Skip to main content

Edisi Minggu 27 Mei 2018 | balipost.com

Page 1

12 HALAMAN

NOMOR 266 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

Minggu PAING, 27 mei 2018

Pengemban Pengamal Pancasila

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 ,233801Faksimile: 227418

BPM/ eka

TEKEN PRASASTI - Menkominfo RI Rudiantara dan Menkop UKM A.A. Gede Ngurah Puspayoga didampingi Satria Naradha meneken prasasti di puncak HUT ke-16 Bali TV, Sabtu (26/5) malam.

Dua Menteri Hadiri HUT Ke-16 Bali TV

Serahkan Penghargaan bagi 20 Wirausaha Muda Bali Denpasar (Bali Post) -

Bali TV yang merupakan televisi lokal di Bali yang komit akan nilainilai lokal budaya Bali dan teguh mewarnai ragam budaya Nusantara, merayakan HUT ke-16 di Panggung Terbuka Ardha Candra Art Center, Denpasar, Sabtu (26/5) malam kemarin. Selain menyuguhkan berbagai hiburan menarik, HUT kali ini sangat istimewa karena dihadiri dua menteri yakni Menkominfo RI Rudiantara dan Menkop dan UKM A.A. Gede Ngurah Puspayoga. Dua menteri ini banyak menebar senyum kepada ribuan masyarakat Bali yang hadir pada malam yang bertemakan ‘’Warna Warni Matahari Bali untuk Nusantara’’ itu. Keduanya menandatangani prasasti HUT ke-16 Bali TV yang bertuliskan ‘’Dirgahayu Bali TV yang ke-16 Sejak Tahun 2002 Menjadi Matahari dari Bali untuk Nusantara’’. Selain itu, Menkop dan UKM A.A. Gede Ngurah Puspayoga yang didampingi Deputi Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM RI, Deputi Pembiayaan Kemenkop dan UKM, Kadis Koperasi Provinsi Bali dan Direktur Utama Bali TV Satria Naradha juga menyerahkan piagam

penghargaan kepada 20 wirausaha muda yang berhasil memenangkan Program Gerakan Mahasiswa Pengusaha yang merupakan program dari Menkop dan UKM RI. Penyerahan penghargaan berupa dana pembinaan kepada wirausaha pemula ini dihadiri oleh empat pimpinan perguruan tinggi di Bali yakni Universitas Warmadewa (Unwar), ISI Denpasar, Universitas Mahasaraswati, dan Universitas Dwijendra. Program Gerakan Mahasiswa Pemuda ini melibatkan 59 universitas dari sembilan provinsi yang ada di Indonesia. Sebanyak 1.400 wirausaha muda mengikuti

Program Gerakan Mahasiswa Pemuda ini. Program Menkop dan UKM RI ini telah disepakati melalui penandatangaan MoU yang dilakukan antara sembilan universitas dengan Menkop dan UKM RI di Gedung Pers K. Nadha, Denpasar pada 16 Maret 2018 lalu. Kedua puluh wirausaha muda yang memperoleh penghargaan tersebut di antaranya I Gede Yuda Pramada dari ISI Denpasar dengan nama usaha Mesari Collection, Gede Yoga Mudana Putra dari ISI Denpasar dengan nama usaha Yomudek Collection, Cok Istri Ari Santhi Widhyani dari ISI Denpasar dengan nama usaha Sweet Corn Dog, Valeriana Dafrosa dari ISI Denpasar dengan nama usaha NTT Fashion Style, I Gede Mudita dari Universitas Dwijendra dengan nama usaha Nyuh Gading Paras Ukir, Ni Made Mita Septiani dari Universitas Dwijendra dengan nama usaha Ranu Store, Ida Ayu Manuaba Sudiadnyani dari Universitas Mahasaraswati dengan nama usaha UD Sugianjani, Dewa Nyoman Merta Yasa dari Universitas Mahasaraswati dengan nama usaha Manila

Tirta Collection, Putri Tanzia Vilyatul Mafida dari Universitas Mahasaraswati dengan nama usaha Putta’s Laundry, I Dewa Ayu Ari Arsari dari Universitas Mahasaraswati dengan nama usaha Kiyomi, I Gede Yogi Adnyana Puspita Riana dari Unwar dengan nama usaha Lukisan, Patung Kayu Khas Bali, I Gede Hendra Mahendra dari Unwar dengan nama usaha De Desain, Ni Putu Ayu Armita Devi dari Unwar dengan nama usaha Disney’s Snack, AAA Ngurah Sumitha Ghanjali dari Unwar dengan nama usaha Arakasta Florist, I Kadek Cahya Aditama dari Unwar dengan nama usaha Cadesign, Ni Putu Silvia Arisusanti dari Unwar dengan nama usaha Ganesha Att & Picture Art, I Made Arthya Parwangsa dari Unwar dengan nama usaha CV Griya Laras Abadi, Putu Ayu Serly Wulandari dari Unwar dengan nama usaha Bintang Salon, Putu Handara Widya Pratama dari Telkom University dengan nama usaha Deb Print Online, dan I Wayan Prasada Baraditya dari Universitas Udayana (Unud) dengan nama usaha Hell Pork Bali.

Pada kesempatan yang penuh warna tersebut, Menkominfo RI Rudiantara mengucapkan selamat ulang tahun ke16 Bali TV. Rudiantara mengatakan 16 tahun bagaikan usia remaja yang sedang berbunga, sehingga di usianya 16 tahun Bali TV sedang mekar. Terlebih, Bali TV mempunyai keunikan yang terus berkomitmen mengawal, menjaga seni dan budaya Bali. Hal ini perlu dikembangkan terus. Apalagi, di era globalisasi yang terbuka seperti saat ini, menjaga kebudayaan menjadi keharusan. Saat ini, dikatakannya, internet berkembang dengan cepat. Bahkan, pengguna internet di Indonesia mencapai 143 juta pengguna, sehingga berita dengan mudah dikonsumsi oleh publik melalui ponsel. Padahal, tidak semua berita yang didapatkan di media sosial (medos) itu benar. Oleh karena itu, pihaknya berharap Bali TV harus bisa menjadi siaran terdepan di dalam memberitakan, tidak hanya melaui siaran TV tetapi juga bisa melalui ponsel. Hal.11 Informasi Akurat

Mantra-Kerta Kuasai Tema Peningkatan Koster-Ace Kuasai Panggung Pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat Evaluasi Trans Sarbagita, Siapkan Jalan Tol hingga Kereta Api

BPM/ist

DEBAT - Paslon Mantra-Kerta tampil di debat terbuka II, Sabtu (26/5) malam. DEBAT terbuka kedua Pilgub Bali 2017 yang diselenggarakan oleh KPUD Bali digelar di Sanur, Bali, Sabtu (26/5) malam, sangat menguntungkan pasangan calon Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-I I Ketut Sudikerta (MantraKerta). Tema yang sangat fundamental bagi masyarakat ini hampir semua dikuasai oleh Mantra-Kerta. Penguasaan materi ini sangat beralasan karena

urusan pelayanan publik sudah dilakukan baik oleh Rai Mantra karena sudah menjalankannya sebagai Wali Kota Denpasar dan Sudikerta pernah menjadi Wakil Bupati Badung dan Wakil Gubernur Bali. Menurut Rai Mantra, untuk transportasi misalnya, Denpasar sudah memiliki moda transportasi yang cukup representatif. Bahkan, Rai Mantra mengoreksi data yang disam-

paikan paslon Koster-Ace soal panjang ruas jalan di Kota Denpasar. Sementara Sudikerta menjelaskan soal moda transportasi Sarbagita yang saat ini sudah berjalan yang menghubungkan Denpasar-Badung-Gianyar-Tabanan. ‘’Kami meminta kepada masyarakat untuk menggunakan Trans Sarbagita untuk mengurangi kemacetan,’’ ujar Sudikerta. Sementara itu, I Wayan Koster menjelaskan soal kereta api keliling Bali, shortcut Bali selatan dan utara, pembangunan bandara di Buleleng. Padahal, semua proyek raksasa itu sudah ada studi kelayakan yang dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Untuk peningkatan kesejahteraan rakyat, Rai Mantra menjelaskan soal implementasi program Nawacandra. Angka pengangguran di Bali akan dikurangi, angka kemiskinan juga akan dikurangi. Untuk itu, Mantra-Kerta menargetkan mampu menekan angka kemiskinan secara siginifikan yakni di bawah 3 persen pada tahun 2023. Hal. 11 Tingkatkan IPM

DEBAT putaran kedua kandidat Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali 2018 digelar di Sanur, Sabtu (26/5) kemarin. Pada debat yang dimoderatori Ariyo Ardi itu masing-masing kandidat memaparkan visi, misi dan program kerjanya dengan tema pendidikan dan ketenagakerjaan, kesehatan dan kependudukan serta transportasi. Koster-Ace memaparkan sejumlah program pro-rakyat yang sangat realistis. Pada debat kali ini, pasangan Koster-Ace tampak di atas angin dengan pemaparan yang jelas, mulai dari permasalahan yang ada saat ini hingga pemecahan berupa solusi berupa kebijakan dan program. Dalam bidang transportasi, kemacetan lalu lintas terutama yang terjadi di Kota Denpasar harus segera dicarikan pemecahannya. Hal. 11 Pendekatan Budaya

BPM/ist

SERIUS - Paslon Koster-Ace tampak serius memaparkan program di debat terbuka II, Sabtu (26/5) malam.


2

Daerah

Minggu Paing, 27 Mei 2018

FIGUR

Diancam 5 Tahun Penjara FAKULTAS Hukum (FH) Unmas Denpasar memiliki dosen muda yang banyak artikelnya dirilis di internet. Ni Luh Yogi Anthani, S.H., M.H., Rabu (23/5) lalu menjadi narasumber di kuliah umum soal ‘’Peran Media Penyiaran dalam Memberikan Edukasi Publik terhadap Tantangan Perkembangan Informasi di Era Digitalisasi’’. Di era globalisasi ini, katanya, kita harus berhati-hati bicara karena jika salah berpendapat dan dimuat di medsos dipastikan terseret ke ranah hukum. Menurutnya, saat ini tantangan media penyiaran kita adalah sering menampilkan unsur kekerasan, tontonan yang vulgar dan berbahaya bagi anak. Bahkan sinetron kita

tak mendidik. Masih banyak tontonan fornografi sehinga banyak anak kecil yang meniru goyang erotis dangdut dan joged porno.

Belum soal hoax dan provokasi. Bahkan data dari Kominfo yang dikutip Ketua Dewan Pembina Komnas Perlindungan Anak, Kak Seto, menyebutkan hanya 0,7 persen tayangan televisi yang mendidik. Pada UU No. 32 Taun 2002 Soal Penyiaran pasal 36 sudah ditegaskan siaran harus mengandung unsur mendidik, menghibur dan pembentukan intelektualitas, menjaga persatuan dan nilai agama serta budaya. Jika dilanggar pasal 57 di atas dikenakan denda Rp 1 miliar dan hukuman 5 tahun penjara bagi radio dan Rp 10 miliar bagi televisi. ‘’Jadi bukan enam bulan ancamannya, melainkan 5 tahun,’’ tegasnya, Sabtu (26/5) kemarin. (sue)

Disdik Diharapkan Terapkan Zona Wilayah Tabanan (Bali Post) Dewan Pendidikan Tabanan akhirnya angkat bicara mengenai persiapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2018/2019. Pihaknya menyarankan agar aturan zonasi wilayah diterapkan, sehingga siswa mengetahui wilayah mana sekolahnya. Selain itu, rencana pembangunan gedung baru karena minimnya jumlah SMP negeri juga disetujui, karena hal tersebut merupakan hal yang dapat mengurai jumlah siswa yang terancam tidak mendapat sekolah negeri. ‘’Kami tetap mengikuti aturan yang ada. Yang jelas kita ada saran zonasi wilayah, karena menurut tafsiran kami, zonasi wilayah itu perlu diterapkan. Artinya siswa mengetahui di mana lingkaran sekolah yang seharusnya dituju,’’ saran Ketua De-

wan Pendidikan Tabanan I Wayan Madra Suartana. Menurut Madra, jika dibiarkan memilih sekolah yang diinginkan siswa, ditakutkan akan menjadi acuan untuk tahun ajaran selanjutnya atau siswa akan mengejar sekolah yang diinginkan. ‘’Jangan sampai itu terjadi lagi (tahun lalu), selain itu aturannya harus jelas,’’ katanya. Dia mengakui bahwa Dewa n Pendidikan sempat ada usulan untuk mengarahkan siswa untuk sekolah ke swasta, namun sekolah swasta juga belum bisa menerima banyak siswa. Di sisi lain, hal itu juga nantinya bisa menghidupkan sekolah swasta yang ada di Tabanan. ‘’Kami juga mengharapkan agar sekolah swasta hidup lagi, karena sesuai aturan tidak disebutkan pemerintah hanya meme-

lihara sekolah negeri saja. Selain itu semuanya (fasilitas dan kurikulum) juga sama, dan itu pun dengan catatan sekolah swasta juga berbenah sehingga siswa berminat untuk sekolah di sana,’’ terangnya. Selain itu, katanya, juga mendukung adanya pendirian sekolah baru. Karena hal ini nantinya akan mampu menampung seluruh siswa yang terancam tidak mendapat sekolah di negeri. Sehingga realisasinya harus segera dilaksanakan. ‘’Solusinya di dua kecamatan ini didirikan sekolah, karena krodit dari dulu. Jika sudah ada sekolah jumlah siswa kan bisa terurai,’’ imbuhnya. Dia menegaskan akan siap mengawal jalannya proses PPDB tahun ajaran baru mendatang hingga tuntas. ‘’Kami siap mengawal hingga tuntas,’’ janjinya. (kmb28)

ForBALI Kembali Gelar Aksi Turun ke Jalan

Sikap Gubernur dan DPRD Bali Masih Ditunggu

Denpasar (Bali Post) -

ForBALI sampai saat ini masih menunggu Gubernur dan DPRD Bali untuk bersikap secara kelembagaan menolak rencana reklamasi Teluk Benoa. Termasuk bersurat ke Presiden agar membatalkan Perpres No.51 Tahun 2014. Tahun 2018 ini merupakan tahun penentuan, karena perpanjangan masa berlaku izin lokasi akan habis pada 25 Agustus mendatang. Jika izin lingkungan tidak dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan hingga batas akhir itu, maka izin lokasi yang dimiliki PT TWBI dipastikan gugur dan tidak dapat diperpanjang kembali. ‘’Ketika semua partai sekarang lewat pilgub ini sudah menyatakan menolak reklamasi, seharusnya kan fraksi-fraksi kepanjangan tangan partai di DPRD bersikap yang sama. Ini justru untuk menguji keseriusan partai menolak reklamasi atau hanya seba-

tas menaikkan elektabilitas calon dari partai itu saja,’’ ujar Koordinator ForBALI I Wayan ‘’Gendo’’ Suardana di sela-sela aksi turun ke jalan yang kembali digelar ForBALI di depan Kantor Gubernur Bali, Sabtu (26/5) kemarin. Menurut Gendo, DPRD

Bali dan juga Gubernur harus membuat keputusan politik dan bukan hanya menyampaikan penolakan masyarakat ke pemerintah pusat. DPRD Bali mestinya mengeluarkan keputusan itu melalui sidang paripurna untuk selanjutnya disampaikan kepada Presiden. Kalau tidak maka segala

bentuk pernyataan menolak reklamasi Teluk Benoa yang keluar dari partai, termasuk pakta integritasnya, akan diragukan masyarakat. ‘’Pakta integritas kan tidak mengikat secara politik, dia tanggung jawab moral. Tapi kalau keputusan politik, dia mengikat secara moral dan politik. Aksi ini untuk memastikan agar pemerintah pusat itu tahu bahwa kita terus bergerak. Kita akan fokus dulu dengan izin lokasi, walaupun tetap kita mendesak juga agar Perpres No.51 Tahun 2014 dibatalkan,’’ tegasnya. (kmb32)

Dauh Wijana Raih Doktor Terbaik

POLITISI Partai Golkar I Made Dauh Wijana akhirnya secara resmi menyandang gelar doktor pascamenuntaskan studi S-3 di Universitas Udayana. Dan penyematan itu langsung diberikan Rektor Unud Prof. Raka Sudewi, Sabtu (26/5) kemarin. Dr. Ir. I Made Dauh Wijana, M.M. menjadi lulusan terbaik di program studinya dengan IPK 38,3. Yang men-

gantarkan dia meraih IPK tinggi adalah karena dia menguasai ilmu ekonomi yang sekaligus sebagai praktisi langsung. ‘’Saya kebetulan menekuni bidang ekomomi manajemen khususnya manajemen keuangan,’’ tandas Dauh Wijana. Dikatakan, untuk meraih gelar doktor, disertasi yang diangkat adalah menyangkut tentang persoalan

properti di Bali. Alasannya karena fenomena akhir-akhir ini usaha properti cenderung menurun kinerjanya. ‘’Itu yang menyebabkan saya tertarik meneliti tentang properti, khususnya yang ada di Kota Denpasar. Karena properti sebagian besar ada di Kota Denpasar. Judul disertasi yang diangkat adalah ‘Peran Keputusan Investasi dalam Memediasi

Orientasi Kewirausahaan dan Budaya Organisasi dengan Kinerja Perusahaan’. Jadi studinya pada properti di Kota Denpasar. Kenapa disertasi itu yang ambil? Dia beralasan karena melihat apakah ada faktor budaya yang menjadi driver daripada seseorang untuk melakukan suatu investasi, sehingga akan memacu kinerja perusahaan itu. ‘’Hasil

penelitian menunjukkan budaya manyamabraya mampu men-driver daripada seseorang untuk melakukan investasi dan akhirnya mampu meningkatkan kinerja perusahaan,’’ sebut Dauh Wijana. Oleh karena itu budaya lokal manyamabraya itu mesti dilestarikakan. (asa) Made Dauh Wijana

ABRASI DI PESISIR BALI Di Jembrana

Lenyapkan Kampung Nelayan hingga Kampung Kuliner jalan putus. Beberapa warga termasuk usaha kuliner yang sudah bertahun-tahun menetap di sana, kini harus menyingkir. Data yang dihimpun di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Jembrana, beberapa waktu lalu sedikitnya ada puluhan titik pantai yang terdampak abrasi. Posisi geografis Kabupaten Jembrana yang berbatasan langsung dengan laut selatan berdampak pada masyarakat pesisir yang sebagian besar warga miskin. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, daratan di wilayah pesisir Jembrana terus menyusut. Dampak gelombang air laut semakin menjadi pada tahun 2010, setelah satu permukiman nelayan di Dusun Munduk Asem, Desa Cupel lenyap,

berlanjut ke wilayah barat, Desa Candikusuma, Melaya. Di desa yang dikenal menjadi dermaga zaman penjajahan Belanda ini, belasan rumah dan tempat ibadah nyaris hilang. Beberapa warga yang terkena dampak diberikan relokasi tanah yang lebih aman oleh pemerintah daerah. Sejak peristiwa Munduk Asem itu, bantuan pemerintah berupa senderan pantai turun dari pemerintah pusat. Namun kehendak alam lain, ketika salah satu titik terbendung, di pantai lain yang segaris mengalami abrasi yang lebih parah. Ironisnya, titik-titik pantai yang rawan abrasi itu berada di permukiman warga. Dari data yang dihimpun Bali Post, di Cupel sejak abrasi melanda wilayah itu

tahun 2001, sudah 68 KK yang dipindahkan dari pinggir pantai. Saat itu puluhan warga Dusun Munduk Asem itu harus mengungsi massal. Warga yang mengungsi itu kini juga telah bertahuntahun menempati lahan relokasi bantuan pemerintah di Banjar Kembang, Desa Cupel. Warga yang sebagian besar nelayan ini menempati rumah bantuan dari Kementerian Perumahan Rakyat tahun 2008. Sedangkan tanah, pembelian dan penyertifikatan merupakan bantuan dari pemkab. Kondisi hampir sama terjadi di Candikusuma, yang kini telah tertangani dengan revertment pantai menggunakan batu amor. Kini hal serupa nyaris dialami belasan warga di Lingkungan Jineng Agung, Kelurahan

Gilimanuk dan Pebuahan, Banyubiru. Teranyar, kini kondisinya semakin parah, terutama di kampung kuliner pesisir Pebuahan. Kondisi serupa juga terjadi di Lingkungan Jineng Agung. Lingkungan tertua di Kelurahan Gilimanuk itu kini porak-poranda. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Permukiman Jembrana I Wayan Darwin mengatakan, dari sekitar 30 kilometer panjang pantai yang kritis abrasi, tersebar di 22 titik. Sejumlah upaya telah dilakukan seperti dengan membuat senderan pantai dari pemerintah pusat, tetapi memang belum semua tersentuh karena bertahap. Semua titik yang rawan itu telah ditindaklanjuti dengan mengajukan proposal penanganan ke pemerintah pusat. (olo)

Penanganan Belum Maksimal

Perbekel Negari I Gusti Agung Ngurah Agung membenarkan hal tersebut. Pihaknya sudah sering mengusulkan ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida supaya segera ada penanganan. Namun yang terealisasi baru beberapa meter. ‘’Masih ada yang belum tertangani. Memang lahan sudah banyak tergerus,’’ jelasnya. Ditambahkan, penanga-

nan Sungai Bubuh juga sangat perlu dilakukan. Usulannya sudah disampaikan ke pemkab, namun belum mendapatkan tindak lanjut. ‘’Maunya supaya aliran sungai langsung ke laut. Tidak lagi berbelok ke barat,’’ imbuhnya. Kabid Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman Klungkung I

Made Jati Laksana mengatakan panjang pantai di Klungkug daratan mencapai 12,59 kilometer. Dari itu, 8,14 kilometer rawan abrasi. Pantai Tegal Besar termasuk di dalamnya. ‘’Untuk Tegal Besar, pada 2017 telah mendapat penanganan dengan total panjang 520 meter. Itu berupa revertment, pembangunan jetty muara dan pemasangan batu kali,’’ bebernya. (sos)

BPM/olo

PUTUS – Jalan yang putus di Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru. Setelah melenyapkan kampung nelayan di Munduk Asem tahun 2000-an lalu, kini abrasi ikut melenyapkan kampung kuliner pesisir di Pebuahan.

PESISIR Kabupaten Klungkung, baik daratan maupun Kepulauan Nusa Penida, masih dirongrong abrasi. Di tengah hal tersebut penanganan dari pemerintah belum berjalan maksimal. Anggaran yang

terbatas diklaim menjadi alasan. Khusus di wilayah daratan, fenomena alam itu melanda Pantai Tegal Besar, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan. Seorang warga, Wayan Tegal, menuturkan abrasi di pantai tersebut

DARI total 76 kilometer panjang pesisir pantai di Kabupaten Jembrana, belasan kilometer di antaranya terkena abrasi pantai. Daratan yang sebelumnya menjorok ke laut di antaranya telah lenyap tergerus alam. Selain tanah yang lenyap, banyak permukiman warga juga hilang selama kurun waktu 15 tahun terakhir. Berawal dari satu kampung nelayan di Dusun Munduk Asem, Desa Cupel yang lenyap sekitar tahun 2000-an lalu. Kini bencana abrasi berlanjut ke lokasi lain, seperti di Desa Candikusuma dan Pebuahan, Desa Banyubiru. Puluhan bangunan yang dulunya merupakan rumah dan warung kuliner sea food kini lenyap. Bahkan untuk menuju kawasan itu saat ini tak bisa lagi, lantaran

dari tahun ke tahun semakin parah. Lahan warga yang sebelumnya jauh dari pantai, kini sudah banyak tergerus. ‘’Ya semakin parah. Ada sampai puluhan meter tergerus dari pantai yang dulu,’’ ujarnya, belum lama ini. Gerusan tersebut, sam-

bungnya, tak hanya disebabkan hantaman ombak yang cukup kuat. Namun juga diperparah oleh air Sungai Bubuh yang alirannya tak langsung menuju laut, tetapi malah berbelok ke barat. ‘’Air sungai ini yang juga menggerus pantai,’ sebutnya.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 0215357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/ SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Minggu Paing, 27 Mei 2018

SMK Pariwisata Harapan Denpasar

Juara III LKS Nasional, Kirim Siswa ke Jepang dan Australia SMK Pariwisata Harapan Denpasar membuktikan diri sebagai SMK berbasis bahasa asing. Lulusannya disiapkan go international. Sekolah di kawasan Jalan Raya Sesetan ini tiap tahun langganan juara LKS tingkat nasional UPW (Usaha Perjalanan Wisata). Tahun ini siswanya meraih juara III LKS Nasional 2018 bidang UPW di Lombok, belum lama ini. Prestasi itu diukir oleh Veren Caroline (XII UPW-1), sedangkan tahun lalu juara II LKS Nasional di UPW juga. UPW ini meliputi kompetensi guiding, ticketing dan tour planning. Bahkan siswa sekolah ini selalu juara LKS untuk bidang bahasa Jepang di Bali dan nasional. Tidak itu saja, SMK Pariwisata Harapan ini tiap tahun menggelar program pertukaran siswa dan guru. Kepala SMK Pariwisata Harapan Denpasar I Gusti Made Artika, S.Pd., M.Pd., Sabtu (26/5) kemarin mengungkapkan, setelah dengan Australia tahun ini siswa dan gurunya akan dikirim ke Jepang. Dipilihnya SMK Pariwisata Harapan oleh agen dari Jepang the World INC 2017, karena dinilai memiliki kemampuan bahasa Inggris dan Jepang terbaik di Bali. Selanjutnya dicarikan sister school dengan Kwansei Gakuin High School di Osaka, Jepang. Menurut I Gusti Made Artika, tim Kwansei Gakuin High School sudah melihat fasilitas SMK Pariwisata Harapan. Pada 11 Juni nanti 10 siswa dan

JEPANG - Kepala SMK Pariwsata Harapan I Gusti Made Artika bersama siswa dan guru yang dikirim ke Jepang. dua guru didampingi Kasek Artika akan menjalani program pertukaran siswa ke Jepang selama seminggu, sekaligus menandatangani MoU dengan Kwansei Gakuin High School. Program ini, kata Artika, menyangkut skype class. Program kelas jauh ini antar siswa sudah dimulai tiap minggu. Saat di Jepang program ini diperkuat dengan pertemuan langsung tentang empat topik yakni pendidikan, sampah, pariwisata dan limbah makanan. Yunita Wawondatu, S.S. dari Hubungan Internasional Yayasan Perguruan Kristen Harapan menambahkan, semua masalah yang dibahas disesuaikan dengan kondisi di SMK Pariwisata Harapan kemudian di Jepang dicarikan pemecahan masalahnya. Selain itu, siswanya juga mementaskan tari dan lagu Bali, karena juga membawa misi diplomastis

hubungan RIO-Jepang. Sedangkan siswa Jepang akan ke Bali pada 23 Agustus mendatang. Artika mengatakan, target jangka pendek dari kerja sama ini di antaranya menjalin hubungan internasional antar siswa, guru dan sekolah. Juga meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan Jepang siswa. Perlunya keberlangsungan pertukaran budaya RI-Jepang. Selain itu, melatih siswa berpikir kritis untuk memecahkan empat masalah tersebut serta terjadinya peningkatan nilainilai sosial siswa kedua negara, yakni menjadi pionir peduli lingkungan soal sampah dan anak miskin. Target jangka panjangnya yakni saling tukar informasi dalam memecahkan masalah di Indonesia dan mendapat kesempatan belajar dan bekerja di Jepang. Sedangkan dua siswa dan gurunya akan student exchanges dengan

JSRACS, Australia September nanti. Salah seorang peserta skype, Ivandy, ingin menerapkan pemilihan sampah ala Jepang yang lebih detail. Kedua, dia ingin membuat tong sampah ala main basket serta mengedukasi siswa SD dan TK Harapan. Tahun ini SMK Pariwisata Harapan juga bekerja sama dengan Jerman dalam bentuk pelatihan kerja di hotel dan restoran. Lulusannya bisa kuliah sambil kerja di Jerman. Untuk itu, Kasek Artika minta warga yang ingin anaknya cepat kerja dengan daya saing internasional bergabung pada PPDB 2018 di SMK Pariwisata Harapan. Di sini siswa diajarkan Bahasa Inggris, Jepang, Jerman, Mandarin dan Prancis. Pada PPDB 2018 sekolah ini membuka program MM dan pariwisata hanya untuk 12 kelas siswa baru. (ad1392)

Lepas 1.222 Wisudawan

Rektor Unud Berharap Alumni Mampu Ciptakan Lapangan Kerja REKTOR Universitas Udayana (Unud) Prof. Dr.dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S.(K), Sabtu (26/5) kemarin melepas 1.222 orang wisudawan dari berbagai jurusan. Dengan diselenggarakannya wisuda ke-126 di Auditorium Widya Sabha Kampus Jimbaran, hingga 2018 ini sudah tercatat 85.544 orang alumni Unud. Sebelum acara wisuda di mulai, Prof. Raka Sudewi mengatakan, setelah mahasiswanya selesai diwisuda, diharapkan mereka kembali ke tengahtengah masyarakat sebagai cendekiawan atau wirausahawan yang beriman, beretika serta bisa membuka lapangan kerja. “Tidak hanya menunggu pekerjaan, karena selama menempuh pendidikan di Unud, sudah diberikan terkait mata kuliah kewirausahaan,” jelasnya. Sambung Prof. Sudewi, nanti lulusannya di masyarakat juga diharapkan bisa membangun daerahnya masing-masing dan membangun bangsa dan negara sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Yakni, kompetensi yang mampu menciptakan lapangan kerja. Ditambahkan pula, dengan acara wisuda itu merupakan momen penting karena menjadi langkah awal dalam mengarungi kehidupan nyata yang

WISUDA - Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S.(K) saat menyematkan toga dalam acara wisuda ke-126 di Kampus Unud, Jimbaran. tantangannya jauh lebih besar daripada saat menjalani proses pendidikan. Dengan bekal pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang ditempuh selama menjalani proses pendidikan, mereka akan meraih kesuksesan dan mampu menjadi pejuang dan pengabdi yang tangguh, baik bagi dirinya sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara, bahkan dunia internasional. Ditambahkanya, dalam wisuda ke-126 ini, dari 1.222 orang terdiri dari sembilan orang diploma, 860 sarjana dan diploma IV, 206 orang profesi,

34 orang dokter spesialis, 99 orang magister dan 14 orang doktor. “Universitas udayana bertekad mencetak lulusan profesional, unggul, mandiri, berbudaya. Dalam konteks ini, kami bertekad mencetak lulusan dengan intelektual tinggi, mampu bersaing dan memiliki etika moral yang tinggi pula,” jelasnya. Pada kesempatan itu, pihak panitia juga mengumumkan mahasiswa yang memeroleh nilai terbaik yakni Dr. I Gede Agus Kurniawan, S.H., S.S., M.H. dengan Program Studi

Ilmu Hukum, lama studi enam semester dengan IPK 4,00. Untuk S-2 diraih oleh Muhammad Imam Nur Hakim, S.T., M.T. Jurusan Teknik Elektro dengan IPK 4,00. Untuk S-1 diraih I Putu Pebri Pranata, S.S. Jurusan Sastra Inggris dengan IPK 3,94. Untuk profesi diraih oleh dr. Kadek Dede Frisky Wiyanjana, S.Ked. dari profesi dokter. Sedangkan untuk prodi S-1 lainnya masing-masing diraih oleh Febrilia Valentina Dapatoma dari Fakultas Peternakan, Desak Made Ayu Puspita Dewi dari Ilmu Hukum, Ni Putu Risca Wentiari dari Teknik Sipil, I Nengah Edi Suarnata dari Agroekoteknologi, Kadek Kharisma Suryandari dari Ekonomi Pembangunan, Rosanti Suryani Tince Mbatu dari Kimia, Kadek Ardhi Krisnawan dari Teknik Pertanian, Akbar Isawatul Jariah dari Industri Perjalanan Wisata, Riko Agusman dari Sosiologi dan I Gusti Ayu Febiana Putri Wardeni dari Managemen Sumber Daya Perairan. “Kami mewakili seluruh civitas akademika dan karyawan Universitas Udayana mengucapkan selamat kepada para wisudawan atas keberhasilannya menyelesaikan pendidikan dengan baik,” ucap Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S.(K). (ad1393)

Astra Motor Bali Gelar ”Honda Bikers Sholeh’’ dan ”Brotherfood Gathering” DALAM rangkaian bulan suci Ramadan 1438 Hijriah, Astra Motor Bali bersama Honda Community Bali menggelar kegiatan yang bertajuk Brotherfood

Gathering dan Bikers Sholeh serta aksi sosial bersama anak panti asuhan. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk buka puasa bersama ini dilaksanakan

PANTI - Astra Motor Bali bersama Honda Community Bali menggelar kegiatan Brotherfood Gathering dan Bikers Sholeh serta aksi sosial bersama anak panti asuhan.

pada Jumat (25/5), yang di dukung oleh Kompi Senapan B Mekanis 741/Garuda Nusantara . Diawali dengan kumpul Honda Community Bali (HCB) di Astra Motor Cokroaminoto yang di sertai dengan wajib edukasi keselamatan berkendara di jalan raya, sekaligus menguatkan kampanye #Cari_Aman untuk meningkatkan kesadaran dalam membudayakan berkendara aman di kalangan komunitas. Kemudian, 75 bikers di antaranya HCST, HSFCI, HVIC, BSCC, HMPC, TRB, BMTC, VIBER, GLDK Bali, BOC Bali, CCI Bali Dewata dan CB RWT menggelar city touring menggunakan New Honda Supra GTR150 menuju lokasi markas Kompi Senapan B Yonif Mekanis 741/GN jalan Ida Bagus Mantra Gianyar. Setibanya dilokasi para bikers disambut hangat oleh Komandan Kompi Senapan B Yonif Mekanis ,751/

GN Lettu Infanteri Miswanto. Acara semakin akrab penuh kekeluargaan dengan mengajak 55 anak panti asuhan Fajar 2 Klungkung untuk buka puasa bersama komunitas Honda dan keluarga besar Kompi Senapan B Mekanis 741/Garuda Nusantara. Sebelum berbuka puasa dibagikan takjil, dilanjutkan sholat maghrib dan penyerahan santunan serta bingkisan untuk anak panti asuhan. “Kegiatan ini sebagai bentuk silaturahmi antara Komunitas Honda dengan aparat keamanan negara dalam hal ini TNI, dan turut berbagi bersama anak panti asuhan di dalam menyambut bulan Ramadhan. Semoga kita semakin dekat layaknya keluarga dan engagement kekonsumen semakin erat, ungkap Ngurah Iswahyudi selaku PIC Community Bali. (bns1)

Calon Pemimpin Punya PR Sinergikan Potensi Bali Denpasar (Bali Post) Bicara Bali tidak lepas dari pariwisata, budaya, industri kecil, dan pertanian. Namun, potensi-potensi itu belum maksimal disinergikan untuk membangun Pulau Dewata. Sebagai contoh, sinergi antara pariwisata dan pertanian yang masih hanya sebatas wacana hingga kini. Demikian terungkap dalam simakrama Gubernur Bali ‘’Mencari Gubernur dan Wakil

Daerah

3

Gubernur Bali 2018-2023’’ di Wiswasabha Utama Kantor Gubernur Bali, Sabtu (26/5) kemarin. Simakrama kali ini menghadirkan lima narasumber, yakni I Wayan Bagiarta Negara (Ketua Yayasan Swastika Bali), I Nyoman Wirata (Pemimpin Redaksi Bali Post), Ida Bagus Agung Partha Adnyana (Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Bali), Prof. Yohanes Usfunan (Guru

Besar Hukum Universitas Udayana), dan Ida Panglisir Agung Putra Sukahet (Ketua Asosiasi FKUB Indonesia). ‘’Ketika pertanian Bali tidak menghasilkan produk yang berkualitas, tidak berstandar hotel atau pariwisata, pariwisata tidak mau ambil dengan alasan kualitas rendah,’’ ujar Nyoman Wirata. Ketua GIPI Bali Ida Bagus Agung Partha Adnyana mengatakan, pemimpin Bali ke

depan mesti memiliki komitmen terhadap pariwisata budaya. Selain membedakan Bali dengan destinasi lain di dunia, pariwisata budaya juga lebih tourism friendly. Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengakui masih adanya ketimpangan yang sangat mengganggu antarwilayah dan antarsektor di Bali. Harus ada keberpihakan pada kabupaten yang sangat tertinggal. (kmb32)

COMPETITION - Suasana Balinese Sweet Competition yang topiknya adalah The Evolution of Assorted Balinese Sweet yang digelar STPBI, Sabtu (26/5) kemarin.

STPBI Menyelenggarakan ”Balinese Sweet Competition” SEKOLAH Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) merupakan lembaga pendidikan tinggi bidang pariwisata dan perhotelan di Bali yang memiliki sarana dan prasana pendidikan bertaraf hotel bintang lima. Lembaga ini telah terakreditasi secara nasional serta memiliki dosen-dosen yang berasal dari akademisi dan praktisi pariwisata dan perhotelan yang telah memiliki profesionalisme dan pengalaman kerja di bidangnya masing-masing. Proses pembelajaran terdiri dari kelas teori dan praktek yang dilaksanakan di kampus

dan industri melalui program Praktik Kerja Nyata (PKN) telah menyelenggarakan event Balinese Sweet Competition yang topiknya adalah The Evolution of Assorted Balinese Sweet, Sabtu (26/5) kemarin. Acara ini diselenggarakan di Open Stage STPBI oleh Aplication Management STPBI (APM) pada pukul 08.00 Wita dengan peserta dari empat Kampus yaitu Monarch, Bali Culinary, Mediterranean Bali, dan STPBI sendiri dan delapan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yaitu SMKN 2 Sukawati, SMK Duta Bangsa, SMK PGRI 1 Badung, SMKN 5 Denpasar,

SMKN 4 Denpasar, SMK PGRI 3 Denpasar, SMK Biwi Tabanana, dan SMK PGRI 5 Denpasar. Juri yang menilai adalah I Gede Putu Hendra Mahena (Ketua Indonesian Chef Association BPD Bali), I Kadek Yuniantara (Corporate Executive Chef), dan I Made Suarsa (Anggota Indonesian Chef Association). Adapun maksud dan tujuan dari event ini adalah untuk mengembangkan kreativitas dalam bidang mengelola jajanan tradisional dan menyajikan hasil produk lokal mampu barsaing secara global. (ad1394)

PELEPASAN - TK Ganakumara menggelar pelepasan delapan siswa Kelompok B tahun ajaran 2017-2018, Sabtu (26/5) kemarin. Sebanyak delapan siswa yang dilepas tahun ini. Tampak pendiri TK Ganakumara, Pembina Yayasan Bali Giri Budaya, para guru serta siswa yang dilepas dan siswa Kelompok A beserta orangtua berfoto bersama di sela-sela acara. Menurut pendiri TK Ganakumara Dra. S. Swarsi, M.Si., TK yang berlokasi di Jalan Batuyang No. 99, Batubulan ini berdiri setahun lalu. TK ini berupaya mendidik anak usia dini agar memiliki kepribadian yang unggul, bertakwa terhadap Tuhan, cerdas dan bermoral yang ditata nilai-nilai luhur Hindu. Ganakumara merupakan perpaduan dua kekuatan magis Dewa Ganesha yang juga memiliki nama lain yakni Dewa Kumara yang dipuja di pelangkiran orang Bali. Tujuan pemujaan kedua nama Ganesha adalah untuk memberikan perlindungan dan keselamatan secara menyeluruh pada anak-anak maupun orang dewasa. Fasilitas TK ini cukup lengkap dengan dilengkapi program ekstrakurikuler dari bahasa Bali, bahasa Inggris, musik hingga yoga. (ad1403)

Semua Desa di Buleleng Serap Dana Desa Tahap Dua Singaraja (Bali Post) – dan dua sudah berjalan baik dan tidak Serapan jatah Alokasi Dana ada hambatan. Kami terus meningDesa (ADD) di Kabupaten katkan koordinasi agar desa bisa terBuleleng sampai pencairan tib administrasi ketika nanti sudah tahap dua tahun ini bisa waktunya mengamprah dana untuk dibilang lancar. Ini terbukti tahap berikutnya,” katanya. seluruh desa di daerah ini Menurut Sadhiyasa, setiap tahapan pencairan utamanya dari rektelah menerima realisasi ening di kabupaten dan sampai ke jatah ADD. Terserapnya jarekening di desa, pihaknya tetap tah dana ini, 129 desa telah melakukan evaluasi. Ini untuk menjalankan program pembanmenghindari terjadinya masalah yang gunan sesuai dengan dokumen bisa saja berdampak pada lambatnya perencanaan dan APBDes. realisasi ADD itu sendiri. Dari Kepala Dinas Pemberdayaan evaluasi dan pengawasan Masyarakat Desa (PMD) yang sudah dilakukan, Buleleng Gede sebagian besar desa Sandhiyasa, Sabtu sudah tertib adminis(26/5) kemarin mentrasi, sehingga pengatakan, tahun ini cairan setiap tahaBuleleng mendapatpannya nyaris tanpa kan jatah ADD unmasalah berarti. tuk setahun sebesar “Kalau lambat menRp 107.039.777.000. gajukan amprah, itu Sesuai laporan realmasih ada satu dua isasi dari Rekening Kas Umum Negara BPM/mud desa, namun berkat koordinasi yang baik, (RKUN) ke Rekening Gede Sandhiyasa semua desa sudah Kas Umum Daerah (RKUD) untuk 20 persen tahap pertama sebe- menerima jatah ADD sesuai kebutuhannya,” sar Rp 21.407.955.400. Kemudian realisasi 20 katanya. Selain mengingatkan desa tertib adminispersen lagi di tahap yang sama tercatat Rp trasi keuangan, Sandhiyasa mengingatkan 21.407.955.400. Sementara realisasi dari Rekening Kas agar setelah pencairan dan pelaksanaan Umum Negara (RKUN) ke Rekening Kas program perangkat desa harus mulai memUmum Daerah (RKUD) untuk 40 persen di persiapkan pelaksanaan pertangung jawaban tahap dua tercatat Rp 42.815.910.800 dan pemanfaatan dana yang diterima. Ini juga 40 persen lagi di tahap yang sama tercatat penting diperhatikan agar desa tidak mensebesar Rp 42.503.841.200. Jika realisasi ganggap remeh masalah pertangung jawatahap dua ini digabungkan dengan tahap per- ban. Untuk itu, dia kembali mengingatkan tama, Buleleng sudah menyerap total ADD pertanggung jawaban agar dilakukan sebaikRp 63.911.796.600 atau sebesar 60 persen. baiknya, sehingga jika pertangungjawaban Itu artinya, ADD untuk tahap pencairan sudah baik, maka otomatis akan terhindar berikutnya tersisa sebesar Rp 312.069.600. terjadinya persoalan hukum di kemudian “Untuk pengamprahan baik tahap pertama hari. (kmb38)


4

Minggu Paing, 27 Mei 2018

Bali Fashion Tren 2018

Memahat Keindahan Perempuan-perempuan

Angeliqa Wu, desainer satu ini mencoba menguak feminitas perempuan dengan segala keanggunan dan kecantikannya. Dengan mengambil tema “Fantasy Journey” Angeliqa Wu mencoba mengupas beragam lekuk, likulaku keindahan dan kecantikan perempuan yang tumpah ruah. Perjalanan hidup yang kadang jenuh membuat kita ingin untuk bepergian ke suatu tempat yang tersembunyi dan alami untuk menenangkan pikiran. Perjalanan impian yang jauh ke tempat yang benar-benar alami dan nyaman. Dalam perjalanan ini baru kita sadari Alam natural dengan bentuk karakteristik berupa pola bentuk, perpaduan warna yang luar biasa indah dan elemen alam seperti bentuk metamorphosis batu alam, bentuk lekukan dinding yang tidak rata dan tak beraturan, juga bentuk natural

lainnya yang membuat kita banyak belajar untuk menjaga keindahan alam tersebut dengan menghargai dan tidak nerusaknya. Koleksi baru Angeliqa tahun ini yang terinspirasi dari alam natural adalah koleksi busana Siap pakai deluxe dengan gaya simple sexy feminine. Dalam koleksi kali ini Angeliqa banyak menggunakan bahan ringan, transparant yang lebih menonjolkan lekukan sang pemakai. Terinspirasi dari bentuk dan karakteristik alam Angeliqa menggunakan sistem patchwork dan juga ada

beberapa cutting baju dengan sistem layer, draping yang tak beraturan supaya terlihat lebih natural dan juga ada perpaduan detail kombinasi lace yang bentuknya tak beraturan dipadu dengan lace bunga. Ada beberapa baju yang dapat diubah lebih dari satu cara pemakaiannya. Angeliqa memlilih warna natural, pastel dan dusty sesuai inspirasinya, yaitu Natural Beige and nude color, Dusty Light Tosca, Greyish Tosca dan Dusty Purple Pink . Angeliqa memilih bahan yang ringan, dan transparant, dipadu dengan bahan solid yang jatuh, ia menggunakan bahan lace, chiffone, tulle, organza dan satin.Untuk aksesoris, ia menggunakan bahan kawat, beads, crystal, lace, chifone, satin. (osi)

Senam Kebugaran Jasmani (3) Di pagi yang cerah ini marilah kita berlatih Senam Kebugaran Jasmani 2018 Indonesia Bersatu yang bertujuan untuk otot dada, lengan, dan kaki. Gerakan ini merupakan gerakan ke-7 dan 8 pada pemanasan. Ikuti peragaan berikut ini bersama instruktur bersertifikasi Kadek Surya dari Lala Studio.

BPM/ist

Kulit Bersisik seperti Ikan KULIT adalah bagian terluar tubuh manusia. Kulit terdiri atas tiga lapisan, epidermis, dermis, dan subkutis. Bagian epidermis kulit terdiri atas beberapa lapisan salah satunya stratum korneum. Stratum korneum yang normal akan mengalami pengelupasan yang teratur. Adanya gangguan dalam proses tersebut menimbulkan keabnormalan stratum korneum dan sisik. Penyakit-penyakit yang ditunjukkan dengan adanya sisik yang menyeluruh pada tubuh disebut ichthyoses. Ichthyosis berasal dari bahasa Yunani ichtys yang berarti ikan. Ichthyosis adalah sekumpulan penyakit kulit yang ditandai dengan adanya sisik menyerupai ikan yang menyeluruh pada tubuh. Kelainan ini dapat terbatas pada kulit atau berkaitan

dengan abnormalitas organ lain. Sebagian besar tipe penyakit ini adalah bersifat genetik, muncul saat lahir atau baru muncul kemudian dan sebagian didapat. Perkembangan ichthyosis pada umur dewasa dapat merupakan pertanda adanya penyakit lain, seperti keganasan, penyakit infeksi, imunodefisiensi, maupun kondisi autoimun. Terdapat dua puluh tipe ichthyosis yang berbeda. Salah satu jenis ichthyosis yang paling sering adalah Ichthyosis vulgaris. Penyakit ini bersifat autosom dominan, dapat diturunkan melalui keluarga, dimana gen abnormal dari salah satu orang tua dapat menyebabkan penyakit, meskipun gen dari orang tua lain adalah normal. Bentuk ini relatif ringan muncul pada saat anak-anak atau pun setahun pertama kehidupan, saat bayi biasanya normal.

BPM/ist

Kisara “Halo Kakak KISARA, mau tanya dong. Saya lihat dipergaulan anak muda cukup bebas dan bahkan sudah ada yang melakukan seks di luar nikah. Sebenarnya kita sebagai remaja boleh ga sih membeli atau menggunakan kondom? Makasih Kak.” Doni, 18 Tahun

Sisik Sisik yang muncul pada Ichthyosis vulgaris biasanya paling menonjol pada ekstensor (daerah siku dan lutut) dan terdapat daerah bebas sisik di lipatan siku dan lipatan lutut. Daerah diaper cenderung tidak terkena. Sisik biasanya halus, putih. Pada ekstremitas bawah, biasanya merupakan area yang terkena paling berat, kulit dapat terasa kasar karena di bagian tepi sisik meninggi. Kondisi biasanya memburuk pada cuaca kering dan dingin, serta membaik pada kondisi hangat dan lingkungan yang lembab. Penyakit ini merupakan penyakit genetik yang disebabkan oleh mutasi gen yang mengkode profilaggrin (FLG). Profilaggrin adalah bahan yang digunakan untuk membentuk filaggrin, suatu protein yang penting dalam menahan kelembaban kulit pada lapisan kulit stratum korneum. Terapi untuk ichthyosis fokus terhadap hidrasi, lubrikasi untuk menjaga kandungan air dalam kulit dan menjaga kelembaban kulit, di samping itu juga keratolisis yaitu bahan yang digunakan untuk meningkatkan pengelupasan bagian kulit paling luar. Bahan yang bersifat keratolisis mengandung urea, salicylic acid, α-hydroxy-acid. Ada juga pemakaian retionoid topikal atau preparat vitamin D. Pemakaian obat-obatan tersebut sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. dr. Luh Gede Melia Puspita Sari

Gb.2 Lanjutkan dengan angkat lutut kanan/kiri bergantian sambil meluruskan kedua lengan depan dada, jari-jari rapat (hit 1, 3, 5, 7) dan untuk sisi berlawanan (hit 2, 4, 6, 8). Ulangi gerakan tadi.

Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post ( Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232) Atau Adolfina Grace Tangkudung Sekolah Senam Lala Studio ( Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 0361. 283226. Cantumkan kupon” “Bugar” di sudut kiri amplop.

2

4

Gb. 1 Gerakan kaki Vstep sambil siku lengan ditekuk mengepal hadap ke dalam, lengan kiri lurus samping badan mengepal hadap belakang, ditekuk bergantian (hit 1, 3, 5, 7) sama dengan gerakan untuk sisi kiri (hit 2, 4, 6, 8).

Gb. 4 Tekuk kedua lutut, kedua tangan mengepal depan dada lalu dorong lengan kiri lurus ke atas di samping telinga, badan condong ke kanan, jari-jari rapat (hit 1, 3, 5, 7). Untuk sisi berlawanan (hit 2, 4, 6, 8).

Gb. 3 Gerakan selanjutnya tekuk kedua lutut, kedua tangan mengepal depan dada lalu memutar pinggang ke kanan sambil mendorong lengan kiri lurus serong kanan bawah (hit 1, 3, 5, 7) untuk sisi berlawanan (hit. 2, 4, 6, 8).

1

3

Kupon

Berlatih dengan tekun dan pikiran jernih, maka awet muda jadi milik kita, serta salam bugar dari Lala Studio.

Pergaulan Bebas Halo Doni, bagus nih pertanyaannya! Boleh gak sih remaja mengakses kondom? Apakah sudah bisa? Apakah sudah cukup umur? Dan masih banyak pertanyaan lainnya. Nah, hal ini berhubungan banget dengan yang namanya HKSR remaja yang wajib diketahui oleh remaja. Yuk, kita bahas apa itu HKSR! HKSR merupakan singkatan dari Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi. HKSR termasuk di dalam hak asasi manusia, melingkup remaja. Asiiik, kita sebagai remaja juga memiliki hak dong! Hak asasi tersebut didasarkan bahwa anak muda mampu berbicara dan mengambil keputusan untuk dirinya sendiri. Wah, sebagai remaja kita mampu dan berhak nih bersuara! Hak asasi manusia penting bagi remaja karena remaja merupakan bagian dari warga negara yang

mempunyai hak asasi yang sama dengan warga negara lainnya. Pada tahun 1996, IPPF (International Planned Parenthood Federation) secara resmi mengeluarkan HKSR bagi remaja. Hak tersebut berkaitan dengan kesehatan, informasi, layanan, kebebasan berekspresi, perlindungan bagi remaja, dll. Ada 12 HKSR bagi remaja, salah satunya hak atas kebebasan dan keamanan, yaitu remaja mempunyai hak untuk mengatur kehidupan reproduksi dan seksualnya sehingga orang lain tidak dapat memaksakan untuk hamil, aborsi, KB, dan sterilisasi. Hak tersebut harus didukung terlebih dahulu dengan hak lainnya, yaitu hak untuk mendapatkan informasi dan pendidikan. Mengapa? Karena remaja berhak untuk mendapatkan informasi terkait kesehatan reproduksi dan seksualitas, seperti

penggunaan alat kontrasepsi salah satunya adalah kondom. Kemudian, pengetahuan terhadap penyakit seperti IMS, HIV/AIDS serta informasi lainnya yang membantu remaja bisa membuat keputusan sendiri tentang kesehatan reproduksi dan seksual. Jadi, setiap hak saling terkait satu dengan yang lainnya sehingga remaja di mana pun dapat bersuara dan mendapatkan haknya. Nah, bagaimana dengan remaja yang bisa mengakses kondom? Remaja bisa mengakses kondom yang termasuk dalam alat kontrasepsi tetapi seperti yang dijelaskan di atas, remaja harus memiliki pengetahuan dan informasi yang memadai juga. Jadi, apakah remaja bisa seenaknya melakukan hubungan seksual pranikah? Tentu saja tidak yah! Hak yang kita miliki pun harus dapat kita pertanggungjawabkan sebagai

remaja yang berdaya tentunya. Maka dari itu remaja harus memperkaya diri dengan pengetahuan dan informasi kesehatan reproduksi dan seksual juga. Penggunaan kontrasepsi akan bermanfaat untuk mencegah terjadinya KTD (kehamilan tidak direncanakan), mencegah penyebaran penyakit seperti IMS, HIV/AIDS, dan mengontrol remaja dengan seksual aktif. Sampai di sini, sudah cukup paham? Kalau mau tahu lebih lanjut soal HKSR dan isu remaja lainnya saat ini, yuk mampir keJdong ya A Lovely Lunch-nya KISARA. Info lebih lanjut bisa kontak sosial media KISARA yaa! Kalau masih bingung jangan malu untuk add line@ kisara di : @ozy7685j yaa! Semoga membantu dan menjawab pertanyaan kamu dengan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi bagi remaja yaaa!


Minggu Paing, 27 Mei 2018

Capricorn Selama masih ada napas sebaiknya jangan berhenti untuk terus selalu berusaha, tak perlu putus asa karena setiap permasalahan itu pasti ada titik temunya, tinggal tergantung bagaimana upaya dan keuletan diri Anda sendiri. Jangan cemas dengan segala rongrongan yang muncul dari orang di sekitar Anda, renungkanlah dan dari situ nanti Anda bisa mengambil kesimpulan yang menguntungkan bagi langkah Anda ke depan. Asmara: Jangan menyesali hal yang sudah berlalu karena tak ada gunanya justru malah membikin sakit hati saja. Aquarius Sekalipun tantangan tampak berat, tetapi dengan motivasi yang tinggi dan tak mudah menyerah dengan keadaan maka tidak sulit untuk bisa menemukan keberhasilan yang gemilang di minggu ini. Optimislah bahwa ini saatnya bagi diri Anda untuk menunjukkan segala kemampuan Anda agar orang lain tak bisa memandang remeh lagi. Asmara: Sekalipun Anda sudah merasa benar, sebaiknya di dalam membuat keputusan dibicarakan dulu dengannya agar tak menimbulkan masalah di kemudian minggu. Pisces Di minggu ini jangan terlalu banyak berharap untuk dapat meraih hasil lebih seperti minggu-minggu kemarin karena selain kemujuran yagn mulai menjauh juga hawa malas yang menyerang badan Anda tampaknya sulit untuk dihindari, sehingga gairah kerja menurun sekali. Asmara: Sekali lagi, hindari negative thinking karena sikap tersebut akan membuat cinta menjadi luntur secara perlahan-lahan. Aries Karena suasana di sekitar Anda tampak belum stabil sebaiknya Anda lebih berhati-hati dalam menjaga statement jangan asal omong tanpa pikir panjang karena hanya akan menimbulkan masalah yang merugikan saja. Asmara: Berusahalah untuk tidak mengeluarkan kata-kata yang dapat memperkeruh permasalahan saja, cobalah Anda berkaca pada pengalaman pahit di masa lalu. Taurus Peluang masih terbentang lebar sekalipun kondisi di sekitar masih belum menentu dan sulit untuk diprediksi secara tepat. Tetaplah jalan tak perlu berandai-andai yang belum tentu terjadi, yang penting jalan dulu dan jika ada masalah dipikir sambil jalan. Asmara: Jika si dia memang tak setuju sebaiknya tak perlu dipaksa untuk dilanjutkan sekalipun tujuan Anda itu ada benarnya juga. Gemini Jika tak ingin diremehkan orang sebaiknya jangan banyak bicara, karena dengan diam maka kewibawaan dan performance Anda akan lebih meningkat. Di minggu ini banyak orang yagn simpati juga cukup banyak yang antipati pada diri Anda sehingga cukuplah berimbang, tinggal tergantung bagaimana menjaga sikap Anda agar bisa diterima di kedua belah pihak. Asmara: Cobalah instropeksi diri sendiri siapa tahu kesalahan bersumber dari diri Anda. Cancer Jangan ragu untuk terus melangkah maju, tak perlu mendengarkan omongan orang yang akhirnya hanya akan membuat rencana Anda menjadi terhambat. Yakinlah akan visi ke depan Anda, percayalah bahwa Anda mampu melakukan yang terbaik bagi perjalanan hidup Anda. Asmara: Percaya dengan perkataannya akan membuat segalanya menjadi lebih enak dan tak akan timbul masalah yang memusingkan. Leo Di minggu ini Anda tak perlu cemas karena selalu diliputi pertolongan di kala ada kesulitan. Walau begitu bersikap tegas masih sangat dibutuhkan untuk menjawab berbagai tantangan yang ada. Hindari turut campur urusan orang lain yang hanya akan menimbulkan masakah baru saja. Asmara: Apa enaknya sih membikin hatinya selalu sakit karena perkataan Anda yang terkadang lepas kontrol dan sangat menyinggung hatinya itu. Virgo Jangan keburu nafsu tidak puas dengan hasil yang diraih selama ini apalagi di minggu ini suasananya cukup ceria berkat adanya Bintang Penolong yang siap membantu dengan tidak Anda duga sebelumnya. Asmara: Bila ada keinginan yang belum terwujud apa salahnya dibicarakan minggu ini sebab peruntungan Anda lagi bagus. Libra Waspadalah di minggu ini karena masalah berat bisa muncul secara mengejutkan. Walau begitu tak usah terlalu cemas tetaplah berjiwa besar dan jangan berkecil-hati sebab ini semua hanya merupakan pemanasan saja agar Anda bisa intropeksi dan lebih hati-hati serta tidak mudah percaya begitu saja dengan omongan orang. Asmara: Suasana minggu ini masih kurang menunjang kemesraan dan ketenangan, cobalah lebih bersabar diri. Kemujuran ke arah utara. Scorpio Tak perlu begitu percaya dengan perkataan dan saran dari orang lain walau sekilas itu benar dan menguntungkan, cobalah Anda pertimbangkan dan pelajari dulu dengan lebih teliti sehingga tidak sampai timbul penyesalan di kemudian minggu. Di minggu ini keuangan cukup baik karena ada income yang tak terduga datangnya. Asmara: Anda harus ambil inisiatif untuk mengalah dan tidak perlu ngotot ingin menangnya sendiri. Sagitarius Sangat disayangkan kalau akhirnya memilih suatu keputusan setengah hati, tanpa dilandasi dengan pikiran yang benar-benar mantap. Karena dampaknya akan terasa di kemudian minggu, dan bayangbayang itu akan selalu mengiringi setiap langkah Anda. Di minggu ini hilangkan segala kebimbangan yang tidak ada untungnya itu, cobalah bisa berpikir lebih jernih dan tenangagar buah dari pemikiran itu bisa lebih dipertanggungjawabkan. Asmara: Hilangkan segala keluh kesah bila bertemu dengannya, itu akan mengurangi sikap simpati darinya.

