Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
TERBIT SEJAK 16 AGUSTUS 1948 PERINTIS: K. NADHA HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
MINGGU KLIWON, 30 APRIL 2017
Mengapa Menjadi Kaya Itu Penting? APA arti kaya? Bagaimana mengukurnya? Dan mengapa kita ingin menjadi kaya? Setiap orang akan mempunyai definisi yang berbeda-beda kalau ditanya apa artinya kaya dan kapan kita bisa menyebut diri kita kaya. Akan lebih seru lagi jika pertanyaannya dilanjutkan, mengapa ingin kaya? Banyak yang tidak serta merta bisa menjawabnya.
20 HALAMAN
NOMOR 242 TAHUN KE 69
Dan banyak dari sebagian kita yang tidak nyaman membicarakan kekayaan. Saya mempunyai definisi sendiri mengenai kaya ini. Buat saya menjadi kaya itu adalah ketika passive income sudah lebih besar atau sama dengan biaya hidup kita pada expected life style. Jadi, ada tiga kata kunci di sini ya, passive income, biaya hidup kita pada
expected life style. Passive income adalah income dari investasi. (Saya tidak begitu setuju dengan istilah passive income, karena sebenarbenarnya tidak ada income yang bisa kita peroleh dengan pasif; namun istilah ini sudah berlanjut terkenal. Jadi, untuk memudahkan pengertian kita pakai saya ya). Karena yang namanya passive income itu adalah
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
income dari investasi oleh karenanya untuk menjadi kaya, kita harus mempunyai investasi. No Investment, No Wealth Kata kunci kedua adalah biaya hidup. Dan yang terakhir adalah expected life style. Life-style ini yang sebenarnya bisa disetel-setel. Ada yang hanya perlu 5 juta, ada yang 50 juta sebulan, bahkan ada yang perlu 500 juta sebulan. Ini terserah masing-masing orang saja. Dengan definisi seperti ini maka orang yang life style-nya 5 juta sebulan sebenarnya akan lebih mu-
dah kayanya dibandingkan orang yang life style-nya 50 juta. Yang butuh life style 500 juta sebulan tentunya lebih susah lagi menjadi kaya. Ketika income dari investasi kita sudah melebihi dari biaya hidup kita, hidup akan menjadi menarik. Kita tiba-tiba mempunyai pilihan. Kita tidak perlu bekerja lagi kalau kita tidak menginginkannya. Kita bisa mengerjakan hal-hal yang kita senang melakukannya. Kalau perlu, kita bisa ‘memecat’ bos kita. “Bos, mulai hari ini bapak saya pecat. Besok saya sudah tidak masuk bekerja lagi’’. (Atau bulan depan, jika kita
harus mengupayakan mengalihkan pekerjaan kepada pengganti kita). Berapa banyak orang yang tidak menyenangi pekerjaannya, tidak senang pada lingkungan kerjanya namun tidak punya daya untuk mengatasinya. Dengan menjadi kaya, kita punya pilihan. Bukan berarti kita tidak perlu bekerja lagi, namun kita bekerja bukan lagi karena kita harus bekerja, kita bekerja karena kita ingin bekerja. Hidup bukan lagi sekadar bekerja, namun berkarya. Dan ini bedanya bumi dan langit. Hidup akan menjadi lebih hidup. Semoga bermanfaat. (*)
Alih Kepemilikan Bali Menganga Denpasar (Bali Post) -
Menjaga Bali makin susah dan dipastikan makin sulit. Tekanan ekonomi dan politik berpotensi menjadikan Bali daerah rawan. Tak saja rawan dalam hal pelestarian adat dan budaya juga sangat rawan dalam hal kepemilikan lahan. Ini terbuka ketika sebagian besar tanah Bali telah dikuasai pemodal. Keterpurukan ekonomi akan membuat penduduk Bali makin termaginalkan.
REMBUK PEMIMPIN BALI
Bali Post/ist
PAMERAN JAGUNG OLAHAN - Menteri Puspayoga didampingi Wakil ketua Komisi IV DPR RI Viva Yoga Mauladi, Bupati Lamongan Fadeli, perwakilan Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Pertanian dan Kementerian Desa, PDTT meninjau pameran hasil jagung olahan sekaligus melepas ekspor ke negara Asia dan Timor Leste pada saat Panen Raya Jagung di Desa Banyubang Kecamatan Solokuro Lamongan Jawa Timur, Sabtu (29/4) kemarin. (ad2102)
Dari segi pawongan, ada indikasi manusia Bali mengalami degradasi moral. Orang Bali mestinya memiliki perilaku yang didasari dharma, artha, kama, dan moksa. Tapi, tanda-tanda itu sudah mulai tidak kelihatan yang artinya sudah terjadi penurunan martabat orang Bali. Kemudian dari segi parahyangan, proses desakralisasi tempat-tempat suci semakin luas.
‘’saya memprediksi alih kepemilikan terhadap lahanlahan di Bali akan makin terbuka. Ini ancaman serius bagi pelestraian budaya Bali. Untuk itulah masyarakat Bali tidak perlu takut menantang siapa saja yang ingin menjadi calon pemimpinnya. Sebab, pemimpin Bali ke depan harus dipastikan memiliki kompetensi dan integritas yang tinggi,’’ ujar ujar Dr. I Gde Made Sadguna, S.E., MBA. dalam wawancara dengan Bali Post. Ia menegaskan selain itu, pemimpin Bali ke depan harus memahami adat, budaya, dan implementasi Agama Hindu. Mengingat, orang Bali hidup dalam dua dunia sekaligus yakni sekala dan niskala.
“Kalau ibarat tiang, tiga pilar utama Tri Hita Karana sudah damage. Sudah mengalami perusakan-perusakan maupun desakralisasi,” ujarnya. Sadguna mengatakan Bali saat ini tengah menghadapi persoalan besar. Pasalnya, Tri Hita Karana sebagai falsafah yang menjadi fondasi eksistensi Bali terganggu. Dari segi palemahan, sebagian besar tanah Bali sudah tidak dimiliki oleh orang Bali. Alih kepemilikan kepemilikan ini jauh lebih berbahaya ketimbang alih fungsi. Sebab, tanah-tanah itu dipastikan tidak lagi disucikan melalui proses upacara. Hal. 19 Taksu Bali
Bali Post/dir
I Gde Made Sadguna
Desa Pakraman Diharapkan Dapat Legalisasi PULAU Nusa Lembongan tidak terlepas dari hutan mangrove. Pasalnya, ratusan masyarakat yang beralih profesi ke dunia pariwisata menggantungkan nafkah dari kunjungan wisatawan ke hutan mangrove. Hanya, tidak adanya izin pengelolaan hutan mangrove membuat masyarakat mengelola kawasan tersebut secara ilegal. Hal ini pun menjadi perhatian Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta. Pihaknya pun telah melakukan pendekatan ke Pemprov Bali agar nantinya masyarakat dapat mengelola hutan mangrove secara legal melalui Desa Pakraman. Mengingat keberadaan sejumlah akomodasi pariwisata di kawasan hutan mangrove telah menjamur. Bahkan, di antaranya telah mendirikan bangunan permanen. Bupati Suwirta pun meminta solusi agar masyarakat yang telah menempati hutan mangrove dapat mengelolanya secara legal. “Saya sudah mengundang Dinas Kehutanan Provinsi Bali untuk menunjukkan situasi riil di lapangan. Beberapa kali sudah diproses untuk menindaklanjuti usulan,” jelasnya. Menurut Bupati Suwirta masyarakat yang saat ini menempati hutan mangrove siap untuk menyewa atau pun membayar retribusi terkait pemanfaatan hutan mangrove ini. Mengingat, tidak adanya kejelasan pemanfaatan hutan mangrove ini masyarakat menjadi resah dalam memanfaatkan wilayah yang masuk di dalam kawasan yang dilindungi. Hal. 19 Wisata Mangrove
Bali Post/dok
SAMPAH - Kawasan mangrove di Taman Hutan Rakyat (Tahura) selain rawan penyerobotan juga tercemar sampah. Selain itu, kawasan mangrove juga dijadikan tempat pembuangan limbah sisa beton, sisa pembuatan galangan kapal (fiber glass), limbah industri ayam potong, dan limbah pembuangan pabrik pengolahan ikan.
MANGROVE TAHURA NGURAH RAI TERANCAM ’’Manusia sangat kuat menekan hutan mangrove di Tahura. Utamanya berupa penyerobotan, alih fungsi lahan, serta pencemaran-pencemaran dari sampah atau residu-residu bahan kimia lainnya yang dibawa oleh sungai-sungai yang bermuara di Tahura Ngurah Rai.’’
KEBERADAAN hutan mangrove di Bali yang berpagar rakyat, tak akan lepas dari adanya gangguan. Baik berupa penyerobotan kawasan hutan, alih fungsi, maupun pencemaran. Gangguangangguan itu utamanya sangat terlihat di kawasan hutan Taman Hutan Rakyat (Tahura) Ngurah Rai. Terlebih dari keseluruhan hutan mangrove yang dimiliki Pulau Dewata, dominan memang berada di kawasan itu. “Memang, secara umum itu mengalami beberapa gangguan terutama yang berada di Tahura Ngurah Rai. Sedangkan di ka-
bupaten lain seperti Kabupaten Klungkung dan Kabupaten Jembrana dan Buleleng sedikit lebih aman posisinya,” ujar Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bali, I Gede Nyoman Wiranatha di Denpasar. Wiranatha mengakui, manusia sangat kuat menekan hutan mangrove di Tahura. Utamanya berupa penyerobotan, alih fungsi lahan, serta pencemaranpencemaran dari sampah atau residu-residu bahan kimia lainnya yang dibawa oleh sungai-sungai yang bermuara di Tahura Ngurah Rai. Kendati sudah dilakukan upaya penertiban, toh penyero-
botan masih saja terjadi. “Adanya penyerobotan itu kendalanya dari masyarakat sekitar. Terus terang hutan itu kan berpagar rakyat, ya tergantung dari perilaku masyarakat bagaimana keberadaan hutan itu sendiri. Memang sosialisasi, imbauan, ajakan, sudah sering kita lakukan tetapi tetap berulang kembali pada perilaku manusia yang ada di sekitar,” paparnya. Dari catatan Dinas Kehutanan tahun 2015, hanya ada 16 penyertifikatan di kawasan Tahura Ngurah Rai seluas 3,340 Ha. Namun kini telah berkembang menjadi
Empat Masalah Belum Terurai
Bali Post/dwa
WISATA - Hutan mangrove di Nusa Penida, Klungkung menjadi objek wisata. Di hutan mangrove juga dikelola wisata mangrove oleh kelompok yang berada di bawah naungan desa, dengan 30 anggota. Kelompok ini bertugas untuk memandu wisatawan berkeliling di taman mangrove.
Bali Post/dok
I Gede Nyoman Wiranatha
DATA Dinas Kehutanan Provinsi Bali, hutan mangrove di dalam kawasan hutan seluas 2.244,99 Ha. Sementara di luar kawasan hutan, tercatat ada hutan mangrove seluas 755,01 Ha. Hutan mangrove di dalam kawasan hutan tersebar di kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura) Ngurah Rai seluas 1.373,5 Ha, Hutan Lindung Nusa Lembongan seluas 202 Ha, Hutan Produksi Budeng seluas 66,99 Ha, dan kawasan Hutan Taman Nasional Bali Barat seluas 602,5 Ha. Sementara hutan mangrove di luar kawasan hutan tersebar di daerah Perancak, Jembrana, daerah Banyuwedang
dan Sumberklampok, Buleleng, dan daerah Nusa Ceningan, Klungkung. “Rata-rata kondisi mangrove bagus, kecuali di Tahura Ngurah Rai terdapat kondisi kritis kurang lebih 10%,” ujar Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bali, I Gede Nyoman Wiranatha. Pihaknya mengklasifikasi empat permasalahan di Tahura Ngurah Rai. Pertama, gangguan keamanan hutan berupa perambahan kawasan hutan yang tersebar mulai dari Desa Sanur Kauh sampai Tanjung Benoa dan peryertifikatan di kawasan hutan. Permasalahan kedua, yakni pencemaran kawasan akibat pembuangan
sampah, limbah sisa beton, sisa pembuatan galangan kapal (fiber glass), limbah industri ayam potong, dan limbah pembuangan pabrik pengolahan ikan. Ketiga, tumpang tindih kawasan hutan dengan PT Pelindo III (Persero), dan keempat, kerusakan hutan lantaran di dalam kawasan ada perairan yang sulit ditumbuhi mangrove. “Di dalam kawasan hutan terdapat seluas ± 169,95 Ha berupa perairan yang sulit ditumbuhi mangrove sehingga secara konvensional tidak bisa ditanami,” jelas Wiranatha. Hal. 19 Kawasan Tahura
54 sertifikat yang tumpang tindih dengan kawasan hutan. Meskipun luasnya berkurang menjadi 19.853 m2 per September 2016. “Memang secara bertahap kita sudah lakukan proses hukum, seluruh pelanggaran, seluruh kegiatan, aktivitas di Tahura Ngurah Rai yang tidak sesuai dengan ketentuan yang ada itu dilaporkan atau kerja sama dengan Polda Bali untuk menyikapi apabila tidak mengindahkan peringatanperingatan yang kita lakukan,” jelasnya. Hal. 19 Menyangkut Sampah
MASALAH TAHURA n Gangguan keamanan hutan berupa perambahan kawasan hutan yang tersebar mulai dari Desa Sanur Kauh sampai Tanjung Benoa dan peryertifikatan di kawasan hutan. n Pencemaran kawasan akibat pembuangan sampah, limbah sisa beton, sisa pembuatan galangan kapal (fiber glass), limbah industri ayam potong dan limbah pembuangan pabrik pengolahan ikan. n Tumpang tindih kawasan hutan dengan PT Pelindo III (Persero) dan kerusakan hutan lantaran di dalam kawasan ada perairan yang sulit ditumbuhi mangrove.
DAERAH
2
Minggu Kliwon, 30 April 2017
Grand Final Pemilihan Jegeg Bagus Klungkung 2017
GRAND final pemilihan Jegeg Bagus Kabupaten Klungkung tahun 2017 dibuka Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta ,didampingi Deputi Pemasaran Mancanegara Kementerian Pariwisata Prof. I Gde Pitana, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Ridwan Djamaluddin beserta rombongan, bertempat di Panggung area Monument Puputan Klungkung, Jumat (28/4) lalu. Bupati Suwirta, dalam sambutannya menyampaikan pemilihan Jegeg Bagus tahun 2017 merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap setahun sekali. Tujuan kegiatan ini untuk memilih Jegeg Bagus Klungkung yang akan mewakili duta di Denpasar. Bupati Suwirta juga ikut memberikan pembekalan mengenai konsep hidup dengan dasar Gerakan Masyarakat Santun dan Inovatif (Gema Santi). Bupati Suwirta mengharapkan, agar dari proses pembekalan yang diberikan selama karantina, para peserta bisa menjadi duta yang memiliki karakter setelah kembali ke masyarakat. “Dengan adanya pemilihan Jegeg Bagus ini, diharapkan dapat menghasilkan duta wisata Klungkung yang handal yang akan mampu menjadi mitra pemerintah untuk ikut membantu menyebarluaskan segala program pemerintah Kabupaten Klungkung,” kata Bupati Suwirta. Pihaknya juga mengharapkan, agar di tahun berikutnya peguyuban Jegeg Bagus melakukan verifikasi lebih lanjut agar dalam pemilihan nanti tidak hanya menghasilkan duta pariwisata saja, tetapi dapat menghasilkan dutaduta yang lainnya. Misalnya duta Bahari, duta Gema Santi dan duta lainnya. Bupati Suwirta meminta kepada para finalis Jegeg Bagus untuk diajak bersama-sama dengan pemerintah daerah untuk mempromosikan pariwisata yang ada di Kabupaten Klungkung, baik itu City tour, Desa Wisata Kamasan dan lain-lainnya. Dari sekian peserta yang ikut dalam pemilihan Jegeg Bagus, Made Mutiara Sanjiwani Rajendra dan Pande Kadek Yudiarta berhasil meraih juara I. (ad2098)
DIBUKA - Acara grand final pemilihan Jegeg Bagus Kabupaten Klungkung tahun 2017 dan dibuka Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta.
Diduga Sopir Ngantuk
Mobil Tabrak Tiang hingga Terbalik Singaraja (Bali Post) Mobil L 300 yang mengangkut sejumlah unit sepeda motor menabrak tiang penunjuk arah di jalan Singaraja-Gilimanuk Kilometer 64.100 di Desa Pejarakan, Gerokgak, Sabtu (29/4) pagi kemarin. Hal itu diduga akibat pengemudi yang mengantuk. Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Kasat Lantas Polres Buleleng, AKP. Adi Sulistyo Utomo mengatakan kecelakaan mobil dengan nopol P 9872 VH yang dikemudikan Sugianto asal Banyuwangi itu terjadi sekitar pukul 05.00 Wita. “Mobil meluncur dari arah timur dengan mengangkut lima unit sepeda motor. Saat tiba di TKP, kendaraan oleng hingga menabrak tiang petunjuk wilayah yang ada di sebelah kiri jalan sehingga mobil terbalik,” jelasnya. Akibat kejadian tersebut, pengemudi mengalami luka robek di dahi, luka lecet pada ibu jari tangan kanan, lecet pada punggung kaki kanan. Sementara penumpangnya, Juliana (30) mengalami luka lecet di pergelangan tangan kiri dan lecet pergelangan kaki kiri. “Kedua korban kemudian dilarikan ke Puskesmas II Gerokgak untuk mendapat perawatan,” ungkapnya seraya menambahkan kejadian itu diduga akibat pengemudi mengantuk. (kmb45)
JALAN SANTAI Bupati Badung Nyoman Giri Prasta didampingi Sekda Wayan Adu Arnawa saat melepas jalan santai di lapangan Puspem Badung, serangkaian memperingati Hari Buruh Internasional 2017, Jumat (28/4).
Polsek Susut Lakukan Terobosan Kreatif Jaga Keamanan Bangli (Bali Post) -
Guna mencegah terjadi permasalahan di masyarakat, Bhabinkamtibmas Polsek Susut memasangi stiker yang berisi 10 imbauan pasti kamtibmas ke rumah-rumah warga atau Door to Door System (DDS). Kegiatan yang dilakukan tersebut merupakan suatu terobosan untuk menjaga kantibmas di masyarakat agar tetap aman, tertib, dan kondusif. Bhabinkamtibmas Polsek, Susut, Bangli, Aiptu I Nyoman Subamia, Sabtu (29/4) kemarin, menjelaskan, langkah yang dilakukan dengan memasangi stiker di rumah-rumah warga sebagai terobosan inovatif dan kreatif untuk mewujudkan keamanan, ketertiban di dalam masyarakat. Kata dia, dengan
10 imbauan pasti di antaranya, Pastikan Desa Pakraman Melaksanakan Pakemenitan dan Aktifkan Poskamling serta Pecalang ini diharapkan mampu menekan permasalahan di keluarga maupun di masyarakat. “Stiker yang kita pasang tersebut, berisi 10 imbauan penting yang harus diikuti oleh masyar-
akat. Dengan langkah seperti ini kita bisa berkomunikasi secara intens dan langsung dengan warga secara perorangan. Selain itu, kita juga bisa dengan mudah menyampaikan pesan-pesan kamtibmas serta menjalin kemitraan dengan masyarakat sekitar,” ungkapnya. Subamia mengatakan, peran Bhabinkamtibmas di tengahtengah masyarakat agar mampu menjadi teladan dan pelindung seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan Bhabinkamtibmas bisa meminimalisasi permasalahan yang muncul di masyarakat. “Kegiatan ini kita lakukan
setiap hari dari satu rumah ke rumah yang lainnya. Kita juga secara langsung menyampaikan pesan dan imbauan kamtibmas. Sehingga kemitraan dengan masyarakat khususnya di Desa Tiga bisa jauh lebih dekat lagi dengan mengedepankan prinsip menyama braya,” katanya. Dalam 10 imbauan pasti yang ditempel di rumah-rumah warga di antaranya pastikan pintu jendela terkunci saat meninggalkan rumah, pastikan kompor sudah padam saat ditinggal, pastikan dupa sudah mati sehabis sembahyang, pastikan Anda menggunkan helm SNI saat berkendara roda dua,
pastikan kendaraan dikunci saat diparkir, pastikan Anda telah memasang sabuk pengaman saat mengemudi, pastikan desa pakraman melaksanakan pakemitan dan mengaktifkan pos kamling serta pecalang, pastikan keluarga Anda bukan memakai dan pengedar narkoba, dan pastikan keluarga Anda bukan anggota ISIS dan kelompk radikal. Sementara itu, Perbekel Desa Tiga Putu Merta Utama menjelaskan, pihaknya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan pihak kepolisian terkait kegiatan pemasangan stiker imbauan kamtibmas tersebut. (kmb41)
Zaman Globalisasi, Gubernur Ajak Masyarakat Bali Tingkatkan ’’Sradha’’ dan ’’Bhakti’’
PADA zaman globalisasi, zaman dengan perubahan sangat cepat dan tiba-tiba, umat
patut memiliki pijakan yang kuat dalam keyakinan spiritualnya. Sradha dan bhakti
DHARMA SHANTI NYEPI - Gubernur Bali Made Mangku Pastika didampingi istri pada acara Dharma Shanti Nyepi tingkat Provinsi Bali tahun 2017 di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Sabtu (29/4) kemarin.
akan melandasi umat untuk menjalani hidup, mengatasi berbagai tantangan, cobaan dan permasalahan kemasyarakatan dan pembangunan. Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika pada acara Dharma Shanti Nyepi tingkat Provinsi Bali tahun 2017 di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Sabtu (29/4) kemarin. Gubernur Pastika mengatakan momentum hari raya Nyepi merupakan saat yang tepat untuk melakukan perenungan terhadap perjalanan hidup kita. Dengan keheningan dan dalam kesendirian, umat mempertinggi kualitas spiritual dan kesadaran hidupnya, imbuhnya. “Masyarakat tidak boleh terpancing oleh isu-isu yang menyesatkan, serta memecah belah kerukunan yang telah terbina,” katanya. Ia berharap dengan penghormatan dan pengamalan catur
brata penyepian dapat memantapkan mulat sarira, meningkatkan sradha bhakti, untuk menyeimbangkan dharma agama dan dharma negara, dalam menyukseskan pembangunan daerah. Senada dengan itu, dalam dharma wacana-nya, Ketua PHDI Provinsi Bali IGN Sudiana mengatakan Hari Raya Nyepi di Bali memberi faedah yang luar biasa yang seharusnya membawa pembaharuan umat dari yang negatif menjadi positif. Namun apakah pembaruan itu terjadi, hanya masing-masing umat yang bisa menjawabnya. Ia juga bersyukur Nyepi tahun ini relatif lebih lancar dan tertib dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sementara itu, Ida Pedanda Gede Putra Kekeran dalam dharma wacana-nya mengingatkan umat untuk selalu berjalan di jalan dharma. Menurutnya, banyak godaan dalam hidup yang
bisa membuat manusia keluar dari lingkaran swadharma-nya. Oleh karena itu, ia mengajak umat untuk melawan godaan seperti kemalasan dan kesenangan panca indria. Ketua Panitia Kepala Biro Kesra Provinsi Bali A.A. Gede Geriya dalam laporannya mengatakan melalui dharma santhi ini diharapkan para umat sedharma dapat berkumpul dalam upaya membangun hubungan yang harmonis antar-umat dalam menghadapi tantangan di masa depan dan mengingatkan pentingnya hubungan antarsesama manusia sebagai bagian dari kearifan lokal Tri Hita Karana. Tampak hadir Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Cok Pemayun, Ketua MUDP Jero Gede Putu Suwena Upadesa dan anggota Forkopimda se-Bali. (ad2095)
Rai Mantra Kukuhkan ”Prabu Catur Muka”
Empat Kardus Soal UN Sebagai Wadah Komunikasi dalam Percepatan Pembangunan Denpasar Nyasar di Jembrana Negara (Bali Post) – Pendistribusian soal Ujian Nasional (UN) tingkat SMP/MTs mulai dilakukan di tiap kabupaten Sabtu (29/4) kemarin. Termasuk di Kabupaten Jembrana, soal yang diangkut dengan kendaraan barang itu sampai di Jembrana pukul 10.05 wita. Dari puluhan kardus berisi bendelan soal UN, ternyata ada empat kardus yang semestinya diperuntukkan di Kabupaten Tabanan. Dari informasi kemarin, pendistribusian soal dipusatkan di SMPN 1 Negara untuk selanjutnya disebar ke sejumlah rayon. Dari pengecekan, 48 kardus yang diterima untuk Kabupaten Jembrana didapati empat kardus untuk Tabanan yang nyasar ke Jembrana. Di antaranya soal UN untuk SMPN 2 Tabanan serta sisanya merupakan naskah lebih. Selanjutnya oleh petugas, kardus yang salah kirim itu dikembalikan ke Dinas Pendidikan Provinsi Bali. Dari pengecekan lebih lanjut, juga terdapat kekurangan naskah UN di antaranya untuk Bahasa Inggris dan Matematika. Kabid Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan Jembrana, Dewa Putu Wardana, kepada wartawan membenarkan adanya sejumlah kardus naskah UN yang bukan untuk Jembrana ikut terkirim. Menurutnya, kardus soal itu untuk SMPN 2 Tabanan dan sudah dikembalikan. (kmb26)
WALI KOTA Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra mengukuhkan Organisasi Paikaetan Rantauan Buleleng (Prabu) yang tinggal di Kota Denpasar yang bernama “Prabu Catur Muka”, Sabtu sore (29/4) kemarin di Wantilan Pura Agung Lokanatha Lumintang. Dalam pengukuhan ini yang juga dirangkaikan dalam acara Dharmashanti Nyepi Çaka 1939 yang dilaksanakan oleh Organisasi Parabu Catur Muka yang tinggal di Kota Denpasar, Wali Kota Denpasar juga berkesempatan menyerahkan Kartu Tanda Anggota (KTA) kepada para anggota semeton Paiketan Prabu Catur Muka setelah dikukuhkan. Wali Kota Rai Mantra dalam sambutannya mengatakan, di Denpasar ini sudah banyak sekali perantauan-perantaun yang terbentuk dalam sebuah organisasi seperti Prabu Catur Muka ini salah satunya. Organisasi seperti ini sebetulnya sangat memudahkan Pemerintah Kota Denpasar di dalam berkomunikasi untuk akselerasi percepatan program-program pembangunan Pemkot Denpasar, dan organisasi ini sebagai wadah komunikasi
yang sangat cepat memberikan informasi kepada anggota maupun komunitas-komunitas lainnya. Dan, saya juga mengucapkan selamat karena sudah terbentuknya Organisasi Prabu Catur Muka ini dan mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik serta beriringan dengan organisasi paiketan-paiketan lainya yang ada di Denpasar, dikarenakan di Denpasar banyak terdapat organisasi paiketan yang sudah berjalan dengan baik dan sukses. Ketua Prabu Catur Muka Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena, mengatakan, Organisasi Paiketan Rantauan Buleleng di Kota Denpasar sebenarnya sudah terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Denpasar pada saat didirikan pada tanggal 17 November 2015 lalu dan baru hari ini dikukuhkan karena berbagai kesibukan dari masing-masing anggota. Organisasi warga Buleleng yang berdomisili di Kota Denpasar ini ingin mewujudkan hubungan persaudaraan yang harmoni antara sesama warga Buleleng dan mempunyai visi yang sama untuk ikut peduli dalam pembangunan Kota Den-
pasar tanpa melupakan tanah kelahiran kami di Buleleng, seperti pepatah “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”. Organisasi Prabu Catur Muka ini didirikan untuk memupuk rasa persaudaraan, kekeluargaan, gotong royong antar-anggota dalam membangun Kota Denpasar guna tercapainya organisasi yang mandiri. Lebih lanjut Made Erwin menambahkan, selain pengukuhan organisasi, hari ini juga dirangkaikan dengan Dharmashanti dengan tema “Makna Hari Suci Nyepi Çaka 1939 dalam meningkatkan Swardamaning Agama lan Negara menuju Denpasar Smart City”, yang diisi Dharma Wacana dari Ida Pandita Mpu Acharyananda dengan tujuan memberikan pencerahan bagi Humat Hindu khususnya warga Buleleng yang tinggal di Denpasar. Kegiatan Dharmashanti ini juga merupakan ajang sosialisasi organisasi serta simakrama perkenalan antar anggota dan keluarga yang saat ini sudah berjumlah kurang lebih 250 anggota. Organisasi ini juga sudah membentuk Koperasi Prabu Sari Sedana untuk membantu
anggota dalam simpan pinjam yang nantinya dikembangkan demi kesejahteraan anggota. “Saya sangat berterima kasih atas kesediaan Bapak Wali Kota utuk hadir dan mengukuhkan Organisasi Parabu Catur Muka Kota Denpasar. Semoga dengan
dikukuhkannya organisasi ini bisa menjadi wadah bagi warga Buleleng di Denpasar untuk menjalin komunikasi sebagai ruang kreativitas interaksi sosial serta berperan serta dalam pembangunan Kota Denpasar”, ungkapnya. (ad2094)
PENGUKUHAN – Wali Kota Denpasar saat mengukuhkan anggota Organisasi Paikaetan Rantauan Buleleng (Prabu) yang tinggal di Kota Denpasar yang bernama “Prabu Catur Muka”, Sabtu sore (29/4) kemarin, di Wantilan Pura Agung Lokanatha Lumintang, yang ditandai dengan penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA).
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta, Sosiawan. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
seremonial
Minggu Kliwon, 30 April 2017
Sekolah Balindo Paradiso Gelar Wisuda Ke-XIV
3
FT Unhi Gelar Yudisium
Para Lulusan Diharapkan Miliki Lepas 11 Lulusan Sarjana Teknik Mental Kerja Keras dan Disiplin Tinggi SEBAGAI pusat pendidikan dan pelatihan untuk mempersiapkan tenaga kerja di kapal pesiar dengan berbagai program dan fasilitas unggulan, Sekolah Balindo Paradiso melepas sebanyak 389 orang wisudawan di Grand Inna Bali Beach, Sabtu (29/4) kemarin. Para wisudawan yang terdiri dari empat jurusan, yaitu Dining Room and Cabind Steward, Bar, Butler dan Cook ini diharapkan mempunyai mental kerja keras dalam merebut peluang kerja di kapal pesiar. Ketua Yayasan LPK Balindo Paradiso sekaligus Direktur PT Bali Paradise Citra Dewata Wayan Kawan Setiawan, BA., S.Sos., mengatakan, para wisudawan ini telah dipersiapkan untuk menjadi tenaga kerja di kapal pesiar melalui berbagai program unggulan. Bahkan dalam mencetak tenaga kerja, Sekolah Balindo Paradiso selalu mengedepankan kualitas lulusan dengan berbagai keahlian. Selain itu, proses belajar mengajar di Balindo Paradiso juga telah didukung fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan di tempat bekerja nantinya. “Kita sudah eksis dari tahun 1998 dan lulusan sudah kita tempatkan di kapal pesiar MSC yang setiap tahunnya mencapai 2.300 tenaga kerja. Bahkan pada tahun 2018 mendatang, target kami 2.500 tenaga kerja. Sebab MSC akan menambah dua kapal baru lagi yang berkapasitas 2.500 dan setiap ada kapal baru kita biasanya diberi jatah 200 orang tenaga kerja dari 1.700 tenaga kerja yang ada,” ujar Setiawan. Kendati demikian, pihaknya mengakui kesadaran dalam bersaing, tenaga kerja di Indonesia dan Bali pada khususnya masih terbilang rendah dibandingkan dengan negara lain. Hal ini disebabkan, mental tenaga kerja orang Bali ma-
MELEPAS - Direktur Balindo Paradiso Kadek Hendra Juli Hartawan, S.E., saat melepas salah satu wisudawati pada wisuda ke-XIV Sekolah Balindo Paradiso 2017 di Grand Inna Bali Beach, Sabtu (29/4) kemarin. sih bersifat priyayi yang suka minta tolong dan cepat mengeluh. Padahal dalam bidang kedisiplinan, toleransi kerja keras dan kejujuran, tenaga kerja orang Bali tetap unggul, bahkan diakui oleh dunia. Pada kesempatan ini, pihaknya berharap kepada para wisudawan agar selalu bekerja keras, disiplin dan menghilangkan sifat priyayi, serta selalu mengasah kemampuan berbahasa asing, khususnya bahasa inggris agar lebih bisa bersaing di dunia kerja dalam mengahadapi persaingan global. Direktur Balindo Paradiso Kadek Hendra Juli Hartawan, S.E., menambahkan, jurusan yang ada di Balindo Paradiso sudah disesuaikan dengan permintaan tenaga kerja yang dibutuhkan di kapal pesiar. Selain itu, tenaga pengajar yang mengajar di Balindo Paradiso juga merupakan tenaga pengajar yang sudah memiliki pengalaman bekerja di kapal pesiar dan tenaga professional di bidangnya. Sehingga kemampuan para lulusannya sudah siap untuk
bekerja di kapal pesiar. Untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan, pihaknya akan lebih menekankan pembelajaran di bidang keterampilan dan bahasa inggris. Di samping juga memberikan pendidikan di bidang moral dan kedisiplinan. Sebab, diera persaingan yang semakin ketat, kedisiplinan menjadi salah satu tombak dalam merebut dunia kerja. “Sejauh ini para lulusan kami hampir 85 persen sudah bekerja di Kapal Pesiar dan sisanya sudah bekerja di hotel-hotel yang ada di Bali. Bahkan beberapa di antara mereka sudah menjadi GM restoran dan HRD,” pungkasnya. Pada kesempatan ini juga diberikan penghargaan kepada empat lulusan terbaik dari masing-masing jurusan, yaitu Putu Mayun Permana Dewi (The Best Dining Room & Cabind Steward), I Putu Agus Eka Pradana (The Best Bar), Ni Made Wiwin Widyastuti (The Best Butler) dan Gede Agus Darma Laksana (The Best Cook). (ad2099)
Peringati Hari Kartini
BROS Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Senam Diabetes
DALAM rangka memperingati Hari Kartini, BROS menggelar acara senam diabetes dan cek kesehatan gratis pada Sabtu (29/4), di pelataran barat Monumen Bajra Sandhi, Renon. Tema kegiatan ini adalah “Tingkatkan Kualitas Kesehatan dengan Semangat Kartini”. Lima tahun terakhir, anggota klub Royal Diabetic Clinic (RDC) rutin melakukan kegiatan olahraga senam diabetes, tes kesehatan dan penyuluhan seputar kesehatan. “Biasanya kita setiap Sabtu, jam 8 mengadakan senam diabetes di Imperium Hall,” kata Ida Ayu Oka Purnama Wati, SS., MM., Direktur Marketing dan Pengembangan Bisnis BROS. Selain senam, juga dilakukan seminar rutin setiap tahun. Anggota club yang dibentuk lima tahun yang lalu ini terdiri dari lansia dan penderita diabetes. Namun tidak menutup kemungkinan non penderita juga dapat bergabung. Perhatian BROS terhadap penyakit yang satu ini cukup tinggi. Kegiatan rutin untuk pencegahan telah dilakukan, berikut edukasi dan pemahaman tentang diabetes itu sendiri. Sabtu pagi, di pelataran barat Monumen Bajra Sandhi masyarakat berkumpul dengan sangat antusias. Mereka mulai melakukan senam diabetic dipandu instruktur dari RDC Club. Seusai senam, peserta dapat melakukan cek gula darah dan cek fisik, seperti cek tensi, tinggi badan, berat badan
FAKULTAS Teknik (FT) Universitas Hindu Indonesia (Unhi) melepas lulusannya melalui Upacara Yudisium Sarjana Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota pada Rabu (26/4), bertempat di Aula Lantai III Rektorat Kampus Universitas Hindu Indonesia. Yudisium ini dihadiri seluruh pimpinan dan dosen Fakultas Teknik, Ikatan Alumni dan para pengguna lulusan Fakultas Teknik Unhi. Pada Yudisium kali ini, Fakultas Teknik Unhi meluluskan 11 Sarjana Teknik yang terdiri atas lima Sarjana Teknik Sipil dan enam Sarjana Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK). Lulusan Fakultas Teknik Unhi memiliki IPK rata-rata 3,32 dengan masa studi rata-rata empat tahun. Predikat lulusan terbaik dari Prodi Teknik Sipil diraih oleh I Wayan Gede Ariawan dengan IPK 3,47 dan dari Prodi PWK diraih I Putu Gede Nova Wijana dengan IPK 3,35. Perwakilan yudisiawan Dwi Nugraha, dalam penyampaian
YUDISIUM - Acara Yudisium Sarjana Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik (FT) Universitas Hindu Indonesia (Unhi) di Aula Lantai III Rektorat Kampus Universitas Hindu Indonesia, pada Rabu (26/4). pesan dan kesan mengungkapkan rasa bangganya menjadi lulusan Fakultas Teknik Unhi dan berharap agar penyelenggaraan pendidikan dan pelayanan kepada mahasiswa yang selama ini sudah berjalan baik, dapat terus ditingkatkan. Dekan Fakultas Teknik Unhi
Dr. I Wayan Muka, S.T., M.T., dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada para lulusan dan menyampaikan keyakinannya bahwa lulusan Fakultas Teknik Unhi akan mampu bersaing, baik dalam bidang ilmu yang ditekuni maupun dalam kehidupan berma-
syarakat jika selalu berpedoman kepada dharma sesuai dengan visi dan misi Fakultas Teknik Unhi. Wayan Muka menambahkan, bahwa Fakultas Teknik akan terus menerus membenahi diri guna peningkatan kualitas pendidikan yang sesuai dengan standar yang ditetapkan Kementerian Riset dan Dikti melalui BAN-PT. Upaya-upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, memperluas jaringan antar perguruan tinggi baik lokal, nasional, maupun internasional. Dalam kesempatan tersebut, Dekan FT Unhi juga berharap Ikatan Alumni Fakultas Teknik yang telah terbentuk ikut berperan aktif dalam peningkatan kualitas almamater mereka, dengan tetap menjalin komunikasi dan kerja sama yang baik, serta ucapan terima kasih kepada para pengguna lulusan Fakultas Teknik Unhi yang selama ini selalu dilibatkan dalam peninjauan dan penyesuaian kurikulum di Fakultas Teknik Unhi. (ad2100)
FMIPA Unhi Gelar Semnas
Penguatan dan Pengajaran Biologi sebagai Ilmu Dasar FAKULTAS Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Hindu Indonesia (FMIPA Unhi), melaksanakan seminar nasional “Penguatan dan Pengajaran Biologi sebagai Ilmu Dasar”, Sabtu (29/4) kemarin. Dalam seminar tersebut, Prof. I Ketut Junitha, Prof. Endang Susantini, I Nyoman Arsana menjadi pembicara. Tema seminar tersebut dipilih perkembangan ilmu dan teknologi tidak lepas dari peran ilmu-ilmu dasar. “Jadi apapun yang menjadi permasalahan di ilmu dan teknologi, maka ilmu Biologi itu mempunyai peran menguatkan, mengungkap fenomena-fenomena yang ada di ala mini, maka dari itulah tema ini diangkat,” terang Ni Ketut Ayu Juliasih, S.Si., M.Fis., Dekan FMIPA Unhi didampingi Ketua Panitia Dr. I Made Sumarya. Dosen ataupun guru dalam mentransfer ilmu Biologi ke muridnya, perlu dilakukan inovasi-inovasi agar peserta didik dapat menerima dengan mudah ilmu Biologi. Seminar ini merupakan rangkaian dari HUT FMIPA yang ke-24. Sebelumnya FMIPA telah melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Tenganan Pegringsingan. Dipilihnya Tenganan karena berkaitan dengan
SEMINAR - FMIPA Unhi menyelenggarakan seminar nasional, Sabtu (29/4) kemarin. budaya. FMIPA mempunyai visi untuk menghasilkan lulusan yang paham akan biodiversitas yang berlandaskan budaya. Pada acara pengabdian tersebut, FMIPA juga melaksanakan kegiatan dharmatula dan labeling. “Momen ini juga jadi promosi kami di sana,” tandasnya. Masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan FMIPA. Mereka berharap bisa dilakukan universitas lain. Kegiatan lainnya dalam rangkaian
HUT adalah kuliah umum. Kuliah umum membahas tentang kewirausahaan. Hal itu karena seorang biolog nantinya tidak hanya mengandalkan untuk menjadi PNS, namun juga dapat menjadi mandiri untuk berwirausaha. Studi banding juga dilakukan ke Universitas Negeri Surabaya. Hasilnya, pada seminar nasional itu dihadirkan pembicara dari Universitas Negeri Surabaya. Rektor Unhi Dr. IB Dharmika, MA., mengapresiasi FMIPA
karena dalam sebulan melaksanakan kegiatan yang bersifat nasional. Beberapa hari lalu, FMIPA bekerja sama dengan Dikti juga menggelar Olimpiade on MIPA. Diikuti sekitar 300 perguruan tinggi di NTT, NTB dan Bali. Pada hari itu juga dilaksanakan seminar nasional yang diikuti 40-an call papers. Nantinya papers tersebut dipresentasikan di masing-masing unit. “Jadi, dari sana kita melihat bahwa FMIPA ada aktivitas-aktivitas untuk meningkatkan pelaksanaan Tri Darma perguruan tinggi. Karena tugas dosen dan mahasiswa di kampus ini melaksanakan Tri Darma perguruan tinggi,” ujarnya. Unhi akan meningkatkan kekuatan internet, sehingga semua mahasiswa dapat mengakses internet di kampus. Sehingga ke depannya, pengajaran di Unhi harus berbasis IT. Harapannya, ilmu dasar seperti Biologi, Kimia, Matematika harus mendapatkan porsi yang lebih baik dalam bidang penelitian maupun laboratorium. Hal itu adalah dasar untuk melihat potensi yang dimiliki, baik tanah, batu, tumbuh-tumbuhan. “Itu sumber kehidupan yang bisa diteliti oleh para ahli yang muncul dari ilmu-ilmu dasar,” tukasnya. (ad2101)
Serahkan Alat-alat Fitness
Wabup Jembrana Ajak Pemuda Tekuni Pola Hidup Sehat PEMERIKSAAN - BROS melakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat di Lapangan Renon, Sabtu (29/4) kemarin. dan lingkar perut. Cek gula darah pada hari itu dilakukan kurang lebih 200 orang. Tidak hanya anggota club yg hadir, tapi juga masyarakat yang sedang berolahraga di Lapangan Renon dapat menerima layanan gratis tersebut. Setelah mendapatkan hasil pemeriksaan, peserta mendapat edukasi sesuai dengan kondisinya. Beberapa sponsor juga turut berkontribusi dengan memberikan pemeriksaan tambahan, seperti cek lemak, serta free produk untuk para peserta. “Diabetes ini sebenarnya penyakit yang silent killer. Diam-diam tapi membahayakan. Di Indonesia tingkat penderita diabetes termasuk tinggi,” ungkapnya.
Ia berpesan, meskipun hasil cek kesehatannya terlihat baik, namun jika peserta tidak menjalankan pola hidup sehat, mempunyai riwayat keluarga dengan diabetes, juga berpotensi menyebabkan diabetes. Maka para tenaga kesehatan saat itu juga memberikan edukasi, bagaimana menjaga pola hidup sehat. “Setiap tahun kami memang memiliki agenda dan biasanya mengambil momen-momen tertentu. Karena April ini adalah bulannya Kartini. Jadi kami mengambil tema “Tingkatkan Kualitas Kesehatan dengan Semangat Kartini”. Memang sasarannya bukan para wanita nantinya. Tapi pada masyarakat luas,” tuturnya. (ad2097)
Ratusan Kilogram Lobster Selundupan Ditahan di Gilimanuk
BPM/kmb
DITAHAN - Ratusan kilogram lobster segar ditahan di Gilimanuk.
Negara (Bali Post) Jajaran Polsek Kawasan Laut Gilimanuk, Jumat (28/4) malam, di Pos Pemeriksaan Pintu Masuk Bali, menemukan delapan boks yang di dalamnya berisikan ratusan kilogram lobster segar. Lobster segar itu tidak dilengkapi dengan sertifikat kesehatan Karantina. Barang-barang tersebut paket titipan diangkut dari Cilacap, Jawa Tengah tujuan Ubung, Denpasar, dengan menggunakan kendaraan boks Colt Diesel Mitsubishi warna kuning kombinasi, nopol R 1646 JB, yang dikemudikan oleh Leo Agung Sejati (38) dari Jalan Soekarno Hatta, RT 004/001, Desa Menganti, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol A.A. Gde Arka didampingi Kanit Reskrim Polsek Gilimanuk AKP Komang Muliyadi seizin Kapolres Jembrana membenarkan pengamanan tersebut. Lobster segar tersebut harganya Rp 380 ribu per kilogram. Barang-barang dan kendaraan diamankan di Polsek Kawasan Laut Gilimanuk. Kemudian diserahkan ke Karantina untuk proses lebih lanjut. (kmb)
WAKIL Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Sabtu (29/4) menyerahkan sejumlah alat fitnes kepada Kelompok Olahraga Sumber Waras, bertempat di dusun Benel Manistutu. Didampingi Ketua Harian Koni Jembrana Putu Adi Paramarta, serta anggota DPRD Jembrana I Gede Putu Suegardana Cita dan I Ketut Swastika, alat fitnes yang diserahkan meliputi bench press, dumbbell, barbel serta curl bar untuk melatih otot. Dikatakan, bantuan sejumlah alat olahraga ini wujud kepedulian pemerintah daerah kepada pemuda setempat, agar mau memanfaatkan waktu luangnya dengan berolahraga. Selain demi kesehatan, kegiatan olahraga dinilai efektif menjauhkan mereka dari hal-hal negatif. Waktu luang yang dimiliki akan lebih bermanfaat dari pada kumpul-kumpul sambil mengonsumsi miras maupun tawuran, contohnya. ”Hari ini saya juga mengajak atlet binaraga Jembrana untuk memperagakan cara berlatih yang benar. Mudah-mudahan menambah pengetahuan,
sekaligus dapat memotivasi untuk menekuni pola hidup sehat,“ terang Kembang Hartawan yang dimasa mudanya dulu sempat menekuni olahraga fitnes selama lima tahun. bahkan beberapa kali sempat ikut lomba di Denpasar. Menurutnya, memiliki hobi olahraga itu sangat penting dan bermanfaat. Selain fitnes yang pernah ditekuninya, ia mengaku juga sempat menggemari olahraga karate, silat dan sekarang ini rutin bermain badminton tiap minggunya. “Menjalani rutinitas tanpa berolahraga rasanya aneh. Olahraga juga bentuk aktivitas dalam manajemen stres untuk menjaga kesehatan mental dan fisik,” paparnya. Ia juga menambahkan, ada tiga cara untuk mewujudkan pola hidup yang sehat. Yang pertama adalah dengan pola latihan yang benar, yakni frekuensinya 3x dalam seminggu bagi orang biasa bukan atlet. Kalau hanya sekali, menurutnya sekadar rekreasi dan dua kali/seminggu dirasa masih kurang. Selain itu, pengaturan pola makan pun perlu dijaga. Hindari makan saat perut baru terasa lapar tapi
PAPARAN - Wabup Jembrana I Made Kembang Hartawan memberikan pemaparan saat menyerahkan alat fitnes ke kelompok di Benel, Manistutu,
makanlah sesuai dengan jam makan. Dan yang terakhir adalah istirahat yang cukup 6-8 jam sehari. “Apabila mesti begadang, kekurangan tidur tersebut ditebus di hari berikutnya dan saat bergadang harus diimbangi dengan mengkonsumsi makanan,” kata Kembang. Kepada pemuda setempat, Wabup juga mengingatkan agar menjaga alat-alat yang sudah diberikan. “Gunakan dan kenali fungsi alat-alat ini. Meskipun belum sepenuhnya lengkap, namun apabila digunakan sesuai fungsinya, secara rutin dan benar, hasilnya pun akan mengikuti,“ ungkapnya. Kepada kelompok pemuda lainnya, Wabup Kembang juga membuka kesempatan apabila mereka hendak memiliki perangkat alat olahraga serupa. “Asalkan ada niat berolahraga dan mau memanfaatkan alat itu secara serius, tentu kami
akan fasilitasi,“ urai Wabup yang sekaligus seorang pengusaha ini. Sementara itu, Ketua Kelompok Olahraga Sumber Waras Putu Astawa mengatakan, sangat berterima kasih atas bantuan alat fitnes yang diterimanya. Sebelumnya ia mengaku selama setahun ini bersama pemuda setempat berlatih menggunakan peralatan sederhana. Bahan-bahannya pun hanya terbuat dari kayu dan bahan bekas lainnya. “Tiap sore biasanya pemuda di sini datang ke rumah untuk ikut latihan. Makin ramai, saya tentu makin senang karena akan menjauhkan mereka dari kegiatan yang negatif,“ ungkapnya. Dengan alat yang kini jauh lebih representatif, ia juga berharap hasil latihan akan lebih baik, serta menambah semangat lagi pemuda lainnya untuk datang berolahraga. (ad2096)
4
Minggu Kliwon, 30 April 2017
GURU - Ketika guru angkatan tua sudah pensiun maka fajar baru pendidikan Indonesia menyingsing. Sekolah Indonesia dipenuhi guru angkatan baru. Kebijakan pendidikan yang ditawarkan oleh pemerintah tidak terhadang hambatan struktural. Pada masa ini, guru generasi android yang memiliki visi sama dengan visi hidup siswa dan visi negara, misalnya mengukuhkan daya saing dan kehormatan tanah air. Tidak ada lagi paradoks, guru angkatan tua pemuja masa silam dan guru muda inovatif.
Paradoks Dunia Guru
Melihat pendidikan Indonesia memasuki milineum ketiga, ketika teknologi digital melahirkan generasi baru (generasi Y), makin kentara paradoks dunia pendidikan, biang kerok stagnasi pendidikan bangsa, yaitu guru sisa milinium kedua (generasi X). Paradoks ini segera berakhir sendirinya ketika semua guru tua pensiun dan kita amat terlambat menyadarinya. Pada saat itu, guru dan siswa, generasi sezaman dengan satu visi masa depan. Tidak ada lagi tarik ulur antara guru status quo dan guru muda inovatif. Persoalan mendasar pendidikan, adanya paradoks guru status quo dan guru angkatan baru, muda, dan inovatif. Jumlah mereka belum seberapa sehingga dikalahkan oleh dominasi guru dekade 1970-an s.d. 1990-an. Generasi guru angkatan tua berkuasa di sekolah, menarik garis pembeda dan memelihara keangkuhan senioritas terhadap guru angkatan baru yang dipandang bau kencur atau guru kemarin sore. Mereka mengagungkan masa silam dan menolak masa depan, mengritik pedas guru gen-
erasi android yang katanya tidak bisa mengormati guru senior. Jangankan guru angkatan muda, bau kencur, kemarin sore, pemerintah saja tidak berdaya atau kehabisan akal menghadapi guru angkatan tua. Banyak kebijakan pendidikan dimentahkan atau ditolak, seperti Kurikulum 2013, penelitian guru, inovasi pembelajaran, berbagai pelatihan guru dalam rangka meningkatkan kualitas. Pemerintah tidak mampu berbuat banyak. Dalam kasus tunjangan sertifikasi guru misalnya, negara menggelontorkan anggaran yang sangat besar untuk gaji, namun pemerintah tidak bisa berbuat apa. Gaji tambahan bagi guru tidak mampu meningkatkan kualitas pendidikan. Namun begitu adanya, mereka menilai berhak dengan gaji tinggi. Pendidikan bangsa dikuasai oleh guru angkatan tua, memilih status quo dari aspek pengetahuan dan pedagogi. Perubahan atau inovasi bagi mereka hanyalah buang waktu dan tidak perlu karena apa yang berjalan sudah baik. Guru angkatan tua selalu mencurigai perubahan pendidikan dan inovasi.
Sangat sulit terjadi perubahan pendidikan sesuai harapan pemerintah dan perkembangan pendidikan internasional. Demikianlah kurang lebih potret guru angkatan tua yang ambil bagian mencipta wajah bangsa, wajah Indonesia hari ini. Guru Ketika guru angkatan tua sudah pensiun maka fajar baru pendidikan Indonesia menyingsing. Sekolah Indonesia dipenuhi guru angkatan baru. Kebijakan pendidikan yang ditawarkan oleh pemerintah tidak terhadang hambatan struktural. Pada masa ini, guru generasi android yang memiliki visi sama dengan visi hidup siswa dan visi negara, misalnya mengukuhkan daya saing dan kehormatan tanah air. Tidak ada lagi paradoks, guru angkatan tua pemuja masa silam dan guru muda inovatif. Guru-guru dengan visi dunia global, sejalan trend pendidikan dunia. Kemudahan dan keadilan teknologi informasi berbasis internet milik guru angkatan muda. Mereka tidak membutuhkan petunjuk teknis yang rumit ketika
harus menjalankan kebijakan baru pemerintah. Kunci-kunci penting kemana arah pendidikan yang diinginkan oleh negara dan guru dapat menerjemahkannya secara operasional, mandiri, demokratis, dan inovatif. Biaya pelatihan tidak terlalu banyak disediakan oleh negara karena guru bisa berlatih sendiri secara online. Pemerintah memperoleh berbagai kemudahan karena didukung kemandirian guru. Sumber belajar bersifat global karena guru dan siswa bisa memperoleh bahan dari manapun melalui situs internet. Guru menggalang berbagai forum berbasis media sosial, yang jangkauannya sangat luas. Organisasi guru yang kini ada, seperti MGMP (musyawarah guru bidang studi) atau forum-forum lainnya, seperti gugus atau rayon, tergantikan oleh berbagai grup di facebook atau blog. Guru mengembangkan perpustakaan online dan webblog. Pemerintah membantu penyediaan kualitas jaringan internet, perangkat keras, seperti komputer, laptop, komputer tablet, dan pengadaan buku dan sum-
ber elektronik. Pemerintah lebih terfokus pada kebijakan, seperti memberi dukungan dalam arti luas dan penghargaan atas kemandirian guru. Teknologi Teknologi saja belum cukup bagi guru dalam berinovasi, menyamai trend dunia internasional, bersaing di tingkat dunia, mengakses berbagai sumber belajar dan pedagogi. Yang tidak kalah pentingnya, penguasaan internasional. Guru menguasai bahasa asing terpenting, yang juga paling banyak digunakan di internet, bahasa Inggris. Melalui penguasaan bahasa Inggris misalnya, guru lebih mudah mengakses sumber dan mengikuti berbagai forum pendidikan global. Guru mempublikasikan inovasi pembelajaran dalam bahasa Inggris, guru lain di seluruh dunia bisa mengakses dengan mudah. Hal ini sering dilupakan oleh pemerintah. Atas nama kearifan, guru angkatan tua tetap memilki jasa dalam ikhtiar negera mencerdaskan bangsa melalui pendidikan nasional. Mereka pernah mengisi lembaran
sejarah pendidikan Indonesia. Mereka ambil andil dalam mencetak para pemimpin seperti Rismayani, Ahok, Kang Emil, Pujiastui, Jokowi, pula turut andil melahirkan politisi, pemimpin partai, atau anggota parlemen korup. Pokoknya wajah Indonesia hari ini bikinan guru angkatan tua. Bangsa mengucap selamat jalan dengan takzim Hymne Guru, ucapan terima kasih kepada “pahlawan tanpa tanda jasa”. Ternyata, babak atau fajar baru pendidikan bangsa ditentukan oleh kondisi dunia. Guru angkatan muda dibentuk oleh visi baru mengenai dunia. Mereka hidup berbasis kebudayaan dan gaya hidup digital. Hal ini mewarnai dirinya dalam bekerja sebagai guru. Siswa pun demikian adanya, lahir pada zaman yang sama. Guru dan siswa tidak memiliki masa lalu yang cukup kontras, seperti pernah ada dalam paradoks guru angkatan tua dan angkatan muda. lDr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum. Penulis; Dosen Undiksha Singaraja
Belajar dari Peserta Didik Belajar tidak dibatasi oleh usia, waktu, dan juga tempat. Wahana belajar terbentang luas dalam kehidupan modern sekarang ini. Guru pun tentu selalu berupaya membelajarkan dirinya hingga ilmu pengetahuan yang dimilikinya selalu terbarukan. Guru tidak bisa berbangga dengan ilmu pengetahuan yang diperolehnya saat di bangku kuliah. Guru hendaknya tetap memiliki semangat untuk memajukan dirinya agar seirama dengan ilmu pengetahuan yang berkembang saat ini.
GURU — Banyak hal yang bisa dipelajari guru dari peserta didik. Guru bisa belajar untuk mengelola waktunya untuk belajar dalam bahasa sekarang meningkatkan literasinya. Literasi ini tentu tidak hanya ditujukan pada peserta didik. Guru pun tertantang untuk selalu meningkatkan kompetensi literasinya baik baca maupun tulis. Peserta didik yang literasinya sudah bagus tidak jarang membutuhkan seorang guru yang akan diajak berdiskusi mengenai sumber-sumber bacaannya. Dalam hal ini, guru tidak bisa berdiam diri. Guru paling tidak bisa memperlihatkan nilai lebih di hadapan peserta didik.
Perkembangan Iptek sebagai tantangan tersendiri bagi guru-guru yang berusia lima puluh tahun ke atas. Terkadang dengan nada guyonan dikatakan gaptek (gagap teknologi), TBC (Tidak Bisa Komputer), guyonan seperti itu tentu tanpa alasan karena kenyataan menunjukkan bahwa ada guru-guru yang mengalami hal itu. Sebenarnya guyonan itu bisa dijadikan cambuk bagi guru untuk selalu belajar dan membelajarkan dirinya dengan lebih banyak bertanya pada yang lebih tahu atau lebih muda. Peserta didik pun bisa dijadikan teman untuk belajar Ipteks. Ini juga sebagai sarana perekat jalinan guru dengan peserta didik. Komunikasi kecil seperti ini secara tidak langsung bisa memotivasi peserta didik untuk selalu
belajar tentang ilmu pengetahuan khususnya Ipteks. Guru akan semakin bisa memahami peserta didik melalui kedekatan komunikasinya. Hal ini tidak akan mengurangi wibawanya sebagai seorang guru justru bisa melekatkan tali kasihnya sebagai seorang pendidik yang tetap mengedepankan sendi-sendi moralhumanistis. Peserta didik yang dimintai bantuan seperti ini akan merasa dirinya memiliki nilai lebih dan penghargaan itu diberikan dari gurunya. Guru membangun dan menciptakan suasana yang bersahabat, yang membuat peserta didik merasa aman, nyaman, dan tidak menakutkan (E.C. Wrag, 1996). Literasi Guru-Siswa Banyak hal yang bisa dipelajari guru dari peserta didik. Guru bisa belajar untuk mengelola waktunya untuk belajar dalam bahasa sekarang meningkatkan literasinya. Literasi ini tentu tidak hanya ditujukan pada peserta didik. Guru pun tertantang untuk selalu meningkatkan kompetensi literasinya baik baca maupun tulis. Peserta didik yang literasinya sudah bagus tidak jarang membutuhkan seorang guru yang akan diajak berdiskusi mengenai sumber-sumber bacaannya. Dalam hal ini, guru tidak bisa berdiam diri. Guru paling tidak bisa memperlihatkan nilai lebih di hadapan peserta didik. Guru
mendekatkan dirinya dengan budaya literasi hingga anak didiknya semakin segan terhadap gurunya. Lima belas menit melakukan kegiatan literasi tentulah waktu yang amat singkat. Langkah awal literasi ini bisa ditingkatkan waktunya dan mengefektifkannya. Semangat membaca yang dilakukan oleh peserta didik bisa menyemangati guru untuk lebih meningkatkan literasinya. Keberagaman sumber belajar dan adanya ajang diskusi untuk sebuah bahan bacaan menjadikan ruang-ruang belajar semakin kondusif, penuh dinamika untuk saling mengisi dan saling memperkaya diri. Guru yang kreatif dan memberdayakan dirinya memberi semangat pada anak didiknya. Ada persaingan positif-kreatif antara guru dan peserta didik. Peserta Peserta didik memiliki jadwal belajar. Jadwal belajar yang dibuat sekolah tentu dengan mempertimbangkan sisi-sisi psikologis peserta didik hingga ada kenyamanan dalam belajar. Guru perlu juga memiliki jadwal untuk membaca. Jadwal ini bisa secara tertulis bisa juga tidak. Misalnya, dalam satu minggu buku apa yang dibaca dan jika memungkinkan membuat sedikit catatan mengenai buku yang dibaca. Menjadwalkan diri dalam membaca buku bisa memberikan
motivasi bagi guru untuk menata waktunya. Bila memungkinkan menyampaikan buku yang dibaca dalam satu minggu dan menginformasikan sedikit isinya pada peserta didik. Hal ini meningkatkan kepercayaan peserta didik pada gurunya. Anak didik bisa termotivasi untuk mencari tahu buku yang dibaca oleh gurunya. Waktu membelajarkan diri perlu ditata dengan cermat hingga upaya-upaya menambah ilmu pengetahuan bagi guru tetap ada. Guru bisa belajar banyak hal dari peserta didik. Kedisiplinan mengatur waktu belajarnya. Keingintahuan peserta didik terhadap sumbersumber bacaan akan bisa memotivasi guru agar bisa menyediakannya. Adanya komunikasi yang harmonis antara guru dan peserta didik, menjadikan guru memiliki nilai lebih di mata peserta didik. Belajar pada peserta didik tidak akan mengurangi wibawa guru. Guru bersemangat belajar bisa meningkatkan semangat peserta didik untuk belajar juga. Ilmu pengetahuan terus berkembang dan guru dituntut untuk mengikutinya hingga ilmunya tetap terbarukan. Ilmu pengetahuan itu mengharumkan bagi pemiliknya. lIBW Widiasa Keniten
Hindari Cedera Senam Aerobik Asyiknya melakukan senam yang diiringi musik, tak jarang pula terselip gerakan penyebab cedera, baik dengan posisi berdiri maupun di lantai. Melakukan olahraga senam, haruslah disesuaikan dengan jenis senam itu sendiri, misalnya gerakan untuk yoga, senam aerobik, senam gerakan baku, senam untuk kesehatan dan masih banyak jenis senam lainnya yang tentunya disesuaikan dengan fungsinya masing-masing. Ikuti contoh ini bersama Novia dari Surabaya.
Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post ( Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232) Atau Adolfina Grace Tangkudung Sekolah Senam Lala Studio ( Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 0361. 283226. Cantumkan kupon” “Bugar” di sudut kiri amplop.
Gb. I Berdiri tegak dengan kedua kaki dibuka lebar dan kedua tangan direntangkan lalu condongkan badan 90 derajat. Lakukan gerakan baling-baling, yaitu menggerakkan tangan kanan dan kiri bergantian ke atas dan ke bawah pada posisi kedua kaki tetap lurus.
Gb. II Sebagai penggantinya adalah lakukan gerakan tetap gerakan baling-baling namun dengan posisi tegak ke depan dan bukannya condong ke depan, dan menekukkan kedua lutut kanan dan kiri bergantian.
Gb. III Posisi berdiri tegak dengan kedua kaki dibuka dan kedua lengan direntangkan memutar badan jauh ke kanan atau ke kiri, maka akan berisiko terjadi cedera pada pinggang.
Melalui latihan dengan teknik yang tepat dan benar, maka cedera yagn berkepanjangan dapat dihindari dan salam bugar dari Lala Studio.
Gb. IV Sebagai penggantinya, tetaplah berdiri tegak dengan menekukkan kedua siku lengan berbarengan dengan menekukkan sedikit kedua lutut.
Kupon
5
Minggu Kliwon, 30 April 2017
Resensi Buku
Jika Anak Menjadi Bos Judul Film Pemain Sutradara Produser Penulis Rilis
: The Boss Baby : Alec Baldwin, Steve Buscemi, dkk : Tom McGrath : Rebecca Huntley Ramsey Ann Naito Jed Schlanger : Michael McCullers Berdasarkan buku The Boss Baby karya Marla Frazee : 5 April 2017 (Indonesia)
FILM-film animasi gaya Hollywood, setelah “Smurf: The Lost Village”, disusul hadirnya film animasi, “The Boss Baby”, yang diadaptasi dari buku cerita bergambar karya Marla Frazee yang rilis di tahun 2010. Kisahnya berawal dari Tim Templeton (Miles Christopher Bakshi), bocah berusia 7 tahun yang merasa kehidupannya sangat sempurna. Sebagai anak tunggal, Tim sangat disayang oleh kedua orangtuanya, Ted (Jimmy Kimmel) dan Janice (Lisa Kudrow). Sayangnya kebahagiaan Tim tidak berlangsung lama karena datangnya anggota baru, bayi laki-laki yang sangat menggemaskan bernama Theodore alias Boss Baby (Alec Baldwin). Bencana pun mulai datang, Tim yang sudah terbiasa dimanja orangtuanya terpaksa harus berbagi kasih sayang dengan Boss Baby. Kehadiran Boss Baby pun membuat hari-hari Tim berubah 180 derajat. Film ini sarat akan pesan moral, apalagi ditambah dengan iringan soundtrack lagu Blackbird milik The Beatles yang menyatu dengan tema film “The Boss Baby”. Film ini digarap dengan detail. Scene-scenenya digarap apik dan tidak menjemukan. Tema cerita yang digarap juga sederhana. Layak untuk ditonton anak-anak. (osi)
Memahami Agama dengan Hati Judul Film Sutradara Penulis Naskah Artis Rilis
: Brimstone : Martin Koolhoven : Martin Koolhoven : Dakota Fanning, Guy Pearce, Kit Harington, Carice van Houten, Paul Anderson, Emilia Jones : 2016
D ak o t a Fanning selalu memiliki karakter kuat jika bermain dalam filmfilm yang menguras ketegangan. Artis cilik ini yang kini sudah dewasa, banyak bermain di film-film yang penuh ketegangan. Salah satunya film ini. Cerita berputar sekitar seorang pendeta dan Dakota Manning, semenjak seorang pendeta baru mulai bertugas di kotanya, Liz tahu bahwa ia dan keluarganya berada dalam bahaya besar. Dalam kisah empat babak ini, kita akan menyaksikan bagaimana dirinya berjuang untuk menjaga diri dan keluarganya tetap aman. Ia berubah menjadi seorang buronan ketika dirinya dituduh melakukan tindak kejahatan yang tidak dilakukannya, dan menjadi buruan dari sang pendeta yang pendendam. Film yang penuh ketegangan. Renungan dan pemikiran kita. Waktunya bicara dengan hati tentang religiusitas kita kepada-Nya. (osi)
CERPEN Di kaki Gunung Agung, mengalir air keabadian. Menggenang dalam pusaran. Menjadi telaga. Dan di bawahnya, air memancur. Ada delapan pancuran. Airnya jernih mengkilap. Dan alirannya tak kunjung henti. Air resapan batu cadas, dari segala arah menyatu, memancur terus-menerus siang-malam. Sumbernya begitu misteri. Merembes dari akar-akar pepohonan, yang mengitari telaga. Orangorang penduduk desa sekitar menyebutnya: Telaga Tista. Tak seorang pun penduduk desa mengetahui. Kapan Telaga Tista itu dibangun. Bahkan, para leluhur mereka pun juga tak pernah tahu. *** Sore yang dingin berkabut. Orangorang penduduk desa berduyun-duyun menuju Telaga Tista. Mereka datang, untuk mandi di pancuran. Setiap sore mereka lakukan itu. Namun, sebelum mandi, pastilah orang-orang penduduk desa itu duduk sejenak di tepi-tepi Telaga Tista, yang dindingnya terbuat dari deretan batu cadas kuno. Bukan tak ada apa-apa, tapi itu sebuah kepercayaan. Sebentuk sikap permisi kepada yang menyediakan air. Tak seorang pun orang-orang penduduk desa berani melanggar kepercayaan itu. Untuk duduk sejenak di tepi-tepi Telaga Tista sebelum mandi, sembari memandangi pohon tunjung yang menghiasi Telaga Tista. Ikan-ikan bergantian muncul mengintip dari balik daun tunjung dan kemudian menyelinap lalu menyelam kembali ke air. Orang-orang penduduk desa tampak seperti menunggu giliran mandi. Namun, sebenarnya, orang-orang penduduk desa percaya dengan cerita leluhur yang bertuah itu. Jika datang ke Telaga Tista, jangan langsung mandi. Datanglah dulu ke Telaga Tista. Permisi, mohon izin dan restu. *** Sudah menjadi kepercayaan bagi orang-orang penduduk desa. Di setiap[ sore hari, harus mandi di pancuran Telaga Tista. Mereka merasa setiapkali mandi, seluruh tubuhnya serasa tersucikan kembali. Karena itulah jika mereka mandi, mesti mengguyur seluruh tubuhnya. Dari ujung rambut hingga ujung kaki. Air pancuran yang jernih mengkilap, memancur ke tubuh orang-orang penduduk desa yang mandi. Seperti sebuah ritual inisiasi. Bahkan, banyak yang mandi sampai berlamalama. Sampai merasa benar-benar bersih, barulah beranjak dari air. Telaga Tista, juga menjadi sebuah ajang simakrama bagi orang-orang penduduk desa. Tempat itulah yang membuat mereka setiap sore bisa saling bertemu, saling menyapa, dan saling berbagi cerita. Telaga Tista menyatukan mereka, dalam payung keguyuban. Dari sanalah mereka saling berbagi cerita, mendengar cerita, berkeluh kesah, melakukan sikap asah, asih, asuh. Berita suka dan duka, mereka ketahui di setiap sore hari itu. Di Telaga Tista. Mereka seperti disatukan menjadi keluarga besar. Saling memperhatikan, saling memiliki, saling bertanggung jawab, saling merindukan. Jika ada salah satu warga penduduk desa yang tak kelihatan, pastilah mereka akan ditanyakan. Mengapa tak datang mandi ke Telaga Tista. Ada apa. Begitulah mereka saling menanyakan yang lain. Rasa kepedulian yang ikhlas. Apalagi ada kedukaan. Dalam kesederhanaan kehidupan desa itu, mereka begitu harmoni. Kepercayaan dan kepatuhan, membuat mereka bersikap seperti itu. Sikap yang melapisi tirai hati mereka. Tak ada yang berniat dan apalagi berani bersikap aneh-aneh. Tak ada orang yang saling curiga, apalagi membuat permusuhan. Semua untuk tenunan harmoni sosial dan alam. Semua untuk mencapai kedamaian hati. Kedamaian jagad raya. Situasi dan suasana batin seperti itu, ibarat mimpi saja bagi orang-orang kota. Mereka yang cenderung individualis dan sudah luntur dari keguyuban. Situasi sosial di Tegala Tista itu, seperti cerita dongeng saja bagi orang-orang kota. Karena di kota sudah terlalu dijejali hati yang keruh. Itulah yang membuat orang di kota amat
Telaga Tista
mudah melakukan korupsi dan kekerasan. Sebaliknya, itulah sebabnya, mengapa orang-orang kota merasa damai jika sempat bertandang dan menikmati kehidupan sesaat dalam suasana desa. *** Suatu sore sandikala. Gung Arya mengajak teman-teman kuliahnya di kota yang telah ada di rumahnya ke Telaga Tista. Gung Arya menceritakan alkisah tentang Telaga Tista yang sakral. Ia kemudian juga mengajak mereka mandi ke Telaga Tista yang airnya amat jernih. Ancok, Andreas, dan Gina adalah tiga teman Gung Arya. Namun, ketiganya tak percaya dengan apa yang telah diceritakan Gung Arya—yang asli orang penduduk desa sekitar Telaga Tista. Ia sudah menyampaikan kisah mitos itu kepada mereka sebelum mengajaknya ke Telaga Tista. Namun, nampaknya ketiganya kurang memercayainya. Ketakpercayaan itulah yang membuat mereka cuek saja datang ke Telaga Tista. Mereka menganggap orang-orang penduduk desa terlalu patuh dengan mitos. Bagi mereka, mitos sudah harus ditinggalkan. Dan mereka merasa diri mereka sebagai orang kota jauh lebih maju. Merasa sudah tak perlu lagi memperhatikan soal-soal seperti itu. Tak perlu lagi merasa dan bersikap seperti yang dilakukan orang-orang penduduk desa. Karena itulah mereka menganggap Telaga Tista itu bukan sesuatu yang sakral, bukan apa-apa. Bahkan, mereka malah menertawai sikap patuh orang-orang penduduk desa. Karena itu, mereka langsung saja mandi, tanpa permisi, tanpa izin, dan juga tanpa peduli mohon restu. Mereka mandi seena-
Oleh Ida Bagus Putera Manuaba
knya, sesukanya. Ketiga teman Gung Arya itu merasakan dingin yang mengigit dan jernihnya air. Mereka hampir tak pernah merasakan air yang seperti itu di kota. Sesekali mereka saling menyiramkan air ke teman lainnya. Mereka seperti pesta air, melempar ke sana ke mari. Tak ada suasana sakral yang dirasakan ketika mandi. Tak terbersit juganiat hendak mengindahkan segala kepercayaan jika mandi di sana. “Gung Arya, kami sudah puas mandi. Ayo kita balik ke rumahmu.” Ancok mengajak kedua temannya dan juga Gung Arya untuk pulang. Ketika pulang, mereka juga tak ada niat untuk permisi kepada pemilik Telaga Tista. Apalagi mengucapkan terima kasih. Meski dalam hati. Bahkan, di sana mereka justru meninggalkan banyak sampah sisa makanan yang dibawa, tanpa memungut kembali, dan menaruh di tempat sampah yang disediakan. “Baiklah kalau begitu.”, sahut Gung Arya, dengan perasaan yang kurang enak. Ia mengajak kembali teman-temannya ke rumahnya, yang tak jauh dari Telaga Tista. *** Setelah makan malam, sampai malam tak ada apa-apa. Semua berjalan biasa-biasa saja. Mereka tertidur semuanya. Kecuali Gung Arya masih terjaga hingga tengah malam. Namun, di tengah malam, tanpa didugaduga, ketiga temannya itu tiba-tiba bangun. Ingin kembali ke Telaga Tista. “Gung Arya, kami mau mandi lagi ke Telaga Tista.”, pinta mereka dengan kondisi yang nampaknya belum sadar betul. Ini membuat Gung Arya bingung. Mengapa teman-temannya kok tengah malam justru mau mandi lagi
ke Telaga Tista. Tanpa menunggu jawaban Gung Arya, tiba-tiba juga ketiganya bergegas menuju Telaga Tista lagi. Mereka berjalan cepat sekali, menuju arah Telaga Tista, menembus kegelapan malam tanpa penerangan. Menelusuri jalanan sunyi, tanpa penerangan. Gung Arya kewalahan untuk mengikutinya. Dan bahkan ia yang orang asli di desa itu, justru jauh ketinggalan. Tapi, ia mengerahkan semua tenaga untuk menyusulnya. Ketiga temannya menghilang dalam kegelapan. Gung Arya tiba-tiba refleks merogoh saku celananya, untuk mengambil HP. Ia teringat di dalam HP ada fitur lampu senter. Dengan penerangan lampu senter di HP yang seadanya itu ia mencaricari ketiganya di kegelapan malam. Ia mengira mereka benar-benar mandi di pancuran Telaga Tista. Tapi, ternyata tidak ada di sana. Mengetahui mereka tidak ada, Gung Arya terus naik ke Telaga Tista. Sepintas kelihatan tiga sosok orang sedang duduk berjejer di tepi Telaga Tista, sembari menundukkan kepala. Mereka diam seribu bahasa, seperti sedang mendengar wejangan. Tak ada kata apa-apa pun yang keluar dari mulut mereka. Lalu, ketiganya secara bersamaan menyembah seperti orang memohon sesuatu. Mereka secara bersamaan menundukkan kepala, dan berbalik ke arah jalan pulang. Gung Arya memperhatikan dari arah yang agak dekat dengan mereka. Ketika itu, mereka berhadapan dengan Gung Arya. “Eh, kalian ada apa?, tanya Gung Arya kepada ketiga temannya. Mereka hanya memandang Gung Arya, melewatinya begitu saja, lalu menuju pulang ke rumah Gung Arya. Gung Arya jadi bingung. Ada apa dengan ketiga temannya ini. Gung Arya langsung mengikuti ketiganya. Dan sesampainya di teras rumah, ketiganya langsung merebahkan badan. Tertidur pulas. Gung Arya berusaha membangunkan, namun nampaknya tidurnya teramat pulas. Malam serasa semakin hening dan membisu. *** Keesokan paginya, mereka baru terbangun. Gung Arya langsung menanyai mereka bertiga.”Eh, kalian semalam, ada apa?”, tanya Gung Arya. Dengan mengusap-ngusap matanya masing-masing, mereka bingung menjawabnya. “Maksudmu apa Gung Arya?, jawab Ancok. “Ya. Apa maksudmu Gung Arya?” jawab Andreas dan Gina juga serentak. Ketiganya mencoba mengingat-ingat. “Kami hanya bermimpi semalam. Mimpi ke Telaga Tista lagi. Aku bertemu dengan seseorang yang tak jelas wajahnya. Ia menuturi kami. Dan bersyukur kami dimaafkan... Hanya itu yang kami ingat. Selebihnya kami nggak tahu.” Ketiganya seperti bingung juga. Apa yang sebenarnya terjadi. Gung Arya merenungkan jawaban ketiga temannya itu. “Ya, akan kukatakan. Kalian bukan bermimpi, tapi itu nyata. Benar-benar nyata! Semalam kalian datang lagi bergegas ke Telaga Tista, dan terduduk di tepi Telaga Tista. Aku mengikuti kalian. Lagi ngapaian kalian di sana?, tanya Gung Arya. Ketiga temannya itu ternganga, seakan tak percaya apa yang telah dialaminya semalam. Ketiganya terheran: “Apa iya begitu?!”. *** Ketiga teman Gung Arya itu mencoba merenung. Mereka saling melihat satu sama lain. Mencoba mengingat-ingat. Apa yang terjadi semalam. Dan mereka baru teringat lagi dengan apa yang pernah diceritakan Gung Arya sebelum mandi kemarin. Tentang mitos Telaga Tista. Penulis pengajar sastra di FIB Universitas Airlangga, Surabaya, berdomisili di Sidoarjo, buku kumpulan cerpennya Senyum Nirmala (2016).
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
M. Iskandar
Made Adi Wiryadarma Juara I, lomba Karikatur tingkat SMP se-Bali Presslist 8 Madyapadma Journalistic Park - SMA Negeri 3 Denpasar April 2017
Khoiril Mawahib Achmad Cholid
K. Ngurah
6 Capricorn Peruntungan: Bila ada omongan kurang sedap yang anda dengar sebaiknya tetap sabar dan tak perlu cepat naik darah. Cobalah ditelaah seteliti mungkin siapa tahu ada pelajaran yang berharga yang bsia dipetik dari semua itu. Karier: Hindari berkata terlalu tinggi karena hanya akan menyulitkan diri Anda sendiri. Kesehatan: Bila ada rencana untuk berpergian jauh ataupun ada kegiatan yang ekstra berat, maka tak perlu meragukan kondisi badan. Yang terpenting olahraga harus tetap dilaksanakan secara kontinu. Keuangan: Tetap harus berhemat agar pemborosan tidak sampai menimpa anda. Asmara: Cobalah untuk tidak berpikir yang aneh-aneh agar hati tetap selalu tenang dan bisa merasakan keindahan cinta. Aquarius Peruntungan: Terimalah situasi yang ada saat ini dengan hati lapang dan penuh kewaspadaan agar segalanya tetap bisa bertahan dan tidak sampai mengalami penurunan yang terlampau tajam. Karier: Ikutilah arus yang ada dan tak perlu mengambil keputusan frontal apalagi ada niatan untuk melawan arus yang ada karena percuma saja. Kesehatan: Jagalah kondisi badan dengan seksama, jangan sampai sekali-kali Anda mengabaikannya karena bisa fatal akibatnya. Keuangan: Bersikap menunggu dengan penuh kesabaran adalah langkah yang tepat untuk dapat melewati hari yang cukup berat ini. Asmara: Suasana kurang begitu hangat, tetapi dengan tetap menjaga sikap agar selalu bisa tersenyum tentunya suasana akan bisa kembali mesra dan romantis kembali. Pisces Peruntungan: Cuaca nampak semakin ganas saja, sehingga jika ada keinginan untuk melangkah keluar sebaiknya ditunda dulu. Walaupun di kejauhan tampak ada peluang, tetapi masih sangat riskan untuk mengapainya. Karier: Jangan berani menentang perintah atasan jika tak ingin posisi Anda semakin terpuruk saja. Kesehatan: Masih rentan dengan penyakit, cobalah Anda lebih sabar dalam menjaga kondisi badan. Keuangan: Income masih seret walau begitu pengeluaran masih bisa diredam. Asmara: jangan terlalu keras kepadanya bila tidak si dia bisa lari setiap saat. Aries Peruntungan: Cukup berprospek dan relatif tenang walaupun terkadang masih terbayang konflik di masa lalu yang selalu muncul kembali jika bertemu dengan orang yang telah membikin hati Anda kecewa. Karier: Masih perlu waktu untuk bisa meraih posisi atas. Kesehatan: Hindari keluar malam jika bukan karena urusan yang benar-benar penting dan mendesak. Keuangan: Beberapa pengaturan keuangan Anda masih tampak tidak rasional, tak perlu seperti bankir tetapi cobalah untuk berpikir logis dalam menentukan pilihan-pilihan finansial pada minggu ini. Asmara: Jangan keburu mengambil kesimpulan mengenai dirinya, karena dirinya tidak sesederhana seperti yang Anda bayangkan. Taurus Peruntungan: Tak perlu berkecil hati dengan kegagalan-kegagalan yang telah Anda alami dimasa lalu, jadikan itu sebagai cambuk untuk dapat meraih hasil yang lebih baik lagi di masa mendatang. Untuk itu, di saat yang cukup kondusif ini sebaiknya bisa dimanfaatkan untuk menginstropeksi dan meningkatkan motivasi gairah kerja Anda. Karier: Walau harapan untuk meraih posisi puncak masih terbuka lebar, tetapi hambatan yang dirasakan masih cukup berat dan penuh tantangan. Kesehatan: Kondisi badan masih kurang begitu sehat sehingga perlu memaksimalkan waktu senggang yang ada untuk beristirahat. Keuangan: Cukup stabil, sehingga tujuan jangka panjang bisa mulai dirintis. Asmara: Syukurilah bahwa dirinya cukup mendapat respek dari keluarga Anda, sehingga tidak ada persoalan yang harus dicemaskan. Gemini Peruntungan: Jangan mudah merasa putus asa teruslah tingkatkan motivasi kerja. Walaupun di minggu ini Anda lagi libur, sebaiknya tetap dapat melakukan evaluasi dari setiap langkah dan upaya yang telah Anda lakukan sehingga untuk kedepannya bisa melangkah lebih baik lagi. Karier: Tak perlu harus dengan menetapkan ambisi tinggi, karena dengan perasaan percaya diri yang tebal itu akan mampu menempatkan Karier Anda pada posisi puncak. Kesehatan: Kondisi badan relatif lebih sehat dan jauh dari masalah berat seperti yang bisa Anda alami akhir-akhir ini. Keuangan: Pemasukan masih cukup baik meskipun pengeluaran juga terus meningkat. Asmara: Satu kesalahan besar jika Anda tidak bisa memanfaatkan situasi yang cukup baik ini untuk lebih perhatian pada dirinya. Cancer Peruntungan: Kini saatnya untuk melakukan bersih-bersih, tak perlu beraktivitas yang harus meninggalkan kebersamaan Anda dengan keluarga. Justru di saat yang santai ini kedekatan keluarga tampaknya yang perlu diberi porsi lebih. Karier: Masih perlu mengevaluasi tujuan akhir dari karier Anda, jangan sampai motivasi menurun karenanya. Kesehatan: Dada terasa nyeri untuk itu segera periksakan ke dokter jika terasa mengganggu dan masih belum sembuh juga meskipun Anda sudah minum obat seperti biasanya. Keuangan: Hati-hati jangan sampai lupa membayar kewajiban Anda yang cukup penting, karena bisa merusak suasana yang baik ini. Cinta: Jangan suka menyerah di tengah jalan, manfaatkan momen yang baik ini untuk bisa mencuri hatinya. Leo Peruntungan: Hubungan dengan teman dekat tampaknya bisa terbina dengan adanya pertemuan yang tak Anda sangka sebelumnya. Manfaatkan untuk kepentingan jangka panjang Anda, jangan hanya bertegur sapa tanpa ada kelanjutannya. Karier: Setiap jalan profesional pasti ada turun-naik dan tak selalu mulus jalannya. Karena terkadang hambatan justru muncul karena ulah sendiri yang kurang bisa melihat keadaan. Kesehatan: Aktivitas berat Anda harus bisa diimbangi dengan makanan bergisi dan olahraga yang lebih dari cukup serta jangan lupa untuk memaksimalkan waktu istiraahat Anda. Keuangan: Di minggu ini bukan waktu yang tepat untuk belanja ataupun meminjamkan uang. Cobalah Anda lebih utamakan kebutuhan utama sehingga tak muncul masalah dengan keuangan Anda. Asmara: Kesalahpahaman sebaiknya bisa diselesaikan secara dewasa, tak perlu seperti anak kecil yang sedikit-sedikit ngambek dan marah. Virgo Peruntungan: Suasana minggu ini cukup semarak dan membikin hati terasa tenang dan jauh dari permasalahan berat. Nikmatilah minggu ini dengan penuh sukacita dan jangan biarkan amarah timbul dari dalam hati Anda. Karier: Jangan ragu karena rencana Anda sudah tampak semakin matang. Kesehatan: Cukup baik dan stamina cukup terjaga. Hanya saja bila melakukan perjalanan jauh jika mata sudah mengantuk lebih baik Anda beristirahat sejenak. Keuangan: Dana masih cukup banyak dan kebutuhan masih bisa terpenuhi. Asmara: Nampak romantis dan jauh dari pertengkaran. Libra Peruntungan: Suasana hati yang tampak kacau sebaiknya bisa segera dihilangkan, apalagi di saat situasi yang membahagiakan ini sebaiknya bisa melupakan suasana kantor yang tampak memusingkan itu. Karier: Nikmati suka duka perjalanan karier Anda, tak perlu terus meratapi kegagalan yang pasti akan dialami oleh siapa saja. Kesehatan: Hindari makanan pedas karena hanya akan mengganggu pencernaan Anda saja. Keuangan: Jika dirasa ada kekurangan, apa salahnya jika Anda mengambil dana yang tersimpan. Asmara: Konflik pribadi dan salah paham tampaknya masih sulit untuk dilupakan, walau begitu apa salahnya jika Anda mencoba memperbaiki hubungan percintaan ini. Scorpio Peruntungan: Suasana akan bertambah semarak karena kedatangan sanak famili dan teman-teman lama yang mampu menambah keakraban dan kesemarakan di minggu ini. Kenanglah memori yang indah dimasa lalu bersama mereka dan hilangkan segala prasangka buruk terhadap mereka. Kaarir: Atasan mulai simpatik dan mempercayai semua ucapan Anda. Kesehatan: Cukup sibuk dan menguras stamina Anda, untuk itu jika ada waktu senggang pergunakan untuk beristirahat. Keuangan: Jangan terlalu pelit, nanti malah dijauhi orang. Asmara: Pupuklah cinta Anda dengan canda dan tawa. Sagitarius Peruntungan: Rencana ke depan bisa Anda persiapkan mulai dari sekarang, dan tak harus tunggu nanti. Apalagi bertemu dengan kawan lama, ternyata mampu mendatangkan inspirasi baru bagi Anda. Karier: Junjunglah semangat kebersamaan karena hanya dengan inilah posisi Anda bisa bertahan, bahkan bisa lebih meningkat lagi. Kesehatan: Hindari merokok bila perlu agar batukbatuk Anda segera hilang dan tak sampai mengacaukan suasana yang indah ini. Keuangan: Pengeluaran tampak sulit Diasuh Oleh untuk dikendalikan. Asmara: Jangan Putri Wong Kam Fu biarkan sikap egois Anda membikin suaBerlaku sana menjadi kurang semarak. 30 April - 6 Mei 2017
DIMENSI
Minggu Kliwon, 30 April 2017
Menjadikan Anak sebagai Putra ekenapi suputrena vidya yuktena sadhuna ahladitah kulah sarvah yatha candrena sarvarh (Canakya Niti Sastra 3.16) “Sebagaimana bulan menerangi malam hari dengan cahayanya yang terang menyejukkan, begitulah seorang anak suputra yang berpengetahuan spiritual, insaf akan dirinya dan bijaksana. Anak suputra ini menyebabkan seluruh keluarganya selalu berada dalam kebahagiaan.” SEJALAN dengan Canakya Niti Sastra di atas, kemuliaan Putra yang Suputra juga dilukiskan dengan indah dalam kakawin Niti Sastra, bahwa anak yang Suputra hendaknya berpengetahuan spiritual, penuh dengan sifat-sifat mulia, dan memberikan kebahagiaan pada keluarganya (yan ing putra suputra sadhu gunawan memadangi kula wandhu wandhawa). Veda memberikan pesan-ajaran melalui berbagai cara yang semuanya sangat indah, seringkali terjelaskan di dalam istilah yang dipergunakan. Misalnya, kata Putra, di baliknya, tersembunyi arti dan makna yang sangat utama, indah, dan mendalam dalam segala hal. Anak bukanlah Putra, tetapi Putra adalah anak. Putra berasal dari kata Pu dan Tra. Pu menunjuk pada Put-naraka, nama Neraka tempat para leluhur menjalani atau menerima pahala dari karmakarma yang dilakukannya selama di dunia dan kata Tra-trayate berarti yang menyelamatkan yang menyeberangkan. Putra berarti seorang anak yang suci bijaksana yang mampu menyelamatkan para leluhurnya dari neraka Put. Oleh karena itulah seorang anak dinamakan Putra, baik di dunia ini maupun di dunia setelah meninggal (punnama narakat yasmat pitarah trayate sutah, tasmat putra iti prokta iha capi paratra ca). Putra bukanlah seorang anak yang hanya lahir dari ibu-bapak. Anak yang lahir dari kandungan ibu lalu selama hidupnya memberikan kesakitan pada ibu dan bapaknya, maka anak seperti itu barangkali adalah anak dari orang tuanya, tetapi dia bukanlah seorang Putra/Putri. Seorang anak sesuai ajaran Veda adalah seorang Putra. Kitab suci dan tradisi Veda mengajarkan teknik pembentukan anak menjadi Putra. Ada proses yang sangat panjang dalam membentuk anak menjadi Putra. Veda lebih banyak setuju pada
Redaktur Khusus weda
WAKYA Darmayasa perkawinan atau pernikahan untuk menurunkan keturunan Putra yang Suputra. Bukan kawin atau nikah untuk “cinta” atau ketertarikan badani, melainkan karena pilihan kasih yang muncul setelah laki dan perempuan membulatkan tekad kawin atau nikah, demi menurunkan Putra yang Suputra, dan bukan untuk bersenang-senang badani. Peradaban Veda memilih pembentukan anak menjadi Putra yang Suputra dan ini dimulai sejak pertama suami-istri mulai “bertemu”. Mereka hanya melakukan hubungan badan setelah melakukan upacara pernikahan. Pada hari pertama, mereka sudah memastikan untuk bersama menurunkan keturunan yang Suputra. Suamiistri mandi bersih, kramas, dan berpakaian sembahyang yang bersih. Selanjutnya bersama-sama bersembahyang memohon anak yang Suputra, putra yang sehat dan berbudi pekerti luhur. Di dalam kamar pun mereka mengucapkan doa-mantra dan seremoni ringan, hanya setelah itulah mereka “bertemu”. Di sinilah awal mulainya pembentukan anak Suputra. Setelah istri mulai mengandung, ada upacara “pembentukan anak suputra” dilakukan. Setelah sekian bulan berada dalam kandungan juga ada upacara “pembentukan anak suputra” dilakukan. Selama anak Suputra yang didambakan berada di dalam kandungan, ada banyak hal yang perlu dilakukan oleh suami dan istri. Termasuk segala hal dan tindakan yang boleh ataupun yang tidak boleh dilakukan oleh suami istri selama anak berada di dalam kandungan. Demikian panjang proses membentuk anak menjadi Suputra. Tentu saja, zaman sekarang jika kita berbicara perihal penbentukan anak menjadi putra Suputra, dalam banyak hal akan kelihatan “lucu” khususnya bagi mereka yang sama sekali tidak ada latar belakang tradisi Veda. Sebab, orang lebih memilih “menikmati” kemanjaan anak daripada “pembentukan karakter” anak. Sedangkan mereka yang mempunyai sraddha bhakti yang baik terhadap ajaran Veda, dan juga ingin berbhakti kepada orang tua dan para leluhurnya, maka mereka akan mendekatkan
dirinya sebisanya mereka lakukan untuk menjaga tradisi leluhur demi kemuliaan hidup. Terhadap ajaran dan tradisi upacara dalam usaha pembentukan anak menjadi putra Suputra, tradisi Veda kelihatannya sangat menekankan kepentingan putra (anak laki) karena menganut hukum Purusa. Veda tidak mengabaikan atau menolak anak perempuan. Tempat anak perempuan itu sangat tinggi dan agung di dalam keluarga Veda Sanatana. Mereka bahkan di“puja” sebagai “Dewi Laksmi”. Jika di dalam satu keluarga, mereka hanya mempunyai anak perempuan, maka mereka akan menjadikan anak perempuannya seorang putri yang suputri maka tujuan yang dapat dicapai oleh anak putra Suputra pun dapat dicapai. Secara umum, mengapa tradisi Veda menekankan kepentingan seorang putra karena setiap orang lahir ke dunia ini membawa tiga jenis hutang yang dinamakan Trirna, yaitu Dewa-rna (utang kepada para Dewa), Pitr-rna (utang pada leluhur), dan Manusa/Rsi-rna (utang pada orang-orang bijaksana/para resi). Utang pada ketiga tersebut di atas dapat dilakukan dengan melakukan praktik-praktik yang dianjurkan oleh kitab suci dan tradisi Veda. Khusus utang pada leluhur, Pitr-rna, dapat ditebus dengan memasuki masa yang dinamakan Grhastha Asrama, yaitu melaksanakan pernikahan sesuai dengan aturan Veda. Penekanan kepentingan orang melakukan pernikahan adalah demi berbakti pada leluhur. Kisah Jaratkaru memberi gambaran yang tepat tentang hal ini. Semula ia memilih untuk tidak menikah seumur hidupnya dan menjadi seorang pertapa. Keteguhannya dalam tapa dan memuja Tuhan membuat ia menguasai segala mantra dan diizinkan pergi ke alam-alam “niskala”. Suatu ketika ia tiba di wilayah bernama Ayatanasthana, wilayah antara Surga dan Neraka. Di sana ia melihat leluhurnya tergantung di ujung pohon bambu dengan kepala di bawah. Di bagian pangkal bambu ada tikus yang mengerat batang bambu tersebut. Bila bambu itu patah dan tumbang maka semua leluhurnya akan jatuh ke Neraka. Jaratkaru kemudian mendekati bambu tempat leluhurnya tergantung dan bertanya apakah yang menyebabkan para leluhurnya tergantung seperti itu. Leluhurnya menjawab bahwa hal itu terjadi karena ada salah satu keturunannya yang telah layak menikah belum juga menjadi grhasthin. Mengetahui kealpaannya, akhirnya Jaratkaru memasuki grhastha as-
rama demi leluhurnya dan hanya setelah itulah para leluhurnya terbebaskan dari alam-alam neraka. Banyak yang mengabaikan hal berbhakti pada leluhur, bahkan lebih jauh anak “memanfaatkan” orang tuanya untuk menjadi “pembantunya”. Hal sangat menyedihkan, ternyata ada pula anak yang “memerintahkan” orang tuanya untuk meninggalkan “rumahnya”. Pernah kami mengadakan kunjungan ke panti asuh orang tua (Wreddha Ashram), seorang ibu menangis sampai air matanya membasahi pakaiannya, menceritakan dirinya ditaruh begitu saja oleh anaknya di panti asuh dan selama 27 tahun tidak pernah dijenguk oleh anaknya. Masih ingat peristiwa seorang pengusaha kaya raya di Singapura menjadi pengemis di jalanan karena diusir oleh anaknya sendiri? Tentu saja kita semua perlu menyebut “amit-amit” (bahasa Bali: jagjig ping) karena hal dan peristiwa seperti ini bisa terjadi di mana saja dan pada siapa saja. Menurut Sarasamuccaya, berbakti kepada orang tua dapat memberikan berbagai kemuliaan: ikang bhakti makawwitan, paritu??a sang rawwitnya denya, phalanya mangke dlaha, langgeng paleman ring hayu (berbhakti pada orang tua menyebabkan orang tua merasa bahagia dan berpuas hati, pahalanya akan dinikmati saat ini dan kelak, selalu dipuji karena kemuliaannya). Pahala hormat bhakti pada orang tua disebutkan ada 4 (pat ikang widdhi) yaitu kirti (kesejahteraan), ayusa (panjang umur), bala (kekuatan), yasa (kemuliaan, nama baik). Tribhih putrasya putrata, tiga kewajiban anak suputra adalah: pertama, dia harus melayani orang tuanya dan mematuhi kata-kata orang tuanya semasih beliau hidup di dunia ini. Kewajiban ini sangat penting dilakukan oleh seorang Suputra. Sebab, apa pun yang dilakukan setelah orang tua meninggal, tidak sepenting apa yang dilakukan semasih orang tua hidup di dunia ini; Kewajiban yang kedua adalah mengupacarai dengan baik para orang tua ketika meninggal; dan kewajiban ketiga adalah melakukan upacara pitra-yajña terhadap orang tua/para leluhur, ada yang melakukannya di Bodhgaya (gayaya pindadanac ca), Haridwar, Varanasi, Kuruksetra, dan lain-lain. Di Bali, upacara dilakukan lengkap sampai nyegara gunung. Selain itu ada pula persembahan sradha (upacara leluhur) yang dilakukan secara teratur, ada yang setiap hari, ada pula yang sewaktu-waktu, ada pula yang dilakukan teratur setiap datangnya bulan-bulan pelaksanaan upacara sradha pitra-yajña untuk para leluhur.
Perjalanan Rohani Karmelit Awam Redaktur Khusus MIMBAR
KATOLIK
Ignatius Suharto JAGALAH aku, ya Allah. Sebab pada-Mu aku berlindung. Aku berkata kepada Tuhan, “Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain engkau”. Orang-orang kudus yang ada di tanah ini, merekalah orang mulia yang selalu menjadi kesukaanku. (Mazmur 16:1-3) Hari ini adalah hari Minggu Paskah III. Untuk pembaca pemula mimbar ini, paskah adalah pengurbanan Kristus bagi setiap orang. Dari kutipan Mazmur di atas disebutkan tentang orang kudus. Apakah Anda termasuk orang kudus? Kudus (Ing: holiness) adalah sifat orang atau sesuatu yang sepenuhnya sesuai dengan tujuan atau maksud keberadaannya. Sebenarnya hanya Allah yang kudus. Ia adalah misteri yang menggetarkan dan menakjubkan yang sama sekali berbeda dengan manusia. Bahkan, ia mahakudus (cf. Yes 6:3.5), sekaligus merupakan sumber kesempurnaan rohani dan moral. Kudus juga merupakan sifat dasar gereja dan anggota-anggotanya. Ini termasuk dalam pokok iman yang terdapat dalam syahadat yang paling tua: “Aku percaya akan gereja yang satu, kudus, Katolik dan apostolik”. Paulus menyapa komunitaskomunitas kristiani dengan sebutan ‘orang kudus’ (cf. 2Kor1:1) atau dipanggil dan dijadikan ‘orang kudus’. (cf. Rom 1:7.2Kor 1:2). Gereja dikuduskan oleh roh kudus, dikuatkan oleh kesaksian banyak anggota-anggotanya yang sangat setia. (Ingat para santo-santa, beato-beata). Meskipun demikian, karena dosa-dosa para anggotanya, gereja terus-menerus membutuhkan pengudusan. (Bacalah Lumen Gentium, LG 8). Pada akhirnya gereja surgawi, Yerusalem yang baru, akan bersinar dengan kekudusan yang cemerlang (cf. Why 21:2,10-
11.22:19). Di antara lagu rohani Yunani, ada lagu Trisagion (Tiga kali kudus): karena berisi tiga kali seruan kepada Allah untuk mengungkapkan kepenuhan kekudusan ilahi (cf. Yes 6:3): “Kuduslah Allah, Kudus dan Perkasa, Kudus dan Mahakekal, Kasihanilah Kami”. Dalam doa koronka, kita juga memuji Tuhan dengan doa: “Allah yang Kudus, Kudus dan berkuasa, Kudus dan Kekal, Kasihanilah Kami dan Seluruh Dunia”. (Holy God, Holy Mighty One, Holy Immortal One, have mercy on us and the whole world). Semua orang yang ingin menjadi anggota Karmel, pertama-tama karena merasa mendapat panggilan ke arah kekudusan. Dalam Regula Ordo Karmel Ketiga, bagian pertama Spiritualitas dan Karisma, nomor satu adalah Panggilan pada Kesucian atau kekudusan. Untuk memenuhi panggilan tersebut, perjalanan Karmelit Awam diumpamakan dengan ‘Mendaki Gunung Karmel’. Sebagai umat Katolik, Karmelit Awam juga harus tunduk pada keputusan Konsili Vatikan II. Konsili Vatikan II dalam konstitusi dogmatis tentang gereja mengatakan, “Gereja itu dalam Kristus bagaikan Sakramen, yakni tanda dan sarana persatuan mesra dengan Allah dan kesatuan seluruh umat manusia”. (LG 1.). Konsili Vatikan II membahas tentang panggilan umum kepada kesucian dalam gereja. Adapun kesucian gereja itu tiada hentinya tampil dan harus tampak pada buah-buah rahmat yang dihasilkan oleh roh dalam kaum beriman. Pada LG 42 dijelaskan mengenai jalan dan upaya kekudusan antara lain: Pertama, setiap orang wajib mendengarkan sabda Allah dengan suka hati. Kedua, dengan bantuan rahmat Tuhan melaksanakan kehendak-Nya. Ketiga, wajib sering menerima sakramensakramen, terutama Sakramen Ekaristi. Keempat, ikut serta dalam Perayaan Liturgi. Kelima, tabah berdoa, tidak mudah menyerah atau putus asa sehingga menjadi sulit bertekun. Keenam, melakukan penyangkalan diri. Ketujuh, melayani sesama secara aktif. Kedelapan, mengamalkan segala keutamaan, terutama kasih. Karena cinta kasih sebagai
pengikat kesempurnaan dan kepenuhan hukum, maka cinta kasih mengarahkan dan menjiwai semua upaya kesucian dan membawanya sampai ke tujuan. Dalam menempuh jalan Mendaki Gunung Karmel itu, Karmelit Awam disertai oleh Roh Kudus dan dikaruniai berbagai karisma. Ada tiga Karisma Karmel, yaitu Doa kontemplatif, Persaudaraan dan Pelayanan. Kontemplasi adalah suatu pengalaman batin yang berasal dari prakarsa bebas Allah, yang menyentuh dan mengubah manusia menuju persatuan kasih dengan-Nya, yang mengangkat manusia untuk menikmati kasih yang cuma-cuma ini dan hidup dalam hadirat-Nya yang penuh kasih (Konstitusi 1995, 17) Kontemplasi memang anugerah semata dari Allah, namun manusia diminta untuk mempersiapkan dirinya agar ia siap menerima anugerah tersebut. Ada lima jalan yang disarankan oleh Yohanes dari Salib agar ses-
eorang siap menerima anugerah kontemplasi tersebut. (1) Mencintai dan memandang ciptaan sebagai gambaran kasih dan keindahan Allah. (2) Menghargai dan mencintai keindahan dan martabat manusia, (3) Menyangkal diri. (4) Siap untuk merasa sakit dan menderita. (5) Memiliki keinginan untuk meniru Yesus. Persaudaraan. Komunitas sebagai sumber api persaudaraan, di mana setiap orang merasa seperti di rumahnya sendiri, diterima, dikenal, dihargai, diberi semangat dalam perjalanan hidup dan dinasihati dalam kasih dan penuh perhatian. Pelayanan. Tujuan gereja adalah membangun kerajaan Kristus di dunia agar semua manusia bisa mengambil bagian dalam keselamatan berkat penebusan Regula dengan jelas mengingatkan bahwa karisma yang dihayati dengan setia menjadi bagaikan sekolah kehidupan yang mengantar para anggotanya kepada kekudusan.
Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@ yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi) Anak ketiga dari pasangan I Gede Selamat dan Ni Luh Anta, Ni Komang Gita Devani melaksanakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 pada 8 April 2017. Acara digelar di kediamannya di Banjar Ulundanu, Desa Songan, Kintamani, Bangli. Selain keluarga besar, turut hadir memeriahkan acara tersebut teman-teman Mang Gita. Acara digelar secara sederhana. Kami dari keluarga Mang Gita mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungan semuanya.
Redité Kliwon, 30 April 2017
Bali L e m b a r
Bencingah Jro Mangku Ketut Rendin
Ilén-ilén Ngrebeg PINAKA sima ring Désa Adat Munggu, Makoték setata kamargiang nyabran nganem bulan apisan nepet ring raina Kuningan. Sios pinaka parikrama upacara, sima inucap taler muat makudang-kudang parindikan sejarah ring wewidangan irika. Wénten taler sané maosang sima inucap pinaka cihna kawijayan dharma ngasorang adharma. Manut baos Jro Mangku Ketut Rendin, pamangku ring Pura Kahyangan Désa ring Désa Adat Munggu, sima inucap ring pikayunan dané wantah ilén-ilén parikrama pamargi ngiringang duén pingit Ida Bhatara Sesuhunan marupa teteken taler tamiang kolem lunga ngrebeg. “Parikrama inucap wantah kamargiang ring raina Kuningan. Satios punika nénten kadadosang yadiastun wénten piodalan. Palungan Ida Bhatara ngrebeg ngiterin wewidangan Désa Adat Munggu kémanten,” baos dané. Dané malih ngwewehin, sadurung parikrama inucap majanten sampun kadabdabang sapasira kémanten krama sané jagi mundut mamas miwah duén pingit Ida Bhatara. Krama sané siosan ngiringang, pamekas krama lanang jagi makta kotékan. Parikrama inucap katreptiang antuk parikrama matimbal-timbalan nganem bulan apisan, minakadi ring Kuningané mangkin banjar A sané jagi mundut mamas miwah druén Ida Bhatara, sinah malih nem bulan majanten banjar B sané polih gilihan, asapunika salanturnyané kantos roras banjar adat sané wénten ring Désa Adat Munggu polih gilihan. Ring pamargin sima inucap, nénten wénten kapatutan indik akéh krama sané dados ngiring wiadin Makoték, sapasira kémanten krama Désa Adat Munggu dados tur patut nyarengin parikrama ngrebeg Makoték pinaka cihna bakti ring sesuhunan taler nunas karahajengan sekala-niskala. “Kantos mangkin durung wénten krama sané maboya ring sima puniki, duaning nyabran Kuningan, para krama sarat pisan nabdabang raga jagi nyarengin Makoték. Punika cihna sima Makoték kantun becik kalestariang,” baos dané. (was)
I Made Rai Sujana
Kasaratang Pisan RING Soang-soang wewidangan désa majanten madué sima antuk parikramannyané soang-soang sané patut setata kalestariang. Olih krama, utsaha nglestariang sima inucap kamargiang sabecik-beciknyané. Sakadi pamargin Makoték sané kamargiang wawu puniki. I Made Rai Sujana, Jro Bendésa ring Désa Adat Munggu maosang, sima ngrebeg Makoték utawi sané ketah kasambat Makoték puniki wantah parikrama sané patut kamargiang olih krama utamannyané para lanang. Punika mawinan, krama lanang sané sampun mayusa pat belas warsa kadadosang makta kotékan saha sareng Makoték ring parikrama ngrebeg inucap. “Parikrama puniki setata kasaratang pisan olih krama ring sawewengkon Désa Adat Munggu sané kasuén-suén sayan nincap. Napi malih alit-alit sané kantun mayusa pat belas warsa sampun sarat manahnyané mangda prasida nyarengin Makoték. Punika satmaka cihna, pamargin sima Makotek sané katreptiang olih prajuru désa puniki sayan ngamecikang,” baos dané. Lanang sané embas ring Munggu, 17 Oktober 1966 puniki malih maosang, sané dados cihna Makoték inggih punika pepadonan kotékan saking makekalih pupulan tur gegunungan kotékan saling katepak sakadi wadwa ring payudhan sané nedeng masiat. Sakéwanten sané mangkin, ketah kapanggihin yowana sanné munggah ring soang-soang gegunungan inucap satmaka dados manggalaning wadwa. Punika kabaosang dané wantah kreativitas para yowana. Pamarginé punika nénten wénten tetuek napi malih parindikan sakralnyané. Tios punika, indik kwaca sané kawigunayang taler sampun ngamecikang, duaning dumun wantah ngawigunayang celana sané jagi kanggén ka carik kémanten, nénten makamen sakadi mangkin. Sané mangkin sampun kadungang mangda sayan becik. “Minakadi maudeng batik, kwaca kaos utawi keméja putih, masaput poléng. Tetujonnyané mangda prasida becik kasinahang,” asapunika pecak Kelian Dinas Br. Gambang saking warsa 2000 rauh ring warsa 2012 punika nugesang. (was)
(75)
B a s a
7
B a l i
Ngrebeg Makoték
Parikrama Ngiring Malancaran Druén Ida Bhatara Kahyangan Tiga PANGLIMBAK kahuripan ring pakraman majanten sampun sayan nincap. Akéh taler kadagingin antuk modérnisasi sajeroning kahuripan krama sakadi sané kapanggih ring Bali. Yadiastun asapunika, durung majanten sekancan sima kekunan sané sampun kamargiang saking nguni katilarin duaning kantun akéh sima sané becik katami tur kamargiang kantos mangkin. Utamannyané sima sané kamargiang pinaka parikrama upacara yadnya agama Hindu utawi sané matetujon nunas karahayuan jagat, sakadi sima Makoték sané kamargiang olih krama Désa Adat Munggu. Makoték wantah tetamian budaya saking panglingsir krama Désa Adat Munggu sané kamargiang nyabran raina Kuningan kémanten. I Made Rai Sujana, Jro Bendésa ring Désa Adat Munggu maosang, sima inucap taler madué makudangkudang kawigunan, minakadi sané kapertama wantah sima kanggén makélingin payudhan sané kamargiang olih Puri Ageng Mengwi kirang langkung daweg warsa 1700-an. Kaping kalih, nulak sekancan mala utawi kanggén ngulah sekancan bebhutan sané nénten becik sajeroning pakraman mangda prasida ngamolihang karahayuan taler karahajengan. Kaping tiga, nyikiang para yowana saking roras banjar adat ring wewidangan Désa Adat Munggu. “Tatkala sima punika kamargiang, majanten para yowana sané makta kotékan jagi ngwan-
gun kalih pupulan tur nyikiang kotékanipun dados gunungan. Punika lantas kagetok-getok olih mesehnyané taler antuk kotékan sané ngamedalang suara “tak….ték….tak…..ték…..” sané kajantenang jagi ngulah sekancan mala. Suara inucap sané ngamedalang wastan sima puniki,” baos dané. Kabaosang malih, sima sané sampun kadadosang Warisan Budaya Nasional Tak Benda saking Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI ring Jakarta warsa 2016 puniki sujatiné mawasta antuk “Ngrebeg Makoték”, duaning punika kamargiang pinaka éédan saking parikrama ngrebeg utawi ngiring malancaran ring wewidangan Désa Adat Munggu. Parikrama Makoték kamargiang ring pateluan utawi pempatan sané kapanggih ring margi sané kaentasin saking parikrama malancaran, duaning kajantenang irika wantah genah saking para bebhutan sané jagi kagingsirang mangda nénten ngulgulin krama. Jro Mangku Ketut Rendin, pamangku ring Pura Kahyangan Désa ring Désa Adat Munggu taler maosang, sajeroning parikrama Ngrebeg Makoték, druén Ida Bhatara Kahyangan Tiga taler kapundut miwah kairing lunga mamargi ngiterin désa. Tetiga druén inucap marupa teteken utawi tumbak mapati lantang antuk muncuk marupa Cakra sané kalinggihang ring Pura Kahyangan Puseh, teteken mamuncuk Gada sané kalinggihang ring Pura Kahyangan
BPM/dok
MAKOTÉK – Ring wewidangan Désa Adat Munggu, nyabran raina Kuningan setata kamargiang parikrama Makoték. Sima tetamian saking nguni punika wantah ilén-ilén saking ngrebeg sané kamargiang ring wewidangan Désa Adat Munggu. Désa, miwah Tamiang Kolem utawi duén Ida Bhatara sané marupa taméng utawi perisai sané kalinggihang ring Pura Dalem Kahyangan. Kawewehin malih, kala punika taler kapundut mamas sané marupa tumbak madaging antuk kober. Mamas punika wantah sinalih tunggil rarengan sakadi umbul-umbul utawi bandrang sané ketah kapanggih ring pura. Parikrama pamarginyané,
pinih ajeng krama sané makta kotékan kairing antuk pamundut mamas. Salanturnyané papundutan druén pingit Ida Bhatara Kahyangan Tiga sané marupa tumbak miwah tamiang kolem, saha pinih ungkur wawu krama pangiring. Ngeninin indik parikramanipun kakawitin antuk mendak dué ring Dalem Kahyangan jagi kairing ka Pura Désa-Puseh mangda sinarengan mamargi. Wusan majanjangan ajebos wawu Ida Bhatara kairing
mamargi sané kadagingin antuk parikrama Makoték nyabran pateluan miwah pempatan sané kalintangin. Ida Bhatara wawu nglanturang mamargi risampuné Makotékan wusan kamargiang. “Puniki wantah sima sané patut kamargiang yadiastun kawéntenanné sabeh bales. Duaning dumun naenin nénten kamargiang, pamuputné krama ring Desa Adat Munggu keni kabrebehan,” Jro Mangku nugesang. (was)
Nguni, Parikrama Makoték Nénten Kadadosang olih Penjajah Belanda
PULET – Sangkaning dumun nénten kadadosang olih penjajah Belanda, sarana kotékan marupa tumbak sané kawigunayang kagentosin antuk kayu pulet sané malantang kantos tigang meter langkungan.
PINAKA tetamian budaya saking para panglingsir nguni, sima Ngrebeg Makoték utawi sané ketah kasambat Makoték puniki jagi becik kamargiang olih krama sané naminin. Napi malih sangkaning kajantenang jagi ngicénin karahajengan miwah kasukertan, krama irika sayan sarat nyanggra raina Kuningan pinaka raina sima inucap kamargiang. Parikrama inucap boya dados parikrama upacara kémanten. Sima sané wantah kapanggih ring Désa Adat Munggu punika taler sima sané madaging antuk nilai-nilai sejarah sané kasinahang antuk parikrama tradisi inucap. I Made Rai Sujana maosang, parikrama sima Ngrebeg Makoték punika raket pisan kawéntenanipun ring parikrama sané kamargiang nguni tur raket pisan ring kawéntenan Pura Dalem Kahyangan Désa Adat Munggu pinaka genah pasimpenan tamiang kolem duén Ida Bhatara sané mangkin. Dané maosang, kirang langkung daweg warsa 1700an, Puri Mengwi nedeng kasub tur kaloktah ring jagaté sané tatkala punika taler madué puri ring wewidangan Jagat Munggu inggih punika ring Gria Mandara sané nampek sareng pasar. Tatkala punika, Anak Agung ring Mengwi jagi nglimbakang wewidangan panegaranida kantos ka Jawi
antuk ngasorang Jagat Blambangan, sakéwanten sadurung jagi mamargi Ida ngelarang miasa utawi Samadhi nunas kawijayan miwah karahajengan ring Pura Dalem Kahyangan Désa Adat Munggu sané mangkin dados genah pasimpenan tamiang kolem duén Ida Bhatara. Pasamadhian Ida kamargiang ri kala raina Tumpek Kuningan. Wusan punika wawu Ida sareng wadwa nglanturang pamargi. “Punika mawinan sima Ngrebeg Makoték kamargiang ring raina Kuningan pinaka patinget kahanan inucap. Mangkin parindikan punika taler kanggén cihna utawi sima metuéling para pahlawan kemerdekaan RI,” baos dané. Dané malih maosang, parikrama sima inucap nénten setata becik kamargiang, duaning ring masan penjajahan Belanda, parikrama Makoték sané pinaka patinget pasiat utawi payudhan Puri Ageng Mengwi naenin nénten kadadosang kamargiang olih penjajah Belanda. Duaning piranti sané kawigunayang dados kotékan kantun marupa tumbak sané ngawinang Belanda mapikayunan yéning krama Bali ring Munggu jagi ngamargiang pemberontakan. Dadosné, Jagat Munggu kabrebehan tur metu makudangkudang grubug sané ngawinang akéh pisan krama sané padem. Pamuputné manggalaning adat
miwah agama tatkala punika ngamargiang parerembugan utawi negosiasi tur tradisi inucap dados kamargiang malih ri kala raina Kuningan pinaka sima kanggén panulak sekancan baya sajeroning pakraman miwah tetanduran ring carik. Yadiastun sampun kaicén ngamargiang malih, kolonial Belanda taler ngajuang kapatutan sané nénten dados katulak inggih punika kotékan marupa tumbak inucap patut kagentosin antuk piranti siosan. Pamuputné kramané ngawigunayang kayu pullet, kayu Bali sané siteng antuk lantang kantos tigang méter. Wusan punika, kanggén nyinahang piranti inucap sakadi tumbak, ring muncuk kotékan inucap kadagingin antuk muncuk pandan madui pinaka cihna muncuk tumbak tur ring batannyané kadagingin antuk tamiang pinaka cihna tameng wiadin perisai. Kayu Pulet inucap dumun ketah kapanggihin ring wewidangan Munggu, nangin kasuén-suén sayan telas tur wénten ring genah siosan minakadi ring Désa Buit, Désa Tumbak Bayuh wiadin Désa Pererenan. “Kayu Pulet sané becik kawigunayang, ageng bongkolipun petang senti, malantang tigang meter tengah. Yéning becik kagenahang, kotekan inucap prasida kawigunayang kantos kalih dasa warsa suénipun,” baos dané. (was)
WAU Ngurah Jelada ngambil sepédanné Luh Méga, saking bingkilé ba danginan pirenga wénten anak masuryak cakupcakup. Garpun sepédanné elung raris baktana ka bingkilé. Panggihina timpalné Ngakan Madé Rata sareng Putu Buntaran sané dumunan mantuk magandéngan kari irika. “Oh, Ngakan ajak Buntaran ané bengong mabalih timpalé ulung, kéto? Apa buin lakar nulungin, malah masuryak?” baosné Ngurah Jelada ngenahang sepédané ring bingkil. “Apa Rah Jelada, nulungin anak ulung? Cang mabuaka negak dini lakar mabalih anak ulung. Nyak nungging jitné malesit mara asyik hahaha…. Kadén suba ngajak pangawal, apa gunanné? Yén sing sanggup, Cang nyak ngandéng ngaba mulih,” baosné Ngakan Rata. “Oooh kéto? Dadinné ané ngura biasé di margané dong Ngakan Madé, kéto?” “Aa yén saja kénkén? Nyén bani lakar nglarang, ené jalan umum,” baosné nantang.
kadi ring ajeng). Niki Pak Wayan Jemet sané madué bingkilé saksiné. Timpal tiangé makatetiga niki korbanné,” baosné Ngurah Jelada kapatutang ring Wayan Jemet yén sang kalih punika sané ngura biasé ka tengah marginé. “Kénkén saja buka kéto...? Mabuaka nongkrong dini lakar mabalih anak ulung?” “Ngg....gih,” Ngakan Rata manggutan ngusuhin sirah lan pipinné beseh, limanné lih mapangsegan di goté. Putu Buntaran ngeling sigsigan bangkiangné ned mapantigan. “Nah lamun kéto dadi pilih, jani ka kantor polisi, apa buin poan lapor jam pitu. Eda kanti ada tauran massal ngundang timpal banjaran,” baos polisiné teges saha nyatet idéntitasné Ngakan Madé Rata lan Putu Buntaran, miwah laporan saksi-saksi punika ring buku laporané. Sami raris nanda tanganin rawing Ngurah Jelada sareng Wayan Jemet. “Ngurah Jelada ngingsanang sepedanné ring bingkil, raris mantuk malon-alonan ngandéng Luh Méga sané lima batisné lih,
matatu, Désak Marmita siku lan pipiné sodsod. Rauh ring jumahné Ngurah Jelada alon-alon nandan sepédané ngranjing, saha majeritan ngaukin Pak Gedé Dauh santukan Luh Méga nénten mrasidayang tedun saking sepédané. “Pak Gedé, Buu ... tulungin sangkol Luh Méga menékan. Ia ten nyidang majalan.” “Mimiih Déwa Ratu, nak kenapi niki I Luh,...Tungurah? Labuh napi kénkén?” “Nggih Pak, jemak tiang malu. Nyanan mara macerita,” baosné Luh Mégantari. Bapa Dauh sareng kurenanné gugup nanging ngelisang nyangkol pianakné baktana ka balé dangin. Pakaianné sané belus kagentosin. Panggihina lima batisné matatu kari medal rah. Ngurah Jelada ngelisang ngenahang sepéda raris ka kamar masalinan wawu nyagjagin Luh Méga. “Bu Nyoman tulung ambilang yéh anget awaskom ajak elap. Tatunné Luh Méga lakar bersihin malu, mara ubadin. Sira nawang ada ané lih, sawiréh ia ten nyidang
majalan.” “Bééh niki getih sikunné kari medal Tungurah,” baosné Gedé Dauh mresihin tatuné. “Nggih Pak mirib tatunné dalem kena krikil utawi sayap sepédané. Tahanang nah Luh Méga lakar bresihin. Madak apang sing ada lung utawi lih,” baosné Ngurah Jelada saha ngambil lap belusina toya anget anggéna mresihin. Bapakné tekek ngamel pianakné. Luh Méga siat-siut wawu uutanga sikunné. Raris tatunné kaolésin betadin wau ka perban. “Niki batis tiangé sakit ten dados gerakang Tungurah,” baosné Luh Méga ngeling. “Nah jani mara benahin entud Luhé. Mirib ada ané lih, salah urat mawanan sing dadi leserang utawi jalanang. Bapak ngisi raganné, Ibu ngisi batisné kenawan, tiang lakar menahin tulang keperné makisid bedik,” baosné Ngurah Jelada raris ngambil toya anget anggéna melusin. Alon-alon raganné nguutang saking bongkol paa ngraris ka oodné.
BPM/was
“Sing ja nglarang. Apang tawang dogén ngelah timpal SMA sifatné buka kéné?” “Ooh… Cai jelema ngendon mara itelun nagih ngédéngang sabuk mai, nééh tampi ukupané,” ucapanné Ngakan Rata ngerak keras nyerang nganggén pukulan karaté, yaaat…! Marasa polih serangan nadak, Ngurah Jelada makelit miring akedik nampi pukulané raris plintira kasamping, soronga agigis ngantos mlingkuh ring goté. Marasa timpalné kuciwa, Putu Buntaran rauh sahasa nendang pas pléokané, Ngurah Jelada amung nglengkékang otengné nampi tendangané antuk sapuan Dépok ngawinang Putu Buntaran bah nungkayak. Saking kalér kabenengan wénten patroli polisi sareng kalih manggihin iyegé raris tedun naméang. “Ada apa ené, pelajar mujanujanan kéné majaguran,” baosné pak polisi melasang. “Sujatinné tiang ten ja demen miyegan Pak, niki timpal tiangé padidi. Nanging tingkahné bas nyakitin ati,... (raris nyaritayang
(Masambung)
Upacara
8 Bebantenan Tetuek Segehan Pulangan SEGEHAN pulangan wantah sinalih tunggil soroh segehan sané kakaryanin saking limang warna, minakadi petak/putih, kuning, bang/barak, ireng/selem, miwah brumbun (campuran saking warna bang, petak, ireng, miwah kuning). Krama Hindu akéhan ngwastanin segehan pulangan puniki pinaka segehan manca warna. Artosnyané, segehan pulangan kapatehang sakadi segehan manca warna. Nanging, yéning selehin malih, segehan pulangan matiosan sareng segehan manca warna yadiastun pateh ngawigunayang nasi manca warna. Segehan pulangan pinaka cihna aturan majeng prabhawan Ida Bhatara pinaka Sang Hyang Panca Déwata pinaka Panca Bhuta. Yéning segehan manca warna wantah aturan majeng Sang Bhuta Manca Warna. Wentuk taler warnannyané matiosan, inggih punika mawadah a aled antuk limang soroh warna sané kaurab dados siki. Matiosan pisan sareng segehan pulangan sané ngawigunayang limang aled antuk warna sané matios-tiosan, minakadi warna barang a aled, kuning a aled, miwah salanturnyané. Pangresep krama indik negesin warna brumbun taler matios-tiosan. Wénten sané maosang yéning warna brumbun inucap mawit saking campuran limang warna, sané tiosan wénten maosang wantah campuran petang warna. Nanging sujatiné, sané kawastanin brumbun wantah campuran tigang warna, luiré: putih, selem, miwah barak. Asapunika taler pateh sakadi manca warna sané sujatiné mawit saking campuran petang warna, luiré barak, putih, kuning, miwah selem. Napi mawinan kasengguh panca warna? Santukan wénten asiki warna malih saking campuran makapatpat warna sané katlatarang i wawu. Mawali malih ring segehan pulangan, segehan puniki muatang smerti pinaka aturan majeng Ida Bhatara sajeroning prabhawan Ida pinaka Sang Hyang Panca Dewata, limang Déwata sané ngemit arah mata angin. Ring Timur wantah Iswara antuk warna putih/petak, ring Selatan wantah Bhatara Brahma antuk warna barak/ bang, ring Barat wantah Mahadéwa antuk warna kuning, ring Utara wantah Bhatara Wisnu antuk warna selem/ireng, miwah ring tengah-tengah wantah Bhatara Siwa antuk warna brumbun. Makalima Déwata inucap nyutirupa dados Panca Bhuta, luiré; Iswara dados Sang Bhuta Putih, Brahma dados Sang Bhuta Abang (barak), Mahadéwa dados Sang Bhuta Kuning, Wisnu dados Sang Bhuta Ireng (selem), miwah Siwa dados Sang Bhuta Manca Warna. Segehan pulangan olih krama Bali sané nelebin widang filsafat Hindu taler kategesin pinaka niyasa aturan majeng Sang Hyang Panca Maha Bhuta (I Ratu Ngurah Tangkeb Langit, I Ratu Wayan Teba/ Tabeng, I Ratu Madé Jelawung, I Ratu Nyoman Sakti Pengadangan, miwah I Ratu Ketut Petung), majalaran prabhawan Ida pinaka Sang Catur Sanak (Anggapati, Mrajapati, Banaspati, Banaspatiraja) miwah Sang Bhuta Dengen. Segehan warna putih katur ring Sang Bhuta Anggapati utawi I Ratu Ngurah Tangkeb Langit, warna bang katur ring Sang Bhuta Mrajapati utawi I Ratu Wayan Teba/Tabeng, segehan kuning katur ring Sang Bhuta Banaspati utawi I Ratu Madé Jelawung, segehan ireng katur ring Sang Bhuta Banaspatiraja utawi I Ratu Nyoman Sakti Pengadangan, miwah segehan brumbun katur majeng ring Sang Bhuta Dengen utawi I Ratu Ketut Petung. (Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali)
Redité Kliwon, 30 April 2017
Lawar
Pinaka Ajengan miwah Panyangkep Upakara LAWAR wantah sinalih tunggil ajengan Bali sané kasuén-suén sayan kasub miwah sayan ngakéhang kémanten sang sané senéng ngajengang. Lawar kakaryanin saking ulam bawi, ayam utawi bé pasih sané kadagingin antuk jangan utawi jejukutan miwah lakar bebasaan Bali sané sampun kasub antuk lalahnyané. Lawar puniki sampun kauningin saking nguni olih krama Hindu Bali, duaning tios kaajeng, lawar taler kanggén sinalih tunggil sarana ri kala ngamargiang upacara yadnya ring Bali, minakadi upacara Manusa Yadnya, Pitra Yadnya utawi upacara-upacara tiosan. Punika mawinan lawar nénten pacang ical saking kawéntenan krama Hindu ring Bali, santukan ri kala wénten upacara pastika krama Baliné makarya lawar. Tios punika, sané seneng sareng lawar sujatiné nénten wantah krama Hindu ring Bali kémanten, nanging taler turis sané rauh ka Bali, saking Indonésia utawi saking dura négara. Nika mawinan lawar Bali kasuén-suén prasida kalimbakang malih saking ajengan Bali asli dados ajengan Nasional utawi ajengan saking Indonésia (makanan khas Indonésia) napi malih
bénjang pungkuran kasuénsuén prasida dados ajengan Internasional. Yéning manut saking pikayunan krama Hindu ring Bali, ngajeng lawar nénten wantah madué kawigunan ngicalang rasa seduk kémanten, nanging taler madué kawigunan sosial inggih punika prasida dados alat komunikasi, madué kawigunan religius miwah nyihnayang idéntitas budaya. “Makarya lawar ri kala wénten krama sané madué karya sakadi upacara manusa yadnya miwah upacara-upacara tiosan prasida numbuhang rasa gelahang bareng saha rasa manyama braya ring pakraman. Napi mawinan gelahang bareng, santukan karya inucap kaambil olih krama-krama lian sané matetulung ring sang sané nuénang karya,” baos Wayan Kerta sinalih tunggil krama sané seneng makarya ajengan lawar saking wewidangan Karangasem. Kawigunayang pinaka alat komunikasi, lawar sareng ajengan sané tiosan minakadi nasi kaaturang sareng krama siosan. Nénten wantah ring kulawarga miwah sameton kémanten, nanging kaaturang ring krama sané sampun matetulung ring sang sané madué
karya. Lawar sané kaaturang punika kawastanin jotan pinaka rasa suksma ring krama sané sampun nulungin. Tios punika, jotan taler pinaka atur piuning duaning sang sané ngaturang lawar punika
Lawar Plék, Lawar Jaen SANÉ riin, duk jagaté masan sayah, warsa 1950, 1960, kantos nincap 1970-an, lawar (anyang) marupa ajeng-ajengan mael lan méwah. Wantah nganem sasih apisan, nuju Galungan, wawu krama “keni” lawar nyarengin ajengan tulén. Saraina-raina, jangan sekancan daun-daunan, kacang-kacangan maroroban; ajengan moran cacah, séla, jagung, nangka, méhméh usam utawi gedebong, tan doh bina ring tetedan bawi. Indayang pikayunin, amunapi kera jagaté duk punika. Sané mangkin, duk jagaté munggah bungah, genah, galah, lan jinah (ruang, waktu, dan uang) élah, sami mauah. Dagang lawar majeljel-jeljel, galah matikel-tikel, dompét tebel magibel. Ten mikir mudah mael. Saraina-raina, ping tiga ping pat ja mikayunin ngajeng lawar, ten dados masalah. Sané dados masalah, para sameton ring Abiansemal pabiagbiag nylepetég wusan ngajeng lawar plék lalah. Lawar Plék-Lawar plék, lawar masarana ulam bawi durung becik reratengannyané, masimbah kuah rah matah-matah, kantun kacemerin bibit penyakit Meningitis Streptococcus Suis (MSS). Bibit penyakit MSS déréng punah yata ulam sampun kalablab, nanging durung becik ratengnyané. Durung pucah yata sampun kabejekin sambel, mica, miwah reracikan basa-basa wayah; wastu ngrobéda jroning udara, ngaduk tengahing waduk. Kawastanin lawar plék, doning lawaré jakti-jakti plék, éplak-éplék, bélék, dados colék, makekurah rah matah-matah, wastu warnin lawaré barak ngékég. Sejabana Abiansemal, katah sameton nami sima
dresta nglawar plék, makadi sameton ring Ketéwél, Gumicik, Guang, lan sawewidangannyané, utawi désa-pradésa tiosan. “Yan amunika plék adonadonan lawaré, pantesnyané kaput anggén tum”. Tutur Kadék Raka lan Tut Dhala, mandor ébat hebat saking Banjar Gelulung, Sukawati. Sareng kalih narka, sangkaning genah ring pasisi, ius jagaté panes, wastu sameton ring Ketéwél biasa ngajeng lawar plék. “Pikobet sameton Abiansemal anggén ajah-ajah, sampunang ngajeng rah matah-matah, becikang ngratengin ulam bawiné sadurung kaolah! Sampunang plék. Utamayang bersih tur jaen”. Lawar Jaen-Siraké ten seneng ring sané jaen-jaen? Ten wénten ten seneng ring sané jaen. Sanganan, bawi guling, ayam panggang, ayam betutu, komoh, srapah, saté, pésan, tum, orét, urutan, buntilan, napi ja luiré, yén sampun jaen, seneng. Napi ja sané jaen, pasti sami seneng. Napi malih lawar. Raris, encén mawasta lawar jaen?. Ring Taman Penasar, salah sinunggil pragina galuh kasub Jero Ratna wénten drika, kamanggalain olih Bapa Sija. Yan sapunapi indiké, tetuek pabligbagané nyléndor ngindikang lawar. “Tiang demen lawar lalah Pa”. “Yén tiang, sané pakehang demen”. “Pang liu misi bé, mara tiang demen Pa”. “Andih, tawang? Buah kacang palebihin mara jaen”. “Suna cekuh sujatiné ngranang lawaré jaen”. “Sera matunu lebihin, mara bangun rasan lawaré”. “Pejangin vitsin akeprisan, pang sing masem!”. “Yan tiang, ada dané ngranang jaen. Yan sing ada, kudiang
ngorahang jaen?”. “Ha ha ha ha ha….”. Bapa Sija kenyem-kenyem ngicénin panepas. “Yan cara Bapa, lawar dané jaen, lawar dané sing marasa apa”. “Aaaahhh…?” “Ning, yan lawaré lalah, tabia dané unggul. Yan pakeh, uyah unggul. Yan bé unggul, andih lawaré. Lebihan suna cekuh, pengah. Nyem lawaré, lebihan buah kacang. Apa buin lebihan sera, mangkug, lawar apaso, usak baan sera aji kéténg. Dadiné, bé misi, sambel misi, sera, emba, suna cekuh, basa rajang, mica, nangka, makejang misi, makejang ngaba rasa. Misi sambel, kéwala sing marasa sambel. Misi uyah sing marasa uyah. Misi sera, sing marasa sera. Misi bé, sing marasa bé. Misi nangka, sing marasa nangka. Yan suba madukan, sing nu unggul rasa soang-soang. Rasa dané méndahan to mapacukan dadi besik, sing marasa apa. Jaen”. “Oooo…”. “Dadiné, lawar dané jaen, lawar dané tusing marasa apa….” Kantos drika pabligbagané puput. Kasujatiané, teges pisan kasuksaman lawar jaen punika. Negesang, akéh kémaon asiki, asiki kémaon akéh. Asiki saking akéh, akéh dados asiki, bhina ika tunggal ika, sesanti panegara druéné, NKRI, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Yadiastun mabinayan agama, treh, budaya, nanging kasujatiané iraga asiki, wangsa Indonésia. Sampunang majugjag. Yén numbas lawar, sampunang geleng ngajeng lawar. Kasuksman lawaré élingang. Sami madukan dados asiki. Jaen. Mangda jakti-jaktiké jaen paiketan wangsa Indonesiané! (I Madé Suarsa)
BPM/ist
kantun utawi pacang ngamargiang upacara, minakadi upacara pawiwahan wénten sané kawastanin nasi rongan (kadagingin antuk lawar, saté miwah nasi). Kawigunan religius-nyané
sampun macihna pisan, ring Bali lawar kanggén pinaka sinalih tunggil sarana ngaryanin banten utawi panyangkep upakara. Banten punika pinaka rasa bhakti miwah rasa suksmaning manah majeng Ida Sang Hyang Widhi Wasa sané sampun mapaica waranugraha. Punika mawinan lawar setata kabuatang ring makudang-kudang upacara yadnya ring Bali. “Tios pinaka ajengan, lawar taler kawigunayang pinaka panyangkep upakara ri kala wénten karya,” baosnyané. Minab, mangkin kantun akéh panglingsir-panglingsir utawi krama Bali sané kantun senéng ngaryanin lawar. Nanging sapunapi antuk para yowana Baliné sané mangkin? Sidaké ipun makarya lawar? Kanyunké ipun malajah makarya lawar? Napiké para rerama urati ring pianaknyané antuk ngajahin pianaknyané makarya lawar tur nglimbakang saha nglestariang kawéntenan ajengan Bali puniki? Napiké mapineh praktis antuk numbas ring warung? Sané patut kaélingang olih para yowana Baliné, kasuén-suén ipun pacang manados anak lingsir tur kangkén prasida makarya olahan utawi ajengan Bali sakadi lawar. (uma)
Satua
Olih : Madé Taro
Oncesrawa
SANTUKAN ngarepang tanah sané jimbar, sadurung nyikut tanah, I Tunjung Biru nyilibang tulang-tulang jaran inucap ring lepitan kamené. Majanten bangkén jarané kantun maambu ring sapanjang pamargi. Punika mawinan, tanah sané kapolihang Tunjung Biru nénten prasida kawilangin jimbarné. Pamuputné, sang mantri sané sampun sayan kaleson punika mararian ring puncak bukité iding. “Tunjung Biru!” baos dané sané kantun angseg-angseg sangkaning kaleson. “Aget pesan Cai maan tanah ané linggah buka kéné. Juang suba tanahé ené makejang, uli bukité ané malengkung ento rauhing Pasisi Candidasa,” baos sang mantri sinambi nujuhang ka pasisi kelod. Sakadi punika I Tunjung Biru sané pamuputné molihang tanah sané jimbar pisan. Saking bukit sisi kaja kantos ring pasisi sisi kelod. Jimbarné ténten mrasidayang kawilangin. Antuk punika, I Tunjung Biru sareng kulawargané ngwangun pondok ring Pasisi Candidasa, bukit sané wénten ring sisi kaja kapiara pinaka alas. Sayan sué, ombaké sayan ageng ngawinang kabrebehan. Tebingtebing bukité embid, pondok-pondok sané kawangun olih kulawarga saking Tunjung Biru miwah krama irika samian usak. Sangkaning punika, samian mapikayunan magingsir ngatengahang, ka tegah alasé sané magenah ring tengah-tengah bukité sané malengkung. Kocap, parindikan ngatengahang punika kapakélingin pinaka aran sinunggil désa irika. Désa inucap mawasta Désa Tenganan, sané magenah kirang langkung 60 km sisi kangin saking Kota Denpasar. Sané mangkin désa inucap kasub antuk aran Désa Tenganan Pageringsingan, santukan busana adat krama irika wantah kain gringsing. Ring muncuk bukité sané malengkung, pamekas ring sisi kauh, sisi kaja, miwah sisi kangin désa inucap wénten batu-batu ageng sané marupa pateh sakadi tulang-tulang jaran. Krama ring Désa Tenganan miwah wewidanagn irika ngangken yéning batu-batu inucap pinaka pakéling saking icalnyané Jaran Oncesrawa. Batubatu inucap kapercaya madué kasidhian sané maius ring pamargin kahuripan krama. (Puput)
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
MINGGU KLIWON, 30 APRIL 2017
GP Rusia, Ferrari Sapu Bersih
9
HAL 12
Selamat Tinggal White Hart Lane London –
Tottenham Hotspur resmi pindah dari White Hart Lane di musim 2017-2018. The Lilywhites akan bermarkas di Stadion Wembley sambil menunggu stadion baru jadi. Stadion White Hart Lane yang dihuni Spurs sejak 1899, bakal dibongkar. Tim asal London utara itu sedang menyiapkan gantinya dengan stadion yang lebih megah dengan total biaya pembangunan sekitar 800 juta poundsterling atau setara Rp 13 triliun rupiah. “Baik di dalam dan di luar lapangan, ini merupakan saat waktu yang sangat menarik dalam sejarah klub,” ujar Chairman Spurs Daniel Levy. “White Hart Lane sangat berarti untuk semua orang dari kami dan kami perlu mendapatkan kepastian yang lebih besar mengenai penyampaian stadion baru sebelum kami membuat
keputusan akhir untuk membongkar rumah bersejarah kami selama 118 tahun,” imbuh Levy. “Wembley akan menjadi kandang kami untuk satu musim lalu kami akan kembali ke salah satu stadion terbaik atau yang paling unik di dunia, juga bisa menjadi kandang bermain NFL, sebuah stadion yang akan menjadi kunci perkembangan dan sukses kami di masa depan,” imbuhnya. Spurs memutuskan pindah ke Wembley pada Jumat (28/4). Nantinya Wembley akan jadi markas Spurs di semua kompetisi (Liga Ing-
gris, Piala FA, Liga, dan Liga Champions). Spurs sebenarnya sudah bermarkas di Wembley saat bermain di kompetisi Eropa musim ini. Tapi untuk turnamen lokal, mereka masih berada di White Hart Lane. Rekor Tottenham selama bermain di stadion berkapasitas 90 ribu penonton tersebut tak terlalu baik. Wembley menjadi markas Tottenham Hotspur saat mereka menjalani laga kandang Eropa musim ini. Namun mereka hanya meraih sekali kemenangan dari lima laga Eropa yang mereka jalani. Bahkan dalam sembilan pertandingan terakhir, mereka hanya mampu meraih sekali kemenangan. Terakhir saat menghadapi Chelsea di semifinal Piala F A ,
skuat asuhan Mauricio Pochettino takluk 4-2. Namun hal tersebut tidak menyurutkan niat mereka untuk pindah kandang sementara. Rencana Spurs menunjukkan bahwa kandang mereka akan mampu menampung 61.000 fans, yang akan lebih dari Arsenal, Emirates Stadium yang memiliki kapasitas 60.432. Sementara rencana Chelsea untuk membangun kembali Stamford Bridge masih berada di bawah kandang totenham nantinya, yaitu 60.000 . Standard Evening secara eksklusif mengungkapkan, pada bulan April Spurs juga telah menyepakati kemitraan dengan NFL, dengan klub saat ini mengumumkan kesepakatan 10 tahun untuk menjadi tuan rumah minimal dua pertandingan semusim . Stadion sedang dibangun dengan fasilitas tambahan untuk NFL, dengan ruang ganti yang lebih besar dan lapangan rumput diganti dengan permukaan sintetis. Hal ini juga akan
mencakup tribun berdiri yang mampu menampung 17.000 orang dan menjadi yang terbesar di Inggris. Menonton sepak bola dan NFL tidak akan menjadi satusatunya hal yang ditawarkan. Tottenham telah menyertakan atraksi lebih banyak untuk mendorong orang untuk mengunjunginya sepanjang tahun . Termasuk akan menjadi Sky-Walk yang akan memungkinkan pengunjung mengakses ke atas atap stadion, panjat tebing indoor terbesar di dunia sebagai bagian dari pusat Olahraga Ekstrim dan The Tottenham Experience sebagai pusat pengunjung tetap dengan sebuah museum interaktif untuk klub dan warisan lokal . Sebagai bagian dari pembangunan kembali daerah, juga akan ada 180 kamar hotel baru, ditambah 579 rumah baru akan dibangun. Skema ini juga akan meningkatkan lapangan kerja dan ekonomi daerah. Setelah selesai, Spurs memperkirakan mereka akan meningkatkan lapangan pekerjaan dari 1.800 lapangan pekerjaan menjadi
3.500 dan akan menghasilkan 120 juta pound dari pengeluaran tahunan yang akan menjadi lebih dari 293 juta pound ke dalam kas daerah. Tottenham Hotspur pindah ke White Hart Lane pada 1899, merenovasi itu dari bekas pembibitan yang dimiliki oleh rantai pembuatan bir Charringtons dengan bantuan ahli stadion lokal John Over, menjadi lapangan sepak bola standar. Pertandingan pertama di White Hart Lane menghasil-
kan kemenangan kandang 4-1 melawan Notts County dengan sekitar 5.000 pendukung menghadiri dan menyaksikan pertandingan pertama dan kemenangan pertama di stadion baru, meskipun disebut pada saat itu baik sebagai Ground High Road atau White Hart Lane. Dan perpisahan Spurs di White Hart Lane akan ditandai dengan menghadapi Manchester United, 14 Mei mendatang. Selamat tinggal White Hart Lane. (kmb33/rtr)
Nama Lengkap White Hart Lane Lokasi Lokasi 748 High Rd, Tottenham London N17 0AP Inggris Konstruksi Dibuat 1899 Dibuka 4 September 1899 Biaya pembuatan 100,050 pound (1934) Arsitek Archibald Leitch (1909) Data Teknik Permukaan Rumput Kapasitas 36.310 Ukuran lapangan 110 x 73 yards
BPM/rtr
Ingin Saingi Arsenal
London – Nama Tottenham Hotspur baru beberapa musim ini diperhitungkan sebagai klub papan atas Premier League. Sejak kedatangan Mauricio Pocchetino, perlahan Spurs mendapatkan legitimasi baru sebagai kekuatan baru Liga Inggris. Musim ini klub berjuluk Lilywhite itu sudah mulai merasakan kompetisi elite Liga Champions dan menjadi kandidat juara baru Premier League saat roda kompetisi sudah mendekati garis akhir. Musim depan, jika tidak ada kecelakaan besar Harry Kane dkk., tampaknya bakal kembali berlaga di kompetisi level tertinggi di Eropa itu, dan mungkin semakin garang mengejar gelar juara. Khusus musim ini, jika bisa juara atau runner-up atau minimal finish di atas Arsenal, ada satu kesuksesan yang sepertinya sepele tetapi sesungguhnya berarti sangat besar bagi fans Spurs. Apa itu? Mengakhiri musim di atas Arsenal. Percaya atau tidak, dalam 22 musim terakhir Spurs selalu gagal mencatat prestasi lebih baik dari Arsenal, rival utama mereka yang selalu panas saat menggelar derby London. Musim ini, akhirnya kutukan menyakitkan itu sepertinya bisa diakhiri. Sebagai sesama klub yang bermarkas di London dengan jarak tak terlalu jauh, rivalitas kedua klub terbilang sangat panas. Pembangunan stadion baru atau kerap disebut New White Hart Lane juga pertama-tama dimaksudkan untuk menyaingi The Emirates Stadium yang selalu dijadikan referensi sebuah klub dan mampu meningkatkan pendapatannya berkat adanya stadion baru. Tottenham tak mau kalah, bahkan meyakini The New White Hart Lane bakal lebih baik dari kandang rival abadinya. Berikut beberapa alasannya: 1. Kapasitas Lebih Besar The Emirates Stadium memiliki kapasitas 60,432. Artinya, dengan kapasitas The New White Hart Lane yang direncanakan sebesar 61.000, maka stadion ini punya daya tampung lebih besar. Sepertinya perbedaannya tidak signifikan, tetapi jika dikalikan pendapatan satu musim bisa sangat besar bedanya. Dan jangan lupa, ini keunggulan yang sangat prestisius dari Arsenal. 2. Atmosfer Mengesankan The New White Hart Lane berencana
membangun satu tribun tanpa tingkatan berkapasitas 17 ribu penonton. Bagian ini tidak dimiliki oleh Arsenal dan bakal menjadi yang terbesar di Inggris. Tribun dengan pemandangan yang sangat menakjubkan untuk menonton pertandingan. 3. Dua Pertandingan Football America Daniel Levy telah mengantongi perjanjian untuk stadion baru yang tengah dibangun bakal menggelar dua pertandingan Football America, NFL, per tahun selama 10 tahun ke depan. Bahkan untuk rencana ini, dibangun khusus lapangan yang bisa dibuka-tutup serta ruang ganti terpisah untuk tim-tim NFL. Artinya, dari sisi finansial akan sangat membantu sehingga tidak perlu berhemat seperti Arsenal yang akhirnya berimbas pada prestasi di lapangan. Hal lain yang sangat positif adalah terbukanya pasar Amerika untuk brand Tottenham Hotspur. 4. Kenyamanan Pemain Salah satu problem utama Spurs selama ini adalah seringnya ditinggal pemain bintang karena gagal menjanjikan prestasi maupun prestise. Dengan stadion baru yang megah, mewah dan modern, diharapkan para pemain bintang bakal lebih mudah ditahan untuk tidak pergi ke klub lain. Spurs tidak ingin mengulangi kesalahan tetangganya yang gagal mempertahankan pemain bintang, meski sudah punya stadion megah tapi minim prestasi. 5. Surga Pemain Muda Bukan hanya Arsenal yang mampu mengorbitkan pemain muda jadi bintang. Kini Spurs boleh bangga punya Harry Kane, Ryan Mason, Nabil Bentaleb dan Danny Rose, hasil didikan akademi mereka yang kini sudah setara dengan Arsenal Academy. Produsen pemain muda potensial kini tak lagi hanya disematkan kepada Arsenal. Spurs pun sudah layak disemati predikat prestisius itu. 6. Sejarah yang Dipertahankan Berbeda dengan Arsenal yang akhirnya pindah dan meninggalkan sejarah panjang Highbury. Tottenham Hotspur memilih bertahan di White Hart Lane. (kmb33/rtr)
Wenger Ingatkan Risiko Pindah Stadion Baru London – Arsene Wenger mengingatkan Tottenham Hotspur yang bakal pindah ke stadion baru. Pasalnya, proses transisi nanti tidak akan berjalan mudah untuk Spurs. Spurs akhirnya merealisasikan keinginan mereka memiliki stadion baru dengan merobohkan White Hart Lane yang sudah dipakai Spurs sejak 1899. Dengan biaya pembangunan stadion senilai 800 juta poundsterling, Spurs akan punya stadion baru yang terbilang megah dan tentu punya kapasitas lebih besar dari pada White Hart Lane yang “cuma” memiliki 35 ribu tempat duduk. Untuk sementara, Spurs akan menggunakan Wembley sebagai kandang mereka pada musim 2017/2018 mendatang. Keuntungan untuk Spurs tentunya dengan stadion baru itu, yakni mendatangkan pemasukan yang lebih besar, baik dari sisi sponsor maupun tiket pertandingan. Tapi di satu sisi ada efek negatif dari stadion baru Spurs nanti, yakni bagaimana mereka harus beradaptasi dengan atmosfer yang terbilang tak biasa, baik di dalam maupun luar lapangan. Hal itu diutarakan oleh Wenger yang merasakan bagaimana sulitnya usai pindah dari Highbury ke Emirates Stadium. Pasalnya, Arsenal tak pernah lagi menjuarai Liga Inggris sejak pindah stadion. Yang terakhir didapat musim 2003/2004 meski kini sudah sehat secara finansial. Arsenal cuma jadi “pelengkap” empat besar dan hanya meraih dua trofi Piala FA sejak itu. Wenger pun lantas jadi sasaran kritik fans atas prestasi tim dalam sedekade terakhir. “Sangat sulit, lebih sulit dari yang Anda bisa bayangkan,” ujar Wenger, Sabtu (29/4) kemarin. “Pertama-tama Anda harus mengatur ulang sisi finansial seperti yang kami lakukan. Secara keseluruhan akan lebih mudah di masa depan, mengingat Anda punya pemasukan lebih banyak,” sambungnya. “Kedua, Anda tidak merasa seperti di rumah sendiri. Anda harus membuat sejarah baru di sana agar bisa merasa nyaman dan bermain seperti di rumah. Saya katakan butuh waktu dua tahun untuk merasa nyaman,” tutup Wenger. (kmb33/rtr)
OLAHRAGA
10
Minggu Kliwon, 30 April 2017
Everton Vs Chelsea
Tugas Berat The Blues London – Chelsea akan menjalani lawatan sulit dalam mempertahankan jarak mereka di klasemen saat mengunjungi markas Everton, Goodison Park malam nanti. Sulit karena tuan rumah memiliki catatan apik melawan The Blues di sana.
BPM/rtr
ANDALAN - Striker Diego Costa akan menjadi andalan Chelsea saat berhadapan dengan Everton malam nanti.
Juventus Ditahan Atalanta
Bergamo – Juventus cuma memetik satu angka dari laga lawatan ke markas Atalanta. Pelatih Bianconeri, Massimiliano Allegri tak mau mencari kambing hitam. Saat melakoni pertandingan di Stadio Atleti Azzurri d’Italia, Sabtu (29/4) kemarin Atalanta memetik hasil imbang dengan skor akhir 2-2. Unggul hingga menit-menit akhir pertandingan berkat gol bunuh diri dari Leonardo Spinazzola dan Dani Alves, kemenangan Juve batal setelah Remo Freuler mencatatkan namanya di papan skor. Pada babak pertama, Andrea Conti yang menjadi pencetak satu gol dari Atalanta lainnya. Hasil imbang ini disebut
Allegri menjadi alarm untuk Juve yang akan berhadapan dengan AS Monaco di laga semifinal Liga Champions. Oleh karena itu, dia tak mau mencari kambing hitam. “Tak ada gunanya mencari alasan, pembelaan tak akan membantu kami malam ini,” kata Allegri. “Hasil imbang malam ini merefleksikan jalannya pertandingan. Pada babak pertama, Atalanta membuat kami kesulitan secara fisik. Saya pikir kami tak memenangi satupun pertarungan 50-50 di babak pertama.” “Pada babak kedua, para pemain saya bisa membalikkan itu. Lalu kami kebobolan gol ini, yang mana Juve tak pernah kebobolan. Jadi, ini
Massimiliano Allegri
merupakan hasil akhir yang membuat kami berpikir, karena pertandingan nanti di Monaco kami akan menghadapi tim yang mirip dengan Atalanta. Yang kedua adalah Liga masih belum benar-benar selesai, karena kami masih butuh tujuh angka untuk mencapai 91 poin. Malam ini merupakan poin penting. Tapi pada akhirnya sampai laga terakhir, kami harus terus menginjak pedal dan terus berjuang,” tambahnya. Hasil ini membuat Juve sebagai pemuncak klasemen hanya berselisih sembilan poin dengan AS Roma di peringkat kedua. Dengan empat laga tersisa, persaingan gelar Serie A pun semakin sengit. (kmb33/rtr)
BPM/rtr
Tim asuhan Antonio Conte datang dengan kepercayaan diri tinggi. The Blues memang sempat diragukan akan bangkit setelah dua kekalahan melawan Crystal Palace dan juga Manchester United yang membuat jarak mereka dengan Tottenham Hotspur terpangkas dari 11 poin menjadi hanya empat poin saja saat ini. Namun kemenangan melawan Southampton tengah pekan ini membuat Eden Hazard dkk., kembali bangkit. Kemenangan menjadi bidikan The Blues pada pertandingan ini. Dengan hanya tersisa lima pertandingan musim ini dan jarak dengan Spurs hanya empat poin, tiga poin adalah target yang tak bisa ditawar-tawar. Terlebih ini kesempatan bagi The Blues untuk kembali menjauh, karena Spurs akan ketemu lawan tangguh, Arsenal di Derby London Utara. Menyongsong pertandingan ini, Conte sendiri dipastikan bisa memainkan tim terbaiknya. Gary Cahill yang sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit sudah kembali bermain, bahkan mencetak gol saat melawan Southampton. Sementara kondisi Eden Hazard dan Diego Costa juga tengah dalam performa terbaik setelah keduanya tampil gemilang, terutama Costa yang sempat dikritik performanya. Conte sendiri terbukti mampu memaksimalkan skuatnya dengan sangat baik. The Blues saat melawan Southampton memainkan Cesc Fabregas sebagai penyerang kanan. Keputusan yang mendapatkan banyak pujian, karena gelandang Spanyol itu bisa berperan
ganda menjadi penyerang lubang dan juga pembagi bola di belakang Costa. Conte juga mengingatkan pada pemain Chelsea agar memberikan perhatian khusus pada Romelu Lukaku ketika menghadapi Everton di Goodison Park pekan ini. Lukaku adalah mantan pemain Chelsea yang gagal bersinar di Stamford Bridge. Sebelum meninggalkan Chelsea secara permanen, penyerang asal Belgia tersebut sempat dipinjamkan ke West Brom. Lukaku kemudian ditebus Everton dengan harga 35 juta euro pada tahun 2014 lalu. Bersama The Toffees, Lukaku menemukan performa terbaiknya. Setelah musim lalu tampil mengesankan, penyerang 23 tahun tersebut telah mengumpulkan 24 gol dan memberikan enam assist dari 33 penampilan di Premier League musim ini. striker berumur 23 tahun itu sedang on fire, terutama saat bermain di hadapan suporter sendiri. Statistik menunjukkan bahwa masa tersubur Lukaku terjadi ketika bermain di kandang. Dari 24 gol yang telah ia ukir pada liga musim ini, 16 di antaranya tercipta saat bermain di markas tim. Tidak ada satu pun pemain di kasta tertinggi sepak bola Inggris yang memiliki jumlah gol kandang lebih banyak dari Lukaku. Eks penyerang Chelsea ini pula yang membuat The Blues menderita dalam duel terakhir kedua kesebelasan di Goodison Park dalam ajang Piala FA, 12 Maret 2016. Saat itu, sang juru gedor menggelontorkan sepasang gol ke gawang The Blues, tim yang melepas
Inter Wajib Menang Milan – Peringkat tujuh Inter Milan akan menjamu peringkat tiga Napoli di giornata 34 Serie A 2016/2017, Senin (1/5) dini hari nanti. Inter wajib memberikan bukti kalau mereka serius ingin lolos ke Eropa musim depan. Inter tak sekalipun menang dalam lima laga terakhirnya. Tiga kekalahan dan dua hasil imbang itu sama sekali tidak menunjukkan bahwa pasukan Stefano Pioli merupakan salah satu tim yang memasang target finis di zona Eropa. Kekalahan di kandang Fiorentina akhir pekan kemarin memang menyesakkan. Meski kapten Mauro Icardi mencetak hattrick, tapi mental rapuh menjadi kendala Inter untuk meraup tiga poin. Sama seperti di derby melawan AC Milan, Inter lagi-lagi membuang keunggulan mereka. Sempat unggul 2-1, Inter kemudian kolaps dan tertinggal 2-5. Inter akhirnya hanya kalah 4-5, tapi tetap saja hasil itu sangat mengecewakan. Inter tak boleh mengulanginya saat melawan Napoli. Jika itu terjadi, dampaknya bisa fatal bagi Nerazzurri. Pada pertemuan sebelumnya, Inter digilas Napoli tiga gol tanpa balas di San Paolo. Piotr Zielinski, Marek Hamsik dan Lorenzo Insigne masingmasing mencetak satu gol ke
gawang Samir Handanovic. Dua nama terakhir diyakini bakal kembali jadi starter dalam pertemuan kali ini. Jika Inter lagi-lagi kehilangan fokus dan kolaps di tengah laga, seperti ketika melawan Milan dan Fiorentina, mereka bisa dilukai oleh Napoli meski bermain di kandang sendiri. “Kami harus bermain lebih baik lagi. Kami kerap kehilangan konsentrasi. Hal itu tidak boleh terjadi lagi,” ujar Icardi, Sabtu (29/4) kemarin. Napoli memang baru mengalami antiklimaks. Setelah meraih dua kemenangan beruntun dengan skor 3-0 atas Lazio dan Udinese, Napoli ditahan 2-2 oleh Sassuolo. Hail itu membuat Napoli tertinggal empat poin dari AS Roma, tapi peluang untuk finis peringkat dua tetap terbuka. Oleh karena itu, pasukan Maurizio Sarri pasti siap habis-habisan di kandang Inter sambil berharap Roma terpeleset dalam derby melawan Lazio yang kick-off beberapa jam sebelumnya. Napoli siap memberi Inter 90 menit yang tidak menyenangkan. Ini adalah ujian mental bagi Icardi dan kawan-kawan. Ini juga merupakan ajang untuk mengetahui, apakah mereka pantas atau tidak untuk menjadi salah satu wakil Italia di kompetisi Benua Biru musim depan. (kmb33/ap)
Gaji Fantastis Lovren London – Bek Liverpool, Dejan Lovren resmi menanda tangani perpanjangan kontrak selama empat tahun mendatang. Kontrak baru akan membuatnya tetap membela The Reds hingga 2021 nanti. Pemain 27 tahun ini pindah ke Anfield pada 2014 dan masih mempunyai dua tahun masa kontrak yang tersisa. Namun selama enam minggu belakangan, ia melakukan negosiasi dengan klub dan akhirnya mencapai kata sepakat. Kontrak barunya ini bernilai 100 ribu poundsterling atau sekitar Rp 1,7 miliar per minggunya. “Saya rasa sayalah pria paling bahagia hari ini, mimpia saya terwujud. Ini impian saya untuk bertahan selama mungkin di klub yang saya cintai, yakni Liverpool,” kata Lovren, Sabtu (29/4) kemarin. “Setelah apa yang terjadi di awal di dua musim terakhir, saya merasa lebih baik dari
pada musim pertama. Klub ini telah menghargai saya, mereka percaya dengan saya dan juga para penggemar. Saya amat senang dengan semuanya dan ingin tinggal di sini selama mungkin dan menjadi bagian keluarga ini untuk tahuntahun ke depan,” lanjutnya. Lovren menjadi pemain terakhir Liverpool yang mendapat kontrak baru setelah Philippe Coutinho dan Adam Lallana. Sejauh ini, ia telah merumput di lima pertandingan beruntun usai kembali dari cedera lutut yang ia derita pada bulan Maret lalu. Musim 2014/2015, ketika Lovren menjalani musim perdananya bersama Liverpool, banyak pendukung The Reds yang berang. Sebabnya, uang 20 juta poundsterling yang dikeluarkan Liverpool untuk mendatangkan Lovren dari Southampton dianggap amat sia-sia. Bek asal Kroasia itu terlihat
begitu canggung. Lovren kerap melakukan kesalahan-kesalahan tak perlu dan kerap kali dianggap sebagai biang keladi dari kekalahan-kekalahan Liverpool. Cacian kerap kali mengarah kepadanya. Brendan Rodgers bahkan mulai menepikan Lovren dari skuat utama. Kekesalan fans Liverpool terhadapnya semakin menjadijadi ketika ia bermain buruk di babak fase grup Liga Champions menghadapi Basel. Juga ketika eksekusi penaltinya yang gagal ke gawang Besiktas, membuat Liverpool harus tersingkir dari ajang Liga Europa. Lovren pun dicap sebagai pembelian gagal. Bahkan kala itu, The Telegraph memasukkan namanya sebagai 20 transfer terburuk Premier League musim 2014/2015. Tak sedikit kemudian fans The Reds yang memintanya segera didepak. Tapi manajemen Liverpool masih bersabar. Musim 2015/2016 datang,
dirinya ke klub lain. Everton pun menang 2-0 di akhir pertandingan. “Saya rasa Lukaku adalah pemain yang sangat bagus. Ia banyak mencetak gol musim ini, bukan hanya musim ini saja,” kata Conte, Sabtu (29/4) kemarin. “Kami harus mewaspadainya. Tapi tetap sama. Kami mempelajari musuh kami dan kami akan mencari solusi untuk menghentikan mereka pada satu pemain dan tim.” “Kami harus memberikan perhatian khusus pada Lukaku dan pemain lain. Mereka memiliki banyak pemain bagus, teknik yang bagus dan penyelesaian yang bagus,” sambungnya. Jika dibandingkan dengan Diego Costa yang beberapa waktu lalu dilaporkan akan hengkang dari Chelsea, Lukaku lebih tajam dilihat dari jumlah gol. Namun demikian, Conte menegaskan bahwa pemainnya adalah yang terbaik di dunia dan tak akan menggantikan Costa dengan Lukaku. “Seperti yang saya katakan sebelumnya, pemain saya adalah yang terbaik di dunia. Saya tak mengganti pemain saya dengan pemain lain,” terang pelatih asal Italia tersebut. Dari kubu tuan rumah, pelatih Ronald Koeman juga tengah percaya diri. Meskipun hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan West Ham di pertandingan terakhir mereka, namun bermain di kandang sendiri menjadi modal berharga bagi The Toffees. Dalam tujuh pertandingan terakhir Premier League di kandang sendiri, Romelu Lukaku dkk., selalu mencatatkan kemenangan, dengan mem-
buat 26 gol dan kebobolan hanya enam gol saja. Melawan Chelsea, Everton juga memiliki catatan apik akhir-akhir ini. Dalam tujuh pertandingan terakhir di kandang sendiri melawan The Blues, The Toffees meraih lima kemenangan dan dua kali kalah. Catatan ini dua kali lebih baik dari pada catatan pertemuan kedua tim di 17 pertemuan sebelumnya. Meskipun tak bisa memainkan beberapa pemain terbaiknya, seperti Ramiro Funes Mori, Seamus Coleman, James McCarthy, Yannick Bolasie hingga Muhamed Besic, namun Koeman terbukti mampu membuat Everton tetap seimbang dengan para pemain muda, seperti Mason Holgate, Tom Davies hingga Ross Barkley. Morgan Schneiderlin memperingatkan kepada Chelsea, bahwa mereka tidak akan diberikan ruang sedikit pun. Gelandang asal Prancis itu berkata: “Ini akan ada dalam pikiran para pemain, bahwa mereka ingin membalas dendam atas kekalahan itu. Tapi satu-satunya yang bisa kami fokuskan saat ini adalah penampilan kami.” “Kami perlu memastikan bahwa kami tidak membiarkan mereka bernapas dan mengeksploitasi kualitas yang mereka miliki, karena mereka memiliki kualitas yang begitu tinggi di seluruh lini. Kami akan berusaha untuk sulit dikalahkan dan berusaha keras di setiap menit, serta tidak membiarkan ada ruang kosong di lapangan,” tambahnya. Everton sendiri saat ini menempati posisi keenam dan memiliki peluang besar untuk bisa lolos ke kompetisi Eropa musim depan. Laga ini menjanjikan sebuah pertandingan panas yang menarik. (kmb33/ap/rtr)
pemain yang sempat mengalami masa kecil sebagai pengungsi ini menjadi pilihan utama di awal-awal musim. Akan tetapi, performanya yang tak kunjung membaik membuat namanya lagi-lagi tersingkir. Mamadou Sakho yang kala itu bermain lebih lugas dan rapi dari pada Lovren, lebih dipilih sebagai palang pintu di lini belakang. Akan tetapi, ketika beberapa pilar di lini belakang Liverpool tumbang karena cedera, Lovren kembali dipercaya. Kepercayaan itu pun dibayarnya lewat performa yang semakin baik dan matang. Satu gol sundulan kepala yang sukses membawa Liverpool melakukan comeback dan menang atas Borussia Dortmund di partai perempat final Liga Europa, mampu membuatnya mencuri perhatian fans Liverpool. Di akhir-akhir musim 2015/2016 di bawah asuhan Juergen Klopp, Lovren mulai kembali mendapat keper-
cayaan. Bahkan Klopp menyebut jika ketenangan dan kelugasan Lovren bisa membuatnya memimpin barisan belakang Liverpool di masa depan. (kmb33/rtr)
Dejan Lovren
BPM/rtr
Mauro Icardi
BPM/ap
Minggu Kliwon, 30 April 2017
GELANGGANG
11
Porsenijar Denpasar
Resman Jumpa Sisma di Final Sepak Bola Denpasar (Bali Post)Kesebelasan SMAN 2 (Resman) bakal meladeni musuh bebuyutannya SMAN 7 (Sisma), dalam final cabor sepak bola Porsenijar Kota Denpasar 2017, di Stadion Ngurah Rai, Minggu (30/4) ini, pukul 14.00 Wita. Pascalaga pamungkas ini, dilanjutkan dengan upacara penutupan. Cabor tenis meja yang digelar di Puri Satria, juara tunggal putra SMP Deva Prasetya (SMPN 2), disusul Nyoman Suprasta Wibawa (SMPN 2) dan Nyoman Bayu Santika Putra dan I Putu Yudi Pradnyana (SMPN 1). Disektor tunggal putri juaranya Galuh Prasasti (SMPN 1), kemudian Ni Made Cindy Sephia Yanti (SMPN 2), Ni Ketut Prastayani (SMPN 2) dan Ni Made Yunika Intan Lestari (SMPN 3). Untuk ganda putra SMP juaranya Nyoman Bayu Santika Putra/Putu Yudi Pradnyana (SMPN 1), kemudian Deva Prasetya/Nyonan Suprasta Wibawa (SMPN 2), Putu Yuda Asmara Putra/Putu Deva Rahditya Jaya (SMPN 6) dan Made Dwi Arta Nugraha/Made Aditya Kusuma Dwiputra (SMPN 4). Ganda putri juaranya Ni Ketut Prastayani/Ni Made Cindy Sephia Yanti (SMPN 2), disusul Galuh Prasasti/ AA Istri Amara Duhita (SMPN 1) dan Ni Komang Sri Wahyuni/Ni Kadek Indra Dewi (SMPN 5), serta I Trisna Ananda Mahaswari/Ni Made Yunika Intan Lesatri (SMPN 3). Cabor karate yang dihelat di SMPN 4, menempatkan tim SD Denbar keluar sebagai juara umum dengan mendulang enam keping emas. Keenam emas dipersembahkan Kadek Novyantari Danurizki/Ni Made Septiana Ambarawati/Ni Komang Adinda Kartika Sari (kata beregu putri), Kadek Novyantary Danurizki (kumite -30 kg), R. Akbar Mahaputra (kumite -35 kg), A.A. Alit Putra Darma Yoga (kumite -40 kg), Nyoman Agus Angga Kusuma (kumite +40 kg), serta Trista Indah Wijaya (kumite kumite -25 kg). Medali emas lainnya direbut Made Yoga Aditya Putra (Dentim/kata perorangan putra), Indaka Maulika (Densel/kata perorangan putri), Krisna Putra Madya Jala (Densel/kumite -30 kg), Ni Puti Novi Arianti (Denut/ kumite 30 kg). (022)
Bali Post/ant
EMPAT PERTANDINGAN - Pesepak bola PSM Makassar Ferdinand Sinaga (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Celebest FC Moh. Zulkarnain (kiri), saat bertanding pada pertandingan persahabatan di Stadion Mattoanging Gelora Andi Mattalatta Makassar, Sulawesi Selatan. Komisi Displin, Sabtu (29/4) menjatuhkan sanksi larangan bermain empat pertandingan pada Ferdinand Sinaga.
Ferdinand Sinaga Dilarang Bermain Empat Pertandingan
Jakarta (Bali Post) -
Komisi Disiplin (Komdis) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) memberikan sanksi kepada pemain PSM Makassar Ferdinand Sinaga dan empat klub di Liga satu hingga Liga Nusantara atas tindakan-tindakan yang melanggar aturan. Berdasarkan keterangan resmi PSSI, Sabtu (29/4) hukuman itu dijatuhkan berdasarkan hasil sidang Komdis yang digelar di Kantor PSSI, Jumat, dipimpin oleh Ketua
Komdis Asep Edwin. Ferdinand Sinaga disanksi larangan bertanding di empat pertandingan dan denda Rp 10 juta (putusan sela) karena dianggap memukul pemain
Persela Ivan Calos. Sementara klub Go-Jek Traveloka Liga 1, Persib Bandung didenda Rp 20 juta karena penggemarnya menyalakan suar atau flare dalam laga kontra Arema
FC pada pembukaan liga. Juga dengan alasan flare, Persebaya Surabaya dihukum denda Rp 20 juta. Kemudian ada pula denda untuk dua tim Liga 2, PSS Sleman Rp 10 juta dan Persip Pekalongan Rp 10 juta, terkait kasus pelemparan botol-bom asap. Selanjutnya, Komisi Disiplin PSSI juga memanggil pihak Persegres Gresik United,
manajer Semen Padang dan pengawas pertandingan untuk datang pada hari Kamis (4/5) mendatang, pukul 16.00 WIB. Diduga hal itu terkait dengan penyerangan bus pemain Semen Padang usai melawan Persegres beberapa waktu lalu, yang membuat salah satu pemain Semen Padang Riko Simanjuntak terluka. (ant)
Sore Ini, PS Badung Dijamu Persekam Bali Post/wan
FINAL - Dua pesilat bertarung di babak final tingkat SMA dalam Pekan Olah Raga Seni dan Pelajar (Porsenijar) Kota Denpasar 2017 yang berlangsung di GOR Lila Bhuwana, Sabtu (29/4) kemarin.
Lisa dan Andini Perenang Terbaik
Denpasar (Bali Post)Perenang Bali Andini Carrisa Putri (KU III) dan Ni Putu Pande Lisa Primasari (KU IV), dinobatkan menjadi atlet terbaik pada Kejurnas Renang 2017, di Kolam Renang Jakabaring Aquatic Stadium Palembang, Sumsel, 21-24 April lalu. Andini dan Lisa berhak membawa pulang masing-masing Rp 2 juta. ‘’Uang hadiah sudah saya tabung,’’ jelas Lisa di Denpasar, Sabtu (29/4) kemarin. Lisa menyabet tiga emas, satu perak dan tiga perunggu. Ketiga emas dia sumbangkan di nomor 100 meter gaya dada, 200 meter gaya ganti dan 100 meter gaya bebas. Saat ini Lisa juga sedang getol berlatih ditangani Putu Takahide Valentino, Ketut Suastika dan Abdi Hermawan, sebagai persiapan guna terjun di ajang Nirmala Cup. ‘’Saya kan terjun pada tujuh nomor pada event tersebut,” kata perenang kelahiran Denpasar, 28 Aprl 2007 ini. Selain itu, siswi kelas IV SD Home Schooling Primagama Denpasar ini juga bakal berlaga pada hajatan multievent Porprov Bali XIII di Gianyar, September mendatang. Meskipun usianya masih belia dan bisa jadi perenang termuda di Porprov, Lisa tak mematok target muluk-muluk. Ia bakal mengusung bendera Klungkung. ‘’Setiap saya ikut lomba, apalagi di Porprov pasti meladeni perenang senior. Untuk itu, saya hanya bertekad mempertajam catatan waktu terbaik saya (personal best time). (022)
Malang (Bali Post) PS Badung bertambah kekuatannya pascabergabungnya dua pemain anyar, yakni Gazali Hamzah dan Wahyu Permana. Tim Keris tetap ingin mencuri poin di kandang lawan saat dijamu tuan rumah Persekam Metro FC (PMFC) Malang pada babak penyisihan grup VII, Liga 2 di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu (30/4) ini. Gazali menempati posisi playmaker, sedangkan Wahyu Permana posisi stopper. “Kedua pemain itu menjadi modal tambahan kekuatan kami guna meraup poin dalam melakoni laga di luar kandang,” ujar pela-
tih kepala PS Badung Syahrial Effendy yang dikontak, Sabtu (29/4) kemarin. Menurut mantan pelatih PON Sumut ini, pihaknya tetap berupaya merebut poin meskipun tampil di luar kandang. Syahrial mengaku buta peta kekuatan lawan, namun PMFC dinilai memiliki performa yang mirip dengan karakter tim-tim Malang lainnya dan cirinya bermain ngotot. ‘’Saya kira duel bakal seru, sebab kami dan tim tuan rumah sama-sama ngotot memburu angka,’’ sebut Syahrial. Dia pun sudah memberikan taktik dan strategi
kepada asuhannya. Mudah-mudahan mereka bisa menerjemahkan instruksi pelatih di lapangan hijau,’’ terang Syahrial. Dalam laga kontra PMFC, Syahrial menerapkan komposisi Tim Keris sama ketika melawan PS Sumbawa Barat lalu, yakni 4-2-3-1. Akan tetapi, formasi tersebut bisa berkembang menjadi 4-3-2-1 di lapangan, sebab pemain juga harus paham lawan menggunakan pola apa. Ditanya soal skuad yang diturunkan pada starter, Syahrial masih melihat perkembangan asuhannya sampai dengan, Minggu (30/4) pagi ini. (022/r)
Ketua PB Perbasasi Ditentukan pada Munas di Bali
Perolehan Medali Akhir Kejurnas Renang 2017 No. Kontingen Emas Perak Perunggu 1. Jatim 52 40 32 2. Jabar 37 48 25 3. DKI 29 31 52 4. Bali 25 26 26 5. Jateng 16 16 13 6. Riau 16 3 6
Ganda campuran Indonesia Praveen Jordan (kiri) dan Debby Susanto.
BPM/net
Indonesia Tak Penuhi Target
BPM/ist
TERBAIK — Ni Putu Pande Lisa Primasari dinobatkan menjadi atlet terbaik pada Kejurnas Renang 2017, di Kolam Renang Jakabaring Aquatic Stadium, Palembang, Sumsel, 21-24 April lalu.
BPM/ist
TANDANG KEDUA - PS Badung bakal melakoni laga tandang kedua, saat dijamu Persekam Malang dalam kompetisi Liga 2, Grup VII di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (30/4) sore ini.
Wuhan Penampilan tim Indonesia di ajang “Kejuaraan Bulutangkis Asia 2017” memang belum sesuai harapan, setelah tak satu pun wakilnya tampil di babak semifinal, Sabtu (29/4). Sektor ganda campuran dan ganda putra yang menjadi andalan juga tak berhasil memenuhi target. Pada kejuaraan yang berlangsung di Wuhan, Tiongkok, 25-30 April 2017 ini, Indonesia memang tak menurunkan pemain-pemain terbaik, seperti Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Pasangan ganda putri Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani dan Jonatan Christie pun batal tampil. Di sektor tunggal putri, tiga wakil Indonesia belum berhasil melewati putaran pertama. Hanna Ramadini dan Dinar Dyah Ayustine harus bertemu pemain unggulan di babak awal. Hanna dikalahkan Sung Ji Hyun (Korea) dengan skor 5-21, 9-21. Sementara Dinar harus mengakui keunggulan P.V
Sindhu, unggulan keempat dari India dengan skor 8-21,18-21. Fitriani yang sebetulnya punya kesempatan lebih besar untuk melaju ke babak kedua, juga belum berhasil. Fitri dikalahkan Vu Thi Trang (Vietnam) dengan skor 13-21, 8-21. “Saya kurang puas dengan hasil yang diraih tim tunggal putri di kejuaraan ini. Semua tidak bisa mengeluarkan permainan mereka. Hanna tidak bisa keluar dari tekanan dan dikontrol terus oleh lawan. Dia juga ada cedera siku tangan dan perlu istirahat untuk menyembuhkan cederanya,” kata Minarti Timur, Asisten Pelatih Tunggal Putri PBSI. “Fitri tidak bisa keluar mainnya, banyak ragu-ragu sehingga ini berpengaruh pada akurasi bola. Sedangkan Dinar tak bisa mengimbangi kecepatan lawannya. Saat ia mau main cepat di game pertama, di game kedua baru berani main reli balik serang,” jelas Minarti. Sementara itu, di tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting terhenti di babak
pertama dari Takuma Ueda (Jepang) dengan skor 13-21, 21-10, 17-21. Ihsan Maulana Mustofa dikalahkan Chou Tien Chen (Taiwan) dengan skor 16-21, 21-17, 13-21. Faktor non-teknis disebutkan Asisten Pelatih Tunggal Putra PBSI, Irwansyah sebagai penyebab utama anak-anak didiknya tampil kurang maksimal. “Di saat-saat kritis masih kurang sabar. Misalnya, Anthony yang sudah unggul jauh seharusnya bisa menang. Strategi sudah bagus, tetapi di akhir banyak membuat kesalahan sendiri,” tutur Irwansyah yang dijumpai di Wuhan Sports Center Gymnasium. “Mereka juga belum yakin bahwa mereka bisa, mikirnya lawan lebih kuat dan lebih tahan. Padahal mereka tidak kalah kuat. Memang walaupun Ihsan dan Anthony pengalamannya sudah lumayan banyak di level super series, tetapi permainannya masih belum matang, masih banyak yang harus diperbaiki,” jelas Irwansyah kepada Badmintonindonesia.org. (kmb39/net)
Jakarta (Bali Post) Ketua Pengurus Besar Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (PB Perbasasi) periode 2017 sampai dengan 2021 ditentukan pada musyawarah nasional (munas) di Bali, 5 hingga 6 Mei. “Hingga saat ini persiapan munas on the track. Persiapan mulai penjaringan calon juga sudah dilakukan, tinggal tunggu pelaksanaannya saja,” kata Ketua PB Perbasasi Syahrir Nawir, Sabtu (29/4). Sebelum pelaksanaan munas dengan agenda utama pemilihan ketua baru, kata dia pihaknya terlebih dahulu akan memberikan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) selama memimpin PB Perbasasi. Laporan ini merupakan hal yang harus dilakukan sebagai ketua umum. “LPJ itu akan diterima atau tidak, tergantung pada keputusan anggota dalam hal ini pengurus provinsi (pengprov). Yang jelas kami akan menyampaikannya pada munas nanti. Kami menegaskan, bahwa munas di Bali adalah sah,” kata pria yang saat ini menjabat sebagai anggota Komite Eksekutif KOI itu. Informasi yang didapat di lapangan, salinan LPJ seharusnya sudah diterima oleh pengprov 30 hari sebelum pelaksanaan munas. Hal ini dilakukan agar anggota bisa mempelajari LPJ yang bakal disampaikan oleh ketua sebelumnya yang saat ini memasuki purnatugas. Dinamika yang terjadi sebelum munas ini, juga dikomentari oleh salah satu calon ketua bernama Andhika Monoarfa. Pria yang juga seorang pemain hingga pernah menjadi manajer timnas ini mengaku pihaknya cukup khawatir dengan mekanisme pemilihan. “Kami khawatir munas nanti dikatakan ilegal. Makanya kami terus berusaha mencari penjelasan. Untuk masalah ini, keputusan memang berada di PB Perbasasi kepengurusan saat ini,” katanya di sela pelaksanaan Golden Award SIWO PWI di Hotel Peninsula, Jakarta, Jumat (28/4) malam. Meski demikian, Andhika mengaku tetap dalam keputusannya untuk bersaing menjadi Ketua Umum PB Perbasasi periode 2017 s.d. 2021. Apalagi dirinya mengaku sudah banyak mendapatkan dukungan dari pemilik suara. “Minimal dukungan adalah lima. Untuk dukungan yang saya terima sudah lebih dari syarat yang ditetapkan. Dengan dukungan yang ada, saya optimistis PB Perbasasi yang baru nanti akan beda,” katanya. Andhika Monoarfa pada Munas PB Perbasasi, di Bali nanti memang harus bekerja keras untuk mendapatkan dukungan dari 23 pemilik surat resmi, karena harus bersaing dengan calon lain yang sudah memastikan diri maju dalam bursa, yaitu Ratna Yulita. Ketua Dewan Pembina Pengprov Perbasasi Sumatera Selatan itu, bahkan mengklaim sudah mendapatkan dukungan dari 17 pemilik suara. Dengan sama-sama mengklaim mendapatkan dukungan, Munas PB Perbasasi di Bali bakal berlangsung ketat. (ant)
LAGA
12
Minggu Kliwon, 30 April 2017
GP Rusia, Ferrari Sapu Bersih Sochi – Ferrari akan menempatkan dua pebalapnya di baris terdepan GP Rusia. Sebastian Vettel meraih pole position disusul Kimi Raikkonen. Pada sesi kualifikasi yang dihelat di sirkuit Sochi Autodorm, Sabtu (29/4) kemarin. Raikkonen patut menyesali kesalahan yang dibuatnya di akhir Q3, sehingga dia gagal meraih pole. Bagi Ferrari, start 1-2 ini adalah kali pertama sejak GP Prancis di 2008.
BPM/rtr
Sebastian Vettel
”Playoff” NBA
Celtics Singkirkan Bulls Chicago – Kebangkitan Boston Celtics disempurnakan dengan kelolosannya ke Semifinal Wilayah Timur usai memenangi gim keenam kontra
Chicago Bulls. Pada gim keempat yang dihelat di markas Bulls, United Center, Sabtu (29/4) kemarin Celtics sudah dominan sedari kuarter pertama dengan unggul 30-23.
Menutup paruh pertama laga ini, Celtics bahkan unggul 13 poin yakni 54-41. Bulls pun tak sanggup memanfaatkan momentum di kuarter ketiga untuk bangkit dan malah
BPM/rtr
DUNK - Pemain Boston Celtics Gerald Green melakukan dunk saat berhadapan dengan Chicago Bulls.
makin tenggelam. Celtics yang bikin 34 poin di kuarter ketiga, bahkan unggul 29 poin atas Bulls memasuki kuarter keempat. Bull baru bisa memberi perlawanan di kuarter keempat sebelum akhirnya kalah 83-105. Sempat tertinggal dua gim awal, Celtics berbalik lolos dengan kemenangan 4-2 dan sudah ditunggu Washington Wizards di semifinal Wilayah Timur. Tampil sebagai pemain terbaik adalah Avery Bradley yang bikin 23 poin, lima rebound, dan tiga assist. Dia ditopang Gerald Green dengan 16 poin, lalu Al Horford dan Isaiah Thomas dengan 12 poin. “Saya tahu bahwa pertandingan ini akan menjadi sangat berat. Namun saya mengetahui pikiran teman-teman bahwa kami harus menang dan kami berhasil tampil beda sehingga bisa menang,” ujar Bradley. Di kubu Bulls, Jimmy Butler menorehkan 23 poin dan tujuh poin. Namun performa buruk rekan-rekannya membuat Butler tak kuasa mengadang laju Celtics. Juga melaju ke semifinal adalah Wizards yang menghentikan Atlanta Hawks dengan 115-99 di gim keenam untuk lolos dengan keunggulan agregat 4-2. Lanjut ke gim ketujuh adalah Los Angeles Clippers kontra Utah Jazz setelah Clippers menang 98-93 di gim keenam. (kmb33/rtr)
Sharapova Belum Terbendung Stuttgart – Maria Sharapova melaju ke semifinal turnamen Porsche Tennis Grand Prix 2017. Di perempatfinal, petenis Rusia mengalahkan Annet Kontaveit 6-3, 6-4. Bertanding di Porsche Arena, Sabtu(29/4) kemarin
Sharapova butuh waktu satu jam 23 menit menyingkirkan Kontaveit asal Estonia. “Saya sangat menikmatinya. Saya merasa sejak masuk lapangan bisa memenangkannya,” ujar Sharapova usai pertandingan di situs resmi WTA. Seba-
Maria Sharapova
BPM/rtr
liknya, Kontescit yang berada di tengah karier terbaik harus terhenti. Ia telah mencapai final WTA perdananya di “Ladies Open Biel Bienne”. Ia mencapai hasil maksimal dengan lolos dari kualifikasi di Stuttgart ini. Bahkan ia mengklaim kemenangan pertamanya atas 10 Top Dunia ketika menumbangkan juara grand slam Perancis Terbuka Roland Garros, Garbiñe Muguruza (Spanyol) untuk menantang Sharapova di perempat final. Tapi ia kandas di tangan Sharapova. Di semifinal, Sharapova akan menghadapi Kristina Mladenovic. Petenis asal Prancis itu menyingkirkan Carla Suarez Navarro 6-3, 6-2. “Keduanya memiliki hasil bagus, di lapangan tanah liat saya belum bermain cukup lama, tapi dari
sudut pandang peluang sangat bagus bagi kami untuk membuat pertandingan besar. Tidak masalah siapa saya bermain. Saya akan melihat kesempatan itu dan mudah-mudahan mengantarkannya, tidak peduli siapa yang berada di seberang jaring. Saya ingin mendapatkan pertandingan yang berbeda, memainkan berbagai jenis pemain,” jelas Sharapova. Capaian ini membuat Sharapova semakin berpeluang tampil di Grand Slam Prancis Terbuka. Andai bisa melenggang ke final, tempat di babak kualifikasi sudah dia amankan. Porsche Tennis Grand Prix 2017 yang memperebutkan hadiah 710 ribu dollar, adalah turnamen pertama Sharapova pascadisanksi larangan bermain selama 15 bulan. (kmb33/rtr)
Sementara di posisi ketiga ada Bottas yang punya waktu 1 menit 33,289 detik. Hamilton harus puas start dari posisi keempat pada balapan besok dengan waktu 1 menit 33,767 detik. Melengkapi urutan lima besar ada Daniel Ricciardo. Sebelumnya para pembalap tim Kuda Jingkrak tersebut memang telah merajaai sesi latihan bebas. Di sesi latihan bebas terakhir, Vettel yang jadi pebalap tercepat dengan catatan waktu 1 menit 34,001 detik, unggul 0,337 detik atas Raikkonen di posisi kedua setelah melahap 17 lap. Vettel juga jadi pebalap tercepat di sesi kedua dan Ferrari pun sapu bersih free practice, setelah Raikkonen menguasai sesi pertama. Bottas ada di posisi ketiga dengan waktu 1 menit 34,364 detik yang disusul Hamilton di posisi keempat dengan 1 menit 34,542 detik. Melengkapi posisi lima besar adalah Max Verstappen. Berurutan dari posisi keenam hingga kesepuluh ada Felipe Massa, Nico Hulkenberg, Daniel Ricciardo, Carlos Sainz dan Kevin Magnussen. Vettel sempat menuduh Mercedes memilih mengalah di sesi awal dan baru akan mengeluarkan kekuatan yang sebenarnya pada Sabtu (29/4) kemarin. Mendapat tuduhan tidak sedap dari tim rival, Mercedes tampak kebakaran jenggot. Lewis Hamilton langsung membantah klaim
Sebastian Vettel yang menyebut Mercedes sengaja melambat pada sesi latihan hari Jumat. “Kami tidak pernah sengaja melambatkan laju. Tidak ada untungnya dan tidak akan pernah ada untungnya,” kata Hamilton. “Malah saya berpikir Ferrari yang kerap melakukan trik seperti itu, tapi untuk kami itu tidak ada untungnya. Kami berusaha mencari keseimbangan yang optimal dan kami memang cukup kesulitan. Saya heran bagaimana ia bisa mengeluarkan klaim seperti itu. Mungkin Sebastian sengaja mengalihkan perhatian ke kami. Sebenarnya mereka yang memang tampil sangat kencang,” ujar Hamilton balik menuduh Ferrari. Sementara bos tim Mercedes Toto Wolff, menyatakan bahwa laju Ferrari terbukti lebih solid karena mobil SF70H bisa bekerja dengan baik dalam segala kondisi. Hamilton pun setuju dengan perkataan Wolff. Ia juga mengakui bahwa timnya masih harus bekerja keras untuk mengatasi masalah manajemen ban. “Jika boleh jujur, ini bukan sesi latihan hari Jumat yang bagus untuk kami. Hari ini cukup sulit. Ban-ban yang kami pakai benar-benar rumit untuk dimengerti, jadi sangat sulit untuk menjaga performa optimal,” beber Hamilton. “Terkadang kami berada di luar performa optimal, sementara Ferrari masih bisa menjaga performa ban
mereka. Jika kami bisa lebih baik dalam pengelolaan ban, saya pikir kami akan bisa mendekati laju mereka,” tutup tiga kali juara dunia F1 itu. Kaos Kaki Sebastian Vettel menegaskan akan mulai menggunakan kaus kaki balap menjelang balapan Grand Prix (GP) Rusia pada akhir pekan ini. Pembalap berusia 29 tahun tersebut berencana meninggalkan sepatu bot tradisional yang kerap digunakannya. Vettel bermaksud untuk menggunakan kaus kaki khusus yang didesain oleh produsen olahraga Puma. Mereka sengaja mengembangkan secara khusus satu potong kaus kaki tanpa tali di Australia. Hal tersebut tentunya mendapatkan persetujuan dari Federasi Automotif Internasional (FIA). “Kami telah menciptakan kaus kaki seberat 135 gram. Proyek ini bertujuan untuk mengurangi berat sepatu balap menuju kadar paling minimum,” ungkap juru bicara Puma. “Ini adalah sepatu olahraga pertama yang menggunakan benang tahan api untuk acara balap. Umpan balik dari pengemudi adalah bagian yang paling penting, karena kami ingin memberikan apa yang dia inginkan. Kami telah berhasil dalam hal itu,” tambahnya. Patut dinantikan bagaimana pengaruh kaos kaki baru ini terhadap performa sang pembalap nantinya. (kmb33/rtr)
Sastra
Redité Kliwon, 30 April 2017
I Kaki Dengkil
Sang Wijayasastra 4 SAMPUN sué orti indik bukité gembih ring Pancasari nénten piragina malih antuk I Kaki Dengkil. Daweg masan sabehé lintang, iur guminé midartayang indik gembih bukité ngurugin marginé tur gentuhé makta nyanyad nguub marginé punika kapiragiang kantos ka dura negara. Punika awanan turisé makéh sané urung rauh ka Bali. Napi ngawinang asapunika? I Kaki Dengkil mingmang. “Suba ja ér bhaya nepén Gumi Baliné, apa lakar aliha mai? Mabalih kécak tusing lakar nyidayang. Malali ka Kintamani masé tusing nyidayang. Apa buin majemuh utawi ngalangi di Kuta sinah masé tusing nyidayang. Da nyen maselselan turisé tusing ngenah cunguhné lakar adepin tapel, togog, utawi baju. Ipidan tusing ada turis masé ja nyidayang madaar. Né mara kudang dina tusing ada turis suba aéng selselané!” Asapunika I Kaki Dengkil nuturin pisagané sané makarya dados dagang acung ring Kuta. “Kudiang laut... kamula kéto jani dapet. Bakat enyak ipidan ngadep cariké anggon ngabénang I Bapa. Pamuputné jani tusing ada garap. Nukangin tusing bisa, ngukir apa buin. Ngwarung tusing ngelah tongos luung. Madagang di séngol, apa lakar adep? Tuah ento pagaéné bisaang. Apa buin pepes belinina tekén turisé ulian padalema. Oraang dogén madagang ulian tusing nyidayang mayahin éspepe, padaleme suba. Apa ento dosa Kaki? Koné tuah dadua ané dadi nguluk-uluk, dagang tur anak cerik. Kéto ja Kaki ngorahin ipidan? Inget?” I Sudak masaur asapunika nampén baos I Kaki Dengkilé. I Kaki Dengkil mangkin mingmang ngamanahang parindikané punika. Sampun kantos kadi punika kawéntenan wargi Tepisiringé sané mangkin. Sayan sué, sayan ngakéhang nénten malih madrué tegal-carik. Pakaryané sampun nénten karuan-karuan. Napi malih sané kamula belog, nénten midep ngudiang, sinah méweh pisan rereh-rerehané. Numbas beras tengan kilo nénten prasida antuka. Pungkuran piragina, sampun nyansan ngakéhang nénten madrué umah. Karang paumahané adola santukan sampun nyansan ngakéhang ajaka irika. Sampun limang kuren magenah ring karang paumahané marasa sampun cupek. Nénten wénten margi lianan malih, jeg adol. Sané titiban, numbas BTN. Sané belogan, telasanga anggéna maliang-liang. Matajén, numbas montor, tur sané siosan. Sampun telas jinahé, wawu mingmang. Dija jagi magenah? Wantah wénten pisagané olas, icéna ngontrak genahné sané embang. Ngontrak? Dados nénten nyelang? Sakadi mangkiné, nénten wénten selang-selangan. Mangkin sampun nyansan ngwengiang. I Kaki Dengkil buut mamanah. Ngamanahang parindikan kawéntenan wargi Tepisiringé sané nénten payu wantah turisé nénten rauh. Masruet anrawang pangélingané, éling dawegé alit maplayan sabeh. Mangkin nénten wénten malih alit-alité girang wantah sabehé tedun. Nénten wénten malih truna-trunané girang wantah sabehé tedun jagi mamancing kaipi ring tukadé. Nénten wénten sané girang ka bangket mecikang empelan wantah sabehé tedun. “Ujané jani dadi wancana? Dadi ér bhaya? Ngudiang Bhatara Wisnu tedun dadi bancana? Sekat janiné makejang nungkalik? Suba gantiné jani guminé nungkalik? Suba lakar pralaya? Koné kéto baos Lontar Roga Sangara Bhuminé. Lamun suba makejang nungkalik, teked ditu guminé madan kenjekan kali sanghara! Ané tusing patut patutanga. Makejang ngaku agung, makejang ngaku suci. Makejang nagih dadi pangageng jagat, makejang nagih maprucut. Saja makejang mudah idepan nagih sunggi! Saling pategehin! Pamuputné mara tusing ada turis makejang ngaku sayah! Dong nah té... Turisé dadi bhatara jani... Bhatara Wisnu tedun selselina orahanga bancana. Turisé teka tusing lénan ngaba merta. Lamun kéto turisé jani dadi bhatara? Lamun kéto, lan jani ngaé palinggih Ida Bhatara Turis!” I Kaki Dengkil ngupet-upet padéwékan ring kubonné réot magalar tiing bubuken. Sayan wengi, sayan jenget I Kaki Dengkil mamanah. Baos I Sudaké kantun manahanga. Sapunapi jagaté kamula sampun nyupek-nyupekang, kantos asapuniki kawéntenan Jagat Tepisiringé mangkin? Ring dija malih ngruruh Sang Angawarat sané yukti maraga Sang Wijayasastra? Sané prasida nuntun warginé mangda kedikan mamanah mingmang? Wantah banggéang warginé sakadi puniki, jagi rug jagaté ring kawekasan. Masarengan ring suarané I Cerukcuk pacukcakcik, I Kaki Dengkil raris ngadébras bangun saharsa magemelan. Waton galaré pukpukina sambilanga ngrémon. “Saja pesan tatengeré, ngudiang jlema mingmang ngramang grungang gringung palih dadi Sang Angawarat? Dija Sang Wijayasastra nengsil mengkeb? Nyén pelih? Iraga makejang masé mingmang! Kadénang kamula ia Sang Wijayasastra, pamuputné tuah musang berbulu domba!” Sira minab simbingina antuk I Kaki Dengkil wenginé puniki. Sambilanga mamargi jagi munpunin toya anget ka paon, I Kaki Dengkil malih ngrémon. “Apa saja jani suba seken kali sangharané nibén jagaté? Kanti sukeh pesan ngruruh Sang Wijayasastra anggon sasuluh apang nyak guminé trepti? Yén selehin calon gubernuré, rasané sukeh ada ané maparagaan Sang Wijayasastra. Lamun kéto, jani makejang ajaka ya malajah dadi Sang Wijayasastra. Kenehé soang malu anggon sikut, da bareng-bareng mingmang!” Sambilanga nyeduh wédang, asapunika I Kaki Dengkil nyineb manahné sané mingmang. (Jelantik)
Kosekan di Tongosé Linggah Kukuh Sugianto TONGOSÉ dini malénan pesan ajak Gumi Baliné. Dini linggah, nanging tiang ngrasaang cupit. Tolih kaja carik linggah, tolih kelod punyan padiné lumlum gadang, tolih kangin entikan padiné kuning emas, matolihan kauh krama taniné sedeng manyi. Kija ja matolihan carik lonto tepukin. Sujatiné papineh tiangé cupit, kosekan di tongosé linggah. Di Bali tiang biasa nglincak, nguberin liang. Sabilang peteng ka kapé. Dikénkéné guék-guék di tongos karaoké. Ngelah sepelan bedik, pipisé dadi inceh di kapé, anggon tips di tongosé mamunyah lan magendingan. Dija tiang maan pipis? Ulian ngidih tekén rerama. Dija reraman tiangé maan pipis? Ulian seleg magarapan di cariké. Jani carik tiangé suba telah. Ulian adepa tekén reraman tiangé. Ngudiang adepa, krana ngetohang pianakné. Tiang usak. Ulian demen malali ka kapé, ulian nglonggong tetabuhan di tongos karaoké, tiang ngrebéda cara Bhuta Kala. Tusing bisa milihin mamahan. Suud nglonggong lau, arak, jani nyedot sabu-sabu. Dija tiang maan pipis anggon meli mamahan Bhuta Kala ento? Ulian mamaksa rerama ngadep tanah warisané. Disubané tanah cariké telah kaadep, tiang
mara enteg. Papinehé enteg ulian juk polisi, nyingkrung di bui. Dugas ada razia montor, polisiné ngrérénang makejang ané ngliwat di jalané. Lénan nuréksain surat-surat, polisiné masé nyelehin aban-aban anaké ngaba montor. Polisiné nepukin serbuk putih mabungkus plastik klip di betén sadel montoré. Tiang ajaka ka kantor polisi. Cucud polisiné nakonin. Tiang nyautin ngacuh. Aget saja aget, tiang mabui duang wai, sisané nyalanin réhabilitasi. Masiksa sajan dugasé ento, setata makita mati ngantung raga. Sing marasa ngantep-ngantepang sirahé ka témboké. Disubané seger, enteg bayuné, tiang malajah masalin tingkah. Ulian elek tekén rerama, ulian jejeh rerama mati nyakitang ati, tiang nugtug mémé bapa transmigrasi ka Sulawesi. Yadiastun kenehé masantulan, kal gedénang bayuné milu. Yén tusing milu, nyén lakar ngrunguang reraman tiangé di gumin anaké. Mirib reraman tiangé dot ngengsapang pait idupné di Bali ané mula tuara. Dot nyalinang nasibné apang tusing setata kaucap tiwas. Mirib masé dot ngengsapang sakit atiné ngelah sentana ané setata ngaénang kulawargané cemer. Tiang juk polisi ulian narkoba, adin tiangé
13
ané luh sing tamat SMA. Malunan beling bandingang maan ijazah. Sujatiné apa ané makada reraman tiangé tiwas? Ulian solah sentanané. Tiang usak, sing seleg magaé, maimbuh kecanduan narkoba. Ento makada i bapa sawai ngeling ri kala tiang mamaksa ngidih pipis. Yén sing baanga, tiang ngamuk. Magenepan bakat pantigang. Mirib karangsukang kala krana enu sisan-sisan mamahan léaké neket di otaké. Taén reraman tiangé makadadua bakat jagurin. Ulian tiang sesai ngamuk, sakebedik carikné maadep. Pipisné makejang tiang nelahang, mémé bapan tiangé makenta sing ngajeng apa. Makejang suba liwatin. Jani tiang malajah nyalinin tingkah. Saja tutur leluhuré, selsel teka dorinan. Ané jani, di tongosé anyar, sawai tiang malengok padidian. Dugas mara neked, guminé enu srebi. Di sisin umah panggung matémbok kayu duman pemerintahé enu bet. Soang-soang kulawarga maan duman umah abungkul, linggah natahné a héktar. Tongos pules, paon dadi besik di balé panggungé. Umahé kaputin bun krana tondén ada anak nongosin. Suud jujukanga tekén pemerintahé tusing ada anak ngrisakin. Umah panggungé kiterin telaga, pangaptiné di masan ujan tusing kena blabur. Umahé suba misi listrik, kéwala sing ada tipi. Di teba ada telabah gedé, yéh telabahé ento salud anggon yéh inem. Di paon suba kasediaang gentong, anggon ngejang yéh telabahé. Guminé dini tusing cara di Bali, yadiastun linggah nanging sepi. Dinuju bayuné inguh, sing ada tongos malali. Pidan yén di Bali, kala bayuné inguh malali ka penggak sambilang nginem tuak lan arak. Jani tusing nyidaang kéto. Teka uling carik, ngojog pedeman. Onyang ajak kéto. Ngorta ajak pisaga lan braya kala mapapasan di cariké dogén. Petengné gumi karasa mati. Sing ada tipi pabalih. Sing ada tongos ngibur. Warung sing ada, apabuin kapé. Nyamané mablanja aminggu cepok kala dina Sukra. Kala ento nyama selat tukad teka ngaba dagangan. Tuah pekenan aminggu ento tongos malilacita. Makejang prai ka carik. Cerik kelih tua bajang, luh muani malali ka peken. Ditu mara nepukin nyama Bali lan nyama dura Bali ané paturu transmigrasi. Ditu tongos ngalih timpal lan hiburan. Kéwala sandang yatnain, bégalé masé masepuk cara buk. Taén jalér tiangé dérésa tekén bégalé aji silet, dompét tiangé plaibanga. Sebet kenehé krana jaleré uwék kena silet. Nanging sebeté masaih ajak kendel atiné, krana bégalé nyemak dompét puyung. Yadiastun dompété bengkang, isiné tuah gluwang koran. Pekenan suud, désané buin srebi. Idupé buin sepi. Sarasa ajak didian nengil di tengah alasé. Tuah matimpal munyin kedis Tuhu-tuhu. Dikénkéné tiang masliahan ka teba ningalin sebun kedis Manyar. Sing ada
kampil pragtanga baan mesiné. Ngelah carik lebihan tekén a héktar suba ada batiné. Sekaya manyi a héktar nyabuk anggon di paon, prabéa di carik, prabéa sekolah, muang ané lénan. Ngelah tanah lebian tekén a héktar suba nyidaang nabung. Di tongosé transmigrasi tondén ada koperasi lan bank, makejang ngejang pipis di jinengé, punduhanga ajak gabahé apang saru. Nyama Baliné makejang suba ngelah jineng apang umahé majeneng. Tongosé ma-transmigrasi kurung telabah linggah ento makada tusing ada kramané pesu ka kota lakar nabung. Tawanga pesu ngaba pipis liu lakar intipin bégal kala nyebrang tukad. Adanan ngejang pipis di jinengé lan tongos ané silib. Yén malila cita ka kota joh, numpang speedboat sawatara duang jam ngliwatin tukadé. Prabéané mael, séket tali. Ada masé agetné tongosé kurung tukad. Kapah nyama Baliné pesu. Pipis sekaya di cariké tileh, mablanja aminggu cepok kala dina Sukra. Yén di Bali ngelah pipis monto mirib pesu belog ajumné. Sabilang peteng ngecas baterai ka kapé, payu pipisé tampedang waitress. Tongos tiangé ma-transmigrasi ngancan kauratiang pemerintah. Jani suba ada puskesmas, tongos kramané nuréksain kesehatanné. Ada dokter umum, dokter gigi, lan bidan ané sayaga nulungin kramané. “Yan, Bapa ningeh orta pemerintahé lakar ngwangun sekolah. Sing ada keneh Wayané nugtugang kuliahé, nyén nawang nyidaang dadi guru?” Masrieng galang keneh tiangé ningehang patakoné i bapa. Pidan di Bali tiang maan kuliah keguruan, nanging tusing katugtugang krana énggalan maan pengaruh usak-usak di kota. Kena narkoba, juk polisi, nyalanang réhabilitasi, kuliahé marérén. Jani buin tundéna kuliah tekén i bapa, serasa liang kenehé. I bapa celang nepukin galang, pemerintahé nabdabang ngwangun sekolah SD, SMP, muang SMA di tongosé transmigrasi, sinah nyaratang tenaga lokal dadi guru. Mantas tamat kuliah, wewangunan sekolahé pragat, luungan nasibé tiang kaangkat dadi guru. “Yén Wayan nyak kuliah, kal angsehang. Kéwala solah Wayanné tusing dadi ngéndah di kota. Wayan ada bayu buin kuliah?” Tiang tusing nyidang nyautin. Yadiastun meled kuliah, ada masé rasa jejeh apabuin i bapa enu ngelah rasa sengsaya. Yén nyemak pagaén tani di tongos transmigrasi sinah tusing lakar maju. Yén imbuhin magaé dadi guru, derajat idupé pastika matingtingan di gumin anaké. Tiang enu matimbang-timbang. “Bapa dot ngelah panak dadi pegawai negeri. Dadi petani maji!”
-0-
Saking Langit Bali
Aswamédha Parwa
Paiketan Rwabhinéda Olih : I K. Satria, S.Ag SANÉ patut katelebin malih risampuné molihang kaweruhan sané mautama, utsahayang pisan mangda nénten malih madué karumaketan ring kahuripan sekala sané ngawinang malih kaliputin antuk kawéntenan panca indria. Kawéntenané punika mangda nénten malih keni panyungkan panca indria sané ngawinang malih kapetengan. Lianan punika, utsaha sané kanggén ngicalang panca indriané wantah makudang-kudang pikayunan, tapa miwah brata saha upacara sané kamargiang. Yéning rerehang imba, sang sané sampun puput tur molihang genah sané mautama mangda nénten malih nyujur genah sané andap saha sida ngawinang nemu sengkala. Jadmané sané nénten pageh tur nénten nuénang kaweruhan sané mautama wantah pacang meweh pisan molihang kautaman malih duaning pangliput panca indriané nyangsan mawisésa. Sang sané kabaosang mautama wantah pacang mamargi ring pamarginé sané patut. Imbayang ring marginé becik wantah sané becik prasida mamargi, ring marginé sané nénten becik wantah kabaosang sané nénten becik sané prasida mamargi, duaning kautaman keretané nénten malih prasida kabaosang yéning margi sané kalintangin nénten becik kawéntenané. Wiyakti nénten wénten kawigunannyané malih. Punika sané mawinan majeng ring jadmané sané sampun madué waranugrahan kaweruhan sané mautama wantah kapatutang ngamargiang kautaman saha setata nelebin kawéntenan jagaté antuk pamargin-pamargin yoga. Wantah antuk pamargi sakadi asapunika kawéntenannyané pacang nemu sané kabaosang utama. Duaning pamargi kahuripané wantah ngawinang jadmané setata pageh ring kawéntenan jagaté puniki, punika sangkaning pangibek panca indriané, kapertama karesepang kaluwihan daging jagaté, salanturnyané pacang katelebin antuk pamargi sané nénten patut saha ngwetuang kasor tur malih kapetengan sangkaing pangliput panca indriané. Yéning sampun nelebin sané kabaosang kautama, wantah pacang prasida nguningin kasujatian malarapan antuk yoga. Duaning sradhané punika pacang wénten tur tumbuh sangkaning kauningan ring sané kabaosang sujati, nénten wénten malih sané tiosan. Yéning imbayang sakadi anak sané mamargi ka samudrané nénten nganggén perahu, nanging wantah nganggén pangutsaha sarirannyané, tangan miwah cokor ri kala ngelangi, punika wantah pacang ngawinang biuta ring angga sarira. Sang sané kabaosang wicaksana wantah pacang nuju tengahing samudrané ngawigunayang sarana perahu miwah sajangkepnyané
hiburan apa, ento makada tiang sawai makeneh mulih ka Bali. Nanging yén ka Bali, bisa buin idupé usak. Bisa buin matimpal ajak saing sekaa nglonggong arak. Bisa buin nepukin timpalé ané sijumu manis ngemaang ngidih sabu, pamuputné ia morotin disubané tiang kecanduan. Gaé apa jemak di Bali? Yén beneh baan malaksana bisa melah idupé, pelih baan nindakang batisé bisa dadi pengedar narkoba, pamuputné penjara. Kal lawan-lawanin kenehé ané usak krana dot ngédéngang, muktiang tekén rerama, sentanané nyidaang ngaénang ipun bagia. Kal gedénang bayuné apang tusing pocol luas ka gumin anaké. Yadiastun karasayang nungkalik sawiréh kasujatiané krama uling milehan ngalih sekaya ka Bali. Jani iraga wong Bali madunungan ka gumin anaké ngalih pangupa jiwa. Gumi Baliné ngancan nyupitang, liu suba gelahang investor. Kéto masé nyama dura Baliné suba nyidaang meli tanah Baliné ulian seleg ngadep saté muang ngadol raga. “Icang transmigrasi ulian tanahé jani gelahang waitress. Ulian pelih laksanané ipidan, telah pipisé enjuhin waitress. Lélor nepukin muané madempul, kanti bakat etohin aji tanah. Pis telah, tresnané benyah!” Duang tiban tiang suba jenek di tongos transmigrasi. Tongosé ngancan nglinggahang krana alas bet suba kabalbal dadi carik. Ngebah kayu gedé tusing ngadokang bayu akas, nanging nganggon piranti besi gedé. Tanah alasé ané kabalbal kadadiang tegalan karét. Satus diri nyama Bali maan duman pada a héktar. Ri samping ento, nyama Bali, kéto masih bapan tiangé nyidaang nglinggahang tanahé ulian meli. Nyama dura Bali ané sing seleg magaé ngadep tanah duman pemerintahé. Tanahé kadep mudah-mudah. Pidan soang-soang kulawarga maan duman carik duang héktar. Jani liunan suba lebihan tekén ento ngelah tanah. Tanahé kadep mudah-mudah. Jemet sajan i bapa munduhang sekayané kanti nyidaang meli tanah. Panelah pipisé tusing cara di Bali. Yén di Bali pipisé telah anggon papeson. Ané tunaan ngelah bekel, kanti nyilih pipis di LPD anggon maperah. Magaé di tongos transmigrasi aluh, makejang nganggon téknologi. Bibit padiné ané suba malejit kecambah celepang ka mesiné, semprotang ka cariké. Upahné mudah, a héktar mayah tuah telung dasa tali rupiah. Bandingang prabéa nandur, a héktar mayah Rp 1.800.000. Mula padi nyambeh gedénan pikolihné bandingang nandur, tunaan bayuné anggon magarapan. Ri kala majukut lan nyemprot, entikan padiné kajekjek anggon jalan, ané lénan tileh rempet. Manyi énggal. Mesiné aba ka tengah cariké, uling ngarit nganti gabahé mawadih
sané ngawinang prasida pacang ngentasin samudrané punika antuk pamargi sané becik. Risampuné nuju genah sané katuju nglintangin samudra, perahuné punika wantah pacang kaicalang saha kalalaiang, duaning nénten malih wénten kawigunannyané. Sami wantah pacang ngawinang galang yéning prasida mamargi sakadi asapunika, duaning kasujatiané punika kapolihang yéning sampun prasida lascarya. Indiké puniki wantah sampun setata kasobyahang saha kadagingin conto-conto. Sang sané setata kaliput olih pikayunan nuénang sami punika, wantah pacang nénten lascarya ninggalin perahuné. Minab wantah pacang ngantosin saha nyaga kawéntenan perahuné sané becik punika, saha lali ring genah sané pacang katuju. Punika sané ngawinang sang sané setata rumaket ring padruéan, wantah pacang nguningin genah utawi padruéané punika kémanten, lali malajahin sané tiosan. Kadi asapunika taler yéning ngawigunayang kereta sané becik saha palinggihan sané tiosan sané kabaosang becik. Wiyakti pacang setata kagamel katekekang. Mawinan pacang nglaliang tetujon kahuripané puniki. Tios malih, yéning jagi mamargi paput pisan minehin indik tetujoné. Yéning jagi mamargi ring segarané, minab perahu punika sané patut kawigunayang. Yéning ring margi agung wantah kereta sané patut kawigunayang. Indiké punika ngawinang jadmané mangda nénten kukuh ring padéwékan, sané ngayunin wantah nganggén kereta utawi perahu sané patut, nanging punika wantah nganutin tetujon miwah genahnyané. Yéning setata kukuh ring asiki sarana sinah pacang ngwetuang biuta. Sami kawéntenannyané samar-samar karasayang olih panca indriané wantah sané kabaosang Pradhana. Pradhana wantah kawéntenan niskala sané panglimbaknyané ngawinang wénten sané kabaosang mahat. Salanturnyané nglimbak dados lelima sané kabaosang Panca Maha Bhuta. Panca Maha Bhuta punika raris wénten paiketannyané sareng Panca tan Matra. Sujatiné, sané niskala puniki sané ngawinang sami wénten ring jagaté, mawinan patut pisan pikayunin indiké punika. Yéning selehin kawéntenannyané, sané kabaosang niskala pacang setata mauwah, magentos dados sakadi sané wénten ring jagaté. Sami sampun nguningin indiké sané kabaosang mahautama, nguningin sekancan sané wénten duaning Ida sané ngawinang tur nguningin saha ngliput. Punika taler wantah kabaosang akedik yéning saihang indik kaagunganidané. (Masambung)
Mara Malajah Mara malajah makeneh apang nyak eneh nawang madan beneh mara malajah malaksana apang nawang sesana ané utama Mara Malajah Nutur (1) Mara malajah nutur apang nglantur dadi katur ka luhur Mara Malajah Nutur (2) mara malajah nutur apang nyak nyutra manut aksara nuut rasa katut ngitut. Mara Malajah Magending mara malajah magending mademung dang ding apang nyak nyutra apang nyéwaka salantur-lantur ngadungang tutur IBW Widiasa Keniten
Kruna
14
I Komang Raka Sumadi
Cerakén
Tan Surud Ngripta Tembang
Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.
puupu;du(m,
Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
Pupuh Durma 33.ewnÓ)nÀ¡lm/,
Wénten ulam, zliynéju*lnÀ¡d*,
nyalian jajung lan udang, pkÞimunßnmÓmin/, paklimun manamtamin, kh)ni\enÓoy,
kaheningan toya, hk;pkuenmermæê;, akah pakuné marémpyah, mulksinu\nÙiai, mula kasinungan Widhi, senmnit;, sané manitah, hurip&s(wp)rni. uriping sarwa perani. 34.somæunÀ¡sn/, Sampun usan, prputÉienmu\áhn/,
MINAB sampun akéhan saking sekét penyanyi pop Bali sané nembangang tembang sané karipta olih I Komang Raka Sumadi. Sinalih tunggilnyané, sakadi Widi Widiana pinaka penyanyi pop Bali sané sampun kaloktah pisan saking warsa 90-an. Aran Mang Raka – asapunika dané ketah kasambat majanten nénten akéh kauningin olih krama Bali, nanging lanang sané embas ring Denpasar, 21 Juli 1970 puniki wantah krama sané ngawinang Widi Widiana kaloktah pisan malarapan antuk tembang sané mamurda “Kasmaran”. Sangkaning Kasmaran kapanggih becik, sinah Mang Raka sayan akéh malih ngripta tembang minakadi sané mamurda “Dokar Tresna”, “Celeng Guling”, “Kupu-kupu Nakal” miwah sané siosan sané sampun ngawinang Widi Widiana dados penyanyi pop Bali papan atas tatkala punika. Yadiastun kawéntenan tembang pop Bali mangkin nénten malih sakadi dumun, Mang Raka tetep becik ngripta tembang. Kacunduk ring studio Raka Bali Record sané kaduénang, bapak sané madué pianak petang diri puniki nyatuayang sapunapi parikramanyané dumun ring industri musik pop Bali. “Tiang dadosné éling malih ring kahananan dumun. Kahanan sané nénten prasida kapasahang saking kawéntenan mangkin miwah sané jagi rauh. Sané pinih utama, setata mautsaha mangda becik-becik ngamargiang swadharma sané kadruénang. Napi malih patut kaélingang yéning manados pangripta tembang punika majanten nénten kasub utawi kaloktah ring pakraman sakadi penyanyi. Sakéwanten tiang marasa liang tur bagia duaning sampun polih rejeki dados pangripta tembang inucap,”
baosnyané kalem. Ngeninin indik pamargin pendidikan dané, risampuné wusan ngamolihang pendidikan dasar ring SD No. 2 Sumerta, Mang Raka nglanturang ka SMPN Sumerta sané mangkin sampun dados SMPN 8 Denpasar. Sangkaning mawit SD sampun seneng ring musik majanten wusan tamat saking SMPN Sumerta dané ngranjing ring Kokar, sekolah menengah seni negeri sané nampek sareng genahnyané ring wewidangan Jalan Ratna, Denpasar. Naenin dané meled ngrereh jurusan musik sakéwanten sangkaning durung wénten tatkala punika, sinah sané kaambil wantah jurusan Karawitan. Yadiastun ring sekolah dané ketah ngamargiang seni tabuh nanging ring luar sekolah dané geleng pisan nelebang musik antuk ketah malali ka studio rekaman taler nyoba ngripta tembang. Sering pisan tembangnyané katulak olih studio rekaman, nanging dané nénten makirig. Mang Raka tetep setata makarya tembang. Sangkaning teguh mautsaha mangda prasida dados pangripta tembang, pamuput kapanggih pamargi becik tatkala Mang Raka matemu sareng Jimmy Silaa, sinalih tunggil penata musik pop Bali sané sampun kaloktah pisan. Sangkaning Jimmy Silaa, tembang reriptan Mang Raka sané mamurda “Kasmaran” punika becik katembangang olih Widi Widiana tur ngamedalang kahanan anyar ring sajeroning musik pop Bali. Para pamiarsa tembang pop Bali taler sarat nguningayang tur miragiang sapunapi tembang sané nyinahang nuansa anyar ala Mandarin inucap. “Tatkala tembang tiangé katrima, katembangang miwah karekam tur kaédarang nyantos
kasenengin olih krama, tiang marasa bagia pisan tur engsap sampun ping kuda kadén tiang katulak olih studio rekaman antuk makudang-kudang kahanan,” baos dané makenyem. Yadiastun tatkala punika tembang reriptannyané kataur pasasur tali rupiah, Mang Raka sampun nyuksmayang pisan tur mapikayun yéning pamargi becik sampun kapanggih. Sangkaning tembang Kasmaran sayan booming ring pakraman sinah mapikolih becik ring padéwékan Mang Raka. Akéh sané mesen tembang asapunika taler penyanyi sané meled mangda kakaryanin tembang sané masaih sakadi tembangnyané Widi Widiana. Risampuné penyanyi inucap kaloktah, sinah ipun medal antuk cecihnannyané soang-soang. Duaning sampun kajantenang yéning ipun nénten prasida ngingsirang kawéntenan Widi Widiana sané sampun kasenengin pisan olih krama Baliné. Tatkala tembang pop Bali nénten malih booming sakadi ring warsa 90-an rauh ring 2000-an, Mang Raka ring selag-selagan galah nabdabang percetakannyané, dané kantun becik makarya tembang nanging mangkin akéhan makarya tembang anak-anak kémanten. Katakénin napi sampun waneh makarya tembang indik tresna, kurenan saking Ni Kadek Yunita Sari puniki maosang yéning amangkinan puniki sané ngaptiang mangda kakaryanang tembang akéhan wantah penyanyi anak-anak utamannyané saking Sanggar Musik Cressendo Sukawati. Dané taler ngrasayang wénten tantangan anyar duaning ngripta tembang alit-alit majanten patut kadasarin antuk manah miwah aransement musik sané nyinahang kahanan parikrama kahuripan alit-alit. (ast/was)
A.A.A. Indira Maharani
para putriné munggahan,
Nincapang Kawagedan
prlne\nimãlin/, para lanangé nimbalin,
SATIOS meled dados dokter nuut ajindané, Gung Indi – asapunika dané ketah kasambat meled pisan ngamiletin Pemilihan Putri Indonesia. Manut anak istri antuk aran panjang A.A.A. Indira Maharani, yowana istri sané ngamiletin seleksi miwah pacentokan inucap wantah putri-putri sané pinih becik saking soang-soang provinsi ring sawewengkon Indonesia. Gung Indi nyelehin, akéh pisan kabecikan utawi kalewihan sané patut kadruénang olih sang sané kajudi dados Putri Indonesia. Tios jegég parasnyané, taler mangda pradnyan miwah madué wawasan sané limbak. Satios punika taler mangda uning ring makudang-kudang parindikan minakadi widang ekonomi, politik, sosial miwah budaya. Putri Indonesia inucap taler pacang dados Duta Pariwisata sané patut nyinahang kapariwisataan Indonesia ring sajebag jagat utawi ring mancanégara.
t)dunÐpezÇorn/,
tedun ka pancoran, smãil*mg)egozékn/,
sambilang magegonjakan, hsuent2(m\ir&,
asuné taler mangiring, b)dkåin)emÓoy,
bedak nginem toya, e\ellÞy;hipunßijil/.
ngélél layah ipun mijil.
“Tiang ketah megadang kantos wengi nonton TV ri kala wénten acara Pemilihan Putri Indonesia ring nasional. Seneng pisan nyingakin, makasami jegeg tur pradnyan pisan,” baosnyané makenyem. Sakadi Pemilihan Putri Indonesia sané wawu puniki, yadiastun pamilet saking Bali durung mrasidayang dados sané pinih becik. Gung Indi sané katun meneng ring kelas II A SD Mahardika, Denpasar punika kauningin wantah anak alit sané multi talenta. Sios jegeg, dané taler waged ring widang modeling miwah matembang. Sampun akéh pisan piala miwah piagam penghargaan sané kapolihang. Gung Indi maosang, nyinahang bakat miwah minat ring widang seni wantah kanggén nincapang rasa percaya diri sinambi ngélingang sapunapi kawagedannyané ring widang inucap. Yéning nénten kapaurukin sinah nénten kauningin
Isin Gumi Dagang ring Pasar Kampung Tinggi Makaengan Makudang-kudang pedagang ring Pasar Kampung Tinggi, Buléléng ngangken nénten puas sareng genah madolan. Kabaosang, ukuran genah madolan lewih cupit yéning saihang daweg sadurung kabecikang utawi dirévitalisasi. Nabdabin indiké punika, pengelola pasar taler katunasin mangda mawali nglaksanayang penataan. Kawéntenan sakadi punika
taler molihang uratian saking Ketua komisi III DPRD Buléléng Ni Made Putri Nareni, mawianan nglantur ngamargiang sidak wawu puniki. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Buda, 26 April 2017 lintang. Komang Suparta,
Kerobokan Sapatutnyané, pantaraning pedagang miwah pengelola pasar masadu ajeng mabligbangan antuk tetujon ngrereh pamargi nepasin parindikan inucap. Mangda sami-sami becik, para pedagang taler mangda prasida madolan antuk rasa nyaman, nénten makosekkosekan. Satios punika, pedagang mangda nénten
Kruna Basa Bali
AKSARA BALI
1.
bang
1. b*,
1. merah
2.
campur
2.
cmæu(,
2. campur
3.
gadang
3.
gd*,
3. hijau
4.
ireng
4.
hiÏ*,
4. hitam
5.
kuning
5.
kun&,
5. kuning
6.
pelung
6.
p)lu*,
6. biru
7.
petak
7.
p)tk/,
7. putih
8.
poléng
8.
epoel*,
8. belang
9.
tangi
9.
t\i,
9. ungu
10. warna
Redité Kliwon, 30 April 2017
10. w(x,
Bahasa Indonésia
10. warna
malih madolan ring trotoar. Nang Béod, Pemaron Sadurung ngawit madolan ring pasar sané wawu kabecikang, pengelola pasar mangda ngwéntenang pabligbagan sareng para pedagang irika. Iriki mangda kasobyahang indik aturan-aturan sané patut kauningin miwah sané patut kalaksanayang. Putra, Pengastulan Yukti becik pisan, pengelola pasar mangda mawali ngwéntenang penataan indik genah madolan. Yéning genahnyané cupit pisan, kajejehin ngametuang kabrebehan napi malih nampek rainan ageng. Nuju rainan ageng sinah pacang ramia pisan sané matumbasan miwah sané madolan sarana upakara. Awan, Sambangan Mangda tan ngametuang parindikan sané abot saking para pedagang kapungkurnnyané, Pamerintah Daérah miwah DPRD patut tedun nyelehin miwah muputang parindikan sané kapanggihin. Jejehin titiang, para pedagang nénten kayun malih madolan ring wangunan anyar inucap. Utawi mawali malih madolan ring sisin margi sané prasida ngawinang macet. (ama)
kawagedan sané kadruénang. Aget makekalih reraman Gung Indi setata becik nyarengin, napi malih tatkala wénten lomba sinah reramandané sané gupuh. Utamannyané biang dané sané jagi ngrerehang sekancan parindikan indik lomba, nabdabang sekancan sané kaptiang taler ngatehin ka genah lomba. Gung Indi taler marasa bangga pisan ring pikayunan, santukan makekalih reramandané nénten naenin ngaptiang dané mangda prasida dados juara. Kantun kaélingang pisan, lomba wantah jalaran nyikut kawagedan padéwékan taler nyinahang sapunapi asil latihan. “Jayanti wiadin kasor sampun biasa, sakéwanten yéning prasida menang satmaka ngamolihang bonus,” baos oka pinih alit saking pasametonan sareng tetiga puniki. N y a r e n g ing pacentokan matembang ring PSR miwah FLS2N warsané mangkin, Gung Indi nyarengin seleksi. Ring tuuhdané sané kantun wimuda pisan, dané prasida dados juara dua FLS2N ring Kota Denpasar. Gung Indi setata kaélingang olih biangnyané ngeninin makudang-kudang parindikan sapunika taler indik Pemilihan Putri Indonesia. Napi
malih biangnyané naenin nyatuayang yéning Provinsi Bali naenin ngamedalang runner up Putri Indonesia sinalih tunggil mahasiswa saking Fakultas Kedokteran UNUD. Mirengang satua biangnyané punika, Gung Indi sayan sarat nuut parikrama inucap. Gung Indi meled dados dokter sané nénten wantah nambanin panyungkan, nanging taler ngawinang pasien marasa liang tur bagia. Sampun akéh dokter sané ngulengang parikrama magending taler dados model. Krama sané manados dokter majanten kaptiang pisan olih krama. Punika mawinan Gung Indi nénten sebet yéning kagenahang ring wewidangan doh duaning patut misadia kagenahang ring dija kémanten. Napi malih ring genah padésan sané majanten akéhan ngaptiang tenaga medis. “Manados krama sané kaptiang pisan ring pakraman majanaten kasuksmayang pisan. Sinalih tunggilnyané pinaka dokter sané ngamargiang s w a d harma ring pedalaman.,” baos Gung Indi. Akéh taler pecak Putri Indonesia sané maparikrama ring widang sosial. Gung Indi meled nuut parikrama inucap sané ngrauhin genah-genah ring padesan jagi mapitulung ring kramané. (ast/was)
Kasukertan Jagat Bali Mangda Ajeg Lestari SANÉ ngawinang Gumi Baliné polih jejuluk Pulau Surga Dunia saha kasenengin olih para wisatawané taler parajanané boya wenten tios sangkaning kasrian palemahannyané. Kasokong malih antuk seni budaya miwah parajana Baliné sané ngandap kasor utawi kuma warga. Sami punika kadasarin antuk agama Hindu sané pinaka dasar mapineh jadma Baliné. Nepek pisan ring tetuek miwah pamarginnyané minakadi panca yadnya sané kabaos ring kecap sastra agama. Punika kamanah antuk titiang ngawinang Jagat Baliné kasub rauh ring dura negara. Sané mangkin manawita majalaran sané sampun wedar ring ajeng, ngiring sareng sami nabdabin indik kasukertan Jagat Bali mangda kayang kawekas ajeg lan lestari. Sinalih tunggil sané prasida
kamargiang wantah ngwerdiang saha nglimbakang seni budaya sané kaduénang. Satios punika, kawéntenan Basa Bali sané pinaka tetamian saking panglingsir taler mangda karajegang. Antuk dasar basa, sastra miwah seni lan budaya sané kukuh, majanten pisan kasukertan Jagat Bali prasida rajeg. Mangda iraga pinaka wang Bali nénten polih jejuluk “Sakadi katak sané wenten ring sor tunjungé”. I kekupu saking doh ipun ngrasayang kamiikan ipun i sekar tunjung, sakéwanten i katak
yadiastun nampek ring genahé punika, setata nyongkok nénten ngrasayang kamiikan i sekar tunjung sané kalintang ngulangunin. Suksmanipun, Jagat Bali akéh pisan madué seni budaya, sané luihin utama kabaos adiluhung, ngawinang akéh parajanané saking dura negara meled pisan manahipuné ngantenang seni budaya druéné, sakéwanten iraga sané magenah ring Bali nénten pati rungu ring budaya druéné. Mangda nénten sakadi asapunika. Wayan Dika
Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com
15
Minggu Kliwon, 30 April 2017
Sagara Giri Anggur imajinasi Ni Putu Vivi Lestari merayakan tafsir Kehidupan Semesta Puisi... lIA Wayan Sugiantari MEMANGGIL ANGIN Hujan masih saja mengkhianati musim Hanya air mata membasahi akar Pohon anggrek di halaman Tak lagi menyimpan rahasia Diceritakannya luka kepada batang kering Ini secangkir kopi hitammu Mari bercakap di bawah sisa angin Simpan sisa rokok di saku celanamu Habiskan nanti di pesta sabungan ayam Acapkali aku memanggil angin Ia membawamu ke tenggara Disimpannya engkau di kotak Pandora Ini kopi hitammu Bisakah pulang membawa hujan?
lIGA Komang Wiliani Ruas Ilalang….
APAKAH aku tak sadar sedang menguji cintamu? Membiarkanmu menatap laut sendiri. Sementara ujung kakimu dicucup gelombang. Matamu yang membayang di wajah ikan-ikan, tak menebar jala, tak berusaha menangkapku. Saat itu, aku adalah ikan kecil yang tak pernah dibaca jala. Aku hanya jadi jeda, seperti dermaga. Kutahu itu, sehingga tak ada yang menyakitkan di matamu. KUBIARKAN KAU sendiri. Hidup tanpa rasa cemburu dan kehilangan. Membiarkanmu berkelana seperti kuda liar, bersirao pelangi. Kelak hilang terburai di langit. Diterbangkan bidadari kelabu.
lIA Wayan Sugiantari PERAHU KERTAS Kepadanya ku menitip Sebaris sajak akan dingin Baca dengan caramu Dengan sebatang rokok, Segelas martini Atau secangkir kopi hitam Esok hari sentuhlah Daun kamboja di pagi dingin Jika beruntung ada udara mengembun Membasahi sajakku Lipat jadikan perahu kertas! Ada kenduri di bawah matahari menanti Perahu kertasku pulang dibawa ilalang Ada roman picisan ikut terhanyut Tidak malamku tidak malammu Tetap senyap merayap Aku tau ini hanya cerita palsu. Sepalsu ramalan para cenayang yang bertapa di gua buatan. Kau sedingin padi yang menyimpan biji derita. Akan tetapi, perasaanku seperti ruas-ruas ilalang, begitu tipis dan mudah dimainkan angin. Hanya luka yang menolongnya tegak., APAKAH KITA sama-sama memercayai diri, lalu larut dan tak bisa bersembunyi. Kata-kata hanyalah gurauan untuk menghibur hati masing-masing. Kita masih berpura-pura seperti sandiwara. Bisakah kita kembali dan sejenak merapatkan jemari agar kutahu di telunuk mana kau akan dirimu. Agar aku bisa menulis kata yang ederhana tanpa ada prasangka di lipatan cerita. Walaupun begitu, aku paham, dirimu bukanlah garis lurus yang
Mengakhiri Api Liar Duryodana lMembaca Negeri di Cermin Mahabharata (1)
INILAH yang kerap dilupakan kebanyakan orang: dikira api itu berkobar tiba-tiba, lalu menghanguskan segalanya dengan seketika pula. Tidak. Api tidak mengenal ketiba-tibaan. Sejatinyalah api itu berproses, bertumbuh, maju. Api mulai dari lentikan kecil, lalu terus bertumbuh, bertumbuh, dan dengan penuh ketetapan tekad maju, maju, dan terus maju. Api tak pernah mengenal langkah mundur. Api senantiasa maju, maju, dan maju. Dalam esensi api, maju berarti membesar dan meluas—dengan begitu daya panasnya semakin hebat. Dan, inilah yang terkerap dilupakan kebanyakan orang: lalai memadamkan api semasih kecil, selagi berupa lentikan alit. Mematikan api setelah telanjur kelewat besar dan luas tentulah tidak mudah. Tidak juga murah. Salah-salah malah yang hendak memadamkan justru digulung, dihanguskan api, akhirnya. Maharsi Wyasa begitu terang benderang membabarkan lewat susastra Mahabharata, bijak-bijaklah mengelola api, karena api itu bisa mewujud beragam rupa. Amarah, keculasan, nafsu kuasa, dendam, bahkan ikrar diri yang tak anut kepatutan swadharma dan swakarma pun bisa berbalik menjadi api yang membakar
melululantakkan diri sendiri. Tak mustahil malah melenyapkan kaum hingga wangsa, bangsa. Alangkah dahsyat api itu sejatinya—bila tak pandai-pandai nan bijak mengelola, mengarahkannya sejak dini, saat masih berupa nyala lentik kecil. Wyasa menunjukkan teramat benderang, betapa wangsa Bharata akhirnya habis hangus dibakar api yang mewujud kobaran nafsu kuasa Duryodana yang dikipas-kipas kelicikan pamannya sendiri, sang Raja Gandhara: Sangkuni (Shakuni). Kobaran dahsyat api liar Duryodana yang lalai dikontrol semasih kecil ini, dalam visi Maharsi Wyasa, tak sanggup lagi dijinakkan—apalagi hendak dipadamkan— dengan air kebijaksanaan. Tutur susastra agung pun tak lagi mempan. Api liar Duryodana yang dikobarkobarkan Shakuni hanya dapat diakhiri dan dihabisi lajunya justru dengan api amarah sang Ibu Dewi yang terlahir langsung dari Api Suci yajnya. Api berdaya dahsyat pemurnian ini mewujud nyata dalam sosok sang Dewi Drupadi—yang karena itu dia lantas juga dijuluki Yajnyaseni. Api Suci Yajnyaseni Drupadi yang nyalanya tetap dijaga Sri Krshna inilah yang mengakhiri keliaran api Duryodana. Tiada api lain. ldeprabas
Nobas, Si Gunung Menjulang yang Menolak Lekang Bagaimana bisa gunung karang yang menjulang kau perintahkan untuk runduk di bawah telapakmu? Kau tahu ia lahir dari hempasan hebat. Dan itu titah Langit. Berabad-abad ia cicil waktu untuk mengeraskan diri. Seinci demi seinci ia padatkan diri dengan menahan deraan hari dan hujan. Seulas demi seulas ia rapatkan jangat dengan meladeni kacauan angin. Baginya, menjadi tinggi adalah takdir. Sesuatu yang tak mungkin ditampik atu dipatik. Ia mengada dan pada saatnya meniada. Pilihannya adalah menjadi pemberi atau menjelma peminta. Di antara dua kutub itulah ia bertumbuh. Kini sekujur tubuh jadi lahan bagi seluruh yang tumbuh. Dari renik hingga mega. Pada semuanya khasiat sekaligus laknat. Bergandeng-gandengan mereka mencari posisi. Seperti huruf pada kata, kata pada suara, dan suara pada semesta. Ia juga menyisakan bidang-bidang lapang. Ada yang gersang, dan di nun jauhnya, ada pula yang pasang. Pada keduanya terhampar beragam lapar. Tapi tak pada keduanya kau temui keringat yang menyuat dari jangat. Pada bentang pasang mereka malu-malu, kerna pasang sejatinya adalah milyar-milyar keringat yang merindu. Menanti antrian panjang di kerajaan langit menuju pori-pori. Bisa kau bayangkan betapa teguh sosok itu. Maka sungguh mengherankan ketika dengan pongah padanya kau tudingkan telunjuk dan memerintah untuk tunduk. Ketika menolak, kau umbar sumpah dan kutuk. Cuaca pun cemar karena semua kata manis seketika busuk. Boleh jadi keserakahanmu telah demikian perkasa. Betapa tidak? Bagai memancing serangga kau letakkan gula-gula di dalam buluh-buluh tipu daya. Ketika mereka menelusup, beranak-pinak dan berkoloni, kau bariskan mereka untuk bersumpah. Kau tahu, utanglah yang membuat mereka setia. Maka kini, trilyunan pasang sayap mereka bergetar segegar halilintar. Boleh jadi ia akan rubuh. Ia sendiri sejak awal telah mahfum bahwa tak ada puncak tinggi yang abadi. Tapi, sekadar kuingatkan dirimu,demi pilihan yang ia telah kekap untuk menggenapi takdir, sampai kapan pun ia tak akan pernah sudi untuk tunduk. Sebagai gunung menjulang, ia selalu menolak untuk lekang. Silahkan gandakan lagi serangga-serangga keserakahanmu. Buatlah berjuta-juta badai dari getar
keluh mereka. Jangan lupa ada trilyunan serangga lain yang berbaris pula di balik julangannya. Mereka berhimpun karena doa. Dan bersama Sang Gunung, ia telah serahkan hidupnya untuk merajut lembarlembar pilihan serupa sebagai latar untuk menggenapi perintah Takdir. lSuksma Ning Laksmi
lNMI Merosa Purnamasari Sanur Sebelum sampai di Bali, le Meyeur dinujum mimpi: Sega;a tanda hidup terdampar di semenanjung asing Camar-camar melayang dari lain dunia Memburu kepiting kecil di celah karang Menyelinap ke dasar bumi, mengendap jadi lumut Peraya ditakdiskan sebagai asal muasal Percaya ditakdirkan sebagai asal muasal Lahirnya zaman yang baru Bagai dua karib lama Ia saksikan seekor ikan berbagai maut Bersama segugusan rumput laut Di sela puing kapal yang karam Bulan di langit menerangi masa kecilnya Di hutan musim dingin Belgia Berpuluh puluh tahun jauhnya dari situ Bulan yang itu juga Mengingatkan pada pesisir Italia Di mana layar dan temali tertaut mengenangkan Harum asin angin Asia. Atau teluk Benggala, teluk tanah jajahan Dengan seorang anak gembala Membagi roti dan susu kepadanya Dengan satu kuli angkut Terseok di jalan bawah menara Dalam kanvas yang tak kunjung terselesaikan Mimpi bagai debu dikubur laut pasir Ia seketika terjaga di antara gaung lonceng Kelasi kapal menambat sauh Usai bertahan melawan badai waktu
CAKRA Yadnya Cintakasih EDUKASI-2017 NGAMPOENG Seni JKP109 ULANG TAHUN
l25 Mei Pesta Puisi Ulang Tahun JKP-109 l26 Mei Alarm ACEH, Halo JKP-109 l27 Mei DENDAMDEN (Dendang Damba Denpasar) sajak JOGJA, JKP (Kaligrafi Perupa) Nyoman Erawan dkk l28 Mei PUISI Sumpah Pemuda 89 tahun, Chairil Anwar ‘’Melihat Lukisan Membuat Sajak’’ antara Perupa – Penyair P.P. l29 Mei JKP-109 menyapa KAMPUS KUNING FIB-UNUD Jln Nias 13 Denpasar
Sepanjang 2017 – 2018 Sepanjang 2018…
SEGARA Giri Anggur Imaginasi merayakan Tafsir Semesta Raya Puisi telah dikumandangkan Ni Putu VIVI LESTARI. 2017 – 2018 menjadi tahun tahun PALING menantang KREATIVITAS Sembilan (9) Prosa PLUS Sembilan (9) sajak bagi MEREKA yang memasuki ARENA Partai – SOLO-RUN-JKP-109 Tak bisa ditawar-tawar Mbok, NO Compromise Bli!!! membentangkan jarak di hadapanku. Kau masih tetap terbaca, walau jalan menghabur, walau waktu mengendur. LARILAH sesuka hatimu, jika itu adlaha langkahmu. Tak usah pura-pura kuat dan menggigil sendirian. Gemertuknya sampai padaku. Pesannya tertulis jelas dengan nama yang tak lepas , dirimu. Tingkahmu seperti lambaian, ada jeda yang membuarku terdiam mengingat kau yang bermain di antara gelombang dan mengabur di lengkung pelangi.
Putri Api Suci Yajnyaseni Drupadi lMembaca Negeri di Cermin Mahabharata (2) SANG API SUCI Yajnyaseni Drupadi bermula dari api jengah Raja Drupada yang ditaklukkan oleh Guru Drona lewat kepiawaian kecerdasan perang sang murid kesayangannya bernama Arjuna. Panas oleh api dendam, Raja Drupada memohon kepada Dewa Api seorang putra yang sanggup menghabisi Drona. Lahirlah Drestadyumna—yang kelak dikisahkan menyempal leher sang Guru Drona di medan perang Kurukshetra. Atas kehendak sang Maha Pencipta, dari api suci putrakama-yajnya yang digelar guna memohon putra unggul dari Dewa Agni, lahir pula seorang putri jelita yang kemudian lebih tenar dikenal sebagai Drupadi—dalam suratan Sanskerta dinamakan Draupadi. Meskipun Drupada tidak menghendakinya, namun kehadiran sang Putri Api Suci Yajnyaseni Drupadi dari api suci itu tiada terelakkan. Tanpa kehadiran sang Putri Api Suci Yajnyaseni Drupadi, perang wangsa keturunan Bharata di medan Kuruksetra nyaris mustahil. Bila perang wangsa keturunan Bharata di medan Kuruksetra tidak terjadi, maka janji Raja Drupada guna menghabisi Guru Drona lewat sang Putra Api, Drestadyumna, pun tak bakalan terwujudkan nyata. Kehadiran Drupadi yang menyembul dengan sendirinya dari Api Suci putrakamayajnya itu justru membuka jalan bagi Raja Drupada mewujudnyatakan janji dirinya untuk tak hanya mengalahkan Drona, tapi sekaligus juga menamatkan perjalanan kehidupan guru hebat ini. Sang Putri Api Suci Yajnyaseni Drupadi-lah pemantik utama kobaran api peleburan agung kehidupan wangsa Arya di medan Kuruksetra. Bukan hanya keluarga Bharata yang mendapatkan peleburan agung pantikan api sang Putri Api Suci Yajnyaseni Drupadi itu, tapi juga seluruh wangsa Arya. Tak terkecuali mereka yang memihak Pandawa. Apalagi yang memilih bergabung di pihak Korawa, entah sengaja maupun tidak, suka ataupun tidak. Segenap teori, ilmu, jurus, kepintaran, kehebatan, kekayaan, kekuatan, dan ukuranukuran kuantitatif lainnya, apalagi egoisitas yang merusak kemuliaan kehidupan bersama, tak terelakkan: niscaya tamat sudah, dihabisi oleh api peleburan pantikan sang Putri Api Suci Yajnyaseni Drupadi. Itulah tugas agung terfinal sang Dewi Api Suci Yajnyaseni Drupadi bagi kelangsungan kehidupan di Bumi Kauripan bersama ini. ldeprabas
Mereka yang Berserah Malam-malam
Ada yang berbaris pada tengah malam ini. Bersap-sap mereka berjajar dan sungguh rapi. Bukan raga, tapi jiwa. Dari celah wadah mereka keluar dan mengembara. Alasannya beraneka rupa, tapi satu jua hakikatnya: rindu belai Kedamaian. Sungguh lucu jika kau simak satu persatu. Lihatlah, seorang ibu terseok dari pintu ke pintu mencari air susu. Katanya hendak ia alirkan ke payudaranya sendiri agar kembali sentosa. Dengan begitu kerinduan akan mengarah lagi kepadanya. Selama ini gairah yang bertahun-tahun ia iringi siang-malam seketika berpaling bukan karena kecantikan yang memudar, tetapi karena negara dipimpin oleh raja yang tak diminati oleh semua warga. Tentu kau heran dan geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa urusan kerajaan meretas ikatan-ikatan yang dijalin rapi di ranjang-ranjang jelata? Begitulah ketika keyakinan telah menjadi kuda yang berkacamata dan menderap kencang tanpa mengindahkan arah tali kekang dari majikan yang menghelanya. Lihat pula seorang lelaki menari tanpa busana. Setengah hati mengamenkan keperkasaan untuk menutupi liang-liang menganga yang sebelumnya ia gali untuk menguruk liang-liang lainnya. Sekujur tubuhnya lecet oleh janji. Sebagian sudah sembuh, sebagian lainnya semakin merah oleh janji yang baru.Yang luar biasa, meski telah menari ribuan kali, kuda-kudanya
lKadek Wara Urwasi ANAK GADIS Di senja hari, dunia ngelamun sendiri matahari tinggal separuh digantikan bulan pucat penuh Saat mulai gelap, muncul gemerlap melahirkan mimpi dan harap Anak gadis meranggas terlalu lekas ingin menapak dunia, ujarnya maka ia disuruh orang menari agar tangan-tangan bertepuk agar para lelaki bertekuk Pada beberapa malam nanar ia sempat tersadar bahwa hati orang bisa menggila bahwa hatinya kian gulita Anak gadis menunggu waktu nikahnya telah dikelabui dunia beberapa waktu lalu pernah terbakar ia dalam hasrat pernah bercinta ia di tengah udara Ia menari, lalu tersesat sedang waktu tak kembali Senja jadi kelabu anak gadis tak tahu jalan pulang
lNisika Idayati Gadis Hujan Dia adalah gadis yang kutemukan jejaknya di runtuhan hujan dia adalah gadis yang tak sengaja kutemukan hatinya di retakan gerimis dia adalah gadis yang menyapaku dari kejauhan yang lambainya bahkan tak terbaca oleh angin namun sampai di hatiku dia adalah gadis yang melarikanku dari masa lalu yang dalam dekap tatapnya aku adalah masa yang beku perlahan mencari mengalir dalam diri pia adalah gadis yang airmatanya kusembunyikan karena takut melukai hatiku enggan mengusik kesendiriannya dia adalah gadis yang senyumnya kuawetkan diam-diam di kotak hatiku tanpa For malin atau bahan kimia, hanya cinta sebab, dia adalah gadis yang hatinya kutunggu tergenggam bersama kediaman masing-masing
lCitra Sasmita Dies Irae III… Rasa Penasaran Mengembara
lIA Wayan Sugiantari Perempuan Terperangkap di Bangkai Pesawat Kertas
AKHIRNYA seorang seniman harus hidup dengan kesintingannya. PADA MULANYA aku dianggap penumpang gelap gerbong seni rupa yang dipenuhi tokoh-tokoh mulia. Mereka ahli tentang karya seni dan puisi. Akupun sama mahirnya dengan mereka dalam membuat soal absurditas, tradisi, dan etika gaya lama. SELAIN ITU, aku mencintai lukisanlukisan magis, gambar-gambar erotis. Artemisia Gentileschi, perang dunia, pelacur tidak ada sejarah revolusi yang terjadi tanpa sosok seorang pelacur. Dan atas nama moralitas yang agung, aku ditertawakan. Kesenian bukan milik seorang dengan pikiran buruk dan ia juga bukan milik seorang wanita yang bahkan tidak dibekali teori-teori termasyur dari sebuah institusi. SENI YANG AGUNG hanyalah milik laki-laki di tangan mereka tercipta dogma dan lagu-lagu opera yang diminati kakek dan nenek kita. APALAH ARTINYA kredoku ini. Rahim para wanita tidak lagi religus melebihi testikel seorang pria ketika sedang mencipta bentuk dan warna. Wanita akan punah oleh pikiran-pkiran sepela. Mereka tidak lagi mampu membentuk kebisuan menjadi kata-kata. TIDAK, ini belum berakhir. Aku masih berhalusinasi tentang suara sangkakala pertanda akhir dari drama kelas atas yang
BAGAIMANA bangkai pesawat terbuat dari kertas origami berwarna abu-abu mampu menahan perempuan berhari-hari? Bisa saja ia pergi sesuka hati, namun ia malah bertahan menikmati warna abuabu yang memudar dan aroma kertas yang usang. PEREMPUAN ITU masih saja tinggal, menikmati sisa langit dengan segelas teh tawar tanpa gula. Kali ini ia tak menulis sajak, hanya bernyanyi kecil, suaranya sama sekali tak merdu, ia hanya menenangkan hati. SEORANG PEREMPUAN dan bangkai pesawat kertas abu-abu di tanah berumput kering, ditampar lirih udara berkali-kali Langit memanggil Warna biru memanggil DI SUDUT LAIN pesawat kertas lain sedang dilipat, kali ini berwarna biru, merah dan ungu… membikinku muak. Jadi bersiaplah, garisgarisku akan menjadi visi! SEMENTARA ITU, aku akan bertahan dari rasa lapar. Rasa lapar, enyahlah…. HINGGA WAKTU akan membuatku megah dan setiap orang akan bersuka cita dengan kesintinganku. Aku tidak akan lari lagi dari kegilaan. Namun aku harus tetap mengembara untuk rasa penasaranku, bahwa orang-orang terhormat itu keliru.
Pemurnian Mustahil Tanpa Peleburan lMembaca Negeri di Cermin Mahabharata (3)
TERCIPTA dari api, terlahir dari api, dan hadir dari api untuk kemudian menunaikan tugas agung kehidupan memurnikan dengan api sucinya, itulah Sang Putri Api Suci Yajnyaseni Drupadi. Guna memurnikan, dia pun mengutubkan orang-orang ke dalam dua kelompok yang saling berhadapan secara diametral. Dia mengobarkan api keegoan Duryodana dan kelompoknya dengan mabuk kemenangan hingga melakukan tindak pelecehan terbuka di ruang balairung resmi Kerajaan Hastinapura. Pada saat bersamaan Sang Putri Api Suci Yajnyaseni Drupadi juga meneguhkan api amarah Panca Pandawa hingga bersedia mengangkat senjata masing-masing guna menghabisi Duryodana dan pendukungnya dalam api peleburan. Bahkan Sang Putri Api Suci Yajnyaseni Drupadi juga menjadikan manusia-manusia hebat sekelas Bhisma, Drona, Krepa, Widura, dan para intelektual lainnya membisu. Susastra pun dibikin tiada lagi berdaya pencerah. Api Drupadi-lah membenturkan kutub Duryodana dengan kutub Pandawa, hingga memungkinkan terjadinya pemurnian baru kehidupan secara menyeluruh pada zamannya. Pemurnian baru itu terjadi manakala direlakan dengan lapang leluasa terjadinya peleburan. Di titik itulah Api Suci Yajnyaseni Drupadi hadir melebur sekaligus memurnikan. Tak hanya melenyapkan, tapi sang Api Suci juga seka-
ligus mengembalikan kehidupan bersama pada tertibnya yang murni: saling terkait, saling menopang, saling memuliakan untuk keberlangsungan dan keberlanjutan. Alangkah dahsyat, memang, akibat pantikan api sang Putri Api Suci Yajnyaseni Drupadi bagi kehidupan bersama. Nyaris tak satu pun yang bisa mengelak, berkelit, apalagi hendak lari dari jangkauan radius perputaran panas sang Api Suci Yajnyaseni Drupadi. Jangankan yang tercipta dari proses material badaniah-ragawi biasa lewat persatuan tubuh (sam-gama), bahkan yang terlahir dari persatuan pikiran (sam-mana) maupun persatuan jiwa (sam-yoga) sekalipun juga digerakkan, digunakan, dijadikan sarana oleh api sang Putri Api Suci Yajnyaseni Drupadi untuk memurnikan ruang dan roang isi Kehidupan Bersama. Bahkan sang Maha Pencipta Maha Penghidup pun tak bisa mengelak dari tarikan api sang Putri Api Suci Yajnyaseni Drupadi. Dalam kehadiran berkepribadian dalam sosok Sri Krshna, sang Maha Pencipta Maha Penghidup tak bisa mengelak dari swadharma-Nya menjaga, melindungi, dan menyelamatkan sang Putri Api Suci Yajnyaseni Drupadi. Sri Krshna senantiasa memelihara sang Api Suci itu supaya tetap hidup menyala-nyala. Tanpa Api Suci itu tetap hidup menyala-nyala, peleburan total itu akan mustahil. Manakala peleburan mustahil, maka pemurnian baru pun mustahil pula. ldeprabas
tetap kukuh. Barangkali karena tembang yang menyertai gerakannya. Katanya, hidup adalah perjalanan dari utang ke utang. Hanya dia yang tahu inti benda-benda dan meluruhkan harga dari semuanya yang terbebas dari petualangan ini. Di sebelahnya seorang nenek mengeluselus kerinduan mendengarkan dendang anak-cucu. Ia punya lagu kegemaran yang sangat ia puja. Sebuah tembang yang datang dari kerajaan bidadari. Konon itulah tembang kesejatian yang mengantar pendengarnya menuju rumah mulia. Tapi anak cucu menggemari lagu berbeda. Mereka juga menyanyikan dengan dasar yang tak senada. Untunglah usia di sekujur tubuh menghangatkan jantung dan paruparu sehingga otaknya jernih mencerna keadaan. Bisiknya, semua akan menua dan sendiri. Seorang paruh baya yang mendengar bisikan itu tersindir. Sebab ia sendiri
tengah menanti merpati melunasi janji. Setiap jenak melongok jendela bertanyatanya telah di langit mana burung jinak itu mengepak kini. Karena telah kerap terutangi, ia pun menyurat di telapaknya: sungguh tenang ketika menikmati basabasi seperti mencecap mantera suci yang menggetarkan sejuta harapan. Mungkin perlu ribuan malam bagimu untuk menyimak satu persatu alasan lainnya. Yang pasti, tengah malam ini mereka mereka berbaris bersap-sap dan sungguh rapi. Mereka berserah membiarkan cerita selanjutnya mengalir entah ke lembah yang mana. Mereka sungguh yakin bahwa semuanya serupa lakon sandiwara. Pada sujud yang dalam, semuanya lebur menjadi alunan hawa yang sangat menyenangkan esok pagi. lSuksma Ning Laksmi
Hardiknas 2017; Ing Ngarso…, Ing Madyo…. Tut Wuri Handayani…. Naik Dacin...
NASIONAL
16
Minggu Kliwon, 30 April 2017
Aswatthaman Geram Ayahnya Dibunuh Secara Keji
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta ( Edisi Empat Ratus Tujuh Puluh Delapan)
Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
DHRITARASHTRA berkata, ‘’Setelah mendengar, oh Sanjaya, tentang pembantaian yang dilakukan Dhrishtadyumna dengan cara-cara tidak benar terhadap ayahandanya Aswatthaman yang sudah sepuh itu, Aswatthaman mengenang kembali ayahnya. Drona merupakan ksatria utama sekaligus guru yang gagah berani itu. Dengan keahliannya yang tiada tara, Drona selalu bisa menghadirkan senjatasenjata surgawi -- Varuna, Agneya, Brahma, Aindra dan Narayana. Sungguh, mengetahui sang guru utama dari orang-orang saleh itu dibantai dengan cara-cara tidak benar oleh Dhrishtadyumna pada pertempuran itu apa yang dikatakan oleh Aswatthaman? Guru Drona yang berbudi luhur itu setelah mendapatkan ilmu pengetahuan tentang senjata-senjata dari Parasurama, telah menanamkan sebuah pengetahuan tentang semua senjata surgawi kepada putranya yang berkeinginan melihat semua kesempurnaan dari seorang prajurit. Hanya ada satu orang di dunia ini yaitu putra dan tidak seorang pun lagi, orang-orang
yang menjadi lebih unggul daripada mereka sendiri. Semua guru yang berbudi luhur itu memiliki sifatsifat ini. Guru menanamkan semua rahasia ilmu pengetahuan kepada putra-putra atau murid-murid yang setia. Menjadi murid ayahandanya, oh Sanjaya, setelah mendapatkan semua rahasia dengan detail, putraputrinya Saradwat telah menjadi Drona kedua, dan seorang pahlawan besar. Aswatthaman setara dengan Karna dalam pengetahuan tentang senjata-senjata. Dia juga setara Purandara dalam pertempuran, Kartavirya dalam energi, dan Vrihaspati dalam kebijaksanaan. Dalam ketabahan, pemuda itu setara dengan sebuah gunung. Dengan api dalam energi. Dalam kesungguhan dia setara sebuah lautan. Dan dalam kemarahan setara racun ular. Dia ksatria utama dari seluruh prajurit kereta. Seorang pemanah yang teguh dan mampu mengatasi segala kelelahan. Dalam kecepatan, dia setara angin itu sendiri. Dia memiringkan dirinya sendiri dalam pertempuran. Drona seperti Dewa Yama itu sendiri dalam kemarahan.
Ketika kerajinannya dalam menembakkan anak-anak panah, dalam pertempuran, bumi benar-benar dibuat menderita. Keberaniannya tidak dapat digagalkan siapa pun. Pahlawan itu tidak pernah lelah dengan usahanya. Disucikan mantra-mantra Veda oleh sumpah-sumpah. Dia adalah seorang ahli yang cermat dalam pengetahuan tentang senjata-senjata. Seperti Sri Rama sendiri, putra Dasharatha. Dia seperti lautan, yang tidak mampu diguncang. Setelah mendengar sang guru itu merupakan yang utama dari orang-orang saleh itu telah secara tidak benar dibantai dalam pertempuran oleh Dhrishtadyumna, apa sungguh-sungguh yang dikatakan Aswatthaman. Aswatthaman telah ditahbiskan menjadi pembantai Dhrishtadyumna. Sebagai putra Yajnasepa, pangeran Panchala itu ditahbiskan sebagai pembantai Drona. Apa, oh, yang dikatakan Aswatthaman setelah mendengar ayahandanya, sang Guru, yang telah dibantai Oangeran Dhrishtadyumna yang kejam, penuh dosa, dan jahat tinjauan masa
depannya yang sempit itu.’’ Sanjaya berkata, Setelah mendengar pembantaian terhadap ayahandanya oleh Dhrishtadyumna, putra Drona dipenuhi kesedihan. Selain itu juga kemarahan, oh banteng di antara manusia, tubuhnya kelihatan berkobar seperti sang Penghancur itu sendiri. Terlibat seperti pembantaian terhadap makhlukmakhluk pada akhir yuga. Setelah berulang-ulang mengusap matanya yang penuh airmata dan menarik napas desahan panas dalam kemarahan. Aswatthaman berkata kepada Duryodhana, ‘Aku sekarang telah mengetahui ba-
gaimana ayahandaku telah dibantai oleh bajingan rendah itu. Drona terbantai setelah meletakkan senjatasenjatanya di samping. Jadi, apa yang dilakukan Dhristadyumna merupakan perbuatan jahat. Prabu Yudhishthira juga melakukan kejahatan secara terselubung, dia meninggalkan kebajikan! Aku sekarang telah mendengar tindakan yang tidak benar dan keji dari putra Dharma itu. Memang dalam pertempuran dua hal harus terjadi. Kalau tidak kemenangan sebaliknya kekalahan. Tetapi, kematian dalam pertempuran itu selalu dipuji-puji.’ (bersambung)
Sloka 13.15 Sarvendriya-gunabhasam Sarvendria-vivarjitam asaktam sarva-bhrc caiva nirgunam guna-bhoktr ca Dia bersinar di semua fungsi indria, tetapi lepas dari indria-indria ini, tak terikat tetapi dialah menunjang semuanya. Dia bebas dari segala kualitas – nirgunam -- tetapi dia juga yang menikmati semua kualitas.
Ketua MPR Tolak Pengajuan Hak Angket KPK Bandung (Bali Post) Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan menyatakan menolak dengan tegas adanya usulan pengajuan Hak Angket kepada Komisi Pemberantasan Korupsi yang telah diputuskan secara sepihak oleh Dewan Perwakilan Rakyat. “Saya menolak dengan keras pengajuan hak angket itu, yang diputuskan secara sepihak oleh DPR,” kata Ketua MPR Zulkifli Hasan usai memberikan sosialisasi bela negara di Subang, Jawa Barat, Sabtu (29/4) kemarin. Sebelumnya sidang paripurna DPR RI mengesahkan usulan pengajuan hak angket kepada Komisi Pemberantasan Korupsi. Lebih lanjut, Zulkifli mengatakan keputusan pengajuan hak angket itu dinilainya diambil secara sepihak karena tidak dilakukan penyampaian pendapat fraksi. “Lucunya parpol-parpol yang mendukung ini kan tahu muara dari hak angket itu menyatakan pendapat kepada Presiden atau pemerintah. Laa ini KPK bukan pemerintah,” kata Ketua Umum Partai Amanat Nasional. Apalagi, tambah Zulkifli, saat ini KPK sedang melakukan pengusutan atas kasus-kasus besar karena itu pasti akan menjadi pertanyaan dari masyarakat. Karena itu, Zulkifli meminta KPK jalan terus melakukan pengusutan atas kasus-kasus besar seperti kasus KTP-e. Zulkifli menegaskan pihaknya akan terus menentang pengajuan hak angket ini yang dinilainya salah kaprah. Sebelumnya dalam sosialisasi empat pilar di hadapan ribuan mahasiswa di Universitas Telkom, Zulkifli mengajak generasi muda khususnya para mahasiswa untuk terus menjaga nilai-nilai luhur bangsa yang saat ini dirasakan mulai memudar. “Kalau ada teman yang sakit, kita tolong. Kalau ada yang perlu bantuan, tolongmenolong, itu yang harus kita tingkatkan. Adik-adik jadi mahasiswa belajar dengan giat, itu
sudah mengamalkan nilai-nilai Pancasila,” kata ketua MPR Zulkifli Hasan. Lebih lanjut Zulkifli juga menjelaskan bahwa sinyalemen yang disampaikan Panglima TNI tentang adanya proxi war benar-benar telah terjadi. Zulkifli mengingatkan agar para mahasiswa waspada karena yang menjadi sasaran adalah para pemuda. Negara lain, tambahnya, akan menghancurkan para pemudanya untuk membuat bangsa tersebut takluk dan mudah dikuasai. Dalam pidato lainnya, Zulkifli mengatakan bahwa era reformasi telah mengubah banyak hal. Zulkifli mengatakan patut disyukuri reformasi telah memberikan banyak peluang dan perbaikan-perbaikan menuju Indonesia lebih baik. Namun, tambahnya, masih ada beberapa musuh utama yang harus dilawan. “Pertama, soal kesenjangan. Antara kaya dan miskin. Ini harus kita perangi bersama karena jika tidak. soal kesenjangan ini bisa menghancurkan dan memecah belah bangsa,” kata Zulkifli Hasan Kedua, soal mulai memudarnya nilai-nilai luhur bangsa, seperti sifat gotong royong, kekeluargaan dan sebagainya. Ketiga, soal keadilan. “Soal keadilan ini, antara lain penegakan hukum. Kalau perasaan keadilan masyarakat terganggu akan mudah memecah bangsa,” kata Zulkifli. Dalam pidato lainnya Zulkifli juga menjelaskan soal kebinekaan. Zulkifli mencontohkan jika dalam sebuah pilkada orang Jawa ingin memilih calon yang berasal dari suku Jawa, itu adalah haknya dan dijamin konstitusi serta bukan rasis. “Sama kalau saya yang Muslim ingin memilih calon yang Muslim itu hak saya dan sah. Bukan berarti menentang kebinekaan. Yang tidak boleh itu kalau dengan kebencian atau mempolitisasi agama untuk pilkada. Itu baru salah,” kata Zulkifli. (ant)
BPM/ant
ASEAN - Para pemimpin negara ASEAN (kanan-kiri) Perdana Menteri Laos Thongloun Sisoulith, Presiden Indonesia Joko Widodo, Perdana Menteri Kamboja Hus Sen, Raja Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Presiden Vietnam Nguyen Xuan Phuc, Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-O-Cha, Penasihat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi, dan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak bergandengan tangan pada pembukaan KTT ASEAN ke-30 di Coconut Palace, Manila, Filipina, Sabtu (29/4) kemarin.
Indonesia Serukan Stabilitas di Semenanjung Korea
Manila – Indonesia menyerukan stabilitas dan perdamaian di Semenanjung Korea terkait dengan ketegangan yang terjadi di kawasan itu dalam beberapa waktu terakhir. Ketegangan yang terjadi di Semenanjung Korea menjadi perhatian Presiden RI Joko Widodo dalam sesi “retreat” di KTT ASEAN XXX di Formal Living Room, Coconut Palace, Manila, Filipina, Sabtu (29/4) kemarin. “ASEAN harus mengirim pesan kuat kepada Korea Utara agar menaati semua resolusi Dewan Keamanan PBB,” ujar Presiden. ASEAN juga mengharapkan semua pihak untuk menahan diri
agar ketegangan di Semenanjung Korea tidak makin memburuk. “Stabilitas dan perdamaian di Semenanjung Korea harus segera dikembalikan,” katanya. Lebih lanjut, Kepala Nega-
ra menyampaikan bahwa dirinya akan membahas situasi Semenanjung Korea dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping dalam waktu dekat. Para pemimpin ASEAN juga membahas isu
internasional lain, seperti pemberantasan terorisme dan Laut Tiongkok Selatan. Terkait dengan Laut Tiongkok Selatan, para pemimpin ASEAN mengharapkan kiranya kerangka code of conduct (CoC) dapat diselesaikan pertengahan tahun ini. Kerangka CoC telah dibahas di Bali pada bulan Desember 2016 antara ASEAN dan Tiongkok (Bali draft). Draf tersebut kemudian
makin disempurnakan dalam pertemuan di Siem Reap (Kamboja), akhir Maret 2017. Indonesia mengharapkan kiranya kawasan Laut Tiongkok Selatan tidak dijadikan proyeksi bagi kekuatan negara-negara besar. “Indonesia mengajak Republik Rakyat Tiongkok untuk terus memberikan kontribusi bagi stabilitas dan perdamaian di Laut Tiongkok Selatan,” kata Presiden RI. (ant)
Desa Wisata Perlu Dukungan Promosi Digitalisasi Iwa Kusuma alias Iwa K
BPm/ist
Bawa Ganja, Iwa K. Ditangkap Jakarta (Bali Post) Polisi dari Polres Metro Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, menangkap penyanyi Iwa Kusuma alias Iwa K. karena diduga membawa ganja. “Betul (ditangkap) di Terminal 1B,” kata Kepala Satuan Narkoba Polres Metro Bandara Internasional Soetta, Kompol Martua Silitonga, di Jakarta, Sabtu (29/4) kemarin. Polisi mencokok Iwa yang hendak menumpang pesawat Lion Air nomor penerbangan JT-792 Sabtu pagi tadi pukul 05.00 WIB. Martua menjelaskan awalnya petugas keamanan bandara memeriksa Iwa yang diduga membawa tiga linting ganja dalam kemasan rokok kretek.
Kemudian petugas keamanan bandara menyerahkan kepada Polres Metro Bandara Internasional Soetta guna diperiksa lebih lanjut. Menurut Martua, saat ini polisi masih memeriksa intensif rapper kenamaan Indonesia ini untuk mencari pelaku yang memberikan narkoba jenis tembakau itu. Petugas juga meminta tim Pusat Laboratorium Forensik Polri meneliti rokok yang diduga mengandung “THC” atau ganja. “Untuk memastikan itu kandungan positif THC atau mungkin tidak mengandung THC, Puslabfor tugasnya. Sementara ini, kami lagi lakukan pemeriksaan terhadap barang buktinya ke Puslabfor dulu,” kata Martua. (ant)
Denpasar (Bali Post) Desa Pinge telah ditetapkan sebagai desa wisata oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan sejak tahun 2004. Ada banyak peninggalan purbakala di Pura Natar Jemeng dan rumah adat tradisional yang sudah diatur awig-awig. “Jadi, bangunan tidak semrawut karena tidak boleh membangun di luar tembok,” kata Made Denayasa, Bendesa Adat Desa Wisata Pinge, saat Diskusi Desa Wisata, belum lama ini. Ia bersama warga setempat mengelolanya sesuai landasan Tri Hita Karana. Dengan landasan tersebut, akan tercipta hubungan yang saling menjaga antara manusia dengan manusia, manusia dengan lingkungan, dan manusia dengan Tuhan. Sejak desa wisata menggeliat, ekonomi masyarakat Desa Pinge perlahan-lahan terangkat. “Dulu ada 20 KK, sekarang sudah berkurang tinggal 11,” tandasnya. Mereka ikut dilibatkan untuk mengisi kuliner, mengisi hiburan berupa musik tradisional dan kesenian tradisional. Sehingga ada penghasi-
lan bagi mereka. “Kami juga ada paket wisata misalnya untuk menanam padi. Ada kolam pancing, ada jogging track, hasil bantuan beberapa instansi,” imbuhnya. Desa Pinge yang memiliki penduduk 811 KK itu membangun 10 homestay dengan 34 kamar. Alam yang indah dengan dukungan budaya merupakan nilai plus sebuah wisata. Namun wisata tanpa promosi tidak akan maksimal. Di era serba-digital, promosi tidak lagi cukup dengan promosi konvensional namun juga harus dilakukan promosi digital. Belum maksimalnya akses internet di Desa Pinge bagi Denayasa sangat menyulitkan. “Dulu ada akses internet waktu menteri datang, bagus sekali internetnya tapi cuma tiga jam pas ada menteri saja,” tuturnya. Hal itu karena operator telekomunikasi belum ada dan pembayaran masih manual. Kabid Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Daerah Provinsi Bali, Nyoman Wardawan, mengatakan, tren wisata sudah bergeser dari wisata massal ke wisata
alternatif. Karena mass tourism kurang ramah lingkungan dan kurang berpihak ke komunitas lokal. Desa wisata itu dilihat sebagai salah satu bentuk pengembangan wisata alternatif. Produk destinasi wisata tidak menjadi suatu hal yang dicari tapi lebih ke pengayaan diri dan aktualisasi diri, menikmati situasi wisata yang berbeda. Seperti adventure dan wisata minat khusus, melihat burung atau satwa liar atau budaya. “Desa wisata itu cara
kita meningkatkan kualitas destinasi yang diharapkan terjadi peningkatan ekonomi,” katanya. Hanya, untuk mengembangkan desa wisata diperlukan panduan. Sejak tahun 2013, pemerintah Provinsi Bali telah membangun seratus desa wisata. Tahun 2016 mulai dilakukan sosialisasi pengenalan desa wisata. Sudah ada 53 desa wisata yang telah dibina. “Jadi, sisanya 47 akan kami kejar,” tandasnya.
Regional CEO Bali dan Nusa Tenggara R. Erwan Djoko Hermawan mengatakan, Bank Mandiri berkomitmen dalam mewujudkan sistem digitalisasi guna memudahkan transaksi keuangan di desa wisata Bali. “Melalui ekspansi layanan perbankan elektronik, kami ingin mendukung program digitalisasi desa wisata di Bali serta meningkatkan transaksi para wisatawan saat berkunjung ke Bali,” ujarnya. (kmb42)
Minggu, 30 April 2017 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana Membangun Sikap Mental di Perantauan (7) 06.35 Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07.35 Sehat & Bugar 08.00 Klip Anak 08.35 I Got It 09.05 Taman Sari TK Gita Maharani Ubung (1) 09.30 Belajar Menggambar Membuat Kreasi Ayam 10.05 Education On Bali TV
10.30 Agrobisnis Geliat Para Petani Bali 11.00 Round Up The World 11.30 DOT New Astra Daihatsu Ayla 12.00 Puja Trisandya 12.05 Dharma Wacana Penguatan Srada Melalui Tatwa Agama (1) 12.30 Traventura 13.00 Wirasa Deraan Derita di Sinduwati 13.30 Lejel Homeshopping 14.30 Tembang Bali 15.30 Education On Bali TV 16.05 Lila Cita 17.05 Inovator
17.30 Gita Shanti SS. Adyuta Santi Kab. Tabanan (2) 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.00 Banjar Bali Quiz 19.30 KRIS 20.00 Samatra Artis Bali 21.00 Lila Cita Sanggar Cilinaya (3) 22.00 Berita dan Bintang Terkini 22.05 Lila Cita Sanggar Tari agung (3) 23.00 Lila Cita Calonarang Budhimas Bunutin, Marga – Tabanan (3)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Minggu Kliwon, 30 April 2017
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) - Iklan Still Store di Bali TV � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau � Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS!
Informasi pasang iklan Telepon
� Tarif iklan Mini/Baris
Need Staff Rest Mngr for Nyomans Beergarden Rest, Jl.Pantai Mengiat Nusa Dua. Phone:775746 Sent CV to wayan_ari2@yahoo.com
B.BP.001.04.17.0002071
Cr Pembantu RT Serius Kerja Tidur dlm Hub.087860201266
B.BP.001.04.17.0002063
Cri 2 Laki2 untuk Serabutan Hub.08123637546 Brlaku 1Minggu
B.BP.001.04.17.0002073
Dicari Karyawan utk Showroom Bisa Nyetir Hub.0811395948
B.BP.141.04.17.0002062
Dcr Therapist Wnt Pengalaman/ tdk u/Legian Hub.081236006460
B.BP.153.04.17.0002093
Cr Prmedis/AA u/ Apotek Nusa 2 Info Lebih Lanjut 081999676444 B.BP.001.04.17.0001665
“Lowongan dibutuhkan segera tenaga security tamatan SMU/ Sederajat sehat fisik & jasmani. Kirim lamaran ke:Secure in Asia Jl.Tibubeneng Ruko 150 No .1 Br.Tandeg,Canggu.081246971927"
Dbthkn Sales Mgr,Branch Mgr, Workshop Mgr,Mercedes-Benz.Jl. ByPass I Gusti Ngurah Rai 14-16 Email:hrd@hartonomotor.com
Dcr PRT utk orang Jepang tgl dalam Hub: 08123823664
B.BP.101.04.17.0002087
B.BP.001.04.17.0001807
Dcr Perawat/Terapis utk Klinik Kecantikan.Bawa CV ke iBeauty Aesthetic Jl.Dalung Permai Ruko Bhumi Dalung Permai Blok F-19 Hub:dr.Lina 082112773777
Dbtuhkan Sgr Supir,Trbiasa dgn mobil matic,Krm lmrn ke B.BP.004.04.17.0001689 Jln.Letda Tantular No.9 Renon *Dcr Sgr Waitress bs B.Inggris B.BP.820.04.17.0001821 Usia20-25th Pglm 081999370930 Cahya Dewi Salon HP.0818566160 Dcr Pramuniaga&Kasir Wil.Dps B.BP.166.04.17.0001997 E:andik_endium@yahoo.com 3Cook Pria M24Th,SMK FB Product B.BP.001.04.17.0001935 Min.SMA Hb.085738559532/290407 B.BP.001.04.17.0002053 akan Diajari Info 08179313375 Dcr Admin HRD PT.Bali Petshop Dcr Pria Kerja utk Sablon Kaos B.BP.001.04.17.0002067 Jl.Setiabudi 23A 0361 421100 Bth Manager,Marketing Landing, B.BP.001.04.17.0002056 Gaji+Uang Makan T.081238703661 B.BP.001.04.17.0001914 Funding,AO.Min.SMA/D3/S1 Fas: Dcr Bgian Pmblian Retail&Fresh Gji,Insntif,Komisi.03619082858 Food.081999702006/085738559532 Dcr Tamatan SMK/D3 Pertanian/ B.BP.001.04.17.0002052 Tknologi Prtanian 081246899648 Email:koperasidks@gmail.com B.BP.001.04.17.0002018 Dcr Surveyor, pria min STM/D3/ B.BP.001.04.17.0001746 Dcr Tng Facial & Asist Dokter S1 diutamakan ada Laptop Hub Cr Ksir wnt u/Sln Rudy park 23 Wnt.SMA 0818554664 min.SMA,Lgs interview,4727678 081238135522/081916523232 B.BP.001.04.17.0002058
B.BP.001.04.17.0001864
B.BP.001.04.17.0002081
: : : :
Rp 200.000,- (10 x tayang) � Rp 50.000,- (5 x tayang) � Rp 165.000,- (10 x muat) � Rp 82.500,- (10 x muat) �
Jakarta Mataram Denpasar Surabaya
: : : :
(021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 (0370) 639543 (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklanbp@yahoo.co.id (031) 5633456
VISA
� Email: pembacabalipost@gmail.com
Dcr Tng Keliling Wanita u/Jual Baju Bordir H/SMS:081529287440
Dicari Kitchen Team dan Supir Dicari Therapist Spa utk di Dicari karyawan/ti l amaran Mekanik Motor Honda umur maks Kirim lamaran ke Jalan Imam Ubud Hb.081575367917/975604 langsung dibawa ke Counter 30th,fas gaji, BPJS,bonus dll B.BP.001.04.17.0002076 Bonjol No.471 / tlp.0361 483907 B.BP.001.04.17.0001892 Roti Boy Tiara Dewata Denpasar 082146805559 Dcr segera Kasir u/ Restaurant B.BP.004.04.17.0001963 Kontraktor diDenpasar membutuhB.BP.001.04.17.0002059 B.BP.004.04.17.0001961 Sungai Seafood Hub.0361-765039 kan Sopir(SIM B1)&Logistik Dicari Segera Tukang Kayu & SPG pengalaman utk Counter Driver.Laki-laki max 35 thn. B.BP.154.04.17.0002084 Pengalaman 2th,krm cv Jl.Bajataki Tukang Las Gaji Bulanan+Mess kaos couple di MBG segera Sim A. 5 hari kerja, gaji UMK / Dcri Pengajar Tata Boga D3/D4 IIA No.12 Gatsu Barat up Dwi Posisi Bali Hub.082145709795 Hub.082123452604 negosiasi.Hub:Bamboo Blonde Pengalaman Kerja Min.2Th Umur B.BP.001.04.17.0000606 (0361-8947645/47) B.BP.004.04.17.0001859 Jl.Intan Permai Gg.Mulia Min.25Th Hub:STPBI/SPB Jln. Dicari Tamatan SMA Bhs.Inggris accounting@pansa-karya.com Vila in Seminyak,Ubud,Jimbaran Kecak 12 Dps Tlp.0361426699 Busana,Kerobokan 730450 B.BP.145.04.17.0001835 Aktif Gaji Pokok 2,5Juta+Bonus Canggu looking for Guest RelaB.BP.001.04.17.0001631 B.BP.004.04.17.0001954 Dicr Karyawati utk Adm Gudang Datang Langsung ke PT.Royal tion Officer,good English,ExpeDibthkn Sgr Tenaga utk Apotek/ Hotel Staff FBS,HK,Cook&FO.2.3 Min.SMA Sederajat bs Comp Lam Resorts Blok F8A Kuta Square rienced and high motivation Wrung,Tdur dlm H:082144536053 Jt+Kshtn.Lokasi Nusa Dua.0361bw Jl.Pemelisan 168 Suwung Dps B.BP.001.04.17.0002075 Hub.Jendra 081338994747-Dana T.0361-4490319 0361-8497893 / 0361-721977 30038524/8525 MsInten/Chandra B.BP.001.04.17.0001752 08144377772 Dicari 18 Karyawan/ti, 5 Kasir, B.BP.031.04.17.0001971 B.BP.001.04.17.0001947 B.BP.001.04.17.0001811 Villa in Ubud,Seminyak, Ungasan 3 Adm,6 Collector:081999251555 Urgenlty required Accounting B.BP.001.04.17.0002042 Divine Villas Bali looking for looking for experienced House Low.Australia pengel ikan/ and Operation for Travel Agent Dicari Admin,Kasir,Proccesing e-commerce staff M/F, 2 Yrs keeping staff (for Jimbaran daging, cek info lengkap www. u/Toko Dapurku,Supratman No.275 CV:nur_dongwha@outlook.com experience, email to: villa to live in),speak English, indopower.co.id/australia.pdf Hub.089691784787/0361462650 info@divinevillasbali.com 08154706390 can cook breakfast.03614490319 Hp/WA 082130000976 pa Tangke B.BP.001.04.17.0002043
B.BP.004.04.17.0002049
B.BP.004.04.17.0001775
B.BP.004.04.17.0001962
B.BP.001.04.17.0001751
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post PT.Dipo Star Finance 3 Unit Mitsubishi Mirage telp.265007
HONDA
Dijual Honda City’2004 Matic Harga 90Jt Nego Hb.081246305813
B.BP.001.04.17.0001925
B.BP.001.04.17.0001944
APV X’2005 Gold +Ijin Pariwisata, 081337971754
MAZDA
Ertiga GX’12 Pth AsBali Manual Orisinil Luar Dlm 087761212554
B.BP.141.04.17.0002061
Mazda2 GT SKy Active’16 AT Pth &CRV’08 2.4AT Pth 085100840907
B.BP.154.04.17.0002085
B.BP.153.04.17.0002091
B.BP.001.04.17.0002089
MERCEDEZ
Suzuki Futura Pick Up’15 Putih Asli Bali Denpasar 08113992701
B.BP.153.04.17.0002090
Mercy’94 Akhir C180 Silv VR.18 Manual Audio TV Ors Total AC Dingin 081558332999, 52Ng Prbd
Swif’2008 hitam DK, Tgn I 08123814412
MITSUBISHI
TOYOTA
B.BP.001.04.17.0002088
B.BP.154.04.17.0002086
Innova V Abu’09 Manual Bensin Dijl Truck Box Double Mit Th’ 2003,110Nego Hub.081237030822 H.156Jt 085792780106 Prbd Nego B.BP.001.04.17.0001922
BIRO JASA
RUPA-RUPA
BIRO JASA
SERVICE
SPA
BIRO JASA
DIJUAL TANAH Tnh Nempil 250Jt/A,Jl.Besakih PondokCitra Pmogan 08123871809
B.BP.001.04.17.0000133 Hrg Promo 1,6M Perum Br Jl.AkaDIJUAL RUMAH sia Dps08123861163,08123838674 !Dkt Pantai Prerenan 3A,7A,10A Rumah 2,5Are Jl.Gn.Andakasa B.BP.001.04.17.0002077 Akomodasi Wisata,081338977777 Penamparan,085100856999 Pmk TT B.BP.001.04.17.0001945 Jl Rmh Sunset Resident No:017 B.BP.141.04.17.0002060 Blk Carrefour Kuta 085237972345 2,5Are BU200Jt/A Jl8m Hook Slt Rmh Baru Lb36 LT66 hrg.300Jt B.BP.155.04.17.0001959 LPD Baha Mengwi H:087862227168 Minimalis di Mandung Krambitan B.BP.001.04.17.0002074 DISEWAKAN RUMAH Tabanan Hub.085935384089 Dijual Cpt BU Tnh 1,25 Hrg. 425 Dikont Rmh Gn.Agung Padang B.BP.153.04.17.0002092 Jt Semua Nego B.Bulan Kangin Udayana VI No.13 3KT,1KM,RT, Djl Rmh Elit dgn berbagai Type, Jl.Tmb Celuk Hub.081237245257 Dpr,R.Klrg,Grs Tlp.0818551167 Lt2,nyman,strgs diDalung Dptk B.BP.001.04.17.0002069 B.BP.001.04.17.0002072 Bonus menrik dsetiap pembelian Djl Tnh 1,2,5 Are 285Jt/Are By Dikont Rmh di Tabanan 2Lt Full H.087860041028-082138258844 Furniture-Wifi H.087860910878 Pas Ktwl Truk Msk 08123923726 B.BP.001.04.17.0001948
Djl rumah baru besar 1,5M Jl 6 mtr Renon Hub.0817555444
B.BP.001.04.17.0002032
BIRO JASA
B.BP.001.04.17.0001895
Djl Rmh Kos LT3Are Jl.Tegal Sari Biaung Asri KsmKertalangu Hp.081281200188 2,2M Nego
B.BP.001.04.17.0002038
SUZUKI
Jazz RS’08 AT 149Jt, Gran Vitara 2011 Manual bs TT,085100856999
Toyota Nav1’13 Putih Jok Kulit Istimewa Hub.082144277772
B.BP.001.04.17.0002057
BIRO JASA
SHM 1,3Are Munggu Aspk Perum 20 mtr Jln Utama 087861752180
B.BP.001.04.17.0002044
SHM 1A TTutul Canggu Sempidi Sading Pemogan 081339036099
B.BP.001.04.17.0002046
Tnh 1,1-1,5A,Hrg.315/A.5mnt,Jl Prof Mantra Ktewel 08113990054
B.BP.001.04.17.0001267
Tnh Kavling Kodya Dps 1,7A SHM 360Jt/A 087761855545
DISEWAKAN TANAH Dswkn Tnh 18,5A u/Vila Gd.View Pgr Jl.Rya Bedugul 08155705508 B.BP.001.04.17.0001720
DIJUAL RUKO Ruko di Tegal Wangi Sesetan Harga 1M. 08123983100 B.BP.001.04.17.0002048
B.BP.001.04.17.0002080
ARSITEKTUR Jasa Arsitek IMB,Rmh tinggal, Villa,Kos,dll Hub.087866105393 B.BP.155.04.17.0001960
RUPA-RUPA *Deposito Koperasi 1,5M Gratis Tanah 2,5A di Pering Rvr View By Pass IB Mantra 081239011111
KEHILANGAN Hlg BPKB&STNK Mbl DK 1641 YC, an:Tommy Hardianto,081339034014 B.BP.005.04.17.0002033
Tlh Hlg Sbh SID Card A/N:Sayid Hud Almagraby di sktr Jln Diponegoro.Bagi yg Menemukan Mohon Hub.081555330582 B.BP.001.04.17.0002066
B.BP.001.04.17.0002082 DISEWAKAN VILLA PELUANG USAHA Tnh Kvl Jln Kebo Iwa Utara PeBantu murah Pajak SPT Tahunan rum Gunung Sari H.081337141817 Dswakan Vila 2Lt 2Kmr Tdr,Pool bulanan SIUP NPWP 081338344155 Dcr Leader MLM,Kembangkan MLM B.BP.135.04.17.0001983 3x7 LokGWK Ungasan085100750460 baru asal Bali H.085208522200 B.BP.001.04.17.0001539 B.BP.001.04.17.0002083 B.BP.001.04.17.0001256 Tnh u/Vila 9A Ds.Melayang/Dkt LAUNDRY VilaOnje 10mnt Ubud08113990054 DISEWAKAN KANTOR BIRO JASA Jual Cepat Mesin Laundry Koin B.BP.001.04.17.0002078 B.BP.001.04.17.0001269 B.BP.001.04.17.0001931 Disewakan kantor di Renon Lt2 3 Buah,u/Usaha Laundry Modern Pajk SPT Tahunan/Bln NPWP-,PKP Kont Rmh LNK padang Sari Gg. Kvl Mengwi 60/A&140/A & di Be- Tnh Kav Jln Utm KeboIwa Gianyar L:100m2 Hub.081337572572 sy bs bantu murah,081999121505 1,5A 250Jt/A 087761855545 Hub.08174746089 Walet IV No.10 Pds 08123685455 ringkit 270/A Hub:087862450004 B.BP.165.04.17.0001929
BIRO JASA
B.BP.001.04.17.0001820
B.BP.001.04.17.0002079
B.BP.004.04.17.0002050
B.BP.001.04.17.0002070
B.BP.001.04.17.0001540
REKREASI
18
Minggu Kliwon, 30 April 2017
TTS Bali Post
Pertanyaan 1
2
3
4
5
6
7
8 9
10 11
15
12
16
13
14
17 18
19
20 21
22 23 24
25 26
29
30
31
27
28
32 33
34
35
36 37
38
Menurun: 2. Sejenis musik/lagu bertempo cepat 3. Bau kerak terbakar 4. Nama kembaran Nakula 5. Selongsong/pembungkus/salut 6. Jalur angkutan yang meng hubungkan dua tempat 7. Anak dari anak kita Ketentuan Menjawab 9. Ibu kota Kabupaten Klungkung 10. Cara untuk mencegah kehamilan Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam 13. Pernyataan tertulis berisi tuntutan amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 294 tentang suatu hal dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. 14. Seni drama dan tari Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 16. Dokter ahli rontgen dan pem 80232, paling lambat Sabtu 6 Mei 2017. Pemenang diubacaannya mumkan pada Bali Post Minggu 14 Mei 2017. Hadiah 19. Kayu tempat sangkutan genteng disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 20. Arau/campur dan kacau 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, 22. Kumpulan karya tulis pilihan Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan 25. Nama ikan air tawar Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kan28. Istilah untuk rem yang tidak tor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan berfungsi identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah 30. Yang seyogyanya patut digugu tersebut akan dikirim lewat pos. dan ditiru 31. Nilai jual objek pajak Jawaban TTS No. 292 35. Abu dapur (Bali)
SPT2017
Mendatar: 1. Penyakit sesak nafas disertai mengik 4. Nama pulau di tengah danau 8. Sebuah destinasi wisata terkenal di Bali 9. Nama sebuah kawasan wisata hutan berkera di Bali 10. Uji 11. …. Sistem, pembagian golongan darah manusia 12. Rahim/peranakan 15. Membuang iman 17. Yang 18. Baru sama sekali 20. Penghargaan (Inggris) 21. Kata sapaan hormat kepada adik 22. Batal/anggap tidak sah 23. Berkenan (Bali) 24. Latihan dasar kepemimpinan mahasiswa 26. Bentuk gas suatu zat 27. Cekungan/rongga tempat bola mata berada 29. Dibalik: Kuning kemerah-merahan/orange 32. Tempat para tahanan 33. Bayi sangat butuh ini 34. Sepeda motor (Jepang) 36. Sebuah merek biskuit 37. Alat (Bali) 38. Lorong
KUPON TTS No.294
Mendatar: 1. Petinju 4. Seleksi 8. Samsung 11. Kantong 13. UNO 14. Pen 15. NPA 16. Kuala 18. nanti 20. Medan Perang (Medan Perang) 22. PantaiSanur (Pantai Sanur) 27. Atase
28. Arung 29. Sau 30. Tim 31. Neo 32. Ilalang 34. Rencana 36. Ingatan 37. Tenugui Menurun: 1.Pustaka 2. Temaram 3. Jin 5. Era 6. Kloning 7. Inggris
9. UNPAD 10.GunungAgung (Gunung Agung) 11. Konduktor 12. Nyana 17. Lekas 19. Anjur 21. Kartini 22. Pantang 23. Neska (Aksen) 24. Namun 25. Rumpang 26. Agitasi 33. NSA 35. Ene
Pemenang TTS No. 292 Ni Wayan Mandri Jl. Serma Natih B/54, Susuan, Karangasem 80813 I Pt Supartha Jl. Gadung Gang III/7 Kel. Dangin Puri Kangin, Kec. Denpasar Timur Ida Bagus Arpana Jl. Jelantik Gingsir No.55, Sukasada, Singaraja 81161 Ni Luh Made Dwipayani SD Negeri 2 Sukawati, Gianyar 80582 Wayan Suarjaya Utama Jln. Merdeka No.43 Bangli 80613 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Ketut Agus Wijana Alamat : Jl. Gatot Subroto II/31B Tabanan 82123
Candi Cetho Karanganyar
Peninggalan Kerajaan Hindu Jadi Tujuan Wisata CANDI Cetho merupakan salah satu tempat wisata yang belakangan ini ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Lokasinya yang terletak di Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah ini berada pada ketinggian dengan aneka tanaman lokal, perkebunan teh, bawang dan lainnya membuat suasana adem dengan panorama yang sangat indah. Pemandangan pengunungan yang mengitari areal candi tampak sangat indah. Ada Gunung Merbabu dan Gunung Merapi. Selain itu, wisatawan juga disuguhkan dengan pemandangan luas Kota Surakarta dan Kota Karanganyar yang terbentang
luas di bawahnya. Apalagi, di malam hari akan tampak kebyar-kebyar lampu penerangan jalan dan rumah yang menghiasi pemandangan Candi Cheto dari ketinggian. Wisatawan domestik terutama dari Pulau Dewata sering memanfaatkan tempat bersejarah ini untuk melakukan kegiatan wisata spiritual. Sementara wisatawan asing tampak berkunjung dan mengabadikan momen yang ada di sana. Harsono, seorang petugas pariwisata di dusun itu mengatakan, setiap hari selalu saja ada wisatawan yang berkunjung ke Candi Cetho ini. Pada hari libur nasional, wisatawan domestik dari Surabaya dan di kota-kota lain di Jawa biasa mengun-
jungi candi ini. Demikian pula terhadap wisatawan asing. “Pada bulan ini kunjungan wisatawan asing bisa dihitung dengan jari, tetapi berbeda mulai Juni kunjungan wisatawan asing datang mengalir,” ujarnya. Kompleks candi biasanya digunakan oleh penduduk setempat dan juga peziarah yang beragama Hindu sebagai tempat pemujaan. Candi ini juga merupakan tempat pertapaan bagi kalangan penganut kepercayaan asli Jawa/Kejawen. Jero Mangku Gede Cetho mengatakan pada saat berlangsungnya piodalan di Candi Cetho ada kegiatan unik yang menjadi daya tarik tersendiri buat wisatawan. Piodalan yang dilaksanakan
setiap 210 hari tepatnya pada Anggara Kasih Medangsia itu diikuti semua umat yang ada di Dusun Cetho. Tak hanya warga Hindu, tetapi juga warga yang beragama Islam dan Kristen. Mereka melakukan kegiatan spiritual itu berdasarkan Adat Dusun Cetho yang bekerja dengan bahu membahu. Dusun Cetho yang terdiri dari 100 kepala keluarga (KK) sebanyak 80 KK memeluk Agama Hindu itu mula-mula menghaturkan pejati yang berisi ayam panggang. Sesajen itu dibuat oleh masing-masing KK, setelah dihaturkan kemudian magibung (makan bersama). Syaratnya, masing-masing KK tidak boleh menikmati ayam panggangnya sendiri,
melainkan buatan KK yang lain. “Aktivitas ini masih lestari hingga kini sebagai wujud toleransi di antara warga,” ungkap Jro Mangku Gede Cetho. Sejarah Candi Cetho Karanganyar ini dibangun sekitar abad ke-15 di akhir masa kejayaan Kerajaan Majapahit Hindu. Candi Cetho ditemukan seorang arkeolog Belanda yang bernama Van de Vlies sekitar tahun 1842. Pertama kali ditemukan keadaan Candi Cetho sangat memprihatinkan, hanya terdapat 14 teras dengan kondisi batuan sudah ditutupi oleh lumut. Pemugaran selanjutnya dilakukan oleh Humardani, seorang asisten pribadi Presiden Soeharto pada tahun 1970. (win)
Bali Post/win
BERKUNJUNG - Sejumlah wisatawan mancanegara dan domestik saat sedang berkunjung di Candi Cetho, Jawa Tengah.
19
Minggu Kliwon, 30 April 2017
Pemda Bisa Terima CPNS Lewat Formasi Khusus Sumbar (Bali Post) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur menyebutkan pemerintah daerah dapat menerima Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), tetapi lewat formasi khsusus. “Kita masih buka, tapi formasi khusus,” kata dia usai beraudiensi dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (29/4) kemarin. Ia mengatakan pemerintah daerah yang mengajukan harus membuat roadmap-nya, berapa yang dibutuhkan, tapi harus detail. Misalnya, kata dia, untuk Dinas Pekerjaan Umum butuh tenaga insinyur apa saja, mungkin insinyur pertanahan, konstruksi, arsitektur, sehingga pemerintah daerah mempunyai orang-orang yang memiliki keahlian di bidangnya. Begitu juga untuk bidang-bidang lain seperti pertanian, guru, tenaga medis. Tujuannya CPNS yang dibutuhkan jelas. “Tolong buatkan detailnya, nanti berdasarkan hal itu dibuatkan namanya formasi khususnya,” kata dia. Menurutnya, pola perekrutan CPNS pada 2017 tidak akan secara massal, tapi memakai formasi khusus, tujuannya perekrutan itu sesuai kebutuhan. Untuk itu, semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) perlu memetakan serta mengevaluasi tenaga yang dibutuhkan. Pemetaan ini, tambahnya, termasuk menyesuaikan kebutuhan pegawai dengan kualifikasi pendidikannya. Jangan sampai, katanya, saat mengajukan pegawai kualifikasinya tidak sama. Misalnya sarjana bidang agama bekerja di Dinas Perhubungan, atau sarjana teknik di pariwisata. Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi, menyambut baik peluang penerimaan seperti yang disampaikan pihak Kemenpan-RB. Menurutnya, jika salah syarat menerima CPNS itu belanja pegawai lebih kecil dari belanja modal, maka Kabupaten Limapuluh Kota tidak akan dapat menerima CPNS, sementara kebutuhan cukup banyak. Hal itu disebabkan karena banyaknya ASN di daerah itu yang pensiun setiap tahunnya sementara tambahannya tidak ada. (ant)
BPM/wan
JANUR - Sejumlah ibu membeli janur di tempat penjualan janur dengan menggunakan mobil di kawasan Jalan Sulawesi, Sabtu (29/4) kemarin.
Pasokan janur ke Bali dominan datang dari Pulau Jawa dan Sulawesi.
Tepis Serbuan Pengusaha Luar, Bali Perlu Penguatan SDM Singaraja (Bali Post) Pertumbuhan sektor usaha di Bali cukup pesat. Itu tak hanya terbatas pada pariwisata yang digadanggadang memiliki iklim investasi paling besar di dunia. Belakangan, usaha berupa penyediaan bahan upacara umat Hindu mulai bermunculan. Ironisnya, belakangan ini, profesi itu justeru ada yang dilakoni masyarakat luar. Sementara umat Hindu sebagai pemakai, lebih banyak terkesan hanya sebagai penonton. “Kalau diamati, tak dimungkiri sejumlah bahan upakara kebutuhan umat Hindu banyak masuk dari luar. Mulai dari janur, kelapa, hingga dupa,” ujar Dekan Fakultas Ekonomi
Asman Abnur
Dari Hal. 1
Terkait hal ini, Dinas Kehutanan sempat berencana melakukan tukar-menukar kawasan Tahura antara kawasan hutan di Pulau Pudut dan sekitarnya yang tidak ditumbuhi mangrove dengan kawasan di luar hutan seluas 238,79 hektar yang ditumbuhi mangrove. Namun, rencana yang bergulir pada 2015 itu sampai sekarang masih berproses di Kementerian LHK. Di sisi lain, rencana tukar-menukar juga sempat dituding sebagai upaya yang dilakukan pemerintah untuk memuluskan rencana reklamasi Teluk Benoa. Direktur Eksekutif Walhi Bali, Suriadi Darmoko, menilai, rencana tukar-menukar kawasan Pulau Pudut dan sekitarnya dengan kawasan
di luar dari kawasan hutan hanyalah untuk menghilangkan atau menghapus status Pulau Pudut dan sekitarnya seluas 169,95 Ha dari kawasan hutan. Dengan demikian, secara otomatis Pulau Pudut dan sekitarnya akan menjadi zona P atau kawasan budi daya sesuai isi Perpres No.51 tahun 2014 yang boleh direklamasi. “Ini menunjukkan bahwa rencana reklamasi Teluk Benoa juga tumpang tindih dengan kawasan hutan. Sekalipun telah terbit Perpres 51, ternyata mereka masih melanggar. Sehingga upaya untuk melakukan tukar-menukar kawasan Pulau Pudut dan sekitarnya seluas 169,95 hektar adalah bagian dari upaya untuk memuluskan agenda investor mereklamasi Teluk Benoa,” tegasnya. (rin)
Menyangkut Sampah Dari Hal. 1
Bila menyangkut sampah dan pencemaran, lanjut Wiranatha, Dinas Kehutanan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali dan Dinas PUPR Provinsi Bali. Penanganan dilakukan secara menyeluruh dari hulu. Mengingat,
Taksu Bali
BPM/ant
Kawasan Tahura
ada tiga sungai besar yang bermuara di Tahura Ngurah Rai. Selain dinas terkait di provinsi, masalah tersebut juga dikoordinasikan dengan instansi terkait di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. “Mungkin sudah masingmasing memrogramkan bagaimana penanganan ke depan,” tandasnya. (rin)
Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Prof. Dr. H. Naswan Sudarsono, M.Pd., Rabu (26/4). Menurut Sudarsono, keperluan sarana upacara masyarakat Hindu di Bali sangat tinggi. Itu tak terlepas dari kehidupannya yang sering bersentuhan dengan adat dan agama. Diibaratkan, sarana upakara itu sebagai kuning telur yang posisinya sebagai
inti dari bagian yang lain. Sementara sektor pariwisata dan perindustrian ada pada bagian luarnya yang hanya menjadi pendukung. Beranjak dari itu, pengembangan usaha berkaitan dengan umat sangat potensial untuk digeluti. Bahkan, bukan tak mungkin itu akan mampu mendukung sektor pariwisata yang untuk di Bali lebih berbasis budaya. “Pariwisata budaya ini didukung dengan religi. Sehingga usaha upakara ini sangat mendukung,” ucapnya. Guna menepis serbuan pengusaha luar, diperlukan penguatan sumber daya ma-
Dari Hal. 1
Dampaknya, taksu Bali ke depan juga akan berkurang. Dari segi pawongan, ada indikasi manusia Bali mengalami degradasi moral. Orang Bali mestinya memiliki perilaku yang didasari dharma, artha, kama, dan moksa. Tapi, tanda-tanda itu sudah mulai tidak kelihatan yang artinya sudah terjadi penurunan martabat orang Bali. Kemudian dari segi parahyangan, proses desakralisasi tempat-tempat suci semakin luas. Sebagai contoh, di dekat pura justru dibangun hotel. “Melalui pilkada (pilgub, red), saya berharap kita akan memperoleh pemimpin Bali yang memahami masalah ini. Sebab, kalau mereka tidak memahami masalah ini, sehebat apa pun, solusinya itu akan jauh dan tidak menyelesaikan permasalahan itu,” jelas staf ahli Gubernur Jawa Tengah dan Bupati Gianyar ini. Menurut Sadguna, akan percuma bila pemimpin Bali ke depan tidak memahami kerusakan yang terjadi pada Tri Hita Karana. Sebab, pemimpin Bali yang ingin mewujudkan kesejahteraan di Bali harus memahami konsep-konsep local genius tersebut. Itu sebabnya, masyarakat nantinya jangan melakukan pemilihan buta
atau tanpa pegangan karena dapat berakibat fatal bagi Bali ke depan. “Secara umum memang di Bali membutuhkan pemimpin yang mempunyai kompetensi dan integritas yang tinggi, yang cocok dengan kebutuhan di Bali. Artinya, mempunyai kemampuan atau kompetensi yang mampu menyelesaikan masalah Bali yang ada sekarang maupun tantangantantangan yang akan muncul kemudian dengan memerhatikan konstelasi Bali sebagai bagian dari NKRI,” terangnya. Tim ahli Gubernur Jawa Tengah ini menambahkan, kompetensi yang dibutuhkan pemimpin Bali ke depan adalah berupa keahlian, pendidikan, wawasan, yang sifatnya multi knowledge. Kecerdasan, pengetahuan, dan wawasannya tidak sebatas lokal atau nasional, tapi juga global. Dikatakan, profile leadership di Bali adalah pandita ratu atau pemimpin yang mempunyai kemampuan manajerial sekaligus religius. Atau mampu memahami masalah sosial budaya dan spiritual di Bali, tidak cukup hanya pintar. “Harus balance kemampuan jagaditha dan kemampuan spiritualnya. Mampu bekerja sama dengan berbagai institusi adat dan agama yang ada di Bali. Ini penting karena negara dibentuk oleh adat,”
jelasnya. Sadguna melanjutkan, pemimpin Bali ke depan juga harus memahami struktur ekonomi Bali. Minimal mampu merekrut ahli-ahli bidang ekonomi di belakangnya, untuk membantu merumuskan berbagai kebijakan ekonomi. Hal fatal di bidang ekonomi selama ini, telah terjadi kesalahan strategi pembangunan. Ketika era Gubernur Prof. I.B. Mantra, pembangunan Bali memang berjalan dengan baik. Mengingat, Prof. Mantra memahami struktur ekonomi Bali dikuatkan pariwisata dan memahami juga tentang perlunya menjaga kelestarian Bali yang berbasis Tri Hita Karana. “Sehingga strategi pembangunan adalah mengembangkan high quality tourism, turis yang datang sedikit tapi uangnya banyak. Dia eksplisitkan sebagai pariwisata budaya. Tapi ketika gubernur bergeser, mass tourism yang dikembangkan,” keluhnya. Sadguna memaparkan, mass tourism memang mendatangkan banyak wisatawan. Namun membawa uang yang sedikit, dan menimbulkan banyak masalah di Bali. Seperti, sampah dan masalah sosial lainnya. Investor yang menikmati dampak positifnya, tapi masyarakat Bali yang harus menanggung dampak negatifnya. (kmb32)
H. Naswan Sudarsono. nusia (SDM) yang bermuara pada tumbuhnya entrepreneur muda yang saat ini masih sangat sedikit. Tentunya untuk mewujudkan itu, diperlukan sebuah kerja keras, salah satunya mengadakan sinergi dengan perguruan tinggi maupun partnership yang sudah lebih dulu menggeluti dunia usaha. “Yang mengalami persoalan seperti ini (minim entrepreneur -red) tak hanya Bali. Tetapi hampir di seluruh daerah di Indonesia. Idealnya suatu daerah
atau negara, minimal lima persen penduduknya jadi entrepreneur. Tetapi kita masih di bawah dua persen. Meskipun demikian, jika Bali bisa membangkitkan itu, generasi Bali berikutnya akan kembali seperti dulu,” sebutnya. Di tengah situasi demikian, guru besar asal Banyuangi, Jawa Timur ini menegaskan umat Hindu harus mulai berubah pemikiran, yakni mampu unggul menjadi tuan rumah. Sarana upakara yang dibuat secara mandiri, baik, dan sempurna akan mampu mengantarkan Bali semakin mataksu. “Dengan mataksu, Bali akan semakin sering dikunjungi,” tegasnya. Memunculkan usaha, peran LPD dinilai sangat strategis. Keberadaannya yang sangat melekat dengan adat akan mampu menjadi sumber permodalan. Hanya, itu harus didukung manajemen yang berorientasi pada sosial ekonomi dan sosial religi. “Dua hal ini harus seimbang, selaras dan serasi. Konsep itu telah dimiliki orang Bali,” tandas Sudarsono. (sos)
Wisata Mangrove Dari Hal. 1
Selain dibangun akomodasi pariwisata, di hutan mangrove juga dikelola wisata mangrove oleh kelompok yang berada di bawah naungan desa, dengan 30 anggota. Kelompok ini bertugas untuk memandu wisatawan berkeliling di taman mangrove, termasuk mengelola taman ini supaya tetap bersih dan asri. Untuk satu perahu setidaknya bisa mengangkut 4 penumpang dengan tarif Rp 100 ribu/perahu. Dipandu satu orang, wisatawan akan diajak berkeliling mengitari destinasi mangrove sekitar 30 menit. “Kita menyetor ke desa Rp 10 ribu/perahu,” tutur Ni Made Dani anggota kelompok taman mangrove di Desa Jungut Batu. Setidaknya saat musim liburan, jumlah kunjungan yang datang mencapai ribuan dalam seminggu. Sebagian
besar didominasi Wisatawan dari Tiongkok, kemudian Inggris, Australia dan sebagainya. Bahkan ketika liburan sekolah juga banyak wisatawan lokal yang datang. “Saat ramai saya sendiri bisa mengangkut lima kali penyeberangan,” ujarnya. Ni Made Dani mengaku sejak tiga tahun mulai bergelut di bidang wisata. Hal ini karena suaminya Made Sutiamat meninggal karena disambar petir saat memanen rumput laut 2014 lalu. Ketika itu, ibu tiga anak ini juga petani, namun penghasilan yang didapat tidak menentu, rata-rata 500 ribu/bulan. Sehingga dia memutuskan terjun menjadi pemandu pariwisata di taman mangrove, dengan modal awal membeli sebuah perahu fiber seharga Rp 3 juta. “Kini rara- rata dalam sehari saya bisa mengais rezeki Rp 90 ribu/hari,” ujarnya. (dwa)
balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost
Minggu Kliwon, 30 April 2017
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
DRAMA ANAK - Film ’’Surau dan Silek’’ merupakan drama anak-anak, jadi nantinya tidak akan ditemukan adegan perkelahian.
BPM/pik
’’Surau dan Silek’’
Tentang Pendidikan Karakter Buat Anak-anak di Sumatera Barat
Gita Gutawa
BPM/ist
Haru terhadap Banjir Bunga Jakarta (Bali Post) Penyanyi Gita Gutawa angkat suara soal ribuan karangan bunga untuk Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat menjelang berakhirnya kepemimpinan mereka Oktober mendatang. “Bukan rahasia lagi aku salah satu pendukungnya Pak Ahok. Melihat begitu banyak rangkaian bunga sangat mengharukan. Ada yang bilang tipuan atau apa, tetapi yang pasti itu menunjukkan support kita pada Pak Ahok,” ujarnya usai menghadiri sebuah acara di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (28/4). Gita mengaku mendukung Ahok karena meyakini program-program yang sang gubernur gulirkan berdampak positif kepada warga Jakarta. “Saya mendukung karena percaya sama programnya,” kata dia. Kendati pada akhirnya calon gubernur pilihannya itu tak lagi bertugas pada periode mendatang, Gita telah menerimanya. “Memang kalau tidak terpilih ya sudah seperti itu jalannya. Saya merasa beliau salah satu sosok yang inspiratif dan sangat membantu Jakarta untuk maju,” kata dia. Tidak hanya karangan bunga, para penggemar mereka dari berbagai usia juga berbondong-bondong mendatangi Balai Kota untuk sekadar bertemu Ahok-Djarot dan berfoto bersama. (ant)
FILM berjudul ’’Surau dan Silek’’ yang menceritakan kearifan lokal budaya tradisional Minangkabau, Sumatera Barat, tayang di bioskop-bioskop seluruh Indonesia pada April 2017. Sutradara Arif Malinmudo mengatakan film ini mengeksplorasi konten-konten buda-
brolan BALE BANJAR ARIDUS KALAU kita mau jujur menegakkan hukum di atas semua suku bangsa, agama, ras dan golongan, di dalam sidang semakin jelas sudah terjadi kesalahan fatal dengan memaksakan kasus yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Begitu jelas terungkap bahwa kasus ini, sejak awal adalah rekayasa politik dan merupakan pengadilan massa (trial by the mob) yang didalangi orangorang yang sejak lama telah membenci saya dan menolak saya dan mencap saya sebagai gubernur kafir. Mereka bahkan sudah melantik gubernur tandingan sejak tanggal 1 Desember 2014. (Pledoi Basuki Tjahaja Purnama, ‘’Saya bukan kafir!’’ dalam kasus Penistaan Agama). ‘’Membaca pidato pembelaan Basuki Tjahaja Purnama secara komplit, aku berpendapat, orang yang lebih dikenal dengan panggilan Ahok itu, benar-benar bernyali besar dan tidak mabuk kekuasaan. Namanya mulai populer sejak menjadi pasangan calon wakil gubernur bersama Joko Widodo
Rustam. Akan tetapi di tengah perjalanan Rustam harus pergi merantau sehingga ketiga anak ini menjadi kehilangan arah dan terpaksa harus mencari guru silat pengganti. Di sinilah mereka mulai mengerti filosofi silat. “Sekalipun berjudul si-
lat akan tetapi sebenarnya film ini merupakan drama anak-anak, jadi nantinya tidak akan ditemukan adegan perkelahian,” kata Arif. Ia mengemukakan penggunaan bahasa Minang dalam film ini cukup besar, yaitu sampai 80 persen
serta aktor utamanya asli Minang. “Dalam cerita kami juga mengusung konten asli Minang, bukan hanya cerita akan tetapi juga konteks masalah, walaupun zaman atau generasi surau saat ini sudah tidak populer seperti dahulu,” jelasnya. (pik)
Sifat Ksatria di Balik Kelembutan Perempuan
Jakarta (Bali Post) Ketidaksetaraan gender menyebabkan banyak ketidakadilan terhadap perempuan. Hal ini di antaranya masih ada bentuk diskriminasi, tindak kekerasan, marginalisasi, sub-ordinasi, bias, dan stereotipe, terhadap kaum perempuan. “Perlindungan hak perempuan sudah semestinya menjadi perhatian khusus bagi semua pihak tanpa menciptakan diskriminasi. Paradigma perempuan kaum lemah tidak berlaku lagi pada zaman yang sedemikian pesat,” papar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Prof. DR. Yohana Susana Yembise, Dip. Apling, MA,dalam sambutan tertulis, yang disampaikan di acara Gelar Pentas Budaya ‘Kartini dan Perempuan Penggiat Perdamaian’ di Gedung Pusat
Ikan Nemo Menggugat alias Jokowi sebagai calon gubernur dalam Pilkada/ Pilgub DKI Jakarta tahun 2014. Berbagai serangan dalam segala cara terutama yang berbau SARA diterimanya, dan terus berlanjut kendati paslon Jokowi-Ahok berhasil memenangkan kompetisi. Hujatan lebih brutal dan kasar diterimanya saat Jokowi resmi memenangkan Pilpres 2014, bahkan sampai kelompok-kelompok yang membencinya, seperti ulasannya dalam pledoi, membuat gubernur tandingan. Semua kejadian dan kekonyolan para pembenci Ahok diberitakan nyaris semua media, sehingga menjadi bahan tawaan dan olok-olok, melahirkan meme yang sarkastik dan sinis. Keberanian dan ketegarannya menyikapi segala buli, setelah naik pangkat menjadi Gubernur DKI, mendapat simpati berbagai kalangan di Tanah Air. Meskipun dianggap berstatus triple minoritas karena asal-usul ras, agama, dan tempat kelahirannya, Ahok yang paham makna konstitusi dan pernah menjadi bupati di Belitung Timur dan anggota DPR-RI, tidak menganggap semua cercaan dan hujatan sebagai hambatan, namun cemeti yang melecut dirinya untuk berbuat sebagai abdi rakyat dan pelayan masyarakat yang baik dan jujur,’’ papar Rubag. ‘’Terkait dengan kejujuran tersebut, aku jadi terpingkal membaca berita di media online, ihwal kedatangan seseorang ke kantor Ahok setelah memarkir helinya tidak jauh dari Balai Kota
ya tradisi dan pemandangan alam Sumatera Barat. “Insya Allah film ini rilis secara nasional,” ujarnya. Film ini mengisahkan tiga anak kecil yang berambisi memenangkan sebuah pertandingan hingga kemudian belajar silat pada seorang pemuda kampung bernama
DKI. Konon, wajah yang saat datang kelihatan sumringah karena euforia kemenangan, tiba-tiba lesu hilang semangat ketika Ahok memperlihatkan sistem keuangan atau APBD Pemerintah DKI-Jakarta yang berbasis E-budgeting. Masalahnya bukan pada kata sandi atau password, melainkan karena segala pendapatan dan pengeluaran diawasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Artinya, komputer keuangan DKI Jakarta yang password-nya dipegang gubernur, terhubung dengan komputer KPK dan BPK yang kata sandinya dipegang pimpinan instansi itu, jadi ada tiga atau triple passwords. Ini membedakannya dengan sistem dan mekanisme keuangan instansi lain dan cara ini mendapat pujian selangit dari pengamat politik Arbi Sanit. Aku sependapat denganmu Bag, Ahok memang bukan manusia gemaruk atau gila jabatan, namun abdi rakyat sejati, yang mendasarkan pengabdiannya atas kejujuran, keikhlasan dan ketegasan, kendati banyak pihak menyebutnya kasar. Coba simak kalimat warisannya buat masyarakat Jakarta, sebelum Pilgub DKI Jakarta 2017 berlangsung! Kalau saya tidak terpilih lagi, jangan khawatir. Jabatan saya berakhir Oktober 2017 kok. Jadi sisa satu tahun ini, percayakan pada saya saja. Saya kerjanya cepat kok! Gak ada saya pun, gak usah khawatir! Saya sudah bikin peraturan, siapa pun yang
Perfilman H. Usmar Ismail (PPHUI), Kuningan Jakarta, belum lama ini. Sambutan tersebut dibacakan Deputi Menteri Bidang Perlindungan Hak Perempuan, Kementerian Pemperdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Prof. Dr. Vennetia Ryckerens Danes, M.Sc., Ph.D. “Kami menyampaikan permohonan maaf dari ibu Menteri, beliau berhalangan hadir di acara ini karena mendapat tugas mendadak dari Presiden untuk melaksanakan tugas ke Iran,” ujar Vennetia. Korban Zaman Kesetaraan hak untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan, ungkap Vennetia, tidak menempatkan perempuan sebagai kompetitor laki-laki. “Jadi tidak ada lagi keraguan bagi
perempuan untuk berkiprah sebesar-besarnya dan berpartisipasi membangun negeri ini,” ujarnya. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, kata Vennetia, mendukung diselenggarakannya Gelar Pentas Budaya Kartini dan Perempuan Penggiat Perdamaian dalam rangka menyambut Hari Kartini 2017. Hal ini menjadi salah satu sumbangsih para pelaku seni budaya yang memiliki kepedulian terhadap harkat perempuan. Pergelaran ‘Kartini dan Perempuan Penggiat Perdamaian’ ini adalah pementasan pembacaan sajak-sajak dengan sentuhan musik, tari, dan teater. Perempuan, lanjut Vennetia, jangan menjadi korban zaman yang hanya pandai mematut diri. “Perempuan bukan semata mempercantik
diri. Melainkan menanamkan sugesti kepada seluruh komponen bangsa. Hari ini menjadi bukti bahwa di balik kelembutan hati perempuan terdapat sifat ksatria dalam membela kesatuan dan persatuan Indonesia yang diaplikasikan melalui pergelaran bernuasa kebudayaan ini,” ungkapnya. Pada kesempatan tersebut hadir para inspirator perempuan, antara lain; Suraiya Kamaruzzaman, yang berhasil meredakan konflik di Aceh. Lian Gogali, yang berhasil mengatasi konflik Poso (Sulawesi Tengah). Yusan Yeblo, pejuang hak pribumi di Papua, serta Dewi Kanti, tokoh perempuan muda yang mempertahankan budaya Sunda Wiwitan, di Kuningan, Jawa Barat. Keempat tokoh perdamaian perempuan ini juga tampil di atas panggung
membacakan karya-karya puisinya. Menyuarakan berbagai kompleksitas gejolak sosial kultural yang terjadi di masing-masing wilayahnya, dari Aceh, Poso Sulawesi, Papua, hingga Kuningan Jawa Barat. Pergelaran ‘Kartini dan Perempuan Penggiat Perdamaian’ ini, digagas oleh budayawan Bambang Oeban. Diselenggarakan atas kerja sama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, dan Natural Indonesia. Melibatkan para seniman, budayawan, aktor, aktris, penyanyi, dan musisi, antara lain, Aning Katamsi (penyanyi seriosa soprano), Clara Sinta (aktris, putri almarhum WS. Rendra), Asti Fajriani (pianis), Boy Tirayoh (aktor), dan puluhan seniman lainnya. (pik)
menjabat gubernur, asalkan jujur dan kerja nyata, tidak nyolong, pasti lancar. Maka jika ada yang lebih nyata dari saya, lebih rajin, lebih hebat, pilih saja dia!’’ tutur Sudiantara. ‘’Hahaha, mungkin yang dimaksud peraturan adalah E-budgeting yang bikin wajah ceria menjadi murung itu! Walaupun KPU Jakarta belum mengeluarkan pengumuman resmi tentang hasil Pilgub, tetapi seluruh masyarakat di Tanah Air yang membaca hitungan cepat dari lembaga survei, tahu paslon dua Basuki-Djarot kalah. Pilgub Jakarta ini, kendati untuk memilih pemimpin daerah khusus ibu kota, namun karena Jakarta adalah ibu kota RI pula, maka hajatan politik ini disebut Pilgub rasa Pilpres! Ironisnya, bagi mereka yang mengikuti sepak terjang Ahok sejak namanya meroket di kancah nasional, Ahok dinyatakan bukan kalah, namun dikalahkan atau mengalah demi stabilitas nasional. Pledoi Ahok di pengadilan atas dakwaan menista agama, menyiratkan bahwa ada skenario besar yang berkelindan di balik upaya mengkriminalkannya, terkait keikutsertaannya dalam kontestasi politik sebagai petahana. Tiga kali demo besar berkode tiga angka yang berlatar agama, ras, suku dan golongan direkayasa orang-orang yang ingin melengserkannya, menjelang Pilgub berlangsung. Bahkan ada artikel yang serupa parodi menulis judul ‘Ahok dihentikan di Km 19.4’ mengilustrasi kekalahan paslon Basuki-Djarot dalam Pilgub 19 April lalu. Bila benar sinyalemen, Ahok dan Djarot dikalahkan cara-cara berpolitik
primordial yang mengusung sentimen agama, ras, etnis dan golongan, maka julukan Indonesia sebagai penganut demokrasi terbesar kedua, setelah Amerika Serikat, perlu dipertanyakan. Sebab, primordialisme adalah kakak kembar paternalisme yang menjadi anak kandung feodalisme, musuh besar demokrasi,’’ komentar Mardika. ‘’Benar, feodalisme adalah saudara kandung monarkhi absolute dan otoriterisme. Agaknya Amerika pun sudah melepaskan atributnya sebagai negara demokrasi dengan terpilihnya Donald Trump yang terkenal rasis dan konservatif sebagai Presiden ke-45 AS. Lebih ksatria dan tegas Cina, tetap menyebut diri negara berideologi komunis namun secara paradoks menerapkan politik ekonomi kapitalis neoliberal berbasis pasar bebas. Kemunafikan dan kebohongan rupanya dibaiat menjadi bahasa demokrasi kontemporer, sehingga kecurangan yang didukung mayoritas dianggap kebenaran. Kelompok kecil yang biasa disebut liyan karena menentang arus dan membela kebenaran berdasar logika dan kecerdasan sering menjadi korban. Karena itulah Ahok dalam pledoi menyerahkan pada putusan hakim, apakah vonis akan berdasarkan pengadilan massa atau trial by the mob ataukan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, karena dituduh nonpribumi. Inilah keanehan lain, sebab gara-gara Ahok ikut Pilgub, isu pribumi dan non-pribumi kembali dihidupkan. Padahal rivalnya yang kalau ditelisik asal-asulnya juga tidak beda dengannya. Untuk itulah,
Ahok mengutip cerita tentang Yesus yang akhirnya disalib, karena Jenderal Pontius Pilatus tidak berani menentang kehendak massa yang kesetanan untuk menghakiminya, meski Pilatus tahu Yesus tidak bersalah. Ternyata tirani mayoritas kembali bangkit setelah dikubur gerakan reformasi, walaupun wujudnya beda,’’ tambah Suryanegara. ‘’Karena sikap, keteguhan, kejujuran serta keikhlasannya berkorban demi mengabdi masyarakat, coba lihat di medsos dan TV, ribuan karangan bunga menyerbu Balai Kota DKI Jakarta. Ini fenomena aneh, begitu ujar para pedagang bunga di Jakarta. Biasanya karangan bunga untuk yang menang atau saat pelantikan, namun Ahok dan Djarot
menerima saat kalah dan sebentar lagi akan lengser dari jabatan. Sedikit berbeda dengan ceritanya tentang ikan Nemo, yang juga diberi nama ikan Badut atau Giru, yang pingsan karena membela ikan-ikan kecilnya dalam film kartun ‘Finding Nemo’, tidak ada yang hirau maupun berterima kasih. Ahok yang menganalogikan dirinya sebagai ikan Nemo ternyata mendapat simpati dan ucapan terima kasih dari ribuan rakyat. Bila pledoi Bung Karno di Pengadilan Hindia Belanda diberi judul ‘Indonesia Menggugat’ pidato pembelaan Ahok cocoknya diberi judul ‘Ikan Nemo Menggugat’. Ahok boleh kalah suara dalam Pilgub, namun menang dalam menarik hati rakyat, bravo!’’ ujar Wahyudita. (aridus)