiri (TBS). Sebelumnya untuk seleksi jalur PMDK-PN, diikuti oleh 8.655 orang. Sedangkan seleksi

jalur UMPN Nasional sebanyak 1.646 ditambah seleksi kerja sama PLN sebanyak 346 orang. Untuk seleksi UMPN Mandiri ini diikuti oleh 889 orang. “Untuk jalur UMPN Mandiri, sebelumnya kami menargetkan sebanyak 600 orang. Saat ini sudah melebihi target yaitu sebanyak 889 orang. Ini membuktikan masyarakat mulai memilih perguruan tinggi vokasi,” kata Wakil Direktur I Politeknik Negeri Bali , Putu Mertha Astawa, yang ditemui usai pelaksanaan ujian masuk. Dikatakannya, untuk total kuota penerimaan tahun ini disiapkan sebanyak 1.620 orang untuk semua jurusan. Adapun jurusan yang dimiliki di PNB yaitu sebanyak 6 jurusan dengan 14 program studi (prodi). Untuk jurusan Pariwisata terda-

pat 3 prodi. Jurusan Administrasi Niaga ada 2 prodi, Akuntansi terdapat 2 prodi, Teknik Sipil 2 prodi, Teknik Elektro 3 prodi, dan Teknik Mesin ada 2 prodi. “Yang paling banyak peminatnya yaitu jurusan Akuntansi dan Jurusan Pariwisata termasuk MBI yang juga menjadi favorit,” ujarnya. Menurutnya, dari data yang ada, peminat yang ingin masuk di PNB, tidak hanya dari Bali, namun juga dari 23 provinsi di Indonesia. Dibandingkan dengan tahun lalu, peserta yang mengikuti seleksi tahun ini mengalami peningkatan sangat signifikan, yaitu peningkatan hampir 28 persen. Ujian masuk UMPN jalur mandiri ini akan diumumkan pada tanggal 3 Agustus secara online melalui Website. (kmb23)

Pembangunan Pasar Badung Dimulai

Rai Mantra Komit Pertahankan Keberadaan Pasar Tradisional WALI KOTA Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, meletakkan batu pertama tanda dimulainya pembangunan Pasar Badung Sabtu (29/7) kemarin. Pembangunan Pasar Badung dimulai setelah PT Nindya Karya sebagai pemenang untuk pelaksanaan pembangunan Pasar Badung tahap pertama. Peletakan batu pertama ini dihadiri juga Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, beserta instansi terkait. Dalam jumpa persnya, Wali Kota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, menyampaikan komitmennya untuk mempertahankan pasar tradisional. Untuk itu, ia mengaku terus gencar melakukan revitalisasi pasar termasuk juga membangun Pasar Badung menjadi pasar tradisional terbesar. “Kami pada intinya cepat merampungkan pembangunan Pasar Badung sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Sehingga, semua pedagang bisa cepat kembali berjualan di Pasar Badung ini,” ujarnya. Lebih lanjut, Rai Mantra me-

nambahkan pembangunan Pasar Badung tahap pertama yang batas waktunya sampai tanggal 22 Desember akan dilanjutkan dengan pembangunan tahap kedua. Anggaran untuk pembangunan Pasar Badung tahap kedua melalui APBD Kota Denpasar. Untuk pembangunan tahap kedua juga akan dilaksanakan lelang terbuka seperti pada pelaksanaan lelang tahap pertama. “Kami berharap semua berjalan sesuai dengan rencana sehingga lebih mempercepat para pedagang bisa berjualan kembali,” harap Rai Mantra. Untuk pedagang yang akan menempati Pasar Badung setelah rampung dibangun, menurut Rai Mantra sesuai dengan data pedagang yang selama ini telah berjualan di Pasar Badung. “Kita tentu akan mengutamakan pedagang Pasar Badung yang telah berjualan di Pasar Badung sebelum terbakar. Semua pedagang tersebut tertampung dulu untuk berjualan kembali,” ujar Rai Mantra. Kepala Dinas Perdagangan Kota Denpasar, I Wayan Gatra,

menambahkan setelah dilaksanakan upacara macaru dan peletakan batu pertama, pertanda dimulai pembangunan Pasar Badung. Lebih lanjut Gatra menambahkan pembangunan Pasar Badung tahap I ini meliputi pembuatan dua lantai basement dan lantai dasar. Pola ini dilakukan menindaklanjuti rekomendasi Kementerian Perdagangan, terkait penggunaan dana tugas perbantuan (APBN) sebesar Rp 75 miliar. Sedangkan dana pendampingnya sudah dialokasikan Rp 15 miliar. Menurut Gatra, setelah rampung pembangunan lantai satu diharapkan Pasar Badung dapat difungsikan untuk para pedagang. Namun, mengingat pembangunan tahap kedua akan dilanjutkan sampai pembangunan lantai IV maka para pedagang belum bisa menempati lantai satu sampai rampungnya seluruh pembangunan Pasar Badung yang direncanakan sampai akhir 2018. Marketing Manager Rigion VII PT Nindya Karya, Alfriady Zuliansyah, mengatakan setelah peletakan batu pertama ini,

pihaknya akan bekerja sesuai target yang telah ditentukan. Untuk itu, beberapa blok beton bangunan akan dibuat di luar Bali dan dirakit saat pembangunan Pasar Badung ini. “Kami

berharap semua berjalan sesuai dengan target yang telah ditentukan sehingga Pasar Badung bisa dimanfaatkan dengan cepat oleh masyarakat,” ujarnya. (ad2259)

BATU PERTAMA – Wali Kota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, yang didampingi Ketua DPRD I Gusti Ngurah Gede melakukan peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan Pasar Badung.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Minggu Umanis, 30 Juli 2017

seremonial

Jalan di Kampus Unud Bukit Jimbaran Jadi Model Aspal Plastik

MATERIAL jalan memanfaatkan limbah plastik terbilang baru di Indonesia. Tidak seperti di India yang sudah lama mengaplikasikan aspal plastik tersebut. Mengingat inovasi ini diyakini dapat mengurangi sampah, khususnya plastik yang menjadi momok bangsa termasuk Bali. Itu sebabnya aspal plastik kini tengah dikembangkan oleh Kementrian PUPR bekerja sama dengan Kemenko Bidang Kemaritiman. Penerapan teknologi pemanfaatan limbah plastik sebagai material jalan ini pertama kali diujicoba pada jalan di Universitas Udayana (Unud), Kampus Bukit Jimbaran, Sabtu (29/7) kemarin. “Sebelum diterapkan, perlu ada model. Kementrian merencanakan di Bali, yakni Universitas Udayana. Kami menyiapkan lahan atau jalan sepanjang 2 km, tapi mungkin hanya 1,5 km yang terpakai,” ujar Wakil Rektor IV Universitas Udayana Prof. Drs. I Made Suastra, Ph.D. Menurut Suastra, lahan yang disiapkan adalah jalan di depan rektorat menuju perpustakaan dan Fakultas Hukum. Jalan beraspal plastik di Unud akan dipakai untuk ujicoba ketahanan maupun pengembangan lainnya dari Kementrian. Selain itu, para peneliti di Unud juga bertugas membuat kajian terkait aspal plastik tersebut. “Kekuatan plastik perlu dikaji lebih jauh. Berapa persen sih plastiknya supaya lebih kuat, apakah lima atau sepuluh persen. Kalau lebih banyak plastik bagaimana, itu kan tugas peneliti Unud membuat kajiannya,” jelas Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja sama dan Informasi ini. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementrian PUPR Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan, pengaspalan satu lapis pada jalan sepanjang 1 km dengan lebar standar tujuh meter membutuhkan kurang lebih dua setengah ton plastik. Bila dilakukan dengan dua lapis, kebutuhannya pun meningkat menjadi lima ton plastik. Secara sederhana, aspal plastik dikatakan lebih lengket sehingga stabilitas dan daya rekatnya lebih baik, serta lebih tahan terhadap deformasi. Namun

LIMBAH - Suasana ujicoba penerapan teknologi pemanfaatan limbah plastik sebagai material jalan di kampus Unud, Sabtu (29/7). perlu waktu satu hingga dua tahun untuk melihat seberapa tahan atau durability-nya. “Kita mengamati terus nanti, kita lihat apa yang terjadi. Selain di dalam kampus, juga diujicoba di Jl. Mahendradatta yang lalu lintasnya lebih tinggi. Kalau di Jakarta bahkan diujicoba di daerah Bekasi, yang lebih berat lagi. Rangkaian proses ini akan melengkapi data-data yang nanti kita jadikan panduan manual, sehingga bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Indonesia,” terangnya. Danis menambahkan, lokasi-lokasi lain yang memungkinkan untuk penerapan aspal plastik juga tengah diidentifikasi. Utamanya yang memiliki banyak sumber plastik. Dalam hal ini, plastik yang bercampur sampah perlu dipilah, dibersihkan kemudian diproses. Teknologi ini sekaligus solusi terhadap masalah sampah yang tidak termanfaatkan. “Kampus ini kami harapkan bisa mensosialisasikan dan bisa juga menjadi bahan penelitian lebih lanjut yang diperlukan,” imbuhnya. Sementara itu, Deputi Bidang Sumberdaya Manusia, IPTEK, dan Budaya Maritim, Kemenko Bidang Kemaritiman Dr. Ir. Safri Burhanuddin, DEA., mengatakan aspal plastik merupakan bagian dari rencana aksi nasional mengurangi jumlah sampah yang ada di Indonesia. Terutama

sampah plastik yang akan dikurangi hingga 70 persen sampai tahun 2025. Tahapan dari rencana aksi nasional itu dimulai dengan upaya edukasi kepada masyarakat, mengurangi sampah di laut dan di darat dengan law enforcement dan mencari solusi atas sampah yang sudah ada. “Kami minta bantuan Kementrian PUPR dapat solusi, di mana menggunakan limbah sampah khususnya plastik kresek ini untuk dicampur dengan aspal yang akhirnya kita lihat kekuatan aspal naik sampai 40 persen,” ujarnya. Untuk ketersediaan bahan baku plastik, Safri mengaku telah bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Daur Ulang Plastik Indonesia (Apdupi). Apdupi dikatakan sudah menyiapkan pengumpulan sampah di 16 kota besar. Nantinya Kementrian PUPR hanya tinggal meminta untuk keperluan aspal plastik. Di Bali sendiri solusi ini diharapkan dapat mengurangi 14 persen sampah plastik dari total produksi sampah 1.000 ton per hari. “Kita tentu lihat dari TPA Suwung, tapi kita harapkan sebelum sampai di Suwung sampah-sampah itu sudah bisa dipisahkan dulu. Makanya teman-teman dari bank sampah bisa mereduksi sebelum sampai ke Suwung. Jadi kita bisa mengurangi beban dari Suwung sendiri,” tandasnya. (ad2256)

Karya di Pura Dalem Gunung Sari

Berawal dari Perbaikan Enam ’’Pelawatan” KARYA Ngenteg Linggih Lan Pedudusan Wraspati Kalpa Agung Pura Dalem Gunung Sari dan Linggih Begawan Penyarikan Banjar Lantang Bejuh, Sesetan, Denpasar, memasuki puncaknya, Sabtu (29/7) kemarin. Pertama-tama dilaksanakan guru piduka, lalu ngenteg beras yang berarti warga sudah siap melaksanakan upacara. Puncak Karya di-puput Ida Pedanda Bang Buruan Manuaba, Ida Pedanda Buda Griya Jadi dan Ida Rsi Bujangga Putra Sara Sri Satya Yoni. Kelian Adat Banjar Lantang Bejuh Ir. I Made Darsa mengatakan, karya berawal dari perbaikan enam palelawatan yang menjadi sesuhunan di Pura Dalem Gunung Sari. Masingmasing Ratu Gede (berbentuk Barong Landung), Jero Luh, Ratu Ayu dan tiga Pragina. Mengingat usia palelawatan sudah sangat lama dan tidak ada yang tahu kapan terakhir diperbaiki. “Maksudnya perbaikan secara total, banyak di antara kita yang tidak tahu sehingga melalui rapat banjar disepakatilah bahwa kita akan memperbaiki secara total, keseluruhan, dengan catatan tidak akan merubah bentuk yang lama,” ujarnya. Setelah itu, lanjut Darsa, dilakukanlah upacara munggel sebelum akhirnya memperbaiki palelawatan. Pada hari raya Kuningan yang lalu, telah diadakan upacara pamelaspasan dan pasupati di-puput Tri Sadaka untuk pertamakalinya di Banjar Lantang Bejuh. Tri Sadaka yang dimaksud yakni Pedanda Buda, Pedanda Siwa dan Rsi Bujangga. “Setelah itu kami lakukan penyucian. Kalau di sini kami tidak melakukan di kuburan, tapi di Pura Kahyangan Tiga (Puseh, Kahyangan dan Dalem). Lalu kami lakukan lagi mesuci yang kedua di Pura Dalem Karang Boma. Prosesi terakhir dilaksanakan pecalonarangan atau napak pertiwi pada 29 Juni lalu,” jelasnya. Darsa menambahkan, untuk karya ngenteg linggih yang puncaknya dilaksanakan saat Tumpek Wayang kemarin, dimulai sejak 14

PURA - Palelawatan di Pura Dalem Gunung Sari. Juli lalu dan berakhir 7 Agustus mendatang. Kendati berada di Banjar Lantang Bejuh dan diempon warga setempat, Pura Dalem Gunung Sari juga banyak didatangi warga di Desa Sesetan, luar desa bahkan luar kecamatan. Kepala Lingkungan Banjar Lantang Bejuh I Nyoman Dudy Gunarsa mengaku sangat bangga dan berbahagia dengan antusiasme warga untuk melaksanakan karya yang terbilang besar ini. Begitu juga mengucapkan terima kasih atas partisipasi Pemkot Denpasar, utamanya Wali Kota dan beberapa anggota DPRD yang sempat hadir dalam upacara Ngingsah. Warga yang dibagi dalam beberapa kelompok atau tempekan, bahu- membahu menyiapkan upakara. “Kalau banten gebogan itu, warga wajib membuat. Kalau banten untuk upakara ini cuma ada beberapa saja yang dibuat oleh warga, banten inti dari Jero Mangku Kadek,” ujarnya. Menurut Dudy, biaya pelaksanaan karya didapat dari iuran warga agar timbul rasa memiliki terhadap karya. Selain itu, didapat dari penggalian dana berupa bazzar serta sumbangan dari Pemkot Denpasar, LPD, Jero

bendesa, dan warga banjar adat. Sementara itu, Ketua Seksi Upakara Pinandita Kadek Adi Indrayana mengatakan, rangkaian puncak karya diisi pula dengan upacara pacaruan menggunakan Caru Panca Kelud dengan kambing dan Caru Manca Sanak Madurga dengan babi. Ada juga upacara pamelastian dan ngelinggihang palelawatan di Jeroan Pura Dalem Gunung Sari. “Prosesi upacara ini dilaksanakan ketika ada perbaikan palelawatan Ida Bhatara, unen-unen bebaronan sebagai simbol pemersatu. Kebetulan di sini perwujudannya adalah barong landung yang merupakan simbol dari kemakmuran. Barong Landung yang distanakan di sini adalah Ida Ratu Gede Meraga Putus,” tuturnya. Pinandita Kadek menambahkan, rangkaian karya dilanjutkan dengan panganyaran pada 30 dan 31 Juli. Lalu upacara Makebat Daun, Nangun Ayu pada 1 Agustus untuk memberikan “pupuk” pada apa yang sudah dilaksanakan sehingga dapat hidup dengan subur. Setelah tujuh hari kemudian akan dilaksanakan upacara Nyenukin dan Nyegara Gunung. (ad2257)

’’Buda Wage Kelawu”, Piodalan di Pura Luhur Sri Rambut Sedana, Jatiluwih BUDA Wage Kelawu, Rabu (2/8) mendatang adalah puncak piodalan di Pura Luhur Sri Rambut Sedana, Desa Pakraman Jatiluwih. Manggala Karya I Nengah Sukra didampingi penyarikan I Ketut Sukarya menjelaskan rangkaian puncak piodalan dimulai sejak pukul 07.00 Wita. Ida Bhatara nyejer selama tiga hari dan masineb hingga Sabtu (5/8) pukul 24.00 Wita. Untuk itu pamedek diminta tangkil saat nyejer penangkilan hingga Sabtu mulai pukul 07.00 Wita sampai puput. Seperti diketahui, Pura Luhur Sri Rambut Sedana merupakan pura tua yang berlokasi di lereng Gunung Batukaru, tepatnya di Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Untuk menuju lokasi Pura, dari pusat Kota Tabanan ke arah

Utara umat sedarma mengikuti jalan menuju DTW Jatiluwih kurang lebih 40 km dari kota Tabanan. Dari DTW Jatiluwih ke arah utara, di sana sudah ada penunjuk jalan menyusuri jalan yang hanya cukup dilalui oleh satu

Dudonan Pujawali Ida Bhatara Luhur Sri Rambut Sedana 2 Agustus 2017 Pukul 07.00 Wita - selesai : Pujawali/Penangkilan 3 – 5 Agustus 2017 Pukul 07.00 Wita – selesai : Nyejer/Penangkilan 5 Agustus 2017 Pukul 07.00 Wita – 23.30 : Penangkilan, pukul 24.00 Wita : Munggah Mesineb

kendaraan, namun jalan ini sudah dibeton sehingga kendaraan akan dengan lancar sampai di lokasi pura. Pura Luhur Sri Rambut Sedana diyakini sebagai tempat untuk memohon anugrah kemakmuran dan kemuliaan, dilihat dari etimologi kata Sri berarti cantik, subur, makmur, juga kemuliaan. Sedangkan se-dana berarti memberi sehingga Bhatara Sri Sedana dapat diartikan sebagai beliau yang memberi kemuliaan atau memberi kemakmuran. Dalam Purana, Dewa yang melimpahkan kemakmuran kepada seluruh alam adalah Dewi Laksmi, sehingga di pura ini diyakini sebagai tempat memuja Ida Sang Hyang widhi sebagai manifestasi Dewi Laksmi atau kalau di Bali dikenal dengan sebutan Ida Bhatara Sri Rambut Sedana. (sue)

3

Pengobatan Tradisional Jnana Marga Candu Asmara

BAGI sebagian besar orang memiliki gairah seksual yang tinggi dan mampu bercinta berkali–kali adalah hal yang luar biasa dan membahagiakan. Apalagi ada anggapan keperkasaan pria identik dengan besarnya gairah dan seberapa sering mereka berhubungan intim. Apakah benar demikian? Grand Master Metafisika Indonesia Bali, ahli seksual dan terapis pengobatan tradisional Jnana Marga I Nengah Edy Warsita, dengan tegas menyangkal hal tersebut. Walau bercinta dianggap sebagai kegiatan yang menyenangkan, jika di lakukan secara berlebihan, apalagi sampai kecanduan akan berdampak buruk bagi kesehatan dan kehidupan sosial seseorang. Gairah seksual yang cukup besar tanpa mampu dikendalikan dengan baik, sering disebut sebagai gangguan hiperseksual. Seorang hiperseksual rentan terhadap berbagai macam penyakit. Baik fisik, psikis maupun sosial. Seperti penyakit kelamin. Kebutuhan seksual yang begitu besar dan tidak terkendali membuat mereka mudah berganti–ganti pasangan. Termasuk pada pelaku seks berisiko. Impotensi. Melakukan masturbasi berlebih, salah satu cara melampiaskan dorongan seksual. Lama kelamaan membuat kemampuan ereksi menjadi lemah dan berisiko impotensi. Stres dan Depresi. Penderita hiperseksual biasanya tidak bisa kontrol dan berhenti untuk memikirkan hal–hal yang berbau seksual. Dorongan yang menggebu untuk disalurkan membuat mereka stres dan depresi. Melakukan tindakan kriminal atau kekerasan seksual dan lain–lain. Selain faktor bawaan, menurut Owner Pengobatan tradisional Jnana Marga dan Training Centre Metafisika Indonesia Bali ini, ada beberapa kondisi yang memicu seseorang menjadi hiperseksual di antaranya, obat–obatan, pornografi, pasangan tidak memuaskan, pecandu alkohol atau narkoba dan lain–lain. Apapun penyebabnya, seorang penderita hiperseksual sangat membutuhkan seorang terapist, di samping juga kemauan yang kuat dari diri sendiri untuk keluar dari penderitaan tersebut. Pengobatan Tradisional Jnana Marga, beralamat di jalan Gatot Subroto I, Gang Jnana (1 km arah utara Apotek Anugrah) Denpasar. Telp. 085102111600 menggunakan metode penyembuhan energi Janur Sakti dan kekuatan Piramida membantu menyembuhkan penderita secara fisik dan penyembuhan secara metafisika untuk menata, menguatkan dan mengendalikan pikiran kearah yang baik dan positif. Sehingga penderita mendapatkan kesembuhan yang sempurna

I Nengah Edy Warsita secara fisik maupun psikis. Metode ini juga efektif untuk menyembuhkan berbagai macam masalah seksual pria, seperti ejakulasi dini, libido rendah/kehilangan libido, hiperseksual (menyeimbangkan energi seksual), infertilitas (susah memiliki anak), menambah ukuran mr. P. dan lain–lain. Juga mampu menangani, memperbaiki dan menenangkan pikiran yang kacau dan menyembuhkan pikiran–pikiran yang sakit. Jnana Marga Training Centre Metafisika Indonesia Bali juga membuka dan memberikan pelatihan dan aktivasi energi metafisika. Energi ini berfungsi untuk mengendalikan ejakulasi, menguatkan kerja jantung dan ginjal. Karena untuk mendapatkan seks sehat dan berkualitas antara kinerja jantung dan ginjal harus selaras dan harmoni. Selain itu, energi ini berfungsi untuk kesehatan secara menyeluruh. Sudah tergabung dalam IPATRI, LP3I dan izin dari dinkes no: 448.3/3.PT.29.VI.12/ DIKES. Buka setiap hari Senin–Sabtu pk. 10.00 – 17.00 Wita. (ad2258)

Peresmian Sekretariat DPP IHGMA di LSPR Denpasar (Bali Post) Setelah setahun terbentuk pada 20 April 2016 lalu, Dewan Pimpinan Pusat Indonesian Hotel General Manager Association (DPP IHGMA) kini membuka sekretariat di Bali tepatnya di London School of Public Relation (LSPR). Peresmian sekretariat DPP IHGMA tersebut dilaksanakan pada Jumat (28/7). Sejak berdiri selama setahun, IHGMA telah memiliki 594 anggota. DPP IHGMA menargetkan general manager hotel yang bergabung adalah 800-1.000 anggota. Wakil Ketua Umum DPP IHGMA, I Made Ramia Adnyana, S.E., M.M., CHA., membuka secara simbolis sekretariat DPP IHGMA dengan pemotongan tumpeng. Ia mengatakan, sekretariat DPP IHGMA ini bekerja sama dengan LSPR. LSPR dipilih sebagai sekretariat dalam rangka meningkatkan kinerja IHGMA sebagai asosiasi yang baru berdiri setahun. Meski demikian, IHGMA telah memiliki agenda yang cukup banyak. Yaitu peningkatan SDM khususnya GM, social CSR, dan environment programme. Termasuk juga agenda International Hotel General Manager exhibition dan conference pada bulan September nanti bersamaan dengan konferensi PR se-ASEAN, dan agenda lainnya. Banyak kegiatan yang dilakukan dalam rangka menjadikan Bali as the home of hospitality. “Jadi, saya berharap apa pun yang berkaitan dengan pariwisata Bali

BPM/kmb42

PERESMIAN - Acara peresmian sekretariat DPP IHGMA dilaksanakan pada Jumat (28/7) di London School of Public Relation (LSPR). harus terdepan dan nomor 1, itu cita-cita DPP IHGMA,” ujarnya. Cita-cita tersebut didukung juga dengan tersedianya 200.000 kamar hotel di Indonesia, 130.000 di antaranya berada di Bali dan 98.000 berada di Badung. Alasan itu pula yang membuat Bali dipilih sebagai seketariat DPP IHGMA. Dewan Kehormatan DPP IHGMA, Reza Sunardi, mengatakan, IHGMA telah menjalin kerja sama dengan LSPR terutama dalam meningkatkan SDM. “Jadi di Bali kita perlu mempelari how to do bukan what to do, kita kadang-kadang

jagonya what to inform bukan how to inform. Jadi, kolaborasi antara PHRI, IHGMA dan LSPR akan memperbaiki bagaimana how to inform. Jadi, nanti kita akan berkolaborasi bagaimana membuat press release, bulletin, dll,” bebernya. Pendiri LSPR, Prita Kemal Gani, mengatakan akan mendukung program-program yang akan dilakukan oleh DPP IHGMA. LSPR selain sebagai sekretariat, tempat meeting LSPR juga membantu kegiatan IHGMA dengan melibatkan staf LSPR. (bns1)

Asops Kasal Resmikan Bakti TNI Angkatan Laut di Bali

Denpasar (Bali Post) Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal) Laksamana Muda TNI I.N.G.N. Ary Atmaja, S.E., mewakili Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P., meresmikan pelaksanaan Serbuan Maritim TNI AL dalam rangka operasi bakti TNI AL 2017, bertempat di Pura Dalem Bungkeneng, Desa Pakraman Tonja, Denpasar, Sabtu (29/7) kemarin. Peresmian kegiatan serbuan maritim ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Asops Kasal serta penyerahan secara simbolis dua buah kursi roda dan pemberian sembako kepada sembilan orang perwakilan masyarakat. Pada kesempatan ini pula dilaksanakan penyerahan pakaian pemangku Pura Dalem Bungkeneng dan pakaian pemangku Pura Ibu Sari Banjar Tega oleh Asops Kasal serta pemberian bantuan dana punia Pura Dalem Bungkeneng oleh ibu Asops Kasal Ny. Ary Atmaja. Kasal dalam amanatnya yang dibacakan Asops Kasal mengatakan bahwa pemberdayaan wilayah pertahanan laut diselenggarakan melalui usaha membangun dan membina kemampuan seluruh sumber daya nasional bidang maritim. Kegiatan ini merupakan implimentasi tugas TNI Angkatan Laut dalam bidang pertahanan laut, sekaligus wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam meningkatkan kesejahteraan dan mendukung pertahanan negara di laut. Lebih lanjut dikatakan Kasal, pembinaan potensi maritim merupakan langkah nyata TNI Angkatan Laut dalam rangka meningkatkan kemampuan dan taraf hidup serta

TNI - Suasana bakti TNI di Tonja, Denpasar. kesejahteraan masyarakat, sehingga diharapkan menumbuhkan motivasi dan semangat jiwa bahari dalam menyeimbangkan antara kepentingan kesejahteraan, keamanan dan kelestarian lingkungan. Kasal menambahkan, bahwa pembinaan potensi maritim yang telah dilaksanakan TNI AL antara lain pembinaan ketahanan wilayah, komunikasi sosial dan bakti TNI. sedangkan pemilihan daerah sasaran harus dipilih yang tepat dengan tujuan hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Sementara itu, kegiatan bakti TNI AL yang dilaksanakan disekitar pura ini berupa pelayanan pengobatan umum yang dihadiri oleh ratusan masyarakat, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Denpasar. Bertindak selaku Komandan Satgas Operasi Bakti TNI AL wilayah Bali

Komandan Lanal Denpasar Kolonel Laut (P) GB. Oka. Hadir dalam kegiatan serbuan maritim TNI AL ini antara lain Komandan Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut (Dankodiklatal) Laksda TNI I.G.P. Wijamahadi, Laksda TNI I Nyoman Nesa, Kasarmatim Laksma TNI I.N.G. Ariawan, Danpuspomal Brigjen TNI (Mar) I Ketut Suardana, Kadispotmar Brigjen TNI (Mar) I Ketut Suarya, Danguskamlatim Laksma TNI I Nyoman Sudihartawan, Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Stefanus Trimulyono, Laksma TNI I Wayan Suarjaya, Wadan Lantamal V Kolonel (Mar) Nana Rukmana dan Sekdispenal Kolonel Laut (P) Syufenri, Danrem 163/Wsa Kolonel ARH I Gede Widnyana, Danlanal Denpasar Kolonel Laut (P) GB. Oka, Kapolresta Denpasar, Sekda Kota Denpasar. (kmb)


4

Minggu Umanis, 30 Juli 2017

Gunakan Pelindung Mata Saat Bekerja

Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati

HIPERTENSI - Hipertensi dalam kehamilan dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi dari yang paling ringan sampai berat, bahkan kematian dan meliputi berbagai organ. Pada penderita penyakit ini dapat terjadi hipovolemia yaitu kekurangan cairan plasma akibat gangguan pembuluh darah, gangguan ginjal, gangguan hematologis, gangguan hati, gangguan saraf juga gangguan penglihatan. Juga terjadi gangguan kardiovaskular, gangguan pernafasan dan yang paling berat yaitu sindroma HELLP (Hemolisis, Elevated Liver enzyme, Low Platelet count), serta disertai gangguan pada janin mulai dari fetal distress, terhambat pertumbuhan, prematuritas, hingga kematian dalam rahim.

Waspadai Hipertensi dalam Kehamilan

Cegah Komplikasinya Sedini Mungkin APAKAH wanita yang sedang hamil dapat menderita penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi? Jawabannya tentu saja ‘’Iya’’. Sayangnya, tidak semua wanita hamil menjalani masa kehamilannya dengan lancar. Beberapa dari mereka harus merasakan penyakit-penyakit penyerta selama kehamilan. Salah satunya adalah Hipertensi dalam kehamilan. Faktanya, sebagian kecil ibu hamil mengalami peningkatan tekanan darah selama kehamilannya. Namun, dengan penanganan yang baik maka penyakit ini tidak akan membahayakan ibu maupun bayinya dan biasanya akan hilang setelah melahirkan. Hipertensi biasanya muncul saat usia kehamilan memasuki 20 Minggu. Penyebab hipertensi ini pun masih belum jelas. Mendeteksi sedini mungkin akan mencegah berbagai macam komplikasi yang dapat terjadi. Jika hipertensi ini tidak ditangani dengan segera maka ibu hamil bisa saja jatuh pada kondisi preeklamsia bahkan eklamsia. Hal ini tentu saja sangat membahayakan jiwa ibu dan bayi yang dikandungnya. Preeklamsia adalah suatu kondisi terjadinya peningkatan tekanan darah yang menyebabkan kerusakan organ tubuh disertai dengan adanya protein dalam urine. Gejala yang mungkin dirasakan ibu adalah nyeri kepala persisten atau gangguan penglihatan dan nyeri pada ulu hati. Pada pemeriksaan lanjut akan ditemukan Tekanan darah >160/110 mmHg, terdapat protein dalam urine 2 gr/24 jam atau dipstick +2, serum kreatinin > 1,2 mg/dL, kadar trombosit dibawah 100.000/uL dan adanya hemolisis

mikroangiopati. Sementara itu, eklampsia dapat ditegakkan apabila seorang wanita hamil yang mengalami preeclampsia juga kemudian mengalami kejang tanpa ada sebab lainnya. Wanita yang mengalami preeclampsia dan eklampsia seringkali mengalami bengkak terutama pada kaki sehingga dulu bengkak dimasukkan sebagai salah satu kriterianya. Hanya saja, bengkak terlalu umum dan terlalu sering muncul pada kehamilan sehingga kriteria bengkak tidak lagi digunakan. Diteksi Dini Penyakit hipertensi dalam kehamilan dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi dari yang paling ringan sampai berat, bahkan kematian dan meliputi berbagai organ. Pada penderita penyakit ini dapat terjadi hipovolemia yaitu kekurangan cairan plasma akibat gangguan pembuluh darah, gangguan ginjal, gangguan hematologis, gangguan hati, gangguan saraf juga gangguan penglihatan. Juga terjadi gangguan kardiovaskular, gangguan pernafasan dan yang paling berat yaitu sindroma HELLP (Hemolisis, Elevated Liver enzyme, Low Platelet count), serta disertai gangguan pada janin mulai dari fetal distress, terhambat pertumbuhan, prematuritas, hingga kematian dalam rahim Tidak ada langkah spesifik yang bisa ibu lakukan untuk menghindari terjadi hipertensi dalam kehamilan, karena penyebab dari penyakit inipun belum diketahui secara pasti dan jelas. Namun semakin dini ibu-ibu mengetahuinya maka semakin kecil kemungkinan ibu hamil dengan

hipertinsi ini akan jatuh pada komplikasi yang lebih berat. WHO menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan rutin atau yang dikenal dengan istilah antenatal care. Adapun jadwal yang direkomendasikan adalah sebulan sekali pada kehamilan trimester pertama, 2 minggu sekali pada trimester kedua dan seminggu sekali pada trimester ketiga. Saat pemeriksaan rutin ini, tekanan darah ibu pasti akan dipantau oleh dokter ataupun bidan. Jika sejak awal terdeteksi adanya hipertensi maka biasanya dokter ataupun bidan akan melakukan pemeriksaan lanjutan seperti pemeriksaan kencing. Hal ini untuk memastikan ada tidaknya kandungan protein pada urine ibu hamil. Selain itu mungkin ibu juga akan disarankan untuk tetap mengkomsusi nutrisi yang seimbang dan mengurangi komsumsi garam. Pengobatan yang akan diberikan dokter adalah obat-obatan yang berguna untuk mengontrol tekanan darah ibu dan mencegah kejang. Selain itu ibu mungkin akan disarankan untuk melahirkan dengan jalan operasi Caesar, tentu saja hal ini tidak mutlak melainkan atas pertimbangan dokter dan diskusi dengan keluarga pasien. Memang kita tidak bisa menghindari penyakit ini selama kehamilan, hanya saja dengan mengenali secara dini tanda-tanda yang mungkin dialami dan rutin memeriksakan kehamilan pada bidan, dokter atau dokter kandungan akan mengurangi resiko komplikasi berat yang mungkin terjadi selama kehamilan. l dr. AASA Ayuska Gandhari

HAMPIR tidak dapat dipungkiri, pekerjaan kita setiap hari pasti dapat menyebabkan trauma mata baik secara langsung maupun tidak langsung. Trauma mata adalah trauma atau cedera yang mengenai mata yang mengakibatkan kerusakan pada bola mata, kelopak mata, saraf, dan rongga orbita. Kerusakan tersebut bisa mengakibatkan gangguan fungsi mata sebagai indera penglihat. Menurut mekanismenya, trauma dapat dibagi menjadi trauma mekanis (tajam dan tumpul), trauma radiasi, dan trauma kimia (asam dan basa). Berdasarkan data dari American Academy of Ophthalmology menyebutkan bahwa memperhatikan keselamatan mata harus menjadi prioritas utama dari keseluruhan rutinitas kesehatan di tempat kerja. Hal ini penting karena setiap hari sekitar 2.000 pekerja di A.S. mendapatkan cedera mata berhubungan dengan pekerjaan yang memerlukan perawatan medis. Namun, 90% kecelakaan kerja ini bisa dihindari dengan memakai pelindung mata. Cedera ini bervariasi dari cedera ringan sampai kerusakan permanen, kehilangan penglihatan, dan kebutaan. Trauma mata dapat terjadi terutama pada kecelakaan di tempat kerja, yang sering dialami oleh pekerja industri. Pekerja di suatu industri diwajibkan menggunakan APD (alat pelindung diri) sebagai alat untuk pelindung kerja disesuaikan dengan jenis pekerjaannya. Kejadian kecelakaan dan cedera akibat kecelakaan kerja masih sering terjadi. Oleh karena itu, kepatuhan pemakaian APD saat bekerja perlu ditingkatkan dan didesain agar nyaman dipakai. Terbatas Melindungi mata tidak hanya terbatas pada saat melakukan pekerjaan fisik tetapi juga orang yang menghabiskan waktu berjamjam bekerja di komputer bisa mengalami ketidaknyamanan pada mata. Berfokus pada jenis huruf kecil berjam-jam bisa menyebabkan ketegangan mata, kelelahan, dan sakit kepala. Menatap layar dalam waktu lama juga bisa membuat mata kering dan merah, sehingga mata menjadi kering karena tidak berkedip. Hal ini sering terjadi karena layar komputer atau display digital lainnya mengurangi tingkat kedip seseorang sebanyak 50 persen. Trauma mata dapat diklasifikasikan menjadi trauma tertutup dan trauma terbuka. Trauma tertutup seperti trauma tumpul dapat terjadi karena terkena pukulan, bola tenis, dan bola kriket. Trauma tertutup dapat mengenai salah satu dinding bola mata, dapat menimbulkan cedera pada sklera, kornea dan bahkan dapat lebih dalam ke rongga bola mata. Trauma kimia dapat disebabkan oleh bahan

MATA - Trauma mata dapat terjadi terutama pada kecelakaan di tempat kerja, yang sering dialami oleh pekerja industri. Pekerja di suatu industri diwajibkan menggunakan APD (alat pelindung diri) sebagai alat untuk pelindung kerja disesuaikan dengan jenis pekerjaannya. alkali (basa) dan bahan asam, umumnya terjadi di tempat kerja dengan mayoritas pada usia 16-45 tahun. Trauma kimia asam lebih sering dua kali bila dibadingkan dengan trauma kimia basa. Bahan kimia basa cenderung menembus lebih dalam kedalam mata dibandingkan bahan asam. Trauma termal dapat terjadi karena uap panas dan kontak langsung, karena terpapar dari larutan panas atau benda yang panas. Trauma radiasi dapat meyebabkan kerusakan pada epitel kornea seperti radiasi sinar ultraviolet. Penyebab terseringya adalah karena tidak terlindunginya mata dengan paparan sinar matahari, uap las, dan terlalu lama berada dibawah sinar matahari. Mengingat pentingnya mata sebagai indera penglihat dan penyebab trauma mata yang sangat bervariasi, sebaiknya kita selalu melindungi mata saat ditempat kerja (disesuaikan dengan jenis pekerjaan) dan juga dilingkungan sekitar saat melakukan kegiatan sehari-hari.

Membangun Sekolah yang Literat

Pemerintah dengan mengeluarkan Permen Kemendikbud No 23 tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti, berupaya agar sekolah membangun budaya literasi. Budaya ini amat penting dibangun dan ditumbuhkan karena Berdasarkan studi “Most Littered Nation In the World” yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. Indonesia persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). Padahal, dari segi penilaian infrastuktur untuk mendukung membaca peringkat Indonesia berada di atas negara-negara Eropa (Kompas Com). Memang menyedihkan, tetapi sebagai warga sekolah yang bertanggung jawab secara moral kemajuan bangsa pastilah tidak akan berhenti dengan data-data tersebut. Guru sebagai garda terdepan dalam memajukan literasi di sekolah. Literasi sebagai sebuah ekosistem tidak bisa dilepaskan dari pembiasaan dari lingkungan keluarga. Keluarga memegang peranan yang tidak kecil di dalam menumbuhkan literasi. Keluarga yang terbiasa dengan kegiatan literasi akan tampak pada anak-anaknya yang gemar membaca bahkan bisa terwujud dalam kegiatan menulis. Guru sebagai pelanjut dari upaya itu di sekolah amat penting memotivasi dan menumbuhkembangkan budaya literasi.

Budaya literasi harus diakui masih lemah. Melihat kenyataan tersebut, seorang guru beserta tenaga terkait untuk selalu berupaya mengoptimalkan budaya literasi tumbuh dan bisa menjadi bagian dari proses pembelajaran. Ada tiga tahap literasi mulai dari (1) pembiasaan, (2) pengembangan, dan (3) pembelajaran. Pembiasaan ini sebagai tonggak awal menumbuhkan semangat mengisi diri dengan kebiasaan membaca dan menulis hingga menjadi sebuah pembiasaan. Makanya, pemerintah memberikan waktu lima belas menit membaca. Jika ini sudah terwujud, ada semacam keterpanggilan baik itu dari peserta didik maupun guru untuk selalu mengisi dirinya dengan membaca. Waktu lima belas menit ini sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Bukan mengambil jam pelajaran di kelas yang rata-rata 40 s.d. 45 menit setiap jam pembelajaran. Langkah kedua, sebagai pengembangan, guru beserta peserta didik berupaya mengembangkan kompetensi dirinya. Meningkatkan kemampuan literasi melalui kegiatan menanggapi buku pengayaan (ada tagihan nonakademik). Guru dan peserta didik melakukan kegiatan berupa diskusi buku syukur kalau bisa ada semacam bedah buku atau meresensi buku. Pendalaman keilmuan dan penerapan ilmu-ilmu kebahasaan maupun keterampilan berbahasa akan terjadi jika guru bersama peserta didik mampu melakukan diskusi mengenai sebuah buku.

Di pagi yang cerah ini, marilah kita berlatih agar mendapatkan kebugaran tubuh melalui Senam Orhiba Ceria yang gerakannya dirancang untuk usia mulai 17 tahun hingga 70 tahun. Dengan gerakan yang mudah dan diiringi dengan alunan musik yang tidak terlalu cepat, maka senam ini sangat cocok untuk di banjar-banjar, kantor / instansi, ataupun bagi mereka yang belum pernah senam sekalipun. Ikuti peragaan berikut ini bersama Sari dari Lala Studio.

Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post ( Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232) Atau Adolfina Grace Tangkudung Sekolah Senam Lala Studio ( Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 0361. 283226. Cantumkan kupon” “Bugar” di sudut kiri amplop.

BUKU - Pengenalan buku dalam dunia pendidikan merupakan sebuah keharusan. Membiasakan peserta didik mencintai buku sebagai sebuah langkah awal menuju bangsa yang cerdas. Peserta didik aset bangsa perlu terbiasa dengan buku. Buku bukan lagi sebuah barang yang menakutkan untuk dikenali dan dibaca. Peserta didik yang cinta buku sebenarnya mencintai masa depannya dan masa depan bangsanya. Pembelajaran Tahap pembelajaran akan bisa terwujud jika guru bersama peserta didik sudah melewati dua langkah di depan (pembiasaan dan pengembangan). Pada tahap ini, guru dan peserta didik sudah memiliki semangat untuk selalu mengisi dan memperdalam keilmuannya. Meningkatkan kemampuan literasi pada semua mata pelajaran: menggunakan buku pengayaan dan strategi membaca di semua mata pelajaran (ada tagihan akademik). Guru sudah bisa meminta tagihan berupa tugas-tugas yang bisa dini-

lai oleh seorang guru, misalnya peserta didik sudah bisa menulis sebuah laporan perjalanan atau menulis kisah hidup seorang tokoh dari beberapa sumber. Peserta didik bisa ditugasi menanggapi tulisan yang dimuat di media massa. Jika ini terwujud berarti akan terjadi transfer ilmu pengetahuan dalam diri peserta didik. Guru-Siswa Literat Guru memegang peranan yang amat sentral dalam pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran budaya literasi di sekolah. Guru

l Dr. Ayuningtyas Anatika Santosa

sebagai contoh dan teladan bagi peserta didik dalam literasi. Tidak akan tercapai tujuan literasi jika guru belum tumbuh budaya literasinya. Guru-guru yang sudah membiasakan, mengembangkan, dan membelajarkan literasi bisa dikatakan sebagai guru yang literat. Guru yang selalu berupaya agar di dalam dirinya tumbuh semangat belajar dan membelajarkan peserta didik. Guru bisa membiasakan dirinya bersahabat dengan buku. Sebuah buku merekam perjalanan pemikiran anak-anak bangsanya. Buku membuka kisah bangsa masa lampau yang bisa dijadikan jembatan ke masa depan. Buku mencatat pemikiranpemikiran anak-anak bangsa. Buku menyatakan dirinya sebagai bangsa terpelajar. Pengenalan buku dalam dunia pendidikan merupakan sebuah keharusan. Membiasakan peserta didik mencintai buku sebagai sebuah langkah awal menuju bangsa yang cerdas. Peserta didik aset bangsa perlu terbiasa dengan buku. Buku bukan lagi sebuah barang yang menakutkan untuk dikenali dan dibaca tentunya. Peserta didik yang cinta buku sebenarnya mencintai masa depannya dan masa depan bangsanya. Keberadaan buku terus berkembang baik jumlah maupun cetakannya. Sekarang buku tidak hanya konvensional juga digital (elektronik). Hal ini patut disyukuri karena secara tidak langsung mempercepat penyebaran ilmu pengetahuan. Buku sebagai bagian

dari kehidupan masyarakat digital. Kegemaran untuk membacanya perlu dibiasakan. Pesat Dunia pendidikan selalu berkembang dengan cukup pesat. Pendidikan konvensional bersaing dengan pendidikan digital. Dunia pendidikan yang belum memaksimal buku baik digital maupun konvensional tentu akan selalu tertinggal. Harus diakui semangat membaca perlu kerja keras untuk membangunnya, tidak hanya pemerintah lembaga-lembaga swasta dan lembaga terkait lainnya ada keterpanggilan untuk memantik semangat membaca buku. Menjadikan buku sebagai sahabat yang paling setia. Guru dan peserta didik bisa terlibat secara intens dalam membaca. Guru tidak hanya memberi tahu agar peserta didik gemar membaca buku. Akan tetapi, guru contoh yang dilihat secara langsung oleh peserta didik. Tidak semua lembaga pendidikan memiliki perpustakaan yang representatif. Bukanlah berarti semangat membangun kebiasaan membaca buku berhenti bagi seorang guru. Guru memiliki tanggung jawab moral untuk mencerdaskan anakanak bangsa. Upaya-upaya sekecil apapun demi kemajuan anakanak bangsa tercatat dan ternilai di hati peserta didik. Anak didik adalah masa depannya seorang guru. l IBW Widiasa Keniten

Senam Orhiba Ceria (1) Gb. I : Gerakan pemanasan diawali dengan berdiri tegak dan hitungan 1 posisi memberi salam, lalu luruskan ke atas (hitungan 2 – 4), setelah itu turunkan pada (hitungan 5 – 8). Ulangi gerakan tadi dari arah kebalikan.

Gb. II : Kedua telapak tangan bertumpu, yaitu telapak tangan kanan di atas telapak tangan kiri (hitungan 1) lalu ke arah pinggang (hitungan 2, 3) dan (hitungan 4, 5) membalikkan kedua telapak tangan (hitungan 6) kedua lengan lurus depan dada (hitungan 7 – 8) kembali tegak. Ulangi sekali lagi.

Gb. III : Luruskan lengan kanan ke kanan (hitungan 1), luruskan lengan kiri ke kiri (hitungan 2), tekuk siku lengan kanan (hitungan 3), tekuk siku lengan kiri (hitungan 4), tundukkan kepala sambil meraihkan kedua siku lengan (5, 7), dan pandangan ke depan turunkan kedua siku lengan (hitungan 6), dan kedua lengan lurus samping badan (hitungan 8).

Lakukan Senam Orhiba Ceria bersama keluarga di rumah dan Salam Bugar dari Lala Studio.

Gb. IV : Rentangkan kedua lengan dari samping ke arah depan dada (hitungan 1 – 4), lalu tundukkan kepala (hitungan 5), tahan (6 – 7), dan kembali tegak (hitungan 8), ulangi 1x lagi.

Kupon


5

Minggu Umanis, 30 Juli 2017

Resensi Buku

Perahu

CERPEN

Seksualitas Perempuan Judul Buku : Senam Kebugaran Seksual Penulis : Adolfina grace Tangkudung Penerbit: Pustaka Bali Post Tahun Terbit : 2015 Jumlah hal. : 46 hal

Adolfina Grace Tangkudung, sudah khatam beragam jenis perkembangan senam di Indonesia, waktunya sudah puluhan tahun dihabiskan untuk memahami senam dan beragam efek yang ditimbulkannya dengan berlatih senam secara rutin. Buku ini adalah tesis yang dibuat untuk memperkaya pemahaman perempuan tentang tubuh dan fungsi sesksualitasnya. Buku ini dibuat karena adanya anggapan dari publik, bahwa wanita yang telah berusia 35 tahun ke atas atau setelah melahirkan berkali-kali, cenderung memiliki otot dasar panggul yang lemah atau kendor. Hasil risetnya, Grace Tangkudung membuktikan bahwa dengan beragam gerak dengan cara menjepit dan merilekkan otot dasar panggul beberapa kali hitungan, dan rutin dilatih. Anggapan tentang lemahnya otot panggul akan kembali seperti semula. Buku ini menawarkan beragam program dan petunjuk, layak untuk dikoleksi bagi perempuan yang ingin tetap cantik dan menggairahkan di usia “dewasa”. (osi)

Resensi Album

Suara Prihatin yang Menggugah Judul Album : Sudah Merenungkah Kau, tuan? Penyanyi : Ayu Weda Musisi Pendukung : Sawung Jabo, Joel Tampeng, Ucok Hutabatat dan Endy Barqah. Studio : Blass Music Release : 2017

Setelah melahirkan buku kumpulan cerpen “Badriyah”, Ayu weda agaknya tidak mau berpangku tangan. Seni baginya adalah tempatnya untuk ikut menggaungkan keprihatinan yang dialami bangsa ini. Kali ini Ayu Weda, yang memiliki nama lengkap I Gusti Ayu Made Wedayanti, berbagi pemikiran melalui album “Sudah Merenungkah Kau, Tuan?” berisikan sepuluh lagu karya Sawung Jabo yang bertemakan kepedulian sosial, politik dan refleksi diri. Sepuluh lagu ini dipilih sendiri oleh Ayu Weda, dinyanyikannya sekaligus ungkapan kepedulian dan seruan kesadaran akan keadaan negeri ini – mencerminkan perjalanan batinnya serta pandangannya terhadap perjuangan akan terjaganya martabat kemanusiaan. Ayu Weda lahir di Singaraja, Bali, 1 September 1963. Usai menamatkan pendidikannya di bangku Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Singaraja Bali, Ayu Weda melanjutkan studinya ke Universitas Airlangga dengan mengambil Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Jurusan Sosiologi. Pada era 1980’an dia dikenal sebagai Lady Rocker dan telah mengeluarkan beberapa album. Selain menjadi seorang seniman, Ayu Weda juga dikenal sebagi pemerhati seni, sosial budaya, dan sastra. Dipilihnya lagu “Hella Hella Hella” dan lagu “Bocah Pelangi” adalah sebagai wujud keprihatinan atas nasib anak-anak jalanan, sempitnya ruang bermain dan miskinnya daya imaginasi pada anak akibat berkembangnya teknologi. Pada lagu “Sudah Merenungkah Kau, Tuan?“ dan “Kesaksian Jalanan“, menunjukkan kegelisahan akan penyelewengan kekuasaan yang dilakukan para elite politik negeri. Enam lagu lainnya merupakan wujud kontemplasi diri. Layak untuk didengar. (osi)

Oleh Sarasvati Putri KOPLAK selalu mencoba untuk bertanya pada dirinya sendiri. Sudahkah dirinya menjelma jadi lelaki yang baik? “ Belum. “ Jawab seorang temannya yang sering diajaknya ngopi bersama sambil menikmati sore menjelang gelap di rumahnya yang sunyi setelah pulang dari mengurus pekerjaannya sebagai Kades, Kepala desa . Di sebuah desa yang kecil, tenang, tidak hiruk-pikuk, seperti kota-kota yang ada di TV. “Kenapa kamu mudah sekali menilaiku, belum menjadi lelaki yang baik?” Koplak bertanya sambil menurunkan kacamata yang melorot tiba-tiba. Ah, dia merasa wajahnya yang keras menciut. Mengecil! Koplak selama ini merasa dia sudah mencoba untuk menjadi lelaki yang baik. Mau bukti? Setelah ditinggal istrinya berpulang, Koplak tidak memiliki affair dengan perempuan lain. Tidak seperti hakim MK, yang berani menggunakan uang korupsi untuk (baca: berencana) membelikan rumah untuk seorang “sahabat” perempuan yang jauh lebih muda dan lebih cocok jadi anaknya dibanding jadi sahabatnya. Dalam persidangan, tak ada satu pun pertanyaan yang menjelaskan apa sebenarnya hubungan antara Patrialis dan Anggita. Meski demikian, dalam sejumlah pernyataan perempuan muda menyiratkan kedekatan hubungannya dengan sang hakim. Dalam persidangan, perempuan muda yang belum lama mengenal sang hakim itu mengatakan bahwa ia pernah dibelikan pakaian dan mobil oleh sang hakim.Perempuan muda itu juga mengaku pernah beberapa kali diberikan uang oleh sang hakim. Waduh, rasanya kok enak sekali, kira-kira apa ya? Yang dilakukan perempuan muda itu, sehingga seorang hakim paling terhormat di negeri ini, begitu baik hati. Melebihi Sinterklas, yang hanya muncul dan datang membawa hadiah ada jam dan waktunya. Sinterklas hanya datang pada saat natal. La, ini? Sang hakim ini rasanya memang cocok jadi petugas sosial, karena begitu baik hati. Yang menggelikan di setiap persidangan sang perempuan muda dalam sejumlah pernyataan menyiratkan kedekatan hubungannya dengan sang hakim yang terhormat. Dalam persidangan, si perempuan muda yang kelihatan lugu dan cantik ini dan belum lama mengenal sang hakim mengatakan bahwa ia pernah dibelikan pakaian dan mobil oleh sang hakim terhormat, perempuan muda yang dijamin cantik itu juga mengaku pernah beberapa kali diberikan uang oleh sang hakim. “Pernah uang tapi tidak banyak. Terakhir saya dapat 500 dollar AS,” kata si cantik dengan lugunya. Masih menurut si Cantik ini, mobil jenis Nissan March diberikan oleh sang Hakim sekitar November atau Desember 2016. Mobil dan uang 500 dollar AS tersebut diserahkan sebelum sang hakim menjalankan umrah pada Desember 2016. Pasti sang hakim berusaha untuk minta petunjuk pada tuhan, bagaimana caranya agar rasa cintanya yang sudah tidak masuk akal, terhadap “sahabat” cantiknya ini tidak membuatnya makin merasa tua. Sang Hakim datang ke rumah Tuhan pasti dia kebingunan. Tidak bisa menutup matanya yang dipenuhi bayang-bayang sang perempuan muda. Si Cantik yang kelihatannya sih lugu? Tapi siapa tahu hati

dan pikiran orang. Kata pepatah, dalamnya laut bisa di duga dan dikira-kira. Siapa yang bisa mengukur kedalaman hati? Siapa yang bisa mengukur pikiran orang lain? Kepada jaksa KPK, Si Cantik juga mengaku pernah ditawari untuk tinggal di sebuah apartemen di Jakarta. Namun, dia menolak tawaran tersebut. “Sempat ditawarkan apartemen. Tapi aku enggak mau tinggal di apartemen,” ujar Si Cantik kepada jaksa KPK. Wajahnya terlihat datar ketika disorot kamera TV, tidak ada beban, tidak ada rasa takut. Seolah peristiwa yang dihadapinya peristiwa biasa yang sering terjadi dalam hidupnya.

Ketika melihat ekspresi si Cantik inilah , dada Koplak berdebar keras. Dia merasa jantungnya terasa akan meloncat dari tempatnya. Koplak memegang takut jantungnya lari dari tubuhnya. Terbayang anak perempuannya? Sejak menyelesaikan kuliah di Denpasar, anak perempuannya itu begitu mandiri. Bagi, koplak, anak semata wayangnya itu mengelola pekerjaannya dengan baik. Sejak kecil, koplak tahu anaknya itu sesungguhnya memiliki IQ di atas rata-rata. Cerdasnya sudah terdeteksi sejak kecil. Umur empat tahun sudah lancar membaca. Selalu menjadi juara kelas, walapun tidak selalu menjadi juara satu. Koplak bangga dengan pertumbuhan dan perkembangannya si cantik miliknya itu. Anak perempuan Koplak, mandiri, dan sangat tidak merepotkan. Sejak kecil anak itu juga tidak memiliki sifat merengek-rengek jika minta sesuatu. Pokoknya jauh berbeda dengan anak-anak lainnya, yang minta es keliling saja harus menangis menjerit-jerit dan mengganggu tetangga. Anak perempuan Koplak tidak seperti itu. Padahal, jika merengekpun, koplak tidak akan tega memarahinya, karena anak perempuannya tidak pernah menyentuh dan mengenal ibunya. Siapa yang tega memarahi seorang bayi merah, yang tidak pernah disusui dan dipeluk ibunya. Terbayang wajah anaknya, usia anak perempuan Koplak sama persis dengan usia “sahabat” si Hakim terhormat itu. Perbedaannya, Si Cantik milik hakim sudah memiliki

anak. Sementara anak Koplak, Kemitir justru sibuk membangun dunia bisnis di kota denpasar. Bisnis Kemitir maju pesat, belakangan ini Kemitir selalu mengutus seorang supir jika hari libur untuk menjemput Koplak ke Denpasar. Koplak tadinya tidak suka dengan ide anak semata wayangnya, sebagai lelaki, koplak merasa harga dirinya jatuh. Bayangkan usia koplak belum lima puluh tahun? Kenapa Kemitir harus menyiapkan mobil repot-repot untuk koplak. Lengkap dengan supir. Mobilnya bau harum, di dalam mobil juga penuh dengan beragam camilan khas kemitir. Makanan sehat! Buah-buahan , makanan dari pisang, kacang dan ubi dikukus dan tentu saja air putih. “Kau tidak usah repot-repot menyuruh orang menjemputku, Kemitir. Aku bisa naik kendaraan umum dan turun di terminal. Aku juga bisa dan masih sanggup memesan kendaraan untuk mengantarku ke rumahmu! Biaya menyewa mobil itu mahal! Lebih baik uangnya kau simpan. “ Suatu hari Koplak berkata sedikit keras, ketika sebuah mobil besar dan bagus berada di depan rumahnya. Jujur saja, Koplak merasa salah tingkah. Nanti dikira koplak aklan bertransaksi di dalam mobil menggunakan dana desa! Bisa mati keriting koplak memikirkan ditangkap KPK. Muka mau ditaruh di mana? Kalau bisa dilipat sih lumayan juga. Minimal untuk mengikis sedikit rasa malu jika kena OTT. Widhi, penguasa dari segala yang hidup di bumi ini, justru Koplak merasa heran dengan para petinggi negeri yang kena jaring OTT, mereka berbuih-buih tidak melakukan pencurian uang rakyat. Mereka juga seperti berpose jika mata kamera menghantam wajah mereka. Koplak akhirnya naik juga ke mobil Kemitir yang wangi. Ternyata jauh di dalam hati terkecilnya Koplak merasa, ternyata enak juga jadi orang kaya. Perjalanan menuju denpasar yang biasanya hiruk-pikuk kali ini begitu nikmat. Tenang, dan Kemitir juga dengan baik hati memutar cd wayang Cenk Blonk, kesukaan Koplak. Jadi orang kaya itu ternyata seperti di surga. Pantas orang-orang pada berebut untuk cepat-cepat menjadi kaya. Koplak terdiam. Tiba-tiba jantungnya berdetak lebih keras. Suara Cenk Blonk menguap dan justru membuatnya gemetar. Dengan kalimat terbata-bata koplak menyuruh supir mematikan suara Cenk Blonk , padahal Koplak tahu, Kemitir telah menyiapkan edisi CD terbaru. Perjalanan dari kampung ke Denpasar bisa begitu panjang, karena saat ini di kota denpasar full macet. Pikiran koplak meloncat-loncat. Dialog sang hakim kembali tergiang, mengalahkan deru mobil. Kepada jaksa KPK, Anggita juga mengaku pernah ditawari untuk tinggal di sebuah apartemen di Jakarta. Namun, dia menolak tawaran Patrialis tersebut. “Sempat ditawarkan apartemen. Tapi aku enggak mau tinggal di apartemen,” ujar si cantik kepada jaksa KPK. Selain itu, dia juga pernah ditawari rumah oleh sang Hakim. Masih menurut si Cantik, , ia dan sang Hakim sempat pergi bersama-sama melihat rumah seharga Rp 1-2 miliar di kawasan Cibinong, Jawa Barat. Namun, hingga saat ini niat membeli rumah itu belum tercapai, karena sang Hakim lebih dulu ditangkap KPK.

Perjalanan dari desa ke Denpasar, terasa berpuluh-puluh hari. Kemitir, Kemitir, anak semata wayangnya. Perempuan kecil yang dirawatnya dari bayi merah. Perempuan kecil yang senyumnya dan tawanya selalu terdengar di kuping Koplak. Kasus si Cantik dan sang Hakim terhormat itu benar-benar menganggu pikiran, hati, dan seluruh detak kehidupan Koplak. Koplak terus berdoa memanggil seluruh leluhur juga memanggil istrinya tercinta. Koplak merasa dadanya sesak, sudah lama dia tidak berdoa dengan tulus. Doa yang diiringi dengan rasa takut yang berlebihan. Selama ini Koplak merasa sudah menjadi lelaki yang hebat. Minimal untuk, kemitir. Anak semata wayangnya. Koplak baru sadar, dia jarang sekali bertanya apa pekerjaan, Kemitir saat ini? Siapa pacarnya? Apakah Kemitir berniat melanjutkan sekolah ke pasca sarjana atau menikah? Koplak terus memakimaki dirinya. Menyalahkan dirinya, sebagai lelaki Koplak benarbenar sudah merasa melakukan hal-hal yang benar-benar masuk akal untuk kehidupan dirinya dan anak semata wayangnya. Koplak tidak peduli dengan hujatan dari para lelaki di desanya yang mengggapnya sok seeia. Sok jadi lelaki ideal. Bahkan beberapa lelaki curiga Koplak memiliki perempuan simpanan di denpasar yang tidak ingin dia nikahi. Ya, hyang Jagat urusan sebagai kepala desa dengan kucuran dana desa itu telah membuat hidup koplak jadi sibuk. Gara-gara mengurus dana desa yang membuatnya bingung itu koplak jadi tidak memiliki waktu untuk kemitir. Ya, hyang Jagat. Kopak terus berbisik menyebut seluruh dewa-dewa. Ketika mobilnya akhirnya sampai di depan rumah Kemitir, Koplak semakin sesak nafas. Rumah Kemitir berubah. Tertata seperti hotel mewah. Kopak menggigil. Kemitir tidak ada, dia disambut pelayan rumah. Beragam hidangan sudah tersedia di atas meja. Rumah yang mewah dan besar. Koplak menggigil terbayang wajah si cantik, “sahabat” si Hakim? Mungkinkah Kemitir melakukan perbuatan nista untuk meningkatkan taraf hidupnya. *** Koplak tidak bisa tidur, dia juga tidak mengganti baju. Pikirannnya kusut. Nafsu makannya juga hilang. Agak malam kemitir datang, dengan suaranya yang keras. “Aduh, Bape. Kok belum ganti baju. Belum mandi. Maaf, Ke mitir sekarang sibuk. Bisnis cafe berkembang pesat. Berkat doa Bape dan Meme di surga. Singkong yang Kemitir olah dengan baik berkembang pesat. Sekarang ada pabrik pengelohan singkong kaku. Nanti setelah balik modal, Kemitir ingin mengembangkan pisang dan ubi jalar. Kemitir terus bercerita dengan semangat.” Koplak membelalakkan mata. Tiba-tiba saja dia merasa lapar. Perutnya melilit. Untunglah Kemitir bekerja keras sambil memperlihatkan beragam kegiatannya. Juga hutangnya di sebuah bank pemerintah. Denpasar, Juli 2016 Sudahkah dia jadi ayah yang baik untuk anak perempuan semata wayangnya?

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar. K. Ngurah

Wied. N

Khoiril Mawahib

Made Supriadi Ikhsan Dwiono

Windhu Segara


6 Capricorn Peruntungan: Waspadalah! Kompetitor Anda mulai bangkit dan membikin gebrakan yang tak Anda sangka sebelumnya, yang jika tak segera diantisipasi maka dampaknya bagi bisnis Anda akan besar sekali. Karier: Jangan cemas karena gairah dan motivasi kerja mulai timbul kembali. Kesehatan: Jika sudah menginjak waktu senja ada baiknya Anda berhenti bekerja, bukankah masih ada minggu esok untuk menyelesaikannya agar kondisi badan tetap bisa segar sepanjang minggu. Keuangan: Income tetap mengalir seperti biasanya, tinggal tergantung bagaimana Anda memanagenya dengan benar. Cinta: Tertawalah terus bila perlu sampai teler, daripada pusing memikirkan persoalan yang tak kunjung selesai. Aquarius Peruntungan: Tetaplah optimis karena hanya dengan demikian segala tantangan seberat apapun akan terasa lebih ringan. Jauhi kebimbangan yang hanya akan menuntun Anda ke arah kehancuran saja. Karier: Sikap rekan sekerja yang kurang simpati dengan diri Anda sebaiknya disikapi dengan menggunakan rasio agar diri Anda tidak terjebak ke dalam permainannya. Kesehatan: Di minggu ini masih relatif baik hanya saja suasana hati yang terkadang memang sedikit runyam jika dibiarkan maka bukan tak mungkin kesehatan Anda akan terkena dampaknya juga. Keuangan: Pemasukan masih bisa diharapkan akan dapat meraih hasil lebih besar dibanding minggu kemarin. Cinta: Buat apa cemberut terus, itu akan membikinnya semakin pusing saja. Pisces Peruntungan: Perjuangan Anda bukan hanya sampai di sini, walaupun untuk saat ini kepuasan memang bisa dirasakan dan dibanggakan. Tetaplah berjuang karena tantangan dan kesempatan masih cukup terbentang lebar maka dari itu jangan berlaku santai dulu. Karier: Ada baiknya Anda diam jika memang kondisi di sekitar Anda tampak kurang begitu baik. Kesehatan: Jangan biarkan suasana kantor ikut terbawa ke dalam tidur Anda agar di keesokan minggunya badan dan pikiran Anda sudah kembali fresh. Keuangan: Pemasukan lancar tetapi jika tidak dimanage dengan baik maka bukan tidak mungkin pemborosan akan membikin Anda pusing juga. Cinta: Teruslah dekati dirinya walaupun si dia mengatur jarak. Aries Peruntungan: Sudah kepalang tanggung untuk mundur, hilangkan dulu perasaan dan keluh kesah karena itu tidak akan menolong justru akan memperburuk suasana saja. Karier:Tak perlu menghiraukan omongan orang, yang penting atasan tetap respek pada diri Anda. Kesehatan: Bila ingin mencoba program baru sebaiknya dikondisikan dengan badan Anda, sehingga kondisi badan tetap terjaga dan tidak sampai timbul permasalahan di kemudian minggu. Keuangan: Pemasukan masih lumayan lancar walaupun semua itu diraih dengan kerja keras. Cinta: Hilangkan sikap plin-plan Anda, cobalah lebih tegas lagi. Taurus Peruntungan: Kepercayaan dalam berbisnis adalah modal utama yang tidak bisa diganggu gugat, maka dari itu cobalah pikir seribu kali langkah Anda jangan sampai dianggap oleh mereka sebagai suatu kecurangan. Karier: Tetaplah bergerak pada planing yang telah dipersiapkan sendiri. Kesehatan: Nafsu makan di minggu ini tampak tinggi sekali, maka bagi yang lagi ikut program diet akan sangat mengganggu sekali. Jaga kebugaran tubuh Anda dengan olahraga rutin walau tak terlalu berat. Keuangan: Anda kerjakan saja yang sudah pasti walau hasilnya tak terlalu besar, tetapi risiko yang Anda tanggung untuk saat ini cukup kecil sekali. Cinta: Kejujuran adalah modal utama dalam mengabadikan percintaan. Gemini Peruntungan: Peluang yang muncul di minggu ini segera ditindaklanjuti dengan penuh konsetrasi, jangan biarkan keresahan hati mengganggu konsentrasi Anda saja. Bila perlu Anda bersikap sedikit cuek agar ketenangan pikiran bisa tetap selalu tercipta. Karier: Bekerjalah dengan penuh semangat dan jangan cepat merasa puas dengan apa yang telah Anda raih selama ini. Kesehatan: Kebiasaan tidur dan begadang sampai larut malam sebaiknya bisa dikurangi. Cobalah untuk bisa bersikap tenang di rumah dan tidak berpikiran ngelantur ke mana-mana. Keuangan: Kebutuhan masih tinggi dan juga masalah datang secara mendadak dan cukup bikin kacau keuangan Anda. Cinta: Sabarlah, si dia pasti akan menyadarinya lambat laun. Cancer Peruntungan: Tunjukkan kekuatan Anda jangan mau diremehkan begitu saja. Cobalah perbaiki kinerja Anda saat ini sehingga untuk ke masa depannya nanti bisa berlaku lebih baik lagi. Di minggu ini cukup mujur sehingga tak heran jika banyak order yang datang. Karier: Terus menunjukkan perkembangan yang positif. Kesehatan: Gangguan muncul akibat rasa penat yang berlebihan, jangan biarkan hal ini terjadi terus menerus. Keuangan: Agak ruwet karena banyaknya masalah yang harus diselesaikan dengan uang. Cinta: Cukup mesra dan jauh dari godaan serta cekcok mulut. Leo Peruntungan: Meski merasa benar sebaiknya tetaplah diam karena situasinya masih belum mendukung untuk membela diri. Yang terpenting prestasi kerja harus tetap dipertahankan, sehingga orang lain tetap menghargai diri Anda. Karier: Berhati-hatilah dengan propaganda yang disebarkan oleh rekan Anda yang tampak iri dengan keberhasilan yang telah diraih selama ini jangan terpancing. Kesehatan: Hindari jajan makanan di luaran jika tak ingin ada masalah kesehatan nantinya. Jangan tergoda makanan di luaran yang sepintas menarik selera, tetapi dari segi kebersihan tampak kurang bisa dijamin. Keuangan: Pemasukan cukup bagus tinggal bagaimana Anda memanagenya dengan baik sehingga pemborosan bisa dihindari. Cinta: Berhati-hatilah karena sesuatu yang indah dan menyenangkan dapat rusak begitu saja, hanya karena cemburu buta, maka dari itu berilah kepercayaan kepadanya. Virgo Peruntungan: Suasana hati Anda cukup senang sehingga terkadang kewaspadaan menjadi terabaikan, cobalah untuk tetap waspada terutama terhadap pujian-pujian karena semua itu pasti ada maunya. Karier: Biarkan mereka bertindak semaunya, yang terpenting kewaspadaan tetap selalu dijaga. Kesehatan: Ditampung dulu saran dan kritikan dari teman-teman, jangan terburu-buru mengambil tindakan tanpa pikir panjang sebelumnya. Keuangan: Jika tidak bisa mengendalikan keinginan hati maka pemborosan akan mengancam keuangan Anda. Cinta: Cinta yang hakiki tidak memandang materi ataupun harta untuk itu jangan selalu melihat dirinya selalu dari sisi pandang materi. Libra Peruntungan: Jangan terbayang-bayang dengan persoalan yang menjengkelkan hati, biarkan yang lalu biarlah berlalu agar hati bisa selalu tenang dan tidak merasa galau. Karier: Ide dan rencana yang akan dilaksanakan di minggu besok sebaiknya mulai dipersiapkan sekarang. Kesehatan: Sekilas badan tampak sehat, tetapi sebenarnya pikiran Anda sudah cukup lelah. Keuangan: Sekalipun pemasukan dan pengeluaran masih cukup terkendali sebaiknya berhemat jangan sampai ditinggalkan. Cinta: Sadarlah bahwa si dia tampak cemburu berat dengan Anda minggu ini sehingga usahakan untuk bisa membuktikan kesetiaan Anda pada dirinya. Scorpio Peruntungan: Situasi di minggu ini cukup tenang dan hampir tidak ada masalah yang mengganggu, sehingga bisa lebih santai dan rileks. Bila ada rencana untuk bepergian juga tidak ada masalah, yang terpenting semua dipersiapkan dengan sebaik mungkin. Karier: Tak perlu dimasukkan hati omongan orang yang hanya akan mengganggu konsentrasi Anda saja. Kesehatan: Jika kepala pusing minum saja obat seperti yang biasa Anda minum, itu sudah cukup untuk meredakannya. Keuangan: Income di minggu ini lumayan tinggi karena ada pemasukan yang tidak Anda sangka sebelumnya. Cinta: Teruslah mengalah, tidak ada gunanya berselisih pendapat hanya karena persoalan yang tidak terlalu prinsip. Sagitarius Peruntungan: Jangan keburu negative thinking dengan bantuan dari orang lain, apalagi di saat ini Anda memang membutuhkan semua itu. Tak perlu terlalu mempertahankan gengsi kalau akhirnya Anda menjadi pusing sendiri. Karier: Tampaknya banyak tuntutan yang harus Anda penuhi, untuk itu cobalah Anda lebih bisa mengatur waktu agar semua pekerjaan dapat terselesaikan semua. Kesehatan: Biasakan sebelum mata terpejam minum air putih agar badan tetap selalu segar dan tidak mudah jatuh sakit. Keuangan: Jika tidak ingin kecewa lebih baik jangan meminta pinjaman kepada siapa saja, karena percuma tidak akan berhasil. Cinta: Saat ini Diasuh Oleh si dia lagi membutuhkan support, Putri Wong Kam Fu untuk itu beri dorongan positif janBerlaku : 30 Juli - 5 Agustus 2017 gan malah menakut-nakuti.

DIMENSI

Minggu Umanis, 30 Juli 2017

Mempelajari Sisi Gelap dari Kesenangan Duniawi vedo nityamadhīyatāṁ taduditam karma svanusthīyatām teneśasya vidhīyatāmapacitih kāmye matistyajyatām pāpaughah paridhūyatām bhavasukhe dośo’nusandhīyatām ātmecchā vyavasīyatām nijagrhāttūrnam vinirgamyatām (Sādhana Pañcakam 1) “Pelajarilah ajaran-ajaran suci Veda secara teratur setiap hari dan praktikkanlah semua ajaran tersebut ke dalam hidup pribadi. Sembahlah Tuhan dengan cara seperti diajarkan oleh kitab suci Veda tersebut dan tinggalkanlah segala keinginan duniawi. Bersihkanlah diri dari papa-dosa dan pahamilah segala jenis kekurangan dari kesenangan-kesenangan duniawi. Berpegang teguh pada kesadaran Atman dan tinggalkanlah identitas diri yang sangat terbatas.” Adi Shankaracarya dalam karyanya berjudul Sadhana Pancakam ada menyebutkan “bhavasukhe dosanusandhiyatam” yang menganjurkan agar orang mencoba melihat, mengertikan, menyimak, meneliti, membuka tabir, membeberkan segala jenis kekurangan serta kelemahan dari kesenangan dan kenikmatan duniawi. Ketika orang tidak bercermin di pagi hari, ia tidak akan melihat kotoran di dalam dirinya dan tidak akan terinspirasi untuk menghias dirinya dengan baik serta sepantasnya. Ketika orang melupakan “melihat” kekurangan atau “sisi balik” dari kesenangan-kesenangan duniawi maka mereka tidak akan pernah dapat meneliti dan menghayati siapakah dirinya sesungguhnya, dan mengapa ia berada di alam mayapada ini? Orang sama sekali tidak akan ada minat untuk mengetahui semua itu. Bagi mereka, hidup di dunia ini hanyalah untuk pencapaian makan-tidur, bekerja, menurunkan keturunan dan lainlain kesenangan duniawi yang juga dengan mudah dapat dicapai oleh orang-orang biasa serta makhluk hidup lainnya. Hidup di dunia ini, orang dipegang erat oleh empat jenis kecendrungan. Segala jenis kecendrungan duniawi tersebut memegang peranan utama dalam mengitari orang dengan/dan dalam berbagai jenis kesenangan duniawi. Keem-

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa pat jenis kecenderungan tersebut antara lain kecendrungan memiliki indria terbatas, makan, berketurunan dan membela diri. Keempat jenis kecenderungan tersebut mengikat orang dengan begitu ketat dalam berbagai jenis kepuasan, dari kepuasan yang kasar sampai dengan kepuasan yang halus, yang secara perlahan dan tanpa disadari oleh orang bahwa dirinya telah menyulap kepuasan duniawi tersebut ke dalam kata bahagia. Kesenangan serta kenikmatan duniawi tersebut segera “disulap” dengan rapi ke dalam istilah bahagia. Dengan demikian, orang-orang menjadi puas dalam kesenangan dan kenikmatan duniawi sehingga menganggap segala “tugas dan tujuan” lahir ke dunia ini sudah cukup sampai di sana. Mereka tidak melihat tujuan lain lagi diluar kesenangan dan kenikmatan duniawi. Kesenangan-kesenangan dan kenikmatan duniawi yang didapatkan melalui panca indria; kepuasan lewat pandangan mata, kepuasan melalui sentuhan kulit, kepuasan lewat pendengaran dan seterusnya, tanpa merasa aneh sedikit pun, orang langsung ganti dengan sebutan bahagia. Sebutan “bahagia” dalam tanda kutip seperti itu tidak jauh berbeda dengan kebanggaan memakai jas baru, memakai baju baru, walaupun orang belum mandi. Bagi orang beradab, bertemu dengan orang atau publik tanpa mandi terlebih dahulu tidaklah mungkin dilakukan. Mereka menganggap cara seperti itu bahkan sebagai sebuah “penghinaan” kepada orang yang ditemuinya. Tradisi Veda menekankan bahwa bertemu orang merupakan sebuah peradaban yang sangat indah. Orang hendaknya mandi terlebih dahulu dan sudah mengingat Tuhan melalui sembahyang atau pun meditasi. Itulah cara orang beradab untuk hadir ke hadapan publik. Demikian pula, bagi orang bijaksana, mereka tidak akan berpuas hati hanya memperoleh kesenangan serta kenikmatan duniawi, balam bentuk apa pun, seindah apa pun, jika mereka tidak mendapatkan kepuasan spiritual atau ātmanastuti. Selanjutnya, di luar kesenan-

gan dan kenikmatan duniawi tersebut terdapat berbagai jenis kepuasan yang tidak terhitung jumlahnya yang bisa didapatkan melalui indria-indria lebih halus lagi. Terdapat lagi sekian kali lipat jenis kepuasan yang bisa didapatkan melalui pengrasaan. Terdapat sekian kali lipat lebih banyak jenis kepuasan yang didapat lewat permainan pikiran, dan juga terdapat tidak terhitung kelipatan jumlah rupa-bentuk kepuasan yang didapat lewat pengembangan keakuan palsu atau ahaṁkāra. Semua jenis kepuasan tersebut dengan mudah dan gampang dan tanpa rasa bersalah sedikit pun orang pada umumnya mengubahnya dengan kata bahagia. Tanpa sadar, orang sudah menempatkan dirinya menjadi seorang “ahli sulap”, penyulap penderitaan ke dalam khayalan kebahagiaan. Tanpa disadari ternyata kita semua menyukainya. Menurut kitab suci Veda, kebahagiaan sejati bisa didapatkan melalui indria-indria spiritual dan bukan melalui indria-indria duniawi. Sebab, kecendrungan indria duniawi adalah memberikan kesenangan dan kenikmatan segera tetapi bersifat sementara, selanjutnya disusul oleh kedukaan dan kesakitan. Sedangkan, kepuasan dan kebahagiaan yang didapatkan melalui indria-indria spiritual (ati-indriya) tidak segera memberikan kepuasan dan kebahagiaan melainkan secara perlahan bahka tanpa disadari oleh yang bersangkutan, dan pada akhirnya memberikan kebahagiaan yang semakin bertambah dan semakin membahagiakan serta tidak ada batas berhentinya karena ia bertambah terus, semakin membahagiakan. Semestinya, jika orang memang sebenar-benarnya dan setulus-tulusnya menginginkan ke-swasti-an dan ke-shanti-an bagi diri pribadinya, maka orang akan segera menghindari “menyulap” penderitaan-penderitaan dalam wujud kepuasan indria, dalam wujud pengumbaran hawa nafsu, ke dalam bentuk kebahagiaan khayal. Tidak ada kebahagiaan dalam kepuasan “garuk gatal”. Demikian pula, tidak ada kebahagiaan sama sekali di dalam pemuasan indriaindria duniawi. Barangkali di usia muda dimana kita sedang memiliki segala kemampuan dan kesempatan untuk “ngulurin indria”, untuk mengumbar hawa nafsu, di saat-saat seperti itu barangkali orang bersikeras mengabaikan perenungan seperti ini. Akan tetapi, bagi mereka yang sudah “lelah” dalam kesibukan “ngulurin indria”, ya bagi mer-

eka, nasihat Adi Shankaracarya di atas akan sangat diperlukan, bahwa memang kepuasan indria sesungguhnya adalah penderitaan. Sama dengan menggaruk gatal adalah sebuah aktivitas menciptakan penyakit, kepuasan indria hanyalah rangsangan garuk gatal, yang semua orang dengan senang hati meninggalkan segala urusan penting spiritual untuk memburu kepuasan-kepuasan indria duniawi tersebut. Bagi mereka yang berlari kencang terus menerus, akan ada kesempatan dimana ia memperlambat larinya, dimana ia sempat berhenti sebentar. Begitu pula, bagi mereka yang masih muda, yang dalam segala hal dan dalam segala keadaan masih memenuhi syarat untuk menjadi seorang penikmat, diantara kencangnya mereka “berburu kepuasan”, pasti ada saat-saat atau kesempatan dimana mereka merenung dan merasakan bahwa apa yang sedang dilakukan sesungguhnya “bukan itu”, sesungguhnya bukan kepuasan sebenarnya yang ia sedang cari. Nah..., saat-saat seperti itulah pentingnya memasukkan perenungan baris-baris indah nasihat Shankaracarya tersebut di atas. Orang hendaknya dengan teliti mencari kekurangan dari kepuasan/kebahagiaan duniawi yang sedang dirasakan atau dialami. Kepuasan jenis apa pun, kapan orang mendapatkan kepuasan dari uang, segeralah berpikir bahwa ada “celaka” apa di balik kepuasan uang ini??? Kesimpulannya, orang hendaknya selalu memikirkan sisi balik dari sisi kepuasan duniawi, yaitu sisi yang memberikan penyakit, kedukaan dan kesengsaraan. Orang tidak dianjurkan mengadakan penolakan terhadap berbagai kepuasan tersebut melainkan menumbuhkan kesadaran bahwa kepuasan-kepuasan tersebut sejauhmana akan mampu memberikan kebahagiaan sejati kepada dirinya? Orang hendaknya mengerti dengan jelas bahwa meriah dan warna warni dalam pakaian tidaklah harus membuat dirinya berbangga hati melonjaklonjak, melainkan orang akan berpuas hati jika dirinya sudah sempat memandikan badannya dengan baik. Ada perbedaan sangat jelas antara mencuci pakaian dengan memandikan badan. Bahwa ada perbedaan sangat jelas antara kepuasan indria dengan kebahagiaan batin. Adalah tindakan “keseleo parah” jika orang mencari kepuasan duniawi melalui meditasi, doa dan sembahyang.

jahat dan orang benar. Yang jahat lalu dicampakkan ke dalam dapur api. Di sana akan terdapat ratapan dan kertak gigi.” Lalu, yang benar itu yang bagaimana dan akan memperoleh apa? Rasul Paulus yang akan menjelaskannya. Secara dasariah, kedatangan Kerajaan Allah adalah karya Allah, meskipun partisipasi dari manusia di masa hidup di dunia juga dituntut. Dalam ajaran Yesus kerajaan mencakup demensi sekarang dan yang akan datang. Hal itu diungkapkan Yesus dalam perumpamaan yang keempat, “Hal Kerajaan Surga seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.” Perumpamaan keempat ini khusus untuk ahli Taurat yang menenerima pelajaran hal Kerajaan Surga itu. (cf. Mat 13:52) Lalu, yang benar itu yang bagaimana dan akan memperoleh apa? Yang benar adalah mereka

yang mengasihi Dia. Dari bacaan kedua (epistola) itulah jawabannya. Dalam suratnya kepada jemaat di Roma, Rasul Paulus menekankan jaminan akan keselamatan bagi mereka yang mengasihi Dia. Ia menulis, “… Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih Allah dari semula, mereka itu juga ditentukannya sejak semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Putera-Nya. Supaya Putera-Nya itu menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan Allah dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.” (Rom 8:28-30). Itulah tujuan Allah memanggil dan menyelamatkan kita.

MIMBAR AGAMA

Kerajaan Surga Redaktur Khusus MIMBAR

KATOLIK

Ignatius Suharto Demikianlah juga pada akhir zaman, malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dan orang benar. Yang jahat lalu dicampakkan ke dalam dapur api. Di sana akan terdapat ratapan dan kertak gigi. (Mat 13:49-50) Injil hari ini mewartakan bahwa Yesus mengajar orang banyak tentang Kerajaan Surga dengan empat perumpamaan; tiga untuk mereka (dan kita), satu untuk ahli Taurat. Yang pertama, Kerajaan Allah diumpamakan-Nya dengan ‘harta yang terpendam’. Yang kedua, Kerajaan Allah diumpamakanNya dengan ‘mutiara yang indah’, yang ketiga Kerajaan Allah diumpamakan-Nya dengan ‘pukat yang dilabuhkan di laut’; dan yang keempat, Kerajaan Allah diumpamakan-Nya dengan ‘tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya’. Yang pertama, kata Yesus, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama harta yang terpendam di ladang yang ditemukan orang, lalu dipendamnya lagi. Karena sukacitanya, pergilah ia menjual seluruh miliknya, lalu membeli ladang itu.” Memang, Yesus suka mengajar dengan menggunakan perumpamaan. Perumpamaan-perumpamaan Yesus mengenai Kerajaan Surga merupakan wejangan penting dalam Injil-Nya. Sebuah perumpamaan adalah suatu ungkapan atau kiasan yang diambil dari kehidupan sehari-hari atau dari alam. Sifatnya yang hidup atau keanehannya, menarik perhatian pendengar. Memang menarik, namun perumpamaan menuntut permenungan lebih lanjut mengenai maknanya yang

tepat. Zaman dulu orang Yahudi suka menyimpan hartanya yang berharga dengan cara dipendam dalam tanah. Dalam perumpamaan pertama, nilai harta yang ditemukan itu bagi si penemu jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan nilai harta yang dimilikinya. Harta yang terpendam itu maknanya ialah Sabda Allah, Injil, ajaran dan teladan Yesus; sedangkan harta miliknya ialah kekayaan, pangkat, kedudukan, popularitas, fasilitas, kemewahan, dan lainnya yang sifatnya keduniawian. Dalam perumpamaan yang kedua, Yesus berkata, “Demikian pula hal Kerajaan Surga seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya, lalu membeli mutira itu,” Bagi pedagang itu, mutiara tadi lebih bernilai daripada seluruh harta miliknya. Dalam perumpamaan yang ketiga, Yesus berkata, “Demikian pula hal Kerajaan Surga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan pelbagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itu ditarik orang ke pantai. Mereka lalu duduk dan dipilihlah ikan-ikan itu, yang baik dikumpulkan ke dalam pasu, yang buruk dibuang. Demikianlah pada akhir zaman, malaikatmalaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar. Yang jahat lalu dicampakkan ke dalam dapur api. Di sana akan terdapat ratapan dan kertak gigi.” Kerajaan Surga menunjuk kepada pelaksanaan kekuasaan Allah atau/dan penghakiman-Nya yang akan datang. Perumpamaan mengenai pukat yang dilabuhkan di laut, mengingatkan kita bahwa kedatangan Kerajaan Surga mencakup penghakiman akhir: yang baik dan yang buruk akan dipisahkan dan masing-masing akan menerima anugerah atau hukuman yang adil. Yesus menegaskan, “Demikianlah juga pada akhir zaman, malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@ yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)


Redité Umanis, 30 Juli 2017

Bali L e m b a r

B a s a

7

B a l i

Bencingah I Madé Agus Adi Santika

Patut Karesepang

PINAKA kasenian tradisional, taman penasar satmaka nglimbakang kahanan seni geguntangan antuk nagingin pabligbagan indik tembang inucap sareng kahanan pakraman sané mangkin. Manut I Made Agus Adi Santika, Ketua Sanggar Seni Majalangu Kerobokan, kasenian punika kirang becik utawi kirang nyadik yéning kamargiang pinaka unén-unén ring parikrama karya utawi piodalan. Duaning pamiarsa taman penasar patut ngresepang pabligbagannyané saking pangawit kantos pamuput. Sakéwanten yéning kacingak ring pura pidabdab kramané nénten prasida sakadi punika duaning wénten sané jagi ngaturang pamuspan, wénten kantun ring jeroan, wénten jagi budal. Sinah kramané nénten prasida nonton mangda jakti uning indik napi sané kabaosang. “Tiang polih ngamargiang taman penasar ring pura, sakéwanten kramané kirang prasida becik ngaksiang napi malih ngresepang unteng pabligbagané. Genah sané pinih becik jakti sakadi ring PKB,” baos lanang sané ketah kasambat Gus Cupak puniki. Ketua Listibiya ring Kecamatan Kuta Utara puniki taler ngaptiang mangda kasenian taman penasar prasida dados jalaran krama utamanipun alit-alit miwah yowana nelebang tata-titi, anggahungguhing miwah adat budaya Bali. Dané taler ngaptiang kasenian puniki prasida kadabdabang ring sekolah-sekolah mangda alit-alité nénten malajah indik paplajahan sekolah kémanten, nanging taler prasida nincapang “wawasan” indik budaya Bali. “Dadosné kasuén-suén alit-alit utamanipun sané kantun SMP miwah SMA sayan éling ring sekancan pikobet ring pakraman tur prasida taler ngrereh jalaran nepasin pikobet inucap,” baos seniman sané meneng ring Br. Padang, Kerobokan, Kuta Utara, Badung puniki nartayang. (was)

I Wayan Tusti Adnyana

Eling ring Tattwa Agama SAKADI sané kapanggihin, kasenian taman penasar wantah kasenian sané becik pisan yéning kamargiang olih para yowanané. Napi malih manut I Wayan Tusti Adnyana, S.Sn., M.Pd., Ketua Sekaa Taman Penasar Triangga Budaya Perean Kangin, kasenian taman penasar puniki abot antuk dagBPM/was ing tattwa miwah tetuek agamannyané. Punika mawinan dané ngaptiang mangda alit-alit sané seneng matembang miwah nabuh kayun mapupulan tur ngwangun sekaa taman penasar pinaka jalaran malajahin indik tattwa agama, adat-budaya taler sapunapi kawéntenan ring pakraman. Manawita ring soang-soang genah utawi désa wénten sekaa geguntangan utawi kekawin, sinah becikan yéning katincapang antuk nagingin parikrama pabligbagan sané kadasarin antuk pangéling-eling indik tattwa, tetuek sastra agama miwah sapunapi kahanan ring pakraman. “Tetujonnyané taler ngélingang krama utamanipun para yowana sané sadurungnyané nénten naenin mabebaosan antuk mabasa Bali mangda prasida malajah mabebaosan sané komunikatif malarapan antuk kasenian puniki,” baos lulusan STSI warsa 1995. Guru seni ring SMAN 1 Baturiti puniki malih maosang, taman penasar sané kamargiang antuk parikrama malinggih sinambi matembang tur mabebaosan punika yéning kacingak wantah masaih sakadi parikrama saraina krama Bali sané dumun risampuné ipun rauh saking carik utawi wusan magarapan. Krama punika ketah maosang utawi mligbagang indik makudang-kudang kawéntenan ring pakraman rumasuk indik tattwa agama Hindu taler adat sané kamargiang olih krama. Sangkaning punika tatkala lomba ring PKB sané wawu lintang akéhan pamiletnyané mapayas sakadi krama petani duk nguni. Napi malih unteng bebaosan ring PKB wawu lintang wantah toya sané mabuat pisan ring kahuripan krama Bali. “Kantos mangkin sané nonton seni puniki akéhan wantah krama sané seneng matembang utawi sané seneng ring kasenian tradisional. Alit-alit utawi para yowana akéhan seneng ring unén-unén kémanten,” dané maosang. (was)

(87)

BPM/dok

PABLIGBAGAN – Parikrama kasenian taman penasar mabinayan sareng parikrama masanthi, duaning ring kasenian inucap, sios matembang miwah ngartos taler kamargiang pabligbagan indik pupuh sané sampun katembangang.

Taman Penasar

Matembang Sinambi Mabligbagan KAWÉNTENAN sekancan budaya wantah nyarengin sajeroning parikrama duaning punika makasami medal saking pikayunan utawi parikrama saraina krama inucap. Wénten makudang-kudang soroh budaya sané durung majanten jagi pateh duaning sinalih tunggil dasar makarya budaya minakadi kahanan krama taler wewidangan ring soang-soang genah inucap wantah mabina-binayan. Pinaka sinalih tunggil wangun budaya seni majanten setata nglimbak, minakadi conto mageguntangan utawi makekawin pinaka parikrama seni kuna tetamian para panglingsir nguni sané mangkin sampun nglimbak tur ngamedalang soroh parikrama seni anyar sané kawastanin antuk Taman Penasar. Kasenian taman penasar wantah seni tradisional sané ketah kamargiang dados parikrama pacentokan utawi lomba ring Pesta Kesenian Bali (PKB). I

Wayan Tusti Adnyana, S.Sn., M.Pd. inggih punika ketua Sekaa Taman Penasar Triangga Budaya Perean Kangin Tabanan maosang taman penasar utawi kasenian sané ngawit kamargiang ring RRI puniki yéning kaartosang arannyané wantah “genah becik anggén maosang utawi mligbagang sakancan pariindikan sané kadasarin antuk sastrasastra suci agama Hindu” utawi cutetnyané wantah kasenian matembang sané madaging antuk pabligbagan. Ngeninin indik pamargi parikrama ipun wantah kakawitin antuk nembangang taler ngartos “materi” sané marupa pupuh, risampunné wusan nembang tur ngartos apupuh wawu daging tattwa utawi tetuek ipun kabligbagang antuk ngawigunayang basa Bali sané becik. Sané kautamayang ring parikrama seni inucap wantah pabligbagannyané i wawu duaning yéning nénten madaging antuk punika sinah kasenian inucap wantah

kasenian mageguntangan utawi masanthi tur nénten prasida kawastanin antuk tembang penasar. “Parikrama pabligbagan utawi parerembugan punika jagi kamargiang olih panyaji sané angganyané ring lomba PKB puniki kawatesin dados pepitu kémanten utawi dados panembang tigang diri, pangartos tigang diri tur kadabdabang olih pangenter adiri,” baos Tusti Adnyana. Dané laut maosang sinalih tunggil cecihnan saking kasenian taman penasar puniki wantah prasida kairingang antuk makudang-kudang soroh gegambelan tradisional sané ngamedalang suara soft utawi alus miwah banban minakadi babarungan geguntangan jangkep, gangsa, gendér rambat utawi gendér wayang utawi dados macampur antuk punika. Nanging nénten dados kairingang antuk gambelan sané ngamedalang suara ageng sakadi baleganjur duaning ngawinang suaran panyaji nénten

becik kapirengang. Nénten mabinayan sareng punika I Made Agus Adi Santika inggih punika ketua Sanggar Seni Majalangu Kerobokan Badung taler maosang yéning piranti sané ketah kawigunayang ngiringang parikrama taman penasar puniki minakadi babarungan geguntangan, gendér rambat miwah suling taler jublag apasang. Nanging sampun pinaka cecihnan saking taman penasar yéning pidabdab parikrama ipun nénten wantah nganutin saking panyajiné matembang nanging taler nganutin saking sapunapi panabuh inucap ngiringang parikramanyané. Sangkaning punika patut pisan penabuh miwah panembang becik madabdaban. Malih kabaosang dané ritatkala parikrama sampun ngranjing ring pabligbagan sané kantun kairingang antuk tetabuhan ipun, makanenem panyaji laut ngranjing dados protagonist tigang diri tur dados antagonis tigang diri

jagi mligbagang daging sastra sané katembangan i wawu saha matentangan ring pabligbaganannyané punika. Sakéwanten sané dados pangenter nénten sareng mabligbagan sajabaning nyelehin sapasira sané jagi matembang, nabdabang parikrama patembung raos inucap taler nepasin manawita parikrama ipun kapanggih sampun “memanes” akidik sangkaning improvisasi sané kamargiang sampun becik. Sios punika para pamiarsa sané nyaksiang taler prasida nyelehin tur polih pamatut indik pabligbagannyané duaning protagonist miwah sané antagonis inucap pada-pada madué pamatut. “Mabinayan sareng sesolahan arja utawi drama, saking ngawit para pamiarsa kasinahang sané patut parilaksanannyané wantah tokoh protagonist tur sané kaon utawi sané iwang ring sesolahan inucap majanten wantah sané antagonis,” asapunika dané nugesang. (was)

Ngamargiang Taman Penasar

Panembang miwah Panabuh Saling Intip SAKADI sané sampun kabaosang, kasenian taman penasar wantah kasenian sané macihna pisan duaning sios saking matembang miwah kaartos taler kairing antuk tetabuhan sakadi mageguntangan. Ring kasenian taman penasar punika taler kadagingin antuk parikrama mligbagang daging pupuh sané sampun katembangang i wawu. Punika kamargiang antuk pahpahan angga panyaji dados pahan protagonis miwah pahan antagonis. Sané majanten kaaptiang wantah kawagedan taler “wawasan” para panyaji duaning tatkala mligbagang punika ketah karaketang antuk kahanan utawi kawéntenan sajeroning pakraman sané mangkin. Sakéwanten yéning kabaosang parikramanipun ring parindikan lomba, sané taler manados pikobetannyané wantah indik galah sané kapaicayang wantah 90 menit mangda sekaa sampun wusan ngamargiang sajangkep parikramannyané. I Made Agus Adi Santika maosang, sujatiné ngamargiang parikrama taman penasar puniki ring lomba nénten mabinayan sareng ngamargiang sesolahan siosan, sakéwanten ring taman pe-

nasar pakéwuhipun wantah patut nganutin galah kapaicayang. Duaning ring parikrama pabligbagan, patut ngamedalang makéh improvisasi mangda parikrama pabligbagannyané nénten kaku tur prasida becik mamargi sakadi marerembugan biasa. Punika mawinan patut pisan para panyaji uning tur éling ring pupuh taler dagingnyané mangda nénten wénten pabligbagan ring apupuh sané durung puput mamargi sampun kasalip antuk panembang sané nguncarang pupuh salanturnyané. Dadosné panyaji mangda ngulengang manah tur éling indik pupuh sané katembangang taler sapunapi pabligbaganipun apaletan mangda nénten akéh nelasang galah. Asapunika taler juru tabuhnyané mangda éling ring sapunapi pabligbagannyané sadurung jagi nglanturang antuk tetabuhan sios manut saking pupuh salanturnyané. “Santukan sujatiné yéning nénten kamargiang ring lomba antuk galah sané kawatesin, parikrama taman penasar prasida nelasang galah akéh pisan. Napi malih antuk kahanan panglimbak informasi sané sayan becik sakadi mangkin sinah sayan akéh

kapanggihin parindikan ring pakraman sané prasida kabligbagang antuk daging pupuh inucap,” baos dané. I Wayan Tusti Adnyana, S.Sn., M.Pd. taler maosang, ketah kapanggihin pabligbagané nelasang galah sané akéhan saking sané kaaptiang. Punika duaning para panyaji becik ngamedalang improvisasi mangda parikrama parerembugan nénten kaku. Napi malih tatkala punika wénten taler sané mabligbagan nyantos mabanyolan utawi sinah jaktijakti krodha utawi memedih antuk tetujon mangda pabligbagané sayan becik kapanggih, nanging nénten lempas saking unteng pabligbaganipun. Indik nabdabang galah mangda nénten liwat, dané ngamargiang pasengker utawi ngwatesin antuk ngawigunayang tabuh pangiring. Inggih punika tatkala mligbagang apupuh sané sampun katembangang, sinah jagi kairingang antuk tabuh sané adung sareng pupuh i wawu ping tiga kémanten. Risampuné punika wawu panabuh jagi nguncab sané laut dados tatenger ring para panyaji mangda gelis muputang pabligbagan duaning jagi ngranjing ka pupuh salanturnyané.

“AAAH Luh Méga bisa dogén. Kadén dini kija-kija ajak I Luh? Kanti Ibu cemburu.” “Nggih mantuk ja mantuk. Élingang nakénang ring Tuaji napi sampun durus nebus bangketé sané magadé? Jinahé dasa juta sampun transfer tiang ka tabungané lewat BRI. Salanturné cicilan motoré Tuajiné sané naur,” baosné Gdé Dauh raris sami bubar mangaso. Ngurah Jelada nyetrika pakéanné sané sampun macuci raris menpen sané perlu baktana ka jeroné ring tasé. Wénten code SOS ngrajing ring HP-né. Ngurah Jelada ngrumpi sambilanga nylempang ring pasirepanné..... makisi-kisi, “Nah siap ngantos jumah jam kutus... daag.” *** Semengan Ngurah Jelada sampun masiram ngraris mapakéan. Bebaktaané sampun sayaga sami ring térasé. Luh Méga ngaryanang sarapan nasi goréng istiméwa maulam taluh mata sapi, serundéng, lalaban ketimun, kool lan kemangi. Malih kopi susu matimpal krupuk meninjo lan mujair magoréng, sapisanan ngarya wé-

dang kanggén Ibu lan Bapakné. “Tungurah, nggih dong sarapan dumun, sampun jam pitu. Mangda ten énggalan rauh timpalé saking Denpasar. Koné majanji jam delapan,” aturné Luh Méga saking paon. “Baah, pasti nguping ibi sanja sangkal tawang ada anak majanji,” baosné Ngurah Jelada raris ka paon. Dapetanga sarapané sampun cumawis. Bapak Gedé Dauh sareng Ibu Padmini taler sampun negak ngarepin wédangné. Hawané wiyakti dingin nusuk tulang. “Tiang ten ja nguping, nanging ngelah kuping madingehang Tungurah makisi-kisi ngorang siap ngantos jam delapan jumah. Sareng kuda timpalé jaga rauh, napi ten perlu siapang bantek téh manis. Tiang lek yén kantos nampi baan kenying,” aturné Luh Méga. “Naah maaf Luh, maksudné iya singgah ajebos dogén langsung berangkat mulih. Tuah ajak telu timpalé di SMP pidan, jani masuk di Denpasar,” baosné Ngurah Jelada alon. Samian raris sarapan

nyambi ngwédang. Luh Méga liang manahné nasi goréngné bresih. “Béh, tumbén jaen san nasi goréngé, nggih Pak, Bu? Yén kéné makita buung mulih.” Ngurah Jelada ngajum. Luh Méga kenyem puas nanging nyigit pupunné kanti daah duuh. Usan sarapan timpalné sagét rauh gerunggerung motorné ring jabaan. Ngurah Jelada raris nyagjagin ngajakin ngranjing Lanang Geria, Ayu Swandéwi miwah Luh Adé Suwarni. “Om Swastyastu malih matemu, niki Luh Suwarni sané dumun ten milu mriki.” “Nggih ipidan tiang ten nyarengin, kari répot ring Denpasar,” baosné Luh Suwarni nyalamin Luh Mégantari sané marasa naen manggihin raganné ring toko ring Denpasar. “Ngiring malinggih dumun,” sapanné Luh Méga raris ka paon ngambil minuman téh sané sampun sediaanga ring ibunné baktana ka ruang tamu. “Nggih ngiring cicipin teh sané pemberani tan patimpal sanganan.” Gétar

BPM/net

GEGUNTANGAN – Yadiastun akéh soroh gambelan pinaka pangiring taman penasar, nanging sané majanten kapanggihin wantah piranti abarung geguntangan sané prasida taler kadagingin malih antuk gendér wayang miwah sané siosan. “Punika mawinan panabuh sareng panyaji dadosné saling intip, duaning durung majanten juru tabuh taler tukang kendangnyané uning ring pupuh miwah manembang mawinan méweh nyantenang ma-

lih pidan patut nguncab asapunika taler juru tembang sané durung majanten uning ring tetabuhan patut éling ring sapunapi tetabuhan sané nguncab,” dané nguntatin. (was)

pangus sebengné Luh Méga nyilahang tamiunné. “Napi ten matimpal, niki sampun kacang kapri, krupuk meninjo mimbuh kenyem manis Luh Méga risasat sampun tiang kenal sué, taler sareng Ibu,” baosné Luh Suwarni. Bebaosané sayan rumaket, ngantos sami saling édéngin raporné soang-soang. Swandéwi, Lanang Geria lan Luh Suwarni angob santukan Luh Méga nyidaang polih ranking II. “Béh, yén ten wénten Tungurah pasti Luh Méga sané ranking I,” baos Luh Suwarni. “Aah ten kénten. Yén ten wénten Tungurah driki, ten mungkin tiang nyidaang maan ranking. Sesukat raganné driki mangkin siswané nyak malajah magrup,” pujiané Luh Méga. “Ayo Rah Jelada, apang ten gelisan tengai ngiring tiang pamit dumun Pak, Bu, Luh Méga matur suksma,” baosné Lanang Geria sareng sami raris medal. Ngurah Jelada ngandong tasné saha gapgapané gantunga ring motorné tutuga ring Luh Méga ka jabaan. Samian raris nguripang motorné,

bajang-bajangé sumringah mapamit “Daag… daag… daag.” Saking Taman Bali sami ngebut ngalérang nglintangin Kota Bangliné sané sayan ramé. “Kija rencanané jani buin Nang Geria, Arniek?” pitakénné Ngurah Jelada majeritan. “Ka Panelokan, ka Danu Batur mungpung kari selid. Nyanan mulih ngambahin ka Panelokan bélok kiri ka Pempatan terus mulih,” pasaurné Lanang Geria peluka kén gélanné. “Lamun kéto sing perlu ngebut apang maan ningalin panoramané indah asri buka jani. Tiang dogén ané nongos di Bangli tondén maan kesempatan malali ka Gunung Batur,” baosné Ngurah Jelada mépétang motorné ka Luh Suwarni. Marasa iri meluk gélanné padidi. Ayu Swandéwi di maluné matolihan sambil nekekang pelukanné mesra ngéwérin timplané. Teked di Panelokan pasangan jegég bagusé mararian ajebos nyingakin panorama danuné. (Masambung)


Upacara

8 Bebantenan Tetuek Banten Gebogan GEBOGAN utawi ketah kasambat banten pajegan wantah sinalih tunggil wentuk aturan marupa susunan rakaraka, sanganan, taler sekar mawarnawarni. Kruna gebogan sajeroning basa Bali sujatiné mateges “jumlah”. Aturan gebogan puniki kawastanin gebogan santukan kakaryanin madasar antuk soroh woh-wohan taler sanganan magenepan. Soroh woh-wohan miwah sanganan inucap kawentuk sakadi gunung, sayan kamuncuk sayan lanying tur ring duurnyané kadagingin sampian miwah canang sari. Indiké punika maciri kramané ngaturang paramasuksma majeng Sang Hyang Widhi sané ngripta bhuwanané puniki. Gebogan ketah kabakta olih para istriné ka pura ri kala pujawali utawi patoyan. Gebogan punika nyinahang rasa angayubagia saha matur suksama antuk waranugraha sané sampun kapaicayang olih Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Sajeroning makarya banten gebogan, manut Lontar Plutuk patut madaging panca rengga. Sané rumasuk panca rengga luiré, kapertama woh-wohan sané medal saking sekar sakadi poh, juuk, apel, taler sané tiosan, kaping kalih woh-wohan sané medal ping siki saking punyannyané sakadi pisang, sané kaping tiga woh-wohan sané medal saking batang utawi carangnyané sakadi kepundung, ceroring, durén, taler sané tiosan, kaping pat wantah woh-wohan sané masisik sakadi salak miwah nanas, miwah sané kaping untat woh-wohan sané masal saking akah sakadi umbiumbian, bengkuang, taler sané tiosan. Indik tegeh éndépnyané makarya gebogan mawali malih ring kalascaryan taler kasidan saking soang-soang krama sané pacang makarya gebognan inucap. Santukan aturan inucap nénten ja kasinahang saking tegeh éndépnyané, nanging sangkaning rasa lascarya miwah manah suci tatkala ngaturang. Salewihnyané wantah nyinahang rasa seni. Mawinan patut kaélingang olih krama pamekas krama Hindu, ri kala wénten upacara nénten kapatutang yéning krama malomba-lomba makarya banten saling pategehin napimalih tetujonnyané wantah jor-joran, pamer majeng krama tiosan. Majeng krama sané madué, indiké punika nénten dados pikobet. Sapunapi majeng krama sané tuara? Minab prasida kantos mautang pacang ngédéngang gengsi. Parindikan sakadi asapunika ngawinag magama Hindu kasengguh mael, kasengguh berat. Punika taler ngirangin tetuek saking banten sané pacang katurang pinaka niyasa nyinahang rasa suksmaning manah. Banten gobogan pungkuran puniki ketah kapanggihin madaging soroh minuman kaleng taler roti sané kasusun rapi sané mesib marupa parcel, binannyané wantah madaging canang miwah cili ring duurnyané, mawinan kantun rumasuk prasida kasengguh gebogan. Ketah taler kapiragiang indik pakrimik krama sané cumpu miwah nénten cumpu ring kawéntenan gebogan sakadi punika. Yéning selehin saking sisi inovasi jaman sakadi mangkin, napi sané dangan karereh, nika sané pacang katurang santukan indiké puniki wantah nyinahang rasa suksmaning manah antuk waranugraha sané sampun katunas. Dumogi rahayu. (Ida Rsi Bhagawan Smerti Kusuma Wijaya Sebali)

Redité Umanis, 30 Juli 2017

Topéng Dalem Sidakarya, Nyihnayang Karya Sidaning Don KAWÉNTENAN pragina, utamané pragina-pragina tari pamekas sané nyolahang tarian sakral sané nyangkepin upacara agama Hindu mabuat pisan kawéntenannyané. Saking

sakatah sesolahan sané wénten, sesolahan Topéng Sidakarya sané pinih katengetang. Topéng Sidakarya ketah prasida kacingakin ri kala wénten pamargin upacara yadnya sané ageng, sakadi upac-

ara sané ngawigunayang banten bebangkit utawi upacara sané tingkatanipun utama. Pragina topéng pamekas Topéng Sidakarya, Jero Mangku Suci daweg kacunduk ring genah-

nyané ring Banjar Poh Gading, A. Yani, Dénpasar, wawu puniki nyaritayang, Topéng Dalem Sidakarya rumasuk tarian topéng sané tenget, duaning maguna muput upacara agama, tegaknyané pateh sakadi Pandita Budha sané muput karya. Sesolahan rumasuk seni, nanging mapaiketan pisan sareng agama. “Seni miwah agama nénten prasida kapasahang, seni wantah agama, agama taler seni, agama tan paseni nénten urip. Punika taler sawaliknyané, duaning agama pacang ngicén jiwa majeng seni punika,” baosnyané. Duaning seni mapaiketan pisan sareng agama, gumanti ngawinang dané ngayah nelebin sakatah kasenian, ngawit kasenian Karawitan, Topéng Sidakarya, nalang. Manut dané, pamekas ngayah Topéng Sidakarya, dané marasa molihang hikmah saking nilai agama, rasa bhakti majeng Ida Sesuhunan sayan tumbuh, gumanti nénten naen marasa leleh. “Intiné, anak sané madué karya tan perlu bes ngenehang akuda ngaturang sesari, sané penting upacara yadnya punika prasida mamargi, sapunika kebanggaan majeng leluhur miwah Ida Sang Hyang Widhi,” dané maosang. Parindikan sané pateh taler

kabaosang I Kadek Satria, S.Ag., M.Pd.H., Sekretaris Lembaga Konsultan Upacara, Unhi Denpasar. Satria maosang, sesolahan Topeng Sidakarya sajeroning upacara yadnya sané tingkatannyané ageng nyihnayang yéning karya sané kamargiang sampun mamargi antar, sidaning don. Manut suksman Sidakarya, sida maartos manggihin kasidan, karya maartos pakaryan. Punika awinan, Topéng Sidakarya puniki mabuat, nanging upacara agama sané kamargiang wénten tingkatannyané, arang sané prasida ngrauhang Topéng Sidakarya. “Antuk sesolahan Topeng Pajegan miwah kapuput antuk sesolahan Topeng Sidakarya, kapercaya yéning karya sané kamargiang labda karya sidaning don. Mawinan punika Ida kasengguh Sidakarya. Karya sané mamargi kasidan, labda,” baosnyané. Satios punika, dané ngwewehin sajeroning sesolahan Topéng Sidakarya, pragina sané nyolahang pacang nyambehang beras kuning. Tetujonnyané nénten tios wantah nunas merta, nunas kalanduhan. “Beras kuning sané kasambehang mateges nunas merta, mangda mertané prasida kapolihang saking pangider-ider bhuwana,” dané nguntatin. (uma)

Satua

BPM/dok

TOPENG - Sesolahan Topéng Sidakarya madué tegak pateh sareng Pandita Budha, taler muput karya, makacihna karyané sidaning don.

Tat Twam Asi sajeroning Kahuripan Krama Bali KRAMA Bali nguningin tattwa “Tat Twam Asi” sampun saking sejarah peradaban Hindu manusa Bali. Pengamalan indik tattwa Tat Twam Asi puniki makanten sajeroning aktivitas krama Bali saraina sané lewih ngutamayang pakilitan pasametonan, indiké punika kasokong antuk paiketan Pura Kawitan sané ngiket kulawarga alit utawi panyamaan, wawu ka pakraman. “Paiketan ring pakraman kabaos manyama braya sané setata kautamayang salami puniki olih krama Bali,” ucap I Komang Wirti, S. Ag., guru agama sané ngangken setata nyuukang siswannyané malajahin tattwa agama mangda katerapang sajeroning laksana. Dané ngwewehin, nginggilang laksana sané matetujon nyujuh urip trepti miwah bagia pinaka tetujon pengajaran pendidikan agama ring sekolah. Wentuk pengamalan ajah-ajahan tattwa Hindu sajeroning Tat Twam Asi pinaka pengejawantahan ngajiang hak miwah kewajiban anak sios. Satios punika, manut I Kadek Satria, S.Ag., M.Pd.H., Sekretaris

Lembaga Konsultan Upacara, Unhi Denpasar, Tat Twam Asi sajeroning konteks basa Indonesia mateges “Itu adalah Aku”. Kruna inucap artosnyané sayan nglimbak dados “Aku adalah Engkau, dan Engkau adalah Aku” sané mateges saling duénang sajeroning Hindu. “Kruna Tat Twam Asi kauningin krama wawu-wawu puniki, sakéwanten ring kahuripan krama Bali sampun ngamargiang ajahan Tat Twam Asi puniki saking nguni,” baos Satria. Manut pikayunan Satria, implementasi ajahan Tat Twam Asi pungkuran puniki marasa kirang, nénten sakadi sapatutnyané. Tat Twam Asi wantah sawates wacana, krama kirang ngresepang teges sané sujati. Indiké punika metu sangkaning kirangnyané paiketan manyama braya (hubungan sosial), krama lewih individualis, miwah alit-alité kirang molihang indik pendidikan karakter inggian maparilaksana becik, tata krama, miwah sané tiosan. Sangkaning degradasi moral¸ implementasi ajahan Tat Twam

Asi taler nedunang. “Pamargin ajahan Tat Twam Asi sayan kaon, umpami akéh krama sané seneng nyelékang anak, iri, seneng nyakitin anak, marebat sareng sameton, mamisuh, miwah sané tiosan.” Satria ngwewehin, parindikan inucap prasida katepasin antuk nincapang moral alit-alit inggian ngicén indik pendidikan karakter majalaran pasraman. Satios punika para lelingsir utawi krama sané sampun lingsir patut ngicén conto parilaksana sané nyihnayang Tat Twam Asi, nincapang rasa toleransi, paras paros sarpanaya, nruénang sareng, miwah sayan ngresepang tetuek Tat Twam Asi punika. Para pemerintah taler patut urati saha terus ngicén pembinaan majeng alit-alit mapaiketan ring agama miwah budaya Hindu Bali inggian ring sekolahan, ring désa utawi majalaran pasraman. Majeng alitalit taler yowana mangda éling ring angga, sampunang angkuh taler mautsaha ngamargiang napi sané becik matut konsep ajahan agama Hindu. (uma)

Ipian I Samong Olih : Madé Taro “NDÉN malu Samong!” saut I Jaran becat pesan. “Kondén taén Icang ningeh yén ipian ento apang seken buka kéto!” Ningeh pasautné I Jaran buka kéto, prajani matané I Samong nelik. Calingné ané aéng édénganga, kuku-kukuné ané lacing suba sayaga lakar nyagrep I Jaran. Awakné I Jaran ngejer nepukin unduk buka kéto, sahasa ia nguntul tur ngraos, “Nah adéng-adéng malu Samong! Baang Icang galah makeneh awai lan morahan tekén panyamaan Icangé. Disubané kéto, Icang las nyerahang awak Icangé tekén Cai.” Buin maniné, I Samong buin nekain I Jaran ka umahné. Dapetanga I Jaran ngeling gerong-gerong. Buin I Jaran ngidih olas tekén I Samong apang tusing ngamah awakné. Kéwala, Macan ané loba ento suba tusing ngidaang nanggehang layah basangné. Poosné nyrékcék ulian dot pesan lakar ngamah I Jaran. I Samong nyalung sahasa lakar nyagrep I Jaran. Nadaksara ada bojog makecos uli punyan kayuné lan ulung di arepan tendasné I Jaran. Bojogé ento tusing lén tuah kanténan lawasné I Samong lan I Jaran. “Ada apan ené, Samong, Jaran,” I Bojog matakon tekén I Samong lan I Jaran. Macan lan jarané ento nyatuayang ulian ipiané I Samong unduké dadi buka kéné. Ningehang ipian ané soléh buka kéto, I Bojog makeneh laut ngraos. “Béh, Icang tusing nawang tafsir ipian. Icang tuah bisa ngemaang pajalan dogén. Sedeng melaha, Icang ngelah kanténan ané dueg pesan. Adané Jero Dukuh, ia ngoyong tusing joh uli tongosé ené. Ia dueg pesan ngartiang ipian, tenungané setata ngenén. Pokokné mranén. Mai kema bareng-bareng.” Kéto raosné I Bojog. Disubané pada-pada patuh paitungané, I Jaran, I Samong, lan I Bojog majalan ka umahné Jero Dukuh, anak dueg kanténané I Bojog. I Jaran majalan paling simalu, di doriné tututina tekén I Samong. I Bojog majalan joh di durian. I Bojog tuah ngiwasin kanténané majalan uli dori. Disubané neked di jumahné Jero Dukuh, jaran lan macané ento sépanan matur tekén Jero Dukuh. “Caritayang apa ané makada Cai mai,” raos Jero Dukuh. I Jaran nyaritayang unduk awakné ané jelék pesan, sahasa yéh matané makembengan nagih ngetél. Ané ada di otakné tuah mati, mati, lan mati. Buin jahan I Samong ané garang ento lakar ngamah déwékné. Malénan tekén I Samong ané nyatua girang pesan, matané nyiriang yén I Samong kendel pesan. (Masambung)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


Minggu umanis, 30 Juli 2017

Sauber Pilih Mesin Ferrari

9

SPORT

HAL 12

Bursa Transfer Eropa Menggila

London –

Belum lama berjalan, bursa transfer musim panas 2017 di belantika sepak bola Eropa telah menyajikan deretan transaksi mengejutkan yang melibatkan nama-nama top. Klub-klub besar seperti Arsenal, Liverpool dan Bayern Munich memecahkan rekor pembelian termahal mereka, sementara Chelsea juga dipastikan menempuh jalur yang sama setelah menyepakati penggaetan Alvaro Morata. Lalu apakah rekor transfer termahal sejagat bakal pecah pula pada periode ini? Bukan mustahil nama Paul Pogba yang ditebus Manchester United 105 juta Euro tahun lalu akan tergusur dari nomor satu. Masih banyak waktu bagi segala pihak yang terlibat buat menggelar negosiasi, mengingat bursa terkini masih jauh dari garis finis. Berdasarkan kalender jendela transfer FIFA, mayoritas liga domestik utama di Benua Biru bakal memungkas aktivitas jual-beli pemain pada tanggal yang sama. Bursa di Bundesliga Jerman, Liga Primer Inggris, Serie A Italia, serta Ligue 1 Prancis tutup pada 31 Agustus. Sedangkan La Liga Spanyol melangsungkan pasarnya sehari lebih lama. Sejumlah liga Eropa lain punya tenggat yang jauh lebih lapang. Bursa di Super Lig Turki dibuka hingga 8 September dan transaksi di Primeira Liga Portugal bahkan masih bisa dilakukan sampai 22 September. Berbeda dari kebanyakan kompetisi lokal di Benua Biru, liga-liga di kawasan Amerika dan Asia justru tengah berada di pertengahan musim dan jendela transfer terkini dapat diibaratkan “bursa Januari” di sana dengan jangka waktu yang relatif lebih singkat, kira-kira hanya sebulan. Liga Super Tiongkok misalnya, sudah tuntas menggelar bursa musim panas dari 19 Juni hingga 14 Juli lalu, sementara transfer window di MLS berlangsung dari 10 Juli sampai 9 Agustus. Menurut pelatih Manchester, United Jose Mourinho membayar mahal untuk pemain kelas top atau level dunia itu wajar-wajar saja. Tapi kini banyak klub yang tak ragu-ragu membayar mahal pemain di luar kategori itu. Mourinho merasa bursa transfer semakin ke sini semakin aneh dan tak terkontrol, khususnya di Inggris. Hal ini membuat perekrutan pemain pun semakin sulit. Manchester United sejauh ini baru dapat dua pemain, yakni Victor Lindelof dan Romelu Lukaku. Lindelof ditebus dengan harga hingga 31 juta pound sterling, sementara Lukaku menguras rekening ‘Setan Merah’ hingga 75 juta pound sterling belum termasuk bonus-bonus. MU sendiri dalam dua musim panas terakhir sudah mencatatkan transfertransfer besar. Jika musim ini Lukaku jadi pembelian termahal, setidaknya sejauh ini, maka musim panas lalu ada Paul Pogba yang memecahkan rekor transfer kala diboyong dengan uang sebanyak 89,3 juta pound sterling. Tapi menurut Mourinho, bukan transfer-transfer semacam ini yang merusak pasar. Sebab selain Pogba dan Lukaku, selalu ada transfertransfer yang melibatkan nama top seperti Gareth Bale, Cristiano Ronaldo, Gonzalo Higuain, atau Neymar dalam

beberapa musim terakhir yang sudah sepantasnya dihargai tinggi. Yang menjadi persoalan untuk pria 54 tahun itu adalah transfer-transfer yang melibatkan pemain-pemain yang masih berada di level lain, namun harganya tak terkontrol. Semakin meratanya kemampuan finansial klubklub Inggris turut berperan memicu kenaikan harga “Saya selalu berpikir problemnya bukanlah apa yang Anda bayarkan untuk para pemain top ini. Saya tak merasa problemnya adalah apa yang Anda bayarkan untuk Pogba, saya tak merasa problemnya bakalan soal membayar dengan gila untuk Neymar,” ujar Mourinho, Sabtu (29/7) kemarin. “Saya rasa problemnya adalah dengan grup pemain lain yang mana merupakan grup besar. Karena untuk pemain seperti Pogba, ada satu atau dua transfer semacam itu per jendela transfer. Nah yang lainnya adalah area di mana Anda menghadapi 100 transfer dan bagi saya itu adalah area yang berbahaya dari pasar transfer. Beberapa klub menembus pemain atau tidak membeli karena mereka tak menerima angka-angka yang sekarang menguasai pasar. Atau untuk melakukannya, mereka harus berada di level yang sama dan bagi saya itu membuat saya sedikit khawatir, karena sekarang kita bicara soal 30, 40, 50 juta pound sterling dengan entengnya,” imbuhnya. Salah satu klub yang paling heboh di brusa transfer kali ini adalah AC Milan. Tak tanggung-tanggung klub yang baru diakuisi pengusaha asal Tiongkok, Yonghong Li tersebut telah menghabiskan hampir 190 juta euro untuk mendatangkan sepuluh pemain. Nama-nama seperti Leonardo Bonucci, Andre Silva, Hakan Calhanoglu, hingga Lucas Biglia didatangkan untuk memperkuat komposisi pemain besutan Vincenzo Montella. Hal itu terbilang wajar, mengingat Milan hanya berhasil finis di posisi enam klasemen Serie A 2016/2017. Namun, aksi jor-joran Il Diavolorosso di bursa transfer mendapat teguran dari komisi disiplin UEFA. Head of Club Licensing UEFA, Andrea Traverso mengingatkan, Financial Fair Play membuntuti Milan. “Milan bukanlah pengecualian. Mereka dapat terjerat FFP, karena tidak ada klub di dunia ini yang mendapat keringanan,” ujar Traverso. Traverso mengaku

FFP tidak membatasi pergerakan klub dalam memperkuat kedudukannya. Apapun dapat mereka lakukan. “Akan tetapi, ada konsekuensinya,” tegasnya. Sesuai perjanjian, kata Traverso FFP akan dikenakan kepada pemilik baru Milan jika dalam empat tahun ke depan tidak dapat menyeimbangkan neraca keuangan klub. “Jika kondisi keuangan tidak seperti yang kami (UEFA) harapkan, maka kesepakatan akan batal. Namun kami belum mengetahui rincian keuangan Milan, karena transfer yang sejauh ini mereka lakukan akan dimasukkan ke dalam laporan keuangan akhir musim 2017/2018 mendatang,” jelas Traverso. Sementara rival sekota Milan, Inter telah lebih dulu terikat kesepakatan FFP sejak 2012 lalu. Traverso mengatakan hal itu wajar, mengingat sejak itu Il Nerazzurri mengalami kerugian. Sementara keuangan Milan baru minus dua tahun belakangan. “Satu hal, Milan belum berlaga di Eropa sejak mereka mengalami kerugian. Karena itu mereka tidak dikenai FFP. Sementara Inter terjerat karena mereka sempat berlaga di Eropa kala mengalami rugi,” jelass Traverso. Financial Fair Play merupakan salah satu langkah UEFA untuk menangkal kebangkrutan klub. Akan tetapi, langkah tersebut mendapat pro kontra dari beragam pihak. Para kritikus menilai FFP dapat membatasi pergerakan sebuah klub di bursa transfer, sementara performa mereka menurun di liga yang berimbas pada pendapatan klub. Belanja banyak boleh saja, namun ada aturan yang membatasi. (kmb33/ap/rtr) Negara Argentina Brasil Tiongkok Inggris Prancis Jerman Italia Meksiko Belanda Portugal Rusia Spanyol Turki Ukraina AS & Kanada

Divisi Teratas Primera Division Brasileirao Super League Liga Primer Ligue 1 Bundesliga Serie A Liga MX Eredivisie Primeira Liga Liga Primer La Liga Super Lig Liga Primer MLS

Tanggal Buka 26 Juni 20 Juni 19 Juni 1 Juli 9 Juni 1 Juli 3 Juli 14 Juni 9 Juni 3 Juli 9 Juni 1 Juli 17 Juni 1 Juli 10 Juli

Tanggal Tutup 17 September 20 Juli 14 Juli 31 Agustus 31 Agustus 31 Agustus 31 Agustus 5 September 31 Agustus 22 September 31 Agustus 1 September 8 September 1 September 9 Agustus

Calon Pemain Termahal Dunia London – Bursa transfer musim panas hanya tinggal beberapa hari lagi ditutup. Namun rekor Paul Pogba sebagai pemain termahal dunia belum juga terpecahkan. Pogba menjadi pemain termahal usai dibeli dari Juventus oleh Manchester United pada awal musim lalu. Setan Merah harus menggelontorkan dana hingga 89 juta Pound (sekitar Rp 1,5 triliun). Pada bursa transfer musim panas ini, beberapa nama muncul sebagai kandidat yang bakal menggeser Pogba. Hal ini tak terlepas dari kekuatan finansial sejumlah klub, antara lain Paris Saint-Germain (PSG) dan Manchester City. Dengan mengandalkan fulus sang pemilik, kedua klub tersebut bisa membuat seorang pemain mendapat predikat yang termahal dunia. Berikut tiga pemain yang berpotensi jadi pemain termahal di dunia pada bursa transfer musim panas ini dan menggantikan Pogba.

CALON - Striker Kylian Mbappe menjadi salah satu calon pemain termahal dunia.

1. Philippe Coutinho Gelandang Liverpool, Philippe Coutinho kabarnya tengah menjadi incaran Barcelona di bursa transfer musim panas ini. Blaugrana disebut ingin mendatangkan Coutinho agar Neymar bertahan. Seperti

diketahui, Coutinho dan Neymar adalah teman akrab di timnas Brasil. Dengan merekrut Coutinho, Barcelona berharap Neymar tak lagi memikirkan untuk hengkang ke Paris Saint-Germain (PSG). Barcelona disebut telah menawar Coutinho pada Liverpool dengan nilai 72 juta pound sterling. Namun tawaran ini ditolak mentah-mentah oleh Liverpool. Di sisi lain, mantan pemain Liverpool Dean Saunders, menilai Coutinho bisa dijual dengan harga 100 juta pound sterling (Rp 1,74 triliun). “Jika ada tawaran 100 juta pound sterling, Coutinho bisa dijual. Bagi saya dia masih bisa digantikan pemain lain,” kata Sounders. 2. Kylian Mbappe Real Madrid dan Arsenal adalah dua klub yang bernafsu untuk memboyong Kylian Mbappe dari AS Monaco. Namun dibanding Arsenal, Madrid tampaknya lebih serius ingin mendatangkan striker berusia 18 tahun tersebut. Dari sisi finansial, Real Madrid memang terkenal royal dalam urusan transfer ketimbang Arsenal. Apalagi manajer Arsenal, Arsene Wenger sudah mengutarakan tak akan “menjebol rekening klub” hanya untuk Mbappe.

AS Monaco sendiri tak keberatan untuk melepas Mbappe. Hanya saja klub yang berminat harus membayar biaya transfer 160 juta euro untuk Mbappe. Nama Mbappe mulai top setelah penampilan gemilang pada musim lalu. Kerja samanya dengan Radamel Falcao di lini depan membuat AS Monaco juara Liga Prancis dan masuk ke semifinal Liga Champions. 3. Neymar Dibanding Mbappe dan Coutinho, Neymar paling berpeluang untuk memecahkan rekor Pogba sebagai pemain termahal. Tengok saja harga klausul pelepasan Neymar yang mecapai 222 juta euro. Kendati demikian, PSG tak gentar. Le Parisien kabarnya siap mengaktifkan klausul pembelian Neymar tersebut. Inilah yang membuat Barcelona siaga satu. Mulai dari pelatih Ernesto Valverde, kapten tim Andres Iniesta hingga Luis Suarez meminati Neymar untuk bertahan di Barcelona. Iniesta misalnya, pemain berusia 32 tahun itu yakin Barcelona adalah tempat terbaik bagi Neymar untuk berkembang. “Gaya bermainnya cocok dengan kami dan dia hanya akan berkembang bersama kami,” ujar Iniesta. (kmb33/ap)


OLAHRAGA

10

Minggu Umanis, 30 Juli 2017

Neymar Harus Tentukan Masa Depan Barcelona – Masa depan Neymar di Barcelona terus menjadi spekulasi. Pemain asal Brasil itu diminta segera untuk mengambil keputusan. Neymar terus dikaitkan dengan Paris Saint-Germain. Klub asal ibu kota Prancis itu dikabarkan rela merogoh kocek dalam-dalam untuk Neymar, dengan mengaktifkan klausul lepas si pemain seharga 222 juta euro atau sekitar Rp 3,5 triliun. Klub Ligue 1 itu juga siap memberikan gaji bersih di kisaran 30 juta euro per musim. Gaji itu berpotensi menjadi yang terbesar dalam sepak bola, tergantung hasil negosiasi kedua pihak nantinya.

BPM/ap

Neymar

Chicharito Berambisi Tumbangkan MU

Javier Hernandez London – West Ham United akan melawat ke markas Manchester United di laga pertama Liga Inggris 2017/2018. Javier Hernandez ingin mencuri tiga poin di Old Trafford. Pertandingan The Hammers melawan The Red Devils itu akan berlangsung pada 13 Agustus mendatang. Pada kesempatan itu, Chicharito pun untuk pertama kalinya pulang ke Old Trafford setelah hengkang ke Bayer Leverkusen. Chicharito, yang kini datang sebagai anggota skuat tim lawan menyatakan bahwa raihan kemenangan akan

BPM/ap

membuat kepulangannya itu menjadi lebih istimewa. “Saya kembali ke klub lama pada pertandingan pertama, rumah lama saya,” kata Chicharito, Sabtu (29/7) kemarin. “Itu akan sangat spesial, tapi saya membela warna yang berbeda di sana. Saya ingin membantu tim saya untuk meraup tiga poin agar bisa memulai musim dengan langkah yang tepat,” pemain asal Meksiko itu menambahkan. Bersama MU, Chicharito boleh dibilang cukup sukses. Dia berperan mempersembahkan gelar juara di musim 2012/2013. Sang pemain pun

mengungkapkan alasanya bergabung dengan The Hammers. “Kami terus berhubungan dan kemudian kami melihat kesempatan ini, kami mengambilnya. West Ham sedang memperlihatkan ambisi yang lebih besar dari pada musim lalu. Bursa transfer sudah menyelesaikannya. West Ham adalah salah satu tim paling bersejarah di Inggris, dan juga kami sangat ambisius,” jelasnya. Penyerang timnas Meksiko ini menambahkan, ia juga punya hasrat untuk selalu bermain di Liga Primer Inggris. Menurut Chicharito, West Ham sangatlah hebat karena bisa bertahan berada di kasta tertinggi dengan terus berkompetisi di Liga Primer Inggris. “Untuk itulah saya di sini. Saya ingin segera memulai musim dan mencetak banyak gol,” kata Hernandez. Hernandez mencetak 39 gol selama dua musim berada di Leverkusen. Hernandez pertama datang ke Liga Primer Inggris ketika direkrut United dari klub Meksiko, Guadalaraja tahun 2010 silam. Lima tahun di United, Chicharito membuat 59 gol dari 157 laga. Ia lalu berpetualang bersama Real Madrid dan terakhir bergabung dengan Leverkusen. (kmb33/ap)

Jankto Diminati Klub Besar

Udine – Gelandang Udinese Jakub Jankto menarik perhatian Arsenal, Juventus dan Inter menurut agennya. Agen sang pemain, Beppe Riso mengungkapkan bila tiga klub itu sudah mendaftar untuk mendapatkan Jankto. Jakub Jankto menembus tim utama Udinese pada musim lalu, setelah tampil memukau bersama Ascoli pada musim sebelumnya. Pemain berumur 21 tahun itu pun awalnya sempat dikaitkan dengan Leicester City dan AFC Bournemouth. Akan tetapi saat ini nilainya makin meningkat. Bukan sekadar klub papan tengah yang meminatinya, akan tetapi ia telah membuat klub papan atas tertarik. Hal itu tidak lepas dari penampilannya di Kejuaraan Eropa U-21 beberapa waktu lalu, yang cukup mengesankan beberapa pemandu bakat. Agennya Beppe Riso mengatakan bahwa tiga klub yang disebutkan tadi sangat ingin memboyong sang pemain dari Udinese pada musim panas

Jakub Jankto

BPM/rtr

ini. Akan tetapi, di antara tiga klub yang menjadi peminat, Jakub Jankto disebutsebut lebih tertarik untuk bergabung ke Arsenal. Bukan tanpa alasan, sebab selama ini The Gunners memang dikenal lebih loyal pada jasa para pemain muda berbakat. Ia juga tidak mau berlabuh ke sesama klub Serie A. “Dia adalah seorang penggemar Sepak bola Ing-

gris, seperti Arsenal. Akan tetapi, Juventus, Inter Milan dan beberapa klub lainnya juga menyukai Jankto,” kata Riso, Sabtu (29/7) kemarin “Apakah ada kecenderungan baginya untuk bergabung ke klub Premier League dibanding dengan liga lainnya? Saat ini usianya masih 21 tahun, dia pasti tidak terlalu cemas dengan situasinya saat ini dan dia hanya ingin fokus dengan Udinese,” imbuhnya. Pada tahun 2014 lalu, Jakub Jankto bergabung ke Udinese saat masih belia. Setelah berhasil menembus tim utama, gelandang potensial ini langsung tancap gas di level tertinggi musim lalu, dengan mencetak lima gol dalam 29 penampilannya di Serie A. Jakub Jankto sendiri merupakan pemain jebolan akademi Slavia Prague di Republik Ceko. Ia juga telah memperkuat tim nasional senior Republik Ceko sebanyak empat kali dan sudah mencetak gol debut pada laga menghadapi Lithuania, Maret 2017 lalu. (kmb33/ap)

Neymar sendiri dikabarkan sudah menjalin kesepakatan personal dengan PSG. Kasus perkelahiannya dengan Nelson Semedo disebutsebut menjadi sinyal kuat pemain 25 tahun bakal pergi dari Camp Nou. “Saya tak tahu apa yang akan terjadi. Dia merupakan satu-satunya orang yang harus bicara dan menjelaskan apa yang ingin dilakukan, karena saya tak bisa mengendalikannya,” kata Puyol, Sabtu (29/7) kemarin. “Dia harus mengambil keputusan. Saya tak bertanggung jawab pada klub, jadi saya tak tahu apakah mereka sudah memutuskan suatu hal. Saya tak tahu apakah dia bermimpi untuk hengkang, tapi susah bagi seorang pemain untuk terus bertahan dengan tim yang sama di sepanjang kariernya,” imbuhnya. “Sepak bola sudah berubah, tapi masih ada Messi, Busquets dan Iniesta. Saya pikir dia mempunyai cinta untuk baju yang dikenakannya, tapi ada faktor lainnya,” eks kapten Blaugrana itu menambahkan. Paris Saint-Germain (PSG) sangat ngebet untuk mendapatkan Neymar. Bahkan PSG bersedia menawarkan tiga pemain kepada Barcelona demi mendatangkan pemain Brazil tersebut. Ketiga pemain itu adalah Angel Di Maria, Blaise Matuidi dan Lucas Moura. Harga Neymar yang mahal membuat Les Parisiens terancam bermasalah dengan peraturan Financial Fair Play (FFP). Situasi itu membuat PSG memutar otak agar tidak terkena sanksi. Bukan tanpa alasan, juara Ligue 1 enam kali tersebut pernah bermasalah dengan FFP pada 2014 lalu. Saat itu PSG mendapat sanksi hanya boleh mendaftarkan 21 pemain untuk tampil pada ajang Liga Champions. Padahal setiap klub berhak memainkan 25

pemain. Alhasil PSG menyiapkan skema transfer untuk mendatangkan Neymar tanpa melanggar aturan FFP. Les Parisiens akan menyertakan Di Maria, Matuidi dan Moura dalam paket pembelian Neymar. Hal itu ditengarai dapat membuat Barcelona bersedia melepas penyerang 25 tahun tersebut. Terlebih kondisi Neymar di Barcelona tengah memburuk karena terlibat perkelahian dengan Nelson Semedo pada sesi latihan. Setelah itu, Neymar terlihat meninggalkan tempat berlatih Blaugrana. Barcelona telah lama tertarik mendatangkan Angel Di Maria. Sebelumnya, Blaugrana hampir merekrut Di Maria dari Manchester United. Namun transfer itu gagal karena klausul yang tertera sewaktu The Red Devils mendatangkan pemain Argentina itu dari Real Madrid. Berbagai sinyal kepindahan Neymar telah muncul. Neymar membatalkan secara personal untuk acara jumpa fans di tur ke Tiongkok pekan depan. Menurut sumber, Neymar harus menjalani hari-hari sibuk untuk urusan transfernya. Seperti dilansir Reuters, agen perjalanan Tiongkok yang mengurus tur Barcelona menginformasikan batalnya Neymar menghadiri jumpa fans di Shanghai. Dalam akun Weibo (media sosial di Tiongkok) pribadi Neymar mengkonfirmasi kegiatan itu dalam tur Blaugrana ke Tiongkok. Hal ini semakin menyiratkan hengkangnya penyerang internasional Brasil itu dari Camp Nou. Skuat asuhan Ernesto Valverde dijadwalkan tiba di Shanghai pada Senin (31/7) besok. Neymar akan tetap terbang dari Miami ke Tiongkok, meski rumor transfernya masih kencang. Luis Suarez menyatakan harapannya agar Neymar

bertahan saja di Barcelona. Neymar merupakan salah satu pilar penting Barca, merupakan bagian dari Trio MSN yang menakutkan. Neymar bersama Luis Suarez dan Lionel Messi menjadi tukang gedor utama Barca. Kombinasi tiga pemain ini menghasilkan banyak sukses dan menjadi momok bagi pertahanan lawan. Karena alasan itu pula Suarez berharap agar Neymar membatalkan niatnya untuk hengkang. Meski demikian, Suarez menegaskan tak akan membenci Neymar. “Akan sangat disayangkan kalau dia meninggalkan Barcelona. Tapi jika dia memang pergi, kami tidak akan mengubah cinta kami kepadanya. Kami semua ingin dia bertahan. Dia adalah salah satu dari tiga pemain terbaik dunia dan kami ingin menikmati kehadirannya,” terang Suarez. Ivan Rakitic pun berharap Neymar bertahan di Barcelona musim depan. Tapi sekalipun Neymar harus hengkang, Rakitic bakal menghormati keputusan itu. “Ya saya tahu apa yang sedang dihadapi Neymar. Keputusan yang sangat sulit dan kami semua memahaminya,” ujar Rakitic. “Kami ingin dia bertahan dan tidak lebih lagi. Kami akan coba mengerti apapun keputusannya. Saya berharap dia punya pemikiran yang sama dengan kami. Dia sudah tahu apa keinginan kami. Dia adalah bagian dari ruang ganti, salah satu bagian keluarga ini dan kami semua ingin dia bertahan,” sambungnya. Sementara itu dari pihak klub, rumor transfer ini disiasati dengan mencari pemain-pemain baru yang dinilai cocok menjadi pengganti Neymar. The Catalans dikabarkan melirik tiga pemain di Liga Inggris, yakni: 1. Philippe Coutinho Pemain asal Brasil ini

sudah lama menjadi incaran Barcelona, bahkan sebelum isu hengkangnya Neymar berembus. Belakangan pemain 25 tahun milik Liverpool itu dikabarkan sudah menyepakati harga yang diajukan Barcelona, meskipun belum ada realisasi transfer. Akan tetapi Liverpool pasti akan berusaha keras menahan mantan pemain Inter Milan ini. Pengaruh Coutinho bagi The Reds sangat besar, karena musim lalu dia menghasilkan 13 gol dan tujuh assist dalam 31 laga Premier League yang membuat pasukan Juergen Klopp finis di urutan keempat, sehingga berhak meraih tiket kualifikasi Liga Champions. 2. Eden Hazard Gelandang enerjik asal Belgia ini menjadi andalan Chelsea. Pemain berusia 26 tahun tersebut ditengarai menjadi pilihan kedua Barca jika raksasa Liga Spanyol tersebut gagal mendapatkan Coutinho. Namun Barca harus siap bersaing dengan rival abadi mereka, Real Madrid karena mantan pemain Lille ini juga masuk daftar incaran Los Blancos. Meski demikian, usaha Barca tidak akan mudah lantaran manajer Chelsea Antonio Conte sudah menegaskan bahwa Hazard akan tetap berada di Stamford Bridge. Musim lalu Hazard memberikan kontribusi 16 gol dan lima assist dalam 36 pertandingan Liga Inggris. Alhasil The Blues berhasil meraih gelar Premier League. 3. Dele Alli Dele Alli bisa jadi pilihan yang tepat bagi Barcelona jika menilik performanya sepanjang musim 2016-2017 bersama Tottenham Hotspur. Pemain internasional Inggris berusia 21 tahun ini mencetak 19 gol dan membuat sembilan assist dalam 37 pertandingan Liga Inggris, untuk membawa tim London itu menjadi runner-up. Penampilannya yang impresif berbuah penghargaan pribadi bagi pemain yang pernah dipinjamkan ke MK Dons itu. Dia meraih gelar PFA Young Player 2017. (kmb33/ap/rtr)

Spalletti Tutup Peluang Hengkang Perisic

BPM/rtr

TERBANG - Gelandang Inter Milan Ivan Perisic terbang setelah berebut bola dengan pemain Bayern Munich Rafinha. Singapura – Manchester United tampaknya kini harus benarbenar mengubur hasrat mereka memboyong winger Inter Milan, Ivan Perisic di jendela transfer musim panas 2017. Pernyataan teranyar dari

allenatore La Beneamata, Luciano Spalletti jadi alasannya. Di sela-sela tur pramusim Inter, Spalletti melontarkan pernyataan yang sekaligus menutup kans Man United merekrut winger interna-

sional Kroasia berusia 28 tahun itu. “Saya pikir topik ini telah selesai,” buka pelatih berkepala plontos tersebut, Sabtu (29/7) kemarin. “Memang benar, seiring berjalannya waktu dari hari ke hari, dari minggu ke min-

Munich CEO Bayern Munich KarlHeinz Rummenigge ngotot mempertahankan Arturo Vidal di bursa transfer ini. Di mata Rummenigge, Vidal adalah pemain yang sangat penting. “Saya bisa 100 persen memastikan Vidal takkan pindah, karena bagi kami dia adalah pemain fundamental. Saya belum pernah mendengar kabar dari siapapun di Inter Milan sejauh ini. Saya hanya membaca apa yang telah ditulis,” kata Rummenigge, Sabtu (29/7) kemarin. Musim lalu Vidal tampil dalam 27 pertandingan Bundesliga dan menyum-

bang empat gol serta tiga assist. Secara keseluruhan dia terlibat dalam 41 pertandingan FC Hollywood di semua ajang, dengan kontribusi sembilan gol dan empat assist. Inter Milan pun tertarik kepadanya. La Beneamata bahkan siap membayar 50 juta euro untuk pemain asal Cile tersebut. Namun Rummenigge memastikan Bayern takkan melepas mantan pemain Juventus tersebut. “Keputusan untuk terus bersama Vidal telah diambil sejak lama. Pelatih Carlo Ancelotti berbicara dengannya dan pintu untuk dia pindah 100 persen tertutup. Terlepas dari tawaran, ke-

tika Bayern memutuskan untuk tidak menjual pemain, maka uang tidak penting,” imbuh Rummenigge. Kontrak Vidal yang sedang berjalan saat ini akan habis pada musim panas 2019 mendatang. Bayern juga siap memperpanjang kontrak eks. pemain Bayern Leverkusen tersebut. Pelatih Carlo Ancelotti pun telah memberi tahu pihak Inter Milan untuk mengakhiri upaya mereka merekrut gelandang andalanya itu. Ancelotti sebelumnya telah menegaskan Vidal tidak akan pindah. Dalam konferensi pers di Singapura pelatih asal Italia itu semakin memperjelas keingi-

ggu, itu menjadi lebih dan lebih sulit untuk menggantikannya dengan pemain lain. Di titik ini akan sulit untuk mencari penggantinya jika kami membiarkan dia pergi,” kata Spalletti. “Dan kalaupun tawaran kembali datang sebelum jendela transfer ditutup, saya pribadi akan jadi orang yang secara tegas menolak penjualan Perisic,” tambah eks pelatih Zenit Saint Petersburg itu. Untuk mendapatkan mantan pemain Borussia Dortmund itu, manajemen MU bersedia menyerahkan mahar sebesar 60 juta euro atau sekitar Rp 852 miliar ke rekening Inter Milan. Perisic merupakan winger paling kreatif Inter Milan pada 2016/2017. Di Serie A, pemain berusia 28 tahun itu mampu menciptakan 61 peluang, delapan di antaranya menjadi gol. Selain itu, dia juga mencetak sebelas gol dari 36 penampilan di Serie A. Semua golnya tercipta setelah dirinya berhasil merangsek ke kotak penalti lawan. Perisic juga menjadi pemain Inter Milan yang paling rajin menyepak bola. Dia melakukan 80 tembakan pada musim lalu, 49 persen di antaranya tepat sasaran. (kmb33/rtr)

Vidal Tidak Dijual

nannya untuk mempertahankan sang pemain. Ia telah memberi tahu pelatih Inter Luciano Spalletti dan direktur Walter Sabatini, bahwa sang gelandang tidak dijual. (kmb33/ap)

Arturo Vidal

BPM/ap


11

GELANGGANG

Minggu Umanis, 30 Juli 2017

Ganda Campuran Rehan/Fadia ke Final AJC Jakarta (Bali Post)-

Nomor ganda campuran Indonesia memastikan satu tiket final kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia (Asia Junior Championships/AJC) 2017 yang akan dilangsungkan di Jakarta, Minggu (30/7) ini.

BPM/nel

Ryan Tayeb

Lisensi C AFC

MANTAN Asisten Manajer Bali Devata, Ryan Tayeb sudah mengantongi lisensi kepelatihan D nasional. Kini Ryan berniat mengikuti kursus pelatih lisensi C AFC di Jakarta, Agustus mendatang. ‘’Jika saya lulus kursus lisensi C AFC, maka berhak menjadi asisten pelatih tim Liga 1,’’ tutur Ryan yang lahir di Makassar, Sulsel 11 September 1988 ini. Dia sejak kecil memang hobi main bola dengan berlatih di SSB Perseden Denpasar, serta SSB Guntur. ‘’Saya bermain bola sampai usia 16 tahun,’’ kenangnya. Bahkan Ryan pernah menimba ilmu main bola dengan berguru ke Den Haag, Belanda selama enam bulan. ‘’Saya di Negeri Kincir Angin belajar teknik main bola, aturan main sepak bola, sampai kinerja korps pengadil lapangan,’’ tuturnya. Ryan memilih berguru sepak bola ke Belanda, sebab sang mama Jolita Zonneveld memang asal Belanda. Oleh karena fasih berbahasa Belanda, Ryan pun sering diajak mendampingi pelatih PSM Makassar Robert Rene Alberts, termasuk ketika mengintip peta kekuatan Bali United saat menjamu Barito Putera di Stadion Kapten Wayan Dipta Gianyar. ‘’Saya menemani Robert selama di Bali, utamanya mengintip kekuatan Bali United, sebab PSM bakal bertanding ke Gianyar,’’ jelas dia. Ryan punya obsesi di sepak bola, kelak ingin menjadi pelatih timnas Merah-Putih. ‘’Seluruh keluarga mendukung saya berkarier di sepak bola,’’ ungkap dia. Semenatra target dalam waktu dekat, kalau dirinya sudah mengantongi lisensi C AFC, dirinya ingin menjadi asisten pelatih tim kontestan Liga 1. ‘’Saya ingin totalitas di sepak bola,’’ terang dia. (nel)

Adalah Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang memastikan tiket final setelah tampil meyakinkan dengan menang dua set langsung 21-17, 22-20 dari pasangan Korea Selatan Chan Wang/Kim Min Ji di fase empat besar, Sabtu (29/7) kemarin. Pasangan Tanah Air ini tampil baik sejak set pertama dimulai, dengan terus mengungguli perolehan poin Chan/Kim dan akhirnya menang 21-17. Akan tetapi, memasuki set kedua perolehan angka Rehan/Fadia malah kerap terpaut tipis, bahkan sempat tertinggal 13-15 sebelum akhirnya menyusul jadi 16-15. Kedua pasangan juga sempat terlibat adu setting di akhir set kedua dan akhirnya sambaran bola dari lawan yang membentur net menjadi poin penutup kemenangan Rehan/ Fadia 22-20. “Dalam pertandingan ini, kuncinya tetap menjaga fokus di lapangan. Dari semalam sebelum tidur juga saya ingatnya harus fokus,

harus fokus. Di gim kedua tadi kan tipis-tipis poinnya, kalau saya hilang fokus sedikit aja mungkin bisa berbahaya,” tutur Rehan Hal senada juga diungkapkan Fadia yang mengaku selain lebih bermain fokus, dirinya berusaha lebih berani terhadap pemain wanita lawan. “Karena dia kan mainnya polospolos saja, jadi saya siap terus saja di depan,” tambah Fadia. Lolos ke partai puncak, Rehan/ Fadia lagi-lagi akan berhadapan dengan pasangan Korea Selatan. Mereka akan melawan Sung Seung Na/Ah Yeong Seong untuk memperebutkan gelar juara kali ini. “Lawan di final lebih kuat. Jadi saya harus siap lebih lelah lagi dari kemarin. Dan berusaha fokus terus di lapangan,” ujar Rehan. Ada pun pasangan Korea Selatan, Sung/Ah sendiri sebelumnya menghentikan kompatriotnya, Kang Min Hyuk/Baek Ha Na di semifinal. (ant)

Madura United Tundukkan PSM Makassar Bangkalan (Bali Post) Madura United FC menang tipis atas tim tamu PSM Makassar, pada laga lanjutan Liga 1 Indonesia yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Jawa Timur, Sabtu (28/7) kemarin. Gol klub sepak bola berjuluk “Laskar Sape Kerrap” ini dicetak oleh Greg Nwokolo di menit ke-60. Dengan kemenangan ini, maka Madura United FC berhasil merebut puncak klasemen sementara liga 1 Indonesia, dengan raihan 32

poin, menggeser pemuncak klasemen sebelumnya, yakni Persipura Jayapura. Sejak babak pertama Madura United memang tampil agresif. Demikian juga dengan tim tamu. Keduanya tim sama-sama berupaya membongkar jantung pertahanan lawan. Tim tamu berupaya membobol pertahanan Madura melalui serangan sayap dan mengandalkan kecepatan bermain. Namun, upaya yang dilakukan

Ditekuk Madura FC 1-0

Permainan Persigo Diteror Wasit

Sumenep (Bali Post)Manajer Persigo Semeru FC, Miko Agus Pribadi menyatakan permainan timnya sangat kacau saat melawan Madura FC di Stadion A Yani Sumenep, Jawa Timur, akibat diteror oleh keputusan wasit. “Kalah atau menang dalam pertandingan sepak bola itu merupakan hal biasa. Namun ini terlalu sakit, karena kami diteror oleh keputusan wasit,” ujarnya dalam konferensi pers usai laga di Stadion A Yani Sumenep, Sabtu (29/7) kemarin. Pada Sabtu sore, Persigo yang menjalani laga tandang melawan Madura FC di Stadion A Yani Sumenep itu menelan kekalahan dengan skor 0-1. “Keputusan wasit yang kurang pantas tersebut membuat konsentrasi anak-anak pecah dan selanjutnya permainannya pun sangat kacau,” kata Miko. Versi Persigo, wasit telah menodai laga lanjutan di Grup 7, Liga 2 Indonesia 2017, dengan mengeluarkan keputusan kurang pantas, di antaranya gampang memberikan kartu kuning dan menyatakan pemainnya melakukan pelanggaran. “Kami punya rekaman pertandingan. Kami akan mempelajari lebih dulu hasil rekaman pertandingan tersebut, sekaligus konsultasi dengan tim tuan rumah. Setelah itu, baru akan mengambil tindakan,” ucapnya. Sementara Pelatih Kepala Madura FC, Salahuddin menjelaskan, setiap orang berhak menilai kepemimpinan wasit di lapangan. “Penilaian itu merupakan hak dan tentunya akan subjektif. Beda orang tentunya bisa beda penilaian dan itu wajar. Namanya saja hak,” ujarnya ketika dimintai komentar atas kepemimpinan wasit dalam konferensi pers usai laga. Ia menilai kepemimpinan Nur Chamid sebagai wasit dalam laga Madura FC melawan Persigo masih wajar. “Kalau mau cari keputusan wasit yang merugikan itu bisa saja dilakukan oleh kami. Dalam laga pemain kami pun terkena kartu kuning, bahkan kartu merah. Namun kami memang lebih fokus mendorong anak-anak bermain bagus dalam setiap laga,” kata Salahuddin. Dalam laga tersebut wasit mengeluarkan enam kartu bagi pemain, yakni satu kartu merah bagi pemain Madura FC, satu kartu kuning bagi Madura FC, dan empat kartu kuning bagi Persigo. Pemain depan Madura FC, Aldaeir Makatindu dikeluarkan wasit dari lapangan pada menit ke-89 setelah menerima dua kali kartu kuning dalam laga tersebut. Madura FC Sumenep dan Persigo Semeru FC Lumajang tergabung dalam grup 7 Liga 2 Indonesia 2017 bersama Persekap Pasuruan, Persekam Metro FC Malang, PS Badung Bali, PS Sumbawa Barat dan Celebest FC Palu. (ant)

BPM/ist

TANTANG KOREA - Ganda campuran Indonesia Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti, menantang pebulutangkis Korea Sung Seung Na/Ah Yeong Seong dalam laga final Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia, Minggu (30/7) ini.

BPM/ant

REBUT - Pesepak bola Madura United (MU) Greg Nwokolo (tengah) berebut bola dengan pesepak bola PSM Makassar, Hamka Hamzah (kiri) dan Ardan Aras (kanan) dalam Kompetisi Liga 1 di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) Bangkalan, Sabtu (29/7) kemarin.

PSM selalu menemui kesulitan, karena lini belakang pertahanan Madura United sangat kokoh. Upaya serangan yang dilakukan PSM Makassar ke jantung pertahanan klub sepak bola berjuluk “Laskar Sape Kerrap” ini selalu menemui jalan buntu. Madura bahkan sering memanfaatkan peluang dengan melakukan serangan balik, tetapi anak asuh Gomes de Oliviera ini juga tidak mudah membobol lini belakang PSM Makassar. Hingga babak pertama usai,skor kedua kesebelasan sama, yakni 0-0. Madura United FC baru bisa membobol gawang PSM Makassar di menit ke-60 oleh Greg Nwokolo dengan memanfaatkan tendangan pojok Slamet Nurcahyo. PSM berupaya menyamakan kedudukan dengan meningkatkan tempo serangan. Akan tetapi, pertahanan kuat Madura lagilagi menjadi persoalan bagi PSM Makassar untuk menyamakan skor. Hingga peluit panjang ditiup skor tidak berubah, yakni 1-0 untuk Madura United. “Laga melawan PSM kali ini merupakan laga berat bagi Madura United FC. Tapi berkat perjuangan yang serius dan kekompakan pemain, akhirnya kita bisa memenangkan pertandingan ini,” ujar Pelatih Madura United FC, Gomes de Oliviera seusai pertandingan. (ant)

Pelatih Komentari Penggunaan Wasit Asing Bekasi (Bali Post) Sejumlah pelatih tim kesebelasan yang kini bertanding di Liga 1 Musim 2017, memberikan komentar beragam terkait kebijakan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang berniat menggunakan jasa wasit asing. “Perlu juga merekrut wasit asing untuk memimpin pertandingan liga. Namun tak perlu semuanya, cukup 50:50 saja perbandingannya dengan wasit lokal,” kata Pelatih Tim Bhayangkara FC Simon McMenemy di Bekasi, Jumat (28/7) lalu. Simon mengaku menyetujui wacana tersebut, sebab pihaknya kerap kali menjadi korban keputusan wasit yang kontroversial selama mengarungi Liga 1. Menurut dia, wasit asing diyakini cenderung memberikan keputusan yang lebih profesional saat memimpin pertandingan. “Perekrutan wasit asing juga bisa menjadi angin segar bagi perbaikan kualitas wasit Tanah Air,” katanya. Asumsi itu disampaikannya dengan berkaca pada fakta keberadaan sejumlah pelatih asing yang kini mengasuh pemain di Liga 1, sanggup membawa timnya bertengger di puncak klasemen sementara. Bagi Simon, hal itu cukup membuktikan sentuhan tenaga asing bisa menjadi masukan positif bagi sepak bola Tanah Air. “Untuk wasit pun rasanya sama. Kedatangan sentuhan wasit asing bisa membawa perubahan segar pada kompetisi,” katanya. Hal senada disampaikan pelatih Persija Jakarta Stefano Cuggura. Baginya, kompetisi sepak bola Tanah Air memang membutuhkan sentuhan wasit asing. “Tapi tentu tidak semuanya. Sebagian saja. Sementara terhadap wasit lokal yang masih digunakan, berikan pelatihan fisik supaya fit saat memimpin pertandingan,” katanya. (ant)

Tiga Bonek Alami Kecelakaan Surabaya (Bali Post) Manajamen Persebaya Surabaya mengucapkan belasungkawa atas wafatnya tiga suporter, satu bonek dan dua bonita yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas di kawasan Menganti, Gresik. “Kami mendapat informasi ada tiga orang, seorang bonek dan dua orang bonita (bonek wanita) menjadi korban kecelakaan di dua lokasi berbeda,” ujar Media Officer Persebaya Roky Maghbal ke-

tika dikonfirmasi, Jumat (28/7) lalu. Ketiga korban masing-masing identitasnya Mohammad Hilmi (20) asal Desa Bringkang Menganti, kemudian Putri Amanda Sari (16) dan Yuni Khalimatus Rohmah (17), keduanya berasal dari Desa Sidowungu Menganti, Gresik. Kecelakaan terjadi pada Kamis (27/7) malam usai menyaksikan laga Persebaya melawan Martapura FC di Stadion Gelora Bung Tomo

Surabaya. Mewakili manajamen, pemain dan ofisial, ia berdoa supaya amal ibadah para korban selama di dunia diterima di sisi Tuhan, serta keluarga yang ditinggal diberi ketabahan. Manajamen Persebaya, kata dia juga akan memberikan santunan yang diberikan kepada keluarga korban dan berharap tak lagi ada peristiwa kecelakaan lalu lintas saat menuju maupun pulang dari stadion.

“Semoga ke depan tidak ada lagi peristiwa serupa. Mari kita selalu hati-hati dan waspada selama dalam perjalanan,” ucapnya. Berdasarkan informasi yang didapat dari manajamen, Kamis (27/7) pukul 23.00 WIB terjadi kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Bringkang, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Kecelakaan tersebut melibatkan kendaraan roda empat jenis Hino dengan sepeda mo-

tor yang dikendarai Mohammad Hilmi. Diduga kendaraan korban berupaya mendahului sisi kanan mobil Hino yang melaju dari utara ke selatan, tetapi dari arah berlawanan ada kendaraan lain hingga membuat korban terpelanting ke kiri mengenai ban belakang mobil. Sedangkan dua korban lainnya terjadi hampir bersamaan, namun kejadiannya di Jalan Raya Sido Mulyo Menganti. (ant)

Futsal PHRI-BHA-BTN

Bali Dynasty Cukur Griya Santrian

BPM/022

BABAK PENYISIHAN - Tim futsal Bali Dynasty (kiri) mencukur lawannya Griya Santrian 10-0 pada babak penyisihan hari pertama Grup A, Turnamen Futsal Antarkaryawan Hotel yang dihelat PHRI, BHA dan BTN, di Matahari Terbit Futsal, Sanur, Sabtu (29/7) kemarin.

Denpasar (Bali Post)Tim futsal Bali Dynasty sukses mencukur lawannya, Griya Santrian Sanur dengan skor 10-0 pada hari pertama turnamen futsal antarkaryawan hotel yang dihelat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Bali Hotels Association (BHA), serta Bali Tarvel News (BTN), Grup A di futsal Matahari Terbit, Sanur, Sabtu (29/7) kemarin. Hasil Grup A lainnya, The Jayakarta unggul atas Inaya 8-4, Kuta Paradiso menekuk Maya Sanur 9-3. Hasil Grup B, The Laguna menggunduli The Trans 10-0, Soori Bali menekuk Sanur PP 7-1, The Anvaya mengalahkan Bali Mandira 4-2. Grup C Amadea menekuk Prama 5-0, Four Points mengalahkan Hard Rock 7-4, serta keraton menekuk DKPH 4-2. Grup D, St Regis mengalahkan Ayana 3-2, Harris Seminyak unggul atas Conrad Resort 4-3. Grup E, W Seminyak menang atas Bali Tropic Resort 7-0, Sheraton Kuta menang 7-2 atas Legian Beach, Nusa Dua Beach menang 4-1 atas Royal Santrian. Grup F, G Barong mengalahkan Oberoi resort 4-2,

Sofitel Nusa Dua menang 5-3 atas Le Meridien, Hilton Bali menundukkan Upasha 5-3. Ketua Umum PHRI Bali Cok Ace menyatakan, turnamen futsal antarkaryawan hotel ini memupuk rasa persaudaraan dan persatuan sesama pekerja hotel. ‘’Di tengah persaingan yang makin ketat ini, perlu solidaritas dan rasa persaudaraan ini ditingkatkan lagi. Kalau tidak digelar event ini, dikhwatirkan rasa persaudaraan mereka makin menipis,’’ sebut Cok Ace. Sementara Ketua Panpel Sanur Village Festival (SVF) Ida Bagus Gede Sidharta Putra, menyambut antusias turnamen futsal yang dirangkaikan dengan SVF, termasuk turnamen tenis terbuka. ‘Jadi kami mendapat kehormatan turnamen futsal ini sudah memasuki tahun kedua, yang dirangkaikan dengan SVF,’’ tuturnya. Di sisi lain, Government relation and event manager BHA Andy menyebutkan, kejuaraan futsal antarkaryawan hotel ini baru memasuki babak penyisihan dan digelar tiap Sabtu dan Minggu. (022)


12

LAGA

Minggu Umanis, 30 Juli 2017

Sasis Baru Tak Untungkan Yamaha

Lesmo – Dua pembalap tim Movistar Yamaha, Maverick Vinales dan Valentino Rossi mengganti sasis motornya saat akan memulai balapan di GP Catalunya 2017. Namun, saat penggunaan pertama kali di Sirkuit Barcelona keduanya harus tercecer di posisi tengah. The Top Gun (julukan Vinales) hanya mampu finis di urutan sepuluh, sementara Rossi berada di urutan yang lebih baik, yakni delapan di GP Catalunya. Bahkan Vinales sempat mengutuk penggunaan sasis baru YZR-M1 itu. Meski akhirnya bisa kembali nyetel dengan sasis baru tersebut. Kerugian menggunakan sasis baru itu juga diprediksi oleh salah satu pengamat MotoGP, Guido Meda akan cukup

Pascal Wehrlein

menyulitkan kedua pembalap. “Dalam satu hari itu (di Catalunya) semuanya tidak berfungsi dengan baik. Vinales terlihat tidak memiliki kekuatan yang dimilikinya di awal musim ini,” ujar Meda, Sabtu (29/7) kemarin. “Keduanya di tipu oleh ban yang tidak memberikan solusi yang baik dan tidak tahan lama dalam kondisi aspal tertentu. Itu yang saya lihat hingga kini,” tambahnya. Dengan performa motornya tersebut, Meda memprediksi bahwa kedua pembalap akan kesulitan di seri Ceko pada akhir pekan depan. “Balapan berikutnya di Brno, kami tahu sirkuit akan menjadi panas dan aspalnya sudah tua, mungkin mereka akan benar-benar kesulitan,” jelasnya. Menu-

rut Meda, kedua pebalap tersebut juga sama-sama dibuat kesulitan dengan kondisi ban Michelin. Rossi sudah mengeluhkan performa ban Michelin sejak seri perdana motoGP 2017 di Qatar. Bahkan kepala teknik Rossi, Silvano Galbusera sempat mengklaim ban Michelin bisa membuat rider celaka karena terlalu lunak sehingga sulit dikendalikan di trek basah. Tak hanya Valentino Rossi, pebalap top lain seperti Marc Marquez, Johann Zarco dan Andrea Iannone juga mengeluhkan hal yang sama. Bahkan rider LCR Honda Cal Crutchlow, berani menuding Michelin berbuat curang dengan membantu Ducati. Nah, bagaimakah jalanya balapan pekan depan? Patut ditunggu. (kmb33/rtr)

BPM/ap

Sauber Pilih Mesin Ferrari

Budapest– Rumor mengenai masa depan Sauber bersama Formula One (F1) di musim 2018 telah terjawab. Tim yang berbasis di Hinwil, Swiss tersebut mengaku telah menjalin kesepakatan kontrak dengan Ferrari sebagai pemasok mesin utama mereka musim depan. Sebelumnya Sauber sempat digosipkan beralih menggunakan mesin milik Honda untuk musim 2018. Alhasil kabar burung tersebut membuat tanda tanya besar bagi para penggemar mengenai langkah apa yang akan diambil tim untuk tampil kompetitif musim depan. Sauber memang berencana menggunakan Honda sebagai alternatif yang akan mereka gunakan. Namun, dalam kurun waktu kurang dari 24 jam mereka langsung melakukan pembatalan dan melakukan kesepakatan resmi dengan Ferrari. Sauber berhasil mengamankan kontak untuk beberapa musim ke depan dan akan menggunakan mesin berlogo Kuda Jingkrak tersebut dengan spesifikasi mesin terbaru. Keputusan Sauber untuk melanjutkan kemitraannya dengan Ferrari membuat McLaren dipastikan tetap menggunakan mesin Honda di musim 2018. Pasalnya, mereka harus menjadi produsen mesin agar terus berada dalam kompetisi F1. “Saya sangat senang untuk memastikan bahwa kami akan terus bekerja dengan Scuderia Ferrari sebagai pemasok mesin kami dengan perjanjian multi tahun,” terang bos baru Sauber, Frederic Vasseur Sabtu (29/7) kemarin. Kini Sauber makin fokus

menjalani musim ini. Hanya menduduki peringkat kedua dari bawah di klasemen tim F1 2017 hingga paruh pertama. Tim Sauber bertekad bangkit pada paruh kedua yang akan dimulai dari F1 GP Hungaria akhir pekan ini. Tim Formula 1 Sauber berencana membawa pembaruan besar untuk aerodinamika mereka pada GP Hungaria. Mereka mengalami kesulitan pada dua balapan terakhir, GP Austria dan GP Inggris. Skuat Hinwil tersebut juga tidak membawa komponen baru meski awalnya diperkirakan siap pada balapan di Silverstone. Namun untuk F1 GP Hungaria akhir pekan ini, Sauber berencana membawa pembaruan yang diyakini merupakan yang terbesar sepanjang musim. Hal ini mereka lakukan untuk mengatasi defisit dari mesin Ferrari yang satu tahun lebih kuno yang kini mereka gunakan. “Saya belum tahu pasti bagaimana pembaruannya, tapi ini seharusnya menjadi langkah

yang bagus,” ujar salah satu pembalap Sauber, Marcus Ericsson. “Hungaroring adalah sirkuit, di mana setiap downforce yang bisa didapat akan membantu Anda dan tidak terlalu efisien untuk mesin. Jadi ini bisa menjadi peluang untuk kami. Jika kami mendapatkan perbaikan performa dari pembaruan tersebut, kami bisa berada dalam persaingan untuk poin,” imbuh pembalap Swedia yang belum mendapatkan poin di F1 musim 2017 itu. Adapun pembaruan ini bertepatan dengan debut Frederic Vasseur sebagai kepala tim Sauber. Ia baru saja menggantikan Monisha Kaltenborn yang mengundurkan diri bulan lalu, sebagai bentuk tanggung jawabnya atas kemerosotan tim di F1 2017. Namun kabarnya, Salah satu penyebab hengkangnya Kaltenborn dari Sauber adalah karena menentang keputusan tim untuk beralih pemasok mesin dari Ferrari ke Honda. Selain

itu, Kaltenborn juga menentang kebijakan tim di bawah kepemilikan baru yang ingin prioritaskan Marcus Ericsson dari pada Pascal Wehrlein. Perlu diketahui, tim F1 Sauber membagi pembaruan besar pertama mereka pada musim ini; di antaranya lantai baru, sidepod, deflektor, saluran rem belakang dan elemen bodywork tambahan yang terpasang sejak GP Spanyol sampai GP Monako. Namun pembaruan tersebut tidak memberikan perbaikan performa yang diharapkan oleh tim asal Swiss tersebut. “Semoga pembaruan selanjutnya akan bekerja sedikit lebih baik dari pembaruan sebelumnya. Karena pembaruan sebelumnya tidak benar-benar memberikan peningkatan performa yang kami harapkan,” tambah Ericsson. “Saat mobil bekerja baik, seperti saat balapan di Silverstone kami memiliki kecepatan yang sama dengan mobil Haas dan Stoffel Vandoorne (Williams) tidak lebih cepat dari kami. Kami tidak terlalu buruk, saat mobil kami dapat bekerja baik,” tutupnya. Saat ini Sauber berada di posisi kesembilan klasemen konstruktor dan mengumpulkan lima poin, unggul tiga poin dari McLarenHonda. (kmb33/rtr)

BPM/ap

Valentino Rossi

Kunjungi India Kevin Durant Pecahkan Rekor

New Delhi – Pemain Golden State Warriors, Kevin Durant memecahkan rekor dunia saat berkunjung ke India, Sabtu (29/7) kemarin. Juara NBA 2017 tersebut berhasil mendapat penghargaan melakukan latihan dengan massa terbanyak yakni 3.459 peserta. Pada kunjungan pertamanya ke India, Durant melakukan pelatihan kepada pebasket muda India di Delhi National Capital Region. Tak hanya di satu

tempat, mantan pemain Oklahoma City Thunder tersebut juga melakukan pelatihan di tiga tempat sekaligus, yakni Bengalurum Chennai, Hyderabad dan Kolkata melalui siaran langsung. “Membagikan kecintaan saya kepada basket dengan ribuan anak laki-laki dan wanita di India merupakan pengalaman luar biasa. Suatu kehormatan bisa membagi ilmu dengan anak-anak luar biasa ini,” ujar Durant. Durant berada di India dalam rangka mengembangkan olahraga basket di negeri Mahatma Gan-

dhi tersebut. Tak hanya melakukan pelatiha, Durant juga membangun dua lapangan basket melalui yayasan amalnya. “Olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan manusia dan pelatihan ini sekaligus memecahkan rekor dunia. Kehadiran Durant membantu kami menyatukan seluruh anak di negeri ini,” ujar Manajer Operasional NBA India, Yannick Colaco. Kunjungan Kevin Durant ke India merupakan program yang dibangun NBA Junior India yang sudah diikuti lebih dari lima ribu peserta sejak 2013. (kmb33/rtr)

Kevin Durant

BPM/rtr


Sastra

Redité Umanis, 30 Juli 2017

I Kaki Dengkil

Sang Wijayasastra 16

MAILEHAN I Kaki Dengkil kanten. Mangkin sagét iriki, bénjang irika, malih kalih raina iriki, malih tigang raina malih irika. Wantah nénten asapunika sampunang baosanga I Kaki Dengkil. Inan puputé, inan dungkal-dangkilé, kadangklangkadingkling ngraina, ngumbara ngraina aéngan ring pangalu. Wantah baosang sakadi wiku sanyasin, nyanan lega Ipun. Ingkel-ingkel kedék ngrékék sakadi celuluk néngkléng. Soréné puniki, I Kaki Dengkil sagét kababas ring Amed. Gumi asapunapi puniki? Punika napi, gumi dangin Pura Lempuyangé. Guminé punika genahné ring pasisi pasihé. Kobet pisan ngrereh guminé punika rihiné. Nénten wénten margi jagi marginin mangda gelis rauh irika. Dawegé I Kaki Dengkil kantun alit, sanunggil Purnama Kapat ajaka antuk kakinné lunga ka Amed. Nyerabad saking Tiing Tali ka Banglé, raris nyemah bukit tedun ka Amed sesampuné munggah jurang tedun pangkung. Sambilang néstés carang taru sané nylebat tur miak-miakang ambengan sambilang kecag-kecog nglintangin Tanah Ampo ngrereh genah sané baosanga Gumi Amed. Ngudiang kakinné ngajak I Kaki Dengkil ka genah sané sukil pisan karuruh? “Né, gumi tanggu Kangin. Uling dini suryané endag paling maluna. Ento awanan Kaki ngajak Cai mai. Yén ngudiang di Purnama Kapaté takonang Cai, ento ulian di Purnama Kapaté guminé, bulané, tur suryané leser. Di leser tri bhuwanané paling melaha anggon nyurya séwana. Nyurya séwanané ento pabuaté minunasang apang jagaté sukerta sekancankancan! Nyén nawang ri kawekasan Cai ngadeg ratu dadi Sang Angawarat. Né gagelaran Sang Wijayasastra ané patut tincapanga tekén ané katepék dadi Sang Angawarat, dadi Nataratu. Lamun tusing, Cai patut ngentenin anaké agung ento!” Asapunika kakinné nuturin I Kaki Dengkil sané nyilib matakén-takén ring manah, ngudiang dados maksaang déwék ngrereh Gumi Amedé ngaksinin suryané endag ring Purnama Kapaté. I Kaki Dengkil ngrékék kedék padéwékan wenginé puniki, éling ring pituduh kakinné dados Sang Angawarat. “Da ja dadi Sang Angawarat, dadi kliang témpék dogén gelahé tusing enyak. Kadénang luung rasané dadi panua? Dadi panglingsir? Sujatiné ento kamula pagaén sukeh. Pelih agulikan agung pesan dosané.” I Kaki Dengkil ngrémon padéwékan wenginé puniki sambilanga mabalih ambuné pasliwer ampehang angin ring langité galang. Ring Amed, I Kaki Dengkil iteh negak ring duur batuné lémpéh wenginé puniki. Sriak-sriak ombaké piragina sakadi ngedékin déwékné. Suersuer sayongé ngampehang awak I Kaki Dengkilé sakadi nundung mangda sampunang sarengsareng mapésta wenginé puniki. Asapunika naler gumatat-gumitité kerak-kerék, kerak-kerik ngedékin Ipun sané mapi-mapi pascat ngamanahang tetuek tattwa. Waluya asapunika, I Kaki Dengkil sregep mamanah. Ngamanahang pabuat Gumi Amedé pinaka genah anyurya séwana. Sané manahanga antuk Ipun, nénten sios artos lengkara amedé punika. Nénten ké artosnyané nénten med-med? Boya ja santukan I Amad kampih iriki saking pamarginé munggah jukung saking Bugis dawegé rihin. Kamula ja misib lengkara amedé sareng lengkara amadé, tuah asiki sastrané mabinaan. “Saja ulesné adanina Gumi Amed apang di kawekasan pada éling tongosé ené mabuat pesan ring sajeroning tattwa agamané. Yén Ida Sang maraga Sulinggih, dini tongos utama ngelarang surya séwana apang jagaté sutrepti. Yén Ida Sang maraga Angawarat, dini tongos nyurya séwana apang jagaté sukerta! Yén ané madan Sang Waisya, dini kamula tongos nyurya séwana apang saja jagaté gemuh landuh. Yén Sang Ipun makejang, dini kamula tongos mautama ngelarang surya séwana apang jagaté sujahtra.” I Kaki Dengkil ngrémon asapunika sakadi wénten sané warahina. Malih asiki sané manahanga antuk I Kaki Dengkil, inggih punika indik genahé. Ngudiang genah sané wastanina Gumi Amed puniki mabuat pisan? Ngudiang wénten pikamkam genah mautama? Nénten ké genahé makasami kabaos mautama? Sekancan tanah punika pah-pahan Ibu Pretiwi. Wantah asapunika, saking dija ja agem nyurya séwanané punika kalaksanayang, sinah pateh kémanten? “Tusing kéto, mandalan guminé masé mapahpahan. Yén suba madan mandala sinah mapah madan utamaning utama, utamaning madya, utamaning nista, utama, madya, nista. Buin abesik pah-pahané ané paling duura madan andakasa. Dadi pepitu mandalané makejang?” I Kaki Dengkil nepasin asapunika. Kocap, wantah irgamayang sané mawasta amed punika, genah kalanguan, genah andakasa, genah galang apadang sané patut anggén genah nyurya séwana. Sesampuné mamanah asapunika, sambilanga ngicer-icerang paningalané, I Kaki Dengkil mabaos alon. “Nyurya séwana, nyukertaang jagat di tongosé mautama, kamula saja gagelaran Sang Wijayasastra ané patut gelaranga tekén Sang Angawaraté. Tusing ké ento baosanga di Arthasastrané? Bani getep-getepan kuping, Sang Angawaraté jani tusing pesan nyalanang gagelaran Sang Wijayasastra. Buktiné? To apa, sekancan karyané oraanga koos boros!” Sambilanga ngicir-ngicir nguleng Sang Bhaskara endag, I Kaki Dengkil muputang pabligbagané néwék! (Jelantik)

Surat Uli Amsterdam Ketut Sugiartha MUANNÉ Ngurah sayan seming. Paningalanné enduk. Kumis lan jénggotné ané tusing preténina ngaé kelusné ngenah cara anak suba tua yadian tuuhné mara selaé tiban. Bokné masé kusem, eda ja mambuh masuah dogén mirib tusing taén. “Lén sajan ia jani. Apa ya masalahné?” kéto Anom matakon tekén Rimbawa ri kala padaduanan mulih uli hotél tongosné magaé di widangan Kuta. “Ibi tepukin Icang ia ngelangi joh ka tengah pasihé,” saut Rimbawa. “Dugas takonin Icang, jeg sing karuan sautné.” Anom kituk-kituk, marasa prihatin tekén solah timpal leketné ané abesik ené. Uli masekolah di SMK ipidan, ajaka tetelu gradaggrudug bareng-bareng kemamai cara anak manyama, kanti bareng-bareng masé magaé di hotélé ané patuh, kéwala jani ia nadaksara ngejoh. “Pikobet apa ya makada kanti sing bani ngorang ajak iraga?” Rimbawa majalan sinambi nglepotin jerijin limané ané lantang-lantang lan gedé, masaih ajak jelegné ané gedé ganggas. Anom ané majalan nyeluk kantong jalér di sampingné ngenah éndépan buin abedik. Padaduanan mara sajan ngliwatin candi bentar

hotelé ané marep ka jalan di sisin pasihé. “Cara nak nantang baya asané ia,” Rimbawa masaut disubané ajaka dadua majalan di duur trotoaré. “Kénkénang dik carané nylidikin?” Jalané sayan sepi. Angin pasihé makesiur ngaba ambu kaang. “Icang sangsaya, miribné ia suba med idup,” Rimbawa nyetusang. “Taén masé tepukin Icang ia ngebut di jalané ramé. Nah, Ci ané paekan tongosé, tegarang takonin adéng-adéng apa ané ngranang ia suud magaé?” Anom tuah manggutan, tusing ngraos apa-apa buin. Jam pat soré, Anom majujuk di malun jelanan kamar kosné Ngurah. Suba ping telu ia nogdog jelanan kéwala tusing ada anak masaut utawi ngampakang jelanan. Suwung, tusing ada ciri yéning Ngurah ada di kamarné. Kordén jendélané matutup rapet. Anom negarang nogdog buin acepok. Krana tusing ada masé anak masaut ia laut magedi sambilanga ngrenggeng. Anom tusing nawang yéning Ngurah ngintip tindakanné uli selagan kordéné. Ngurah meled padidi, ento awanan ia tusing ngampakang jelanan busan. Ia ngarepang apang Anom

13

énggal-énggal magedi. Papinehné Ngurah kusut. Surat ané teka uli Amsterdam sajan-sajan ngaé benyah pangaptin idupné. Dankert, ané ngirim suraté ento, jani sedek gela-gela, ngantiang mati. “Raga tusing nawang, beneh apa tusing yéning raga nyuratin awaké buka kéné,” kéto munyin suratné Dankert. “Nanging, api kénkénang awaké perlu nawang, raga jani tuah ngantiang mati. Dokter suba memvonis raga ngraksa AIDS.” Ngurah enu majujuk di durin kordéné yadian Anom suba tusing ngenah lawatné. Di jalané montor lan anak majalan pasliwer. Ada toris negakin sepeda, ada anak luh nyuun keranjang misi salak lan ada andus malepuk uli tongos anaké nunjel leluu. Ngurah inget tekén pajalané ané suba liwat. Tondén makelo, kadirasa mara ibi. Sanjané, dugas ia pesu uli warung matadtadan bungkusan, sagét ada anak nyénggol kanti tadtadané ulung mabrarakan. “Oh, sorry… sorry,” kéto raos tamu ané nyénggol ngidih pelih. “It’s okey,” saut Ngurah tusing ja nyangetang mapan ia masé sedek ngelén-ngelén. “Cara nak kadropon ngenahné, lakar kija?” “Ka pasisi.” “Béh patuh, raga masé kar ka pasisi.” Anaké muani ento ngénggalang macelep ka warung. Di pesuné ia ngaba minuman dingin duang botol lan amik-amikan duang bungkus. Ngurah lantas enjuhina minuman abotol lan amik-amikan abungkus. Ningalin tamuné melah buka kéto, Ngurah tusing dadi ati tusing nerima pabaangné. Buin jahané makadadua laut barengbareng nindakang batisné ngojog pasisi. “Raga Dankert,” tamuné ngenalang déwékné disubané makadadua negak di duur biasé. “Awaké nyén?” “Ngurah. Tuan uli Belanda?” “Adi nawang?” “Ah, tuah nebag dogén.” Dankert makenyem ningeh pasautné Ngurah. “Ulesné awaké suba pengalaman ajak nak Belanda,” kéto abetné Dankert sarwi nepok kémpol jitné Ngurah. Makadadua laut mandrengin langité ba dauh ané masepuh baan warna kudrang mapan ainé suba lakar engseb. “Suba berkeluarga?” Dankert matakon. Ngurah kituk-kituk. “Tuan ka Bali sing ngajak kurenan?” “Raga sing ngelah kurenan. Sing ja lakar taén.” “Adi kéto?” “Yén ngelah kurenan sinah sing ja baanga kija-kija.” Ngurah kedék ningehang gegonjakan Dankert. Ba dauh langité suba mapulas baan warna kudrang macampur tangi, ngaé anaké di pasisi pada angob nyaksiang. “Amazing,” grenggeng Dankert sambilanga matangled di baongné

suba nerbéng di jalané. Awagina nyalip sabilang montor ané ada di maluné, ngaé anaké pada misuh. Neked di jalan by pass palaib montorné ngancan buduh cara karasukin kala ngelodang ngungsi bukit. Neked di tongosé ané kaentikin punyan lamtoro gung ia marérén. Motorné kutanga di sisin jalané. Tusing matolihin ia laut majalan menékan. Buin jahané ia suba majujuk di muncuk abingé. Aslabsaban ia marasa jejeh masé nepukin abingé. Angin pasihé ngampehang déwékné cara ngorahin ia magedi uli ditu. Ia marasa bimbang. Paningalanné kidemanga sambilanga buin neptepang keneh. Kala ia suba siaga lakar ngentungang awak ka abingé, sagét dingeha ada anak makaukan. “Ngurah…!” Ia tengkejut. Tepukina ada anak majalan maekin déwékné. Ia ngon ngudiang dadi Anom nututin déwékné. “Ci ngudiang mai, Nom?” “Tuun, Rah. Nyanan betén ngraos.” “Da turut campur né urusan Icang. Depang Icang mragatang padidi.” “Nah, pragatang suba padidi, kéwala da ngulah pati. Sing beneh to.” Ngurah suba tekek ngisiang papinehné. Ia suba milih mati. Tusing ada lakar nyidang nambakin. Nanging, tatkala ia lakar ngentungang awak ka abingé sagét ada anak nyagrep déwékné uli duri. “Ndas bedag! Lebang, lebang Icang!” Ngurah mautsaha ngelébang déwékné. “Lantangang ngaba papineh,” kéto Rimbawa masaut sinambi ngedeng Ngurah ngejohin abingé. “Ci sing nawang, Ci sing ngasang!” “Ngoyong, Rah. Baca malu né,” Anom maekin Ngurah tur ngenjuhang amplop surat. Ngurah negak mapangsegan. Ada apa ya dadi Anom ngaba surat? “Sajan Dankert ngamar di rumah sakit,” Anom nugtugang. “Kéwala sing ja ulian kena AIDS. Tuah ulian sengkala di jalan. Franken nyuratin Icang ibi. Sujatiné, surat ané terima Ngurah sing ja uli Dankert. Ento uli nak luh ané tresna tekén Ngurah, ané marasa sedih nepukin Ngurah malaksana ané sing beneh.” “Tiang ngidih pelih, Beli. Tiang ané nulis suraté ento,” Tantri sagét nengok uli samping. Ngurah ngeling cara anak cenik. Rasa liang lan maselselan madukan di tangkahné. Liang baana suba selametanga tekén timpal-timpalné uli ambah ngulah pati. Maselselan krana marasa tekén déwék pelih. Tekén déwék ané kaliwat angkuh, tusing taén ngrunguang Tantri ané kaliwat sayang, nresnain Ngurah ulian keneh suci. ***

Saking Langit Bali

Aswamédha Parwa

Sang Prabhu Janamejaya (Kautaman Bhakti Maharsi Utanka) Olih : I K. Satria, S.Ag RISAMPUNÉ sakadi asapunika atur Ida Maharsi Utanka, Ida Mahaguru Gautama raris nyawis, dahat alus aturidané. “Uduh Cening sisyan Bapa I Déwa, wantah sampun kapatutan sang maraga sisya taler sang maraga wicaksana, sesampuné polih kautaman susastrané ring pasraman kapatutang daksina. Sakémaon ngaturang bhakti miwah kateleban bhakti ring ida sang maraga guru, wantah kabaosang daksina sané dahat mautama.” Sakadi asapunika Ida Mahaguru Gautama nyawis antuk bebaosan sané dahat dabdab alon. Raris malih Ida nglanturang mawecana. “Salanturnyané, uduh Cening sisyan Bapa, kawéntenan I Déwané dahat bhakti ring sang maraga guru wantah kautaman sané nénten pisan sida katandingin ring jagaté. Sujatiné kateleban miwah dredha bhaktin I Déwané sané sampun prasida ngawinang lédang pikayunan Bapa. Yéning angga sariran I Déwané kantun yowana, nénten malih Bapa mapikayunan, pastika I Déwa pacang sikiang Bapa ring putrin Bapané sané kasub antuk kaluwihané. Yéning kamanah antuk Bapa, kautaman miwah kawisésan I Déwané nénten pisan wénten sané nyamén pada ring jagaté, mawastu nénten malih wénten anak istri sané prasida nampingin angga sariran I Déwané. Lianan ring punika, indik rahasya jnanan I Déwané sané banget kasub, nénten wénten sané sida nandingin.” Sakadi asapunika baos Ida Bhagawan Gautama sané dahat mautama punika. Sesampuné sakadi asapunika pangandikan Ida Brahmana Gautama saha sampun nguncarang bebaosan sané pinih ungkur sadurung sisyanidané mapamit, pramangkin kawéntenan Ida Brahmana Utanka mauwah manresti malih dados anak lanang sané dahat yowana saha mawibawa pisan. Kawéntenanidané tatkala punika wantah becik pisan nandingin kawéntenan putrin Ida Mahaguru Gautama sané luwih mautama. Sesampuné kaicén waranugraha olih Mahaguru Gautama, sang kalih raris matunggalan dados alaki rabi. Ngulangunin pisan kawéntenannyané, dahat ayu sakadi kawéntenan Sang Hyang Samara Ratih. Sesampuné puput nglaksanayang parikrama pawiwahan, Ida Maharsi Utanka raris tangkil ring Ida Brahmana Istri pinaka stri Ida Bhagawan Gautama. Ida tangkil antuk sembah bhakti pisan, Ida raris matur. “Nawegang Ibu sané maha utama, sané banget suciang titiang, yéning kapikayun olih Ibu, napi minab sané dados aturang titiang majeng ring Ibu sané mangkin? Sané mangkin duru-

Ngurah. Yadian marasa tawah, Ngurah mendep dogén. Kala ainé sajan-sajan suba ilid, Dankert ngajak Ngurah singgah ka restoran. Apang tusing buka sesonggané dewa rauh ubetin jelanan, Ngurah nuutin pangidih Dankert. Sasukat matimpal ajak tamuné uli Belanda ento, Ngurah dadi nawang kénkén anaké pada muani saling mademenan. Tawah rasané dugasé mara majumu, kéwala makelo-kelo ia ketagihan. Disubané kalahina mulih ka Belanda, buin Ngurah maan kenalan ané masib cara Dankert. Tamuné uli London ento kauikina Michael. Iteh mademenan ajak nak muani ngaé Ngurah tusing pati rungu tekén anak luh yadiastun ada ané demen tekén déwékné. Sakéwala suratné Dankert ngaé Ngurah engsek. Ngaé ia mara tangeh yéning solahné ento tusing beneh buat kajalanin. Ia marasa jejeh pesan mapan suba nawang jani ento bisa ngranang sakit ané tusing ada ubadné. Pasti suba katularan HIV né, kéto Ngurah ngraos tekén déwékné padidi. Duang lemeng suba ia ngurung déwékné di kamar kanti kamarné mabo andus roko. Asbak gedé di duur mejané suba meliah baan puntung roko. Besik dua ada masé ané ulung ka lanténé ané bekin koran lan majalah ané misi artikel ngenénin AIDS. Ngurah mabalik ka kamarné lantas maekin meka gedé ane matémplék di temboké. Makelo ia nyuluhin déwékné. Buin ia maselselan mapan suba pelih ngaba awak, suba pelih malaksana ané ngaé ia kélangan rasa bagia. Ah, luungan suba mati! Tusing perlu maperiksa, kéto munyin kenehné. Yén kanti kramané nawang, sinah déwéké tusing lakar ngelah tongos buin di guminé. Pasti lakar cara cicing gudig, tusing ada anak bani paek. Nyaman-nyamané jumah pasti lakar elek makejang. I Mémé pasti lakar nyelselin déwék mapan suba nglekadang déwéké. Tusing kapineh baan kénkén ya gedeg basangné I Bapa yén nawang pianakné nungkasin sima, joh sajan uli ané madan suputra. Ngantung awak! Ento ané pepes kenehanga, sakéwala ada dogén papineh ané némbang. Mapan yén ento kanti kalaksanaang, sinah atmané lakar kasasar. Yén suba kéto pamuputné ia ngeling sengi-sengi. Jani papinehé ento masih nekain. Ia mautsaha ngedénang bayu. Gemelanné tekeganga, sambilanga mandrengin gobané di mekané ia lantas netepang kenehné. Ketimbang dadi cicing gudig, luungan mati. Yén suba mati tusing ada ané lakar marasa lek, tusing ada ané lakar maselselan baana suba nglekadang déwéké. Brak!! Mekané sagét belah, ulung mabrarakan krana jagura tekén gemelané. Limané ané matatu lan magetih tusing runguanga. Kadropon ia laut mesuang motor. Buin jahané ia

sang titahang angga sariran titiang, titiang misadya ngamargiang. Yadiastun Ibu mangkin ngambil jiwatman titiang, cutet titiang pacang ngiringang. Punika mawinan, sané mangkin titahang napi luwir sané dados aturang titiang pinaka cihna bhaktin titiang majeng Ibu. Menawi wénten brana mautama sakadi manik sané pinih utama ring jagaté, titahang titiang, titiang pacang ngruruh mangda Ibu lédang, titiang misadya pacang ngamolihang! Antuk kautaman miwah kawisésan sané sampun kapolihang ring pasraman puniki, titiang misadya saha sumanggup pacang molihang sané kaptiang. Titiang dahat cumpu ring kautaman kawisésan sané polihang titiang ring pasraman puniki.” Mirengang sakadi asapunika atur sisya taler pinaka putran Ida Brahmana dahat lédang saha ngandika. “Yéning sakadi asapuniki bhaktin I Déwané, wiakti Ibu dahat lédang Cening. Wiakti I Déwa dahat pradnyan ngamong gegelarané puniki. Dredha bhaktin I Déwané nénten pisan naenin kirang. Yéning sakadi Ibu, nika wantah sampun puput saha nénten malih merihang sané tiosan. Sané mangkin durusang I Déwa memargi sareng kalih, dija kapo I Déwa pacang ngwangun pasraman sareng kekalih.” Riwawu sakadi asapunika pangandikan Ibu sané mautama, raris nénten lédang pikayunan Brahmana Utanka duaning wantah sakadi asapunika pinunas Ibunidané. Ida Brahmana Utanka malih nyesed nunas mangda Sang Ibu nitahang Brahmana Utanka pisarat sané pacang kautsahayang kadagingin. “Nénten Ibu, titiang banget nunas mangda Ibu nitahang titiang! Duaning wantah kapatutang yéning titiang mangubhakti majeng ring palungguh Ibu.” Mirengang indiké punika, Ida Brahmana istri punika ngayun-ngayunin saha ngandika, “Uduh Cening, yéning sakadi asapunika banget dredha bhaktin I Déwané, sané mangkin pacang dagingin Ibu! Durus rerehang Ibu ali-ali sané sedeng kawigunayang olih Permaisuri Raja Saudasa. Yéning sampun sakadi asapunika kawéntenannyané, kabaosang puput sampun angga sariran I Déwané ngaturang daksina.” Mirengang sakadi asapunika pangandikan Ida Sang Maraga Ibu, digelis Ida Maharsi Utanka ngaturang sembah saha matur, “Yéning sakadi asapunika, titiang nunas mapamit saha nunas pangarcanan Sang Ibu mangda prasida mamargi antar kawéntenan titiang.” (Masambung)

Pitik Marasa gelitik nyegik di ampik Ngrikrik cara tokoh politik Ngritik sekancan ané nungkalik Buka lelipi ngalih gegitik Uli di lisik kisik-kisik ngusak-asik Awak capung lekitik Mada capung bangkok né masisik Awak mara dadi pitik Mada manuk buik mabulu brintik Awak magelar abedik Mada bebotoh kasub sugih matindik Awak mamua burik rikrik Mada anak truna bagus apekik Madik né tegeh ngalik miik sumirik Sinah cara jangkrik mapecik maleketik Macekik cara kekirik kena cetik maracik. Nala Antara


Kruna

14

Redité Umanis, 30 Juli 2017

Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.

pupu;p\С(.

Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

Pupuh Pangkur 7.somæunæuputåryun&,

Sampun puput ngarayunang, \(yehom,

ngarya oma, r&ntehtnßri,

ring natahé tan mari, \urip*g)nimpunæun/,

nguripang geni mapunpun, gumnÓipc*\ewd*,

gumanti pacang ngawédang, prputÉi,

para putri, t)rgê\u\áh*pyuk/,

teragia ngunggahang payuk,

I Komang Bagus Putra Setyawan

he\ánå(ykumСmn/,

Ngutamayang Kaulengan Manah Tatkala Makendang

anggén ngarya kumkuman, somæunÓ)g)p&pirnÓø.

sampun tegeping piranti. 8.mk)dusСkus&m)zn/,

Makedus kukusing menyan, s(ws)k(, sarwa sekar,

NGELAHIN, asapunika bebaosan krama tatkala nyaksiang yowana bagus puniki makendang. Parikrama gegedigan kendangnyané adung tur cepil, tepakan tangan tengawannyané prasida ngawinang kendangé masuara cedutan, ceditan miwah kuncung saha adung sareng tepakan ring tangan kiwa sané ngawinang kendangé masuara pak, cepak, crung miwah suara sané lianan. Ipun éling pisan yéning kendang inucap patut becik kataen mangda prasida ngamedalang makudang-kudang warna suara sakadi sané kaaptiang. Sakadi punika parikrama I Komang Bagus Putra Setyawan manawita sampun makta kendang utawi sinalih tunggil soroh gegambelan tradisional Bali. Napi malih kawagedan ngawigunayang piranti seni saking kulit

hmã¡enm)rikuæumirit/, ambuné merik sumirit, m2pugÓ)\h&dlu,

malepug tengahing dalu, hmæ)h*pwnbnãn/,

ampehang pawana banban, k)s^-k)s^,

kesir-kesir, \likubÀmã¡enhrum/,

ngalikub ambuné arum, dusunÀøs);lnuæukwn,

Dusun Iseh lan Sukawana,

sampi punika kasinahang ri kala Ipun nyarengin lomba pinaka panyeledii sekolah utawi preragan. Saking makudang-kudang lomba sané sampun kasarengin, Ipun setata prasida ngranjing dados nominasi napi malih dados juara. Sinalih tunggilnyané, juara III Makendang Tunggal Jauk Keras sané kamargiang ring SMAN 1 Denpasar. Sajeroning parikrama Pesta Kesenian Bali (PKB), yowana lanang sané ketah kasengguh Komang Putra puniki sampun ping akéh pisan péntas ring Pesta Kesenian Bali. Minakadi dados panabuh kendang Sekaa Gong Anak-anak Dharma Kanti, Br. Paang Kelod, Penatih, Denpasar ring PKB 2014 miwah nabuh kendang ring Sekaa Gong Anak-anak Desa Padangsambian tatkala kamargiang PKB 2016

sané lintang. “Mangkin tiang nyarengin makendang ring Gong Kebyar Anak-anak Banjar Kepisah sané pacang malomba ring lomba sané kamargiang olih Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur,” baos lanang puniki kalem. Yéning kauratiang, Komang Putra wantah madué tangan sané cacep pisan magambel. Makekalih tangannyané gelis nepak, ngusud taler ngedig kulit kendangnyané punika. Pikayunan, bayu, miwah semitannyané masikian mawinan prasida nyinahang sesolahan seni sané becik. “Sané mautama wantah mangda prasida ngulengang manah mangda parikrama, ritme taler sekancan suara ring gegambelan punika satmaka prasida karasayang,” baos lanang sané sampun

Isin Gumi

pd*tu\álßiw;t)2\is/.

Padangtunggal miwah Telengis.

Beras ”Oplosan” Kaédarang ring Bali MAÉDARNYANÉ beras oplosan bersubsidi dados beras mapangarga premium utawi arga mael, patut kayatnain kaédarang ring Bali. Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumén (YLPK) Bali narka, beras soroh sakadi puniki sampun ngawit maedar ring Bali. Diréktur YLPK Bali, I Putu Arnaya,S.H., maosang, beras oplosan puniki sampun ngawit maédar ring Bali, pihaknyané ngaptiang majeng aparat penegak hukum gelis ngambil

pidabdab tegas antuk nindak pelaku. Parindikan punika kabligbagang sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Soma, 24 Juli 2017 lintang. Aji Bima, Banjar Tunas titiang majeng ring Polri mangda nyelehin pelaku mafia sané sujati. Santukan kalintang akéh pisan Ipun prasida ngoplos beras ring Jawa sané sapatutnyané kawéhin majeng krama tuara.

Patut kasangsayain, minab wénten oknum aparat sané sareng nyilibang parindikan puniki antuk pamineh ngrereh keuntungan. Gung Dé, Singaraja Kantos panyiuan lewih mrasidayang ngoplos janten sampun kirang pengawasan olih pihak sané wenang. Punika mawinan pihak Kementerian lan Perdagangan taler Kementan mangda narik mérek beras sané sampun mabukti

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

pangkah

1.

p\Ð;,

1. berani

2.

pangkéng

2.

pe\Ð*,

2. penjara

3.

pangkring

3.

p\ÐË&,

3. kurung

4.

pangled

4.

p\Þ)d/,

4. bimbang

5.

pangus

5.

p\us/,

5. serasi

6.

panjak

6.

pzék/,

6. rakyat

7.

polah

7.

epol;/,

7. tingkah laku

8.

parajana

8.

prjn,

8. masyarakat

9.

pasuguhan

9.

psuguhn/,

9. hidangan

10.

pw;,

10. ompong

10. pawah

BPM/was

Bahasa Indonésia

kaoplos saking pasaran. Yéning kantun maédar, kajejehin konsumén pacang tetep ngajengang beras inucap. Komang Lara, Tigawasa Janten banget ngrugiang krama miwah negara puniki. Beras subsidi mapangarga Rp. 6.000,- kaoplos saha nglantur kadol malih majeng krama antuk arga Rp.20.000,- akilo. Instansi sané mapaiketan mangda sering tedun nuréksain produsén beras inucap. Indiké puniki mangda kalaksanayang makesinambungan. Lianan punika, yéning krama ngamolihang beras sakadi punika mangda gelis nglaporang ka instansi sané wenang miwah ka Lembaga Konsumén. Surya Adi Putra, Lovina Yadiastun sapasira ugi pelakunnyané mangda kapidana tegas. Akéh sané karugiang. Ring sisi tiosan, krama tuara ngamolihang beras antuk kualitas sané jelék. Mangda nénten nglantur, patut gelis kausut kantos tuntas. Putra, Pengastulan Beras sané sapatutnyané kasalurang majeng krama miskin kacampur antuk beras kualitas menengah utawi prémium miwah kadol antuk pangarga prémium janten marupa penipuan. Parilaksana punika sampun ngorupsiang jatah majeng krama tuara santukan punika kasubsidi. (ama)

madué akutus piala saking lomba makendang puniki. Juru kendang alit sané embas ring Denpasar, 2 April 2004 puniki ketah pisan ngawinang para pamiarsa sané nonton marasa angob yéning ipun sampun ngabin kendang. Napi malih tatkala nyolahang parikrama makendang tunggal ring pacentokan ngiringang sesolahan Jauk Keras, Jauk Manis utawi sesolahan bebarongan, siswa kelas II SMPN 8 Denpasar punika waged pisan. “Yadiastun matunggalan nanging iraga patut prasida nandan gegendingan abarung punika. Cutetnyané patut prasida nabdabang taler mirengang sekancan suaran gegambelan tur becik nepak kendangnyané,” baos ipun sané meneng ring Banjar Kepisah, Desa Sumerta

Kelod, Denpasar Timur puniki nyumekenang. Yadiastun waged ngawigunayang piranti gegambelan Bali, pianak Ketut Sudarmawan miwah Ni Ketut Runiati puniki meled pisan dados arsitek. Ipun maosang seni wantah hobi kémanten taler jalaran kanggén bersosialisasi, ngrereh sawitra taler jalaran ngaturang ayah ring pakraman. Sangkaning punika Ipun nénten wantah waged makendang kémanten, nanging taler waged ring gegambelan sané siosan minakadi reong sané wénten ring bebarungan kebyar, gendér wayang miwah selonding. Reramannyané taler cumpu ring napi sané kasenengin pianaknyané punika. Sokongannyané kasinahang antuk numbasang pianakné kendang, gendér wayang miwah abarung gambelan selonding. (bud/was)

I Wayan Pudja

Nganutin Yusa NGAMARGIANG parikrama seni sujatiné nénten dangan duaning patut kadasarin antuk manah sumeken saha nénten dados kapaksa olih krama siosan. Punika mawinan, krama seni jagi ngamedalang pakaryan sané becik ri kala pikayunan utawi manahipun becik. Asapunika taler indik sesolahan drama sané ngawinang krama patut sumeken masolah miwah mabebaosan mangda nénten kaku tur prasida ngamedalang “ekspresi” sané patut. I Wayan Pudja, sinalih tunggil perintis sesolahan drama gong sané kasub daweg 70-an kantos ring warsa 80-an puniki maosang, ri kala ngranjing ring parikrama seni drama mawit warsa 1966 kantos warsa 1990 utawi 34 warsa, sios saking dados sutradara, sampun akéh tokoh sané kasolahang olih dané. Nénten wénten sané karasayang sukil duaning punika kamargiang nganutin saking yusan dané. Daweg kantun truna, dané naenin dados Raja Muda utawi I Sidapaksa ring lakon utawi lelampahan Drama Gong Sidapaksa. Sayan tua, dané naen manados Patih Keras utawi Patih Agung sané ri kala masolah jagi ngawigunayang pecut. Sayan lingsir, dané manados Patih Werda utawi manados Dukuh. Dané sané ket a h ka seng g uh “ Pa t ih Ngemil Mako” puniki maosang méweh pisan tatkala nyolahang tokoh sané nénten anut ring yusa. “Minakadi yusa sané sampun tua ngamargiang tokoh Raja Muda, sinah jagi méweh pisan. Sakéwanten risampuné yusané anut

dados Patih Agung, sinah krama sané nonton jagi grimutan tur sering tiang katimpug olih pamiarsa nganggén roti wiadin biu duaning gedeg ring Patih Agung sané margiang tiang,” baos dané. Katakénin parindikan sané pinih mabuat ring sesolahan drama gong, pensiunan guru sané embas ring Singapadu warsa 1938 puniki maosang, sané ngawinang sesolahan punika makanten becik wantah sangkaning pariseleh adung utawi néntennyané pragina sareng tokoh sané kasolahang utawi kamargiang. Minakadi napiké i anu jagi becik kasolahang olih pragina A, punika salanturnyané. Sios punika taler kaadungang sareng yusa miwah kawagedan pragina inucap. Yéning sampun becik kamargiang, sinah pragina inucap setata kaélingin olih krama utamanipun sané naen nonton sesolahan inucap. Indik ngwaliang malih drama gong ring pakraman, pensiunan guru sane kasub kasengguh “Pragina Sing Demen Mapayas” puniki maosang, sujatiné punika prasida kalaksanayang napi malih nyabran warsa kamargiang pacentokan drama gong sajeroning kabupaten/ kota ring Bali ri kala Pesta Kesenian Bali (PKB). Sakéwanten yéning meled ngwaliang mangda prasida sakadi daweg warsa 70-an

BPM/was

utawi 80-an, sinah sukil pisan duaning para yowanané mangkin akéhan sané nénten éling ring mabasa Bali napi malih mabebaosan antuk basa Bali sinambi masesolahan antuk semita taler improvisasi sané patut. Yéning sampun asapunika sinah méweh pisan ngidupang lelampahan satuané. “Sakéwanten yéning selehin malih, kantun wénten sané waged tur becik mabasa Bali napi malih indik sor-singgih taler anggah-ungguhing basanipun. Sakéwanten tetep nénten prasida kaadungang utawi kasaihang sareng sesolahan drama gong sané dumun,” Pembina taler angga Tim Penilai Drama Gong PKB puniki nartayang.(was)

Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com


15

Minggu Umanis, 30 Juli 2017

Kalau Kekasih Disakiti… (Seri Ramadlan-17)

DI SANA-SINI sedang gencar berlangsung kecurangan, politik ruang gelap dan deretan penganiayaan. Aku bukan siapa-siapa untuk sanggup mengatasinya. Tetapi sekurang-kurangnya kutuliskan catatan untuk anakk-anak cucuku penghuni NKRI esok lusa. Syukur bermanfaat untuk menjadi ‘’pancer’’ dan pedoman bagi kepemimpinan dan pengelolaan masa depan yang saya orang tua takkan sanggup menggapainya. KARENA AKU ber’’Ketuhanan Yang Maha Esa’’, sebenarnya tidak sulit untuk tidak menerima Negara, Indonesia, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, bahkan pun Dunia dan segala ‘’uborampe’’nya. Tetapi sebaliknya mudah dan gembira-gembira saja untuk menerima NKRI, folofinya, dari komitmen kenegaraannya, sampaipun merah atau putihnya. KETIKA aku mengangkat tangan dan tabik kepada Merah Putih yang dinaikkan, aku tidak sedang menyembah bendera, melainkan menghormati perjanjian nasional bangsaku. Merah Putih bukan ‘’thoghut’’, Pancasila bukan berhala, mereka hanya semacam Surat Nikah. Sebagaimana shalat aku tidak Menyembah Kiblat, di Mekah aku tidak mengabdi kepada Ka’bah. Ketika mencium Hajar Aswad pun tidak bermakna aku penggemar batu hitam: yang aku lakukan adalah kemesraan cinta, melakukan apa yang sebelumnya dilakukan oleh orang yang aku cintai dan mencintaiku. Yakni Muhammad, yang Nur-nya merupakan senior segela makhluk, termasuk para Malaikat dan Iblis. TUHAN YANG MAHA ESA berhak meletakkan aku di Eskimo atau Pulau Jawa. Di manapun ditakdirkan, itulah tanah air dan nasionalismeku. Andaikan banyak hal dari takdir Tanah Airku itu yang bertentangan dengan keyakinan kebenaranku, tidak harus aku benturkan diri, sepanjang tetap aku temukan Tuhan Yang Maha Esa padanya-meskipun, pasti, tidak sempurna. MISALNYA ketika aku dihampiri oleh ‘’Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab’’.

Sebagaimana pernah saya ungkap aku bisa menawarnya. Di hadapan uhan Esa, ‘’manusia’’ itu level kedua sesudah ‘’makhluk’’. Level di atasnya lagi ada posisi dan konteks ‘’hamba’’-Nya. Dan di atasnya lagi ada urusan ‘’Khalifah’’-nya. Tapi aku mensyukuri apa adanya, mie godog tidak harus pakai telor. ATAS YANG aku setuju, aku mesyukuri dan menghormasinya. Atas yang aku tak setuju, sepanjang beraada dalam kemahaluasan frekuensi ‘’Tuhan Yang Maha Esa’’: Aku menerimanya sebagai tidakan sedekah. Aku bukan pemeran utama teater amat panjang yang bernama sejarang. Indonesia dilangsungkan oleh banyak subjek: rakyat, pemerintah, sejumlah makhluk, hukum alam, dan Tuhan sendiri. Pemain sepakbola sehebat apapun tidak bisa menggambar rute jalannya bola sebelum pertandingan. Pemerintah sekuat apapun, tak bisa mengatur tetesan embun. Presiden sedahsyat apapun tidak mampu menumbuhkan sehelai rambutnya sendiri atau menjadwal jam menit detik kapan ia buang air kecil. MAKA aku tak pernah cemas melihat seberapa rusakpun Indonesia, seberapa hancurnyapun manajemen kenegaraannya, hubungan rakyat dengan pemerintahnya, komplikasi kebobrokannya. Aku mengambil kesibukanku sendiri untuk mensedekahi masa depan Negeriku. Aku berkeliling, belajar bersama ribuan kaum muda, dua sampai tiga kali seminggu. Ada tema-tema yang berkaitan dengan rute sejarah kekuasaan, krisis kepemimpinan yang berkepanjangan, kesalahan ‘’sasis’’, fondasi dan rangka dasar NKRI, sampai detail birokrasi, budaya masyarakat, mental pejabat dan banyak lagi. TAPI ITU TIDAK PRIMER, meskipun bukan juga sekunder atau tersier. Tetapi yang utama, yang kulakukan adalah yang insya allah kebanyakan manusia berpendapat itu khayalan dan utopia. Tidak masalah bagiku, karena di hadapan Tuhan Yang Maha Esa, kehidupan ini seluruhnya hanyalah layers animasi dan

Warisan Suram Tradisi Masatya l Potret Kelam Bunuh Diri di Bali~1

KASUS bunuh diri belum juga menurun di Bali. Kenapa bisa? Adakah akar bunuh diri itu pada sejarah kelam masa silam Bali? Bunuh diri memang bukan “barang baru” dalam praktik kehidupan, bahkan juga “kebudayaan” orang Bali. Di masa kerajaankerajaan Bali pasca-kejatuhan Gelgel, di abad ke-17, misalnya, bunuh diri massal bahkan tampak “ditradisikan” oleh raja-raja, terutama bagi kaum perempuan, istri raja. Praktik itu tenar dinamakan masatya—sama dengan sati di India. Manakala sang raja, si lelaki, telah meninggal lalu diabenkan, saat itulah bagi si perempuan atau istri dituntut pengorbanan dirinya secara utuh ikut menceburkan diri hidup-hidup ke dalam kobaran api. Ada kesan kuat pihak raja pengganti sang raja yang diabenkan itu begitu menikmati “pertunjukan” bunuh diri disengaja, dengan penuh persiapan, bahkan juga ritual keagamaan yang dipimpin pendeta-pendeta pilihan tersebut. Tak hanya rakyat sekerajaan dikerahkan buat menonton drama (mungkin lebih pas: tragedi, ironi) “ketulusan” yang dipaksakan itu. Raja-raja lain di Bali pun kerap diundang menyaksikan pembakaran jasad sang raja sekaligus pengurbanan masatya para istri. Praktik itu terus berlangsung, tanpa koreksi dari cendekiawan sezaman, para petinggi kerajaan, maupun para pendeta. Sebaliknya malah dibangga-banggakan, dijanji-janjikan dengan “bayaran” surgawi dalam susastra-susastra. Yang melarang praktik “budaya” masatya itu justru pemerintah kolonial Belanda, mulai tahun 1904, dengan kekuatan politik. Alasan Belanda: karena dinilai sangat tidak patut bagi manusia beradab, tidak manusiawi. Toh, tawaran manusiawi, humanis Belanda demikian tak sontak

bersambut di kalangan raja-raja Bali abad ke-19 yang mengedepankan dominasi lelaki. Satu di antaranya yang menentang adalah Raja Tabanan, sampai-sampai nyaris bentrok militer dengan Belanda. Tanggal 6 Maret 1903 ketika itu. Raja Tabanan yang tua, I Gusti Ngurah Agung, wafat. Upacara pembakaran jenazah dilangsungkan 25 Oktober 1903. Lazimnya ritual pengabenan sang raja, “tradisi” masatya pun digelar. Unggun api disiapkan. Para istri yang masih hidup telah bersiap menempuh jalan yang diguratkan para kaum lelaki penguasa itu. Saat itulah Belanda melabuhkan kapal perang dengan pasukannya di pelabuhan Yeh Gangga, Tabanan. Niat Belanda begitu pasti: membatalkan masatya. Raja Tabanan menolak kehendak Belanda. Andai bunuh diri ke unggun api itu diurungkan, sungguh tak terkira berat rasa malu yang hendak ditanggung sang Raja Tabanan di hadapan rakyat maupun raja-raja lain. Kabar masatya itu sudah tersiar sedemikian luas di seantero Bali. Maka, agar Raja Tabanan tak dirajam rasa malu, masatya seabad silam itu pun dijalankan sesuai rencana. Syaratnya: itu untuk terakhir kali, tak boleh lagi terulang, di mana dan kapan pun di seantero Bali. Jadilah per tanggal 20 Januari 1904 Raja Tabanan menandatangani perjanjian menghentikan “tradisi” masatya itu dengan Residen Belanda J. Eschbach. Perjanjian sama dikelilingkan sang Residen kepada Raja Klungkung tertanggal 23 September 1904, disusul Raja Badung pada 22 Desember 1904, Raja Bangli 19 Januari 1905. Sejak seabad lampau itu, sampai kini, masatya tak ada lagi di atas tanah Bali. l deprabas

Sastra Desa, Sebuah Tawaran (2)… l Aparatur Desa, di Masa Pembangunan Ini

ADA tesis menarik dari Onghokham, sejarawan kelahiran Surabaya, bahwa sejak dulu, desa-desa kita sebenarnya bukanlah wilayah yang udik (dalam arti terisolasi). Karena Nusantara terletak di persilangan lalu-lintas dunia, maka desa-desa kita, dari pesisir hingga pegunungan adalah wilayah yang bersinggungan langsung gengan ‘’Globalitas’’. BEBERAPA DESA atau kampung tumbuh menjadi kota pelabuhan ramai, seperti Barus di pantai barat Sumatera, Muara Takus di tepi sungai Kampar, Trowulan di pedalaman Mojokerto, Dieng di dataran tinggi Jawa, Kudus, Demak, sebagai pusat penyebaran Islam hingga kota-kota pelabuhan yang jadi rebutan kolonial seperti Banten. Tuban Makassar sampai Ambon dan Bandancira pusat rempat-rempah. ITU ARTINYA, sejak ratusan tahun desa-desa kita sudah dirambah politik kekuasaan, perang dan penaklukkan. Sejak zaman para empu, raja dan sultan, wong kolonial, jenderal militer, hingga zaman kemerdekaan di mana berkuasa sejumlah rezim, desalah yang menjadi orbit berbagai kepentingan. ‘’Di masa pembangunan ini’’ (pinjam Chairil Anwar dalam sajak ‘’Diponegoro’’), desa tetap ajeg sebagai persilangan berbagai kepentingan, termasuk dalam itu-isu demokratisasi. DESA, dengan begitu, tak setril dari isu-isu nasional (keindonesiaan), betapapun banyak orang mengakui bahwa seheboh apa pun politik di ibu kota atau kota-kota provinsi, desa akan tetap tenteram adem, namun dalam ke-

nyataannya tidaklah persis begitu. Boleh jadi warga bisa cuek bebek atas berbagai fenomena yang terjadi, katakanlah Pilkada seperti di DKI lalu, tapi apakah mereka bisa menghindar karena televise (yang diasumsikan sebagai wadah hiburan utama di desa) telah dikooptasi dan diambil alih rezim berita Pilkada Ibu kota? PADA AKHIRNYA, mereka tetap akan kecipratan, minimal mengumpat atau membawanya ke warung kopi dan lolos di media sosial yang juga bukan barang baru di tangan warga punya jagonya masing-masing, dan untunglah tidak sampai fanatik buta seperti di perkotaan yang mengaku lebih terdidik. DEMIKIANLAH, perihal ‘’Indonesia bagian penting dari desa saya atau desa kita’’, bisa diuraikan terus-menerus, sambil bertanya yang sebaliknya. ‘’Apakah desa kita bagian penting dari Indonesia?’’ Nah, ini satu soal lagi. Meskipun sekarang ada Kementrian Desa namun ppertanyaan itu tidak gampang dijawab. LIHAT SAJA kebijakan pemerintah pusat terhadap aparatur desa, apakah sudah layak dan memuaskan semua pihak? Barangkali masih jauh panggang dari api. Padahal, kata Kuntowijoyo dalam sebuah cerita pendeknya, tugas aparatur desa paling riil di negeri ini seperti diwakili oleh sosok Ketua RT: ia berhadapan langsung dengan persoalan warga, siang malam tak kenal waktu! l Raudal Tanjung Banua

l

hologram dengan durasi sangat pendek. Yang kulakukan adalah ‘’memperbanyak kekasih Tuhan Yang Maha Esa di bumi Nusantara.’’ RIBUAN, lima ribu, sepuluh ribu, terkadang lima belas sampai dua puluh ribu anak-anak muda, duduk tenang 6-8 jam hingga pukul 03.00 dinihari. Tidak peduli tanah becek atau hujan mengguyur. Tidak ada yang berisik, kanakkanak dan bayi tidak menangis aau memberontak. Tidak ada sandal atau barang hilang. Tidak ada yang berebut apapun. Tidak ada kekerasan, kebencian atau kedengkian. Tidak ada skandal, karena tidak ada lelaki tidak ada wanita: yang ada adalah ham-hamba dan khalifah-khalifah Allah yang hatinya berat membayangkan masa depan Indonesia. Tidak ada jabatan, tidak ada pamrih materi, tidak ada egosentrisme, tidak nafsu bodoh keduniaan. SAMPAI DINIHARI kami melakukan segala hal yang kami perhitungkan disukai oleh Tuhan Yang Maha Esa. Secara khusus dan privat aku memohon agar mereka diperkenalkan menjadi kekasih-kekasih-Nya. Dulu di zaman Nabi Hud, Nabi Soleh, Nabi Nuh, Nabi Luth dan Nabi Ibrahim, Allah menurunkan bencana besar bukan karena masyarakatnya kafir. Sebab Allah tidak laba ole keimanan semua manusia dan tidak rugi oleh kekufuran seluruh makhluk-nya. Allah murka karena para kekasih-Nya itu disakiti hatinya. Tatkala Muhammad Saw bersama Abu Bakar As-Shidiq berlindung di Gua Tsur dari kejarin pasukan Abu Jahal, Rasulullah berbisik: ‘’Jangan takut dan jangan bersedih, Allah bersama kita’’. Siapakah yang berani menuduh Abu Bakar takut kepada pasukan Abu Jahal dan bersedih karena terancam akan mati? Tidak. Yang ditakutkan oleh Abu Bakar adalah: kalau Muhammad kekasih Allah ini disakiti, dan Allah murka karena itu, bagaimana kalau Ia menyuruh Jibril mengambil bumi ini, membantingnya, atau membuangnya ke ruang kosong tanpa oksigen di seberang galaksi? Atau dibatalkan seluruh takdir penciptaan kehidupan ini? SEBAB, INI URUSAN CINTA. Wahai Tuhan yang Maha Esa, kalau anak-anak muda yang bersamaku ini adalah penghuni masa depan Indonesia, Engkau berkenan menjadikan mereka kekasih-kekasih-Mumaka tegakah Engkau membiarkan mereka dan kami semua hancur? Dan sekarang ini, dari hari ke hari, anak-anakku, para kekasihMu ini, diiris-iris hatinya, dibingungkan perasaannya, digedor mentalnya, digelapkan pikirannya, dijahiliyahkan spiritualitasnya diputus-asakan masa depannya… Ya Dzal wabal, ya Dzal ‘Adli wal Qusthi…. l Emha Ainun Nadjib Yogya, 16 Juni 2017

LEMPENGAN QADAR…. Apakah lempengan cahaya itu Semacam Lailatul Qadar Yang dilimpahkan oleh kedermawanan Allah Kepada hamba-hamba-Nya? Seperti selembar cahaya amat-sangat luasnya Yang lebarnya cukup untuk membuat seratus tatasurya Dengan masing-masing berisi seratus matahari Serta berhiaskan seribu rembulan Semacam hamparan berbagai jenis emas permata Bergerak perlahan dari ufuk jauh semesta Satu lempengan besar turun mendekat ke Bumi Disangga oleh para makhluk langit entah siapa Lempengan amat luas berbungkus cahaya Digelar oleh 33 ribu Malaikat di atas angkasa Nusantara Mereka menggelarnya sampai keluasan Yang hampir menyentuh cakrawala Lailatul Qadarkah ia, tiupan cinta Allah Lembaran cahaya, permadani raksasa Tikar agung, yang dianyam dengan benang cinta Dan berlaksa jarum-jarum kerinduan Baginda Jibrilkah itu yang langsung mempanglimai Pelaksanaan taburan Lailatul Qadar di malam sunyi Untuk ratusan juta kekasih Allah di kepulauan Nusantara Ar-Ruh kah itu yang berdzikir bersama 33 ribu pasukannya

‘’Nahnu nusabbihu bihamdika wa nuqoddisu lak Kami semua bertasbih kepadaMu Siap melaksanakan perintah-Mu Menaburkan Lailatul Qadar kepada hamba2-Mu Tiba-tiba dari tanah Nusantara 17 gelembung cahaya terbang ke angkasa Diikuti oleh 45 gumpalan cahaya lainnya Menuju pusat pancaran Ar-Ruh Sang panglima 17 gelembung cahaya itu menyampaikan kepada Jibril: ‘’Di pusat Nusantara, waktu telah melompat ke tahun 2019 Hamba-hamba Allah berdesakan berebut tempat di 2019 Segala hal di 2017 dikerahkan untuk nafsu 2019’’ 45 gumpalan cahaya meneruskan penyampaian: ‘’Di tanah bawah Nusantara hamba-hamba Allah beriktikaf Di masjid dan rumah mereka berdzikir memohon Lailatul Qadar Tetapi hanya untuk mimpi kekayaan bagi diri masing-masing’’ ‘’Bukankah Baginda Jibril diperintahkan oleh Allah Untuk melimpahkan Lailatul Qadar yang amat khusus Yang berupa pertolongan besar bagi bangsa Nusantara Sebab mereka sedang didera penyakit yang mereka takkan sanggup menyembuhkannya?’’ ‘’Tetapi mereka tidak memintanya Mereka tidak berkumpul untuk bersujud bersama Mereka tidak bertasbih sebagai sebuah bangsa Mereka hanya memimpikan kekayaan, bukan kesembuhan’’ Sampai fajar berlalu Sampai matahari memunculkan wajahnya Lempengan cahaya itu tak diturunkan ke Bumi Nusantara Putra-putri Ibu Pertiwi berjalan tersaruk-saruk di bawah terik panas matahari’’ l Emha Ainun Nadjib Yogya 17 Juni 2017

Setelah Permintaan Raja Ditolak Belanda l Potret Kelam Bunuh Diri di Bali~2

KENAPA kalangan elite kerajaankerajaan di Bali pada masa silam malah seperti menghargai tinggi jalan bunuh diri, atau pun membunuh diri orang lain—bukannya memandang salah pilihan menentukan akhir hayat tak wajar itu? Adakah yang salah dalam bangun tradisi, budaya, atau malah teks-teks susastra-agama di Bali, yang menjadi dasar peradaban Bali? Ini patut digali-gali, dicermati secermatcermatnya, dengan otak dan hati dingin, jernih, bening. Di masa-masa awal Bali bersentuhan dengan modernisasi yang diperkenalkan kolonial Belanda sejak akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 itu, mengakhiri hidup dengan jalan bunuh diri justru tak hanya dilakoni kalangan rakyat jelata dan miskin. Malah juga jadi pilihan pemimpin negeri. Raja Tabanan I Gusti Ngurah Agung dan putra mahkota, I Gusti Ngurah Anom, contohnya. Delapan hari setelah Kerajaan Badung ditaklukkan Belanda lewat puputan, 20 September 1906, Ngurah Agung yang bersekutu dengan Kerajaan Badung, ditemani Ngurah Anom bersama para punggawa dan pendeta-pendeta kerajaan Tabanan menuju Beringkit. Pukul 08.00 pagi, rombongan Raja Tabanan ini menemui Panglima Perang Belanda, Rost van Tonningen. Sang Raja berkeinginan agar Belanda memperlakukan dirinya beserta Kerajaan Tabanan layaknya Karangasem dan Bangli, sebagai bawahan tanpa lewat perang, namun tetap berkuasa penuh mengatur kerajaan. Belanda menolak. Tabanan mesti menyerah tanpa syarat. Bila tidak, akan d i g e m p u r l e w a t p e r t a r u n g a n m i l i t e r. Untuk urusan politik sang Raja mesti menemui Komisaris pemerintah Belanda FA Liefrinck yang ada di Denpasar. Raja minta pulang dengan alasan menemui keluarga dua hari, namun tak diberikan Belanda. Dalam posisi terjepit, Raja Tabanan pergi ke Denpasar dikawal sepeleton pasukan Belanda dan Asisten Residen Schwartz. l Achmad Obe Marzuki Satu Malam Purnama Sembilan camar kayu kapal tua di tepi pantaimu senja kuning tembaga Perempuan meletakan sesaji ke altar pura Menyemayam mantra semesta

Ngorta: Ubad Idup Seger Oger l Potret Kelam Bunuh Diri di Bali~3

TEKANAN rasa malu, harga diri, rasa kesepian, mungkin juga “jalan buntu” dan kerapuhan jiwa, rupanya telah memicu pemimpin puncak Tabanan beserta putra mahkotanya pada situasi krisis dan kritis demikian untuk memilih jalan pintas bunuh diri, tinimbang tegar, memutar otak mengadu siasat. Cara cerdas memutarmutar otak dalam kondisi genting ini dipraktikkan Raja Jawa keturunan Bali, Airlangga, manakala kerajaan mertuanya, Darmawangsa Teguh, dikepung, ditaklukkan pasukan Jayakatwang. Ketegaran dan hitung-hitungan rasional Airlangga telah menjadikannya memilih menghindar dari konfrontasi beberapa lama, untuk kemudian mengatur strategi, taktik, siasat menelikung lawan, menundukkan masalah. Maka jadilah dia keluar sebagai sang pemenang, akhirnya. Kini tak hanya putra Bali semacam Airlangga seorang yang patut memutar otak agar bisa keluar dari kepungan masalah krisis nan kritis. Setiap kepala keluarga, pemimpin lembaga-lembaga adat, budaya, dan agama pun patut bahumembahu mencari upaya mengeluarkan Bali dengan generasi barunya agar keluar dari kerapuhan jiwa dan kebuntuan otak. Pemimpin formal,nonformal, dan informal Bali di berbagai jenjang sepatutnya tergerak bersama merambahkan jalanjalan alternatif agar Bali tak sampai putus generasi di masa mendatang. Di lingkup keluarga, pola asuh anak yang dialogis, penuh cinta kasih, dan memekarkan sikap kemandirian, kiranya bisa dijadikan sandaran kunci. Di lapis komunitas, seperti banjar, sekaa,

hingga organisasi-organisasi keadatan patut dikuatkan sebagai media-media pengintegrasi yang memberi ruang dialog, komunikasi intensif antarinsan. Di titik itu negara, lewat pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota sepatutnya memperluas dan memperbanyak pilihan ruang-ruang publik yang murah dan mudah diakses rakyat Bali. Pendidikan formal maupun informal selayaknya diberi perhatian lebih sungguh-sungguh dengan muatan lokal, nasional, dan global sehingga bisa menghasilkan generasi berkecerdasan intelegensia unggul sekaligus memiliki rasa hati dan berkepekaan rohani. Di semua lapisan, komunikasi memang menjadi kata kunci penting sebagai solusi keluar dari krisis kejiwaan orang-orang Bali kini. Tak salah bila tetua Bali menyebut, “Ngorta ento ubad, ngobrol itu sesungguhnya obat jiwa.” Seniman lukis berkepribadian kuat sekelas Ida Bagus Made semasa hidupnya gemar menjadikan “ngorta” itu sebagai “ubad idup seger oger”. Bila ruang-ruang komunikasi, kebersamaan itu bisa diciptakan, dimekarkan dengan penuh tebaran rasa kemanusiaan yang memanusiakan sesama, harapan besar angka bunuh diri bisa menurun. Namun, bila sebaliknya, komunikasi justru buntu, orang menjadi semakin terasing dan kesepian di tengah keriuhan rutinitas tradisi adat, budaya, dan agama maupun di tengah modernitas zaman yang dilakoni sehari-hari, niscaya angka kematian tak wajar di Bali, termasuk bunuh diri, bakal terus menggelembung. l deprabas

Rombongan Raja Tabanan dan putra mahkota memang diterima Komisaris Liefrinck, namun permintaannya agar diperlakukan sama dengan Gianyar dan Karangasem ditolak. Ngurah Agung dan Ngurah Anom malah hendak diasingkan ke Majora, bekas istana Raja Selaparang, Lombok, untuk menerima keputusan nasib dari pemerintah Belanda. Sementara waktu, Raja Tabanan dan putra mahkota ditempatkan di satu bagian di Puri Denpasar yang baru saja dikuasai Belanda.

Keesokan pagi, 29 September 1906, saat hendak dijemput, sang raja dan putra mahkota telah ditemukan tewas bunuh diri. “Nampaknya Raja Tabanan telah membunuh diri dengan memotong urat nadinya dengan pisau kecil (pangutik), dan putera mahkota meninggal karena minum racun,” tulis sejarawan Ide Anak Agung Gde Agung dalam buku Bali Abad XIX terbitan 1989, mengutip sumber arsip kementerian Belanda atas negara-negara jajahan. l deprabas

Dengan kidung memutar jari waktu jejak rindu hamparan pasir tanggalkan janjiku di satu malam purnama tiba arungi jalan makna pada remang malam tepi dermaga menggoreskan puisi riwayat bulan

Ngampoeng Seni JKP-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an

CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta NUSANTARA 2017 l l

Sangkan Paraning Dumadi bagi yang Terpanggil Sepenanggungan

Para Pencinta Apresiasi terutama dari Luar Bali yang ingin beraktivitas di JKP 109 Mohon aktif mengikuti Face – Book Wayan Jengki Sunarta

KAMIS Pon, 27 Juli 2017 Riki Dhamparan Putra, Dayu Oka Rusmini, Putu Fajar Arcana, Todung Mulyia Lubis, Agus R Sarjono, Ahmad Yulden Erwin, Dwitra Ariana, Marewo Jatendra, Putu Wirata Dwikora, Wulan Saraswati, Made Gunawan, GM Sukawidana, Heri Anggara, Helmi Haska, Angga Wijaya, DS Putra, Rukmi Wisnu Wardani, Balawan, Achmad Marzuki, Sindu Putra, Goenawan Mohamad, Setya Nugraha, Remy Sylado, Tirtayasa, Raka Santeri, Hamka, Yudha Bantono, Nugroho Notosusanto, Dwitanaya, Zaim Rofiki, Suryadi, Sukoco, Sukarelawanto, Pramono, Hanafi, Meidi Loekito, Ersa Sasmita, Nermi Silaban, Made Susanta, Nanang Suryadi, Joan Valentina, Abdul Muis, Ketut Jaya, Ayu Diah Cempakadewi, Tarmizi, Ersa Sasmita, Pasek Suardika, Jasmin Okubo, Setya Nugraha, Anwar Juliadi, Arsiawan Adi, Lailatul Kiptiyah, Tuti, Dirgha, Melati Suryadarmo, Tirtayasa, Agus Sarjono, Angga Wijaya, Salman Yoga, Saiful Badar, DP Arsa, Ayat Katili, Herdiman, Dwitra J. Ariana, Arika Mihardja SERATUS (100) Monolog Putu Wijaya Keliling BALI… Jaga dikota masing masing sampai Desember 2017 KEJUTAN Apresiasi 2017 Buleleng – Karangasem Kardanis Mudawi Jaya Sliding Bali Timur JAGA di Jatijagat Kampung Puisi – 109 SETIAP tanggal 27 TIAP bulan, Menjelang 230 Tahun DENPASAR nonstop 24 jam TANPA jeda… MENGUKUR 2017, PELUANG 2018…. Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart ZINDA Ruud Purnama, IA Wayan Sugiantari, Ayu Ratna Budhiarti, IGA Komang Wiliani, Made Edy Arudi, Santiasa Putu Putra, Moch Satrio Welang, Surya AR Gemilang, Rai Sri Aritni DIATAS kertas sementara ini sangat berpeluang memasuki ARENA Partai Solo – Run 2017 – 2018. Siapkan Pasfoto bebas + Adat plus biografi singkat tapi jelas. MAKIN banyak karya prosa dan sajak TERSELEKSI yang anda kirim YANG PALING MAKSIMAL jelas jelas tak perlu antre LANGSUNG menggebrak.

Road to Homecoming 230 years old Denpasart!!!


NASIONAL

16

Minggu Umanis, 30 Juli 2017

Perkawinan ’’Padagelahang’’

Solusi Jaga Keutuhan Keluarga SUASANA Jeroan Blumbang, Kerambitan, Tabanan dengan Jeroan Tegaltemu, Teba Biyu, Kerambitan pada tahun 1960-an sangat kental dengan rasa kekerabatan dan kekeluargaan. Saat itu kebanyakan masyarakatnya melakukan perkawinan ngubeng alias kawin antarwarga atau banjar dan desa setempat. Saat itu pula cinta Dewa Putu Widjana muda, jatuh pada salah seorang remaja cantik di Jeroan Blumbang, bernama Dewa Ayu Sukiasih, masih satu kerabat atau klan namun bukan keluarga dekat. Ketika buah cintanya makin matang, yakni menuju ke pelaminan, barulah masalah muncul. Dewa Putu Widjana dan Dewa Ayu Sukiasih adalah anak tunggal di keluarga masing-masing. Dewa Putu Widjana sebagai anak tunggal pasangan Dewa Ketut Geredeh (alm) dan Dewa Ayu Ketut Jepun (alm) ingin meminang Dewa Ayu Sukiasih sebagai istri. Namun

perjalannnya tak semulus yang kita bayangkan. Bayangkan perlu waktu enam bulan kedua keluarga mareraosan hingga tercapai keputusan menjalani perkawinan padagelahang (mapianak bareng) karena kedua belah pihak saling mempertahankan pendapat menjadi purusa. Saat itu, di Tabanan sudah banyak juga yang menjalani model perkawinan adat Bali ini. Sebagai konsekuensi kawin padagelahang Dewa Putu Widjana dan Dewa Ayu Sukiasih menjalani proses pernikahan dua kali. Setelah di rumah Dewa Putu Widjana, hari itu juga dilakukan di rumah mempelai putri. Tentunya lengkap dengan saksi klian banjar adat dan dinas serta disahkan oleh keluarga besar. Hanya, saat itu belum ada istilah akta pernikahan. ‘’Di Jeroan Tegal Temu saya sebagai purusa, di Jeroan Blumbang saya sebagai pradana. Jadi, dua kali nusuk keris ke tikar pandan,’’ ujar

Dewa Putu Widjana mengenang masa lalunya. Hasil pernikahan pria yang bertitel lengkap Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP$E., Sp.Par.K., yang juga Rektor Unwar ini dengan Dewa Ayu Sukiasih membuahkan empat anak yakni seorang laki-laki dan tiga perempuan. Dia mengatakan perkawinan padagelahang ini cukup berat namun akan menjadi ringan kalau dilakoni secara tulus ikhlas sesuai komitmen awal bersama. Kawin padagelahang ini juga sebuah solusi baik bagi keluarga yang memiliki anak laki–laki tunggal atau tak memiliki anak laki-laki di keluarga guna menjaga keutuhan keluarga. Dikatakan cukup berat karena harus nyanggra tetegenan dua banjar yang kini dia wariskan kepada anak laki-lakinya. Sementara hak dan kewajibannya juga melekat di dua keluarga. Dikatakan solusi karena tata cara perkawinan padagelahang ini mengajarkan

umat Hindu (Bali, red) untuk semakin bersikap demokratis. Artinya, tak lagi mempertahankan dan kukuh dengan pendapat sendiri dalam mempertahankan kedudukan anak. Makanya wajar untuk pernikahannya dengan Dewa Ayu Sukiasih memerlukan waktu enam bulan mareraosan (rembuk keluarga). Saat itu, kedua belah pihak harus menjaga perasaan keluarga, sedikit salah mararaosan, bisa jadi fatal atau cintanya kandas di tengah jalan. Makanya budaya mararosan ini yang sudah baik, kata dia, perlu kini dipoles dengan sikap orang Bali yang penuh demokratis. Kedua, model kawin padagelahang ini adalah obat bagi keluarga yang tak memiliki calon purusa. Bahwa seberat-berat apa pun masalah pernikahan di Bali ada solusinya. Bagi yang tak diizinkan menikah atau ngidih ada kawin ngerorod atau malaib, yang ingin sama-sama jadi purusa dan

pradana bisa lewat perkawinan padagelahang. Namun disarankan lebih baik menjalani perkawinan secara normal kalau memang tak mau menanggung tetegenan dua tempat. Kuncinya, kata dia, ada saatnya kedua belah pihak rela atau tulus ikhlas menerima apa adanya. Seperti ketika istrinya meninggal dan di-linggih-kan di Jeroan Blumbang, harus direlakan. Jika tak demikian, dia mengakui warga yang menjalani perkawinan padagelahang sangat rawan munculnya kemelut. Di era modern saat ini, saran Prof. Dewa Putu Widjana, selain perkawinan padagelahang diperkuat oleh surat dan saksi di adat dan dinas serta keluarga juga diperkuat oleh ikatan notaris. Bagi dia sendiri, perkawinan padagelahang ini ada suka dan dukannya. Rwabhineda itu terus bergulir, syukurnya semua konsekuensi hak dan kewajiban tersebut kini di-

Dewa Putu Widjana jalani secara utuh. Terhadap adanya budaya di Tabanan yang sangat sayang dengan anak perempuan sehingga sekalipun sudah memiliki anak putra namun tetap ngidih sentana, menurut Prof. Dewa Putu Widjana, juga perlu segera dikikis secara perlahan. Sebab masih banyak cara anak perempuan berbakti dengan orangtuanya, tak harus ngi-

BPM/sue

dih sentana. Selain itu, budaya ini sering berbenturan dengan anak laki-lakinya karena berhubungan dengan pembagian kue warisan. ‘’Lebih baik kalau memang menjalani perkawinan normal kasi mereka jalan, kalau ikhlas dengan kawin padagelahang jalani juga dengan baik dan benar. Itu khan urusan komitmen,’’ ujarnya. (sue)

Ida Bagus Parwatha dan Jero Ketut Wisudha ’’Didiksa’’ Jadi Sulinggih

BPM\ist

SULINGGIH - Ida Bagus Parwatha dan Jero Ketut Wisudha saat menjalani prosesi menjadi sulinggih. Amlapura (Bali Post) Pada Saniscara Wage Prangbakat Purnamaning Kasa, Sabtu (8/7) lalu, Ida Bagus Made Parwatha dan Jero Ketut Wisudha didiksa menjadi sulinggih di Geria Parasugraha, Banjar Geria Gunung Kecicang Bali ,Desa Pakraman Bungaya, Perbekelan Bungaya Kangin, Bebandem, Karangasem. Manggala karya Drs. Ida Bagus Arka menceritakan tentang prosesi acara pediksaan diawali dengan paruman semeton waris, pesidikaraan, semeton pedadyan lan sisya yang merupakan keluarga besar daripada Sang Diksita. Dalam paruman tersebut, Sang Diksita menyampaikan maksud dan tujuan keinginan untuk mendapat dukungan, doa, restu keluarga besar, madwijati, Rsi Yadnya menjadi sulinggih. Setelah seluruh keluarga

besar dan sisya sepakat untuk mendukung pediksan, barulah Sang Diksita didampingi oleh pasemetonan tangkil ring Ida Pedanda Istri Anom untuk memohon menjadi calon nabe. Pada saat itu, Ida Pedanda Istri Anom menyatakan kesediaannya untuk menjadi guru nabe. Sementara guru waktra dipilih Ida Pedanda Istri Jelantik ring Geria Kecicang. Setelah tuntas dilanjutkan mengajukan permohonan kepada PHDI Karangasem untuk dilaksanakan acara diksa pariksa. Sambil menunggu jadwal diksa pariksa, Sang Diksita didampingi keluarga pasemetonan melaksanakan acara mepinton/matur piuning ke merajan guru nabe, guru waktra dan merajan leluhur/Pura di Bali. Acara diksa pariksa PHDI dilakukan 28 Juli dipimpin oleh

Ketua PHDI Karangasem, Drs. I Wayan Astika, M.Si., didampingi unsur Kemenag Karangasem, Pemkab Karangasem, camat, kades, MADP, klian desa pakraman, klian adat dll. Pihak Sang Diksita menghadirkan guru nabe, guru waktra, pasemetonan Dadia Geria Kecicang dan para sisya. Disimpulkan Sang Diksita diinyatakan lulus untuk direkomendasikan melaksanakan upacara madwijati atau Rsi Yadnya. Puncak upacara madwijati berjalan lancar, dari upacara mebiyakaon sampai acara melukat, napak Guru Nabe hingga mapaica panugrahan. Sejak itu, Ida Bagus Made Parwatha diberi nama Ida Pedanda Gede Made Bajing dan Jero Ketut Wisudha menjadi Jero Istri Parwati. Upacara madwijati diperkuat SK PHDI untuk diumumkan kepada seluruh yang hadir dan masyarakat luas. Hadir di acara itu Bupati Karangasem, Dra. I Gusti Ayu Mas Sumarthi, M.Si. Dia menyampaikan bahwa kehadiran sulinggih sangat diharapkan oleh pemerintah dan masyarakat karena sangat diperlukan dalam muput berbagai upacara keagamaan. Bupati menyatakan jumlah penduduk di Karangasem berbanding dengan keberadaan sulinggih dari rasio masih sangat jauh bahkan belum mencapai 20%. Di samping itu, Bupati menyatakan Ida Pedanda yang baru madwijati selalu mendoakan agar jagat Bali rahayu. Saat itu, Bupati I Gusti Ayu Mas Sumatri juga menyerahkan punia kepada Sang Diksita. ‘’Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati, PHDI, sisya serta pasemetonan membuat acara ini berjalan lancar,’’ ujar Ida Bagus Arka. (025)

Ngamuk dan Bogem Warga, Pria Bertato Dilarikan ke RSJ

Semarapura (Bali Post) Seorang pria asal Desa Paksebali, Kabupaten Klungkung, I Putu Suastika (53), terpaksa dilarikan ke RSJP Bali di Bangli, Sabtu (29/7) kemarin. Itu terjadi setelah pria bertato ini mengamuk di depan kantor Notaris/PPAT Jalan Gadjah Mada nomor 31 B Semarapura dan membogem salah seorang pengendara motor yang melintas di depannya. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pria yang disebut-sebut sebagai staf anggota DPRD Klungkung ini mengamuk secara tiba-tiba sekitar pukul 16.00 wita. Tak hanya membuat kegaduhan depan kantor, pria berperawakan kekar dan bertato ini juga membogem warga asal Desa Pau, Banjarangkan, Wayan Merdana (56), yang kebetulan melintas dengan berkendara sepeda motor. Hal itu menyebabkan pelipis mata kanannya luka dan berdarah. Atas kejadian itu, polisi pun datang ke lokasi. Suastika langsung diamankan dibantu sejumlah warga. Dengan wajah yang terlihat beringas, ia langsung dilarikan ke RSJP Bali di Bangli dengan mobil patroli polisi. Sementara itu, pascadipukul, Merdana dikabarkan kembali mencari Suastika. Namun, polisi me-

nyampaikan yang bersangkutan telah dilarikan ke RSJ untuk mendapat penanganan. Kejadian tersebut dibenarkan Kapolsek Klungkung, Kompol I Made Karsa. “Yang bersangkutan punya riwayat pernah masuk RSJ,” jelasnya. (kmb45)

12.000 Ekor Benur Gagal Diselundupkan

Berawal dari penyelidikan petugas, aksi pengiriman benur ini berhasil dibongkar. “Awalnya, kita mendapat laporan. Akhirnya, kita lakukan penyelidikan. Setelah cukup data, kita gelar penggerebekan sekitar pukul 20.00 WIB,” kata Kasat Reskrim Polres Banyuwangi, AKP Sodik Efendi, Sabtu (29/7) kemarin. Lokasi penggerebekan kata Sodik, di jalan persawahan Dusun Lidah, Desa/Kecama-

tan Gambiran. Sayangnya, ketika disergap, pelaku berhasil kabur. Dari lokasi, polisi mengamankan 12.000 ekor anakan lobster jenis mutiara dan pasir. Sebuah sepeda motor Honda Vario putih bernopol P 6258 UN dan dua kardus cokelat. “Jadi, pelaku keburu kabur, meninggalkan barang bukti di lokasi,” kata Sodik. Seluruh barang bukti diamankan di Polres Banyuwangi. Pelaku, kata dia, bisa

dijerat dengan pasal 92 UU No.45/2009 tentang Perikanan dan junto pasal 2 dan 7 Permen Kelautan dan Perikanan No. 56/2016 tentang larangan penangkapan atau pengiriman lobster kepiting dan rajungan di wilayah RI. Khusus benur, langsung dilepas di zona perlindungan bersama perairan Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Sabtu pagi. Pelepasan dilakukan bersama istri Gubernur Ja-

tim Fatma Saifullah Yusuf dan Balai Karantina Ikan kelas I Surabaya. Penangkapan benur lobster ini yang kesekian kalinya terjadi di Banyuwangi. Meski beberapa kali ditangkap, para pelaku pengiriman benur tetap saja marak. Mereka tak pernah kapok. Di Banyuwangi, pusat penangkapan benur berada di pesisir selatan. Salah satunya pesisir Pancer dan Grajagan. Para nelayan di setempat sempat beberapa kali menggelar aksi memprotes larangan penangkapan benur ini. Alasannya, benur menjadi penopang ekonomi nelayan ketika krisis tangkapan ikan. (kmb30)

Denpasar (Bali Post) Sejak dioperasikan 17 Agustus 2011 silam, jumlah penumpang Trans Sarbagita diklaim meningkat. Kalaupun bus terlihat kosong, diklaim hanya pada jam-jam tertentu. Utamanya pada bus yang beroperasi di Koridor II yang melayani rute Batubulan-Nusa Dua-Central Parkir PP. Dinas Perhubungan khususnya UPT Trans Sarbagita kini tengah mencari cara untuk menyiasati hal itu. “Dari sisi jumlah penumpang, setiap tahun mengalami peningkatan terus. Kemudian kalau sepi penumpang, memang iya di jam-jam tertentu. Tapi bukan berarti tidak ada penumpang,” ujar Kepala UPT Trans Sarbagita, Nyoman Sunarya, yang dikonfirmasi Sabtu (29/7) kemarin.

Sunarya mencontohkan Koridor II saat pagi ada banyak murid SMP dan SMA serta beberapa orang yang bekerja di Nusa Dua memanfaatkan transportasi massal itu. Namun, kesan tidak ada penumpang akan tampak saat jam kerja atau sekolah. Sama halnya dengan bus yang biasa mengangkut mahasiswa, akan terlihat kosong saat jam mahasiswa mengikuti perkuliahan. “Sekitar pukul 11.00 hingga 13.00 wita, biasanya penumpang agak berkurang. Tapi ada penumpang umum dan wisatawan, 1-2 orang menggunakan. Nanti mungkin di 2018, akan direncanakan di jam sepi penumpang bagaimana cara menyiasati,” jelasnya. Artinya, lanjut Sunarya, sejauh ini belum ada wacana untuk menutup koridor yang

jumlah penumpangnya sedikit. Alternatif yang berkembang sebagai ide untuk menyiasati sepi penumpang, salah satunya dengan mengoperasikan bus berukuran kecil. Seperti di koridor 1 yang melayani rute Kota (Gor Ngurah Rai pintu utara)-Garuda Wisnu Kencana (GWK) PP. “Ukuran bus terkait dengan biaya operasional. Kalau busnya gede, biayanya akan semakin besar. Kemudian loan factor-nya termasuk kemampuan kapasitas bus. Ketika banyak penumpangnya kalau bisa terangkut kan penuh kursinya. Tapi kalau sepi, daya tampung bus 50 terisi 10 kan kelihatan kosong. Itu mungkin salah satu alternatifnya kan diganti dengan bus yang kecil,” jelasnya. Sunarya menambahkan,

alternatif lain adalah mengistirahatkan bus di jam sepi penumpang dan mengatur jarak antarbus dalam operasionalnya. Langkah ini pun dapat mengefisienkan biaya. Pihaknya juga menanggapi kritik terhadap Trans Sarbagita yang kerap dinilai menyebabkan kemacetan. Padahal sejatinya, Trans Sarbagita merupakan program yang sangat visioner untuk mengatasi kemacetan. “Kan banyak bus yang lain. Kalau mogok, mungkin ya kita akan menjadi salah satu penyebab. Tapi kalau kita membuat kemacetan, rasanya tidak mungkin karena bus kita hanya 15. Jarang-jarang lewat. Kami sudah berupaya menangani dengan petugas yang ada supaya cepat tertangani pada saat mogok,” tandasnya. (kmb32)

Banyuwangi (Bali Post) Perburuan peredaran benur ilegal di Banyuwangi, Jawa Timur, berlanjut. Satuan Reskrim Polres Banyuwangi berhasil menggagalkan penyelundupan 12.000 ekor benur, Jumat (28/7) malam. Sedianya, benur tersebut akan dikirimkan ke luar kota.

Trans Sarbagita Klaim Sepi Penumpang Hanya di Jam Tertentu

BPM/ist

DIAMANKAN - Suastika saat diamankan petugas, Sabtu (29/7) kemarin.

Minggu, 30 Juli 2017 05.00 Gayatri Mantra 05.30 Bali Channel Tourist TV 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana Upacara Ngenteg Linggih, Mlaspas Lan Mendem Pedagingan (3) 06.35 Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07.35 Sehat & Bugar 08.00 Klip Anak 08.35 Bali Channel Tourist TV 09.05 Taman Sari TK Widya Brta Mengwi

BPM/udi

BENUR - Pelepasan benur lobster hasil tangkapan Satreskrim Polres Banyuwangi di perairan rumah apung Bangsring, Wongsorejo, Sabtu (29/7) kemarin.

09.30 Belajar Menggambar Origami dan Kirigami 10.05 Education On Bali TV 11.00 Round Up The World 11.30 Dunia Otomotif HUT Klub Scooter Tua Berasap 12.00 Puja Trisandya 12.05 Dharma Wacana Upacara Ngenteg Linggih, Mlaspas Lan Mendem Pedagingan (4) 12.30 Traventure 13.00 Wirasa 13.30 Lejel Homeshopping 14.30 Tembang Bali 15.30 Education On Bali TV

16.05 Harmoni Bali 17.05 Inovator 17.30 Githa Santhi Sekaa Santhi Sudharma Kanti (2) 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.00 Kuis Cerebrovit 19.30 Kris 20.00 Samatra Artis Bali 21.00 Lila Cita Calonarang Bakbakan Gianyar (4) 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Lila Cita Calonarang Pemogan (3) 23.00 Lila Cita Calonarang Bahula Duta - Pohmanis (5)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Minggu Umanis, 30 Juli 2017

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) - Iklan Still Store di Bali TV � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau � Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS!

Informasi pasang iklan Telepon

� Tarif iklan Mini/Baris

Cari Cook untuk Rest Seminyak Hub.081999048175

B.BP.001.07.17.0002158

Dcr Tk.Cheking Max.25Th & Tk.Jarit/ Pengepul utk Garment Jl.Pemuda IV No.17 Tlp.236453

B.BP.001.07.17.0002160

Bth Security Usia Min.20Th TB 170 Hub.0812-3603-5887

B.BP.153.07.17.0002216

Di bthkan,HK/Butler,Uluwatu +62 82236635607

B.BP.004.07.17.0002219

Dcr PRT wnta 25-35th Gj 2Juta tinggal dalam Hub.082146808888 B.BP.001.07.17.0002253

!!Dibutuhkan Segera 7Waiter/ss utk Restaurant di Daerah SetiabudiKuta.Lincah,Ramah,tdk malas.CV:Tiffanymayestika@gmai l.com Hub.0812 38552605 B.BP.004.07.17.0001843

Cari Steward Cook Helper Resto di Berawa Canggu HP:0818368846

BPR Tata Anjung Sari Membuka Lowongan:1.Office Boy/Office Gerl(Penempatan Denpasar)2.Marketing(Denpasar dan Klungkung) 3.Customer Service (Klungkung) Silahkan kirim surat lamaran dan cv ke:Email:hrd@bprtata.com atau ke:info(0361)490683 B.BP.001.07.17.0002127

Bth Guru/Mhs.Matematika/Mipa Gj+Bonus 2xSminggu.08179791223

B.BP.001.07.17.0002206

**Dibth Adm Logistik L/P,Ptg Qcbeton Min.SMA/STM,L.Comp, Mekanik,MinSTM.Mesin,L.Max.30Th Krm:hjbeton@yahoo.com/4791079

Dcr 1 Sopir Pribadi & 2 Sopir Prwsta,Dom Dps,Bisa B.Ing Hub.082237731818

B.BP.001.07.17.0002147

B.BP.001.07.17.0002227

Dcr Personal Asisten Manager u/Daerah Ubud,Gaji Menarik utk Vila diDaerah Ubud081915660971

B.BP.004.07.17.0002221

B.BP.004.07.17.0002143

: : : :

Rp 200.000,- (10 x tayang) � Rp 50.000,- (5 x tayang) � Rp 165.000,- (10 x muat) � Rp 82.500,- (10 x muat) �

Dcr Sgr Sopir SIM A/B1 H.Diponegoro 51 Dps0361228872/411855

Dcr sgr Admin,Mrkt CV ke glowe r2010@gmail.com / 085238348696

Dcr Kryawan Produksi dn QC Pabrik Daging, min S1 Gaji 2Jt masa percobaan.Wa:087862508871

Dcr Sls Wnt & Pria Us Mx 30Th Pend Min SMA pny Kend Sdnri Pnmpiln Mnrik Gj Tnggi Hub.085103100743

Dibthkan Admin Gudang&Penjahit diutamakan perempuan u/di garment. PT.Zaza Jl.Tegehsari 88 Kuta,0361-766496/085737456996

B.BP.004.07.17.0002249

Dcr Krywti Pengalamn u/laundry Gaji 1,5Jt Hub:087861070289

B.BP.001.07.17.0002178

Dcr Krywti utk Rent Mtr Canggu bs Bhs Inggris HP.085737314210

B.BP.001.07.17.0002201

Dcr Mekanik bisa buka pasang ban mobil,pend.min SMA umur max 30thn,bawa lmrn ke Banoli Motor Jl.Buluh Indah 75 Dps

B.BP.001.07.17.0001825

B.BP.001.07.17.0002138

B.BP.004.07.17.0002142

Dcr Staf Adm u/Daerah Canggu. Krm Lmrn ke Jl.Ry.Babakan Canggu No88 Canggu Tlp:0811399130 E:mutiatrattoria@hotmail.com B.BP.001.07.17.0001303

Dicari Tenaga STM & Teknik Mesin bs Gambar Autocad yg Minat Lam Krm Email:presisi23@gmail.com

B.BP.001.07.17.0002224

: : : :

(021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 (0370) 639543 (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklanbp@yahoo.co.id (031) 5633456

VISA

� Email: pembacabalipost@gmail.com

Dcr Gr.Mat,Fis,Kim,Bio,B.Ing. IPS H.08174761592

B.BP.001.07.17.0002236

Jakarta Mataram Denpasar Surabaya

B.BP.004.07.17.0002248

B.BP.154.07.17.0002154

Dibutuhkan Segera Design Graphis bs Photoshop,Al mengerti Inggris,UMK,5Hr Krja.CV Email: purchasing@pulauoutfitters.com B.BP.001.07.17.0002121

Looking for Yoga teacher local in residence small Resort at Selemadeg Barat Tel 0811386052

B.BP.004.07.17.0002144

Dibutuhkan Segera Tukang Patron & Grading yang sudah Berpengalaman.Send CV kadek@trendstudiobali.com / 081338782851

B.BP.004.07.17.0002220

Dicari Hairstylist/Kapster utk Barbershop Hub.081916201777

B.BP.001.07.17.0002223

Dicari IT Programer,Menguasai PHP,MySQL dan SIM Pengalaman Min.3 Tahun.CV Diemail ke: sekretaris.jetwings@hotmail.com B.BP.001.07.17.0002218

Dicari Pegawai Minimarket Pria Hub:0818530840

B.BP.001.07.17.0002200

HOG Wild with Chef Bruno Rest Need sales and marketing for Seeking Candidate As Travel Agent min 1yr experience, Marketing Coordinator CV to:info@balieasytrip.com min.3 yr Exp.Marketing Edu, or 081236765023 B.BP.154.07.17.0002240 Flexible Creative,Fluently in Peg BsPsgTenda&Stir,Rjn,TglDlm English.Server & Cooks min.2 yr Exp.Hospitality Edu.Send CV To bjgn 081999058233,08174716123 B.BP.004.07.17.0002213 hrd@hogwildwithchefbruno.com T0361-8476722 SINGARAJA B.BP.001.07.17.0002041 Spa Therapist wnt max 30th Loker! Syarat bisa baca tulis pglmn u/Singaraja,087761787000 Hub:081999571023(SRM Dps No.3) B.BP.001.07.17.0002092

MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post DAIHATSU

Terios’2013 Putih TX Adventure Asli Bali Hub.081999173331 B.BP.001.07.17.0002251

KIA

Kia Carens’03 silver,full audio mbl mulus,pribadi 081338663258

HRV’2016 Prestige Putih Jl. Cokroaminoto 377, 085100462764 B.BP.164.07.17.0002230

Honda Jazz RS Matic 2010 Abu2 Metalik DK Service Honda Jok MB Tech 48.500 KM, Wnt Pajak April 2018 155Nego,08124664755

Rumah 6Are 3 Ruko Lantai 2 Penamparan Bs TT,085100856999

DIJUAL MOTOR

B.BP.001.07.17.0002182

Mega Carry Pick Up’2014 AsBali KM 20rb AC,PS Hub.082145676699 TOYOTA

BUC Vios G’2004 pribadi Hub: 08123808044 B.BP.001.07.17.0002209

Kjg.Rover’94 Short 35Jt AC Dbl Bs TT Spd Motor,087860856999

Supra X125 F1’2011 H.7,2Jt Hub.085100856999 Pribadi DIJUAL RUMAH Jl Rmh 2A Lt.2 Jl.Gn.Salak.4KT Garase,Tlp,PAM H.085101862312 B.BP.001.07.17.0002242

Rmh 2Lt 2unt 3KT,2KM Perum Nuansa Sandat T.089652974339 B.BP.001.07.17.0001893

BIRO JASA

DIJUAL RUMAH

5KT,1RT,1RK,1RM,1KP,Grs,PDAM Perum Dosen UNUD-Manguntur, Hub.081254113209/082340741861 B.BP.001.07.17.0001983

DIJUAL TANAH DIJUAL TANAH Kav Jl.Lebar Aspal 1A&1,30A Tanah 6A Bitera Gianyar,Timur TyingTutul&Siulan,085100221149 Stadion Dipta Hub:081338711006 B.BP.164.07.17.0002229

Tnh Nempil 250Jt/A,Jl.Besakih PondokCitra Pmogan 08123871809

B.BP.001.07.17.0002008

Djl Cpt!!! Tanah LT 1,3Are Hrg 560jt nego Hub.081237685409

B.BP.001.07.17.0002076

Djl Tanah 5,7Are Global Kediri Tbn,425Jt BUC Ng 081936039292

B.BP.001.07.17.0002234

Djl Tanah Dalung Permai Blok G III/41A,Br.Surya Bhuana dan Tnh 3,5A Lok Perum PDAM Pering Hub:08124672062

B.BP.001.07.17.0002038

DIJUAL RUKO Jl Ruko 4Lt(4x10),Ir Soekarno Kdri-Tbn,LT69 LB160 H:1,6M Ckp Dp 30%,Sisanya 6Bln-1Thn,Ruko Lgsg Milik Anda,081915707322 B.BP.001.07.17.0002226

KONTRAKTOR Swimming Pool Specialist Contractor,Pny Mslh.082144464070

B.BP.001.07.17.0001487

DISEWAKAN TOKO KEHILANGAN Disewakan Toko strategis Jln. B.BP.001.07.17.0002212 Drupadi V/8 Dps Luas 5x8M Hub: Hilang BPKB No.M 03656658-0, Jual Tanah 1,5Are Jl.Akasia 0361224803 atau 087861511183 XVI Gg.Pisang Hub.081353715399 DK 8433 GS, a.n: Milah Jaelani B.BP.001.07.17.0002037

SERVICE

B.BP.001.07.17.0002207

B.BP.155.07.17.0002130

SERVICE

SERVICE

SERVICE

SERVICE

CENTRAL JAYA

GEBYAR DAIHATSU JULI READY SIGRA X CK DP 11 Jt Angs 3 Jtan STO NEW AYLA DP 6 Jt / Angs 2 Jtan BUNGA PICK UPMEN URUN DP 5 Jt / Angs 2 Jtan * 0,9 XENIA DP 11 Jt Angs 4 Jtan

Service Bergaransi Kerja ditempat

M.CUCI KULKAS FRESEER W.HEATER CHILLER

TRESNA : 083 114762592 081999920686, 085100648598

AC

082339189900

C.0002125-mbl

C.0002241-srv

BIRO JASA

BIRO JASA

AC

SERVICE MAMPET

WC GARANSI

KURAS MAMPET SALURAN AIR WASTAVEL, DLL

242389 / 081236774491

PUSAT DAIHATSU BALI TERMURAH & TERLENGKAP SIGRA XENIA

8

B.BP.001.07.17.0002217

B.BP.141.07.17.0002245

B.BP.141.07.17.0002232

B.BP.001.07.17.0002243

B.BP.141.07.17.0002231

DISEWAKAN RUMAH Dikont Rmh&Gudang di Cargo,LT 3Are Segera Hub.081237669910

HONDA

B.BP.001.07.17.0002252

B.BP.141.07.17.0002233

B.BP.001.07.17.0002177

B.BP.001.07.17.0002235

SUZUKI

B.BP.154.07.17.0002244

DIJUAL MOBIL

Toyota Hiace th’15 Silver Pwst hrg nego Hub.082236350004

Dijual Suzuki APV Thn’2012 Warna Putih Hub:081338631985

Jazz RS’2009 Silver Manual Hub.085100856999 Pribadi Jazz’04 slvr Matic 83Jt,Ry.Pemogan Gg.Jenggala9,08123646219

Rmh Lux,Lok.Tiara Dewata Sdrmn 985Jt full frnish.087860336318

B.BP.001.07.17.0002205

B.BP.004.07.17.0002250

HONDA

Rush S Automatic Th.2012 Tgn.I Putih terawat H.087862270180

READY STOCK

DP

DP Jt-an PROSES CPT & MUDAH FREE ASTRA WORLD TERIMA TUKAR TAMBAH KTP LUAR BALI, RUMAH KOS BISA DIATUR

11Jt-an

PICK-UP DP

5Jt-an

KREDIT BISA SAMPAI DENGAN 8TH GRATIS JALAN-JALAN KE JEPANG BUNGA MURAH 3,6% BONUS LAINNYA

0821 4505 4252 / 0822 4445 9698 C.0001504-MBL

SERVICE

SPA

B.BP.001.07.17.0002210

!Urgent Spa Trainer wnt 35th Terapis Salon Khusus Wanita Gaji Pglmn min 3th&Customer Service +Trnsprt+Komisi+Lembur Utama domisili Kuta Hub:081933119176 wnt 23th disiplin 081999961157 B.BP.001.07.17.0001822

B.BP.001.07.17.0002091


REKREASI

18

Minggu Umanis, 30 Juli 2017

TTS Bali Post

Pertanyaan Mendatar: 1. Bunga 4. Gelak tawa terbahak-bahak 8. Bentuk terikat kata ganti orang ketiga 9. Sejenis makhluk halus 10. Bahan pewarna 11. Kontan atau tunai 12. Kakak laki-laki atau abang 13. Bakat 16. Surat edaran atau karangan ringkas 19. Jajan dari ketan 21. Cagaran atau jaminan 23. Alat untuk mengetahui datar tidaknya permukaan 25. Cerita atau buah pena 26. Istilah untuk pipi yang cekung atau kempis 27. Ghana news agency 29. Polisi atau tentara yang sedang meronda 33. Pengembaraan penuh petualangan (Inggris) 36. Nippon hoso kyokai 37. Tempat menaruh buku 38. Elektro kardio gram 39. Terbuka atau tersibak 40. Sebuah kata tanya 41. Hiasan 42. Kabut

3

9

seakan-akan berada di atas laut. Selain dapat menikmati view laut yang biru, juga menawarkan pemandangan lainnya. Salah satunya adalah para pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan Gunung Agung yang menjulang tinggi dari sisi barat. Sementara, dari sisi utara pengunjung dapat melihat Pulau Lombok (NTB) yang membentang nan jauh di utara. Dari sisi selatan, pengunjung juga dimanjakan dengan bukit yang hijau. Owner Warung Ni Wayan Cintya Prayogi saat ditemui beberapa waktu lalu mengakui, bahwa warung

BPM/win

LAUT - Wisatawan mancanegara sedang menikmati makanan dan minuman yang dimanjakan dengan pemandangan laut biru Nusa Penida.

6

10

7

11

12 13

14

16

15 19

23

18

24

26

25 27 29

17

20

22

21

30

31

32

28 33

34

35

36 37

38

39 40

41

42

KUPON TTS No.306 Ketentuan Menjawab Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 306 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 5 Agustus 2017. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 13 Agustus 2017. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Jawaban TTS No. 304 30. Sad 31. IMB 32. Eksotik 34. Yuridis 36. Anatomi 37. Magenta Menurun: 1. Kekasih 2. Manahaj (Jahanam) 3. Aki 5. Ene 6. Tentram 7. Reserse 9. Bijaw (Wajib) 10. SetataBecik

Indahnya Pemandangan Laut Nusa Penida warung makan yang menyajikan berbagai macam menu yang lebih menonjolkan hidangan khas laut (seafood). Seperti halnya Ogix Warung. Dari warung ini wisatawann dapat menikmati pemandangan (view) laut Nusa Penida. Lokasinya berada di Banjar Angkal, Desa Suana, Nusa Penida. Wisatawan dapat menikmati pemandangan dari atas tebing dengan ketinggian kurang lebih 50 meter dari permukaan pantai. Inilah yang menjadi daya tarik wisatawan untuk menikmati pemandangan, karena

5

8

Mendatar: 1. Kemilau 4. Pelitur 8. Kanabis 11. Petenis 13. Ego 14. Jet 15. RAT 16. Irama 18. Araus (Suara) 20. JuwitaMalam (Juwita Malam) 22. Kolaborator 27. Sirna 28. Imago 29. WTC

KEINDAHAN alam Pulau Nusa Penida, baik pantai maupun bukitnya sudah tidak diragukan lagi untuk dikunjungi. Wisatawan lokal maupun internasional hampir setiap saat datang menikmati keindahan Nusa Penida, terutama keindahan pantainya. Sebut saja Pantai Angle Billabong, Atuh Beach, Broken Beach, Crystal Bay, Pantai Pulau Seribu, dan lainnya yang mempunyai keeksotisan tersendiri. Di balik pesatnya perkembangan wisata pantai di Nusa Penida tersebut, membuat banyak bermunculan

4

SPT2017

Menurun: 1. Titik yang letaknya di tengah-tengah benar 2. Istirahat atau jeda 3. Tahunan 4. Penyakit kulit yang disebabkan oleh virus 5. Pepaya 6. Siput sawah (Bali) 7. Cerita ; kejadian atau riwayat 14. Kebengisan 15. Satu saja 17. Kemauan atau maksud yang baik 18. Kerang mata tujuh ; â&#x20AC;&#x153;Haliotisâ&#x20AC;? 20. Salah (Bali) 22. Nomor pokok anggauta 24. Ikat pinggang dari kulit 28. Titik kecil atau bintik berwarna gelap 29. Biaya pengiriman barang atau surat 30. Rajin atau keras hati dan bersungguh-sungguh 31. Asam sulfat berasap 32. Enteng (Bali) 34. Orang yang melihat sendiri suatu peristiwa 35. Sungguh-sungguh percaya

2

1

makannya ini terletak sangat strategis, karena berada di jalur yang sering dilalui oleh wisatawan yang ingin menikmati keindahan destinasi pantai bagian Timur Nusa Penida, seperti Pantai Atuh, Pulau Seribu, Pantai Suwehan, Bukit Teletubies dan lainnya. Salah satu pengunjung asal Belanda, Hinno Bax, mengakui sangat nyaman dan santai menikmati keindahan alam Nusa Penida. Suasana dengan pemandangan laut membuatnya ingin terus mengunjungi lokasi itu. (win)

(Setata Becik) 11. PortMoresby (Port Moresby) 12. Total 17. Muson 19. Radom (Modar) 21. Isabela 22. Kroasia 23. Lawat 24. Tidur 25. Ramadan 26. Robusta 33. IBM 35. Uma

Pemenang TTS No. 304 I Nengah Sukartajaya Jl. Raya Gilimanuk No.207 Negara, Jembrana Kadek Mas Windu Parmana SMP Widya Suara, Sukawati 80582 (Hp: 089 686 360 481) I Wayan Sabar Antara Br. Abang Batudinding, Suter, Kintamani, Bangli I Komang Hotra Adiputra Jl. Ulakan No.22 Rendang, Karangasem (Hp: 081 338 076 291) Then Nyuk Ltm SLB N 1 Klungkung, Jl. Dewi Sartika No.5 Semarapura, Klungkung 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama: Ida Ayu Suciati Alamat : Perum Taman Penta III Kapling Lestari No.6 Jimbaran (Hp: 089 693 526 092/082 339 192258)


19

Minggu Umanis, 30 Juli 2017

Pelanggaran Parkir Dari Hal. 1

Sayangnya, keinginan tersebut hingga kini belum terealisasi. Justru yang terjadi pelanggaran parkir di badan jalan dan macet, macet di jam masuk dan pulang sekolah. Anggota DPRD Denpasar A.A. Ngurah Gede Widiada mengakui rencana tersebut digulirkan Pemkot Denpasar sejak lama. Mengingat, kawasan tersebut menjadi sentral pendidikan di Denpasar. Namun, kendala yang dinilai menjadi penyebab tidak terealisasinya rencana itu, yakni kurangnya sentral parkir. “Penyebabnya kan karena tidak adanya sentral parkir. Kalau mau membebaskan Jalan Kamboja dari lalu lalang kendaraan, ya harus disediakan tempat parkir yang memadai. Kalau tidak, di mana mereka parkir,” ujar politisi asal Peguyangan ini. Penilaian lain datangnya dari anggota Komisi III Wayan Suadi Putra, S.T. Wakil rakyat dari Sidakarya ini menilai kegagalan pedestrian di Denpasar ini akibat tidak jalannya semua konsep. Dikatakan, konsep pedestrian itu hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki. Namun, pedestrian di Denpasar masih dilalui oleh kendaraan. ‘’Inilah yang membuat gagalnya konsep pedestrian yang ada di Denpasar,’’ katanya. Pantauan di lapangan, menunjukkan pedestrian di Jalan Kamboja masih banyak dilalui kendaraan. Bukan hanya dilalui, tetapi juga parkir kendaraan yang banyak. Pemilik kendaraan parkir di badan jalan sampai dua deret. Akibatnya, jalan tersebut sering mengalami kekroditan. Bahkan, kasus pelanggaran parkir yang di badan jalan, mendapat keluhan dari masyarakat. Mengingat, parkir di badan

jalan memicu kemacetan di jalan yang kini sering terjadi. Kabid Dalop Dishub Denpasar I Ketut Sriawan yang dikonfirmasi menyatakan, pihaknya sudah bersurat ke sekolah agar melarang siswanya parkir di jalan. Mereka wajib untuk parkir kendaraan di dalam areal sekolah. Namun, diakui, masih ada sekolah yang parkir di jalan. Kondisi ini tidak bisa dihindari, karena lahan parkir tidak memadai di sekolah. Sriawan mengatakan, kini pihaknya sedang mengkaji angkutan sekolah untuk menghindari banyaknya siswa menggunakan kendaraan pribadi ke sekolah. Karena dengan adanya angkutan sekolah, bisa saja siswa tersebut membawa kendaraan sampai di kantong-kantong parkir yang akan disediakan Dishub. Dari kantong parkir ini, siswa akan diangkut dengan angkutan pelajar sampai ke sekohnya. “Jadi, tidak ada siswa yang parkir di jalan,” kata Sriawan. Sebelumnya, Dishub beberapa kali telah melakukan penindakan terhadap pelanggar parkir di jalan. Seperti yang dilakukan di Jalan Kamboja, Denpasar. Petugas Dishub bersama Babinsa, dan Koramil menemukan puluhan pelanggaran lalu lintas, termasuk parkir kendaraan roda dua dan roda empat. Petugas pun akhirnya melakukan penindakan. Kendaraan yang parkir di atas trotoar, dirantai. Demikian pula kendaraan roda empat yang parkir di badan jalan, juga digembok. Penertiban yang dilakukan itu, guna memberikan efek jera bagi pelanggar yang memarkir kendaraan roda dua di atas trotoar, dan parkir jejer dua untuk roda empat. (ara)

Jalan Diperluas Dari Hal. 1

Artinya, laju partumbuhan kendaraan dikurangi atau jalannya diperluas. Dua cara itu yang sebenarnya paling efektif,” tegasnya. Tapi kalau kedua itu tidak bisa dilakukan, solusinya dilakukan manajemen rekayasa untuk mencari hambatan-hambatan yang menyebabkan kemacetan. Upaya lain yang bisa dilakukan adalah adanya kantong parkir sehingga arus lalu lintas lancar. Contoh nyata, Kompol Heri menambahkan, di Jalan Teuku Umar bersih parkir dan tidak ada lagi kemacetan di sana. Namun, upaya itu selalu mendapat kendala dan banyak pihak tidak setuju. “Salah satu yang merasa dirugikan ada PD Parkir karena pemasukannya akan menurun. Apalagi kalau semua badan jalan di Denpasar dan Badung steril dari parkir,” ungkap mantan Kasat Lantas Polres Gianyar ini. Untuk wilayah Kuta masalah yang dihadapi sama yaitu parkir. Masalah yang dalam dunia lalu lintas disebut hambatan samping itu parkir. Parkir mobil dan

sepeda motor di badan jalan akan mengurangi luas jalan yang bisa dilewati. Jika dipaksa agar bebas parkir akan muncul polemik terutama dari pengusaha. “Satu-satunya jalan dilakukan pengalihan atau perubahan arus. Mau nambah jalan tidak mungkin, stop laju kendaraan jelas tidak bisa. Sedangkan jalan segitu-gitu saja. Tiap hari diler menjual kendaraan lama-lama pasti macet,” ungkapnya. Tiap tahun, kemacetan pasti bertambah karena pertumbuhan kendaraan dan penambahan jalan tidak seimbang. Setiap tahun pertumbuhan kendaraan 10 persen, sedangkan penambahan kapasitas jalan hanya tiga persen. Apalagi saat musim liburan. Cara lain yang bisa dilakukan yaitu pergelaran personel di titik atau simpang rawan macet. Walaupun jumlah personel belum bisa meng-cover semua titik rawan macet. Maka dari itu dilakukan pemetaan wilayah, di mana lokasi macet dan jam macetnya sehingga prosonel bisa disiagakan di sana. (rah)

Vila Mewah Tim gabungan langsung menggerebek vila tersebut. Saat itulah, puluhan pelaku penipuan lintas negara berhamburan keluar dari vila mewah lantai tiga tersebut. Petugas mengamankan 31 orang di dalam vila dan satu orang berusaha kabur lewat pintu belakang. Saat diinterogasi, mer-

eka mengaku berasal dari Tiongkok, Taiwan, dan Jawa Timur menjadi sopir. Mereka melakukan penipuan dan pemerasan lewat telepon. Berbagai barang bukti diamankan, telepon genggam, puluhan telepon rumah dan bilik bentuk wartel terletak di lantai dua. “Kasus ini masih kami dalami dan berkoordinasi dengan kepolisian Tiongkok,” ujarnya. (kmb36)

Jalur Krodit

Dari Hal. 1

Namun ditegaskannya, disepakati, warga bisa parkir di tempat parkir yang memang dikondisikan boleh parkir. “Ini harus dikonsepkan, di mana boleh parkir dan di mana tidak boleh parkir. Hal inilah yang ditunggu dari pemerintah Kabupaten Badung. Sampai saat ini belum ada follow up dari pemerintah Kabupaten Badung,” keluhnya. Jalur yang saat ini masih krodit yaitu di simpang Temacun, Groun Zero, di Pantai Kuta depan Hardrock Hotel, karena fasilitas parkir untuk pengunjungnya tidak ada. Sedangkan macet di Jalan Kartika Plaza, karena ada mal dan hotel baknyak. Pihaknya berharap pemerintah mulai mengambil langkah untuk mengatasi masalah ini. Siapkan Skema Menjawab tantangan itu, Pemkab Badung mulai menyiapkan sejumlah skema untuk mengatasi kemacetan yang terjadi di Kampung Turis, Kuta. Pembangunan jalan bawah tanah (underpass), menambah kantong parkir hingga rencana pembangunan kereta api sebagai mode transportasi merupakan sejumlah skema guna mengatasi kemacetan. Seperti diakui Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Badung, A.A. Rai Yuda Dharma. Masalah kemacetan di Kuta sudah sering menjadi pembahasan setiap akan adanya libur panjang. Kondisi ini merupakan dampak dari pariwisata yang berkembang di Badung. Karena itu, direncanakan untuk penambahan kantong parkir. Dikatakan, koordinasikan dengan pihak tokoh masyarakat setempat untuk mengetahui lokasi yang masih memungkinkan untuk menampung parkir pengunjung ke Kuta. “Memang sangat dibutuhkan di Kuta (lahan

parkir –red). Ini akan tetap menjadi atensi kami, karena kendalanya adalah terkait lahannya sekarang,” jelasnya. Sebelumnya, pemerintah Badung sempat mewacanakan akan membangun parkir hidrolik, tapi sekali lagi hal itu terganjal lahan. Namun, pihaknya tetap akan melakukan kajian untuk masalah kantong parkir ini untuk jangka panjangnya. Birokrat asal Kerobokan ini menyebutkan telah melakukan sidak bersama pihak Satpol PP Badung. Hasilnya, hotel-hotel berharga murah ternyata tidak menyediakan parkir yang memadai untuk tamunya, sehingga mobil meluber hingga di jalan raya. Akibatnya, kemacetan pun tak terhindarkan. Masyarakat yang datang berkunjung ke objek wisata Kuta juga terkadang melanggar aturan parkir. Wisatawan yang datang kadang parkir sembarangan di pinggir jalan Pantai Kuta, sehingga menimbulkan kemacetan panjang. Selain penambahan kantong parkir, pihaknya juga tengah merancang intelligent transport system sebagai pemantau dan penyedia informasi mengenai kondisi lalu lintas. Pengembangan dari Area Traffic Control System (ATCS) ini pun sudah dimasukkan dalam anggaran perubahan berupa penyusunan master plan dan DED (Detail Engeneering Design) yang bernilai Rp 76.463.156. Di sisi lain, wakil rakyat di DPRD Badung, mengusulkan pembangunan kereta api yang menghubungkan wilayah Badung Utara dan Badung Selatan. Usulan pembangunan transportasi publik ini disampaikan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung. Wakil Ketua Komisi III DPRD Badung, Nyoman Satria, mengungkapkan Fraksi PDI Perjuangan mendorong agar pemerintah daerah

membuat kajian agar seluruh wilayah Kabupaten Badung dirancang transportasi publik. “Ini untuk menghubungkan antara wilayah Badung Utara dengan Badung Selatang. Karena itu, kalau memungkinkan dibangun real kereta api antara ujung selatan dan ujung utara Kabupaten Badung,” ujarnya. Dikatakan, angkutan kereta api adalah untuk menjawab berbagai keluhan masyarakat terkait kroditnya permasalahan transporasi di Badung. Pasalnya, untuk menembus kedua wilayah tersebut memerlukan waktu 1 hingga 2 jam lebih. “Seperti keluhan yang dialami selama ini oleh masyarakat, dari selatan memerlukan waktu satu sampai dua jam untuk sampai di Puspem Badung di Mangupura,” katanya. Menanggapi usulan tersebut, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengaku sependapat kalau ke depan, pembangunan tranportasi mengarah ke angkutan kereta api. Sebab, pembangunan rel kereta api ini akan menjadi kebutuhan di masa yang akan datang. Untuk itu, politisi asal Pelaga, Petang ini ingin mempelopori pembangunan kereta api di Bali dari Badung. Sementara Sekretaris Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Bali Putu Alit Suthanaya, S.T., Meng.Sc., Ph.D., berpendapat pembangunan kereta api merupakan barang baru yang perlu dikaji lebih mendalam. Bahkan, sistem kereta api penumpang yang beroperasi di kawasan perkotaan itu, hanya salah satu solusi mengatasi kemacetan di kawasan Kuta. Upaya mendesak yang harus dilakukan pemerintah setempat adalah tidak mengizinkan pembangunan hotel baru dan restoran baru di kawasan pariwisata tersebut. (edi/par)

jarkan kepada masyarakat agar ikut memberi sanksi sosial kepada para koruptor,” tuturnya. Agus Raharjo juga sempat berziarah ke makam Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Sementara itu, Gus Sholah menuturkan korupsi menjadi masalah struktural di Indonesia yang penyembuhannya membutuhkan terapi hukum yang tepat. KPK sebagai lembaga antirasuah masih

dipercaya masyarakat untuk memberantas tindak pidana korupsi. Deklarasi dukungan yang melibatkan tokoh lintas agama ini juga untuk mengeratkan persatuan. “Sejarah Indonesia dari awal bangsa kita beragam suku, etnis, bahasa, budaya, dan agama. Saat ini muncul kembali perbedaan agama. Oleh karena itu, perlu kerja sama lintas agama, kami akan bicara berbagai aspek,” ucap Gus Sholah. (ant/kmb)

Belum Diatur

Dari Hal. 1

Agus meminta tokoh lintas agama menyampaikan usulannya kepada pemerintah agar dirumuskan dalam undang-undang. Pasalnya, KPK sebagai lembaga penegak hukum tak akan bisa menerapkan sanksi tersebut selama belum diatur dalam undang-undang. “Supaya langkah penindakan lebih efektif, ke depan harus dipikirkan juga untuk menga-

Jumlah Kendaraan Dari Hal. 1

Sementara jumlah kendaraan di Bali hingga Juni 2017 yaitu mobil penumpang 398.617 unit, bus 10.081 unit, mobil barang 148.309 unit, sepeda motor 3.340.762 unit, dan kendaraan khusus 642 unit. Bali ke depan, kata dia, harus fokus pada kemacaten dan keselamatan. Dia menyebut barometer lalu lintas di Bali adalah Polresta Denpasar karena wilayahnya banyak DRK, terutama di wilayah Kuta. “Baru turun dari pesawat saja dan mau ke hotel, banyak turis komplain karena macet. Kita tidak bisa diam melihat hal itu, secepatnya ada action. Dalam waktu dekat akan dibangun playover di Patung Ngurah Rai Tuban, penambahan landasan pacu dan penambahan ruas di kanan serta kiri jalan ke GWK,” ujar Sudana saat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dalam rangka analisis serta evaluasi situasi lalu lintas di Provinsi Bali. Ia menyayangkan perubahan arus lalu lintas yang sudah dirancang matang tidak

bisa direalisasikan. Padahal, pengalihan arus lalu lintas mencegah kemacetan dalam kurun waktu lama. Seperti saat liburan Lebaran lalu, karena ada perubahan arus penumpukan kendaraan terjadi sampai pukul 21.00 wita. “Biasanya sampai pukul 23.00 wita. Itu pun karena lebar simpang itu tidak memadai dan rencananya diperlebar oleh Bapak Bupati Badung. Kita harus antisipasi, jangan setelah ada musibah baru perpikir,” ungkap mantan Kapolresta Denpasar ini. Kepala Dinas Perhubungan Bali I Gusti Agung Ngurah Sudarsana menegaskan, kalau bicara aturan tidak boleh ada parkir di badan jalan nasional, tapi banyak yang melanggar. “Begitu kami melakukan penindakan, semua nelepon kami,” tegasnya. Dia mengatakan masyarakat Bali sepertinya lebih nikmat keluar naik kendaraan pribadi. Tahun 2018, pihaknya akan melakukan pendataan jumlah lampu jalan yang ada di kabupaten/kota. Namun, baru bergerak tahun 2019 secara bertahap. “Kalau itu rambu-rambu tidak diindahkan

masyarakat, program pemerintah akan sia-sia. Banyak jalan kurang rambu terutama tanda peringatan dan gadril. Pemerintah dan masyarakat sama-sama berperan aktif,” tegasnya. Sementara itu, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Bali, I Made Rai Ridartha, mengungkapkan orangtua jangan mengorbankan anaknya dengan membiarkan mereka mengendarai kendaraan sendiri. Usia di bawah 17 tahun secara fisik dan mental belum mampu mengendalikan kendaraan. Selama ini, orangtua berdalih sibuk kerja sehingga tidak sempat mengantarkan anaknya sekolah. Selain itu, ada juga beralasan pemerintah tidak menyediakan tranportasi publik memadai. Tanggung jawab orangtua mencarikan solusi atas permasalahan tersebut. Anak merupakan tanggung jawab orangtua dalam memberi perlindungan, menyayangi, pendidikan sehingga punya masa depan yang baik sehingga berguna demi keluarga, masyarakat, nusa dan bangsa. (rah)

Dikomplain Wisatawan Dari Hal. 1

Mantan Dekan Fakultas Pariwisata Unud ini menilai kemacetan lalu lintas sering dialami oleh wisatawan yang ingin berkunjung ke tempat wisata pada saat jam-jam masuk dan pulang sekolah dan kantor. Kemacetan di Kota Denpasar, kata dia, karena jalannya sempit. Banyaknya kendaraan mobil parkir di badan jalan, terutama pada saat menjemput anak-anaknya pulang sekolah. Selain itu, masih banyak pemilik mobil yang tidak punya garasi, sehingga mobil-mobilnya diinapkan parkir di pinggir jalan. Bahkan, banyak pedagang yang berjualan di trotoar yang dapat mengganggu kenyamanan pejalan kaki. Pemerintah daerah, kata dia, harus menertibkannya dengan menerapkan sanksi tegas kepada pelanggar. Selain itu, perusahaan dan sekolah yang ingin membangun gedung baru harus menyiapkan tempat parkir di lantai bawah/ ground. Kendaraan luar daerah yang menetap operasi di Bali harus ditertibkan sesuai aturan dan pemerintah daerah jangan hanya mengejar peningkatan PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) dengan tidak membatasi masuknya kendaraan

baru. Bila perlu dikaji model kendaraan beroperasi three in one untuk jalan-jalan tertentu, saran pria asal Desa Kapal, Mengwi tersebut. Tidak hanya di Kota Denpasar, permasalahan kemacetan juga dialami di Badung terutama jalur By-Pass Ngurah Rai menuju Bali bagian selatan. “Untuk jalur jalan By-pass Ngurah Rai seharusnya tidak boleh ada mobil parkir di pinggir jalan karena namanya jalan bebas hambatan. Juga tidak boleh banyak ada jalur membelok, hanya boleh memutar pada tempat-tempat bundaran tertentu. Inilah penyebab seringnya terjadi kemacetan menuju arah kampus bukit, Nusa Dua, dan Airport Ngurah Rai,” ujarnya. Melihat situasi tersebut, Anom yang juga merupakan anggota BPPD (Badan Promosi Pariwisata Daerah) Badung ini menyarankan kepada pemerintah untuk segera membangun jalur underpass di kawasan Patung Ngurah Rai dan perempatan menuju Kampus Unud Bukit Jimbaran. Khusus di wilayah Kuta dan Kuta Utara benar-benar krodit yang sangat mengecewakan wisatawan dan masyarakat, karena memang ruas jalan sempit, banyak mobil parkir di badan jalan. (win)

Kalangan Industri Dari Hal. 1

Ditambahkan, impor garam tak hanya untuk konsumsi. Sebab, kalangan industri juga banyak yang membutuhkan. Seperti industri kaca dan kertas. Khusus garam konsumsi, pihaknya menyerahkan ke PT Garam. “Kebutuhan garam memang besar, terutama untuk industri,” ujarnya. Impor garam itu kata Mendag bisa didatangkan dari negara mana pun. Targetnya, kebutuhan garam nasional bisa terpenuhi. Stok garam impor ini akan dievaluasi. “Karena sifatnya penyeimbang, kita akan evaluasi stok garam impor ini. Harapannya, cukup segitu sambil menunggu petani garam panen,” jelasnya. Selain impor garam, terkait harga beras, Mendag menegaskan pihaknya belum

memberlakukan Permen yang mengatur harga. Alasannya, masih akan berbicara dengan berbagai stakeholder terkait ini. “Kita bukan mencabut Permen, tapi belum diundangkan. Nanti akan kita rumuskan,” jelasnya. Sementara itu, krisis garam mulai dirasakan para perajin ikan asin di kawasan Muncar, Banyuwangi. Mereka mulai mengurangi produksi akibat mahalnya garam. Harga garam yang awalnya sekitar Rp 2.000 per kilogram, naik menjadi Rp 5.000 per kilogram. Imbasnya, harga ikan asin juga meroket. Dari harga sekitar Rp 22.000 per kilogram, naik menjadi Rp 50.000 per kilogram. “Banyak perajin yang mulai mengurangi produksi. Selain ikan juga jarang, harga garam juga naik,” keluh Roji, salah satu perajin ikan asin, di Pantai Muncar. (kmb30)


balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost

Minggu Umanis, 30 Juli 2017

@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

Beside Band Siap Tempur di Wacken Open Air (W:O:A) Jerman

Erwin dan Gita Gutawa

BPM/pik

Erwin dan Gita Gutawa Rilis Album Kompilasi ”Di Atas Rata-Rata”

P E NGG E M A R m u s i k metal tentu tidak asing dengan Wacken Open Air (W:O:A), sebuah festival heavy metal terbesar di dunia yang diadakan setiap tahun di Jerman. Lusinan band ternama seperti Scorpions, Judas Priest, Alice Cooper, Twisted Sister, Saxon, Motörhead hingga Dream Theater pernah tampil di sana. Tahun ini, bakal ada band metal dari Indonesia yang tampil di panggung W:O:A, yang diselenggarakan 2 Agustus hingga 5 Agustus mendatang. Beside, band aliran metal asal Bandung bakal tampil menghentak panggung W:O:A, bersaing dengan sejumlah band metal papan atas dari Eropa dan Amerika. Tampilnya Beside di W:O:A

MUSISI Erwin Gutawa dan putrinya, Gita Gutawa, merilis album anak bertajuk Musik Anak Terbaik. Album ini merupakan kompilasi dari album mereka sebelumnya, Di Atas Rata-Rata (DARR) 1 dan DARR 2, ditambah 2 lagu baru dan satu bonus track. Erwin merasa harus merilis ulang dua album dalam satu kemasan itu karena karyanya belum dipasarkan secara maksimal. “Makanya saya merasa yang dulu itu harus didengarkan, sayang kalau nggak,” kata Erwin dalam jumpa pers peluncuran album di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (27/7). Musik Anak Terbaik lebih banyak berisi lagu yang ada di album DARR 2. Sebab, di album tersebut porsi ciptaan Erwin dan Gita lebih banyak ketimbang di DARR 1. Erwin masih menyisakan lagu lama berjudul ‘’Walang Kekek’’, lagu daerah asal Jawa Tengah. “Memang album kompilasi ini banyak lagu baru. Jadi memang akhirnya kita pilih yang lebih original judul lagunya. Kecuali walangkekek. Karena ini kan lagu Jawa. Mau menginspirasi kalau lagu Jawa, lagu tradisional pun enak dinyanyikan,” ujar Erwin menuturkan. (pik)

brolan BALE BANJAR ARIDUS DE ngaden awak bisa Depang anake ngadanin Geginane buka nyampat Anak sai tumbuh luu Ilang luu buke katah Yadin ririh liu nu pelajahin. “Sebenarnya makna tembang itu adalah nasihat agar setiap orang yang berani mengaku intelektual, seharusnya tak henti-henti belajar. Life long education atau pendidikan sepanjang ayat! Jangan cepat puas dan menepuk dada atas kerja intelektualitas, namun tetap berkarya dan belajar, tanpa mengaku diri paling pintar. Namun, kita mahfum bahwa apa pun kreasi manusia bahkan Tuhan, senantiasa berorientasi pada dua nilai. Dalam bahasa Bali disebut rwa bhineda, karena pada hakikatnya selain nilai positif terkadang segi negatif bersembunyi pula di baliknya. Manusia berwa-

al Battle Indonesia (WMBI) 2017 yang diikuti lebih dari 238 band metal dari seluruh Indonesia. Jumlah sebanyak itu kemudian disaring hingga menghasilkan sepuluh band yang bertarung dalam Final Show WMBI 2017 di Gudang Persediaan PT KAI Bandung, Jawa Barat pada 14 Mei lalu. Dari kompetisi itu, keluarlah satu nama yakni Beside sebagai pemenang yang layak menjadi wakil Indonesia dalam W:O:A 2017. Beside lahir Ujung Berung, Bandung, Jawa Barat pada tahun 1997. Setelah beberapa kali bongkar pasang personel, kini Beside berisikan Agung Suryana (vokal), Roy Nat Siregar (gitar), Tri Afrizal (bas), Rizky Aditya (gitar) dan Achmad Rustandi (drum).

Sempat vakum selama tiga tahun, Beside kini sudah memiliki dua album bernafaskan musik metal yang agresif dan progresif yakni “AGAINST OURSELVES” dan ‘ELEVEN HEROES”. Sisi musikalitas Beside diakui dengan masuk dalam kategori the best album terbaik tahun 2015 versi majalah Rolling Stones. Majalah Metal Hammer UK juga mencantumkan Beside sebagai “Album 10 band Indonesia terbaik”. “Karena itu, kami akan membawakan empat lagu saat perform di W:O:A nanti. Lagu-lagu itu adalah Spirit In Black, Ambisi Arogansi, Under Hollow dan Dead of War. Empat lagu ini berasal dari album kedua kami,” sambung Bebi. Nomor-nomor lagu itu beserta aksi di atas panggung lah yang akan menentukan apakah Beside layak menyandang juara pertama dalam W:O:A 2017 nanti. Perlu diketahui, Beside akan bertarung dengan 28 band yang juga menjadi perwakilan dari negara-negara lain di panggung Headbanger

Stage pada tanggal 2 Agustus 2017.“Musikalitas mereka juga keren-keren, jadi tidak boleh dianggap remeh. Pokoknya kami akan tampilkan yang terbaik di atas panggung nanti,” ujar Bebi. Supaya tampil maksimal, anak-anak Beside makin intens latihan. Selama empat jam setiap harinya, mereka berada di studio untuk meracik musikalitas mereka agar tampil memukau saat W:O:A nanti. “Kami juga meningkatkan stamina dengan rajin olahraga. Ada yang hiking sampai ikut motocross agar fisik tetap terjaga,” Bebi menjelaskan. Tak sampai di sana, Kimung --personel Karinding Attack yang juga perwakilan DCDC-- menuturkan bahwa pihaknya juga menyiapkan ‘panggung pemanasan’ bagi Beside sebelum berlaga di Jerman. “Sebelum keberangkatan Beside ke Eropa, mereka akan menjalani rangkaian tur yang diselenggarakan atas dukungan dari DCDC Dreamworld 4 Indonesia,” sahut Kimung. (pik)

CALON GUBERNUR BALI

CALON WAKIL GUBERNUR BALI

Beside Band

Ayam Sayur Pecundang ham satu nilai, pinjam istilah Herbert Marcuse dalam One Dimentional Man, sering memanfaatkan lagu Bali itu, untuk menukas atau memotong argumentasi pihak lain, khususnya yang lebih muda, sehingga bibit yang fragile tak jadi berkembang. Biasanya dua bait pertama yakni ‘de ngaden awak bisa, depang anake ngadanin‘ dipakai menyela pendapat lawan bicara, menyebabkan gagasan baru yang berkualitas gagal tumbuh. Pengguna dua bait ini, menurutku, adalah pengidap megalomania atau adigang-adigung adiguna yang menganggap diri satusatunya matahari, sedangkan planet yang lebih kecil tidak boleh mengaku matahari. Mentalitas purba yang kemudian disebut feodalisme di era monarkhi ini, ternyata tetap hidup, kendati manusia dengan bangga menyebut diri modern. Inilah salah satu penyebab lahirnya paham postmodernisme yang mendobrak modernisme yang menjunjung absolutisme dalam ilmu pengetahuan, dikenal dengan positivisme murni,“ papar Rubag. “Seharusnya, setiap orang yang merasa diri senior, penggede maupun intelektual paham bahwa sesuatu yang besar dan dominan berawal dari kecil atau junior. Bila tidak memahami proses

ini tidak terlepas dari inisiatif dan fasilitas dari DCDC, sebuah wadah kreatifitas bagi musisi independen Indonesia. “Ini merupakan kebanggaan bagi kami menjadi wakil Indonesia yang bisa tampil di ajang musik metal paling besar di dunia. Bisa dikatakan Wacken Open Air merupakan holyland bagi seluruh penggemar metal di dunia. Bukan cuma membawa nama band ini, kami juga membawa nama bangsa,” ucap sang drummer, Achmad Rustandi atau yang akrab disapa Bebi. Tak hanya sebagai wakil dari Indonesia, Beside merupakan satu-satunya band dari Asia yang bakal unjuk gigi di acara akbar tersebut. Sebelumnya, DCDC menggagas kompetisi Wacken Met-

alami tersebut, seseorang akan tekebur dan berusaha menghegemoni atau menjajah yang lebih muda dan lemah. Mereka terkadang lupa, sikap mengalah dari pihak yang tertekan akan berubah menjadi perlawanan hebat, apalagi kini dunia sudah dicekoki postmodernisme, seperti paparanmu tadi, sehingga segala bentuk kemapanan digugat dan dilabrak. Sikap jemu dan bosan mengalah agaknya kini tumbuh di masyarakat, karena yang diberi kepercayaan untuk berkuasa atau mengatasi, bermentalitas lapar dan rakus. Orang tidak lagi bisa menggunakan jabatan, senioritas dan titel akademik mentereng untuk bertindak semena-mena terhadap mereka yang dipandang lebih rendah status sosial, politik dan ekonominya. Resistensi meniru perilaku semut akan selalu terjadi bila dominasi dan hegemoni dilakukan secara keterlaluan tanpa perasaan. Instrumentalisasi sebagai bagian dari modernisme cenderung memperalat apa saja yang bisa digunakan melanggengkan kemapanan dan kekuasaan. Bukan hanya barang, manusia yang berstatus bawahan pun akan diperlakukan seperti mesin dengan mengabaikan

eksistensi mereka sebagai manusia yang bisa berpikir dan merasa. Sayang, banyak orang tidak paham kalau di zaman mediamorfosa ini, orang tidak hanya belajar di bangku sekolah dan kampus, juga dari internet dan homeschooling. Aku jadi terpingkal menyaksikan di youtube sikap seorang profesor berdebat dengan seorang mahasiswi tentang korupsi,“ tutur Anom Wijaya. “Hahaha, aku juga terguling-guling menyaksikan pemandangan itu. Padahal aku tidak menyimak wacana mereka, namun sikap dan perilaku kedua pembicara. Sang guru besar tampak blingsatan tak tenang duduknya seperti terbakar emosi, sementara si mahasiswi kelihatan kalem sembari tersenyum melontarkan setiap kata. Rupanya wanita muda dan cantik tersebut sangat menguasai materi yang disampaikannya, sedangkan lawan bicaranya yang bertitel akademik mentereng agaknya kurang persiapan. Atau mungkin kehabisan kata-kata karena membela pihak yang tidak patut dibela, sehingga tampak seperti serdadu tanpa amunisi dalam perang. Ternyata, sekarang ini banyak anak muda yang tidak lagi bermental mudah pecah atau fragile, namun tahan banting. Seperti mahasiswi usia 21 tahun yang konon baru duduk di semester

BPM/pik

6 fakultas komunikasi Universitas Paramadina. Dia sudah nikah tahun 2015 dan kini mulai terjun ke politik praktis serta menduduki jabatan moncer level dewan pimpinan pusat sebuah partai politik baru yang anggotanya kebanyakan kaum hawa. Karena itu, ada pihak yang menuduhnya cari panggung untuk pencitraan, buat diri dan parpolnya,“ komentar Made Surjanegara. “Kalau cewek itu dikatakan melakukan pencitraan, apakah lawan bicaranya tidak? Mungkin yang dilakukannya merupakan imbas dari perilaku para elite politik dan intelektual kampus yang ramai-ramai hijrah ke layar kaca sebagai selebriti televisi buat mengisi dunia postmodern yang berciri khas imagologi dan simulakra. Benar, wanita muda yang bernama Tsamara Amany Alatas yang kiprahnya dikenal lewat twitwar atau perang twiter dengan politisi kondang Senayan, lalu diundang tiga stasiun TV Swasta. Dia sangat prihatin atas serangan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh para politisi terutama penghuni gedung terhormat di Senayan. Kegelisahannya memuncak saat KPK dituduh mengkhayal ikhwal korupsi E-KTP dan melakukan bisnis penangkapan para wakil rakyat, oleh seorang wakil ketua parlemen. Tsamara yang me-

mang punya hobi menulis dan aktivis dalam beberapa LSM, langsung membuat artikel di facebook dan melakukan pembelaan terhadap KPK di youtube, menuduh politisi Senayan tersebut berpikiran sesat. Bahkan saat diundang ke stasiun TV buat dikonfrontasi pendapatnya, Tsamara datang dan menjawab dengan lugas namun tenang setiap pertanyaan host atau pewawancara. Sebaliknya, yang diajak berperkara tidak kelihatan batang hidungnya. Lucunya, para pengikut sang politisi di medsos, mengecap Tsamara masih bau kencur dan mewajarkan junjungan mereka tidak melayani orang yang numpang tenar dan mencari panggung. Kurang ajarnya, ada yang menuduh wanita yang telah bersuami itu ayam kampus. Wah, pepatah lama, guru kencing berdiri, murid kencing berlari, masih dipraktikkan,” ujar Wayan Suana. “Nah, ini ciri kalau paternalisme atau bapakisme dan primordialisme, inti dari feodalisme masih hidup dan berlanjut. Ironisnya, sejarah sebagai cikal bakal untuk hidup berbangsa dan bernegara ditinggalkan dan dilupakan. Jangankan sejarah, tahap awal proses

merangkak hingga mampu berlari pun tidak diingat. Inilah dampak dari pola pikir instan, bahkan virtual, yang hanya tahu akibat dan menafikan penyebab. Airlangga yang berasal dari Bali lahir tahun 990 Masehi, lalu jadi Raja Kahuripan Jawa Timur tahun 1009, artinya usia 19 tahun. Salah seorang dari Dinasti Warmadewa ini memerintah hingga 1049 dan banyak peninggalannya tersebar di Jawa Timur, lalu anak bau kencur ini diabadikan namanya untuk sebuah universitas di Surabaya. Ir. Soekarno mendirikan parpol dalam usia 26 tahun dan masuk penjara di Sukamiskin usia 29 tahun, karena pemerintah Hindia Belanda mengendusnya tidak berbau kencur, tapi bau patriot. I Gusti Ngurah Rai gugur dalam Puputan Margarana bersama 95 anak buahnya ketika berusia 29 tahun. Pemuda beraroma heroik tersebut memilih berkubang darah daripada menerima tawaran roti dan keju berbau pengkhianat dari NICA. Sangat naïf menganggap Tsamara berbau kencur untuk menutupi kepengecutan berbau ayam sayur pecundang,“ tambah Nyoman Karya menutup obrolan. (aridus)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 30 Juli 2017 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu