Skip to main content

Edisi 27 Agustus 2017 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 10 TAHUN KE 70 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (158 rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

minggu wage, 27 agustus 2017

Tampil Agresif, Garuda Muda Gagal ke Final Kuala Lumpur – Tampil agresif dan penuh semangat, belum mampu membuat Timnas Garuda Muda Indonesia lolos ke babak final ajang sepak bola SEA Games ke29. Gol Malaysia melalui sundulan kepala Thanabalan Nadarajah di menit–menit akhir mengubur peluang Garuda Muda ke partai puncak. Di laga semifinal yang digelar di Stadion Shah Alam, Sabtu (26/8) kemarin, Indonesia menguasai jalannya pertandingan sejak kick off. Lini tengah timnas yang dimotori sang kapten Evan Dimas mendominasi permainan. Beberapa kali terobosan yang dilakukan dari sisi sayap oleh Yabes Roni dan Febri Hariyadi merepotkan barisan pertahanan lawan. Namun, tusukan-tusukan kedua pemain ini gagal dimanfaatkan oleh Ezra Walian yang diplot sebagai striker tunggal oleh pelatih Luis Milla. Di tengah gempuran dahsyat, justru Malaysia yang mendapatkan peluang yang paling berbahaya pada menit ke-30. Penjaga gawang Satria Tama berhasil memblok tendangan pemain Malaysia dari jarak dekat. Skor kacamata menjadi penutup babak pertama. Di babak kedua, pola pertandingan tidak banyak berubah. Indonesia masih memegang kendali permainan dan Malaysia sesekali melakukan serangan balik. Evan Dimas sempat melakukan tembakan keras namun masih mengarah lurus ke penjaga gawang Haziq. Luis Milla melakukan pergantian dua pemain. Septian David Maulana yang cedera digantikan oleh pemain sayap Saddil Ramdani serta Ezra Walian yang kehabisan bensin digantikan oleh pemain sayap Osvaldo Hay. Hal. 19 Tanpa Striker KONTRADIKTIF — Suasana kontradiktif terlihat usai pertandingan semifinal SEA Games, Sabtu malam (26/8) kemarin. Pemain Malaysia bergembira menyambut kemenangan, sementara pemain Indonesia tertunduk gagal maju ke final.

Di Pura Luhur Tamba Waras

@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

Mes Dirjen Hubla Digeledah KPK Bay Gantikan Antonius

Jakarta (Bali Post) KPK bergerak cepat mengungkap kasus suap yang menimpa Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Antonius Tonny Budiono. KPK langsung menggeledah mes tempat tinggal Antonius yang menjadi tersangka kasus korupsi. Sebanyak 50 benda dari keris hingga tombak disita penyidik KPK. “Dari mes perwira Ditjen Hubla di Gunung Sahari penyidik menemukan sekitar 5 buah keris, 1 tombak, lebih dari 5 jam tangan, dan lebih dari 20 cincin dan batu akik dengan ikatan yang diduga emas kuning dan putih. Total sekitar 50 item yang disita,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Sabtu (26/8) kemarin. Nilai benda yang diduga hadiah terkait jabatan itu kemudian akan ditaksir. Ini tentu di luar uang Rp 18,9 miliar dari 33 tas yang disita dari tempat yang sama sebelumnya. “Perlu kami ingatkan agar kasus ini menjadi pelajaran bagi seluruh pejabat negara dan PNS untuk membiasakan menolak gratifikasi pada kesempatan pertama. Hal ini lebih tepat dilakukan agar tidak menjadi persoalan hukum di kemudian hari,” imbau Febri. Jika memang tidak dapat ditolak langsung, lanjut Febri, pejabat yang menerima wajib melapor dalam waktu maksimal 30 hari kerja. Dirjen Hubla kini terancam hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 20 tahun kurungan atau seumur hidup akibat diduga melanggar pasal 12B UU Tindak Pidana Korupsi tentang Gratifikasi. Tonny telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap proyek pengerukan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Dia diduga menerima suap dari tersangka lainnya, yakni Komisaris

PT Adhi Guna Keruktama (AGK) Adiputra Kurniawan. Keduanya terkena operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (23/8). Nilai suap yang diterima Tonny terbilang fantastis, mencapai Rp 20,7 miliar. Jumlah itu merupakan barang bukti terbanyak yang diamankan KPK dari OTT. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan turut menyoroti kasus yang menjerat Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Antonius Tonny Budiono. Luhut mengaku tidak menyangka Tonny, sapaan akrab Antonius Tonny Budiono, menerima suap. “Saya sangat menyayangkan kenapa Pak Tonny sampai (menerima suap) begitu. Itu saja saya bilang, padahal dia sudah mau pensiun, masih begitu,” kata Luhut di Universitas Hasanuddin Makassar, Sabtu (26/8) kemarin. Menurut Luhut, perilaku koruptif seperti menerima suap di Indonesia memang masih marak terjadi. Sejumlah upaya dilakukan untuk mencegah perilaku tersebut, termasuk kata Luhut, memanfaatkan kecanggihan teknologi. Komitmen pemerintah memberantas korupsi di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, menurut Luhut, sudah sangat jelas dan tegas. Hal. 19 Diganti Bay Mokhamad

Wisata ’’Malukat’’

’’Malukat’’ Sambil Berobat

Krama Bali sebenarnya tak perlu berwisata ke liar negeri. Di Bali banyak tersedia tempat wisata termasuk yang bernuansa wisata spiritual. Salah satu tren yang dilakukan umat Hindu saat ini yakni malukat ke sejumlah sumber air. Bahkan, wisatawan pun menyukai wisata ini.

TABANAN juga kaya dengan objek wisata tirtayatra malukat. Pura Luhur Tamba Waras yang berlokasi di Kecamatan Penebel memiliki tujuh pancoran memberi keunikan tersendiri. Bahkan, pamedek yang malukat tak hanya dari umat Hindu juga umat lainnya. Di sini pamedek sambil malukat juga untuk berobat. Karena sehabis malukat, pamedek disiapkan air kelapa hijau dicampur minyak sebagai sarana pengobatan. Tujuh pancoran merupakan tempat panglukatan baru di pura yang dikenal sebagai tempat berobat sekala-niskala itu. Dulunya ritual panglukatan dilakukan di Pura Beji. Hal. 19 Sapta Gangga

PROSESI malukat yang dilakukan umat Hindu dan wisatawan di tempat-tempat pemandian suci di Bali, ternyata membawa dampak positif bagi masyarakat sekitarnya. Sebab, selain dapat meningkatkan kunjungan pamedek ataupun wisatawan, juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitarnya. Pasalnya, kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk berjualan sarana dan prasarana pelukatan (canang, dupa, kain), cenderamata, maupun aksesori dan berbagai jenis makanan. Hal. 19 Sangat Menguntungkan

Karangasem Miliki Pura Pasimpenan Baturaya

BPM/san

MALUKAT - Umat berbagai agama saat malukat di Pancoran Sapta Gangga di Pura Luhur Tamba Waras.

DIPADATI - Pura Dalem Pingit Sebatu, Gianyar. dipadati pamedek yang malukat.

Tempat Baru Wisata ’’Malukat’’ di Bali

Bangli Miliki Enam Lokasi, Gianyar Andalkan Goa Rang Reng

Pura Pasimpenan Baturaya terlihat unik. Palinggih yang identik dengan umat Hindu jadi satu dengan stupa, simbol umat Buddha, dalam satu areal pura ini. Selain stupa sebagai palinggih utama, juga ada banyak patung sang Buddha, di dalam areal pura. Pura Pasimpenan Baturaya, rupanya adalah Pura Siwa-Budha yang sempat lama terkubur dan akhirnya dibangun lagi sejak tahun 2005 dan setiap tahun dilakukan pemugaran hingga menjadi semakin megah. Belakangan, pura ini terus menjadi buah bibir, karena kerap didatangi masyarakat biasa hingga pejabat. Sebagian besar umat ke sana ingin malukat hingga memohon berkah. Seperti apa cerita berdirinya pura ini? Salah satu peneliti Belanda, bernama Dr. R. Goris, dalam sebuah bukunya pernah menyebut adanya keberadaan pura ini, berlokasi di Desa Tumbu, Karangasem. Hal. 19 Sebelum Mpu Kuturan

Wisata spiritual berupa malukat belakangan ini menjadi tren di masyarakat. Hal itu terbukti dari ramainya kunjungan wisatawan di hampir seluruh tempat wisata spiritual yang ada di Bali.

BARU - Objek wisata malukat baru di Campuhan, Bangli

BPM/ina/nik

KABUPATEN Bangli sebagaimana data yang dimiliki Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangli, sedikitnya kini ada enam tempat wisata spiritual yang sedang berkembang. Di antaranya Tirta Sudamala di Banjar Sedit, Kelurahan Bebalang, Pancoran Solas di Banjar Guliang Kangin Desa Tamanbali, Patirtan Nawa Ratna di Tukad Cepung Desa Tembuku, Pancoran Solas di Desa Pakraman Batur, Pancoran Jaga Satru di Desa Kayubihi dan yang terbaru Taman Pecampuhan di Desa Pakraman Sala, Susut. Dengan ciri dan keunikan masing-masing, keenam tempat wisata spiritual tersebut memiliki sumber mata air yang dialirkan melalui pancoran. Oleh masyarakat, ke-

beradaan sumber air itu diyakini sangat baik dipakai untuk membersihkan diri. Kabid Promosi Disparbud Bangli, Wayan Merta, Sabtu (26/8) kemarin, mengatakan keberadaan enam tempat wisata spiritual di Bangli yang kini berkembang pesat tersebut sejatinya sudah ada sejak lama. Hanya, baru pada tahun 2000-an keberadaan tempat wisata itu mulai muncul di permukaan setelah dilakukan penataan dan pengembangan oleh masyarakat di wilayah masing-masing. “Dari enam tempat wisata spiritual itu, yang paling baru muncul adalah Taman Pecampuhan di Desa Sala,” terangnya. Hal. 19 Saat Hari Raya

BPM/gik

PALINGGIH - Palinggih Pura Baturaya, stupa Buddha di areal yang sama dengan palinggih lainnya.


2

Minggu Wage, 27 Agustus 2017

Wayan Murdana

Hati-hati Penipuan ‘’Voucher’’ UN Swissindo

40 Orang di Bali Telah Jadi Korban

Kasek Berprestasi Lahirkan Sekolah Berprestasi KEPALA sekolah dan guru berprestasi adalah kunci menghasilkan siswa dan sekolah berprestasi. Hal itu dibuktikan oleh Kepala SMPN 3 Denpasar, I Wayan Murdana, S.Pd., M.Psi. Kepala SMPN 3 Denpasar ini tahun ini meraih sukses ganda. Dia terpilih menjadi duta Denpasar pada pemilihan kepala sekolah berprestasi. Di tingkat Provinsi Bali, Murdana yang jebolan lulusan Bimbingan dan Psikologi Pendidikan FKIP Unud ini sukses meraih juara II tingkat Bali. Padahal, dia baru dua tahun menjabat kepala sekolah. Piala dan hadiah diterima serangkaian HUT Pemprov Bali oleh Kadisdikpora Bali, TIA Kusuma W a r d hani. TIA Kusuma Wardhani mengaku Kepala SMPN 3 Denpasar ini sangat menonjol dalam ide kreatif dan inovasi. Suami tercinta Ni Nyoman Dani ini juga sukses m e n g hantark a n BPM/025 PRESTASI - I Wayan Mur- SMPN 3 dana dengan piagam sebagai Denpasar kepala sekolah berprestasi t a h u n 2017 berdi Bali. prestasi nasional dan internasional. Ayah dari Ni Putu Dian Rumesa, S.E., I Made Andi Rumesa, S.Pd., dan Ni Komang Ayu Inda Rumesa ini juga sukses menghantarkan SMPN 3 Denpasar sebagai sekolah Adiwiyata Mandiri. Ini kelanjutan dari prestasi Adiwiyata tingkat nasional. Penghargaan diserahkan Presiden Jokowi di Jakarta. Tugas itu tentulah tak mudah dicapai karena sekolah ini dikenal sekolah yang memiliki lahan terbuka yang sangat sempit, namun mampu dimanfaatkan optimal untuk penataan lingkungan. Yang utama dalam penilaian Adiwiyata Mandiri adalah sekolah mampu nenciptakan inovasi dalam bidang lingkungaan. Termasuk penelitian, karya siswa, bank sampah dan nilai produksi pupuk, penampungan air hujan dan pengolahan limbah kamar mandi serta berperan bagi masyarakat. Bahkan hasil riset siswa Spentry (SMPN 3) hingga maju ke tingkat internasional di Jepang serta sukses meraih medali perak. Bahkan, siswa lainnya akan berangkat ke India untuk seleksi internasional bidang riset. Murdana juga menghantarkan SMPN 3 Denpasar sebagai peraih terbaik I dan II rata-rata NUN di Bali tiap tahun. Skor nilai akreditasinya juga tertinggi di Bali yakni 97. Sekolah ini juga juara PKTP, juara UKS seBali dan juara perpustakaan se- Bali. Sementara gurunya dikenal memiki empat kompetensi yakni pedagogik, sosial, akademik, dan kepribadian yang tinggi. Siswanya tahun ini meraih juara I putra dan putrid siswa berperestasi di Denpasar. Sementara gurunya juara se- Bali dalam bidang mata pelajaran. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, Sabtu (26/8) kemarin, menggelar workshop review Kurikulum 2013. Agenda ini diikuti 90 guru guna meningkatkan kompetensi guru dalam mengajar. Ia membenarkan guru dan kasek berprestasi menghasilkan siswa dan sekolah berprestasi. Ini dia lakukan karena merasa bertanggung jawab membawa SMPN 3 Denpasar terus maju dan berkualitas. Guru dan kasek harus menjadi panutan bagi waraga sekolah, sekalipun disadari sebuah tugas yan sangat berat. Untuk itu ia berterima kasih kepada semua warga sekolah dan komponen lain yang mendukung menjadikan sekolah ini berprestasi. ‘’Apalah artinya saya sendiri sebagai kasek, tanpa dukungan rekan-rekan lainnya. Saya hanya memanajemen saja,’’ ujarnya. (025)

BPM/dok

MENUMPUK - Tumpukan sampah di TPA Regional Sarbagita (TPA Suwung). Bali mestinya tinggal mengadopsi teknologi yang sudah ada untuk mengeliminasi sampah atau menciptakan energi dari olahan sampah.

Teknologi Sudah Siap

Sampah Menumpuk Tak Tuntas Dieliminasi

Denpasar (Bali Post) -

Teknologi untuk mengubah sampah menjadi energi sebetulnya telah umum diterapkan di negara-negara maju. Seperti teknologi pirolisis, torefaksi, combustion, dan gasifikasi untuk mengeliminasi sampah atau menangkap energi yang ada di dalam sampah tersebut. Bali mestinya tinggal mengadopsi teknologi yang sudah ada untuk mengatasi tumpukan sampah. Namun sebagai contoh sampah di TPA Regional Sarbagita (TPA Suwung), pengelolaannya justru tak pernah tuntas hingga sekarang. “Semua sebenarnya teknologi itu sudah ready, kita tinggal pakai yang mana dan tentu saja kita tidak bisa memakai satu teknologi saja,” ujar Ketua Program Doktor Ilmu Teknik Fakultas Teknik Unud, Prof. I Nyoman Suprapta Winaya, Ph.D. saat dikonfirmasi Sabtu (26/8) kemarin. Menurut Suprapta, jangan melihat berapa banyak energi yang didapat dari penggunaan teknologi itu di TPA Suwung. Sebab, poin utama dari penerapan teknologi adalah untuk mengeliminasi sampah yang ada. Mengingat, isu sampah akan sangat berdampak pada Bali yang mengandalkan sektor pariwisata. “Artinya bahwa kita tidak bisa mengatakan bahwa energinya

banyak sekali di situ. Tapi, energinya ada dan perlu kita tangkap sehingga itu menyebabkan kita selalu mencari teknologi yang paling baik untuk mengeliminasi sampah tersebut,” jelasnya. Suprapta menambahkan, kekhawatiran mengenai timbulnya zat berbahaya dioksin atau hidro karbon yang lepas juga sudah bisa diantisipasi. Mengingat, telah ada teknologi yang bisa menangkap zat berbahaya dari sampah plastik itu ketika dieliminasi dengan cara dibakar. Pada intinya, semua teknologi yang dipakai saat ini sudah didesain aman untuk lingkungan. “Perlu diketahui bahwa semua teknologi sekarang patokannya itu orang mendesain untuk me-

nangkap (zat berbahaya) sehingga aman bagi lingkungan,” imbuhnya. Ketika sampah berhasil diubah menjadi energi listrik, lanjut Suprapta, tergolong sebagai renewable energy. Energi baru terbarukan ini tentu saja tidak bisa bersaing dengan energi listrik dari fosil ataupun bahan bakar disel. Pastinya, energi listrik dari sampah akan jauh lebih mahal dari energi yang sudah ada. Di samping, nilai kalor untuk sampah juga jauh lebih rendah hingga 50 persennya. “Tentu saja kita tidak bisa berkompetisi dengan yang fosil, gas, ataupun bahan bakar diesel, pasti lebih murah karena sudah disubsidi. Yang ini (energi dari sampah, red) kenapa tidak disubsidi juga,” paparnya. (kmb32)

Denpasar (Bali Post) UN Swissindo yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai investasi bodong, kini beralih cara menipu masyarakat. Cara baru yang digunakan dengan voucher human obligation (VM1) yang disebutkan bisa dicairkan di Bank Mandiri. Di Bali telah ada 40 orang yang menjadi korban penipuan investasi UN Swissindo. Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Zulmi mengatakan, bahwa informasi terakhir yang diterima untuk di Bali ada sekitar 40 orang datang ke Bank Mandiri untuk menanyakan terkait investasi yang mereka lakukan. Namun setelah pihak bank menjelaskan bahwa tidak ada kerja sama dengen perusahaan illegal tersebut dalam pencairan dana melalui voucher, masyarakat langsung menyadari bahwa mereka telah ditipu. “Setelah dijelaskan mereka baru sadar bahwa memang itu tidak ada dan kembali pulang. Nah sebenarnya direncanakan ada yang akan datang lagi 18 Agustus dan 21 Agustus lalu tapi batal karena pihak bank sudah mengklarifikasi sebelumnya,” ujarnya belum lama ini. Untuk di Bali, kata dia, patut bersyukur karena jumlah masyarakat yang termakan rayuan dari pihak UN Swissindo jauh lebih rendah dibandingkan daerah lainnya contohnya Makassar dan Jaya Pura. Bahkan di daerah tersebut ada ratusan orang yang antre untuk menukarkan voucher yang telah dibeli. “Bahkan ada satu orang masyarakat yang membeli voucher hingga jutaan rupiah dengan harapan mendapatkan uang lebih banyak, namun nyatanya itu tidak benar,” tuturnya. Lebih lanjut dikatakan, modus operasi yang dijalankan UN Swissindo yakni masyarakat yang ingin mendapatkan voucher M1 tersebut harus menyerahkan fotokopi e-KTP dan membayar biaya adminisrasi sebesar Rp 10 ribu – Rp 30 ribu untuk satu voucher. Dari voucher yang sudah diterima perusahaan ilegal tersebut mengklaim bisa ditukarkan ke Bank Mandiri dengan jumlah dana sebesar USD 1.200 atau sekitar Rp 15,6 juta. “Ini semuanya tentu tidak benar, karena pihak Bank Mandiri sudah mengklarifikasi

BPM/kmb42

Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Zulmi bahwa tidak ada kerja sama antara pihak bank dengan UN Swissindo, demikian juga Bank Indonesia telah merilis bahwa tidak ada SBI dalam bentuk sertifikat,” tegasnya. Dengan demikian, pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dengan tawaran yang belum pasti kebenarannya. Apalagi, tawaran yang diterima tidak masuk akal. Sehingga untuk mendapatkan informasi yang jelas terkait investasi maupun hal lainnya terkait tawarantawaran pelunasan utang maupun pembelian voucher yang bisa dicairkan diharapkan masyarakat bisa meminta keterangan ke kantor OJK, aparat penegak hukum dan satuan tugas penanganan dugaan tindakan melawan hukum di bidang penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi atau satgas waspada investasi. Ditambahkan, untuk modus sebelumnya yakni perjanjian pelunasan hutang debitur di perbankan hingga Juli 2017, OJK telah menerima setidaknya 15 informasi. Laporan tersebut disampaikan oleh masyarakat dan juga lembaga jasa keuangan. “Kami tegaskan sekali lagi bahwa tidak ada pelunasan utang nasabah dengan hanya menggunakan dokumen dari UN Swissindo yang mengklaim pelunasan hutang dari NKRI tersebut. Untuk itu, kami mengimbau masyarakat terutama yang memiliki utang di perbankan jangan sampai mudah percaya dengan apa yang ditawarkan tersebut, karena itu semua tidak benar,” tegasnya. (kmb42)

Bentuk Kepedulian Sosial

Anggota Polsek Susut Ikuti Kegiatan Donor Darah

Bangli (Bali Post) Anggota Polsek Susut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah yang dilaksanakan Palang Merah Indonesia (PMI) Bangli yang dilaksanakan di lapangan Kecamatan Susut. Aksi donor darah yang dilakukan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial Polsek Susut kepada masyarakat yang membutuhkan darah. Kapolsek Susut AKP Ida Bagus Ketut Karyawan mengungkapkan, pihaknya berharap

donor darah yang dilakukan anggotanya dapat membantu masyarakat yang sedang sakit dan membutuhkan darah. Kata AKP Karyawan, kegiatan donor darah ini rutin dilaksanakan setiap memperingati HUT RI dan HUT Polri. “Kegiatan yang kita lakukan sebagai bentuk kepedulian kita terhadap sesama yang membutuhkan darah. Maka dari itu, kegiatan seperti ini sangat penting dilakukan. Karena satu tetes darah yang kita sum-

bangkan sangat berarti bagi kemanusiaan,” ungkap AKP Karyawan. AKP Karyawan juga mengungkapkan, donor darah tidak hanya memberikan manfaat kepada para penerima darah, namun juga kepada para pemberinya. Pasalnya, dengan melakukan donor darah maka akan dapat menjaga kesehatan jantung dan membuat darah mengalir lebih lancar, meningkatkan produksi sel darah merah dan lain sebagainya.

BPM/kmb41

DONOR - Anggota Polsek Susus ketika melaksanakan kegiatan donor darah. “Jadi, mendonorkan darah membuat kita jarang sakit dan terhindari dari kanker, stroke, dan serangan jantung. Rutin

menjalankan donor darah membuat kadar zat besi dalam darah menjadi stabil,” jelas AKP Karyawan. (kmb41)

Pengunjung Keluhkan Minimnya Hiburan di Areal Pameran Kerajinan

BPM/kmb

DAGANG - Pedagang lontong serapah di Pemeran Industri dan Kerajinan di areal parkir Pemkab Jembrana masih berusaha bertahan dengan adanya penambahan jadwal.

Negara (Bali Post) Diperpanjangnya jadwal pameran industri dan kerajinan serangkaian Jembrana Festival 2017 yang dilaksanakan di areal parkir Pemkab Jembrana yang dibuka pada Sabtu (12/8) lalu, tidak diimbangi dengan adanya hiburan. Hal ini dikeluhkan sejumlah pengunjung dan peserta pameran Sabtu (26/8) kemarin. “Pengunjung sedikit dan di sini juga sepi karena minimnya hiburan. Harusnya pemkab bekerja sama dengan sekolah-sekolah agar bisa berpartisipasi dan menunjukkan kebolehan anak-anak didik di panggung yang ada di pameran sehingga ada

yang ditonton,” jelas beberapa pedagang kuliner yang ada di belakang panggung. Jika ada hiburan secara bergilir katanya secara otomatis pengunjung akan datang dan mereka akan berbelanja di warung kuliner. “Di Denpasar kan begitu selain pameran hiburan gratis juga diadakan setiap hari. Jadi, pengunjung banyak,” jelasnya. Demikian juga dengan adanya perpanjangan waktu para pedagang juga harus membayar biaya kebersihan Rp 50 ribu per stan. “Katanya sudah tidak ada anggaran kebersihan dan listrik jadi kita bayar. Dengan sepinya pengunjung kami juga masak sedikit,” tandas beberapa pedagang.

Dari pengamatan stan kuliner juga banyak yang tutup. Demikian juga stan kerajinan lainnya. “Pameran tahun ini sepi, bahkan sampai siang tidak ada pegarus. Kami duduk bengong. Kami juga perlu biaya operasional selama pameran ini,” tandasnya. Pameran sedianya berakhir pada 20 Agustus lalu, namun dalam pelaksanaannya jadwalnya diperpanjang hingga 1 September. Diduga tidak ada sosialisasi sejak awal sehingga beberapa peserta khususnya yang dari luar daerah pulang dan menyudahi pamerannya. Sementara beberapa pedagang kuliner seperti lontong serapah masih berusaha bertahan jualan di pameran

meski agak sepi. Sementara itu, Kepala Dinas Koperindag Jembrana Made Gde Budiartha yang dikonfirmasi mengakui kalau jadwal kegiatan pameran diperpanjang. Pihaknya juga sudah sosialisasi. “Ya, kalau ada yang pulang dan kosong nanti kita isi lagi,” jelasnya. Waktu pameran diperpanjang dia beralasan kalau pihak perajin yang meminta. Selain itu agar kegiatan bisa berlangsung hingga penutupan seusai Parade Budaya, 1 September. Pada event kali ini, Pemkab menyediakan 113 stan dengan 80 stan kerajinan dan industri, 25 stan produk olahan pangan dan kuliner, dan 8 stan OPD/Instansi/BUMN/

Swasta. Peserta pameran 210 UMKM baik dari Jembrana dan luar Jembrana. “Secara khusus juga kami sediakan stan edukasi kuliner pembuatan kue tradisional Jembrana seperti bendu, stan edukasi tenun Jembrana masing – masing satu stand,” kata Budiartha. Bupati Jembrana I Putu Artha mengatakan proses edukasi sangatlah penting, sehingga pelanggan, para konsumen dapat memahami proses pembuatan produk tersebut. Mulai pengenalan bahan baku, cara memperoleh bahan baku, proses, peralatan, teknik pembuatan, seni serta sentuhan-sentuhan kearifan budaya lokal. (kmb)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Minggu Wage, 27 Agustus 2017

seremonial

Pengobatan Tradisional Jnana Marga

Buktikan Kedahsyatan Energi Janur Sakti Melalui Aktivasi Kejantanan

UNTUK membantu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan kebahagiaan suami istri, pengobatan tradisional Jnana Marga dan Training Centre Metafisika Indonesia Bali pada Jumat (1/9) yang akan datang, akan melaksanakan pelatihan dan aktivasi energi seksual/kejantanan. Baik untuk pria yang masih sehat (untuk menjaga dan mempertahankan kesehatan) maupun bagi mereka yang sudah bermasalah dengan kesehatan dan seksual, bebas untuk semua agama dan keyakinan. Dengan metode energi Janur Sakti bermanfaat untuk meningkatkan dan menjaga vitalitas pria, menguatkan energi positif dalam tubuh, menyembuhkan dan mencegah berbagai penyakit, seperti mengatur reproduksi, mengendalikan ejakulasi, mengaktifkan kinerja simpul–simpul energi dan mengoptimalkannya pada tubuh, menguatkan jantung, ginjal, melancarkan peredaran darah, meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah stres dan lain–lain, sehingga tubuh mendapatkan kesehatan secara sempurna dan menyeluruh. Meningkatkan kebahagiaan suami istri (pasutri), mengobati diri sendiri dan orang lain. Pengobatan Energi Janur Sakti adalah sebuah metode pengobatan dengan mengolah energi alam semesta menggunakan janur sebagai perantara dan sarana penyembuhan. Sebuah penemuan yang luar biasa dari I Nengah Edy Warsita. Kenapa Janur? Karena janur selain tempatnya dipuncak pohon kelapa, yang secara langsung menyerap energi dari alam, dalam masyarakat Hindu Bali janur memiliki banyak manfaat sebagai sarana upacara dan upakara. Yang juga

I Nengah Edy Warsita dapat diartikan, bahwa janur sebagai media perantara hubungan antara manusia dengan Tuhan. Namun, walau menggunakan filosofi dan janur sebagai media peyembuhan, tetapi di Pengobatan Tradisional Jnana Marga tidak ada ritual- ritual khusus, karena penyembuhan ini bersifat universal, untuk semua (pria) dengan agama dan keyakinan apapun. Dalam kurun waktu hampir sepuluh tahun metode pengobatan ini sudah mencapai kesempurnaan. Apalagi di kolaborasikan dengan temuan–temuannya yang lain, di antaranya metode Yadnya Sarira. Menjadikan metode pengobatan ini luar biasa. Bekerja seperti lebah, menyerang penyakit dari berbagai penjuru. Keistimewaan Energi Janur Sakti tidak hanya berfungsi sebagai pengobatan atau penyembuhan, namun memiliki berbagai kedahsyatan

lain, di antaranya untuk aktivasi seksual/kejantanan, menciptakan sorga dunia dalam rumah tangga. Selain sebagai ahli seksual, gelar Grand Master dari berbagai perguruan telah disandangnya, di antaranya Grand Master Energi Kejantanan, Grand Master Metafisika Indonesia Bali, Grand Master Prana Cuo Ko Sui, Grand Master Prana Kundalini, Therapist dan Owner Pengobatan Tradisional Jnana Marga. Dari segi uji kompetensi dan legalitas semua telah terpenuhi. Ini dapat dibuktikan dengan sudah tergabungnya dalam Ikatan Pengobatan Tradisional Indonesia (IPATRI), Persatuan Akupuntur Indonesia (PAKSI), AP3I serta berada di bawah naungan Dinkes dengan izin no: 448stpt.41.07.17/Dinkes.17. Pengobatan Tradisional Jnana Marga tak bisa dipandang sebelah mata. Kontribusinya terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara umum dan khususnya kaum pria sudah terbukti. Selama berpraktek tak terhitung berapa pasien dari berbagai daerah di Bali dan luar Bali yang telah disembuhkan. Para pria dengan berbagai keluhan seksual seperti ejakulasi dini, libido rendah/kehilangan libido, hyperseksual (menyeimbangkan energi seksual), menambah ukuran mr. P. dan lain–lain. Juga membantu pasutri yang susah mendapatkan keturunan. Buka dari Senin sampai Sabtu. Pukul 10.00 Wita sampai 17.00 Wita. Segera daftarkan diri di Pengobatan Tradisional Jnana Marga dan Training Centre Metafisika Indonesia Bali, jalan Gatot Subroto I, Gang Jnana (1 KM arah utara Apotek Anugrah) Denpasar. Telp. 085102111600. Jumlah peserta dibatasi. (ad1806)

Kongres Sepeda Tua IVCA 2018

Diikuti 11.000 Peserta dari 50 Negara

EVENT akbar tahunan International Veteran Cycle Association (IVCA) kongres akan digelar di Bali pada 12-16 April 2018 mendatang. Event tahunan ini akan dikemas dengan event rally sepeda tua dan ontel internasional yang diikuti 50 negara dengan partisipan sekitar 300 tamu asing, serta didukung oleh anggota Komunitas Sepada Tua Indonesia (KOSTI) sebanyak 10.000 peserta. Indonesia mendapat kehormatan menjadi tuan rumah perhelatan akbar tahun 2018 ini, dan Bali dipilih sebagi tempat penyelenggaraan pada saat kongres tahun 2013 di Vaseli Nad Mouravou, Republik Ceko. Event yang pertama kali diadakan di Belton House, dekat Grantham, Inggris pada 23 Agustus 1981 silam ini tengah menginjak tahun ke-37 akan dipusatkan di Denpasar dan Ubud, Gianyar dengan berbagai event. Seperti Kirab estafet IVCA dati Pantai Anyer (Banten) menuju Pantai Sanur (Bali) sejauh 1.200 KM selama 15 hari pada 29 Maret- 14 April 2018, Pameran Sepedanesia di Hotel Inna Grand Bali Beach pada 12-16 April 2018, Anniversary ssepuluh Tahun KOSTI di Matahati Terbit, Sanur pada 14 April 2018, Festival Kampung Jadul di Pantai Matahati Terbit pada 1415 April 2018, Pemecahan Rekor Guinnes Book of Record di Lapangan Renon pada 15 April 2018, dan IVCA 2018 di Hotel Inna Grand Bali Beach pada 12-16 April 2018. Selain itu, sebelum event dilangsungkan juga akan digelar berbagai kegiatan, seperti Bandung Pedal Power Momentum pada 23-24 September 2017, Silatnas KOSTI, Balikpapan pada 7-8 Oktober 2017, Joga Republik Onthel pada

Teliti Model Pembelajaran Bahasa Inggris Berpendekatan Pragmatik

Antarkan I Made Rai Jaya Widanta Raih Gelar Doktor

FAKULTAS Ilmu Budaya kembali melangsungkan ujian terbuka/ promosi doktor di kampus Fakultas Ilmu Budaya, Jumat (25/8) di Gedung Dr. Ir Soekarno. Ujian terbuka ini dipimpin oleh Ketua Program Doktor Linguistik Prof. Dr. I Nengah Sudipa. M.A., sementara promovendus adalah mahasiswa Doktor Ilmu Linguistik I Made Rai Jaya Widanta, S.S., M. Hum. Rai Jaya Widanta tercatat sebagai doktor ke-121 di Prodi Doktor S-3 Ilmu Linguistik sejak prodi ini berdiri. Ujian terbuka/promosi doktor dimulai tepat pada pukul 10.00 Wita hingga pukul 12.00 Wita, berjalan dengan sangat baik. Promovendus mempresentasikan hasil penelitian dengan sangat baik dan sangat meyakinkan. Rapat Yudisium menyatakan bahwa I Made Rai Jaya Widanta, S.S., M. Hum., dinyatakan lulus dengan predikat Istimewa. Disertasi yang dipertahankan oleh I Made Rai Jaya Widanta, S.S., M. Hum., berjudul “Model Pembelajaran Bahasa Inggris Berpendekatan Pragmatik di Perguruan Tinggi (PT) Vokasi”. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran bahasa Inggris berpendekatan pragmatik di perguruan tinggi vokasi pariwisata. Secara khausus penelitian ini difokuskan untuk mengkaji empat hal, yaitu (1) kondisi pembelajaran saat ini di PT vokasi; (2) pengembangan model pembelajaran bahasa Inggris berpendekatan pragmatik untuk perguruan tinggi vokasi; (3) pengukuran kompetensi pragmatik partisipan penelitian setelah diberikan pembelajaran dengan model yang dikembangkan; dan (4) mengukur efektivitas model pembelajaran yang dikembangkan. Model pembelajaran bahasa Inggris berpendekatan pragmatik ini dibuat untuk merespons kekurangan model pembelajaran bahasa Inggris yang diimplementasikan selama ini

di PT Vokasi. Modul ajaran yang

baik jumlah maupun pola ujarannya.

DOKTOR - Suasana ujian terbuka doktor di kampus Fakultas Ilmu Budaya, Jumat (25/8) di Gedung Dr. Ir Soekarno. dikembangkan menggunakan silabus notional-functional, menitik beratkan pada keselarasan penggunaan form-function dan form-context, seta memasukkan aspek-aspek sosiologis ke dalam materi ajar. Model ini dilengkapi dengan modul ajar, sintakmatik pembelajaran, rubrik penilaian serta instrumen penggali data dan pengukur kompetensi pragmatik menggunakan kartu oral role play. Dipayungi teori Noticing Hypothesis. Penelitian ini dipayungi teori Noticing Hypothesis (Schmidt, 1990). Aktivitas pedagogis yang didisain menggunakan prosedur TRI E + + (Engage, Enrich, Encourage) dan didukung dengan pendekatan implisit-eksplisit-implisit. Kompetensi pragmatik partisipan penelitian meningkat secara signifikan setelah model pembelajaran ini diimplementasikan. Hal ini terbukti dari adanya peningkatan nilai partisipan penelitian setelah diberikan post test (T2). Kemampuan pragmalinguistik dan sosiopragmatik mereka dalam memproduksi ujaran request dan refusal terbukti jauh lebih bervariasi,

Apresiasi Konsumen

Ditemukannya formula-formula semantik baru, seperti: (1) Mitigation & Adjunct to Mitigation; (2) Recommendation; (3) Repeating Interlocutor’s statement; (4) Statement of convincing; (5) Cheering up interlocutor (being informative;being helpful) dan (6) Inderect perssuasive offer. Model pembelajaran bahasa Inggris berpendekatan pragmatik ini terbukti efektif. Hal ini ditunjukkan oleh hasil analisis data dengan statistik deskriptif dan paired simple t-test. Model ini terbukti berhasil meningkatkan kompetensi pragmatik partisipan penelitian. Ujian terbuka Dr. I Made Rai Jaya Widanta, S.S., M. Hum., dipimpin oleh Prof. Dr. I Nengah Sudipa, M.A., yang sekaligus juga sebagai ketua penguji dengan anggota Prof. Dr. Made Budiarsa, M.A., Dr. Made Satyawati, S.S., M.Hum., Dr. I Made Netra, S.S., M.Hum., Prof. Drs. I Ketut Artawa, M.A., Ph.D., Prof. Dr. I Ketut Darmalaksana, M.Hum., Dr. Ni Made Dhanawaty, M.S., I Nyoman Suka Sanjaya, S.S., M.A., TESOL., Ph.D. (ad1804)

Astra Motor Group Gianyar Bersama Dealer Daya Motor dan FIF Group Gelar ’’Service” Gratis

BPM/win

BERSAMA - Ketua Umum KOSTI Pusat Ir. Joko Rinto Pihartono (tengah), seusai Kick Off Meeting Persiapan Kongres Sepeda Tua IVCA 2018 yang akan digelar pada 12-16 April 2018 di Bali. 21-22 Oktober 2017, dan Roadshow IVCA to Thailand, Singapore, Malaysia, Vietnam, Hongkong dan Philipina pada September 2017 - Februari 2018. Untuk menyukseskan event tahunan yang digagas oleh Gerard Buisset dari Prancis dan Ray Fixter dari Inggris ini, KOSTI yang bertindak sebagai penyelenggara melakukan Rapat Persiapan kongres Sepeda Tua IVCA 2018, yang dibuka langsung oleh Ketua Umum KOSTI Pusat Ir. Joko Rinto Pihartono beserta jajaran dan dihadiri oleh Ketua KOSTI Bali Wayan Kuning Darmawan, beserta panitia IVCA 2018 di Segara Meeting Room, Jimbaran Bay Beach Resort & Bar, Sabtu (26/8) kemarin. Joko Rinto Pihartono mengatakan acara ini akan menjadi ajang berkumpulnya para onthelis dari seluruh dunia dan berbagai model sepeda

tua dari berbagai pabrikan. Event ini merupakan event internasional yang baru pertama kali diselenggarakan di kawasan Asia, dan Bali dipilih menjadi tempat penyelenggaraan pertama. Sebagai tuan rumah, Ketua KOSTI Bali Wayan Kuning Darmawan telah melakukan berbagai persiapan. Salah satunya adalah berkoordinasi dengan pemerintah daerah Bali, terutama Pemerintah Kota Denpasar dan PHRI Bali terkait rekomendasi dan perizinan. Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan dinas perhubungan terkait dengan akses jalan untuk rally nanti. Untuk di Bali, peserta yang mengikuti event IVCA 2018 sebanyak 2.000 peserta, sehingga ditargetkan seluruh peserta yang berpartisipasi pada event internasional tahunan ini sebanyak 11.000 peserta. (bns1)

Bermodalkan Hutang Rp 300 Juta

LPD Peguyangan Kini Bangkit dengan Aset Rp 83,5 Miliar

LPD Peguyangan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) XXVIII pada Sabtu (26/8) di area Subak Sembung, Denpasar. Tema yang diangkat yaitu melalui perayaan HUT LPD XXVIII kita tingkatkan pembangunan desa dengan semangat gotong royong berlandaskan adat dan budaya untuk terwujudnya ekonomi kreatif dan mandiri. Pada perayaan HUT tersebut juga diserahkan bantuan program bedah rumah, bantuan pendidikan, pengundian hadiah tabungan dan deposito, serta pengundian hadiah jalan santai. Simbolis perayaan HUT juga dilakukan pemotongan tumpeng dan diserahkan pada karyawan termuda. Di sela-sela acara juga dipentaskan seni tari diiringi gamelan dari Peguyangan. Stan-stan UMKM juga berjejer di sepanjang jalan menuju panggung. Termasuk stan Koperasi Krama Bali (KKB) yang telah lama bekerja sama dengan LPD Peguyangan. Kepala LPD Peguyangan I Wayan Darmita, kepengurusan LPD Peguyangan yang tidak cakap sejak berdiri 30 Agustus tahun 1989, membuat LPD memiliki hutang Rp 300 juta. Namun seiring berjalannya waktu, Darmita diminta untuk memimpin LPD Peguyangan sejak tahun 2001. Perlahan-lahan hutang LPD Peguyangan lunas dan bangkit membangun perekonomian masyarakat Peguyangan.Hingga kini asset yang telah dimiliki mencapai Rp 83,5 miliar. “Dulu kami sempat tidak digaji selama dua tahun. Tapi setelah tahun 2003 mulai baik,” tuturnya. Tahun 2016 asset yang dimiliki LPD Pe-

3

LPD - Pemotongan tumpeng dalam rangka HUT LPD Peguyangan ke-28. guyangan adalah Rp 71 miliar dan laba Rp 33 miliar. Namun hingga Juli 2017, LPD Peguyangan telah memperoleh laba Rp 22 miliar. “Targetnya tahun ini kita memperoleh laba Rp 37 miliar,” imbuhnya. Seiring peningkatan asset LPD, DPK LPD Peguyangan juga meningkat. Dana Pihak Ketiga (DPK) dari tabungan masyarakat adalah sebesar Rp 34 miliar dan deposito Rp 33 miliar. Sedangkan modal intinya Rp 11 miliar. Untuk membangun perekonomian masyarakat Peguyangan, hingga Juli 2017 LPD Peguyangan telah menyalurkan kredit sebesar Rp 58 miliar. Kredit tersebut disalurkan ke sektor perdagangan, properti, pengusaha, pertanian, dll. Diakui khusus sektor pertanian, tak banyak petani yang

tertarik untuk mengambil pinjaman di LPD. Meskipun pihaknya telah memberikan kemudahan pada sektor tersebut. Kemudahan yang diberikan yaitu suku bunga yang rendah hanya 1,5 persen menurun. Selain itu petani juga bisa membayar setelah enam bulan. Sehingga tidak ada beban cicilan setiap bulannya. Pertumbuhan LPD Peguyangan terbukti dari hadiah dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat sekitar. Jika tahun lalu hanya dua rumah yang mendapat bantuan bedah rumah, tahun ini LPD Peguyangan memberikan bantuan bedah rumah kepada empat rumah dengan masing-masing bantuan Rp 15 juta. (ad1805)

SEBAGAI bentuk apresiasi kepada konsumen Honda dan sekaligus memperkenalkan truk Safari FIF melalui roadshow-nya, dealer Honda Gianyar bersama dengan FIF group yang merupakan salah satu perusahaan pembiayaan (kredit) kendaraan bermotor menggelar service gratis untuk para konsumen Repeat Ordernya (RO). Kegiatan yang di gelar di lapangan Astina Gianyar menargetkan 100 motor untuk dilakukan service gratis dengan kriteria motor yang mendapatkan service gtaris adalah tahun perakitan motor 2012 ke atas. Fasilitas free yang diberikan berupa service dan oil gratis, di mana konsumen sudah terlebih dahulu di berikan informasi melalui sms broadcast dan flayer. Konsumen yang datang kelokasi pun dimudahkan, cukup dengan menunjukkan sms dan flayer, maka bisa langsung dilakukan pendaftaran service gratis motor. Untuk memperlancar kegiatan ini sebanyak sepuluh mekanik dan dua final cek di terjunkan ke lapangan yang merupakan mekanik handal dari empat Ahass Dealer Gianyar, yaitu: Astra Motor Gianyar, Astra

SERVICE - Honda Gianyar bersama dengan FIF group menggelar service gratis di lapangan Astina, Gianyar. Motor Batubulan, Astra Motor Ubud dan Dealer Daya Motor Gianyar sebagai dealer penyelenggara kegiatan ini. Selain itu, kegiatan juga di meriahkan dengan pameran produk Honda dengan penawaran khusus dan promo menarik dari pembiayaan elektronik, serta pembiayaan syariah. “Kami ingin lebih dekat dengan konsumen kami, dan dengan kegiatan

ini dapat memberikan apresiasi secara langsung buat konsumen, khususnya wilayah Gianyar. Selain itu kami juga ingin mengedukasi masyarakat agar lebih paham mengenai jasa keuangan melalui informasi di stan-stan FIF yang tersedia,” ungkap Kadek Mahadi PIC dari Astra Motor Gianyar. Selain acara service gratis, juga di meriahkan dengan doorprize, serta pemeriksaan kesehatan gratis. (bns2)

Bedah Desa Ke-34 Tekan Angka Kemiskinan

Bupati Suwirta Apresiasi BUMDes Paksebali KEBERADAAN Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Paksebali, Kecamatan Dawan mendapat apresiasi dari Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, saat melakukan Bedah Desa ke-34, Sabtu (26/8) kemarin. Hal tersebut dikarenakan lembaga perekonomian ini telah mampu menekan angka kemiskinan dari ratusan Kepala Keluarga (KK) menjadi puluhan. Bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkup Pemkab Klungkung, Bupati Suwirta menyusuri setiap sudut desa didampingi perangkat desa setempat. Kunjungan juga diisi dengan meninjau pasar dan berlanjut ke beberapa SD yang ada di Desa Paksebali. Melalui hal tersebut, pemkab akan memberikan bantuan baleganjur dan drumband kepada tiga SD, sesuai kebutuhan. Pada kesempatan itu, Bupati asal Nusa Ceningan ini juga meminta Perbekel dan Dinas terkait untuk mengkaji rencana regrouping siswa SDN 2 Paksebali ke SDN 1 Paksebali, karena sekolah tersebut akan dijadikan pasar tradisional. Sebab pasar yang sekarang akan diubah menjadi pasar seni untuk mendukung BUMDes yang telah berhasil memberdayakan masyarakat. “Tolong segera buat kajian ini dengan sebaik-baiknya, agar rencana untuk membuat pasar tradisional dan pasar seni di Paksebali bisa segera terlaksana,” ujarnya. Kunjungan orang nomor satu di Bumi Serombotan ini tak berhenti sampai di sana. Namun berlanjut ke beberapa rumah warga KK miskin. Saat itu dijelaskan, jumlah warga miskin saat ini tinggal 41 KK, turun

BEDAH DESA - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama OPD melakukan Bedah Desa ke-34 di Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Sabtu (26/8) kemarin. dari sebelumnya yang mencapai 200 KK. Hal tersebut terjadi seiring dengan adanya BUMDes. Hal tersebut langsung diapresiasi. “BUMDes sudah mampu terlibat dalam pengentasan kemiskinan. Yang seperti ini sangat kami harapkan terus berlanjut,” tegasnya. Menurut Bupati, munculnya kemiskinan bukan hanya sematamata disebabkan oleh fisik, tetapi yang paling penting pola fikir warga bersangkutan. Oleh karenanya, untuk menuntaskan persoalan itu, pemkab akan merekrut intrepreneur desa yang diberi nama Yowana Gema Santi. “Semoga dengan adanya Yowana Gema Santi yang nantinya akan dibekali dengan kemampuan

interprener, sehingga orang-orang yang ditugaskan untuk mendidik warga yang kurang mampu bisa memberikan bimbingan dengan baik,” harapnya. Selain itu, Bupati Suwirta juga mengapresiasi segala potensi Desa Paksebali yang telah berhasil terkemas dalam desa wisata. Desa-desa yang lainnya juga diharapkan bisa melakukan hal serupa. “Semua Perbekel yang ada di Kabupaten Klungkung meskipun belum menjadi Desa Wisata tidak usah menunggu, terus kembangkan segala potensi yang ada di desa dan semoga dengan niat kita yang tulus bisa nantinya mengurangi angka kemiskinan,” tandasnya. (Ad1809)


4

Minggu Wage, 27 Agustus 2017

BANTEN - Bebantenan merupakan simbol umat Hindu Bali mempraktikan keyakinannya, melambangkan penyerahan diri, kemahakuasaan, ketulusan, keikhlasan, maupun kesungguhan hati. Hal yang paling mempengaruhi bebantenan menjadi beban-teen adalah konsep mula keto yang dijadikan acuan. Kebiasaan mula keto hanyalah suatu ‘tradisi’ dan bukan aturan keagamaan ataupun adat. Kebiasaan ini tentu sewaktu-waktu dapat berubah bahkan dikurangi yang didasari atas ketidakjelasan arti, fungsi, maupun maknanya. Gebogan yang besar-tinggi namun tidak memenuhi unsur panca rengga jelas nilai spiritualnya masih kurang. Apalagi dalam proses pembuatannya ada unsur ‘ketidakikhlasan’.

Memahami ”Bebantenan” bukan ”Beban-teen”

Hampir tak ditemukan pelaksanaan upacara keagamaan Hindu Bali tanpa menggunakan bebantenan. Artinya bebantenan eksis mendampingi setiap upacara keagamaan dari zaman dahulu sampai sekarang sebagai sarananya. Keeksisannya didasari atas nilai spiritual yang terkandung dalam bebantenan dirasakan bertuah dan mendalam. Kenyataannya tak jarang bebantenan membuat penderitaan baik itu sakit-sakitan bahkan meninggal dunia akibat kelahirannya kurang banten. Tak sedikit juga yang rahayu atas ritual natab bebantenan dilaksanakan sebagaimana mestinya. Banyak pula yang harmonis terutama dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan lingkungan setelah mempersembahkan bebantenan. Ini suatu ciri yang menandakan lahir menjadi umat Hindu di tanah Bali yang disebut Hindu Bali tak dapat memandang bebantenan sebelah mata.

Di balik semua itu, zaman sekarang ini tak sedikit masyarakat pendukungnya malah merasa terbebani oleh bebantenan, baik itu karena kewajiban, tradisi, maupun tuntutan adat. Akhirnya, tak jarang kewajiban bebantenan itu menimbulkan polemik. Banyak yang merasa terkekang akibat tradisi bebantenan yang mesti dilaksanakan. Serta tak sedikit yang beralih keyakinan maupun paham akibat tuntutan adat yang mengharuskan bebantenan sebagai umat Hindu Bali di wilayah

itu. Fenomena ini menyatakan bebantenan tidak saja sebagai simbol yang sakral, religius, dan magis, melainkan di balik itu adanya beban-teen, yaitu dirasakan menambah beban saat kehidupannya sarat kebutuhan.

Pengertian “Bebantenan” Banten ataupun bebantenan adalah sajen atau sesajen sebagai sarana upacara yang merupakan simbol atau lambang umat Hindu Bali mempraktikan keyakinannya. Atas dasar itu bebantenan merupakan bahasa agama dalam bentuk simbol yang melambangkan penyerahan diri, kemahakuasaan, ketulusan, keikhlasan, maupun kesungguhan hati. Sebagai simbol atau lambang, bebantenan bersifat fleksibel, artinya membuat bebantenan didasari cipta, rasa, dan karsa yang sesuai dengan desa kala patra (tempat, waktu, dan keadaan). Artinya tidak adanya kekakuan dalam membuat sarana upakara tersebut. Semuanya disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat termasuk keadaan sang madue karya. Kefleksibelan bebantenan tetap dengan tujuan yang sama di balik perbedaan sarana, bentuk, maupun penyebutannya. Tentu hal ini tidak bertentangan dengan agama Hindu sebagai agama atmanastuti, yaitu sesuai hati nurani. Atas dasar ini praktik agama Hindu di Bali menjadi satu kesatuan dengan adat, budaya, dan tradisi yang salah satunya dicetuskan melalui bebantenan. Semuanya

menyatu sebagai sarana mencapai karahayuan. Semuanya saling melengkapi dalam menyatakan dirinya sebagai Hindu Bali. Itulah Hindu Bali sejati yang tidak bisa lepas dengan adat, tradisi, budaya bebantenan dalam mencapai kerahayuan, kedamaian, maupun keharmonisan sesuai ajaran Tri Hita Karana.

“Bebantenan” Menjadi “Beban-teen” Begitu fleksibelnya bebantenan masih saja ada yang merasa terbebani bahkan dikatakan menambah beban hidupnya (beban-teen). Fenomena ini disebabkan oleh: (1) waktu senggang umat Hindu Bali sekarang (industri pariwisata) lebih sedikit dibandingkan zaman dulu (agraris). Sekarang lebih sibuk beraktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang semakin komplek dalam mengikuti perkembangan zaman; (2) zaman sekarang sebagian besar sarana-prasarana upakara impor. Ini tentu membutuhkan dana yang cukup bahkan lebih dalam membuat segenap bebantenan; dan (3) pelaksanaan upacara terkesan besar dengan intensitas yang sering didasari atas konsep mula keto/ nak mula keto/nak mule keto uli pidan (memang demikian/memang sudah demikian adanya/memang sudah demikian dari dulu). Hal yang paling mempengaruhi bebantenan menjadi beban-teen adalah konsep mula keto yang dijadikan acuan. Mula keto dan sejenisnya merupakan suatu kebiasaan

umat Hindu Bali ketika menanggapi pertanyaan yang berhubungan dengan agama. Kebiasaan ini muncul, apabila yang ditanyakan tidak mengetahui secara pasti jawaban sebenarnya walaupun telah dilaksanakan secara berulang-ulang. Jadi kebiasaan mula keto hanyalah suatu ‘tradisi’ dan bukan aturan keagamaan ataupun adat. Kebiasaan ini tentu sewaktuwaktu dapat berubah bahkan dikurangi yang didasari atas ketidakjelasan arti, fungsi, maupun maknanya. Akan tetapi, kesan mula keto seolah-olah hal itu wajib dan harus dilaksanakan dengan alasan bisa kepangluh, kepongor, dsb. Keadaan ini sering membuat umat jatuh dalam ‘kesengsaraan’ dengan terpaksa mengikuti sesuatu hal yang belum tentu kebenaran dan kejelasannya. Misalnya, banten gebogan. Sekarang kebanyakan besar, megah, dan tinggi tersusun sedemikian rapi dan indah di atas dulang maukir-maprada. Keadaan ini tentu tidak masalah. Adat pun tidak melarang atau menyarankan. Apalagi agama jelas tidak mempermasalahkan asalkan beretika. Begitu pula bagi yang mampu jelas tidak menjadi persoalan. Justru sebaliknya menjadi suatu kebanggaan tersendiri dan kepuasan batin atas keberhasilan ‘mengawinkan’ ekonomi dan seni selain tujuan utamanya memang untuk mayadnya. Perlu dipahami bahwa dasar banten gebogan itu sebagai salah satu bentuk persembahan-yadnya

yang disusun oleh unsur panca rengga, yaitu lima macam buahbuahan yang terdiri atas: (1) buah yang lahir dari bunga: mangga, apel, dsb.; (2) buah yang lahir sekali pohonnya lansung mati: pisang; (3) buah yang lahir langsung dari pohonnya: nangka, durian, dsb.; (4) buah yang lahir bersisik: nenas, salak, dsb.; dan (5) buah yang berasal dari akar: bengkuang, ketela, dsb. untuk bernilai spiritualnya sebuah gebogan. Dasar kepatutan ini menyatakan bahwa gebogan yang besar-tinggi namun tidak memenuhi unsur panca rengga jelas nilai spiritualnya masih kurang. Apalagi dalam proses pembuatannya ada unsur ‘ketidakikhlasan’ seperti mencuri, sampai berhutang bahkan bertengkar jelas semakin tidak bernilai spiritualnya gebogan tersebut. Tentu keberadaan banten gebogan ini dapat dikatakan adanya sebuah kekeliruan bukan kesalahan jika dilihat dari segi yadnya. Alangkah lebih baiknya dalam mayadnya termasuk membuat bebantenan (gebogan) disesuaikan dengan kemampuan asalkan sesuai dengan kepatutan bukan atas dasar mula keto dan sejenisnya.

Konsep Yadnya Yadnya adalah korban suci yang tulus ikhlas. Mayadnya merupakan mempersembahkan sesuatu sebagai bentuk pengorbanan yang didasari atas keikhlasan dan ketulusan. Dasar ini menyatakan tidak adanya unsur paksaan dalam may-

adnya termasuk dalam membuat bebantenan (gebogan). Hanya saja pelakunya yang lebih mengutamakan unsur kuantitas (tampilan) menyebabkan yadnya (bebantenangebogan) itu dirasakan menjadi beban bahkan sangat membebani. Padahal dengan jelas disebutkan dalam Weda, berkualitasnya suatu yadnya tergantung dengan ketulusan dan keikhlasan bukan didasari atas tampilan (kuantitas). Istilah nista, madya, utama pun hanya ungkapan manusia yang menilai yadnya dari segi materi bukan spiritual. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti dalam bukunya berjudul “Reformasi Ritual” Seri 1 yang menyatakan bahwa “Masih banyak pelaksanaan yadnya mengutamakan kuantitas daripada kualitas. Padahal Tuhan (Ida Sang Hyang Widhi Wasa) tidak pernah menyampaikan tinggi rendahnya suatu yadnya didasari atas kuantitas (besar-kecil) upacara. Tetapi dengan jelas disebutkan dalam Weda bahwa berkualitasnya suatu yadnya sangat tergantung dengan keikhlasan dan ketulusan hati. Sehingga istilah nista, madya, utama hanyalah ungkapan manusia yang menilai yadnya dari segi materi bukan spiritual”. l I Gede Pariadnya Penyuluh Agama Hindu Non PNS Desa Sakti, Nusa Penida, Klungkung

Kiat Mudah Mencegah Stroke Sejak Dini

BANYAK orang beranggapan kalau penyakit jantung tidak ada hubungan dengan serangan stroke. Padahal tidak sedikit serangan stroke yang penyumbatnya berasal dari jantung.

Jika katup jantung melepaskan butiran bekuan darah atau sisa bekas infeksi katup, sampah dalam darah itu akan hanyut dan memasuki pembuluh darah otak lalu menyumbat di sana. Bisa juga karena fungsi pompa jantungnya sendiri yang sudah melemah, baik tenaga maupun iramanya. Bila ini terjadi, maka aliran darah ini yang berisiko menimbulkan serangan stroke. Sebab selain aliran darahnya melemah, kemungkinan darah juga mengangkut hanyutan benda-benda penyumbat yang luruh. Di Amerika, jumlah penderita stroke menurun dibanding sebelumnya berkat strategi pencegahan baru. Menurut para periset, kita bisa mengurangi kemungkinan stroke sampai 80% hanya dengan: ü Cek label Makan hanya satu sendok teh ekstra garam (2.400 mg) dapat meningkatkan risiko stroke sampai 80%. Anda mungkin sudah mengurangi penyebab masalah seperti sup kalengan, makanan cepat saji, keju, daging olahan, tapi ada sumber tak terduga. Di Amerika, kini sebagian unggas digemukkan dengan disuntik air garam. Untuk menghindari hal ini, periksa label. Jangan terkecoh dengan kata 100% all natural. Jika di label terdapat kata garam, carageenan (ekstrak rumput laut asin) atau kaldu ayam, kemungkinan unggas sudah digemukkan dengan sodium. Tingkatkan khasiat dengan menyajikan unggas dengan banyak sayuran. Banyak konsumsi hasil

bumi kaya antioksidan dapat menurunkan risiko stroke sampai 25%. ü Tingkatkan sirkulasi dengan ekstra air Sebuah studi menunjukkan, minum 5 gelas air setiap hari dapat menurunkan risiko stroke sampai 53%. Banyak minum air mengencerkan darah, membuatnya kemungkinan lebih kecil membentuk gumpalan darah yang berbahaya di otak menurut ahli neurologi. Tingkatkan khasiat dengan minum segelas red whine atau jus anggur setiap hari juga. Riset Universitry of Wisconsin menunjukkan keduanya kaya akan senyawa pengencer darah untuk mengurangi risiko penggumpalan darah sampai sebanyak 60%. ü Cegah stroke dengan floss gigi Sebuah laporan American Academy of Periodontology mengungkapkan lebih dari 50% orang di atas umur 55 tahun punya penyakit gusi. Menurut para periset University of Bufallo, kondisi ini bukan hanya membuat gigi tampak tua, tapi juga meningkatkan risiko stroke 2 kali lipat. Penyebabnya adalah bakteri yang menimbun mulut dapat masuk ke dalam aliran darah dan menciptakan timbunan lemak di dalam arteri leher. Timbunan ini lalu mengeras dan jika terlepas dapat menyumbat aliran darah ke otak menurut Michael Roizen, MD dari Wellness Institute Cleveland Clinic. Cara pencegahannya mudah, yakni dengan floss gigi paling sedikit 4 kali seminggu. ü Waspadai kuman perut Jika Anda punya keluhan rasa sakit di perut atau sakit yang terjadi beberapa jam sesudah makan, mintalah dokter Anda untuk melakukan tes infeksi Helicobacter

STROKE - Sebuah laporan American Academy of Periodontology mengungkapkan lebih dari 50% orang di atas umur 55 tahun punya penyakit gusi. Menurut para periset University of Bufallo, kondisi ini bukan hanya membuat gigi tampak tua, tapi juga meningkatkan risiko stroke 2 kali lipat. Penyebabnya adalah bakteri yang menimbun mulut dapat masuk ke dalam aliran darah dan menciptakan timbunan lemak di dalam arteri leher. Timbunan ini lalu mengeras dan jika terlepas dapat menyumbat aliran darah ke otak menurut Michael Roizen, MD dari Wellness Institute Cleveland Clinic.

pylori. Menurut para periset di Jepang, menggunakan antibodi untuk mengatasi bakteri berbahaya ini dapat menurunkan risiko stroke sampai separuhnya. Helicobacter pylori tampaknya bukan hanya menyebabkan ulcer, tapi juga memicu inflamasi di dalam arteri yang dapat menyebabkan stroke. ü Jaga pembuluh darah bersih dengan masakan ikan Orang-orang yang mengambil langkah untuk mengendalikan trigliserida penyumbat arteri berisiko lebih rendah setengahnya terkena stroke. Dengan makan ikan, Anda mendapat lemak sehat omega 3, yang berkhasiat menurunkan produksi trigliserida liver sampai 30%. Lemak ikan juga mencegah inflamasi, mencegah timbunan plak di dalam pembuluh darah otak serta mencegah darah menjadi lengket menurut ahli kardiologi nuklir Richard M.Fleming MD, dalam buku Stop Infalamtion Now. Tingkatkan khasiat dengan makan paling sedikit 8 ons ikan panggang, ikan rebus atau ikan di grill setiap minggu. Beberapa studi menunjukkan makan ikan goreng dapat meningkatkan risiko stroke sampai 44%. ü Minum teh hibiscus supaya tak takut gemuk Menurut riset Tufts, minum sekitar 700 ml seduhan tanpa kalori ini menurunkan tekanan darah sampai sebanyak 13 poin (mmHg) dalam 6 minggu, sama dengan hasil yang didapatkan dari minum obat penurun tekanan darah. Alasannya hibiscus mengandung pigmen tumbuhan yang berperan seperti ACE Inhibitor. ü Konsumsi roti gandum Menurut Boston Nurse’s Health Study, hanya makan satu iris roti gandum kaya nutrien setiap hari dapat menurunkan risiko stroke sebanyak 43%. Saran Tambahan - Periksa tekanan darah secara teratur. - Berhenti merokok akan mengurangi risiko stroke sampai setengahnya. - Meminum alkohol terlalu banyak (lebih dari 6 botol dalam 6 jam) dapat meningkatkan tekanan darah. - Makan makanan sehat sangat penting untuk kesehatan peredaran darah. Jangan menambahkan garam pada makanan. Aktivitas fisik secara teratur (minimal 3 kali seminggu selama 40 menit) membantu menurunkan tekanan darah, menciptakan keseimbangan lemak darah, meningkatkan kemampuan tubuh dalam menangani insulin. Bertindak cepat saat terjadi serangan stroke. Jika seseorang yang Anda kenal menunjukkan salah satu atau lebih keluhan stroke di bawah ini, segera bawa ke rumah sakit terdekat adalah jalan paling pasti untuk cepat pulih: - Baal atau lemah di wajah, lengan atau tungkai terutama pada satu sisi badan. - Bingung atau sulit berbicara atau mengerti. - Sulit melihat pada satu atau kedua mata. - Pusing, sulit berjalan, kehilangan keseimbangan atau koordinasi. - Mendadak sakit kepala hebat atau parah. l

Dr. IGL Satriya Wijaya

MIMISAN - Penanganan awal yang dapat dilakukan apabila kita mengalami mimisan atau menemui orang-orang di sekitar kita yang mengalami mimisan yaitu pertama duduk tegak dan sedikit condong ke depan. Jangan biarkan orang dengan mimisan berbaring atau menengadahkan kepala karena aliran darah dapat mengalir ke belakang dan menyumbat jalan napas.

Penanganan Awal pada Mimisan

MIMISAN atau perdarahan hidung dapat dialami oleh siapa saja dan tidak jarang menimbulkan kepanikan. Mimisan adalah perdarahan yang berasal dari hidung, dapat berasal dari bagian depan hidung atau bagian belakang hidung. Beberapa hal dapat menyebabkan terjadinya mimisan, yaitu trauma seperti kecelakan saat berkendara, jatuh, atau terkena pukulan, iritasi pada membran mukosa hidung karena berusaha mengeluarkan sesuatu secara berulang dari rongga hidung, kebiasaan mengorek-ngorek hidung terlalu keras, penggunaan obat-obatan pengencer darah, tumor, gangguan sistemik seperti hipertensi, gangguan pembekuan darah, dan keganasan. Kasus yang paling sering terjadi yaitu mimisan yang berasal dari hidung bagian depan (anterior) dibandingkan yang berasal dari bagian belakang hidung (posterior). Mimisan yang berasal dari bagian depan hidung biasanya berlangsung dalam waktu singkat dan dapat berhenti sendiri dan mudah diatasi. Mimisan seperti ini sering dialami oleh anak-anak. Mimisan yang berasal dari bagian belakang hidung cenderung berlangsung lama dan memerlukan intervensi medis lanjut. Perdarahan biasanya hebat dan jarang berhenti spontan. Darah mengalir ke belakang, yaitu ke mulut dan tenggorokan, sering dialami oleh orang dewasa dan usia lanjut. Awal Penanganan awal yang dapat dilakukan apabila kita mengalami mimisan atau menemui orang-orang di sekitar kita yang mengalami mimisan yaitu pertama duduk tegak dan sedikit condong ke depan. Jangan biarkan orang dengan mimisan berbaring atau

menengadahkan kepala karena aliran darah dapat mengalir ke belakang dan menyumbat jalan nafas. Kedua, pencet hidung dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk di bawah tulang hidung pada bagian ujungnya, tekan selama 5 menit kemudian lepaskan perlahan. Ketiga, apabila setelah 5 menit perdarahan belum berhenti, langkah kedua dapat diulangi lagi dan pastikan darah jangan sampai tertelan. Keempat, ambil kain basah atau es yang dibungkus dengan kain dan tempelkan pada hidung dan wajah orang dengan mimisan untuk mempersempit pembuluh darah. Setelah mimisan berhenti, usahakan agar penderita tidak membuang ingus, membungkuk, atau melakukan aktivitas berat selama setidaknya 24 jam. Langkah ini juga dapat mencegah terjadinya iritasi pada hidung. Apabila perdarahan tidak berhenti juga selama 10 menit dan penderita mengalami kesulitan bernapas, penderita harus segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut seperti pemasangan tampon dan mengatasi penyebab dari mimisan atau perdarahan hidung tersebut. Mencegah Beberapa langkah dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya mimisan berulang seperti tidak mengorekngorek hidung terlalu keras dan dalam, jangan mengeluarkan ingus terlalu keras saat flu atau pilek, serta berhenti merokok karena dapat mengurangi kelembapan hidung dan meningkatkan risiko iritasi hidung. Minum minuman yang hangat juga dapat membantu dalam pencegahan terjadinya mimisan berulang. l

dr. Ni Made Ary Wisma Dewi, S.Ked.


5

Minggu Wage, 27 Agustus 2017

Resensi Buku

Memahami Silsilah Bangsul Judul Buku : Suputra Warga Bangsul Penulis : Pinandita Drs. I Ketut Pasek Swastika Penerbit : Pustaka Bali Post Tahun Terbit : 2010 Jumlah hal. : 400 hal.

BUKU ini menuturkan sejarah leluhur nenek moyang manusia Bali yang pernah hidup di zaman lampau. Mungkin saja, terjadi banyak perbedaan tergantung dari sudut pandang masing-masing orang. Oleh karena itu, isi buku ini mungkin juga bisa dipandang sebagai sebuah informasi yang perlu dicatat, meskipun masih perlu dikaji lebih jauh. Untuk lebih memahami beragam silsilah, penulis dalam buku ini mencoba memperjelas penuturan dan data-data yang dimilikinya. Buku ini juga dilengkapi beberapa silsilah leluhur seperti silsilah warga bangsul, Arya Kanurahan, Arya Kepakisan, I Gusti Bebengan, I Gusti Tusan, Gusti Gunung Nangka, Kyai Sastra, Kyai Palangan, Kyai Akah, Kyai kloping, Kyai Cacaran, Kyai Angan, dan silsilah warga lainnya. (osi)

Memahami Kemanusiaan Judul Buku : Lahirnya Tragedi Penulis : Nietzsche Penerbit : Narasi Tahun Terbit : 2015 Jumlah hal. : 209 hal.

Friedrich Nietzsche lahir di Roken Jerman pada tahun 1844, lahir di lingkungan keluarga Kristen yang taat. Ayahnya seorang pendeta terkemuka dengan garis kependetaan yang terwaris secara turun-temurun dari keluarga ayahnya. Kakeknya adalah pendeta gereja Lutheran yang menduduki jabatan cukup tinggi, sementara ibunya juga seorang penganut Kristen yang taat. Sejak Nietzsche menjadi anak yatim pada saat usianya lima tahun, ibu dan neneknya, kakak-kakak wanita serta tantenyalah yang memelihara dan mendidiknya. Dalam lingkungan keluarga penuh kehalusan dan kasih sayang itu ia tumbuh seperti “pendeta cilik’ yang menghormati keteraturan, kerapihan dan kejujuran. Ia membenci teman-temannya yang nakal, yang suka mencuri serta merusak milik orang lain. Semasa kecil Nietzsche mengikuti tradisi keluarga sebagai seorang anak yang taat pada agama, pendiam, kutu buku sehingga ia dijuluki sebagai “minister” atau pendeta tinggi oleh teman-temannya. Pada awalnya Nietzsche memperlihatkan perhatian yang besar terhadap masalah filsafat ketuhanan, akan tetapi yang amat mengherankan adalah mengapa ia justru melakukan pemberontakan terhadap tradisi yang dipegang teguh oleh keluarganya. Buku ini menawarkan banyak hal tentang pikiran-pikiran tidak biasa yang patut direnungkan kembali sebagai manusia. (osi)

Penjual Kartu Pos

CERPEN

Oleh Dadang Ari Murtono Matahari hampir terbenam ketika kami sampai di kawasan kumuh pinggiran kota dan mendapati seorang lelaki kurus dengan baju kumal tergantung di sebuah palang kayu. Matanya melotot dan lidahnya terjulur. “Satu lagi yang mati,” katanya dengan langgam seolah-olah kematian dengan cara yang sedemikian rupa adalah kewajaran belaka. “Kau kenal dia?” tanyaku. “Tiga petak di samping kanan petakku,” jawabnya. “Di situlah ia tinggal, berbagi ruang sempit dengan buku-buku,” tambahnya. Ia berkelit gesit, menghindarkan badannya dari jasad buluk itu. Aku mengikutinya dari belakang. Palang kayu itu terletak di atas anak tangga teratas, biasanya digunakan untuk menjemur baju. Aku segera mengetahuinya melihat banyaknya kastok di sana, juga tiga lembar celana dalam yang dipenuhi lubang. “Di tempat sesempit ini, kawan, kita harus cerdas menyiasati ruang,” katanya, seolah mengerti apa yang kupikirkan. Palang itu tidak begitu tinggi, hanya beberapa sentimeter di atas kepalaku. Dengan ketinggian semacam itu, bisa dipastikan bahwa proses gantung diri itu membutuhkan teknik yang tidak gampang. Si pelaku, setelah mengalungkan tali tambang di palang, menekuk kedua lututnya tiba-tiba sehingga menyentakkan tulang lehernya. Kini, kaki itu lunglai menyapu lantai. “Kita tidak menurunkannya?” tanyaku. “Nanti, setelah banyak orang yang pulang. Kita akan menurunkannya bersama-sama, lalu menguburkannya dengan layak. Itulah penghormatan paling pantas untuknya,” jawabnya. “Ini kamarku,” katanya di depan pintu triplek yang ditempeli puluhan kartu pos dengan gambar beraneka ragam, mulai dari pemandangan matahari tenggelam hingga lebah yang melayang-layang di atas kelopak kembang. Aku tak tahu itu jenis kembang apa. “Maafkan aku tidak bisa menjamumu dengan lebih baik,” tambahnya. “Ini sudah sangat baik,” kataku. Ketika dibuka, pintu itu menimbulkan suara geretan yang menyakiti kuping, seperti cericit tikus yang sekarat dalam taring kucing liar. Udara pengap menghambur keluar, menyergap hidungku dan aku batuk-batuk untuk beberapa saat dalam upaya membiasakan diri dengan itu. Ketika ia menyalakan lampu, tampak salah satu lanskap paling puitis yang pernah kusaksikan. Di mana-mana kartu pos bertumpuk-tumpuk, seolah benteng kokoh yang tak tertembus. Aku mendekat dan mengamati tumpukan itu dengan seksama. Dari dekat, terlihatlah bahwa tumpukan itu, segenap tumpukan itu, dilapisi debu. Beberapa bagian bahkan gerigis, korban kebrutalan rayap dan cuaca. Aku mengambil salah satu kartu pos itu dengan acak. Kartu pos bergambar perempuan muda, tatapannya sayu, dan warna bola matanya tidak sama antara yang kiri dan kanan. Yang kiri hijau dan yang kanan biru. “Cantik ya?” tanyanya. “Cantik. Cantik sekali,” jawabku. “Sudah tujuh tahun ia berada di sana. Dulu, dia adalah salah satu kartu pos yang selalu aku bawa. Aku kira ia akan cepat terjual. Tapi aku keliru. Setelah dua tahun, ia hanya memenuhi tasku dan menambah bebanku. Lalu aku meletakkannya di situ, bersama dengan kartu pos-kartu pos lain yang tak ada harapan akan laku.” Aku ingin bertanya bagaimana bisa kartu pos dengan gambar sekuat itu tidak laku. Namun yang keluar dari mulutku cuma desahan pendek. Aku beringsut, mengambil kartu pos lain, masih secara acak. Gambar tiga gumpal awan berbentuk domba yang aku dapat. Langit biru sebagai latarnya tampak

seperti padang rumput tak bertepi. “Ayahku yang membuatnya,” katanya. “Tiga bulan sebelum kematiannya,” tambahnya. Ia meraih botol di satu-satunya meja yang ada di ruangan itu lalu mengangsurkannya kepadaku. “Arak,” katanya. “Cobalah.” Ia membantingkan pantatnya yang tipis ke tikar pandan jelek. “Kau masih minum?” tanyaku seraya membuka tutup botol dan menenggak sedikit isinya. Panas. Bibirku mendadak kering dan tenggorokanku rasanya terbakar. “Keras sekali ini,” gumamku. “Kalau kau menjadi aku, maka kau akan tahu bahwa tak mungkin lepas dari arak,” katanya. “Katamu kau tidak punya uang.” “Aku lebih memilih beli arak daripada nasi.” “Hari ini tidak ada kartu pos yang laku ya?” “Iya. Bisnis buruk sekali beberapa tahun terakhir. Orang-orang tak lagi tertarik membeli kartu pos. Terkutuklah ponsel-ponsel, terkutuklah Face-

kota yang tidak tergesa-gesa. Semua orang menikmati kehidupan dengan cara melambankan segala sesuatunya. Karena itu, sedikit sekali motor atau mobil atau bus yang berkeliaran di kota ini. Orang-orang lebih memilih berjalan kaki atau mengendarai sepeda ontel dalam aktivitas sehari-hari. Kebanyakan dari penghuninya adalah seniman, mulai dari pelukis hingga penyair. Dengan kelambanan, kata mereka, mereka bisa merenungkan segala hal dengan lebih dalam. Reputasi kota lamban inilah yang membuatku tertarik untuk berkunjung. Aku datang bersama puluhan, kalau tidak ratusan, pasangan yang sedang dimabuk cinta. Waktu memang sesuatu yang relatif. Bagi sebagian orang waktu tidak berjalan, namun berlari. Dan orang-orang yang sedang kasmaran, cenderung menginginkan waktu yang berjalan lambat supaya mereka lebih bisa menikmatinya bersama pasangannya. Karena alasan itulah mereka datang ke kota ini, dan bercumbu di sembarang tempat. Kota ini, awalnya, tidak

book, terkutuklah Youtube, terkutuklah Instagram. Terkutuk semua. Dan lebih dari itu, terkutuklah aku yang hidup di zaman seperti ini,” ia meracau. Aku mengembalikan botol minuman kepadanya. Ia menyahut dengan gesit, lalu menenggak isinya banyak-banyak. “Penjualan terakhirku tiga hari yang lalu. Seorang lelaki tua, kukira dia malaikat, membeli enam belas lembar kartu pos bergambar onta dan babi. Lumayanlah. Itu prestasi terbesarku dalam dua tahun terakhir. Ia bahkan menolak uang kembalian. Aku bisa beli arak dan sedikit nasi. Tapi hari ini, aku mesti puas dengan sisa arak ini. Maafkan aku. Hanya ini yang bisa kusuguhkan.” “Kota ini sudah banyak berubah,” gumamku. “Aku hampir tak mengenalinya lagi.” “Ya, kota ini memang banyak berubah. Turis-turis yang datang ke sini juga sudah berubah.” Aku mengenang kota ini, Samaranta, dalam kunjungan pertamaku sekira lima belas tahun lalu, sebagai

memiliki satu produk khas yang bisa mereka jual sebagai cinderamata bagi para pelancong itu. Suatu kali, konon, seorang pelukis melukis matahari terbenam dengan cahaya berwarna ungu dalam secabik kertas karton. Seorang turis yang melihatnya segera menawar hasil karya itu. Dan itulah transaksi kartu pos pertama di kota ini. Pelukis lain kemudian menirunya. Para penyair, tak mau kalah, juga membuat kartu pos yang alih-alih bergambar, justru berisi puisi-puisi ala Pujangga Baru. Seiring waktu, kamera mulai masuk ke kota ini dan proses pembuatan kartu pos bergeser ke arah yang lebih modern dan praktis dan cepat. Sebagai kota yang identik dengan kartu pos, kota ini lalu lekat dengan cerita-cerita ajaib yang berkaitan dengan kartu pos. Aku curiga bahwa cerita-cerita itu sebenarnya karangan belaka dari para pengarang dan penyair yang jumlahnya lebih banyak dari warung kopi di kota ini. Salah satu cerita paling populer adalah tentang senja di pantai yang dikerat dan dijadikan

kartu pos oleh seorang laki-laki sebagai hadiah bagi kekasihnya. Pertama kali mendengar cerita itu, aku mengarahkan pandanganku ke pantai. Hari masih jam 1 siang waktu itu. Dan aku tidak mampu untuk tidak penasaran. Aku duduk berjam-jam di pantai itu, menunggu senja tiba. Aku bayangkan senja itu tak lebih dari kegelapan yang absolut, dan cakrawala akan bolong kotak. Kadang-kadang aku geleng kepala sendiri mengingat peristiwa itu. Seharusnya aku bisa pergi ke tempat lain dulu, dan kembali sekitar jam 5 sore. Namun, perasaan takut kehilangan momen berharga itu menyebabkan aku bertindak bodoh dengan membiarkan diriku terpanggang berjam-jam. Dan ketika senja itu tiba, aku disungkupi kemarahan yang lain. Senja itu ada. Tak ada growong di cakrawala. Senja yang sama dengan senja mana pun di dunia ini. Ketika aku menanyakan hal itu kepada penduduk lokal, ia berkata bahwa senja itu telah diganti dari senja yang berada di gorong-gorong. Anjing! Aku memaki. Penduduk lokal yang aku tanyai itu, yang ternyata adalah penjual kartu pos, lalu berteman denganku. Sebulan aku tinggal di kota ini dan selama itu pula, aku keluar bersama dia. Aku membantunya berjualan kartu pos sebab aku menyukai sensasinya, selain fakta bahwa ia memberiku imbalan untuk tiap kartu pos yang berhasil aku jual. Ini bukan pekerjaan yang buruk. Tidak satu pun kartu pos yang ia bawa kembali ke gudang penyimpanannya. Semua ludes dalam waktu yang singkat. “Ini pekerjaan turun temurun. Bapakku berjualan kartu pos. Kakekku juga,” katanya waktu itu. “Dari pekerjaan ini, kakekku bisa membeli sebidang tanah yang cukup luas. Dan bapakku membangun rumah yang sama mewahnya dengan istana,” lanjutnya. Kini, itu semua tinggal kenangan. “Rumah beserta lahan itu sudah kujual,” katanya. “Hampir semua asetku, sebenarnya,” ia merevisi. “Kecuali kartu pos-kartu pos ini. Lalu aku pindah ke kawasan pinggiran ini.” “Kawasan yang tidak baik,” kataku reflek. “Maaf, bukan maksudku menghina.” “Tak apa. Ini memang kawasan yang buruk. Kawasan ini telah menjelma menjadi semacam lokalisasi orangorang kalah. Para penyair dengan buku karangan sendiri yang tidak laku, kau telah melihat salah satu dari mereka di gantungan tadi. Lalu para pencuri, para pengemis, para gelandangan. Uh...” “Dan para penjual kartu pos?” “Dan penjual kartu pos. Aku satusatunya yang tersisa.” “Kau? Satu-satunya?” “Sudah kubilang, ini bisnis yang buruk. Akulah penjual kartu pos terakhir di kota ini. Penjual kartu pos lainnya, satu lainnya, mati tiga bulan yang lalu. Dan bagiku, ia adalah semacam legenda, kalau pilihan kataku benar. Ia, percaya atau tidak, mencongkel jantungnya sendiri dan meletakkannya dalam sebingkai kartu pos. Seharian ia berjalan menjajakan kartu pos yang berlumuran darah itu. Luka di dadanya mengucurkan darah. Tapi percuma. Tak ada yang tertarik dengan kartu posnya. Dan ia mati di bawah sana. Tak ada yang menangis. Aku juga tidak.” Aku meraih botol arak. Isinya tak lebih dari setegukan belaka. “Habiskan,” katanya. “Sayang sekali aku juga sedang kere sekarang,” kataku. “Tak apa. Aku tahu kau backpacker miskin. Sama seperti dulu, bukan? Takdir baik masih memihak kita sehingga kita bisa berpapasan jalan tadi, meski tidak sengaja.” Aku tertawa. Kami tertawa. Setidaknya, kami masih bisa tertawa.

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Satya Dewi

Imam Sahri

Swakarma

GAB Sanjaya

Partono

Adi Wiryadarma


DIMENSI

6 Capricorn Peruntungan: Bila ada omongan kurang sedap yang Anda dengar sebaiknya tetap sabar dan tak perlu cepat naik darah, cobalah ditelaah seteliti mungkin siapa tahu ada pelajaran yang berharga yang bisa dipetik dari semua itu. Karier: Hindari berkata terlalu tinggi karena hanya akan menyulitkan diri Anda sendiri. Kesehatan: Bila ada rencana untuk berpergian jauh ataupun ada kegiatan yang ekstra berat maka tak perlu meragukan kondisi badan, yang terpenting olahraga harus tetap dilaksanakan secara kontinyu. Keuangan: Tetap harus berhemat agar pemborosan tidak sampai menimpa Anda. Asmara: Cobalah untuk tidak berpikir yang aneh-aneh agar hati tetap selalu tenang dan bisa merasakan keindahan cinta. Aquarius Peruntungan: Terimalah situasi yang ada saat ini dengan hati lapang dan penuh kewaspadaan agar segalanya tetap bisa bertahan dan tidak sampai mengalami penurunan yang terlampau tajam. Karier: Ikutilah arus yang ada dan tak perlu mengambil keputusan frontal apalagi ada niatan untuk melawan arus yang ada karena percuma saja. Kesehatan: Jagalah kondisi badan dengan seksama, jangan sampai sekali-kali Anda mengabaikannya karena bisa fatal akibatnya. Keuangan: Bersikap menunggu dengan penuh kesabaran adalah langkah yang tepat untuk dapat melewati minggu yang cukup berat ini. Asmara: Suasana kurang begitu hangat, tetapi dengan tetap menjaga sikap agar selalu bisa tersenyum tentunya suasana akan bisa kembali mesra dan romantis kembali. Pisces Peruntungan: Cuaca nampak semakin ganas saja, sehingga jika ada keinginan untuk melangkah keluar sebaiknya ditunda dulu. Walaupun dikejauhan tampak ada peluang, akan tetapi masih sangat riskan untuk mengapainya. Karier: Jangan berani menentang perintah atasan jika tak ingin posisi Anda semakin terpuruk saja. Kesehatan: Masih rentan dengan penyakit, cobalah Anda lebih sabar dalam menjaga kondisi badan. Keuangan: Income masih seret walau begitu pengeluaran masih bisa diredam. Asmara: jangan terlalu keras kepadanya bila tidak si dia bisa lari setiap saat. Aries Peruntungan: Cukup berprospek dan relatif tenang walaupun terkadang masih terbayang konflik dimasa lalu yang selalu muncul kembali jika bertemu dengan orang yang telah membikin hati Anda kecewa. Karier: Masih perlu waktu untuk bisa meraih posisi atas. Kesehatan: Hindari keluar malam jika bukan kaarena urusan yang benar-benar penting dan mendesak. Keuangan: Beberapa pengaturan keuangan Anda masih tampak tidak rasional, tak perlu seperti bankir akan tetapi cobalah untuk berpikir logis dalam menentukan pilihan-pilihan finansial pada minggu ini. Asmara: Jangan keburu mengambil kesimpulan mengenai dirinya, karena dirinya tidak sesederhana seperti yang Anda bayangkan. Taurus Peruntungan: Tak perlu berkecil hati dengan kegagalankegagalan yang telah Anda alami di masa lalu, jadikan itu sebagai cambuk untuk dapat meraih hasil yang lebih baik lagi di masa mendatang. Untuk itu di saat yang cukup kondusif ini sebaiknya bisa dimanfaatkan untuk menginstropeksi dan meningkatkan motivasi gairah kerja Anda. Karier: Walau harapan untuk meraih posisi puncak masih terbuka lebar, tetapi hambatan yang dirasakan masih cukup berat dan penuh tantangan. Kesehatan: Kondisi badan masih kurang begitu sehat sehingga perlu memaksimalkan waktu senggang yang ada untuk beristirahat. Keuangan: Cukup stabil, sehingga tujuan jangka panjang bisa mulai dirintis. Asmara: Syukurilah bahwa dirinya cukup mendapat respek dari keluarga Anda, sehingga tidak ada persoalan yang harus dicemaskan. Gemini Peruntungan: Jangan mudah merasa putus asa teruslah tingkatkan motivasi kerja. Walaupun di minggu ini Anda lagi libur sebaiknya Anda tetap dapat melakukan evaluasi dari setiap langkah dan upaya yang telah Anda lakukan sehingga untuk ke depannya bisa melangkah lebih baik lagi. Karier: Tak perlu harus dengan menetapkan ambisi tinggi, karena dengan perasaan percaya diri yang tebal itu akan mampu menempatkan karier Anda pada posisi puncak. Kesehatan: Kondisi badan relatif lebih sehat dan jauh dari masalah berat seperti yang bisa Anda alami akhir-akhirr ini. Keuangan: Pemasukan masih cukup baik meskipun pengeluaran juga terus meningkat. Asmara: Satu kesalahan besar jika Anda tidak bisa memanfaatkan situasi yang cukup baik ini untuk lebih perhatian pada dirinya. Cancer Peruntungan: Kini saatnya untuk melakukan bersih-bersih, tak perlu beraktivitas yang harus meninggalkan kebersamaan Anda dengan keluarga. Justru di saat yang santai ini kedekatan keluarga tampaknya yang perlu diberi porsi lebih. Karier: Masih perlu mengevaluasi tujuan akhir dari karier Anda, jangan sampai motivasi Anda menurun karenanya. Kesehatan: Dada terasa nyeri untuk itu segera periksakan ke dokter jika terasa mengganggu dan masih belum sembuh juga meskipun Anda sudah minum obat seperti bisasanya. Keuangan: Hati-hati jangan sampai lupa membayar kewajiban Anda yang cukup penting, karena bisa merusak suasana yang baik ini. Asmara: Jangan suka menyerah di tengah jalan, manfaatkan momen yang baik ini untuk bisa mencuri hatinya. Leo Peruntungan: Hubungan dengan teman dekat tampaknya bisa terbina dengan adanya pertemuan yang tak Anda sangka sebelumnya. Manfaatkan untuk kepentingan jangka panjang Anda, jangan hanya bertegur sapa tanpa ada kelanjutannya. Karier: Setiap jalan profesional pasti ada turun naik dan tak selalu mulus jalannya. Karena terkadang hambatan justru muncul karena ulah sendiri yang kurang bisa melihat keadaan. Kesehatan: Aktivitas berat Anda harus bisa diimbangi dengan makanan bergisi dan olahraga yang lebih dari cukup serta jangan lupa untuk memaksimalkan waktu istirahat Anda. Keuangan: Di minggu ini bukan waktu yang tepat untuk belanja ataupun meminjamkan uang, cobalah Anda lebih utamakan kebutuhan utama sehingga tak muncul masalah dengan keuangan Anda. Asmara: Kesalahpahaman sebaiknya bisa diselesaikan secara dewasa, tak perlu seperti anak kecil yang sedikit-sedikit ngambek dan marah. Virgo Peruntungan: Suasana minggu ini cukup semarak dan membikin hati terasa tenang dan jauh dari permasalahan berat. Nikmatilah minggu ini dengan penuh sukacita dan jangan biarkan amarah timbul dari dalam hati Anda. Karier: Jangan ragu karena rencana Anda sudah tampak semakin matang. Kesehatan: Cukup baik dan stamina cukup terjaga. Hanya saja bila melakukan perjalanan jauh jika mata sudah mengantuk lebih baik Anda beristirahat sejenak. Keuangan: Dana masih cukup banyak dan kebutuhan masih bisa terpenuhi. Asmara: Nampak romantis dan jauh dari pertengkaran. Libra Peruntungan: Suasana hati yagn tampak kacau sebaiknya bisa segera dihilangkan, apalagi di saat situasi yang membahagiakan ini sebaiknya bisa melupakan suasana kantor yang tampak memusingkan itu. Karier: Nikmati suka duka perjalanan karier Anda, tak perlu terus meratapi kegagalan yang pasti akan dialami oleh siapa saja. Kesehatan: Hindari makanan pedas karena hanya akan mengganggu pencernaan Anda saja. Keuangan: Jika dirasa ada kekurangan apa salahnya jika Anda mengambil dana yang tersimpan. Asmara: Konflik pribadi dan salah paham tampaknya masih sulit untuk dilupakan, walau begitu apa salahnya jika Anda mencoba memperbaiki hubungan percintaan ini. Scorpio Peruntungan: Suasana akan bertambah semarak karena kedatangan sanak famili dan teman-teman lama yang mampu menambah keakraban dan kesemarakan di minggu ini. Kenanglah memori yang indah di masa lalu bersama mereka dan hilangkan segala prasangka buruk terhadap mereka. Karier: Atasan mulai simpatik dan mempercayai semua ucapan Anda. Kesehatan: Cukup sibuk dan menguras stamina Anda, untuk itu jika ada waktu senggang pergunakan untuk beristirahat. Keuangan: Jangan terlalu pelit nanti malah dijauhi orang. Asmara: Pupuklah cinta Anda dengan canda dan tawa. Sagitarius Peruntungan: Rencana ke depan bisa Anda persiapkan mulai dari sekarang, dan tak harus tunggu nanti. Apalagi bertemu dengan kawan lama ternyata mampu mendatangkan inspirasi baru bagi Anda. Karier: Junjunglah semangat kebersamaan karena hanya dengan inilah posisi Anda bisa bertahan bahkan bisa lebih meningkat lagi. Kesehatan: Hindari merokok bila perlu agar batuk-batuk Anda segera hilang dan tak sampai mengacaukan suasana yang indah ini. Keuangan: Pengeluaran tampak sulit untuk dikendalikan. Asmara: Jangan biarkan sikap egois Anda membikin suasana menjadi kurang semarak.

Diasuh Oleh Putri Wong Kam Fu

Berlaku : 27 Agustus - 2 September 2017

Minggu Wage, 27 Agustus 2017

Kemenangan Ada pada Dharma dharma eva hato hanti dharmo raksati raksitah tasmad dharmo na hantavyo ma no dharmo hatovadhit (Manava Dharma Sastra 8.15) “ K e b enaran D h a r m a hanya menghancurkan mereka yang menghancurkan dharma, dan dharma menjaga mereka yang menjaga ajaran-ajaran dharma. Oleh karena itu, dharma hendaknya jangan dihancurkan, dengan mengetahui bahwa dharma yang dihancurkan berbalik menghancurkan.” “Yatah dharmah tatah jayah” - dimana ada kebenaran di sana ada kemenangan. Kutipan “pecahan” sloka dalam bahasa Sanskerta di atas didukung oleh lontar Bhisma Parva berbahasa Sanskerta dan Jawa Kuna. Bagian cuplikan ini merupakan kutipan awal sebelum Bhagavad-gita dimulai, pernyataan yang “mengarahkan” Bhagavad-gita untuk mengawali dengan kata dharma dan juga mengakhiri dengan kata dharma. Bhagavad-gita Bab 1 sloka 1, kata dharma memulai Bhagavad-gita, pada baris awal: “dharma-ksetre kuru-ksetre samaveta yuyutsavah” - Maharaja Dhrtarastra berkata, “Wahai Sañjaya, putra-putraku dan putra-putra Pandu sedang berkumpul di medan suci Kuruksetra dengan tekad untuk bertempur, (ceritakanlah padaku) apa yang mereka (sedang) lakukan?” Pada Bab serta sloka akhir dari Bhagavad-gita, yaitu Bab 18 sloka 66, kata dharma menjadi “penutup” wejangan Sri Krsna dalam Bhagavadgita: “sarva-dharman parityajya mam ekam saranam vraja” - tinggalkanlah segala tugas kewajibanmu, tetapi datanglah dan serahkanlah dirimu sepenuhnya hanya kepada-Ku, maka Aku akan membebaskan dirimu dari segala dosa dan Aku akan memberikan pembebasan dari kesengsaraan duniawi kepadamu. (Terhadap pernyataanKu ini) Janganlah engkau ragu. Agama langgeng abadi dalam jalan Veda juga namanya Sanatana Dharma. Ulasan perihal dharma memerlukan ruang khusus. Dalam pembahasan kali ini, penggarisbawahan adalah pada dharma yang berarti kebenaran; yatah dharmah tatah jayah - dimana ada kebenaran dharma di sana ada kemenangan. Pada jalan Veda, yang ditekankan adalah kebenaran dan bukan kemenangan sebab kemenangan datang dengan sendirinya menyertai dharma/ kebenaran. Sehingga, menempatkan kemenangan di depan berarti menghapus kepentingan dharma. Ketika orang menempatkan dharma di depan maka mereka secara pasti mendapat-

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa kan kemenangan, sedangkan ketika orang menempatkan kemenangan di depan maka belum tentu mereka mendapatkan kemenangan. Mungkin menang, mungkin pula tidak menang. Kalau tokh memang mendapatkan kemenangan maka ke menangan yang didapatkan pasti tidak bersama dharma. Kemenangan yang menjauh dari dharma bukanlah kebenaran pasti karena ia mengarah pada pembenaran. Siapa pun tidak bisa membantah bahwa pembenaran bukanlah kebenaran, dan pemenangan bukanlah kemenangan melainkan adalah pemenangan dan pembenaran yang merupakan persetujuan beberapa orang yang sedang mempunyai kekuatan dalam gabungan. Barangkali kekuatan pemikiran bergabung dengan kekuatan fisik dan uang sehingga menciptakan pemenangan. Kejadian-kejadian di masyarakat, baik pada masa dahulu maupun sekarang, banyak dapat dijadikan cermin untuk melangkahkan kaki di jalan dharma dan memperoleh kemenangan. Bukan sebaliknya, melangkahkan kaki di jalan pembenaran atau pemenangan. “Sanghe sakti kali-yuge” menegaskan kekuatan pada zaman Kali (Yuga) adalah pada persatuan. Orang-orang akan menjadi kuat (sakti) jika bersatu-padu (sangha). Ketika orang menjadi kuat, kemenangan (baca: pemenangan) akan menjadi lebih meyakinkan. Akan tetapi, orang-orang pada zaman Kali tidaklah sekuat orang-orang pada zaman dahulu. Hal inilah yang memaksa orang mencari kawan untuk berkoalisi. Dalam politik orang bisa melihat dengan sangat jelas kebenaran peribahasa ini. Bahkan sering terjadi, baru seminggu “berantem” dengan lawan politiknya, hari ini sudah “beratep” (berkoalisi, berteman), karena tujuan politik biasanya adalah mencari kemenangan untuk berkuasa. Melalui kekuasaan, mereka akan melakukan pelayanan pada dharma (bagi yang menentukan jalan hidupnya demi dharma), ataukah sebaliknya mereka membangun “istana kekuasaan” jika memilih untuk tidak berada di jalan dharma. Demi pemahaman dharma dalam praktik, orang dapat mengarahkan perhatiannya pada kejadian Kuruksetra, mengingat peperangan antara Pandava dengan Kaurava. Peperangan terjadi di medan perang dharma,

demi mempertahankan dharma, dan dipandu oleh tokoh Maha Bijaksana, Shri Krishna. Ada yang membela salah satu pihak, dalam hal ini Kaurava, disebabkan oleh “tawaran” kekuasaan atau pun disebabkan sentuhan rasa “balas budi”, ada pula yang memihak pihak lain, dalam hal ini Pandava karena sentuhan simpati dan keinginan untuk menegakkan dharma. Kedua pemihak menunjukkan perilaku sangat jelas dan umum di masyarakat dalam memilih dharma atau memilih jaya (kemenangan). Pilihan Dharma (kebenaran) atau Jaya (kemenangan) merupakan pilihan yang sangat lumrah dan ada sejak zaman dahulu hingga sekarang di masyarakat di mana saja di atas muka bumi ini. Ada sebuah kejadian yang sangat tidak lumrah terjadi dalam hubungan dengan membela kebenaran dharma. Ada orang memihak yang lemah, ada pula orang memihak yang kuat. Tentu saja kedua mempunyai alasan serta kepentingan tersendiri. Vibhishana memihak kebenaran dengan tulus ikhlas sampaisampai meninggalkan bukan hanya kakaknya, Ravana, melainkan seluruh bangsanya. Demikian tulus dan teguhnya dalam menjunjung dharma. Sugriva membela kebenaran karena ada kepentingannya, untuk melawan kakaknya yang merampas istri serta kerajaannya. Sedangkan Hanuman, ia sangat kuat, sakti tak terkalahkan, berhati suci murni, ia memilih membela kebenaran tanpa motif apa pun. Bahkan pada akhirnya, Hanuman mampu menyeberangi dharma itu sendiri karena ia “tidak membela dharma” melainkan melakukan pelayanan bhakti kepada Shri Rama. Oleh karena Hanuman melayani Shri Rama, avatara Vishnu, maka pelayanan tersebut secara tidak langsung dan juga langsung menjadi pelayanan memihak dharma. Itulah tindakan memihak yang murni, memihak dharma tanpa memihak dharma secara langsung. Ada yang berbeda dan sangat menarik dan satu-satunya tokoh hebat yang melakukan pilihan memihak sangat unik. Tampaknya bijak tetapi penuh konskuensi tak terdeteksi. Barbarika, putra dari Ghatotkaca dengan Dewi Ahilavati atas karunia Dewa Shiva dan Agni, ia mempunyai kesaktian luar biasa walau hanya dalam bentuk 3 anak panah sakti. Sebelum perang Bharatayuddha terjadi, Krishna bertanya kepada masing-masing jenderal perang di kedua belah pihak, berapa hari mereka perlukan waktu untuk memenangkan peperangan tersebut? Bhisma, Drona, Karna, Yuddhisthira, Arjuna dan lain-lain menyampaikan keyakinan akan kemampuannya; ada yang mengatakan mampu memenangkan peperan-

gan dalam 30 hari, 24 hari, 20 hari dan lain-lain. Akan tetapi, Krishna menjadi kaget mendengarkan jawaban Barbarika, cucu Bhima, bahwa ia mampu menyelesaikan peperangan Bharatayuddha dalam waktu kurang lebih satu menit, dan itu pun ia akan lakukan untuk memihak pihak yang lemah. Ia mempunyai 3 anak panah sakti; yang pertama mampu menandai semua target yang akan dihancurkan, anak panah kedua mampu menandai target yang akan diselamatkan, dan anak panah sakti yang ketiga akan menghancurkan seluruh target yang ditandai oleh anak panah pertama atau yang tidak ditandai oleh anak panah kedua. Krishna yang pada waktu itu menyamar menjadi Brahmana mengetahui jelas bahwa walaupun jumlah pasukan Kaurava jauh lebih banyak dari pada pasukan Pandava (11 berbanding 7 aksauhini), tetapi pada akhirnya Kaurava akan menjadi pihak yang lemah. Lalu, keputusan untuk memihak yang lemah akan memaksa Barbarika memihak Kaurava. Itu berarti kekalahan Pandava adalah pasti. Demi memastikan kemenangan berada di pihak Pandava, yaitu pihak yang membela kebenaran, lalu Krishna menguji kesaktian Barbarika. Krishna meminta Barbarika mengikat seluruh daun pohon Pippala yang ada di dekatnya. Ketika Barbarika memejamkan mata melepaskan anak panahnya yang pertama, Krishna memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memetik selembar daun lalu menyembunyikan di bawah telapak kakinya. Begitu anak panah pertama dilepaskan oleh Barbarika, seluruh daun pohon Pippala dalam sekejap sudah tertandai sebagai target penghancuran. Akan tetapi, satu anak panah tampak berputarputar mengintai kaki Krishna yang sedang menyembunyikan selembar daun Pippala tersebut. Barbarika meminta agar Krishna mengangkat kaki, jika tidak maka anak panah tersebut akan melukai kaki Krishna. Singkat cerita, Barbarika berjanji akan memberikan apa saja yang diminta oleh Brahmana Krishna. Ternyata yang diminta oleh Krishna adalah penggalan kepala Barbarika. Demikian; harta benda, pengetahuan, kesempatan, kekuatan dan kesaktian, jabatan dan lain-lain jika tidak dipergunakan di jalan dharma maka ia akan diambil kembali oleh-Nya. Namun, jika semua itu dipergunakan sebagai pelayanan dharma demi kemuliaan makhluk lain, maka orang akan memperoleh segala kesuksesan di dalam hidupnya, karena “yato dharmah tato jayah” – Sabarinyan gawaya ri dharma ta pwa, niyata kita ri jayaken yawat marikana, di mana ada dharma di sana ada kemenangan.

MIMBAR AGAMA

Berbagi Jasa Kebajikan Redaktur Khusus MIMBAR

BUDDHA Dhana Putra MENURUT perhitungan kalender lunar, saat ini kita memasuki bulan ketujuh. Bagi sebagian masyarakat Tionghoa, bulan ketujuh lunar dikenal sebagai bulan setan. Bulan yang tidak baik untuk melakukan upacara ‘bahagia’ seperti perkawinan dan sebagainya. Ini saatnya memberikan persembahan kepada para leluhur. Banyak yang percaya dan yakin bahwa para leluhur akan pulang ke rumahnya, menemui sanak keluarganya, meminta bekal, dan seterusnya. Karena itu, kita disarankan untuk memberikan persembahan saat purnama nanti, di pertengahan bulan. Jika tidak, para arwah akan berebut makanan yang disediakan di tempat umum, seperti di kelenteng, vihara, dan tempat lainnya. Sejak kecil saya sudah sering mendengar ungkapan seperti di atas. Bukan hanya sekali, namun bisa jadi dalam beragam versi. Di tempat tertentu, umat melakukan upacara secara bersamasama, membuat persembahan untuk para leluhur yang tidak ada keturunan, yang tidak memiliki anak dan cucu. Memberikan penghormatan kepada sanak keluarga yang telah meninggal menjadi salah satu kewajiban seorang anak kepada orangtua dan leluhurnya. Buddha menjelaskan hal ini kepada pemuda Sigala yang

memberikan penghormatan ke enam arah sebagai wujud baktinya kepada orangtuanya yang berpesan untuk melakukan hal tersebut. Pada umumnya, kita memberi penghormatan dengan mengadakan upacara sembahyang, menghaturkan persembahan berupa makanan, minuman, dan sebagainya. Sejumlah vihara mengadakan upacara patidana, dengan membangun altar, memajang foto atau nama dari orang yang telah meninggal, dan seterusnya. Namun hal pokok dari semuanya adalah berbuat baik dalam kehidupan ini. Setelah melakukan kebajikan tersebut, kita melakukan perlimpahan jasa kepada sanak keluarga yang telah meninggal, baik yang kita kenal atau yang tidak dikenal secara langsung. Yang kita kenal hanya sebatas kakek dan nenek, sedangkan generasi di atas mereka masih banyak. Dalam sejaran Buddha, Raja Bimbisara pernah diganggu oleh makhluk halus, yang ternyata berasal dari leluhurnya yang hidup di masa silam, puluhan kalpa yang lalu. Mereka terlahir di alam setan karena perbuatan buruk yang dilakukan puluhan kalpa yang silam, yang telah dijanjikan akan bisa terbebaskan setelah mendapat perlimpahan jasa dari keturunannya yang bernama Raja Bimbisara. Berbagi jasa kebajikan tidak harus menunggu datangnya bulan ketujuh lunar, tidak harus mengunggu cahaya sinar purnama mencapai puncaknya. Kita bisa melakukan kapan saja dan dimana saja, setiap selesai melakukan perbuatan baik dalam kehidupan ini. Berbagi jasa kebajikan juga tidak berarti kamma baik kita akan diambil, akan berpindah,

atau akan lenyap dari catatan kebajikan. Niat, usaha, semangat, tindakan kita dalam melakukan kebajikan tetap akan menimbulkan akibat baik bagi kita sebagai pelakunya. Tidak ada yang akan bisa mengambilnya, mencuri, atau berpindah tangan. Ketika kita bekerja keras, belajar dengan tekun, berlatih dengan penuh semangat hingga akhirnya berhasil meraih gelar sarjana maka gelar tersebut tetap menjadi milik kita. Namun ketika orangtua, sahabat, dan yang lainnya mendengar keberhasilan kita, mereka semua pasti

merasa bahagia. Mereka memberikan selamat kepada kita. Rasa bahagia ketika sanak keluarga berbuat baik dan melimpahkan jasa kebajikan tersebut kepada para leluhur akan membuat mereka berbuat baik melalui pikiran dan dapat mengakibatkan terlahir di kondisi yang lebih baik. Lakukan kebajikan, limpahkan kepada para leluhur dan keluarga yang telah meninggal dengan harapan semoga jasa kebajikan ini dapat memberikan kebahagiaan pada mereka. Selamat berbuat baik.

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo. com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi) Selamat ulang tahun ke-5 buat Erika dan selamat ulang tahun ke-3 untuk Karina, (17 Agustus 2018), putri dari Dony dan Yulita, Dauh Pala, Tabanan. Semoga panjang umur, tambah pintar dan doa terbaik untuk kalian.


Redité Wagé, 27 Agustus 2017

Bali

L e m b a r

B a s a

B a l i

7

Bencingah Pinandita I Ketut Pasek Swastika

Manut Sastra Agama Hindu PINAKA wewidangan suci, padma miwah palinggih ring pura wiadin merajan patut kawangun manut dresta miwah nganutin daging sastra agama. Sané patut taler kauratiang, manut Pinandita Drs. I Ketut Pasek Swastika, wakil ketua PHDI Bali widang Agama miwah Kasulinggihan, cetak dasar utawi dasaran pondasi tatkala ngwangun palinggih inucap. Dané maosang, cetak dasar sané madué kaketékanipun kadagingin antuk bata pinaka niyasa warna barak, batu bulitan niyasa warna selem, paras niyasa warna putih. “Makatiga punika kabungkus kasa putih sané marajah padma, kekua miwah Ong Kara olih Ida Sang Sulingih saha kategul antuk benang Tridatu,” baos Jero mangku sangging tatah puniki. Pengurus Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi ring widang Kasulinggihan puniki malih maosang, patut taler urati ring padagingan sané kapendem tatkala mlaspas palinggih utawi padma inucap. Beciknyané ngawigunayang piranti sujati utawi sané patut manut sané kawedar ring sastra agama Hindu, yadiastun madaging wantah akidik. Asapunika taler genah mendem, mangda becik kadabdabang. Minakadi ngawigunayang slaka niyasa putih kagenahang ring Kangin, temaga niyasa barak kagenahang ring Kelod, mas niyasa kuning magenah ring Kauh, besi badar niyasa selem magenah ring Kaja miwah salanturipun. Tetujonnyané, mangda kahanan tenget ring wewidangan suci prasida kapolihang. “Sakadi sané naen kapanggih ring Negara, wénten merajan utawi pura sané celepin maling, sakéwanten kantos semengan maling inucap nénten prasida makaad saking genah inucap. Sangkaning punika tiang ngwiaktinin pisan antuk kasidhian miwah prabawa palinggih sané cetak dasar miwah padaginganipun nganutin sastra agama Hindu,” dané sané meneng ring Ashram Sari Taman Beji Canggu Permai puniki maosang. (was)

I Nyoman Sendra

Tegehnyané Mabinayan MANUT wangun miwah kawigunanipun, palinggih padma kabinayang dados tigang soroh, luiré; padmasana, padma sari, miwah padma capah. Tios pabuatnyané, I Nyoman Sendra, tukang wewangunan style Bali saking Br. Manikgunung, Selanbawak, Marga, Tabanan maosang, tegeh soangsoang padma inucap taler mabinayan. Palinggih padmasana pinih tegeh. Palinggih padma sari ketah kakaryanin pinih tegeh kirang langkung telung méter tengah. Padma capah pinih tegeh wantah duang méter tengah, duaning yéning tegehan saking punika sinah méweh nagingin pepalihan miwah pepayasan. “Sujatiné, padma sari miwah padma capah sané sampun kaucap andap punika prasida malih kandapang, nanging patut kadabdabang mangda rong genah banten ‘nénten asah cunguh’,” baos dané. Lanang sané embas ring Manikgunung, 15 Agustus 1972 puniki malih maosang, ngenin indik lakar sané kawigunayang, nénten wénten kapatutan mangda palinggih padma kakaryanin antuk lakar A utawi lakar B, duaning punika nganutin saking sapunapi pisarat krama taler becik-kaon kahanan saking lakaripun. “Yéning dumun, akéhan sané ngawigunayang paras malem miwah bata barak sané risampuné nglintangin limang warsa jagi senawaan utawi ngebuk miwah mataasan. Nanging mangkin, akéh sané ngawigunayang batu Karangasem sané tuuhipun sué tur sitengan saihang ring paras malem. Sangkaning punika sayan akéh krama ngawigunayang lakar inucap,” dané nguningayang. (was)

(91)

PADMA – Sané ketah kauningin krama, wangunan padma wénten tigang soroh, luiré: Padmasana, Padma Sari, miwah Padma Capah.

BPM/was

Palinggih Padma

Mabinayan Genah taler Kawigunan PINAKA krama sané magama Hindu, wantah kapatutang ngamargiang parikrama magama sakadi sané kanikain taler kapituturin para panglingsir. Sinalih tunggilipun ngaturang sembah pangubakti ring pura, merajan miwah genah-genah siosan sané taler kasuciang olih krama. Ring genah suci inucap, pastika madaging wangun miwah soroh palinggih antuk kawigunan soangsoang sakadi sané kadabdabang olih dresta irika. Sinalih tunggil wewangunan palinggih sané majanten kapanggihin marupa Padma. Kauningin, wénten tigang soroh padma. I Nyoman Sendra, tukang wangunan style Bali saking Br. Manikgunung, Selanbawak, Marga, Tabanan puniki nlatarang, soroh padma inucap luiré: padmasana, padma sari,

miwah padma capah. Wangun padma sané ketah kakaryanin ring pakraman. Pinandita Drs. I Ketut Pasek Swastika, wakil ketua PHDI Provinsi Bali widang Agama miwah Kesulinggihan taler maosang, makatetiga soroh padma inucap mabina-binayan genah taler kawigunanipun. Minakadi padmasana, magenah ring bucu Kaja Kanginan ring jeroan pura. Padma sari magenah ring wewidangan merajan utawi natah paumahan. Padma capah magenah ring lebuh utawi sisin margi. Ngeninin indik padmasana, Ida maosang nénten dados kagentosin antuk palinggih tiosan duaning sampun kajantenang saking nguni kawigunannyané pinaka linggih utawi pangayatan Hyang Mahameru. Yéning becik katilik

kawigunanipun, sujatiné prasida kajantenang saking marep napi padmasana punika, napi marep Kauh utawi Kelod Kauh (Rudra Raksa), napi marep Kelod. “Yéning majeng Kauh utawi majeng Kelod Kauh, pinaka pangayatan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Yéning majeng Kelod, pinaka linggih sinunggil Ida Bhatara Sesuhunan pinaka prabawa Ida Sang Hyang Widhi Wasa, nénten malih dados pangayatan,” baos Ida Pinandita. Malih Ida nglanturang, sané kawastanin padma sari wantah padma sané magenah ring merajan. Yéning dumun, ring makudang-kudang genah minakadi ring wewidangan Bali Kauhan, padma sari akéhan kagenahang ring jaban merajan utawi ring natah pinaka linggih Siwa Reka. Sakéwanten sané mangkin, pad-

ma sari kagenahang ring merajan masikian sareng palinggih siosan, nanging kawigunannyané kantun pateh. Padma sari taler prasida dados pangayatan ring sesuhunan sané malinggih ring pura siosan. Minakadi tatkala wénten piodalan ring Besakih, Andakasa utawi pura siosan sané genahipun doh saha kramané nénten prasida nangkil, sinah dados maturan malarapan antuk ngayat ring padma sari soang-soang. Ngeninin indik padma capah, kagenahang ring lebuh marep ka margi sané kawastanin dados Hyang Lebuh. Tatkala karaketang indik Catur Sanak, padma capah ring lebuh punika wantah Banaspati, panungun karang pinaka Banaspati Raja, pelangkiran wantah Anggapati, palinggih ring natah pinaka Prajapati. Sios punika, wénten taler

padma capah sané magenah ring teba sané kauningayang tenget, wénten taler kawigunayang pangentos. Minakadi wénten taru bingin ageng sané minabang jagi bah ring sisin margi, taru bingin inucap kapunggel tur kagentosin antuk padma capah sané marep kelod pinaka linggih sang sané meneng ring taru bingin ageng sané sampun kapunggel. “Wénten palinggih Indrablaka. Palinggih inucap marupa padma capah sané kagenahang ring sisin pateluan utawi pempatan margi marep ka patemon margi inucap. Palinggih Indrablaka taler kagenahang ring telajakan paumahan sané wénten ring tanggun margi sané kaucap numbak. Padma capah inucap marep ring margi sané numbak,” Ida nguningayang. (was)

Pepalihan miwah Pangawak

Minayang Wangun Padma SAKADI sané kauningin, soroh palinggih padma wénten tetiga, luiré: padmasana, padma sari miwah padma capah. Sakéwanten nénten samian krama tatas prasida minayang wangunan padma inucap. Pinandita Drs. I Ketut Pasek Swastika maosang, soang-soang palinggih padma, pepalihan miwah pangawaknyané mabinayan. Minakadi padmasana, majanten jangkep madaging Bedawang Nala sané kalilit naga Anantabhoga miwah naga Basuki. Madaging taler Wilmana, Garuda Wisnu miwah Angsa. Yéning padma sari, ring ungkurnyané majanten kadagingin antuk angsa kémanten. Padma capah wantah pepolosan. Ida ngwewehin, manut daging sastra agama, padma sari miwah padma capah majanten nénten madaging antuk Wilmana miwah Acintya duaning punika

sujatiné wantah daging pepalihan ring padmasana. Ngeninin indik karang minakadi karang asti, karang tapel miwah sané siosan sinah pateh kadagingin “Tios tigang soroh padma inucap, wénten taler Padma Agung utawi wangun padma sané marong kalih, Padma Anglayang utawi padma sané ma-rong tetiga sakadi sané wénten ring Pura Semeru Agung Lumajang miwah ring Pura Besakih, miwah Padma Windu sané wangunipun mrepat utawi bebaturan kémanten sakadi sané wénten ring Candi Cetho Solo,” Ida nguningayang. Kawigunan padma sané dumunan taler sané anyar nénten wénten pabinayan sajabaning matiosan lakaripun. Wangunnyané taler sayan ngamecikang, utamanipun pepayasannyané sangkaning kahanan seni ring pakraman sayan nglimbak. Parindikan inucap kabaosang I Nyoman Sendra.

Dané ngwewehin, sané sayan ngamecikang wantah pepayasanipun minakadi képéngan, ukir-ukiran, taler karangnyané minakadi karang asti utawi karang tapél sané kasinahang sayan lemuh. Ngeninin indik pepalihan miwah dagingipun, Nyoman Sendra maosang, sampun madué pidabdab soang-soang sakadi sané katami saking para panglingsir nguni. Minakadi padmasana, kakawitin saking Bedawang Nala sané kakilit kekalih naga, salanturnyané bebaturan sané madaging antuk karang asti, duurnyané kawastanin gunung gelud sané madaging antuk karang tapel. Kalanturang malih antuk pangawak mapacira pepitu sané ring ungkurnyané kadagingin Wilmana, malih menék pangawak mapacira lelima madaging antuk Garuda Wisnu tur duurnyané madaging malih antuk pangawak sané mapacira tetiga miwah madaging

“APA mirib iraga bisa majodo Beli Budi?” baos Sudiari ngalem nekekang pelukanné. “Nguda sing Sayang. Kadék jegég, Beli bagus. Ngudiang tresnan iragané bantenang tekén anak ané tusing nresnain. Kadén melahan tunas surudanné anggon iraga padidi, jaen sing Dék?” Budiana ngecup bibihné Sudiari mawanti-wanti, mesra kadi paksi darané tui. Yadiastun genahé sepi nanging sang kalih lali yén pelayané taler iri, lek mapi-mapi ka dori. Crukcuké nguci ring sekar jempiringé, kokokané pacetotol mesik ring cariké betén kauh. Ngurah Jelada sareng Arniek mararian ring dagang nasiné delod sétran Selaté genah sopirsopir truké mararian madaar. Duk punika kari sepi, mawinan bébas sang kalih namtamin sarapané mulam guling angetangetan. Arniek milih kritik sareng langsaranné. Ngurah Jelada mesen tulang iga sareng lawar mimbuh jeroan magoréng masambel matah. Arniek nesekang tegakné ring gélanné kadi

anak kari pangantén anyar saha makisi-kisi. “Tungurah, mangkin Dék Sudiari lan Budiana nyak ya adung. Mirib ia mapacaran napi adung ngéka daya corah lakar mencanén malasang iraga?” Arniek matur alon manis. “Dumadak apang ia sekenseken sadar yén jodohé ento sing dadi paksaang. Buina ping kuda Budi kumah Arnieké tiang setata ada ditu. Kéto masih Dék Sudiari kumah tiangé, yén sing suung pasti Arniek ada bareng. Nadaksara Widhiné asung, iraga sing ngaé-ngaé.” Ngurah Jelada makeengan alon saha ngesopin Luh Adé langsaran gulingé. Arniek ngwales ngesopin gélanné kritikné, nanging jerijinné Arniek tegora alon ring Ngurah Jelada. “Mimiih Tungurah nakal, lamun kuangan bé guling nguda jerijin tiangé tegor?” “Oh ampura Sayang. Beli gregetan nepukin bibih Arnieké baag meg cara delima?” “Nggih tiang masih. Tapi deriki kénkénang. Taanang ja

rauh jumah di Denpasar,” baosné Arniek saha nyigit pupun gélanné alon, “Niih kanggoang nyicipin abitbitan.” Dagangé kenyem-kenyem ngintip daha trunané asyik ngeroman. Usan sarapan, sang kalih malih nglanturang pamarginé simpang ring Sukawati. Rauh ring Denpasar jam sia. “Ooh Arniek ja ajak Tungurah sagét teka? Kadén ja lakar ngonyang liburné jumah. Bibik karépotan di toko. Yén liburan kéné liunan para siswa lan mahasiswa uli Jawa teka liburan ka Bali meli souvenir baju, tas lan pernak-pernik Bali,” baos Bibi Marlien égar. “Saja Bik bandingang tekén mablanja di Artshop, driki maan ia nawah bin bedik.” “Nah lamun kéto Niek, Tungurah, Bibi lakar ka terminal malu ajebos, ada titipan kamben endek lan ukiran perak uli Celuk,” baosné Bibik Marlien raris mamargi ka pasar. Luh Suwarni ngelisang ngenahang tas pakeanné. Medal makta teh miwah sanganan manco.

BPM/was

PEPALIHAN – Yadiastun kawigunanipun nénten magentos saking nguni nyantos mangkin, nanging daging pepalihanipun sayan ngamecikang sangkaning antuk panglimbak seni. Minakadi wangun karang asti sané dumunan kasinahang begbeg, nglimbak mangkin sampun dados lemuhan. angsa ring ungkurnyané. Wus punika wawu kadagingin antuk rong utawi pelangkiran sané matabing antuk naga makampid utawi Naga Taksaka. Yéning ring padma sari, pepalihanipun, babaturan antuk karang asti wus punika pangawak mapacira lelima miwah pangawak mapacira tetiga miwah madaging angsa tur kalanturang antuk rong sané matabing antuk naga taksaka. Yéning padma capah, pepali-

hanipun wantah bebaturan antuk karang asti, pangawak mapacira lima taler rong utawi pelangkiran sané matabing naga taksaka. “Pasira utawi pacira punika wantah pepayasan ring pangawak sané wangunipun sakadi undagundagan. Yéning mapacira tiga sinah kapanggih daging undagan ipun tetiga, asapunika kaadungang ring pacira lelima miwah pacira pepitu,” baos Nyoman Sendra. (was)

“Nah mungpung kari suung, ajeng malu téhé. Mangkin mimbuh permén karét pang ten ngaduung malali ka Denpasar,” Luh Suwarni meluk gélanné ngempahang kangenné, ngetogang isin pitresnané mabungabunga, jangka rauh bibikné matututan tukang suun. “Aruuh semengan sampun bincuh. Sabilang libur, Minggu, masan bajang-bajangé malali Arniek pasti répot masak di paon, kalin Bibik madolan di tokoné niki. Bégak-bégak anggén ngimbuhin melin sabun. Pamanné sibuk ngurus béngkél lan onderdil motorné,” tuturanné Bibi Marlien sané mula sampun kenal becik sareng Ngurah Jelada. “Sujatinné nika ané melah Bi. Dadinné iraga bisa ngargain waktu, ten ngléwara saking biasa sibuk. Buktinné Arniek nyidaang maan ranking dua di sekolah bandingan tekén anaké ané bébas malali tan ngitung isin basang,” baosné Ngurah Jelada ngajumang gélanné. “Ah Tungurah kénkén? Kanti

Luh Méga kapincut baan rajin raganné matetanduran di pakaranganné. Asal ten kalulutan nandurin karangné Luh Méga,” saurné Arniek ngulgul. “Toooh Bi, pantes ké Arniek ngomong kénten, aéngan tiang niki mata keranjang?” “Ten kénten Tungurah, wajar Arniek cemburu cihna tresnané tulus tan patanggu.” “Bi, Arniek pesu jebos nggih. Ngatehang Tungurah meli buku ka Gramedia. Sambil singgah kumahné Sulasih ajak Putu Suratni. Takut nyanan kababas yén lébin ngraga.” “Naah eda makelo. Nyanan Tungurah kanggoang ja driki ngajeng,” pesen bibinné. “Nggih Bi, yén tiang pesu padidi takut nyanan bajang-bajangé di wangan nutugin mulih, tawanga celanan tiangé nyrébét kereng ngébét,” baosné Ngurah Jelada lantas medal ngandéng Arniek sané gregetan nyigitin bangkiang gélanné. Manahné girang tan sinipi. (Masambung)


Upacara

8 Bebantenan Tetuek Rainan Pagerwesi PAGERWESI mawit saking kruna pager miwah besi sané kartosang pinaka pagehan sané kakaryain saking besi. Pagerwesi matetuek yéning samian parindikan sané kapagehin pacang tetep kukuh bakuh. Rainan Pagerwesi taler ketah kaprecaya krama Hindu pinaka raina magehin awak, ngacep Sang Hyang Pramesti Guru. Sang Hyang Pramesti Guru sané dados tetujon utama kamargiangnyané upacara Pagerwesi puniki wantah prabhawan Ida Bhatara sané kaprecaya pinaka guru manusa miwah jagat agung puniki. Ring raina Pagerwesi sané sampun kapakélingin daweg Buda (23/8) lintang, umat sapatutnyané mayoga semadhi, inggian ngulengang pikayunan saha ngaturang sembah pangubakti ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Pamargin rainan Pagerwesi sabeciknyané kamarging ring tengahing wengi. Santukan ri kala punika kawiaktinin Ida Sang Hyang Widhi, Hyang Pramesti Guru miwah Panca Déwata (Sang Hyang Iswara magenah ring Purwa, Sang Hyang Brahma magenah ring Daksina, Sang Hyang Mahadéwa magenah ring Pascima, Sang Hyang Wisnu magenah ring Uttara, miwah Sang Hyang Siwa magenah ring tengah utawi madya) sedekan ngamargiang payogan. Sajeroning Lontar Sundarigama, Pagerwesi sané jatuh nyabran raina Buda Kliwon wuku Sinta wantah raina payogan Sang Hyang Pramesti Guru sané kairingang antuk Dewata Nawa Sanga. Parindikan puniki nyihnayang yéning Hyang Pramesti Guru wantah pinaka prabhawan Ida Sang Hyang Widhi pinaka guru sané sujati. Tetuek tiosan, Ida Sang Hyang Widhi pinaka pangripta, pangupapira, miwah panglebur utawi pinaka Uttpti, Stiti, miwah Pralina utawi sajeroning aksara suci kasengguh Ang, Ung, Mang. Raina Pagerwesi kawiaktinin pinaka sinalih tunggil raina sané becik nampekang raga miwah ngastiti majeng ring para déwata santukan wantah Ida guru sané sujati. Santukan wantah kaweruhan saking Ida pinaka pagerwesi sané sujati. Ngastawa pateh ring nyerahang angga, hormat, nunas ica, ngagungang Ida miwah musatang pikayunan. Puniki pateh ring i krama patut prasida nyerahang katambetan majeng Ida sang guru sujati mangda kadagingin antuk kasucian miwah kaweruhan. Sakadi sané sampun kauningin, rainan Pagerwesi wantah runtutan saking rainan Saraswati sané sampun kapakélingin sadurungnyané pinaka raina teduhnyané kaweruhan, ilmu pengetahuan suci. Raina Pagerwesi prasida kadadosang pinaka dasar ngamargiang kahuripan sané kukuh bakuh sané kaumpamiang pinaka pagehan saking besi sané prasida ngemit kaweruhan sané kapolihang saha kawigunayang becik manut ajahan dharma, prasida mamargi becik saha dados dasar ngamargianmg kahuripan manut dharma. Pakéling: urip tanpa guru pateh ring urip tanpa panuntun. Antuk kawéntenan sang guru, i krama prasida uning parindikan sané patut miwah nénten patut kamargiang. Tanpa guru, i krama pastika kicalan pamargi becik saha kicalan pauntun ngamargiang kahuripan manut dharma. (Ida Rsi Bhagawan Smerti Kusuma Wijaya Sebali)

Redité Wagé, 27 Agustus 2017

Masaiban, Yadnya Alit Wusan Maratengan MABANTEN Saiban utawi mabanten nasi/ngejot wantah sinalih tunggil tradisi krama Hindu pamekas ring Bali sané kamargiang nyabran raina wus maratengan. Masaiban taler kasengguh Yadnya Sésa, rumasuk ring yadnya sané pinih ‘sederhana’ sané kamargiang krama Hindu sajeroning kahurpan saraina. Masaiban pinaka yadnya sané pinih sederhana, ketah kalaksanayang wusan maratengan utawi sadurungé ngajeng. Sabeciknyané yukti sakadi punika. Pamargin Yadnya Sésa matetuek yéning i krama wus maratengan patut ngaturang labaan marupa ajengan. “Masaiban wantah cihna yadnya sané pinih dangan kalaksanayang, nénten muatang prabéa ageng, sakéwanten patut kalaksanayang saraina. Yéning kahuripané sampun sukerta, iraga patut ngwaliang napi sané kaambil saking palemahan, duaning palemahan sané ngicén kasukertan,” baos Jero Mangku Komang Nurata, sinunggil pamangku dadia ring wewidangan Besakih. Satios punika, tetujon masaiban taler pinaka cihna rasa angayubagia antuk waranugraha saking Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Sakadi sané sampun kauningin, yadnya taler pinaka sarana sané ngubungang angga sarira

sareng Hyang Widhi antuk tetujon ngamolihang kadegdegan pikayunan. Yadnya Sésa utawi ngejot sakadi sané ketah kakantenang ring krama lumrahnyané marupa labaan sané madaging nasi, tasik miwah jangan mawadah takir utawi matatakan don biu. Santukan pinaka aturan pinih sederhana, nénten wénten kapatutan ngaturang ajengan tiosan satios sarana inucap. Yadnya Sésa sané pinih paripurna, katurang madaging dupa (pinaka upasaksi) saha kasiratin tirta. Prasida taler katurang tan madaging dupa wiadin kasiratin tirta, duaning Yadnya Sésa kakaryanin pinih sederhana. Indik genah ngaturang saiban, wénten limang genah sané patut katurin jotan luiré ring Pertiwi (tanah), katurang ring lebuh utawi natar merajan. Apah (air), katurang ring sémér utawi genah toya. Teja (api), katurang ring pawaregan, ring genah maratengan (jalikan wiadin kompor). Bayu, katurang ring genah beras utawi ring genah nasi (ajengan). Akasa, katurang ring palinggih, plangkiran, miwah sané tiosan. Sakadi sané munggah sajeroning Manawa Dharmasastra, genah masaiban luiré; sanggah/merajan, pawaregan, genah toya, batu asahan, lesung, miwah sampat.

Genah-genah inucap kasengguh pinaka genah krama ngamargiang Himsa Karma saraina. Antuk nénten nyelapang, i krama mademang beburon wiadin tetanduran ring genah inucap, patut genah inucap molihang labaan. “Samaliha mangkin nginutin jaman sané sayan nglimbak, sekancan sané kaduénang taler kaicén jotan. Sakadi sepéda motor wiadin mobil. Yéning asapunika, tegesnyané boya wantah palemahan kémanten sané ngicén kasukertan, sekancan piranti taler ngawinang manusa nyujuh kasukertan.” Jero Mangku ngwewehin, maosang palemahan pateh ring maosang sadaging jagaté, rumasuk sekancan maniféstasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Tegesnyané, ngaturang labaan majeng palemahan, taler ngicén labaan majeng sekancan bhuta-bhuti sané setata ngawi parindikan kaon. Dané mapiteket, sapatutnyané Yadnya Sésa setata kamargiang saraina. Majeng krama sané durung nglaksanayang, sabeciknyané ngawitin mabanten saiban. Dané nyelehin rasa éling krama kantun andap ring Yadnya Sésa puniki, samaliha parindikan sané kirang kauratiang sakadi ngejot puniki prasida ngawi pikobet ageng ring kahuripan. (uma)

Tugun Karang, ”Pintu” Niskala Paumahan MANUT krama Bali pamekas sané magama Hindu, nyabran wangunan suci utawi palinggih sané magenah ring pakarangan paumahan pastika mabuat pisan santukan madaging kawigunan soang-soang. Tios mabuat, palinggih inucap taler kaprecaya pinaka palinggihan/linggastana Ida Bhatara-bhatari, Déwa Hyang, miwah para bhuta tiosan. Utamanipun wangunan Tugun Karang utawi sané kasengguh Pangijeng Karang, ketah pisan mapaiketan ring parindikan niskala. Tugun Karang mawit saking kruna “tuhu” sané mateges uning,

karang mateges pakarangan paumahan utawi kategesin pinaka angga sarira. Sira sané uning miwah becik nelebin karang awak, nika sané pacang molihang keseimbangan niskala-sekala. Sajeroning mistik kadyatmikan miwah kawisesan, Tugun Karang wantah bijaksara mantra sané utama. Tugun wantah Tang, Ang miwah Ung; karingkes dados Karang, luiré Ang miwah Ah. Ang miwah Ah dwiaksara simbol kahuripan miwah kalayusekaran. Tugun Karang sané kakaryanin panglingsir Bali, boya wantah wangunan suci kémanten. Tugun

BPM/ist

TUGUN KARANG - Palinggih Tugun karang mabuat pinaka ‘pecalang’ sané nyagra katreptian niskala ring pakarangan paumahan.

Karang kasengguh wangunan sané tenget sané kagenahang ring genah tebén pakarangan, sané kawilangin manut sikut tengetnyané. Antuk punika, genah Tugun Karang sajeroning pakarangan mabuat pinaka ‘pecalang’ sané nyagra katreptian niskala ring pakarangan paumahan. Soang-soang karang sikut satak patut madué kalih soroh palinggih, luiré palinggih Pangulun Karang sané marupa Kamulan Rong Tiga miwah Panungun Karang sané marupa palinggih Sedahan Panungun Karang. Manut Drs. I Gusti Ketut Dalem, M.Si., Dosen Tetap ring IHDN Denpasar Fakultas Dharma Duta, sané malinggih ring Panungun Karang mapeséngan Ida Ratu Sedahan Panungun Karang, sang sané nyagra katreptian niskala ring pakarangan umah genah Ida kalinggihang. “Sujatinné Ida sampun meneng tur dados panungun ring soangsoang tegak karang inucap sadurung wénten jadma utawi krama sané nyakap karang inucap jagi kanggén karang paumahan. Manut tutur saking para panglingsir, rupan Ida taler masios-siosan ring soang-soang tegak karang inucap. Wénten sané marupa Jero Dukuh, wénten marupa krama lingsir, gajah, jaran, macan miwah sané siosan,” baos dané. Akéh sané nénten uning yéning Tugun Karang pinaka “pintu” ngranjingnyané makhluk niskala. Satios punika, yéning i manusa pacang nuju dimensi niskala, taler patut nunas lugra utawi nglintangin Panungun Karang. Satios punika, sané malingga ring palinggih Tugun Karang mabuat pisan ngemit sang sané meneng ring karang inucap saking parindikan niskala. Sakéwanten, pungkuran puniki akéh krama sané campah, nénten precaya ring kekuatan makhluk niskala sané malingga ring Tugun Karang. Sajeroning Lontar Kala Tattwa kabaosang, Ida Bhatara Kala nyuti rupa sajeroning wentuk Sedahan Karang/ Sawah/ Abian antuk swadarma pinaka pecalang, pateh ring prabhawanidané pinaka Pangerurah, Pengapit Lawang, utawi Patih ring Sanggah Pamerajan utawi Pura. (uma)

BPM/ist

NGEJOT – Mabanten saiban utawi ketah kasengguh ngejot patut kamargiang nyabran raina wusan maratengan. Aturannyané pinih sederhana, madaging nasi miwah tasik matatakan daun pisang.

Satua

Sang Hyang Narawati Kauji Bhatara Siwa Olih : Madé Taro ANTUK senengidané kalintang, Ida Sang Narawati mawali ka Siwa Loka ngaturang susu inucap ring Ida Bhatara Siwa. “Gelis pisan Adi mawali. Dija Adi molihang susu puniki?” patakén Bhatara Siwa nyesed. “Tiang molihang susu puniki antuk arga sané mael pisan, Ratu.” “Bogbog!” Ida Bhatara Siwa nengkik, panyingakanidané nelik. “Beli nawang ané sujati. Pangangon lembu ento tuah Ida Bhatara Brahma, lembuné tusing lén tuah Ida Bhatara Wisnu. Adi ngorahang satya, kéwala apa ané tuturang Adi tusing beneh, makejang bogbog. Paripolah bogbog lan tusing satya tuah solah raksasa. Sangkaning tingkah polah Adiné ento, Adi kadanda lan kapastu dadi raksasa. Dandané ené bakal suud yéning Adi suba mawali matingkah polah sakadi déwata, majalaran upacara pabersihan saking ksatria mautama.” Gelisang satua, Sang Hyang Narawati malih mawali ka Jagat Pada. Yukti ageng pisan danda sané katibakang Ida Bhatara Siwa. Pastika sengsara pisan sané karasayang. Antuk kasumekenan miwah kateleban, Ida ngamargiang pamidanda punika antuk tapa brata antuk tetujon ngeret indria. Ida Sang Narawati mautsaha nyuciang angga miwah pikayunanidané saking tingkah polah raksasa miwah ngwangun malih pikayunan sané bersih suci sakadi déwata. Ida ngamargiang tapa brata saking asiki genah ka genah tiosan. Pangawit, Ida Sang Narawati ngamargiang tapa bratanidané ring Gunung Seméru, salanturnyané ka gunung-gunung tiosan. Naan taler ring panepian tukad, ring danu, ring pasisi pasih, ring carik, ring genah-genah suci makadi pura, miwah kantos ring sétra. Sang Hyang Narawati yukti-yukti kauji saha akéh molihang paplajahan saking pamarginidané. Antuk pamargin inucap, Ida Sang Hyang Narawati prasida malih ngwaliang tingkahidané sakadi tingkah déwata. Sané ngamargiang pabersihan panyupatan majeng Sang Hyang Narawati wantah Sang Sahadéwa, sinunggil ksatria mautama saking Astinapura. Ida wantah putran Déwi Kunti, sameton pinih alit saking sametonan Panca Pandawa. Ida katitahang pinaka panyalantara panglebur dosa Sang Hyang Narawati. Majalaran upacara inucap, istri Bhatara Siwa mawali sakadi jatimula dados Hyang Bhatari sané listuayu. Ring Siwa Loka, Ida setata ngabih rabinidané antuk tresnasih miwah kasatyan sané utama. Sangkaning kasaktian miwah kaweruhan sané kaduénang, Sang Hyang Narawati busan-busan tedun ka Jagat Pada nyutirupa dados déwata sané ayu, utawi yutirupa dados raksasa sané nyejehin. Yukti ngresresin pisan kasaktianida, nglintangin kasaktian para déwata tiosan. (puput)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


Minggu WAGE, 27 AGUSTUS 2017

9

SPORT

HAL 12

Rossi Optimis Berjaya di Silverstone

Mayweather Vs McGregor

Ajang Pembuktian Petarung Terbaik Las Vegas –

Conor McGregor tetap agresif menyerang Floyd Mayweather Jr. di sesi timbang badan. Sebaliknya Mayweather cenderung kalem dan tak terlalu menanggapi omongan calon lawannya itu. Sesi timbang badan dilakukan di T-Mobile Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, Jumat (25/8) waktu setempat. Di tempat yang sama McGregor dan Mayweather akan bertarung di atas ring tinju di kelas menengah ringan pada Sabtu (26/8) malam atau hari ini waktu Indonesia. McGregor mendapatkan jatah lebih dulu untuk naik timbangan. Berat badan petarung asal Irlandia itu 153 pound (sekitar 69,4 kilogram). Mayweather kemudian gantian naik timbangan. Dia lebih ringan dari pada McGregor karena bobotnya cuma 149,5 pound (sekitar 67,8 kilogram). Dengan berat badan masingmasing, McGregor dan Mayweather masih berada dalam batas maksimal kelas menengan ringan, yaitu 154 pound (sekitar 69,85 kilogram). McGregor juga mementahkan tuduhan Mayweather yang menyebutnya kelebihan berat badan menjelang duel. Dalam sesi timbang badan, McGregor terlihat tetap berapi-api berteriak di depan wajah Mayweather dan mengolok-olok calon lawannya itu. Sebaliknya Mayweather sendiri justru lebih kalem dan sesekali tersenyum menanggapi omongan McGregor. “Badannya penuh air. Itu adalah kondisi terburuknya yang pernah saya lihat. Dia terlihat kempis di luar kondisi

terbaik,” kata McGregor soal Mayweather. “Saya akan mengalahkannya dengan cepat, percayalah. Saya profesional, saya menurunkan berat badan. Itu adalah pengorbanan, dedikasi, fokus, tapi saya berhasil. Saya siap,” ujarnya. McGregor mengklaim badannya akan jauh lebih berat di saat pertarungan dan mendekati 170 pound (sekitar 77,1 kg). Tapi Mayweather tak ambil pusing. “Saya tahu apa yang dibutuhkan ketika itu sebuah pertarungan dengan daya tarik seperti ini. Kita tak akan menang karena berat badan, kita menang karena bertarung,” ujarnya. “Pertarungan ini tak akan berjalan lama, catat kata-kata saya. Ini juga akan menjadi pertarungan terakhir Conor McGregor,” kata Mayweather dengan yakin. Mayweather juga tak terlalu peduli meski terus disoraki oleh fans McGregor yang datang ke lokasi timbang badan. “Fans tak bisa bertarung untuknya. Yang menentu-

kan adalah kedua petarung. Dalam 49 kemenangan saya, duelnya selalu satu lawan satu,” kata petinju berusia 40 tahun itu. Bagi Mayweather ini akan menjadi titik puncak bagi pekerjaannya seumur hidup, kesempatan untuk melampaui mantan petinju kelas berat Rocky Marciano yang pensiun dengan rekor sempurna 49-0. Mayweather juara dunia 12 kali dari lima kelas yang secara tradisional kerap tampil bertahan, juga sesumbar akan mengalahkan lawannya dengan KO, sesuatu yang tidak ia lakukan sejak menaklukkan Victor Ortiz hampir enam tahun silam. “Saya telah mengatakan bahwa saya tidak akan mengambil jarak dan Anda dapat menandai kata-kata saya. Saya tahu bahwa saya berada di pertarungan berat namun ada satu hal yang saya tahu, pertarungan ini tidak akan berjarak,” kata Mayweather. Sedangkan bagi McGregor, kemenangan akan memberi status agung dalam

sejarah olahraga beladiri dan mengukuhkan dirinya sebagai bintang beladiri lintas cabang yang membuatnya bisa memilih pertarunganpertarungan berhadiah uang banyak baik di oktagon maupun di ring. Petarung karismatik asal Irlandia yang juga dikenal sebagai “Mystic Mac” itu punya kemampuan akurat dalam meramalkan hasilhasil pertarungannya. Ia telah menatap ke bola kacanya dan mengatakan bahwa dia akan memukul KO lawannya yang berusia 40 tahun dalam dua ronde dalam pertarungan yang dijadwalkan berlangsung 12 ronde. Taruhan-taruhan dengan nilai kecil ditempatkan untuk McGregor, di mana para penggemar UFC menindak lanjuti loyalitas mereka dengan merogoh kocek dalamdalam. Sejauh yang dicermati McGregor siapa pun yang menaruh taruhan bukan kepada dirinya sama saja membakar uang tersebut. “Saya akan maju dan memberikan tekanan dan menghancurkan orang tua ini,” kata McGregor. “Saya tidak melihat pertarungan di mana ia bertahan dua ronde, saya merasa saya akan memiliki keputusan untuk mengakhirinya dalam satu ronde. Ia adalah orang yang dikalahkan. Ia tidak akan

mampu mengatasi kekejaman saya,” katanya. Para promotor menjual pertarungan itu sebagai pertarungan bersejarah, pertandingan yang akan dibicarakan di seluruh dunia selama bertahun-tahun ke depan dan banyak penggemar bela diri telah masuk ke dalam pusaran situasi hiruk-pikuk ini. Jalanan Las Vegas sudah pernah menyaksikan adegan berbahaya Evil Knievel sampai komedian Carrot Top, namun belum pernah melihat pertarungan lintas disiplin beladiri antara petinju tidak terkalahkan Mayweather dan petarung bela diri campuran McGregor. Para pecinta tinju sejati tidak mengakui pertandingan ini dan hanya menyebutnya sebagai kesempatan meraup uang di mana McGregor akan mendapatkan bayaran 100 juta dolar AS, sedangkan Mayweather bisa mendapatkan 200 juta dolar AS yang akan menambah total satu miliar dolar AS uang yang sudah dia dapat sepanjang kariernya. Meski demikian, yang menjadi barometer terbesar adalah pengakuan global bahwa pertandingan itu bisa menjadi yang termahal sepanjang sejarah tinju. Duel antara Floyd Mayweather Jr vs Conor McGregor akan digelar di

T- Mobil Arena, Las Vegas. Untuk diketahui tiket pertandingan ini juga dipasang dengan harga yang mahal. Untuk tempat duduk tepat di depan ring dipatok pada harga 100.250 dolar AS atau setara Rp 1,3 miliar meskipun sekitar 1.700 tempat duduk

dari total kapasitas stadion 20.000 tempat duduk belum terjual. Jutaan penggemar di seluruh AS diperkirakan akan mengeluarkan 99,95 dolar AS (Rp1,3 juta) per orang untuk menonton pertandingan ini di televisi lewat sistem pay-perview. (rtr)

Bukan yang Pertama La Vegas – Dunia tengah menunggu dengan harap-harap cemas bagaimana akhir dari pertarungan besar abad ini antara Conor McGregor melawan Floyd Mayweather Jr, yang akan digelar di T-Mobile Arena, Las Vegas, Amerika Serikat. Fokus dari pertandingan tersebut adalah apakah McGregor bisa berhasil melakukan transisi dari dunia MMA menuju ke ring tinju sesungguhnya dan asumsi kekalahan pertama Mayweather. Pertarungan dengan dua fokus tersebut, tentu saja akan menjadi pertarungan yang menarik perhatian para penggemar olahraga tinju dan MMA di seluruh dunia. Sebenarnya, pertarungan antara McGregor vs

Mayweather bukanlah pertarungan crossover (pertarungan silang antar-olahraga tarung seperti petinju, pegulat atau seniman bela diri lainnya) yang pernah terjadi di dunia. Sebelum pertarungan antara McGregor melawan Mayweather, sudah ada terlebih dahulu tiga pertarungan besar crossover. Dilansir dari Fox Sports Asia, inilah tiga pertarungan crossover paling terkenal sepanjang sejarah. 1. Muhammad Ali Vs Antonio Inoki Pertarungan crossover pertama dicatat oleh petinju legenda Amerika Muhammad Ali yang menghadapi pegulat profesional Antonio Inoki. Ali dan Inoki bertarung pada tahun 1976.

Pertarungan ini berakhir imbang. Akan tetapi mencatatkan sejarah di dunia. Muhammad Ali berhasil memperoleh enam juta dollar Amerika dari pertarungan tersebut dan memperoleh kekecewaan terbesar sepanjang karier. Kekecewaan tersebut muncul karena sepanjang pertarungan yang berjalan sebanyak 15 ronde tersebut, Ali lebih banyak mendapat pukulan dari Inoki. 2. Tim Sylvia Vs Ray Mercer Pada tahun 2009, mantan juara Kelas Berat UFC Tim Sylvia, memutuskan untuk menguji diri di ring tinju melawan Ray Mercer yang memiliki julukan Merciless alias tanpa ampun. Ray Mercer adalah

petinju profesional yang juga peraih medali emas olimpiade. Pertarungan ini hanya berlangsung selama sembilan detik. Sylvia berhasil tersungkur oleh pukulan telak dari Mercer. 3. CM Punk Vs Mickey Gall Pada tahun 2014, mantan superstar WWE, CM Punk, menandatangani kontrak dengan UFC untuk melawan petarung UFC, Mickey Gall. Demi pertarungan tersebut, Punk berlatih sangat keras lebih dari setahun bersama para veteran UFC seperti Anthony Pettis dan Tyron Woodley. Namun usaha keras dari Punk tersebut ternyata hancur. Mickey Gall berhasil mengalahkan Punk hanya dalam waktu 2,14 detik. (kmb/rtr)

BPM/rtr

TARUNG - Petinju Muhammad Ali (kanan) bertarung dengan juara gulat Antonio Inoki dalam sebuah laga antara dua disiplin beladiri yang berbeda.


OLAHRAGA

10 Pencak Silat dan Ski Air Tambah Emas

Kuala LumpurIndonesia mendapat tambahan dua emas SEA Games 2017 dari cabang olahraga Ski Air putra dan Pencak Silat nomor seni beregu putra. Total hingga Sabtu (26/8) kemarin, Merah Putih mengoleksi 25 emas, 38 perak dan 46 perunggu. Medali emas dari Ski Air putra disumbang oleh Muhammad Zahidi Putu dengan nilai 2.372,37. Atlet berusia 27 tahun ini melampaui rekan senegaranya, Febrianto Kadir yang mendapatkan nilai 1.316,17 dan wakil dari Singapura Mark Leong dengan nilai 1.173,30. Hasil ini sesuai dengan target yang ditetapkan sendiri oleh Muhammad Azhidi Putu. Ini merupakan emas pertama dari cabor Ski Air bagi kontingen Indonesia. Muhammad Azhidi Putu masih mengincar satu emas lagi dari nomor Jumping. Sementara itu, emas juga diraih oleh tim Pencak Silat Indonesia. Di nomor seni beregu putra tim Merah Putih yang diwakili Anggi Faisal Muabr, Asep Yulda Sani dan Nunu Nugraha mendapatkan nilai tertinggi, yakni 466. Mereka mengalahkan regu putra Malaysia yang meraih nilai 445 dan tim Singapura dengan raihan nilai 442. Hasil ini cukup menggembirakan, karena pada dua hari pertandingan pertama tim Pencak Silat dari nomor ganda putra dan ganda putri gagal mempersembahkan emas. Cabor ini masih menyisakan perebutan medali emas di nomor lainnya. Tenis Christopher Rungkat berhasil meraih medali emas dari tenis tunggal putra pada SEA Games 2017. Dia mengalahkan petenis Thailand. Dalam pertandingan final SEA Games 2017 di National Tennis Centre, Kuala Lumpur, Sabtu (26/8) kemarin, Christo tampil percaya diri saat menghadapi Jirat Navasirisomboon. Christo menuntaskan pertandingan dengan skor 6-4 dan 6-4. Medali emas itu cukup berarti bagi PP Pelti. Sebab masuknya Christo dalam skuat Timnas tenis Indonesia sempat tarik ulur hingga mepet dengan keberangkatan ke SEA Games 2017. Christo sudah yakin bakal meraih medali emas tunggal putra sejak lolos ke final. Dia sudah berhasil mengalahkan lawan yang dinilainya sebagai rival terberat, Wishaya Trongcharoenchaikul. “Setelah menang atas Wishaya di semi final, saya yakin bakal mampu meraih medali emas tunggal putra. Jirat tadi bermain bagus, namun saya bisa mengatasinya seperti dalam dua pertandingan sebelumnya di seri turnamen ITF,” ucap Christo. “Saya gembira dengan perolehan medali emas ini,” tutur petenis yang memboyong tiga medali emas tenis dalam Daftar Perolehan SEA Games 2011 di Palembang itu. Medali Christopher masih 1. Malaysia 70 49 45 berkesempatan menam2. Vietnam 44 29 33 bah raihan emas pada SEA 3. Singapura 39 33 41 Games 2017. Berpasangan 4. Thailand 34 51 56 dengan Jessy Rompies, 5. Indonesia 25 35 47 petenis berperingkat ke-487 6. Filipina 15 20 38 dunia itu lolos ke babak final 7. Myanmar 6 8 12 ganda campuran. Mereka 8. Kamboja 1 0 6 akan berebut emas dengan 9. Brunei 0 2 7 wakil Thailand, Nicha Lert10. Laos 0 1 7 pitaksinchai/Sa Ratiwatana. 11. Timor Leste 0 0 0 (ant)

Rekrut Dembele

Barca Pecahkan Rekor Transfer Klub

Barcelona Barcelona memecahkan rekor transfer klub ketika menggaet Ousmane Dembele dari Borussia Dortmund, Jumat (25/8) lalu. Dilansir dari situs resmi klub, sosok asal Prancis itu meneken kontrak jangka panjang hingga 30 Juni 2022. Barcelona juga menetapkan klausul pelepasan Dembele seharga 400 juta Euro. Ada pun untuk harga pembelian pemain berusia 20 tahun itu mencapai 105 juta euro (setara Rp 1,66 triliun) ditambah bonus. Nominal tersebut mengantarkan Dembele menjadi pemain termahal Barcelona sepanjang masa. Dembele akan tiba di kota Barcelona hari ini, kemudian menjalani tes medis, Senin (28/8) besok. Tingginya harga Dembele tidak lepas dari performa apik pada musim 2016-2017. Dia mencetak sepuluh gol dan 18 assist (peringkat ketiga di lima liga besar Eropa) dari 49 pertandingan. Dembele diharapkan bisa menggantikan Neymar yang pindah ke Paris Saint-Germain (PSG). Setelah kepergian Neymar lini depan Barca dianggap dalam situasi gawat. Dari HenryEto’o-Messi, Villa-Messi-Pedro, Neymar-Suarez-Messi, lalu kini Alcacer-Messi-Deulofeu. Lini depan Barcelona tidak pernah seseram ini. Seram yang dimaksud bukan bermakna seram yang mengintimidasi, melainkan seram yang mengenaskan. Memang masih ada Lionel Messi yang dari tahun ke tahun selalu konsisten unjuk diri sebagai sang megabintang, ikon, topskor dan juru selamat Barcelona. Namun melihat Messi tanpa dua sokongan yang sepadan, lini serang Barca layaknya sebuah tripod yang pincang sebelah, tak layak menjadi penopang sebuah kamera dalam membidik target. Neymar telah pergi dengan meninggalkan rasa pahit. Uang 222 juta Euro dari Paris Saint-Germain tak sanggup menggantikan kepergiannya yang begitu disesalkan oleh Cules. Belum lagi dengan konflik uang bonus Neymar yang bakal berlanjut di meja hijau. Lalu Barcelona membuat langkah aneh dengan membeli Paulinho senilai 40 juta Euro. Akun sosial media

klub yang diretas beberapa hari lalu juga menunjukkan sikap frustrasi fans. Di dalam lapangan, Barcelona juga tengah cemas menatap masa depan klub bersama Ernesto Valverde, pelatih baru yang masih belum teruji. Dalam situasi seperti ini, Luis Suarez malah dibekap cedera lutut yang membuatnya akan absen selama sebulan. Untuk kian memperkeruh keadaan, sang rival terberat Real Madrid sedang berada dalam puncak kejayaan. Biasanya seseorang yang sedang putus asa akan membuat tindakan gegabah. Barangkali Barcelona tengah memasuki tahap itu, ketika mereka mengumumkan kedatangan Dembele. Jika menyimak kualitas permainan, pengalaman di level internasional, kematangan psikologis, hingga sisi komersial, banderol Dembele bisa dibilang lebih mahal ketimbang Neymar. Padahal menurut laporan L’Equipe, Barcelona sebetulnya bisa mendapatkan Dembele dari Rennes pada musim panas 2016 seharga 5 juta Euro saja. Dembele lalu memilih hengkang ke Dortmund senilai 15 juta Euro. Setelah semusim di Jerman, harga sang winger mulai melonjak signifikan. Transfermarkt menyebut market value Dembele senilai 33 juta Euro. Dortmund tentu ogah mengikuti harga pasar tersebut dan memasang harga 50 juta Euro sampai 70 juta kepada klub-klub peminat. Sayangnya bagi Barcelona harga itu dipatok sebelum mereka menjual Neymar. Sejumlah target top masuk daftar pengganti sang bintang asal Brazil, sebelum akhirnya mengerucut ke dua nama, Dembele dan Philippe Coutinho. Berhubung Liverpool terus mengatakan tidak, tidak, dan tidak untuk melepas Coutinho berapa pun harganya, Barcelona pun menjatuhkan pilihan kepada Dembele.

PS Badung Kalah Tipis di Lumajang

Made Erwin Suryadarma Sena

BPM/ist

Pelatih Dituntut Pahami Karakter Atletnya

Denpasar (Bali Post)Para pelatih Porprov Kota Denpasar dituntut memahami karakter atletnya, utamanya dalam meraih prestasi maksimal. Bahkan antara pelatih dan atlet harus menyatu dan punya kontak batin, sehingga sosok pelatih bisa mengatasi segala permasalahan yang menimpa atletnya. Itu dikemukakan Sekum KONI Kota Denpasar Made Erwin Suryadarma Sena, saat pembekalan kepada pelatih Porprov oleh Binpres KONI Pusat N. Nurosi Nurasjati, serta dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Sudradjat Wiradihardja di gedung Werdhapura Sanur, Sabtu (26/8) kemarin. Nurosi adalah mantan karateka dan pelatih karate nasional, sedangkan Sudradjat mantan perenang nasional. Erwin menerangkan, saat ini terjadi salah persepsi di masyarakat dan para orangtua kurang setuju jika sang anak menggeluti atlet, sebab dikhawatirkan terganggu prestasi akademisnya. Padahal sosok Nurosi bergelar Dr. N. Nurosi Nurasjati, S.PD., M. Pd., CHt., SEFTer., sedangkan Sudradjat mempunyai gelar Dr. Sudradjat Wiradihardja, M.Pd. ‘’Penilaian yang keliru ini perlu diluruskan dan menjadi atlet justru mendukung studi dan kuliahnya,’’ jelas Erwin. Selain itu, pelatih juga harus memiliki taktik dan strategi jitu yang diberikan kepada atlet asuhannya, guna menaklukkan lawannya. ‘’Pelatih harus mampu meredam emosi atletnya. Bahkan pelatih juga dituntut piawai menjaga mental atletnya supaya tidak down,’’ tutur Erwin. Di sisi lain, Nurosi memberikan kiat-kiat sukses baik bagi pelatih maupun kepada atlet. Dia menyadari, pelatih memiliki 30 atlet, tidak semuanya sukses. ‘’Akan tetapi, dalam tiap pribadi seseorang semuanya berpotensi sukses. Jika gagal bisa dievaluasi di mana letak kesalahannya,’’ ujar Nurosi. Dia menyadari materi yang diberikan terlalu singkat, namun setidaknya diharapkan mampu memotivasi para pelatih Denpasar dalam meraih prestasi terbaik di ajang Porprov Bali XIII di Gianyar. (022)

Minggu Wage, 27 Agustus 2017

Lumajang (Bali Post)Pita hitam yang melingkar di lengan pemain kedua tim mewarnai kekalahan tipis PS Badung atas tim tuan rumah Persigo Semeru FC dengan skor 0-1, dalam laga babak penyisihan Liga 2, grup VII, di stadion Semeru Lumajang, Sabtu (26/8) kemarin. Pita hitam tersebut dikenakan pemain karena turut berduka cita dengan meninggalnya putra gelandang senior PS Badung Wayan Gede Bayu Yusa, Jumat (25/8) malam lalu, sekitar pukul 20.00 Wita. Bayu sendiri malam itu juga akhirnya kembali ke Bali. Dalam duel yang dipimpin wasit Sarwanto dari Cilacap itu, sejatinya skuad PS Badung mampu memberikan perlawanan ketat dan menyulitkan performa lawan. Terbukti sampai masa jeda tidak ada gol yang tercipta. Persigo Semeru baru bisa mencetak gol di menit 50 melalui pemainnya Yogi Syaiful Rizal, setelah mampu menyerobot bola hasil miskomunikasi sederet pemain belakang. Bola dengan tenang disambar ke gawang, dan gagal ditepis kiper Putu Febri Andika. Ketinggalan satu gol, Nengah Repot Sulendra dan kawan-kawan mencoba menekan pertahanan lawan. Beberapa kali gawang PSFC yang dikawal Muhammad Pujiantoro sempat terancam. Hanya keberuntungan kurang berpihak pada Tim Keris, sehingga sampai laga usai skor 1-0 untuk tuan rumah tetap bertahan. Usai laga, pelatih Keris Badung Nyoman Sujata mengutarakan jika timnya di babak I banyak memiliki peluang. Hanya sederet peluang emas terbuang sia-sia karena lemahnya penyelesaian akhir (finishing). “Kami memiliki banyak peluang, namun selalu gagal dikonversi untuk menjadi gol. Selain itu, keberuntungan masih belum berpihak kepada kami. Pastinya meski kami harus kalah, namun kami salut dengan kerja keras para pemain,” tandas Sujata. Di lain pihak, pelatih kepala PSFC Putut Wijanarko mensyukuri kemenangan asuhannya itu. Pasalnya, dengan tambahan poin tiga tersebut, PSFC telah mengunci posisi lolos babak 16 besar. “Kami sudah memastikan sebagai juara umum meski masih melakoni duel away ke PS Sumbawa Barat di laga akhir babak penyisihan ini. Tapi kami akan tetap fight di laga terakhir itu,” ungkap Putut. (022/r)

BPM/rtr

Ousmane Dembele Sang pemain sendiri memang sudah ngebet untuk berseragam Barcelona. Ia bahkan membolos tanpa izin dari sesi latihan Dortmund, sehingga membuatnya diskors. Sejak di Rennes, Dembele juga dikenal dengan sifat tempramentalnya. Apakah tabiat buruk ini akan diteruskannya di Spanyol? Yang pasti Dembele adalah pilihan yang cukup berisiko. Dari segi posisi bermain, Dembele sebetulnya bukanlah tipe penyerang kiri seperti Neymar. Di BVB, pemain berkaki kidal ini lebih dominan tampil sebagai penyerang kanan. Garansi starter juga belum pasti didapatkannya. Valverde tentu masih mempertimbangkan alternatif lain, seperti Gerard Deulofeu, Paco Alcacer dan Arda Turan.

Inilah tantangan pertama bagi Dembele untuk menjustifikasi banderol gilanya. Kendala bahasa dan budaya mungkin bisa teratasi, karena ia sudah memiliki sejumlah kompatriot yang lebih dulu menetap di klub seperti Samuel Umtiti dan Lucas Digne. Tapi tetap saja musim perdana di sebuah klub raksasa seperti Barcelona akan menghadirkan tekanan yang teramat berat. Dembele tidak bisa dimungkiri adalah salah satu talenta muda terbaik saat ini. Julukan ‘Young Ronaldo’ menjelaskan potensi besarnya. Namun, jika yang bersangkutan ternyata flop, Barcelona bakal kian terjerumus ke dalam jurang tanda tanya. Direksi Barcelona yang dalam beberapa tahun terakhir disorot tajam, sudah pasti akan dikecam

habis-habisan. Joan Laporta beberapa waktu lalu menyebut Josep Maria Bartomeu cs. sedang menghancurkan Barcelona lantaran telah meninggalkan filosofi ala Johan Cryuff, seperti tidak lagi memedulikan La Masia dan hanya fokus menggerakkan roda kapitalisme klub. Neymar dan Dani Alves juga sudah mengakui buruknya manajemen Barca saat ini, yang menjadi salah satu faktor utama mengapa mereka hengkang. Di masa-masa sulit ini, perekrutan Dembele yang bernilai selangit kemungkinan merupakan putus asa Barcelona. Perjudian besar Blaugrana untuk mendatangkan pemilik baru jersey No.11 ini memang sebaiknya memberikan hasil yang indah di akhir cerita. (kmb33/rtr)

Lemkari Bali Gelar Rakerprov

Denpasar (Bali Post)Pengprov Lemkari Bali menggelar Rakerprov di Denpasar, Sabtu (26/8) kemarin. Rakerprov yang dibuka Ketua Umum Pengprov Lemkari Bali Wayan Geredeg, bertujuan mengevaluasi program tahun lalu, termasuk penyusunan program 2017 ini. Ketua Harian Pengprov Lemkari Bali A.A. Nanik Suryani, di sela-sela Rakerprov menjelaskan Rakerprov biasanya diselenggarakan pada Februari lalu, namun pelaksanaannya molor hingga baru bisa diadakan Agustus ini. ‘’Saya kira tidak masalah, yang penting program kerja Lemkari Bali pada 2017 ini bisa disusun,’’ tuturnya. Dia mengevaluasi karateka Lemkari pada PON XVIII di Riau 2012 silam, menyumbang perak atas nama Putu Arimbawa. Selanjutnya pada PON XIX di Jabar 2016

Lemkari Bali hanya meloloskan Sayu Purnama Sari, namun batal berlaga karena sakit. “Oleh sebab itu, kami harus mengevaluasi program kerja Lemkari Bali ke depan,’’ tuturnya. Karetaka Lemkari Bali justru berjaya pada event Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), baik tingkat SD, SMP, sampai dengan SMA, hingga menorehkan prestasi sampai ke level internasional. ‘’Sayangnya karateka ketika menginjak bangku kuliah atau bekerja, karena berbaga kesibukan, eksistensinya tidak bisa fokus lagi sebagai atlet,’’ jelasnya. Ia menganalisis, apakah kesibukan kuliah atau bekerja, lalu atlet kurang berlatih. ‘’Atlet Lemkari mampu berkiprah di kancah usia dini sampai dengan junior, namun ketika memasuki senior karateka kami makin berkurang,’’ sebut dia.

Agung Nanik Suryani bukan hanya menyoroti kinerja Bidang Prestasi, namun dalam satu organisasi Lemkari semua bidang mempunyai tugas dan peranan penting. ‘’Bidang penggalian dana juga perlu, demi kelancaran organsiasi, termasuk bidang organisasi, bagaimana Lemkari Bali ini makin solid dan tidak terpecah-belah,’’ pesan dia. (022)

Wayan Geredeg

BPM/ist

PIMPINAN BESERTA SELURUH STAF Sekretariat Daerah ( Setda) Kabupaten Buleleng

Mengucapkan

SELAMAT & SUKSES ATAS DILANTIKNYA Putu Agus Suradnyana, ST dan dr. Nyoman Sutjidra, Sp,OG Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Buleleng Periode 2017 s/d 2022

Sekkab Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P.

K.0001749-RPA

SMP NEGERI 1 SINGARAJA

MKKS SMP/MTs N/S KABUPATEN BULELENG JL. PAHLAWAN SINGARAJA

Jl. Gajah mada No. 109 Singaraja

SELAMAT & SUKSES ATAS DILANTIKNYA

SELAMAT & SUKSES ATAS DILANTIKNYA

Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Buleleng Periode 2017 s/d 2022

Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Buleleng Periode 2017 s/d 2022

Mengucapkan

Putu Agus Suradnyana, ST dan dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG

Mengucapkan

Putu Agus Suradnyana, ST dan dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG

Ketua MKKS SMP/MTs Kabupaten Buleleng NYOMAN ARMAJA, S.Pd

Kepala SMPN 1 Singaraja Dra. Ni Putu Karnadhi, M.Si

PIMPINAN BESERTA SELURUH STAF DINAS KETAHANAN PANGAN KABUPATEN BULELENG

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng

SELAMAT & SUKSES ATAS DILANTIKNYA

SELAMAT & SUKSES ATAS DILANTIKNYA

K.0001798-rpa

Mengucapkan

K.0001797-rpa

PIMPINAN BESERTA SELURUH STAF

Mengucapkan

Putu Agus Suradnyana, ST dan dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG

Putu Agus Suradnyana, ST dan dr. Nyoman Sutjidra, Sp,OG

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kab Buleleng drh. Nyoman Surya Temaja, M.P.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng Gede Suyasa

Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Buleleng Periode 2017 s/d 2022

K.0001787-rpa

Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Buleleng Periode 2017 s/d 2022

K.0001746-RPA


11

Minggu Wage, 27 Agustus 2017

Selamat dan Sukses atas Dilantiknya Putu Agus Suradnyana, ST

&

dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Buleleng 2 Periode 2017-2022 PIMPINAN BESERTA SELURUH STAF Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Buleleng

Mengucapkan SELAMAT & SUKSES ATAS DILANTIKNYA

PIMPINAN BESERTA SELURUH STAF Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Litbang Kabupaten Buleleng

Mengucapkan SELAMAT & SUKSES ATAS DILANTIKNYA Putu Agus Suradnyana, ST dan dr. Nyoman Sutjidra, Sp,OG

Putu Agus Suradnyana, ST dan dr. Nyoman Sutjidra, Sp,OG

Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Buleleng Periode 2017 s/d 2022

Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Buleleng Periode 2017 s/d 2022 BUPATI BULELENG Putu Agus Suradnyana, ST

Kepala Bappeda dan Litbang Gede Dharmaja, M.Si.

WAKIL BUPATI BULELENG dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG

K.0001715-rpa

K.0001744-RPA

PIMPINAN BESERTA SELURUH STAF Dinas Pengendalian Penduduk, KB, PP-PA Kabupaten Buleleng

Mengucapkan SELAMAT & SUKSES ATAS DILANTIKNYA Putu Agus Suradnyana, ST dan dr. Nyoman Sutjidra, Sp,OG Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Buleleng Periode 2017 s/d 2022 BUPATI BULELENG Putu Agus Suradnyana, ST

WAKIL BUPATI BULELENG dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG

K.0001717-rpa

PIMPINAN BESERTA SELURUH STAF SEKRETARIS DPRD KABUPATEN BULELENG

PIMPINAN BESERTA SELURUH STAF

RSUD KAB. BULELENG

Mengucapkan SELAMAT & SUKSES atas dilantiknya Bapak Putu Agus Suradnyana, ST & Bapak dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG

PIMPINAN BESERTA SELURUH STAF DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL (DISDUKCAPIL) KABUPATEN BULELENG Jl. Gajah Mada No. 125 Singaraja

Mengucapkan SELAMAT & SUKSES ATAS DILANTIKNYA

Putu Agus Suradnyana, ST dan dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG

Mengucapkan

Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Buleleng Periode 2017 s/d 2022

SELAMAT & SUKSES ATAS DILANTIKNYA Putu Agus Suradnyana, ST dan dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG

Sekwan Gede Wisnawa K.0001759-rpa

Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Buleleng Periode 2017 s/d 2022

Sebagai

BUPATI BULELENG Putu Agus Suradnyana, ST

Bupati Buleleng & Wakil Bupati Buleleng Periode 2017 s/d 2022

WAKIL BUPATI BULELENG dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG

DIREKTUR RSUD Kabupaten Buleleng dr. Gede Wiartana, M.Kes

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Putu Ayu Reike Nurhaeni K.0001745-RPA

K.0001743-RPA

PIMPINAN BESERTA SELURUH STAF DINAS KEBUDAYAAN KABUPATEN BULELENG

Mengucapkan SELAMAT & SUKSES ATAS DILANTIKNYA Putu Agus Suradnyana, ST dan dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Buleleng Periode 2017 s/d 2022

PIMPINAN BESERTA SELURUH STAF DINAS PEKERJAAN UMUM & PENATAAN RUANG KABUPATEN BULELENG

Mengucapkan SELAMAT & SUKSES ATAS DILANTIKNYA Putu Agus Suradnyana, ST dan dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Buleleng Periode 2017 s/d 2022

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng Drs. Putu Tastra Wijaya.MM K.0001760-rpa

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Buleleng Ketut Suparta Wijaya K.0001761-rpa


12

LAGA

Minggu Wage, 27 Agustus 2017

Honda Gagal Pergunakan Mesin ”Spek-4” Brussels – Pabrikan Jepang berupaya mengejar keras dengan rencana pengembangan agresif guna mendulang hasil dan membuktikan kepada McLaren bahwa mereka pantas meneruskan kerja sama tahun depan. Pekan lalu Honda mengonfirmasi Fernando Alonso dan Stoffel Vandoorne akan menggunakan mesin diperbarui di Spa. Dengan Vandorne juga mendapatkan perbaikan dari sisi daya tahan. Tapi bos Honda Hasegawa, menyatakan bahwa itu hanya spek 3.5 dan 3.6. Cuma setengah dari rencana paket diperkenalkan. “Kami tidak berhasil memenuhi rencana memperkenalkan Spek 4 di sini. Tidak memenuhi jadwal pengembangan,” ucap Hasegawa Sabtu (26/8) kemarin. “Ini baru setengah dari rencana, jadi kami sebut dengan 3.5 dan 3.6,” imbuhnya. Honda merasa pembaruan ini memiliki peningkatan performa. Tapi menurut Hasegawa, sulit menentukan berapa besarnya mengingat ini kali pertama digunakan. “Sulit untuk membandingkannya dengan mesin lama karena perbedaan sirkuit. Dari sisi data, kami melihat peningkatan performa,” katanya. Zak Brown direktur eksekutif McLaren menyadari adanya perbaikan di Spa. Meski dia berharap hasilnya lebih baik dari ini, mengingat saat ini posisi McLaren berada kesembilan di konstruktor. Semenjak memutuskan untuk kembali bergabung dengan F1 pada 2015, Honda kesulitan untuk bersaing dengan Mercedes, Ferrari dan Renault. Setelah mengganti konsep mesin mereka pada musim dingin, Honda mengalami kesulitan dari segi performa dan ketahanan sepanjang musim ini. Yang membuat hubungan mereka dengan Mclaren memburuk. Namun Honda telah menunjukkan perbaikan pada beberapa balapan terakhir. Mereka mencetak poin pertama mereka di GP Azerbaijan (di mana mereka memperkenalkan mesin ‘spec 3’) pada akhir Juni. Diikuti oleh poin ganda yang mereka bukukan pada balapan terakhir sebelum jeda musim panas, GP Hongaria. “Saya pikir kami bisa mempertahankan rasio kenaikan kekuatan yang sama. Namun sulit untuk mengejar Mercedes atau Ferrari. Kami sangat ingin berada di depan Renault dari segi performa sebelum akhir musim,” ujar Hasegawa. Saat ditanyai tentang kemungkinan tersebut, mengingat defisit tenaga yang dimiliki Honda dari rivalnya. Hasegawa menjawab: “Ya, saya bisa melihat itu pada data. Saya tidak akan beritahu Anda angkanya, namun kami memperkecil jarak itu.” Hasegawa menambahkan, ia merasa ini adalah jarak terdekat antara Honda dengan para rival mereka sejak kembali bergabung dengan F1 pada 2015. Hal ini diperkuat oleh hasil yang mereka petik pada GP Hongaria. Yang merupakan kali pertama sepanjang musim ini, Honda tidak mengalami masalah pada kedua mobilnya. Pada balapan itu, Fernando Alonso berhasil finis P6. Sementara rekan satu timnya, Stoffel Vandoorne menyelesaikan balapan di urutan ke-10. Hasil ini membuat McLaren menggeser Sauber untuk duduk di peringkat kesembilan klasemen konstruktor. Berbicara tentang performa mesin mereka di Hungaroring, Hasegawa berujar: “Kehalusan akselarasi cukup baik, namun para pembalap masih mengeluh tentang kurangnya tenaga. “Mereka sangat percaya diri dengan mobil, itu bagus. Namun masih sulit untuk menantang tiga tim terdepan,” tutup Hasegawa. Honda terus bekerja keras dengan pengembangan mesin 2017 milik mereka di markas mereka, Sakura dan Milton Kenyes. (kmb33/rtr)

Fernando Alonso

BPM/rtr

Tiket Musiman ”76ers” Ludes

Philadelphia – Philadelphia 76ers memang hanya bisa finis di peringkat 14 papan klasemen Wilayah Timur NBA musim lalu. Namun ini rupanya tak mengurangi antusiasme pendukung mereka dalam menyambut NBA 2017-2018. Dilansir laman resmi 76ers Sabtu(26/8) kemarin, season ticket alias tiket musiman lagalaga mereka di Wells Fargo Center Philadelphia telah ludes terjual. Bisa dibilang kalau faktor telah dipastikannya 76ers mendapatkan hak memilih di urutan pertama pada NBA Draft 2017 menjadi penyebab utama antusiasme para pendukung mereka. Hingga akhir Agustus ini, tercatat sudah lebih dari 14.000 tiket musiman habis terjual. Dalam sejarah 76ers, ini baru pertama kalinya tiket terusan selama semusim habis terjual lebih dari 14.000 lembar. “Untung kita bisa memecahkan rekor 76ers sepanjang masa untuk tiket musiman,” ujar chief sales and marketing 76ers, Christopger Heck. Dengan mendapat kesempatan memilih di urutan pertama, 76ers bisa merekrut point guard berbakat Markelle Fultz. Masuknya Fultz memang membuat 76ers memiliki tim muda yang menjanjikan. Mereka sebelumnya sudah memiliki Ben Simmons, Joel Embiid dan Dario Saric. (kmb33/rtr)

Markelle Fultz

BPM/rtr

BPM/rtr

Valentino Rossi

Rossi Optimis Berjaya di Silverstone

Silverstone – Kalender balap MotoGP telah resmi membuka seri ke-12 yang dihelat di Inggris. Para pembalap andalan masing-masing tim yang tampil akan berjuang untuk mencuri poin tertinggi dan menutup akhir pekan dengan tampil di podium. Tak terkecuali bagi pembalap andalan Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi. Menggeber YZR-M1 nomor 46 andalannya, rider kawakan Italia itu berharap gelaran Grand Prix (GP) Inggris di Sirkuit Silverstone akan mengantarkan hasil positif bagi timnya. Meski begitu, pembalap yang kerap dijuluki The Doctor itu mengaku balapan di Silverstone tidak akan mudah. Rossi menegaskan dirinya harus berjuang melawan enam hingga tujuh rival hebat lainnya yang sama-sama memiliki asa untuk tampil di podium. “Silverstone adalah lintasan yang indah, sebuah sirkuit yang cocok untuk MotoGP. Dalam beberapa hal, Silverstone mirip dengan Sirkuit Brno di Republik Ceko dan saya cepat di sana,” ucap Rossi Sabtu (26/8). “Movistar Yamaha butuh hasil yang bagus di Inggris jika ingin berjuang untuk meraih podium. Namun selalu ada enam hingga tujuh pembal-

ap lain yang juga memikirkan hal yang sama, yakni merebut tiga posisi teratas itu,” imbuhnya. Menurut Rossi, optimisme di balapan nanti muncul karena tiga alasan. Pertama karena motornya mampu melaju kencang. Selain itu, tak ada masalah dengan ban dan catatan waktunya sepanjang latihan bebas hari pertama sangat konsisten. “Ini hari yang bagus bagi kami. Yang pertama, melaju di Silverstone dalam kondisi cuaca yang hebat, begitu luar biasa. Saya sangat menikmatinya. Saya juga menikmatinya karena saya punya feeling baik dengan motor sejak lap pertama,” ujar Rossi.

“Seperti yang terjadi berulang kali pada musim ini, kadang saya punya feeling yang sangat bagus dengan motor dan ban, pada waktu lain saya sangat kesulitan. Tapi kami melahap banyak lap dengan ban ini. Kami mencoba ban medium dan keras. Seseorang lain juga menjajal ban lunak. Jadi saya rasa sangat penting bagi kami memilih ban yang tepat untuk balapan,” sambung Rossi. Rossi mengakui performa saat latihan bebas tak bisa dijadikan tolok ukur untuk balapan. Namun Rossi cukup puas karena setelah melahap sekitar 14 lap, feeling-nya dengan ban masih bagus, serta masih

mampu melaju kencang dan mengukir waktu lap yang kompetitif. “Kami punya kecepatan yang bagus, selain itu dengan ban yang sudah dipakai kami masih kompetitif. Catatan waktu lap saya juga konsisten dan cukup cepat,” jelas pembalap Italia tersebut. Valentino Rossi butuh menuai hasil bagus pada MotoGP Inggris untuk menjaga kans bersaing memperebutkan gelar juara dunia musim 2017. Apalagi peluang Rossi dinilai mengecil setelah hanya finis ketujuh pada MotoGP Austria dua pekan lalu. Gara-gara hasil tersebut, Rossi kini defisit 33 poin dari Marc Marquez yang memuncaki klasemen sementara MotoGP 2017. Balapan nanti akan menjadi balapan ke 300 baginya. Dari catatan di halaman MotoGP. com, pebalap Italia tersebut sudah memulai balapan 299 kali dari 851 balapan kelas utama (500 cc/MotoGP),

dimulai dari kejuaran dunia 1949. Ini artinya sebanyak 35,1 persen balapan dimulai Rossi. Rossi juga tercatat telah beraksi di kelas utama di 27 sirkuit di 19 negara yang berbeda. Ia juga tercatat memenangi ajang balapan di 23 sirkuit berbeda. Sirkuit yang belum pernah ia juarai adalah Austin, Red Bull Ring, Aragon dan Istanbul. Rossi finish di podium pada 26 sirkuit berbeda di kelas utama. Rossi hanya menyisakan satu sirkuit, di mana ia tidak pernah meraih podium yakni Red Bull Ring. Rossi memimpin dari nama-nama legendaris seperti Alex Barros dengan 245 start, Nicky Hayden (218), Loris Capprossi (217) dan Collin Edward (196). Dari daftar sepuluh besar yang masih aktif balapan saat ini adalah Dani Pedrosa (192), Andrea Dovizioso (171) dan Jorge Lorenzo (167). (kmb33/rtr)

Sharapova Bertemu Halep di Putaran Pertama AS Terbuka Washington – Mantan petenis putri peringkat satu dunia Maria Sharapova akan memulai kembali penampilannya dalam pertandingan putaran pertama melawan unggulan kedua Simona Halep di Amerika Serikat (AS) Terbuka (US Open), sesuai undian yang dilakukan Jumat (25/8) waktu setempat. Bagi Sharapova, juara Grand Slam lima kali yang lepas dari skors akibat kasus doping pada April 2017, mendapatkan undangan wild card ke AS Terbuka bakal menandai pertandingan pertamanya sejak mengundurkan diri dari Stanford Classic pada awal bulan ini karena cedera lengan. Petenis Rusia berusia 30 tahun itu mendapatkan

berbagai hasil positif sejak kembali bergabung dengan Tur WTA. Ia perlu memperlihatkan kemampuan terbaiknya sejak putaran awal untuk memelihara peluang meraih gelar perdananya di Flushing Meadows sejak 2006. Sharapova diskors setelah hasil uji dopingnya positif mengandung obat jantung meldonium di Australia Terbuka 2016. Sementara itu, undian AS Terbuka juga menempatkan unggulan ketiga petenis putra asal Swiss Roger Federer, yang mengincar gelar Grand Slam ketiganya tahun ini, setelah berjaya di Australia Terbuka dan Wimbledon, akan memulai perjuangannya untuk meraih gelar keenam

saat melawan petenis tuan rumah Frances Tiafoe. Federer yang menikmati musim yang sukses setelah absen pada enam bulan terakhir 2016 untuk memulihkan lututnya, akan berhadapan dengan juara dua kali dan rival lamanya Rafael Nadal di semifinal seandainya kedua petenis itu melaju mulus. Unggulan kedua asal Britania Andy Murray, yang telah kembali dari cedera pinggang yang memaksanya absen di semua ajang pemanasan AS Terbuka, akan bermain melawan petenis AS Tennys Sandgren di putaran pembukaan. AS Terbuka berlangsung pada 28 Agustus hingga 10 September 2017 di New York. (ant)

Maria Sharapova

BPM/rtr


Sastra

Redité Wagé, 27 Agustus 2017

I Kaki Dengkil

Sang Wijayasastra 20

SANÉ mangkin sampun nyoréang, I Kaki Dengkil kanten mamargi nyerabad nyemah bukit, munggah-tedun jurang, tur nyuakang paguan abian sané nylimpadin pamarginé. Kawantah Ipun minab jadma Baliné sané kantun mamargi kija-kija sapisan-pisan, nénten ngraina negak onda utawi numpang montor. Numpang kapal nglintangin segara utawi menék kapal terbang makeber lunga ka dura désa, nénten langkung ring ping pitu Ipun naan. Sampun sandi kaon sané mangkin, I Kaki Dengkil saget sampun rauh ngojog Pura Gria Sakti Manuaba. Pura kalintang kasub ring sajebag Jagat Bali. Asapunapi pikamkamé I Kaki Dengkil nadak nangkil ka Pura Gria Sakti Manuaba? Nénten tegep sanunggil Anggara Kasih Medangsia nangkil mrika? Saking alit, nyabran odalan I Kaki Dengkil mamedek ka Pura Gria Sakti Manuaba. Kantos mangkin Ipun kantun éling satua atma prasangsané sané satuanga antuk odahné. Wantah nglintangin bangket sané jimbar, odahné nyatuayang indik tegal penangsarané sané jimbar kawanten kakuub antuk makudang-kudang atma sané paling ngruruh margi sanga. Wantah nglintangin titi, odahipuné nyatuayang indik titi ugal-agil. Nyatuayang titi ugal-agilé sané sakadi prasida mamalih, asapusira sané dados nglintang tur asapusira sané jagi ulung ka tugad jagapatiné. Kantos mangkin sujatiné Ipun nénten tatas uning, ngudiang odahné nyatuayang atma prasangsa? Asapunapi minab pabuatnyané dados odahipuné I Kaki Dengkil nyatuayang atma prasangsa sanunggil mamedek ka Pura Gria Sakti Manuaba. Sapunapi ké punika makilitan sareng Ida Bhatara Sakti Manuaba sané kalinggayang irika sesampuné moksa? Inggih, Ida Bhatara Sakti Manuaba moksa ring genah Pura Gria Sakti Manuabané punika. Sesampuné karusak antuk Ki Batulepang. Punika sané kauningayang ring sajeroning susastrané. Sadurung moksa, kocap Ida Bhatara kantun nitipang putra-putriné ka Abiansemal tur genahé sané siosan. Raris, atma prasangsané? Minab té, odahipuné I Kaki Dengkil jagi mapiteket, jagi ngajahin indik karmaphala. Ida Bhatara Sakti Manuaba moksa santukan karmaphalané kalintang mautama. Antuk jnanané ngwangun empelan Buka tur Dama Keling. Sesampun empelané punika prasida kawangun, gering jagaté sirna. Makudang-kudang sukat bangket prasida kawangun. Sesukaté punika jagaté gemuh landuh. Punika kocap sané ngawinang Ida Bhatara Sakti Manuaba mamargi moksa ka Sunya Loka. Sangkanikang jnana Ida Bhatara ngwangun empelan, sangkanikang jnana jua Ida Bhatara ngupapira urip makudangkudang jadma. Puputang asapunika. Sanunggil parek ka Pura Sakti Manuaba, I Kaki Dengkil ngembeng waspa, toya paningalané kanten paketéltél. Kalangen antuk pamargin Ida Bhatarané mur ring Acintya dawegé rihin. Kocap Ida Bhatara mur ring Acintya santukan tindih méla kapatutan. Napi malih asapunika, kalintang patut Ida Bhatara moksa. Polih genah mautama ring Sunya Loka. Punika ké sané ruruha antuk I Kaki Dengkil ka Pura Gria Sakti Manuaba? Kasuksmané gagelaran Sang Wijayasastra sané mabéla pati ngetohin kapatutan. Mabélapati ngukuhin mangda uger-ugeré lempang kamargiang? Asapunika kamula gamané Sang Angawarat mangda nyurupang kasuksman Sang Wijayasastra. I Kaki Dengkil kanten kipek-kipek maselselan irgamayang banténgé sané amung midep kipekkipek wantah kupingné garangin buyung. Nénten prasida ngulah buyungé nyenget kupingné makéh madaging tilu. Mangkin sampun tengahing dalu, I Kaki Dengkil kantun uyang ngamanahang kotaman tingkah Sang Wijayasastrané mabéla pati nindihin kapatutan. “Tegarang jani iwasin, apa Sang Angawaraté mabéla pati nindihin kapatutan? Da ja kéto, suba kudang warsa kadén Sang Angawaraté ngaé byuta jagaté? Tusing ja ulian matingkah bangras ngapak-apak papak wélang dogén, nanging masé ulian nilar manah warginé ané patut.” Asapunika I Kaki Dengkil makeengan padéwékan sambilanga ngrasaang gesit wenginé. Kriat-kriut antuka galar Balé Pasandekan Pura Gria Sakti Manuabané santukan I Kaki Dengkil kalintang blangsah. Ngamanahang indik gagelaran Sang Wijayasastrané mautama mabéla pati nindihin kapatutan. Kocap Ipun ngamanahang wantah nindihin kapatutané punika pateh sakadi nindihin Sang Hyang Dharma. “Apa kéwehné? Sang Hyang Dharma ento suba kapatutané! Sayan tegeh tongosé negak, sayan sukeh sujatiné sutindih tekén kapatutané, tekén Sang Hyang Dharma! Nanging sujatiné sayan maekang tongosé tekén Sang Hyang Dharma! Nanging, masé misi naler lakar agung danda kapangguh lamun bani méngkokang kapatutan!” I Kaki Dengkil iteh ngrémon asapunika. Santukan wawu éling durung polih nyakupang lima mabakti, raris ngadébras Ipun mamargi jagi mabakti tengah wenginé puniki. Kocap asapunika sujatiné. Mabakti ring tengah lemengé, palané paling agenga. (Jelantik)

I Pekél Agung Wiyat S. Ardhi TRUNANÉ aukud ené, ooh, pekél san. Tiang nawang ia ngelah mogé, montor gedé mawarna selem. Ia ngadanin mogénné Mr. Crow. Kénkén kadén undukné adanina kéto. Gerungan mesin Mr. Crow nguusang kuping. Pisagané makejang pada nawang yéning Mr. Crow liwat. Tiang gedeg yéning Mr. Crow teka nyelepin pakarangan umah tiangé ané asri katumbuhin bunga anéka warna. Tiang gedeg duaning kaasrian tetamanan tiangé kaaworin munyin montor ngempengang kuping. Kukuré ané biasa macanda di natah tiangé, sambeh pakaburbur. Sayan gedeng basang tiangé ningalin I Yellow, cicing gading tiangé, nyagjagin trunané ené, ngotés-ngotésang ikuhné sig batisné. Rasanné raket pesan pasawitrannyané. Tekéning tiang, I Yellow tusing taén matolihan, da ja lakar maekin. Ngaap ulun atin

tiangé, ngudiang cicing tiangé jag raket pesan ajaka i truna pekél ené. ‘Awas nyanan Cai tusing lakar baang Icang ngamah,’ kéto jeritan keneh tiangé brangti. “Yellow, Yellow,” I Pekél makaukan uli kamarné. Tembang raosné cara ngaukin anak bajang jegég. Ngijik I Yellow nyelepin kamarné. Angop san cicig gadingé ené ngamah pulung bakso gagapan I Pekélé. Bangsat. Keneh tiangé lakar ngenta I Yellow kéwala I Pekél, truna ané kost jumah tiangé ené, ngalem cicing tiangé. Sok rungu, pang kadéna tiang demen nepukin saparisolahnyané nyayangang ubuh-ubuhan tiangé. Iiihh, sayan gedeg basangé, seneb. Pangawitné, tiang mula tusing nawang yéning ia kost jumah tiangé. Dugasé tiang mulih petang dina ané suba liwat, kamar di

13

samping kamar tiangé – ané ipidan tusing ada nyarénin- jani sagét suba ada anak nyéwa. Ané nyéwa trunané ené. Tolih uli goba, pekél san rasanné, ciing san semunné, angkuh san semitané, nakeh saparisolahné buin mrekak. Ganteng? Aa ganteng, kéwala gigis. Dugas belin tiangé ngaukin adannyané Mr. Crow, kadén tiang mula seken adan iané kéto. Pamuput tiang nawang, mogén iané ané madan Mr. Crow. Lantas, yén adan trunané ené, bani sumpah, tiang sing nawang. Tiang marasa sing perlu nawang. Apa gunanné nawang adan trunané ené, apaké Ossama, Obama, Onasisi, Ongolongol, tendas bedag, tiang sing nyangetang. Ngudiang nyangetang truna pekél, ciing, angkuh, nakeh, seming, cara kuangan gizi, mirib tusing taen nawang dedaaran jaen. Panganggoné setata dekil, jalér jeans maentud bréngbéng, sing taén masuah. Uuh, ugal-ugalan. Agem dogén negakin mogé pang kadéna elit. Cutet, tiang setata brangti baannyané. Keneh tiangé mulih lakar masesanjan malila cita nelahang prainé. Yén sing kéto, lakar masaré lemah-peteng. Kéwala sabilang semengan, tiang setata kakocok bangun baan kuusan gerungan Mr. Crow ané ngempengang kuping. Ulian gedegé kaliwat, galeng gulingé anggon tiang nekepin kupingé. Kéwala, kuusan gerungan mogéné nylupsup métélin galengé, tur rasa-rasa dingeh tiang gerungan mogéné ngaba pabesen, ‘Om Swastyastu’. Ooohh, truna jail, nakal, ugalugalan. Madak apang nabrak punyan celagi di sisin jalané, madak apang macemplung di jlingjingané di bengangé, madak tomplok truk,….’ Wraspati, disubané suud ngaturang canang Kajeng Kliwon, nuju nyaluk sanja, Zelly Zén, noni China, sawitra raket tiangé, kaatehang baan gélanné, teka ka umah tiangé ngajakin milu ka umah Siang May, masi noni China kekanténan tiangé dugasé SMA. Ia maulang tahun. Belin tiangé, Gedé Wira tondén mulih uli kuliah malam. Nyén orahin tiang ngatehang? Nyén idihin tiang tulung? Tingalin tiang Mr. Crow, mogéné, suba parkir di garasi majéjér ajak montor bébék tiangé. Nyén ajak tiang luas? Padidi? Soléh rasanné. Jumah tiangé suung, ada tuah Mr. Crow. Nah lakar angsehang ngidih tulung apang nyak atehanga. Béh, ngidih tulung? Hoouii, masa nyen anak bajang masuaka ngidih tulung sig anak truna? Sapatutné ia nawang ia perluang tiang. Patutné trunané ené, ané kost

sar pasaut tiangé. Cara panes banteng kasriokin kribisan ujan, kabatek baan ngedoté kaliwat. Duh, anaké muani ento suba majujuk di samping tiangé. Iihhh, Mr. Crow. Das tiang nyerit baan dulegé kaliwat. Enggalang tiang nekep bibihé, apang sing pesu munyiné ngacuh. Né, tukang catuté ené ngajakin dansa? Pongah juari. Saja, tumbén panganggoné rapi, kéwala amung anggona nekepin pekélné. Tiang mamendol di korsiné. Nanging, marasa di keneh, tusing luung mamengkung tusing ngisinin pangedih timpal apabuin timpalé sedekan maulang tahun. Lantas ulian maksaang keneh, tiang bangun uli pategakan. Tiang nawang, nawang san, I Pekél nlektekang tiang. Rasanné paningalanné nagih nguluh ukudan tiangé. “Ampura tiang ngelut bangkiang,” dingeh tiang raos I Pekélé makisi di samping kuping tiangé. ‘Awas, yén Cai begal….’ Limannyané ngelut bangkiang tiangé. Sing madaya, ia dueg madansa. Tindakan tiangé adung nuutin tindakan dansa-nyané. Pésta ulang tahuné pragat, petengé sayan nglikub, sayan dedet. Nanging sigug-ngaguné, gedég ané mapunya di kenehé tekéning trunané ené, ngawit katéjanin galang, ngedapang lega. Ané ngranayang, Mr. Crow, aa, I Pekél ené, buka raosné Siang May, koné mahasiswa tugas belajar, timpal kuliah gelannyané di Pasca Sarjana Kajian Budaya. Ia dosén Fakultas Seni Rupa. Dugasé mara tawang, prajani ees bayuné. Bas tegeh baan ngajiang déwéké, payu nandang sakit tan gigisan ri kala ulung. Disubané tawang ia dosen, kuliah Pasca Sarjana, prajani Mr. Crow di matan tiangé masalin dadi alep, sropén, bagus cara Shah Rukh Khan tingalin tiang, tur saparipolahnyané nudut keneh. “Ampura, tiang ngelut bangkiang,” raos tiangé disubané tiang negak magandéng di montor bébék tiangé. Aget mogénné gelem nyakitang basang. Aget montor bébéké anggona ngandéng tiang, maan galah ngelut bangkiang, maan galah makosod. Sesukat ento sing taen tingalin tiang trunané ené pekél, ciing, angkuh, nakeh, sok. Jani gerungan Mr. Crow, sang mogé, alep banban ngetisin kuping dingeh tiang. Pepes gati tiang negak di ambén umahé tuah ngantosang sapetekan Mr. Crow, i mogé, pamekas ngantosang mekelnyané, trunané aukud ené, aa, I Pekél, gélan tiangé. ***

Saking Langit Bali

Aswamédha Parwa

Kautaman Bhakti Maharsi Utanka

Olih : I K. Satria, S.Ag

SESAMPUNÉ mirengang sakadi asapunika bebaosan Sang Prabhu Saudasa, Brahmana Utanka raris nyawisin. “Nawegang Sang Prabhu, sang sané sampun kabaosang maraga wicaksana, wantah alon-alon pisan sajeroning nglengkara, dwaning sampun kabanda antuk sepat siku-siku sané pangaptinnyané prasida nyejerang kapatutan. Salanturnyané, kasatuayang indik sang sapa sira ugi sané nénten becik sajeroning samsarga utawi ring pasawitran wantah kabaosang sakadi manusa sané mageginan mamaling ring kahuripannyané. Ring rainané mangkin, palungguh Ratu sané pinaka prabhu ring genahé puniki, wantah sampun kabaosang pinaka sawitran titiang, punika sané mawinan mangda patut saling jungjungang. Punika sané mawinan Sang Prabhu, mangda plapan ring bebaosan, mangda prasida nulad pamargin sang wicaksana ring jagaté. Sané mangkin titiang sampun molihang napi sané rereh titiang. Ida Sang Prabhu sampun mapaica ring angga sariran titiang pinaka brahmana. Lianan ring punika, palungguh Ratu pinaka Ratu sané setata ngajengang sariran manusa. Sané mangkin, dumogi lédang palungguh Ratu mikayunin pitakén titiangé. Patut napi nénten patut yéning titiang mawali ka genahé puniki malih ri sampuné mangkin tiang matilar?” Sakadi asapunika pitakén Brahmana Utanka. Mirengan pitakén brahmana sakadi asapunika, Ida Sang Prabhu Saudasa pramangkin ngadeg, bengong ngayunin parindikan punika. Sesampuné akinangan, raris Ida Sang Prabhu ngandika, “Yéning kabaosang patut pitakéné punika, titiang taler pacang nyawisin antuk parindikan sakadi asapuniki. Sampunang malih Ida Brahmana rauh mriki, ka genahé puniki, yéning sampun wusan palungguh Brahmana ngamargiang swadharma sané sakadi kapatutang. Duaning yéning palungguh Brahmana malih rauh, sinah palungguh Brahmana pacang padem sangkaning angga sariran titiangé. Napi malih sampun kabaosang masawitra, nénten patut yéning titiang kantos mademang palungguh Brahmana” sakadi asapunika panyawis Ida Sang Prabhu Saudasa majeng ring Ida Sang Brahmana Utanka. Sesampuné molihang panyawis sakadi asapunika, Ida Brahmana Utanka mapamit. Digelis Ida ninggal kawéntenan genahé punika, sané yéning nirgamayang sakadi genah sané dahat madurgama pisan. Ida Brahmana Utanka sakadi mamargi gelis pisan gumanti pacang nangkil ring Strin Ida Brahmana Gautama. Ida Brahmana wantah meled pisan mangda prasida nglédangin Strin Ida Brahmana Gautama sané pinaka gurunidané. Sakadi sané kapakélingin olih Sang Premaisuri, anting-antingé punika wantah kagamel saha kabecikang pisan, tur kategulin antul kulit menjangan. Sesampuné doh pamarginé, Ida Brahmana Utanka rumasa banget nyaratang ajengan. Irika raris Ida nyaksiang wénten taru wilwa sané akéh pisan buahnyané. Ida raris ngantungang antingantingé punika ring taruné alit saha katilarin

jumah tiangé, nawang tekéning pakéweh tiangé. Benehné ia nanjaang déwék mapitulung. Yén sing kéto, idihh, pang kadéna bajang kembang bintang, bajang pangéténgan, nunasica masuaka. Sing, tusing. Pamuput, disubané galahé ngancan nangsek, disubané tiang saja-sajaan nemu pakéweh, angsehang tiang matindakan maekin kamarné. Getok tiang jelananné, maduluran ulunatiné nrugtag. Disubané ia mukakin jelanan, ia idihin tiang tulungan ngatehang ka umah timpalé ané sedekan maulang tahun. “Tuah ngatehang dogén?” I Pekél matakon. Liaak. Patakonné ngapelekang, rasanné nagih lebihan tekéning dadi tukang ateh. Ceeng tiang paningalané, ia ngwales nyeeng. Ri kala makejang suba pada sayaga, I Pekél nyemak montor bébék tiangé. Ia ngorahang mogénné sedekan nyakitang basang, gelem. ‘Bogbog’, kéto jeritan keneh tiangé. ‘Nganggo montor bébék, keneh Cainé pasti apang maan negak makosod ajak Icang. Pekél. Cocok adan cainé I Pekél, kél, kél….’ Lantas, tiang ajak makejang nilarin umah. Lantas bareng malila cita di umahné Siang May. Angob tiang tekéning kamelahan parikrama ulang tahuné. Payas tamiuné maéndahan, lampuné maéndahan, panamiuné magenepan. Ngon tiang ningalin Siang May madansa ajak gélanné. Lulut san. Lantas tiang, tiang mamucu di bucu, marasa suung di raméné, padidi, kakrudungin sinaran lampu ngremeng mawarna tangi, mapangenan. ‘Di benengan kénéné, marasa tekén déwéké tiwas, tusing ngelah gantétan ajak madansa, pocol jegégé tusing ngelah gélan. Yén pradé déwéké ngajak gélan, ganteng, dueg madansa, …. ohh, amat demen atiné. Yihh, iraga kan ngajak anak truna, lumayan ganteng, kéwala pasti sing bisa dansa. Paling-paling kadueganné ngibingin jogéd jaruh, sambilanga mamunyah…. Bah, ngudiang ngrambang Mr. Crow, jlema pekél, ciing, angkuh, nakéh, sok. Truna panglentiran, magedi semeng teka sandikala, yén kija palakunné, paling-paling ngoding pang kadéna ngabéhin, sing kuangan apa.’ Tiang makesiab duaning Siang May ajak gélanné sagét suba majujuk di samping tiangé, nekedang pabesen ada anak muani ngajakin dansa. Siang May masi ngidih tekéning tiang apang tiang ngisinin pabesen anaké muani ento. ‘Okey’, gang-

ngrereh buah wilwa sané banget nganyudang manah punika. Pramangkin wénten buah wilwa sané maglebug saha nepén kawéntenan anting-antingé punika sané tambis-tambis engsah saking kulit menjangané. Raris saking napi kapo rauh sarpa ageng sané nyeleg irika raris ngaptiang mangda prasida manggihin kawéntenan anting-antingé punika. Digelis raris sarpané punika ngambil anting-antingé saha kegamel nuju umah semuté sané wénten nampek irika. Nyaksiang anting-antingé punika kambil olih sarpa ageng, Ida Brahmana Utanka turun saking taru wilwané gumanti pacang ngrebut anting-antingé punika. Ida dahat kroda ring pikayunan. Antuk pikayunan sané dahat sebet ngayunin kawéntenan anting-antingé punika, Brahmana Utanka raris ngambil tetekenidané pacang kanggén ngruruh anting-antingé punika nuju tengahing pertiwiné. Sesampuné sué karuruh nanging nénten prasida kapolihang kawéntenan anting-antingé punika. Ida Brahmana Utanka dahat kroda, raris digelis malih Ida ngeburang kawéntenan pertiwiné gumanti pacang molihang anting-antingé punika. Ida Bhatari Pertiwi nénten malih prasida nyaksiang indiké punika. Nénten malih mapineh, Brahmana Utanka nglanturang pangutsahanidané. Irika raris rauh Ida Bhatara Indra sané ngamel sarwa senjata saha nglinggihin kuda sané kapikantenang dahat mautama. Ida Bhatara Indra nyaksiang kawéntenan Brahmana Utanka sané ngruruh anting-antingé saha pacang nyujuh genah para sarpané irika. Ida Bhatara Indra raris magentos sarira dados brahmana sané rauh saha nangis nyaksiang kawéntenan Brahmana Utanka tatkala punika, Ida raris ngandika; “Nénten wénten pikolihnyané pamargine puniki uduh Brahmana Utanka! Patut kauningin indik genahé punika dahat doh pisan kawéntenannyané yéning karuruh wantah maserana antuk tetekené punika.” Sakadi asapunika pangandikan brahmanané punika. Raris Ida Brahmana Utanka sané janten sampun mawisésa puniki nguningin sané rauh ring genahé punika wantah kawéntenan dewata sané pacang mapitulung. Sesampuné ngaturang indik pamarginidané tatkala punika, Ida Brahmana Utanka ngandika; “Nawegang Brahmana Suci sané ngrauhin titiang, yéning nénten polihang titiang anting-antingé punika, titiang misadya pacang padem ring ajeng palungguh brahmana sané mangkin!” asapunika pangandikan Brahmana Utanka. Ida Bhatara Indra rauh sangkaning pacang mapitulung ring angga sariran Brahmana Utanka tatkala punika. Raris medal senjatan Ida Bhatara Indra sané matunggalan ring teteken Brahmana Utanka sané prasida ngeburang pertiwiné saha ngaryanin goa ageng sané prasida nyujur genah para sarpané. (Masambung)

Nyuluh Lindung Bulané leplep, gerimisé ngliep Arisé kedep, sato latriné ngep mendep Galangé ngencak, nuluh punduké asibak Kresuak-kresuak, tusing jejehin ojog liak Batisé dekil, dungkiné kasangkil Kléwangé ngepil, sepité inggil Untul-untul, kokokan kuntul Munuh kakul, jeleg jugul Kelad-keled, sepité nyuled Lindungé nglied, tamengin wed Sepit ngapit, i lindung kena kaepit Majerit sakit, ikuhé ngilit Dungki puyung klatak-kléték Buron cerik suba nylekéték Puntag-pantig slekak-slekék i dongkang engkék-engkék I Gedé Suwartama

Tan Rahayu Magegéson malaib di jalané mabatu Patikaplug makipu di rurungé saru Srayang-sruyung Kadangklang-kadéngkléng kenehé puyung Kebarat-kebirit malaib sakit Mirib segeré demit Bayuné marasa suung Jadmané pajerit nunas tulung Ngrudug ombaké gedé Magulungan anginé baret Gulemé selem langité peteng dedet Warnan suryané katon layu Tanpa kenyir kadi bendu Nyiksik bulu tan karungu Mirib guminé tan rahayu Sangkaning jadmané tan banget tahu Sadwika


Kruna

14 I Nyoman Rema

Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.

pupu;p\С(.

Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

Pupuh Pangkur 15.m\Ðinuæmiynßgd*,

Mangkin samian magadang, gl*buln/,

galang bulan, tɱnmznÑ&tɱni,

truna manyanding truni, ms)etlnÐdidlu,

masetélan kadi dalu, ptu;pekoekmk)zÇn/,

Teleb Malajahang Raga SAJERONING nyurat lontar, piranti sané kabuatang patut kasayagayang sadurungnyané. Satios punika, patut setata kadulurin antuk malajah mangda asil sané kapolihang sakadi sané kaaptiang. Sinalih tunggil penerjemah lontar, I Nyoman Rema, S.S., M.Fil.H. maosang, sadurung malajah nyurat lontar, sané patut kalaksanayang olih krama wantah nguningin miwah ngélingang samian akasara Bali sané wénten saha sapunapi uger-ugernyané nyurat. Wusan punika wawu kalanturang antuk nyayagayang piranti sané kabuatang, minakadi; don lontar miwah pengrupak saha malajah ngabel don lontar miwah ngawigunayang pengrupak. “Punika wantah sinalih tunggil parikrama sané prasida kamargiang ri kala pacang malajah nyurat lontar. Satios punika, sané malajah taler patut teleb tur kaambil nyabran wénten galah, mangda tangané sayan lemuh tur sayan waged nyuratang aksara-aksara inucap ring lontar,” baosnyané.

patuh pakoké makencan, ln*høsÓËi,

lanang istri, tɱnbj*mulp\us/,

truna bajang mula pangus, n\&e\li\*ssn,

nanging ngélingang sesana, r&g)nehsenpi\it/. ring genahé sané pingit. 16.\ur;sib)tnßm;b;,

Ngurah Sibetan mamahbah, hdihyu, Adi Ayu,

ekenÐnæpin)ehm\Ðin/,

kénkén papinehé mangkin, yussomæunuæ\liku(,

yusa sampun sanga likur, znÑ*somæunßrbên/,

Lanang sané embas ring Ababi, 6 Juni 1983 puniki malih maosang, krama Bali kantos mangkin kantun becik mautsaha nglestariang kawéntenan lontar, duaning lontar wantah tetamian budaya sané adiluhung. Sios punika, wénten pikayunan krama, yéning madué lontar pastika prasida mapikolih minakadi prasida nincapang kahanan sosial krama taler prasida nelebin sekancan daging sastra agama sané kapolihang saking ngwacén lontar sané kaduénang. Parindikan inucap sané salanturnyané ngawinang krama pamekas krama Hindu setata mutsaha malajah nyurat miwah ngwacén lontar, satios mapikayunan nglestariang tetamian inucap. Indik pikolih siosan saking budaya lontar puniki, dané sané ketah dados pemakalah ring seminar nasional puniki maosang, budaya puniki taler madué nilai ekonomis utawi prasida ngamedalang pikolih ekonomi. Pinaka conto, krama sané madué punyan rontal prasida ngadol donnyané sané sampun kaselehin taler kaawetang mangda prasida kawigunayang nyurat lontar majeng ring krama sané makayunan jagi nyurat lontar sané majanten sampun pangargannyané mael. Sios punika, nénten makasami krama prasida nyurat lontar. Wénten sangkaning nénten madué kawagedan, wénten taler sangkaning kakirangan galah yadiastun prasida nyurat lontar preragan. Mawinan punika, krama inucap jagi nunas majeng ring krama sané waged nyurat lontar antuk kataur manut saking sané sampun kacumpin sadurungnyané. “Yadiastun kénten, yéning makasami krama Bali nénten kayun nelebin budaya lontar puniki, janten sampun budaya tetamian leluhur puniki sayan punah. Punika mawinan, samian krama patut mautsaha malajah nyurat lontar,” penulis ring makudangkudang jurnal ilmiah sané meneng ring Jl. Kenyeri, Gg. Rijasa 2 Denpasar puniki metuéling. (wan)

nyandang sampun marabian, n\&hdi,

Malajah Ngukir sareng Pianak SINUNGGIL tetujon krama ngwangun kulawarga mangda prasida ngamolihang pianak utawi sentana. Nénten wantah ulah-ulah ngembasang sentana kémanten, nanging i pianak patut becik kaupapira taler kaicén paplajahan sané anut mangda prasida tumbuh dados pianak sané suputra. Ngicén paplajahan taler tata-titi sané patut wantah swadharmaning utama soang-soang rerama sadurung i pianak polih paplajahan ring sekolah. Yadiastun kapatutan i pianak molihang ajah-ajahan saking rerama, wénten taler galahnyané i pianak sané ngajahin rerama, utamanipun nganinin makudangkudang parindikan anyar sané kapolihang i pianak ring sekolah utawi wewidangan sios saking umahnyané. Sakadi sané karasayang Ni Made Nadri. Krama istri sané dados sangging ukir saking Br. Batannyuh Kelod, Belayu, Marga, Tabanan puniki maosang, pakaryan ngukir ringring kakawitin saking warsa 2005 lintang. Tatkala punika pianaknyané sané kantun masekolah sinambi mamuruh ngukir ringring makta pasuhanné mulih. Irika lantas dané nguratiang sapunapi pianaknyané makarya, pamuputné dané meled malajah ngukir duaning sadurungnyané dané jakti nénten madué kawagedan ngukir. Sesampuné pakaryan punika prasida kamargiang, makéh krama istri tiosan sané meled sareng malajah ngukir ringring. Pamuputné nyantos mangkin akéh pisan krama istri ring Br. Batannyuh Kelod punika nyambil makarya dados sangging ukir ringring. “Tatkala punika pianak tiangé kantun kelas kalih ring SMP N 2 Kukuh, Marga. Tatkala ipun ngarap pasuhnyané jumah, tiang nguratiang ipun makarya sinambi iseng malajah. Pianak tiangé lantas kayun ngajahin tiang indik sapunapi parikrama ngetok paet, nyedek tur ngukir kayu inucap. Pamuputné nyantos mangkin sampun solas warsa titiang makarya ngukir ringring,” baos ibu I Wayan Adhi Dharma Putra puniki makenyem. Dané nglanturang, sadurung ngambil pakaryan puniki sampun akéh pisan pakaryan sané kamargiang. Dumun naenin mamuruh magedigan utawi ngedig padi kantos ka Munggu miwah ka Kerobokan, wus punika naenin taler mamuruh nuunang utawi ngajang bias, miwah naenin sareng maburuh proyek utawi buruh bangunan. Pakaryan tiosan sané prasida kamargiang minakadi nyait baju bordiran miwah nenun kain songkét taler naenin kamargiang. Santukan jinah sané kapolihang karasayang kirang taler sué pisan wawu prasida kapolihang, majanten kurenan I Wayan Sugita puniki ngambil

pakaryan dados sangging ukir ringring sané danganan karasayang kantos mangkin. Ri kala dané ngambil pasuh, majanten kayu sané sampun mabolongin taler madaging mal utawi gambar punika jagi kaambil dasa katih sané jagi wusan kagarap wantah limang raina kémanten. Sesampuné wus ngukir sané adasa punika, wawu dané malih ngambil pasuh antuk akéh sané pateh. Ri kala ngranjing pangawit bulan wawu kawilangin amunapi upah sané prasida kapolihang. Indik upah sané kapolihang nganutin akéh pasuh sané prasida kakaryanin abulan taler soroh sikut ringring napi kémanten sané sampun kakaryanin. Santukan lombéng utawi sikutnyané masiossiosan yadiastun akatihnyané sami pateh malantang petang meter. Yéning ringring sané kakaryanin malombéng 4 cm sinah upah akatihnyané wantah Rp 12.000. Yéning sané 8 cm kaupah kantos Rp 17.000 akatih, taler sané lombéngnyané kirang langkung 10 cm utawi marupa cakra sinah molihang upah kantos Rp 20.000 akatih. “Punika mawinan upah sané prasida polihang tiang abulan nénten tetep. Seringan polih wantah limangatus tali rupiah abulan,” krama istri sané embas ring Batannyuh, 2 Februari 1963 puniki maosang. (wan)

Nénten Dangan Nyurat Modré

krim\)ÏtinÐhê±n/,

kari mangeretin kahyun, hp*t)enÀ\álnÙy;,

Isin Gumi

apang ten énggalan wayah, \ir&jhlkirbi.

ngiring ja alaki rabi.

”Ruang Terbuka Hijau” Kawangun ring Buléléng nyalantarayang wecana inucap. Saking pabligbagan sané kamargiang, akéhan pamilet ngamedalang usul m i wa h m i l ih aran kali h tokoh, Radén Soékemi miwah Ida Ayu Nyoman Rai Serimben sané nénten tios wantah reraman Ir. Soékarno. Yéning kalih aran tokoh punika kaigumin, Dinas Perkimta gelis ngajuang anggaran mangda molihang wantuan prabéa ngwangun kalih patung tokoh inucap. Parindikan punika kabligbagang sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Wraspati, 24 Agustus 2017 lintang.

Adi Putra, Lovina Ibu kandung Ir. Soékarno, Ida Ayu Nyoman Rai Serimben mawit saking Buléléng. Punika mawinan titiang cumpu pisan yéning kalih aran tokoh inucap kawigunayang pinaka aran genah ruang terbuka hijau (RTH), inggian RTH ring Kampung Tinggi miwah RTH ring Banyuasri. Pamineh Pemkab Buléléng wantah becik pisan, punika artiné Pemkab nénten lali ring sejarah kulawarga Presidén RI pertama sareng Buléléng.

kungan Sangkét, Kelurahan Sukasada sampun maaran Taman Bung Karno wantah sampun patut pisan. Kalih RTH malih kawangun, yéning sampun kacumpuin antuk aran rerama saking Ir. Soékarno, titiang wantah setinut. Rerincikan puniki kabénjangan prasida kawigunayang pinaka paplajahan olih parajana salanturnyané. Tunas titiang, ruang terbuka hijau punika mangda yaktiyakti ketata becik jangkep sareng sarana prasarananipun.

Gung Dé, Singaraja Yéning RTH ring Ling-

Aji Bima, Banjar Pawangunan ruang terbuka hijau (RTH) punika akéh pisan kawigunanyané majeng kahuripan krama. Lianan ring ngawinang kota prasida makanten asri, taler prasida ngwewehin genah rékréasi krama ring tengahing kota, miwah genah obyék wisata ring Buléléng. Napi malih arannyané pacang kambil saking tokoh kulawarga saking Sang Proklamator Bangsa Indonesia

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

ampik

1.

hmæik/,

1. serambi

2.

amuh

2.

hmu;,

2. lapuk

3.

andeg

3.

hnÑ)g/,

3. tanah

4.

andungan

4.

hnѡ\n/,

4. saluran air

5.

antug

5.

hnÓ¡g/,

5. sentuh

6.

arang

6.

hr*,

6. jarang

7.

aris

7.

hris/,

7. nyenyak

8.

atub

8.

htub/,

8. rimbun

9.

atiti

9.

Átiti,

9. tamu

10.

hyhn/,

10. kewajiban

10. ayahan

Ni Made Nadri

Ida Bagus Oka Manobhawa

nanging Adi,

KEBIJAKAN Pemkab Buléléng ngamecikang kahanan wewidangan kota nénten sawates wecana. Mabukti, kalih wewidangan ruang terbuka hijau (RTH) sampun kawangun. Kekalih wewidangan inucap, ring wewidangan Sangkét, Kelurahan Sukasada, miwah ring Kelurahan Kampung Baru. Mangkin, kantun kawangun malih siki ring wewidangan Kelurahan Banyuasri. Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Perkimta) Buléléng maprekanti sareng tokoh masyarakat, sejarawan, budayawan, miwah akademisi sayan sumeken

Redité Wagé, 27 Agustus 2017

Bahasa Indonésia

Ngurah Adi, Sukasada Yéning sampun puput ruang terbuka hijau (RTH) punika, puput mangda samian kahanan ngupapira miwah nyaga kawéntenannyané. Tunas titiang, ring RTH inucap mangda kajangkepin taler patung tokoh inucap. Tetujonnyané para krama sané rauh uning ring sosok rerama pendiri panegara puniki sané kantun wénten paiketan sareng Gumi Dénbukit utawi Buléléng. (ama)

SUMEKEN malajahin basa miwah aksara Bali wantah kapatutan utawi “kewajiban moral” sané patut pisan kalaksanayang olih samian krama Bali utamanipun para yowana. Duaning aksara sané katamiang olih para panglingsir Bali punika wantah parindikan budaya taler cecihnan jadma Bali sané mautama. Sakéwanten, nénten makasamian aksara prasida utawi dados kaplajahin olih krama akéh, minakadi aksara suci sakadi Modré. Ida Bagus Oka Manobhawa, S.Pd.B, sinalih tunggil guru basa Bali ring SMPN 9 Denpasar maosang, aksara Modré punika sujatine wantah aksara pingit sané kawigunayang tatkala nyurat indik kadiatmikan utawi indik kawisésan. Sangkaning kapingitanipun, ketah krama sané sampun tatas uning ring aksara inucap nénten kayun maosang napi malih jagi ngurukang indik aksara-aksara punika ring krama sané wawu uning. Dadosné krama inucap patut nyumekenang manah tatkala jagi malajahin aksara punika. “Modre punika arang pisan kaplajahin olih krama akéh duaning aksara inucap méweh tur baya pisan yéning kaplajahin ngawag-ngawag. Sangkaning antuk kasidhian saking aksarané punika, kocap krama sané iwang malajahin prasida dados bingung utawi inguh-inguhan,” baos Oka Manobhawa. Dané sané embas ring Denpasar, 7 September 1982 puniki malih maosang, Modré taler pinaka aksara suci sané prasida kanggén mabebaosan majeng ring jagat utawi Bhuana Agung taler majeng ring prabawa Ida Hyang Paramakawi. Punika mawinan sané ngawigunayang aksara Modré punika akéhan minakadi Ida Sang Sulinggih utawi Balian. Sakéwanten nénten makasami sajabaning wantah sané sering kawigunayang kémanten. Indik basa sané kauncarang ring aksara Modré inucap taler boya ja basa India sajabaning wantah basa Jawi Kuno, yadiastun napi sané pinaka daging aksara punika wantah tetuek

utawi tattwa agama Hindu sané mawit saking India. Yadiastun tenget pisan, nanging punika boya nugesang yéning krama nénten dados malajahin aksara Modré. Koordinator Penyuluh Basa Bali ring Kabupaten Gianyar puniki malih maosang, kramané meled pisan malajahin aksara Modré, ipun patut sampun tatas tur uning ring sajeroning aksara Wreastra miwah Swalalita duaning panganggé suara sané kadagingin ulu candra kémanten sampun prasida kabaosang Modré. Wus punika krama inucap patut malajah antuk manah sumeken tur lascarya duaning Modré

punika baya tur méwehan pisan katimbang aksara Wreastra utawi Swalalita. Malajahang Modre puniki taler patut pisan katuntun olih guru duaning yéning malajah preragan sinah baya napi malih tatkala wénten ngamanggihin iwang sinah jagi ngiusang padéwékan sang sané malajah. “Dadosné, ipun sané meled malajahin aksara Modré wantah krama sané jaktijakti sampun nyantenang raga tur nyiagayang pikayunanipun, mangda prasida sumeken nunas ajah-ajahan indik aksara suci inucap,” asapunika dané sané meneng ring Jln. Sugriwa no. 1 Ubud puniki nartayang. (was)

Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com


15

Minggu Wage, 27 Agustus 2017

l Anggur Merah Bali Utara Ngampoeng Seni untuk Fenomena 27 Dalam 72… l

Spirit Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya kita

CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2017

August-Rememberance 27 IN 72…, 72 IN 27

Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart!

Ewith Bahar, Ramayani, Eddy Pranata, Galih Pandu Adi, Apma Aulia, Hilda Fauziah, Ahmad Ijazi Hasbullah, Yanwi Mudrikah, Fajar Chaidir… SERATUS (100) Monolog Putu Wijaya masih KELILING Bali, tolong Hadang dikota masingmasing sampai Desember 2017 PARA pencinta APRESIASI (terutama dari luar Bali) yang l ingin beraktivitas di-JKP-109, MOHON aktif menghubungi dan mengikuti Agenda JKP-109 via Face-Book Wayan Jengki Sunarta. Salam 17 Agustusan, Sampai-jumpa di JKP-109 - 27 l Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan Agustus 2017… MINGGU Wage 27 Agustus 2017 di Jatijagat Kampung Puisi yang mengundang semua yang lahir 27 Januari – Desember al: Putri Suastini, Turah Abiyoga, Made Budhiana, Gusti Ngurah Harta SM, Nyoman Erawan, Emha Ainun Nadjib, Gusti Made Arsawan, IGPB Samar Gantang, Putu Sutawijaya, Made Wiradana. PARA Agustusan Utha Likumahuwa KH Ahmad Dahlan, Barack Obama, Darmanto Jatman, Dewa Putu Wijana Budhi Setyawan, Made Sujaja, Joan Arcana, Dayu Suwiti, Ni Nyoman Sani, Ainun Habibie, Muhammad Hatta, Rhenald Khasali, Dahlan Iskan, Korrie Layun Rampan, Saldi Isra, Rudy Hartono, Gus Tf Sakai, Jim Aditya, Siti Marniah, Maman S Hahayana, l Pertapaan Ramadlan (5)…

JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an

Mudik ke Rumah Fitri…

Berlatih Mudik ke Surga…. l Pertapaan Ramadlan(4)…

TERNYATA bermacam-macam jalan yang ditempuh oleh anak-anakku para Mu’takifin. Itikaf itu semacam ‘’olah batin’’. Ada yang ‘’parkir’’ saja, diam di Masjid. Itikaf memang memparkir kendaraan dunia. Duduk, tidak ada mobilitas profesional, tidak ada perjuangan keduniaan, tidak ada laba materi, meskipun dari sudut pandang sebaliknya I’tikaf adalah itu ‘’tidak produktif’’, karena ‘’wasting time’’, padahal ‘’time is money’’. SYUKUR kepada kemurahan Allah bahwa hampir tidak ada kaum Muslimin yang berpikir bahwa ibadah, bermacammacam shalat, puasa, apalagi Zakat dan Haji, adlaah pemborosan, buang-buang duit, menyianyiakan waktu. Bahkan di tengah maniak materialism yang dipelopori oleh Peradaban Global yang semakin memuncak hari-hari ini, justru itu semua membuat Kaum Muslimin menemukan kembali Kemesraannya dengan Allah, Itikaf menjadi agenda yang semakin romantic dan penuh cinta bagi mereka. DUDUK DIAM SAJA di Masjid, itu sudah sebuah revolusi menuju Allah. Mungkin kosong saja, jiwa hanya berisi ingatan kepada Allah. Jasad hanya rumah, Allah Maha Tuan Rumahnya, sebab memang Ia pencipta dan pemilik rumah kehidupan kita. Kemarin dunia menguasai rumah jiwa, samoau batin kita seperti kapal pecah. Segala isi dunia berserak-serak di dalamnya: ada Mall, Supermarket, buku administrasi Kantor, isi tambang, Negara, Perusahaan, ketimpangan ekonomi, ketidakseimbangan sosial, persaingan dagang dan pemilihan umum. Segala macam yang artificial dan superficial. Segala yang ditertawakan oleh nyawa ketika usia menua. SALAH SATU anak mengungkapkan: ‘’Sebagaimana ketika ber-takbiratul-ihram, kedua tanganku terangkat ke samping kepala, ujung jempolku menyentuh sudut bagian bawah telinga: dinia berada di belakang punggung tangaku. Sebelum kuucapkan Allahu Akbar, aku membisiki Dunia: Maaf aku pamit dan meninggalkanmu di belakang punggungku. Sebab aku sedang menghadap Tuhan, maha Pencipta kita semua.’’ ANAK INI memaknai I’tikaf adalah pembebasan diri dari dunia. Anak lain menyindir temannya: ‘’Kita tidak boleh melarikan diri dari dunia, sebab kita dimandati untuk mengelola isi dunia. Tidak ada konsep lain dari Allah dalam menyelenggarakan kehidupan kita selain menjadikan kita Mandataris, Khalifah, di bumi. Jadi, I’tikaf bukan memerdekakan diri dari dunia. Opsi yang lebih proporsional mungkin: semacam mengambil jarak sejenak dari dunia, agar kita bisa ‘rekap’, evaluasi, review, muhasabah, sehingga besok kita lebih dewasa dan matang mengkhalifahi dunia.’’ TIDAK SALAH juga anak ini. Baginya I’tikaf adalah menarik napas panjang, untuk menyyusun kem ali strategi dalam melayani problematika dunia. Maka I’tikaf baginya adalah Tafakkr, berkontemplasi, berhitung kembali, seluas-luasbta taou hyga selembut-lembutnya. BAGI ANAK YANG LAIN, Tafakkur tidak akan memperoleh komprehensi pendalaman maslaah kalau tidak dilakukan dalam di dialektika dengan Tadzakkur. Terdapat titik silang dinamis antara Tafakkur dan Tadzakkur. Dengan Allah harus selalu online’. Tidak ada pandangan yang jernih atas sesuatu hal tanpa meminjam mripat Allah, karena tak ada selain Ia yang punya mata dan mampu melihat. Tidak ada solusi kecuali ya ng dilimpahkan dari hidayah Allah. Tidak ada gagasan, tidak ad aide, ilham, apalagi fadhilah, ma’unah dan karomah, kecuali atas perkenan kemurahan Allah. SUNGGUH aku belajar dari berbagai pintu yang dimasuki oleh anak-anakku

selama beri’tikaf: Tadabbur, Tasyakkur, Tafaqquh, pun tasir, yang seluruhnya berada di dalam atmosfe r jiwa merendahan hati ‘Ta’ awwudh, Tasbih, Tahlil, Tahmid dan Takbir. Aku tidak terlalu cenderung menyatkaan kepada diriku sendiri: ‘’alangkah benarnya Islam’’, sebba sejak kecil hidup adalah berjuang untuk tidak berjarak dari kebenarannya. Juga bukan ‘’alangkah baiknya Islam’’, sebab Ibu dan Ayahku menuntunku di jalanan kebaikan sosial itu sejak aku mulai bisa melangkahkan kaki. MUNGKIN kuucapkan ‘’alangkah indahnya Islam’’, sebab inilah taburan cahaya-cahaya yang membuat hidup kita menjadi sangat hidup, karena nikmat untuk meraihnya dari tahap ke tahap. KINI KUHIMPUN REFLEKSI anakanakku para ‘Mu’takifin ini. Ada yang mengurai terminology ‘’Sabil, Syari’, Thariq dan Shirath’’ dengan pemetaan ilmiah. Ada yang mengungkap peta alternasi strategi sosial ‘’Robbunnas, Malikunnas dan Ilahinnas’’. Ada yang menggambar keanehan manusia yang ‘’hidup di dunia tapi berhijrah ke dunia’’, sementara lainnya ‘’berhijrah ke Allah dan Rasul-Nya’’. Tentang pilihan sosial ‘’al-muhibbin, Al-mahbubin, dan almutahabin.’’ Lainnya meraba pemetaan dan mekanisme ‘’Qadla, Irada dan Amr’’nya Allah. Yang juga tak kalah menarik adalah ‘’Hari keempat dalam Evolusi Enam Hari sebelum Qiyamah’’. TETAPI AKU MENAWAR ke mereka agar kita mengalah beberapa hari iniuntuk menuturkan hal-hal yang tidak terlalu jauh dari atmosfer psikologis Kaum MUSLIMIN hari-hari ini. Yakni situasi mudik. Ini Ramadlan hari-hari terakhir. Kebanyakan orang Islam hatinya sudah berada di hari raya Idul Fitri. Sisa satu dua hari puasanya tinggal seperti ‘’ekor cecak mati’’. Jiwa mereka sudah berada di ‘’Riyoyo’’, ‘’Bodo’’, ‘’Bakdo’’ atau ‘’Lebaran’’. Jangan dimarahi. Ummat kita sangat kelaparan sejarahnya, dan sudah menetes air liurnya di depan pintu gerbang Idul Fitri. ‘’MUDIK ADALAH LATIHAN TAHUNAN, untuk membangun keterampilan budaya agar kelak siap menjadi penduduk Sorga’’, salah seorang anakku menyahut, ‘’mudik adlaah tahap awal dari pembelajaran ‘’ilaihi roji ‘un’’. Kembali kepada Allah di kampong halaman asal usul manusia sejak Bapak Adam didomisilikan dahulu kala. Sebab sistem nilai surga, software dan hardware-nya, mestinya berbeda dengan Dunia. Kalau kita hanya melatihkan dialektika dan mobilitas materialism seperti selama ini, kelak bisa bengong di Sorga.’’ ‘’SETIAP JIWA melakukan perjumpaan dan perjanjian dengan Allah sebelum ditugaska untuk menjadi khalifah di bumi. Perjumpaan itu di Sorga. Hanya saja begitu manusia lahir ke dunia, Allah membuatnya lupa. Maka kedua orangtuanya, komunitas Masjid, Mushalla atau Langgar-nya, guruguru Sekolah dan Universitasnya – bertugas untuk merangsang dan mengantarkan anak-anak agar napak tilas, mengingatingat kembali siapa ia, menemukan hakiki dirinya, di mana alamat sejatinya, apa pekerjaan utamanya, bagaimana menjalankan profesi kemanusiaannya, dan apa saja yang terkait dengan itu.’’ ‘’ITULAH HAKIKAT PENDIDIKAN. Di situlah ditemukan filosifi pendidikan dan disusun tata manajemennya. Padanyalah pangkal ujung lelaku Sekolah di Bumi’’. Sayang sekali kepemimpinan nasional pendidikan kita tidak belajar langsung kepada Tuhan, padahal Tuhan sendiri turun tangan ‘allamal insana ma lam ya’lam, mengajari manusia yang ia belum mengerti… l Emha Ainun Nadjib Yogya, 22 Juni 2017

Tak Ada Pelabuhan di Sini, Tak Ada Hutan, Lupakan Tanah Jauh, Negeri Angan l

Prosa Liris

BERAPA jarak gunung dan laut? Di negerikum negeri kita yang haru, gunung dan laut seakan menyatu. Biru. Jalan setapak, pematang, jembatan kayu, titian bambu, akan membawamu turun dari ladang di sebalik gunung, dan laut akan menyambutmu dengan ombak dan gelombang, ‘’Selamat datang, adakah yang bisa dipertukarkan? ‘’Begitulah para nelayan membuka jalan bagi bahasa percintaan. KITA PUN PALING BERTUKAR; pisang panggang, bulu enggang, umbi dan bijian, bersilang dengan ikan kering, udang dan tripang. Sesekali, mutiara dan jimat cakar elang, tanpa harus menyebutnya kemewahan dan kesaktian. Sesekali, sepulang berlayar, para nelayan pun berkauh di sungai, masuk kuala, menuju hulu: air berliku, batu-batu licin lumutan, berkayuh di sungai, masuk kuala, menuju hulu: air berliku, batu-batu licin lumutan, mempercepat perau kauhmu sampai ke kaki bukit yang tenang tempat perahu ditambatkan. Sedikit mendaki, kau temukan ladangladang yang tenteram di pelukan gunung di mana bahasa percintaan pun menggemaung, penuh lambang. ‘’SELAMAT DATANG, marilah kita pertukarkan apa yang kita punya, tak usah murung,’’ pulalah, para peladang meren-

tang tangan, setengah menghibur. Kita pun tersenyum, tak perlu murung memang, hanya sedikit lelah. Tapi segar buah, hijau daun, sejuk angin, akan bertemu dengan segar ikan di belanga, legit santan, asin garam dalam keranjang. Kita berbincang sampai petang. Sampai matahari kemerahan di pantai, kita bayangkan dari pondok ladang. Karena memang, laut begitu dekat, sedekat percintaan kita. Kita pun pulang, tapi pasti pertemuan tak bakal usai, karena kita selalu datang, selalu ganti bertandang, tak selesai. BEGITULAHn di negeriku, negeri kita yang sesungguhnya pilu, apa pun mesti kita buah haru. Kita bersahabat sedekat gunung dan laut, erat berpeluk, saling merasuk: tanjung masuk ke teluk jadi tangan kasih rahim alam, buku karang masuk ke air dibasuh ombak dalam pasang kesayangan, lembah dan ngarai menderaikan sungai ke kuala tercinta, hingga mengkristal garam rindu dendam menjadi awan menjadi hujan turun di bukit-bukit muasal mata air… TAPI MEMASUKI HARIHARI KE DEPAN, entah siapa yang memulai, beberapa di antara kita mulai bosan. Orang gunung tampak

Keikayi… “DENGARLAH tuan putrid,” kata Mantara kepada istri kesayangan Raja Dasarata, Keikayi, dan ibu dari Bharata. “Ingatkah janji Paduka waktu melamarku? Ia akan menentapkan anakmu sebagai putra mahkota. Tapi sekarang ia membokongmu, ia telah melanggar janjinya, dan ini tak baik, hendak mengukuhkan Rama, putra Dewi Kausalya, untuk naik takhta.” “Kenapa, Mantara?” “USIA BHARATA dan Rama tak terpaut jauh. Benar bahwa Rama, yang bermata sepi merah, adalah penyanbung darah Ragu, telah memenangi sayembara di Mantili. TApi anakmu, Bharata, para brahmana telah meramalkannya sebagai jelmaan Dewa Dharma yang berwatak adil, jantan, dan jujur. Ia pun layak atas singgasana Ayodya.” “Apakah yang harus kulakukan? Sahut Keikayi. “INGATKAN Baginda Raja akan janjijanjinya. Katakan saja: Pertama, batalkan penobatan RAma besok pagi, aku menuntut hak kerajaan atas Bharata, dan kedua, Rama harus dibuang ke hutan selama tigabelas tahun,” kata Mantara, dayang Keikayi, bersemangat. KEIKAYI tergetar. Ia teringat ucapan Dasarata waktu meminangnya. “Peganglan kata-kataku ini, kelak aku akan menobatkan putramu sebagai penggantiku, Keikayi. Satu lagi terserah kau.” SETIDAKNYA itulah yang diceritakan oleh Valmiki dalam bagian kedua Ramayana. Memang kepada Keikayi, istri mudanya itu, Dasarata pernah berjanji akan memenmuhi dua permintaannya. Di usia tua, Dasarata memutuskan Rama sebagai penggantinya. TAPI ketika Keikayi menagih janji. Sang Raja tua, sengan rasa bersalah yang tak pernah tertebus, membatalkan penobatan putra mahkota Rama. Bukan hanya itu, ia terpaksa melakukan tindakan gila, mengusir Rama ke hutan. Dan Dasarata tahu, setelah itu, ia tidak akan pernah menyaksikan anaaknya kembali dari pengasingan, ia mangkat karena sedih. KITA tahu: Sumpah Dasarata telah mengubah jalan cerita. TAPI SEDIKIT atau banyak, pembelaan gigih Keikayi atas takhta Bharata ikut berpengaruh terhadap peristiwa-peristiwa “besar” dalam Ramayana. Mungkin Ramayana tak akan mancapai bentuknya yang sekarang tanpa keberanian Keikayi. Tak ada penculikan Sita; tak ada Hanuman yang marah dan membakar Alengka; dan terakhir tak ada “Sinta Obong” Rama mebuang istrinya, Sita, ke hutan. Cerita-cerita itu mungkin tak akan pernah terjadi. BEGITULAH, Keikayi ialah sebuah kritik. Ia-meskipun istri madu paling muda Baginda Dasarata- tak terdiam. Ia buka suara, dan suaranya sangat keras kedengarannya, meski rakyat Ayodya mencibir dan berbisik. “Permaisuri muda serakah, tak berperasaan. Ia mengusir putra mahkota, Rama ke hutan.” Tapi sama sekali tak bisa menerima tindakan Rama membuang Sita ke rimba pada saat ia hamil. Itu tak adil. Nonsen. l Agus Roisalam murung, larut dalam dendam panjang: terbayang daratan jauh, negeri angan. Orang laut mulai garang, hanyut di nyanyian arus sangsai: terbayang hutan paling dalam, tanah asal nenek moyang. KITA BERSELISIH JALAN. Sampansampan ditambatkan. Cangkul-cangkul digantungkan. Sehingga bila kita bersua, hanya ada sapa pedih, ’’Tak ada yang bisa dipertukarkan hari ini…’’ Lalu pada hari-hari tak tercatat, kita berbondong pergi, jalan bersilih; orang gunung menuju pantai, menatap gelombang, mencari-cari kapal. Orang pantai menyusur gunung, menyeruak reruntuhan pohon, mencari hutan warisan. Tapi tak ada kapal (kecuali puing mercua suar) bagi kapal-kapal yang lintas di jauhan. Tak ada pelebuhan. Tak ada hutan. Tak ada tanah terjanjikan. AH, BETAPA SIALAN: laut tanpa pelabuhan gunung tanpa hutan, apa yang bisa diharapkan? Apa yang akan kita bawa ke negeri angan, bahkan ke mana pun kita tak dapat merentang tangan? O, siapa yang mempertukarkan bahasa percintaan kita dengan hasrat ingin lepas terkurung? Lihat, kita berbaris di pantai, di gunung-gunung, menunggu saat diberangkatkan, entah ke mana dan entah kapan. Adakah kita menunggu seseorang terdampar, lalu berkata dengan keyakinan yang layak dipertaruhkan. ‘’Pulanglah, tak ada pelabuhan di sini, tak ada hutan, lupakan tanah jauh, negeri angan, karena tanpa pelabuhan tiada kapal, tanpa hutan dan pohonan, juga tiada kapal; yang ada hanya kapal-kapal saja, majal, dan rakus lambungnya….’’ Kita berharap, kata-kata itu tak hapus di pasir, tak langsir di pasang, tapi terukir di bukit batu pinggir laut itu, sehingga kita seanak-cucu tahu, ia Malin Kundang, si pelipur besar itu, telah pulang, kembali kepada ibu, sebahasa kita dulu….. l Raudal Tanjung Banua

ADA ANAKKU yang usai I’tikaf bicaranya seperti baru tiba dari Perguruan Kebatinan. ‘’Mudik adalah perjalanan menuju diri sejati,’’ katanya, ‘’sejatining roso, sejatining jiwo, sejatining sukmo. Itulah sebabnya Kanjeng Sunan Kalijaga menyambung kembali kepala dengan badan Orong-orong, hewan kecil, sesudah terputus tak sengaja oleh pedang beliau. Menyambungnya dengan serpihan kecil kayu jati…’’ Aku senang, tapi campur khawatir. ‘’Kok pakai jatining jatining…’’, kataku. ‘’BAHASA INDONESIA Idul fitri adalah kembali ke kesejatian. Jawanya ya jatining jatining itu. Makanya pohon yang paling kokoh, awet, lestari, berthaan lama seakan-akan abadi: dinamakan Kayu jati. Kayu yang paling sejati’, pohon yang paling dekat ke keabadian. Keabadian itulah yang sejati. Sementara di dunia, dengan Agama Globalisasi, kita menjalani kesementaraan, budaya instan, fast food, segala sesuatu yang serba pendek, sempit dan dangkal. Kita tidak terbiasa menakrawalai keabadian dan kesejatian, karena hobi kita adalah ketidak-sejatian. Alias kepalsuan’’ ‘’Hubungannya sama Orong-orong, apa?’’ ISI UTAMA KEPALA adalah akal. Isi utama badan adlaah hati. Kanjeng Sunan mengajari satu semesteran mudik. Slaah satu jalan yang harus ditempuh agar berada di jalan mudik sampai kelak ke Allah, adalah menyambung kepala dengan badan. Mensilaturahmikan Tafakkur dengan Tadzakkur. Harus ada aturan main di dalam diri kita agar pikiran dan hati berjalan harmonis. Perlu ada manajemen agar liarnya hati dan batasan regulasi pikiran bekerjasama membangun harmoni. Harmonis tidaknya bangunan psikologis dalam diri kita berbanding lurus dengan mutu pembelajaran Idul fitri yang kita tempuh’’ SEGALA PUJI bagi Tuhan, kupikir anak ini tadi klenik-klenik atau syiriksryirik. Ternyata oke semua. Gembira hatiku ternyata 10 hari terakhir Ramadlan terasa benar maknanya. SEORANG ANAK yang lain bahkan menambahkan: ‘’Yang diungkapkan teman saya itu sedang kami pelajari di Surat An-Nur 35, melalui pemetaan Misykah, mishbah, Zujajah, Kaukab, sampai La Syarqiyah wa la Ghorbiyah, dan puncaknya Yaadu zaituha yudli’u walau lam tamsashu naar’’ GAWAT. Agak minder juga aku di hadpaan anak-anak generasi millennial ini. Spektrum berpikir mereka lebih luas, lebih utuh, komprehensif tapi juga detail. Aku generasi jadul harus meluaskan hati untuk mensyukuri kemajuan mereka. Terutama harus buang rasa dengki yang selama ini dipakai untuk mengganjal laju kreativitas dan kemajuan berpikir generasi muda. ‘’KAPAN-KAPAN saja yang kalian uraikan yang zujajah-zujajah kaukab-kaukab itu’’, kataku, ‘’hari-hari ini jajan-jajan dan ikan kakap saja. Sekarang apakah ada tahap-tahap Mudik atau Idul fitri yang lebih sederhana dan sehari-hari, yang orang mendengar saja sudah paham, tanpa perlu mendengarkan… YANG MENJAWAB justru si kaukab: ‘’Tahap paling awal dari Mudik adlaah belajar kembali menjadi manusia, manusia saja, atau manusia thok, tanpa embelembel. Kalau kita menteri, mudik adalah belajar tidak menajdi menteri. Kalau kita penguasa, bersimpuh di lutut ibu di kampong harus dengan terlebuh dulu melepas baju penguasa. Jabatan, pangkat, reputasi, prestasi, status dan macam-macam lagi, adalah pakaian, jas, jaket, dasi, emblem, nbahkan banyak yang fitri-nya sekadar bedak, pupur, gincu, kosmetik…” “Apakah agama termasuk kosemetik juga?”, aku sengaja menggoda. “AGAMA ADALAH penyempurnaam bahan untuk digunakan agar manusia menjadi semakin manusia. Firman Tuhan dan nilai-nilai yang ditransfer oleh Rasul dan Nabi sangat mendewasakan, mema-

tangkan bahkan memperindah kemanusiaa manusia”. “TAPI BANYAK KENYATAAN di mana orang yang jadi manusia saja belum bisa, malah berpakaian Agama untuk menyombongi orang lain…”, aku sengaja mengejar. “ITU CONTOH dari agama sebagai kosmetika, sebagai kostum eksistensi, alat pencitraan, bahkan asset kapitalisasi…” jawab si kaukab. ANAK INI memang cocok berteman dengan sebelumnya yang jatining-jatining tadi. Mudah-mudahan mereka kelak punya gelar sarjana , syuku S-3, Profesor Doktor. Suapaya dipercaya kasih ceraman di masjid kampus. Lebih sempurna kalau mereka juga kia haji atau habib, minimal ustadz, sekurang-kurangnya Gus, pakai gamis dan surban, minimal sarung dan peci. Sebab tanpa itu, pemikiran meraka tak akan dipercaya dan diakui oleh ummat dan masyarakat pada umumnya. “DI HADAPAN ibu, bapak, atau nenek, kakek, dan semua keluarga, kita bukan menteri dan penguasa –tak masalah mereka membanggakan jabatan dan kekayaan kita. Tapi kita adalah komponen dari suatu lingkaran cinta yang fitrinya diciptakan oleh Allah. Kita hanya sebuah istrumen dari orkestra kemesraan keluarga. Zaman dulu dalam tradisi budaya dan mentalitas keluarga-keluarga tradisional, salah satu pantangan hidup adalah mencari status. Yang harus diutamakan adalah manfaat. Tetapi sekarang kita mencari status setiap hari, bahkan bisa lima sampai sepuluh kali sehari”. TEMANNYA, si jatining-jatining, rupanya memang parteran sama si kaukabkaukab ini. “Yang dimaksud Idul Fitri atau Mudik atau kembali ke kampung asli, mungkin adalah mengelupas secara berahap kulit-kulit palsu kita. Manusia hari ini susah dicari, dan ia sendiri susah menemukan dirinya sendiri, karena seluruh eksistensi mereka disembunyikan di dalam casing…” “Bisa pakai bahasa yang lebih bersahaja, anak-anak?” aku menawar. “Saya coba. Misalnya, kalau diurut dari awal. Tuhan > makhluk Tuhan > hamba atau buruh Tuhan > khalifah atau atau delegasi Tuhan. Pelaksanaan pendelegasiannya: aku warga Negara > aku boss diriku sendiri, aku pegawai Negara atau karyawan perusahaan, aku alat industri, aku sparepart pabrik dst. Kalau balik ke belakang, alias Mudik: aku anak Bapak Ibu > aku leuarga Arumbinang > aku turunan Adam > aku makhluk Tuahan dst. Sebagaimana di atas, sampai ke > Tuhan, Ilaihi roji’un > tinggal Tuhan sendiri, karena Ia Maha Sejati, sedangkan kita hologram, gelembung animasi”. AKU COBA PROTES setengah iseng: “Ah ya jangan pakai istilah hologram, gelembung animasi, khayal…nanti pejabat pada korupsi, alasannya ‘Aku hanya hologram, korupsi bukanlah sejatinya kenyataan’...” KALI INI si Jatining yang menyahut, dengan tertawa: “Si koruptor itu belum paham hologram. Juga mainstream manusia. Mereka piker uang, harta, benda gedung-gedung, dan semua yang tampak mata – itulah kenyataan. Koruptor mencuri uang karena menyangka uang itu fakta. Padahal yang fakta adalah keputusan seseorang untuk mencuri atau menahan diri”. Si Kaukab melengkapi: “Tema kita ini fitri. Kesejatian. Itulah view-nya Tuhan. Kalau menjalani Idul Fitri dan mudik ke Tuhan, satu-satunya jalan ya memakai cara pandang TUhan. Materi, kekayaan, tumpukan modal, citra hamparan uang, pangkat, jabatan dua periode, semua yang tampak mata adalah mata uang yang tidak laku di dalam pola berpikir Idul Fitri, yakni di hadapan Allah. Kita ini hidup di hadapan Allah: emang ada tempat selain itu untuk hidup?” l Emha Ainun Nadjib Yogya, 23 Juni 2017

‘DHAIRYYA SAHAJA’ CATATAN PEMBACAAN KAKAWIN BOMȂNTAKA - 1

Sang Hyang Manobhu adalah istadewata sang kawi dalam kakawin Bhomȃntaka. Sang Hyang Manobhu dinyatakan berhubungan dengan kalangwan, terutama dalam kaitannya dengan seseorang yang dikatakan sebagai sang angawaki langö. Sang angawaki langö diterjemahkan sebagai ‘ia yang berbadan keindahan’. Tidaklah salah jika mengatakan bahwa penyair Bomȃntaka mengisyaratkan doa pujiannya ke hadapan Sang Hyang Manobhu (Smara). Itu berarti bahwa karya sastra yang dibuat tidak hanya sebagai pemuas dahaga bersastra, namun juga berkaitan dengan yoga literer sebagaimana yang pernah diajukan oleh peneliti-peneliti sastra Jawa Kuna. Bersastra bukanlah pelarian atas aliran-aliran hidup yang menjemukan, tapi sastra adalah awal serta tujuan hidup. Sastra dalam arti seluas-luasnya. Belum dapat dipastikan siapa sesungguhnya yang menjadi penutur kakawin Bhomȃntaka (Zoetmulder, 1994: 404). Ada dua opsi ketika menyebutkan judul kakawin ini, antara Bhomakawya atau Bhomȃntaka. Sebuah buku dari Dinas Pendidikan Dasar Daerah Bali (1990) membubuhkan judul Bhomȃntaka. Buku tersebut berjudul ‘Bhomȃntaka

Kakawin Miwah Tĕgĕsipun’ berisi teks Bhomȃntaka beraksara Bali, dilengkapi dengan terjemahan ke dalam bahasa dan aksara Bali. Menurut informasi yang didapat dari tulisan Zoetmulder (1994), bahwa R. Friederich pada tahun 1852 menyebutnya sebagai Bomakawya. Hal itu tercermin dalam judul tulisannya ‘Boma Kawja, in het oorspronkelijk Kawi’. Dipakainya judul Bhomakawya oleh Friederich, dinyatakan oleh Zoetmulder sebagai kegagalan Friederich menerjemahkan suatu bagian dalam kata pengantar yang menyebutkan bahwa adanya sebuah adaptasi cerita Bomakawya dalam puisi Jawa. manggalyaninghulun dhairyya sahaja makedö mrakṛta ng bhomakawya dening singgih matangnya n panulada kakawin ndan adoh yan panirwa himpĕr wintang lawan sūryya kĕta gati niki n tandingĕn kawidagdhan apan tanding langö duran amalika karas yan kadohan tanahnya [1.3] [awal harapanku dengan keteguhan sendiri berharap agar mampu menulis cerita Bhoma, itulah sebabnya hendak meniru-niru menulis kakawin tapi jauhlah dapat meniru, bagai bintang dengan matahari demikianlah jika hendak beradu pengetahuan, sebab jika ingin beradu keindahan justru membalikkan karas tanahnya berjauhan] l IGA Darma Putra


16

Jelang IMF-WB, Pengerjaan Proyek Infrastruktur Dikebut

NASIONAL

Minggu Wage, 27 Agustus 2017

Mangupura (Bali Post) Menjelang pelaksanaan IMF-WB 2018 pada Oktober nanti, sejumlah infrastruktur dibenahi dengan cepat. Seperti proyek underpass airport, Tanjung Benoa Cruise Terminal, sampah di TPA Suwung, dll. “Perbaikan infrastruktur yang kita lakukan itu tidak semata-mata karena ada annual meeting ini. Kita memang memanfaatkan annual meeting untuk juga mendapatkan keuntungan bagi rakyat Indonesia,” kata Luhut B. Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman. Ia menegaskan infrastruktur yang dibangun adalah mempercepat prosesnya. Proyek yang seharusnya selesai tahun 2019, dipercepat menjadi tahun 2018. Sehingga dengan demikian tujuan-tujuan turis yang ada bisa selesai. Misalnya penyelesaian underpass dekat airport ditarget selesai Agustus 2018. “Kita juga mempercepat penyelesaian masalah yang sudah 17 tahun yaitu mengenai Tanjung Benoa Cruise Terminal. Yang ini juga kita sudah pastikan bahwa itu akan selesai tahun depan dan itu sudah mulai memerlukan pendalaman alur. Sehingga nanti cruise bisa masuk kesana dan itu akan menjadi cruise hub terminal yang mungkin terbaik di ASEAN,” ujarnya saat peluncuran website IMF-WB 2018 pada Jumat (25/8) di BNDCC, Nusa Dua. Proyek lain yang 17 tahun

belum terselesaikan yaitu tempat pembuangan akhir (TPA) Suwung. “Kita sudah mulai kerjakan pada bulan depan. Ini proses-proses yang segera diputuskan,” imbuhnya. Dikatakannya dengan cara ini pengeluaran dana Rp 868 miliar yang dilakukan dapat memberikan nilai tambah kepada rakyat Indonesia. Dari Rp 868 miliar, hanya Rp 555 miliar yang digunakan. Sebesar Rp 234 miliar untuk menyewa hotel dan sebagainya dari delegasi yang nantinya para delegasi akan membayar sendiri biaya hotel. Dari event tersebut diprediksi keuntungan yang bisa terlihat mencapai USD 100 juta. Tapi masih banyak keuntungan yang tidak terlihat yang bisa didapatkan Indonesia. Seperti menggerakkan ekonomi di destinasi wisata, 60 paket wisata juga akan ditawarkan. Menteri Keuangan, Sri

Mulyani, menambahkan, dana tersebut berasal dari APBN 2017. Total anggaran tersebut dikatakan untuk membeli produk lokal. Seluruh ruangan di BNDCC akan dikonversi menjadi perkantoran selama IMF-WB termasuk perangkat komputer. Setelah acara selesai, perangkat tersebut akan disumbangkan ke sekolahsekolah. Mulai dari makanan hingga pertunjukan seni akan diberikan oleh artisartis Indonesia. Sebesar Rp 650 miliar tidak hanya untuk perbaikan infrastruktur tapi juga membiayai culture event. Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan, IMF-WB adalah pertemuan keuangan terbesar di dunia. Indonesia yang pernah mengalami krisis berhasil bangkit setelah 20 tahun. Hal itulah yang akan disampaikan juga pada event IMF-WB tersebut. (kmb42)

BPM/dok

LOKASI - Inilah lokasi proyek underpass dekat Bandara Ngurah Rai yang dikebut penyelesainnya tahun 2018.

JCI Brotherhood Camp 2017

Perkuat Persaudaraan untuk Perdamaian Dunia

Tabanan (Bali Post) JCI Chapter Bali menyelenggarakan Brotherhood Camp selama tiga hari dari tanggal 25-27 Agustus di Basang Be Adventure. Sebanyak 7 negara terlibat dalam kemah tersebut yaitu Jepang, Bangladesh, Thaiwan, India, Filipina, Korea, Indonesia dengan total peserta 112 orang. Pada hari pertama, tema yang diambil adalah diversity (perbedaan), sehingga kegiatan yang dilakukan adalah pementasan budaya masingmasing negara. Pada hari kedua, dengan tema unity (kesatuan) dilakukan kegiatan games, heritage tracking dengan tujuan menyatukan semua perbedaan. National President JCI tahun 2015, I.B. Agung Gunarthawa, mengatakan, JCI adalah organisasi kepemudaan yang beranggotakan

profesional dan wirausaha muda di seluruh negara. JCI berada di 127 negara dengan 8.000 chapter (cabang) di seluruh dunia, sedangkan di Bali ada 10 chapter. Sejak berdiri tahun 1915, JCI bertujuan untuk menuju perdamaian dunia. Sehingga JCI berpartisipasi positif dalam perdamaian dunia dengan mempererat tali persaudaraan. Melalui empat peluang yang ada, JCI berkontribusi pada pemerintah dan masyarakat khususnya pemuda. Empat peluang tersebut adalah indivual development. Individual development ini adalah membangun karakter pemuda untuk membangun SDM yang berkualitas. Pengembangan individu ini dilakukan melalui berbagai macam training termasuk public speaking training. Selain itu juga ada com-

munity development, membangun komunitas dengan kegiatan-kegiatan sosial seperti memberikan bantuan sepatu kepada anak-anak SD yang tidak mampu. International development adalah membangun jaringan internasional pada seluruh pemuda di dunia. Setiap tahunnya, ada 400 anggota baru. Jika diakumulasikan, ada sekian puluh juta anggota di seluruh dunia. Peluang yang keempat adalah business development. Local President JCI, Dewa Ayu Istri Idayanti, menambahkan, selama 3 hari pelaksanaan brotherhood camp, panitia membuatkan pola kegiatan yang bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan sehingga untuk menciptakan perdamaian dunia lebih mudah. “Kegiatan yang kita laku-

kan mayoritas mempererat tali persaudaraan dan strategi untuk menciptakan perdamaian dunia, memberikan informasi pola pengembangan aktivitas kepemudaan di negaranya masing-masing,” bebernya. JCI adalah organisasi kepemudaan, volunteer dan kepemimpinan dengan anggota berusia 18-40 tahun. JCI ini menggerakkan anakanak muda melalui kegiatankegiatan yang sesuai dengan bidang anggota masing-masing. Misalnya anggota yang bergerak di bidang pertanian, tergabung dalam JCI Farmers Club, juga ada di bidang IT, designer, dll. “Sehinga bisa menggerakkan UMKM, memberdayakan anak-anak muda karena JCI sangat positif. Seperti event Agronesia dapat membuka wawasan para anggota,” ujarnya. (kmb42)

BPM/ant

KARNAVAL - Presiden Jokowi saat memimpin karnaval Kemerdekaan di Bandung.

Jokowi Pimpin Karnaval Kemerdekaan

Jakarta (Bali Post) Presiden Joko Widodo memimpin Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan yang digelar di Kota Bandung, Sabtu (26/8) kemarin. Bersama Ibu Negara Iriana Widodo dan rombongan, Jokowi bertolak ke Bandung, Sabtu pukul 11.20 WIB, dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1. Tiba di Bandung pukul 11.45 WIB, Presiden mengawali Karnaval Kemerde-

kaan Pesona Parahyangan 2017 yang mengangkat tema “Nyalakan Api Semangat Kerja Bersama” yang masuk rangkaian kegiatan HUT ke72 Kemerdekaan Republik Indonesia. Karnaval ini juga dimeriahkan oleh berbagai komunitas, tidak hanya yang berasal dari Kota Bandung dan Jawa Barat, tetapi juga mengundang kota-kota yang sering mengadakan festival tingkat internasional, seperti Jember Fashion Carnaval, Solo Batik Carnival, dan Tomohon International Flower Festival.

Karnaval Kemerdekaan muncul menyambut ide Presiden Joko Widodo yang menginginkan Karnaval Kemerdekaan berpindahpindah dari satu daerah ke daerah lain, tidak hanya berpusat di Jakarta agar kegembiraan kemerdekaan dirasakan semua daerah. Pada 2015, perayaan bertajuk “Karnaval Khatulistiwa” diselenggarakan di Pontianak, Kalimantan Barat, dilanjutkan dengan “Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba” di Parapat dan Balige, Sumatra Utara, pada 2016. (ant)

Oknum Polantas Terbukti Narkoba

Jakarta (Bali Post) Polda Metro Jaya menyatakan seorang oknum Polisi Lalu Lintas (Polantas) yang ditangkap petugas Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri saat mengadakan operasi liar bersama lima orang rekannya, terbukti positif mengonsumsi narkoba. “Hasil tes urine (seorang, red) positif,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Sabtu (26/8) kematin. Berdasarkan pemeriksaan, Argo mengatakan, keenam anggota Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya itu tidak terbukti melakukan pungutan liar (pungli). Argo beralasan oknum polisi itu tertangkap tangan menggelar operasi

liar dan positif mengonsumsi narkoba namun tidak ada barang bukti. “Sementara diperiksa Propam untuk dilakukan tindakan disiplin,” ujar Argo. Argo mengungkapkan keenam oknum Polantas itu akan mengikuti sidang tindakan disiplin ketika ditemukan barang bukti baru maka akan diserahkan ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Salah satu oknum yang terbukti menggunakan narkoba telah dilakukan penahanan di Propam guna diproses lebih lanjut. Argo menegaskan Propam akan memberikan informasi kepada Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya untuk pengembangan pasokan narkoba

kepada oknum polisi itu. Sebelumnya, petugas Biro Provost Divisi Propam Mabes Polri mengamankan enam anggota Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya saat tertangkap melakukan pungli terhadap pengendara di Semanggi, Jakarta Selatan pada Selasa (22/8). Para petugas itu yakni Brigadir Reza Fachlevi, Briptu Michael Timbul Parasian Simbolon, Bripda Afrian Pitang, Brigadir Didik Filianto, Brigadir Hotma Pebrianto Sianturi dan satu orang yang belum diketahui identitasnya. Salah satu dari oknum anggota diketahui menyimpang dan mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu, serta menyita senjata api tanpa izin. (ant)

GAMES - Salah satu games yang dilaksanakan di brotherhood camp di Basang Be Adventure.

BPM/may

Pelaku Penjambretan di Tembles Diduga Gunakan Pelat Nomor Palsu Negara (Bali Post) Mendapat laporan dari beberapa korban terkait aksi teror penjambretan dan peremasan payudara di Jalan Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di Banjar Tembles, Desa Penyaringan, Mendoyo, Kamis (24/8) malam, direspons jajaran Polsek Mendoyo. Pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan dipimpin Panit 1 Reskrim Ipda Gusti Ngurah Artha Kumara. Sebelumnya, Ni Putu S (22), warga Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, salah satu korban aksi teror penjambretan melaporkan kalau pelaku menggunakan sepeda motor. Polisi juga memperoleh keterangan kalau pelaku seorang diri dengan mengendarai Yamaha Jupiter DK 5056 WG. Namun saying, keterangan yang diperoleh dari sejumlah warga ternyata belum bisa menunjukkan siapa pelaku

teror yang khusus mengincar pemotor wanita malammalam tersebut. Pihak kepolisian kemudian berkoordinasi dengan pihak Kantor Samsat Jembrana untuk mengetahui keberadaan pelat nomor kendaraan yang dibawa pelaku. “Ternyata pelat nomor yang dipakai pelaku itu adalah pelat nomer

palsu,” terang Artha Kumara, Sabtu (26/8) kemarin. Dikatakannya dari data yang diperoleh nomor polisi yang digunakan pelaku adalah milik sepeda motor warna merah dan pemiliknya warga Desa Yehkuning, Kecamatan Jembrana. Itu juga motornya sudah lama dijual. “Yang jelas

pelaku menggunakan pelat nomor polisi palsu,” ujarnya. Hingga saat ini, pihaknya tetap melakukan penyelidikan terkait keberadaan pelaku. Pihaknya juga mengimbau para pengendara sepeda motor agar selalu berhati-hati dan waspada ketika berkendara di jalur yang sepi. (kmb)

Minggu, 27 Agustus 2017 05.00 Gayatri Mantra 05.30 Bali Channel Tourist TV 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana Upacara Pujawali (5) 06.35 Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07.35 Sehat & Bugar 08.00 Klip Anak 08.35 Bali Channel Tourist TV 09.05 Taman Sari TK Widya Dharma Sastra

09.30 Belajar Menggambar Membuat Kreasi Lebah 10.05 Education On Bali TV 11.00 Bali Channel Tourist TV 11.30 Dunia Otomotif Mitsubishi Exvander 12.00 Puja Trisandya 12.05 Dharma Wacana Pengejewantahan Kasih (1) 12.30 Traventure 13.00 Wirasa 13.30 Lejel Homeshopping 14.30 Tembang Bali 15.30 Education On Bali TV 16.05 Pablibagan Bendesa Adat Se-Bali

18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.00 Kuis Cerebrovit 19.30 Kris 20.00 Lila Cita Sanggar Tari Pregina Loka 21.00 Lila Cita Arja PKG PAUD Denpasar (2) 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Lila Cita Calonarang Bunutin Marga Tabanan (2) 23.00 Lila Cita Calonarang Nusa Lembongan 2011 (3)


Minggu Wage, 27 Agustus 2017

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

Dcr PRT Wnta Umur 25-35Th Gaji 2Jt,TglDalam,081239942060

*Dcr Pengawas Sipil S1/Diploma Hub.PT.Wanakubu 0361-439888

Cr AA/Krywti Apotek Di NusaDua Kirim CV Info Hub:081916181256

Urgently Req:Acc & Adm Staff (Male),Customer Serv Fluent in English &Driver.Pls Send CV to PT.Nusa Trans Cargo Jl.By Pass Ngr Rai No.66 Kesiman.Email: info@nusatrans.com ph.462484

Bth Sgr manager Resto(Ubud) Kasir (Sanur) & Sales (Kuta) Email CV :nexky1975@gmail.com

Cr Adm/Gdang,Kerobokan-Campuan Dcr Sopir bs Manual Matic utk 081999514998/081338149667NoSMS Showroom Mobil Hub.085739792175

B.BP.001.08.17.0001700

B.BP.001.08.17.0001774

Dcr Urg Asst.Villa Mgr, Butler Hskp Stff utk Sminyk/Umalas Hub Agus 082146584344 or agung@bahasavilla.com

B.BP.821.08.17.0001599

Dicari Karyawan utk Denpasar. bisa Computer.SMS 08563759246 B.BP.001.08.17.0001775

B.BP.166.08.17.0001800

B.BP.001.08.17.0001754

Coco Group Looking For: 1.Asst.Accounting Manager 2.Asst.HR Manager 3.Asst.Internal Audit Manager 4.Accounting Supervisor Min 1 Year Experience in The Same Position at Retail Industry,Send New CV at hrd@cocogroupbali.com or hrm@cocogroupbali.com

B.BP.803.08.17.0001659

B.BP.001.08.17.0001522

B.BP.001.08.17.0001701

Cari Jarit Pengepul Pengalaman 081338714187/08563803731

B.BP.001.08.17.0001568

B.BP.001.08.17.0001777

Dbthkan Sgr Driver/Sopir utk Travel Agent Hub:085100806230 081239895208(Lili)0361725252

Dcr Sopir dan Sopir Serabutan Jl.Tkd.Irawadi Gg.XX No.3 Panjer Hub:082145900800

Dcr Bag.Adm (Bs Bhs Mandarin) & Sopir Hubungi:081239974265

Dcr Staf prdksi,gudang,Srbutan Gj UMK Hub: Bali Sari 9005107

B.BP.001.08.17.0001588

B.BP.001.08.17.0001582

Dcr Krywn/ti Toko Es Krim,Gj UMR,bs Bhs Inggris,08123813891

B.BP.154.08.17.0001794

Dcr Sgr Sopir utk Pabrik Roti SMS:081999057909

B.BP.001.08.17.0001772

B.BP.001.08.17.0001661

B.BP.001.08.17.0001134

PT BDP Bth Cpt Mktg EDC u/BNI& BRI walk intvw Gaji&Bonus Menarik Jl.Patimura 32 B/12 Hub. 082266373367/081999081518

Dcr: Pembantu Masak,Waiter/ss Lancar Inggris u/R.M.di Legian ada Gaji,Tip Hub:081236109808 B.BP.001.08.17.0001789

Dcr:Sopir&PRT,tidur dalam,KTP Bali HP.08123928624 B.BP.001.08.17.0001795

Dibthkan HK/Butler, Uluwatu 082236635607 B.BP.004.08.17.0001680

Dibutuhkan:#1 Manajer Operasional.#2 Accounting (Domisili Canggu)#3(Surf-)Photographer. #4 Supir. Kirim Lamaran dan Gaji yang Diharapkan ke: secretary@thegreenroombali.com

B.BP.001.08.17.0001652

B.BP.004.08.17.0001428

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Dicari Admin Marketing,Min SMA Dicari Segera:Waitress&Cook Wanita Single Max.26,Jujur, u.Resto di Ubud H.081338453088 B.BP.001.08.17.0001655 Disiplin Niat Kerja.UD.Istana Dicari Sgr Sopir Bs manual & Buah Jl.Buluh Indah No.77 Dps HP.081339685779/081999113007 matic,Admin Hub.085238311111 B.BP.001.08.17.0001739

Dicari Kasir Min SMA/D Hub:081237172650 B.BP.001.08.17.0001645

Dicari Sales Marketing. Pria Max.40tahun,Pengalaman min.2 tahun KTP Domisili Bali, Pendidikan Min.SMA Sderajat. Kirim Lamaran ke Srijaya Aluminium Jl.Maruti No.33,Up. Bpk Stevanus No.Tlp 0361426590

B.BP.001.08.17.0001762

Dicari segera tukang Belanja / Runner untuk garment diutamakan pria 082144804714

Revolver Espresso Located in Seminyak,Urgently Needs : Financial Controller, Storekeeper&Cost Control,Head Chef.Speaks Fluent English,WNI Min.3 years of Experience to inggrit@revolverespresso.com

Lowongan Gardener(S1) & Engineering,punya SIM A,Pengalaman Min 1Th, Kirim CV ke hr@bhuwanaubudhotel.com/Jl. Pengosekan,Br.Kumbuh, Mas, Ubud.(0361) 971915

B.BP.004.08.17.0001677

B.BP.004.08.17.0001684

B.BP.001.08.17.0001764

B.BP.001.08.17.0001755

Staf Accounting.Walk Interview Multinational Company Req OffiB.BP.154.08.17.0001699 Beranda Raya No.40 Taman ce manager Max.30y Good Speak& Dicr:Cook helper Wrng Okinawa Mumbul Nusa Dua 081236001389 Writing D3/S1 any major Compt Jl.Mertanadi Kuta Hub: B.BP.001.08.17.0001665 Literate Ms Office,MYOB Prefer 087861574939 Buka Jam 4 Sore Kumon Gyr Cr S1 Matematika dan Exp Customer Service,Secretary B.BP.001.08.17.0001643 Bhs Inggris Hub:08179752136 Accounting Send to ByPass B.BP.014.08.17.0001662 Sandbar Canggu Look FR Waitres Ngurah Rai No.245 Dps Email: Optik Trendy Cari Krywati Umur Hub:085792660093 CV to: Max27Th SMA/SMK Hub:0811385013 surya@balinirmanaproperty.com okthasutha@gmail.com

B.BP.001.08.17.0001466

B.BP.001.08.17.0001470

MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post BMW

Dijl Jeep BMW X6 Xdrive 351 At 2010 abu2 metalik samsat baru Hub:081999399566,085792112245 B.BP.001.08.17.0001562

Dijual BMW X5 Th’2005 Hitam Kondisi Bagus Hub:0817340905

B.BP.001.08.17.0001472

HONDA

CRV New’2005 Tgn1 Silver 2.4cc AT Pribadi H.087860856999

B.BP.141.08.17.0001779

Djl Mobil Honda Freed’2013 Hub.08123928624

B.BP.001.08.17.0001796

DAIHATSU DIJUAL RUMAH Luxio X ABS AT’09 Hijau Met,TV 14are @Jl.Utm.Ketewel&Rmh T160 DVD,Cmr,VR, 91Jt 081338450000 B.BP.001.08.17.0001763 LB211 Lt2@Gatsu 1, 0817340222

B.BP.001.08.17.0001676

SUZUKI

Splas Putih’2013 Plat DK Hub.081237525533

B.BP.001.08.17.0001785

ISUZU

Panther Pick Up 1993 Tangan Pertama Hub.085333468877

B.BP.001.08.17.0001698

MAZDA

Over Kredit Mazda CX7 Th’2011 UM40Jt H.085100856999 Pribadi B.BP.141.08.17.0001778

Rmh 2,30Are Penamparan Pemilik Bs TT Tanah H.085100856999

B.BP.141.08.17.0001780

Rmh Kos2an LT2A,8Kmr,Telp+Wifi Lok Jl.Antasura H.1,3M Nego Hub.081339650001(Pemilik Lgsg) B.BP.001.08.17.0001773

DISEWAKAN RUMAH Dikont Rmh baru Greenkori Dps Lingk.Asri, 081805312706 Nego B.BP.001.08.17.0001801

ALUMINIUM

DISEWAKAN RUMAH Dikont Rumah 2Km Jl.Trengguli 99 Penatih Hp.08123671458 B.BP.001.08.17.0001781

DIJUAL TANAH Tnh Kvl Di Mengwi 130jt/A 60Jt/A Bs Kredit 087862450004 B.BP.001.08.17.0001664

Tnh Nempil 250Jt/A, Jl.Besakih PondokCitra Pmogan 08123871809 B.BP.001.07.17.0002008

30A,Duren Mangga dkt Jl.Raya Soka Tbn 37Jt/A 087761604899

Way of Life !!!

SUZUKI PERMAI GATSU

PROMO MERDEKA

Djl Tnh Bgnan 2are lok strg Jl. Tk.Sanghyang 14, 081999431337

7Jt-an

B.BP.001.08.17.0001293

IGNIS

Djl Tnh Kav Siap Bangun Lokasi Jl.P.Saelus 1 Hub:08786239226

AN JTEAMBMUSIN KREDIT

B.BP.001.08.17.0001319

5

Jt-an DP CARRY FUTURA

081237068691 0818560123

B.BP.001.08.17.0001790

SALON

B.BP.001.08.17.0001792

Jt-an 10 ERTIGA

DP

DP

C.0001051-mbl

SERVICE

KARYA USAHA Balinesse Body Spa 2 jam 150.000 Chocolate Sensational Spa 2 jam 120.000 Perawatan Miss V 80.000 Jl. Jaya Giri III / 22 Renon, 089527788120 Jl. Hang Tuah 11X Sanur, 0361 289 481 C.0001467-SLN

RUPA-RUPA

SPA

AC

BERGARANSI

PROMO

DIJUAL TANAH Djl Tnh 2,7Are Kediri-Tbn 375 Glbal BUC Jln Mtr,081936039292

M. CUCI KULKAS

CHELEER

W.HEATER POMPA AIR

TELP/ 081339300135 SMS 081999521040

DIJUAL TANAH Tn 1.5A Jl.Petitenget Pggr Jln Besar 7M Ng Strgs 087861722981

B.BP.001.08.17.0001788

Tnh Kvl 1 are Kebo Iwa Utara H.081337141817

B.BP.135.08.17.0001799

DISEWAKAN TANAH Tanah 2A Cargo,1,5A Penatih,1A Abianbase,085100221149 SiapBgn

B.BP.001.08.17.0001525

BIRO JASA

SERVICE MAMPET

WC GARANSI

KURAS MAMPET SALURAN AIR WASTAVEL, DLL

242389 / 081236774491

C.0001782-srv

BALI WANGI

081999111542 082144420026

085 337 361 233 0877 6129 5235

C.0001697-SRV

KURAS WC DAN MAMPET GARANSI - CLOSET - WASTAFEL - BATHUB - SALURAN AIR TANPA BONGKAR - SALURAN DAPUR

WC

C.0000701-brj

B.BP.154.08.17.0001793

B.BP.001.08.17.0001668

DIJUAL MOBIL

B.BP.001.08.17.0001783

B.BP.001.08.17.0001674

BIRO JASA

RUPA-RUPA Djl Gondola 1,8mtr 7Set 1,20mtr 6Set Almn 5Buah,085903113888

B.BP.004.08.17.0001786 HEWAN Jual Kambing Qurban berat min DISEWAKAN KANTOR 20KG Hrg Rp.1,5Jt Hub:Ir.Made Dikont Kantor 2Lt Jl.Griya Iwan 081337337711/081337097000 Anyar-Kuta LB.480m 0811397041 Hasil Ternak Sendiri. B.BP.001.08.17.0001770

B.BP.164.08.17.0001791 Jual-BUC(Nego Harga Murah) RUPA-RUPA 1.Jl.Dewisri 2/Kuta=6,40Are DISEWAKAN GUDANG 2.Jl.Jepun Pipil/Dps=9,09Are Disewakan Gudang+Kantor @Jl.Ry Bunga Deposito Koperasi 15%/Th Hub:08123817654/08113899108 Ketewel.LT500/LB250, 0817340222 S&K Berlaku Aman,081239011111

TUNGGAL JAYA KULKAS G A M . C U C I RA CHEELER N S W.HEATER I Kerja Ditempat

AC

DIJUAL RUKO Jual Ruko Pert.Central Park Kuta LT.122m2 3Lt Lok Strgs 0818504966/081363000424

ANTI MAMPET GARANSI

DIJUAL MOBIL

081 239 534 731 C.0001693-BRJ

DIJUAL MOBIL PROMO MERDEKA ERTIGA

CARRY

FUTURA

15

DP 5 Jt-an

DP

Jt-an

IGNIS

DP

5

Jt-an

HUB AYU 085238555858 C.0001064-mbl

DIJUAL MOBIL


REKREASI

18

Minggu Wage, 27 Agustus 2017

Pertanyaan Mendatar: 1. Lelah 6. Permata bernilai tinggi 9. Secara tetap terdapat penyakit di daerah itu 10. Hadiah atau penghargaan internasional untuk orang orang tertentu yang berjasa di bidangnya 11. Baik (Bali) 12. Jeruk 13. Sangat miskin (Bali) 15. Pulau Sumatra 17. Bagian dari batalion dipimpin seorang kapten 20. Potong jalan atau jalan terdekat 23. Damai (Bali) 25. Masih (Bali) 28. Nyenyak sekali 31. Tidak berwujud atau abstrak 33. Kandang kuda 34. Para pegawai (Inggris) 35. Ikan sotong 36. Kerak nasi (Bali) 38. Dibalik : Campuran semen pasir air untuk menghaluskan/ meratakan dinding yang kasar 39. Guyur 40. Pohon berbatang mirip pakis, berdaun mirim palem ; “Cycas Revoluta”

Tempat Edukasi Sekaligus Melestarikan Satwa

TRIE Edi Mursabda mulai membudidayakan ulat sutra di Banjar Lateng, Desa Sibang Kaja, Kabupaten Badung tahun 2009. Ulat sutra yang merupakan bahan baku kain sutra diternakkan selama 22 hari untuk menghasilkan sutra. Edi yang merupakan Koordinator Persutraan Alam Bali selain membina kelompok budi daya sutra di Desa Sibang, Badung juga membina kelompok budi daya sutra di Jembrana dan Sidemen, Karangasem. Dari pohon murbey yang ia tanam itu dijadikan pakan untuk ulat sutra. Pertamatama, bibit telur ulat sutra dilepaskan. Telur yang menetas menjadi ulat dipelihara selama 22 hari. Dalam waktu tersebut, ulat telah menjadi kepompong. Dari kepompong itu, dipintal untuk menghasilkan benang sutra. Untuk menjadikannya kain, ditenun dengan alat tenun bukan mesin (ATBM). Selain kain, benang sutra juga dijadikan selendang. Memang, budi daya sutra di Sibang Kaja bukanlah penghasil sutra terbesar. Namun dalam satu kali panen, sutra yang bisa dihasilkan adalah 150 kg benang sutra yang bisa menghasilkan 8 meter kain. “Terbesarnya di Makasar, terbesar kedua di Bandung dan Bogor, Jawa Barat, dan Bali penghasil ketiga terbesar,” ungkapnya, Minggu (19/8). Seiring berjalannya waktu, Kelompok Kembang Sari Segara yang mengelola agrowisata itu mengembangkan penangkaran burung Jalak Bali. Bahkan sayur pokcoy juga

dikembangkan di sana. Usaha penangkaran jalak Bali dimulai pada bulan Juni 2016. Pada awalnya hanya 9 pasang (18 ekor) burung Jalak Bali. Setelah dilakukan konservasi, burung jalak Bali berkembang menjadi 40 ekor. Kemudian di lahan seluas 30 are itu dikembangkan menjadi tempat wisata edukasi. Kalkun, rusa, kelinci ditambah di dalamnya. “Awalnya disini cuma kebun murbey, lalu ditata menjadi edu park,” kata Operation Head Pertamina DPPU Ngurah Rai Arnaya Gula didampingi Ketua Kelompok Kembang Sari Segara I Nyoman Madia. Untuk pakan kalkun dan jalak Bali, Kelompok Kembang Sari Segara dibina untuk membuat pakan sendiri berupa pelet cangkang kepiting. Pelet tersebut dibuat dari cangkang kepiting, dedak dan jagung. Mesin pengolahannya merupakan hasil kerja sama dengan Universitas Udayana. Ada 3 mesin untuk membuat pelet cangkang kepiting tersebut. Yaitu mesin untuk menghancurkan cangkang menjadi tepung. Ada mesin untuk mencampurkan cangkang, jagung dan dedak, dan ada mesin untuk mencetak. Tak hanya mandiri dalam pakan, kelompok penangkaran burung langka itu juga mandiri dalam energi. Anak-anak SMKN 1 Kuta Selatan yang merupakan binaan Pertamina membuat solar sel (pembangkit listrik tenaga surya) untuk menghidupkan lampu, inkubator dan penetasan telur di sana. (may)

JALAK - Pakan dari cangkang kepiting untuk burung jalak Bali dan kalkun.

BPM/may

2

3

4

5

6

7

8

9 10 11 13

12

14 15

17

18

16

19

20 23

25

26

22

24

27 31

21

28

29

30

32 33

34

35 36

37

38 39

40

SPT2017

Agrowisata Sutera Sari Segara

Menurun: 1. Sombong 2. Tempat dengar musik sambil minum-minum 3. Hewan yang acapkali dipakai kiasan bagi orang bodoh 4. Salah satu Hari Raya Umat Islam 5. Tidak berakhlak 6. Pengasingan 7. Salah satu alat musik tiup 8. Orang yang bertugas membuat catatan rapat 14. Satuan ukuran jumlah lembar kertas 16. Sumber atau penyebab kebakaran 18. Anak (Bali) 19. Topi yang bagian depannya memakai tutup 21. Bila diulang berarti cerewet (Bali) 22. Ada (Bali) 23. Standar nasional Indonesia 24. Pindah atau alih tempat 25. Yesus Sang Mesias 26. Pencerita 27. Pakaian seragam 28. Dibalik : Khusus ; istimewa 29. Undian 30. Bagian kepala dari sudut tepi mata sampai ke telinga 32. Komposisi musik untuk instrumen tunggal/ganda 37. Melulu atau saja

1

TTS Bali Post

KUPON TTS No.310 Ketentuan Menjawab Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 310 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 2 September 2017. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 10 September 2017. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Jawaban TTS No. 308 Mendatar: 1. Merpati 4. Antonim 8. Sel 9. Represi 10. Owl 11. JAL 12. Luh 13. Intuisi 16. Abdomen 19. Uma 21. Tertib 23. Sentimen 25. Nyanyian 26. Entity 27. ASN 29. Skorpio

33. Ngompol 36. MBA 37. Bit 38. See 39. Pinggul 40. GAP 41. Kencana 42. Yoghurt Menurun: 1. Murai 2. Perdu 3. Isilim (Milisi) 4. Aloha 5. Tulad 6. Nujum 7. Melon

BPM/may

AGRO - Penangkaran jalak Bali di Agrowisata Sutera Sari Segara, Desa Sibang Kaja, Badung.

14. Nyenyak 15. Subsidi 17. Bandeng 18. Elektro 20. Asana 22. Ton 24. IDT 28. Snappy 29. Sebak 30. Oktan 31. Pasta 32. Omega 34. Megah 35. Lelet

Pemenang TTS No. 308 Ni Komang Srinadi TPA Rare Asih, Jl. Cempaka Gg. Jepun Bali 9X, Lingk. Kertasari, Karangasem 80812 Ketut Ayu Suardani Br. Dinas Kalibukbuk, Desa Kalibukbuk, Kec. Buleleng, Kab. Buleleng Ni Kadek Dwipayanti LPD Baler Bale Agung, Jl. Matahari BB Agung, Negara, Jembrana 82212 (HP:081936548999) Ni Luh Wati Jl. Kenyeri, Br./Lingk. Sima, Kel. Sumerta Kaja, Denpasar Komang Sri Artana Br. Serokadan, Susut, Bangli 80661 (081246410750) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama: Ni Nengah Astini Alamat: Jalan Tukad Banyu Poh No.45 Panjer, Kota Denpasar (HP: 0818 0550 9296)


19

Minggu Wage, 27 Agustus 2017

Sebelum Mpu Kuturan Dari Hal. 1

Dalam sebuah Prasasti Tumbu Caka 1247, juga menyebut adanya pura ini. Pura Siwa-Budha ini berdiri sebelum Mpu Kuturan datang ke Bali. Lokasinya memang sedikit tersembunyi, sedikit ke dalam, persis di sebelah timur Pura Desa di Desa Tumbu. Pemangku setempat, Jero Mangku Sudana, belum lama ini, menuturkan, setelah mendapat petunjuk dari buku peneliti Belanda itu, dia mengecek langsung tempat tersebut. Awalnya, tempat pura ini seperti semak-semak dan dikenal angker. Sehingga jarang warga berani lewat di sana. Setelah dicek ke lokasi, Jero mangku menemukan serpihan arca. Dia lantas mendapat petunjuk niskala, bahwa ada tanah liat yang terbungkus kain kasa, terkubur di areal tersebut. Jadi, dari petunjuk niskala waktu itu, muncul petunjuk lainnya, bahwa ada arca bertumpuk tiga, nengkleng, beralaskan benda seperti kasur dari tanah liat. Setelah digali tempat ini, sesuai petunjuk niskala itu, ternyata yang ditemukan adalah sebuah batu. Batu ini berdiri di atas kasur dari tanah liat itu. Tanah liat ini memang aneh, sangat kontras dengan tanah di sekitarnya, tidak mau bercampur dengan tanah lain. Batu inilah yang kemudian disucikan di pura ini, malinggih di kasur tanah liat itu, mapesengan Ida Betara Lingsir Baturaya. “Kalau saat lunga, Ida malinggih di Joli Budha,” katanya. Linggih Joli Budha ini, menurut Jero Mangku Sudana, ternyata memang sudah menjadi keinginan Ida Batara, sesuai petunjuk niskala. Saat beliau meminta itu, tiba-tiba, sudah ada yang membawakan joli itu ke Pura Baturaya. Demikian juga permintaan beliau soal tiga permata (hitam, putih, dan merah), juga ada yang membawakan langsung pamedek dari Buleleng. Dua permintaan langsung Ida Batara ini, menjadi salah satu keanehan lain, atas kebesaran Ida Batara Lingsir Baturaya. Sebab, tidak lama berselang dari permintaan itu datang, tiba-tiba sudah ada yang membawakan begitu saja. Setelah perlahan menindaklanjuti seluruh petunjuk niskala itu, tidak lama berselang, kemudian tumbuhlah pohon pule besar di areal itu tahun 2005. Dia

kembali mendapat petunjuk, kalau ada sebuah batu mustika sebesar telur angsa, di bawah pohon pule itu. Setelah digali, ternyata memang benar ada mustika tersebut. Ketika mustika itu kena sinar matahari, ada bayangan Dewi Kwan Im, terlihat jelas di mustika itu. Kadang juga terlihat gambar langit biru. Petunjuk niskala terus bermunculan. Banyak akhirnya benda-benda keramat ditemukan di areal ini, setiap dilakukan penggalian. Sementara itu, Jro Mangku Purna di Pura Pasimpenan Baturaya mengatakan, khusus untuk malukat, di sana sudah disediakan tempat malukat, lengkap dengan tempat ganti baju dan fasilitas lainnya. Informasi bahwa di pura ini ada tempat malukat dan menunjukkan mukjizatnya, terus berkembang dari mulut ke mulut umat Hindu. Sebab, banyak umat Hindu yang sudah merasakan dampak baik dari pelaksanaan malukat di Pura Baturaya. “Setiap purnama atau kajeng kliwon, dipastikan tempat malukat di sini sangat penuh,” kata Jro Mangku Purna. Motivasi umat untuk malukat di sana, beragam. Ada yang sekadar mencoba, karena mendapat info dari temannya, ada yang ingin membersihkan diri rutin secara niskala, ada pula yang melukat karena sudah mengidap menyakit tertentu dan berbagai motivasi lainnya. Salah satu pamedek, Komang Widiasih, mengaku rutin malukat di sana, karena sudah merasakan khasiat malukat di sana. Karena setelah malukat dia dan keluarganya merasa lebih tenang. Berbagai penyakit ringan yang sebelumnya mengganggu fisik juga seketika hilang. Lokasi tempat malukat di Pura Baturaya persis terletak di sisi timur pura. Ada dua pancoran tempat malukat yang sudah di desain khusus untuk memudahkan umat. Kalau tubuh pamedek-nya sudah ada masalah niskala sejak awal, maka saat malukat di sana, seketika pamedek itu kerauhan. Oleh karena itu, pamedek yang hendak malukat disarankan selalu didampingi pemangku setempat atau tokoh spritual yang sudah biasa menghadapi situasi seperti itu. “Saya sudah lama nglungsur di sini. Maturan, malukat sudah secara rutin. Saya dan keluarga sudah mempercayai dampak positifnya, khususnya saat melukat,” kata Komang Widiasih. (gik)

Ada Beras di Areal Sapta Patala

SEJARAH keberadaan Pura Pasimpenan Baturaya, di Desa Tumbu, Karangasem, hingga akhirnya terbangun kembali, memang tidak terlepas dari berbagai keanehan. Setelah berdiri kembali pun keanehan itu terus bermunculan. Salah satu yang paling menjadi buah bibir dalam beberapa tahun terakhir sampai sekarang, adalah adanya peristiwa beras yang bisa tumbuh (mentik), bak gabah yang tumbuh jadi bulih (bibit padi). Menurut penuturan pemangku setempat, Jero Mangku Wayan Purna, belum lama ini, peristiwa itu terjadi saat Juni 2013 lalu, setelah pelaksanaan ritual di Stupa Buddha. Stupa Buddha ini dibangun tiga lantai, lantai dasar (Sapta Patala), lantai tengah (tempat patung Buddha-Asta Dala) dan lantai atas. Awalnya tidak ada yang aneh saat pelaksanaan ritual di tiga lantai saat tersebut. Setelah pelaksanaan ritual di tiga lantai itu, ada sekitar 25 kilogram beras sarana ritual di lantai tiga, disebar (masambeh-sambeh) di seluruh areal pura. Terakhir yang paling banyak beras itu disebar di areal Sapta Patala. “Saat itu, areal Sapta Patala masih berlantai tanah dan belum ada kolam di sekitar patung Lingga Yoni,” kata Jero Mangku Purna. Setelah beberapa hari berselang, tibatiba juru sapuh dan pengempon pura lainnya dikagetkan dengan adanya bulir beras yang bisa mentik atau tumbuh, pascaritual masambeh-sambeh itu. Peristiwa aneh ini ditemukan pertama kali di sekitar palinggih Sapta Patala, persis di bawah palinggih Asta Dala, berupa stupa tinggi menjulang itu. Selain aneh, karena yang mentik adalah beras, keanehan lainnya karena itu terjadi di areal palinggih Lingga Yoni yang tidak mendapat sinar matahari dari luar. Palinggih Lingga Yoni setinggi sekitar tiga meter itu, berada persis di areal seluas sekitar 6 x 6 meter. Bulir beras ini tumbuh merata di seluruh areal itu, terlihat seperti bibit padi di sawah. Saat itu, tinggi tumbuhnya bulir beras itu sudah sekitar 10 cm. Dia yakin yang tumbuh itu adalah beras. Karena dia sendiri yang melakukan ritual

masambeh-sambeh dan tidak ada gabah yang terselip di sana, karena sebelum ritual, beras itu sudah dipilih terlebih dulu. Bahkan, waktu itu setelah diamati, bulir beras itu ternyata juga ada yang tumbuh di atas patung Lingga Yoni. Peristiwa ini pun sempat membuat heboh masyarakat sekitar waktu itu, untuk melihat peristiwa aneh ini. “Saya sendiri waktu itu juga tidak percaya, setelah juru juru sapuh memberi tahu saya. Tetapi setelah lihat sendiri, ternyata memang benar. Dalam logika umat, seharusnya hal itu memang tidak bisa terjadi, tetapi faktanya itu terjadi di Pura Baturaya ini. Sejak saat itu, keberadaan Pura Baturaya menjadi semakin dikenal luas,” ujar Jero Mangku Purna. Setelah peristiwa aneh itu, pengempon pura bersama pemangku sempat bingung, apakah ini bertanda baik atau sebaliknya. Mereka memutuskan sementara melarang siapa pun mengambil beras mentik itu, sebelum dilakukan ritual khusus. Saat itu, pemangku dan pengempon pura mendapat petunjuk niskala, agar pengempon langsung menggelar pakelem ke Pura Watu Klotok, Klungkung, pakelem di Pura Ulundanu Batur dan pakelem di puncak Gunung Agung. Ritual dilanjutkan ke Pura Basukian, Pura Agung Besakih, sambil membawa hasil beras mentik itu ke sana. Setelah itu, barulah sebagian beras mentik tersebut diambil dan ditanam di areal pura, untuk mengenang peristiwa tersebut. Sebagian lagi, dibiarkan begitu saja di areal Sapta Patala. Sejak peristiwa itu, hingga kini beras mentik ini terus bertumbuh, menguning, kemudian tumbuh lagi dan seterusnya, seperti siklus bertumbuhan padi pada umumnya. Agar tidak diambil sembarang orang atau dimakan ayam liar, tempat ditanamnya beras mentik tersebut sudah dipagari besi dan jaring kawat. Sudah bertahun-tahun dipelihara di sana, sampai sekarang padi ini terus tumbuh. Jero Mangku Purna berharap seluruh peristiwa aneh yang mengiringi keberadaan Pura Baturaya ini sebagai pertanda baik bagi seluruh umat. (gik)

BPM/ade

SARACEN- Direktur Indonesia New Media Watch Agus Sudibyo saat diskusi bertemakan “Saracen & Wajah Medsos Kita” bersama Eggy Sudjana, anggota DPR, Sukamta, Erik Somba dan Aribowo Sasmito di Jakarta, Sabtu (26/8) kemarin.

Sapta Gangga Dari Hal. 1

Pancoran ini dinamakan Pancoran Sapta Gangga. Sejak dibuka untuk umum pada bulan November 2016 lalu, sudah ratusan umat Hindu datang setiap rerainan melakukan ritual panglukatan. Pemangku Gede Pura Luhur Tamba Waras, Putu Wijaya, menyebutkan, umat Hindu yang datang untuk melakukan panglukatan kebanyakan datang saat rerainan atau pada hari Sabtu dan Minggu. Umat Hindu yang melakukan panglukatan biasanya menderita sakit medis maupun non-medis. Putu Wijaya menceritakan soal manfaat yang diterima pamedek yang datang melakukan panglukatan di Pura Luhur Tamba Waras. Menurutnya, ada warga asal Denpasar melakukan panglukatan. Pria tersebut akan melakukan operasi batu ginjal, namun tertunda dan dijadwalkan ulang. Sambil menunggu operasi ini, pria tersebut melakukan panglukatan di Pura Luhur Tamba Waras. “Saat malukat itu dirasakan batu ginjalnya keluar, setelah dicek ternyata ginjalnya sudah bersih,” terangnya. Untuk sakit non-medis seperti kena guna-guna atau ilmu hitam, orang yang melakukan

panglukatan akan merasakan mual saat membasuh diri pada pancoran pertama. Selain membasuh diri, masyarakat juga diharuskan meminum air pancoran yang sumbernya berada di kawasan Muncak Sari. “Saat minum air sebanyak tujuh kali biasanya akan merasa mual,” jelasnya. Saat melakukan panglukatan, dua orang pemangku akan mendampingan. Setelah melakukan panglukatan, umat akan melakukan persembahyangan di Pura Luhur Tamba Waras dengan membawa bungkak. Jika masyarakat mengalami sakit keras, bisa jadi akan muntah saat melakukan persembahyangan. Setelahnya akan diberikan bungkak yang dicampur minyak dari Pura. “Jika sakitnya keras biasanya disarankan melakukan panglukatan lebih dari sekali,” terangnya. Warga setempat pun mendapat peluang bisnis dari pura ini. Sepanjang jalan menuju pura, umat menawarkan bungkak kelapa gading dan hijau dengan harga relatif lebih murah dibandingkan membeli di kota. Umat juga bisa membeli canangsari dan pejati. Untuk malukat di pura ini tiap orang memerlukan dua bungkak kepala gading dan satu bungkak kelapa hijau. (san)

Sangat Menguntungkan Dari Hal. 1

Tokoh masyarakat Hindu, Djaya Wirata, menilai kegiatan malukat bisa menjadi bisnis besar yang sangat menguntungkan bagi masyarakat setempat. Namun, tempat pelukatan harus ditata dengan baik, tanpa harus melanggar kesucian dan tata krama di Bali. “Barangkali kalau malukat ini dikemas begitu rupa bisa saja jadi bisnis yang bisa banyak mendatangkan devisa, yang penting tidak melanggar kesucian dan tata krama di Bali,” ujar Djaya Wirata Sabtu (26/8) kemarin. Selain dikemas dengan sebaik mungkin, prosesi malukat bisa saja ditambahan dengan berbagai atraksi atau perlakuan menyesuaikan dengan tujuan malukat itu sendiri agar jadi menarik sehingga melibatkan SDM lebih banyak. “Barangkali saja bisa dikombinasikan dengan yoga dan meditasi, orang paham perihal spiritual dilibatkan untuk mengemas ini. Tidak mustahil juga akan dibutuhkan home stay, warung makan, cenderamata, dan lain-lainnya,” tandasnya.

Dengan adanya tren malukat ini, pihaknya mengatakan sudah saatnya potensi Bali ditata dan dikelola dengan semaksimal mungkin untuk memberi manfaat kepada krama Bali. “Jangan malah tergusur, ini tugas pemimpin kita, jangan terlalu pragmatis, karena keserakahan, masyarakat banyak yang dirugikan, yang penting jangan terlalu mudah menyerahkan ke kapitalis, kembangkan setiap potensi setempat sehingga sebesarbesarnya dinikmati masyarakat setempat,” sarannya. Bangsa Indonesia sudah 72 tahun merdeka, namun masih tertinggal dengan negara tetangga karena salah dalam mengembangkan dunia usahanya. Konglomerasi yang terbentuk lebih banyak karena fasilitas, kata dia, akan membuat tidak punya daya saing dan cenderung manja. “Saatnya sekarang kita kembali kepada Tri Saktinya Bung Karno, berdaulat, mandiri, dan berkepribadian. Apalagi, Pak Jokowi nampaknya sudah memulai dengan baik, kita semua harus mendukungnya,” ujar Wakil Kadin Bali Bidang Pertanian ini. (win)

Tanpa Striker Dari Hal. 1

BPM/gik

BULIR PADI - Bulir padi yang masih tumbuh sampai sekarang di areal pura. Padi ini tumbuh dari beras, bukan gabah, yang tumbuh setelah dilaksanakan ritual masambeh-sambeh.

Praktis tanpa Walian, Indonesia bermain tanpa striker. Yabes Roni yang ditugaskan untuk bermain lebih ke tengah, kerap lupa karena pemain Bali United ini memang tipikal pemain sayap murni. Banyak umpan dari sisi sayap yang mentah karena tidak ada pemain Indonesia yang berada di tengah kotak penalti lawan. Petaka datang pada menit ke-86. Bermula dari sepak pojok, Thanabalan mampu memenangkan duel udara dan menanduk bola ke pojok kiri gawang Indonesia. Skor 1-0

untuk keunggulan Malaysia. Di waktu yang tersisa, Indonesia gagal mencetak gol dan harus melupakan impian untuk meraih emas di SEA Games 2017 Malaysia. Kekecewaan terlihat jelas ketika peluit akhir dibunyikan. Hampir semua pemain Indonesia tidak mampu mmenahan air mata. Kegagalan ini menambah panjang daftar kegagalan timnas Indonesia untuk menjadi yang terbaik di ajang sepak bola Asia Tenggara tersebut. Terakhir kali Indonesia juara di tahun 1991 ketika SEA Games digelar di Filipina. (kmb33)

Diganti Bay Mokhamad Dari Hal. 1

Presiden Joko Widodo disebutnya menaruh atensi pada peningkatan kesejahteraan pegawai. Muaranya agar pegawai tidak lagi tergiur menerima suap atau melakukan korupsi. “Presiden juga sudah melihat dan mau menaikkan remunerasi ke depan. Tapi, ya, masalahnya bukan hanya soal remunerasi, tapi masalah mental kita juga. Yah, (korupsi) itu karena ingin langsung cepat kaya,” ucap Luhut. Sedangkan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, telah menunjuk Bay Mokhamad sebagai Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, mengganti-

kan Antonius Tonny Budiono. Budi mengakui pascapenangkapan Dirjen Perhubungan Laut oleh KPK, pihaknya akan melakukan evaluasi untuk pelaksanaan proyek di Kementerian Perhubungan. Meskipun, untuk proyek pengerukan Pelabuhan Tanjung Emas yang menjerat Tonny, diklaim Budi Karya tidak ada yang salah. Menurut dia, proyek pengerukan Tanjung Emas sesuai mekanisme. Uang yang diberikan dari pihak ketiga ke pejabat lama Dirjen Pehubungan Laut diduga sebagai uang terima kasih. “Dia dikasih uang terima kasih tetapi jumlahnya kakehan (kebanyakan),” seloroh dia. (ant/kmb)

Saat Hari Raya Dari Hal. 1

Dikatakan Merta, biasanya tempat-tempat wisata spiritual tersebut ramai dikunjungi wisatawan saat hari raya. Tirtha Sudamala misalnya, pada hari Banyupinaruh, kunjungannya bisa mencapai ribuan orang. Pengunjung yang datang tak hanya dari wisatawan lokal di sekitar Bangli namun juga dari luar kabupaten. Berkembangnya tempattempat wisata spiritual tersebut diakui Merta cukup berdampak positif terhadap perekonomi masyarakat sekitarnya. Banyaknya kunjungan wisatawan membuat masyarakat sekitar lokasi wisata mulai kreatif. Parkir yang sebelumnya tidak tertata kini ditata dan dikelola dengan baik sehingga menghasilkan pendapatan. Masyarakat juga membuka usaha seperti kuliner, toko aksesori dan lainnya untuk memenuhi kebutuhan wisatawan. “Kita sangat berharap askesori yang dijual masyarakat adalah yang berciri khas Bangli. Karena di Bangli sendiri cukup kaya dengan produk kerajinan,” terangnya. Dalam upaya mendukung perkembangan tempat wisata spiritual yang ada, Disparbud, kata Merta selama ini telah memberikan dukungan baik berupa pembinaan maupun bantuan peningkatan sarana dan prasarana seperti ruang pengganti dan penataan parkir. Tiga Mata Air Gianyar Sementara itu, Kabupaten Gianyar memiliki sejumlah sumber mata air yang tidak hanya difungsikan untuk malukat, tetapi juga ramai dikunjungi wisatawan. Ada tiga mata air yang kini ramai dikunjungi yakni pemandian Pura Dalem Pingit (Desa Sebatu, Tegalalang), air terjun Goa Rang Reng (Desa Bakbakan, Gianyar) dan paling terkenal Pura Tirta Empul (Tampaksiring). Penyarikan Desa Pakraman Sebatu, I Wayan Kerta, beberapa waktu lalu menjelaskan pemandian Pura Dalem Pingit yang ada di Desa Sebatu selama ini ramai dikunjungi masyarakat Bali untuk malukat. Belakangan juga mulai ramai pengunjung wisatawan domestik dan mancanegara. “ Mereka yang datang bukan saja pagi

hingga petang, namun juga ada yang datang malam hari,” katanya. Menurut Kerta, petirtaan ini belakangan ini semakin ramai dikunjungi warga, khususnya kerap membeludak pada hari libur sekolah, dan saat rerainan seperti purnama, tilem, kajang kliwon dan hari penting lainnya. Bahkan saat pengunjung membeludak hingga kekerungan tempat parkir. Selain itu, ada pula objek wisata air terjun Goa Rang Reng dikenalkan warga Banjar Gitgit, Desa Bakbakan, Gianyar kepada turis asing dan lokal. Objek yang juga kerap dipakai malukat ramai dikunjungi yang sekadar melepas penat. Menurut warga setempat, I Made Sutama (43) di Goa Rang Reng ini terdapat Pura Taman Manik Mas. Dari dalam goa mengucur sumber air yang dimanfaatkan warga untuk air minum dan tempat beji atau tempat penyucian sebelum melaksanakan upacara agama. “Hulu dari aliran ini yang menjadi objek wisata di sini,” ujar Sutama. Di dalam gua tersebut terdapat mata air yang sangat besar bernama Telaga Embeng. Dari telaga inilah mengalir air terjun yang kemiringannya bisa didaki oleh pengunjung. Air terjun itu pula yang menjadi magnet pengunjung, baik yang sekadar mandi, melepas penat hingga foto-foto. Sutama yang juga seorang guide menuturkan objek ini masih dikelola secara swadaya, tanpa ada tindak lanjut dari pemerintah. Pihak desa pun mengusahakan untuk mengembangkan wisata ini secara mandiri. “Tapi kalau pemerintah bisa membantu kan lebih baik lagi,” tegasnya. Di Goa Rang Reng itu juga terdapat Pura Taman Manik Mas. Tepat di depan pura ada aliran air dari gua yang membentuk percabangan sungai. Dua cabang sungai itu disebut sungai Cangkir Lanang (Laki-laki) dan Sungai Cangkir Wadon (Perempuan). Pertemuan air ini disebut campuhan dan masyarakat yang akan menikah biasanya melakukan pembersihan terbelih dahulu di campuhan. Karena air sungai itu dipercaya menjadi lambang penyatuan antara laki-laki dan perempuan. “Aliran kiri simbol perempuan, kanan adalah laki-laki,” tutur Sutama. (ina/nik)


balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost

Minggu Wage, 27 Agustus 2017

@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

Film ’’Enak Tho Zamanku’’ Didanai Keluarga Soeharto? Jakarta (Bali Post) Kalimat enak di zamanku tho, piye kabare, sempat menjadi begitu populer dan sangat fenomenal. Apalagi di antara kalimat tersebut, ada foto mantan Presiden Soeharto. “Ketika orang mendengar kalimat Enak Tho Zamanku, Piye Kabare, pasti pikirannya langsung tertuju pada Orde Baru. Lalu ada yang bilang, kalau film ini didanai keluarga Cendana dan lain-lain. Ya silakan saja. Karena film ini dibuat dengan konsep satir yang multi tafsir,” kata Akhlis

Suryapati selaku sutradara, baru-baru ini. Akhlis menerangkan bahwa rencana memproduksi film tersebut sudah cukup lama dan mendapat respons dari banyak pihak, termasuk produser QiDemank Sonny Pudjisasono. “Untuk persiapan memang relatif cepat demi memaksimalkan budget,” terang Akhlis yang sebelumnya pernah membuat film “Lari Dari Blora” (2007). Penafsiran berbeda atas film yang menggabungkan drama, action dan komedi ini juga muncul dari para pemain ketika

Sambut AFI 2017, Pusbang Film Gelar Lomba Kritik Film Jakarta (Bali Post) Pusat Pengembangan Film Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Pusbang Film Kemendikbud) menggelar berbagai acara, seperti lomba kritik film, features, reportase perfilman, dan opini perfilman. “Beragam lomba itu diselengarakan sebagai acara pendahuluan sekaligus memeriahkan kegiatan Apresiasi Film Indonesia (AFI) 2017 yang jatuh pada September nanti,” kata Kepala Pusbang Film Kemendikbud, Maman Wijaya. Selain itu, pihaknya juga membuat serangkaian acara BPM/pik lain yang diperuntukkan bagi Maman Wijaya masyarakat yang ingin punya minat dengan dunia perfilman Tanah Air, seperti lomba penulisan kritik film, lomba penulisan features serta reportase perfilman bagi wartawan. Di luar itu, juga digelar lomba penulisan artikel opini perfilman untuk anak sekolah. Panitia perlombaan menetapkan sejumlah syarat bagi yang ingin berpartisipasi. Khusus untuk lomba tulis, naskah peserta secara keseluruhan atau pun bagian per bagian harus merupakan karya asli peserta, bukan plagiat Naskah harus dikirim dalam bentuk soft copy serta bukti pemuatannya dikirim ke alamat email Pusbang Film Kemendikbud afi@kemdikbud.go.id dengan subjek “Lomba Kritik Film” untuk Lomba Penulisan Kritik Film, “Lomba Penulisan Features atau Reportase Perfilman” untuk Lomba Features dan Reportase Perfileman, dan “Lomba Penulisan Artikel Opini Perfilman” untuk lomba Penulisan artikel Opini Perfilman. Naskah dapat juga dikirim melalui pos ke alamat Pusat Pengembangan Perfilman, Kompleks Kemendikbud Gedung C lantai 18, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta, dengan menulis masing-masing subjek lomba di pojok kanan atas Map/amplop/dokumen. Pengirim juga harus melengkapi data serta identitas diri berupa: nama lengkap, alamat tempat tinggal, alamat e-mail, nomor telepon/HP, fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP). Pemenang Lomba akan diumumkan pada malam Puncak Anugerah AFI 2017 dan mendapat hadiah berupa uang tunai dan piagam penghargaan. Sementara naskah lomba harus sudah diterima panitia pada 15 September 2017 pukul 24.00 WIB. Nominasi dan unggulan pemenang akan diumumkan pada akhir September 2017 melalui website: www.pusbangfilm.kemdikbud.go.id. (pik)

mereka disodori skenario. “Setelah semua pemeran membaca skenario, saya tanya penilaian mereka dan ternyata mereka punya penafsiran berbeda-beda tentang film ini,” kata Ketua SENAKKI itu. Ketika ditanya kenapa lokasi syutingnya di Indramayu? Dengan tenang, Akhlis memberikan jawaban, “Film ini bisa dibuat di mana saja, tapi kami merasa lebih efektif mengambil lokasi di Indramayu.” Lebin lanjut, Akhlis menegaskan bahwa tidak ada setting waktu dan tempat. “Setiap

brolan BALE BANJAR ARIDUS SEEKOR kucing tampak kebingungan dalam sebuah lubang di sebuah ladang. Berkali-kali dia berusaha memanjat dinding lubang namun terperosok terus karena tanpa ada yang dipegang. Tiba-tiba melongok seekor anjing dari atas lubang, tapi segera berlari ke semak dekat tempat itu. Dari semak dia kembali dengan membawa ranting kering dengan mulut, yang dilempar ke dalam lubang. Sayang, kendati kucing berusaha memanjat, namun ranting itu terlalu pendek dan jauh dari permukaan lubang. Lagi-lagi anjing berlari ke semak, kemudian kembali dengan seutas tali panjang di mulut yang diulur ke dasar lubang. Setelah yakin si kucing menggigit ujung tali, anjing dengan sekuat tenaga menarik ujung yang lain. Meskipun beberapa kali tali terlepas dari gigitan anjing, namun karena hasrat keras untuk menolong sesama ciptaan Tuhan, akhirnya kucing malang tersebut berhasil menikmati kebebasan. Entah kebetulan atau memang rencana Hyang Widhi, di hari suci Pagerwesi yang masih bercita rasa proklamasi kemerdekaan, Rubag tanpa sengaja menyaksikan tayangan youtube di media sosial, ikhwal perilaku anjing dan kucing itu. Di hari suci yang ditujukan buat memperkuat kesadaran batiniah sebagai

Tedjo Edhy Purdijanto, mantan Menteri Kordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) yang hadir dalam syukuran syuting hari pertama film tersebut. Film ‘‘Enak Tho Zamanku, Piye Kabare’’ yang diproduksi Kreativa Art dan Midessa Pictures ini antara lain dibintangi Ismi Melinda, Ratu Erina, Pandji Addiemas, Eko Xamba, Soultan Saladin, Otig Pakis, Dolly Marten, Yurike Prastika, Ananda George, Reza Pahlawan, Evry Joe dan lainlain. (pik)

BPM/pik

FILM - Rencana memproduksi film ‘’Enak Tho Zamanku’’ sudah cukup lama dan mendapat respons dari banyak pihak, termasuk produser QiDemank Sonny Pudjisasono.

Antara Musik dan Pertumbuhan Ekonomi MAU tak mau, kita akui geliat pertumbuhan musik jazz di daerah semakin marak. Berbagai acara musik jazz dihelat di berbagai kota; ada Batam Jazz, Jazz Traffic di Surabaya, Ubud dan Gianyar Jazz Festival, North Sumatera Jazz Festival di Medan dan yang baru saja digebrak selama tiga hari adalah Prambanan Jazz Festival. Sebagaimana namanya, event musik terbesar ini digelar di area Candi Prambanan, Yogyakarta. Sebanyak 40 vokalis dan band serta 100 musisi jazz ((baik dari Indonesia maupun dari mancanegara) unjuk diri dari siang hingga malam hari. Secara ideal, Prambanan Jazz Festival (PJF) hadir untuk memperkenalkan kearifan budaya lokal ke pentas global. “Melalui PJF, musik dipilih sebagai bahasa universal untuk menyampaikan beragam pesan positif agar disemai serta didesiminasikian ke berbagai pihak dan tempat,” kata penggagas PJF, Anas Syahrul Alimi. Di balik itu, sebenarnya terselip pula unsur ekonomi yang tak bisa disepelekan. Data dari penyelenggaraan PJF setahun silam, dari 20 ribu tiket yang terjual, sekitar 60 persen di antaranya berasal dari para pengunjung luar Yogyakarta dan Jawa Tengah. Jujur, jumlah penonton dari luar kawasan ini tentunya menjadi potensi ekonomi yang baik buat daerah. Misalkan saja setiap pengunjung melakukan spend

Salahok dan Salawi! umat Hindu Bali, dia memang berencana menghabiskan waktunya untuk merenung atau berkontemplasi. Dia tidak ingin ngobrol dengan orang lain, tapi berdialog dengan diri sendiri! Sebab di era informasi dan komunikasi yang didominasi teknologi sibernetika, sebagian besar manusia seakan berada di dunia yang berlari kencang. Ruang diratakan dan waktu dipersempit membuat dunia seperti terlipat. Sedangkan hujan lebat wacana, gambar, simbol dan segala tanda mengguyur otak manusia yang diberi istilah phantasmagoria, sehingga tidak ada lagi waktu mencerna yang dilihat, didengar dan dirasakan. Pengetahuan hanya terserap di permukaan atau virtual, kedalaman tak terjangkau. Gaya hidup dan wacana menampilkan banyak jenis dan bentuk, namun isi tak terpahami. Inilah hiperealitas atau kenyataan semu! Berbaurnya segala informasi tanpa dicerna pemahaman yang baik dan akurat, membuat orang sulit membedakan benar dengan salah, baik dengan buruk dan jujur dengan curang atau bohong. Ini terjadi di segala lini kehidupan, karena dimungkinkan oleh apatisme dan kemunafikan mayoritas yang malas berpikir dan lebih memilih membisu. Gerombolan massa yang membisu ini pula sering dimanfaatkan para pemburu kekuasaan yang culas untuk menjungkirkan saingan politiknya, baik lewat uang maupun bujukan. Lucunya, meski tidak paham salah-benar, jujur-curang, agamais-sekuler, politis-nonpolitis, namun dalam setiap aksi tanpa pikir panjang mereka meneriakkan yel-yel yang didoktrin para demagog, kendati tidak mengerti benar makna istilahnya. Kegaduhan sekarang sering dan cepat ter-

pemeran berdialog dengan dialeknya masing-masing tanpa dibuat-buat,” tegas Akhlis lagi begitu sangat bersemangat. Dalam film yang akan digarapnya itu, ditambahkan mantan wartawan harian sore itu berupaya memberi nilai pendidikan. Sebuah film yang akan menggugah penonton untuk mencintai Tanah Air, nasionalisme, dan kebangsaan. “Tentu tidak mudah membuat film bernilai pendidikan. Perlu strategi untuk membuat film tanpa disadari penonton dan tetap menghibur,” kata

jadi, karena segala isu negatif dan bohong buat menjatuhkan lawan diviralkan di dunia maya. Sebab, hampir semua pemegang handphone android yang jumlahnya lebih dari setengah penduduk Indonesia punya akun di facebook, tweeter, dan instagram. Merujuk ungkapan Descartes, pemilik gawai pun punya semboyan, ‘’Karena handphone, aku ada!’’ Makanya, tiada hari terlewatkan tanpa internet. Virtualisme atau budaya permukaan juga meruyak ke dunia internet, di mana banyak kata dan kalimat ditulis tanpa dipahami maknanya. Ini melahirkan komunikasi tanpa empati yang dibanjiri umpatan, makian, pelecehan, penghinaan dan fitnah. Pihak-pihak yang ingin memancing di kekeruhan, terutama pemabuk kekuasaan, memanfaatkan para hoaxers yang memiliki laman yang khusus memfabrikasi fitnah, berita bohong dan buli. Syukur pihak kepolisian sudah memiliki piranti canggih di bidang IT, juga aparat yang kian piawai mengoperasikan alat-alat komunikasi itu, sehingga pemalsuan akun dan identitas serta alamat hoaxer cepat terungkap. Bila dalam kekisruhan nyata di politik, Ruhut Sitompul sering berujar ‘’Mulutmu adalah harimaumu’’, maka kini di dunia internet ada ungkapan, ‘’jari-jemarimu adalah jeruji besimu’’. Beberapa hari terakhir ini, banyak pemitnah dan pembenci petinggi negara berhasil ditangkap beserta alat buktinya. Dengan demikian, kekhawatiran akan kalahnya negara dan hancurnya persatuan dan kesatuan bangsa akibat serangan laskar cyber kaum intoleran anti-NKRI, bagi Rubag, perlu dienyahkan asalkan pemerintah dan warganet yang cinta NKRI bersatu padu.

money mencapai Rp 10 juta, maka selama tiga hari penyelenggaraan festival akan ada perputaran uang hingga Rp 120 miliar di wilayah Yogyakarta maupun Jawa Tengah dan sekitarnya. “Aksi spend money ini bisa dilakukan melalui hunian kamar hotel, belanja merchandise, tiket pertunjukan hingga kuliner lokal,” papar Anas yang juga akan menghelat konser Dream Theater, God Bless, Power Metal dan Kelompok Penerbang Roket dalam acara ‘Jogjarockarta’ di Candi Prambanan, 29 September 2017 dan Lala Land di Jakarta, Oktober 2017. CEO Rajawali Indonesia ini mengungkapkan, semen-

tara asumsi Rp 120 miliar tersebut berasal dari estimasi 60 persen pengunjung yaitu sekitar 12 ribu orang. Di sisi lain, gelaran PJF juga menjadi upaya kreatif

Manusia pun tidak boleh kalah dari ciptaannya, seperti sinyalemen McIver, yang mengatakan manusia dibelit oleh rajutannya yang disebut kebudayaan. Hollywood boleh bikin film berjudul ‘’I Robot’’ dan ‘’Automata’’, yang mengisahkan robot-robot ciptaan manusia sempat nyaris menguasai penciptanya. Namun setelah dianalisis penyebabnya, seperti dalam Automata, ciptaan kembali tunduk pada penciptanya. Sebelum merdeka, memang para politisi yang memperjuangkan kemerdekaan, namun setelah merdeka politisi harus tunduk pada negara dan berada di bawahnya, apa pun jabatannya. Bung Karno saja, yang gigih memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan menjadi proklamator kemerdekaan, konon masih berstatus tahanan politik saat wafat 21 Juni 1970. Jadi, kedengaran aneh bila ada politisi yang setelah pensiun dari jabatan politik tetap ngotot ingin berkuasa, meski tidak ada yang percaya lagi namun tak henti-henti melontarkan isu negatif terhadap pemerintah. Bahkan ditengarai guna menyalurkan libidinal kekuasaan, ikut merekayasa demo berjilidjilid berbasis politik identitas. Kebohongan dan keculasannya ditutupi para hoaxers bayaran yang sekarang sedang diinterogasi pihak kepolisian. Kini ada ancaman lagi, bahwa bila pemerintah tidak merespons tindak penipuan sebuah biro perjalanan terhadap puluhan ribu orang yang gagal berangkat ke Tanah Suci, mereka akan melakukan aksi nasional. Sebab, penipuan tersebut dikelaskan dengan bencana nasional dan diviralkan di internet. Rubag pernah berpikir, apa pun kesalahan dan betapa pun kecilnya masalah, selalu dilemparkan ke pemerintah, terutama Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Nasib serupa juga sempat

dialami Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebelum masuk penjara. Semua salah Ahok atau Salahok dan kini semua salah Jokowi atau Salawi! Namun rupanya Jokowi bukan tipe orang reaktif atau cepat bereaksi setiap terimbas masalah. Presiden planga-plongo yang pernah distigmakan para pembencinya, menunjukkan hasil terbalik. Para pembenci banyak yang terjungkal sendiri tertimpa masalah, sebelum Jokowi berkoar untuk bereaksi. Banyak kritik dibalasnya dengan melakukan aktivitas dan kerja seturut tugasnya sebagai presiden. Hemat bicara membuatnya selamat dari terpeleset lidah yang gampang dipelintir lawan-lawan politiknya. Sedikit ngomong membuat dia semakin dicintai rakyat, sehingga sebuah kelompok pemberontak di Papua turun gunung dan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Planga-plongo dijawabnya dengan naik trail di jalan berkapur di mana orang yang mengaku lincah dan gesit belum tentu berani melakukannya. Menterinya yang perempuan dan berijazah SMP pun piawai mengendarai trail dan mengemudikan pesawat terbang. Pemimpin yang baik, menurut Rubag, pemimpin yang tidak memprovokasi rakyat guna membela dirinya ketika dikritisi dan diserang para musuh politiknya. Dibiarkan rakyat untuk menilai sendiri. Bila semua elite mau ngirit bicara dan lebih banyak bekerja melakukan apa yang perlu dilakukan, gemah ripah loh jinawi tata titi tentrem kerta raharja akan segera terwujud. Anjing dan kucing di youtube itu bisa dijadikan panutan, meskipun bahasa, ras, spesies dan habitat mereka berbeda. Asal dididik dengan kasih sayang, anjing tidak selalu bermusuhan dengan kucing. Manusia perlu belajar pada mereka. Jangan terus ngoceh Salahok dan Salawi saja! (aridus)

dalam menjual produk destinasi yang ada di Yogyakarta dan sekitarnya. Inilah kekuatan PJF yang tidak dimiliki oleh daerah lain dan festival sejenis lainnya. Kekuatan local culture dan local wisdom yang berpadu dengan pop and jazz culture menjadi kiat dan strategi PJF setiap kali digelar. Walau Anas mengakui penyelenggaraan musikus dan artis asing ikut mendongkrak penjualan tikett PJF, toh harus diapresiasi bahwa dia pun tetap mengedepankan dan memprioritaskan artis lokal. KLA Project dan duet

Raisa dan Isyana Sarasvati unjuk diri di panggung spesial/Indihome Stage. “Saya ingin menyetarakan musisi lokal dengan musisi asing. Betapa bangganya Sarah Brightman dari Amerika yang menyanyi diiringi 60 musisi dari Yogyakarta. Sarah juga menyatakan kekagumannya di Twitter, bahwa untuk pertama kalinya tarik suara di area Candi Prambanan. Mahakarya Candi Hindu ini tetap kokoh berdiri tegak menjadi latar belakang pergelaran PJF,” demikian Anas mengakhiri bincang-bincang dengan penulis. (pik)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 27 Agustus 2017 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu