Skip to main content

Edisi Selasa, 27 Maret 2018 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 208 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

Selasa umanis, 27 maret 2018

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

Sinergikan dengan Pariwisata

Kiat Koster-Ace Tingkatkan Kesejahteraan Petani Kopi KINTAMANI tak hanya memiliki panorama yang indah, juga cita rasa kopi yang mendunia. Kedua hal itulah yang ingin disinergikan calon Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), saat berkunjung ke sentra kopi Desa Mengani di sela kampanyenya di Kabupaten Bangli, Senin (26/3) kemarin. Cok Ace menilai ada mata rantai yang terputus sehingga masyarakat yang berkecimpung di industri kopi seakan tidak dapat menikmati kesejahteraan yang seharusnya mereka rasakan. ‘’Sekarang ini usaha mereka sudah bagus, tetapi kelihatannya ada

mata rantai yang terputus. Padahal secara market dan geografis ini amat mendukung. Tetapi masyarakat tidak merasakan kesejahteraan dari industri ini,’’ ujar Cok Ace. Ke depan, Cok Ace memiliki gagasan agar Bangli dan daerah penghasil kopi lainnya tak hanya dikembangkan menjadi produsen saja, melainkan disinergikan dengan sektor pariwisata. Ia mencontohkan Kota Batu di Kabupaten Malang yang sukses memadukan keduanya. Paket yang diusung PDI Perjuangan, Hanura, PAN, PPP, PKPI dan PKB itu ingin hal itu bisa diterapkan di Bali,

khususnya di Desa Mengani, Kintamani, Bangli. ‘’Dia bisa dikembangkan menjadi destinasi. Nanti kita koneksitaskan dengan daerah-daerah lain, sehingga menjadi satu-kesatuan paket wilayah dalam konteks pariwisata Bali. Tidak hanya sebagai penghasil kopi, juga sebagai destinasi,’’ tegasnya. Bayangkan, kalau orang datang ke sini, ngopi di sini, tempatnya indah. Yang perlu dilakukan juga memperbaiki infrastrukturnya agar mudah dijangkau dan terus dipromosikan agar orang tahu dan datang ke sini. Hal. 19 Harus Diperbaiki

Bali Post/kmb

KOPI - Calon Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), menanam kopi saat berkunjung ke sentra kopi Desa Mengani, Kintamani, Bangli, Senin (26/3) kemarin.

Target Jokowi 2018

OBITUARI

Orang Miskin di Bawah 10 Juta

Banjarbaru (Bali Post) – Jumlah penduduk miskin di Indonesia sebanyak 26,5 juta orang lebih. Selama kepemimpinan Jokowi mengalami penurunan 1,2 juta orang. Rupanya penurunan dianggap sangat kecil. Karenanya 2018, Jokowi menargetkan jumlah penduduk miskin di bawah 10 juta. ‘’Target kami, ini target ya, tahun 2018. Angka kemiskinan harus turun, angkanya berapa, harus turun di bawah 10 juta,’’ ujar Presiden di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (26/3) kemarin.

Bali Post/ant

MENDOAKAN - Keluarga dan kerabat mendoakan almarhum Probosutedjo di rumah duka, Senin (26/3) kemarin. Probosutedjo meninggal dunia di usia 87 tahun karena sakit.

Probo Berupaya Majukan Pertanian PROBOSUTEDJO, Senin (26/3) pagi kemarin meninggal dunia usai menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Ia didiagnosis mengidap kanker tiroid. Adik mantan Presiden Soeharto ini dikenal sebagai sosok yang sangat peduli dengan kemajuan pertanian, pendidikan dan kemandirian pengusaha pribumi. Semasa hidupnya, ia yang sering dipanggil Pak Probo itu aktif mengembangkan pertanian dan pendidikan di Tanah Air. Selain mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang pertanian unggul, ia juga mendirikan sejumlah universitas salah satunya adalah Universitas Mercubuana, Jakarta. Probosutedjo juga menjadi pendiri Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) dan pernah menjadi Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia. Banyak sahabat dan pejabat yang menilai bahwa Probosutedjo sebagai sosok yang punya kepedulian akan kemajuan bangsa. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengenang Probosutedjo sebagai sosok yang banyak membantu kemajuan pendidikan di Tanah Air. ‘’Beliau semasa hidupnya banyak membantu masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan dan sosial,’’ ujarnya. Mendikbud menilai Probosutedjo sebagai nasionalis sejati yang banyak mewariskan peninggalan penting untuk bangsa ini. Selain banyak membangun masjid di luar negeri, mendiang juga membangun masjid di dalam negeri. Hal. 19 Pengusaha Nasional

Presiden Joko Widodo menargetkan penurunan jumlah penduduk miskin yang angkanya saat ini masih di atas dua digit, melalui program bantuan sosial dan pendidikan yang diberikan kepada masyarakat. ‘’Angka kemiskinan harus turun, angkanya berapa, harus turun di bawah 10 juta,’’ ujar

Basuki Tjahaja Purnama

Bali Post/dok

MA Tolak PK Ahok MAHKAMAH Agung (MA) menolak upaya hukum peninjauan kembali (PK) yang diajukan mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Atas putusan itu berarti Ahok tetap menjalani hukuman dua tahun penjara sesuai putusan pengadilan tingkat pertama. ‘’Ya, sudah diputus siang tadi dan oleh majelis hakim, PK tersebut ditolak,’’ kata juru bicara MA Suhadi, Senin (26/3) kemarin. Adapun majelis hakim yang menangani peninjauan kembali Ahok diketuai oleh Artidjo Alkostar dengan beranggotakan Salman Luthan dan Sumardijatmo. Sebelumnya Ahok mengajukan PK diwakili oleh kuasa hukumnya pada 2 Februari 2018 kepada MA, melalui Ketua Pengadilan Negeri yang memutus perkaranya pada tingkat pertama, dalam hal ini Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Ahok mengajukan PK terhadap Putusan Pengadian Negeri Jakarta Utara Nomor: 1537/ Pid.BlZO16/PN.Jkt.Utr yang telah berkekuatan hukum tetap dan sebagian pidananya telah dia jalani. Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada 9 Mei 2017 memutuskan menjatuhkan pidana penjara dua tahun kepada Ahok karena perkara penodaan agama. Ahok kemudian mengajukan permohonan banding terhadap putusan hakim, namun lalu mencabut pemohohan bandingnya. Ahok terjerat perkara penodaan agama setelah video pidatonya di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016, ketika dia menyebut adanya pihak yang menggunakan Alquran Surat Al Maidah 51 untuk membohongi, beredar, dan memicu serangkaian aksi besar dari organisasi-organisasi massa Islam. (ant)

Presiden. Pernyataan itu disampaikan Presiden usai penyerahan dana Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar serta sertifikasi guru di Lapangan Murjani Banjarbaru. Hal. 19 Kualitas Hidup

Made Oka Tepis Tudingan Novanto Jakarta (Bali Post) Pernyataan kontradiktif terjadi dalam persidangan korupsi e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto. Ketika itu ia menyatakan bahwa Menko PMK Puan Maharani dan Seskab Pramono Anung ikut menerima aliran uang e-KTP masing-masing sebesar 500 ribu dolar Amerika Serikat (AS) berdasarkan pengakuan tersangka Made Oka Masagung. Namun, tersangka Made Oka Masagung usai menjalani pemeriksaan penyidik KPK membantah pernyataan Novanto itu. ‘’Kalau menurut klien saya pernyataan Novanto di muka pengadilan minggu lalu itu tidak benar.

Dan itu sudah dibantah oleh yang bersangkutan,’’ kata pengacara Made Oka, Bambang Hartono, usai mendampingi pemeriksaan kliennya di Gedung KPK, Jakarta, Senin (26/3) kemarin. Saat ditanyakan pada bagian mana yang dianggap tidak benar, Bambang mengatakan tidak ada aliran dana yang mengalir ke dua politisi PDI-P itu. ‘’Tidak ada aliran dana (ke Puan dan Pramono) sama sekali. Tidak ada,’’ tegas Bambang diiyakan Made Oka Masagung yang berdiri di samping Bambang dan mengangguk tanda setuju dengan pernyataan pengacaranya. Hal. 19 Tidak Pernah

Ketua DPRD Bali Sepakat Lindungi Perajin Arak Tabanan Miliki Enam Perajin tuak dan arak di Bali hingga kini belum dilindungi regulasi. Apalagi pascakeluarnya Peraturan Menteri Perdagangan No. 6/M-DAG/ PER/1/2015, otomatis minuman beralkohol produksi lokal tak terlindungi. Lalu apa tanggapan DPRD Bali terkait keluhan ribuan perajin arak yang tak mendapat perlindungan pemerintah?

KETUA DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama mengatakan, pemerintah mesti melindungi perajin arak. Karena jenis minuman beralkohol ini juga dibutuhkan umat Hindu di Pulau Dewata sebagai sarana upacara keagamaan. Karenanya, agar bisa melindungi para perajin, keberadaan tuak dan arak mesti dipandang dari sisi budaya. ‘’Itu kan muatan lokal, budaya lokal, sudah dilakukan dari zaman dulu. Jangan dilihat dari sisi negatifnya, dilihat sisi budayanya wajib kita lindungi,’’ ujar Adi Wiryatama usai memimpin Rapat Paripurna Istimewa di DPRD Bali, Senin (26/3) kemarin. Wiryatama sepakat, ke depan harus ada regulasi untuk melindungi para perajin tuak dan arak lokal yang jumlahnya ribuan itu. DPRD Bali sendiri sudah mengarah ke situ, dan kini sedang dipikirkan formula yang tepat. ‘’Selama ini, mereka kan tanpa dilindungi, karena tidak ada aturan yang pasti. Tidak ada standar mengenai kadar alkohol, kan itu yang sering berbahaya.

Hanya dibuat saja begitu, tanpa ada standar,’’ jelas mantan Bupati Tabanan yang pernah mengeluarkan izin lokasi pabrik miras. Bila sudah ada regulasi, lanjut Wiryatama, apa yang boleh dan tidak boleh tentu akan diatur. Tujuannya agar perajin bisa menjalankan usahanya dengan baik, namun tidak membahayakan masyarakat secara umum. Mereka juga perlu dikontrol agar tidak sekadar berpikir instan untuk mencari untung. Produk yang dihasilkan jangan sampai memberikan dampak negatif bagi masyarakat. ‘’Tuak itu kan dari dulu sudah dikonsumsi sama masyarakat. Kalau dibiarkan gitu, ada tuak oplosan atau tuak masem dijual kan bahaya. Ke depan kita akan buat regulasi agar perajin bisa berjalan dengan baik, tidak membahayakan masyarakat secara umum. Jalan pikiran kita seperti itu di DPRD,’’ tandas politisi PDI-P ini. Hal. 19 Harus Dilindungi

Industri Mikol

Nyoman Adi Wiryatama

Tabanan (Bali Post) Tabanan saat ini memiliki enam industri minuman berakohol (mikol) yangsecara keseluruhan menyerap sebanyak 259 tenaga kerja. Industri iniberlokasi di Kediri (2), Kerambitan (1), Selemadeg Timur (2) danTabanan (1). Dalam memproduksi mikol baik Golongan A, B dan C,sebagian besar berbahan dasar fermentasi beras. Sementara untuk satu industri mikol di Kediri ada yang berbahan dasar fermentasi buah. Kasi Bina Pengendalian dan Pengawasan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tabanan I Dewa Gede Sutariawan, Senin (26/3) kemarin, mengatakan bahan

baku mikol di Tabanan kebanyakan dari fermentasi beras dan buah. Untuk izinnya langsung dari pusat. ‘’Enam industri mikol ini semuanya legal dan sudah berizin,’’ kata Sutariawan. Mengenai pasarnya, tiaptiap industri memiliki pasar sendiri. Namun sebagian besarnya disalurkan ke hotelhotel dan beberapa masuk swalayan besar. Pendapatan dari penjualan minuman berakohol, menurut Kabid Perdagangan Disperindag Tabanan Primayani, berdasarkan Perda No. 2 Tahun 2016 tentang minuman beralkohol. Hal. 19 Masalah Retribusi


denpasar

2

Selasa Umanis, 27 Maret 2018

figur Didukung Semua Komponen BERBICARA masalah pertahanan negara, bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI semata. Semua komponen bangsa ini harus mampu menjaga dan ikut serta dalam mewujudkan pertahanan negara yang telah dituangkan dalam sistem pertahanan semesta. Hal ini mengemuka dalam seminar Sistem Pertahanan Semesta Provinsi Bali Tahun 2018 yang digelar di Gedung Graha Sewaka Dharma, Denpasar, Senin (26/3) kemarin. Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan RI Perwakilan Kementerian Pertahanan Provinsi Bali. Dengan mengambil tema “Sinergitas Komponen Bangsa dalam Mewujudkan Sistem Pertahanan Semesta yang Tangguh”, seminar ini dibuka Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara dan dihadiri Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar, jajaran OPD di lingkungan Pemkot Denpasar, para penglingsir puri serta dihadiri pula oleh mahasiswa dari universitas negeri dan swasta di Bali. Jaya Negara mengatakan, eksistensi sebuah bangsa tergantung dari pertahanan bangsanya. Dalam hal ini, pemerintah secara terpadu dan terarah berkomitmen untuk menjaga stabilitas keamanan yang dipersiapkan secara dini. Sistem pertahanan negara bila dikorelasikan dengan ketersediaan sumber daya nasional menjadi hal yang sangat penting. “Acara ini patut diapresiasi. Jika bicara tentang Denpasar sejatinya spirit perjuangan di Kota Denpasar adalah spirit Puputan Badung dan berkomitmen memberikan kemakmuran kepada masyarakatnya,” ujarnya. Kader PDI-P yang low profile ini menambahkan, sinergi dan konsep pertahanan semesta menjadi tugas kita bersama sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Stabilitas keamanan Bali secara khusus harus dijaga oleh seluruh lapisan masyarakat. “Pemerintah tentu harus bersinergi dan bekerja sama dengan baik dari hal-hal kecil yang bisa diimplementasikan di Masyarakat,” tegasnya. (ara)

Ranperda Kepariwisataan Budaya

Koreksi Pansus Didominasi Masalah Redaksional

Denpasar (Bali Post) – Pembahasan raperda tentang Kepariwisataan Budaya yang digarap Pansus XIII DPRD Denpasar mulai dilakukan, Senin (26/3) kemarin. Setelah melakukan rapat intern, kemarin Pansus telah mengundang OPD pengusul serta instansi terkait lainnya, seperti Dinas Tenaga Kerja, Dinas Kebudayaan dan Bagian Hukum dengan menggelar rapat kerja. Rapat kerja tersebut dipimpin Ketua Pansus XIII Tanan Jaya Asmara Putra, didampingi Kabag Hukum Setda Kota Denpasar Gede Kagung Putra. Ketua Pansus XIII Tanan Jaya AP mengungkapkan, pihaknya sudah mempelajari Rancangan Perda tentang Kepariwisataan Budaya bersama tim pansus lainnya. Dalam pembahasan awal tersebut, masih ada beberapa hal yang perlu mendapat perbaikan, sehingga bisa menghasilkan perda yang lebih berkualitas dan mampu menjadi pedoman dalam pengembangan pariwisata di Denpasar. Beberapa poin perbaikan, seperti redaksionalnya sudah disampaikan agar bisa direvisi. Kabag Hukum Kagung Putra menyebutkan, beberapa koreksi telah disampaikan oleh Pansus XIII yang tentunya akan menjadi pertimbangan bagi OPD pengusul untuk memperbaikinya. Setidaknya ada beberapa poin yang menjadi penekanan Pansus, di antaranya penggunaan kata pengukuh yang diusulkan agar penggunaan kata pengokoh. Demikian pula kalimat berdasarkan budaya Bali, harus ditambahklan lagi dengan budaya Denpasar. Selain itu, Pansus juga mempertanyakan landasan pengembangan kepariwisataan budaya berdasarkan Perda RTRW. Selain itu, penggunaan seminan untuk di hotel harus mengantongi sertifikat kompetensi. Usulan lainnya, yakni untuk promosi, dinas terkait bisa bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota di dalam dan luar negeri. Terhadap sejumlah pertanyaan itu, dijawab tuntas oleh Kadisparda Kota Denpasar, Desire Mulyani. Misalnya masalah RTRW, kata dia pengembangan kepariwisataan budaya harus pula mengacu pada ketentuan RTRW yang ada di Denpasar. Misalnya, soal zonasi maupun ketentuan lainnya harus sesuai dengan ketentuan pada RTRW yang ada. Dalam ranperda ini, kepariwisataan budaya yang dimaksud adalah pariwisata Denpasar yang berlandaskan kepada kebudayaan Bali yang dijiwai oleh ajaran Agama Hindu dan falsafah Tri Hita Karana sebagai potensi utama. Diharapkan ada timbal balik antara kepariwisataan dan kebudayaan yang keduanya bisa berkembang dengan baik secara sinergis, harmonis dan berkelanjutan. (kmb12)

081 337 032 965, (0361) 819446

FM 96,5

Topik : Kearifan Lokal Jadi Kekuatan Perencanaan Program Pembangunan Bali Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail

: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com

TERSANGKA – Para pelaku penyelundupan narkoba yang berhasil digagalkan oleh Bea Cukai Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Tiga Upaya Penyelundupan Nakoba SELAMA dua pekan pada pertengahan Maret 2018, Bea Cukai Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali berhasil menggagalkan tiga kali upaya penyelundupan barang terlarang. Upaya penyelundupan narkotika, psikotropika dan precursor (NPP) dilakukan oleh delapan tersangka, di antaranya warga berkewarganegaraan asing dan Indonesia yang kedapatan menyembunyikan beberapa jenis NPP, termasuk kokain dan ganja dengan tujuan Denpasar. “Terdapat tiga kali penindakan yang dilakukan terhadap lima orang berkewarganegaraan Malaysia dan tiga orang berkewarganegaraan Indonesia yang berupaya menyembunyikan NPP dengan berbagai modus, salah satunya dengan menyembunyikannya di dalam dubur,” kata Kepala Kantor Wilayah DJBC Bali, NTB dan NTT Syarif Hidayat

didampingi Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Ngurah Rai Himawan Indarjono dan Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil Bea Cukai Bali, NTB dan NTT Husni Syaiful. Syarif Hidayat mengatakan, penindakan pertama dilakukan terhadap pria berusia 47 tahun dengan inisial INA asal Buleleng, Bali, Jumat (23/3). INA diamankan setelah mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sebagai penumpang maskapai penerbangan Qatar Airways QR 962 rute Doha–Denpasar. “Hasil pemeriksaan X-Ray atas barang bawaan INA, petugas menemukan empat paket karton berisi bubuk berwarna putih diduga sediaan narkotika jenis kokain yang disembunyikan di dalam lipatan empat buah kemeja. INA juga kedapatan menyembunyikan 39 paket berisi bubuk berwarna putih diduga se-

diaan narkotika jenis kokain yang disembunyikan di dalam 39 buah amplas kaki dengan berat total 2.014,25 gram bruto,” katanya memaparkan. Dari hasil pengembangan, kata Syarif Hidayat diketahui bahwa INA diiming-imingi pekerjaan dengan upah yang menggiurkan sebesar USD 3.000 oleh seseorang bernama Bella yang berkewarganegaraan Filipina. INA diminta untuk pergi ke Kolombia bertemu dengan Mr. Don untuk mengambil barang yang akan diantarkan ke Hongkong yang dikemas dalam sebuah tas yang tidak boleh dibuka. Saat bertemu MR. Don, INA diberikan uang sebesar COP 400.000 dan diminta untuk menunggu tiket ke Hongkong dari Bella. Namun tiket yang ditunggu-tunggu tak kunjung diberikan. INA akhirnya memutuskan pulang ke Indonesia dengan uang hasil pinjaman sang

adik untuk membeli tiket. Berdasarkan Surat dari Balai Pengujian dan Identifikasi Barang Tipe B Surabaya Nomor S-215/ SHPIB/WBC.11/BPIB/2018 tanggal 24 Maret 2018, hasil pengujian menyatakan bahwa barang bukti tersebut positif kokain. Nilai edar dan konsumsi barang yang dibawa sebesar Rp 5 miliar dan dapat dikonsumsi oleh 8.057 orang dengan asumsi satu gram dikonsumsi empat orang. Penindakan yang kedua berhasil dilakukan terhadap pasangan kekasih asal Riau dengan inisial S (24) dan AP (25) yang kedapatan menyelundupkan sediaan narkotika dengan modus insert ke dalam organ tubuh kemaluan, Minggu (11/3). Petugas juga mengamankan seorang pria asal Malaysia dengan inisial AA (23) yang bersamaan datang dengan kedua pasangan tersebut. Pada penindakan ketiga, pihak

Bea Cukai berhasil mengamankan dua pasangan suami-istri (pasutri) berkewarganegaraan Malaysia. Kedua pasutri tersebut berinisial S berusia (41) dan RMT (43) serta MAF (35) tahun dan NF (34) tahun. Barang yang diselundupkan terdiri dari ganja, methamphetamine dan MDMA yang disembunyikan di dalam barang bawaan. Menurut Syarif Hidayat, kedelapan tersangka diduga melanggar Pasal 102 huruf e Undangundang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undangundang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan jo Pasal 113 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka dapat dijatuhi pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah) ditambah 1/3. (edi)

Denpasar (Bali Post) Kearifan lokal seperti Tri Hita Karana hingga desa adat merupakan kekuatan perencanaan program pembangunan di Bali selama ini. Hal tersebut bahkan menjadi pembeda antara Bali dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Kepala Bappeda Litbang Provinsi Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra menegaskan hal itu seusai menerima Tim Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2018, Senin (26/3) kemarin.

paian target perencanaan ikut dinilai agar pemerintah daerah tidak saja bagus dari sisi perencanaan. Sebab, ada daerah yang dari segi perencanaannya sudah kuat, namun tidak kuat dalam pelaksanaannya, entah karena mengalami masalah atau kurang melakukan perbaikan. “Jadi, tidak hanya buat rencana yang bagus atau tidak, tapi harus bagus juga pelaksanaannya,” ujarnya. Menurut pensiunan PNS di Bidang Perencanaan Bappenas selama 35 tahun ini, Bali sampai saat ini terhitung masih

bagus meskipun untuk hasil akhir ditentukan oleh tahapan berikutnya. Setelah ini akan ada tahapan penyampaian proses perencanaan hingga pencapaiannya oleh Kepala Bappeda di depan panel. Barulah kemudian ditentukan provinsi yang masuk lima besar pada saat Musrenbangnas akhir April mendatang. (kmb32)

Kearifan Lokal Jadi Kekuatan Perencanaan Program Pembangunan Bali

Menurut Wiasthana Ika Putra, Tri Hita Karana dan nilai-nilai kearifan lokal lainnya dijabarkan ke dalam program-program pembangunan. “Contohnya, kesehatan itu kan hubungan manusia dengan manusia seperti apa. Bali green hubungan dengan pelestarian lingkungan, kemudian adat budaya kaitannya dengan parahyangan,” ujarnya. Proses perencanaan, kata Wiasthana Ika, juga dilakukan sesuai dengan aturan. Ada proses pra Musrenbang, Musrenbang hingga Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Di dalamnya ada pula rumusan mengenai program prioritas seperti Simantri, Gerbangsadu, bedah rumah dan lainnya. Semuanya didasari dengan filosofi kearifan lokal. “Contohnya lagi, desa adat dan desa dinas hanya kita yang punya. Makanya ketika Undangundang Desa masuk, kita sudah siap karena kita sudah punya BUMDes, Gerbangsadu, seperti itu,” imbuhnya. Wiasthana Ika Putra me-

nambahkan, kearifan lokal yang menjadi filosofi perencanaan rupanya memberikan nilai tambah untuk Bali di mata nasional. Terbukti dengan masuknya Bappeda Litbang Provinsi Bali sebagai 15 besar nominasi penerima Penghargaan Pembangunan Daerah, setelah sebelumnya lolos seleksi dokumen di Jakarta dari 34 provinsi. Pascamasuk 15 besar, Senin (26/3) kemarin Tim Penghargaan PPD datang untuk melakukan dialog dengan stakeholder terkait, akademisi perguruan tinggi, OPD, Bappeda kabupaten/kota, kelompok ahli dan asosiasi profesional yang terlibat dalam perencanaan. Wiasthana Ika Putra juga kembali melakukan presentasi, meski saat menyerahkan dokumen di Jakarta telah memberikan pengantar sebagai ilustrasi. Penilaian sendiri dilakukan pada rencana dan capaian sejak 2016 hingga 2018. “Itu digali (oleh Tim Penghargaan PPD - red), betul tidak dokumen kita yang saya laporkan

ke Jakarta. Ternyata syukurlah semua memberi dukungan. Harapan kita kan lolos lagi ke tahap berikutnya,” katanya. Menurut Wiasthana Ika Putra, tidak semua provinsi yang masuk 15 besar bisa mengikuti tahap selanjutnya. Paling tidak akan ada pengerucutan kembali sebanyak tiga hingga lima provinsi. Namun pihaknya tetap optimis meskipun ajang Penghargaan PPD merupakan sesuatu yang baru di Indonesia. “Kemarin di Anugerah Pangripta Nusantara itu hanya perencanaan, sekarang perencanaan berisi target. Jadi, tidak hanya perencanaan yang dinilai, tapi sampai akhir target tercapai,” jelasnya. Dikonfirmasi terpisah, Tim Penilai Independen Penghargaan PPD Dr. Ir. Dedi M. Masykur Riyadi mengatakan, perencanaan harus dimulai dari evaluasi pada pelaksanaan sebelumnya. Dengan kata lain, perencanaan sekaligus mengoreksi bagaimana hasil pencapaian tahun lalu. Itu sebabnya mulai tahun ini penca-

Bali Post/kmb32

I Wayan Wiasthana Ika Putra

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391

Bali Post/kmb32

Dr. Ir. Dedi M. Masykur Riyadi

Berikan Pelayanan Antar Jenazah Gratis

Masyarakat Apresiasi Program Pantastis Pemkot Denpasar SEBULAN lebih setelah diluncurkan Pelayanan Antar Jemput Jenazah Gratis (Pantastis) yang merupakan inovasi pelayanan masyarakat Pemkot Denpasar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar mendapat apresiasi masyarakat. Keberadaan program ini dinilai memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat yang memiliki sanak saudara yang meninggal untuk mengantarkan menuju krematorium atau kamar jenazah di rumah sakit yang berada di Kota Denpasar bahkan luar Denpasar turut mendapat pelayanan. Seperti halnya salah seorang masyarakat asal Banjar Tainsiat, Denpasar Utara I Made Sutapa yang menggunakan layanan Pantastis ini untuk membantu mengantarkan jenazah saudaranya yang meninggal, Minggu (25/3) lalu. Dalam kesempatan tersebut, pihaknya mengaku sangat terbantu dengan adanya program Pantastis ini. Sehingga masyarakat tidak lagi bingung ketika hendak menggunakan layanan ambulans jenazah. “Kami

mewakili keluarga yang berduka merasa sangat terbantu dan berterima kasih kepada Pemkot Denpasar dengan adanya layanan Pantastis ini. Tidak hanya di dalam kota, hingga luar kota turut dilayani secara maksimal,” ungkapnya. Sutapa berharap program ini tetap dijaga dan dilanjutkan. Bahkan jika memungkinkan, turut dikembangkan dengan penambahan armada. Hal ini lantaran masyarakat Kota Denpasar dengan golongan ekonomi menengah ke bawah sangat membutuhkan layanan ini. “Saya berharap program ini terus dikembangkan karena masyarakat menengah ke bawah sangat membutuhkan layanan ini (Pantastis-red),” tegasnya. Sementara itu, Kepala BPBD Kota Denpasar I.B. Joni Ariwibawa didampingi Sekretaris BPBD Kota Denpasar Ricardus Ardhi Ganggas mengatakan, pihaknya mewakili Pemkot Denpasar mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan masyarakat serta kerja sama yang telah terjalin hingga saat ini. Keberhasilan penerapan program

Pantastis ini tidak lepas dari kerja sama antarsemua pihak sehingga moto Sewaka Dharma tetap menjadi pedoman dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab di Kota Denpasar. Ke depan pihaknya akan terus mengevaluasi pelaksanaan program Pantastis ini. Sehingga apa yang menjadi kebutuhan masyarakat Kota Denpasar dapat terpenuhi dan tentunya dapat mempermudah masyarakat dalam kesehariannya. “Kami akan terus mengevaluasi program Pantastis ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kota Denpasar, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal sesuai dengan motto Sewaka Dharma,” tegas Joni Ariwibawa. Saat ini program Pantastis BPBD Kota Denpasar memiliki dua armada yang siap 24 jam di Pos Juanda dan Pos Mahendradatta untuk melayani masyarakat Kota Denpasar. Rencananya pada akhir Juni mendatang akan dilaksanakan penambahan armada sebanyak dua ambulans yang sedianya akan digunakan untuk pelayanan Pantastis. (ad1194)

PANTASTIS - Pelayanan Pantastis BPBD Kota Denpasar kepada masyarakat di beberapa sudut Kota Denpasar.


Selasa Umanis, 27 Maret 2018

BADUNG

3

Kasus Rabies Nihil

Vaksinasi HPR Jalan Terus

Mangupura (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan terus melakukan vaksinasi massal terhadap Hewan Penular Rabies (HPR). Upaya pencegahan ini terus digulirkan, bahkan ditargetkan sedikitnya 100 ribu HPR tervaksinasi meskipun kasus gigitan nihil di tahun 2018. Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Gede Asrama mengatakan hal itu, Senin (26/3) kemarin. Menurut Asrama, pihaknya telah menyiapkan belasan tim yang bertugas melakukan vaksinasi ke seluruh kecamatan. “Program vaksinasi massal tahun ini akan dilanjutkan. Kami sudah menyusun jadwal dan menyiapkan 18 tim untuk turun ke lapangan,” ujarnya. Asrama menambahkan, program serupa telah digulirkan setiap tahunnya. Bahkan tahun lalu sudah menyasar 97 ribu ekor HPR yang tervaksin. “Tahun ini kami targetkan 100 ribu ekor lebih, karena ini termasuk estimasi kelahiran yang baru dari hewan tersebut,” katanya. Terkait jadwal vaksinasi massal, kata Asrama, pihaknya telah menyusun jadwal bersama Pemerintah Provinsi Bali. Tim diagendakan turun ke lapangan pada awal April mendatang. “Awal April tim sudah bergerak untuk melakukan vaksinasi massal. Desa yang disasar ini rencananya melanjutkan vaksinasi desa yang menjadi priortas,” jelasnya. Asrama menambahkan, vaksinasi massal akan menyasar Desa Jagapati, Abiansemal, Badung. Desa ini menjadi prioritas, karena tahun lalu di desa tersebut didapati anjing yang positif rabies. “Kami rencananya mengawali vaksinasi dari Desa Jagapati, dilanjutkan ke desa lainnya di seluruh Kabupaten Badung. Ini mengacu pada hasil vaksinasi tahun lalu,” tegasnya. Menurut Asrama, anggaran vaksinasi dikeluarkan oleh pemerintah pusat, Pemprov Bali dan Pemkab Badung. Pemkab Badung sendiri menganggarkan anggaran untuk vaksinasi 32 ribu ekor hewan dan sisanya ditalangi oleh pemerintah pusat dan Pemprov Bali. “Pendanaan program ini bersifat sharing. Ada bantuan dari pemerintah pusat, Pemprov Bali dan Pemkab Badung. Kami di Badung ada dana dari APBD dianggarkan Rp 1,5 miliar untuk mendukung kegiatan ini,” sebutnya. Seperti diberitakan sebelumnya, kasus rabies di Badung cenderung menurun dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Pada tahun 2015 ditemukan 15 kasus rabies, kemudian pada tahun 2016 tercatat ada 14 kasus dan tahun 2017 menurun hanya sembilan kasus. Sementara tahun 2018 ini, untuk sementara masih nihil. (kmb27)

Bali Post/kmb23

PROYEK - Sejumlah pekerja dan sebuah alat berat mulai dioperasikan untuk membuat jalur inspeksi di pantai barat Bandara Ngurah Rai, Senin (26/3) kemarin. Pembuatan jalur inspeksi ini sebagai persiapan sebelum dimulainya proyek perluasan apron (parkir pesawat terbang) di sisi barat Bandara Ngurah Rai. Sampai saat ini, rencana perluasan apron dengan cara reklamasi belum dikerjakan karena masih menunggu proses persiapan perlengkapan legalitas.

Jelang Pilgub, Daftar Pemilih Membengkak Mangupura (Bali Post) -

Daftar pemilih pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Bali 2018 di Kabupaten Badung mengalami peningkatan. Berdasarkan data daftar pemilih sementara (DPS) 2018, jumlah pemilih mencapai 362.065 orang. Padahal dalam daftar pemilih tetap (DPT) pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Badung tahun 2015 lalu hanya tercatat 359.320 pemilih. Peningkatan juga terjadi pada jumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Pilgub 2018 sebanyak 584 TPS, sedangkan pada Pilbup 2015 sebanyak 578 TPS. Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Badung I Wayan Semara Cipta mengatakan hal itu, Senin (26/3) kemarin. Menurut Semara Cipta, jumlah tersebut diperkirakan akan bergerak naik maupun turun sebelum akhirnya diputuskan menjadi DPT pada 23 April mendatang. “Jumlah pemilih masih terus bergerak sebelum

akhirnya diputuskan menjadi DPT. Nanti setelah penetapan baru kemudian datanya final menjadi DPT. Sekarang DPS-nya masih bergerak,” ujarnya. Terkait adanya peningkatan jumlah TPS, Semara Cipta me-

ngatakan, penambahan ini mengacu pada partisipasi masyarakat. Seperti di Kecamatan Mengwi, TPS bertambah dari 147 TPS menjadi 151 TPS, Kuta Utara dari 87 TPS menjadi 89 TPS, kemudian Kuta Selatan dari 116 TPS men-

jadi 119 TPS. “Itu (TPS - red) mengacu pada partisipasi masyarakat. Misalnya, kalau dulu di Lapas Kerobokan saat pilbup hanya ada satu TPS, sekarang menjadi dua TPS karena ada pemisahan antara warga binaan perempuan dan laki-laki,” katanya. Semara Cipta menambahkan, KPU Badung juga telah memetakan jumlah DPS masing-masing kecamatan, yakni Kecamatan Abiansemal 71.143 pemilih dengan 120 TPS, Kuta 34.809 pemilih dengan 56 TPS, Kuta Selatan 77.313 pemilih dengan 119 TPS, Kuta Utara

59.894 pemilih dengan 89 TPS, Mengwi 94.296 pemilih dengan 151 TPS dan Kecamatan Petang 24.610 pemilih 49 TPS. Kecamatan Mengwi masih menduduki posisi pemilih terbanyak, seperti pada di Pilbup Badung 2015 lalu di mana waktu itu di Kecamatan Mengwi ada 92.901 pemilih dengan 147 TPS, Kuta Selatan 76.468 pemilih dengan 116 TPS, Abiansemal 69.844 pemilih dengan 120 TPS, Kuta Utara 57.903 pemilih dengan 87 TPS, Kuta 37.655 pemilih dengan 55 TPS dan Petang 24.549 pemilih dengan 49 TPS. (kmb27)


info seremonial

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S

Serahkan 1.464 Ijazah kepada Calon Wisudawan

Universitas Terbuka Denpasar Gelar Seminar Akademik dan Geladi Resik

UNIT Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UPBJJUT) Denpasar menggelar Upacara Penyerahan Ijazah (UPI) Periode I Tahun 2018 dan Seminar Akademik serta Geladi Resik di Hongkong Garden Restaurant, Kesiman, Denpasar, Senin (26/3) kemarin. Sebanyak 1.464 calon wisudawan program Diploma, Sarjana, hingga Pascasarjana menerima ijazah. Seminar akademik yang mengangkat tema ‘’Membagun Karakter Bangsa Melalui Pelestarian Budaya’’ menghadirkan dua narasumber yaitu Prof. Dr. I Wayan Cika, M.Hum. (Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Unud) dan Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. (Dekan FE UT). Acara dimoderatori oleh Dra. Hendrin Hariati Sawitri, M.Si. Upacara ini dibuka oleh Ketua Penanggung Jawab Bidang Bantuan Belajar dan Layanan Bahan Ajar UT Gede Suwardika, S.Si., M.Si. mewakili Kepala UPBJJUT. Dekan FE UT Denpasar Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. mewakili Rektor UT Denpasar mengatakan, upacara penyerahan ijazah merupakan kegiatan rutin yang dilakukan UT setiap tahun sebagai wujud kewibawaan dan fungsi UT dalam mencetak lulusan SDM berkualitas dan siap bersaing di masyarakat. Upacara penyerahan ijazah hakikatnya sama seperti wisuda yang dilakukan oleh universitas lainnya. Hanya caranya yang berbeda, namun maknanya sama. Sejauh ini, lanjut Ali, kualitas lulusan UT telah terserap di berbagai instansi pemerintah dan swasta. Sebab, dalam meningkatkan kualitas SDM, UT mempunyai mekanisme yang terorganisasi, terarah dan terukur dalam menjaga kualitas lulusannya. Makanya keberadaan UT telah

SEMINAR - Prof. Dr. I Wayan Cika, M.Hum. memberikan materi dalam seminar yang digelar UPBJJ-UT Denpasar pada Upacara Penyerahan Ijazah Periode I Tahun 2018, Senin (26/3) kemarin. diakui secara nasional dan internasional. Hal ini terbukti semua prodi yang ada di UT diakui oleh BAN-PT. Sementara dalam proses manajemen, UT telah tersertifikasi ISO dan di tingkat internasional diakui ISDI. ‘’Proses ini terus kita jaga, sehingga kualitas lulusan paling tidak sejajar dengan lulusan universitas lainnya. Sebab, budaya universitas satu dengan yang lainnya berbeda-beda dan kami tetap menjaga kualitas untuk bisa menjadi pioner dalam menjaga kualitas mutu SDM,’’ tandasnya. Sementara itu, Prof. Dr. I Wayan Cika, M.Hum. menyatakan di era globalisasi seperti saat ini, nilai-nilai budaya sering digerogoti oleh perubahan, sehingga mengalami degradasi moral. Oleh karenanya, karakter generasi muda bangsa harus ditanamkan di setiap jiwa generasi muda bangsa sejak dini. Dengan demikian, ke depannya mereka mempunyai karakter yang luhur untuk membangun bangsa yang bersumber dari agama, budaya dan UU

ISI Denpasar Adakan Seminar Internasional

Silang Budaya Dalam Seni Musik

SILANG BUDAYA - ISI Denpasar menyelenggarakan seminar internasional membahas silang budaya dalam seni musik, Senin (26/3) kemarin. INSTITUT Seni Indonesia (ISI) Denpasar menggelar Seminar Internasional ‘’Silang Budaya Dalam Seni Musik’’, Senin (26/3) kemarin. Pembicara dalam seminar ini adalah Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum. dari ISI Denpasar, Prof. Drs. Triyono Bramantyo PS, M.Ed., Ph.D. (ISI Yogyakarta) dan Prof. Dr. Keiichi Kubota (Kunitachi College of Music, Tokyo). Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum. mengatakan, selama tahun 2018 masih dalam suasana perayaan 60 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Jepang. ‘’Maka dari itu kami melaksanakan seminar dan pergelaran kecil,’’ ujarnya. Hubungan yang baik antara ISI Denpasar (Indonesia) dan Kunita-

chi College of Music (Jepang) telah terjalin sejak lama. Namun, MoU dengan Kunitachi College of Music baru dilakukan empat tahun lalu. ISI Denpasar akan diberikan hibah alat musik dua kontainer oleh Kunitachi. Pihaknya sedang memikirkan cara pengirimannya dari Jepang ke Indonesia. Hubungan yang baik ini juga terlihat dari silang budaya dalam seni musik. ‘’Silang budaya kerap terjadi tidak hanya dengan Jepang tapi juga dengan negara lain,’’ ungkapnya. Terjadinya silang budaya ini tidak membuat tradisi dan budaya Bali hilang. Karena ada kreativitas dan adaptif yang bisa menerima dengan prinsip kesetaraan. ‘’Dunia penciptaan kita semakin berkembang. Setelah bergelut dengan kearifan lokal masing-masing kita

juga perlu melihat dunia luar. Apa yang ada di situ yang kemungkinan bisa digunakan sebagai sarana untuk menciptakan musik baru,’’ beber Prof. Arya Sugiartha. Musik juga dapat membentuk karakter dan sikap. Hanya, selama ini musik hanya dipelajari oleh sekolah-sekolah musik, belum menjadi kebutuhan secara keseluruhan bagi masyarakat. Maka dari itu ia mengharapkan musik masuk dalam kurikulum semua jenjang pendidikan. Deputi Konsulat General Jepang Koichi Ohashi mengungkapkan, sejak 20 Januari tahun 1958 merupakan hari bersejarah dimulainya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Jepang. Sejak saat itu pemerintah Indonesia dan Jepang menjalankan persahabatan yang sangat erat. Ia berharap masih ada peluang kosong untuk menggali dan meningkatkan hubungan antara berbagai pihak. ‘’Seminar ini adalah salah satu acara untuk peringatan ke-60 tahun hubungan diplomatik. Ke depannya kami berusaha menjaga dan meningkatkan hubungan erat antara Indonesia dan Jepang,’’ imbuhnya. Pembicara dari Kunitachi College of Music, Tokyo, Prof. Dr. Keiichi Kubota, menyatakan sekitar 150 tahun Jepang menerima pengaruh musik barat. Pemerintah Jepang akhirnya membuat aturan untuk mempelajari musik tradisional seluruh dunia, termasuk musik Bali. (ad1195)

Laksmi Puja

Membuka 11 Pintu Rezeki Lewat Jalan Dharma

B R A N D I N G D I S I N I

Pendidikan Nasional. Perguruan tinggi yang merupakan tempat mendidik generasi muda harus mempunyai peran yang strategis dalam mewujudkan karakter baik tersebut. Apalagi pendidikan merupakan tempat memanusiakan manusia (humanisasi). ‘’Universitas Terbuka yang mempunyai berbagai bidang disiplin ilmu tidak kalah dengan lulusan universitas lain. Sebab, semakin banyak bidang disiplin ilmu yang dijalankan, maka pembentukan karakter lulusannya juga semakin berkualitas yang mampu membaca semua tantangan dan peluang yang ada di tengah-tengah masyarakat di era globalisasi,’’ tandasnya. Prof. Cika berharap para lulusan UT tetap berkarakter dan berjiwa Pancasila serta terus mengolaborasikan budaya pada setiap aktivitasnya dengan basis IT. Sebab, IT dan budaya tidak bisa dilepaskan satu sama lain. Apabila salah satunya dilepas, keseimbangan tidak akan terjadi. (ad1191)

Dewi Laksmi bertugas membagi rezeki, sedangkan Dewa Ganesha bertugas membebaskan halangan dan rintangan menuju sukses.

UMAT Hindu meyakini bahwa tujuan hidup ada empat yaitu dharma, artha, kama dam moksha. Namun, kenyataannya saat ini artha atau uang merupakan kebutuhan hidup yang paling utama. Sebab, tanpa uang kita tidak mungkin mampu memenuhi kebutuhan hidup. Hanya saat kebutuhan hidup sudah terpenuhi baru kita bisa melaksanakan dharma atau berbuat baik. Berbuat baik adalah cara paling sederhana untuk meraih kebahagiaan, baik semasih hidup maupun setelah kematian. Dalam istilah orang Hindu disebut moksartham jagadhita ya chaiti dharma. Akan tetapi tidak semua orang tahu bagaimana cara memperlancar aliran rezeki ke dalam rumah tangga mereka dengan aman. Untuk itu, Ambara Ashram akan mengadakan acara laksmi puja yaitu proses membukaan 11 pintu rezeki. Laksmi (Dewi Rambut Sedana) adalah nama salah satu dewi perwujudan Tuhan dalam manifestasi beliau sebagai pembagi rezeki. Dalam proses ini Anda akan dibimbing oleh Kadek Siwa Ambara, sehingga dalam beberapa hari saja akan ada perubahan dalam keluarga Anda. Hidup Anda akan menjadi lebih bahagia, lebih tenang dan lebih sabar dalam menghadapi masalah, serta lebih harmonis dalam keluarga. Keharmonisan dalam keluarga akan mampu menarik rezeki dari alam semesta. Ribuan masyarakat Bali sudah mengikuti dan mendapatkan manfaat dari Laksmi Puja ini. Ikuti Laksmi Puja bersama Kadek Siwa Ambara pada 1 April 2018 mulai pukul 15.00 di Ambara Ashram, Banjar Nyuh Kuning, Mas, Ubud, Gianyar. Bagi yang akan ikut silakan ketik nama-laksmi lalu SMS ke 081 239 677 179. Peserta harus membawa uang koin Rp 1.000 untuk diberkati dan akan dibawa pulang sebagai sarana pemujaan di rumah Anda. Berpakaian sembahyang dan mohon hadir 15 menit sebelumnya karena acara dimulai tepat waktu. Peta lokasi, dari Patung Barong Batubulan lurus ke utara 9 km. Setelah ketemu Pertamina di Desa Tebongkang belok kanan 1,5 km. Sehabis jembatan nikung belok ke kiri 700 meter kiri jalan belakang Warung Be Pasih Pak Koni. (ad1188)

Selasa Umanis, 27 Maret 2018

Jurusan Administrasi Perhotelan STP Bali Gelar Seminar Aplikasi Manajemen JURUSAN Administrasi Perhotelan A Semester VIII Angkatan 2014 Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bali menggelar seminar Aplikasi Manajemen, Senin (26/3) kemarin. Bertempat di Gedung Widyatula, seminar dengan tema ‘’Implementation of Learning and Research in Hotel Development’’ ini dibuka secara resmi oleh Ketua STP Bali Dewa Biomantara. Menurut Dewa Biomantara, pelaksanaan seminar ini sangat penting. Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa setelah selesai studi akan bisa mencapai level 6 atau supervisor, midle manager ke atas. Dalam hal ini, mereka diberikan pengalaman untuk mengkritisi apa saja yang terjadi di hotel, terutama terkait Hotel Langon Bali Resort yang merupakan hotel milik STP. Dikatakannya, ada dua sisi yang ingin dicapai yaitu mahasiswa bisa lebih berani mengkritisi Hotel Langon, sedangkan pihak hotel bisa menyadari kekurangannya sehingga dapat segera melakukan pembenahan. ‘’Nantinya setelah selesai, sesuai dengan output di mana pun mereka bekerja, kalau sudah dihadapkan dengan hotel, diharapkan lebih kritis, baik itu dari segi SDM, sarana prasarana, kelembagaan maupun marketing,’’ ujarnya. Meskipun merupakan hotel praktik, ke depan diharapkan bisa menjadi barometer. Karena Hotel Langon akan dirancang visinya menjadi hotel acuan atau bench-

PEMBUKAAN - Ketua STP Bali Dewa Biomantara berfoto bersama usai pembukaan seminar aplikasi manajemen, Senin (26/3) kemarin. mark untuk bangunan hotel di Indonesia pada 10 tahun yang akan datang. Di Hotel Langon Bali Resort, mahasiswa diharapkan lebih banyak melakukan eksperimen terutama yang nantinya bisa menjawab tantangan ke depan yaitu 1015 tahun mendatang. ‘’Hotel Langon ini memang harus dimanfaatkan untuk melakukan eksperimen dan kajian-kajian sehingga nantinya mampu menjawab tantangan untuk kebutuhan yang ideal 10-15 tahun yang akan datang,’’ pungkas Dewa Biomantara. Dewa Ketut Sujata selaku Ketua Program Studi Administrasi Perhotelan menyampaikan, aplikasi manajemen merupakan salah satu mata kuliah yang ditempuh di se-

mester VIII. Diharapkan mahasiswa setelah tamat mampu berkiprah sebagai seorang yang profesional khususnya di bidang perhotelan. Selain terampil, juga mempunyai etika dan moral yang sesuai dengan harapan. ‘’Mereka harus jujur, inovatif, kreatif dan mempunyai rasa kewirausahaan. Setelah tamat, mereka tidak melamar pekerjaan, namun mampu menciptakam lapangan pekerjaan,’’ katanya. Menurutnya, selama semester VIII, mahasiswa mengimplementasikan semua pengetahuan dan kompetensi yang didapatkan sejak semester I. Mereka sudah mulai merencanakan, mengorganisasikan dan mengontrol apakah sesuai dengan rencana. (kmb23/k250)

Bentuk Notaris Profesional, Andal dan Beretika

Pengwil INI Bali Berikan Pendalaman Materi Kenotariatan dan Pembekalan Ujian Pengangkatan Notaris PENGURUS Wilayah (Pengwil) Ikatan Notaris Indonesia (INI) Provinsi Bali memberikan Pendalaman Materi Kenotariatan dan Pembekalan Ujian Pengangkatan Notaris di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Senin (26/3) kemarin. Beberapa narasumber andal dihadirkan pada acara yang akan berlangsung selama tiga hari (26-28 Maret) ini yaitu Winanto Wiryomartini, S.H., M.H. (Notaris Jakarta Barat), Taufik, S.H. (Pengurus Pusat INI), Dr. I Made Pria Dharsana, S.H., M.H. (Pengwil INI Bali), Dr. Habib Adjie, S.H., M.Hum. (Notaris Kota Surabaya) dan narasumber lainnya. Acara yang disambut dengan tarian Sekar Jagat ini mengangkat tema ‘’Melalui Pembekalan dan Pendalaman Materi Menghadapi Pengangkatan Ujian Notaris Guna Pembentukan Notaris yang Profesional dan Beretika’’. Ketua Umum Pengurus Pusat INI Yualita Widyandati, S.H. membuka langsung acara yang diikuti 110 notaris baru itu didampingi Ketua Pengwil INI Bali Gede Semester Winarno, S.H., M.Kn. dan Ketua Panitia Ngakan Putu Rai, S.H., M.Kn. Hadir seluruh pengurus daerah INI se-Kabupaten/ Kota di Bali. Ketua Panitia Ngakan Putu Rai, S.H., M.Kn. mengatakan, tujuan diadakannya pendalaman materi kenotariatan dan pembekalan ujian pengangkatan notaris ini untuk memberikan ilmu kenotariatan kepada para notaris baru guna membentuk notaris yang profesional, andal dan beretika dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya ke depan. Dengan begitu, dalam menghadapi tangangan global, para notaris baru bisa bersaing secara kompetitif dan

PUKUL GONG - Ketua Umum Pengurus Pusat INI Yualita Widyandati, S.H. memukul gong sebagai tanda dibukanya acara Pendalaman Materi Kenotariatan dan Pembekalan Ujian Pengangkatan Notaris, Senin (26/3) kemarin. sehat demi kepentingan masyarakat luas. ‘’Pembekalan ini sekaligus untuk mempersiapkan notaris baru menghadapi ujian pengangkatan notaris pada 18 April mendatang. Pendalaman materi ini sangat penting diberikan kepada para calon notaris,’’ tandasnya. Ketua Pengwil INI Bali Gede Semester Winarno, S.H., M.Kn. berharap pemberian pemahaman materi kenotariatan dan pembekalan ujian pengangkatan notaris ini memberikan manfaat untuk semua peserta, baik notaris yang sudah diangkat maupun para notaris baru. Apalagi materi yang diberikan sangat relevan dan sesuai dengan profesi kenotariatan. Pengwil INI Bali mempunyai komitmen membentuk notaris nasional yang profesional, andal, beretika dan bermartabat. Hal ini dilakukan pada saat penerimaan anggota luar biasa (ALB)

notaris melalui seleksi yang ketat dan notaris melakukan magang di berbagai tempat. ‘’Pengwil INI Bali juga mencoba memberikan pembekalan kapada notaris yang mengikuti ujian pengangkatan notaris. Jadi, saat saat ujian mereka tidak gugup, tetapi memahami dan mendalami materi kenotariatan dan lulus dengan kualitas mempuni,’’ ujarnya. Ketua Umum Pengurus Pusat INI Yualita Widyandati, S.H. mengapresiasi acara pemberian pengalaman materi yang diberikan oleh Pengwil INI Bali kepada notaris baru. Menurutnya, untuk membangkitkan kepercayaan masyarakat terhadap notaris, pengurus harus peka dan mengikuti perubahan peraturan yang ada, sehingga permasalahan kenotariatan bisa diselesaikan dengan mengacu pada peraturan yang ada. (ad1193)

BEM FH Unmas Selenggarakan Diskusi Panel

Bahas Urgensi Perubahan UU MD3

BADAN Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati (BEM FH Unmas) Denpasar menyelenggarakan diskusi panel di Kampus Unmas, Jalan Soka, Senin (26/3) kemarin. Diskusi panel mengangkat topik ‘’Urgensi Perubahan UU MD3 (Undang-undang tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD) terhadap Penyelenggaraan Legislatif’’. Kegiatan yang dibuka Dekan FH Unmas ini menghadirkan narasumber akademisi FH Unmas I Wayan Wiasta, S.H., M.H. serta Pengamat Politik dan Kemasyarakatan Dr. I Gusti Ngurah Agung. ‘’Tujuan diadakannya diskusi panel ini adalah agar kita semua tahu sampai di mana perkembangan regulasi di Indonesia, khususnya Undang-undang MD3 yang mengatur tentang hak-hak lembaga legislatif seperti DPR dan DPD,’’ ujar Ketua Panitia I Wayan

Nadi Sumanta. Peserta diskusi merupakan mahasiswa FH Unmas. Kegiatan ini juga untuk menunjang proses perkuliahan mereka, terutama dalam mengasah sikap kritis mahasiswa dalam menyikapi keberadaan UU MD3 yang penuh pro dan kontra. ‘’Kami harapkan semua peserta aktif, kritis, memberikan pendapat dan saran mengenai pembahasan UU MD3 dan regulasi lainnya,’’ tandasnya. Sementara itu, akademisi FH Unmas I Wayan Wiasta, S.H., M.H. menyatakan revisi terakhir UU MD3 telah memunculkan beberapa pasal yang menuai pro dan kontra, di antaranya pasal 71, 122 dan 245. Beberapa pasal ini seolah-olah memberikan perluasan terhadap kewenangan DPR. ‘’Perluasan ini menimbulkan akibat sewenang-wenang atau melampaui batas kewenangannya, sehingga pada saat pelaksanaannya

DISKUSI - Suasana diskusi panel ‘’Urgensi Perubahan UU MD3 terhadap Penyelenggaraan Legislatif’’ di FH Unmas Denpasar, Senin (26/3) kemarin.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

memunculkan otoriterisme kalangan DPR terhadap pejabat negara lain, pejabat pemerintah dan bahkan masyarakat. Seolah-olah demokrasi ini dibendung,’’ jelasnya. Ia melihat pasal-pasal itu muncul karena DPR saat ini sedang dilanda kasus-kasus pidana seperti korupsi. Pasal-pasal itu lantas dijadikan tameng untuk menghindar dari kasus pidana, termasuk menghindari kriminalisasi dan kritik rakyat yang mungkin berlebihan. Pengamat Politik dan Kemasyarakatan Dr. I Gusti Ngurah Agung mengatakan, substansi UU MD3 memang ada yang tidak sejalan dengan hati nurani masyarakat. Terlebih masyarakat tidak tahu apa yang menjadi motif di balik revisi UU tersebut. Seperti ada larangan mengkritik legislatif, padahal ada kritik yang sifatnya konstruktif untuk mencari solusi terbaik. Sementara itu, Dekan FH Unmas I Nengah Susrama, S.H., M.H. mengungkapkan, diskusi panel ini penting bagi mahasiswa terutama untuk keberhasilan setelah menamatkan pendidikan di perguruan tinggi. Di era tanpa batas atau zaman now ini tidak cukup hanya mengisi otak atau intelegensi, tetapi juga harus punya mimpi dan mau melakukannya. Dibutuhkan kreativitas, leadership dan entrepreneurship. ‘’Antara otak, hati, tangan harus seimbang. Kalau dulu kita hanya mengisi otak dengan bagaimana memberikan pemahaman dan pengertian ilmu pengetahuan, sekarang harus dilakukan (to be),’’ jelasnya. (ad1197)


Selasa Umanis, 27 Maret 2018

Viral di Medsos

Pelaku Pengeroyokan Ditangkap Mangupura (Bali Post) Kasus pengeroyokan yang terjadi di depan SBPU dekat Balai Banjar Anyar Kaja, Kerobokan, Kuta Utara, Badung, Sabtu (24/3) lalu, viral di media sosial (medsos). Anggota Polsek Kuta Utara langsung memburu pelaku dan berhasil menangkap beberapa jam setelah kejadian. Pelakunya tak lain Fran Maleno dan Anton. ‘’Korbannya bernama Ketut Sudiana usia 26 tahun. Ada pelaku lain yang masih kami cari. Kasus ini murni karena senggolan saat mengendarai motor di TKP,’’ sebut Kanitreskrim Polsek Kuta Utara Iptu Putu Ika Prabawa saat mendampingi Kapolsek AKP Johannes H. Widya Dharma Nainggolan, Senin (26/3) kemarin. Iptu Ika mengatakan, kejadiannya pukul 00.30 Wita. Awalnya korban asal Bangli ini membonceng Luh Putu Septimalini dari tempat kerjanya. Waktu itu korban dan pelaku sama-sama datang dari arah barat menuju timur. Setibanya di TKP, pelaku menyalip korban dan stang sepeda motornya menyenggol stang motor korban. Saat itu korban tidak sampai jatuh. ‘’Beberapa meter dari senggolan tersebut, korban dihadang oleh para pelaku dan langsung terjadi pengeroyokan. Melihat kejadian itu warga datang dan pelaku berusaha kabur,’’ ujarnya. Tersangka Anton berhasil kabur, tetapi Fran tertinggal di TKP. Warga yang marah langsung menghajar Fran. ‘’Tiga pelaku termasuk Anton kabur. Setelah itu kami cari dan baru Anton ditangkap. Hasil penyidikan, pelaku habis minum arak dan saat kejadian diduga mabuk. Kami masih mengejar pelaku lainnya,’’ ungkap mantan Kanitreskrim Polsek Denpasar Barat itu. (kmb36)

Pembakar Rumah Saksi Kasus Mang Jangol Denpasar (Bali Post) Polsek Denpasar Barat (Denbar) masih mendalami kasus pembakaran rumah yang dilakukan tersangka Putu Didik Setiawan (26). Saat diperiksa, selain suka minum miras, pelaku mengaku pecandu narkoba jenis sabu-sabu (SS). Kanitreskrim Polsek Denbar Iptu Aan Saputra seizin Kapolsek Kompol Gede Sumena, Senin (26/3) kemarin, mengatakan pelaku sempat diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Satresnarkoba Polresta Denpasar. Ia sebagai saksi terkait penggerebekan rumah milik Komang Swastika alias Mang Jangol (40). ‘’Dia (pelaku - red) mengaku pengguna sabu-sabu. Kami melakukan tes urine dan gangguan kejiwaan terhadap tersangka. Hasil penyelidikan kami ternyata pelaku anak buah Mang Jangol,’’ tegas Iptu Aan. Seperti diberitakan, rumah milik Wayan Sumantra (47) di Jalan Batanta Gang 5 No.3 Denpasar Barat (Denbar), Sabtu (24/3) lalu dibakar. Pelakunya tak lain anaknya sendiri, Putu Didik Setiawan (26), dan ditangkap di rumah istrinya di wilayah Mengwitani, Badung, Minggu (25/3) lalu. Pemicunya karena pelaku tidak diberi uang oleh ibunya untuk pesta miras dan upacara meninggal anak kandungnya. Saat membakar rumah tersebut, pelaku usai pesta miras. (kmb36)

Pelajar SMA Racik Narkoba

Denpasar (Bali Post) Penangkapan siswa SMA berinisial RGA (17), RWH (17) dan AWP (16) ternyata bermuara pada temannya sesama pelajar, YG (17). YG ditangkap di Jalan Batan Bengkel, Mengwi, Badung, Selasa (20/3) lalu. Dari pelaku disita 282 gram narkoba jenis tembakau gorilla yang merupakan hasil racikannya sendiri. Kasatresnarkoba Polresta Denpasar Kompol Aris Purwanto, Senin (26/3) kemarin, mengatakan AWP ditangkap di Jalan Gunung Talang, Denpasar Barat, dengan barang bukti lima linting tembakau gorilla seberat bersih 0,27 gram, Senin (19/3) lalu. AWP berdalih dikasi minta oleh YG dan mengaku mengonsumsi tembakau gorilla sejak sebulan lalu. Pengakuan AWP tersebut ditindaklanjuti petugas. Setelah itu giliran YG dibekuk di rumahnya di Jalan Batan Bengkel, Mengwi. “Pengakuannya meracik sendiri 282 gram tembakau gorilla, tapi masih kami dalami,” ujarnya. Seperti diberitakan, tim Satresnarkoba Polresta Denpasar menangkap tiga siswa SMA, Senin (19/3) lalu. Ketiga siswa itu berinisial RGA (17), RWH (17) dan AWP (16). Mereka dibekuk karena diduga terlibat kasus tembakau gorilla. (kmb36)

Pembatik Banyuwangi Kantongi Sertifikasi

Banyuwangi (Bali Post) Tingginya pasar batik menuntut para perajin batik meningkatkan profesionalisme. Salah satunya mengantongi sertifikasi. Tercatat 86 pembatik lokal memperoleh sertifikat kompetensi profesi kerajinan batik. Uji kompetensi ini menjadi pengakuan standardisasi, baik nasional maupun internasional, sehingga produk yang dihasilkan bisa masuk ke seluruh segmen pasar. ‘’Dengan mengikuti uji kompetensi ini pembatik didorong meningkatkan kualitas karya batiknya. Mereka bukan hanya bisa bersaing dengan sesama batik tulis di Tanah Air, tetapi karyanya juga layak untuk ekspor,’’ jelas Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Senin (26/3) kemarin. Proses sertifikasi kompetensi dilakukan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Batik dan Pemkab Banyuwangi. Sebanyak 100 pembatik Banyuwangi telah mengikuti uji kompetensi. Anas menambahkan, pihaknya terus mendorong perkembangan batik di daerah. Antara lain lewat event Banyuwangi Batik Festival yang digelar selama lima tahun terakhir. ‘’Batik festival ini kami gelar untuk memicu kreativitas para pembatik. Setelah lima tahun digelar, UMKM batik akhirnya berkembang di Banyuwangi. Sertifikasi ini melengkapi upaya kami untuk terus meningkatkan kualitas pembatik,’’ ujarnya. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banyuwangi Ketut Kencana menyatakan, pihaknya bekerja sama dengan Bekraf dan LSP Batik yang memberikan uji sertifikasi bagi pembatik. Penilaian kompetensi mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Profesi Batik Tahun 2013. ‘’Uji kompetensi diikuti 100 pembatik lokal. Hasilnya 86 pembatik memenuhi penilaian kriteria dan berhasil memperoleh sertifikat kompetensi profesi,’’ katanya. Dalam uji kompetensi, pembatik mengikuti sejumlah tahapan penilaian, mulai pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dilakukan dengan praktik langsung hingga wawancara. Penilaian dilakukan oleh 10 asesor berpengalaman dan praktisi batik dari berbagai daerah di Indonesia. Tak hanya pintar membatik, para perajin juga memahami filosofi masing-masing motif batik yang dibuat. (kmb30)

daerah

5

Senator RI Terima Puri dan Prajuru Terkait Gebog Pesatakan

Shri Arya Wedakarna Minta Umat Hindu di Bedugul Bersatu Tata ”Duwe’’ Pura SEJUMLAH tokoh asal Bedugul yang terdiri atas beberapa desa adat termasuk panglingsir puri, anggota DPRD asal Tabanan, perbekel, bendesa adat dan warga pangempon Pura Ulun Danu Beratan hadir di Istana Mancawarna, Tampaksiring, Gianyar, menghadap Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Sejumlah hal terkait eksistensi adat dan budaya serta dresta di kawasan Bedugul termasuk masalah Gebog Pesatakan disampaikan ke hadapan Senator RI. Harapan agar umat Hindu di Bedugul bersatu disampaikan oleh Shri Arya Wedakarna dengan tujuan agar umat Hindu tidak kalah dengan SDM komunitas pendatang, baik secara ekonomi maupun agraria, termasuk bagaimana membangun kembali kewibawaan dresta leluhur. ‘’Saya sampaikan kepada tokoh Hindu di Bedugul agar mulai menata diri dan dalam agama Hindu menata itu harus dimulai dari hulu, dan hulunya adalah pura. Jika secara sekala para warih dan umat selalu kisruh tentang eksistensi pura, secara niskala saya yakin Ida Sesuhunan juga tidak berkenan memberikan margi. Jadi, apa pun masalah yang ada di desa harus diselesaikan dengan musyawarah mufakat. Ada prinsip Pancasila gotong royong yang harus terus kita laksanakan. Saya ingin Bedugul tetap menjadi kawasan spiritual berbasis Hindu yang hebat bukan saja untuk Bali tetapi juga Indonesia. Apalagi Bedugul mulai

BERSAMA - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (tengah) bersama panglingsir puri, kepala desa, bendesa adat, pengurus Gebog Pesatakan dan tokoh Hindu asal Bedugul, Tabanan, di Istana Mancawarna, Tampaksiring. dikenal sejak Presiden Soekarno kerap berkunjung termasuk cikal-bakal Kebun Raya seperti sekarang ini. Saya ingatkan agar bersatu,’’ ungkapnya. Setelah mendapatkan berbagai informasi, Senator Arya Wedakarna menyampaikan sejumlah solusi terkait dinamika yang ada di Bedugul. Pertama (1), semua pihak mesti melaksanakan keputusan Paruman Agung dengan baik dan konsisten. (2) Badan Otorita Pura Ulun Danu Beratan dijalankan terus dengan manajemen

transparan, termasuk mengutamakan SDM Hindu untuk ikut menjaga kesucian pura. (3) Pembagian hasil tiket objek wisata agar disampaikan secara berkeadilan, termasuk secara etika ada pembagian lebih besar kepada desa adat induk yang menyangga Pura Ulun Danu. (4) Minta kepada seluruh komponen adat untuk kembali menempatkan puri sebagai penasihat dalam setiap karya adat agar ada pihak pemersatu, karena puri adalah lambang sejarah bagi masyarakat

Hindu di Bedugul. (5) Segera menyusun purana dan sejarah Pura–pura di kawasan Bedugul agar tidak terjadi pembelokan sejarah. (6) Minta umat Hindu di Bedugul kembali menguasai tanah dan ekonomi melalui kekayaan LPD serta menjadikan kawasan Bedugul sebagai kawasan berbasis Hindu dalam nilai-nilai pembangunannya. (7) Memberikan nasihat terkait dengan keberadaan pura yang terdapat sejarah pande di kawasan Ulun Danu. (8) Rencana program revitalisasi sejumlah proyek yang sedang berjalan di kawasan ini yakni renovasi Pura Teratai Bang dan shortcut. ‘’Saya ingat sekali, sejak kejadian Festival Babi Guling di Bedugul dan sosialisasi Piagam Tantular, saya amati Bedugul sudah mulai berubah. Masyarakat Hindu semakin berani menunjukkan prestasi. Jagat Bedugul sudah di-pralina alit dengan kejadian bencana baik di Kebun Raya maupun banjir besar beberapa kali. Masalah pengelolaan Pura Ulun Danu juga mencuat karena kehendak Ida Leluhur. Saya senang bisa menjadi bagian sejarah dan saksi bagaimana Bedugul berbenah dengan baik. Jangan pernah lupa dengan sistem leluhur Sabdo Pandito Ratu, bahwa setiap tindakan kita adalah doa. Semoga Bedugul kembali menemukan jati diri dan tiang sekali lagi mendukung penataan Bedugul secara sekala dan niskala. Ini satyagraha,’’ papar Gusti Wedakarna. (ad1187)

Satpol PP Denpasar Tipiring 29 Pelanggar Perda Denpasar (Bali Post) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar kembali menggiring para pelanggar perda ke sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Kantor Desa Sumerta Kauh, Senin (26/3) kemarin. Sidang tipiring yang diikuti 29 orang pelanggar ini dipimpin hakim Wayan Sukanila, S.H., M.H. didampingi Panitera Agustini Muliani, S.H. dan jaksa Yudhi Purwanta, S.H. Kepala Satpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan, sidang tipiring kali ini pelanggarannya berbeda-beda, di antaranya Perda Nomor 1 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum dan Perda Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pedagang Kaki Lima serta Perda Nomor 7 Tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Dari sekian pelanggar, 10 orang merupakan PKL yang berjualan di trotoar dan bahu jalan, serta 19 orang merokok di Kawasan Tanpa Rokok. ‘’Untuk pelanggar perokok kami lakukan sidak di beberapa kawasan seperti Rumah Sakit Sanglah, Rumah Sakit Wangaya dan Lapangan Puputan Badung

Gusti Ngurah Made Agung,’’ ujarnya. Sayoga menambahkan, sidang tipiring ini untuk memberi efek jera kepada para pelanggar agar kesalahan yang dilakukan tidak diulang kembali. Selain itu, kegiatan ini sebagai ajang sosialisasi perda, sehingga masyarakat ikut peduli dan bertanggung jawab atas kelangsungan pembangunan di Kota Denpasar, khususnya dalam menciptakan suasana nyaman menuju masyarakat yang bahagia. Sidang tipiring bukan semata-mata mencari kesalahan dan bukan untuk menghukum masyarakat, namun mengajak masyarakat untuk menegakan aturan karena

Bali Post/ist

TIPIRING - Suasana sidang tipiring terhadap para pelanggar peraturan daerah di Kota Denpasar, Senin (26/3) kemarin. ini merupakan salah satu bagian dari revolusi mental. Dalam sidang ini hakim menjatuhkan denda berbe-

da-beda kepada para pelanggar mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu. Dari besaran denda yang dijatuh-

kan kepada para pelanggar, satu pun tidak ada yang melakukan protes atas putusan tersebut. (kmb12)

Cucu Bung Karno Optimis NKRI Tetap Jaya Selasa Ini, Banyuwangi (Bali Post) Pidato Indonesia bubar tahun 2030 yang diungkapkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendapat tanggapan miring dari cucu proklamator, Puti Guntur Soekarno. Mantan anggota DPR-RI ini tak yakin Indonesia akan bubar. Ia justru optimis NKRI akan tetap jaya hingga 1.000 tahun lamanya. Ungkapan itu dilontarkan Puti usai memberikan kuliah umum generasi milenial di kampus Untag’45 Banyuwangi, Senin (26/3) kemarin. Menurut Puti, Indonesia sudah melewati beberapa fase sejarah, seluruhnya dimotori oleh kaum muda. Karena itu ia optimis Indonesia akan tetap ada. Apalagi generasi milenial sekarang memiliki

banyak keunggulan. Salah satunya toleransi dan memahami teknologi informasi. “Jadi, saya tak yakin Indonesia akan bubar. Justru akan tetap jaya hingga 1.000 tahun lamanya,” tegasnya. Dalam kuliahnya, calon Wagub Jatim ini mengajak generasi milenial memahami ajaran Tri Sakti Bung Karno di antaranya mandiri secara ekonomi dan politik. “Generasi milenial ini 20 tahun atau 30 tahun lagi akan menjadi pemimpin di Indonesia. Generasi milenial menjadi garda terdepan pembangunan Indonesia,” ujarnya. Puti menjelaskan, dari data yang ada, generasi milenial mencapai 34 persen dari total penduduk Indonesia. Mereka berumur 19-38 tahun yang memiliki tiga keunggulan

Puti Guntur Soekarno

dibanding generasi sebelumnya seperti menguasai teknologi digital dan sangat toleransi. Modal ini harus disadari oleh generasi milenial, sehingga bisa membawa Indonesia ke depan menjadi lebih baik sesuai yang dicita-citakan pendiri Indonesia, Soekarno. “Kalau kita lihat, tiga fase sejarah Indonesia mulai revolusi kemerdekaan, orde baru hingga reformasi, seluruhnya dimotori kaum muda. Artinya generasi milenial ini yang menjadi motor pembangunan negara,” sebutnya. Seperti ramai diberitakan, Prabowo Subianto menggulirkan pidato Indonesia akan bubar tahun 2030. Dalam pidatonya, Prabowo menyebut adanya kajian asing yang berpotensi membuat Indonesia bubar 12 tahun lagi. (kmb30)

Bali Post/kmb30

Dewa Indra Dilantik Jadi Sekda

Denpasar (Bali Post) – Setelah menunggu cukup lama, akhirnya pelantikan Sekda Provinsi Bali definitif diagendakan, Selasa (26/3) ini. Dari tiga nama yang dikirim Gubernur Bali ke Presiden, posisi sekda diberikan kepada Kepala BPBD Provinsi Bali Dewa Made Indra, peraih nilai tertinggi dalam lelang jabatan Sekda Provinsi Bali beberapa waktu lalu. “Dewa Indra besok (hari ini - red) dilantik pukul 14.00 Wita di Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali,” ujar Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra, Senin (26/3) kemarin. Dewa Made Indra mengantongi nilai kumulatif tertinggi 87,50 setelah melewati semua tahapan seleksi baik administrasi, assessment, penulisan makalah, presentasi maupun wawancara. Disusul Ketut Lihadnyana (Kepala Dinas Pemberdayaan Desa Provinsi Bali) dengan nilai kumulatif 82,46 dan I Putu Astawa (Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali) dengan nilai 81,04. Proses Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Madya sebetulnya sudah selesai dilakukan awal Februari lalu. Namun, belum juga diumumkan sekda definitif hingga sekda sebelumnya, Cokorda Ngurah Pemayun, pensiun per 1 Maret. Sebelum mendapat kepastian dari Presiden melalui Menteri Dalam Negeri, tugas-tugas sekda dilaksanakan oleh Kepala BPKAD Provinsi Bali Ida Bagus Ngurah Arda. Awalnya Arda hanya menjadi plh. hingga 20 Maret lalu. Setelah itu dilantik menjadi Penjabat Sekda agar tidak terjadi stagnasi fungsi administratif yang panjang dalam pengelolaan program dan kegiatan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di lingkungan Pemprov Bali. (kmb32)


OPINI

6 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Kepedulian di Kota Berbudaya ”Smart” RIUH Kota Denpasar sebagai Ibu Kota Provinsi Bali, diiringi berbagai perkembangan siginifikan. Di antaranya yang paling menonjol, peningkatan sumber daya manusia (SDM) seiring perkembangan teknologi informasi tanpa meninggalkan budaya leluhur.Ini dibuktikan Denpasar dengan meraih Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di Provinsi Bali mencapai 82,58. Begitu juga Indeks Kebahagiaan Masyarakat (IKM)-nya, tertinggi di Bali mencapai 74,63. Semua diraih berkat peningkatan layanan publik yang dilakukan, salah satunya dengan dibangunnya gedung Sewaka Dharma. Di gedung layanan publik ini, ditunjukkan bagaimana perkembangan kecederdasan SDM yang menerapkan kemajuan teknologi informasi (TI). Demikian halnya dengan berbagai sektor, dibangun dengan konsep kota cerdas (smart city). Dari sini ditumbuh kan jiwa-jiwa kreatif sehingga kota ini juga mendapat julukan sebagai Kota Kreatif. Tanpa meninggalkan warisan leluhur, kota ini dibangun dengan tetap berwawasan budaya (Bali). Pasar tradisional yang digempur dan dihimpit pasar modern, direvitalisasi agar tetap eksis dalam persaingan global. Bahkan dalam deru polusi, berbagai aliran sungai juga direvitalisasi menjadi objek wisata menarik. Kesan kumuh dan jorok daerah aliran sungai (DAS) berusaha dikikis dengan temaram berbagai lampu hias di atas aliran air yang dibersihkan dari berbagai pencemaran. Dalam gegap perkembangan pembangunan, sebagai pusatnya Provinsi Bali maka Kota Denpasar juga tidak bisa menghindarkan dirinya dari berbagai pengaruh/hal negatif. Sebagai pusat perdagangan, ekonomi, bisnis, pendidikan, perkantoran sekaligus akulturasi budaya, Denpasar telah pula menjadi kota padat dan sibuk. Dalam kondisi persaingan yang demikian ketat, harus pula diakui kepekaan dan kepedulian sosial di kota ini telah merosot. Meski, para pemimpin di Denpasar telah berupaya menumbuhkan rasa memiliki melalui semboyan “Kotaku Rumahku’’. Jika Kota Denpasar memang sebagai rumah bagi semua elemen masyarakat yang heterogen, semestinya kepedulian dan rasa memiliki ini sangatlah tinggi. Namun, pada kenyataannya, antarwarga berbatasan tembok saja yang masih dalam satu pekarangan atau gedung, sudah tidak saling kenal.Ini tentu sangat rawan dan riskan, karena sebagai kota metro Denpasar juga menjadi incaran berbagai kejahatan. Tidak hanya skala lokal (Bali), tetapi juga nasional bahkan transnasional (internasional). Kepedulian ini haruslah terus dibangun dan dipelihara agar Denpasar menjadi Kota Smart berwawasan budaya ataupun sebaliknya, kota berwawasan budaya smart. Membangun kepedulian di kota metro yang smart, bisa dimulai dari lingkup kecil di lingkungan keluarga. Mereka yang menampung pendatang di keluarganya, haruslah peduli dengan mengetahui jelas identitas dan tujuan mereka di Denpasar. Selanjutnya, mereka peduli melaporkannya kepada kepala lingkungan. Sebaliknya, warga sekitar atau tetangga dan kepala lingkungan juga harus proaktif menanyakan ke warganya jika mereka menerima pendatang. Sebagai sebuah rumah yang tentu di dalamnya ada penghuninya berupa keluarga, segala aktivitas anggota keluarga haruslah terpantau. Langkah ini minimal membantu mencegah berbagai hal yang tidak diinginkan dan Denpasar Kotaku dan Rumahku pun bisa benar-benar terwujud seperti yang diharapkan. Sebagai kota yang smart, langkah pendataan penduduk pendatang ini sudah bisa dilakukan dengan penerapan TI. Ini sebagai deteksi dini berbagai hal negatif perkembangan kota metro. Namun, berbagai teknologi smart yang dimiliki tidaklah berguna atau sia-sia belaka jika budaya peduli justru tidak ada. Kepedulian di kota smart tetaplah memegang peranan penting untuk membangun Denpasar ke depan agar tetap menjadi Kota Berwawasan Budaya (Bali). Jangan sampai, karena smart berbasis TI yang sudah membudaya malah budaya warisan leluhur ditinggalkan dan hilang dari Kota Denpasar.

S URAT PEMBACA Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM

Pengawasan Jalur Hijau

Belakangan ini walaupun ekonomi melemah tapi di beberapa tempat saya lihat pembangunan terus dilakukan. Entah itu untuk perumahan, hotel, vila, maupun tempat usaha. Sebenarnya, saya merasa bersyukur terhadap masih adanya pihak-pihak yang memiliki kekuatan ekonomi untuk membangun dan berinvestasi. Yang saya khawatirkan justru lemahnya pengawasan pembangunan. Kini, saya lihat banyak pembangunan dibangun hanya untuk kepentingan investasi tapi mengabaikan keseimbangan tata ruang. Buktinya, ada bangunan di kawasan jalur hijau, di areal persawahan bahkan ada yang dibangun dekat aliran sungai. Banyak bangunan juga berada di dekat jurang. Saya mohon pemerintah memiliki kepedulian terhadap hal ini. Jangan hanya sibuk urusan politik dan kekuasaan. Coba turun dan jalan-jalan, lihat perkembangan wilayah. Saya juga berharap pemerintah jangan gunakan lembaga perizinan sebagai lahan untuk melakukan kompromi. Artinya, jika ada permohonan izin di kawasan yang tidak sesuai peruntukan, pemerintah mestinya berani menolak. Jangan karena kompromi akhirnya izin diterbitkan. I Putu Sudika Gianyar, Bali

Selasa Umanis, 27 Maret 2018

Denpasar Kota Bertabur Prestasi Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada tanggal 27 Februari 2018, Kota Denpasar memperingati hari jadinya yang ke-230. Berbagai prestasi dan penghargaan telah diterima pemerintah sebagai bukti keberhasilan perencanaan pembangunannya. Semangat para ASN melalui koordinasi, integrasi, dedikasi, serta melepas sekat-sekat birokrasi menjadi kata kuncinya. Bersama pasti bisa. Wadah pelayanan publik yang dikenal dengan Gedung Sewaka Dharma menjadi suatu bukti betapa seriusnya pemerintah Kota Denpasar dalam meningkatkan pelayanan bagi masyarakatnya. Bahkan, dalam analisis ke depan, gedung tersebut bukan hanya sebagai tempat pelayanan publik namun juga menjadi gedung Center of Excelence, dan Dama Maya menjadi wadah integrasi, implementasi, dan transformasi berbagai informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat maupun pemerintah.

Oleh Putu Rumawan Salain adah dan seperangkat infrastruktur yang t er s edia tidak ada artinya bila tidak didukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang memadai dan siap melayani. Kinerja masingmasing Aparatur Sipil Negara (ASN) ditata dan dikelola dengan lebih transparan dan terukur sehingga perolehan mereka dalam satu bulan akan sangat bervariasi sesuai dengan keaktifan kinerja masing-masing. Walaupun masih beda dan jauh nominalnya dengan ASN tetangga, namun spirit kerja yang bermuara pada prestasi yang mengangkat harkat dan jati diri pribadi dan Kota Denpasar menjadikan sebuah yadnya yang merupakan karma mereka. Melayani bagi mereka adalah yadnya sekaligus karma. Yadnya dan disusun merupakan program dan kegiatan beserta besaran dana yang dievaluasi setiap tahun merupakan pengejawantahan visi dan misi Wali Kota dan Wakilnya menjadi suatu kemutlakan yang diukur dengan saksama. Realisasi pendapatan Pemerintah Kota Denpasar pada tahun 2016 adalah Rp 1.882.852.410, pendapatan asli daerahnya Rp 740.366.097, dana perimbangan sejumlah Rp 846.982.852 dan pendapatan lain yang sah Rp 295.503.461. Sedangkan realisasi belanja Pemerintah Kota Denpasar tahun 2016 sebesar Rp 2.048.492.742. Adapun realisasi belanja adalah dari belanja tidak langsung yaitu Rp 1.087.829.312. Tuntutan transparansi, kemudahan aksesibilitas, tidak hanya dilaksanakan dengan kecerdasan SDM, namun juga dibantu melalui sarana teknologi informasi yang dipadularaskan sesuai dengan tupoksi masing-masing OPD. Paradigmanya ada pada melayani bukan dilayani. Mengubah kebiasaan untuk menjadi pelayanan yang dibingkai oleh percepatan waktu, murah,

W

dan benar menjadi sangat sulit jika tidak dilandasi oleh etika publik. Salah satu caranya adalah melalui perubahan struktur kelembagaan dan memosisikan orang yang berani dan mampu menegakkan etika. Keteladanan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan suatu tujuan. Mengajak para ASN untuk mengubah mindset kebiasaan/ perilaku bukanlah merupakan persoalan mudah, walaupun sudah ada kegiatan reformasi birokrasi dan segala kegiatan ikutannya. Sadar akan kesulitan tersebut Pemerintah Kota Denpasar telah melakukan berbagai upaya untuk mengajak seluruh aparatur untuk berubah dalam upaya mencapai kinerja yang satuannya dapat diukur. Bahkan, untuk jabatan tertentu diatur melalui lelang, sehingga tanggung jawab terhadap tugas dan wewenangnya benar-benar diraih melalui kompetensi yang mereka miliki. Bahkan, untuk pencapaian Smart City yang oleh Pemerintah Kota Denpasar diusulkan menjadi Smart Heritage City dilakukan pelatihan berjenjang pada setiap eselon yang sertifikat kepesertaannya merupakan salah satu persyaratan kenaikan jabatan. Kesulitan yang lebih berat adalah bagaimana mengajak masyarakat untuk maju “berubah” untuk keberhasilan capaian pembangunan. Pola dan konsep partisipasi yang telah ada dari dahulu terus digulirkan dengan spirit Kotaku Rumahku. Analogi kota sebagai rumahku menjadi kata kunci dalam mengajak masyarakat menjadikan kotanya bagaikan rumahnya. Rumahlah tempat pendidikan dan sosialisasi awal bagi penghuninya, jika kemudian kota dipandang sebagai rumahnya maka kebersamaan dan rasa memiliki akan semakin besar manfaat dan kebersamaannya. Tidak berlebihan bila disebut dengan “Bersama Kita Bisa”. Rumahku Kotaku, Bersama Kita Bisa dipandang sebagai

dua slogan di antara sloganslogan lainnya yang mampu mengajak masyarakat bergerak ke arah yang sinergis dengan pemerintah. Komunitas pemuda bangkit dengan segala kreativitasnya sesuai dengan harapan pemerintah yang mendorong majunya industri maupun ekonomi kreatif. Bahkan kini, Kota Denpasar telah memiliki Badan Kreatif yang menghimpun dan menggerakkan kemampuan komunitas kreatif bukan berharap pada produk semata, melainkan juga mampu meningkatkan kesejahteraan mereka. Namun, harus diakui bahwa modal sosial dan budaya masyarakat Kota Denpasar yang bertumpu pada potensi dan kekuatan adat yang benihnya tersebar dan tumbuh subur di masing-masing banjar adat merupakan aset utama dalam menumbuhkan kebersamaan sekaligus partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Intinya, ada pada trust “kepercayaan” di antara para pihak. Pemerintah Kota Denpasar sangat menyadari bahwa masa depan kota akan diisi oleh mereka kaum komunitas muda. Banyak karya remaja di Kota Denpasar baik yang tergabung dalam sekaa, komunitas, ataupun tidak, ikut mewarnai pembangunan kotanya. Dengan lain kata, partisipasi ataupun kebersamaan tumbuh karena adanya saling percaya. Peran serta dan kebersamaan masyarakat kota Denpasar dapat dikatakan telah mencapai hasil yang baik dengan memerhatikan perbandingan jumlah besarnya APBD kota/kabupaten dengan capaian IPM (Indeks Pembangunan Manusia). Untuk Provinsi Bali, Kota Denpasar merupakan kota tertinggi capaian IPM-nya (82,58) dibandingkan dengan perolehan APBD Kabupaten Badung. Artinya, adalah bahwa peran serta masyarakat merupakan andil yang sangat besar dalam peningkatan capaian IPM. Demikian pula terhadap keberhasilan Kota Denpasar terhadap Indeks Kebahagiaan

Masyarakat (IKM) yang mencapai 74,63, merupakan kota tertinggi untuk Provinsi Bali, bahkan dari salah satu sumber dinyatakan tertinggi untuk kabupaten/kota di Indonesia. Prestasi lainnya yang telah dicapai baru-baru ini adalah prestasi untuk Smart City yang ditorehkan pada RKCI Award (Rating Kota Menuju Cerdas, Smart City) meliputi kategori sebagai berikut : Ekonomi Cerdas (Smart Economy), Sosial Cerdas (Smart Social), Keamanan dan Kebencanaan Kota (Safe and Secure Cities). Pengembangan dan Pengelolaan Kota. Digital Government Readiness. Kesiapan Integrasi (Integration Readiness), Ekonomi Inovasi. Dan Ekosistem Teknologi Investasi. Walaupun masih ada yang belum dicapai namun capaian ini sudah menunjukkan bahwa arah dan tujuan pembangunan yang diarahkan secara nasional telah berhasil diimplementasikan dengan baik dan benar atau telah berada pada arah yang tepat. Penghargaan lainnya yang sangat bergengsi adalah yang dipublis oleh Asosiasi Perancang Kota Indonesia tentang Kota layak Huni. Ada tujuh Kota Paling Layak Huni yaitu: 1). Kota Solo 66,9%, 2). Palembang 66,6%, 3). Balikpapan 65,8%, 4). Denpasar 65,5%, 5). Tangerang Selatan 65,4%, 6). Semarang 65,4%, dan 7). Banjarmasin 65,1%. Adapun aspek paling memuaskan menurut warga terhadap capaian tersebut dinyatakan dari: pangan 76%, tempat ibadah 76%, air bersih 75%, pendidikan 71%, kesehatan 71%. Dengan demikian, seharusnya bangga bahwa Kota Denpasar menjadi kota layak huni keempat di Indonesia, setidaknya slogan Rumahku Kotaku atau sebaliknya menjadi kenyataan. Capaian ini harus ditingkatkan pada tahun keberikutnya. Di samping capain penghargaan tersebut di atas masih ada lagi beberapa prestasi antara lain: 1). Pasar Terbaik di Asia Tenggara bagi Pasar Tradisional Sindu di Sanur, 2). Penghargaan Nasional tentang Desa Sadar Jaminan Sosial bagi Desa Dangin Puri Kangin 3). Indeks Keuangan Daerah Terbaik Pertama Regional Bali - NTB, 4).Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), 5). Anugerah Parahita Ekapraya (APE), 6). Kota Layak Anak, 7). Adipura, 8). Wahana Tata Nugraha Kencana tingkat nasional, 9). Kota Terbaik dengan Indeks 83,42, 10). Kota Terbaik Layanan Publik dengan Indeks 86,24, 11). Kota Terbaik Kategori Pariwisata dengan

Jangan ”Ngambulin Sok Wek” dalam Pilkada

Ngambulin sok wek adalah ungkapan dilema bagi orang (anak) yang tidak suka melihat wadah (sok) nasi yang sudah terkesan tidak menarik, sobek (wek), dan di sisi lain wadah (sok) nasi itu juga masih tetap dibutuhkan karena dipakai menyimpan nasi. Walaupun wadah (sok) nasi itu ditinggalin (di-ambulin), tapi juga tetap dirindukan lagi manakala perut sang anak lapar karena ia harus makan nasi yang tersimpan di dalam sok wek tadi. Begitu juga di dalam pilkada, pasti ada saja masyarakat yang ingin ngambul manakala calon kepala daerah ( calkada ) yang telah ditetapkan itu tidak berkenan sesuai karakter atau kemampuan yang diharapkannya. Ini wajar terjadi manakala seseorang tertarik memilih atau tidak karena pertimbangan selera, keberpihakan, kedekatan, penampilan, kemampuan, arogansi, balas jasa, dan begitu kompleksnya penilainan itu sehingga menimbulkan persepsi yang berbeda-beda. Dilemma menjatuhkan pilihan golput atau ngambul sahsah saja, tapi kita masih patut bersyukur ada calkada yang mesti kita pilih. Memang tidak bisa dihindari ada masyarakat yang tidak begitu plong memilih karena kemampuan calkada yang telah ditetapkan mungkin dirasa tidak menarik, atau kemampuannya diragukan, terindikasi kurang bersih atau jujur, penampilannya menipu, terkesan menakutkan bawa preman, dan berbagai ragam alasan lainnya, dan itu adalah cara pandang masing-masing dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Bagaimanapun karakter yang ada, apakah semua calkada

Oleh I Gst. Ngr. Bagus Suryawan, S.T., S.Ag., M.M. dinilai kurang, tentu ada yang terbaik di antara calkada yang ada. Di sinilah pentingnya kecerdasan wiweka kita untuk memilih calkada yang ada, sebaiknya jangan menjatuhkan pilihan golput ataupun mencoblos ganda terhadap semua pasangan calkada. Ngambul ataupun golput sepertinya kurang baik dampaknya, dan kita bisa bayangkan bagaimana kalau semua masyarakat punya pandangan yang sama, mereka golput atau memberi suara dengan mencoblos ganda, lalu ngambul sehingga menjadikan semua suara tidak sah. Tentu saja dampaknya tidak ada calkada yang terpilih, dan ini lebih merugikan bukan hanya para pihak yang bertarung dalam pilkada, tapi juga semua pihak dirugikan, dan bisa-bisa ada pilkada ulang yang akan menghabiskan waktu, tenaga, dan uang masyarakat yang tidak sedikit. Kalaupun benar misalnya semua calkada yang telah ditetapkan berkualitas kurang, perlu disadari bahwa itu adalah buah karma masyarakat yang mendorong munculnya para calkada demikian. Karena itu, kita tetap berjiwa besar, dan harus memilih salah satu yang dianggap terbaik dari yang ada, di samping terus berkarma untuk memunculkan calkada yang memiliki karakter indah dan bisa membawa perubahan besar ke arah kemajuan daerah itu sendiri pada masa yang akan datang. Jangan ngambul, ang-

gaplah itu buah karma bersama masyarakat yang memang harus kita terima. Walaupun demikian, ada baiknya kita mengamati karakter bagi calkada agar bisa melihat perbedaannya dengan mengamati hal-hal berikut ini. Amatilah pengalaman calkada berkenaan dengan hajat hidup orang banyak agar bisa melihat perbedaan di antara kualitas sang calon. Bila calkada terkesan misteri, mintalah cara menyingkap misteri jati dirinya. Bila calkada pernah berpetualang, amati caracara perjuangannya. Bila calkada pernah dihadapkan dukacita, bagaimana ia menanggulangi. Bila pernah menyisakan tragedi, lihatlah bagaimana ia menuntaskannya. Bila calkada diberi tugas, amati bagaimana ia melaksanakan dan melayani. Bila calkada menyukai permainan catur, lihat cara memainkannya. Bila calkada suka melantunkan lagu, dengarkan makna nyanyiannya. Bila dia suka berjanji, lihat cara ia memenuhi. Dengan mengamati cara-cara di atas, kita akan bisa mendapat gambaran calkada yang bisa kita bedakan satu sama lain baik itu menyangkut kejujuran, ketulusan, kerendahan hati. Begitu juga dalam hal kemampuan dan keseriusannya untuk menjadi seorang kepala daerah, baik dalam pengabdian maupun menjauhkan diri dari cara-cara yang tidak beradab, dan dijauhkan dari upaya menggunakan segala cara. Tentu bagian terpenting yang sebaiknya diingatkan ada-

lah mengingatkan janji-janji (sesaudan) itu, karena janji yang tidak terpenuhi hingga kematian tiba dapat menimbulkan ragam masalah pada keturunannya. Itu adalah fakta yang sering terungkap dalam ritual nunas rawos di Jro Dasaran bahwa begitu banyak peristiwa keluarga yang ditimpa bencana karena utang janji (sesaudan) yang belum dibayar (dipenuhi) oleh yang berjanji hingga tiba waktunya memasuki dunia kematian. Karena itu, orang yang berjanji sebaiknya jangan melupakan janji tanpa memenuhi janji itu, karena apa pun karma kita itu akan tetap berbuah, dan memberi dampak karena hukun karma phala akan terus bekerja dan bekerja secara otomatis tanpa memandang apakah ia diyakini atau tidak. Sebaiknya selaraskanlah janji itu sesuai kemampuan dan anggaran yang dimiliki, jangan mudah obral janji oleh karena hanya masalah ngebet ingin menjadi kepala daerah tanpa memikirkan dampaknya. Begitu juga di antara kita yang belum plong memilih, sebaiknya tetap memilih, jangan golput atau ngambul atau mencoblos ganda, karena bagaimanapun itu akan seperti ngambulin sok wek dan pada akhirnya kita pasti tetap membutuhkan kepala daerah. Salah memilih tidaklah berdosa, yang terpenting tidak ada niat memilih calon karena dilandasi oleh rasa senang atau tidak, diuntungkan atau tidak, melainkan hanya menjalani kewajiban sebagai warga negara untuk mencoba memilih yang terbaik di antara yang ada.

indeks 87,65, 12). Kota Terbaik Per Region Bali Nusra dengan Indeks 83,42, 13). Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) berturutturut 5 kali, 14). Pengakuan UNESCO untuk keris (2005), 15). Pengakuan dari UNESCO terhadap Tari Legong Keraton sebagai salah satu Harta Tak Benda Warisan Budaya Kota Denpasar (2015). 16). Sertifikat Anggota Kota Pusaka Dunia dari UNESCO (2012), 17). Sebagai anggota dari Organization World Heritage City (2013). Bertaburnya berbagai prestasi yang telah diperoleh oleh Pemerintah Kota Denpasar yang sarat dengan berbagai fungsi, dengan penduduk yang sangat padat, dan wilayah yang tidak bertambah menjadikan pemerintah dengan masyarakatnya dihadapakan dengan beragam pilihan yang kreatif sekaligus inovatif. Empat kekuatan yang bersumber dari pemerintahbirokrasi-akademisi-pengusaha menjadi pilar penyangga pembangunan. Kerja keras dan fokus dari ke empat pilar tersebut terbukti telah membuahkan hasil nyata mengantarkan berbagai perubahan, khususnya di Kota Denpasar. Perubahan menjadi sebuah proses yang tidak dapat dielakkan baik secara alami maupun direncanakan. Cepat atau lambat, semuanya akan mengalami perubahan seperti yang telah terbukti pada era disruption ini. Banyak usaha gulung tikar karena tidak cepat mengikuti arus perubahan. Tentunya kita tidak berharap akan terjadi kota maupun kabupaten yang akan gulung tikar terlebih-lebih jika dikaitkan dengan keinginan bersama terhadap spirit Sustainable Development City. Kota wajib melangsungkan pembangunan berkelanjutan dan memberi berbagai kemudahan dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakatnya. Catatan penting adalah bahwa hendaknya kita semua tidak terjebak ke dalam rutinitas belaka. Perencanaan adalah memuat ramalan terhadap berbagai kebutuhan dilengkapi dengan faktor-faktor perubahan yang akan berlangsung. Marilah selamatkan modal sosial dan budaya dengan pendekatan cerdas dalam bingkai kreatif untuk keberlanjutan dalam suatu road map dengan melibatkan generasi emas “komunitas remaja”. Dana bukan segala-galanya, teknologi adalah alat bantu namun yang lebih penting dan perlu adalah penduduk yang cerdas. Generasi emas yang cerdas akan menjadi tumpuan harapan ke depan bagi pembangunan kota mendatang. Karena kota tidak semata-mata dibangun dengan fondasi batu! Selamat.

POJOK Soal uang untuk Puan, Made Oka bantah pernyataan Novanto. - Takut atau memang tidak benar. *** Target Jokowi 2018, jumlah orang miskin di bawah 10 juta. - Jangan sekadar target. *** Adi Wiryatama pastikan perajin mikol di Karangasem akan dilindungi. - Sudah pengalaman di Tabanan.

Penulis, pensiunan Telkom

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Selasa Umanis, 27 Maret 2018

7

TABANAN Sampah di Pantai Nyanyi

DLH Tak Sanggup Tangani Terus-menerus Bali Post/kmb24

TERIMA - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti saat menerima LPPM Undiksha, Senin (26/3) kemarin.

Bupati Eka Ajak Mahasiswa Jadi Agen Perubahan Tabanan (Bali Post) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) melakukan audiensi ke Pemkab Tabanan terkait persiapan program KKN Undiksha tahun 2018. Kedatangan mereka diterima Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti di ruang kerjanya, Senin (26/3) kemarin. Pada kesempatan itu, Bupati Eka mengapresiasi Undiksha Singaraja yang telah memberikan kepercayaan daerahnya sebagai salah satu lokasi KKN. Kehadiran mahasiswa KKN Juli nanti diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Dikatakan, mahasiswa sebagai generasi penerus diharap dapat menjadi agen perubahan dalam pemberdayaan masyarakat. Bupati Eka juga berharap kehadiran mahasiswa Undiksha di Tabanan dapat menumbuhkan kecintaannya kepada alam, khususnya di bidang pertanian. ‘’Ajarkan semangat kepada generasi penerus kita agar selalu bergotong royong, menjaga Bali tetap ajeg, mencintai budaya, produk lokal, serta memiliki kepedulian sosial dan sense of belonging,” pinta Bupati. Terkait bidang pertanian, dikatakan sebagian besar masyarakat Tabanan menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian. Pemkab sendiri terus gencar mendorong pemberdayaan di bidang pertanian. Salah satunya terus mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan sejumlah program-program unggulan Tabanan lainnya. Saat ini Tabanan telah memiliki 68 BUMDes dari total 133 desa yang tersebar di wilayah Tabanan. Pemerintah memberikan modal sebesar 200 juta tiap BUMDes. Lewat BUMDes itu hasil pertanian warga dijual lebih tinggi. Produk BUMDes ini dikelola oleh BUMDa. Tak hanya itu, Bupati Eka pun telah mendirikan sejumlah gerai untuk menjajakan produk BUMDes di beberapa lokasi wisata terkenal di Tabanan. Seperti Tanah Lot dan Ulun Danu. Dengan begitu, produk hasil karya para petani Tabanan pun semakin dikenal oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. “Di Tanah Lot misalnya, setiap beli tiket mereka akan mendapatkan produk/snack dari BUMDes. Kami juga telah bekerja sama dengan toko modern di Bali agar bisa menjajakan produk BUMDes di gerai masing-masing. Kami ingin Petani bangga dan menjadi Raja di tanah sendiri.” imbuh Eka. Sekretaris LPPM Undiksha Prof. Dr. I Made Ardana mengatakan total mahasiswa yang akan menjalani KKN Juli nanti adalah 4.673 orang. Mereka berasal dari angkatan kurikulum 2012 dan 2016. Lokasi KKN disebar di Kabupaten Tabanan dan Jembrana. Tempat pelaksanaan KKN mahasiswa Undiksha ini direncanakan di 72 sampai 73 desa yang ada di Tabanan. Jumlah mahasiswa KKN yang ada di tiap desa sekitar 18 hingga 20 orang per desa. Sebelum turun ke desa pihaknya juga memberikan pembekalan kondisi dan situasi desa tempat mahasiswa KKN. Pembekalan ini diharapkan dapat meningkatkan profesionalitas kerja mahasiswa. (kmb24)

Imunisasi JE Capai 62,33 Persen Tabanan (Bali Post) Tabanan menargetkan capaian imunisasi JE 100 persen meski pemerintah pusat mencanangkan 80 persen saja untuk Bali. Namun hingga periode imunisasi JE secara massal Maret hingga April, target yang dicapai baru sekitar 62,33 persen. Kepala Bidang Penanganan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Tabanan dr. Ketut Nariana mengatakan, dari data per Sabtu (24/3) lalu, jumlah anak yang sudah mendapatkan vaksinasi adalah 52.525 orang atau 62,33 persen dari target. Sebagian besar masih didominasi anak usia sekolah. Untuk anak usia belum sekolah pada rentang usia sembilan bulan hingga lima, angka capaiannya memang belum terlalu banyak. Sedikit angka capaiannya itu, sebab anak usia sembilan bulan hingga lima tahun menurut Nariana baru mulai aktif dilakukan di puskesmas April mendatang. ‘’Untuk Maret petugas puskesmas lebih fokus ke sekolah-sekolah. Anak usia nonsekolah ditargetkan atau lebih fokus nanti April,’’ ujar Nariana. Imunisasi itu, kata Nariana, dilakukan setiap hari. Sistemnya sendiri sudah disiapkan jauhjauh hari selama dua bulan. Dalam pencapaian target, kata Nariana, diserahkan penuh kepada masing-masing puskesmas lewat pengaturan jadwal imunisasi. ‘’Semua sudah diatur sejak lama dan dipastikan targetnya akan tercapai,’’ ujarnya. Terkait efek samping imunisasi JE itu, diakui Nariana, terjadi beberapa kasus namun dapat diatasi karena tidak membahayakan. Adapun efek samping imunisasi JE ini sama dengan imunisasi lainnya, seperti demam, sakit pada lokasi saat disuntik. Setelah imunisasi di sekolah petugas masih tetap memantau selama setengah jam. Kemudian ditanyakan kepada peserta imunisasi ada atau tidak yang dikeluhkan. ’’Dari laporan beberapa menderita sakit di lokasi suntik. Biasanya karena mereka tegang saat disuntik. Tetapi setelah ditanyakan beberapa saatnya, sakit itu sudah tidak dirasakan,’’ jelas Nariana. Selain sakit pada lokasi suntikan juga terjadi demam. Namun untuk permasalahan ini, kata Nariana, pihak petugas telah melakukan KIE terlebih dahulu. Sehingga peserta yang terkena demam itu sudah bisa langsung diatasi di rumah. Jika terjadi demam bisa diatasi dengan obat penurun panas atau datang ke puskesmas terdekat. Dari efek samping yang timbul pascaimunisasi JE, kata Nariana, tidak ada yang bersifat fatal. Semua yang terjadi akibat imunisasi itu bisa ditangani dengan baik. (kmb24)

Tabanan (Bali Post) Persoalan sampah kiriman di sepanjang pesisir Pantai Nyanyi itu rupanya sulit diatasi, meski warga setempat meminta bantuan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan. Pasalnya, DLH sendiri kewalahan menangani sampah yang menjadi tugas rutinnya. Diharapkan ada kerja sama semua pihak, termasuk desa dinas dan desa adat setempat utamanya menangani sampah secara optimal di wilayahnya masing-masing. Kepala DLH Tabanan A.A. Raka Icwara saat dikonfirmasi terkait sampah kiriman di sepanjang pesisir Pantai Nyanyi, Kediri, mengatakan pihaknya siap membantu asalkan desa setempat bersurat terlebih dahulu untuk pertanggungjawaban kegiatan. Sesungguhnya hal itu tidak masuk domain pelayanan rutin DLH. “Kalau kami diminta partisipasi tentu akan kami usahakan membantu. Hanya harus disesuaikan dengan kemampuan yang kami miliki,” sergahnya, Senin (26/3) kemarin. Penanganan persoalan sampah kiriman di sepanjang pesisir Nyanyi sebenarnya menjadi tanggung jawab bersama, utamanya seluruh komponen, baik itu desa dinas maupun desa adat, mereka harus samasama ikut menangani sampah diwilayahnya masing-masing. “Jujur saja, kita menangani

sampah rutinitas saja sudah kewalahan. Jika perlu seluruh karyawan Pemkab Tabanan diarahkan gotong royong ke sana, tentunya setelah dapat izin pimpinan mereka,” terangnya. Seperti diberitakan sebelumnya, pesisir Pantai Nyanyi dipenuhi sampah kiriman. Bahkan tahun ini volume sampah meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Padahal potensi Pantai Nyanyi sangat luar biasa. Sudah pasti, jika dikembangkan Pantai Nyanyi bisa menjadi daya tarik wisata tersendiri. Alasannya, lokasinya dekat DTW Tanah Lot. Kepala Desa Beraban Wayan Sukariana mengatakan pihaknya telah mengajak karang taruna desa setempatbersama warga dan pemilik vila di sekitar lokasi turun bersama-sama melakukan kegiatan bersih-bersih sampah. Hanya karena keterbatasan

tenaga dan alat, kegiatan aksi bersih-bersih sampah hanya difokuskan pada sampah plastik. “Hanya sampah plastik yang kita pungut. Sementara ranting dan batang kayu yang besarbesar, terpaksa kami biarkan,” terangnya. Diakuinya, jika persoalan sampah kiriman ini sudah menjadi pekerjaan rumah tiap tahun, khususnya memasuki musim hujan yang disertai angin kencang. Sayangnya keterbatasan anggaran menyebabkan sampah itu tidak bisa ditangani secara maksimal. Tingginya volume sampah membuat pihaknya kewalahan. “Bukan tidak mau bertanggung jawab. Penangan sampah itu sesungguhnya perlu anggaran besar. Jika menggunakan tenaga sukarela, sudah pasti mereka tidak mau digerakkan secara terus-menerus,” terangnya. (kmb28)

A.A. Raka Icwara

KPU-RI Cek Inventaris

Bali Post/kmb28

KPU-RI - Kedatangan utusan KPU-RI ke KPU.

Tabanan (Bali Post) Dua utusan KPU-RI mengecek keberadaan sejumlah inventaris dan bangunan di kantor KPU Tabanan, Senin (26/3) kemarin. Mereka Kepala Bagian Biro Umum Achmad Syaifudin Rahadhian dan salah satu staf Irman Muharam. Kedatangan kedua utusan KPU-RI diterima Komisioner KPU Tabanan Ketut Narta dan Sekertaris KPU Made Tampika. Pada kesempatan Achmad Syaifudin Rahadhian menjelaskan kedatangannya ke KPU Tabanan untuk mengecek secara langsung sejumlah barang milik negara. Apa yang telah dilakukan Tabanan terkait pembangunan rumah ibadah dan pagar kantor. “Segala sesuatu terkait barang milik negara harus tercatat dengarna rapi,” jelasnya. Ia pun sudah melihat sendiri bangunan rumah ibadah berupa palingih Padmasana dan tembok sudah ada. “Bangunannya sudah ada, malah

sudah bagus lagi,” jelasnya. Di Bali, katanya, hanya KPU Tabanan yang dikunjungi karena tanah dan bangunan kantor KPU Tabanan sudah milik sendiri. Pihaknya juga menampung usulan-usulan baru yang disampaikan KPU Tabanan untuk program pembangunan ke depan. “Secara lisan kami tadi juga menerima ulasan pihak KPU Tabanan, namun kami harap usulan itu didukung dengan surat dan data akurat,” tandasnya. “Kami juga lihat dulu anggaran yang ada di pusat. Memungkinkan nggak seperti usulan yang disampaikan KPU Tabanan,” tandasnya. Sekertaris KPU Made Tampika menambahkan, pihaknya mengusulkan penataan tempat yang berbatasan dengan tembok kantor yang ada di sebelah selatan. “Kita coba usulkan, siapa tahu bisa dianggarkan KPU pusat,” harapnya (kmb28)

Korsleting, Gudang Serkel Terbakar Tabanan (Bali Post) Diduga korsleting alias terjadi arus pendek listrik, gudang serkel UD Bangsing Indah di Banjar Batungsel Kelod, Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan terbakar, Senin (26/3) kemarin. Beruntung tidak ada korban jiwa pada insiden tersebut. Hanya pemilik toko mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Dari informasi yang dihimpun, kebakaran itu terjadi sekitar pukul 10.00 Wita. Awal munculnya api itu diketahui pertama kali salah satu karyawan serkel bernama Gusti Made Dita yang baru datang dari warung. Melihat kepulan asap membubung tinggi dari atap serkel, saksi pun mendatangi serkel itu. Namun serkel dalam keadaan

digembok saat itu. Sebab, pada saat kejadian tidak ada karyawan yang bekerja, karena itu gedung serkel itu dikunci. Saksi bersama warga yang lain pun melompati pagar serkel. Upaya itu dilakukan untuk membantu memadamkan api yang sudah mulai melahap tiang dan atap gudang serkel. Bantuan yang diberikan warga sekitar akhirnya membuat api tersebut dapat dipadamkan dalam waktu singkat. Pemilik serkel I Ketut Sumarata mengatakan, sebelum kejadian Sabtu (24/3) sekitar pukul 16.00 Wita, selesai kerja semua listrik sudah dipadamkan. Hingga peristiwa kebakaran itu terjadi, tidak ada orang/karyawan yang melaksanakan

aktivitas. Dugaan sementara kebakaran tersebut terjadi akibat korsleting listrik (arus pendek) karena awal sumber api diduga berasal dari panel listrik di gudang tersebut. Pemilik serkel diperkirakan menderita kerugian lebih dari Rp 60 juta. Kapolsek Pupuan AKP IB Mahendra saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus kebakaran gudang serkel. Dari hasil olah TKP diduga kuat api dipicu konsleting listrik. (kmb28)

GUDANG SERKEL Kondisi gudang serkel pascakebakaran yang terjadi, Minggu siang.

Ngamuk, ODGJ Diamankan

Mahaputra Dibawa ke RSJ Bangli Orang yang terkena depresi memang sangat sulit untuk mengontrol pikirannya. Ketidakstabilan mentalnya sering membuatnya melakukan hal-hal kontraproduktif yang dikhawatirkan dapat mengganggu orang lain. Penyakit jenis ini memang relatif sulit diobati. Walau sudah berusaha dicarikan penanganan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Bali di Bangli, namun sering hasilnya tidak berarti. Akibatnya, yang bersangkutan kambuh lagi penyakitnya. Bagaimanakah upaya efektif mengatasi penyakit jenis depresi itu?

Bali Post/ ist

ODGJ - Petugas Satpol PP Tabanan saat mengamankan penderita ODGJ yang dilaporkan mengamuk.

SENIN (26/3) kemarin, Anak Agung Ngurah Bagus Mahaputra (41) mengamuk. Warga Banjar Tengah, Desa/ Kecamatan Kerambitan itu terpaksa diamankan petugas Satpol PP Tabanan setelah Mahaputra tidak bisa mengendalikan dirinya. Kemudian Mahaputra pun dilaporkan ke Dinas Sosial Tabanan, yang kemudian menjemput dirumah yang bersangkutan, selanjutnya diajak ke RSJ Provinsi Bali yang ada di Bangli untuk mendapatkan perawatan. Kepala Satpol PP Tabanan Wayan Sarba mengatakan, pihaknya sebelumnya mendapatkan laporan dari pihak keluarga

yang bersangkutan. Beritanya Ngurah Bagus Mahaputra mengamuk di rumahnya. Karena banyak pihak khawatir dengan kemarahannya yang tidak terkendali, sehingga bisa jadi dapat membahayakan keluarga dan juga warga sekitarnya. Petugas Satpol PP itu kemudian mengamankannya. Anggota pun langsung menjemput yang bersangkutan dirumahnya di kecamatan Kerambitan. “Sekitar pukul 11.00 Wita kami amankan,” ujar Sarba. Sebagaimana disampaikan pihak keluarganya, Mahaputra memang kerap kali mengamuk. Gelagatnya seperti orang menderita depresi. Namun tidak diketahui jelas apa

penyebabnya dia mengamuk. “Saat diamankan, Mahaputra sempat memberi perlawanan,” katanya. Status Mahaputra, kata Sarba, sudah memiliki istri. Juga sudah punya satu orang anak. Hanya saja Mahaputra sudah pisah dengan istrinya. “Dan memang menurut keluarganya Mahaputra sering mengamuk dan saat ini sudah diserahkan ke Dinas Sosial untuk dibawa ke RSJ yang ada di Bangli,” jelas Sarba. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Sosial I Nyoman Gede Gunawan menerangkan, Mahaputra tidak lagi diinampkan di kantor Dinsos, melainkan sudah langsung dibawa ke RSJ Bangli untuk diberikan penanganan lebih lanjut. Kondisinya memang sangat labil, seperti orang depresi. Dua orang petugas Dinas Sosial ditugaskan mengantarkan Mahaputra untuk dirawat di RSJ Bangli. Dengan harapan saat pulang nanti bisa sembuh dan menjalankan aktivitasnya dengan baik. “Mudah-mudan kembali nanti kondisinya sudah pulih seperti sediakala,” harap Gunawan. (bit)


KARANGASEM

8

Selasa Umanis, 27 Maret 2018

SK Banjar Adat Terganjal

Prajuru Desa Adat Tianyar Temui MMDP Amlapura (Bali Post) – Desa Adat Tianyar, Kecamatan Kubu, Karangasem, sedang menghadapi polemik. Sebanyak 12 banjar adat dari 31 banjar adat di desa adat tersebut belum mendapatkan SK penetapan dari pemerintah daerah karena usulan mereka terganjal di tingkat Majelis Alit Desa Pakraman (MADP). Untuk mencari solusi atas persoalan tersebut, Senin (26/3) kemarin, tokoh masyarakat setempat terdiri dari prajuru desa adat dan banjar adat lengkap dengan anggota pecalang, mendatangi Kantor Bupati Karangasem. Kedatangan rombongan dari Desa Adat Tianyar itu untuk mengikuti mediasi Wabup Wayan Artha Dipa yang notabene selaku Ketua Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) Karangasem. Dari pihak Desa Adat Tianyar, juga hadir jajaran MADP Kecamatan Kubu dipimpin ketuanya, I Made Sudarma. Sayangnya, mediasi belum menghasilkan titik temu, sehingga pihak MMDP Karangasem akan mengagendakan mediasi lanjutan. ‘’Nanti, kita akan turunkan tim untuk memediasi lagi,’’ ungkap Wabup Artha Dipa, pada pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Wakil Bupati Karangasem. Dari informasi yang dihimpun, tidak terbitnya SK penetapan banjar adat terhadap 12 banjar adat di Desa Adat Tianyar itu disebabkan usulan rekomendasi ke MADP tidak ditandatangani Ketua MADP Kecamatan Kubu, Made Sudarma. Selaku Ketua MADP, Sudarma tidak bersedia menerbitkan rekomendasi. Alasannya, ke-12 banjar adat itu belum memenuhi kriteria. Salah satunya karena banjar adat-banjar adat tersebut belum memiliki Pura Patok, yaitu palinggih yang bertempat di balai banjar itu. Selain itu, Sudarma juga berdalih masih ada masalah di bidang pawongan dan palemahan. Karena itu, ke-12 banjar adat itu berada di wilayah teritorial Desa Adat Karobelahan. Desa Adat Karobelahan merupakan desa adat tetangga dari Desa Adat Tianyar. Pura Patok Jadi Alasan Ditemui usai mediasi, Sekretaris Desa Adat Tianyar, Gede Putu Dana, mengatakan masalah Pura Patok itu seharusnya tidak bisa dijadikan alasan MADP Kubu untuk tidak menerbitkan rekomendasi. Pasalnya, ke-31 banjar adat se-Desa Adat Tianyar itu sudah berdiri sejak lama. Warga hanya minta pengesahan agar banjar adat-banjar adat tersebut bisa mengikuti dinamika pembangunan mengacu pada program-program yang diluncurkan pemerintah. ‘’Keberadaan banjar adat-banjar adat itu kemudian dikukuhkan 2016 di Pura Prajapati Tianyar. Ketua MADP kami undang, tapi beliau tidak datang,’’ jelas Putu Dana. Putu Dana berharap mediasi lanjutan itu akan ditempuh MMDP. Hal itu diharapkan bisa mengurai persoalan yang ada. Mereka juga berharap Ketua MADP Made Sudarma itu bisa bersikap lebih bijak. Terlebih yang bersangkutan menduduki posisi selaku Bendesa Adat Karobelahan. ‘’Selama ini, Desa Adat Karobelahan dan Tianyar ini hidup rukun berdampingan. Kita tidak dalam posisi saling klaim wilayah. Tetapi bagaimanapun agar kita bisa mengakses program pemerintah,’’ ungkap Putu Dana yang diamini Bendesa Adat Tianyar, Ida Nyoman Darma. Ketua MADP Kubu Made Sudarma tidak bisa dikonfirmasi karena dia langsung pulang usai bubarnya pertemuan. Yang jelas, pihak MMDP Karangasem menyatakan upaya mediasi lanjutan akan dilaksanakan sesegera mungkin. (kmb)

Bali Post/kmb

ASAP MENYEMBUR - Asap menyembur berwarna kelabu dari gempa letusan Gunung Agung sekitar pukul 10.09 Wita, Senin (26/3) kemarin.

Pos Pantau Rekam Gempa Letusan Berdurasi 45 Detik

Amlapura (Bali Post) -

Gunung Agung memang terlihat tenang secara kasat mata. Namun ternyata gunung tertinggi di Bali itu belum tidur 100 persen. Buktinya, Senin (26/3) siang kemarin alat seismik Pos Pantau di Rendang merekam adanya gempa letusan. Namun durasi letusannya hanya selama 45 detik. Karena itu, tidak banyak warga Karangasem yang menyadari fenomena alam tersebut, sampai keluarnya rilis Magma VAR. ‘’Ya, memang terjadi gempa letusan. Teramati kolom abu setinggi 500 meter di atas puncak kawah Gunung Agung itu condong mengarah ke arah barat laut,’’ terang Kasubid Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur Dr. Devi Kamil Syahbana.

Gempa letusan itu, kata Devi Kamil Syahbana, erjadi pukul 10.09 Wita dengan amplitude 19 mm. Pada waktu bersamaan alat seismik Pos Pantau juga merekam adanya gempa tektonik jauh dengan amplitud0 10 mm berdurasi 140 detik. Setelah gempa le-

tusan, sepanjang hari kemarin juga terjadi beberapa kali embusan. Masyarakat Karangasem umumnya baru mengetahui terjadinya letusan setelah adanya rilis dari Magma VAR. Saat itu kejadian erupsi sudah berlalu dan tidak terpantau

lagi secara visual. Sebagian besar warga melewatkan fenomena tersebut. Padahal saat erupsi langit cukup cerah. Masyarakat umumnya juga tak terpengaruh oleh aktivitas vulkanik gunung setinggi 3.142 mdpl tersebut. ‘’Ya, katanya ada letusan. Saya tak sempat lihat,’’ ungkap salah sorang warga kota Amlapura, I Ketut Parwata (44). Devi Kamil Syahbana mengatakan gempa letusan itu merupakan fenomena wajar, ketika gunung api berstatus siaga. Pihaknya mengakui

saat ini di tubuh Gunung Agung itu masih ada dinamika magma. Pertumbuhan maupun pengurangan magma itu masih terjadi tapi volumenya di bawah 1-2 juta meter kubik. Pertumbuhan magma jauh lebih sedikit dibandingkan pada saat kondisi krisis September - Oktober 2017. Saat kondisi kritis itu volume magma bahkan mencapai 40 juta meter kubik. ‘’Dinamika magma masih ada, tetapi pertumbuhannya jauh di bawah kondisi kritis tahun lalu,’’ jelasnya. (kmb)

Desa Bugbug Wakili Karangasem Lomba Desa Tingkat Provinsi

Bali Post/kmb

MEDIASI BANJAR ADAT - MMDP Karangasem melakukan mediasi masalah banjar adat Desa Adat Tianyar di ruang rapat Wakil Bupati Karangasem, Senin (26/3) kemarin.

Bakar Sampah, Rumah ’’Puun’’ Api Lalap 30 Are Ladang Ilalang di Perasi

Amlapura (Bali Post) Sembrono mengurus sampah menjadi petaka bagi I Nengah Ariyasa (55). Rumah warga BTN Graha Indah Gargita, Lingkungan Galiran Kaler, Kelurahan Subagan, Karangasem ini puun (terbakar) oleh api sisa pembakaran sampah dekat rumahnya. Walau tak sampai merenggut korban jiwa, kejadian Senin (26/3) dini hari itu menimbulkan kerugian material Rp 50 juta. ‘’Kita kerahkan 3 mobil penyuplai air dan 2 unit mobil pemadam. Laporan masuk pukul 04.20, kita tiba 15 menit kemudian,’’ ungkap Kadis Damkar Karangasem I Nyoman Sutirtayasa. Korban membakar sampah persis di samping rumahnya, dekat dengan tembok. Saat korban tahu sampah memicu kebakaran, api sudah cukup besar. Beruntung petugas pemadan cepat dan sigap sehingga api tak sampai membakar seluruh bangunan. Sebelumnya Minggu (25/3) malam, sekitar pukul 20.40, kebakaran juga menimpa sebuah kios di Banjar Subagan, Desa Sengkidu, Manggis. Api dupa diduga menjadi penyebab kebakaran kios berukuran 6 x 7 itu. Tak ada korban jiwa, namun pemilik kios Ni Nyoman Pudak (75) menderita kerugian sekitar Rp 106 juta. ‘’Penyelidikan sudah, dugaan kuat karena api dupa sisa sembahyang,’’ terang Kapolsek Manggis Kompol Ketut Sudiartha. Informasi yang dihimpun, kebakaran kios di pinggir jalan raya Amlapura-Klungkung itu pertama kali diketahui Agus Wirawan (25). Saksi yang kebetulan sedang lewat di depan kios, itu mengaku melihat api sudah besar di dalam kios. Sebelum petugas pemadam tiba, warga sempat melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. ‘’Kios dan semua isinya hangus,’’ ungkap menantu korban, Ni Kadek Wati (45). Kebakaran juga terjadi di Banjar Perasi Kauh, Desa Pertima, Kecamatan Karangasem, sekitar pukul 11.00 Wita. Si jago merah melalap sedikitnya 30 are kebun yang terdiri dari ladang ilalang, kebun pisang yang berada di belakang Puskesmas Karangasem I. Lahan yang terbakar itu masing-masing milik I Wayan Kantor (65), Gusti Ketut Sudibya (60) dan Gusti Bagus Tiadnyana (34). Kebakaran tersebut juga diduga dipicu api pembakaran sampah. Api cepat membesar karena dipengaruhi embusan angin dan cuaca panas. (kmb)

Bali Post/kmb

KEBAKARAN LAHAN - Petugas pemadam menangani kebakaran lahan di Banjar Perasi Kauh, Desa Pertima, Karangasem.

DESA Bugbug, Kecamatan Karangasem terpilih mewakili Kabupaten Karangasem pada lomba Desa Tingkat Provinsi tahun 2018. Acara penilaian lomba desa itu dihadiri Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri di Wantilan Sekretariat Desa Bugbug, Senin (26/3) kemarin. Perbekel Desa Bugbug I Gede Suteja mengatakan Desa Bugbug merupakan salah satu desa tua di Kecamatan Karangasem yang telah menjalankan roda pemerintahan desanya sejak kurang lebih 58 tahun silam. Tahun 1990 Desa Bugbug ini dimekarkan menjadi dua desa yaitu Desa Bugbug dan Desa Pertima. Desa Bugbug terdiri dari satu desa adat, sedangkan Desa Pertima disokong tiga desa adat. Selama ini, Desa Bugbug telah bersinergi dengan desa adat, baik dalam pelaksanaan pembangunan desa maupun pengembangan sumber daya manusia, terkait peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Bugbug. Kiat-kiat efektif dilakukan guna meningkatkan kinerja pemerintah desa itu di antaranya memberikan layanan informasi pelayanan

24 jam, melalui website desa dan media sosial lainnya. Suteja mengatakan partisipasi masyarakat desa pada beberapa pembangunan di desa, dilakukan lembaga kemasyarakatan yang ada. Program-programnya ada kegiatan khusus Tim Penggerak PKK, keamanan dan ketertiban desa, pendidikan, kesehatan, pembangunan ekonomi hingga upaya-upaya penanggulangan kemiskinan. Item-item itu telah berjalan dengan baik. “Dengan adanya Lomba Desa Tingkat Provinsi Bali ini, dijadikan momen pembelajaran bagi Desa Bugbug untuk lebih meningkatkan kinerja, bersama sama dengan lembaga kemasyarakatan dan warga sendiri ikut membenahi segala bidang pembangunan,” katanya. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri menyampaikan selamat datang dan juga terima kasih kepada Tim Penilaian Perlombaan Desa Provinsi Bali. Segala masukan dan saran sangat diperlukan guna meningkatkan manajemen pengelolaan desa ini. Kian meningkat dan kompleksnya permasalahan yang dihadapi

PENILAIAN LOMBA DESA - Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri bersama Kepala Dinas PMD Provinsi Bali dan pejabat terkait lainnya di sela-sela penilaian Lomba Desa di Wantilan Desa Bugbug, Senin kemarin. khususnya di tingkat desa, maka desa ini dituntut agar dapat meningkatkan kemampuan dalam hal perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pengendalian yang dilandasi disiplin dan rasa tanggung jawab. “Kegiatan ini menjadi sumber inspirasi dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Jadilah penggerak untuk mengakomodir aspirasi masyarakat dalam memberikan pelayanan,” pinta

Bupati Mas Sumatri. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Bali Ketut Lihadnyana mengatakan, tujuan perlombaan desa itu sesungguhnya untuk mengevaluasi tingkat perkembangan masyarakat. Selain itu, juga mendorong penguatan peran lembaga pemerintahan dan kemasyarakatan. Memberikan penghargaan dan apresiasi, atas inovasi yang dilakukan untuk meningkatkan kese-

jahteraan masyarakat. Karena itu, pada lomba desa tahun ini, akan dilakukan penilaian/ evaluasi terhadap keberhasilan pembangunan yang terdiri dari tiga bidang meliputi 19 aspek. Tim penilai Provinsi Bali yang diturunkan berjumlah sepuluh orang yang diketuai Made Redi Juliarmawan. “Kegiatan perlombaan ini jangan sampai menjadi beban. Lomba ini lebih dimaknai sebagai langkah konkret mengadakan perbaikan-perbaikan guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Lihadnyana. Untuk itu, ia meminta kepada tim pembina/penilai agar melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, menilai seobjektif mungkin. Kepada Tim Pendamping juga diharapkan bisa memfasilitasi tim penilai serta memberikan informasi data selengkapnya karena hasil atau kinerja tim penilai juga sangat ditentukan oleh ketersediaan dan objektivitas data yang diberikan. Acara ditutup dengan peninjauan dan penyerahan Rencana Kerja Pemerintah Desa Bugbug tahun 2016 dan Profil Desa Bugbug 2016-2017. (ad1189)

APBDes Jangan Dihabiskan untuk Studi Banding Pemanfaatan APBDes terus saja menjadi sorotan. Dana yang dikelola begitu besar, ditengarai asas manfaatnya bagi warga dirasakan belum maksimal. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Bali I Ketut Lihadnyana meminta APBDes jangan dihabiskan hanya untuk agenda studi banding ke luar daerah. Apa program-program efektif dan ideal harus dilakukan untuk memberdayakan potensi yang ada desa melalui APBDes itu? SESUNGGUHNYA yang harus dipikirkan, bagaimana anggaran APBDes yang begitu besar itu dapat memberikan dampak besar terhadap peningkatan kesejahteraan warga yang ada di desa tersebut. Sorotan tersebut disampaikan Lihadnyana saat hadir memberikan sambutan Lomba Desa di Desa Bugbug, Karangasem, Senin (26/3) kemarin. Dia mengaku merasa perlu mengingatkan para perbekel di seluruh Bali, agar APBDes itu dapat dimanfaatkan sebesar-sebesarnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

“Buat apa perbekel studi banding ke Jakarta. Mau nyari apa ke sana? Di ibu kota negeri ini tidak ada desa,” sorot Lihadnyana. Kalau mau studi banding kata Lihadnyana, semestinya dilakukan ke desa-desa. Seperti desa di Kecamatan Kubu yang belum maju, harus belajar dari desa-desa lainnya yang sudah maju di Bali. Idealnya, katanya, tidak perlu studi banding ke luar daerah. Alasannya, Bali selama ini justru sudah dikenal dengan sistem pengelolaan desanya yang mencapai prestasi terbaik di Indonesia. Kalaupun memang harus belajar pen-

gelolaan desa ke luar daerah, semestinya tujuannya bukan ramai-ramai ke Jakarta. Desa yang menjadi sasaran lebih tepat, menurutnya desadesa yang ada di Yogyakarta. Di sana sistem pengelolaan desanya juga cukup maju. Itu pun tidak semua desa harus tiap tahun mengagendakan studi banding. “Misalnya, kalau desanya sudah maju seperti Desa Bugbug. Kemudian ngapain studi banding lagi ke tempat (desa -red) yang kurang maju. Mestinya, desa yang masih tertinggal belajar pada desa yang sudah maju. Hal itu baru benar. Belajarnya sama desa yang di Bali saja dulu,” pintanya. Awal-awalnya, desa itu mengelola APBDes miliaran rupiah. Perbekel banyak membuat agenda keluar daerah. Tidak pelak, para perbekel di Bali itu selalu menjadi sorotan. Bahkan, sempat menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Setelah berulang kali diperingatkan,

I Ketut Lihadnyana para perbekel itu, katanya, mulai paham. Selain menyorot agenda studi banding perbekel, di hadapan Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, Lihadnyana juga meminta agar kesejahteraan para perbekel itu dapat lebih diperhatikan. Dengan beban kerja yang tinggi, penghasilan perbekel sekarang ini menu-

Bali Post/gik

rutnya belum layak. Sebab, jika kesejahteraan perbekel belum terpenuhi, hal itu ini terkesan tidak adil, dengan beban tugas yang begitu berat, sebagai ujung tombak pemerintah daerah di desa. “Perbekel saat dilantik pakaiannya sama dengan bupati, tetapi kenapa gajinya jauh lebih rendah dari Kepala OPD?” kritiknya. (gik)


Selasa Umanis, 27 Maret 2018

GIANYAR

9

Mengamuk, Pemangku Diamankan Satpol PP Gianyar (Bali Post) Warga Lingkungan Batur Sari, Kelurahan Bitera, Kecamatan Gianyar, Senin (26/3) kemarin dikejutkan dengan aksi I Nyoman Tjatra (61). Tjatra yang merupakan seorang pemangku, mengamuk dengan membawa pisau. Warga yang resah dengan ulah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tersebut lantas melapor ke Satpol PP Gianyar. Tjatra merupakan pemangku di Pura Batur Sari dan memiliki riwayat pernah berobat ke RSJ. Saat pertama kali kumat, Tjatra masih bisa dibawa berobat ke RSJ Bangli oleh keluarganya. Namun kali ini atau yang kedua kalinya kumat, Tjatra sulit dikendalikan. Tjatra mengamuk sejak Minggu (25/3) lalu. Kala itu Tjatra ke luar rumah dengan mengomel sembari membawa sebilah pisau. Puncaknya kemarin, Tjatra sempat merusak tembok rumah warga. Merasa khawatir, warga lantas melaporkan kejadian ini kepada Satpol PP Gianyar. ‘’Satu regu dari Satpol PP kemudian terjun ke Lingkungan Batur Sari untuk mencari Tjatra. Dia waktu itu mengenakan pakaian pemangku,’’ ungkap petugas Satpol PP Gianyar I Wayan Nasta. Saat hendak diamankan Tjatra sempat mengancam petugas. Bahkan dia berteriak-teriak dan mengamuk. ‘’Akhirnya saya kunci tangannya, lalu borgol,’’ ujar Nasta yang merupakan guru Perisai Diri. Setelah berhasil diringkus, Tjatra langsung dilarikan ke RSJ Bangli. Perlu diketahui, Satpol PP Gianyar sudah banyak menangani ODGJ yang mengamuk. ‘’Sepanjang Januari hingga Maret 2018 ini, ada sembilan kasus. Rata-rata yang ditangani ini memiliki riwayat kartu kuning,’’ kata Nasta. (kmb35)

PERTEMUAN - Pj. Bupati Gianyar Ketut Rochineng (kiri) usai melakukan pertemuan dengan DPRD Gianyar.

Anggaran Perjalanan Dinas akan Dirampingkan Gianyar (Bali Post) Tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Gianyar yang mencapai 4,04 persen dari keseluruhan jumlah penduduk mendapat sorotan Penjabat Bupati Gianyar I Ketut Rochineng saat melakukan pertemuan di Gedung DPRD Gianyar, Senin (26/3) kemarin. Rochineng menyatakan, dengan APBD mencapai Rp 2,1 triliun, angka kemiskinan semestinya bisa lebih rendah. Untuk itu pihaknya berencana merampingkan anggaran perjalanan dinas tiap OPD.

Bali Post/nik

DIAMANKAN - I Nyoman Tjatra saat diamankan petugas Satpol PP Gianyar.

Bali Post/ina

orang saja. ‘’Kenapa harus lima? Kalau bisa dua orang saja, kan bisa menghemat. Kalau itu dilakukan masing-masing OPD, kan bisa anggaran itu untuk pengentasan kemiskinan dalam bentuk bedah rumah, bantuan ekonomi perdesaan atau semacamnya,’’ katanya. Melalui berbagai upaya itu pihaknya pun mentargetkan penurunan angka kemiskinan dari 4,04 persen menjadi tiga persenan. ‘’Saya kira masih mungkin itu bisa diturunkan, karena Gianyar kan daerah pariwisata. Misal Badung dan Denpasar, itu angka kemiskinannya dua koma sekian,’’ ujarnya. Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Gianyar I.B. Nyoman Rai mengatakan, dewan sudah mengalokasikan anggaran untuk menuntaskan masalah kemiskinan melalui OPD terkait. Na-

mun penyaluran bantuan khususnya berupa bedah rumah, selama ini kurang tepat sasaran. ‘’Sampai sekarang Penjabat Bupati terkejut dengan banyaknya penduduk miskin yang tidak memiliki rumah layak huni, ini sangat memprihatinkan,’’ katanya. Dia pun menuding, sebelumnya OPD terkait lebih memprioritaskan programprogram pesanan dari pihakpihak tertentu. ‘’Mestinya warga dengan rumah yang tidak layak ini kita prioritaskan, bukan mendahulukan request dengan kepentingan oknum. Itu yang kita sesalkan. Sampai baru sebulan saja Pj. Bupati sudah mengetahui ada ketimpangan signifikan terhadap kemiskinan, apalagi dikaitkan dengan Kabupaten Gianyar dengan APBD besar,’’ tegasnya. (kmb35)

Menurut Rochineng, dengan APBD yang cukup besar Kabupaten Gianyar seharusnya bisa menuntaskan persoalan kemiskinan. Syaratnya, anggaran difokuskan unt uk p rog ra m -p rog ra m pengentasan kemiskinan, pengentasan pengangguran hingga peningkatan kualitas pelayanan dasar untuk masyarakat. Rochineng mengaku sudah mengecek beberapa warga miskin yang tidak memiliki rumah layak huni. Menurutnya, bila eksekutif dan legislatif punya komitmen kuat, angka kemiskinan bisa berkurang signifi-

kan. ‘’Masalah kemiskinan bisa kita keroyok bersama. Semua kegiatan kita fokuskan pada pengentasan kemiskinan. Jadi, tidak ada ke luar dari itu. Pasti cepat selesai. Apapun model program kegiatan, yang jelas fokus mengarah pada penuntasan masalah kemiskinan,’’ tegasnya. Lebih lanjut dia mengungkapkan, pihaknya akan melakukan evaluasi penggunaan anggaran pada triwulan pertama tahun ini. Melalui evaluasi itu, pelantun lagu Bali Shanti ini mengaku akan mengoptimalkan pengarahan anggaran untuk

penuntasan masalah kemiskinan. ‘’Bukan berarti kita potong program kegiatan secara total, itu tidak. Cuma, mana yang kiranya tidak begitu memiliki manfaat dan tidak mengarah pada pengentasan kemiskinan, kan lebih baik dibawa ke program yang mengarah ke pengentasan kemiskinan,’’ ucapnya Rochineng juga berencana merampingkan perjalanan dinas di setiap OPD. Misalnya, bila dalam satu rombongan OPD biasanya yang berangkat adalah lima orang, diupayakan agar yang berangkat hanya dua

PASCARAMPUNGNYA pembangunan palinggih di Pura Manik Corong, Desa Pakraman Sumita menggelar Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Mapadususan Agung, Mendem Padagingan dan Tawur Balik Sumpah. Serangkaian upacara tersebut, Senin (26/3) kemarin warga Desa Pakraman Sumita menggelar upacara Tawur Balik Sumpah dan Mendem Padagingan yang di-puput oleh tiga sulinggih yakni Ida Pedanda Siwa Geria Panyembahan, Ida Pedanda Buda Geria Peliatan dan Sri Bujangga Geria Angkling. Upacara yang berlangsung dari pukul 09.00 Wita hingga 14.00 Wita tersebut disaksikan Pangrajeg Karya Ida Anak Agung Gde Mayun, Puri Agung Gianyar serta sejumlah tokoh masyarakat setempat. Panitia Karya I Made Suwita mengatakan, karya dilaksanakan setelah pembangunan sejumlah palinggih

dan penataan areal pura yang dimulai sejak 2013 tuntas dikerjakan. Pembangunan tersebut menelan biaya Rp 2,25 miliar yang berasal dari urunan krama sebanyak 514 krama ngarep dan ngele serta donasi berbagai pihak. Begitu juga pelaksanaan karya diperkirakan menelan biaya sebesar Rp 1 miliar lebih. ‘’Selanjutnya, sebagai upaya dalam melestarikan adat budaya kami juga akan menelusuri asal-usul Pura Manik Corong di Desa Sumita. Apakah ada kaitannya dengan Pura Sad Kahyangan, Dang Kahyangan atau yang lainnya,’’ imbuhnya. Rangkaian karya di Pura Manik Corong telah berlangsung sejak 15 Februari lalu. Puncak karya akan dilaksanakan pada 31 Maret mendatang, bertepatan dengan hari Tumpek Landep dan Purnama Kadasa. Sedangkan upacara panyineban Ida Batara dilaksanakan pada 8 April. (ad1190)

UPACARA - Suasana upacara di Pura Manik Corong, Desa Pakraman Sumita, Senin (26/3) kemarin.

Perlu Ditambah, Pohon Perindang Krama Desa Pakraman Sumita di Kawasan Kota Gelar ”Ngenteg Linggih lan Mendem Padagingan” di Pura Manik Corong Gianyar (Bali Post) Penambahan pohon perindang di kawasan kota Gianyar masih perlu dilakukan. Hal ini guna memberikan kenyamanan dan kesejukan baik bagi warga maupun wisatawan yang berkunjung ke Gianyar. Hal itu diungkapkan Penjabat Bupati Gianyar Ketut Rochineng saat sidak infrastruktur di kota Gianyar, Senin (26/3) kemarin. Menurut Rochineng, cuaca kota Gianyar kurang sejuk. Semestinya hal itu tidak terjadi apabila penataannya lebih baik. ‘’Ini sama dengan Buleleng panasnya. Kalau kota seni, ini cocoknya indah dan bersih,’’ ujarnya. Setelah berdiri beberapa lama di Lapangan Astina Raya, Rochineng menegaskan, penambahan pohon perindang akan menjadikan suasana kota lebih nyaman. Masyarakat atau wisatawan pun akan lebih menikmati suasana kota yang rindang. ‘’Harus ditanam pohon yang lebih banyak. Di seputaran kota dulu, baru nanti merambah di tiap kota kecamatan,’’ ujarnya. Dia menyebutkan, ada beberapa tanaman yang cocok untuk daerah perkotaan. Contohnya pohon tabe buya. Pohon besar nan rindang itu sangat cocok ditanam di seputaran kota dengan jarak enam meter per pohon. ‘’Kemudian di tengahnya dikasih tanaman hias, kayak bougenvile,’’ terangnya. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bali itu juga meminta OPD terkait menyulap Taman Kota Ciung Wanara Gianyar seperti Bajra Sandhi, Renon. Penambahan fasilitas umum perlu dilakukan dalam mendukung aktivitas rekreasi masyarakat di kawasan tersebut. ‘’Keluarga bisa jalan. Termasuk jogging track kan rindang itu, jadi enak jalan kaki sepanjang taman kota. Masyarakat akan betah ke sini,’’ ujarnya. Dia berharap rencana ini langsung digarap. Minimal April mendatang sudah mulai ditata. (kmb35)

Bali Post/nik

SIDAK - Sidak yang dilangsungkan di Lapangan Astina Raya Gianyar, Senin (26/3) kemarin.

Pascakebakaran, Krama Batuan Gelar ”Pacaruan”

Gianyar (Bali Post) Pascamusibah kebakaran dua bangunan utama Pura Dalem Sukaluwih, Desa Pakraman Batuan, pangempon pura setempat menggelar pacaruan, Senin (26/3) kemarin. Prosesi upacara berlangsung lancar dan khidmat. Klian Pura Dalem Sukaluwih I Wayan Teja Atmaja mengungkapkan, selain melaksanakan prosesi macaru, pangempon pura dan krama setempat juga telah memutuskan mengenai pembangunan kembali Bale Peselang Agung dan Bale Pengias Agung yang terbakar. Warga sepakat pembangunan dipercepat, mengingat pada 30 Mei mendatang atau tepat saat hari raya Galungan akan dilangsungkan pujawali di pura tersebut. ‘’Sebisa mungkin dua bangunan utama ini harus segera diperbaiki sebelum piodalan nadi, pas Galungan nanti,’’ jelasnya. Pihaknya pun harus me-

Bali Post/nik

PACARUAN - Suasana pacaruan di Pura Dalem Sukaluwih, Desa Pakraman Batuan, Senin (26/3) kemarin. manfaatkan waktu yang tersisa sekitar dua bulan ini dengan baik. Awal April Bale Pengias Agung akan diperbaiki terlebih dahulu.

Atmaja juga mengaku sudah mohon petunjuk pada Ida Pedanda Geria Gede Kemenuh terkait pembangunan. ‘’Berdasarkan petunjuk

Beliau, pembuatan atap diminta untuk tetap memakai ijuk,’’ jelasnya. Terkait dugaan penyebab kebakaran karena korslet-

ing, menurut Teja, hal tersebut mustahil. Sebab, setelah dicek tidak ditemukan adanya kabel yang terbakar. ‘’Tidak mungkin korsleting,’’ tegasnya. Meski demikian pihaknya sudah sepakat bahwa kebakaran ini musibah dan tidak akan menuntut siapa pun. Untuk pembangunan nanti, bagian bangunan yang tidak terbakar rencananya akan dimanfaatkan. ‘’Yang masih bisa dipakai akan dipakai,’’ tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, suasana palebon di Setra Dalem Puri, Desa Pakraman Batuan, Kecamatan Sukawati, Minggu (25/3) mendadak tegang. Pasalnya, beberapa menit setelah pembakaran jenazah terjadi kebakaran pada dua bangunan utama di Pura Dalem Sukaluwih yang bersebelahan dengan kuburan tersebut. Akibat kejadian ini, kerugian ditaksir mencapai Rp 500 juta. (kmb35)


JEMBRANA

10

Selasa Umanis, 27 Maret 2018

Tujuh Titik Masuk Zona Merah Rabies Negara (Bali Post) – Kasus rabies di Jembrana belakangan mendapatkan perhatian dinas terkait. Pasalnya, dari hasil pengecekan sampel belum lama ini, di wilayah Jembrana ditemukan anjing positif rabies. Dari data di Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, anjing yang positif rabies terjadi di Banjar Berawantangi, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya. Anjing yang dilepasliarkan pemiliknya itu sempat menggigit salah seorang warga. Anjing itu umur 7 bulan dan sering berkeliaran di pinggiran hutan Tukadaya, sehingga belum tersentuh vaksinasi. Selama setahun terakhir, populasi anjing juga terus meningkat. Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana Anak Agung Ngurah Mahadikara Sadhaka, Senin (26/3) kemarin, mengatakan populasi Hewan Penular Rabies (HPR) terutama anjing setiap tahunnya meningkat sekitar 10 persen. Untuk tahun 2018 ini estimasi populasi anjing mencapai 44.500 ekor. Bertambah sebanyak 3.216 ekor dibandingkan populasi tahun 2017 yakni 41.285 ekor. Tingginya populasi anjing ini tidak dibarengi dengan kesadaran masyarakat merawat secara baik. Hal ini juga yang menjadi kendala dalam mengantisipasi rabies. Anjing yang dipelihara dengan dilepasliar, menurutnya, bahaya dan rawan penularan. Untuk menanggulangi itu, perlu dilakukan vaksinasi secara rutin. Dinas memiliki enam tim dengan seorang vaksinatur dan penangkap anjing untuk satu tim. Salah satu tim bertugas memvaksinasi anjing yang dilepasliarkan. Dari 22 sampel yang dikirim sejak awal tahun ke Laboratorium Balai Besar Veteriner (BB Vet) Denpasar diakuinya ada satu yang dinyatakan positif, yakni di Desa Tukadaya. Dinas juga telah menindaklanjuti dengan vaksinasi selektif pada 21 anjing lepas liar di wilayah lokasi ditemukan anjing rabies. Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat yang memelihara anjing untuk tetap memantau. Selain juga terkait asal anjing. Di Kabupaten Jembrana, menurutnya, terdapat tujuh zona merah (rawan rabies) yang di antaranya zona merah aktif. Tujuh zona merah itu yakni Desa Gumbrih, Penyaringan, Tukadaya, Pangyangan, Warnasari, Yeh Sumbul dan Desa Batu Agung. Untuk vaksin, Dinas menyediakan 2.500 dosis yang bersumber dari anggaran daerah kabupaten (APBD). Selain dari APBD Kabupaten, Dinas juga mengajukan bantuan ke Pemprov Bali dan pemerintah pusat. Saat ini, menurutnya, juga dimulai vaksinasi massal anjing yang dilaksanakan di seluruh Bali. Mulai Rabu (28/3) ini sudah mulai dilakukan. Vaksinasi ini menyasar seluruh HPR di Jembrana dengan prioritas di 7 zona merah. (kmb26)

Bali Post/dok

VAKSINASI - Vaksinasi anjing yang dilakukan beberapa waktu lalu di wilayah Mendoyo. Jembrana masih masuk wilayah rawan rabies.

Putus, Kabel Listrik Melintang di Jalan Udayana

Negara (Bali Post) Untuk kesekian kalinya, kabel listrik yang melintang di atas jalan seputaran Jalan Udayana, Negara, putus dan melintang di tengah jalan. Putusnya kabel itu diduga lantaran tersangkut truk yang bermuatan tinggi, Senin (26/3) kemarin. Beruntung tidak ada korban saat kejadian. Warga pun sempat waswas ketika melintas di sana, sebab tidak diketahui apakah kabel yang melintang di jalan itu masih teraliri listrik. Dari informasi yang dihimpun, kabel listrik yang melintang di kawasan militer itu putus pada siang kemarin. Saat kabel jatuh, tidak ada warga yang melintas. Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kejadian itu segera dilaporkan ke PLN. Tak berselang lama, petugas dari PLN Rayon Negara langsung melakukan penanganan dengan menyambungnya kembali Supervisor Teknis PLN Rayon Negara I Nyoman Sura mengatakan pihaknya langsung turun ke lapangan setelah menerima laporan dari masyarakat. Kabel itu kemudian disambung kembali dan lebih ditata rapi. ‘’Kami akan menata lagi (kabelnya). Tetapi untuk melakukan itu, perlu koordinasi dengan pihak terkait. Begitu juga dengan pemilik tanah karena perlu pemasangan tiang untuk menunjang ketinggian kabel. (kmb26)

Telepon Penting jembrana RSU Negara (0365)41006/41806 Pemkab Jembrana (0365) 41210 DPRD Jembrana (0365) 41039 KODIM 1617 Jembrana(0365) 41025 KPU Jembrana (0365) 3944 Kejari Negara (0365) 41165 Piket Kejari Negara (0365) 41164 Piket PN Negara (0365) 41204 TNBB(0365) 41173/61060 Koramil Negara (0365) 41013 Kelurahan Gilimanuk(0365) 61038 Kantor BPN (0365) 41135

Kantor Agama (0365) 41087 Kantor Camat Negara(0365) 41012 Camat Jembrana (0365) 42546/43505 Kantor Camat Melaya(0365) 42153 Kantor Camat Pekutatan(0365) 40016 Kantor Camat Mendoyo(0365) 42443 Polsek Kota Negara087762879788 Polsek Pekutatan (0365) 4700097 Polsek Mendoyo (0365) 43015 Polsek Gilimanuk (0365) 61101 Polres Jembrana (0365) 41110 TMC Polres Jembrana(0365) 43110

RAZIA – Sejumlah duktang yang terjaring razia petugas Satpol PP beberapa waktu lalu lantaran tak mengantongi SKTS.

Bali Post/dok

Pengurusan SKTS Diduga Dijadikan Lahan Pungli

Satu Duktang Dikenai Biaya Rp 200-300 Ribu Negara (Bali Post) -

Pengurusan Surat Keterangan Tinggal Sementara (SKTS) yang wajib dikantongi penduduk pendatang (duktang) untuk tinggal dan bekerja di Kabupaten Jembrana belakangan sering disalahgunakan. Bahkan disinyalir menjadi lahan pungutan liar (pungli) oknum pengurus. Para duktang yang hendak menaati peraturan dipatok biaya, padahal sejatinya di kecamatan tidak ada pungutan tersebut. Sejumlah warga dari luar Jembrana saat ditemui akhir pekan lalu mengaku dipungut biaya untuk pengurusan secarik kertas berisi data diri dan foto tersebut. Nilainya pun dipatok bervariasi, antara Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Bahkan ada yang sudah berbulan-bulan lunas membayar, SKTS-nya belum jadi. ‘’Bukan tidak menaati, kami sudah berusaha mengurus dan mengumpulkan persyaratan. Membayar pun sudah, tapi belum jadi,’’ ujar salah seorang warga, Sabtu (24/3). Warga yang berasal dari salah satu kabupaten di Jawa Timur ini tidak mempermasalahkan adanya biaya untuk mendapatkan SKTS. Apa pun itu pihaknya bersedia memenuhi, kalau memang sudah aturan. Tetapi semes-

tinya harus jelas, ke mana uang yang disetor tersebut dan untuk apa. Sebab, hal ini sudah berjalan berbulanbulan, SKTS itu juga tidak kunjung rampung. Dari penelusuran Bali Post, hampir semua duktang untuk mendapatkan SKTS mengaku harus membayar. Nilai yang dipungut oknum ini bervariasi. Tetapi mereka tidak mengetahui persis biaya itu untuk apa. Ketika dicek SKTS yang dimiliki, beberapa duktang yang mengantongi SKTS fisiknya berbeda dari yang dikeluarkan resmi pihak kecamatan. Surat yang berjudul SKTS itu berbentuk satu lembar dengan tanda tangan pejabat wilayah, bukan camat. Padahal fisik asli SKTS dari kecamatan bentuknya lebih kecil (tidak satu lembar kertas) dan berwarna

kuning. Begitu juga untuk masa berlaku yang semestinya satu tahun, disebutkan hanya beberapa bulan. Sementara itu, beberapa camat di Kabupaten Jembrana mengaku juga sering mendapati keluhan para duktang itu. Namun, dipastikan di pihak kecamatan untuk SKTS tidak ada biaya untuk pengurusan, apabila persyaratan lengkap. Sejumlah camat mengatakan bila merujuk peraturan bupati, memang ada SP-3 (sumbangan pihak ketiga), tetapi nilainya tidak ditentukan karena sukarela. Camat Mendoyo I Gede Sujana, Senin (26/3) kemarin, menegaskan dalam mengeluarkan SKTS pihaknya tidak pernah ada pungutan apa pun. Memang ada SP-3, tetapi itu sifatnya sukarela atau tidak ada ditentukan. Semen-

tara di desa pihaknya tidak mengetahui, karena sifatnya berjenjang. Apalagi berkaitan dengan kepentingan atau ketentuan adat. ‘’Yang jelas di kami (kecamatan) tidak ada. Kalau bentuknya satu lembar itu mungkin pengantar dari desa saja,’’ tandasnya. Hal senada juga diungkapkan Camat Melaya I Wayan Andi Anjasmara. Menurut pejabat asal Melaya ini, untuk pengurusan di camat terkait SKTS duktang tidak ada pungutan. Kecamatan juga sering dijadikan ‘’kambing hitam’’, padahal camat sifatnya hanya mengetahui mewakili Disdukcapil. Berbeda dengan di Kecamatan Negara. Camat Negara Komang Agus Adinata mengatakan masalah SKTS sejak setahun ini pihaknya tidak mengeluarkan. Menurutnya, memang tidak ada permohonan (SKTS) dan pihaknya justru mengarahkan agar membuat surat pindah saja. Sementara itu berdasarkan Perbup Nomor 18 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pendaftaran Penduduk

Warga Negara Indonesia (WNI) tinggal sementara di Kabupaten Jembrana juga tidak ada disebutkan nominal biaya untuk pengurusan. Ada beberapa persyaratan yang terurai dalam pasalpasal tentang persyaratan serta pendaftaran. Dalam pengurusan dilakukan berjenjang, mulai kepala dusun/ banjar dan ada sumbangan pihak ketiga. Namun SP-3 itu harus disetorkan ke rekening kas umum daerah oleh petugas kecamatan yang ditunjuk dari camat. Di lain pihak, Kepala Satpol PP Jembrana I Gusti Ngurah Rai Budhi saat dikonfirmasi terkait SKTS mengatakan surat itu memang wajib dimiliki. Selama pengawasan selama ini, ketika didapati ada duktang belum memiliki SKTS maka dikenakan sanski administratif berupa denda senilai Rp 50 ribu. ‘’Kalau terkait pengurusan, kami tidak tahu. Tetapi untuk sanski, bila tak ber-SKTS jelas. Itu sesuai dengan perbup dan masuk kas daerah,’’ tandasnya. (kmb26)

Lahan Persil di Melaya Bakal Dijadikan Tambak DPRD Jembrana Geram

Negara (Bali Post) – Puluhan hektar lahan perkebunan (persil) di Melaya yang dikelola Perusda Provinsi Bali diketahui bakal dimanfaatkan untuk tambak dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Bahkan untuk tambak, sudah ada MoU (kesepakatan) dengan pihak ketiga pengelolaan lahan seluas 20 hektar di pinggir pantai. Kondisi tersebut membuat resah warga penyanding dan karyawan yang bekerja di perkebunan yang sebagian besar ditanami pohon kelapa itu. Kondisi tersebut juga membuat sejumlah anggota DPRD Jembrana terutama berasal dari Melaya geram. Hal tersebut diketahui saat sidak yang dilakukan pimpinan dan anggota DPRD Jembrana ke perkebunan yang berada pinggir pantai tersebut, Senin (26/3) kemarin. Wakil Ketua DPRD Jembrana I Wayan Wardana bersama I Kade Darma Susila beserta sejumlah anggota DPRD asal Melaya I Ketut Suarta dan Wayan Sudirna yang meninjau lokasi mengaku kaget adanya rencana itu. Terlebih setelah mengetahui lahan yang dipenuhi dengan tanaman

produksi seperti kelapa itu akan dibabat untuk keperluan tambak. ‘’Dari MoU, lahan seluas 14 are itu disebutkan akan digunakan untuk tambak. Kami sangat menyesalkan, bagaimana ini bisa dilakukan,’’ ujar Wardana yang juga Ketua DPC Demokrat Jembrana ini. Apalagi nantinya diperkirakan akan ada ribuan pohon kelapa yang masih muda-muda akan dibabat. Dalam satu hektar ada sekitar 100 pohon kelapa. Apalagi kondisi ini menimbulkan keresahan masyarakat penyanding serta nasib para pekerja perkebunan. Pihaknya tidak ingin kejadian di persil Pulukan kembali terjadi di Melaya. Ribuan hektar lahan perkebunan kelapa diganti karet, tetapi tidak ada hasil signifikan. ‘’Kelapa sangat diperlukan masyarakat Bali. Pemerintah sedang gencar menanam kelapa, kenapa ini justru diganti,’’ ujar Wardana. Hal senada juga diungkapkan I Ketut Suarta. Politisi Partai Hanura asal Nusasari ini mengaku geram mengetahui adanya rencana itu. Walaupun baru mulai pasang patok, pihaknya sangat me-

Bali Post/olo

TINJAU – Sejumlah pimpinan dan anggota DPRD Jembrana meninjau lahan perkebunan di Melaya yang rencananya akan dikelola untuk tambak dan PLTS. nentang upaya itu. Apalagi dari laporan keuangan produksi perkebunan di Melaya ini masih meraup laba tahun 2017 lalu. Terkait hal ini DPRD Jembrana akan mengawal permasalahan ini hingga ke provinsi. Selain tambak, lahan seluas 50 hektar di perkebunan itu juga

akan dibangun PLTS. Sejumlah alat pendukung sudah mulai dipasang. Berdasarkan nota kesepahaman nomor 226/PD/ UM/XI/2017 yang ditunjukkan pengelola perkebunan, disebutkan pihak investor budi daya tambak akan memanfaatkan lahan seluas

20 hektar selama 30 tahun. Investor berkewajiban memberikan kompensasi lahan Rp 10 juta per hektar setiap tahunnya selama lima tahun sejak ditandatangani kerja sama itu. Selain itu juga ada poin-poin lainnya berkaitan dengan kontribusi yang wajib diberikan. (kmb26)

Kerap Dilanda Banjir

Aparat Desa ’’Cuek’’, Warga Pengambengan Mengeluh

Bali Post/olo

BANJIR – Banjir yang terjadi di permukiman warga di Kusun Ketapang Muara, Minggu (25/3) lalu. Airnya mencapai tinggi lutut orang dewasa.

Negara (Bali Post) Sejumlah warga di Desa Pengambengan Kecamatan Negara mengeluhkan sikap aparat desa yang cuek terkait penanganan banjir. Meski wilayah itu rutin dilanda banjir ketika hujan deras, namun tidak ada respons saat warga melapor. Bahkan, aparat desa pun terkesan enggan walaupun sekadar melakukan pengecekan. Mirisnya, justru warga lain yang membantu meminjamkan genset untuk menyedot air, sehingga airnya cepat surut. Informasi yang dihimpun menyebutkan, penyebab terjadinya banjir diduga karena saluran air yang tembus ke pantai. Seperti yang dialami sejumlah warga di Dusun Ketapang, Minggu (25/3) lalu. Pascahujan yang terjadi pada Sabtu (24/3) malam, sedikitnya ada empat rumah warga terendam air hingga setinggi lutut orang dewasa. Salah satunya rumah

milik Ali. Sayangnya, kendati telah menelpon aparat desa, namun tidak ada respons. ‘’Ini merupakan yang kedua kalinya (terjadi banjir). Sebelumnya terjadi tujuh tahun lalu,’’ ujar Dahlia, warga yang rumahnya sempat terendam. Dahlia menjelaskan, untuk banjir kali ini, memang diakui tidak ada respons dari aparat desa. Justru bantuan datang dari warga lain yang kebetulan sering datang ke rumahnya. Warga Lelateng yang membantu ini mengaku prihatin dengan kondisi rumah warga di Dusun Ketapang, apalagi tidak ada respons dari desa. Ia pun meminjamkan genset guna menyedot air. Air akhirnya bisa surut sore harinya setelah disedot seharian. Permukiman di sekitar rumah Ali ini menjadi muara genangan air. Sedikitnya ada tiga rumah lainnya yang terdampak dari banjir tersebut.

Dari informasi, banjir ini dipicu saluran air yang mampet diduga karena tersumbat sampah. Selain itu saluran air juga terlalu sempit, sehingga air yang semestinya mengalir hingga ke pembuangan di laut tidak berjalan. Bila tidak segera ditangani, maka air akan tetap menggenang, bahkan hingga berhari-hari. Seperti yang juga dialami beberapa warga di Ketapang Lampu. Genangan air bahkan terjadi hingga sepekan, tetapi tidak ada solusi dari desa. Bahkan air yang membanjiri hingga belasan rumah warga itu bercampur dengan limbah dari pabrik pengolahan minyak. Lantaran kondisi banjir yang sudah berlarut-larut dan tak kunjung ditangani, warga saat itu berinisiatif bergotong-royong membuat lubang saluran air hingga ke pantai. Sementara itu, Kepala Desa Pengambengan Samsul Anam

saat dikonfirmasi, Senin (26/3) kemarin, mengatakan pihaknya sudah mengetahui beberapa lokasi permukiman warga yang rawan banjir itu. Pihaknya bukannya cuek ketika mendapat laporan dari warga. Tetapi memang karena waktu itu sangat sibuk menerima tamu. ‘’Di rumah warga itu tanahnya memang lebih rendah dibanding rumah lainnya. Dulunya lokasi itu untuk campuran buat bata di pabrik, jadi begitu. Bukan kami tidak menanggapi, tapi memang kebetulan sibuk,’’ terangnya. Pihaknya juga sudah berupaya mengecek dan mengambil foto titik-titik yang rawan banjir di Pengambengan. Untuk memperbaiki atau membuat drainase tidak sertamerta langsung terealisasi. Ada tahapan dan yang pasti pihaknya sudah berupaya. Untuk solusinya, lanjutnya, perlua adanya perbaikan drainase menuju laut. (kmb26)


BALI DWIPA

Selasa Umanis, 27 Maret 2018

11

Dihukum 15 Tahun, Pembunuh Pasutri Jepang Menangis

FIGUR

Denpasar (Bali Post) -

Majelis hakim pimpinan I Wayan Sukanila yang menyidangkan perkara pembunuhan pasutri asal Jepang, Matsuba Hiroko (70) dan Matsuba Norio (73), Senin (26/3) kemarin menjatuhkan pidana sama persis dengan tuntutan jaksa. Terdakwa I Putu Astawa divonis bersalah dan dihukum selama 15 tahun penjara.

Kasdam yang Baru JABATAN Kepala Staf Kodam (Kasdam) IX/Udayana secara resmi diserahterimakan dari Brigjen TNI Stephanus Tri Mulyono kepada Brigjen TNI Kasuri, Senin (26/3) kemarin. Acara sertijab dilaksanakan di Makodam, Denpasar, dipimpin Pangdam Mayjen TNI Benny Susianto. Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI nomor Kep/247/ III/2018, tanggal 19 Maret 2018 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI, di antaranya Kasdam IX/Udayana. Selanjutnya, Brigjen Stephanus Tri Mulyono mendapat promosi jabatan dan dipercaya pimpinan TNI sebagai Danpuspenerbad. Sedangkan Brigjen Kasuri sebelumnya menjabat sebagai Staf Khusus Kasad. Pada kesempatan tersebut, Pangdam dalam amanatnya menyampaikan, dengan dilaksanakannya acara sertijab tersebut, berarti secara resmi tugas dan tangung jawab jabatan Kasdam telah beralih dari Brigjen Stephanus Tri Mulyono kepada Brigjen Kasuri. Menurut Mayjen Benny Susianto, Kasdam memiliki peran strategis karena keberadaannya sebagai sentral dan penggerak organisasi untuk mendukung kegiatan di semua lini atau tingkatan. Terutama peningkatan kualitas pembinaan ke dalam. (rah)

Majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau perampokan yang mengakibatkan orang lain meninggal, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365 ayat 3 KUHP sesuai dakwaan alternatif kedua. Terdakwa melakukan aksi pencurian dengan kekerasan yang disertai pembunuhan secara keji dan sadis adalah salah satu faktor yang membuat hukuman yang diterima terdakwa tinggi. Tak pelak, terdakwa yang melakukan aksinya itu di Perumahan Puri Gading Blok F1, Jimbaran, Badung itu langsung menangis usai mendengar putusan hakim. Dalam perkara ini, terdakwa sempat mengajukan pledoi dan minta keringanan hukuman. Putu Astawa meminta ampun dan permohonan maaf langsung di depan persidangan. Namun, permintaan maaf itu tidak diberikan pihak keluarga korban yang terus memantau jalannya persidangan. Ikhwal kasus ini terjadi pada 3 September 2017 sekitar pukul 05.30. Terdakwa dari rumah kosnya di Jalan Puri Gading Gang Kresna, Jimbaran, jalan pagi. Terdakwa melintas di depan rumah korban. Saat itu pintu gerbang dilihat terbuka dan terdakwa asal Tegal Cangkring, Jembrana itu kemudian masuk rumah korban dan digonggong anjing. Dia memberi pakan anjing itu dengan roti. Terdakwa kemudian berjalan menuju teras rumah korban dan

di sana menemukan pisau dan dimasukkan ke sakunya. Dia terus berjalan dan mengambil tali rapia. Terdakwa kemudian naik ke lantai dua. Di dalam kamar dia melihat Matsuba Hiroko memegang tas. Dikira tas itu ada uangnya, terdakwa merampasnya. Namun, korban bertahan. Saat itulah, terdakwa mengambil pisau lalu ditusukkan ke leher korban dan ke beberapa bagian tubuh korban, hingga darah berceceran membasahi lantai. Untuk meyakinkan korban meninggal, lehernya dijerat pakai tali dan mulutnya dibekap dengan handuk yang dipakai supaya korban tidak bisa berteriak. Setelah korban tak sadarkan diri, terdakwa membuka lemari bermaksud mencari barang berharga. Saat itulah, terdakwa mendengar seperti ada orang yang datang. Dia adalah Matsuba Norio. Terdakwa kemudian sembunyi di balik pintu. Sementara Norio yang naik ke lantai atas kaget bukan kepalang melihat Matsuba Hiroko terkapar bersimbah darah. Terdakwa yang dalam keadaan panik dan berada di balik pintu langsung mendorong Norio dan menancapkan pisaunya ke leher dan beberapa bagian tubuhnya hingga korban tewas dengan penuh luka tusukan senjata tajam. Bahkan untuk memastikan korban tewas, dia kembali menusukkan pisaunya dua kali ke punggung bawah korban. Setelah memastikan kedua korban meninggal, terdakwa mengepel darah di lantai hingga bersih dan mencuci tangan di wastafel lantai satu. Dia juga mengganti

pakaiannya yang penuh darah dengan menggunakan pakaian korban yang ada di rak. Sekitar pukul 14.00 terdakwa keluar rumah korban dengan membawa (mengendarai) mobil Ignis milik korban, untuk menemui istrinya Ni Putu Ayu Sekarini Asih. Dia menanyakan kunci kos. Dan terdakwa ternyata ganti baju. Dia balik lagi dan pamitan pada istrinya (istri tidak tahu soal pembunuhan), dan terdakwa mengatakan akan pulang kampung ke Negara. Dia kemudian bergegas mengendarai mobil korban bermaksud pulang kampung. Namun setibanya di daerah Munggu, dia melihat dagang bensin. Timbul niatnya menghilangkan barang bukti. Terdakwa kemudian mencari botol bekas di tong sampah dan beli bensin dan juga dupa serta korek api. Terdakwa kemudian balik setir dan menuju Jimbaran. Pukul 19.00 tiga di rumah selanjutnya menaburkan tiga botol bensin itu di lantai satu dan lantai dua. Sedangkan dupa yang dibelinya juga dibagi-bagi dan dinyalakan, termasuk di tubuh korban. Setelah semua selesai, terdakwa mengunci semua pintu rumah korban. Termasuk pintu gerbang dan tangki mobil dibiarkan terbuka. Pukul 22.00 terdakwa kabur dengan melompat lewat pintu pagar. Dia jalan kaki menuju kosnya dan tiba pukul 02.00 dini hari. Rumah dan mayat korban terbakar hingga polisi datang ke TKP. Terdakwa yang tidak tenang kemudian menyerahkan diri ke Pospol Pemogan. (kmb37)

Bali Post/kmb37

VONIS - Astawa saat digiring petugas untuk menjalani sidang vonis.

PAW Mang Jangol Dilantik Denpasar (Bali Post) Politisi Partai Gerindra I Wayan Sudiara resmi dilantik menjadi Pengganti Antar-Waktu (PAW) terdakwa kasus narkoba Jro Gede Komang Swastika alias Mang Jangol. Sudiara dilantik berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 161.51-415 tahun 2018, dalam Rapat Paripurna Istimewa di DPRD Bali, Senin (26/3) kemarin. Sudiara mengaku segera melakukan penyesuaian diri. Sesuai rencana, dirinya akan duduk di Komisi III DPRD Bali yang membidangi pembangunan. Sebagai wakil rakyat dari Kota Denpasar, Sudiara berpendapat

perlu ada perbaikan-perbaikan infrastruktur di ibu kota Provinsi Bali itu. Terutama akses jalan dari Denpasar menuju destinasi pariwisata internasional seperti Kuta. “Infrastruktur saya lihat beberapa tahun terakhir ini belum bagus,” ujarnya. Sementara di Bali, Sudiara menaruh perhatian lebih pada rencana pembangunan bandara di Buleleng. Sebab, keberadaannya nanti diyakini dapat mewujudkan pemerataan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Bali. Dalam hal ini, aktivitas perekonomian tidak hanya numplek di Bali Selatan. Namun, ada keseimbangan yang terjadi. “Harapan kita, itu (bandara

Buleleng) segera terwujud, bukan rencana-rencana saja. Ini sudah saya lihat hampir sepuluh tahun, hanya wacana-wacana. Apakah kita di Bali tidak gereget bersama-sama memperjuangkan itu. Kita mesti bersama-sama, kalau berjuang satu per satu itu susah,” tandasnya. Pelantikan Sudiara sekaligus diikuti dengan pemberhentian Mang Jangol sebagai anggota DPRD Bali sesuai Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 161.51-414 tahun 2018. Sebelumnya, Mang Jangol juga telah dilengserkan dari jabatan Wakil Ketua DPRD Bali. Jabatan pimpinan dewan itu kini diisi oleh I Nyoman Suyasa. (kmb32)

Bali Post/rin

I Wayan Sudiara

Duel dengan Maling, Turis Luka Parah Bali Post/rah

RILIS BOBOL ATM - Kapolsek Kuta merilis pengungkapan kasus pembobolan 15 ATM.

Komplotan Palembang Bobol Belasan ATM Beraksi Lintas Kabupaten

Mangupura (Bali Post) Mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) terus menjadi incaran penjahat, baik oleh sindikat asing maupun lokal. Pihak kepolisian pun bergerak memburu pelaku. Kali ini komplotan asal Palembang, Sumatera Selatan, Reky Kendra (22) dan Sulaiman (32), ditangkap usai membobol ATM Bank Danamon di Jalan Kediri, Tuban, Kuta, Badung, Rabu (21/3) lalu. Komplotan ini mengaku membobol 15 ATM di wilayah Denpasar, Kuta, dan Kuta Selatan. Kapolsek Kuta Kompol I Nyoman Wirajaya didampingi Kanitreskrim Iptu Ario Seno, Senin (26/3) kemarin, mengatakan pada Senin (19/3) lalu pukul 22.30 Wita, Made Wiantara, karyawan Bank Danamon, mendapat informasi jika di ATM tersebut ada yang aneh yaitu lubang kartu (card reder). Selanjutnya, ia datang ke TKP dan mengecek rekaman CCTV dan terekam ada orang tak dikenal memasukkan sesuatu alat ke lubang kartu ATM tersebut. “Alat itu berupa potongan mika yang mengakibatkan nasabah tidak bisa transaksi dan kartu ATM-nya tidak bisa keluar. Selanjutnya, kasus ini dilaporkan ke Polsek Kuta,” ujarnya. Berdasarkan laporan tersebut, tim Opsnal yang dipimpin Panit Reskrim Iptu Budiartama langsung melakukan olah TKP. Dari keterangan saksi-saksi, petugas mendapat informasi terkait sepeda motor milik pelaku yang dilihat saat memasang alat pengganjal di mesin ATM tersebut. Dari ciri-ciri sepeda motor tersebut, tim mendapat informasi tempat tinggal pelaku di sebuah hotel di Jalan Kartika Plaza Gang Melati, Kuta, kamar nomor 11. Selanjutnya, pada Rabu (21/3) pukul 10.40 Wita, polisi menangkap pelaku di kamarnya. Saat penggeledahan di kamar pelaku, polisi mengamankan barang-barang yang gunakan saat beraksi. Barang bukti tersebut di antaranya 4 kartu ATM BNI, 1 kartu ATM Bank HSBC

Primier, 13 lembar struk transaksi, 4 sim card sudah terpakai, 1 memory card, 1 tang, 2 obeng, 2 lem G, 1 isolasi doble tip, 1 potongan gergaji besi, 5 potongan mika, 6 stiker call centre palsu BNI, 8 stiker call centre palsu Bank Mandiri, 7 stiker call center palsu ATM Link, dan uang Rp 200 ribu. Hasil pemeriksaan, pelaku mengaku melakukan aksinya di wilayah Kuta, Jimbaran, Denpasar, dan Nusa Dua. Sasaranya ATM BNI, Mandiri, dan Danamon. Selain di Bali, komplotan ini juga beraksi di Jakarta. Modusnya, pelaku mencari mesin ATM yang tidak banyak aktivitas warga. Setelah memasang alat tersebut, pelaku memantau mesin ATM tersebut dari jarak tidak terlalu jauh. Pelaku yang memantau di sekitar TKP, langsung menghampiri korban sedang panik dan berpura-pura menanyakan masalahnya. Saat korban bilang kartu ATM-nya tertelan, pelaku menyuruh korbannya untuk menghubungi nomor call center palsu yang ditempel di sana. “Korban langsung menghubungi nomor telepon tersebut dan diterima teman pelaku berinisial Pr berpura-pura menjadi pegawai bank. Pr menanyakan identitas, nomor rekening, dan nomor PIN milik korban,” ujar Wirajaya. Pr menghubungi tersangka Sulaiman dan diberi tahu nomor PIN ATM dan rekening milik korban. Setelah korban pergi, Sulaiman mengambil kartu ATM tersebut dan menguras tabungan korban. “Kalau tidak bisa narik tunai, pelaku mentransfer uang korban ke rekeningnya. Pelaku mengaku baru dua bulan beraksi di Bali dan mendapatkan uang hasil kejahatan Rp 75 juta. Kami akan memanggil pihak bank untuk mendata nasabahnya yang jadi korban. Kebanyakan ATM yang dibobol nasabah (bank) lokal,” sebut mantan Kapolsek Ubud, Gianyar ini. (kmb36)

Mangupura (Bali Post) Duel antara turis dan maling terjadi di vila di Jalan Kresnantara Gang II, Kuta Utara, Badung, Sabtu (10/3) lalu. Robin Hamish Lakauze asal Selandia Baru duel dengan Feri Papa Mananue (42) karena tepergok mencuri di TKP. Bersenjata stik besi, pelaku menyerang korban hingga mengenai kepala korban. Akibatnya, korban mengalami luka di kepala dengan 18 jahitan. “Tapi korban berhasil merebut stik tersebut dan dipakai menyerang balik. Bahkan, stik tersebut sampai bengkok, tapi pelaku cukup kuat,” kata Kapolsek Kuta Utara AKP Johannes H. Widya Dharma Nainggolan yang akrab dipanggil Joe Nainggolan didampingi Kanit Reskrim Iptu Putu Ika Prabawa, Senin (26/3) kemarin. AKP Joe Nainggolan me-

nambahkan, bermodal linggis pendek, pelaku beralamat di Banjar Karang Suwung, Yeh Gangga, Tabanan ini, mencongkel pintu vila. Setelah terbuka, pelaku mengambil sebuah laptop. “Saat pelaku hendak kabur dari vila, korban memergokinya,” ujar Kapolsek. Awalnya, pelaku berdalih sedang mencari temannya bernama Joni. Namun, korban tidak percaya dan langsung mengecek tas yang dibawa pelaku. Ternyata tas itu berisi laptop milik korban. “Pelaku tidak bisa mengelak lagi. Merasa terpojok, pelaku mengeluarkan stik besi dan dipakai memukul kepala korban,” ungkapnya. Walau luka parah, korban melakukan perlawanan dan duel tak terelakkan. Mendengar ada keributan di vila tersebut, warga melapor ke Polsek Kuta Utara. Setelah menerima laporan kejadian tersebut, petugas

langsung ke TKP dan menangkap pelaku. Sementara korban dibawa ke rumah sakit dan luka di kepalanya mendapat 18 jahitan. “Kami masih mendalami pemeriksaan terhadap pelaku meskipun pengakuannya baru sekali mencuri,” tegasnya. Selain itu, tim Unit Reskrim Polsek Kuta Utara juga meringkus tersangka Dion Hutagaul (23). Pria yang beralamat di Kalan Mekar, Pemogan, Denpasar Selatan ini ditangkap karena mengambil sebuah proyektor, kamera digital dan 50 dolar Hongkong milik perempuan Australia, Sumantha Jane Cox (47). AKP Joe Nainggolan mengatakan, korban kemalingan di tempat tinggalnya di Jalan Tunjung II, Kerobokan, Kuta Utara. “Kami langsung melakukan penyelidikan dan kecurigaan mengarah ke Dion karena pernah bekerja dengan korban,” ujar

Joe Nainggolan. Setelah beraksi, pelaku menghilang selama tiga bulan. Pada Selasa (20/3) lalu, pelaku menghubungi korban menanyakan lowongan pekerjaan. Setelah itu, korban langsung berkoordinasi dengan polisi dan pelaku diminta datang. ”Mungkin pelaku tidak curiga dan dia datang menemui korban. Anggota kami sudah mengintai di sana dan pelaku ditangkap pukul 17.30 Wita,” tegasnya. Selain itu, Kapolsek juga merilis pengembangan kasus jambret yang menyasar WNA, Lina Hellmen (21) asal Swedia, di Jalan Pantai Batu Bolong, Canggu. Setelah menangkap Oktori Dimas Pratama (22) dan Gede Wahyu Arianta (21), giliran diringkus Gede Pember Ariana (23) asal Kecamatan Sawan, Buleleng. Komplotan ini mengaku beraksi di lima TKP di wilayah Kuta Utara. (kmb36)

UNGKAP KASUS - Polsek Kuta Utara merilis pengungkapan tiga kasus dalam seminggu terakhir.

Bali Post/rah


KLUNGKUNG

12 Pilkada Makin Dekat

Dugaan Ujaran Kebencian di Medsos Makin Marak

Semarapura (Bali Post) Mendekati masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Klungkung, dugaan ujaran kebencian di media sosial (medsos) semakin marak. Hal ini berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat. Sebagai upaya antisipasi, pihak kepolisian getol melakukan edukasi ke masyarakat. Kasat Intel Polres Klungkung AKP I Wayan Sueca mengatakan dugaan tersebut salah satunya marak muncul di grup facebook Suara Klungkung yang memiliki 84.648 anggota. Di dalamnya, sejumlah akun mengumbar komentar yang mengarah dapat merugikan salah satu pasangan calon yang bertar-

ung dalam pilkada serentak 27 Juni 2018 mendatang. “Kalau diperhatikan, dugaan seperti itu semakin marak,” ungkapnya, Senin (26/3) kemarin. Sesuai pengamatannya, diduga pernyataan tersebut hanya dilakukan beberapa orang. Hanya akunnya diganti-ganti. “Sepertinya itu hanya beberapa orang saja. Tetapi memiliki beberapa akun. Seperti ada dalam kelompok,” kata perwira asal Buleleng ini. Hal demikian, sambungnya, dapat memicu gangguan ketertiban di masyarakat yang berujung pada timbulnya konflik. Sebagai bentuk antisipasi, pencegahan terus digulirkan melalui Satuan

I Wayan Sueca

Bali Post/sos

Pembinaan Masyarakat Polres Klungkung. “Kami terus edukasi masyarakat supaya cerdas menyikapi pernyataan yang seperti itu,” tegasnya. Disampaikan pula, menghindari munculnya komentar yang tak terkendali, masyarakat diminta tak gegabah dalam mengupload sesuatu di medsos. Jika salah, Undang-undang ITE bisa mengganjar. “Yang meng-up load foto atau video yang sifatnya merugikan tanpa izin, bisa saja terjerat undang-undang itu. Ini perlu diperhatikan masyarakat,” ucapnya. Sementara itu, khusus untuk situasi di lapangan, mantan Kapolsek Kubutambahan, Buleleng ini menyebutkan masih tergolong aman. Indikasi daerah rawan konflik belum begitu muncul. “Sampai sekarang situasi masih aman. Kami berharap ini tetap berlanjut,” imbuhnya. Akun yang mengumbar dugaan ujaran kebencian juga ditindaklanjuti pihak kepolisian dengan take down. Pada bulan ini saja, sudah ada 18 akun yang menjadi sasaran. “Sudah ada belasan yang kami laporkan ke Polda. Ada yang terindikasi menyebar informasi hoax, maupun ujaran kebencian. Sudah di-take down. Dengan itu tidak akan bisa diakses,” ungkap Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP I Made Agus Dwi Wirawan. Tindakan itu, kata mantan Kasat Narkoba Polres Buleleng ini sebagai bentuk pencegahan adanya aksi lebih lanjut. Pihaknya pun terus melakukan patroli cyber bersama Polda Bali, di samping pencegahan bersama Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Klungkung. “Kami lebih mengutamakan pencegahan. Setelah di-take down, tetap diselidiki pemiliknya,” imbuhnya. (kmb45)

Alokasi Pupuk Subsidi Meningkat

Pemkab Bentuk Tim Pengawas Pendistribusian

Semarapura (Bali Post)Pupuk subsidi yang digelontorkan pemerintah untuk petani di Kabupaten Klungkung tahun ini sebagian besar meningkat dari sebelumnya. Pendisitribusiannya rawan penyimpangan. Menghindari ini, tak hanya disiasati dengan penggunaan kartu tani. Namun, pemkab juga membentuk tim pengawas. Kepala Dinas Pertanian Klungkung Ida Bagus Gde Juanida, Senin (26/3) kemarin mengungkapkan, tim tersebut terdiri dari beberapa instansi di Lingkungan Pemkab. Ini juga di-back up TNI dan Polri. Dijelaskan, jika melihat pendistribusian pupuk pada tahun sebelumnya, belum ditemukan adanya penyimpangan. Namun untuk potensi tetap ada. “Kalau kemarin petani ada yang susah dapat info pendistribusian dan pengamprahan. Namun itu

persoalannya dikomunikasi saja. Penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok yang sedikit terlambat. Tetapi secara umum tidak ada persoalan,” jelasnya. Mantan Kepala Kantor Ketahanan Pangan Klungkung ini menyebutkan jumlah pupuk bersubsidi tahun ini sebagian besar meningkat dari 2017. Urea dari 1.970 ton menjadi 2.200 ton dengan harga 1.800 per kilo, SP36 dari 48 ton menjadi 100 ton dengan harga Rp 2 ribu per kilo, ZA dari 190 ton menjadi 500 ton dengan harga Rp 1.400 per kilo dan organik dari 500 ton menjadi 675 ton dengan harga Rp 500 per kilo. Penurunan jatah hanya terjadi pada NPK dari 1.250 ton menjadi 1.100 ton dengan harga Rp 2.300 per kilo. “Sebagian besar jatah pupuk meningkat,” katanya. Peningkatan itu disesuaikan dengan masa tanam padi

subak yang sebagian besar dua musim. Jumlah tersebut diyakini bisa terserap secara maksimal. Sebab lahan yang sebelumnya terkena dampak penutupan saluran irigasi akibat banjir lumpur di Tukad Unda menyusul erupsi Gunung Agung sudah kembali seperti dulu. Petani sudah bisa mengolah lahan. “Kalau musim kemarin, ada beberapa pupuk yang tidak terserap seratus persen. Tetapi untuk musim ini, yakin bisa,” ucapnya. Supaya pendistribusian pupuk tepat sasaran, tahun lalu pemerintah juga telah menggulirkan program kartu tani. Tahun ini, dikabarkan ada penambahan. Hanya jumlahnya belum diketahui. “Tahun kemarin sudah ada 75 petani yang menerapkan. Sekarang ada lagi. Tetapi jumlahnya belum tahu. Ini juga untuk menyalurkan pupuk supaya tepat sasaran,” tandasnya. (kmb45)

Bali Post/sos

PUPUK BERSUBSIDI - Petani di Kabupaten Klungkung tengah menyiangi padi. Tahun ini, pemerintah tetap mengalokasikan pupuk bersubsidi. Pendistribusiannya dipantau ketat Tim Pengawas yang dibentuk pemkab untuk mengantisipasi terjadinya penyimpangan.

Selasa Umanis, 27 Maret 2018

BARANG BEKAS - Sejumlah buruh menurunkan barang bekas dari perahu di Pelabuhan Tribhuana, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, belum lama ini. Barang yang terdiri dari berbagai jenis itu dibawa dari Kepulauan Nusa Penida dan dijual ke pengepul. Kondisinya rusak dan tidak bisa dipakai. Melalui pekerjaannya itu, buruh tersebut mendapat upah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Kasus Dugaan Penipuan CPNS

Berkas Perkara Mantan Dewan Hampir P-21

Semarapura (Bali Post) Tersangka kasus korupsi bantuan hibah I Wayan Kicen Adnyana harus kembali bersiap menjalani proses hukum atas kasus dugaan penipuan perekrutan Calon Pengawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2015. Menyusul berkas perkaranya hampir lengkap (P-21). “Kejaksaan sempat bilang secara lisan, berkasnya sudah P-21. Tinggal menunggu surat resmi saja,” ungkap Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP I Made Agus Dwi Wirawan, Senin (26/3) kemarin. Sesuai hasil pemeriksaan, mantan anggota DPRD Klungkung itu mengaku menerima uang dari korban I Wayan Suda, warga asal Kecamatan Tembuku, Bangli Rp 175 juta. Itu untuk meloloskan anaknya menjadi CPNS di Rumah Sakit Indra, Denpasar. Namun, lama ditunggu hal tersebut tak ada hasil. Polisi juga telah

memastikan hal ini ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bali. Namun dinyatakan tidak ada bukaan formasi. “Baru ada satu orang yang melapor. Yang dari Bangli saja. Selain dia, ada empat orang lagi yang ikut mencari CPNS. Tetapi tidak ada melapor,” jelasnya. Perwira asal Buleleng ini menyebutkan dalam pemer-

Topik : tangani sampah plastik

iksaan, Kicen justru “menantang” polisi untuk mengusut kasus ini sampai tuntas dan meminta semua yang merasa jadi korban untuk melapor. “Tersangka seperti pasrah. Minta agar semua korban melapor supaya dirinya sekalian menjalani hukuman. Tetapi kami kan tidak bisa meminta untuk melapor,” sebutnya.

Status tersangka telah disandang Kicen pada Agustus 2017. Hal tersebut setelah adanya bukti, seperti kuitansi pemberian uang dari pelapor. Ini juga diperkuat dengan keterangan sejumlah saksi. Untuk diketahui, Kicen telah divonis 16 bulan penjara atas kasus korupsi bantuan dana hibah pembangunan Merajan Sri Kresna Arya Kepakisan di Dusun Anjingan, Desa Getakan, Kecamatan Banjarangkan senilai Rp 200 juta tahun 2015. Atas hal tersebut, ia juga harus kehilangan jabatan sebagai anggota DPRD Klungkung. (kmb45)

SOLUSI

Perbaiki Sistem Pemilahan Perlu Sentuhan Teknologi

SAMPAH plastik masih menjadi persoalan di negeri ini, tak terkecuali di Kabupaten Klungkung. Sampah non organik ini tak hanya marak di daratan, namun juga di laut. Ini menjadi ancaman serius untuk lingkungan dan memicu kesan kumuh. Menyikapi hal itu, langkah apa yang ditawarkan pasangan calon yang bertarung dalam Pilkada serentak 2018? Cabup nomor urut 1, Tjokorda Bagus Oka, mengungkapkan penanganan sampah perlu dievaluasi. Ini harus menyasar hal yang paling mendasar, yakni pola pembuangan dari rumah tangga. Masyarakat harus melakukan pemilahan sejak awal. Demikian pula pengangkutan oleh petugas harus dibedakan. “Sekarang pengangkutannya kan masih jadi satu organik dan non organik. Nanti kita buatkan sistem. Sampah plastik di angkut dengan jadwal

khusus. Jadinya tidak memilah di TPA lagi,” sebutnya, belum lama ini. Langkah tersebut juga akan didukung dengan penambahan tempat penampungan sampah, terutama di kawasan perkotaan. Nantinya akan ditempatkan di sejumlah titik yang mudah dijangkau warga. “Untuk pengadaan itu kan tidak seberapa memerlukan anggaran. Kami akan perbanyak ini. Beberapa rumah, isi satu di luarnya,” katanya. Mengantisipasi serbuan sampah ke laut, ia yang perpasangan dengan Ketut Mandia mengaku akan melengkapi hilir sungai dengan penghalang. Langkah ini akan diimbangi edukasi kepada masyarakat secara berlanjutan. “Masyarakat sebagai sumber penghasil sampah harus juga diberikan pemahaman,” ungkapnya. Sentuhan teknologi yang lebih canggih dari yang diterapkan saat ini juga akan dikembangkan dalam penanganan sampah. “Perlu ada teknologi yang lebih canggih. Supaya bisa mengolah sampah lebih maksimal,” tandasnya. (sos)

CABUP nomor urut 2, I Nyoman Suwirta, mengatakan penanganan sampah dengan metode Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) tetap menjadi solusi. Metode ini juga bisa mengolah sampah plastik menjadi briket yang bisa digunakan sebagai penghasil listrik. “Metode ini, kedua jenis sampah bisa diolah. Kami sudah programkan selruh desa menerapkan ini untuk menangani sampah,” tegasnya. Penerapan metode ini tidak sulit. Pengolahan sampah dilakukan dengan peuyeumisasi, briketisasi/ peletisasi, dan gasifikasi, dengan menggunakan bio activator. Kurun waktu tiga hari, bau sampah akan hilang dan dalam 10 hari volumenya akan berkurang. Selanjutnya dibentuk menjadi briket dan pellet yang dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk proses memasak dan energi listrik dengan menggunakan gasifier. Selan positif untuk penyelamatan lingkungan, juga akan memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat dan

desa. “Dari sisi anggaran tidak sulit. Peralatannya tidak mahal,” sebutnya. Selain cara itu, ia bersama juga akan menerapkan teknologi lain untuk mengolah sampah plastik yang sifatnya lebih keras. Itu akan didaur ulang mejadi berbagai jenis barang yang memiliki nilai jual. Cara ini akan menjadi sumber perekonomian baru untuk masyarakat. “Saat studi banding di salah satu tempat, teknologi pengolahan ini dipakai. Nanti akan diterapkan di Klungkung,” katanya. Mengantisipasi kepungan sampah di laut, ia menilai perlu ada perbaikan di sektor hulu. Edukasi ke masyarakat dilakukan secara berkelanjutan. “Kalau sudah di dulu baik, maka sampah tak aka nada lagi ke laut,” tandasnya. (sos)


EKONOMI

Selasa Umanis, 27 Maret 2018

Nasabah Keluhkan Antrean Penggantian Kartu

YLKI Nilai BRI Kurang Cermat Lindungi Nasabah

Denpasar (Bali Post) Sejumlah nasabah BRI mengeluhkan proses migrasi kartu yang terindikasi skimming lantaran terkesan tiba-tiba dan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Ketika mengganti kartu ke kantor cabang BRI terdekat pun, nasabah kembali menemukan ketidaknyamanan dengan jumlah antrean yang panjang mencapai jumlah 900-an orang. Beberapa nasabah juga mengeluhkan tidak mendapatkan pemberitahuan melalui pesan singkat (SMS) tentang penonaktifan kartu, namun ketika kartu digunakan tidak bisa. ‘’Kenapa langsung main menonaktifkan begini, padahal kan belum ada pemberitahuannya,’’ kata Diah Mandala, salah satu nasabah BRI cabang Denpasar, Senin (26/3) kemarin. Direktur YLPK (Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen) Bali I Putu Armaya, S.H. mengatakan, mestinya ada solusi, sosialisasi dan ada alternatif untuk penarikan sementara. ‘’Kalau begini pelayanan perbankan menjadi tidak baik buat konsumen,’’ ujarnya. Sementara itu, menurut Ketua YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) Bali Nyoman Suwidjana, antrean panjang yang terjadi saat ini akibat kurang cermatnya BRI dalam melindungi uang nasabah di awal. ‘’Antrean panjang akibat dari kekurangcermatan tersebut, yang sesungguhnya bisa diatasi dengan cara lain. Seperti nasabah hanya menyerahkan kartunya. Sementara kartu baru bisa dikirim lewat pos. Atau perbanyak pos pelayanan,’’ bebernya. Seharusnya sebelumnya konsumen (nasabah) diberikan informasi yang benar, jelas dan jujur tentang produk yang ditawarkan. Misalnya tentang kegunaan, keunggulan, kelemahan dan risiko. Agar konsumen dapat membuat pilihan yang baik dan benar dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Antrean panjang tentu membuat nasabah rugi waktu dan merasa tidak nyaman. ‘’Karena keputusan yang salah di awal memilih produk BRI. Pilihan yang dibuat karena informasi yang kurang lengkap,’’ tandasnya. Ia tidak menampik antrean panjang bisa terjadi karena memang nasabah BRI sangat banyak. Namun setidaknya BRI memberikan kenyamanan dalam penukaran kartu. ‘’Misalnya membuatkan minuman untuk mengantre,’’ pungkasnya. (kmb42)

13

Dampak Perang Dagang AS-Cina

Tekan Rupiah, Investasi Turun dan Banjir Barang Impor Denpasar (Bali Post) Persaingan dagang Amerika dan Cina tidak hanya memengaruhi kedua negara tersebut, tetapi juga akan memengaruhi Indonesia. Setidaknya ada tiga sektor yang dipengaruhi yaitu ekspor dan impor, fiskal Indonesia dan perdagangan Indonesia. Wujudnya adalah investasi masuk ke Indonesia akan berkurang, barang-barang impor terutama dari Cina akan membanjiri pasar Indonesia dan nilai tukar rupiah yang tertekan.

A.A. Ngurah Alit Wiraputra

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra mengatakan, dampak yang paling signifikan dari perang dagang tersebut adalah berkurangnya investasi di Indonesia. Karena kedua negara tersebut akan fokus untuk memperbaiki iklim investasi di negara masingmasing. Dampak Kedua adalah pada sektor perdagangan Indonesia. Meski sekarang belum terjadi praktik dumping di negara mereka, namun jika terjadi maka produk kedua negara tersebut akan membanjiri Indonesia. Karena Indonesia pasar potensial bagi Amerika dan Cina. ‘’Tapi kalau dumping, AS pasti kalah karena harga produk Amerika mahal. Maka dari itu Amerika memproteksi dirinya dari perdagangan Cina,’’ ujarnya, Senin (26/3) kemarin. Jika produk Amerika dan Cina sampai membanjiri Indonesia, maka akan terjadi persaingan dengan pengusaha

Indonesia. ‘’Yang pasti mereka akan menjual ke Indonesia, terutama produk Cina,’’ imbuhnya. Indonesia juga seharusnya mulai memikirkan masuknya produk Cina. Hal itu untuk menstabilkan nilai perdagangan Indonesia. ‘’Kita harus berusaha mempergunakan produk dalam negeri,’’ ujarnya. Amerika pun dalam perang dagang itu mengimbau warganya untuk mempergunakan produk dalam negeri walaupun mahal. ‘’Tapi disubsidi oleh pemerintah Amerika. Untuk produk dalam negeri pajaknya dikurangi, untuk produk luar negeri pajaknya ditinggikan,’’ ungkapnya. Dampak negatif lainnya dari perang dagang tersebut adalah ekspor Indonesia juga akan sulit masuk ke Amerika. Karena Amerika menganggap Indonesia sama seperti Cina. ‘’Ekspor kita akan menurun, padahal Amerika merupakan tujuan ekspor tertinggi kita,’’ tandasnya.

Dampak ini akan berpengaruh pada kinerja pengusaha Indonesia. Maka dari itu, ia berharap para pengusaha di Indonesia melakukan diversifikasi pasar. Seperti Eropa, Korea, Jepang. Khusus makanan, Amerika sudah tidak lagi menerima produk Indonesia. Ekspor yang terpengaruh juga akan berdampak pada fiskal Indonesia. Jika ekonomi Amerika menguat, maka dolar Amerika juga akan menguat. Menguatnya dolar Amerika akan membuat rupiah makin terpuruk. Jika rupiah melemah, maka investor akan wait and see dalam berinvestasi di Indonesia. ‘’Ini yang harus dicermati oleh pemerintah agar pengusaha Indonesia dalam perang dagang ini tidak wait and see,’’ tandasnya. Meski demikian, Kadin Bali tetap berharap perang dagang ASCina dampaknya tidak terlalu signifikan pada ekspor-impor, fiskal dan perdagangan Indonesia. (kmb42)

Tangani Koperasi Bermasalah

Dinkop Bali Bentuk Satgas Pengawasan Denpasar (Bali Post) Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali membentuk satgas pengawasan untuk menangani koperasi-koperasi yang bermasalah. Koperasi yang bermasalah di Bali jumlahnya lebih dari 500-an. Sekretaris Dinas Koperasi (Dinkop) Provinsi Bali I Gusti Ayu Ambari, Senin (26/3) kemarin, mengatakan permasalahan yang banyak dialami koperasi adalah tidak melaksanakan RAT. Selain itu juga belum memiliki izin. ‘’Karena banyak koperasi yang nakal. Belum ada izin tapi sudah beroperasi,’’ ujarnya. Persoalan kepengurusan juga sering menjadi sumber masalah karena banyak koperasi menetapkan pengurus tanpa sepengetahuan anggota. Seharusnya ketika pemilihan pengurus, semua anggota harus hadir dan tahu. Calon pengurus juga merupakan orang yang dipercaya oleh anggotanya untuk mengelola. Selama ini, beberapa koperasi yang bermasalah juga tidak lepas dari faktor lemahnya SDM koperasi. ‘’Kalau pengurus koperasi bermasalah, koperasi itu akan hancur,’’ ungkapnya. Tahun sebelumnya, pengawasan terhadap koperasi belum ada. ‘’Tahun ini pengawasan adalah suatu hal yang relatif baru. Karena ada banyak koperasi bermasalah. Kita lebih aware terhadap bidang itu,’’ ungkapnya di sela-sela rapat koordinasi daerah (rakorda) antara pemerintah provinsi dengan kabupaten dan kota, Senin kemarin. Dengan adanya satgas pengawasan ini, pihaknya perlu bersinergi dengan kabupaten dan kota untuk pembiayaan-

nya, agar selaras dengan program. Satgas pengawasan bertugas mengawasi keberadaan sebuah koperasi. Mulai dari kelembagaannya, SDM, neraca keuangan, dan bidang lainnya. Indikator tersebut yang menentukan koperasi tersebut sehat atau tidak. Setelah sehat koperasi tersebut diberikan bimtek untuk menjadi koperasi berkualitas. Lalu, diarahkan menjadi koperasi yang berprestasi. Kabid Pengawasan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali Sang Ayu Sri Wahyuni menambahkan, masalah koperasi yang kerap ia temui di lapangan adalah tidak melaksanakan RAT hingga 3 kali (3 tahun). Menurutnya, jika 2 tahun saja tidak melaksanakan RAT, maka di tahun ke-3, status koperasi tersebut diturunkan menjadi tidak aktif. Selain itu, aspek kepatuhan juga tidak dilengkapi. Seperti kelembagaan dan usaha pelayanan terhadap anggota juga tidak berjalan. ‘’Masalah intern banyak yang tidak dipenuhi. Terutama kalau usahanya tidak jalan, mereka tidak bisa aktif,’’ ungkapnya. Jika izin belum dipenuhi, namun unit usaha koperasi tersebut berjalan, maka koperasi tersebut bisa dilanjutkan, sambil mengurus ijin. ‘’Kalau sudah aspek usaha tidak ada, tidak bisa jalan. Apa yang mau di-RAT-kan,’’ tukasnya. Berdasarkan data per Februari 2018, ada 579 koperasi yang tidak aktif, dari 4.839 koperasi. Dari 4.000-an koperasi, volume usahanya mencapai Rp 12 triliun dan SHU Rp 501 miliar. Sedangkan aset koperasi secara keseluruhan di Bali adalah Rp 11,9 triliun. (kmb42)

Pergerakan Dolar AS Tertahan, Rupiah Menguat 54 Poin Jakarta, (Bali Post) – Prediksi analis yang menyebutkan kemungkinan dolar AS justru terdepresiasi akibat kebijakan proteksionisme yang diterapkan Donald Trump nampaknya terwujud setidaknya diawal pekan. Hal ini terlihat dari pergerakan dolar AS yang cenderung tertahan. Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin (26/3) sore, bergerak menguat sebesar 54 poin menjadi 13.725 dibanding posisi sebelumnya 13.779 per dolar AS. ‘’Pergerakan dolar AS cenderung tertahan apresiasinya di pasar global, kondisi itu membuka momentum bagi rupiah untuk bergerak menguat,’’ kata Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Senin (26/3) kemarin. Menurutnya, sentimen mengenai perang dagang akibat kebijakan proteksionis Amerika Serikat menjadi salah satu faktor yang membuat dolar AS bergerak terbatas. Selain itu, lanjutnya, harga komoditas yang bergerak stabil juga turut mendukung per-

mintaan mata uang berbasis komoditas, seperti rupiah. Terpantau harga minyak mentah jenis WTI Crude pada Senin (26/3) berada di level 65,61 dolar AS per barel. Sementara minyak mentah jenis Brent Crude di posisi 70,34 dolar AS per barel. Pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia Tbk. Rully Nova menambahkan bahwa pergerakan rupiah juga ditopang oleh faktor teknikal. ‘’Setelah rupiah cenderung mengalami tekanan pada pekan lalu, sebagian pelaku pasar memanfaatkan kondisi itu untuk melakukan akumulasi,’’ katanya. Di sisi lain, lanjutnya, kuatnya fundamental ekonomi nasional serta adanya penjagaan dari Bank Indonesia turut mendorong pelaku pasar masuk ke aset berdenominasi rupiah. Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Senin (26/3) mencatat nilai tukar rupiah bergerak menguat ke posisi 13.776 dibandingkan posisi sebelumnya 13.780 per dolar AS. (ant)

Bali Post/dok

PETANI - Seorang petani sedang mengerjakan sawahnya. Harga gabah yang selalu di atas HPP tak lantas membuat petani untung besar karena biaya produksi pun yang terus naik.

Harga Gabah Selalu di Atas HPP

Biaya Produksi Terus Naik, Petani Untung Tipis Denpasar (Bali Post) Harga gabah kering panen (GKP) di Bali memang selalu di atas HPP (Harga Pembelian Pemerintah) yaitu di atas Rp. 4.000 per kilogram. Meski telah memasuki musim panen raya yaitu bulan Maret-April, nyatanya hingga saat ini harga gabah di Bali masih di atas HPP. Sayangnya petani tidak mendapatkan untung banyak karena HPP gabah tetap sementara biaya produksi tinggi. Akibatnya nilai tukar petani pun tetap rendah. Pada Februari 2018, harga gabah petani Rp 5.086 per kilogram, pada bulan Maret 2018 harga gabah Rp 4.767 per kilogram. Selama tahun 2017 pun harga gabah selalu di atas Rp 4.000, tidak pernah menyentuh harga Rp 3.700. Harga gabah biasanya berada di kisaran Rp 4.200 – Rp 4.600 per kilogram. Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Provinsi Bali I Wayan Sunarta mengatakan, harga gabah di Bali memang dari dulu di atas HPP. Namun, menurutnya, HPP tersebut masih berdasarkan aturan tahun 2015 dan hingga kini masih berlaku. Kondisi

ini, menurutnya, bisa membuat petani rugi karena HPP yang tidak berubah, sementara biaya operasional petani naik, mulai dari pestisida hingga upah pekerja. ‘’Itulah yang membuat Nilai Tukar Petani (NTP) rendah, di bawah 100,’’ ungkapnya. Dengan harga Rp 4.200 – Rp 4.600, dinilai telah mencakup BEP petani. Namun margin yang didapat petani masih tipis. ‘’Kalaupun pendapatannya naik, tapi kenaikan pendapatannya lebih rendah dari biaya operasional, tetap saja NTP turun,’’ tandasnya Senin (26/3). Maka dari itu, harga beli gabah dipetani yang di atas HPP dinilai masih wajar. Dengan harga gabah di atas Rp 4.000, seharusnya Bulog masih bisa menyerap. Karena telah diatur bahwa Bulog bisa melakukan fleksibilitas harga pembelian hingga 20 persen. Sehingga dari harga HPP Rp 3.700 per kilogram, Bulog masih bisa menyerap hingga harga gabah Rp 4.440. Sementara HPP beras adalah Rp 7.300. Bulog juga bisa melakukan fleksibilitas harga beli beras 20 persen yaitu hingga harga Rp 8.760 per kilogram. Fleksibilitas harga ini mulai

diberlakukan sejak 12 Februari 2018. Meski demikian, harga gabah telah turun dari Rp 5.086 menjadi Rp 4.767 per kilogram. Dengan turunnya harga gabah, diharapkan harga beras juga turun. Namun, ia tidak bisa pungkiri jika nantinya ada oknum-oknum yang menahan beras sehingga memengaruhi pasokan beras. Harga gabah yang turun juga tidak terlepas dari luasnya lahan panen. Karena bulan Maret-April telah memasuki panen raya. Luas panen padi tahun 2017 diperkirakan mencapai 11.932 ha pada bulan Maret dan 19.404 ha pada bulan April. Hal itu sesuai dengan luas tanam yang dilakukan pada bulan Desember 2017 dan Januari 2018 yang mencapai 16.654 ha dan 19.404 ha. Sementara gagal panen diprediksikan 5 persen dari luas tanam. Sehingga jika bulan Maret prediksi luas panennya mencapai 11.932 ha, maka produksi beras di Bali mencapai 71.592 ton. Karena 1 ha diperkirakan menghasilkan 6 ton beras. Hasil panen padi dari bulan Januari ini diprediksi cukup untuk kebutuhan masyarakat Bali selama setahun, di luar jumlah wisatawan. (kmb42)


BULELENG

14

Selasa Umanis, 27 Maret 2018

Dampak Banjir Bandang

Irigasi Rusak, Tanaman Padi Terendam

Bali Post/ist

TERGENANG – Sebelas rumah warga Dusun Dasong terendam air Danau Buyan yang meluap sejak beberapa waktu lalu.

Air Danau Buyan Kembali Meluap, Sebelas Rumah Tergenang

Singaraja (Bali Post) – Air Danau Buyan di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada kembali meluap. Sebelas rumah warga di Dusun Dasong tergenang. Lebih dari 25 hektar lahan pertanian juga terendam air danau. Air menggenangi rumah warga dengan ketinggian sekitar 15 centimeter. Kendati demikian, warga belum mengungsi. Mereka memilih bertahan walaupun harus memindahkan perlengkapan rumah tangga ke tempat yang lebih aman. Pantauan di lapangan Senin (26/3) kemarin, air danau tampak menggenangi pekarangan sampai kamar rumah. Permukaan air danau mulai naik lima hari sebelum Nyepi, 17 Maret 2018 lalu. Warga membuat tempat yang lebih tinggi untuk menempatkan perlengkapan rumah tangga mereka. Warga belum mengungsi ke tempat yang lebih aman karena ketinggian air belum membahayakan. Bahkan, ketinggian air sempat menurun beberapa hari lalu. Selain pekarangan dan kamar rumah, lahan pertanian seperti sayur-mayur, kacangkacangan, wortel, kol, paprika, dan stroberi belakangan

ini mulai tergenang yang luasnya diperkirakan mencapai puluhan hektar. Dampaknya, petani dipastikan mengalami kerugian. Pasalnya, tanamannya tidak bisa tumbuh normal karena batang dan akarnya tergenang air. Tanaman pun membusuk, hingga memicu terjadinya gagal panen. Seorang warga Wayan Mertasa menceritakan, air danau meluap sejak musim hujan lalu. Intensitasnya sulit diprediksi karena terkadang naik dan tidak berselang lama airnya kembali menyusut. Dia mencontohkan, sejak lima hari sebelum Nyepi air danau sudah menggenangi rumahnya. Ketinggian air saat ini sekitar 15 centimeter.

Mertasa bersama istri dan anaknya sementara tetap tinggal di rumahnya. Dia memindahkan perlengkapan rumah tangga dan barang berharga lain di tempat khusus agar tidak sampai ikut tergenang air danau. Kendati demikian, Mertasa dan warga lain tetap menjalani aktivitas sehari-hari. Dia tetap memancing ikan di danau untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sementara itu, Klian Dusun Dasong, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada Made Suartana mengatakan, sejak air danau menggenangi rumah dan lahan pertanian, warganya sudah mendapat bantuan paket sembako dari

instansi terkait di Pemkab Buleleng. Warganya mengusulkan kepada pemerintah daerah agar segera memperdalam danau yang mengalami pendangkalan. Pengerukan danau itu sebagai solusi permanen agar air danau tidak kembali menggenangi rumah warga atau lahan pertanian. Suartana menambahkan, dampak yang paling merugikan warganya adalah tergenangnya lahan pertanian di pinggir danau. Dirinya memperkirakan lahan pertanian yang sekarang tergenang lebih dari 25 hektar. Naiknya air danau setiap tahun, memaksa lahan pertanian tidak maksimal diolah sebagai satu-satunya penghasilan warga Dusun Dasong. Untuk itu, solusi pengerukan untuk memperdalam danau dan mencegah agar lahan pertanian tidak terdampak kalau air danau meningkat di musim hujan tahun berikutnya. (kmb38)

Singaraja (Bali Post) – Beberapa petani dari sejumlah subak di Kecamatan Buleleng terkena dampak banjir bandang, Kamis (22/3) malam yang lalu. Data yang dihimpun Dinas Pertanian (Distan) Buleleng menyebutkan, kerusakan itu meliputi irigasi primer dan tersier. Banjir bandang dan angin kencang juga merendam dan merebahkan tanaman padi. Subak yang terkena dampak banjir bandang meliputi Subak Banyuning dan Subak Anyar Padangkeling, Kelurahan Banyuning, Subak Anyar Pengelatan, Desa Jinang Dalem, dan Subak Bedugul Desa Sari Mekar. Data ini terus disempurnakan, sebelum Distan melakukan penanganan. Kadistan Buleleng Nyoman Swatantra, Senin (26/3) kemarin, mengatakan akibat banjir sepekan silam itu, kerusakan irigasi terjadi di Subak Banyuning dan Subak Anyar Padangkeling. Kerusakan irigasi di subak ini sekitar lima meter. Kerusakan ini mengakibatkan aliran air untuk irigasi pertanian sekitar 30 hektar terganggu. Selain itu, di dua subak ini masingmasing sekitar 15 hektar padi rusak terendam banjir. Sementara itu, di Subak Anyar Pengelatan irigasi yang rusak mencapai 110 meter

Bali Post/kmb38

Nyoman Swatantra

saluran primer dan delapan meter saluran tersier. Kondisi ini mengakibatkan irigasi yang bisa mengaliri sekitar 45 hektar menjadi terganggu. Di Subak Anyar Tegal hanya ditemukan 15 hektar padi rebah dengan umur tanaman 95 hari dan di Subak Bedugul ada lima meter irigasi rusak yang mengairi sawah sekitar 17 hektar lebih. Selain itu, petani di Subak Kloncing, Kecamatan Sawan baru diketahui ada kerusakan padi akibat banjir bandang seluas 0,40 haktar. Umur tanaman di lahan sawah ini tercatat 90 hari. “Ini baru data awal dan kami masih menunggu PPL di masing-masing wilayah binaan, sehingga data kerusakan baik tanaman

dan infrastruktur pertanian menjadi valid sebagai dasar kami untuk melakukan penanganan,” katanya. Menurut Swatantra, khusus untuk kerusakan irigasi pertanian, pihaknya akan melakukan penanganan awal dengan menormalsiasi irigasi yang rusak tersebut. Upaya ini selain menunggu perbaikan secara permanen, juga menghindari sawah kekurangan air. Sementara itu, untuk kerusakan padi baik yang terendam banjir bandang atau rebah karena angin kencang, Swatantra berjanji akan memfasilitasi petani di masing-masing subak mengajukan permohonan dana pertanggungan Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP). Sekarang, pihaknya masih memastikan kerusakan tanaman itu apakah masuk kategori gagal panen atau tidak. Setelah datanya lengkap dan tingkat kerusakan tanaman mencapai 75 persen atau bahkan gagal panen, pihaknya meminta agar perusahaan penyelenggaranya AUTP memberikan dana pertanggungan sesuai, sehingga petani yang terdampak banjir bandang akan merasa dibantu untuk meringankan beban penderitaan setelah bencana banjir bandang. (kmb38)

Satpolair Bina Nelayan Pantai Penimbangan Singaraja (Bali Post) – Sebanyak 30 orang nelayan di Pantai Penimbangan, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, mengikuti pembinaan tentang menjaga keamanan pesisir dan memerhatikan keselamatan pelayaran saat melakukan penangkapan ikan, Senin (26/3) kemarin. Pembinaan oleh Satuan Polisi Air (Satpolair) Polres Buleleng ini bertema “Quick Wins Program” . Kegiatan ini dihadiri Kasat Polair Polres Buleleng AKP Putu Ariyana didampingi Ketua Kelompok Nelayan Sari Segara Penimbangan Putu Naca dan instansi terkait. AKP Putu Ariyana mengatakan, pembinaan ini sengaja dilakukan karena situasi kamtibmas di pesisir tidak menutup kemungkinan akan

terjadi gangguan situasi kamtibmas. Dia menyebut, gangguan kamtibmas yang patut diwaspadai itu terkait penyebaran paham radikalisme dan anti-Pancasila lewat kawasan pesisir. Apalagi, Buleleng memiliki sejumlah pelabuhan tradisional yang perlu diawasi bersama, jangan sampai dijadikan pintu masuk penyebar paham radikalisme atau kejahatan lain. “Ini program rutin dan sekarang kami sasar nelayan di Pantai Penimbangan. Sebab, kelompok ini sangat aktif terutama dalam hal konservasi menjaga ekosistem laut. Kami mengajak nelayan berpartisipasi menjaga situasi kamtibmas di pesisir ini,” katanya. Selain mengantisipasi penyebaran paham radikalisme, nelayan di Pantai Pen-

imbangan juga diingatkan untuk memerhatikan keselamatan saat melaut. Ini tidak kalah pentingnya karena nelayan tradisional rawan mengalami kecelakaan laut terutama ketika memasuki musim cuaca ekstrem. Untuk itu, AKP Ariyana mengingatkan nelayan mengedepanan keselamatan paling tidak membiasakan menggunakan life jacket saat melaut. Sementara itu, pertisipasi menjaga kelestarian biota laut, nelayan di Pantai Penimbangan juga diingatkan agar tidak menggunakan bahan kimia untuk menangkap ikan. “Keselamatan saat melaut ini tidak kalah pentingnya harus diperhatikan, dan mereka tetap kita ingatkan gunakan life jacket. Sebab, dari kejadian kecelakaan di laut sering kita temukan

nelayan tanpa memakai life jacket,” jelasnya. Sementara itu, Ketua Kelompok Nelayan Sari Segara Putu Naca mengaku senang setelah mendapat pengarahan terkait partisipasi menjaga keamanan pesisir dan menjaga kelestarian laut dan mencegah kecelakaan di laut. Melalui pembinaan ini, pihaknya mendapat wawasan dan kesadaran untuk berpartisipasi menjaga kelestarian dan keamanan di pesisir semakin meningkat. Untuk itu, dia berharap pembinaan ini berkelanjutan dan menyasar kelompok nelayan di desa lain. Semakin banyak nelayan berpartisipasi, dipastikan situasi kamtibmas, gangguan ekosistem laut dan kecelakaan di laut dapat dicegah sejak dini. (kmb38)

Bali Post/kmb38

DIBINA – Sebanyak 30 nelayan Pantai Penimbangan Senin (26/3) kemarin, mengikuti pembinaan terkait kesadaran menjaga keamanan di laut, mencegah kecelakaan laut, dan menjaga kelestarian ekosistem laut.

Bali Post/ist

TABRAK – Truk bernomor polisi P 8674 UY menabrak dua sepeda motor yang parkir di pinggir Jalan Singaraja-Gilimanuk, wilayah Desa Patas, Gerokgak, Senin (26/3) kemarin.

Truk Tabrak Dua Motor

Singaraja (Bali Post) – Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) akibat out of control (OC) terjadi di Jalan Singaraja-Gilimanuk Km 38-200 wilayah Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Senin (26/3) kemarin. Truk dengan nomor polisi P 8674 UY menabrak dua sepeda motor yang sedang parkir di pinggir jalan. Tak hanya itu, truk naas itu juga menabrak bangunan bale sakepat dan sanggah (palinggih) milik warga di sekitar lokasi kejadian. Kasubag Humas AKP Nyoman Suartika seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, lakalantas ini terjadi sekitar pukul 06.30 Wita. Saat itu, truk yang dikemudikan

M. Khairudin (35) asal Banyuwangi, Jawa Timur datang dari arah Gilimanuk menuju Singaraja. Saat melintas di lokasi kejadian, tiba-tiba truk keluar jalur sampai menabrak dua sepeda motor yang sedang parkir. Setelah menabrak dua sepeda motor, truk masih melaju dan kembali menabrak sebuah palinggih dan sebuah bale sakepat milik warga. Bagian depan truk itu pun ringsek. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Meski demikian, dua sepeda motor hingga bangunan palinggih dan bale sakepat rusak berat. ‘’Benar lakalantas akibat out of control. Kasusnya masih ditangani Polsek Gerokgak

dan tidak ada korban jiwa, tapi dua sepeda motor, dan bale sakepat serta palinggih warga rusak berat, setelah diseruduk truk naas itu,’’ katanya. Terkait peyebab lakalantas, AKP Suartika menjelaskan, dari keterangan saksi dan pemeriksaan di lokasi kejadian, diduga pengemudi truk Khairudin memaksakan mengemudi kendati dalam kondisi mengantuk. Akibatnya, dia gagal mengendalikan kendaraannya, sehingga menimbulkan lakalantas. ‘’Dugaan sementara ngantuk dan juga pengemudi lelah karena perjalanan dari Jawa, sehingga tidak konsentrasi mengemudi dan terjadi lakalantas,’’ jelasnya. (kmb38)


15

Selasa Umanis, 27 Maret 2018

Cavani Bawa Uruguay Juara Piala Tiongkok

Jadwal Pertandingan Internasional Selasa (27/3) malam Mongolia Laos Jepang Uganda Georgia Armenia Rusia Irak Kosovo

vs vs vs vs vs vs vs vs vs

Rabu (28/3) dini hari Swiss Iran Azerbaijan Montenegro Hungaria Namibia Pantai Gading Denmark Mesir Senegal Slovenia Romania Luksemburg Jerman Belgia Polandia Tunisia Kolombia Maroko Inggris Spanyol Nigeria AS

vs vs vs vs vs vs vs vs vs vs vs vs vs vs vs vs vs vs vs vs vs vs vs

Mauritius Bangladesh Ukraina Malawi Estonia Lithuania Prancis Suriah Burkina Faso

Beijing -

Gol Edinson Cavani di awal babak kedua mengantarkan timnas Uruguay menjuarai Piala Tiongkok yang digelar di Guangxi Sports Center, Nanning, Senin (26/3) kemarin. Uruguay menundukkan Wales dengan keunggulan 1-0.

Panama Aljazair FYR Makedonia Turki Skotlandia Lesotho Moldova Chile Yunani Bosnia-Herzegovina Belarus Swedia Austria Brazil Arab Saudi Korea Kosta Rika Australia Uzbekistan Italia Argentina Serbia Paraguay

Di babak pertama kedua tim sama-sama menciptakan sejumlah peluang. Bahkan Wales beruntung tidak kebobolan lebih dahulu setelah penyerang Barcelona Luis Suarez dua kali tembakannya mengenai tiang gawang. Uruguay tidak mengendurkan tekanannya di babak kedua. Hasilnya mereka mampu unggul melalui Cavani yang melakukan penyelesaian dari jarak dekat dari umpan Christian Rodriguez pada menit ke-49. Gol ini semakin mengesankan bagi penyerang Paris Saint Germain itu karena menandai penampilan ke100-nya di timnas. Di babak kedua ini, Wales mendapat peluang dari pemain pengganti Lee Evans. Namun tembakannya masih

melenceng dari gawang Uruguay yang dikawal Fernando Muslera. Tim asuhan Ryan Gigg ini semakin intensif menyerang namun tidak didukung kerja sama tim yang baik, sehingga Gareth Bale dkk. akhirnya menelan kekalahan. Selain itu, Diego Godin juga cerdas memimpin rekan-rekannya dalam menggalang pertahanan Uruguay. Gigg mengawali karier di timnas dengan mengesankan setelah mencukur Tiongkok 6-0. Bale menyumbang tiga gol pada laga pembuka turnamen ini. Namun laju kemenangan itu tidak berlanjut setelah Wales harus mengakui keunggulan mantan juara dunia dan Copa America di partai final. (kmb39/rtr/net)

Brazil Hadapi Tim Lapis Kedua Jerman

Bali Post/rtr

PERSAHABATAN - Bek Brazil Marcelo (tengah) menjalani pelatihan di Stadion Olimpiade Berlin, Senin (26/3) kemarin, bersama rekan-rekannya di timnas. Brazil akan menghadapi Jerman pada pertandingan persahabatan Rabu dini hari. Berlin Juara dunia Jerman tidak akan menurunkan pemain terbaiknya saat menghadapi Brazil pada pertandingan persahatan, Rabu (28/3). Pelatih Jerman Joachim Loew berencana menurunkan tim lapis kedua untuk menguji mereka sebelum putarah final Piala Dunia. Terakhir kali Jerman menghadapi Brazil menghasil skor besar 7-1. Kemenangan itu kian bersejarah karena terjadi di babak semifinal Piala Dunia 2014 dimana

Brazil menjadi tuan rumah. Brazil yang hanya sekali kalah dalam 17 kali laga dibawah kepemimpinan pelatih baru Tite, tak diperkuat sang pemain bintangnya Neymar. Sementara di kubu Jerman sederetet nama pemain top tak bakalan tampil seperti Mesut Ozil, Thomas Mueller dan Manuel Neuer. Gelandang Emre Can juga tidak bermain karena cedera punggung. Rekannya di lapangan tengah Sami Khedira juga diragukan kebugarannya karena cedera pada saat

Bali Post/rtr

SELEBRASI - Penyerang Uruguay Edinson Cavani melakukan selebrasi setelah mengoyak gawang Wales di final turnamen Piala Tiongkok, Senin (26/3) kemarin. Uruguay menjuarai turnamen ini dengan menang 1-0.

pertandingan melawan Spanyol pekan lalu. Kiper Marc Andre ter Stegen yang menggantikan posisi Neuer kala cedera, juga diberi kesempatan libur oleh Loew. ‘’Marc harus istirahat karena ada masalah pada lututnya. Dia pantas libur beberapa hari untuk memulihkan kesehatannya,’’ tambah Loew. Marvin Plattenhardt akan menggantikan Jonas Hector untuk menguatkan barisan lini pertahanan. Ujung tombak Jerman akan diperkuat oleh Leroy Sane dan Ilkay Guendogan saat tim Pnaser itu berusaha menyamai rekor tak terkalahkan pada 23 pertandingan pada 1978-80. Menurut Loew, pertandingan nanti menjadi kesempatannya untuk melakukan eksperimen dibandingkan sebagai laga ulangan empat tahun lalu. ‘’Menurut saya pertandingan itu tidak sepenting seperti pertandingan di Brazil,’’ kata yang tdak mengurangi penghargaannya pada Brazil. Calon lawannya itu diyakini telah membuat banyak perubahan kendati tidak bisa mengubah kekalahan empat tahun lalu. Brazil yang menjuarai babak penyisihan zona Amerika Selatan akan memulai putaran final Piala Dunia dengan menghadapi Swiss pada 17 Juni mendatang. Lawan berikutnya adalah Kosta Rika dan Serbia. Sementara Jerman bersaing dengan Meksiko, Korea Selatan dan Swedia. (kmb39/rtr)

Pentingnya Infrastruktur untuk Pengembangan Sepak Bola Indonesia Jakarta (Bali Post) Legenda sepak bola dunia asal Inggris David Beckham menekankan pentingnya keberadaan infrastruktur untuk mengembangkan persepakbolaan Indonesia. ‘’Indonesia memiliki pemain sepak bola yang berbakat dan berkualitas baik. Demi mengembangkannya semakin baik di masa depan, harus ada infrastruktur yang bagus,’’ ujar Beckham dalam acara temu media di Jakarta, Senin (26/3) kemarin. Ingatan pria yang kini berusia 42 tahun itu pun terlempar ke tujuh tahun lalu, tepatnya tahun 2011, di mana dia bersama timnya ketika itu LA Galaxy bertanding melawan tim nasional Indonesia. Beckham mengaku merasakan sendiri betapa tangguhnya para pemain Garuda meski ketika itu kalah 0-1 dari LA Galaxy. Sejak itu dia yakin negara kepulauan terbesar di dunia ini tidak kekurangan pesepak bola berbakat. Rasa percayanya itu semakin kuat ketika suami dari penyanyi juga pengusaha Victoria Beckham ini membagikan 10.000 bola untuk para pemain muda Indonesia yang bergabung dengan berbagai akademi, Minggu (25/3) lalu. Acara yang sekaligus memecahkan rekor MURI untuk sumbangan bola terbanyak itu dihadiri oleh sekitar 1.000 pesepak bola junior. ‘’Hasrat sepak bola anak-anak Indonesia luar biasa. Acara itu dihadiri oleh 1.000 pemain anak-anak dan semuanya mengikuti

Pemain Timnas Tiongkok Dilarang Bertato Beijing Para pemain sepak bola tim nasional Tiongkok akan dikenai larangan bertato sebagai bagian untuk meningkatkan disiplin mereka. Tidak hanya timnas, regulasi mengenai tato juga akan dikeluarkan Asosiasi Sepak Bola Tiongkok (CFA) terhadap para pemain yang berlaga di Liga Super Tiongkok (CSL) seperti laporan thepaper. cn, Senin (26/3) kemarin. Para pemain timnas Tiongkok U-23 menyembunyikan tato mereka dengan lilitan pita saat bertanding melawan Suriah pada Sabtu (24/3) dan Wales pada Kamis (22/3). Namun sayangnya, upaya mereka menutupi tato tersebut tidak mampu mengubah nasib timnas Tiongkok saat harus bertekuk lutut 0-6 melawan timnas Wales U-23. Bahkan pada perebutan juara ketiga turnamen Piala Tiongkok itu, Senin kemarin, tim tuan rumah itu pun menyerah 1-4. ‘’Saya tidak suka model rambut dicat dan tato,’’ kata pelatih timnas U-19 Cina Jia Xiuquan.

‘’Bagi pemain yang ingin terpilih untuk pertandingan berikutnya harus menghapus tato dan warna rambut mereka. Mereka harus lebih berkonsentrasi pada pertandingan daripada pencitraan atau penampilan mereka,’’ ujar pelatih berusia 55 tahun yang pernah menangani timnas China U-23 itu menambahkan. Regulasi mengenai kemungkinan larangan tato tersebut memicu perdebatan hangat para penggemar sepak bola di dunia maya. Sebagian besar warganet berpikir bahwa regulasi tersebut tidak harus berisi larangan yang mengarah pada sikap pribadi seseorang. ‘’Tato tidak ada kaitannya dengan kemampuan para pemain di atas lapangan, tapi tidak juga dianggap bisa memperbaiki atmosfer di tim sepak bola,’’ kata Pemimpin Redaksi Soccer News yang berkantor pusat di Guangzhou, Liu Xiaoxin, sebagaimana dikutip Global Times. Artis yang memiliki tato

Bali Post/rtr

TANGKAP BOLA - Kiper Tiongkok Yan Junling (kanan) menangkap bola yang hendak disundul pemain Rep. Ceko Michal Krmencik pada pertandingan di Guangxi Sports Center, Nanning, Senin (26/3) kemarin.

tidak diizinkan tampil di televisi, demikian pernyataan Kepala Departemen Publikasi pada Lembaga Pers, Publikasi, Radio, Film, dan Televisi Tiongkok, Gao Changli, yang dikutip Shanxi Evening News. Penyanyi wanita Dou Jingtong telihat menyembunyikan

tato di rahang hingga lehernya saat tampil di layar kaca pada tahun lalu. ‘’Sebelum pertandingan ditayangkan di televisi, saya pikir bagus juga kalau tato para pemain ditutupi,’’ kata Gao Liao, seorang penggila bola tinggal di Beijing. Tiongkok sangat serius

menggarap program sepak bola agar bisa berprestasi di panggung internasional. Bahkan, pada tahun ini pemerintah Tiongkok mendirikan ratusan sekolah sepak bola baru yang diharapkan bisa melahirkan bibit-bibit pesepak bola. (rtr/ant)

Bali Post/rtr

Mantan gelandang Mnachester United dan Real Madrid David Beckham.

kegiatan dengan gembira,’’ tutur Beckham. David Beckham sendiri datang ke Indonesia dalam kapasitasnya sebagai duta sebuah perusahaan asuransi internasional. Selain melakukan kegiatan yang berbau sepak bola, dia juga mengampanyekan hidup sehat. Pria yang namanya besar ketika bermain untuk klub Liga Inggris Manchester United itu mendorong masyarakat Indonesia menjaga kebugaran tubuh di tengah aktivitas yang padat. (ant)


olah raga

16

Selasa Umanis, 27 Maret 2018

Askab PSSI Badung Gelar Kongres Tahunan

Mangupura (Bali Post) Askab PSSI Badung mengagendakan bakal menggelar kongres tahunan di Badung, Minggu (1/4) mendatang. Kongres tahunan sebagaimana biasa membahas laporan pertanggungjawaban, termasuk menyusun program ke depannya. Ketua Umum Askab PSSI Badung Nyoman Graha Wicaksana, di Kuta, Senin (26/3) kemarin menjelaskan, untuk biaya menggulirkan kegiatan selama 2018 ini, pihaknya mengajukan anggaran Rp 2 miliar kepada KONI Badung. ‘’Sejauh ini kami belum menerima kabar berapa dana kami yang disetujui,’’ ujarnya. Padahal, pihaknya harus menyiapkan tim PS Badung yang berkiprah di kancah Liga 3 putaran nasional, wajib mengikuti turnamen Piala Indonesia 2018, yang kontestannya dari tim Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 yang sudah lolos ke putaran nasional tahun lalu. ‘’Jika kami absen pada Piala Indonesia, konsekuensinya kami tidak boleh mengikuti kompetisi,’’ tegasnya. Sebelum digulirkan Piala Indonesia, katanya, diawali pertemuan manajer (manager meeting), yang sedianya diadakan di Jakarta pada 8 April. ‘’Kami juga belum tahu regulasi Piala Indonesia,’’ kilah Graha Wicaksana. Yang jelas, selain mengikuti Piala Indonesia, pihaknya juga harus menyiapkan Persekaba Bali yang mengikuti Kompetisi Liga 3 Rayon Bali, termasuk Piala Soeratin U-13, U-15, dan U-17. Hanya, sejauh ini dirinya belum berani memastikan keikutsertaan tim wakil Bali, mengingat harus dibahas pada Kongres Tahunan Askab PSSI Badung. ‘’Apakah perlu kami mengirimkan Persekaba Bali pada Kompetisi Lga 3 Rayon Bali, sedangkan keberadaan PS Badung juga di level Liga 3, putaran nasional. Kami perlu berembuk bersama pengurus Askab PSSI Badung, utamanya menyangkut dana,’’ paparnya. Diakuinya, persiapan pembentukan tim PS Badung di Piala Indonesia, dipercayakan kepada AAK Bramastra yang mengantongi lisensi C AFC didamping Kadek Loco Ediana serta pelatih kiper Nyoman Sujata. (022)

Bali Post/ant

IMBANG - Pemain Persib Bandung Ezechiel (kanan) berusaha melewati lawannya dari PS Tira Irfandi (kedua kiri) saat laga perdana Gojek Liga 1 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, Senin (26/3) kemarin. Kedua tim bermain imbang 1-1.

Persib Gagal Amankan Kemenangan Kandang

Bandung (Bali Post) -

Persib Bandung gagal mengamankan poin penuh setelah berhasil ditahan imbang PS Tira 1-1 dalam laga perdana Liga 1 Indonesia yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Senin (26/3) kemarin. Bali Post/wan

PIALA INDONESIA - PS Badung memastikan berkiprah di kancah Piala Indonesia yang rencananya mulai digulirkan April mendatang.

Jumlah Dukungan Bukan Jaminan Tuan Rumah PON

Denpasar (Bali Post) Saling klaim banyaknya dukungan calon tuan rumah PON XXI/20204 bukan jaminan bahwa provinsi tersebut bakal ditunjuk menjadi tuan rumah hajatan multi-event empat tahunan antarprovinsi se-Indonesia. Karena itu, Bali dan NTB yang mengajukan tuan rumah PON (bidding) merasa optimis, permohonannya bakal dikabulkan pada Rekernas KONI Pusat, di Jakarta, 26 April mendatang. Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi, di Denpasar, Senin (26/3) kemarin, mengungkapkan Bali tetap yakin menjadi tuan rumah PON, jika penilaiannya benar-benar objektif. Dasar pertimbangannya, letak geografis Bali di tengah-tengah, sehingga memudahkan baik provinsi di Wilayah Barat dan Timur untuk berkunjung ke Pulau Dewata. ‘’Bali memiliki sarana transportasi bandara internasional, termasuk pelabuhan laut dan terminal darat, sehingga mudah dijangkau,’’ ujar Suwandi. Keunggulan lainnya, katanya, Bali memiliki gedung luas di kawasan wisata Nusa Dua, Kuta, dan Sanur. ‘’Gedung indoor convention centre di Nusa Dua luas sekali, bisa untuk squash. Selain itu, Bali juga memiliki lintasan boling,’’ ucapnya. Apalagi, daya dukung NTB juga memiliki venue seperti sirkuit,’’ jelasnya. Selain itu, Bali juga mempunyai keunggulan seperti transportasi, kualitas SDM yang biasa menangani event berskala internasional, ditambah sarana akomodasi. Untuk itu, Suwandi tetap mempercayakan layak tidaknya calon tuan rumah PON kepada panitia pusat. Ia menyebutkan, banyak kelebihan Bali dan NTB dibandingkan calon tuan rumah lainnya. ‘’Memang kami akui calon tuan rumah lain juga mengklaim banyak mendapat dukungan, tetapi saya yakin jika benar-benar berdasarkan sarana dan fasilitas olahraga, Bali dan NTB paling layak menjadi tuan rumah PON,’’ ungkapnya. Suwandi menambahan, upacara pembukaan bisa digelar di Stadion Kapten Wayan Dipta Gianyar, yang mampu menampung 25.000 penonton. ‘’Belum lagi Badung mau membangun stadion di Kampus Unud Bukit, serta rehab stadion di Mengwi,’’ katanya. (022)

Bali Post/dok

CONVENTION CENTRE - Bali memiliki gedung convention centre yang bisa difungsikan untuk venue cabor pada PON XXI/2024 mendatang.

Gol Persib dicetak Ezechiel N’Douassel setelah berhasil memaksimalkan kesalahan umpan bek PS Tira Mahdi Albar pada menit ke-32. Sementara gol PS Tira dicetak Alexander Racik di menit 90+5. Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Persib langsung mengambil inisiatif penyerangan. 16 menit awal, Persib mendominasi jalannya pertandingan. Tercatat, tiga peluang diciptakan melalui Ezechiel N’Douassel dan Supardi. Peluang emas Persib diperoleh Supardi pada menit ke-16. Menerima umpan matang dari Eka Ramdani, Supardi yang berada di sisi kanan gawang melepaskan sepakan, namun arahnya menyamping tipis di samping gawang Sharul Fadil. Di kubu lawan, PS Tira se-

lalu ditekan sejak lini pertahanan, hal itu membuat Gustavo Lopez dan kawan-kawan kesulitan dalam mengembangkan permainan. Dalam 30 menit babak pertama, PS Tira hanya mampu melesakkan satu kali tendangan yang mengarah langsung ke gawang I Made Wirawan. Gol yang ditunggu-tunggu publik Bandung akhirnya muncul di menit ke-32. Ezechiel N’Douassel berhasil memanfaatkan kesalahan umpan bek PS Tira, Mahdi Albar. Bola lemah yang mengarah ke kiper dapat diamankan Eze dan hanya tinggal menceploskan bola. Usai gol Eze, PS Tira yang dikomandoi Manahati Lestusen mencoba keluar dari tekanan. Namun kokohnya lini pertahanan Persib, membuat serangan yang dibangun

runkan pembalap yang sama saat turun di Le Tour de Langkawi 2018 yaitu Muhammad Imam Arifin, Abdul Gani, Muhammad Abdurrahman, Selamat Juangga, Mahrus Ali dan Agung Ali Sahbana. Meski jarak waktu antara Le Tour de Langkawi dengan Tour of Thailand hanya satu pekan, Imam Arifin dan kawan-kawan mengaku tidak masalah karena kondisi tersebut terjadi dengan tim lain yang juga bakal turun di kejuaraan yang sama. Tour of Thailand sendiri menempuh jarak 1.061 km yang terbagi dalam enam etape. Etape pertama dari Pattaya menuju

Menit Akhir Asisten pelatih Persib Bandung Fernando Soler mengakui timnya lengah di menit-menit akhir, sehingga

kemenangan yang sudah di depan mata justru terlepas. ‘’Di menit akhir kita ‘tidur’ pada saat seperti itu,’’ ujar Fernando Soler seusai pertandingan . Soler mengatakan, dalam sebuah pertandingan sepak bola, segala sesuatu bisa saja terjadi. Hal ini pun berlaku bagi timnya. Kata dia, pada menitmenit akhir anak-anak asuhnya kehilangan konsentrasi, sehingga mampu dimanfaatkan oleh tim lawan untuk membalas gol. ‘’Satu menit tidur atau lengah itu di sepak bola bisa menang atau kalah,’’ katanya. Menurut Soler, hasil imbang ini akan menjadi pelajaran berharga bagi para pemain untuk tidak lengah sedetik pun dalam pertandingan berikutnya. ‘’Faktor saya kelihatan seperti kecapean, tapi itu ada waktu untuk kerja. Kita lihat dari depan kita perlu apa, kita tidak mau seperti itu nanti,’’ katanya. (ant)

Asian Games 2018

Momentum Kebangkitan Prestasi Olahraga Indonesia Jakarta (Bali Post) Indonesia tidak boleh hanya masuk 10 besar dalam Asian Games 2018 di Jakarta, namun harus mampu meraih posisi enam besar yang pada Asian Games 2014 diisi Thailand. Guru Besar Ilmu Olahraga Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof. Dr. dr. James Tangkudung, Sportmed., M.Pd. di Jakarta, Senin (26/3) kemarin, mengatakan kepercayaan menjadi tuan rumah Asian Games 2018 harus dijadikan sebagai momentum kebangkitan prestasi olahraga Indonesia. ‘’Wujud kebangkitan itu akan signifikan bila Indonesia sebagai negara besar dan pernah menjadi raksasa olahraga Asia Tenggara mampu menggusur dominasi Thailand di Asian Games 2018,’’ kata Koordinator Program Studi Pendidikan Jasmani UNJ itu. Target menggusur Thailand pada Asian Games 2018, tambahnya, harus menjadi motivasi seluruh stakeholder olahraga di Tanah Air untuk mengangkat prestasi olahraga Indonesia. ‘’Saya optimistis itu bisa terwujud bila persiapan lebih diintensifkan

sejak sekarang. Saya yakin kita bisa tembus menempati peringkat 6-9 di Asian Games 2018,’’ katanya. Dia mengungkapkan, Thailand pada Asian Games empat tahun lalu di Incheon, Korea Selatan, menempati peringkat enam besar dengan total 47 medali yang terdiri dari 12 emas, 7 perak dan 28 perunggu, sedangkan Indonesia berada di urutan 17 dengan 4-5-11. Berdasarkan data itu, Indonesia sebenarnya bisa masuk enam besar hanya dengan 12 emas, tambahnya, namun dirinya melihat peluang Indonesia bisa lebih dari 12 emas. Mantan Deputi Kementerian Pemuda Olahraga (Kemenpora) itu menyatakan melihat persiapan yang telah dilakukan sejauh ini maka saatnya seluruh pembina fokus pada cabang olahraga yang berpotensi meraih emas, sedangkan cabang lainnya yang berpotensi medali ditingkatkan sehingga bisa menjadi emas. ‘’Kini kita seharusnya sudah memasuki prakompetisi. Para atlet sudah waktunya ditempa melalui uji coba ke luar negeri. Jangan ditunda-tunda

Imam Arifin Dkk. Bidik Prestasi di Tour of Thailand Jakarta (Bali Post) Setelah menyelesaikan balapan Le Tour de Langkawi 2018, Imam Arifin dan kawan-kawan membidik prestasi terbaik pada balapan di luar Indonesia kedua tahun ini yaitu Chackri Sirindhorn’s Cup ‘’Tour of Thailand’’ 2018, 1-6 April. ‘’Setelah Langkawi, kami tidak pulang ke Indonesia. Selama tiga hari kami bertahan di Malaysia untuk bersiap menghadapi Tour of Thailand,’’ kata salah satu manajemen tim KFC Cycling Team, Matnur, Senin (26/3) kemarin. Pada Tour of Thailand yang merupakan kejuaraan dengan level 2.1 ini, KFC Cycling Team bakal menu-

PS Tira selalu buntu. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum. Pada babak kedua, PS Tira mampu mengambil alih permainan, setelah pada babak pertama sangat kesulitan dalam mengembangkan permainan. Permainan PS Tira dalam 15 menit babak kedua lebih cair. Mereka lebih banyak memainkan bola dari kaki ke kaki. Hasilnya pada menit ke-52, melalui sepakan Manahati Lestusen hampir merobek jala gawang I Made Wirawan. Sementara di kubu tuan rumah, hanya sesekali mengandalkan serangan balik memaksimalkan kecepatan Febri Hariyadi dan Ezechiel N’Douassel. Akan tetapi, serangan mereka selalu mentah oleh bek lawan. Terus berada dalam tekan-

an, Persib mencoba mengubah strategi dengan memasukkan Hariono menggantikan Eka Ramdani. Pemain berambut gondrong ini diplot untuk memutus serangan PS Tira. Meski telah memasukkan gelandang bertahan, lini belakang Persib sering meninggalkan celah kosong. Beberapa kali pemain depan PS Tira membuat bek Persib kewalahan. Kemenangan Persib yang hanya tinggal di depan mata pupus, setelah Alexander Racik mampu menceploskan bola melalui sundulan memaksimalkan kemelut di depan gawang. Skor pun sama kuat 1-1. Dengan hasil ini, Persib belum mampu memupus tren negatif yang tidak mampu meraih poin penuh dalam laga pembuka kompetisi Liga Indonesia.

Chanthaburi, berikutnya Chanthaburi menuju Aranyarathet, Aranyarathet menjut Khao Yai, Khao Yai menuju Nakhon Ratchasima, Nakhon Ratchasima menuju Roi Et dan terakhir di Roi Et. Di Tour of Thailand, KFC Cycling Team tetap menargetkan hasil yang cukup tinggi yaitu tiga besar tim meski menyadari jika persaingan pada kejuaraan kategori 2.1 ini bakal sengit sejak awal perlombaan. ‘’Target manajemen sudah jelas sejak awal. Setiap turun lomba, target adalah tiga besar,’’ kata manajer KFC Cycling Team, Parno. KFC Cycling Team pada Tour of Thailand akan ber-

saing dengan tim-tim yang sudah punya nama di Asia. Sebut saja Hengxiang Cycling Team, St George Continental Cycling Team, Kinan Cycling Team, Team UKYO, Interpro Stradali Cycling, Team Illuminate serta tim tuan rumah Thailand. Sementara itu pada Le Tour de Langkawi 2018 di Malaysia yang berakhir Minggu (25/3), KFC Cycling Team menempatkan pembalap pada posisi sepuluh King of Mountain (KOM) lewat Muhammad Abdurrahman. Selain itu juga menempatkan pembalap lainnya yaitu Agung Ali Sahbana pada sepuluh besar pembalap Asia tercepat. (ant)

lagi karena kita berkejaran dengan waktu yang tinggal empat bulan lagi,’’ tuturnya. Dalam pesta olahraga seAsia yang digelar mulai 18 Agustus 2018 tersebut, menurut James, Indonesia potensial masing-masing meraih dua emas di cabang bulutangkis, pencak silat, dan wushu. Sementara angkat besi, panahan, jet ski dan panjat tebing masing-masing diprediksi meraih satu emas. ‘’Dua sampai tiga emas berikutnya diperkirakan akan diraih di cabang dayung, dan balap sepeda, yakni 1 sampai dua emas setiap cabang,’’ kata pengajar sport psychometric tersebut. Menurutnya, sesuai den-

gan data atlet Indonesia, perkembangan prestasi Asia, serta pemetaan tentang pertandingan Asian Games nanti, 12 emas tersebut sangat mungkin terwujud. Tingkatkan Bonus Pada kesempatan itu, mantan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat tersebut juga menyatakan perlunya upaya memompa semangat atlet dengan meningkatkan bonus yang harus mereka terima. Pihaknya mendorong pemerintah memberikan bonus kepada atlet peraih emas Asian Games sedikitnya Rp 2 miliar untuk setiap orang. ‘’Malah saya kira pemerin-

tah masih bisa memberikan hadiah sampai Rp 2,5 miliar,’’ katanya. Menurut James, bonus adalah pendorong atlet untuk berprestasi selain motivasi lainnya seperti aktualisasi, kebanggaan dan juga nasionalisme. ‘’Bonus adalah bagian dari kebutuhan dasar. Dan pemerintah saya kira dengan dana triliunan untuk Asian Games tidak ada apa-apanya menyisihkan dana untuk peraih emas dan pelatihnya sekitar Rp 60 miliar,’’ katanya. Profesor sport psychometry itu juga mendorong masyarakat berpartisipasi dalam penggalangan dana untuk atlet peraih emas Asian Games. (ant)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Selasa Umanis, 27 Maret 2018

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Dicari Seles Dupa Hubungi 081246757777

B.BP.817.03.18.0001074

Kerja Diluar Negeri,Semua Usia Pasutri 081375409869

B.BP.004.03.18.0001055

Dcr Kary/wati u/Rest di Dps H:082147288881 / 085100855777

B.BP.001.03.18.0001169

Dcr:Penjahit Sampel dg Gaji Tinggi Selama 2 Bulan Kerja Hub.085739028470-085934500045

B.BP.164.03.18.0001176

!!Dcr Cook, Waitress wanita, Hub.HP/WA 08123929167

Dcr Pelaks.Senior Proyek Villa Lam :kehidupan.baru@yahoo.com

“Dcr Sgr!!! Internet Marketing Gj2.250+Bns di Jl.GelogorCarik No.43 Tlp.082145548444(Pak Leo)

Dcr Pgw Wnt Grosir Pakaian Brpngalaman, Brtenaga Kuat 16-30 Th,di Psr Kmbasari Hub.08174800075

B.BP.166.03.18.0001185

B.BP.004.03.18.0001054

Admin P/W bisa computer Hub:081936226419,081337225559 B.BP.004.03.18.0001168

Dibthkan Driver SIM B1 Max 40 Th,Phm Rute,Siap Luar Kota, Siap Bongkar Muat 082147635665 B.BP.031.03.18.0001117

Pembantu Pria untk rumah orang asing di Kerobokan.Bs mengurus rumah, pelihara anjing,kebun & laundry jujur,Pnya sikap baik, bertanggung jawab & inisiatif. min.25th Hub: 0361-733939

B.BP.001.03.18.0001127

B.BP.820.03.18.0001183

B.BP.004.03.18.0001113

Sekuriti (Pabrik Tabanan) Sertifikat, pengalaman Hub:Dewi hp:081236222509

Dcr QC pnya HACCP,Krywn Cwok/ Cwek Hub:085337259786

B.BP.001.03.18.0001105

B.BP.031.03.18.0001173

Dcr tenaga PRT,Rajin,Bisa Masak. Hub 081237790635

Staf Produksi (Pabrik Tabanan) Llsan Kimia/Listrik/Pertanian CV:versaindustries4@gmail.com

B.BP.004.03.18.0001171

Dcr:Pembantu masak u/RM di Legian,ada Gaji+Tip,081236109808

B.BP.004.03.18.0001182

Dibth:HK u/Villa Area Seminyak & Uluwatu dan Villa Coordinator Pnglmn,Kprbdian Baik,Pkrja Krs Good Salary Hub.0361-4490319 / CV:asavillasproperty@gmail.com

B.BP.001.03.18.0001092

B.BP.031.03.18.0001172

Dicr Sopir,Tinggal Dalam/Mess Hubungi: 082247484950 B.BP.001.03.18.0001096

Dicr Tukang Jahit Untuk Garmen Hub:087861860555/082359315978 B.BP.001.03.18.0000982

Dicari Mekanik Truck SIM A, Penempatan Denpasar, PT.Srikandi Hub.085237535534

Dcr: Penjahit Sampel&Produksi Hub.(0361) 419600/081999857442

B.BP.164.03.18.0001180

!!Job Resmi Chef New Zealand Gj 30Jt/Bln Hub.081239388006

B.BP.001.03.18.0001112

DcrCook-HK,PnglmnMin1Th,Good English,Hub.083116046765/Kirim CV:reservation@mahanabali.com

B.BP.001.03.18.0001111

FOTO COPY

BIRO JASA

BIRO JASA

BIRO JASA

B.BP.004.03.18.0001181

Dcr Admin,Supir,Tenaga Tk Bangunan,Hub:08123676218 B.BP.004.03.18.0000972

DIJUAL TANAH Tnh Kvl di Mengwi 60Jt/A & 125Jt/A,Bs Kredit, 087862450004 B.BP.001.03.18.0001056

B.BP.001.03.18.0001170

Hlg Buku Kiur Mitsbshi L300 a.n Nixon Popy Liescxo DK9975BW B.BP.001.03.18.0001109

HlgBPKBNo.D.1403449-GDK1712 YO a.n I Nyoman Nirka. Dnpsar B.BP.001.03.18.0001104

Tnh 24,5A pinggir jalan hotmix Sembung-MengwiHub.08123659893

HlgBPKBNo.K01619836-ODK8215 BA an.Ni Nyoman Sujati

B.BP.001.03.18.0001067

B.BP.001.03.18.0001098

B.BP.001.03.18.0000975

DIJUAL MOBIL HONDA

CRV 2.0/AT’2007 Warna Abu2 Melik TgnI AsBal.Hub:0361-753763

B.BP.141.03.18.0001174

B.BP.141.03.18.0001175

DIJUAL MOTOR YAMAHA

Djl Yamaha X abre 2016 mesin bgs, jrg pake, tgn1, 26,5jt Ng 0818568923

B.BP.001.03.18.0000766

B.BP.820.03.18.0001186

Dicari Tukang Potong Rambut Hub:081236574040

B.BP.154.03.18.0001178

B.BP.001.03.18.0001128

B.BP.001.03.18.0001106

Hlg BPKB No.L 09865799-0 DK 792 FW Hub.081337772257

Inova G’09 H.140jt+12,13,16 Dsl Ribon BsTukar, 085100856999

Dicari Sales,Wanita Max 40 Thn Min Tmtn SMA,Diutamakan Bisa Mandarin,Penmpln Menarik,Rajin Gaji 2,5Jt,Btggjwb, Hub:Lusi 0361-769780, Penempatan di Discovery Shopping Mall Kuta

Dicari:Therapist sebanyak2nya, P,Min SMU(2,5jt+16rb/jam instv, Cleaning Service,L/P (2,5jt + 500rb instv)Pengalaman Min 1th Lam ke Bodyworks Spa,Jl.Kayu Jati No.2 Petitenget Tlp735058

KEHILANGAN BukuKeur&STNKDK9437AKAn.Gst Ayu Muliati Hub.081353283670

Fortuner VNTi Diesel Pth VR20 Th’14 Bs TT,087860856999 Prbd

B.BP.001.03.18.0001097

B.BP.001.03.18.0001052

DISEWAKAN RUMAH Rumh Lt2 Jl .Moh.Yamin 5Kt,4Km, 1Dp,1Kp,PAM,SBL2.72A&RmhLt2 Jl .Gadung Denpasar 3Kt,3Km,PAM L1.8A Hubungi Hp :08123840362

B.BP.001.03.18.0001091

B.BP.001.03.18.0001154

BJA Arsitek utk Accounting, Personal Assistance, Interior Designer.Krm lamaran CV Email tapakdisain.bja@gmail.com

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

TOYOTA

Dicari PRT Tinggal dlm Gaji 1,5jt Hub:08113867557

Dcr sgr Admin Lam:Ekwan Wito Jl.Trenggana 179x Br.Anggabaya Penatih Dps,Smp Psr Phn Brngin

Ymh Bisma Dicr:SMA/SMK/D1 Hub.T.Umar 142 Dps

Informasi pasang iklan Telepon

DIJUAL TANAH

KEHILANGAN

Tnh Swh 18Are 31,5Jt/A Sekar Taji Tabanan Hub.088219124095

Hlg BPKB No.C 3418512-O DK3193 A an.PT Bank Negara Indonesia 1946.Hub:0361-234722

B.BP.001.03.18.0000926

Looking HK staf min SMK villa Smnyk. Call 081236241244

B.BP.004.03.18.0001184

PT.BPR Padma Dibutuhkan Segera Teller Pick Up,AO,Marketing & OB Lam.Kirim Jln Raya Sesetan No.324 Denpasar

Dcr Mrkting u/Bhn Bngunan Max 33th, ada kndraan, Gaji+Bonus+ Uang Oprsional Hub:CV.Adrian Pratama Jl.Gng Agung 144B Dps

B.BP.001.03.18.0001114

B.BP.001.03.18.0001094

Dicr Sopir Serabutan Umur Max 40Th.Hubungi:085100480049

Resto/Cafe Bth Kary/i Suka Masak 18-27Th T:081999384040 Dps

B.BP.001.03.18.0001107

B.BP.001.03.18.0000840

B.BP.001.03.18.0001108

SERVICE

SERVICE

SERVICE

BIRO JASA

DIJUAL MOBIL

DIJUAL MOBIL

DIJUAL RUMAH

RUPA-RUPA

BU,Dijual Cepat Kos 12Kmr,2Lt, LT,200m2,Kedonganan,10mnt ke Airport, Full Furnish,Wifi, SHM, 2,3 Milyar,081311125700

Dijual Saham Bank Perkreditan Rakyat Sejak Th90an Prospek, Sehat.Hubungi:081339538123

DIJUAL GUDANG

KEHILANGAN

B.BP.004.03.18.0001130

Dijual Gudang di Muding Indah DP 10% Bunga Krd 0,9% perbln Hub.08174792678/081805374433 B.BP.004.03.18.0001131

B.BP.001.03.18.0001126

B.BP.001.03.18.0001119 SINGARAJA

HlgBPKBE-3646876-ODK2286US An.Ketut SudanaA1.Jl.Laksamana G.Bina Putra No.18 Baktiseraga B.BP.009.03.18.0001122

BIRO JASA

Hlg BPKB No.C 1164150-O DK2686 CU an.PT Bank Negara Indonesia 1946.Hub:0361-234722

!Urus LaporanPajak SPT Tahunan NPWP,SIUP,Paspor081235887887

B.BP.001.03.18.0001121

B.BP.001.03.18.0000681


BANGLI

18

Selasa Umanis, 27 Maret 2018

Polisi Periksa Sampel Makanan di Kantin

Bangli (Bali Post) – Keracunan yang menimpa 14 siswa di SDN 2 Abuan langsung ditindaklanjuti Dinas Kesehatan dan kepolisian. Pada Senin (26/3) siang kemarin, petugas Dinas Kesehatan langsung mendatangi sekolah yang berada di Banjar Serokadan, Desa Abuan tersebut. Sementara untuk mengetahui penyebab keracunan, anggota Polres Bangli juga telah mengamankan beberapa sampel makanan dari kantin sekolah. Petugas Dinas Kesehatan meminta keterangan dari pedagang di kantin SDN 2 Abuan, Ketut Santi. Santi menjelaskan, sosis, nugget beserta saos yang dijualnya kemarin dibelinya di dekat Pasar Gianyar pada Sabtu (24/3) lalu. Sebelum dijual, sosis dan nugget telah digorengnya di rumah. Sementara saosnya langsung dituangkan ke botol plastik yang sebelumnya hanya dicuci dengan air. Kepada petugas, Santi mengaku tidak tahu mengenai masa kedaluwarsa makanan yang dijualnya itu karena tidak mengeceknya. Mengenai temuan ulat pada makanan yang dijualnya, Santi juga mengaku tidak tahu. Saat menjual sosis kepada siswa, dia berdalih tidak melihat ulat pada barang dagangan. Sementara itu, petugas kepolisian mengambil sejumlah sampel makanan berupa sisa nugget hingga botol tempat saos. Sampel tersebut selanjutnya akan diperiksa untuk mengetahui penyebab pasti keracunan yang menimpa 14 orang siswa. Kepala SDN 2 Abuan Luh Putu Sumetri mengatakan, pihaknya sudah mengecek sampel makanan. Dia pun membenarkan adanya ulat putih pada nugget. Lantaran mengkhawatirkan kesehatan siswanya yang sempat mengonsumsi nugget di kantin, seluruh siswa yang sempat jajan di kantin kemudian dikumpulkan. Dia juga meminta beberapa guru membelikan susu kaleng untuk diberikan ke siswa. ‘’Saat awalnya, anak-anak sehat, tapi setelah itu anak-anak muntah disertai pusing. Saya panggil komite dan beberapa guru untuk mengantar anak-anak ke puskesmas. Dari puskesmas kemudian dirujuk ke IGD RS Bangli,’’ jelasnya. Sumetri menjelaskan, pihaknya sudah sempat melakukan cross check ke pedagang di kantin sekolah terkait kejadian ini. Dia tidak menyangka kejadian ini menimpa belasan siswanya. Pihaknya juga menyesalkan kejadian ini terjadi terlebih di saat sekolahnya sedang bersiap-siap mewakili Bangli dalam lomba Adiwiyata tingkat nasional. Lebih lanjut dia menyampaikan, sejak tahun 2015, sudah rutin dilaksanakan pembinaan kantin. Tak hanya itu, para siswa juga sudah sering diimbau memilih jajanan sehat. Guna mencegah kejadian serupa, pihaknya akan lebih proaktif untuk melakukan pembinaan terhadap pedagang di kantin sekolah. Sementara itu, Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi menyampaikan, sore kemarin, 14 siswa yang mengalami gejala keracunan sudah diperbolehkan pulang dari RSU Bangli. Mereka dipulangkan setelah diobservasi petugas medis. Untuk mengetahui penyebab keracunan, petugas kepolisian telah mengambil sejumlah sampel untuk selanjutnya diperiksa di Labfor. (kmb40)

Bali Post/ina

KERACUNAN - Siswa SDN 2 Abuan yang mengalami gejala keracunan terbaring lemah di IGD RSU Bangli.

Belasan Siswa SDN 2 Abuan Dilarikan ke RS

Diduga Keracunan Jajanan di Kantin Sekolah

Bangli (Bali Post) –

Belasan siswa SDN 2 Abuan, Kecamatan Susut, dilarikan ke IGD RSU Bangli usai mengonsumsi sosis dan nugge t yang mereka beli di kantin sekolah, Senin (26/3) kemarin. Para siswa tersebut mengalami gejala keracunan seperti mual, pusing dan muntah. Menurut keterangan beberapa guru, ditemukan ulat pada sisa makanan dan muntahan siswa yang mengalami gejala keracunan. Total jumlah siswa SDN 2 Abuan yang dilarikan ke RS sebanyak 14 orang. Mereka adalah Sang Nyoman Sugiarta, Sang Ketut Juniarta, Ananda Tika Pradewi, Putu Ayu Pradewi, Dewa Nyoman Juni Pranata, Ida Bagus Pradipta Putra, Luh Kadek Ayu Sintia Weda Yanti, Ida Ayu Anintya Santika Darma, Sang Ayu Juniawan, Arya Wiguna, A.A. Gde Eka Aditya Wibawa, Pan-

de Suryawan Atmika, Kadek Sangging Agus Ari dan Putu Nia Pebriyanti. Berdasarkan pantauan di IGD RSU Bangli siang kemarin, para siswa tersebut masih tampak lemas. Sesekali mereka mengeluhkan mual. Namun sore kemarin, mereka sudah diperbolehkan pulang. Salah satu orangtua siswa, Sang Ayu Nyoman Ayu, menuturkan kedua anaknya yakni

Sang Nyoman Sudiarta dan Sang Ketut Juniarta dibawa ke RS sekitar pukul 10.00 Wita. Kedua anaknya yang masingmasing masih duduk di kelas VI dan II mengalami mual, pusing dan muntah-muntah setelah memakan sosis yang dibeli di kantin sekolah saat jam istirahat. Sebagaimana pengakuan anaknya, saat sosis yang dibeli lengkap saos tersebut dimakan, muncul ulat yang

keluar dari jajanan tersebut. Bahkan ulat tersebut sempat menempel di mulut anaknya. Sementara itu, salah seorang guru SDN 2 Abuan yang mengantarkan siswanya ke RSU Bangli, Ida Ayu Putu Suartini, menjelaskan saat jam istirahat, beberapa siswa membeli sosis dengan saos yang dijual oleh pedagang di kantin. Tak berapa lama kemudian, setelah memakan sosis tersebut, tiga orang siswa mengeluhkan mual dan pusing. Mereka langsung dilarikan ke puskesmas. Namun karena kondisinya sangat lemah, mereka dirujuk ke RSU Bangli. Guru lainnya, Nengah

Suara, menyampaikan berdasarkan hasil pengecekan yang dilakukan pihak sekolah terhadap sisa sosis dan saos yang dijual pedagang kantin, ditemukan ulat yang menempel pada jajanan tersebut. Bahkan temuan itu sempat direkamnya menggunakan kamera handphone. Sementara itu, Ketua Komite SDN 2 Abuan Wayan Sudiarsa mengatakan, atas kejadian ini pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap kantin sekolah. Pihaknya juga akan menyarankan agar kantin di sekolah tersebut mengurangi penjualan makanan siap saji. (kmb40)

Sukseskan ’’Pujawali Ngusaba Kadasa’’

Bali Post/ina

SAMPEL - Polisi mengambil sampel makanan di kantin SDN 2 Abuan.

Perbaiki Pipa PDAM, Lima Pekerja Tertimbun Longsor Bangli (Bali Post) Lima pekerja tertimbun longsor saat memperbaiki jaringan pipa PDAM Bangli di Tukad Melangit, Dusun Cingan, Desa Kayubihi, Bangli, Senin (26/3) kemarin. Beruntung, kelima korban selamat dari maut. Berdasarkan pantauan siang kemarin di IGD RSU Bangli, kelima korban yakni I Nengah Budiarsa, I Nyoman Mulih, Ketut Dapet, I Nyoman Ariawan dan Putu Karang mendapatkan perawatan intensif dari tim medis karena luka-luka yang dialami. Kondisi Nengah Budiarsa yang paling parah. Hingga sore, dia masih belum sadarkan diri. Pekerja proyek tersebut, I Nengah Budiarga, mengungkapkan tebing longsor di sekitar lokasi proyek terjadi sekitar pukul 12.00 Wita. ‘’Longsor terjadi ketika jam istirahat makan siang. Kelima korban yang terkena longsoran ini kala itu sedang makan di bawah, di bekas longsoran sebelumnya. Tepatnya di samping tebing yang longsor sekarang ini. Sementara pekerja lainnya sudah naik ke atas, sehingga tidak terkena material longsoran, hanya terkena lumpur akibat longsoran bercampur air terlempar ke atas,’’ ucapnya sembari menambahkan, perbaikan jaringan pipa PDAM itu berlangsung sejak Minggu (25/3). Pekerja lainnya, Kadek Roi Saputra, mengatakan jumlah pekerja di proyek tersebut mencapai 33 orang. Sesaat sebelum tebing longsor, sembat ada bongkahan tanah dan pasir yang berjatuhan. Namun, para korban tetap makan sambil melihat tanah yang jatuh tersebut. Direktur PDAM Bangli I Wayan Gde Yuliawan Askara mengatakan, para pekerja saat kejadian tengah memperbaiki pipa transmisi yang rusak tertimbun longsor pada Jumat (23/3) lalu. ‘’Dikira sudah aman, makanya tukang mau bekerja. Tapi kenyataannya, tebing yang berada di samping bekas longsoran sebelumnya yang longsor. Namun kami tetap bersyukur karena semua pekerja selamat dari maut. Kalau pas tukang semua sedang bekerja di bawah tebing yang longsor, mungkin lain lagi ceritanya,’’ ucap Yuliawan sembari menyatakan, untuk biaya pengobatan korban akan ditanggung oleh PDAM. Menurutnya, pipa yang rusak tertimbun longsor panjangnya mencapai 200 meter. Terkait kejadian ini, pihaknya akan mencari lokasi lain yang lebih aman untuk menempatkan jaringan pipa. ‘’Tidak mungkin lagi di sana,’’ tegasnya. Sementara itu, Wadir Pelayanan RSU Bangli I Ketut Darmaja mengungkakan, para korban sudah mendapatkan perawatan intensif dari petugas medis. Korban yang tertimbun mengalami luka-luka di antaranya di bagian telinga, paha, mata, siku pelipis dan betis. (kmb41)

Bali Post/nan

PERAWATAN - Salah satu korban tanah longsor saat mendapatkan perawatan dari tim medis RSU Bangli.

Pemkab Bangli ’’Ngayah’’ di Pura Ulun Danu Batur SERANGKAIAN Karya Pujawali Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur, Desa Pakraman Batur, Kintamani, pegawai Pemkab Bangli, Senin (26/3) kemarin ngayah di pura setempat. Kegiatan dipimpin Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra. Untuk mendukung lancarnya pelaksanaan karya yang puncaknya berlangsung 31 Maret mendatang, Pemkab Bangli juga menyiapkan bantuan mobil transportasi dan pengamanan termasuk pos kesehatan untuk para pamedek. Ngayah diawali persembahyangan bersama. Sekda Giri Putra menyampaikan, ngayah merupakan wujud rasa syukur dan bakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Ngayah se-

rangkaian karya ngusaba kadasa di Pura Ulun Danu Batur rutin dilaksanakan pegawai di lingkungan Pemkab Bangli. Dijelaskan Giri Putra, guna mendukung lancarnya pelaksanaan karya ngusaba kadasa di Pura Ulun Danu Batur, selain ngayah secara fisik, Pemkab Bangli juga menyiapkan beberapa jenis bantuan. Khusus di pos kesehatan, Pemkab akan menyiapkan petugas kesehatan dari puskesmas yang ditugaskan secara bergilir. ‘’Segala upaya akan dikerahkan untuk kelancaran upacara ini,’’ terangnya. Giri Putra berharap, melalui ngayah yang dilakukan para pegawai secara tulus ikhlas ini, Ida Bhtara yang berstana di

Pura Ulun Danu Batur selalu memberikan sinar suci serta berkah untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Bangli. Sementara itu, Perbekel Batur Tengah I Made Sasmika menyampaikan terima kasih lantaran para pegawai Pemkab Bangli tangkil dan ngayah di Pura Ulun Danu Batur. Sasmika mengatakan, Pemkab Bangli selama ini senantiasa memberikan andil besar dalam pelaksanaan upacara di Pura Ulun Danu setiap tahunnya. Tak hanya ngayah, Pemkab Bangli juga selalu memberi dukungan finansial untuk menyukseskan karya ngusaba kadasa di Pura Ulun Danu Batur. ‘’Untuk itu, hanya ucapan terima kasih yang dapat kami

Bangli (Bali Post) Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUTRPKP) Kabupaten Bangli sudah sempat mengecek kondisi jalan di Desa Buahan menuju Desa Terunyan, Kintamani yang terendam air Danau Batur. Sebagai solusi jangka panjang, Dinas PUTRPKP berencana meninggikan ruas jalan tersebut. Kabid Bina Marga Dinas PUTRPKP Bangli Putu Widagunawan, Senin (26/3) kemarin, mengatakan jika ditinggikan, posisi badan jalan akan lebih lebih tinggi dari permukaan air danau. Dengan begitu, saat air danau pasang, permukaan jalan tidak lagi tergenang. Selain itu, di beberapa tepi danau yang kritis, sangat memungkinkan dibuatkan tanggul untuk keamanan lalu lintas. ‘’Dan ini memerlukan perencanaan yang matang karena bagaimanapun kejadian alam tidak bisa kita duga terjadinya,’’ katanya. Sementara untuk jangka pendeknya, yang bisa dilakukan adalah menunggu surutnya air danau serta menyampaikan kepada masyarakat yang akan melintas untuk berhati-hati agar jangan sampai jatuh ke danau. Hal ini mengingat lalu lintas di jalur setempat cukup ramai. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bangli Nyoman Basma mengatakan, untuk mengatasi persoalan meluapnya air Danau Batur, mulai sekarang pemerintah harus sudah memikirkan

solusi. Langkah strategis yang bisa dilakukan pemerintah adalah menyedot air danau untuk dialirkan ke desa yang membutuhkan seperti Suter, Abang Batu Dinding, dan beberapa desa atau dusun di balik

bukit. Basma menegaskan, sebenarnya rencana pengangkatan air danau untuk dibawa ke wilayah yang membutuhkan sudah sempat diwacanakan pemerintah beberapa tahun lalu.

NGAYAH - Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra bersama pimpinan OPD dan staf ngayah di Pura Ulun Danu Batur, Desa Pakraman Batur, Kintamani, Senin (26/3) kemarin. sampaikan. Semoga Pemerintah Kabupaten Bangli selalu diberkati. Semoga seluruh tugas untuk me-

nyejahterakan masyarakat Bangli dapat berjalan dengan baik tanpa halangan,’’ kata Sasmsika. (ad1196)

Namun sampai sekarang, tak kunjung ada realisasinya. Selain penyedotan air, mengeruk endapan lumpur di dasar danau juga menjadi poin penting. Namun hal itu disadari Basma butuh biaya yang tinggi.

‘’Jadi menurut saya yang paling strategis dilakukan dengan mengangkat air danau. Di satu sisi mengurangi volume air dan di sisi lain bermanfaat untuk desa-desa yang kekurangan air,’’ imbuhnya. (kmb40)

Dinas PUTRPKP Berencana Tinggikan Jalan di Buahan


19

Selasa Umanis, 27 Maret 2018

Tiga Pimpinan MPR Dilantik, PPP Memboikot Jakarta (Bali Post) Rapat paripurna MPR di Ruang Rapat Paripurna I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (26/3) kemarin, melantik tiga pimpinan baru dari tiga fraksi, yaitu Ahmad Basarah (Fraksi PDI Perjuangan), Ahmad Muzani (Fraksi Partai Gerindra) dan Muhaimin Iskandar (Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa/F-PKB). Pengucapan sumpah jabatan dipandu Ketua Mahkamah Agung M Hatta Ali. ‘’Sidang paripurna tidak dihadiri oleh Fraksi PPP berdasarkan surat yang kami terima,’’ ujar Ketua MPR-RI Zulkifli Hasan saat membuka sidang paripurna. Fraksi PPP menolak pelantikan Muhaimin Iskandar sebagai pimpinan baru MPR, karena berpandangan tidak berhak. Meski demikian, sidang paripurna tetap berjalan dengan diikuti oleh sembilan fraksi dan satu kelompok perwakilan DPD. Kesembilan fraksi yang hadir adalah F-PDI Perjuangan, F-Golkar, F-Demokrat, F-Gerindra, F-PKS, F-PAN, F-KB, F-Nasdem dan F-Hanura serta unsur DPD-RI. Sidang paripurna yang dipimpin Ketua MPR itu didampingi Wakil Ketua MPR lainnya yakni Mahyudin (dari Fraksi Partai Golkar), EE Mangindaan (Fraksi Partai Demokrat), Hidayat Nur Wahid (Fraksi PKS), dan Oesman Sapta Odang (DPD). Dalam pelantikan tersebut, hadir pula Menko PMK Puan Maharani, Menkum HAM Yasonna Laoly, Menristekdikti M. Nasir dan Menaker Hanif Dhakiri. Zulkifli mengatakan, penambahan pimpinam MPR tersebut telah sesuai dengan Pasal 15 dan Pasal 427A Undang-undang No. 2 Tahun 2018 tentang MPR, DPR, DPRD, dan DPD (UU MD3). ‘’Sidang paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat dihadiri oleh sembilan fraksi dan satu perwakilan kelompok DPD,’’ ucap Zulkifli. Zulkifli Hasan menghormati sikap Fraksi PPP yang memboikot acara pelantikan dengan tidak menghadiri dalam pelantikan tiga Wakil Ketua MPR baru tersebut. Menurut Zulkifli, sesuai prinsip demokrasi, PPP punya hak untuk menyatakan keberatan dan tidak hadir dalam pelantikan. ‘’Kami hormati kan haknya demokrasi begitu,’’ ujarnya. Zulkifli menegaskan bahwa penambahan pimp-

inan MPR telah sesuai dengan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang tentang MPR, DPR, DPRD, dan DPD (UU MD3). Ia pun berharap dengan adanya penambahan pimpinan mampu memperkuat implementasi tugas-tugas MPR. Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini menilai perlu adanya penambahan kekuatan terkait wacana mengembalikan Garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang setelah orde baru tak lagi berlaku. Wacana tersebut digulirkan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). ‘’Untuk pelantikan tiga wakil ketua MPR yang baru sesuai dengan UU. Kita berharap dengan penambahan pimpinan MPR ini bisa membuat memperkuat ya tugas-tugas kita di MPR, apa lagi mengahadapi tahun politik,’’ imbuhnya. Boikot PPP Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuzi (Romi) mengatakan ketidakhadiran F-PPP sebagai bentuk konsistensi penolakan revisi UU MD3. ‘’Hal ini merupakan bagian dari kesungguhan PPP menyoal perubahan empat pasal terkait,’’ ujar Romi yang juga Penasihat Fraksi PPP MPR ini. Empat pasal perubahan yang ditolak Fraksi PPP adalah, pertama, Pasal 73, adanya prosedur paksa dengan bantuan kepolisian atas pemanggilan pihak-pihak lembaga negara atau warga oleh DPR. Kedua, Pasal 122, kemungkinan pemidanaan masyarakat yang mengkritik DPR dan anggota DPR. Ketiga, Pasal 245, adanya prosedur tambahan melalui Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR untuk memanggil anggota DPR sehubungan dugaan tindak pidana. Keempat, Pasal 247a, tambahan pimpinan MPR menjadi delapan orang yang akan memboroskan keuangan negara, berikut kecerobohan alokasi pimpinan untuk partai-partai yang berpotensi abuse of power secara kolektif. ‘’Untuk itu, saya bergabung bersama 220.330 orang masyarakat sipil per hari ini menandatangani petisi penolakan UU MD3 melalui laman change.org. Konfirmasi petisi dari change.org sudah saya terima pada 22 Maret lalu,’’ terangnya. (kmb4)

WARUNG GLOBAL

Aparat Harus Tegas

MASIH ingat kasus Bali Nine? Kasus ini bisa menjadi gambaran bahwa peredaran narkoba di Pulau Dewata marak. Apalagi, Bali juga dikenal sebagai pusat wisata dunia, sehingga sangat rentan menjadi daerah transit jaringan peredaran narkoba internasional. Bahkan belakangan diketahui, Pulau Dewata sudah menjadi pasar narkoba. Kenapa narkoba bisa dengan mudah lolos ke Bali? Ini pertanyaan yang sudah sering mengemuka di tengah masyarakat. Untuk menceganya, perlu dipasang alat-alat canggih untuk mendeteksi narkoba, pintu masuk Bali harus dijaga oleh petugas yang profesional dan tidak mudah disuap. Demikian sejumlah saran yang disampaikan Kawan Global dalam acara Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM, Senin (26/3) kemarin. Berikut rangkumannya. Pintu masuk Bali harusnya dijaga dan diawasi dengan ketat, baik oleh petugas yang profesional maupun didukung alat-alat canggih. Kemudian dari segi hukum, para pelaku, pengguna, pengedar bahkan bandar harus diberikan sanksi berat, hukum jangan mau dipermainkan. Selama ini pengawalan kasus narkoba, banyak yang menghilang begitu saja. Demikian pantauan Febri di Denpasar yang sangat menyayangkan peredaran narkoba di Bali ini. Fera dan Lilis di Tabanan juga setuju, pintu masuk Bali harus dijaga dengan ketat. Selain dipasang alat pendeteksi narkoba yang canggih, dipasang CCTV di berbagai tempat,

mental aparat juga harus bagus, tidak boleh disogok. Ini penting karena meskipun dipasang alat canggih, tapi Sugik di Mambal berpendapat di area perairan, keamanan sangat longgar. Dengan dipasang alat canggih, aparat mestinya jangan sampai kecolongan lagi. Sementara Ugi di Tabanan berharap agar peningkatan pengamanan jangan di satu titik saja. Jika sekarang pelabuhan Gilimanuk itu dikatakan longgar, atau jadi jalur favorit dari para penyelundup narkoba, di pintu masuk lain harus meningkatkan penjagaan. Jangan sampai kecolongan. Ketut Teken di Denpasar

Masalah Retribusi Dari Hal. 1

juga menambahkan bahwa si penyelundup selalu saja ada celah untuk memasukkan narkoba ke Bali. Itu dikarenakan hukum kita juga dianggap lemah dan alat pendeteksi yang tidak berfungsi, serta mental aparat, ini yang harus dibenahi. Pintu masuk Bali harus diperketat penjagaannya. Werdha di Gianyar mengatakan, berapapun biayanya, alat tersebut harus diadakan. Daripada narkoba merusak generasi kita di masa mendatang. ‘’Jika masih seperti ini saja langkah pemberantasan narkoba, sampai kapan pun, narkoba sepertinya tidak bisa diberantas tuntas,’’ demikian ungkapnya. (sikha)

Tidak Pernah Dari Hal. 1

Disperindag hanya mengatur masalah pengawasan penjualan, dan tidak mengatur masalah retribusi. ‘’Minuman berakohol sudah kena cukai dari pusat. Kewenangan di daerah hanya mengeluarkan izin usaha dan pengawasan peredarannya,’’ ujarnya. Hal yang sama disampaikan Kepala Bakeuda (Badan Keuangan Daerah) Tabanan, Dewa Ayu Sri Budiarti. Ia mengatakan pajak dari hasil penjualan mikol tidak menjadi kewenangan daerah tetapi kewenangan pusat. Daerah mendapatkan hasil dari pembagian hasil komponen-komponen pajak baik PPN maupun PPh. Penerimaan ini tertuang setiap tahun dalam PMK (Peraturan Menteri Keuangan) dan tercatat secara global, sehigga tidak bisa dirinci berapa pendapatan yang didapat dari hasil penjualan mikol. ‘’Laporan bagi hasil ini ada setiap tahun dan secara global untuk semua barang yang terkena PPN maupun PPh,’’ ujar Sri. (kmb24)

Tidak hanya soal uang, Bambang menjelaskan kliennya juga tidak pernah datang ke rumah Novanto pada Oktober 2012. ‘’Tidak ada. Pak Made tidak ada. Karena itu bulan Oktober tahun 2012 tidak pernah ke rumah Pak Novanto,’’ ujarnya. Sekjen DPP PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan dengan pengakuan Made Oka Masagung itu maka mengurangi bobot kebenaran tuduhan Setya Novanto. ‘’Bantahan oleh Bapak Made bahwa tidak pernah menyatakan pernyataan itu mengurangi bobot kebenaran dari Pak Setnov, itu adalah kepura-puraan. Pura-pura sakit, pura-pura nabrak tiang listrik dan sebagainya,’’ kata Hasto. Terhadap bantahan dari Made Oka tersebut, Hasto mengatakan, PDI-P tidak akan menyikapi terlalu jauh seperti membawa persoa-

lan ini ke proses hukum dengan pencemaran nama baik. ‘’Kami juga memahami perasaan dan situasi kebatinan Bapak Setya Novanto karena apa pun tidak mudah menghadapi situasi yang menyebabkan Pak Setnov berada dalam situasi seperti itu,’’ imbuh Hasto. Seperti diberitakan, saat persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (22/3), Novanto menuding Puan dan Pramono menerima uang korupsi e-KTP masing-masing sebesar USD 500.000. Dia mengatakan, uang diserahkan Made Oka kepada kedua politikus PDIP tersebut. Novanto mengaku mendapat cerita tentang penyerahan uang tersebut dari Made Oka sewaktu berkunjung ke rumahnya pada Oktober 2012. Belakangan, Made Oka lewat pengacaranya membantah dengan tegas soal pemberian uang dan pertemuan yang diklaim Setnov tersebut. (kmb4)

Jaring Cawapres, Koalisi Partai Pendukung Jokowi Bentuk Tim Bersama

Jakarta (Bali Post) Dalam rangka konsolidasi politik menjelang Pilpres 2019, partai pendukung bakal calon presiden Joko Widodo (Jokowi) makin mengintensifkan komunikasi politik. Salah satu pembahasan yang diseriusi ke depan adalah pembentukan tim bersama untuk membicarakan berbagai isu. Di antaranya soal penjaringan dan penentuan calon wakil presiden untuk pemilihan presiden 2019. ‘’Kami membentuk tim bersama, untuk melakukan kajian-kajian bersama dan langkah-langkah operasional bersama sesuai dengan ruang lingkup dan segmen pemilih masing-masing partai yang juga memiliki kesejarahan,’’ kata Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto usai silaturahmi dengan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Romi) beserta jajaran DPP PPP di Kantor DPP PPP di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (26/3) kemarin.

Hasto Kristiyanto mengatakan PDI-P beserta partai yang sudah menyatakan mendukung pencapresan Jokowi menyepakati pembahasan calon wakil presiden untuk Jokowi diputuskan usai pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018. Dia mencontohkan kerja sama PDI-P dengan PPP dalam pemenangan pilkada di Jawa Tengah di mana PDI-P dan PPP berkoalisi dengan mengusung pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin. Hasto mengatakan, komunikasi politik akan terus dilakukan PDI-P. Sebelumnya, Hasto mengatakan dirinya mewakili Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri juga sudah bersilaturahmi ke DPP Partai Golkar, pekan lalu. Ketika itu, Ketua Umum Partai Golkar menyepakati keputusan menentukan cawapres Jokowi akan dilakukan setelah pilkada usai. Ketua Umum PPP Romahurmuzi mengatakan tim bersama dibentuk untuk menjaring cawapres Jokowi yang bisa

Harus Dilindungi Dari Hal. 1

Sementara itu, anggota Fraksi PDI-P DPRD Bali I Ketut Kariyasa Adnyana mengatakan, pelaku usaha rumahan dengan produk arak atau tuak tradisional memang harus dilindungi. Meskipun ada regulasi mengenai pembatasan minuman keras, tetapi sebetulnya bisa dilakukan pengecualian untuk Bali sebagai daerah pariwisata. Sekarang tinggal dibuatkan regulasi untuk bisa mengorganisir perajin dengan baik. ‘’Upacara di Bali itu kan segala sesuatunya memakai arak berem, inilah yang harus kita lindungi karena bagian dari UMKM. Namun jangan sampai penyalurannya itu dipakai yang tidak benar, inilah yang harus dibuatkan regulasinya,’’ ujarnya. Kariyasa menambahkan, dewan sebetulnya sudah mengupayakan regulasi tersebut sejak

dulu. Mengingat, sumber-sumber tuak adalah daerah-daerah kritis seperti Karangasem. Catatan terakhir Bali Post, sebelumnya ada Peraturan Menteri Perdagangan No. 6/M-DAG/ PER/1/2015, maka bupati dan wali kota-lah yang mengatur penuh tentang pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol (mikol) beserta sanksi administrasi bagi pelanggar. Adanya Permendag tersebut, menyebabkan Perda Provinsi Bali No.5 Tahun 2012 tentang Pengendalian Peredaran Minuman Beralkohol (Mikol) di Provinsi Bali akhirnya dicabut pada 2016 lalu. Namun, DPRD Bali telah menyarankan agar Pemprov Bali membuat kajian regulasi agar dibentuk usaha bersama terkait dengan minuman tradisional khas Bali seperti arak, brem dan tuak yang harus dilindungi dan melarang keras produk maupun peredaran minuman beralkohol oplosan. (kmb32)

Pengusaha Nasional Dari Hal. 1

‘’Yang saya tahu beliau membangun masjid di Den Haag, Belanda, dan di negara lain. Kemudian di dalam negeri juga banyak,’’ katanya. Jenazah pengusaha nasional ini akan dimakamkan di Makam Somenggalan, makam para pejuang yang lokasinya tidak jauh dari rumah kediaman di ruas Jalan Pedes Desa Argomulyo. Sejumlah kerabat keluarga, petinggi keraton, tokoh masyarakat hingga warga terus berdatangan ke rumah duka untuk takziah. Informasi dari keluarga, jenazah Probosutedjo akan

diberangkatkan dari rumah duka sekitar pukul 15.30 WIB menuju bandara di Jakarta yang kira-kira membutuhkan waktu sekitar 30 sampai 40 menit. Dari bandara di Yogyakarta, jenazah Probosutedjo langsung diberangkatkan menuju kompleks Makam Somenggalan dan tidak dibawa ke Museum Soeharto, museum yang didirikan almarhum di sebelah selatan makam. ‘’Banyak keluarga besar dari Jakarta yang ikut rombongan dengan menggunakan pesawat, rombongan bareng-bareng menggunakan pesawat, ada dua pesawat,’’ ujar sumber itu. (ant)

Kualitas Hidup Dari Hal. 1

Ia mengatakan, tahun depan akan mengajukan kenaikan dana PKH ke DPR dan diharapkan bisa disetujui, karena program itu dinilai baik untuk semakin meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Disebutkan, dana PKH diberikan kepada masyarakat kurang mampu yang sudah ditetapkan indikatornya dengan besaran setahun Rp 1.890.000 dicairkan dalam empat tahap. ‘’Kami menilai dana PKH sangat baik bagi masyarakat karena

banyak keluarga yang masih membutuhkan bantuan, baik untuk pendidikan maupun pemenuhan gizi anak-anaknya,’’ ungkapnya. Menteri Sosial Idrus Marham menyebutkan jumlah penduduk miskin di Indonesia sebanyak 26,5 juta orang lebih dan selama kepemimpinan Jokowi mengalami penurunan 1,2 juta orang. Dijelaskan, pihaknya terus berupaya menurunkan angka kemiskinan itu dan diharapkan mampu memenuhi target yang ingin dicapai Presiden di bawah angka dua digit. (ant)

diterima semua partai pengusung. ‘’Tim yang akan dibentuk untuk menjaring cawapres Jokowi. Disepakati urusan cawapres setelah pilkada selesai, karena saat ini beberapa partai koalisi berbeda pandangan,’’ kata Romi. Menurut Romi, penundaan pembahasan cawapres Jokowi hingga pilkada usai tidak akan mengganggu konsolidasi koalisi partai pendukung Jokowi. ‘’Toh waktunya panjang sampai Agustus. Jarak pilkada dengan pendaftaran pilkada juga cukup lama, masih kurang lebih 1,5 bulan,’’ kata Romi. Romi mengatakan tim bersama yang akan dibentuk koalisi partai pendukung Jokowi nanti, bukan hanya membicarakan cawapres untuk Jokowi semata. ‘’Tentu bukan hanya membahas tentang cawapres. Karena kita bicara tentang kepentingan bangsa yang lebih luas. Dan kita bicara banyak hal. Yang paling penting agenda ini tidak mengganggu rakyat,’’ kata Romi yang juga anggota MPR/DPR-RI dari Fraksi PPP ini. (kmb4)

Harus Diperbaiki Dari Hal. 1

Soal kekurangan produksi kopi, Cok Ace mengatakan penanganan di hulu harus diperbaiki, mulai dari masalah pembibitan, pemeliharaan tanaman, hingga pada saat panen. Di sinilah pemerintah harus ada, dengan memberikan penyuluhan, sekaligus memberikan bantuan seperti bibit yang unggul, pemupukan, hingga penanganan paska panen. ‘’Petani kopi harus kontinu mendapatkan pembinaan, misalnya harus memetik biji kopi yang merah, sehingga harga jualnya tinggi. Dan jangan menjual kopi pada tengkulak yang bisa memainkan harga,’’ katanya. Selain itu, alih fungsli lahan pertanian khususnya kebun kopi menjadi bangunan vila atau sejenisnya harus dicegah. ‘’Saya yakin kalau kesejahteraan petani meningkat, otomatis alih fungsi lahan akan bisa ditekan,’’ ujarnya. Ia mengatakan, jika terpilih kelak mendampingi Wayan Koster, akan memberikan perhatian terhadap persoalan yang dihadapi petani dan pelaku industri kopi. Sebelumnya, pengelola pabrik pengolahan kopi Arabika Mengani, Hendarto Setyobudi, mengatakan salah satu keunggulan Kabupaten Bangli adalah produksi kopi Kintamani. Tak hanya di dalam negeri, kopi Kintamani juga terkenal hingga ke mancanegara. Namun produksi olahan kopi belum dimaksimalkan menjadi pemasukan bagi daerah. Ketika bertemu dengan Cok Ace, Hendarto mengatakan, sudah sepatutnya desa di Bangli diberdayakan menjadi motor penggerak industri kopi di Bali. Ia memaparkan, dengan jumlah penduduk Bali sebanyak 4,2 juta ditambah jumlah wisatawan mancanegara dan domestik yang tiap hari ke Bali sebanyak 38 ribu orang, kopi seharusnya menjadi industri unggulan yang memberi sumbangsih besar bagi Bali dan masyarakatnya. ‘’38 ribu wisatawan itu rata-rata lama tinggalnya adalah tiga hari. Kita ambil saja 20 persen dari 38 ribu itu meminum kopi. Maka, diperlukan sekitar 8,5 ton kopi setiap harinya. Dalam setahun kebutuhan kopi di Bali adalah 3.800 ton,’’ papar Hendarto.

Hendarto menyebut sesungguhnya Bali kekurangan kopi. Ia membandingkan dengan jumlah kamar di Bali sebanyak 130 ribu. Untuk kebutuhan 15 orang turis diperlukan 150 gram kopi seduh. ‘’Sebulan berarti 19 ton dan setahun 7.200 ton yang dibutuhkan di Bali,’’ katanya. Setiap tahun, dihasilkan sekitar 10.300 ton kopi dengan rincian 30 persen kopi jenis Arabica dan 70 persen Robusta. Jika kopi jenis Arabica dibanderol seharga Rp 5 ribu per kilogram, maka jumlahnya mencapai Rp 115 miliar. Sementara untuk jenis kopi Robusta jika dijual seharga Rp 4 ribu per kilogram saja maka akan menghasilkan Rp 169 miliar. ‘’Totalnya 285 miliar. Luar biasa uang yang berputar di industri kopi ini. Dalam catatan kami, total perdagangan kopi tiap tahun Rp 1,6 triliun dari perkebunan, pengolahan hingga ke hilir. Itu belum ditambah kafe dan lainnya yang punya nilai lebih lagi bisa jadi nilainya mencapai Rp 2 triliun,’’ jelasnya. Dengan total luas lahan perkebunan kopi di Bali 34 ribu hektar, maka tiap tahun Bali mampu memproduksi 15 ribu ton kopi. ‘’Total petani 57.199 KK menanam kopi jenis Robusta, 16.642 KK kopi jenis Arabika. Sekitar 70 ribu KK hidupnya tergantung dari kopi,’’ ujarnya. Hanya, belum juga kebutuhan kopi di Bali terpenuhi, sudah banyak yang dijual ke luar Bali. Sialnya, begitu kopi Bali diproduksi di berbagai daerah dan menjadi kopi siap saji, maka produk tersebut kembali dipasarkan di Bali dengan harga yang sudah barang tentu melambung tinggi. Alih-alih mengalami peningkatan produksi, sejak tahun 2016 hingga kini produksi kopi justru megalami kemerosotan drastis. ‘’Tahun 2017 kita harapkan terjadi peningkatan, tetapi merosot jauh dari tahun 2016. Tahun ini juga sepertinya akan merosot lagi. Persoalan yang muncul konversi dari lahan kopi menjadi kebun jeruk atau vila. Kedua, pemeliharaan petani yang relatif rendah. Pemeliharaan dan pemangkasan kopi itu kuncinya industri kopi. Belum lagi ditambah separuh produksi Bali mengalir ke Jawa dalam bentuk gelondong basah,’’ tuturnya. (kmb)

Selasa, 27 Maret 2018 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Nangun Kesucian Sajeroning Kahuripan (2)

06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Kuru Setra Parwa (1) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:05 Wita Dialog Interaktif Gatra Praja 10:00 Wita Berita dan Bincang Terkini

10:05 Wita Bali Channel Tourist TV 10:30 Wita Yowana Magz Tim Jurnalistik SMKN 3 Denasar 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 12:05 Wita Dharma Wacana Nangun Kesucian Sajeroning Kahuripan (3)

12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Pt Dinamika Tiga Pilar 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Lila Cita Sanggar Tari Agung Smara Dwipa (1) 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV

16:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 16:05 Wita Upakara 17:00 Wita Dialog Interaktif Putra SBA 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali

20:00 Wita Dialog Interaktif Dedy Susanto 21:00 Wita Ista Dewata Pura Taman Limut, Pengosekan-Ubud 21:30 Wita Ajeg Bali Tradisi Mapada Penek,

Simbolisasi Kemakmuran Bhuana Agung 22:00 Wita Lila Cita Penyalonarang Poh Gading (4) 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Folk Song 23:30 Wita Bali Channel


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

SELASA UMANIS, 27 MARET 2018

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, (0361) 233801 Facsimile: 227418

Seni Gamelan Kontemporer

Keindahan ”Tujuh Warna” Pelangi Hiasi Panggung Ksirarnawa

Bali Post/win

TAMPIL BARENG - Gamelan Pesel (kanan) dan Taksu Agung (kiri) tampil bareng di panggung Nawanatya III, Minggu (25/3) malam.

TERINSPIRASI dari tujuh warna indah yang diberikan pelangi, lahirlah karya seni gamelan kontemporer tujuh warna. Seni gamelan itu mengalun dalam lantunan harmoni etnik Bali yang nyaring terdengar dan membius penonton yang hadir pada Minggu (25/3) malam di Gedung Ksirarnawa, Art Centre, Denpasar. Penampilan seni gamelan ini bisa dikatakan terobosan baru diciptakan oleh Komposer Sanggar Taksu Agung, Badung, Putu Diodore Adibawa, bersama komposer Komunitas Seni Gamelan Pesel Denpasar I Wayan Ari Wirawan. Uniknya, ide datang dari hasil makan bersama namun mampu menciptakan sesuatu karya seni yang memiliki keindahan luar

biasa. “Di sana berawal dari pelangi dan warna pelangi memang indah. Lalu dari situ kita memilki konsep yaitu tujuh warna pelangi tersebut,” ujar Diodore, Minggu (25/3) malam. Paduan yang sempurna, mungkin kalimat ini yang mampu mengekspresikan tampilan seni gamelan kontemporer kali ini. Lantunan gamelan yang khas seakan-akan dapat memberikan semangat baru bagi para penikmatnya untuk memulai kembali kehidupan di hari berikutnya. Penampilan yang memukau penonton dari para penabuhnya sejak awal hingga akhir ini bisa dikatakan di luar ekspetasi kedua komposer yang berkolaborasi dalam menciptakan konsep “Tujuh Warna”. “Melihat penampilan yang tadi itu sangat di luar

dari yang diperkirakan, bisa melebihi dugaan kita,” imbuh Ari Wirawan dengan ekspresi tidak percaya. Keindahan tujuh warna dalam alunan musik gamelan kontemporer itu dinikmati penonton dari usia muda hingga tua yang memenuhi gedung Ksirarnawa malam itu. Sebagian besar penonton dibuat berdecak mengagumi keindahan tujuh warna pelangi dalam gamelan kontemporer bertajuk “Warna Tujuh”. Mereka dibuat kagum karena lantunan musik yang mengalun dari setiap elemen suara yang menggunakan alat khas kebudayaan Bali ini menjadi satu paduan yang benar-benar harmoni dan indah. Keharmonisan musik itu dirasakan I Made Mahottama Warmasuta (16). Ia mengungkapkan bahwa suasana baru yang ditampilkan dari

pihak Denpasar dan Badung dalam kolaborasi ini sangat memukau. “Mereka berkolaborasi dengan menggabungkan beberapa konsep kesenian kontemporer, ya itu termasuk hal yang baru,” tandas pria bertubuh jangkung tersebut. Hal serupa juga diungkapkan I Wayan Srutha Wiguna (18). Selaku penabuh, dirinya merasa sangat senang sekaligus bangga karena mendapat kesempatan untuk tampil kembali pada ajang besar di Bali Mandara Nawanatya III. Di sela-sela wawancara kedua komposer berharap agar ke depannya Nawanatya dapat berjalan lagi sebagai wadah untuk seniman muda berekspresi. “Agar acara seperti ini tetap diselenggarakan sebagai wadah seniman muda untuk berkarya dan berekspresi,” harap Ari Wirawan. (win)

Kebakaran Mall di Rusia Tewaskan 64 Orang

Moscow (Bali Post) -

Kebakaran melanda sebuah pusat perbelanjaan yang ramai di Kota Siberia Kemerovo, Rusia, Minggu (25/3) waktu setempat. Setidaknya 64 orang tewas, beberapa di antaranya anak-anak. Api melalap lantai atas pusat perbelanjaan “Winter Cherry” di mana kompleks bioskop dan area bermain anak-anak berada.

Bali Post/ist

Almarhum Made Indra Navicula dan Afriana Dewi.

Basis ’’Navicula’’ Made Indra Akhirnya Berpulang

Denpasar (Bali Post) – Setelah tiga hari berjuang melawan kritis di ICU RS Sanglah, Denpasar, Made Indra, basis Band Navicula, akhirnya meninggal dunia. Indra beristirahat dengan tenang selamanya, Senin (26/3) kemarin pukul 18.25 Wita. Ucapan belasungkawa mengalir di akun facebook milik almarhum ‘’Indramade Navicula’’. Bahkan di sejumlah media sosial juga mengalir ucapan kepergian Made Indra dari sejumlah kawan dan fans Navicula. ‘’Selamat Jalan Made, Aku Sayang Kamu,’’ tulis Wayan Gendo Suardana, kawan perjuangan almarhum di gerakan Bali Tolak Reklamasi di akun medsosnya. Sebagaimana berita sebelumnya, Made Indra mengalami kecelakaan bersama pacarnya, Afiriana Dewi, di jalan raya Sakah, Gianyar, usai pentas di Ubud. Dalam kecelakaan tersebut, sang pacar Afi meninggal di tempat dan jenazahnya sudah dipulangkan ke Yogyakarta. Sedangkan Made Indra dalam kondisi kritis sempat dibawa ke RS Ari Canti dan dirujuk ke RS Sanglah. Made Indra mengalami masa kritis, tak sempat sadarkan diri sejak dibawa ke RS Sanglah. Bahkan, dari beberapa sahabat dan musisi ada yang mengadakan charity dan doa bersama buat Made Indra. Sayang, Made Indra yang juga dikenal sebagai aktivis pergerakan penolakan reklamasi Teluk Benoa ini akhirnya memilih untuk beristirahat selamanya, Senin sore kemarin. (kmb42)

Petugas setempat mengatakan mereka telah berusaha memadamkan api, namun api berkobar terlalu hebat. Para penyelamat pun kesulitan untuk mencapai lantai atas gedung karena atap telah runtuh. Tidak jelas apakah ada orang yang masih belum ditemukan, tetapi 11 orang dirawat di rumah sakit, termasuk seorang anak laki-laki berusia 11 tahun yang berada dalam kondisi terluka serius. Anna Kuznetsova, Komisaris Hak Anak Rusia, mengatakan bahwa kebakaran itu disebabkan oleh ketidakmampuan dan memperingatkan

ada banyak pusat perbelanjaan serupa. “Di tempat lain, para pemilik mall tanpa perlu menunggu lagi harus melakukan pengecekan rutin, untuk memastikan semua telah dilakukan agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi,” kata Kuznetsova dalam sebuah pernyataan. Saksi-saksi dikutip oleh media Rusia mengatakan bahwa alarm kebakaran tidak memberikan peringatan sehingga saat kebakaran telah berkobar banyak orang terperangkap karena pintu keluar terkunci.

Rekaman video dari dalam mall setelah kebakaran terjadi menunjukkan sekelompok orang di tangga penuh asap mencoba untuk menghancurkan pintu keluar yang macet. Sementara itu stasiun TV Channel One Rusia melaporkan bahwa beberapa orang nekat melompat dari jendela atas untuk menghindari api. Para penyelidik negara, yang telah membuka penyelidikan kriminal terhadap kobaran api, mengatakan empat orang telah ditahan di atas kebakaran tersbeut, termasuk para pemilik dan

penyewa gerai di dalam mall. Komite Investigasi Rusia, yang menangani kejahatan besar, mengatakan bahwa mereka berusaha membawa pemilik mall itu untuk ditanyai. Kantor berita Interfax mengutip sumber resmi lokal yang tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa dugaan penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Namun, Vladimir Chernov, wakil gubernur daerah itu, mengatakan pada hari Minggu bahwa kebakaran dipicu seorang anak membakar api busa pada trampolin di area bermain menggunakan korek api. Sementara itu, Presiden Vladimir Putin telah berbicara melalui telepon dengan gubernur wilayah Kemerovo

dan telah pula mengirim Kepala Kementerian Situasi Darurat ke tempat kejadian. Menteri kesehatan Rusia Veronika Skvortsova terbang ke Kemerovo, wilayah penghasil batu bara sekitar 3.600 km (2.200 mil) timur Moskow, dan mengunjungi korban yang terluka di rumah sakit. Putin menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga dan orangorang yang dicintai dari mereka yang meninggal, kata Kremlin dalam sebuah pernyataan. Para pelayat meninggalkan bunga di dekat lokasi kobaran api. Kebakaran besar lainnya di Rusia sering menjadi hasil pelanggaran serius terhadap peraturan keselamatan kebakaran. (rtr)

Bali Post/rtr

MAL TERBAKAR - Sebuah mall di Kemerovo Rusia terbakar menewaskan sedikitnya 64 orang. Beberapa di antara korban adalah anak-anak.

Penyalahgunaan Senjata Api di AS

Amandemen Kedua yang Tak Henti Membawa Petaka

Baru sebulan pascapenembakan brutal di SMA Merjory Stoneman Dauglas Florida yang menewaskan 17 orang, Selasa (20/3) kembali terjadi penembakan di satu sekolah menengah di Negara Bagian Maryland, Amerika Serikat. Gelombang protes pun melanda negeri yang disebut Paman Sam tersebut. Mereka menuntut pemerintah segera mengeluarkan aturan pengetatan kepemilikan senjata api. Tuntutan yang sebenarnya sudah sejak lama didengungkan. Mengapa pemerintah negeri Paman Sam itu tidak jua mengetatkan kepemilikan senjata api? Peristiwa penembakan terjadi lagi pertengahan Maret 2018 di St. Mary’s County Public Schools. Menurut kantor sheriff setempat, seorang murid pria melepaskan tembakan ke seorang siswi di lorong tak lama setelah pelajaran dimulai, dan melukai seorang siswa lagi dalam peristiwa tersebut. Peristiwa itu terjadi cuma satu bulan setelah penembakan tragis di satu sekolah menengah di Negara Bagian Floria, AS Selatan yang merenggut 17 nyawa. Gelombang protes unjuk

rasa para siswa pascakejadian di Florida tersebut yang menuntut adanya pembatasan kepemilikan senjata terus meluas di beberapa negara bagian. Ironisnya pemerintah AS nampaknya belum akan bersikap. Padahal jumlah pembunuhan di AS akibat senjata api sangatah tinggi. Survey dari Small Arms pada tahun 2016 menyebutkan terdapat 11.000 korban tewas akibat senjata api. Ini berarti dua pertiga dari total jumlah korban tewas dalam kasus pembunuhan.

Sebuah data yang dilansir Altow for Gun Safety, sebuah badan nirlaba yang mendukung pengendalian senjata menyatakan bahwa di AS sejak tahun 2013 telah terjadi setidaknya 283 kasus penembakan. Ini berarti dalam setiap minggu terjadi rata-rata 1 kali penembakan. Kasus penembakan membabi buta yang menelan korban paling banyak terjadi 1 Oktober 2017 ketika Stephen Paddock melepaskan tembakan dari lantai 32 di resor dan kasino Mandala Bay ke arah 20.00 orang yang sedang menikmati musik Harvest Route 91. Tembakannya menewaskan 58 orang dan melukai 500 orang lainnya. Kepemilikan senjata api di AS mencapai rasio 88,8 unit senjata per 100 orang penduduk. Fakta ini menjadikan AS sebagai negara dengan jumlah penduduk yang memiliki senjata terbanyak di dunia disusul Yaman, Swiss, Finlandia dan Serbia. Keengganan membatasi

kepemilikan senjata di AS menurut beberapa kalangan tidak lepas dari bunyi amandemen kedua konstitusi AS. “...hak rakyat untuk menyimpan dan membawa senjata tidak boleh dilanggar” demikian bunyi amandemen kedua konstitusi AS yang disahkan 15 Desember 1791. Selain itu, di AS terdapat banyak sekali kelompok yang menentang pengetatan kepemilikan senjata api. Setidaknya terdapat 145 elompok khusus yang melobi kongres di AS agar tidak mengeluarkan undang-undang kepemilikan senjata api. Salah satunya adalah National Rifle Association (NRA). Bahkan kelompok ini disebutkan telah mengeluarkan dana sekitar 3 juta dolar AS atau setara Rp 40,4 miliar untuk kepentingan lobi di kongres. “Satu-satunya yang dapat menghentikan orang jahat yang bersenjata adalah orang baik yang bersenjata,” tegas Wayne La Pierre, Wakil Presiden Eksekutif NRA, menang-

gapi suara yang menuntut pembatasan kepemilikan senjata api di AS. La Pierre justru meyalahkan film-film dan permainan video game yang memparkenalkan budaya kekerasan kepada anak-anak. Partai Demokrat dan Republik selalu berselisih paham mengenai pembatasan kepemilikan senjata api di AS. Partai Demokrat mendorong pembatasan, Partai Republik bersikap sebaliknya. Uniknya, ketika Presiden Barrack Obama mengeluarkan dan mencoba memperketat kepemilikan senjata api, justru yang terjadi adalah meningkatkan pembelian. Ada ulasan menarik yang disampaikan sejarawan Richard Hafstadter dalam artikelnya “America as A Gun Culture”. Ia mengatakan bahwa memiliki senjata api di AS adalah budaya. Ini tidak lepas dari sejarah ekspansi koloni Amerika ke wilayah Barat ratusan tahun lalu. Mereka harus mempersenjatai diri untuk melindungi diri dari suku-suku asli, binatang

Bali Post/rtr

PROTES – Siswa dari sejumlah sekolah di Washington DC menyampaikan protes menuntut pengetatan kepemilikan senjata api di Amerika Serikat. Siswa sekolah banyak yang menjadi korban penembakan senjata api. buas dan tentara asing. “Hak untuk memiliki senjata api merupakan inti dari identitas Amerika,” tulis Hafstadter. Meskipun gelombang protes melanda AS mendesak pemerintah pengetatkan kepemilikan senjata, amandemen kedua konstitusi AS,

kuatnya lobi dan yang utama adalah karena budaya identitas, tidak akan mudah memenuhi keinginan pemrotes. Negeri moyangnya demokrasi itu kemungkinan masih dipenuhi kasus penembakan liar yang merengut nyawa tak berdosa. (nata)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Selasa, 27 Maret 2018 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu