Skip to main content

Edisi Minggu 29 April 2018 | Balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

Minggu wage, 29 April 2018

balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

BPM/ist

DEBAT - Paslon Wayan Koster dan Cok. Ace tampil kompak di debat terbuka Pilgub Bali.

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 ,233801Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

Koneksikan Pertanian dan Pariwisata Berbasis Budaya dan Lingkungan PASANGAN Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 1 Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace), tampil sangat meyakinkan pada debat kandidat Pemilihan Gubernur Bali 2018, Sabtu (28/4) kemarin, di Ballroom Goodway Hotel & Resort, Nusa Dua. Para pendukungnya mengatakan Koster-Ace unggul di debat perdana. Pada debat pertama dengan subtema ekonomi, pertanian, pariwisata, dan lingkungan hidup di Bali, Koster- Ace menegaskan salah satu komitmennya akan menciptakan pariwisata berkualitas dengan berbasis budaya serta melalui pelestarian lingkungan alam Bali. Koster-Ace menjawab pertanyaan tim perumus maupun pasangan lawan dengan tegas, lugas dan berkualitas. Hal itu terlihat saat menjawab pertanyaan dari Tim Perumus terkait terjadinya perang tarif perhotelan yang membuat destinasi pariwisata Bali murahan serta pertanyaan soal pelestarian lingkungan akibat produksi sampah kaum urban yang turut mencemari lingkungan. Hal. 19 Berbasis Budaya

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

u g g n Mi

Koster-Ace Tampil Tegas dan Lugas di Debat Pilgub

20 HALAMAN

NOMOR 240 TAHUN KE 70

Mantra-Kerta Unggul di Debat Perdana

Konsep ”Orange Economy” Dipuji Pelaku Ekonomi

DEBAT perdana Pilgub Bali antara Paslon I Wayan Koster-Tjokorda Oka Arta Ardhana Sukawati melawan Cagub yang diusung Koalisi Rakyat Bali (KRB) Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta digelar di Nusa Dua Bali, Sabtu (28/4) kemarin. Debat membicarakan tentang proyeksi pembangunan Bali dalam lima tahun mendatang. Dalam debat tersebut, sangat kelihatan calon yang diusung KRB sangat menguasai materi, tampil dengan kompak dan harmonis. Seorang pelaku ekonomi kreatif, Ni Luh Jelantik, memuji konsep orange economy yang ditawarkan paslon Mantra-Kerta. “Pelestarian kebudayaan dan potensi pengembangan ekonomi berbasis kebudayaan baik ekonomi kultural maupun industrial kultural dan strategi masyarakat Bali menghadapi perubahan zaman merupakan isu yang krusial dewasa ini,” ujar Rai Mantra. Hal. 19 Unggul Pengetahuan

BPM/ist

DEBAT - Paslon Rai Mantra-Sudikerta tampil harmonis di debat Pilgub Bali.

Beradu Visi Majukan Pertanian Bali

Badung (Bali Post) Kedua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2018 mengikuti debat terbuka pertama di Nusa Dua, Sabtu (28/4) kemarin. Di sesi pertama, paslon nomor urut 1 Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardana Sukawati (KBS-Ace) dan paslon nomor urut 2 Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) saling adu visi dan misi.

DUKUNGAN - Istri kedua paslon ikut memberi dukungan saat debat Pilgub Bali 2018.

BPM/wan

Hal. 19 Semakin Menarik

Remaja Milenia Bali Cuek dengan Pilgub Politik Kotor Munculkan Sikap Apatis

Pemilihan kepala daerah (pilkada) Bali bukanlah sekadar kegiatan rutinitas untuk memilih pemimpin daerah atau sekadar proses pergantian pemimpin. Pesta demokrasi ini merupakan suatu proses pembelajaran yang sangat berharga bagi pemilih pemula. Yang disebut sebagai pemilih pemula ialah pemilih yang baru pertama kali akan menggunakan hak pilihnya. Tren yang terjadi selama ini justru menunjukkan menurunnya partisipasi pemilih pemula di dalam pilkada. Banyak faktor yang memengaruhinya, misalnya mereka (pemilih pemila) kurang memperoleh informasi, tidak paham makna pemilu, bahkan belum melek politik. Padahal, suara pemilih pemula sangat menentukan masa depan Bali ke depan untuk Pilkada Bali yang demokratis dan mampu melahirkan pemimpin Bali yang berkualitas dan tangguh. Pentingnya melibatkan pemilih pemula di dalam Pilkada Bali ialah dapat memberikan pentingnya pendidikan politik kepada mereka untuk saat ini dan pada pilkada berikutnya. Maka dari itu, sosialisasi pemilu kepada mereka sangatlah penting. ‘’Suara pemilih pemula tidak boleh golput dan harus menggunakan hak suaranya secara cerdas dan bermantabat, serta memiliki rasa tanggung jawab atas masa depan Bali ke depannya,” ujar praktisi hukum Dewa Gede Sudika Mangku, S.H., LL.M., Sabtu (28/4) kemarin. Dikatakannya, penyelenggara pilkada dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah saatnya memperhitungkan pemilih pemula di dalam Pilkada Bali. Begitu juga dengan tim kampanye para paslon harus bisa mensosialisasikan pentingnya pilkada bagi pemilih pemula untuk masa depan Bali. Hal. 19 Pendidikan Politik

Radendra

Sudika Mangku

Berita Lain di Hal. 16

Pemilih Pemula Tentukan Kemenangan

PADA 27 Juni 2018 mendatang, masyarakat Bali kembali menentukan pilihan pemimpin Bali lima tahun ke depan. Mayoritas masyarakat Bali sudah cukup berpengalaman dalam menentukan pilihan, karena sudah berulang kali terlibat dalam pemilu. Akan tetapi, tidak demikian bagi pemilih pemula. Menggaet suara dari pemilih pemula, perlu cara-cara yang tidak biasa. Siapa yang bisa merebut pilihan pemilih pemula, bisa jadi akan menjadi pemenang, di tengah persaingan dua paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali yang begitu ketat. KPU Karangasem mencatat, 15 persen dari total pemilih di Karangasem adalah pemilih pemula. Pemilih pemula adalah mereka yang baru dan akan berusia 17 tahun pada 27 Juni nanti. I Gede Krisna Adi Widana, Komisioner KPU Karangasem, bidang Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Peningkatan SDM, Sabtu (28/4) kemarin, mengatakan antusiasme pemilih pemula dalam menatap Pilkada Gubernur Bali ini, cukup tinggi. Hal. 19 Ke Sekolah

Karakteristik Pemilih Generasi Milenia

Tak Terikat Sejarah Politik Masa Lalu

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang bertarung dalam Pilgub Bali 2018 punya tantangan besar. Apalagi kalau bukan merebut hati para pemilih pemula yang notabene adalah generasi milenia.

Generasi Milenia dari SMAN 7 Denpasar

BPM/sue

Suasana persaingan semakin memanas antarpaslon di Pilgub Bali. Namun, kondisi ini terbalik dengan sikap adem ayem remaja milenial Bali. Mereka sangat cuek bahkan cenderung apatis terhadap pemilihan calon pemimpin masa depan Bali lima tahun ke depan. Padahal, mereka ini kelompok strategis penentu kemenangan. KITA tak boleh menyalahkan mereka, namun karena semua pihak mungkin tak memberi perhatian atau porsi serius kepada kelompok ini. Tanyakan saja pada lulusan SMA-SMK di Bali tahun ini, sebagian dari mereka mengaku belum tersentuh apalagi didekati oleh tim sukses kedua paslon. Padahal, remaja milenia Bali kelahiran 1990-2000 ini adalah generasi Z yang sangat idealis. Mereka adalah pemilih pemula yang potensial pada pencoblosan 27 Juni mendatang. Lagi-lagi salahnya para tim sukses paslon.

Sebab selama ini, mereka kampanye hanya di kandang parpol alias pendukungnya. Sangat jarang mengambil momen bagi kelompok massa mengambang ini. Yang barangkali belum banyak memiliki pilihan di pilgub nanti. Putu Ayu Giri Putri yang baru saja dilepas dari SMAN 7 Denpasar mengungkapkan bahwa anak muda Bali sekarang sangat cuek dengan Pilgub/ Pilkada Bali. Hal. 19 Tak Mau Tahu

TIDAK seperti para pemilih pemula pada pemilu-pemilu sebelumnya, kali ini karakteristik mereka terbilang berbeda. Dari segi jumlah, juga terbilang strategis dan sangat menentukan. “Memang kami tidak memiliki angka pasti. Perkiraan saya mungkin 25 sampai 30 persen, bahkan mungkin dalam pemilu 5 atau 10 tahun ke depan, generasi inilah yang akan dominan,” ujar Ketua KPU Bali, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, saat dikonfirmasi di Denpasar, belum lama ini.

Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap dalam Pilgub Bali 2018 yang ditetapkan KPU Bali beberapa waktu lalu berjumlah 2.982.201 pemilih. Jika dihitung 25 hingga 30 persen, jumlah pemilih pemula generasi milenial mencapai antara 745.550 hingga 894.660 pemilih. Lantaran pemilih pemula terbilang cukup banyak, Raka Sandi mengaku sangat intensif dalam melakukan sosialisasi pilkada kepada mereka. Hal. 19 Media Sosial

REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH TETAP PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR TAHUN 2018 OLEH KPU PROVINSI BALI KABUPATEN/KOTA DENPASAR BADUNG TABANAN JEMBRANA BULELENG BANGLI KARANGASEM KLUNGKUNG GIANYAR TOTAL

JUMLAH TPS 816 579 780 499 1.088 467 945 350 772 6.296

JUMLAH PEMILIH 404.339 358.125 358.154 225.651 555.555 184.040 376.752 156.501 363.084 2.982.201


2

Daerah

Menyambut Siswa Baru SMK PGRI 4 Denpasar tampak serius menyambut kehadiran calon siswa baru di sekolahnya. Sekolah di Jl. Kebo Iwa Selatan ini bahkan menghias halaman sekolah dengan lampion dan payung warna-warni. Ini dilakukan guna memberi kesan semarak bahwa civitas akademika Fougriska ini sangat terbuka dan antusias menyambut calon peserta didik baru. ‘’Ini semua kami lakukan agar melahirkan kesan pertama menyenangkan bagi calon siswa baru,’’ tegas Kepala SMK PGRI 4 Denpasar, Drs. I Ketut Suarya, M.Pd. Bukan itu saja, SMK PGRI 4 Denpasar juga menyiapkan minuman ringan bagi calon siswa baru dan orang tuanya yang mendaftar di sekolah ini. Mereka diantar oleh petugas khusus untuk melihat-lihat fasilitas yang dimiliki sekolah seperti lab kitchen, restoran, hotel lab , front office serta lab lainnya. Makanya para calon siswa baru dan orang tuanya khusus diterima di ruang lobi sekolah yang asri dan menyenangkan. Langkah yang diambil Suarya ini ternyata mampu memberi kesan positif bagi masyarakat bahwa sekolah ini benar-benar SMK yakni sekolah yang memilki lab dan ruang praktik kerja. ‘’Kami memang menjadi SMK sungguhan, yakni memiliki lab dan tempat praktik guna menciptakan SDM siap kerja,’’ tegas Bendahara PGRI Kota Denpasar ini. (sue)

Minggu Wage, 29 April 2018

Jumlah Petani Menyusut Sekitar 8.500 Per Tahun

Eksistensi Subak kian Melemah

Denpasar (Bali Post) Gambaran pertanian di Bali saat ini relatif tidak terlalu menggembirakan. Terutama jika dihitung dari berapa persen jumlah petani yang kaya dan benarbenar bisa memenuhi semua kebutuhan hidupnya dengan baik. Sedangkan saat ini, jumlah petani justru cenderung menyusut dari tahun ke tahun. “Petani kita sekarang sekitar 400 ribu dan cenderung menurun sekitar 8.500 per tahun,” ungkap akademisi Fakultas Pertanian Universitas Udayana, Prof. Dr. Ir. Dewa Ngurah Suprapta, M.Sc., dalam simakrama Gubernur Bali, di Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Sabtu (28/4) kemarin. Menurut Suprapta, petani di Bali memang belum mempunyai suatu kebanggaan bekerja di sektor pertanian. Pasalnya, sistem teknologi, manajemen dan kelembagaannya belum mampu dilakukan perubahan secara drastis menyesuaikan dengan kebutuhan saat ini yakni revolusi industri 4.0. Belum lagi, sektor pertanian Bali juga dihadapkan pada tantangan lahan yang juga kian

menyusut. “Itu sebuah tantangan yang sangat besar, bagaimana kita membuat pertanian di Bali masih tetap berjalan secara berkelanjutan,” imbuhnya. Suprapta menambahkan, petani saat ini rata-rata hanya menggarap lahan kurang dari setengah hektar. Kondisi ini tidak bisa menjadi harapan bagi petani untuk dapat hidup dengan baik. Sebagai contoh yang dibudidayakan petani adalah padi, keuntungan dari 1 hektar lahan dari kalkulasinya hanya Rp 12 juta per musim. “Kalau punya 1 hektar, berarti pendapatannya Rp 24 juta bersih per tahun. Berarti per bulannya sekitar Rp 2 juta, sehingga saya selalu mengatakan agar petani kita

bisa hidup dengan baik paling tidak dia mengolah lahan sawah 2 hektar. Berarti akan ada pendapatan sekitar Rp 48 juta per tahun atau Rp 4 juta per bulan,” paparnya. Ke depan, lanjut Suprapta, perlu ada pemikiran yang lebih revolusioner untuk sektor pertanian. Yakni, mengembangkan sektor pertanian dengan sistem perusahaan. Sistem ini sudah diimplementasikan di negara maju dan sukses. Sebab, ada kecenderungan petani tidak lagi mengelola lahannya jika pengelolaan lahan sempit tidak menguntungkan. “Artinya, dia biarkan saja lahannya. Daripada dibiarkan lebih baik diserahkan saja kepada perusahaan pertanian. Jadi ke depan, kalau saja satu perusahaan bisa

BNNK Buleleng Sasar Siswa SD

SDM di Jatiluwih Dilatih Bahasa Asing Tabanan (Bali Post) Potensi kepariwisataan di Kabupaten Tabanan salah satunya di Desa Wisata Jatiluwih, Kecamatan Penebel perkembangannya cukup pesat. Terbukti kunjungan wisatawan yang datang silih berganti menikmati indahnya panorama sektor pertanian dengan teraseringnya tersebut terus meningkat. Meningkatkan usaha kepariwisataan yang ada di desa setempat dibarengi upaya peningkatan kualitas SDM khususnya dalam penguasaan bahasa asing. “Setidaknya, ada 80 orang masyarakat setempat dan pelaku pariwisata yang dilatih bahasa Inggris, dan program desa ini selalu bekerja sama dengan perguruan tinggi,” jelas Perbekel Desa Jatiluwih, I Nengah Kartika, Sabtu (28/4) kemarin. Tidak hanya sampai di sini, pelatihan serupa juga akan terus diupayakan mengingat Desa Wisata Jatiluwih tengah berkembang. “Pastinya, kalau saat ini dilatih bahasa Inggris mungkin ke depan bisa bahasa asing lainnya seperti Prancis, Jepang dan lainnya,” terangnya. Bagi Nengah Kartika, pelatihan bahasa Inggris untuk SDM desa wisata dilakukan guna meningkatkan kualitas SDM yang akan menggerakkan sektor pariwisata di desa tersebut. ‘’Untuk itu, kami pandang perlu menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan profesional, sehingga mampu mengembangkan kepariwasataan yang berkelanjutan,’’ ujar Kartika. Bagi Kartika, pelatihan bahasa asing tersebut selain sebagai implementasi sapta pesona bagi masyarakat di Desa Wisata Jatiluwih juga dianggap penting untuk menyiapkan SDM di bidang pariwisata guna mewujudkan perkembangan desa wisata yang lebih baik pada masa mendatang. Terlebih, perkembangan desa wisata nantinya memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian masyarakat. ‘’Pelatihan ini kami harapkan memiliki peran yang besar, karena Desa Wisata Jatiluwih ingin selalu berkembang, sehingga dalam pengembangan ini diperlukan SDM yang memiliki keterampilan dan keahlian dalam berbahasa asing,’’ tegasnya. Nengah Kartika berharap usai mendapatkan pelatihan, para pelaku pariwisata dan warga yang berkaitan dengan sektor pariwisata mampu memandu dan memberi informasi kepada wisatawan dengan baik dan santun. (kmb28)

TERJUN - Truk tronton terjun ke sungai diduga akibat sopir ngantuk.

BPM/kmb

Sopir Ngantuk, Truk Terjun ke Sungai

BAHASA - Pemberian pelatihan bahasa asing di Desa Wisata Jatiluwih.

melemah. Ini kalau tidak diperhatikan, bisa saja subak hanya tinggal nama,” ujarnya. Suparta menambahkan, alokasi anggaran untuk pembangunan sektor pertanian juga masih minim. Pihaknya berharap, paling tidak 10 persen anggaran dari APBD Provinsi Bali bisa diarahkan untuk pertanian. Di sisi lain, pemerintah juga perlu memikirkan sistem pemasaran agar para petani bisa memasarkan dengan baik hasil pertaniannya. “Kalau subsidi kepada petani, saya lebih senang kalau disubsidi pada hasil pertaniannya, bukan pada saprodinya, karena pasti akan memberikan dampak yang langsung kepada petani,” imbuhnya. Suparta juga melihat sinergi pertanian dan pariwisata masih belum terwujud dengan baik. Padahal, sudah ada rintisan, sudah ada pembicaraan dan sudah sering digagas sebelumnya. (kmb32)

Sosialisasi P4GN

Desa Wisata Terus Berkembang

BPM/bit

mengelola sekitar 50 hektar saja, itu potensi keuntungannya 50 kali Rp 24 juta per tahun. Itu keuntungan bersih,” tandasnya. Sementara itu, Ketua DPD HKTI Bali, Prof. Dr. Ir. Nyoman Suparta, M.S., M.M., mengatakan, keberadaan petani menjadi sangat penting bukan hanya dari segi ekonomi. Tapi juga untuk menjaga lingkungan, budaya dan juga menyediakan lapangan pekerjaan. Oleh karena itu, pertanian harus ada, dikembangkan dan dilestarikan di Bali. Di tengah berbagai permasalahan saat ini, seperti masalah alih fungsi lahan, air yang semakin menyusut, serta keengganan generasi muda untuk menjadi petani. “Berikutnya soal penerapan teknologi. Ada teknologi, tapi masih banyak petani yang enggan menerapkan teknologi. Lalu, melemahnya eksistensi subak. Subak kita masih ada tapi eksistensinya

Negara (Bali Post) Truk boks tronton B 958 TCG yang dikemudikan Erick Fazri (43), asal Jakarta Timur dengan kernet Miftakhus Syifak (21), asal Jakarta Selatan, Sabtu (28/4) kemarin, pukul 04.30 wita, menerjang jembatan Yehsumbul, Kecamatan Mendoyo dan terjun ke Sungai Yehsumbul. Dari informasi, truk boks awalnya bergerak dari arah Gilimanuk menuju Denpasar. Ketika tiba di Km 75-76 dengan kondisi jalan menurun dan menikung ke kiri, tiba-tiba laju truk yang sarat muatan paket tersebut oleng dan saat memasuki jembatan Sungai Yehsumbul menabrak pagar jembatan dan

nyemplung ke dasar sungai sedalam 10 meter. Dengan adanya kejadian tersebut, mengakibatkan kondisi truk ringsek. Sopir selamat namun mengalami luka lecet di beberapa bagian tubuhnya serta mengalami patah tulang tangan kiri. Sementara kernet truk mengalami luka ringan di beberapa bagian tubuh serta sakit (keseleo) pada bagian kaki kanan. Usma, salah seorang warga Yehsumbul, Mendoyo mengatakan sopir dan kernet truk dia yang mengantar ke Puskesmas Pekutatan. Saat kejadian, dia lewat setelah datang dari dari Pasar Yehembang. “Saya lihat ada dua orang yang minta tolong di pinggir jalan, katanya habis

kecelakaan,” katanya. Usman mengatakan dia menggunakan motor, kemudian pulang meminta bantuan saudaranya agar menggunakan mobil untuk membawa sopir dan kernet ke Puskesmas Pekutatan karena kondisi keduanya mengalami luka-luka. Kasatlantas Polres Jembrana AKP Yoga Widyatmoko seizin Kapolres Jembrana saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan tersebut. Kecelakaan diduga karena human error dengan kondisi sopir mengantuk. “Kami harapkan para sopir jika ngantuk istirahat dulu,” tandasnya. (kmb)

Singaraja (Bali Post) – Sosialisasi tentang Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) semakin masif dilakukan jajaran Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng. Tidak saja masyarakat umum, namun sosialisasi menyasar pelajar dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Seperti dilakukan di SDN 3 Banjar Jawa, Singaraja Sabtu (28/4) kemarin. Siswa dari kelas IV, V, dan VI tampak antusias mengikuti meteri sosialisasi yang dibawakan Kepala BNNK Buleleng, AKBP I Gede Astawa, S.H., M.H. Selain dengan ceramah, ratusan anak-anak ini juga diajak menonton film yang berkaitan dengan bahaya penyalahgunaan barang haram narkoba. Tidak ketinggalan, siswa diajak untuk memeragakan beberapa yel untuk tidak terjerumus atau menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Kepala SDN 3 Banjar Jawa Ida Bagus Soma Putra, S.Pd. mengatakan, sosialisasi ini sengaja digelar untuk mengisi jadwal literasi sekolah setiap hari Sabtu di setiap minggu. Dari sosialisasi ini, dirinya ingin mengedukasi anak didiknya agar mengetahui terkait bahaya penyalahgunaan narkoba itu sendiri. Setelah mengetahui bahayanya, anak-anak sejak dini diharapkan terhindar atau tidak sampai menjadi korban penyalahgunaan narkoba itu sendiri. “Kebetulan setiap minggu di sekolah kami ada kegiatan literasi sekolah, dan kesempatan ini kami mengundang BNNK Buleleng untuk mengedukasi anakanak kami tentang bahaya penyalahgunaan narkoba itu sendiri,” katanya. Selain itu, jadwal literasi anak-anak SDN 3 Banjar Jawa juga pernah diisi dengan sosialisasi tentang wawasan kebangsaaan yang disampaikan jajaran Kodim 1609 Buleleng dan pengena-

lan bahaya tindak kriminal umum yang disampaikan oleh jajaran Polres Buleleng. Sementara itu, Kepala BNNK Buleleng, AKBP I Gede Astawa, S.H., M.H., mengatakan, sosialisasi ini bagian dari bidang tugas lembaga yang dipimpinnya dalam bidang pencegahan. Alasan menyasar kanak-anak SD karena pihaknya ingin memberikan pemahaman sejak dini terkait bahaya penyalahgunaan narkoba itu sendiri. Materi ini disampaikan dengan mengenalkan apa itu narkoba, bahaya dan dampak yang ditimbulkan. Agar materi dimengerti, Asatawa pun memutarkan tayangan video hingga mengajak anak-anak untuk memeragakan yel-yel agar tidak menjadi korban penyalahgunaan narkoba itu sendiri. “Bidang tugas kami sebenarnya tiga yaitu pencegahan, pemberantasan, dan rehabilitasi. Untuk sosialisasi ini bagian dari pencegahan dan sejak BNNK ini dibentuk sosialisasi menyasar anakanak ini sudah kami lakukan. Kami berikan contoh-contoh sederhana mudah dimengerti anak-anak, dan dari sosialisasi ini anak-anak mengerti dengan materi sosialisasi yang kami presentasikan,” katanya. Di sisi lain, perwira asal Desa Temukus, Kecamatan Banjar ini mengatakan, satu meteri penting dalam sosialisasi di sekolah adalah mengedukasi warga sekolah untuk waspada dengan masuknya narkoba ke sekolah. Dari kasus yang sudah diungkap kepolisian, peredaran narkoba di sekolah adalah lewat penjualan makanan dan produk lain. Untuk itu, pihaknya mengajak anakanak dan guru di sekolah untuk tidak mudah menerima pemberian barang dari seseorang yang tidak dikenal. Jika menemukan hal yang mencurigakan, AKBP Astawa menganjurkan agar segara melapor kepada aparat terdekat di lingkungan masing-masing. (kmb38)

BPM/mud

P4GN – Ratusan siswa SDN 3 Banjar Jawa, Singaraja antusias mengikuti sosialisasi Pencegahan Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Sabtu (28/4) kemarin.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/ Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Daerah

Minggu Wage, 29 April 2018

Swakelola Sampah KELURAHAN Pedungan terdiri dari 14 banjar, yang salah satunya adalah Pesanggaran. Wilayah ini merupakan letak Tempat Akhir Pembuangan (TPA). Dengan adanya TPA ini, membuat image kotor melekat pada Kelurahan Pedungan. “Dulu memang identik seperti itu. Tapi sejak lima tahun yang lalu kami bersama masyarakat sedikit demi sedikit mengubah paradigma itu. Kami hilangkan paradigma itu dengan gerakan dan inovasi untuk mewujudkan Pedungan Bersih,” kata A.A. Gede Oka, SE., Lurah Pedungan. AA. Gede Oka Di bawah kepemimpinannya, Kelurahan Pedungan tertata. Pria kelahiran 21 Juni 1968 ini mengajak masyarakatnya menerapkan swakelola sampah untuk menangani sampah di darat. “Setiap minggu pertama di awal bulan kita serentak di Pedungan melakukan gotong royong rutin di samping juga Jumat bersih,” ujarnya Sabtu (28/4). Sementara menangani sampah di sungai, yang dilakukan adalah pemasangan imbauan larangan di tempat strategis, yaitu di sempadan sungai. “Kami juga dibantu tim kebersihan kami yang hampir tiap hari mengontrol sekaligus membersihkan sungai. Kami juga melakukan kerja sama dengan Perbekel Dauh Puri Kauh dan Pemogan untuk sama-sama menjaga kebersihan sungai,” beber pria asal Banjar Kepisah, Pedungan ini. (kmb42)

BPM/wan

DOKAR - Keberadaan dokar saat ini di Denpasar mulai langka. Karena itu, Pemkot Denpasar melakukan terobosan agar dokar tetap eksis dan dikenal generasi muda, dengan menyediakan dokar gratis untuk keliling di kawasan kota.

Apel Peringatan Puputan Klungkung dan HUT Kota Semarapura OPD Pecahkan Celengan, Ringankan Beban RTM

APEL peringatan Puputan Klungkung ke-110 dan HUT ke-26 Kota Semarapura di Lapangan Puputan Klungkung, Sabtu (28/4) kemarin nampak berbeda dari tahun sebelumnya. Acara itu tak hanya diisi penyerahan penghargaan kepada anggota Korpri yang memasuk masa pensiun. Tetapi juga pemecahan celengan dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pemecahan celengan tanah itu dilakukan serempak. Penjabat Sementara Bupati Klungkung I Wayan Sugiada, mengungkapkan uang yang terkumpul akan disalurkan kepada Rumah Tangga Miskin (RTM) yang kini masih ditemui. Ini sebagai salah satu cara untuk menumbuhkan kepedulian dan kebersamaan masyarakat untuk saling meringankan beban. “Momen ini harus dijadikan spirit untuk menjaga kebersamaan. Harus bisa saling membantu untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera,” ungkapnya. Tak hanya itu, pejabat asal Tabanan ini juga menegaskan, peringatan ini juga untuk mengevaluasi sesuatu yang telah dicapai, terutama berkaitan dengan pembangunan daerah, sebagai bahan pertimbangan dalam

3

pengelolaan potensi di masa depan. “Ini dalam rangka mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan dan peran serta masyarakat,” tegasnya. Gubernur Bali Made Mangku Pastika, dalam sambutannya yang dibacakan Sugiada meminta seluruh jajaran Pemerintahan Kabupaten Klungkung untuk lebih meningkatkan koordinasi dalam upaya mensinkronisasikan program-program pembangunan prioritas, sehingga dapat terbangun sebuah sistem pembangunan Daerah Bali yang terkoordinasi dan terintegrasi. Pada apel yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Otonomi Daerah XXII ini diisi pembacaan sejarah singkat Perang Puputan Klungkung maupun penyerahan penghargaan kepada anggota Korpri yang menjalani masa pensiun per 1 April 2018. Selain itu, juga piagam penghargaan kepada Anak Agung Gede Sayang Wijaya sebagai anggota Pemadam Kebakaran Terbaik pada Posko Induk Pemadam Kebakaran Kabupaten Klungkung tahun 2017, dan I Gede Sulastra sebagai anggota Pemadam Kebakaran Terbaik di Posko Nusa Penida. (ad1575)

Prodi Biologi FMIPA Unhi Gelar Yudisium Ke-28

PRODI Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Hindu Indonesia (Unhi) melaksanakan yudisium ke-28 pada Sabtu (28/4). Ada sembilan calon wisudawan yang dilepas pada hari itu, terdiri dari delapan perempuan dan satu laki-laki. Dekan FMIPA Unhi Dr. I Nyoman Arsana, S.Si., M.Si. mengatakan, calon wisudawan merupakan orang yang beruntung karena bisa menginjak jenjang pendidikan perguruan tinggi. Karena berdasarkan data, dari 261 juta penduduk Indonesia yang berhasil masuk perguruan tinggi hanya 30 persen. “Ini jauh di bawah negara tetangga kita yang dulu mereka belajar dari kita, yang sudah mencapai lebih dari 40 persen dengan jumlah penduduk yang jauh lebih kecil,” ungkapnya. Selain itu, orang yang pernah belajar di perguruan tinggi mempunyai kemampuan analisis yang jauh lebih baik dalam bidang pekerjaannya. Hal itu karena ketika berada di bangku kuliah, mahasiswa telah terbiasa untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang memerlukan kemampuan analisis. “Artinya, selama di perguruan tinggi mahasiswa dilatih untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan secara sistematis. Apalagi yang kuliah di biologi, sudah terbiasa dengan kemampuan-kemampuan untuk menghubungkan asumsi-asumsi yang telah dibangun sebelumnya, terutama ketika membuat skripsi,” jelasnya. Maka dari itu, ia mengucapkan selamat kepada

calon wisudawan. Dengan berhasil mencetak lulusan dengan nilai di atas rata-rata, ia berharap Prodi Biologi menjadi prodi unggulan. Karena visi Prodi Biologi Unhi adalah menjadi prodi unggulan dalam bidang pengakajian ilmu pengetahuan dan teknologi. Terutama dalam bidang kajian di universitas untuk menunjang pembangunan budaya. Sehingga riset-risetnya lebih banyak diarahkan ke pengkajian keanekaragaman hayati untuk menunjang budaya. “Sebagian riset-riset mahasiswa itu memang sebagian besar tentang keanekaragaman hayati, terutama aspek seperti antimikroba, tanaman upakara, obat, dll. Tapi intinya kita berangkat dari budaya. Bagaimana menggali budaya-budaya Hindu yang ada, terutama dimuat dalam lontar Usada Taru Pramana kemudian kita kaji dari sudut pandang science,” tandasnya. Ia optimis Prodi Biologi menjadi prodi unggulan. Karena Unhi merupakan universitas yang unik. Di dunia hanya ada tiga universitas Hindu, yaitu di Amerika, India dan Bali. Dengan keunikan itu, Unhi mengembangkan tidak hanya prodi yang berbasis agama, tapi juga prodi yang berbasis umum seperti Biologi. Prodi Biologi yang ada di Unhi adalah membantu perkembangan budaya. Melalui riset-riset bersifat science yang dilakukan Prodi Biologi Unhi, di mana risetnya didasari dengan

CALON - Prodi Biologi FMIPA Unhi melepas sembilan calon wisudawan. isi lontar yang merupakan kekayaan Bali. Maka prodi Biologi dapat menjadi unggulan karena isi lontar dari usada taru pramana dapat dibuktikan dengan science yang logis.

Saat ini FMIPA Unhi baru memiliki prodi Biologi, namun ke depannya akan dibentuk prodi Farmasi. Diakui tahun 2018 ia sedang melakukan penyusunan prodi ini. (ad1576)

HMPS Sastra Inggris STIBA Saraswati Gelar ’’Speech Contest’’ APEL - Pemecahan celengan dari OPD Pemkab Klungkung saat apel peringatan Puputan Klungkung ke-110 dan HUT ke-26 Kota Semarapura, Sabtu (28/4) kemarin.

Tiga Bulan, Aset LPD Tumbuh Rp 600 Miliar Denpasar ( Bali Post)Berdasarkan data dari Lembaga Pemberdayaan Lembaga Perkreditan Desa (LP-LPD) Provinsi Bali pada akhir Desember 2017, asset LPD se-Bali telah mencapai Rp 18,4 triliun. Laba yang diperoleh LPD tahun 2017 adalah sebesar Rp 564 miliar. Sedangkan pada triwulan I 2018, aset LPD telah mencapai Rp 19 triliun. Angka ini mengalami kenaikan Rp 600 miliar. Ketua LP-LPD Provinsi Bali I Nyoman Arnaya, SE. menjelaskan, meskipun kondisi LPD sempat terganggu akibat bencana Gunung Agung, namun perkembangan LPD cukup baik. Secara keseluruhan dana masyarakat yang mampu dihimpun oleh LPD seBali hingga triwulan I pada tahun 2018 yaitu berupa tabungan Rp 7,4 triliun. Angka ini mengalami peningkatan dari akhir tahun 2017 yang hanya Rp 7,2 triliun. Deposito pada triwulan I 2018 tercatat Rp 8,6 triliun, meningkat dari akhir tahun 2017 yang hanya Rp 8,1 triliun. Demikian juga kredit yang mampu disalurkan pada triwulan I tahun 2018 mencapai Rp 13,6 triliun. Penyaluran kredit ini meningkat dari

akhir tahun 2017 yang hanya Rp 13,1 triliun. Untuk terus mengajegkan serta memajukan LPD, LP-LPD sebagai lembaga pemberdayaan memiliki tanggung jawab untuk memberi pembinaan teknis, pelatihan hingga audit yang terus menerus dilakukan. Hal tersebut juga didukung oleh dana pemberdayaan lima persen dari laba yang disetorkan LPD setiap tahunnya. Kegiatan tersebut dimaksimalkan dengan kinerja tenaga LP-LPD yang tersebar di masing-masing kabupaten di Bali. Ketua Badan Kerjasama (BKS) LPD Provinsi Bali Drs. I Nyoman Cendikiawan, SH., M.Si. mengaku selalu melakukan koordinasi dengan LP-LPD untuk memajukan LPD. BKS LPD turut serta mengawasi terhadap penggunaan anggaran oleh LP-LPD yang nantinya akan dipertanggungjawabkan pada rapat kerja BKS-LPD Provinsi Bali. “Ini antara hak dan kewajiban, disatu sisi LP-LPD menerima dana pemberdayaan dan disisi lain memiliki tanggung jawab untuk memajukan LPD melalui pelatihan, pembinaan, hingga audit yang dilakukan,” ungkapnya. (kmb42)

SMAN 1 Denpasar Raih Juara I

SUDAH menjadi program tahunan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Sastra Inggris Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STIBA) Saraswati Denpasar menggelar lomba pidato bahasa Inggris (Speech Contest) SMA-SMK se-Bali. Tahun ini lomba diikuti 27 siswa SMA/ SMK se-Bali dibuka Ketua STIBA Saraswati Denpasar, Dr. I Komang Sulatra, SS., M.Hum., Sabtu (28/4) kemarin. Setelah melalui debat yang ketat tim juri menetapkan juara I diraih IGA Sita Maharani (SMAN 1 Denpasar), juara II oleh Ni Luh Setiani (SMA Pariwisata Saraswati Klungkung) dan juara III oleh I Gede Wahyu Kusuma (SMKN 1 Denpasar). Panitia juga menyiapkan hadiah bagi juara Harapan I, II dan III, masing-masing diraih oleh Kasdek Mahadina Kirana (SMAN 4 Denpasar), Sarash Widda Amara (SMA PGRI 6), Fahrisal Putra Perdana (SMA Muhamadyah). Penyerahan hadiah dilakukan Wakil Ketua STIBA Saraswati, Dr. I Gusti Agung Sri Rwa Jayantini, SS., M.Hum. Ketua Panitia Lomba, Putu Adi Paramita Dewi melaporkan bahwa jumlah peserta lomba pidato kali ini melampaui target dari 25 orang menjadi 27 orang. Lomba melibatkan 16 sekolah SMA dan SMK di Bali. Di antaranya datang dari Denpasar, Badung, Gianyar dan Klungkung. Usai peserta

berpidato, mereka ditanya oleh juri. Hal ini dilakukan untuk menguji argumentasi dan kemampuannya berdebat dengan dewan juri. Dijelaskannya, lomba ini selain untuk mengembangkan bakat dan kemampuan dalam penguasaan bahasa Inggris, juga untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Untuk itu, panitia menyiapkan empat tema sekitar pengaruh media sosial. Ketua STIBA Saraswati Denpasar Dr. Komang Sulatra, SS., M.Hum. mengungkapkan rasa bangganya HMPS Sastra Inggris mampu menggelar event secara berkelanjutan dan makin berkualitas. Karena itu, dia setuju ajang ini dipakai untuk meningkatkan kepercayaan diri, sebab dalam ber-

bicara secara formal tak hanya diperlukan materi dan kemampuan berbahasa, namun juga rasa percaya diri. Rasa percaya diri lewat penguasaan bahasa asing ini sangat menentukan memenangkan persaingan di dunia kerja. Untuk itu, STIBA Saraswati memberikan kursi gratis bagi juara I, II dan III di lomba ini. Kedua, ajang ini hendaknya dipakai peserta untuk saling sharing soal bahasa Inggris, sekaligus dipakai STIBA Saraswati untuk memperkenalkan kampus dan eksistensinya selama ini. Pada Mei ini akan digelar Bunkasai, Oktober nanti STIBA Saraswati akan menggelar lomba pidato Bahasa Jepang guna memperebutkan tiket ke Jepang. Ter-

masuk mempersiapkan lomba pengajaran Bahasa Jepang. STIBA Saraswati Denpasar kini sudah mulai membuka pendaftaran calon mahasiswa baru. Gelombang I dimulai 6 April-25 Mei dan Gelombang II mulai 6 Juni-10 Agustus 2018. Tahun ini STIBA Saraswati membatasi menerima calon mahasiswa baru, yakni enam kelas untuk S-1 Sastra Inggris dan dua kelas untuk S-1 Sastra Jepang. Dia mengakui setiap tahun animo masyarakat untuk kuliah di STIBA terus meningkat. Ini memnunjukkan adanya peningkatan kemampuan berbahasa terus meningkat, guna menghadapi persaingan di era global dan MEA. (ad1577)

HADIAH - Wakil Ketua STIBA Saraswati Denpasar IGA Sri Rwa Jayantini beserta panitia, usai penyerahan piala dan hadiah bagi juara speech contest se-Bali.


4

Minggu Wage, 29 April 2018

Wisata Bunga Lokal

Kecantikan Bunga-bunga Penglipuran JIKA membicarakan objek wisata di Bali, tentu yang terbayang pantai, pura, dan arsitektur tua. Padahal jika masyarakat Bali dan institusi pariwisata mau lebih bekerja keras, sesungguhnya banyak hal-hal kecil yang justru jadi pilihan wisata di Bali yang disesuaikan dengan iklim dan kondisi masyarakat di daerah itu. Salah satu yang menarik adalah pemandangan beragam jenis bunga yang tumbuh tak beraturan di sekitar area Desa Penglipuran di Bangli. Jika dimanfaatkan dengan baik juga dikelola dengan profesional dan melibatkan ahli botani bisa jadi objek wisata di Desa Penglipuran ini akan mengingatkan kita pada Kota Keukenhof di Belanda yang terkenal dengan bunga tulipnya. Lokasi Desa Adat Penglipuran, berada di Desa Kubu, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Jika Anda pernah wisata ke Kintamani atau Gunung Batur, inilah wilayah Kabupaten Bangli. Lokasi Desa Penglipuran Bangli berada di ketinggian sekitar 600 – 700 meter dari permukaan laut. Akibat berada di posisi ketinggian ini, membuat udara sejuk dan suasana desa yang asri. Desa ini juga sudah sejak lama jadi objek wisata yang diminati. Desanya bersih, bahkan masyarakat pun bisa dengan santai memasuki

rumah-rumah penduduk yang menjual beragam hasil kerajinan yang unik dan murah. Cara mereka memikat wisatawan juga tidak terlalu hirukpikuk dan menganggu. Jika kita tidak berminat mendatangi rumah mereka, warga juga tidak marah. Tidak juga berebutan seperti pedagang acung. Saat ini, suasana Penglipuran lebih meriah, karena di sepanjang angkul-angkul ditumbuhi beragam jenis bunga-bunga yang kelihatannya tidak memerlukan perawatan khusus. Bunga-bunga itulah yang menyita mata kita untuk memikirkan, alangkah manisnya jika Bali memiliki wisata kebun bunga. Wisata Melihat beragam jenis bunga menghiasi Desa Penglipuran membuat kita yang melihat bisa merasakan “hawa” baru berwisata, kita tidak hanya melihat bagaimana arsitektur tua tetap dipertahankan, tetapi kita juga disuguhi keeksotikan beragam warna bunga yang tumbuh di pinggir-pinggir rumah penduduk dengan beragam bunga, beragam warna, beragam bentuk, beragam gaya, beragam aroma. Jika dikembangkan dengan profesional bisa jadi beragam bunga-bunga lokal yang tidak kalah cantiknya dengan bunga-bunga yang tumbuh di Eropa bisa bersaing dengan keindahan bunga Sakura di Jepang. Atau mengingatkan kita pada sebuah kota

di Belanda, Keukenhof, taman musim semi paling indah di dunia, dengan jutaan bunga tulip, daffodil, hyacinth, dan bunga-bunga lainnya. Satu hari di Keukenhof akan menjadi hari yang penuh dengan pengalaman luar biasa dan kesan yang tak terlupakan. Belanda identik dengan bunga tulip, bunga tulip identik dengan Keukenhof. Jika membayangkan Belanda, maka otomatis Anda akan membayangkan bunga tulip. Dengan jutaan tangkai bunga tulip dalam ribuan varietas yang berbeda, Keukenhof sungguh istimewa. Keukenhof berlokasi di Lisse, antara Amsterdam dan The Hague, di jantung kota Bollenstreek (Bulb Region), serta mudah dijangkau melalui A4 (pintu keluar Nieuw-Vennep) dan A44 (pintu keluar 3 Lisse). Keukenhof juga mudah dikunjungi menggunakan transportasi publik. Periksa tiket kombinasi kami (transportasi dan pintu masuk) yang memungkinkan Anda untuk naik transportasi publik di Amsterdam atau Rotterdam/Den Haag dan turun di Keukenhof. Anda dapat masuk melalui jalur cepat, sehingga Anda tidak harus menunggu dalam antrean. Baru Selama ini jika melihat pengembangan wisata di Bali memang masih identik dengan itu-itu saja. Ada bai-

knya pelaku dan pengampu pariwisata juga mulai memikirkan bentuk-bentuk pariwisata yang menggali botani di desa-desa di Bali. Jika Anda memiliki waktu lebih, dan jika Anda seorang ahli botani, ada baiknya juga memberi waktu sedikit untuk mengembangkan wisata keindahan tumbuh-tumbuhan di Indonesia. Yang paling mudah adalah melirik beragam bunga-bunga lokal khas Indonesia sebagai tempat berwisata yang baru. Sehingga terciptalah beragam wisata yang lebih “menggiurkan”. Cobalah Anda berkunjung ke Penglipuran, memang bungabunga itu belum tertata bagus, tetapi jika di tata dengan baik, bunga-bunga khas desa itu tentu menawarkan keriangan, juga keliaran, dan eksotik yang berbeda. Karena warna-warna bunga di Indonesia memang kesannya lebih tajam, dan tidak terkesan lembut seperti bunga-bunga sakura di Jepang. Yang pasti jika bunga-bunga Desa Penglipuran ditata dengan teknik tinggi dijamin akan jadi objek wisata yang tidak kalah dengan Keukenhof dan bunga tulipnya. Jika Keukenhof memiliki waktu tertentu dan musim tertentu. Tidak berlaku bagi bungabunga di Indonesia yang bisa berbunga sepanjang tahun. Tinggal mau atau tidak kita menciptakan wisata yang lain yang lebih baru dan menyegarkan. Menata beragam bunga-bunga liar yang tumbuh di sepanjang jalan desa sebagai pilihan rekreasi baru. (osi)

Mata Kering, Jangan Disepelekan MATA kering atau yang dalam istilah medis disebut sebagai keratoconjunctivitis sicca seringkali dianggap sepele dan biasa saja. Mata kering yang sering diakibatkan mata yang lelah karena aktivitas sehari-hari, kerapkali diabaikan. Pada mulanya mata kering mungkin saja tidak menyebabkan kondisi yang serius, namun dapat menganggu aktivitas, pekerjaan sehari-hari dan menimbulkan ketergantungan atau keharusan dalam menggunakan obat tetes mata. Apabila mata kering terus dibiarkan, komplikasi yang lebih berat dapat terjadi, seperti infeksi pada mata, infeksi selaput mata berulang, penipisan lapisan mata atau bahkan peradangan hebat yang dapat mengakibatkan timbulnya kerusakan permanen pada mata apabila tidak ditangani dengan segera. Oleh karena itu sebaiknya hindari menyepelekan keluhan ini karena dapat mengarah pada gejala yang lebih berbahaya. Mata kering adalah kondisi dimana lapisan air mata tidak cukup baik dari segi jumlah dan kualitas sehingga kehilangan kemampuan untuk melindungi permukaan mata. Produksi air mata yang menurun dan mudah menguap dapat menyebabkan kurangnya jumlah air mata dan ketidakstabilan. Lapisan air mata merupakan pertahanan pertama yang menjaga permukaan

bola mata kita dari paparan debu dan mikroorganisme termasuk bakteri dan virus. Lapisan air mata juga menjaga agar permukaan bola mata kita tetap lembab dan mencegah gesekan antara kelopak mata dan permukaan bola mata setiap kali kita berkedip. Faktor Beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya mata kering antara lain sering beraktivitas dengan komputer dan handphone, penggunaan lensa kontak, proses penuaan, menopause, lingkungan ruangan ber-AC atau kipas, iklim dan lingkungan luar yang kering, konsumsi obat-obatan tertentu (obat antialergi, beberapa jenis obat penurun tekanan darah), masalah pada kelopak mata dan merokok. Waspadalah jika muncul salah satu atau beberapa tanda seperti berikut: mata terasa perih, adanya sensasi nyeri, gatal, kering pada mata, kelopak mata lengket saat bangun tidur, mata terasa berat, pegal, mata mudah merah, mata sering mengeluarkan kotoran, sensitif terhadap cahaya, pandangan kabur atau tidak fokus dan kembali setelah berkedip, sensasi adanya benda asing (seperti berpasir) di dalam bola mata, dan mata mudah berair. Jika Anda maupun keluarga mengalami keluhan tersebut, apalagi sering berulang, maka sebaiknya segeralah periksakan diri ke dokter spesialis

Hari-hari tetap ceria dengan berlatih Senam Kebugaran Indonesia gerakan inti ke-3. Lakukan

mata untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut. Pemeriksaan Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti pemeriksaan tajam pengelihatan, pemeriksaan menggunakan slit lamp atau lampu khusus untuk melihat struktur mata Anda, pemeriksaan produksi air mata dan pemeriksaan fungsi kelenjar air mata. Sebelum kerusakan ini terjadi sebaiknya Anda lebih mengutamakan pencegahan daripada pengobatan. Beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah kondisi ini di antaranya: menjaga kesehatan mata dengan mulai pola makan sehat sejak dini, yaitu dengan mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran hijau. Makanan kaya vitamin A dan antioksidan seperti wortel, tomat, blueberry, manga, brokoli, bayam dan minyak ikan sangat disarankan. Rutinlah berolahraga secara teratur, hindari stres dan kurangi makanan berkolesterol tinggi. Lindungi mata Anda dari bahaya radiasi gadget dengan mengurangi pemakain mata secara berlebihan untuk melihat komputer, tv ataupun handphone. Periksakanlah mata Anda secara rutin ke dokter spesialis mata minimal 6 bulan sekali untuk melihat adanya kelainan pada mata sejak dini. dr. Pande Made Gustiana

MATA - Mata kering adalah kondisi dimana lapisan air mata tidak cukup jumlah dan kualitas sehingga kehilangan kemampuan untuk melindungi permukaan mata. Produksi air mata yang menurun dan mudah menguap dapat menyebabkan kurangnya jumlah air mata dan ketidakstabilan. Lapisan air mata merupakan pertahanan pertama yang menjaga permukaan bola mata kita dari paparan debu dan mikroorganisme termasuk bakteri dan virus. Lapisan air mata juga menjaga agar permukaan bola mata kita tetap lembab dan mencegah gesekan antara kelopak mata dan permukaan bola mata setiap kali berkedip.

Senam Kebugaran Indonesia (7)

setiap pagi sebelum berangkat beraktivitas, maka kebugaran tubuh dapat diperoleh. Ikuti peragaan berikut ini bersama Alin dari Lala Studio.

Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post ( Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232) Atau Adolfina Grace Tangkudung Sekolah Senam Lala Studio ( Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 0361. 283226. Cantumkan kupon” “Bugar” di sudut kiri amplop.

Gb. I Gerakan peralihan, yaitu maju 2 langkah (hit. 1, 2) lalu kedua telapak tangan digerakan seperti menepuk tambur lalu bertepuk tangan 2x (hit. 3, 4) dan melangkah mundur (hit. 5, 6) lalu menepuk tambur lagi (hit. 7, 8).

Gb. II Melangkah maju 2x serong ke kanan dimulai dengan kaki kanan dan lengan kiri ke atas mengepal (hit. 1, 2) lalu mundur (hit. 3, 4) dan lakukan arah kiri dengan cara yang sama (hit. 5-8).

Selamat berlatih dan salam bugar dari Lala Studio.

Gb. III Lanjutkan dengan memutar lengan kanan searah jarum jam sambil kaki kanan diluruskan ke kanan (hit. 1-3). Gb. IV Kedua kaki jinjit sambil meluruskan kedua lengan ke atas dan berteriak ha…….(hit 4), lalu lakukan pada arah kiri dengan cara yang sama, yaitu gerakan Gb. III dan IV (hit 5-8). Setelah itu ulangi gerakan Gb. II, III, IV sebanyak 4x.

Kupon


5

Minggu Wage, 29 April 2018

CERPEN

Imajinasi Majnun Oleh Agus Salim

(Ruang Nyata) Majnun berjalan menuju lemari baju. Satu daun pintu dibuka. Botol kecil berisi air mata diraih dan digenggamnya erat-erat. Daun pintu ditutup kembali. Ia berjalan menuju kasur. Duduk dengan sepasang kaki menjuntai ke lantai. Untuk beberapa saat ia diam sambil memandangi botol itu. Lama. Lama sekali. Seolah di dalam botol itu ia melihat wajah. Wajah yang sebentar lagi akan ia temui. “Dia sudah ada di dalam kamar ini. Dia menunggu,” ia membatin. Setelah puas melihat, ia letakkan botol itu di meja dekat kasur. Kemudian duduk lagi. Sepasang kaki rentanya ia angkat ke atas kasur. Duduk dalam posisi bersila. Lalu sepasang matanya ia benturkan ke sebuah gambar hitam putih dalam pigura besar; wajah itu masih tersenyum di sana; senyum yang mungkin juga terbawa sampai ke langit. Ia menghela napas. Berat. Sangat berat bahkan. Dan dilepaskannya kembali pelan-pelan. Amat pelan. Dengan keyakinan penuh, matanya kemudian terpejam. Lalu, dalam hitungan detik, ia pun hidup di dalam ruang imajinasinya sendiri. Sebuah cerita dimulai. Hari masih pagi. (Ruang Imajinasi) Majnun mendengar suara pintu diketuk. Suara ketukan diulang sampai tiga kali. Ia turun dari kasur dan melangkah. Membuka pintu. Dan senyumnya mengembang setelah melihat laki-laki yang telah lama pergi, pulang. “Kau tampak sehat. Masuklah.” Ia menggiring laki-laki itu masuk ke dalam rumah. Setelah itu ia melangkah masuk ke dalam, ke ruang paling belakang, dapur. Ia tuang air ke dalam gelas. Lalu gelas berisi air itu ia letakkan di atas nampan bermotif kembang. Lalu, ia membawa nampan itu keluar, ke ruang tamu. Setelah sampai, ia letakkan gelas di meja. Nampan ia letakkan di kursi panjang. Dan ia duduk dengan sebuah perasaan yang tak mampu ia ungkap dengan kata-kata. “Minumlah, aku yakin kau kehausan setelah melakukan perjalanan panjang.” “Aku tidak berjalan. Tapi terbang.” “Terbang juga melelahkan, bukan?” Laki-laki itu tersenyum. Demi membahagiakan seseorang yang telah lama ditinggalkan, laki-laki itu menuruti perintahnya. Diraihnya gelas itu dan, minum. Hanya beberapa teguk saja. Kemudian diletakkannya kembali gelas itu di tempat semula. Lalu tersenyum kembali. Sedikit saja. “Rumah ini tak banyak berubah. Kau pandai menjaga dan merawatnya,” kata laki-laki itu, sepasang matanya menyisir ke segala arah. “Ini aku lakukan demi sebuah kenangan. Aku tidak ingin satu pun kenangan hilang dari rumah ini.” Laki-laki itu tersenyum kembali. Dia melirik ke arah dinding dan memandangi satu-satu pigura yang menggantung di sana; gambar-gambar masa lalu yang telah memudar warnanya. Pada saat mata laki-laki itu sedang sibuk mengamati gambar-gambar, Majnun diam-diam memandangi wajah laki-laki itu lekat-lekat. Wajah laki-laki itu sangat bersih dan berkilauan. Seperti terbuat dari partikelpertikel cahaya. Tapi, bukankah dia memang telah menjadi cahaya? Majnun membatin sendiri. Pandangan laki-laki itu akhirnya terhenti agak lama pada gambar wajah seorang bocah. “Apakah Sanca sering pulang ke rumah ini?” tanya laki-laki itu kemudian, tanpa mau mengalihkan pandangannya. Dia seperti sedang memandang wajah masa kecilnya pada wajah bocah itu. Majnun tak segera menjawab. Malah ikut memandang gambar bocah itu. Bocah yang kini sudah dewasa, memiliki istri dan anak, dan ada di tempat jauh. Bocah yang ia besarkan dengan jerih payah yang tak terbilang. “Tidak terlalu sering. Tapi rutin enam

bulan sekali dia pulang. Singgahnya pun tak lama. Kadang tiga hari. Kadang cuma sehari. Tapi dia rajin mengirimi aku uang. Begitu juga Salaira. Dia rutin mengirim uang untukku, tapi hanya bisa pulang sekali dalam setahun. Itu tidak terlalu aku persoalkan.” Laki-laki itu mengangguk-anggukkan kepala. “Kerja apa bocah itu sekarang?” “Dia meneruskan usaha mertuanya dan sukses.” “Siapa yang bisa menyangka.” “Ya, tidak ada yang bisa menyangka. Dan aku merasa telah berhasil mendidiknya sebagai manusia.” “Ya, ya. Kau memang tangguh.” Laki-laki itu menyeret pandangannya, lurus ke arah Majnun. Memandang wajah renta yang sudah dipenuhi keriput. Majnun menundukkan wajah, pura-pura malu. Ah, buat apa aku malu pada suamiku sendiri? Batinnya kembali bersuara. Bibirnya tersenyum, tersipu-sipu sendiri. “Apakah kau tidak kesepian setelah aku pergi dari rumah ini?” “Kesepian? Tidak. Kesepian itu hanyalah milik orang-orang yang tak memiliki cinta yang sesungguhnya.” “Tapi sebenarnya kau tak perlu ragu mengambil keputusan.” “Sejak kau menitipkan pesan itu, aku sudah mengambil keputusan, dan itu bukan main-main. Aku rasa, menikah lagi bukanlah keputusan terbaik pada saat itu. Lagi pula aku masih sanggup hidup mandiri, membesarkan anak-anak dengan kekuatan tangan dan kakiku sendiri.” “Kenapa kau masih menyimpan air matamu?” Majnun diam. “Air matamu itu bisa membuatmu bersedih, dan selamanya akan tenggelam dalam kenangan. Itu tidak baik untukmu.” “Kau salah. Air mata itu tidak pernah membuat aku bersedih. Bahkan air mata itu telah memberi kekuatan baru kepadaku setiap hari. Dan perlu kau tahu, setelah air mata itu, aku seperti tidak memiliki air mata lagi untuk ditumpahkan. Mungkin air mata di dalam botol itu adalah air mata terakhir pemberian Tuhan. Soal kenangan, aku selalu menikmatinya. Bahkan, aku bahagia jika kenangan itu datang. Kadang, bila rindu pada kenangan, aku ambil botol itu, dan memandanginya.” Kini laki-laki itu yang diam. Dia tetap merasa bersalah karena dulu dia pernah berpesan begini pada Majnun: Jika aku mati duluan, janganlah kau menikah lagi. Pesan itu rupanya mengakar dan dipertahankan kuat-kuat oleh Majnun. “Aku tahu dulu pernah ada beberapa laki-laki menawarkan diri kepadamu, termasuk kawan karibku.” “Kau benar. Tapi aku menolak mereka. Hanya ada satu laki-laki dalam hidupku, dan tidak akan pernah tergantikan oleh laki-laki lain.” “Aku merasa bersalah.” “Kenapa?” “Karena telah berpesan yang bukanbukan kepadamu.” “Apa kau tidak menginginkan aku lagi?” Laki-laki itu diam. “Aku melakukan ini untuk tujuan yang agung.” Laki-laki itu tetap diam.

“Jangan-jangan kau tidak mengharapkan kita bertemu lagi kelak. Atau jangan-jangan, kau telah membagi hatimu sebelum pergi dari rumah ini?” “Tidak. Bukan begitu. Aku ta-

kut pesan itu menyiksa hidupmu.” “Tidak ada yang tersiksa. Sudah aku katakan, keputusan yang aku buat bukanlah perkara mainmain.” Percakapan terhenti. Majnun mendengar suara ketukan pintu dari ruang nyata. (Ruang Nyata) Majnun membuka mata. Sekadar memastikan suara ketukan pintu itu berasal dari mana. Rupanya ketukan pintu itu dari rumah sebelah. Sebelum terpejam lagi, ia sempatkan memandang gambar di dalam pigura besar itu sejenak. Setelah puas, ia terpejam lagi. (Ruang Imajinasi) Laki-laki itu menundukkan kepala. Matanya terpaku pada lantai keramik berwarna hijau. “Kenapa harus ada yang pergi?” Majnun bertanya pada laki-laki itu. Laki-laki itu mengangkat kepalanya. “Itu hukum keniscayaan, Sayang. Ada siang ada malam. Ada matahari ada bulan. Ada hidup ada mati. Tak ada yang kekal. Tak ada” “Tapi cintaku kekal.” Laki-laki itu tersenyum. “Ya, aku sangat berterimakasih untuk itu.” Kemudian, ada suara geraman menyela. Suara yang bukan berasal dari mulut mereka. Suara yang besar dan terdengar sangat bijaksana. Waktu terhenti seketika. Laki-laki itu dan Majnun kehilangan daya untuk bergerak. Seperti ada yang sengaja membuat mereka seperti itu agar telinga mereka bisa mendengarkan dengan sekesama apa yang akan disampaikan oleh suara itu. “Sebagai hadiah untuk cinta kalian yang sejati, maka kelak kalian akan dipesatukan kembali.”

Lalu suara itu hilang, digantikan dengan suara angin. Mereka bisa bergerak kembali. “Apa kau dengar apa yang dikatakan suara itu?” Majnun bertanya pada lakilaki itu. “Ya. Aku mendengarnya dengan sangat jelas,” jawab laki-laki itu diakhiri dengan senyum. “Itulah yang aku inginkan.” “Kita patut berbahagia dengan janji suara itu. Kita kembali akan menjadi satu di alam keabadian nanti.” “Tidaklah sia-sia aku menyimpan air mata itu. Air mata yang usianya kalau tak salah sudah 14.600 hari. Air mata cinta abadi untukmu. Yang dulu aku pungut waktu malam hari, sehari setelah kepergianmu dari rumah ini.” Laki-laki itu diam. Dia merasa sudah tiba waktunya untuk berpamitan. “Aku harus pergi. Dan aku harap kau bisa seteguh ini hingga ajal menjemputmu.” “Waktu untukku sudah hampir habis. Mungkin sebentar lagi. Kau tak usah kuatir.” Laki-laki itu beranjak lalu melangkah menuju pintu yang tidak tertutup. Majnun mengiringi langkah laki-laki itu dari belakang. Tiba-tiba dua sayap tumbuh di punggung laki-laki itu. Mula-mula kecil. Pelan-pelan membesar, hingga terbentuk sempurna. Setelah memberi senyum perpisahan, dia pun terbang. Lesat ke langit. Tenggelam di pusaran cahaya. Majnun yang berdiri di tengah pintu tak bisa menghilangkan senyumnya. (Ruang Nyata) Majnun membuka matanya kembali. Lalu turun dari kasur dan melangkah menuju botol air mata yang ada di meja. Meraihnya dan melangkah lagi menuju lemari. Satu daun pintu dibuka lagi. Botol air mata diletakkannya lagi di tempat semula. Daun pintu ditutup rapat-rapat. Setelah itu ia kembali lagi ke kasur. Berbaring dengan tangan bersedekap di atas dadanya. Setelah mengucapkan nama Tuhan berkali-kali, matanya terpejam pelan-pelan. “Sekarang aku sudah siap sepenuhnya.” Setelah membatinkan kalimat itu, mata Majnun tidak mau terbuka lagi. Dan apa yang dilakukannya itu, yang selalu ia sebut sebagai cara mengenang suaminya, sebenarnya sudah ia ulang berkali-kali. Dan hari ini, imajinasi itu adalah imajinasi terakhirnya. Di luar, hari masih tetap pagi. Asoka, X. 2018

Agus Salim. Lahir di Sumenep tanggal 18 Juli 1980. Tinggal di Sumenep. Bergiat di Komunitas Labita. Buku kumpulan cerpen tunggal perdana, Lima Cerita dalam Satu Malam di Bawah Bulan Gerring, Intishar Publishing, 2017. Bisa dihubungi di nomor 085856524605. Nomor rekening Bank: 0182412538 (Bank Jatim Cabang Sumenep).

Resensi Film

Masa Lalu yang Memikat Judul Film : Final Portrait

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Sutradara : Stanley Tucci Produser : Gail Egan, Ilann Girard, Nik Bower Penulis Naskah: Stanley Tucci Pemain : Geoffrey Rush, Armie Hammer, Tony Shalhoub, Clemence Poesy, Sylvie Testud Rilis : 2017 “Final Portrait” berlatarkan tahun 1964, saat perjalanan singkat ke Paris dan kisah sebuah persahabatan yang luar biasa. Seorang penulis Amerika, James Lord (Armie Hammer), dan seorang pecinta seni Alberto Giacometti (Geoffrey Rush) yang berencana akan membuat sebuah lukisan potret James. Prosesnya yang begitu detail dan memakan banyak waktu menjadi awal persahabatan James dan Alberto. James yang kagum terhadap wawasan Alberto juga harus mengalami masa frustrasi dan kacau demi sebuah karya artistik yang indah. Film ini memiliki gambar-gambar yang cantik, juga beragam ketegangan-ketegangan antara Annette istri Alberto Giacometti dan pacarnya Caroline. Menarik juga menikmati suasana Paris tahun 1964, gaya busana para pemain yang elegan. Juga dialog-dialog yang bernas tentang kesuksesan dan eksistensi menjadi manusia di tengah nama besar yang disandang. Film ini jika ditonton dengan serius penuh berisi renungan tentang hidup, dan cara kita menghadapi tekanan. (osi)

Adi Wiryadarma

Khamidi


Refleksi

6

Tumpek Uduh, Harmonisasi Hubungan Manusia dengan Lingkungan Alam Cikitsitamathaitesam sastrenadau visodanam Vidanga-ghrtapankaktan secayet ksiravarina (Brhat Samhita 55.15)

“Jika pepohonan menunjukkan gejala penyakit, maka dia harus dirawat. Pada bagian luarnya, pohon harus dibersihkan dari bisul dan sejenisnya dengan pisau, lalu oleskan bedak yang terbuat dari campuran Vidanga, ghee dan lumpur pada bagianbagian tersebut dan harus dibasahi dengan air dan susu. Jika usaha dilakukan maka pohon akan terbebaskan dari penyakit.” Pustaka suci Veda seperti Taittiriya Samhita, Rg Veda, Atharva Veda, PuranaItihasa, dan lain-lain menunjukkan perhatian dalam kasih sayang yang baik serta pelestarian lingkungan alam dengan baik. Hal tersebut dibuktikan melalui pemaparan khusus perihal cinta kasih kepada bumi yang dinamakan Bhu Sukta, Bhumi Sukta, atau Prithvi Sukta. Sangat mengagumkan jika orang berusaha merenungkan bagaimana para leluhur memberikan perhatiannya sedemikian detail, mendalam dengan perhormatan tinggi kepada lingkungan alam? Para Maharesi mempunyai cinta kasih menyeluruh, tidak hanya kepada insan manusia melainkan pula kepada binatang dan tumbuhan.

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa

Hindu Dharma tidak membeda-bedakan agama dengan lingkungan ekologinya. Hubungan dengan lingkungan bahkan dilekatkan dalam hubungan sebagai anggota keluarga (vasudhaiva kutumbakam). Binatang, tumbuhan dan lain-lain juga dibuatkan “otonan” (semacam ulang tahun). Suatu perwujudan rasa hormat dan kasih sayang yang sangat tinggi, dan menerimanya sebagai pelaksanaan Dharma, sebagai kewajiban sesama, agama dan spiritual. Jika tumbuhan mengalami sakit, seperti sloka di atas, adalah kewajiban Dharma untuk membantu mengobatinya. Di Bali orang menyebutkan lingkungan dengan sebutan keluarga yang akrab. Untuk bumi orang-orang Bali menyebutnya dengan sebutan Ibu Perthiwi, dan langit angkasa dengan sebutan Bapa Akasa. Sebutan yang sangat akrab hormat, yang ternyata bukan tradisi sebutan kosong tanpa dasar melainkan berasal pada Rg Veda dan sastra suci lainnya. Rg Veda menyebutkan tan mata prthivi tat-pita dyauh (bumi adalah Ibu dan langit angkasa adalah Bapak). Rg Veda Samhita mengajarkan untuk tidak menghan-

curkan pepohonan, karena pepohonan adalah rumah bagi manusia. Pepohonan juga disebutkan sebagai harta karun bagi generasi manusia yang akan datang. Jika ia dihancurkan maka orang menghalangi generasi yang akan datang untuk hidup tenang damai sejahtera. Pemikiran indah penuh cinta kasih seperti inilah yang barangkali menjadi dasar dari lahirnya peringatan Tumpek Uduh. Perwujudan rasa hormat tinggi terhadap alam beserta isinya antara lain menghormati tumbuh-tumbuhan, khususnya yang memberi manfaat bagi kehidupan manusia telah mendarah daging dalam hidup orang-orang Bali. Penghormatan pada sarwa tumuwuh ini dilakukan pada hari Saniscara Kliwon Wariga yang disebut sebagai Tumpek Wariga, disebut pula dengan nama Tumpek Pangatag atau Tumpek Uduh. Ada juga yang menyebut Tumpek Bubuh karena salah satu sarananya adalah bubuh alias Bubur Sumsum. Tumpek Uduh muncul setiap 210 hari bertepatan dengan 25 hari sebelum hari raya Galungan. Tumpek Uduh ini diperingati melalui peritungan kalender Bali ”nemu gelang” atau “puncak” Saptawara (Saniscara) dan “puncak” Pancawara (Kliwon) yang “muncak” atau “numpek” pada Wuku Wariga. Pada Tumpek Wariga, Tuhan dipuja sebagai Sang Hyang Sangkara. Dalam Pangider Bhuwana/Pangiderider, Sang Hyang Sangkara ber-sthana di arah Barat Laut dan memiliki simbol warna hijau. Barat laut adalah “per-

temuan” arah utara dengan simbol warna hitam yang melambangkan mendung/ hujan dan arah Barat dengan simbol warna kuning yang melambangkan tanah. Sedangkan warna hijau jelas menunjukkan tumbuh-tumbuhan yang tumbuh dengan subur memberikan berbagai jenis makanan kepada umat manusia demi kelangsungan hidupnya serta keindahan alam demi kesejukan dan kedamaian batinnya. Pada upacara peringatan Tumpuk Uduh, Hyang Sangkara dipuja sebagai Dewa yang menciptakan dan memelihara tumbuh-tumbuhan demi kemuliaan hidup umat manusia dan makhluk hidup lainnya di alam ini. Sangkara adalah Siva. Walaupun Siva dikenal sebagai manifestasi Tuhan dalam peleburan alam semesta, namun sebagai Sangkara khususnya sehubungan dengan Tumpek Uduh, pemujaannya adalah sebagai Dewa Pencipta dan Pemelihara tumbuh-tumbuhan. Sangkara memastikan agar alam memberikan yang terbaik demi kesejahteraan hidup manusia dan makhluk lainnya di alam ini. Oleh karena itulah Sangkara disebutkan berwarna hijau, warna tumbuhan yang subur menghijau. Pemujaan kepada Dewa dari tumbuhtumbuhan memastikan terjalinnya hubungan timbal balik yang harmonis antara manusia dengan lingkungan alam khususnya pepohonan dan tumbuhan. Menurut ajaran suci Hindu Dharma, pepohonan dan tumbuhan lainnya “ber-

bicara”. Mereka bisa ber“cakap-cakap” dengan insan manusia. Mereka bisa tukar menukar kasih dengan insan manusia. Mereka bahkan akan terus menerus memberi dan memberi walaupun dirinya selalu disakiti oleh manusia. Mereka tidak akan berhenti memberi, sebagai permintaan para Nenek dan Ibu-Ibu yang disampaikan dengan Bahasa Bali agar pepohonan dan tumbuhan itu berbuah lagi yang “ngeed… ngeed.. ngeed…” (berbuah lebat, lebat, lebat). Indah sekali jika umat berhasil memelihara, menjaga dan bahkan menumbuhkembangkan pepohonan dan tumbuhan dengan baik. Sesuai tradisi leluhur, jika orang menebang pohon, mereka harus meminta izin terlebih dahulu dengan menghaturkan Canang, Dupa dan air, serta mereka bertekad untuk menanam pohon yang sama sebanyak 5 (lima) pohon. Menurut leluhur, kita tidak berhak mengambil nyawa melainkan menjaganya. Ajaran indah paraspara dalam cinta kasih seperti inilah yang melahirkan Tri Hita Karana, tiga perbuatan yang patut diusahakan demi terjadi hubungan harmonis antara manusia dengan Sang Pencipta, manusia dengan manusia, dan antara manusia dengan alam lingkungannya. Pelaksanaan upacara Tumpek Uduh diharapkan dapat memurnikan tujuan dari upacara Tumpek Uduh itu sendiri, yaitu demi tercapai hidup manusia yang jagat-hita, hidup yang tenang damai dan sejahtera di dunia.

MIMBAR AGAMA

Merawat Iman

I Gusti Ketut Widana Beranalogi dengan sebuah rumah, jika dibiarkan kosong, cepat ataupun lambat pasti akan dipenuhi debu. Debu yang kian banyak akan menebal, lalu ruangan menjadi kotor, lembab, pengap dan berbau. Dalam keadaan demikian, tanpa diundang akan datang dan berdiam berbagai jenis binatang, mulai jangkrik, laba-laba, kecoak, lipan, kalajengking, tikus dll. Semakin lama rumah dengan ruangruangnya dibiarkan kosong, kotor dan berbau, pelan tapi pasti aura manusia sebagai penghuni awal mulai pudar dan menghilang, diganti dengan masuknya energi astral, berdaya magis atau mistis. Ditandai dengan munculnya makhluk gaib (hantu/setan), bahkan kemudian menghuni rumah kosong tersebut. Jadilah rumah yang semula dihuni manusia menjadi rumah hantu. Mengembalikannya menjadi rumah/ruang bersih dan suci lagi memerlukan prosesi ritual samskara, entah itu prayascita, ulap-ambe atau pamlaspas ulang. Demikian pula dengan

“rumah” Tuhan yang tidak lain diri kita sendiri dengan ruang-ruang Dewa yang diyakini “malinggih” pada setiap organ tubuh manusia, akan sama keadaannya jika dibiarkan tanpa perawatan dan penguatan keimanan (sraddha). Rumah Tuhan dalam diri menjadi kosong, dan hampa, kehilangan aura religius dan meredupnya pancaran sinar sucinya. Konsekuensinya, tanpa disadari tampilan diri seperti bukan rupa manusia (manawa), lebih tampak dan memancarkan vibrasi asura (danawa), hingga teramat sulit terangkat menjadi sosok Dewa (madawa). Inilah yang sering disebut sebagai “manusa mawak bhuta”, bukan “Dewa mawak manusa”. Perilakunya pun dominan mengekspresikan sifat, watak dan karakter “bhuta”, diliputi dan dipengaruhi kegelapan; gelap pikiran, gelap hati, gelap mata, dan pastinya akrab dengan dunia “hitam” (kejahatan). Mulai dari kejahatan tingkat kecil seperti berbohong, mencela orang cacad, berkata dan berbuat kasar, hingga kejahatan tingkat berat, mulai dari melakukan kekerasan terhadap sesama, bertindak diluar batas kemanusiaan, menghina bahkan menyakiti guru, aborsi, membuang bayi

tak berdosa, mencuri pratima, korupsi uang rakyat, hingga satu sama lain saling bunuh, anak membunuh orang tua atau orang tua membunuh darah dagingnya sendiri, sebagaimana seringkali terdengar lewat media pemberitaan. Demikian kira-kira gambaran jika melalaikan kewajiban merawat “rumah” Tuhan dan “ruang” Dewa dalam diri, menjadikan keimanan seseorang tidak saja kosong, dan hampa tetapi sekaligus diliputi kegelapan, sehingga selalu diliputi dan dikuasai adharma yang terpancar lewat perilaku asubhakarma, cenderung tidak baik, buruk, bahkan jahat. Menyadari akan hal itu, sudah menjadi kewajiban umat untuk setiap saat ingat merawat dan menguatkan keimanan agar tidak dibiarkan kosong atau hampa yang hanya akan menjadikan pikiran, perkataan dan perbuatan kita sesat lalu berkhianat pada amanat sebagai umat yang memiliki harkat, derajat dan martabat mulia. Hanya dengan merawat dan menguatkan keimanan, niscaya umat dapat mencapai Tuhan, sebagaimana disuratkan di dalam kitab suci Bhagawadgita, IX. 3, dan 22 : “Manusia tanpa keimanan, yang mengikuti jalan ini,

tidak mencapai Aku, dan kembali ke jalan dunia kematian, menderita; dan mereka yang memuja Aku sendiri, merenungkan Aku selalu, kepada mereka Ku-bawakan segala apa yang mereka tidak punya dan Ku-lindungi segala apa yang mereka miliki”. Merealisasikan perawatan keimanan sebenarnya tak ubahnya seperti merawat kebun dengan beraneka tanaman berbunga. Jika dirawat dengan rutin, rajin dan disiplin hasilnya akan mudah didapat. Kebun berubah menjadi taman puspa ragam, yang pada gilirannya akan mengundang datangnya berbagai jenis makhluk indah, seperti kupu-kupu, kumbang, burung dengan kicauan merdunya. Apalagi jika berkesempatan menanam pohon cendana, bau harumnya menebar semerbak, menyebar ke sekeliling, membuat banyak orang begitu senang dan bahagia menikmati keindahan, menghirup udara segar dan mencium semerbak aroma harum bunga. Saat itulah Tuhan, para Dewa akan turun dan hadir ditengah bahkan masuk merasuk ke dalam diri, hingga menyelesup ke relung-relung imani terdalam. Menjadikan sosok umat tak ubahnya seperti Dewa nyekala, yang

tentu saja terekspresi melalui pikiran dan perkataan serta perbuatannya yang selalu diliputi dharma. Kalau saja setiap umat menyadari akan hal ini, meski di zaman Kali seperti sekarang ini, Sang Kala yang acapkali membuat kalut (pikiran), tak akan sampai menyulut perilaku semrawut tak beretika apalagi amoral. Semuanya akan bisa dikendalikan oleh kekuatan iman (sraddha) yang selalu kokoh menghadapi terpaan, gangguan, cobaan dan ujian apapun bentuk dan jenisnya, sehingga tidak mudah roboh keyakinan umat untuk selalu bhakti pada-Nya. Eksistensi manusia sebagai hamba Tuhan memang berasal dari keadaan kosong untuk akhirnya kembali lagi kepada Yang Kosong (Sunyata), tetapi tentu saja dengan cara tidak membiarkan rumah Tuhan dan ruang Dewa dalam diri menjadi kosong melompong. Sudah menjadi swadharma umat untuk tiada henti mengisi kekosongan iman (sraddha) dengan sepenuh bhakti, kepada Hyang Widhi (Tuhan), sesama insani dan segenap sumber daya alami, agar kehidupan di dunia ini berkesinambungan dalam sinergi, lestari dan harmoni hingga akhir nanti.

Minggu Wage, 29 April 2018

Capricorn Cobalah untuk tidak banyak pikiran jika tidak ingin badan capek dan jatuh sakit, karena jika sampai terjadi maka akan menambah rumit persoalan saja. Tetaplah bersikap lepas dengan selalu berpikiran santai tetapi tetap waspada. Asmara: Tidak perlu emosi, hadapi semua itu dengan kesabaran, pasti nanti akan berlalu dengan sendirinya. Aquarius Benar-benar mengesankan kesuksesan di hari-hari kemarin, tetapi untuk saat ini sudah lain lagi ceritanya, maka dari itu keprofesionalan dalam bekerja sebaiknya tetap dijaga, agar sesuatu yang sudah baik itu tidak sampai mengalami kemunduran. Asmara: Keakraban dan keharmonisan masih terlihat dan terasa di minggu ini. Pisces Jangan terlalu rewel, nanti partner Anda malah bingung sendiri harus berbuat apa, pandaipandailah mengarahkan ke arah yang lebih baik dengan penjelasan-penjelasan yang mudah dicerna dan dipahami. Asmara: Masih menjengkelkan dan itu hanya masalah sepele yang sebenarnya bisa diatasi jika mau sedikit mengerti. Aries Kesempatan yang ditunggu-tunggu ternyata hasilnya jauh dari harapan, walau begitu jangan patah semangat tetaplah konsentrasi pada pekerjaan yang lagi dihadapi saat ini dan tidak perlu meratapi yang sudah terjadi. Asmara: Sepusing apapun urusan di luar sebaiknya jangan dicampuradukkan ke dalam hubungan cinta , bisa kacau jadinya. Taurus Jalinlah korespodensi dengan siapapun juga dan berusahalah untuk tidak membeda-bedakan status ataupun derajat, karena bagaimanapun juga Anda pasti akan membutuhkan sesuatu dari hubungan yang baik itu. Selami apa keinginan dan kepandaian mereka, karena hanya dengan itulah Anda bisa tetap meraih kesuksesan. Asmara: Jangan remehkan kerikil-kerikil yang cukup tajam itu, segera cari solusinya. Gemini Kreativitas tidak boleh berhenti hanya karena kegagalan di masa lalu, tunjukkan bahwa diri Anda masih mampu berdiri dari kejadian pahit di masa itu. Jadikan hal itu sebagai cambuk untuk meraih kesuksesan di masa mendatang. Asmara: Jangan hanya memikirkan indahnya untuk saat ini saja, tetapi kepentingan di masa depan itu yang lebih penting. Cancer Ada berita yang cukup mendadak dan memusingkan kepala, walau begitu cobalah untuk tetap menahan diri dan berusaha untuk tenang, sehingga pikiran dan ide-ide cemerlang bisa tetap muncul. Asmara: Tetaplah membina hubungan yang baik dengannya. Leo Di minggu ini cukup banyak peluang dan jebakan, untuk itu jangan cepat tergoda dengan sesuatu yang kelihatannya menguntungkan, sebab jika sembrono maka kerugian besar harus siap-siap Anda tanggung. Asmara: Ada sedikit cekcok mulut dan jika tidak ada yang mau saling mengalah, maka akan tetap seperti itu-itu saja. Virgo Berhati-hatilah dalam mengeluarkan statmen jangan sampai menimbulkan gejolak yang tentu saja akan mengganggu kestabilan dan keharmonisan di lingkungan kerja Anda. Asmara: Cukup tenang dan cekcok mulut sudah tidak begitu sering terdengar. Libra Bersikap kritis itu memang tidak salah asalkan didasarkan pada rasio yang ada dengan tidak melibatkan terlalu banyak perasaan, karena k a - lau perasaan yang memegang peranan maka bisa lain lagi ceritanya nanti. Tak perlu takut dimusuhi orang kalau itu memang realita yang ada. Asmara: Masih penuh dengan kegembiraan. Scorpio Masih santai dan rileks karena memang tidak ada sesuatu masalah yang berat di minggu ini. Kalau sudah begini sebaiknya Anda enjoy saja dan berusaha menikmatinya dengan tidak mencari-cari masalah dan kesibukan baru. Asmara: Buat apa masalah kecil dipermasalahkan, karena itulah yang bikin suasana jadi panas terus. Sagitarius Jangan terlena dengan hawa malas yang muncul di minggu ini, cobalah tetap concern dengan urusan-urusan yang sudah seharusnya cepat diselesaikan. Jika ada yang berusaha memancing konfrontasi sebaiknya dihindari saja, karena tidak ada untungnya. Asmara: Cukup tenang dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Diasuh Oleh Putri Wong Kam Fu Berlaku: 29 April - 5 Mei 2018

Tempat Panglukatan Beji Selati

Ada Batu untuk ”Nunas” Keturunan Laki-laki dan Perempuan

BPM/nan

PANGLUKATAN - Tempat panglukatan di Beji Selati yang berlokasi di Banjar Selati, Desa, Bunutin, Kecamatan Bangli.

TEMPAT wisata spiritual atau tempat panglukatan belakangan ini semakin dimintati oleh masyarakat. Seiring meningkatnya minat masyarakat dengan adanya tempat panglukatan, hampir setiap desa bermunculan objek panglukatan baru yang ditawarkan kepada pengunjung. Yang terbaru yakni tempat panglukatan Beji Selati yang berlokasi di Banjar Selati, Desa Bunutin, Kecamatan Bangli. Tempat panglukatan ini diyakini mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Bahkan di panglukatan ini juga ada dua batu kecil yang diyakini dapat memberikan keturunan bagi yang belum dikaruniai buah hati meski sudah lama menikah. Untuk menuju tempat panglukatan tersebut, pen-

gunjung tidak terlalu jauh berjalan kaki dari tempat parkir. Warga yang hendak malukat cukup berjalan sepanjang 50 meter melalui jalan setapak bertangga. Sebelum melakukan panglukatan biasanya pengunjung lebih dulu menghaturkan sesaji/banten yang dibawa di palinggih yang ada di atas kelebutan kembar. Setelah melakukan persembahyangan biasanya pengunjung baru melakukan panglukatan. Untuk saat ini, desa setempat masih terus melakukan penataan di lokasi agar nantinya pengunjung yang datang bisa mengikuti panglukatan secara berurutan sesuai yang ditentukan. Termasuk menambah fasilitas kamar ganti dan yang lainnya, mengingat saat ini baru

tempat ganti seadanya. Pemangku Pura Penataran Pusering Jagat Dalem Pingit Dewa Made Rai Juniarta didampingi Bendesa Desa Pakraman Bunutin Ketut Nada menjelaskan, tempat Panglukatan Beji Selati merupakan genah pasiraman Ida Batara Penataran Pusering Jagat Dalem Pingit. Kata Rai Juniarta, tempat pasiraman Ida Batara ini sudah ada sejak lama dan dipakai oleh masyarakat untuk tempat masucian Ida Batara saat upacara wali/piodalan di pura setempat. “Air yang mengalir melalui sepuluh pancoran,” ucapnya. Kesepuluh pancuran itu dikelompokan dan dinamai dengan nama berbeda di antaranya pancoran Tri Mala, Pancoran Panca Mala, Asta

Kungku, Pancuran Dasa Mala, Tirta Sarining Telas, Tirta Pingit dan Tirta Bang Kwanta. Air yang mengalir dari sepuluh pancuran tersebut berasal dari tiga sumber air berbeda. “Tirta dari kesepuluh pancoran dipercaya mampu menyembuhkan berbagai penyakit,” katanya. Dia menjelaskan, dua sumber mata air yang dinamakan kelebutan kembar menyesuikan dengan suhu udara. Ketika cuaca panas atau di siang hari, maka air akan terasa dingin. Begitu sebaliknya ketika dingin dan cuaca pagi hari air akan terasa hangat. Di samping itu di dekat kelebutan kembar juga terdapat batu paras berwarna merah yang juga berkhasiat untuk menyembuhkan penya-

kit asam urat dan rematik. “Batu paras juga bisa untuk menghilangkan jerawat pada wajah dan membersihkan gigi supaya kelihatan putih bersih,” paparnya. Dijelaskan, di panglukatan tersebut juga terdapat dua batu kecil. Dimana satu batu berbentuk seperti alat kelamin laki-laki dan batu yang satunya berbenntuk seperti alat kelamin perempuan. Untuk batu yang berbentuk kelamin laki-laki ada di atas sementara batu alat kelamin perempuan berada di bawah. “Batu ini memang diyakini mampu memberikan keturunan. Kalau ingin anak laki-laki memohon di batu yang ada di atas. Sementara kalau meminta anak perempuan memohon di batu yang bawah,” terangnya. (nan)


Redité Wagé, 29 April 2018

Tumpek Wariga

Bali

7

Kamargiang ring Taru Klapa SAMPUN pinaka sesana krama Hindu Bali setata ngupapira kahanan palemahan mangda prasida setata becik. Punika duaning kramané eling, becik wiadin kaon kahanan kahuripan ipun wantah setata nganutin saking sapunapi kahanan palemahanné sané nénten prasida katandakin, yadiastun sakadi sané munggah ring sastra agama jadma punika wantah pikardin saking Ida Sang Hyang Widhi Wasa sané pinih utama. Malarapan antuk kahanan punika, majanten kataminin makudang-kudang dresta sané tetujon ipun wantah nabdabang saha nglestariang kawecikan palemahan inucap. Sinalih tunggilnyané sané marupa pidabdab parikrama upacara yadnya, sakadi sané kamargiang napkala raina Tumpek Wariga sané sampun sayan rauh puniki. Tumpek inggih punika rerainan sané medal ipun wantah ring raina Saniscara Kliwon tur kaanggén krama jagi nyiwi Ida Sang Hyang Widhi Wasa sané kadasarin antuk prabawa Ida sané mabina-binayan. Sakéwanten ngeninin indik Tumpek Wariga punika wantah tumpek sané majanten kamargiang ring raina Saniscara Kliwon ring Wuku Wariga. Manut pabaos Dr. Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si budayawan taler dosén agama Hindu puniki, tumpek inucap wantah raina patingetan anggén nyinggihang Ida Sang Hyang Widhi Wasa antuk prabawa Ida pinaka Ida Bhatara Sangkara sané ngardi taler ngupapira sarwa tumuwuh utawi sakancan taru wiadin tetanduran siosan. Punika kamargiang duaning saking i nguni sakancan tetanduran punika sampun ngicénin pikolih sané becik pisan majeng ring krama sami miwah sarwa maurip

Bencingah I Gusti Made Ngurah

Kapolihang ring Pakarangan TUMPEK Wariga jakti pinaka rerainan sané macihna pisan duaning kamargiang pinaka raina nyinggihang sarwa tumuwuh utawi sekancan tetanduran. Ring raina inucap, krama kaélingang mangda setata nyagra tur nglestariang palemahan miwah sarwa tumuwuh sané kamargiang mawit saking wewidangan soang-soang. Manut Dr. Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si., ri kala parikrama inucap kaadungang utawi karaketang sareng parikrama saraina, Tumpek Wariga satmaka nugesang yéning krama sujatiné prasida maturan utawi makarya banten ngawigunayang sekancan parindikan sané prasida kapanggihin tur kapolihang saking pakarangan malarapan antuk nandur sinambi nglestariang palemahan. “Minakadi conto, ring pakarangan utawi teba prasida katandurin woh-wohan minakadi biu, klapa, wani, manas miwah sané siosan. Sinah saking asil punika kémanten prasida kanggén aturan utawi makarya banten tan panumbas woh-wohan sané rauh saking dura negara antuk pangarga sané maal,” baos dané. Ngeninin indik parikrama Tumpek Wariga sané mangkin, pecak staf Ditjen Bimas Hindu lan Budha Departemen Agama RI ring Jakarta warsa 1971 kantos 1975 puniki maosang, parikrama tumpek ring kahananné mangkin akéhan manados rerainan patinget kémanten tan pawénten pangéling indik tetuek ring pakraman. Sujatinné krama patut uning tur éling indik tetuek saking rainan Tumpek Wariga mangda prasida kamargiang tur kanggén dasar maparikrama saraina. “Ngeninin indik tetuek Tumpek Wariga, mangda setata kaélingin malih ring pakraman. Mangda nénten parikrama upacarannyané setata kamargiang nganem sasih sakéwanten krama utamanipun para yowana nénten uning napi sujatiné tetuek rainan sané rauh nyabran Saniscara Kliwon wuku Wariga inucap,” Gusti Made Ngurah metuéling. (was)

(125)

sané tiosan. Dadosné ngamargiang parikrama upacara yadnya inucap wantah sinalih tunggil kapatutan saking krama Hindu Nusantara sané wénten ring Bali miwah ring dura desa tiosan tur nénten wantah olih krama sané madué tetanduran utawi taru kémanten. “Santukan krama sané nénten madué tetanduran punika taler prasida ngamolihang pikolih becik saking sarwa tumuwuh ring wewidangannyané, minakadi conto prasida ngajeng jangan yadiastun saking numbas utawi ngamolihang oksigen sané mabuat pisan ring sajeroning kauripan sané kamedalang saking tetanduran inucap,” baos dané. Dané malih maosang ngenginin indik parikrama ipun, Tumpek Wariga prasida kamargiang antuk ngawigunayang banten sané pinih alit sané marupa canang sari tur kadagingin antuk bubuh sumsum maunti utawi magula dadah kémanten sané kakaput antuk don biu. Sakéwanten sangkaning kadulurin antuk matur uning ring sanggah utawi merajan, sinah prasida taler kadagingin antuk ngaturang daksina, pras ajuman miwah prayascita. Risampunné wusan ring sanggah utawi merajan wawu kramané jagi ngaturang banten ring taru utawi tetandurannyané punika sakémawon wantah apuun kémanten pinaka panyledii saking makasami tetanduran utawi taru sané kadruénang ipun. Sakéwanten yéning krama inucap nénten madué tetanduran sané jagi kaunggahang banten, sinah punika prasida kamargiang ring padma sari utawi ring pelinggih paliangan sané wénten ring sajeroning sanggah utawi merajan inucap. Wénten taler sané ngamargiang punika ring piyasan tur wénten taler ring balé pelik

sané magenah ring sanggah gede utawi paibon. Ngeninin indik maturan utawi ngaturang banten ring taru utawi tetanduranné, dané maosang yéning punika wantah cihna yéning krama Hindu Bali saking nguni mayadnya nénten ja akéh mikayunang tetuek utawi maparikrama berfilsafat sajabaning raris nyinggihang Ida Sang Hyang Paramawisésa malarapan antuk piranti utawi pariindikan sané kajantenang ngicénin pikolih becik ring kramané inucap. “Minakadi ring Tumpek Wariga punika kamargiang ring tetanduran sané kajantenang ngicénin woh-wohan sakadi klapa, wani miwah sané siosan. Sakéwanten manut saking sané ketah kamargiang olih krama Hindu ring Bali, ipun uning yéning taru klapa wantah tetanduran sané setata ngicénin pikolih becik marupa woh-wohan wiadin daun saraina tan panganutin utawi tan panyantosang rauh masan ipun mabuah. Punika mawinan akéhan krama ring Bali sané ngamargiang upacara yadnya Tumpek Wariga ring taru klapa,” Gusti Made Ngurah nartayang. (was)

Raket ring Rerainan Galungan SAKADI sané sampun kauningayang, Tumpek Wariga wantah rerainan sané patut kalaksanyanag olih makasami krama Hindu Bali nyabran nganem sasih utawi nyabran Saniscara Kliwon wuku Wariga. Tatkala punika, kramané jagi ngaturang upacara yadnya utawi ngunggahang banten ring tetanduran utawi sarwa tumuwuh sané kajantenang sampun mapikolih becik. Majanten sajeroning dresta inucap madaging piteket sané kalintang luwih saking para panglingsir mangda setata nyagra miwah ngupapira

palemahan mangda setata becik tur lestari. Duaning kahuripan krama setata nganutin saking sapunapi becik wiadin kaon kahanan palemahan punika. Tumpek Wariga boya wantah raina patinget saha nyiwi ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa antuk prabawan Ida pinaka Sanghyang Sangkara kémanten. Rerainan inucap taler raketan sareng rerainan tios sané jagi rauh, inggih punika rerainan Galungan. Manut Dr. Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si., rerainan Tumpek Wariga prasida kabao-

sang pinaka raina nyiagayang sekancan pangapti taler tetanduran sané prasida kanggén ring raina Galungan. Yéning kaselehin ring kahanan krama Bali daweg nguni, ipun éling ring kahanan taru sané dagingipun sampun prasida kawigunayang utawi prasida kaalap ri kala nampek Galungan. Minakadi tetanduran klapa, majanten jagi kauningayang taru sané buah miwah donnyane jagi becik kaalap. “Yéning dumun manawita wénten taru sané sampun medal buahnyané nanging kantun alit, tatkala Tumpek Wariga prasida kajantenang yéning buahnyané prasida kaalap nampek Galungan kanggén sajeroning bebantenan,” baos dané. Sangkaning punika ketah taler kapanggihin krama sané nguncarang mantra panyapa tatkala ngamargiang parikrama mabanten Tumpek Wariga. Pangaptinnyané mangda taru punika prasida ngamedalang buah sané nged miwah don sané samah mangda prasida kaalap tur kanggén ri kala Galungan malih selaé dinané. Indik sesapannyané inggih punika “kaki kaki, nini

jumah? Tiang mapangarah buin selaé dina Galungan mangda jeroné prasida nged mabuah,”. Sangkaning punika raris Tumpek Wariga kabaos Tumpek Pangarah, duaning kala punika krama Hindu Bali mapangarah utawi nganikain ring tetanduran indik raina Galungan sané sampun nampek mangda tetandurané sami prasida becik mabuah. Risampuné wusan mapangarah, raris kamargiang mapangatag inggih punika nyedek awak tetanduran antuk tiuk raris kadagingin antuk bubuh sumsum sané kanggén banten. Bubuh inucap makaput antuk don biu, nagingin bubuh sinambi maosang nged nged nged. Sangkaning masarana bubuh sumsum punika raris Tumpek Wariga kabaosang Tumpek Bubuh. Sios punika Tumpek Wariga taler ketah kabaosang antuk Tumpek Uduh duaning tatkala upacarannyané kamargiang, sesapannyané wantah pangaptin jadma utawi sané prasida kawastanin antuk panguduh. I panguduh ngaptiang ring tetanduran prasida ngamedalang utawi ngicénin asil sané becik. (was)

BUBUH – Wénten makudang-kudang sarana sané kawigunayang ri kala ngamargiang upacara yadnya Tumpek Wariga, sané majanten kapanggihin wantah bubuh sumsum ring sajeroning upakarannyane.

BUDAL saking jeronné raris mantuk ka Jero Kawan malih mabéakala, mabayuh noasin buta kala, papa klésané, natab prayascita durmanggala lan watek sesayut runtutan pawiwahané. Wus punika natab banten pawiwahan, matirta majaya-jaya, kasaksinin olih sameton dadia, kliang banjar lan adat miwah undangan samian. Upacarané puput sami jam roras siang. Para tamiu sami sampun katuran ngayunang, wénten sané magibung, wénten taler sané presmanan. Para sametoné murak bé guling. Usan masalaman tamiuné sakasiki pamit budal. Kantun sameton saking Ujung, Pringalot miwah kulawarganné Luh Méga, L Suwarni sané ngempahang kayunné sungsut duka mangda mawali suka. Soré wau sami mapamit. Bénjangné sesampuné ngetog banten, Ngurah Adnyana sareng rabinné Ayu Citra mapamit jaga nelokin ibu sareng ajiné ring rumah sakit. Ajinné, Gusti Gedé Kebon mituturin, “Gég Ayu Citra, jani Jegég suba dadi mantun aji jumah dini. Nanging unduké tekén anaké

lingsir, ajiné Dé Karang lan ibuné sing dadi engsapang. Yadiastun jani cening suba nawang reraman ceningé ané sujati Gusti Bagus Saputra di Ujung, nanging ané ngempu ngicén merta lan kasih sayang uli cerik tuah Aji Dé Karang lan Ibu Sisuné. Kapelihanné ané ngawé cening nemu duka lara lan dosa cara jani suba tebusa baan bencanané ténénan.” “Inggih Tuaji, mémé kalih Beli Ngurah, Mbok sareng sami titiang jaga nyimpangin Wah Jelada sareng Ayu Jeladi lan Luh Suwarni dumun wau ka RSU ngraris ka Denpasar,” aturné Ayu Citra lan Ngurah Adnyana. Tan lali raganné nunas kado, beras anggéna bekel. Rauh ring rumah sakit dapetanga aji lan ibunné sampun dados malinggih ngajeng bubuh kaabih olih Gusti Gedé Penida sareng parekan kekalih. Alon Ayu Citra nampekin. “Tuaji, ibu, ampurayang titiang wau polih nelokin mriki. Sapunapi kantos tuaji lan ibu keni bencana ri kala titiang jaga mapamit mantuk ring Tuaji,” aturné Ayu Citra

BPM/was

nangis. “Dugas ento ibu ngiring ajiné ka Klungkung meli kamben songkét, lakar baju lan nyemak mas-masan lakar pasaluk ceningé di tukang masé. Ditu matemu ajak Pan Gempol lan Kadék Dogolan. Ia nuturang mara pesu uli bui lan kurenanné ngalahin dugasé ia mara duang tiban mabui. Ibu masih nuturang yén cening ngantén lakar masayut buin mani. Sesubané suud mablanja ibu ajak ajiné mulih. Teked di Bukit Jambul tan maa jag montoré nyumpling di péngkolané. Ajiné mental pesu kakenawan, Ibu jepit pintu di kébot. Nadak sara ada anak teka. Kadén ja lakar nulungin, nanging jag sahasa ngetok duur ibuné kanti engsap. Ibu ajak ajiné inget suba di rumah sakit. Duur ibuné mabencol, limané elung. Jerijin tangan ajiné remuk, gigirné tusuk sungga tembus ka otengné kanti maoperasi.” “Napi ten nyen Pan Gempol nuénang ulahé niki saking sengit dendam ring tuaji?” “Nah Gék Citra eda ento buin sedihanga. Miribang buin puan

suba dadi mulih. Adané bencanané ené satmaka nambakin apang cening tusing maan mapamit tekén aji lan ibuné di Selat, buka pinunas ajiné. Jani aji ajak ibuné suba lascarya nerima karma phalané buka jani,” pandikan ajiné matungtung tangis meluk okanné. Ibunné malih ngwewehin, “Cening Ngurah Adnyana, ibu matur suksma, melahang nyen ngempu adiné belog.” “Inggih nénten wénten anak belog, nanging amung pungkuran wau uning. Yéning nénten naen iwang manawi jaga setata marasa patut lan pinih ririh. Mangkin kanggéang iriki dumun titiang matur sisip, mapamit ring tuaji sareng ibu,” aturné ngelut aji lan ibuné saha nyelipang amplop. Samian meluk anaké lingsir mapamit budal ngraris ka Denpasar. Ring pamargi sami kantun nrawang sawang sungsut. Soréné sayan remrem kadaut gulem ucem kadi mahbahang benang karma palané samben tan patanggu. (Puput)


8 Parahyangan

Dura Désa

Redité Wagé, 29 April 2018

Taman Mayura

”Wisata Sejarah” ring Lombok

BPM/ist

Pura Luhur Dwijawarsa

Pura Hindu ring Wewidangan Krama Islam KAWANGUN daweg warsa 1957, Pura Luhur Dwijawarsa manados genah suci umat Hindu pinih ageng miwah pinih tua ring Malang Raya. Tawahnyané, pura inucap kawangun ring tengahing désa sané akehan magama Islam. Parikrama paserainan pantara umat Hindu miwah Islam ring wewidangan inucap nyinahang pisan toleransi antar umat beragama sané patut setata becik kamargiang. Wangunan pura sané magenah ring lahan sané jimbarnyané 1,3 hektar puniki kaempon olih panyiuan umat Hindu ring sajebag Malang. Pawangunan Pura Luhur Dwijawarsa wantah pakarsan saking tetiga rohaniawan Hindu kala punika, luiré; Ida Pedanda Made Kemenuh, Ida Pedanda Oka Telaga, miwah Ida Pedanda Wayan Sidemen. Sareng tiga raris matemu sareng Keluarga Pelajar Bali Indonesia (KBBI). Kakawitin saking patemon punika, medal pikayunan ngwangun pura ring Malang sané genahnyané ring Puncak Gunung Buring ring Kelurahan Lesanpura, Kecamatan Kedung Kandang, Kota Malang. Pawangunan pura inucap puput daweg warsa 1968 miwah ring bulan Mei warsané punika kamargiang upacara pamlaspas miwah Karya Agung Ngenteg Linggih sané kapuput olih Ida Pedanda Made Kemenuh. Pura Luhur Dwijawarsa pamuput kadadosang pinaka pura pinih ageng umat Hindu ring Malang. Pura inucap salanturnyané kabecikang malih daweg warsa 2008 lintang. Satios wangunannyané sané sayan becik, wewidangan pura taler lewih jimbar saking sadurungnyané. Pinaka pura pinih ageng ring Malang, ring Pura Luhur Dwijawarsa, makudang-kudang parikrama agama Hindu ketah kamargiang irika. Minakadi pamuspaan ri kala Purnama-Tilem, ngamargiang pamuspaan Galungan-Kuningan, ri kala Saraswati, Siwaratri miwah ri kala Nyepi. Nyabran pujawali utawi piodalan ring Pura Luhur Dwijawarsa sané rauh nyabran bulan Mei, akéh krama sané pedek tangkil satios umat Hindu ring wewidangan Malang. Minakadi para mahasiswa Hindu sané nglanturang sekolahan ring Malang, miwah krama Hindu tiosan. Yadiastun Pura Luhur Dwijawarsa magenah ring wewidangan sané akéhan kramané magama Islam, nénten wénten biyut pantara umat Hindu sané ngamargiang pamuspaan ring pura inucap. Toleransi antar umat beragama yukti becik pisan kasinahang saking kahuripan kalih umat magama pantara Hindu miwah Islam. Mawinan nénten marasa kagaok yéning Pura Luhur Dwijawarsa kasengguh pinaka niyasa sané nyinahang toleransi sané ageng pantara umat beragama ring Malang. (kmb)

PULO Lombok akéh madué objek wisata sané ngulangunin. Satios kaasrian palemahan sané kasub, Lombok taler madué wisata sejarah sané patut kaupapira kaasriannyané. Sinalih tunggilnyané wantah wisata sejarah sané magenah ring tengahing Kota Mataram sané kawastanin Taman Mayura. Mayura sané maartos kedis merak sajeroning basa Sansekerta wantah aran sinalih tunggil taman sané magenah ring wewidangan Kecamatan Cakranegara, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Taman inucap kawangun olih pangwasa Pulo Lombok, A.A. Anglurah Made Karangasem daweg warsa 1744. Daweg punika, taman inucap kawastanin Taman Kelepug. Aran Kelepug kaambil saking suara kelepug-kelepug toya sangkaning agengnyané toya sané medal saking klebutan ring tengahing kolam sané wénten ring wewidangan taman. Salanturnyané, daweg warsa 1866, kahanan wewangunan ring taman inucap kabecikang olih Raja Mataram, A.A Ngurah Karangasem. Aran taman taler kagentosin manados Taman Mayura, santukan kocap ring taman inucap

akéh pisan wénten kedis merak sané neda uled ring wewidangan taman. Mawit kahanan inucap, Taman Kelepug magentos aran dados Taman Mayura. Sané mangkin, sané prasida kapanggihin wantah relief-relief kedis merak sané ngawinang krama sayan precaya ring carita kedis merak neda uled yukti wénten. Wangunan antuk sakatah sejarah puniki nyinahang pisan pepadonan kahanan palemahan sané asri sareng makudang-kudang kawéntenan sejarah. Taman Mayura jimbarnyané kantos kalih hektar, sané kakelola masikian sareng kawéntenan Pura Meru (pura sané wénten ring sebrang Taman Mayura), dados pengawasan saking Dinas Kebudayaan miwah Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat. Taman puniki wantah sinalih tunggil genah tetujon wisatawan, inggian wisatawan domestik wiadin wisatawan mancanegara. Ring tengahing Taman Mayura wénten telaga ageng sané kocap kawigunayang pinaka genah pasiraman para dayang raja. Ring tengahing telaga wénten wangunan ageng mawentuk balé

BPM/ist

sané kawastanin Balé Kambang. Ring Balé Kambang punika, pacang kapanggihin patung-patung sané nyinahang kahanan Muslim, Cina, miwah Jawi. Patung sané nyinahang kahanan Muslim magenah ring sisi Kauh, ring sisi Kangin miwah Kaler Balé Kambang masanding sareng wangunan linggih antuk corak Hindu Bali. Daweg punika, Balé Kambang kawigunayang pinaka genah muputang (mengadili) plakara daweg jaman penjajahan Belanda. Taman Mayura boya wantah kadadosang pinaka objek peninggalan sejarah miwah budaya, nanging taler pinaka genah ngamargiang upacara yadnya majeng krama Hindu ring Mataram. Upacara yadnya ketah kamargiang ring pura sané wénten ring wewidangan Taman Mayura. Pura inucap nénten tios wantah Pura Jagatnatha Mayura sané kaempon olih krama Hindu ring Mataram. (kmb/uma)

Satua

BPM/ist

Kerajinan Barong Banyuwangi, Kasenengin Alit-alit AKÉHNYANÉ pagelaran seni sané kamargiang ring Banyuwangi, ngicén selah pengrajin barong Banyuwangi ngwedar asil pakaryannyané. Napi malih, boya wantah para yowana, kerajinan barong taler kasenengin pisan olih alit-alité pamekas ring Banyuwangi. Kahanan inucap ngawinang asil kreasi seni punika lais. Boya wantah barong, piranti kasenian barong taler lais, minakadi pitik-pitikan miwah kucing-kucingan. Rumasuk piranti gamelannyané, minakadi kendang, saron, miwah angklung. “Barong miwah piranti seni puniki akéh kasenengin alit-alit,” baos Linda, krama sané nyaga toko “Singo Barong” ring wewidangan Jalan Basuki Rachmat, Banyuwangi majeng Bisnis Banyuwangi, wawu puniki. Manut Linda, parikrama madolan kasenian barong boya wantah ngutamayang bisnis, sakéwanten sareng mautsaha nglestariang kasenian daerah. Pamekas nguningayang majeng alit-alit indik kasenian barong ring Banyuwangi. “Yadiastun barong inucap ageng, wénten taler rerama sané numbasang anak alitnyané. Wénten taler sané mesen mangda kakaryanang barong sané alitan,” baos Linda. Kerajinan seni sané kaadol ring tokonipuné wantah asil pakayan Suripto, bapannipuné. Daweg dumun, sadurung madué toko, anggangé wantah nerima pesanan kémanten. Ngeninin indik pangarga, kerajinan seni inucap rumasuk

maal, nanging masaih ring karumitan makarya saha asil kerajinan inucap madué nilai seni sané ageng. Barong Prejeng sané cocok kawigunayang olih para yowana mapangarga kantos Rp 800.000, Barong Rogo argannyané kantos Rp 1 juta. Ukuran kekalih kerajinan inucap yukti sané pinih ageng saking kerajinan barong tiosan. Satios punika, kerajinan seni kucing-kucingan antuk para yowana argannyané Rp 200.000 kantos Rp 250.000. Yéning pitik-pitikan argannyané kantos Rp 650.000. Desain kerajinan seni sané kakaryanin saking kayu sané maukuran alitan argannyané lewih mudah, nganutin wentuk saha bahan sané kawigunayang. Minakadi topeng carong caplok sané kakaryanin saking gabus kaadol Rp 17.000. Linda nlatarang, tokonipuné yukti ngadol kerajinan seni sané kabuatang pinaka pertunjukan miwah plalianan alit-alit. Satios punika, wénten taler alat musik saron, gendang, angklung pinaka plalianan saha sané kawigunayang péntas. Krama sané rauh taler dados mesen manut ukuran sané kabuatang. Ring toko inucap taler ngadol omprok Gandrung miwah udeng khas Using. “Pungkuran puniki, uratian krama ring asil kerajinan puniki yukti sayan nincap. Napimalih ngawit booming parikrama kebudayaan ring Banyuwangi. Asil saking madolan kerajinan puniki nyabran bulan polih kantos Rp 5 juta,” Linda nguningayang. (wid/uma)

Adi Sudi Anggara

Pan Angklung Gadang (2) Kaketus saking Satua-satua Bali (VI) TAN kacarita Ida Anaké Agung di gunungé, jani suba lingsir, makayun Ida mantuk saha ngandikain parekan, “Angklung Gadang, cawisang jarané, eteh-etehin. Gelah lakar mulih né jani!” Angklung Gadang matur, “Inggih,” laut bangun ngénggalang nyemak jaran tur kaeteh-etehin. Disubané pragat, lantas ia matur, “Inggih Ratu Déwa Agung, puniki sampun puput antuk titiang, durusang Cokor I Déwa munggah!” lantas Ida Anaké Agung nglinggihin jarané mamargi alon-alon kairing antuk Pan Angklung Gadang negen kompék pacanangan. Kacarita jani suba koné rauh di tepin désané, kandugi ada pacepolpol uli di jarané. Mara ajinanga tekén Pan Angklung Gadang, lantas éncol ia nuduk tur kapempen di kompék pacanangané tur kategen laut majalan. Nglantur pamargin Ida caritanan rauh suba di bancingah, raris tedun Ida saking jarané, mangraris Ida ka purian. Kompéké ané tegena tekén Pan Angklung Gadang lantas timbalina tekén panyeroané tur kagenahang di baléné di ambéné. Pan Angklung Gadang ngembusin étéh-étéh jarané nglaut nyusut peluhné. Kacarita jani Ida Anaké Agung malinggih di baléné makayunan ngrayunang canang, laut Ida ngungkabang kompék. Dadianya kacingak antuk Ida, kompék pacanangané bek misi tain jaran. Ida menggah pesan saha nauhin Pan Angklung Gadang. Egar kenehnyané Pan Angklung Gadang parek masila tapak, kasengguh lakar kaicén lungsuran. Bumara ia masila tur nunas lugra, lantas Ida ngadeg nglaut ninjak tendas Pan Angklung Gadangé, kadulurin pangandikan banggras, “Kaki kléwaran ibané ngajahin sangkan bisa iba mempenin kompék gelahé tain jaran?” Mara amonto Ida ngandika, buin ningtingang cokor ukuh ninjak, énggalan kagelut cokor Idané tekén Pan Angklung Gadang sambilanga matur sisip, “Inggih Ratu Déwa Agung, duaning Cokor I Dewa ngandikaang titiang, lamun ada ulung uli jarané, duduk nyen pempen ka kompéké. Asapunika pangandikan I Déwa ring titiang. Sané di wawu wénten kantenang titiang macepol saking jarané, raris duduk titiang tur genahang tiang ring kompék pacanangané. Inggih sané mangkin, yéning titiang kabaos sisip, durusang puputang titiang sané mangkin!” (Masambung)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


SPORT

Vinales Beberkan Kekurangan YZR-M1 HAL 12

Minggu Wage, 29 April 2018

Setelah 22 Tahun

Andres Iniesta Resmi Tinggalkan Barcelona Barcelona -

Andres Iniesta resmi meninggalkan Barcelona di akhir musim 2017/2018, setelah ada di klub tersebut sejak tahun 1996. Iniesta adalah produk asli Barcelona dan telah menimba ilmu di akademi Barcelona sejak usia 12 tahun. Setelah perjuangan di tim akademi dan tim junior, Iniesta akhirnya bisa menembus tim utama Barcelona pada tahun 2002. Iniesta adalah salah satu tokoh vital di balik kejayaan Barcelona. Bersama Carles Puyol, Victor Valdes, Lionel Messi, Xavi Hernandez, dan Gerard Pique, Iniesta berhasil membawa Barcelona bangkit dari keterpurukan di awal dekade 2000-an dan membuat Blaugrana jadi salah satu tim terbaik di dunia. Namun, pada akhirnya masa bakti Iniesta di Barcelona usai. Iniesta memutuskan pergi dari Barcelona akhir musim ini setelah 22 tahun ada di klub tersebut. “Konferensi pers ini untuk memberikan pernyataan publik bahwa musim ini adalah musim terakhir saya di sini. Ini menjadi keputusan yang sangat sulit namun sudah dipikirkan,” kata Iniesta, Sabtu (28/4) kemarin. Dalam konferensi pers tersebut Iniesta sempat menyiratkan ketidakmampuannya untuk bermain secara reguler sebagai sebab munculnya keputusan ini. “Hari ini jadi hari yang sangat sulit bagi saya, karena saya sudah ada di sini sepanjang hidup saya. Kemudian saya harus mengucapkan selamat tinggal, tentunya hal itu jadi rumit. Bila saya membayangkan mengakhiri karier di sini, tentunya saya harus bisa melakukan ini: merasa dibutuhkan, penting dan bisa jadi pemain inti,” imbuhnya. Iniesta lantas mengucapkan terima kasih kepada Barcelona atas kesempa-

tan yang diberikan kepadanya. “Saya ingin berterima kasih kepada klub dan La Masia atas semua yang mereka berikan kepada saya. Apa yang ada pada saya saat ini adalah berkat mereka. Saya berterima kasih kepada seluruh rekan setim, seluruh orang yang bekerja sama dengan saya setiap hari dalam tahuntahun tersebut,” kata Iniesta. Iniesta memberikan alasan mengapa ia memilih untuk meninggalkan Barca. Iniesta merasa ia sudah tidak sanggup lagi memenuhi tuntutan fisik untuk bermain secara reguler di level yang dibutuhkan Barcelona.

Setelah memastikan diri pergi dari Barcelona, Liga Super China disebut sebagai tujuan Iniesta berikutnya. Namun Major League Soccer (MLS) juga bisa jadi tujuan yang memungkinkan untuk Iniesta. Menanggapi pernyataan tersebut, istri Andres Iniesta, Anna Ortiz menyampaikan pesan romantis yang menyentuh hati melalui akun media sosial Instagram. Anna Ortiz mengungkapkan isi hatinya bahwa ia kagum dengan sang kapten Barcelona. “Ayah, kekaguman terhadapmu adalah apa yang aku rasakan sejak hari pertama. Kamu telah menunjukkan kepada kami betapa tak profesional kamu dalam profesimu, banyak hal yang kami pelajari dan pahami di sini bahwa ini bukan keberuntungan, ini adalah hasil dari ketekunan, usaha, dan tekadmu. Kamu mendapatkan semua yang kamu inginkan dan kamu katakan. Kamu pergi dan membuat perkataan menjadi kenyataan. Kamu membuatnya nyata. Aku mengagumi dirimu seutuhnya, kamu adalah seorang ayah yang tak terbayangkan, pasangan hidupku. “Dan karena yang terbaik selalu datang, kami akan menulis cerita baru ini bersama-sama, yang pasti akan menjadi magis, seperti kamu. Aku mencintaimu! Kami mencintaimu!” tulis Anna. (kmb33/afp)

Iniesta dalam Angka 46.046 - Jumlah menit bermain Iniesta bersama Barcelona 2002 - Tahun Iniesta menjalani debut di Barcelona 808 - Iniesta selalu mencetak gol untuk Barcelona setiap 808 menit 670 - Penampilan Iniesta sejak menjalani debut 141 - Jumlah assist Iniesta selama memperkuat Barcelona 61 - Kartu kuning Iniesta di Barcelona 57 - Koleksi gol Iniesta bersama Barcelona 31 - Trofi Iniesta bersama Barcelona dengan rincian La Liga (8), Copa del Rey (6), Supercopa de Espana (7), Liga Champions (4), Piala Super Eropa (4), dan Piala Dunia Antarklub (3) 2 - Iniesta dua kali meraih treble winners bersama Barcelona (2008-2009 dan 2014-2015) 0 - Selama memperkuat Barcelona, Iniesta belum pernah menerima kartu merah langsung atau kartu kuning kedua

Kata Mereka Soal Iniesta Barcelona – Andres Iniesta tak lagi bersama Barcelona musim depan. Don Andres pergi dari Catalan dengan meninggalkan nama yang harum serta segudang prestasi. Iniesta akan meninggalkan Barca akhir musim ini, setelah 22 tahun berkarier di sana. Total 31 trofi sudah dipersembahkan Iniesta dengan satu bakal menyusul di akhir musim yakni La Liga. Tak cuma soal trofi, Iniesta adalah pemain paling senior saat ini di Barca, dengan torehan 669 penampilan dan 57 gol. Wajar jika banyak yang merasa kehilangan dengan kepergian Iniesta musim depan. Para pemain top Barca dan juga rival-rival pun memberi testimoni atas karier Iniesta di Spanyol sebagai berikut: Lionel Messi “Andres, terima kasih atas pengabdian selama ini di sepak bola. Merupakan kehormatan bagi saya bisa bermain bareng kamu dan menghabiskan banyak momen indah bersama-sama. Saya mendoakan yang terbaik untuk karier dan kehidupan barumu. Kamu adalah fenomena, dalam dan luar lapangan. Kami akan merindukanmu!!!” Sergi Roberto “Kamu selalu jadi panutan sejak saya ada di Barcelona. Menyenangkan rasanya bisa berbagi banyak momen denganmu. Terima kasih banyak atas segalanya Andres Iniesta. Kamu jadi contoh untuk semuanya!” Ivan Rakitic “Terima kasih Andres Iniesta! Kapten, rekan setim, dan temanku. Sukses untuk kamu dan keluarga dalam petualangan barunya!” Luis Suarez “Hari ini kamu sudah mengumumkannya kepada publik, tapi saya beruntung bisa menikmati permainanmu di waktu tersisa ini, teman! Kamu kapten yang luar biasa! Gerard Pique “Kami Akan merindukanmu. Kami akan merindukanmu!”

Neymar “Kehormatan bagi saya pernah jadi bagian dari kariermu di Barcelona, Maestro, saya sudah mengagumimu dari kejauhan dan saya makin jatuh cinta dengan permainannya sejak bermain bareng dan bagaimana Anda sebagai pribadi di luar lapangan. Saya selalu bilang kepada teman-teman saya, anak-anak, dan keluarga saya bahwa saya sangat senang bisa merayakan gol dan titel-titel bersamanya. Barcelona berterima kasih banyak kepada Anda, saya juga dan sepak bola selalu berterima kasih atas segala jasa-jasamu!!! Semoga beruntung dalam kariermu ke depannya, peluk CAPI Andres Iniesta.” Juan Mata “Saya selalu bermimpi bermain bareng pemain seperti Andres.” David De Gea “Terima kasih telah membuat seluruh negara ini bermimpi. Menyenangkan bermain bersamamu.” David Silva “Jalan yang panjang dan kita pun melangkah lagi. Bangga bisa bermain bareng dengan salah satu atlet terbaik di dunia.” Javier Mascherano “Kehormatan bisa bermain bareng Anda, tapi terlebih lagi mengenalmu lebih jauh, kawan. Kamu menorehkan sejarah bagus di Barcelona dan Spanyol. Kini nikmati kariermu di mana pun.” Iker Casillas “Menyenangkan rasanya bisa melihat permainanmu di Spanyol dan main bareng. Kita memenangi banyak hal indah bersama-sama. Lalu kita saling menghormati satu sama lain sebagai lawan! Sukses untuk karier barumu Andres Iniesta.” Pedro Rodriguez “Terima kasih Andres Iniesta, sebuah kehormatan bisa main bareng Anda. Semoga beruntung di kariermu selanjutnya.” (kmb33/ afp)

Eriksen Pantas Gantikan Iniesta London – Penyerang RB Leipzig Yussuf Poulsen mengeluarkan sanjungan terhadap Christian Eriksen dengan menyebut pemain milik Tottenham Hotspur tersebut punya kualitas untuk menggantikan peran Andres Iniesta di Barcelona. Eriksen sudah lama dihubungkan dengan Azulgrana dan Pulsen memprediksi rekan setimnya di timnas Denmark tersebut bakal gemilang di Camp Nou. “Tentu saja kompetisi di Barcelona lebih ketat ketimbang Tottenham. Tetapi Eriksen cemerlang bersama Tottenham dan sekarang waktunya untuk menjajaki opsi,” ungkap Poulsen, Sabtu (28/4) kemarin. “Eriksen punya kualitas bersaing di level tertinggi, karena alasan ini saya memahami kenapa Barca menaruh minat,” imbuhnya. Musim ini Eriksen mempertahankan status sebagai salah satu pemain kunci Tottenham dengan kontribusi sepuluh gol dari 33 pertandingan Liga Primer Inggris. Eriksen juga jadi pahlawan Denmark di play-off kualifikasi Piala Dunia dengan mencetak hat-trick ke gawang Republik Irlandia. “Eriksen adalah pemain paling efektif yang pernah saya temui. Semuanya efektif, dari umpan ke depan, penyelesaian akhir, tendangan sudut hingga tendangan bebas,” lanjutnya. “Saya pikir ketika lawan Irlandia Eriksen hanya melepaskan tiga atau empat tembakan dan tiga di antaranya menjadi gol. Ini bukti dia pemain berkelas,” tutup Poulsen. (kmb33/afp)

9


10

Profil

Tak akan Pindah ANTONIO Conte disebutsebut sudah melakukan kontak dengan Paris St-Germain. Tapi Conte membantah seraya menegaskan fokusnya untuk Chelsea. PSG bakal mencari pelatih baru musim depan setelah Unai Emery tak diperpanjang kontraknya yang habis Juli mendatang. Salah satu alasan ditenggarai karena kegagalan Les Parisiens di Liga Champions. PSG pun mulai dihubung-hubungkan dengan beberapa nama top, seperti Thomas Tuchel, Arsene Wenger, Carlo Ancelotti, dan kini muncul Conte. Bukan tanpa sebab orang Italia itu ada dalam daftar, mengingat nasibnya di Chelsea juga tidak jelas. Conte mungkin saja dipecat di akhir musim ini terkait kegagalan Chelsea mempertahankan gelar juara. Bahkan Si Biru bisa saja gagal lolos ke Liga Champions musim depan, karena masih tertahan di posisi kelima klasemen saat ini. Maka wajar jika nama Conte jadi salah satu kandidat penerus Emery musim depan. Terkait hal tersebut, Conte menegaskan bahwa masa depannya adalah di Chelsea, terlepas apapun yang terjadi nantinya. “Tidak ada

B ola

MU Vs Arsenal

Dilema Wenger

Manchester –

Memastikan diri tidak lagi menukangi Arsenal mulai musim depan, Arsene Wenger dihadapkan dengan lawatan terakhir ke Old Trafford yang merupakan markas dari tim rival terberatnya, yakni Manchester United, malam nanti. Namun The Professor terancam dilanda dilema jelang duel akbar ini, karena masih berkompetisi di Liga Europa.

kontak dengan PSG, jawaban saya selalu sama,” ujar Conte. “Saya berkomitmen dengan klub ini. Saya terikat kontrak dengan klub. Keinginan saya adalah untuk terus bekerja di klub ini,” sambungnya. Conte masih punya peluang meraih trofi musim ini saat Chelsea berhadapan dengan Manchester United di final Piala FA. (kmb33/afp)

Kebangkitan Florian Thauvin

Jalan Lebar Menuju Rusia 2018 Marseille – Genderang perang di Piala Dunia 2018 akan ditabuh sebentar lagi. Tim nasional dari negara-negara yang menjadi partisipan pun terus menggenjot persiapan guna tampil prima pada turnamen empat tahunan tersebut. Satu di antara mereka adalah timnas Prancis. Dengan materi pemain kelas wahid seperti Antoine Griezmann, N’Golo Kante, Hugo Lloris, Kylian Mbappe, Paul Pogba, dan Raphael Varane, Les Bleus pun jadi salah satu kesebelasan yang difavoritkan untuk beroleh titel kampiun. Nama-nama di atas kerapkali dianggap sebagai bagian dari generasi terbaik Prancis setelah era Michel Platini dan kawan-kawan di tahun 1980an serta era Zinedine Zidane berikut rekan-rekannya pada akhir 1990-an sampai pertengahan 2000-an. Walau melimpahnya sumber daya pemain dengan kualitas ciamik adalah berkah tersendiri, Didier Deschamps sebagai pelatih jelas dibuat pusing tujuh keliling untuk menentukan 23 penggawa inti yang bakal dibawanya ke Rusia. Pasalnya, di musim ini ada cukup banyak nama yang performanya melejit bak roket sehingga menyita perhatian. Salah satu di antaranya pastilah winger berusia 25 tahun, Florian Thauvin. Pada musim panas 2015, Thauvin yang ketika itu berstatus sebagai penggawa Marseille, diboyong oleh Newcastle United lewat mahar senilai 15 juta paun. Walau tergolong mahal, tapi manajemen The Magpies yakin bahwa investasi yang mereka buat kali ini tidak salah. “Dirinya merupakan sosok pemain muda yang menarik. Talenta kreatif yang piawai membuat gol dan asist kendati posisi naturalnya adalah winger. Kami percaya Thauvin punya masa depan cerah di Stadion St. James’ Park”, terang Steve McClaren, peramu taktik Newcastle saat itu. Keputusan The Magpies merekrut Thauvin didasari oleh aksi-aksi briliannya saat membela Olympique Marseille selama dua musim (2013/2014 dan 2014/2015). Ia diproyeksikan sebagai amunisi baru McClaren untuk finis sepuluh besar Liga Primer Inggris 2015/2016. Namun naas, sedikitnya kesempatan merumput serta proses adaptasi yang lambat perihal kultur baru di tanah Britania dari Thauvin, bikin kariernya terasa suram. Tak sebanding dengan ucapan McClaren saat menyambut kedatangannya di awal musim. Legenda The Magpies, Alan Shearer, bahkan mengkritik habis Thauvin dengan menyebutnya sebagai pemain yang terlalu kurus dan memiliki perangai malas. “Tatkala Newcastle datang ke stadion lalu melakukan pemanasan, mereka sama sekali tidak terlihat sebagai tim yang siap untuk berlaga. Kamu pun bisa melihat bagaimana Allan Nyom dengan begitu mudah menyayat area kanan pertahanan The Magpies sebab Thauvin enggan melakukan track back”, ungkap Shearer dengan rasa geram terkait aksi sosok dari

Minggu Wage, 29 April 2018

Prancis itu pada laga melawan Watford. Tekanan yang besar sehingga membuatnya ada di situasi sulit bikin Thauvin berketetapan untuk meninggalkan Stadion St. James’ Park. Pada Januari 2016 atau enam bulan setelah dirinya hengkang ke Inggris, sosok setinggi 179 sentimeter ini mudik lagi ke Marseille via status pinjaman. Awalnya selama enam bulan lalu diperpanjang untuk satu musim berikutnya dengan opsi penebusan secara permanen. Dalam klausul itu sendiri, Les Phoceens disebut wajib membeli Thauvin apabila sang pemain merumput sebanyak tiga kali pada periode kedua peminjaman. Biaya sebesar 11 juta euro jadi angka yang disepakati kedua belah pihak. Pulang ke Negeri Anggur memberi dampak positif nan signifikan buat karier Thauvin. Hal itu disebabkan oleh penampilan apik dan konsisten yang sering ia perlihatkan selama berseragam putih khas Les Phoceens, utamanya di bawah rezim Rudi Garcia. Wajar bila ia semakin dipuja oleh pendukung setia Marseille. Seperti yang tertera di klausul peminjaman, Thauvin akhirnya benar-benar kembali ke klub dari kawasan selatan Prancis itu usai jumlah penampilan yang jadi syarat penebusan, ia penuhi pada awal musim 2016/2017 kemarin. Bagusnya performa Thauvin membawa tim yang berdiri tahun 1899 itu finis di peringkat lima klasemen akhir Ligue 1 2016/2017 dan berhak lolos ke Liga Europa musim 2017/2018. Hebatnya, penampilan menawan Thauvin di musim lalu berhasil ia duplikasi pada musim ini. Bahkan, progresinya amat signifikan. Mengacu pada statistik yang dihimpun via Transfermarkt, ia sudah bermain sebanyak 48 kali pada seluruh kompetisi. Hebatnya lagi, Thauvin sukses menggelontorkan 23 gol dan 17 asist. Aksi-aksi brilian Thauvin berperan besar atas penampilan brilian Marseille yang untuk saat ini bertengger di posisi keempat klasemen sementara Ligue 1, sembari memelihara kans lolos ke Liga Champions pada musim mendatang. Lebih jauh, dirinya juga memiliki andil perihal kelolosan Les Phoceens hingga semifinal Liga Europa musim ini. Berkat performa topnya pula, kesebelasan yang berkandang di Stadion Velodrome tersebut sukses menghajar Red Bull Salzburg dengan skor 2-0 di leg pertama babak semifinal, Jumat (27/4) kemarin, sehingga mereka berpeluang tampil di final. Berkaca dari aksi-aksi jempolan Thauvin di musim 2017/2018, sungguh layak bila Deschamps mempertimbangkan namanya buat dibawa ke Rusia pada musim panas nanti. Siapa tahu, pemain yang baru punya tiga caps untuk Les Bleus ini merupakan salah satu kunci yang dibutuhkan Prancis buat menggondol titel dunianya yang kedua sepanjang sejarah. (kmb33/afp)

United boleh dibilang cukup menikmati musim kedua bersama Jose Mourinho. Saat Premier League menyisakan empat pertandingan lagi, mereka sudah duduk nyaman di peringkat kedua dengan 74 poin dan berpeluang besar mempertahankannya hingga akhir musim. The Reds Devils juga masih bisa mengoleksi satu piala, andai mengalahkan Chelsea di final Piala FA 19 Mei mendatang. Jelang laga di pekan ke36 lawan Arsenal ini, United juga sedang dinaungi tren baik. Dalam enam laga kompetitif terbarunya, Jesse Lingard dan kolega mampu mencatatkan lima kemenangan termasuk dua comeback beda ajang atas Manchester City (2-3) dan Totenham Hotspur (1-2). Hanya West Bromwich Albion yang mampu menodai mulusnya laju Manchester Merah dengan skor 0-1 di Old Trafford pada pekan ke35 lalu. Pada pertemuan pertama di Premier League musim ini (matchweek 15), United menang 3-1 di kandang Arsenal. United memimpin dua gol terlebih dahulu melalui Antonio Valencia menit keempat dan Jesse Lingard menit 11. Arsenal sempat menipiskan

selisih skor lewat Alexandre Lacazette pada menit 49, tapi gol kedua Lingard di menit 63 menegaskan keunggulan United. Waktu itu Alexis Sanchez masih berada di kubu Arsenal. Kali ini Sanchez yang mengukir dua gol dan tiga assist dalam empat penampilan terakhirnya untuk United di semua kompetisi, bakal tampil melawan mantan klubnya. “Mungkin jika berlangsung di Emirates, suasana sedikit berbeda. Saya menghabiskan bertahun-tahun di sana, mengenal karakter lapangan dan juga suporter,” katanya Sabtu (28/4) kemarin. “Tapi saya akan tampil di Old Trafford. Saya sangat bersemangat untuk mencetak gol,” sambungnya. Sang mantan pelatih, Arsene Wenger juga merasa agak aneh jika harus berhadapan dengan anak asuhnya itu. “Tentu saja akan sedikit aneh berhadapan dengan Alexis. Yang tidak berubah adalah warnanya, masih tetap merah,” kata Wenger merujuk warna khas MU. “Ini aneh bagi saya melihatnya mengenakan jersey berbeda, sebab dia punya ikatan yang kuat dengan klub dan sudah beberapa tahun bermain di

sini. Dia tampil luar biasa untuk kami,” tambahnya. Selama berkostum di Arsenal, Sanchez sudah menyumbang dua gelar Piala FA dan Community Shield. Sementara di MU, ia berpeluang membawa Setan Merah juga menjuarai Piala FA andai bisa mengalahkan Chelsea di final. Sementara itu Arsenal tampaknya memang harus kembali memperpanjang puasa finis di luar empat

Mourinho Tutup Peluang De Gea Keluar dari MU Manchester – Manajer Manchester United Jose Mourinho, menutup rapat-rapat peluang David De Gea untuk meninggalkan Old Trafford pada akhir musim ini. De Gea sudah sering disebut-sebut akan meninggalkan Setan Merah. Pasalnya, ia diklaim jadi incaran Real Madrid. Kiper asal Spanyol ini bahkan nyaris pindah pada tahun 2015 lalu ke Santiago Bernabeu. Akan tetapi, transfernya batal dan ia pun meneken kontrak baru di Old Trafford. Namun tetap saja eks kiper Atletico Madrid itu terus dikait-kaitkan dengan Los Blancos. Bahkan Madrid kerap disebut siap membayar mahal sekaligus menawarkan paket tukar tambah pemain agar bisa merealisasikan transfernya. Rumornya sempat tenggelam setelah Madrid juga dikait-kaitkan dengan kiper lain. Contohnya saja shot stopper Chelsea Thibaut Courtois atau kiper Athletic Bilbao Kepa

Arrizabalaga. Namun tetap saja gosipnya dengan Madrid kemudian muncul lagi. Mourinho lantas ditanya terkait kemungkinan De Gea angkat kaki dari Old Trafford musim depan. Mourinho pun menjawab: “Tak mungkin,” tegasnya dengan singkat. Sejauh ini De Gea telah tampil sebanyak 311 kali bagi Setan Merah. Kiper internasional Spanyol tersebut telah menjelma sebagai salah satu yang terbaik di dunia sejak bergabung dengan United dari Atletico Madrid pada 2011 lalu. Sempat mengalami kesulitan pada awal kariernya di Old Trafford, kini De Gea menjadi figur penting bagi Red Devils dengan banyak melakukan penyelamatan krusial bagi klub. Kontraknya dengan MU hanya tersisa sampai musim panas 2019 mendatang. Namun kabarnya, De Gea bersiap meneken kontrak baru berdurasi lima tahun dengan Manchester United senilai 350 ribu pound per pekan. Kiper internasional Spanyol itu diharapkan bakal menanda tangani kontrak baru yang sudah disiapkan sebelum terjun memperkuat negaranya di Piala Dunia tahun ini. Lewat kontrak barunya nanti, De Gea akan menjadi pemain dengan bayaran terbaik kedua dalam sejarah United, hanya kalah dari Alexis Sanchez yang mendapatkan 505 ribu pound per pekannya. (kmb33/afp)

juarai Liga Europa musim ini. Tapi jalan pintas itu tetap berat. Di leg pertama babak semi final yang bertempat di Emirates Stadium mereka hanya bisa bermain imbang 1-1 dengan Atletico Madrid yang bertahan dengan 10 pemain selama 80 menit. Kebobolan gol tandang membuat Laurent Koscielny cs butuh usaha ekstra saat balik bertandang ke Wanda Metropolitano pekan depan. (kmb33/afp)

Secercah Harapan untuk Lallana Liverpool – Adam Lallana masih memiliki kans untuk tampil di sisa musim ini. Ada kemungkinan Lallana tampil di pekan terakhir Premier League. Lallana saat ini masih dalam tahap pemulihan cedera hamstring yang didapat saat Liverpool menang 2-1 atas Crystal Palace, Maret lalu. Cedera yang awalnya dikhawatirkan bakal menyudahi musimnya lebih cepat. Apalagi Lallana sepanjang musim ini memang tak tampil maksimal menyusul cedera hamstring-nya di sesi pramusim lalu, yang membuatnya melewati hampir seluruh laga Liverpool di paruh pertama musim ini. Lallana tampil 14 kali di seluruh kompetisi dengan baru mencetak satu assist. Musim yang benar-benar ingin dilewatkan secepat mungkin oleh Lallana mengingat dia tak bisa membantu timnya yang sedang berjuang finis empat besar dan lolos ke final Liga Champions. Tapi ada secercah harapan untuk Lallana tampil sebelum musim berakhir. Kondisi Lallana disebut membaik dan sudah berlatih lagi. Pemain 29 tahun itu diperkirakan bisa main paling cepat di pekan ke-38 kontra Brighton and Holve Albion. “Adam sudah berlatih kebugaran di Melwood. Dia tidak lagi cedera tapi belum fit betul,” tutur manajer Liverpool, Juergen Klopp Sabtu (28/4) kemarin. “Kami berharap setidaknya dia bisa tampil di satu atau dua laga. Kita lihat saja,” sambungnya. “Bukan akhir pekan ini, tidak juga di hari Rabu dan akan sulit untuk tampil lawan Chelsea. Mungkin Adam bisa tampil di laga kontra Brighton. Kita lihat saja nanti,” tutup Klopp. Lallana kini berpacu dengan waktu agar benar-benar kembali fit sepenuhnya. Meski demikian, mantan pemain Southampton itu yakin akan masuk skuat The Three Lions untuk Piala Dunia 2018. “Saya dan Southgate punya hubungan yang baik. Kami sering berdiskusi sepanjang musim

Vinicius Ingin Berduet dengan Neymar di Real Madrid Mdrid Vinicius Junior berharap suatu saat bakal berduet bersama Neymar dengan mengenakan jersey Real Madrid. Bocah ajaib Flamengo tersebut telah memastikan transfer ke Santiago Bernabeu pada musim panas tahun lalu dengan mahar 39 juta Euro, namun kepindahan baru bisa diwujudkan setelah Piala Dunia 2018, ketika usianya resmi menginjak 18 meski Flamengo juga memiliki opsi untuk menahan kepergiannya hingga musim depan. Vinicius mengaku ingin melihat Neymar menambah amunisi bintang asal Brasil di Santiago Bernabeu di masa depan. “Jika Tuhan berkehendak, saya dan Neymar akan bermain bersama di Real Madrid. Tentu saja saya mendukungnya untuk berkostum Real Madrid. Andai kesempatan itu ada, saya akan sangat gembira,” ungkap Vinicius, Sabtu (28/4) kemarin. Selain Neymar, Cristiano Ronaldo adalah idola Vinicius dan dia menyebut kerja keras

besar klasemen. Saat garis akhir mulai tampak, The Gunners belum juga bergerak dari tangga keenam dengan 57 poin. Jarak mereka dari Tottenham yang memegang tiket otomatis terakhir ke Liga Champions adalah 11 angka. Agak mustahil untuk berharap keajaiban tiba-tiba muncul di saat kritis seperti ini. Untuk itu, harapan terakhir mereka tampil di Eropa musim depan adalah men-

sang superstar adalah contoh nyata. “Setiap hari saya berterima kasih karena diberi bakat bermain sepak bola. Setiap pemain bermimpi memilikinya, tetapi hanya sedikit yang punya,” lanjutnya. “Saya mendapat bakat ini dan punya semangat untuk meningkatkan kemampuan. Terkait hal ini, Cristiano Ronaldo adalah inspirasi saya. Saya mengagumi apa yang dia lakukan dalam sepuluh tahun terakhir dengan bermain di level top. Bukan hanya bakat dan kualitas yang menentukan, tetapi kerja keras juga. Semoga saja saya bisa mengikutinya,” tutupnya. (kmb33/afp)

Adam Lallana

BPM/afp

ini. Dia terus memantau dan ingin tahu kondisi saya saat masa rehabilitasi, saya ke St George’s Park pusat latihan Inggris beberapa kali, jadi dari situ saya mendapat kepercayaan diri. Dia tahu apa yang bisa saya berikan kepada tim, begitu juga rekan-rekan dan saya sendiri” ujarnya. “Meskipun saya melewati cedera, hal-hal seperti ini terjadi. Sekarang saya merasa segar secara fisik dan mental. Saya tak khawatir soal posisi untuk Piala Dunia. Saya percaya diri dengan kemampuan dan apa yang bisa saya berikan kepada skuat.” Tapi saya cukup pintar untuk tidak terlena dan tahu bahwa banyak talenta di tim ini, termasuk mereka yang belum terpilih sekarang. Saya tidak dibentuk dengan kepuasan. Anda bisa melihatnya dalam cara bermain saya,” tutupnya. (kmb33/afp)


J uara

Minggu Wage, 29 April 2018

11

BPM/nel

Meru Kimura

Harus Menang BAGI pemain Perseden U-17 Meru Kimura, yang masuk skuad Tim Laskar Catur Muka tahun lalu, kekalahan atas PS Badung pada babak semifinal di Singaraja 2017 lalu, sangat menyakitkan. Betapa tidak, kemenangan 1-0 yang sudah di depan mata, sirna seketika gara-gara gol balasan PS Badung pada detik-detik menjelang bubaran. Namun untuk laga ulangan di Lapangan Kompyang Sujana, Minggu (29/4) sore ini, Perseden harus menang. ‘’Saya ingin membawa Perseden menang dan juara, guna mewakili Bali ke pentas nasional,’’ tutur pesepak bola kelahiran Tokyo, Jepang, 27 Juni 2001 ini. Permain berposisi sayap ini bertekad membawa Perseden mewakili Bali ke pentas nasional. ‘’Kalau Perseden ke putarana nasional, merupakan kebanggaan bagi kedua orangtua kami,’’ ucap putra pertana pasangan Ketut Gunawan dengan Naomi Kimura ini. Siswa kelas 1 SMAN 7 Denpasar (Sisma) jurusan IPA 9 ini, sejak kecil harus bolak-balik pindah sekolah Tokyo dan Denpasar, mulai play-grup, sampai SD. ‘’Saya mulai menetap di Denpasar sejak duduk di bangku kelas 3 SD,’’ kenang pesepak bola bertinggi 186 cm ini. Ia pun masuk SSB Mandala Putra, kemudian ke Guntur, dan lolos mengikuti seleksi Tim Perseden Soeratin U-17. (nel)

BPM/ist

SEMIFINAL - Tim PS Badung U-17 siap melakoni babak semifinal Piala Soeratin U-17, meladeni tuan rumah Perseden Denpasar di Lapangan Kompyang Sujana, Minggu (29/4) sore ini.

Semifinal Piala Soeratin

PS Badung U-17 dan Perseden Optimis Menang Mangupura (Bali Post)Tim PS Badung U-17 bakal bentrok meladeni tetangganya, Perseden Denpasar pada babak semifinal Piala Soeratin U-17 Rayon Bali di Lapangan Komyang Sujana, Minggu (29/4) sore ini. Laga ini merupakan ulangan tahun lalau, babak semifinal Soeratin U-17 di Singaraja. Baik PS Badung maupun Perseden sama-sama optimis memetik kemenangan. Semifinalis lainnya, Perst Tabanan U-17 melawan Bali United.

BPM/ist

KEJURDA — Suasana kejurda silat Kertha Wisesa Badung di wantilan Desa Adat Selat, Abiansemal, Badung, Sabtu (28/4) kemarin.

175 Pesilat Kertha Wisesa Badung Bertarung di Kejurda Mangupura (Bali Post)Sekitar 175 pesilat Kerta Wisesa dari mulai tingka SD, SMP, SMA, dan dewasa, berdatangan dari enam kecamatan yakni Kuta Selatan, Kuta, Kuta Utara, Mengwi, Abiansemal, dan Petang, ikut meramaikan Kejurda Kertha Wisesa Badung, di wantilan Desa Adat Selat, Abiansemal, Badung, sejak Sabtu (28/4) kemarin, sampai dengan Minggu (29/4) ini. Dewan Guru Puat Made Arka, di sela-sela Kejurda menerangkan, Kejurda bertujuan meningkatkan tolok ukur prestasi pesilat Kertha Wisesa di masing-masing kecamatan. ‘’Selain itu, Kejurda juga untuk menyiapkan pesilat yang akan diterjunkan pada Kejurda Kertha Wisesa Wilayah Bali yang digelar di Denpasar, Juli mendatang,’’ jelas Made Arka. Di samping itu, akan diselenggarakan Kejuaraan Kependekaran Pusat pada Agustus mendatang. Saat ini Ketua Umum DPP Kertha Wisesa dipegang I Ketut Widiana Karya, sedangkan Sekjen DPP adalah I ketut Yutamana Selamet. (022)

Badung dan Denpasar selama ini dikenal getol melakukan pembinaan sepak bola, hingga kedua daerah sering menorehkan prestasi di kancah persepakbolaan Bali, bahkan dianggap barometer pembinaan sepak bola. Ketua Umum Askab PSSI Badung Nyoman Graha Wicaksana di Kuta, Badung, Sabtu (28/4) kemarin menjelaskan dari segi materi kedua tim berimbang. Kendati demikian, pihaknya berharap PS Badung kembali bisa menaklukkan lawannya dalam partai derby. ‘’Astungkara doakan saja

Tim PS Badung bisa menang lagi, tanpa mendahulu kehendak yang di Atas, yakni Ida Sang Hyang Widhi Wasa,’’ ucap pria yang akrab disapa Koming ini. Koming menilai tim asuhan Budi Harto bakal duel seru kontra Tim Laskar Catur Muka. ‘’Saya kira pertarungan akan sengit, dan faktor keberuntungan (lucky) bakal menaungi tim pemenangnya. Saya berharap mudah-mudahan Tim Keris yang memenangkan laga, meskipun persiapan Perseden lebih matang,’’ tutur Koming. Ia pun ber-

kandang kami,’’ ucapnya. Komang Bawa juga menyiapka pengganti Ronaldo Cevan yang terkena akumulasi kartu kuning. Komang Bawa sudah menyiapkan Endru Umbo dan Andre. Hanya Komang Bawa berpesan supaya perjuangan asuhannya tidak mudah terpancing emosinya. ‘’Kami minta anak-anak bisa meredam emosi, sebab jika bermain bola dibarengi emosional, permainan malah rusak,’’ jelas dia. Diakuinya, asuhannya dalam kondisi siap tempur untuk memenangkan laga. (022)

Besok, Bali United Ladeni PS Tira Gianyar (Bali Post)Kesebelasan Bali United akan melakoni laga pekan keenam kompetisi Liga 1 Tahun 2018 dengan bertandang ke markas PS Tira, di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Senin (30/4) besok. Rombongan Tim Serdadu Tridatu memboyong 19 pemainnya ke Bantul, guna menghadapi laga tersebut. Di antara 19 nama yang disiapkan, dua di antaranya adalah penjaga gawang di mana Wawan Hendrawan akan didampingi Diky Indriyana yang di laga kontra Global Cebu dipercaya bermain penuh. Di benteng pertahanan tidak ada perubahan yang cukup signifikan. Hanya Ricky Fajrin yang dipastikan tidak akan bermain lantaran masih menjalani pelatnas Timnas Indonesia U-23. Sebagai gantinya, tim pelatih Bali United memboyong Junius Bate dalam lawatan kali ini. Selain itu, nama-nama seperti Ahn Byungkeon, Demerson, dan Made

Andhika Wijaya tetap masuk dalam rombongan tim. Untuk posisi Midfielder, kabar baik hadir setelah Fadil Sausu dipastikan kembali memperkuat Bali United. Fadil dinyatakan sudah fit, setelah absen lantaran menderita demam. Di samping itu, ada juga nama Milos Krkotic yang absen di laga Piala AFC 2018 kontra Global Cebu. Sementara di barisan penyerang, tim Serdadu Tridatu dipastikan tanpa Ilija Spasojevic yang bersama Ricky Fajrin sedang bergabung dengan Timnas Indonesia U-23. Sebagai gantinya, Yandi Sofyan dan Martinus Novianto disiapkan untuk menggantikan posisi Spaso. Khusus Martinus, lawatan kali ini akan terasa spesial, sebab Martinus merupakan putra daerah Yogyakarta. Rombongan tim Bali United yang terdiri dari 19 pemain, tim pelatih dan ofisial telah bertolak menuju Yogyakarta. (022/r )

Spaso Diturunkan Saat Kontra Korut Cibinong (Bali Post)Pelatih tim nasional U-23 Indonesia Luis Milla, mengatakan dirinya akan menurunkan penyerang naturalisasi Ilija Spasojevic di laga kontra Korea Utara (Korut), Senin (30/4) besok, dalam lanjutan turnamen PSSI Anniversary Cup 2018. “Kami akan memakai Spaso dari babak pertama, dan melihat apa yang bisa dia berikan,” ujar Milla di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, Jumat (27/4) lalu. Ada pun di laga perdana timnas U-23 Indonesia di PSSI Anniversary Cup 2018 melawan Bahrain Jumat (27/4), Milla membangkucadangkan Spaso, dan baru menurunkannya di menit ke-80 menggantikan Muhammad Hargianto. Masuknya Spaso membuat Indonesia bermain dengan dua penyerang, karena sebelumnya sudah ada Lerby Eliandry yang berlaga sejak menit awal. Sayang, baik Spaso maupun Lerby tidak bisa mencetak gol di pertandingan yang dimenangkan

niat mengerahkan suporter untuk mendampingi perjuangan AA Bagus Riyan dan kawan-kawan di lapangan hijau. Sementara pelatih Perseden Bawa Saputra, menyiapkan asuhannya di Lapangan Pemecutan, kemarin. ‘’Kami latihan ringan untuk menjaga kebugaran anak-anak,’’ ucap Komang Bawa. Hanya Komang Bawa tetap mematok target Made Valentino Rossi dan kawan-kawan harus bisa memenangkan laga. ‘’Kami ingin menang, sebab Lapangan Kompyang Sujana merupakan

Bahrain 0-1 tersebut. “Setiap pemain akan mendapatkan giliran bermain,” tutur Bima. Tim nasional U-23 Indonesia takluk dengan skor 0-1 dari Bahrain, di laga hari pertama PSSI Anniversary Cup 2018 yang digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat. Gol Bahrain itu dicetak oleh gelandang Mohamed Marhoon di menit kelima. Hasil ini membuat Indonesia untuk sementara berada di posisi terakhir klasemen PSSI Anniversary Cup 2018, dengan poin nol. Di atas Indonesia ada Korea Utara dan Uzbekistan, yang sama-sama berpoin satu setelah di hari yang sama, Jumat (27/4), bermain imbang 2-2. Bahrain sendiri berada di peringkat pertama klasemen sementara dengan tiga poin. Selanjutnya di PSSI Anniversary Cup 2018, Senin (30/4) Bahrain akan menghadapi Uzbekistan mulai pukul 16.00 WIB. Di hari yang sama Indonesia akan berjumpa Korea Utara mulai pukul 19.30 WIB. (ant)

Ilija Spasojevic (kiri)

Tontowi/Liliyana ke Final Jakarta (Bali Post)Pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mengamankan tiket final Badminton Asia Championships (BAC) 2018, setelah melakukan pembalasan atas Zheng Siwei/Huang Yaqiong dengan skor 21-11, 21-13. Berdasarkan laman Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) yang dipantau di Jakarta Sabtu (28/4) kemarin, kemenangan yang diraih Tontowi/Liliyana atas Zheng/ Huang di hadapan publiknya ini sekaligus membayar kekalahan pasangan Indonesia pada Indonesia Masters 2018, yang saat itu dikalahkan dengan skor 14-21, 11-21. Tampil percaya diri, Tontowi/Liliyana langsung mengontrol jalannya pertandingan. Bahkan mereka memimpin jauh hingga 16-9 di gim pertama. Walau sempat tertinggal di awal gim kedua, Tontowi/Liliyana lagi-lagi mengunci permainan Zheng/Huang pada akhir laga hingga mampu mengamankan tiket final menjadi milik mereka. “Kami tidak menyangka bisa menang mudah. Kalau pun menang, kami pikir akan ketat. Sebetulnya kami sudah siap lelah, siapkan semuanya. Jadi, lawan mau main seperti apa pun kami siap. Terlepas dari itu,

BPM/wan

BPM/wan

BOYONG — Bomber Bali United Komang Sukarja (kiri) diboyong ke Bantul dalam lawatannya meladeni PS Tira, Senin (30/4) besok.

puji Tuhan kami hari ini bisa menerapkan pola yang benar, komunikasi baik sehingga bisa tuntaskan dengan cepat dan simpan tenaga untuk Minggu (29/4) ini,” ujar Liliyana dalam keterangan PBSI. Dalam pertandingan itu Tontowi/Liliyana tampil begitu percaya diri, meskipun Zheng/ Huang mendapat dukungan penuh dari penonton yang memadati stadion Wuhan Sports Center. Namun sebaliknya, Zheng/ Huang justru terlihat kebingungan karena tak bisa mengembangkan permainan. “Ini yang kejadian dengan kami di Indonesia Masters, seperti buntu mau main apa. Nah, sekarang mereka yang bingung, dari servis juga kelihatan bingung mau diarahkan ke mana, kami di sini ada, di sana ada, salah buang bisa bahaya. Kami tampil tenang, Owi penguasaan lapangannya bagus, saya di depan juga bisa lihat celah yang tepat,” ucap Liliyana. Menurut Tontowi, sebetulnya permainan lawan mereka sama saja dengan saat di Indonesian Masters 2018, yang membuat berbeda adalah pola main mereka. “Selain itu, ada motivasi tersendiri waktu itu mereka mengalahkan kami di kandang sendiri, sekarang kami mau balas kalahkan mereka di kandang mereka,” tutur Tontowi. (ant)


12

Profil

A rena

Minggu Wage, 29 April 2018

Sudah Bebas dari Rasa Sakit

MANTAN petenis nomor satu dunia, Novak Djokovic tampaknya sedang menuju arah yang tepat. Djokovic mengaku dirinya telah bebas dari rasa sakit. Djokovic mengalami periode yang sulit akibat cedera siku yang dideritanya sejak Wimbledon 2017. Dia melewatkan separuh musim lalu dan mengawali 2018 dengan buruk. Di Australia Terbuka, Djokovic hanya sampai babak 16 besar lalu tampil mengecewakan di dua turnamen masters pertama: Indian Wells dan Miami. Di Indian Wells, petenis Serbia berusia 30 tahun ini langsung keok di babak pertama setali tiga uang dengan di Miami. Akan tetapi, Djokovic memperlihatkan performa menjanjikan saat membuka musim tanah liat di Monte Carlo. Djokovic hanya kehilangan satu gim untuk menumpas Dusan Lajovic 6-0, 6-1 di babak pertama. “Sekarang setelah dua tahun lamanya, akhirnya aku bisa bermain tanpa rasa sakit,” Djokovic mengungkapkan di ESPN. “Indian Wells, Miami, terutama Indian Wells, bukan seperti itu. Indian Wells dan Miami benar-benar merupakan kesulitan bagiku di atas lapangan secara mental.” “Aku tahu bahwa aku bisa tampil lebih baik dari pada itu, tapi aku tidak bisa. Aku hanya belum siap. Dan begitulah,” tutupnya. (kmb33/afp)

Fokus Duel Berikutnya

JUARA Kelas Ringan WBO Intercontinental dan WBA Asia, Daud ‘Cino’ Yordan, segera menatap duel Juni 2018. Dia masih menunggu kepastian lawan dan tempat. Daud baru saja memenangkan pertandingan eliminasi peringkat kelas ringan WBA di Ekaterinburg, Rusia, Senin (23/4) dini hari lalu. Petinju asal Sukadana, Kayong Utara itu, menang KO atas petinju Rusia Pavel Malikov. Atas kemenangan tersebut, Daud merebut sabuk juara kelas ringan WBO Intercontinental dan WBA Asia milik Malikov. Rekor bertinju Daud kini menjadi 38-3-0 (26 KO). Lebih dari itu, kemenangan tersebut membuat Daud dilirik WBA untuk menjalani pertarungan selanjutnya. Besar peluang, petinju berusia 30 tahun ini berhadapan dengan Evens Pierre. Petinju asal Haiti itu menempati peringkat 1 kelas ringan WBA, sedangkan Daud yang semula berada di peringkat keenam usai memukul KO Pavel Malikov langsung melejit ke peringkat 2. Jika jadi bertarung melawan Pierre, maka itu akan menjadi laga perebutan gelar tinju dunia reguler di badan tinju WBA. “Saya siap menghadapi siapapun lawan yang akan disodorkan Mahkota Promotion. Dan saya juga siap bertarung di mana saja. Tak ada masalah dengan tempat pertandingan,” kata Daud Cino Yordan. Sementara itu, bos promotor Mahkota Promotion, Raja Sapta Oktohari mengatakan pihaknya masih akan berkoordinasi dengan Erick Alonso dari Chico Guapo Promotions yang merupakan partner Mahkota Promotion yang membawahi manajemen Daud Yordan. Termasuk soal tempat digelarnya tarung tersebut. “Kami masih harus duduk bersama Alonso lagi untuk membicarakan siapa calon lawan Daud Yordan. Begitu soal tempat, tadinya memang ada rencana menggelar di Australia, namun kami merevisinya kembali,” katanya. (ant)

Dalam Tekanan

PEMBALAP Mercedes, Lewis Hamilton, dalam tekanan besar jelang GP Azerbaijan. Sebab Hamilton gagal juara di tiga seri pertama F1 musim ini karena mobilnya kurang maksimal. Di tiga seri pertama Formula 1 2018, juara dunia bertahan F1 ini meraih posisi 2 (GP Australia) dan posisi 3 (GP Bahrain) dan posisi 4 (GP China). Hasil ini membuat Hamilton berada di posisi 2 klasemen sementara pembalap dengan 45 poin. Tertinggal 9 poin dari pembalap Ferrari, Sebastian Vettel (54 poin) di puncak. Itu sebabnya pembalap asal Inggris itu terus mendesak timnya untuk memperbaiki tunggangannya demi bisa tampil lebih kompetitif di musim ini. “Saya terus memberikan tekanan juga kepada tim. Sebab, mereka juga ingin menang, sama seperti kami,” kata Hamilton. Sementara itu, Formula 1 akan kembali dihelat pada akhir pekan ini. Seri 4 akan digelar di Baku City Circuit, Azerbaijan. “Kami akan terus menganalisa dan meningkatkan performa mobil. Saya pikir sudah ada perbaikan untuk balapan akhir pekan ini,” jelas Hamilton. (kmb33/afp)

BPM/afp

Maverick Vinales

Vinales Beberkan Kekurangan YZR-M1

Lesmo – Penampilan pembalap Tim Movistar Yamaha, Maverick Vinales, pada awal musim ini memang cukup impresif. Akan tetapi, sebelum semua itu terwujud, Vinales sempat memiliki masalah dengan motornya, yaitu perihal elektronika. Penampilan Vinales yang sedang on fire dapat dilihat dari posisi pembalap asal Spanyol itu di papan klasemen sementara MotoGP 2018, yang menempati peringkat ketiga dengan koleksi 41 poin. Vinales mampu tampil seperti itu setelah mengatasi masalah elektronika dengan YZR-M1 miliknya. Masalah itu sebenarnya telah dialami oleh Vinales sejak MotoGP 2017, sehingga menyebabkan dirinya sering terjatuh. Akibatnya, pembalap asal Spanyol itu pun harus melupakan mimpi menjadi juara dunia MotoGP 2017. Akan tetapi, musim ini segalanya mulai berubah dengan penyesuaian yang dilakukan Vinales dan timnya terhadap kuda besi milik Top Gun. Sejak saat itu, banyak pe-

rubahan yang dilakukan pada sasis dan mesin Yamaha M1. Selain sasis dan mesin, Vinales mengaku juga melakukan perubahan pada gaya balapnya. Hal ini dilakukan karena Vinales harus beradaptasi dengan set-up barunya. Vinales mulai berani mengirim sinyal peringatan pada rivalnya di MotoGP. Itu setelah dia mampu naik podium di MotoGP Amerika. Mengaspal di Circuit of the

Americas, pembalap asal Spanyol yang memulai balapan dari posisi terdepan itu harus puas finis di posisi kedua. Dia kalah dari penguasa MotoGP Amerika, Marc Marquez. Meski begitu, raihan tersebut sudah cukup bagi Vinales untuk membuktikan kapasitasnya yang selama ini diragukan. Alasannya, dia sudah mulai menemukan cara untuk bisa mengeluarkan kemampuan sesungguhnya dari

tunggangannya saat ini, yaitu YZR-M1 2018. “Kami sudah mulai mengetahui bagaimana melaju dengan kencang bersama motor 2018. Maka itu, saya sudah tak sabar untuk membalap di Jerez. Saya pikir trek di sana sangat sesuai dengan motor kami,” ujar pembalap 23 tahun itu, Sabtu (28/4) kemarin. “Secara perlahan saya menemukan kesesuaian antara gaya balap saya dengan motor yang baru. Kami masih terus berkembang dan saya penasaran sejauh mana motor ini bisa melaju di trek Eropa,” jelasnya. Performa menawan di GP As membuat Vinales yakin akan kembali naik podium di GP Jerez mendatang. “Kami menyadari betul bahwa kami

telah mengalami peningkatan. Saya rasa Jerez merupakan lintasan yang cukup cocok dengan motor kami, dan kami akan berusaha sebaik mungkin,” katanya. Meski demikian, pembalap lain juga punya kans besar meraih podium di sirkuit ini. Salah satunya rekan satu tim Vinales sendiri, Valentino Rossi. Pembalap kebangsaan Italia ini tercatat sudah meraih tujuh kemenangan di lintasan balap tersebut. Pembalap lain juga punya catatan baik di sirkuit ini. Pada MotoGP Jerez musim lalu, tiga pembalap asal Spanyol merajai podium. Dani Pedrosa berada di podium tertinggi. Kemudian diikuti oleh Marc Marquez dan Jorge Lorenzo. (kmb33/afp)

Life Sport

Mencegah Dimensia dengan Olahraga DEMENSIA adalah kumpulan gejala yang mengakibatkan perubahan dalam cara berfikir dan berinteraksi dengan orang lain. Seringkali memori jangka pendek, pikiran, kemampuan bicara dan kemampuan motorik juga terpengaruh. Istilah awam untuk demensia adalah “pikun”. Menurut dr. Nila Wahyuni, M.Fis., demensia akan menyebabkan menurunnya aktivitas sosial sehari-hari, menjadi tidak produktif sehingga memunculkan masalah dalam kesehatan masyarakat dan akan berdampak pada meningkatnya pembiayaan keluarga, masyarakat dan pemerintah. Usia merupakan salah satu faktor risiko terjadinya demensia oleh karena terjadinya proses penuaan yang menyebabkan terjadinya degenerasi pada otak secara perlahan seiring dengan bertambahnya usia. Di Indonesia jumlah lanjut usia terus meningkat. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Indonesia tahun 2016, hasil sensus tahun 2010 menunjukkan jumlah lansia di Indonesia mencapai 18,1 juta orang atau 7,6 persen dari total jumlah penduduk dan pada tahun 2014 jumlah lanjut usia bertambah menjadi 20,24 juta

orang atau sekitar 8,03 persen dari total jumlah penduduk. Peningkatan jumlah lanjut uisa akan meningkatkan terjadinya gangguan kognitif dan demensia di Indonesia. Banyak cara untuk mencegah dan memperlambat terjadinya gangguan kognitif dan demensia, salah satunya adalah dengan berolahraga. Olahraga adalah aktivitas fisik terencana yang dapat memperlambat terjadinya penurunan fungsi kognitif dan demensia pada lanjut usia. Lulusan magister fisiologi olahraga Unud ini menyampaikan bahwa olahraga dapat meningkatkan fungsi kognitif karena olahraga dapat meningkatkan aliran darah ke otak dan terjadi peningkatan neurotropin di dalam otak. Neurotropin adalah suatu zat yang memperantarai fungsi otak termasuk fungsi kognitif dan daya ingat. Olahraga dapat memberikan efek “neuroprotektif” yaitu melindungi sel saraf kita dari proses degenerasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang berolahraga secara rutin dan memiliki daya tahan kardiorespirasi (jantung-paru) akan berisiko lebih kecil untuk mengalami demensia. Jenis

olahraga yang dapat meningkatkan fungsi kognitif adalah olahraga aerobik (bersepeda, berenang, berlari, dll), latihan kekuatan (beban) dan latihan koordinasi dan keseimbangan. dr. Nila memberikan beberapa tips berolahraga untuk meningkatkan fungsi kognitif yaitu lakukanlah olahraga aerobik yang Anda sukai, sehingga Anda dapat berolahraga dalam jangka waktu yang lebih lama. Tips kedua dari dr. Nila adalah sesuaikan jenis dan intensitas olahraga dengan kemampuan fisik Anda, jangan memaksakan melakukan olahraga yang tidak sesuai dengan kondisi fisik Anda karena hal tersebut justru akan berdampak buruk pada kesehatan. dr. Nila juga menyampaikan, lakukanlah olahraga secara bertahap, mulailah dari intensitas olahraga yang ringan kemudian tingkatkan secara perlahan sesuaikan dengan kondisi fisik Anda. Untuk mengetahui apakah intensitas olahraga yang Anda lakukan sudah sesuai dengan kemampuan fisik Anda adalah dengan melihat respons tubuh setelah berolahraga, yaitu denyut nadi meningkat tidak melebihi 220 dikurangi usia, tubuh berkeringat, nafas terngah-

engah tetapi Anda masih dapat melakukan aktivitas lain dengan baik. Tips berikutnya dari dr. Nila adalah lakukan olahraga secara rutin dan konsisten, minimal 30 menit setiap harinya. Selain berolahraga, salah satu aktivitas yang juga sangat penting untuk mencegah demensia adalah aktivitas yang dapat memicu otak untuk berfikir dan memberikan stimulus

ke otak, seperti mengerjakan teka-teki silang, puzzle atau bermain game. Pola hidup yang sehat juga sangat penting untuk mencegah terjadinya demensia seperti pola makan sehat, menjaga tekanan darah dan kadar gula darah dalam batas normal. Di akhir perbincangan dr. Nila berpesan, ayo cegah demensia sejak dini dengan berolahraga. (kmb33)


Redité Wagé, 29 April 2018

I Kaki Dengkil

Kala Brabak

ANGRAWAT-rawat suung manahé I Kaki Dengkil sandikaoné puniki. Negak ring jaba nungadah nyureng langit sambilanga ngaksinin dara druén I Paseké ngimbang. Sriang-sriung piragina munyin gronongan darané, ngawinang manahné rasaanga sayan sriang-sriung naler. Saking doh kanten I Siungan sriat-sriut ngintip darané jagi sagrepa. Sayan nampekang saking gerombolan darané, I Siungan cliak-cliuk mipitang jagi nyagrep. Mangkin mlesat ka ambara kantos nglintangin ambu. Raris nunjeng tedun irgamayang sakadi panah Sang Arjunané tedun matitis meseh. I Dara druén I Paseké nyréngséng jenget tedun sambilanga cliak-cliuk manda I Siung paling. Manggihin I Siung morosin I Dara, makleteg manah I Kaki Dengkilé, usan angrawat-rawat suung manahné. Mangkin magejulan manahné. “Dong kéto ké? To ké madan ukum rimba? Ané kuat morosin ané cerik?” Sapunapi minab manahanga antuk I Kaki Dengkil, nembé ngamanahang ukum rimba utawi wanasana. Malingser manah I Kaki Dengkilé sandikaoné puniki. Nembé Ipun manggihin I Siungan nénten polih mangsa. Waluya ja asapunika, wantah durung gantosné nénten jagi prasida I Siungan neda I Dara. Dedara I Paseké nénten kenianga antuk I Siungan rainané mangkin. Nénten uning bénjangan. I Pasek anggutanggut égar pisan manahné riantukan darané nénten wénten sané ical sandikaoné puniki. Malahan maan cundang lelima. Punika napi dara druéné I Caék pisagané tedun ring umah I Paseké. I Pasek égar pisan manahné, marasa prasida ngamargiang aji-aji sakatilanganing ambek. Riantukan prasida antuka ngitak-itukang darané mangda nénten sarapa antuk I Siung. Riantukan prasida antuka nedehang dara druén I Caéké mangda tedung masarengan ring natarné. Jengking-jengking I Pasek marasa prasida ngaonang I Simpen sané mamanah nedunang sabeh rainané puniki. Inggih, I Simpen gedeg pisan manahné santukan nénten nikaina nerang rainané puniki antuk I Blasagan sané ngabénang reramané. “Néh to, suba orahin I Simpen, lamun suba kanti I Pasek bani ngeberang dara, jeg pastika suba lakar tusing nyidaang ngujanang! Amongkén ja saktiné!” I Pasek nyimbingin I Simpen sakadi punika ri kala kacunduk ring warungné I Luh. Antuk gedegné I Simpen, raris numbas arak abotol nglantur mamargi mulih sambilanga nangtangin I Pasek mangda masekensekenan ngadu kasaktian. Waluya kenjekan jenget ngamanahang indik ukum rimbané punika, I Kaki Dengkil kadésamkadésem manggihin I Pasek sané marasa sakti mandraguna ngregepang aji-aji sakatilanganing ambek. Naler ngedékin I Simpen sané marasa sakti midep ngujanang. Mangkin, santukan sayan lempuyengan ngamanahang ukum rimbané punika, I Kaki Dengkil magésonan mamargi mantuk ka kubonné. Sambilanga iteh ngamanahang pikobet ukum rimbané punika. Sakadi manah calon gubernuré mingmang riantukan sampun lempuyengan antuk jenget pamarginé ngedih suara mangda kapalih. “Dong kéto ké? Sai-sai jani ukum rimbané majalan? Apa buin di pacentokan pamalihan gubernuré ané lakar teka! Ngenah pesan ukum rimbané majalan! Ada dadua calon gubernur, abesik aéngan tekén I Siung! Sai-sai mipitang I Dara ané ubuhina tekén Sang Pasek!” Ingkelingkel I Kaki Dengkil ngubat-abit pamargin calon gubernuré makadadua. Sané mangkin sampun tengah wengi. Saking inunian I Kaki Dengkil mamarna I Siungan tur I Dara. Punika kocap pateh-patehanga sareng calon gubernuré kekalih. Kenjekan mamarna asapunika, saking doh piragina sakadi wénten anak ngeling sengi-sengi. Paling sabsabina, ring natah kubonné, nénten wénten sira-sira. Kenjekan marep ka Giri Tohlangkiré, sagétan ring arepné panggihina I Kala Brabak nyeleg majujuk. Muané barak ngabébéng sakadi anak alit nagih nangis! “Buih... cai Kala Brabak ngudiang cai sagét suba pesu uling garba Giri Tohlangkiré? Ngudiang mai ngalih icang? Cai lakar mahpah Icang? Ndén malu, suba tawang ajak nyén cai maadu muka?” Kabatbat asapunika, I Kala Brabak nyangetang ngabébéng, muané nyansan marakang. “Ing... ing éto a...i... uin nem asa itu akar ada ané eling ualak-ualak... ani ija akun ang... itu akar ané eling ualak-ualak... ang aakon... né...” Asapunika baos I Kala Brabaké sakadi anak alit wawu midep mabaos. I Kala Brabak curenga antuk I Kaki Dengkil usan mabaos asapunika. Ngemasin I Kala Brabak jejeh ngetor bayuné. Nembé manggihin sorohan kala jerih ring manusa. Kantun nyureng I Kala Brabak, I Kaki Dengkil nujuhang limané ngalérang sambilanga mabaos kasar: “Kema lakun... di soroh jelemané ané mabaju barak! Apang ia ané lakar ngeling sualak-sualak abulan pitung dina!” Napi minab artosné, I Kaki Dengkil mréntah I Kala Brabak mangda ngrereh jatma mabaju barak. Kéwanten I Kala Brabak anggut-anggut sakadi sampun ngertos! Ngiring kayunang! (Jelantik)

Nyastra

KUTUS tiban suba tiang matunangan ajak Beli Méga. Beli Méga tusing ngelah nyama, tuah padidina panak muani. Reramané suba makelo ngorahin ngantén, dot sajan koné ngelah cucu. Di jumah masi uli makelo tiang suba katundung ngantén, sakéwala ulian tiang enu demen bajang, sesai katanggehang kenehné Beli Méga ngajak tiang ngantén. Boya ja ulian reraman tiangé tusing sayang kanti ngorahin ngantén, kéwala yusané suba ngancan ngwayahang. Sesai maan tutur wayah uli rerama lan pisaga, anak luh tusing dadi koné bas wayah umurné ngantén, lén cara nak muani, yusa séket tiban enu pantes ngantén. Jani nemoning sasih Kadasa, tiang lan Beli Méga nyaluk masa grehasta, nglanturang pajalan tresna kanti riwekasan. Tusing nyidaang baan ngorahang kénkén bagiané Beli Méga miwah kulawargané makejang. Tiang masi bagia nepukin rerama, nyama miwah timpal-timpalé pakedék pakenyung nyaksiang pawiwahan tiangé. Yadiastun joh di tengah atin tiangé, enu ada rasa sebet ngalahin sanggah, umah, rerama, miwah nyama nyagjagin kulawarga ané baru. Dumogi kulawarga ané tekain tiang patuh nyayangang tiang buka nyayangang panak padidi, kéto pangaptin tiangé. Sayang mula saja sayang matuané maka dadua ajak tiang, apa buin ajak Beli Méga, panakné tuah adiri. Tiang tusing taén tuyuh nyemak gegaén jumah, suba makejang méménné Beli Méga ané mragatang. Bagia pesan tiang ngelah kurenan miwah matua ané sanget nyayangang tiang. Nanging bagiané ento tuah akejep, tusing kanti abulan pitung dina. Matuan tiangé sanget malénan sekat nawang tiang kotor. Mirib sanget kuciwa baan ngaatné ngantosang tiang mandeg. Sekat ento matuan tiangé kemig ngorahin, eda bas liu nyemak gaé di kantor, eda lembur, eda kuliah buin, eda naar né lalah-lalah, eda magadang, eda olahraga, cutetné apang tusing kenyel. Asané mangkihan tiang kewéh di umahé ento. Kanti nem bulan ngantén kondén masi tiang taén mandeg. Mirib suba inguh pesan matuan tiangé nepukin tiang tusing beling-beling. Kanti tanggal tiangé kotor suba tawanga. Tumbén tiang kaukina orahina masaiban. “Cahya, masaiban malu satondén magaé, mémé suba suud nyakan.” Ngénggalang tiang nyagjagin pesu uli kamar nyautin, “Mé tiang nak kotor, mara uli ibi.” Prajani jelék sebeng matuan tiangé matakon “buin kotor?” Nengil tiang tusing nyidaang masaut ulian makesyab ningeh munyin matuan tiangé kéto. Sasukat ngantén sabilang bulan tiang nyeh pesan yéning suba gantiné kotor. Yéning dadi baan nunas, tiang masi sing nyak kotor. Bapak enu alusan carané ngorahin, nu luungan dingeh munyinné. Di kénkéné tiang orahina ngaé bubuh kacang ijo, daar bareng-bareng. Sujatiné tiang nawang bubuh kacang ijoné ento mula baang tiang apang subur. “Dé ajak kurenané ka dokter, adi suba nem bulan tusing masi beling. Nyén nawang ada sakit, pang énggalan nyidaang ngubadin,” kéto mémé ngorahin Beli Méga apang ngatehang tiang ka

13

Mula Saja Bekung Dewa Ayu Carma Mira

dokter kandungan. “Mimihhh mémé.. sabar mé, mara nem bulan. Kedékina nyanan ajak dokteré. Mirib mula kondén gantiné tiang ngelah panak. Depang kéto malu mé.” Matuan tiangé ngambrés ngambul, malaib ka kamar. Suud ento sabilang wai tiang gaénanga magenep-genep. Apa ja anaké ngorahin, kéto tiang gaénanga. Uli ané enu nyidaang ngelekang kanti ané tusing nyidaang baan nyambatang rasané. Semengan tiang suba gaénanga jus wortel, apel ajak tomat, ané madan jus tiga diva. Liu koné anaké nyidaang beling ulian terapi jus tiga diva. Maloloh masi suba, apang tis koné basangé. Madu penyubur lan vitamin E masi suba. Kurma ané manis malenyad, lén tiang bekelina aba ka kantor. Susu kuda liar uli joh-joh gumi tiang belianga, uli Sumbawa, lén suba mael kalud masemmasem jelék rasané. Taén masi tiang gaénanga jus kecai kanti ngutah tusing nyidaang baan ngelekang. Gegodan tiangé tusing ja tuah di jumah ajak matua, di pisaga masi patuh. Munyin-munyin anaké nyakitin ati, tusing nyidaang baan ngengsapang. Mirib ené suba ané madan galakan penonton. Ané sanget kenehang tiang tuah munyin

pisagané dugas mlaspas umah balé dauhé. Ditu tiang ningeh makejang pakrimik sambilanga ngopi. Mén Sekar ngraos ngon, “Mihh… kéné jani luung umahé dini cara villa, iraga numitis ping selaé tusing karuan nyidaang ngaé umah kéné.” Masaut Mén Tanjung, “Saja… suba jangkep pesan dini tusing kuangan apa, umah luung, panak suba ngantén, suba pada magaé….” Ngénggalang Mén Kondri nyelag mapi-mapi madalem, “Kéwala ada ané kuangan, cucu kondén ada dini. Adi suba makelo pesan tusing dadi-dadi, mirib I Gedé nyuang nak bekung.” Engsek tangkah tiangé ningeh munyin pisagané, malaib tiang ka kamar tur ngeling sigsigan. Makelo tiang bengong di kamar. Disubané tegteg bayuné masugi tiang ka kamar mandi tur nyumunin mapayas lantas pesu marengin mragatang gaé mlaspas kanti ané madan puput. Petengé ento suud mlaspas, tiang nyurud banten di sanggah ngajak mémé. Kondén ilang sebet bayuné tuni, mémé buin nakonin, “Cahya ipidan sesai pesan ngigel ae?” Masaut tiang, “Nggih mé, demen sajan

*** Katur ring anak istri sané tetep satya ngantosang buah tresna.

Saking Langit Bali

Aswamédha Parwa

Sang Arjuna rauh ring Jagat Rajagriha Olih : I K. Satria, S.Ag MIRENGANG sakadi asapunika piterang Ida Déwi Ulupi, dahat angayubagia kawéntenan Ida Sang Arjuna. Ida ngraris sané mangkin ngandika, “Nénten iwang putri sané mautama. Sariran I Déwané nénten pisan wénten iwangnyané! Napi sané margiang I Déwa sakadi mangkin, sampun marupa kapatutan sané sujatiné patut kamargiang olih anak istri sané mautama!” Wusan punika, Ida Sang Arjuna mawali nujuang pangaksianidané majeng ring Ida Sang Wabhruwahana saha ngandika. Pangandikané punika taler kapirengang olih ibunidané, Ida Déwi mautama saking Chitranggada sané pinaka strin Ida Sang Arjuna. Sakadi asapuniki pangandikan Ida Sang Arjuna, “Yadnya sané mautama sané kamargiang olih Ida Sang Prabhu Yudisthira pacang kamargiang ring sasih utama saha ring purnama, sané pinaka déwasya becik. Banget saratang aji kawéntenan I Déwané prasida ngrauhin pamargin upacara inucap.” Sakadi asapunika pangandikan Ida Sang Arjuna. Wantah malarapan antuk manah sané garjita, Ida Sang Wabhruwahana nyawis antuk bebaosan dahat bhakti. “Nawegang aji sané dahat bhaktinin titiang, sujatiné titiang nénten pisan lémpas ring swadharma, antuk pituduh saha titah aji. Titiang cumpu pacang rauh ri kala pamargin yadnya mautama punika. Yéning pradé palungguh aji lédang, durusang titahang titiang nyanggra para brahmana sané jagi rauh nyaksiang upacarané punika. Titiang jaga ngaturang bhiga miwah sané tiosan ring pamargin yadnyané punika. Asapunika taler, yéning pradé mapikayunan ngrauhin kawéntenan purin I Ratuné sané pinaka genah titiang dados prabhu, durusang Aji. Bénjang rahinané semeng, durusang palungguh aji memargi mawali ngemit jaran sané jaga kanggén yadnya. Dumadak kawéntenan aji nénten nulak pinunas titiangé puniki!” Sakadi asapunika atur Ida Sang Wabhruwahana majeng ring ajinidané, Ida Sang Arjuna. Duaning sakadi asapunika pinunas Ida Sang Wabhruwahana, antuk bebaosan sané dahat ngenyudin manah raris Ida Sang Arjuna nyawis antuk asih pisan pinunas putranidané punika. “Uduh cening pianak bapa sané dahat mautama saha pinaka ksatria sané mautama ring jagaté! Minab I Déwa sampun sauninga indik pamargin yadnyané sané pucukin aji puniki, aji sampun masemaya, napiké I Déwa sampun uning? Yéning aji nénten muputang yadnyané puniki, aji nénten pacang ngamargiang pamargi sané tiosan. Punika sané ngawinang aji nénten prasida nagingin pinunas I Déwané. Jarané sané sampun memargi tur nénten kategulin ngawinang pikayunan ajiné mangda sida natasang tur muputang pamarginé puniki. Sakémaon cening, dumadak

tiang dadi pragina, mailehan tiang maan ngigel. Yadiastun pisné tuah abedik, ada jalan tiang nylimurang manah ngajak timpal-timpal paturu pragina” “Ento suba ané ngranaang kéweh ngelah panak. Mén Sekar tuni ngorahang anak liu mula pragina tusing dadi ngelah panak utawi bekung. Jani Cahya buin misi bareng yoga apa adané, Mén Tanjung tuni ngorahin mémé anak tingkang-tingkang, tunggang-tungging ento masi ngranaang tusing dadi-dadi. Tawang mémé Cahya bareng yogané ento apang tetep ngelah awak langsing lanjar cara anak bajang. Kéwala mémé ngorahin jani, yadiastun Cahya mokoh ulian beling paling makelo ento duang tiban. Buin pidan buin jumunin bareng ané kéto-keto. Yéning suba ngelah panak, kadung jungklang-jungkling ditu mémé tusing sanget lakar ngrambang.” Bengong mapangsegan tiang ningeh munyiné mémé lantang mapééd buin misi saklek, bareng cara pisagané nyambatang tiang bekung. Nglantur lingé tuni. Makeneh tiang, dong iraga né kadéna nyeh beling? Nyeh mokoh? Kanti gegaén ngigel dugas bajang ubat-abita buin. Kanti bareng yoga ané tetujonné pang énggal beling masi pelihanga. Kéwala abuku tiang tusing nyidaang mesuang munyi, sakit tangkahé, tuah yéh paningalané deres pesu. Uli dija kadén tekané Beli Méga, ngantem méja tongos banten di durin tiangé sambilanga ngraos nengkik. “Mé!!! Suud mémé ngraos ané tidongtidong. Di kétoné mirib mémé tusing taén ngrasaang apa né rasaanga ajak Cahya. Kadén mémé ipidan dasa tiban ngantosang mara ngelah tiang? To ngudiang jani mémé dadi ati nyambatang kurenan tiangé bekung? Yogané ento apang mémé nawang tiang masi bareng, tiang ané ngorahin Cahya bareng, apang Cahya tusing stress jumah namping mémé. Ngerti tiang, keneh méméné luung, tawang tiang mémé ngaat ngelah cucu, kéwala tusing mémé dogén ané sebet, tiang masi mé... Cahya masi, tusing nyidaang mémé ngrasaang kénkén sebet tiangé ajak dadua?” Méméné tusing nyak kalah masaut, “Men kéto dingeh mémé pakrimik pisagané tuni, dot masi mémé nyekenin ajak Cahya. Nyén nawang mula saja Cahya bekung.” Beli Méga nyelag masaut, “Mémé!!!! Tusing pesan mémé ngelah pangrasa.” Beli Méga lantas ngenjuhang surat hasil cék lab uli dompetné, “Nah mé, ené jani baca. Beneh… mula beneh ané uyutanga ajak pisagané tuni, tiang masi ningeh. Saja… mula saja bekung, kéwala dong Cahya, tiang ané bekung mé.” Makejang bengong buka togog lolohin. Tusing ada ané masaut, tuah munyin angin ané madingehan ngampehang dondonan ané suba tuh di sanggah. Sekat ento tusing ada ané bani ngortaang indik anak beling, panak utawi cucu. Makejang mapi-mapi engsap, siep, sepi jampi.

kawéntenan I Déwané setata ngamangguhang karahayuan sangkaning paswécan Ida Sang Hyang Parama Kawi sané ngawinang prasida jagat sané pucukin I Déwa puniki tegteg landuh saha parajanané rumasa seneng! Sané mangkin aji pacang mamargi dumun! Aji nénten pacang ngwigunayang galahé masandekan, punika sangkaning sampun sumaya ring pamargin yadnyané puniki!” Sesampuné ngandika sakadi asapunika, Ida Sang Arjuna mapamit saking genahé punika saha mawali nuju pamargin jaran sané pinaka sarana yadnya Aswamedha yadnyané punika. Sesampuné mémargi yéning akudang jagat sané sampun kalintangin olih jarané sané pinaka sarana yadnya punika, raris sané mangkin kacaritayang sampun mamargi mawali nuju Astinapura. Kawéntenan Ida Sang Arjuna kantun wénten ngetut pamargin jarané punika sami. Ring sajeroning pamarginé nuju genah Astinapurané, raris nglintangin jagat Ida Sang Prabhu Rajagriha. Sesampuné kauningin pamargin yadnyané punika sampun nuju genah Ida Sang Prabhu, raris rumasa jengah kawéntenanidané saha nantangin kawéntenan Ida Sang Arjuna. Sang Prabhu saking Jagat Rajagriha nénten wénten tios wantah putran Ida Sang Sahadéwa sané dahat mawisésa saha ngayunin pacang nandingin kawéntenan Ida Sang Arjuna sané mapésengan Ida Sang Prabhu Meghasandhi. Putran Ida Sang Sahadéwa punika raris medal saking puriné antuk nglinggihin kréta sané sami madaging senjata sané mautama, gumanti pacang nandingin Ida Sang Arjuna. Ida Sang Prabhu sampun digelis memargi nuju genahé sané becik pacang nandingin Ida Sang Arjuna sané tatkala punika mamargi nénten nglinggihin kréta. Sesampuné wénten ring ajeng Ida Sang Dhananjaya, Ida Sang Prabhu Meghasandhi antuk bebaosan sané kantun sakadi anak alit mabaos sakadi asapuniki. “Jarané sané pinaka sarana yadnya mautama puniki wyakti sampun mamargi ngiterin jagat. Sakémaon, sané mucukin saha ngemit kudané puniki wantah anak istri kémanten! Punika sané ngawinang titiang jagi ngambil jarané puniki, minab nénten wénten sané pacang ngawinang kapiambeng! Sakémaon titiang jagi ngicénin para ksatriané sané istri puniki malih ngambil antuk payudan! Yadiastun ajin titiangé nénten pisan naen ngajahin titiang indik pepanahan, indik senjata sané tiosan minab titiang cumpu pacang kasor, sakémaon titiang mawisésa, kasub ring jagaté. Yéning ksatria sané ngiringang jarané pinaka yadnya puniki, sinah élah antuk titiang ngasorang.” Sakadi asapunika sang prabhu sané dahat anom punika mabebaosan nantangin Ida Sang Arjuna. (Masambung)

Semaya Kadasa Dija adi beli jani ngalih Boya pedih beli tuah sutindih Suud monto adi sedih kingkih Ada semaya dadi jani tagih Eda ragu beli tan guyu-guyu Mémé bapa suba bakat rayu Sinah suba pada setuju Apang digelis sida durus payu Apan semaya pada saling jaga Umangguh i pajatukarma Sasih Kadasa lan mabéakala Sida atep sekala niskala Wahyu Waruna

Sadarana Né kenehang Né raosang Né laksanayang Sami musti patut Satinut mangda tan kusut Yan kusut sinah lakar uyut Mapuara biyut Sadarana pisan Saling ngertiang Saling ngajiang Bagia kawekasan

I Komang Alit Juliartha


Jayanti

14

Redité Wagé, 29 April 2018

I Wayan Agus Hery Wahyuda

Cerakén

Seneng Nabuh Saking Alit

Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;s)mrnÑn. Pupuh Semarandana 3.buktuturnÀic)n&,

Buka tuturan I Cening, ezomnãzéerhibusn/,

Nyoman Banjaré i busan, mkyunæc*m\enÓn/, makayun pacang mangantén, nunesÀokendwnn/, nunas okané dawanan,

EMBAS pinaka pianak tunggal, nénten sahasa ngawinang Agus—sapunika ipun ketah kasambat dados pianak manying. Manut lanang antuk aran panjang I Wayan Agus Hery Wahyuda puniki, nénten wénten asil saking mayus-mayusan utawi mamanying-manyingan. Pikayunan punika taler ngawinang Agus saking kantun alit sampun ngwedar saha nglimbakang kawagedannyané pamekas ring widang kasenian tabuh. Agus sané embas ring Denpasar, 22 Desember 2005 puniki, saking alit sampun seneng ring seni tetabuhan. Daweg alit, nyabran kaajak muspa ka pura sané wénten sekaa gamelan, Agus marasa seneng mabalih anak nabuh. Sané ngarad manahnyané wantah tukang kendang sané kangken kabuatang pisan sajeroning tetabuhan. Sangkaning kasenengannyané punika, pianak pasangan I Nyoman Suandi-Ni Made Suratni puniki sayan sering kaajak mabalih anak nabuh. “Tiang yukti seneng nabuh saking alit. Setata seneng yéning mabalih anak nabuh,” tutur Agus. Kacunduk pinaka bintang tamu sajeroning pacentokan makendang tunggal pantara SMP se-Bali, mapaiketan ring HUT kaping 40 SMAN 3 Denpasar, Agus nyatuayang yéning anggané marasa kirang percaya diri ri kala nyarengin pacentokan utawi masolah ring kalangan. Eling ring beciknyané molihang pengalaman miwah nincapang kawagedan, ngawinang anggané sayan seneng nyarengin pacentokan. Minakadi daweg ring SMAN 3 Denpasar, tetabuhan makendang tunggal Agus yukti ngulangunin, ngawi angob para panonton sané nyaksiang. Yadiastun yusannyaé kantun alit, kawagedanipun makendang yukti ngulangunin pisan. Kawagedan Agus ri kala makendang boya ja dangan kapolihang. Ipun sampun

malajah makendang saking kantun TK. Yadiastun pangawit malajah marasa kirang nyatep santukan gedénan kendang, kasuén-suén ipun sayan biasa. Napi malih ri kala kaicén kendang sané alitan, ipun sayan cacep makendang. Ipun matur suksma ring makekalih reramané santukan sampun urati ring kabisan sané kaduénang saha setata ngicén sokongan ri kala anggané pentas. “Minab, kawagedan seni puniki tedun saking ibun tiang sané seneng masolah,” baos agus matadah kimud. Tampil pinaka bintang tamu ring SMAN 3 Denpasar, Agus marasa aget polih selah molihang pengalaman anyar. Yadiastun nénten wénten persiapan sané becik, ri kala makendang ipun marasa seneng. Agus prasida ngawi para panonton bengong manggihin kabisannyané makendang. Agus sané meneng ring Banjar Paang Kelod, Kelurahan Penatih meled terus malajahang raga. Napi malih anggané meled dados panabuh sapisanan pelatih tabuh. Yéning mrasidayang taler Agus meled madué sanggah tabuh. Agus ngaptiang, pamekas alit-alit saha yowana Bali mangda prasida nabuh utawi masolah saha marasa bangga ring kawagedan saha kabisan sané kaduénang. Napi malih kasenian tabuh saha sesolahan kawéntenané mautama pisan ring Bali, pamekas ri kala ngamargiang upacara yadnya. Satios punika, Agus taler matur suksma majeng Pak Tut Widianta, panguruk sané ngajahin ipun makendang. Ngeninin indik prestasi sané kapolihang Agus, minakadi juara kapertama sajeroning pacentokan makendang tunggal Barong Festival tingkat SD miwah SMP. Agus ngangken marasa seneng saha matur suksma antuk sokongan sané kapolihang. (uma)

kdu*lulutßksihn/, kadung lulut makasihan, hjituwrmm)\С*, aji tuara mamengkung, nmãkinÐhê±nÀiedw. nambakin kahyun i Dewa. 4.ekwlpin)hinÇ)n&,

I Nyoman Suarsa

Sendratari Mahabrata Patut Katangiang

Kéwala pinehin cening, rknÇ)nie\pnuw,

SESOLAHAN Sendratari Mahabrata sané kasolahang ring kalangan Taman Budaya Denpasar daweg Pesta Kesenian Bali (PKB) warsa 90-an jakti dados sesolahan sané pinih kasenengin olih krama. Genah malinggih ring kalangan sané jimbar punika setata kosek antuk krama sané meled nonton sesolahan inucap. Tatkala punika, sesolahan sané kamargiang olih Sekolah Menengah Kerawitan Indonesia (SMKI) Gianyar punika kasolahang ping kalih, ring raina Saniscara miwah Redité wengi. I Nyoman Suarsa wantah sinalih tunggil krama sané mabuat ring pidabdab sesolahan inucap. Ketah ka-

rakan ceningé panua, eder*znÓ)pæpin)eh, déréng nyantep papinehé, pc*mt)mudik(m, pacang matemu di karma, p&kudbÞienezwk,

Isin Gumi

ping kuda bliné nyéwaka, c)n&hyueder*cumæu, cening Ayu déréng cumpu,

Krama Bali Nénten Ngecapin ”Gemerincing Dolar”

mzé&gÊh[ÕhsÉm. manjing Grehasta asrama. PULO Bali setata molihang peringkat pertama word top destination, santukan Bali madué taksu miwah kaasrian palemahan sané ngulangunin. Satios punika taler kasokong olih seni budaya miwah genah-genah suci umat Hindu Bali sané jangkep antuk parikrama upacara sané prasida ngicén vibrasi positif ring Jagat Bali. Sakémahon, kawéntenan punika nénten adung ring kahanan kahuripan krama Bali. Widang pariwisata nénten prasida nincapang kasukertan krama Bali santukan krama Bali nénten ngecapin manisnyané dolar-

sengguh Yangpung, lanang sané embas ring Denpasar, 7 Maret 1975 punika maosang, akéh kahanan sebet wiadin liang sané karasayang taler kahanan sané nénten prasida kaengsapang saking pidabdab seni sané kasolahang panyatusan pragina punika. Yangpung sané kasub sangkaning nyolahang Karna miwah Prabu Salya maosang, nénten dangan nyolahang kekalih tokoh inucap. Mawinan dané ketah matakén saha mabligbagan sareng makudangkudang dalang wayang, tetujonnyané mangda akéhan uning ring kalih tokoh inucap. “Tatkala punika, tiang sareng sekaa

dolar sané rauh ka Bali. Parindikan punika kasinahang pengamat pariwisata, Drs. Ec. I Putu Anom, Bsc.,M.Par., wawu puniki. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Buda, 25 April 2018 lintang. Gung De, Jl Ngurah Rai Singaraja Manahin titiang, kahanan sané ngawinang pariwisata Bali nénten prasida nincapang kasukertan krama Bali duaning akéhan industri pariwisata kaduénang invéstor saking dura Bali.

Taler pendapatan saking pariwisata majanten mawali ka dura Bali. Minab, krama lokal kantun kirang pisan mrasidayang dados invéstor. Satios punika, krama Bali mangda nincapang malih kualitas-nyané mangda prasida masaing sareng tenaga kerja saking dura Bali. Adi Putra, Lovina Yadiastun Bali kabaos bergelimang dolar, nanging krama Bali akéh sané kantun tiwas. Minab kawinang sangkaning kualitas SDM Bali kantun andap saihang ring krama dura

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

gentuh

1.

g)nÓ¡;,

1.

banjir

2.

gépé

2.

egep,

2.

payah

3.

gerap

3.

g)rp/,

3.

penakut

4.

gering

4.

g)r&,

4.

sakit

5.

gerit

5.

g)rit/,

5.

paceklik

6.

geruh

6.

g)ru;,

6.

kasar

7.

geseng

7.

g)s%,

7.

bakar

8.

getar

8.

g)t(,

8.

meyakinkan

9.

geting

9.

g)t&,

9.

hampir putus

10.

gig^,

10.

punggung

10. gigir

Bahasa Indonésia

Bali. Mawinan krama Bali katuntut mangda nincapang malih kualitas-nyané mangda prasida masaing sareng tenaga kerja saking dura Bali miwah prasida katampi pihak hotel berbintang. Aji Bima, Banjar Krama Bali akéhan sawates pinaka karyawan sané ngamolihang jabatan level menengah ke bawah kémanten. Lianan punika, ketatnyané persaingan ngamolihang pakaryaan ring industri pariwisata ring Bali, santukan Bali sampun kadugdugin pekerja saking dura Bali. Kasujatiannyané kualitas SDM Bali kantun prasida kaandelang. Tanaya, Kampung Tinggi Yukti pisan, kawéntenan widang pariwisata nénten akéh prasida ngwantu kahanan ekonomi krama. Nénten samian krama Bali prasida ngecapin manisnyané dolar sané rauh ka Bali. Parindikan inucap metu sangkaning akéhan genah-genah wisata kakelola olih investor dura Bali. Tunas tiang, pemerintah mangda urati ring kahanan inucap. Gede Awan, Sukasada Tunas titiang majeng pemerintah daerah mangda ngamedalang kebijakan mendidik generasi muda Bali, kapungkur mangda prasida manados pemandu wisata sané andal. Riwekas mangda krama Bali prasida taler sareng ngecapin gemerincing dolar saking sektor pariwisata. (ama)

kapatutang mangda sumeken masolah. Boya tokoh utama, nanging samian tokoh sané masolah patut yukti-yukti nyinahang kabisannyané,” baos dané. Yangpung sané sampun matuuh “kepala enam” puniki kantos mangkin kantun becik maparikrama seni. Bapak saking kalih putra sané sampun madué kalih cucu puniki kantun kajudi dados konsultan ring Dinas Kebudayaan Kota Denpasar. Nyanggra parikrama seni nyabran warsa PKB, Yangpung sané naenin ngranjing ring Kanwil Depdikbud Bali miwah Muséum Bali puniki sareng tim pembina PKB Kota Denpasar jagi lunga maidehan. Ngrauhin sekaa sané jagi masolah dados duta Kota Denpasar. Tatkala nyaksiang kawagedannyané nyolahang Karna utawi Prabu Salya, akéh krama sané angob nyaksiang. Sangkaning waged nyolahang Karna, Yangpung raris kanikain mangda nangkil ring Gubernur Bali sané daweg punika kaamong olih Prof. Ida Bagus Mantra. Sangkaning takut antuk kaiwangan sané kamargiang, raris keda-keda pikayunan dané nangkil. Risampuné dané kacunduk sareng Gubernur, Prof. Ida Bagus Mantra maosang, anggané wantah pamiarsa satia ring sesolahan Sendratari Mahabrata gegarapan SMKI Gianyar inucap. Yangpung katakénin makudangkudang pitakén, mawit saking aran, genah meneng, pendidikan taler makudang-kudang pitaken indik kawagedannyané nyolahang Karna. Yéning sadurung matemu sareng gubernur marasa takut tur keda-keda, risampuné polih makudang-kudang pitakén, samian prasida kacawis Yangpung. Prof. Ida Bagus Mantra naenin nénten percaya yéning Yangpung mawit saking Wangaya, Denpasar. “Tatkala kanikain mangda menghadap, tiang marasa keda-keda, takut

keni opak miwah sané siosan. Sakéwanten risampuné pamit saking genah Prof. Ida Bagus Mantra, rasa keda-keda punika matungkalikan. Sané rasayang tiang wantah liang, bagia miwah nyuksmayang pisan,” Yangpung metuéling sinambi makenyem. Nyingakin kawagedan dané maparikrama taler nyolahang Karna utawi Prabu Salya, akéh sané nénten nyantenang yéning dané wantah tamat saking SMKI tur dados guru ring sekolah jurusan seni irika. Napi malih ring rekaman kaset Sendratari Mahabrata punika, aran dané kadagingin antuk gelar Sarjana Tari, yadiastun sujatiné Yangpung ngranjing ring bangku kuliah STSI Denpasar sané mangkin dados ISI Denpasar wantah kantos seméster pitu kémanten. Yangpung akéh nelasang galah alitnyané ring SD No. 7 Kayumas, wusan punika kalanturang ring SMPN 2 Denpasar raris ka SMKN Gianyar sané sadurungnyané mawasta Kokar. Wénten makudang-kudang parindikan sané ngawi liang miwah sebet sajeroning sukses sané kapolihang Yangpung sareng timpal-timpalnyané ring sesolahan sendratari inucap. Minakadi prasida makta jaran sané asli ring kalangan sesolahan, nganggén sepeda gayung pinaka property, naenin macebur ka telaga kantos sané sanget kataenang, lima kenawan dané naenin lung tatkala nyolahang payudhan. Agetnyané Yangpung prasida masolah kantos puput. Kurenan Ni Ketut Srinadi puniki ngaptiang mangda Disbud Bali kayun ngwaliang saha nangiang malih kawijayan Sendratari Mahabrata. Duaning akéh pisan daging tattwa ring epos Mahabrata punika, yadiastun kamedalang antuk bebanyolan. (ast/was)

Ring Lombok, Basa Baliné Ngantén sareng Basa Sasak SAMPUN panyatusan warsa krama Baliné jenek malinggih ring Lombok (Lombok Barat), awor masimakrama sareng krama Sasak miwah krama tiosan ring Lombok. Minab ta wénten panyiuan kulawarga (KK) krama Baliné ring Lombok. Basa basita sané kanggén matutur saraina-raina olih krama Bali ring Lombok wantah basa Bali sané kabakta saking Bali. Yéning krama Baliné matutur sareng krama tiosan (suku Sasak, Sumbawa, Bugis, Cina, miwah sané lianan) nganggén basa Indonesia. Sané mangkin, krama Baliné ring Lombok sampun pascat mabasa Sasak duaning sampun turun tumurun jenek malinggih ring Sasak. Punika awanan krama Bali ring Sasak nénten sulit matembung wicara utawi mabebaosan sareng krama Sasaké. Maosang indik basa Bali ring Lombok wantah maderbé ciri ndiri (ciri khas). Basa Bali ring

Lombok wénten pabinayanipun akidik yéning bandingang sareng basa Bali ring Bali. Napi malih leg baos (dialek) basa Bali ring Lombok sampun awor ring basa Sasak. Yéning dados umpamiang, basa Baliné ring Lombok sampun ngantén sareng basa Sasak. Basa Sasak sané sampun dados basa Bali, luiré: ndikman pateh ring déréng utawi durung. Ndak pateh ring ampunang utawi sampunang. Yaoook pateh ring yé. Mriiik pateh ring gedeg. Sangkak kenten pateh ring sangkan kénten. Ndak kenten pateh ring ampunang kénten. Megae pateh ring kundangan. Miwah sané lianan, yéning bahbahang malih kantun akéh sané patut bligbagang iriki. Conto lengkara basa Baliné ring Sasak. Mriiik tiang ningeh, sangkak ndak kenten ngomong…. yaoook, ndikman karwan beneh. Miwah sané lianan. Ring Bali, leg baos (dialek) basa Baliné banget pisan nga-

nutin genah utawi désa manut désa soang-soang. Basa Baliné ring Nusa Penida leg baosné mabinayan sareng ring Bali. Leg baos ring Seraya, Banyuning, Lean, mabinayan sareng ring Karangasem. Leg baos basa Baliné ring Badung, Gianyar, mabinayan sareng leg baos Baliné ring Karangasem miwah Buléléng. Sapunika taler ring Lombok. Leg baos basa Bali ring Lilir mabinayan sareng leg baos basa Bali ring Monjok. Leg basa Bali ring Pelangan (Lombok Barat wagian Selatan) banget mabinayan bandingang leg baos Bali ring Mataram miwah Cakranegara kadi sulit ngresepang leg basa Bali Pelangan, pateh ring ngresepang leg basa Bali lé ean, Banyuning, miwah Seraya. Inggih sakadi punika katur indik basa Baliné ring Lombok, dumadak wénten pikenohipun. (Ida Madé Giur Dipta)


15

Minggu Wage, 29 April 2018

Menghisab Kedermawanan Tuhan

Siklon dan Antisiklon di Yogya

Makin banyak orang bertanya kepada saya: kok kayaknya ada sesuatu di Yogya? Bagaimana saya menjawabnya? Apakah saya punya hak atau kewajiban untuk menjawabnya? Apakah saya punya pengetahuan untuk menjawabnya? Andaikan saya sedikit tahu tentang itu, lantas menjawabnya: jangan-jangan itu bukan pengetahuan saya, melainkan pendapat saya. Dan kalau itu pendapat saya, janganjangan itu ternyata adalah bias dari posisi saya, dari selera saya, atau malah dari kepentingan saya. Kemudian kalau ternyata itu bias, bagaimana kalau kemelencengan atau pembiasan itu berasal dari ketidaklengkapan informasi yang saya peroleh dari luar. Atau malah merupakan produk dari prasangka dari dalam diri sendiri. Lebih parah lagi kalau prasangka itu ternyata hasil dari takhayul atau pengkhayalan subjektif dalam diri saya. Kalau dari obrolan di angkringan, diskusi di forum, atau di koran dan media lain di Yogya saya mendengar kata mangku, paugeran, buwono, sabda, diskriminasi, wangsit, raja, bumi, perempuan, bawono, wahyu, konstitusi, laki-laki, sultanah, kaum, keraton, mahkamah, bebener, putusan, pranatan, pepener, kaisar, dalem, merah, kokoh, hukum – lantas dalam pikiran saya muncul refleksi, analisis atau pandangan: apakah saya bisa menjamin bahwa refleksi saya itu tidak bias? Yang siapa tahu merupakan keluaran dari komplikasi panjang pengetahuan sejarah subjektif saya? Lebih parah lagi: bagaimana kalau ekspresi dan sosialisasi kata mangku, paugeran, buwono, sabda, diskriminasi, wangsit, raja dan semua itu ternyata juga bias? Bagaimana kalau berbagai kata itu diungkapkan oleh berbagai pihak Keraton Yogya, Mahkamah Konstitusi, wartawan, para ahli dan siapapun – ternyata juga bias? Bias pemahaman? Bias pengetahuan? Bias ilmu? Bias interpretasi? Bias pola pandang? Bias resolusi pandang? Bias kepentingan pandang? Bagaimana kalau orang mengungkapkan, kemudian orang lain menerima atau menolak, dan akhirnya orang-orang lainnya lagi memperdebatkan – misalnya – kata buwono dan bawono, sabda dan wahyu, wangsit dan hidayah dan berbagai kata lagi: ternyata adalah festival bias? Parade takhayul? Pesta kegagalpahaman? Kenduri ketidakmengertian? Tumpengan ketidaklengkapan? Bahkan turnamen ketidakterdidikan? Lalu berikutnya, tatkala saya mencoba menjelaskan bahwa itu semua ternyata bias dan takhayul subjektif masing-masing pihak: ternyata penjelasan saya itu juga adalah bias, kegagalpahaman, ketidakterdidikan? Siapa yang menentukan sesuatu itu bias atau tidak? Siapa “pancer” yang bisa menjadi rujukan untuk memfatwai kata ini itu takhayul atau bukan? Siapa yang memegang pendapat final dan pasti benar bahwa suatu ungkapan itu ngawur atau tidak? Sebagaimana keributan soal hoax, siapa yang bisa dipercaya secara keilmuan, secara kejujuran dan secara kemurnian – bahwa kabar itu hoax atau bukan hoax? Bagaimana kalau pengumuman tentang hoax ternyata adalah juga hoax? Pada akhirnya yang berlangsung dan menjadi fakta sejarah adalah kekuatan dan kekuasaan. Yang menjadi realitas adalah penguasa. Pemerintah yang mengambil kepu-

tusan final bahwa ini hoax dan itu bukan hoax. Dan pada kondisi kepemerintahan tertentu, ketetapannya tentang hoax sangat mungkin justru merupakan yang paling hoax dari segala hoax. Masyarakat berada di tempat yang sangat jauh dari kebenaran yang jernih, pengetahuan yang jujur, serta perlakuan yang bijaksana. Sebab yang menimpa, mengepung dan menindih masyarakat terutama adalah kekuasaan. Jadi, ketika orang bertanya ada apa sebenarnya di Yogya, jawaban maksimal saya adalah: Sedang ada lesus. Angin siklon dan Antisiklon. Semacam puting beliung. Menerbangkan dan memutar-mutar ratusan kata sehingga tak menentu arahnya. Kata-kata bertaburan tanpa kejelasan patrap kawruh-nya, hampir tak bisa ditemukan maqam maknawi, susah diidentifikasi bebener pepener-nya, ketlingsut konteksnya, kabur titik-titik koordinatnya, serta bagai hampa ruang dan waktunya. Ada sabda, ada buwono dan bawono, ada wangsit, dan banyak lagi kata yang bercampur kabut di alam pikiran dan semesta batin Yogya. Kata dan kata diucapkan, ditulis sebagai surat keputusan, tanpa dunung, tanpa sangkan paran, tanpa sanad, tanpa matan, tanpa asbabul-kalam, tanpa hulu. Seribu sungai mengalir tidak ketahuan di mana mata airnya, dan tidak ada yang mencari akan sampai di mana sungai itu bermuara. Hujan turun diawali gerimis tanpa diketahui titik-titik air itu tumpah dari angkasa mana dan dari ketinggian berapa. Kemudian gerimis semakin rapat titiktitik airnya, tanpa ada yang mengkonfirmasikan apakah itu limpahan dari langit, ataukah sesungguhnya gerimis dari angkasa hati di dalam diri manusia-manusia yang ditimpa gerimis. Waktu akan menyeretnya menuju peningkatan gerimis menjadi hujan, lantas hujan menjadi hujan deras. Dan ketika itu terjadi nanti, Keraton dan rakyat Yogya akan hanya menjadi orang-orang yang basah kuyup oleh hujan. Basah kuyup karena tak menyiapkan payung. Juga tidak mengembangkan pengetahuan dan penguasaan atas asal-usul dan konstelasi hujan. Tak sampai sebulan sesudah proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, pada 5 September 1945, Sultan HB IX dan Adipati Pakualam VIII mengeluarkan pernyataan: “Kami Hamengku Buwono IX, Sultan Negeri Ngajogjakarta Hadiningrat menjatakan: Bahwa Negeri Ngajogjakarta Hadiningrat jang bersifat keradjaan adalah daerah istimewa dari Negara Republik Indonesia. Bahwa kami sebagai Kepala Daerah memegang segala kekuasaan dalam Negeri Ngajogjakarta Hadiningrat, dan oleh karena itu berhubung dengan keadaan pada dewasa ini segala urusan pemerintahan dalam Negeri Ngajogjakarta Hadiningrat mulai saat ini berada di tangan kami dan kekuasaankekuasaan lainnja kami pegang seluruhnya. Bahwa perhubungan antara Negeri Ngajogjakarta Hadiningrat dengan Pemerintah Pusat Negara Republik Indonesia, bersifat langsung dan Kami bertanggung djawab atas Negeri Kami langsung kepada Presiden Republik Indonesia. Kami memerintahkan supaja segenap penduduk dalam Negeri Ngajogjakarta Hadiningrat mengindahkan Amanat Kami ini.” Hujan angin semakin intensif meliputi Yogya, dengan putaran-putaran siklon dan anti-siklon yang terus meningkat dari hari ke hari, dan “kami sebagai Kepala Daerah

Nusantara sebagai Pusat Jelajah PADA tahun 2016 saya berkesempatan menjadi salah seorang juri “Sail Puisi Cimanuk” yang diadakan Dewan Kesenian Indramayu. Karena tema lomba merujuk sebuah tempat, yakni Kabupaten Indramayu, khususnya yang berhubungan dengan Sungai Cimanuk, maka Panitia merasa perlu membuat semacam pengantar historiografi. Dalam pengantar tersebut, panitia menguraikan kesejarahan Indramayu (Dermayon) sebagai Bandar besar pada abad ke -14 bersama Banten dan Sunda Kelapa. Sungai Cimanuk (Chemano) menjadi tempat berlabuh kapal-kapal segala bangsa. Dari mana panitia mendapatkan informasi tentang itu? Tak lain dari catatan seorang pengelana Portugis, Tome Pires. Sepanjang 1512-1515, Pires berkelana di Nusantara dan menulis kisah perjalanannya dalam buku fenomenal : Suma Oriental. Cimanuk sebuah kota yang besar dan bagus. Tuan-tuan kepala pelabuhan ini merupakan orang-orang yang sangat penting. Masing-masing ditakuti dan sangat dihormati oleh penduduk. Mereka pemburu tangguh yang melewatkan sebagian waktu mereka untuk bersenang-senang, dan memiliki kuda-kuda yang dihiasi dengan bagus. Mereka bersaing dengan orang Jawa, begitu pula sebaliknya. Mereka bilang, orang Sunda lebih gagak perkasa Demikian secuplik catatan Pires. Perihal Cimanuk, saking lebarnya sungai yang berhulu di Gunung Papandayan itu, Pires mengganggapnya sebagi laut atau selat yang memisahkan “Pulau” Sunda dan Jawa. Dua wilayah yang digambarkannya saling bersaing, namun menjalin hubungan dagang dengan baik. Hal ini senada dengan pengelana Portugis lainnya, Joao de Barros yang menuliskan perjalanannya dalam buku Da Asia, Dacada IV (1615). Pires dan Barros merupakan dua pengelana yang menuliskan catatan perjalanan pada era kejayaan rempah-rempah dan bertahtanya rezim kolonial di Nusantara. Selain dia, ada Miguel Coverrrubias menulis Island of Bali (1922) berdasarkan perlawatannya dan kemudian tinggal menetap. Dalam ilmu pengetahuan dikenal “Garis Wallace” yang membedakan ragam hewan AsiaAustralia dan Nusantara sebagai batasnya. Alfred Russel Wallace melakukan observasi tersebut didorong oleh gairah perlawatan, atas catatan perjalanan Ferdinand

l Anggur

Magellan (1521). Maka perjalanan Wallace menjelajah pulau-pulau Nusantara menghasilkan sebuah buku yang kaya dan memikat, The Malay Archipelego (1869), Kepulauan Nusantara: Sebuah Kisah Perjalanan, Kajian Manusia dan Alam (edisi Bahasa Indonesia, Komunitas Bambu, 2009). Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Letnan Hindia-Belanda asal Inggris, menulis The History of Java, dalam ekspedisinya. Begitu pula Williem Marseden yang menulis Sejarah Sumatera setelah menjelajah sejumlah tempat di pantai barat dan pedalaman Sumatera. Rabindranath Tagore, pemenang Nobel dari India, mencatat perjalanannya ke Bali (1927) dalam surat-surat pribadi intim dan sarat renungan. Jauh sebelum zaman rempah, kita juga mendapat informasi berkat catatan perjalanan seorang biksu Budha dari Cina, I Tsing. Ia menuju India menyusuri Jalur Sutra ---- sebuah jalur yang banyak muncul dalam catatan para musafir ----lalu “terdampar” di Palembang (671 masehi). Pada kedatangannya yang kedua, I Tsing menetap satu tahun di Palembang (685-695 masehi). Ia mencatat kebesaran Kemaharajaan Sriwijaya dan kehidupan masyarakat Melayu di Jambi. Dari dunia Islam atau Arab klasik, kita mengenal Ibnu Batutah, pengelana asal Maroko, yang pengelanaannya ke timur pada abad ke-14 mencapai Maladewa dan Samudera pasai. Selain Afrika, Turki, dan Cremia di Rusia, Batutah juga tiba di Tabriz, “pintu gerbang Cina”, tapi ia berbalik ke Mekkah untuk haji yang kedua kali. Dalam perjalanan berikutnya Batutah mencapai ujung barat Sumatera. Ia diterima sultan Pasai, lalu bertolak ke Cina. Uniknya, kisah perjalanan Batutah merupakan hasil penceritaan ulang yang didiktekan kepada Ibnu Juzay, juru tulis sultan Maroko. Juzay mencatat dalam bentuk rihlah (kisah perjalanan, salah satu genre sastra Arab) dan menjadi buku yang diakui sebagai catatan perjalanan dunia paling lengkpa dari abad ke-14: Tuhfad alNuzzhar fi Ghara’ib al-Amshar wa ‘Aja’ib al-Asfar (Persembahan Seorang Pengamat tentang Kota-kota Asing dan Perjalanan yang Mengagumkan). Sebagian buku ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang diterbitkan Yayasan Obor. l Raudal Tanjung Banua Dalam buku Da Asia, Dacada IV (1615)

Pemanasan Ulang Tahun 25 Mei 2018

Jatijagat Kampung Puisi Bersama Sanggar PURBACARAKA Sanggar CAKRAWALA Jalan Nias 13 Denpasar Menjelang Enampuluh (60) Tahun FAKSAS-FIB UNUD Jumat Kliwon, 25 Mei 2018 pukul 19:30 wita di JKP-109 memegang segala kekuasaan dalam Negeri Ngajogjakarta Hadiningrat” –menjadi batal ketetapan sejarahnya dan hapus substansi konstitusionalnya: karena “keris” 5 September 1945 itu menggeser posisinya di bawah kuasa “pedang” Mahkamah Konstitusi NKRI. Daerah Istimewa Yogya dengan “pancer” Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat merendahkan dirinya atau menurunkan derajat sejarahnya menjadi semacam Kadipaten, yang merupakan bawahan dari “Kerajaan Republik Indonesia”, sehingga tidak lagi “memegang segala kekuasaan dalam Negeri Ngajogjakarta Hadiningrat, dan oleh karena itu berhubung dengan keadaan pada dewasa ini segala urusan pemerintahan dalam Negeri Ngajogjakarta Hadiningrat mulai saat ini berada di tangan kami dan kekuasaankekuasaan lainnja kami pegang seluruhnya”. l Emha Ainun Nadjib

Gandhi dan Gombal Putih Di pertengahan tahun 1930-an, Gokhale dan Tilak telah wafat. Maka Gandhi jadi satusatunya pemimpin India yang diagungkan rakyat. Tapi, di tahun itu pula ia ngeri dengan industrialisasi, ia sedih dengan kesengsaraan panjang dari kaum buruh dan petani. Pada bulan November 1934, menjawab pertanyaan seorang yang menanyakan apakah dirinya menentang mesin industri? Gandhi menjawab: “Saya menolak monopoli. Apa yang tidak bisa dibagi-bagi kepada orang banyak itu hal keji.” Bahkan setelahnya, ia balik bertanya, “Industrialisasi membuat orang kaya, tapi apakah hal itu membuatnya jadi manusia? Tidak. Justru tambah ringsek.” Percakapan pun mendadak hening. Gandhi, lelaki kecil kurus ini, disadari atau tidak membawa abad ke-20 kepada ideide yang bertindak sebagai “mercusuar moral” bagi zaman-zaman setelahnya. Memintal salah satunya. “Jika 300 juta penduduk India memintal setiap harinya, dengan isi kepala dan cita-cita yang sama, kemerdekaan bukanlah hal yang mustahil dan susah,” ujarnya. Ia mengatakan itu ketika telah mengganti pakaiannya dengan selembar khadi – kain tenunan tangan dari benang pintalan. “Taruhlah benang pintal di tanganku,” katanya sekali lagi dengan nada tegas, “maka akan kuberikan kemerdekaan kepadamu.” Mendengar seruan itu, rakyat beramai-ramai melepas pakaian buatan Inggris, sepatu necis ditumpuk bertimbun-timbun lalu dibakar. Tapi lazimnya pemuda terdidik dalam tradisi Eropa, Gandhi juga sempat silau dengan jas dan dasi. Tapi setelah demonstrasi yang getir di Afrika Selatan, dan sebagai tanda berkabung untuk buruh-buruh India yang mati, Gandhi mulai mengenakan gombal putih. Khadi. “Itulah baju seragam India merdeka,” kata Nehru. Begitulah, Gandhi menaruh perhatian yang besar pada roda pintal. Yang lebih penting adalah ketika ia menempatkan gambar roda pintal di tengah-tengah bendera Kongres, yang kemudian menjadi bendera India. “Saya memintal takdir India,” katanya. Ia berharap apa yang dilakukan, menyerukan pada bangsanya untuk memintal, selain membebaskan rakyat dari ketergantungan, mengembalikan harga diri yang hilang akibat penjajahan kolonial. Tapi teman-temannya menuduhnya terlalu membesar-besarkan manfaat pemintalan di zaman mesin ini. “Semua usahanya tak akan mengubah arah jarum jam,” kata seseorang. “Ia sudah jadi gila, itu hanya ilusi.” Tapi Gandhi menjawab kritik itu dengan mengatakan bahwa, “Dulu India membuat kain sendiri, kaum perempuan membuat benang sendiri, dan roda pemintal ini, selain menumbuhkan kekuatan dalam diri, memberi pekerjaan berjuta-juta orang desa yang miskin.” Saya kira, Gandhi tak ingin melihat kemiskinan merebak. Ia lebih suka jika India, dan seluruh dunia, ingin mendapat kebebasan, ingin jadi bangsa paling bahagia, orang kudu tinggal di desa-desa, bukan di istana atau kota-kota kotor dan bising. “Saat saya melihat Rusia pada masa jaya industrialisasi, kehidupan di sana tidak menarik perhatian saya. Mengutip bacaan Injil, “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tapi kehilangan nyawanya?” Sama saja kehilangan harga diri jika seorang kehilangan kepribadiannya dan tidak lebih roda gigi pada mesin,” katanya. Di sini Gandhi jelas ingin menyingkirkan semua mesin. Bahkan tubuhnya yang peyot. “Jangan silau oleh kemewahan yang datang dari Barat. Jangan tercerabut...” ia akan berkata dan itu akan jadi pernyataan politis yang tajam. “Adalah kegilaan kita terhadap pakaian luar yang menggeser alat pintal dari kejayaannya.” l Agus Roisalam

Merah Persibu Ngampoeng Seni untuk Fenomena 27 dalam 72…

Sudah siap “Sekam Terpendam di Tlatah Yogya”, tapi kusimpan dulu. Kita menyelam ke pembelajaran nilai yang ‘universal’ saja dulu. Sebelum menyelam aku sempat menoleh menatap Indonesia. Ternyata tetap saja berkecamuk adrenalin cintaku kepadanya: Wahai Indonesia, sebenarnya kita ini mau apa sih? “Aku Indonesia” itu maunya apa? Mau pergi ke mana? Gawang tendangan bola kita yang mana? Cita-cita kita apa? Mau Kaya? Atau mau hebat? Kuat? Pintar? Baik? Kuasa? Kalau mau kaya, wahai para ahli kekayaan terangkanlah dibanding ketika merdeka, sekarang ini apakah kita makin kaya, atau malah semakin miskin? Atau jelaskanlah kaya itu bagaimana? Kaya itu merdeka dari utang, ataukah semakin banyak utang berarti makin kaya? Menurut kriteria dunia, yang kaya itu Negaranya, pejabatnya ataukah rakyatnya? Kalau tukang bakso menabung sekeping demi sekeping uang selama puluhan tahun untuk biaya naik haji, lantas Negara meminjamnya entah untuk apa – siapa di antara mereka berdua yang kaya? Kami rakyat kecil takut salah kepada Negara kalau kami bilang kami miskin, tetapi memang sekarang semakin susah cari penghidupan. Kami tidak punya pengetahuan untuk mengatakan Indonesia ini kaya atau miskin. Tanah air kita kabarnya kaya, bahkan katanya terkaya di muka bumi. Tetapi kami tak punya ilmu untuk menyimpulkan apakah dengan adanya Negara dan Pemerintahan berkali-kali ini kita menjadi makin kaya atau lebih miskin. Aku pribadi buta huruf tentang kekayaan dan kemiskinan, kalau yang dimaksud adalah materialisme, kapitalisme, peta keuangan, konstelasi modal, devisa, fiskal, daya beli, kedaulatan pangan dan apapun makhluk-makhluk gaib lainnya. Kalau kaya adalah melimpahnya materi, benda dan uang, kenapa tiap hari semua rakyat dan Pemerintah mengeluh tentang itu semua? Kalau kaya adalah menyembah berhala-berhala keduniaan, kenapa para berhala itu belum juga menerima ibadah dan sembah sujud kita kepadanya? Manusia yang paling konyol adalah yang getol menyembah berhala, tetapi berhalanya tidak mau disembah. Sampai utang-utang berhala. Sampai mengkhayal-khayalkan berhala. Sudah jelas busuk diberhalakan sebagai harum. Sudah jelas merosot, diberhalakan sebagai kenaikan. Sudah jelas terpuruk, diberhalakan sebagai kebangkitan. Sudah jelas berebut, sikut menyikut, singkir menyingkirkan, baku bunuh karakter dan akses, tetap diberhalakan sebagai persatuan dan kesatuan. Aku tidak punya daya dan kuasa atas Indonesia. Oleh karena itu aku juga tidak bertugas apa-apa di dan kepada Indonesia. Sehari-hari aku hanya melakukan muhasabah pribadi, berhitung atau meng-hisab hidup aku sekeluarga kecil maupun keluarga besar aku, karena nanti di-hisab oleh Pencipta dan Pemilik kami semua. Kalau aku bertanya kepada diriku: Apakah hidupmu mau kaya, hebat, kuat, pintar, baik, atau kuasa? Aku menjawab: tidak semua. Jadi mau apa? Aku ‘hanya’ berjuang agar tidak dimurkai oleh Allah. In lam takun ‘alayya Ghodlobun fala ubali: asalkan Engkau tidak marah kepadaku, maka kuterima nasib apapun di dunia. Aku tidak ‘pathèken’ oleh keadaan apapun yang Engkau tentukan di bumi. Mungkin bagi Indonesia: kegelapan utama adalah kemiskinan dan kebodohan. Nabi Ayyub yang sangat miskin, atau Nabi Muhammad yang “ummiyy”, tidak punya alat serap terhadap kepustakaan tekstual, yang satu pakaiannya dipakai, satu lainnya, di almari, dan satu lainnya dicuci, yang sering mengganjal perutnya dengan batu di balik sabuknya karena lapar – menurut kriteria Indonesia: adalah dua Nabi yang hidup dalam kegelapan. Kalau ada kasus korupsi, kegelapan bagi Indonesia adalah “harta Negara dicuri”. Sedangkan bagiku kegelapannya terletak pada “manusia kok mencuri”. Manusia kok tidak adil dan tidak beradab terhadap sesamanya, sehingga merebut paksa hak orang lain. Kegelapan bagiku adalah hancurnya kepribadian manusia, termasuk ambruknya martabat bangsa dan Negara. Kegelapan bagi Indonesia mungkin adalah tidak punya kereta cepat, infrastruktur fisik terbengkalai, meyakini kecemasan bahwa ia tertinggal 200 tahun dari Negara-negara lain. Tapi tidak bagiku. Aku tidak pernah tertinggal sehari pun dari siapapun dan apapun, sebab jalan yang kutempuh berbeda, dan arah hidupku tidak sama. Aku bukan

warga Negara Dunia Ketiga. Aku tidak ketinggalan 200 tahun dari Bangsa lain. Aku tidak mengejar siapapun di jalanan yang berbeda. Atau misalnya kita mengacu ke tiga rumusan cita-cita kemasyarakatan tradisional Jawa: “deso mowo coro, negoro mowo toto”. Kemudian “gemah ripah loh jinawi”. Serta “toto tentrem kerto raharjo”. Yang pertama, ketertataan Negara dimulai secara bottom up dari cara hidup masyarakat di desa-desa. Infrastruktur peradaban Negara adalah keberadaban desa-desa. Yang berlangsung sekarang adalah desa-desa merupakan bagian dan diatur oleh Negara. Terjadilah top down ketidaktertataan, sejumlah perusakan, pelecehan dan perendahan kota atas desa. Yang disebut kemajuan adalah kalau desa menjadi kota. Diperlukan Kementerian Desa Tertinggal. Produknya sementara ini adalah ketidaktertataan Negara semakin hari semakin menghancurkan “deso mowo coro”. Masyarakat desa dipandang sebagai strata terendah dalam pandangan kota dan Negara. Penduduk desa adalah semacam “Sudra”. Yang di bawah garis kemiskinan adalah “Waysha”. Kelas menengah intelektual adalah “Ksatria”. Elit penguasa adalah “Brahmana”. Sementara bagiku, siapa saja, boleh tukang becak atau Menteri, tukang sabit rumput atau Presiden, kuli atau Ulama – kalau hidupnya menomorsatukan materialisme keduniaan: merekalah Sudra atau Waysha. Dan siapa saja, boleh penjual pecel atau pengusaha, buruh pabrik atau Profesor, makelar motor bekas atau Habaib – kalau mereka meletakkan Tuhan Yang Maha Esa sebagai Sila Pertama atau rujukan utama perilaku hidupnya: merekalah Brahmana. Kemudian “gemah ripah loh jinawi” adalah terawatnya tanah air serta apapun yang tumbuh dan hidup padanya atau di atasnya. Lingkungan hidup yang sehat dan subur, yang berbuah kesejahteraan bagi manusia. Lantas “toto tentrem kerto raharjo” adalah iklim politik dan perhubungan sosial budaya yang kondusif untuk membangun ketenangan hidup masyarakatnya. Tiga filosofi tradisi itu sangat bagus, tetapi belum berdialektika vertikal. Ada rumusan “baldatun thayyibatun wa Robbun Ghofur”. Baldah itu bisa Negara, Kerajaan, Kesultanan, Padepokan, Persemakmuran, Perdikan, atau komunitas saja. Thayyibah adalah baik. Di dalamnya boleh ada kekayaan, kemakmuran dan kesejahteraan materi. Tetapi titik beratnya adalah kebaikan bersama secara sosial. Keadilan sosial adalah: Boleh kaya boleh agak miskin. Boleh hightech atau low-tech. Boleh berkibar-kibar gedung-gedung mencakar langit. Boleh super-digital boleh manual. Asalkan seluruhnya itu adil bagi seluruh rakyat. Sementara itu Allah menunjukkan presisi tujuan hidup manusia dengan konsep “Robbun Ghofur”. Sehebat apapun pencapaian manusia di dunia, babak finalnya adalah diampuni atau tidak oleh-Nya. Tak punya pencakar langit tak apa, asalkan bersih dari kemarahan Allah. Miskin tak apa, asal Ia mengampuni di kehidupan sejati nanti. Maka aku hidup jangan sampai fakir, juga jangan sampai memanggul kekayaan melebihi wajarnya kebutuhan. Yang terbaik adalah lapar. Yang kurang baik adalah kenyang. Yang tidak baik adalah kekenyangan. Dan yang paling tidak baik adalah kelaparan. Kujalani prinsip kesehatan hidup yang semacam itu. Pasti di tengah perjalanan ada kurang-kurang, bocor-bocor, penyokpenyok atau prithil-prithil. Tuhan memang menciptakan manusia dengan kelemahan: ‘al-insanu mahallul khotho` wan-nisyan’, manusia itu tempat salah dan lupa. Maka Ia Maha Pengayom siap siaga mengampuni. Bahkan Allah menyiapkan minimal enam konteks ampunan: Al-Ghofur, Al-Ghaffar, Al’Afuww, Ar-Ro’uf. Ditambah kontekstualisasi sifat Tuhan yang bisa berakibat pengampunan: Al-Karim, yang Maha Pemurah, atau Al-Wadud, Maha Mencintai. Andaikan Allah bermurah hati bertanya kepadaku: “Kamu ini mau apa sih?”. Aku jawab dengan menirukan kalimat seorang Muthawwif yang Rasulullah saw juga berthawaf di belakangnya: “Aku ingin menghitung kedermawanan-Mu, sehingga aku tahu seberapa kemurahan-Mu kepadaku. Aku ingin meng-hisab ampunan-Mu, sehingga aku tahu seberapa selamat aku di hadapan-Mu”. Dan Allah menjawab: ”Tak usahlah kau hitung-hitung kedermawanan dan ampunan-Ku, supaya Aku juga tak menghitunghitung dosa dan kekhilafanmu”. l Emha Ainun Nadjib

Makna Keadilan

Karena otak lèlèt, baru akhir-akhir ini saya memahami bahwa yang dimaksud oleh Indonesia dengan Ketuhanan Yang Maha Esa adalah Materialisme. Sila kedua hingga keempat adalah Mesin Kapitalisme Liberal. Adapun Sila kelima Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia maknanya adalah Hedonisme. Kemakmuran fisik dan kemewahan cara hidup. Kalau menurut Islam mungkin “hubbud dunya” yang risikonya “karohiyatul maut”. Yang dimaksud tuhan adalah sesuatu yang diutamakan. Dinomorsatukan. Diletakkan tertinggi di skala prioritas pembangunan Negaranya dan kehidupan bangsanya. Ketuhanan adalah segala potensi dan aset yang dinomorsatukan: uang sebanyak-banyaknya, modal sebengkak-bengkaknya, akses seluas-luasnya, kekuasaan sekokoh-kokohnya, pasar setakterbatas-takterbatasnya. Keterlibatan ke dan di dalam gelombang, struktur, sistem, jala raksasa dan tentakel-tentakel kapitalisme liberal, merupakan ghirrah atau gairah utama bangsa ini dalam menempuh kehidupan.

Orang keluar rumah, bersekolah, kuliah, mencari pekerjaan, bekerja, berkhayal, berjuang, ketekunan, tekad, tak mau menyerah, melakukan segala cara, serta seluruh potensialitas fisik dan psikologis – dikerahkan untuk mendapatkan tempat senyaman-nyamannya di rumah besar kapitalisme liberal. Mungkin juga orang beribadah dan berdoa, gagasan utamanya adalah mengharapkan Tuhan membantu proses peletakan mereka di dalam kapitalisme liberal dan hedonisme cara hidup itu. Tuhan Yang Maha Esa adalah pencapaian materialisme yang disembah, dijadikan titik tujuan hidup, acuan bagi semua pertimbangan dan strategi masa depan. Inna sholati wa nusuki wa mahyaya wa mamati limakmur, kaya wa berfoya-foya. Yang dimaksud Keadilan di sila kelima oleh Indonesia sebenarnya adalah kemakmuran, kekayaan dan kemewahan. Apakah itu untuk seluruh rakyat Indonesia? Pembangunan kita belum sampai ke tahap itu. Kita Negara masih muda. Baru 72 tahun. l Joko Umbaran

l Spirit Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita

CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2018 l

JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an l

Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan

April-Rememberance 27 in 72…, 72 in 27

Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart!

HUBUNGI dan Aktif Mengikuti Wayan Jengki Sunarta via Facebook dua(2) Minggu sebelum KOMUNITAS ANDA di JKP-109


D aerah

16

Minggu Wage, 29 April 2018

BPM/win

GEGIRANG - Seniman SMP Harapan Nusantara menampilkan tari “Gegirang” di Natya Mandala, Jumat (27/4) malam. Sementara SMP Tunas Daud menampilkan drama operet modern, tetapi mengangkat cerita lokal “Rajapala”.

Ketika Gajah Mada Mendengar Reklamasi di Bali

SIKAP kritis adalah bagian dari berkesenian. Apalagi bila sikap kritis tumbuh sejak dini di kalangan pelajar. Sikap kritis yang menyentil ini terlontar dalam pementasan bertajuk “Gegirang” oleh SMP Harapan Nusantara di kalangan Natya Mandala, Taman Budaya, Denpasar, Jumat (27/4) malam. Awalnya, anak-anak SMP Harapan Nusantara menampilkan tarian yang terinspirasi dari yoga. Tarian yang menampilkan beberapa penari ini mampu mencuri

perhatian penonton. Apalagi, setelah masuk ke lakon yang terkait rencana penyerbuan Patih Gajah Mada ke Bali. Dalam dialog persiapan tercetus dialog yan cukup menyentil. “Saya dengar Bali punya pulau baru (hasil reklamasi –red), patih,” tutur seorang prajurit kerajaan Majapahit. “Pulau lamanya saja tak terurus. Biarlah pulau yang baru (hasil reklamasi –red) dijajah investor. Yang penting kita menjajah pulau yang lama,” jawab pemeran Patih Gajah Mada.

Spontan penonton bertepuk tangan memberi apresiasi. Selain dua jenis pementasan itu, SMP Harapan Nusantara juga menampilkan tabuh, joget, dan lagu pop Bali. “Bangga bisa mengisi Nawanatya III ini, dan kami di sini memadukan jejangeran yang variatif sekaligus acara pendukung lainnya,” terang Kepala SMP Harapan Nusantara, I Putu Ariyasa, S.Si. Bila SMP Harapan Nusantara lebih ke tradisi, sebaliknya, SMP Tunas Daud menggarap drama operet

modern, tetapi mengangkat cerita local “Rajapala”. “Kisah ini seputar Rajapala dan tokoh lainnya, di mana Durma yakni anak Rajapala sebagai tokoh utamanya,” ujar pembimbing pementasan SMP Tunas Daud, Sarwi Endah. Endah pun kembali menuturkan kisah Rajapala yang diangkatnya tak sepenuhnya bertumpu pada aslinya. “Di sini kami memodifikasi cerita agar pesan yang disampaikan lebih mudah tersampaikan ke kawula muda,” terang Endah. (win)

Bangli (Bali Post) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangli selama ini memberikan perhatian yang cukup besar pada pemilih pemula di Bangli untuk ikut mewujudkan pemilu yang berkualitas dan melahirkan pemimpin yang berintegritas.

Ketua OSIS dengan sistem pemilu maka secara tidak langsung, pelajar yang nanti bakal menjadi pemilih pemula dalam pemilu mengetahui secara jelas tahapan demi tahapan yang dilalui. Diharapkan dengan pemilihan ketuaOSIS mengadopsi sistem pemilu, pelajar dapat menjadi semakin cerdas dan kritis. Terlebih di Bangli ke depan sangat diperlukan tampilnya SDM yang cerdas, baik sebagai pengelola pemerintahan, wakil rakyat hingga penyelenggara pemilu itu sendiri. “Menurut kami, upaya yang telah kami lakukan di KPU Bangli sangat efektif. Saat diskusi misalnya, pemilih pemula sekarang sudah mulai kritis dalam menentukan kriteria pemimpin dan bagaimana cara memilih pemimpin yang baik,” jelasnya. (kmb40)

Di Bangli Tercatat 8.778 Pemilih Pemula

Selain memberikan pendidikan politik dan demokrasi melalui sosialisasi, KPU Bangli juga mengajak para pemilih pemula untuk aktif memantau hoax, isu SARA, dan money politic yang berpotensi mencederai jalannya pemilu. Dari empat kecamatan di Kabupaten Bangli total jumlah pemilih pemula berusia 16-17 tahun terdata mencapai 8.778 jiwa. Dari jumlah itu 4.515 di antaranya terdiri dari laki-laki dan 4.263 perempuan. Angka tersebut berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bangli, sebelum dilakukan proses pencoco-

kan dan penelitian (coklit) oleh KPU. Ketua KPU Bangli Dewa Agung Lidartawan, Sabtu (28/4) kemarin, mengatakan sejumlah upaya telah dilakukan KPU untuk mendidik para pemilih pemula. Salah satunya dengan melakukan sosialisasi ke SMA/SMK yang rutin digelar setiap tahunnya. Selain itu, KPU juga mengajak para pemilih pemula untuk memahami serta mendeklarasikan diri menolak hoax, isu SARA, dan money politics, seperti acara yang dilaksanakan di depan Monumen Lapangan Kapten Mudita Bangli belum lama ini. “Jadi, hubungan antara KPU dengan pemilih pemula

bukan hanya saat pemilu. Tapi tiap tahun kita anggarkan khusus untuk mendidik pemilih pemula mengenai cara berdemokrasi yang baik dan benar,” ujarnya. Disampaikan juga bahwa pihaknya sangat mengapresiasi adanya sekolah-sekolah di Bangli yang mulai mengadopsi sistem pemilu untuk memilih ketua OSIS. Pihaknya berharap model pemilihan langsung seperti ini bisa diikuti sekolah lainnya untuk belajar berdemokrasi. Menurut Lidartawan, pendidikan demokrasi dan politik kepada masyarakat harus dimulai sejak dini. Dengan adanya pemilihan

Kenthut Bukan Kentut!

BAHASA menunjukkan bangsa! Peribahasa atau ungkapan kuno tersebut sering diabaikan maknanya oleh manusia modern. Padahal hakikat utama dalam kearifan itu buat mengingatkan bahwa tabiat atau sifat seseorang diketahui dari caranya bertutur. Sekaligus menegaskan, bahasa adalah fenomena paling hakiki dalam peradaban, manusia yang juga melestarikan eksistensinya di planet biru ini. “Bila dibayangkan, apa jadinya bila anugerah terpenting yang hanya diberikan pada manusia tersebut tidak ada? Akankah manusia mengikuti jejak dinosaurus dan mamooth yang ikut punah di Era Orde Nisnas? Berkat kemampuan berbicara, kepunahan manusia yang gemar perang dan saling bunuh dihambat persetujuan, perjanjian, traktat, perdamaian, kongres, konferensi, musyawarah dan berbagai pertemuan lain agar pertumpahan darah dihentikan. Ingat, dalam Bharatayudha, Arjuna mengikuti petunjuk Kresna untuk menarik kembali senjata Brahmastra buat menandingi senjata yang sama dari Ashwatama, sehingga perang nuklir di Era Orde Manusia Awal, ditangguhkan. Dunia dan seluruh isinya juga nyaris punah akibat terjadinya Krisis Misil Kuba terkait Perang Dingin tahun 1962. Saat itu masing-masing kelompok negara yang berseteru, NATO versus Pakta Warsawa sudah saling mengarah-

kan rudal mereka ke pihak lawan. Syukur di hari ke-13 Perundingan Tingkat Tinggi (15-28 Oktober 1962), terjadi kesepakatan kedua belah pihak membongkar instalasi nuklir mereka. Jadi, bicara, bicara dan bicara yang baik dan benar adalah sumber keselamatan manusia,“ papar Rubag. “Setuju! Bahasa yang kurang baik, apalagi tanpa dilandasi etika dan cenderung kasar, sering menjadi awal konflik yang bila tidak dimusyawarahkan akan berkembang menjadi bentrok fisik. Sengkuni yang saat mudanya berwajah tampan bernama Trigantalpati, namun karena mulutnya rusak dan suka memfitnah, akhirnya dihajar Patih Gandamana sehingga berwajah buruk. Memang dalam komunikasi, pemahaman tentang bahasa tidak hanya terletak pada pengucap wacana, tapi juga pendengar atau lawan bicara. Sering terjadi, orang yang tidak memiliki perbendaharaan kata yang cukup, salah paham atas ucapan lawan bicaranya. Ditambah kurang gaul dan punya rasa sentimen pribadi dengan orang yang diajak berbicara serta tidak punya rasa humor, maka pertengkaran pasti akan tersulut. Persoalan akan menjadi tambah besar, bila di sebelahnya ada pihak yang suka memancing di air keruh, maka silat lidah akan berubah menjadi saling gebuk. Jadi, dalam berbahasa tidak cukup hanya paham struktur, gramatika dan komposisi, juga estetika bahasa yang banyak punya varian harus dimengerti. Kalau dipikirpikir berbicara itu tidak gampang, apalagi sekarang banyak sekali orang yang mudah tersinggung,“ ujar Wahyudita. “Kita harus bersyukur, begitu merdeka bangsa ini sudah punya bahasa nasional yang juga dianggap sebagai alat pemersatu.

Begitu pentingnya bahasa sebagai salah satu identitas, maka dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 selain mengaku satu tanah air, satu bangsa, juga satu bahasa dianggap ciri khas manusia Indonesia. Kita harus berterima kasih pada kebesaran hati suku Jawa, yang populasinya paling besar saat merdeka, tidak keberatan bila bahasanya digeser bahasa Melayu. Coba simak bentrokan berdarah di India dan Pakistan, ketika mereka menentukan bahasa nasional, karena masingmasing suku ingin mengangkat bahasa daerah mereka sebagai bahasa nasional,“ tutur Pacet Sudiarsa. “Ya, bahasa Melayu sebagai cikal bakal bahasa Indonesia dan kata-kata bahasa daerah lainnya banyak menyumbang perbendaharaan katanya. Juga katakata bahasa asing memperkayanya, sehingga menjadi bahasa nasional. Ini berarti bahasa daerah juga perlu dilestarikan dan dipahami agar tidak salah paham, bila dilontarkan saat berkomunikasi. Sebab, UNESCO menetapkan 21 Februari sebagai Hari Bahasa Ibu (daerah) Internasional, yang tujuannya buat memahami multikulturalisme dan multilingualisme. Sebab, ada warga negara Indonesia yang harus mengganti nama, gara-gara istri dan anak-anaknya malu punya suami dan ayah bernama Kentut. Padahal katanya, saat kecil dia diberi nama Kenthut oleh kakeknya, yang konon berarti ‘orang kuat’ menurut bahasa Jawa. Entah bagaimana prosesnya, huruf ‘h‘ dicopot sehingga namanya bukan lagi Strong Man, tapi Flatulensi alias kentut, yakni gas dari campuran nitrogen, oksigen, metan, karbondioksida dan lain-lain keluar dari anus yang berbau busuk, hahaha,“ gelak Bakti Wiyasa menutup ceritanya. (aridus)

KPU Klungkung Sebut Pemilih Pemula Lebih Kritis

SOSIALISASI-Siswa di Kabupaten Bangli saat mengikuti sosialisasi dari KPU Bangli.

Gianyar Targetkan Partisipasi Capai 84 Persen Gianyar (Bali Post) Berbagai persiapan dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gianyar menjelang pilkada Juni mendatang. Salah satunya mengoptimalkan partisipasi pemilih pemula yang jumlahnya sampai ribuan. Hal ini diungkapkan Ketua KPU Kabupaten Gianyar, Anak Agung Gede Putra, Sabtu (28/4) kemarin.

Pria yang akrab disapa Gung Putra itu mengatakan selama ini, KPU Gianyar sudah melakukan berbagai persiapan pilkada, seperti sosialisasi ke perangkat daerah terutama kecamatan, kepala desa, hingga klian dusun. “Kita juga sudah koordinasi dengan Dukcapil guna merampungkan perekaman E-KTP, sehingga bisa masuk database sebagai dasar

DP4,” jelasnya. Salah satu fokus dari perekaman E KTP ini ialah mendata pemilih pemula yang jumlahnya diperkirakan mencapai 10.000 orang lebih. Dikatakan, ribuan pemilih pemula yang berstatus pelajar ini sudah disasar melalui berbagai kegiatan. “Dilihat dari jumlah sekolah SMA/SMK di Gianyar, jumlah pemilih pemula kita perkirakan ada sekitar 10

ribu lebih,” ungkapnya. Dikatakan dengan disasarnya pemilih pemula ini, pihaknya berharap tingkat partisipasi pemilih saat pilkada nanti meningkat. “Sebelumya, tingkat partisipasi 80%, kami harapkan pilkada tahun ini tingkat partisipasi lebih banyak yakni 84 %. Terutama dari pemilih pemula ini,” jelasnya. (kmb35)

Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak terus bergulir. Dari penetapan pasangan calon sampai pemasangan alat peraga kampanye maupun kampanye sudah berlangsung. Demikian pula, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klungkung telah menetapkan daftar pemilih tetap sebanyak 156.501 yang berasal dari Kecamatan Klungkung, Banjarangkan, Dawan dan Nusa Penida. Jumlah tersebut tak seluruhnya sudah memilih pada hajatan politik sebelumnya. Namun 8,5 persen atau 13.527 masuk kategori pemilih pemula. Keikutsertaannya dalam menentukan pilihan tentu menjadi harapan besar dari KPU bisa mendongkrak target partisipasi sebesar 80 persen, lebih besar dari Pilpres sebanyak 78 persen. Guna mewujudkan itu, tak dipungkiri harus disertai

upaya dengan menggencarkan sosialisasi. Ketua KPU Klungkung, I Made Kariada menyebutkan programnya tak sebatas menyasar pertemuan di banjar-banjar maupun acara lain yang melibatkan banyak orang, tapi sudah masuk langsung ke sekolah-sekolah. Ini juga bukan baru berlangsung, tetapi sudah sejak dua tahun lalu. “Pemahaman bukan dekat-dekat pemilihan diberikan. Tetapi sudah lama. Sekolah-sekolah kami sasar. Berikan pemahaman,” tegasnya, Sabtu (28/4) kemarin. Pria asal Desa Jungutbatu, Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida ini mengatakan karakter pemilih, khususunya pemilih pemula cenderung lebih melek. Mereka tak lagi berkutat untuk mencari jawaban rasa keingintahuan siapa calonnya dan apa visi-misinya maupun cara mencoblos, tetapi pertanyaannya sudah

mengarah pada program yang digulirkan maupun langkahlangkah mengantisipasi aksi korupsi. “Saya melihat sejauh ini pemilih pemula lebih kritis. Pertanyaannya bukan lagi bagaimana cara mencoblos. Tetapi menanyakan langkah untuk mengantisipasi paslon ini korupsi. Ada perubahan kearah semakin positif dari pemilihan sebelumnya,” bebernya. Tak hanya itu, sikap pragmatis dari pemilih juga cenderung menurun. Sebelumnya pemilih pragmatis ini cukup banyak. Bahkan terangterangan mempertanyakan imbalan yang didapatkan jika menyalurkan suaranya. “Ini menunjukkan pemilih sudah semakin paham. Mereka sudah lebih melihat ke program dari masng-masing pasangan calon. Untuk itu partai politik juga harus terlibat dalam memberikan edukasi,” tandasnya. (sos)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Minggu Wage, 29 April 2018

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Red Carpet Champagne Bar Mencari Tukang Cat.Diutamakan Berpengalaman dan bisa Bahasa Inggris yang Baik.Gaji UMK, BPJS dan Uang Makan !!!! Kirim CV Anda ke jakko@red carpetchampagnebar.com

B.BP.004.04.18.0001448

Red Carpet Champagne Bar is Looking for a Bar-Captain. You must be Experienced and Yours English Good.Good Salary ,BPJS and Lunch Payment!!!! Your CV to niels@redcarpetcham pagnebar.com

B.BP.004.04.18.0001447

Dicr Pngws Pryk Lokasi Ubud, Min SMK Teknik Bangunan,Krm CV suryakembarbali@yahoo.com

B.BP.004.04.18.0001509

A position for front desk receptionist in 13 yr.for Award winning Luxury Villas. Good English, basic computer. Attractive salary and bonuses. Yanthi 081558900389

B.BP.001.04.18.0001485

Cari Marketing Baja Ringan Hub:Tukad Musi 7X Panjer - DPS

Dbthkn Sgr Tehnik Sipil,Laki2, Pend.Min S1.Krm CV ke Email ancalaone@yahoo.com / Jl.Blongkeker Super Block C 19 Puri Gading Jimbaran, Tlp.081236714449

B.BP.004.04.18.0001549

Dbthkn Sgr”HeadChef”u/Restoran Kuta,Pglm3Th,Umr Min30Th,Email CV ke:info@mnm-concepts.com

B.BP.004.04.18.0001517

Dicari Marketing, wanita/pria, maks 25th, penampilan menarik,mudah bergaul,semangat kerja tinggi,kerja Tim, kirim lamaran ke: Jl. Kepundung No.67 A Denpasar/ Email: konvergensiiklan@gmail.com iklanbp@yahoo.co.id

G.01

Dcr Tng Srabutn&Admin Min Exel &Word Tinggal Dlm 087862163222

B.BP.001.04.18.0001487

Dbthkn Terapis,Hair Braiding, Pedicure, Manicure, utk Spa di Legian,P/W 20-30Thn,CV+Foto E:aloeverabalispa@gmail.com

Dibthkn HK Villa Area Ubud Pribadi Baik,Pekerja Keras,Bs Inggris,Telp:0361-258742 E:asavillasproperty@gmail.com

Dcr Front Office Wnta min.SMA/ sdrj GjAwal 1,5Jt 081916184618

Dibthkn HK Villa Area Ungasan Pribadi Baik,Pekerja Keras,Bs Inggris,Disediakn Tmpt Tinggal Telp:0361-289742,CV Send to: E:asavillasproperty@gmail.com

B.BP.004.04.18.0001511

B.BP.001.04.18.0001569

Dcr Karyawati u/Toko Jl.Sunset Road SMS CV ke:081239995037

B.BP.001.04.18.0001415

Dcr Sales Singaraja D3 Farmasi Hub.08113886929 Jl.T.Umar 22 Email: sanidata.hrd@gmail.com

B.BP.001.04.18.0001515

Dcr Sopir SIM A Gj 2Jt&T.Admin Bs.Comp.H:083114113801Kesiman B.BP.001.04.18.0001495

Dcr Staff Wanita utk Kantor Notaris, Hub.0818351888

B.BP.001.04.18.0001423

Dcr 5Supir Pariwisata bs Inggris Merrys Travel 0361-238041

PAUD di Kerobokan Membutuhkan Asst.Teacher dan Babysitter, Pengalaman & Bhs Inggris.CV: assistme01@gmail.com

BIRO JASA

BIRO JASA

SERVICE

BIRO JASA

BIRO JASA

DIJUAL RUMAH

Dbth sgr therapist wnt berpeng penampilan menarik max 30th.WA 081286859195 nama,umur,almt skr

B.BP.154.04.18.0001570

B.BP.004.04.18.0001508

B.BP.001.04.18.0001518

B.BP.001.04.18.0001476

B.BP.001.04.18.0001471

B.BP.004.04.18.0001537

B.BP.101.04.18.0001562

Tropical Rest Looking for:Rest Manager,CDP(Ubud),Receptionist Send CV:corp-hrm@tropicalgrou pbali.com/corp-hrd@tropicalgro upbali.com Ph:0361-775211 B.BP.101.04.18.0001560

DAIHATSU

Terios’15 TX/MT hitam KM 34rb samsat baru,Hub.081239989698

B.BP.001.04.18.0001555

HONDA

CRV Th’2010 Abu2 Metalik Hrg 170 bs Nego Hub.08174720109

B.BP.001.04.18.0001556

NISSAN

Livina XGear’10 AT 107Jt+Mazda CX7 Th’10 BsTukar,087860856999

B.BP.001.04.18.0001473

Dicr Laundry Staff,Kuta Lagoon Resort,Jl .Legian 363.Tlp.750888

Tropical Group Looking for: Corp, IT Spv, Acct Spv, Acct Staff,Design Graphis, Web Development Staff.Send CV: corp-hrm@tropicalgroupbali.com corp-hrd@tropicalgroupbali.com

DIJUAL MOBIL

B.BP.001.04.18.0001474

Dibthkn Admin/Akunting, Pribadi Baik,Pekerja Keras,Gaji Menrik Telp:0361-289742,CV Send to: E:asavillasproperty@gmail.com

B.BP.001.04.18.0001309

B.BP.101.04.18.0001563

Dibthkn:Fotografer Berpglmn, Pribadi Baik,Pekerja Keras,Gaji Memuaskan.Hub:0361-289742 E:asavillasproperty@gmail.com

Dcri Cleaning Service untuk di Private Villa,Pengl Min 2Tahun Disiplin,Krja Kras & Krja Team Krm CV : hrdbali2018@gmail.com

B.BP.001.04.18.0001368

Cr Mrktg,Bs Komptr/Ingg,MinSMA Hub:082132409613/0361-289329

B.BP.001.04.18.0001472

Padi Handycraft Store & Reflexology Nusa 2 Needs: Opr.Spv,Houseman,Pramuniaga, Therapist Reflexology.Send to: corp-hrm@tropicalgroupbali.com corp-hrd@tropicalgroupbali.com

B.BP.001.04.18.0001475

Looking for: Villa Coordinator Good English,Good Performent, Hard Worker,Good Salary.Contck Telp:0361-289742,CV Send To: E:asavillasproperty@gmail.com

B.BP.001.04.18.0001500

Looking for:E-Commerce/Reservs Good English,Good Performent, Hard Worker,Good Salary.Contck Telp:0361-289742, CV Send To: E:asavillasproperty@gmail.com

B.BP.141.04.18.0001546

SUZUKI

Travel Agent Bth Staf Reserv Min 1Th,Bhs Ing+Comp T.287555 ptworldsurfaris@gmail.com B.BP.001.04.18.0001542

Tropic&Ocean Spa in Nusa Dua looking for:Spa Manager,Hairdresser,Therapist.Send CV:corp-hr m@tropicalgroupbali.com/ corp-hrd@tropicalgroupbali.com Ph:0361-775211 B.BP.101.04.18.0001561

Dijual Carry Pickup th 94 biru harga 36jt Nego H.085237979921

B.BP.001.04.18.0001557

Dijual cpt APV X’2004 silver Hub.HP/WA:08123672230

B.BP.001.04.18.0001564

Escudo Thn.1996,Mulus,Terawat, Plat Denpasar Hub.087862353833

B.BP.001.04.18.0001545

TOYOTA

Avanza G’14 H.155+Ertiga GX’13 H.142Jt H.085100856999 Pribadi

B.BP.141.04.18.0001547

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Avanza G18 Dp 24,5Jt Kredit 5 Th Langsung A/N T.087762984309

B.BP.159.04.18.0001514

Avanza Veloz 17 DK Putih Spt Baru Mnl KM 3 ribu Asli Track Record 08133-721-6703 Ng 188Jt B.BP.001.04.18.0001571

Over Kredit Avanza 2017,Hrg 90 Jt Cicilan 8X.Hub:082145997779

B.BP.001.04.18.0001497

DIJUAL RUMAH BU RmhLT300m27KT,5KM,Dpr,Grs Jl.Waturenggong G XIV/4B Panjer 2,1m Nego Hub.085724437898

B.BP.001.04.18.0001479

DIJUAL TANAH 2,5are Jl.Gatsu I/5 dkt Apotik Anugrah ling elit 087860156004

B.BP.001.04.18.0001559

Djl Tnh 1,25Are Jl.Trengguli Gg.IVB Hub.081337796708

B.BP.001.04.18.0001568

Djl Tnh Kebun Sayur,View Indah 83Are,Batunya-Baturiti-Tabanan Hub:0816730425/08123967333

B.BP.001.04.18.0001224

J.Tanah Lok.Negare Kota L.85A Hrg 15Jt/A Nego H.087860543343 /082339929757 (Pak Agung)

B.BP.001.04.18.0001520

Dijual rumah Jl.Cekomaria,Prum Kopertis Hub.083851000035

Jl Tnh 2,5 Hktr SHM&IMB Lngkap Lok.Tabanan Hub:081212491250 Tidak Melayani SMS

Rmh 1.8A Abiansemal Badung DP 10% Bunga Krd 0,9% perbln Hub.081338183031/081805374433

Jual Murah Tanah SHM u/Villa dpn Pantai Pemaron Lovina 2,65 Are,NusaPenida100A0811306171

DISEWAKAN RUMAH

Tanah di Gianyar 5,15 Are utk Villa 087862813158

B.BP.001.04.18.0001567

B.BP.004.03.18.0001163

Dikont.Rmh 2Lt Fas.Lengkap Hrg 45Jt Jl.Tukad Balian 0811350045 B.BP.001.04.18.0001229

Rmh 2Lt,4KT,Grs,Danau Tamblingan XII/2 Jimbaran.08123816183 B.BP.001.04.18.0001499

KOST Kos Exclusif Lngkp:Furnish,PLN Wifi,Pool,Dkt Airport & Centro Hub.081236333919/081385615594 B.BP.001.04.18.0001305

DISEWAKAN BENGKEL

B.BP.004.04.18.0001512

B.BP.004.04.18.0001430

B.BP.001.04.18.0001551

Tnh Jl.Bedahulu 3A Lb dpn 16M 730jt/A Ng lk bgs 087862392060 B.BP.001.04.18.0001572

Tnh SHM di Bedugul di Pinggir Jln.Utama Bedugul-Tabanan.Luas 7300m2(73Are)Sangat Murah Hub. WA:08123805090/082191905090TP B.BP.001.04.18.0001543

Tnh Tk Yeh Aya Pggr Jln 10A lbr dpn20m1,1M/ANego082266557791 B.BP.001.04.18.0001573

DIJUAL VILLA

Over Kontrak Bengkel Resmi Spd Motor Honda di Jalan Utama Murah&Strategis Hub.08123636462

Djl Villa 3Kmr,Pool/2.3A, Jl.Sri Rama Lgn Rp.6,5M/088219124095

B.BP.001.04.18.0001565

B.BP.001.04.18.0001502


Asah

18

Minggu Wage, 29 April 2018

Menurun: 1. Penyebaran kabar bohong dengan sengaja untuk menjatuhkan lawan 2. Aren 3. Kue ulang tahun 4. Salah (Bali) 5. Tempat mengungsi atau berlindung 6. Pembimbing sejumlah kecil siswa diluar sekolah 7. Hubungan timbal balik atau sebab akibat 10. Tempat perlindungan ; Naungan (Inggris) 11. Standar/satuan pengukur ; komponen dari suatu sistem yang berdiri sendiri 14. Kerjasama rahasia untuk maksud tak terpuji 16. Guru Agama Islam Pria 18. Irama 20. Kata tanda setuju 24. Organisasi masyarakat 25. Tulisan dan pembicaraan formal untuk pembelaan 26. Penganut Islam 27. Pejabat tinggi vatikan yang diangkat oleh Paus 31. Banyak (Bali) 33. Unit pelaksana teknis 36. Tempat ; Medan 39. Daging tumbuh berlebih di bekas luka 41. Sangai ; Penutup kukusan dari tanah (Bali) 42. Kandang kuda 43. Mahkota bersusun 46. Yang dihasilkan dari pembakaran

Permata Hati Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)

ULANG TAHUN

Tahun ini, 17 merupakan angka kebahagiaan bagi I Putu Arista Adiguna Arsa. Remaja kelahiran 17 April 2001 ini merayakan ultahnya yang ke-17 pada Selasa, 17 April 2018 dengan sederhana di tempat tinggalnya di Gita Sura. Perayaan dilakukan dengan pemotongan tumpeng dan persembahyangan bersama keluarga terdekat. Meski begitu putra dari I Putu Yuliarsa dan Ni Ketut Suriati ini merasa sangat bersyukur dan senang. Menurutnya, bersyukur tidak harus mewah dan glamor. Sweet Seventeen ya Rista, semoga sukses ke depannya.

TTS Bali Post

Pertanyaan Mendatar: 1. Penanaman modal untuk memperoleh keuntungan 5. Dua ratus (Bali) 8. Baru (Bali) 9. Gedung tempat tinggal sekelompok orang 12. Meja tempat persembahan 13. Malu-malu ; Canggung 15. Rotan berduri ; “Plectocomia Griffithii” 16. Utsawa dharma gita 17. Ampelas 19. Kubis 21. Tidak bersemangat 22. Banyak tenaganya ; Tahan tidak mudah rusak 23. Total loss only 25. Anjungan tunai mandiri 27. Tunai 28. Satu dan satu-satunya 29. Rest in peace 30. Penganan dari ketan 32. Jumlah uang yang dibayarkan per satuan waktu tertentu untuk kepentingan bersama 34. Bendungan 36. Pilihan dari sejumlah alternatif 37. Bui (Inggris) 38. Lekukan keris 40. Pendidikan tinggi 43. Tempat menaruh barang 44. Putaran (Inggris) 45. Ganyang mati alang-alang 47. Terlalu berani 48. Otot penggerak utama ; Penggerak utama 50. Bambu ; Buluh 51. Etiket ; Merek dagang 52. Menyerupai manusia terutama dalam wujud fisiknya, seperti kera, orangutan dan gorilla

344 Ketentuan Menjawab

Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 344 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 5 Mei 2018. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 13 Mei 2018. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Jawaban TTS No. 342 Mendatar: 1. Kenduri 4. Panelis 8. Due 9. Pedanda 10. TOL 11. NUR 12. MUI 13. Semesta 16. Samseng 19. End 21. Adjure 23. Ekspresi 25. Efficacy 26. Nyanan 27. Aus

29. Sticker 33. Riwayat 36. USA 37. SET 38. LOG 39. Nelayan 40. Biu 41. Koleksi 42. Sangkur Menurun: 1. Kupas 2. Duane 3. Idaman 4. Petis 5. Nilam

Badak Samson Diperkirakan Mati Karena Kolik Usus

KESIMPULAN awal hasil investigasi forensik bangkai badak jawa bernama Samson di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) oleh tim dokter hewan WWF Indonesia dan Institut Pertanian Bogor (IPB) menunjukkan kematian bukan disebabkan penyakit infeksius atau perburuan liar, tetapi karena kolik usus. “Dari hasil nekropsi, beberapa organ sudah dalam keadaan hancur akibat proses pembusukan, seperti ginjal dan paru-paru,” kata ahli patologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB Dr. Drh. Sri Estuningsih dalam keterangan tertulis diterima di Banjarmasin, Sabtu (28/4) kemarin. Tim dokter hewan telah mengambil beberapa sampel organ yang masih dinilai layak untuk diperiksa lebih lanjut di Laboratorium Histopatologi Divisi Patologi FKH IPB. Kesimpulan awal, menurut Estu, penyebab kematian badak ini adalah kolik atau torsio usus, yaitu usus besar dan usus kecil terpuntir (torso), sehingga mengakibatkan kerusakan

pada usus besar, hingga bakteri mikroflora usus menghasilkan racun dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh badak. Pada pengamatan luar, kondisi bangkai badak masih utuh, cula masih menempel pada kepala, tidak ada tandatanda luka pada tubuh. Kondisi bangkai menunjukkan sudah terjadi pembusukan yang ditandai dengan pengeluaran gas disertai busa dari celah kulit badak, kulit dan cula mudah terlepas. Pada bagian mata, mulut, hidung, alat kelamin, dan anus berwarna merah, ditemukan juga telur lalat, belatung pada permukaan kulit di bagian kaki depan dan belakang. Hasil pengamatan bagian dalam (hasil nekropsi) terdapat perubahan warna pada sebagian besar organ (gin-

jal, paru, hati, limpa, dan usus) yang telah mengalami pembusukan ditandai dengan konsistensi organ yang sudah lunak menyerupai bubur dan perubahan warna organ, serta terdapat gas. Pada rongga tubuh thorax dan abdomen ditemukan cairan transudat yang cukup banyak. Pada usus ditemukan adanya bagian usus yang terpuntir antara usus halus dan usus besar yang menyebabkan terjadi rupture usus bagian sekum. Isi usus sebagian terhambur mengenai dinding serosa usus yang ditandai adanya sisa makanan menempel pada serosa usus dan dinding badan (peritoneum), di dalam saluran pencernaan terdapat cacing berbentuk bulat yang ditemukan dalam jumlah banyak. (ant)

6. Lonte 7. Sereg 14. Endofit 15. Teenage 17. Absensi 18. Nestapa 20. Detya 22. Ugi 24. Rua 28. Uranus 29. Sosok 30. Istal 31. Kolok 32. Rugbi 34. Abang 35. Tanur

Pemenang TTS No. 342 Ni Made Enik Purwanti Br. Dinas Batu Lumbang, Desa Antap, Selemadeg, Tabanan 82162 (HP: 081999 116399) Dedy Eska Partama Jl. Plawa No.83, Br. Pagan Kelod, Kel. Sumerta Kauh, Dentim (HP: 081806 162911) I Wayan Wira Jl. Serma Natih, Br. Susuan, Amlapura 80813 (HP: 081338 956942) I Kadek Mas Windu Parmana SMP Widya Suara Sukawati 80582 (HP: 089686 360481) I Gede Putu Sudiana Jl. Kresna No.26, Dusun Penebel Kaja, Kec. Penebel, Kab. Tabanan 82152. (HP: 081916 739321) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : I Putu Gede Ardika Waisnawa Alamat : Br. Tegaltamu, Batubulan, Sukawati, Gianyar 80582 (HP: 085237 952802)


Minggu Wage, 29 April 2018

Aktivitas Desa

19

PKBM Gunaraksa Sari, Gunaksa

Tetap Gelar Ujian Kejar Paket A bagi Warga Klungkung P U L U H A N orang tua dan remaja putus sekolah di Kabupaten Klungkung tak ingin melewatkan ujian kesetaraan Sekolah Dasar (Paket A). Mereka menjadi peserta berbekal keinginan untuk mengubah nasib. Ujian itu diselenggarakan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Gunaraksa Sari di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan baru-baru ini. Mengenakan pakaian hitam putih, peserta yang sudah lama tak menyentuh bangku sekolah, bahkan ada yang tak per-

nah, memunculkan berbagai cerita. Ada yang nampak kebingungan masuk ruangan, seolah-olah masih sangat asing. Beberapa juga ada yang bingung mencari tempat duduk. Bahkan, ada yang berkeinginan supaya berdampingan dengan teman dekatnya. Pengawas pun memanggil beberapa kali, mengarahkan ke tempat duduk yang didapatkan. Saat soal dan lembar jawaban dibagikan, kebingungan kembali membelit mereka. Ada yang salah menulis mata pelajaran yang diujikan. Ada

pula yang salah menempatkan nama. Tetapi, itu tak mengurangi semangatnya untuk menjawab. Membaca soal dengan serius. Itu dilalui dua jam. Peserta, Ni Ketut Seriasa mengaku sudah sangat siap menghadapi ujian ini. Demi mendapatkan hasil maksimal, ia sejak lama belajar di PKBM Gunaraksa Sari. Dari tidak tahu baca tulis, menjadi tahu. “Sudah lama belajarnya,” tuturnya. Menariknya, ia yang sudah lanjut usia masih punya keinginan untuk mengikuti ujian kesetaraan SMP (Paket

B). Itu tak sebatas untuk bekal dalam memperbaiki nasib. Lebih mendasar lagi, untuk memberikan motivasi generasi muda akan pentingnya pendidikan dalam hidup. “Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Meskipun sudah bercucu,” katanya. Ketua PKBM Gunaraksa Sari, Nyoman Rudani, menjelaskan untuk mengikuti ujian, peserta harus mendaftar dua tahun sebelumnya. Mereka akan diberikan pendidikan layaknya siswa SD. “Yang ikut ujian 20 orang. Mereka sangat antusias,” tandasnya. (sos)

UJIAN - Suasana ujian paket A di PKBM Gunaraksa Sari, Desa Gunaksa.

BPM/sos

Kelompok Wanita Tani Nadi Sari

Hasilkan Lulur dan Sabun Berbahan Dasar VCO

TABANAN memiliki banyak desa yang memiliki potensi di perkebunankelapa. Saat ini untuk memajukan perekonomian desanya, banyak yang mendorong masyarakatnya untuk membuat produk VCO kemudian menjadi unggulan BUMdes. Hal yang berbeda dilakukan Kelompok Wanita Tani (KWT) Nadi Sari di Banjar Kulkul Batu, Desa Dalang, Selemadeg Timur. Mereka mengolah kelapa tidak han-

ya menjadi VCO tetapi juga menjadi sabun, lotion, dan lulur yang berbahan dasar VCO. Pelaku pembuatan lulur dan sabun dari VCO ini adalah salah satu anggota KWT Nadi Sari, Mariatun. Awal ia mulai terjun ke pembuatan sabun dan lulur ini tidak sengaja. ‘’Saat itu ada pelatihan dari Unud. Mereka kemudian menghibahkan alat pembuatan sabun dan lulur kepada kami. Dari

menurunkan kualitas dan citra pariwisata Bali sehingga bisa membuat wisatawan enggan berkunjung ke Bali. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen akan menjaga kelestarian lingkungan alam Bali termasuk pengendalian permasalahan sampah agar tidak mencemari serta merusak lingkungan alam Bali. “Jangan sampai persoalan sampah merusak citra pariwisata Bali,” tegasnya. Di sektor pertanian, Koster mengakui memang belum ada kepastian harga hasil pertanian. Sebabnya, belum adanya pertemuan antara hasil pertanian masyarakat Bali dengan konsumen. “Ke depan akan dibuatkan regulasi yan mewajibkan hotel dan restoran serta industri jasa di Bali wajib menggunakan hasil pertanian,” ujarnya. Caranya, Koster melanjutkan, dengan cara mengoneksikan sektor pertanian dan pariwisata. Di Bali, setiap tahun sebanyak enam juta turis berkunjung ke Pulau Dewata. “Ini jumlah yang cukup besar dan harus dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan petani. Tujuannya agar petani bisa merasakan hasil dari pariwisata. Harus ada kewajiban agar industri jasa menggunakan

buah lokal. Harus dikelola dari hulu hingga hilir,” ujarnya. Koster menegaskan pembangunan perekonomian harus berpihak pada rakyat. Itu sebabnya pembangunan perekonomian Bali harus dititikberatkan pada pertanian, kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif dan ekonomi digital. Tak hanya itu, lembaga unit mikro di desa juga akan diperkuat. Begitu juga dengan penyediaan dan akses pasar. “Pertumbuhan ekonomi baru juga harus dimunculkan yang merata sesuai potensi daerah. Saat ini pembangunan kita masih bertumpuk di selatan. Sementara Bali barat, timur dan utara timpang. Ini harus dibangun, kuncinya infrastruktur. Jalan tol lingkar Bali, shortcut dari Buleleng dan Denpasar serta tol dari Denpasar dan Gilimanuk itu akan kita dorong pembangunannya. “Pembangunan Bali harus dititikberatkan berbasis lingkungan berkelanjutan,” ujarnya. Koster berjanji akan berbuat yang terbaik untuk Bali. “Kami siap ngayah total sekala niskala membangun Bali setulustulusnya dan selurus-lurusnya. Kami akan ngayah membangun Bali,” ujar dia. (kmb)

produktif. Seperti, kecenderungan ingin cepat dan praktis, tidak suka bertele-tele, cenderung pragmatis, lebih berani berpendapat, lebih melek terhadap berbagai informasi, meskipun belum tentu tepat menilai mana informasi yang bernilai baik atau buruk. Di samping itu, menurut Radendra, KPU perlu lebih mendiseminasikan tentang hak warga negara dan peran penting penggunaan hak pilih itu bagi kemajuan bangsa atau daerah, terutama bagi

kelompok pemilih muda. Apalagi, dengan karakter generasi milenial seperti di atas, ada pula kecenderungan anggapan bahwa politik itu kotor karena banyaknya politisi korup. Sehingga memunculkan apatisme di kalangan pemilih pemula. Belum lagi asumsi bahwa politik tidak akan banyak pengaruhnya bagi kehidupan dan masa depan mereka, sehingga memunculkan sikap apatis atau kurang peduli pada politik. (win)

trem lagi pendapatnya. Dia mengatakan anak muda milenia Bali cenderung memilih golput. Mereka ini tak tahu banget soal kekuatan dan program paslon, agar tak membeli kucing dalam karung, makanya dia bersama rekan-rekannya memilih golput. Artinya, dia tak akan datang ke TPS sekalipun sudah memiliki hak pilih. Alasan Putri ini cukup beralasan karena anak muda milenia sekarang jarang tertarik pada urusan politik. Mereka sibuk dengan keperluannya sendiri, apalagi di tengah-tengah mereka hatus mencari sekolah dan kampus favoritnya. Kedua, bisa jadi karena tim sukses paslon selama ini cuek dengan mereka. Lihat saja tingkat kehadiran massa saat acara temu massa tak sebanyak sebelumnya. Namun, ada juga kelompok remaja yang memang peduli

dengan pilgub. Contohnya Ngurah Nugraha Satria Wibawa. Dia ternyata sudah memiliki pilihan tetap di pilgub nanti. Ini dia lakukan karena sebelumnya sudah mendapat ceramah saat acara masimakrama di Bedugul. ‘’Yang saya pilih paslon yang punya program unggulan dan nyata bisa diukur, bukan janjijanji,’’ tegasnya. Pada pilgub mendatang, 404.339 pemilih tercatat di Denpasar. Dari jumlah itu, 10.554 orang merupakan pemilih pemula.Guna menjaring pemilih pemula menggunakan hak pilihnya, KPU Kota Denpasar telah mensosialisasikan Pilgub Bali 2018 kepada siswa-siswi di Kota Denpasar. Seperti yang dilakukan di SMKN 3 Denpasar dan SMKN 4 Denpasar. Beberapa siswa menanyakan tentang akibat yang ditimbulkan jika tidak menggunakan hak pilih serta tata cara pindah memilih. John Darmawan dari KPU Kota Denpasar menjelaskan

setiap warga negara diberikan kesempatan untuk menentukan pemimpin-pemimpin negara melalui pemilu, tidak ada sanksi jika hak tersebut tidak digunakan. Namun, sangat disayangkan jika kita menyia-nyiakan hak yang diberikan untuk memilih para pemimpin yang memegang kendali dalam pembuatan serta pengelolaan kebijakan, yang tentunya menentukan setiap bidang kehidupan kita di negara ini.(sue/ara)

politik masa lalu. Sentimen ini yang kemudian menjadi sangat menentukan terkait ke mana suara mereka akan berlabuh. Mereka tak ubahnya massa mengambang, istilah pada zaman Orde Baru, yang diperebutkan simpatinya oleh

masing-masing kandidat. Oleh karena itu, pemilih pemula generasi milenia perlu mendapat informasi yang benar, bukan hoax, bukan berita-berita bohong sehingga memiliki tanggung jawab dan bisa melaksanakan hak pilihnya dengan baik..(rin)

BPM/san

VCO - Produk kecantikan berbahan dasar VCO yang dihasilkan KWT Nadi Sari.

Berbasis Budaya Dari Hal. 1 Menjawab pertanyaan itu, Koster menegaskan akan mengedepankan pembangunan pariwisata Bali berbasis budaya dengan berdasarkan nilainilai kearifan lokal Bali yang mengedepankan keharmonisan hidup antara manusia dengan lingkungan hidup agar tetap berkelanjutan. Maka menurutnya menjadikan pariwisata berkualitas sebagai keharusan dan prioritas utama. “Bali harus konsisten membangun pariwisata berbasis budaya dan berorientasi budaya. Pariwisata untuk Bali bukan sebaliknya Bali untuk pariwisata. Jadi, pertumbuhannya harus dikendalikan melalui aturan juga ditunjang standardisasi pelayanan. Tujuannya supaya pariwsata di Bali punya nilai, bisa memberi peningkatan kesejahteraan untuk masyarakat Bali,” ungkapnya. Kemudian Cok Ace menambahkan perlu dibangun sejumlah atraksi pariwisata dengan ditunjang akses yang mendukung yang selama ini belum merata antarwilayah di Bali. Selanjutnya dengan pen-

gendalian pembangunan kamar hotel yang disesuaikan dengan kebutuhan atau demand agar tidak terjadi persediaan yang berlebihan hingga membuat harga kamar hotel menjadi murah juga perang tarif. Kondisi ini akan merugikan dunia pariwisata Bali itu sendiri. Terkait pelestarian lingkungan akibat produksi sampah yang melonjak hingga bisa mencemari lingkungan, Koster menegaskan konsep pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang dirancangnya salah satunya sangat menitikberatkan pada pelestarian lingkungan alam yang dimanfaatkan sebesarbesarnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali. Maka persoalan penyelesaian sampah akan menjadi perhatian serius. Tak hanya itu juga termasuk pelestarian hutan, danau, sungai, gunung juga laut termasuk sumber-sumber mata air. “Karena air bagi masyarakat Bali mempunyai nilai dimensi niskala (spritual) yang digunakan untuk keperluan upakara,” ujarnya. Persoalan sampah dan lingkungan lanjut Koster juga

Pendidikan Politik Dari Hal. 1

“Tim pemenangan masingmasing paslon tidak harus selalu berpikir bagaimana caranya untuk mendulang suara sebanyak-banyaknya, namun harus mampu memberikan pendidikan politik yang bersih dan bermartabat kepada masyarakat, khususnya pemilih pemula,” saran kandidat doktor hukum UGM ini. Sementara itu, pengamat

politik Dr. I.B. Radendra Suastama, S.H., M.H. mengatakan pemilih pemula dalam Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 terdiri dari anakanak muda yang lazim disebut generasi milenial. Mereka memiliki karakter yang berbeda dibandingkan generasi-generasi sebelummya. Karakter mereka tersebut bersifat khas, walaupun tidak semua karakter tersebut baik, bahkan ada yang menjurus menjadi kontra

Tak Mau Tahu Dari Hal. 1 Mereka seolah-olah tak mau tahu soal pilgub termasuk kandidat alias paslon yang maju. Makanya ketika dia ditanya apakah sudah memiliki pilihan di pilgub mendatang, Putri Giri menjawab ‘’Belum’’. ‘’Terus terang anak muda Bali milenia sekarang buta dengan kekuatan dan kompetisi paslon di pilgub. Mereka lebih fokus belajar dan mengejar studi,’’ ujarnya. Namun, Putri Giri akan tetap ke TPS. Dia juga belum pernah tersentuh sosialisasi pilgub dan kekuatan paslon. Termasuk apa program unggulan kedua paslon. ‘’Banyak kok teman saya yang cuek dan ndak tahu soal urusan pilgub,’’ ujarnya. Hal ini juga didukung remaja Bali lainnya, Putri. Bahkan, Putri yang satu ini lebih eks-

Media Sosial Dari Hal. 1

Menurut Raka Sandi, pemilih pemula saat ini bukanlah pemilih tradisional yang terafiliasi dalam peristiwa-peristiwa

sana saya coba-coba membuatnya,’’ ujar Mariatun. Dengan bantuan anggota KWT lain, Mariatun mencoba membuat sabun dan lulur berbahan dasar VCO ini. ‘’Pembuatan lulur, sabun dan lotion, saya lakukan sendiri. Untuk bahan VCO-nya saya beli dari anggota seharga Rp 80.000 per liter,’’ ujarnya. Pada awalnya, Mariatun memasarkan produknya dengan menawarkan ke

sekolah-sekolah maupun kegiatan banjar-banjar. Diakuinya cukup sulit karena kebanyakan wanita di desa tidak terlalu rutin melakukan perawatan. Tetapi dengan pemasaran yang ulet, beberapa konsumen yang mencoba produknya kembali membeli, kemudian mempromosikannya ke konsumen lain. Harga yang ditawarkan juga tidak terlalu mahal. Keberhasilan Mariatun

Unggul Pengetahuan Dari Hal. 1

Isu itu ditanyakan Rai Mantra ke paslon Koster -Ace, namun tak mendapat tanggapan yang pas. Luh Jelantik melihat di situlah keunggulan pengetahuan dan wawasan Rai Mantra tentang isu ekonomi dan implementasinya. “Saat ini strategi pengembangan ekonomi yang berbasis kebudayaan lokal atau Orange Economy sangat dibutuhkan Bali serta menjawab peluang dan tantangan masyarakat menghadapi perubahan zaman,” kesan desainer sepatu yang juga bintang iklan sebuah produk di televisi itu. Ketua KRB Anak Agung

Ke Sekolah Dari Hal. 1 Ini terlihat saat sosialisasi ke sekolah-sekolah yang dilakukan Komisioner KPU. Maka tak salah jika para calon dan tim kampanyenya melakukan berbagai cara untuk menggaet suara pemilih pemula. Baik melalui pendekatan media sosial, gaya hidup, bahasa atau

Bagus Adhi Mahendra Putra mengatakan, pasangan calon asal KRB memang lebih menguasai masalah karena keduanya sudah sangat berpengalaman. “Cagub Rai Mantra itu berpengalaman memimpin Kota Denpasar selama dua periode. Sementara kalau Cawagub Sudikerta sudah sangat berpengalaman menjadi Wakil Bupati Badung dua periode dan menjadi Wakil Gubernur Bali periode sebelumnya. Jadi kalau urusan membangun Bali memang keduanya sudah tahu di mana peluang dan tantangannya. Jadi visi misi Mantra Kerta sudah dikuasai betul,” ujarnya. Ada pun tema debat pergaya komunikasi yang mudah dicerna pemilih pemula. “Justru pemilih pemula fokus pada bagaimana cara memilih, syarat menjadi pemilih hingga menentukan pilihan. Ini karena mereka belum pernah memilih,” kata Krisna. Banyak cara dilakukan KPU Karangasem, untuk memasyarakatkan Pilkada Bali ini ke pemilih pemula. Mulai dari menjadi inspektur upacara bendera di sekolah, terlibat dalam pemilihan Ketua OSIS, hingga masuk

Semakin Menarik Dari Hal. 1 KBS-Ace menyampaikan visi dan misi Nangun Sad Kertih Loka Bali, sedangkan Mantra-Kerta memaparkan visi dan misi Nawacandra. Kedua paslon juga beradu visi bagaimana memajukan pertanian Bali. Debat semakin menarik ketika kedua paslon menjawab empat pertanyaan dari tim perumus secara bergantian untuk penajaman visi dan misi mereka. Empat pertanyaan masih berkaitan dengan tema debat yakni “Memajukan dan Menyelesaikan Persoalan Daerah” dengan subtema ‘’Ekonomi, pariwisata, pertanian dan lingkungan hidup’’. Di bidang pariwisata, paslon diminta memberikan langkah konkret terkait perang tarif di perhotelan yang semakin parah. Cagub Rai Mantra mengatakan,

Bali harus kembali melihat rencana induk kepariwisataannya. Termasuk di dalamnya zonasi dan kapasitas yang dimiliki daerah. Perlu diatur, daerah yang sudah padat harus dilakukan moratorium atau pengendalian. Cagub Wayan Koster mengatakan Bali harus konsisten membangun pariwisata berbasis budaya dan berorientasi pada kualitas. Bali tidak bisa dijual murah karena pariwisata untuk Bali bukan Bali untuk pariwisata. Upaya pengendalian dilakukan dengan membuat perda tentang standardisasi pelayanan kepariwisataan secara komprehensif. Di bidang pertanian, paslon diminta memberikan gambaran kondisi pertanian di Bali berikut strategi dan kebijakannya. Cawagub nomor urut 2 I Ketut Sudikerta mengatakan, sektor perta-

membuat produk kecantikan dari VCO kemudian dilirik oleh Bumda Tabanan dalam hal ini PDDS Dharma Santika. Saat ini, Mariatun bersama KWT Nadi Sari sedang berusaha agar produk mereka bisa mendapatkan sertifikat dari badan BPOM sehingga nantinya bisa dipasarkan ke toko-toko modern. ‘’Sekarang ini sedang dipersiapkan dan difasilitasi oleh Bumda,’’ ujar Mariatun. (kmb24)

tama kali ini adalah soal pembangunan Bali dan berbagai persoalannya dengan subtema soal pariwisata, pertanian dan kebudayaan. Perdebatan terjadi soal konsep one island management. Rai Mantra mempertanyakan soal konsep pembangunan one island management yang akan bertentangan dengan dengan UU No. 23 tahun 2014 di mana ada otonomi daerah dari setiap kabupaten di Bali. Namun, pertanyaan itu dijawab Koster dengan menjelaskan jika UU tersebut sama sekali tidak menjadi halangan bagi seorang Gubernur Bali untuk menjalankan visi misinya membangun Bali dengan konsep one island management. (kmb) ke kelas-kelas untuk memberikan sosialisasi. Komisioner KPU Karangasem Divisi Data dan Perencanaan, Ngurah Maharjana, mengatakan saat ini ada 1.467 pemilih pemula, terdiri dari 779 pemilih laki-laki dan 668 pemilih perempuan. Ini diketahui setelah mencermati 12 elemen pemilih saat pencoklitan. Ngurah menambahkan, selain warga yang baru berusia 17 tahun, para pensiunan TNI/Polri juga tergolong pemilih pemula.(gik) nian baru menyumbang 14,92 persen ekonomi Bali. Ke depan harus ditingkatkan lagi agar bisa menyamai pendapatan dari sektor pariwisata. Pertama, dengan mengalokasikan anggaran yang memadai dari standar undang-undang. Kemudian merealisasikan pembangunan infrastruktur seperti waduk, saluran irigasi, dan jalan setapak untuk akses petani. Setelah itu, meningkatkan produksi petani dan nilai tukar petani. Cagub Wayan Koster mengatakan, perlu dibuat regulasi termasuk di dalamnya pergub yang mewajibkan hotel, restoran dan sektor jasa di Bali untuk memakai hasil pertanian lokal masyarakat Bali. Dengan demikian, harga hasil pertanian tidak lagi anjlok saat musim panen. Termasuk membuat perda untuk memberikan kepastian harga jual komoditas pertanian. (kmb32)


TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

Minggu Wage, 29 April 2018

Kisara

u g g n Mi

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

Fotografi

Sebuah Dilema pada Diri Sendiri SALAM Kak KISARA! Aku Wayan Agus dan saat ini aku sedang mengalami cukup tekanan batin pada diriku sendiri. Aku baru saja membela pacarku yang diganggu oleh teman laki-lakinya sendiri. Merasa tidak terima, ia memukul mukaku dan aku pun membalasnya. Kita mengalami perkelahian yang sengit berujung kekalahan pada diriku sendiri. Sudah lama aku menghindari dia agar aku tidak ribut dengan dia. Namun, menurutku apa yang dilakukannya terhadap pacarku dan aku sendiri ini sudah keterlaluan, terlebih lagi dia selalu mengancamku kalau dia akan membuat keributan di rumahku. Orang tuaku yang mengetahui hal ini khawatir dan memintaku untuk tidak membela pacarku. Tapi di satu sisi, aku ada rasa ingin terus melindungi dia, walaupun dia tidak pernah memintaku untuk selalu melindunginya. Orang tuaku tidak ingin aku mati konyol hanya untuk membela seorang pacar. Apa yang seharusnya aku lakukan? Aku sangat bingung, aku harap kak KISARA bisa memberikan saran untukku. Terima kasih Kak. Halo Agus! Bagaimana kabarmu saat ini? Semoga kamu, keluarga dan pacarmu baik-baik saja ya. Ini semua pasti akan berlalu. Kamu adalah orang yang hebat karena kamu sudah sampai titik ini. Nah, bagaimana perasaanmu saat ini? Agus, kamu sudah harus siap untuk menerima keadaanmu saat ini. Apa yang kamu lakukan mungkin merupakan bentuk pembelaan diri ya. Namun, ada baiknya jika kamu menenangkan diri kemudian menyelesaikan masalah ini dengan bertemu si teman laki-laki pacarmu dan membicarakannya baikbaik. Tanyakan hal apa yang terjadi sehingga bisa menimbulkan perkelahian. Lalu, bagaimana bila hal tersebut tidak dapat diselesaikan? Kemudian, diskusikan pada orang tua masing-masing sebagai penanggung jawab kalian. Melalui orang tua, maka akan terjadinya suatu mediasi dengan bernegosiasi terhadap pemecahan masalah kalian sehingga nantinya akan menghasilkan kesepakatan yang sudah disetujui pihak-pihak yang terlibat. Jika terjadi halhal yang tidak diinginkan, seperti perbuatan yang mengancam jiwa dan keamanan, maka segeralah lapor ke pihak berwajib untuk mendapatkan penanganan dari kasus yang kalian alami. Perkelahian sebenarnya tidak akan menyelesaikan masalah apa pun, karena pastinya akan menimbulkan masalah baru, terutama yang akan berdampak pada diri Agus sendiri. Namun, bila perkelahian sudah tidak bisa dihindari pada kejadian Agus ini, berpikirlah untuk menghindarinya mulai dari sekarang karena sehendaknya Agus tidak terlibat lagi dengan perkelahian apa pun. Kamu tidak perlu adu fisik pada pelaku yang hanya akan membuat keluarga dan pacarmu resah. Adu fisik yang dilakukan oleh kalian sebagai remaja akan dicap sebagai bentuk kenakalan remaja oleh masyarakat sekitar. Jadi, bentuk perlindungan pada pacarmu sendiri bisa kamu lakukan dengan melakukan cara yang sudah kakak sebutkan di atas ya. Bicarakan kembali hubungan kamu dengan pacar kamu kepada orang tua, yakinkan mereka agar tidak perlu khawatir kembali. Terus lindungilah keluarga dan pacarmu, seperti yang kamu harapkan dengan catatan bahwa kamu sebagai remaja dalam kondisi aman ya. Kamu dapat menolong pacar kamu sebagai seorang korban yang harus dibantu untuk menegakkan keadilan haknya. Perjuangkanlah kebenaran terlebih dahulu, bila pacar kamu tidak ingin ditolong biarlah itu menjadi pilihannya dia, yang penting kamu sudah melakukan bagian dari kebaikan. Selalu ingat keluarga saat kamu ingin memulai suatu langkah, karena mereka adalah “yang pertama” saat mereka menjadi korban dari masalahmu. Lebih jaga diri ya Agus dan semoga masalah ini bisa membuatmu makin dewasa! Semangat! Jika ada yang ingin dikonsultasikan, silakan langsung hubungi line@ kisara di : @ozy7685j yaa!! Viva Youth, Viva Kisara!

Tradisi Petik Laut karya Anom Manik Agung

Semangat Pattimura karya Anom Manik Agung

“Travel Photography”

Membingkai Cerita dari Sebuah Perjalanan JALAN-JALAN (traveling) dan fotografi merupakan dua hobi yang bisa saling dipersatukan dan saling melengkapi. Tentunya, cerita perjalanan Anda ke tempat-tempat eksotik di belahan dunia ini rasanya kurang seru jika hanya diceritakan secara verbal. Sebaliknya, perjalanan itu akan menjadi cerita yang tak pernah terlupakan jika diabadikan secara visual lewat rangkaian frameframe foto. Dengan sentuhan kreativitas fotografi, perjalanan Anda bahkan bisa menjadi hal yang sangat menantang dan bisa menghasilkan uang karena fotofoto perjalanan (travel) sangat diminati oleh para travel agent sebagai media promosi bisnis mereka. Makanya, tidak sedikit penghobi traveling yang kebetulan memiliki skill fotografi justru meng-eksplore dan menyatukan dua hobi tersebut menjadi profesi yang sangat menjanjikan, yakni sebagai travel photographer. Enak bukan? Bisa jalanjalan ke mana-mana, pulangnya tabungan Anda tidak terkuras tapi justru bertambah. Tentunya, bukan perkara mudah membuat seseorang atau travel agent mau membeli foto-foto perjalanan Anda. Di samping layak dari segi teknis fotografi, foto-foto itu harus mampu “bercerita” sehingga mampu menggugah dan menggiring minat para penghobi traveling untuk mengunjungi tempat-tempat yang diabadikan dalam fotofoto tersebut. Lantas, bagaimana caranya menciptakan foto-foto perjalanan yang menarik dan berkualitas, berikut kiat-kiat praktis dari Anom Manik Agung, salah satu fotografer senior Bali yang menaruh minat khusus pada genre travel photography. Menurut Anom Manik Agung, kamera bukan sekadar alat untuk merekam perjalanan kita. Apalagi, jika foto-foto yang ingin

dihasilkan tidak sekadar sebagai foto dokumentasi perjalanan biasa. Sentuhan kreativitas fotografi tetap merupakan hal yang mutlak, sehingga foto-foto tersebut tetap layak untuk diapreasiasi sebagai sebuah karya seni. “Intinya, fotografi travel itu tetap harus mampu bercerita. Seperti halnya kita bercerita lewat kata-kata, fotografi travel akan menceritakan perjalanan kita lewat visual. Maka, ceritakanlan hal-hal yang unik dan menarik. Semakin unik dan menarik fotofoto kita, maka penikmat foto-foto kita akan tertarik untuk mengunjungi tempat-tempat yang ada di dalam foto tersebut,” katanya. Simpel tapi Tetap ‘’Powerful’’ Lantas, apa yang mesti dipersiapkan sebelum memulai perjalanan yang juga ditujukan untuk mendapatkan foto-foto menarik di tempat yang akan dikunjungi? Fotografer Bali yang sudah meraih berbagai prestasi bergengsi di kompetisi fotografi di tingkat nasional dan internasional ini menyarankan agar membawa peralatan fotografi yang simpel tapi tetap powerful. Pasalnya, dalam sebuah perjalanan dengan durasi bisa mencapai berhari-hari, tentunya kita harus membawa banyak hal atau tidak hanya peralatan fotografi. Mulai dari pakaian, laptop, buku, peta hingga peralatan mandi jika tempat yang akan dikunjungi berada di daerah pedesaan atau pedalaman. “Usahakan membawa peralatan seringkas mungkin. Jangan sampai, peralatan fotografi yang terlalu ‘lengkap’ justru malah sangat membebani dan menyusahkan. Dalam kondisi seperti ini, satu kamera DSLR dan satu pocket camera sebagai cadangan sudah cukup. Begitu pula dengan lensa, cukup membawa satu lensa sapujagat (misalnya

18-200 mm) dan satu lensa wide (16-35 mm) karena dua lensa ini akan sangat diperlukan. Tapi untuk kartu memori, jangan pernah berpikir minimalis. Bawalah seluruh koleksi kartu memori yang anda miliki. Tentunya, kita sudah bisa memprediksi sejak awal berapa banyak foto yang akan kita ambil selama perjalanan. Jangan sampai ruang di kartu memori itu habis di tengah jalan, sementara di sisi lain masih banyak objek yang harus difoto. Ini membuat kita akan menyesal seumur hidup. Perhitungkan juga sewaktu-waktu kartu memori kita bisa error selagi masih di kamera sehingga kita bisa mengantisipasi hal itu dengan kartu memori cadangan,” katanya mengingatkan. Menurut Anom Manik Agung, tripod atau penyangga kamera juga merupakan piranti penting yang wajib dibawa. Sebab, tidak jarang kita harus memotret pada malam hari atau keadaan agak gelap (low light) di dalam ruangan. Bawalah tripod yang simpel, ringan dan kecil tapi cukup kuat untuk menyangga kamera kita. “Pada kondisi gelap, speed yang dipakai kamera kita akan sangat rendah. Tidak pakai tripod, gambar yang diambil cenderung akan goyang (shake) atau blur,” ujarnya. Anom Manik Agung menambahkan, fotografi travel biasanya berhubungan dengan suasana baru, orang-orang baru, hingga sesuatu yang baru dengan rutinitas berbeda. Untuk “merekam” hal itu, keberadaan lensa lebar (wide) sangat dibutuhkan karena foto yang dihasilkan oleh lensa lebar umumnya mampu “berbicara” sehingga terkesan lebih akrab. Misalnya saat kita naik sampan atau perahu dayung di sebuah danau, kita bisa memotret tukang dayung sekaligus menunjukkan satu titik keindahan danau di mana saat itu kita berada. (ian)

Temple in Bhutan karya Anom Manik Agung

Heroisme Papua karya Anom Manik Agung


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook