Rabu pon, 29 November 2017
Pengemban Pengamal Pancasila
HUT Ke-524 Kota Tabanan
PEMIMPIN ’’NGAYAH’’ UNTUK RAKYAT
RABU ini, Kabupaten Tabanan memperingati HUT ke-524. Sejatinya, kegiatan serangkaian HUT telah dilaksanakan sejak Jumat, 22 September 2017. Selama dua bulan penuh digelar kegiatan yang mengusung tema ‘’Bhuana Kertih’’. Selama itu pula, Pemkab Tabanan berkolaborasi dengan rakyatnya. Tujuannya, menyatukan langkah mewujudkan Tabanan yang SERASI. Tabanan, lumbung berasnya Bali. Itu predikat yang terpatri sejak lama. Kini, Tabanan yang dinakhodai Eka Wiryastuti-Sanjaya tetap meneguhkan predikat tersebut. Upaya untuk mempertahankan pun tetap digaungkan. Salah satunya dengan memaksimalkan pertanian sebagai ajang pelestari budaya dan sumber ekonomi bagi rakyatnya. Pelaksanaan HUT Kota Tabanan tahun ini, sama seperti tahun lalu. Perhelatannya disebar di 10 kecamatan. Kegiantannya bertajuk ‘’Tabanan Fiesta #1’’, masing-masing kecamatan akan menggelar berbagai kegiatan selama tiga hari yang diisi dengan berbagai lomba dan pentas seni budaya. Seluruh masyarakat ikut serta larut dalam kegiatan yang dikemas istimewa namun tetap merakyat. Pembukaan HUT ke-524 Kota Tabanan tahun 2017, diawali Jumat (22/9) di Lapangan Alit Saputra Tabanan. Acara kemudian dilanjutkan di Kecamatan Tabanan berlanjut ke Kecamatan Kediri, Kecamatan Baturiti, dilanjutkan Kecamatan Pupuan, Kecamatan Selemadeg Barat, Kecamatan Selemadeg, Kecamatan Marga, Kecamatan Selemadeg Timur, dan terakhir digelar Kecamatan Penebel. Sementara Puncak HUT Kota Tabanan akan diselenggarakan Rabu (29/11) ini di Lapangan Debes.
Malamnya digelar malam puncak HUT di Lapangan Alit Saputra. Setiap camat berusaha menunjukkan persembahan terbaik untuk masyarakatnya, mulai dari pameran UKM, BUMDes, pergelaran seni dan budaya dan tentunya parade kuliner yang paling ditunggu-tunggu masyarakat. Semuanya berbaur dengan penuh sukacita memeriahkan perayaan HUT Kota Tabanan kali ini. Spesialnya lagi, Tabanan Fiesta di Kecamatan Penebel, Bupati Eka didampingi Camat Penebel I.G.A. Supartiwi, ikut menari Rejang Renteng bersama seratus ibu-ibu penari. Meski tanpa latihan, Bupati Eka mampu mengikuti setiap gerakan tarian yang dipentaskan. Bahkan, orang nomor satu Tabanan ini, terlihat gemulai dan mengundang decak kagum seluruh masyarakat beserta undangan yang hadir. Menurutnya, saat ini zamannya adalah pemimpin harus bisa menghibur rakyat. Pemimpin itu tidak harus di atas terus. Pemimpin harus bisa di bawah, banyak menghibur, dan ngayah untuk rakyat. Dirinya juga menegaskan bahwa menghibur rakyat juga adalah suatu pengabdian. Sehingga bisa mengubah paradigma masyarakat yang selalu berpikir bahwa seorang pemimpin hanya bisa menonton masyarakat.
Puncak HUT Malam Puncak HUT Kota Tabanan dipastikan akan menjadi momen tak terlupakan karena para pregina Tabanan ‘Ketog Semprog’ di atas panggung untuk menghibur masyarakat Tabanan. Pregina yang tampil juga merupakan pregina atau pelawak asal
Tabanan ditambah sejumlah artis pop Bali. Bahkan, untuk kelancaran acara puncak HUT Kota Tabanan, panitia mengerahkan tiga pawang hujan termasuk dari Pulau Jawa. Kabag Tata Pemerintahan A.A. Satriya Tenaya membenarkan hal tersebut. “Saya ingin pelaksanaan puncak HUT Kota berjalan aman dan lancar, tidak terjadi hujan, makanya kami meminta bantuan tiga pawang hujan,” kata Satriya Tenaya Selasa (28/11) kemarin. Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap melalui Peringatan HUT ke-524 Kota Tabanan tahun 2017, seluruh lapisan masyarakat dapat senantiasa menjaga dan menumbuhkembangkan rasa persatuan dan kesatuan, serta kebanggaan daerah melalui upaya-upaya dalam menggali potensi dan keunggulan daerah. Dan pada HUT Kota Tabanan tahun ini, juga ada hadiah menakjubkan yang selama ini diperjuangkan Bupati Eka beserta jajarannya di Pemkab Tabanan, yakni peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Subak Jatiluwih. Empat mesin turbin PLTMH tersebut merupakan hasil kerja sama Pemkab Tabanan dengan Pemerintah Kota Toyama Jepang. Bahkan, sehari menjelang puncak peringatan HUT ke-524 Kota Tabanan ini, Bupati Tabanan menerima Penghargaan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia atas keberhasilan meningkatkan mutu kakao fermentasi di Kecamatan Selemadeg. Penghargaan kedua berupa Sertifikat Indikasi Geografis dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. (ad)
PENGHARGAAN UNTUK KABUPATEN LUMBUNG BERAS PENGHARGAAN CITRA PESONA WISATA (CIPTA) AWARD 2016 PENGHARGAAN PELAYANAN E-KTP DARI MENTERI DALAM NEGERI (2013) PENGHARGAAN ADHI BAKTI MINA BAHARI (2014) ANUGERAH TROFI WAHANA TATA NUGRAHA (WTN) TAHUN 2012, 2013, 2014, 2015 ANUGERAH PKPD-PU untuk pelaksanaan PROGRAM GERBANG INDAH SERASI (GIS) & PROGRAM PARTISIPATIF (2012 DAN 2014) AMPL AWARD (2013) SANITASI AWARD DARI KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM (2014) PENGHARGAAN BIDANG KESEHATAN MANGGALA KARYA BAKTI HUSADA MKBH ARUTALA (2014) PENGHARGAAN WTP dari BPK-RI TAHUN 2014, 2015 DAN 2016 RASKIN AWARD DARI KEMENKO PMK – RI (2014) MANGGALA KARYA KENCANA DI BIDANG KELUARGA BERENCANA (2016) GOVERNMENT AWARD (2016) PENGHARGAAN BAKTI KOPERASI DAN UKM (2015) PENGHARGAAN MAKARTI NAYOTAMA DI BIDANG TRANSMIGRASI (2011-2012) JUARA DUA NASIONAL BIDANG TATA KELOLA HUTAN (2014) PENGHARGAAN TERTIB UKUR NASIONAL (2013) INEWSMAKER AWARDS (2016) TOP PEMBINA BUMD (2016) ADIPURA (2012, 2015, 2016, 2017) PUPR AWARD (2016) ANUGERAH PANGRIPTA NUSANTARA (APN) DARI KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS (2017)
Bupati Eka Wiryastuti usai menerima dua penghargaan nasional dibidang pertanian.
Bupati Eka Wiryastuti Raih Dua Penghargaan Nasional Sekaligus MENJELANG akhir tahun 2017, Pemkab Tabanan terus diganjar penghargaan atas prestasi di berbagai bidang. Kali ini tidak tanggungtanggung Pemkab Tabanan meraih dua penghargaan sekaligus. Penghargaan tersebut yakni; Penghargaan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang diberikan kepada Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti atas Keberhasilan Meningkatkan Mutu Kakao Fermentasi di Kecamatan Selemadeg. Penghargaan kedua berupa Penghargaan Sertifikat Indikasi Geografis dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Kedua penghargaan tersebut diterima Bupati Eka didampingi Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Nyoman Budana di rumah dinas Kantor Bupati, Selasa (28/11) kemarin. Bupati Eka mengatakan, penghargaan ini patut disyukuri karena merupakan hasil kerja keras pemerintah dan masyarakat dalam memajukan pertanian Tabanan. Diharapkan dengan adanya penghargaan ini menjadikan Pemkab Tabanan khususnya Dinas Pertanian sebagai leading sector untuk berbuat lebih progresif dan berbuat dari hati untuk kepentingan petani. “Ini merupakan penghargaan kes-
ekian kali yang kita terima. Ini sangat baik dan patut kita syukuri. Di Tabanan sendiri ada banyak produksi pertanian seperti kakao, kopi, yang sudah dikenal nasional maupun internasional. Dengan penghargaan ini semoga kita lebih progresif lagi untuk kepentingan petani kita,” ungkapnya. Ia juga mengungkapkan akan terus men-support dari hulu ke hilir untuk memajukan pertanian Tabanan. Dalam hal ini, semua pihak memiliki peran. Penyuluh pertanian misalnya harus punya niat yang tinggi bagaimana agar petani bisa maju. “Petani kan tidak punya link, akses atau sarana, maka kita pemerintah wajib memfasilitasi mereka. Apa pun itu bentuknya harus kita ajarkan, baik menanam bibit, olah tanam, membasmi hama dan pemasarannya. Kita juga punya BUMda dan BUMdes, itu harus dilink-kan,” ujarnya. Sementara untuk penghargaan sertifikasi yang diterima, Bupati Eka mengatakan dengan ini Tabanan dapat melebarkan sayap lebih luas. Ini juga merupakan bukti bahwa pemerintah pusat juga sudah mengakui Tabanan untuk memasarkan produknya tidak hanya di Bali atau Indonesia bahkan hingga interna-
Gerakkan Perekonomian Rakyat Melalui BUMDes MENINGKATKAN perekonomian rakyat, Pemkab Tabanan menggerakkan lini terbawah yaitu dengan membangun usaha ekonomi kerakyatan dan menetapkan ekonomi domestik. Artinya, pemerintah sebagai orangtua memfasilitasi ekonomi rakyat untuk bisa berkembang dan tumbuh, serta memiliki nilai tukar lebih. Untuk mencapai hal ini, maka digerakkan BUMdes yang dikoordinatori oleh BUMda. Sekarang sudah terbentuk 87 BUMdes dari 133 desa di Tabanan. BUMdes dimodali oleh pemerintah lewat anggaran APBD sebesar Rp 200 juta per BUMdes untuk membeli hasil olahan petani baik beras merah, olahan ikan, produk cemilan. Pelaku BUMdes dibina dan dilatih serta digandengkan dengan program gerbang pangan. Dengan demikian, masyarakat memiliki pasar yang pasti. Sebab, BUMda sebagai koordinator dari BUMdes melakukan perluasan jaringan pasar. Direktur PDDS (Perusahaan Daerah Dharma Santhika), I Putu Sugi Darmawan, mengatakan, dalam perencanaan bisnis jangka pendek di tahun 2017 ini, PDDS fokus pada pemasaran produk BUMDes Tabanan dengan tiga kelompok produk yaitu produk olahan kelapa, produk olahan kopi dan produk olahan camilan atau panganan. Untuk melakukan pemasaran olahan pertanian BUMDes, PDDS bekerja sama dengan Badan Pengelola Objek Wisata yang ada di Tabanan seperti Tanah Lot yang tingkat kunjungan wisatanya mencapai 5.000 orang per hari sehingga menjadi pangsa pasar yang besar untuk produk oleh-oleh. Selain itu, juga PDDS menjalin kerja sama dengan pasar lokal seperti minimarket, koperasi, outlet grosir dan pasar oleh-oleh yang ada di Tabanan, Badung, dan Denpasar. Sistem jual beli yang diterapkan pada outlet lokal ini adalah sistem konsinyasi. Keberhasilan PDDS saat ini terlihat dari penjualan VCO di pasar dan produk kopi terutama untuk segmen konsumen kelas menengah yang diproduksi oleh BUMdes Tugu Sari Pajahan dan kopi merek Leak yang diproduksi oleh BUMdes Sri Sedana Munduk Temu. “Saat ini, PDDS sudah menyalurkan 23 jenis produk BUMdes ke outlet-outlet yang melakukan konsinyasi dengan pihak PDDS. Selain produk VCO dan kopi ada komoditas teh beras merah, beras hitam dan beras merah serta produk camilan,” ujar Sugi. (ad1528)
sional. “Perjuangan meraih sertifikasi ini tidak mudah, kita sudah memperjuangkannya dari tahun 2014 dan akhirnya kita dapatkan. Sertifikasi ini bukti bahwa produk kita baik, aman, jadi bisa dipasarkan lebih luas,” ucap Eka. Sementara itu, Nyoman Budana menjelaskan penghargaan pertama diraih atas keberhasilan Bupati dalam meningkatkan mutu kakao fermentasi. Sementara untuk penghargaan sertifikasi indikasi geografis diberikan kepada Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Kopi Robusta Pupuan (MPIG-KRP) Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan untuk indikasi geografis dengan nama Kopi Robusta Pupuan Bali. “Perlindungan Hak Indikasi Geografis tersebut diberikan selama karakteristik khas dan kualitas yang menjadi dasar bagi perlindungan atas indikasi geografis tersebut masih ada,” jelasnya. Dikatakannya, penghargaan di bidang kopi Robusta ini dinilai Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada April sampai dengan Juni 2017. Dengan keberhasilan dan penghargaan ini, Tabanan dapat menjangkau pasar yang lebih luas atau mancanegara, sehingga potensi atau pendapatan petani bisa meningkat.
OTOMOTIF
Rabu Pon, 29 November 2017
denpasar
4
Rabu Pon, 29 November 2017
figur
Bali Post/edi
Fenomena Gunung Es
PENYAKIT varises seperti fenomena gunung es. Gejala awal tidak nampak pada tubuh manusia, namun lama-kelamaan pembuluh vena akan membesar. Penyakit ini bisa muncul di berbagai tempat, karena penyakit ini tumbuh di pembuluh darah vena. Namun yang paling nampak adalah di bagian kaki. “Penyakit ini bisa tergolong berbahaya jika keadaannya sudah kronis. Bila terjadi penggumpalan darah pada pembuluh vena, maka aliran darah ke jantung dan otak akan terhambat. Kondisi seperti itu bisa menyebabkan kematian,” kata dokter Rumah Sakit Universitas Airlangga dr. Niko Azhari Hidayat, Sp.BTKV, belum lama ini. Ia mengatakan, penyakit varises tersebut disebabkan oleh banyak faktor. Ada yang disebabkan oleh faktor genetik (keturunan), beraktivitas berdiri atau duduk terlalu lama dan berjalan cukup jauh. Dikatakan, penyakit ini sebenarnya sudah bisa kelihatan apabila dideteksi sejak dini melalui alat kedokteran. Namun masyarakat Indonesia biasanya masih enggan untuk memeriksakan diri walau mereka sudah punya gejala seperti itu. Di Indonesia, kata dia persentase pasien pengidap penyakit varises ini mencapai 25 persen orang dewasa. Melihat dari rutinitas masyarakat Indonesia dalam bekerja seperti kondisi berdiri, duduk terlalu lama serta berjalan cukup lama dan jauh, hal itu tentu juga menjadi faktor timbulnya penyakit varises. “Kami mengharapkan dalam aktivitas berdiri atau duduk tidak boleh terlalu lama. Misalnya dalam dua jam harus melakukan gerakan berjalan bagi pekerja duduk. Begitu juga sebaliknya bagi yang beraktivitas berdiri, dalam kurun waktu dua jam sebaiknya istirahat sejenak dengan duduk,” ujarnya saat ditemui usai meluncurkan website terkait dengan penyakit varises di Kampus Unud. Website yang dimaksud yakni www.varisesindonesia.id. Kehadiran website ini diharapkan bisa menjadi media bagi publik untuk mendapatkan informasi, baik berita maupun konsultasi dokter terkait penyakit varises. “Website yang kami luncurkan bertujuan untuk memudahkan masyarakat mengetahui informasi kesehatan, khususnya penyakit varises. Di website itu juga ada rubrik tanya jawab atau konsultasi dengan dokter yang berhubungan dengan penyakit varises,” ujar alumni Fakultas Kedokteran Unud ini. (edi)
PAW Anggota DPRD Denpasar
Hari Ini, Putu Tjawi Resmi Gantikan Gus Kowi
Denpasar (Bali Post) Proses Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Kota Denpasar atas nama I.B. Kompyang Wiranata alias Gus Kowi, akhirnya rampung. Setelah Surat Keputusan Gubernur Nomor 1878/01-A/HK/2017 tertanggal 14 November 2017 turun, PAW pun dilakukan Rabu (29/11) hari ini. Semua persiapan sudah dilakukan, termasuk gladi bersih telah dilangsungkan di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Denpasar, Selasa (28/11) kemarin. Ditemui di sela-sela gladi bersih, Sekretaris DPRD Denpasar Putu Dharma Wiyasa mengungkapkan, pelaksanaan pengambilan sumpah dan janji serangkaian PAW anggota dewan dipastikan akan berlangsung hari ini. Sebelumnya sempat ada kekhawatiran karena semua pimpinan dan anggota dewan masih berada di Jakarta serangkaian tugas kunjungan kerja. Namun setelah dikoordinasikan, para anggota dewan mengalihkan penerbangannya ke beberapa bandara terdekat, seperti Banyuwangi, Surabaya dan Malang. Dari bandara tersebut mereka akan naik angkutan darat ke Denpasar. Dipastikan mereka sudah tiba di Denpasar Selasa malam, sehingga rencana sidang istimewa pengambilan sumpah dan janji anggota dewan yang menggantikan Kompyang Wiranatha bisa terlaksana. “Kami memang sempat khawatir. Namun setelah dikoordinasikan, semua bisa berjalan sesuai rencana semula,” ujarnya. Menurut Dharma Wiyasa dalam sidang istimewa ini tidak lagi memperhatikan kehadiran anggota kuorum ataupun tidak. Pasalnya, sidang hari ini tidak mengambil keputusan. “Seandainya masih ada anggota yang belum bisa datang saat sidang, proses PAW masih tetap jalan karena sidang ini tidak mengambil keputusan. Artinya, kehadiran anggota tidak harus kuorum,” tegasnya. Di sisi lain, Putu Tjawi mengaku tidak pernah menyangka akan bisa menduduki kursi dewan. Namun, beberapa waktu lalu sempat dihubungi rekannya Gus Kowi terkait penugasan partai yang diberikan. “Ini mungkin sudah menjadi suratan hidup saya, sehingga bisa dilantik menjadi wakil rakyat setelah dua kali dipercaya menjadi kepala desa di Tegal Kerta,” ujarnya.(kmb12)
081 337 032 965, (0361) 819446
FM 96,5
Topik : BALI DIPREDIKSI ALAMI CUACA EKSTREM Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail
: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com
Bali Post/eka
UKIRAN - Seorang seniman tengah menyelesaikan ukiran pada lempengan cadas di Denpasar. Nanti lempengan cadas tersebut dijadikan mal untuk membuat kaca ukir. Ukiran pada kaca ini banyak digunakan untuk memperindah jendela dan kolam.
Dampak Erupsi Gunung Agung
Dinas PUPR Minta Rekanan Siapkan Material Cadangan Denpasar (Bali Post) -
Erupsi magmatik Gunung Agung membuat semua aktivitas di galian C Karangasem terdampak. Kondisi ini akan mempengaruhi pasokan material sejumlah proyek yang sedang digarap sejumlah rekanan. Oleh karena itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Denpasar kembali meminta rekanan agar mampu mengatasi persoalan tersebut. Diharapkan pengerjaan proyek tetap bisa dirampungkan sesuai target yang telah ditetapkan. Ditemui Selasa (28/11) kemarin, Kepala Dinas PUPR Kota Denpasar I Ketut Winarta didampingi Kabid Bina Marga I Wayan Dirgayasa mengatakan, sampai saat ini belum ada proyek fisik yang terkendala material. Namun pihaknya tetap mewanti-wanti agar rekanan senantiasa menyiapkan material cadangan, mengingat aktivitas
galian C di Karangsem terhenti atau tidak beroperasi lagi. Sebelumnya, jajaran Dinas PUPR telah melakukan pertemuan dengan pihak rekanan yang menggarap proyek di Denpasar. Pertemuan itu dilakukan setelah adanya peningkatan status Gunung Agung ke level awas. Kini setelah erupsi sudah terjadi, pihaknya kembali
mengingatkan agar persoalan material bisa ditangani dengan baik. “Kami sudah mengundang semua rekanan yang mengerjakan proyek fisik di Kota Denpasar. Sekarang kami kembali mengingatkan rekanan agar mencari solusi, sehingga masalah material tidak menjadi kendala,’’ ujar Winarta. Menurut Winarta, proyek
fisik yang realisasinya 100 persen sudah banyak, terutama yang didanai dari APBD Induk. Seperti proyek Jalan Pulau Bungin, Jalan Belitung, Jalan Taman Pancing, Jalan Merdeka dan Jalan Tunggu Ametung. Namun untuk proyek yang didanai dari APBD Perubahan, beberapa di antaranya masih sedang dalam pengerjaan. “Peningkatan Jalan Athena di Padangsambian Klod masih tersisa dari dana APBD Induk. Sekarang tinggal pengaspalan lapis keduanya. Mengenai material sudah diantisipasi dengan memanfaatkan stok yang ada di Tabanan,’’ katanya.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Denpasar I Wayan Dirgayasa menambahkan, proyek yang dianggarkan dari APBD Perubahan tercatat ada di enam titik. Di antaranya di Jalan Patih Nambi, Jalan Jaya Karta, Jalan Bedahulu, Jalan Tukad Yeh Aya IX, Jalan Gunung Indrakila dan Jalan Gatot Subroto VI. Proyek tersebut semuanya berupa peningkatan kualitas jalan. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391
Kesaksian Polisi
19 Ribu Butir Ekstasi Ditemukan di Ban dan Kap Mobil
Bali Post/kmb37
SAKSI POLISI - Suasana persidangan kasus 19 ribu butir pil ekstasi yang menghadirkan tiga saksi polisi, Selasa (28/11) kemarin. Denpasar (Bali Post)Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kadek Wahyudi dan kawankawan kembali menghadirkan terdakwa Iskandar Halim alias
Ko’i Bin Muslim Halim untuk disidangkan Selasa (28/11) kemarin. Dalam kasus 19 ribu butir pil ekstasi, JPU dari Kejari Denpasar menghadirkan tiga
saksi polisi dari Dir. Narkoba Bareskrim Mabes Polri yang menangkap terdakwa. Mereka adalah Yuni Sugiarto, Bayu Sasongko dan Musram. Di depan majelis hakim pimpinan IA Nyoman Adnya Dewi, Yuni Sugiarto mengatakan bahwa ada komunikasi terus menerus antara Dedi (terdakwa dalam berkas terpisah) si pemilik barang dengan terdakwa Iskandar. “Lantas peran terdakwa Iskandar sebagai apa,” tanya hakim. Saksi polisi itu mengatakan sebagai perantara karena Dedi tidak bisa menjual barang ekstasi itu. Sehingga dia minta Iskandar menjual karena mengaku punya orang untuk menjual di Bali. “Belum ada pembicaraan soal harga antara Dedi dan Iskandar,” tandas saksi. Saksi mengatakan, setelah penangkapan Dedi dan Iskan-
dar, ditangkap Budi Liman yang mengaku bisa menjualkan ineks tersebut di Bali. “Saat diinterogasi, tersangka (kini terdakwa) Budi Liman mengaku bisa menfasilitasi penjualan ekstasi ini di Bali,” sebut saksi di muka persidangan. Masih di pengadilan, saksi polisi juga menyampaikan bahwa barang bukti 19 ribu itu ditemukan di dalam ban mobil dan di kap belakang. Dedi membawa barang bukti itu ke Bali bersama polisi dalam rangka pengembangan. Barang bukti dibawa Dedi saat pengembangan dan dilihatkan pada terdakwa Iskandar. Saat ditanya mengapa mesti ke Iskandar? Polisi mengatakan Dedi tidak mengetahui jalur siapa pembelinya. “Iskandar juga tak tahu user (pembeli) sehingga dia mencari orang yang bernama Budi Liman. Budi Li-
man mengaku bisa menjualkan di Bali,” tandas saksi. Tim kuasa hukum terdakwa, Ngastawa sempat menanyakan soal asal muasal barang bukti. Salah satunya saksi menjawab bahwa pengakuan Dedi terputus. “Pascaditangkap, barang bukti dalam penguasaan siapa?” tanya Ngastawa. Saksi mengatakan dibawa Dedi dengan menggunakan mobil. Namun tetap diawasi dan juga diikuti polisi untuk mengawasi sebagai delivery. “Saat melakukan penangkapan, apakah di tangan Iskandar ada barang bukti?” tanya Ngastawa kembali. Saksi polisi itu menjawab, “Yang menguasai barang bukti terdakwa pertama (Dedi-red). Kami (polisi) memperlihatkan barang bukti itu ke Iskandar dan Iskandar mengakui,” kata polisi. (kmb37)
Dampak Siklon Tropis Cempaka
Bali Diprediksi Alami Cuaca Ekstrem
Denpasar (Bali Post) Pusat Peringatan Dini Siklon Tropis BMKG (Tropical Center Warning Center/TCWC), Senin (27/11) berhasil mendeteksi siklon (badai) tropis yang tumbuh sangat dekat dengan pesisir Selatan Pulau Jawa dengan nama Cempaka. Siklon tropis Cempaka tersebut diprediksi menyebabkan cuaca ekstrem, yakni hujan lebat disertai angin kencang dan petir di wilayah Indonesia, termasuk Bali. Kabid Data dan Informasi BMKG Wilayah III Denpasar Sujabar mengatakan, adanya siklon tropis dan bibit siklon tropis tersebut mengakibatkan terbentuknya pola belokan angin (shear) dan konvergensi di wilayah Indonesia. Untuk di Bali, pembelokan arah
mata angin terjadi dari Barat Daya ke arah Timur Laut. Sehingga hal ini menyebabkan abu vulkanik erupsi Gunung Agung mengarah ke Air Space Bandara International I Gusti Ngurah Rai. Akibatnya, Bandara Ngurah Rai ditutup sementara hingga Rabu (29/11) pukul 07.00 Wita. “Pengaruhnya (siklon tropis Cempaka-red) terhadap Bali terjadi perubahan arah mata angin dari Barat Daya terjadi pembelokan yang menyebabkan arah angin ke Timur Laut. Sehingga Air Space di Bandara Ngurah Rai terdampak abu vulkanik,” ujar Sujabar pada jumpa pers, Selasa (28/11) kemarin. Selain itu, kata Sujabar dampak dari siklon tropis Cempaka juga berdampak pada peningkatan tinggi gelombang di atas dua
meter, hujan ringan hingga lebat, angin kencang dengan kecepatan 30 knot maupun potensi puting beliung di daerah sekitarnya hingga 30 November. “Namun kondisi ini dinamis, sehingga bisa berubah sewaktu-waktu,” ujarnya. Sujabar mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi genangan, banjir maupun longsor bagi yang tinggal di wilayah berpotensi hujan lebat, terutama di daerah rawan banjir dan longsor. Kemudian juga waspada terhadap kemungkinan hujan disertai angin yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho tumbang atau roboh serta mengimbau masyarakat agar tidak berlindung di bawah pohon pada saat hujan disertai kilat atau petir. (win)
Bali Post/win
DIPREDIKSI - Siklon tropis Cempaka diprediksi menyebabkan hujan lebat disertai angin kencang dan petir di wilayah Indonesia, termasuk Bali.
BADUNG
Rabu Pon, 29 November 2017
5
Gubernur Diharapkan Tetapkan Erupsi Gunung Agung sebagai KLB Mangupura (Bali Post) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung mengharapkan Gubernur Bali segera menetapkan eruspi Gunung Agung sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Dengan penetapan status darurat ini, Pemkab Badung dapat mengeluarkan kebijakan menanggung seluruh biaya wisatawan yang terjebak akibat penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengungkapkan hal itu saat menghadiri pelantikan pengurus Kadin Badung, Selasa (28/11) kemarin. Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, erupsi Gunung Agung mengakibatkan penutupan bandara, sehingga ratusan maskapai dan ribuan wisatawan gagal terbang sejak Senin (27/11) lalu. “Kalau lebih dari sehari dan kalau ada surat (KLB) dari provinsi, kita akan lakukan tindakan. Kita akan sewakan hotel dan kita akan beri makan,” katanya. Dengan menanggung biaya akomodasi selama penerbangan ditutup, Giri Prasta berharap wisatawan merasa mendapatkan perhatian lebih, sekaligus sebagai upaya promosi pariwisata di mata wisatawan asing. “Kalau mereka senang di Bali, apalagi diperlakukan dengan sangat baik oleh pemerintah, saya yakin ini akan menjadi pencitraan yang positif untuk pariwisata Bali,” ujarnya. Kendati demikian, Giri Prasta mengaku saat ini hanya dapat mengimbau seluruh hotel agar memberikan pelayanan menginap gratis selama sehari kepada tamunya. Pihaknya juga telah meminta pihak bandara memberikan pelayanan kepada wisatawan. “Untuk saat ini, kami sudah berkoordinasi dengan PHRI dan Bandara Ngurah Rai. PHRI sudah siap memberikan one day free di hotel kepada wisatawan yang cancel. Sedangkan yang tinggal di bandara, pihak bandara sudah menyediakan makanan dan tempat yang baik,” tegasnya. Sementara itu, Kadis Pariwisata Badung I Made Badra mengaku tidak bisa berbuat banyak karena bencana tidak bisa diprediksi. Meskipun begitu, pihaknya tetap memberikan informasi kepada travel agen, jika Bali masih aman untuk dikunjungi. “Cuman kan ngangkut ke sini yang tidak bisa karena bandara ditutup,” katanya. Terkait penanganan pembatalan penerbangan, Badra mengaku telah berkoordinasi dengan pihak bandara untuk memberikan service mengantar ke Terminal Mengwi menuju Surabaya. Sementara dari PHRI memberikan service one night free. Ketua PHRI Badung IGN Rai Suryawijaya mengaku tidak berani memastikan apakah service yang dimaksud diberikan oleh pihak manajemen hotel. “Namanya imbauan, tapi harusnya wajib,” katanya. Dari data yang dihimpun, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) priode Januari hingga Oktober tercatat 4.878.478 wisman dari target 2017 sebesar 5.850.000 wisman. Artinya, masih terdapat 971.522 wisatawan harus masuk ke Bali. Jika berkaca dari jumlah kunjungan dua bulan di tahun 2018, diperkirakan cukup sulit untuk mencapai target tersebut. Kunjungan November sebanyak 309.601 wisman dan Desember 411.177 wisman. “Kalkulasi kunjungan hingga November, kekurangnya sekitar 600 ribu. Mudah-mudahan satu minggu ini bisa clear dan kita pemulihan kembali. Kita lihat saja perkembangannya,” ujarnya. (kmb27)
Bali Post/ist
PENYERAHAN - Kepala Bapenda Badung Made Sutama (berdiri) memimpin langsung penyerahan surat piutang PHR kepada salah satu wajib pajak di Kuta Selatan.
Kejar Target, Bapenda Buru Penunggak Pajak
Mangupura (Bali Post) -
Tingginya target Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Badung, membuat Badan Pendapatan (Bapenda) dan Pasedehan Agung Badung kerja keras. Jajaran Bapenda berupaya terus memburu para wajib pajak yang menunggak agar melunasi pajaknya untuk memenuhi target. Kepala Bapenda Badung Made Sutama mengatakan, pihaknya telah menindak sejumlah WP yang masuk kategori membangkang dengan tunggakan pajak di atas Rp 10 miliar. Seperti The Tanjung Benoa Beach Resort, Sakala Hotel dan Restoran serta Awarta Luxury Villas & Spa. “Saya sudah terjun lang-
Bali Post/wan
ARMADA - Pengelola Terminal Mengwi menambah armada untuk melayani penumpang yang berangkat ke Surabaya.
Lanjutkan Perjalanan
Penumpang Pesawat Pilih Surabaya Mangupura (Bali Post) – Penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai berlanjut hingga Rabu (29/11) ini. Hal ini menyebabkan penumpang pesawat terus berdatangan ke Terminal Mengwi. Setidaknya puluhan Bus Damri yang telah disiagakan pihak bandara hilir mudik mengangkut ratusan penumpang ke terminal tipe A itu sejak pagi hari. Menurut Koordinator Terminal Mengwi Cokorda Agung Suarmaya, penumpang pesawat yang melanjutkan perjalanan lewat jalur darat terus berdatangan sejak Senin (27/11) lalu. Mereka dominan memilih rute Surabaya untuk melanjutkan perjalanan melalui Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya. “Ya, rute Surabaya sekarang jadi primadona. Banyak penumpang, baik asing maupun lokal memilih melanjutkan perjalanan lewat Bandara Juanda,” ujar Suarmaya Selasa (28/11) kemarin. Selain limpahan penumpang dari Bandara Ngurah Rai, kata Suarmaya penumpang yang datang langsung dengan tujuan Surabaya juga menunjukkan peningkatan. “Penumpang yang datang memang terus meningkat, selain penumpang yang didrop dari bandara. Namun angkanya saya belum tahu berapa,” katanya. Untuk bus keberangkatan ke Surabaya pihaknya menambah armada melalui perusahaan Organda. “Biasanya kan stand by lima armada, tapi kita minta ditambah dan memanfaatkan mobil cadan-
gan sehingga semua penumpang yang menuju Surabaya ter-cover dan tidak menunggu lama,” tegas Suarmaya. Menurut Suarmaya, kondisi Terminal Mengwi sampai saat ini masih terpantau normal. Lonjakan penumpang yang memanfaatkan jalur darat akibat erupsi Gunung Agung belum terlihat membeludak. “Kami sudah siapkan 30 PO (perusahaan outobus-red) untuk mengangkut penumpang dari Terminal Mengwi,” katanya.
Sementara data yang terhimpun, Selasa (28/11) kemarin jumlah penumpang pesawat yang melanjutkan perjalanan lewat jalur darat mencapai 1.663 orang, di mana sebanyak 468 orang melalui Terminal Mengwi dan sisanya langsung menuju Surabaya. Pengalihan penumpang pesawat ke jalur darat juga terjadi pada waktu pertama kali bandara ditutup, yakni Senin (27/11) lalu sebanyak 787 penumpang. (kmb27)
sung bersama Tim Bapenda mendatangi sejumlah wajib pajak yang masih menunggak. Hari ini (kemarin–red) kami ke Sakala Hotel dan Restoran milik Joni Kantono. Pengusaha ini memiliki tunggakan sebesar Rp 10 miliar,” ujar Sutama, Selasa (28/11) kemarin. Menurut birokrat asal
Pecatu, Kuta Selatan ini, pemilik hotel dan restoran tersebut sama dengan Ramada Resort Hotel yang kini berganti nama menjadi The Tanjung Benoa Beach Resort. Dikatakan, pihaknya telah melayangkan surat upaya paksa. “Sudah kami serahkan ke pihak manajemen hotel untuk disampaikan ke pemi-
liknya,” ujarnya. Selain Sakala Hotel dan Restoran, Bapenda Badung juga melakukan pemberian surat paksa pelunasan hutang kepada Awarta Luxury Villas & Spa. “Kita diterima oleh akunting vila, yakni Mimiati Simiana. Pengusaha Vila ini menunggak pajak sekitar Rp 2 miliar lebih,” katanya. Menurut Sutama, pihak manajemen baik Sakala maupun Awarta berjanji akan menyampaikan surat tersebut ke pihak pemilik selaku wajib pajak. “Kami beri tenggang wak-
tu, kalau tidak dibayar hingga Desember, kami akan melakukan upaya paksa penagihan piutang pajak ini,” terangnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Bapenda Badung bersama Juru Sita telah melayangkan surat penagihan piutang pajak ke The Tanjung Benoa Beach Resort yang berlokasi di kawasan Tanjung Benoa ini. Akomodasi pariwisata ini menunggak Pajak Hotel dan Restoran (PHR) senilai Rp Rp 14.085.503.822,33 dari tahun 2001 hingga sekarang. (kmb27)
OPINI
6
Rabu Pon, 29 November 2017
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Berbekal Utang Sejak Lahir BENAR adanya, ketika kita lahir di Indonesia sudah berbekalkan utang. Ini disebabkan jumlah utang negara kita semakin menumpuk. Ibarat sebuah keluarga, utang akan membebani anggaran keluarga tiap hari, tiap bulan dan tiap tahun. Makanya, jangan heran negara lain menyebut Indonesia itu negara besar, ibarat gajah namun sulit bergerak. Yah, itulah kondisi Indonesia. Di satu sisi kita tak bisa lepas dari sebuah negara yang sedang membangun memerlukan modal besar untuk membangun infrastruktur dan penguatan kualitas hidup. Saat itu kita memerlukan bantuan donasi dari negara lain. Namun hutang tetapkan utang, harus dikembalikan plus bungannya. Utang luar negeri merupakan sebagian dari total utang suatu negara yang diperoleh dari para kreditor di luar negeri. Dalam jangka pendek, utang luar negeri sangat membantu pemerintah dalam upaya menutup defisit anggaran pendapatan dan belanja negara, akibat pembiayaan pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan yang cukup besar. Namun dalam jangka panjang utang ini akan membebani APBN. Salahnya pemimpin kita yang sejak Orba suka membuat utang, Ajaran Bung Karno yakni mandiri di atas kaki sendiri dianggap angin lalu. Lihat saja kasus Paiton yang dibangun dari utang luar negeri, namun banyak dinikmati investor asing. Hanya keuntungan sesaat yang terjadi bagi pemimpin kita, apalagi diiringi dengan kontrak kerja yang sangat panjang. Mereka hanya berpikir buatlah utang sebanyak-banyaknya, toh yang memikirkan adalah pejabat penggantinya. Demikian juga ada kabar dari sejumlah BUMN, mereka sengaja membuat utang selama menjabat dengan pikiran akan menjadi beban negara. Nah, mode pemikiran yang demikian ini yang menjerat utang luar negeri kita makin membengkak. Namun ada juga yang menghibur menyebut tak masalah punya hutang luar negeri yang banyak, bayar dengan menjual satu pulau sudah beres. Tetapi bukan itu tujuan utama, ketika ia punya utang harus ada motivasi untuk membayar secepatnya. Bila perlu Presiden Jokowi bisa membuat sejarah, sejak dia memimpin kita mampu melunasi semua hurang LN. Hutang luar negeri merupakan arus masuk modal dari luar ke dalam negeri yang dapat menambah modal yang ada di dalam negeri. Yang benar, jika aliran dana dari luar negeri apabila memiliki ciri-ciri merupakan aliran modal yang bukan didorong oleh tujuan untuk mencari keuntungan, dan diberikan dengan syarat yang lebih ringan dari pada yang berlaku dalam pasar luar negeri. Namun umumnya si pemberi modal juga lebih pintar dari kita. Misalnya bantuan untuk membangun jembatan, mereka mensyaratkan memakai tenaga ahli dan perlengkapan dari negaranya. Praktis uang itu kembali ke negaranya kembali. Nah, itu yang sering tak kita sadari, setelah menerima uang dianggap sudah selesai. Lalu apa solusinya. Kita boleh berutang asalkan tak ada ikatan politik dengan negara kreditor. Kedua, pemanfaatan utang tersebut harus dikendalikan dan dikelola secara benar, sehingga justru tidak menjadi beban yang berkepanjangan. Ketiga, kita harus berani menjadikan sumber energi kita dikelola oleh negara bukan investor asing seperti saat ini. Saat itu kita bisa membayar utang luar negeri.
S URAT PEMBACA Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM
Rivalitas Pilkada Bali
Rivalitas dalam Pilkada Bali 2018 hingga kini belum pasti. Setelah tak ada calon independen, calon dari non PDI Perjuangan juga belum kunjungan tuntas. Selaku rakyat Bali, kami tentu menunggu rivalitas politik dalam Pilkada Bali tetap memberikan pilihan terbaik. Bersaing secara sehat dengan program yang strategis mengawal Bali, tentu akan menjadi tolok ukur kami dalam memilih. Semoga rivalitas dalam pilkada tak menimbulkan konflik antara krama Bali. Saya juga berharap dalam penggiringan pemilih untuk menjadi pendukung kandidat dilakukan secara sportif. Calon-calon dengan kualitas pendidikan memadai tentu memahami betul seni berpolitik dengan tetap menjaga solidaritas. Saya juga berharap partai politik membangun cara-cara yang elegan untuk mengantarkan calonnya menuju kekuasan politik 2018. Selain itu, sebagai pemilih tentu pemahaman terhadap kader partai yang dijagokan masih minim. Untuk itu, sosialisasi agar diintensifkan dan berikan kami gambaraan program yang akan dijalankan. Kontrak pelitik secara lisan dengan calon pemilih harus dibangun, sehingga kami bisa yakin bahwa pilihan terbaik nantinya benar-benar mampu menjaga Bali. Saya berharap Pilkada Bali 2018 memberikan pilihan pemimpin yang terbaik bagi Bali. I Wayan Arsana Gianyar-Bali
Utang Bertambah, Rakyat Menjerit Utang Negara menumpuk dalam waktu yang relatif singkat selama dua tahun terakhir. Ini terjadi akibat adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi. Pengelolaan ekonomi lebih diprioritaskan untuk pengembangan infrastruktur, sehingga sebagian besar utang Negara yang diinvestasikan tersebut, belum bisa sementara memberikan hasil yang mampu menutupi biaya pemulihan ekonomi dan pembayaran cicilanutang. Akhirnya, jangan sampai utang Negara menjadi beban rakyat.
Oleh Bambang Gede Kiswardi da pun tambahan utang Negara di tahun ketiga pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebesar Rp 1.258,6 triliun. sehingga total utang Negara menjadi sebesar Rp 3.866,4 triliun, sedangkan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2018 disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPRRI)sebesar Rp 2.220,7 triliun dan diproyeksikan mengalami defisit anggaran kurang lebih Rp 326 triliun (Bali Post, 2017). Terkait kondisi utang dan defisit anggaran tersebut, juga ditambah lagi proses pemulihan ekonomi yang tidak komprehensif dan konsisten, dikhawatirkan akan menambah hutang maupun penanaman modal asing lagi dengan mengundang arus modal masuk (capital inflow) dari luar negeri. Arus modal masuk ini, sebaiknya ditujukan sebagai stimulan agar perekonomian lebih produktif, sehingga lambat laun terbebas dari keadaan konsumsi lebih besar dari pada produksi, serta impor barang dan jasa lebih besar dari pada ekspor barang dan jasa. Keadaan seperti ini sering disebut“lebih besar pasak dari pada tiang”. Di samping itu, lebih parah lagi terjadinya kesenjangan produksi dengan konsumsi dan kesenjangan ekspor dengan impor semakin lama semakin membesar, hal ini bisa dilihat dari saving-investment gap yang kurang seimbang juga
A
dari neraca transaksi berjalan (current account). Adapun defisit anggaran yang diproyeksikan tersebut, yang disebabkan oleh belum maksimalnya pendapatan dari pajak maupun laju peningkatan impor yang jauh lebih besar dibandingkan laju peningkatan ekspor. Terkait dengan hal tersebut, ada beberapa sebab mengapa laju pertumbuhan ekspor sangat lambat dibandingkan dengan impor yaitu; (1). High cost economy, disebabkan adanya berbagai macam biaya yang seharusnya tidak perlu dikeluarkan, karena deregulasi ekonomi yang belum sepenuhnya terlaksana, juga termasuk struktur pasar yang tidak kompetitif dan cenderung protektif. Dalam iklim seperti ini, yang tumbuh dan berkembang subur adalah pengusahapengusaha karbitan yang hanya mengejar rente ekonomi (transfer kekayaan). (2). Kurang efisiennya pengelolaan dana-dana yang bersumber dari utang. Sementara laju impor meningkat tidak terkendali, terutama impor barangbarang konsumsi untuk kebutuhan masyarakat kelas menengah atas dan impor bahan baku, juga termasuk barang-barang industri yang memang berdiri di atas pasar yang protektif. Terkait dengan pengelolaan hutang yang kurang efisien dan defisit anggaran, akan mempengaruhi beban pembayaran cicilan dan bunga utang negara berdampak pada beban Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang semakin berat,
dan arus modal keluar yang semakin deras menurun. Lebih jauh lagi, investasi pemerintah (belanja pembangunan) semakin tertekan, karena alokasi dana diarahkan untuk membayar cicilan utang dan bunganya. Dengan kondisi defisit anggaran terus mengalami pembengkakan atau meningkat, dikhawatirkan defisit anggaran tersebut dibiayai dengan utang lagi, baik dalam bentuk bantuan program maupun bantuan proyek, maka negara kita akan terjebak dalam perangkap utang (debt trap) di mana pembayaran cicilan dan bunga utang ditutup lagi dengan utang baru. Dengan demikian iklim perekonomian kita semakin kurang sehat, bahkan mendapat predikat warna kuning saat ini, artinya sistem pengelolaan ekonomi kita harus digerakkan dengan strategi hatihati dan selalu memperhatikan faktor efisien, efektif, produktif, dan profesionalisme. Ada pun beban cicilan dan bunga utang negara yang semakin besar akan menggeser alokasi dana-dana untuk pengeluaran pos-pos lain dalam anggaran belanja, sehingga secara tidak langsung rakyat terkena dampaknya dengan berkurangnya proporsi pengeluaran untuk pos-pos yang berkaitan dengan kesejahteraan rakyat mengakibatkan; (pertama), mengecilnya proporsi alokasi anggaran pembangunan untuk membayar utang dan bunga, (kedua), gaji pegawai negeri yang semakin kecil proporsinya atau dengan kata
lain sangat sulit bagi pegawai negeri mendapatkan peningkatan gaji yang signifikan. (Ketiga), pencabutan berbagai macam subsidi seperti; pencabutan subsidi listrik dengan pola penggabungan daya atau penyederhanaan klasifikasi daya, pencabutan subsidi pupuk, pencabutan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) walaupun subsidi tersebut memang salah target, karena yang paling banyak menggunakan BBM adalah masyarakat yang memiliki kendaraan roda empat (mobil) dan kendaraan roda dua (sepeda motor) yang merupakan masyarakat yang tergolong mampu. Dampak langsung terhadap hutang negara yang semakin bertambah adalah masyarakat yang menanggung beban pembayaran utang tersebut dalam bentuk pengenaan pajak (penarikan pajak) oleh pemerintah. Dengan demikian, rakyat yang baru lahir pun akan dipastikan memikul beban utang negara, sehingga muncul penderitaan rakyat yang tidak pernah habis-habisnya dan rakyat selalu menjerit untuk menagih hak-haknya sesuai janji konstitusi yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia atau kesejahteraan yang berkeadilan. Sejalan dengan itu, sekalipun pajak pada dasarnya adalah pembayaran tidak langsung atas jasa-jasa yang telah diberikan oleh pemerintah, seperti; penyedian barang publik yaitu, sarana jalan atau jasa keamanan yang disediakan oleh Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) dan Polisi Republik Indonesia (Polri). Sungguh ironis sekali, karena masyarakat harus menanggung beban akibat kesalahan segelintir orang yang membuat peraturan perundangundangan dan kebijakan pemerintah, sehingga membawa negara ini terperosok dalam jurang perlambatan pertumbuhan ekonomi atau ketidakpastian pertumbuhan ekonomi. Lambatnya pertumbuhan
Kesehatan
Penggunaan Madu untuk Perawatan Luka MADU merupakan cairan kental dengan kandungan gula jenuh, berasal dari nektar bunga yang dikumpulkan dan dipross oleh lebah madu Apis mellifera. Madu memiliki kandungan utama 30 persen glukosa, 40 persen fruktosa, lima persen sukrosa, dan 20 persen air. Madu juga mengandung sejumlah senyawa seperti asam amino, vitamin, mineral dan enzim. Madu telah digunakan sebagai salah satu modalitas dalam perawatan luka sejak zaman dahulu. Hippocrates (460-370SM) seorang bapak ilmu kedokteran menganjurkan perawatan luka dengan menggunakan madu, minyak dan anggur. Berbagai ilmu pengobatan tradisional seperti Ayurveda, pengobatan tradisional Cina, maupun pengobatan tradisional Roma menggunakan madu sebagai modalitas perawatan luka. Madu memiliki beberapa manfaat penting yang membantu dalam proses penyembuhan luka, seperti aktivitas antiperadangan, aktivitas antibakterial, aktivitas antioksidan, serta mengurangi bau pada luka. Untuk aktivitas antiperadangan, penggunaan madu sebagai agen antiperadangan telah diterapkan sejak zaman dahulu. Pada zaman Yunani kuno, Pedanius Dioscorides seorang dokter dan farmakolog menggunakan madu untuk penanganan luka bakar akibat sinar matahari/ sunburn. Aktivitas antiperadangan madu
Oleh dr. Adelia Suryani telah terbukti secara klinis dan biokimiawi, madu terbukti mengurangi bengkak, meminimalizir pembentukan jaringan parut, mengurangi sensasi nyeri pada luka. Untuk aktibakterial, madu memiliki spektrum potensi aktibakterial sangat luas, madu mampu menghambat pertumbuhan kuman gram positif maupun negatif, serta kuman aerob atau anaerob. Penggunaan madu untuk perawatan luka kian diminati setelah madu terbukti efektif melawan golongan bakteri yang sudah resisten terhadap antibiotik seperti Pseudomonas, MRSA (Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus), coagulase negative Staphylococci, VRE (VancomycinResistant Enterococci), Acinetobacter baumanii, dan Stenotrophomonas maltophilia. Madu juga memiliki keunggulan tidak ada penurunan kepekaan atau sensitivitas bakteri terhadap madu setelah penggunaan jangka panjang. Aktivitas antioksidan madu mengandung berbagai jenis senyawa antioksidan, antara lain flavonoid, monofenol, polifenol, dan vitamin C. Proses pembentukan radikal bebas yang dibentuk dari oksigen atau dikenal
dengan Reactive Oxygen Species (ROS) saat terjadi peradangan dapat dihambat oleh antioksidan. Selain itu, madu juga dapat mengurangi bau tidak sedap pada luka. Kemampuan madu dalam mengurangi bau tidak sedap pada luka terkait pada kandungan glukosa pada madu. Bau tidak sedap pada luka berasal dari ammonia dan sulfur yang terbentuk dari proses metabolisme bakteri. Pada saat menggunakan madu dalam perawatan luka, bakteri akan lebih banyak memetabolisme glukosa, sehingga pada akhirnya akan menghasilkan asam laktat. Madu juga bisa mempercepat proses penyembuhan luka. Secara umum madu bersifat asam dan memiliki kisaran pH 3,2-4,5. Kondisi luka yang asam akan meningkatkan pelepasan oksigen dari hemoglobin, sehingga mendukung proses penyembuhan luka. Manfaat madu dalam perawatan luka tidak hanya diperoleh dari madu Manuka yang telah terdaftar dan tersertifikasi, namun juga dimiliki oleh madu Nusantara. Hasil penelitian menunjukan madu Nusantara memiliki spektrum aktivitas antibakteri P. aeruginosa, S. aureus, dan MRSA yang sebanding dengan madu Manuka, namun perlu diberikan dalam konsentrasi yang lebih tinggi untuk mencapai efektivitas antibakterial yang sebanding dengan madu manuka.
ekonomi juga disebabkan oleh semaraknya wabah korupsi dan fungli termasuk bangkitnya faham radikalisme yang mengganggu stabilitas Nasional. Perjalanan ekonomi terlihat mengkhawatirkan, karena perekonomian dunia (ekonomi global) sampai saat ini masih mengalami pelemahan hingga mencapai dua persen, bahkan ada negara yang pertumbuhan ekonominya minus tiga persen sampai lima persen, sedangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih dalam kondisi yang cukup aman sampai saat ini, yaitu dengan pertumbuhan kurang lebih 5,3 persen pada tahu 2017. Bertitik tolak dari kondisi perlambatan pertumbuhan ekonomi dan bertambahnya utang negara, maka peran Bank Dunia sebagai fasilitator negara-negara kreditor dalam memberikan pinjaman kepada negara kita memiliki peranan yang sangat strategis. Oleh karena itu, perilaku lembaga multilateral ini perlu dikaji lebih dalam lagi. Dengan memperhatikan dan mengkaji utang negara dan defisit anggaran saat ini, negara kita belum sampai terperosok jauh ke jurang utang. Untuk keluar dari jurang tersebut bukan perkara yang mudah untuk diselesaikan, bahkan memerlukan upaya yang hati-hati, sabar, kerja keras, disiplin dan terencana. Untuk keluar dari perangkap utang bukan hanya sekadar bisa melunasi utang pemerintah dan swasta, tetapi lebih jauh lagi di dalamnya juga mengharuskan terjadinya reformasi struktural dalam perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan upaya meningkatkan tabungan menjadi sangat penting bagi upaya keluar dari perangkap hutang, selain itu, agar neraca transaksi berjalan menunjukkan angka yang sehat, maka kinerja ekspor mesti ditingkatkan. Penulis: Pemerhati Ekonomi Kerakyatan.
POJOK Pascapenutupan Bandara, ekonomi Bali akan terpuruk. -Akibat tergantung pariwisata. *** BUMDes dinilai mampu gerakkan ekonomi rakyat. -Baru di atas kertas. *** Pemimpin harus mengabdi dan ngayah untuk rakyat. -Jangan korupsi.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
TATA TANAMAN Sejumlah petugas pertamanan Kota Denpasar menata tanaman yang mulai tumbuh subur dan lebat pascadiguyur hujan di salah satu sudut Lapangan Puputan Badung, Senin (28/11).
www.iklanbalipost.com balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
Rabu Pon, 29 November 2017
Figur
Perlu Diwaspadai GUNA memastikan seseorang yang ditangkap oleh aparat keamanan jadi penyalah guna, pengedar atau bandar narkoba, BNN sudah punya regulasi yaitu dengan membentuk Tim Assesmen Terpadu (TAT). Pembentukan TAT tersebut merupakan amanat Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 yang diatur lebih lanjut dalam Peraturan Bersama (Perber) Ketua Mahkamah Agung, Menkumham, Menkes, Mensos, Jaksa Agung, Kapolri dan Kepala BNN tahun 2014 tentang penanganan pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika ke dalam lembaga rehabilitasi. “Beberapa hal yang perlu diwaspadai dan tantangan dalam pelaksanaan TAT. TAT kadang dijual orang luar, bahkan jaringan narkotika berusaha menjatuhkan kredibilitas aparat serta mencari kelemahan dalam aspek hukum,” tegas Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa, didampingi Kepala bidang Rehabilitasi AKBP I Nyoman Artana dan Kepala BNNK Ginayar AKBP I Made Pastika, Selasa (28/11) kemarin. Padahal, lanjut Brigjen Suastawa TAT ini terdiri atas tim dokter dan tim hukum yang ditetapkan oleh pimpinan satuan kerja setempat berdasarkan Surat Keputusan Kepala BNN dan BNNP. Di hadapan puluhan pegawai Kejaksaan dan perwakilan rumah sakit di Gianyar. Suastawa mengungkapkan, TAT memiliki tugas memilah dan mengklasifikasikan tersangka narkoba, apakah mereka masuk kategori pengguna, pengedar atau bandar narkoba. Pembentukan TAT didasarkan juga pada UU No. 35/2009 tentang narkotika, PP No. 25/2011 tentang pelaksanaan wajib lapor pecandu narkotika, Peraturan Kepala (Perka) BNN No. 11/2014 tentang tata cara penanganan tersangka atau terdakwa narkotika serta sejumlah peraturan lainnya. “Tim ini harus paham dan mengerti Perber dapat memberikan warna baru proses penegakan hukum, mana pecandu murni yang direhabilitasi ataupun yang dihukum. Selain itu, TAT dapat memberikan referensi bagi penyidik, jaksa, hakim dan Lapas serta harus transparan serta independen” tutupnya. (rah)
Erupsi Gunung Agung
Polresta Kirim Puluhan Personel ke Bangli Denpasar (Bali Post)Upaya evakuasi warga terus dilakukan, terkait erupsi Gunung Agung yang terus menyemburkan abu dan lahar dingin. Polresta Denpasar menyiapkan 150 personel, 90 orang di antaranya telah dikirim ke Polres Bangli, Selasa (28/11) kemarin. Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo saat dikonfirmasi membenarkan pengerahan pasukannya ke Polres Bangli. “Anggota kami siap membantu pengungsi Gunung Agung,” ungkap Kapolresta. “Baru 90 orang dikirim untuk mem-back up Polres Bangli, sisanya masih siaga di Polresta Denpasar,” kata Kasubbag Humas Polresta Denpasar AKP Sugriwo. AKP Sugriwo menambahkan, personel yang diberangkatkan tersebut adalah yang sudah tercantum dalam surat perintah (sprint). “Nanti lihat perkembangan ke depannya. Yang jelas Polresta siap mengerahkan anggota untuk diperbantukan ke wilayah yang terdampak bencana Gunung Agung,” ujarnya. Dari laporan yang diterimanya, kata Sugriwo situasi masih relatif aman dan efek dari abu Gunung Agung baru sampai wilayah Tembuku. Diharapkan personel yang diperbantukan tidak melakukan kegiatan menyimpang dari tugas utamanya. “Rencananya tahap awal personel yang di-BKO-an di Polres Badung akan bertugas di sana selama 26 hari,” ujarnya. (kmb36)
Balipost on Gadget
Bali Post/wan
redaksi@balipost.com iklan@balipost.co.id
Rumah Terbakar, Kerugian Rp 600 Juta
Mangupura (Bali Post)-
Kebakaran terjadi di Perum Cemara Giri Utama II F/27, Dalung, Kuta Utara, Badung, Selasa (28/11) kemarin. Rumah milik Wignyo (52) ludes dilalap si jago merah. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 600 juta. Petugas Polres Badung mengatakan, awalnya anak-anak yang bermain di depan TKP teriak kebakaran pukul 15.30 Wita. Teriakan anak-anak tersebut didengar tetangga korban I Ketut Winarsa (50) dan dia langsung keluar dari rumahnya. Dilihatnya ada kepulan asap dari belakang rumah dan mendengar suara ledakan. “Anak-anak tersebut keliling perumahan untuk memberi tahu warga ada kebakaran di TKP,” ujar petugas tersebut. Beberapa menit kemudian, datang Kepala Lingkungan Cemara, Beni dan langsung menelepon pemadam kebakaran Badung. Saat itu rumah dalam keadaan kosong dan warga berupaya mematikan meteran listrik. Selain itu, warga juga mengamankan barang - barang berbahaya, seperti tabung gas dan barang yang mudah terbakar. “Warga juga berusaha memadamkan api yang makin membesar dengan peralatan seadanya,” ucap petugas yang enggan disebut identitasnya ini. Pukul 15.45 Wita tujuh mobil pemadam tiba di TKP. Petugas
langsung berusaha memadamkan api dan si jago merah berhasil dijinakkan pukul 16.30 Wita. Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara Iptu Putu Ika Prabawa, saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. “Anggota kami sudah di lapangan untuk menyelidikinya,” tegasnya. Kebakaran juga terjadi di sebelah Diskotek Akasaka Jalan Teuku Umar, Denpasar Barat (Denbar). Ruang jenzet Kantor provider 3 Store terbakar. Kapolsek Denbar Kompol Gede Sumena, didampingi Kanit Reskrim Iptu Aan Saputra mengatakan, sekitar pukul 15.00 Wita satpam provider tersebut, I Made Sanjaya (32) sedang bertugas dan berada di areal parkir sebelah utara kantor tersebut. Berselang beberapa menit kemudian, Sanjaya melihat ke pojok selatan kantor yang bersebelahan tembok Akasaka, kepulan asap besar yang bersumber di ruang jenzet. “Melihat hal itu, saksi (Sanjaya-red) memberitahu kepada karyawan agar keluar kantor.
Bali Post/ist
Bali Post/ist
TERBAKAR - Kondisi rumah Wignyo setelah dilalap di jago merah. Saksi langsung mengambil alat pemadam yang ada di salah satu ruangan dan langsung disemprotkan ke titik kebakaran,” ungkapnya. Karyawan provider terse-
but ikut membantu dengan menyiram air menggunakan peralatan seadanya. Sekitar 30 menit kemudian api berhasil dipadamkan. “Sebelum kebakaran terjadi,
listrik padam dan saat itu juga jenzet otomatis hidup. Beberapa menit kemudian muncul kepulan asap yang bersumber dari ruang jenzet,” kata Aan Saputra. (kmb36)
Ibu Penganiaya Anak Kandung 25 Siswa Pengungsi Ikuti UAS Terpadu Tingkat SMP Dituntut Setahun Penjara Di Denpasar
Denpasar (Bali Post)Pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah (UAS) terpadu tingkat SMP di Kota Denpasar berlangsung sejak Senin (27/11). Sebanyak 25 siswa pengungsi Gunung Agung mengikuti UAS tersebut. Di Denpasar tercatat 39.595 siswa SMP negeri dan swasta mengikuti UAS, termasuk 25 siswa pengungsi Gunung Agung tersebut. Informasi yang dihimpun di Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar menyebutkan siswa SMP pengungsi Gunung Agung yang mengikuti UAS di Denpasar di sejumlah SMP negeri dan swasta. Salah satunya di SMPN 2 Denpasar. Kepala SMPN 2 Denpasar Mercy Victoria Gigir, Selasa (28/11) kemarin mengatakan siswa pengungsi Gunung Agung yang mengikuti UAS di SMPN 2 Denpasar hanya dua orang. Keduanya sudah mengikuti proses belajar mengajar di SMPN 2 Denpasar sejak ada peningkatan aktivitas Gunung Agung pada Ok-
tober lalu. Kedua siswa pengungsi tersebut, menurut Mercy mengerjakan soal UAS yang didistribusikan oleh Disdikpora Kabupaten Karangasem. Keduanya pun mengerjakan soal UAS dalam satu kelas bersama siswa SMPN 2 Denpasar. ‘’Kami tidak membedakan antara siswa SMPN 2 Denpasar dengan siswa pengungsi. Siswa pengungsi kami layani seperti anak didik kami sendiri,’’ ujar Mercy. Salah satu pengungsi Ni Luh Putu Meliyani, siswa kelas IX,mengaku senang mendapat kesempatan belajar di SMPN 2 Denpasar. Bahkan siswa asal SMPN 1 Kubu ini mengaku tidak ada masalah dalam pergaulan, bahkan sudah banyak memiliki teman selama mengikuti proses belajar di SMPN 2 Denpasar. Yang ia khawatirkan saat ini adalah pelaksanaan ujian nasional (UN), mengingat masa pengungsian yang belum diketahui rentang waktunya sampai kapan. Ia berharap
bisa mengikuti UN di Denpasar. ‘’Was-was juga jika tidak bisa mengikuti UN. Mudah-mudahan pemerintah mengeluarkan kebijakan terkait pelaksanaan UN bagi siswa pengungsi seperti kami ini,’’ katanya. Dihubungi terpisah, Kadisdikpora Kota Denpasar Wayan Gunawan, mengapresiasi sekolah yang telah memfasilitasi pendidikan siswa pengungsi Gunung Agung. Ini bertujuan supaya tidak sampai selama masa pengungsian yang belum diketahui rentang waktunya sampai kapan, mereka sampai terputus proses belajarnya. Ia juga menekankan, sekolah yang menerima kehadiran siswa pengungsi agar memberi pelayanan dengan baik. Ini bertujuan agar proses belajar mengajar berjalan normal. ‘’Kita sudah sampaikan kalau kita semua saudara. Termasuk tempat duduk mereka juga kita tidak biarkan berkelompok. Kita minta mereka bisa berbaur,’’ pungkas Wayan Gunawan. (kmb)
Pelaksana Konstruksi Terancam Penalti Denpasar (Bali Post) Erupsi Gunung Agung memperparah kelangkaan material konstruksi. Selain berimbas pada meroketnya harga material, para pelaksana konstruksi juga terancam penalti. Sebab, kelangkaan material membuat mereka tak bisa menyelesaikan pekerjaan konstruksi tepat waktu. “Minimal ada kebijakan terkait perpanjangan waktu atau keringanan supaya tidak kena penalti karena memang kondisinya tidak memungkinkan,” ujar Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional (Gapensi) Bali, I Wayan Adnyana
saat bertemu dengan Gubernur Bali Made Mangku Pastika di Kantor Gubernur Bali, Selasa (28/11). Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengaku bisa memahami kesulitan yang dialami para pelaksana jasa konstruksi. Mengingat bencana alam merupakan sesuatu yang tidak bisa diprediksi. “Perangkat daerah terkait agar berpedoman terhadap peraturan. Apabila memungkinkan agar tidak ada yang dirugikan,” ujarnya. Kepala Biro Administrasi Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi Bali Ketut Adiarsa men-
gatakan, berpedoman pada Perpres Nomor 54 Tahun 2010 yang diperbarui dengan Perpres No 4 Tahun 2015, dalam hal terjadi keadaan force majeure seperti bencana alam, penyedia jasa bisa menyampaikan kepada PPK untuk menegosiasikan pelaksanaan pekerjaan. Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Bali Wayan Sugiada menambahkan, dalam hal terjadi force majeure, bisa dilakukan adendum perpanjangan waktu terhadap dasar hukum perjanjian kontrak. “Syaratnya ada pernyataan force majeure dari instansi yang berwenang,” ujarnya. (kmb32)
Denpasar (Bali Post)Kasus penganiayaan Baby J yang sempat viral di media sosial yang dilakukan ibu kandungnya, Mariana Dangu alias Merry (30), Selasa (28/11) kemarin memasuki sidang tuntutan di PN Denpasar. Jaksa penuntut umum (JPU) Purwanti Murtiasih menuntut terdakwa Merry dengan pidana penjara selama satu tahun. Jaksa di depan majelis hakim pimpinan I Wayan Kawisada juga menuntut ibu kandung Baby J dengan pidana denda Rp 500 ribu. Apabila tidak membayar, maka terdakwa dihukum kurungan selama satu bulan. Dalam sidang di PN Denpasar, jaksa menyatakan perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 76C Jo pasal 80 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Atas tuntutan tersebut, terdakwa melalui kuasa hukumnya mengatakan akan mengajukan pembelaan pada persidangan berikutnya. Merry diadili atas dugaan kasus penganiayaan dengan kekerasan fisik terhadap anak kandungnya pada Maret lalu di Jalan Drupadi II, Seminyak, Kuta, Badung. Pada 15 Maret lalu, anak terdakwa sakit demam dan batuk dan diajak ke klinik untuk berobat. Namun oleh petugas medis diminta anaknya diajak ke rumah sakit yang besar. Terdakwa mengaku tidak punya biaya. Dengan bermodalkan ponsel milik temannya, dia menghubungi Otmar Daniel yang notabene meru-
pakan ayah kandung biologis Baby J. Namun Otmar justru memaki terdakwa dengan mengatakan bahwa terdakwa hanya bermain drama. Atas jawaban itu terdakwa merasa jengkel sehingga melampiaskan kemarahannya pada anaknya Baby J. Perlakuan itu dilakuakn dengan cara mendorong sang anak yang sedang duduk di atas tempat tidur hingga jatuh. Lalu terdakwa memukul pantat anaknya berulang-ulang, kemudian menjewer telinga korban, mencubit pipi dan dadanya serta memukul mulut korban. Tak sampai di situ, terdakwa juga mengguyur korban dengan air yang sudah tercampur deterjen dari ujung kepala di kamar mandi, meskipun sang anak menangis histeris. Aksi dugaan penganiayaan itu direkam oleh terdakwa dengan menggunakan ponsel milik temannya Melisa, lalu video itu dikirim ke Otmar Daniel. Saat peristiwa itu terjadi, teman terdakwa bernama Melisa mencoba mengingatkan supaya tidak memperlakukan anaknya seperti itu. Namun terdakwa tidak menanggapi dan malah meninggalkan Baby J begitu saja yang ada di dalam ember di kamar mandi. Melisa kemudian memandikan Baby J hingga bersih. Tak sempai di sana, usai mandi bayi dalam keadaan telanjang, saat ditidurkan di atas kasur kembali ditarik terdakwa Mariana Dangu. Terdakwa lalu memukul pantat dan badan korban dengan mengunakan bantal bayi dan setelah itu membanting korban di atas kasur. (kmb37)
Hati-hati, Abu Vulkanik Mengandung Silika ERUPSI gunung berapi menyemburkan abu vulkanik. Bagaimana dampaknya terhadap kesehatan? Salah satu partikel yang terkandung dalam abu vulkanik adalah silika. Partikel silika sangat berbahaya bagi kesehatan terutama paru-paru. Di samping itu, kandungan lain abu vulkanik adalah abu beracun dari awan panas. Abu ini dapat mematikan karena membuat tubuh keracunan.
BKO - Anggota Polresta Denpasar sebelum di-BKO-an ke Polres Bangli.
7
“Abu vulkanik mengandung partikel yang bisa merusak, mengganggu kesehatan terutama paru-paru. Karena abu vulkanik berupa debu akan masuk ke paru-paru bagian paling terdalam,” kata dr. I Made Bagiada, Sp.PDKP, Staf Divisi Pulmonologi Bagian/SMF Ilmu Penyakit Dalam FK Unud/RSUP Sanglah, Selasa (28/11). Jika partikel abu vulkanik berukuran besar akan tersangkut di hidung karena hidung berisi bulu-bulu hidung yang menghalau debu vulkanik berukuran besar masuk pernafasan. Sedangkan partikel debu vulkanik yang berukuran kecil ini menjadi masalah karena akan mudah melalui bulu-bulu hidung dan masuk pernapasan bagian dalam. “Terutama ukuran micron yang tidak
terlihat. Apalagi yang ukuran di bawah 10 mikron ini akan masuk ke bagian paru-paru paling dalam,” jelasnya. Hal ini menyebabkan gangguan fungsi paru-paru, bisa infeksi akut dan bisa infeksi kronis. Gejala infeksi akut akan muncul segera. Sedangkan gejala infeksi kronik akan muncul setelah lama terpapar. Gejalanya bisa batuk-batuk dan infeksi saluran napas. “Tapi yang paling berbahaya itu partikel silika. Silika itu bahan untuk memotong kaca, tajam seperti pisau. Bayangkan jika itu sampai masuk ke paru-paru, bisa sampai melukai organ paling dalam. Ini paling bahaya baik jangka pendek dan jangka panjang,” jelasnya. Selain itu, abu beracun dari awan panas
juga sangat membahayakan bahkan mematikan. Abu beracun tersebut mengandung karbondioksida, karbon monoksida, sulfur dioksida, sulfur, dll. Zat tersebut akan melewati hidung, saluran nafas, tenggorokan, lalu ke paru-paru. Mengingat bahayanya abu vulkanik, masyakarakat diimbau agar melakukan upaya pencegahan. Yaitu menghindar dari daerah yang terpapar debu vulkanik, tidak keluar rumah terutama yang rumahnya radius 10 km dari kawah Gunung Agung, menggunakan masker jika keluar rumah, tidak minum air yang tercemar partikel letusan Gunung Agung. “Kalau pun telah meminumnya, minum air putih sebanyak-banyaknya agar zat-zat tersebut cepat terbuang dari dalam tubuh,” imbuhnya. Berkaca dari pengalaman letusan gunung api lainnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat yang berada di sekitar gunung yang baru meletus dan terpapar abu vulkanik secara terus menerus, dapat menimbulkan kelainan pernafasan terutama jangka panjang. (may)
Bali Post/may
dr. I Made Bagiada
BANGLI
8
Rabu Pon, 29 November 2017
Hindari Penggunaan Pakan Rumput Terpapar Abu Vulkanik Bangli (Bali Post) Hujan abu vulkanik yang melanda sejumlah wilayah Bangli beberapa hari terakhir mulai membuat sejumlah peternak sapi khawatir. Mereka khawatir, abu yang menempel tipis pada rumput dapat menganggu kesehatan ternak. Sementara itu, untuk tetap menjaga kesehatan ternak sapi yang dimiliki, Dinas PKP Bangli tidak merekomendasikan peternak memberikan pakan rumput yang sudah terkena abu. Kekhawatiran warga tentang dampak abu yang menempel pada pakan terhadap kesehatan ternak, diakui Perbekel Pengotan Wayan Suardana. Dia mengatakan, hujan abu sejak Senin lalu sudah dirasakan menyebar di wilayah Pengotan. Meski tipis, namun abu vulkanik membuat warga khususnya peternak khawatir. ‘’Apakah mengandung racun atau tidak,’’ ujarnya Selasa (28/11) kemarin. Meski ada sedikit kekhawatiran, namun sejauh ini warga masih tetap memberikan ternaknya rumput. ‘’Saat ini dampak hujan abunya masih sangat tipis. Tapi kami harapkan ada penjelasan dari instansi terkait,’’ katanya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli Wayan Sukartana mengatakan, agar kesehatan ternak tidak terganggu, pihaknya tidak merekomendasikan warga untuk memberikan ternaknya pakan yang terkena abu Gunung Agung. Peternak diharapkan bisa memilih pakan yang segar yang bersih dari abu. ‘’Untuk mengantisipasi, kami minta warga memilih-milih rumput untuk pakan yang tidak terkena abu,’’ jelasnya. Sukartana mengakui bahwa belakangan ini beberapa wilayah Bangli terutama di Tembuku mulai dilanda hujan abu tipis. Hanya saja pihaknya belum menerima adanya laporan tentang dampak abu yang mengganggu aktivitas pertanian maupun peternakan warga. Dia mengatakan, jika hujan abu makin tebal, pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan satgas provinsi yang membidangi peternakan untuk membantu memberikan pakan berupa pelet maupun pakan hijau berbentuk silase atau pucuk tebu. ‘’Selama ini kami terus berkoordinasi dengan satgas yang membidangi peternakan. Kami diminta untuk segera melaporkan jika ada masalah peternakan,’’ terangnya. Sementara, untuk membantu menampung ternak milik pengungsi, pihaknya telah menyiapkan dua tempat yakni di Kayuambua dan Pengotan. (kmb40)
Penanganan Korban Bencana di Yeh Mampeh
Relokasi Ditargetkan Tuntas Januari 2018 Bangli (Bali Post) -
Relokasi tempat tinggal korban banjir bandang di Banjar Yeh Mampeh Desa Batur, Kintamani segera dilakukan Pemkab Bangli. Pada Selasa (28/11) kemarin, Pemkab Bangli melalui BPBD telah melakukan pertemuan dengan puluhan kepala keluarga (KK) yang menjadi korban bencana untuk menyampaikan rencana relokasi. Ditargetkan, relokasi tuntas Januari 2018.
Bali Post/ina
dr. Ni Made Adi Purnami, Sp.A.
Bali Post/ina
RUMAH - Kondisi rumah warga Banjar Yeh Mampeh Desa Batur yang terkena bencana beberapa waktu lalu.
pun dari sumbangan pihak ketiga. Dana tersebut akan ditransfer ke masing-masing rekening korban bencana. ‘’Mengenai gambar bentuk rumah yang akan dibangun, sudah kita siapkan. Nanti pengerjaannya akan dilakukan warga dengan diawasi oleh tim desa,’’ jelasnya. Disinggung mengenai rencana relokasi korban bencana tanah longsor di Banjar Bantas Desa Songan, Karmawan menyatakan, belum bisa dilakukan bersamaan dengan relokasi korban bencana di Banjar Yeh Mampeh. Yang
masih menjadi kendala, kata Karmawan, adalah belum tuntasnya proses pembebasan lahan yang akan dijadikan tempat relokasi di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sesuai rencana, jumlah warga Banjar Bantas yang akan direlokasi ke lahan seluas 30 are di Banjar Serongga Desa Songan sebanyak 26 KK. ‘’Kami rencananya juga akan melakukan pertemuan dengan korban bencana di Banjar Bantas untuk menyampaikan permasalahan ini,’’ jelasnya. (kmb40)
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bangli Wayan Karmawan mengatakan, pertemuan dengan 50 KK korban bencana alam dilaksanakan di wantilan Desa Batur Selatan. Dalam pertemuan itu, pihaknya menyampaikan rencana pelaksanaan relokasi dan pembangunan
rumah bagi para korban bencana. Dijelaskannya, 50 KK tersebut akan direlokasi ke dua tempat yakni sebanyak 28 KK direlokasi ke tanah pelaba Pura Gunung Sari Batur dan yang lainnya direlokasi di tanah milik salah satu korban bencana.
Untuk membangun rumah, masing-masing KK yang menjadi korban bencana akan diberikan bantuan senilai Rp 40 juta, di mana Rp 25 juta bersumber dari Dana Siap Pakai (DSP) BNPB, sementara Rp 15 juta lagi berasal dari dana Pemkab Bangli yang dihim-
Bangli (Bali Post)Pendapatan Daerah Kabupaten Bangli dalam RAPBD 2018 dirancang sebesar Rp 1,145 triliun lebih. Pendapatan Daerah bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan serta Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah. Demikian terungkap dalam rapat paripurna dengan agenda penyampaian Ranperda tentang APBD Kabupaten Bangli Tahun Anggaran 2018 di DPRD Bangli, Selasa (28/11) kemarin. Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata tersebut, Bupati Bangli I Made Gianyar menyampaikan, Pendapatan Daerah yang bersumber dari PAD dirancang sebesar Rp 120 miliar. Berasal dari Penerimaan Pajak Daerah sebesar Rp 16 miliar lebih, Retribusi Daerah sebesar Rp 26 miliar lebih, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan sebesar Rp 5 miliar lebih dan lain-lain PAD yang Sah sebesar Rp 71 miliar. Dana perimbangan yang direncanakan mencapai Rp 734 miliar lebih. Berasal dari Dana Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak sebesar Rp 21 miliar lebih, Dana Alokasi
Umum Rp 559 miliar lebih dan Dana Alokasi Khusus Rp 153 miliar lebih. Sementara itu, Pendapatan Daerah yang bersumber dari Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah dirancang sebesar Rp 290 miliar lebih. Berasal dari Dana Bagi Hasil Pajak dari provinsi dan pemerintah daerah sebesar Rp 87 miliar lebih, Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus sebesar Rp 104 miliar lebih dan Bantuan Keuangan dari provinsi atau pemerintah daerah lainnya Rp 98 miliar lebih. Disampaikan Gianyar, penyusunan APBD tahun 2018 tetap didasari pada prinsipprinsip yang disesuaikan dengan Permendagri No. 33 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan APBD 2018. ‘’Pembangunan daerah harus disinkronisasikan dengan arah prioritas dan strategi pembangunan nasional dan prioritas serta strategi pembangunan pemerintah provinsi melalui program reformasi birokrasi, pendidikan dan kesehatan, percepatan pengurangan kemiskinan, program pemberdayaan masyarakat dan program pemberdayaan usaha kecil, mikro dan menengah,’’ jelasnya. (kmb40)
RAPAT PARIPURNA - Suasana rapat paripurna DPRD Bangli, Selasa (28/11) kemarin.
Hujan Abu, Pendapatan Daerah Dirancang Rp 1,145 Triliun Penting Gunakan Masker
Bangli (Bali Post) – Hujan abu dengan intensitas tipis melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bangli sejak beberapa hari terakhir. Kondisi itu merupakan dampak meningkatnya aktivitas Gunung Agung. Meski turun dengan intensitas tipis, namun hujan abu tetap perlu diwaspadai terutama pada anak-anak. Sebab, abu vulkanik berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan. Dokter spesialis anak RSU Bangli dr. Ni Made Adi Purnami, Sp.A, Selasa (28/11) kemarin, mengatakan sama seperti abu rokok atau abu pembakaran sampah, abu vulkanik berpotensi mengganggu kesehatan saluran pernapasan. Gangguan pernapasan itu bisa dialami semua usia. Namun dibandingkan orang dewasa, gangguan kesehatan pernapasan lebih rentan dialami anak-anak. Itu karena sistem imunitas tubuh lebih lemah dibandingkan dewasa. Dijelaskannya, seseorang yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan partikel abu biasanya akan mengalami gejala bersin-bersin. Menurutnya, bersin merupakan mekanisme tubuh dalam merespons adanya benda asing yang masuk ke dalam tubuh untuk dikeluarkan. Apabila sistem kekebalan tubuh seseorang lemah, maka bersin akan berlanjut hingga menyebabkan batuk, infeksi saluran pernapasan atas hingga sesak. ‘’Kalau sudah sesak ini berarti sudah kena paruparunya,’’ terangnya. Jika hal ini terus berlanjut dan berulang, akan dapat menyebabkan kerusakan paru-paru total. ‘’Kalau paru-paru sudah rusak total, seseorang akan membutuhkan tabung oksigen seumur hidupnya,’’ jelasnya. Untuk mencegah gangguan pernapasan akibat abu vulkanik, penting untuk memakai alat pelindung diri berupa masker saat berada di luar ruangan. Terlebih pada anak-anak yang memiliki basic alergi. ‘’Jadi, kalau anak-anaknya main di lapangan terbuka, sebisanya dipakaikan masker,’’ terangnya. Dokter asal Banjar Pule, Kelurahan Kawan ini mengatakan, sejauh ini belum terjadi peningkatan kasus gangguan pernapasan pada warga utamanya anak-anak di Bangli. Selain berdampak pada terganggunya kesehatan pernapasan, abu vulkanik juga menyebabkan gangguan kesehatan pada kulit. Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin RSU Bangli dr. A.A.I.A Nindya Sari, M.Biomed, Sp.KK, paparan abu vulkanik pada kulit bisa menyebabkan alergi dan gatal. Hanya saja, alerginya bersifat berjangka dan tergantung dari tingkat sensitivitas kulit. Untuk itu, perlu dilakukan langkah pencegahan dengan menggunakan pakaian lengan panjang. Pencegahan juga bisa dilakukan dengan rajin mandi, jika terlalu lama berada di luar ruangan. (kmb40)
Bali Post/ina
Pemuda di Susut Tewas Gantung Diri
Telepon Penting Bangli RSU Bangli
: 0366-91521/91002
Polsek Bangli
: 0366-91062
Polsek Susut
: 0366-51004
Polsek Tembuku
: 0366-5595484
Polsek Kintamani
: 0366- 51122
Damkar
: 0366-92869
PDAM
: 0366-91094
PLN
: 0366-91268
Telkom
: 0366-91108
BPBD
: 0366-91448
Kodim
: 0366-91024
Kantor Bupati
: 0366-91032
TKP - TKP gantung diri di Banjar Tanggahan Peken Desa Sulahan.
Bali Post/ina
Bangli (Bali Post) Seorang pemuda di Banjar Tanggahan Peken Desa Sulahan Kecamatan Susut ditemukan tewas gantung diri di belakang rumahnya, Selasa (28/11) kemarin. Belum diketahui pasti apa motif yang melatarbelakangi korban, I Putu Yudi Okta Pratama (19), nekat mengakhiri hidupnya. Kasus bunuh diri kini sedang ditangani Polsek Susut. Informasi yang dihimpun sore kemarin menyebutkan, mayat korban pertama kali ditemukan oleh ibunya di tegalan belakang rumahnya sekitar pukul 14.30 wita. Korban ditemukan dalam kondisi leher tergantung dengan seutas selendang. ‘’Saksi ketika itu pergi ke belakang rumah untuk mencari korban. Karena korban siang itu tidak ada di dalam rumah. Namun saksi kaget karena menemukan korban sudah dalam kondisi tergantung dengan seutas selendang
biru,’’ kata Kapolsek Susut AKP Ida Bagus Karyawan. Dijelaskannya, saksi yang ketika itu panik, spontan berteriak meminta tolong. Teriakan saksi didengar oleh dua warga lainnya yang ketika itu sedang membersihkan kotoran babi di sebelah utara TKP. Dibantu kedua warga itu, jasad korban kemudian diturunkan dan dilarikan ke rumah sakit menggunakan mobil patroli Polsek Susut. Namun sayangnya, nyawa korban sudah tidak bisa lagi ditolong. Dikatakan Karyawan, sebagaimana hasil pemeriksaan medis yang dilakukan petugas, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pada leher korban ditemukan bekas jeratan. Kuat dugaan korban meninggal murni karena bunuh diri. ‘’Mengenai motifnya masih kami selidiki,’’ terangnya. (kmb40)
Rabu Pon, 29 November 2017
GIANYAR
9
Hanura Gianyar Tunggu Instruksi DPD
Nasdem Konsisten Dukung Cok Ibah-Gus Gaga Gianyar (Bali Post) Dari seluruh parpol yang menduduki kursi di DPRD Gianyar, hanya Hanura dan Nasdem yang hingga kini belum menentukan arah dukungan dalam Pilbup Gianyar 2018. Hanura masih menunggu instruksi DPD Hanura Bali. Sementara, Nasdem bersikukuh ingin mengusung paket Cok Ibah-Gus Gaga, meski Koalisi Gianyar Bangkit (KGB) sudah memutuskan paket Cok Ibah-Gek Rani. Ketua DPC Hanura Gianyar Dewa Alit Budiana, Selasa (28/11) kemarin, menyatakan Hanura Gianyar akan mengikuti arah dukungan dari DPD mengingat Pilbup Gianyar dan Pilgub Bali digelar berbarengan. Pihaknya pun hingga kini masih menunggu instruksi DPD Hanura Bali. ‘’Kalau ingin kerja maksimal, tentunya dukungan Hanura Gianyar harus linear dengan dukungan DPD. Sehingga bisa lebih jelas saat kampanye turun ke masyarakat. Bila arah dukungan pada Pilgub Bali dan Pilbup Gianyar tak sejalan, justru akan menjadi bumerang saat proses kampanye nanti,’’ ujarnya. Hanura Gianyar juga terus berkomunikasi dengan beberapa parpol baik KGB yang beranggotakan Partai Golkar, Gerindra, Demokrat dan PKPI maupun PDIP yang sudah tegas mengusung paket Aman (Agus Mahayastra-Agung Mayun). ‘’Kita terus lakukan penjajakan dengan beberapa partai, tetapi memang belum ada titik temu,’’ jelasnya. Sementara, Ketua DPD Nasdem Gianyar Made Kariasa menegaskan, partainya masih konsisten mendukung pasangan Cok Ibah-Gus Gaga. ‘’Walau KGB sudah putuskan Cok Ibah-Gek Rani, di internal kita tetap dukung Cok Ibah-Gus Gaga,’’ tegasnya. Komitmen ini didasarkan masing-masing parpol di KGB yang belum mengeluarkan rekomendasi. Atas hal tersebut, pihaknya pun beranggapan, pasangan Cok IbahGus Gaga masih memiliki peluang. Kini, Nasdem Gianyar terus melakukan lobi-lobi dengan parpol yang tergabung dalam KGB maupun Hanura. ‘’Kita terus lakukan lobi dan komunikasi dengan beberapa partai. Mudah-mudahan ada kesepakatan dan bisa mengusung Cok Ibah-Gus Gaga,’’ ujarnya. Disinggung bila tidak bisa mengusung Cok Ibah-Gus Gaga, Kariasa mengatakan, akan tetap mendukung Cok Ibah, atau bisa beralih mengusung paket Aman yang diusung PDI-P. ‘’Bisa saja. Tetapi belum ada keputusan. Kita masih lakukan komunikasi,’’ tegasnya. Sebelumnya, Ketua DPC PDI-P Gianyar Made Mahayastra menyampaikan kesiapannya membuka pintu untuk parpol lain yang ingin bergabung memenangkan paket Aman. ‘’Kita juga masih melakukan komunikasi antarpartai. Kalau ada yang mau, mari merapat,’’ katanya. (kmb35)
TANAM POHON - Petugas melakukan penanaman pohon di Kebun Raya Gianyar, Selasa (28/11) kemarin.
Bali Post/nik
Pemkab Tambah Koleksi Tanaman di Kebun Raya
Gianyar (Bali Post) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar menambah koleksi tanaman di Kebun Raya Gianyar. Ratusan bibit pohon dengan berbagai jenis ditanam di kebun raya yang berlokasi di Desa Kerta Kecamatan Payangan tersebut, Selasa (28/11) kemarin. Staf Jasa dan Informasi Kebun Raya Gianyar Dewa Asmara Jaya menerangkan, ada lima jenis pohon yang ditanam yakni Kayu Manis,
Badieng, Majagau, Nangka dan Mundeh. Selain melibatkan Tim Percepatan Kebun Raya, kegiatan itu juga melibatkan unsur TNI, Polri, pelaku pariwisata, perangkat desa hingga warga setempat dengan dikomandoi Kepala DLH Gianyar Wayan Kujus Pawitra. ‘’Penanaman ini kami lakukan bertahap. Ke depan, akan ditambah lagi jenis tanaman guna memperkaya keragaman di Kebun Raya Gianyar,’’ ucapnya.
Kepala DLH Gianyar Kujus Pawitra menyampaikan, penanaman pohon di Kebun Raya Gianyar dan sekitarnya akan terus dilakukan secara bertahap. Sebelumnya, juga dilakukan penanaman pohon di seputaran Kebun Raya Gianyar tepatnya di Perkemahan Puncak Sari di Banjar Pilan Desa Kerta. ‘’Jumat lalu juga dilakukan penanaman 4.200 pohon yang dipimpin oleh Pangdam XI/Udayana,’’ ujarnya. Tahun depan, penanaman
pohon juga akan dilakukan di seputaran Desa Kerta. Kujus Pawitra menyampaikan, yang ditanam nanti adalah ratusan pohon pisang. Dipilihnya pohon pisang lantaran selain menjadi konsumsi seharihari, juga bermanfaat untuk melengkapi sarana upakara. ‘’Jadi kita tidak hanya memperkaya keragaman tumbuhan di areal Kebun Raya, tapi di sekitarnya, dalam hal ini Desa Kerta juga diberdayakan menjaga keragaman tumbu-
han,’’ ungkapnya. Secara terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar Dewa Raka mengatakan, penanaman ratusan pohon pisang sudah dianggarkan sebesar Rp 500 juta di APBD 2018. ‘’Ini sudah dianggarkan di Dinas Pertanian sebagai salah satu Tim Percepatan Pembangunan Kebun Raya Gianyar. Nanti ada 43 jenis pohon pisang yang akan ditanam di seputaran Desa Kerta,’’ katanya. (kmb35)
di laut mendapat santunan Rp 160 juta dan jika mengalami kecelakaan dan harus rawat inap, maksimal diganti Rp 20 juta. ‘’Sedangkan jika mengalami cacat permanen akan diberi santunan sesuai dengan tingkat kecacatan yang dialami,’’ terangnya. Dewi Hariani menambahkan, untuk mendapatkan manfaat asuransi ini, para nelayan tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun, hanya perlu menyerahkan data ke DKPKP Kabupaten Gianyar. ‘’Ini merupakan program dari Kementerian Kelautan dan
Perikanan RI, dan tidak dipungut biaya sepeser pun,’’ ucapnya. Melihat besarnya manfaat yang diterima, Dewi Hariani sangat mengharapkan nelayan mau bekerja sama memanfaatkan program asuransi nelayan dari pemerintah. ‘’Masalah umur, Tuhan yang atur. Tapi kita juga harus menyiapkan diri kita dengan segala kemungkinan yang terjadi, apalagi profesi nelayan penuh dengan risiko karena berhadapan dengan alam yang tidak bisa diprediksi kekuatannya,’’ ungkapnya. (kmb35)
masyarakat,’’ ucapnya. Menyikapi kasus seperti ini, Ariasa berpesan kepada generasi muda Bali untuk tidak lari dari masalah. Generasi muda yang pernah atau sedang menghadapi sebuah kasus, ketika
lari dari masalah maka akan menimbulkan masalah baru. ‘’Kami mendorong berbagai pihak agar ikut memfasilitasi dan memantau proses anak-anak yang berkasus untuk tetap sekolah,’’ tegasnya. (kmb35)
177 Nelayan Belum Miliki Kartu Asuransi
Gianyar (Bali Post) -
Menjelang akhir tahun 2017, sudah ada 562 nelayan di Kabupaten Gianyar yang memiliki kartu asuransi nelayan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sementara, sisanya sekitar 177 nelayan belum memiliki kartu tersebut. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (DKPKP) Kabupaten Gianyar Dewi Hariani, saat menghadiri lomba memancing ikan di laut di Pantai Pura Segara Wilis, Desa Pering Kecamatan Blahbatuh, Selasa (28/11) kemarin.
Bali Post/nik
CEK TKP - Polisi saat melakukan pengecekan TKP gantung diri di Desa Batubulan.
Bujangan di Batubulan Tewas Gantung Diri Gianyar (Bali Post) Warga dikagetkan dengan aksi gantung diri yang dilakukan Ketut Agus Joko di rumahnya di Desa Batubulan Kecamatan Sukawati, Selasa (28/11) kemarin. Sebelum tewas gantung diri, bujangan berusia 38 tahun ini sempat mengirim pesan “good bye” ke sejumlah temannya. Nyoman Agus Sudiarta (51) menjelaskan, sebelum ditemukan gantung diri pada pukul 08.30 wita, Joko yang merupakan adik kandungnya ini sempat bercengkrama dengan keponakan dan cucunya yang masih kecil. ‘’Termasuk buat kopi dan ngobrol biasa. Baru kemudian masuk ke kamar dan tidak keluar,’’ ujar Agus. Saat lama berada di dalam kamarnya itu, satu kerabatnya penasaran kenapa korban yang bekerja di toko pancing itu tidak keluar kamar. Padahal dia sempat bercanda dengan cucunya. ‘’Jam sepuluh kami temukan sudah menggantung. Saya pas lagi di bengkel dengar istri saya teriak keras. Lalu saya datang ke rumah dan temukan adik sudah gantung diri,’’ katanya. Agus bersama kerabat lainnya pun berusaha melepas jeratan tali yang melilit di leher korban. Karena jasad korban tampak lemas, pihak keluarga sempat melarikannya ke RS Premagana, Sukawati yang lokasinya tak jauh dari lokasi kejadian. ‘’Di rumah sakit sudah dinyatakan meninggal. Katanya meninggal sejam lalu, jadi pukul 08.30 wita meninggalnya,’’ ungkapnya. Belum diketahui pasti penyebab kematian korban, namun menurut keterangan Agus bahwa adik kandungnya itu memang terlihat murung dalam beberapa hari terakhir. ‘’Sebelum kami temukan gantung diri, dia mengirim pesan BBM ke beberapa teman-temannya, katanya good bye,’’ katanya. Temannya yang diberi pesan selamat tinggal itu pun banyak yang bertanya via BBM tapi tidak dibalas. Selain mengirim pesan kepada beberapa teman, korban juga mengirimkan pesan BBM kepada keponakannya. ‘’Sama ponakan dia bilang di lemari kamarnya ada uang. Itu bisa dipakai katanya. Ponakan saya bingung dapat pesan begitu,’’ ungkapnya. Atas meninggalnya korban yang gemar memancing ini, pihak keluarga telah merelakannya. ‘’Setelah ini rencana kami cari hari baik. Ada hari baik sekarang dan besok. Rencana akan makingsan dulu,’’ ujarnya. Pjs. Wakapolsek Sukawati AKP Alit Sudarsana mengatakan, kasus tersebut murni bunuh diri. Berdasarkan pemeriksaan medis memang menunjukkan tanda-tanda bunuh diri di antaranya leher luka bekas jeratan tali. Bagian tubuhnya juga mengeluarkan air seni. ‘’Tidak ditemukan tanda kekerasan. Kepergian korban sudah direlakan keluarganya,’’ jelasnya. (kmb35)
Dewi Hariani menerangkan, berdasarkan data DKPKP Gianyar 2016, jumlah nelayan di Kabupaten Gianyar sebanyak 739 orang. Dari jumlah tersebut, pada 2016 sudah diberikan kartu asuransi nelayan untuk 408 orang. Sementara tahun ini diserah-
kan untuk 154 orang nelayan. ‘’Jadi total sudah ada 562 nelayan yang memperoleh kartu asuransi untuk nelayan,’’ katanya. Berdasarkan data itu pula diketahui sampai saat ini ada sekitar 177 nelayan yang belum memperoleh kartu
tersebut. Dewi Hariani memaparkan, ada beragam manfaat yang didapat nelayan dari asuransi tersebut. Seperti, santunan pada nelayan jika mengalami kecelakaan saat bekerja di laut sebesar Rp 200 juta, jika meninggal selain kecelakaan
Gianyar (Bali Post) Kasus penyebaran video asusila dialami oknum pelajar SMA di Kabupaten Gianyar. Pelajar tersebut sempat berhenti sekolah karena pihak keluarga yang merasa malu. Hal ini kemudian menjadi perhatian Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali. KPPAD meminta pelajar tersebut mau bersekolah lagi. ‘’Setelah mendapat cukup informasi, bahwa anak ini berhenti sekolah karena kasus video tak senonoh, kami pun meminta anak ini agar mau sekolah lagi dan bisa ikut UN tahun depan,’’ kata Komisioner bidang Pendidikan dan Kebudayaan KPPAD Bali Made Ariasa, Selasa (28/11) kemarin. Ariasa mengatakan, selain
berhenti sekolah, siswa tersebut terikat sanksi adat, yakni wajib menikahi gadis yang menjadi korban unggahan video itu. Setelah berhasil membujuk siswa tersebut, KPPAD pun langsung ke P2TP2A Kabupaten Gianyar untuk melakukan advokasi. ‘’Karena anak ini dipaksa kawin oleh keluarga perempuan di desa adat setelah tamat SMA nantinya,’’ terangnya. Dikatakannya, pertemuan dengan kepala sekolah, orang tua siswa serta instansi terkait itu pun membuahkan hasil, dengan kesepakatan siswa tersebut siap untuk menuntaskan jenjang pendidikan di sekolah dan bersedia ikut UAS. Ditambahkan, pihaknya akan terus memantau progres
kembalinya siswa tersebut ke sekolah. ‘’Selama ini sering sekali ada kasus yang difasilitasi, tapi penyelesaiannya kurang tuntas. Sehingga kami dari KPPAD Bali mengingatkan semua stakeholder yang terkait dengan perlindungan anak agar lebih proaktif dan aktif tanpa harus menunggu laporan korban atau
KPPAD Bujuk Siswa Tersangkut Kasus Video Asusila Kembali Bersekolah
DIJUAL TANAH
JEMBRANA
10
Rabu Pon, 29 November 2017
Satu Bulan Buron, Pencuri Emas Akhirnya Ditangkap Negara (Bali Post) Pelarian pelaku berinisial IBPEP (41) berakhir, Senin (28/11) lalu. Setelah buron selama satu bulan, pelaku pencuri emas ini akhirnya berhasil ditangkap Satuan Reskrim Polres Jembrana di tempat kosnya di Banjar Pulukan, Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan. Kini, pelaku pun masih menjalani pemeriksaan intensif di ruangan penyidik Polres Jembrana. Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yusak Agustinus Sooai seizin Kapolres Jembrana AKBP Priyanto Priyo Hutomo, Selasa (28/11) kemarin membenarkan pihaknya telah menangkap pelaku. Sebelumnya, pelaku ini melakukan pencurian di rumah milik Ni Ketut Kartini (48) pada Senin (9/10) pagi. Sejumlah perhiasan emas dan uang tunai digasak pelaku. Dalam menjalankan aksinya, pelaku dengan leluasa masuk ke rumah korban. Sebagai pedagang sayur keliling, pelaku sering keluar masuk rumah korban. Nah, situasi inilah dimanfaatkan pelaku untuk menjalankan aksi jahatnya. Ketika korban sedang sembahyang di Pura Merajannya, pelaku masuk ke rumah korban. “Saat pelaku beraksi, rumah korban sepi. Sementara korban sembahyang,” katanya. Parahnya lagi, pintu rumah korban tak terkunci, sehingga pelaku beraksi dengan leluasa. Dalam aksinya itu, pelaku mengambil sejumlah perhiasan emas. Di antaranya cincin emas berhiaskan permata warna putih dengan berat 3 gram, gelang emas berbentuk naga seberat 5 gram, 5 pasang sumpel emas dengan total berat 14 gram dan bandul berbentuk logam kuno dengan berat 3 gram. Tak hanya itu, pelaku juga mengembat sepasang anting seberat 3 gram, sebuah HP merek Advance warna hitam dan uang 1 USD serta uang sebanyak Rp 5 juta. berhasil menggasak barang bukti itu, pelaku langsung kabur. Sementara, dari laporan di kepolisian, korban mengalami kerugian total mencapai Rp 14 juta lebih. Atas laporan itu, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan. Berdasarkan olah TKP dan keterangan saksi-saksi, pelakunya mengarah kepada IBPEP. Begitu mengetahui tempat tinggalnya, polisi langsung melakukan penangkapan. Selain pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa perhiasan emas. Rupanya, beberapa perhiasan itu disembunyikan dengan cara ditanam di belakang kandang ayam. Pelaku sengaja menyembunyikan barang bukti tersebut agar aksi kriminalnya tidak terlacak. Sedangkan perhiasan lainnya dan uang yang dicuri sudah habis digunakan pelaku untuk membayar kos selama setahun. Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 362 KUHP. (kmb26)
Bali Post/olo
TAMBAL JALAN – Sejumlah petugas menambal jalan jalur Denpasar-Gilimanuk yang mulai berlubang, Selasa (28/11) kemarin. Jalan yang mendapat perbaikan ringan itu di sepanjang rute Gilimanuk hingga Pekutatan. Tingginya intensitas hujan menyebabkan banyak jalan nasional itu rusak. Perbaikan jalan perlu dilakukan, apalagi saat ini menjadi akses lalu lintas Jawa-Bali dan belakangan semakin padat.
Ratusan Pengungsi Mandiri Tersebar di Lima Kecamatan Negara (Bali Post) –
Sejak ditetapkannya Gunung Agung berstatus awas, ratusan warga Karangasem yang wilayahnya masuk zona berbahaya, banyak mengungsi ke rumah kerabat mereka di Jembrana. Dari pendataan yang dilakukan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, hingga Selasa (28/11) pagi, sedikitnya ada 175 orang yang mengungsi. Ratusan warga tersebut tersebar di sejumlah desa di lima kecamatan. Yang paling banyak berada di Kecamatan Pekutatan sebanyak 105 orang. Kepala BPBD Jembrana I Ketut Eko Susila AP mengatakan jumlah tersebut merupakan data sementara yang dilaporkan. Kemungkinan pengungsi akan terus bertambah seiring dengan nai-
knya status Gunung Agung. “Total ada 175 orang. Yang terbanyak di Pekutaan lalu di Kecamatan Mendoyo,” ujar mantan camat Pekutatan ini. Sedangkan pengungsi di desa yang terbanyak ada
di Asah Duren, Kecamatan Pekutatan, sebanyak 42 orang. Sementara data yang dihimpun, di Kecamatan Mendoyo terdapat 27 orang yakni di Desa Penyaringan
22 orang dan Yeh Sumbul 5 orang. Di Kecamatan Jembrana, terdata 16 orang di Desa Dangintukadaya, Kelurahan Dauhwaru dan Kelurahan Loloan Timur. Sedangkan di Kecamatan Negara baru terlaporkan satu desa, yakni Desa Banyubiru 6 orang. Kemudian di Kecamatan Melaya 21 orang, tersebar di Desa Candikusuma, Tuwed dan Tukadaya. Pendataan ini selanjutnya menjadi acuan untuk nantinya akan ditindaklanjuti. Di Jembrana, menurutnya
memang belum ada penyediaan tempat khusus untuk pengungsian. Sebagian besar warga Karangasem mengungsi ke rumah-rumah kerabat mereka sendiri. Pemerintah menyalurkan bantuan ketika ada yang mengajukan permohonan bantuan. Eko Susila juga memastikan bahwa stok bantuan bagi para pengungsi ini aman dan cukup. “Ketika ada yang mengajukan melalui desa, kami segera salurkan bantuan tersebut,” pungkasnya. (kmb26)
Hari Bakti PU Ke-72
Tanam Ribuan Pohon di Bendungan Palasari Bali Post/olo
DIAMANKAN - Pelaku pencurian emas kini telah diamankan di Polres Jembrana.
BWS Segera Perbaiki Senderan Amblas di Tukad Samblong
Negara (Bali Post) – Senderan Tukad Samblong yang amblas beberapa waktu lalu disebut-sebut akan segera mendapat penanganan dari pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida. Pihak BWS Bali Penida pun sudah melakukan pengecekan. Terdapat beberapa titik yang amblas dengan panjang 30-50 meter. Kepala BWS Bali Penida I Ketut Jayada saat dikonfirmasi, Selasa (28/11) kemarin mengatakan untuk perbaikan senderan yang baru dibangun di Samblong ini akan segera dilakukan. “Perbaikan ini kan dalam rangka bencana. Belum dibayar karena diambilnya dari dana bencana. Yang kemarin itu karena aspirasi masyarakat, harus segera disender untuk melindungi permukiman,” ujarnya. Jayada menjelaskan melihat kondisi alur sungai dan kontur tanah, sejak awal pihaknya sudah merasa kesulitan untuk bekerja. Saat pengerjaan itu air sungai cukup dalam, hingga dua meter. Apalagi, pihaknya sudah memprediksi akan terjadi gerusan kembali dan ternyata memang benar. Sejatinya sejak awal sudah diupayakan dengan memasang bambu untuk memperkuat, tetapi gerusan air mengakibatkan senderan amblas. Tim dari Balai, menurutnya, sudah turun dan mengecek di beberapa titik yang amblas tersebut. Nantinya, akan segera diperbaiki. Seperti berita sebelumnya, akibat arus sungai yang deras pada Jumat (28/11) lalu sejumlah titik senderan di Tukad Samblong, Kelurahan Sangkaragung, amblas. Senderan berupa batu bronjong itu rusak di tiga titik dengan panjang rata-rata 30-50 meter. Warga berharap agar senderan yang saat ini melindungi tanah permukiman itu bisa segera diperbaiki. Kejadian ini (senderan amblas-red) merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya pada bulan Juni lalu juga mengalami hal serupa dan lansung diperbaiki dengan diperkuat menggunakan bambu-bambu. (kmb26)
Bali Post/olo
AMBLAS – Senderan yang belum setahun rampung di Tukad Samblong amblas akibat diterjang banjir akhir pekan lalu.
DALAM rangka Hari Bakti PU ke-72, digelar kegiatan penanaman pohon di bendungan Palasari, Desa Ekasari, Melaya, Selasa (28/11) kemarin. Kegiatan ini merupakan rangkaian Gerakan Peduli Mitigasi Bencana tahun 2017 yang diinisiasi oleh Dharma Wanita Persatuan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Hadir dalam penanaman tersebut, Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PUPR, Ir. Rido Matori Ichwan MCP, Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta, Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah VIII, Dinas PU Provinsi dan warga sekitar Bendungan Palasari. Melesatnya pertumbuhan penduduk di Indonesia berdampak pada meningkatnya volume sampah yang belum tertangani dengan baik dari hulu hingga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Hal ini tentunya dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan
rentannya kesehatan manusia. Selain isu persampahan, terdapat isu lainnya yang harus menjadi perhatian bersama, yakni perlunya penghijauan guna meminimalisir bencana alam (banjir). Penanaman pohon ini merupakan salah satu upaya dalam rangka Gerakan Peduli Mitigasi Bencana. Gerakan ini mengambil tema “Perlindungan dan Optimalisasi Fungsi Situ, Danau, Embung, Waduk dan Sumber Air permukaan lainnya, dengan kegiatan penanganan sampah dan penghijauan”. Tema ini mengandung arti bahwa dengan pengelolaan sampah yang baik, yang dimulai dari rumah tangga (hulu) sampai ke badan air (hilir), akan memberikan perlindungan dan optimalisasi fungsi situ, danau, embung, waduk dan sumber air permukaan lainnya. Gerakan Peduli Mitigasi Bencana ini serentak dilaksanakan di 34 provinsi yang acara puncaknya diselenggarakan di Oesapa dan Waduk Raknamo, Kota Kupang, Nusa
Tenggara Timur. Penghijauan merupakan kebutuhan dasar yang mendukung sistem regulasi alam, begitu pun dukungan bagi kesejahteraan masyarakat. Kepala BPIW Kementerian PUPR, Ir. Rido Matori Ichwan MCP mengatakan sudah saatnya kita semangat mengelola sampah mulai dari sumbernya dan menanam pohon. Menanam pohon merupakan upaya menyelamatkan bumi dengan menjaga keanekaragaman hayati, menghemat dan menumbuhkan mata air-mata air yang baru, dan memberikan oksigen bagi kehidupan. Untuk itu, keberhasilan program penanaman dan pemeliharaan pohon sangat tergantung pada 6T: tepat perencanaan, tepat pemilihan jenis, tepat pembibitan, tepat waktu penanaman, tepat pemeliharaan dan tepat waktu pemanenan.” Ujarnya didampingi Kepala BWS Bali Penida, Ketut Jayada. “Pemerintah Pusat tidak mungkin berbuat sendiri dengan dukungan dana yang
Bali Post/ist
TANAM POHON – Kepala BPIW Kementerian PUPR, Rido Matori Ichwan bersama istri dan Kepala BWS Bali Penida menanam pohon di Bendungan Palasari dalam rangka memperingati Hari Bakti PU ke-72. terbatas, harus ada dukungan Pemerintah Daerah, masyarakat luas, begitu pula dunia usaha. Mari kita kelola lingkungan bersama-sama. Saya berharap, kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan dapat meminimalisir dampak bencana,” tambahnya. Untuk di Bali, total ada 5.200 bibit pohon yang ditanam. Di
Bendungan Benel Jembrana 1.000 pohon, `Bendungan Telaga Tunjung 1000, Bendungan Titab 1.000 pohon, Bendungan Gerokgak 500 pohon dan di Bendungan Palasari 1.700 pohon. Pohon yang ditanam merupakan tanaman keras seperti Gaharu, Mahoni, Sawo Kecik, Manggis, Durian dan Cendana. (ad1519)
Pascapenutupan Bandara Ngurah Rai
Arus Lalin Jalur Denpasar-Gilimanuk Padat Negara (Bali Post) – Pascaerupsi Gunung Agung dan penutupan Bandara Ngurah Rai arus lalu lintas (lalin) di jalur nasional Denpasar-Gilimanuk terlihat padat. Namun, arus kendaraan, baik mobil dan bus serta sepeda motor yang mengarah dari dan menuju Gilimanuk terpantau ramai lancar. Seperti yang terlihat pada Selasa (28/11) kemarin. Sepanjang jalan nasional dari Gilimanuk hingga Pekutatan tampak ramai lancar kendati hujan turun. Kondisi ini tidak seperti hari-hari biasanya yang cenderung lengang dan lebih banyak kendaraan barang. Mobil-mobil penumpang seperti travel juga lebih banyak melintas. Bahkan sering melintas satu hingga tiga mobil yang dikawal dengan mobil polisi. “Biasanya yang melintas dapat pengawalan, paling hanya truk bawa uang. Dua hari belakangan ini sering kali melintas mobil dengan pengawalan polisi,” kata Ketut Artawan, salah seorang warga di Banyubiru. Kondisi tersebut juga terjadi di Pelabuhan Gilimanuk. Mengalirnya arus kendaraan yang masuk mengakibatkan situasi di pelabuhan juga padat sejak Senin malam. Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Nyoman Sukadana saat dikonfirmasi membenar-
kan adanya peningkatan arus kendaraan. Namun, jumlahnya tidak terlalu padat dan masih terpantau lancar. Hal tersebut diyakini imbas dari penutupan Bandara Ngurah Rai sejak Senin lalu. Kendaraan yang dikawal itu merupakan dari Polda Bali. Polres melakukan antisipasi untuk jalurnya saja. Mendapati lalu lintas yang padat ini, Polres Jembrana juga telah melakukan langkah antisipasi. Penjagaan dan pengaturan jalur utama ditingkatkan, mulai dari perbatasan Pekutatan hingga Pelabuhan Gilimanuk. Pengaturan tersebut melibatkan anggota Polsek yang wilayahnya dilintasi serta Polres, khususnya dari satuan lalulintas. Sementara itu Manajer Usaha ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Heru Wahyono mengatakan dibanding hari normal, ada peningkatan pengguna jasa penyeberangan, baik penumpang maupun kendaraan yang cukup signifikan. Pada Senin hingga Selasa tercatat ada kenaikan untuk penumpang sebanyak 79 persen. Dari normalnya 13.660 orang menjadi 24.430 orang. Selanjutnya roda dua, terjadi kenaikan sebanyak 72 persen dan R4 (roda empat) naik 32 persen, dari normalnya 3.144 naik menjadi 4.122 unit mobil.(kmb26)
Bali Post/olo
PADAT – Situasi arus lalu lintas yang terlihat padat di Pelabuhan Gilimanuk pada Senin malam lalu.
BULELENG
Rabu Pon, 29 November 2017
11
Bali Post/mud
LPJU - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Buleleng rutin mengganti lampu penerangan jalan umum (LPJU). Seperti dilakukan di ruas jalan protokol di Kota Singaraja, baru baru ini. Penggantian ini karena sebagian besar lampu yang dipasang boros energi. Penggantian dengan lampu LED ini untuk menghemat listrik dan daya pancar lampu lebih terang.
Jalan Menuju Pura Segara Rupek Tergerus Banjir Singaraja (Bali Post) – Hujan deras yang melanda Buleleng Barat akhir-akhir ini menimbulkan banjir. Jalan kabupaten menuju Pura Segara Rupek, Desa Sumberkelampok, Kecamatan Gerokgak tergerus banjir, membuat lapisan aspalnya mengelupas. Padahal jalan ini baru satu bulan selesai diaspal, melalui anggaran APBD Perubahan Tahun 2017. Dari pendataan oleh aparat desa setempat, panjang jalan yang tergerus itu mencapai sekitar 70 meter. Perbekel Desa Sumberkelampok Wayan Sawitrayasa, dihubungi Selasa (28/11) kemarin membenarkan jalan kabupaten di wilayahnya itu mengalami kerusakan serius. Dia mengatakan empat hari yang lalu hujan deras melanda Desa Sumberkelampok dan
sekitarnya. Air dari saluran got di pinggir jalan Singaraja– Gilimanuk yang dialirkan ke utara (menuju Pura Segara Rupek-red) membesar. Volume air yang cukup besar dan got sempit membuat air meluber ke badan jalan. Parahnya lagi, got yang dibuat pada waktu pengaspalan jalan terhalang oleh bekas pondasi bangunan pos penjagaan masuk ke kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Karena halangan bekas pondasi itu, air tersumbat dan akirnya badan jalan terendam banjir. Pinggir jalan tersebut terbelah dan lapisan hotmiknya rusak atau mengelupas sekitar 70 meter. “Waktu hujan air dari got di jalan nasional mengalir ke utara. Airnya besar dan tidak tertampung karena got di utara sempit dan terhalang bekas pondasi pos jaga TNBB.
Bali Post/ist
RUSAK – Badan jalan menuju Pura Segara Rupek tergerus banjir. Badan jalan yang baru saja dihotmik ini rusak dan aspalnya mengelupas.
Airnya menggerus jalan sampai aspalnya mengelupas,” katanya. Atas kejadian ini, Sawitrayasa mengaku sudah mengumpulkan data pendukung untuk dilaporkan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR). Dirinya berharap agar kerusakan jalan tersebut segera diperbaiki. Dia khawatir kalau kembali hujan dan memicu banjir, bisa saja menambah parah kerusakan jalan tersebut. Apalagi kendaraan yang melintas di jalan tersebut tergolong ramai, sehingga beban kendaraan itu bisa saja mengakibatkan lapisan aspal mudah mengelupas hingga menimbulkan lubang. Menunggu perbaikan oleh PU-PR, Sawitrayasa merencanakan akan menurunkan warga untuk gotong royong membongkar bekas pondasi yang menghalangi got di pinggir jalan. Dengan demikian, kalau hujan dan volume air meningkat tidak sampai melubar ke badan jalan seperti kejadian empat hari lalu. “Kami sudah data karena ini akibat bencana kita laporkan melalui surat kepada Bupati dan ditembuskan ke PU-PR dan Camat Gerokgak. Kami minta diperbaiki, sehingga kerusakannya tidak bertambah parah. Khawatir kalau lalu lintas ramai jalannya membahayakan pengendara,” jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, jalan menuju Pura Segara Rupek ini dialihkan statusnya menjadi jalan kabupaten. Bertahun-tahun jalan yang setiap hari ramai dilintasi kendaraan warga yang akan bersembahyang rusak berat dan nyaris tidak bisa diperbaiki karena berada dalam kawasan hutan TNBB. Pemkab Buleleng berhasil melobi ke pemerintah pusat, sehingga jalan tersebut ditetapkan sebagai jalan kabupaten. Melalui anggaran APBD Perubahan 2017, Dinas PU-PR Buleleng kemudian memperbaiki jalan tersebut dan dihotmik. (kmb38)
Suara Buleleng Kembali ke Pengungsian Terjadinya erupsi Gunung Agung sejak Minggu lalu membuat warga Karangasem yang ada di daerah rawan bencana kembali mengungsi ke wilayah yang lebih aman. Kondisi ini sangat memperihatinkan. Semoga bencana ini segera berlalu dan kondisi kembali normal. Berharap pihak Pemprov Bali dan Pemkab Buleleng agar menyikapi hal ini dan meringankan beban warga Karangasem ke depan. Gung Surya, Lovina
Demokrasi dan Korupsi
Pesta demokrasi sudah di ambang pintu. Indonesia diharapkan mampu memberikan contoh kepada negara lain dalam menegakkan demokrasi itu sendiri. Pilgub Bali diharapkan mampu memberikan nuansa yang baik dan berjalan lancer, walaupun di Bali saat ini terjadi erupsi Gunung Agung yang membuat warga harus mengungsi. Ini perlu menjadi pemikiran dalam pelaksanaan Pilgub itu sendiri. Nantinya warga mampu menyalurkan suaranya di wilayah pengungsian. Terkait soal korupsi, banyak pelaku yang kena OTT sehingga perlu mendapatkan perhatian dari para pemegang kebijakan untuk tidak menodai dirinya dan kekuasaannya. Dengan demikian kepercayaan masyarakat tetap ada. Nang Mologan, Mayong
Tertibkan Penggunaan Trotoar
Instansi terkait agar menertibkan penggunaan trotoar yang dimanfaatkan untuk berjualan. Juga parkir yang ada di Jalan Gempol, Setiabudi dan Jalan Supratman, mengingat arus lalu lintas di jalur tersebut sangat ramai. Guru Gede, Jalan Surapati
Pengelolaan Parkir
Parkir sudah diatur dalam Perda dan kenyataan di lapangan petugas ditarget dalam pemungutan parkir. Dulu ada sekitar 30 persen sebagai upah pungut dari setoran, namun saat ini dengan target yang harus dipenuhi, apakah tidak menyalahi regulasi yang ada? Dereksen, Jalan Teratai
Bali Post/kmb38
LONGSOR - Rumah warga di Dusun Timur Jalan, Desa Pegayaman, Sukasada tertimbun tanah longsor, Selasa (26/11) lalu.
Tanah Longsor Rusak Rumah Warga di Pegayaman
Singaraja (Bali Post) – Sebuah rumah warga di Dusun Timur Jalan, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada Buleleng tertimbun tanah longsor Senin (27/11), sekitar pukul 15.30 Wita. Akibatnya, tembok rumah semi permanen milik warga rusak berat hingga pemiliknya harus mengungsi. Bahkan bencana itu nyaris merengut korban jiwa, karena saat kejadian Marsia (26) bersama dua anaknya masing-masing Wulan (9) dan Damar (3) terjebak di dalam rumah. Beruntung korban berhasil menyelamatkan diri keluar dari timbunan tanah dan batu berukuran besar. Darwis (28) suami Marsia, ditemui Selasa (28/11) menuturkan, sebelum kejadian dirinya sedang bekerja. Sementara istri dan kedua anaknya istirahat di dalam rumah. Saat itu hujan deras melanda Desa Pegayaman dan sekitarnya, sejak pukul 14.00 Wita. Di tengah hujan deras dia kemudian mendapat kabar dari warga kalau rumah yang ditempatinya tertimbun tanah longsor. Setelah dicek, benar rumah yang disewa dari M. Muzni tersebut telah tertimbun. Dia pun langsung memastikan kondisi istri dan kedua anaknya. Is-
trinya ditemukan syok dan mengalami luka lebam pada kaki. Luka leban itu diduga karena kena benturan batu. Demikian juga anaknya Wulan terluka pada kepala, sehingga keduanya dilarikan ke Puskemas untuk menjalani pengobatan. “Ada sekitar 15 menit istri dan anak tertimbun. Beruntung bisa keluar dan berlindung di rumah Pak Muzni. Istri dan Wulan terluka dan syukur tidak sampai parah,” katanya. Setelah kejadian itu, Darwis dan keluarganya untuk sementara mengungsi di rumah iparnya di Desa Pe-
gayaman. Sementara semua perlengkapan rumah tangga tidak bisa diselamatkan karena tertimbun tanah. Darwis dan keluarganya mengaku trauma dengan kejadian itu. Apalagi curah hujan tinggi, dirinya khawatir kalau kembali terjadi longsor susulan. “Sementara tinggal di rumah ipar dulu dan barang tidak ada yang selamat karena tertimbun tanah,” jelasnya. Sementara itu, pemilik rumah M. Muzni menjelaskan, rumah itu dibangun tahun 2014 yang lalu. Posisi rumah berbatasan langsung dengan tanah terjal dengan keting-
gian sekitar tujuh meter. Diduga karena tanah labil akibat hujan deras, sehingga terjadi tanah longsor. “Di atasnya itu juga sudah mau dibangun, dan tanaman memang sedikit. Mungkin labil dan hujan deras kemudian longsor,” jelasnya. Selain rumah, tanah longsor juga menimbun jalan menuju Dusun Amarta Sari, Desa Pegayaman. Jalan itu sempat tidak bisa dilalui karena tertimbun tanah. Lalu lintas pun sempat lumpuh total. Warga akhirnya gotong royong membersihkan gundukan tanah dan batu, sehingga jalan kembali dapat dilalui kendaraan. Sementara siang kemarin, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng menerjunkan satu unit mobil tangki untuk membersihkan aspal jalan, agar tidak licin. (kmb38)
Khawatir Sebaran Abu Vulkanik
Warga di Tembok Perlu Masker Singaraja (Bali Post) – Sejak Gunung Agung mengalami dua kali erupsi yaitu freatik dan magmatik, warga di Desa Tembok dan warga pengungsi, mulai was-was terhadap sebaran abu vulkanik. Apalagi Desa Tembok merupakan wilayah perbatasan paling dekat dengan Kabupaten Karangasem. Jika terjadi erupsi berskala besar, tidak menutup kemungkinan abu vulkanik akan menyebar hingga ke Buleleng Timur. Sejauh ini abu vulkanik Gunung Agung memang belum bertiup ke arah barat. Warga banyak yang bingung harus berbuat apa kalau abu vulkanik benar-benar menyebar ke arah barat, atau ke arah Kabupaten Buleleng. Mengatasi kekhawatiran itu, warga dan pengungsi berharap diberikan bantuan
masker. Dengan demikian jika sebaran abu vulkanik sampai ke Buleleng, warga tetap nyaman dan tidak mengalami gangguan pernapasan. Koordinator Relawan Desa Tembok Dewa Willy Asmawan, Selasa (28/11) kemarin mengatakan, warga dan pengungsi sangat membutuhkan masker untuk melindungi pernapasan dari abu vulkanik. Diperkirakan, kebutuhan masker untuk warga Desa Tembok dan pengungsi sekitar 14 ribu lembar. Diakuinya, kebutuhan ribuan masker itu mendesak karena arah angin tidak bisa diprediksi. Seperti kemarin, meski angin diperkirakan berhembus ke arah barat daya, belum ada laporan debu vulkanik menyebar ke Buleleng. “Kalau angin bertiup ke barat, paling pertama
terdampak abu vulkanik ya desa kami, sehingga kami sangat mengharapkan bantuan masker untuk mengantisipasi kemungkinan buruk yang terjadi,” katanya. Dihubungi terpisah Kepala Dinas Sosial Buleleng Gede Komang mengatakan, masker sudah disiapkan di Posko Induk Tejakula. Berdasarkan catatan, jumlah masker yang tersedia diperkirakan hanya 10 ribu lembar. Jumlah ini belum mencukupi kebutuhan masker di Desa Tembok, apalagi untuk seluruh Kecamatan Tejakula. Untuk itu, Dinsos akan berkoordinasi dengan relawan dan donatur agar memberikan bantuan untuk pengungsi, bisa disumbangkan masker sehingga kebutuhan bisa terpenuhi. “Stok memang terbatas dan kami tetap mengusahakan agar
Bali Post/kmb38
Gede Komang
ada tambahan stok masker, sehingga kalau terjadi sebaran abu vulkanik warga dan pengungsi bisa terlindungi,” tegasnya. (kmb38)
Jumlah Pengungsi Bertambah Capai 5.992 Jiwa Singaraja (Bali Post) – Pascadua kali Gunung Agung erupsi freatik dan magmatik, hingga menimbulkan hujan abu dan banjir lahar dingin, jumlah pengungsi dari Karangasem ke Buleleng terus bertambah. Saat ini tercatat lebih dari 5.992 jiwa warga dari zona berbahaya erupsi Gunung Agung mengungsi di sejumlah kecamatan di Buleleng. Dari jumlah itu, pengungsi berstatus pelajar juga bertambah. Data terakhir ada 600 siswa SMP dari beberapa sekolah di Karangasem ikut mengungsi. Mereka dijadwalkan akan mengikuti proses pendidikannya di beberapa sekolah di Buleleng mulai Rabu (29/11) hari ini. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng Made Sub-
ur, Selasa (28/11) kemarin mengatakan tambahan pengungsi pascastatus awas tercatat sebanyak 2.500 jiwa. Sementara pengungsi yang sebelumnya tetap bertahan sejak status Gunung Agung diturunkan ke level siaga tercatat 3.000 jiwa lebih. Data sementara sekarang tercatat 5.992 jiwa. Seluruh pengungsi itu sekarang telah menempati fasilitas umum (fasum) di beberapa desa di Buleleng, rumah penduduk dan lahan kosong milik warga. Sementara itu, lokasi tenda darurat di tanah milik warga di Desa Les hingga kemarin belum dihuni oleh pengungsi. Hal ini karena sesuai skema awal, pengungsi yang ditampung di tenda darurat ketika situasinya masuk ke level darurat. Saat ini di lokasi tenda darurat
sudah dipasang tenda, fasiltas untuk mandi cuci dan kakus (MCK), air bersih, dan dilengkapi jaringan listrik PLN. Untuk memudahkan koordinasi penanggulangan pengungsi, BPBD juga suda mendirikan tenda di Desa Les sebagai posko komando erupsi Gunung Agung. “Pengungsi terus bertambah dan sudah disebar ke fasum, rumah penduduk dan lahan milik warga. Kalau situasinya darurat, tenda darurat baru kami fungsikan. Tenda darurat itu sudah kami persiapkan dan fasilitasnya lengkap termasuk kami dirikan tenda untuk posko komando erupsi Gunung Agung,” katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng Gede Suyasa mengatakan, dari ribuan pengungsi
itu pihaknya mendapatkan laporan tambahan siswa pengungsi. Berdasarkan laporan sementara, tercatat 600 siswa SMP mengikuti keluarganya mengungsi ke Buleleng. Ratusan siswa pengungsi itu telah dikoordinasikan dengan Unit Pelaksana Pendidikan (UPP) di sembilan kecamatan untuk memfasilitasi agar siswa tersebut bisa melanjutkan pendidikannya. Dari koordinasi itu, mulai pagi ini siswa tersebut mulai bersekolah di beberapa sekolah di Buleleng. “Baru siswa SMP yang datanya masuk dan ini dinamis sekali, apalagi situasi Gunung Agung belum bisa diprediksi dan tidak menutup kemungkinan ada tambahan siswa pengungsi. Komitmen tetap kita fasilitasi agar proses pendidikan siswa tidak terputus,” jelasnya. (kmb38)
KLUNGKUNG
12
Rabu Pon, 29 November 2017
Satpol PP Tertibkan Ranmor Parkir di Trotoar
Semarapura (Bali Post)Belasan warga terjaring dalam sidak tim yustisi Kabupaten Klungkung, Selasa (28/11) kemarin. Pemicunya karena mereka memarkir kendaraan bermotor (ranmor) di atas trotoar, yang tidak sesuai dengan Perda Nomor 2 tahun 2014 tentang Ketertiban Umum. Kasatpol PP dan Pemadan Kebakaran Klungkung Putu Suarta mengungkapan sidak tersebut menyasar sejumlah jalan yang berada di Kecamatan Klungkung, Banjarangkan dan Dawan. Berlangsung sejak pukul 08.00 Wita hingga 10.30 Wita, tim yang terbagi dua kelompok menemukan 15 kendaraan, baik roda dua maupun empat yang tengah parkir di trotoar. “Mereka melanggar perda,” tegasnya didampingi Kabid Perundang-undangan Nyoman Darma. Disampaikan pula, pada sidak itu, tim juga menemukan warga yang memanfaatkan trotoar sebagai tempat berjualan. Guna memberikan efek jera, mereka diberikan pembinaan. “Pemiliknya sudah dipanggil untuk datang ke kantor. Mereka diberikan pembinaan,” ungkapnya. Sebelum melaksanakan sidak, mengantisipasi terjadinya pelanggaran sudah dilakukan melalui sosialisasi secara rutin. (kmb45)
Bali Post/sos
KERTHA GOSA - Kunjungan wisatawan di Kertha Gosa, Selasa (28/11) kemarin. Menyusul erupsi Gunung Agung dan penutupan bandara, jumlahnya merosot.
Dampak Erupsi Gunung Agung
Kunjungan Wisatawan Merosot Bali Post/sos
PARKIR - Tim Yustisi Klungkung melakukan penertiban parkir kendaraan di trotoar, Selasa (28/11) kemarin.
2018, Semua Puskesmas Ditarget Sudah Terakreditasi
Semarapura (Bali Post) Dinas Kesehatan Klungkung menargetkan seluruh puskesmas sudah terakreditasi pada 2018. Akan tetapi, sebagian besar puskesmas justru belum memiliki tenaga rekam medik secara khusus. Padahal hal itu sangat penting untuk mendukung pelayanan. Kepala Dinas Kesehatan Klungkung Ni Made Adi Swapatni menjelaskan berdasarkan data terakhir, di Bumi Serombotan ini terdapat sembilan puskesmas yang tersebar di empat kecamatan. Dari jumlah itu, pada 2016, empat puskesmas sudah terakreditas madya, yakni Puskesmas Klungkung I, Nusa Penida I, Dawan II dan Banjarangkan II. Tahun ini pemkab kembali mengajukan tiga puskesmas untuk program serupa, yakni Banjarangkan I, Klungkung II dan Nusa Penida II. Sementara untuk sisanya, yakni Puskesmas Dawan I dan Puskesmas Nusa Penida III diusulkan pada 2018. “Target tahun depan sudah seluruhnya terakreditasi,” jelasnya, Selasa (28/11) kemarin. Akreditasi itu, sambung dia, sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan derajat kesehatan masyarakat. “Dengan meningkatnya mutu pelayanan, kewajiban pemerintah daerah di bidang pelayanan publik dapat lebih berkualitas,” ujarnya. Di tengah langkah itu, sebagian besar puskesmas justru belum memiliki tenaga rekam medik secara khusus yang berperan untuk memberikan informasi tentang riwayat penyakit yang diderita pasien. Perekrutannya juga belum ada. Guna memenuhi hal itu, untuk sementara pemkab memberikan pendidikan dan pelatihan terhadap petugas yang sudah ada. “Ada beberapa tenaga yang diarahkan untuk itu. Mereka diberikan pelatihan,” ungkapnya. Sementara itu, untuk tenaga lain, mantan Direktur RSUD Klungkung ini menyatakan sudah memadai. Standar yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan sudah terpenuhi. “Untuk dokter umum sudah cukup. Kecuali ada pengembangan ke puskesmas pembantu, baru ada yang kurang,” tandasnya. (kmb45)
Bali Post/sos
PENGUNGSI - Suasana pengungsian di GOR Swecapura.
Enam Ribu Lebih Pengungsi Tersebar di 44 Posko
Semarapura (Bali Post)Pascaerupsi Gunung Agung, arus kedatangan warga Karangasem ke Kabupaten Klungkung untuk mengungsi terus mengalir. Berdasarkan data hingga Selasa (28/11) kemarin, terjadi penambahan sekitar 3.000 orang dari sebelumnya. Mereka yang terdiri dari berbagai usia ini tertampung di GOR Swecapura dan sejumlah balai banjar yang tersebar di sejumlah desa. Berdasarkan data yang dihimpun hingga pukul 17.00 Wita, jumlah pengungsi di Bumi Serombotan mencapai 6.232 jiwa. Meningkat 3.135 jiwa dari sebelum erupsi sebanyak 3.067 jiwa. Mereka sebagian besar berasal dari Desa Muncan yang masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) II dan Desa Sebudi KRB III. Penampungan terbesar masih terpusat di GOR Swecapura, yang kini terdapat 1.085 jiwa, meningkat dari sebelumnya yang hanya 577 jiwa. “Pengungsi tersebar di 44 posko. Untuk daya tampung di GOR sampai 3.000. Masih banyak ada tempat,” ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung Putu Widiada. Birokrat asal Penebel, Tabanan ini menyatakan kedatangan pengungsi masih berpeluang besar terjadi. Pihaknya juga menduga masih ada yang belum terdata lantaran tidak melapor ke posko petugas. “Ini sedang kami data. Mudah-mudahan dua sampai tiga hari ke depan jumlahnya bisa mendekati akurat,” ucapnya. Sementara itu, terkait pendirian tenda, sampai saat ini masih delapan unit. Dari BPBD juga belum ada langkah untuk melakukan penambahan. Itu masih menunggu perkembangan situasi. (kmb45)
Semarapura (Bali Post) Erupsi Gunung Agung, Karangasem telah berdampak pada sektor pariwisata di Kabupaten Klungkung, baik wilayah daratan maupun Kepulauan Nusa Penida. Hal ini ditunjukkkan dengan penurunan jumlah kunjungan wisatawan dan adanya pembatalan pemesanan penginapan. Mengatasi hal tersebut, pemkab tetap memaksimalkan promosi. Kepala Dinas Pariwisata Klungkung I Nengah Sukasta mengungkapkan penurunan kunjungan wisatawan terlihat pada Objek Wisata Kertha Gosa yang pada Oktober lalu di-launching menjadi salah satu bagian dari city tour. “Biasanya dalam sehari, kunjungan bisa 100 hingga 150 orang. Itu untuk asing. Sekarang turun sampai setengah. Ini dampak Gunung Agung dan penutupan bandara,” ungkapnya,
Selasa (28/11) kemarin. Kondisi serupa juga terjadi pada Kepulauan Nusa Penida. Padahal, dari sisi jarak dengan Gunung Agung sangat jauh dan aman untuk dikunjungi. Dihadapkan hal demikian, pihaknya tak bisa berbuat banyak. Hanya berharap situasi dapat segera normal. “Kalau Bandara tidak ditutup, kunjungan masih bisa lebih banyak. Apalagi Nusa Penida itu kan jauh dengan gunung,”
katanya. Meski dihadapkan fenomena alam yang cukup mengkhawatirkan, Mantan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Klungkung ini menyatakan Festival Nusa Penida pada 6 sampai 9 Desember mendatang tetap terlaksana. Bahkan pihaknya yakin mampu menggaet wisatawan untuk berkunjung. “Kami optimis banyak yang datang pada acara ini,” sebutnya.
Persiapan festival yang menginjak tahun ke-4 itu sudah seratus persen. Nantinya akan ada sejumlah acara yang memeriahkan, seperti pementasan 1.000 penari rejang, lomba perahu layar, lomba mengikat bulung, memasak, dan penampilan grup musik, baik lokal maupun nasional. “Ini sudah dipromosikan. Tinggal menunggu hari H saja,” imbuhnya. Sementara itu, Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Klungkung I Wayan Sukadana menyatakan erupsi Gunung Agung telah mengakibatkan hunian penginapan di Nusa Penida turun
drastis. Bahkan banyak wisatawan membatalkan pesanan kamar. “Kalau dilihat dari data booking, sebelum seperti sekarang, jumlahnya sampai 60 persen. Tapi sekarang hanya 11 persen,” terangnya. Jika dalam satu minggu ke depan situasi tak mengalami perubahan, diyakini kunjungan akan semakin merosot. Tentunya hal ini sangat tidak diharapkan para pelaku pariwisata. Oleh sebab itu, langkah promosi tetap dimaksimalkan. “Promosi terus kami lakukan. Meyakinkan kepada wisatawan kalau Nusa Penida aman dikunjungi,” tegasnya. (kmb45)
Golkar dan Hanura Merapat ke Suwasta
Pilkada Berpeluang ”Head to Head” Semarapura (Bali Post) Perhelatan Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) Klungkung mulai menghangat. Partai Golkar yang sebelumnya masih menunjukkan kesan abu-abu, kini telah menyatakan untuk merapat ke paket Nyoman Suwirta dan Kasta (Suwasta) yang diusung Gerindra. Demikian pula dengan Hanura yang awalnya ingin berkoalisi dengan Golkar untuk bisa mengusung calon, juga mengisyaratkan melakukan hal serupa. Dua partai ini menyusul Demokrat dan Nasdem. Terbentuknya poros ini berpeluang besar untuk menjadikan pertarungan politik yang berlangsung 2018 itu head to head. Sebab sebelumnya PDI-P menyatakan kukuh untuk mengusung calon sendiri. Pernyataan partai golkar itu dilontarkan Ketua Harian DPD II Golkar Klungkung Ni Luh Komang Ari Ayu Ningrum, Selasa (28/11) kemarin. Selain melihat hasil survei dukungan yang tergolong tinggi terhadap incumbent, ketidakmampuan untuk mengusung sendiri karena tak memenuhi kursi di DPRD Klungkung juga menjadi alasan. “Kursi di Dewan kan hanya empat. Tidak bisa mengusung. Kemarin sempat rapat bersama DPD I, diinstruksikan
Bali Post/sos
Ni Luh Komang Ari Ayu Ningrum.
I Nyoman Suastika
untuk mendukung Suwasta. Itu baru disampaikan secara lisan. Suratnya belum kami terima,” ungkapnya. Ketua Komisi III DPRD Klungkung ini menyatakan sebelum adanya pernyataan demikian, komunikasi politik sudah dilakukan bersama partai lain. “Kalau komunikasi sudah biasa. Untuk pernyataan resmi dukungannya, kami masih menunggu provinsi,” katanya. Munculnya sebuah keputusan dari partai pohon beringin itu memupuskan harapan Hanura untuk berkoalisi mengusung calon. Sekretaris DPC Hanura Klungkung Nyoman Suastika
mengaku tak menjadikan itu sebagai persoalan. “Politik itu tujuannya kan mensejahterakan masyarakat. Kalau kita melihat peluang itu bisa dilakukan incumbent. Secara politik kami tidak bisa dong memaksakan. Kita melihat aspirasi masyarakat,” ungkapnya. Dukungan Hanura, sambungnya berorientasi pada calon yang kemungkinan menang. “Dari peta, sudah mengarah (menang-red) incumbent,” ucapnya. Ditegaskan, mengusung atau mendukung calon tidak harus berasal dari kader. Namun yang menjadi dasar adalah rekomendasi. “Kami
Bali Post/sos
juga ingin ikut berbuat untuk mensejahterakan masyarakat Klungkung,” tandasnya. Sementara itu, pasangan yang diusung PDI-P sampai saat ini belum jelas. Sebelumnya, Ketua DPC PDI-P Klungkung Anak Agung Gede Anom menyatakan sosok yang akan bertarung pada hajatan politik lima tahunan ini bergantung pada keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Pihaknya di kabupaten hanya sebatas menyetorkan nama-nama yang dianggap berkompeten. “Kami sudah setorkan sebelas nama dari kader dan non kader. Di DPD kembali diciutkan jadi tujuh orang untuk disetor ke pusat,” jelasnya. Dari tujuh orang itu, tiga di antaranya, Ketut Mandya, Tjokorda Gede Agung, dan Wayan Sutena. Tokoh-tokoh ini dipandang berpeluang masuk dalam rekomendasi.
“DPP sudah lima kali survei. Apapun bisa terjadi. Bisa saja ada perubahan,” ungkapnya. Rekomendasi itu, diperkirakan sudah turun paling lambat pertengahan Desember. Dirinya pun siap menerima seluruh keputusan dan berjuang maksimal merebut kemenangan. “Kalau misalnya saya jadi ketua DPC diminta tarung, ya tarung. Kalau tidak, ya tidak. Kami siap perang dengan incumbent. Yang namanya petarung, harus optimis. Di PDI-P tidak ada kata kalah sebelum bertarung,” tegasnya. Agung Anom juga tak menampik sebelumnya sempat beberapa kali berkomunikasi secara langsung dengan Nyoman Suwirta untuk mengajak bergabung ke PDI-P. Namun itu tak membuahkan hasil. “Pertemuannya tidak di Klungkung,” bebernya. (kmb45)
Rabu Pon, 29 November 2017
KARANGASEM
13
Galian C Tak Beraktivitas Amlapura (Bali Post)-
Aktivitas penambangan pasir di galian C Banjar Sebudi, Desa Sebudi, Selat, Karangasem sudah tidak ada aktivitas lagi. Aktivitas itu mulai tak ada sejak dua hari lalu pascaterjadinya letusan magmatik pada Minggu (26/11) lalu. Namun, sejumlah warga di KRB III dan KRB II masih ada yang tetap melakukan aktivitas. Berdasarkan pantauan, Selasa kemarin, sejumlah warga yang berada di KRB II di Desa Amerta Bhuana mulai terlihat sepi. Meski bagitu, masih ada terlihat sejumlah warga yang melakukan aktivitas seperti biasa. Sejumlah warung juga terlihat buka. Sementara di Desa Sebudi juga masih berseliweran sejumlah warga. Tak hanya warga setempat, sejumlah wisatawan asing juga terlihat menaiki sepeda motor menuju ke Pasar Agung. Terlihat juga warga yang kembali ke rumah mereka dari pengungsian untuk mengambil barang-barang yang dibutuhkan untuk dibawa ke pengungsian. Sementara warga luar desa juga banyak ke Sebudi. Tujuannya hanya mendengar suara gemuruh. “Mau ke Sebudi melihat gemuruh dari Gunung Agung,” ucap singkat salah seorang warga.
Sementara untuk galian C di Sebudi memang sama sekali tidak terlihat lagi aktivitas. Alat berat yang sebelumnya ada di galian, semuanya sudah tidak ada dan ditempatkan di gudang yang ada timur galian C. Termasuk truk pengangkut pasir yang sebelumnya masih ramai, kini satupun tidak ada lagi. Warga Banjar Sebudi, Desa Sebudi, Selat, Karangasem, Selasa (28/11) Mangku Darma mengungkapkan, jika penambangan galian C sudah tidak beraktivitas lagi sejak kemarin (Senin, red). “Kebetulan saya kemarin juga pulang dari pengungsian, memang sudah tidak ada lagi aktivitas galian C. Alat berat sudah ditaruh di gudang sebelah timur galian. Kalau dua hari memang masih beraktivitas. Tapi sekarang sama sekali tidak ada aktivitas,” tegasnya. (kmb41)
293 Ekor Sapi di Penitipan Rendang
Jumlahnya Diyakini Terus Bertambah Amlapura (Bali Post) Pascaterjadinya letusan magmatik membuat warga yang tinggal di lerang Gunung Agung kembali mengungsi ke tempat yang lebih aman. Tak hanya warga yang mengungsi, hewan ternak milik warga itu juga ikut diboyong ke pos penitipan ternak di Banjar Manggaan, Desa Nongan. Pascaerupsi itu, jumlah sapi yang dititipkan di tempat penitipan kian bertambah. Per Senin (28/11) jumlah sapi yang terdata di penitipan itu sebanyak 293 ekor sapi. Ke depannya jumlah itu diyakini bakal terus bertambah. Koordinator pos penitipan ternak di Banjar Manggaan, Desa Nongan, Rendang Karangasem I Made Oka Suyasa mengungkapkan, warga mulai berbondong-bondong kembali menitipkan sapi mereka pascaterjadinya letusan Sabtu (25/11) lalu. Berdasarkan data per Senin (28/11) kata Oka Suyasa, jumlah sapi milik warga yang dititipkan di pos penitipan Rendang 293 ekor sapi dan 17 ekor kambing. Sebelum erupsi ini jumlah sapi yang bertahan di posko ini 21 ekor saja. “Sapi mulai ramai dititipkan sejak 21 November lalu. Setelah itu warga bertambah menitipkan sapinya ke sini (pos penitipan rendang, red). Dan untuk penitipan sapi hari ini belum bisa dipastikan jumlahnya berapa. Karena kita sedang mendata di lapangan. Yang jelas jumlahnya pasti terus bertambah ke depannya,” ucapnya. Meski warga banyak yang menitipkan sapinya di penitipan ini, namun belum ada saudagar sapi yang membeli sapi ke tempat ini. Kalau sebelumnya, pada saat Gunung Agung awas banyak sekali saudagar yang datang membeli sapi milik warga pengungsi Disinggung persediakan pakan yang ada di penitipan ini, Oka Suyasa menjelaskan sejauh ini masih pemiliknya yang menyabitkan di lahan miliknya. Kemudian dibawa ke sini. Namun, rumput yang dibawa sudah berisi abu. Sedangkan untuk persediaan dari posko seperti kosentrat masih ada sedikit stok. Kosentrat itu tersimpan di gudang. “Rumput sebelum dikasi pakan ternak lebih dulu harus dicuci. Karena banyak terdapat abu. Jika tidak dicuci, maka tidak mau dimakan. Kalau itu dimakan sangat berbahaya. Karena mengandung silika,” jelasnya. Salah seorang warga yang menitipkan sapinya di posko penitipan asal Banjar Besakih Kawan Ni Ketut Badi mengakui, kalau dirinya kembali menitipkan sapinya di penitipan ini sejak terjadinya letusan 21 November lalu. Kata dia, ini merupakan kali kedua menitipkan sapinya di posko penitipan ini. Sebab, saat Gunung Agung berstatus awas pertama dirinya juga sempat menitipkan ternaknya di sana. “Untuk pakan hari ini belum ada. Mungkin saya akan menyabit rumput. Nanti dicuci dulu sebelum dikasi. Mudah-mudahan mau, di ini belum ada bantuan pakan ternak. Mungkin pemerintah belum siap memberikan bantuan. Saya harus cari rumput ketimbang sapi saya tidak makan, bisa mati,’’ tegas Badi. (kmb41)
TUTUP - Galian C di Desa Sebudi, Selat tidak lagi ada kegiatan aktivitas penambangan pasir.
Tim Provinsi Bali Nilai PKK-KB-Kes dan BBGRM Desa Tiyingtali Abang KEGIATAN Kesatuan Gerak PKK-KB-Kes dan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Desa Tiiyingtali Kecamatan Abang Karangasem dinilai Tim Penilai Lomba Tingkat Provinsi Bali tahun 2017. Penilaian itu dilakukan atas terpilihnya Desa Tiyingtali, Abang mewakili Pemkab Karangasem pada Perlombaan Kesatuan Gerak PKK Tingkat Provinsi Bali tahun 2017. Perlombaan itu bertujuan mendorong serta menumbuhkembangkan rasa kebersamaan dalam membantu pelaksanaan pelayanan dasar dan keswadayaan gotong royong masyarakat. Rombongan Tim Penilai Provinsi Bali yang berjumlah 10 orang itu dipimpin Ketua Tim Penilai Lomba Kesatuan Gerak PKK Ny. Ayu Pastika. Rombongan diterima Wakil Bupati Karangasem Wayan Artha Dipa di Aula Balai Masyarakat Desa Tiyingtali, Abang. Hadir
pada acara itu Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, para Kepala OPD terkait di jajaran Pemkab Karangasem, Ketua Tim Penggerak Kabupaten Karangasem, Camat Abang beserta para Perbekel se-Kecamatan Abang serta Tokoh Masyarakat Tiyingtali, Selasa (28/11). Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa saat membacakan sambutan Bupati Karangasem menyampaikan, penilaian kegiatan PKK-KBKes dan BBGRM yang sekarang kita laksanakan ini merupakan wujud nyata evaluasi 10 Program Pokok Kegiatan PKK. Program ini sangat diharapkan dapat mendorong serta menumbuhkembangkan rasa kebersamaan guna membantu pelaksanaan pelayanan dasar dan keswadayaan gotongroyong masyarakat. “Dengan semakin meningkat dan kompleknya permasalahan yang dihadapi khususnya di
tingkat desa, maka kita dituntut dapat lebih meningkatkan kemampuan pengelolaan keluarga yang dilandasi rasa kasih sayang, toleransi dan kerja keras, sehingga persoalan KDRT, kesehatan, kemiskinan dan berbagai masalah sosial ekonomi keluarga di kabupaten dapat dipecahkan melalui visi, Karangasem Cerdas, Bersih dan Bermartabat Berlandaskan Tri Hita Karana. Maka secara bertahap Karangasem akan terus dibangun lebih baik di masa mendatang,” ujarnya Artha Dipa pun berharap kepada para kader PKK di Kabupaten Karangasem, agar kegiatan ini dapat menjadi sumber inspirasi dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. ”Jadilah motor penggerak dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat,” pintanya . Ketua Tim Penilai Provinsi Bali Ny. Ayu Pastika, dalam sambutannya menyampaikan
MENDENGAR kabar ada seorang warga asal Karangasem yang meninggal di tempat pengungsian, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, segera berangkat
menuju Dusun Kembang Merta, Desa Candikuning Baturiti, Tabanan. Selain menjenguk juga memberikan semangat kepada keluarga korban yang ditinggalkan Selasa (28/11)
kemarin. Warga yang meninggal itu bernama Ni Nengah Ririg (65 tahun). Almarhumah berasal dari Banjar Telung Buana Desa, Sebudi, Selat, Karangasem. Nengah Ririg diketahui memiliki riwayat komplikasi. Almarhumah menghembuskan napas terakhirnya saat sedang berada di pengungsian. Saat ini, jenazahnya dikubur di Setra Kembang Merta Desa Candikuning, Selasa siang. “Faktor bencana Gunung Agung membuat korban yang berasal dari radius KRB 8 Km, itu tidak bisa dipulangkan. Sudah kita komunikasikan dengan keluarganya. Mereka setuju agar almarhumah dikubur di Tabanan saja. Jadi, saya ucapkan terima kasih kepada warga di Kembang Merta ini yang sudah memberikan pertolongan,” ujar Bupati Mas Sumatri.
Amlapura (Bali Post) Dua pos pengungsian terbesar di Kecamatan Manggis, baik di Pasar Manggis maupun lapangan Ulakan sepi kehadiran pengungsi. Saat status awas pertama pengungsi membludak di sana. Namun, menghadapi status awas kedua, para pengungsi dari kaki Gunung Agung memilih tempat terdekat yang dipastikan aman. Pertimbangan warga, agar memudahkan mengurus ternak yang ikut dibawa mengungsi. Ini terungkap pada rapat evaluasi Satgas Penanganan Erupsi Gunung Agung di Pos Komando Tanah Ampo, Kecamatan Manggis, Senin (27/11) malam. Komandan Satgas Letkol. Inf. Benny Rahadian, mengatakan kedua pos pengungsian ini, yakni di Pasar Manggis dan Lapangan Ulakan masih sepi pengungsi. Sesuai arahan Gubernur Bali, sebaiknya pengungsi dipusatkan di Karangasem. Pertimbangannya untuk memudahkan proses distribusi logistik. “Pasar Manggis dan Lapangan Ulakan sudah siap menerima, tetapi tak laku. Warga pengungsi lebih memilih tempat pengungsian terdekat. Bisa jadi karena khawatir ternaknya tak terurus,” kata Komandan Satgas Benny Rahadian. Petugas BPBD Provinsi Bali, Suteja, pada rapat koordinasi tersebut juga mengatakan sempat melakukan survei pengungsi ke Kecamatan Sidemen. Di sana dia menemukan titik pengungsian baru yang ditempati sebanyak 60 KK dari Desa Selat, Kecamatan Selat. Mereka mengungsi karena mencium gas belerang yang sangat menyengat. Selain itu di sekitar rumah mereka sudah dikepung lumpur dingin. “Saat kami turun, saya kaget ada koordinator pengungsi yang tidak tahu jumlah pengungsinya. Lalu bagaimana cara penanganannya kalau demikian? Untuk kasus itu tidak perlu saya sebutkan siapa dan dimana itu agar masalahnya tidak jadi panjang. Tapi, ini harus segera diatasi, agar pengungsi itu bisa mendapatkan logistik,” kata Suteja. Suteja juga menyoroti distribusi masker ke titik pengungsian yang masih tersendat. Padahal, masker kini jadi kebutuhan utama melindungi pernapasan. Bagi pos pengungsian yang butuh masker, agar segera berkoordinasi dengan camat sekitar. Selanjutnya melakukan amprah ke Pos Komando Tanah Ampo. (kmb31)
PENILAIAN - Ketua Tim Penilai Lomba Kesatuan Gerak PKK Ny. Ayu Pastika dengan rombongan berfoto bersama Wakil Bupati Karangasem Wayan Artha Dipa, usai melakukan penilaian PKK KB Kes dan BBGRM di Aula Desa Tiyingtali Abang kegiatan Kesatuan Gerak PKK ini dilaksanakan untuk mendukung Program Pemerintah. Sasarannya para keluarga sebagai unit terkecil di dalam masyarakat. ”Kegiatan ini
diharapkan menjadi motor penggerak partisipasi semua pihak serta dapat menjadi wadah pembinaan bagi instansi pemerintah, ormas dan LSM,” ucapnya. (ad1517)
Bupati juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemkab Tabanan dan jajarannya, yang sudah membantu masyarakat Karangasem terutama yang terkena musibah, dengan sangat luar biasa. “Inilah semangat dan spiritnya Bali, hidup manyama braya_ adalah hal yang memang harus kita lakukan,” ujarnya. Tidak ketinggalan, Bupati juga mengikuti seluruh rangkaian penguburan sebagai bentuk kepeduliannya. Mas Sumatri, berharap keluarga Nengah Ririg selalu diberikan kekuatan dan juga ketabahan. Bupati juga mengimbau kepada masyarakat agar menjauhi radius 8 km sampai 10 km dari Gunung Agung. Jangan membahayakan diri sendiri dengan menonton banjir akibat erupsi Gunung Agung. Atau menonton material yang keluar dari Gunung Agung saat
erupsi dalam jarak berbahaya. Penanganan ternak pun sudah dilakukan Dinas terkait. Mudah-mudahan tidak ada ternak tertinggal dan dijual dengan harga murah. “Kepada masyarakat dimana pun berada, saya mohon doanya supaya Gunung Agung segera normal seperti semula lagi,” imbuhnya. Bendesa Kembang Merta, Nyoman Sukita, menyatakan masyarakatnya siap menerima siapa pun pengungsi Karangasem yang meninggal di Kembang Merta serta sebisa mungkin tidak membebani. “Saya selaku Bendesa Adat Kembang Merta mengucapkan terima kasih kepada Bupati Karangasem, karena sudah bisa menjenguk warganya yang meninggal di desa ini. Kami semua turut berdoa semoga bencana ini segera berlalu,” ucapnya. (ad1520)
Mas Sumatri Beri Semangat Keluarga Pengungsi Gunung Agung Alm. Nengah Ririg di Tabanan
Tak Laku
Pos Pengungsi Pasar Manggis dan Lapangan Ulakan
Bali Post/kmb41
Mas Sumatri Beri Semangat Keluarga Pengungsi Gunung Agung Alm. Nengah Ririg di Tabanan.
Kisah Pengungsi Hadapi Dua Kali Awas
Bingung, Bekal Hasil Jual Ternak Habis DI tempat pengungsian sebuah Wantilan Desa Pakraman Timbrah, Desa Pertima, Karangasem, Senin (27/11) malam, tampak Ketut Sudiarta, duduk termenung. Pengungsi asal Banjar Dinas Tihingan Kangin, Desa Bebandem itu tidak bisa tidur nyenyak meski jam dinding di tempat itu sudah menunjukkan pukul 23.30 wita. Padahal, ratusan pengungsi lainnya sudah tertidur pulas di lantai wantilan, beralaskan tikar berselimut kain, sedikit berdesakan. Apa sesungguhnya yang terjadi dengan Ketut Sudiarta itu? Buruh di lokasi galian C Desa Bebandem itu saat ditemui mengaku baru mengungsi Senin (27/11) sore. Dia mengungsi bersamaan warga lainnya. Sebelumnya, dia dan keluarganya belum berani mengungsi, karena belum ada arahan dari klian banjar dinas setempat. Padahal sejak dua hari sebelumnya di sekitar rumahnya sudah pekat hujan abu vulkanik dan juga terjangan banjir lahar dingin. “Waktu itu masker pun tidak ada. Kami hanya melindungi hidung dengan baju dan jaket. Sekadar bisa menutup hidung. Saat itu memang saya sangat bingung. Apakah akan samasama tenggelam di sini. Sebab
bau gas belerang juga sangat menyengat,” kata pria paruh baya ini. Sejak status awas pertama 22 September lalu, dia bersama istri Nengah Rati dan tiga anak perempuannya sudah bingung. Sebab, sepulang dari tempat pengungsian pertama di Desa Ngis, Manggis, setelah status awas turun jadi siaga waktu itu, bekal hasil mengobral ternak sudah habis. Sebulan di tempat pengungsian, saat itu membawa bekal sekitar Rp 2 juta sekarang sudah habis. Untuk bertahan hidup, sepulang dari pengungsian pria berbaju putih lusuh itu mengaku sempat mengadu nasib kembali menjadi buruh galian C di sekitar lokasi galian
Tukad Krekuk, Bebandem. Belum sempat memetik hasil, Gunung Agung kembali menunjukkan peningkatan aktivitasnya. Asap hitam terus mengepul dari kepundan Gunung Agung. Sebab saat itu sudah terjadi letusan freatik. Aktivitas galian C sempat terhenti, tetapi akhirnya lanjut lagi, karena hujan abu dinilai tak menganggu operasional galian C. Tetapi, letusan berikutnya sudah bertipe magmatik. Hal itu ditandai kepulan asap lebih besar. Bahkan, kemudian diikuti hujan abu lebih lebat dan terjangan banjir lahar dingin. Banjir lahar dingin ini juga mengalir ke lokasi Tukad Krekuk. Banjir itu menghanyutkan gundukan material pasir siap angkut. Bahkan, alatalat perlengkapan mengelola galian C juga tertimbun lumpur dari banjir lahar dingin itu. Sekarang, pascamengungsi lagi setelah status awas kedua, praktis dia tanpa bekal akibat kehilangan mata pencahariannya. ‘’Dulu, kalau tak bisa maburuh, opsi lainnya bisa menjadi petani dan menggarap lahan tegalan salak,’’ ujarnya
RATUSAN - Pengungsi dari Banjar Dinas Tihingan Kangin dalam jumlah ratusan, memenuhi lokasi pengungsian di Desa Pertima, Senin malam. sembari tertunduk sedih. Bisa juga bercocok tanam sayur dan buah. Namun sekarang ini semunya tidak memungkinkan, sebab hujan abu terus turun. Karena itu mengolah tegalan pun tak bisa. Alasannya, abu vulkanik dikatakan sangat berbahaya bagi pernapasan. Apalagi setelah ada arahan agar wilayah di desanya sementara steril. “Status awas pertama saja membuat bekal sudah habis. Sekarang status awas kedua, saya bingung cari bekal dimana? Mungkin akan pinjam dulu. Pasalnya modal ternak
juga sudah tak ada. Banyak warga di tempat kami menghadapi situasi serupa. Syukur kalau warga lainnya masih punya sapi. Mereka bisa segera jual sapi itu,” keluh warga lainnya Wayan Suartika. Menghadapi gelombang pengungsi kedua, kini dia hanya bertahan hidup dari sarana logistik yang ada di lokasi pengungsian. Pihaknya berharap situasi ini cepat berlalu, Gunung Agung kembali tenang dan segera bisa kembali pulang, agar bisa bekerja seperti biasa. (gik)
14
TABANAN
Rabu Pon, 29 November 2017
Pembangunan Tabanan Utamakan Infrastruktur dan Kesejahteraan Rakyat SEJATINYA telah banyak keberhasilan yang telah diwujudkan Pemkab Tabanan di usia ke-524 ini, di bawah duet kepemimpinan Ni Putu Eka Wiryastuti bersama Komang Gede Sanjaya. Sukses itu mulai dibidang infrastruktur, khususnya jalan. Program infrastruktur itu sejatinya menjadi prioritas utama agenda riil Pemkab Tabanan. Tercatat, selama tujuh tahun terakhir total insfratruktur yang sudah diperbaiki sepanjang 628,494 kilometer dari total 863,218 kilometer jalan-jalan kabupaten. Di samping itu bidang pertanian juga mendapat atensi serius pemerintah. Salah satunya tetap mempertahankan surplus beras. Bahkan varietas beras merah baru diciptakan. Juga penyaluran beras sehat sangat baik. Di luar proyek fisik, untuk masalah kesejahteraan sosial dikedepankan produk unggulannya investasi hati dan investasi karma. Terlepas dari keberhasilan yang telah diraih, memang masih banyak perlu mendapatkan penanganan serius. Seperti masih di bidang infrastruktur, pertanian serta kesejahteraan rakyat. Karena itu perlu kerja keras semua pihak menyukseskan program yang telah dirancang Pemerintah Tabanan.
KEPEMIMPINAN Bupati Eka Wiryastuti sebetulnya telah memasuki periode kedua kalinya. Pada periode pertama ikon Bupati dikenal dengan Tabanan program Serasi Jilid I. Selama kepemimpinannya Bupati Eka Wiryastuti telah berhasil menghantarkan Kabupaten Tabanan membangun masyarakat Sejahtera, Aman dan Berprestasi.
Sejumlah capaian target pembangunan pun telah diwujudkan dengan hasil yang baik. Seperti capaian di bidang pertanian. Hal itu dapat dilihat dari dipertahankannya kontribusi pertanian sebagai sektor terbesar penyumbang produk Domestik Regional Bruto (PDRB) untuk Tabanan, ditengah kontribusi peningkatan perekonomian melalui sektor lainnya. Sementara capaian dibidang ekonomi kerakyatan, hal itu terlihat dari peningkatan daya beli masyarakat Tabanan. Bukan saja dapat dipertahankan malah di atas rata-rata Provinsi Bali. Jika daya beli diawal periode Tabanan Serasi Jilid I sebesar Rp 1.069.000 perbulan. Maka di akhir periodenya berhasil ditingkatkan menjadi Rp 1.150.000 per bulan. Indeks Angka Kemiskinan Kabupaten Tabanan pun telah berhasil diturunkan secara signifikan sebesar dua persen. Angka
pengangguran terbuka (TPT) juga behasil diturunkan. Sebelumnya sebesar 2,25 persen, saat ini menjadi 1,73 persen. Dibidang infrastruktur Tabanan kerap mendapat cibiran atau sorotan terkait masih adanya jalan-jalan yang rusak. Namun dari data dinas terkait capaian untuk infrastruktur tampak nyata jalan-jalan kabupaten telah berhasil di hotmix secara bertahap. Padahal itu dilakukan ditengahtengah keterbatasan kemampuan keuangan daerah. Hingga saat ini jalan-jalan di kabupaten Tabanan sudah dalam kondisi baik sepanjang 72,81 persen dari 863.218 kilometer total panjang jalan yang ada di Bumi Lumbung Beras Bali itu. Meskipun berbagai capaian telah diraih, tentunya masih banyak pula permasalahan yang harus diselesaikan pada periode Tabanan Serasi Jilid II sekarang ini. Baik permasalahan-permasalah yang
belum terselesaikan pada periode sebelumnya, maupun permasalahan baru yang muncul kemudian. Karena itu, pada periode pemerintahan Tabanan Serasi Jilid II, Bupati Eka Wiryastuti telah menyiapkan berbagai langkah efektif melalui program pembangunan untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut. Dalam Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Semesta Berencana (RPJMDSB) Pemerintah Kabupaten Tabanan menetapkan quick wins. Program itu dapat diartikan sebagai langkah prioritas yang segera atau mau tidak mau harus diambil lebih awal. Permasalahan yang masuk agenda prioritas itu lah yang lebih dulu wajib dituntaskan. Alasannya, karena ada keterbatasan kapasitas fiskal daerah. Sejumlah kegiatan yang masuk agenda prioritas itulah dijadikan quick wins. Seperti pengembangan sekolah berkarak-
ter Budaya Bali. Selain itu, pembangunan rumah sakit Tabanan di Desa Nyitdah, termasuk pengembangan Puskesmas Semesta di 10 kecamatan. Di samping Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berbasis pertanian. Tidak ketinggalan asuransi pertanian dan sejumlah progam-program efektif dan membumi lainnya. (ad1529)
Pertahankan Predikat Lumbung Beras Bali Gempur Masalah Sosial dengan Program Tabanan Ciptakan Varietas Baru Beras Merah Investasi Hati dan Investasi Karma
MASALAH sosial selalu muncul disetiap daerah. Demikian juga di Tabanan. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti sendiri sangat serius menangani masalah sosial di daerah lumbung beras ini. Lewat Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, langkah-langkah riil mengatasi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) digempur lewat Progam Investasi Hati dan Investasi Karma. Program ini sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Tabanan, khususnya yang masih berada digaris kemiskinan. Dinas Sosial Kabupaten Tabanan setidaknya telah mengeluarkan sembilan inovasi untuk mengatasi permasalahan sosial itu. Programnya, baik dalam bentuk inovasi Warung Cerdas Kube, Kopi Kental (Komunitas Peduli Kesehatan Mental), Tagana Smart, Bedah Rumah, Bedah Kamar, OPD Peduli, Panti Jompo,
Kota Layak Anak dan yang terakhir Kata Hati, yang merupakan kepanjangan dari Kampung Investasi Hati. “Walau PAD Tabanan kecil, pihak Pemkab berusaha menjalankan programprogram sosial secara nyata. Solusinya, bermodalkan inovasi dan kreativitas. Jadi apa yang dilakukan bukan retorika. Alasan kami, realisasinya memang nyata ada,” beber Kepala Disos Tabanan I Nyoman Gde Gunawan. Sebut saja program “Kata Hati” (Kampung Investasi Hati) atau perkampungan untuk beberapa panti itu. Contohnya pantai jompo, panti anak dan panti laras yang memanfaatkan perumahan dinas di Desa Wanasara. Action itu, kata Gunawan boleh disebut sebagai program inovatif. Bisa jadi belum ada di daerah lainnya. Program mulai pengentasan masalah sosial, justru lahir ditengah keterbatasan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang di-
miliki Kabupaten Tabanan. Tabungan karma atau investasi karma lainnya juga dilakukan dalam bentuk pemberian santunan. Santunan itu diberikan kepada sejumlah anak yatim piatu oleh jajaran perangkat daerah yang disebut dengan program OPD Peduli. “Tiaptiap pimpinan kepala daerah memiliki minimal satu anak asuh. Program OPD Peduli itu untuk membantu uang sekolah anak-anak setiap bulan,” ucapnya. Tidak ketinggalan pula pogram bedah rumah. Kata Gunawan sejauh ini jumlah kepala keluarga dengan tempat tinggal tidak layak huni telah mengalami penurunan signifikan. Dari semula 5.000 unit, sisanya berkisar 1.500 unit. Salah satunya yang berkontribusi menekan jumlah itu adalah program CSR. Selain program rutin dari pemerintah lewat APBD. Bahkan tahun lalu Kementerian Sosial juga telah mengucurkan program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni senilai Rp 1.350 miliar untuk 90 unit. “Kita berharap pada HUT ke-524 Kota Tabanan, kami di Dinas Sosial khususnya bisa memberikan yang terbaik. Terutama dalam melayani masyarakat PMKS dengan program investasi hati. Program ini sangat menyentuh masyarakat miskin. Kami berharap program ini dapat membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih sejahtera,” pungkasnya. (kmb28)
BUMI Tabanan sesungguhnya sangat subur dan mendapat dukungan lahan relatif luas, yakni 21.642 hektar. Meski terjadi penyusutan dari tahun ke tahun, Tabanan tetap mampu mempertahankan predikatnya sebagai lumbung berasnya Bali. Ini terbukti dengan produksi padi yang terus surplus dari tahun ke tahun. Dari data tahun 2015 Tabanan surplus 48.451 ton. Sedangkan tahun 2016 surplus berasnya meningkat menjadi 76.991 ton. Untuk bisa meningkatkan produksi beras petani, Pemkab Tabanan melalui Dinas Pertanian menggelar beberapa program-program yang di desain secara efektif. Salah satunya menciptakan varietas baru beras merah Jatiluwih, selain itu juga program beras sehat. Pada program penciptaan varietas baru beras merah Jatiluwih, Dinas Pertanian Tabanan bekerja sama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Tujuan penciptaan varietas baru adalah menghasilkan beras merah yang tidak jauh dari varietas sekarang. Namun lebih tahan hama serta memiliki waktu tanam pendek. Dengan cara itu petani bisa menanam padi jenis ini lebih sering dalam durasi setahun. Hal itu tentunya sangat berpengaruh pada peningkatan produksi. ’’Beras merah Jatiluwih memiliki keunggulan. Selain warnanya bagus, juga rasanya enak dan baunya wangi. Sifat fisik juga diperbaharui agar tahan terhadap serangan hama, disamping dapat berproduksi lebih cepat,’’ ujar Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Nyoman Budana.
Ia mengatakan tahap pemurnian varietas beras merah Jatiluwh saat ini sudah memasuki uji tanam di tiga jenis dataran berbeda, yaitu sudah diuji coba pada dataran rendah, sedang dan tinggi. Untuk uji coba dataran rendah dilakukan di subak Pagedangan Nyitdah Kediri. Dataran tinggi di wilayah Batu-
riti dan untuk dataran sedang di daerah Batuaji. Uji coba beras merah yang ditanam di dataran rendah malah sudah dipanen. Dikatakan ada sembilan klon calon varietas baru beras merah yang ditanam dilahan seluas 10 are. Hasil terbaik dari uji coba sembilan klon itu tetap pada klon unggulan yaitu G0.
“Klon G0 masih menjadi unggulan. Karena dari segi warna sama dengan induknya. Waktu tanamnya lebih pendek. Namun dari segi tinggi lebih pendek dari induknya,” ujar Budana. Setelah klon G0 yang menduduki posisi dua terbaik adalah G10. Selama penanaman di dataran rendah, kata Budana tidak ada serangan hama sedikitpun. Hanya jenis ini terancam burung saja. Setelah panen, kata Budana akan dilakukan satu kali uji coba penanaman kembali. Setelah itu barulah dilakukan uji keseragaman. Pada uji keseragaman, klon yang terpilih akan menjadi varietas yang akan dikembangkan di penangkaran nantinya. Setelah mendapatkan label barulah dilempar ke petani untuk ditanam. Program lainnya yang dinilai sebagai unggulan pertanian Tabanan adalah program beras sehat. Tujuan program ini adalah mengurangi pemakaian pupuk kimia, sekaligus memberikan kepastian pasar dalam penjualan produk beras petani. Saat ini beras sehat yang dihasilkan petani Tabanan dijual ke PNS yang bekerja di Pemkab Tabanan. Dari data tahun 2016, luas lahan yang digarap dengan sistem pertanian organik mencapai 600 hektar. Sebanyak 35 subak ikut dilibatkan. Setiap bulan beras sehat petani mampu diserap PNS rata-rata 116 ton atau setara 232 ton gabah kering per bulan. ‘’Pemasaran beras sehat rencananya akan diperluas. Bahkan target penjualannya adalah masyarakat umum,’’ ujar Budana. (kmb24)
Pencapaian Infrastruktur
72 Persen Ruas Jalan Kabupaten Tabanan Telah Diperbaiki
KOMITMEN Pemkab Tabanan di bawah kepemimpinan Bupati Ni Putu Eka Wiryastuti dan Wakil Bupati Komang Gede Sanjaya (Eka-Jaya) adalah merealisasikan visi misi Tabanan Serasi. Pada pembenahan infrastruktur jalan secara perlahan dan pasti dapat direalisasikan.
Buktinya hingga periode kedua terpilihnya Eka-Sanjaya per Oktober 2017, ruas jalan kabupaten sudah 72 persen dapat diperbaiki. Dari 863,218 km ruas jalan kabupaten yang sudah dibenahi atau dalam kondisi baik sepanjang 628,494 km. Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum,
Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman Tabanan I Made Yudiana, mengatakan untuk tahun 2017 total ruas jalan yang sudah diperbaiki 88,33 km telah menggunakan jalan hotmik. Sejauh 60 meter jembatan dan dua kilometer jalan beton. Perbaikan jalan di tahun 2017 menggunakan anggaran yang berasal dari DAK pusat sebesar Rp 64 miliar. Alokasi dana itu telah diwujudkan jadi jalan hotmik sepanjang 48,82 km dan 60 meter jembatan. Dari BKK Provinsi sebesar Rp 2,250 miliar berhasil diwujudkan jalan beton sepanjang dua kilometer serta anggaran dari BKK Badung sebesar Rp 52 miliar direalisasikan perbaikan jalan hotmik sepanjang 39,51 kilometer. Jalan kabupaten yang diperbaikan dan dalam kondisi baik tahun 2017 hingga Oktober ini adalah 628,494 km. Rinciannya di Kecamatan Tabanan (76,327 km), Kediri (87,313 km), Kerambitan (44,8 km), Marga (51,1 km), Penebel (92,329), Baturiti (58,825), Selemadeg Timur (61,7 km), Selemadeg (41,550 km), Selemadeg Barat (58 km) dan Pupuan (56,550 km). Dikatakan, jalan kabupaten yang masih tersisa dan perlu diperbaiki 234,724
km. Dalam estimasinya, jika perbaikan rata-rata bisa dituntaskan 70 km selama setahun, maka target jalan sejauh 234,724 km bisa diselesaikan dalam tiga tahun. Saat ini ruas jalan yang sudah diperbaiki sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitarnya. Beberapa di antara bahkan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemkab Tabanan di bawah kepemimpinan Bupati Ni Putu Eka Wiryastuti dan Wakil Bupati I Komang Gede Sanjaya. Seorang warga Pucuk, Selemadeg Timur, Sudarma yang sedang beraktivitas di pinggir jalan Pucuk-Gadungan, itu mengatakan, sejak jalan menuju monumen MBO-Munduk Malang diperbaiki, akses lalu lintas menjadi lebih lancar. Menurutnya, dibandingkan kondisi sebelumnya, jalan tersebut rusak parah malah penuh lubang. “Dulu kalau bawa motor pasti goncang. Belum lagi kalau musim kering debu beterbangan. Perlu apa-apa ke Gadungan sekarang lancar,” tandasnya. Hal yang sama juga dituturkan Rai
Sugiono. Salah seorang pedagang di pinggir Jalan Perumnas Bukit Sanggulan menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Tabanan. Selain akses lalu lintas lancar, dengan melintasi jalan hotmiks bisa menghemat air di musim kemarau. Alasannya, tidak lagi warga harus menyiram permukaan jalan agar tidak ada debu yang berterbangan. “Jalan yang dahulu harus sering-sering disiram pakai air supaya debunya tidak terbang,” ungkapnya. Selain warga Tabanan, perbaikan jalan juga dirasakan beberapa warga dari luar Tabanan. Seperti Ketut Wirawan, seorang pedagang ikan dari Jembrana yang sering berjualan di Desa Tangguntiti, Selemadeg Timur, dijumpai di dekat Balai Banjar Batan Buah. Dikatakan, sejak jalan itu diperbaiki akses setiap sudut desa-desa di Tabanan menjadi mudah dan cepat terjangkau. “Saya sudah sering jualan di sini sejak 1995. Kondisi jalan sebelumnya memang parah. Sampai-sampai batu dacin (timbangan-red) saya sempat hilang. Karena kena goncangan saat melewati jalan ini. Sekarang sudah cukup bagus. Jalan sudah tidak berdebu lagi,” tuturnya. (kmb24)
15
Rabu Pon, 29 November 2017 jadwal Pertandingan Liga Inggris Kamis (30/11) Dini Hari Arsenal vs Huddersfield Town Bournemouth vs Burnley Chelsea vs Swansea City Everton v s West Ham United Manchester City vs Southampton Stoke City vs Liverpool Liga Prancis Kamis (30/11) Dini Hari Angers SCO vs Stade Rennes Guingamp vs Montpellier HSC Metz vs Marseille Nantes vs Monaco Olympique Lyon vs Lille Toulouse vs Nice Paris St Germain vs ESTAC Troyes Piala Raja Spanyol Babak 32 Besar, Pertandingan II Kamis (30/11) Dini Hari Barcelona vs Real Murcia(III) Real Sociedad vs Lleida Esportiu(III) Sevilla vs FC Cartagena(III) Athletic Club vs SD Formentera (III) Atletico Madrid vs Elche (III) Las Palmas vs Deportivo Coruna
Buffon Pemain Terbaik Serie A Milan Legenda sepak bola Italia Gianluigi Buffon terpilih sebagai Pemain Terbaik Serie A 2017 dalam acara Gran Gala del Calcio Awards di Milan, Selasa (28/11) kemarin. “Kegagalan tampil di Piala Dunia adalah kekecewaan terbesar sepanjang karier saya, serta kekalahan di Liga Champions,” kata kiper klub Juventus itu dalam pidatonya. “Saya gembira dan bangga. Saya tidak pernah berpikir bisa menerima trofi seperti ini dan saya akan menggenggamnya erat-erat karena tidak pernah memenangkan semasih muda,” tambah kiper berusia 39 tahun itu. Buffon memutuskan untuk pensiun dari laga internasional pada
bulan lalu setelah timnas Italia di luar dugaan disingkirkan Swedia di playoff zona Eropa. Kekalahan itu membuat tim juara dunia empat kali untuk pertama kali dalam 60 tahun tak bisa tampil di putaran final. “Laga Italia vs Swedia menjadi kekecewaan terbesar dalam hidup saya,” katanya kepada Sky Sports Italia. “Tapi kami perlu move on, musim harus diakhiri dengan cara terbaik dan bersama Juventus ada banyak gol perlu diciptakan.” Bersama Juve, Buffon meng-
hasilkan 10 gelar Serie A, tiga Piala Italia dan membantu klub Turin mencapai dua final Liga Champions dalam tiga tahun. Keberhasilan Buffon meraih gelar ini menjadikan Juventus untuk keenam kalinya berturut-turut menguasai kategori ini. Sebelumnya, pemain yang sukses merebut trofi ini adalah Andrea Pirlo (20122014), Carlos Tevez (2015) dan Leonardo Bonucci (2016). Buffon mengatakan dirinya akan pensiun akhir musim ini kecuali Juventus menjuarai Liga Champions. Gelar Pelatih Terbaik direbut Maurizio Sarri yang membawa Napoli memimpin klasemen Serie A hingga Selasa kemarin. (kmb39/afp)
Hanya Careen Tampil di Kejurnas Bulu Tangkis
Piala Italia Putaran IV Kamis (30/11) Dini Hari Sassuolo vs Bari (II) Chievo Verona vs Verona Torino vs Carpi(II) hasil Pertandingan Hasil Liga Spanyol Espanyol vs Getafe
1-0
Liga Italia Atalanta Bergamo vs Benevento 1-0
Selangkah Lagi, Persekaba Lolos ’’Play-Off’’ Jepara (Bali Post) -
Kesebelasan Persekaba Bali mengawali debut gemilang dengan mencukur lawannya Sakai Sambayan (Lampung) FC dengan skor 3-0 (1-0), pada laga pembuka babak play-off, Grup VII, Kompetisi Liga 3, di Stadion Bumi Kartini, Jepara, Selasa (28/11) kemarin. Persekaba kembali merumput melawan Persijam Jambi, di tempat yang sama, Rabu (29/11) ini, dan diharapkan kembali unggul, hingga lolos babak play-off, dan masuk 32 besar Kompetisi Liga 3 Nasional. Laga tak berjalan mulus, dan kickoff harus molor sejam. Pasalnya, PSSI hanya mengesahkan dua pemain yang terdaftar, kemudian secara lisan 13 pemain yang dianggap absah, hingga pertandingan digulirkan. Gol pembuka kemenangan Persekaba, berkat tendangan bebas Dwi Aditya Rizki, di menit ke-36. Sepakan Dwi Aditya yang mengarah ke gawang sempat ditepis kiper Anjar Oktavianto namun bola tetap meluncur deras ke gawang SS Lampung FC. Hingga turun minum, Persekaba unggul 1-0. Pada interval kedua, bomber M. Ridwan menggandakan kemenangan di menit ke-59. Ridwan yang menerima umpan bola sodoran dari Ega Wastita Swandhiro, melakukan shooting ke gawang, dan kembali memperdaya kiper Anjar Oktavianto. Selang tiga menit, gelandang serang Persekaba Aditia Yoga Pratama memperbesar kemenangan timnya menjadi 3-0. Yoga menggetarkan jala Anjar Oktavianto, setelah menuntaskan bola tendangan bebas Ega Wastita Swandhiro. Sampai wasit Sofyan Yulianto (DIY) menutup laga, skor akhir Persekaba tetap unggul 3-0 atas tim yang diarsiteki Ellie Eboy itu. Ketua Askab PSSI Badung Nyoman Graha Wicaksana mengakui, pihaknya bersyukur penampilan IGB. Alit Juniawan dan kawan-kawan, tak terpengaruh, walaupun laga molor. ‘’Pendaftaran pemain secara online, kami banyak dibantu Asprov PSSI Bali, seperti Nasser Atthamimy dan Gede Made Anom Prenatha,’’ jelas pria yang akrab disapa Koming ini. Dia pun mengakui, timnya merasa dirugikan, sebab tak ada istirahat (rest), dan kembali bentrok melawan Persijam Jambi, Rabu (29/11) ini. ‘’Saya minta anak-anak tetap fight, dan memenangkan laga, guna lolos babak play-off. Jika kami lolos, berarti punya dua suara di PSSI Pusat, yakni PS Badung dan Persekaba Bali,’’ jelasnya. Pada bagian lain, Manajer Persekaba Bali, Adhi Dharmaja Kusuma, menilai, tim polesan Nyoman Sujaat dan Kadek Loco Ediana layak memenangkan laga. ‘’Kami bersyukur, anak-anak tak terpengharuh mentalnya, meskipun laga mundur satu jam,’’ ujarnya. (022/r)
Jadwal Rabu (29/11) Persekaba vs Persijam Jambi
Bali Post/afp
PEMAIN TERBAIK - Kiper Juventus Gianluigi Buffon dinobatkan sebagai Pemain Terbaik 2017.
Bali Post/rtr
SELEBRASI - Penyerang Arsenal Alexis Sanchez (depan) melakukan selebrasi bersama rekan setimnya Mesut Ozil.
Sanchez dan Ozil Tidak Dijual London Dua pemain kunci Arsenal Alexis Sanchez dan Mesut Ozil dipastikan tidak masuk dalam daftar jual pada bursa transfer Januari mendatang. Kedua pemain itu memiliki kontrak yang berakhir pada musim depan. Pelatih Arsenal Arsene Wenger, Selasa (28/11) kemarin, menyatakan hal itu kecuali ada sesuatu yang luar biasa terjadi. Sejauh ini, kedua pemain menolak menandatangani kontrak baru yang membuat mereka bisa lebih lama lagi bermain di stadion Emirates. Sejauh ini, Ozil dihubungkan dengan kepindahannya ke Barcelona. Sementara Sanchez nyaris pindah ke Manchester City jelang
akhir transfer musim panas lalu. Saat itu, Arsenal enggan melepas Sanchez karena gagal mendapatkan penyerang Thomas Lemar dari AS Monaco sebagai pengganti. Arsenal tidak memedulikan komitmen kedua pemain. Karena faktanya mereka tetap menunjukkan profesionalitasnya seperti saat Sanchez menyumbang gol penalti yang membawa Arsenal menang 1-0 atas Burnley. Kemenangan itu mengatrol posisi the Gunners menuju peringkat keempat. “Saya tak perlu memikirkan hal itu sepanjang hari. Saat ini, sejauh mereka masih berada di sini, mereka harus memberikan kemampuan terbaiknya pada tim dan juga klub,”
tegas Wenger. Arsenal akan menjamu Huddersfield Kamis dini hari nanti. Oziel kelihatan akan absen karena diketahui masih sakit. Wenger tidak juga memberi jaminan bahwa salah satu dari kedua pemain itu akan bertahan atau mau menandatangani perpanjangan kontrak. Dirinya mengaku tidak tahu dengan keinginan mereka. Selain Sanchez dan Ozil, Wenger juga dihadapkan dengan persoalan serupa pada gelandang Jack Wilshere. Bahkan pemain itu tidak begitu diaktifkan musim ini dengan hanya menghuni bangku cadangan pada tiga pertandingan di kompetisi Liga Inggris. (kmb39/rtr)
Mangupura (Bali Post) Hanya Careen dari Pengkab PBSI Buleleng, menjadi satusatunya atlet Bali, yang berlaga di ajang Kejurnas Bulu Tangkis 2017, di GOR Kacang Pedang, Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Selasa (28/11) kemarin. Careen yang turun di tunggal taruna, ditundukkan Hikmah Mirza Putri (DIY) dengan skor 15-21, dan 17-21. Selain Careen, sedianya Bali menerjunkan sembilan pebulu tangkis lagi. Mereka adalah I Gusti Agung Suptayana (Denpasar), Komang Triana Darma Putra (Badung), Komang Pradipta (Badung), Ni Putu Dinda Sayu Murni (Badung), untuk kategori taruna. Sedangkan lima pebulu tangkis kategori senior yakni Putu Agus Aditya Pramana Putra (Denpasar), Agus Aldi Santosa (Denpasar), Kadek Wulan Juliandini Denpasar), Destin Puspitayanti (Depasar), dan Gust Ayu Mega Septia (Buleleng). Bali juga mengutus dua orang Binpres Pengprov PBSI Bali, yakni Gede Suadnyana dan Indri Astuti, sekaligus sebagai pelatih. Indri Astuti kepada Bali Post, mengemukakan, sebagaimana jadwal pemberangkatan pebulu tangkis Bali ke Kejurnas, melalui Bandara Nguah Rai, Senin (27/11) lalu. ‘’Rute pemberangkatan kami dari Bali transit ke Jakarta dulu, barulah melanjutkan penerbangan ke Pangkal Pinang,’’ jelas Indri. Akan tetapi, Bandara Ngurah Rai tutup tak ada penerbangan, akibat kondisi Gunung Agung. ‘’Jadi, kami batal berangkat semua. Padahal, kami sudah menerima hasil pengundian (drawing), berikut bagan pertandingan. Kenyataannya, pada hari pertama, sembilan atlet Bali absen dan dinyatakan WO, bahkan tak boleh melanjukan laga, karena absen pada laga perdana,’’ papar Indri. Sementara cuma Careen yang bisa tampil pada Kejunas Bulu Tangkis, sebab Careen lolos audisi PB Jaya Raya Jakarta. ‘’Careen sempat berlatih di PB Jaya Raya Jakarta sehari, kemudian melanjutkan perjalanan hingga bisa tampil di kejurnas,’’ beber Indri. Dia mengakui, Careen kelahiran 2003, seyogianya masuk kategori pemula, dan masih duduk di bangku kelas IX SMPN 1 Singaraja. Akan tetapi, Careen yang berpasangan dengan Gusti Ayu Mega Septia, juara ganda taruna (kelahiran 2000 atau U-17), pada Kejurprov di GOR Dewarra, Tabanan, 14-17 November lalu. ‘’Penampilan Careen di Kejurnas tetap dalam pantauan PB Jaya Raya.’’ jelas Indri. (022)
SMAN 4 Singaraja Tim Hadang PKK Desa Ubung Kaja Sabet Emas Juara Turnamen Futsal SMA/SMK Se-Buleleng
Denpasar (Bali Post) Tim hadang PKK Desa Ubung Kaja mendulang emas, pada Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kota Denpasar 2017, di Lapangan Kompyang Sujana, Selasa (28/11) kemarin. Sementara tim hadang PKK Desa Kesiman Petilan merebut medali perak, dan Kelurahan Pedungan meraih perunggu. Hajatan multievent FORMI Kota Denpasar 2017, sebelumnya bernama Porkot, dan tinggal menyisakan cabor deduplak, Rabu (29/11). Tim deduplak putri yang melaju adalah Kelurahan Padangsambian, Desa Padangsambian Kelod, Desa Sanur Kauh, Desa Dauh Puri Kangin, Kelurahan Pedungan, Desa Peguyangan Kangin, Desa Pemecutan Kelod, Kelurahan Panjer,
Kelurahan Kesiman, Desa Pemogan, Kelurahan Sumerta, dan kelurahan Tonja. Di sektor putra, tim deduplak yang lolos seperti Kelurahan Pedungan, Peguyangan, Sesetan, Sanur, Desa Sanur Kauh, Penatih Dangin Puri, Kesiman Kertalangu, Tegal Harum, Padangsambian Kelod, Kesiman Petilan, dan Dauh Puri Kangin. Ketua Panpel Raka Purwantara mengemukakan, tujuan FORMI Kota Denpasar untuk melestarikan permainan tradisional yang merupakan olahraga rekreasi masyarakat. ‘’Olahraga rekreasi ini menjadi gaya hidup,’’ terang dia. Sebagaimana UU olahraga yang diamanatkan pemerintah terdiri atas prestasi, rekreasi, dan pendidikan. (022)
Bali Post/kmb38
JUARA - Turnamen Futsal SMA/SMK se-Buleleng berakhir Selasa (28/11) kemarin. Dalam laga akhir turnamen ini, tim futsal SMAN 4 Singaraja meraih gelar juara.
Singaraja (Bali Post) – Tim futsal SMAN 4 Singaraja merebut juara pada turnamen Futsal Antar-SMA/SMK se- Buleleng. Tim berjuluk Foursma ini merebut gelar setelah menang 4-3 atas tim SMAN 1 Tejakula pada babak final yang digelar di GOR Bhuana Patra, Selasa (28/11) kemarin. Pada turnamen itu, SMAN 4 Singaraja dinobatkan sebagai kampiun. Sementara tim SMAN 1 Tejakula menjadi runner up. Posisi ketiga ditempati SMAN 1 Singaraja, sedangkan juara harapan direbut tim SMKN 1 Sawan. Pertandingan berlangsung cukup ketat bagi kedua tim. Mereka harus menjalani babak tambahan waktu, untuk memastikan kemenangan. SMAN 4 Singaraja berhasil merebut gelar juara, setelah mencetak satu gol tambahan pada babak tambahan waktu itu. Pada babak final, SMAN 4 Singaraja total mencetak empat gol, masing-masing oleh Akbar pada menit ke- 5, Gede Krisna Bayu (31), Gede Pradipta (32), dan Kadek Nova Juniartha (46). Sementara tiga gol SMAN 1 Tejakula dicetak Ketut Widiada (13 dan 19) serta Made Suastika pada menit ke-37. Komite Eksekutif PSSI Buleleng, I Made Bawa, mengatakan, pada turnamen itu Askab PSSI Buleleng juga membentuk tim pemantau bakat. Selama turnamen, tim pemantau bakat yang dipercayakan pada pelatih tim futsal Porprov Buleleng, Arief Setyawan, telah melirik bakat-bakat muda pada cabor futsal. Dari segi permainan, para pemain juga disebut sudah mengalami peningkatan kualitas dibandingkan turnamen tahun lalu. Para pemain sudah cukup mumpuni dari sisi teknik dan tinggal melakukan pembinaan secara kontinu. “Nanti hasil seleksi pemain kita rekrut untuk memperkuat Buleleng pada pertandingan yang lebih tinggi. Baik di tingkat provinsi maupun nasional. Kami serahkan sepenuhnya pada pelatih futsal (Arief Setyawan, Red),” katanya. Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pemuda dan Olahraga Disdikpora Buleleng I Putu Sriyasa mengatakan, turnamen futsal menjadi salah satu ajang pembinaan atlet muda yang dilakukan Disdikpora Buleleng. “Melalui turnamen ini kami harapkan muncul potensi-potensi muda di bidang olahraga, khususnya futsal,” tegasnya. (kmb38)
info seremoniAL
16 A K T I V I T A S
Kendali Mutu Kendali Biaya di Era JKN
Dari kiri: moderator dr. ILyas Angsar, Sp.OG (K), narasumber Firllan, S.E., MPH, dan DR. Dr. Andreasta Meliala, DPH, M.Kes., MAS. rumah sakit serta desain arsitektur rumah sakit yang mendukung konsep lean management. Direktur RS Prima Medika dr. Putu Dian Ekawati, MPH, mengatakan, menjalankan roda bisnis perumahsakitan tidaklah mudah. “Apalagi sejak pemberlakuan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Perubahan sistem pembayaran dari fee for service menjadi paket INA CBG’s membawa konsekuensi pada peningkatan utilitas RS,” ujarnya. Pelayanan kesehatan kepada peserta JKN juga harus memerhatikan mutu, berorientasi pada aspek keamanan pasien, efektivitas tindakan, kesesuaian dengan kebutuhan pasien dan efisiensi biaya. “Lagi-lagi sebuah tantangan untuk tetap bisa survive,” ujarnya. Menurutnya,
lean hospital management adalah solusi untuk memperkuat organisasi rumah sakit jangka panjang dengan menurunkan biaya, mengurangi risiko serta memungkinkan rumah sakit tetap tumbuh dan berkembang. Lean Management yang dikenal sebagai konsep turunan dari Toyota Production System memakai dua prinsip utama. Eliminasi kegiatan tanpa nilai manfaat (total elimination of waste) dan menghargai setiap orang (care for the people) telah menjadi suatu pendekatan yang sangat populer kemudian diimplementasikan dalam organisasi rumah sakit saat ini yang disebut Lean Hospital Management. Ini merupakan upaya eliminasi pemborosan dalam setiap bidang kegiatan dengan tujuan mengurangi persediaan, siklus waktu layanan dan biaya sehingga pada akhirnya pelayanan bermutu tinggi dapat diberikan dengan cara seefisien, seefektif dan seresponsif mungkin, sedangkan pelayanan tetap mempertahankan nilai ekonomis organisasi. “Tidak semua RS telah mendapatkan wawasan yang cukup bagaimana mengimplementasikannya. Untuk itu, kami RS Prima Medika mengundang para pemangku kebijakan di rumah sakit, klinik dan usaha sejenis di wilayah Bali dan sekitarnya dalam seminar ini untuk berdiskusi dengan pakar dan berbagi pengalaman antar-rumah sakit. Semoga bermanfaat,” jelas Putu Dian Ekawati. (ad1523)
S E R E M O N I World Hindu Youth Organization Gelar Deepawali di Tamblingan A L
C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Penerapan Teknologi Mikrohidro
RS Prima Medika Gelar Seminar ’’Lean Hospital’’ Unud Tanda Tangani MoU dengan Toyama Jepang
RS Prima Medika menggelar seminar series Lean Hospital dengan tema ‘’From Concept to Building Application’’ di Bali Hai Room Inna Grand Bali Beach, Jumat (24/11) lalu. Seminar yang diikuti 108 peserta dari kalangan pemilik dan pengelola rumah sakit di Bali ini mendatangkan narasumber dari Minat Utama Magister Manajemen Rumah Sakit Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada. Materi yang dibahas oleh tiga narasumber, yakni DR. Dr. Andreasta Meliala, DPH, M.Kes., MAS, Firman, S.E., MPH, dan Ir. Djoko Istiadji, M.Sc., Bid.Sc., adalah tentang konsep dan implementasi lean management dalam institusi rumah sakit, konsep dan tools pendukung implementasi lean management di
P R O F I L E
Rabu Pon, 29 November 2017
Wedakarna Minta Semua Umat Hindu Jaga Catur Danu sebagai Sumber Mata Air Bali
DEEPAWALI - Senator DPD RI Dr. Shri Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III hadir dalam acara Deepawali Internasional di Danau Tamblingan, Buleleng. UNTUK kesebelas kalinya komponen Generasi Muda Hindu Internasional atau World Hindu Youth Organization (WHYO) menyelenggarakan acara 11th International Deepawali Festival 2017 di salah satu danau sakral di Bali, yakni Danau Tamblingan. Tahun lalu, kegiatan yang sama diadakan di Danau Buyan, setelah sebelumnya dilaksanakan di Danau Beratan, Bedugul. Pemilihan lokasi Danau Tamblingan tahun ini sangat bermakna strategis, yakni menjadikan danau-danau di Bali termasuk Danau Tamblingan sebagai pusat spiritual Hindu Bali. Demikian diungkapkan Ketua Panitia Acara Deepawali Festival Luh Cristianawati di sela-sela acara yang melibatkan beberapa tokoh Hindu Internasional. “Selama ini,
anak muda Hindu Bali hanya banyak kenal dengan Danau Beratan di Tabanan dan Danau Batur di Bangli. Wawasan mereka terhadap dua danau di Buleleng, yakni Buyan dan Tamblingan, agak kurang. Maka dari itu, kami ajak sekitar 500 anak muda dari lintas kabupaten untuk hadir di danau sakral ini. Tamblingan telah memiliki sejarah yang kuat terhadap kejayaan Bali. Ini yang ingin kami perkenalkan melalui acara Deepawali ini,” ujar Cristianawati. Hal senada juga disampaikan oleh Senator DPD RI Dr. I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang turut hadir dalam acara tersebut. Ia menyatakan bahwa sebuah kewajiban bagi semua umat Hindu di Bali untuk melestarikan Catur Danu agar Bali tetap bertahan dari
sisi ketahanan air dan pangan. “Selaku pribadi dan sebagai anggota DPD RI, saya senang sekali dengan upaya dari Pemkab Buleleng untuk melestarikan Danau Tamblingan dari permukiman dan zonasi yang mulai ditata. Memang seharusnya begitu, karena Danau Tamblingan memiliki nilai sakral. Sejarah Ida Batara Dalem Tamblingan dan keberadaan pura-pura pingit di wilayah ini harus dijaga secara sekala, yakni dengan mengamankan wilayah dari sentuhan manusia. Semakin banyak sentuhan manusia maka semakin tidak baik. Khusus untuk Buyan dan Tamblingan memang perlu perlakuan berbeda. Saya dukung ini,’’ papar Dr. Wedakarna yang juga President The Hindu Center of Indonesia. Menurutnya, ke depan, semua pihak harus menjadikan Tamblingan sebagai pusat air yang suci dalam rangka menjaga ketahanan Bali Dwipa. “Sejak dulu ada ide didirikan pembangkit listrik tenaga uap dari panas bumi dan saya tetap menolak. Saya tidak mau kejadian keringnya danau di Jawa Tengah terulang. Saya ingin Bali ini steril dari pembangunan yang tidak bertanggung jawab. Maka dari itu perlu kerja sama semua pihak. Danau Tamblingan harus disterilkan dan harus dijaga kesuciannya. Ini harapan saya. Petunjuk dari Jero Dalem Tamblingan juga harus didengar agar senantiasa bisa dijalankan. Empat desa (Desa Munduk, Gesing, Gobleg, dan Umejero) yang mengempon juga harus dilibatkan. Kita akan berbuat sesuatu untuk tempat ini. Semoga lestari,’’ tegas Gusti Wedakarna. (ad1527)
Cerita Siswa Pengungsi
MOU - Prosesi penandatanganan MoU antara Rektor Unud (kanan) dan Wali Kota Toyama, Jepang, di Gedung Rektorat Unud, Bukit Jimbaran, Selasa (28/11) kemarin. UNIVERSITAS Udayana (Unud) menjalin kerja sama dengan Wali Kota Toyama, Jepang. Ini dikarenakan Kota Toyama merupakan kota ramah lingkungan yang telah menerapkan teknologi dalam penggunaan limbah. Kerja sama ini diharapkan menjadikan Indonesia khususnya Bali sebagai kota ramah lingkungan dengan mengadopsi teknologi di Toyama. Hal itu disampaikan Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S.(K), pada penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Gedung Rektorat Unud, Bukit Jimbaran, Badung, Selasa (28/11) kemarin. Menurutnya, masyarakat dan kehidupan Bali berakar pada pertanian. Ini bisa dilihat dari kawasan Jatiluwih, Tabanan, yang menjadi bukti nyata pengairan
sawah berbasis subak. Sistem subak telah digunakan sejak lama oleh leluhur orang Bali dalam bertani. Pertanian yang berwawasan lingkungan inilah yang membutuhkan pelestarian agar sektor ekonomi, khususnya pariwisata dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan tetap menjaga sendi-sendi kehidupan masyarakat Bali. Dikatakannya, status Warisan Budaya Dunia (WBD) yang diberikan UNESCO pada Jatiluwih merupakan salah satu bentuk pelestarian kawasan tersebut. Unud mendukung penuh upaya-upaya konservasi sumber daya alam dan kebudayaan yang ada di Bali. Pembangunan pembangkit listrik mikrohidro di kawasan Jatiluwih merupakan hal positif bagi warga dan wisatawan. Tidak saja itu, adanya rencana utilisasi tenaga
Pengabdian Masyarakat
Fakultas Kesehatan Unhi Gelar Gebyar Pengobatan Ayurweda
FAKULTAS Kesehatan Universitas Hindu Indonesia (F-Kes Unhi) Denpasar kembali menggelar pengabdian masyarakat berupa gebyar pengobatan Ayurweda. Setelah di Banjar Batuaji, Desa Batubulan Kangin, Sukawati, Gianyar, Minggu (5/11) lalu, kali ini F-Kes Unhi melangsungkan gebyar pengobatan Ayurweda di Dusun Semila Jati, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, Minggu (26/11). Kegiatan ini diikuti dosen, pegawai dan alumni. Dekan F-Kes Unhi Dr. Ir. Nyoman Prastika didampingi Wakil Dekan Ni Luh Gede Sudaryati, S.Si., M.Si., dan Kaprodi Ayurweda Ida Bagus Putra Suta, S.Ag., M.Si., mengatakan, pengabdian masyarakat ini diharapkan bisa memberikan manfaat dalam meningkatkan wawasan dan kualitas SDM, khususnya SDM F-Kes Unhi dalam memenuhi kewajibannya melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. ‘’Kegiatan ini bertujuan agar dosen dan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang berharga melalui peran serta dalam kegiatan pengabdian yang secara langsung menerapkan ilmu pengobatan Ayurweda dan usadha sebagai pengobatan alternatif dan komplementer dalam menanggulangi permasalahan kesehatan masyarakat,’’ ujar Nyoman Prastika. Wakil Dekan F-Kes Unhi Luh
PENGABDIAN - Fakultas Kesehatan Unhi menggelar pengabdian masyarakat berupa gebyar pengobatan Ayurweda di Dusun Semila Jati, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar. Gede Sudaryati menambahkan, kegiatan ini didanai dari bantuan Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI tahun 2017. Melalui kegiatan ini, mahasiswa, dosen, pegawai dan alumni memperoleh pengalaman belajar yang berharga dari masyarakat secara langsung. Di samping itu, F-Kes Unhi dapat mengimplementasikan ilmu pengobatan Ayurweda dan usadha sebagai kearifan lokal Bali, selain mensosialisasikan Program Studi Kesehatan Ayurweda. Dikatakannya, ada berbagai jenis pengobatan yang digunakan dalam pengabdian ini, yaitu tutuh mata untuk mengatasi permasalahan pada
Bali Post/sos
JAWAB TES – Anak-anak Karangasem yang mengungsi di Balai Banjar Jelantik Kuribatu, Desa Tojan, tengah menjawab tes, Selasa (28/11) kemarin. KEINGINAN siswa asal Kabupaten Karangasem yang mengungsi ke Kabupaten Klungkung untuk bisa mengikuti Penilaian Akhir Semester (PAS) akhirnya terkabul. Hanya, itu tak berlangsung di sekolah, melainkan langsung di pengungsian. Seperti halnya di Balai Banjar Jelantk Kuribatu, Desa Tojan, Klungkung, Selasa (28/11) kemarin. Dari luar, suasana balai banjar yang berlokasi di jalan SemarapuraKlotok ini tampak sepi. Saat ditengok di belakang, sejumlah anak tengah membungkuk. Ada pula yang sedang meraut pensil. Beberapa lainnya membolak-balikkan kertas tipis yang berisi puluhan soal dan
lembar jawaban yang masih kosong. Itulah suasana pelaksanaan PAS. Mereka seperti tak memedulikan keadaan di sekitarnya. Berbagai barang menumpuk. Sejumlah orangtua tengah tertidur lelap. Ada pula yang bercengkrama berbagi cerita. “Ini sedang jawab soal untuk akhir semester,” ungkap Komang Hendra Supanca, siswa kelas II SDN 1 Duda, Kecamatan Selat, Karangasem. Soal-soal berbagai mata pelajaran itu didapatkan langsung di sekolahnya. Diambil dua hari lalu sebelum mengungsi. Seluruhnya, harus sudah dijawab, Jumat lusa. Sebab, Sabtu sudah harus dikumpulkan lagi ke sekolahnya. Diperiksa oleh guru sebelum mengisi nilai rapor.
mata, masase dan akupresure untuk merelaksasikan tubuh, prana untuk memasukkan energi positif ke dalam tubuh, hipnoterapi untuk mengurangi pikiran negatif dan mengatasi stres, dan steam untuk menghangatkan tubuh. ‘’Steam sangat bagus untuk pengobatan rematik dan sakit pinggang karena mampu membuka pori-pori kulit sehingga bahan herbal (ball kompres) dapat masuk ke dalam tubuh,’’ katanya. Ida Bagus Putra Suta menambahkan, kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Pengunjung kebanyakan lansia dengan keluhan terbanyak asam urat, disusul sakit pinggang dan sesak napas.(ad1526)
Coca-Cola Amatil ’’Investor Day 2017’’
Tak Ingin Ketinggalan Pendidikan, Ikuti PAS di Pengungsian
“Saya mengerjakan dari pagi. Kadang istirahat, lanjut lagi. Sekarang tinggal lagi satu pelajaran,” tuturnya. Menjawab soal di tempat yang belum pernah dirasakan sebelumnya tak dimungkiri pilihan yang sulit. Namun itu sirna, terbakar semangat untuk bisa menggapai pendidikan setinggi-tingginya. Di tempat ini pula, ia bisa berbagi pengetahuan dengan anak lain. Orangtuanya juga bisa memberikan perhatian. “Kalau belajar ada yang memberi tahu,” ucapnya. Semangat untuk mengenyam pendidikan juga ditunjukkan siswa SMPN 3 Selat, Kadek Devi Cahyati. Ia rajin belajar di pengungsian, tempat yang jauh dari tanah kelahirannya. Itu sebagai persiapan menghadapi penilaian yang mulai berlangsung Kamis besok. “Harusnya mulai Senin, tapi karena mengungsi, diundur. Nanti ujiannya di SMPN 2 Sidemen sampai Selasa minggu depan,” sebutnya. Tinggal di tempat baru sudah pasti membuatnya terganggu saat belajar. Namun, itu diakalinya dengan menepi, mencari tempat sepi. “Agak susah belajarnya, sedikit terganggu,” imbuh anak yang bercita-cita jadi dokter ini. Salah satu orangtua siswa, Nyoman Menuh, merasa lega anaknya bisa mengikuti ujian. Meski sekolah sementaranya cukup jauh dari pengungsian, itu tak menjadi persoalan. Sang anak akan diantar demi bisa menggapai mimpi. “Untung bisa ujian. Jadi, tak putus pendidikannya,” tandasnya. (sos)
listrik untuk penggilingan padi tentu sangat positif bagi masyarakat Bali, Indonesia dan tentunya masyarakat internasional. Menurut Prof. Raka Sudewi, kerja sama mikrohidro di Jatiluwih diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi kawasan daerah lain di Indonesia. Selain itu, pembangunan ini akan mendukung dan menjadi bagian dari program pemerintah dalam pengembangan energi listrik. “Potensi sungai di seluruh Indonesia sangat besar sehingga perlu dikembangkan. Kami mengucapkan terima kasih pada Wali Kota Toyama yang telah menggagas dan bekerja sama membantu mengembangkan pembangkit listrik mikrohidro di Jatiluwih,’’ ujarnya. Wali Kota Toyama Mr. Masashi Mori memaparkan, pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Jatiluwih agar masyarakat lokal dengan kemampuan dan usaha sendiri dapat mengelolanya dengan baik. Oleh karena itu, bantuan Unud diperlukan dalam mendidik masyarakat di sana untuk pemeliharaan dan pengelolaannya. Air pengairan irigasi yang diterasering berpotensi dikembangkan lagi agar dapat membangkitkan listrik. Jadi, ke depannya pengembangan masih sangat potensial dan dikerjakan langkah demi langkah. Masalah sampah juga perlu ditangani kembali. “Kami di Toyama bisa menggunakan dan memanfaatkan pengalaman dan pengetahuan yang kami pakai nanti bekerja sama dengan Universitas Udayana untuk menjawab permasalahan isu sampah,” terang Masashi lewat penerjemah. (ad1518)
Ibu Alison Watkins (kiri) COCA-COLA Amatil mengadakan Kunjungan Investor dan Presentasi Manajemen untuk memberikan perkembangan strategi grup dan bisnis di Indonesia. Managing Director Coca-Cola Amatil Group Alison Watkins mengungkapkan, kegiatan kali ini diadakan di Jakarta sebagai salah satu pasar Coca-Cola Amatil yang paling berkembang. “Lokasi kegiatan Investor Day tahun ini menunjukkan peran penting Indonesia dalam rencana pertumbuhan Coca-Cola Amatil. Seluruh tim Coca-Cola Amatil di Indonesia telah menunjukkan kemajuan yang luar biasa dalam kolaborasi dengan The Coca-Cola Company untuk menjalankan prioritas strategi kami. Tentunya hal ini menempatkan kami dalam posisi yang sangat baik untuk mendorong pertumbuhan bisnis. Kami akan mengambil kesempatan ini untuk menunjukkan semua progres dan rencana Coca-Cola Amatil ke depannya,” jelas Ibu Alison Watkins.
Coca-Cola Amatil tetap fokus terhadap strategi grup dan mewujudkan Shareholder Value Proposition untuk jangka menengah. “Seperti yang telah dijelaskan dalam hasil paruh tahun pertama, sebagian besar performa bisnis kami telah mencapai atau melebihi ekspektasi yang diberikan,” lanjutnya. Menurutnya, Indonesia, Papua Nugini dan Alcohol & Coffee telah memberikan hasil pencapaian bisnis yang kuat. Kemajuan di Selandia Baru dan Fiji juga menjadi kabar baik bagi pihaknya. ‘’Meski menghadapi awal tahun yang cukup menantang, kami melihat kondisi Australian Beverage mulai membaik. “Melihat kuatnya pencapaian tersebut, kami sangat yakin bahwa pencapaian bisnis tahun 2017 (FY17) yang mendasari NPAT (Laba Bersih Setelah Pajak) diperkirakan akan sesuai dengan pencapaian bisnis tahun 2016 (FY16), seperti yang telah disampaikan bulan April dan dikonfirmasi pada pengumuman paruh tahun pertama pada Agustus,” ujarnya.
Ibu Alison Watkins juga mengungkapkan, Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) terus menunjukkan pencapaian yang kuat, seperti yang telah diberitakan dalam pencapaian tengah tahun pada Agustus 2017. Presiden Direktur CCAI Kadir Gunduz kembali menyampaikan optimisme tentang market ini. “Kami adalah bisnis yang solid dan telah beroperasi cukup lama di Indonesia. Jadi, kami memahami tantangantantangan dan yang paling penting peluang-peluang yang ada di sekitar kami,” tandasnya. Merayakan 25 tahun beroperasi, sepanjang tahun 2017 CCAI meluncurkan beberapa fasilitas baru termasuk lini produksi PET di Sumatera Utara, Mega Distribution Centre dan pabrik Preform di Jawa Timur, serta lini produksi Affordable Small Sparkling Package (ASSP) di Cikedokan, Jawa Barat. Teknologi ASSP dikembangkan secara eksklusif untuk The Coca-Cola System, dan lini ASSP yang di CCAI Cikedokan merupakan yang kedua di dunia. Kadir Gunduz menambahkan, CCAI juga terus berinvestasi dalam berbagai inisiatif pengembangan kapabilitas karyawan sebagai landasan strategi pertumbuhan CCAI. Saat ini, CCAI memiliki delapan akademi pelatihan di enam departemen dengan total 51.000 training per hari setiap tahunnya. Dari segi volume, CCAI merupakan kontributor kedua terbesar untuk bisnis Amatil. Saat ini, CCAI berkekuatan 10.000 tenaga kerja yang melayani lebih dari 830.000 pelanggan baik di pasar modern maupun tradisional di seluruh Indonesia dan mengoperasikan delapan lini produksi preform di dua fasilitas PSD, empat Mega Distribution Centre dan 38 lini produksi pabrik manufaktur kelas dunia. (ad1524)
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Rabu Pon, 29 November 2017
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
Dicr Segera Penjarit/Pengepul Jahitan,u/Area Kerobokan Kelod Hub:08124625291/087863459282
Bth Eyelash Terapis,Wnta,Max32Th, Dcr Mekanik,Washer,Adm Sales Rajin, Ramah, Gesit, Dsplin, Hub:081237221357/082236182035 B.BP.001.11.17.0001443 Penglihatan Baik.Gaji UMR+Kmsi Dcr OB/Runner&Admin Komunitas +Bns+Tips.Training di Jkt ada wanita. Hub.081999130999 Ongkos+MessUtk diBali:0816788352, B.BP.001.11.17.0001159 E:eyestylistkeys3@gmail.com Dcr Pembantu Rmh Tangga KTP B.BP.031.11.17.0001503 Bali.Tidur dalam T:08123854425 Cr PRT Tinggal Dlm Bersih2 Gji Cr Sopir, Bs Matic, Drh Nusa Dua.H:081999540922
Dcr teknisi,sales,Spv,adm gdg Gj+bns+Komisi+BPJS, Lam Jl Tukad Banyumas No.1 Denpasar
Cr Tk Masak Wanita,Tinggal Dlm, Pglaman,Ns Dua,H:0818548457
Dicari Karyawan,Sopir untuk Catering. Hub:0818550811
Dcr 3 PRT,3bersih vila, bs masak Hub.Villa Ayu Br.Kuwum Kauh II/21X Kerobokan4731979/736353
Dibthkan IT Menguasai Programmer Akuntansi/Perbankan Min S1 Hub.297837 BPR Suadana Jl.Raya Celuk - Sukawati- Gianyar
B.BP.001.11.17.0001495
B.BP.153.11.17.0001458
Cari PRT Gaji 1,8Jt Simpang Siur Kuta, 081239232035
B.BP.154.11.17.0001500
Kuta Townhouses Looking for Bartender & Waitress.Send CV derrick@kutatownhouses.com 082144450099 for Interview
B.BP.004.11.17.0001364
B.BP.004.11.17.0001488
B.BP.004.11.17.0001486
B.BP.154.11.17.0001501
Dcr Koki/Juru masak berpengalaman untuk Villa Gaji Tinggi SMS 0816571027
DIJUAL RUMAH
B.BP.004.11.17.0001492
B.BP.001.11.17.0001477
SERVICE
B.BP.031.11.17.0001502
Sopir Matic/Manual KTP Bali,Tk Cat Las,Min 45Th.08123809006
B.BP.821.11.17.0001223
B.BP.001.11.17.0001493
B.BP.001.11.17.0001414
DIJUAL MOBIL MERCEDEZ
Mercy C250 CGI’10 Slver AsBali Pajak Baru Mulus, 081999675175
B.BP.001.11.17.0001476
B.BP.141.11.17.0001515
Dibthkn Segera Sales/Marketing Gaji UMK.Hub:087760460217
Dcr Marketing & SPG/SPB SmartJoin us! PT.Clipan Finance phone. WA 0818558927/krm CV ke Dibuka: Staff Surveyor (CMO), Umur Max.30Thn,Berpengalaman, komang.krisna1908@gmail.com B.BP.001.11.17.0001489 Jujur. Info:081212420396 B.BP.001.11.17.0001490 Dibutuhkan Segera Pembantu RuBPR.SEN mencr.AO,Kabag Kredit+ mah Tangga(PRT)Tinggal didalam Dana.Hub:425207,Jl.Thamrin 23 Gaji Rp 2 juta.Hub:08123982211 B.BP.001.11.17.0001484
B.BP.004.11.17.0001487
Sales/Mrktng forHerbal Medicine Industry,Capable English,Apply toE:versaindustries4@gmail.com
B.BP.004.11.17.0001473
1,6Jt.081236151023/08113881970
LOWONGAN Receptionist Dcr Cewek u/Fitness, Penampilan Menarik Hub:0361-289700/081802987999
B.BP.001.11.17.0000964
SPG/kasir,Bs Inggris,Tk. Baju Kidz World,Kuta Square E-18. H:081999540922
TOYOTA
Fortuner Bensin’12 TRD 285Jt Ertiga’16 GX 168/085100856999
B.BP.001.11.17.0001437
Dicari Accounting & Sales Marketing Untuk Beverage, Bs.Bhs. Inggris CV:meisindo@gmail.com
B.BP.141.11.17.0001499
Vellfire Z’10 Hitam AsBali Jok Kulit Pajak Baru,081999675175
B.BP.141.11.17.0001514
B.BP.004.11.17.0001481
Pajero Dakar4x4’14 Putih Matic AsBali Pajak Baru, 081999675175
RUPA-RUPA
BIRO JASA
B.BP.001.11.17.0001475
DISEWAKAN MOBIL Disewakan Mobil Tyt Calya utk Taxi Sdh KIR.Tlp:081239341363
FOTOCOPY
GARANSI
B.BP.153.11.17.0001511
RUPA-RUPA Dana 1Hr Cair,BPKB,Srtfkt,KPR 0,5% Hb.430373/74-081239991966
B.BP.001.11.17.0001494
DIJUAL TANAH Jual Murah/SHM/Jepun Pipil Gatsu=9,09A/Dewi Sri2 Kuta= 6,4A & SHGB/Trengguli-Gatsu= 41,9A=27 th/IB.Mantra=29A= 8000m2=26 th//WA:08113899108
B.BP.001.11.17.0001365
6,8Are Gatsu Tmr/J.Sulatri(8m) Kesiman 465Jt 081239999747 SHM
B.BP.001.11.17.0001504
Djl Tnh Kav, Rmh Lks Sibang, Sempidi,Jimbaran,081337630666
B.BP.001.11.17.0001498
DIJUAL RUMAH Dijl Rmh T.110/122m Lt.2-825Jt Pr.Elit-Security 24Jam-Genteng Banyuwangi. Hub:081338107152 Rmh Kos 2Are Rp850Jt Muding Indah8 No.7X GatsuBrt 08179776887
B.BP.164.11.17.0000564
B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat T.08123985172 / 412815
B.BP.001.11.17.0000911
Ovr Krdt 2 Gr.max 1,3 PU 2015 sdh 27x dan 21x harga ganti nego, hub:081936056981
B.BP.004.11.17.0001440
DIJUAL RUMAH KEHILANGAN Dijual Rumah di Sempidi Hlg BPKB No:H07793624-O,DK1547 DP 10% Bunga Krd 1% perbln FG, a/n I Nyoman Karmayasa, Hub:081338183031/081805374433 Badung, Hub:081238914575 B.BP.004.11.17.0001415
BIRO JASA
B.BP.001.11.17.0001479
Jl.Rumah,60/84,Dewata,Sidakarya Hlg Buku Kiur Nosin:4D656C1781 780jt(nego),TP,Hp:081238433388 26 DK 9506 BH a/n PT Sambandha Wahana Development B.BP.001.11.17.0001087
B.BP.001.11.17.0001491
DISEWAKAN RUMAH Dktrkn Rmh 4KT,2KMT,R.klgr,Dpr Wifi/Internet Jl.Gunung.Guntur Padangsambian Hub:081338482808
B.BP.001.11.17.0001385
BIRO JASA
B.BP.001.11.17.0001485
BIRO JASA
PENGUMUMAN Pembatalan Sertifikat Hak Milik Nomor: HM No.367/Desa Saba A.n.I Gusti Lanang Rai Pengku.
B.BP.001.11.17.0001482
BIRO JASA
RAJA BUNTU
KURAS MAMPET SALURAN AIR WASTAVEL,DLL
ATASI :
WC
DISEWAKAN GEDUNG Dikontrakan Gedung+Gudang Lok.Mertanadi No.101 Kerobokan LT/LB 3500/3900m2,08123812222
SUZUKI
Dijual Forsa GLX Tahun 1988 19 Nego. Hubungi:085339079200
B.BP.141.11.17.0001513
B.BP.001.11.17.0001480
SERVICE MAMPET
FURNITURE
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
B.BP.001.11.17.0001471
MITSUBISHI
Dicari Reservasi + Reception utk Fast Boat Hub:08123918373
Informasi pasang iklan Telepon
WC Garansi 1 bulan
- SALURAN AIR - WASTAFEL DLL - MAMPET - TANPA BONGKAR - TERIMA KURAS
081236774491
081338013066
C.0001510-Brj
C.0000869-BRJ
BALI LESTARI
SERVICE
WC
JASA KURAS HUB : 085101540362 XL 087860189607 AS 085253103978
Mengatasi Mampet, Saluran air, Wastapel, Closet, Tanpa Bongkar C.0000118-BRJ
PINJAMAN
SERVICE
-
KONSTRUKSI BAJA PINTU BESI HARMONIKA PINTU BESI GRANT ROOLING DOOR KUSEN ALUMINIUM ATAP TWINLITE C.0000133-bkl
AGENDA BALI 2017 Bali Post Media Partner Anda Sosial | Bisnis | Seminar | Workshop | Ulang Tahun Aktivitas Kampus | Festival | Peluncuran Produk Event Nasional International
MUAT GRATIS DI AGENDA Liputan Live Event BALI TV BALI POST 2017 Dialog | Laporan Khusus WA/SMS
Bali TV 0818411818 Bali Post 081802411818
mfi/3kol.rpa.agenda bali 2017
BALI POST BALI TV
SEREMONIAL
18
Rabu Pon, 29 November 2017
200 Seniman YPLP Kota PGRI Denpasar Meriahkan MKB Wali Kota Imbau Warga Mulai Pakai Masker
MALAM Kebangkitan Budaya (MKB) digelar meriah namun dalam suasana penuh keprihatinan, Senin (27/11) malam. MKB ke-9 Kota Denpasar melibatkan 200 seniman dari kalangan siswa dan guru di bawah naungan YPLP Kota PGRI Denpasar. MKB dibuka Wali Kota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra. MKB tahun ini dirangkaikan dengan acara resepsi HUT ke-72 PGRI dan Hari Guru Nasional 2017. MKB jauh dari kesan glamor dan tak diisi pameran kuliner. Hal ini menurut Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar, Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M., karena krama Bali dalam kondisi memprihatinkan akibat erupsi magmatik Gunung Agung yang
membuat banyak warga mengungsi. Semua atraksi budaya diisi siswa dan guru sekolah PGRI. Ia bangga PGRI dipercaya sebagai sekolah swasta pertama oleh Pemkot Denpasar mengisi MKB. Sebelumnya, MKB diisi bergilir oleh SMA dan SMK negeri. Namun, karena urusan SMA dan SMK ditangani oleh Pemprov Bali, MKB kini diserahkan pada sekolah swasta. Acara ini sangat bagus guna memberi kesempatan bagi seniman di sekolah swasta yang tak kalah taksu-nya dibandingkan seniman lain. Selain itu, memberi pengalaman bagi sekolah swasta dalam membuat garapan berskala besar. Agenda ini men-
dukung Denpasar sebagai kota budaya serta memberi ruang bagi seniman muda PGRI. Hal ini ditunjukkan pada MKB, anak-anak PGRI terlibat dalam fragmen “Tutur Walmiki”. Fragmen kolosal ini melibatkan ratusan seniman siswa dan guru PGRI. Fragmen digarap Prof. I Wayan Dibia dengan ide garapan Nengah Madiadnyana. Fragmen tari ini menceritakan perjalanan pendidikan anak kembar Rama, yakni Kusa dan Lawa, yang dididik di hutan oleh Walmiki. Rama berperang dengan kedua anaknya karena dianggap melanggar perintah raja yang menghentikan perjalanan kuda putih. Hanya anaknya yang mampu mengendalikan kuda putih
MKB - Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Nengah Madiadnyana menyaksikan Malam Kebangkitan Budaya (MKB).
Rama. Rama baru tahu setelah Walmiki menjelaskan bahwa yang diajak berperang adalah anaknya sendiri. Nengah Madiadnyana memberi makna pada pementasan kali ini bahwa proses belajar bisa dilakukan di mana saja, baik di hutan, alam, maupun sekolah. Dalam Kurikulum 2013 juga ditegaskan semua orang bisa dikatakan seorang guru kalau sudah ada transfer pengetahuan dan moral. Dalam bahasa akademis dinamakan siapa pun menjadi sumber belajar adalah seorang guru. Jadi, guru tak hanya yang mengajar di sekolah. Alam pun menjadi guru utama. ‘’Warga YPLP Kota PGRI Denpasar menekankan pemanfaatan sumber belajar secara optimal, termasuk perpustakaan,’’ ujarnya. Saat itu, Sekdisdikpora Wayan Sukana menyerahkan bantuan YPLP bagi siswa pengungsi erupsi Gunung Agung. Wali Kota Rai Mantra memanfaatkan momen tersebut untuk mengajak warga Denpasar termasuk siswa dan guru agar siaga erupsi Gunung Agung. ‘’Gunakan masker dan kacamata saat beraktivitas. Semoga erupsi tak berdampak besar, namun memberi berkah,’’ katanya. Rai Mantra bersyukur MKB ini disambut PGRI sebagai pelaku penguatan budaya lewat pendidikan. Ia berharap dalam era teknologi siswa makin wiweka atau cerdas. (ad21521)
SMP Dwijendra Unggul di Petanque, Juara I di KSPAN SISWA SMP Dwijendra Denpasar terus mengukir prestasi. Menjelang akhir semester ganjil, segudang prestasi dihasilkan anakanak SMP Dwijendra baik di akademis maupun nonakademis. Siswa SMP Dwijendra Denpasar, A.A. Ngurah Andhika Satrya Nugraha, meraih juara I Olimpiade Bahasa Inggris se-Bali 2017. Siswa binaan I Made Dharma Astika, S.S., M.Hum., ini mampu mengalahkan wakil sekolah negeri. Sementara di ekstra KSPAN, SMP Dwijendra berhasil merebut juara I lomba poster KSPAN se-Kota Denpasar. Ekstra yang dibina I.A. Made Purbalaksmi, S.Sn., M.Pd. ini memboyong piala tetap yang diukir oleh I Putu Bayu Cahya Artha Raditya. Siswa kelas VIII-G ini bersaing dengan puluhan duta SMP se-Kota Denpasar. Ia awalnya masuk 10 nominasi, kemudian presentasi lagi dan menyabet juara I. Di cabang olahraga petanque, atlet SMP Dwijendra lebih tangguh dibandingkan lawan-lawannya di Denpasar dan Bali. Tim yang dibina oleh atlet petanque Bali I Made Sumardika Putra, S.Pd., ini menjadi juara I kelas double mix. Sumardika juga menggapai juara III triple mix bersama siswanya Ni Putu Kamita Putri. Hebatnya lagi, Sumardika yang berpasangan dengan siswanya Ni Putu Kamita Putri kembali meraih juara I double mix pada Kejuaraan Ki Barak Panji Sakti Buleleng Terbuka, 18 November lalu. Kamita Putri, siswa kelas IX B, kini menjadi atlet petanque unggulan Bali. Ia menjadi juara I Wali Kota Cup 2016, meraih perak di Porjar Bali dan merebut harapan I di Talent Scouting. Saat itu, Kamita langsung menjadi duta Denpasar di Kejuaraan Bali Open 2016 bersaing dengan atlet seluruh Indonesia dan tahun 2017 menyabet perunggu di Bali. Semua prestasi itu digeber lengkap Kepala SMP Dwijendra Denpasar, Dra. Ni Wayan Nadi Supartini, M.Pd., pada puncak HUT ke-72 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) 2017. Sebanyak 28 guru yang sukses mengantarkan siswanya meraih prestasi selama satu semester ini diberi penghargaan dan dana tali kasih yang diserahkan Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar Dr. Drs. I Made Chandra Jaya, M.Hum. Supartini bersyukur sebagai sekolah swasta, siswa dan gurunya terus mengukir prestasi. Ini sangat penting untuk memotivasi semangat siswa dan guru agar terus ber-
PRESTASI - Kepala SMP Dwijendra Ni Wayan Nadi Supartini (kanan) dan guru pembina bersama siswa yang berprestasi di KSPAN dan petanque. juang dan melahirkan prestasi. Ia menyebut siswa dan gurunya memiliki etos kerja tinggi. Menurutnya, sekolah memberi kesempatan bagi siswa dan guru melahirkan prestasi. Guru berprestasi dipastikan melahirkan siswa berprestasi. Prestasi ini akan membawa SMP Dwijendra Denpasar sebagai sekolah idaman masyarakat Bali.
Untuk itu, ia berharap siswa SD yang tamat tahun ini jika ingin berprestasi bergabung ke SMP Dwijendra Denpasar. Kasek Supartini didampingi Waka Kurikulum I Made Yoga Mahendra Andika, S.Pd., M.Pd., Waka Kesiswaan I Nyoman Indrayati Pinati, S.Pd., M.Pd., Waka Sarana I.B. Putra Arsana, S.Pd., dan Waka
Humas I Wayan Suwita, S.Pd., menegaskan, pendidikan di SMP Dwijendra dilakukan berlandaskan kasih sayang. Semua potensi siswa dikembangkan untuk memperkuat jati diri anak-anak SMP Dwijendra sebagai insan berkarakter serta memiliki kecerdasan intelektual, sosial dan spiritual. (ad1522)
BUKA - Kadis Pariwisata Denpasar, Dezire Mulyani, membuka sosialisasi tingkat kota tentang ulasan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah di Ruang Praja Utama Kantor Wali Kota Denpasar.
Akomodir Aspirasi Masyarakat
Pemkot Denpasar Ulas Pengembangan Pariwisata Daerah DINAS Pariwisata Kota Denpasar menggelar sosialisasi tingkat kota tentang ulasan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA) di Ruang Praja Utama Kantor Wali Kota Denpasar, Selasa (28/11) kemarin. Pertemuan ini untuk mengulas RIPPDA dengan mengakomodir aspirasi masyarakat Kota Denpasar tentang pemanfaatan dan pengolahan sumber daya yang ada guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kadis Pariwisata Denpasar Dezire Mulyani menyatakan, pihaknya telah mengadakan RIPPDA pada 2013 yang kembali ditindaklanjuti tahun ini lewat sosialisasi tingkat kota. Sosialisasi melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Denpasar terkait, Kelompok Ahli Pembangunan Kota Denpasar, Perbekel dan Lurah se-Kota Denpasar, Asosiasi Pariwisata, Majelis Desa Pakraman, Ketua Parum Bendesa, Ketua Majelis Madya, Majelis Alit Kecamatan se-Kota Denpasar, Ketua Shaba Upadesa dan tokoh masyarakat. Hasil ini nantinya dapat menjadi acuan dalam pembuatan Peraturan Daerah Kota Denpasar. ‘’Kegiatan ini juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Denpasar yang tertuang
dalam RPJMD Kota Denpasar,’’ ujarnya. Menurutnya, secara filosofis pembangunan kepariwisataan memerlukan perencanaan induk yang mempunyai peranan yang sangat strategis. Dalam menjalin keberlanjutan penyelenggaraan kepariwisataan dibutuhkan pembinaan demi kelangsungan dan peningkatan kehidupan serta penghidupan masyarakat. Ini untuk mewujudkan pengelolaan kepariwisataan yang serasi selaras dan seimbang. Penerapan rencana induk pembangunan kepariwisataan diharapkan dapat menopang dan menunjang tujuan pembangunan di Kota Denpasar yang berlandaskan prinsip Tri Hita Karana. Dikatakannya, RIPPDA bertujuan memberikan kepastian gambaran sekaligus sebagai payung hukum tentang pembangunan dan pengembangan kepariwisataan Denpasar. Dengan dilaksanakannya sosialisasi, Dezire menginginkan ada potensi-potensi wisata di masing-masing kecamatan. Saat ini dari empat kecamatan di Denpasar, objek wisata yang paling menonjol adalah Sanur. Untuk itu, pihaknya ingin menonjolkan objek wisata di seluruh kecamatan yang ada,
mengingat Denpasar terkenal akan budaya dan alam. Khusus potensi alam, Kota Denpasar masih memiliki sawah dan dimanfaatkan menjadi objek wisata seperti yang telah diterapkan di Subak Sembung, Kecamatan Denpasar Timur. Kota Denpasar juga mempunyai wisata budaya dan kawasan heritage, yang bisa dikembangkan lebih bagus lagi. Sebelum sosialisasi ini dilaksanakan, pihaknya telah melakukan berbagai tahapan kegiatan bersama Tim Pusat Penelitian Kebudayaan dan Pariwisata Universitas Udayana. Salah satu Tim Pusat Penelitian Kebudayaan dan Pariwisata Unud A.A. Suryawan mengatakan, kegiatan ini sangat berdampak besar untuk pengembangan objek pariwisata Denpasar ke depan. Dalam sosialisasi, tim memberikan kesempatan dan peluang yang sebesarbesarnya kepada desa/kelurahan untuk ikut berpartisipasi memberikan masukan terkait potensi yang ada di wilayahnya masing-masing. ‘’Jika sudah masuk payung hukum dapat mempermudah proses pengembangan termasuk pengurusan perizinan dan proses lainnya,’’ ungkapnya. (ad1525)
19
Rabu Pon, 29 November 2017
OTT di Jambi
Bali Post/ant
BANJIR DI KLATEN - Pengendara motor menerjang banjir yang melanda wilayah Bayat Klaten, Jawa Tengah, Selasa (28/11) kemarin. Akibat intensitas curah hujan tinggi dampak dari cuaca ekstrem Siklon Cempaka yang melanda kawasan Pulau Jawa tersebut menyebabkan sejumlah titik wilayah Cawas dan Bayat, Kabupaten Klaten terendam banjir.
Tingkat Kerawanan Pilkada di Bali Kategori Sedang Jakarta (Bali Post) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengumumkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak tahun 2018. Untuk Bali memiliki indeks skor kerawanan sebesar 2,19 persen dan masuk dalam provinsi yang memiliki nilai kerawanan sedang. “Indeks Kerawanan Pilkada ini diperlukan sebagai early warning system di setiap tahapan di wilayah pilkada. Tujuan IKP dilakukan untuk melakukan pemetaan dan mendeteksi dini dalam menentukan wilayah prioritas, identifikasi karakteristik wilayah pilkada, serta referensi dalam menentukan strategi dan langkah antisipatif pencegahan,” kata Ketua Bawaslu, Abhan, dalam Peluncuran IKP di Jakarta, Selasa (28/11) kemarin. Abhan menjelaskan IKP Pilkada 2018 ini merupakan salah satu wujud pelaksanaan tugas pengawasan dan pencegahan yang dimiliki Bawaslu, yakni dengan melakukan pemetaan dan deteksi dini terhadap potensi pelanggaran dan kerawanan Pilkada serentak. Dari riset yang dilakukan Bawaslu terhadap 171 daerah yang akan menyelenggarakan Pilkada Serentak di 2018, Bawaslu mengategorikan provinsi dengan tingkat kerawanan tinggi jika nilainya
mencapai 3,00 hingga 5,00. Penelitian dilakukan sejak pertengahan tahun 2017. Provinsi Papua memiliki skor indeks tertinggi yaitu 3,42, Maluku mendapat skor 3,25 dan Kalimantan Barat memperoleh skor indeks 3,04. Tingginya kerawanan di Provinsi Papua tersebut disumbang dari segi partisipasi, yang disebabkan oleh minimnya peran serta pemantau pemilu dan perlindungan terhadap hak pilih. Sementara tingginya angka kerawanan pilkada di Provinsi Maluku
ditentukan oleh dimensi penyelenggaran, khususnya berkaitan dengan integritas dan profesionalitas penyelenggara. Sementara itu, penyebab tingginya kerawanan pilkada di Provinsi Kalimantan Barat adalah maraknya penggunaan isu suku, ras, agama dan antargolongan (SARA), politik identitas dan politisasi birokrasi dalam pelaksanaan tahapan pilkada. Bawaslu juga mencatat 14 provinsi lainnya menunjukkan kategori kerawanan tingkat sedang dengan skor 2,00 - 2,99. Ke-14 provinsi yang memiliki tingkat kerawanan sedang adalah Sumatera Utara (2,86), Sulawesi Tenggara (2,81, Kalimantan Timur (2,76), dan Maluku Utara (2,71). Selanjutnya ada Provinsi Nusa Tenggara Timur (2,70), Jawa Timur (2,68), Sumatera Selatan (2,55), Nusa Tenggara Barat (2,54), Sulawesi Selatan (2,53), Jawa Barat (2,52), Riau (2,46), Lampung (2,28), Bali (2,19), dan Jawa Tengah (2,15). (kmb4)
KPK Amankan Rp 1 Miliar Jakarta (Bali Post) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sekitar Rp 1 miliar terkait operasi tangkap tangan (OTT) di Jambi. “Sejauh ini yang kami dapatkan informasinya diamankan sekitar lebih dari Rp 1 miliar. Diduga ada praktik pemberian dan penerimaan oleh penyelenggara negara setempat terkait pembahasan dan proses APBD tahun 2018 di Jambi,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Selasa kemarin. KPK telah mengamankan 10 orang dalam OTT yang disebar di Jakarta dan Jambi. Dalam OTT di Jambi, KPK mengamankan tujuh orang dan di Jakarta diamankan tiga orang. Unsur dari 10 orang itu antara lain penyelenggara negara di daerah dalam hal ini anggota DPRD setempat, pejabat dan pegawai di pemprov serta pihak swasta. “Dugaan penerimaan terjadi di Jambi. Jadi, uang kami temukan di Jambi. Ada pihak swasta di Jakarta, namun juga ada pihak swasta di Jambi,” ucap Febri. Namun, Febri belum bisa menjelaskan secara spesifik terkait pada bagian mana dalam proses APBD tahun 2018 itu yang diduga terjadi pemberian. “Belum bisa kita sampaikan secara spesifik, dalam APBD itu kan ada proses penyusunan dan pembahasan, ada proses pengesahan. Kami tentu belum bisa sampaikan bagian mana yang dipengaruhi terkait pemberian sejumlah uang ini,” tuturnya. (ant)
Jalur Darat ke Luar Bali
Penumpang Bayar Rp 300.000 Mangupura (Bali Post) Erupsi Gunung Agung berdampak pada penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai, selama dua hari. Para penumpang dialihkan ke moda transportasi darat. Pihak Bandara bekerja sama dengan Pemda Bali melalui Dishub menyediakan bus untuk mengantar penumpang ke terminal atau ke luar Bali. Kepala Komunikasi dan Legal Section Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Ari Ahsanurrohim, memaparkan, penumpang yang terdampak diperkirakan mencapai 59.539. Penerbangan yang terdampak pada 28 November 2017 sebanyak 443 penerbangan, 201 penerbangan internasional dan 242 penerbangan domestik. Layanan pengalihan moda, pada tanggal 27 November sebanyak 77 bus telah diterjunkan untuk mengantarkan penumpang ke terminal terdekat. Dari 77 bus tersebut, sebanyak 28 bus digunakan untuk mengangkut penumpang ke terminal. Sebanyak 28 bus mengangkut 787 penumpang dari bandara untuk dialihkan menggunakan jalur darat. Yaitu ke Mengwi sebanyak 13 bus, 2 bus ke Padangbai, 11 bus ke Bandara Juanda, 2 bus ke Jakarta. Pelayanan pengalihan moda pada tanggal
28 November telah dikerahkan 49 bus untuk mengantarkan penumpang. Dari 49 bus tersebut, 16 bus menuju ke Mengwi, 32 bus ke Surabaya, 1 bus ke Padangabai. Jumlah penumpang yang telah meninggalkan Bandara sebanyak 1.709. Ia mengungkapkan, pelayanan free shuttle bus hanya untuk pengantaran sampai Mengwi dan Padangbai. Sedangkan pengantaran hingga ke luar Bali dikenai biaya Rp 300.000. Sementara warga negara asing (WNA) yang izin tinggalnya telah habis, saat Bandara Ngurah Rai ditutup, akan diberikan exit pass yang berlaku selama tujuh hari. “Contohnya, dia sudah masuk boarding gate. Tapi karena bandara tutup dan dia sudah distempel sudah akan terbang ke negaranya, tapi batal terbang, berarti dia masuk Indonesia lagi. Sedangkan izin tinggalnya sudah habis, maka dari itu diberikan exit pass,” jelasnya. Konsul Jendral Jepang di Denpasar, Hirohisa Chiba, mengimbau warga negaranya yang ada di Bali tidak panik. Ia meminta agar warga negaranya tetap mengikuti imbauan dan informasi yang diberikan pemerintah daerah Bali. (kmb42)
Karna dan Arjuna Bombardir Ksatria Kedua Kubu
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Lima Puluh Lima)
Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
GAJAH-GAJAH, kuda-kuda banyak menyeret badannya pada pertempuran sengit itu setelah dirobek-robek dengan panah-panah tajam oleh para ksatria utama dari kedua belah pihak. Dari kubu Kurava dimotori Karna. Sedangkan Dhanjaya menjadi inspirator pihak Pandava. Banyak kereta hancur berantakan, demikian juga gajah-gajah yang terjatuh, kuda-kuda tergeletak di tanah. Para ksatria berbaring di lumpur yang basah. Bumi berlumpur dengan darah kental juga dagingdaging akibatnya aliran-aliran darah itu menutup sehingga menjadi tidak dapat dilewati. Karna banyak sekali membantai ksatria Panchala. Sementara Dhananjaya menyeberangkan ke daerah Dewa Yama ksatriaksatria Trigarta. Sementara Bhimasena, oh raja, membantai para keturunan Kuru dan semua divisi yang belakangan. Tidak pelak terjadi penghancuran pasukan-pasukan besar-besaran dari keduanya, baik pihak Kuru maupun Pandava. Masing-masing didorong keinginan memenangkan dan mendapatkan ketenaran tinggi di saat matahari telah
melewati bujurnya itu. Dhritarashtra berkata, ‘’Aku telah mendengar dari engkau, oh Sanjaya, tentang banyak kesedihan tidak tertahankan setelah para raja, ayah-ayah kehilangan putra-putra mereka. Dari apa yang telah engkau ceritakan kepadaku, bagaimana perilaku luhur dan terpuji para Kaurava sudah tidak ada lagi. Prabu Duryodhana dibuat tanpa kegembiraan pada pertempuran sangat menakutkan itu. Bagaimana putra Dharma saat itu melakukan pertarungan itu? Bagaimana Prabu Duryodhana itu bertempur sebagai balasan melawan putra sulung Pandu itu? Bagaimana berlangsungnya pertempuran sengit antara raja pada sore hari itu? Ceritakan kepadaku secara detail karena engkau sangat terampil bercerita, oh Sanjaya.’’ Sanjaya berkata, ketika pasukan-pasukan dari kedua bala tentara terlibat pertempuran sesuai divisi masing masing. Putra paduka Duryodhana, oh raja, mengendarai kereta lainnya. Dia dipenuhi kemarahan seperti seekor ular berbisa sangat mematikan setelah melihat Prabu Yu-
dhishthira yang adil itu. Dengan cepat Duryodhana itu menyapa sais keretanya sendiri, oh Bharata, ‘’Teruskan, teruskan dengan cepat, bawa diriku ke sana, oh sais kereta, di hadapan Raja putra Pandu itu yang memakai baju zirah bersinar di bawah payung indah di atas kepalanya.’’ Demikian sang Prabu Duryodhana mendesak sais keretanya pada pertempuran itu. Kemudian dengan cepat sais keretanya itu memacu kereta milik tuannya menuju Prabu Yudhishthira. Atas kenekatannya itu, Prabu Yudhishthira juga dipenuhi kemarahan. Putra sulung Pandu itu kelihatannya seperti seekor gajah sedang marah. Dia mendesak sais keretanya sendiri, ‘’Teruskan ke tempat di mana Suyodhana itu berada.’’ Kemudian dua pahlawan hebat itu yang merupakan saudara sepupu itu saling bertarung sengit antara satu dengan lainnya. Keduanya dilengkapi energi sangat besar. Masing-masing dipenuhi kemarahan. Keduanya sangat sulit dikalahkan. Selanjutnya mereka saling mendekati satu
dengan lainnya. Pemanah hebat itu mulai saling robek lawannya menggunakan anak-anak panah terbaik mereka. Kemudian Prabu Duryodhana, oh tuan, dengan sebuah anak panah berkepala lebar diasah di atas batu memotong menjadi dua bagian busur raja saleh itu. Dipenuhi kemarahan, Yudhishthira tidak dapat membiarkan penghinaan ini. Setelah membuang busurnya yang patah, dengan mata merah dalam kemarahan, putra Dharma ini mengambil busur lainnya di depan pasukanpasukannya. Kemudian dengan cepat memotong tiang bendera
dan busur milik Duryodhana. Selanjutnya Duryodhana mengambil busur lainnya menyerang putra Pandu itu. Dipenuhi kemarahan, mereka melanjutkan menembakkan hujan panah-panah antara satu dengan lainnya. Mereka menginginkan secepatnya mengalahkan lainnya. Pertempuran sengit itu menyerupai sepasang singa sedang marah. Mereka saling menyerang sengit seperti sepasang banteng- melenguh tiada hentinya. Para prajurit kereta perkasa itu melanjutkan berputar-putar dengan harapan menemukan kelemahan masingmasing. (bersambung)
Sloka 17. 1 Arjuna uvaca Ye sastra-vidhim utsrjya yajante sraddhayanvitah tesam nistha tu ka krsna sattvam aho rajas tamah Arjuna bertanya: Oh Krishna, bagaimana kedudukan orang yang tidak mengikuti prinsipprinsip Kitab Suci tetapi sembahyang menurut angan-angan sendiri? Apakah mereka berada dalam kebaikan, nafsu atau dalam kebodohan?
20 HALAMAN
NOMOR 100 TAHUN KE 70 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost
Rabu pon, 29 november 2017
Pengemban Pengamal Pancasila
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
Gunung Agung Masuki Fase Kritis
Erupsi Besar akan Terjadi Hujan Batu di Desa Dukuh
Amlapura (Bali Post) Gunung Agung memasuki fase kritis. Hal itu menyusul terjadinya tremor overscale selama 30 menit mulai pukul 13.30 wita sampai pukul 14.00 wita, Selasa kemarin. Demikian ditegaskan Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG/BG KSDM, I Gede Suantika.
Sebesar Kepalan Tangan Amlapura (Bali Post) Tremor overscale terjadi Selasa (28/11) kemarin. Lamanya sampai setengah jam. Pascatremor overscale, 30 menit kemudian terjadi hujan batu dari kawah Gunung Agung. Lontaran mengarah ke Desa Dukuh, Kubu, Karangasem. Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG/BG KSDM, I Gede Suantika, menjelaskan, sekitar 30 menit setelah muncul tremor overscale, terjadi lontaran batu dari puncak Gunung Agung. Batu tersebut mengarah ke Desa Dukuh, Kubu yang jaraknya hanya empat kilometer dari puncak. “Besaran batu skalanya lebih besar dari kepalan tangan. Lontaran batu mengarah ke Dukuh, karena dinding gunung di sebelah utara lebih rendah,” ucapnya. Dia menjelaskan, pihaknya belum bisa memastikan berapa kecepatan lontaran material batu tersebut. “Untuk mengetahui berapa kecepatan lontaran batunya masih kita hitung,” katanya. Dia juga menjelaskan, jika erupsi saat ini diyakini lebih besar dari erupsi sebelumnya. Mengingat, selama ini letusan yang terjadi hanya mengeluarkan abu, namun ini sudah mengeluarkan material batu. Namun, letusan ini belum letusan puncaknya. “Batu belum kita ambil sampelnya. Karena tidak ada yang berani masuk ke sana,” tegas Suantika. (kmb41)
Bali Post/edi
Suantika mengungkapkan, alat seismograf baru kali ini merekam terjadinya tremor mulai 13.30 wita sampai 14.00 wita di semua alat seismograf di seluruh stasiun Gunung Agung. Munculnya tremor overscale, mengindikasikan Gunung Agung memasuki fase kritis. Dengan adanya tremor overscale ini, aliran magma ke atas sudah semakin besar. “Saat ini, Gunung Agung sudah masuk fase kritis. Artinya akan terjadinya erupsi yang lebih besar. Dan volume atau material vulkanik yang keluar akan jauh lebih besar,” tegas Suantika. Menurut Suantika, kemungkinan ada dua alternatif cara keluarnya magma ini ke permukaan. Pertama keluar secara efusif yang artinya magma tetap akan memenuhi kawah dulu baru meleleh ke bawah dan akan jatuh menjadi aliran lava yang diikuti awan panas berguguran. Kedua, keluarnya secara seketika atau eksplosif. “Jika keluar secara eksplosif kemungkinan awan panas sudah terbentuk,” jelas Suantika. Dia menjelaskan, sekarang magma sudah naik terus ke permukaan untuk memenuhi kawah. Kemungkinanan saat ini magma sudah dangkal dan keluar berbarengan. Dengan adanya tremor overscale, membuat letusan yang terjadi tinggal menghitung jam. “Hanya kita belum tahu kapan. Indikasinya untuk terjadi letusan yang lebih besar sudah kuat. Jika terjadi letusan volume yang keluar lebih besar,” jelasnya. Dia juga menjelaskan, berdasarkan laporan petugas PVMBG jika dari di utara tepatnya di Desa Dukuh sudah ada lontaran material batu dari puncak Gunung Agung. Ukuran batu yang terlempar itu lebih besar dari genggaman tangan. “Lemparan batunya mengarah ke utara karena dinding Gunung lebih pendek. Jarak Gunung Agung dari desa itu sekitar 4 kilometer,” ujar Suantika. Atas kondisi ini, pihaknya tetap mengimbau kepada masyarakat yang wilayahnya berada di radius 8 km sampai 10 km supaya segera menjauh. (kmb41)
Bali Post/edi
Bali Post/edi
MATERIAL - Gunung Agung mengeluarkan abu disertai material lainnya, Selasa (28/11) kemarin. Foto diambil dari Kawasan Amed.
SISWA - Sejumlah siswa SD 6 Bunutan, terlihat beraktivitas seperti biasa di lingkungan sekolahnya.
Ekonomi Bali akan Terpuruk
Denpasar (Bali Post) Erupsi Gunung Agung yang mengakibatkan ditutupnya Bandara Ngurah Rai telah mengguncang ekonomi Bali. Ditambah dengan penutupan bandara sejak Senin pukul 07.00 wita hingga saat ini, semakin membuat ekonomi Bali yang ditopang pariwisata terpuruk. Diprediksi hingga akhir tahun, ekonomi tumbuh melambat yaitu di sekitaran 5,2 persen sampai 5,6 persen. Asisten Direktur Bank Indonesia Kantor Perwakilan (KPw) Provinsi Bali, Teguh Setiadi, menuturkan, berdasarkan asumsi 3 bulan sejak status awas, pihaknya memprediksi pertumbuhan ekonomi Bali hanya 4,8 persen. Namun setelah letusan ini, diprediksi pertumbuhan ekonomi Bali di kisaran 5,2 persen – 5,6 persen. Pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya (2016) yang mencapai 6,24 persen dan tahun 2015 mencapai 6,04 persen. Kata dia, dari 1-31 Oktober 2017 saja, pendapatan pelaku usaha yang hilang karena pembatalan kunjungan ke Bali mencapai Rp 11,6 miliar. Berdasarkan pengalaman tahun 2015, terjadinya erupsi Gunung Barujari dan Gunung Raung juga memengaruhi Bali dengan ditutupnya Bandara I Gusti Ngurah Rai. Pendapatan bandara akibat penutupan
selama 14 hari itu membuat Angkasa Pura I kehilangan pendapatan mencapai Rp 19 miliar. Selain itu, pendapatan pelaku usaha karena penutupan Bandara Ngurah Rai saat itu mencapai Rp 79,96 miliar. Bank Indonesia KPw Bali telah melakukan mitigasi risiko pelambatan ekonomi Bali yang kemungkinan terjadi karena erupsi Gunung Agung. “Pak Iman sudah ngumpulin perbankan terkait dengan kredit-kredit yang potensial terganggu,” ungkapnya. Pengelolaan debitur yang diberlakukan secara khusus harus jelas dan terpusat. “Artinya, harus disepakati debitur-debitur yang memang betul-betul terdampak langsung dari Gunung Agung. Perbankan diminta nge-list nasabah-nasabah yang terdampak,” ujarnya. Perlakuan khusus tersebut bisa berupa restrukturisasi, rescheduling atau jika memang terlalu parah bisa sampai hapus buku. Ia memprediksikan, jika situasi seperti ini sampai Desember, pertumbuhan ekonomi Bali akan lebih rendah dari 5,2 persen. Dari sisi pengelola pariwisata, Wakil Ketua DPP IHGMA, I Made Ramia Adnyana, mengatakan, memang saat ini kondisi hotel dan pariwisata sedikit menurun. Hal itu dikarenakan banyak terjadi pembatalan kedatangan dan keberangkatan dari dan menuju Bali. (kmb42)
Bali Post/wan
JALUR DARAT - Penumpang pesawat udara di Bandara Ngurah Rai dialihkan menggunakan jalur darat dengan naik bus.