20 HALAMAN
NOMOR 103 TAHUN KE 68
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (89rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
minggu paing, 29 noVember 2015
@balipostcom (3,8rb Follower) http://twitter.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418
BPM/wawan
NUNAS TIRTA – Sejumlah siswa berdesak-desakan nunas tirta usai persembahyangan Saraswati di parahyangan Dwijendra Denpasar, Sabtu (28/11) kemarin.
Bandara Ngurah Rai Waspada ISIS Mangupura (Bali Post) – Serangan ISIS di Paris membuat seluruh negara meningkatkan sistem keamanan, termasuk di Bandara Internasional Ngurah Rai. Maraknya aksi teror membuat manajemen meningkatkan sistem keamanannya menjadi situasi darurat kuning (berstatus waspada) terhadap serangan ISIS dan teroris lainnya. General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Trikora Harjo, mengatakan, keputusan tersebut diambil sesuai dengan instruksi Dirjen Perhubungan Udara No. INST. 5 tahun 2015 tentang peningkatan kondisi keamanan penerbangan dari kondisi hijau (normal) menjadi kondisi kuning (peningkatan kewaspadaan) pada bandar udara. “Kami memperketat keamanan dari keadaan normal menjadi waspada dan hal tersebut kami
lakukan untuk mengantisipasi aksi terorisme yang sejalan dengan arahan Dirjen Perhubungan Udara,” ucap Trikora dalam keterangan persnya Sabtu (28/11) kemarin. Menurutnya, dalam situasi keamanan yang terjadi, Bandara I Gusti Ngurah Rai akan melakukan kegiatan antisipasi keamanan dengan melakukan patroli gabungan dengan pihak eksternal, seperti Kepolisian termasuk tim Gegana,
TNI AU, dan pecalang. “Peningkatan itu berdampak pada sejumlah langkah pengamanan di area bandara, seperti yang telah dilakukan adalah meningkatkan kewaspadaan akses-akses pintu masuk bandara dan meningkatkan frekuensi patroli yang semula setiap dua jam sekali dan sekarang lebih ditingkatkan menjadi satu jam sekali,” jelasnya. Hal. 19 Pemeriksaan
BPM/ist
PENGAWASAN TERPADU - Bandara Internasional Ngurah Rai meningkatkan sistem keamanan dengan menerapkan pengawasan terpadu melibatkan polisi, TNI, dan pecalang.
Revisi UU KPK Muncul Lagi Jakarta (Bali Post) Pemerintah dan DPR saling intip untuk program strategis. Revisi UU KPK yang sempat ditunda kini muncul lagi. Momennya bertepatan dengan ketika pemerintah menyodorkan proses uji calon pimpinan KPK yang masih digantung oleh DPR. Peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) Miko Ginting
menduga ada proses tawar-menawar antara revisi UU KPK dan uji capim KPK yang sebelumnya terus tertunda. “Kami sejak awal menduga bahwa tertundanya proses pemilihan pimpinan KPK disebabkan tawar-menawar masuknya RUU KPK ke dalam Prolegnas,” kata Miko kepada wartawan, Sabtu (28/11) kemarin.
Uji kelayakan dan kepatutan calon pimpinan KPK mundur dari jadwal yang direncanakan. Komisi III terus menunda uji dan baru akan ditetapkan pada Senin (30/11). Sementara Presiden Jokowi berharap uji capim KPK sudah dimulai pekan ini. Hal. 19 Uji Capim
Dana Bansos Tak Jelas
Eksistensi Desa Adat Terancam
Lahirnya Undang-undang Pemerintah Daerah berujung pada tak jelasnya pencairan dana bansos dan hibah di sejumlah daerah di Bali. Sejumlah kegiatan pembangunan khususnya pada lembaga adat terancam terhenti. Pasalnya, sebagian besar sumber dana untuk kegiatan-kegiatan adat dari dana hibah.
AKIBAT UU 23 Tahun 2014 pasal 298 yang melarang hibah diberikan kepada lembaga atau organisasi yang tidak berbadan hukum Indonesia ini mengancam eksistensi lembaga adat. Hal itu juga diakui Wakil Ketua DPRD Badung, I Made Sunarta. Menurutnya, implikasi negatif tak jelasnya pencairan dana hibah ini paling dirasakan oleh masyarakat Bali. “Banyak kegiatan pembangunan khususnya di desa adat terhenti karena sebagian besar dananya dari bantuan hibah,” ungkap Sunarta. Implikasi lainnya kata dia, tentu pada kondisi APBD. Akibat terparkirnya dana hibah Rp 251 miliar, penyerapan anggaran akan menjadi bermasalah, yang menyebabkan sisa lebih penghitungan anggaran (silpa) akan menjadi sangat tinggi. Dia berpendapat, ketentuan pasal 298 UU 23 perlu ditelaah secara mendalam. Pengertian ‘dapat diberikan kepada’ secara harfiah menurutnya, mengandung makna sebagai suatu ruang kesempatan untuk mendapatkan hibah, bukan membatasi atau melarang. Lantas pengertian badan, lembaga dan ormas yang berbadan hukum Indonesia, cenderung bersifat multitafsir. Apakah bermakna sebagian atau seluruhnya berbadan hukum Indonesia. Hal. 19 Petunjuk Pemprov
Soal Dana Hibah dan Bansos
BPM/wawan
DPRD Ragu, Dana Hibah Nganggur ADANYA aturan baru untuk mencairkan dana bantuan sosial (bansos) dan hibah kepada masyarakat hanya untuk yang berbadan hukum, berdampak pada realisasi dana ini. Buktinya, di Denpasar untuk dana hibah yang dianggarkan pada 2015 ini, dipastikan banyak yang akan nganggur alias tidak terserap. Sampai akhir tahun ini, masih ada dana Rp 14 miliar lebih yang tidak bisa disalurkan. Hanya kemungkinan bisa disalurkan sekitar Rp 7,65 miliar lebih. Hal. 19 Untuk Masyarakat
Tabanan Tak Anggarkan, Klungkung Jalan Terus
Harus diakui masyarakat sangat bergantung dari bantuan pemerintah selain swadaya. Salah satu program bantuan yang dikejar masyarakat adalah dana hibah atau bansos.
UNTUK mendapatkan gelontoran dana dari pemerintah kabupaten ini, mereka pun harus membuat proposal, yang harus disetujui oleh pemerintah. Sayangnya dengan adanya UU No. 23 Tahun 2014, yang membatasi pihak yang dapat menerima dana hibah, untuk tahun 2016 dana hibah di Pemkab Tabanan tidak diposting pada anggaran induk. Kepala Bappeda Tabanan, Ida Bagus Wiratmaja, Sabtu (28/11) kemarin, menjelaskan tidak dipostingnya dana hibah ini terkait UU No. 23 Tahun 2014 pasal 298 dan terkait Permendagri 39/2012. ‘’Pada UU 24 Tahun 2014 pada pasal 298 ayat 4 dan 5 menyatakan bahwa belanja hibah dapat diberikan kepada badan, lembaga, dan organisasi kemasyarakatan yang
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
berbadan hukum Indonesia. Sehingga dana hibah perorangan atau kelompok masyarakat tidak diposting pada anggaran induk 2016 mendatang. Bahkan pada anggaran perubahan 2015 pun tidak dipasang,’’ ujarnya. Ditambahkannya, klausul regulasi tersebut yang memerlukan penyesuaian yakni pasal 298 ayat 5. Disebutkan penerima bantuan hibah harus berbadan hukum dan terdaftar sekurang-kurangnya tiga tahun. “Selama ini, hibah lebih banyak diberikan kepada masyarakat perorangan dan kelompok masyarakat yang tidak memiliki badan hukum,” jelasnya. Hal. 19 Pembatasan Penerima
DAERAH
2
Mantan Konsulat Jerman Lunasi Utang di RSUP Sanglah
Denpasar (Bali Post) Tidak semua warga negara asing (WNA) yang berobat ke RSUP Sanglah melakukan pembayaran secara lunas. Dari beberapa WNA ada yang pulang dengan penangguhan. Hal itu pun menjadi beban rumah sakit. Namun, tidak sama halnya dengan mantan konsulat Jerman untuk Indonesia, Consul Reinhold Jantzen. Jumat (27/11), mantan konsulat Jerman bersama anaknya mendatangi Direktur RSUP Sanglah, dr. A.A. Sri Saraswati, M.Kes., untuk menyelesaikan utangnya tersebut. “Kami didatangi oleh konsul Jerman terkait dengan penyelesaian utang terhadap RSUP Sanglah,” kata dr. Sri Saraswati, Direktur RSUP Sanglah. Padahal, kejadian tersebut sudah berlangsung 3,5 tahun yang lalu. Ketika itu, seorang pasien wanita dari Jerman berobat ke RSUP Sanglah. Pada saat itu masih menunggak pembayaran rumah sakit. Setelah pihak keluarga dan pemerintah Jerman dikonfirmasi terkait hal tersebut, ternyata memang pemerintah
BPM/may
KONSULAT - Dirut RSUP Sanglah (tengah) berfoto bersama mantan konsulat Jerman (nomor dua dari kanan) dan konsulat Jerman (nomor dua dari kiri). Jerman tidak bisa menyelesaikan utang tersebut. “Kita selalu kontak dengan konsulat Jerman, kemudian mengupayakan penyelesaian utang,” ujarnya. Utang yang besarnya Rp 88 juta tersebut dilunasi oleh mantan konsulat Jerman dengan uang pribadinya. “Jadi, pada kesempatan ini saya apresiasi pada konsulat Jerman bahwa walaupun ini kejadiannya sudah 3,5 tahun yang lalu tapi konsul itu masih ingat kemudian masih ada niat baiknya untuk melunasi. Jadi, harapan kita tidak
ada pasien yang menunggak. Kalau toh ada pasien yang menunggak, mudah-mudahan nanti tetap bisa dibantu oleh konsulat,” paparnya. Di Bali ada banyak sekali wisatawan asing, ekspatriat, orang asing yang tinggal di Bali, tidak hanya orang Jerman, jika sakit dan tidak mampu membayar baik dari keluarga maupun pemerintahnya, maka konsulatlah yang mengurus sampai dengan menyelesaikan utang. “Itu harapan kami, jadi mencontoh apa yang dilakukan oleh Konsulat Jerman,” imbuhnya.
Menangani pasien asing yang pulang dengan penangguhan, pihak RSUP Sanglah biasanya meminta bantuan ke konsulat untuk menyelesaikan, namun dikatakan tidak semua bisa menyelesaikan. “Kebanyakan tidak bisa membantu, kalau toh membantu mungkin hanya menghubungi keluarga. Kalau keluarga mampu membayar ya dibayar, kalau tidak dibiarkan masih berutang di RSUP Sanglah,” ujarnya. Consul Reinhold Jantzen, mantan konsulat Jerman mengatakan, dana yang digunakan untuk melunasi utang tersebut adalah dana dari pribadinya karena dirinya tidak mau berutang dengan RSUP Sanglah. Selain itu, selama 27 tahun menjadi konsulat Jerman untuk Indonesia, ia telah menjalin hubungan yang baik dengan RSUP Sanglah. “Saya ingat masih punya satu kasus di sini, belum dibayar, pemerintah Jerman juga tidak mau bayar. Saya bilang, saya tidak mau punya utang di sini maka saya bayar sendiri,” paparnya. (kmb42)
Minggu Paing, 29 November 2015
Tanam Semangka, Dua Petani Tewas Tersambar Petir Negara (Bali Post) -
Hujan lebat disertai petir yang pertama terjadi pascakemarau panjang, Sabtu (28/11) kemarin, menelan korban. Informasi yang diperoleh menyebutkan, saat hujan korban Ketut Budiastra (52) dan Made Sutiari (50), keduanya berasal dari Banjar Rukun Desa Gumbrih, Pekutatan, sedang menanam semangka di sawah milik korban Budiastra di areal persawahan di Banjar Cepaka, Pangyangan, Pekutatan. Karena hujan lebat kemudian kedua korban berteduh di gubuk dekat mereka bekerja, dan tiba- tiba ada petir yang menyambar. Saksi Wayan Sudimara (46) yang juga berada di sawah, selamat. Dia melihat kedua korban jatuh dan sudah terbujur kaku. Pascaterjadi petir, dia berusaha meminta pertolongan. Kedua korban kemudian dilarikan ke rumah sakit. Setelah diperiksa di Puskesmas Pekutatan oleh tim medis
kedua korban dinyatakan meninggal dunia. Kapolsek Pekutatan Kompol Ngurah Putu Riasa dan Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Gusti Made Sudarma Putra seizin Kapolres Jembrana saat dikonfirmasi, membenarkan kejadian tersebut. Kedua keluarga korban sudah mengikhlaskan kepergian korban, dan kedua korban dibawa ke rumah duka. (kmb)
Apa Saja Bentuk Inovasi Sudirta Selama Perjuangannya
Mahabharata: Dari Konfrontasi ke Teman Berjuang
pemenangan - Tim pemenangan Dharmanegara dari empat kecamatan di Kota Denpasar .
Rangkaian Saraswati, Dharmanegara Gelar Upacara ”Nyurud Hayu” Denpasar (Bali Post) Serangkaian perayaan hari Saraswati, pasangan calon nomor urut 1 dalam pemilihan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra – IGN Jaya negara (Dharmanegara), Minggu (29/11) ini akan menggelar upacara Nyurud Hayu di Pura Jaganatha, Denpasar. Acara ini akan digelar pukul 15.00 Wita dengan menghadirkan tim sukses, relawan, serta terbuka untuk umum. “Persembayangan ini akan dihadiri tidak kurang dari 4.000 pendukung dari 4 kecamatan di Kota Denpasar,” kata Ketut Suteja Kumara, juru bicara tim pemenangan Dharmanegara. Nyurud Hayu merupakan upacara mawinten dengan ayaban banten Saraswati sederhana adalah upacara penyucian diri dengan memuja Dewi Saraswati sebagai sakti Brahma yang mencipta ilmu pengetahuan dan Batara Gana sebagai putra Siwa yang berfungsi sebagai pelindung manusia. Dengan harapan
dan memohon semoga seluruh masyarakat Kota Denpasar dalam keadaan sehat, sejahtera dan berbahagia, dijauhkan oleh sifat dan sikap ke-sadripu-an. Bahumembahu untuk membangun Kota Denpasar. Sebelum persembahyangan akan diisi dengan dharma wacana oleh Ida Pedande Made Gunung. I.B. Rai Dharmawijaya Mantra juga akan menyampaikan sambutannya. Karena itu, Suteja Kumara berharap seluruh warga Denpasar untuk hadir ke tempat ini. “Acara ini terbuka untuk semua warga Denpasar,” kata Suteja Kumara. Hari Minggu sengaja dipilih, selain pertimbangan serangkaian upacara, karena jatuh pada hari libur maka tidak akan mengganggu aktivitas kerja lain. Sesuai dengan maknanya, pembersihan dan penyucian diri serta memohon keselamatan ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Dharmanegara mengajak seluruh lapisan masyarakat Kota Denpasar untuk melaksanakan persembahyangan bersama di depan Pura Jagatnatha. (kmb)
CUKUP banyak kisah unik yang ‘’tercecer’’ dalam kiprah Wayan Sudirta sebagai advokat, aktivis, ataupun duduk di organisasi keagamaan dengan mendirikan ormas Pemuda Hindu dan majelis seperti PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia). Reformasi PHDI pascaberakhirnya kekuasaan Orde Baru pada 1998, menyisakan kisah yang tak banyak diketahui. Waktu itu, Mahasabha VIII PHDI yang dilangsungkan di Bali, terus tertunda. Anak Agung Mayun Eman, seorang pensiunan senior Pemprov Bali yang ditunjuk sebagai Ketua Panitia, selalu gagal menyelenggarakan rapat untuk persiapan perhelatan besar itu. Beliau mungkin tidak ‘’menguasai’’ dinamika internal di antara tokoh Hindu yang berbeda pandangan. Antara yang masih ingin PHDI berada dalam naungan kekuasaan dengan yang ingin PHDI independen seperti halnya majelis agama lain yang independensinya terlihat membela kepentingan umatnya di hadapan penguasa. Gusti Agung Mayun Eman yang dikesankan sebagai dekat ke ‘’status quo’’, kelak bisa berhasil menggelar Mahasabha VIII PHDI di Hotel Radisson Sanur, setelah pembentukan panitia dibantu oleh sosok Wayan Sudirta, yang masa itu dikesankan anti-Tri Wangsa. ‘’Kesan itu sama sekali tidak benar. Apa yang saya alami sebagai panitia dan proses Mahasabha PHDI di Sanur itu, jadi bukti bahwa Pak Sudirta, dkk., tidak anti-Triwangsa. Beliau kritis terhadap penindasan, membela warga yang dimarginalkan. Dan juga membela dan membantu saya menjadi Panitia Mahasabha, yang lancar dan berhasil dengan baik,’’ ujar Gusti Agung Mayun Eman ketika sedang bekerja keras menyukseskan Mahasabha VIII PHDI tersebut. Apa inovasi dari kisah ini? Sudirta yang dikesankan anti-Triwangsa, terbukti dengan ringan tangan membantu Gusti Agung Mayun Eman menyelenggarakan hajatan besar dan bersejarah itu. Dalam prosesnya kadang terjadi ‘’gesekan’’ dan ‘’konflik’’, namun Agung Mayun Eman yang dianggap ‘’representasi’’ Tri Wangsa tersebut, akhirnya merasakan bahwa kiprah Sudirta dkk. bukanlah antipati primordial. Usai Mahasabha VIII dan PHDI terbentuk –dengan Sabha
MAHABHARATA - Wayan Sudirta sering mengutip Mahabharata dan Ramayana ketika simakrama. Pandita yang diwarnai Sarwa Sadaka –Gusti Agung Mayun Eman masih sering mampir di kantor Wayan Sudirta dan berdiskusi tentang berbagai hal. Selain nama Gusti Agung Mayun Eman, cukup banyak tokoh yang ‘’berkenalan’’ dengan Sudirta dkk. melalui ‘’konfrontasi’’, kelak akhirnya menjadi teman berjuang, misalnya ketika membela Bhisama Kesucian Pura, membela kearifan lokal Bali, dan sebagainya. Sudirta sangat suka mengutip epos Mahabharata, bagaimana caranya menangani konflik untuk sampai pada solusi, agar sesuai ajaran Hindu: Satyam Eva Jayate. Bahwa, kebenaranlah yang pada akhirnya harus menang! Permusuhan tidak boleh berhenti pada ‘’permusuhan belaka’’ tetapi bagaimana mengolah energinya untuk menjadi solusi. Perdana Menteri Widura di Kerajaan Korawa yang secara formal ‘’bermusuhan’’ dengan Pandawa, justru menolong Pandawa secara diam-diam ketika Sangkuni dan Duryudana merencanakan pembakaran di istana kardus. Posisinya formal berseberangan, tetapi visinya bisa sama dan menjadi sumber solusi dan membela dharma. (kmb)
Pameran Dagang dan Grandfinal Jegeg Bagus Gagasan Arjaya ’’Si Udeng Poleng’’ Ramaikan Peringatan HUT Kota Tabanan Beri Kemudahan Akses bagi Pensiunan, Programkan Revitalisasi Seluruh Pasar
RANGKAIAN kegiatan peringatan HUT ke-522 Kota Tabanan semakin ramai sejak Jumat (27/11) malam. Ini seiring dibukanya pameran dagang, industri, dan pertanian di areal Gedung Kesenian Ketut Maria. Selain itu, dalam kesempatan yang sama, pemilihan Jegeg Bagus Bali Kabupaten Tabanan 2015 juga memasuki tahap grandfinal. Dua kegiatan itu berlangsung bersamaan di Gedung Kesenian Ketut Maria dan dibuka secara resmi oleh Penjabat Bupati Tabanan I Wayan Sugiada. Dua kegiatan itu juga dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten I Wayan Gindera dan Ni Negah Sri Labantari, Sekda Kabupaten Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa, Dandim 1619/Tabanan, serta pimpinan SKPD di lingkungan Pemkab Tabanan. Penjabat Bupati Sugiada dalam sambutannya berharap pameran dagang dan industri serta pertanian dalam arti luas mampu memberikan ruang bagi para pelaku UKM untuk menunjukkan produk-produk hasil olahan mereka agar lebih dikenal lagi. Sesuai dengan salah satu tujuan pameran itu sendiri, yakni promosi. Di samping sebagai ajang untuk evaluasi perkembangan potensi pertanian di Kabupaten Tabanan. Dikatakan, sebagai daerah agraris, Kabupaten Tabanan memiliki produk pertanian beraneka ragam yang diangkat para pelaku UKM dalam beberapa bentuk produk olahan. Kuliner menjadi satu di antaranya. “Produk olahan tersebut memiliki kualitas, daya saing, dan nilai ekonomi yang cukup tinggi. Termasuk yang diangkat dalam bentuk barang-barang kerajinan,” sebutnya. Meski demikian, pertumbuhan UKM di Tabanan masih memerlukan sentuhan manajemen yang profesional serta diperkuat dengan dukungan modal. “Sehingga mampu memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan,” imbuhnya. Dalam pelaksanaannya di tahun ini, peserta pameran terdiri dari 70 Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Di antara jumlah itu ada enam UKM yang bergerak di bidang pertanian, 22 UKM bergerak pada bisnis distro atau produk pakaian jadi, 22 UKM yang bergerak di bidang kuliner. Sementara dalam sambutannya untuk pembukaan Grand Final Pemilihan Jegeg Bagus Kabupaten Tabanan 2015, Penjabat Bupati Sugiada mengatakan
bahwa event ini diharapkan mampu menjadi salah satu wahana untuk membina generasi muda sebagai pewaris nilai-nilai, budaya, seni, dan adat istiadat yang berkembang di Bali. Serta bertanggung jawab untuk melestarikannya. Dia juga mengajak seluruh peserta Jegeg Bagus yang merupakan generasi muda yang memiliki intelektualitas untuk berperan serta membangun Tabanan. Sehingga pemilihan Jegeg Bagus tidak hanya menitikberatkan penampilan luar semata, namun lebih jauh lagi mampu menjadi duta Kabupaten Tabanan di tingkat provinsi. “Serta menjadi cerminan masyarakat khususnya remaja di Kabupaten Tabanan ke depannya,” ujarnya. Seperti pelaksanaan di tahun sebelumnya, Grand Final Pemilihan Jegeg Bagus diikuti oleh sepuluh orang jegeg dan sepuluh orang bagus. Sebelumnya, mereka mengikuti pembekalan selama dua hari dari 23 sampai dengan 24 November 2015. Dalam kegiatan itu, para peserta menerima pembekalan berupa ilmu pengetahuan, keterampilan khusus, bahasa dan beberapa keterampilan lainnya. Pada 25 November 2015, para peserta menjalani final interviu dan malam penjurian. (ad1612)
PEMBUKAAN - Penjabat Bupati Wayan Sugiada saat membuka pameran dagang, industri dan pertanian di Gedung Maria dalam rangka HUT ke-522 Kota Tabanan, Jumat (27/11).
Denpasar (Bali Post) Serangkaian agenda safari politiknya, pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota Denpasar nomor urut 3, I Made Arjaya-A.A. Ayu Rai Sunasri (Paket AS) terus inten melakukan blusukan ke pasar. Dari lawatannya bersama tim kampanye dan relawan, paslon yang diusung dan didukung oleh partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Bali Mandara Merah Putih (KBMMP) seperti Demokrat, PKS, dan Golkar ini kembali menyapa masyarakat dengan menggelar dialog dan makan nasi kuning serta jaja Bali bersama warga di Pasar Windu Boga dan Kertha Boga, Pemogan, Densel. Di Pasar Windu Boga, selain disambut sekitar 105 pedagang, paslon yang mengusung visi dan misi “Menuju Pagi Bersih Malam Terang dan Mewujudkan Denpasar sebagai Kota Taman yang Mandara” ini juga disambut hangat para pengurus dan pengelola pasar, seperti Kepala Pasar, I Wayan Gendra dan Kepala Urusan Administrasi dan Keuangan, I Wayan Tirta. Saat simakrama di kantor Pasar Windu Boga, baik Arjaya maupun Sunasri kembali mendapat keluhan dan aspirasi dari pedagang dan pengelola pasar. Di antara aspirasi yang disampaikan saat dialog itu yakni soal kondisi pasar yang cukup memprihatinkan. “Sampai saat ini belum ada revitalisasi pasar. Kami pedagang dan pengelola berharap, ke depannya siapa pun yang terpilih memimpin Denpasar bisa memberikan perhatian kepada pihak pengelola dan pedagang agar melakukan penataan pasar,” harap Wayan Gendra. Demikian halnya saat paslon ini mengunjungi Pasar Kertha Boga. Baik warga, pengelola, maupun pedagang juga menginginkan harapan yang sama dengan adanya perhatian pemerintah untuk segera merevitalisasi pasar. Bahkan, saat blusukannya ke pasar ini, salah satu putra dari tokoh sekaligus sesepuh PDI-P, Almarhum Nyoman Lepug ini juga sempat bertemu dengan mantan Kadus Banjar Panti Sari, Pemogan, I Ketut Cepeg yang kondisinya sangat memprihatinkan. Sebagai mantan kadus selama 30 tahun dari sejak 1965, kondisi Cepeg jauh dari sejahtera. Bahkan, untuk aktivitas, ia terpaksa harus menopang kedua
kakinya dengan tongkat. Atas temuannya di lapangan itu, AS berjanji jika nantinya dipercaya dan terpilih sebagai wali kota dan wakil wali kota Denpasar akan segera merealisasikan harapan warga. “Artinya, revitalisasi bukan sekadar slogan dan perbaikan fisik pasar semata, melainkan juga revitalisasi terhadap pengelolaan yang disesuaikan dengan kemampuan pedagang,” terang mantan Ketua Komisi I DPRD Bali dua periode ini. Selain itu, terkait kondisi Cepeg, jika nantinya terpilih, sebagaimana yang tertuang dalam visi misi serta program unggulanya menciptakan masyarakat Denpasar yang berkualitas, AS akan berkomitmen untuk memberikan ruang dengan membuat taman khusus bagi anak dan lansia. “Termasuk dengan kondisi Pak Cepeg, ke depan jika saja kami dipercaya, kami akan memperjuangkan kemudahan akses kesehatan sekaligus penghargaan bagi pensiunan dan orang-orang yang telah mengabdi dan berjasa kepada masyarakat, khususnya masyarakat Denpasar,” ujar politisi yang akrab dengan sebutan “Si Udeng Poleng” ini. (kmb)
SIMPATI - Paslon Wali Kota-Wakil Wali Kota Denpasar, Arjaya-Sunasri, saat menemui mantan Kadus Banjar Panti Sari, Pemogan, I Ketut Cepeg.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab: Alit Purnata Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaksi: Alit Susrini, Alit Sumertha, Daniel Fajry,Dira Arsana,Mawa, Suana, Sueca, Yudi Winanto, Subrata, Budi Wiriyanto,Diah Dewi Anggota Redaksi Denpasar: Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra,Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, Dedy Sumartana. Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani, . Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto, Banyuwangi: Budi Wiliyanto, Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Mahadita, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Minggu Paing, 29 November 2015
Seremonial
3
SMPN 3 Mengwi Gelar Upacara ’’Ngenteg Linggih, Padudusan Alit dan Pacaruan Rsi Gana’’
SMPN 3 Mengwi melaksanakan upacara Ngenteg Linggih, Padudusan Alit dan Pacaruan Rsi Gana bertepatan dengan hari raya Saraswati, Sabtu (28/11) kemarin. Ketua Komite SMPN 3 Mengwi I Gusti Agung Ngurah Anom Susyawan, S.T. mengatakan, ada dua upacara yang dilakukan yaitu upacara Saraswati yang sifatnya kontinyu dan juga ada upacara lain yaitu Ngenteg Linggih, Ngeruak dan Nyakab Karang. “Karena dari awal sekolah ini berdiri belum pernah ada upacara seperti itu,” ujarnya. Rangkain upacara Ngenteg Linggih sudah dimulai sejak beberapa hari sebelumnya, Sabtu (28/11) kemarin, merupakan puncak upacara. Dimulai dari tanggal 11 November dengan beberapa rangkaian upacara dan pada tanggal 26 November lalu telah dilakukan upacara Macaru, Melasti dan Mendak Siwi. Pada upacara hari itu juga disaksikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Badung, Klian Adat, Kepala Desa dan tokoh masyarakat. Mengingat di Bali sekala dan niskala merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan, maka dari itu, SMPN 3 Mengwi yang secara sekala telah melakukan pembangunan secara fisik, renovasi, maka secara niskala juga harus melakukan upacara agar terjadi hubungan yang harmonis antara sekala dan niskala di sekolah. “Upacara ini dilakukan untuk mengantisipasi supaya jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena tidak melakukan upacara. Kami antisipasi dulu supaya jangan sampai terjadi
hal-hal seperti itu,” jelas Anom Susyawan. Selain itu, pihak sekolah dan komite juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan orang tua siswa khususnya karena telah membantu kegiatan upacara tersebut baik secara moral maupun material. Sehingga upacara dapat berjalan lancar. “Tanpa dukungan mereka, kami belum tentu bisa melaksanakan ini,” imbuhnya. Kepala SMPN 3 Mengwi I Putu Sukastawa, S.Pd., M.Pd. menambahkan, SMPN 3 Mengwi yang telah berdiri sejak tahun 1985 telah melakukan tiga kali tahapan upacara. “Ini adalah tahapan puncak yang ketiga kalinya. Jadi, dari 7 kepala sekolah, saya yang nomor 7, sudah 3 kali tahapannya. Rencana upacara ini telah dipersiapkan sejak setahun yang lalu. “Syukur tahun ini bisa kita selenggarakan,”
ujarnya. Di samping untuk memberikan atmosfer yang positif untuk kegiatan pendidikan di SMPN 3 Mengwi, upacara tersebut juga merupakan wujud terima kasih kepada Ida Sang Hyang Widhi yang berstana di SMPN 3 Mengwi karena atas asung kerta wara nugraha-nya, SMPN 3 Mengwi yang memiliki siswa 1.611 orang banyak meraih prestasi seperti menjadi juara I mewakili Bali dalam Lomba Nasional Musik Kreasi Tradisional di Palembang, juara I Lomba Baleganjur se-Kabupaten Badung di Puspem Badung. Dengan ucapan terima kasih melalui upacara ini diharapkan selalu diberikan dukungan dan tuntunan untuk keluarga besar SMPN 3 Mengwi, agar betul-betul bisa melaksanakan tugas dan kewajiban masingmasing dengan baik dan selamat. (ad3203)
UPACARA - Suasana upacara ’’Ngenteg Linggih, Padudusan Alit dan Pacaruan Rsi Gana’’.
Cuci Gudang Liontin Mulai Rp 499.000
Miliki Batu Mulia Mulai Harga Rp 15 Juta FELICE Jewellery melakukan pameran di Business Center, Aston Hotel, Denpasar mulai dari 29 November-2 Desember 2015. Pada pameran kali ini, Felice Jewellery mengadakan cuci gudang liontin mulai Rp 499.000. Tak hanya itu, Felice Jewellery juga menawarkan batu mulia mulai harga Rp 15 juta. Tentunya produk-produk dari Felice Jewellery dapat memanjakan kaum hawa dengan fashion model terbaru. Sales Felice Jewellery Kadek Widnyani mengatakan, ada banyak item perhiasan emas putih bertahtakan berlian mulai dari liontin, anting dan cincin selama masa pameran. Menurut Kadek, koleksi batubatu mulia seperti cat eye, blue sapphire, ruby dan emerald/ jambrud sangat diminati oleh para pengoleksi, khususnya di Bali. Selain bahan baku berkualitas, Felice Jewellery juga memakai cutting atau potongan model Belgia yang saat ini menjadi tren. Sementara desainnya dibuat di Hongkong, sehingga perhiasan yang dihasilkan tidak akan ada duanya di tempat lain. “Setiap pembelian perhiasan juga mendapat sertifikat yang selanjutnya bisa dipakai untuk mendapatkan garansi perawatan seumur hidup dengan gratis. Garansi ini sengaja diberikan secara gratis untuk memoles kembali emas dan berlian yang kusam karena
KOLEKSI - Batu ruby merah delima, salah satu koleksi dari Felice Jewellry. sering dipakai, misalnya kena keringat atau lotion,” papar Kadek. Tak ketinggalan, hargaharga promo masih menyertai pameran Felice Jewellery. “Hampir semua produk new arrival, mulai dari produk fashion
seperti cincin, liontin dan anting, kalung berlian. Kami beri harga spesial untuk satu set perhiasan berlian,” ujarnya. Terkait pembayaran, setiap perhiasan bisa dilakukan secara cash, debit atau dengan kartu kredit. (ad3202)
Kolaborasi Penanggulangan TB-HIV
Positif HIV, Wajib Cek TB Denpasar (Bali Post) Penanggulangan TB-HIV semakin terintegrasi dan komprehensif. Pemerintah memiliki program kolaborasi penanggulangan TB-HIV. Kolaborasi penanganan TB-HIV yang dimaksud adalah suatu pelayanan yang dilakukan secara komprehensif. “Artinya, benar-benar inisiatif dari pemberi pelayanan untuk memeriksa TB pada orang HIV positif,” ujar Dirjen PP dan PL Kementerian Kesehatan, dr. HM. Subuh, MPPM., pada acara sosialisasi pelaksanaan kegiatan Grant NFM Kolaborasi TB-HIV, belum lama ini. Kolaborasi penanganan tersebut yaitu harus melakukan pemeriksaan TB untuk yang mengidap HIV positif, mengingat akan lebih mudah dilakukan jika dibandingkan dengan orang yang memiliki penyakit TB harus diperiksa HIV. “Karena dia mengambil darah, berisiko juga” imbuhnya. Namun, jika terdapat indikasi orang tersebut berisiko tinggi dengan kriteria yang ditentukan, maka sangat dianjurkan untuk dilakukan pemeriksaan HIV. “Bagaimana caranya kita meyakini orang tersebut agar dia dengan sukarela melakukan pemeriksaan HIV,” ujarnya. Prevalensi HIV/AIDS di bawah 0,5 atau kurang lebih 600.000 orang HIV positif di Indonesia sehingga dalam pemberian obat pemerintah melakukan perhitungan. Hingga Oktober 2015, orang dengan HIV positif yang baru ditemukan kurang lebih 177.000. Dari 177.000 HIV positif tersebut, tidak semuanya mendapat obat. “Kalau misalnya kondisinya baik, hasil labnya, CD4 baik, viral load-nya
masih baik, maka tidak diberikan obat,” ujarnya. Obat diberikan pada orang yang hasil pemeriksaan CD4 di bawah 350 sel/mm3, viral load tinggi. Sehingga jika dihitung, dari 177.000 orang HIV positif, hanya sekitar 87.000 orang yang mendapat akses obat atau kurang lebih 50-60 persen. Menurutnya, ODHA adalah orang yang sehat karena produktivitasnya mencapai 88 persen, padahal orang normal lain saja belum tentu 88 persen. Tahun 2016, pemerintah membuat kebijakan baru, tes and treat yaitu melakukan tes pada seseorang dan jika positif HIV makan langsung diberikan obat, tidak lagi berdasarkan kriteria-kriteria sebelumnya. “Itu juga kita persiapkan , 2016 akan dilakukan,” ujarnya. Untuk memenuhi kebutuhan akan obat, pemerintah membeli 200.000 paket obat untuk bisa melayani orang HIV, begitu juga dengan TB. Estimasi penderita TB di Indonesia mencapai 500.000 orang. “Kalau untuk TB, estimasi pemberian obat sesuai dengan estimasi jumlah penderita TB yaitu 500.000 paket per tahun kita beli, begitu juga dengan tes dan pemeriksaan,” jelasnya. Tinggal kebijakan dari tempat pelayanan kesehatan seperti puskesmas, RS agar dapat memberikan pelayanan tersebut. Pemerintah juga sudah memiliki pelayanan komprehensif berkelanjutan atau continuing of care yang sudah dibuat sejak tahun 2012, walaupun belum semua puskesmas bisa melayani. “Tapi kita sudah punya, tinggal mengembangkannya di seluruh Indonesia,” imbuhnya. (kmb42)
MACARU HARI SARASWATI Suasana macaru dalam kaitan piodalan di Pura Dalem Kretti Bhuwana bertepatan dengan hari raya Saraswati, Sabtu (28/11) kemarin. Upacara tersebut merupakan wujud bakti kepada Sang Hyang Dewi Saraswati sebagai upaya peningkatan dan revitalisasi jnana atau ilmu pengetahuan atas dasar Purusotama, berbudi luhur sesuai swadharma untuk mencapai kesejahteraan yang jagadhita. Suasana panas terik saat Saraswati Puja berubah akhirnya di sore hari sebagian besar wilayah Bali diguyur hujan lebat. BPM/kmb
Undiksha Lepas 510 Wisudawan Siap Raih dan Ciptakan Peluang Kerja
UNIVERSITAS Pendidikan Ganesha (Undiksha) menggelar Wisuda XLVIII Periode November 2015. Wisuda merupakan wujud peresmian mahasiswa-mahasiswi menyelesaikan pendidikan. Wisudawan yang dilepas tercatat 510 orang, terdiri dari 58 magister, 421 sarjana dan 31 ahli madya. Lulusan Undiksha diharapkan mampu tampil sebagai sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif dan unggul di tengah perkembangan era globalisasi kekinian. Sejumlah petinggi Undiksha hadir dalam Wisuda XLVIII tersebut, di antaranya Rektor Undiksha Singaraja Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd., PR I Prof. Dr. Ida Bagus Putu Aryana, M.Si., PR II Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd., PR III Dr. Drs. I Gusti Ngurah Pujawan, M.Kes., PR IV Drs. I Wayan Suarnajaya, M.A., Ph.D. dan didampingi dosen bersama undangan lainnya. Dikatakan Jampel, ia mengapresiasi tinggi dan mengucapkan selamat kepada seluruh mahasiswa yang berhasil menuntaskan studinya. Pada Wisuda XLVIII, tercatat 510 orang wisudawan dan diharapkan mampu meraih pekerjaan
atau sebaliknya menciptakan lapangan pekerjaan. “Ini sebagai bukti kerja keras seluruh mahasiswa mengerjakan tugas akhir, dengan penuh tantangan rintangan. Saya bangga melihat kegigihan mahasiswa seluruhnya, utamanya di bidang kependidikan. Lebih mulia lagi kalau saudara dapat memberi peluang kerja kepada orang lain dengan menciptakan lapangan pekerjaan,” kata Jampel, Jumat (27/11) . Memasuki perjuangan di masyarakat, Jampel menekankan wisudawan Undiksha mampu tampil mengamalkan ilmu pengetahuan serta ketrampilan yang dimilikinya. Persaingan global memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), seluruhnya dituntut lebih komunikatif dan kreatif. Wisudawan Undiksha juga diharapkan mampu membaca tanda zaman, menghadapi arus perubahan dan teknologi. “Apa yang akan ditemukan di lapangan, jauh lebih rumit daripada di kampus. Perlu tantangan meraih pekerjaan, bahkan bisa lebih berat dibandingkan ketika menyelesaikan studi,” ujarnya dan menambahkan, wisudawan
selanjutnya menjadi alumni, agar tidak melupakan dan ikut memajukan almamaternya di Undiksha. Tercatat penghargaan kepada lulusan berprestasi pamuncak cumlaude tingkat Fakultas dan Program Pascasarjana dalam wisuda kali ini adalah Made Sima Pradnyani, S.Pd. dari FTK Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (IPK 3,96). I Wayan Edi Artawan, S.Pd., FBS Pendidikan Bahasa Jepang (IPK
3,95). Agus Sujianto, M.Pd., Pascasarjana Pendidikan Bahasa (IPK 3,80). Ni Nyoman Asry Peny, A.Md., FEB D-3 Perhotelan (IPK 3,82). I Kadek Irvan Adistha Putra, S.Pd., FMIPA Pendidikan Kimia (IPK 3,74). Dewa Ayu Putu Armita Pratami, S.Pd., FIP Pendidikan Guru Sekolah Dasar (IPK 3,64). Terakhir adalah I Gede Putu Agus Aryantana, S.Pd., FOK Pendidikan Kepelatihan Olahraga (IPK 3,53). (ad1611)
WISUDA - Rektor Undiksha Singaraja Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. menyilangkan tali toga kepada salah seorang wisudawan pada Wisuda XLVIII, Jumat (27/11).
PERNIK
4
Minggu Paing, 29 November 2015
Jejaring Sosial Religius Manusia Bali
BPM/ist
Alvir Tofler, seorang antropolog yang terkenal dalam bukunya yang berjul ‘’Feature of Sock’’ meramalkan bahwa suatu saat manusia memiliki ikatan yang dangkal, sebuah keadaan yang digambarkan bahwa suatu saat manusia tidak memiliki sebuah ikatan yang kuat. Ikatan yang hanya didorong sebuah kebutuhan. Sebuah ramalan yang menjadi gambaran bagaimana manusia di post modern. Perkembangan teknologi yang pesat memberikan respons terhadap ramalan tersebut. Mark Zuckerberg menemukan FB disusul Evan Williams, Jack Dorsey dan Biz Stone sebagai penemu twitter. SAMPAI saat ini FB dan Twitter menjadi sebuah jejaring sosial dengan anggota yang besar. Sebuah penemuan yang dapat membuat ramalan Alfin Tofler tertunda untuk sementara. Kemudian bagaimana dengan manusia Bali yang dikenal kreatif dan religius apakah sudah melihat gejala ini dan sudah mempersiapkan jejaring yang kuat mengikat sebagai jawaban dari ramalan Alfin Tofler tersebut? Jika sudah seperti apakah jejaring yang dibentuk para tetua di Bali? Konsep Tri Hita Karana bagi manusia Bali merupakan konsep dasar dalam membangun jejaring sosial religius. Pawongan yang menghendaki terwujudnya hubungan yang harmonis antarsesama manusia jelas memerlukan sebuah jejaring sosial religius yang kuat. Menurut Darmayuda (2009) ada beberapa konsep yang terintegrasi dalam kehidupan sosial religius seperti asas suka dan duka bersama-sama, paras paros, dan salunglung sabayantaka sebagai dasar jejaring yang kuat yang tidak mudah putus seperti jejaring sosial kekinian seperti FB atau twitter yang mudah di-delcon. Lalu seperti apakah pola– pola jejaring yang disiapkan para tetua untuk menjawab ramalan dari
Alfin Topler tersebut. Para tetua kita dengan kearifannya berhasil membuat sebuah jejaring sosial religius yang terjalin kuat dan saling memiliki hubungan yang terkait, sehingga sulit terputus. Ada beberapa pola jejaring sosial religius yang dibentuk oleh manusia Bali, baik dalam komunitas intern maupun ekstern masyarakatnya. Jejaring sosial religius yang berkembang antarwilayah sampai hal–hal yang tak kasat mata sebagai perekat dan penguat jejaring tersebut.
Lalu bagaimana kalau sudah berpacaran ataupun menikah dengan tipe pria yang membuat hidup kita susah? Jawababnya: bersabar dan pahamilah karakternya agar hubungan kita langgeng. Lalu tipe pria seperti apa yang membuat hidup kita susah?
JANGAN sembarang kencan atau memutuskan untuk segera menikah jika kita belum paham bagaimana tipe pria itu sesungguhnya. Sebab, ada beberapa tipe pria yang membuat hidup sang wanita susah. Lantas bagaimana kalau sudah telanjur cinta?
Jejaring Intern dan Ekstern Komunitas Masyarakat Bali Pada kehidupan sosial masyarakat Bali berkembang sistem kesatuan sosial yang disebut banjar dan desa. Di samping itu berkembang pula kelompok–kelompok kepentingan lain dalam wujud yang lebih kecil ruang lingkupnya, kelompok itu disebut dengan sekaa. Ada beberapa sekaa yang terdapat dalam desa pakraman seperti sekaa gong, sekaa teruna, sekaa pauman dan lain sebagainya. Lewat kearifan, para tetua kita memfungsionalisasi sekaa tersebut dalam kehidupan religius. Sebuah upacara atau tradisi yang terdapat dalam suatu desa dijalankan
oleh komunitas-komunitas yang ada dalam desa pakraman. Upacara yang skala besar akan melibatkan dan didukung beberapa kesatuan sosial dalam masyarakatnya seperti sekaa gong, sekaa pemaksan, sekaa truna dan desa pakraman. Masing-masing sekaa tersebut memiliki peran tersendiri yang tidak dapat digantikan kesatuan sosial yang lain. Hal ini mendorong masing-masing sekaa tersebut harus terjalin sebuah komunikasi yang baik. Tanpa hubungan yang baik maka fungsi sekaa tersebut tidak berjalan dan akan terdapat disharmonis dalam masyarakat. Sehingga mau tidak mau keharmonisan intern dan ekstern komunitas akan berusaha dijaga. Apabila ada disharmonis maka akan diadakan penyesuaian yang mengarah terjalinnya keharmonisan. Beginilah model sederhana jejaring sosial religius menuju sebuah kekerabatan yang tak mudah untuk terputus. Para tetua Bali sudah menerapkan teori struktural fungsional. Menurut teori ini masyarakat merupakan suatu sistem sosial yang terdiri atas bagian-bagian atau elemen yang saling berkaitan dan saling menyatu dalam keseimbangan. Perubahan yang terjadi pada satu bagian akan
membawa perubahan pula terhadap bagian yang lain. Apabila terdapat suatu konflik maka akan dibuatkan sebuah penyesuaian dan penguatan komunikasi integrasi komunitas sosial sehingga masyarakat tetap dalam keseimbangan. Jejaring Upacara Upacara merupakan jejaring sosial religius yang mudah kita amati dalam kehidupan orang Bali karena esensi dasar upacara adalah mendekatkan manusia dengan manusia, mendekatkan manusia dengan alam dan mendekatkan manusia dengan Tuhan. Upacara telah membentuk sebuah kekerabatan yang melintasi sekat-sekat klan, geograpis. Dari upacara yang sederhana sampai upacara yang besar. Banyak keraifan lokal tentang upacara sebagai pembentuk sebuah jejaring sehingga terbentuknya kekerabatan dalam masyarakat. Suatu pola yang penulis temukan di salah satu desa yaitu di Desa Ngis, Kecamatan Manggis, Karangasem. Di desa ini terdapat upacara Macanangan antar-dadia. Ketika suatu dadia odalan atau pujawali maka dadia yang lain akan mengunjungi melakukan upacara macanangan. Sebuah model yang
Memahami Pria Lebih Dalam
Pria yang Benci dengan Pekerjaannya Bisa kita bayangkan bagaimana jika pria yang kita kagumi ternyata benci dengan tempat kerjanya, pastilah ia sering mengeluh dan tidak produktif dalam bekerja. Tidak puas dengan tempat kerja adalah hal yang wajar, tetapi jika hal itu sangat mengganggu kesehariannya akan membuat dia tampak uringuringan dan banyak menghabiskan waktu luangnya tanpa tujuan yang jelas. Akibatnya secara finansial pria itu lemah, lantas bagaimana dia bisa menghidupi keluarganya? Tentulah sulit. Mencintai pekerjaan itu perlu, tetapi jika tidak suka dengan pekerjaan itu mengapa pria itu masih saja melakukannya? Mengapa dia tidak mengubah kari-
ernya atau mengapa dia tidak mengubah sikapnya? Kita pasti tidak ingin terjebak dengan pria dengan situasi yang tidak bahagia dan tidak melakukan apa pun. Sebab, gayanya dalam bekerja juga akan memengaruhi hubungan kita. Pria yang Terobsesi dengan Ibunya Kita pasti tahu bagaimana tingkah pria ‘’anak mama’’. Tipe pria seperti ini sangat mencintai ibunya dan tunduk padanya serta minta pendapat pada ibunya tentang apa saja. Atau ada juga pria yang benci dengan ibunya, dia terus-menerus mengeluh tentangnya dan dia berharap agar sikap kita berlawanan dengan ibunya. Jika demikian, maka kondisi itu akan membuat hubungan kita dengan pria itu bermasalah karena dia selalu dibayangi sosok ibunya. Seringkali pria itu akan membanding-bandingkan kita
dengan ibunya, sehingga kita tidak bisa menampilkan kepribadian kita yang sesungguhnya. Pria yang Tidak Mengenalkan Kita pada Teman-temannya Dia selalu menghadiri acara bersama teman-temannya tanpa pernah mengajak kita. Akibatnya, kita tidak mengenal siapa temantemannya, kalaupun mengenal hanya sebatas cerita yang disampaikan pria yang kita kagumi itu. Kita memang tidak harus curiga dia selingkuh, tetapi pria yang memberi pengkotak-kotakan hidupnya seperti ini belum siap berbagi hidupnya dengan orang lain. Atau dia malu mengajak kita untuk bergabung dengan teman-temannya. Jika dia memang serius dengan hubungan ini, maka perkenalan pada teman atau pun lingkungannya merupakan hal yang penting dan sangat wajar. Jika tidak, per-
sederhana namun terdapat spirit untuk menjalin sebuah kekerabatan. Di desa ini juga terjalin hubungan kekerabatan dengan Desa Tenganan dengan perekat sistem religi. Pada Usabha Sambah di Desa Tenganan Pagringsinan menggunakan kerbau sebagai sarana upakara. Kerbau yang dipakai dalam upacara adalah kerbau yang mencium banten pengalo yang berasal dari Desa Ngis. Demikian juga saat upacara Ngusabha Puseh pada hari pangramean piodalan Batara Bagus Dangin masyarakat Desa Tenganan akan berkunjung ke Desa Ngis untuk sembahyang. Terjalin sebuah kekerabatan yang saling mengunjungi dan membentuk panyamabrayaan antara dua desa. Di atas hanyalah salah satu contoh pola upacara sebagai jejaring kekerabatan sosial religius di Bali. Masih banyak terdapat upacara–upacara lain yang membuat kekerabatan terjalin dengan erat antarkomunitas yang melewati ikatan darah dan geograpis. Masih banyak mitologi yang berkembang di desa- desa tua di Bali hingga terjalin kekerabatan antardesa. Mobilitas sosial akan berlangsung secara terus-menerus. Tapi dalam suatu hal mereka kembali ke asalnya
ketika ada ikatan upacara. Tidak ada yang berani memutus ikatan upacara tersebut. Ikatan sosial yang ditumbuhkan dan terpelihara oleh upacara merupakan jaringan yang kuat membentuk bangunan sosial kemasyarakatan. Manusia Bali telah mampu mempuat jejaring sosial religius dengan tumbuhnya kekerabatan yang kuat. Kekerabatan yang membuat ikatan sosial yang tidak mudah begitu lepas. Bahkan tidak ada yang berani memutus begitu saja ikatan tersebut. Semangat yang terdapat dalam jejaring tersebut harus tetap dipertahankan dan dikembangkan. Jejaring yang tinggal memperkuat memberikan jawaban atas otokritik karakter manusia Bali bahwa kekerabatan yang terjalin wajib seimbang horizontal dan vertikal. Kekerabatan yang menjadi jalan terwujudnya sagiliksaguluk, salunglung sabayantaka paras paros sarpanaya. Kekerabatan yang menuju keharmonisan. Sebuah catatan bahwa kekerabatan yang terjalin jangan sampai membabi buta dengan briuk siu, fanatik yang berlebihan yang justru akan menyebabkan disharmoni kekerabatan sosial religiusnya manusia Bali. lKetut Sandiyasa
tanyakan sikapnya itu. Pria yang Terlalu Sibuk Ada tipe pria yang terlalu sibuk dengan pekerjaan dan lingkungan sosialnya, misalnya dia harus menyelesaikan pekerjaan A, lalu ke kota B lalu ke klien Z dan seterusnya. Setelah itu dia harus bergabung dengan teman-temannya untuk main basket atau latihan wushu. Sepanjang minggu rasanya tidak ada hari yang terlewatkan dengan seambrek kegiatannya, padahal kita sebagai partnernya hampir tidak ada waktu untuk bertemu. Kalaupun bisa bertemu dia selalu sibuk dengan telepon genggamnya atau membalas e-mail atau apa pun. Jika demikian pertimbangkan ulang hubungan ini, karena pria tipe ini tidak menghargai waktu yang kita berikan padanya. Pria tipe ini sangat takut kehilangan kesempatan, baik di tempat kerja maupun lingkungannya, sehingga tidak memiliki waktu berkualitas dengan kita. lAsti Musman
Duduk Santai Sambil Menguatkan Otot Perut
BANYAK cara untuk menguatkan otot perut misalnya dengan melakukan sit-up, posisi tidur dan mengangkat kaki ataupun dengan berlatih body language. Namun pada edisi kali ini pengasuh menyajikan bagaimana mengecilkan perut atau istilah yang benar adalah menguatkan otot perut yaitu dengan posisi duduk santai di lantai. Ikuti contoh peragaan di bawah ini bersama instruktur Bian dari Lala Studio.
Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post (Jl. Kepundung 67A Denpasar 80232) atau Adolfina Grace Tangkudung Sekolah Senam Lala Studio (Jl. Veteran 66 E,Puri Satria Denpasar, telp. (0361) 283226) Cantumkan kupon “Bugar” di sudut kiri amplop.
Gb. I : Duduklah santai di lantai dengan kedua lutut ditekuk dan ditutup rapat sedangkan kedua lengan lurus depan dada. Condongkan badan ke belakang lalu tahan 1x8 hitungan, maka otot perut akan bekerja keras menahan tubuh sehingga latihan ini berfungsi untuk menguatkan otot perut.
Gb. II : Dengan duduk di lantai kedua lengan lurus belakang dan kedua kaki ditekuk dan tutup rapat, lalu angkat kedua kaki, tahan pada 1x8 hitungan lalu letakkan kembali dan ulangi beberapa kali sesuai kemampuan.
Gb. III : Untuk perut bagian samping kanan dan kiri, ambillah posisi seperti yang nampak pada gambar. Gerakan angkat kaki kanan sembari memutar pinggang ke arah kanan lalu lakukan sebaliknya yaitu angkat kaki kiri sembari memutar pinggang ke arah kiri. Ulangi gerakan tadi hingga pada 2x8 hitungan.
Gb. IV : Bagi pembaca yang sudah biasa berlatih menguatan otot perut, dapat melakukan seperti pada gb. IV ini karena latihan ini cukup berat namun hasilnya sangat menggembirakan disilangkan lalu angkat dan tahan pada 1x8 hitungan, ulangi hingga 4x8 hitungan.
Selamat berlatih bagi pembaca yang mendambakan pinggang yang ramping serta salam bugar dari Lala Studio.
BPM/ist
JENDELA
Minggu Paing, 29 November 2015
Resensi Buku
Potret Manusia Bali Modern
Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal
: Cupak Tanah (Enam Naskah Drama) : Putu Satria Kusuma : Mahima dan Widya Pataka : 2015 : 213 halaman
DOKUMENTASI yang rapi dan tertata dengan baik, itulah yang seharusnya dimiliki oleh para kreator, apa pun wujud seni yang dipilihnya. Putu Satria Kusuma, seorang dramawan, ia bermain “banak belur” bermain drama, menulis naskah, juga menjadi sutradara. Bersyukurlah kita di Bali bisa menelusuri proses kreatif Putu, melalui buku ini kita bisa menelusuri jalan panjang proses kreatifnya. Penting untuk disimak, di tengah minimnya buku-buku drama yang terbit di Indonesia. Tema-tema lokal naskah drama dalam buku ini digambarkan secara karikatural, khas orang Bali yang selalu memandang hidup dengan candatawa. Seringkali jadi sulit ditebak, apakah manusia Bali sedang bersedih atau bersuka. Enam naskah dalam buku ini: ‘’Bayangan di Depan Bulan’’, ‘’Cupak Tanah’’, ‘’Di Ruang Tunggu’’, ‘’Menunggu Tikus’’, ‘’Subak’’ dan ‘’Sukreni’’, menggambarkan perjuangan masyarakat Bali terhadap beragam permasalahan sosial dan perubahan yang terjadi di Bali. Ditulis dengan gaya satire yang memikat. Layak untuk dikoleksi dan jadi reungan. (osi)
Membaca Kembali Peta Bali dalam Sastra Indonesia Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal
: Kau Juga Pendosa : Ade Marheni, dkk : Cakra Press dan SMAPAN : 2015 : 304 halaman
KARYA sastra modern Indonesia saat ini masih dikuasai oleh komunitas-komunitas di daerah Sumatera. Tidak heran, karena kekuatan bahasa Melayu yang sejak awal memengaruhi perkembangan sastra Indonesia sejak zaman Balai Pustaka. Bali, perlu lebih keras untuk melampaui kekuatan literasi pengarangpengarang Jawa-Sumatera yang tetap kokoh dan sulit dipatahkan. Buku ini adalah kumpulan cerpen siswa-siswa di SMAN 8 Denpasar. Merangkum 46 orang cerpenis muda, usaha yang bagus untuk mengajarkan siswa mulai belajar menata pikirannya dan menuangkannya dalam bentuk literasi. 46 cerpen dalam buku ini cukup menarik. Ada harapan untuk melahirkan “sastrawansastrawan” muda asal Bali yang memperkaya khazanah sastra Indonesia. Perlu banyak latihan karena tema-tema yang ditawarkan masih perlu dikembangkan dan dibuat lebih matang lagi. Mungkin sesekali perlu membuat semacam kelas kreatif dengan mengundang sastrawan datang ke sekolah berbagi ilmu. Kritik paling penting adalah buku ini tidak menarik cover-nya. Perlu dipikirkan cover yang lebih menjual dan bisa bersaing di toko-toko buku. Bagaimana pun buku ini perlu diapresiasi di tengah minimnya sastrawan Bali dalam memperkaya kehidupan sastra modern di abad ini. (osi)
5
Azab
CERPEN
Oleh Mona Yolanda SEKALI lagi, aku berhenti membaca buku yang coba kuselesaikan seminggu ini. Tidak satu pun kata dalam buku ini yang berhasil terserap oleh otakku. Telingaku yang terus mendengar lengkingan meminta makan itu, membuat otakku panas. Ini bukan yang pertama bagiku, dan menjadi makanan harian hampir setahun belakangan ini, namun tetap saja, hatiku terusik, perasaanku bercampur setiap kali aku mendengarnya merintih. Oh! Umurnya sudah hampir 80 tahun. Dia saudara sepupu nenekku. Dulu ketika aku masih anak-anak, aku melihatnya sebagai nenek yang cerewet dan tidak pernah suka dengan anak-anak. Dia sering menyiram kami dengan air, jika kami bermain disebelah rumahnya. Ketika aku dewasa dia berubah menjadi orang yang rakus, punya anak-anak yang tamak dan jahat dan menghasilkan cucu yang arogan dan pendengki sebagai teman bermainku. Hal itu membuatku secara alami menjarakkan diri dari lingkungan mereka, apalagi keluargaku sering jadi korban kedengkian dan iri hati mereka. B e liau sering menyindirku dan bertanya pertanyaan remeh yang sebenarnya bagian dari tekanan yang diberikannya kepada keluarga kami. Karena aku dibesarkan dilingkungan ini, aku menjadi terlatih untuk menghadapi orang-orang macam ini. Aku jadi terdidik untuk bisa menangkis semua serangan yang datang dari mulai yang kasar sampai yang halus. Aku jadi bisa berkelit bahkan berbohong, menutupi keadaan keluargaku, yang sebenarnya tidak perlu kulakukan, karena kami tidak pernah melakukan hal buruk. Sebagai anak kecil, meski aku memahami semua keadaan itu, hal itu membuat bekas yang buruk pada jiwaku. Aku tumbuh dalam kewaspadaan tingkat tinggi dan kemarahan yang selalu menggelegak. Namun suara teriakan dan rintihannya menangis minta sepiring nasi, ditengah badannya yang sakit diabetes dan buta, rumah layaknya dikandang anjing, membuatku bergeming. Aku tidak tahan untuk mengacuhkan rintihannya itu. Aku masih merasakan marah, namun marah pada anak dan cucunya yang dengan sadisnya bisa mendengarkannya teriakan kelaparannya dan membiarkannya tinggal sendiri di paviliun belakang rumah mereka. Aku keluar kamar. “Ma, nenek sebelah sudah teriak-teriak setengah jam lebih. Si tante sebelah itu masih belum juga memberinya makan ya?” Mama menghentikan kegiatannya. “Nanti mama yang kasih makan. Lauk mama sebentar lagi matang.” Mama memang sering mengambil alih tugas anak-anak nenek itu untuk memberi makan beliau. “Bagaimanapun dia itu bibi mama. Jadi mama masih ada kewajiban sama dia. Lagipula selain kewajiban sebagai ponakan, kita juga punya kewajiban sebagai orang beriman dan beragama untuk membantu orang tidak mampu.” Begitu selalu jawaban mama setiap kali aku atau adikku mengomel mengenai penelantaran yang dilakukan oleh anak-anak nenek tersebut. “Ma, mama nggak pernah bilang sama keluarga mereka untuk membawa nenek itu ke rumah mereka ? Kejam sekali kalau membiarkan dia tinggal
sendirian begitu. Mana dia sakit, buta lagi. Aku pernah coba masuk kekamarnya itu kemarin, waktu mama nggak dirumah, hampir muntah aku melihat dan mencium bau kamarnya itu ma. Dia seperti hidup di kandang anjing. Kok bisa anak menelantarkan ibunya dirumahnya sendiri? Padahal nenek itu melakukan segalanya buat menyenangkan hati anak-anaknya itu. Bahkan sampai menyerobot tanah kita. Sekarang, jangankan dirawat, nasi sepiring saja nggak dikasih” Aku meracau kesal. Mama menarik nafas dalam mendengar komentarku. “Kemarin mama coba bicara dengan anaknya yang nomor dua. Dia bilang itu azab buat ibunya karena dulu ibunya ini jahat. Jahat sama orang dan juga jahat sama mereka. Dia juga bilang, toh yang menikmati uang pusaka dan tanah pusaka ini anaknya yang bungsu. Harusnya dialah yang mengurus nenek itu. Begitu jawabnya kemarin ketika mama coba bicara.” Aku terpana mendengar jawaban mama.“Dia bilang ini azab ibunya?! Iya mereka tukang azabnya, memang benar ini menjadi azab buat ibunya.” Aku mendelik tidak percaya mendengar perkataan mama. “Dulu, waktu mudanya nenek itu juga jahat sama ibunya. Mama pernah melihat sendiri waktu dia menendang gelas ibunya. Waktu itu mama masih berumur sekitar 6 tahun. Dia marahmarah karena ibunya berisik, saat dia dan suaminya masih ingin tidur. Waktu itu ibunya sedang memegang gelas kopi. Selesai ngomel dia langsung menendang gelas itu dimuka ibunya. Gelas itu terbang ke tungku dan pecah. Ibunya menangis.” Mama menarik napas dalam. \“Dapur mereka dulu itu terbuka, berdekatan dengan dapur rumah kita. Maklum dulu itu kita miskin sekali, rumah dari kayu dengan bangunan
seadanya. Cuma tanah ini yang dipunyai oleh 3 keluarga ini, untuk tempat tinggal, keluarga nenekmu dan dua sepupunya. Itupun hasil pemberian orang. Makanya sampai sekarang kita masih tinggal bersebelahan.” Aku gusar karena penjelasan ibuku. Tanah memang selalu menjadi perebutan utama di masyarakatku. Tanah pusaka yang terdiri dari tanah ulayat, selalu menjadi sumber keributan, dan perebutan. Terutama bagi kaum wanita, yang haknya atas tanah lebih diutamakan dibandingkan dengan kaum lelaki. Kadang mereka kehilangan wibawa mereka sebagai seorang perempuan yang harusnya mengayom, bersifat penuh kasih keibuan, hanya karena ingin memiliki tanah yang banyak untuk diwariskan kepada anak–anaknya dimasa depan. Termasuk nenek sebelah. Aku masih ingat bagaimana dia menteror mama, untuk meruntuhkan pagar rumah kami agar anaknya yang membangun rumah disamping kami bisa mendapat jalan masuk, sedangkan saudara perempuan kandungnya dikomplek tanah yang sama, tidak mau memberi jalan. Walau pada akhirnya mama tidak mengijinkan, tapi tetap saja mama menjadi korban konflik mereka. Setiap melewati jendela samping kamar nenek itu, bau pesing menguar tajam. Mau tidak mau aku sedikit mengeryit ketika melewatinya. Dan kadang aku merasa jahat karena telah mengernyit. Karena aku tahu, orang yang tinggal didalamnya, bukan sengaja ingin tinggal dan membuat tempat itu busuk, dia hanya tidak berdaya dan tidak sanggup lagi untuk berjalan ke toilet untuk buang hajat. Aku sendiri tidak sanggup untuk masuk ke paviliun itu lagi. Karena aku tidak kuat secara mental dan fisik melihat kondisi nenek itu. Aku agak menyesal juga, kenapa lemah sekali
hingga tidak sanggup menolong nenek itu dalam keadaannya yang sangat menyedihkan itu. Setiap melihat anakanaknya, ingin rasanya melemparkan granat kearah mereka yang masih sanggup mengobrol dengan santai, makan enak dengan bahagia, sementara ibunya harus melolong dulu untuk meminta makanan dari mereka, yang seringkali hanya berupa nasi dingin yang diberi kuah cabe. Kenapa bisa kasih sayang antara anak dan ibu menjadi begitu kosong? Kenapa anak perempuan yang juga sudah menjadi ibu bisa jadi begitu kejam terhadap ibunya sendiri? Manusia macam apa yang dia lahirkan setelah ini? Aku bergidik membayangkannya. Nenek itu jarang bersuara sekarang. Tapi mama tetap secara rutin mengantarkan makanan. Kata mama kondisinya sudah sangat lemah, dan ia hanya tertelentang tidur dan harus disuapi ketika makan. Dia merasa waktunya sudah dekat, dan sampai saat ini ia masih belum merasakan kasih sayang anaknya. Sore ini mama dan tanteku berniat untuk memandikan nenek itu. Hanya mereka berdua saja. Dan setelah itu mama sekali lagi ingin meminta anak nenek itu untuk membawa ibunya kerumahnya. Esok paginya aku dengar kabar, nenek itu sudah dipindahkan ke rumah anaknya. Entah mengapa aku merasa lega. Mungkin karena melihat ibuku yang lega juga. Tiga hari kami tak mendengar kabar dari keluarga mereka. Pagi itu mama sedang sibuk menyiapkan teh dan sarapan pagi untuk kami semua. Tiba-tiba handphone mama berdering. “Assalamualaikum...innalilahi wainnailaihi rojiun...siapa yang mendampinginya saat ajal? Ya sudah, kalau begitu saya segera kesana...” Kami semua menatap mama dengan mata bertanya-tanya. Mama menarik nafas dalam. “Nenek sebelah meninggal. Anaknya tahu ibunya meninggal ketika ingin menyuapkan air kemulut ibunya, air itu langsung meleber keluar. Beliau mati dalam kesendirian, dirumah anaknya yang begitu dibelanya seumur hidupnya. Tiga hari saja sudah cukup baginya untuk merasakan sedikit kenikmatan tinggal di rumah anaknya, walau mereka mengurusnya dengan setengah hati. Tapi paling tidak beliau merasakan juga diurus oleh anaknya. “Bahkan orang tuanya mati pun mereka tidak tahu!!” Kulihat air mata mama menetes. Mama cepat-cepat berbalik kekamar dan segera berganti pakaian. Kami pun bergegas untuk segera berganti pakaian. Jenazahnya terlihat kurus dan tidak terawat, ekspresi wajahnya terlihat sedih dan nestapa. Aku melihat anak-anaknya berusaha memeras air mata masing-masing dan memasang ekspresi sesedih mungkin. Hatiku hambar melihat mereka. Aku turut berduka, tapi bukan untuk mereka. Untuk nenek itu. Dalam hati aku berjanji, aku tidak akan pernah membiarkan ibuku mengalami nasib yang sama seperti dia. Dan aku yakin Tuhan akan mengabulkannya, karena ibuku seorang wanita yang sangat baik. Aku menundukkan kepala dan menadah tangan, menyampaikan sekerat doa terakhir untuk nenek itu. Mudahmudahan dia tenang di alam sana. Padang, September 2015
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
W.G. Sumarta
Adi Wiryadarma Darsono
GAB Sanjaya
Ikhsan Dwiono
DIMENSI
6 ramalan
bintang
Capricorn Peruntungan: Tak perlu terlalu menyesali kejadian yang telah lampau karena itu tidak ada gunanya. Yang penting, bagaimana caranya untuk bisa bangkit kembali sehingga kegagalan itu bisa terbayar lunas. Karier: Kesempatan untuk bangkit cukup terbuka lebar, sehingga sangat disayangkan jika keragu-raguan menghalangi langkah karier anda untuk menuju kesuksesan. Kesehatan: Walaupun hanya batuk dan pilek sebaiknya tetap diberi perhatian serius dan hindari makanan dan minuman yang dapat memperparah penyakit anda. Keuangan: Lagi kurang mujur. Untuk itu jangan coba-coba main spekulasi, ada baiknya anda bertahan saja. Asmara: perlu sikap bijak dalam menerima segala keinginannya, jangan berpikiran negatif dulu. Aquarius Peruntungan: Jangan terlalu bersedih karena beginilah hidup ini, terkadang kenyataan yang ada ternyata sering tidak sesuai dengan bayangan semula, walau begitu tetaplah tenang dan tidak perlu mengeluh pada siapapun juga. Karier: Jangan sampai orang lain mengambil keuntungan dari kesalahan yang telah anda lakukan, maka dari itu berhati-hatilah. Kesehatan: Kebugaran tubuh tampaknya perlu mendapat perhatian serius, jangan biarkan badan anda bertambah melar saja karena anda lepas kontrol dalam mengonsumsi makanan. Keuangan: Masih harus di-manage dengan benar dana yang ada agar anda tidak malah pusing dengan adanya pemasukan tersebut. Asmara: Hilangkan prasangka buruk yang bisa menghancurkan suasana yang sudah cukup tenang ini. Pisces Peruntungan: Di minggu-minggu ini suasananya sangatlah tidak mendukung untuk terlalu bersikap agresif, maka ada baiknya anda mengikuti kondisi yang ada ini dengan berlaku sesuai proporsi yang ada dan tidak perlu terlalu memaksakan diri. Karier: Tak perlu terlalu dipikir, serahkan saja semua pada yang di Atas. Kesehatan: Manfaatkan waktu luang untuk istirahat, agar kondisi badan bisa kembali fit dan tetap fight. Keuangan: Jaga dana yang ada, jangan sampai pemborosan menimpa keuangan anda karena segala proyek bisa hancur berantakan jadinya. Asmara: cukup bicara seperlunya saja, buat apa panjang-panjang nanti malah dikatain cerewet. Aries Peruntungan: Karena momen di minggu ini sangatlah bagus, maka ada baiknya jika anda segera menuntaskan segala tanggungan yang selama ini masih terasa mengganjal langkah anda. Jangan memikirkan untuk bersenang-senang dulu karena masih belum saatnya bagi anda untuk bersikap seperti itu. Karier: Kencangkan ikat pinggang demi kesuksesan langkah anda ke depan nanti. Kesehatan: Positive thinking sajalah terhadap setiap permasalahan yang muncul, segera dicari hikmahnya itu akan dapat membuat diri anda lebih tenang dan ringan dalam mengarungi hidup ini. Keuangan: Hindarilah segala bentuk spekulasi, kerjakan saja hal-hal yang sudah pasti karena itu akan lebih mendatangkan hasil daripada usaha yang belum tentu keberadaannya. Asmara: penuh liku dan cerita. Maka dari itu hindarkan dari pikiran yang aneh-aneh. Tetaplah beri yang terbaik padanya. Taurus Peruntungan: Keseriusan sangatlah diperlukan untuk menggapai hasil besar. Konsentrasi tak perlu terpecah dengan berbagai urusan yang tidak ada faedahnya. Cobalah bersikap lebih profesional dan proporsional, sehingga bisnis tetap sukses dan tidak sampai mengalami penurunan. Karier: Jangan pasang muka cemberut, hanya dengan senyum maka suasana akan bisa lebih hangat dan menyenangkan. Kesehatan: Jangan biarkan ketidaktenangan mengganggu makan dan tidur Anda. Untuk itu, jangan ragu untuk bersikap tegas asalkan telah dipikir benar-benar. Keuangan: Jangan main hantam karena itu akan memusingkan anda nantinya. Asmara: Walaupun lagi menjengkelkan, ada baiknya tetap pasang muka manis. Gemini Peruntungan: Kesempatan benar-benar terbuka untuk segera merealisasikan ide-ide yang ada. Jangan ragu dan sangsi, tetaplah optimis dan yakin dengan hasil yang akan didapat nanti. Karier: Omongan yang menciutkan nyali sebaiknya tidak perlu dimasukkan hati, anggaplah angin lalu saja. Kesehatan: Kondisi badan juga tampak cukup segar dan bertenaga, sehingga dalam beraktivitas tidak sampai mengalami gangguan. Keuangan: Mulai stabil dan normal kembali, jika ada keinginan bisa tercukupi saat ini karena pemasukan cukup tinggi. Asmara: Karena keadaan sudah lebih tenang, sebaiknya bisa dipertahankan dengan menahan segala ucapan yang kadang tidak terkontrol. Cancer Peruntungan: Usahakan untuk bisa lebih mandiri dengan tidak melempar tanggung jawab ataupun segala urusan kepada orang lain, karena itu akan bisa mendatangkan masalah bagi anda. Hapuskan ketergantungan dengan orang lain, karena itu hanya akan menghambat dan sulit untuk dijamin kamanannya. Karier: Suasana yang mulai kacau ini ada baiknya segera dipikirkan pemecahannya. Jangan bersikap santai seolah tidak ada masalah. Kesehatan: Kecemasan yang terlalu berlebihan hanya akan membikin makan dan tidur menjadi tidak normal dan tidak teratur. Keuangan: Jangan takut untuk bertindak tegas jika memang ada kebocoran walaupun hal itu cukup banyak menimbulkan pertentangan. Asmara: cobalah dipahami segala kekurangan yang ada pada dirinya, sehingga tidak menimbulkan penyesalan di kemudian minggu. Leo Peruntungan: Situasi cukup mendukung bila digunakan untuk merealisasikan segala rencana besar. Tak perlu takut dengan berbagai persoalan yang bisa timbul dari semua ini, yang terpenting anda tetap melakukan preventif di segala bidang dan tidak mengambil risiko penting dan terlalu berbahaya. Karier: Binalah hubungan yang baik dengan rekan-rekan walaupun terkadang sikapnya masih menjengkelkan. Kesehatan: Tetaplah disiplin dalam menjaga pola makan dan istirahat yang cukup. Keuangan: Tak perlu cemas, karena pemasukan masih cukup lancar dan menjanjikan. Asmara: Tetaplah diam, tidak perlu ikut-ikutan bicara, karena permasalahan yang sudah mereda ini bisa mencuat kembali. Virgo Peruntungan: Cerah dan segalanya lancar serta suasananya juga sangat menyenangkan, sebab memang posisi tampak cukup baik. Adanya sedikit problem tidak bisa menggeser Capricorn dari kedudukannya karena pada akhirnya tetap bisa lolos. Karier: Bersabarlah, yakinlah bahwa semua ini akan berlalu seiring dengan berjalannya waktu. Kesehatan: Masalah hanya di seputar pencernaan yang sebenarnya bisa dicegah jika anda mampu meredam selera makan anda yang senang pedas dan terlalu asam. Keuangan: inilah saatnya bagi anda untuk dapat meraih keuntungan lebih di minggu ini. Asmara: tak perlu jengkel-jengkel lagi jika masih ada asmara di hati, lebih baik saling memaafkan akan mendapat rohmat. Libra Peruntungan: Gejala iri-hati dan gara-gara selalu muncul memancing emosi saja, namun jika bisa tenang dan sabar serta tidak terpengaruh maka dinyatakan berhasil di minggu ini. Karier: Biarkan mereka berbicara semaunya yang penting anda tetap konsentrasi pada pekerjaan. Kesehatan: Harus bisa lebih tenang dan sabar dalam menghadapi semua permasalahan itu, jangan biarkan pikiran kalut dan emosi mangacaukan segalanya. Keuangan: Perlu berhemat dan jangan sembarangan mengeluarkan uang untuk membeli barang yang kurang begitu penting. Asmara: Jangan biarkan keributan atau suasana dingin terus berlangsung. Scorpio Peruntungan: Minggu ini boleh dibilang banyak untung dan mujurnya, oleh karena itu konsentrasi jangan terpecah hanya sebab berita gosip yang belum tentu kebenarannya. Usahakan jangan sampai terpengaruh agar tidak rugi besar. Karier: Posisi lagi oke, untuk itu jangan dilewatkan dengan santai saat yang menguntungkan ini. Kesehatan: Kondisi badan harus tetap terjaga dengan makan dan tidur yang teratur. Keuangan: Tak perlu khawatir walau banyak kebutuhan yang harus dicukupi tetapi masih banyak order dan rezeki yang mengalir. Asmara: Mumpung lagi mujur dan bersinar terang, segeralah temukan solusi yang tepat agar suasana kembali harmonis dan bergairah lagi. Sagitarius Peruntungan: Yang terpenting dalam minggu ini jangan sembrono atau enak-enakkan jika tidak ingin adanya kemerosotan tak berarti. Munculnya hal tak disenangi dalam minggu ini tak perlu dipikirkan secara mendalam. Karier: Ada orang yang sengaja ingin cari-cari kesalahan untuk itu waspadalah. Kesehatan: Kondisi badan anda masih belum seratus persen fit, maka dari itu anda harus menjaganya dengan baik. Keuangan: Bisnis Diasuh Oleh dan rencana dapat berjalan dengan lancar Putri Wong Kam Fu dan pemasukan juga cukup stabil. Asmara: Berlaku Berusahalah mengubah sikap egois agar si 29 November - 5 Desember 2015 dia semakin sayang kepada anda.
Minggu Paing, 29 November 2015
Weda Wakya
Miskin Itu Banyak Harta tetapi Dursila
Mon sugih ring dhana yan dursila daridra ngaranika. (Sarasamuscaya 314)
Maksudnya: Meskipun memiliki banyak harta kekayaan tetapi berbuat yang berlawanan dengan dharma (dursila) itu juga tergolong orang miskin. DALAM kehidupan ini banyak sekali kita jumpai orang yang bergelimang harta kekayaan tetapi berbuat berlawanan dengan dharma. Mereka itu juga tergolong orang miskin. Orang yang banyak memiliki harta kekayaan tetapi harta kekayaannya itu digunakan untuk hidup berfoya-foya sampai di luar jalur dharma. Perbuatannya itu akan membuat orang lain menjadi miskin dan menderita. Misalnya, orang yang banyak harta kekayaannya digunakan untuk membangun usaha, tetapi karyawan yang berkerja di perusahaannya itu dibayar ala kadarnya, padahal keuntungan usahanya sudah sangat layak membayar upah karyawannya seara wajar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tetapi kenyataannya, karyawannya tidak diupah secara wajar. Karena keuntungan usahanya itu digunakan oleh sang pemiliki usaha untuk hidup berfoya-foya mengumbar nafsu. Demikian juga lingkungan tidak diperhatikan, misalnya limbah dari perusahannya itu dibuang sembarangan. Hukum tidak diperhatikan, seperti berusaha tanpan izin sesuai dengan hukum yang berlaku. Usahanya tidak memperhatikan ciri khas budaya setempat. Dia berusaha untuk cari untung sendiri meskipun itu merugikan pihak lain, tidak juga bayar pajak. Tidak pu-
nya CSR untuk kan unsur yang Oleh I Ketut Wiana memperhatikan utama dalam keadaan sosial kehidupan berdan lingkungan alam di seki- sama membangun kemakmutarnya. Orang banyak punya ran yang adil. Orang dapat kekayaan harta benda yang disebut Danada atau investor demikian itulah sesungguhnya apabila mereka tidak egois tergolong orang miskin. dalam menginvestasikan harta Tetapi kalau ada orang yang kekayaannya itu. Investasi banyak punya harta kekayaan harus mematuhi hukum yang mau menginvestasikan ke- berlaku, tidak melanggar HAM, kayaannya itu dengan benar, menjaga kelestarian lingkunbaik dan tepat, tentunya orang g a n d a n c i r i k h a s b u d a y a . yang demikian itulah orang Sebelum investasi digulirkan kaya sebagai investor yang Danada atau investor wajib patut didukung. Apalagi dalam meminta analisis para ilmuwan berinvestasi dia juga meng- sesuai dengan bidang ilmunya gunakan uang bank. Karena masing-masing. Karena Bhbank mengumpulkan simpanan gawad-Gita IV.33 menyatakan: masyarakat dalam berbagai Sarvam karmaakhilam jnyana bentuk. Ada tabungan, ada parisamapyate. Artinya semua deposito, giro dan lain-lain. In- pekerjaan akan sukses apabila vestor yang mengikutsertakan dikerjakan atas dasar pertimpinjaman di bank untuk me- bangan ilmu pengetahuan atau nyertai investasinya tentunya Jnyana. Analisis para ilmumenimbulkan multiplier effect wan tersebutlah hendaknya yang positif lebih luas memban- dijadikan dasar oleh investor gun yang adil. Orang banyak dalam menginvestarikan harta harta yang menjadi investor kekayaannya menjadi modal inyang benar dan baik untuk vestasi. Demikian juga pemermembangun dinamika ekonomi intah dalam memberikan izin kerakyatan itulah yang dapat usaha hendaknya juga mengdisebut orang kaya. gunakan analisis para ilmuwan Canakya Nitisastra I.9 me- tersebut. Selanjutnya, politisi nyatakan, di setiap permuki- wakil rakyat yang mengawasi man hendaknya ada lima unsur proses investasi tersebut agar yaitu: Raaja sebagai pelayan dapat mencapai tujuan memmasyarakat mendapatkan ke- bangun masyarakat sejahtera b a h a g i a a n . P a n d i t a u n t u k yang adil. Masyarakat luas menuntun penguatan spiritual juga wajib mengkritisi kemasyarakat, Vaidya ahli pengo- hidupan investor untuk tetap batan untuk membina keseha- hidup secara wajar bersama tan masyarakat, Danada ada- m a s y a r a k a t , a r t i n y a t i d a k lah orang yang banyak harta mengistimewakan diri. menjadi investor yang baik Kekawin Nitisastra IV.19 mau menanamkan kekayaan- mengingatkan bahwa Dhana nya itu untuk menyejahterakan atau kekayaan itu salah satu masyarakat. Nadi yaitu sun- dari tujuh hal yang bisa memgai. Itulah lima syarat suatu buat orang mabuk atau Mada. permukiman yang baik dapat Kalau bisa tidak mabuk karena membangun kehidupan yang tujuh hal termasuk kekayaan aman damai dan sejahtera. dialah yang dapat disebut Sang Unsur Danada itu merupa- Mahardika atau orang yang
merdeka. Karena itu keberhasilan orang kaya kalau dia mau menginvestasikan kekayaannya itu untuk membangun kesejahteraan yang adil dalam masyarakat. Kalau tidak dialah yang dapat disebut orang miskin meskipun banyak punya kekayaan. Karena kekayaan yang digunakan untuk hidup berfoya-foya mengumbar nafsu itu akan berdampak negatif bagi masyarakat luas. Untuk itulah berbagai pihak wajib waspada dan bijak pada mereka yang hidup bergelimangan kekayaan. Dekati mereka secara wajar untuk diajak mendayagunakan kekayaannya itu diinvestasikan secara benar, baik, tepat dan wajar, sehingga kekayaan limpahan dari Tuhan lewat orang kaya itu untuk memajukan kehidupan bersama yang aman damai, adil dan sejahtera. Berbagai kelebihan dalam bentuk yang berbedabeda yang dikaruniakan oleh Tuhan pada umat-Nya agar mereka mau menggunakan kelebihannya itu untuk saling bersinergi membangun hidup bersama saling memperkuat sesuai dengan kelebihan yang dikaruniai oleh Tuhan. Danada atau investor yang benar, baik, tepat dan wajar itu adalah dapat digolongkan Waisya Varna. Menurut ajaran Sastra Hindu, Waisya Varna itu adalah profesi yang mulia karena bertanggung jawab membangun kesejahteraan masyarakat luas. Profesi tersebut akan bisa berlangsung dengan baik apabila selalu bekerja sama dengan benar dan baik dengan semua profesi yang lainnya. Karena itu kalau jadi orang banyak punya harta, janganlah lupa diri mabuk kekayaaan. Orang yang demikian disebut orang miskin Sastra Hindu.
MIMBAR AGAMA
Betapa Mulianya Keluarga Kita
Keluarga Katolik dipanggil untuk mewartakan sukacita Injil dengan kesaksian hidupnya dan kepeduliannya kepada keluarga-keluarga lain. Dengan demikian, keluarga sungguh menjadi Gereja Rumah-Tangga yang tidak terkungkung dalam dirinya sendiri, tetapi menjalankan tugas perutusannya dalam memajukan Gereja dan menyejahterakan masyarakat (cf. Familiaris Consortio 42). HARI ini, Minggu 29 November 2015, adalah Hari Minggu Adven Pertama atau Tahun Baru Liturgi (Tahun C/ II). Dengan demikian, empat pekan lagi kita merayakan Natal. Pada 18 November 2015, Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Pdt. Dr. Henriette Tabita Lebang dan Ketua Konferensi Waligereja Indonesia Mgr. Ignatius Suharyo telah menandatangani ‘’Pesan Natal Bersama KWI-PGI 2015’’ dengan tema “Hidup Bersama sebagai Keluarga Allah”. Dalam pesan Natal bersama itu, para pemimpin gereja mengajak umatnya untuk bersyukur atas kehadiran Sang Juru Selamat. Peristiwa Natal mengingatkan kita untuk hidup sebagai Keluarga Allah. Kita mempunyai tanggung jawab untuk menjadikan hidup bersama di bumi ini semakin baik. Selain itu, para gembala umat juga mengingatkan umatnya bahwa pemahaman kita tentang keluarga tidak hanya terbatas pada keluarga inti (ayah, ibu dan anak), tetapi keberadaan kita juga bersama dengan keluarga lain dalam satu-kesatuan sebagai umat Allah. Sebagai Keluarga Umat Allah kita mendiami bumi sebagai Rumah Bersama. Hidup bersama sebagai Keluarga Allah mengandung pesan bahwa semua manusia adalah keluarga. Dengan tanggung jawab yang sama kita menjaga hidup bersama agar semakin baik bagi manusianya maupun bagi ciptaan lain. Ajakan para pimpinan gereja ini diwujudkan dengan komitmen bersama umat Kristiani, yaitu memperteguh hati dalam melaksanakan tujuan kehadiran Allah di dunia, yakni menciptakan keadilan, perdamaian dan keutuhan ciptaan. Lebih jauh, hal ini dapat diwujudkan dengan menghayati kerukunan yang damai, adil dan saling menerima dalam keanekaragaman. Berkaitan dengan menjaga keutuhan alam ciptaan, para uskup bersama anggota PGI bergerak bersama umatnya memerangi segala upaya yang merusak alam. Kita harus mengupayakan bumi yang satu ini sebagai rumah kita bersama. Hidup sederhana dan jujur di tengah pengaruh globalisasi keserakahan dan ketidakpedu-
lian, umat Kristiani Indonesia Redaktur diajak untuk Khusus mengendalikan diri dan bersedia MIMBAR untuk hidup berKATOLIK bagi dan menentang sistem dan Ignatius struktur yang merampas hak orang lain. Pada 2-6 November 2015, Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) IV diadakan di Via Renata–Cimacan dengan mengambil tema “Keluarga Katolik: Sukacita Injil, Panggilan dan Perutusan Keluarga dalam Gereja dan Masyarakat Indonesia yang Majemuk”. SAGKI IV yang mendalami tema keluarga sebagai hal penting dan mendesak ini, diikuti oleh 569 peserta yang terdiri dari uskup, imam, biarawan-biarawati, perwakilan umat dari 37 keuskupan, perwakilan keuskupan militer dan kelompok kategorial. Betapa mulianya keluarga kita. Sebab, keluarga merupakan sel pertama dan sangat penting bagi masyarakat (Familiaris Consortio 42) dan keluarga merupakan sekolah kemanusiaan” (Gaudium et Spes 52), sehingga keluarga menjadi tempat pertama seseorang belajar hidup bersama orang lain serta menerima nilai-nilai luhur dan warisan iman. Di situlah seseorang menjadi pribadi matang yang menggemakan kemuliaan Allah. Keluarga Katolik menjadi tempat utama, di mana doa diajarkan, perjumpaan dengan Allah yang membawa sukacita dialami, iman ditumbuhkan dan keutamaan-keutamaan ditanamkan. Dengan penuh iman, gereja menyukuri perkawinan Katolik sebagai sakramen, yaitu tanda kehadiran Allah Tritunggal dalam hidup berkeluarga. Perjumpaan dengan Kristus membawa sukacita Injil (cf. Evangelii Gaudium1). Oleh karena itu, betapa mulianya keluarga kita! Sakramen Perkawinan mengajarkan bahwa pasutri (pasangan suami-istri) percaya bahwa Allah menghendaki, memberkati dan mencintai keluarganya. Keyakinan ini meneguhkan suami-istri untuk setia dalam untung dan malang serta menambah sukacita dalam keluarga baik secara spiritual, relasional maupun sosial. Bercermin dari hidup Keluarga Kudus Nazaret (Tuhan Yesus, Bunda Maria dan Santo Yusuf), keluarga katolik dihayati sebagai ladang sukacita Injil yang paling subur, tempat Allah menabur, menyemai, dan mengembangkan benih-benih sukacita Injil. Di dalam keluarga, suami-istri dan anak-anak saling mengasihi, membutuhkan dan melengkapi. Disebutkan antara lain kesabaran, pengertian dan kebersamaan saat makan, doa dan pergi ke gereja adalah wujud nyata
kasih sayang tersebut. Kasih yang dibagikan tidak pernah habis, tetapi justru meningkatkan sukacita dalam keluarga. SuSuharto kacita keluarga dialami secara spiritual dalam hubungan dengan Allah melalui kegiatan rohani sehingga kerinduan akan Sabda Allah tumbuh, iman makin tangguh, kepasrahan meningkat dan pengalaman dicintai Allah dirasakan. Sukacita keluarga dialami secara relasional saat menjalin perjumpaan dan kebersamaan hidup yang bermutu, mempererat relasi kasih, saling memaafkan, menunjukkan sikap tenggangrasa dan keberanian berkorban serta sadar akan tanggung jawab pada generasi selanjutnya. Sukacita keluarga dialami secara sosial melalui kepedulian terh-
adap orang lain, pelayanan tulus terhadap sesama, pekerjaan sesuai panggilan dan keteladanan hidup. Sukacita makin sempurna saat keluarga disapa dan diteguhkan oleh gereja dalam pelayanannya. Sukacita yang dinikmati di dalam keluarga juga menjadi kekuatan untuk mengasihi Allah dan sesama melalui pelayanan di gereja dan masyarakat tanpa memperhitungkan perbedaan suku, agama, ras dan antargolongan serta kepentingan material. Keyakinan ini diteruskan kepada anak-anak lewat pendidikan iman yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan agar mereka mencintai Allah dan sesama. Selain itu, SAGKI IV juga membahas tantangan keluarga dalam memperjuangkan sukacita Injil dan menggariskan strategi gerak bersama membangaun Gereja Rumah-Tangga (ecclesia domestica). (Sumber Mirifica dan Ucan Indonesia)
PERMATA HATI Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)
ACARA tiga bulanan I Putu Radika Satria Adiastha diselenggarakan di rumahnya di seputaran Monang Maning Denpasar, Senin (23/11) lalu. Putra pertama pasangan Bayu Satria dan Cintya Lestari ini tampak ceria memperingati hari bahagianya tersebut.
Bali
Redité Paing, 29 Novémber 2015
L e m b a r
Bencingah I Wayan Weda
Naminin Pakaryan Rerama NÉNTEN akidik kramané mangkin rumasa kéwuh ngamargiang kauripan ring aab jagat globalisasi sakadi puniki, duaning masané mangkin krama utamanipun krama Bali patut pisan madué pangupa jiwa mangda prasida nagingin sakancan pangaptin kauripan sané kasuén-suén sayan nglimbakang. Nanging pikobet sané kantun akéh kapanggihin ring pakraman inggih punika ngrereh pakaryan sané sukil pisan. Punika mawinan akéh krama sané waged tur pradnyan kapanggih nénten madué pakaryan, yadiastun kénten akéh taler krama sané makarya usaha utawi “bisnis” preragan. Sios punika wénten taler krama sané kaicén utawi polih naminin pakaryan sané dumun kakaryanin olih reramannyané, sakadi sané kamargiang olih I Wayan Weda. I Wayan Weda, sinalih tunggil krama Br. Dajan Peken, Sembung, Mengwi sané naminin utsaha makarya jaja uli miwah jaja gina sané dumun kakaryanin olih reramanipun. Dané sané sampun ngamargiang utsaha puniki saking kalih dasa warsa lintang puniki maosang yéning dané meled nglanturang pakaryan punika duaning dané rumasa madué swadharma mangda utsaha punika tetep prasida becik kamargiang. Kasarengin olih kurenannyané, dané ngamargiang utsaha puniki, sakéwanten sasukat madué cucu sinah utsaha punika kamargiang preragan duaning kurenan dané kaptiang mangda seleg ngempu cucunnyané. “Pianak tiang sareng kalih sampun mawantiwanti mangda tiang wusan makarya jaja puniki tur seleg ngempu cucu kémanten. Nanging tiang rumasa kimud jagi ngrepotin pianak tur tiang rumasa kantun mrasidayang makarya jaja akidik-kidik,” baos kurenan Ni Ketut Murni puniki. Dané laut maosang yéning saraina makarya jaja uli akéhnyané kalih dasa kilo tur jaja gina limolas kilo. Kalih dasa kilo jaja uli punika prasida dados jaja 1000 bidang sakéwanten yéning limolas kilo jaja gina punika jagi ngamolihang jaja 900 bidang. Dané makarya akéh sakadi punika duaning sering pisan karauhin olih krama sané nadak sara rauh ka genahnyané jagi numbas jaja nyantos 4000 bidang ring soang-soang soroh ipun. Punika mawinan dané marasa patut pisan makarya stok. Tatkala katakénin indik pangargan, dané sané sering kasengguh Pan Séri puniki maosang yéning dané ngadol jaja uli antuk pangargan slaé tali sané séket bidang. Asapunika taler ring jaja gina. Punika kocap katentuang saking pangargan ketan sané katumbas dané nyantos 1000 kg abulan. Sané mangkin pangargan ketan sampun nyantos Rp 380.000 slaé kilo, nanging dumun wantah Rp 320.000 sané ngawinang dané ngadol jaja antuk pangargan kalih dasa tali rupiah ring soang-soang soroh séket bidang. Katakénin indik cihna sios saking utsahanyané, pekak sané matuuh pitung dasa warsa puniki maosang yéning dané kantun mapumpun ring bungut paon nganggén saang. Duaning ring pikayunan dané, reratengan minakadi nasi utawi jaja sané karatengin nganggén saang lan bungut paon karasayang jaenan katimbang sané nganggén kompor. Punika mawinan dané kantun nganggén saang yadiastun kéwuhan katimbang nganggén kompor gas. Indik bati sané kapolihang, dané maosang yéning saking patsasur kilo ketan sané kanggén saraina, prasida ngamolihang bati kirang langkung Rp 500.000. “Tiang ngaptiang mangda wénten pianak utawi cucu tiangé sané kayun nglanturang pakaryan puniki, duaning édalem pisan yéning utsaha makarya jaja sané setata lais katumbas puniki nénten wénten sané nglanturang malih,” baos bapak saking Ni Wayan Séri miwah I Made Suryana puniki m a k enyem. (wan)
B a l i
Jaja Uli miwah Jaja Gina
Pralambang Bhakti ring Guru Rupaka
BPM/wan
BANTEN – Kawéntenan jaja uli lan jaja gina wantah mabuat pisan ring makudangkudang tetandingan utawi banten. Punika mawinan jaja punika setata karereh tur katumbas olih krama Baliné
SAKADI sané sampun kauningin, kawéntenan sakancan pula-pali upacara miwah parikrama adat agama Hindu ring Bali janten kapanggihin ring kauripan kramané saraina. Punika wantah tetamian saking leluhur sané nyihnayang kauripan kramané setata becik madampingan sareng palemahan, punika taler pinaka jalaran matur suksma ring Ida Hyang Paramakawi antuk sakancan pasuécan-Idané. Nénten wantah pamargin upacara, krama Baliné taler kaicén tetamian marupa kawagedan-kawagedan makarya piranti-piranti miwah sarana sané jagi kawigunayang ri kala ngamargiang upacara inucap. Sinalih tunggilnyané kawagedan makarya jaja Bali sané jagi kanggén matanding banten. Kruna jaja punika sujatinné mawit saking kruna “dada” sané tegesnyané wantah misadiang pikayunan mangda setata éling, lascarya, miwah suci nirmala. Punika mawinan kawéntenan jaja akéh pisan kapanggihin ri kala makarya upakara utawi banten. Jaja sané sering kanggén ri kala makarya pénjor miwah makudang-kudang sorohan banten inggih punika jaja uli miwah jaja gina. Ring lontar “Tegesing Sarwa Banten”, munggah indik jaja uli sané mawarna barak utawi putih pinaka cihna rasa bagia sané terang galang. Yéning jaja gina wantah cihna saking uning utawi éling. Nénten wantah amunika, kawéntenan makekalih jaja inucap taler pinaka pralambang saking bhakti ring Guru Rupaka. Dadosné, sakancan parindikan i wawu sampun nugesang indik kawéntenan jaja punika mabuat pisan ring makudangkudang soroh banten. Kahanan jaja uli miwah jaja gina punika taler kabaosang olih I Wayan Wéda, sinalih tunggil krama pangadol jaja uli miwah jaja gina saking Désa Sembung, Mengwi. Dané maosang yéning kawéntenan jaja
uli miwah jaja gina punika wantah mapasangan tan bina ya sakadi jaja muani-luh, pralambang Aji Akasa taler Ibu Pertiwi utawi pralambang langit miwah gumi. Punika mawinan kramané akéhan sané nganggén makekalih jaja punika sinarengan ri kala makarya banten yadiastun wantah banten Soda. “Punika mawinan napkala tiang madolan ring pasar, makekalih jaja punika bakta tiang antuk akéh sané pateh minakadi jaja uli akranjang taler jaja gina akranjang. Punika duaning kramané seringan numbas makekalih soroh jaja punika sinarengan,” baos Wéda. Katakénin indik sapunapi kahanan krama sané matumbasan, Weda maosang yéning makekalih jaja puniki setata lais katumbas santukan setata kanggén ring makudang-kudang upacara minakadi ngotonin, nyambutin, masakapan, ngodalin, ngabén, miwah sané siosan. Dané malih maosang yéning sané numbas wantah Sang Serati utawi tukang banten, janten ipun jagi akéh numbas jaja nyantos 2000 bidang antuk soang-soang sorohnyané. Sakéwanten yéning krama sané numbas punika nénten manados tukang banten, sinah numbasnyané akidik-akidik minakadi 25 bidang ring soang-soang jaja. “Wénten taler krama sané nénten dados tukang banten nanging numbas akéh nyantos 200 bidang, santukan jagi kasimpen tur kanggén benjang pungkuran minakadi ring rerainan purnama, kajeng kliwon, miwah sané siosan. Sané sering kapanggih, jaja sané kasimpen gelisan piing utawi mawong, sakéwanten sujatiné yéning jaja uli miwah jaja gina punika sampun becik kakaryanin taler becik kasimpen, jaja inucap nénten jagi wongan utawi piing yadiastun sué kasimpen nyantos nem bulan tur durung kagoréng,” baosnyané ngwewehin. (wan)
Parikrama Makarya miwah Nyimpen Jaja Uli
Ngawinang Becik utawi Kaon Jaja Inucap JAJA uli miwah jaja gina wantah cihna kawagedan utawi local genius krama Baliné indik makarya ajengan utawi jaja sané prasida “awét” utawi sué kabecikan ipun yadiastun nénten kadagingin pengawét kimia. Sios saking dados ajengan, jaja uli miwah jaja gina taler sarana sané mabuat pisan ri kala makarya banten, sakéwanten sering kapanggih jaja sané gelis mawong, piing, utawi gelis nyag tatkala kagoréng. Indiké punika sangkaning parikrama makarya sané kirang becik utawi nganggén lakar sané nénten patut kanggén. I Wayan Wéda maosang lakar sané kanggén makarya jaja uli miwah jaja gina luiré; ketan, gula bali, klapa sané sampun makikih, miwah uyah. Ketan sané kanggén taler ketan sané pinih becik utawi ketan murni sané nénten madaging beras. Santukan yéning nganggén ketan sané jelekan utawi ketan sané kasaran, sinah jaja sané kakaryanin punika jagi gelis benyah utawi aas. “Sios punika ri kala makarya jaja uli utawi jaja gina nénten becik nagingin kanji, duaning sios saking ngulgul rasan ipun taler ngawinang jaja kenyat tur gelis lembék sesampuné wusan kagoréng,” Weda midartayang. Indik parikrama makarya jaja uli kakawitin saking ngemem ketan kantos a jam mang-
Benang-benang Samben (3) “AYO driki malinggih Tungurah,” sapanné Suwarni makenyem manis sumringah. “Béh, sing nyen ngaduk-aduk kasibukan Arnieké jumah? Biasanné yén libur koné Arniek pasti sibuk nulungin mamak ngaé jaja.” Ngurah Jelada nelektekang bajunné Arniek. “Aah, yén sibuk sih sibuk. Nanging yén malali kapahkapah ten kénkén kok. Tapi... ngudiang Tungurah nelektekang déwék tiangé. Napi ada ané tawah utawi ten cocok?” “Sing ada ané tawah. Malah yén Arniek nganggo celana jean lan kaos barak buka jani nge-
B a s a
7
nahné pas gati. Apa buin ...... aah, jag sing mirip anak SMP. Lek atiné mai puk?” “Éééé dadi elek. Napi baané Tungurah nganggo celana péndék, tiang macelana jean lantas lek, kéto? Lamun kéto lakar kelés tiang, lakar genti baan celana péndék pang patuh.” “Sing kéto Niek, tiang sajan demen nepukin Arniek uli mara tepuk pesu uli kamar mandi enu papolosan. Apa buin cara jani suba mapayas .... aah tusing med tiang ningalin. Lantas, yén masanding ajak tiang ané teka nganggo pakéan olah raga, rasa sing adung.”
da ketan inucap kembang, wus punika ketan katiisang lan kakukus. Sesampuné punika ketan kaangkid tur kaadukang sareng klapa makikih miwah uyah nyantos rata tur kakukus malih tur kaangkidang sesampuné lembék. Wus punika laut jaja kagenahang ring panyangkan ipun apetengan sinambi nyantosang mangda jajané dingin. Bénjangnyané sesampuné becik majangka utawi kawentuk ring panyangkan ipun, laut jaja inucap kaangkid saking panyangkan mangda prasida kaiis utawi kagetep tur kajemuh saking semeng nyantos sanja utawi nyantos becik tuh ipun. Yéning indik makarya jaja gina, kakawitin saking ngukus ketan sané sampun kaemem sadurungnyané. Wus punika kaangkid tur kaaru nganggén toya dingin miwah kadagingin uyah, sesampuné rata kaaduk malih kakukus. Yéning sampun lebeng, ketan inucap kaangkid tur kadagingin gula bali sakadi pangaptinné laut kajangka tur kajemuh saking semengan nyantos sanja. Tatkala katakénin indik sané ngawinang jaja gelis piing tur mawong tatkala kasimpen ring belék, Weda maosang yéning punika sangkaning jaja inucap durung becik tuhnyané utawi kantun belusan kidik. Yéning matan ainé becik, sinah jaja sampun tuh tatkala kajemuh saking se-
“Ooh, kénten. Yén tiang tetep marasa adung. Kadén Tungurah mriki mula mabuaka sambilang olah raga? Yén anak olah raga nganggo celana jean, mara ten cocok,” sautné Suwarni raris nesekin Ngurah Jelada sané kebat-kebit bayunné runtag mrasa kambang. “Naah yén masanding kéné dijanné ané ten cocok?” Suwarni ngelut Gusti Ngurah Jelada. “Suksma Luh Adé, yén sajan ragané tusing marasa risih matimpal ajak tiang?” “Oh Tungurah, tiang kayang mémé bapan tiangé ten ngelah keneh médaang timpal. Tiang ngerti kawéntenan Tungurahé di Jero, mawanan sabilang grup iragané kumpul malajah setata deriki apang linggahan saha mamak tiangé nyidang maang bantek téh manis apang selegan malajah. Kadén yén tiang padidi mepes ka jeron Tungurahé
mengan nyantos sanja kémanten, sakéwanten yéning ainé remrem napi malih masan ujan sinah suénan malih galah nyemuhnyané. Wus punika sesampuné wusan kajemuh, jaja patut kagenahang dumun ring genah sané tis mangda prasida dayuhan sadurung ka-
genahang ring belék. Punika duaning yéning kantun kebus sampun kasimpen ring belék sinah jaja jagi gelis benyah utawi nyag. “Sané taler patut kaélingin, ring tengahing belék patut kadagingin antuk dluang kertas koran utawi kalender sané nénten
maguna malih anggén tatakan. Duaning dluang punika prasida nyedot dayuh sané wénten ring tengahing belék mangda nénten ngawinang jajané gelis wongan utawi piing taler mangda jaja prasida becik yadiastun kasimpen nyantos nem bulanan suéné,” baosnyané nugesang. (wan)
BPM/wan
KADENGDENG– Sadurung jaja uli miwah jaja gina prasida kagoréng tur kanggén ring tetandingan banten, patut pisan jaja punika kadéngdéng nyantos becik tuhnyané. Yéning masan endang kadi mangkin, sinah nénten sué kadéngdéngin jaja sampun prasida becik tuhnyané
ngrujak?” “Nah jani kéné Luh Adé, tiang ibi ajak timpal-timpalé muani marencana lakar luas maplesiran keliling Karangasem di Mingguné ténénan. Kénkén Luh Adé milu bareng?” “Napi, milu bareng? Niki Tungurah matari, napi ngajakin, napi mula basa-basi doang ten inget matimpal ajak bareng malajah?” raosné Suwarni matadah tandruh. “Sing kéto Niek. Ukana tiang ajak timpalé ané muani-muani lakar masepédaan keliling Karangasem. Nanging Putu Galang ngaku sing kuat, ngusul menék minibus. Dadinné makejang pada setuju lantas nundén narinin luh-luhé yén nyak milu bareng maplesiran sapisanan perpisahan grup iragané ané ajak roras,” baosné Ngurah Jelada kabilbil. “Yén kénten, sujatinné ten
perlu buin matari, kénkén milu bareng? Yén sampun sang cowok ngajakin grup-é lakar plesir napi pantes ané céwék lakar nulakang? Sajaba pas sakit utawi ada kaperluan ané ten dadi wakilang. Iraga kadung bas briak-briuk sapanggul. Nggih tiang milu yén sampun ngiring Tungurah, mamak ten nombaang napi.” “Niek… Niek, mai jemak minumané,” geluran mamakné Arniek saking paon. “Oh, nggih Mak,” pasautné Suwarni ngraris nyagjagin mamakné. Medal saking paon Suwarni makta nampan madaging téh kalih cangkir saha sanganan a toplés. “Nggih dong minum téhé. Niki kripik sukun ten ja roti kukus, pang ten ngemedin.” “Yén suba Luh Adé maang, mula sing ada ané sing jaen, apa buin lakar ngemedin,”
“Sajaan Tungurah ten med ngajeng kripik? Yén nyingakin klemén pasti nyud. Napi buin yén ada anak matanja ice cream misi susu pasti ngenderin nagih meli,” pasaurné Luh Adé Suwarni matadah jembrut. Gusti Ngurah Jelada ngénggalang nyiup téhné agerosan. “Béh, sajan manis téhé patuh cara ané ngaé. Apa buin kripikné pasti renyah cara ... cara... renyah munyin piring porselin kerajaan Ming di Tiongkok,” baosné Ngurah Jelada. “Ooo niki upahné ngajum dogén uli tuni, uli tiang mara bangun kanti jani,” raosné Arniek saha nyigit pupunné Ngurah Jelada saking gemesné. Nanging masih marasa demen. “Aduh sakit Niek... sakit,” lantas nundikin bangkiangné Arniek apang suud nyigit. “Ampuun Tungurah ampura… raga nakal, mara nawang
tiang ten bani magirikin.” “Nah, lamun kéto, kayang plesiré ingetang pada ngaba bekel apang maan malon-alonan ngajeng di sisin kolamé utawi di pasisi, tusing perlu makan ngwarung di kota.” “Lamun kénten, Tungurah sampunang malih ngaba bekel. Banggayang tiang dogén ané ngaba duang rantang kayang sopir yén nyak bareng makan,” kénten tegesné Suwarni. “Nggih Luh Adé, tiang ten lakar med-med ngidih pabaang Luhé saking tulus.” “Nggih Tungurah, tiang saking tulus suci manah tiangé lakar nutug saha ngayahin Tungurah sasidan-sidan. Napi ké sesampuné pada lulus mangkin iraga kari mapaiketan?” kénten patakénné Luh Suwarni saha padelengdeng yéh paningalanné sedih. (Masambung)
Upacara
8 Bebantenan Natab Banten Majaya-jaya ring Balé Gedé SESAMPUNÉ sang kalih megat benang putih ring carang dapdap waluya puncak upacara makala-kalaan, upacara inucap sampun mamargi nganutin ugeruger agama Hindu ring Bali miwah ugeruger pemerintah minakadi Undang-undang Perkawinan. Salanturnyané sang kalih natab banten pajaya-jayaan ring Balé Gedé. Upacara puniki dados nénten langsung kamargian utawi dados ngruruh déwasa siosan malih. Nanging sakadi mangkiné sampun akéh umat Hinduné wusan natab banten pakala-kalaan kalanturang natab banten pajaya-jayaan waluya banten otonan sang kalih sampun masikian alaki rabi nangun kulawarga ring Grehasta Asrama. Unteng upacara majaya-jaya puniki waluya nyinahang sang kalih sampun embas dados asiki nangun kulawarga ring Grehasta Asrama. Banten sané pinaka unteng luiré banten dapetan minakadi anak maupacara otonan miwah nganggén sesayut nganten. Banten dapetan punika untengnyané nganggén tumpeng waluya niyasa gunung. Gunung pinaka simbol bhuwana, genah i manusa ngamargiang kauripan. Banten dapetan punika waluya painget mangda sang kalih nabdab kulawarga anyar, sané pinih utama nguratiang tur ngraksa kalestarian daging jagat minakadi sarwa prani. Santukan kauripan i manusa napi malih sampun nangun kulawarga sinah sané paling kabuatang wantah sarwa prani mangda uripé nglantur rahayu. Dadosné banten dapetan waluya panuntun mangda sami umat Hinduné napi malih sampun dados Grehasta mangda nguratiang ngundukang urip sarwa praniné, santukan sané pinih utama ring urip i manusa wantah kalanduhan sarwa prani. Dadosné suksman banten dapetan waluya patinget mangda ring kauripané punika setata ngutsahayang ngupapira sarwa prani. Upacaya majaya-jaya puniki waluya patinget mangda sang kalih setata ngardi kauripan sané adung alaki rabi tur prasida nangun kauripan sané wareg, waras, wastra, wisma, miwah wasita. Wareg punika cukup pangan, waras prasida seger ring kauripané puniki, wastra prasida cukup sandang, Wisma madrué umah, miwah Wasita prasida ngruruh kabisan miwah kapradnyanan anggén nyanggra kauripan ring kulawarga. Suksman upacara natab banten ba duur punika waluya metuéling sang kalih mangda setata jagra ring déwék sampun Grehasta, nénten kari bajang truna. Yéning sampun Grehasta, sampun madrué tanggung jawab sané sayan limbak ring kulawarga utawi paumahan miwah tanggung jawab ring pakraman. Sané dahat mautama mangda sang kalih setata rahayu ngamel ajahan Satya Hita Wasana sané kasurat ring Sarasamuscaya 224. Sané mawasta Satya Hita Wasana punika kapatutan sané kanggén dasar nangun karahayuan kulawarga. Rahayu punika sané mawasta Hita Wasna. Nika pinaka unteng ngwangun kulawarga bagia. Napi malih yéning sampun madrué putra, sang kalih mangda setata taler nglimbakang tresna asih ring sang putra. Santukan manut Sarasamuscaya 62 kaunggahang; “Grehasta tan ma asih ring anak, niyata panémuanta hala.” Artosnyané, yéning sang Grehasta nénten rungu ring pianak, pacang ngawinang sengkala. Nuntun pretisenatana waluya swadharma utama anak sané sampun Grehasta. (I Ketut Wiana)
Redité Paing, 29 Novémber 2015
Banyu Pinaruh
Raina Nunas Toya Kaweruhan BANYU Pinaruh sajeroning umat Hindu kategesin mawit saking kekalih kruna inggih punika kruna banyu mateges toya, miwah pinaruh mateges pangweruh (pengetahuan). Cutetnyané banyu pinaruh punika kaselehin pinaka toyan kaweruhan sané setata membah tan telas. Sakadi sané kabaosang I Kadek Satria, S. Ag, sinalih tunggil dosén ring Unhi Dénpasar, Banyu Pinaruh mateges nunas toya kaweruhan. “Banyu Pinaruh patut kamargiang semengan sadurung suryané endag, santukan kala punika kasengguh Brahma Muhurta, galah sané becik ngamolihang pencerahan,” dané negesang. Ring rainané puniki, nepet Redité Paing wuku Sinta, akéh kramané ngawit sadurung endag surya sampun matangi tur sayaga malukat sareng kulawarga sané prasida kalaksanayang ring jero soang-soang miwah ring genah tiosan jangkep antuk sarana sané kabuatang anggén malukat Banyu Pinaruh. Kramané malukat malarapan masiram ngrisikin raga miwah keramas saking sekala, yéning saking niskala Banyu Pinaruh mateges ngicalang mala, leteh sané neket ring angga sarira i manusa, pinih utama sané neket sajeroning pikayunan sadurung mawali pacang kadagingin pangweruhan. Sajeroning malukat, krama sané magenah ring pagunungan minakadi ring Karangasem makanten ri kala Banyu Pinaruh sering malukat ring klebutanklebutan toya (tirtha), telaga miwah tukad sané nampek. Yéning krama sané magenah ring wewengkon sané nampek sareng segara minakadi Dénpasar, Badung, Klungkung miwah sané tiosan nglaksanayang Banyu Pinaruh ring pasisi. Simbolisasi nglaksanayang Banyu Pinaruh ring tukad negesang pangweruhan sané sampun katunas ri kala rainan
Saraswati prasida antar membah, yéning simbolisasi nglaksanayang Banyu Pinaruh ring segara negesang pangweruhan punika prasida ngawinang kaweruhan manusa sayan limbak tur nglebur sakancan tambet (awidya), simbolisasi Banyu Pinaruh ring klebutan toya nyihnayang pangweruhan punika kaptiang dados sumber pencerahan majeng kauripan krama miwah déwék ngraga sané prasida kawigunayang sajeroning parindikan sané becik. Krama sajeroning mabanyu pinaruh manut Satria wénten runtutanyané. “Reruntutannyané kakawitin saking semengan umat malukat (asuci laksana) nganggén toya kumkuman, toya sané madaging sakatah sekar sané miyik miwah tirta griya. Sesampuné punika kalanturang ngaturang nasi pradnyan (nasi yasa), jamu sadrasa miwah toya kumkuman pinaka pasucian. Raris nunas toya kumkuman kalanturang ngaturang bakti miwah nunas tirta. Pinih untat nunas labaan Saraswati marupa nasi pradnyan. Nasi pradnyan kawigunayang ring raina Banyu Pinaruh santukan nasi punika pralambang kawikanan. Malarapan ngajeng surudan nasi pradnyan, i manusa nunas kasidian. Yéning nginum loloh pinaka pralambang sadrasa, pait, pakeh, manis, masem pacang karasayang ri kala nunas ajah-ajahan, mawinan risampun wikan pacang mangguh kasukertan miwah bagia,” baosnyané. Satria ngaptiang, para yowanané mangkin prasida nyemertiang raina Saraswati miwah Banyu Pinaruh malarapan ngwacén sastra-sastra miwah nglaksanayang dharmatula manut ajah-ajahan agama sané prasida kalaksanayang ring banjar-banjar, pura, sekolah miwah kampus gumanti yowanané yakti prasida uning ring semertin Banyu Pinaruh. (uma)
BPM/dok
MALUKAT- Ring raina Banyu Pinaruh, sakatah krama ngamargiang panglukatan ring pasisi kadulurin antuk ngaturang banten panglukatan.
Jaja Cecek Sajeroning Banten Saraswati
Niyasa Pangawit miwah Panguntat Aksara “Watugunung, Saniscara Umanis, pujawalin Bhatara Saraswati widi-widanania, nistania, suci peras daksina, penek ajuman sesayut Saraswati, banten Saraswati, segara gunung, perangkat putih kuning, tansah wangi-wangi, daksina, pengadegan abesik, kembang payas sekar cane, canang yasa.” TEGESNYANÉ, “Saniscara Umanis Watugunung inggih punika pujawali Ida Sang Hyang Aji Saraswati, upakaranyané marupa suci, peras daksina, penek ajuman, sesayut Saraswati, banten Saraswati, segara gunung, daksina linggih, kembang payas, sekar cane, miwah canang yasa”. Sakadi asapunika sané munggah ring sajeroning Lontar Sundarigama. Ring rainan
Saraswati sané sampun kapakélingin rainané dibi, umat Hinduné ngamargiang pamuspan majeng Sang Hyang Aji Saraswati sané nedunang ilmu pengetahuan suci antuk sarana upakara sakadi sané kabaosang iwawu. Ring panglimbak masa sakadi mangkin, krama akéhan ngaturang sarana upakara marupa sesayut Saraswati miwah banten Saraswati sané makéh kadol ring pasar. Manut silih tunggil dosen ring Universitas Hindu Indonesia, (Unhi) Denpasar, I Kadek Satria, S.Ag., maosang ring sajeroning banten Saraswati madaging jaja Saraswati sané marupa cecek, daun bingin, saha piranti tiosan. “Sajeroning banten Saraswati madaging jaja Saraswati sané mawentuk cecek, punika
BPM/dok
BANTEN- Sajeroning banten Saraswati madaging sakatah piranti sakadi jaja saraswati sané marupa cecek, daun bingin, bubuh, nyanyah ngringsing, tumpeng saha piranti panyangkep tiosan.
pinaka simbol pangawit miwah panguntat aksara. Tios punika, akéh sané percaya yéning cecek wantah buron sané madué kekuatan saha kepekaan anggén nerima ilmu spiritual. Kruna cecek sajeroning basa Bali marupa tanda diakritik (.). Aksara napi sané kakaryanin pastika ngawit makarya cecek tur kauntatin antuk tanda cecek punika,” baosnyané. Salanturnyané, Drs. I Ketut Wiana, M.Ag., taler maosang, ring rainan Saraswati banten sané lumrah katurang marupa sesayut Saraswati lan banten Saraswati. “Sesayut Saraswati sané madaging tetiga penek mawarna barak, putih, lan selem pinaka lambang Tri Kona. Sesayut Saraswati suksmannyané pinaka pauwahan, nguwah sané kaon mangda manados becik. Yéning ring banten Saraswati madaging bubuh, daun bingin, jaja Saraswati sané mawentuk cecek saha piranti sajangkepnyané. Daun bingin pinaka lambang kalanggengan, mangda ilmu pengetahuan sané kapolihang prasida langeng tur pangeweruh sané kapolihang prasida nglimbak. Jaja sané marupa cecek pinaka simbol kepekaan. Ri kala ngrereh ilmu pengetahuan suci, iraga patut peka, patut madué konsentrasi sané becik,” baosnyané. Dané sareng kalih taler maosang, agama Hindu punika fleksibel, nénten wénten keterpaksaan. Yéning nénten wénten sesayut miwah banten Saraswati, dados ngaturang canang kémanten ring pustaka suci/ buku-buku sané kaduénang. Nanging patut ngutsahayang ngawigunayang tirta Saraswati sané prasida kapolihang ring
sekolahan, ring geria, utawi genah tiosan sané ngamargiang upacara Saraswati. Tios punika, nyabran nyanggra rainan Saraswati, akéh para siswané pakrimik yéning ring rainan Saraswati nénten dados ngwacén napi malih masesuratan. Manut Satria, sajeroning Lontar Sundarigama kaunggahang sakadi puniki: “Tan wenang angereke, aksara, amaca, anulis, tuwi makidung muang kekawin, tuwi arerasan saluwiring tatuwe aksara suksema, kewalia amuja-muja walinin bhatara Saraswati juga wenang, apan sang pinuja sira amedalaning sarwa dewa, kewala meneng juga sira ayoga.” Tegesnyané: Nénten patut makarya sané mapaiketan ring sastra, ngwacén, nulis, makidung, makekawin, saha pakaryan sané mapaiketan ring aksara. Nanging tetep ngamargiang pamujaan majeng Dewi Saraswati, santukan
sané ngamargiang pamujaan punika pacang ngwujudang kawéntenan para déwata, nanging ipun setata degdeg mayoga. “Ri kala Saraswati, nénten dados ngwacén, nyurat, makidung, makekawin, wantah wentuk saking pengejawantahan yoga. Santukan nénten dados ngwacén, nyurat, saha ngambil pakaryan sané mapaiketan ring aksara, iraga ngamargiang payogan utawi mayoga,” Satria ngwewehin. Dané sareng kalih mapangapti mangda kramané sami ngruruh ilmu pengetahuan suci antuk tatacara sané suci tur kalaksanayang antuk kasucian. Ngereh ilmu pengetahun suci sané mawiguna ring kahuripan, sampunang ngrereh ilmu pengetahuan sané boya-boya. Ngiring sareng-sareng resepang indik kaweruhan punika, taler dadosang ilmu pengetahuan inucap pinaka sarana sané prasida nyuciang kauripan iraga. (uma)
Karya Pujawali ring Pura Luhur Besikalung MAPAIKETAN ring karya pujawali Pura Luhur Besikalung, Désa Babahan, Kecamatan Penebel, Kabupatén Tabanan, prawartaka karya nguningayang atur majeng ida dané indik pujawali sané kamargiang ring raina Buda Kliwon Sinta, 2 Désember 2015 sané jagi rauh. Indik éédan pamargin karya sampun kakawitin duk Buda Umanis Dukut, 17 Novémber 2015 lintang. Duk Buda Umanis Dukut, 17 Novémber 2015 lintang sampun kamargiang upacara pangungkab karya utawi atur piuning. Raina dibi, nepet Saraswati, Saniscara Umanis Watugunung, 28 Novémber 2015 sampun kamargiang pakinkin upacara sari, pangapit, pakinkin upacara Saraswati, pabaktian Saraswati I, pabaktian Saraswati II. Ring raina puniki Redité Paing Sinta, 29 Novémber 2015 kamargiang Banyu Pinaruh, pabaktian Saraswati III, nyamuh gedé, negtegang manik galih miwah nanceb pénjor, mlaspas miwah ngulap ngambé wewangunan, maguru piduka. Salanturnyané raina bénjang Soma Pon Sinta nepet Soma Ribek, 30 Novémber 2015 nyangkepin piranti upakara. Raina Anggara Wagé Sinta nepet Sabuh Mas, 1 Désember 2015 kamargiang parikrama matanding miwah nyoroh banten, ngiyas ampilan miwah ngulap ambé tur catur ngadegang, panyepuhan, mlaspas balé pasandekan. Raina Buda Kliwon Sinta nepet Pagerwesi, 2 Désember 2015 kamargiang dudonan nyanggra panangkilan krama pamedek, nedunang dué sami, ilén panyapsap utawi pacaruan, ilén pamendak, ida bhatara masucian, katurang tari rejang miwah baris, ida bhatara katuran datangan, ngaturang pujawali piodalan, méédan utawi mapurwa daksina, nuur utawi nyanjaan, makincung-kincung, mabyasa nyantos puput. Dudonan salanturnyané ring Wrehaspati Umanis Sinta, 3 Désember 2015 kamargiang antuk upacara panganyaran utawi pabaktian pemedek. Raris ring raina Sukra Paing Sinta, 4 Désember 2015 katuran panganyaran utawi pabaktian pamedek. Raina Saniscara Pon Sinta, 5 Désember 2015 taler katuran panganyaran utawi pabaktian pamedek, ida bhatara katuran ngluhur, katuran panglemekan utawi pamlayagan, miwah panyineban. Ring raina Redité Wagé Landep, 6 Désember 2015 kalaksanayang pula-pali mareresik. Wantah sakadi asapunika sané prasida kaunggahang mapaiketan sareng éédan pujawali Ida Bhatara Luhur Besikalung, dumogi karyané mamargi antar tur ngamolihang sidhaning don saha sareng sami kapaica karahayuan lan karahajengan.
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
MINGGU PAING, 29 NOVEMBER 2015
9
Warriors Petik Kemenangan Ke-17, Sixers Kalah Lagi HAL 12
Christian Eriksen
vs Ancaman Kelelahan bagi Spurs Spurs Chelsea
BPM/ap
Eriksen Ingin Spurs Tetap Waspada London – Gelandang Tottenham Christian Eriksen mengatakan sangat antusias menantikan pertarungan derby London tersebut. “Semua orang suka bermain di laga derby, tetapi kami harus waspada terhadap pasukan Jose Mourinho, tidak peduli posisinya di mana. Klub itu sangat kuat dan memiliki permainan yang berkualitas. Memang, kami sudah mengetahui itu,” kata Eriksen, Sabtu (28/11) kemarin. “Tidak ada waktu bagi kami untuk melakukan kesalahan. Kami telah punya strategi untuk melakukan itu. Menjaga konsentrasi dalam permainan selama mungkin dan pertahanan harus kuat. Kami semua punya keyakinan untuk memainkan sepak bola yang baik agar memperoleh hasil yang positif,” imbuhnya. Eriksen juga ingin Spurs tak membuat kesalahan agar bisa memenangi laga derby London itu. “Chelsea mempunyai kualitas di semua sisi lapangan. Kami tahu itu dan tak ada yang baru mengenai itu. Kami harus memastikan kami tak membuat kesalahan. Menjaga diri kami terus berada di dalam pertandingan selama mungkin, terus bermain ketat dan bermain seusai rencana kami sendiri,” kata gelandang asal Denmark itu. Sejauh ini, pasukan Mouricio Pochettino hanya menelan sekali kekalahan dari 13 pertandingan yang telah dilakoni di liga domestik dan embuatnya duduk diposisi lima klasemen sementara. Sedangkan skuad The Blues telah takluk tujuh laga, hanya mampu memperoleh empat kemenangan dan menempatkannya di peringkat ke-15. (kmb33/rtr)
Wladimir Klitschko
London –
Kebangkitan Chelsea akan diuji Tottenham Hotspur yang sedang melaju apik. Tottenham terancam kelelahan karena melakoni laga Liga Europa, tapi Jose Mourinho merasa hal itu tidak akan mempengaruhi apa pun. Spurs memetik kemenangan 1-0 atas Qarabag, Kamis (26/11) lalu. Pasukan Mauricio Pochettino itu menempuh jarak 4.000 mil ke Baku, Azerbaijan, yang tercatat sebagai jarak terjauh mereka dalam melakoni laga kompetitif. Setelah melalui rangkaian hasil mengecewakan, Chelsea memetik dua kemenangan beruntun atas Norwich City 1-0 dan Maccabi Tel Aviv dan kini menginginkan untuk melanjutkan momentum positifnya. “Kapanpun kami bermain di Liga Champions, kami bermain melawan tim-tim yang tidak punya laga di Eropa,” kata manajer Chelsea itu, Sabtu (28/11) kemarin “Di pekan ini kami sudah bermain. Ketika Anda bermain pada hari Sabtu lalu Kamis seperti Spurs, anda memiliki waktu yang lebih panjang untuk memulihkan diri. Ketika Anda bermain hari Sabtu, Selasa seperti Chelsea Anda sudah overload. Kalau negara ini memutuskan bahwa itu bukan masalah untuk Chelsea, maka tentunya itu bukan masalah pula untuk Tottenham,” sambung Mourinho. “Di Jerman, Italia, Portugal, ada solusi untuk semuanya. Ada aturan untuk semuanya. Jadi, di sini, saya pikir sama untuk semuanya,” imbuhnya. Namun, keinginan Mourinho untuk mencuri poin dari tuan rumah tak akan mudah. Mantan pelatih Real Madrid itu
Andalan - Striker Harry Kane menjadi andalan bagi Tottenham Hotspur dalam laga bertajuk derby London kontra Chelsea malam nanti. Kane mencetak 2 gol di laga sebelumnya melawan West Ham United
BPM/ap
Klitschko Optimis Hadapi Fury Dusseldrof – Juara dunia tinju kelas berat, Wladimir Klitschko, optimis jelang berduel dengan Tyson Furry. Petinju berdarah Ukraina tersebut yakin mampu menganvaskan Tyson pada ronde-ronde awal duel tersebut. “Tujuan utama saya melakukan pertarungan ini adalah menaklukan Tyson Furry, serta membungkam mulutnya dari komentar-komentar konyol yang kerap dilontarkannya,” ucap Klitschko, Sabtu (28/11) kemarin. “Saya berkomentar seperti ini bukanlah hanya sebuah omong kosong. Andaikan Anda melihat dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, saya sudah menunjukkan performa luar biasa,” lanjut petinju berusia 39 tahun tersebut. “Sementara apa yang ia lakukan? Ia hanya melontarkan komentar konyol serta menunjukkan dirinya sendiri sebagai petinju terhebat saat ini. Kini, saya berkesempatan untuk berduel dengannya, dan saya benar-benar sudah tak sabar untuk memberikan ia pelajaran,” sambungnya. Duel antara Klitschko kontra Tyson bakal berlangsung di Dusseldorf Arena, hari ini. Pemenang duel ini berhak mendapatkan status juara dunia tinju kelas berat versi WBA, IBF, IBO dan WBO. Kritik dilontarkan oleh mantan juara dunia kelas berat Lennox Lewis. “Saya pernah punya semuanya. Dia harus merebut yang satu itu (WBC), itu yang terpenting. Setelah itu dia bisa mengucapkan selamat tinggal kepada tinju,”ucap petinju asal Inggris tersebut. Lennox meraih semua sabuk juara kelas berat usai menumbangkan Evander Holyfield pada 1999. Petinju kelahiran West Ham, London itu memutuskan pensiun dari dunia tinju pada 2004 di usia 39 tahun. Sabuk juara dunia kelas berat versi WBC sendiri saat ini masih dipegang petinju Amerika Serikat (AS) Deontay Wilder. Dengan usia menginjak 40 tahun April mendatang, Klitschko hanya punya sedikit waktu untuk menjawab kritikan Lennox. Namun, yang pertama tentu menghadapi Fury. (kmb33/rtr)
tak bisa memainkan lima pemain andalannya. Thibaut Courtois masih absen karena cedera lutut, Ramires dan John Terry mengalami cedera saat melawan Maccabi. Selain ketiganya, Radamel Falcao juga masih diragukan akan bermain pada laga tersebut. Sementara Loic Remy absen karena menemani istrinya yang melahirkan. Dari kubu tuan rumah, Spurs juga tengah berada dalam kepercayaan diri tinggi. Setelah kalah di laga perdana musim ini melawan Manchester United, anak asuh Mauricio Pochettino tak pernah kalah lagi di laga Premier League. Pekan lalu, Christian Erikssen juga tampil gemilang saat membantai West Ham dengan skor 4-1. Bukan hanya modal kemenangan itu saja, Spurs pantas percaya diri karena penyerangnya, Harry Kane tengah panas. Penyerang 22 tahun tersebut tak pernah berhenti menjebol gawang lawan dalam enam laga terakhir di semua kompetisi. Dari enam laga itu, Kane total mencetak sembilan gol untuk Spurs. Jadwal yang ketat telah menyebabkan Pochettino frustrasi dalam beberapa hari terakhir, karena ia harus mengambil enam jam perjalanan ke Azerbaijan dan enam jam pulang lagi ke Inggris sebelum menghadapi Chelsea. Apakah hal ini berpengaruh? Patut kita saksikan pertandingan ini. (kmb33/rtr)
BPM/rtr
Costa Harus Baca Permainan London – Manajer Chelsea Jose Mourinho mempunyai satu tuntutan untuk Diego Costa agar bisa tampil lebih prima. Dia diminta bisa membaca pertandingan dengan lebih baik. Costa tampil kurang baik di musim ini. Alih-alih sering mencatatkan namanya di papan skor, dia malah lebih banyak terlibat konfrontasi dengan pemain lawan. Salah satu yang mendapatkan hukuman setelah ribut dengan pemain Arsenal, Gabriel Paulista. Dia mendapatkan hukuman larangan bertanding dua kali akibat kejadian itu. Dalam 13 pertandingan yang sudah dilakoni di Liga Inggris, Costa cuma membobol gawang lawan sebanyak tiga kali. Dia juga menyumbangkan dua assist. Salah satu gol Costa berujung kemenangan atas Norwich City dalam laga yang berlangsung akhir pekan lalu. Mourinho ingin agar Costa bisa tampil lebih baik lagi. The Special One pun mempunyai saran untuk striker asal Spanyol itu. “Dia tak membaca permainan dengan benar di saat ini. Itu opini saya. Sebagai striker dia harus membaca. Anda harus bermain tak hanya saat Anda memegang bola, tapi
saat pemain menguasai bola. Anda harus mengantisipasi hal dan lebih cepat menguasai pertandingan,” kata Mourinho, Sabtu (28/11) kemarin. “Semua merupakan akumulasi dari kepercayaan diri. Anda tak akan tampil bagus lagi hanya karena Anda mencetak gol saat melawan Norwich. Itu merupakan sebuah proses,” imbuhnya. Pada pertandingan melawan Maccabi Tel-Aviv, Mourinho sempat memarahi Costa di pinggir lapangan. Tak terima, Costa balik memarahi Mourinho. Ketegangan di antara keduanya pun berakhir saat jeda. The Special One memberikan pelukan pertanda permintaan maaf kepada Costa. Meski striker andalannya tengah melempem, Mourinho menegaskan tak mau membeli pemain baru di lini depan pada Januari 2016 nanti. Manajer 52 tahun itu menganggap skuad Chelsea sudah cukup mumpuni demi bersaing di Premier League. “Kami tak membicarakan tentang para pemain, pembelian dan belanja. Semua fokus melakukan pekerjaan terbaik,” tutup Mourinho. (kmb33/ap) Diego Costa
BPM/rtr
BOLA MANIA
10
City Siap Beli Messi dengan Harga Gila
Ancaman Sanksi untuk Real Madrid
Madrid – Kabar buruk menghinggapi klub raksasa Spanyol, Real Madrid. Dilansir sebuah harian setempat, Sabtu (28/11) kemarin, Los Blancos baru saja mendapat sanksi dari FIFA berupa larangan aktivitas registrasi pemain selama dua jendela transfer. Media Catalan itu mengatakan badan sepak bola tertinggi dunia memutuskan memberikan sanksi berat pada Los Blancos, usai mereka dianggap menyalahi aturan dalam merekrut pemain di bawah umur untuk akademi klub. Sayangnya belum bisa dipastikan kapan sanksi FIFA itu mulai diterapkan bagi Madrid. Usaha yang dilakukan untuk meminta konfirmasi resmi tidak membuahkan jawaban memuaskan. Tapi andai tak ada perubahan, Los Merengues harusnya mulai menjalankan sanksi di bursa musim dingin dan bursa musim panas 2016. Bayangkan jika sanksi itu mulai diterapkan pada dua jendela transfer terdekat. Dipastikan akan menghambat rencana Presiden Real Madrid Florentino Perez untuk melakukan perombakan skuat musim depan. Sanksi yang diberikan kepada Real Madrid ini sebenarnya bukan hal baru di Spanyol. Sebelumnya, Barcelona yang merupakan rival abadi Madrid pernah melakukan pelanggaran serupa dan langsung dikenakan sanksi dari FIFA. Barcelona pun tidak bisa mendaftarkan pemain barunya sejak musim dingin lalu, dan baru lepas dari hukuman pada bursa transfer Januari mendatang. (ant/ap)
Menchester – Manchester City berniat membuat reuni antara pelatih Pep Guardiola dan megabintang Argentina (Lionel Messi) di Etihad Stadium. Agar bisa merealisasikan hal tersebut, City dikabarkan siap membelinya dengan harga yang gila.
Belum diketahui berapa dana yang coba dibawa The Citizens sebagai upaya merayu manajemen Barca untuk melepas Messi. Akan tetapi, Manchester Biru kabarnya siap memberikan gaji terbesar dalam rekor klub untuk sang pemain. La Pulga julukan Messi, dilaporkan akan mendapat bayaran di
Enrique Ingin Tambah Pemain
Barcelona – Manajer Barcelona Luis Enrique, menyatakan bahwa Barcelona akan terlibat aktif di bursa transfer Januari 2016. Barca ngotot untuk mendatangkan pemain baru, meskipun mereka memulai musim 2015-2016 dengan skuad yang mengesankan. Barca memang tampil luar biasa. Dari 10 pertandingan terakhir, Messi dan kawankawan hanya menderita satu kekalahan. Bahkan di laga El Clasico, Blaugrana menghancurkan rival abadi mereka, Real Madrid empat gol tanpa balas, Minggu (22/11) lalu. Sebenarnya mereka akan mendapat sokongan tenaga baru dari Alex Vidal dan Arda Turan pada Januari 2016. Kedua pemain itu sudah bisa dimainkan sang pelatih setelah hukuman yang dijatuhkan FIFA berakhir. Meski begitu, Luis Enrique tetap ingin mendatangkan pemain baru. “Saya selalu mendukung untuk memperkuat tim. Kami selalu perlu untuk meningkatkan kualitas skuad,” ujar Enrique, Sabtu (28/11) kemarin. “Tahun ini Anda tahu bahwa kami kehilangan pemain pada akhir musim. Jadi ada perbedaan den- gan musim lalu. Saya selalu mendukung meningkatkan setiap lini, dan kami akan berbicara tentang itu di jendela transfer,” tambahnya. Sang pelatih berharap timnya tidak seperti Real Madrid musim lalu. Madrid mengukir rekor Spanyol dengan menorehkan 22 kemenangan beruntun di semua kompetisi pada akhir 2014. Namun, kemudian merosot setelah pergantian tahun, dan pelatih Carlo Ancelotti dipecat setelah gagal menjuarai Liga Champions, Liga Spanyol dan Copa del Rey. Barca yang memenangi ketiga gelar itu, musim lalu berada dalam penampilan memukau pada beberapa pekan terakhir dan menghancurkan Madrid dengan skor 4-0 di Bernabeu, sebelum menang 6-1 atas AS Roma di Liga Champions. Enrique berharap timnya bisa konsisten hingga akhir musim dan kedatangan pemain baru tentunya akan membantu hal tersebut. “Saya tidak pernah cemas tentang hal itu,” kata Enrique. “Idenya adalah bermain baik sepanjang musim, karena tentu saja gelar-gelar dimenangi pada akhir musim. Sungguh hebat bermain seperti itu melawan rival abadi kami pada akhir pekan lalu. Namun kami harus mampu melakukannya dengan baik pada momen-momen krusial. Kami bermain baik, namun ada jalan panjang untuk dilewati,” tutup pelatih 45 tahun tersebut. (kmb33/rtr)
Minggu Paing, 29 November 2015
City sebesar 800 ribu pounds atau sekira Rp16,6 miliar per pekan. Tentu jumlah ini jauh lebih besar dari pemain The Citizens mana pun. “Perwakilan Messi telah berdiskusi soal rencana gabung City. Kontrak bisa terjadi dengan gaji sekitar 40 juta pounds per tahun,” isi laporan sebuah harian Inggris, Sabtu (28/11) kemarin. Manuel Pellegrini selaku pelatih City saat ini enggan berbicara banyak mengomentari gosip transfer terkait Messi. “Saya tidak berbicara tentang rumor. Tapi saya rasa semua manajer di dunia ingin memiliki Messi,” kata Pellegrini. Sementara itu, kedatangan Guardiola sebagai pelatih baru City semakin gencar dibicarakan dalam beberapa pekan ini. Rumor terbaru
menyebutkan, pelatih 44 tahun itu sudah sepakat dalam perjanjian prakontrak dengan The Citizens. Ia diklaim akan mulai melatih di Etihad Stadium pada kompetisi musim depan. Kembali Pellegrini menganggap ketertarikan klubnya kepada Guardiola hanya sebatas rumor. Pellegrini yakin kabar tersebut sudah menjadi kabar yang berhembus setiap musim. “Itu hanya rumor yang telah kami dengar dalam dua setengah tahun terakhir. Tidak ada masalah soal itu,” ujarnya. Di kubu Barcelona, Pelatih Luis Enrique mengaku belum ada tawaran untuk pemain. Andalanya tersebut. Enrique juga mengatakan bahwa Lionel Messi belum mencapai kondisi terbaiknya saat ini. Messi sebenarnya sudah
tampil bagus setelah kembali dari cedera. Ia tampil sebagai pengganti di El Clasico dan kemudian mampu mencetak dua gol dalam pertandingan menghadapi AS Roma. “Leo terlihat sehat, tapi dia belum 100 persen, jauh dari itu. Dia masih membutuhkan waktu bermain. Tapi Leo tidak butuh kondisi 100 persen untuk membuat perbedaan. Dia butuh waktu untuk kembali ke performa terbaiknya,” terang Enrique. Enrique menambahkan bahwa sejauh ini Manchester City juga belum pernah melayangkan tawaran dalam jumlah gila kepada Barcelona untuk Messi. Semua rumor mengenai ketertarikan City itu sejauh ini belum diwujudkan sama sekali. “Soal tawaran gila Manchester City untuk Leo, itu hanya spekulasi saja, tidak lebih. Saya juga tidak khawatir akan kehilangan Leo karena semua cuma spekulasi,” tutupnya. (kmb33/ap)
West Ham Harus Bangkit
INCAR - Manchester City dikabarkan mengincar megabintang asal Argentina Lionel Messi.
London – Kalah 1-4 dari Tottenham Hotspur akhir pekan lalu membuat arsitek West Ham United Slaven Bilic memerintahkan anak asuhnya untuk segera bangkit. Hal itu dikarenakan lawan mereka pada akhir pekan ini adalah klub yang tak bisa dianggap remeh West Bromwich Albion (WBA). Wajar jika sang arsitek kawatir jelang menghadapi The Baggies. Pada pertandingan sebelumnya, WBA sukses menjungkalkan tim yang sedang dalam momentum bagus yakni Arsenal. “Pada tiga pertandingan terakhir, kami hanya mendapatkan satu poin dan itu bukanlah apa yang kami inginkan,” ujar Bilic, Sabtu (28/11) kemarin. “Kami akan menghadapi
pertandingan kandang dan kami akan coba memenangkannya. Para pemain, seluruh staff, sangat kecewa dengan hasil pekan lalu. Kami akan lakukan apa pun untuk kembali bangkit,” tambahnya. Kemunduran West Ham dalam beberapa laga terakhir diakibatkan pemain terbaik tim Dim Payet dengan 5 gol dan 3 assist harus absen panjang karena cedera. Tanpa Payet, penguasaan lapangan tengah The Hammers terasa tidak berguna. Pekan ini selain tanpa Payet, Bilic juga tak bisa memainkan sang Kapten Mark Noble yang terkena skorsing 5 kartu kuning. Tempatnya akan digantikan Alexander Song yang sudah pulih dan menjalani debut pekan lalu. Carroll dan Sakho akan tetap diandalkan di depan, disaat valencia masih cedera.
Sementara West Brom sedang dalam kepercayaan diri tinggi setelah pekan lalu menang 2-1 atas klub raksasa Arsenal. Sebelum menang atas the Gunners, pasukan Pulis menderita 3 kali kekalahan berutun di EPL. Dengan raihan 17 poin dari 5 menang, 2 seri dan kalah 6 kali, the Baggies berada di posisi 12 klasemen. James Morrison sang pencetak dua gol kontra Arsenal akan menjadi jendral lini tengah WBA bersama Darren Flethcher. Kemenangan dari WBA akan memantapkan posisi The Hammers di zona 10 besar klasemen sementara. Bukan tak mungkin, jika mereka terus tampil konsisten, tiket ke kompetisi Eropa musim depan bisa diamankan. (kmb33/rtr)
Slaven Bilic
BPM/rtr
Gunakan Pesawat
Wenger Dikritik Aktivis Norwich – Arsenal akan bertamu ke kandang Norwich di laga pekan ke-14 Premier League yang akan berlangsung malam nanti. Jelang pertandingan tersebut, pelatih Arsenal Arsene Wenger mendapat kritikan keras. Dirinya dinilai tidak melakukan keputusan yang tidak ramah lingkungan. Wenger memang memerintahkan timnya menggunakan pesawat untuk menuju Norwich. Sebagai catatan, Norwich adalah kota yang berjarak 188 kilometer dari London yang menjadi markas Arsenal. Jika ditempuh menggunakan kereta api maka hanya membutuhkan waktu satu jam. Sementara jika menggunakan pesawat terbang, perjalanan hanya membutuhkan waktu 14 menit. “Keputusan tersebut sangat aneh. Mereka seperti berada di ruang lingkup yang berbeda dengan kita. Ini sungguh ironis,” ujar Jennifer Parkhouse
Gianluigi Donnarumma
selaku aktivis lingkungan Norwich and Norfolk Friends of The Earth, Sabtu (28/11) kemarin. Menurut Parkhouse, apa yang dilakukan oleh pihak Arsenal sama sekali bertentangan dengan program peduli lingkungan yang sedang digalakkan pihak London. Meski demikian, Wenger memiliki alasan sendiri mengapa dirinya menolak untuk menggunakan bus maupun kereta. Keputusan tersebut ia lakukan karena mengantisipasi perbaikan jalan yang sedang terjadi di jalur keberangkatan mereka. “Saat kami mengambil keputusan, di sana sedang terjadi perbaikan jalan. Terkadang akses menuju Norwich sangat sulit. Itu membuat kami memutuskan untuk terbang. Kami tidak selalu menggunakan pesawat. Biasanya kami juga menggunakan kereta atau bis. Ini adalah pengecualian,” ujar Wenger. (kmb33/rtr)
BPM/rtr
Nilai Fantastis Donnarumma
Luis Enrique
BPM/rtr
Milan – Di usia yang masih belia, kiper AC Milan Gianluigi Donnarumma telah memperlihatkan performa yang menjanjikan. Agen top Mino Raiola, mengklaim bahwa Donnarumma bernilai 170 juta euro (Rp 2,4 triliun). Kiper yang berusia 16 tahun, menjadi kiper utama Milan di musim ini. Ia melakoni debutnya untuk tim senior Rossoneri di laga melawan Sassuolo yang berakhir dengan kemenangan 2-1. Di empat pertandingan liga berikutnya, Donnarumma hanya kebobolan dua kali dan dua kali mencetak clean sheet. Termasuk saat Milan mengimbangi Atalanta 0-0, di mana Donnarumma
menggagalkan semua upaya tim lawan. Penampilan apik Donnarumma lantas menghadirkan perbandingan dengan kiper senior Italia dan Juventus Gianluigi Buffon. Donnarumma bahkan disebut-sebut sebagai pewaris sang legenda hidup. “Dia berharga 170 juta euro. Dia punya sebuah masa depan yang hebat. Dia adalah pemuda yang menakjubkan dan sangat disukai oleh semua orang,” ucap Raiola, Sabtu (28/11) kemarin. “Dia sudah menjadi seorang bintang di usianya, tapi dia bisa lebih besar lagi,” kata agen yang mewakili sejumlah pemain top termasuk Zlatan Ibrahimovic dan Paul
Pogba itu. Kabar terkini, klub pemiliknya AC Milan, dikabarkan segera memperpanjang kontrak Donnarumma. Hal itu dilakukan manajemen untuk melindungi adik dari Antonio Donnarumma tersebut dari kejaran klubklub besar Eropa lain. Seperti diketahui, Chelsea, Barcelona, dan Manchester United dikabarkan mulai tertarik dengannya. Kontrak baru Donnarumma nantinya akan berdurasi hingga Juni 2019, atau baru kadaluarsa tiga musim lagi. Durasi tersebut adalah yang paling lama bagi pemain berusia 16 tahun, menurut regulasi Serie A Italia. (ant/afp)
Arsene Wenger
BPM/rtr
GELANGGANG
Minggu Paing, 29 November 2015
11
BPM/ist
KUKKIWON - Para taekwondoin UTI Pro Bali yang meraih medali di ajang Kukkiwon Cup, di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, 21-22 November.
Kukkiwon Cup
Taekwondoin UTI Pro Bali Sabet Tiga Emas Denpasar (Bali Post)Tiga tekwondoin UTI Pro Bali mendulang tiga keping emas dan dua perunggu dalam Kukkiwon Cup. Mereka adalah Wisnu Kumara di kelas +61 kg, dan Taruna Yalasena (-50 kg), untuk kategori ICTU, serta Touryno Ellyas Kasman di kelas +78 kg junior. Sedangkan dua perunggu dipersembahkan dua taekwondoin senior yakni Made Dwija -54 kg, serta Christina Agung Intan di poomsae. Sekum UTI Pro Bali Sabeum Irawan Yuliantao, di Denpasar, Sabtu (28/11) kemarin, menerangkan sebelumnya Kukkiwon Cup pernah dihelat di Jerman dan Kanada, namun kurang berhasil. Justru sukses Kukkiwon Cup ini yang digelar di Tanah Air, persisnya di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, 21-22 November lalu. ‘’Bahkan, pesertanya mencapai 1.609 atlet se-Indonesia,’’ sebut Irawan yang mempunyai lisensi pelatih nasional ini. Penyelenggaraan event tersebut juga dihadiri presiden dan wakil presiden Kukkiwon dunia. Pada bagian lain, Ketua Umum Pengprov UTI Pro Bali Sabeum Johny Kasman menjelaskan, perkembangan UTI Pro Bali saat ini merambah enam daerah yakni Kota Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan, Buleleng, sampai Jembrana. ‘’Kami terus ekspansi dengan mendirikan dojangdojang di daerah-daerah,’’ ucap dia. Selain itu, pihaknya juga bertekad terus menggelar ujian bagi taekwondoin yang berniat meraih sabuk hitam supaya makin banyak anggota sabuk hitam UTI Pro Bali. Johny menjelaskan, para atlet peraih medali di ajang Kukkiwon Cup yakni Taruna berstatus pelajar SMP Harapan Mulia, Touryno siswa SMAN 7 Denpasar, Wisnu (SMP Pamulang Jakarta), Christina (pelatnas UNT Pro), serta Dwija (mahasiswa FE Unud). (022)
BPM/wan
JIBAKU - Bomber BUP Komang Sukarja menggiring bola. Dia bersama rekan setimnya dipastikan tampil berjibaku guna meraih poin penuh atas PSM Makassar pada turnamen Piala Jenderal Sudirman di Stadion Wayan Dipta Gianyar, Minggu (29/11) sore ini.
BUP Tetap Berjibaku di Laga Pemungkas Denpasar (Bali Post)-
Meskipun peluang lolos ke babak delapan besar sudah tertutup, namun tuan rumah Bali United Pusam (BUP) bakal tetap tampil berjibaku, guna meraih kemenangan saat menjamu tamunya PSM Makassar, pada laga pemungkas babak penyisihan Grup B, Piala Jenderal Sudirman yang berlangsung di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (29/11) sore ini. Usai Bali United versus PSM, maka akan dilanjutkan laga kedua yang mempertemukan Persipura Jayapura melawan Mitra Kukar. Sampai sekarang ini, tim yang berjuluk Serdadu Tridatu itu hanya mampu mengumpulkan 2 poin dari tiga kali pertandingan yang dilakoni. Di mana dua poin yang diraih itu saat memenangi drama adu penalti melawan Persipura Jayapura menelan dua kali kekalahan 0-1, atas Mitra Kukar dan 0-2 dari
Semen Padang. Di mana laga terakhir tidak akan mempengaruhi hasil akhir, sekali pun Bali United mampu mengalahkan PSM Makssar, tetap saja peluang lolos sudah tidak ada lagi. Pelatih Bali United Indra Sjafry, di Denpasar, Sabtu (28/11) kemarin, mengatakan memang dari segi peluang lolos ke babak delapan besar sudah tertutup bagi timnya, mengingat di laga ketiga sebelumnya kalah atas Semen Padang 0-2. Meski sudah tak ada peluang
lagi, akan tetapi pihaknya tetap menginstruksikan semua pemainnya agar tetap bermain fight, agar mampu meraih kemenangan di pertandingan terakhir. ‘’Meskipun manang atas PSM Makassar nantinya, tetap saja tidak lolos ke delapan besar. Karena hanya mengumpulkan lima poin, dan kalah selisih poin dari tim yang lainnya. Meski begitu, di laga nanti kami mengharapkan semua pemain tetap bermain semangat,
seperti laga-laga yang sudah dilakoni untuk memberikan hiburan, kepada seluruh semeton dewata yang datang ke stadion untuk menyaksikan pertandingan nanti,’’ ujarnya. Dibagian lain, pelatih PSM Makassar Liestiadi mengatakan, pihaknya tetap bakal bermain habis-habisan dengan pola permainan yang sudah diterapkan selama ini. Pasalnya, masih ada peluang untuk lolos ke babak delapan besar Grup B, dengan catatan mampu meraih kemenangan atas tuan rumah Bali United. Karena tambahan tiga angka itu, akan membawa timnya naik peringkat dengan torehan 7 poin, dari empat laga yang sudah dijalani.
Persipura dan Mitra Kukar yang masih bertengger di papan atas klasemen sementara dengan poin sama 6. Bisa dipastikan kedua tim itu, di laga terakhir bakal bertarung habis-habisan, agar bisa saling meraih kemenangan demi raihan tiket ke depalan besar. Begitu juga dengan kami, hanya kemenangan yang bisa mengantarkan tim lolos ke delapan besar. ‘’Untuk itu, saat melawan tuan rumah Bali United, kami sudah menginstruksikan semua pemain agar bermain semaksimal mungkin, supaya bisa mencuri kemenangan di kandang Bali United. Namun jika kalah, pupus sudah harapan kami untuk melaju ke babak delapan besar,’’ ucap Liestiadi (kmb41)
12 Pemain Cricket Bali Dipanggil Pelatnas Denpasar (Bali Post)Tercatat 12 pemain cricket Bali dipanggil masuk pelatnas. Mereka terdiri atas atlet putra (6), dan putri (6), dan diproyeksikan berguru ke India pada pertengahan Desember mendatang. Ketua Harian Pengprov PCI Bali Made Erawan, di Denpasar baru-baru ini menerangkan, sebelumnya 15 atlet cricket Bali terdiri atas putra (8), dan putri (7) yang dipanggil mengikuti seleknas. Akan tetapi, hasil seleknas menyebutkan hanya tiga atlet Bali yang gagal menghuni pelatnas. ‘’Kuota 12 atlet Bali yang masuk pelatnas tergolong paling banyak
dibandingkan daerah lainnya,’’ kata Erawan. Para pemain cricket Bali yang menghuni pelatnas adalah Gumantika, Dewa Kisawa, Kadek Darmawan, Gede Darma, Wayan Arya, dan Wayan Budiarta. Di sektor putri, atlet yang lolos seleknas adalah Ni Putu Ayu Ananda, A.A. Istri Agung Pranita Bastari, Ni Kadek Furi Reda Rani, Sri Apridayanti, Ni Putu Putri Suwandewi, serta Ni Wayan Sriani. Dikemukakan total atlet penghuni pelatnas yakni 28 atlet, terdiri atas putra (14), dan putri (14). ‘’Jumlah atlet daerah lain yang dipanggil pelatnas yakni Kaltim (3), DKI (3), dan
Jabar (1),’’ ungkap Erawan. Selanjutnya, para atlet pelatnas bakal menimba ilmu cricket persisnya di Kota Jaipur, India. ‘’Olahraga cricket ini berasal dari Inggris, namun sangat populer dan paling memasyarakat di India. Termasuk Presiden Cricket Indonesia dulunya dipegang Yasachin Gopala, juga berasal dari India,’’ kata Erawan. Ia berharap pemain Bali memanfaatkan benar peluang berguru ke India, utamanya menyangkut teknik dan skillnya. ‘’Kami ingin pemain cricket Bali yang ke India, meningkat kualitas permainannya,’’ tuturnya. (022)
Denpasar (Bali Post)Tim futsal Pra-PON Bali kalah tipis atas tuan rumah Kaltim, dengan skor 1-2 pada Pra-PON Grup X, di GOR Palaran, Samarinda, Kaltim, Sabtu (28/11) kemarin. Dua gol Kaltim yang diciptakan Indra di menit ke-16, dan kapten Irfan di menit ke-28 yang mengoyak gawang Marselo. Bali mampu mempertipis kekalahan lewat gol Angga pada menit ke24, menjebol gawang Lukman. Laga kemarin dipimpin Wasit Ahmad Tuharea, Hifni, Sukri, dan Sulaeman. Tim Bali pada menit ke-18 sempat mencetak gol tetapi dianulir wasit, sebab bola tendangan pojok bergulir
saat ditendang. Sebelumnya, tim fusal Bali sukses menekuk Gorontalo dengan skor 7-1, Jumat (27/11) lalu. Ketujuh gol tim Pra-PON Bali yang bersarang ke gawang Gorontalo yang dikawal kiper Erwin, diciptakan Sastrawan dua gol menit ke-14 dan 23, kemudian Pandu menit ke-11, Made Alit menit ke15, De Ryan menit ke-25, Derry menit ke-31, serta satu gol bunuh diri dari pemain Gorontalo. Dalam pertandingan yang dipimpin Wasit Agustinus, Untung, dan Nurwahid ini, Gorontalo mampu mempertipis kekalahan lewat gol Sulaeman di menit ke-16 yang menjebol gawang Marselo. Sektim Nasser Attamimy yang
dikontak kemarin, menyatakan, dalam laga meladeni Gorontalo tim Bali sempat terkena dua kali hukuman penalti. Namun, bersyukur kedua berhasil digagalkan kiper Marselo yang tampil gemilang di bawah mistar. Nasser menjelaskan, kapten Isma Danu Febriawan yang cedera karena benturan keras dengan kiper NTT, sempat menjalani perawatan di RS A Muis Samarinda. Akan tetapi, kondisinya pulih dan bisa diturunkan saat melawan Gorontalo. Tisna Setiawan belum dipasang, akibat kartu merah saat melawan NTT. Bali tinggak menyisakan melawan Papua Barat dan Maluku Utara (Malut). (022)
Tim Futsal Pra-PON Bali Dikalahkan Kaltim
Nyoman Sukada
BPM/wan
Pensiun Dampingi Petenis MANTAN guru olahraga di SMAN 7 Denpasar (Sisma) Nyoman Sukada, telah memasuki masa purnabakti. Pelatih tenis yang biasanya mendampingi atlet Bali ke Popwil dan Popnas, sudah menyerahkan tongkat estafet kepada penggantinya. ‘’Saya cukup lama mendampingi petenis Bali ke Popwil dan Popnas, persisnya sejak 1991 silam,’’ kenang pria kelahiran Pupuan, Tabanan, 8 Agustus 1953. Dia pun mampu melahirkan petenis seperti Agus Sastrawan termasuk tiga anaknya, yakni Putu Anggreni Sekarningtyas dan Made Yeni Sekarningtyas (membela Bali pada PON XV di Jatim 2000), serta Komang Sri Maryati. Selama mengabdi menjadi guru, Sukada mendapat penghargaan Adimanggalya Krida (2003), serta Karya Satya (2013). Petenis asuhannya juga pernah mengukir prestasi seperti Komang Sri Maryati, melanjutkan studi ke sekolah khusus atlet SMA Ragunan Jakarta, sedangkan Yeni Sekarningtyas pernah juara III nasional. Di usianya yang memasuki 62 tahun, Sukada tetap menjaga kebugarannya serta rutin berolahraga. ‘’Olahraga saya sekarang jalan pagi,’’ tutur ayah tiga anak dan memiliki lima cucu ini, yang di rumahnya terdapat seabreg piala. Untuk regenerasi pendamping petenis ke Popwil dan Popnas, Sukada telah menyiapkan Becik Wahyu Saputra (Buleleng), Sadar (Bangli), serta Wayan Sukadana (Gianyar). (nel)
PRA-PON - Pemain futsal Pra-PON Bali.
BPM/wan
BPM/ist
PON - Atlet panahan I Gusti Ayu Yuniastari (kiri) dan Agus Adnyana, yang sukses meraih tiket ke PON Jabar 2016.
Yuniastari dan Agus Adnyana Raih Tiket PON
Denpasar (Bali Post)Setelah berjuang keras, akhirnya tim panahan Bali mampu merebut tiga tiket ke PON Bandung 2016, saat melakoni Prakualifikasi PON cabor panahan yang berlangsung di Lapangan Panahan Pintu 7, Istora, Senayan Jakarta, Sabtu (28/11) kemarin. Di mana dua tiket yang diraih yakni di nomor aduan perorangan recurve putri atas nama I Gusti Ayu Yuniastari asal Perpani Kota Denpasar, dan di nomor aduan perorangan recurve putra Agus Adnyana dari Perpani Kabupaten Buleleng, serta di nomor mixed tim. Sementara di nomor nasional beregu putra Bali yang menurunkan I Gede Agus Ariyanta, Bondan Adihtya P, dan I Putu Susila Dharma gagal mengikuti jejak rekannya m e r a i h t i k e t k e P O N . Ta k hanya di bagian putra, di nomor nasional beregu putri yang menampilkan Bucika Dinda Zahrevi R, Yuyun Herawati dan Ni Luh Wahyu Suryantini, juga belum berhasil mengamankan tiket ke PON Bandung. Ketua Umum Perpani Bali
Sony Gatot Hariyanto saat dikonfirmasi dari Denpasar, (28/11) kemarin mengatakan, setelah melalui perjuangn keras, akhirnya Perpani Bali mamapu meraih dua tiket ke PON Bandung tahun depan. Di mana peluang untuk menambah raihan tiket masih ada, karena pada minggu (29/11) ini, atlet masih bertanding di nomor aduan perorangan compound putra dan putri. Dimana untuk compound putra akan menurunkan Kadek Dian Vanagosi, Kadek Arry Anderzen, Kevin Putu Menzel, Komang Gede Krishnanda dan sektor putri bakal menampilkan Ni Gusti Ayu Widiastari, Tomoko Suzuki, Nanda Noor Gustiriani, Nur Aika Suzuki Hariyanto kembali berjuang untuk memperebutkan tiket ke PON. ‘’Peluang untuk menambah raihan tiket ke PON masih ada. Semoga saja atlet yang turun di nomor tersebut, nantinya bisa bersaing dan menambah kuota atlet ke PON. Untuk itu, kami hanya bisa berharap supaya mereka bertanding semaksimal mungkin,’’ harap Sony Hariyanto. (kmb41)
LAGA
12
Minggu Paing, 29 November 2015
Makau Terbuka
Ronald/Melati Gagal ke Final Jakarta – Pasangan campuran pelatnas PBSI Ronald Alexander/Melati Daeva Oktavianti gagal meraih laga final turnamen grand prix gold Makau Terbuka 2015, setelah kalah dari wakil Korea Selatan. “Kami memang sering kehilangan fokus saat pertandingan. Kami sudah dapat menyusul lawan, tapi kembali terkejar setelah kehilangan fokus,” kata Melati di Makau, Sabtu (28/11) kemarin. Ronald/Melati kalah dari ganda campuran Korea Choi Solgyu/Eom Hye Won 19-21 dan 19-21 dalam pertandingan semifinal selama 32 menit. Ronald/Melati beberapa kali tertinggal dari Choi/Eom pada game pertama setelah menggebrak pada awal 3-0. Ganda campuran muda Indonesia itu sering melakukan kesalahan-kesalahan sendiri dan terus tertinggal hingga game pertama usai 19-21. Pada game kedua, pasan-
gan Merah-Putih itu kembali tertinggal jauh 4-10 karena kesalahan beruntun. Meskipun mampu menyusul 15-13 dan 17-15, Ronald/Melati kembali terkejar dan kalah 19-21 pada game kedua. Melati mengaku punya peluang untuk mengalahkan Choi/Eom. Melati menilai Eom sebagai pemain berpengalaman memang punya penampilan bagus. Tapi, Choi hanya punya keunggulan kekuatan fisik. “Fokus saya juga sering hilang. Kami harus mengevaluasi penampilan kami terutama soal fokus ini. Kami juga perlu latihan teknik lebih keras lagi,” kata Ronald. Selain Ronald/Melati, Indonesia menempatkan dua wakil pada semifinal turnamen berhadiah total 120 ribu dolar AS itu yaitu Ihsan Maulana Mustofa pada tunggal putra dan Rian Agung Saputra/Berry Anggriawan pada ganda campuran. (ant)
BINTANG - Point guard Stephen Curry menjadi bintang kemenangan Golden State Warriors atas Phoenix Suns, Sabtu (28/11) kemarin.
BPM/ant
Ronald Alexander/Melati Daeva Oktavianti
Lyon Takluk dari Montpellier Paris – Tim peringkat kedua Olympique Lyon takluk 2-4 di kandang sendiri oleh tim papan tengah Montpellier di Liga Prancis. Hasil ini membuat peluang mereka untuk mengejar pemuncak klasemen Paris St Germain semakin menjauh. Lyon yang tersingkir dari seluruh kompetisi Eropa akibat kalah 1-2 dari Gent di Liga Champions, tetap tertinggal 13 angka dari PSG. Lyon tertahan dengan koleksi 25 angka dari 15 pertandingan, sedangkan Montpellier naik satu posisi ke peringkat ke-13 dengan 18 angka. Lyon yang dilatih Hubert Fournier menjalani start buruk, dan tidak pernah mampu bangkit ketika Montepellier mencetak dua gol lewat Casimir Ninga. Tim tamu dengan mudah menghancurkan pertahanan mereka. Montpelier unggul pada menit kedelapan ketika pemain Lyon Maxime Gonalons membelokan umpan silang Jerome Roussilon ke gawangnya sendiri di tiang dekat. Tiga menit kemudian, Ninga mengungguli ke-
cepatan Rafael setelah mendapat umpan terobosan dari William Remy, sebelum menaklukkan kiper Anthony Lopes dari jarak dekat untuk menggandakan keunggulan tim tamu. Lyon merespon pada menit ke-14. Tandukan Gonalons dapat ditepis oleh kiper Laurent Pionnier, namun Alexandre Lacazette mampu menyambar bola pantul untuk mengurangi ketertinggalan. BNinga mengubah skor menjadi 3-1 saat babak kedua bergulir tiga menit. Pemain pengganti di babak kedua Souleymane Camara menutup kemenangan bagi tim tamu sepuluh menit sebelum pertandingan usai, setelah Ryad Boudebouz memberi umpan kepada sang penyerang untuk membukukan gol keempat di Stadion Gerland. Rachid Ghezzal mengemas gol hiburan bagi tuan rumah melalui sepakan melengkung dari luar kotak penalti pada menit ke-84. Lyon pun dicemooh oleh para penggemar tuan rumah akibat penampilan buruk mereka. (ant/afp)
Warriors Petik Kemenangan Ke-17, Sixers Kalah Lagi Phoenix – Laju kemenangan Golden State Warriors belum terhentikan. Menaklukkan Phoenix Suns, mereka sukses mencatatkan kemenangan ke-17. Dalam pertandingan di Talking Stick Resort Arena, Phoenix, Sabtu (28/11) kemarin, Warriors menang dengan skor akhir 135-116 sudah mampu unggul jauh di babak kuarter pertama dengan memasukan 44 poin dan cuma kemasukan 27 poin. Di kuarter berikutnya, Warriors masih bisa unggul dari Suns. Mereka menambah 31 poin, dan kemasukkan 30 poin. Saat tengah pertandingan Warriors unggul75-57. Di dua kuarter sisa, Warriors mampu menambah 60 poin lagi, sembari menahan laju poin tim tuan rumah pada angka 59. Skor berakhir dengan angka 135-116. Tampil sebagai pemain terbaik dalam laga itu adalah power guard Warriors, Stephen Curry, dengan catatan 41 poin, enam rebound, dan
delapan assist. Di sisi lain ada juga tim yang mencatatkan rekor terkait start terburuk musim ini. Adalah Philadelphia 76ers yang mencatatkan rekor 0-17 musim ini. Dari 17 laga yang sudah dihelat musim ini, anak asuh Brett Brown sudah keok 17 kali. 76ers bahkan menjadi tim pertama yang kalah 27 kali beruntun, dihitung dari musim lalu, dalam sejarah olahraga di Amerika Serikat. 76ers mengalahkan rekor buruk tim NFL Tampa Bay Buccaneers pada musim
BEBEK GORENG IKAN GORENG + SOUP IKAN
35K
10K 5K
TEH TARIK KOPI BALI
Bali Coffee Warung 63
Jl. Veteran 63A Denpasar Telp.
227439
email : coffeebali@ymail.com web : www.balicoffee63.com
balicoffee63.com
G.0000771-rmk
wood fired
pizza
call service
285367 70K
60K
PIZZA SAMBAL MATAH
PIZZA V E G E TA R I A N
Souleymane Camara
PIZZA SERE TABIA
60K
55K
BPM/rtr
BPM/ap
balipizza
70K
PIZZA RENDANG
65K
PIZZA MARGARETHA BaliPizza Shankara
PIZZA SEAFOOD SHANKARA Jalan Danau Toba No. 7 Sanur - Bali G.0000772-rmk
1976-1977. Jika kembali kalah pada laga selanjutnya, 76ers pun akan menyamai rekor New Jersey Nets – kini benama Brooklyn Nets – sebagai tim NBA dengan rekor kekalahan beruntun terbanyak, yakni 18 kekalahan. Yang paling anyar, 76ers takluk saat menyambangi markas Houston Rockets, Toyota Center. 76ers terbilang kurang beruntung pada laga ini, karena hanya kalah satu bola. Jahlil Okafor dan kawan-kawan kalah 114-
116. Robert Covington menjadi bintang 76ers di laga ini dengan raihan 28 poin, tujuh rebounds, dan delapan steals. Sementara di kubu Rockets, sang megabintang, James Harden, tampil menggila. Dengan 50 poin, sembilan rebounds, dan delapan assists, pemain berjanggut tebal itu menjadi top performer bagi timnya. Di pertandingan lainnya, Heat mampu bangkit dari kekalahan setelah memetik kemenangan 97-78 atas New York Knicks. Heat sempat ketinggalan lebih dulu 26-27 saat kuarter pertama. Mereka bisa bangkit di tiga kuater berikutnya dengan menambah 71 poin. Dan bisa menggalang defense dengan
baik usai menahan perolehan poin Knikcs di angka 41. Heat pun berhasil memetik kemenangan ke-15 musim ini. Gerald Green menjadi penampil terbaik di laga ini dengan 25 poin dan dua rebound yang berhasil dia catatkan. (kmb33/ap/rtr)
Hasil NBA:
Cleveland 95-90 Charlotte Orlando 114-90 Milwaukee Boston111-78 Washington Miami 97-78 Knicks Indiana 104-92 Chicago Houston116-114 Philadelphia Atlanta 116-101 Memphis Oklahoma City 103-87 Detroit San Antonio 91-80 Denver Golden State 135-116 Phoenix Minnesota 101-91 Sacramento
Sastra
Redité Paing, 29 Novémber 2015
13
I Kaki Dengkil
Geginané Buka Nyampat GEGINA? Makasami jatmané waluya mangda madrué geginan. Kocap geginané punika pamekas jagi kanggén ngruruh mertha. Mangda prasida nglanturang urip. Urip manut panumaya samsarané puniki mangda kalanturang ugi santukan punika sujatiné. Urip kalanturang sakantun wungkus awaké puniki ngreges raris padem. Sané padem punika waluya awaké kémanten, nénten Sang Siaku sané nénten naan padem. Wantah asapunika, urip nénten naan padem tur lanturang malih, malih lanturang. Wantah asapunika geginané kabuatang pisan nglantur. Salantur uripé puniki sané nénten naan padem. “Dong nah té…. Apa ené bakat kenehang?” Asapunika I Kaki Dengkil ngrémon wenginé puniki sambilanga ngéling-élingang dawegé kantun ngicénin ajah-ajah ring sekolahan. Inggih, sadurungé nyada sakadi puniki, ipun geginané dados guru. Inunian semengan, ipun karauhin antuk pecak muridné, kocap nyelametin santukan rainané mangkin hari guru. Inggih, I Kaki Dengkil riiné dados guru santukan marasa punika gegina mautama. Guru rupaka, guru pangajian, guru wisésa, tur guru swadyaya, punika catur guru sané patut sunggi baktinin. Guru rupaka, sampun kauningin ngrumaksa nuntun saking alit pecéh. Guru pangajian sané ngicénin ajah-ajah mangda mandrué geginan. Guru wisésa, niki naler sané mabuat sané ngwangun sutreptining jagat malarapan antuk ngupapira warginé sinamian. Sané malih siki, guru swadyaya sang angraksa bhuwana agung tur bhuwana alité mangda jagadhita. I Kaki Dengkil mangkin ngamanahang sujatiné makasami jagi dados guru. Kocap sang guru sané patut kagega tur katiron. “Dini abotné, kénkénang apang déwéké kagega? Turmané pantes katiron?” Asapunika ipun ngrémon padéwékan marasa déwék kalintang tuna santukan nénten patut kagega, napi malih katiron. “Suba dungkal-dangkil kakéné, buina tusing surud-surud sai-sai nuukin keneh padidi? Momo angkarané di malu, asih kinasihé di ungkur! Nyén lakar orahin ngugu? Apané bakat tiron uling solahé cara kakéné?” I Kaki Dengkil nadak sakadi nyelselin déwék. Riin dawegé kantun bajang, dawegé kantun dines dados guru, I Kaki Dengkil dépak pisan ngraina. Santukan kéngin pisan mangda dados conto majeng murid-muridé. Asapunika naler ngraina jemet malajah mangda wénten gegina sané mabuat picaanga. Antuk pascatné micaang ajah-ajah, kantos mangkin ipun gegana antuk sisyané. Asapunika naler, dépak pangantené, resik solahé, dados conto sané patut tirona antuk sisyané. Aklipekan, dawegé kicalan somah, solah I Kaki Dengkilé nungkalik. Napi malih sampun nénten madrué karya malih sesampuné nyada, solahné nungkalik. Seneng pisan néwék ring sepiné, seneng malali ka genah-genahé sané sepi nénten wénten jatma. Ngrimik padéwékan, tur sering pisan nyarca sakancan sané panggihina. Sanunggil rasaanga sané kalaksanayang nénten patut manut manahé carcana kantos engksek sané miragiang. “Kéné ulesné panepasné. Makejang jatmané di panumadiané ené sujatiné dadi guru. Nguruin déwékné padidian, nguruin panak somahé di jumah, nguruin ané patut guruin. Apa ja geginané jemak, patur makejang dadi guru!” Asapunika I Kaki Dengkil marasa déwék sampun galang apadang ngraksa kasuksman guruné punika. Napi malih ipun naan dados guru sané gegana antuk sisyané, dados kasna sané tirona antuk sisyané makasami. Kantos mangkin, kantun wénten sisyané ngrauhin, nyuksmayang ajah-ajah sané naan icénina. Mangkin sisyané riin makeh dané sampun nué geginan manut pangastitiné. Saking pagawé otél kantos dokter tur jenderal. Niki malih asiki, makéh sisyané sané dados danéswara. Saking sisyané puniki piragina, Sang Angawa Raté masolah sliwah. Bruakan mawacana, ngapak-apak merintakan mawacana, ngapak-apak merintah. “Nyén ento?” Asapunika ipun banggras matakén, nyumekenang asapusira sané kabaos Sang Angawa Raté punika. “Ento? Depinang suba kakéto. Buin mani di gantiné ia suud dadi Sang Angawa Rat apang rasaanga. Petengé, pastika lakag magentos lemah. Putihé matimpal selem!” Makulit kantun baos I Kaki Dengkilé mamarna sané kabaos Sang Angawa Rat. Kocap wantah turéksa sayuwakti pisan wantah geginané buka nyampat. Ngraina luuné jagi tumbuh, ilang luhu ebuké katah! “Cutetné, waluya suba ngaluer dadi guru, apa buin dadi guru wisésa, wenang sai-sai malajah! (Jelantik)
Kidung Tresna di Abian Jagung Nyoman Manda GÉPÉ Nyoman Jayaprana ngitungang dinané dadi makelo pesan lemah ajak peteng apang kanti énggal ngitungang cara dugas cerik pules-pulesang ping telu apang nyidayang nepukin dina pasemayané ajak Mbok Ketut Kasih bakal ngalap jagung di abian raganné. Suba di telun
jani ia masemaya bakal nulungin ngalap jagung sig abian Mbok Ketuté. Uling semengan suba sing karuan cekak solahné dadi makelo pesan lingsiran guminé, sing dadi kedeng suryané apang énggalang séng kauh. Di taman ia magaé grasa-grusu, buin ia ngebuang bunga, buin munggelin
bungan pucuk apang sing ngrémbyak pesan. Suba makiré tengai nepet lantas ia marérén laut nunas pica suud kéto maebahan sig balé pagundeman para pangayah puriné. Makelo ia krapatkripit kanti suba séng kauh lan suba sada dayuh guminé lantas gangsar ia majalan ka ancaksaji
anak bajang ané rengkiang ento. “Dadi Beli wanén pesan?” “Beli inguh sing sida baan nyanggelang ketugan kenehé, dadi Beli nyuang makejang?” ia sanget tekek ngisi liman anak bajang ané ngejer demen ento. “Dadi Luh nengil, Luh pedih?” “Yén tiang pedih, dadi depang tiang Beli ngelut bangkiang tiangé, yén Beli makita nyuang... juang suba makejang,” girang ngejer ia ajaka dua. “Luh….” “Beli Nyoman….” “Beli tresna tekén Luh.” “Tiang masi patuh.” “Luh….” “Gelahang suba makejang tiang,” Layonsari lemet kagelut anak truna ané suba mungahin kenehné. Anginé ngesir nglayutang don jagungé lan ngidungang anak bajang ajaka dua ané sedeng manayung kidung semara. “Suba liu maan ngalap jagung Luh,” Layonsari ajak Nyoman Jayaprana makesiab ningeh munyin Mbok Ketut Kasih ané mempen jagung ka sok gedéné. Kondén dabdab kesiabané sagét ada anak nyerit lantang pesan. “Biiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiihhhhh….” makesiab ajaka makejang apabuin Jayaprana ajak Layonsari ané démpét majujuk. Layonsari makéséran krana ajiné, Jero Bendésa Sekar rauh pedih ngapak-apak. “Cening Layonsari mai!” Layonsari nguntul ngejer kéto masi Nyoman Jayaprana. “Dong kéné bikas Ceningé maanying-anyingang di abian jagungé?” “Tiang nulungin Mbok Ketut….” “Nyai Ketut, patuh daya ngusak nyerosang pianak gelahé.” “Ampura titiang….” “Nyén ento kaajak, uling dija ia, ngudiang ia bani maakin pianak gelahé?” pedih kebingkebing kumis bendésané ento, Layonsari ngejer maakin bendesané. “Nawegang titiang, iwang titiang.” “Nyén Cai?” “Titiang parekan puri agungé.” “Parekan…. Cai juru kurung, juru sampat bani maakin pianak gelahé.” “Nyoman Jayaprana juru ugal gong puriné lan juru gending puriné,” masaut Mbok Ketut Kasih ngejer. “Parekan…. ento ané ajak Cening maanying-anyingan?” “Aji….” “Sing pesan nyayangang ukudan, tolih nyén Bapa?” “Sampun uningang titiang, Layonsari wantah okan mekel bendesa deriki.” “Yan Cai suba nawang ngudiang Cai juari pesan awak dekil nagih nyujuh langit. Cening....... mulih jani!” lantas ngedeng liman Layonsariné paida ajaka budal. “Beli Nyoman….,” Layonsari ngeling masesambatan.
Saking Langit Bali
Kapradnyanan Sang Yudhistira (7)
Tuh
Olih : I K. Satria, S.Ag “SANG sané sampun prasida ngamargiang kauripan padéwékan saha nénten malih nyaratang wong tiosan, maratengan preragan saha ngamargiang samian parindikan tiosan wantah sang sané kabaosang bagia. Saraina pacang wénten sané padem, urip, saha embas ring jagaté. Lianan punika i manusa taler éling ring kauripané pacang nemu kautaman, nika sané kabaosang pamargin niskala sané nénten pisan prasida katlatarang ring kauripan sekala. Nyarengin ngamargiang pamarginpamargin sang sané sampun putus saha molihang kasujatian wantah pinaka pamargi sané mautama. Ring kauripané puniki sujatiné makasami daging jagaté kasunarin antuk Ida Bhatara Surya maserana antuk minyak siang miwah latri. Kamargiang antuk sarana bulan miwah daging jagaté siosan, niki sané kabaosang orti pacang kabaosang olih parajanané ring jagaté.” “Uduh Sang Dharmaraja, sapa sira sané madué arta brana sané pinih utama ring jagaté, pinih sugih tan patandingan?” “Uduh Sang Yaksa, sang sané ngayunin asah kawéntenan suka kalawan duka ring galah sané sampun lintang, mangkin, miwah sané jagi rauh, tur ngayunin pateh asing-asing sané ngawinang suka kalawan duka punika sujatiné kawéntenan jadma sané pinih sugih mautama ring jagaté.” Mirengang panyawisé punika, angayubagia pisan kawéntenan yaksané. Yaksané punika raris makenyung manis taler rumasa bangga ring angga indik kawéntenan Ida Sang Yudhistira sakadi asapunika. Kalintang seneng kawéntenan yaksané ring samian panyawis Ida Sang Yudhistira. Antuk pangaksian sané setata mameneng ring anggan Ida Sang Yudhistira, yaksané raris mabaos ring Ida Sang Yudhistira. “Uduh sang sané mautama sajeroning Jagat Bharata. Durus baosang, ring sajeroning pasametonan I Déwané, sira sané kapikayunin maurip malih?” Antuk manah pageh ring pikayunan, Ida Sang Yudhistira nyawis: “Uduh Yaksa, titiang wantah putra kapertama ring Pandawa, putran Ida Sang Pandu. Titiang asih pisan ring makasami sameton titiangé, nénten pisan wénten mabinayan. Yéning pradé Sang Yaksa ngayunin jagi nguripang sameton titiang, titiang nunas sané kauripang Sang Nakula utawi Sang Sahadéwa.” Nyawis yaksané: “Napi mawinan sakadi asapunika Yudhistira? Napiké I Déwa nénten nyaratang Ida Sang Bhima miwah Arjuna?” Nyawis Ida Sang Yudhistira: “Uduh Yaksa, titiang nénten kayun sakadi asapunika. Titiang puniki wantah putran Ida Déwi Kunti, nanging ajin titiangé madué istri kekalih. Yéning wantah putran Ida Déwi Kunti kémanten sané maurip, punika
bakal léwat pamedal agung nuju ka bancingah. Ia nrajang majalan nganginang bakal ka Banjar Sekar. Ada anak nyapatin ia tuah maanggutan lan makenyem krana ia sing bisa ngengsapang kenyem, ento besen bapanné apang ia setata makenyem marep anak lén, apang liu ngelah kanténan. Pidan Mbok Ketut suba ngorahin tongos abiané lan ia sing ja kéweh ngalih krana tongosé ento suba lasag pidan entasin dugas ia enu magaé di abian marengin reramanné. Teked ditu suba dapetanga Mbok Ketut suba ngalap jagung ajak nyaman-nyamané. “Mbok Ketut?” ia nyeritin anak luh ané sedeng ngalap jagung. “Yih Nyoman kadén sing teka,” Mbok Ketut ngaukin déwékné. Ia mréngang kipekané lan mbok Ketut makenyem nepukin tingkahné. “Binjahan duén Luh bakal teka.” “Ah,” ia suba bareng ngalap jagung ané gedé-gedé pesan buahné. Kondén amun apa ia maan nulungin ngalap jagung sagét ada anak nyerit. “Beli Nyoman…. Beli Nyoman Jayaprana,” girang pesan Layonsari maakin Nyoman Jayaprana. “Kanggoang kasép tiang bedik Mbok,” Layonsari makenyem nyapatin Mbok Ketut ané gati ngalap jagung. “Padalem uling tuni ada anak inguh ngantosang,” Mbok Ketut manis manyawis. “Kanggoang inguhan bedik Mbok, jani suba teka dedariné.” “Dedari ngalap jagung,” buin Mbok Ketut ngulgul. “Tiang enu ngayahin ajin tiangé ngajengang,” Layonsari ngalap jagung disamping anak truna ané nyumunin némpétin déwékné. “Nah lautang tulungin Mbok ngalap jagungé.” “Nah Mbok,” sibarengan ia ajaka dua masaut. “Kénéang Beli ngémpok jagungé apang énggalang,” Layonsari ngorahin Jayaprana apang ngisi punyan jagungé, eda buahné kedenga dadi sada nglawan ia. “Beli sing nawang,” ia mapimapi lengeh. “Ené gisi,” Layonsari ngorahin ngisi punyan jagung betén buah jagungé ané bakal kaémpok. Mara orahina buka kéto sing ja punyan jagungé ané gisina nanging liman Layonsari ané sanget tekek gisina. “Beli edot ngalap liman anak jegég nénénan!” “Dadi Beli ngalap liman tiangé?” Layonsari neneng demen anak truna ané ngisi limané. “Sing ja limané duén, masi kenehné bakal émpok Beli.” “Dadi Beli momo pesan, suba limané jani keneh tiangé bakal juang Beli.” “Sing ja kenehné, makejang bakal juang Beli, nyak sing nyak bakal émpok saup Beli,” tan panehen ia suba ngelut bangkiang
nénten ja patut. Punika mawinan titiang nunas mangda nguripang putran Ida Déwi Madri.” Yaksané punika nyumingkin bangga ring kawéntenan Ida Sang Yudhistira. Nénten wénten bebaosan sané medal saking yaksané. Ida Sang Yudhistira raris manyumbah dahating bhakti ring genahé sané becik punika. Antuk kawisésan saha kapradnyanan Ida Sang Yudhistira matur: “Uduh Sang Yaksa, sira kasujatian anggan I Ratuné. Sujatiné yaksané nénten pisan prasida micayang kauripan. Wantah déwatané sané prasida micayang waranugraha kauripan. Minab Sang Yaksa boya ja yaksa kasujatiané, nanging sinalih tunggil déwatané sané mijil jagi ngicénin titiang pangajah-ajahan.” Raris yaksané punika mabaos: “Uduh Cening Sang Yudhistira I Déwa, sujatiné sampun tatas baan I Déwa, turmaning patut pisan pikayunan I Déwané punika. Bapa wantah Bhatara Dharma. Bapa bangga pisan ring kapagehan saha kautaman Ceninge. Yadiastun Cening sampun kenyel saha molihang akéh pakéwuh, nanging kadegdegan pikayunan I Déwané prasida nyawis asing-asing pitakén Bapané, nika wantah sané patut pisan utamayang.” Risampuné mabaos sakadi asapunika, yaksané punika raris mauwah dados kawéntenan déwata sané mabusana sarwa nyalang sangkaning sunar sané ngendih ageng pisan. Ida pinaka déwaning dharma sané mautama sané mangkin kenjekan mabaos majeng Ida Sang Yudhistira. “Cening Sang Yudhistira I Déwa…, sami sameton I Déwané pacang uripang Bapa, durusang panggihin Cening….” Sesampuné asapunika raris medal geni sané murub pisan kawéntenannyané saha ngrurubin sami pasametonan Panca Pandawa sané sampun padem. Ida Sang Bhima, Ida Sang Arjuna, Ida Sang Nakula, miwah Ida Sang Sahadéwa mawali urip waras sakadi jati mula. Sami sampun maurip winaluya matangi saking pasirepan agung sané ngawinang liang anggan dané makasami. Sami lali ring parindikan sané sampun wénten ring anggan dané makasami. Ida Sang Yudhistira taler nénten malih nyatuayang napi parindikané sané wénten punika. Digelis Ida mamargi ninggalin danuné punika tur matemu sareng kidang sané rauh makta teteken sané sampun ical sané banget kasaratang olih Panca Pandawané. Sesampuné punika, tetekené punika kasukserahang malih majeng brahmana lingsir. Ida makasami mawali nglanturang pamargi nuju tengahing alas gumanti pacang nglanturang yasan dané muputang sajeroning semaya. (Puput)
matan ai nyeduh makudus malepuh entikan puret bungluh ngraras nanyuh ubuan bungker sebuh paling inguh tanah ngloping tuh jadmané bincuh bingkih kangin kauh ngalih yéh awaluh bikul milu ngrusuh makejang buduh kadi kena taluh duh Sang Hyang Tuduh picayang damuh mangda sedihé capuh mangda guminé enduh I Ketut Aryawan Kenceng
Kruna
14 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Dharma Sthiti sané katerbitang olih Penerbit Indra Jaya. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
pucu*¾,
Pucung 11.tnÐt)gul/, tan kategul, hnÓk ¡ g ¡À h $ g u h $ n u k ¡ Ñ /, antuk uger-uger unduk, ebbeséÉon&gm, bebas jroning gama,
mzuzé¡*Ágmsmi, manyunjung agama sami, tnæsnÓ¡l/,
tan pasantul,
snÓ¡knÓnÐwrnn/. santukan tan kawaranan. 12.mli;mtu(,
Malih matur
I. A. Krishna Wiweka
Téori Mabuat, Praktik Lewih Mautama MADUÉ asiki kawagedan lewih mabuat saihang ring madué panyiuan téori. Parindikané punika sané katerapang olih Ida Ayu Krishna Wiweka, S.S., ri kala ngamargiang swagina anyarnyané pinaka guru basa Inggris ring SMAN 3 Dénpasar. Sujatiné dados guru nénten ja matetujon ngréméhang téori, madué kawagedan mabasa, punika sané kabuatang olih siswa. Manut anak istri sané embas ring Dénpasar, 25 Desember 1985 puniki wénten patpat kawagedan mabasa sané patut molihang uratian olih guru. Nénten wantah majeng guru basa Inggris miwah basa asing lianan, taler guru basa Indonésia, rumasuk guru basa Bali. Makapatpat kawagedan sané kabaosang Miss Ina— sapunika alumnus SMAN 3 Dénpasar warsa 2004 puniki ketah kasambat, inggih punika kawagedan miragiang (mendengar), mabebaosan (berbicara), nyurat (nulis), miwah ngwacén (membaca). Yéning makasami kawagedan punika sampun kaduénang, dané percaya préstasi sané pacang kapolihang olih guru. Sabeciknyané, yéning wantah prasida ngapalang téori tur molihang nilai ageng sajeroning ulangan, nénten dados jaminan pengajaran basa majeng alit-alité molihang asil sané becik. “Paradigma guru-guru bahasa miwah peserta didik patut kabecikang. Salami puniki wénten sané iwang sajeroning sistem pengajaran bahasa. Akéhan guru-guru lewih nuekang pemahaman téori. Mungguing praktiknyané sesampun punika? Sujatiné sajeroning ngarepin tantangan peluang kerja galahé mangkin miwah riwekas, praktik mabasa sané pinih kautamayang,” baosnyané. Naenin makarya ring sakatah perusahaan swasta miwah kapercayain ngamel posisi becik, rabin Ida Bagus Wisnu Astawa puniki urati pisan ngaksi kawagedan mabasa Inggris aktif sakatah tamatan SMA, SMK miwah sarjana. Sané ngawi angen pisan wantah wénten sarjana tamatan Fakultas Sastra, Jurusan Bahasa Inggris, madué kawagedan mabasa sané ngawinang I. A. Krisnha Wiweka kitak-kituk. Ibu saking Ida Bagus Gde Satwika Manuaba puniki sinambi macanda sering nyaihang kawagedan mabasa Inggris dagang acung ring sakatah objek wisata ring Bali sareng lulusan SMA, SMK samaliha sareng sar-
s*jgÉtit\nÇkup/,
jana basa Inggris. Kawagedan sané kaduénang, mahbah selah makarya pinaka dagang acung sané prasida nyukertain kulawarga. Kaseselin pisan, yéning sarjana basa Inggris nénten bani mabaos nganggén basa Inggris. Dané nyelehin wénten sané iwang sareng sistem miwah metode pengajaran bahasa Inggris salami puniki. Sesampun katuréksain, majanten kaiwangan inucap karasayang kirang adil yéning samian kanggén tanggung jawab guru. Tuntutan ujian nasional sané kanggén tolak ukur keberhasilan ngawinang para guru lewih ngutamayang pemahaman miwah kemampuan téori, sajeroning wentuk pembahasan soal-soal ujian. Pamuputnyané porsi praktik sayan ngedikang, yadiastun molihang nilai becik sajeroning ujian nasional, nanging sajeroning praktiknyané doh saking sané kaptiang. Aget, ujian nasional nénten malih sané nentuang kelulusan, gumanti praktik mabasa prasida sayan becik kalaksanayang olih guru. “Sampunang kantos kaiwangan sané pateh kaulangin malih. Kurikulum 2013 ngicén selah majeng guru sajeroning nuekang kemampuan praktik. Kawagedan mabaos sinunggilnyané, patut molihang porsi akéhan saihang sareng téori,” baosnyané. I. A. Krishna Wiweka sané daweg SMP, SMA miwah ri kala kuliah aktif maorganisasi metuéling guru-guru mangda setata numbuhang rasa percaya ring raga miwah nuntun siswa mangda kayun mabaos. Nénten wantah basa Inggris, taler basa Bali miwah basa Indonesia patut molihang uratian. (ast/yan)
Kruna
Sang jagrati tangan cakup
Basa Bali
AKSARA BALI
du;si\ái;p\)mæÙn/,
1.
alaksa
1. hlk×,
1. sepuluh ribu
duh singgih pangempuan
2.
carma
2.
c(m,
2. kulit
3.
geseng
3.
g)s%,
3. bakar
4.
kajudi
4.
kjudi,
4. dipilih
5.
lipia
5.
lipê,
5. lupa
6.
mintonin
6.
mienÓonin/,
6. mencoba
7.
ngrempini
7.
\Êmæini,
7. mengidam
8.
nyumpéna
8.
zuuemæn,
8. bermimpi
9.
pamisuguh
9.
pmisugu;,
9. hidangan
tumus&hicnuæ*rÖi, tumusang ican sang rshi titê*zuwun/, titiang nyuun enmwsÓksuztn/, né mawasta kasunyatan
10. warikusa
10. prikus,
Bahasa Indonésia
10. ilalang
Redité Paing, 29 Novémber 2015
Guru Sujati IDA dané minab naén miragiang gending lawas Oémar Bakrié sané kagendingang olih Iwan Fals. Daging gendingné wantah kawéntenan guru pangajian duké punika. Sanguné alit karyané ageng miwah agung. Manah lascarya ngamargiang geginan yadiastun naén nyakit keneh. Sami tan karasa sangakaning tulus sujati ngamargiang swadharma. Sangkaning gending punika, Iwan Fals karanjingang ring bui krana daging gendingnyané masesimbing ring guru wisésa. Sios gending Oemar Bakri, wénten malih gending sané dagingnyané mapaiketan ring kawéntenan guru. Gending punika dados Hmyne Guru sané karipta olih Bapak Sartono duk warsa 1980. Dané dados guru abdi ring SMP K atolik S anto B ernandus ring Madiun. Yadiastun sanguné akidik, dané sumeken tulus ngamargiang swadharmannyané salami patlikur tiban. Punika kawéntenan guruné dumun. Rupiahné akidik, nanging karyané agung miwah ageng. Sané
ngawi angob, yadiastun sangunné akidik, dané ngamargiang swadharma madasar manah lascarya ngicén kawruhan, miwah setata ngicén tutur ajah sané luhur. Minab nika sané ngawinang dumun sisyané makéh nreda bakti ring sang guru. Raris sapunapi kawéntenan guru sakadi mangkin? Napi kantun sakadi daging gending Oemar Bakrié? Kasuén-suén saka kidik polih uratian saking guru wisésa. Ngantos medal Undang-undang guru miwah dosén no. 14 tahun 2005. Irika kaunggahang indik guru sané profésional sané polih tunjangan profésional guru. Guru sané profésional manut undang-undang punika yéning sampun ngamel sertifikat pendidik sané kapolihang antuk portofolio, PPLG. Sané mangkin, wénten pitakén sané ngulgul titiang. Napi sampun janten guru sané madué sertifikat profésional dados guru sujati sané lascarya ngamargiang swadharma? Napi sampun janten risampuné polih tunjangan pakaryané nincap? Raris majeng guru sané durung
polih sertifikat pendidik, sané durung dados PNS nénten dados kasengguh guru profesional? Napiké guru sakadi punika nénten kaajiang sakadi guru sané sampun polih sertifikat pendidik? Napiké guru sané kantun ngabdi tur molihang sangu tigang ngatus tali rupiah abulan nénten ja guru sujati utawi profésional? Guru sujati utawi sané kasengguh profesional boya ja sangkaning kertas abidang kémanten sané dados ukurannyané. Guru sujati wantah dané sané lascarya ngamargiang swadharmanyané pinaka guru. Wénten kayun jaga nincapang kawruhannyané miwah sisyannyané. Sisyan-sisyané kanggehang sakadi pianak padidi. Nénten wénten wicara ‘mentingang gajih miwah tunjangan’. Manut sakadi sané kabaosang Anies Baswédan, guru patut dados tetuladan miwah inspirasi majeng sisyané. Guru punika mulia antuk karyanipuné. Wantah guru sané lascarya ngamargiang samian swadarmannyané madasar manah tulus sané kabaos guru sujati. (Ketut Sandiyasa)
Isin Gumi Yatna, Bali Durung Trepti saking Téroris WAKAPOLRI Komjen Pol. Budi Gunawan nyihnayang Bali kantun dados incaran téroris. Yéning selehin, ius Bom Bali 1 miwah Bom Bali 2 kantun banget karasayang, mawinan antisipasi aksi kaum radikal puniki patut nglantur kalaksanayang. Sampunang wantah formalitas kémanten. Mapakéling majeng krama mangda sayan yatna taler maprekanti sareng kepolisian patut kamargiang. Tios punika, angganing kepolisian taler patut ngamargiang sidak majeng penduduk pendatang, genah-genah kos, taler paumahan sané kaséwaang. Parikrama inucap patut setata kamargiang, napi malih Bali kapikayunin genah becik tur genah mapupulnyané para wisatawan asing. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Soma, 23 Novémber 2015 lintang. Nyoman Sura, Jagaraga Nabdabin indik ancaman téroris, titiang mapangapti mangda samian krama sayan yatna. Mawit angganing kepolisian, kepala daérah, bupati, dandim, tokoh adat kantos ka tingakat dusun patut setata yatna. Tios punika patut ngamargiang paum tur ngrereh pamargi sapunapi antuk nambengin téroris punika mangda nénten rauh ka Bali. Napi malih Bali pinaka daérah tetujon wisatawan.
Gedé Merta, Celukbuluh Ngayatnain téroris ngranjing ka Bali sampunang wantah ngandelang angganing kepolisian kémanten. Makasami angganing krama Bali mangda masikian nambengin parindikan inucap. iraga patut éling, Bali kantun dados sasaran para téroris ngamargiang tetujonnyané sané banget mayanin. Tanaya, Kampung Tinggi, Singaraja Yatna ring sakancaning baya patut katincapang. Sampunang kantos ri sampuné wénten baya wawu magrudugan palih patikacuh. Sapunika taler, yéning téroris inucap sampun katangkep patut keni ukuman sané abot. Aji Bima, Banjar Makasami pintu ngranjing ka Bali, inggian sané resmi taler tan resmi patut kajaga ketat tur petugas irika setata yatna ring baya sané pacang nibénin. Para téroris prasida élah ngranjing ka Bali santukan penjagaan irika kirang becik. Indiké punika sané patut kayatnain santukan para téroris malaksana corah ri kala iraga ngléwa. Tios punika makasami krama yéning manggihin parindikan sané tawah mangda gelis nglapor ka petugas kepolisian. (ama)
15
Minggu Paing, 29 November 2015
Nini Nawa November NOVEMBER kali ini segera beranjak berakhir, digantikan Desember. Banyak Sahabat berkeluh, “Kenapa November yang biasanya diguyur hujan, justru terasa lebih panas terik?” Pembacaan kewaktuan Bali Tradisi telah mengisyaratkan, November tahun 2015 ini memang pas tepat dimasuki pengaruh sasih Katiga yang berkarakter panas terik, layaknya bulan Maret-April. Kanem ngunya Katiga, begitulah Bali Tradisi membahasakan. Baru pada Desember-lah tampaknya curah hujan yang lebih deras tinimbang biasanya bakal mengguyur Bali. Ini patut diwaspadai, diantisipasi, terutama efek banyu bhaya — bahaya akibat banjir nan dingin. Bali Tradisi telah mengisyaratkan pembacaan terang benderang, Kapitu ngunya Karo. Justru karena karakter November kali ini yang rada-rada lain itulah rasanya memang perlu dibaca lain. November kiranya bisa dibaca dari namanya yang berakar dari kata nawa dalam bahasa Sanskerta. Artinya: sembilan (9). Tak mengherankan bila pada kelender Romawi kuno, November merupakan bulan kesembilan. Bukan bulan kesebelas sebagaimana diwarisi kini. Lalu, Desember sebagai bulan kesepuluh, berasal dari kata dasa, berarti sepuluh. Konsisten dan konsekuen dari November di masa awal sebagai bulan kesembilan, maka Oktober adalah bulan kedelapan yang berasal dari kata oktaf atau asta. Adapun September merupakan bulan ketujuh, yang berakar dari kata sapta dalam bahasa Sanskerta, berarti tujuh. Begitu seterusnya, sehingga Maret di masa kuno jelas adalah bulan pertama, yang jejaknya tetap konsisten dilakonkan di Bali sebagai Tahun Baru Saka, diawali dengan hening sepi Nyepi. November sebagai bulan kesembilan di masa kuno dalam beragam tradisi peradaban dunia kerap dikaitkan dengan energi ibu, energi feminin. Di Jepang, misalnya, ada festival khusus buat mengagungkan sang Dewi Dapur yang dinamakan Kami.
Dewi Dapur Kami dimuliakan karena tradisi Jepang Kuno menyadari sang Dewi-lah yang senantiasa melindungi keluarga lewat anugerah makanan yang diolah di dapur. Adapun dalam tradisi Barat, November kerap dipahami sebagai Rembulan Salju yang halus lembut, layaknya sang Dewi. Dalam tradisi India, nawa November ini kerap dikaitkan dengan Saraswati sebagai sang Dewi Air, yang mengalir dari Pegunungan Himalaya ke arah barat. Kemudian Saraswati berkembang sebagai sang Dewi Kata-Kata yang mengalir lewat lagulagu pujian dan pujaan nan puitis, tutur kata halus lembut, hingga pidato-pidato. Saraswati juga dikaitkan dengan minuman suci soma yang berdaya penghidup, hingga terakhir berkembang sebagai sakti atau daya feminin Brahma, getaran energi hidup Penciptaan yang senantiasa bertumbuh, meluap, meningkat, maju layaknya mata air yang menyembul jernih bening dari kedalaman rahim tanah Ibu Bumi Pertiwi. Bali Tradisi pun secara turun-temurun tiada henti mengalirkan pemaknaan Nawa November sebagai pemuliaan energi ibu, energi feminin, meskipun di sini November berubah menjadi bulan kelima-keenam (sasih kalmia-kanem). Hingga kini Kalima ini tetap ditandai dengan pemujaan energi Ibu Semestaraya lewat tradisi ngusaba Nini di pura yang terkait dengan pemuliaan energi Ibu, energi kesuburan. Nini pada mula awalnya dalam bahasbahasa Nusatara Jaya memang merupakan sebutan untuk memuliakan perempuan ibu. Nini digunakan sebagai sapaan atau menunjuk tokoh religius, atau putri, atau gadis bangsawan yang belum kawin. Tuhan dalam aspek feminin energi Ibu Semestaraya yang jelita, original, halus nan lembut ini oleh tetua Bali pun disapa mesra: Nini. Nini inilah Ibu Kosmik, Mahaibu. Dialah Ibu segenap ibu, yang mewujud sebagai bulir-bulir padi dan beras nan bernas. lnirta ks
MODERNISME telah membawa perubahan luar biasa dalam kehidupan sosial masyarakat di seluruh belahan dunia. Kecanggihan teknologi era kini sudah mengubah tidak hanya keseharian kita tetapi juga pola pikir mindset dalam memandang segala lini. Di satu sisi internet sebagai kiblat sekaligus penanda kemajuan peradaban mampu menciptakan kelompok-kelompok komunal yang solider dengan kesamaan visi dan interest, tanpa terhalang ruang dan jarak. Di sisi lainnya pada saat yang bersamaan, smartphone dan komputerisasi juga menghasilkan individu yang soliter, terlampau asyik dengan dunianya sendiri, terasing dari hiruk-pikuk lingkungan sekitar. Ya, di abad ke-20 ini, manusia telah menjadi individu yang soliter dan solider sekaligus. Bersamaan dengan itu, segala standar dalam kehidupan tanpa kita sadari juga berubah sedemikian rupa. Hedonisme telah menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja. Dan pemicunya tentu saja kebutuhan yang makin meningkat tanpa dibarengi kemampuan untuk memenuhinya. Karena itulah, materi menjadi begitu penting. Uang adalah fondasi paling mendasar untuk bertahan dalam dunia yang penuh kepentingan. Dua fenomena itulah yang bisa saya cermati ketika membaca novel berjudul Magening karya Wayan ‘Jengki’ Sunarta. Tokoh utama, Mudra, adalah seorang mantan wartawan yang menjadi manager program kesenian pada sebuah yayasan
di sebuah daerah terpencil di Bali Timur. Lazimnya daerah pinggiran, Magening jauh dari hiruk-pikuk macet dan belum dipenuhi hutan beton, magening seakan menjadi sebuah idiom kontradiksi dari kecenderungan masyarakat era kini yang mendewa-dewakan eksistensi. Ada persoalan yang jauh lebih esensi dibanding membuat citra diri di jejaring sosial yaitu kepekaan politik anak muda. Kacret, pemuda dusun yang suka minum arak, saya kira menjadi idiom individu yang mengalami pencerahan sehingga meski dikenal sebagai pemabuk dan pembuat onar, ia merasa perlu untuk maju mendobrak kungkungan kuasa uang dan korupsi di desanya. Di sinilah daya tarik novel ini. Tak sedikit pun Jengki menyinggung tentang teknologi dalam karyanya. Anak-anak muda yang terhimpun dalam sekaa matuakan ini seakan menjadi anomali yang patut disyukuri. Keseharian mereka begitu dekat dengan problema sosial yang ada di lingkungan sekitarnya. Kedekatan yang intens itu menimbulkan kepekaan rasa dan intuisi terhadap persoalan sosial yang lebih urgen untuk diselesaikan. Karena kepekaan itulah yang sangat diperlukan untuk membuat sebuah perubahan berarti bagi masyarakat. Kepekaan dan empati adalah kunci untuk menerobos kecenderungan budaya anak muda masa kini yang lena dalam citra diri hedonisme yang sangat konsumtif. Sayangnya, pesimisme masih menjadi
Membaca Lalu Menghening Lewat Magening
lAlit S.Rini Spirit Saraswati
- nyoman, tiwi dan din Menyenangkan bertaut pada puisi Ketika siang dan malam selalu nyinyir Mendesakkan kehidupan penuh ornamental Terdampar kita di bagian tersunyi dari perburuan samsara, pengembaraan ini Hanya pematang sempit disediakan kehidupan, Melangkah juga kita, Lebih awas dari mereka yang melenggang di jalan lapang. Ketika kemarau memanjang Menjelma jadi seekor naga, Menyembur bunga api dari mulutnya Seperti ingin membuat kita menyingkir Dari kerumunan pejalan. Aku meminta penjelasan langit, Mana sedikit bagian teduh kita Selain keseharian riuh Hari-hari menyesak di arena pertunjukan tikai Kau bertanya padaku, Apa sesungguhnya yang ingin kupertanyakan dari suratan ini. Kukatakan padamu, Kisahku telah rampung berpuluh tahun Pada sebuah keputusan tak tercatat Pada suatu waktu tak terkatakan Pada sebuah perjanjian tak terbakar kemarau Tapi pergerakan ini Meminta terlalu banyak tenggang rasa Berkelebatan pedang waktu Meninggalkan jejak Pada tubuh, pada kediaman tanpa keluh Pada musim penuh tikai Dijadikannya aku petarung Sendiri, menguak kegelapan arena Tak terbayangkan Dari balik pepohonan ada yang menghunus pedang Atau datang dari rimbun belukar. Saat aku melenguh Oleh udara membakar Tak bisa kusudahi tarianku Dia berlalu, menyelinap di kerumunan sorak sorai Di arenaku, lingkaran api Tak cukup air mata
menguapkan awan-awan hujan Agar lebih teduh dan kutandai arahmu Untuk menuju, suatu saat sesudah ini Aku hanya bagian dari para pengelana Tak saling mengenal Pada sebagian hari, aku terpesona Menggeliat di timbunan upacara Kami para perempuan Hanya menjadi peserta pesta Ketika kehidupan semakin ornamental Orang-orang riuh, Tapi tak sungguh-sungguh Dalam perhelatan-Mu Beringsut dari altar ke pasar Para pedagang kini menggenggam doa-doa Tawa riang kami, Tangis kehilangan kami Dikemasnya dalam paket pemujaan bayaran Lalu usai kemeriahan Orang-orang merasa sudah terpanjatkan ke haribaan langit Dewa-dewa jadi gumpalan-gumpalan busa Dalam celoteh para pemabuk Mereka melangkah oleng, terjerembab di tikungan, tak henti mengumbar agama Seperti menjadi kesayangan langit Bahkan sesudah ribuan kali menodai bumi Seorang perempuan kutemui di kerumunan pasar Meringkuk di tangga pemujaan Hari-hari ia bertelanjang dada “Aku menunggu giliranku,” katanya Orang-orang bergerak tak acuh di sisinya Sarat dengan beban kemegahan Ingin jadi yang pertama bertemu Dewa Tapi tak satu pun berani telanjang seperti perempuan itu Ia hanya menunggu senja dan cahaya terakhir Jejak waktu memberinya lumpur Dan lumut menjalari ketelanjangannya Doa terakhir yang dipelajarinya, Menyambut ketiadaan. Sekarang, hari kami menggetarkan suara sunyi Merayakan aksara Membakar jiwa yang hilang Di kerumunan ritual.
Energi Nini Nawa Dwara
Mahacahaya Hyang Api KENAPA orang-orang di belahan dunia menyalakan lilin, bahkan juga mendenyardenyarkan nyala kembang api dalam acara khusus? Sekadar kemeriahankah, atau ada pengharapan akan terang sang mahacahaya api di sana? Kebetulan belakakah bait pertama kitab suci tertua umat manusia sebumi, Rgveda, menyuratkan Agni, sang Dewa Api, itu sebagai purohita, sang pendeta mahasuci pemimpin segenap ritus regiligus-spiritual? Pastilah tidak. Di sana jelas ada kristalisasi pilihan kesadaran kesemestaan mengintihakikat meretas batas-batas keruangan dan kewaktuan, dengan perlambangan asap api layaknya keterangtulusan permohonan manusia ke hadapan Dia Yang Mahaterang Mahacahaya. API tidak saja menandai lompatan peradaban manusia, tapi juga menjadi “bahasa” universal, sampai kini. Ketika manusia menemukan api, pola dan apresiasi hidup pun lantas berubah. Pandangan terhadap alam semesta berganti, pola konsumsi menjadi mengenal proses pengolahan, dari mentah, apa adanya, lalu berubah ke “masak”, matang. Bukti efigrafis di Bali pun menunjukkan betapa api tidaklah sebatas sebagai fisikal belaka, mengubah matah (mentah) menjadi lebeng (masak, matang) tapi juga simbolik sekaligus spirit. Di situ api mendapatkan perenungan pemaknaan jauh menembus batasbatas fisikal yang dapat dijangkau indera mata lahiriah, melainkan justru oleh kepekaan mata ahti dan mata batin nonbadaniah. Sungguh memikat manakala prasasti Bebetin A I, berangka tahun 818 Saka (896 M), yang dikeluarkan di panglapuan Singhamandawa, justru menyuratkan jelas perihal api dalam konteks nonfisikal-badaniah itu. Dalam prasasti berbahasa dan beraksara Bali Kuno ini disebutkan, Nayakan Praddhana, Kumpi Ugra, dan Bhiksu Widya Ruwana dititahkan supaya mendirikan kuil Hyang Api di Banwa (Dewa) Bharu. Tujuannya adalah untuk melindungi warga banwa dari serangan ulang para musuh. hantu buruk rupa yang menakutkan. Entah apakah novel ini memang ditujukan hanya bercerita tentang orang-orang kalah atau penulis membuat cibiran pada kemunafikan sosial yang terjadi belakangan. Mudra, sang tokoh utama, menerima kekalahan sebagai sebentuk permainan. Di akhir cerita ia berkata, “Hidup berjalan terus. Apa pun yang terjadi dan menimpa diriku, aku memutuskan untuk tetap bertahan”. Dalam sebuah pertempuran kehidupan, bukan senjata yang membawa kemenangan melainkan pertahanan diri yang penuh ketegaran. lNPS Rainia Rastiti
NOVEMBER, yang bakal beranjak kali ini, sebagai bulan kesembilan dalam tradisi kalender kuno kini terasa menarik direnungrenungkan kembali manakala di pengujung ini bertepatan dengan hari Banyupinaruh, Redite Paing Sinta, 29 November ini. Tradisi kesadaran hidup cara Bali memahami, sembilan ini kerap dirujukkan pada sembilan lubang dalam diri manusia: 7 di bagian kepala, dan 2 lagi sisanya ada di dubur dan kelamin. Yang di kepala ada 7 lubang: berupa 2 lubang hidung, 2 mata, 2 telinga di samping, dan 1 mulut yang tegak lurus dengan hidung dan kening. Kesembilan lubang ini dinamakan babahan sanga. Sanga artinya sembilan, sama dengan nawa, sehingga ada juga menamakannya sanga dwara. Yang lain mengistilahkan nawa dwara atau nawa garbha. Kata dwara atau garbha memang merujuk pada lubang. Lewat sembilan lubang diri inilah sang Penghidup di dalam bungkusan ragawi terhubung dengan yang ada di luar tubuh, termasuk dengan Ibu Semestaraya yang senantiasa setia mengempu diri ini ke mana pun, di mana pun. Berbeda dengan tujuh lubang lainnya yang masing-masing memiliki satu fungsi, lidah dan kelamin masing-masing memiliki fungsi ganda. Lidah, selain buat mengecap rasa yang diserap menjadi sari-sari kehidupan penghidup tubuh, juga buat mengucap kata-kata. Lubang kelamin, selain buat saluran pelepasan, pembuangan dari dalam kedalaman tubuh ke luar tubuh, juga sebagai sarana pembiakan bagi manusia. Namun esensi fungsi lubang-lubang tubuh manusia ini tetap saja sama: untuk
menghubungkan yang di dalam dengan yang di luar. Keterhubungan yang di dalam dengan yang di luar diri lewat lubang-lubang inilah sekaligus kunci dasar buat menyatukan sang Penghidup yang ada di dalam diri dengan yang ada di luar diri, yang menghidupi di luar diri, termasuk sekaligus menghidupi Semestaraya. Bagaimana caranya? Tradisi Bali justru menawarkan jalan terbalik, nungkalik nyungsang: “tutuplah” sembilan lubang. Dengan “menutup” kesembilan lubang, berarti menjadikan lubang-lubang itu berhenti menikmati yang di luar, sehingga terpusat menyatu menikmati yang di dalam sini. Apakah yang dimaksudkan dengan “menutup” dalam jalan terbalik kesadaran cara Bali ini? Tentu bukan menutup secara fisikal, melainkan secara mental, karena pusat pengendali kesembilan lubang ini ada pada satu titik bernama pikiran. Layaknya lubang-lubang jala nelayan yang terpusat pada satu simpul pusat, begitulah lubanglubang diri dengan mudah ditarik, dikendalikan, dengan menarik pusat simpulnya: pikiran! Dengan menarik, mengendalikan pikiran, maka energi sembilan lubang diri ini pun terpusat ke dasar akarnya, berupa napas. Karena itulah para pejalan yang sudah usai menempuh perjalanan pulang ke dasar kedalaman diri senantiasa bertutur sahaja, “Cintailah hidupmu dengan memberi perhatian penuh setiap napasmu!” Napas itulah energi sejati Nini Nawa Dwara dalam diri. lnirta ks
run silent..., run deep.... in the long long run, sail along SMSoliloquy
Coming on Age in Balidwipamandala ...
16 Agustus 2015
Setelah itu Bali memang lantas mewarisi begitu bertebaran bangunan-bangunan suci bernama Hyang Api, malah cenderung amat dikeramatkan warga pendukung setempat, terutama di desa-desa pegunungan. Di sana digelar pula ritus-ritus khas. Di luar berwujud fisik bangunan suci, Bali pun lantas mewarisi begitu beragam “tradisi” penghormatan terhadap api. Hingga tradisi api sebagai jalan kalepasan lewat ngaben. Bagi kebanyakan peradaban manusia di dunia, api memang mendapat pemaknaannya sebagai pemusnah segala, pengusir kekotoran sekaligus pengusir roh jahat. Apilah pelenyap kegelapan, kebodohan diri. Di situ manusia mesti mengenyahkan kegelapan kebodohan dengan terang mahacahaya api kecerdasan. Maka manusia Bali begitu mengapresiasi dan memilah memilih terang versus gelap. Perwujudannya bisa berupa terminologi surga-neraga, sura-asura, gua-sinar, hingga Purnama (bulan terang) – Tilem (bulan gelap). Betapa amat diharap-diidealkan agar manusia berupaya senantiasa berupaya merengkuh lalu menjaga terang mahacahaya itu. Hari-hari terang, bendabenda bersinar di langit, lantas menjadi simbolik sekaligus pilihan penting. Menjadi jelaslah bila Bali lantas mewarisi tradisi “ritus api” semisal agni hotra maupun agni homa yang menghadirkan api sebagai inti utama. Dan, api mendapatkan permenungan
TANAH KAVLING SIAP BANGUN Lokasi : TEGAL BADENG TIMUR (hanya 3 menit ke Kota Negara)
U
Hub. Wila : (M3)085 792 361 231, (XL)081 999 826 871 Hub. Agus : (XL) 081 999 081 544 C.0001529-rpa
16 Agustus 2018
kian memuncak mendalam manakala lantas mencakup khazanah ranah teja, sinar, sebagai sumber mahaenergi segenap makhluk sebumi ketika diperlambangkan sebagai matahari, mahaapi, sang maha pesaksi. Ini menunjukkan betapa di masa-masa awal zaman sejarah Bali, api memang tidak sebatas dimaknai direnungkan sebagai fisikal-badaniah belaka, melainkan sudah menembus “bahasa” isyarat simbolik: sebagai spirit terang mahacahaya maha pelindung. l nirta ks
daerah
16
Minggu Paing, 29 November 2015
Kisah Prabu Suhotra Selenggarakan 1.000 Upacara Kurban
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Seratus Tiga Puluh Satu)
Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
RISHI Narada berkata, ‘Kami mendengar Raja Suhotra, Oh Srinjaya, tumbang menjadi mangsa kematian. Dia adalah yang utama dari pahlawan-pahlawan. Dia tak terkalahkan dalam pertempuran. Dewa-dewa pun terbiasa datang mengunjunginya. Mendapatkan pelayanan dari kerajaannya secara baik. Suatu saat, Dia meminta nasihat para Ritwija-nya dan pendeta-pendeta keluarga, para Brahmana untuk kebaikan dirinya sendiri. Raja kemudian menanyakan kepada mereka, para Brahmana yang terbiasa mematuhi perintahnya. Raja Suhotra itu sangat paham dengan kewajiban, untuk melindungi rakyatnya. Raja sangat perhatian karena itu rakyatnya pun memiliki kebajikan dan kemurahan hati. Sang raja itu rajin melaksanakan upacara-upacara kurban dalam upaya menaklukkan musuh-musuhnya, Raja
Suhotra mengharapkan meningkatkan kekayaan kerajaannya. Karena itu, Dia menyembah Dewa-dewa dengan mengikuti ketentuan-ketentuan kitab-kitab suci. Namun, dia juga ingin mengalahkan musuh-musuhnya dengan memakai anak-anak panahnya. Dia memuaskan semua makhluk dengan memakai kesempurnaannya sendiri yang sangat mumpuni. Raja yang bijaksana itu memerintah bumi dengan baik. Demi melindungi kerajaan dan rakyatnya, ia membebaskan mereka dari kaum Mleccha dan pencuri-pencuri hutan yang selalu gentayangan. Saking rajin beryadnya, Dewa dari awanawan itu menurunkan hujan emas, kepadanya di akhir tahun sampai akhir tahun berikutnya. Bahkan pada zaman dahulu, sungai-sungai di kerajaan itu mengalirkan emas cair. Aliran emas cair itu dibuka kepada se-
tiap orang untuk dimanfaatkan sepenuhnya. Dewa dari awanawan itu menurunkan hujan, di kerajaannya. Banyak buaya darat, kepiting, ikan-ikan berbagai jenis, berbagai objek kesenangan, tak terhitung jumlahnya. Semuanya terbuat dari emas. Danau-danau buatan di wilayah kekuasaan raja itu masing-masing berukuran dua mile penuh. Melihat ribuan orang-orang cebol dan orang-orang yang punggungnya bungkuk, buaya-buaya darat dan banyak Makara, kura-kura yang terbuat dari emas. Raja Suhotra itu sangat keheranan akan kekayaan emas yang tak terbatas itu. Raja bijaksana Suhotra ternyata sebelumnya melaksanakan sebuah upacara kurban di Kurujangala. Raja Suhotra mendermakan kepada para Brahmana, banyak hadiah sebelum selesainya upacara kurban itu. Setelah melaksanakan seri-
bu upacara kurban-Kuda, seratus Rajasuya, banyak upacara kurban penyucian ksatria di dalam semuanya itu. Raja itu memberikan banyak hadiah berlimpah kepada para Brahmana. Dan setelah melakukan ritual harian, dan hampir tak terhitung jumlahnya, raja itu melakukan keinginan-keinginan tertentu. Sang raja pada akhirnya benarbenar mendapatkan sebuah keinginan akhir. Ketika, Oh
Srinjaya, seorang seperti Raja Suhotra itu wafat, ia lebih unggul dari engkau yang mengenai empat kebajikan utama. Dan lebih unggul dari engkau. Karena itu jaga lebih unggul daripada putramu. Engkau seharusnya tidak bersedih, ‘Oh Swaitya, Oh, Swaitya,’ untuk putramu yang tidak pernah melaksanakan upacara kurban dan juga ia tidak pernah membuat hadiah upacara kurban.” (bersambung)
Sloka 3.36 Arjuna uvaca Atha kena prayukto ‘yam Papam carati purushah Anicchann api varsneya Balad iva niyojitah. Berkatalah Arjuna: oleh sebab apakah seseorang tertarik untuk berbuat dosa padahal itu bertentangan dengan pikirannya, oh Krishna, seakan-akan dihela oleh daya yang amat kuat.
Memaknai Hari Saraswati
Mengejar Ilmu Pengetahuan Berlandaskan ’’ Guru Susrusa’’
SARASWATI puja mengandung makna mendalam untuk penanaman ilmu pengetahun serta pendidikan karakter. Perayaan Hari Suci Saraswati, Sabtu (28/11) kemarin yang berdekatan dengan peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan PGRI memberi makna kepada generasi muda untuk termotivasi mengejar ilmu pengetauan dan menghormati Catur Guru. Pengamat Agama Hindu yang juga Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar, M.S. Chandra Jaya mengibaratkan mengejar ilmu pengetahuan atau kaweruhan seperti pemain sepak bola, kejar bolanya, tendang dan masukkan ke gawang. Dia juga menekankan jika kita sudah berpengetahuan, kita akan menjadi SDM yang percaya diri da tak pernah takut menghadapi tantangan. Salah satu peran penting dalam mengejar ilmu pengetahuan adalah guru di sekolah atau di kampus. Guru pengajian ini sebagai penuntun siswa mendapat-
kan dan menjalankan ilmu pengetahuan. Makanya dia mengajak generasi muda Hindu untuk menuruti perintah, bakti dan menghormati guru pengajian yang disebut dengan Guru Susrusa. ‘’Mereka inilah yang menuntun kita seperti penerang ketika dalam kegelapan,’’ ujarnya. Mereka yang menjalankan perintah guru secara serius dan menghormatinya, kata dia, merekalah yang disebut mendapat anugerah kesaraswatian. Begitu berat dan pentingnya tugas seorang guru menuntun siswanya dia contohkan dengan peran Bagawan Domya yang men-
Seorang Anak Tega Aniaya Ibu Kandung hingga Luka Bangli (Bali Post) Seorang anak tega menganiaya ibu kandungnya hingga mengakibatkan sang ibu mengalami luka di bagian punggung. Peristiwa tersebut terjadi di Banjar Dinas Kebon, Kangin, Desa Peninjoan, Tembuku, Jumat (27/11) sore. Informasi yang dihimpun Sabtu (28/11) kemarin, menyebutkan, tindakan penganiayaan terhadap ibu kandungnya tersebut dilakukan oleh I Ketut Sujana (32) warga setempat. Dia tega menganiaya ibunya Ni Nyoman Kutang (57) lantaran sempat dilarang menjual hasil kebun berupa kayu di tegalan keluarganya. Peristiwa penganiayaan yang terjadi sekitar pukul 17.30 wita tersebut bermula saat korban sedang makan di dapur. Tiba-tiba, korban dihampiri oleh anak dan menantunya. Tanpa berbicara apa pun, pelaku yang memang sudah sejak lama tidak cocok dengan kor-
ban langsung menyeret tubuh korban hingga mengalami luka lecet di bagian punggungnya. Tak hanya itu akibat perbuatan pelaku, korban juga mengalami sakit di bagian perut. Sejumlah tetangga yang saat itu mengetahui peristiwa penganiayaan itu langsung melerai. Korban yang sudah tua langsung dilarikan ke RSU Bangli. Sementara itu, ulah pelaku yang tega menghajar ibunya dilaporkan ke Polres Bangli oleh Kadus I Dewa Gede Sutama (40). Kasat Reskrim Polres Bangli AKP Yana Jaya Widya seizin Kapolres AKBP Danang Beny K saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan kejadian tersebut. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa sebelum kejadian, korban sempat banyak bertanya kepada pelaku sehingga terjadi penganiayaan. “Untuk saat ini kasusnya masih kami tangani,” ujarnya. (kmb40)
TELEPON PENTING RUMAH SAKIT RSUP Sanglah : 227912-15 PMI/RSUP Sanglah : 227911 RSAD Udayana : 228061 RSU Wangaya : 222141 RSU Manuaba : 426393 RSUD Badung : 9006813 9006812 RSU Surya Husada : 235041 : 233786 : 233787 RSU Puri Raharja : 222013 RSU Saidharma : 227220 RSU Kasih Ibu Denpasar : 223 036 BaliMed Hospital : 484748 RSU Dharma Yadnya : 462629 : 462488 Fax. : 462488 RSU Dharma Usadha : 227560 : 234824 RSU Bina Atma : 425744 RSU Khusus Bedah Graha Usadha : 423467 : 426492 Klinik SOS Gatot Kaca : 223555 RS Bhakti Rahayu : 430270 : 403245 RS Bhayangkara : 234670 RSU Sari Darma Jl. Pulau Seram No.1 : 226866
RSU Prima Medika Jl.P.Serangan No.9X : 236225 (Hunting) Fax : 236203 Bali Royal Hospital Jl. Letda Tantular No. 6 Renon : 247499 RSU Wisma Prashanti, Tabanan : 819601 RSU Bintang Jl. Ngurah Rai 10, Klungkung : (0366) 25241 Fax. : (0366) 22819 Rumah Sakit Bersalin Harapan Bunda : 265533 34 Layanan Psikiatri Jl. Belimbing 74 Dps. : 249488 Polda Bali : 236494 Posko Bantuan Tourist Police : 224111 Nusa Dua Clinik : 771324 Klinik Mas (Jl. Raya Mas-Ubud) : 974573 Batu Bulan Medical Clinic : (0361) 8884000 Markas PMI Cabang Badung Jl. Imam Bonjol Denpasar : 484305
didik tiga siswa yang utama secara adil dan serius. Mereka adalah Sang Weda, Sang Utamaniu, dan Sang Arunika. Ketiga siswanya ini menjalankan Guru Susrusa dengan tekun bahkan berkorban demi gurunya sehingga ketiganya diberikan keahlian masing-masing. Dengan contoh ini dia mengajak generasi yang menjalankan Brahmacari untuk serius mengisi diri, menuruti perintah dan menghormati guru. Merekalah yang membebaskan kita dari kebodohan dan kegelapan. Kepala SMA Dwijendra, Ida Bagus Alit Bajra Manuaba, menambahkan Guru Susrusa bisa diartikan per-
Made Adnyana Putra an guru bukan hanya mengajar namun juga mendidik. Peran yang terakhir ini dalam konteks kekinian disebut guru yang mulia yakni yang mampu menggerakkan dan membawa perubahan perilaku yang berkarakter. Untuk itu, dia setuju aja-
I.B. Alit Bajra Manuaba ran Dewi Saraswati atau ilmu pengetahun terus dikejar dengan tuntunan guru pengajian. ‘’Mereka yang sungguh-sungguh mengisi diri dan belajar dari guru, akan mendapatkan kesaraswatian,’’ tegasnya. Hal itu juga diungkapkan
M.S. Chandra Jaya Wakasek SMP PGRI 1 Denpasar, Made Adnyana Putra, S.Pd. Lewat perayaan Saraswati siswa diajak eling dan menyadari bahwa mereka bisa membaca, menulis, dan berhitung serta berperilaku baik berkat peran guru pengajian. Di hari Saras-
wati, mereka mendapatkan berkah dan anugerah Sang Hyang Aji Saraswati. Untuk itu siswa wajib hormat, mengabdi dan mengikuti perintah gurunya. Dia menilai konsep Guru Susrusa ini sangat relevan untuk pendidikan karakter dewasa ini. Tugas guru pengajian juga berat yakni bersama guru rupaka di rumah mayadnya membentuk anak yang baik yakni suputra. Komponen yang penting lain bagi siswa di Bali, kata dia, adalah kuat akar budayanya sekalipun mendapat pengaruh deras dari perkembangan TI dewasa ini. Untuk itu makna burung angsa di Dewi Saraswati artinya kita dituntut mampu memilah dan bijaksana memfilter diri. Siswa yang sukses adalah bagian dari kebanggaan dari seorang guru. (sue)
Pucak Karya Ngusabha di Pura Kehen
Pembawa ’’Sanganan’’ Tidak Boleh Bicara
PUCAK Karya Ngusabha di Pura Kehen Bangli diwarnai sesuatu yang unik. Pasalnya, sebelum acara pucak dilaksanakan, terlebih dahulu krama melaksanakan prosesi mendak sanganan lanlanan dan selanjutnya ditimbang di bale pasangkepan Pura Kehen menggunakan timbangan Bali. Hal ini diyakini untuk mengetahui bagaimana anugerah Tuhan kepada umatnya. Sebelum prosesi mendak sanganan ke Penataran Angung Puri Bukit Bangli, seluruh pamangku dan sejumlah krama mempersiapkan diri di Pura Kehen. Sejumlah dulang dilengkapi dengan hiasan janur pun disiapkan. Pukul 13.00, prosesi mulai berjalan beriringan ke Penataran Angung Puri Bukit Bangli yang jaraknya sekitar 50 meter di sebelah barat Pura Kehen. Suasana sakral sangat terasa, sebab prosesi itu juga diiringi alunan suara
gamelan. Begitu sampai di Penataran Agung Puri Bukit Bangli, dulang tersebut diletakkan di Bale Gede. Setelah itu, prosesi mendak sanganan dimulai dan diawali dengan upacara mapiuning. Sekitar 15 menit lamanya, sanganan tersebut diletakkan di dulang dan kemudian dibawa ke Pura Kehen dan diletakkan di bale pasangkepan yang ada di madya mandala. Di sinilah terlihat hal yang berbeda. Seluruh krama yang membawa sanganan tidak boleh berbicara. Jika hendak menyuruh krama lain, harus menggunakan bahasa isyarat. Setelah sanganan tersusun rapi, prosesi dilanjutkan dengan pengambilan batu sakral di meru tumpang solas (sebelas) yang ada di utama mandala. Sejumlah pemangku pun mulai memasang timbangan Bali. Saat seluruhnya siap,
sanganan yang terbuat dari beras hitam dan putih itu langsung ditimbang. Saat itu pula, salah satu pemangku meminta seluruh krama untuk menyaksikan hasil timbangan ini. Jero Mangku Gede Penyarikan menjelaskan prosesi nimbang sanganan ini merupakan proses yang mengiringi pucak Karya Ngusabha yang dilakukan setiap tiga tahun sekali. Maksudnya untuk mengetahui apa anugerah Tuhan kepada umatnya. Jika batu itu lebih berat dari pada sanganan, diyakini suatu saat akan muncul hal yang tak diinginkan. Demikian juga sebaliknya, jika sanganan lebih berat daripada batu, maka bumi ini masih dianugerahi hal baik oleh Tuhan. “Penimbangan yang tadi dilakukan ini, sanganan lebih berat daripada batu. Itu diyakini anugerah baik akan muncul,” jelasnya. (sos)
BPM/sos
NIMBANG - Prosesi nimbang sanganan lanlanan di Pura Kehen Bangli mengiringi puncak karya ngusabha.
BPM/olo
OPERASI PEKAT - Jajaran Polres Jembrana ketika melakukan operasi pekat dan kembali mengobok-obok kafe.
Polisi Kembali Obok-obok Kafe
Dua Pegawai Tanpa KTP Diamankan
Negara (Bali Post) Jajaran Polres Jembrana melakukan Operasi Pekat dan menyasar sejumlah kafe yang berada di Desa Delod Berawah Kecamatan Mendoyo Kabupaten Jembrana, Jumat (27/11) malam. Operasi dipimpin Wakapolres Jembrana Kompol A.A. Rai Laba dengan melibatkan belasan personel polisi berpakaian preman dan dinas. Operasi yang dilakukan dengan mengobok-obok tempat hiburan malam itu guna mengantisipasi peredaran narkoba serta kejahatan lainnya yang dapat mengancam keamanan di masyarakat. Saat operasi dilaksanakan, semua karyawan kafe yang berpakaian seksi serta para pengunjung kafe diperiksa petugas. Bahkan barang-barang bawaan mereka juga tidak luput dari pemeriksaan petugas. Wakapolres Jembrana
Kompol A.A. Rai Laba didampingi KBO Reskrim Iptu Aan Saputra, Jumat (27/11) malam, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi peredaran narkoba dan kejahatan lainnya karena tempat hiburan malam sangat rentan dengan barang haram tersebut. Dari sejumlah kafe yang diperiksa, pihaknya tidak menemukan narkoba dan kejahatan lainnya. Pihaknya hanya berhasil mengamankan dua orang pekerja kafe yang tidak memiliki KTP. Para pekerja kafe yang tidak memiliki KTP tersebut masing-masing Efi (25) asal Bandung, Jawa Barat dan Ana (18) asal Probolinggo, Jawa Timur. Mereka ini bekerja di salah satu kafe di Delod Berawah. Kedua cewek kafe yang tidak memiliki KTP itu diamankan di Polres untuk didata dan diberikan pembinaan. (kmb)
Minggu Paing, 29 November 2015
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
17
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) z Jakarta : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) z Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) z Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) z Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 66 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) z Surabaya : (031) 5633456 z Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA z Email: pembacabalipost@gmail.com z Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 z Discount Up to: 10% Pembayaran dgn Kartu Kredit BNI Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! z Tarif iklan Mini/Baris
Dcr Therapis u/Spa International max 35Th Hub:0361704664/085100638867
!!KplPesiar-Celestyal Cruises Cr Krywti RM.BabiGuling Nusa2 Require 300 Crew :Kitchen,Bar, Makan&Bs Tdr Dlm,081353058027 A.BP.001.11.15.0003200 Restaurant & Housekeeping Dpt. Bth Marketing,Tehnisi,Supv AC, B.BP.101.11.15.0001598 Interview by User in December. Skill Listrik,Plumbing,AC, Dcr Karyawati u/produksi PT.Piramid Jl.Jayagiri VII/12B Sebanyak2nya Telp.0361-238055 Hub:085104490665 Renon, Phn:0361-226636/226736. A.BP.001.11.15.0003079 / 0811399736 / 081236717299 A.BP.001.11.15.0000752 Dcr Krywn Bank di Dalung Email:hrd.lintasdaya@gmail.com !Paket Belajar Spa+Bekerja ke Hub:0361-9004311 081339191413 Luar Negeri(Resmi)081337327057 A.BP.001.11.15.0003084 A.BP.001.11.15.0003057 Bth Sgra Bk PT.MCH Indo Retail A.BP.001.10.15.0003767 PMA Kerobokan Cari:Tukang Pss:SPG,Adm,Csir,Recp,Acct,Gdg Dicr assistant villa manager Listrik Pengalaman/Tdk PengaOB Gj 2,2Jt/Bln.MD,Spv,HRD Gj bhs Inggris dan bs computer laman/Training,SMS:08124657979 3Jt/Bln.CV Bw ke Jl.Kartini hub:08123941209 B.BP.141.11.15.0001583 A.BP.155.11.15.0003138 140 Wangaye Hub(081999743908) !!!Urbana Resto Ubud By New Restaurant & Retail Store A.BP.001.11.15.0003192 Mozzarella,Mencari Rest Mgr/ Seminyak Looking for Staff: Bth Spv Waiter/ss,KetupatResto Acct/Cook/Waitres/Eng/HK.Email Checker,Coffee/Bar,Wait Staff, Dewi Sri No.9 Kuta(0361)758969 CV:fbm@baliniksoma.com atau ke Cook Min2yr Experience,English E:ketupat2dewisri@gmail.com Hotel Bali Niksoma,Jln Padma B.BP.154.11.15.0001594 CV:info@housewivesonfire.com Utara, Legian.Attn:FBM Bth: Acc,Acc Proyek,Adm Teknik B.BP.004.11.15.0001496 A.BP.001.11.15.0002813 !Dcr Mandor,Tkg Kayu,OprtMesin (u/Proyek),QS Min S1 Pengalaman Dcr asst PG & Cleaning Srvc 2th.Office Girl&Adm Gudang Sanding,Pengalaman Instl Lantai sanur@cheekymonkeysbali.com Kayu Telp.751944,087862277096 (Min SMA&Kendaraan Sdr).Lamaran A.BP.001.11.15.0003022 B.BP.166.11.15.0001604 keEmail:lumen.mataharibali@gm Dicari untuk Proyek di Bali “Bar Staff&Waitress Positions ail.com/eddy.mataharibali@gmai Gudang,Site Manager,Pelaksana Available for Lacalaca l.com Cp:Egit(082339930603) Adm,Drafter,Surveyor,Enginering Restaurant in Seminyak and A.BP.001.11.15.0002944 KirimKe:hrdbali12@gmail.com Canggu.Contact info@lacalacaba Cari Waitress & Cashier berB.BP.101.11.15.0001440 li.com 0878 39025595 pengalaman,Good English,menarik, Dcr Karyawati Max.27Th,Sales B.BP.004.11.15.0001427 Fas:Gj,Bonus,UM,UP & BPJS Assistant/StoreManager,Penam- Ayo Bergabung Dgn Kami di Celuk Hub:hrd@ptmgbr.com T.8475824 pilan Mnarik,Bhs.Inggris,Excel -Gianyar 1.Packer(Diutamakan A.BP.001.11.15.0003139 Word Internet,Mengerti sedikit Berpengalaman-Max30Th) 2.Admin Cocobistro Restaurant Looking Akunting.Gaji Menarik.Lamaran (Wanita-Single-Max25Th)Lamaran For:Restaurant MGR,Captain, Email ke:jethebrand@gmail.com info@navalcargo.com/Tlp:290185 Sous Chef,Waiter/ss (DW).Send A.BP.153.11.15.0003194 A.BP.001.11.15.0002922 CV:corp-hrm@tropicalgroupbali. “Supervisor Position Available Body&Soul,Bth:Manager Produksi, com/Ph:0361-775211,Ext:101 for Lacalita Restaurant in B.BP.101.11.15.0001607 Merchandiser Bepengalaman Canggu.Contact info@lacalacaba Dcr Cook utk Restauran dan lam ke:Body & Soul, li.com 0878 39025595 Sunset Road 1828 Telp.736631 PRT Tdr dlm Hub.081999267057 B.BP.004.11.15.0001428
A.BP.001.11.15.0002454
B.BP.004.11.15.0001533
Cosmic Diner is Hiring Steward Cook & Waitress as Full Time / Daily Worker. Call 03618947389 or Email to hr@cosmicbali.com
B.BP.004.11.15.0001494
Cr Pembantu Gj1,2Jt,B.Sitter 2 Jt 0361488315,ygAntar dpt500Rb
Dcr Potong & Patrun u/Garmen di Kuta Gj:3Jt.08123676900
Dcr Tk Serabutan ut Pengiriman Pakan Ternak Hub: 08123654081
Dcr Satpam Pglman Tdk diutamakan Ada Sertifikat H0361728893
Dcr Tk.Jarit&Pengepul Borongan utk Kerajinan Hub:085100804392 087862039535
B.BP.004.11.15.0001497
A.BP.153.11.15.0003122
Dcr Sgr 1Manager Toko,2PhotoA.BP.001.11.15.0003190 grapher,2Asst Photographer,1Staf Acct,4Staff WO bs Mandarin Hub Dbt Sgr Sopir SIM A/B1 H.Diponegoro 51Dps 0361228872/411855 PT.KSQY Wedding Indonesia 0361 A.BP.001.11.15.0003040 709180/E:4008001413@b.qq.com Dbth Terapis Pengalaman/tidak B.BP.154.11.15.0001593 Pengalaman Hub:081337985252 , Dcr Sgr Byk Krywan/i Pbrk Roti 082147596115 , 085953929345 Sopir,Kernet,Waitress,Cook,Spv A.BP.001.11.15.0002815 Baker&Manager SMS 081999057909 Dcari Karywati Salon&Spa Pglmn Email:breadbasket.id@gmail.com Gaji Bsr+Bns Hub.081916256299 A.BP.001.11.15.0002807 A.BP.001.11.15.0002914 Dcr Sgr Cleaning Service Dcr 2 Staf Hari Dresser+Thrpis Lmrn KM Tex Jl.Imam Bonjol 571 utk Jepang Salon di Hotel Ritz Denpasar 0361 483226 Calton&Renon yg Bs Bhs Inggris A.BP.001.11.15.0003164 Umur dr 20-35Th,H;082247506365 Dcr Sgr Senior Sous Chef u/ExE :hairmakemusebali@gmail.com clusive Rest u/ Labuan Bajo-Flores. A.BP.001.11.15.0003033 Syrt:Bs Bhs.Inggris Lisan/ Dcr Karyawati Gaji+Bonus Uang tulis,Brpnmpln Rapi&Bersih,tau Harian Hub Wanda Pet Shop Tlp. ttg hygiene&Sanitation,Bs Dgn 0361-239981/085738037365 Stock Control,Inventory&Compt. A.BP.001.11.15.0003196 Bs ttg kitchen,Hafal&Bs (SpeDcr Karyawati utk Jaga Toko I sial seafood),Salary Menarik. Love Emas di Carrefour Sunset Email:ddd.bali@gmail.com / Road, Berpenampilan Menarik Phone Chef Putu : 081238122206 082146660000,Jl.Gn.Soputan 36B
A.BP.001.11.15.0002955
A.BP.001.11.15.0003037
Dcr waitress & Cashier u/Resto di Uluwatu Telp.735593 Email: mutiatrattoria@hotmail.com
A.BP.001.11.15.0000108
Dicari Sopir (Min SMA,SIM B1 & Umur Max 35th).Send CV to accounting@abadibalitours.com/ Telp.0361-735820
A.BP.001.11.15.0003086
Dicari Tukang Sequin Sbnyk2nya 03618445872/081999373355
A.BP.001.11.15.0003157
Dicari pengasuh Balita tinggal di dalam Hub.0817359590
A.BP.001.11.15.0003167
Dibthkan Tenaga Admin Sebanyak2nya H.082247252015
Dickies Look for Design Grapis SPB/SPG yulia@atomicfm.asia
Dibth Karyawati Dtg Lnsg ke Wr Bagoes,T.Badung No.7,Pk.12-17
Dicr Krywti untuk Salon Maharani&bawa Lamarannya ke Jl.Gn. Andakasa Dps/Hub.087723330555
A.BP.001.11.15.0003188
A.BP.001.11.15.0003028
Dibthkn Sgr Karyawan Wlyh Dps Min.SMU/D1Fas:Gaji,Bonus, Komisi Jenjang Karir.Peminat Serius:PT.PBSS Jl.Seruni 18Dps Interview Jam 09.00-Selesai
Job Australia Prkbnan & Rest, Biaya 50% Ptng Gj,Brgkt Cpt, Gji Bsr,Resmi,Trbts! Hub Bu Dinapertiwi.Sh,Indopowerpt. Hp.081 217 869 170 Segera
A.BP.817.11.15.0003145
Junior Accounting Required MYOB,Acct&Tax Knowledge.Fresh Graduate Welcome.Please Send CV to:hrd@baliandvillas.com
B.BP.154.11.15.0001588
B.BP.031.11.15.0001575
Garment Company Seeking Customer Service,Pluent in English & Indo-Oral & Written,Exp In Excel & Photoshop. Send CV to: hrddianagroup@gmail.com
A.BP.001.11.15.0003019
Looking for F&B Manager for Hotel,Exp min 3year,Speak English,Consider to Work out of Bali for Inspection Jobs in the Island,Kirim CV ke sales@lepirate-beachclub.com Tlp 0361 487240
B.BP.004.11.15.0001493
Looking for Villa Reservation Staff in Sanur,Good Computer, English (Written & Spoken), A.BP.001.11.15.0003154 Dibutuhkan Driver utk DistriStarting Salary idr 3 Mill, A.BP.001.11.15.0003102 butor Aqua Area Nusa Dua.Kirim Garment Membutuhkan Tkg Patrun 0361-8497275 / 082134356114 A.BP.001.11.15.0002613 Lamaran+CV Ke Jl.Dharmawangsa Kreatif,Bs Inggris,Pnglmn.Tkg. Maya Sayang Villa required No.2 Nusa Dua Hub:08113432507 Potong&Tkg.Jarit H.734979-80 staff:Sushi,Cook(female&male), A.BP.001.11.15.0002904 Senin-Jumat (9-17) Dibutuhkan Karyawan Pabrik & Sales&Marketing,Accounting.CV A.BP.001.11.15.0003155 Cleaning Service,P/W Min.Lulusan Garment di Kuta Mencari:1.Tusend to:info@mayasayang-bali. SMA Umur Max.30Th kang Checking,2 Staff Tamatan com Ph.732230 A.BP.001.11.15.0003163 Hub.085100421164 SMK Tata Busana Fasilitas:Uang A.BP.001.11.15.0001874 A.BP.001.11.15.0002808 B.BP.154.11.15.0001590 Makan,Mess&BPJS T.081353303366 Membutuhkan Freelance Akuntan Dcr Staf Adm Stock-WntD1/S1 Ak Selama 1 Bln,mulai Tgl 30 Nov A.BP.001.11.15.0003103 Dcr Kasir/Pram,Spermarket Arys Dibutuhkan Sales utk DistriBisa Compt,Team Work,Kerobokan Japanese Restoran Ramen 7 Tori S1 Akuntansi Kerja di Daerah Mikro,pria,Jl.Nangka 248X Dps butor Aqua Area Denpasar.Kirim Hub.03614735705 / 081238539881 Samurai Jl.Sunset Road Kuta Dicr Umalas Gaji 5Jt,Kirim CV ke: &Gianyar T.085738227976/291191 Lamaran+CV Ke Jl.Kenyeri 2 No.1 A.BP.001.11.15.0002802 Staf Kitchen H:081237294563 viviwla@gmail.com A.BP.001.11.15.0003175 Hub:08113432507(Bpk.Bustomi) Dcr Stocktaker&Staff Gudang u/ A.BP.001.11.15.0003085 A.BP.001.11.15.0002923 A.BP.001.11.15.0002905 Dcr PRT Jam Kerja 08.00-14.00 Barang Baju Jl.Gn.Guntur 882 Looking for AdminStaff,English Dcr Waiter/ss Bartender Pglmn Dicari Karyawati Kasir untuk Gaji Nego ditempat Daerah Blkg Poltabes CV&foto,Email ke Good Computer,Send CV to Email Lam Langsung ke The Pad Bar n Cuci Mobil Hub.081916256299 Pemogan,Minat Hub.081805528603 Grill Jl.Legian 162 lostinparadise639@gmail.com novi@paconsultingbali.com A.BP.001.11.15.0003169
A.BP.001.11.15.0003120
A.BP.001.11.15.0002915
B.BP.154.11.15.0001592
B.BP.004.11.15.0001495
Nalu Bowls Bali Looking for Cashiers, bar waiter and stocker speak english and communicative are required. send CV to rachmayuni@yahoo.com or 0361-8475816
B.BP.004.11.15.0001504
Our Comp Need Data Entry,min 1y Exp&Fluent English,Send CV to:akar_k@indo.net.id / nk.roroandini@gmail.com
A.BP.001.11.15.0003178
PT.Kura-Kura is looking for Ticket Crew Staff,Thp I Rp.2Jt Details:http://kura2bus.com/ page/recruit
B.BP.004.11.15.0001508
Padi Art Market Nusa Dua needs Spa&reflexology Spv,Pramuniaga Send to:corp-hrm@tropicalgroup bali.com/T:0361-775211,Ext:101
B.BP.101.11.15.0001605
Papaya Fresh Galery Bth Sgr & Cpt!Staff Grocery,Cleaning,Sozai Pria/Wnt SMK Max.25 CV Email ke hrd@papayabali.co.id/759222 B.BP.154.11.15.0001589
Paud diKerobokan Membutuhkan Guru,Assisten Pengalaman & Bhs Inggris.Hubungi:8499441 CV: assistme01@gmail.com B.BP.145.11.15.0001573
Skull kerja Jpang 081246748474 081558619010/087761410129Kadek
A.BP.001.10.15.0003408
Ubud Padi Villas looking for: FO/Receptionist,M&E SPV/Staff Send CV:corp-hrm@tropicalgroup bali.com/T:0361-775211,Ext:101
B.BP.101.11.15.0001606
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post OverKrd Jazz S’09 Putih asBali CHEVROLET Over Krd Captiva’07 Bensin 2.4 VR17 Baru UM38Jt,085100856999 B.BP.141.11.15.0001582 AT UM25Jt,087860856999 Pribadi
APV Arena GX’08 Silver asBali Mulus Terawat, 08179730701
B.BP.141.11.15.0001587
DIJUAL RUMAH *Buduk Prm Bernasi 2KT1KM LT80m2 H575Jt Ngo 085100610203
Jual RmhVila LT8A LB4A Asri By Pass Kdri Tbanan 082145066060
!!Tnh Kav.Sanur Stratgis Dkt 1A J.Penyaringan Sanur.2,5A, Jual Tnh 3A Pgr Jln Utama Goa Pantai,Siap Bgun Cck Vila&Prumhan Jl Pakis Aji/H.Wuruk 08123948476 Gong Jimbaran BU 081246378234 A.BP.001.11.15.0003054 A.BP.001.11.15.0002569 A.BP.001.11.15.0002727 Jl.6m Homix,085954131169 Jual Rumah Perum Swamandala Kav 1A SHM Jl.Batuyang G.Elang B.BP.141.11.15.0001518 BUC Djl Tnh 101A Ds Samplangan LT.112m2 Lt2 Kebo Iwa Dps Hrg Djl Kav Kebo Iwa Denbar 450Jt Gyr Pgr Sungai Hp.085238489565 Batubulan Hub:0811399266 C/K A.BP.001.11.15.0003067 A.BP.001.11.15.0002856 925Jt Nego BUC H.081337217771 Nego Csh/Crdt Hub.081339111599 Djl Tanah 9A SHM view laut SeluKvl di Mengwi 70Jt/A bs Kridit A.BP.001.11.15.0002981 A.BP.001.11.15.0000065 Lok Nangka Utr Sari Indah,Fas Kav S.Bangun Timur PusPem Bdg kat Keramas u/Pemukiman Hub” & Kvl 160Jt/A Hub.087862450004 A.BP.001.11.15.0002744 Lkp Strgs/Hook 081933038767 TP 1-2A Jl5mt.Pav 081337332121 Ng 08113923777,081916315263 Tanah 8,8Are 825Jt/Are Jl.Tkd A.BP.001.11.15.0003073 A.BP.001.11.15.0001954 B.BP.145.11.15.0001420 S.Huni/Bgn Br? Pilih Lokasi Mu !!!Jual Tanah Kav.Mrh diBadung Jl 1,4 Are diBarat Kampus Perhu- Bdng XVI Dps Hub.081999057411/ 081338574491 TP 3Kmr 800-1M Exclusif unit.Puri Utara 129Jt/A Hub.08980188108 bungan Samsan Krambitan TabaB.BP.141.11.15.0001609 nan H.215 Jt/Are H081558660337 A.BP.001.11.15.0003018 Gading dan Dalung 082280131313 !!!Kav Baru 1Are Gg.Zebra Jl. A.BP.001.11.15.0002926 A.BP.167.11.15.0002946 Tewel1+2+3+4+20+30+16 Jl Mobil Batuyang 255Jt Ngo 08123621466 Jl Tnh 32A Hg.125Jt/A Lk.Tbn. Batubln2+4JlMobil 087761245398 DISEWAKAN RUMAH A.BP.001.11.15.0003176 A.BP.001.11.15.0002101 Pgr Jln Hb Pml:081338523755 Dkntrak Rmh Jl.Kcubung G.Kasna !!Kav Baru Btyang Kangin H200J Tnh Kav Jl.Besakih Suwung Kauh A.BP.001.11.15.0003023 21,4KT,2KM,AC,Grsi 08170505212 Nego JSpd Mtr T081237911705BUC Jual Tanah 1Are dan Rumah 1Are Pmogan 08123871809 BB:5ADF53A4
APV Arena GX’11 Manual asBali HYUNDAI B.BP.166.11.15.0001599 Dijual Cepat Hyundai Putih i20 Hitam 107Jt Hub.087860336868 *BUC Rmh Jl.Beringin Pegending B.BP.141.11.15.0001595 Xenia Li Deluxe Plus’08 VVTi Th.2011,Mulus,Hub.081339573727 2,9Are IMB Hrg.2M 085935489410 Dijual Mobil Suzuki Pick Up B.BP.004.11.15.0001431 asBali VR16 Slver,085100584428 B.BP.166.11.15.0001602 Tahun 2013,Warna Hitam KM 20Rb ISUZU B.BP.141.11.15.0001585 *Kargo Lt2 S.Huni 3KT4KM H1,6M Hub.Jl.P.Roti Gg.Panda No.2 Taft GT BiruTua 86,AC PowerStr Dijl Elf Th2011 Body Morodadi cck utk Hindu T:085100610203 Hp:081338508936 Good AsliDK,55Ng 081237264978 Pariwisata Hub.085339665875 A.BP.001.11.15.0003168 B.BP.166.11.15.0001601 B.BP.166.11.15.0001596 B.BP.154.11.15.0001591 Swift GL’07 AT AsBali Abu Meta- 2 Unt Rmh Br 150/190 Lok.Bagus ELF’2011 silver pribadi, Pejeng HONDA lik 114Jt Nego H.085253468417 Keboiwa Sltn Batur Sari,Gatsu Jazz RS Mmc 2011/AT Putih Jok Kawan Br.Sala,082147394310,Ngo A.BP.153.11.15.0003126 A.BP.001.11.15.0003153 Brt H:Pemilik 0811396569 Kulit Mlus 186jt 087703310817 TOYOTA B.BP.166.11.15.0001603 JEEP A.BP.001.11.15.0002752 Avanza G’05 Slvr Smst Ban Baru Honda Jazz RS’13 Mnl DK Trwt Range Rover Evoque 2.0 AT KM Full Var TV 3 97Jt,08164727637 BUC Rmh LB118 LT3A K.Iwa Utara Baik 0877-7123-4307 100m SPBU Gatsu 08174726617 5000 Putih Th’13 H081353696360 A.BP.001.11.15.0003199 A.BP.001.11.15.0003035 A.BP.001.11.15.0003123 A.BP.001.11.15.0003158 B.BP.141.11.15.0001584 Avanza G09 Silver DK Dps Prbdi Jazz RS’10 DK Matic Putih Djl Murah Rmh 2 Lantai di kota NISSAN Istmw Cpt dapat 081936090257 KOST Istmw 08133-721-6703 Ng 164Jt XTrail’10 2,5XT Met Abu Tgn1 B.BP.166.11.15.0001597 Gianyar 570Jt Ng,081999505532 Kos,Fas Lgkp Ry.Kuta/Imbo 1,7-4Jt, A.BP.001.11.15.0003125 A.BP.001.11.15.0003201 Asli DK A/N Sndri, 081805422850 Dijual Innova Matic’2007 Hitam 081239530888/081999935300 Jl Rmh LT.1400+T.Lebih 3,5x10m Jual Cepat Honda Mobilio Putih Rp.130 Juta Hub.081917432526 A.BP.001.11.15.0003181 A.BP.001.11.15.0003193 A.BP.001.11.15.0002913 Biaung Dentim 081237605777 2014 087861247411/082237075465 SUZUKI A.BP.001.11.15.0003189 DIJUAL TANAH A.BP.001.11.15.0003156 TIMOR Karimun GX’05 Cklt Muda asDK Jual Rmh+Tnh 11,5A cck u/Gdg/ Mobil Honda Ferio 96/97 Mulus Jual Tanah 1Are 429Jt/A Jl. Dijual Murah Timor 515i’98 Prmhan Tabanan 082145066060 KeboIwa Dpn BaliTV,08980188108 Biru Asli Bali H:082145916267 terawat Rp67,5Jt HP:0811398154 Tape Dbl Din Mls,085101783994 B.BP.141.11.15.0001581
DAIHATSU
BAHAN BANGUNAN
A.BP.001.11.15.0003070
B.BP.141.11.15.0001586
A.BP.001.11.15.0003108
KULINER
SPA
A.BP.001.11.15.0003053
B.BP.141.11.15.0001608
DIJUAL MOBIL
KURSUS
A.BP.001.11.15.0002698
!Kav Pemogan Dangin Uma Jl.6Mt 550Jt/Are,Strtgis,087855999992
A.BP.001.11.15.0002887
**Jual Tnh Kavling,Lok Takmung Klungkung,Cash/Krd081337388558
DISEWAKAN TOKO A.BP.001.11.15.0003186 Over Kontrak Toko 3,3x13m 1KT Jual Tanah 3,4Are Jl.Baliku 2 Br.Semer Krobokan,08113438177 Pulau Galang 37A 082339657681
A.BP.001.11.15.0003047
A.BP.001.11.15.0003180
Jual Tanah Kavling 1,5 Are Jl. 10AByPasNegara,1ACanggu,1,5Gat- Jl.Kemuning Br.Sema Kediri Tbn su,Rmh122m2 Dalung850Jt,480918 082158606679 / 081338705567 A.BP.005.11.15.0003141
A.BP.001.11.15.0002994
A.BP.001.10.15.0002203
Jimbaran 081338734870
DISEWAKAN GUDANG Dikont BU,Gudang 600m2 di Sesetan Hp:0813 3855 9826
A.BP.001.11.15.0003055
A.BP.001.11.15.0002919
DIJUAL VILLA *Villa4Are TangkubanPrahu 3,5M ada Kolam Renang 087761348011
B.BP.166.11.15.0001600
Djl Villa (Puri Kendal No.27) Hub:08123870337
A.BP.001.11.15.0003197
RUPA-RUPA Atasi Rmh Bocor Grnsi&Renovasi Rmh.Pak Sefri 085100774702
A.BP.001.11.15.0003187
Inves Forex!Fee 6%/Hr (Mdl 100 Rb)SMS”Minat”082167861223-0856 09854888 www.forexswiss-id.com
B.BP.004.11.15.0001574
Jasa fnshg cat tembok,politur, Plafon Tektur,dll,085338223838
A.BP.001.11.15.0003191
KEHILANGAN Kehilangan BPKB di Jl.Batu Mejan No.8 Canggu A/N. I Gede Subawa DK 3429 FW No.Rangka MH354D004EK052026 No.Mesin 54D052041 Hub:085103744626
B.BP.031.11.15.0001416
KALENDER BALI 2016 Kini Hadir Lebih Lengkap
KREATIF - INOVATIF DIJUAL MOTOR
RUPA-RUPA
GESEK TUNAI & PELUNASAN
BIRO JASA
AHLI SUMBAT
SEMI PRIVAT
DIJUAL MOBIL
BAHASA INGGRIS DUA BULAN DIJAMIN BISA Garansi Uang Kembali...!!!*
H. 08-1234567-113
C.0002168-rpa
KONTRAKTOR
RUPA-RUPA
PT. ARYA BANGUN PERSADA
BELI EMAS
Mengerjakan :
- Rumah Tempat Tinggal, Villa, Kost-kostan - Menerima Renovasi CEPAT DAN MURAH
3,5Jt/m2
KWALITAS DIJAMIN & BERGARANSI
Hub. 08112225156
C.0001840-kont
B.E KONTRAKTOR & ARSITEK
HASIL MEMUASKAN, KUALITAS TERBAIK
MENGERJAKAN PEMBANGUNAN; -RUMAH/PERUMAHAN, RUKO, VILLA,dll. -HARGA BERSAING seBALI, DIDUKUNG, TENAGA S1 SIPIL & ARSITEK PROFESIONAL -SUDAH TERMASUK INSTALASI LISTRIK, AIR DAN GRATIS GAMBAR (Arsitektur , IMB) Harga Spesial Bulan ini Mulai dari; 3.500.000 /m2
081237947089 - 081805550904 - 8786670
C.0000744-KONT
KONTRAKTOR
B.E LAVARANSIR MENJUAL BAHAN BANGUNAN
Pasir halus : 1.500.000 Batu kali : 1.550.000 Pasir pasang : 1.350.000 Tanah Urug : 650.000 Pasir cor : 1.300.000 Koral pecah : 1.450.000 Bata merah Rp.770/biji - isi 7000 biji Bambu 7500/btg | Genteng Beton Flat 6900/biji Dijamin volume banyak dan bagus!
Coba Gratis Dulu Cocok Baru Bayar...!!!* EC Gatsu EC Sudirman
410405 255305
DIJUAL MOBIL
C.0002050-krs
DIJUAL MOBIL
I LOVE EMAS
Jl. Gunung Soputan 36B. Denpasar Barat Telp. 082 14 666 0000 | 0361 - 8466343 Buka jam : 09. 00 - 22.00, Senin - Libur C.0001243-rpa
SERVICE SURYA SERVICE
POMPA AIR * KULKAS M. CUCI * W.HEATER
Hub: 085100826208 / 087861695480 Panggilan
C.0001093-SRV
SUMUR BOR POMPA AIR
- MESIN CUCI MURAH - KOMPOR GAS PANGGILAN BERGARANSI - WATER HEATER - KULKAS - AC
085935170963
C.0000745-KONT
BIRO JASA
Emas, Silver, & Platinum Rusak, tidak ada surat, berat kecil sekali, Mau Jual ??
Pesan 081237947089 sekarang juga
081337666135 082359392760 C.0002207-brj
C.0002199-srv
HONDA
C.0002624-MBL
C.0002033-BRJ
HADI
WC
DEREK (TOWING)
MOBIL
JUAL OBAT PENGHANCUR LEMAK SEWA CRANE
085100956099 / 0811385948
C.0003529-brj
INDENT BR-V & HR-V P Syarat Mudah P Discount Besar
KREDIT s/d
5th
Sesuai Keperluan Usaha Anda Menyongsong tahun 2016 Kami hadirkan kembali Kalender Bali lengkap yang disusun oleh : Guru Bangbang Gede Wisma untuk menuntun kita menentukan hari baik dalam melakukan upacara maupun dalam aktivitas sehari-hari yang juga memuat hari piodalan di pura yang ada di seluruh Indonesia. Juga dilengkapi dengan ala ayuning dewasa menurut Lontar Wariga Gemet. Sangat cocok untuk media promosi usaha Anda sekaligus sebagai kenang-kenangan untuk kolega, rekanan maupun sahabat Anda.
READY: BRIO, MOBILIO, JAZZ, FREED, CRV
081 8055 60264 081 338 394 999
C.0003468-mbl
DIJUAL MOBIL
Kalender Dinding Kalender Meja Kalender Agenda Kerja
Kalender Memo Kalender Foto Aktivitas Usaha
Hubungi - Percetakan BP
Jl. Kepundung 67A Denpasar - email : print@balipost.co.id Marketing : Hp. 081 557 86006, 083 114 092 139 G.0000083-RPA
18
BUDAYA
Minggu Paing, 29 November 2015
TTS Bali Post
Pertanyaan Mendatar:
1. Gundul 4. Sampul surat 7. dibalik; usungan jenasah kekuburan (Bali) 8. Pemain atau penyanyi musik cadas 10. Penunjuk waktu 13. Ibu Kota Tirana 15. Syair atau nyanyian yang mengandung ungkapan dukacita 17. Nopoleon……………. 21. Suruh (Inggris) 23. Sesuatu tak bernama 24. Puncak 26. Geladak kapal 29. Penjiplak 33. Ibu Kota Negara Ceko 35. Pengawai tidak tetap 37. Salah satu bentuk karya sastra 38. Ikan laut 40. Hewan pengakut beban 41. Bungkus pelindung barang 42. Pusat
Bali Menyimpan Lebih dari 10.000 Lontar
BALI sebenarnya banyak memiliki kearifan lokal yang tertulis pada lontar. Diprediksi, lontar yang ada di Bali jumlahnya lebih dari 10.000 lontar. Lontar tersebut ada yang tersimpan di masyarakat, namun juga ada lontar yang sudah terdata dengan baik, tersimpan di Gedong Kertya sebanyak 2.000 lontar, UPT Lontar sebanyak 950 lontar, Pusat Dokumentasi Dinas Kebudayaan Provinsi Bali 3.000-4.000 lontar, di Universitas Dwijendra dan Universita Hindu Indonesia. “Lontar di masyarakat itu yang tidak terdeteksi, karena yang ada di geria dan di puri belum didata semua. Itu yang belum terdeteksi,” ujar I Gde Nala Antara, Ketua UPT Perpustakaan Lontar, belum lama ini. Memang tidak semua keluarga memiliki lontar, namun pada keluarga tertentu di desa apalagi keluarga besar masih tersimpan dalam bentuk purana, prasasti. “Itu tugas kita di akademisi bekerja sama dengan jurusan. Ketika melakukan penelitian, berusaha mendata yang ada di masyarakat. Kalau di sini bersama dengan mahasiswa sekaligus pelatihan,” jelasnya. Namun terkadang, masyarakat tidak mau terbuka, tidak memberikan mahasiswa untuk membaca, dan juga disakralkan. “Itulah yang perlu kita edukasi ke depan, tapi memang semua harus menghormati lontar itu sebagai warisan budaya yang memang milik keluarganya,” imbuhnya. Selain di Bali, lontar juga tersebar di Leiden, Jawa, Lombok, daerah transmigrasi, UI, Museum Sono Budoyo, Yogyakarta, Keraton Solo, Museum Radya Pustaka, Museum NTB di Lombok. “Ketika orang Bali transmigrasi dulu, memiliki warisan, warisan tersebut ikut terbawa. Namun sebagian sudah kita lacak,” jelasnya. Nala menegaskan, justru lontar yang ada di masyarakatlah yang jumlahnya banyak dan paling susah didata. Setiap ke masyarakat untuk melakukan sosialisasi dan membantu melakukan perawatan lontar, jumlahnya beragam. “Ada yang 50, ada yang ratusan, seperti di Geria Banjarangkan, Klungkung, itu ratusan lontar,” imbuhnya. Nala yang juga PD II Fakultas Sastra dan Budaya Unud ini mengimbau bagi masyarakat yang memiliki lontar, jika tidak mampu merawat atau memeliharanya bisa dititipkan di UPT Lontar, dengan dibuatkan berita acara, disimpan di tempat khusus milik masyarakat. “Kami akan rawat dengan hak milik tetap pada mereka (masyarakat). Daripada di rumahnya tidak terawat, lebih baik disimpan di sini. Dengan cara ini, lontar Bali diharapkan dapat terlindungi dari pihak asing yang sedang gencar melakukan pengumpulan naskah-naskah lontar,” tegasnya. (may)
2
3
4
5
6
7 8
9
10 13
15
17
18
19
20
22
23
24
25 29
12
14
16 21
11
26 30
31
27
28
32
33
35
34
36
37
38
39
40 41
SPT2015
Menurun: 1. Di pinggiran atau terletak jauh dari pusat 2. Orang yang memberi perawatan penyakit 3. Bengkak atau balut 4. Lalai 5. Penuh 6. Alat pencetak 9. Gembel 11. Menciduk atau mengumpulkan dengan tangan 12. Huru hara atau keributan 14. Tidak atau bukan 16. Kumandang 18. Mengalahkan atau menang atas (Inggris) 19. Berbau tidak sedap 20. Meja persembahan 22. Kemana (Bali) 25. Satelit bumi yang diluncurkan oleh Uni Soviet 27. Kesalahan 28. Perkemahan besar Pramuka 30. dibalik; rumah peristirahatan 31. Tulus hati 32. Bimbing 33. Nama buah yang pahit 34. Daerah atau wilayah 36. dibalik; arak jepang 39. Lari (Inggris)
1
42
KUPON TTS No.222 Ketentuan Menjawab
Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No 222 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/ Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 5 Desember 2015. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 13 Desember 2015. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga ( 2 dewasa + 2 anak ). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
Jawaban TTS No. 220 Mendatar 1.Tempias 4. Sembung 8. Elus 9. Akustik 10. Kalasan 11. Sekam 14. Akurat 16. Agresi 18. Our 19. Kutip 20. Entok 22. Mal 24. Naggne (enggan)
26. Aussie 28. Stair 31. Okarina 33. Ovarium 34. Sial 35. Imigran 36. Advokat Menurun: 1.Traktat 2. Postur 3. Sekte 4. Sukma 5. Esa 6. Blabar
7. Generik 11. Stoples 12. Keramba 13. Makelar 15. Ujung 17. Egois 21. Anatomi 23. Keramat 25. Gnorag (Garong) 27. Stereo 29. train 30. Idola 32. NSA
Pemenang TTS No. 220 1. Ketut Wijaksana Jl. Lombok Blok A6/2 Jimbaran 2. Gede Ketut Wijana Jl. Gatot Subroto II/3B Tabanan 3. Anak Agung Ngurah Agung Br. Pasar Desa Gumbrih Pekutatan, Jembrana Negara 4. I Ketut Kania Jl. Danau Poso No. 72 Blanjong Sanur 5. Ni Ketut Santi Latri Jl. Soka Gg. I No. 2 Denpasar 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar Nama : Ni Kadek Sri Karnadi Alamat :Br. Buayang, Desa Culik Abang, Karangasem
Menggali Kearifan Lokal Bali Melalui Konservasi Lontar
KONSERVASI lontar adalah usaha untuk merawat lontar. Fungsi utama konservasi lontar adalah untuk menyelamatkan naskah-naskah yang ada di masyarakat. Dari sisi kebudayaan, naskah lontar menyimpan banyak kearifan lokal Bali, mulai dari menjaga alam, ekologi, ekosistem, tata cara merawat alam dan sebagainya. Di era globalisasi ini, yang mana sekat-sekat kebudayaan antarnegara hampir tidak ada, kearifan lokal patut diperkuat. “Naskah merupakan kearifan lokal Bali, jika dilihat dari kacamata ilmu budaya. Khususnya dilihat dari keilmuan sastra mengandung banyak wacana dari kepemimpinan, tata pemerintahan, kearifan lokal tentang revolusi mental, sesana yang bisa mengatur masyarakat Bali khususnya, dan ini menarik dikaji di tingkat internasional,” jelas Arik Wira Putra, praktisi konservasi lontar, pada acara Seminar Nasional “Potensi Naskah Lontar Bali yang Bernilai Luhur Dalam Penguatan Jati Diri Bangsa”, belum lama ini. Arik Wira Putra mencontohkan lontar yang terkait dengan ekologi dan tata cara perawatan alam. Orang Bali dulunya melihat sungai merupakan sumber kehidupan. Selain itu, sistem ekonominya berawal dari agraris dan sungai, sedangkan sistem sosial berawal dari banjar. Sehingga masyarakat Bali dulunya sangat memelihara alam baik sungai, gunung, danau, laut dengan ritual dan upacara tertentu. “Namun ritual dan upacara itu berpedoman pada tattwa dan tattwa itu dimuat dalam naskahnaskah lontar, tattwa itu mengarah pada bagaimana cara menyikapi masalah-masalah yang dihadapi,” jelasnya. Tentunya, dalam naskah lontar yang ditulis, ada yang tersurat dan tersirat sehingga memerlukan pembacaan dan pemahaman secara teoristik. “Misalnya naskah itu banyak
menulis tentang menjaga aliran sungai yang merupakan sumbersumber kehidupan,” ujarnya. Di Bali ada yang namanya sapta gangga yaitu Sungai Ayung dan aliran sungai lain yang ada di Bali. Pada aliran sungai tersebut ada pura (tempat suci) yang harus dijaga, termasuk pantai dan danau. “Kenapa harus dijaga, karena terkait langsung dengan alam dan pura itu ditempatkan di aliran sungai itu sebenarnya untuk memelihara alam itu sendiri,” katanya. Oleh karena itu, agama Hindu di Bali tak luput dari sebutan magama tirta (agama yang bersumber dari air), namun belakangan magama tirta mulai kehilangan makna sehingga banyak sumber air yang tidak dijaga. “Misalnya, aliran sungai di Denpasar sangat jarang yang bersih, meskipun pemerintah telah mengupayakan hal tersebut,” jelasnya. Naskah-naskah lontar diharapkan terus dikaji. Mengingat isi dari lontar tersebut dari berbagai bidang ilmu sehingga sangat diperlukan sekali orangorang di bidang studi/ilmu yang lain, tidak hanya sastra untuk bekerja sama mengkajinya. Misalnya, untuk membaca dan memaknai naskah lontar tentang pertanian, memerlukan orang yang concern di bidang pertanian. “Contohnya, naskah Darma Pemacul yang berisi tentang kewajiban seorang petani, pura yang harus dijaga. Ada
Pura Sakenan, penguasa walang sangit, dan Pura Masceti penguasan jero ketut (tikus), sehingga membutuhkan orang yang concern di bidang pertanian,” ujarnya. Selain itu juga, dalam naskah lontar banyak mengandung tattwa. Masyarakat Bali berawal dari kehidupan agraris. Dalam upakara pun disimbolkan dengan banten gebogan yang berisi jaja uli dan begina. Jajan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Bali tidak kekurangan makanan. Mengingat jajan tersebut terbuat dari beras, ket-
an. Mengisi gebogan dengan jaja uli, begina, menandakan masyarakat Bali makmur. “Namun, yang terjadi saat ini, gebogan berisi macammacam, tanpa didasari oleh filosofi tadi. Artinya, kehilangan tattwa sehingga kehilangan dasar pelaksanaan. Ketika dasar itu hilang, yang
terjadi adalah gebogan berisi macam-macam tadi, mencari kebudayaan lain, India, Cina, padahal dasar kuat dari Bali adalah agraris,” katanya dan menambahkan, masih banyak lagi lontarlontar yang banyak menyimpan kearifan lokal Bali. (citta maya)
BPM/dok
LONTAR - Naskah lontar yang memuat berbagai kearifan lokal sehingga wajib dilestarikan.
19
Minggu Paing, 29 November 2015
Heli Antipeluru untuk Presiden
Jakarta (Bali Post) TNI Angkatan Udara membeli helikopter Kepresidenan baru jenis Agusta Westland AW-101 untuk menggantikan helikopter Kepresidenan yang lama, Super Puma. Heli baru ini dirancang antipeluru. Rencananya, helikopter baru tersebut akan tiba di Tanah Air pada pertengahan 2016 mendatang. Dipilihnya AW-101 sebagai helikopter yang akan digunakan Presiden atau Wakil Presiden dan tamu VVIP diklaim sebagai helikopter canggih dan memiliki tingkat keamanan serta kenyamanan yang baik. Pengamat Penerbangan, Alvin Lie, mengaku terkejut dengan rencana pembelian helikopter kepresidenan buatan Inggris-Italia itu. Pasalnya, TNI-AU sebagai user, sama sekali tidak pernah melakukan sosialisasi. Apalagi, pemerintah maupun DPR juga sekadar merespons pembelian tersebut. Yang ironis, kata Alvin, pembelian helikopter tersebut dilakukan di saat PT Dir-
gantara Indonesia (DI) sudah mampu memproduksi sendiri Helikopter Super Puma, yang kualitasnya tidak kalah dengan AW-101. Sekretaris Kabinet Pramono Anung membenarkan heli ini didesain tahan peluru, bukan karena ada ancaman atau ada pihak yang iseng hendak menembak Presiden. Namun, fasilitas tersebut sebagai bentuk antisipasi terhadap semua kemungkinan. “Karena kan helikopter itu juga terbang sangat rendah. Nah alasan-alasan itulah yang kemudian kenapa diputuskan pembelian helikopter tersebut,” jelas Pramono. Selain itu, menurut Pramono, helikopter kepresidenan yang digunakan saat ini, jenis Super Puma, sudah berusia 25 tahun lebih. Seh-
ingga, perlu diganti. “Karena ini untuk VVIP termasuk tamu negara maka TNI-AU mengusulkan,” kata Pramono. Pramono menambahkan, operasional helikopter kepresidenan ini nantinya sepenuhnya ditangani oleh TNI Angkatan Udara. Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Agus Supriatna, Sabtu (28/11) kemarin, menegaskan pembelian Helikopter AW-101 sebagai helikopter kepresidenan yang baru sudah melalui tahapan dan kajian mendalam TNI-AU. Menurut Agus, alasan membeli pesawat helikopter AW-101, lantaran dirinya benar-benar mengetahui helikopter mana yang benarbenar canggih dan lebih layak digunakan oleh kepala negara. “Saya tahu betul, pengalaman bagaimana mengoperasikan pesawatpesawat yang sekarang ada, bagaimana servisnya, bagaimana kita mencari suku cadang,” kata Agus Supriatna. (kmb)
Petunjuk Pemprov Dari Hal. 1
Anggota Badan Anggaran DPRD Badung, I Nyoman Karyana, juga mengakui, atas petunjuk Pemprov Bali dana hibah belum bisa direalisasikan. Kondisi ini menurut politisi Partai Golkar ini, juga terjadi di Pemprov Bali. “Pada verifikasi APBD Perubahan, Pemprov menjelaskan untuk dana hibah belum bisa direalisasikan. Pertimbangannya belum ada landasan hukum dari pemerintah pusat,” jelas Karyana seraya menambahkan pada saat itu jelaskan bahwa hibah sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat. Seperti diketahui, permasalahan hibah di Badung dan daerah lainnya muncul setelah Undang-undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, khususnya pasal 298 ayat (5). Dalam pasal itu dinyatakan, belanja hibah sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dapat diberikan kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah lain, badan usaha milik negara atau BUMD; dan/atau badan, lembaga, dan organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum Indonesia. Sedangkan hibah yang diarahkan sebagian besar untuk lembaga-lembaga desa adat. Dalam APBD induk 2015 hibah dipasang Rp 265,4 miliar. Untuk lembaga atau organisasi sebesar Rp 145,2 miliar. Nah, khusus bantuan
hibah kelompok masyarakat dianggarkan Rp 120,2 miliar. Perbup Batal Diterbitkan Di Gianyar alokasi dana bansos dan hibah yang dipasang di APBD Gianyar tahun 2015 tak bisa dicairkan. Hal ini menyusul perbup terkait dana bantuan tersebut tidak jadi diterbitkan. Alhasil, anggaran bansos dan hibah akan mengendap jadi silpa. Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Gianyar I Made Mahayastra belum lama ini. Mahayastra mengatakan, bupati sebenarnya sudah menandatangani perbup yang bakal menjadi dasar hukum bagi pencairan dana bansos dan hibah bagi lembaga atau organisasi adat yang telah ada sebelum Indonesia merdeka. Organisasi dimaksud yakni desa pakraman dan subak. Setelah dikoordinasikan dan dipertimbangkan kembali, perbup itu tidak jadi diterbitkan. Keputusan ini diambil setelah diadakan pertemuan yang juga melibatkan pimpinan DPRD Gianyar. Mahayastra menyebut, alasan tak jadi diterbitkannya perbup lantaran pemerintah khawatir muncul kesan di masyarakat adanya ketimpangan perhatian bagi masyarakat. Jika perbup ini diterbitkan, maka hanya desa pakraman dan subak saja yang bisa mengakses dana
bansos dan hibah. “Supaya tidak memunculkan kesan pilih kasih, maka disepakati dana Rp 8 miliar yang diperuntukkan untuk hibah dan bansos APBD Perubahan 2015 kita gelontorkan ke APBD induk 2016 untuk menjadi silpa. Jadi tidak ada yang cair kesimpulannya di tahun 2015 ini,” kata Mahayastra. Meski di APBD 2015 diputuskan tidak dicairkan, Mahayastra menyebut, alokasi dana bansos dan hibah di RAPBD 2016 tetap akan dianggarkan. Bahkan jumlahnya akan lebih besar ketimbang rancangan sebelumnya atau Rp 23 miliar. “Tetap dianggarkan sebesar Rp 23 miliar ditambah dana silpa luncuran lagi Rp 8 miliar, jadi sekitar Rp 31 miliar untuk 2016,” katanya. Terkait keputusan pembatalan penerbitan perbup, Ketua DPRD Gianyar Wayan Tagel Winarta menyampaikan kekecewaannya. Apalagi sebelumnya sudah sempat dipastikan perbup dimaksud bakal diterbitkan. Dikatakan, pihaknya masih berharap dana bansos dan hibah bisa dicairkan dengan persyaratan lebih sederhana, terutama untuk lembaga atau organisasi yang berkaitan dengan pelestarian adat dan budaya. “Sepanjang ada peluang kami tetap akan berusaha. Kalau tidak cair di 2015, akan dicairkan di 2016 dengan persyaratan yang harus dilengkapi,” tegasnya. (par/ded)
Untuk Masyarakat Dari Hal. 1
Hal ini terungkap dalam rapat kerja badan anggaran DPRD Denpasar dengan tim anggaran eksekutif di ruang sidang, belum lama ini. Rapat kerja yang dipimpin Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede didampingi Wakil Ketua Wayan Mariyana Wandira dan Sekda AAN Rai Iswara dihadiri anggota badan anggaran DPRD dan sejumlah pimpinan SKPD penghasil di lingkungan Pemkot Denpasar. Dalam rapat kerja tersebut, lebih banyak mengemuka tentang pencairan dana hibah untuk masyarakat. Karena sampai saat ini, pusat belum memberikan kejelasan tentang siapa yang bisa diberikan dana hibah. Bahkan, beberapa kali, pihak eksekutif melakukan koordinasi dengan pusat, namun belum ada jawaban yang jelas. Ketua Fraksi PDI-P Kadek Agus Arya Wibawa mengusulkan agar dicarikan pola lain untuk menyalurkan dana hibah ini kepada masyarakat. Terlebih, masih banyak usulan dari masyarakat agar mendapat dana bantuan hibah ini. “Bagaimana bila pencairan dana hibah ini dilakukan seperti bantuan bedah rumah,” kata politisi asal Denpasar Selatan ini. Keluarnya Undang-undang (UU) No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah pasal 298 ayat (5) huruf d, mengakibatkan pemerintah daerah termasuk Pemkot Denpasar kesulitan mengalokasikan dana hibah. Kadek Agus Arya Wibawa meminta eksekutif
untuk mencari celah dari aturan tersebut misalnya pencairan batuan dana hibah, agar tidak terpaku pada dana cash. “Misalnya bedah rumah. Ini menggunakan pola dana hibah. Kalau ini (pencairan) belum pasti, maka di tahun 2016 tidak bisa ada program bedah rumah. Termasuk pula perbaikan pasar-pasar desa,” kata politisi PDI-P ini. Terkait hal ini, Sekda Rai Iswara mengatakan APBD yang dirancang sudah menjadi sandaran dalam menyusun segala program. “Nanti ke depan, kita bahas lagi dengan mensinkronkan terhadap aturan-aturan yang masih menjadi perdebatan. Dalam penyusunan APBD ini, sebelumnya kami juga sudah berkoordinasi dengan BPK, provinsi termasuk pula mengintip kabupaten lain untuk mendapat gambaran yang lebih jelas,” ujarnya. Meskipun Menteri Dalam Negeri (Mendagri) telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) per 18 Agustus 2015 lalu, bernomor 900/4627/SJ berisi penajaman pasal 298 ayat (5) UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, juga memberikan kemudahan bagi pemberian hibah dan bansos. Namun, DPRD Denpasar masih ragu. Keraguan ini muncul mengingat pihak penerima bansos dan hibah ini ha rus berbadan hukum, sementara selama ini seperti pangempon pura, sekaa teruna, dan kelompok masyarakat lainnya tidak dalam bentuk badan hukum. Hal inilah yang menyulitkan bansos dan hibah hingga saat ini belum dicairkan.
Sementara itu, dana hibah dan bansos yang dianggarkan Pemkab Bangli pada rancangan APBD 2016 menurun drastis dibanding tahun sebelumnya. Hal ini menyusul adanya pengetatan aturan pemberian dana hibah dan bansos sebagaimana yang tertuang dalam UU Nomor 23 Tahun 2014. Kepala Bagian Keuangan Pemkab Bangli, Ketut Nurjana, Sabtu (28/11) kemarin, memaparkan, untuk tahun 2016 Pemkab Bangli hanya menganggarkan dana hibah Rp 400 juta. Jumlah tersebut jauh menurun dibandingkan dengan tahun 2015 senilai Rp 47 miliar lebih. Nurjana mengatakan sesuai dengan aturan yang berlaku, dana hibah senilai Rp 400 juta tersebut nantinya hanya dialokasikan untuk dua lembaga yang berbadan hukum yakni KONI dan Korpri. Sementara itu, untuk dana bansos tahun 2016, Pemkab Bangli hanya menganggarkan Rp 500 juta. Jumlah tersebut jauh menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya senilai Rp 1 miliar lebih. “Siapa yang akan menerima, belum direncanakan. Belum ditentukan, nanti akan dikoordinasikan,” terangnya. Sementara itu, berdasarkan laporan data realisasi anggaran hibah dan bansos 2015 tercacat dari Rp 47.172.664.100 dana hibah yang dianggarkan, yang sudah terealisasi hingga 27 November yakni Rp 43.422.664.100. Sementara dari Rp 1.315.000.000 dana bansos yang dianggarkan, yang sudah terealisasi Rp 1.065.000.000. (ara/sos)
Pembatasan Penerima Dari Hal. 1
Terkait adanya aturan pembatasan penerima dana hibah tersebut, Wiratmaja mengatakan pihaknya mesti memilah dan memilih alokasi hibah yang sesuai. “Jadi tidak bisa berlaku seperti tahun-tahun sebelumnya,” paparnya. Untuk anggaran perubahan tahun 2015 disampaikan Wiratmaja, pemerintah daerah tidak mengeluarkan hibah kecuali untuk kebutuhan pilkada. Artinya, untuk instansi-instansi yang berhubungan dengan pengamanan tahapan pilkada yakni Polres dan TNI. Sementara itu, menurut Kabag Keuangan Setda Kabupaten Tabanan, I Wayan Arimbawa, tahun 2015 ini, total besaran hibah mencapai angka Rp 12.925.000.000. Dari total dana tersebut, Rp 12.700.000 sudah cair per bulan Januari 2015. Sementara sisanya Rp 225.000.000 belum cair. ‘’Ada sekitar lima proposal yang tidak bisa cair,’’ ujarnya. Sejumlah persoalan yang membuat dana ini tidak bisa cair atau dicairkan seperti adanya kesalahan nama, objek yang sama ataupun memang dari pihak masyarakat sendiri yang tidak mau mencairkan. Bansos Jalan Terus Pemkab Klungkung juga bersikap sama. SE Mendagri No.900/4627/SJ yang memperjelas UU No.23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah menjadi dasar Pemkab Klungkung untuk menunda penganggaran hibah tahun 2016. Pasalnya, pada pasal 298 ayat (5) disebutkan penerima hibah harus berbadan hukum. Sekda Klungkung Putu Gede Winastra mengungkapkan, sisa dana hibah yang belum dicairkan per
31 Agustus 2015 sebesar Rp 7.420.127.650. Pihaknya mengakui masih menahan dana tersebut sambil menunggu adanya perubahan Peraturan Bupati. Peraturan Bupati sebelumnya, mengacu Permendagri No.39 Tahun 2012 sebagai perubahan dari Permendagri No.32 Tahun 2011. “Kami masih menunggu penyesuaian Perbup dengan UU No.23 Tahun 2014 yang dipertegas dengan SE Mendagri No.900/4627/SJ,” terang Winastra. Dalam Permendagri No.32 Tahun 2012, mereka yang dapat menerima (objek) dana hibah meliputi pemerintah, pemerintah daerah lainnya, perusahaan daerah, masyarakat dan organisasi kemasyarakatan. Sedangkan pada UU No.23 Tahun 2014 yang dipertegas SE No.900/4627/SJ, belanja hibah dapat diberikan kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah BUMN/BUMD dan badan, lembaga, organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum Indonesia. S e d a n g ka n d a na b a ns o s sisa sebesar Rp 151.000.000 tetap bisa dicairkan. “Setelah edaran Mendagri, Bansos tetap cair, yang ditunda dana hibah sampai jelas peraturannya. Tahun 2016 ditunda karena peraturan belum jelas,” tegas Winastra. Pejabat asal Tabanan itu mengaku tidak ada masalah pada anggaran bansos-hibah yang sudah cair di anggaran induk 2015. Mengingat sudah ada permakluman terhadap KUA/PPAS yang prosesnya sudah berjalan sebelum lahirnya UU No.23 Tahun 2014. Pemkab Klungkung mengalokasikan dana hibah APBD 2015 sebesar Rp 37.993.734.400 dan dana bansos Rp 1.662.500.000. (san/dwa)
Jl. Diponegoro No. 46 (Suci) Denpasar Telp. 0361 223787 C.0003515-bd
Jl. Diponegoro No. 46 (Suci) Denpasar Telp. 0361 223787 C.0003517-bd
Uji Capim Dari Hal. 1
Apakah dengan masuknya revisi UU KPK ke Prolegnas prioritas 2015 sebagai inisiatif DPR bisa melancarkan uji capim? “Dapat diduga demikian meskipun belum dapat dipastikan,” imbuhnya. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III Benny K. Harman menepis anggapan tersebut. Dia menegaskan bahwa persetujuan terkait revisi UU KPK saat ini berada dalam kendali Baleg dan pemerintah. Benny mengatakan bahwa Komisi III tidak mengetahui soal tawar-menawar antara revisi UU KPK dengan uji capim KPK. “Itu urusan Baleg,” ucapnya. Pada rapat Baleg, Jumat (27/11) lalu, pemerintah dan DPR sepakat menjadikan revisi UU KPK sebagai Prolegnas prioritas 2015. DPR pun mengambil alih menjadi pengusul inisiatif revisi UU KPK. Anggota Badan Legislasi (Baleg) dari Fraksi PKS DPR RI Almuzammil Yusuf menegaskan bahwa Revisi UU KPK No. 30 Tahun 2002 yang atas inisiatif DPR, akan mengutamakan masukan dari KPK. Sehingga, Baleg DPR berharap revisi tersebut dapat bersifat terbatas dan diselesaikan
secara cepat dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) RUU Prioritas tahun 2015. “Masukan dari KPK adalah masukan utama untuk RUU revisi KPK dari DPR. Sehingga, DPR bersama KPK mengawal revisi UU KPK ini. Mudah-mudahan revisi itu terbatas dan usulan dari KPK itu dapat kita selesaikan secara cepat,” kata Almuzammil dalam siaran persnya Sabtu kemarin. Dia memastikan setelah Badan Musyawarah (Bamus) DPR menyerahkan draf RUU, maka pihak pertama yang diundang untuk dimintai masukan adalah KPK itu sendiri. Sehingga, Almuzammil berharap KPK sudah mengerti berbagai masukan dari publik atas kelemahan dari lembaga antirasuah itu sendiri selama ini. “Dengan adanya masukan dari KPK ini, kami berharap tidak akan menjadi bola panas atau kontroversi yang tidak produktif di masyarakat,” tegasnya. Setelah ini, Baleg akan mengadakan rapat kurang dari satu bulan untuk membahas kedua RUU tersebut. Selanjutnya, kedua RUU tersebut akan dibawa ke Bamus dan rapat paripurna untuk mendapatkan persetujuan. (kmb)
Pemeriksaan
Dari Hal. 1
Dijelaskan, dalam meningkatkan kewaspadaan di area bandara, pihak otoritas bandara melakukan penambahan pemeriksaan kepada orang perseorangan yang akan masuk ke daerah terbatas, termasuk barang
bawaannya dan sebagai contingency. “Kami juga akan meningkatkan pemeriksaan keamanan orang dan barang secara random dengan menggunakan ETD (Explosive Trace Detection) dan HHMD (Hand Held Metal Detector),” ujarnya. (kmb27)
C.0001137-sln
balipost (87rb Like) http://facebook.com/balipost
Minggu Paing, 29 November 2015
@balipostcom (3,8rb Follower) http://twitter.com/balipostcom
sudah–sudah, sangat sulit sekali dalam bergrup terikat. Nah bersama Tiga Siluman saya berharap bisa bekerja profesional,” ujarnya, Sabtu (28/11) kemarin. Menurutnya, berperan sebagai wanita memang memiliki tantangan tersendiri. Berawal dari sang guru tari Arja Tirta Mumbul Sari yang meminta berkarakter cewek, lalu ia mencoba hingga dikenal banyak orang sebagai Gek Cerling. Karakter wanita diper-
ankan tergolong gampanggampang sulit, khususnya karakter Gek Celing. Selain banyak yang beranggapan negatif, banyak juga yang mencemoohnya. Ia sendiri hanya bisa menjadikan anggapan orang-orang sebagai penyemangatnya. “Berperan sebagai wanita bagi saya sangat susah, khususnya karakter Cerling ini. Selain itu berperan sebagai wanita perlu mental yang kuat. Seperti saya contohnya banyak tetangga yang beranggapan negatif dan mencemooh saya. Tetapi setelah apa yang saya capai saat ini, mereka hanya terdiam. Bagi saya apa yang mereka katakan saya anggap sebagai motivasi saya ke depannya.” ucapnya. (dgk)
Jika semakin banyak makanan dan hotel syariah di Bali, lanjutnya, akan semakin banyak wisatawan Muslim yang akan berkunjung dan akan menguntungkan Pemda Bali. Ini mirip omongan Menpar Arief Yahya, yang ditanya wartawan saat Musda PHRI Bali barubaru ini. Wisata syariah bukan masalah agama, tapi bisnis! Demi memenuhi keinginan wisatawan, katanya. Wah, ini baru pemikiran sangat simpel! Kalau murni bisnis dan demi pengembangan pelayanan, tanpa menggunakan istilah ‘syariah’ agaknya jauh lebih bijak dan tidak meresahkan,“ ulas Purwacita. “Inilah yang kita tahu. Segala benda itu menyatu. Seperti hubungan darah, mengikat seluruh keluarga. Yang terjadi pada bumi, terjadi juga pada semua penghuni. Manusia tidak merajut jaring kehidupan. Ia hanyalah secarik benang yang ada padanya. Apa pun yang ia lakukan pada jaring itu, akan mengena pada dirinya sendiri. Itu puisi Ted Perry yang dipasang di halaman pertama buku ‘Jaring-Jaring Kehidupan‘ karya Fritjof Capra. Tanpa membaca itu, orang Bali paham kalau menerima konsep wisata syariah dengan pertimbangan bisnis tok, berarti mereka mengoyak beberapa benang yang merajut jaringjaring kehidupannya. Seluruh kearifan lokal yang merawat
kehidupannya, baik sebagai insan agama warisan leluhur maupun insan pariwisata akan terkikis akibat bujukan material atau uang. Sepertinya ada skenario dan desain besar untuk menghancurkan tatanan hidup orang Bali, termasuk pariwisata yang berkembang selama puluhan tahun di pulau ini. Aku curiga, jangan-jangan proyek reklamasi Teluk Benoa, Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Besakih dan kini Wisata Syariah, merupakan skenario berkaki tiga. Sebab, datangnya gagasan-gagasan yang meresahkan ini seperti satu mata rantai dan begitu mudahnya orang mengatakan wisata syariah cuma soal bisnis, bukan agama. Mudahmudahan aku paranoid karena dicekoki skeptisme tebal,“ ujar Rimanta. “Hahaha skenario berkaki tiga, kayak merek balsam saja! Murni masalah bisnis demi memenuhi permintaan wisatawan. Apakah semua permintaan wisatawan harus dipenuhi meski harus menukar dengan keyakinan yang telah ribuan tahun diwariskan para leluhur? Aku masih ingat, dulu saat wisatawan Jepang mulai booming dengan charter flight langsung dari berbagai kota besar datang ke Bali, sempat berkembang wisata syahwat. Ekses dari perkembangan ini adalah hijrahnya ratusan PSK dari
Meroket Bersama Grup Tiga Siluman lintang yakni I Putu Karsa, S.Pd. yang memiliki nama panggung Tunik Cerling. Pria kelahiran 17 Januari 1986 ini sangat menekuni seni tari arja sejak masih duduk di bangku sekolah dasar tepatnya semasih kelas V. Ia sempat bergabung dengan salah satu grup arja di daerah Blahbatuh, Gianyar. Kini, ia tetap beraktivitas menari dengan berperan sebagai wanita. Tanpa terikat dengan grup, ia bebas ikut gabung dengan teman-temannya saat
manggung di beberapa daerah di Bali. Salah satu grup yang sering ia ajak manggung, Tiga Siluman yang beranggotakan Ngurah Panji sebagai Ayu Rosanti, Bintang Pramustya sebagai Rai Bintang dan ia sendiri sebagai Gek Cerling. “Sekarang saya lebih banyak manggung bersama Tiga Siluman, grup yang baru saja terbentuk berkat bli Dek Artha. Semoga saja makin banyak job-nya. Saya sendiri tidak mau terikat dengan grup berkaca dari pengalaman yang
Skenario Berkaki Tiga BALI akan mengembangkan wisata syariah! Wacana ini bagai halilintar di siang bolong, terutama bagi mereka yang masih memahami kalau di Pulau Dewata berkembang pariwisata budaya bernapaskan kearifan Hindu Bali. Pernyataan aneh yang memancing polemik itu menggoyang juga dunia maya karena banyak netizen yang kontra bereaksi keras dan vulgar. Kembangkan saja wisata syariah di Aceh yang berjulukan Serambi Mekah, karena kami di Bali sudah memiliki budaya warisan leluhur yang membuat pulau ini terkenal di dunia dan diberi berbagai julukan. Begitu salah satu respons yang masih terkesan santun meski secara tersirat sinis dan emosional. “Bukan hanya di dunia maya, terutama facebook, gejolak juga muncul di masyarakat terkait hasrat melaksanakan wisata syariah di Bali. Memang tidak semua orang paham apa makna dan tujuan wisata dengan istilah bahasa Arab itu. Unjuk rasa beberapa kelompok masyarakat dan mahasiswa terjadi buat menolak gagasan yang bagi mereka tidak cocok diterapkan di Bali. Bahkan, Gubernur Bali menolak keras gagasan wisata syariah dan menganggapnya usulan aneh yang dapat merusak kondusivitas masyarakat. Lucunya, Jonru Ginting yang bernama asli Jon Riah Ukur Ginting menulis di media sosial maya bahwa penolakan gagasan wisata syariah di Bali berdasarkan pertimbangan paranoid dan ketakutan semu belaka. Sialan, oknum ini rupanya selalu melontarkan wacana kontroversial. Tidak puas di politik, karena kepo kini memprovokasi dan meresahkan pariwisata Bali. Tanpa sadar kenyinyiran dan kerempongannya menunjukkan dia sendiri mengidap paranoid. Padahal di bagian lain dari tulisannya, dia percaya bahwa penerapan konsep wisata syariah di Indonesia banyak didasarkan oleh niat untuk menegakkan nilai-nilai Islam di muka bumi. Jika sebuah objek wisata menerapkan konsep wisata syariah, tambahnya, semakin banyak umat Islam yang tertarik berkunjung ke sana. Lalu, apa salah kita curiga dan khawatir, bukan paranoid, terhadap konsep yang menurut Mangku Pastika dikatakan usul aneh itu?“ tanya Rubag di akhir paparannya. “Biarkan sajalah, dia mau menulis apa saja terserah, mungkin itu sumber nafkah utamanya. Toh argumennya belum tentu dipakai rujukan untuk sebuah kebijakan resmi atau dianggap ide brilian! Saat menjelang Pilpres 2014 pun banyak netizen yang mencaci
brolan BALE BANJAR ARIDUS makinya, malah ada yang dituntut karena namanya disinonimkan dengan fitnah. Aku tidak mengikuti kelanjutan dari kasus hukum itu, karena kasusnya kuanggap remeh temeh namun dibuat besar. Aku ingat pesan para orang tua, untuk tidak berbicara terlalu banyak, apalagi membicarakan yang bukan urusan kita, sebab bicara banyak sering salahnya juga banyak. Liyu memunyi, liyu pelihe, begitu wanti-wanti mereka. Aku ikut membaca tulisannya di facebook, karena penasaran atas istilah ‘syariah’ yang dilekatkan dengan kata ‘wisata’, kendati akhirnya sedikit tersinggung karena tuduhan paranoid. Tapi nggak apalah dan aku tidak ingin menyarankan supaya orang Bali menuntut lewat hukum atas tuduhan yang bernada melecehkan itu. Anggap saja kita membesuk anggota keluarga ke rumah sakit jiwa, lalu dikatakan ‘gila‘ oleh orang yang tidak waras. Aku tersenyum kecut membaca ulasannya tentang Singapura dan Thailand yang
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Seniman Gek Cerling
KESENIAN di Bali memang tidak bisa dipisahkan lagi dengan kehidupan masyarakatnya. Berbagai kesenian di Bali menjadi daya tarik wisata, selain kebudayaan dan adat istiadatnya. Salah satu kesenian belakangan sangat banyak mendapat sambutan positif masyarakat adalah kesenian lawak inovatif. Ada banyak grup lawak yang belakangan ini booming di masyarakat. Salah satu seniman lawak yang sudah lama malang me-
dikatakannya banyak menerima wisatawan beragama Islam karena melaksanakan wisata syariah. Karena tahu banyak sejarah pariwisata Indonesia dan Bali, terutama konsepnya yang sesuai pandangan hidup Nusantara, aku jadi lebih setuju dengan judul dibanding isi artikelnya. Jangan terkecoh oleh istilah wisata syariah, begitu judul tulisan itu. Ya, sedikit pun aku tidak terkecoh, karena aku lebih percaya pada pariwisata budaya!“ komentar Jayadi. “Betul, isi tulisannya kayak angkot yang mutar-mutar cari muatan karena sepi penumpang. Paparannya tentang keuntungan material yang diperoleh dari hasil penerapan wisata syariah, yang didengar dari otoritas pariwisata dan dedengkot Masyarakat Ekonomi Syariah, dipatahkannya sendiri dengan ungkapan ‘aturan hukum di Indonesia masih buatan manusia‘. Jadi, dia sadar, Indonesia bukan Negara Agama tapi republik yang masih menerapkan hukum positif. Bukan hukum yang diturunkan Allah lewat nabi agar umatnya bertakwa dan beriman, seperti definisi syariah yang kubaca sepintas di Google. Karena itu dia menyalahkan orang Bali yang melakukan penolakan dengan stigma paranoid dan ketakutan semu. Dengan fasih dia menasihati orang-orang yang menolak dengan bahasa Inggris. Take it if you like or leave it if you dislike. Just that simple, pesannya membuatku geli membacanya.
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
gerai iklan
http://facebook.com/balipost
langkah cepat dan strategis rebut pasar Bali
Balipostcom
Beriklan di Bali Post Telp. : 0361-225764 email : iklanbp@yahoo.co.id
Balipostcom
BERIKLAN VIA SMS
Balipost on Gadget
Ketik BP#Teks iklan#Tanggal muat (dd-mm-yy)
Kirim ke : 081
1397 1818
www.iklanbalipost.com
Ketentuan : - Panjang teks iklan 30 karakter per baris, minimal 2 baris maksimal 10 baris - Anda akan menerima SMS balasan tentang biaya dan nomor rekening Bank transfer - Transfer pembayaran dan SMS nama pemilik rekening plus nominal uangnya.
BPM/dgk
GEK CERLING - I Putu Karsa, S.Pd. yang memiliki nama panggung kesenian lawak “Gek Cerling”. luar pulau ke Bali untuk mengembangkan pelayanan di bidang syahwat. Tak pelak, beberapa tokoh masyarakat, agama juga pariwisata terusik perasaannya dengan model pariwisata jenis ini. Lalu lewat diplomasi diminta agar biro perjalanan di Jepang yang bertindak sebagai whole saler memberi pengertian pada pelanggannya agar menghentikan keinginan mereka berwisata seks ke
Bali. Apalagi saat itu Gubernur Bali, Ida Bagus Mantra, menetapkan pariwisata Bali berwawasan kebudayaan. Prostitusi bertentangan dengan asas wisata budaya, demikian pula lokalisasi tidak diperkenankan. Jadi, jangan karena memenuhi keinginan wisatawan, kita melakukan apa saja. Uang memang penting tapi harkat dan martabat jauh lebih penting,“ ujar Kasna. (aridus)
LAYANAN ONLINE IKLAN DISPLAY IKLAN SOSIAL IKLAN ISLAND AD IKLAN PROSPEKTUS IKLAN KUPING IKLAN MEMORIAL IKLAN BERITA DUKA PROMO ADVERTORIAL
139 62168 PIN : 55C8E021
CUSTOMER CARE
: 081
email:pembacabalipost@gmail.com
G.0003668-rpa