Diasuh Oleh Putri Wong Kam Fu Berlaku: 27 Mei - 2 Juni2018

Refleksi

5

”Ngegalung” pada Hari Raya Galungan Uttisthata jagrata prapya varan-nibodhata ksurasya dhara nisita duratyaya durgam pathastat kavayo vadanti (Katha Upanisad 1.3.14)

“Bangkitlah! (Ter) Jagalah! Setelah mencapai kemuliaan yang lebih baik, pelajarilah! Jalan hidup manusia sangat berat dan sulit dilewati bagaikan (berjalan di atas) tajamnya pedang.” Galungan artinya hari untuk bangkit melalui “perang”. Uttisthata, bangunlah, bangkitlah wahai insan manusia. “Jagrata” – bangunlah, (ter) jagalah. Bangunlah dari “tidur” dalam kegelapan avidya. Terjaga dalam kegelapan bukanlah jaga, ia adalah tidur lelap. “Prapya varan” – capailah yang terbaik dalam hidup ini. Itulah kurang lebih pesan dari mantra suci di atas yang diambil dari pustaka suci Katha Upanisad. Pesan yang sangat relevan dengan semangat “ngegalung” pada hari raya Galungan yang datangnya setiap enam bulan sekali. Galungan bagi anak-anak adalah hari-hari bersuka-ria, hari-hari untuk jalan-jalan dan mendapat hadiah baju baru dari orang tuanya. Galungan bagi kebanyakan orang adalah kesibukan menyenangkan dalam mempersiapkan dan mempersembahkan persembahan-persembahan banten kepada Hyang Maha Kuasa. Namun ada “pesan” galungan yang banyak orang melupakannya, yaitu bagaimana “ngegalung” pada hari raya galungan?! Kata galung mengarahkan orang pada semangat perang, yang dalam hal ini, sehubungan dengan hari raya Galungan, kata galung mengarahkan pada arti perang dalam makna untuk memenangkan dharma. Ketika orang melakukan perang, acapkali perhatiannya adalah pada mengalahkan lawan. Akan tetapi, dalam Galungan, kata galung artinya berperang memenangkan dharma (kebenaran) dan bukan mengalah-

Redaktur Khusus MIMBAR

Khonghucu Js. Ang Cuan Yen Wei De Dong Tian (Hanya Kebajikan Tuhan Berkenan) Apabila hendak memahami sesuatu, hendaknya kita tidak boleh lepas dari latar belakang dan hubungan sejarahnya, jika tidak akan menghasilkan pengertian dan penilaian yang sepotongsepotong, sepihak dan tidak akan diperoleh suatu kebenaran yang sejati. Peristiwa masak ini tidak dapat dipisahkan dari peristiwa masa lalu. Zaman baru merupakan kelanjutan dari zaman lama. Demikan pula untuk memahami tentang tempat ibadah Kelenteng. Kita perlu memahami jalannya sejarah, termasuk sejarah Agama Khonghucu di Indonesia. Keberadaan Kelenteng di kepulauan Nusantara ini, tidak dapat dipisahkan dengan keberadaan orang-orang Tionghoa di Indonesia. Menurut para ahli sejarah, orang Tionghoa telah sampai di Indonesia sejak zaman akhir Prasejarah (300

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa

kan adharma (ketidakbenaran). Bagi orang yang memberikan perhatiannya pada dharma maka mereka tidak akan memberikan batinnya diganggu oleh adharma atau oleh hal-hal yang tidak baik yang mengantarkan hidupnya pada kejatuhan. Orang akan mengarahkan “galung” atau “tarung”-nya pada memenangkan dharma, memenangkan kebaikan dan kebenaran yang akan mengantarkan hidupnya pada kemajuan dalam segala hal. Para bijak akan “ngegalung” dalam Galungan dalam artian bertarung, bergulat, atau berperang melawan diri sendiri. “Ngegalung” berarti mendisiplin diri dalam agama spiritual demi memenangkan kebenaran dalam diri. Mereka yang melaksanakan Galungan tidak akan mengarahkan dirinya pada kesibukan “ngegalung” melawan atau menjatuhkan orang lain melainkan melawan kelemahan dan kekurangan diri sendiri. Itulah yang mereka perangi dalam semangat “ngegalung”. Demi memenangkan dharma, para bijak akan “ngegalung” pada hari raya Galungan sehingga hidupnya ke depan akan menjadi lebih tertuntun dalam kemajuan material dan spiritual, sesuai dengan tujuan dharma itu sendiri yaitu jagat-hita (kesejaheraan hidup material) dan moksa (pembebasan hidup dari segala kesengsaraan), mencapai pembebasan dari kesengsaraan material. Para leluhur melalui ajaranajaran suci Veda memberikan hari-hari baik dan kuat untuk mempraktikkan “galung” atau disiplin diri demi memenangkan dharma. Rentetan hari raya Galungan yang dimulai dari Tumpek Wariga sampai dengan Pegat Uwakan merupakan hari-hari penuh kekuatan serta karunia,

“ngegalung” dalam semangat Galungan menjadi keharusan untuk dimunculkan sehingga orang dapat mengarahkan hidupnya ke depan secara lebih baik lagi dalam jalan dharma, yaitu yato’bhyudaya nihsreyasa siddhih iti dharmah, sesuai dengan pesan Maharesi Kanada, Mahaguru dari filsafat Vaisesika. Merayakan hari raya Galungan dalam semangat “ngegalung” mengarahkan orang pada semangat abhyudaya, yaitu mengangkat, menyejahterakan, dan memakmurkan hidup maerialnya. Bersamaan dengan itu, karena praktik “ngegalung” dilaksanakan pada hari suci Galungan maka praktiknya juga terarah pada semangat nihsreyasa, yaitu menuntun hidup orang kepada pembebasan dari keterikatanketerikan serta kesengsaraan material demi pencapaian moksa, pembebasan diri dari kesengsaraan duniawi. Mempraktikkan yoga menurut Maharesi Patanjali adalah demi mengalahkan kerlap kerlip pikiran. “Ngegalung” menurut lontar Sundarigama juga adalah demi pencapaian kesadaran suci dalam mengendalikan kerlap kerlip pikiran. Melihat kesamaan tersebut, yaitu mengendalikan kerlap kerlip pikiran dalam lontar Sundarigama, dapat dikatakan ia sesungguhnya merupakan yoga dalam praktik, sedangkan pengendalian kerlap kerlip pikiran menurut Maharesi Patanjali adalah yoga dalam pengetahuan kitab. Praktik “ngegalung” memastikan orang mencapai kemenangan. Semangat “ngegalung” hendaknya tidak pernah dipisahkan dari Galungan itu sendiri. Jika semangat “ngegalung” ditinggalkan atau dipisahkan dari hari raya Galungan maka hari raya Galungan akan kehilangan makna maha pentingnya. Sebaliknya Galungan akan datang menghampiri kesibukan manusia setiap enam bulan sekali hanya untuk memberikan kesibukan keagamaan formal saja. “Ngegalung” akan menjadi lengkap serta kuat spiritual ketika ia disentuhkan dengan dharma. Karena, dimana ada dharma maka di sana pasti ada kesuksesan atau

kemenangan (yato dharmas tato jayah). Jika orang menginginkan kesuksesan hidup maka mereka hendaknya menyentuhkan perayaan Galungannya dengan dharma. Tidak ada salahnya jika pada semangat “ngegalung” dharma agar disentuhkan pula dengan semangat kekuatan, rezeki dan pencerahan hidup seperti yang dipraktikkan pada praktik Navaratri oleh masyarakat Hindu di India dan belahan dunia lainnya. Navaratri juga dipraktikkan selama 10 hari, 9 hari praktik puasa dan sadhana sedangkan di hari ke-10 mereka melakukan perayaan. Pada 9 hari praktik, orang melakukan pemujaan Dewi alam semesta. Tiga hari pertama dilakukan pemujaan pada kekuatan alam yang lebih banyak dipengaruhi oleh sifat Tamasa-guna (kegelapan dan kebodohan) dalam wujud memuja Dewi Durga, tiga hari kedua melakukan pemujaan pada Dewi alam semesta yang lebih banyak dipengaruhi oleh sifat Raja-guna (kenafsuan) yaitu Dewi Laksmiatau Dewi Keberuntungan, dan tiga hari terakhir dilakukan pemujaan pada Dewi alam semesta yang lebih banyak dipengaruhi oleh sifat Satvaguna (kebaikan), dalam wujud sebagai Dewi Ilmu Pengetahuan, Dewi Kebijaksanaan, yaitu Dewi Saraswati. Ketika kekuatan badan, pikiran dan mental sudah terjaga baik, ketika hidup orang sudah tidak dalam kesulitan, hidup sejahtera secara material, dan ketika orang sudah tercerahkan dalam ilmu pengetahuan suci jnana, maka tujuan dari perayaan Galungan akan tercapai dengan sendirinya. Sesuai dengan arti, makna, dan pesan Galungan itu sendiri, yaitu “budha kliwon dungulan ngaran galungan patitis ikang jnana samadhi, galang apadang maryakena sarwa byaparaning idep”, bahwa pada hari suci Galungan umat hendaknya melaksanakan yoga samadhi demi menyelamatkan diri dari kerlap kerlip pikiran hingga sampai pada keadaan pikiran yang “galang apadang”, terang benderang, dijauhkan dari kekalutan, dengki, dan iri hati.

MIMBAR AGAMA

Sejarah Suci Kelenteng di Indonesia SM) mendekati sejarah perkembangan zaman Zhan Guoatau Peperangan antar Tujuh Negara (Masa Akhir Dinasti Zhou 403221sM). Hal ini terbukti dengan di temukannya benda prasejarah berupa kapak sepatu yang terdapat di Indo Cina dan Indonesia, yang tidak terdapat di India atau Asia Kecil, melainkan banyak terdapat di Tiongkok, Siberia dan Eropa Timur. Jadi sejak zaman purba telah ada bukti-bukti adanya jalinan budaya antara Indonesia dengan Tiongkok. Orang-orang Tionghoa yang datang ke Indonesia, tidak hanya terjadi pada suatu waktu saja, melainkan mereka datang secara periodik sejak zaman purba, Dinasti Qin, Dinasti Han, Dinasti Tang, Dinasti Song, Dinasti Ming dst. Sampai zaman kolonial Belanda di Indonesia. Para perantau Tionghoa yang datang ke Indonesia tentu saja membawa serta Budaya Religinya yang mengandung unsur-unsur Rujiao yang di Indonesia kita kenal dengan nama Agama Khonghucu. Sejak zaman Dinasti Han (206sM – 220M) atau tepatnya pada 136SM, Raja Han Wu Di menetapkan Rujiao (Agama Khong-

Membangunkan Macan Tidur Kebrutalan para teroris di minggu kedua Mei 2018, cukup meresahkan dan mengguncang ketenangan masyarakat Indonesia. Pembunuhan aparat negara dan menyiksa secara sadis beberapa lainnya, membuat berbagai kalangan mengutuk mereka. Berikutnya, kekejian di luar batas kemanusiaan yang mungkin hanya bisa dilakukan orang-orang tanpa hati dan otak adalah menyerang rumah ibadah dengan bom bunuh diri. ‘’Tanggal 13 yang mereka pilih untuk melakukan aksi, teror membuat otakku dijejali pertanyaan dan kecurigaan. Bukankah itu angka sial? Tuhan rupanya memilihkan angka tersebut demi gagalnya kebiadaban mereka. Apakah mereka ingin membuat pesan bahwa bangsa dan negara ini akan bangkrut menjelang Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2018? Itu mimpi siang bolong atau delusi akibat direcoki waham purba, yang jauh dari akal sehat! Tempat yang dipilih untuk melakukan kekacauan pun keliru. Berarti perancang dan pelaku teror tidak paham atau

yang jika orang mempraktikkan disiplin diri tapa, brata, yoga, samadhi maka mereka akan mendapatkan kemajuan dalam praktiknya lebih mudah serta mulus. Jika pada hari-hari lain mereka dapat memenangkan “perang tanding” melalui usaha keras dan penuh kesulitan maka pada hari-hari suci rentetan Galungan mereka akan mendapatkan kemenangan atau keberhasilan dengan mudah karena dibantu oleh kekuatan karunia dari hari suci itu sendiri. Itulah sebabnya para leluhur memberikan harihari khusus untuk orang mendisiplin diri. Orang tidak akan mengarahkan praktik “ngegalung” pada pesta dunia melainkan pada “pesta spiritual”. Mereka akan mengarahkan perhatiannya pada “ngegalung” yang lontar babon dari hari raya Galungan itu sendiri memberikan batasan praktik Galungan pada penekanan jnana, yaitu peningkatan serta pemurnian kesadaran suci melalui ilmu pengetahuan suci jnana. Pengetahuan suci jnana dalam ditumbuhkembangkan serta dimurnikan dalam kesucian dharma melalui praktik samadhi. Lontar tersebut tidak menyebutkan dhyana (meditasi). Lontar Sundarigama juga tidak memberikan penekanan praktik “ngegalung” hanya pada level meditasi, atau pun dharana atau fokus pikiran. Namun, Sundarigama (baca: praktik agama yang indah suci) memberikan penekanan praktik “ngegalung” pada kata samadhi. “Ngegalung” berarti mempraktikkan samadhi, yaitu dua tingkat dari dharana, dan setingkat lebih tinggi dari dhyana (meditasi), yaitu kesempurnaan praktik dharana dan dhyana. Menurut lontar Sundarigama, ketika orang sudah memasuki praktik samadhi maka segala kerlap kerlip duniawi sang pikiran akan segera menjadi sirna. Pikiran merupakan akar dari segala permasalahan. Pikiran yang kalut akan menjadi penyebab segala penyakit serta masalah berdatangan. Oleh karena itulah

brolan BALE BANJAR ARIDUS sengaja meninggalkan sejarah. Mereka lupa, Surabaya diberi julukan Kota Pahlawan, bukan tanpa sebab. Cuma dibekali bambu runcing saja arek-arek Suroboyo tak gentar menghadapi moncongmoncong meriam serta senjata modern NICA dan serdadu Inggris, 10 November 1945. Dalam menghadapi musuh, betapa pun besar kekuatannya, wong Surabaya punya semboyan ‘rawe-rawe rantas, malang-malang putung!‘ Konon, pasukan elite kepolisian yang saat terbentuk bernama Mobille Bri-

hucu) sebagai Agama Negara dan pada 104SM digunakannya kembali secara resmi Penanggalan Dinasti Xia yang Tahun Barunya jatuh sekitar Li Chun (4 Februari) atau awal musim semi yang di Indonesia kita sebut sebagai penanggalanYin Li / Imlek atau Khongzili. Dari masa kemasa Agama Khonghucu tumbuh dan berkembang, karena adanya kebutuhan untuk beribadah, makaberdiri pula tempat-tempat ibadah Umat Khonghucu seperti Rumah Abu untuk menghormati Arwah Leluhur dan Kelenteng-kelenteng yang kita dapati hampir di seluruh penjuru Nusantara. Pada awalnya sejarah mencatat, kata Kelenteng berasal dari kata Bio / Miao, yang muncul dalam Kitab Suci Agama Khonghucu, baik dalam Kitab Sishu maupun Wujing yang berarti: Sebagai tempat ibadah kehadirat Tian/Tuhan Yang Maha Esa, ke hadapan Bumi atau Alam dan kehadapan Para Suci. Nama Kelenteng sendiri adalah nama khas yang hanya ada di Indonesia, berawal dari asal bunyi alat atau instrumen sembahyang (Lonceng/ Genta) yang ada di setiap Bio/Miao dan jika dibunyikan terdengar su-

ara teng…teng…teng! kemudian penduduk menamakan bangunan atau tempat ibadah tersebut sebagai Kelenteng. Di antara beberapa Kelenteng yang sudah berusia sangat tua, yaitu Kelenteng Thian Ho Kiong di Makasar yang didirikan 1688, Kelenteng Ban Hing Kiong di Manado didirikan 1819 beserta Rumah Abunya (KongTik Su) didirikan 1839, Kelenteng Boen Bio / Wen Miao di Surabaya didirikan pada 1904 dan banyak lagi Kelenteng-kelenteng tua yang dapat kita jumpai terutama di kotakota pesisir utara Pulau Jawa seperti di Ancol Jakarta, Semarang, Rembang, Lasem, Tuban, dsb. Di Bali dapat kita jumpai diantaranya Kelenteng Leng Gwan Bio di Kuta, Kelenteng Cao Eng Bio di Tanjung Benoa, Kelenteng Kim Say Bio di Blahbatuh-Gianyar, Kelenteng Cong Po Kong di Gianyar, Kelenteng Leng GwanKiong di Singaraja, dll. Ciri-ciri daripada Kelenteng (Tempat Ibadah Umat Khonghucu) (1) Bentuk bangunan sangat spesifik, dengan fisik bangunan berwarna merah, dengan ornamen pada umumnya terdapat sepasang Naga / Liong pada bagian atap atau pilar penyangga bangunan. (2) Terdapat Altar Hio Lo Tian

Gong, yaitu tempat pemujaan kehadapan Tian (Tuhan Yang Maha Esa) yang terdapat di depan / di luar bangunan induk. (3) Adanya Shen Ming atau Para Suci, Shen Ming atau Para Suci adalah Malaikat dan orang-orang yang semasa hidupnya sangat dihormati karena sifat keteladanannya terhadap kemanusiaan. Para Shen Ming ini seperti: Hian Tian Siang Tee, Hok Tik Cin Sing, Guan Gong/ Kwan Kong, Kwan Im Niang-niang, Tan Hu Cin Jin, Cong Po Kong, Thian Sang ShenMuk, dll. (4) Sesajian Ritual Umat Khonghucu mempersembahkan Samsing dalam Ritual Persembahyangan , Samsing: berupa 3 macam hewanya itu: Babi, Ayam, Ikan. (5) Perayaan Hari Keagamaan Umat Khonghcu yang dilakukan di Kelenteng seperti: Tahun Baru Imlek, Sembah yang Zhong QiuJie, Harlah Nabi Khongzi, Sejit Para Shen Ming, King Hoo Ping. Demikian artikel ini saya sampaikan, semoga seluruh Umat Khonghucu, bisa mengerti dan memahami sejarah masa lalu, yang sarat dengan etika moral yang luhur. Ahir kata semoga kita di lindungi di dalam Jalan Suci Tian / Tuhan Yang Maha Esa. Shanzai

gade (Mobrig) kini menjadi Brigade Mobile (Brimob) lahir di kota itu, dipimpin Moh. Yassin. Makanya, setelah terjadi lima kali ledakan bom teroris, masyarakat Surabaya dengan lantang menriakkan, kami tidak takut!’’ tutur Rubag. ‘’Kuteringat masa yang telah lalu. Seribu insan, seribu hati berpadu satu. Surabaya di tahun empat lima. Kami berjuang, kami berjuang bertaruh nyawa. Itu refrain lagu yang sangat kuingat, dilantunkan Titi Hamzah, vokalis Girl Band, Dara Puspita di tahun 1960’an. Bukan hanya itu, supporter kesebelasan Surabaya yang disebut bondo nekat disingkat bonek, bikin bulu merinding untuk menghadapinya. Jadi, memilih Surabaya untuk diobrakabrik adalah pilihan keliru. Kalau boleh kutambah, keberanian dan kenekatan Bung Karno dalam berkiprah dalam politik untuk menuju Indonesia Merdeka, dimulai dari Surabaya. Bertahuntahun mentalitas, karakter dan integritasnya dibina HOS Cokroaminoto, sebelum melanjutkan studi di ITB Bandung,’’ ungkap Wayan Wijaya. ‘’Seharusnya para teroris dan dalangnya perlu belajar sejarah

nasional Indonesia, sebelum berkehendak membangkrutkan negara dan bangsa ini. Sejak dari kedatangan NICA, kemudian pemberontakan bersenjata nyaris di seantero republik tahun 1950an, lalu tragedi berdarah G-30-S PKI yang bertujuan membubarkan NKRI, semua mengalami kegagalan. Apa sebab? Itu tidak lain karena kesadaran berbangsa atau nasionalisme mulai tumbuh seiring dengan berdirinya Budi Utomo (BU) 20 Mei 1908. Awalnya untuk mengelabui kolonialis Belanda, ormas ini menyatakan diri bergerak di bidang kultural, namun masalah politik dan nasionalisme terus ditumbuhkan. Perlahan namun pasti dalam perkembangannya BU memotivasi tumbuhnya ormas-ormas lain, termasuk lahirnya parpol pertama di Nusantara bernama Indische Partij tahun 1912. Pahitnya rasa penjajahanlah yang melahirkan nasionalisme dan karenanya pada Kongres Pemuda II di Jakarta, 28 Oktober 1928 dikumandangkan Sumpah Pemuda, yang kita semua tahu isinya. Kristalisasi atas kesadaran berbangsa, bertanah-air dan berbahasa yang satu yakni Indonesia, menyebabkan prokla-

masi kemerdekaan didengungkan pada 17 Agustus 1945, tanpa ragu. Hebatnya lagi, begitu merdeka kita sudah punya dasar negara dan falsafah bangsa yakni Pancasila, keesokannya Undang-Undang Dasar 1945 diumumkan,” komentar Made Surjanegara. ‘’Bila dipikir-pikir, kehidupan berbangsa dan bernegara yang berdaulat diwariskan para pendahulu kita dengan keringat, darah dan nyawa. Tidak gratis dan bukan hadiah dari bangsa lain. Lalu, kalau ada yang ingin menghancurkannya dengan berbagai cara, termasuki terorisme, berarti mereka tidak paham sejarah atau baru dicampakkan dari langit, sehingga tidak ngerti masalah namun getol bikin masalah. Syukurlah Polri dan TNI kini kompak untuk memberantas terorisme sampai ke akar-akarnya. Apalagi kudengar TNI akan menurunkan pasukan elite dari masing-masing angkatan, di mana pasukan khusus tersebut sangat disegani bahkan ditakuti di dunia. Wah, teroris seperti membangunkan macan tidur, meski sembunyi di lubang semut pun akan diburu. Menebar angin menuai badai jadinya!” ujar Anom Wijaya.


6 Rahinan Galungan

Bali

Redité Paing, 27 Mei 2018

Nénten Lémpas saking Pidabdab Rahinan Siosan NENTEN karasa krama Hindu ring sajebag Nusantara utamanipun ring Bali jagi nyanggra rahinan Galungan sané rauh ipun wantah nganembulan apisan inggih punika ring rahina Buda Kliwon Wuku Dungulan. Galungan wantah rerahinan sané ketah kamargiang antuk pidabdab sané ramia pisan olih kramané tios punika taler kamargiang antuk ngaturang sesodan wiadin banten ring palinggih miwah pura saha ngaturang sembah pangubhakti pinaka niyasa suksmaning manah miwah rasa bhakti ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa antuk sakancan wara nugraha sané sampun kapaicayang nyantos mangkin. Sakéwanten tatkala maosang indik Galungan, pinih becikan yening kaakitang taler sareng rahinan siosan sané rauh ipun dumunan saking Galungan inucap. Sampun kauningayang Galungan wantah rerahinan sané macihna pisan tur madaging antuk makudang-kudang parikrama. Sakéwanten manut pangandika Ida Pinandita Drs. I Ketut Pasek Swastika inggih punika wakil ketua PHDI Provinsi Bali, Galungan wantah parikrama yadnya pamucuk saking makudang-kudang rerahinan siosan sané taler maakitan kahanan ipun tur rauh sadurung Galungan inucap. Minakadi sareng rerahinan Saraswasti pinaka rahina patingetan tedunnyané sakancan wara nugraha Ida Hyang Paramakawi marupa kaweruhan sané kapaicayang ring jadma makasami. Tetujonnyané mangda jadma sami prasida ngamargiang kauripan sané becik saha madasar antuk tata susila sané patut sakadi sané munggah ring daging tri kerangka dasar agama Hindu. Wusan punika raris rauh Pagerwesi pinaka rahina anggén nyengker raga utawi padéwékan malarapan antuk sakancan kaweruhan

sané majanten setata katincapang mangda pikayunan jadmané sayan-sayan tajep antuk tanjenyané ring rahina tumpek Landep. Risampunné pikayunan sida tajep raris jagi resep indik Panca Satya miwah setata maparikrama Tri Kaya Parisudha utawi mapikayun, mabaos taler malaksana sané becik tur rahayu. Sinalih tunggil parilaksana punika wantah ngupapira taler ngamecikang kahanan palemahan miwah tetanduran pinaka sinalih tunggil daging Tri Hita Karana antuk patingetan ipun ring dina tumpek Wariga. “Ring tumpek wariga inucap taler kapanggih parikrama nguduh sané tetuweknyané nunasang mangda taru inucap prasida becik jagi kawigunayang ring sajeroning upakara sané jagi katur ring rahina Galungan sané rauh ipun malih selae dinanyane. Tetuek asapunika sané ngawinang rerahinan Galungan nenten prasida lempas saking rahina siosan,” asapunika Ida mapangandika. Risampunné rahinan Galungan sayan rauh raris kadulurin antuk makudangkudang parikrama pinaka eedan ipun minakadi Sugihan Jawa tur bénjangnyané wantah Sugihan Bali. Ida Pinandita malih ngandikayang ketah ring pakraman ngaturang upakara sugihan punika jagi ping apisan kémanten, inggih punika ring sugihan Jawa kémanten utawi ring sugihan Bali kémanten. Sakéwanten sujatinné wantah mautama pisan yéning upakara sugihan kamargiang ring makakalih rahina sugihan i wawu antuk kahanan upakara sané dados kaselehin inggih punika alit, madya utawi utama. Duaning sujatinné kruna Jawa punika wantah mateges Jaba, dadosne ring Sugihan Jawa kamargiang pareresikan utawi

Bencingah Pinandita I Ketut Pasek Swastika

Ngasorang Adharma Sajeroning Kahuripan Sarahina RAHINA patinget kawijayan Dharma ngasorang Adharma wantah pinaka rerahinan sané setata kajantosang olih krama Hindu. Parindikan punika boya nugesang yéning kawijayan Dharma wantah prasida kamargiang nganem bulan apisan kémanten. Ida Pinandita Drs. I Ketut Pasek Swastika maosang, Galungan wantah patinget saking Dharma ngasorang Adharma ring soang-soang angga sané raris kapatingetin antuk ngelarang yadnya nganem bulan apisan pinaka suksmaning manah majeng ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Sakéwanten, ngasorang Adharma patut kamargiang sajeroning kahuripan sarahina. “Minakadi ngamargiang kahuripan antuk kahanan sawéntené, nénten ulap ring kahanan krama tiosan saha ngamedalang rasa iri ati tatkala ngrereh merta wiadin tetujon kahuripan,” baos Ida. Ida sané taler pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali widang Litbang puniki taler maosang, pidabdab Galungan nénten ja patut kamargiang antuk pidabdab sané ramia taler ageng, sajabaning nganutin sapunapi sané prasida kamargiang olih padéwékan wiadin kulawarga soang-soang. Malarapan antuk canang sari kémanten sujatiné dados, sakéwanten canang inucap mangda becik tur kakaryanin manut saking tattwa miwah tata-titi makarya canang manut ring agama Hindu. Nénten patut yéning kamargiang antuk maksayang raga nulad krama siosan. Sané patut taler kaélingang wantah tattwa miwah tetuek saking upacara sané kamargiang karma, nénten ulah-ulah ngelarang yadnya ageng. “Sampun sapatutné pinaka krama Hindu utamanipun ring Bali mangda mawali malih magama antuk pidabdab ritual miwah spiritual, boya madasar antuk ritual kémanten. Sinah prasida becik yéning yadnya sané kamargiang kasarengin antuk becik nabdabang sekancan daging agama utamanipun daging Tri Hita Karana,” Ida ngaptiang. (was)

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

pabaan

1.

pbhn/,

2.

pabuan

2.

pbÙn/,

3.

pacah

3.

pc;,

4.

pacul

4.

pcul/,

5.

padem

5.

pd)m/,

6.

pahayu

6.

phyu,

7.

palih

7.

pli;,

8.

palet

8.

p2t/,

9.

pamedal

9.

pm)dl/,

10.

pmit/,

10. pamit

marerebu ring lebuh miwah natah. Yéning ring rahina Sugihan Bali utawi ketah kasengguh antuk Sugihan Manik, ring tattwanipun kramané ngaresikang angga sarira soang-soang sané kamargiang antuk ngupakarayang tur nyuciang malih kahanan merajan. Risampunné rauh dina panyekeban irika ketah kramané jagi nyiagayang wiadin nyekeb woh-wohan tur ring dina penyajaan jagi nyiagayang jaja utawi sanganan sané minab jagi kaanggén upakara Galungan. Risampunné ngranjing ring dina penampahan, irika kramané jagi kapanggih mepatung nampah bawi utawi dados taler nampah aya. Punika sujatinné wantah niyasa saking nampah utawi ngamademang sakancan sadripu miwah ambek beburon ring padéwékan soang-soang. Manawita nénten nampah beburon prasida taler kamargiang antuk ngelarang tapa, brata, yoga lan samadhi, antuk tetuek sané pateh inggih punika nedunang sakancan sad ripu ring padéwékan soang-soang. Benjangnyané wawu ngranjing ring Galungan pinaka patingetan Dharma sida jayanti ngasorang Adharma tur nedunang sad ripu mangda prasida dados sad guna ring soang-soang angga. “Sangkaning tattwa miwah tetuwek Galungan kadi asapunika majanten ipun setata kamargiang. Yadiastun tatkala wénten kahanan sané kirang becik, minakadi wénten kabrebehan, kalayusekaran miwah sané siosan sané ngawinang upacara miwah ngaturang upakaranyané nénten prasida kadabdabang. Tatkala punika raris parikrama Galungan kantun mamargi yadiastun wantah ring rasa miwah pikayunan soang-soang kémanten,” asapunika Ida Pinandita nartayang. (was)

BPM/dok

GALUNGAN – Pinaka rerainan jagat sané kamargiang olih krama Hindu pamekas sane wénten ring Bali, rerainan Galungan wantah rerainan sané ketah kamargiang oli krama antuk ngaturang banten pinaka cihna suksmaning manah majeng ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa

Pénjor utawi Pering Selonjor

Nyinahang Tetuek Rwa Bhineda PINAKA sinalih tunggil rerahinan jagat, rerahinan Galungan kantun becik kamargiang kantos mangkin olih krama Hindu ring Bali wiadin sané meneng ring dura désa. Metuéling rahina sané matetuek pinaka kawijayan Dharma ngasorang Adharma puniki, pastika kapanggihin makudang-kudang cecihnan. Sinalih tunggilnyané, pénjor sané katancebang ring soangsoang lebuh paumahan. Makarya miwah nancebang pénjor sampun manados sinalih tunggil dresta saking parikrama rerahinan Galungan. Parindikan punika sayan ngawinang ramia kahanan rerahinané. Manut pangandika Ida Pinandita Drs. I Ketut Pasek Swastika, pénjor wantah kruna andap utawi akronim saking “pering selonjor” utawi tiing sané kantun makatihan saking bongkol kantos ka muncuk. Wénten makudang-kudang cara makarya pénjor sané manut saking dresta kekunan miwah daging tattwa agama Hindu, minakadi carangnyané nénten kapunggel sajabaning taler kapayasin miwah ngawigunayang kraras pinaka pepayasan utawi kalilitang ring tiing inucap. Kraras punika mateges manah utawi pikayunan sané setata ajeg duaning kasinahang antuk warnan kraras sané nénten jagi magentos ngawit saking kanggén pepayasan kantos pénjor inucap kaabut.

Pepayasan sané siosan minakadi kolong-kolong sané wangunipun bunter, pinaka niyasa windu. Ring pénjor taler ngawigunayang gempong sané wilanganipun sarwa ganjil, akéh paletanipun nganutin tegeh-andap pénjor sané kakaryanin. Yéning penjor inucap tegeh, sané pinih sor wantah magempong solas niyasa saking aksara suci Sang, Bang, Tang, Ang, Ing, Nang, Mang, Sing, Wang, Yang, taler Ang miwah Ah. Salanturnyané sané wilanganipun sia wantah teges Dewata Nawa Sanga, sané pepitu wantah teges Panca Dewata miwah akasa pertiwi. Sané lelima wantah teges kaja, kelod, kangin, kauh miwah tengah. Sané tetiga wantah niyasa saking Ang, Ung, Mang. Sadurung magenah ring muncuk, kawigunayang taler gempong kekalih pinaka niyasa aksara Ang miwah Ah. Ring muncuk ngawigunayang gempong asiki niyasa aksara suci Om. “Sayan tegeh pénjor sané kakaryanin sinah sayan akéh gempong sané kawigunayang mawit bongkolnyané. Sios punika, kadagingin malih antuk sanganan lebeng matah, taler kapayasin antuk patram minakadi plawa miwah bun-bunan, phalam marupa pala bungkah utawi kaséla miwah pala gantung utawi biu miwah klapa, miwah puspam utawi bunga rumasuk ring sampian

Dura désa

pénjornyané,” asapunika pangandikan Ida. Nénten akidik taler krama sané nénten ngaryanin pénjor tatkala Galungan. Yadiastun kasinahang soléh, manut pangandikan Ida Pinandita dados prasida kaiwangang. Duaning saking akatih tiing pénjor inucap jagi kapanggihin tetuek rwa bhineda sané kasinahang antuk kahanan sané matungkasan inggih punika leser kalawan bengkot sané majanten wantah masikian tur nénten prasida mapasahan. Sios punika pénjor taler matetuek “nancepang sané leser tur mayasin sané béngkot” sané satmaka nugesang mangda sekancan parindikan sané leser utawi patut setata kaajegang tur kanggén dasar sarahina. Sakéwanten sané béngkot utawi iwang patut kadabdabang mangda prasida magentos dados becik kanggén ngamargiang kahuripané puniki. “Mawit tetuek pénjor inucap, para krama patut ‘ngenahang pénjor ring angga sarira soang-soang’. Tegesipun, resep antuk daging tattwannyané saha prasida kamargiang sarahina. Mangda napi sané sampun kapolihang utawi prasida ngasorang Adharma antuk ngamecikang Sad Ripu dados Sad Guna prasida katelebang ring kahuripan puniki,” Ida Pinandita nugesang. (was)

BPM/was

”Durian Merah” miwah ”Banyuwangi Ethno Carnival”

Kadadosang ”Seri Prangko”

KAASRIAN miwah kahanan pariwisata ring Banyuwangi nerus kalimbakang saha kasinahang ka tingkat nasional. Pinih anyar, kawéntenan ‘Durian Merah’ miwah Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) kadadosang “seri prangko” olih pemerintah Indonesia. Durian Merah madaos prangko seri buah nusantara, BEC kadadosang prangko seri karnaval. Pamekas gambar Durian Merah sampun kacetak sajeroning prangko daweg warsa 2017 lintang. “Nyabran rilis, wantah kacetak 300.000 prangko, nika sampun telas katumbas olih para filatelis,” baos Direktur Pos Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informasi, Ikhsan Baidirus ri kala mungkah acara Lokakarya Filateli Nasional ring Banyuwangi. Ikhsan maosang, Durian Merah Banyuwangi sampun kasub kauningan olih krama. Ri kala mireng Durian Merah, pastika sampun maosang Banyuwangi. “Warnannyané sané cerah, rasané sané macihna pisan dados tetimbang mamilih Durian Merah kadadosang pinaka seri prangko. Durian Merah sampun manados karakteristik

Indonesia. Banyuwangi patut bangga madué Durian Merah,” baosnyané. Satios Durian Merah, weweh dané, sinalih tunggil even ring Banyuwangi Festival, BEC taler manados sinalih tunggil gambar sané ngiasin prangko seri karnaval sané kamedalang olih Pemerintah Indonesia. “BEC manados sinalih tunggil gambar prangko sajeroning serial karnaval Indonesia sané pacang kamedalang ring bulan Mei puniki,” weweh Ikhsan. Even kebanggaan warga Banyuwangi punika, weweh Ikhsan, magumana kapilih santukan Banyuwangi manados genah tetujon pariwisata sané sayan kasub. Utamanipun sajeroning pamargin makudangkudang even pariwisata sajeroning Banyuwangi Festival. Antuk kadadosang pinaka gambar prangko, Ikhsan mapangapti pariwisata Banyuwangi sayan kasub ring mancanegara. Manut Ikhsan, prangko pateh sakadi duta negara sané prasida nlatarang makudang-

kudang potensi sané kaduénang Indonesia majalaran gambar. Inggian kaasrian palemahan, kawéntenan flora miwah fauna, teknologi kantos makudang-kudang ritual miwah pamargin kebudayaan. “Mangkin Banyuwangi boya wantah kaduénang olih Banyuwangi, nanging sampun dados duén Indonesia. Mawit prangko puniki,

Banyuwangi pacang kasinahang kantos ka mancanegara,” baos dané. Mapaiketan ring desain gambar BEC, Ikhsan mosang kantun kasilibang. Minab prasida antuk gambar kahanan karnaval, gambar close up pamilet karnaval utawi lukisan karnaval. “Makarya desain prangko puniki nénten dados ngawag. Wénten Pokjanas (Kelompok Kerja Nasional) sané mligbagang indik desain prangko inucap. Jantosang kémanten,” weweh Ikhsan. (udi/uma)

BPM/ist


Jayanti

Redité Paing, 27 Mei 2018

Putu Reland Dafincy Tangkas

Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;s)mrnÑn. Pupuh Semarandana 7.gu[ÕihyuhlietÇokÞi, Gusti Ayu Alit Cokli, mshu(bnãnñinh*, masaur banban nyihnayang, hmæurhturÓitêe\,

ampura atur titiangé, eboyjpurunÀlæk, boya ja purun alpaka, miwlinætudu;bp, miwalin patuduh bapa, npimli;mr&hibu, napi malih maring ibu, sen\rupktitê*. sané ngarupaka titiang.

Seneng Nyurat Aksara Bali PARINDIKAN nyurat Aksara Bali minab sampun leket ring kahuripan anak istri antuk aran panjang Putu Reland Dafincy Tangkas,. S.S., M.Hum. Kasenenganipun malajahin aksara Bali saking alit nerus kamargiang kantos mangkin. Reland - sapunika ipun ketah kasambat maosang, malajahin basa Bali pamekas aksara Bali sampunang wantah kaplajahin ri kala molihang paplajahan basa Bali ring sekolahan kémanten. Sapatutnyané kaplajahin nyabran rahina ri kala madué galah embang. Sakadi bebaosan Longlife education, sapunika taler ri kala malajahin basa Bali, kaplajahin salantang tuuh. “Nyurat aksara Bali boya wantah kaplajahin ring sekolahan kémanten. Prasida taler kaplajahin ring paumahan, kaplajahin salantang tuuh santukan basa Bali pamekas aksara Bali pacang mawiguna majeng kahuripan iraga kawekas,” baos Reland. Kasenengan Reland nyurat aksara Bali taler kalimbakang antuk ngajahin alit-alit nyurat aksara Bali ring Sanggar Seni Taman Giri Agung pamekas ring kelas aksara Bali. Nyabran raina Redité, anggané setata ngajahin alit-alit sané kayun malajahin aksara Bali ring Taman Budaya Denpasar. Anak istri sané embas ring Denpasar, 23 Januari 1988 puniki ngwewehin, alit-alit miwah yowana Bali patut nglimbakang saha nincapang kawagedannyané ring widang aksara Bali. Akéh sané prasida kakaryanin saking aksara Bali. Satios prasida nyurat aksara Bali ring kertas, alit-alité taler kaaptiang prasida nyurat ring lontar, waged ngawigunayang aplikasi Bali Simbar, utawi makarya Baligrafi. Satios punika, kapungkur kaaptiang aksara

Bali prasida kasinahang ring mediamedia tiosan, minakadi ring kaca, ring kayu, utawi ring besi pinaka seni kreatif. “Malajahin aksara Bali boya sawates pinaka pemenuhan paplajahan basa Bali ring sekolahan kémanten. Akéh sané prasida kawedar saking aksara Bali. Utamanipun sané maguna majeng krama miwah kawedar pinaka seni kreatif sané berdaya guna miwah berdaya saing inggil,” baos guru basa Bali SMKN 5 Denpasar puniki teges. Satios pinaka guru, Reland taler seneng nyurat lontar miwah alih aksara lontar. Sajeroning nyurat aksara Bali pamekasnyané nyurat ring lontar, Reland maosang pinaka sinalih tunggil cara melatih ketelitian, kesabaran, miwah konsentrasi. Sajeroning nyurat lontar muatang pisan ketelitian, kesabaran, miwah konsentrasi, santukan akéh aksara-aksara sané nénten prasida kawacén utawi kasalin. Yéning sampun kaplajahin, majanten nénten wénten sané sukil, sapunika taler ring nyurat lontar. Yéning sampun seneng taler teleb malajah sinah kasuén-suén pastika waged nyurat. “Nyurat lontar muatang kasumekenan, konsentrasi sané becik mangda napi sané kasurat nénten akéhan iwang. Sapunapi antuk ngutsahayang mangda nénten wénten sesuratan sané iwang.” Reland ngwewehin, pinaka krama Bali, iraga patut bangga madué aksara Bali. Akéh wewidangan tiosan sané madué basa daerah sakéwanten nénten madué aksara. Basa miwah aksara Bali patut kalestariang.

“Alit-alité kaaptiang saking alit sampun prasida nyurat aksara Bali, ngwacén aksara Bali miwah uning ring uger-uger sesuratan aksara Bali. Satios punika, tradisi nyurat lontar wantah wénten ring Bali, mawinan iraga pinaka krama Bali patut marasa bangga,” baos Reland nguntatin. (uma)

Madé Lila Arsana

Rumasa Seneng ring Tantangan

NGAJAHIN ngigel alit-alit sané mapawakan “normal” wantah parindikan sané ketah kapanggihin. Matiosan sareng I Madé Lila Arsana, ipun mautsaha nglahlahang ilmu seni sané kaduénang majeng ring alit-alit “disabilitas” pamekasnyané alitalit sané nénten becik mirengang/préréng. Yadiastun akéh nemu pikobet, nanging anak lanang sané embas ring Dénpasar duk tanggal 9 Oktober 1966 puniki rumasa seneng tur bangga. “Titiang yukti rumasa seneng prasida nglahlahang ilmu seni sané duénang titiang majeng alit-alit disabilitas,” baosnyané. Santukan punika, anak lanang sané ketah kasambat Lila puniki ngwangun Sanggar Sandhi Muni Kumara sareng somahnyané sané kasokong olih keponakan kalih cucunnyané. Ipun nglatih alit-alit inucap antuk rasa degdeg. Yadiastun nénten molihang upah, ipun rumasa bagia pisan. “Iraga madué ilmu seni, rumasa nénten pantes yéning nénten nglahlahang ilmu seni puniki majeng ring alit-alit tuna punika,” baosnyané. Somah saking Sri Aemi rumasuk alumnus ring STSI (mangkin ISI Denpasar) puniki majanten kreatif tur seneng ring tantangan. Sadurungnyané, ipun naén ngajahin magambel alit-alit tuna netra. Alit-alit inucap nénten prasida nyingakin, nanging prasida miragi tur ngrasayang iringan gamelan inucap. “Samian alitalit patut kaajahin, mawinan samian mangda mautsaha mapikayun antuk

kahuripanipuné,” aptinnyané. Lila ngangken, ragannyané madué pamineh pacang ngamargiang pementasan antuk mupulang alit-alit disabilitas sajeroning makesenian. Antuk mupulang alit-alit inucap sajeroning ngamargiang pagelaran seni, pastika pacang manados tontonan sané ngulangunin. “Indiké punika sampun naén margiang tiang ri kala ngelarang pementasan Cak,” baosnyané. Sajeroning ngamargiang parindikan punika, alit-alit tuna rungu kagenahang ring arep tur alit-alit tuna netra kagenahang ring ungkurnyané. Cak punika sampun ketah kapentasang, silih tunggilnyané ri kala pakéling Hari Penyandang Disabilitas Internasional, sajeroning HUT Kota Denpasar taler sajeroning acara Pertemuan Tingkat Tinggi Wali Kota se-Indonesia. Kapungkurnyané, ipun mapikayunan pacang makarya pertunjukan gong kebyar pamekasnyané sané kamargiang olih alit-alit tuna netra sané nyolahang igelan, kairingin antuk gong kebyar sané kamargiang olih alit-alit tuna rungu. “Titiang pacang nyikiang pantara alit-alit tuna netra, tuna runggu, tuna grahita, lan tuna daksa (cacat fisik) sajeroning makesenian,” tatasnyané. Madé Lila yukti seniman sané kreatif. Dumun sakantuné manados mahasiswa, ipun ketah makarya tari kreasi anyar miwah kontemporer. Samaliha, ipun ketah masolah ring dura negara nyinahang budaya Bali, minakadi ring Jepang, Amerika, makudang-kudang kota ring Eropa, miwah ring Australia. Tios masolah, ipun taler ngajahin kesenian Bali. Sajeroning makesenian, Lila sané taler pinaka pegawé ring Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Denpasar, sampun ketah masolah mawit saking ipun wawu mayusa 6 tiban. Pangawit kaurukang olih bapannyané I Nyoman Geng Darmada, salanturnyané malajah ring gurunnyané I Nyoman Suarsa. Tios punika, ipun nglanturang masekolah ring Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (SMKI). Tamat irika warsa 1987, ipun nglanturang masekolah ring STSI Denpasar. Ri sampuné tamat duk warsa 1992, ipun kajudi pinaka panguruk tari ring Amerika. Taler keliling Eropa tur masolah ring 63 kota ring Amerika. (uma)

I Kadek Satria

Boya Sawates ”Ritual” MALIH tigang rahina, krama Hindu pacang ngamargiang rahinan Galungan. Rahinan Galungan sané rauh nyabran nganem bulan apisan jatuh ring rahina Buda Kliwon Dungulan. Manut I Kadek Satria, S.Ag. M.Pd.H., tetuek rahinan Galungan boya sawates makélingin kawijayan dharma sajeroning ngasorang adharma, nanging lewih saking punika. “Sapunapi antuk, para krama mangda prasida ngasorang sekancan kroda, parilaksana kaon, pikayunan kaon ring soang-soang padéwékan. Makélingin Galungan sampunang sawates ritual,” Satria metuéling. Sajeroning ngasorang adharma, manut lanang sané embas ring Pedawa, 31 Desember 1987, patut kamargiang nyabran rahina, boya wantah ri kala Galungan kémanten. Kawijayan dharma ngasorang adharma kategesin pisan ring kabisan krama sajeroning ngeret kama, indria, momo angkara, sifat rajas lan tamah ring soang-soang padéwékan, nénten maparilaksana kaon ring anak tiosan, taler sifat-sifat raksasa sané wénten ring angga patut kaicalang.

7

“Kawijayan dharma sané kabaosang minakadi prasida nglawan sifat-sifat raksasa sané wénten ring sajeroning angga saha prasida nyinahang rasa welas asih majeng ring anak tiosan. Nyinahang sifat satwika saha ngripta kahuripan sané tentram, raharja, shanti jagadhita inggian majeng ring pahrayangan, palemahan, taler ring sesamén manusa. Puniki sané patut kamargiang nyabran rahina,” baos Ketua Forum Komunikasi Penyuluh Agama Hindu Non-PNS Provinsi Bali puniki. Sadurung rahinan Galungan, wénten reruntutan rahinan sané patut kamargiang. Mawit saking rahinan Sugihan Pangenten pinaka rahina ngentenin krama mangda ngamargiang kahuripan madasar dharma. Salanturnyané rahinan Sugihan Jawa miwah Sugihan Bali pinaka panyucian Bhuwana Agung miwah Bhuwana Alit. Salanturnyané rahina Panyekeban, Panyajaan, Panampahan Galungan, wawu ring rahina Buda Kliwon Dungulan ngamargiang rahinan Galungan. Yéning para krama sampun prasida becik ngamargiang runtutan rahinan

inucap, sinah becik taler ngrasayang kawijayan. “Rainan Galungan punika tenget, suci. Mawinan ring rahina Galungan, mangda jakti-jakti kasengguh menang, para krama kaaptiang nénten wénten sané mamunyah, mamotoh, majudi, miwah parilaksana kaon tiosan,” Ketua Pasraman Pasir Ukir puniki ngaptiang. (uma)

Satua

Adi Sudi Anggara

Pan Angklung Gadang (5) Kaketus saking Satua-satua Bali (VI) TAN kacarita Pan Angklung Gadang mulih negen pipis magrégotan. Jani kacaritayang I Wayan Sebetan ngubuhin kulukné. Kabatek baan tangarné apang tusing di pisaga kulukné mejunang pipis, lantas tegula jumahan metén tur empek-empeka baanga ngamah. Kenehné apang lebihan mesuang pipis. Kacarita buin maniné I Wayan Sebetan luas mabalih, prajani ia meséh mapanganggo ané melah-melah. Déning ia anak mula ajum tekén pagelahan, jani mabudi ninggarang kamelikan cicingné. Kanti nyelap ia luas mabalih tusing mabekel pipis, kacager kulukné lakar ngadianang pipis. Kacarita suba koné ia neked di pabalih-balihan. Béh, bek jejel anaké mabalih muah dagang sarwa éndah. Ada ngadep woh-wohan, ada madagang nasi, dagang tuak, buin dagang magenep sing bakat baan nyarca. Kocapan I Wayan Sebetan ngetakang cicingné, tumuli mrérén tur negak di dagang nasiné. Laut ia meli nasi, jaja, woh-wohan muah tuak pada kadaar ditu. Cicingné masih kabeliang nasi atekor, kanti begeh basangné ngamah. Déning cicing kamula berag, buin sing pati taén ngamah, jani mara uling ibi kapepekan ngamah kanti puntedan basang cicingné dulurin tondén maan meju. Nah, suba koné makelo I Wayan Sebetan negak ditu mablanja, jani lakar mayah. Lantas penékanga cicingné di baléné. Kenehné apanga tinggar cicingné mara mesuang pipis, apang terang anaké pada ningalin. Déning kéto, makejang anaké pada gaok ningalin laksanan I Wayan Sebetan, ditu ia mingkin ningtingang ikut cicingné. Suba kanti mluing jit cicingné, lantas caploka tur klecot-klecotanga limané sambilanga mespes-mespesang basang cicingné. Déning basang cicing suba puntedan, kanti ngencotang pesan I Wayan Sebetan ngiup jit cicingné, kadugi magedeblos mamesu tai katos macelep ka cangkemné. Lénan kading ento lantas pesu tai mising makecrét, raris bek tangkahné muah kambené I Wayan Sebetan magué-gué kena tain cicing mising. Bonnyané mayur-yuran ngebekin warung, kanti onya rarud anaké mablanja ditu kayang dagang masih uyut mawéwéngan tuara kodag ngadek boné pengit marungan. (Masambung)


8

Minggu Paing, 27 Mei 2018

Ekosistem Ekonomi Kreatif, Tuntutan Zaman Now

Ketika pada 2014, UNESCO Creative Cities Network (UCCN) telah menawarkan kesempatan bagi berbagai kota untuk bergabung dalam jaringan kota kreatif dunia, Denpasar turut menjajal untuk masuk ke dalam jaringan tersebut. Sejauh ini, memang masih ada beberapa prasyarat yang harus dilengkapi untuk bisa tergabung, namun Denpasar tak jera untuk terus melangkah di jalur pembangunan ini. Mengapa Denpasar begitu getol menjadi Kota Kreatif? Berkali-kali di berbagai kesempatan Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, menegaskan bahwa salah satu hal terpenting dari Kota Kreatif adalah gerak pembangunannya mengusung ekonomi kreatif yang berbasis pada gagasan dan inovasi. Itu artinya aktivitas ekonomi tersebut bertumpu pada pengembangan sumber daya manusia dan sangat ramah sumber daya alam, sebab gagasan kreatif mampu memberi nilai tambah pada hal-hal sepele menjadi susuatu yang luar biasa. Dari sisi lain, kumpulan orang kreatif akan selalu berpikir untuk membuat sesuatu yang baru sebagai solusi persoalan hari ini dan sesuatu itu terbarukan. Hal di atas sejurus itu dengan arahan Presiden RI untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai tulang punggung perekonomian nasional, di mana Kota Kreatif berperan penting untuk mendukung ekosistem kondusif dalam pengembangan ekonomi kreatif. Kota Kreatif sebagai Solusi Di luar arahan Presiden, kita sendiri tahu bahwa kota merupakan pusat peradaban yang terbentuk dari pergulatan kreativitas warganya. Kreativitas tersebut terus berproses untuk menjawab tantangan demi tantangan yang hadir setiap hari akibat bersilangsusupnya berbagai kepentingan warga kota. Kepentingan-kepentingan tersebut dapat berwajah ekonomi, politik, sosial-budaya, keyakinan, dan sebagainya. Membangun Kota Kreatif merupakan salah satu solusi jitu untuk menyelaraskan semua kepentingan warga kota sehingga mereka dapat hidup rukun berdampingan sebagai satu komunitas besar. Hal itu didasari oleh pemikiran bahwa kata kunci penting dalam Kota Kreatif adalah kolaborasi dan sinergi. Kita tahu, kolaborasi dan sinergi adalah kerjasama yang equal antara berbagai orang berbeda paham dan kepentingan untuk menciptakan sesuatu bagi kesenangan (baca: kesejahteraan) bersama. Berkait itu, menjadi jelas bahwa pengembangan Kota Kreatif tidak bisa luput dari upaya pemberdayaan komunitas-komunitas kreatif dan mengarahkan mereka agar saling bekerjasama dalam sebuah ekosistem yang kondusif. Karena itulah menjadi sangat relevan himbauan Pemerintah Pusat untuk bersama-sama menggalakkan ekosistem ekonomi kreatif, bahkan lebih dari itu, untuk menumbuhkannya dari akar rumput. Tentu

l Anggur

saja setelah tumbuh harus dirawat bersamasama sehingga pelaku kreatif bisa semakin ramai dan ekonomi bertumbuh. Kenyataan saat ini, sebagian besar pekerja kreatif masih bekerja sendiri-sendiri dan enggan untuk turut bersama-sama menciptakan sebuah ekosistem yang saling mendukung. Padahal, sejarah mencatat bahwa kemajuan di bidang apa pun tidak pernah terwujud tanpa sokongan ekosistem dari kelompok-kelompok yang berkait secara langsung atau tidak langsung dengan bidang itu. Tanpa ekosistem, semua akan bekerja sendiri-sendiri dan meluputkan kemungkinan melahirkan sesuatu yang besar berkat tambahan kemampuan dari pihak lain untuk menyempurnakan hal-hal yang mereka kerjakan. Di tengah ekosistem yang kondusif orang-orang kreatif menjadi lebih potensial dalam berkarya. Sebagai contoh sederhana, crossing collaboration antara perajin endek dan fashion designer di Kota Denpasar telah membuka berbagai peluang baru. Produk perajin endek yang unik yang semula hanya dipasarkan di satu titik tertentu ketika digandeng dan dibranding sedemikian rupa oleh fashion designer jadilah produk baru yang berdampak pada kesejahteraan keduanya. Lapangan kerja pun semakin lebar terbuka. Tugas Bersama Jadi, salah satu kerja besar dalam membangun Kota Kreatif adalah merangsang tumbuhnya ekosistem-ekosistem ekonomi kreatif yang memungkinkan semua pegiat ekonomi kreatif memiliki kesempatan lebih besar untuk

Desau Angin di Sela Pohon

Songbirds. Tersebar di hampir seluruh India. Saat itu adalah

BPM/gpsukmakarsa

Pemanasan Ulang Tahun 25 Juni 2018

Jatijagat Kampung Puisi Bersama Sanggar PURBACARAKA Sanggar CAKRAWALA Jalan Nias 13 Denpasar Menjelang Enampuluh (60) Tahun FAKSAS-FIB UNUD Senin Umanis, 25 Juni 2018 pukul 19:30 wita di JKP-109

meningkatkan (bisnis) kreatif mereka dari segi kuantitas maupun kualitas. Merujuk berbagai teori pengembangan Kota Kreatif, idealnya pihak yang harus terlibat dalam penumbuhan ekosistem ekonomi kreatif adalah komunitas, akademisi, pelaku usaha, pemerintah, dan media (penta-helix). Kolaborasi dan sinergi kelimanya akan memunculkan ekosistem-ekosistem yang khas yang kelak akan menjadi keunggulan setempat dan menjadi landasan menentukan langkahlangkah strategis dan prioritas program untuk mendorong peningkatan ekonomi guna kesejahteraan bersama. Singkat kata, meminjam istilah anak muda sekarang, zaman now bukan lagi era bekerja sendiri-sendiri. Saatnya membangun kolaborasi dalam ekosistem ekonomi kreatif yang sehat. l IGP Anindya Putra Penulis adalah Kepala Badan Kreatif Denpasar

Merah Persibu Ngampoeng Seni untuk Fenomena 27 dalam 72…

HUT ke-4 JATIJAGAT Kampung Puisi 109 kerjasama Sanggar PURBACARAKA dan CAKRAWALA menjelang 60 tahun Faksas-FIB Udayana.

Pejati di Kampung Puisi l Kardanis Mudawi Jaya

Di bawah pohon jati Di halaman kampung puisi Angin lebih nikmat membawa rasa bumbu Selepas masakan diracik sedemikian rupa Dari rumah sebelah harga menggigit lambung Membumbung menguatkan sajian sederhana Dari wajah wajah setia menjanjikan Makanan siap saji bagi jiwa rasa lapar berbagi Mata anak-anak mulai ada yang menanam diri Menanam jejak melepaskan aroma buruan Yang hilang rasa dengan mengunyah kata Demi kata menggali arti dari sejati isi puisi Ikatan sesari hati wangi dupa rupa dikentalkan Jadi senyum sesaji puisi pejati sembahan diri

suatu sore tanpa sinar matahari di musim gugur. Dari tempatnya berdiri, di jalan setapak dekat danau, yang memantulkan langit Himalaya yang biru, terdengar siul burung. Di antara ranting-ranting deodar, di atas pohon setinggi tujuh puluh meter, tampak sebuah sarang. Dan seekor bulbul bersuara merdu, bulunya coklat, panjang sekitar 20 cm, memiliki garis tipis dan pendek, pipinya putih, dan paruhnya kuning mengkilap, muncul tiba-tiba dari bawah dahan yang patah. Ia melayang rendah, mencari tempatnya semula. Jinak, dan tak takut pada manusia. Satu menit, dua menit, tiga menit berlalu… Datang pasangannya –bulbul biasanya terbang berpasang-pasangan, tapi juga suka berkumpul beramai-ramai. Sesudah hinggap sejenak, berlompatan di dahandahan, keduanya terbang kembali dalam rintik hujan, seperti tidak memedulikan segala sesuatunya. Dahan yang basah. Senja yang bergetar dan membiaskan cahaya. Dorani menyaksikan itu semuanya, setelah berjalan ke sana kemari. Baginya, burung adalah “warga langit lain,” penguasa hutan yang basah. Ia masih duduk termenung menatap burung itu dari sebuah tempat yang paling sunyi di dunia. “Burung bisa melakukannya, terbang sebebas-bebasnya, ia bisa pergi keluar ke jalan raya, mengapa saya tidak?” katanya. Betapa mungkinnya hal itu. Hidup tak ada alasan lain buat menikmatinya. Jadi, meski hujan belum berhenti, ia memutuskan berjalan ke dalam hutan. Menembus tanah basah. Dan ia mulai berjalan, mengabaikan hujan, mencari kelembutan. Dan setelah puluhan menit, ia temukan patung Kali, dewi yang mengerikan itu dan yang menyerahkan dirinya pada kaum paria. Dalam posisi bersandar ke tembok. Di belakangnya jalan pintas menuju hutan deodar. Di hutan deodar itu, pohon-pohon makin rapat dan kelam. Kadang ia harus membungkuk di bawah pohon berlumut tebal, melompati bunga-bunga berwarna kuning dan putih, beberapa jenis pakis, dan entah apa lagi. Tak lama kemudian, delapan kilometer setelahnya, ia sampai di sebuah desa. Ketika sampai ke bagian jalan yang agak curam, di bawah sebatang pohon buah raspberry, ia memutuskan berhenti, merebahkan diri. Kemudian tiba-tiba di dengarnya desau angin di sela pohon, dan sebuah puisi yang menjerit: “Kami, dedaunan yang gemerisik, punya suara yang menjawab badai, tapi siapakah engkau yang diam membisu?” “Aku hanya setangkai bunga.” “Dan akar-akar dalam tanah tak menuntut kepada dahan yang menghasilkan buah.” l Agus Roisalam

l Spirit Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita

CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2018 l

JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an l

Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan

Mei-Rememberance 27 in 72…, 72 in 27

Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart!

HUBUNGI dan Aktif Mengikuti Wayan Jengki Sunarta via Facebook dua(2) Minggu sebelum KOMUNITAS ANDA di JKP-109

Fotografi Lomba Foto ”Bali Post Goes to School”

Membidik Momen Terbaik dalam Waktu Singkat JUMAT (25/5) lalu, perhelatan “Bali Post Goes to School” digelar di SMAN 2 Tabanan. Serupa dengan dua event sebelumnya, event ketiga ini juga disemarakkan dengan lomba foto on the spot yang diikuti para pelajar SMA/SMK di kabupaten berjuluk Lumbung Beras Bali tersebut. Mereka ditantang menciptakan karya-karya foto kreatif dengan mengabadikan berbagai kegiatan lomba yang berlangsung dalam event Bali Post Goes to School tersebut. Selain itu, mereka juga dituntut mampu membidik momen-

momen terbaik dalam waktu yang relatif singkat. Tepat pukul 11.00 Wita, mereka sudah harus menyerahkan tiga file foto original (tanpa proses editingred) untuk diikutsertakan dalam proses penjurian. Mengamati karya-karya foto yang masuk proses penjurian, boleh dibilang mayoritas peserta sudah menguasai teknik-teknik dasar fotografi yang baik. Namun, mereka rata-rata masih “kering” dalam ide, kreativitas dan inovasi sehingga foto yang dihasilkan terlihat biasa-biasa saja, kurang gereget dan

Juara I Made Restu Adi Putra (SMAN 2 Tabanan)

“terjebak” menjadi foto-foto dokumentasi semata. Mereka juga belum mampu bereksperimen untuk menciptakan karya foto yang unik. Misalnya, memanfaatkan framing, shadow dan elemen-elemen fotografis lainnya yang ada di lokasi pemotretan untuk membuat foto tampil lebih berkarakter, eye catching dan out standing. Kelemahan mendasar lainnya, mayoritas peserta juga kurang mampu mengeksplorasi tema yang diberikan panitia sehingga karya-karya foto yang diserahkan untuk materi penilaian juri terkesan “seragam”. Padahal, dalam sebuah lomba foto on the spot, kejelian peserta untuk menemukan momen, angle atau sudut bidik, ide serta kreativitas yang berbeda dari karya peserta lainnya merupakan sebuah garansi untuk bisa melenggang mulus dalam proses penjurian hingga mendapatkan gelar juara. Terlepas dari kelemahan-kelemahan mendasar tersebut, namun keberanian para fotografer pemula itu mengikuti ajang lomba patut diberikan apresiasi positif. Paling tidak, mereka sudah mendapat pengalaman berharga sekaligus menakar kualitas karya-karya fotografi mereka. Pada akhirnya nanti, kualitas karya-karya mereka secara bertahap akan meningkat seiring bertambahnya jam terbang mereka di ajang lomba-lomba fotografi. Dalam lomba foto “Bali Post Goes to School” di SMAN 2 Tabanan ini, dewan juri menetapkan foto karya I Made Restu Adi Putra (SMAN 2 Tabanan) sebagai juara I, I Made Deni Indrayana (SMKN 2 Tabanan) sebagai juara II dan I Gusti Made Yudha Pramana (SMAN 2 Tabanan) sebagai juara III. (ian)

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

I Wayan Nuriarta

dr. Ketut Ngurah

Juara II I Made Deni Indrayana (SMKN 2 Tabanan)

Juara III I Gusti Made Yudha Pramana (SMAN 2 Tabanan)

Bakti Setyanta


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Minggu Paing, 27 Mei 2018

9

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN !Dicari Karyawan Laundry di Kuta Utara Hub.082147086628

B.BP.166.05.18.0001401

Asst.Fllor Manager Three Monkeys Ubud.Male 27-35yo 5 years Experience in Hospitality. Diploma or any Related Course. Excellent Communication&Customer Service Skills.08164223643/Send CV to: monkeybizbali@gmail.com

B.BP.004.05.18.0001399

Dicari Staff Produksi bisa Jahit Tangan,Gaji & Jam Kerja Menarik H.085100574646(No SMS)

B.BP.001.05.18.0001153

Dibth Sopir unt Travel Agent 081337099369 / 081236765023 B.BP.154.05.18.0001397

Dcr Tkng Patrun yg Berpglmn & bs Jarit u.Butik H.08124692094 B.BP.154.05.18.0001387

Dcr Krywn Ltr Belakang Elektronika akan Dilatih dr Awal. Lam: UD.Sinar Mulia Jln.Kartini 112 Dps.Telp:0361-226815-236895 B.BP.001.05.18.0001039

SERVICE

SGA Bali (Sekuriti Grup Artha) Security:L/P,Min 168cm,Min SMU Max .35Th,E-KTP. Ass GM:L/P,MinS1 Engl(Spk&Wrt) CV ke Discovery Shopping Mall Jl.Kartika Plaza,Kuta (Lt .Dasar)

B.BP.001.05.18.0001327

Coco Group Bali Looking For: - Asst.HR Manager Min 1 years Experiance in the same position at retail industry Send CV at hrm@cocogroupbali.com

B.BP.803.05.18.0001224

Cr SalesAcc HP&CCTV,Gj+Komisi Hub:PT.Vivan(HP:081237763718) B.BP.001.05.18.0001284

Dcr 5 Supir & Operation Staff Hub.Merrys Travel 0361-238041

B.BP.004.05.18.0001292

Dcr Pelaks.Senior Pry.vila/htl Lam:kehidupan.baru@yahoo.com B.BP.001.05.18.0001296

Dcr Therapist u/Amy’s Spa Canggu Bt .Bolong Hub:081246553238 B.BP.101.05.18.0001007

Villa Seminyak Teknisi Listrik Engineer SMS. 081999882123 B.BP.004.05.18.0001347

BIROJASA

Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar

DIJUAL MOBIL KIA

Picanto All New Th’2013 Tgn 1 Putih Manual Hub.087862270180 B.BP.001.05.18.0001398

G.02

Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar

SUZUKI

APV 2013 Asli Bali,Pmakaian’14 Hub:082144171267/085737039895 B.BP.001.05.18.0001377

G.03

APV Luxury 2011,Tangan Pertama Kondisi Super,115 Juta Nego Telp.081916468911

Dibthkn Hair Dresser,Therapist yg Brpnglm Utk Salon & Spa di Kerobokan Hub:081293799814

B.BP.004.05.18.0001400

Ertiga 2015,Merah,Mulus,133Jt NegoSamsatBaruHP:08123898023

B.BP.031.05.18.0001185

Indigo Japanese Restaurant Canggu is Looking for Waitress and Cooker-English.Good Salary Call.08123840242 B.BP.004.05.18.0001143

Red Carpet Champagne Bar is Looking for a Bar-Captain.You must be Experienced and Yours English Good.Good Salary,BPJS & Lunch Payment!!Your CV to: niels@redcarpetchampagnebar. com B.BP.001.05.18.0001352

RUPA-RUPA

B.BP.001.05.18.0001331

Dicari:Marketing, Admin,Supir, Tenaga Serabutan Hub.08113883822/(0361)703236 B.BP.004.05.18.0001234

Dicr Admin Wnt&Tenaga Srabutan Laki2 Max 35Th.Lam:Jl Gurita I No.20C Dps.Telp:0361-710451

TOYOTA

Dijual Mobil Tronton Wings Box Faw China Type Ca1320 Th 2011 9726CC Hub:081231069405 B.BP.001.05.18.0001382

Rush S Matic’11 Putih 152Jt Ng AsDK Bagus 08123969166 B.BP.001.05.18.0001396

B.BP.001.05.18.0001178

PT.ABCCrSales(SMU/K,Max26Th) Supir(SMU/K,SIM A/B1)u/Dps,Gyr Lam:Jl Gatsu Timur7 Tlp:462733 B.BP.001.05.18.0001330

RUPA-RUPA

DIJUAL RUKO

Ruko 5x15M,SHM,Jln Diponegoro 150 A-5 Pert.IDT. 087765973374

B.BP.001.05.18.0001177

DIJUAL MOBIL

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DIJUAL RUMAH

DIJUAL TANAH

Dijual Rumah Puri Gading Jimbaran Hub.081529931910

Djl Cpt 2 Tanah-22Are, Pinggir Jl.P.Moyo, Dps-22Are, Selat, Klungkung Hub.082182828300

B.BP.154.05.18.0001395

Jl.Beranda Hijau VI No.15 106/36 685Jt Beranda Bukit 085338539998 B.BP.004.05.18.0001194

Rmh Minimlis 45/80.C/Krd,250Jt Lok.IB Mantra/081703280603Pmlk

B.BP.001.05.18.0001376

Rmh Mnls 3KT H.580jt,Tnh 1,1A Lok Dalung Permai,081246864320 B.BP.001.05.18.0001385

Rumah T’54/110,Taman Giri Nusa DuaH:08123800352/087862232050 B.BP.001.05.18.0001225

DIJUAL VILLA Djual Vila Br LT.2Are LB 180m, 3KT,3KM,KolamRenang,PLN7700, IMB,SHM,Lok Ubud Lontunduh 081514885969

B.BP.004.05.18.0001346

Tanah Ls.2,82 Are,Hrga 320Jt/A Nego Jl.Sentanu,Ahmad Yani Utr Tembusan Antasura.081236788999 B.BP.001.05.18.0001384

RUPA-RUPA Cuci Gudang Alat Fitnes Second Hub.08123634805/082131234798 B.BP.001.05.18.0001325

KEHILANGAN Hlg Sertifikat Hak Milik AN: I Silur Nomor Hak:HM 00486 B.BP.001.05.18.0001391

PENGUMUMAN

Tnh Nempil 250Jt/A,Jl.Besakih PondokCitraPmogan08123871809

Saya Ni Made Artini,41th,alm. Ds.Nyalian,Kec.Banjarangkan mohon maaf kpd.PT Arta Sedana (Hardys)Gianyar atas perbuatan pencurian yg tidak sengaja sy lakukan(khilaf), pd 19/4/2018

B.BP.001.05.18.0000082

B.BP.001.05.18.0001304

B.BP.031.05.18.0001235

DIJUAL TANAH


10

Minggu Paing, 27 Mei 2018

Mendatar: 1. Ada ruang untuk diisi ; Mengandung 3. Gamelan Sunda 8. Lembut ; Pelan-pelan ; Tidak keras (Suara) 9. Hantu tanah yang konon b isa mewujudkan dirinya sebagai lembu, rusa, kerbau dan sebagainya. 13. Dayung (Inggris) 14. Panggilan untuk anak kedua (Bali) 15. Hak asasi manusia 16. Pujaan 18. Seribu kilogram 19. Ibu Kota Negara Ceko 20. Lulusan pendidikan kedokteran 23. Salah satu spesialisasi kedokteran 25. Salah satu varian mobil KIA 28. Nenek 30. Lekuk/cekung tempat beradanya bola mata 33. Penolong persalinan 34. Seratus gram 35. Galak dan suka menyerang 38. Sentakan (Inggris) 39. …….. Abrik 40. Gagasan 42. Warangan ; Berangan 44. Penelitian ilmiah ; Kajian 45. Tidak boleh ditunda 46. Dapat (Bali) Menurun: 1. Orang yang berjuang mem bela agama menurut Islam 2. Danau besar di Indonesia 3. Galir ; Dratnya aus 4. Apa-apa yang diungkapkan 5. Orang yang diadu tanding di arena pada jaman romawi dulu. 6. Perjanjian antar bangsa 7. Perbuatan tidak setia 10. Hantu, untuk menakut-nakuti anak 11. Kulit tipis 12. Lepas penat ; Istirahat 17. Bagian tumbuhan yang runcing dan tajam 21. Organisasi Papua Merdeka 22. Nama lain kulit ari 24. Harga eceran tertinggi 26. Rumah siput ; Kulit telur 27. Air (Bali) 28. Partai penentang di dewan perwakilan 29. Mutlak 31. Ilmu pengetahuan dan teknologi 32. Alasan yang dapat dipakai untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, dan gagasan. 36. Ikan sotong 37. Dosa (Inggris) 41. Tidak bergerak 43. Jangan (Bali)

Ketentuan Menjawab

Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 348 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 2 Juni 2018. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 10 Juni 2018. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 346 Mendatar: 1. Rampas 4. Parabola 7. Publikasi 9. Blazer 10. Nan 11. Cerdas 13. Amendemen 16. Dolanan 20. Carillon 23. TREM 26. GMT 28. Esai 30. Ubi 31. Kece

32. Etna 33. Tenggara 35. Buntut 36. IPA 37. Semerbak 38. Rektor Menurun: 1. Rumbia 2. Mala 3. Saur 4. Palace 5. Amandel 6. Akang 7. Pendulum

8. Insan 12. END 14. EAR 15. MIO 17. Orta 18. ACE 19. Navigator 21. Acne 22. Nyentrik 24. Ring 25. Mufakat 26. Gentle 27. Tertib 29. SAE 31. Kubis 34. Near

Pemenang TTS No. 346 1. Kadek Prastika Nadyastari Jl.Merdeka No.43 Bangli 80613 (HP: 083114 896336) 2. Ni Putu Febiana Kusuma Dewi Jl.Subak Dalem Gg.X No.25, Denpasar (HP: 081337 683795) 3. Komang Sri Ajeng Wahyuni Jl.Veteran, Kel. Padangkerta, Karangasem, Amlapura 80813 (HP: 081236 030458) 4. Ni Luh Made Dwipayani Jl.Gunung Agung No.63, Dlod Pangkung, Gianyar (HP: 085237 436759) 5. Nyoman Jingga Br. Dinas Peken, Desa Sangsit, Kec. Sawan, Kab. Buleleng, Singaraja 81171 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama: Ni Nyoman Rai Sawitri Alamat: Kampus Undiksha, Jl.Raya Sesetan, Denpasar (HP: 085337 185854)

Warga Serahkan Kukang Jawa ke PMI

BPM/nan

WISATA BARU - Stone Garden Animal Park merupakan objek wisata baru di Bangli.

Stone Garden Animal Park

Sajikan Tempat ’’Selfie’’ dan Berbagai Jenis Satwa SEIRING berjalannya waktu di Kabupaten Bangli terus bermunculan objek wisata baru ditawarkan kepada masyarakat yang sangat menarik untuk dikunjungi. Yang terbaru kini muncul objek wisata Stone Garden Animal Park yang berlokasi di Desa Bunutin, tepatnya di pintu masuk perbatasan antara Kabupaten Bangli dengan Gianyar. Tempat wisata ini dibangun pada lahan seluas hampir satu hektar. Dulunya tempat tersebut merupakan bekas galian paras batik. Tampilannya objek baru ini berbeda dengan tempat wisata baru lainnya. Karena selain menyiapkan tempat berswafoto bagi pengunjung dengan latar batu paras menjulang, di lokasi ini juga disuguhkan banyak jenis satwa dan burungburung yang mampu membuat kunjungan semakin berkesan. Pemilik Stone Garden Animal Park Putu Rukianto menjelaskan, tempat wisata tersebut akan mulai dibuka bagi pengunjung umum pada Minggu (27/5) hari ini. Kata dia, sasaran kunjungan tak hanya wisatawan lokal, namun juga menyasar pengunjung mancanegara. Objek baru ini mengusung konsep outbound. Tempat ini juga bagus untuk prewedding bagi calon pengantin, juga untuk tempat arisan kumpul keluarga. ‘’Di lokasi ini juga ada tempat menjual makanan Bali,’’ ucapnya. Rukianto menambahkan, pada bagian depan, banyak dibuat batu-batu yang menjulang. Di mana batu tersebut di tempatkan sedemikian rupa untuk tempat ber-selfie bagi para pengunjung. Dan di dalam yang lokasinya paling ujung, terdapat tempat khusus berbagai jenis reptile

seperti ular, alu (biawak) yang telah dijinakkan. Berbagai jenis burung-burung lokal yang biasa ditemukan juga terdapat di lokasi tersebut. Binatang jenis reptile ini akan benar-benar dijaga sehingga tidak sampai membahayakan pengunjung. Pihaknya juga tak mau teledor dalam menjaga reptile tersebut agar jangan sampai keluar dari tempat penangkarannya. “Binatang baik reptile maupun berbagai jenis burung ada di sana bukanlah satwa yang dila-

rang untuk dipelihara. Karena satwa yang dipelihara merupakan satwa yang biasa dilihat masyarakat. Tetapi masyarakat kota sangat awam dengan binatang tersebut sehingga bisa dilihat di objek ini,’’ katanya. Dia menambahkan, selain bisa untuk berswafoto serta menyaksikan berbagai satwa seperti reptile dan burung, tempat wisata ini juga menawarkan paket tracking. Pengunjung akan diajak menyurusi bukit sambil memungut sampah. (nan)

WARGA Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menyerahkan secara sukarela Kukang Jawa dengan nama latin Nycticebus javanicus ke pihak PMI setempat. “Kami menemukan hewan tersebut tengah bersembunyi di tempat penampungan air, dan menyelamatkannya karena dikhawatir mati,” kata penemu Kukang Jawa tersebut, Hendra Gunawan, warga Desa Neglasari, Jumat (25/5). Menurutnya, hewan yang sudah langka ini ditemukannya pada Kamis (24/5). Karena tahu bahwa hewan tersebut dilindungi, ia mencoba meng-

hubungi petugas penyelamat satwa dan akhirnya nyambung ke pihak PMI. Khawatir hewan yang mempunyai gerakan lambat tersebut mati, maka pada Jumat (25/5) sore relawan PMI datang ke lokasi penemuan untuk melakukan serah terima dan mengevakuasinya ke kandang yang lebih layak. Sementara itu, Kepala Markas PMI Kabupaten Sukabumi Budiharto, mengatakan pada tahun ini sudah ada empat laporan yang masuk kepada pihaknya tetang penemuan Kukang Jawa yang tersasar hingga ke permukiman warga. (ant)

BPM/ist

TERIMA - Relawan PMI Sukabumi terima Kukang Jawa dari warga.


INspirasi

Minggu Paing, 27 Mei 2018

11

Pande Putu Alanandela

Modifikator Muda Kini Buka Bengkel

BPM/025

FESTIVAL PELAJAR - Camat Denbar A.A. Ngurah Wijaya bersama Made Suada berfoto bersama dengan guru dan siswa di festival pelajar Spiga.

Pande Putu Alanandela

Festival Pelajar Spiga

Perkuat Kecintaan Anak Muda dengan Budaya Bali Denpasar (Bali Post) SMP PGRI 3 Denpasar termasuk sekolah yang konsisten memperkuat pendidikan karakter siswa khususnya dalam budaya Bali. Semua potensi seni dan olahraga ada di sekolah ini. Ini tergambar ketika siswa sekolah ini menggelar Festival Pelajar Spiga II. Festival berlangsung sumringah karena siswa SMP PGRI 3 Denpasar tampil atraktif menabuh, menari dan menyanyi solo. Semua kompetensi ekstra juga ditampilkan sebagai hasil proses pembelajaran selama ini. Sementara siswa lainnya bersaing mengikuti aneka lomba yakni lagu pop Bali, tari Bali, memasak ikan, stand up comedy, fashion show dan modern dance. Juga ada lomba karikatur, musik akustik dan teater. Camat Denbar A.A. Ngurah Made Wijaya, S.Sos. mengaku kagum dan bangga

dengan kreativitas anak-anak SMP PGRI 3 Denpasar. Bahkan, dia mengatakan sekolah ini terbukti mampu menjadi panutan dalam transformasi pendidikan karakter bagi siswa. Selain itu, anak-anak SMP PGRI 3, kata Camat, juga dikenal inovatif dan berbudaya. ‘’Nah. Lanjutkan program unggulan ini sebagai media untuk menarik masyarakt menentukan pilihan di sekolah ini,’’ tegasnya. Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. juga memberikan acungan jempol atas terselenggaranya festival pelajar Spiga guna mempersiapkan anak muda Bali mencintai budaya Bali. Dengan model pengelolaan sekolah secara otonomi di lingkungan YPLP memberi kesempatan kepada siswa, guru dan kasek untuk berlomba berkreativitas. Di ajang yang berlangsung sumringah tersebut

juga diserahkan peringkat tiga besar UNK masingmasing diraih Ni Putu Sugiantari, Made Astito Yogi Prasana, Adiguna Rijata Kusuma dan Kadek Ariska rima Duta Sastra. Kasek Made Suada menegaskan festival ini bukan saja mengajarkan soal budaya namun langsung mempraktikkan. Inilah yang dia katakan sebagai implementasi pelestarian budaya kepada generasi muda. Dengan demikian siswanya cinta dengan budaya Bali dan nantinya di masyarakat menjadi garda terdepan dalam pelestarian budaya leluhur. Ini yang dikatakan Made Suada sebagai kunci pendidikan karakter. ‘’Kita tak boleh kalah dengan adanya degradasi anak muda terhadap pelestarian budaya. Lewat ajang ini setidaknya mampu meningkatkan spirit terhadap pelestarian budaya,’’ tegasnya. (025)

Beryadnya secara Sederhana

BAHAN upakara menjelang hari raya Galungan sejak dua pekan ini mengalami kenaikan pesat. Kaum ibu-ibu dikagetkan dengan harga bunga untuk pembuatan canang melangit hingga Rp 30 ribu per kilogram. Belum lagi bahan upakara lainnya, sementara daya beli umat makin menurun di tengah krisis. Bagaimana seharusnya umat Hindu bersikap? Guru Besar IHDN Denpasar Prof. Dr. Nengah Duija, Sabtu (26/5) kemarin, memberi pencerahan bahwa persembahan yang utama itu mesti berdasarkan atas rasa lascarya atau ketulusikhlasan. Beryad-

nya boleh sederhana, tetapi esensial. Dikatakannya, ritual itu sesungguhnya dapat dipilah menjadi tiga bagian, yaitu substansi yang disebut suprastruktur. Bagian media atau sarana disebut infrastruktur dan bagian material disebut struktur. Sesungguhnya yang tidak boleh berubah adalah suprastrukturnya yaitu nilai dasar, substansi, hakikat, tattwa dan sebagainya. Tetapi yang disebut media atau sarana atau materialnya pasti bisa berubah dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Material dan sarana

bisa disederhanakan atau diirit. Karena itu mari beryadnya dengan sederhana tetapi esensial. Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Gusti Ngurah Sudiana menyampaikan hari raya keagamaan Hindu dapat dimaknai dengan ajaran tattwa yang benar bahwa persembahan yang dilakukan bermakna paling utama jika didasari oleh hati yang tulus ikhlas, lascarya atau nekengtuas. Tidak dilakukan dengan cara memaksa. Apabila persembahan dilakukan dengan dasar terpaksa dan tanpa dilandasi keikhlasan maka kualitas persembahan tersebut termasuk kategori Tamasika dan Rajasika, artinya sangat rendah. Sekalipun mempersembahkan dengan jumlah yang besar masih kalah dengan persembahan sesuai kemampuan, tetapi didasari oleh hati yang tulus tanpa mengurangi makna yang terkandung dalam persembahan. Dalam seminar kesatuan tafsir 1-15 sudah dibuat keputusan berkaitan dengan upakara dan upacara bahwa ada tiga tingkatan utama, madya dan nista atau utama, menengah dan alit. Semua persembahan tersebut akan baik dan benar apabila dilakukan dengan tattwa etika yang benar. Belum tentu persembahan yang besar dan sedang itu kualitasnya lebih baik dibandingkan persembahan yang sederhana apabila sifatnya rajas dan tamas. Sederhana persembahan, apabila dilakukan dengan benar sesuai tattwa kualitasnya akan jauh lebih tinggi dan mulia. (lun)

BAHAN baku upakara hari raya Galungan biasanya mengalami kenaikan mendekati hari raya. Karena itu, ibu-ibu rumah tangga beragama Hindu di Bali menyiapkan banten maupun perlengkapan Galungan jauh-jauh hari sebelumnya. Maksimal dua bulan sebelum hari raya. Langkah ini diambil dengan pertimbangan bahan baku belum mengalami kenaikan saat itu, sehingga bisa menghemat biaya pengeluaran dalam hal pembuatan banten. Salah seorang ibu rumah

tangga, Sri Widara (32), warga Bajera Belayu, Desa Beringkit, Marga, mengatakan ia mulai menyiapkan banten upakara Galungan sejak dua bulan lalu. ‘’Buat banten yang tahan lama dan penting. Nanti dekat-dekat Galungan tinggal membeli yang kurang-kurang dan membeli buahnya,’’ ujarnya. Selain mencicil pekerjaan karena biasanya banten yang diperlukan untuk Galungan jenisnya cukup banyak, Widara memilih menyiapkannya jauh-jauh hari dengan alasan

saat itu bahan baku perlengkapan Galungan jauh lebih murah dibandingkan saat dibeli mendekati Galungan. ‘’Jadinya lebih hemat biaya yang dikeluarkan,’’ ujarnya. Untuk buah sendiri, menurut Widara, dirinya mengombinasikan antara buah lokal dan buah impor. Adapun buah lokal yang sering ia pakai adalah buah pisang, sawo dan jeruk. ‘’Sisanya buah impor. Saya pilih buah yang disukai keluarga, sehingga saat di-lungsur nanti tidak terbuang percuma,’’ ujarnya. (san)

BPM/wan

BELANJA -Umat Hindu sibuk membeli keperluan upakara Galungan.

Siapkan dari Jauh Hari

DUNIA otomotif, terutama sepeda motor, di kalangan anak muda biasanya identik dengan balapan liar. Namun tidak untuk Pande Putu Alanandela (24). Kecintaannya terhadap dunia otomotif mengantarkannya menjadi pemenang modifikasi kontes kategori Sport Naked pada ajang Honda Modif Contest (HMC) 2018, Minggu (20/5) lalu di Renon. Tidak hanya berhenti di sana, Pande juga memiliki ambisi untuk bisa menjuarai kontes yang lebih bergengsi. Bahkan kalau bisa mewakili Indonesia di ajang internasional. Menurut pemuda yang baru mulai merintis usaha perbengkelan dengan nama

Kak’aku Garage ini, mulai gemar mengutak-atik sepeda motor sejak berada di bangku SMP. Sedangkan saat SMA, dia mulai menyukai dunia modifikasi. ‘’Saya suka modifikasi sejak SMA tahun 2009. Namun untuk custom baru tahun 2015 mulai pengerjaannya dilakukan di rumah,’’ katanya. Untuk generasi muda saat ini khusunya pencinta balap, Pande berpesan agar lebih baik meninggalkan kegemaran melakukan balap liar. Bila ingin menyalurkan hobi, lebih baik mengikuti kegiatan balap yang resmi. ‘’Lebih baik mengikuti yang resmi. Selain untuk keamanan, juga untuk pengakuan,’’ pungkasnya. Di Bali, pencinta modifikasi saat ini sudah sangat banyak, namun sangat sedikit yang muncul. Pihaknya sebagai modifikator muda sangat berharap bisa lahir lebih banyak modifikator hebat dari Bali. Untuk itu, dia berharap modifikator muda jangan mau kalah dengan yang

lain. Tunjukkan hasil karya terbaik, dan ikuti konteskontes yang ada. ‘’Kepada pencinta modif agar lebih banyak mengikuti kotes modifikasi. Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat, kalau dunia modif tidak seperti dibayangkan yang kesannya negatif, namun dunia modif merupakan sesuatu yang menyenangkan,’’ ujarnya. (edi)

Informasi Akurat Dari Hal. 1 Sehingga masyarakat dapat tercerahkan dengan informasi yang benar dan akurat. ‘’Saya berharap Bali TV memanfaatkan ini semua, sehingga tidak hanya untuk masyarakat Bali,’’ harap Rudiantara, Sabtu malam kemarin. Selain itu, pada kesempatan itu Rudiantara juga mengusulkan agar Bali TV segera memanfaatkan siaran digital, sehingga bisa terkoneksi dengan baik dengan berbagai media sosial. Apalagi, Bali TV mem-

Tingkatkan IPM

punyai brand tersendiri dengan mengedepankan kebenaran, sehingga Bali TV bisa lebih berperan dalam menangkal berita hoax yang berkembang di media sosial. ‘’Saya mendorong Bali TV untuk segera melakukan siaran digital. Apalagi, sebentar lagi kita akan memasuki dunia digital. Sekai lagi saya berharap Bali TV segera melakukan uji coba siaran digital ini di Bali, sehingga masyarakat bisa menikmati layanan televisi yang lebih baik. Saya ucapkan selamat ulang tahun kepada Bali TV semoga swasti wanti warsa,’’ pungkasnya. (win)

Dari Hal. 1 Mantra-Kerta juga menargetkan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 74,38 jadi menjadi 80 pada akhir 2023. ‘’Angka IPM 80 ini merupakan standardisasi human index secara internasional. Itu harus kita capai,’’ tegasnya. Yang paling menarik adalah soal lapangan kerja. Mantra-Kerta dengan sangat cerdas menjelaskan soal penyerapan tenaga kerja. Mantra-Kerta berkomitmen untuk menyiapkan lapangan kerja bagi putra-putri Bali. Rai Mantra mengatakan bahwa tenaga kerja Bali perlu mendapatkan pelatihan dalam bidang keterampilan dan keahlian. Sebelum mereka terjun ke dunia kerja para tenaga kerja harus dilatih berbagai keterampilan. (kmb)

Pendekatan Budaya Dari Hal. 1 Cok Ace memaparkan, ada satu hal yang perlu diperhatikan yakni pendekatan budaya sistem transportasi di Bali. ‘’Transportasi di Bali bukan hanya menjadi alat perpindahan dari satu titik ke titik lainnya, tapi juga media interaksi. Ini yang perlu dijawab,’’ ujar Cok Ace. Pada perdebatan bidang transportasi ini, mucul soal transportasi publik Trans Sarbagita. Calon Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster, memiliki gagasan untuk membuat sistem transportasi darat, laut dan udara yang terintegrasi dalam pola satu-kesatuan wilayah, satu manajemen dan tata kelola. Menurut Koster, transportasi publik di Bali tak melulu soal Trans Sarbagita. ‘’Saya kira soal transportasi tidak bisa dijawab hanya dengan Sarbagita,’’ ucap

Koster. Bahkan, Koster ingin mengevaluasi transportasi Trans Sarbagita. ‘’Sarbagita harus dievaluasi apakah moda itu tepat atau tidak. Kami akan evaluasi. Yang kami ingin jawab kebutuhan jalan di Bali seluruhnya,’’ kata Koster. Ia kemudian memaparkan master plan yang telah dibuatnya terkait infrastruktur darat, laut dan udara yang telah dirancangnya. Hal itu berkaitan dengan jalan tol lingkar Bali, kereta api lingkar Bali, bandara baru di Buleleng, shortcut, pengembangan pelabuhan di Bali dan lainnya. ‘’Interkoneksi dari sisi transportasi terintegrasi dalam satu pulau, satu tata kelola untuk mengatasi ketimpangan di Bali dan menghadirkan kesejahteraan,’’ kata Koster. Sementara itu, dalam hal ketenagakerjaan, Koster mengungkapkan akan meningkatkan kompetensi profesional dari pencari kerja,

serta adanya kesesuaian kompetensi dengan pasar kerja. ‘’Kita bukan hanya bersaing dari dalam tapi juga dari luar. Maka penting untuk ditingkatkan kompetensi tenaga kerja kita agar mempunyai daya saing, baik di tingkat lokal, nasional bahkan global,’’ jelasnya. Maka untuk meningkatkan kompetensi, pihaknya akan bekerja sama dengan lembaga pendidikan, membangun akademi komunitas dan memberi pembekalan tenaga kerja melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Juga membuka inkubator un tuk wirausaha kreatif yang nantinya mampu membuka lapangan kerja. Dia optimis masyarakat Bali akan mampu bersaing karena memiliki keunggulan karakter seperti ulet, pekerja keras, jujur dan kreatif. ‘’Tak hanya itu, perlu juga dibuka sentra ekonomi baru di kabupaten lain. Karena selama ini hanya terpusat di Bali Selatan.

Kami juga akan melakukan MoU dengan daerah lain, bahkan dengan luar negeri untuk membuka peluang kerja bagi masyarakat kita,’’ terangnya. Di bidang kesehatan, Koster-Ace kembali menegaskan bakal melanjutkan program Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) dengan melakukan penyempurnaan. Berupa memperbaiki tata pelaksanaan, memperluas cakupan dan jangkauannya, yang nantinya dinamakan Krama Bali Sehat (KBS). Pada awal debat, Cok Ace sempat melempar tiga pertayaan. Masalah R um a h Sa ki t Ma t a B a li Mandara yang sampai saat ini belum diberikan IMB oleh Pemkot Denpasar. Selanjutnya, penolakan pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kesiman dan ketiga soal kondisi jalan di Denpasar yang rusak. (kmb)

Penjor dan Canang

Simbol Anugerah Kesejahteraan PENJOR merupakan salah satu sarana upakara yang wajib ada di hari raya Galungan. Penjor sebagai simbol rasa syukur terhadap semua hasil alam. Kini umat Hindu sudah mulai cerdas berupacara. Mereka tak lagi jor-joran membuat penjor, apalagi dilombakan menjelang Galungan. Yang penting esensi penjor mengenai tattwa-nya. Galungan adalah salah satu upacara piodalan jagat, di mana seluruh isi alam dipersembahkan, seperti buah, daun, batang, bun-

ga dan sebagainya sebagai bentuk anugerah dari Tuhan. Jika penjor adalah bentuk dari persembahan hasil alam, maka apa pun bisa diisi dalam penjor. Kendati demikian, hal ini mesti dipahami bahwa segala tumbuhan adalah hasil bumi. Terlebih, penjor juga merupakan simbol dari Naga Anantaboga yaitu penganugerah kesejahteraan. ‘’Berdasarkan hasil keputusan dari PHDI dinyatakan bahwa penjor itu mesti menganut beberapa hasil bumi, seperti pala bungkah, pala gantung, palawija dan palarambat. Jadi itulah sebenarnya isi dari penjor,’’ ujar praktisi agama Hindu I Kadek Satria, S.Ag., M.Pd.H., Sabtu (26/5) kemarin. Dikatakannya, dalam pembuatan penjor tidak boleh lepas dari makna penjor yang sesungguhnya sebagai bentuk persembahan, bukan menjadikan penjor sebagai bentuk

kontestasi, karena itu adalah bentuk yadnya yang tamasika dan rajasika. Sementara itu, canang yang merupakan salah satu sarana upakara yang dihaturkan pada hari raya Galungan isinya adalah tebu dan pisang sebagai simbol susu dan madu, beras kuning sebagai bentuk permohonan kesejahteraan. Porosan sebagai simbol Tri Murti dan bunga dengan warna putih di timur, merah di selatan, kuning di barat, ungu atau hijau di utara dan kembang rampai di tengah merupakan simbol pemujaan kepada Panca Dewata. Apalagi, Galungan merupakan perayaan kemenangan, sehingga memuliakan alam dengan memelihara dan menjaga tumbuhtumbuhan, maka kesuburan dan keberlimpahan akan terwujud. Itulah yang dikatakan Kadek Satria merupakan kemenangan yang sesungguhnya. (win)


Minggu PAING, 27 MEI 2018

Olahraga dan Nyeri pada Penderita Diabetes

Denpasar (Bali Post) – Sebanyak 70 persen orang dengan diabetes diperkirakan memiliki gejala neuropati. Neuropati merupakan suatu gejala yang ditimbulkan oleh karena adanya gangguan dan kerusakan pada saraf perifer yang ditandai dengan rasa sakit dan kecenderungan mati rasa. Kondisi ini, bagi masyarakat dapat menjadi penghambat dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini juga memiliki kecenderungan menghasilkan disabilitas bagi penderitanya. Namun, sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di University of Kansas Medical Center menunjukkan bahwa latihan aerobik dapat mengurangi tingkat rasa sakit yang disebabkan oleh kondisi yang mengganggu kehidupan seharihari yang disebabkan oleh neuropati diabetes tersebut. Hasil penelitian ini tentunya dapat merubah pola pikir para penderita untuk bisa menjadi semakin aktif sehingga mengurangi angka disabilitas bagi para penderita. Gede Parta Kinandana, salah seorang staf pengajar di Program Studi Fisioterapi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, menjelaskan meskipun manfaat olahraga untuk manajemen diabetes sudah diketahui dengan baik, efek aktivitas fisik pada neuropati diabetik secara spesifik belum sepenuhnya diteliti. Untuk menguji efek latihan aerobic pada penderita neuropati diabetik, para peneliti melibatkan 14 orang yang memiliki tingkat aktivitas fisik yang kurang aktif, dengan melakukan program latihan aerobik yang diawasi dalam waktu 16 minggu. Para peserta memiliki usia rata-rata 57 tahun, dan semua memiliki gejala neuropati diabetik. Melalui hasil penelitian tersebut, dijelaskan bahwa meskipun intensitas nyeri istirahat tidak berubah pada akhir penelitian, namun seluruh peserta dalam penelitian tersebut melaporkan penurunan yang sangat signifikan pada seberapa banyak rasa sakit yang dirasakan pada beberapa aktivitas fungsional seperti aktivitas berjalan, pekerjaan sehari-hari, hubungan dengan orang lain, atkivitas tidur, dan aktivitas dalam kehidupan peserta secara keseluruhan. Sarjana fisioterapi yang telah berkecimpung di bidang olahraga ini memaparkan, hasil awal dari penelitian ini menunjukkan bahwa gangguan nyeri yang dirasakan pada kondisi neuropati diabetes dapat dikurangi setelah melakukan latihan aerobic tersebut. Beliau menjelaskan mekanisme terjadinya penurunan tingkat nyeri tersebut dikarenakan meningkatnya sistem imun yang dihasilkan oleh olahraga yang bersifat aerobic tersebut. Meningkatnya sistem imun ini bermanfaat dalam menjaga kondisi tubuh secara keseluruhan yang bermanfaat pada penurunan persepsi nyeri yang dirasakan selama melakukan aktivitas sehari-hari. Selain itu, beliau memaparkan, “melakukan aktivitas fisik seperti olahraga yang bersifat aerobic, menyebabkan sensitivitas reseptor insulin akan meningkat, di mana reseptor ini yang bertanggung jawab dalam menerima hormon insulin pada sel”. Hal ini bermanfaat pada meningkatnya penyerapan gula darah (glukosa) menuju ke dalam sel sehingga menjaga kadar gula darah tetap dalam keadaan normal, imbuhnya. Pilihan latihan yang paling efektif dan paling aman pada neuropati ini tergantung pada tingkat keparahan gejala neuropati. Kombinasi dari beberapa jenis latihan yang berbeda biasanya dapat bermanfaat dalam mengurangi rasa nyeri dan meningkatkan kebugaran secara keseluruhan. “Latihan kardio atau aerobik, latihan kekuatan dengan beban, fleksibilitas, dan keseimbangan semuanya penting untuk seseorang dengan neuropati diabetes, tambahnya. Berenang, bersepeda stastis, mendayung, dan tai chi adalah pilihan latihan aerobik yang baik karena umumnya aman bagi seseorang dengan kehilangan keseimbangan atau kelemahan otot. Jika Anda memiliki luka yang tidak sembuh di kaki Anda, dokter mungkin akan merekomendasikan untuk tidak melakukan aktivitas yang menghasilkan pembebanan pada kaki Anda. Latihan kekuatan penting untuk mencegah penurunan masa otot dan keseimbangan yang sering terjadi pada kondisi neuropati. Latihan penguatan dengan menggunakan peralatan dan beban adalah pilihan yang tepat untuk membangun kekuatan dengan aman di seluruh tubuh Anda. Latihan keseimbangan dapat membantu memperbaiki kehilangan stabilitas dengan mencegah hilangnya sensasi yang terjadi di telapak kaki Anda pada kasus Neuropati diabetes. Latihan peregangan penting bagi kita semua, namun untuk seseorang dengan Neuropati, peregangan memainkan peranan penting dalam meningkatkan sirkulasi darah menuju seluruh bagian tubuh dan menjaga kelenturan otot-otot tubuh kita. Terakhir, beliau menyimpulkan bahwa olahraga sangatlah penting bagi kondisi Neuropati Diabetik. Olahraga dengan program dan perencanaan yang tepat, serta dilakukan secara rutin dan berulangulang, tentunya memberikan manfaat yang sangat baik dalam menjaga kebugaran fisik dan mencegah disabilitas bagi para penderita Neuropati Diabetik. Beliau juga mengingatkan untuk selalu berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal, tutupnya. (kmb33)

t r o Sp

balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

OPTIMIS - Tim tuan rumah Bali United dan lawannya Persib Bandung sama-sama optimis memetik kemenangan dalam lanjutan Kompetisi Liga 1 di Stadion Kapten Wayan Dipta, Minggu (27/5) malam ini.

BU dan Persib Optimis Menang Mangupura (Bali Post) -

Tim tuan rumah Bali United (BU) dan tamunya, Persib Bandung, sama-sama optimis bakal memetik kemenangan dalam laga lanjutan Kompetisi Liga 1 di Stadion Kapten Wayan Dipta Gianyar, Minggu (27/5) malam ini. Keyakinan itu dilontarkan kedua pelatih yakni Widodo Cahyono Putro dan Roberto Carlos Mario Gomez.

Widodo mengakui tim Maung Bandung terkenal serangannya rancak, baik dari gelandang serang, sayap kiri dan kanan, serta bolabola muncul yang mendadak dari semua lini. ‘’Jika anak-anak ingin menang, kami harus mampu meredam serangan Persib dari segala lini,’’ tuturnya di Kuta, Badung, Sabtu (26/5) kemarin. Diakuinya, dua asuhannya yakni Irfan Bachdim dan Nick van der Velden dipastikan absen, sedangkan kondisi Ilija Spasojevic dan Milos Krkotic masih menunggu perkembangan lebih lanjut. Sementara mantan pemain Persib yang kini berkostum Tim Serdadu Tridatu M. Taufiq

menegaskan, dirinya bersama rekan setimnya bertekad memetik poin penuh, tetapi perlu dukungan “Semeton Dewata”. ‘’Saya tetap bersemangat walaupun meladeni mantan tim saya. Yang penting Bali United bisa mewujudkan impian memenangkan laga,’’ ucapnya. Sementara itu, pelatih Persib Bandung Roberto Carlos Mario Gomez tak ambil pusing dengan absennya sederet pemain pilar BU. ‘’Kami menganggap Bali United tim tangguh, dan kami datang jauh-jauh dari Bandung ke Bali untuk memenangkan laga,’’ ujar Mario Gomez. Alasannya, donasi tiga poin sangat berarti bagi Tim Maung Bandung untuk mendongkrak posisi di klasemen. Mario

Gomes yakin pemain pengganti BU kualitasnya selevel, namun dirinya optimis asuhannya bisa memenangkan laga. ‘’Saya lebih senang menurunkan pemain muda bertalenta,’’ jelasnya. Pemain Persib Supardi juga tak terpengaruh dengan tidak bisa diturunkannya pemain inti BU. ‘’Sepak bola ini kan permainan tim, bukan individu,’’ kilah Supardi. Ia menilai sosok tim BU sangat solid dan tangguh di semua lini, namun Persib juga optimis bisa memenangkan laga. Di sisi lain, Asisten Pelatih Persib Fernando Soler menyatakan duel BU kontra Persib dipastikan seru, sebab kedua tim sama-sama berambisi menundukkan lawannya. (022)

Cavs Vs Celtic Berlanjut hingga ”Game” Ketujuh

Cleveland – Siapa yang bakal lolos ke final NBA dari Wilayah Timur harus ditentukan di partai ketujuh. Ini setelah kemenangan Cleveland Cavaliers 109-99 atas Boston Celtics. Pada game keenam yang dihelat di Quicken Loans Arena, Sabtu (26/5) kemarin, Cavs yang butuh kemenangan untuk menjaga napas di laga final ini bermain agresif sejak kuarter pertama. Tetapi, Celtics mampu meredam itu dan unggul 25-20 di akhir kuarter pertama. Cavs lantas bangkit di kuarter kedua untuk tancap gas meninggalkan perolehan angka Celtics dengan unggul 34-18.

Cavs pun mengunci keunggulan 54-43 di akhir kuarter kedua untuk kemudian melanjutkan dominasinya di kuarter ketiga. Susul-menyusul skor terjadi di kuarter tersebut ketika Celtics membuat 30 poin berbanding 29 poin. Cavs tetap unggul 83-73 di akhir kuarter ketiga. Masuk di kuarter keempat pertandingan berjalan makin seru, tapi Cavs tetap mampu mempertahankan keunggulan mereka di akhir laga dengan kemenangan 10999. LeBron James jadi pencetak angka terbanyak Cavs dengan 46 poin, 11 rebound, dan sembilan assist untuk memastikan final Wilayah Timur dilanjutkan hingga game ketujuh di TD

Garden, Senin (28/5). “Rasanya menyenangkan bisa terus berjuang di laga selanjutnya. Saya selalu bilang bahwa dua jam terbaik di olahraga itu adalah game ketujuh. Jadi, mari kita nikmati saja,” ujar LeBron. Menopang James adalah George Hill dengan 20 poin disusul Jeff Green dengan 14 poin dan Larry Nance Jr. dengan 10 poin. Tapi, kemenangan ini dibayar mahal karena Kevin Love dikabarkan mengalami gegar otak ringan usai bertabrakan dengan Jayson Tatum di kuarter pertama. Dari Celtics ada Terry Rozier yang bikin 28 poin disusul Jaylen Brown dengan 27 poin. (kmb33/afp)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Minggu 27 Mei 2018 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu