Skip to main content

Edisi 26 September 2017 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 38 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

Selasa wage, 26 september 2017

Bali Post menerima titipan sumbangan untuk disalurkan kepada para pengungsi Gunung Agung. Bagi masyarakat yang peduli dan ingin membantu saudara kita yang kini berada di pengungsian, bisa menitipkan sumbangan ke Bali Post. Sumbangan bisa langsung diserahkan ke Sekretariat Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telepon (0361) 225764 atau melalui dompet simpati Anda Bali Post BCA Cabang Denpasar NO: 040-3555000.

Pura Besakih Dikepung Kabut Tebal Amlapura (Bali Post) Kawasan Pura Besakih dan sekitarnya sejak Senin (25/9) pagi hingga sore kemarin mulai dikepung kabut tebal disertai dengan hujan gerimis. Akibatnya, jarak pandang hanya beberapa meter. Warga Besakih I Ketut Sulandra mengungkapkan, kabut yang ada di Desa Besakih ini baru terjadi. ‘’Di sini sejak pagi sudah ada kabut tebal. Harihari sebelumnya tidak pernah ada,’’ ungkapnya. Hal. 19 Cukup Dekat

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

Gunung Agung merupakan gunung vulkanik tipe monoconic strato yang tingginya 3.142 meter di atas permukaan laut. Gunung tertinggi di Bali ini terakhir meletus pada tahun 1963 setelah mengalami tidur panjang selama 120 tahun.

Dari 4 kejadian letusan masa lampau, periode istirahat Gunung Agung dapat diketahui yakni terpendek 16 tahun dan terpanjang 120 tahun.

Letusan Gunung Agung yang diketahui sebanyak 4 kali sejak tahun 1800

1808 Gunung Agung melontarkan abu dan batu apung dengan jumlah luar biasa.

1821 Terjadi letusan normal, selanjutnya tidak ada keterangan.

grafis:anggara/BP diolah dari berbagai sumber

1843 Letusan didahului oleh gempa bumi. Material yang dimuntahkan yaitu abu, pasir, dan batu apung.

1963 Letusan dimulai tanggal 18 Februari 1963 dan berakhir 27 Januari 1964. Letusan bersifat magnatis. Korban tercatat 1.148 orang

meninggal dan 296 orang luka.

BANGLI (4.120 jiwa)

Bali Post/edi

Bali Post/wan

PENGUBURAN - Prosesi penguburan Made Rianta di Setra Adat Perangsari Kelod, Senin (25/9) kemarin.

Amlapura (Bali Post) Intensitas kegempaan Gunung Agung terus mengalami peningkatan. Bahkan gempa dangkal semakin sering terjadi dan semakin kuat. Itu mencirikan Gunung Agung sudah mengarah ke erupsi. Hal itu diungkapkan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani, Senin (25/9) kemarin. Kasbani mengungkapkan, intensitas gempa yang terjadi memang terus meningkat mulai dari gempa vulkanik dalam dan vulkanik dangkal. Bahkan, untuk gempa vulkanik dangkal kekuatannya terus mengalami peningkatan. Termasuk aktivitas di dalam Gunung Agung terus terjadi. ‘’Dengan intensitas gempa dangkal yang terus meningkat ini kuat mengarah ke erupsi. Hanya kita tidak tahu kapan pastinya terjadi letusan. Karena bisa terjadi sewaktu-waktu. Intinya warga yang ada di wilayah Kawasan Rawan Bencana harus

tetap waspada,’’ ungkap Kasbani. Menurut Kasbani, dengan adanya gempa-gempa dangkal yang terjadi itu mengakibatkan gas fluida mulai bergerak ke permukaan. Termasuk adanya asa-asap tipis yang sudah muncul di puncak gunung. Jadi ini menandakan tidak lama lagi akan terjadi erupsi. Diakuinya, kondisi Gunung Agung memang tertutup kabut. Meskipun gunung tidak kelihatan, namun itu tidak memengaruhi pemantauan yang dilakukan. Hal. 19 Pos Pemantauan

Penanganan Pengungsi di Bali Mirip Jepang

TERNAK - Meskipun status Gunung Agung sudah awas, sejumlah warga masih beraktivitas di kawasan Desa Kubu, Karangasem, Senin (25/9) kemarin. Bahkan warga yang memiliki ternak masih mengembalakan ternaknya.

SUASANA duka menyelimuti keluarga Nengah Maliasi, warga Banjar Perangsari Tengah, Selat Duda, Karangasem, Senin (25/9) kemarin. Ayahnya, Made Rianta (80), meninggal di RS Klungkung saat mengungsi di kabupaten serombotan tersebut, Sabtu (23/9) malam. Prosesi penguburan dilakukan di Aetra Adat Perangsari Kelod pukul 09.00 Wita. Menurut Nengah Maliasi (60), sebelum meninggal ayahnya telah menderita penyakit dan mendapatkan perawatan di rumah. Itu alasan keluarga tidak ikut mengungsi pada tahap pertama. ‘’Saat ada perintah agar semua rumah dikosongkan dan diharuskan untuk mengungsi, saya tidak ikut. Karena menjaga bapak saya yang sakit,’’ ujar Maliasi. Walaupun telah mendapat perawatan intensif dari rumah sakit di Klungkung, namun jiwa Rianta tidak bisa diselamatkan. Hal. 19 Keluarga Terdekat

Bali Post/wan

KABUT - Kawasan Pura Besakih tertutup kabut tebal, Senin (25/9) kemarin.

BULELENG (10.524 jiwa)

Penguburan Rianta Diwarnai Gempa dan ’’Kulkul Bulus’’

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

Gunung Agung Mengarah ke Erupsi

Peduli Pengungsi Gunung Agung

Yayasan Pendidikan Widya Kerthi, Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Rp 5.000.000 Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Rp 5.000.000 Gede Natalia Kusuma Rp 5.000.000 Sri Adiningsi Rp 2.000.000 Staf Guru, Pegawai dan siswa SMP Sila Candra, Batubulan Rp 2.000.000 SD No. 3 Mengwi, Badung Rp 1.210.000 I Made Sumandjaya Rp 1.000.000 KSP Dharma Dhita Rp 1.000.000 I Made Manga Rp 1.000.000 Bayu Rp 1.000.000 Tjan Djong Nio (alm), Baturiti Rp 1.000.000 The Bin Hoo (alm), Baturiti Rp 1.000.000 The Tju Yong, Dps Rp 1.000.000 I Dewa Gede Santos Rp 500.000 I Wayan Satriana Rp 500.000 Putu Fika Andriani Rp 500.000 Ni Made Ayu Arisan Rp 500.000 Rai Gede Suk Rp 500.000 I Gede Nyoman Budi Rp 500.000 Nyoman Budi Aryawa Rp 500.000 I Nyoman Murtha Rp 500.000 Frans Alexander L Rp 500.000 Dedy Abdi Rp 500.000 Hal. 19 Jumlah diterima kemarin Rp 37.435.000

@balipostcom (4.812rb Follower) http://twitter.com/balipostcom

KARANGASEM (15.129 jiwa)

JEMBRANA (208 jiwa)

TABANAN (750 jiwa) KLUNGKUNG (17.762 jiwa)

BADUNG (2.774 jiwa) DENPASAR (297 jiwa)

GIANYAR (5.468 jiwa)

Banyaknya titik pengungsian yang menyebar menyebabkan kendala dalam distribusi infografis: Anggara/BP bantuan logistik.

sumber: BPBD Kabupaten/Kota

Jakarta (Bali Post) Presiden Joko Widodo diagendakan mengunjungi para pengungsi Gunung Agung, Selasa (26/9) ini. Rencana kunjungan Kepala Negara ke Bali diungkapkan Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Senin (25/9) kemarin. Dari data yang berhasil dikumpulkan BNPB, jumlah pengungsi mencapai 48.540 jiwa yang tersebar di 301 titik pengungsian di kabupaten/kota. Jumlah itu diyakininya masih akan terus bertambah karena update data yang dilakukan BNPB dilakukan tiap enam jam sekali. Dari perkiraan lembaganya, terdapat sekitar 62.000 penduduk yang tinggal di radius berbahaya. Semua penduduk di wilayah radius berbahaya harus mengungsi. Begitu juga dengan hewan ternak. ‘’Objek wisata Pura Besakih yang terletak dalam radius berbahaya ditutup,’’ ujarnya. Hingga saat ini masih ada sebagian masyarakat yang belum mau mengungsi karena bermacam alasan. ‘’Ada yang beralasan gunungnya belum meletus, karena

Terkait Kasus Tahura

Bendesa Adat Tanjung Benoa Ditahan Denpasar (Bali Post) Setelah menyandang status tersangka sejak Juli lalu, I Made Wijaya, Bendesa Tanjung Benoa, ditahan di ruang tahanan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Bali, Senin (25/9) kemarin. Hal itu diakui Direktur Reskrimsus Polda Bali Kombes Pol. Kenedy. Menurut Kenedy, ia sudah menandatangi surat penahanan terhadap tersangka Made Wijaya yang juga anggota DPRD Badung terkait kasus dugaan pengurukan dan pemotongan pohon mangrove di Pantai Barat Tanjung Benoa, Kuta Selatan. ‘’Hari ini (kemarin - red) mulai ditahan. Surat penahanan sudah saya tanda tangani,’’ ujarnya. Terkait pasal yang disangkakan, perwira melati tiga di pundak ini mengatakan, tersangka dijerat Undangundang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekositemnya. Selain itu mengingat berkas perkasa kasus itu sudah dinyatakan P-21 (lengkap) oleh Kejati Bali. Oleh karena itu secepatnya kasus ini akan dilimpahkan ke Kejati Bali. ‘’Dilakukan penahanan untuk mengantisipasi tersangka melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan tidak mengulangi perbuatan serupa,’’ tegasnya. Hal. 19 Sebagai Tersangka

Bali Post/ken

DITAHAN - Tersangka I Made Wijaya alias Yonda sebelum dimasukkan ke sel.

menyangkut ternaknya. Kemudian masalah kepecayaan keagamaan,’’ katanya. Kendati demikian, secara umum Sutopo mengapresiasi kemandirian masyarakat di Bali. Saat status erupsi dinyatakan di level III atau siaga, ribuan pengungsi berduyunduyun secara sukarela mengungsi. Rasa gotong royong, rasa kebersamaan di antara penduduk sangat tinggi. Karena pengungsi yang dari atas lereng gunung langsung diterima penduduk di bawah lereng dengan menyediakan ruangan, disediakan makanan, disediakan tempat ternak, bahkan disediakan handphone untuk komunikasi dengan kerabatnya. ‘’Ini hampir mirip di Jepang ketika saya berkunjung langsung ke sana. Sebanyak 80 persen penduduk mencukupi dirinya sendiri dan keluarga dalam tempo selama tiga hari. Ini sangat penting dan membantu pemerintah. Karena bantuan pemerintah pasti datang tapi memerlukan waktu untuk ke tempat tujuan,’’ katanya. Hal. 19 Konsep Ideal

Bendesa Ditahan, Warga Histeris USAI menjalani pemeriksaan di Dit. Reskrimsus Polda Bali, tersangka I Made Wijaya alias Yonda digiring menuju Rutan Mapolda Bali dikawal ketat anggota bersenjata laras panjang. Selain itu, pengacara, puluhan pecalang dan warga turut mendampingi Yonda sekitar pukul 20.30 Wita. Setibanya di depan rutan, seorang warga langsung histeris saat tersangka hendak dimasukkan ke sel. Sementara Yonda dikawal pecalang. ‘’Dia (Yonda - red) seorang bendesa dan anggota DPRD Badung. Saya siap menggantikannya. Saya juga siap menggorok leher saya di sini,’’ kata warga itu sambil teriak-teriak. Yonda pun emosi dan mengatakan dirinya dikriminalisasi. ‘’Tembak saya. Berondong saya pakai peluru. Saya selama ini gencar menolak reklamasi dan sekarang dikriminalisasi,’’ tegas Yonda. Warga lain menimpali jika bendesa tidak boleh diperlakukan seperti itu. Pecalang dan warga mengaku akan bertahan. Sedangkan warga lain berusaha menenangkan Yonda. Setelah dilakukan negosiasi, sekitar pukul 21.00 Wita, Yonda dibawa masuk ke sel. Sedangkan pecalang dan warga tetap bertahan di depan rutan. (kmb36)


denpasar

2

Selasa Wage, 26 September 2017

figur

Bali Post/dok

Tingkatkan Peran DWP

PEREMPUAN mempunyai peran yang sangat penting dalam mewujudkan keluarga yang harmonis dan sejahtera. Terlebih di era globalisasi ini perempuan mempunyai peran ganda. Selain sebagai ibu rumah tangga juga sebagai wanita karir termasuk juga sebagai pendamping suami. Peran sentral itu juga diperankan oleh para perempuan yang terhimpun dalam Dharma Wanita Persatuan (DWP) yang mendampingi suaminya sebagai Aparat Sipil Negara (ASN) atau pelayan masyarakat. Penasihat DWP Kota Denpasar Ny. I.A. Selly D. Mantra menegaskan hal itu saat membuka pelatihan di Gedung Wanita Santhi Graha, belum lama ini. Pelatihan yang dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Denpasar itu melibatkan DWP Kota Denpasar dengan mengangkat tema “Peningkatan Peran Perempuan sebagai Pembangun Fondasi Keluarga yang Harmonis dan Sejahtera’’. Istri Wali Kota Denpasar ini menegaskan, pelatihan yang dilaksanakan sekarang ini sangat tepat sekali sehingga ibu-ibu DWP Kota Denpasar lebih memahami tentang peran ganda selain sebagai ibu rumah tangga juga sebagai pendamping suami sebagai ASN. “Kami harapkan sebagai pendamping suami selalu membantu suami, termasuk juga dalam menjaga keharmonisan keluarga,” harapnya. Ia manambahkan, pelatihan semacam ini sangat dibutuhkan oleh ibuibu sebagai pedamping suami. Sehingga ibu-ibu DWP dapat membagi waktu selain sebagai ibu rumah tangga juga sebagai pendamping suami. Bahkan tidak sedikit dari mereka juga merupakan wanita karier. Tentunya dibutuhkan suatu pengertian di masing-masing keluarga dalam menjaga keharmonisan keluarga di samping juga untuk meningkatkan karier suami dan ibu-ibu itu sendiri. (ara)

Pembunuh Buruh Proyek Ditangkap Sajam Masih Dicari

Denpasar (Bali Post) Dalam waktu singkat, tim Resmob Polresta Denpasar mengungkap kasus pembunuhan dan penganiayaan di bedeng proyek di Jalan Trompong, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan. Pelaku utamanya berinisial AL asal NTT dan dua orang, As dan Sa, diduga mengeroyok korban. Mereka masing-masing ditangkap di Jalan Pulau Ambon dan Sesetan, Denpasar Selatan, Senin (25/9) kemarin. Informasi yang diperoleh di lapangan, setelah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi, tim yang dipimpin Kasat Reskrim Kompol Aris Purwanto berhasil mengantongi ciri-ciri pelaku. Apalagi pelaku merupakan pacar anak salah satu buruh di proyek tersebut. “Setelah mendapatkan identitasnya, anggota langsung mencarinya,” kata sumber. Berdasarkan hasil penyelidikan, akhirnya tempat persembunyian tersangka AL terendus di kamar kos temannya di Jalan Pulau Ambon, Denpasar. Polisi langsung menggerebek rumah kos tersebut dan meringkus pelaku. Hasil interogasi, AL mengaku tidak sendiri saat kasus itu terjadi. Ada dua temannya, As dan Sa, mengeroyok kedua korban. “Kedua pelaku ini (As dan Sa - red) ditangkap di wilayah Sesetan. Mereka langsung dibawa ke Mapolresta Denpasar,” ujar sumber yang enggan disebut identitasnya ini. Saat diperiksa, AL mengaku setelah kejadian langsung membuang pisau yang dipakai menusuk korban. Akibat tusukan di perut dan pinggang kiri, membuat korban meninggal di RSUP Sanglah. “Setelah ditangkap, pelaku (AL - red) diajak mencari pisau tersebut,” ungkapnya. Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Aris Purwanto saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya mengungkap kasus tersebut. “Besok (hari ini - red) kami rilis kasusnya,” ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, kericuhan terjadi di bedeng proyek di Jalan Trompong, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Sabtu (23/9) malam. Akibat kericuhan tersebut, buruh proyek Handi Ikhwanto (39) asal Lumajang, Jawa Timur luka parah dan meregang nyawa saat dirawat di RSUP Sang-lah. Sedangkan rekannya, Panjiono (25), asal Palembang saat ini masih dalam kondisi kritis dan dirawat di RSUP Sanglah. (kmb36)

Bali Post/eka

SANUR - Sejumlah wisatawan menikmati suasana dan panorama di Pantai Sanur. Pantai berpasir putih ini merupakan salah satu objek wisata unggulan di Kota Denpasar.

Buntut Pelanggaran Reklame di Pantai Sanur

Dewan Minta Kinerja Tim Survei Lapangan Dievaluasi

Denpasar (Bali Post) –

Kasus pelanggaran pemasangan reklame berupa branding sebuah perusahaan komersial di Pantai Sanur, terus menjadi sorotan. Meskipun reklame tersebut sudah dibongkar oleh pemiliknya karena masa waktu pemasangan sudah habis, namun ke depan diharapkan tidak lagi muncul kasus serupa. Yakni pemasangan reklame di kawasan terlarang, tetapi mendapat izin dari instansi terkait. Kasus ini menunjukkan pengawasan yang kurang optimal dan perlunya melakukan evaluasi terhadap tim petugas survei ke lapangan, sebelum izin keluar. Komisi III DPRD Denpasar A.A. Susruta Ngurah Putra menegaskan hal itu, Senin (25/9) kemarin. Menurut Susruta Ngurah Putra, pihaknya sudah sempat menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah OPD terkait membahas persoalan tersebut. Dari hasil koordinasi itu, kata dia semua prosedur permohonan izin dan rekomendasinya

sesuai dengan standard operating procedure (SOP). Namun, apa yang dimohonkan izin tersebut berbeda dengan realitas di lapangan. Bahkan permohonan izin diurus setelah reklame terpasang. Ironisnya, pemasangan reklame tersebut

bukan berada di lahan persil. “Ini menunjukkan petugas yang melakukan survei ke lapangan tidak melaporkan hasil yang sesungguhnya, sehingga izin pun keluar,” kata politisi Demokrat ini. Sementara itu, anggota Komi-

Denpasar (Bali Post)Berkas pemeriksaan dan penyidikan kasus dugaan penganiayaan anak kandung dengan tersangka Mariana Dangu alias Merry sudah dinyatakan lengkap alias P21. Oleh penyidik PPA Polda Bali, kasus dengan korban Baby J itu dilimpahkan ke kejaksaan (tahap II), Senin (25/9) kemarin. Yakni pelimpahan tersangka, barang bukti berikut berkasnya ke jaksa penuntut. Tersangka kemarin tampak sehat dan bugar. Ditemani kuasa hukumnya, tersangka mengenakan kaos warna biru. Dia dijebloskan ke tahanan kejaksaan sebelum akhirnya dititip di Lapas Kerobokan. Dalam perkara ini, ada tiga jaksa penuntut umum yang ditunjuk. Mereka adalah jaksa Purwanti Murtiasih, I Dewa Ayu Supriyani dan I Made Eca Mariartha. Terkait pelimpahan berkas dan tersangka tersebut, jaksa Purwanti Murtiasih membenarkan adanya pelimpahan kasus penganiayaan terhadap anak kandung tersebut. “Proses administrasi tahap II sudah selesai. Selanjutnya, tersangka kami titipkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kerobokan sampai menunggu jadwal persidangan,” ujar Purwanti. Dalam perkara ini, ibu kandung korban dijerat dengan Pasal 44 ayat (1) Undangundang (UU) Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Lingkup Rumah Tangga dan atau Pasal 76 c jo Pasal 80 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 atas perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Ditemui di sela-sela pelimpahan, Merry asal Sumba Barat ini tetap membantah

Bali Post/kmb37

PENGANIAYA - Tersangka Merry, penganiaya Baby J yang merupakan anak kandungnya. melakukan penganiayaan terhadap anak kandungnya Baby J. “Saya tidak menganiaya seperti yang ada di video. Itu saya lakukan karena gemas saja, tapi tidak pakai tenaga,” jelas mantan TKW di Hongkong itu. Wanita yang mengaku sudah menikah di Sumba dengan pria asal Austria Otmar Daniel Adelsbeger tahun 2016 ini juga mengaku heran saat dirinya ditangkap atas tuduhan penganiayan. “Apalagi video itu diunggah dan menjadi viral di media sosial, sesaat setelah saya hendak mengambil bayi di Yayasan Metta Mama dan Maggha,” tambahnya. Merry ditangkap polisi dan dan ditahan di Polda Bali atas dugaan melakukan kekerasan terhadap darah dagingnya dan merekam aksinya melalui kamera ponsel. Mariana juga diduga mengalami depresi, bipolar disorder dan baby blues, sehingga Baby J diambil darinya. (kmb37)

: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391

Denpasar (Bali Post) – Akibat status Gunung Agung dinaikkan menjadi level IV (awas), ribuan warga yang berada di kawasan rawan bencana mulai mengungsi. Lokasi pengungsian bukan saja di sekitar Karangasem, Klungkung maupun Bangli. Tidak sedikit warga yang berada di lereng Gunung Agung memilih mengungsi ke Denpasar. Data yang dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Denpasar Senin (25/9) kemarin, menunjukkan sebanyak 2.691 jiwa sudah mengungsi ke Denpasar. Mereka ini tersebar di 84 lokasi di 22 desa/kelurahan. Dari jumlah itu, tidak sedikit yang masih berstatus pelajar. Menyikapi masalah ini, Ketua Komisi IV DPRD Denpasar I Gede Semara berharap sekolah terdekat memfasilitasi agar para pengungsi yang berstatus pelajar itu tetap bisa sekolah. Paling tidak selama mereka mengungsi pelajaran masih mereka bisa terima. Harapan serupa juga disampaikan anggota DPRD Denpasar lain nya, seperti Putu Oka

Mahendra dan A.A. Susruta Ngurah Putra. Kedua wakil rakyat ini sepakat agar anak-anak pengungsi yang masih sekolah bisa diterima di sekolah yang terdekat dengan lokasi mereka mengungsi. Apalagi proses pengungsian ini diprediksi akan berlangsung lama. “Saya sepakat itu, agar siswa yang mengungsi wajib diterima sementara belajar di sekolah terdekat,” ujar Susruta. Sebelumnya, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat mengunjungi pengungsi di Jalan Sekuta, Sanur juga berharap mereka bisa belajar di sekolah terdekat. Bukan hanya pengungsi, hewan ternak para pengungsi juga agar ditangani dan dibuatkan penampungan. “Kalau memungkinkan bisa dibuatkan proses lelang bagi mereka yang mau menjual ternaknya. Ini kita buat biar ternaknya tidak dijual murah,” tegasnya. Pengungsi Mandiri Sementara itu, jumlah pengungsi yang mengungsi ke wilayah Denpasar

terus bertambah. Hingga pukul 12.30 Wita, Senin (25/9) jumlah pengungsi warga Karangasem telah mencapai 2.691 jiwa. Mereka tersebar di sejumlah tempat dan terbanyak merupakan pengungsi mandiri. “Data akan terus bertambah dan ini ada informasi akan datang lagi,” ujar Plt. Kepala BPBD Denpasar I Made Prapta. Prapta mengatakan, pengungsi banyak yang memilih tinggal di tempat keluarganya. Namun pemerintah telah menyediakan tempat yang memadai. Terkait dengan keperluan untuk para pengungsi, masih tetap dibutuhkan. Saat ini yang diperlukan untuk di pos, seperti elpiji karena mereka memasak bersama tim relawan. Menurut Prapta, ada satu pengungsi yang dirujuk ke RS Wangaya karena mengalami kelelahan. Sedangkan untuk pengungsi yang berstatus pelajar sedang didata jumlahnya, sehingga bisa difasilitasi untuk mengikuti proses belajar-mengajar di sekolah terdekat dengan lokasi pengungsian. (kmb12)

Pelayanan Kejari Karangasem Dipindahkan ke Renon BB dan Berkas Ikut Diboyong

FM 96,5

web E-mail

dilakukan setelah mendapat tembusan surat pelanggaran dari instansi terkait. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan eksekusi terhadap pelanggaran setelah yang bersangkutan mendapat surat peringatan sebanyak tiga kali. “SOP untuk melakukan tindakan terhadap pelanggaran sudah ada dan itu menjadi pedoman kami,” ujarnya. (kmb12)

P21, Kasus Ibu Penganiaya Siswa Pengungsi Wajib Anak Kandung Dilimpahkan ke Kejaksaan Diterima di Sekolah Terdekat

081 337 032 965, (0361) 819446

Topik : TANGKAL RADIKALISME, PT HARUS SELEKSI DOSEN DAN PEGAWAI Sampaikan opini Anda hari iniW di acara Warung Global FM 96,5

si III lainnya, I Wayan Suwirya, menilai kasus ini akibat dari pengawasan yang lemah. Terlebih apa yang terpasang di Pantai Sanur tersebut sudah banyak yang mengetahui, termasuk Kepala Dinas Perkim yang juga mengeluarkan rekomendasi terkait pemasangan reklame. “Ini aneh, izin belum ada kok sudah bisa ada reklame yang berdiri. Ini pengawasan yang kurang optimal,” jelas polistisi Golkar ini. Di sisi lain, Plt. Kepala Satpol PP Denpasar I.B. Alit Wiradana mengungkapkan, penindakan terhadap pelanggaran

Bali Post/ist

MEMANTAU - Kajati Bali Djaya Kesuma didampingi Kajari Karangasem Nyoman Sucitrawan dan pejabat lainnya saat membahas pemindahan pelayanan Kejari Karangasem.

Denpasar (Bali Post) Pelayanan Kejaksaan Negeri Karangasem mulai Selasa (26/9) hari ini akan dipindahkan ke Mess Adyaksa di Jalan Dr. Muwardi Nomor 1 Renon, Denpasar. Kajati Bali Djaya Kesuma didampingi Wakajati I.B. Nyoman Wiswantanu dan Kajari Karangasem I Nyoman Sucitrawan sudah memantau mes Adyaksa, Senin (25/9) kemarin. Djaya Kesuma ditemani Kasipenkum Humas Edwin Beslar mengatakan, perpindahan pelayanan Kejari Karangasem itu berkaitan dengan status Gunung Agung yang naik ke level IV (awas). “Kami lakukan antisipasi lebih awal. Tidak mesti menunggu instruksi, kare-

na memang status Gunung Agung sudah naik ke level IV,” jelasnya. Atas dasar itu, Djaya Kesuma meminta Sucitrawan untuk memindahkan pelayanan Kejari Karangasem ke mes Adyaksa di Renon. Tidak hanya pelayanan secara administrasi yang dipindah, namun berkas-berkas berikut barang bukti (BB) dalam berbagai perkara yang ditangani kejaksaan juga diungsikan ke Renon. “Karena diperlukan proses dan beres-beres pemindahan berkas, kemungkinan maksimalnya pelayanan masyarakat baru bisa dilakukan Rabu (27/9) mendatang,” katanya. Terkait perpindahan pelayanan Kejari Karang-

asem ini, Edwin Beslar menegaskan, bukan berarti Kejari Karangasem akan dikosongkan. Namun ada sejumlah petugas disiagakan di sana untuk menerima pengaduan atau pelayanan masyarakat yang selanjutnya akan diarahkan ke Jalan Dr. Muwardi, Renon, Denpasar. Lokasi tersebut kemarin sudah dicek oleh Kajati Djaya Kesuma, baik kondisi Kejari Karangasem maupun tempat sementara Kejari Karangasem di Jalan Dr. Muwardi, Renon. Usai mengecek kesiapan tempat pemindahan kejari, Djaya Kesuma didampingi sejumlah pejabat utamanya meninjau camp pengungsian di Tanah Ampo, Karangasem. (kmb37)


BADUNG

Selasa Wage, 26 September 2017

3

Desa Adat Kerobokan Larang Pungut Sumbangan di Jalan Mangupura (Bali Post) – Banyaknya masyarakat yang melakukan aksi sosial peduli pengungsi erupsi Gunung Agung di sepanjang jalan menjadi sorotan para pengguna jalan. Pasalnya, aksi tersebut dapat mengganggu kelancaran lalu lintas dan berpotensi membahayakan keselamatan para pengguna jalan, sehingga menimbulkan masalah baru. Para penggali dana tersebut biasanya melakukan pementasan musik atau ngamen dan sebagainya di jalan raya, di sekitar traffic light di wilayah banjar atau desa pakraman. Menyikapi masalah tersebut, Desa Adat Kerobokan mengeluarkan surat edaran. Isi surat edaran itu melarang lembaga apa pun organisasi masyarakat menggelar aksi sosial dengan dalih peduli terhadap status awas Gunung Agung yang diikuti dengan meningkatnya jumlah pengungsi. Kebijakan ini diputuskan lewat paruman di Desa Adat Kerobokan menyikapi dampak status awas Gunung Agung. ‘’Ada beberapa keputusan yang diambil dalam paruman, yakni dalam pencarian bantuan untuk warga pengungsi Gunung Agung tidak terkesan buruk di mata publik, utamanya masyarakat di luar Bali,’’ ujar Bendesa Adat Kerobokan A.A. Putu Sutarja, S.H., Senin (25/9) kemarin. Dalam surat edarat tersebut, kata Sutarja, pihaknya telah memberikan imbauan agar mencari sumbangan tidak keluar dari wilayah banjar masing-masing dan harus ada rekomendasi dari klian banjar atau Desa Kerobokan. Guna membantu para pengungsi Gunung Agung, pihaknya juga telah membuat imbauan agar di masing-masing banjar di Desa Adat Kerobokan membuat posko peduli status awas Gunung Agung. ‘’Ini juga bagian untuk menjaga Bali dan citra Bali. Kita membantu asal dengan koridor yang benar dan tidak mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat lainnya,’’ terangnya. Ketua Komisi IV DPRD Badung AAN Ketut Agus Nadi Putra mengakui perlu dilakukan penataan agar bantuan untuk korban bencana tetap sasaran, tepat guna dan bisa untuk dipertanggungjawabkan serta tidak ada penyelewengan. ‘’Kesannya itu kurang baik. Kita juga tidak mau dicap sebagi warga pengemis yang di setiap perempatan jalan ada kotak sumbangan. Lebih baik kita bangun posko di wilayah masing-masing,’’ tegasnya. (kmb27)

Maling Ditangkap di Tempat Pengungsian

Mangupura (Bali Post) Kasus pencurian di Yunika Laundry di Perumahan Griya Tansa Trisna Jalan Bila, Desa Dalung, Kuta Utara, Kabupaten Badung, akhirnya terungkap. Pelakunya Bagus Yoga Okta Artawan alias Bagus (27), dan pelaku diciduk saat berbaur dengan pengungsi di wilayah Sibetan, Karangasem, Minggu (24/9) lalu. Dikonfirmasi Senin (25/9) kemarin, Kasat Reskrim Polres Badung AKP I Made Pramasetia mengatakan pelaku yang berasal dari Buleleng ini merupakan karyawan di TKP. Korbannya Feri Trihartanto (28), kehilangan HP Oppo dan HP Samsung lengkap dengan charger-nya. Saat kejadian Selasa (19/9) lalu, kedua HP itu ditaruh di atas tempat tidur korban. Selain itu, pelaku membawa kabur sepeda motor Honda Vario Dedi yang tak lain pemilik laundry tersebut. “Pelaku melakukan aksinya dengan mudah, karena kamar korban tidak dikunci,” ujarnya. Selanjutnya, HP Samsung digadaikan Rp 50 ribu, sedangkan HP Oppo dijual kepada seseorang yang bekerja di salah satu penginapan di Denpasar Rp 1,1 juta. Uang tersebut dipakai membeli HP dan biaya hidup sehari-hari. Terungkapnya kasus ini, lanjut Pramasetia, berdasarkan hasil penyelidikan anggotanya yang berhasil melacak keberadaan pelaku. Ternyata ia memanfaatkan momen membeludaknya pengungsi untuk sembunyi. Pelaku berbaur dengan pengungsi di tempat pengungsian di wilayah Sibetan, Karangasem. Selain itu, petugas mengamankan barang bukti sepeda motor Honda Vario dan dua HP lengkap dengan charger-nya. “Pelaku sudah kami tahan dan kasusnya masih dikembangkan. Tak disangka kalau tersangka sembunyi di tempat pengungsi,” ujarnya. (kmb36)

Bali Post/eka

PANTAI - Seorang warga menarik papan surfing di Pantai Petitenget, Badung. Meski tidak seramai Pantai Kuta, wisatawan dalam maupun luar banyak yang berkunjung di pantai berpasir putih ini.

36 Persen Pipa PDAM Tirta Mangutama Bocor Mangupura (Bali Post) –

Tingkat kebocoran air bersih yang dikelola Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Mangutama Kabupaten Badung akibat kerusakan pipa mencapai 36 persen. Tingginya angka kebocoran juga akibat water meter banyak yang belum diganti, kemudian masifnya pembangunan menggunakan box culvert di ruas-ruas jalan di Badung dan masih maraknya kasus pencurian air. Direktur Tekhnik (Dirtek) PDAM Tirta Mangutama I Wayan Suyasa mengatakan, meski kebocoran cukup tinggi, namun pasokan air bersih kepada pelanggan tidak terganggu, kecuali sedang dilakukan perbaikan. ‘’Tingginya kebocoran ini disebabkan oleh beberapa faktor. Untuk masalah pembongkaran memang paling banyak (penyumbang kebocoran-red). Karena di-

buldozer, sehingga pipa-pipa kita hancur,’’ ujar Suyasa, Senin (25/9) kemarin. Menurut Suyasa, pihaknya telah melakukan upaya-upaya untuk menekan angka kebocoran. Misalnya mengganti water meter yang lama dengan water meter terbaru. Pihaknya juga berupaya terus menjalani koordinasi dengan instansi terkait untuk pembangunan yang mengenai jaringan atau utili-

tas perpipaan PDAM. ‘’Penggantian water meter sekarang sudah kita lakukan secara bertahap. Sedangkan untuk proyek box culvert, kita sudah intensifkan koordinasi dengan instansi terkait,’’ terangya. Penyumbang tingkat kebocoran lainnya juga disebabkan oleh masalah kasus pencurian air. Menurut mantan anggota DPRD Badung ini, kasus ini marak terjadi di wilayah Badung Selatan.

Banyaknya temuan illegal connecting ini pihak PDAM telah mengambil langkah-langkah, termasuk menyeret para pelaku ke ranah hukum. ‘’Kalau pencurian air, kasusnya banyak di Badung Selatan. Dulu di situ kan dikelola PT TB. Sekarang diambil alih PDAM, sehingga kasus ini banyak muncul. Itu sudah kita atasi dan sudah kita laporkan ke polisi,’’ ujarnya. Suyasa optimis dengan adanya upaya perbaikan, tingkat kebocoran pasti turun. Ke depan pihaknya akan memakai sistem area, sehingga kebocoran tiap wilayah dapat ditekan. ‘’Dengan begitu, kerusakan

bisa kita langsung ketahui,’’ katanya. Dihubungi terpisah, Ketua Komisi III I Putu Alit Yandinata meminta PDAM segera melakukan langkah-langkah untuk mengurangi kebocoran. Sebab, angka 36 persen sangat tinggi sehingga harus segera diambil langkah-langkah secepatnya. ‘’Kebocoran air ini menyebakan hilangnya pendapatan, karena air yang semestinya bisa didistribusikan ke pelanggan terbuang sia-sia. Di sisi lain masih banyak antrean masyarakat yang belum terlayani oleh PDAM Tirta Mangutama,’’ tegasnya. (kmb27)

Mangupura (Bali Post) – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Badung, siap menampung para pengungsi Gunung Agung yang masih berstatus siswa atau pelajar. Mereka dapat dipastikan bisa mengikuti pendidikan pada sekolah-sekolah yang terdekat dengan lokasi pengungsian. Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung I Ketut Widia Astika menegaskan hal itu, Senin (25/9) kemarin. Widia Astika mengakui pihaknya belum dapat merinci jumlah siswa pengungsi yang wajib difasilitasi kebutuhan pendidikannya di Badung. ‘’Untuk pendidikan anak-anak yang mengungsi di Badung, intinya kami siap menerima mereka. Masalah pendidikan mereka juga wajib difasilitasi, sehingga anak-anak tidak berhenti sekolah,’’ ujar Widia Astika. Ia menambahkan, pihaknya telah menginstruksikan kepada UPT Disdikpora di masing-masing kecamatan untuk memfasilitasi anak-anak yang memerlukan sekolah. Beberapa laporan masuk dari Camat Kuta Utara, guru di Kuta Selatan dan lainnya. ‘’Ada anak-anak pengungsi memerlukan sekolah di Badung dan kami ingin mengurangi beban pengungsi dan juga kesedihan mereka.

Terlepas dari kurikulum sama atau tidak, tetapi tetap diupayakan untuk diterima di sekolah,’’ kata Widia Astika. Menurut Widia Astika, dalam kondisi seperti sekarang satu kelas lebih dari kuota yang ditentukan itu tidak masalah. Sebab, bencana tidak bisa diprediksi sampai kapan, namun anak-anak pengungsi harus tetap dapat mengenyam pendidikan. ‘’Intinya anak-anak bisa mengenyam pendidikan. Masalah pakaian tidak masalah. Kapanpun dan di manapun mereka bisa sekolah. Sekarang mau sekolah juga bisa,’’ tegasnya. Dari data yang sudah masuk ke Disdikpora, ada tiga siswa SMP yang sudah diterima, yaitu masingmasing satu orang di SMPN 1 Abiansemal, SMPN 2 Abiansemal dan SMPN 1 Petang. Untuk siswa SD sebanyak sembilan orang, yaitu dua orang di Petang, lima orang di Abiansemal, satu orang di di Kuta Utara dan dua orang di Kuta. Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung mencatat jumlah pengungsi antisipasi erupsi Gunung Agung di Kabupaten Badung hingga kini mencapai 2.220 orang. Mereka yang mengungsi di Petang mencapai 75 orang pengungsi, Abiansemal (457), Mengwi (271), Kuta (288), Kuta Utara (823) dan Kuta Selatan tercatat 306 orang pengungsi. (kmb27)

Disdikpora Siap Tampung PT Harus Seleksi Dosen dan Pegawai Siswa yang Mengungsi Tangkal Radikalisme Mangupura (Bali Post) Dalam perekrutan dosen, PNS maupun pegawai tetap non-PNS di lingkungan perguruan tinggi (PT), Kementerian Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) nantinya akan melakukan seleksi ketat. Bahkan saat seleksi dilakukan, di samping kamampuan akademik dan kemampuan dasar baik yang diharapkan, tentu juga diharapkan tidak terpapar radikalisme. Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam proses seleksi. ‘’Perguruan tinggi baik negeri atau swasta harus menyeleksi dengan baik dosen maupun pegawai. Jangan sampai dosen maupun pegawainya terpapar radikalisme,’’ tegas Menristekdikti Prof. H. Muhamad Nasir, Ph.D., Ak. saat ditemui di Nusa Dua, Senin (25/9) kemarin. Untuk itu, kata Muhamad Nasir, Kemenristekdikti akan menggelar perhelatan paling besar dalam rangka ingin tetap memelihara rasa kebangsaan pada perguruan tinggi, dalam rangka melawan radikalisme, Selasa (26/9) hari ini. Kegiatan yang akan diikuti oleh lebih dari 3.000 peserta dari seluruh perguruan tinggi negeri

Bali Post/kmb23

KEBANGSAAN - Menristekdikti Prof. H. Muhamad Nasir, Ph.D., Ak. saat menegaskan perlunya merawat rasa kebangsaan di Nusa Dua, Senin (25/9) kemarin. dan swasta di Indonesia akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo. Pada kesempatan itu akan dideklarasikan di hadapan Presiden tentang kebangsaan. Ini perlu dilakukan untuk membangkitkan kembali rasa kebangsaan dalam menjaga keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila, UUD 45 dan Bhinneka Tunggal Ika. ‘’Kebinekaan ini harus dipelihara oleh seluruh perguruan tinggi dari Sabang sampai Merauke,’’ ujar Muhamad Nasir.

Muhamad Nasir menambahkan, pihaknya bersama dirjen sebelumnya akan melakukan rapat bersama Presiden Joko Widodo membahas tentang perlunya merawat rasa kebangsaan ini. Pihaknya berharap kegiatan seperti ini tidak cukup sampai di sini saja, namun harus juga diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. ‘’Mudah-mudahan, kita tetap utuh dalam NKRI. Apa pun sukunya, apa pun agamanya dan apa pun bahasanya, kita tetap Indonesia,’’ tegasnya. (kmb23)

Ny. Seniasih Giri Prasta Bersama Organisasi Wanita Bantu Pengungsi Erupsi Gunung Agung di Badung ISTRI Bupati Badung Ny. Seniasih Giri Prasta dan Istri Wakil Bupati Badung Ny. Kristiani Suiasa bersama organisasi kewanitaan di Kabupaten Badung, seperti Gatriwara, Dharma Wanita Persatuan, WHDI, PKK, K3S Badung bekerja sama dengan Bank BPD Bali Cabang Mangupura, BPBD dan Damkar menaruh perhatian besar kepada pengungsi erupsi Gunung Agung dari Karangasem yang datang di wilayah Badung. Hal ini dibuktikan dengan turun langsung ke tempat-tempat pengungsian warga Karangasem yang berada di Kecamatan Kuta Selatan dan Abiansemal, dengan melibatkan Tim Krama Badung Sehat (KBS), Senin (25/9) kemarin. Pertama, Ny. Seniasih Giri Prasta mengunjungi pengungsi yang berada di Gang Pem-

ecutan Nomor 7, Lingkungan Mekar Sari, Kelurahan Jimbaran, Kuta Selatan. Terdapat 40 pengungsi dari Bebandem dan Budakeling yang menempati kos-kosan yang kebetulan ditempati oleh keluarganya. Di antara pengungsi terdapat satu orang yang menderita stroke, ada pula balita dan anak-anak. Guna membantu meringankan beban para pengungsi, Ny. Seniasih Giri Prasta bersama organisasi kewanitaan di Badung menyerahkan bantuan sembako, seperti beras, telur, mi instan, sayur, minyak dan lainnya. Kedua, berkunjung ke Kantor Desa Abiansemal di mana terdapat 225 pengungsi di Abiansemal yang semuanya tinggal di rumah kerabatnya. Dari kantor desa tersebut rombongan organisasi wanita menuju rumah I Gusti Made

Gubig di Banjar Keraman Abiansemal yang menampung 27 keluarga dari Karangasem. Juga mengunjungi rumah Made Mara di Banjar Keraman dengan 28 pengungsi, rumah Gusti Putu Suardika dengan 14 pengungsi, rumah I Gusti Made Jelantik di Banjar Gunung dengan 36 pengungsi dan rumah Made Sudana, Banjar Kedampal dengan 17 pengungsi. Semua keluarga pengungsi diberikan bantuan sembako. Di sela-sela kunjungan tersebut, Ny. Seniasih Giri Prasta menyatakan kunjungan ini sebagai bentuk kepedulian dan sumbangsih dari organisasi wanita di Badung terhadap warga karangasem yang mengungsi ke Badung. ‘’Ini wujud kemanusiaan, tergerak hati kami melihat keluarga kami, semeton semua yang ada di

Karangasem. Untuk itu, kami organisasi wanita memberi bantuan sembako ini. Kami harapkan teman-teman yang lain tergerak hatinya untuk ikut membantu,’’ tambahnya. Untuk lebih memudahkan dalam penanganan, Ny. Seniasih Giri Prasta mengharapkan pihak desa/kelurahan dan camat untuk mendata kembali pengungsi agar tidak ada yang tercecer. Di setiap kecamatan diminta membuka posko pengungsian, minimal dua posko untuk memudahkan dalam penyaluran sembako maupun pelayanan kesehatan. Selain itu, juga diharapkan tim kesehatan terutamanya Tim KBS Desa untuk segera menangani masyarakat pengungsi yang membutuhkan pengobatan. Dinas Pendidikan juga agar memperhatikan anak-anak

yang masih di bangku sekolah agar bisa dititipkan di sekolah terdekat. ‘’Kami seluruh jajaran di Badung siap menerima pengungsi semeton kami dari Karangasem,’’ jelasnya. Sementara itu, Camat Kuta Selatan I Made Widiana didampingi Lurah Jimbaran I Ketut Rimbawan menjelaskan, terkait dengan pengungsi warga Karangasem, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait sehingga segera tertangani baik dari segi kebutuhan pokoknya, kesehatan maupun pendidikannya. Saat ini pihak kecamatan bersama lurah dan lingkungan terus melakukan update data pengungsi yang datang ke Kuta Selatan. Langkah selanjutnya, di wilayah Kuta Selatan akan dibuatkan posko penampungan pengungsi, sehingga dengan

MENGUNJUNGI - Ny. Seniasih Giri Prasta dan Ny. Kristiani Suiasa mengunjungi tempat-tempat pengungsian warga Karangasem yang berada di Kecamatan Kuta Selatan dan Abiansemal. mudah terdeteksi dan terawasi, baik itu masalah logistik maupun kesehatannya yang dibantu dari Tim KBS di setiap kelurahan di Kuta Selatan. Hal senada juga disampaikan Camat Abiansemal I Gusti Ngurah Suryajaya. Pihaknya sudah bergerak bersama pihak desa dan klian banjar

untuk mendata pengungsi yang datang di wilayah Abiansemal. Mengenai penyiapan posko pengungsian akan ditindaklanjuti dengan melakukan koordinasi dengan pihak terkait, posko ini nanti dapat menampung semua warga pengungsi sehingga dapat tertangani dengan baik. (ad1668)


INFO SEREMONIAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Wisuda Ke-6

Undhira Lepas 342 Lulusan SEBANYAK 342 lulusan Universitas Dhyana Pura (Undhira) diwisuda di Hotel Inna Grand Bali Beach, Denpasar, Senin (25/9) kemarin. Para lulusan tersebut dari mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Humaniora (FEH) serta Fakultas Kesehatan, Sains dan Teknologi (FIKST). Upacara sidang senat terbuka Wisuda ke-6 Undhira dibuka Ketua Senat Dhyana Pura yang sekaligus Rektor Undhira Dr. dr. Made Nyandra, Sp.KJ., M.Repro., FIAS. Selesai prosesi wisuda diserahkan tujuh buah kursi roda kepada penyandang disabilitas Yayasan Bunga Bali. Rektor Undhira Dr. Made Nyandra memaparkan pentingnya membangkitkan semangat kebinekaan dan keragaman dalam rangka mempercepat mengejar ketertinggalan dari bangsa lain. Keberagaman telah diterapkan Undhira sejak lama mengingat mahasiswanya berasal dari beragam suku, ras, kepercayaan dan budaya di Indonesia. Di tengah keberagaman tersebut para mahasiswa saling menghormati, monolong dan membantu satu sama lain dalam rangka menyelesaikan pendidikannya. Dikatakannya, di tengah situasi dan perkembangan teknologi yang sangat maju dan cepat, segala bentuk informasi dan pengetahuan dengan mudah didapatkan, namun tidak cukup untuk mencapai kesuksesan hidup. Masih diperlukan interaksi sosial, perkembangan dan pertumbuhan emosional. Oleh karena itu, Undhira terus memperbarui kurikulum, baik metodologi pembelajaran agar mampu menjawab persoalan dan tuntutan perkembangan teknologi sekarang maupun yang akan datang. Teladan dan unggulan tidak hanya menjadi visi yang sekadar dibaca, dilihat dan dipahami, namun

Status Awas, Made Urip Imbau Selamatkan Sapi Bali Produktif

Siapkan Penampungan Ternak agar Tak Dijual Murah

WISUDA - Prosesi Wisuda ke-6 Universitas Dhyana Pura di Hotel Inna Grand Bali Beach, Denpasar, Senin (25/9) kemarin. mampu membangun manusia yang utuh. Tidak hanya memiliki intelektual tinggi tetapi juga mempunyai moral, etika dan spiritual yang baik. Karena itu, Undhira membentuk lembaga khusus untuk mengkaji metode-metode yang berkembang sesuai zamannya. Undhira juga membangun lembaga pembentukan karakter yang setiap saat menyusun dan berpikir untuk melaksanakan pembinaan melalui proses pendidikan. Hal ini dilakukan karena mahasiswa memerlukan mekanisme adaptasi agar dapat beradaptasi dengan perubahan yang akan datang. Made Nyandra menambahkan, tahun 2017 Undhira telah menerima dua izin program studi (prodi) baru, yakni D-4 Pengelolaan Perhotelan dan S-1 Akuntansi. Dari sejumlah prodi yang ada, lima telah terakreditasi sangat baik dan prodi lainnya tengah persiapan mencari akreditasi tersebut. Undhira telah diberikan izin legalisasi penyelengaraan LSP P1. Dengan izin ini Undhira dapat melak-

sanakan uji kompetensi sendiri sehingga para lulusan tidak hanya mendapatkan ijazah, namun juga sertifikat kompetensi. Selain itu, rasio dosen dengan mahasiswa tidak melebihi yang disyaratkan. Undhira memiliki 15 dosen dengan kualifikasi S-3 dan beberapa dosen sedang menjalani pendidikan. Data Webometrics menempatkan Undhira di posisi ke515 perguruan tinggi terbaik di Indonesia dan ke-10 di Bali satu tingkat di bawah STP Nusa Dua. Sekreatris Pelaksana Kopertis Wilayah VIII Dr. Slamet Soleh, M.Sc. menyampaikan para mahasiswa yang lulus harus memiliki tiga sikap, yakni attitude, knowladge dan skill yang bagus. Ketiganya agar diterapkan di masyarakat dan terus ditambah supaya makin berkembang. Ia berharap Undhira terus meningkatkan kualitas agar seluruh prodi yang ada menjadi unggulan dan model. Dalam bersaing hendaknya menjadi individu-individu yang unggul, namun di dalam membentuk kerja sama. (ad1665)

ingan masyarakat. Pada 2019 kami harapkan tidak ada lagi masyarakat Badung yang miskin,’’ jelasnya. Lebih lanjut diungkapkannya, program yang dirancang lima tahun sudah bisa dituntaskan dalam satu setengah tahun oleh bupati. Bukan hanya untuk umat Hindu, pembangunan masjid dan gereja di Badung juga diberikan dana hibah oleh Pemkab Badung. ‘’Kami ingin masyarakat Badung sejahtera. Kami tidak ada membeda-bedakan agama karena kami di Badung ini jadi satu,’’ tegasnya. Ketua Rombongan DPRD Wonogiri Basriyono mengungkapkan terima kasih karena sudah diterima dengan baik di Kabupaten Badung. Pihaknya mengunjungi DPRD Ba-

dung selain ingin jalan-jalan juga untuk mencari referensi mengenai tufoksi Komisi III dan IV DPRD Badung. Selain itu, ingin mengadopsi infrastruktur dan pembangunan di Kabupaten Badung. ‘’Di Kabupaten Badung sangat sulit ditemukan jalan yang berlubang, mulus semua. Inilah yang ingin kami gunakan sebagai referensi,’’ ujarnya. DPRD Wonogiri juga ingin belajar mengenai pelayanan kesehatan dari Kabupaten Badung yang sudah menerapkan kesehatan gratis bagi masyarakat. ‘’Setelah menerapkan kesehatan gratis pasti ada permasalahan yang dihadapi. Bagaimana Pemkab Badung mengatasi permasalahan tersebut, ini juga penting kami pelajari,’’ sebut Basriyono. (ad1670)

DPRD Badung Terima Kunjungan DPRD Wonogiri

DPRD Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, mengunjungi DPRD Kabupaten Badung, Senin (25/9) kemarin. Para tamu diterima anggota Komisi IV DPRD Badung I Nyoman Gede Wiradana, I.B. Made Sunartha, dan Ketua Komisi II DPRD Badung I Wayan Luwir Wiana. Gede Wiradana mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan DPRD Wonogiri ke Kabupaten Badung. Pihaknya berharap ke depan DPRD Badung dapat berkunjung ke Kabupaten Wonogiri. Dijelaskannya, potensi yang ada di Kabupaten Badung mulai dari utara hingga selatan. ‘’Badung Utara memiliki potensi di perkebunan, tengah pertanian, sedangkan Badung Selatan potensi pariwisatanya yang besar,’’ paparnya. Dikatakannya, program-program inovatif Pemerintah Kabupaten Badung merata dari hulu ke hilir. Hubungan antara eksekutif dan legislatif selama ini sangat bagus. ‘’Komunikasi dan koordinasi sangat intens. Bahkan, kami di DPRD banyak mendapat masukan dari bupati. Inilah hikmah positifnya karena bupati dan wakil bupati kami dari DPRD,’’ katanya. Made Sunartha menambahkan, sesuai visi dan misi Bupati Badung, masyarakat Badung ditanggung sejak lahir, hidup hingga mati. Bahkan, penunggu pasien yang kurang mampu juga diberikan santunan. ‘’Jadi, program Pemkab Badung yang dicanangkan Bupati Badung seluruhnya demi kepent-

Selasa Wage, 26 September 2017

TERIMA - DPRD Kabupaten Badung menerima kunjungan DPRD Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

SDN 2 Tonja Dinilai Tim LSS Provinsi Bali

ANGGOTA Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. merasa sangat prihatin atas kondisi para petani ternak yang menjadi korban pengungsi Gunung Agung saat rapat koordinasi di Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, Minggu (24/9) lalu. Mendengar laporan banyak ternak khususnya sapi dijual murah, Ketua DPP PDI-P itu ikut turun langsung menyelamatkan nasib petani agar bisa menjual ternak sewajarnya. Salah satunya membuat penampungan ternak di Banjar Besang Kawan, Desa Besang, Klungkung. Berdasarkan laporan petugas dan peternak yang ditinggal pemiliknya, anggota DPR-RI empat periode itu menyarankan agar seluruh ternak baik sapi maupun babi diselamatkan, terutama untuk mengamankan sapi betina. Dari data awal, di empat kecamatan, yakni Rendang, Selat, Bebandem dan Kubu ada sekitar 30 ribu ekor sapi. Tetapi sekarang sudah banyak diungsikan dan dijual sehingga diperkirakan tinggal 20 ribu ekor. ‘’Sapi betina produktif harus diselamatan. Sangat memprihatinkan jika dijual murah. Kita sampaikan agar ada langkah dan respons cepat berkoordinasi dengan bupati,’’ tegasnya usai meninjau sejumlah penampungan ternak di Klungkung. Terkait masalah anggaran, menurutnya, ada mekanisme yang tidak bisa digeser dan perlu ada pemikiran eksekutif di pusat. Namun, perlu penanganan dan langkah cepat termasuk Kementerian Pertanian

TINJAU - Anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. meninjau penampungan ternak para pengungsi Gunung Agung di Banjar Besang Kawan, Desa Besang, Klungkung. untuk penyelamatan sapi dan ternak lainnya yang dimiliki masyarakat di kawasan Gunung Agung. ‘’Jangan sampai sapi betina ini dipotong. Tim yang datang menyusul jangan hanya retorika dan diskusi, tapi diperlukan kerja cepat,’’ tandasnya. Data kunci untuk data ternak masih kalang kabut, karena baru sekitar 30 ribu ekor sapi di empat kecamatan dibuatkan penampungan. Untuk itu, dibutuhkan upaya penyelamatan dan bantuan para peternak. Pertama, harus ada tempat penampungan yang pasti, terutama untuk sapi betina produktif. Kedua, pakan harus disiapkan dan kesehatannya mesti diperhatikan. Karena sapi ini sangat berguna untuk menopang kehidupan masyarakat, terutama di daerah yang terkena bencana. ‘’Makanya harus berkoordinasi dengan baik. Jika dijual agar mendapat harga yang layak dan hindari spekulasi

supaya bisa menunjang ekonomi pemiliknya,’’ ujar Made Urip. Direktur Kesehatan Masyarakat Vertirineer Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Syamsul Ma’arif yang ikut turun mendampingi Made Urip membenarkan harus ada lokasi yang dijadikan tempat penampungan ternak dan segera dikerjakan. Pengalaman di Yogyakarta mesti dijadikan pengalaman, karena banyak sapi yang diamankan, tetapi tidak di penampungan. Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali Ir. I Putu Sumantra, M.App.Sc. mengakui belum mendapatkan data ternak yang diungsikan untuk dibuatkan penampungan. Ada beberapa tempat bisa dijadikan penampungan, di antaranya di daerah Klungkung, Kecamatan Manggis, Kabupaten Bangli termasuk Denpasar. (ad1666)

IHDN Susun Buku Pedoman Praktik Penyuluhan Agama Hindu

JURUSAN Komunikasi dan Penerangan Agama Fakultas Dharma Duta Institut Hindu Darma Negeri (IHDN) Denpasar menyelenggarakan workshop penyusunan pedoman penyuluhan selama dua hari, 25-26 September 2017. Mengangkat tema ‘’Tingkatkan Profesionalisme Melalui Penyusunan Pedoman Penyuluh Agama yang Adaptif Kekinian dan Berkarakter’’, diharapkan workshop ini dapat memberikan arah dan tujuan yang jelas bagi peserta didik IHDN nantinya dalam melakukan praktik penyuluhan. Seminar yang dihadiri 33 peserta dari kalangan dosen ini membahas tentang manajemen penyuluhan agama, teori dan praktik penyuluhan agama, teknik penyusunan pedoman penyuluhan agama. Tiga narasumber masing-masing Dosen UIN Hidayatullah Jakarta Siti Napsiyah Arifuzzaman, Dosen Universitas Islam Bandung Prof. Hj. Atie Rachmiatie dan praktisi penyuluh agama Hindu I Gusti Made Ngurah. Ketua Panitia I Made Budiasa, S.Sos., M.Si. mengatakan, tujuan utama pelaksanaan workshop ini adalah menyusun buku pedoman praktik penyuluhan untuk kegiatan praktik mahasiswa. Sebelumnya telah ada buku pedoman penyuluhan agama, namun kali ini pihaknya akan menyusun buku pedoman praktik penyuluhan agama bagi mahasiswa. Output-nya nanti akan menghasilkan tata cara praktik penyuluhan agama di media, masyarakat, rehabilitasi dan lain-lain. ‘’Nantinya juga akan dibahas tentang manajemen, pelak-

BUKA - Wakil Rektor IHDN Denpasar membuka Workshop Penyusunan Pedoman Penyuluhan Agama Hindu. sanaan, pelaporan, penilaian atau evaluasi,’’ bebernya. Dekan Fakultas Dharma Duta IHDN Dr. Drs. I Wayan Wastawa, M.A. mengatakan, pedoman penyuluhan praktik agama Hindu penting disusun sebagai acuan mahasiswa dalam melakukan praktik di lapangan. Pedoman ini juga merupakan landasan hukum bagi mahasiswa turun ke lapangan. ‘’Karena itu merupakan persyaratan akreditasi institusi atau prodi,’’ ujarnya. Melalui pedoman penyuluhan ini, teori-teori yang didapatkan di kelas dapat diimplementasikan di lapangan sesuai sistem yang ada, baik di media maupun di lapangan. ‘’Bagi Prodi Penerangan Hindu, menyampaikan suatu ajaran agama atau praktik lapangan bukan hanya di media tapi juga di lapangan. Berbeda dengan Prodi Komunikasi melakukan praktik di media,’’ jelasnya.

Sebelumnya kedua prodi tersebut hanya melakukan praktik di media. Sementara praktik di lapangan, karena belum memiliki pedoman, masih bersifat ajakan kepada mahasiswa untuk bersama-sama melakukan pengabdian kepada masyarakat. ‘’Sekarang sangat penting sekali pedoman itu digunakan ke lapangan, baik dosen maupun mahasiswa. Dosen sebagai pembimbing dan mahasiswa sebagai pelaksana,’’ ujarnya. Wastawa mengharapkan mahasiswa semakin terarah dalam pelaksanaan praktik kerja lapangan. Selain itu, mahasiswa semakin berani terjun ke lapangan. ‘’Karena ranah dari penyuluh agama Hindu adalah di lapangan baik di Bali maupun luar Bali. Nantinya penyuluh-penyuluh lapangan ini yang mempunyai fungsi dan tugas sebagai pembimas dan penyuluh di seluruh Indonesia,’’ imbuhnya. (ad1398)

Pusat Jangan Abaikan Bali Dalam Infrastruktur

Sejak Dini Tanamkan Pola Hidup Bersih dan Sehat Wedakarna Minta Pemkab/Pemkot Tak Persulit Izin Proyek Pusat di Bali

TIM Lomba Sekolah Sehat (LSS) Provinsi Bali menilai SDN 2 Tonja yang mewakili Kota Denpasar pada kategori SD, Senin (25/9) kemarin. SDN 2 Tonja merupakan sekolah terbaik yang memenuhi kriteria sehat yang telah diseleksi secara ketat dan bertahap. Hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan Ketua DPRD Kota Denpasar dan perwakilan Wali Kota Denpasar. Asisten Administrasi Umum Setda Kota Denpasar I G.N. Eddy Mulya menyampaikan sambutan Wali Kota menyatakan sektor pendidikan dan kesehatan perlu mendapat perhatian serius karena merupakan aset atau investasi dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas, sehat dan berbudi luhur. Melalui program UKS yang terdiri atas pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sehat yang dikenal dengan Trias UKS, diarahkan untuk membentuk perilaku anak hidup bersih dan sehat. Bukan hanya slogan tetapi menjadi karakter dalam kehidupan sehari-hari. Pihaknya bersyukur SDN 2 Tonja bisa mengikuti evaluasi dalam LSS tingkat provinsi. SDN 2 Tonja sudah dievaluasi dari waktu ke waktu oleh pembina UKS Denpasar dengan seluruh anggota tim didampingi Dinas Kesehatan, Pendidikan dan lainnya. SDN 2 Tonja secara komprehensif bisa menyiapkan dirinya dalam LSS. ‘’Artinya, tidak saja infrastrukturnya yang baik, tapi juga lingkungannya sangat baik dan memadai, kemudian keluarga sekolah ini sehat bahagia,’’ ujarnya. Keluarga sekolah yang terdiri atas siswa, guru dan tenaga administrasi patut diberikan apresiasi dalam berkompetisi di LSS tingkat provinsi. SDN 2 Tonja saat evaluasi di tingkat kota dalam posisi terbaik. Melalui LSS Provinsi Bali diharapkan tidak hanya SDN 2 Tonja yang semakin semangat membenahi lingkungan sekolahnya, menanamkan pola hidup bersih dan sehat kepada peserta didik, tetapi seluruh sekolah di Denpasar. Lalu, peserta didik diharapkan menjadi penyalur informasi pada keluarganya dan lingkungan masyarakat di sekitarnya. ‘’Oleh karena itu, kami berharap LSS menjadi sinergi yang baik untuk membangun Kota Denpasar menjadi kota yang sehat,’’ tandasnya. Perwakilan Ketua Tim Penilai LSS Provinsi Bali Drs. I Wayan Bagiarta Negara, Apt., M.M. mengatakan, kriteria penilaian LSS adalah UKS, kantin, lingkungan, parahyangan, sarana dan prasarana pendidikan serta penunjang lainnya. Hal itu harus disesuaikan dengan

rasio yang ada. Misalnya bangku sekolah dengan luas ruangan dan kapasitas anak didik. Begitu juga fasilitas toilet dengan rasio 1:25 dan fasilitas tempat cuci tangan dengan rasio 1:20. ‘’Tak kalah pentingnya administrasi terkait hal yang dilakukan. Tidak ada satu pun kegiatan yang dilakukan tanpa ketentuan tertulis, dan tidak ada satu pun kegiatan yang dilakukan tanpa ditulis. Semua itu kami kroscek dalam penilaian LSS,’’ bebernya. Kepala SDN 2 Tonja I Made Suarsana, S.Pd., telah melakukan persiapan sebelumnya. Dimulai rapat koordinasi dan konsolidasi dengan lintas sektor dengan jajaran di Kecamatan Denpasar Utara, dilanjutkan persiapan teknis. Disiplin adalah kunci mengelola anak didik untuk berperilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu, penanaman pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dilakukan terusmenerus agar anak didik terbiasa. (ad1669)

DISAMBUT – Tim Penilai Lomba Sekolah Sekat (LSS) Provinsi Bali disambut di SDN 2 Tonja Denpasar.

ADA hal menarik saat Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III hadir dalam acara Sand Breaking Benoa Tourism Port bersama Menko Kemaritiman RI Luhut Binsar Panjaitan, di Benoa, Denpasar, beberapa waktu lalu. Sebagai wakil rakyat Bali di Senayan, ia cukup sering mendapat laporan dari pusat bahwa banyak oknum pejabat di Bali yang diduga mempersulit hal–hal teknis terkait program pemerintah pusat, khususnya dalam hal infrastruktur. Hal itu menjadi perhatian Arya Wedakarna mengingat sebagian dari program pusat masuk ke meja DPD-RI di Senayan termasuk keluhan sejumlah pejabat pusat akan terjadinya praktik-praktik kotor dari beberapa pejabat di Bali. Ke depan, ia berharap pejabat di daerah tidak mengganggu program pusat dengan hal–hal teknis seperti perizinan. ‘’Hampir tiga tahun duduk di DPD-RI mewakili Bali, saya sering mendengar keluhan pejabat pusat bahwa ada oknum pemerintah di Bali yang coba-coba mempersulit program pusat, sehingga banyak proyek yang seharusnya tuntas cepat akhirnya tertunda. Ini harusnya segera diselesaikan. Jangan karena warna partai berbeda dengan Jakarta atau ada kepentingan pribadi, maka program kerakyatan jadi tertunda. Saya mengecam hal ini dan minta aparat terkait turun tangan. DPD-RI sebagai lembaga tinggi negara memiliki kewenangan mengawasi pembangunan

BERSALAMAN - Senator Bali Dr. Arya Wedakarna (kanan) didampingi Senator NTT Andri Garu bersalaman dengan Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan didampingi Wagub Bali Ketut Sudikerta. di daerah, apalagi yang melibatkan APBN,” ujarnya. Menurutnya, ke depan Bali harus terus agresif mengajukan anggaran, program pembangunan termasuk infrastruktur. ‘’Saat ini Presiden sangat aktif membangun kereta api, jalan tol di sejumlah pulau, pembangkit listrik, bendungan dan fasilitas bagi ekonomi rakyat termasuk jalan tol laut. Secara jujur Bali belum begitu maksimal diperhatikan, tapi kita paham karena pemerintah pusat prioritas terhadap sejumlah daerah. Tugas saya tetap mengingatkan pusat agar jangan lupakan Bali. Di satu sisi, ketika kita minta diperhatikan, Bali juga harus siap mengajukan proyek,’’ ujarnya. Oleh karena itu, Gusti Weda-

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

karna mendukung ketika pemprov mengajukan program revitalisasi pelabuhan, pembangunan stadion olahraga, jalan tol laut dan sejumlah pembangunan di luar Bali, termasuk pengadaan kereta api. Terkait Pelabuhan Benoa, ia masih memiliki harapan pelabuhan ini berkelas internasional. ‘’Sand Breaking Pelabuhan Kapal Pesiar ini hanya bagian kecil dari revitalisasi Benoa. Secara nyata keadaan Benoa belum memuaskan. Hampir semua pelabuhan di Bali saya kategorikan paspasan. Ini harus segera didorong untuk diubah. Syukurlah masalah izin yang sempat tersendat sudah dibereskan dengan sikap tegas kementerian,’’ jelas bagian dari Komite III Bidang Kesejahteraan Rakyat ini. (ad1672)


daerah

Selasa Wage, 26 September 2017

Fasilitas Penunjang Objek Wisata Kurang Memadai Kupang (Bali Post) – Dinas Parwisata Nusa Tenggara Timur menilai pembangunan fasilitas penunjang yang seharusnya tersedia di sebuah objek wisata (amenitas) di kawasan wisata NTT masih sangat minim jika dibandingkan dengan provinsi lain. ‘’Padahal kami sudah keluarkan anggaran yang besar untuk mengolah kawasan wisata menjadi bagus kemudian juga digunakan untuk mempromosikan pariwisata di NTT,’’ kata Sekretaris Dinas Pariwisata NTT Wely Rohimone di Kupang, Senin (25/9) kemarin. Ia menilai seharusnya infrastuktur pendukung seperti rumah makan, mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan toko oleh-oleh atau cenderamata dibangun di dalam kawasan wisata itu.

Sementara itu, untuk mempromosikan kawasan wisata di NTT pada tahun 2017, Dispar mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 1 miliar serta tambahan Rp 19 miliar dari APBD NTT. ‘’Sangat besar yang kami keluarkan. Seharusnya instansi lain juga terlibat dalam mendukung kawasan wisata dengan membangun hal-hal yang dibutuhkan dalam kaawasan wisata itu,’’ ujarnya. Menurut Wely, dalam meningkatkan potensi kawasan wisata di NTT harus dikerjakan secara bersama-sama misalnya Dinas Pariwisata Provinsi dan pemda setempat melakukan promosi, sedangkan fasilitas pendukung diserahkan kepada dinas terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum. Dikatakannya, beberapa hal yang menjadi kendala

mengapa pariwisata di NTT belum banyak dikenal karena sejauh ini pemerintah daerah setempat belum menjadikan wisata sebagai sektor unggulan dalam meningkatkan pendapatan daerah. Faktor lainnya belum banyak pengusaha lokal dari Indonesia yang mau berinvestasi di NTT di bidang wisata karena masalah biaya akomodasi yang sangat tinggi. ‘’Kita lihat saja, sejauh ini yang bangun dan memperindah kawasan wisata di NTT ini pengusahapengusaha dari luar negeri,’’ tuturnya. Oleh karena itu, ia berharap seluruh instansi pemerintahan di NTT bergerak dan bekerja bersama-sama mendukung sektor pariwisata di NTT. Ini agar harapan pemerintah NTT menjadikan NTT sebagai provinsi pariwisata dapat terwujud. (ant)

Polda NTB Ungkap Transaksi Narkoba di Kandang

Mataram (Bali Post) – Aparat Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) berhasil mengungkap transaksi narkoba jenis sabusabu (SS) di kandang kuda di wilayah Tinggar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Modus mengedarkan di kandang kuda ini terungkap setelah pelaku yang berinisial HA (42) berhasil ditangkap. Kepala Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB AKBP I Komang Satra di Mataram, Senin (25/9) kemarin, mengatakan berawal dari informasi lapangan yang menyebutkan di kandang

kuda kerap dijadikan tempat transaksi narkoba, pihaknya langsung menerjunkan tim dan melakukan penangkapan. HA ditangkap petugas saat hendak melakukan transaksi dengan pelanggannya di kandang kuda tersebut. Dari hasil penggeledahan, polisi mengamankan dua klip plastik besar yang berisi serbuk kristal putih diduga sabusabu seberat 11,68 gram. ‘’Rencananya, barang akan diberikan kepada pelanggannya yang sebelumnya sudah memesan,’’ ujarnya. Meskipun yang bersangkutan telah mengaku sebagai

pengedar sabu-sabu, hasil uji laboratorium terhadap urinenya dinyatakan negatif, tidak mengandung zat metampetamin. ‘’Dia mengaku hanya mengedarkan, tidak sebagai pengguna. Itu sesuai dengan hasil uji urinenya yang negatif,’’ ucap Komang Satra. Meski demikian, pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka karena terindikasi berperan sebagai pengedar. Hal itu sesuai dengan yang disangkakan, yakni Pasal 112 ayat 2, Pasal 114 ayat 2 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (ant)

Denpasar (Bali Post) Minggu (24/9) malam sekitar pukul 20.00 Wita, Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah menerima kiriman jenazah laki-laki berusia 39 tahun, Handi Ikhwanto. Jenazah ini merupakan rujukan dari RS Surya Husada Denpasar. Setelah dilakukan pemeriksaan luar dan dalam hari itu juga, diketahui Handi mengalami 21 luka. Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah dr. Dudut Rustyadi, Sp.F., S.H. mengatakan, luka tersebut tersebar di beberapa bagian tubuh mulai dari wajah, dada, lengan bawah kanan dan kiri, hingga paha kanan

bagian depan. Luka yang dialami juga bervariasi. Ada luka lecet, luka terbuka akibat dari kekerasan benda tajam. Dari autopsi yang dilakukan, luka di paha kananlah yang menyebabkan kematiannya. ‘’Karena mengenai pembuluh nadi paha kanan, menimbulkan perdarahan mengakibatkan korban kehabisan darah. Di paha ada pembuluh nadi yang besar, kalau terkena bagian ini, perdarahannya pasti hebat,’’ ujarnya, Senin (25/9) kemarin. Permintaan autopsi tersebut datang dari Polsek Kuta Selatan. Dari pemeriksaan yang dilakukan, diketahui

juga korban sempat melakukan perlawanan. Ini terbukti dari luka-luka sayat dan luka tusuk pada lengan karena berupaya menghindar atau menangkis. Setelah dilakukan autopsi selama tiga jam, jenazah HI langsung dibawa pulang oleh keluarganya. Handi Ikhwanto (HI), buruh proyek asal Lumajang, Jawa Timur, merupakan korban kericuhan yang terjadi di bedang proyek di Jalan Trompong, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Badung. Sementara rekannya Panjiono (25) asal Palembang, kritis dan masih dirawat di RSUP Sanglah. (kmb42/kmb36)

5

Siswa SMAN 4 Denpasar Perkuat Tim Debat Indonesia Dalam WSDC SEBUAH kebanggaan bagi SMAN 4 Denpasar (Foursma) di bawah pimpinan Kasek Dr. Wayan Rika. Siswanya Ngurah Gede Satria Aryawangsa memperkuat tim debat Indonesia dalam World School Debating Championship (WSDC) 2017. Pada NSDC (National School Debating Championship) 2017, Foursma meraih 10 th best speker atas nama Thio Jesslyn Angelina. Saat ini Foursma terus menggenjot tim English Club untuk tampil di WSDC 2018. ‘’Perjuangan dan perjalanan sampai ke titik itu sangat berat dan melelahkan. Semua itu menjadi pengalaman yang berharga bagi siswa untuk bekal di masa depan dan prestasi yang membanggakan bagi sekolah,’’ ujar Pembina English Club Foursma Putu Dewi Anjani Nopitasari, S.Pd. didampingi Wakasek Humas SMAN 4 Denpasar Dr. Nyoman Miarta dan siswa peraih juara, Senin (25/9) kemarin. Foursma kerap mewakili Indonesia dalam ajang WSDC. Persiapannya tidak mudah dan harus dilakukan sejak dini. ‘’Kami mempersiapkan bibit yang dipilih secara intensif. Mulai dari latihan pelatih berkualitas sampai mendorong tim English Club untuk mengikuti berbagai macam lomba tingkat kota, provinsi, nasional sampai internasional,’’ ungkapnya. Sementara itu di tingkat

JUARA - Siswa Foursma peraih juara foto bersama dengan guru pembina. lokal, regional dan nasional, tim English Club Foursma menorehkan prestasi menggembirakan. Juara I Speech Tourism Olympics Politeknik Negeri Bali seJawa, Bali, Nusa Tenggara atas nama Rey Abraham. Juara pertama Ephotech Speech Competition SMAN 2 Denpasar se-Bali atas nama Giris Suharta. Sementara Rey Abraham merebut juara I ALSA Speech Competition Universitas Udayana dan juara I Universitas Padjajaran Fakultas Sastra National Speech Competition. Pada ajang ALSA National Speech Competition UI, siswa Foursma Ayu Putu Maharani Adnyana menyabet juara I. Rey Abraham menggaet

juara I Triatma Jaya Speech Competition se-Bali, juara I Universitas Dwijendra Speech Competition se-Bali dan juara pertama Speech Tourism Olympics Politeknik Negeri Bali se-Jawa, Bali, Nusa Tenggara pada September 2017. Juara I juga diraih pada ajang ALSA Speech Competition Unud atas nama Rey Abraham pada April 2017 dan juara I Universitas Padjajaran Fakultas Sastra National Speech Competition (Oktober 2016). Pada September 2017, Giris Suharta merebut juara I Ephotech Speech Competition SMAN 2 Denpasar. Pada April 2017, Foursma berhasil menyabet juara I ALSA National Speech Competition UI atas nama Ayu Putu Ma-

harani Adnyana. Maret 2017, juara I Triatma Jaya Speech Competition atas nama Rey Abraham dan juara I Universitas Dwijendra Speech Competition (Februari 2017). Siswa Foursma Gek Risma dan Rey Abraham menjadi juara I Twin Newscasting Ephotech Competition SMAN 2 Denpasar (September 2016) dan juara I EAST Competition Fakultas Sastra Universitas Brawijaya atas nama Dinda Ayu Pratiwi (November 2016). Pada ajang HILITE Debating Championship Unair, 2122 Januari 2017, Annisya Ayu Ramadhani meraih 1st best speaker dan runner-up debate team atas nama Annisya Ayu Ramadhani, Euginia Junitha dan Maria Gracia Primaningtyas. Pada ajang KOMPek Debating Championship UI (Februari 2017), siswa SMAN 4 Denpasar meraih Second Runner-up atas nama Indrayana Yogaputra, Ngurah Gede Satria Aryawangsa dan Thio Jesslyn Angelina serta 1st best speaker atas nama Indrayana Yogaputra. Pada ajang ALSA Speak-up LC Unud (April 2017) meraih 1st place debate team yang diperkuat Annisya Ayu Ramadhani, Mettio Hario Basara, dan Euginia Junitha. Selanjutnya meraih runnerup (Thio Jesslyn Angelina, Gek Risma Bidari Putri, Maria Gracia Primaningtyas) dan 1st best speaker atas nama Thio Jesslyn Angelina. (ad1671)

ASDP Gilimanuk Antisipasi Dampak Buruh Proyek Tewas Akibat 21 Luka Letusan Gunung Agung

Dicerai Istri, Tukang Becak Bunuh Diri Banyuwangi (Bali Post) Warga Jalan Ciliwung, Kelurahan Panderejo, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, heboh Senin (25/9) kemarin. Warga setempat, Sunyoto (39), ditemukan tewas bersimbah darah di kamarnya. Diduga korban nekat mengakhiri hidupnya dengan menggorok lehernya sendiri. Aksi ini lantaran korban digugat cerai istrinya, Nurhikayah (30). Korban pertama kali ditemukan kakaknya, Nirwana, sekitar pukul 08.00 WIB. Saat membuka kamar korban, tukang becak tersebut sudah berlumuran darah di atas tempat tidur. Di sampingnya tergeletak pisau dapur. Melihat kejadian ini, Nirwana berteriak minta tolong. Warga berhamburan mendekat. ‘’Saya lihat korban sudah tak

bernapas. Ada pisau dapur di dekat tangannya,’’ kata Anisa Novitasari, keponakan korban. Polisi yang mendapat laporan tiba di lokasi kejadian beberapa menit kemudian. Hasil olah TKP, tak ditemukan tanda-tanda pembunuhan. Kuat dugaan korban murni bunuh diri. Diduga korban menusuk lehernya sendiri. Karena tak tertolong, korban akhirnya tewas. Menurut keponakan korban, Anisa, korban terakhir terlihat sekitar pukul 07.00 WIB. Setelah mengantar anaknya ke sekolah, Sunyoto masuk rumah. ‘’Dia baru pindah ke rumah orangtuanya setelah diusir dari rumah istrinya di Payaman, Giri, Banyuwangi. Mereka sedang proses cerai,’’ ujar Anisa. Sedianya Selasa (26/9) ini korban mengikuti sidang

cerai di Pengadilan Agama Banyuwangi. Keluarga menduga korban panik setelah digugat cerai sang istri. Apalagi Sunyoto sempat mengeluh tak rela bercerai dengan alasan kedua anaknya masih kecil. Di dekat mayat korban ditemukan surat wasiat yang isinya meminta maaf karena harus mengakhiri hidup. Di mata keluarga, tukang becak ini dikenal baik, namun belakangan bermasalah dengan keluarga diduga dipicu masalah ekonomi. Kapolsek Kota Banyuwangi AKP Ali Masduki menjelaskan pihaknya masih menunggu hasil autopsi jenazah korban di RSUD Blambangan untuk pengembangan penyelidikan. ‘’Informasinya memang ada masalah keluarga, tapi kami masih tunggu hasil olah TKP dan autopsi,’’ jelasnya. (kmb30)

Bali Post/kmb30

EVAKUASI - Petugas mengevakuasi korban bunuh diri di Jalan Ciliwung, Banyuwangi.

Negara (Bali Post) – Aktivitas Gunung Agung yang semakin meningkat dan telah ditetapkan menjadi status awas, mulai diantisipasi oleh Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry. Pihak ASDP Gilimanuk, Jembrana, menggelar rapat koordinasi, Minggu (24/9) malam dihadiri Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol I Nyoman Subawa, Kancab Jenderal Manajer ASDP Ketapang-Gilimanuk Elvy Yosa, OPP Gilimanuk, Korlap Perusahaan Penyeberangan, Syahbandar Gilimanuk, Kepala Induk III Gilimanuk, Bhabinsa dan aparat TNI-AL serta supervisi. Manajer ASDP Gilimanuk Heru Wahyono, Senin (25/9) kemarin, mengatakan rapat koordinasi tersebut dilaksanakan guna mengantisipasi dampak terburuk jika sewaktu-waktu Gunung Agung meletus. Ia berharap Gunung Agung tidak sampai meletus. Namun, jika sudah kehendak alam, pihaknya sudah siap. Dikatakannya, kalau terjadi erupsi Gunung Agung, dampak terburuknya adalah perpindahan warga secara besar-besaran ke luar Bali melalui jalur darat karena

akan terjadi penutupan Bandara Ngurah Rai. Guna memperlancar arus penyeberangan di Selat Bali, pihaknya akan memprioritaskan pengangkutan penumpang yang menyeberang ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, dengan mempercepat bongkar muat. Saat ini pihaknya memiliki 49 armada kapal yang siap melayani penyeberangan di Selat Bali jika terjadi lonjakan penumpang sebagai dampak erupsi Gunung Agung. Hingga saat ini belum terjadi lonjakan penumpang. Arus penyeberangan di Selat Bali masih normal dan cuaca sangat aman untuk pelayaran. Armada kapal yang dioperasikan hanya 32 unit. Sementara itu, Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol I Nyoman Subawa dikonfirmasi terpisah mengatakan pihaknya siap mengamankan dan menjaga kelancaran arus kendaraan ke luar Bali jika terjadi lonjakan sebagai dampak erupsi Gunung Agung. Ia juga berharap musibah itu terjadi, namun jika hal tersebut benar-benar terjadi, pihaknya sudah siap mengantisipasi untuk mengamankan dan melancarkannya. (kmb)

Bali Post/kmb

RAKOR - Rapat koordinasi (rakor) yang dilaksanakan di Gilimanuk guna mengantisipasi dampak erupsi Gunung Agung.

Gubernur NTT Janji Tindak Lanjuti Aspirasi Warga Eks Timtim Kupang (Bali Post) – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya memuji sekaligus mengapresiasi aksi ribuan warga eks Timor Timur yang telah menyampaikan pendapatnya lewat orasi yang santun dan tertib dalam unjuk rasa di Kupang, Senin (25/9) kemarin. ‘’Saya mengapresiasi aksi unjuk rasa saudara-saudariku warga eks pejuang Timor Timur ini karena berjalan tertib dan disampaikan secara santun dan baik,’’ katanya. Ia mengatakan hal itu saat beraudiensi dengan Ketua Uni Timor Aswain (Untas) sekaligus Koordinator Aksi Eurico Guterres bersama sekitar 50 keluarga pejuang Timtim di Ruang Rapat Gubernur NTT. Menurut Gubernur, dua periode itu, ketika aspirasi disampaikan secara santun tanpa adanya paksaan atau kekerasan, maka peluang terbuka dan memungkin dapat terealisasi. Ia mengaku telah mendengar dan memahami sejumlah poin utama aspirasi terkait nasib ribuan keluarga pejuang eks Timtim yang terus diperjuangkan dari tahun 2010 sampai saat ini. ‘’Saya berjanji aspirasi yang disampaikan saudarasaudaraku ini segera saya tin-

dak lanjuti ke Bapak Presiden Joko Widodo,’’ ujarnya. Gubernur juga mengapresiasi upaya pembatalan aksi unjuk rasa yang semula direncanakan digelar serentak berlokasi di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste di Kabupaten Belu dan sekitarnya. Ia berterima kasih karena aksi di perbatasan dibatalkan karena kalau itu terjadi dampaknya sangat riskan bisa membias ke manamana, termasuk berpengaruh terhadap warga di sebelah (Timor Leste). Lebih lanjut, Gubernur Lebu Raya mengajak warga eks Timtim untuk tetap bersama-sama membangun Indonesia di NTT. ‘’Kita selalu bergandengan tangan untuk bersama membangun daerah ini secara bertahap dan terus-menerus hingga nanti semuanya bisa mendapatkan kesejahteraan yang adil dan merata,’’ jelasnya. Ia juga meminta agar aksi penyampaian aspirasi yang dilakukan tetap pada koridor menjaga ketertiban dan keamanan bersama, sehingga tidak menyusahkan masyarakat lainnya di Provinsi NTT. Dalam pantauan, di akhir audiensi bersama perwakilan warga eks

Timtim itu, Gubernur NTB didampingi pimpinan unsur Forkompimda menyambangi dan menyapa ribuan warga eks Timtim yang menunggu di halaman Kantor Gubernur NTT. Di bawah koordi-

nasi pimpinan aksi Eurico Guterres, ribuan massa secara bertahap membubarkan diri dengan tertib dan lancar dalam pengamanan aparat kepolisian setempat sekitar pukul 14.00 Wita. (ant)


OPINI

6

Selasa Wage, 26 September 2017

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Psikologi dan Pendidikan Kebencanaan PENINGKATAN status Gunung Agung di Kabupaten Karangasem dari Siaga ke Awas, telah berdampak pada gelombang pengungsian, terutama dari kawasan yang ditetapkan sebagai Kawasan Rawan Bencana (KRB) III. Ada berbagai cerita menarik di balik peningkatan status maupun gelombang pengungsian tersebut. Yang menonjol, kepanikan warga saat status baru pertama kali diumumkan. Dari perbincangan baik dengan para pengungsi, petugas yang membantu evakuasi maupun pengungsian, ada sebuah gambaran penting yang perlu kiranya dipetik. Terutama menyangkut penyampaian informasi, terlebihlebih ke publik. Mengingat dalam era teknologi informasi ini, satu informasi begitu cepatnya disebarkan ke seluruh dunia melalui dunia maya. Informasi hoax (palsu) yang cenderung menyesatkan pun bertebaran menambah kepanikan warga. Jangankan informasi hoax, informasi resmi tentang peningkatan status Gunung Agung dari Siaga ke Awas saja ketika disampaikan kurang tepat, tanpa memahami psikologi masyarakat (psikologi kebencanaan), juga telah menimbulkan kepanikan. Mengingat peningkatan status dari Siaga ke Awas disampaikan tanpa penjelasan awal yang lengkap mengenai apaapa saja yang perlu dipersiapkan dan dilakukan ketika status sudah Awas. Masyarakat hanya menerima informasi sepotong, bahwa ketika sudah berstatus Awas maka mereka terutama yang berada di KRB III harus mengungsi. Bayangkan, ketika informasi “harus mengungsi” ini disampaikan di tengah malam, di mana sebelumnya telah didahului sebuah gempa cukup kuat yang dirasakan masyarakat. Kekacauan besar telah melanda masyarakat Karangasem malam itu. Dari perbincangan dengan para petugas kebencanaan yang cukup berpengalaman di sana, seharusnya para pejabat terkait mengerti dan memahami yang namanya psikologi kebencanaan. Artinya, mereka memahami bagaimana reaksi psikologi masyarakat ketika informasi kebencanaan disampaikan. Jika memahami itu, maka informasi itu akan dikelola terlebih dahulu sehingga dalam penyampaiannya nanti tidak menimbulkan kepanikan dan kekacauan. Dalam hal ini, pikiran atau psikologis massa diberi jeda untuk mengelola informasi itu, sehingga bisa bersikap dan mengambil langkahlangkah logis dan tidak panik. Misalnya, dengan memberitahukan bahwa dengan status Awas ini mereka sudah bisa mempersiapkan diri untuk melakukan pengungsian, bukan harus mengungsi detik itu juga saat informasi itu diterima. Bahkan pengambil kebijakan atau pakar yang lebih awal tahu atau punya kompeten menyampaikan informasi status itu sebelumnya bisa mengedukasi masyarakat tentang kebencanaan (status Awas) ini. Dengan bekal informasi dan pengetahuan yang cukup tentang kebencanaan, masyarakat tidak akan menjadi panik dan kacau ketika diberi tahu informasi peningkatan status dari Siaga ke Awas. Jika menengok jauh ke belakang lagi, masyarakat perlu mendapat pendidikan singkat tentang kebencanaan. Tidak hanya mengenai erupsi gunung berapi, juga kebencanaan lain, seperti banjir, puting beliung, kebakaran dan sejenisnya. Bahkan pendidikan kebencanaan ini bisa diberikan sejak dini di bangku sekolah. Misalnya yang sederhana, apa yang harus dilakukan ketika ada kebakaran di rumah, ada gempa, banjir dan sebagainya. Ketika ada tsunami misalnya, apa yang harus dilakukan dan ke mana harus menyelamatkan diri. Sekarang ini memang telah bertebaran dipasang tanda/rambu tentang tsunami. Tetapi silakan ditanyakan, berapa masyarakat yang memahami atau mengerti apa arti tanda/rambu itu. Karena sebelumnya mereka memang telah mendapatkan penjelasan atau informasi dari pihak terkait. Banyak masyarakat yang hanya menerka-nerka saja, bahwa kalau terjadi gelombang besar atau tsunami harus lari ke arah tanda panah di rambu-rambu itu. Itu saja, tidak ada pengetahuan lain tentang bencana itu.

S URAT PEMBACA

Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM

Gerakan Peduli Korban Bencana

Kepedihan yang dialami warga Karangasem terdampak aktivitas Gunung Agung, mestinya membangkitkan kepedulian kita terhadap para korban bencana. Gerakan pemerintah Provinsi Bali, kabupaten/kota dan jajarannya dalam mengatasi dampak dari bencana ini, saya nilai sangat baik. Gerakan ini memberikan harapan bahwa Bali mampu mengatasi dampak bencana ini. Ke depan kepedulian rakyat Bali terhadap sesama yang menjadi korban bencana harus terus dibangun. Gerakan peduli korban bencana ini hendaknya menjadi bagian kepedulian warga Bali. Mari bersama-sama membantu kawan-kawan kita di pengungsian. Selebihnya saya berharap mari kita terus berdoa agar dampak aktivitas Gunung Agung bisa dieleminir. Doa dan gerakan kebersamaan mudah-mudahan bisa meringankan beban warga Bali. Paradermawan yang bisa membantu para pengungsi hendaknya meluangkan waktu untuk hadir ditengah-tengah mereka, untuk menghibur dan memberikan motivasi kepada mereka. Putu Subagia Gianyar, Bali

Gunung Berapi dan Pendidikan Kebencanaan

Sebagai sebuah negara yang berada di kawasan cincin api, Indonesia menjadi salah satu kawasan yang sangat rawan dilanda bencana letusan gunung berapi. Sejauh ini terdapat sedikitnya 129 gunung berapi aktif di Indonesia yang menjadikan negeri kita sebagai negara yang memiliki jumlah gunung berapi aktif terbanyak di dunia. Oleh Djoko Subinarto elain itu Indonesia juga menjadi salah satu negeri yang sangat rawan gempa bumi, karena posisinya yang berada di antara tiga lempeng bumi yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia dan Lempeng Pasifik. Karenanya tidak perlu heran jika berulangkali sejumlah kawasan di negara kita dilanda bencana, baik itu berupa letusan gunung berapi maupun gempa bumi. Dengan menyadari keberadaan negara kita yang rawan bencana ini, yang paling penting adalah bagaimana penduduk negeri ini harus selalu siap secara fisik maupun psikis menghadapi setiap kemungkinan terjadinya bencana alam. Sayangnya, dibandingkan penduduk sejumlah negeri lain yang juga berada di kawasan rawan bencana alam letusan

S

gunung berapi atau pun gempa bumi, seperti Amerika Serikat, Ekuador, Jepang, maupun Selandia Baru, kebanyakan penduduk negeri ini tampaknya senantiasa masih selalu kurang siap dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam. Hal ini terjadi karena masih minimnya pendidikan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam yang diperuntukkan untuk anak-anak sekolah maupun yang diperuntukkan untuk masyarakat umum secara luas. Ujungnya bisa ditebak, penduduk kita pun tidak banyak mengetahui cara bertindak yang tepat saat terjadi bencana alam, baik letusan gunung berapi, gempa bumi maupun bencana alam lainnya. Padahal memiliki pengetahuan yang memadai ihwal kesiapsiagaan menghadapi bencana sangat penting untuk mengurangi risiko yang lebih buruk ketika

terjadinya bencana alam. Contohnya, tatkala terjadi bencana banyak warga kita yang masih sama sekali tidak mengetahui cara evakuasi yang benar. Hal ini diperparah dengan ketidaksiapan aparat dalam memandu warga. Akibatnya, kepanikan dan histeria massal kerap memuncak yang menyebabkan kekacauan dan keruwetan pada saat dan setelah bencana alam berlangsung. Berorientasi Kehidupan Dalam konteks pendidikan di sekolah, sementara kalangan menilai bahwa kurikulum pendidikan kita saat ini masih minim berorientasi kepada kehidupan. Padahal, justru kurikulum pendidikan yang berorientasi kepada kehidupanlah yang sebaiknya lebih banyak diajarkan di sekolahsekolah kita. Dengan memahami bah-

wa negeri ini sebagian besar wilayahnya berada dalam kawasan cincin api dan berada di antara tiga lempeng bumi, sehingga sangat rawan mengalami bencana letusan gunung berapi serta gempa bumi, sudah selayaknya pendidikan kebencanaan menjadi pelajaran yang perlu lebih banyak diajarkan sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Sebagai sebuah mata pelajaran yang berorientasi pada kehidupan nyata, pendidikan kebencanaan idealnya bisa diajarkan mulai, dari tingkat pendidikan dasar hingga tingkat pendidikan menengah di sekolah-sekolah kita. Tentu saja tidak harus membuat mata pelajaran baru bagi pendidikan kebencanaan di sekolah. Pendidikan kebencanaan dapat diberikan lewat mata pelajaran yang sudah ada, misalnya mata pelajaran geografi. Di negara-negara lain pendidikan kebencanaan juga tidak diberikan sebagai pelajaran yang berdiri sendiri, melainkan diintegrasikan dengan pelajaran lain. Sebagai contoh, di Jepang pelajaran ini diajarkan dalam pelajaran geosains. Sedangkan di Selandia baru pelajaran ini diajarkan dalam pelajaran geografi. Fokus utama pendidikan kebencanaan di sekolah adalah untuk mengetahui dan memahami dasar-dasar ilmu kebencanaan berikut segala fenomena yang berkaitan dengannya. Selain itu, untuk mengetahui dan memahami berbagai dampak

Suara Mahasiswa

Gunung Agung, ”Hoax” hingga Aksi Tengkulak HAMPIR sepekan lebih beberapa stasiun TV lokal di Bali ramai memberitakan kabar berita Gunung Agung yang mulai memperlihatkan tanda-tanda akan meletus. Gunung yang berlokasi di Kabupaten Karangasem ini memang sudah lama “tidur”, sejak letusan terakhir pada tahun 1963. Baik di media cetak maupun media sosial berita ini ramai menjadi perbincangan, mulai dari yang sifatnya ilmiah, mistis hingga yang hoax pun diangkat. Sejak berstatus waspada hingga berstatus awas, beberapa instansi telah mengambil langkah dan sikap. Seperti proses evakuasi, perluasan batas area berbahaya hingga dikeluarkannya surat instruksi dari Bupati Karangasem yang berisi imbauan agar para warganya yang tinggal di radius 12 km dari Gunung Agung, agar segera mengungsi ke daerah yang lebih aman. Dalam situasi genting seperti ini, nampaknya ada pihak-pihak yang berusaha mengambil keuntungan. Kabar tentang serbuan para tengkulak sapi ke daerah lereng Gunung Agung juga tak kalah menyedot perhatian publik. Dikabarkan bahwa para tengkulak ini membeli sapi dan hewan ternak milik warga dengan harga yang sangat tidak wajar. Menurut penuturan salah satu warga Desa Rendang, mengaku telah menjual sapi miliknya dengan harga Rp 3 juta. Padahal dalam keadaan normal

Oleh I Komang Divo Mahayakti Heriadi, S.H. harga sapi di pasaran berkisar Rp 15 juta. Karena dalam keadaan terdesak dan merasa tidak ada pilihan lain, akhirnya ia dan peternak setempat dengan terpaksa merelakan hewan ternaknya dijual dengan harga murah. Banyak kecaman di media sosial yang muncul atas kejadian ini. Saya pribadi sungguh menyayangkan ulah dari para tengkulak ini. Datang jauh-jauh menuju lokasi lereng Gunung Agung hanya berniat mencari keuntungan di tengah kondisi psikologi masyarakat yang bingung mencari tempat pengungsian. Saya begitu paham dengan kondisi para peternak di sana. Kebetulan dulu pernah menjadi peternak sapi semasa SD hingga SMA. Sebagian hari dihabiskan di kebun untuk mengurus sapi peliharaan. Jika ada acara keluar kota, waktunya sangat terbatas karena harus kembali ke kebun memberi pakan sapisapi. Jika dilihat dari aspek normatif, jualbeli yang dilakukan antara tengkulak dengan para peternak di lereng Gunung Agung tidak dapat dikatakan sebagai suatu kesepakatan jual-beli yang sah. Berdasarkan ajaran tentang perjanjian, dikenal ajaran tentang Penyalahgunaan

Kehendak atau yang sering disebut dengan Misbruik Van Omstadigheden. Adalah suatu kesepakatan yang dilakukan, yang mana salah satu pihaknya dalam keadaan lemah secara ekonomi, psikologi dan keadaan darurat, misalnya bencana. Menurut pendapat saya, kesepakatan jual-beli ternak di kawasan bencana dapat dibatalkan secara hukum, karena telah memenuhi unsur penyalahgunaan kehendak di atas. Sudah ada beberapa putusan pengadilan yang memutuskan untuk membatalkan kesepakatan semacam ini. Sudah selayaknya para tengkulak yang menyalahi keadaan ini tidak melakukan hal yang sama di daerah bencana lain. Pemerintah dalam hal ini Dinas Peternakan, sangat diharapkan agar tanggap dengan kondisi ini, dengan turun langsung ke lapangan melakukan segala upaya yang melindungi hewan-hewan milik peternak dari serbuan para tengkulak. Misalnya, dengan menyiapkan areal penitipan hewan ternak sementara bagi warga. Agar nanti, ketika status Gunung Agung yang sudah kembali normal, para warga bisa kembali ke rumahnya masing-masing tanpa harus memulai usaha beternak dari awal.

bencana alam bagi kehidupan manusia. Di samping diajarkan untuk anak-anak sekolah, pendidikan kebencanaan sebaiknya diberikan pula bagi kalangan masyarakat umum secara berkala, khususnya bagi mereka yang bertempat tinggal di kawasan-kawasan rawan bencana alam. Dalam konteks ini, agaknya kita bisa meniru langkah pemerintah di sejumlah negara yang berinisiatif meluncurkan program nasional pendidikan kebencanaan bagi publik secara berkala. Untuk menunjang program ini, sejumlah negara telah menerbitkan buku panduan praktis bencana alam untuk para orangtua, anak-anak, para guru, staf sekolah dan berbagai kategori profesi lainnya, serta masyarakat luas yang berada di daerah-daerah yang rawan bencana alam. Dengan adanya pendidikan kebencanaan untuk para siswa dan masyarakat umum lainnya, diharapkan semakin banyak warga negeri ini yang kian paham bagaimana belajar hidup dan bertahan hidup di kawasan yang rawan bencana, mampu bertindak rasional dan efisien, sebelum dan ketika terjadi bencana mampu mencegah berbagai petaka lebih jauh tatkala bencana berlangsung dan mampu bekerja sama serta mengambil langkah tepat bagi proses pemulihan setelah bencana terjadi. Penulis, Kolumnis, Alumnus Universitas Padjadjaran

POJOK Gotong royong masyarakat Bali tangani pengungsi diapresiasi pemerintah pusat. - Gotong royong masih hidup. *** Bank Indonesia akan fasilitasi penjualan sapi di Karangasem. - Masih belum terlambat. *** Pemanfaatan sumber daya alam (SDA) perlu pendanaan pihak asing. - SDM lokal jangan sampai terasing.

Penulis, Student Master of Udayana University Majoring in Notary

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


BALI balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

SERABUT KELAPA Sejumlah warga di Rendang, Karangasem, mengangkut keranjang berisi serabut kelapa untuk dinaikkan ke atas truk, Senin (25/9) kemarin.

www.iklanbalipost.com

Balipost on Gadget

Bali Post/wan

Selasa Wage, 26 September 2017

Figur

Lawan Radikalisme

PIMPINAN Perguruan Tinggi se-Indonesia berkumpul di Nusa Dua, Bali dalam semangat yang sama, yakni tekad untuk melawan radikalisme. Rencananya, Selasa (26/9) ini mereka bersama Bapak Presiden Republik Indonesia akan menyampaikan pernyataan Bali Post/ist sikap untuk melawan radikalisme yang muncul dan berkembang di Indonesia. Demikian disampaikan Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H. sebagai salah satu penggagas dan Panitia Pengarah (Steering Commitee) kegiatan Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi, Senin (25/9) kemarin. Dikatakan, paham radikal yang mengajarkan kekerasan dalam mencapai tujuan tersebut ada yang mengatasnamakan agama dan ada juga yang mendasarkan pada paham-paham atau ideologi-ideologi lain yang bertentangan dengan Pancasila. Dengan sikap jelas dan tegas dari masyarakat ilmiah ini, diharapkan ideologi radikal akan lenyap atau minimal tidak dapat berkembang. “Kita sudah punya ideologi terbaik, yaitu ideologi Pancasila,” tegas Radendra yang juga akademisi dan praktisi hukum ini. Apalagi, katanya, lima prinsip dasar Pancasila yaitu Ketuhanan, Kemanusiaan (Humanisme), Persatuan (Nasionalisme), Kerakyatan (Demokrasi), dan Keadilan Sosial menjadikan Pancasila sebagai ideologi paling komprehensif dan paling kompatibel, sesuai dengan karakteristik khas bangsa Indonesia yang paling majemuk atau bineka di dunia ini. “Empat konsensus dasar bernegara (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan RI) dan satu tekad melawan radikalisme tampaknya akan menjadi substansi dari sikap dalam Aksi dan Deklarasi Kebangsaan Perguruan Tinggi ini,” pungkas Radendra. (win)

Perpustakaan Keliling untuk Pengungsi Denpasar (Bali Post) – Mobil Perpustakaan keliling akan disiagakan di sejumlah posko pengungsian Gunung Agung. Kehadiran buku-buku dalam perpustakaan keliling diharapkan bisa menjadi semacam hiburan bagi para pengungsi. ‘’Supaya mereka tidak merasa kesBali Post/kmb32 epian, baik tua, muda Luh Putu Haryani maupun anak-anak, harus diisi waktunya untuk hal-hal yang positif,’’ ujar Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Bali Luh Putu Haryani di Denpasar, Senin (25/9) kemarin. Menurut Haryani, perpustakaan juga merupakan salah satu tempat untuk berekreasi. Selain menjadi sumber informasi, ilmu pengetahuan dan penelitian, bisa pula untuk menghibur. Khusus perpustakaan keliling ada 1.500an buku yang bisa dibaca oleh masyarakat. Terutama didominasi buku-buku cerita fiksi, selain tentang pendidikan, sosial dan budaya. ‘’Saya sudah bersurat ke kabupaten/kota se-Bali, besok (hari ini - red) sudah bergerak. Saya minta supaya mereka (kepala dinas yang membidangi perpustakaan di kabupaten/kota - red) berkoordinasi dengan BPBD di lokasi masing-masing,’’ imbuhnya. Haryani menambahkan, perpustakaan provinsi sendiri akan bergerak menuju Karangasem. Di sana ditempatkan lima petugas yang menjaga perpustakaan keliling selama 24 jam. Pihaknya berharap kehadiran perpustakaan keliling mampu menggugah inspirasi dari pengungsi. Termasuk hal-hal positif lainnya yang bisa membantu mereka bangkit dari keterpurukan. ‘’Mungkin saja mereka sekarang masih menenangkan diri, tapi kita stand by-kan saja mobil keliling di situ. Siapa tahu nanti tiba-tiba ingin membaca, sehingga bisa mendapatkan banyak hal di situ. Suatu saat apa yang mereka dapat pasti akan sangat berguna dan sangat mahal harganya,’’ pungkasnya. (kmb32)

redaksi@balipost.com iklan@balipost.co.id

Sistem Kependudukan di Bali

7

Dewan Tak Melihat Adanya Inovasi Denpasar (Bali Post) -

Komisi I DPRD Bali tidak melihat adanya inovasi dalam sistem kependudukan di Bali. Salah satunya tampak dari perencanaan anggaran yang diajukan Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana (Dukcapil) Provinsi Bali untuk tahun 2018. Anggaran yang diusulkan sebesar Rp 6,4 miliar dianggap masih belum menukik untuk peningkatan kualitas dan kapasitas Bali. ‘’Tidak ada inovasi dan gerak proaktif yang dilakukan, bahkan hanya meng-copy-paste rancangan anggaran sebelumnya tentang belanja rutin, gaji pegawai, itu-itu saja,’’ ujar Ketua Komisi I DPRD Bali Ketut Tama Tenaya di sela-sela rapat kerja bersama OPD mitra kerja Komisi I di gedung dewan, Senin (25/9) kemarin. Tama juga melihat ada kelambanan dalam hal koordinasi dengan pemerintah pusat. Utamanya untuk urusan blangko KTP elektronik. Pada saat blangko sudah tersedia, Dinas Dukcapil Provinsi Bali disebut tidak segera mengambil blangko itu ke pusat. ‘’Sudah ada blangko e-KTP di pusat nggak diambil-ambil cukup lama. Akhirnya kan jatuh ke daerah lain. Justru blangko e-KTP ini kan yang paling menjerit semua kabupaten/kota. Di Tabanan saja kita cek kemarin ada 20 ribu yang belum dapat,’’ jelas politisi PDI-P ini. Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Bali I Wayan Gunawan mengatakan Dinas Dukcapil mestinya bukan lagi sekadar menjaga dan mencatat orang yang datang ke Bali. Namun sudah harus mulai berinovasi untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM Pulau Dewata. Dalam hal ini, dinas harus memahami apa tujuan seseorang datang ke Bali. ‘’Kalau sebagai wisatawan, kita senang. Kalau tanpa ada kapasitas, kualitas SDM, orang

tidak tahu apa-apa, mencabut rumput saja tidak bisa. Ini bisa menambah beban Bali yang sudah padat,’’ ujar politisi Golkar ini. Gunawan menambahkan, memang tidak ada larangan bagi seseorang untuk datang ke sebuah daerah atau provinsi dalam NKRI. Namun, daerah bisa menjaring setiap penduduk pendatang melalui sistem pengembangan potensi. Setiap pendatang yang ingin bekerja, bisa dilatih melalui lembaga pendidikan untuk mengetahui kapasitasnya. ‘’Kalau ternyata tidak punya kapasitas setelah dilatih, ada aturan yang tidak memperkenankan mereka tinggal di Bali. Jadi, barang siapa yang datang ke Bali harus memenuhi kualifikasi pekerjaan,’’ tegasnya. Hal senada disampaikan anggota Komisi I lainnya, I Nyoman Adnyana. Dikatakan, harus ada sistem untuk memfilter penduduk pendatang. Dengan demikian, pendatang yang masuk ke Bali betul-betul memiliki keahlian dan pekerjaan, sehingga tidak menimbulkan banyak persoalan. Mengingat persoalan kependudukan, termasuk kriminalitas selama ini lebih banyak muncul dari penduduk liar yang tidak memiliki pekerjaan. ‘’Kalau ada sistem yang memfilter, Bali itu lebih terjaga kondisinya. Penduduknya juga punya kualitas terhadap lingkungannya, keamanannya, ket-

Bali Post/kmb32

RAKER - Komisi I DPRD Bali menggelar rapat kerja (raker) bersama OPD mitra kerja Komisi I seperti BKD, Disdukcapil, Diskominfos, KPI dan KI di Ruang Banmus, DPRD Bali, kemarin. ertibannya, daya tampung, daya dukung dan sustainable. Manfaatnya besar bagi kelangsungan Bali,’’ jelas politisi PDI-P ini. Adnyana melihat penduduk yang sifatnya dinamis menjadi persoalan serius di Pulau Dewata. Malah ada semacam kontraproduktif yang muncul. Di satu sisi, pemerintah membatasi kelahiran. Tetapi di sisi lain justru membebaskan penduduk pendatang masuk begitu saja ke

Dua Bersaudara Curi Motor di Pasar Denpasar (Bali Post) Polsek Denpasar Barat (Denbar) berhasil mengungkap sindikat pencurian sepeda motor yang melibatkan dua bersaudara, Ketut Gede Suardana alias Dadap (38) dan Wayan Arya alias Sony (38), residivis kasus perampokan Minggu (17/9) lalu. Selain itu juga ditangkap penadahnya, Ketut Sukantara (35). Pelaku menyasar sepeda motor ibu-ibu yang belanja di pasar. Kapolsek Denbar Kompol Gede Sumena, didampingi Kanit Reskrim Iptu Aan Saputra Senin (25/9) kemarin mengatakan modus pelaku menyasar sepeda motor yang kuncinya nyantol. Diduga ibuibu tersebut buru-buru belanja sehingga lupa mencabut kunci motornya. ‘’Karena sasarannya motor di pasar, sehingga pelaku beraksi pagi hari,’’ tegas Kompol Sumena. Terungkapnya kasus ini, lanjut mantan Kapolsek Kintamani, Bangli ini, berawal dari informasi dari masyarakat jika ada sepeda motor di showroom milik Sukantara di Banjar Pengipian, Kerobokan, Kuta Utara. Menindaklanjuti informasi tersebut, Iptu Aan bersama anggotanya langsung menggerebek showroom tersebut. Selanjutnya dilakukan penyisiran di rumah penadah tersebut di Jalan Imam Bonjol, Denpasar dan diamankan sepeda motor hasil curian. ‘’Dari tersangka Sukantara ini terungkap siapa yang menggadaikan motor itu. Orang tersebut tak lain Wayan Arya. Dia ini residivis kasus perampokan dan pernah jambret juga,’’

Bali Post/eka

PENCURIAN - Polisi menunjukkan barang bukti dan tersangka pencurian kendaraan bermotor di Mapolsek Denbar, Senin (25/9) kemarin. Tersangka pencurian ini melakukan aksinya di beberpa tempat di wilayah Denpasar dan Badung. ungkap Iptu Aan. Selanjutnya polisi meringkus Arya di tempat biliar di Jalan Segina, Denpasar. Pengakuan tersangka Arya beralamat di Jalan Imam Bonjol Gang Veteran II, Denpasar ini hanya bertugas menggadaikan motor curian tersebut dan pelaku utama adalah kakaknya, Suardana alias Dadap. Berdasarkan pengakuan Arya itu, petugas berhasil meringkus Suardana di tempat kosnya di Jalan Gelogor Carik, Denpasar Selatan. ‘’Mereka ini bersaudara dan bersekongkol nyuri motor. Tapi tersangka Arya mengaku bertugas menggadaikan motor ke penadah. Motor curian tersebut digadai antara Rp 1 juta sam-

pai Rp 2 juta,’’ ujar Kapolsek Sumena. Hasil interogasi dan pengembangan, polisi mengamankan sepeda motor Honda Vario hasil curian di Jalan Taman Pancing Denpasar Selatan, Honda Vario yang dicuri di Jalan Pulau Misol, Honda Vario di Jalan Kerta Pura, Honda Scoopy yang dicuri di Jalan Pulau Adi, Denbar. ‘’Pelaku juga mengganti plat nopol motor itu dengan yang palsu. Mungkin tujuannya untuk menghilangkan jejak. Kami mengimbau kepada masyarakat supaya hati-hati memarkir sepeda motor dan jangan lupa mencabut kuncinya. Jangan lupa juga kunci stang motor,’’ kata Sumena. (kmb36)

Bhabinkamtibmas Dikerahkan Mendata Pengungsi di Badung Disalurkan Satu Ton Beras

Bali Post/ist

BANTUAN - Polres Badung membawa bantuan di antaranya satu ton beras ke Karangasem.

Mangupura (Bali Post) Pengungsi dari Karangasem menyebar di sejumlah kabupaten, termasuk di Badung. Agar hasil lebih akurat, Kapolres Badung mengerahkan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) untuk mendata jumlah pengungsi yang terus bertambah. ‘’Pengungsi asal Karangasem di wilayah hukum Polres Badung sudah didata oleh masing-masing Bhabinkamtibmas. Pengungsi akan langsung didatangi ke tempat pengungsian, termasuk di rumah penduduk,’’ tegas Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta, Senin (25/9) kemarin. Jumlah pengungsi asal Karangasem di Badung 117 orang. Mereka menginap di rumah sanak saudaranya. ‘’Kemungkinan jumlah ini akan bertambah. Kami telah

menggerakkan Bhabinkamtibmas setiap harinya akan mendata jumlah pengungsi tersebut,’’ ujarnya. Untuk bantuan, pihaknya akan jemput bola mengantarkan bantuan ke rumah tempat para pengungsi. Polres Badung juga peduli pengungsi Gunung Agung di beberapa titik pengungsian tersebar di Karangasem. Pada Senin pagi, Kapolres melepas truk pengangkut bantuan logistik ke Karangasem, yaitu Posko Karangasem, Sidemen dan Rendang. Bantuan yang disalurkan adalah bahan pokok beserta puluhan selimut. Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban para pengungsi Gunung Agung. ‘’Kami hari ini menyalurkan bantuan satu ton beras, 1.600 butir telur, 100 dus mi instan, 228 kilogram minyak goreng, 432 kaleng sarden, serta 50 lembar selimut,’’ ucap Kapolres. (kmb36)

Bali. Padahal dewan sendiri telah memperjuangkan adanya peningkatan anggaran pengawasan penduduk pendatang. Utamanya saat arus mudik dan arus balik saat hari raya. ‘’Tapi itu saja tidak cukup, tidak permanen dan tidak menjamin. Makanya sistem harus kita buat. Sistemnya kan sekarang belum ada,’’ tandasnya. Terkait usulan anggaran Dinas Dukcapil, Kabid Fasilitasi

Pendaftaran Penduduk I Wayan Nuranta mengatakan usulan Rp 6,4 miliar terdiri atas belanja tidak langsung sebesar Rp 5,18 miliar dan belanja langsung Rp 1,22 miliar. Antara lain dialokasikan untuk surat menyurat, peningkatan sarana dan prasarana kantor, peningkatan SDM, pelaporan tata kinerja, program kegiatan keluarga berencana, serta peningkatan pencatatan sipil. (kmb32)

Gong Saron Werdhi Swara Kedaton Kesiman Tampil Memukau EKSISTENSI gong saron kini semakin fleksibel. Biasanya jenis gamelan klasik ini dipakai untuk upacara Pitra Yadnya, kini sudah mulai dikebyarkan. Sekaa Gong Saron Werdhi Swara Banjar Kedaton Kesiman generasi kedua berkolaborasi dengan Sekaa Santi Santih Swara, tampil memukau pada parade gong klasik di Lapangan Puputan Badung, Minggu (24/9) malam. Sekaa Gong Saron Werdhi Swara benar-benar tampil klasik, sesuai dengan tema gamelan yang diembannya. Sekaanya kini memasuki generasi kedua yang dimainkan oleh anak-anak sebagai bentuk terjadinya estafet penabuh untuk melestarikan gamelan kuno ini. Saat itu Sekaa Gong Saron Werdhi Swara Kedaton Kesiman menampilkan sejumlah gending kuno untuk upacara Pitra Yadnya. Sejumlah gending kuno yang dimiliki antara lain Gending Lilit Panji Alit, Lilit Nyora, Lilit Warga Sari, dll. Semua gending tersebut masih dipergunakan oleh sekaa Gong Saron/Luang Kedaton Kesiman sampai sekarang. Gong Saron Kesiman termasuk disakralkan oleh masyarakat banjar. Keberadaan gamelan ini diawali dengan adanya lomba desa tingkat provinsi pada tahun 1987. Bahkan mencatatkan diri sebagai gong saron satu-satunya di Desa Kesiman Petilan. Makanya wajar setiap ada upacara Panileman atau mamukur sekaa ini katuran ngayah semalam suntuk hingga ke luar Kota Denpasar. Sekaa ini juga pernah tampil di PKB. Klian Adat Banjar Kedaton Kesiman A.A. Ketut Agung merasa bangga karena krama banjar dan anak-anak ikut melestarikan keberadaan gong tradisional ini. Selain dipakai ngayah untuk upacara yadnya di Bali, juga digunakan sebagai sarana pemersatu serta mewariskan seni tradisi kepada kalangan muda banjar. Dengan demikian, salah satu kearifan lokal Bali mampu kita selamatkan. Generasi pertama penabuh Gong Saron Kedaton I Wayan Turun dan Drs. I Nyoman Sudana memaparkan, sekaa ini lahir ketika Kesiman menjadi duta Denpasar sebagai lomba desa Provinsi Bali. Banjar Kedaton ditunjuk untuk membuat prosesi upacara Pitra Yadnya atau Memukur, yang mana upacara ini harus diiringi dengan gamelan gong saron/luang. Sedangkan pada saat itu, banjar belum memiliki seperangkat gong saron. Warga banjar lalu mengadakan rapat dengan penglingsir Puri Pemayun Kesiman dan sepakat untuk meminjam Gambelan Timbung yang sekarang berada di rumah seniman Ebuh di Gelogor. Gamelan Timbung yang terbuat dari bambu ini pun dimanfaatkan sebagai pengganti gong saron. Setelah perlombaan ini selesai, warga banjar dan panglingsir/tetua puri kembali mengadakan rapat untuk merencanakan membeli satu barungan Gong Luang, mengingat dari fungsinya yang sangat penting dalam ritual dan upacara agama Hindu. Hal ini pun mendapat dukungan dari panglingsir puri yang suatu saat pasti akan memerlukan gamelan Gong Luang. Setelah mengadakan penggalian dana, maka Banjar Kedaton membeli gamelan Gong Luang seharga Rp 3.750.000 pada saat itu. Gamelan ini dibuat oleh Pande Sukerta di Desa Blahbatuh, Gianyar, dan mencari sikut atau contoh di rumah I Tedun di Sangsi Singapadu. Setelah Banjar Kedaton memiliki gamelan warga banjar membentuk sekaa dengan mendatangkan pelatih Pan Muji. (sue)

Bali Post/sue

GONG SARON - Sekaa Gong Saron Werdhi Swara Banjar Kedaton Kesiman saat tampil di parade gong klasik.


BANGLI

8

Selasa Wage, 26 September 2017

Aktivitas Gunung Agung Meningkat

Gunung Batur Terpantau Aman

Bangli (Bali Post) Meski Gunung Batur di Kintamani saat ini tidak menunjukan peningkatan aktivitas sebagaimana Gunung Agung di Karangasem, namun gunung yang berketinggian 1.717 meter tersebut harus tetap diwaspadai. Karena berdasarkan catatan sejarah letusan gunung api, peningkatan aktivitas Gunung Agung beberapa kali diikuti meningkatnya aktivitas Gunung Batur. Hal itu terungkap dalam rapat penanganan bencana di Museum Geopark Batur Kintamani, Senin (25/9) kemarin. Sebagaimana yang disampaikan Koordinator Museum Geopark Batur Desak Andariyani didampingi petugas pengamat Gunung Batur Maryani, Gunung Agung dan Gunung Batur pernah mengalami beberapa kali peningkatan aktivitas dalam waktu yang berdekatan. Contohnya, saat Gunung Agung mengalami erupsi dahsyat pada tahun 1963, beberapa bulan kemudian Gunung Batur juga mengalami peningkatan aktivitas. ‘’Rentang waktunya sekitar enam bulanan,’’ kata Andariyani. Berdasarkan sejarah letusan itu, maka menurutnya Gunung Batur yang masuk sebagai salah satu gunung api harus tetap harus diwaspadai bersama. Dalam rapat kemarin disampaikan juga terkait kondisi Gunung Batur saat ini. Andariyani menyebutkan, berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan petugas pengamat Gunung Batur, aktivitas gunung yang lokasinya berdampingan dengan Danau Batur itu saat ini masih terpantau normal. Pemantauan dilakukan petugas selama 24 jam penuh. Andariyani mengatakan, kalaupun ada kemungkinan kenaikan status, maka hal itu akan dilaporkannya ke Pemerintah Daerah dan instansi terkait lainnya. ‘’Setiap bulan, selama ini kita terus laporkan mengenai aktivitas Gunung Batur ke Bupati, dan ke lainnya termasuk kantor pusat kami,’’ ujarnya. (kmb40)

Bali Post/eka

PETANI - Seorang petani tengah memeriksa buah jeruk di lahan perkebunan di Kintamani. Aktivitas warga Kintamani yang dekat perbatasan dengan Karangasem berlangsung normal, meski warga di wilayah ini merasakan gempa akibat meningkatnya aktivitas Gunung Agung.

Pernyataan Wabup Dimentahkan Bupati

Tak Ada Desa yang Perlu Dikosongkan Bangli (Bali Post) -

Gunung Batur

Bali Post/ina

Rombongan Pengungsi Terlibat Lakalantas Bangli (Bali Post) Sebuah mobil yang ditumpangi rombongan pengungsi asal Desa Sebudi, Karangasem terlibat kecelakaan lalu lintas dengan sebuah mobil lainnya di wilayah Desa Bangbang, Senin (25/9) kemarin. Kecelakaan terjadi saat rombongan pengungsi itu hendak pindah tempat pengungsian. Informasi yang dihimpun siang kemarin menyebutkan, rombongan pengungsi yang berjumlah tiga orang itu datang dari arah Gianyar menuju salah satu desa di Bangli. Rombongan mengendarai mobil Izuzu Panther yang dikemudikan I Ketut Mudiasa. Saat tiba di lokasi kejadian, mobil rombongan pengungsi bertabrakan dengan mobil Honda Jazz yang dikemudikan Ade Wira Saputra (21) asal Desa Bangbang, Tembuku. Kerasnya benturan membuat kedua kendaraan sama-sama penyok. Kedua pengemudi ketika itu sempat bersitegang. Kejadian itu pun menarik perhatian warga di sekitar lokasi. Mudiasa mengatakan, sebelum kecelakaan dia sempat mengungsi ke wilayah Sukawati, Gianyar. Namun, karena sejumlah alasan, dia dan keluarganya berencana pindah untuk mengungsi ke salah satu desa di Bangli. Dia melintas di lokasi karena hendak mengambil uang pembelian sapi di wilayah Bangbang untuk bekal di pengungsian. Namun apes, mobil yang dikemudikannya justru bertabrakan dengan mobil lainnya. Sementara itu, pengendara mobil Jazz Wira Saputra mengatakan, dia melintas di lokasi karena hendak menjemput pamannya yang sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Namun apes, mobilnya justru bertabrakan. Siang kemarin, kasus tersebut langsung ditangani Unit Lantas Polsek Tembuku. (kmb40)

Bali Post/ina

MOBIL - Kondisi mobil pengungsi yang mengalami tabrakan di Desa Bangbang.

Lelang Aset Tak Terpakai, BKPAD Tunggu SK Bupati

Bangli (Bali Post) Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) Bangli berencana melelang sejumlah barang milik pemkab yang sudah tak lagi dimanfaatkan. Salah satunya yakni peralatan bekas pasar darurat di Terminal Loka Crana. Untuk melelang barang tersebut BKPAD masih menunggu surat keputusan (SK) bupati. Diwawancarai belum lama ini, Kepala BKPAD Bangli Gede Suryawan mengatakan, untuk melelang barang milik Pemkab, proses yang harus dilalui yakni melakukan inventarisasi. Selanjutnya, data barang-barang yang akan dilelang diinput dari masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Setelah itu, barang yang akan dilelang dimintakan penilaian harga ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). BKPAD meminta penilaian harga ke KPKNL karena sejauh ini Bangli belum memiliki aparat bersertifikat untuk bisa menaksir harga. Setelah hasil penilaian ditetapkan, tahap selanjutnya adalah penetapan oleh Bupati melalui SK. Usai tahap itu barulah dilakukan pelelangan. ‘’Untuk sekarang harga dari KPKNL sudah turun. Kami masih tunggu hasil penilaian itu ditetapkan Bupati dengan SK,’’ ujarnya. Disebutkan Suryawan, salah satu barang yang rencananya akan dilelang yakni bekas bangunan pasar di Terminal Loka Crana. Selain itu, pihaknya juga akan melelang barang-barang yang sudah dinilai tahun 2016. Nantinya setelah proses pelelangan selesai, barulah status barang itu dihapuskan. (kmb40)

Pernyataan Wakil Bupati (Wabup) Bangli Sang Nyoman Sedana Arta terkait lima desa yang harus dikosongkan karena masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) I Gunung Agung, dimentahkan Bupati Bangli I Made Gianyar. Ditemui usai memimpin rapat terkait penanganan bencana Gunung Agung di Museum Geopark Batur, Kintamani, Senin (25/9) kemarin, Bupati Made Gianyar menegaskan, tidak perlu ada pengosongan penduduk di lima desa. Sebab, sesuai hasil rapat yang dipimpinnya dengan melibatkan unsur Muspida, pimpinan OPD, perbekel, pengelola Museum Geopark serta mengacu peta KRB Gunung Agung, tidak ada satu pun wilayah Bangli yang masuk KRB I. Bupati Made Gianyar mengatakan, mengacu peta KRB Gunung Agung yang ditampilkan pengelola Museum Geopark Batur, wilayahwilayah yang masuk ke dalam KRB III, II dan I seluruhnya berada di Kabupaten Karangasem dan Klungkung. Tidak ada satu pun desa di wilayah Bangli yang masuk dalam kawasan KRB. ‘’Wilayah kita ada di luar itu (KRB - red),’’ terangnya. Atas dasar itu, pihaknya kini meminta masyarakat di lima desa yakni Desa Suter, Desa Abang Batudinding, Desa Abang Songan, Desa Peninjoan dan Desa Bangbang yang sebelumnya disebutkan masuk dalam KRB I, untuk tetap tenang dan tidak panik. Jangan sampai kepanikan dan keresahan justru menimbulkan penyakit

bagi masyarakat. ‘’Walaupun begitu, pada malam hari masyarakat harus tetap hati-hati dan waspada. Kalau ada gempa besar, masyarakat tetap harus cepat lakukan langkah-langkah antisipasi,’’ katanya. Terkait sejumlah warga di lima desa yang sudah mengungsi dalam beberapa hari terakhir karena khawatir dengan dampak erupsi Gunung Agung, Gianyar pun mengimbau agar mereka kembali ke rumah masing-masing dan beraktivitas seperti biasanya. ‘’Jadi, masyarakat tidak perlu mengungsi sampai ada perintah resmi dari Bupati melalui camat, perbekel dan klian,’’ tegasnya. Disinggung mengenai perbedaan peta KRB dari BPBD dan yang ditunjukkan pengelola Museum Geopark

Batur, Gianyar berpendapat, sebenarnya tidak ada perbedaan peta. Hanya informasi dan penafsirannya yang berbeda. ‘’Cuma orang yang menafsirkannya mungkin ada keliru. Kalau kita lihat dari peta KRB, semua wilayahnya ada di Karangasem dan Klungkung,’’ tegasnya. Sementara itu, pada rapat yang dipimpin Bupati Made Gianyar kemarin, awalnya membahas mengenai penentuan lokasi pengungsian untuk penduduk yang ada di lima desa. Dalam rapat itu, dibahas juga rencana pembentukan posko utama penanganan bencana Gunung Agung yang kemudian diputuskan didirikan di areal Gurukula, IHDN dan TK SD internasional. Setelah pembahasan penentuan lokasi pengungsian

Program Gerbangdesigot di Desa Manikliyu

Bupati Made Gianyar Serahkan Bantuan Rp 1 Miliar PROGRAM andalan Pemkab Bangli yakni Gerakan Membangun Desa dengan Sistem Gotong Royong (Gerbangdesigot) terus berlanjut. Pada Senin (25/9) kemarin, program Gerbangdesigot dilaksanakan di Desa Manikliyu Kecamatan Kintamani. Di acara yang dilaksanakan di balai desa setempat, Bupati Bangli Made Gianyar menyerahkan secara simbolis bantuan dana senilai Rp 1 miliar serta melakukan peletakan batu pertama pembangunan balai desa Manikliyu. Acara Gerbangdesigot di Desa Manikliyu dihadiri Kepala Dinas PMD Kabupaten Bangli I Dewa Agung Riana Putra, anggota DPRD Kabupaten Bangli I Nengah Sugiman, Camat Kintamani I Wayan Dirgayusa serta tokoh dan masyarakat Desa Manikliyu. Bupati Bangli I Made Gianyar dalam sambutannya mengatakan, di tahun 2017 sudah ada enam desa yang mendapat bantuan program Gerbangdesigot. Keenam desa tersebut, yakni Desa Belantih, Desa Kedisan, Desa Manikliyu di Kecamatan Kintamani, Desa Penglumaran di Kecamatan Susut, Desa Bunutin di Kecamatan Bangli dan Desa Tembuku di Kecamatan Tembuku. Disampaikan Gianyar, segala bentuk pembangunan di desa sudah banyak dianggarkan melalui Dana Desa, BKK serta dana dari Pemerintah Pusat. Untuk di Kabupaten Bangli, Dana Desa yang disalurkan sudah meningkat dari tahun ke tahun. Untuk tahun 2017, besarannya mencapai Rp 75 miliar. Di tahun berikutnya akan ditingkatkan menjadi Rp 100 miliar. Gianyar berharap, bantuan yang telah digelontorkan Pemkab Bangli dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk

SERAHKAN BANTUAN - Bupati Bangli I Made Gianyar saat menyerahkan secara simbolis bantuan dana senilai Rp 1 miliar. kesejahteraan masyarakat sehingga masyarakat bisa fokus untuk memenuhi kebutuhan keluarga masing-masing. Ditambahkannya, di tahun 2018 mendatang pihaknya juga akan menganggarkan reward bagi desa-desa yang berhasil menurunkan angka kemiskinan di daerahnya. Sementara, itu Perbekel Desa Manikliyu I Ketut Garis menyampaikan, bantuan Gerbangdesigot yang diberikan Pemkab Bangli senilai Rp 1 miliar akan dimanfaatkan untuk pembangunan balai desa sebesar Rp 500 juta, membangun BUMDes yang diintegrasikan dengan pengelolaan pasar desa sebesar Rp 400 juta dan Rp 100 juta diarahkan untuk kegiatan sosial yakni pembangunan dua unit rumah masing-masing sebesar Rp 25 juta. Sisanya Rp 50 juta digunakan untuk pelatihan wirausaha yang dilaksanakan oleh TP PKK serta digunakan untuk membantu masyarakat kurang mampu

dan masyarakat penyandang disabilitas. Ketut Garis juga menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Bangli. Diharapkan bantuan yang diberikan dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. ‘’Kami dalam melaksanakan pembangunan di Desa selalu melibatkan masyarakat melalui kegiatan gotong royong,’’ ujarnya. Anggota DPRD Bangli, I Nengah Sugiman dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi terhadap Pemkab Bangli di bawah kepemimpinan Made Gianyar. Menurut Sugiman, program-program yang dibuat Pemkab Bangli selama ini telah menyentuh masyarakat. Pihaknya pun mendukung penuh segala program Pemkab Bangli seperti Gerbangdesigot, hotmix masuk desa dan Gerbang Gita Santi (GGS). Dicontohkannya, program GGS yang mengadopsi program PNPM Mandiri mampu menciptakan persatuan krama desa setempat. (ad1667)

Bali Post/ina

RAPAT - Bupati Bangli I Made Gianyar saat memimpin rapat di Museum Geopark Batur, Kintamani. termasuk teknis lainnya berlangsung hingga berjamjam, rapat kemudian ditutup dengan penjelasan mengenai KRB Gunung Agung dan kondisi Gunung Agung. Dari penjelasan yang disampaikan Koordinator Museum Geopark Batur Desak Andariyani dan petugas pemantau Gunung Batur,

Maryani, terungkap bahwa tidak ada satupun desa di Bangli yang masuk dalam KRB I. Kalaupun terjadi erupsi, dampaknya di Bangli yakni hujan abu. Oleh Bupati, pernyataan itu kemudian dijadikan dasar untuk mengimbau masyarakat yang telah mengungsi untuk kembali ke desa. (kmb40)

Tak Punya Seragam dan Alat Tulis

Siswa Pengungsi Tetap Bersekolah

Bangli (Bali Post) Sejumlah anak-anak asal Karangasem yang menjadi pengungsi bencana Gunung Agung, mulai mengikuti proses belajar mengajar di sekolah terdekat, Senin (25/9) kemarin. Karena kondisi dan situasi yang serba darurat, sebagian besar dari mereka terpaksa bersekolah tanpa menggunakan seragam dan alat tulis. Berdasarkan data yang dihimpun dari Disdikpora Kabupaten Bangli, anak-anak yang turut menjadi pengungsi Gunung Agung bersekolah di tingkat SD dan SMP. Di Kecamatan Bangli, terdapat 179 pengungsi yang mengikuti proses belajar mengajar di belasan SD. Sementara di Kecamatan Tembuku, terdapat 213 anak-anak pengungsi tingkat SD. Di Kecamatan Susut, terdata 41 anak bersekolah di sembilan SD. Sementara untuk tingkat SMP, jumlah anak-anak pengungsi yang terdata mengikuti proses belajar mengajar kemarin sebanyak 172 orang. Sekretaris Disdikpora Kabupaten Bangli Nyoman Sedana mengatakan, anak-anak

yang turut menjadi pengungsi Gunung Agung tersebut tetap mengikuti proses belajar mengajar meski tanpa menggunakan seragam sekolah. Karena kondisi yang serba terbatas, sebagian besar dari mereka memilih bersekolah menggunakan pakaian bebas rapi. Untuk kebutuhan alat tulis, mereka dibantu oleh sekolah masingmasing. ‘’Dari hasil pantauan kami di beberapa sekolah, mereka tetap bisa mengikuti proses belajar seperti biasa,’’ ujarnya. Sedana tak menampik masih ada sejumlah anak pengungsi yang tidak mau bersekolah. Mereka enggan ke sekolah dan memilih bermain di pengungsian karena malu tidak memiliki seragam. ‘’Untuk anak-anak pengungsi yang bersekolah di tingkat SMA/SMK saya kurang tahu ada berapa. Karena memang kita tidak melakukan pendataan. Kewenangan SMA/ SMK sekarang ada di provinsi. Selama ini kita hanya membantu mengkoordinasikan ke UPT dan sekolah-sekolah agar mereka bisa diterima untuk mengikuti kegiatan belajar di sekolah,’’ kata mantan Kepala SMKN 1 Susut ini. (kmb40)

Bali Post/ina

SISWA - Meski tak pakai seragam, sejumlah siswa asal Karangasem tetap mengikuti kegiatan belajar di sekolah terdekat.


Selasa Wage, 26 September 2017

GIANYAR

9

Baru Dua Pengungsi yang Bersekolah

Gianyar (Bali Post) Sejumlah pengungsi usia sekolah mulai mencari sekolah terdekat untuk meneruskan pendidikan. Seperti 16 siswa yang memilih SMAN 1 Sukawati atau yang populer dengan sebutan Suksma. Namun, baru dua di antaranya yang mulai bersekolah, Senin (25/9) kemarin. Guru BK SMAN 1 Sukawati I Ketut Rema mengatakan, total ada 16 pengungsi yang mendaftar di Suksma. Sebanyak 14 di antaranya merupakan hasil survei sekolah terhadap pengungsi yang ada di posko Lapangan Sutasoma. ‘’Kami jemput bola ke posko pengungsian, mendata anakanak yang bertatus pelajar SMA,’’ katanya. Dari upaya itu, didapatkan tujuh siswa dari posko Lapangan Sutasoma. Kemudian, tujuh lagi dari posko itu berinisiatif untuk diantar orang tua mendaftar ke Suksma. Namun diakuinya, ke-14 siswa tersebut belum ada yang bersekolah Senin kemarin. ‘’Mereka belum siap sekolah,’’ jelasnya. Ketidaksiapan siswa pengungsi akibat keterbatasan seragam sekolah dan alat

tulis. ‘’Hari ini (kemarin-red) mereka sedang diupayakan untuk mendapatkan seragam. Besok (hari ini-red), rencananya mereka akan masuk kelas. Meskipun nanti tidak pakai seragam karena kondisi, maka kami maklumi,’’ terangnya. Berdasarkan data, total 16 siswa pengungsian yang terdaftar yakni 11 orang di kelas X, tiga orang di kelas XI dan dua orang di kelas XII. Sekolah ini jaraknya paling dekat dari posko Lapangan Sutasoma. Anakanak pengungsi pun cukup berjalan kaki untuk tiba di sekolah itu. Rema menyatakan, kapasitas SMAN 1 Sukawati yang saat ini membuka 34 rombongan belajar, masih memadai dengan kedatangan siswa baru dari pos pengungsian. Hanya saja, pihaknya kini harus pintar-pintar mengatur supaya satu kelas tidak terlalu penuh. ‘’Kapasitas mencukupi. Aturannya memang per kelas 36 siswa. Tapi karena ini sifatnya darurat, maka bisa ditambah dua atau tiga siswa,’’ jelasnya. Sementara dua siswa lainnya yang tercatat sebagai pengungsi mandiri yakni Ni

Putu Trisna Jayanti, pengungsi asal Banjar Muntig Desa Amerta Buana Kecamatan Selat Duda dan Ni Luh Trisna Putri Selamet asal Banjar Sukaluwih Desa Amerta Buana Kecamatan Selat Duda. Keduanya berasal dari SLUA Saraswati Amlapura yang kini samasama mengungsi di rumah seorang warga di seputaran Jalan Purnama, Sukawati. Trisna Jayanti memperkirakan, proses pengungsian ini berlangsung lama sehingga dia membawa berbagai perlengkapan seperti baju seragam sekolah dan beberapa buku LKS agar bisa tetap melanjutkan pendidikan. Memasuki hari pertama sekolah di Suksma, pada jam pertama ia memperoleh pelajaran Fisika. Meraka berdua pun mengaku cukup jauh tertinggal dalam mata pelajaran dengan siswa di Suksma. ‘’Tadi pas pelajaran Fisika ketinggalan cukup jauh. Di sana baru bab I, di sini sudah bab III,’’ jelasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Gianyar Made Suradnya mengaku masih melakukan pendataan terhadap pengungsi yang akan bersekolah semen-

BELAJAR - Dua siswa pengungsi mulai belajar di SMAN 1 Sukawati, Senin (25/9) kemarin. tara di Gianyar. ‘’Kita masih melakukan pendataan, khususnya yang SD ini prosesnya cukup banyak karena anak-anak ini tersebar di seluruh kecamatan. Kalau perkiraan, ada puluhan

anak pengungsi yang masih berstatus pelajar,’’ ucapnya. Sementara itu, berdasarkan data BPBD Kabupaten Gianyar, jumlah pengungsi berstatus pelajar di posko Lapangan Sutasoma ter-

catat sebanyak 31 siswa SD, 8 siswa SMP dan 14 siswa SMA. Total pengungsi siang kemarin sejumlah 300 orang. Di antara pengungsi terdapat lansia sebanyak 15 orang, 4 bayi dan 20-

Bali Post/nik

an anak-anak. ‘’Jumlah pengungsi terus terjadi penambahan. Ini masih data sementara,’’ ujar Kasi Kedaruratan Wayan Eka Mulya di Posko Lapangan Sutasoma. (kmb35)

Digratiskan, Pelayanan Kesehatan untuk Pengungsi Bali Post/nik

MAJEJAITAN - Sejumlah perempuan didampingi petugas Dinas P5KB majejaitan di posko Lapangan Sutasoma, Sukawati.

’’Jejaitan’’ di Posko Siap Didistribusikan

Gianyar (Bali Post) Kegiatan majejaitan yang dilakukan para pengungsi khususnya kaum perempuan di Posko Lapangan Sutasoma, Sukawati, dipastikan akan didistribusikan. Jejaitan mereka akan dijual ke sejumlah toko perlengkapan upacara, termasuk pasar umum yang ada di Kabupaten Gianyar. Salah satu pengelola toko upakara Prakerti Buana Beng, Desak Kartini, saat mengunjungi posko pengungsian, Senin (25/9) kemarin, menyampaikan kesediaannya untuk membeli jika jejaitan para pengungsi tak terserap pasar. ‘’Apa saja hasil jaitan ibu-ibu ini, saya siap beli,’’ jelasnya. Desak Kartini yang juga Kasi Pemberdayaan Perempuan Dinas P5KB Kabupaten Gianyar ini mengaku bersedia membeli lebih mahal Rp 1.000 dari harga normal. Misalnya, untuk 50 ceper dihargai Rp 8 ribu, sekampil tangkih seharga Rp 12 ribu dan seikat taledan dihargai Rp 10 ribu. ‘’Tiga hari sekali saya akan ke sini untuk mengecek apakah ada yang bisa saya beli atau tidak,’’ ujarnya. Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Perempuan Dinas P5KB Kabupaten Gianyar Ni Made Agustini mengatakan, aktivitas majejaitan ibu-ibu pengungsi di Posko Lapangan Sutasoma patut diapresiasi. Majejaitan dinilai sebagai kegiatan selingan di kala suntuk menghabiskan waktu di pengungsian. ‘’Selain disalurkan ke sejumlah toko upakara, ini juga bisa dikirim ke pasar umum yang ada di Gianyar,’’ ucapnya. (kmb35)

Mengamuk di Klungkung

ODGJ Asal Sanding Diamankan Satpol PP

Gianyar (Bali Post) Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) asal Banjar Sanding Serongga Desa Sanding Kecamatan Tampaksiring, Dewa Ayu Muterasih, diamankan petugas Satpol PP Kabupaten Gianyar, Senin (25/9) kemarin. Perempuan lima anak ini diringkus karena kerap mengamuk, sehingga meresahkan warga setempat. Informasi dihimpun, awalnya Muterasih mengamuk di rumahnya Desa Sanding. Usai itu ia melarikan diri ke rumahnya yang ada di Desa Gelgel, Klungkung. Pihak keluarga lantas meminta bantuan Satpol PP Gianyar menjemput Muterasih untuk diajak berobat ke RSJ, Bangli. Menerima laporan itu Satpol PP lantas meluncur ke Desa Gelgel. Melihat kedatangan petugas, Muterasih kembali mengamuk. Ia melempari sejumlah barang ke arah petugas. Beruntung salah seorang anggota Satpol PP Gianyar, Wayan Nasta yang dikenal sebagai pawang orang gila berhasil meluluhkan Muterasih. Berkat bujukan Nasta, Muterasih bersedia naik kendaraan patroli untuk diajak ke RSJ. ‘’Menurut cacatan di RSJ, Bangli, Muterasih belum pernah menjalani perawatan di RSJ. Kemungkinan dia ini stres. Mudah-mudahan setelah dirawat nanti bisa sembuh,’’ kata Nasta. (kmb35)

Bali Post/ist

DIGIRING - Muterasih saat digiring ke RSJ.

Gianyar (Bali Post) -

Setiap pengungsi terkait peningkatan aktivitas Gunung Agung yang menjalani perawatan di RSUD Sanjiwani Gianyar, puskesmas hingga posko kesehatan di Gianyar, untuk sementara tidak dibebani biaya. Hal ini mengingat sudah adanya kerja sama Dinas Kesehatan (Diskes) dengan instansi terkait. Kadiskes Gianyar Ida Ayu Cahyani menyampaikan hal tersebut saat berkunjung ke Posko Lapangan Sutasoma, Sukawati, Senin (25/9) kemarin. Menurut Cahyani, pihaknya terus berusaha mengatur agar pengungsi mendapatkan layanan kesehatan yang baik dan gratis. Pengungsi diupayakan tidak membayar biaya baik tenaga maupun obat-obatan. Dikatakannya, seluruh pengungsi bencana Gunung

Agung yang datang ke Kabupaten Gianyar sudah mendapat pengecekan kesehatan. Selain itu, sekitar 40 persen dari pengungsi sudah mendapat perawatan karena keluhan sejumlah penyakit. ‘’Rata-rata mereka mengalami sakit pernapasan dan diare. Dominan ini dise-

babkan beban pikiran akibat bencana. Makanya kita juga menyiapkan psikolog,’’ katanya. Berdasarkan data BPBD Gianyar, hingga sore kemarin terdata 5.468 pengungsi di Gianyar. Mereka tersebar di sejumlah titik di tujuh kecamatan. Sementara yang

tinggal di posko Lapangan Sutasoma baru sekitar 300 pengungsi. Cahyani menyampaikan, Diskes melakukan pendataan intensif terhadap ibu hamil dan balita. Sejauh ini sudah ada empat ibu hamil yang datang ke Gianyar di mana tiga di antaranya menjalani perawatan di RSUD Sanjiwani. ‘’Untuk bayi ada 22 yang tersebar di seluruh kecamatan. Sementara yang di posko Lapangan Sutasoma hanya empat bayi dan balita di Gianyar ada 60,’’ katanya.

Menurutnya, untuk di posko Lapangan Sutasoma, jumlah dokter spesialis sudah ditambah. Hal ini sebagai upaya percepatan akses kesehatan bagi warga pengungsi. Selain dokter spesialis, posko juga dilengkapi dengan mobil ambulans. Hal ini untuk mengantisipasi jika ada pengungsi yang harus dirujuk ke rumah sakit. ‘’Petugas kesehatan juga kami sebar untuk mengecek kesehatan para pengungsi yang tercecer yang tinggal di rumah penduduk,’’ jelasnya. (kmb35)

Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Pupuk

Mantan PPL Ditahan Gianyar (Bali Post) Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar melakukan penahanan terhadap Dewa Putu Suartana, asal Banjar Kesian Desa Lebih, Kecamatan Gianyar, Senin (25/9) kemarin. Penahanan ini dilakukan setelah mantan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Desa Tulikup di Dinas Pertanian Gianyar itu ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan pupuk, pada Jumat (22/9). Kasi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Gianyar Made Endra Arianto menjelaskan, kasus korupsi ini terungkap berdasarkan penelusuran intel Kejari. Awalnya, petugas Kejari Gianyar mendapat laporan adanya pupuk menumpuk di jalan. Menerima informasi itu, petugas bergegas mencari data pendukung. ‘’Ternyata sumbernya (pupuk-red) dari Gapoktan Desa Tulikup di Kecamatan Gianyar,’’ jelasnya. Diterangkannya, di Gapoktan itu terdapat dua organisasi lagi di bawahnya. Pertama, organisasi Program Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP)

yang berfungsi sebagai tempat meminjam uang. Organisasi kedua, yakni Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) yang bertugas membeli beras dan gabah petani. Jaksa kemudian menelusuri pembukuan keuangan Gapoktan, khususnya pembukuan tahun 2009-2011. Pada 2009, PUAP belum memperoleh dana dari pusat. Akhirnya, PUAP mempercayakan Dewa Suartana selaku PPL untuk meminjam dana sementara dari LDPM. ‘’Karena tersangka ini sebagai PPL, maka dia dimintai tolong untuk ambil uang di LDPM,’’ jelasnya. Dana pertama yang diambil Rp 30 juta, namun hanya dibelikan beras Rp 13 juta saja. Sehingga dari dana pertama ini tersangka mengambil uang Rp 17 juta. Kemudian, Suartana kembali mengambil dana Rp 60 juta dari PUAP. ‘’Jadi, total ada Rp 77 juta yang diambil dari negara,’’ terangnya. Endra Arianto menyatakan, penahanan terhadap mantan PPL yang

kemudian beralih profesi menjadi wiraswasta itu bertujuan untuk memudahkan penyidikan. ‘’Sementara kami titip di Rutan, untuk memudahkan pemeriksaan sebelum kami sidangkan. Kami titip 20 hari,’’ ujarnya. Tersangka dijerat dengan Pasal 2 jo Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU No. 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Tersangka juga dijerat subsider Pasal 3 jo 18 UU Tipikor. ‘’Pasal 2, melawan hukum, ancamannya seumur hidup dan minimal empat tahun. Kalau pasal 3, menyalahgunakan wewenang dengan ancaman 20 tahun dan minimal 1 tahun. Untuk junto pasal 18, artinya tersangka ini nanti harus mengembalikan uang hasil korupsi,’’ tegasnya. Ditemui di lobi Kejari Gianyar, tersangka hanya terdiam. Ia juga sempat bercengkrama dengan istri dan dua anaknya. Ketika digiring petugas untuk melanjutkan pemeriksaan, Dewa Suartana tampak pasrah. (kmb35)

Bali Post/nik

TERSANGKA - Tersangka Suartana saat digiring petugas Kejari Gianyar, Senin (25/9) kemarin.


KLUNGKUNG

10

Selasa Wage, 26 September 2017

Mudahkan Evaluasi, Pemkab Susun SOP BUMDes Semarapura (Bali Post) Munculnya usulan pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mendapat tanggapan dari Pemkan Klungkung. Hal tersebut dipandang sebagai langkah strategis. Dikatakan itu akan disiapkan dan kini sudah proses penyusunan. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Klungkung I Wayan Suteja menjelaskan, usulan tersebut sering muncul saat adanya diklat peningkatan kapasitas pada pengelola. Menurutnya, adanya standar Bali Post/ kmb45 akan membuat pergerakan dan I Wayan Suteja pengelolaan semakin terarah. ‘’Ini sering disampaikan. Kami akan siapkan. Sudah masuk tahap penyusunan,’’ katanya, Senin (25/9) kemarin. Disampaikan pula, adanya sebuah regulasi juga akan mempermudah melakukan evaluasi maupun mengetahui tingkat kesehatan badan usaha. Hal tersebut sama dengan koperasi maupun LPD. ‘’Sekarang belum ada standar, masih sulit memberikan penilaian,’’ ucapnya. Penguatan badan usaha ini juga dilakukan dengan memaksimalkan sumber daya manusia yang ada di dalamya. Salah satunya melalui diklat secara berkelanjutan. Pada program ini, badan usaha yang sudah berkembang baik didorong untuk turut membina yang masih stagnan. ‘’Harus ada kerja sama dalam meningkatkan kualitas,’’ tegasnya. Ditambahkan, sesuai data 2016, BUMDes di bumi serombotan telah mencapai 35 unit. Secara umum, perkembangannya sudah cukup baik. Usaha yang dikelola pun bervariasi. Usulan adanya SOP dari pemerintah sempat disampaikan Ketua BUMDes Paksebali, Kecamatan Dawan, I Made Mustika. Alasannya, serdiri sejak 2014 lalu, pihaknya hanya melangkah berdasarkan pengalaman yang didapatkan dari pekerjaan sebelumnya. Meski tak memunculkan persoalan, itu terkadang membuatnya bingung mengambil tindakan, terlebih berkaitan dengan aturan. ‘’Tidak ada SOP, bingung melangkah. Hanya mengacu pada pengalaman. Belum tentu juga itu semuanya benar,’’ ungkapnya, belum lama ini. Pria yang sempat bergelut di dunia perbankan ini menyatakan adanya standar tak hanya meringankan langkah badan usaha untuk mengambil tindakan. Lebih mendasar dari itu, pelaksanaan evaluasi dari pemerintah juga akan semakin mudah. ‘’Kalau ada aturan, paling tidak kami bisa mengikuti. Memang ada pengawas, tetapi itu juga memberikan penilaian berdasarkan pengalaman. Kami juga berangkat dari pengalaman. Tidak menutup kemungkinan bisa bentrok,’’ tandasnya. (kmb45)

Bali Post/sos

PENGUNGSI - Sejumlah pengungsi di GOR Swecapura, Klungkung.

Jumlah Pengungsi Lampaui Prediksi Semarapura (Bali Post) -

Warga Karangasem yang mengungsi ke Kabupaten Klungkung seiring dengan Gunung Agung level siaga dan kini status awas, terus mengalir. Bahkan, jumlahnya telah melampaui prediksi Pemkab Klungkung. Sesuai pemetaan awal, saat Gunung Agung naik level dari waspada ke siaga, Pemkab Klungkung siap menerima pengungsi 15 ribu jiwa yang berasal dari sejumlah desa di Karangasem yang berbatasan dengan Klungkung. Bahkan, menghadapi hal itu, penentuan

lokasi penampungan langsung dilakukan. Demikian juga dengan fasilitas dan kebutuhan logistik langsung didata. Namun, kondisi di lapangan justru berbeda. Seiring status gunung naik ke level awas, arus kedatangan pengungsi semakin deras. Hal tersebut

menyebabkan prediksi daya tampung di awal terlampaui. Sesuai data sampai Senin (25/9) kemarin per pukul 15.15 Wita, telah mencapai 17.762 jiwa yang terdiri dari balita hingga lansia. Itu tersebar di 126 titik. Bahkan, dikabarkan banyak dari mereka sebelum-

nya sudah sempat mengungsi di Posko Tanah Ampo, Karangasem. Kenaikan jumlah ini tetap mendapat penanganan dari Pemkab Klungkung. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyatakan itu sudah diimbangi dengan penyediaan tempat penampungan dengan memanfaatkan balai banjar di sejumlah desa. ‘’Banyak yang menawarkan balai banjar bisa dipakai,’’ katanya.

Pasokan logistik, sebut Bupati asal Nusa Ceningan ini, masih aman. Bantuan dari masyarakat maupun pemerintah masih terus mengalir. Demikian juga dengan kebutuhan lainnya, seperti sanitasi, masih bisa tertangani. ‘’Ini terus dievaluasi. Mana yang kurang akan diperbaiki. Kami juga tetap berharap ada uluran dari masyarakat. Apalagi logistik, setiap hari perlu,’’ tegasnya. (kmb45)

Ribuan Siswa Pengungsi Mulai Bersekolah

Sebangku Duduk Bertiga, Kenakan Pakaian Bebas

Bali Post/ist

DIAMANKAN - Permen yang diduga mengandung PCC diamankan Polsek Dawan, Senin (25/9) kemarin.

Polisi Amankan Permen Diduga Mengandung PCC

Semarapura (Bali Post) Jajaran Polsek Dawan, Kabupaten Klungkung, Senin (25/9) kemarin mengamankan permen yang diduga mengandung PCC dari warung milik warga Desa Paksebali Kecamatan Dawan berinisial GK (79). Pengungkapan itu berawal adanya informasi yang tersebar di media sosial (medsos). Pemilik akun mengimbau warga untuk waspada dan tidak membeli permen tersebut. Berbekal informasi itu, polisi kemudian melakukan penelusuran ke warung dimaksud. Ditemukan permen susu berbentuk sapi yang diduga mengandung PCC masih dijajakan. Dari pengakuan pedagang, permen tersebut dibeli sekitar satu bulan lalu dari salesman yang menggunakan mobil Carry warna hitam. Rasanya juga bervariasi, mulai susu 664 biji, okies rasa jeruk sunkist 35 kemasan, parago milk chewy candy 133 biji dan saurcity chewing gum 100 biji. Total yang dibayarkannya Rp 400 ribu. Kapolsek Dawan AKP I Kadek Suadnyana yang dikonfirmasi membenarkan hal ini. Namun, disebutkan, dari hasil penyelidikan di lapangan, belum bisa disimpulkan apakah permen tersebut mengandung PCC. ‘’Dari pengakuan pedagang, permen itu belum sempat dijual,’’ katanya. Meski demikian, Suadnyana menegaskan, sampel permen sudah diamankan untuk kemudian diuji di BBPOM Denpasar. Sisanya masih disimpan pemilik warung. Pihaknya pun telah mengimbau agar tidak dijual sebelum ada kesimpulan dari penyelidikan lebih lanjut khususnya uji laboratorium terkait kandungan dalam permen. ‘’Kita minta supaya permen itu tidak dijual,’’ katanya. (kmb45)

Semarapura (Bali Post) Siswa asal Karangasem yang mengungsi ke Klungkung, Senin (25/9) kemarin mulai mengikuti pendidikan sementara di sekolah terdekat dari lokasi pengungsian. Meski terbelit kendala, utamanya sarana-prasarana, proses belajar-mengajar berjalan lancar dan tetap diikuti antusias. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Klungkung, sampai pukul 09.00 Wita, jumlah anak-anak TK sampai SMA/SMK yang tertampung di pengungsian mencapai 1.915 orang. Sekolah terdekat harus memberikan pelayanan pendidikan untuk mereka. Tercatat 80 SD, 13 SMP dan 11 SMA/SMK yang sudah melakukan penerimaan. Salah sat uny a SDN 2 Gelgel. Siswa yang terserap mencapai 121 orang yang tersebar di kelas I sampai kelas VI. Pada hari perdana belajar, mereka yang masih mengenakan pakaian bebas sangat antusias mengikuti pelajaran mulai pukul 07.30 Wita sampai 12.30 Wita. Penambahan siswa dari berbagai desa di Karangas-

em ini menyebabkan daya tampung kelas overload. Satu bangku yang biasanya terisi dua siswa, kini terpaksa tiga siswa. Tak hanya itu, lantaran berstatus sebagai pengungsi, anak-anak ini juga tidak bisa membawa perlengkapan sekolah lengkap. Namun, hal tersebut tak menyurutkan niatnya untuk belajar. Seorang siswa kelas VI, Putu Oktaviani, menuturkan kembalinya ke bangku sekolah membuatnya sangat bahagia. Sebab, di tempat ini dapat berinteraksi dengan teman baru yang berasal dari berbagai kalangan. ‘’Senang bisa sekolah. Ada teman,’’ tuturnya. Sebelum pindah sementara ke sekolah yang berlokasi di utara GOR Swecapura ini, ia menempuh pendidikan di SDN 3 Sebudi. Namun, sejak Gunung Agung siaga, proses belajar-mengajar terhenti. ‘’Sudah hampir seminggu tidak sekolah. Sekolah ditutup,’’ imbuhnya. Kasek SDN 2 Gelgel I Wayan Kanten mengatakan, awal mulai sekolah, anakanak itu belum diberikan pelajaran seperti biasa.

Namun sebagian waktu dipakai untuk penyesuaian dengan lingkungan baru. ‘’Mereka kan beberapa hari ada di pengungsian. Kalau langsung diberikan pelajaran kan kaget. Perlu ada penyesuaian dulu,’’ jelasnya. Perasaan senang juga diutarakan Putu Ariawan, siswa SMPN 1 Selat, yang kini belajar bersama dengan siswa SMPN 3 Semarapura. ‘’Tadi sudah ke sekolah untuk mendaftar. Belum ada pelajaran,’’ katanya. Langkah Pemkab Klungkung yang memberikan anak-anak pendidikan juga mendapat respons positif dari orangtua siswa. Seperti yang diungkapkan I Wayan Mideh dari Desa Selat. ‘’Bagus ada seperti ini. Pendidikan tidak putus,’’ ujarnya. Kepala Dinas Pendidikan Klungkung I Dewa Gede Darmawan menyatakan penerimaan siswa ini tak dilakukan begitu saja. Namun tetap didahului dengan verifikasi oleh pemkab dan juga melibatkan guru-guru di sekolah yang menjadi rujukan. ‘’Mereka diverifikasi lagi. Ini untuk memastikan data,’’ tandasnya. (kmb45)

Status Masih Ngambang

Proses Serah Terima PPI Diusut Pansus

Telepon Penting kLUNGKUNG Polres Klungkung

(0366)

21115

Polsek Klungkung

(0366)

21090

Polsek Dawan

(0366)

23181

Polsek Banjarangkan

(0366)

23180

Polsek Nusa Penida

(0366)

5382838

RSUD Klungkung

(0366)

21172

RSU Bintang

(0366)

25241

PMI Klungkung

(0366)

21442

Damkar Klungkung

(0366)

22655

PDAM Klungkung

(0366)

21336

PLN Klungkung

(0366)

25599

Bali Post/sos

BERSEKOLAH - Anak-anak pengungsi di GOR Swecapura, Klungkung sudah mulai bersekolah di SDN 2 Gelgel, Senin (25/9) kemarin.

Bali Post/sos

PPI - Kondisi proyek Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Dusun Karangdadi Desa Kusamba. Pansus Aset PPI DPRD Klungkung akan melakukan penelusuran terkait benang kusut proyek tersebut.

Semarapura (Bali Post) Serah terima aset Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Dusun Karangdadi Desa Kusamba oleh Pemkab Klungkung ke Pemprov Bali masih terkesan ngambang. Padahal prosesnya sudah bergulir sejak beberapa tahun lalu. Atas hal ini, Pansus Aset PPI DPRD Klungkung akan melakukan penelusuran untuk mengetahui di mana terjadi benang kusut. Wakil Ketua Pansus I Wayan Sugati menjelaskan, secara kewenangan, sesuai Undang-undang 23 Tahun 2014, PPI dikelola pemprov. Meski demikian, pihaknya memandang perlu untuk bergerak melakukan penelusuran lantaran lokasinya ada di Klungkung. ‘’Memang dari sisi kewenangan kami tidak ada. Tapi kan bola panasnya ada di sini. Itu sebabnya

kami lakukan penelusuran. Di mana benang kusutnya. Biar nantinya tidak jadi pertanyaan masyarakat,’’ katanya, Senin (25/9) kemarin. Pihaknya mencurigai, belum adanya jawaban dari pemprov terkait pelimpahan itu dikarenakan tak memiliki anggaran untuk melakukan perbaikan. ‘’Kondisinya (PPI - red) sudah banyak rusak. Kalau itu diperbaiki, biayanya bisa lebih besar dari pembangunan. Kami curiga karena ini belum dapat kepastian,’’ ungkapnya. Politisi PDI-P ini menyatakan guna menemukan di mana prosesnya yang tersumbat, data akan dikumpulkan. Ini pun dikonsultasikan dengan kementerian terkait. ‘’Untuk rekomendasi diupayakan sudah keluar tiga bulan ke depan,’’ tandasnya. (kmb45)


Selasa Wage, 26 September 2017

Keluarga Penggugat Tak Dilayani Air Bersih

Singaraja (Bali Post) – Keluarga Nyoman Supama selaku ahli waris tanah milik orangtuanya Nengah Koyan yang sekarang sedang bersengketa, tidak mendapat pasokan air bersih yang selama ini dilayani oleh air desa. Pemutusan aliran air bersih juga diterima oleh dua saudaranya yakni Ketut Budantia dan Ketut Sanggra. Selain itu, Supama diberhentikan Bali Post/kmb38 menjadi pengurus air bersih Nyoman Supama di desanya. Sebelumnya, dia ditunjuk sebagai koordinator teknik. Selain itu, keanggotaannya sebagai pengurus LPM Desa Penglatan juga ikut dicopot atas surat Perbekel Penglatan Nyoman Budarsa. Nyoman Supama, Senin (25/9) kemarin mengatakan, jaringan air bersih disegel oleh petugas mulai Jumat (22/9) atas surat dari Perbekel Penglatan. Sejak penyegelan itu, dirinya kesulitan mendapat air bersih untuk keperluan memasak dan mandi cuci, dan kakus (MCK). Bahkan, setiap hari dia dan belasan keluarganya meminta air bersih dari kerabatnya yang tinggal di luar Desa Penglatan. Selain itu, dia pun terpaksa mencuci pakaian sambil mandi di sungai. Situasi ini diakuinya sangat merugikan. Apalagi, dia sekarang sedang mengasuh cucunya yang baru berumur satu bulan tujuh hari, sehingga membutuhkan persedian air untuk mencuci atau kebutuhan lain. Menurut Supama, pemutusan layanan air bersih sebenarnya tidak ada kaitan dengan gugatan terhadap tanah milik orangtuanya yang sekarang digunakan untuk kantor perbekel. Selain itu, aturan tentang pengelolaan air bersih, penyegelan dilakukan jika pelanggan melakukan pelanggaran. Dia mencontohkan, pelanggaran itu berturut-turut tidak membayar tagihan air bersih selama tiga kali. Setelah diberikan teguran dan tetap tidak melunasi, baru dilakukan penyegelan. Namun faktanya, dia sendiri tidak pernah menunggak membayar tagihan air tiap bulan. ‘’Kami tidak tahu kok masalahnya melebar sampai kami yang ikut mengabdi dan mengelola air bersih hingga mengembangkan jaringan distribusi air bersih dari dulu di wilayah kami tidak dapat air sekarang. Tapi malah keluarga kami tidak dapat air bersih dan penyegelan bukan dari pengelola tapi atas surat perbekel,’’ katanya. Terkait upaya banding yang dilakukan oleh pihak desa setelah keputusan gugatannya dimenangkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Singaraja, Supama menyatakan belum mendapat kepastian permohonan banding itu dari pihak PN. Jika benar tergugat mengajukan banding, pihaknya siap mengikuti proses hukum lanjutan sesuai hukum yang berlaku. Perbekel Penglatan Nyoman Budarsa ketika dimintai konfirmasi membenarkan pemutusan aliran air bersih itu. Selain keputusan rapat warga, pemutusan air bersih juga sudah diputuskan dalam rapat Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Sebelum diputus, desa sudah bersurat kepada pengugat untuk memberitahukan pemutihan air tersebut. Seperti diberitakan sebelumnya, setelah PN Singaraja mengabulkan sebagian gugatan Nyoman Supama atas sengketa tanah yang dibangun gedung kantor Perbekel Penglatan, pihak tergugat (Pemerintah Desa Pengelatan) pascavonis itu menggelar rapat melibatkan ratusan warga. Dari keputusan itu, warga sepakat untuk melakukan proses hukum lanjutan mulai dari banding di Pengadilan Tinggi (PT) hingga ke tingkat Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung (MA). Rapat juga memutuskan untuk tidak melayani air bersih untuk pihak penggugat dan keluarganya. (kmb38)

Gunakan SS, Buruh Serabutan Ditangkap Singaraja (Bali Post) – Satuan Narkoba Polres Buleleng menangkap seorang pemakai narkoba jenis sabu-sabu (SS). Tersangka Putu ST alias Cawir ditangkap saat hendak pesta narkoba. Tersangka yang sehari-hari sebagai buruh serabutan itu digelandang ke Mapolres Buleleng bersama dengan sejumlah barang bukti. Kasat Narkoba AKP Ketut Adnyana Tunggal Jaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Suka Wijaya, Senin (25/9) kemarin, mengatakan tersangka warga Banjar Dinas Dangin Margi, Desa Tambakan, Kecamatan Banjar ditangkap polisi di sebuah gang di Banjar Dinas Kelod Kauh, Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Selasa (19/9) lalu. Penangkapan itu dilakukan setelah adanya laporan bahwa akan ada pesta narkoba di lokasi tersebut. Polisi selanjutnya melakukan penyanggongan dan melihat tersangka hingga kemudian berhasil ditangkap. ‘’Kami periksa dan ditemukan satu paket narkoba jenis sabu-sabu seberat 0,08 gram di dalam saku celana tersangka. Selain itu, kami juga mengamankan satu buah alat hisap sabu atau bong, sebuah HP, dan bungkus bekas rokok yang di dalam terdapat satu pipet,’’ jelasnya. Atas perbuatannya itu, pihak kepolisian menjerat tersangka dengan Pasal 112 ayat (1) atau Pasal 127 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Tersangka Cawir mengelak akan melakukan pesta narkoba. Ia mengakui kepemilikan barang haram itu untuk dipakai sendiri. Dia mengaku membeli satu paket narkoba jenis SS seharga Rp 300 ribu. ‘’Saya sudah setahun pakai untuk menambah tenaga saja biar kuat kerjanya. Dapat dari seseorang dengan cara sistem tempel,’’ jelasnya. (kmb38)

Suara Buleleng

BULELENG

11

Kunjungan Presiden Hari Ini

Bupati Harapkan Dukungan Pusat untuk Pembangunan Buleleng

Singaraja (Bali Post) – Kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Buleleng, Selasa (26/9) hari ini, betul-betul dijadikan momentum untuk mendukung pembangunan di Bali Utara. Apalagi, kebijakan pembangunan Buleleng pokus mengatasi persoalan dunia pertanian dalam arti luas. Kedatangan orang nomor satu di Indonesia ini dijadikan kesempatan untuk mendapatkan perhatian sekaligus dukungan kebijakan pemerintah pusat, sehingga program pembangunan di daerah bisa berjalan. Demikian diungkapkan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana di sela-sela meninjau persiapan penyambutan Presiden Jokowi di Lapangan Umum Taman Kota Singaraja (Tamkot) Jalan Ngurah Rai Singaraja, Senin (25/9) kemarin. Lebih jauh Bupati mengatakan, kunjungan kepala negara ke Buleleng memang yang pertama kalinya. Untuk itu, pihaknya merasa bangga dan mendukung kehadiran Presiden Jokowi di daerahnya. Kunjungan seperti ini

kesempatan untuk melihat dari dekat proses pembangunan di daerahnya. Setelah mengetahui kondisi daerah, diharapkan pemerintah pusat bisa memberikan dukungan melalui kebijakan pemerintah pusat dalam mewujudkan citacita pembangunan yang sudah direncanakan oleh pemerintah daerah. ‘’Saya dapat kesempatan waktu lima menit. Kesempatan singkat itu saya gunakan untuk menyampaikan kondisi daerah kita kepada Bapak Presiden. Harapannya setelah beliau (Presiden) mengetahui kondisi daerah kita, ada kebijakan pusat untuk mendukung pembangunan kita di daerah,’’ jelasnya. Untuk menyambut kehadiran Presiden, Bupati akan menampilkan sejumlah hiburan kesenian tradisional seperti tabuh baleganjur, Bondres Rare Kual, dan paduan suara Harmoni Denbukit yang akan menyanyikan lagu-lagu kebangsaan. Selain Bupati, sejumlah kalangan pun menaruh harapan besar dari kunjungan Presiden ke Buleleng. Seperti

diungkapkan penggiat LSM Gema Nusantara (Genus) Antonius Sanjaya Kiabeni. Anton menyatakan momentum kehadiran Presiden di Buleleng bisa memberikan penjelasan kepada publik terkait rencana pembangunan bandara internasional. Untuk itu, dirinya berharap Presiden Jokowi memerintahkan Menteri Perhubungan (Menhub) segera menerbitkan Izin Penentuan Lokasi (Penlok - red) Bandara Internasional Buleleng. Menurut Anton, pemerataan pembangunan Bali Utara dan Selatan salah satunya bisa diwujudkan dengan pembangunan bandara yang menjadi satu paket dengan rencana proyek jalan tol, dan pembangunan shortcut Singaraja - Mengwitani (Badung) lokasi lima dan enam (Desa Wanagiri dan Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada) sebagai infrastruktur pendukung bandara itu sendiri. ‘’Kami berharap Bapak Jokowi menerbitkan izin penlok bandara. Kami yakin, kalau bandara dan jalan tol terbangun, maka pembangunan ekonomi

masyarakat Buleleng akan maju dan terjadi pemerataan pembangunan antara Bali Selatan dan Utara,’’ katanya. Presiden Jokowi di Buleleng akan menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) kepada 2.500 orang. Acara ini dipusatkan di Gedung Kesenian Gde Manik,

Dongkrak Target PAD

Singaraja. Setelah itu, Presiden Jokowi akan menyerahkan sertifikat Program Agraria Nasional (Prona) dan sertifikat rumah bersubsidi kepada 7.300 warga di Buleleng. Penyerahan secara simbolis dan sekaligus tatap muka dilaksanakan di Lapangan Umum Taman Kota Singaraja, Jalan Ngurah Rai. (kmb38)

Pemkab Rancang Pungutan Retribusi Sampah Berbasis ’’Online’’

Singaraja (Bali Post) – Penerimaan retribusi sampah belum optimal di Buleleng. Padahal, sektor ini tergolong besar menunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Rendahnya pemasukan ini karena pungutan retribusi menggunakan sistem manual (karcis - red) dengan menitipkan tagihan di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Buleleng. Sementara itu PDAM menerapkan pembayaran air bersih secara online. Atas kondisi ini, pemkab mengubah aturan agar dapat memungut retribusi persampahan secara online. Mengawali perubahan regulasi itu, pemkab mengajukan nota pengantar kepada DPRD Buleleng tentang perubahan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan atas Perda No. 17 Tahun 2011 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan. Nota pengantar ranperda itu disampaikan dalam sidang paripurna di gedung dewan, Senin (25/9) kemarin. Sidang dipimpin Ketua Dewan Gede Supriatna. Sementara eksekutif dihadiri Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. bersama jajaran Muspida Buleleng. Wakil Bupati Sutjidra mengatakan, perubahan perda ini menjadi kebutuhan mendesak di tengah perkembangan teknologi informasi (TI - red) belakangan ini. Jika pelayanan publik tidak memanfaatkan TI, kualitas pelayanan dan akurasi penerimaan pemasukan daerah terkesan kurang optimal seperti yang terjadi sekarang ini. Setelah menerapkan pungutan berbasis online, kerja sama tidak saja dengan PDAM, tetapi juga dengan lembaga lain. Dengan demikian, pelayanan akan semakin optimal dan otomatis penerimaan retribusinya menjadi maksimal sesuai target yang dirancang setiap tahun. ‘’Kalau tidak diubah pungutan retribusinya tidak maksimal karena

lembaga yang bekerja sama itu menerapkan pelayanan online, sehingga ini penting dan yakin akan memberikan dampak positif untuk pemasukan kita di daerah,’’ katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nyoman Genep menjelaskan, pungutan retribusi secara online tahap awal berlaku untuk daerah pelayanan di

Kota Singaraja tersebar di 16 kelurahan dan ditambah Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng. Diperkirakan total pelangan di wilayah layanan itu sekitar 20 ribu kepala kaluarga (KK). Setelah perda diubah, ribuan pelanggan dapat membayar retribusi persampahan Rp 5.000 per bulan secara online yang sudah disesuaikan dengan pembayaran rekening air

minum di PDAM. Di sisi lain, Genep mengatakan sejak PDAM menerapkan pembayaran rekening air minum secara online, target penerimaan retribusi persampahan di daerahnya masih di bawah target. Dia mencontohkan, penerimaan paling tinggi bisa direalisasikan dengan angka bervariasi antara 83 hingga 87 persen dari total target. Bahkan, untuk tahun ini pihaknya dibebankan merealisasikan target sebesar Rp 650 juta dan target ini terancam tidak terealisasi karena pembayaran yang belum berbasis online. ‘’Sejak PDAM menerapkan pembayaran rekening dengan online, sekitar 15 persen target tidak terealisasi. Bahkan,

untuk tahun ini targetnya kemungkinan tidak tercapai, karena belum bisa menerapkan pembayaran online itu sendiri, sehingga kita ajukan perubahan perda ini mudahmudahan segara tuntas dan mulai diterapkan,’’ jelasnya. Selain perubahan Ranperda Retribusi Persampahan, pemkab juga membahas Ranperda tentang Perubahan Perda No. 2 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Ranperda tentang Perubahan atas Perda No. 26 Tahun 2011 tentang Retribusi Rumah Potong Hewan. Sementara DPRD Buleleng mengusulkan pembahasan rancangan perda hak inisiatif tentang retribusi parkir di tepi jalan umum. (kmb38)

Bali Post/kmb38

RANPERDA – Pemkab dan DPRD Buleleng sepakat membahas perubahan perda tentang pelayanan persampahan. Pemkab ingin memungut retribusi persampahan secara online.

827 Anak Pengungsi Bersekolah di Buleleng

Tanggap Darurat Gunung Agung

Berterima kasih kepada pemerintah yang telah tanggap dengan status awas Gunung Agung dengan menampung para pengungsi di tempat yang aman. Diharapkan pengungsi lansia dan ibu hamil bisa dititipkan di rumah warga sehingga penanganannya bisa lebih maksimal. Terima kasih kepada pihak Pemkab Buleleng telah memberikan bantuan kepada para pengungsi dengan membuatkan penampungan dan juga membuka dapur umum serta memberikan bantuan kesehatan, sehingga semuanya terintegrasi dengan baik. Gung Surya, Lovina Gung De, Ngurah Rai

Pemutaran Film G-30-S/PKI

Pemuteran film Dokumenter G-30-S/PKI sebaiknya jangan dilakukan, karena akan mengingatkan duka yang lama. Di samping itu dalam film tersebut ada adegan kekerasan yang tidak layak ditonton anak-anak. Kalau memang bagian dari sejarah bangsa, ya... diberikan pelajaran di sekolah saja. Sebab dalam tragedi tersebut, selain 7 jenderal, banyak juga masyarakat biasa yang menjadi korban. Ini sudah selesai, jangan diungkit-ungkit lagi. Tanaya, Kampung Tinggi

Sejarah Kelam Indonesia

G-30-S/PKI merupakan sejarah kelam yang dimiliki Indonesia. Melalui pemuteran film tersebut sejarah kelam itu bisa diketahui generasi penerus bangsa. Diharapkan sejarah kelam seperti itu tidak terulang kembali di bumi Indonesia. Pemutaran ini semata-mata memberikan penjelasan kepada generasi penerus seperti kejadian itu pernah dialami Indonesia dan jangan terulang kembali. Sika, Kayu Putih Melaka

Bali Post/kmb38

PANGGUNG – Pemkab Buleleng menyiapkan penyambutan kunjungan Presiden Joko Widodo di Lapangan Umum Taman Kota Singaraja.

Bali Post/mud

SEKOLAH – Ratusan anak yang sedang mengungsi di Buleleng mulai bersekolah di sejumlah sekolah di Kecamatan Tejakula, Senin kemarin.

Singaraja (Bali Post) – Sebanyak 827 anak yang tinggal di posko pengungsian di Kecamatan Tejakula mulai bersekolah, Senin (25/9) kemarin. Anak-anak ini terdiri atas 11 anak mengikuti pendidikan jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SD 565, SMP 182, SMA 11 dan SMK 58 orang. Ratusan siswa asal Karangasem yang sedang mengungsi setelah status awas Gunung Agung itu, bersekolah tanpa seragam, sepatu dan buku pelajaran. Mereka disebar di sekolah di sekitar Kecamatan Tejakula. Untuk jenjang PAUD disebar di TK Pembina Tejakula dengan peserta didik baru satu orang. TK Wisuda Laksmi Gretek lima orang, dan TK Dharma Putra Pacung lima orang. Jenjang SD, masing-masing di SDN 1 Bondalem tiga orang, SDN 3 Les 41 orang, SDN 3 Penuktukan 12 orang, SDN 2 Sambirenteng 11 orang, SDN 4 Penuktukan 81 orang, SDN 1 Tembok 44 orang, SDN 3 Sambirenteng 17 orang, SDN 1 Tejakula 10 orang, SDN 3 Pacung 12 orang, SDN 4 Sambirenteng 26 orang, SDN 5 Tejakula 10 orang, SDN 6 Bondalem 3 orang, SDN 1 Penuktukan 23 orang, SDN 4 Tembok 28 orang, SDN 5 Les 1 orang, SDN 3 Tejakula 2 orang, SDN 2 Tejakula 13 orang, SDN 1 Sambirenteng 12 orang, dan SDN 3 Sembiran satu orang. sedangkan jenjang SMP dengan jumlah anak 39 bersekolah sementara di SMPN 2 Tejakula. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Buleleng Gede Suyasa mengatakan, data anak pengungsi Gunung Agung yang harus difasilitasi sekolahnya sangat dinamis. Ini dibuktikan dengan pendataan awal terdapat selisih antara siswa yang tercatat dengan siswa yang hadir di sekolah. Kondisi ini diakuinya wajar karena memang memerlukan waktu penyesuaian dengan kondisi fisik dan psikologi masing-masing siswa. Disdikpora akan terus memantau perkembangan jumlah peserta didik yang sudah mulai belajar. Selain itu, pihaknya mengupayakan agar anak-anak yang belum hadir ke sekolah mau ikut belajar bersama. ‘’Setelah kita data dan mulai hari pertama sekolah siswa bertambah dan itu wajar karena pergerakan pengungsi terus bertambah, dan kami tetap akan berupaya semakismal mungkin agar anak-anak usia sekolah ini bisa mengikuti pendidikan meski masih tinggal di pengungsian,’’ katanya. (kmb38)


JEMBRANA

12

Selasa Wage, 26 September 2017

SOSOK Calon Berkualitas

DALAM hal mencari pasangan hidup, bagi sebagain orang mesti harus memiliki pertimbangan khusus, baik mengenai bibit, bebet dan bobotnya. Dengan pertimbangan itu, diyakini akan mendapat penerus yang baik dan mumpuni. Prinsip tersebut nampaknya juga bermakna khusus bagi Kabag Sumda Polres Jembrana Kompol I Made Prihenjagat. Perwira melati satu ini mengibaratkan prinsip mencari pasangan hidup itu bertalian dengan penjaringan calon anggota Polri. Karena itulah, dalam proses perekrutan ada sejumlah tes yang harus diikuti para calon anggota. Pria yang akrab disapa Jagat ini belakangan juga sering “blusukan” masuk ke sekolah-sekolah guna mencari calon anggota Polri yang cerdas, tangguh dan mumpuni. “Kita melalui penjaringan mencari calon anggota polisi yang berkualitas ke SMA. Tim penjaringan sengaja membawa para Polwan cantik untuk menggugah minat para pelajar yang memenuhi syarat untuk menjadi calon anggota Polri,” tandas Kompol Prigenjagat. Tujuannya mengikusertakan Polwan cantik ini sebagai daya tarik bagi para siswa-siswi agar berminat mendaftar menjadi calon anggota Polri. Serangkaian tes nanti akan diikuti para calon anggota. Jagat juga menegaskan bahwa mendaftar jadi anggota Polri tidak dipungut biaya. Ketika lolos seleksi, maka biaya pendidikan dibiayai oleh negara. Selain prinsip mencari pasangan, perwira yang telah berpengalaman menduduki jabatan strategis baik di Polsek maupun Polres Jembrana ini juga mempunyai kiat khusus dalam bersosialisasi dengan masyarakat. Salah satunya selalu rendah hati. Hal inilah yang membuat alumni SMPN 1 Negara ini piawai dalam pendekatan dengan masyarakat. (olo)

Bali Post/olo

TENDA - Tenda yang digunakan sebagai posko terpadu penerimaan dan penyaluran bantuan bagi warga Karangasem yang mengungsi ke Jembrana.

Antisipasi Bantuan Tak Tepat Sasaran

Kantor BPBD Dijadikan Posko Terpadu

Bali Post/olo

NOBAR - Jajaran Kodim 1617/Jembrana bersama masyarakat dan siswa saat nonton bareng (nobar) film G-30-S/PKI di halaman Kodim akhir pekan lalu.

Ratusan Warga Nonton Film G-30-S/PKI di Markas Kodim

Negara (Bali Post) Ratusan pelajar dan warga nonton bareng (nonbar) film Pemberontakan G-30-S/PKI di aula Kodim 1617/ Jembrana, Sabtu (23/9) malam. Kegiatan nonbar hingga tiga jam lebih (durasi film) ini sengaja dilakukan agar generasi muda mengetahui sejarah kelam Indonesia dan diharapkan tidak terulang lagi. Nonbar ini juga dipandu langsung Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav. Hendra Ferdinandus. Sebelum pemutaran, Dandim Hendra memberikan pengarahan kepada penonton, khususnya generasi muda yang memadati tempat yang disediakan terkait pentingnya mengetahui sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), salah satunya peristiwa G-30-S/PKI ini. “Agar masyarakat dan terutama generasi muda bagaimana bahayanya Laten Komunis PKI yang terjadi tahun 1965,” ujarnya. Menurutnya, pemutaran film ini dilakukan secara bergiliran di masing-masing Koramil hingga di Kodim sampai menjelang 30 September nanti. Pemutaran dilakukan selama kurang lebih tiga jam dengan melibatkan jajaran Kodim, masyarakat dan siswa dari SD hingga SMA, mahasiswa serta organisasi masyarakat (ormas). “Kami mengajak kepada generasi muda, bersama jajaran Koramil hingga Kodim mengikuti nonbar ini,” imbuhnya. Lewat pemutaran film G-30-S/PKI merupakan salah satu upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya Laten Komunis. Sebelumnya pemutaran film ini juga dilakukan di Banjar Pangkung Lip-lip, Desa Kaliakah (Koramil Negara) dan Lapangan Umum Pekutatan (Koramil Pekutatan). Di Kaliakah, pemutaran film yang sudah lama tidak ditayangkan ini mendapat sambutan baik dari warga di Pangkung Lip-lip. Masyarakat, mulai yang tua hingga anak-anak antusias menonton film tersebut. (kmb26)

Telepon Penting jembrana RSU Negara (0365)41006/41806 Pemkab Jembrana (0365) 41210 DPRD Jembrana (0365) 41039 KODIM 1617 Jembrana(0365) 41025 KPU Jembrana (0365) 3944 Kejari Negara(0365) 41165 Piket Kejari Negara (0365) 41164 Piket PN Negara (0365) 41204 TNBB(0365) 41173/61060 Koramil Negara (0365) 41013 Kelurahan Gilimanuk(0365) 61038 Kantor BPN(0365) 41135 Kantor Agama (0365) 41087

Kantor Camat Negara(0365) 41012 Camat Jembrana (0365) 42546/43505 Kantor Camat Melaya(0365) 42153 Kantor Camat Pekutatan(0365) 40016 Kantor Camat Mendoyo(0365) 42443 Polsek Kota Negara087762879788 Polsek Pekutatan (0365) 4700097 Polsek Mendoyo (0365) 43015 Polsek Gilimanuk (0365) 61101 Polres Jembrana (0365) 41110 TMC Polres Jembrana(0365) 43110

AP mengatakan, posko ini dibangun untuk menampung bantuan dari berbagai pihak bagi pengungsi dari Karangasem baik yang di Jembrana maupun di pos-pos pengungsian di sejumlah daerah. ‘’Posko terpadu ini menerima bantuan dalam bentuk barang, dan nanti kita koordinasikan untuk disalurkan. Sehingga tepat sasaran dan merata,’’ terangnya. Tenda dibangun untuk menampung berbagai ban-

tuan baik sembako, selimut, pakaian dan bantuan lainnya. Posko akan dibuka 24 jam. Di Jembrana, dari data sementara, jumlah pengungsi mencapai 208 jiwa. Rinciannya, di Kecamatan Pekutatan sebanyak 96 orang, Kecamatan Mendoyo 49 orang, Kecamatan Jembrana 36 orang, Kecamatan Negara 5 orang dan Kecamatan Melaya 22 orang. Mereka mengungsi di rumah-rumah kerabat masing-masing. Jumlah tersebut

diprediksi akan terus bertambah. Karena tersebar di beberapa desa, pihaknya juga mengimbau kepada warga yang terketuk hatinya dan ingin menyumbang diharapkan datang ke posko terpadu. Sehingga bantuan itu bisa disalurkan nantinya secara merata. Sementara itu, Bupati Jembrana I Putu Artha mengimbau masyarakat agar dalam memberikan bantuan tidak ‘’grasa-grusu’’.

Pihaknya mengharapkan masyarakat tetap berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Pemkab Karangasem dan Pemprov Bali, karena pemerintah punya data dan tahu situasi lapangan. ‘’Jangan sampai bantuannya overload di satu lokasi,’’ katanya sembari menambahkan, bencana seperti erupsi akan memakan waktu lama sehingga pendistribusian bantuan juga harus bisa terkoordinasi dengan baik. (kmb26)

Negara (Bali Post) – Munculnya keinginan untuk menutup kafe remang-remang di Delodberawah mendapat dukungan dari pemilik tanah. Salah satunya pemilik tanah pelaba Pura Perancak. Pangempon Pura Dang Khayangan Perancak ini mengaku akan menghentikan sewa atau kontrak tanah pelaba pura. Pangempon yang terdiri dari lima Desa pakraman di Kecamatan Jembrana dan Negara ini juga membantah anggapan bahwa pangempon terkesan mengayomi kafe-kafe tersebut.

kafe tersebut. Justru sangat mendukung ketika akan dilakukan penataan di wilayah Pantai Delodberawah itu. Asalkan sama-sama diuntungkan karena lahan itu merupakan tanah pelaba pura. Upaya penutupan kafe saat ini dilakukan setelah adanya permohonan dari Desa Delodberawah karena dinilai berdampak sosial. Hasil pesamuan Desa Pakraman Delodbrawah menyebutkan bahwa krama keberatan adanya tempat hiburan malam di wilayah desa. Penutupan kafe-kafe ini sudah lama ingin dilakukan karena secara tidak langsung memunculkan citra negatif bagi Delodberawah di mata masyarakat. (kmb26)

49 orang. Dari pendataan, mereka mengungsi di rumahrumah kerabatnya. Tidak terpusat dalam posko atau tempat penampungan yang disediakan desa. (kmb26)

Negara (Bali Post) – Halaman Kantor BPBD Jembrana di Jalan Ngurah Rai, Negara, Senin (25/9) kemarin, dijadikan posko terpadu penerimaan dan penyaluran bantuan pengungsi Gunung Agung. Hal ini untuk menghindari bantuan yang tak tepat sasaran. Sejumlah tenda dibangun di halaman kantor tersebut dan mulai menerima bantuan. Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Ketut Eko Susila

”Pangempon” Pura Perancak akan Hentikan Sewa Tanah untuk Kafe

“Kami pasti akan menghentikan sewa (tanah) itu ketika memang (kafe) tidak boleh. Apalagi pemerintah menertibkan, tentu kami ikuti,” ujar Klian Pangempon Pura Perancak I Gusti Agung Made Artha, Senin (25/9) kemarin. Awal mulanya tanah pelaba itu disewakan karena pertimbangan mendapat kontribusi. Hal tersebut diputuskan melalui rapat pangempon

beberapa tahun lalu. Sebab untuk hasil kebun dari tanah kosong di pinggir pantai Delodberawah itu tidak terlalu menghasilkan. Tanah pelaba Pura Perancak di Delodberawah seluas 93 are itu hingga saat ini disewa 11 orang dengan jangka waktu antara 1 hingga 5 tahun. Pernah ada yang mengontrak hingga 10 tahun, namun kini sudah berakhir.

Pihaknya selama bertahuntahun sebagai pangempon tak pernah mengecek ke lahan tersebut. Hanya saja disebutkan tanah tersebut disewa untuk warung. “Memang dulu awalnya ada warga yang menyewa untuk berjualan jagung bakar,” imbuhnya. Saat ini luas lahan yang disewa bervariasi antara 1 hingga 4,5 are. Pangempon belum lama ini sempat mengecek

guna memastikan luas tanah yang dikontrak dan ternyata ada perluasan. “Karena itu ada yang sampai 4,5 are, ternyata ada penambahan lahan (sewa),” tambahnya. Pangempon juga menetapkan harga sewa antara Rp 1,2 juta hingga Rp 1,5 juta per are, tergantung lama sewa. Rencananya di tahun 2020, di mana akhir sewa terlama selesai, seluruh sewa tanah akan ditertibkan oleh pengempon. Namun, ketika kondisinya memang dari pihak desa meminta agar ditutup, pangempon akan mengikuti. Agung Made Artha juga membantah anggapan warga bahwa pangempon terkesan melindungi berdirinya kafe-

Negara (Bali Post) – Ratusan warga Karangasem yang mengungsi mandiri ke rumah-rumah kerabat di Jembrana, beberapa di antaranya merupakan siswasiswi, mulai dari TK hingga SMA. Para siswa ini terpaksa tak sekolah karena kondisi darurat. Untuk itu, Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Jembrana melalui Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Jembrana mengimbau kepada sekolah-sekolah terdekat di Jembrana agar menampung mereka mengikuti belajar selama mengungsi. Sayangnya, pihak Disdikpora belum memiliki data pasti jumlah anak-anak yang mengungsi. Mengingat sebagian besar warga ini mengungsi mandiri menyebar ke rumah-rumah kerabat mereka. Jumlah yang paling banyak berada di Kecamatan Pekutatan seperti di Desa Asah Duren dan Desa Pengeragoan. Kepala Dinas Dikpora Jembrana I Putu Eka Suarnama, Senin (25/9) kemarin, mengatakan pihaknya memberikan keleluasaan bagi siswa yang mengungsi dari Karangasem untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah terdekat. Baik itu di tingkat TK, SD, SMP maupun SMA/K, pihak sekolah diminta untuk menampung mereka selama masih mengungsi status tanggap darurat Gunung Agung. Dari pendataan awal, baru sekitar 32 siswa yang terdata. Dari 32 siswa itu, baru dua yang mengikuti pelajaran di SMPN 1 Pekutatan. “Kita minta ke kepala

sekolah untuk menampung (siswa) sesuaikan (kelas) berdasarkan umur. Agar mereka tetap belajar seperti biasa,” ujar Suarnama. Pihaknya juga mengimbau kepada

sekolah-sekolah lainnya agar dalam penyaluran bantuan dipusatkan di Posko BPBD Jembrana. Sementara itu, dari data yang dihimpun di Badan Pen-

anggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, sedikitnya ada 208 orang yang mengungsi. Jumlah terbanyak ada di Kecamatan Pekutatan yakni 96 orang dan Mendoyo

Pemkab Minta Siswa Pengungsi Diikutkan Belajar di Sekolah Terdekat


Selasa Wage, 26 September 2017

KARANGASEM

13

Pengungsi Butuh Satu Ton Gas Per Hari Amlapura (Bali Post) –

Berbagai keperluan logistik untuk para pengungsi terus berdatangan ke Posko Induk di Gedung Pelabuhan Tanah Ampo, Kecamatan Manggis, Karangasem. Aneka jenis logistik ini nampak sudah memenuhi gedung yang ada di sana. Namun, keperluan logistik gas belum terpenuhi sangat berarti. Total pengungsi yang ada di sana sekitar 40 ribu. Keperluan gas relatif besar, mencapai satu ton gas per hari.

Bali Post/kmb

MENGAMATI BURUNG - Salah satu staf Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengamati burung pipit yang mati.

Ratusan Burung Pipit Mati di Kantor PUPR

Amlapura (Bali Post) Ratusan burung pipit yang bersarang di pohon di bagian belakang Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karangasem mati. Kejadian tidak biasanya itu pertama kali diketahui Amin Basri (54), tukang kebun di dinas tersebut, Senin (25/9) kemarin. Bangkai burung-burung itu ditemukan berserakan di bawah pohon dengan bulu basah. Namun ada juga yang masih hidup, tetapi kondisinya menggigil sekarat. ‘’Baru kali ini ada kejadian seperti ini. Dari sejak kerja di sini, ini yang pertama peristiwa seperti ini,’’ ungkap Amin Basri. Laki-laki paruh baya asal Lingkungan Belong, Karangasem ini mengaku masuk kerja pukul 05.00 Wita. Setelah membersihkan halaman depan, sekitar pukul 05.30 Wita, dia beranjak ke bagian belakang. ‘’Mungkin mati sudah enam jam, beberapa masih hidup,’’ jelasnya. Amin Basri mengaku heran dengan kejadian tersebut. Pihaknya menduga burung-burung itu mati karena hujan. Maklumlah, sejak Minggu sore hingga tengah malam Karangasem diguyur hujan lebat. Dia curiga burung itu mati karena dampak meningkatnya aktivitas Gunung Agung yang berakibat pada meningkatnya suhu udara di kota Amlapura. Atau, bisa juga karena burungburung itu menghisap gas beracun yang disemburkan Gunung Agung itu. ‘’Siang hari kan cuacanya panas, malam hari mendadak hujan sampai pukul 04.00 Wita. Mungkin disebabkan perubahan cuaca. Atau karena terkena asap kawah yang sudah mulai ke permukaan gunung,’’ duganya. Salah seorang warga yang datang ke lokasi, I Made Tirta (45), tidak sepakat dengan persepsi seperti itu. Kemungkinan besar, kata Tirta, burung-burung itu mati karena kedinginan akibat basah oleh hujan. Jika mati karena gas beracun dari Gunung Agung, seharusnya akan ada kejadian serupa di tempat lainnya. Lagi pula lokasi Kantor PUPR di Jalan Nenas, Banjar Kecicang, Desa Bungaya Kangin, Bebandem itu jauh dari gunung. ‘’Kalau karena gas gunung mestinya ada juga di tempat lain,’’ sergahnya. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Karangasem I Wayan Supandi mengaku sudah menerjunkan petugas untuk melakukan pengecekan. Namun, pihaknya belum berani memastikan penyebabnya. ‘’Petugas bagian peternakan saat ini masih melakukan uji lab di Balai Besar Vertiner (BBV) Kota Denpasar,’’ katanya. Namun kalau dilihat secara kasat mata, pihaknya menduga karena perubahan cuaca sekitar kota Amlapura. Dari cuaca panas ke hujan dan sebaliknya. ‘’Tapi untuk kepastiannya, sebaiknya tunggu hasil uji lab,’’ pungkasnya. (kmb/kmb41)

Telepon Penting kARANGASEM Polres Karangasem Penjagaan Polres 0363 21220 Polsektif Karangasem 0363 23222 Polsek Kota 0363 21167 Polsek Manggis 0363 41768 Polsek Rendang 0363 23082 Polsek Selat 0363 24187 Polsek Abang 0363 23330 Polsek Kubu 0363 22988 Polsek Sidemen 0363 21709 Polsek Bebandem 0363 22110 Polsek Candidasa 0363 41677 Polsek KP3 Padangbai 0363 41388 Radio Suara Widya

Besakih (SWIB) PMI PDAM PLN BPBD/ESR Badan SAR Pemadam Kebakaran URD RSUD 11 RSUD 12 SMAN 1 Amlapura 13 SMAN 2 Amlapura 14 SMAN 1 Manggis 15 SMPN 1 Amlapura 16 SMPN 2 Amlapura

0363 21791 0363 21789 0363 21363 0363 21711 0363 22173 0363 21135 0363 21113 0363 21011 0363 21470 0363 21152 0363 21254 0363 41668 0363 21288 0363 21483

Demikian ditegaskan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat mengecek kesiapan logistik di Posko Induk Tanah Ampo, Senin (25/9) kemarin. Gubernur Pastika menegaskan dengan jumlah pengungsi sebanyak itu keperluan beras sehari bisa mencapai 15 ton. “Logistik lain seperti gula pasir dan minyak goreng, terus kami persiapkan. Tetapi sekarang tidak ada gas yang keperluannya relatif tinggi mencapai 1 ton per hari,” kata Gubernur Pastika. Koordinator Logistik Posko Induk Tanah Ampo Ni Wayan Kusumawati mengatakan keperluan gas itu masih dibicarakan lebih lanjut dengan instansi terkait. Gas itu mendesak harus ada sehingga segera bisa didistribusikan ke lokasi-lokasi pengungsian. “Keperluan gas

masih kami koordinasikan dengan pusat, agar gas itu segera dikirimkan ke Posko Induk ini,” kata Kusumawati. Gubernur menambahkan, saat ini pihaknya belum bisa memakai dana kebecanaan untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi. Sebab, APBD tidak boleh dipakai dalam status penanganan ketika masih siaga darurat. Sesuai Permendagri soal Penanganan Kebencanaan, APBN atau APBD baru bisa dimanfaatkan ketika status penanganan menjadi tanggap darurat. Artinya setelah terjadi erupsi. “Peraturan ini yang masih jadi masalah. Penanganan kita di lapangan masih tersandera peraturan. Besok kalau Presiden Joko Widodo jadi datang ke sini, saya akan sampaikan langsung sama be-

liau,” kata Gubernur Pastika. Sambil menunggu kedatangan logistik gas, Gubernur Pastika juga meminta agar lokasi pengungsian dijaga ketat. Barang yang masuk dan keluar harus terdata dengan baik, agar sumbangan logistik dari berbagai pihak itu dapat dipertanggungjawabkan. Penanganan logistik mulai sekarang harus tertib. Sebab, bencana Gunung Agung ini akan berlangsung lama. Berkaca dari pengalaman bencana letusan tahun 1963, letusan terjadi Februari 1963 dan baru berakhir Januari 1964. “Perlu diingat, waktu itu habis Gunung Agung meletus, menyusul Gunung Batur meletus. Kan kedua gunung itu sejarahnya merupakan kakak-adik,” pungkasnya. (kmb31)

POSKO INDUK - Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat wawancara eksklusif dengan Bali TV langsung dari Posko Induk Tanah Ampo, siang tadi.

Tempat Pengungsian Sibetan Masih Aman

POSKO PENERIMAAN - Wayan Geredeg sebagai Kerta Desa Desa Sibetan bersama prajuru dan tokoh masyarakat lainnya saat berada di Posko Penerimaan Bantuan di LPD Sibetan untuk menurunkan bantuan dari pihak swasta.

Amlapura (Bali Post) Ribuan pengungsi dari Desa Jungutan yang mengungsi ke Desa Sibetan sempat panik, setelah status aktivitas vulkanik Gunung Agung naik menjadi awas. Warga setempat diminta petugas terkait, seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas segera mengungsi ke pusat Posko Pengungsian di Lapangan Ulakan, Manggis. Tetapi, Kerta Desa Sibetan I Wayan Geredeg, Minggu (24/9), menegaskan wilayah Sibetan saat ini masih aman untuk tempat mengungsi. Bupati Karangasem dua periode ini menegaskan hal itu untuk menenangkan ribuan pengungsi setempat, yang sempat panik lari ke tempat pengungsian di Lapangan Ulakan. Geredeg menegaskan, tidak akan membiarkan warganya telantar di tempattempat pengungsian lain. Sebab, warga Desa Jungutan secara kewilayahan desa adat masih menjadi bagian Desa

Adat Sibetan. Untuk menangani ribuan pengungsi di desa ini, desa adat sudah membentuk Posko Penerimaan Bantuan yang dipusatkan di LPD Sibetan. Sejak posko ini didirikan, bantuan dari luar terus mengalir. Mulai dari sembako, berbagai kebutuhan lansia hingga balita. Geredeg menyadari wilayah Desa Sibetan dalam peta BNPB masuk dalam daerah KRB I. Tetapi, berdasarkan pengalamannya bertahan hidup saat letusan 1963, daerah rawan yang dimaksud hanya sampai pada Tukad Timbul. Saat itu Bukit Nampo juga menjadi penghalang debu vulkanik masuk ke wilayah Desa Sibetan. Jika warga di daerah KRB III seperti di Desa Jungutan, pihaknya sepakat seluruh warga di sana harus diungsikan karena sangat dekat dengan titik semburan awan panas, bila terjadi erupsi. ‘’Kami di desa adat bertang-

gung jawab terhadap keselamatan warga kami. Daripada di tempat pengungsian lain, kami tak yakin warga kami diperhatikan,’’ tegas Geredeg. Ketua DPRD Karangasem Nengah Sumardi meminta petugas terkait jangan membuat masyarakat yang sudah panik tambah panik lagi. Seharusnya lakukan langkah penanganan yang jelas terhadap para pengungsi di lokasi pengungsian sementara, bukan berbalik menelantarkannya karena tidak mau ke pos pengungsian resmi Satgas Siaga Bencana. Menurutnya, ini terjadi karena masingmasing tim yang sudah diberikan tugas oleh Komandan Satgas tidak menjalankan kewajibannya dengan baik. ‘’Beruntung desa adat kita yang menjadi lokasi pengungsian sementara sangat peka dan sigap menangani pengungsi,’’ kata Sumardi yang kebetulan juga berasal dari Desa Sibetan. (kmb)

Wisatawan Turki Ingin Lihat Erupsi Langsung Amlapura (Bali Post) Objek wisata Besakih sesungguhnya sudah resmi ditutup pascanaiknya status Gunung Agung dari siaga ke awas sejak beberapa hari lalu. Rupanya masih banyak wisatawan yang tidak tahu penutupan tersebut. Karena itu relatif banyak wisatawan asing yang berkunjung ke Besakih. Seperti wisatawan asal Turki, Ufuk, yang tetap saja berkunjung ke pura terbesar di Bali itu. Ufuk saat diwawancarai di Besakih, Senin (25/9) kemarin, mengungkapkan kalau dirin-

ya tinggal di Sanur. Karena mendapatkan informasi Gunung Agung menjelang erupsi maka dirinya memutuskan datang langsung ke Pura Besakih untuk memastikan secara langsung, apakah Gunung Agung sudah erupsi atau belum. Dia mengaku tidak tahu kalau Besakih telah ditutup. ‘’Saya datang ke Besakih sendirian. Saya sejatinya ingin melihat erupsi itu secara langsung. Tetapi nyatanya belum ada erupsi,’’ ucap wisatawan asal Turki itu. Ia mengaku baru pertama kali datang ke Bali. Ufuk juga me-

nyatakan tidak takut datang ke Besakih. ‘’Hidup hanya sekali. Kapan lagi bisa melihat erupsi secara langsung dan bisa dari jarak dekat,’’ jelasnya sambil tersenyum. Selama ada di Besakih, dirinya melihat-lihat pura dari bawah dan tidak berani naik ke atas. Pasalnya, memang petugas tidak mengizinkan. Sayangnya, kata Ufuk, gunung terbesar di Bali itu tidak terlihat akibat ditutupi kabut. ‘’Saya lihat dari sini saja. Karena kalau ada erupsi bisa cepat kembali,’’ jelas Ufuk. (kmb41)

Ufuk

Bali Post/kmb41

Kantor di Jalur Lahar Segera Pindah ke Manggis Konsentrasi seluruh instansi pemerintahan saat ini semuanya mengarah pada penanganan pengungsi Gunung Agung. Pejabat terkait dari kabupaten, provinsi hingga pusat seluruhnya harus siaga ke Posko Induk Tanah Ampo. Salah satunya untuk memastikan logistik bagi pengungsi tetap mencukupi. Situasi ini jelas menimbulkan ketidakstabilan jalannya layanan pemerintahan di kota Amlapura. Pegawai yang bertugas di jalur lahar juga ‘’dihantui’’ kekhawatiran. Rencananya layanan OPD di jalur lahar itu akan segera dipindahkan ke Pos Induk Tanah Ampo maupun Kantor Kecamatan Manggis. Instansi apa saja yang akan dipindahkan dari jalur aliran lahar itu?

KABAG Humas dan Protokol I Gede Waskita Suta Dewa, Senin (25/9) kemarin, mengatakan memang terkait pemindahan instansi itu hingga saat ini masih belum ada keputusan kepada Satgas Siaga Bencana untuk memindahkan pusat pemerintahan secara keseluruhan ke Kecamatan Manggis. Tetapi, sejumlah gedung perkantoran direncanakan akan dipindahkan. Utamanya gedung atau instansi yang ada di jalur lahar. Hal itu berkaca pada peristiwa letusan tahun 1963.

DISTRIBUSIKAN BANTUAN - Para relawan saat membantu mendistribusikan bantuan ke lokasi Posko Induk Tanah Ampo, Senin siang kemarin.

Gedung pemerintahan yang ada di jalur lahar di kota Amlapura yakni Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Badan Kepegawaian Daerah, Kantor Pemberdayaan Perempuan, Kantor Satpol PP, Dinas Koperasi dan UKM serta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. ‘’Psikologi pegawai kita yang di jalur lahar itu pasti sangat tertanggu. Karena itu mendesak perkantoran di jalur lahar itu akan segera dipindahkan,’’ katanya.

Hanya, kapan kebijaksanaan itu dilaksanakan, pihaknya mengaku masih menunggu arahan Satgas lebih lanjut. Sebab, semua pihak masih fokus pada penanganan distribusi logistik. Untuk kantor pemerintahan daerah lainnya, seperti di Jalan Ngurah Rai, termasuk Setda Karangasem, masih beroperasi seperti biasa. Selain gedung perkantoran, jalur lahar di sekitar Jalan Untung Surapati dan Jalan Sudirman, Amlapura,juga ada gedung sekolah, seperti SMPN

5 Amlapura dan SMPN 2 Amlapura. Kepala SMPN 2 Amlapura Wayan Gede Suastika sebelumnya sudah menghentikan lebih dulu aktivitas belajar-mengajar di sekolah itu sejak Gunung Agung naik level awas. Siswa diminta sekolah lagi 9 Oktober nanti. ‘’Kalau nanti ada hal-hal penting, nanti diumumkan lebih lanjut,’’ kata Suastika. Meski kegiatan belajarmengajar dihentikan, ada juga siswa yang sudah mengikuti proses belajar-mengajar di sekolah lain seperti di sekolah

setingkat di Klungkung dan Gianyar. Beberapa tempat usaha di jalur lahar sudah mengemasi barang-barang. Mereka memutuskan segera mengungsi ke tempat lain. Aktivitas itu sudah mulai terlihat sejak Minggu (24/9) lalu. Mereka khawatir harta bendanya tersapu lahar bila terjadi letusan Gunung Agung. ‘’Barang-barang sudah saya pindahkan ke Batubulan, di tempat saya mengungsi. Biar lebih aman,’’ kata salah satu pemilik tempat usaha Luh Murniasih. (gik)


TABANAN

14

Selasa Wage, 26 September 2017

Seminggu Tak Minum Obat, Mangku Sari Kena Serangan Jantung Tabanan (Bali Post) Bisa jadi merasa panik karena aktifnya Gunung Agung hingga dinyatakan berstatus awas, menyebabkan Ni Wayan Mangku Sari (57) dari Banjar Telung Buana, Desa Sebudi, Selat, Karangasem mengalami serangan jantung. Nenek ini pun harus dirawat di BRSU Tabanan setelah dua hari mengungsi di Banjar Kembang Merta, Baturiti, Tabanan. Ditemui di ruangan tempatnya dirawat, Mangku Sari nampak sudah membaik meski belum bisa bicara banyak dan masih diinfus. Suaminya, Mangku Adi (61), mengatakan istrinya mengalami sakit jantung sudah sejak dua tahun lalu. ‘’Dua tahun lalu sempat dadanya sakit. Ketika diperiksa ada pembengkakan pembuluh darah akibat darah tinggi,’’ kenang Mangku Adi. Setelah itu, istrinya diberikan obat yang harus diminum secara teratur. Obat itu untuk mengontrol tekanan darahnya. Peristiwa Gunung Agung ini membuat

Mangku Sari stres dan panik. Hal itu menyebabkan dirinya tidak sempat mengambil obat rutin di puskesmas, sehingga sejak satu minggu ini tidak mengonsumsi obat. Karena lelah, puncaknya saat mengungsi di Banjar Kembang Merta, kemudian pingsan setelah mengeluh dadanya sakit. Awalnya sempat dibawa ke posko kesehatan terdekat. Kemudian dibawa ke RS Semara Ratih karena tidak sadarkan diri, lalu dirawat di ICU. Setelah itu, Mangku Sari dirujuk ke BRSU Tabanan. Jika sudah sehat, kata Mangku Adi, ia dan istrinya akan kembali ke posko pengungsian di Banjar Kembangmerta, Baturiti. ‘’Anak dan cucu saya di sana semuanya. Kami bersepuluh mengungsi di rumah saudara. Karena di rumah keluarga tidak tertampung, ada yang tidur di balai banjar,’’ ujarnya lirih. Saat mengungsi keluarga ini hanya membawa pakaian seadanya. Sementara ternak yang menjadi sumber penghasilannya sudah dijual.

Mangku Adi sadar jika Gunung Agung meletus, maka ia akan lama mengungsi. Sebab, hal ini pernah ia alami sewaktu Gunung Agung meletus tahun 1963. Dulu karena keterbatasan informasi, ia dan keluarganya mengungsi saat lahar sudah keluar dari kawah. Itu pun dulu berjalan kaki, hingga sampai di daerah Rendang sebelum akhirnya memutuskan ke Baturiti. ‘’Dulu saya masih kecil. Mengungsinya juga sama ke Baturiti ini. Selama enam bulan saya tidak bisa pulang ke Karangasem,’’ tuturnya. Ia hanya berharap Gunung Agung tidak seperti kejadian tahun 1963 yang memakan waktu satu tahun. (kmb24)

Anak Pengungsi Didata

Nantinya Ditampung di Sekolah Terdekat Tabanan (Bali Post) Pengungsi dari sejumlah desa di wilayah Kabupaten Karangasem dari hari ke hari semakin banyak saja memasuki Tabanan. Mayoritas kedatangan pengungsi itu secara mandiri. Bahkan banyak di antara mereka anak-anak yang masih berstatus pelajar. Agar tetap bisa mengenyam pendidikan, mereka siap ditampung di sekolah-sekolah terdekat selama mengungsi. Terkait hal itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan telah menginstruksikan seluruh UPT Pendidikan di tiap kecamatan segera melakukan pendataan dan koordinasi. ‘’Kami masih melakukan pendataan. Akibat banyaknya pengungsi yang terpencar di rumah-rumah kerabat mereka, membuat sedikit ada kendala,’’ ucap Kadisdik Tabanan I Gede Susila, Senin

(25/9) kemarin. Terkait pendidikan anakanak pengungsi ini, juga mendapat respons langsung Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti. Dalam 2-3 hari ke depan pendidikan bagi anakanak pengungsi ini setidaknya sudah bisa dilakukan. ‘’Jangan sampai mereka putus sekolah. Apalagi kita tidak tahu sampai kapan masa pengungsian mereka berakhir,’’ ucap Bupati Eka disela-sela pelantikan Perbekel se-Kabupaten Tabanan. Agar cepat bisa terlaksana, ia juga telah menginstruksikan jajarannya menyiapkan alat tulis dan kebutuhan yang diperlukan bagi anak-anak pengungsi. ‘’Selama ini para donator memberi respons sangat cepat. Hal itu sudah pasti sangat baik. Bahkan saya dapat informasi DTW Tanah Lot juga akan membantu lewat program CSR,’’ katanya.

Bali Post/kmb28

PENGUNGSI - Situasi pengungsian yang ada di Kecamatan Kerambitan.

Bupati Eka juga menekankan agar dengan cara-cara humanis menangani para pengungsi itu. Mereka adalah saudara kita, bukanlah para pengungsi yang harus terpisah dengan kita. Pihaknya juga meminta para camat terus melakukan pendataan. Dan meminta jika jumlah pengungsi di satu daerah sudah mencapai jumlah 100 lebih, agar seluruh pengungsi bisa ditampung di satu lokasi untuk memudahkan pendataan dan penanganannya. ‘’Walapun mereka memiliki kerabat sendiri, jangan sampai memberatkan. Pendataan itu penting agar pengawasan lebih mudah, termasuk soal penanganan kesehatan, pendidikan dan kebutuhan logistik lainnya,’’ tegasnya. Kepala Dinas Sosial Tabanan melaporkan, data sementara jumlah pengungsi yang ada di Tabanan hingga Senin (25/9) sebanyak 1.853 tersebar di sepuluh kecamatan. Jumlah ini diperkirakan masih akan terus bertambah, seiring proses pendataan yang sedang dilakukan jajaran perbekel dan para babinsa. Untuk bantuan logistik, Gunawan mengatakan Dinas Sosial merupakan posko induk penerima bantuan di kabupaten. Nantinya bantuan itu akan disalurkan ke tiap kecamatan lewat posko yang dibentuk. ‘’Karena keterbatasan tenaga, tentu tidak mungkin menyalurkan ke rumah,’’ ucapnya. Bagi para donator yang hendak memberikan bantuan, kata Bupati, bisa koordinasi dengan Dinsos. Keperluan apa yang memang mendesak buat para pengungsi. ‘’Daripada mubazir jumlahnya berlimpah,’’ tegasnya. Keperluan logistik yang kurang saat ini adalah susu bayi dan balita, serta pakaian layak pakai. (kmb28)

Warung Global

Guru Lama Tetap Perlu Mengajar di Sekolah Baru STATUS awas Gunung Agung memengaruhi kondisi pendidikan siswa-siswi Karangasem yang mengungsi ke beberapa kabupaten/kota di Bali. Hal ini membuat Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar harus memetakan di sekolah mana paling terdekat dari lokasi pengungsian, sehingga anak-anak itu bisa tetap mendapatkan pendidikannya. Apa yang telah dilakukan Disdikpora dan kepedulian masyarakat terhadap nasib para pengungsi ini mendapatkan apresiasi. Diharapkan guru yang mengajar di tempat yang lama, selalu mengikuti ke mana anak-anak itu mengungsi agar bisa mengajar lagi di sekolah yang menampung mereka. Alasannya, sudah telanjur punya ikatan batin. Bantuan pemerintah pusat juga sangat diperlukan demi kelancaran proses belajar-mengajar anak-anak. Demikian opini yang berkembang dalam acara Warung Global dengan topik “Disdikpora Petakan Sekolah yang Mengungsi” di Radio Global FM 96,5 Bali Senin (25/9) kemarin. Acara ini juga dipancarluaskan Genta Bali FM, Singaraja FM dan Swara Negara FM. Arya menekankan agar guru yang mengajar di tempat yang lama tetap bisa mengajar siswa-siswinya yang mengungsi. Rencananya anak-anak itu akan sekolah di tempat terdekat dari lokasi pengungsian mereka. Kedekatan batin dengan guru lama mereka masih terjalin. Demikian pula sistem mengajarnya. Disdikpora Karangasem juga harus mendata anak didik dan juga gurunya. Kemudian mengarahkan guru itu untuk tetap mengajar di lokasi pengungsian. Berikan juga mereka hiburan dengan bantuan alat-alat bermain. Itu penting, supaya mereka bisa ceria dengan harapan bisa melupakan musibah

yang terjadi. Kementerian Pendidikan agar mencairkan bantuan yang diperlukan dan menyalurkan ke sekolahsekolah yang menampung siswa-siswi yang mengungsi tersebut. Ugi juga meminta agar dana BOS dan dana yang dimiliki oleh Disdikpora bisa dimanfaatkan, guna membantu keberlangsungan proses pendidikan di sekolah yang paling dekat dengan posko pengungsian. Dia setuju tenaga pendidik itu didata agar guru lamanya tetap bisa mengajar di sekolah yang menampung mereka. Pihak sekolah di Karangasem jangan lupa memback up data diri dan akademik anak didik itu. Kepala

Bali Post/kmb24

SAKIT JANTUNG - Ni Wayan Mangku Sari (57) dari Banjar Telung Buana, Desa Sebudi, Selat, Karangasem mendapatkan perawatan di BRSU Tabanan karena sakit jantung.

sekolah agar berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, sehingga segala kebutuhan dan fasilitas anak-anak yang mengungsi ini terpenuhi dengan baik. Edi, Dengkek dan Ari sangat prihatin dengan kondisi siswa-siswi tersebut. Dan semoga mereka baik-baik saja, tidak putus sekolah dan ketinggalan pelajaran. Mereka juga berterima kasih atas perhatian pemerintah dan juga kepedulian masyarakat kepada para pengungsi. Semoga pemerintah mampu mengatasi masalah ini dengan baik. Siswa-siswi dapat belajar dengan tenang di sekolah baru yang bersedia menampungnya. (arya)

Dua Pengungsi Dirawat di BRSUD Tabanan

Satu Orang Meninggal

Tabanan (Bali Post) -

Dua warga Karangasem yang mengungsi ke Tabanan mengalami sakit hingga harus dirawat di BRSU Tabanan. Selain dua warga yang sakit, BRSU Tabanan juga menerima satu warga pengungsi Karangasem yang meninggal dunia. Adapun data warga yang sakit adalah Ni Wayan Mangku Sari (57) dari Banjar Telung Buana, Desa Sebudi Selat, Karangasem dan Kadek Indah Pertiwi (6), warga Dusun Pateh Desa Duda, Selat, Karangasem. Sementara warga yang meninggal atas nama Wayan Sukra (70) dari Banjar Buana Giri, Desa Buana Giri, Bebandem, Karangasem. Kepala Bidang Pelayanan Medik BRSU Tabanan dr. Gede Sudiarta, Senin (25/9) kemarin, mengatakan untuk pasien Mangku Sari merupakan warga pengungsi yang mengungsi di Banjar Kembang Merta, Baturiti. Ia mengalami serangan jantung akibat pembuluh darahnya membengkak disertai hipertensi. Pasien masuk Sabtu

(23/9), yang merupakan rujukan dari RS Semara Ratih Baturiti. ‘’Pasien saat ini sedang dalam observasi. Rencananya hendak melakukan pemeriksaan Eco Cardiography. Namun, secara umum kondisi pasien membaik dan sudah sadar,’’ ujarnya. Sementara Kadek Indah merupakan pasien rujukan dari BRSU Karangasem. Ia mengalami dehidrasi sedang dan saat ini kondisinya membaik. Pasien yang meninggal adalah Wayan Sukra. Jenazahnya saat ini sedang dititipkan di Kamar Jenazah BRSU Tabanan. Penyebab Sukra meninggal, kata Sudiarta, pihak BRSU tidak tahu pasti, karena pasien datang sudah dalam kondisi meninggal. Untuk prosesi terakhir rencananya dilakukan kre-

masi. Keluarga Wayan Sukra sendiri saat ini sedang berada di posko pengungsian, sambil menunggu jadwal kremasi. ‘’Di mana dan kapan dikremasi itu tergantung keluarga,’’ ujar Sudiarta. Dalam menangani pasien yang berasal dari pengungsian, menurut Sudiarta, BRSU telah menerapkan protap terutama dalam segi pembiayaan. Katanya bagi pasien pengungsi seluruh biaya perawatan dibebaskan sesuai aturan berlaku. Artinya, pasien harus mendapatkan surat keterangan dari Dinas Sosial Tabanan yang membenarkan pasien itu benar-benar pengungsi. ‘’Surat keterangan untuk dua pasien ini sudah dicarikan ke Dinsos,’’ ujarnya. Selama surat belum turun, kata Sudiarta, pasien tidak dibebani biaya perawatan. ‘’Surat keterangan hanya syarat legal agar pembiayaan ini tidak jadi piutang maupun temuan BPK nantinya. Sehingga pasien bisa terlay-

ani, BRSU juga aman dalam memberikan pelayanan,’’ imbuhnya. Kebijakan ini sudah diinformasikan kepada petugas yang melayani pasien, baik di IRD maupun Poliklinik. Sehingga pasien yang dirawat tidak dipungut biaya dan dimintai surat keterangan Dinsos. Bagi pasien pengungsi yang memiliki JKN, kata Sudiarta, setelah berkoordinasi dengan BPJS syarat layanan masih sama. Apabila masuk IRD langsung ditangani tanpa rujukan dan jika lewat poli harus ada rujukan dari pelayanan primer. ‘’Kami arahkan surat rujukan dari pos-pos kesehatan di posko penampungan,’’ jelasnya. Untuk pasien yang meninggal, pihak BRSU membebaskan biaya penitipan jenazah sampai jenazah dilepas atau diserahkan ke keluarga. Kalau memerlukan ambulans untuk diantar ke lokasi penguburan atau kremasi, juga akan dibantu pihak BRSU Tabanan. (kmb24)

15 Perbekel Dilantik

Bupati Tekankan Profesionalisme

Tabanan (Bali Post) Empat belas perbekel tercatat terpilih pada proses pemilihan perbekel (pilkel) serentak 27 Agustus lalu. Mereka akhirnya dilantik Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti di Wantilan Desa Adat Bedha, Kecamatan Tabanan, Senin (25/9) kemarin. Selain empat belas perbekel tersebut, juga turut dilantik satu perbekel Pemilihan Antar Waktu (PAW) dari Kecamatan Kerambitan. Saat pelantikan, Bupati Eka menegaskan agar kelima belas perbekel itu segera menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional. Tantangan tugas para perbekel kian berat, utamanya pertanggungjawaban pengelolaan dana desa yang cukup besar. ‘’Jadilah pemimpin yang benarbenar bisa mengedepankan pemilihnya. Pemimpin itu harus fleksibel. Dan pemimpin itu harus lebih cerdas dari pada rakyatnya,’’ ucapnya. Pihaknya juga mengajak

perbekel terpilih bersama-sama membangun dan menjaga Tabanan. Untuk itu, komunikasi dan koordinasi perlu ditingkatkan memenuhi segala keperluan masyarakat. Apalagi masyarakat dewasa ini sudah cerdas dan juga kritis. ‘’Mari sama-sama jaga Tabanan, jelek melah raga ngelahang jak konyang,’’ kata Bupati Eka. Kita harus samasama menjaga komunikasi dan koordinasi agar tersambung dengan baik, dengan siapa saja termasuk yang berkompeten,’’ ungkapnya. Bupati Eka melanjutkan, ekonomi kerakyatan selama ini merupakan napasnya Kabupaten Tabanan. Karena itu, prebekel yang baru dilantik, diharapkan segera merealisasikannya, baik itu desa wisata dan BUMDes. ‘’Ekonomi kerakyatan adalah napasnya Tabanan. Hal itu harus segera direalisasikan, baik itu desa wisata maupun BUMDes-nya. Harus ada pendukung kesuksesan Ta-

Bali Post/kmb28

PELANTIKAN PERBEKEL - Proses pelantikan Perbekel di wantilan desa adat Bedha. banan,’’ kata Bupati Eka. Di akhir sambutannya, ia mengucapkan selamat kepada para perbekel yang baru dilantik, juga kepada ibu-ibu PPK-nya diharapkan bisa membantu dan saling mensupport satu sama lain demi kemajuan Tabanan. ‘’Kepada ibu-ibu PKK, tolong bapakbapaknya dibantu bekerja keras. Wajib ada saling mensupport, demi kemajuan Ta-

banan untuk lebih baik dan lebih baik lagi,’’ tutupnya. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Roemi Liestyowati menerangkan, pengambilan sumpah pelantikan dan serah terima jabatan perbekel tersebut berasal dari tujuh kecamatan dengan jumlah 14 orang dan satu orang pemilihan antarwaktu dari Kecamatan Kerambitan. (kmb28)


15

Selasa Wage, 26 September 2017 Jadwal Pertandingan Liga Champions Rabu (27/9) dini hari --------------- Grup E -------------------------------------------------Spartak Moscow vs Liverpool Sevilla vs Maribor 1. Liverpool 2. Sevilla 3. Spartak Moscow 4. Maribor

1 1 1 1

0 0 0 0

1 1 1 1

0 0 0 0

2-2 2-2 1-1 1-1

1 1 1 1

--------------- Grup F -------------------------------------------------Manchester City Napoli

vs vs

Shakhtar Donetsk Feyenoord

1. Manchester City 1 2. Shakhtar Donetsk 1 3. Napoli 1 4. Feyenoord 1

1 1 0 0

0 0 0 0

0 0 1 1

4-0 2-1 1-2 0-4

3 3 0 0

--------------- Grup G ------------------------------------------------Besiktas vs RB Leipzig Monaco vs Porto 1. Besiktas 2. Monaco 3. RB Leipzig 4. FC Porto

1 1 1 1

1 0 0 0

0 1 1 0

0 0 0 1

3-1 1-1 1-1 1-3

3 1 1 0

--------------- Grup H ------------------------------------------------APOEL Nicosia vs Tottenham Borussia Dortmund vs Real Madrid 1. Real Madrid 2. Tottenham 3. Borussia Dortmund 4. APOEL Nicosia

1 1 1 1

1 1 0 0

0 0 0 0

0 0 1 1

3-0 3-1 1-3 0-3

3 3 0 0

Bali Post/rtr

JUARA - Tim tenis Eropa yang diperkuat Roger Federer (keempat dari kanan) dan Rafael Nadal (ketiga dari kiri) menjuarai turnamen Piala Laver dengan mengalahkan tim Dunia, Senin (25/9) kemarin di Praha.

Tim Eropa Juara Piala Laver

Praha Piala Laver menjadi milik tim Eropa setelah menyingkirkan lawan-lawannya dari penjuru dunia, Senin (25/9) kemarin. Eropa yang diperkuat petenis-petenis top menaklukkan Tim Dunia dengan skor 15-9. Meski memimpin sejak hari pertama dan kedua, Eropa memerlukan laga terakhir untuk memastikan kemenangan laga ini. Roger Federer memastikan kesuksesan itu dengan membungkam Nick Kyrgios (Australia) 4-6, 7-6 (6), 11-9. Rafael Nadal yang di laga sebelumnya ditundukkan John Isner, langsung meloncat dari bangku penonton setelah pukulan Kyrgios menyangkut di net. Nadal diikuti rekanrekannya mengerubuti Federer yang memastikan tim Eropa untuk pertama kalinya memastikan gelar ini. Tim Eropa tertinggal 3-9 di laga pamungkas setelah ganda Tomas Berdych/Marin Cilic serta Nadal menelan kekalahan. Tiga poin berhasil diraih Alexander Zverev yang menundukkan Sam Querrey (Dunia) 6-4, 6-4. Pertandingan di hari terakhir bernilai 3 poin. Sedangkan di hari pertama dan kedua turnamen di Stadion O2 Arena, Praha, nilai setiap laga itu 2 poin. Piala Laver, yang namanya diambil dari pahlawan tenis Australia Rod Laver, menuai banyak pujian. Pertandinganpertandingan berlangsung ketat meski terdapat kecemasan bahwa ini hanya akan menjadi seperti sekadar pertandingan persahabatan. Kehadiran Federer dan Nadal yang masing-masing menjuarai dua dari empat Grand Slam tahun ini, tidak membuat tim Eropa meraih kemenangan mudah. Sebaliknya tim Dunia mampu menunjukkan kualitasnya sebagai pesaing yang kompetitif. Dengan ajang ini tahun depan akan dimainkan di Chicago, Tim Dunia yang dikapteni John McEnroe akan bertekad untuk bangkit saat melawan Tim Eropa pimpinan Bjorn Borg. ‘’Kami akan melakukannya, untuk memenangi ‘turnamen’ ini,’’ kata McEnroe. (kmb39/rtr/ant) Tim Eropa vs Dunia 15-9 Hari III John Isner/Jack Sock (Dunia) vs Tomas Berdych/Marin Cilic (Eropa) 7-6, (7/5), 7-6 (8/6). Alexander Zverev (Eropa) vs Sam Querrey (Dunia) 6-4, 6-4. John Isner (Dunia) vs Rafael Nadal (Eropa) 7-5, 7-6 (7/1). Roger Federer (Eropa) vs Nick Kyrgios (Dunia) 4-6, 7-6 (8/6), 11/9. Hari II Roger Federer (Eropa) vs Sam Querrey (Dunia) 6-4, 6-2. Rafael Nadal (Eropa) vs Jack Sock (Dunia) 6-3, 3-6, 11/9. Nick Kyrgios (Dunia) vs Tomas Berdych (Eropa) 4-6, 7-6 (7/4), 10/6. Roger Federer/Rafael Nadal (Eropa) vs Sam Querrey/Jack Sock (Dunia) 6-4, 1-6, 10/5. Hari I Marin Cilic (Eropa) vs Frances Tiafoe (Dunia) 7-6 (7/3), 7-6 (7/0). Dominic Thiem (Eropa) vs John Isner (Dunia) 6-7 (15/17), 7-6 (7/2), 10/7. Alexander Zverev (Eropa) vs Denis Shapovalov (Dunia) 7-6 (7/3), 7-6 (7-5). Nick Kyrgios/Jack Sock (Dunia) vs Tomas Berdych/Rafael Nadal (Eropa) 6-3, 6-7 (7/9), 10/7.

Lini Pertahanan the Reds Jadi Perhatian

London -

Juergen Klopp bertekad menghentikan buruknya koordinasi di lini belakang yang memicu banyaknya kebobolan gol di gawang Liverpool. Namun diyakini lawatan ke Rusia melawan Spartak Moscow di kompetisi Liga Champions, Rabu (27/9) dini hari nanti akan menghasilkan hal positif. Klub Merseyside itu mengakhiri laju empat pertandingan tanpa kemenangan dengan unggul tipis 3-2 di markas Leicester City di kompetisi Liga Utama Inggris pada pekan lalu. Namun the Reds telah kemasukan 18 gol dari sepuluh pertandingan yang dimainkan di semua kompetisi. ‘’Tentu saja kami kemasukan terlalu banyak, tidak diragukan lagi. Itu benarbenar berat untuk saya,’’ kata Klopp kepada wartawan, kemarin. ‘’Biasanya, saya merupakan pelatih bertahan yang benar-benar bagus, namun tentu saja ini tidak berjalan dengan baik sejauh ini.’’ Liverpool gagal mendatangkan bek tengah Southampton Virgil van Dijk pada musim panas. Meski bek kiri Andrew Robertson merupakan satu-satunya pemain bertahan yang didatangkan pada bursa transfer, Klopp mengatakan dirinya gembira dengan skuad yang ada. ‘’Kami akan baik-baik saja. Itulah yang terjadi. Saya memiliki keyakinan, bukan hanya pada serangan, namun pada skuad kami,’’ kata pria Jerman itu. Tetapi, Klopp menambahi bahwa hanya saat mereka kalah 0-5 dari Manchester City pada awal bulan ini merupakan momen yang sulit untuk dipulihkan. Pertandingan liga selanjutnya yang akan dimainkan Liverpool akan berlangsung di markas Newcastle United pada Minggu. Liverpool sempat mencatat dua clean sheets dalam 10 pertandingan sebelum

Kiper Liverpool Loris Karius. kalah 0-2 dari Leicester di Piala Liga. Klopp menyebut hasil tersebut benarbenar menyakitkan. Dua pekan lalu, the Reds juga gagal memetik kemenangan kandang setelah ditahan Sevilla 2-2 di Liga Champions ini. Untungnya di laga lain Grup E ini juga berakhir imbang ketika Spartak ditahan Maribor 1-1, sehingga tiap-tiap tim masing-masing mengemas 1 poin.

Namun, Klopp untuk pertama kalinya menjalani laga tandang Liga Champions sejak tiga tahun setelah hasil imbang 2-2 melawan Ludugorets Razgrad. Liverpool mengemas dua kemenangan kandang dan tandang saat menghadapi Spartak pada 2002. Tapi, lawan yang bermarkas di Stadion Otkrytie Arena secara keseluruhan mampu memberikan perlawanan setelah di dua laga lainnya meraih

Bali Post/rtr

kemenangan, sehingga keduanya mencetak rekor imbang 2-2. Pelatih Spartak Massimo Carrera mengaku tak meminta nasihat pada koleganya Antonio Conte yang menangani klub rival Liverpool, Chelsea. Tugas utamanya adalah menetralisir pemainpemain Liverpool yang memiliki kaliber internasional. ‘’Kami akan menunjukan seluruh kemampuannya,’’ jelas pria Italia itu. (kmb39/rtr/ant)

Dortmund Siap Kacaukan Penampilan Ke-150 Ronaldo

Dortmund Borrusia Dortmund bertekad memperpanjang rekor tak terkalahkan di kandang saat menghadapi Real Madrid pada pertandingan Grup H Liga Champions, Rabu (27/9) dini hari. Pasukan Peter Bosz juga berjanji akan mengacaukan penampilan ke-150 Cristiano Ronaldo di kancah Eropa. Untuk kedua kalinya berturutturut, Dortmund dan sang juara bertahan Real Madrid tergabung di satu grup. Musim lalu Dortmund berhasil menahan Real 2-2 sebelum tersingkir di babak 8 besar. Sebaliknya Real untuk ke-12 kalinya menjuarai turnamen ini. Pada pertandingan Signal Iduna Park itu menjadi pertemuan ke-7 kedua tim dengan Dortmund menang tiga kali dan seri tiga kali. Penampilan terbaik Dortmund terjadi pada 2013 saat babak semifinal di mana Robert Lewandowski memborong empat gol dan Dortmund menang 4-1 atas Real. Musim ini Dortmund mengawali penyisihan grup dengan kalah 1-3 atas Tottenham. Sedangkan Real

Bali Post/rtr

Liga Champions - Penyerang Real Madrid Cristiano Ronaldo (kanan) gagal mengarahkan bola ke gawang APOEL di pertandingan Liga Champions. menang 3-0 atas APOEL. Ironinya, Real memainkan laga ini dengan Ronaldo gagal menghasilkan gol pada dua pertandingan terakhir. Padahal penyerang Portugal itu telah mengolekasi 110 gol di laga Eropa. Pemain peraih empat trofi Ballon

d’Or itu, masuk dalam nominator Pemain Terbaik FIFA yang akan diumumkan pemenangnya pada 23 Oktober mendatang. Dortmund tetap mengandalkan Pierre-Emerick Aubameyang sebagai ujung tombaknya. Pemain Gabon itu

Dembele Cedera Kaki

London Gelandang Tottenham Hotspur Mousa Dembele berpeluang absen pada pertandingan Grup H Liga Champions melawan Apoel Nicosia, Rabu (27/9) dini hari akibat gangguan cedera kaki. Dembele, yang menjalani operasi pada kakinya di awal tahun, tidak masuk skuad saat Spurs menang 3-2 atas West Ham United pada pekan lalu. Dia juga tak mendapat banyak peran dari pelatih Mauricio Pochettino pada musim ini. Pochettino mengatakan ia tidak percaya bahwa Dembele akan memerlukan operasi lain, namun tidak yakin berapa lama pemain 30 tahun itu

akan absen. ‘’Kami perlu menilainya dalam beberapa hari mendatang. Kami belum tahu apakah memungkinkan bagi dia untuk dilibatkan untuk pergi ke Siprus,’’ kata Pochettino. ‘’Dan kemudian kita lihat saja mengenai Huddersfield (laga Liga Inggris pada Sabtu). Kami perlu memeriksanya setiap hari.’’ Pochettino menyampaikan sejumlah hal positif dari penampilan pengganti Dembele, Moussa Sissoko, yang tampil di lini tengah bersama Christian Eriksen dan Eric Dier. ‘’Sissoko dan Dembele memiliki karakteristik yang berbeda,’’ tambah Pochettino. ‘’Kami memiliki Christian dan Sissoko, yang dapat bergerak ke

Gelandang Tottenham Mousa Dembele.

Bali Post/rtr

depan di sisi kanan untuk merepotkan lawan. Saya merasa gembira dengan cara kami berubah dan bermain. Menurut saya Sissoko fantastis (saat melawan West Ham).’’ Operasi Lutut Nasib buruk juga menimpa Arkadiusz Milik. Penyerang Napoli itu bahkan akan absen selama empat bulan setelah menjalani operasi lutut Senin kemarin, demikian diumumkan klub Liga Italia itu melalui website resminya www. sscnapoli.it. Penyerang internasional Polandia itu mengalami cedera lutut kanan saat Napoli menang 3-2 di markas SPAL pada Sabtu. Klub Neapolitan itu mengatakan bahwa pemain 23 tahun itu mengalami sedikit luka dan akan pulih dalam kerangka waktu serupa dengan cedera lututnya sebelumnya. Milik, yang telah 36 kali memperkuat negaranya, menderita cedera ligamen ikat di lutut kirinya tahun lalu yang memaksanya absen selama empat bulan. Ini artinya klub Serie A Liga Italia itu tak menyeratkan Milik pada pertandingan melawan Feyenoord pada pertandingan Grup F Liga Champions, Rabu dini hari nanti. (kmb39/rtr/ant)

memborong tiga gol saat Dortmund mencukur Borussia Moenchengladbach 6-1 di Liga Jerman pekan lalu. Dalam melakukan serangan Aubameyang dibantu pemain sayap Maximilian Philipp yang telah menghasilkan empat gol dalam tiga laga terakhir. Bosz tak bisa memainkan penyerang Marco Reus, Andre Schuerrle dan Raphael Guerreiro cedera, sementara pemain baru Andriy Yarmolenko, Nuri Sahin dan Gonzalo Castro belum bisa dimainkan. Real sendiri memiliki rekor buruk dalam setiap lawatan ke Jerman. Total 17 kekalahan diderita mereka dengan tujuh laga berakhir imbang dan hanya lima kali memetik kemenangan. Tetapi musim lalu pasukan Zinedine Zidane mampu menghajar Bayern Munich 2-1 di Allianz Arena di babak perempatfinal turnamen ini. Zidane tak bisa mengerahkan bek kiri Marcelo dan Karim Benzeme yang masih cedera hamstring dan Theo Hernandez cedera bahu. Untungnya Luka Modric dan Gareth Bale serta Toni Kroos telah bugar dan diharapkan mereka bisa tampil. (kmb39/afp)


olah raga

16

Selasa Wage, 26 September 2017

Bali Post/wan

KOLAM RENANG — Tabanan yang menyiapkan diri menjadi tuan rumah Porprov Bali XIV/2019 bakal geliat membangun infrastruktur olahraga. Untuk menjadi tuan rumah, venue yang perlu disiapkan kolam renang, lapangan tenis, dan lintasan papan panjat tebing.

Tabanan Usulkan 37 Cabor di Porprov 2019

Denpasar (Bali Post) Tuan rumah Porprov Bali XIV/2019 Tabanan mengusulkan 37 cabor, yakni 34 cabor sebagaimana yang dipertandingkan pada Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar, ditambah catur gajah (pexi), bela diri yongmoodo, serta senam. Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi, di Denpasar, Senin (25/9) kemarin, menyatakan Tabanan sudah disetujui menjadi tuan rumah hajatan multi-event dua tahunan antarkabupaten dan kota se-Bali. ‘’Yang mengajukan diri menjadi tuan rumah Porprov hanya Tabanan, apalagi Tabanan bakal membangun sarana dan fasilitas olahraga. Jadi, kami harus mendukungnya,’’ kata Suwandi. Untuk membahas lebih detail lagi, pihaknya akan mengagendakan rapat anggota KONI pada awal Oktober nanti. Dalam rapat anggota, katanya, akan dibahas jumlah cabor termasuk persiapan tuan rumah. ‘’Usulan tuan rumah memang 37 cabor, tetapi untuk memastikan harus kami pastikan lagi dalam rapat anggota,’’ jelasnya. Dikemukakan, untuk menjadi tuan rumah diperlukan pembangunan infrastruktur olahraga yang memadai. Upaya menjadi tuan rumah, minimal menyiapkan fasilitas olahraga seperti lapangan tenis, lintasan papan panjat tebing, serta kolam renang. ‘’Tabanan punya kolam renang di Kediri, apakah standar atau tidak. Sementara venue cabor bela diri bisa memfungsikan aula, atau ruang serba guna sebuah gedung,’’ ucapnya. (022)

Takraw Indonesia Targetkan Dua Emas Asia Games 2018

Jakarta (Bali Post) Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) menargetkan tim Merah Putih memperoleh dua medali emas di Asian Games 2018 dengan berkaca pada penampilan di SEA Games 2017 Malaysia. Sekretaris Jenderal PSTI Tri Gunawan Hadi di sela-sela pelantikan pengurus baru PSTI di Jakarta, Senin (25/9) kemarin, mengatakan kendati belum memperoleh medali emas, tim sepak takraw Indonesia mampu membawa pulang dua perak dan tiga perunggu dari Kuala Lumpur 2017 yang berarti mengalami kemajuan dibanding gelaran setingkat edisi sebelumnya. ‘’Di SEA Games 2015 Singapura, kami hanya membawa pulang dua perunggu. Jelas ada kemajuan banyak di SEA Games 2017 kemarin. Ini yang mendasari kami berani menargetkan dua emas di Asian Games sebagai fokus utama kepengurusan baru ini,’’ katanya. Target itu menurut PSTI masih realistis, karena meski Asian Games memiliki cakupan negara peserta yang lebih besar dibanding SEA Games, dari peta kekuatan sepak takraw, rival Indonesia masih datang dari negara-negara Asia Tenggara seperti Thailand, Vietnam, Myanmar, dan Malaysia. Dari luar kawasan Asia Tenggara, hanya ada Korea Selatan yang dinilai federasi berpotensi menjadi batu sandungan Indonesia. ‘’Bicara sepak takraw, peta kekuatannya Asia Tenggara masih sangat mendominasi, jadi kami optimistis bisa memenuhi target, meskipun di SEA Games 2017 kemarin kami tidak bawa pulang emas karena kita termasuk negara top di cabang ini dan saya yakin tim akan semakin memperbaiki diri,’’ ujarnya. Untuk nomor yang diberikan target sendiri, Tri menyebut Indonesia sangat berpeluang di nomor kuadran baik itu sektor putra maupun sektor putri. ‘’Kekuatan kita ada di nomor kuadran putra dan putri. Nomornomor lain tentunya ada potensi, dan saya rasa mereka bisa menyumbang medali perak maupun perunggu atau lebih,’’ katanya. Disebutkan Tri, saat ini Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) cabang olahraga sepak takraw yang sebelumnya dilaksanakan di Jambi sudah dibubarkan dan federasi kini tengah menunggu Surat Keputusan (SK) untuk kembali menggelar Pelatnas Asian Games 2018. Direncanakan Pelatnas tersebut sendiri akan dimulai lagi pada bulan Januari 2018. Dengan adanya jeda waktu ini, pihak federasi menegaskan tetap akan melakukan persiapannya menyambut Asian Games, salah satunya adalah memberangkatkan tim yang ada untuk mengikuti turnamen sebelum tim Pelatnas dibentuk. ‘’Walau kabarnya SK itu masih Januari, kami programkan mereka tryout beberapa event di luar negeri seperti di Taiwan pada 17 Oktober, kami jadikan ajang agar pemain tetap kompak sebagai tim. Terkait biaya karena tidak di Pelatnas, untuk sementara akan kami gunakan biaya pribadi dan sponsor,’’ ujar Tri. (ant)

Gugatan ISSI Denpasar Ditolak

Denpasar (Bali Post) Gugatan pemohon peninjauan Made Setiawan selaku pelatih sekaligus ofisial balap sepeda Kota Denpasar, ditolak Komisi Hakim. Medali emas nomor team relay Porprov Bali XIII/2017 tetap menjadi milik tim Badung. Gugatan Setiawan terhadap termohon peninjauan I (ketua panpel cabor balap sepeda Porprov Bali XIII/2017, di Gianyar), termohon peninjauan II (technical delegate balap sepeda Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar), termohon peninjauan III (Ketua Pengkab ISSI Badung), termohon peninjauan IV (Ketua umum KONI Badung), serta termohon peninjauan V (atlet balap sepeda Kota Denpasar yakni Nyoman Yoga Diputra, Kadek Arya Dwiputra, dan Sayu Bella Sukma Dewi). Pemohon peninjauan Made Setiawan merasa dirugikan, karena ketiga atlet Denpasar yakni Yoga Diputra, Arya Dwiputra, dan Sayu Bella Sukma Dewi telah bertanding di nomor team relay kategori dua putra dan satu putri, memasuki finis pertama tetapi didiskualifikasi. Alasannya sebelum pengalungan medali emas, yang seharusnya didapat ketiga pembalap Denpasar itu mereka didiskualifikasi, mengingat Kadek Arya Dwiputra telah keluar dari jalur lintasan lomba, dan tidak kembali ke jalur semula, hingga dianggap melanggar Regulasi Internasional UCI. Oleh karena didiskualifikasi, maka pemohon protes ke panpel. Medali emas diberikan kepada tim Badung, dan ISSI Denpasar berharap supaya medali tersebut diberikan kepada trio pembalap Denpasar. Berdasarkan saksi Made Sona dan Dwi Tresna Ningsih, ditambah bukti regulasi internasional UCI, yang terungkap dalam persidangan di KONI Bali pada Sabtu (23/9) lalu maka pihak Komisi Hakim yang diketuai Fredrik Billy didampingi hakim anggota IGB Arthanegara menolak gugatan pemohon peninjauan, dan pemohon peninjauan dibebani biaya perkara Rp 1 juta. (022)

SELEBRASI - Pemain depan pesepakbola Bali United (BU) Irfan Bachdim berlari sambil mengacungkan dua tangannya melakukan seleberasi saat berhasil membobol gawang pemain Perseru Serui, Papua pada pertandingan Liga 1 Indonesia. Laga di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Senin (25/9) kemarin, berakhir 2-0 untuk keunggulan BU.

Tekuk Perseru, Bali United Kuntit Bhayangkara FC

Bali Post/wan

Gianyar (Bali Post) -

Tim Bali United (BU) sukses menekuk tamunya, Perseru Serui, Papua, dengan skor 2-0 (1-0) dalam lanjutan Kompetisi Liga 1, di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar, Senin (25/9) kemarin. Atas hasil ini, tim Serdadu Tridatu yang mendapat tambahan 3 poin mengemas nilai 52, dan tetap bercokol di urutan kedua, menguntit pimpinan klasemen Bhayangkara FC yang meraup 53 poin. Dalam laga yang dipimpin wasit Abdul Rahman Salasa (Jakarta Timur), sejak kick off, BU mengambil inisiatif menyerang. Tercatat berkalikali serangan yang dibangun anak asuh Widodo Cahyono Putro, seperti Irfan Bachdim, Stefano Lilipaly, Sylvano Dominique Comvalius, dan Marcos Abe Flores Benard selalu kandas dipatahkan defender Perseru yang menerapkan pertahanan berlapis.

Para pemain belakang Cendrawasih Jingga seperti Boman Bi Irie Aime, Farid Wajdi, Karube Ryutaro, Kelvin Wopi, dan Mochammad Zaenuri juga main sapu bersih menghalau serangan yang dilancarkan BU. Gol pembuka kemenangan Bali United baru tercipta di menit ke-41 melalui kaki Irfan Bachdim. Seakan memecah kebuntuan, diawali sepakan Stefano Lilipaly

dari sektor kiri, bola lambung ke mulut gawang diteruskan dengan tandukan Sylvano Comvalius, kemudian dituntaskan Irfan Bachdim hingga memperdaya mantan kiper Persekaba Badung Sukasto Toni Efendi. Hingga turun minum, Bali United unggul 1-0. Memasuki interval kedua, BU memperbesar kemenangan timnya melalui sontekan bomber asal Negeri Tango Marcos Abel Flores Benard. Gol yang tercipta di menit ke-54 merupakan umpan terukur M. Taufiq kepada rekannya Sylvano. Di jantung pertahanan Perseru, Sylvano piawai memainkan bola tik-tak dari kaki ke kaki, hingga dituntaskan Marcos Flores dan kembali menggetarkan jala Sukasto Toni Efendi.

Piala Pangdam

Unggul 2-0, gelombang serangan BU makin gencar, bahkan tercatat beberapa kali peluang emas, belum mampu menambah pundi-pundi gol. Sampai pertandingan berakhir, BU tetap unggul 2-0. ‘’Kemenangan berapa pun gol yang tercipta, harus kami syukuri, sebab di ajang kompetisi yang penting kemenangan,’’ sebut Widodo Cahyono Putro. Di sisi lain, pelatih Perseru Agus Yuwono mengakui Arthur Bonai dan kawan-kawan mampu memberikan perlawanan di menit-menit awal hingga mempunyai dua peluang emas, namun gagal dikonversi menjadi gol. ‘’Sejak putaran pertama lalu, kelemahan tim kami di penyelesaian akhir,’’ tutur Agus Yuwono. (022)

PSAD Bertemu Putra Pegok di Semifinal

Denpasar (Bali Post) Kesebelasan PSAD bertemu Putra Pegok pada babak semifinal turnamen sepak bola memperebutkan Piala Pangdam IX/Udayana, setelah kedua tim mengalahkan lawan-lawannya pada babak delapan besar, di Lapangan Makorem 163/Wirasatya, Senin (25/9) kemarin. PSAD melaju ke babak empat besar, pascamenang atas lawannya Pespa Padangsambian dengan skor 2-1 dalam laga yang dipimpin wasit Ali Baco. Dua gol PSAD dicetak Unggul pada menit ke-40 dan Iwan di menit ke-67 yang menjebol gawang Gede Bambang Arimbawa. Sedangkan sebiji gol Pespa dilesakkan kapten Wayan Gede Bayu Yusa di menit ke56, melalui tendangan bebas. Tendangan keras Bayu Yusa meluncur deras ke gawang dan tak mampu dibendung kiper PSAD Agus Salim. Pelatih PSAD Doni Kristian men-

gakui asuhannya merupakan perpaduan antara anggota TNI-AD dan pesepak bola umum. ‘’Tiap kami berlaga, anak-anak saya instruksikan untuk melihat ini sebagai partai final sehingga dituntut harus menang,’’ pesan Doni Kristian. Sementara pelatih Pespa AAK Bramastra mengakui timnya jarang berlatih, dan gol kemenangan PSAD karena kelengahan pemain Pespa. Hasil lainnya, Putra Pegok melaju ke babak semifinal usai menundukkan Wisnu Putra (Wistra) juga dengan skor 2-1. Dua gol kemenangan Putra Pegok diciptakan Putra Windu di menit ke68 dan Eka Pradana di menit ke-71, yang mengoyak gawang Dewa Sukra. Wistra mampu mempertipis kekalahan melalui gol tunggal Ikrim di menit ke26 yang menjebol gawang indra Bayu. Babak delapan besar, Selasa (26/9) ini, Susila Putra melawan POR Celuk, serta FKPPI meladeni Singaraja FC. (022)

Bali Post/ist

BOLA ATAS — Pespepak bola PSAD bersama lawannya dari Pespa Padangsambian berebut bola atas pada pertandingan babak delapan besar turnamen Piala Pangdam IX/Udayana, di Lapangan Makorem 163/Wirasatya, Senin (25/9) kemarin.

Bali Post/ant

RESMI - Pelatih baru PSMS Medan Djadjang Nurdjaman atau akrab disapa Djanur tiba di Stadion Teladan Medan, Sumatera Utara, Senin (25/9) kemarin. Mantan pelatih Persib Bandung itu resmi terpilih sebagai pelatih baru PSMS Medan dalam kompetisi Liga 2 PSSI.

PBSI Tetapkan Skuad untuk Kejuaraan Dunia Junior Jakarta (Bali Post) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menetapkan skuad Merah Putih di Kejuaraan Dunia Junior 2017, Senin (25/9) kemarin. Skuad tersebut terdiri atas sejumlah pemain yang memperkuat Indonesia di Kejuaraan Junior Asia dan ada pula beberapa nama baru yang dipanggil untuk turun bermain. ‘’Terjadi perubahan susunan dengan Kejuaraan Asia Junior kemarin, karena jatah jumlah atletnya juga berbeda,’’ kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susi Susanti dalam keterangan persnya. Susi menjelaskan, di Kejuaraan Dunia Junior nanti akan ada masing-masing tiga wakil untuk ganda putra dan putri, sementara tunggal putra dan putri serta ganda campuran masing-masing empat wakil. ‘’Kami akhirnya memilih berdasarkan prestasi dan seleksi,’’ kata Susi yang

juga menjadi manajer tim junior Indonesia tersebut. Turnamen bulu tangkis Kejuaraan Dunia Junior 2017 ini sendiri akan mempertandingkan dua kategori, yaitu beregu campuran dengan format Piala Sudirman dan perorangan. Indonesia menargetkan satu gelar juara dari nomor perorangan dan babak semifinal untuk nomor beregu. ‘’Target Indonesia untuk perorangan sendiri satu gelar juara. Saya tidak menentukan sektor mana. Kami berharap bisa mendapat yang terbaik untuk prestasi Indonesia. Kalau untuk beregu minimal semifinal, tapi kami berharap lebih dari itu,’’ kata Susi lagi. Kejuaraan Dunia Junior 2017 ini akan berlangsung di Yogyakarta pada 9-22 Oktober 2017 dan pengundiannya akan berlangsung pada 28 September 2017 di Jakarta. (ant)

Soal Jumlah Cabor, OCA Berpatokan Pertemuan di Jakarta

Jakarta (Bali Post) Panitia Penyelenggara Asian Games (INASGOC) 2018 memastikan Indonesia tidak mendapat kesempatan untuk merundingkan jumlah cabang olahraga Asian Games 2018 dalam sidang umum Dewan Olimpiade Asia (OCA) di Ashgabat, Turkmenistan, 15-16 September lalu. Dewan Eksekutif OCA berpatokan pada keputusan pertemuan di Jakarta, Agustus lalu. ‘’Kami memang sudah mengupayakan negosiasi jumlah cabang olahraga di Ashgabat. Tapi, Dewan Eksekutif OCA menganggap hasil keputusan Rapat Koordinasi Ketujuh Komite Asian Games 2018 di Jakarta pada 18 Agustus menjadi patokan,’’ kata Sekretaris Jenderal INASGOC 2018 Eris Herryanto di Jakarta, Senin (25/9) kemarin. INASGOC, menurut Eris, memang belum mengumum-

kan jumlah cabang olahraga yang merupakan salah satu hasil rapat koordinasi ketujuh di Jakarta menyusul langkah Indonesia untuk tetap mempertahankan jumlah cabang olahraga Asian Games sebanyak 39 cabang. ‘’OCA menilai rapat koordinasi di Jakarta pada Agustus itu adalah pertemuan tingkat tinggi dalam persiapan penyelenggaraan Asian Games. Jika kita tidak memanfaatkan rapat itu, kita tidak dapat mengharapkan perubahan,’’ ujar Eris. Indonesia, sesuai keputusan rapat koordinasi dengan perwakilan OCA di Jakarta pada 18 Agustus, akan menggelar 40 cabang olahraga dalam Asian Games 2018 atau tambah satu cabang dari 39 cabang yang menjadi permintaan Indonesia. Satu cabang olahraga tambahan dalam pesta multicabang olahraga tertinggi di

Asia ke-18 itu adalah roller sport yang terdiri atas dua disiplin yaitu sepatu roda dan skateboard. ‘’OCA beralasan cabang itu akan diselenggarakan dalam Olimpiade Tokyo 2020 sehingga harus ada dalam Asian Games 2018. Penambahan cabang olahraga itu menjadi permintaan resmi OCA,’’ kata Eris. OCA, lanjut Eris, akan membantu pembangunan gelanggang dan penyelenggaraan perlombaan sepatu roda dan skateboard meskipun Indonesia belum memutuskan lokasi penyelenggaraan apakah di Palembang, Sumatera Selatan atau di Bandung, Jawa Barat. Nomor pertandingan selain jumlah cabang olahraga, pada Rapat Koordinasi Ketujuh Komite Asian Games 2018 juga memutuskan jumlah nomor pertandingan yang akan diselenggarakan sebanyak

462 nomor. ‘’Di Ashgabat, kami hanya memaparkan persiapan Indonesia untuk menyelenggarakan Asian Games kepada OCA dan 45 komite olimpiade negara-negara Asia. Kami menayangkan video pariwisata Indonesia, serta jumlah dan gelanggang pada Agustus 2018,’’ kata Eris. Eris mengaku siap melaporkan hasil keikutsertaan INASGOC dalam Sidang Umum OCA ke-34 kepada Ketua Dewan Pengarah Asian Games yang juga Wakil Presiden Jusuf Kalla. ‘’Permintaan pemerintah memang efisiensi biaya. Tapi, OCA meminta semua cabang olahraga Olimpiade Tokyo 2020 juga masuk dalam Asian Games,’’ ujar Eris. Sebelumnya pada Agustus, Menpora Imam Nahrawi meminta Panitia Penyelenggara Asian Games (INASGOC) 2018

untuk tetap mempertahankan jumlah cabang olahraga dan nomor pertandingan meskipun ada permintaan tambahan cabang dari Dewan Olimpiade Asia dalam Rakor ke-7 Panitia Asian Games. ‘’Saya tetap menugaskan INASGOC serta Satlak Prima untuk mempertahankan cabang-cabang olahraga dan nomor-nomor potensial bagi Indonesia sebagaimana skenario awal bersama OCA,’’ kata Menpora selepas mengikuti Acara Penghitungan Mundur Asian Games 2018 di Jakarta. ‘’Kami tetap menghormati beberapa ketentuan baik cabang olahraga maupun nomor pertandingan yang menyesuaikan dengan amanat Dewan Olimpiade Internasional (IOC). Tapi, kami juga ingin menerapkan amanat perintah Wakil Presiden tentang efisiensi biaya,’’ ujar Menpora. (ant)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Selasa Wage, 26 September 2017

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

Sgr! Sklh Baru Bth Guru TK/PG Min SMU ada Diklat, 0811380028

B.BP.821.09.17.0000624

“Dcr sgr !!! SPG Gj 2.250+Bns di Drupadi Seminyak Telp.085100730980 (Bu Lisa)”

Dcr sgr supir bujang,tak rokok makan dlm,tdur luar gaji 2,2jt Hub:081339132993

B.BP.004.09.17.0001510

B.BP.001.09.17.0001601

Cr Krywti Toko Dupa Max.29th SMP/SMU/SMK 081805679379

B.BP.001.09.17.0001658

Dcr Cleaning Service utk Rumah Tangga,punya kendaraan pribadi lokasi Denpasar H:083114202866

B.BP.001.09.17.0001610

Dcr Design Graphis bs corel, AI P.shop & Srbtn Hb.081246900403

B.BP.135.09.17.0001641

Dicari Tng cuci mobil di Btbulan Hb.081805514000(SMS),%,Um,Bons

B.BP.001.09.17.0001634

B.BP.001.09.17.0001527

Dcr: FO,BellBoy,HK,Driver, Cr, 2PRT+1BSiter Gj1,8jt tdr Scurity,Enginering,Laundry,u/Htl. dlm 081999776071 082237496717 E:newarenahotelkutabali@gmail. B.BP.135.09.17.0001652 .com/Hub.PO Box 2005 Kuta Bali Dcr Kary/wati u/Rest di Dps B.BP.164.09.17.0001649 H:082147288881 / 085100855777 ! Dicari Store Manager/Kepala B.BP.001.09.17.0001650 Toko&Karyawan untuk Minimarket Dcr segera karyawati bersih2 Baru-Wanamart Jl.Labuan Sait utk villa rental di Sanur & Pecatu. Lamaran bisa dibawa Batubulan.partime(jam7-11pagi) langsung / Hub:081236159811 Hub: 081337967727 B.BP.001.09.17.0001612

DIJUAL RUMAH

B.BP.001.09.17.0001633

Required immediately Bartender for busy Seminyak Restaurant. Send CV to:reservation@brazili anaussiebbq.com/081999094104

B.BP.004.09.17.0001632

B.BP.001.09.17.0001655

Dicari sgr Maid/PRT bisa Masak Tinggal Dalam&Driver Pngalaman utk Villa Pribadi di Berawa Canggu.CV ke Jl.Pengubengan Kauh No.32 Kerobokan T.735590

B.BP.001.09.17.0001636

Looking for Hotel Operational Manager for Le Pirate Nusa Ceningan, 10 rooms Restaurant & Pool, speak English,min 5 years’ experience in Hotel(F&B,HK,FO, operation).Accommodation & Transport,BPJS.Max 35 year old Send cv to hrd@lepirate.com, phone 0361 487240

Dicari karyawan potong rambut Hub.087761600352

B.BP.001.09.17.0001562

Resto Kuta-Server,Chasier-ASAP SMA,Exp/Clever=Higner Salary SMS,WA-HP:0812 3834 7428 Sgr dcr kar.koperasi tugas lapangan SMA/SMK SIM.C Hub:085337643965 Jl.Tukad Petanu No.4C

B.BP.001.09.17.0001516

Dcr karywati penglman utk Foto copy di Gianyar,087854996474

B.BP.001.09.17.0001605

B.BP.001.09.17.0001637

B.BP.004.09.17.0001602

The Griya Villas& Spa, Bunutan Amed,Kr.Asem Butuh Segera Rest.Manager,Chef De Partie Kirim CV:info@thegriya.com

B.BP.012.09.17.0001180

AHLI SUMBAT Atasi WC Mampet,

WC

BIRO JASA

Saluran Air, Wastavel Dll. Tanpa Bongkar Melayani Nguras

GARANSI

081337666135 082359392760 C.0001457-BRJ

SERVICE MAMPET FOTOCOPY

DIJUAL MOBIL

SERVICE

WC GARANSI

KURAS MAMPET SALURAN AIR WASTAVEL, DLL

BIRO JASA

242389 / 081236774491

DIJUAL MOBIL

SERVICE

BIRO JASA

RUPA-RUPA

SERVICE

BIRO JASA

SPA

AURA TEKNIK Service Panggilan

AC KERJA DITEMPAT

KULKAS FREEZER SHOWCASE WATER HEATER

COLDROOM MESIN CUCI

081 999 540 284 082 247 418 281 C.0001323-brj

C.0001169-RPA

BLI NYOMAN

AHLI WC MAMPET

KURAS - CLOSET

WC TANPA BONGKAR

-

WASTAFEL BATHUB SALURAN AIR DLL HLI MAMPET GARANSI

ATASI MAMPET MAMPET ATASI

H. 08-1234567-113

B E R G A R A N S I

A

GESEK TUNAI & PELUNASAN

WC

GARANSI 1 BLN

BL I NY O M A N

081 238 554 653 087 861 626 582

C.0001211-brj

DIJUAL RUMAH Djl Rumah Baru Type 60 LT.90m IMB,Pegending 1,H:082147454248 B.BP.164.09.17.0001651

Dijual Rumah,SHM,2Lt,5Kmr Tdr, Ls Tanah 2 Are,Sanur dekat RS. Bali Mandara Hub:081337785806 B.BP.001.09.17.0001606

DIJUAL TANAH Tnh Nempil 250Jt/A, Jl.Besakih PondokCitra Pmogan 08123871809 B.BP.001.09.17.0000185

Batubulan 325JT ng JlMobil Viw Camry 2.4V Hitam Th’2010+Pick- Ketwl 200ng+230ng 087761245398 Up,Hub.0811510588/0361-499289 B.BP.001.09.17.0000991 B.BP.164.09.17.0001648 Dijual Cepat Tanah 4 are di Jual Avanza G AT 2013 Silver Angantaka Hub.085238088881 Hub:08124606578 B.BP.004.09.17.0001642 B.BP.001.09.17.0001603 Jl Mrh BUC Jl.Jepun Pipil Over Kredit Inova’2007 Silver Gatsu, Jl.Dewi Sri 2-Legian UM20jt H.085100856999 Pribadi Hub.HP :081 138 99 108 B.BP.141.09.17.0001657 B.BP.001.09.17.0001618

B.BP.004.09.17.0001663

Dcr Sgr! Mknik Bengkel,Teknisi Elektro&Mrktng.usia Max 35Th, Min.SMA.Lam di Bw Lgsg ke PT. Liqtro Sanurbali,Jl.Pel.Benoa Gg.Sinar Mutiara Indah Pesanggaran Dps Tlp.710971-73,Email: marketing@liqtrasanurbali.com

SERVICE

B.BP.001.09.17.0001661

Avanza G Slvr 10 Akh Asli DK 115Jt Nego Prbdi 081999099237

B.BP.001.09.17.0001622

Dcr Sekretaris bs Ms.Office & Photoshop Basic.Lamaran ke Jl.Kerobokan 96, Br.Taman (Toko Kenny Furniture)

ATASI:

ALUMINIUM

B.BP.101.09.17.0001653

Avanza G’05 silver asli Bali Istimewa sekali,T.081999412000

Dicari Marketing berpengalaman handal u/otomotif & oleh-oleh hubungi: 0811 386 7250

B.BP.001.09.17.0001654

B.BP.001.09.17.0001597

B.BP.004.09.17.0001635

TOYOTA

B.BP.004.09.17.0001343

Dcr Karyawan/i bs Bhs.Inggris Lamaran ke:Jl.Kerobokan 96, Br. Taman (Toko Kenny Furniture) Dcr sgr OB yg bs nyetir manual matic tnggung jwb,jujur, ulet Hub:0361-4722405/081238488004

B.BP.001.09.17.0001617

L300 Mitsubishi Pick Up Th’14, Btbulan Batuyang, 08123606465

Dcr:pembantu masak & waiter/ss u/RM Legian.Ada gaji+tip. H:081236109808

B.BP.001.09.17.0001614

LOWONGAN Dcr Driver PT.QRG Resort 8480383

MITSUBISHI

Dcr staf kasir/pramng pria utk Toko Dapurku Jl.Wr.Supratm 275 Hub.089503501994/089691784787

Dicari PRT Tinggal dalam gaji memuaskan Hub:08123660036

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Truk Tangki Canter Th.14, 5000 Ltr,Trk Tangki Dyna Th.15,6000 ltr Hub:081238309090

B.BP.001.09.17.0001600

Butuh T.Marketing&Accounting U/Villa Lok Sanur Dps Syarat Single Mampu Speaking&Reading Kirim Lamaran+Foto Full Body Ke Email:Suryasri403@gmail.com

Informasi pasang iklan Telepon

Simp XL

- SALURAN AIR - WASTAFEL DLL - TANPA BONGKAR - TERIMA KURAS

081236711931 08175782707 C.0001050-BRJ

Looking for Villa Manager /butler, Location Nusa Ceningan,Holiday Rental Property, 4 Bedrooms, Swimming Pool,Clift Top, Accommodation & Scooter Provide,BPJS,max 33 year old, sent cv to hrd@lepirate.com, Phone 0361 487240

B.BP.001.09.17.0001619

B.BP.004.09.17.0001664

T. Kvl 1are Jln Keboiwa Utara H.081337141817

B.BP.001.09.17.0001624

Tanah 1A Gatsu Timur Masuk 200 M Jl utma Sulatri 081237148880

B.BP.135.09.17.0001638

Dicari Staff Accounting berpengalaman Hub.081 999 220 111 Ymh Bisma dcr 1.Sopir SIM B1 2.Mekanik Hub:T.Umar 142 Dps

B.BP.001.09.17.0001392

Tnh Kvl di Mengwi 130jt/A 60Jt/A Bs Kredit 087862450004

B.BP.001.09.17.0001423

B.BP.001.09.17.0001625

DIJUAL MOBIL

KEHILANGAN Hlg BPKB DK5238KP a/n Dsk Kt Sriwedari Jl.Teratai No.4 Gyr

DAIHATSU

Xenia X’13 putih asli Bali samsat baru H.123jt, 0811386300

B.BP.001.09.17.0001660

B.BP.001.09.17.0001604

HONDA

CRV’05 H.113jt+XOver’10 H.130j Bs Kredit Dp25jt, 087860856999

B.BP.141.09.17.0001656

Honda Jazz AT’2011 Pmk, Silver stone AsDK 085100433703(132jt)

B.BP.001.09.17.0001640

DICARI MOBIL Cr Mbl:Avanza,Xenia,Rush,Yaris Jaz,dll,Cas/O.Krd,085100880349 B.BP.164.09.17.0001565

Hlg No.BPKB J 00011680 - 0 DK 8893 OM a/Slamet Hadi Utomo B.BP.001.09.17.0001616

Hlng BPKB E1744456-O DK 5644 XO AN: Via Ismarlia B.BP.001.09.17.0001609

RUPA-RUPA 1Hr Cair,KTA/BPKB/Stfkt 0,5% H.087862223922 / 082237457658 B.BP.164.09.17.0001646

Dana 1Hr Cair,BPKB,Srtfkt,KPR 0,5% Hb.430373/74-082236597695 B.BP.164.09.17.0001644

Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.085337370228 / 412815 B.BP.001.09.17.0001554

Saya siap kerja nyusun laporan pajak bln/thn. 08113893027 B.BP.001.09.17.0001627


EKONOMI

18

Selasa Wage, 26 September 2017

BI Fasilitasi Penjualan Sapi di Karangasem Denpasar (Bali Post) Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakikan (KPw) Provinsi Bali mengimbau peternak di Karangasem agar tidak menjual ternak sapinya. Ia meminta agar ternaknya dipindahkan sementara. Pihaknya yang memiliki binaan peternak di Rendang dan Ababi telah memfasilitasi peternak yang ingin menjual ternaknya. Sebanyak 200 ekor sapi telah difasilitasi untuk dijual dengan harga Rp 30.000 – Rp 35.000/kg. ‘’Hanya ada temponya satu bulan untuk pembayarannya,’’ kata Causa Iman Karana, Kepala BI KPw Bali, Senin (25/9) kemarin. Diakui, pembinaan yang dilakukan pada vila sapi, yaitu pasar untuk mempertemukan pembeli dan penjual. ‘’Kalau BI lebih ke pasarnya, membantu mencarikan pembeli,’’ ujarnya. Menyikapi situasi dan kondisi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, sejak menyandang status waspada, Forum Semeton Karangasem (Sekar) telah mengambil langkah konkret den-

gan membentuk tim relawan Sekar dan Posko Peduli Semeton Karangasem. Termasuk menangani ternak masyarakat. Ketua Dewan Pakar Forum Sekar Prof. Nyoman Suparta mengusulkan kepada Bupati Karangasem untuk mengadakan lelang ternak sapi dengan melibatkan Asosiasi Pembeli Sapi (APSI) Bali. Hal ini perlu dilakukan mengingat dalam kondisi dan situasi

masyarakat Karangasem seperti saat ini, rentan dimanfaatkan oleh oknum pembeli yang sangat merugikan warga pengungsian. ‘’Ternak sapi milik masyarakat hanya dihargai maksimal setengah dari harga normal,’’ katanya, Minggu (24/9). Untuk itu dengan melibatkan APSI, masyarakat tidak perlu khawatir karena sapi masyarakat akan dibeli dengab harga yang pantas. Sementara itu, Nyoman Yuda

Palguna, Kepala Cabang Jasindo Denpasar, mengatakan ternak di Karangasem khususnya sapi belum ada yang masuk program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS). ‘’Karena belum ada kesadaran dari peternaknya,’’ ujarnya. Meskipun demikian, terkait bencana alam yang menyebabkan ternak mati, dikatakan belum termasuk dari jaminan asuransi ini. (kmb42)

Bali Post/sos

MENGUNGSI - Sejumlah sapi warga pengungsian dititipkan di dekat pos pengungsian. Sebelumnya sejumlah sapi dijual dengan harga murah oleh peternak.

Rupiah Menguat Tipis Jokowi Yakin 1.800 Km Tol Selesai 2019

Jakarta (Bali Post) – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin (25/9) sore, bergerak menguat tipis sebesar empat poin menjadi 13.308 dibandingkan sebelumnya pada posisi 13.312 per dolar Amerika Serikat (AS). Analis PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong, Senin kemarin, mengatakan bahwa nilai tukar rupiah begerak mendatar dengan kecenderungan menguat tipis terhadap dolar AS menyusul sebagian pelaku pasar uang kembali melakukan kalkulasi arah investasinya pascapemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI 7-day Reverse Repo Rate). ‘’Instrumen investasi seperti obligasi dan saham di dalam negeri bakal lebih menarik,’’ katanya. Menurutnya, imbal hasil surat utang atau obligasi masih cukup tinggi sehingga masih diminati investor. Sedangkan saham juga akan semakin menarik karena kebijakan Bank Indonesia akan membuat suku bunga deposito menjadi lebih rendah, sehingga instrumen saham akan cenderung diburu investor. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 20 dan 22 September 2017 memutuskan untuk menurunkan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 25 bps dari 4,50 persen menjadi 4,25 persen. Ia menambahkan bahwa potensi rupiah untuk menguat lebih tinggi juga masih terbuka, mengingat pemangkasan BI 7-day Reverse Repo Rate mensinyalkan stabilitas pada inflasi di dalam negeri. Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih menambahkan bahwa penurunan BI 7-day Reverse Repo Rate melanjutkan penurunan pada keputusan RDG bulan Agustus lalu. Penurunan itu mengonfirmasi kebijakan moneter Bank Indonesia yang longgar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. ‘’Penurunan suku bunga itu berpotensi membuat ekonomi di tahun 2018 tumbuh menembus 5,1 persen (year on year),’’ katanya. Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Senin ini (25/9) mencatat nilai tukar rupiah bergerak menguat ke posisi 13.305 dibandingkan posisi sebelumnya 13.325 per dolar AS. (ant)

Penurunan Suku Bunga Acuan Perkuat Momentum Pemulihan Ekonomi

Jakarta (Bali Post) – Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan penurunan suku bunga acuan yang dilakukan otoritas moneter bisa memberikan sinyal positif kepada perekonomian secara keseluruhan. ‘’Penurunan suku bunga itu menjadi suatu sinyal positif untuk perekonomian,’’ kata Suahasil saat ditemui di Gedung DPR-RI, Jakarta, Senin (25/9) kemarin. Suahasil mengharapkan penurunan suku bunga acuan tersebut diikuti dengan penyesuaian suku bunga kredit di perbankan, sehingga dapat mendorong pertumbuhan kredit yang mampu menggairahkan sektor konsumsi dan investasi. ‘’Kalau secara umum, kecenderungan bunganya turun akan ada efeknya ke konsumsi dan investasi, karena kredit biasanya tidak hanya diambil untuk investasi, namun juga untuk yang mau konsumsi,’’ katanya.Sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan untuk menurunkan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 25 bps dari 4,5 persen menjadi 4,25 persen setelah pada bulan lalu juga menurunkan suku bunga acuan 25 bps. ‘’Penurunan suku bunga acuan ini masih konsisten dengan realisasi dan perkiraan inflasi 2017 yang rendah serta prakiraan inflasi 2018 dan 2019 yang akan berada di bawah titik tengah kisaran sasaran yang ditetapkan dan defisit transaksi berjalan yang terkendali dalam batas yang aman,’’ kata Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Budi Waluyo. Selain itu, Bank Indonesia memandang bahwa tingkat suku bunga acuan saat ini cukup memadai sesuai dengan prakiraan inflasi dan makro-ekonomi ke depan. Bank Indonesia juga menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk memperkuat pembauran kebijakan dalam rangka menjaga stabilitas makro-ekonomi dan memperkuat momentum pemulihan ekonomi. (ant)

Presiden Joko Widodo

Bali Post/ant

Salatiga (Bali Post) – Presiden Joko Widodo yakin target pembangunan jalan tol baru sepanjang 1.800 kilometer tercapai pada 2019. ‘’Tadi saya tanya bisik-bisik Pak Menteri (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) perkiraan 2019 dapat tambahan berapa kilo? Tadi dihitung dapatnya kurang lebih nanti 1.800 kilometer, artinya sebetulnya kita ngebut itu juga bisa,’’ kata Presiden saat meresmikan Tol Solo-Semarang Seksi III Bawen-Salatiga, Senin (25/9) kemarin. Jokowi mengungkapkan pada tiga tahun lalu telah menanyakan kepada Menteri PUPR bahwa Indonesia baru memiliki 780 kilometer dan kalah dari negara tetangga yang jalan tolnya lebih panjang. ‘’Masak kita berpuluh tahun hanya 780 kilometer, padahal yang namanya Tiongkok Cina itu bisa 4 ribu sampai 5 ribu kilometer per tahun. Mereka enggak tahu sudah berapa ratus ribu kilometer,’’ kata Jokowi. Presiden mengatakan Indonesia paling awal membangun tol untuk negara Asia, di mana Tol Jagorawi yang telah ditiru banyak negara. ‘’Dulu saat jalan Tol Jagorawi kita punyai sekitar tahun 77. Semua orang datang melihat Tol Jagorawi kita. Lihat meniru manajemennya, meniru konstruksinya, semuanya niru. Negara-negara di sekitar kita, tapi mereka sudah punya beribu kilometer, kita masih 780 kilometer,’’ kata Presiden. Jokowi mengakui bahwa lambatnya pembangunan tol ini karena masalah pembebasan lahan. ‘’Sekarang kunci itu sudah kita lihat. Kuncinya sudah ketemu. Kalau konstruksi ternyata kita enggak kalah asal tanahnya udah bebas,’’ katanya. Untuk itu, Presiden berharap pekerjaan pembangunan tol ini selesai sesuai target. ‘’Inilah yang terus kita kejar dan saya ingat saat itu tiga tahun yang lalu saya sampaikan ke Menteri PU

yang terkait juga dengan Menteri BUMN, saya hitung 5 tahun target kita sementara 1.800. Lima tahun lho itu,’’ katanya. Presiden berharap pekerjaan tol dikerjakan bersama-sama, seperti pembangunan Tol Bawen-Salatiga yang dibangun oleh BUMN (Jasamarga), swasta (Astra Infra) dan pemerintah daerah. ‘’Di mana-mana kita harapkan seperti itu. Gabungan pemerintah daerah, pemerintah pusat BUMN, swasta semuanya gabung,’’ harapnya. Jika perlu, katanya, pekerjaan jalan tol semua di lokasi sehingga akan cepat selesai, baik pembiayaannya, konstruksi dan pembebasan lahannya. ‘’Jangan kalah dengan negara-negara lain. Kalau tetangga kita bisa, kita juga lebih bisa harusnya. Kita ini negara besar,’’ tegas Presiden. Jokowi berharap penyelesaian pembangunan jalan tol ini akan memangkas biaya logistik. ‘’Transportasi barang dari satu tempat ke tempat yang lain itu masih dua kali sampai dua setengah kali lipat lebih mahal dari Singapura dan Malaysia. Sebabnya apa ya… jalan-jalan bebas hambatan seperti ini belum selesai,’’ katanya. Untuk itu, Presiden meminta pembangunan jalan tol Transjawa yang sudah dikerjakan bertahun-tahun, pada 2018 akhir JakartaSurabaya sampai Probolinggo sudah tersambung. ‘’Nanti dari ujung barat Banten sampai ke Banyuwangi. Saya tadi tanya Bu Menteri BUMN (Rini Soemarno), Pak Menteri PU (Basuki Hadimuldjono) kapan? Kalau kerja dengan saya mesti saya tanya kapan? Tegas-tegasan saja. 2019. Janji. Yang janji bukan saya, tapi dua menteri. Nagihnya ke saya bisa tapi nanti saya nagih ke Menteri PU dan Menteri BUMN kapan? Saya kejar terus tiap hari. Seperti itu harus dikejar,’’ katanya. (ant)

Pemanfaatan SDA Perlu Dana Asing

Sumbawa Besar (Bali Post) – Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan pemanfaatan sumber daya alam (SDA) Indonesia memerlukan tenaga manusia, teknologi dan pendanaan asing atau negara lain. ‘’Pendanaan pengelolaan SDA kalau bisa berasal dari negeri sendiri, tapi kenyataannya kita masih membutuhkan dari asing karena besarnya risiko untuk penelitian pemanfaatan SDA,’’ katanya di Sumbawa Besar, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (25/9) kemarin. Hal itu dikatakan ketika memberikan pencerahan kepada civitas akademika dan ratusan mahasiswa baru Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) yang mengikuti masa orientasi pengenalan kampus. Kesenjangan kualitas sumber daya manusia (human resources), teknologi dan pendanaan untuk pemanfaatan SDA, menurutnya, harus ditutupi, meskipun harus memanfatkan sumber dari luar negeri. Oleh karena itu, Arcandra men-

gajak semua pihak untuk tidak lagi berpikir secara emosional bahwa bangsa Indonesia dapat melakukan pemanfaatan SDA sendiri, tanpa melihat fakta kesenjangan (gap) yang terjadi saat ini. ‘’Harapan saya, semoga kita semua bisa benar-benar paham bahwa pengelolaan SDA membutuhkan SDM dari bangsa lain. Nantinya cita-cita bangsa kita sendiri mampu mengelola, tapi untuk gap yang ada, mari samasama membuka diri bahwa kita membutuhkan teknologi, pendanaan, human resources dari bangsa lain,’’ ujarnya. Ia juga mengajak civitas akademika dan mahasiswa UTS untuk melakukan penelitian ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan kebutuhan dunia industri, bukan lagi melakukan penelitian yang berakhir di atas kertas. Penelitian ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperlukan oleh Indonesia saat ini, menurutnya, adalah yang dapat bermanfaat dalam pemanfaatan SDA, sehingga cita-cita para pendiri bangsa (founding

fathers) dapat terwujud. ‘’Saya berpesan kepada para dosen, jangan lagi kita melakukan sesuatu kegiatan penelitian berdasarkan rasa ingin tahu. Bagaimana rasanya hidup di planet Mars, misalnya. Mungkin belum sampai di situ kebutuhan kita. Kebutuhan kita yang dasar-dasar saja,’’ ucapnya. Ia juga mengajak semua komponen bangsa harus bekerja sama dan jangan mengembangkan rasa nasionalisme yang sempit. ‘’Sudah selayaknya sekarang ini berpikir bagaimana berbuat untuk mengembangkan SDA sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945 yang menegaskan bahwa sumber daya alam dikuasai negara dan dipergunakan sebesarbesarnya bagi kemakmuran rakyat,’’ demikian Arcandra Tahar. (ant)

Arcandra Tahar


19

Selasa Wage, 26 September 2017

Cukup Dekat Dari Hal. 1

Bali Post/ant

BARANG BUKTI - Petugas memeriksa barang bukti dalam sidang praperadilan Setya Novanto terkait status tersangka kasus dugaan korupsi KTP elektronik di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (25/9) kemarin. Dalam sidang lanjutan tersebut, KPK menyerahkan sebanyak 193 dokumen barang bukti terkait penetapan status tersangka kepada Setya Novanto.

Sidang Praperadilan

Setnov Bawa 30 Bukti, KPK 193 Bukti Jakarta (Bali Post) – Tim kuasa hukum Setya Novanto (Setnov) membawa sekitar 30 bukti dokumen pada lanjutan sidang praperadilan yang diajukan Ketua DPR-RI itu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (25/9) kemarin. ‘’Kami membawa sekitar tiga puluh bukti karena kami masih mengumpulkan beberapa bukti lagi untuk kami sampaikan,’’ kata Ketut Mulya Arsana, anggota tim kuasa hukum Setya Novanto, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan melalui hakim tunggal Cepi Iskandar menggelar sidang lanjutan praperadilan Setya Novanto dengan agenda pemberian bukti dari pihak pemohon dan termohon. Selain itu, pihaknya juga akan menghadirkan empat atau lima ahli dalam sidang praperadilan tersebut. ‘’Mungkin empat atau lima. Yang jelas pasti pakar hukum pidana, administrasi negara. Itu saja,’’ kata Ketut. Ia pun menyatakan bahwa pihaknya optimis terkait praperadilan tersebut. ‘’Semua kuasa hukum pasti optimis, termohon atau pemohon akan memiliki niat sama untuk memenangkan satu kasus. Cuma kan pada akhirnya tergantung pada hakim tunggalnya

yang akan memutuskan,’’ ucap Ketut. Sementara itu, dari pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa 193 bukti dokumen. Dalam 193 bukti yang dibawa itu, terdapat akta perjanjian, surat tentang pembayaran, termin-termin pembayaran, dan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi-saksi. KPK telah menetapkan Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan KTP berbasis nomor induk kependudukan secara nasional (e-KTP) tahun 2011-2012 pada Kemendagri pada 17 Juli 2017. Setya Novanto diduga dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena kedudukannya atau jabatannya sehingga diduga mengakibatkan kerugian negara sekurang-kurangnya Rp 2,3 triliun dari nilai paket pengadaan sekitar Rp 5,9 triliun dalam paket pengadaan e-KTP pada Kemendagri. Setya Novanto disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) atas Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (ant)

Warga lainnya, I Nengah Suratni, juga mengakui hal serupa. Kabut tebal yang melanda Besakih baru mulai Senin kemarin. ‘’Akibat kabut ini jarak pandang cukup dekat. Hujan juga terus terjadi,’’ terang Suratni. Ditanya mengapa masih berada

di Besakih mengingat warga sudah diinstruksikan untuk mengungsi, Sulandara mengungkapkan, ia setiap pagi dan sore kembali ke Besakih untuk mencari pakan sapi. ‘’Saya pagi ke sini. Usai nyabit kembali di pengungsian. Sore balik lagi ngasi pakan ternak. Setelah itu lagi ke pengungsian,’’ terang Sulandra. (kmb41)

Sebagai Tersangka Dari Hal. 1

Terkait pelimpahan kasus itu, Kenedy menegaskan, penyidik masih berkoordinasi dengan jaksa di Kejati Bali. Dalam kasus ini, ada lima orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Bendesa Tanjung Benoa I Made Wijaya sempat mengklaim ingin

menjaga kawasan hutan mangrove dan aset desa pakraman berupa Pura Gading Sari. Selain itu, pihaknya ingin menyelamatkan wilayah Tanjung Benoa dari abrasi dan ingin menata kawasan hutan mangrove dari sampah, apalagi kawasan pantai barat dikunjungi ribuan wisatawan domestik dan asing. (kmb36)

Keluarga Terdekat Dari Hal. 1

‘’Karena keadaan situasi seperti ini, maka menguburan dilakukan secepatnya. Selain itu hanya keluarga terdekat yang dilibatkan dalam prosesi ini,’’ tegasnya. Saat prosesi yang tidak lebih

dari sejam, terjadi beberapa kali gempa. Suasana mencekam tersebut juga diwarnai kulkul bulus di beberapa desa berdekatan. Akibatnya, warga yang ikut prosesi upacara bergegas kembali ke lokasi pengungsian. (ant)

Pos Pemantauan

Dari Hal. 1

Sebab, yang diukur adalah detak jantung Gunung Agung yang alat sensor ada di gunung. Selanjutnya data itu akan ditransmisikan ke pos pemantauan di sini.

‘’Jadi mau gunung tidak kelihatan, cuaca mendung, tidak jadi masalah buat kita. Hanya kalau gunung tidak ditutupi kabut kita bisa melihat visual gunung secara langsung apa yang terjadi di puncak,’’ terang Kasbani. (kmb41)

Konsep Ideal

Dari Hal. 1

Menurutnya, ada kearifan lokal masyarakat setempat dengan sebutan manyama braya. Yaitu

konsep ideal dalam memaknai hidup bermasyarakat dan sistem nilai budaya serta adat istiadat untuk dapat hidup rukun. (kmb4)

Jumlah diterima kemarin Rp 37.435.000 Dari Hal. 1

I Ketut Oka Wiluga Rp 400.000 Nengah Kusswarini Rp 350.000 Tubuh Wibawa, Mengwi Rp 300.000 Ni Nengah S. Kartini Rp 300.000 Mardawa Rp 270.000 I Dewa Gede Aryadi Rp 250.000 Ngurah Alit Sutiak Rp 250.000 Budiartama Rp 250.000 Nyoman Marsini Rp 200.000 I Wayan Loka Rp 200.000 Ketut Nita Andriya Rp 200.000 I Made Darma W Rp 200.000 I Nyoman Pariadi Rp 200.000 I Ketut Deresta Wi Rp 200.000 AP Rp 200.000 Susan (Gn. Agung), Dps Rp 200.000 Putu Sri Suand Rp 150.000 I Putu Ekariawan Rp 105.000 Ida Ayu Made Mayon Rp 100.000 I Nyoman Anom Suas Rp 100.000 I Nyoman Rastika B Rp 100.000 Cening S Rp 100.000 NN 1002628123970566 Rp 100.000 Andreas Tungg Rp 100.000 Anak Agung Rai Int Rp 100.000 Panfarah, Sakura III No. 1 Rp 100.000 Wiwin, Padangsambian Rp 100.000 Ole Ajus Rp 50.000 I Gusti Ayu Sri Ut Rp 50.000 PT Procar Finance, Denpasar 36 dus air mineral + pakaian layak pakai Andre 30 dus air mineral Surya Diwanda 25 dus air mineral Nyoman Budi 10 dus air mineral 16 dus mie instan 1 sak beras Gede Darma Wijaya sklg 4 sak beras, 10 kerat telur Made Karuniawati sklg 2 dus mi instan, 1 dus kopi Wanda Ponika 1 dus pampers Warung Pojok 4 sak beras, 1 dus perlengkapan mandi 2 lusin pasta gigi, 1 dus pampers 5 dus mie instan, 1 dus makanan ringan Putu Bayu + Kadek Yuri 3 tas pakaian bayi Wayan Rebek, Br. Lebah 1 dus perlengkapan bayi Jumlah diterima kemarin Rp 37.435.000 Jumlah sebelumnya Rp 18.370.000 Jumlah seluruhnya Rp 55.805.000

Arjuna dan Karna Kemarahannya Digairahkan

Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Kesembilanbelas)

Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.

KETIKA, oh raja yang agung, Karna yang utama dari manusia itu keluar dari kemah Kurava. Prabu Yudhishthira yang adil menatapkan matanya kepada Arjuna. Putra sulung Pandu itu mengucapkan kata-kata ini, ‘’Lihatlah, oh Partha, kekuatan para Dhartarashtra itu! Oh Arjuna, pahlawan-pahlawan yang dilindungi prajurit kereta perkasa itu telah dipersiapkan oleh Karna. Sesungguhnya kekuatan para Dhartarashtra itu telah kehilangan prajurit-prajurit terbaik dan sangat perkasa. Pasukan Kuru tinggal yang lemah setara dengan aku sendiri, oh orang yang berlengan perkasa Dhananjaya. Kubu Kuru hanya mengandalkan seorang pemanah hebat putra Suta itu yang bersinar di dalamnya! Yang utama dari para prajurit kereta itu memang tidak mampu dikalahkan oleh tiga dunia dengan makhluk bergerak dan tidak bergerak, termasuk dewa-dewa, para asura, gandharva, para kinnara serta para ular hebat! Jika engkau membantainya hari ini, oh orang yang berlengan perkasa, kemenangan akan menjadi milikmu dan juga Pandava. Oh Phalguna! duri yang selama dua belas tahun tertanam dalam hatiku kemudian akan tercabut! Dengan mengetahui itu, oh engkau yang berlengan perkasa,

secepatnya bentuklah olehmu barisan gelar perang Pandava yang engkau inginkan!’’ Setelah mendengarkan katakata dari saudara tuanya, Arjuna kemudian menyiapkan kuda-kudanya berwarna putih. Bala tentara Pandava lalu diatur dalam bentuk formasi separuh bulan. Formasi itu dianggap efektif melawan gelar perang Mekara yang disiapkan Karna. Pada formasi itu Bhimasena ditempatkan di sebelah kiri. Sedangkan pada ujung sebelah kanan dipercayakan kepada pemanah hebat Dhrishtadyumna. Di tengah-tengah gelar perang itu berada sang Prabu Yudhishthira, kemudian Dhananjaya, putra Pandu. Nakula dan Sahadeva berada di belakang Prabu Yudhishthira yang adil. Kedua pangeran Panchala, Yudhamanyu dan Uttamauja, menjadi pelindung roda keretanya (Arjuna). Karena bertugas melindungi ksatria utama si pemakai mahkota kecil, Arjuna, karena itu Yudhamanyu dan Uttamauja tidak meninggalkan Dhananjaya untuk sekejap pun. Raja-raja yang memiliki keberanian besar juga menggunakan baju zirah. Mereka berada pada barisan lainnya. Masingmasing dalam posisi yang ditentukan sesuai ukuran. Semangat dan

tekad ksatria-ksatria Pandava, oh Bharata, sangat luar biasa. Setelah formasi separuh bulan itu disusun para Pandava, dan para pemanah hebat bala tentara paduka menetapkan hati mereka dalam pertempuran. Di pihak lain setelah melihat bala tentara paduka diatur dengan gelar perang oleh putra Suta, Duryodhana bersama seluruh saudaranya, menganggap para Pandava telah terbantai. Hal yang sama juga dipikirkan Prabu Yudhishthira, oh raja. Setelah melihat bala tentara Pandava diatur pada sebuah gelar perang sangat solid dan tangguh itu, mereka menganggap para Dhartarashtra dengan Karna sebagai jenderalnya, juga telah telah terbantai. Kemudian terompet-terompet kulit kerang, genderang-genderang, tabor-tabor, genderanggenderang besar, kenongan-kenongan, Dindima, dan Jharjhara, ditiup dengan kerasnya. Suara itu mendentam di semua sisi. Alat-alat musik bersuara keras itu telah ditiup dan dipukul, oh raja, di antara kedua bala tentara. Maka raungan-raungan singa muncul, sebagaimana dikumandangkan prajurit-prajurit pemberani itu. Di sana juga muncul oh raja suara ringkikan kuda-kuda, gajah-gajah mendengkur, dan

suara deritan roda kereta yang dahsyat. Tak seorang pun, oh Bharata, pada bala tentara Kaurava waktu itu, merasakan kehilangan Drona, setelah melihat pemanah hebat Karna, yang memakai baju zirah dan ditempatkan di depan gelar perang itu. Kedua bala tentara, oh baginda, penuh dengan manusia. Mereka sangat bergembira dan berdiri siap menanti perintah. Malah sudah tidak sabaran ingin bertempur dan siap saling menghancurkan tanpa ditunda. Ksatria terbaik dari kedua kubu itu baik Karna maupun putra ketiga Pandu, Arjuna, digairahkan kemarahannya. Mereka saling

pandang satu dengan lainnya. Tekadnya masing-masing sangat kuat untuk menggapai kemenangan. Oh raja, melalui masingmasing divisi mereka kedua bala tentara terbaik itu maju bertemu satu dengan lainnya. Mereka kelihatannya menari-nari dalam kegembiraan. Dari sayap-sayap dan sisi sayap-sayap itu juga tidak sabar menginginkan pertempuran segera dimulai. Kemudian pertempuran pun dimulai, oh baginda. Ksatriaksatria itu maju, demikian juga gajah-gajah, kuda-kuda, keretakereta terlibat dalam usaha keras menghancurkan satu dengan lainnya. (bersambung)

Sloka 15.6 Na tad bhasayate suryo na sasanko na pavakah yad gatva na nivartante tad dhama paramam mama. Tempat tinggal-Ku yang paling utama itu tidak diterangi oleh matahari, bulan, api, maupun listrik. Orang yang mencapai tempat tinggal itu tidak pernah kembali lagi ke dunia material ini.


16 Pages

179 Number 9th year

Price: Rp

L O N A A T I E R N I N T

3.000,-

st.co.id e-mail: info_ibp@balipo t.com. rnationalbalipos

om. http://epaper.inte

L O N A A T I E R N I N T

ationalbalipost.c online: http://www.intern

Tuesday,

dia star Social me ner Kylie Jen t pregnan reported Tuesday, September

r 26, 2017

Septembe

Thousands evacuated as volcano on holiday island Bali grows more active

the is seen at A sailboatbehind Mount sun sets volcano on Agung, a alert level, the highest the resort on in Amed Bali, Indonesia island of 25, 2017. September

26, 2017

she appeared

to have a

baby bump

ro Garofalo REUTERS/Alessand

under an said

A model

Spring/ Ferragamo Italy, at the SalvatoreWeek in Milan, a creation Fashion displays at the Milan 2018 show

party Missoni’s celebrates collection ner’s desig versary 20th anni

sources, in which T-shirt. Summer 23, 2017. the youngest oversized black quoting unidentified She is September family, - Kylie Jenner, People magazine, due in February. quite some time. Kardashian LOS ANGELES the baby was has known for the magazine quoted of the celebrityto be pregnant. “The familyand so is Travis!” member on Friday and told excited was reported People magazine 20, really to the family saying. TMZ, Jenner, amazing source as to be close news website as saying that a baby oneAnother source said but completelyexcited or Celebrity sources all quoted Kardashian, is expecting not be more “It is an unexpected, Buzzfeed of Kim that she could Travis Scott. for People: April. the half-sister the rapper be reached turn of events dating since s could not about.” have been with her boyfriend, TV thrilled and Scott, 25, Jenner’s representative Jenner family’s reality a comment. who has parlayed her following into photo (rtr) Instagram Jenner, a 97 million later posted a Snapchat show and line, lucrative cosmetics

Kylie Jenner

You can

Scret 10 Malaika Sari Kuta Jl. Bakung 11 Snack Shack Lokal Jl. Pantai Kuta 12 Warung Club Tanduk 1 Kuta Beach the Coffe Bear Jl. Camplung 13 Cokro Cafee Kuta Sari Kuta 2 Wen Dys Hotel Jl. Bakung 14 T.J.Bar Paradiso Bali 3 Seminyak Legian Kuta Jl. Padma 15 J & N Kebab Resort&Spa 23 4 Ramayana Bar 16 Goanna Legian Resort&Spa Jl. Doble Six/Werkudara No. 51 5 The Lokha Emtertaiment 17 Batu Jimbar Jl. D.Tamblingan Sanur Live Sport Cafee 6 66 Corner No.126 A 18 Ramayana Grill 140 Jl. D.Tamblingan 7 Leghawa Jl. D.Tamblingan dan Restoran 8 Retno Barr 9 Elkomedor

Missoni said. the designs An- company),” as usual, seeColourful included Italian designer MILAN - celebrated 20 years of the collectionand skirts with bathgela Missoni helm of the family-a through dresses bra tops, revealing at the creative brand with short jackets matching declaring ing suits worn withsuits and bright owned knitwear collection, pant the party-inspired of having kept and cardigans, iridescent jumpers. was herself proud over the years. leggings with that the focus Missoni saidknitwear which rebrand relevantto celebrate my twenof a rel“I wanted given it’s on lightweight and that many chiffon so to shine tieth anniversaryfor any designer,” end sembled “had light... evant momentreporters at the the designs Missoni told at my party”.wore resin bracelets patterns, a party and Models of the show. and girls that recalled the fabrics’ “So I organised earrings and young boys decoradressed these were going to one,” big dangly geometric of fabric as they sun as though flowers made wore wide-brim she added. Missoni took over from tions. Many Angela creative di- hats. shorts or Rosita as colourful its Men wore with tops that had her mother brand, known for the of patterns, trousers t-shirts, knit rector geometric founded by taperedthat recalled tie-dye their feet. colourful motifs group was slip-ons on runs until in 1997. The in 1953. proud with leather week by luxMilan fashion Angela’s parents she was very Missoni said the brand relevant Sept. 25, with collections Ferragamo, kept “despite all ury group Salvatore designer of having young industry the s in the fashionand difficulties of Italy’s Trussardi, world-famou Jean and Gabbana the changes Dolce & a lot Stella sector”. has certainly been and fashion brand in coming days. done “There to be showcased you are never you are (rtr) of work... so fast that (the changes occur and organising IBP/net always moving

onal Bali

find Internati

Cafee 19 Smirnof No 68 Jl. D.Poso 20 Legwa Hotel No. 50D Cafee Jl. D.Poso 21 Nu Laser No. 39 Book Jl. D.Poso 22 Ganesa Sanur Jl. D.Poso 23 All For Daiving Sanur Jl. D.Poso 24 Barocca Sanur Jl. D.Poso 25 Lantern Sanur Jl. D.Poso 26 Shearlock Sanur 27 Cafe Degan Jl. D.Tamblingan Jl. D.Tamblingan

No. 106 Dps Jl. Raya Puputan No 148 Mandala Renon Renon Kopi Made Jl. Raya Niti 148 Sanur 28 Manan Mandala No. Jl. D.Tamblingan Sanur 29 Dimsum Jl. Raya Niti Yamin No.18 Jl. Mohamad Jl. D.Tamblingan Sanur 30 Furama No.88 Renon Subah Renon Jl. Merdeka Jl. D.Tamblingan Sanur 31 Warung Denpasar khas Gilimanuk Wuruk 184 Jl. Hayam Jl. D.Tamblingan Sanur 32 Ayam Betutu Jl. D.Tamblingan 33 Bali Bakery 17 DKerobokan Jl.Petitenget 17E Kerobokan Jl.Petitenget Klod 17C Kerobokan Klod Jl.Petitenget 9 Kerobokan Jl.Petitenget

Post at:

Whiteside

ated as li ds evacu Ba Thousan holiday island on volcano ws more active gro REUTERS/Darren

live Many Indonesians lava flows country. shelters near volcanoes because camps.” The water, evacuation with food, well stocked evacuated tents. have been of Bali that were blankets and Disaster Manage35,000 people island The Nationalhas sent food and NG - NearlyIndonesian holiday erupt soon. could KLUNGKU on the to the area, ment Agency active and a volcano supplies from near is becoming more logistical calling for public Bali’s international Flights at normally on while also officials say a 12-km airport were operating spots across donations. imposed are still making tourist and Authorities around the crater of Sunday as were Many residents to their homes zone volcawere of the island. exclusion daytime trips continuing as normal as increasing strong the rest of evacuees sent Thousandsin makeshift shelters life is largely Mount Agung, on Sunday the eastern school in the area. 130 active nic activity being housed areas in halls and has nearly any other world’s most including town in villages around tremors through Indonesia than one of the and tents authorities expect volcanoes, more part of the destinations. to gyms and popular touristurged the public the volcano, climb. also be heard News can Officials amid false reports the numbers to challenge is we at Global in “Bali Image” from 9.30 online of an “The biggest number of evacuremain calm FM 96.5 to circulating Radio the the Listen am. and videos can’t predict Widiada, head of until 10.00 FM at http:// Putu agency m eruption. ees,” said Global Radio analysis indicates management energy ten2myradio.co “The latest local disaster district. at http:// Agung’s seismic globalfmbali.lis exstreaming http:// that Mount and has the potential in Klungkung of evacuees we or live video li.com and li. “If the number is increasing National Vulcanology capacity, in radioglobalfmbanel/global-fm-ba hall to erupt,” thein a statement. “How- ceeds our maximum ustream.tv/chan every public Center said can predict exactly have asked thatprepared to become ever, no onewill be an eruption,” the district be when there it added.

soil and the surrounding can make for farming. (rtr) land fertile

balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost

Selasa Wage, 26 September 2017

@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, (0361) 233801 Facsimile: 227418

Iwata Sumbang Pengungsi di GOR Swecapura Tyga

Bali Post/ist

Respons Kehamilan Kylie Jenner Rapper Tyga mengklaim janin yang dikandung selebriti Kylie Jenner adalah anaknya. Tak lama setelah beredar kabar pemilik Kylie Cosmetics itu mengandung anak pacarnya, Travis Scott, Tyga menyiratkan di media sosial bahwa ada kemungkinan dia adalah ayah sebenarnya. Tyga merespons kabar kehamilan Kylie lewat akun Snapchat. Dalam unggahan yang kini sudah dihapus, rapper 27 tahun itu mengunggah screenshot artikel kehamilan Kylie dan menambahkan tulisan, “Tidak, itu anakku,” dengan emoji wajah setan ungu bertanduk. Melansir Ace Showbiz, Tyga dan Kylie putus-sambung selama lebih dari tiga tahun berpacaran. Mereka menyembunyikannya dari publik dan baru berani tampil menjelang ulang tahun Kylie ke-18. Hubungan mereka menuai kontroversi, karena perbedaan usia, dan mereka dikabarkan berkencan sejak Kylie berusia 16 tahun. Keduanya putus, Kylie kemudian berkencan dengan Travis pada April silam. “Kylie putus dengan Tyga karena dia merasa terlalu muda untuk berhubungan serius,” kata seorang sumber pada People. “Kini dia punya anak dengan pria yang baru dikencaninya. Orang-orang di sekitarnya sangat kaget. Itu terjadi sangat cepat, namun untuk Kylie, bersama Travis rasanya berbeda dengan orang lain. Dia jatuh cinta padanya.” Rumor kehamilan Kylie beredar sejak Agustus. Dia dikabarkan akan melahirkan pada Februari 2018. (ant)

Bali Post/rtr

Shinzo Abe - PM Jepang Shinzo Abe saat mengumumkan rencana pembubaran Majelis Rendah Parlemen, Senin (25/9) kemarin.

PM Abe akan Bubarkan Majelis Rendah di Parlemen

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan membubarkan majelis rendah parlemen pada Kamis (28/9) untuk pemilihan yang cepat, kata seorang pejabat partai. Langkah ini diambil dengan mempertimbangkan naiknya popularitas Abe dan kekacauan yang terjadi di kubu oposisi. Rekan koalisi junior Abe, Natuo Yamaguchi, Pimpinan Partai Komeito, mengatakan bahwa dia mengerti bahwa pemilihan akan diadakan pada 22 Oktober. Abe, yang telah memegang kekuasaan selama lima tahun, diharapkan memberikan dana untuk pendidikan dan perawatan anak, tetap teguh untuk fokus di Korea Utara dan merevisi konstitusi di garis depan kampanyenya. Abe, yang peringkatnya telah meningkat menjadi sekitar 50 persen dari sekitar 30 persen di bulan Juli, sedang memperjuangkan agar blok resminya dapat mempertahankan mayoritas majelis rendah bahkan jika mereka kehilangan dua pertiga

“suara mayoritas” yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan lama merevisi konstitusi pasifik pascaperang untuk memperjelas peran militer. Survei akhir pekan oleh survei harian bisnis Nikkei menunjukkan 44 persen pemilih berencana untuk memilih Partai Demokrat Liberal (LDP) Abe versus 8 persen untuk partai oposisi utama, Partai Demokrat, dan 8 persen lainnya untuk sebuah partai baru yang diluncurkan oleh Gubernur Tokyo Yuriko Koike yang populer. Jajak pendapat Nikkei jauh lebih positif bagi prospek Abe dibandingkan survei kantor berita Kyodo yang menunjukkan bahwa LDP mengumpulkan 27,7 persen dukungan,

dengan 42,2 persen ragu-ragu. Citra Abe sebagai pemimpin yang kuat telah memperkuat peringkatnya di tengah meningkatnya ketegangan seputar program senjata nuklir dan rudal Korea Utara. Langkah ini juga mengaburkan kritik oposisi terhadap perdana menteri karena dugaan skandal kronisme yang telah mengikis dukungannya. Beberapa kritikus mengatakan bahwa Abe tengah bertaruh untuk menciptakan kekosongan politik pada saat ketegangan geo-politik mengenai Korea Utara meningkat. “Pertaruhan besar Abe bisa menghasilkan kejutan besar,” kata analis politik independen, Minoru Morita. (iah/rtr)

Sutradara ”Minions” akan Hadiri UWRF 2017

Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) yang akan segera hadir dalam waktu lima minggu lagi, mengusung tema ‘‘Origins’’ atau ‘‘Asal Muasal’’ dalam bahasa Indonesia, yang ditarik dari sebuah filosofi Hindu kuno mengenai sebuah lingkaran kehidupan, Sangkan Paraning Dumadi. Jajaran Main Program di tahun ke-14 UWRF ini pun akan berisikan diskusi-diskusi mendalam mengenai tema tersebut, bersama nama-nama terbesar sastra dan seni di Indonesia dan negara-negara lainnya. Satu yang spesial di UWRF 2017, seperti dilansir dalam rilis yang diterima Bali Post, adalah dengan hadirnya Pierre Coffin, sang sutradara, animator, dan pengisi suara di balik serial ‘‘Despicable Me’’ dan ‘‘Minions’’ yang sudah mendunia. Pria keturunan Indonesia-Prancis ini akan tampil di salah satu Main Program pada 29 Oktober untuk membawa kita ke balik layar kariernya di industri perfilman dunia.

Selain Pierre, dua nama terbesar dunia sastra Indonesia yaitu Nh. Dini dan Sutardji Calzoum Bachri juga dijadwalkan hadir. Nh. Dini, sang legenda hidup penulisan feminisme Indonesia, akan duduk bersama Leila S. Chudori untuk mengisahkan perjalanan hidup serta kariernya yang luar biasa. Sedangkan Sutardji Calzoum Bachri akan hadir bersama Debra Yatim untuk mengupas sajak-sajaknya dan permainan kata-kata yang penuh sihir, yang menjadikannya dijuluki ‘‘Presiden Penyair Indonesia’’. Penulis dan jurnalis kawakan Indonesia Seno Gumira Ajidarma akan hadir di sesi The Last Taboo? yang akan mengkaji kelas sosial masyarakat yang masih menjadi topik tabu di era Indonesia modern, bersama Paul McVeigh, penulis pemenang penghargaan asal Irlandia. Beberapa pegiat dan advokat ternama seperti Marina Mahathir dan Robert Dessaix juga akan berdiskusi mengenai kepercayaan dan fundamentalisme di sesi A Question

of Faith. Komedian tunggal Sakdiyah Ma’ruf, desainer Niluh Djelantik, penyair Joko Pinurbo, sosok pemerintahan I Gde Pitana, dan jurnalis kawakan Andreas Harsono akan duduk di dalam satu panel dan berbagi harapan untuk Republik Indonesia di sesi ‘‘Tanah Airku’’. Mengedepankan isu-isu feminisme, akan hadir para penulis dan pegiat feminisme seperti Oka Rusmini dan Cok. Sawitri untuk mengkaji peran wanita di antara masyarakat patriarki di sesi Breaking Boundaries. Panel Main Program China’s Women akan menghadirkan penulis terkenal dunia, Jung Chang dan Lijia Zhang, yang akan mendiskusikan kehidupan wanita di tanah Tionghoa, tanah air kedua penulis tersebut. Sementara Marina Mahathir akan tampil di sesi diskusi One-on-one Telling It Straight bersama jurnalis Michael Vatikiotis untuk menuturkan sepak terjangnya dalam memperjuangkan isu wanita dan kaum minoritas di Malaysia. (iah)

Kesalahan Teknis, Sejumlah Penerbangan Tertunda Sydney (Bali Post) Sejumlah penerbangan sempat tertunda untuk lepas landas dan mendarat di terminal domestik Bandara Sydney, Australia, Senin (25/9) kemarin, dalam periode perjalanan pagi yang padat akibat kesalahan teknis dengan sistem pengendalian lalu lintas udara. Pihak pengelola Bandara Sydney dalam cuitan di akun Twitter resminya menginformasikan bahwa masalah tersebut telah terselesaikan. Namun, para petugas setempat mengatakan para turis menghadapi penundaan perjalanan akibat pemadaman listrik. Pengawas lalu lintas udara pemerintah Australia, Air Services Australia (ASA), menyatakan bahwa mereka telah mengalami masalah teknis yang mempengaruhi kedatangan dan

Semarapura (Bali Post) Ikatan Wanita Pariwisata (Iwata) Bali memberikan sumbangan berupa sembako dan perlengkapan tidur untuk pengungsi Gunung Agung di GOR Swecapura. Penyerahan sumbangan itu dilakukan Senin (25/9) kemarin dengan datang langsung ke posko pengungsi di lokasi itu. Menurut Ketua Iwata Bali Agung Ayu Purnama didampingi Tjok. Istri Sri Ramaswati, S.H., M.M., bantuan sosial yang diberikan bagi pengungsi ini merupakan rangkaian kegiatan sosial yang digelar untuk merayakan HUT Iwata Bali yang ke-34. Ia mengatakan bansos ke GOR Swecapura ini dilakukan secara spontan oleh anggota Iwata Bali karena merasa ikut bersimpati dengan para pengungsi Gunung Agung. Ia berharap bantuan ini bisa bermanfaat dan berguna bagi para pengungsi. “Kami berharap bansos yang tidak seberapa ini bisa memberi keringanan bagi pengungsi. Semoga pengungsi diberikan kesehatan, terutama anakanak tidak menderita penyakit menular karena harus tinggal di lokasi pengungsian dalam jangka waktu yang lama,” ujarnya. Sumbangan yang diberikan Iwata Bali ini berupa sembako, air mineral, seprei, selimut, boneka, dll. Bahkan boneka yang dibawa puluhan anggota Iwata itu habis seketika dibagikan ke anak-anak yang ada di pengungsian. (kmb18)

keberangkatan pesawat di Bandara Sydney. ASA tidak memberikan rincian lebih lanjut, namun papan di bandara mencatat penerbangan tertunda karena kegagalan radar Pusat Pengendalian Lalu Lintas Udara (Air Traffic Control/ ATC). “Teknisi kami saat ini bekerja untuk memperbaiki situasi,” demikian keterangan ASA. Perusahaan penerbangan terbesar di negara tersebut, Qantas Airways, mengumumkan melalui laman Internet bahwa terdapat penundaan yang signifikan di Bandara Sydney yang mempengaruhi semua maskapai penerbangan, tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Seorang juru bicara Bandara Sydney kemudian membagikan surat elektronik bahwa segala sesuatunya

mulai berjalan lancar kembali, namun masih terdapat beberapa penundaan penerbangan, demikian laporan kantor berita Reuters. Virgin Australia Holdings, yang merupakan perusahaan penerbangan nomor dua di negara bagian itu, juga ikut terkena dampaknya. “Akibat masalah dengan ATC di Bandara Sydney hari ini, beberapa penerbangan Virgin Australia mungkin akan terpengaruh. Kami berupaya agar semua tamu dalam perjalanan secepat dan seaman mungkin,” catat Virgin Australia Holding. Ratusan penumpang diperkirakan menghadapi penundaan perjalanan karena kesalahan teknis terjadi pada puncak perjalanan Senin pagi, yang merupakan salah satu hari dari awal dua minggu masa liburan sekolah. (ant)

Pierre Coffin

Bali Post/ist

Bali Post/iah

SUMBANGAN - Ikatan Wanita Pariwisata (Iwata) Bali memberikan sumbangan berupa sembako dan perlengkapan tidur untuk pengungsi Gunung Agung di GOR Swecapura. Penyerahan sumbangan itu dilakukan Senin (25/9) kemarin.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook