12 HALAMAN
NOMOR 324 TAHUN KE 70
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost
minggu Kliwon, 29 juli 2018
Pengemban Pengamal Pancasila
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 ,233801Faksimile: 227418
BPM/edi
GERHANA - Inilah gerhana bulan terlama (103 menit) abad ini berlangsung Sabtu dini hari (28/7). Kombo fase gerhana bulan total atau blood moon terlihat dari kawasan Jimbaran, Kuta Selatan, Badung.
PKS Bisa ’’Ceraikan’’ Prabowo Jakarta (Bali Post) Suhu politik makin memanas menjelang pendaftaran nama capres dan cawapres. PKS yang saat ini berkoalisi dengan Gerindra bisa ‘’menceraikan’’ Prabowo. PKS dan Prabowo tak tertutup kemungkinan akan berpisah. Direktur Pencapresan DPP PKS, Suhud Aliyudin, menegaskan PKS akan tetap maju terus, dengan atau tanpa Prabowo. Bisa jadi ancaman ini dilakukan PKS agar elitenya menjadi cawapres Prabowo. Makanya, Suhud mengatakan komunikasi di antara partai politik masih berlangsung dinamis dan memungkinan perubahan. Suhud Aliyudin mengatakan bahwa PKS akan menawarkan sejumlah format nama pasangan caprescawapres kepada Partai Demokrat pada pekan depan nanti. Formatnya pasangan antara lain Anies BaswedanAhmad Heryawan hingga Anies-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). “Anies-Ahmad Heryawan bisa jadi opsi alternatif di tengah kebuntuan, karena kami melihat akan ada perubahan konstalasi. Akan disampaikan sebagai salah satu opsi. Jadi, memang ada sejumlah opsi yang kami punya dan akan dikomunikasikan ke pihak Demokrat. Misal AniesAhmad Heryawan, Anies-AHY, Ahmad Heryawan-AHY. Itu kan kombinasi yang bisa kami ramu,” kata Suhud usai diskusi di Jakarta, Sabtu (28/7) kemarin. Ia menambahkan, Anies merupakan salah satu figur yang bisa diterima oleh semua kalangan. Oleh karena itu, faktor figur dibutuhkan menjadi presiden ada di figur Anies. “Di samping juga Pak Anies itu muncul namanya di internal Pemilu PKS selain nama Pak Gatot Nurmantyo dan Pak TGB,” kata Suhud. (kmb)
Alih Fungsi Lahan dan Rebutan Air SEKTOR pertanian Bali utamanya menghadapi tantangan alih fungsi lahan dan persaingan pemanfaatan air. Di samping hal-hal insidentil seperti penyakit tanaman. Untuk mengatasi persoalan yang muncul di sektor pertanian, Pemprov Bali khususnya selalu menggandeng perguruan tinggi. Utamanya agar perguruan tinggi menghasilkan kajian yang sifatnya aplikatif untuk petani. “Kita kan selalu bekerja sama dengan peneliti. Jadi, yang melaksanakan penelitian itu kan perguruan tinggi sama Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP),” ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardhana, yang dikonfirmasi Sabtu (28/7) kemarin. Menurut Wisnuardhana, kerja sama dan koordinasi selama ini telah berjalan dengan bagus. Pemerintah dan peneliti saling mengisi terkait penelitian yang dilakukan. Hasil penelitian kemudian direkomendasikan untuk diterapkan di lapangan. “Kalau kita menganggap perlu dilakukan penelitian tertentu, kita siapkan anggarannya. Kalau mereka punya anggaran, mereka yang (berinisiatif) meneliti,” imbuhnya. Wisnuardhana menambahkan, penelitian yang ‘‘dipesan’’ pemerintah ditekankan agar aplikatif atau mudah diterapkan oleh petani. “Tinggal sekarang petaninya mau tidak,” ujarnya. Hal.11 Alih Fungsi
Mega Dikritik Tak Pernah Hadiri Apel 17 Agustus Jakarta (Bali Post) Setelah Susilo Bambang Yudhoyono mengklaim kegagalannya bergabung dengan parpol koalisi Jokowi dihadang hubungannya dengan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri. Kini, Mega kembali dikritik elite Partai Demokrat. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Didi Irawadi, mengatakan, Megawati tak pernah menghadri apel 17 Agustus ketika diundang SBY. “SBY selalu menjaga hubungan dengan Mega. SBY selalu mengundang saat 17 Agustus, saya tak tahu kenapa Bu Mega tak hadir. SBY datang ke Istana, hormati Jokowi dan semua pihak yang ada,” kata Didi dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (28/7) kemarin. Ia mengatakan, SBY juga menjaga silaturahim saat transisi dari pemerintahannya ke pemerintahan Jokowi. SBY membentuk tim transisi untuk memudahkan pemerintahan Jokowi. “SBY selalu ingin menjaga persatuan dan silaturahmi anak bangsa. Walau ada perbedaan politik, tapi bukan berarti silaturahmi terganggu. Sebab ketika tokoh-tokoh besar bisa duduk bersama, menjadi contoh para pemimpin rukun,” kata Didi. Ia menegaskan bahwa tak ada masalah pada SBY atau Megawati. “Almarhum Taufik Kiemas kalau masih hidup mungkin yang menjembatani kami dengan PDI-P. Kita harap semua akan menjadi baik,” ujarnya. Wakil Presiden Jusuf Kalla juga angkat bicara terkait kebekuan hubungan SBY dan Megawati. JK mengaku dekat dengan dua tokoh elite politik itu. JK pernah menjadi menteri pada era Presiden Megawati, dan pernah menjadi Wakil Presiden mendamping SBY tahun 2004. Hal.11 Ada Kepercayaan
BPM/ist
DIKRITIK - Megawati dikritik tak pernah menghadiri apel 17 Agustus saat SBY menjadi presiden.
’’Sing Seken-seken’’ Ngurus Petani
BPM/wan
MERANA - Petani Bali kian merana, tak ada pihak yang serius mengurus mereka.
Pernyataan sing ada ne seken-seken (tak ada yang sungguh-sungguh) ngurus petani patut menjadi renungan atas pernyataan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, yang menuding para ahli pertanian yang dianggap tidak mampu menangani masalah penyakit pada tanaman cabai. Pemerintah termasuk petaninya sendiri tak sungguh-sungguh memberdayakan sektor ini. SALAH seorang petani, Gusti Putu Adnyana alias Ajik Kurnia, menyayangkan kalau sampai kegagalan mengatasi penyakit pada cabai kita sampai menutup Fakultas Pertanian di Bali. Petani asal Subak Mambal, Abiansemal, Badung
ini mengatakan bahwa menanam cabai merupakan suatu pekerjaan yang susah-susah gampang. Sebab, tumbuh dan berkembangnya tanaman cabai sangat tergantung pada cuaca dan inovasi, serta kekreatifan petani. Dia menconto-
hkan kalau menanam cabai pada bulan Juli, 90 persen cabai pasti cepat kriting atau pertumbuhan lambat. ‘’Tetapi kalau petani rajin dan kreatif hanya disemprot dengan air biasa sebelum matahari terbit, pasti pertumbuhannya normal kembali,” ujar Ajik Kurnia. Dia mengatakan perlunya sosialisasi dari Dinas Pertanian yang melibatkan petani sukses tentang bagaimana cara merawat tanaman cabai dengan baik saat musim tertentu harus dilakukan. Hal.11 Cara Berbeda
Selain Perlu Bantuan, Petani Mesti Inovatif Di tengah harga kebutuhan yang melambung saat ini, profesi petani tidak menjadi pilihan generasi muda. Dilihat dari berbagai sisi, pendapatan petani dianggap tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup yang semakin tinggi. Tidak heran jika profesi ini semakin ditinggalkan. Hanya yang tidak punya pilihan dan tidak punya keterampilan lain yang tetap menjadi petani. Ternyata pertanian tidaklah seburuk yang terlihat. Jika petani cerdas dan mampu menerapkan teknologi dan inovasi, petani justru menjadi profesi yang menguntungkan. Pengamat pertanian sekaligus anggota
DPRD Tabanan, Gusti Nyoman Omardani, memaparkan diperlukan keterpaduan atau kerja sama antara petani itu sendiri dengan pemerintah. Petani harus mampu berinovoasi dan mengembangkan diri serta tidak terpaku pada produk mentah. Namun harus menerapkan teknologi dan inovasi dalam sistem penanaman maupun pengolahan produk pertaniannya sehingga menjadi produk lain dengan nilai jual lebih tinggi. Peran pemerintah adalah memberikan informasi, ilmu, dan pembinaan mengenai teknologi ini. Hal.11 Pupuk Subsidi
Perlunya Diseminasi Hasil-hasil Pertanian Oleh: Dr. Ir. Gede Sedana
PERTANIAN bukanlah barang yang berdiri sendiri, tetapi merupakan satu kesatuan dalam suatu sistem yang saling terintegrasi. Salah satu sistem yang dikenal pada pertanian adalah sistem agrobisnis yang mencakup subsistem penyediaan sarana produksi dan alat pertanian, subsistem budi daya pertanian, subsistem pengolahan, subsistem pemasaran, dan subsistem penunjang. Para petani melakukan usaha tani di alam yang terbuka sangat rentan terhadap ancaman gagal panen dan akan merugikan mereka. Dengan demikian, jika kemudian terjadi risiko kematian pada tanaman, seperti cabai di tingkat petani, apa yang sebenarnya terjadi? Apakah karena Fakultas Pertanian? Pertanyaan ini muncul seiring dengan adanya pernyataan Gubernur Bali beberapa waktu lalu yang memberikan kritik tajam hanya karena tanaman cabai yang mati. Pernyataan Gubernur perlu dicermati apakah memang merupakan kritik semata kepada akademisi atau meniadakan arti keberadaan akademisi (profesor dan doktor) di dalam peran sertanya pada pembangunan pertanian. Pernyataan yang diungkapkan tersebut kemudian menjadi “gorengan” lezat dan bahkan membuat ketersinggungan para akademisi khususnya pada lingkup pertanian karena adanya pernyataan Gubernur agar Fakultas Pertanian ditutup atau dievaluasi. Separah itukah kondisi Fakultas Pertanian yang ada? Sebenarnya, tugas pokok dan fungsi dari perguruan tinggi termasuk Fakultas Pertanian adalah sangat jelas yaitu melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Hal.11 Hasil Penelitian
2
Daerah
Minggu Kliwon, 29 Juli 2018
BPM/nan
DECO - Perajin saat memasang tisu deco pada kerajinan sokasi.
Perajin Kian Inovatif
Lakukan Inovasi Deco pada Sokasi dan Kepe BELAKANGAN ini, para perajin di Bangli terus berinovasi terhadap kerajian yang dibuat. Seperti yang dilakukan perajin sokasi, Dewa Rai Nyoman Sudiasa. Perajin asal Banjar Tegalasah Kaja, Desa Tembuku, Bangli itu, kini melakukan inovasi deco terhadap kerajinan yang dibuatnya agar bisa tetap bersaing di pasaran. Nyoman Sudiasa mengungkapkan, jika dirinya mulai berinovasi memakai tisu deco pada hasil kerajinan yang dibuat berupa sokasi, kepe sejak setahun lalu. Kata dia, ide awal untuk memakai deco ini setelah dirinya mengikuti pameren di Yogyakarta. Kala itu, ada kerajian yang dipamerkan daerah lain memakai deco ini, sehingga dirinya berinisiatif untuk ikut mencoba menggunakan inovasi deco ini terhadap kerajinannya. Tapi sebelum memilih deco ini, dirinya dalam melukis sokasi, kepe, dan kerajian lainnya memakai cat kayu dan perade. “Dulu, saya coba inovasi ini di media kayu. Karena bagus, lalu saya coba ke media bambu yakni sokasi dan kepe. Hasilnya jauh lebih bagus dipakai di media bambu ketimbang kayu. Dari sanalah akhirnya saya terus memakai deco ini di media bambu sampai sekarang ini. Dari sisi pengerjaan juga lebih praktis memakai deco ini ketimbang cat kayu,” ucapnya. Dia menjelaskan, deco ini merupakan tisu bergambarkan bunga, kupu-kupu dan yang lainnya. Tisu ini merupakan tisu dari Amerika. Jelas dia, dalam pemakaian deco ini melalui berbagai tahapan. Tahapan awal, tisu yang bergambarkan kupu-kupu bunga dan yang lainnya ditempelkan di sokasi atau kepe memakai cat khusus, setelah ditempal lalu dijemur. “Tisu deco yang dipakai tidak rusak meskipun terkena air,” paparnya. Dia mengatakan, minat masyarakat dengan hasil kerajinannya ini cukup banyak. Untuk memasarkan hasil kerajinannya, dia membawa ke sejumlah pasar tradisonal di seluruh Bali seperti Denpasar, Bangli, Badung, Gianyar, dan Klungkung. “Untuk harganya, sokasi dan kepe harganya bervariasi mulai dari Rp 10 ribu sampai Rp 400 ribu. Tergantung pembuatannya. Kalau lebih rumit, harganya lebih mahal. Begitu juga sebaliknya,” jelasnya. Lebih lanjut dikatakannya, penjualan meningkat ketika mendekati hari-hari raya. Termasuk musim ngaben ini, penjualan juga sedikit meningkat karena musim ngaben warga cenderung mencari kepe. “Biasanya penjualan ramai dua bulan menjelang Galungan dan Kuningan. Dan setelah itu penjualan kembali menurun,” jelas Sudiasa. (nan)
BPM/olo
WANTILAN – Wantilan yang dibongkar terkait proyek lanjutan KR Jagatnata. Para pekerja dari informasi gaji mereka molor sehingga penggarapan juga agak tersendat.
Gaji Pekerja Proyek KR Jagatnata Molor Negara (Bali Post) – Kelanjutan pembangunan Kebun Raya (KR) Jagatnata yang bersumber dari APBN diduga terjadi masalah. Selain pengerjaan yang terkesan lambat, persoalan muncul lantaran para pekerja belum dibayar oleh pihak pelaksana proyek. Dari informasi yang dihimpun, persoalan ini hampir mirip seperti pada awal-awal pengerjaan proyek kampus Politeknik Kelautan dan Perikanan di Pengambengan yang akhirnya tersendat. Gaji para pekerja bangunan molor dibayarkan, padahal para pekerja yang sebagian besar dari luar Bali ini dijanjikan pembayaran dua minggu sekali. Namun, pembayaran molor sampai satu bulan. Selain pekerja, pembayaran juga tersendat untuk kebutuhan belanja kegiatan kebun raya. Akibatnya, sering terjadi pergantian pekerja proyek. Padahal sejatinya, proyek senilai Rp 10 miliar lebih ini mendapat pendampingan sesuai yang terpajang di papan proyek. Proyek ini merupakan lanjutan pembangunan KR Jagatnata yang ditargetkan bisa dibuka pada akhir tahun ini. Pihak rekanan dari PT Mari Bangun Persada Spesialis dari Karangasem diberikan masa pengerjaan 180 hari dimulai 26 April hingga 22 Oktober 2018. Dari pengamatan sejumlah pekerjaan sempat beberapa kali tersendat. Seperti penataan bangunan wantilan yang sempat terhenti beberapa hari kendatipun sudah dibongkar. Sekarang, wantilan yang sudah dibongkar atap dan lantainya itu ditutupi dengan pagar seng. Saat pembongkaran juga terjadi jeda, padahal sejumlah bahan seperti genting baru sudah datang. Di sisi lain, pihak pelaksana Beni, yang dikonfirmasi membantah adanya keterlambatan gaji pekerja di proyek tersebut. Pembayaran menurutnya sudah dilakukan tetapi memang belum ada pelunasan. Seluruh pekerja pada bulan ini baru dibayar 50 persen dari gaji. Menunggu termin pada hari Senin besok. Pihaknya juga membantah ada tenaga kerja yang berganti. Memang ada jeda, karena masih menunggu material seperti dalam pembangunan wantilan. Dikira para pekerja kabur setelah wantilan dibongkar, padahal tidak seperti itu. Para pekerja itu dialihkan ke objek pekerjaan lainnya. Menurutnya, ada sekitar 50 orang pekerja yang akan dilunasi pada Senin (30/7) besok. “Kalau di sini hampir semua (pekerja) dari Jawa. Biasanya kasbon, mereka absen baru pelunasan,” tandasnya. Menurutnya, bayaran proyek, dua Minggu opname setelah itu pengajuan membutuhkan waktu sekitar 4 atau 5 hari dan selanjutnya baru pencairan uang. (kmb26)
BPM/olo
DIBONGKAR – Material dan kayu yang sebelumnya ditumpuk untuk memblokir jalan masuk ke TPA Peh akhirnya dibongkar menggunakan alat berat.
Warga dan Pemkab Sepakat
Akses ke TPA Akhirnya Dibuka
Negara (Bali Post) – Setelah beberapa hari diblokir warga sekitar, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Peh, di Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Sabtu (28/7) kemarin, dibuka. Upaya pemblokiran menggunakan sejumlah material dan kayu yang sebelumnya dipasang di pintu depan TPA dibongkar menggunakan dua alat berat siang kemarin. Dibukanya jalan masuk ke TPA ini dilakukan setelah ada kesepakatan warga dengan Pemerintah Daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup (LH). Pembongkaran material kemarin, disaksikan langsung Kapolres Jembrana AKBP Budi P. Saragih dan jajaran, Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Jembrana, Nengah Ledang, Perbekel Kaliakah Made Bagiarta dan sejumlah warga yang sebelumnya melakukan pertemuan. Dalam pertemuan yang dihadiri Kepala Dinas LH Jembrana, I Ketut Kariadi Erawan, tersebut tercetus enam butir kesepakatan yang akan dipenuhi Pemkab Jembrana. Di
antaranya, infrastruktur jalan yang rusak di sepanjang jalan masuk ke TPA Peh diperbaiki, kesehatan bagi warga sekitar dengan mendatangkan tim kesehatan berkala, membuka TPS 3R (pemilahan) di dekat TPA Peh, memerhatikan masyarakat sekitar dengan merekrut mereka menjadi tenaga kerja serta sejumlah kesepakatan lainnya. Seperti memerhatikan saluran pembuangan sehingga tidak sampai mengotori saluran irigasi subak. Enam poin
keinginan warga itu dijanjikan menjadi prioritas. “Sudah disepakati tadi, nanti dalam waktu dekat Bupati juga akan turun langsung meninjau lokasi TPA,” terang Bagiarta. Rencana awal, menurut perbekel, pintu masuk yang diblokir itu hendak dibuka pada Minggu (29/7) pagi ini, sekaligus kerja bakti di sekitar TPA. Namun setelah Kapolres menyarankan agar segera dibuka, akhirnya material itu disepakati segera dibongkar.
Namun truk-truk sampah baru akan masuk pada hari berikutnya sesuai kesepakatan. Sebelumnya, sejumlah pegawai juga sempat mengukur jalan yang akan diaspal di depan TPA Peh. Kapolres yang didampingi Kabag Sumda Polres Kompol Made Prihenjagat dan Kapolsek Kota Negara, Kompol I Ketut Maret sempat mengecek kondisi TPA hingga eks Pabrik Kompos. Setelah sempat tutup paksa beberapa hari, sampah-sampah di TPA nampak kering. Warga yang biasa memulung sampah pada sampah yang baru diangkut, harus memanjat bukit sampah guna mencari sampah. Diberitakan sebelumnya, puluhan warga Peh yang merasakan dampak negatif
keberadaan TPA memblokir pintu masuk tempat pembuangan akhir itu. Puncaknya saat terjadi kebakaran sampah awal pekan lalu. Asap yang tebal terbang hingga menyelimuti permukiman warga. Selain itu, pascadibuatnya lubang penampungan air, justru saluran air irigasi sawah warga tergenangi limbah dari TPA. Begitu halnya genangan air yang sangat pekat di sekitar TPA yang menimbulkan bau dan penyakit. Kondisi ini sudah terjadi bertahun-tahun dan warga mengaku sangat sabar. Akibat ditutupnya TPA membuat berton-ton sampah dari berbagai wilayah di Jembrana menumpuk di tempat-tempat pembuangan sementara ataupun kontainer. (kmb26)
Diduga Korsleting, Gubernur Gelar ’’Simakrama’’ Mobil Terbakar di Garasi Terakhir di Ksirarnawa
Denpasar (Bali Post) Simakrama Gubernur Bali yang digelar Sabtu (28/7) kemarin, terasa agak berbeda. Bukan hanya karena lokasi penyelenggaraannya di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, tetapi simakrama ini juga menjadi simakrama terakhir pada masa kepemimpinan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika. Seperti diketahui, Pastika segera mengakhiri jabatannya pada 29 Agustus mendatang. Diwawancara usai simakrama, Pastika menyebut roh dari acara ini sebetulnya untuk mempererat dan menyatukan hubungan persaudaraan. “Tapi bagi pemerintahan, ini adalah salah satu upaya untuk mewujudkan good governance, tata kelola pemerin-
tahan yang baik,” ujarnya. Pasalnya, kata Pastika, ada transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik. Ketiga hal ini menjadi pilar utama dari suatu pemerintahan yang baik. Pemerintahan sudah bisa dikatakan buruk kalau mengabaikan salah satu dari tiga pilar itu. Dalam simakrama, masyarakat dapat menyampaikan aspirasi, kritik, usul, hingga kecamannya dengan semangat manyama braya. Sementara pemerintah bertugas untuk menindaklanjuti. “Tadi misalnya soal sampah, segera kita tugaskan dinas yang bersangkutan ke sana. Minimal lihat dulu, pelajari dulu, apa yang bisa kita lakukan. Lalu soal buah kita yang melimpah, perlu ada pabrik sari buah. Datangi, pelajari,” jelasnya.
Menurut Pastika, dari simakrama juga diketahui apa yang menjadi kemauan rakyat. Terlebih, pemerintah dibentuk oleh rakyat dan segala fasilitas semuanya dibiayai rakyat. Seluruhnya harus dikembalikan lagi untuk kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, sebetulnya tidak gampang menyelenggarakan simakrama karena butuh keberanian, kerendahan hati, kesabaran, transparansi, dan akuntabilitas. Kegiatan seperti ini di Indonesia hanya ada di Bali. “Kalau salah ya ngaku salah, kalau kita berkelitkelit juga rakyat tahu. Wah ini bohong ini, ngerti kok. Besok kalau kita bohong apa yang diomongin, rakyat ngomong ‘wah, bapak bohong’,” jelasnya. (kmb32)
Bangli (Bali Post) Sebuah mobil jenis Avanza milik I Putu Adi Budi Mahardika, warga Dusun Pulasari Kangin, Desa Peninjoan Tembuku, terbakar di garasi rumahnya Sabtu (28/7) dini hari kemarin. Belum diketahui pasti penyebab terbakarnya mobil bernopol DK 1861 PD itu. Dugaan sementara penyebab kebakaran akibat korsleting. Kebakaran mobil milik guru honorer tersebut pertama kali diketahui dua orang saksi I Ketut Tantriana dan Ni Wayan Sudantara sekitar pukul 01.00 wita. Ketika itu saksi yang sedang tidur mendengar adanya suara ledakan di sebelah kamar tidurnya. Saat dicek dari jendela, saksi terkejut melihat adanya kobaran api di garasi. Nyala api terlihat di bawah mobil dan sudah merembet membakar gorden yang ada di samping mobil. Saksi yang panik langsung membangunkan anggota keluarga yang lain. Mencegah kobaran api semakin membesar, saksi dibantu keluarganya segera berupaya memadamkannya dengan cara manual. Tak berapa lama kemudian kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan. Kejadian itu pun lalu dilaporkan ke Polsek Tembuku. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi saat dikonfirmasi kemarin, mengatakan kasus kebakaran tersebut sudah ditangani pihak Polsek Tembuku. Dikatakannya, akibat kejadian kebakaran itu, mobil korban mengalami kerusakan pada bagian belakang sebelah kiri. Kerugian ditaksir mencapai Rp 10 juta. Dari lokasi kejadian, barang bukti yang diamankan berupa bekas bemper belakang mobil yang terbakar. “Mengenai penyebab kebakaran diduga karena korsleting,” tandasnya. (kmb40)
Rai Mantra Buka Pesona Budaya Mertasari III
Jadi Wadah Kreativitas Seni dan Budaya Desa Sanur Kauh PEMENTASAN bertajuk Pesona Budaya Mertasari III resmi dibuka Wali Kota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Jumat (27/7) malam di areal parkir Pantai Mertasari, Sanur. Dalam kesempatan tersebut hadir pula anggota DPRD Provinsi Bali, A.A. Kompyang Raka, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar Wayan Mariyana Wandhira, anggota DPRD Provinsi Bali I.B. Gede Udiyana, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa I.B. Alit Wiradana, Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Dezire Mulyani, Camat Denpasar Selatan Wayan Budha, Perbekel Desa Sanur Kauh Made Ada, serta para undangan dan ribuan masyarakat Desa Sanur Kauh dan sekitarnya. Pementasan yang digelar selama tiga hari ini, terhitung dari tanggal 27 sampai 29 Juli menampilkan berbagai parade kesenian yang sangat menarik dan menghibur. Diawali dengan tari penyambutan dari warga masyarakat Desa Sanur Kauh dan peny-
PESONA – Dengan memainkan ceng-ceng, Wali Kota Rai Mantra membuka secara resmi Pesona Budaya Mertasari III, Jumat (27/7) malam, di areal Pantai Mertasari, Sanur. erahan SK kepada kepala lingkungan di Desa Sanur Kauh, Pesona Budaya Mertasari resmi dibuka ditandai dengan bermain ceng-ceng (alat musik tradisional Bali) oleh Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra. Wali Kota Rai Mantra
sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat Desa Sanur Kauh di dalam menyukseskan kegiatan ini. Dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan dapat menjadi suatu ajang rekreasi seni budaya dan wadah kreativitas untuk generasi muda serta
menjadi suatu daya tarik baru untuk wisatawan datang ke Pantai Mertasari. “Kita berharap bisa terus menggali akar-akar budaya serta terus berupaya menarik wisatawan untuk berwisata di Denpasar dan Bali pada umumnya,” ujarnya. Sementara Perbekel Desa Sanur Kauh, Made Ada, didampingi Ketua Panitia Pesona Budaya Mertasari III, Kadek Sudiana, mengatakan berbagai kegiatan kesenian akan ditampilkan dalam Pesona Budaya Mertasari III. Diawali dengan pembukaan, pada hari pertama juga ditampilkan parade baleganjur yang diikuti sembilan sekaa baleganjur dari Desa Sanur Kauh yang dirangkai dengan berbagai hiburan. Selain itu, berbagai parade juga akan dihadirkan dalam kegiatan ini seperti parade gong kebyar, pemilihan jegeg bagus Sanur Kauh, tarian kolosal lansia, tari Bali cilik, bondres Bali, lawak, dan tidak ketinggalan pasar tradisionalnya. Selain itu, juga berbagai
kegiatan jasmani yakni jalan sehat, yoga massal, lomba senam poco-poco, senam lansia, lomba permainan tradisional yang dipadukan dengan kegiatan Pekan Olahraga Masyarakat Desa. Sedangkan untuk lingkungan dan kebersihan akan dilaksanakan juga kegiatan beach clean up yang melibatkan komunitas-komunitas yang tentunya bertujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan pantai. Selain itu, ada juga kegiatan donor darah, penyuluhan, pencinta binatang dan hiburan dari artis Pulau Dewata. “Kegiatan ini juga sangat bermanfaat, karena selain sebagai ajang hiburan juga dapat mengetahui betapa pentingnya sebuah budaya yang ada di berbagai daerah yang akan membuat kita lebih memahami bagaimana cara melestarikan dan menjaga budaya tersebut agar suatu saat nanti dapat diingat dan dijadikan warisan untuk generasi berikutnya,” ujar Made Ada. (ad1570)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 0215357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/ SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Daerah
Minggu Kliwon, 29 Juli 2018
Dies Natalis Ke-36 Undwi
Mahasiswa Dwijendra Juara I Wirausaha Muda Kemenkop dan UKM KELUARGA besar Universitas Dwijendra (Undwi), Sabtu (28/7) kemarin larut dalam suka cita memperingati dies natalis ke-36 Undwi. Puncak dies natalis ditandai dengan penyerahan tumpeng oleh Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum. kepada Ketua Yayasan Dwijendra Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum. dan sivitas akademika Undwi. Saat itu para dosen menyerahkan buku dan penyerahan penghargaan bagi dosen berprestasi dan pemenang lomba PKM. Rektor Undwi Putu Dyatmikawati, mengungkapkan rasa bangganya di usia ke-36 tahun Undwi tampil makin dewasa dan berkualitas. Iklim akademik dosen dan mahasiswa terus digenjot untuk menjadi PTS kebanggaan masyarakat Bali. Ini dibuktikan tujuh dosen Undwi tahun ini meraih dana hibah Dikti. Bahkan sebagian lagi jurnalnya sudah menembus jurnal terakreditasi internasional. Sementara itu, mahasiswanya semakin bergairah melakukan penelitian. Baik dalam bentuk pelatihan penelitian maupun dalam menyusun Program Kreativitas Mahasiswa (PKM ). Tahun ini 36 proposal terkumpul mengikuti lomba PKM di tingkat universitas dan Dikti. Armaosfir akademik ini, kata dia sebagai modal dasar membangun Dwijendra muda yang berkarakter. Rektor Putu Dyatmikawati menegaskan, program Dwijendra muda kini fokus membentuk wirausaha muda mandiri. Mereka dibekali dengan ilmu
PKM - Rektor Undwi Putu Dyatmikawati menyerahkan penghargaan bagi mahasiswa pemenang lomba PKM saat puncak dies natalis ke-36 Undwi. kewirausahaan untuk menjadi job creator, yakni menciptakan lapangan kerja baru, bukan menambah deretan angkatan pencari kerja. Perjuangan ini ditunjukkan oleh Gede Mudita yang memenangkan penghargaan Menkop dan UKM dan Menkominfo sebagai juara I wirausaha muda. Program ini didukung oleh keunggulan semua program studinya, seperti di FKIP dipersiapkan menjadi pengusaha bimbingan belajar, Fak. Pertanian menjadi pelaku agribisnis, FT membuka usaha arsitektur Bali, Fikom menjadi pengusaha di bidang penyiaran dan hiburan dan Fak. Hukum dipersiapkan menjadi lawyer dan mediator muda. Makanya arah kebijakan pengembangan Undwi diarahkan untuk
tata kelola organisasi manajemen, SDM dan infrastruktur, mahasiswa dan lulusan serta kurikulum dan PBM berbasis student oriented. Untuk menjadikan Undwi sebagai universitas yang mandiri dan unggul, Putu Dyatmikawati mengajak semua komponen sivitas akademika untuk meningkatkan kerja sama dan jejaring dengan pihak lain. Yang terpenting lagi adalah terbangunnya sinergis guna merealisasikan kampus Dwijendra baru di kawasan Kesiman Kertalanggu. Terait dengan pendirian kampus Undwi, Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar M.S. Chandra Jaya membenarkan sedang mengurus perizinan. Relokasi kampus Undwi segera dilakukan, karena Yayasan dibantu oleh Perusahaan Dae-
rah Prov. Bali, sudah memiliki lahan 1,6 hektar dengan sistem sewa. Hal ini dilakukan yayasan karena sesuai dengan Permendikti No. 50 tahun 2017, bahwa universitas mulai 2019 wajib memiliki kampus atau berdiri di atas lahan minimal satu hektar. Makanya dia bersyukur mendapatkan lahan milik Pemprov. Bali yang seharusnya didukung oleh semua pihak, karena dipakai untuk mencerdasan anak bangsa. Untuk itu dia mengajak semua warga Dwijendra berpikir positif demi kemajuan lembaga. Undwi, kata dia sudah banyak mengalami kemajuan dalam akademik dan infrastruktur dan fasilitas lainnya. Kini Undwi tinggal fokus pada peningkatan mutu guna menghasilkan lulusan berkarakter. (ad1571)
3
STPBI Dikunjungi Universitas Brawijaya Malang SEKOLAH Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) menerima kunjungan dari Universitas Brawijaya Malang, Jumat (27/7) lalu. Tujuan dari kunjungan tersebut adalah untuk menjalin kerja sama antara kedua belah pihak kampus. Merupakan sesuatu yang sangat terhormat menerima kunjungan dari universitas ternama dan menjalin kerja sama, kunjungan Universitas Brawijaya disambut hangat oleh STPBI. Kunjungan diterima Ketua STPBI dan berdiskusi perihal kerja sama didampingi oleh para pejabat struktural kampus dan ketua program studi dari STPBI. Perbincangan yang sangat hangat pun diawali dengan perkenalan dari masing–masing kampus. Sekolah Tinggi Pariwisata Bali yang diperkenalkan langsung oleh Ketua STPBI, di mana kampus yang beralamatkan di Jl. Tari Kecak No. 12, Gatot Subroto Timur, Denpasar Bali merupakan lembaga pendidikan tinggi bidang pariwisata dan perhotelan di Bali yang memiliki sarana dan prasana pendidikan bertaraf hotel bintang lima. Lembaga ini telah terakreditasi secara nasional serta memiliki dosen-dosen yang berasal dari akademisi dan praktisi pariwisata dan perhotelan yang telah memiliki profesionalisme dan pengalaman kerja di bidangnya masing-masing. Proses pembelajaran terdiri dari kelas teori dan praktek yang dilaksanakan di kampus dan
industri melalui program Praktik Kerja Nyata (PKN). Tidak hanya itu, program terunggul yang sangat dibanggakan oleh STPBI adalah mahasiswa bisa melaksanakan program training J1 ke luar negeri yaitu America, Jepang, Singapore dan Australia yang diselenggarakan oleh PT Bali Duta Mandiri. Disusul dengan perkenalan Universitas Brawijaya yang berkedudukan di Kota Malang, Jawa Timur, didirikan pada tanggal 5 Januari 1963 merupakan universitas yang ternama dan memiliki berbagai program studi bertujuan untuk menawarkan kerja sama dengan STPBI untuk program yang baru didirikan dua tahun lalu, yaitu diploma 4 management perhotelan atau dan diploma 3 usaha perjalanan wisata, program studi yang baru dibuka tersebut ternyata sudah banyak peminatnya, khususnya management perhotelan yang peminatnya hampir 200 orang, sehingga tim program studi memerlukan masukan dan kerja sama untuk ikut serta menyempurnakan program studi tersebut. Per kelas yang dibuka memuat 30 kuota dan dididik oleh dosen pengajar sesuai bidangnya, dosen ecommers dan teknologi informatika di tambahkan dalam menyempurnakan sistem pembelajaran. Sistem pembelajaran yang sudah berjalan pada program studi di bidang pariwisata ini yaitu pembelajaran dari kampus dan selanjutnya dilepas ke industri yang terkait, lalu berikutnya
kembali ke kampus untuk menyelesaikan tugas akhir. Dalam hal ini Universitas Brawijaya memilih Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional untuk menjadi partner dalam halnya Universitas Brawijaya tertarik pada sertifikasi, program training ke luar negeri, pertukaran pelajar dan dosen pengajar antara kedua belah pihak kampus. Setelah melakukan diskusi, pihak Universitas Brawijaya yang dihadiri oleh beberapa dosen di antarkan untuk melakukan touring the campus, melihat dan menyaksikan segala fasilitas dan kegiatan di STPBI. Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional,I Made Sudjana, S.E., M.M., CHT., CHA. pun membenarkan hal tersebut, bahwa pendidikan di Indonesia harus tetap berkembang kearah yang lebih maju. Lebih berinovasi dan mampu bersaing dengan negara-negara di seluruh asia maupun dunia. Pihaknya berharap kepada seluruh sivitas akademika untuk selalu membuat terobosan-terobosan terbaru untuk pendidikan Indonesia. Ia sadar bahwa saat ini yang diprogramkan oleh pemerintah adalah lebih banyak mengarah ke pendidikan fokasi agar masyarakat lebih terampil dan cakap, sehingga mampu berkompeten di masing-masing bidang, sehingga sangatlah tepat jika STPBI adalah pendidikan fokasi yang ikut serta dalam kontribusi program pemerintah. (ad1572)
Siswa Berhasil Raih Prestasi Nasional
Kebanggaan Sekolah Anugrah SEKOLAH Anugrah merupakan sekolah satu atap dan juga sekolah nasional plus di Kota Denpasar yang menaungi beberapa satuan pendidikan dari kelompok bermain, TKK, SDK, SMPK, SMAK Global Tourism Anugrah dan ILC Anugrah Denpasar. Sekolah yang telah berdiri sejak tahun 1978 dan telah menamatkan ribuan siswa, dalam pertemuan komite sekolah tahun ajaran baru 2018-2019 mengucapkan terima kasih banyak kepada masyarakat atas kepercayaannya untuk membina anak-anak di sekolah Anugrah. Pertemuan tersebut diadakan di Aula sekolah Anugrah, Sabtu lalu. Pada pertemuan itu dihadiri oleh koordinator pendidikan Yayasan Anugrah, Indah Ms. Dina Sherley, stap pengajar dan para orangtua siswa di lingkungan sekolah Anugrah. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mensosialisasikan kurikulum, visi misi, dan tujuan lembaga. Disampaikannya juga, satu kebanggan bagi sekolah Anugrah pada tahun ajaran ini salah satu siswa terbaik SDK Anugrah I Kadek Andhika Ary Wiguna, sudah berhasil meraih juara
I dalam lomba Olimpiade Sains dari tingkat Kecamatan, tingkat Kota Denpasar dan tingkat Provinsi Bali, serta maju mewakili Bali di tingkat Nasional memperoleh juara III (perunggu) OSN di Padang dan akan memasuki masa pembinaan di Jakarta untuk persiapan IMSO (International Mathematics and Science Olympiad Tahun 2018). Ditambahkan oleh Pengurus Yayasan Anugrah Indah Ms. Merry Indah Rohany, S.Miss, atas prestasi yang telah diperoleh Andhika tersebut, maka kepadanya diberikan beasiswa SPP selama mengikuti pembelajaran di SDK Anugrah. Penyerahan piala, piagam, medali dan beasiswa diserahkan kepada sang juara pada saat pelaksanaan upacara bendera hari Senin (23/7) di lapangan sekolah Anugrah. Guru–guru dan murid-murid di sekolah Anugrah sangat termotivasi dan terinspirasi atas prestasi yang telah diraih Andika. Ditambahkan pula, oleh Mr. Andereas selaku Ketua Yayasan Anugrah Indah, bahwa yayasan Anugrah Indah akan selalu mengupayakan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat, se-
hingga Sekolah Anugrah bisa menghasilkan siswa yang berprestasi dan bisa dibanggakan oleh sekolah, keluarga, juga masyarakat dan Bali tentunya. Dengan melakukan berbagai inovasi dan terobosan, yaitu seperti peningkatan mutu layanan dengan meningkatkan kompetensi guru melalui berbagai workshop dan memotivasi para guru untuk menlanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, semua guru sudah memiliki
kwalifikasi S-1 dan banyak sudah berkwalifikasi S-2 dengan disiplin ilmu dibidangnya. Meningkatkan dan menambah sarana prasarana di sekolah Anugrah, seperti pengadaan buku, Lab Bahasa, Lab IPA dan Lab Komputer yang sesuai dengan kebutuhan Zaman sekarang. Pilihan 22 ekstra kurikuler juga tersedia untuk pengembangan bakat dan minat siswa, yang dibina oleh tenaga profesional dibidangnya. (ad1574)
STPBI - Kunjungan tim dari Universitas Brawijaya Malang ke STPBI.
ISI Denpasar Gelar Dies Natalis XV
KMB Bersinergi dengan BKS LPD
Gelar ”Workshop” Kewirausahaan, Permodalan, dan Tata Rias Denpasar (Bali Post)Kelompok Media Bali Post (KMB) bekerja sama dengan BKS LPD menyelenggarakan workshop dengan topik permodalan, kewirausahaan, paradigma baru kiprah perempuan Bali dan tata rias Bali, Sabtu (28/7) di Banjar Tohpati, Kesiman, Denpasar. Workshop tersebut dibuka Kabag Ekonomi Kota Denpasar. Pembicara dalam seminar itu, di antaranya Satria Naradha, A.A. Ayu Ketut Agung, Dr. A.A.A. Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.H. Di akhir acara peserta workshop diberikan pelatihan merias wajah dan membuat sanggul Bali. Pelatihan ini diberikan oleh A.A. Ayu Ketut Agung,
pemilik Salon Agung. Peserta sangat antusias mengikuti workshop ini, karena sangat sesuai dengan kebutuhan mereka. wakil Bendesa Adat Kesiman Drs. I Wayan Sukana, M.Si., mengapresiasi kegiatan ini karena merupakan upaya untuk mengajegkan Bali. Ajeg Bali agar tidak hanya menjadi slogan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi nyata dari Ajeg Bali. “Dalam rangka Ajeg Bali warga Kesiman, khususnya juga diisi dengan keterampilan serta motivasi untuk warga agar berwirausaha. Sehingga dengan skill yang dimiliki dapat dibantu oleh LPD. Itu akan san-
BPM/may
LPD - Ketua BKS LPD Denpasar sekaligus Kepala LPD Kesiman memberikan informasi pada peserta tentang LPD.
gat menopang dalam rangka mengajegkan Bali,” ujarnya. Menurutnya, jika krama sudah mapan dari sisi ekonomi, kesejahteraan dalam rangka ajeg Bali tidak akan sulit. Ketua BKS LPD Denpasar Wayan Rayun mengatakan, dengan kegiatan ini lembaga LPD menjadi kuat. Melalui kegiatan itu, LPD bisa lebih dipercaya dan masyarakat semakin fanatik untuk memanfaatkan layanan jasa keuangan LPD. Dengan demikian, LPD yang merupakan milik desa adat akan semakin kuat dan berdaya saing. Masyarakat pun merasakan manfaat dari keberadaan LPD. Seperti pembiayaan untuk upacara keagamaan, untuk anak sekolah, dll. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat pun semakin tinggi terhadap LPD. Ia berharap semua pihak dapat terus bersinergi dengan LPD. Seperti sinergi dengan media, desa adat, akademisi dan pengusaha. Karena LPD memiliki tujuan yang sama yaitu untuk adat, agama, budaya. “Ini nyambung, sehingga ini dapat berkontribusi aktif dalam pengembangan desa, masyarakat, dan LPD itu sendiri,” imbuhnya. Akademisi dan tokoh wanita Bali Dr. A.A.A. Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.H.
dalam kesempatan tersebut memberikan motivasi kepada peserta yang hadir pada hari itu. Dengan formula 5O, ia ingin mengubah paradigma perempuan Bali agar bergerak di dua ranah, domestik dan publik. Formula 5O itu adalah otak, omong, otot, orang, ongkos. Perempuan Bali harus memiliki pemikiran (otak), konsep Ajeg Bali yang bisa dilakukan tanpa meninggalkan nilai budaya dengan tetap mengikuti perkembangan teknologi. Wanita Bali perlu melakukan pencitraan positif agar semakin dikenal. Setelah memiliki konsep, perempuan Bali harus berani menyampaikan (omongkan) konsepnya, tidak hanya berbicara konsep tapi juga mampu menuangkan konsepnya dalam proposal atau implementasi lainnya. Setelah itu, perempuan Bali juga harus semangat (otot) untuk menyampaikan konsepnya, terlihat dari body language dan niatnya. Perempuan Bali juga harus memiliki jejaring (orang) untuk bisa berkolaborasi dan bersinergi mencapai konsep–konsep yang dibangun. Terakhir adalah ongkos. Ongkos di sini tidak hanya berarti uang tapi juga modal lain yang bisa digunakan untuk mengimplementasikan konsepnya. (kmb42)
INSTITUT Seni Indonesia (ISI) Denpasar menggelar perayaan dies natalis XV dengan upacara sidang terbuka senat ISI Denpasar, Sabtu (28/7) kemarin di Gedung Natya Mandala ISI Denpasar. Dalam perayaan tersebut hadir Kadis Kebudayaan Bali yang mewakili Gubernur Bali, Konsul Jendral sejumlah negara, Dewan Penyantun ISI Denpasar, pimpinan perguruan tinggi se-Bali, pimpinan perguruan tinggi seni Indonesia, dan lainnya. Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.Skar., M. Hum. Menyampaikan, perayaan kali ini cukup istimewa karena diawali rapat dewan penyantun. Dalam rapat tersebut, dewan penyantun memberikan arahan terkait kebijakan dalam penyusunan visi dan misi ISI Denpasar 2020. Rektor menerangkan bahwa perguruan tinggi memiliki tugas pokok mendidik, dengan modal utamanya ilmu pengetahuan. Dalam mendidik mahasiswa meliputi tiga hal. Pertama, melatih anak didik terampil dibidang profesinya, kemudian menga-
jarkan pengetahuan untuk menjadikan anak didik cerdas, menguasai, memahami serta mampu memecahkan masalah. Dan terakhir mengasah sensibilitas agar anak didik peka rasa terhadap nilai-nilai kemanusiaan, dan juga nilai keindahan. Di dalam kurikulum perguruan tinggi seni, terdapat keseimbangan antara teori dengan praktek. Yang artinya, seorang mahasiswa tidak hanya belajar ilmu seni melainkan juga belajar berkesenian. Sehingga dapat merasakan manfaat dari seni itu sendiri. Mahasiswa juga diajarkan langsung cara mengasah sensibilitas rasa, terutama terhadap keindahan. Dengan begitu mahasiswa yang sensitif terhadap keindahan juga akan sensitif terhadap nilai-nilai kemanusiaan, kebaikan, dan solidaritas sosial. Ke depan Sugiartha berharap, setelah mencapai visi yakni menjadi pusat unggulan seni budaya berbasis kearifan lokal dan berwawasan universal, ISI Denpasar juga harus mencermati perkembangan dunia. “Apalagi Indonesia telah memasuki rev-
olusi industri 4.0, maka lembaga ini juga harus bergerak ke arah tersebut. Karena dengan revolusi industri 4.0 banyak sekali hal-hal tak terduga bisa terjadi, tidak bisa diprediksi karena perubahan yang begitu cepat, karena dunia digital,” terangnya. Sebelum puncak perayaan dies natalis XV, ISI Denpasar juga telah menyelenggarakan berbagai lomba olahraga, budaya, donor darah dan seminar. “Kegiatan tersebut diadakan untuk meningkatkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan di kalangan ISI Denpasar,” terang Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerjasama ISI Denpasar Drs. I Gusti Bagus Priatmaka, MM. Pada upacara sidang terbuka senat perayaan dies natalis XV ISI Denpasar juga disampaikan orasi ilmiah oleh seniman I Nyoman Nuarta, dengan mengangkat bahasan pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana (GWK). Mulai dari ide awal pembuatan patung, lika-liku pembangunan hingga patung GWK didirikan dijelaskanya. (ad1573)
BERSAMA - Rektor ISI Denpasar foto bersama dengan senat, dewan penyantun dan beberapa undangan sebelum upacara perayaan dies natalis XV ISI Denpasar, dilangsungkan di Denpasar, Sabtu (28/7) kemarin.
4
Minggu Kliwon, 29 Juli 2018
BPM/ist
KECANDUAN - Ciri-ciri anak kecanduan gawai, tidak bisa lepas, merasa gelisah, hidupnya merasa tidak lengkap tanpa memegang gadget.Cemas jika belum menyelesaikan sesuatu yang ada di gawainya.Terobsesi pada hal atau games yang belum selesai atau tamat. Merasa tidak puas karena kalah. Lalu muncul emosional lain yaitu marah jika ditegur dan menunda pekerjaan. Muncul perilaku-perilaku baru, misalnya meniru adegan yang ada di sosial media seperti youtube. Anak menjadi lebih agresif. Jika anak kecanduan sosial media, anak akan meniru apa yang dilihat. Tugas orangtua dan pendidik memanfaatkan gawai untuk menjadi alat bagi proses pembelajaran di sekolah. Di sini peran guru juga sangat penting.
Anak Asyik dengan Gawai
Perhatikan Waktu dan Dampingi DUNIA saat ini dikepung oleh kemajuan teknologi yang tidak bisa dicegah. Anak-anak dengan gampangnya memasuki dunia digital dengan gawai yang mudah didapat dan dijangkau tanpa deteksi dari orangtua atau lingkungan di sekitar. Efeknya, tentu tidak semuanya negatif, jika gawai bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang bermanfaat. Anak-anak milenial tidak lagi bermain di tanah lapang atau sawah. Tidak ada lagi permainan congklak, eker, bermain tali atau bermain petak umpet. Mereka sibuk dengan gawainya. Bahkan gawai mereka dilengkapi games yang semakin memperparah kondisi mental anak. Psikolog RSUD Wangaya Nena Mawar Sari, S.Psi., Psikolog., CHT. menjelaskan, anak-anak yang kecanduan gawai, ada yang kecanduan games dan sosial media. Jika kecanduan ini mulai terjadi pada anak-anak, maka anak akan tumbuh dengan mental yang kurang baik, tidak punya moralitas yang sesuai, secara kognitif mundur, akan tumbuh menjadi orang dewasa yang berperilaku anti sosial. “Misalnya perilakunya lebih baik engga makan daripada engga main HP, jadinya dia tidak produktif,” kata Nena. Ciri-ciri anak kecanduan gawai, tidak bisa lepas, merasa gelisah, hidupnya merasa tidak lengkap tanpa memegang gadget. Cemas jika belum menyelesaikan sesuatu yang ada di gawainya.Terobsesi pada hal atau games yang belum selesai atau tamat. Merasa tidak puas karena kalah. Lalu
muncul emosional lain yaitu marah jika ditegur dan menunda pekerjaan. Muncul perilaku-perilaku baru, misalnya meniru adegan yang ada di sosial media seperti youtube. Anak menjadi lebih agresif.Jika anak kecanduan sosial media, anak akan meniru apa yang dilihat. Dampak Dampaknya bagi anak yang kecanduan gawai, perubahan emosional dan sosial. Dibandingkan dengan generasi zaman dulu, memiliki tata krama ketika berbicara dengan orang lain, maka dia akan melihat lawan bicaranya. Berbeda dengan anak milenial saat ini, menjadi hal yang lumrah jika berbicara dengan lawan bicara tanpa melihat. Misalnya, sambil bermain dengan gawainya atau sibuk membalas chatting. Bahkan dalam acara keluarga pun menjadi suatu yang lumrah, berbicang tapi sambil memegang HP. Dengan kecanduan gawai anak akan menjadi lebih emosional. Bisa saja hingga sampai melukai orang lain, merugikan orang itu. Dikarenakan si anak merasa waktunya terganggu ketika bermain games atau main gawai. “Itu bisa saja sampai memukul ketika ibunya menyuruh dia untuk mandi. Dia bisa memukul ibunya, dia memukul pengasuhnya,” ungkapnya. Belum lama ini pun ada tayangan yang sedang viral, bermain games hingga masuk rumah sakit jiwa. Pada awalnya berteriak– teriak, terlalu fokus, tegang, dan emosi. Menurutnya itu terjadi karena saking tegang bermain games, hingga membuat pikirannya kacau.
Perubahan perilaku. Misalnya, kerap meniru adegan yang ditontonnya pada gawai atau gadget. Kognitifnya mundur. Anak menjadi bodoh dan tidak produktif. Penurunan kognitif karena anak yang kecanduan gawai menjadi lupa belajar. Anak itu juga bisa menjadi minder karena dalam games yang dimainnya ia kalah dan ia tidak bisa menerima kekalahan. Kognitif adalah kemampuan anak dalam berkonsentrasi. Sehingga ketika gawai telah merasuk ke pikiran anak, maka akan membuat anak menjadi tidak fokus. Potensi anak juga tidak berkembang. Potensi yang ada pada otak anak yang seharusnya digunakan untuk belajar Bahasa Inggris, porsi potensi itu menjadi diambil alih dengan games. Waktu anak menjadi banyak terbuang. Sehingga anak yang masih dalam perkembangan apalagi masa golden age (1 – 5 tahun), waktu untuk mereka mengembangkan potensi diri menjadi berkurang atau diambil alih dengan games. Perubahan pola tidur. Dengan kecanduan gawai anak menjadi susah tidur, insomnia. Perubahan pola tidur ini terjadi karena radiasi HP yang memengaruhi anak. Obsesi anak untuk menyelesaikan games juga membawa anak pada perubahan pola tidur. Meskipun anak menonton tayangan di sosial media seperti youtube dengan konten yang positif, namun anak tetap harus diawasi dengan gadgetnya. Yang terpenting kata Nena adalah durasi bermain gawai. Dalam sehari anak bisa bermain 3 – 4 kali dengan durasi 30 menit. Setelah itu di-
berikan jeda bermain, mengerjakan tugas sekolah, tidur siang, bersosialisasi atau mengerjakan tugas yang lain. Awasi Selain durasi, anak juga harus diawasi. Karena yang terlihat positif, informasi yang sampai di kepala anak belum tentu sama. Maka dari itu perlu didampingi dan dijelaskan tentang apa yang ditonton anak. Ia pernah menangani anak dengan kecanduan games. Jumlahnya diakui banyak sekali. Bahkan anak itu hampir 24 jam bermain games, hingga terjadi gangguan tidur. “Orang tuanya sudah kehabisan akal,” tuturnya. Kasus yang banyak diterima yaitu dari usia kelas 2 SD sampai SMP. Anak di bawah 6 tahun diakui belum begitu banyak. Namun sudah banyak keluhan dari orang tua terkait anaknya yang kecanduan games / gawai. Misalnya saat orang tua sedang bicara, anak merengek – rengek minta HP. Hal ini merupakan keluhan awal yang bisa membuat anak menjadi kecanduan berat. Kondisi itu pun seharusnya dikonsulkan ke psikolog dan melakukan terapi. Terapi yang dilakukan untuk anak yang kecanduan gawai atau games adalah terapi behaviour (terapi perilaku). “Misalnya, kalau dia sudah bisa berkomunikasi kita tawarkan dia untuk mengatur jadwalnya. Jam berapa kira-kira dia mau main HP dan itu harus ditaati. Bilamana dia mau mengikuti, dia dapat reward,” sahutnya. Orang tua juga harus memberikan contoh dan konsisten, itu bisa jadi perilaku yang baru. Terapi kedua bisa dengan cara hipnoterapi.
Misalnya dia diberikan sugesti bahwa dia lebih nyaman membaca, dia lebih nyaman bermain dibandingkan main HP. Tidak hanya secara psikologis yang terganggu, secara fisik mata juga akan terganggu akibat kecanduan gawai. Mata menjadi lelah, berair, dan otot saraf mata tegang. Dokter Spesialis Mata RSUP Sanglah, dr. I Wayan Eka Sutyawan, Sp.M., mengatakan, penggunaan gadget atau gawai dalam waktu yang alam (lebih dari 2 jam) dapat menimbulkan gejala mata lelah (asteropia). Bila kondisi ini terjadi secara berkelanjutan, dapat mengganggu akomodasi lensa yang dapat sebagai faktor predisposisi kelainan refraksi. “Akomodasi itu kemampuan mata untuk mencembung dan memipih sehingga cahaya atau benda dapat terfokus. Pada kondisi yang melihat dekat akan terjadi akomodasi yang berlebih,” ujarnya. Pada dasarnya penggunaan kacama merupakan alat bantu pada anak dengan kelainan refraksi. Seperti myopia, hioermetropia atau astigmatisma. Namaun kelainan refraksi bisa juga dipengaruhi oleh kondisi bola mata sejak lahir. Umumnya kelainan refraksi dipengaruhi oleh bentuk bola mata saat lahir dan penggunaan gawai yang berlebih, bisa sebagai faktor predisposisi. “Kacamata hanya membantu memfokuskan cahaya, tidak mengembalikan atau menyembuhkan kelainan refraksi yang ada,” imbuhnya. Ia mengimbau agar para orang tua membatasi anak –anaknya dalam bermain gawai atau games dan jika mengizinkan untuk bermain gawai, agar pencahayaan di sekitarnya cukup terang.(may)
Deteksi Awal Pneumonia BATUK - Jika didapati anak mempunyai keluhan batuk, napas melebihi nilai normal (seperti di atas) dan disertai dengan adanya tarikan dinding dada yang dalam, segera bawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan terapi yang cepat dan tepat. Tanda bahaya lainnya yang merupakan kegawatan pada anak adalah jika terdapat kejang, penurunan kesadaran, anak tampak membiru atau tidak mau minum.
Apa itu pneumonia? Pneumonia merupakan radang paru akut yang dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, misalnya bakteri dan virus. Menurut data World Health Organization (WHO), pneumonia menjadi penyebab 15% dari seluruh kasus kematian anak di dunia. Gejala pneumonia didahului dengan demam dan gejala infeksi saluran pernapasan akut, contoh batuk, yang kemudian memburuk menjadi sesak. Sesak merupakan gejala utama pada pneumonia. Sesak pada anak dapat dilihat dan dinilai dengan napas cepat dan tarikan dinding dada. Mengenali secara dini gejala sesak pada anak penting untuk diketahui orang tua atau pengasuh, agar anak dapat segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat dan mendapat pertolongan secara cepat dan tepat. Cara menghitung napas anak dapat dilakukan dengan meletakkan tangan orang tua atau pengasuh pada dada anak dan menghitung gerak napas anak dalam 1 menit. Berikut rujukan nilai frekuensi napas normal pada anak : Usia < 2 bulan : ≤ 60x/ menit Usia 2 – 12 bulan : ≤ 50x/ menit Usia 1 – 5 tahun : ≤ 40x/menit Usia 5 – 8 tahun : ≤ 30x/ menit Batuk Jika didapati anak mempunyai keluhan batuk, napas melebihi nilai normal (seperti di atas) dan disertai dengan adanya tarikan dinding dada yang dalam, segera bawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan terapi yang cepat dan tepat. Tanda bahaya lainnya yang merupakan kegawatan pada anak adalah jika terdapat kejang, penurunan kesadaran, anak tampak membiru atau tidak mau minum. Pneumonia merupakan penyakit infeksi yang mematikan terutama pada anak balita. Mengenali secara dini gejala pneumonia oleh orang tua dan pengasuh dengan melakukan hitung napas anak penting untuk tatalaksana yang cepat dan tepat sehingga dapat menghindari komplikasi yang dapat terjadi. dr. William Grandinata Soeseno BPM/ist
Teknologi
Kisara Halo Kakak Kisara, sebut saja aku Nana. Saat ini aku kelas satu SMA. Aku mulai menggunakan gadget sejak SMP. Akhir-akhir ini aku mulai merasa bahwa aku sudah kecaduan gadget. Aku memakai gadget kurang lebih 12 jam sehari, sejak baru bangun tidur. Aku ingin mengurangi gadget setiap hari tapi sulit dilakukan. Apa yang harus aku lakukan ya Kak? Aku tunggu balasannya ya Kak. Terima kasih. Halo Nana. Wah sepertinya hal ini dirasakan hampir setiap remaja di dunia yah! Teknologi yang maju memang memudahkan manusia dalam melakukan berbagai kegiatan tapi jangan sampai hal itu banyak merugikan kita juga. Kenapa sih sebaiknya kita menjauhi kecanduan gadget? Karena ada beberapa penyakit yang bisa disebabkan oleh penggunaan gadget lho! Pertama, game tumb’s atau de quervain syndrom. Biasanya di sebabkan oleh penggunaan jari jempol terus menerus pada smartphone. Gejalanya berupa
kaku dan kram di bagian jempol. Ibu jari jadi terasa keras dan susah untuk digerakkan. Bahkan parahnya, penderita bisa mengalami kelumpuhan pada tangan. Kedua, penyakit ear disorder. Telinga yang dibiarkan terus menerus mendengarkan suara kencang dapat menyebabkan sel-sel halus di telinga bisa mati lebih cepat. Hal ini diakibatkan karena penggunaan earphone dalam durasi yang lama dan volume yang tinggi. Ketiga, gangguan penglihatan. Gangguan tersebut dikarenakan syaraf mata jadi bekerja lebih keras. Apalagi
kalau kita menggunakan komputer atau bermain games dalam jarak yang terlalu dekat sehingga mata akan lebih cepat berair, kemerahan, dan pandangan akan kabur. Keempat, mengganggu kualitas tidur. Hal ini disebabkan karena radiasi smart phone. Ketika tidur, otak yang seharusnya bekerja lebih lamban, jadi kembali bekerja maksimal akibat adanya stimulus dari radiasi handphone sehingga mempengaruhi kualitas tidur. Kita jadi tidur terlalu lelap, atau bahkan jadi merasa capek ketika bangun tidur. Kelima, timbulnya jerawat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh ahli mikrobiologi, handphone kita ternyata merupakan sumber kuman yang lebih banyak daripada dudukan toilet. Bakteri ini bisa menyebabkan meningitis dan sakit paru-paru. Bahkan di beberapa kasus
tertentu, jerawat bisa juga jadi bermunculan. Keenam, kapalan. Terlalu banyak menggunakan keyboard di komputer bisa membuat ujung-ujung jari menebal. Kapalan pada tangan disebabkan karena lapisan epidermis pada kulit yang semakin menebal, akibat adanya rangsangan terus menerus. Enggak hanya itu, saraf di tangan juga mengalami kelelahan. Biasanya kapalan ini akan menyerang jari jempol, jari telunjuk, dan jari tengah. Yuk, simak hal-hal apa saja yang bisa kita lakukan untuk mengurangi penggunaan gadget setiap harinya. Pertama yang dapat kita lakukan adalah kontrol diri. Kontrol diri sendiri dapat kita lakukan dengan cara-cara yang kreatif, seperti saat hang out atau makan-makan bisa kumpulkan semua gadget di tengah meja dan orang pertama
yang tidak tahan untuk mengambilnya diberi sangsi atau hukuman yang seru untuk dilakukan. Kedua, matikan pemberitahuan pada setiap aplikasi sosial media di ponsel. Hal tersebut membuat kita tidak penasaran untuk mengecek pemberitahuan yang muncul. Ketiga, melakukan kegiatan atau hobi yang bermanfaat. Saat mencari hobi atau melakukan kegiatan yang bermanfaat, hal itu dapat mengalihkan pikiran kita. Keempat, digital fasting. Hal ini dilakukan seperti melakukan puasa penggunaan gadget beberapa jam atau hari ke depan dan menyembuhkan kita dari kecanduan gadget. Sekian dulu masukan dari Kakak. Nah, Nana mulailah memutuskan kapan kamu akan mengurangi penggunaan ponsel dalam kehidupan sehari-hari yah.
Minggu Kliwon, 29 Juli 2018
Caprricorn Jangan biarkan kesuksesan yang sudah di depan mata hancur begitu saja hanya karena diri Anda yang terlena oleh berbagai pujian yang muncul di minggu ini. Cobalah bisa membawa diri dan lebih selektif lagi dalam menerima ucapan. Banyak yang tidak suka dengan posisi Anda saat ini sehingga wajar saja jika banyak yang melancarkan teror. Bila ada tawaran yang menguntungkan cobalah segera ditindaklanjuti dengan sungguh-sungguh. Asmara: Di dalam percintaan susah senang bagaikan dilema yang mengasyikan jika mau disyukuri. Aquarius Pandangan harus tetap fokus ke depan jangan sampai kabur walaupun masih belum ada tanda-tanda positif. Usahakan untuk tetap konsekuen dengan apa yang telah diucapkan dan jangan sekali-kali mengingkarinya jika tidak maka segalanya akan berubah menjadi kacau. Hadapi saja dengan penuh kehati-hatian, jangan sampai menimbulkan musuh baru. Perketat pengeluaran agar pemborosan tidak terjadi di minggu ini. Asmara: Jangan terus memanjakannya dengan harta bukankah cinta itu tidak hanya berlandaskan harta saja. Pisces Situasi agak kacau dan banyak masalah baru yang tak Anda sangka sebelumnya yang cukup bikin kepala pusing tujuh keliling. Untuk itu cobalah Anda bersikap lebih berani dan tegas jangan sampai terombangambing oleh kepentingan orang lain. Asmara: Kejujuran merupakan prasyarat yang paling mutlak dalam hubungan percintaan agar tetap bisa langgeng sampai pada titik yang dicita-citakan. Aries Perasaan curiga yang lagi Anda rasakan itu sebaiknya bisa disikapi dengan lebih hati-hati lagi agar tak sampai bergerak secara membabi buta karena itu akan sangat merugikan Anda saja, terutama terhadap tawaran yang sebenarnya bisa mendatangkan keuntungan yang cukup besar. Laksanakan segala sesuatunya sesuai dengan konsep yang ada. Harap bersabar karena pemasukan masih jauh dari yang diharapkan. Asmara: Suasana yang Anda rasakan di minggu ini bersamanya cukuplah menggembirakan. Taurus Order yang Anda tangani bisa dibilang relatif kecil, ada baiknya bisa dikerjakan dengan sebaik mungkin. Karena situasinya masih belum begitu menguntungkan maka ada baiknya tak perlu terlalu berani spekulasi dulu. Kesalahpahaman yang muncul ada baiknya Anda yang mengalah dulu tak perlu ngotot ingin menangnya sendiri. Pemasukan selalu ada saja entah dari mana sumbernya. Asmara: Positive thinking saja terhadap dirinya jika ingin hati Anda tenang. Gemini Meskipun situasi di minggu ini cukuplah merepotkan sebaiknya tetap bisa disikapi dengan lebih baik dan bijaksana lagi. Tenangkan pikiran dan suasana hati, agar semua peluang yang muncul tak sampai hilang percuma. Jalinlah persahabatan yang baik dengan rekan selingkungan kantor meskipun terkadang ketidakcocokan itu pasti ada. Rezeki tampak terus mengalir meski begitu tetaplah berlaku hemat. Asmara: Cukup menyenangkan dan jauh dari gejolak yang menjengkelkan. Cancer Jalani semua apa adanya tak perlu mencoba-coba hal baru karena masalah baru pasti akan muncul juga. Jangan terpengaruh omongan dari rekan sekerja Anda, cobalah lebih mempercayai suara hati daripada mendengarkan omongan orang yang belum tentu kebenarannya. Asmara: Masih sulit untuk dapat menerima segala kekurangannya dan itu semua memang perlu waktu. Leo Emosi tampak labil sangatlah mengganggu kinerja dan konsentrasi Anda, untuk itu berusahalah untuk tutup telinga dan mata rapat-rapat dari berbagai macam gangguan yang ditimbulkan oleh rekanrekan Anda. Sekalipun situasi dan kondisi tampak lebih menguntungkan akan tetapi jika lengah dan tidak waspada maka tak urung persoalan baru akan muncul juga. Asmara: Ada baiknya Anda mendekati pihak keluarganya agar hubungan percintaan dengannya bisa tetap mulus dan tanpa gangguan. Virgo Jangan biarkan di minggu ini orang lain mengintervensi usaha Anda, segera dilakukan tindakan preventif agar tidak sampai meluas karena hal itu akan sangat berbahaya bagi perjalanan bisnis Anda yang mulai berat ini. Tak perlu ragu jika ingin bertindak tegas, apalagi jika mereka telah melanggar etika yang ada. Perlu dana khusus untuk mem-back-up rencana Anda. Asmara: Jangan pasang muka asam bila berada di tengah-tengah keluarganya. Libra Harapan dan keinginan bisa setinggi langit tetapi tanpa diimbangi dengan kerja keras dan kemauan yang tinggi maka hanya akan sampai di angan-angan saja. Cobalah Anda ubah cara kerja Anda supaya lebih bisa menggigit lagi. Jangan mudah percaya dengan omongan orang sebelum tahu dengan kepala Anda sendiri kebenarannya. Pemasukan masih cukup baik dibanding minggu kemarin. Asmara: Apapun yang terjadi kekompakan harus tetap selalu dijaga dengan sepenuh hati. Scorpio Hilangkan kesan meremehkan, cobalah Anda lebih selektif lagi dalam melihat berbagai peluang yang muncul sehingga tak sampai ada kesuksesan yang terlewatkan. Kinerja Anda seharusnya bisa lebih berani maju dengan terobosan-terobosan penting dan cemerlang. Bila ada keinginan yang macam-macam itu sebaiknya disimpan dulu, sudah terlalu banyak pengeluaran di minggu ini. Asmara: Jangan terus-terusan ngomel yang hanya bikin hatinya menjadi sakit dan jengkel. Sagitarius Tingkatkan motivasi Anda karena peluang semakin terbuka lebar, tinggal tergantung bagaimana Anda menyikapi titik-titik tersebut. Jika bisa berpikiran lebih kreatif maka bukan tidak mungkin untuk langkah ke depannya akan lebih pasti dan menguntungkan. Berusahalah untuk lebih dekat dengan atasan agar posisi karier Anda bisa lebih baik lagi. Bila ada keinginan untuk membeli sesuatu, kondisikan dulu dengan dana Anda. Asmara: Masih begitubegitu saja, harus tetap sabar dan pandai mengambil hatinya.
Diasuh Oleh Putri Wong Kam Fu Berlaku : 29 Juli s/d 4 Agustus 2018
Refleksi
5
Melepaskan Diri dari Perangkap Suka dan Duka
Yasmin sarvani bhutany atmaivabhud vijanatah Tatra ko mohah kah soka ekatvam anupasyatah (Yajur Veda 40.7) “Pada tingkatan kesadaran Brahman, ketika orang melihat segalanya sebagai atma sendiri, maka pada tingkatan kesadaran agung seperti itu, bagi orang tersebut kesenangan dan kedukaan apakah yang masih tersisa?” Banyak kejadian terjadi, sengaja atau tidak sengaja tentang bagaimana orang bisa tertipu oleh yang dilihat dan yang didengar, walaupun penglihatan dan pendengaran tersebut dilakukan serta dialami secara langsung. Indria-indria ternyata bisa dengan mudah menipu orang. Kitab suci Veda menyebutkan bahwa ciri terdepan zaman Kali (zaman Edan) ini adalah semua orang memiliki indria-indria yang kemampuannya sangat terbatas dan juga sangat mudah terserongkan. Pada kesempatan menghadiri Ramayana Conference selama dua hari (26-27/3) di Jawaharlal Nehru University di New Delhi, persis terjadi di hadapan saya bagaimana seorang terpelajar yang juga ikut sebagai pembicara pada conference tersebut tertipu oleh pandangan mata dan pendengarannya. Ia menceritakan kepada saya dengan penuh kepastian bahwa seseorang itu dilihat dan didengar secara langsung olehnya seperti ini dan itu, sedikit berbau tuduhan negatif. Saya mengetahui sangat baik perihal orang yang dibicarakan oleh kawan tersebut. Demi menyelamatkan orang itu dari kesalahan menuduh orang yang bukan-bukan, maka saya berusaha menyampaikan kenyataan yang benar kepadanya. Akan tetapi, ia memberikan alasan bahwa ia percaya hal itu karena ia melihat dan mendengar lang-
Redaktur Khusus
Redaktur Khusus weda
WAKYA Darmayasa
sung. Mendengar alasan yang disampaikannya, akhirnya saya diam saja, walau saya mengetahui dengan sangat jelas bahwa ia salah duga akibat salah lihat dan salah dengar. Kebetulan kami diundang oleh yang bersangkutan (yang tertuduh) untuk makan siang di rumahnya. Keluarganya memasak makanan yang enakenak. Ketika kami bercerita “ngalor ngidul” dalam berbagi kasih, tanpa disengaja ternyata pembicaraan terarah pada “kecurigaan” kawan tadi. Ternyata kawan yang menuduh tersebut salah dengar dan salah lihat. Ia melihat tetapi tidak melihat dalam kebenaran melainkan pikirannya masuk memberikan bumbu tafsiran. Ia juga mendengar, tetapi mendengar melalui masukan pikirannya sehingga ia tidak mendengar yang benar. Pada akhirnya, setelah ia mengetahui kebenarannya, ia segera meminta maaf. Mereka semua pada tertawa lebar, menertawakan “kebenaran salah” akibat tipuan indria penglihatan dan pendengaran. Seperti itu pula, orang sering mengalami salah baca. Ia melihat bacaan tetapi apa yang dibaca itu ternyata bukan apa yang dilihatnya. Orang membaca apa yang ada di kepalanya dan bukan apa yang sedang ada di depan matanya. Mereka bukan membaca kata kalimat yang berderetan dengan jelas di depan matanya melainkan konsep-konsep berderetan yang sudah terukir dalam di dalam kesadarannya akibat dari lingkungan pergaulan dan bacaan yang telah mengisinya dari waktu ke waktu. Memahami hal tersebut, makna penting yang dapat dengan bijak dimaknai diberikan oleh Rg
Dhana Putra “Di dekat Benares, di Isipatana, di Migadaya, telah diputar Roda Dhamma yang tanpa bandingnya oleh Sang Bhagava, yang tidak dapat dihentikan, baik oleh seorang Samana, Brahmana, Deva, Mara, Brahma, maupun oleh siapa pun di dunia!” (Dhammacakkapavatthana Sutta, Samyutta Nikaya 56.11). Ungkapan sukacita tersebut disampaikan oleh para dewa bumi ketika Roda Dhamma telah diputar. Para dewa di alam Catumaharajika juga menyampaikan seruan yang sama. Dilanjutkan oleh para dewa dari surga Tavatimsa, Yama, Tusita, Nimmanarati, Paranimmitavasavattidan dewa-dewa Alam Brahma. Semuanya menyambut gembira peristiwa agung tersebut. Peristiwa tersebut terjadi
kebaikan (aksabhih pasyema bhadram) serta mendengar kebaikan dan kemuliaan melalui telinga kebaikan (karnebhih srnuyama bhadram), maka mereka layak mengharapkan hidup yang panjang (jivema saradah satam). Hanya setelah memastikan diri menjadi orang yang selalu melihat dan mendengar kemuliaan, hanya setelah itu mereka akan merasa layak memohon usia hidup yang lebih panjang. Orang bijaksana menginginkan usia hidup panjang demi dapat melakukan pelayanan mulia lebih baik dan lebih banyak terhadap yang lain. Kalau tidak, mereka tidak akan melihat kepentingan memiliki usia hidup Panjang. Mereka yang sudah berhasil menempatkan diri dalam kemuliaan seperti itu, maka aliran karunia Tuhan dalam segala bentuk, segala hal dan segala kesempatan akan mengaliri dirinya tanpa hambatan sama sekali. Orang akan menjadi terbentuk dan semakin terbentuk secara sempurna dalam kelayakan sang diri sejati. Hanya dengan demikian ia akan merasa dirinya layak keluar rumah untuk bergaul serta memberi pergaulan kepada yang lain. “Sarvani bhutany atmaivabhud vijanatah” – setelah orang memasuki kesadaran sang diri sejati sebagai atma, merasuk dan menyelam ke kedalaman sang diri, maka orang seperti itu akan menyatu dengan yang lain dalam kesadaran ning murni. Di sanalah segala kelayakan akan datang “menyapa” sang diri, oleh sang diri, melalui sang diri, lalu ia akan terefleksi keluar memberikan sentuhan kasih dan damai kepada yang lain. Pada waktu itulah orang bijak tersebut akan melihat segala dan semua hanyalah satu, yang berwarna-warni hanya di dalam yang satu. Itulah pencapaian kesadaran indah yang menjauhkan dirinya dari segala penderitaan dan kesukaan “tatra ko mohah kah soka”, yang dilihatnya hanyalah “ekatvam anupasyatah”, tidak ada yang lain selain semuanya satu dalam kesatuan utuh terlepas dari lonjakan berbagai perbedaan oleh
“sengatan” suka maupun duka. Sentuhan-sentuhan suka dan duka memainkan hidup makhluk di dunia ini. Di dalam diri orang akan dipermainkan oleh lonjakan-lonjalan suka dan duka, keluar dirinya pun ia akan memberi dan menerima sentuhansentuhan suka dan duka. Ketika sentuhan suka yang datang pada dirinya maka mereka akan menjadi kawan dengan orang yang memberikan sentuhan suka. Ketika yang kawan atau kenalannya “dirasa” memberikan sentuhan duka, maka pertemanannya pun akan seketika berubah menjadi permusuhan. Suka-duka silih berganti hanya oleh sentuhansentuhan indria dengan objek indria, dan semua itu terjadi hanya melalui indria luar. Ketika orang berhasil membawa sentuhan tersebut ke dalam sentuhan indria dalam, indria spiritual yang sudah dimatangkan melalui pemasakan indria ke dalam, maka ia akan terlepas dari sentuhan suka dan duka untuk memasuki kedalaman kedamaian sang diri sejati. Ia hanya akan melihat yang baik dan mulia, hanya akan mendengar yang baik dan mulia, hanya akan memberi yang baik dan mulia keluar dan ke dalam diri. Ia akan memasuki kesadaran mulia seperti itu, akhirnya terlepas dari sentuhan suka dan duka untuk memasuki kedalaman kedamaian sang diri sejati. Veda menganjurkan agar orang memastikan diri secara bijak seperti itu. Hanya melalui pergaulan dengan mereka yang telah mematangkan indria sajalah orang akan dapat memberikan pergaulan indah di masyarakat. Itulah “teknik” memberi dan menerima pergaulan yang diajarkan oleh Veda. Setiap orang khususnya yang memastikan diri berlindung pada ajaranajaran indah dari ajaran Veda akan memastikan diri bergaul ke masyarakat entah itu di kantor, pergaulan masyarakat Banjar, RT, RW dan pergaulan lainnya untuk selalu memberi dan (akhirnya) menerima pergaulan yang indah dan mulia demi mengangkat kemuliaan hidup bersama lahir dan batin.
MIMBAR AGAMA
Dhamma, Hukum Alam
MIMBAR
BUDDHA
Veda agar orang hanya melihat hal-hal yang baik, yang menyejahterakan lahir batin semua orang atau bahkan semua makhluk, - patut direnungkan dengan sungguh-sungguh. “Bhadram karnebhih srnuyama devah”, ya Tuhan semoga melalui kedua telinga ini hamba selalu mendengarkan hal-hal yang indah mulia menyejahterakan serta memberikan kebahagiaan; baik kemuliaan kepada diri hamba maupun kepada orang lain dan makhluk lain. “Bhadram pasyemaksabhih”, - demikian pula semoga melalui kedua mata ini hamba selalu melihat hal-hal yang indah mulia menyejahterakan; demi kemuliaan hidup hamba dan orang lain, juga makhluk lainnya. Demikian setiap orang hendaknya memastikan dari dirinya sendiri dan tidak terlalu menuntut hal yang sama dilakukan oleh yang lain. Orang-orang yang sudah melalui tempaan sungguh-sungguh dalam tapa, brata, yoga, upavasa dan praktik-praktik agama spiritual lainnya, mereka akan memastikan kelayakan “wadah” diri beserta seluruh indria-indrianya untuk diajak bersama dalam “berdialog” dengan diri dan dengan dunia luar. Seluruh indria dipastikan bahwa mereka tidak akan pernah melihat keburukan, juga tidak akan pernah tertarik mendengar keburukan karena mereka sudah terbentuk sempurna secara agama spiritual (tatra ko mohah kah sokah). Para pencari spiritual selalu memastikan dirinya dalam persyaratan kelayakan seperti ini. Mereka tidak akan mengarahkan keterpelajaran agama spiritualnya untuk menjadi orang yang sibuk mencari keburukan bagaikan “kecendrungan lalat”, merasa senang bahagia dalam memburu sampah dan kotoran. Mereka tidak akan mempersiapkan dirinya menjadi terpelajar untuk mencari kebahagiaan dalam memburu keburukan; baik keburukan diri maupun (khususnya) keburukan orang lain. Orang-orang yang sudah memastikan diri untuk hanya dan hanya melihat melalui mata
dua purnama setelah pencapaian Penerangan Sempurna. Sang Buddha menyampaikan khotbah pertama, mengenalkan Dhamma yang indah pada awalnya, indah pada pertengahnnya, indah pada akhirnya kepada lima orang petapa yang pernah menjadi sahabatnya di Hutan Uruvella. Sang Buddha menunjukkan hukum kesunyataan, hukum alam, hukum yang berlaku bagi semua makhluk yang ada di alam semesta ini. Sejak saat itu hingga selama empat puluh lima tahun, Buddha Gotama tidak pernah berhenti untuk mengajarkan Dhamma. Buddha mengajar kepada semua lapisan masyarakat; dari raja hingga rakyat jelata yang sederhana. Buddha juga mengajar kepada para dewa dan makhluk lainnya, yang tidak terlihat oleh mata kita. Apa yang Beliau uraikan, merupakan hukum alam semesta. Hukum yang ada dan
berlaku abadi, terus menerus di alam semesta ini. Hukum tersebut tidak akan pernah hilang dari alam ini. Namun, tidak ada orang yang mengenalnya, melihat dengan jelas hukum tersebut. Tidak ada yang bisa menjelaskan, menguraikan, menegaskan kepada kita. Mata kita tertutup debu kekotoran batin sehingga tidak bisa melihat dengan jelas. Seperti halnya hukumhukum fisika dan kimia yang kita pelajari di sekolah. Misalnya, kita mengenal hukum gravitasi. Ini adalah hukum alam. Selamanya, bahkan sebelum hukum tersebut ditemukan dan diuji kebenarannya, hukum tersebut telah ada. Semua benda yang kita lempar ke atas pasti akan jatuh ke bawah. Hukum tersebut dikenal atau tidak, dia tetap ada dan berlaku kepada semua orang. Dhamma akan tetap ada untuk selamanya, tidak akan lapuk, tidak akan termakan
oleh waktu. Dhamma berada sangat dekat. Kita bisa belajar Dhamma dari alam ini, dari segala sesuatu yang ada di sekitar kita. Karena semuanya bisa memberikan tanda, pengenal, isyarat tentang hidup dan kehidupan, kebenaran yang ada di dunia ini. Walaupun berada sangat dekat dengan kehidupan ini, keberadaan Dhamma mempunyai batas usia. Dikatakan, Dhamma akan dipelajari dan dipraktikkan hanya sekitar lima ribu tahun saja. Setelah itu, Dhamma akan mulai dilupakan. Tidak ada yang mempelajari, tidak ada yang mewariskan kepada generasi penerus. Akibatnya tidak ada yang mempraktikkan. Kehidupan kita di masa sekarang, merupakan sebuah keberuntungan yang sangat besar. Kita masih mempunyai kesempatan mengenal Dhamma. Kita bisa belajar dengan berbagai cara. Ada banyak kemudahan untuk
belajar Dhamma. Sebuah kesempatan yang jarang terjadi, dan belum tentu akan terjadi dalam kehidupan kita yang akan datang. Kita juga mempunyai kesempatan yang sangat luas untuk mempraktikkan Dhamma dalam kehidupan sekarang. Ladang untuk berbuat kebajikan terbuka sangat luas, terutama bagi mereka yang tinggal di dekat vihara, bertemu dengan para bhikkhu, dan sebagainya. Kita bisa berdana, menjalankan sila dengan sebaik mungkin, dan melatih diri dalam meditasi. Pada akhirnya semua kembali kepada diri kita sendiri; apakah akan menggunakan waktu yang ada untuk belajar dan mempraktikkan Dhamma atau sebaliknya. Roda Dhamma telah diputar dan tidak ada seorang pun yang bisa menghentikan —termasuk para makhluk di alam surga untuk sekitar duapuluh lima abad yang akan datang.
Budaya Keroyokan Help, iets ontilbaars! Begitu konon teriak seorang awak kapal VOC pada kawan-kawannya saat bongkar muatan di pelabuhan Tuban, Jawa Timur pada abad ke-16. Mendengar seruan yang berarti minta tolong karena ada peti kemas besar yang belum terangkat, beramairamailah kawannya datang menolong, sehingga pekerjaan berat bisa tuntas. Lucunya, bahasa asing atau Belanda yang didengar para buruh pribumi tersebut diujarkan sesuai kemampuan lidah dengan “Holopis kuntul baris!“. Kemudian Bung Karno dalam banyak pidato melanggengkan ujaran tersebut dengan pengertian, pekerjaan sebesar apa pun bisa berhasil jika dikerjakan secara bersama-sama. “Lagu Holopis kuntul baris dalam irama mars di awal kemerdekaan sering dikumandangkan Radio Republik Indonesia (RRI) Stasiun Pusat, Jakarta untuk membuka siaran Programa Nusantara. Selain versi awal berbahasa nasional, muncul pula versi Jawa Timur dan Yogyakarta yang mengutip beberapa kalimat tokoh-tokoh seperti Bung Karno, Ki Hajar Dewantara,
brolan BALE BANJAR ARIDUS Sultan Hamengkubuwono IX dan lain-lain. Bahasa Indonesia untuk frasa berbahasa Inggris –Belanda itu adalah gotongroyong, dimana kerja sama tanpa pamrih merupakan watak aseli bangsa kita, yang diwariskan para leluhur. Wujud nyata dari gotong-royong adalah peninggalan berbagai artefak besar seperti kuil dan candi yang bertebaran nyaris di seluruh Nusantara. Salah satu yang menjadi kekaguman dunia adalah Candi Borobudur peninggalan Abad VII, yang kemudian menjadi salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia. Tanpa gotong royong, tidak mungkin para leluhur mampu mewu-
judkan situs yang spektakuler itu. Bahkan belakangan para arkaelog kita menemukan situs Gunung Padang di Jawa Barat, kendati masih dipolemikkan. Konon situs yang menyerupai piramida Mesir tersebut, diperkirakan berusia 10.000 sebelum Masehi. Jadi, gotong-royong merupakan watak aseli bangsa Indonesia!“ papar Rubag. “Untung sekarang ada gadget di tangan hampir setiap orang, sehingga istilah asing tidak ditiru seturut kemampuan lidah atau dilalap tanpa dicerna maksudnya, lewat bantuan Mbah Google. Aku masih ingat, waktu pariwisata Bali mulai menggeliat di tahun 1970’an, banyak yang mengujarkan kata ‘guide’ menjadi ‘gaib‘. Wanita pengangkut barang belanjaan di pasar-pasar dipanggil ‘kere‘, untuk istilah ‘carry‘ dan anehnya orang-orang terdidik pun ada yang menyebut ‘absenter‘ untuk Art Center yang dibangun di kawasan Banjar Abian Kapas, Denpasar. Bahkan ada yang menyebutnya Abian Center. Aku setuju, Holopis kuntul baris atau gotong-royong adalah watak aseli bangsa kita. Saat mengupas
esensi Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa, Bung Karno memeras ideologi yang digali dari pertiwi Indonesia menjadi Trisila, selanjutnya menjadi Ekasila atau gotong royong sebagai inti sarinya. Gotong-royong juga diterjemahkan dengan kolektivisme. Dalam kolektivisme, paham individualisme diabaikan, sehingga hasil dari kerja sama dianggap karya bersama. Makanya, karya besar zaman dulu jarang menyantumkan nama perorangan sebagai pencipta,“ ujar Nyoman Sudiantara. “Di jagat yang dihuni banyak hal dan ciptaan ini, apa pun bentuk ide, barang dan keberadaannya, selalu bernuansa rwa bhineda, oposisi binner atau dikotomi. Contoh nyata dan besar, adanya dua kutub untuk bumi. Setiap mesin pasti digerakkan akumulator atau aki, yang bermuatan positif dan negatif. Bahkan kehidupan berlanjut akibat adanya unsur maskiulin dan feminin. Nah, gotong-royong pun awalnya adalah bentuk kerja sama yang apik, dimana setiap perbedaan diselesaikan secara musyawarah dan mufakat. Namun dengan masuknya unsur
baru dalam demokrasi seperti tertuang di sila keempat Pancasila berubah menjadi 50 + 1 sesuai azas liberal. Gotong royong jadi terancam! Individual lebih menonjol, kendati harus mencari pengikut dengan segala cara. Itu dimulai dari sekolah dan mahasiswa menghasilkan tawuran massal yang sempat marak. Di elit politik juga sami mawon dengan koalisi, dimana beberapa partai politik bersatu untuk memperebutkan kekuasaan. Dunia sempat terperanjat menyaksikan tayangan TV, ikhwal demonstrasi berjilid-jilid untuk menurunkan seorang gubernur yang berstatus triple minoritas. Aku khawatir kalau gotong-royong mengalami distorsi menjadi budaya keroyokan. Lahirnya UU MD3 di parlemen juga mengesankan budaya itu. Syukur saja, Mahkamah Konstitusi tidak meloloskan pasal-pasal yang mengizinkan warga negara diinterogasi di parlemen gara-gara dianggap melecehkan anggotanya. Meskipun rwa bhineda keniscayaan, semoga segi negatif dari gotong-royong tidak berkembang menjadi budaya keroyokan!“ komentar Nyoman Mardika.
Bali
6
Redité Kliwon, 29 Juli 2018
Wayang Wong Kerobokan
Matangi Risampun ”Marerepan” 72 Warsa KAWÉNTENAN kasenian jakti nénten prasida kapasahang sareng budaya krama Baliné saking nguni. Punika mawinan akéh pisan soroh-soroh kasenian sané taler nganutin saking sapunapi dresta sané kamargiang ring genah kasenian inucap kapiara utawi kalimbakang. Kauripan krama Baliné nguni taler kaucap raket pisan antuk makatah tetamian budaya saking panglingsir, duaning durung kagulgul antuk pangrauh budaya saking dura désa wiadin dura negara sakadi mangkin. Punika raris ngawinang sekancan budaya utamanipun sané marupa kasenian prasida becik kapiara taler nénten akidik sané raris ngripta utawi makarya kasenian-kasenian anyar mawit saking kasenian sané sampun katami sadurungnyané. Nénten akidik taler kasenian-kasenian kuna sané raris kalaliang krama. Sakadi Wayang Wong Désa Adat Kerobokan sané polih kasolahang ring PKB 2018. Wayang Wong saking Désa Adat Kerobokan punika wantah sesolahan kuna sané sakral sané wawu prasida kasolahang malih duaning wawu prasida ka-rekonstruksi utawi katangiang. I Made Agus Adi Santika, manggalaning Listibiya Kecamatan Kuta Utara sané taler mucukin parikrama nangiang sesolahan kuna puniki maosang, sujatiné sesolahan inucap dumun magenah ring Jero Gede Kelodan Kerobokan. Indiké punika kasinahang antuk kawéntenan tetamian tapel Wayang Wong kuna kutus diri, luiré; tapel Kumbakarna, Rahwana, Sugriwa, Anoman, Sangut, Delem, Merdah, Tualen miwah gegelungan sané sampun buuk kalih katung. Kahanan kasenian punika becik pidabdabnyané kirang langkung ring warsa 1920-an. Sangkaning sesolahan inucap nénten wénten sané nami saha praginannyané mantuk saka siki, sesolahan
Bencingah
Unteng Pikayunan SAKADI sané kajantenang, unteng pikayunan sané becik pacang ngametuang pikolih sané becik. Asapunika taler ring widang kasenian, sakadi sané kabaosang I Made Agus Adi Santika sané sampun prasida nangiang sesolahan wayang wong druén Désa Adat Kerobokan. Santika maosang, rékonstruksi punika sampun karincikang sareng para panglingsir ngawit ipun kajudi dados ketua Listibiya Kecamatan Kuta Utara ring panguntat warsa 2016 sané raris kaajuang ring warsa 2018 kantos polih galah masolah ring PKB. Pisarat nangiang sesolahan adiluhung punika sampun kapikayunin saking pangawit ipun ngwangun Sanggar Seni Majalangu. “Sangkaning punika, nangiang sesolahan wayang wong druén Desa Adat Kerobokan puniki wantah sinalih tunggil unteng pikayunan tiang tatkala ngwangun Sanggar Seni Majalangu,” baos lanang sané ketah kasengguh Gus Cupak. Sakéwanten pisarat sané becik punika akéh nemu pialang, nénten dangan kamargiang. Lanang sané embas ring Kerobokan, 22 Februari 1982 puniki maosang, akéh pikobet sané kapanggihin. Satios kabaosang utsaha punika nénten jagi mapikolih punapa-punapi, nénten akidik taler sané maosang tetujonipun ngamargiang utsaha punika wantah ngrereh bati kanggén preragan. Sangkaning pageh ring pikayunan, sekancan bebaosan kaon miwah pisuna sané kapolihang katampi becik saha ngawinang jengah sané nénten ngawinang pikayunan para panglingsir miwah krama sané nyarengin makirig saking tetujon utama nangiang sesolahan inucap. “Sekancan parindikan kaon sané kapolihang kanggén panyengah taler ngukuhang manah tiang sareng panglingsir iriki. Yéning tetujon sané karuruh sampun kapanggihin sinah sané kaon-kaon sakadi punika pacang ical,” asapunika Gus Cupak nartayang. (was)
Kruna Basa Bali
AKSARA BALI
1.
cakepan
1.
ck)pn/,
2.
caket
2.
ck)t/,
3.
cakra
3.
ckÉ,
4.
cakup
4.
ckup/,
5.
caluh
5.
clu;,
6.
caluk
6.
cluk/,
7.
camah
7.
cm;,
8.
cambeng
8.
cmã%,
9.
campah
9.
cmæ;,
10.
candet
10.
cnÑ)t/,
Pidabdab Sesolahan Wayang Wong
Patut Prasida Ngadungang Bayu SAKADI sané sampun kawedar, Wayang Wong wantah sesolahan sané ngranjing ring pupulan kasenian kuna. Sangkaning punika basa sané kawigunayang sajeroning bebaosannyané wantah Basa Kawi utawi Basa Jawi Kuna. Taler kasinahang antuk kahanan sarana sesolahan sané kawigunayang macihna pisan kekunanipun sané taler manados sinalih tunggil cihna sesolahan puniki. Ngeninin indik parikramannyané, akéh pisan parindikan sané patut katelebang mangda parikrama sesolahan inucap prasida becik kamargiang. Yadiastun Wayang Wong nglampahang satua wiadian lakon sané ketah kasolahang ring sesolahan wayang kulit, nanging majanten kekalih sesolahan punika mabinayan. Pabinannyané, kapertama saking sarana sané kasolahang, yéning wayang kulit ngawigunayang kulit banténg sané sampun kadabdabang, maukir manut tokoh-tokoh sané kasolahang olih jero dalang. Yéning tokoh-tokoh ring Wayang Wong kasolahang olih soang-soang pragina manut lakonnyané. Yadiastun pateh-pateh ngawigunayang dalang, ring sesolahan wayang kulit sekancan tokohnyané kasuarayang taler olih jero dalang. Asapunika taler pidabdab patembung basa utawi mabebaosan, sapasira sané jagi mabaos, sapasira sané jagi meneng tur sané nyawis makasami punika jagi kadabdabang olih jero dalang. Sakéwanten ring Wayang Wong, parikrama mabebaosan utawi suaranyané kamedalang olih soang-soang pragina sané masolah, nénten olih dalangnyané. Duaning dalang irika jagi nabdabang parikrama angkat-angkatan utawi parikrama majalannyané miwah ring parikrama panyacah parwa. Punika mawinan olih I Made Agus Adi Santika, sesolahan Wayang Wong kaucap méweh. Nénten indik paileh sesolahan miwah ucap-ucapnyané kémanten, nanging ring ngadungang bayu utawi nyikiang pikayunan ta-
ler persépsi tatkala masolah ring kalangan. Sapasira sané jagi mabaos, sapasira sané meneng, utawi sapasira sané jagi nyawis taler parikrama nyawisnyané patut becik kadabdabang. Yéning nénten sinah patembung basa sané kamargiang ring kalangan prasida madukan. “Yéning ring wayang kulit sinah matembung basa sané becik nénten méweh kadabdabang olih dalang adiri, sakéwanten yéning ring wayang wong makasamian praginané prasida mabaos sapisanan tur nénten sakasiki tur ngawinang bebaosannyané dados “tumpang-tindih”. Sangkaning punika patut pisan sakancan praginané eling ring parikrama sesolahan inucap mangda bebaosan sané kamargiang prasida saka siki tur nénten maadukan. Para juru tabuh, sesendon, dalang miwah sané siosan taler patut uning tur eling ring sajeroning lakon ipun,” baos dané. Sané taler patut kaélingang ring sajeroning sesolahan wayang wong inggih punika lakon sané kasolahang wantah kaambil saking satua-satua Itihasa Ramayana. Indik punika dané maosang yéning satua sané kaambil ngawit saking punggelan kitab Kiskindha Kanda duaning mawit saking punika wawu kasatuayang pidabdab Ida Sang Rama Dewa taler Sang Laksmana matemu tur maparikrama sareng prawatekin wanara sané meneng ring Alas Kiskindha. Punika wantah patut kaélingang duaning tokoh sané taler mautama ring sesolahan wayang wong inucap wantah para wanarané. Ngeninin indik sesolahan ring PKB sané lintang, dané maosang yéning lakon sané kasolahang inggih punika Anoman Duta antuk sué ipun kasolahang nyantos duang jam. Punika kaambil duaning sekaa wayang wong Désa Adat Kerobokan meled nyinahang sapunapi s u s a t y a Sang Anoman pinaka beburon marupa wanara petak majeng ring Ida Sang Rama Dewa sané nénten ja tios wantah panyalantara Ida Bhatara Wisnu ring mercapada. Ipun kanikain ka Alengka Pura mangda ngaturang bungkung druén Ida Sang Rama Dewa majeng ring Sang Dewi Sita tur ngaturang sapunapi sapariindikan dané majeng ring Ida. “Sujatinné tatkala punika Sang Anoman prasida ngambil Ida Sang Dewi Sita saking Alengka jagi kabakta ring genah Ida Sang Rama Déwa. Sakéwanten punika nénten kamargiang duaning Sang Anoman wantah Satya Wacana tur nénten kayun tungkas ring sapunapi pangandika Ida Sang Rama Dewa,” asapunika dané nartayang. (was)
punika nénten kasolahang malih kirang-langkung ngawit warsa 1946. Yadiastun wénten krama sané meled nangiang sesolahan inucap, nanging durung prasida becik kamargiang. “Tiang angob tatkala sesolahan puniki kasolahang ring PKB 2018, duaning akéh krama sané meled nyaksiang sesolahan puniki. Tatkala masolah punika taler tiang ngeling sinambi matapel duaning sebet antuk kawéntenan sesolahan sané adiluhung puniki “marerepan” kantos 72 warsa duaning nénten wénten sané prasida nangiang,” baos lanang sané masolah dados Rahwana ring PKB 2018 lintang. Adi Santika ngwewehin, risampun sumeken muruk sareng para angga sekaa kirang langkung petang sasih, malajahin pakempakem sesolahan Wayang Wong kantos ka Tejakula miwah Ubud tur mirengang sakatah ucap-ucapnyané saking sesolahan Wayang Wong sané kapanggih ring YouTube, kasenian Wayang Wong Désa Adat Kerobokan prasida kasolahang ring Pura Désa Kerobokan sinambi nunas paica saking para panglingsir taler Ida Bhatara Sesuhunan sané malingga-malinggih ring Désa Adat Kerobokan sadurung kasolahang ring PKB. Yadiastun sampun kaucap becik mapikolih, nanging kantun akéh pikobet sané patut katepasin kanggén ngajegang kawéntenan sesolahan kuna druén Désa Adat Kerobokan punika. Minakadi makarya panganggé taler tapel, gegelungan miwah sarana siosan saking sesolahan inucap sané patut nganutin saking pakem kekunan. Makarya tapelnyané nénten dangan duaning pinaka sesolahan sané arang kapanggih tur kadruenang ring Bali, sinah arang pisan kapanggihin sangging tapel Wayang Wong inucap. Mawinan makarya sarana-sarana masolah sakadi punika manados sinalih tunggil pikobet saking pidabdab nglestariang kasenian kuna inucap. “Yéning sakatah sarana sané kaaptiang sampun kadruénang saha krama sampun sumeken misadia nyagra kaajegan kasenian sané adiluhung druénnyané puniki, sinah patut kalanturang antuk namiang sesolahan inucap ring para yowanané. Mangda kasenian sané sampun katangiang puniki setata becik kaajegang,” ipun nartayang. (was)
Dura désa
BP/udi
TUMPENG– Para krama nyuun tumpeng sajeroning tradisi Ithuk-ithukan sané kamargiang ring Dusun Rejopuro, Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Buda (25/7) lintang.
Ithuk-ithukan, Tradisi Nglestariang ”Sumber Air” SUKU Using, Banyuwangi akéh pisan madué tradisi tawah sajeroning ngemit saha nglestariang palemahan. Sinalih tunggilnyané tradisi Ithuk-ithukan sané kamargiang ring Dusun Rejopuro, Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah, Banyuwangi daweg raina Buda (25/7) lintang. Tradisi kuna puniki kasarengin samian krama irika. Ngawit semeng para kramané mabaris majéjér, mabusana khas Suku Using. Kain batik masanding kebaya mawarna selem. Krama istriné nyuun tumpeng sané kasub kasengguh Ithuk-ithukan. Dagingnyané, makudang soroh ajengan sederana miwah bé siap mapanggang. Antuk basa irika, kruna Ithuk mateges aled ajengan antuk daun pisang. Tumpeng ayam puniki salanturnyané kaiterang ngiterin désa, panguntat rauh ring klebutan Sumber Hajar. Wus upacara, tumpeng inucap kaajeng olih samian krama ring genah klebutan. “Niki sinunggil tradisi nglestraiang alam, pamekas klebutan (sumber air). Santukan, toya saking klebutan puniki sané membah ka carik saha kawigunayang saraina olih krama iriki,” baos Sarino, panglingsir Dusun Rejopuro. Anak lanang puniki nlatarang, tradisi Ithuk-ithukan puniki kamargiang nyabran 12 Dulqaidah (bulan 11 penanggalan Hijriyah). Tradisi puniki, weweh ipun, satios ngaturang suksmaning manah majeng Ida antuk sekancan pakardin Ida, taler mangda krama prasida saling kepethuk (matemu-red). “Ithuk puniki taler kambil saking kruna kepethuk. Thuk kauwah dados ithuk. Akéhnyané ithuk sané kasayagayang nyinahang mangda nénten wénten krama sané nénten polih utawi kaluwén. Samian mangda polih paduman. Yadiastun wénten krama sané sungkan, ithuk puniki kabaktayang ka pondoknyané,” Sarino nlatarang. Kawewehin malih, tradisi puniki taler pinaka wentuk nyinahang rasa suksmaning manah antuk akéhnyané klebutan ring désannyané, nénten naen nyat sapanjang warsa. “Krama iriki prasida magarapan ring uma, nagingin pabuat saraina antuk toya puniki. Sangkaning kawéntenan klebutan puniki taler kauripan krama iriki sayan becik, sukerta,” weweh Sarino. Antuk kawéntenan klebutan inucap, lantur ipun, krama prasida saling uningin. Antuk punika, dusun puniki kasub kasengguh Rejopuro. Tegesnyané, ramia miwah setata adung. Kenjekan warga iriki taler geginané akéhan pinaka petani. (udi/uma)
Jayanti
Redité Kliwon, 29 Juli 2018
Ni Nyoman Tisna Wati
Teja Dharmaning Kauripan PUISI antuk murda “Teja Dharmaning Kauripan” miwah “Prapen” prasida ngawinang Ni Nyoman Tisna Wati dados jayanti kapertama sajeroning pacentokan nyurat puisi Bali Modern ring Pesta Kesenian Bali (PKB) 2018. Anak istri sané embas ring Culik, 8 September 2001 puniki nyinahang kantun akéh yowana Bali sané seneng ring sastra, pamekas sastra Bali. Rasa bagia miwah bangga karasayang siswa Kelas XII Akuntansi 2 SMK Negeri 1 Abang, Karangasem ri sampun déwékné kangken molihang jayanti kapertama sajeroning pacentokan sané kamiletin. Yadiastun akéh saingan sané karasayang lewih cacep sajeroning masesuratan, nanging déwékné muktiang prasida dados sané pinih becik. Satios punika, akéh parindikan saha pengalaman anyar sané kapolihang sajeroning ngamiletin pacentokan inucap. “Tiang marasa bangga prasida dados sané pinih becik. Dumogi prasida menginspirasi para yowana mangda sayan seneng tur tresna ring kesusastraan Bali,” baosnyané makenyem. Tisna—sapunika ipun ketah kasambat ngwewehin, akéh pengalaman sané kapolihang salami ngamiletin pacentokan inucap. Inggian salami pembinaan kantos ri kala pacentokan kamargiang. Satios sawitra anyar, akéh paplajahan miwah pauningan anyar sané kapolihang. Utamannyané indik basa Bali. Akéh kruna-kruna anyar pamekas kruna mabasa Bali sané kapolihang saking pembina. Tios punika, sadurung ngamiletin pacentokan ring tingkat provinsi, wénten seleksi sané patut kalintangin. Inggian seleksi ring tingkat kecamatan kantos pembinaan sadurung ngamiletin pacentokan ring tingkat provinsi. “Satios bimbingan saking pembina, tiang taler ketah ngwacén karya sastra inggian marupa puisi, cerpén, wiadin novel,” weweh Tisna.
Sajeroning puisi sané kasurat, Tisna sané polih pembinaan saking I DK Raka Kusuma, Nyoman Tusty Eddy, I Komang Berata, miwah I Nyoman Agus Sudipta (guru SMK Negeri 1 Abang) puniki nlatarang tema sané sampun katentuang. Dagingnyané nyinahang indik kautaman ngupapira api semangat sajeroning ngamargiang kauripan. Satios punika, mautama taler ngemit saha nglestariang tetamian penglingsir sané kasinahang ring puisi sané mamurda “Prapen”. “Téma puisi sampun katentuang. Daging puisi sané surat tiang lewih nyinahang indik kautaman ngupapira api semangat sajeroning ngamargiang kauripan saha ngemit lan nglestariang tetamian penglingsir,” baos yowana mimitan Desa Culik Br. Amertasari, Abang, Karangasem. Satios pinaka jayanti kapertama sajeroning pacentokan nyurat Puisi Bali Modern ring PKB 2018, pianak I Wayan Wardika-Ni Wayan Rediti puniki taler naen molihang juara II sajeroning pacentokan Dharmawacana ring tingkat Kabupaten Karangasem. Tisna mapangapti, antuk prestasi sané kapolihang prasida sayan nyokong déwékné sajeroning nincapang kawagedan masesuratan, inggian nyurat puisi Bali wiadin nyurat sastra-sastra tiosan. “Dumogi kawéntenan sastra Bali sayan nglimbak. Kawagedan para yowana sajeroning masesuratan taler sayan kasinahang,” Tisna mapangapti. (uma)
”Inspirasi” Saking ”Erupsi” Gunung Agung AKÉH carita indik Gunung Agung sané nerus “erupsi”. Parindikan punika sané kadadosang unteng carita olih I Putu Setiawan sajeroning makarya cerpén mabasa Bali. Cerpen sané nyaritayang indik kahanan krama miwah semangat alit-alité malajah ring pengungsian sangkaning Gunung Agung meletus puniki kasurat daweg ngamiletin pacentokan nyurat cerpen mabasa Bali ring Pesta Kesenian Bali (PKB) 2018. Asilnyané, saking makudang-kudang pamilet kategori putra, Setiawan—sapunika ipun ketah kasambat prasida ngamolihang juara kaping kalih. Yowana sané embas ring Karangasem, 22 Februari 2001 puniki nlatarang, ide carita kaambil saking kahanan Gunung Agung meletus. Cerpen sané mamuda “Erupsi” puniki nyaritayang indik semangat, api semangat kauripan anak alit istri mapeséngan Luh Suryani. Luh Suryani setata semangat tur jemet malajah kantos déwékné prasida dados profesor yadiastun akéh pikobet sané kalintangin. Mawit keni bencana gunung meletus, ngungsi, miwah katinggalin bapa daweg déwékné kantun SD. Yadiastun sakadi punika, semangat Luh Suryani prasida ngateh déwékné molihang kesuksesan. “Tiang molihang inspirasi punika daweg polih nyarengin kegiatan bhakti sosial ri kala krama ramia ngungsi sangkaning Gunung Agung meletus. Tiang kangen manggihin alit-alit ring pengungsian setata semangat malajah yadiastun keni musibah. Semangatné sakadi api ngabar-abar,” baosnyané. Sajeroning nyurat cerpen, Siswa Kelas XII Jurusan TKJ SMKN 1 Abang puniki maosang aluh-aluh kéweh. Kéwehnyané santukan déwékné durung cacep masesuratan. Satios punika, patut wénten “niat” sajeroning nyurat. Yéning sampun nénten wénten nyet nulis, sinah méweh karasayang. Kawewehin malih, sadurung ngamiletin pacentokan, akéh parikrama sané kalintangin. M a w i t n y a r e n g i n seleksi kantos molihang pembinaan. I Putu Setiawan molihang selah malajah ring I Wayan Putu Bagus Swaya (Guru SMK Negeri 1 Abang), miwah I Nyoman Agus Sudipta pinaka pembina nyurat cerpén mabasa Bali. “Akéh pengalaman anyar sané polihang tiang, pamekas indik nyurat cerpén. Matur suksma majeng para pembina sané sampun ngajahin tiang,” baos Setiawan. Pianak I Ketut Pinta-Ni Nyoman Lastini puniki ngwewehin, yéning sampun becik mautsaha sinah asilnyané taler becik. Antuk mautsaha sinah napi sané kaaptiang prasida kapolihang. “Dumogi sayan akéh yowana Bali sané seneng nyurat, mangda kawéntenan sastra Bali modern sayan nglimbak,” pangapti yowana sané meneng ring Br. Dinas Basangalas Kawan, Karangasem puniki nguntatin. (uma)
Pangangon Sampi Dados Pelukis Sampi MANUT akéhan krama, sampi wantah beburon biasa sané saraina ngamah padang tur medem ring badané. Sakéwanten sujatiné buron sampi punika madaging makudang-kudang prelambang, minakadi cihna pepolosan, makarya sumeken, niyasa para krama carik utawi petani miwah kahanan kauripan “kelas bawah” utawi sor miwah niyasa saking pertanian. Sampi satmaka parindikan sané nénten prasida lémpas saking kauripan I Nyoman Wijaya, sinalih tunggil pelukis sané sampun kasub ring Bali. Duaning tatkala ipun kantun alit, saraina geginanipuné wantah ngangonang sampi sané risampuné ageng kaadol, jinahne kanggén prabéa masekolah. Ipun sareng timpal-timpalnyané ngangon sampi sinambi maplalianan, dadosné kahanan inucap ngawinang ipun manados pelukis sané mabuaka ngamedalang pak-
aryan indik sampi. Napi malih pakaryannyané punika ketah kasinahang malarapan antuk ngamargiang paméran ring Bali, ring dura désa kantos katumbas tur kadruénang olih para koléktor saking dura negara. Ring lukisannyané, lanang sané embas ring Tabanan, 28 November 1971 puniki akéhan ngamedalang makudang-kudang kahanan taler parikrama beburon sampi ring kanvas sané ageng antuk cat minyak. Sangkaning ageng sakadi punika, sinah nénten ngentukin tatkala jagi “berekspresi” taler ngamedalang gambar sampi inucap mangda sayan kasinahang siteng tur kokoh. “Kahanan tiangé daweg alit bagia pisan, duaning pinaka pianak petani sinah tiang saraina kanikain mangda ngupapira beburon sané siteng tur prasida kanggén matekap ring carik punika. Sampi taler manados timpal tiang mapla-
lianan, duaning saraina wus saking sekolah tiang sampun ngangonang sampi. Tatkala punika tiang sareng timpal-timpal setata makarya makudang-kudang parindikan indik sampi,” baosnyané. Ngeninin indik kawagedan ngalukis sane kaduenang, kurenan Putu Kariani puniki nénten naenin masekolah ring sekolah seni rupa. Sajabaning wantah nyingak taler nyaksiang sapunapi para seniman lokal tatkala makarya. Minakadi nyingak para panglingsir tatkala ngambar wayang ring témbok pura, ngukir wewangunan ring désa kantos mangamel miwah masesolahan. Indike punika sané ngawinang Nyoman Wijaya raris ngamargiang kasenian inucap. Punika sayan ngagengang kantos prasida kamargiang rauh mangkin. “Tiang nyaratang pisan mangda prasida melukis duaning punika anggén
tiang jalaran ngamedalang sekancan pengalaman tiang daweg alit. Yadiastun nénten masekolah seni, nanging tiang naenin malajah drawing anatomi ring sanggar sané wénten ring Sanur, Bali nyabran raina Soma miwah Wraspati. Punika kamargiang ngawit warsa 1998 kantos 2003. Tiang taler akéh matimpal sareng seniman, akademis tur kasarengang ring paméranpaméran,” baosnyane. Ipun sané meneng ring Banjar Carik Padang, Désa Nyambu, Kecamatan Kediri, Kabupatén Tabanan puniki malih maosang, dewekne naen nyarengin paméran “Treasure” ring Griya Art Gallery Sanur, indik parikrama paméran sané kasarengin olih Pelukis sareng limang diri. Sadurungnyané taler naenin ngamargiang paméran ring makudang-kudang “galléry” ring Bali kantos ring Jakarta. Napi malih wénten
makudang-kudang lukisannyané sané kadruénang utawi ka-koléksi olih para tamiuné. Sios punika ipun taler naen nyarengin paméran ring Akili Muséum Jakarta saha kajudi dados finalis Akili Muséum Art Award. Sios saking kadruénang olih koléktor lokal, makéh taler pakaryannyané sané kasenengin tur kadruénang olih krama dura negara minakadi saking Inggris, Jerman, Singapura Malaysia miwah Dubai. Mangkin ipun nedeng ngulengang manah nabdabang studio sané prasida dados genah taler komunitas para seniman tatkala ngamargiang study drawing. “Tiang seneng matetimbang tur mabebaosan sareng para sawitra indik lukisan sinambi nincapang kawagedan. Tiang taler akéh ngwacén buku-buku taler melajah saking para seniman senior,” asapunika ipun nartayang. (kmb/was)
7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
pupu;s)mrnÑn. Pupuh Semarandana 16.mwnnæÞjhinÀdi, Mawanan plajahin adi, dsrinãhnæzÇym, dasarin baan Panca Yama, muw;niymenÏeko, muah Niyamané reko, he\ánß\e\on*hwk/, anggén mangangonang awak, hp*tus&kbbÞsn/, apang tusing kabablasan, \ulurinßdnuædÉipu, ngulurin madan Sadripu, emoemoh\Ðrene\od. momo angkarané ngoda.
Satua
I Brakah (1) Kaketus saking Satua-satua Bali (XIV) KACARITA di tengah alasé ada dukuh luh ngubu. I Dukuh sai-sai geginané ka tengah alasé ngalih saang tur adepa ka negara. Sedek dina anu, ia ngalih saang ka tengah alasé. Makelo ia ngalih saang, nget ia ngasen bedak. Lantas ia mileh ngalih-alihin yéh, masih tusing nepukin tukad. Makelo-kelo lantas ia nepukin clebongkakan misi yeh abedik. Baan sanget bedakné ia tusing ngitungang yéh puek wiadin ning. Nget yehé ento inema. Sesubané sanja lantas ia mulih. Gelising carita, nget I Dukuh beling. I Dukuh kendel pesan kenehné, kasuén-suén suba tutug bulanan anaké cerik lantas lekad. Anaké cerik tusing ja magoba jelema nanging magoba alu. Anaké cerik marasa lek baana magoba alu, lantas ia macebur ka tlagané. I Dukuh lantas ngeling ngarod-arod sambilanga masesambatan, “Inggih Cening, nguda Cening las pesan ngalahin mémé. Jet ja Cening magoba alu, keneh méméné tusing ja kénkén. Keneh méméné tresna pesan tekén Cening. Jet ja Cening magoba alu, tusing ja mémé ngéwehang buat entoné. Jani yén Cening tresna mamémé tekén mémé, enahang… enahang ragan Ceningé!” Makelo-kelo ia masesambatan, lantas aluné ngenah. I Dukuh ngénggalang nyemak tur abana ka baléné. Aluné sai-sai kapreténin, cara mreténin anak cerik pusuh. I Alu ngomong tekén méménné, “Mémé jani adanin tiang I Brakah!” Méménné turut tekén sapamunyin panakné. Kacarita I Brakah suba matuuh pitung dina, lantas ia ngomong tekén méménné, “Mémé, kema beliang tiang tambah cerik abesik, tiang lakar malajah maabian!” Méménné masaut, “Da suba Cening maabian. Apa Cening kuangan? Orahang dogén tekén mémé!” I Brakah lantas ngeling maguyang mara tusing baanga maabian. Krana I Brakah tusing dadi tungkulang, lantas méménné ngénggalang ka désa meli tambah abesik. I Brakah ngawitin numbeg tongosné mamula tabu, bligo, muah soroh jukutjukutan. Gelising carita, bligo muah tabuné suba mabuah nged tur gedégedé pesan. Sabilang semengan I Dukuh ka peken ngadep jukutjukutan. Makelo-kelo makejang anaké di negara pada ningeh orta yén I Dukuh ngelah pianak alu. (Masambung)
8
Tetes TES Tetes
Melatih Kemanusiaan Untuk kesadaran manusia dewasa, prinsip dan disiplin puasa adalah kesempatan untuk melatih berlakunya nilai kemanusiaan dan mengingat kembali bahwa dalam kehidupan nyata sangat mungkin kita harus menjalankan puasa-puasa. Presisi Batas Diri Manusia Manusia, pada dirinya masingmasing, tidak punya waktu untuk mengenali presisi batas antara kebutuhan dan keinginan, antara semangat dengan nafsu, antara cinta dengan rasa-magnetik, antara cita-cita dengan khayalan, antara waspada dengan curiga, antara hati-hati dengan paranoia, antara optimisme dengan terburu-buru, antara sabar dengan lemah, antara arif dengan lembek, antara progresivitas dengan keserakahan, atau antara zuhud dengan rasa malas. Bahkan per kata dari semua itu juga tidak benarbenar dicari kejelasan satuan-satuannya. Tak Kenal Diri Sendiri Kebanyakan manusia tidak memiliki kesanggupan untuk ber-syahadah atas hatinya sendiri, jangankan lagi semesta luas jiwanya. Manusia tidak pernah mengenali dirinya dalam arti yang sebenarnya. Ia belajar dan melatih pengenalannya sepanjang hidup, di depan tantangan Tuhan: “Jangan menjadi orang yang lupa kepada Tuhannya sehingga lupa kepada dirinya sendiri”, sesudah progresivitas batin manusia melihat cakrawala: “barang siapa mengenali dirinya, maka ia mengenali Tuhannya”. Perasaan Bersalah Salah satu tanda kedewasaan mental, kebesaran jiwa serta memadainya wawasan pada suatu pihak yang bersalah, adalah seberapa jauh ia menunjukkan perasaan bersalah. Orang yang punya komitmen terhadap kebenaran, akan dengan sendirinya bersikap blingsatan jika ia melakukan kesalahan atau apalagi ketidakbenaran. Minimal ketidakbecusan. Semakin parah blingsatannya, semakin tercermin kedalaman komitmennya terhadap kebenaran. Informasi Permukaan Masyarakat umum tidak mungkin mendapatkan informasi persis mengenai di mana saja link atau “lorong-lorong tikus” kekuatan raksasa dunia ini. Terutama terkait dengan peta gerakan dan kelompokkelompok yang sedang menggelombang, di lapangan luas nyata maupun di balik layar, yang sedang sampyuh dan sewaktu-waktu bisa brubuh di dalam negeri. Dari media, kita rakyat kecil hanya mengetahui beritaberita superfisial, informasi-informasi permukaan, penampilan “bintang-bintang film” yang sesungguhnya tidak relevan terhadap realitas gelombang yang nyata, yang sedang bergulat.
Orang Pandai, Berebut Pengakuan Penduduk negeri ini yang pandai-pandai, yang terpelajar dan bergelantungan gelar dan simbol eksistensi di pundak dan dadanya — sibuk mempertengkarkan persangkaan-persangkaan diri yang diciptakan oleh penjajah untuk memecah-belah mereka. Orang-orang di desa sudah lama memproklamasikan dirinya sebagai orang kecil, rendah, dan bodoh. Orang-orang kota bertengkar memperebutkan pengakuan bahwa masing-masing adalah pinter, sedangkan yang lainnya bodoh. Peradaban Miring Ketika dicoba suatu formula yang diujicobakan kepada manusia untuk ditawari penciptaan cahaya melalui peracikan antara yang positif dan negatif, ia juga berhenti hanya pada pencapaian dan kepuasan materialisme. Mayoritas ummat manusia sangat jauh pencapaiannya dari standar Al-Mizanu wal’Adalah yang di-setting oleh era penciptaan Tuhan yang dijatahkan kepada mereka kali ini. Kehidupan dan peradaban-peradaban ummat manusia adalah gambar besar dari kemiringan-kemiringan yang sampai tingkat ekstrem, bahkan pembalikan, dari hakiki ketentuan Allah yang tiang pancangnya adalah Keseimbangan dan Keadilan. Agama Globalisasi Bermacam-macam kemiringan, ketidakseimbangan, ketidakadilan, dan penghancuran diciptakan manusia melalui skenario-skenario animasi kartun yang disebut Negara, Konstitusi, Demokrasi, dan apa saja yang serba mewah. Ummat manusia seBumi bersatu padu memeluk Satu Agama Dunia yang di era ini disebut Globalisasi. Dan karena sejak mulai berpikir, potensi dan tenaga batin yang muncul adalah peng-ada-an diri dan pen-tiada-an atas lainnya–sangat bisa dipahami kalau manusia berada pada garis konsistensi terhadap proses sejarah penghancuran. l Emha Ainun Nadjib
Pemanasan Ulang Tahun 29 Juli 2018
K
J
MENUJU ATIJAGAT OPI UJUNGAN 28 OKTOBER 2018 Jatijagat Kampung Puisi Bersama Sanggar PURBACARAKA Sanggar CAKRAWALA Jalan Nias 13 Denpasar Menjelang Enampuluh (60) Tahun FAKSAS-FIB UNUD Minggu Kliwon, 29 Juli 2018 pukul 19:30 wita di JKP-109
P
Minggu Kliwon, 29 Juli 2018
Amba...
Aku akan menjadi penyebab kematianmu Aku akan dilahirkan kembali setelah semua penghinaanmu Dan,di padang Kuru, aku akan membunuhmu Panah-panahku akan menembus tubuhmu
dharmaning nyastra momentum pujungan 2018
sembilan puluh (90) tahun yang membelai napas kita
Yayasan Dharmasastra
MANIKGENI JATIJAGAT Kampung Puisi - JKP - 109
Desa Pujungan Tabanan
Minggu Umanis 28 Oktober 2018
l Tiga Baris Puisi Sumpah Pemuda Mengantar TITIK(Gecek) LEDAK 17 Tahun Kemudian...
Cerita tentang Amba ini dituturkan Bisma kepada Duryudana ketika perang memasuki hari ke-9. Hari itu, sebelum perang mulai, Duryudana pergi sendirian ke kemah Bisma. Dengan perasaan pahit, dengan bekas luka ditubuhnya, ia ungkapkan kekecewaan-kekecewaan pada jalannya perang yang sengit. “Tampaknya kita tak bisa melawan takdir...” kata Duryudana. “Kakek, dunia tahu kau ksatria yang tidak kenal rasa takut. Bahkan jika mau, perang ini bisa kau menangkan sendiri. Tapi ketika Srikandi maju, menghujanimu dengan panah. Kau justru mundur jauh, tak angkat senjata, tak mengatakan apa-apa. Apa yang terjadi dengan Bisma?” tanya Duryudana. “Kau tak mengenali Srikandi,” kata Bisma. “Aku selalu tahu gigil hatinya. Amarahnya, dan kemalangan yang menimpanya. Mengubah dirinya jadi laki-laki. Ia sebenarnya Amba, putri Raja Kasi. Ia datang untuk menuntut balas, untuk sesuatu yang lebih dalam, lebih keras, dendam. Kau tahu, Arjuna tahu, seluruh Astina tahu, Bisma putra Gangga tak akan pernah mengangkat senjata dihadapan perempuan. Dan, di Kurusetra ini, ia akan menyongsongku, ia jadi mautku, mautku.” “Aku bersalah, batinku tertoreh, tapi kini semuanya tinggal olok-olok dan kecewa. Bertahun-tahun yang lalu Amba kularikan paksa dari pria yang dicintainya, Salwa. Hari itu, semua raja dari berbagai wilayah berkumpul di alun-alun Kasi, aku berdiri di antara mereka, aku tantang semua. Mereka mengira aku yang ikut lomba. Tidak. Aku datang demi adikku, Wicitrawirya. Waktu itu aku telah bersumpah, tak akan pernah menikah. Dan semua kukalahkan. Amba dan kedua adiknya, Ambika dan Ambalika, kubawa ke Astina. Orang-orang menyambut gembira. Tapi ketika upacara pernikahan kian dekat, Amba, yang tertua dari putri Kasi menolak, minta dikembalikan ke tempat kekasihnya di Saubala. Aku izinkan ia
pergi menemui Salwa. Tapi, raja muda itu menampiknya, Amba diusirnya. “Kau telah ternoda, gadis hina,” katanya. Juga Wicitrawirya, “Aku tidak bisa menikahi wanita yang telah memberikan hatinya kepada lelaki lain,” ujarnya. Dan aku tak pernah bisa melupakan itu.” Hening. Bisma mendongak ke arah cahaya yang masuk melalui lubang kecil tendanya. Dan sebentar ia memejamkan matanya. “Marah dan merasa direndahkan dan diinjak, Amba mengumpat Salwa, mencerca ayahnya, menyalahkan nasibnya, melampiaskan amarahnya dengan mendesakku untuk menikahinya. Amba menatapku, dan aku tahu betapa pedihnya sorot matanya, tapi aku tak bisa mencabut sumpahku: ‘Aku akan tetap suci sepanjang hidupku.’” Duryudana memandangnya. Bisma yang tua dan payah oleh masa silamnya. Seperti hendak menyerah pada keletihan. “Amba menyadari, sudah tak ada tempat buatnya lagi, tidak di Kasi, tidak di Astina, tidak di Saubala, semua pintu tertutup. Ia tahu tidak satu pun orang berani membalaskan dendamnya kepada Bisma. Ia lari ke dalam hutan. Enam tahun lamanya, menjalani laku tapa yang paling keras. Ia menyingkirkan diri, berharap bisa membunuh Bisma dengan caranya sendiri. Ia tak lagi butuh belas kasihan Raja Pancala dan Parasurama. Kemudian ia berjalan lebih jauh lagi, sampai gigir Kailash, sampai tinggal dingin dan sepi, Siwa muncul dihadapannya. ‘Kau akan membunuh Bisma dalam kehidupan berikutnya, terlahir sebagai anak Drupada, percayalah, ini janjiku,’ katanya.” “Konon, tak sabar menunggu datangnya waktu inkarnasi, ia memungut kayu, membakarnya, dan menceburkan diri ke dalamnya. Takdir telah mendekat pada Bisma. Dan pada akhirnya, memang murka Amba yang menjadi penyebab kematianku,” kata Bisma kepada Duryudana. “Sekarang menjadi jelas bagimu, Duryudana. Aku tak mungkin melawan Srikandi. Pikiran ini tidak mengizinkanku. Aku akan lawan semua ksatria yang menentangmu, kecuali Srikandi –Amba yang mati oleh malu. Amba yang terlahir kembali. Amba yang hanya tahu: Bisma, Bisma, Bisma, kau terlalu lama hidup, sumpah membuatmu sendirian, telah kusiapkan waktu kematianmu.” l Agus Roisalam
l Spirit Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita
CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2018 l
JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an
Juli-Rememberance 27 in 73…, 73 in 27
l Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart! Langsung Aktif menghubungi Wa Jengki Sunarta dkk via Facebook dua(2) Minggu sebelum KOMUNITAS ANDA wentenplay di JKP-109 Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Dewa MH
Sumarno
Reki Eko Rohdiyanto
Fotografi
”Landscape Photography”
Mengabadikan Keindahan Bentang Alam
LANDSCAPE photography merupakan genre dalam fotografi yang secara khusus mengabadikan bentang alam sebagai objek pemotretan. Dalam mengeksekusi objeknya, seorang landscaper (sebutan untuk fotografer landscape-red) ditantang mampu mempresentasikan hasil yang senatural mungkin. Tak kalah pentingnya, foto tersebut harus mampu membuat penikmatnya seolah-olah hadir pada lokasi tersebut. Sebelum memotret landscape ini, seorang fotografer harus menentukan objek apa yang akan dipotret. Apakah memotret air terjun, perkotaan, perkampungan, jalan raya, laut, aliran sungai, ombak, pegunungan, hutan dan sebagainya. Ketika objek sudah ditentukan, cari referensi mengenai foto landscape dari objek tersebut. Tapi ingat, referensi yang bisa diperoleh dari internet maupun majalah fotografi tersebut bukan berarti Anda akan membuat foto dengan angle atau nuansa yang sama persis. Justru sebaliknya, referensi itu digunakan untuk menggali ide-ide baru atau menemukan angle-angle yang berbeda sehingga foto-foto yang dihasilkan tidak bersifat pengulangan ataupun plagiasi. Setelah objek pemotretan ditetapkan, pastikan peralatan seperti kamera, lensa, dan baterai dalam kondisi siap digunakan. Dalam fotografi landscape, peralatan tambahan lainnya seperti tripod atau kaki tiga juga sangat diperlukan agar teknis pemotretannya lancar. Tripod akan membuat kamera lebih stabil dibandingkan dengan menggunakan kedua tangan Anda, kestabilan kamera akan membuat hasil gambar menjadi tajam dan sesuai dengan yang diinginkan. Anda juga bisa menyiapkan filter GND, ND atau polarisasi untuk mendapatkan hasil foto yang lebih sempurna. Memotret objek landscape yang berbeda juga berarti Anda harus mengatur shutter speed, ISO, dan aperture yang berbeda pada kamera DSLR tersebut. Sebagai con-
toh, jika memotret air terjun, Anda bisa menggunakan aperture f/22, shutter speed 2,5 detik, ISO 100, dengan focal length lensa 22 mm atau tergantung kamera dan lensa yang dimiliki. Maksimalkan depth of field (DoF) karena foto lanscape pada umumnya mengutakan ketajaman dari ujung ke ujung. Memotret air terjun harus menggunakan shutter speed yang lambat dan dibutuhkan filter ND atau polarisasi agar hasilnya lebih dramatis. Pengaturan ISO, shutter speed, dan aperture untuk landscape berupa laut, ombak, dan yang lainnya juga berbeda. Saat memotret landscape, jangan lupakan objek yang ada di sekeliling objek utama yang menjadi background (latar belakang). Sebagai contoh, jika memotret laut, ada baiknya juga menyertakan langit atau pasir ke dalam frame foto untuk mempercantik hasil foto. Jika hanya memotret lautnya saja, maka kesan datar atau flat akan muncul sehingga hasil foto kurang kuat dan berkarakter. Selain memperhatikan background, foreground (latar depan) juga tidak boleh dilupakan karena foreground seperti tanah atau bebatuan juga bisa menjadi hal menarik bahkan bisa menjadi point of interest dalam fotografi landscape. Dalam memotret lanscape, kreativitas dan eksperimen juga merupakan hal yang penting. Mungkin sebagian orang ada yang
berpikir foto landscape adalah foto yang tenang dan damai. Namun, sejatinya kita bisa menambahkan sedikit “drama” untuk membuat foto landscape tersebut lebih menarik, berkarakter dan dramatis. Misal, berupa deburan ombak di laut, pohon yang tertiup angin, awan yang berjalan dan sebagainya. Dalam “menangkap” gerakan alam seperti ini, diperlukan beberapa peralatan pendukung seperti filter ND (neutral density) dan tripod. Bermainlah dengan komposisi. Jangan hanya terpaku pada satu titik. Temukan view yang berbeda-beda, mulai view yang sejajar dengan tanah atau naik ke atas pohon. Biarkan imajinasi anda mengalir dan temukan view yang sesuai dengan visualisasi dan imajinasi Anda. Akhirnya, selamat memotret bentang alam. (ian)
Golden Sunrise karya Tjandra Hutama
Keagungan-Mu karya Tjandra Hutama
Tianluokeng Tulou Fujian karya Tjandra Hutama
Pagi di Desa Pinggan karya Tjandra Hutama
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Minggu Kliwon, 29 Juli 2018
9
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN !!!Dicari PRT Max 30Th Tdr Dlm Gaji 2,2Jt Hub.081239337135
B.BP.001.07.18.0001481
Bth Guru wanita u/Bimbel SD di Petanu 88C Hub.081338728509
B.BP.001.07.18.0001567
Bumbu Bali Membutuhkan Driver, Barman,Bar Traineer.kirim CV ke : info@balifoods.com
B.BP.101.07.18.0001500
Butuh Mekanik&Cuci Motor/Mobil BerpengalamanHub.082129746618
B.BP.001.07.18.0001535
Dbthkn Security & Housekeeping staff untuk area Sukawati. Diutamakan yang berpengalaman dan bisa berbahasa Inggris. Tlp.0361-289742 CV:asahrd2018@gmail.com
B.BP.001.07.18.0001334
Dcr Pria/W srabutan bs suami istri Tdr Dlm 085339057458
B.BP.004.07.18.0001558
Dcr SPG,Max.28th Min.SMA,Jujur Rajin,Mau Belajar,Penempatan Discovery Shopping Mall Kuta Hub.Lusi 082144355655
B.BP.001.07.18.0001272
Dcr Sopir SIM A Prshn,Tau Jln. Dps.Fas:Gj,Asuransi Kesehatan Hub:08113976346/0817358304 B.BP.001.07.18.0001479
BIRO JASA
Dcr Staf Admin Min D3 Akuntansi/Management,Max 28Th. Hub.0361482704/085237775687 CV.Dapur Prima B.BP.001.07.18.0000990
Dcr Tukang Perak, usia max.35th. Hub.08113990076 B.BP.004.07.18.0001548
Dcr Waiter/ss Helper min SMA Sopir min SMP u/resto Jl.Kartika Plaza Kuta Hub.081236436626
B.BP.154.07.18.0001556
Dcr karyawti u/ studio Sulam Alis, bersedia di training Eyelash Extension. Krm lamaran ke kerja@be-victoria.com B.BP.001.07.18.0001387
Dcr:Pembantu Masak,Waiter/ss Ada Gaji,Tip.Hub.081236109808 B.BP.001.07.18.0001434
Dibtuhkan Sgr 3 org Staf Admin L/P,Min SLTA,Single,Max 26 Th, Bisa Komputer,Lam:Jl.Suwung Batan Kendal No.33 Dps 08164722107 Pak Komang B.BP.001.07.18.0001471
Dicari 2Orang Ass.Prod Garment F/M,D3/S1 Max 30Th Pglmn 2Th di Garmen&Costing,Bhs Inggris Hub:Jl.Braban 27C Petitenget Email:hrdmua2dolls@gmail.com B.BP.001.07.18.0001539
BIRO JASA
SERVICE
DIJUAL RUMAH
Dicari SPG bisa Bhs. Inggris Hubungi 087761520079
B.BP.154.07.18.0001564
Dicari Sgr Tenaga Pengiriman Accu Tlp.085100535516
B.BP.001.07.18.0001549
Dicari Supir SIM A Peguyangan Hub.085100011104/087862966311
B.BP.001.07.18.0001331
Dicari Tukang Potong Freland u/Garment Hub:08124627175
B.BP.004.07.18.0001496
Dicr Penerjemah Inggris To Bhs Indonesia Gj. 5Jt/Bln,(Wnt) Jam Kerja 09.00-18.30/081936902189
B.BP.001.07.18.0001486
Dicr Wnt Lulusn SMK Pariwisata Tata Boga,B.Inggris Aktif Blm Menikah Max21Th.Hub:Villa Kubu Jasmine Jln.Pantai Pererenan No.156ABadung.Hp:08179746856 B.BP.001.07.18.0001442
Kasir/Kolektor Max30Th.Hub:Kop Megah Sejahtera/085101411031 B.BP.001.07.18.0001432
Looking for Balinese Male Staff for Int’l Property Agency,to Search for Land. Good English,Basic Comp.Able to Drive Car.Send CV to ebenyamin@exotiq or Call.081558002553 B.BP.004.07.18.0001450
PT.Balicepat Membutuhkan Sales Area Koordinator, Supervisor Operasional, Jl.Buluh Indah 99X / hrd@balicepat.com
Sales/Marketing untuk produk makanan/minuman,pengalaman, Hub.Dewi 081236222509
Koperasi Wanita Raka Dewi Bali Membthkn:1)Manager:S1, pglm 2th dibdngnya, L/P max.45th; 2)Kasir:S1/sdrjt,wnt,max.30th; 3)Admin:S1/sdrjt,bisa Bhs Inggris/ Mandarin wnt, max.27th; 4)Accounting:S1 brpnglm 2 th dibidngnya, max.35 th.Krm CV: ketua@rakadewibali.com/ WA: 081353976118/Hub. lebih lanjut: www.rakadewibali.com
Staf Akuntansi/finance,pengalaman.Hub.Dewi 081236222509
Satpam/waker untuk tugas di wilayah Kuta. Lamaran ke email:coffeebali18@gmail.com
B.BP.001.07.18.0001506
Sales Horebar:Pria,21 Tahun SMA/SMK,SIMCHub:087882858937 Email:scs.hrd3@gmail.com
B.BP.001.07.18.0001538
B.BP.004.07.18.0001551
B.BP.004.07.18.0001550
Staf Produksi,SMK/Diploma Teknik, Pengalaman, hub. Dewi 081236222509
B.BP.004.07.18.0001552
G.03
G.04
Tenaga CS laki untuk tamatan SMP. Lam. ke Warung 63, Jl. Veteran, E:coffeebali18@gmail.com
G.05
Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar
Sopir SIM B1 untuk truk angkut air, tinggal wilayah Tabanan. Lam. E: coffeebali18@gmail.com
Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar
DIJUAL MOBIL
G.01
G.02
Sopir SIM A untuk sopir Canvas air minum domisili Tabanan/Dps. Lam.E:coffeebali18@gmail.com
G.07
G.06
DAIHATSU
Feroza Th’95 hijau met ban 31 Dalung Hub.081999231333
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
NISSAN
Nissan March 2014/AT/VR17/ Hitam Hub:081237663030
B.BP.001.07.18.0001480
TOYOTA
Allnew Corolla’96 Abu”Istimewa Kaleng VR H:081558332999, 45Ng
B.BP.001.07.18.0001565
Kjg Astra Short’94Pth Makergren Extra AsBali 081558332999,35Ng
B.BP.001.07.18.0001563
KOST Dijual Kost 465m2 Singaraja DP 10% Bunga Krd 0.9% Perbln Hub:081338183031/081805374433 B.BP.004.07.18.0000143
DIJUAL TANAH Djl Tnh 2A Dalung,1,5A 3 are Buduk Hub.082147454248 B.BP.164.07.18.0001559
20 Are SHM Pengosekan,Across Arma Art Museum, Ubud-Bali CP +6281318685007,No Brokerage
DIJUAL TANAH Tanah 150M2,Jl .Kertadalem Raya No.99X Sidakarya Dekat Grosir Kbutuhn shari2 Hp:081338718013 B.BP.001.07.18.0001545
Tanah 5,15 Are Cocok u/Villa di Lantanggidung, Sukawati, Gianyar Hub .Hp:087862813158 B.BP.001.07.18.0001537
DISEWAKAN TOKO Dikont Tk .2Lt, Jl.Waturenggong H.0361-243286/082237084954 Pjr B.BP.001.07.18.0001568
DIJUAL VILLA Dijual Villa, Ds.Gubug Tabanan LT12Are,3KT,Kolam Renang Pinggir Sungai, Jalan Aspal BUC, Hub.081558002553 B.BP.004.07.18.0001449
Djl Villa Pantai Saba Gianyar LT4000m2,14Kmr,3SPool,F.Furnish,ijin Hotel Melati,08123812567 B.BP.004.07.18.0001569
B.BP.004.07.18.0001499
Djl Tanah L.130m2 Gang Pipit, Batubulan. Hub:081916253882
KEHILANGAN
Taruna CSX’99 Biru Silver VR TV Mulus 081558332999, 61.5Ng
Tanah Nempil,Jl.Besakih Pondok Citra Pemogan Dps,08123871809
Hlg 3 Sertifikat Tnh HM-9224No.Bidang 00103,HM-9225-No Bidang 00105,HM-9226-No Bidang 00104 a.n Pura Dalem,Kerobokan
B.BP.001.07.18.0001562
B.BP.001.07.18.0000043
B.BP.001.07.18.0001477
B.BP.164.07.18.0001560
B.BP.001.07.18.0001474
10
Minggu Kliwon, 29 Juli 2018
Mendatar: 1. Sungguh-sungguh dan bersih hati ; Jujur ; Tidak berpura-pura 3. Berkaitan dengan keuangan 7. Daging yang diserat-seratkan sebelum digoreng 8. Aman damai sejahtera 10. Bergerak dalam penyiaran berita 11. Kerang mata tujuh 14. Pinjaman (Inggris) 16. Cahaya 17. Kencang ; Regang 19. Masukan ; Gizi 21. Penghisap darah 22. Profesi dan pengamanan 23. Laki-laki 25. Tukar sesuatu dengan uang 27. Bedah ; Bedel 29. Sapaan kepada anak perempuan 30. Tata surya dan kabut-kabut langit 32. Kodok 33. Anak Abimanyu 34. Bangsawan Bugis Menurun: 1. Kain mota tebal 2. Kupasan ; Komentar 3. Parasit 4. Nilai ebtanas murni 5. Unsur dengan nomor atom satu 6. Anak (Bali) 9. Gas tak berwarna, tak berbau, yang dipakai pematangan buah-buahan 12. Tanpa nama (Inggris) 13. Puncak kenikmatan 15. Perwira 18. Kabupaten dengan Ibu Kota Bajawa 20. Seluruh jumlah penduduk di suatu daerah 24. Yasser …….. ; Mantan zketua organisasi pembebasan Palestina 25. Oranye 26. Tari tradisional Bali 28. Panjang (Bali) 31. Bersih ; Indah (Bali)
BPM/
STIMULASI - Kegiatan enrichment atau pengayaan ini bermanfaat untuk menstimulasi dan mengasah indra penciuman berburu harimau agar tetap berprilaku sesuai dengan habitat aslinya.
Bali Zoo Rayakan Hari Harimau Sedunia BERTEPATAN dengan “International Tiger Day” yang diperingati dunia setiap tanggal 29 Juli, Bali Zoo merayakan hari harimau sedunia dengan memberikan enrichment spesial untuk harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) beserta ketiga anaknya yang baru berumur 86 hari. Bersamaan dengan hari harimau se-dunia ini, ketiga anak harimau dengan jenis kelamin dua jantan dan satu betina mendapatkan nama dari hasil votting yang sudah dilakukan di media sosial dengan melibatkan ratusan peserta dengan hasil Tigor, Togar & Zora. Kegiatan enrichment atau
pengayaan ini bermanfaat untuk menstimulasi dan mengasah indra penciuman berburu harimau agar tetap berprilaku sesuai dengan habitat aslinya dan juga mengenalkan makanan baru untuk trio anak harimau. Dengan menggunakan karung dan kotak yang diwarnai agar menyerupai zebra, di dalamnya berisikan daging sapi segar dan bulu ayam. Selain untuk memeriahkan hari harimau sedunia, program enrichment menjadi daya tarik sendiri untuk pengunjung, karena bisa melihat ketiga anak harimau yang baru di dalam exhibit. Bali Zoo juga menyiapkan program edukasi Keeper Talk
dan face painting dengan tema “Harimau” bagi pengunjung untuk mengikuti perayaan hari harimau sedunia. “Melalui peringatan Global Tiger Day ini, Bali Zoo ingin mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap usaha konservasi harimau khususnya harimau Sumatera yang terancam punah. Keberhasilan kelahiran pertama tiga anak harimau Sumatra dari pasangan induk Sean dan Pendeka di Bali Zoo pada 3 Mei 2018, merupakan salah satu usaha untuk terus melestarikan satwa endemik Indonesia” ujar Emma Chandra, Head of Public Relations Bali Zoo. (r)
Ketentuan Menjawab Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 357 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/ HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 4 Agustus 2018. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 12 Agustus 2018. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 355 Mendatar: 1. Kutipan 5. Kaviar 8. GIUR 10. Reissue 11. Samsung 12. DUIT 13. EGO 15. Ovum 17. Geretan 20. ILID 21. Getol 22. Ayo 23. AGOGO 25. Tabu 26. Farmasi
30. ENTO 31. UAG 32. SAUR 33. Patolog 34. Miranda 35. Dada 36. Rahina 37. Taksaka (Naga Taksaka) Menurun: 1. Kereng 2. TRIGER (TRIGGER) 3. PISPOT 4. Ngeden
Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru “Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat isi buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahunpernikahan. Kirim foto menarik dan tulisan data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat.Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telp. (0361) 225764. (Redaksi)
PERNIKAHAN I Made Alit Prawira dengan Nyoman Lili Saraswati melangsungkan upacara pernikahan pada Rabu (18/7) lalu. Upacara dilangsungkan di Desa Banyuning, Singaraja. Semoga dengan mengucap janji suci dalam sebuah perkawinan, kedua mempelai ini akan dikaruniai suputra yang akan menjadi penerusnya. Selamat menempuh hidup baru, semoga berbahagia.
5. KRAT 6. VASCODAGAMA
(VASCODAGAMA)
7. Ragam 9. USILIMO 14. Gerontologi 16. Unggas 18. ELEMEN 19. AC 22. Anuraga 24. FA 26. Format 27. Rubrik 28. Agenda 29. Impala 30. EMPER 32. SODA
Pemenang TTS No. 355 1. Yudiartha Jl.Kebo Iwa Utara No.65, Br.Uma Klungkung, Denpasar (HP:082147 882838) 2. Tan Gwat Lie Jl.Sultan Agung No.43, Br.Pendem, Desa/ Kec.Karangasem 80813 (HP:087762 857385) 3. Wilhelmina Buik Nahak Br.Chandra Asri, Batubulan, Sukawati, Gianyar (HP:081236 231863) 4. Suciani Sedayu Selatan, Kediri, Lombok Barat (HP:081999 353565) 5. Ni Made Suciati Lingk./Br.Mertanadhi, Desa Dangin Puri Kangin, Denpasar Utara (HP:081999 870849) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : I Nyoman Redhen Alamat : Jl.Kopral Limbuk, Br.Puseh, Gianyar (HP:081999 812923)
Inspirasi
Minggu Kliwon, 29 Juli 2018
Ni Putu Nanda Lestari
Sambil Sekolah Jualan Es
SEMANGAT kerja anak milinea asal Karangasem, Bali patut diacungi jempol. Ni Putu Nanda Lestari mampu memberi inspirasi bagi remaja lainnya bahwa sekolah bukan berarti hanya belajar, melainkan bisa sambil membuka usaha mandiri. Nanda Lestari sambil sekolah juga berjualan es jus dan es buah di bilangan Gatsu Denpasar. Nanda Lestari adalah siswa kelas XII AP-2 SMK PGRI 4 Denpasar. Dia memulai bisnis ini sejak tamat SMP. Awalnya, ikut membantu sang ibu, namun kini dia membuka warung kecil mandiri di kawasan Gatsu. Anak pertama pasangan I Ketut Riarta dan Ni Luh Suwartini asal Manggis, Karangasem ini tak malu membuka usaha sederhana yakni es jus dan es buah untuk konsumsi kalangan masyarakat di Jl. Gunung Andakasa, Penamparan, Denpasar. Dia harus membagi waktu dengan baik yakni sekolah saat pagi, sorenya mulai pukul 15.00 wita membuka warung hingga pukul 22.00 wita. Sebulan, dia mendapatkan keuntungan yang lumayan yakni cukup untuk membayar SPP, uang saku, dan membayar rumah kos. Artinya, dia yang menanggung biaya kos dan biaya keluarganya. S e l a i n membuka wa-
rung es, Putu Nanda Lestari juga bisnis tas kerajinan tangan warga Karangasem secara online. Produknya berupa tas rotan berbagai tipe yang digandrungi oleh remaja Bali. Bahkan, banyak teman sekolahnya yang membeli. ‘’Keuntungannya tak terlalu banyak hanya Rp 10.000 untuk satu tas,’’ ujarnya. Putu Nanda mengaku ilmu bisnis ini terinspirasi dari sekolah melalui pelajaran kewirausahaan. Ditambah lagi dengan tantangan orang tuanya yang semakin tak produktif lagi. Apalagi pada era sekarang, kondisi sulit mencari uang. Kepala SMK PGRI 4 Denpasar, Drs. I Ketut Suarya, M.Pd., mengaku bangga anak didiknya memiliki naluri bisnis yang kuat. Dia berharap semangat ini terus dilajutkan, jangan putus asa serta jangan merasa minder menggeluti usaha tak berg engsi. B ob Sadino saja, kata Suarya, menjadi konglomerat awalnya dari berjualan es keliling. ‘’Jadilah pengusaha sukses, namun jangan lupa belajar,’’ tegasnya. (kmb)
11 Ni Putu Ratna Sari Dewi
Anak Yatim Piatu Itu Berpenghasilan Rp 200 Ribu Sehari ANAK muda Bali asal Denpasar juga tak kalah dalam hal berbisnis. Jiwa kewirausahannya sangat teruji dalam menghadapi persaingan global dewasa ini. Modal yang mereka miliki adalah semangat berwira usaha mandiri. Ni Putu Ratna Sari Dewi, salah seorang remaja Bali asal Banjar Pelagan, Penatih sejak enam bulan lalu menggeluti bisnis sederhana yakni berjualan es kepal dan pop ice. Siswa kelas XII- AP-7 SMK PGRI 5 Denpasar ini dikenal tangguh dan ulet. Uniknya lagi, Ratna adalah anak yatim piatu yang kini tinggal bersama neneknya. Dia adalah profil siswa sambil sekolah bekerja mandiri. Ratna-demikian panggilannya- pagi harus masuk belajar seperti anak lainnya hingga pukul 13.00 wita. Begitu pulang sekolah, dia langsung membuka bisnis berupa warung depan rumahnya. Sambil berjualan, dia belajar dan menyelesaikan PR hingga pukul 22.00 wita. Anak yatim piatu itu sejak kelas VI SD tinggal bersama sang nenek NI Nyoman Kerti. Dia cerdas menggeluti bisnis es kepal dan pop ice karena digandrungi kalangan anak-anak dan remaja sekitarnya. Dia mengaku menggeluti bisnis ini untuk mengisi waktu luang dan juga karena faktor ekonomi keluarga. Yang luar biasa, sehari dia mengaku mendapat keuntungan bersih Rp 200.000. Jika dikalikan 30 saja sudah mencapai Rp 6 juta per bulan. Dana ini 50 persen dipakai untuk keperluan sekolah, sisanya untuk nenek dan ditabung. Modal bisnis es kepal dan pop ice, kata dia, berupa biskuit, ceres, wafer, cokelat, keju dan susu. Produknya sangat laris karena dia sukses menjaga kualitas cita rasa yang berbeda. Dia mengaku ilmu bisnis diperoleh di bangku sekolah di mata pelajaran kewirausahaan. Inspirasi ilmu ini ditambah dengan pekerjaan sang nenek yang juga seorang pedagang. Pemasarannya hanya secara konvensional, namun ke depan dia sudah berpikir ke arah online.
Apakah tak gengsi menggeluti usaha ini, dengan lantang Ratna mengaku tidak. Malahan dia senang karena bisa menghasilkan uang sendiri. ‘’Bangga rasanya menghasilkan uang sendiri,’’ ujarnya. Ratna yang hobi olahraga basket ini juga punya cita-cita yakni memiliki toko besar setara dengan swalayan mini untuk bisa mengembangkan usaha kebutuhan rumah tangga dan sembako sehari-hari. ‘’Saya lebih suka usai bekerja di hotel juga ngurus bisnis mandiri,’’ ujarnya seraya mengungkapkan akan bangga lagi kalau mampu merekrut tenaga kerja lainnya. Guru pelajaran house keeping SMK PGRI 5, I Gusti Agung Gede Suarjana, S.S., mengaku saat mengajar sering menyelipkan motivasi agar peserta didiknya sukses.
Menyesuaikan Selera Kekinian Prabowo Keluhkan PKS dan PAN ERA teknologi digital sangat berpengaruh pada proses pemasaran. Tidak hanya pemasaran pakaian, rumah, tetapi juga makanan segar dan kuliner. Era teknologi digital juga tidak perlu waktu pengiriman berhari-hari yang m e n g a k i b a t ka n m a ka na n tersebut rusak. Tapi dalam beberapa jam bahkan beberapa menit, makanan bisa didapatkan tanpa perlu ke luar rumah. Warung Pa’Tut, salah satu warung yang baru b u k a , Februari 2018 lalu. Ia menawarkan selera kekinian yang diinginkan generasi milenial dan berbagai generasi yang hidup di zaman digital. Orang membeli makanan tidak hanya datang ke warungnya langsung, tapi juga pemesanan via ojek
Hasil Penelitian Dari Hal. 1
Hasil-hasil penelitianpenelitian yang berkenaan dengan sektor pertanian telah banyak dihasilkan oleh perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Bali. Berbagai penelitian dasar dan aplikatif juga telah dilakukan baik yang dilakukan secara mandiri maupun bersama-sama dengan instansi pemerintah (seperti Dinas Pertanian, Bappeda). Sehingga secara jelas, kalangan akademisi telah melakukan upayaupaya perbaikan dalam pembangunan pertanian, baik dari aspek teknologi maupun aspek lainnya, seperti sosial ekonomi pertanian termasuk kelembagaan pertanian. Lalu, di manakah hasil-hasil pertanian tersebut? Bahkan tidak sedikit hak paten juga telah dimiliki oleh para ahli pertanian (profesor dan doktor) berkenaan dengan hasil-hasil penelitiannya d a n t e la h m e nunjukka n hasil yang sangat signifikan di tingkat petani. Kalangan akademisi senantiasa m e m p ub l i ka s i ka n ha si l hasil penelitiannya pada jurnal-jurnal di tingkat nasional dan internasional selain didokumentasikan di perpustakaan. Selain itu, hasil-hasil penelitian dari akademisi juga telah secara langsung didiseminasikan kepada para petani melalui kelompok tani. Mungkin saja yang terjadi adalah masih adanya ruang yang kosong (gap) untuk menyambungkan hasil-hasil penelitian tersebut dari Fakultas Pertanian ke pemerintah termasuk ke tingkat petani.
Adanya gap antara kebutuhan pengetahuan dan teknologi pertanian antara institusi akademik (perguruan tinggi) dengan pemerintah (provinsi dan kabupaten) terkait dengan hasil-hasil pertanian dapat diambil langkah untuk mengadakan diseminasi hasil-hasil penelitian secara periodik melalui kegiatan workshop, seminar, dan sejenisnya. Dengan demikian, akan dapat saling berbagi ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengalaman baik secara teori maupun praktis di antara para pelaku pembangunan pertanian termasuk pengusaha pertanian, dan lembaga-lembaga lainnya termasuk kelompok petani. Kegiatan-kegiatan tersebut menjadi ajang untuk melihat dan memantau permasalahan yang ada, merumuskan solusi alternatif dan mengambil langkah nyata untuk penyelesaiannya. Sektor pertanian harus dikeroyok untuk bisa mencapai tujuan bagi para petani, pemerintah, dan masyarakat. Oleh karena itu, melalui workshop akan dapat direncanakan mengenai siapa yang akan melakukan apa dan dengan cara apa guna menghindarkan saling tuding kesalahan jika terjadi masalah pertanian. Jadi, pemerintah dengan Fakultas Pertanian harus semakin memperkokoh sinerginya untuk memecahkan masalah-masalah pertanian. Bantuan-bantuan sosial (bansos) untuk kegiatan membangun pertanian juga perlu semakin ditingkatkan dengan melibatkan perguruan tinggi, misalnya dalam
daring dan via telepon. Bahkan, 50 persen penjualannya secara tidak langsung artinya tidak datang ke warung. “Sekarang seimbang ya antara order online dan makan ke sini,” kata Ir. I Ketut Oka Janasuta, pemilik Warung Pa’Tut. Selain pemasaran yang menggunakan sistem kekinian, makanan Warung Pa’Tut juga mengikuti rasa ala kekinian. Setiap makanan memiliki level tersendiri. “Kalau anak muda biasanya beli mi dengan level pedas 1 sampai 5 misalnya. Di sini juga begitu. Anak muda bisa memilih sate dengan tingkat level kepedasan yang diinginkan,” kata Pak Tut sapaan akrabnya. Hanya saja, di Warung Pa’Tut lebih menonjolkan makanan khas Bali. Ada sate lilit, pepes ikan laut, calon (bakso), tipat kare, ayam betutu, ayam keriting, ayam goreng utuh, sambal tongkol. “Kami tidak memakai penyedap buatan, non-MSG, kita hanya mengandalkam rasa lezat dari rempah-rempah, tanpa pengawet dan fresh,” ujarnya. Dia ingin masakan Bali lebih dikenal masyarakat, tidak hanya masyarakat lokal tapi masyarakat dunia. (may)
bentuk pendampingan sebagai bagian dari Tri Dharma PT. Proporsi bantuan sosial dapat semakin ditingkatkan sehingga para petani melalui kelompok taninya dapat lebih leluasa untuk menerapkan teknologi/inovasi guna peningkatan produktivitas dan kesejahteraannya. Pemberian bansos agar memiliki tingkat relevansi yang tinggi dengan kebutuhan para petani di setiap wilayah. Dengan adanya pendampingan dari perguruan tinggi (akademisi), sangat diharapkan bahwa akan dapat dijamin terwujudnya keberlanjutan program melalui bantuan sosial tersebut. Pendidikan pertanian melalui penyuluhan dan pelatihan-pelatihan menjadi salah satu bagian yang sangat penting di dalam membangun pertanian. Melalui penyuluhan dan pelatihan ini, para petani beserta keluarganya akan dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan mengenai aplikasi teknologi/inovasi tentang aspek teknis budi daya pertanian, seperti pengelolaan budidaya tanaman cabai secara baik dan benar. Selain itu, aspek bisnis pertanian juga dapat diberikan kepada petani dalam penyuluhan dan pelatihan agar mereka memiliki daya saing dan nilai tambah terhadap produk pertanian yang dihasilkannya. Moto better farming, better business, dan better living akan dapat terwujud melalui penyuluhan yang semakin meningkat dari sisi kuantitas (intensitas) dan kualitas. Penulis, Dekan Fakultas Pertanian Undwi
Jakarta (Bali Post) Ketika Jokowi sibuk menjalin komunikasi politik dengan parpol lain, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, justru mengeluh. Dia menyatakan, koalisi yang ia bangun dengan PKS dan PAN sedianya sudah berlangsung meskipun belum deklarasikan secara resmi lantaran masih menyelesaikan sejumlah hal terkait Pilpres 2019. “Saya katakan sesungguhnya koalisi Gerindra, PKS, dan PAN itu sudah de facto, berjalan. Walaupun kadang susah. Yang namanya satu keluarga saja susah. Capek juga ketemu orang-orang PKS sama PAN. Karena semua orang pintar,” keluh Prabowo. Keluhan Prabowo ini mungkin saja dikaitkan dengan pernyataan Suhud Aliyudin, Direktur Pencapresan PKS, Sabtu (28/7) kemarin. Suhud mengatakan PKS yang saat ini berkoalisi dengan Gerindra untuk mengusung Prabowo, tak tertutup kemungkinan akan berpisah. Namun, PKS mengatakan akan tetap maju terus, dengan atau tanpa Prabowo. Prabowo meyakini di akhir nanti Gerindra, PKS, dan PAN akan mencapai titik temu dalam koalisi pilpres, khususnya dalam penetuan cawapres. “Tapi di ujungnya kami sadar bahwa kami mewakili kepentingan bangsa dan negara,” lanjut Prabowo. (kmb)
Ada Kepercayaan Dari Hal. 1
JK mengatakan suatu hubungan persahabatan itu dapat terjadi manakala ada kepercayaan (trust). Dalam konteks kebuntuan koalisi yang diklaim SBY, JK memandang Megawati memang memiliki peran sentral dalam koalisi Jokowi. Walaupun semuanya kembali pada Jokowi dan partai pengusung.
“Ibu Mega posisinya melihat semua itu adalah trust yang belum muncul,” kata JK. Mantan Ketua Umum Golkar ini sudah pernah berupaya untuk mencairkan kebuntuan komunikasi SBY-Megawati. Menurutnya, hubungan masa lalu Megawati-SBY menjadi alasan sulitnya hubungan itu dirajut kembali. JK pun dapat memahami kondisi itu. (kmb)
Cara Berbeda Dari Hal. 1
Sebab, masing-masing petani memiliki cara merawat tanaman, khususnya cabai yang berbeda-beda. “Jadi, jangan fakultasnya ditutup, tetapi adakan sosialisasi pada petani dengan berbekal pengetahuan dari teori di atas meja dan pengalaman-pengalaman dari petani cabai yang sukses. Kalau cabai layu mungkin disebabkan oleh bakteri fusarium, cara menangkalnya carikan pestisida yang mengandung bakteri,” ujarnya. Khusus kepada para ahli pertanian, Ajik Kurnia berharap para ahli pertanian meneliti kembali penyakit layu yang sering terjadi pada tanaman cabai. Apalagi, penyakit layu pada tanaman cabai saat ini sudah kebal dan berkembang pesat. Kepada pemerintah diharapkan bisa memberikan asuransi pada petani cabai yang gagal. Sehingga petani tidak gulung tikar dan bisa lanjut menanam cabai. Pemerhati pertanian, Djaya Wirata, menilai tidak bijak kalau sampai menutup Fakultas Pertanian. Sebab, lembaga pendidikan adalah tempat untuk menghasilkan ilmuwan atau tenaga ahli. Seberapa jauh tenaga ahli ini bisa berguna, tergantung dari user (pemerintah) memanfaatkannya. Apalagi, Gubernur mempunyai banyak dimensi kekuasaan untuk bisa memfasilitasi para
ahli pertanian untuk mencapai asas manfaat maksimal. Dia menilai secara umum pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota di Bali belum ada upaya sungguhsungguh alias seken-seken dalam menangani petani dan sektor pertanian. Padahal, sebagian besar warga Bali masih menggantungkan hidupnya di dunia pertanian. Apalagi pariwisata Bali yang katanya pariwisata budaya sesungguhnya sangat kental berbasis pertanian, tegas Djaya Wirata. Meskipun pemerintah sudah menggelontorkan dana bansos dan hibah kepada petani, namun bantuan tersebut dinilai bukanlah solusi untuk bisa menyejahterakan petani dalam bertani. Bantuan yang dihibahkan semata pembodohan yang tidak mendidik, sehingga tidak melahirkan insan petani yang mandiri. Apalagi, dikatakan bantuan hibah tersebut lebih besar muatan politiknya untuk merebut kekuasaan semata. “Petani Bali memerlukan gagasan besar dari pemimpinnya, agar mereka tenang berproduksi, memerlukan perlindungan dari awal sampai pascapanen, sedapat mungkin petani harus ditempatkan pada posisi yang tidak boleh rugi. Hanya pemerintah yang bisa melakukan ini, kalau pertanian Bali mau diselamatkan,” tandasnya. (win)
Sebab, ukuran guru yang sukses jika anak didiknya sukses. Dia mengaku bangga dengan semangat Ratna yang luar biasa. Sebab pada zaman now anak muda Bali banyak bermental priyayi dan memikirkan yang serba-instan. Ratna adalah profil remaja Bali yang memiliki daya saing tinggi. Kepala SMK PGRI 5 Denpasar, Dra. Ni Ketut Nuka, mengaku bangga anak didiknya sukses membuka usaha mandiri sekalipun dalam bentuk usaha berskala kecil. Ia juga menekankan agar gurunya ikut menginspirasi anak-anaknya. Sebab semakin banyak siswanya yang membuka lapangan kerja alias job creator justru semakin baik. Ini pas dengan konsep SMK yang BMW yakni bekerja, melanjutkan dan wirausaha. (sue)
Alih Fungsi Dari Hal. 1
Selama ini, lanjut Wisnuardhana, pertanian Bali utamanya menghadapi tantangan alih fungsi lahan terutama sawah. Luasan yang beralih fungsi bersifat fluktuatif setiap tahunnya dengan rata-rata 600 hektar per tahun. Kendati, sudah diupayakan penegakan perda tentang tata ruang. “Tahun 2017 ini agak besar sekitar 900 hektar lahan beralih fungsi. Sudah itu ada persaingan pemanfaatan air. Pertanian kan perlu irigasi, terutama lahan sawah, yang bersaing dengan sektor domestik sehingga di musim kemarau, sawah kita kekurangan air,” paparnya. Masalah air irigasi diatasi dengan efisiensi. Di samping melakukan pembangunan bendungan dan waduk. Untuk penyakit tanaman, kata dia, bersifat insidentil karena
sangat tergantung dengan anomali iklim. Sama halnya dengan manusia, ketika musim dingin tiba-tiba beralih ke panas sangat rentan terkena flu atau demam. “Selama kurang dari 3 persen luas serangannya, kita anggap aman. Tapi kalau di atas 3 persen biasanya kita turun melakukan pengendalian,” jelasnya. Wisnuardhana menambahkan, pascapanen sebetulnya tidak ada masalah seperti yang banyak didengungkan selama ini. Komoditas pertanian sifatnya musiman, ada puncak panen dan tidak ada panen. Solusi untuk harga turun saat puncak panen adalah dengan mengaktifkan pabrik-pabrik pengolahan, mengintensifkan pemasaran, serta membantu petani lewat kemitraan agar produknya laku. Seperti misalnya kemitraan dengan swalayan, hotel, dan restoran. (rin)
Pupuk Subsidi Dari Hal. 1
Menyiapkan sarana dan prasarana mulai dari hulu ke hilir seperti pupuk, bibit, alat pengolahan produk, dan pemasarannya. Untuk di Tabanan, mulai dari bibit dan pupuk subsidi telah diberikan. Untuk bisa menyerap hasil pertanian dan mengolahnya menjadi produk dengan nilai jual lebih tinggi dibentuk Bumdes. Untuk penjualannya sudah ada Bumda. Teknologi lain yang diajarkan Mina Padi Kolam Dalam (Mindi Kodal) yang merupakan teknik penanaman padi bersama kolam ikan. Salah satu yang menerapkan adalah petani asal Penebel, Wayan Semarajaya. Ia menerapkan teknik ini sejak tahun 2017 di lahan seluas lima are miliknya. Meski luasan lahan untuk menanam padi menjadi berkurang karena terpakai untuk membuat kolam ikan, tetapi produksi padi yang dihasilkan tidak berkurang. Selain mendapatkan ikan dalam teknik Mindi Kodal ini, menurut Semarajaya meski lahan untuk menanam padi berkurang, ia justru mendapatkan 3,5 kuintal beras merah. ‘’Sebelum dibuatkan kolam di sekililing lahan, untuk luasan lima are biasanya hanya dapat dua kuintal beras merah,’’ jelasnya. Bantuan Pemasaran Kendala yang dihadapi petani saat ini tidak hanya soal bibit, pupuk, teknologi produksi, tapi juga bantuan pemasaran. Hal ini untuk meningkatkan nilai produk yang dihasilkan petani. Petani asal Desa Padangan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Made Sianta, menuturkan, sejak tahun 1997 menjadi petani, ia merasakan betul perubahan di bidang pertanian, terutama dari sisi ekonomi petani itu. Hal itu dirasakannya ketika buah lokal yang ia tanam bisa masuk pasar modern dan hotel. Harga yang didapatkan dengan menyuplai ke pasar modern juga meningkat. “Petani bisa memilih produk yang berkualitas untuk dibawa ke pasar modern,” ujarnya saat ditemui di Festival Pertanian, di Renon belum lama ini. Pameran juga kerap ia ikuti di luar Bali seperti Jakarta dan Batam. Ia yang merupakan salah satu anggota binaan Sub-
Terminal Agrobisnis (STA) juga mendapatkan bantuan Rp 180 juta dan cold storage dari pemerintah untuk menyimpan buah– buahan. “Bantuan banyak sekali, bagus sekali petani binaan-binaan dari pemerintah,” ujarnya. Diakui, masalah yang dirasa berat adalah persaingan dengan buah impor. Selain itu yang menjadi permasalahannya adalah ketika panen raya, buah melimpah harga buah menjadi turun. Ia berharap, pemerintah mengatur hal ini agar harga tidak terlalu berfluktuasi. “Pemerintah agar memberdayakan petani sendiri, dan buat kebijakan agar buah lokal bisa dipakai kapan pun dan di mana pun, agar ketika panen raya harganya tidak terlalu berfluktuasi,” ungkapnya. Soal bantuan, Pengelola Bagian Unit Usaha Pengelolaan Hasil Subak Bengkel, Tabanan, Pande Putu Widya Paramarta, mengatakan, Subak Bengkel Kediri, Tabanan merupakan salah satu subak yang mendapat bantuan dari PUPM (Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat)/Toko Tani Indonesia (TTI). Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Subak Bengkel mendapatkan bantuan modal usaha untuk pembelian gabah. Di subak itu juga ada usaha penggilingan beras juga mendapatkan bantuan program tersebut. Tidak hanya pemerintah, Bank Indonesia sebagai lembaga yang menjaga stabilitas ekonomi juga berperan dalam memajukan pertanian. Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Bali (BI KPw) mengembangkan bawang merah di Kintamani, Bangli. Petani tidak hanya diberikan bantuan modal tapi juga didampingi hingga produk yang dihasilkan berkualitas dan kuantitasnya juga meningkat. Sementara akademisi Universitas Warmadewa, Ir. I Gede Sutapa, M.P., melalui hasil penelitiannya memberikan kontribusi pada petani yang dibinanya. Hasil penelitian berupa pupuk organik diaplikasikan di Subak Uma Desa, Batubulan. Hasil pertanian juga meningkat dari hasil semula yang dirawat dengan cara konvensional. Sehingga sentuhan teknologi benar–benar membantu pertanian. Hanya, tidak semua hasil penelitian pertanian diadopsi oleh pemerintah. (san/may)
balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Minggu Kliwon, 29 Juli 2018
Atlet Denpasar Hengkang, Harus Kembalikan Dana Pembinaan
Denpasar (Bali Post)Setahun menjelang pelaksanaan Porprov Bali XIV/2019, senantiasa diwarnai maraknya perpindahan atlet. Namun Denpasar punya kiat baru dalam mengantisipasinya, dan bagi atlet yang berniat hengkang dan mengusung kabupaten lain, diharuskan mengembalikan seluruh dana pembinaan yang dikeluarkan KONI Denpasar. Itu dilontarkan Sekum KONI Denpasar Made Erwin Suryadarma Sena, di Denpasar Sabtu (26/9) kemarin. Erwin mencontohkan, baru-baru ini ada atlet sepak takraw Denpasar mengajukan pengunduru diri karena merasa tidak nyaman di Denpasar. ‘’Saya tegaskan, kalau mengundurkan diri menjadi atlet berarti pensiun, dan tidak bisa bertanding membela kabupaten mana pun,’’ ucapnya. Padahal Denpasar membina sejak kecil hingga menjadi atlet, dan memerlukam biaya tinggi, ditambahh mengikuti berbagai kejuaraan ke luar Bali. ‘’Apalagi Pengkot PSTI memberlakuka aturan bagi atlet yang pindah, harus mengembalikan seluruh dana pembinaan sebagai kompensasinya,’’ ucap Erwin. Dia mengingatkan, batas akhir perpindahan atlet September, disertai alasan yang jelas. ‘’Kami bukannya mengharamkan mutasi atlet, tetap hendaknya mengikuti aturan dan prosedural,’’ tandasnya. Diakuinya, Denpasar tetap mengincar juara umum Porprov dengan menggandeng 218 atlet peraih emas Poprprov Bali XIII/2017 di Gianyar. “Kami punya program Denpasar Emas, ditambah atlet mengikuti berbagai event di luar Bali. Selain itu, Denpasar juga meningkatkan kualitas SDM pelatih dengan mengikuti pelatihan penanganan pertama atlet cedera. ‘’Jadi, satu pelatih yang setia mendampingi atlet baik bertanding maupun latihan, dituntut memahami cedera atletnya sebelum ditangani paramedik,’’ pesannya. Pelatihan diikuti 68 pelatih dari 34 cabor, dengan menghadirkan narasumber dr. Adnyana Putra, S.Ked., M,.Kes. dari Undiksha Singaraja. Dicontohkan, kiper Persela Lamongan Choirukl Huda yang cedera di lapangan, semestinya bisa diselamatkan nyawanya dengan pertolongan pertama ditarik lidahnya, bukan diberikan oksigen. (022)
Made Erwin Suryadarma Sena
BPM/022
t r o Sp
De Gea Siap Hadapi Musim Baru Manchester –
Kiper Manchester United, David de Gea antusias menyambut musim 2018/2019. Kiper asal Spanyol ini pun bertekad bisa kembali bugar secepatnya.“Cuaca yang indah dan saya ingin bugar secepat mungkin,” kata De Gea, Sabtu (28/7) kemarin. De Gea menjalani musim panas dengan kurang mengenakkan. Ia gagal tampil maksimal saat membela Timnas Spanyol di Piala Dunia 2018. Langkah La Furia Roja hanya bisa melangkah hingga Babak 16 Besar. De Gea pun terpaksa berlibur lebih cepat. Kendati demikian, De Gea memilih tak terlalu pusing menanggapi hal itu. Ia pun bersyukur bisa menjalani liburan. “Sangat bagus bisa mengambil jeda, santai dan menikmatinya bersama orang-orang terdekat,” kata De Gea. Kini De Gea sudah kembali bergabung dengan skuad MU. Ia pun senang bisa berkumpul bersama para pemain MU lainnya. “Saya sangat senang kembali ke tim bersama rekan-rekan setim saya,” kata De Gea. Untuk musim ini, De Gea tak ingin main-main. Kiper berusia 27 tahun ini menargetkan untuk mendapatkan trofi. “Semuanya dimulai kembali dan harapannya, kami bisa bersama-sama mencoba memenangkan sesuatu yang besar,” kata De Gea. “Latihan perdana selalu sulit. Saya harus tetap fokus dan berlatih keras,” ujar De Gea menambahkan. Sang kiper pun telah menetapkan pilihan tetap bersama Setan Merah. Gelandang Manchester United, Ander Herrera mengklaim bahwa rasa cinta pada pendukung klub telah membantu menjaga rekan senegaranya itu tetap merumput di Old Trafford. Kiper berusia 27 tahun itu kerap dikabarkan akan pindah ke Real Madrid, dan nyaris bergabung dengan raksasa Spanyol pada musim panas 2015, sebelum kesepakatan itu gagal pada saat-saat terakhir. Los Blancos nampaknya masih berminat, tetapi tampaknya Thibaut Courtois
sekarang target nomor satu mereka setelah gagal meyakinkan De Gea untuk meninggalkan Manchester. Kepada media, Herrera telah berbicara tentang pentingnya fans United bagi De Gea dan ia memutuskan untuk kembali menunjukkan kelasnya musim depan. “Saya ingat musim panas lalu ketika semua orang berbicara tentang Real Madrid dan dia memainkan pertandingan pertamanya di Old Trafford dan semua orang menyanyikan namanya,” ujar Herrera. “Dia mengatakan kepada saya “ini luar biasa, fans United adalah yang terbaik,” katanya. “Dia bisa sangat tenang tapi dia adalah
kiper yang terbaik. Dia akan menunjukkannya lagi. Dia penjaga gawang terbaik yang pernah saya lihat selama ini, dan dia bersama kami sehingga kami memiliki lebih banyak peluang untuk memenangkan gelar,” tutup Herrera. Meski gagal tampil prima di Piala Dunia, tapi De Gea merupakan pilar utama di bawah mistar MU. (kmb33/afp)
Lechia Gdansk Takkan Buru-buru Mainkan Egy Maulana Vikri Gdansk – Egy Maulana Vikri belum mendapatkan kesempatan bermain di Lechia Gdansk. Gedanian Lions menegaskan bahwa mereka takkan buru-buru menurunkan Egy. Lechia Gdansk sudah menjalani dua pertandingan di Liga Polandia. Mereka menuai kemenangan atas Jagiellonia Bialystok, lalu meraih hasil imbang ketika bertanding melawan Slask Wroclaw. Dalam dua pertandingan itu, Egy bahkan tak masuk ke dalam daftar pemain cadangan. Saat Lechia Gdansk menjalani persiapan menatap dua pertandingan itu, Egy pulang ke Indonesia untuk membela Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF 2018. Dia bermain
dua kali saat melawan Malaysia dan Thailand. Pelatih Lechia Gdansk, Piotr Stokowiec menegaskan bahwa dirinya takkan buru-buru menurunkan pemain 18 tahun itu. Egy akan dimainkan ke tim kedua lebih dulu, agar bisa membiasakan diri dengan atmosfer sepak bola level senior. Sebelum ke Lechia Gdansk, Egy memang belum pernah mencicipi bermain di kompetisi klub senior. Oleh karena itu, Stokowiec memberikan waktu lebih untuk Egy menyesuaikan diri. “Kami tetap tenang mengenai hal itu. Saat kami meninggalkan beban, Egy terbang ke Indonesia untuk dua pertandingan. Dia tak ikut dalam proses latihan, dia menjalani pemu-
lihan,” kata Stokowiec, Sabtu (28/7) kemarin. “Dia merupakan pemain muda yang harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Ingat, dia masih belum pernah bermain di level senior. Kami ingin mulai memainkannya di tim kedua. Saya tak akan memberikan jangka waktu spesifik untuk berapa lama. Egy terus tumbuh, terus mengenal budaya, iklim, kebiasaan, makanan. Dia pulang sebentar, bertemu dengan orang terdekatnya dan kembali dengan lebih sedikit tersenyum,” imbuhnya. “Itu wajar karena dia masih muda. Semua yang ada di kakinya, dan kami mencoba untuk mengembangkannya serta memanfaatkan potensinya,” tutupnya. (ant)