Skip to main content

Edisi Kamis 26 Juli 2018 | balipost.com

Page 1

16 HALAMAN

NOMOR 321 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Ombak Besar di Pantai Selatan Bali

Bali Post

SEJAK 1948

Reformasi Budaya Politik BALI itu sesungguhnya untuk apa dan untuk siapa? Kalau proses degradasi dan marginalisasi itu terus terjadi, lalu apakah kita masih layak membanggakan Tri Hita Karana (THK) sebagai filosofi pembangunan Bali? Pertanyaan mendasar ini saya catat ketika berdialog dengan salah satu narasumber Bali Post, seorang praktisi perbankan yang juga memiliki kepedulian terhadap Bali. Selain itu, ada sederet nama populer lainnya dari kalangan politisi, pelaku pariwisata dan akademisi dari berbagai bidang keilmuan yang juga teramat sering saya ajak dialog soal nasib Bali. Secara garis besar kesimpulan mereka adalah menguatnya kekhawatiran terhadap masa depan Bali. Kekhawatiran itu tentu bisa kita setarakan dengan kekhawatiran mereka terhadap nasib generasi Bali ke depan. Makin kuatnya degradasi dari berbagai aspek kehidupan, baik sosial, budaya, lingkungan, daya tahan ekonomi termasuk politik membuat mereka ‘’bersepakat’’ untuk memosisikan Bali berada dalam zona rawan yang mesti segera diselamatkan. Asumsi terhadap Bali, bahwa Bali saat ini berada dalam keadaan kritis, mereka harapkan bisa menantang kita untuk merancang strategi dan aksi menjaga Bali yang lebih holistik. Apabila tidak ada tindakan nyata, sungguh-sungguh dan memadai dari semua elemen maka keprihatinan terhadap nasib Bali akan makin nyata dan mendekat. Untuk itu, semua sektor mestinya berbenah dan melakukan semacam reformasi bahkan restorasi. Langkah cerdas dan efektif untuk mengatasi masalah Bali bisa dilakukan dengan beragam cara, salah satunya melalui pendekatan politik. Pendekatan reformasi dalam politik, tentu bukan dalam konteks pemilihan kepala daerah semata. Pendekatan politik tentu bisa masuk dalam segala aspek, terutama terkait dengan budaya dan perilaku mengelola hak-hak politik. Selama ini Redaksi Bali Post mencatat dari setiap pelaksanaan pesta politik kesan abai terhadap pesta politik menguat. Indikatornya golput yang tinggi. Pergeseran pola penggunaan hak pilih juga terjadi. Hal. 15 Kebulatan Tekad

Yudhoyono Tutup Pintu Koalisi dengan Jokowi Jakarta (Bali Post) – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyiratkan partainya menutup pintu koalisi dengan Presiden Joko Widodo, karena banyak rintangan menuju kesepahaman. Hal itu disampaikan SBY di sela konferensi pers sesuai pertemuannya dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Jakarta, Selasa (24/7) malam. ‘’Saya menjalin komunikasi dengan Pak Jokowi hampir setahun untuk juga menjajaki kemungkinan kebersamaan dalam pemerintahan. Pak Jokowi juga berharap Demokrat bisa di dalam pemerintahan, tetapi saya sadari banyak sekali rintangan dan hambatan

menuju koalisi itu,’’ kata SBY. SBY merasa tidak perlu menyampaikan secara detail soal rintangan dan hambatan itu. Namun, secara garis besar dia menyampaikan bahwa koalisi dapat terbangun jika ada iklim yang baik, ada kesediaan berkoalisi, ada kepercayaan bersama, dan saling menghormati. Di sisi lain mengenai hasil pertemuannya dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, SBY mengatakan bahwa jalan koalisi Demokrat dengan Gerindra terbuka lebar karena syarat koalisi tersedia. SBY mengaku tidak berbicara soal capres/cawapres dalam pertemuan itu. Menurutnya, Demokrat tidak mematok sosok cawapres sebagai harga mati, meskipun wajar apabila setiap partai menginginkan kadernya menjadi capres atau cawapres. Hal. 15 Forum Ter tinggi

Rusak Pura di Nusa Dua, di Kuta Dilarang Mandi

DITERJANG OMBAK - Puluhan warung di Pantai Kelating, Kerambitan, Tabanan rusak diterjang ombak besar. Mangupura (Bali Post) Ombak besar di pantai selatan Bali berlangsung sejak beberapa hari lalu. Puncaknya Rabu (25/7) kemarin. Empasan ombak merobohkan sejumlah fasilitas umum. Demikian pula angkutan penyeberangan dari Sanur ke Nusa Penida atau Klungkung-Nusa Penida dihentikan sementara. Sedangkan nelayan yang sejak sebulan lalu tidak bisa melaut juga telah memindahkan perahunya menjauh dari pantai. Sementara Rabu kemarin, ombak mulai membesar sekitar pukul 06.00 Wita. Puncaknya terjadi pada pukul 09.00 Wita. Empasan

gelombang mencapai lebih dari 10 meter. Akibatnya air laut meluber sampai ke jalan raya. Bahkan merusak sejumlah fasilitas umum. Di Nusa Dua, misalnya. Ombak besar menghantam pura di Pulau Paninsula, Nusa Dua. Managing Director The Nusa Dua ITDC, I Wayan Karioka, menyatakan ombak besar ini terjadi sejak pukul 09.00 Wita. Tidak ada korban jiwa pada kejadian ini. ‘’Diperkirakan tinggi empasan ombak mencapai ketinggian 15-20 meter. Akibat kerusakan Bale Piasan ini, kerugian diperkirakan mencapai Rp 50 juta lebih,’’ pungkasnya. Tidak hanya itu, ombak

besar juga terjadi di sejumlah tempat. Seperti yang terlihat di Pantai Kuta. Empasan ombak sampai meluber ke jalan raya Pantai Kuta. Banyak kursi pedagang dan barang dagangan juga ikut terempas. Koordinator Balawista Badung I Ketut Ipel mengatakan, ombak besar ini sudah mulai terlihat sehari sebelumnya. Dia mengaku tak hanya ombak yang besar tetapi pasang naik air laut juga terlihat lebih besar. ‘’Ombak besar ditambah dengan pasang naik besar empasan ombak sampai ke trotoar di depan kantor Balawista Pantai Kuta,’’ ujarnya. Dengan kondisi seperti ini, tim Balawista harus

bekerja lebih ekstra lagi. Untuk menghindarkan hal yang tak diinginkan, areal berenang terpaksa ditutup demi keamanan. ‘’Kami mengimbau pengunjung untuk selalu waspada. Patuhi rambu-rambu yang terpasang,’’ katanya. Di Sanur juga demikian. Penyeberangan Sanur-Nusa Penida ditutup sementara (ditunda). Para pemilik perahu telah memindahkan perahunya ke tempat yang lebih aman. Petugas Pos Syahbandar Sanur Dewa Ketut Kondra menuturkan, air laut pasang terjadi sejak pagi. Tanda-tanda tersebut sudah dibaca para pemilik perahu sehari sebelumnya. Karena

Bali Post/28

itu, banyak di antara mereka yang memindahkan parkir perahu kapalnya ke Serangan. ‘’Agar tidak terjadi kerusakan pada perahunya, mereka telah memindahkan perahunya ke Serangan,’’ ujar Kondra, Rabu kemarin. Di Tabanan juga terjadi hal yang sama. Para pemilik perahu di Pantai Yeh Gangga juga telah memindahkan perahunya, menjauhi pantai. Terparah terjadi di pesisir Pantai Kelating, Banjar Dukuh, Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan. Sepuluh warung dan kantor Badan Pengelola Pariwisata Desa rusak. Hal. 15 Pemilik Warung

Penggunaan Dana Desa Jangan Ngawur

Yogyakarta (Bali Post) – Presiden Joko Widodo mengingatkan para kepala desa agar tidak ‘’ngawur’’ dan sembarangan menggunakan dana desa, sehingga tidak menimbulkan masalah hukum di kemudian hari. ‘’Jangan sampai dana desa menimbulkan masalah dalam pengunaannya, harus hati-hati,’’ kata Presiden Jokowi, Rabu (25/7) kemarin.

Bali Post/ant

TINJAU PASAR - Presiden Joko Widodo berdialog dengan pedagang ketika meninjau Pasar Kranggan, Yogyakarta, Rabu (25/7) kemarin.

Menurutnya, dana desa akan bermafaat bagi masyarakat jika digunakan dengan benar. Tetapi bisa juga menjadi malapetaka kalau penggunaannya ‘’awur-awuran’’, sehingga aparat atau kepala desa harus berurusan dengan penegak hukum. ‘’Saya tidak mau yang hadir di sini bermasalah dengan aparat hukum. Saya yakin dengan perencanaan baik, pengalokasian yang baik, pelaksanaan dan pelaporan yang baik, akan berhasil,’’ katanya. Mengenai adanya kesulitan dalam menyusun laporan pertanggungjawaban dana desa, Presiden mengatakan akan segera membahas dengan Menteri Keuangan sehingga ada format yang lebih simpel dan gampang dicek. ‘’Saya kira kalau kita dalam lingkup desa laporannya harus

seperti kementerian, ya… gak nyambung, ini yang akan saya bahas dengan Menteri Keuangan. Untuk apa laporan harus sampai satu koper,’’ katanya. Dalam kesempatan itu, Jokowi mengundang sejumlah kades untuk mengungkapkan kesulitan dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban dana desa. Kepala Desa Mlese, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Hari Wibowo, misalnya menyampaikan bahwa masalah yang terkait dengan pajak sehingga harus meminta nota kosong kepada toko material. ‘’Kedua masalah perbedaan antara rencana dengan realisasi, sehinggga penyusunan LPJ juga sulit,’’ kata Hari. Ia juga mengungkapkan, LPJ yang harus disampaikan cukup tebal dan banyak, padahal tidak ada anggaran untuk memfotokopi dan menjilid.(ant)

Kebakaran Hutan di Yunani, 74 Tewas Yunani – Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras menyampaikan ‘’tragedi tak-terperi’’ setelah 74 orang di negaranya tewas akibat kebakaran hutan yang menyapu kawasan wisata, dan melalap beberapa warga di dalam kendaraan roda empat. Dampak kerusakan akibat kebakaran hutan di Mati pada Selasa (24/7) malam baru terlihat pada Rabu (25/7) pagi WIB. Puluhan mobil yang berjejer di jalanan kota pesisir di sebelah timur Athena tersebut meleleh oleh panasnya api. Sementara 26 mayat ditemukan bergelimpangan di pinggir jalan. Mereka ditemukan di dekat sebuah bukit berjurang yang menghadap ke pantai. Mereka diduga berada di sana saat melarikan diri mencari aman. Beberapa orang beruntung karena terjun ke dalam jurang, atau lari ke arah pantai. ‘’Kami lari ke arah laut karena api mengejar kami sampai ke perairan. Api itu mem-

bakar punggung kami dan kami harus menyelam ke dalam air,’’ kata Kostas Laganos, seorang penyintas. Laganos membandingkan bencana kebakaran ini dengan kehancuran kota Pompeii, di mana ribuan orang tewas saat Gunung Vesuvius meletus pada tahun 1976. Sedikitnya 74 orang tewas dan diperkirakan akan terus bertambah, kata seorang juru bicara pemadam kebakaran. Polandia mengatakan bahwa dua orang warganya, seorang ibu dan anak, turut menjadi korban. Hingga kini masih belum diketahui berapa jumlah korban mengingat perahu-perahu penyelamat masih menyisir daerah pantai untuk mencari para penyintas. Banyak orang yang tidak mampu menyelamatkan diri dari kejaran api, meski mereka hanya beberapa meter dari Laut Aegea, kata pemadam keba-

karan. Korban paling muda ditemukan baru berusia enam bulan yang meninggal karena terlalu banyak menghirup asap. Sementara itu sedikitnya 187 orang terluka, termasuk 23 anak-anak. Pada Selasa sore, api di Mati sudah berhasil dikendalikan meski resiko penyebaran kembali masih tinggi. Kebakaran hutan adalah hal yang biasa terjadi di Yunani. Namun, penyebab menjalarnya api saat ini belum diketahui. Mati adalah salah satu tujuan wisata yang cukup populer bagi kalangan pensiunan dan anak-anak sekolah pada masa liburan. (ant/afp) PULUHAN MOBIL - Seorang wanita berdiri di antara mobil yang terbakar pascakebakaran hutan di Desa Mati, dekat Athena, Rabu (25/7) waktu WIB.

Bali Post/afp


DENPASAR

2

Kamis Paing, 26 Juli 2018

Buntut Tahanan Kabur

Satpam BNNP Bali Dipecat Denpasar (Bali Post) Sanksi tegas berupa pemecatan diberikan kepada satpam BNNP Bali berinisial Wayan Gb (58). Pemecatan tersebut buntut dari kaburnya tahanan, Dwi Nova Dian Kusuma (29). Gb dinilai melanggar SOP saat melaksanakan tugas. ‘’Saya tidak bisa diajak main-main. Bagi anggota atau pegawai yang melanggar aturan, akan dikenakan sanksi, tergantung kesalahannya,’’ tegas Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa, Rabu (25/7) kemarin. Kejadian ini, lanjut Brigjen Suastawa, murni kelalaian satpam tersebut. Ia yakin tahanan tidak mungkin bisa kabur dengan cara memotong terali atau membobol tembok. ‘’Setelah kejadian sebelumnya (empat tahanan kabur - red), terali diganti dengan ukuran lebih besar. Ventilasi ditutup agar tidak bisa dimanfaatkan untuk kabur. Pokoknya tidak ada celah melarikan diri,’’ ungkap mantan Kapolres Nunukan, Kalimantan Utara ini. Dari rekaman CCTV, kata mantan Direktur Binmas Polda Bali ini, Gb mengantar mi rebus ke sel isolasi yang ditempati tersangka Nova. Gb awalnya membuka pintu utama, melewati halaman tengah, lalu membuka pintu sel ditempati Nova. ‘’Saat membuka pintu sel, pelaku langsung mendorongnya hingga satpam tersebut jatuh. Pelaku langsung ke luar dan menutup pintu utama rutan. Dia (Gb - red) hanya bisa teriak-teriak dari dalam rutan,’’ ujarnya. Suastawa menegaskan, semestinya kejadian ini tidak terjadi bila satpam mematuhi SOP. ‘’Memang aneh, kok dia (Gb - red) mau menuruti permintaan tahanan. Alasannya kasihan, tapi tidak masuk akal itu. Kejadian ini menjadi evaluasi bawahan saya,’’ tegas pemangku Pura Dalem Kahyangan Desa Gulingan Gede, Kecamatan Mengwi, Badung ini. (kmb36)

Bantu Teman Beli SS, Dituntut Lima Tahun

Denpasar (Bali Post) Gara-gara membantu temannya membeli sabu-sabu (SS), Mohammad Rofiki alias Viki (27), harus berurusan dengan hukum. Bahkan dalam sidang di PN Denpasar, pria asal Situbondo, Jawa Timur, itu dituntut lima tahun penjara. Selain itu, JPU I Dewa Narapati juga menuntut terdakwa dengan pidana denda sebesar Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan. Pada sidang Rabu (25/7) kemarin, jaksa menjerat terdakwa dengan Pasal 112 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Di hadapan majelis hakim pimpinan I Dewa Made Budi Watsara, jaksa menyatakan, putusan itu sudah setimpal. Sebelum pada kesimpulan dalam surat tuntutan, jaksa terlebih dahulu mempertimbangkan sejumlah hal. Yang memberatkan, perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah yang sedang gencar-gencarnya melakukan pemberantasan terhadap segala jenis peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika. Pertimbangan meringankan, terdakwa dinilai sopan dalam persidangan serta mengakui dan menyesali perbuatannya. Atas tuntutan JPU ini, Viki didampingi kuasa hukum, Yanuar Nahak, akan mengajukan pembelaan atau pledoi tertulis yang akan dibacakan pada sidang pekan depan. (kmb37)

Bali Post/ara

PASANG - Akibat air laut pasang, penyeberangan ke Nusa Penida dari Sanur ditutup.

Gelombang Tinggi, Penyeberangan ke Nusa Penida Ditutup Denpasar (Bali Post) –

Cuaca buruk yang terjadi di Pantai Sanur, berdampak pada arus penyeberangan ke Nusa Penida. Kondisi ini terjadi Rabu (25/7) kemarin. Sejak pagi air laut kembali pasang dengan gelombang cukup tinggi. Akibatnya, semua aktivitas penyeberangan dari Dermaga Sanur ditutup. Bahkan, perahu yang biasanya berjejer di Pantai Matahari Terbit terlihat kosong. Perahu yang biasanya melayani penyeberangan ke Nusa Penida dipindahkan ke Serangan. Petugas Pos Syahbandar Sanur Dewa Ketut Kondra menuturkan, air laut pasang berlangsung sejak pagi. Tandatanda tersebut sudah dibaca para pemilik perahu sehari sebelumnya. Karena itu, banyak dari mereka yang memindahkan parkir perahu kapalnya

ke Serangan. ‘’Agar tidak terjadi kerusakan pada perahunya, mereka telah memindahkan perahunya ke Serangan,’’ ujar Kondra. Melihat kondisi air laut yang pasang, pihaknya meminta agar semua pelayanan penyeberangan ditunda. Pihaknya

tidak ingin hal-hal yang buruk terjadi bila dipaksakan untuk berlayar. Terlebih, perahu yang ada di Sanur tidak memiliki mesin yang besar. ‘’Kita lihat kondisi air lautnya, bila sudah mulai tenang, kita akan izinkan lagi beroperasi,’’ jelasnya. Pasangnya air laut kali ini

diduga akibat dampak dari iklim di Australia. Diperkirakan air laut pasang ini akan cukup lama, karena menjelang bulan purnama. Tiga hari menjelang purnama dan tiga hari sesudahnya, air laut biasanya pasang. Dikatakannya, pada pagi hari air laut cukup besar. Ombak sampai ke pelataran pedagang yang berjejer di Pantai Matahari Terbit ini. Siang harinya pun air masih pasang, hanya lebih kecil dari pagi harinya. Akibat ditutupnya penye-

berangan ke Nusa Penida, sejumlah penumpang terlihat menunggu tanpa kepastian. Seperti yang diungkapkan Ketut Nasri bersama keluarganya. Ia berencana pulang ke Nusa Penida, namun karena ombak besar, pihaknya rela menunggu air laut surut. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.

Bali Kantongi 19.651 Lansia

Pemprov Diminta Sebagian Hidup Menyendiri Mendata Tanah Dana Bukti Bali Post/eka

PRAREKONSTRUKSI - Suasana prarekonstruksi pembunuhan bayi kembar.

Prarekonstruksi Pembunuhan Bayi Kembar

Denpasar (Bali Post) Satreskrim Polresta Denpasar, Rabu (25/7) kemarin, menggelar prarekonstruksi kasus pembunuhan bayi kembar di kamar kos nomor 1 di Jalan Ratna Gang Werkudara, Denpasar. Tersangka, Dafriana Wulandari dan pacarnya yang berstatus saksi, Fenan, dihadirkan dalam kegiatan tersebut. Selain itu, anggota Labfor Mabes Polri Cabang Denpasar juga melakukan olah TKP. Sekitar satu jam anggota labfor mengobok-obok TKP dan mengamankan beberapa barang bukti. Dari prarekonstruksi itu terungkap jika penghuni kamar No. 2, Waluyo dan istrinya, Anisa, pada Kamis (12/7) lalu, pukul 04.30 Wita mendengar tangisan bayi. Mereka langsung ke luar kamar dan melihat Dafriana berdiri di depan pintu kamar pacarnya. ‘’Saya sempat tanya, dengar suara tangisan bayi? Dia (Dafriana - red) jawab tidak,’’ kata Waluyo, saat berperan sebagai saksi dalam kasus ini. Dari pantauan di TKP, anggota Unit PPA dan Unit V serta Polsek Denpasar Timur (Dentim) sudah tiba di TKP pukul 09.00 Wita. Petugas mempersiapkan pelaksanaan prarekonstruksi dan memanggil saksi-saksi. ‘’Semua saksi lengkap, tersangka D (Dafriana - red) dan, F (Fenan-red), juga dihadirkan. Status F masih saksi,’’ kata petugas. Sekitar pukul 11.00 Wita, tim labfor dipimpin AKBP Ngurah Wijayaputra tiba di TKP. Setibanya di sana, anggota labfor langsung masuk ke kamar F yang posisinya paling timur. Penyisiran dilakukan dari kamar tidur, kamar mandi hingga lorong tempat membuang mayat bayi kembar. Salah satu barang bukti yang diamankan bercak darah yang masih menempel di perlak warna pink. Usai olah TKP oleh anggota labfor, dilanjutkan dengan prarekonstruksi. Dominan peragaan adegan dilakukan di kamar mandi. ‘’Sebagian besar adegan dilakukan di kamar mandi, dari melahirkan hingga membunuh bayi oleh tersangka D. Rencananya ada 50 lebih adegan, tapi membengkak menjadi 73 adegan,” ungkap petugas yang enggan disebut identitasnya ini. Prarekonstruksi ini diawali pelaku datang ke TKP dibonceng pacarnya. Setelah itu mereka memperagakan adengan di dalam kamar. Sayangnya media tidak diperbolehkan masuk karena kamarnya sempit. Adegan di luar kamar yang diperankan pelaku membuang bayi dan diantar pulang oleh Fenan. Prarekonstruksi berakhir sekitar pukul 15.00 Wita. Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Arta Ariawan mengatakan, prarekonstruksi ini dilakukan untuk memperdalam penyidikan. Hasilnya akan dituangkan dalam berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP). ‘’Nanti kami akan gelar rekonstruksinya,’’ ujarnya. (kmb36)

Topik : Panwaslu Telusuri Bacaleg dari ASN Aktif

Denpasar (Bali Post) Pemprov Bali didorong melakukan pendataan ulang tanah dana bukti yang tersebar di sembilan kabupaten/kota. Hal ini menyusul ditetapkannya ranperda tentang penggunaan tanah penguasaan pemerintah daerah dalam rapat paripurna DPRD Bali, Selasa (24/7) lalu. Perda ini khusus mengatur penggunaan tanah-tanah dana bukti berupa sawah dan tegalan yang digarap masyarakat dengan membayar retribusi. ‘’Selama ini kan kita tahu tanah dana bukti Pemprov Bali itu kan banyak tersebar, bahkan hampir tidak terdata dengan jelas. Dengan perda ini, tentu sifatnya itu adalah pendataan, kemudian pemanfaatan. Paling tidak datanya jelas, kemudian dimanfaatkan oleh siapa,’’ ujar Wakil Ketua Pansus Ranperda Penggunaan Tanah Penguasaan Pemerintah Daerah, I Made Dauh Wijana, Rabu (25/7) kemarin. Menurut Dauh, tujuan utama pendataan adalah memastikan tanah-tanah itu tetap difungsikan sebagai sawah dan tegalan. Oleh karena itu, tidak ada pengaturan penilaian dalam perda. Dengan demikian, keberadaan tanah dana bukti bisa dilestarikan sebagai lahan garapan bagi masyarakat kurang mampu dan tidak memiliki lahan garapan. Kendati tidak menutup kemungkinan juga dapat digunakan oleh pihak lain seperti desa pakraman, yayasan, koperasi dan lainnya. ‘’Jadi ini

dalam rangka untuk mencegah alih fungsi lahan,’’ jelas politisi Partai Golkar ini. Dauh menegaskan, perda tidak mengatur pemanfaatan tanah yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga untuk jangka panjang. Sebab, perda ini memprioritaskan penggunaan tanah penguasaan pemerintah daerah kepada petani. Kendati demikian, pihaknya juga mendorong Pemprov untuk segera membantu menyelesaikan persoalan berbagai tanah penukar untuk pendirian sekolah, puskesmas, dan fasilitas umum lainnya. ‘’Momentum perda ini, kita dorong untuk dicarikan solusi itu. Apakah dengan cara menghibahkan,’’ imbuhnya. Dia mencontohkan, ada beberapa SMK yang menggunakan tanah pelaba pura. Di sana ada perjanjian pihak sekolah akan memberikan kontribusi kepada pihak pangemong pura. Sebelum adanya tim saber pungli, kontribusi bisa diwujudkan melalui iuran uang komite dan sebagainya. Namun kini tidak lagi bisa demikian sehingga menjadi masalah. ‘’Yang seperti ini harus segera diselesaikan lewat hibah tanah Pemprov kepada pihak sekolah, sehingga nanti tanah sekolah itu benar-benar aset dari pemerintah. Pelaba pura itu ditukar saja, kalau sudah digunakan sekolah, nanti dana hibah itu digunakan untuk pelaba pura sehingga clear,’’ tegasnya. (kmb32)

Denpasar (Bali Post) Data Dinas Sosial Provinsi Bali mencatat ada 19.651 lanjut usia (lansia) yang tersebar di seluruh Pulau Dewata. Ada yang hidup menyendiri, ada yang berdua (suami-istri) namun ditinggal merantau anaknya. Ada pula yang tidak memiliki keluarga, atau memiliki keluarga namun tidak dipedulikan. Sebanyak 114 lansia terdata sudah tinggal di panti jompo, masing-masing 38 orang di panti jompo Tohpati, Denpasar dan 76 orang di Buleleng. ‘’Seharusnya di Bali tidak ada persoalan seperti ini, karena kita orang Bali yang beragama Hindu mengenal konsep anak yang suputra dan catur guru. Berbakti dengan guru rupaka, bapak, ibu yang melahirkan dan tat twam asi,’’ ujar Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta saat mengusulkan Ranperda tentang Kesejahteraan Lanjut Usia dalam rapat paripurna DPRD Bali, Selasa (24/7) lalu. Parta melihat jumlah lansia miskin telantar dan ditelantarkan semakin banyak karena ada faktor persoalan hidup dan mengendornya spirit manyamabraya. Padahal, sangat penting untuk tetap mengupayakan para lansia tetap sehat, aktif dan mandiri. Dengan demikian, lansia tidak selalu dianggap sebagai kelompok penduduk yang tidak produktif dan hanya menjadi beban saja. Agar hak-hak para lansia terpenuhi, maka mereka perlu diberikan perlindungan. Menurut Parta, beberapa negara maju bahkan lebih dulu telah mengatur perlindungan terhadap lansia. Baik dari tindak kekerasan, perlakuan salah, pelecehan seksual, penelantaran, pengasingan, maupun diskriminasi. Materi pokok yang akan diatur dalam ranperda inisiatif dewan ini mencakup keperansertaan lansia, dengan ruang lingkup pelayanan keagamaan dan mental spiritual, pelayanan kesehatan, pelayanan kesempatan kerja, pelayanan pendidikan dan pelatihan, kemudahan dalam penggunaan fasilitas, sarana, dan prasarana umum, kemudahan dalam layanan dan bantuan hukum, perlindungan sosial dan bantuan sosial. Selain itu, ranperda juga mengatur peran serta masyarakat dan dunia usaha, serta kelembagaan lansia. (kmb32)

Siswa Inklusi di SMP PGRI 6 Denpasar

Berharap Bantuan Kursi Roda dan Alat Bantu Pendengaran SMP PGRI 6 Denpasar dikenal sebagai sekolah kemanusiaan. Dikatakan demikian karena sekolah ini juga mendidik siswa berkebutuhan khusus (inklusi) di Kota Denpasar. Namun disayangkan, siswa inklusi di sekolah ini masih belum tersentuh bantuan pemerintah. Termasuk guru khusus inklusi. Tahun ini, dari tiga kelas siswa barunya, dua siswa adalah siswa inklusi. Dengan demikian, saat ini SMP PGRI 6 Denpasar mendidik empat siswa inklusi. Siswa baru inklusi adalah I Komang Yastra Pratyaksa yang duduk di kelas VII-A. Dia adalah tunadaksa. Kedua telapak kakinya bengkok dan semua jari tangannya tak bisa digerakkan. Kondisi ini membuat Yastra harus memakai dua tongkat ke sekolah. Karena keterbatasan tersebut, lingkungan sosialnya hanya sebatas di kelas. Meski demikian, rekan dan guru di kelasnya sangat menyayangi Yastra. ‘’Jika ingin belanja , teman lain yang membelikan,’’ ujar Yastra, Rabu (25/7) kemarin. Setiap hari Yastra diantar ayahnya, I Made Sandika. Siswa asal Banjar Bengkel, Sumerta Klod, Denpasar ini langsung dipapah oleh ayahnya hingga ke kelas.

Demikian juga saat pulang. Wakasek SMP PGRI 6 Denpasar Ni Nyoman Erawati, S.Pd. didampingi Kaur Kurikulum I Made Sudiarta, S.Pd., Kaur Humas Cok. Tismayanti, S.H., Kaur Kesiswaan Gede Ari Parwata, S.Pd., Kaur Sarana Luh Sudiasih, S.Pd., KaTata Usaha Ni Nyoman Pulasari, S.Pd. menyebut Yastra memiliki semangat besar dalam belajar. Hanya dia tak diizinkan ikut olahraga di lapangan, kecuali teori di kelas. Dia juga suka menabuh, merindik dan catur. Yastra mengaku memilih SMP PGRI 6 Denpasar karena dikenal gurunya penuh kasih sayang mengajar dan juga dekat dengan rumah. ‘’Saya senang sama teman dan guru, semua sayang kepada anak,’’ ujarnya. Siswa inklusi lainnya yakni Lukman Maulana (kelas VII-C). Dia mengalami tunagrahita. Daya ingatnya, kata Cok. Tismayanti,

rendah karena begitu diajar guru, dia cepat lupa. Lulusan SLB Lumintang ini memilih SMP PGRI 6 Denpasar berdasarkan informasi dari saudaranya yang menyebutkan, SMP PGRI 6 menerima siswa inklusi. ‘’Kalau tak ada sekolah ini, belum tentu saya bisa menikmati pendidikan SMP,’’ ujarnya. Dua siswa lainnya yakni A.A. Gede Agung mengalami autis dan Agastia Arya Mahendra mengalami tunarungu ringan. Saat belajar, Agung selalu ditemani ibunya di kelas. Uniknya siswa yang hiperaktif ini sangat suka melihat siswa dan guru yang rambutnya terurai. Namun sejak dididik di SMP PGRI 6 Denpasar, kondisi Agung membaik. Para siswa inklusi ini, kata Ni Nyoman Erawati, sangat memerlukan bantuan. Dia berharap Wali Kota Denpasar dan Ketua K3S Nyonya Selly Mantra membantu kursi roda dan alat bantu pendengaran serta guru siswa inklusi. Hal ini dibenarkan Kepala SMP PGRI 6 Denpasar Drs. Ketut Antara, M.Ag. Karena sekolah yang dipimpinnya adalah model sekolah inklusi, sewajarnya dibarengi

Bali Post/sue

INKLUSI - Siswa inklusi di SMP PGRI 6 Denpasar didampingi para guru. dengan bantuan. Kursi roda diperlukan bagi Yastra agar bisa diajak jalan-jalan mengenal lingkungan sekolah. Soal guru, sementara dia bisa tanggulangi dengan membentuk guru penuh kasih sayang. Kedua, siswa inklusi d i perkuat dengan ekstra kesenian. Makanya saat ini sekolah dilengkapi dengan baleganjur, gender wayang, rindik, tari, musik dan lainnya. Bahkan alat musik justru disumbangkan orangtua siswa inklusi. Melalui seni, katanya, kita bisa mengasah budi dan

memperhalus jiwa. Makanya semua warga sekolah sudah dibudayakan hidup dengan ajaran Tat Twam Asi. Siswa berkebutuhan khusus di sekolah ini sukses mempersembahkan prestasi. Seperti Ketut Widyadana yang tunarungu meraih juara I renang nasional. Kadek Inggrid Kristina Maharani meraih juara III puisi di Denpasar dan juara I lomba pidato di Kodim Badung. Sementara Ni Made Novita Indrasari meraih juara II silat di Komwil SMI se-Kota Denpasar. (sue)


BADUNG

Kamis Paing, 26 Juli 2018

3

Satpol PP Badung Hentikan Penataan Lapangan Lumintang Mangupura (Bali Post) – Penataan Lapangan Lumintang, Denpasar Utara dihentikan jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung. Penghentian sementara ini menyusul intruksi Bupati Badung Nyoman Giri Prasta karena belum mendapatkan izin dari Pemkab Badung selaku pemilik aset. Dikonfirmasi Rabu (25/7) kemarin, Kepala Satpol PP Badung IGK Suryanegara membenarkan perihal tersebut. Bahkan, pihaknya telah dua kali mendatangi proyek tersebut guna berkoordinasi dengan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Perkim) Kota Denpasar selaku penanggung jawab proyek. ‘’Kami minta Pak Kadis Perkim menghentikan proyek tersebut dan pihak Pemkot berjanji akan menghentikan sementara proyek tersebut. Hari ini (kemarin – red) mereka hanya melakukan penarikan alat-alat serta pembersihan saja,’’ ujarnya. Menurut Suryanegara, penghentian proyek Pemkot senilai Rp 1,9 miliar itu lantaran belum mendapatkan izin

dari Bupati Badung. ‘’Ini perintah Bapak Bupati sampai semua prosedur dipenuhi termasuk mendapatkan izin dari Bupati Badung,’’ katanya. Berdasarkan informasi, tanah Lapangan Niti Praja Lumintang adalah milik Pemkab Badung dengan sertifikat nomor 28 tahun 2003. Tanah tersebut berstatus pinjam pakai dari Pemkab Badung ke Kota Denpasar berdasarkan pinjam pakai nomor : 030/1395/Persetda dan nomor: 028/629.a/PAD/2016 yang ditandatangani Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta selaku pihak pertama dan Wali Kota Denpasar Rai Dharmawijaya Mantra selaku pihak kedua. Sesuai dengan Permendagri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Penggunaan Barang Milik Daerah, bila melakuan perubahan fisik atau perubahan fungsi atas aset yang dipinjam pakai harus mendapat persetujuan dari pemilik. ‘’Perjanjian pinjam pakai ini berlaku untuk jangka waktu lima tahun dari tahun 2016 sampai dengan 2021 dan dapat diperpanjang atas kesepakatan para pihak,’’ jelas Kepala Badan Pengelolaan

Bali Post/eka

PEKERJA - Seorang pekerja mengangkut alat kerjanya di proyek penataan Lapangan Lumintang, Denpasar, Rabu (25/7) kemarin.

Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Badung Ketut Gede Suyasa. Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kota Denpasar Nyoman Gede Narendra mengaku sudah sempat bertemu dengan pihak Badung. Pihaknya juga sudah mengajukan permohonan untuk menata Lapangan Lumintang yang berada di Denpasar. ‘’Pada intinya, kami hanya ingin menata agar wajah kota lebih indah. Karena lahan itu aset milik Badung, kami hanya ingin menata untuk keindahan wajah Denpasar semata. Tidak ada niat lain,’’ ujarnya. Akibat dari adanya penghentian itu, kata Narendra, alat berat yang ada di lapangan itu juga sudah dipindahkan. Pada intinya, apa pun keputusan yang diambil Badung akan ditindaklanjuti. Namun, pihaknya berharap Badung bisa mengeluarkan izin untuk penataan lapangan tersebut. ‘’Kami berharap penataan itu bisa dilanjutkan,’’ katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, adanya sejumlah keluhan masyarakat terhadap kondisi Lapangan Lumintang, Denpasar Utara, akhirnya disikapi Pemkot Denpasar. Melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) Kota Denpasar, lapangan tersebut ditata. Dinas Perkim mengalokasikan anggaran Rp 2 miliar lebih, namun setelah lelang dana yang diperlukan sebesar Rp 1,9 miliar lebih. Pemenang tender yang akan menggarap penataan lapangan tersebut yakni CV Bhuwana Permai. Nilai proyek untuk penataan Lapangan Lumintang ini sebesar Rp 1.971.344.000. Untuk penandatanganan proyek telah dilaksanakan pada tanggal 25 Juni beberapa hari lalu. (kmb27/kmb12)

Menjambret, Lima Pelajar Ditangkap Mangupura (Bali Post) Polsek Kuta mengungkap kasus penjambretan melibatkan sekelompok siswa SMP, Jumat (20/7) lalu. Berawal dari dijambretnya mahasiswi, Ni Ketut Novitasari (19), di Jalan Uluwatu, Kedonganan, Kuta, depan Kantor Telkom Kedonganan. Dibantu warga, awalnya petugas mengamankan satu pelaku dan disusul tiga tersangka lainnya. Para pelaku yang ditangkap tersebut berinisial GPP (15), WS (15), DP (16) dan WWP (15). Juga diamankan penadahnya, FA (15) berstatus pelajar. Kanitreskrim Polsek Kuta Iptu Aan Saputra seizin Kapolsek AKP Teuku Ricki, Rabu (25/7) kemarin mengatakan, pada waktu kejadian pukul 05.00 Wita, korban beralamat di Lingkungan Anyar Gede, Kedonganan, Kuta, menuju rumahnya mengendari sepeda motor. Saat melintas di TKP, korban dipepet para pelaku dan salah satunya langsung merampas dompet di bagasi motor milik mahasiswi ini. Dompet tersebut berisi KTP, SIM A, SIM C, kartu debit BCA, kartu mahasiswa, HP dan uang tunai. “Kebetulan kami sedang patroli di wilayah tersebut. Dapat informasi ada jambret, kami langsung ke TKP. Keterangan korban, pelakunya tiga orang naik satu motor,” tegas Aan Saputra.

Menurut mantan Kanitreskrim Polsek Denpasar Barat (Denbar) ini, dibantu warga ditangkap GPP. Selanjutnya tim Opsnal Reskrim yang dipimpin Aan Saputra, didampingi Panit Buser Iptu Putu Budi Artama melakukan pengembangan dan menangkap pelaku lainnya. Tak berselang lama ditangkap WWP di wilayah Kelan, Kuta. Pukul 06.00 Wita dibekuk WS di rumahnya di Jalan Kampus Unud, Jimbaran, Kuta Selatan (Kutsel), satu jam kemudian giliran DP diciduk di rumahnya di Jalan Pratama Gang Gundul, Kutsel. Sedangkan FA diamankan di depan sekolahnya SMP swasta di wilayah Jimbaran. Hasil interogasi, GPP mengakui telah menjambret korban bersama WS (15) dan WWP. Saat itu WS bertugas sebagai joki dan GPP berada di posisi belakang, sedangkan WWP sebagai eksekutor dan posisi di tengah. “Mereka bertiga ini naik satu motor, posisi WWP berada di tengah,” ungkapnya. Tersangka WS dan WWP beraksi di 12 TKP di wilayah Jimbaran, Kedonganan dan Nusa Dua. Sedangkan GPP bersama WWP mengaku beraksi di 15 TKP di wilayah Jimbaran dan Kedonganan. “Kami masih mengambangkan kasus ini. Komplotan ini diduga menyasar WNA karena kami amankan paspor korban,” kata Aan Saputra. (kmb36)

Penambahan Pompa dan Dua Reservoar

Diharapkan Mampu Atasi Krisis Air di Pecatu

Mangupura (Bali Post) Pecatu, Kuta Selatan yang merupakan kawasan perbukitan tandus, sampai saat ini masih mengalami krisis air bersih. Meski sudah ada jaringan pipa PDAM, namun hal itu belum maksimal melayani masyarakat yang tinggal di kawasan pariwisata ini. Saat ini di kawasan Ungasan mulai dilakukan pemasangan pompa tambahan. Selain itu, penambahan reservoar juga dilakukan di kawasan Pecatu. Seperti yang disampaikan Dirtek PDAM Tirta Mangutama, Kabupaten Badung I Wayan Suyasa, S.Sos. Selama ini jaringan pipa PDAM memang sudah masuk ke permukiman warga. Namun diakuinya, akibat topografi

perbukitan, tekanan air menuju ke pelanggan, memang masih kecil. Untuk itu, saat ini, pihaknya mulai melakukan penambahan pompa pendorong air di IPP Ungasan, untuk bisa mengangkat air menuju kawasan Pecatu. “Selama ini, pipa yang sudah terpasang, hanya mampu mengangkat sebesar 75 liter per detik. Dengan tambahan pompa dengan daya 25 liter per detik, sehingga total daya angkat mencapai 100 liter per detik,” ujarnya saat ditemui di sela-sela uji coba pompa di IPP Ungasan, Rabu (25/7) kemarin. Selain penambahan pompa, pihak PDAM juga melakukan pembangunan dua reservoar di wilayah Pecatu. Dengan kapasitas

Bali Post/kmb23

POMPA - Bendesa Adat Pecatu bersama pihak PDAM saat uji coba pompa di IPP Ungasan, Rabu (25/7) kemarin.

masing-masing sebesar 2.000 m3. Dengan tambahan dua reservoar ini, nantinya pasokan air untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Pecatu bisa lebih maksimal. “Selama ini, pelayanan memang belum maksimal akibat tekanan air yang masih kecil. Dengan tambahan pompa dan reservoar ini, diharapkan pelayanan air beraih bisa lebih maksimal,” ujarnya. Sementara itu, Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta menambahkan, terkait dengan keluhan masyarakat khususnya di Pecatu terhadap kesulitan air bersih, pihaknya mengapresiasi langkah cepat pemerintah. Yang mana, selain penambahan pompa, juga dilakukan penambahan reservoar. Dengan tambahan reservoar ini, pihaknya berharap masyarakat bisa terlayani air bersih dengan normal. Namun saat ini dua reservoar tersebut memang belum tersambung langsung menuju pelanggan. Karena saat ini masih dalam uji coba sebelum nanti mulai didistribusikan. Made Sumerta yang juga anggota Komisi III DPRD Badung, mengharapkan kepada pihak PUPR Badung agar bisa mendata atau mensurvei tempat permukiman warga yang memungkinkan dipasangi pipa induk untuk air bersih. Sehingga nantinya, utilitas pipa induk ini bisa segera disambungkan dengan reservoar yang baru ini. (kmb23)

Bali Post/kmb23

OMBAK - Kondisi Bale Piasan Pura Bias Tugel yang roboh akibat diterjang ombak. Dari kejauhan terlihat deburan ombak masih cukup tinggi.

Diterjang Ombak Besar

”Bale Piasan” Pura Bias Tugel Roboh Mangupura (Bali Post) -

Menurut Managing Director The Nusa Dua ITDC I Wayan Karioka, ombak besar ini terjadi sejak pukul 09.00 Wita. Tidak ada korban jiwa pada kejadian ini. Meski demikian, pihaknya melakukan penambahan petugas security untuk berjaga di kawasan tempat wisata water blow. Mengingat kondisi ombak masih berpotensi besar. Hingga sore, kondisi ombak masih terlihat cukup besar. Sejumlah wisatawan ramai mengabadikan momen ini dari jarak jauh. “Diperkirakan, tinggi hempasan ombak mencapai ketinggian 15-20 meter. Akibat kerusakan bale piasan ini, kerugian diperkirakan mencapai Rp 50 juta

lebih,” pungkasnya. Pascarobohnya bale piasan ini, selanjutnya pihaknya akan membicarakan dengan pangempon pura setempat, baik untuk membahas terkait perbaikan maupun untuk rencana upacaranya nanti. Sementara pantauan di lokasi Water Blow, police line yang sebelumnya sudah dipasang, kini dipasang lebih jauh. Hal ini dilakukan untuk memberikan keamanan bagi wisatawan. “Kondisi di lokasi saat ini sudah aman. Kami melakukan penambahan petugas security untuk berjaga di lokasi,” tambahnya. Tidak hanya itu, kondisi ombak besar juga terjadi di sejumlah tempat. Seperti

yang terlihat di Pantai Kuta, empasan ombak sampai meluber ke jalan raya Pantai Kuta. Tidak hanya itu, banyak kursi pedagang dan barang dagangan juga ikut terempas. Namun, tidak ada kerusakan pada kejadian tersebut. Koordinator Balawista Badung I Ketut Ipel mengatakan, ombak besar ini sudah mulai terlihat sehari sebelumnya. Dia mengaku tak hanya ombak yang besar tetapi pasang naik air laut juga terlihat lebih besar. “Ombak besar ditambah dengan pasang naik besar empasan ombak sampai ke trotoar di depan kantor Balawista Pantai Kuta,” ujarnya. Kondisi gelombang yang sangat besar ini, menurutnya, sangat berbahaya, terutama untuk anak-anak. Untuk itu, areal berenang terpaksa ditutup demi keamanan. (kmb23)

AKHIR-AKHIR ini gelombang laut relatif tinggi. Ini terjadi dari wilayah Jawa, Bali, NTB, hingga NTT. Gelombang tinggi ini tak semata-mata dipengaruhi oleh angin di wilayah Indonesia. Namun tinggi gelombang yang terjadi akibat rambatan gelombang (swell wave), di sebelah barat Australia. Demikian disampaikan I Ketut Wirata selaku prakirawan BBMKG Wilayah

III Denpasar, Rabu (25/7) kemarin. Dikatakan, pada perairan barat Australia ini tekanan anginya cukup tinggi, sehingga terjadi gelombang tinggi yang penjalarannya sangat luas. Dikatakan, swell yang berada di barat Australia ini merambat menuju ke utara. Dia mengaku gelombang tinggi akan terus terjadi hingga akhir Juli ini. “Karena pergerakannya ke

utara, wilayah perairan Indonesia pun kena rambatan gelombangnya. Yang terimbas adalah Jawa, Bali, NTB, NTT,” pungkasnya. Pihaknya meminta agar masyarakat yang beraktivitas di laut untuk selalu memerhatikan update informasi cuaca dari BMKG. Untuk itu, masyarakat diharapkan untuk sementara berhenti melakukan aktivitas di laut. (edi)

Bale Piasan Pura Bias Tugel, Pulau Peninsula, Nusa Dua, Rabu (25/7) kemarin roboh diterjang ombak besar. Ombak besar itu juga menerjang pagar pembatas proyek pembangunan di kawasan Water Blow.

Gelombang Tinggi hingga Akhir Juli

Pelatihan Pembinaan Mental dan Kesempatan bagi Putra-Putri Badung PEMERINTAH Kabupaten Badung bekerja sama dengan Polda Bali dan Resort Badung melaksanakan Pelatihan Pembinaan Mental dan Kesempatan bagi Putra-Putri se-Kabupaten Badung Tahun 2018 di ruang Kriya Gosana Pusat Pemerintahan Mangupraja Mandala Kabupaten Badung, Rabu (25/7) kemarin. Acara pelatihan ini dibuka oleh Bupati Badung diwakili Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa. Turut hadir mendampingi dalam kesempatan itu Karo SDM Polda Bali diwakili Kabag Dalpers AKBP I Gede Adi Muliawarman, Kapolres Badung AKBP Yudit Satria Ananta, Kapolsek Se-Badung dan para undangan serta narasumber. Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa, dalam sambutannya mengatakan, bahwa pelatihan ini bertujuan mempersiapkan Putra-putri Daerah sebagai calon anggota Polri yang berkualitas di Kabupaten Badung. Di samping itu bertujuan untuk memberikan, memelihara, meningkatkan kemampuan dan keterampilan dengan metode yang lebih mengutamakan praktik agar mahir atau terbiasa untuk melakukan suatu tugas pekerjaan serta memperoleh pengetahuan se-

PELATIHAN - Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa membuka Pelatihan Pembinaan Mental dan Kesempataan bagi Putra-Putri se-Kabupaten Badung Tahun 2018 di ruang Kriya Gosana Puspem Kabupaten Badung, Rabu (25/7) kemarin. cara teknis dan taktis dalam memelihara, meningkatkan kemampuan serta keterampilan dengan persyaratan yang telah ditetapkan. Lebih lanjut diharapkan kepada peserta mengikuti pembinaan latihan ini dengan baik, tekun, serius dan bersungguh-sungguh, untuk membangun pemuda yang maju, berdaya saing serta berprestasi dan berpartisipasi aktif dalam Pembangunan Nasional, dan mampu meng-

hadapi tantangan Global, dalam upaya sistematis yang dilakukan untuk menumbuhkembangkan potensi manajerial, kepemudaan. Dan peserta pembinaan latihan dapat memberikan contoh terdepan baik di lingkungan masyarakat. Ketua Panitia I Ketut Widia Astika dalam laporannya mengatakan, maksud pembinaan mental dan kesempatan bagi putra-putri daerah Kabupaten Badung Tahun

2018, dilaksanakan sebagai perwujudan keterpaduan yang sinergi saling membantu dalam penyelenggaraan kegiatan bidang pembinaan mental dan kesempatan pemuda di Kabupaten Badung dengan kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Bali Resort Badung. Sedangkan tujuannya mempersiapkan putra putri daerah sebagai calon anggota Polri yang berkualitas di Kabupaten Badung, proses cara perbuatan, kegiatan untuk memberikan, memelihara, meningkatkan kemampuan dan keterampilan dengan metode yang lebih mengutamakan praktik agar mahir atau terbiasa untuk melakukan sesuatu untuk melakukan suatu tugas atau pekerjaan, memperoleh pengetahuan secara teknis dan taktik dalam memelihara dan meningkatkan kemampuan serta keterampilan dengan persyaratan yang telah ditetapkan. Lebih lanjut pembinaan mental dan kesempatan pemuda bagi Putra Putri daerah se-Kabupaten Badung Tahun 2018 diikuti sebanyak 50 orang dengan waktu pelaksanaan selama 42 hari, yakni dari bulan Juni sampai dengan Desember tahun 2018. (ad1418)

Komandan Lanud Ngurah Rai Lepas Keberangkatan Api Obor Asian Games 2018

Mangupura (Bali Post) Setelah dua malam di Bali, api Obor Asian Games 2018, Rabu (25/7) kemarin langsung diterbangkan ke Nusa Tenggara Barat (NTB) menggunakan pesawat Hercules C-130 nomor register 1341 dari Skadron Udara 17 Halim Perdanakusumah, sekitar pukul 07.00 Wita. Sebelum diberangkatkan, api Obor Asian Games tersebut diserahkan dari Kadispora Provinsi Bali kepada Komandan Lanud I Gusti Ngurah Rai Kolonel Pnb. Wayan Superman. Kemudian, setibanya di Baseops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Kolonel Pnb. Wayan Superman menyerahkan api tersebut kepada Ketua Tim Rombongan TNI-AU Marsma

TNI Eko Dono untuk dibawa ke dalam pesawat Hercules tersebut. “Ini kan gelaran kegiatan nasional, kami Lanud I Gusti Ngurah Rai atau Bali khususnya merasa bangga karena Pulau Dewata disinggahi rangkaian torch relay. Dengan api obor Asian Games ini melewati Bali dan kita menyiapkan alusista untuk mengawal api tersebut ke NTB,” ungkap Wayan Superman. Ia menambahkan, pesawat Hercules tersebut bukan pesawat logistik tetapi pesawat angkut penumpang dan untuk VIP juga. “Ini merupakan bentuk dukungan dan apresiasi kami dari TNI-AU dalam Asian Games 2018,” ucapnya. (kmb23)

Bali Post/kmb23

OBOR - Komandan Lanud I Gusti Kolonel Pnb. Wayan Superman saat melepas keberangkatan api Obor Asian Games, Rabu (25/7) kemarin.


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

KKN Unwar Diikuti 1.517 Mahasiswa

Ekonomi Kreatif Desa Perlu Dikemas dan Dieksplor Lebih Baik

REKTOR Universitas Warmadewa (Unwar) Prof. dr. I Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.Park. melepas 1.517 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN), Rabu (25/7) kemarin. Mengusung tema ‘’Ekonomi Kreatif’’, ribuan mahasiswa ini akan diterjunkan ke 50 banjar di Petang, Kabupaten Badung, serta Denpasar Utara dan Denpasar Timur. KKN yang akan dilaksanakan 1-31 Agustus 2018 ini diharapkan dapat membantu mengembangkan ekonomi kreatif di pedesaan. Rektor Unwar Prof. I Dewa Putu Widjana didampingi Ketua Panitia KKN Drs. Ketut Sudrama, M.Hum. mengatakan, sejak setahun lalu, KKN merupakan kegiatan yang wajib diikuti dan dilaksanakan oleh mahasiswa Unwar. Selama vakum, KKN sempat diisi dengan PKL (Praktik Kerja Lapangan). PKL fokus pada monodisiplin, sedangkan KKN lebih multidisiplin. Diharapkan setelah selesai melakukan KKN, mahasiswa mempunyai satu skill yang tumbuh dalam dirinya terutama bisa bekerja sama dalam satu tim. Hal ini sangat penting dikuasai untuk kehidupan mereka ke depannya di mana pun bekerja. ‘’Skill tidak sertamerta bisa tumbuh bila mahasiswa hanya mengikuti perkuliahan, apalagi sistem perkuliahan selama ini adalah teacher centre learning. KKN memberikan kesempatan kepada mahasiswa di lapangan untuk bisa kerja sama menyelesaikan satu masalah yang sudah diidentifikasi sebelumnya,’’ tandasnya. Selain itu, kegiatan KKN merupakan komitmen Unwar untuk membantu pemerintah dalam mengatasi desa tertinggal sekaligus dalam rangka ikut berkontribusi dalam pembangunan desa. Meskipun desa-

PEMBEKALAN - Rektor Unwar I Dewa Putu Widjana didampingi Wakil Rektor II Ni Putu Pertamawati, Ketua Panitia KKN Ketut Sudrama dan Ketua LPM Unwar I Wayan Wesna Astara saat memberikan pembekalan pada mahasiswa peserta KKN. desa di Denpasar dan Badung tidak ada permasalahan, Pemkot Denpasar dan Pemkab Badung memerlukan sentuhan-sentuhan dari perguruan tinggi melalui proses KKN. Ke depan, bukan tidak mungkin Unwar melakukan ekspansi lokasi KKN ke seluruh wilayah Tanah Air, seperti yang dilakukan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. ‘’Saya berharap setelah mengikuti KKN, mereka bisa beradaptasi dengan kondisi masyarakat yang begitu beragam dan dapat memunculkan kemampuan bekerja dalam satu tim. Ini yang tidak akan pernah mereka dapatkan dalam kegiatan PKL,’’ tukasnya. Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. menyatakan, KKN merupakan implementasi dari wujud perguruan tinggi sebagai menara air. Oleh karenanya, PT harus hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan solusi terhadap problema kemasyarakatan. Dari sisi mahasiswa, KKN sangat penting untuk mengimplementa-

sikan teori-teori yang selama ini dipelajari dalam kehidupan riil di masyarakat serta bisa mengimplementasikan tema KKN selama berbaur dengan masyarakat desa. ‘’Kenapa ekonomi kreatif? Karena ini keunggulan Bali dalam memasuki era revolusi industri 4.0. Artinya, kita memiliki home industry yang punya kreativitas tinggi baik yang bergerak di sektor pariwisata, suvenir maupun ekonomi kreatif lainnya,’’ ujarnya. Meskipun demikian, Wisnumurti memandang home industry yang dimiliki belum terpublikasi dengan baik. Padahal apabila ekonomi kreatif yang berkembang di tengah masyarakat bisa dikelola, dikemas dan dieksplor dengan baik, akan menjadi kekuatan energi kerakyatan yang luar biasa. Apalagi di Bali setiap daerah memiliki keunggulan yang berbeda. One village one product setiap desa ada produk unggulannya yang berbeda dengan daerah lain. Terlebih dengan adanya hak paten, semua produk bisa dipatenkan dan ketika mereka sudah tua tinggal menikmati royalti saja. (ad1419)

Berkat JKN-KIS, Gula Darah Terkontrol KEHADIRAN Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sejak tahun 2014 telah memberikan perubahan dalam sistem kesehatan di Indonesia. Program JKN-KIS sudah memberikan akses yang lebih besar kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih baik. Biaya pelayanan kesehatan yang tinggi menjadikan masyarakat sulit mengakses pelayanan kesehatan yang baik. Namun, adanya program JKN-KIS dengan menggunakan sistem gotong royong telah menjadi solusi bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih baik. Program ini merupakan salah satu program strategis yang dicanangkan pemerintah. I Gusti Putu Nathakusuma, B.Sc. (69) merupakan peserta program JKN-KIS. Ia pensiunan PNS sejak 1 September 2005 silam yang kini bergabung ke Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI). Gusti telah merasakan manfaat besar dari program mulia ini setelah divonis menderita kencing manis sejak tahun 2011. ‘’Saya sudah berkali-kali menggunakan fasilitas dari BPJS Kesehatan sejak masih PT Askes (Persero) hingga saat ini. Awal saya mengetahui terkena kencing manis saat melakukan pengecekan gula darah yang hasilnya tergolong tinggi yakni 429. Saya kemudian dirujuk melakukan pengecekan lanjutan di rumah sakit. Dari hasil pengecekan lab, saya didiagnosis terkena kencing manis. Sejak itu saya rutin melakukan pengobatan setiap bulan menggunakan jaminan kesehatan dari BPJS Kesehatan,’’ tuturnya saat ditemui di kediamannya. Menurut pensiunan Dinas Pendapatan Daerah ini, program JKN-KIS yang diselenggarakan BPJS Kesehatan sangat membantu masyarakat. ‘’Pengalaman saya menggunakan jaminan kesehatan dari BPJS Kesehatan sangat banyak. Salah satunya saat ini saya rutin berobat ke fasilitas kesehatan tingkat pertama tempat saya terdaftar dan diresepkan obat untuk diambil di apotek yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan setiap bulan. Seluruh biaya pengobatan setiap bulan sepenuhnya dijamin oleh BPJS Kesehatan tanpa ada iuran biaya satu rupiah pun. Saya juga rutin mengikuti kegiatan prolanis yang diselenggarakan BPJS Kesehatan di salah satu klub prolanis, sehingga gula darah saya tetap terkontrol hingga saat ini,’’ ungkapnya sambil tersenyum lega. Berbekal pengalaman tersebut, Gusti bangga menjadi peserta JKN-KIS. Ia dan keluarganya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah yang mencanangkan program JKN-KIS, BPJS Kesehatan yang menyelenggarakan dengan baik dan fasilitas kesehatan yang telah melayani dengan baik pula. ‘’Saya berterima kasih

I Gusti Putu Nathakusuma kepada BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara program ini karena telah memberikan pelayanan yang sangat baik kepada saya. Saya mengimbau penduduk Indonesia yang belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, segeralah mendaftarkan diri. Bagi perusahaan yang belum mendaftarkan pekerjanya, segera mendaftarkan serta rutin membayar iuran setiap bulan. Sebab, iuran yang dibayarkan tersebut dapat membantu peserta lain yang sedang sakit. Sekecil apa pun kita berikan, itu sangat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Berkat BPJS Kesehatan kondisi saya sekarang semakin membaik, bisa berkumpul bersama keluarga dan bermain bersama cucu-cucu dengan penuh kegembiraan di masa purnabakti. Semoga program JKN-KIS semakin dipercaya oleh masyarakat dan semakin dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat karena banyak manfaatnya,’’ tutur pria asal Klungkung ini. BPJS Kesehatan merupakan program pemerintah yang memiliki prinsip gotong royong yaitu kebersamaan antarpeserta dalam menanggung beban biaya jaminan sosial dari kewajiban setiap peserta membayar iuran setiap bulannya. Bagi masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, segeralah mendaftarkan diri dan keluarga karena sakit datangnya tidak dapat kita prediksi. Jangan sampai menyesal nantinya setelah sakit dan memerlukan biaya pelayanan kesehatan yang besar. (ad1420)

SIT Gelar ”Road Show” Suzuki All New Ertiga

SEJAHTERA Indobali Trada (SIT) menggelar aktivitas touring keliling Kota Denpasar, Rabu (25/7) kemarin. Touring ini juga merupakan ajang test drive menjajal keandalan Suzuki All New Ertiga. Menurut GM Sejahtera Indobali Trada, Isbowo Priyo Haryono, kegiatan bertajuk ‘’Road Show Suzuki All New Ertiga 2018’’ ini akan digelar rutin. Tidak hanya keliling Denpasar, tahun ini juga rencananya meliputi seluruh kabupaten/ kota di Bali. Untuk touring perdana ini, start dilakukan di Dealer Suzuki Teuku Umar dan finis di The Hub Bali, Sanur. ‘’Ini merupakan salah satu program aktivitas marketing dalam mempromosikan Suzuki All New Ertiga,’’ katanya. All New Ertiga yang dihadirkan tahun ini mengusung berbagai fitur baru dan lebih modern. Kehadiran All New Er-

ROAD SHOW - SIT menggelar Road Show Suzuki All New Ertiga, Rabu (25/7) kemarin. tiga akan makin mengukuhkan sebut Isbowo. dominasi Suzuki di segmen lowKonsumsi bahan bakar minMPV. ‘’Sesuai dengan segmen- yak (BBM) All New Ertiga lebih nya, mobil ini merupakan mobil irit daripada pendahulunya. All untuk keluarga. Namun, mobil New Ertiga ini selain punya ini juga bisa digunakan sebagai fitur-fitur baru dan teknologi mobil komersial, untuk trans- termuktakhir, juga mengalami portasi pariwisata atau online penurunan bobot hingga 50 kiyang kini cukup banyak di Bali,’’ logram. (bns2)

Kamis Paing, 26 Juli 2018

FH Unwar Gelar Pelatihan Mediator

Lulusan Mahasiswa Hukum Diharapkan Jadi Mediator yang Baik dan Menjunjung Tinggi Nilai Kejujuran

BEKERJA sama dengan Indonesian Institute for Conflict Transformation (IICT) Jakarta, Fakultas Hukum Universitas Warmadewa (FH Unwar) menggelar pelatihan mediator di Puri Ayu Hotel, Denpasar, Rabu (25/7) kemarin. Pelatihan yang dilangsungkan lima hari ini, 25-29 Juli 2018, menghadirkan Direktur IICT Jakarta Sri Mamudji, S.H., M.LL. sebagai narasumber. Hadir dalam pelatihan ini Ketua Pengadilan Negeri Kota Denpasar, Ketua Pengadilan Agama Kota Denpasar dan Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Badung. Pelatihan dibuka Wakil Rektor I Unwar Ir. I Nyoman Kaca, M.Si., dihadiri Wakil Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Bali Ir. I Ketut Sugihantara, MSA., Dekan FH Unwar Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H., Wakil Dekan I Ida Ayu Putu Widiati, S.H., M.Hum., Wakil Dekan II A.A. Sagung Laksmi Dewi, S.H., M.H., Wakil Dekan III Ketut Sukadana, S.H., M.H. serta diikuti 32 mahasiswa di lingkungan FH Unwar dan masyarakat umum. Dekan FH Unwar I Nyoman Putu Budiartha mengatakan, kerja sama pelatihan mediator dengan IICT Jakarta sudah berlangsung selama 12 tahun. Pelatihan mediator ini sebagai upaya memberikan wawasan dan pengetahuan tentang proses mediasi untuk mahasiswa FH Unwar dan masyarakat umum yang menjadi peserta. Peserta juga dibekali keterampilan dalam menyelesaikan masalah atau perkara dengan mediasi sebelum mencapai proses pengadilan, sehingga dapat mengurangi kasus yang masuk ke pengadilan. Mediator yang memediasi suatu perkara dapat dipilih oleh pihak yang memiliki perkara atau ditunjuk oleh hakim pengadilan. ‘’Pelatihan ini sangat penting untuk

PELATIHAN - Peserta pelatihan mediator bersama Direktur IICT Jakarta Sri Mamudji beserta jajaran, Dekan FH Unwar I Nyoman Putu Budiartha beserta jajaran dan para undangan di Puri Ayu Hotel, Denpasar. mahasiswa FH Unwar nantinya. mediasi agar dapat menyelesaikan Untuk peserta, pelatihan ini mem- permasalahan,’’ tandasnya. Wakil Ketua Yayasan Kesejahterberikan bekal keterampilan di bidang mediasi untuk dapat diaplikasikan aan Korpri Bali I Ketut Sugihansecara langsung dalam praktik di tara berharap pelatihan mediator ini luar dan dalam pengadilan dalam benar-benar menghasilkan kualitas membantu para pihak mempercepat lulusan mahasiswa FH Unwar yang berintegritas dan berwawasan sesuai penyelesaian perkara,’’ ujarnya. Wakil Rektor I Unwar I Nyoman bidang ilmunya. Apalagi pengetaKaca menyatakan, pelatihan media- huan yang diperoleh baik secara tor ini merupakan salah satu upaya formal maupun nonformal tidak bisa untuk meningkatkan kemampuan dipisahkan dalam kehidupan. Keddan soft skill mahasiswa hukum uanya harus dikolaborasikan, baik dalam memediasi dua perkara yang materi maupun praktiknya dalam berbeda pandangan. Di samping itu, bertindak di masyarakat, terutama untuk menggali kemampuan, ket- dalam penyelesaian permasalahan erampilan, sifat menjunjung tinggi hukum. ‘’Di Bali banyak terjadi konflik nilai kejujuran, serta menghargai pendapat orang lain, sehingga lulu- internal di tengah masyarakat. san mahasiswa hukum bisa berperan Barangkali pelatihan ini salah satu di masyarakat dengan disiplin ilmu solusi untuk bisa menyelesaikan yang ditekuni. Salah satunya bisa masalah yang seharusnya dapat menjadi mediator yang baik dalam diselesaikan dengan mediasi, bahwa menyelesaikan permasalahan hu- kita ini manyama braya, bisa duduk kum. ‘’Pelatihan ini salah satunya bersama untuk mencari titik atau jauntuk memenuhi interpersonal skill- lan terbaik. Saya berharap pelatihan nya, karena bagian dari kurikulum. diikuti dengan sungguh-sungguh, Untuk bisa memenuhi itu, perlu bukan sekadar mencari sertifikat, ’’ pelatihan dan pembelajaran tentang pungkasnya. (ad1423)

Minis Design Felice Jewellery Mulai Rp 350 Ribu

PAMERAN perhiasan emas dan berlian kembali digelar oleh Felice Jewellery mulai Kamis (26/7) ini hingga Minggu (29/7) mendatang di Business Center, Hotel Aston, Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Seperti pameran sebelumnya, berbagai model perhiasan berkualitas dengan desain masa kini siap menyambut para pencinta berlian di Bali. ‘’Pada pameran kali ini Felice Jewellery hadir kembali dengan Minis Design Diamond dengan harga promo yang sangat terjangkau mulai Rp 350 ribu hingga Rp 2 juta,’’ ujar Sales Felice Jewellery, Ricky, saat dikonfirmasi, Rabu (25/7) kemarin. ‘’Koleksi Minis ini sangat digemari oleh pencinta perhiasan. Selain harganya murah, desainnya juga bagus,’’ tambahnya. Menurut Ricky, di setiap pameran Felice juga menawarkan berlian dan batu– batu mulia. Berlianberlian koleksi Felice semuanya dipadupadankan dengan emas putih sehingga membentuk perhiasan yang indah dan berkelas. Sementara koleksi batu-batu berharga dari Felice di antaranya blue sapphire, rubi, cat eye, dan emerald/jamrud. Ricky menambahkan, berlian fashion yang dihadirkan seperti anting dan liontin, gelang dan ladies ring, merupakan perhiasan model terbaru. Setiap desain dibuat terbatas atau limited edition sehingga tidak akan ada duanya di tempat lain. Pembayaran setiap perhiasan bisa dilakukan secara cash, debit atau dengan kartu kredit. Ia juga menjamin harga yang ditawarkan Felice sesuai dengan kualitas berlian yang dijual. ‘’Berliannya didatangkan langsung dari Eropa dengan cutting Belgia, desainnya dibuat di Hongkong. Setiap pembelian perhiasan mendapat sertifikat yang selanjutnya bisa dipakai untuk mendapatkan garansi perawatan seumur hidup dengan gratis,’’ lanjutnya. Felice Jewellery, kata Ricky, memang tidak sekadar menjual emas dan berlian berkualitas. Karena itulah pihaknya juga memberikan maintenance lifetime guar-

Salah satu perhiasan koleksi Felice Jewellery. antee atau garansi perawatan seumur hidup. ‘’Garansi ini sengaja diberikan secara gratis untuk memoles kembali emas dan berlian yang kusam karena sering dipakai,’’ jelasnya. Bagi Anda yang gemar mengoleksi perhiasan berlian atau batu, tidak ada salahnya mengunjungi pameran Felice Jewellery. Harga yang relatif terjangkau ditambah desain yang unik, menjadi kelebihan Felice yang patut untuk dipertimbangkan. (br1425)

Semarakkan Asian Games XVIII

Telkom Gelorakan Energi Merah Putih di Bali

DALAM rangka menyambut Obor (Torch Relay) Asian Games XVIII di Bali, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (Telkom) menyelenggarakan acara bertajuk ‘’Energi Merah Putih’’ di Festival Park Garuda Wisnu Kencana (GWK), Selasa (24/7). Sebagai Official Prestige Telco Partner, kegiatan ini merupakan wujud komitmen Telkom dalam rangka menyemarakkan Asian Games XVIII di seluruh lapisan masyarakat, di samping menyediakan infrastruktur serta layanan ICT berkualitas di seluruh venue Asian Games di Jakarta dan Palembang. Acara Energi Merah Putih ini sekaligus dimanfaatkan sebagai ajang untuk menggelorakan Asian Games di tengah masyarakat Bali khususnya, demi suksesnya Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games XVIII yang berlangsung mulai 18 Agustus mendatang. Hadir dalam acara ini Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi, Ketua DPR-RI Bambang Soesatyo dan Direktur Enterprise & Business Service Telkom Dian Rachmawan. Menpora Imam Nahrawi sesaat setelah membawa Obor Api Asian Games di acara Energi Merah Putih mengucapkan terima kasih kepada pihak yang berpartisipasi di acara Torch Relay di kawasan GWK. Kegiatan ini diharapkan dapat membangkitkan semangat tiada henti bagi pejuang olahraga Tanah Air yang pada saatnya nanti akan memberikan yang terbaik bagi negeri ini. Torch Relay ini diharapkan dapat menggerakkan hati dan harapan seluruh masyarakat Indonesia. ‘’Jangan biarkan atlet berjuang sendiri,

GELORAKAN - Semarakkan pelaksanaan Asian Games XVIII, Telkom gelorakan Energi Merah Putih di GWK, Selasa (24/7). tapi antarkan dengan doa, semangat dan harapan karena para atlet bertaruh untuk mengibarkan bendera Merah Putih berhadapan dengan atlet berprestasi lainnya dari berbagai belahan Asia,’’ ujar Menpora. Direktur Enterprise & Business Service Dian Rachmawan mengatakan, sebagai wujud BUMN Hadir untuk Negeri, Telkom dan sebagian besar BUMN turut mendukung penyelenggaraan Asian Games ini. Khusus Telkom, sebagai BUMN telekomunikasi digital menyediakan network 24/7, artinya 24 jam 7 hari sampai selesai pelaksanaan Asian Games. ‘’Kami menyediakan Media Center untuk para awak media. Kami juga support wifi di Wisma Atlet dan seluruh GBK. Kami berharap ini sukses dan membawa harum nama Indonesia di kancah global,’’ tandasnya.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

Pada kesempatan tersebut, Telkom melaksanakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa pemberian apresiasi terhadap mantan atlet nasional berprestasi asal Bali, yakni I Gusti Nengah Washa (veteran atletik yang berlaga di Asian Games 1962), Ni Wayan Badengwati (veteran pencak silat yang menjadi juara dunia) serta Pino Bahari (veteran tinju peraih medali emas Asian Games Beijing 1990). Telkom juga menyerahkan bantuan pembinaan kepada tiga pusat pelatihan olahraga, yaitu Merpati Putih Denpasar, Merpati Basket Ball dan Sasana Adi Swandana Boxing Camp. Selanjutnya Telkom menyerahkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana Gunung Agung senilai Rp 100 juta kepada Pemerintah Kabupaten Karangasem. (bns1)


Kamis Paing, 26 Juli 2018

Info seremonial

5

28 Juli 2018, Gubernur Gelar Shri Arya Wedakarna Dukung Pendirian ”Simakrama’’ di Taman Budaya Pura Hindu Pertama di Jazirah Arab

Senator Terima Anantara Music & Dance Dubai di Istana Mancawarna

BAGI umat Hindu, kitab Suci Weda sebagai kitab tertua di dunia dipercaya bahwa peradaban kuno Weda tidak saja di seputar India dan Asia Selatan, tetapi juga menyebar ke seluruh geografi dunia modern saat ini. Kalangan Hindu Nusantara sangat dipercaya bahwa leluhur Nusantara pernah menjadi bagian dari sejarah Kitab Ramayana dan Purana Weda. Hal ini ditandai dengan disebutnya nama Bali Dwipa, Jawa Dwipa, Swarna Dwipa dan Nusantara dalam teks-teks suci Sansekerta Weda. Begitu juga perkembangan Hindu Dunia yang kini merambah negara-negara Barat termasuk AS dan Eropa, ini menandakan bahwa peradaban Weda akan kembali berjaya, termasuk kondisi di jazirah Arab yang mulai terbuka dengan peradaban Weda. Pandangan akan kebangkitan Hindu yang diwakili oleh komunitas migrant worker suku bangsa India dan Nepal di dunia Arab, khusus bagi negara-negara Arab yang terbuka akan modernisasi pariwisata seperti Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait atau Qatar, telah membuktikan hal ini, yakni tumbuh kembangnya komunitas Hindu hingga menjadi kelompok mayoritas dan mendominasi di antara negara lainnya. Kebanggaan dengan munculnya Anantara Music and Dance Institutions Dubai sebagai salah satu bukti bahwa seni tari dan budaya Hindu India kini lahir dan berkembang di UEA. Demikian diungkapkan oleh Senator RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III di sela-sela menerima rombongan internasional asal India dan UEA dalam audiensi resmi di Istana Mancawarna, Tampaksiring, Gianyar. ‘’Saya yakin sekali nilai toleransi telah berjalan di Arab dan kebangkitan Hindu Dunia justru akan dimulai dari gerakan di luar India. Begitu juga di Indonesia, saya mengamati justru bangkitnya Hindu bukan dari Bali, tapi dari pulau di luar Bali. Sudah

BERSAMA - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama delegasi seniman Hindu India dari Anantara Institusions Dubai, Uni Emirat Arab. hukum alam bahwa warga Hindu di luar akar, di luar negara asal dan menjadi minoritas di negara orang, justru lebih maju, lebih kaya, lebih pintar dan lebih militan. Lahirnya Anantara Institutions sebagai bukti nyata. Saya senang dengan fasilitasi oleh India Associtiation Bali (IAB) pimpinan Ms. Sonia Roorkhi (pemilik Sitara Indian Restaurant), bahwa kerja sama di bidang budaya semakin meningkat. Saya mendukung hal ini,’’ ujar Shri Arya Wedakarna yang juga President The Hindu Center Of Indonesia. Ia menyampaikan, peran Perdana Menteri India Modi sangat signifikan dalam perkembangan Hindu di dunia. ‘’Saya adalah pengagum Narendra Modi, beliau Perdana Menteri India yang hebat. Saya salut dengan kinerja Partai Hindu di India yakni BJP, mereka benar-benar tegas melaksanakan Satyagraha Hindu. Walau India negara sekuler, nilai-ni-

lai Weda dibawa menginternasional. Berkat PM Modi akhirnya Hindu Dunia bisa punya Kuil Hindu di UEA dan berkat beliau juga yoga menjadi Resolusi PBB. Saya juga berharap pertemuan Presiden Joko Widodo dengan PM Modi di Jakarta dan New Delhi beberapa waktu lalu semakin memperkuat hubungan umat Siwa Buddha Indonesia dan India. Bali sebagai provinsi mayoritas Hindu tentu harus berkontribusi,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang pernah diberi gelar ‘’Arjuna’’ oleh pemerintah Karnataka, Banglore, India. Selama di Istana Mancawarna, rombongan diterima di Ruang Abhiseka serta menyaksikan upacara seremonial penyerahan China Istana dan beramah tamah. Semua delegasi merasa gembira dapat diterima oleh Shri Arya Wedakarna dan berjanji mengundang ke Dubai dalam acara kerja sama di bidang seni. (ad1427)

UKM KSR-PMI Ganesa Dharma Unmas Denpasar Gelar EKSTREMM 2018

EKSTREMM 2018 atau yang lebih dikenal dengan Ekspresi Tenaga Relawan Muda dan Mahasiswa 2018 merupakan program kerja utama UKM KSR-PMI Ganesa Dharma Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar periode 2017-2018. Sesuai dengan namanya, EKSTREMM melibatkan relawan muda dan mahasiswa mulai dari PMR, KSPAN, Pramuka, OSIS hingga ekstrakurikuler lain di SMP dan SMA se-Bali. EKSTREMM 2018 memiliki serangkaian acara. Dimulai dari donor darah yang dilaksanakan pada 6 Mei 2018 di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar. Selanjutnya seminar se-Bali yang diadakan 20 Mei 2018 bertempat di Aula Auditorium Universitas Mahasaraswati Denpasar bertemakan ‘’Generasi Milenial Perangi Darurat Narkoba’’ dengan pemateri pertama Kepala BNNP Bali Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. dan pemateri kedua Erijadi Sulaeman yang menjabat sebagai Ketua IKAI Provinsi Bali. Dalam seminar ini juga ditampilkan testimoni dan bintang tamu. Seminar ini bertujuan mengajak mahasiswa dan masyarakat umum untuk ikut serta dalam memerangi darurat narkoba yang sedang terjadi di Indonesia. Acara puncak dari EKSTREMM

GUBERNUR Bali Made Mangku Pastika mengundang masyarakat untuk hadir pada kegiatan simakrama yang akan dilaksanakan Sabtu (28/7/2018) di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali. Undangan terbuka ini disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra, S.H., M.H. dalam siaran persnya, Rabu (25/7) kemarin. Lebih jauh Dewa Mahendra menginformasikan, simakrama kali ini mengusung tema khusus yaitu ‘’Menyambut Gubernur dan Wakil Gubernur Baru’’. Pemilihan tema berkaitan dengan proses transisi kepemimpinan yang saat ini memasuki tahap akhir. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali telah menetapkan pasangan Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih dan tinggal menunggu pelantikan yang dijadwalkan pada pertengahan September 2018 mendatang. Melalui kegiatan ini, masyarakat bisa menyampaikan harapan, masukan dan sumbang saran terhadap pemimpin Bali lima tahun ke depan. Dewa Mahendra berharap kegiatan simakrama dapat memberi manfaat positif bagi proses pembangunan yang tengah berjalan. Sama seperti pelaksanaan simakrama sebelumnya, masyarakat yang ingin berpartisipasi diharapkan hadir pukul 08.00 Wita untuk proses registrasi. Acara akan dimulai pukul 09.00 Wita hingga pukul 12.00 Wita. Simakrama akan diakhiri dengan Puja Trisandya dan makan siang bersama. Bagi masyarakat yang tidak berkesempatan hadir dalam kegiatan tersebut, dapat menyimak pelaksanaan simakrama melalui saluran Pro 1 RRI Denpasar 88,6

I Dewa Gede Mahendra Putra, S.H., M.H. MHz atau menyaksikan langsung melalui live streaming di www.birohumas.bal iprov.go.id. (ad1426)

BNNP Dorong ASN Denpasar Dites Urine

Denpasar (Bali Post) Sebagai Kota Metropolitan, peredaran narkoba di Denpasar sangat masif. Hal ini dibuktikan dari banyaknya pengungkapan yang dilakukan di Denpasar. Supaya tidak tejerumus, BNNP Bali mendorong ASN di Denpasar rutin dites urine. ‘’Posisi Kota Denpasar sebagai Kota Metropolitan menjadikannya rentan terhadap kejahatan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba. Kondisi ini harus disikapi serius,’’ tegas Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa di hadapan puluhan perwakilan OPD Kota Denpasar yang mengikuti Workshop Pengembangan Kapasitas P4GN di Denpasar Timur, Selasa (24/7). Mantan Kapolres Berau, Kalimantan Timur ini menegaskan, besarnya ancaman dan bahaya narkoba menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Denpasar. Hal tersebut mendasari terbitnya Instruksi Wali Kota Denpasar tentang Rencana Aksi P4GN No.1 Tahun 2012. Di dalam instruksi tersebut terdapat poin-poin penting yaitu menyusun kebijakan antinarkoba di lingkungannya dan luar lingkungan, melaksanakan kegiatan P4GN di lingkungannya secara mandiri, membentuk relawan dan penggiat antinarkoba. ‘’Semua pihak termasuk OPD Kota Denpasar kami harapkan turut aktif dalam mendukung program P4GN serta kegiatan edukasi bahaya narkoba secara kreatif dan masif di lingkungan sekitarnya,’’ungkap Suastawa. Kegiatan tersebut dapat dilakukan dengan melaksanakan tes urine secara mandiri terhadap ASN dan CPNS di instansinya serta menyosialisasikan bahaya narkoba di lingkungannya dengan menggandeng BNN dan program rehabilitasi. Pecandu dan penyalahguna

Bali Post/ist

WORKSHOP - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa menjadi narasumber dalam workshop yang digelar BNNK Denpasar.

narkoba bisa datang secara voluntary ke BNNP Bali dan jajarannya agar dapat mengikuti program rehabilitasi serta pascarehabilitasi. (kmb36)

Ratusan Juta Dana Bergulir Tak Balik ”Kandang’’

SEMINAR – Salah satu acara dalam EKSTREMM 2018 adalah seminar se-Bali bertemakan ’’Generasi Milenial Perangi Darurat Narkoba’’ di Aula Auditorium Unmas Denpasar. 2018 digelar 1 Juli 2018 di Kampus Pusat Universitas Mahasaraswati Denpasar. Acara ini meliputi lombalomba terkait HIV/AIDS yang diikuti oleh siswa-siswi SMP dan SMA seBali. Kegiatan dibuka Wali Kota Denpasar yang pada kesempatan ini diwakili oleh Dinas Pendidikan

Kota Denpasar. Juara umum pada kegiatan EKSTREMM kali ini, tingkat SMP diraih SMP Negeri 3 Denpasar dan tingkat SMA disabet SMA Negeri 3 Denpasar yang berhasil merebut piala bergilir Gubernur Provinsi Bali. (k250)

Dihantam Gelombang, Jukung Terbalik

Semarapura (Bali Post) Gelombang tinggi yang terjadi di Selat Bali, Rabu (25/7) kemarin, menghantam jukung yang berangkat dari Pelabuhan Padangbai, Karangasem, menuju Pelabuhan Toya Pakeh, Desa Kampung Toya Pakeh, Kecamatan Nusa Penida. Tak ada korban jiwa dalan kejadian ini. Nakhoda I Made Japanese (61) asal Karangasem serta penumpang Rohana (56) dan Rasidin (49) asal Klungkung hanya mengalami luka ringan. Mereka sudah mendapat penanganan medis di RS Pratama Nusa Penida. Berdasarkan informasi, jukung berangkat sekitar pukul 16.30 Wita dari Pelabuhan Padangbai dengan mengangkut berbagai jenis sembako. Setelah tiba sekitar 150 meter dari bibir Pelabuhan Toya Pakeh, nakhoda salah

mengambil haluan. Gelombang tinggi langsung menghantam dan jukung terbalik. Warga yang menyaksikan secara spontan menolong korban. Kejadian ini dibenarkan Kapolsek Nusa Penida Kompol I Ketut Suastika. Kerugian materi ditaksir mencapai Rp 55 juta. “Tidak ada korban jiwa. Hanya mengalami luka ringan. Jukung rusak,” jelasnya. Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Padangbai sejatinya sudah mengeluarkan imbauan untuk menunda aktivitas penyeberangan, merujuk dari data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait prakiraan cuaca buruk yang akan berlangsung hingga 29 Juli. Suastika berharap masyarakat mematuhi ini dan waspada. (kmb45)

Mangupura (Bali Post) – Masih ingat dengan kasus dana bergulir yang dikucurkan Pemkab Badung melalui Koperasi Jagadhita pada tahun 2004 lalu? Ternyata, ratusan juta dari dana yang disalurkan tersebut hingga kini belum sepenuhnya kembali ke kas daerah alias balik kandang. Kepala Seksi Bina Usaha Koperasi Simpan Pinjam/ Unit Simpan Pinjam dan Perizinan Simpan Pinjam pada Bidang Bina Usaha Koperasi Gusti Nyoman Rasmawan mengakui setidaknya Rp 500 juta dana bergulir tercecer dari total Rp 9 miliar yang disalurkan. ‘’Tinggal lagi Rp 500 juta dari delapan koperasi yang sudah tak lagi beroperasi. Meski koperasinya sudah tidak berjalan, kami akan terus kejar itu karena itu adalah uang kas daerah,’’ ujar Rasmawan kepada awak media di Puspem Badung, Rabu (25/7) kemarin. Menurut Rasmawan, ada 24 koperasi yang bermasalah hingga mengalami kredit macet mencapai Rp 1,9 miliar. Namun, berkat upaya yang dilakukan Pemkab Badung, 16 koperasi akhirnya mengembalikan dana yang dipinjamnya. ‘’Kami akan tetap monitoring ke-

pada pihak yang meminjam. Sesuai saran dari BPK, dana itu harus dikembalikan ke kas daerah,’’ tegasnya. Sejak temuan BPK tahun 2012 silam, kata Rasmawan, banyak koperasi mengalami kredit macet hingga sekarang. Oleh karena itu, sementara bantuan dana bergulir terhadap koperasi dan UMKM di Badung dihentikan. ‘’Memang tidak digulirkan lagi. Tapi, kami tetap mencari upaya untuk mengembangkan koperasi dalam upaya penguatan permodalan,’’ ungkapnya. Rasmawan mengatakan, pihaknya menyusun UPT Unit Pengelola Dana Bergulir (UPDB). UPT ini nantinya bertugas menyalurkan dana bergulir. ‘’Sejak tahun 2016, kami sudah menyusun UPT. Namun, belum mendapatkan rekomendasi dari provinsi,’’ katanya. Rencana pembentukan UPT untuk Unit Pengelola Dana Bergulir (UPDB) Badung belum bisa direalisasikan. Pasalnya, rekomendasi dari Pemprov Bali sebagai syarat pembentukan UPT tersebut tak kunjung diterima. ‘’Pemprov menyarankan agar bersama-sama meminta petunjuk kepada Kementerian Dalam Negeri terkait hal ini. Rencananya ke Kemendagri bulan ini, tapi diundur,’’ ungkapnya. (kmb27)

Temuan Tengkorak Manusia di Pantai Lembeng

Gianyar (Bali Post) – Sejumlah pekerja restoran digegerkan dengan penemuan tulang belulang di pinggir Pantai Lembeng, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Rabu (25/7) sore kemarin. Penemuan ini diketahui saat warga melakukan penggalian pasir untuk senderan penahan abrasi. Tengkorak yang masih lengkap ini diketahui merupakan warga Lembeng yang dulu meninggal akibat sakit lepra. Kanit Reskrim Polsek Sukawati Iptu Gusti Winangun menyatakan, pihak restoran awalnya hendak menggali pasir yang akan digunakan

senderan di depan restoran sekitar pukul 16.00 Wita. Pembangunan senderan untuk mengantisipasi kembalinya ombak besar mengikis tepi pantai. “Pekerja menggali pasir hingga kedalaman 20 cm. Mereka kaget karena tiba-tiba ada tulang belulang tertanam dalam pasir,” ujarnya. Terkejut dengan temuan itu, pekerja lantas melapor ke polisi. Petugas yang melakukan olah TKP menyimpulkan bahwa tulang belulang muncul akibat gelombang tinggi yang memicu abrasi. Apalagi air laut dalam keadaan pasang sampai ma-

suk ke areal restoran. Ada pun tulang itu panjangnya kurang lebih 153 cm. Saat ditemukan, posisi tengkorak tulang kepala manusia tersebut mengarah ke timur. “Tulang dalam keadaan kering,” ungkapnya. Menurut keterangan salah satu warga Lembeng, I Wayan Turun, di areal lokasi penemuan tulang belulang merupakan kuburan orangorang yang meninggal dunia karena sakit lepra. Tulang itu diduga milik warga asal Banjar Luglug bernama Lungit. “Dikubur di areal ini sekitar 70 tahun lalu karena sakit lepra,” tuturnya. (kmb35)


OPINI

6

Kamis Paing, 26 Juli 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Membangun Pencitraan Lewat Nasib Petani ADA yang membandingkan soal keberadaan kondisi petani kita dengan para petani di negaranegara maju. Perbandingan bernuansa satire itu memang membuat kita tersenyum kecut. Salah satu perbandingan yang dikemukakan adalah dalam hal busana. Dikatakan, kalau petani kita pakaiannya lusuh, sedangkan petani di Barat sebaliknya. Mereka berpakaian rapi. Tidak jarang pakai jas serta dasi. Perbandingan yang membuat kita tersenyum kecut, terenyuh, kasihan dan sebagainya. Tentu aksi kita tidak terbatas pada main perasaan itu saja. Semestinya memang begitu. Segala bentuk satire, anekdot, guyonan, atau apa pun namanya tentang petani kita memang semestinya disikapi dengan bijaksana. Perasaan boleh terenyuh, tetapi tentu ditunggu aksi selanjutnya. Bagaimana mengubah sikap itu menjadi tersenyum. Bagaimana upaya kita, terutama pemerintah sebagai leading sector-nya, berupaya agar para petani kita tidak berpakaian lusuh terus. Stigma negatif ini mesti diubah. Bagaimana mereka selanjutnya bisa memakai pakaian layak. Syukur-syukur bisa memakai jas dan dasi. Ini sekadar metafor. Memang, menjadi petani di negeri ini berat dan susah. Sudah bukan rahasia lagi kalau nasib petani kita menjadi tidak menentu. Bagaimana tidak, ketika musim panen melimpah, harga produknya rendah. Ketika tidak musim panen, harga tinggi. Ketika pasokan seret, pemerintah dengan gampangnya membuka keran impor dengan alasan demi stabilitas nasional dan faktor ekonomis lainnya. Para petani kita tinggal gigit jari. Betapa tidak. Benih mahal, pupuk mahal, belum lagi ongkos kerja. Pas lagi panen, bukannya untung malah buntung. Memang tidak semua komoditas pertanian nasibnya seperti itu, mengenaskan. Ada juga yang bagus dan menangguk keuntungan setiap panen. Tetapi memang begitulah gambaran kasarnya menjadi petani di negeri ini. Pemerintah bukannya tidak turun tangan, tetapi memang hasilnya belum maksimal. Memang sudah beberapa kali kebijakan dikeluarkan, tetapi tidaklah optimal memihak mereka. Tetapi justru yang terjadi adalah beberapa keluhan yang muncul setiap musim panen maupun musim tanam. Tidak hanya itu, diversifikasi pengolahan produk saat panen berlimpah juga belum semua petani tersentuh dengan model teknologinya. Memang perlu waktu, tetapi para petani sudah menunggu dari sejak dulu, kapan nasib mereka berubah. Ironisnya, nasib mereka menjadi ‘’baik’’ justru saat pemilihan politik. Baik itu pemilihan presiden, gubernur, bupati, wali kota, maupun legislatif. Nah, saat ini, petani menjadi idola. Berbarengan dengan prosesi lainnya yang pada saat normal sejatinya mereka terpinggirkan. Nasib petani, buruh, nelayan, pedagang kecil dan sebagainya benar-benar menjadi sorotan pada masa pemilihan ini. Mereka menjadi rebutan seperti mata dagangan yang lagi laris manis. Masing-masing mengobral janji untuk memperbaiki nasib mereka. Segala bentuk bantuan pun digelontorkan. Tujuannya jelas, meskipun tidak semuanya demikian. Upaya menarik simpati dengan harapan pundi-pundi suaranya menggelembung. Harapannya jelas, agar dipilih kembali. Alhasil, karena ini sifatnya transaksional, maka nasib petani dan profesi marginal lainnya pun mengikuti siklus. Hanya penting pada saat-saat penting.

S URAT PEMBACA

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Gerakan Peduli Sampah Plastik Seingat saya, gerakan peduli sampah plastik sempat populer sekitar 3 atau 4 tahun lalu. Saat itu, pelajar dan semua elemen masyarakat turun ke lokasi-lokasi yang penuh sampah plastik. Bahkan, gerakan peduli sampah plastik dengan menyasar pantai pun sering dilakukan. Tapi kini, gerakan itu nyaris hilang. Tak ada lagi terdengar ada aksi peduli sampah. Bahkan, saat masa pengenalan lingkungan sekolah siswa baru tahun ini, kegiatan peduli lingkungan nyaris tak terdengar. Terus terang saya khawatir, semua berubah termasuk kepedulian kita terhadap penanganan sampah plastik. Mohon gerakan ini dibangkitkan lagi. I Komang Ridarta Denpasar, Bali

Profesor Pertanian Masuk Desa Saya tertarik membaca berita terkait dengan pertanian yang diwacanakan media massa belakangan ini. Terutama berita pertanian saat sidang, ada anggota DPRD Bali membawa tanaman cabai. Bahwa sektor pertanian Bali masih belum berkembang meskipun Bali punya banyak profesor pertanian tampaknya sudah menjadi pemahaman umum. Untuk itu, saya berharap agar hasil-hasil penelitian profesor pertanian dipublikasikan dan diadopsi oleh pemerintah daerah. Jika memungkinkan, profesor pertanian agar turun ke desa-desa memberikan penyuluhan kepada para petani. Artinya, untuk memajukan pertanian Bali perlu melakukan sinergi antar-akademisi, pemerintah, dan petani. Ini perlu dilakukan agar ilmu pertanian bisa diterapkan oleh petani. I Wayan Arsana Gianyar, Bali

Petani Bisa Kaya, Tak Mesti Lusuh Ribut-ribut soal pernyataan Gubernur Bali yang salah satu wacananya menutup Fakultas Pertanian dan mengkritisi para guru besar dan doktor, membuat masyarakat Bali terperangah. Akan tetapi, sudah ada pernyataan maaf dari Gubernur tentang pernyataan itu yang kurang lebih disebutkan sebagai upaya “memprovokasi” para ahli agar memerhatikan masalah pertanian ini. Jikalau dilihat dari sudut negatif, pasti ujaran ini akan mendatangkan wacana konflik dan saling menyalahkan. Kondisi seperti ini tentu tidak baik bagi masyarakat dan juga pemerintah. Apalagi wacana demikian dapat berlangsung berbulan-bulan. Ini tentu bukan merupakan kondisi yang ideal bagi masyarakat yang saat ini memerlukan wacana positif.

Oleh I Nyoman Latra Ardana

H

anya yang harus diperhatikan sekarang adalah bagaimana masyarakat semua harus memerhatikan nasib petani. Ungkapan dari gubernur intinya adalah seperti itu. Pembelaan dari akademisi juga muaranya seperti itu. Semuanya pada upaya untuk memajukan petani di Bali khususnya dan Indonesia pada umumnya. Pada pihak lain, petani pun memang harus juga memahami kondisi perdebatan ini dan bagaimana harus mencari improvisasi terhadap kondisi yang dialami sekarang. Tiga pihak ini, pemerintah, ilmuwan, dan petani memang harus saling “berkoalisi” agar persoalan pertanian dapat diperbaiki. Bertani, sesungguhnya memerlukan keahlian yang tinggi dan komprehensif. Dikatakan demikian karena mereka haruslah memahami kondisi lingkungan alam, iklim, dan sarana untuk meningkatkan produksi pertaniannya. Terhadap tiga masalah ini saja, mereka yang

menjadi petani dituntut pengetahuan yang cukup karena kondisi alam, iklim, dan sarana itu saat ini sudah banyak perubahannya. Alam saja, yaitu tanah yang diolah oleh petani, telah mengalami perubahan yang luar biasa. Para ahli mengatakan keasamannya sudah berbeda, unsur haranya juga demikian, kualitas air beserta kotoran yang ada di dalamnya. Pola kehidupan sosial yang berubah, kini banyak perumahan, air limbah, pupuk kimia yang mengganggu lingkungan. Berbicara masalah iklim, bukan saja petani, intelektual pun tidak mengetahui bagaimana kondisi iklim sekarang yang demikian berubah. Ketika pada masa lalu, di Bali ada yang disebut angin kaulu menjelang hari raya Nyepi, kini sudah tidak ada. Ketika musim hujan pada masa lalu terjadi pada pertengahan bulan Agustus sampi Desember, kini hujan seolah “seenaknya” turun sendiri. Belum lagi cuaca yang bisa panas menyentak atau malah dingin tanpa dapat diduga. Iklim sekarang bukan saja susah untuk diperkirakan tetapi, malah

membikin manusia tidak siap untuk mengantisipasi (bukan hanya petani). Banyak orang yang sakit akibat tidak siap menghadapi pola iklim seperti itu. Sarana pertanian juga demikian. Pupuk merupakan salah satu sarana yang dapat menyuburkan tanaman. Tetapi, berbagai jenis pupuk sekarang muncul dengan berbagai metode penggunaan yang berbeda dengan pupuk-pupuk sebelumnya. Salah menggunakan pupuk, salah juga dalam penyerapannya dan mengakibatkan gagalnya pertanian. Tidak kalah yang harus disorot adalah bibit pertanian. Tidak seperti dulu, bibit pertanian sekarang terlalu “modern”, dengan berbagai persyaratan yang harus disertai untuk menanamnya. Bibit cabai, kini bukan seperti dulu tetapi ada bibit cabai yang “manja” konon dari varietas terunggul. Juga semangka harus menggunakan penutup dengan semprotan tertentu agar bisa tahan lama. Padi tidak akan memberikan hasil maksimal jika tidak disemprot dengan tepat. Petani banyak yang tidak tahu meng-

gunakan traktor sehingga harus menyewa dari pihak lain. Pada saat yang sama nilai-nilai ekonomi sudah muncul pada pemilik traktor. Semakin banyak order pada pemilik traktor, semakin banyak duit yang dibawa pulang. Akibatnya, mereka bekerja “larilarian”. Apa pun yang dikerjakan secara serampangan, pasti akan berkualitas tidak maksimal. Apakah keseluruhan petani kita mampu mengadaptasi ilmu seperti itu? Di situlah persoalannya. Barangkali petani kita masih banyak yang berorientasi pada masa lalu, tentang waktu tanam dan cara untuk mengelola tanaman sehingga hasilnya tidak maksimal. Barangkali juga banyak petani kita yang terpaksa jadi petani akibat tidak mendapatkan pekerjaan formal. Apa pun yang dikerjakan secara terpaksa, hasilnya tidak akan maksimal atau setengah-setengah. Dengan kondisi seperti itu, maka cara bertani, pola perilaku petani, termasuk pengetahuannya haruslah diubah. Belum lagi dengan cara-cara pemasaran yang harus dilakukan oleh petani. Dengan demikian, yang harus dilakukan adalah adanya kerja sama antara pemerintah daerah dengan ilmuwan untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi petani. Ilmuwan tidak harus dari pertanian saja tetapi juga dapat dari ekonomi, sosial, bahkan kebudayaan. Yang penting juga adalah ilmuwan yang berlatar kebudayaan untuk diajak diskusi. Tujuannya adalah agar petani bersangkutan mampu menghilangkan polapola budaya petani masa lalu yang harus diubah sekarang demi menghadapi perubahan

Manajemen Stadion Jelang Asian Games

Ajang Asian Games 2018 sebentar lagi dihelat di Palembang dan Jakarta. Salah satu kesiapan yang harus dipastikan adalah infrastruktur. Infrastruktur utama adalah stadion olahraga. Manajemen yang profesional terhadap stadion menjadi kunci jaminan. Selama ini, manajemen stadion olahraga mengalami dilema. Kita dapat belajar dari stadion terbesar di negeri ini yaitu Gelora Bung Karno (GBK). Beberapa waktu lalu, GBK dijadikan ajang final Piala Presiden 2018. Hal ini sekaligus uji coba perdana menjajal stadion pascarenovasi total. Renovasi besar dilakukan jelang penyelenggaraan Asian Games 2018. Stadion GBK telah mengikuti standar FIFA dan tergolong berteknologi tinggi. Pascapertandingan terjadi fenomena yang viral. Salah satunya adalah fenomena kerusakan Stadion GBK akibat ulah tidak bertanggung jawab oknum suporter. Hal ini dapat menjadi pembelajaran bersama. Pascapertandingan Final Piala Presiden, kerusakan tampak terjadi di beberapa sudut. Kerusakan terjadi pada pagar akrilik dan kerusakan taman-taman seluas 80 persen dari total 4,8 hektar. Kementerian PUPR (2018) menjelaskan bahwa kerusakan pada tujuh segmen akrilik ini akan diperbaiki dalam 7-10 hari ke depan. Biayanya ditaksir Rp 150 juta. Nilai kerusakan memang tidak terlalu besar. Namun,

Oleh Ribut Lupiyanto penyakit klasik yang menjangkiti suporter Indonesia menjadi ancaman serius ke depannya. Apalagi jika kejadian semacam ini terulang pada perhelatan internasional seperti Asian Games nanti. Selain mencoreng nama baik juga berpotensi mengundang sanksi. Selain ulah suporter, dilema terkait pengelolaan stadion juga datang dari dunia hiburan. Stadion dengan kapasitas besarnya menjadi tempat representatif untuk konser musik. Kita masih ingat, pada 25 Maret 2015, Timnas terpaksa menjamu Kamerun di Stadion Sidoharjo lantaran Stadion GBK digunakan untuk konser Boyband asal Inggris, One Direction (1D). Kejadian tersebut memancing protes dan kemarahan publik penggemar sepak bola di tanah air. Netizen melampiaskan protes dengan kicauan-kicauan di media sosial seperti Twitter. Stadion GBK pada masa orde baru diganti namanya menjadi Stadion Utama Senayan sebagai bagian de-Soekarnoisasi. Stadion ini akhirnya dikembalikan kepada namanya semula pada awal era reformasi melalui Surat Keputusan Presiden No. 7/2001. Kapasitas awal Stadion GBK adalah 100.000 orang dan kini mencapai 88.000 penonton. Pembangunan dimulai pada

pertengahan tahun 1958 hingga selesai fase pertama pada kuartal ketiga 1962. Kala itu, Stadion GBK merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Pembangunan Stadion dan gelanggang olahraga GBK dilakukan guna penyelenggaraan Asian Games 1962 (Julius, 2004). Histori menunjukkan bahwa orientasi pembangunan Stadion GBK adalah untuk olahraga. Seiring perkembangan zaman dengan segudang dinamika di segala sektor, Stadion GBK mulai terbuka untuk kegiatan non-olahraga. Misalnya adalah pertunjukan musik, seni budaya, kampanye politik, acara ormas atau lembaga, dan lainnya. Hal ini di satu sisi positif guna menambah finansial manajemen Stadion GBK untuk perawatan. Namun di sisi lain, terjadi potensi kerugian akibat kerusakan fasilitas seperti rumput, bangku, dan lainnya serta benturan dengan jadwal pertandingan olahraga. Pihak manajemen mestinya memiliki skala prioritas dalam memfungsikan Stadion GBK. Orientasi fungsi mesti lebih diutamakan dari aspek penerimaan finansial. Kenyataannya iming-iming finansial yang dibutuhkan memang lebih menggiurkan. Pemerintah penting menyusun standar prosedur penggunaan Stadion GBK dengan prioritas olah-

raga. Kegiatan lainnya juga harus diatur agar tidak merusak fasilitas utama stadion. Konsekuensinya dukungan anggaran penting digelontorkan guna menutupi biaya operasional dan pemeliharaannya. Dukungan politik pemimpin dan legislatif dibutuhkan demi peningkatan prestasi olahraga Indonesia. Dalam kasus terakhir ini, tata panggung konser One Direction sudah didesain menutup rumput stadion. Pengelola GBK memenuhi janjinya untuk membereskan lapangan dengan cepat segera setelah konser selesai. PSSI dan AFC juga bergerak cepat pascapenggunaan stadion untuk konser. AFC didampingi PSSI segera melakukan cek penilaian lapangan terkait kualitas rumput dan fasilitas stadion. Hasilnya, AFC menyatakan lolos dan bisa digunakan untuk menggelar laga Kualifikasi Piala AFC U-23. Kasus dilematis seperti ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di negara maju. Konser perpisahan grup vokal Westlife digelar di Stadion Croke Park, Dublin, Irlandia yang dihadiri 180 ribu penonton. Stadion Wembley juga membuka diri untuk konser musik. PSSI dan insan sepak bola dapat memetik pelajaran terkait perencanaan jadwal persepakbolaan. Jadwal penting disusun tidak mendadak, sehingga manajemen stadion bisa ploting sejak awal. Dalam

pola yang demikian radikal. Sebagian petani kita masih berpola lama, menunggu hari baik untuk turun menanam padi. Padahal hari baik pada masa lalu, jelas tidak sama dengan sekarang. Jadi, pola budaya yang dimilikinya haruslah diubah karena sekarang sudah sangat jauh dibanding yang lalu. Jika petani mau menyewa traktor dan menyewa tukang petik padi, seharusnya petani bersedia mengubah pola budaya yang lain, termasuk cara memperbaiki saluran air misalnya. Ilmuwan yang berlatar budayalah yang mampu memberikan nasihat seperti ini kepada petani. Petani jelas tidak harus miskin, jelas juga tidak harus memakai kain yang lusuh. Petani bisa kaya dan necis, meski ia dari pagi sampai siang ke sawah. Di sini, di samping ilmuwan dari ilmu pertanian juga dapat bagi ilmu dari sisi ekonomi, tentang bagaimana cara untuk memasarkan hasil pertanian. Petani pun bisa sukses. Terlalu banyak contoh petani yang terjun ke lapangan menjadi sukses menjadi orang kaya (jika kaya diukur sebagai patokan sukses). Jadi, kalau diambil positifnya, pernyataan gubernur ini haruslah dipakai untuk refleksi agar semua pihak menyadari tentang bagaimana digjayanya petani itu. Tentu sebagai seorang “aktor” pemerintah, wacana yang terlalu pedas, apalagi menohok ilmuwan akan mendapatkan respons yang keras juga. Musah-mudahan petani bisa maju. Penulis, lulusan pascasarjana yang mencintai kebun dan pertanian hal ini, EO konser musik dipandang lebih rapi dan terencana jauh hari. Manajemen GBK juga mesti tetap dalam orientasi olahraga di atas kepentingan bisnis dan politik. Penulis, Deputi Direktur C-PubliCA (Center for Public Capacity Acceleration)

POJOK

Politik kebulatan tekad dalam Pilgub Bali cederai demokrasi. - Cederai hati nurani. *** Air laut di pantai selatan Bali merusak sejumlah fasilitas umum. - Peringatan alam atas keserakahan manusia. ***

Presiden Jokowi ingatkan penggunaan dana desa jangan ‘’ngawur’’. - Perlu revolusi mental.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


TABANAN

Kamis Paing, 26 Juli 2018

7

Cegah Endemi dan Pandemi

Masyarakat Miliki Peran Penting

Tabanan (Bali Post) Epidemi dan pandemi berskala besar bisa menjadi ancaman serius bagi kesehatan global, berdampak pada hampir semua sektor, baik itu kesehatan, keamanan, ekonomi, pendidikan, dan kehidupan lainnya. Menghadapi dan mencegah terjadinya endemi dan pandemi, PMI Tabanan melaksanakan program CP3 (Community Epidemic and Pandemic Preparedness Program) atau dengan cara pendekatan langsung ke masyarakat. Penanggung Jawab Program CP3 I Nyoman Sukawirma, Rabu (25/6) kemarin, mengatakan kejadian endemi dan pandemi telah terjadi di Bali seperti adanya kasus flu

burung pada tahun 2005 dan kasus rabies. ‘’Tidak hanya rabies dan flu burung, penyakit infeksi lain seperti DBD juga cukup tinggi kasusnya dan memakan korban,’’ ujarnya. Sebelum progam CP3, kata Sukawirma, PMI telah berhasil melakukan adaptasi dan uji coba penggunaan Epidemic Control for Volunteer (ECV) yang dikenal sebagai perangkat pengendalian KLB (kejadian luar biasa) untuk relawan masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Sebagai tindak lajut program pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan dan pengendalian penyakit menular berbasis masyarakat, tahun

2018 ini, diinisiasi program CP3 yang bertujuan untuk memperkuat kemampuan masyarakat dalam mencegah, mendeteksi, dan merespons ancaman penyakit serta melakukan peran penting dalam mempersiapkan diri mengurangi risiko endemi dan pandemi. Program ini sudah disosialisasikan. Tim dari CP3 ini selain dari PMI juga dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian bidang peternakan. Sebagai langkah awal penerapan program CP3 ini akan dipilih dua desa di Tabanan sebagai pilot project. Pentingnya peran masyarakat dalam mencegah pandemi dan endemi, karena masyarakat adalah ujung tombak dari

penyebaran penyakit menular. ‘’Karenanya, keterlibatan masyarakat dan organisasi masyarakat dalam kesiapsiagaan epidemi dan pandemi sangat penting untuk memastikan respons dini dan pengurangan risiko penyebaran penyakit,’’ ujarnya. Salah satu contoh adalah rabies. Dengan pemberdayaan masyarakat, akan lebih cepat mengetahui anjing yang positif rabies jika masyarakat langsung melapor temuannya sehingga bisa langsung diatasi dan tidak menimbulkan korban gigitan. Atau masyarakat mesti memelihara anjing dengan baik dan rutin melakukan vaksin untuk mencegah erjadinya infeksi rabies. (kmb24)

Wisuda XXXIII Bali Post/ist

BALIHO - Tim Sapu Jagat Satpol PP Tabanan memberangus baliho tanpa izin, Rabu kemarin.

Tim Sapu Jagat Berangus Iklan dan Spanduk Tanpa Izin Tabanan (Bali Post) -

Sejumlah pelaku usaha masih saja ada yang membandel, memasang iklan dan spanduk tanpa izin, meski kerap dilakukan penertiban. Tim Sapu Jagat Satpol PP Tabanan pun gencar melalukan penertiban. Puluhan baliho dan spanduk iklan tanpa izin dan kedaluwarsa di seputaran Kediri diberangus, Rabu (25/7) kemarin. ‘’Ada 21 yang berhasil ditertibkan oleh tim. Ini akan terus berlanjut,’’ ucap Kepala Satpol PP I Wayan Sarba. Penertiban kali ini menyasar Jalan Ahmad Yani di Desa Abiantuwung dan Kecamatan Kediri. ‘’Rata-rata tanpa izin alias liar, meskipun ada beberapa yang sudah kedaluwarsa,’’ ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Sarba, penurunan baliho ini betujuan menjaga keamanan dan ketertiban seputaran Kota Tabanan untuk menghindari kesan kumuh. Termasuk salah satu langkah untuk tingkatkan PAD. ‘’Jadi, yang tanpa izin diberangus, nanti supaya iklan atau spanduk yang resmi bisa dipasang,’’ tegasnya.

Menurutnya, pemberangusan terus akan dilakukan, meskipun baliho atau spanduk dipasang dalam keadaan masih baru, namun tidak berizin. Jika sudah tanpa izin maka tim Sapu Jagat akan diturunkan. ‘’Tadi kami libatkan anggota sekitar 15 orang, dan kami akan terus pantau dan stand by,’’ tegas Sarba. (kmb28)

IKIP Saraswati Tabanan Telah Penuhi Kualifikasi Dosen KUALITAS pendidikan menjadi keharusan bagi lembaga perguruan tinggi. Agar mampu menciptakan output yang berkualitas, tenaga pengajar pun harus sesuai dengan kualifikasi dan standar yang telah ditentukan. IKIP Saraswati Tabanan sebagai salah satu lembaga perguruan tinggi di Bali terus-menerus mendorong tenaga pengajar atau dosennya untuk meningkatkan kualitas diri baik dengan mengikuti pendidikan ke jenjang lebih tinggi ataupun dengan melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. Hasilnya, IKIP Saraswati selain mampu memenuhi jumlah dosen yang ditetapkan juga mampu memenuhi kualifikasinya. Saat ini, jumlah dosen di IKIP Saraswati yang memiliki Nomor Induk Dosen Nasional sebanyak 50 orang. Dari jumlah tersebut, 1 orang sudah guru besar, 8 doctor, dan sisanya magister. ‘’Tetapi dari yang magister, empat orang sedang menjalani pendidikan doktor,’’ ujar Rektor IKIP Saraswati Tabanan Dr. Drs. Dewa Nyoman Oka, M.Pd., Rabu (25/7) kemarin. Tidak hanya pendidikan, IKIP Saraswati juga mendorong tenaga dosennya untuk melakukan penelitian

dan pengabdian masyarakat. Bahkan, empat dosen telah menerbitkan buku mengenai penelitian, dua judul buku diterbitkan oleh penerbit yang memiliki ISSN dan HKI. Masih dalam bidang penelitian, lanjut Dewa Oka, ada tiga proposal yang dikirim oleh para dosen untuk berkompetisi mendapatkan hibah penelitian Kemenristek Dikti dalam skim penelitian strategi nasional dan hibah penelitian berbasis kompetensi serta hibah doktor. ‘’Proposal yang diajukan ini mampu bersaing bahkan memenangkannya. Hibah penelitian yang berhasil didanai pada skim penelitian disertasi doktor sebesar Rp 50 juta atas nama Dr. Drs. Dewa Nyoman Wija Astawa, M.Pd. Sedangkan hibah pengabdian yang berhasil didanai pada skim PKM dengan dana Rp 41 juta atas nama Dr. Drs. I Nyoman Suaka, M.Si. dan sebesar Rp 40 juta atas nama Dr. Drs. Anak Agung Purna Antara, M.Pd.,’’ ujar Dewa Oka. Dewa Oka melanjutkan, pada wisuda XXXIII IKIP Saraswati Tabanan yang dilangsungkan Kamis (26/7) ini, melepas 93 orang sarjana yang terdiri atas 29 orang dari Fakultas Pendidikan IPS, 28 orang dari Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra Indo-

nesia, dan 36 orang Fakultas Pendidikan MIPA. Adapun wisudawan yang meraih IPK tertinggi adalah Ni Made Ayu Aplilia Gayatri, S.Pd. dari Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dengan IPK 3,91, Made Ida Mas Ary Anggraeni, S.Pd. dari Jurusan Pendidikan Matematika dengan IPK 3,78, Ni Ketut Sukartini, S.Pd. dari Jurusan

pendidikan Bahasa Inggris dengan IPK 3,70, Gusti Ayu Alit Mirah Purnami, S.Pd. dari Jurusan Pendidikan Biologi dengan IPK 3,65, Ni Sayu Putu Sumiasih, S.Pd. dari Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dengan IPK 3,62, serta I Nyoman Darsana, S.Pd. dari Jurusan Pendidikan Sejarah dengan IPK 3,38. (ad1421)

ERUPSI Gunung Agung pada Agustus 2017 memengaruhi jumlah kunjungan wisatawan di berbagai tempat tujuan wisata di Tabanan. Salah satunya DTW Alas Kedaton. Destinasi wisata yang menawarkan pemandangan asri hutan dan populasi kera ini mengalami penurunan kunjungan setidaknya 25 persen sejak erupsi Gunung Agung. Guna memulihkan sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan, DTW Alas Kedaton berencana menyiapkan daya tarik baru di lokasi DTW. Kepala Badan Pengelola DTW Alas Kedaton Wayan Semadi, Rabu (25/7) kemarin, mengatakan daya tarik baru tersebut antara lain menyiapkan titik-titik selfie di DTW Alas Kedaton. Penyiapan lokasi strategis untuk

mengambil foto ini dilakukan, mengingat saat ini selfie maupun wifi sedang sangat digandrungi masyarakat. ‘’Nantinya, ada empat titik lokasi untuk selfie yaitu di depan wantilan, di bawah pohon beringin, selatan Pura dan sebelah timur DTW,’’ ujar Semadi. Selain menambah daya tarik baru, pihak DTW juga melakukan studi banding dan promosi ke tempattempat wisata lain. Promosi berupa pemberian selebaran mengenai DTW Alas Kedaton langsung ke wisatawan atau menitipkan brosur ke tempat-tempat wisata lainnya yang ada di Bali. Hasil dari promosi ini, diakui Semadi, memberikan hasil positif. Menurutnya, dulu sebelum erupsi Gunung Agung jumlah kunjungan ke

DTW Alas Kedaton rata-rata 500 orang hingga 600 orang per hari. Setelah erupsi, yaitu pada Agustus 2017 kunjungan sempat menurun hingga 30 persen. Namun dari kegiatan promosi yang terus menerus dilakukan, kunjungan saat ini berangsur normal. ‘’Dulu di awal erupsi berkurangnya hingga 30 persen dari kunjungan normal. Tetapi sekarang hanya berkurang 25 persen dari kunjungan normal,’’ ujarnya. Wisatawan mancanegara mendominasi kunjungan yaitu sekitar 60 persen dari total kunjungan. Kebanyakan wisatawan ini berasal dari Tiongkok dan India. Daya tarik utama DTW Alas Kedaton adalah populasi kera dan hutannya. Saat ini populasi kera mencapai 3.000 ekor yang terbagi

atas tiga kelompok, yaitu kelompok Barat, Timur dan Selatan. Total luas areal DTW mencapai 12 hektar dengan luas hutan 7,5 hektar. Tidak hanya kera, ada atraksi kelelawar dan juga ular yang bisa dinikmati wisatawan di dalam areal DTW. Selain itu, wistawan juga bisa menikmati suasana asri hutan di jalur trekking yang disediakan. Selain pemandangan asri dan populasi kera, sejarah DTW Alas Kedaton dan mitos-mitosnya pun menarik untuk disimak. Seperti mayat kera yang mati alami karena tua dan sakit, tidak pernah ditemukan tergeletak sembarangan di dalam hutan. Konon kera-kera ini menguburkan sesamanya yang mati wajar seperti manusia. (san)

Rektor IKIP Saraswati Tabanan Dr. Drs. Dewa Nyoman Oka, M.Pd.

Bali Post/kmb24

Ombak Besar, Masyarakat Diimbau DTW Alas Kedaton Siapkan Daya Tarik Baru Tak Beraktivitas di Pantai

Tabanan (Bali Post) Gelombang tinggi sebenarnya sudah diprediksi sejumlah nelayan berbekal ramalan satelit cuaca. Pasalnya, fenomena ini kerap terjadi tiap tahun. Namun, ketinggian ombak tahun ini tidak bisa diprediksi. Banyak yang mengatakan terjangan ombak kali ini lebih parah dibandingkan kejadian sebelumnya. Seperti disampaikan Ketua DPC HNSI Tabanan, Arsana Yasa. Pihaknya sebelumnya sudah memberikan imbauan baik melalui pesan singkat dan lisan agar sejak hari Selasa (24/7) hingga Kamis (26/7) ini ketinggian gelombang mencapai 5 meter. Karena itu, para nelayan diimbau untuk sementara menjauhkan jukung dari pantai karena menjelang hari purnama, memang seperti biasa akan terjadi gelombang pasang. ‘’Laporan masuk ke kami, ada beberapa jukung nelayan rusak akibat diterjang ombak, terjadi di Pantai Soka dan Yeh Gangga,’’ ucapnya. Ia juga meminta masyarakat lebih waspada membaca kondisi

alam yang kurang bersahabat akhir-akhir ini. ‘’Mengingat suasana cuaca, iklim di pantai pesisir selatan yang lagi tidak bersahabat, ada baiknya masyarakat tidak mengunjungi tempat-tempat di tepi pantai,’’ harapnya. Karena menurut ramalan satelit cuaca, kondisi ini akan terus berlanjut hingga Senin mendatang. ‘’Jadi, kami imbau baik itu nelayan maupun masyarakat sementara ini jangan melakukan aktivitas di pantai demi kes elamatan Bali Post/kmb28 bersama,’’ Ketua DPC HNSI Tabanan ujarnya. Arsana Yasa (kmb28)

Perjuangkan Hak-hak Bendega, HNSI Perkuat Kelembagaan Tabanan (Bali Post) – Nasib para bendega (nelayan - red) kecil di Bali selama ini terkesan terpinggirkan dan terpuruk. Kondisi ini tentu saja menjadi perhatian DPD Himpuan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Bali. Salah satu hal yang saat ini tengah diperjuangkan yakni menyamakan hak-hak para bendega seperti halnya yang diterima oleh desa pakraman (adat) dan subak. Ini disampaikan oleh Ketua DPD HNSI Bali I Nengah Manumudita saat menghadiri Musyawarah cabang HNSI Tabanan di kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tabanan, Rabu (25/7) kemarin. Dikatakannya, lembaga bendega di Bali yang berada di pesisir juga merupakan kelembagan yang berifat sosial, budaya, dan religius, sama halnya adat dan subak. Hanya posisinya memang berbeda. “Harapan kami di HNSI, agar menega (bendega) di Bali posisinya juga diperhitungkan sebagai kekuatan menjaga Bali,’’ ucapnya. Terkait hal itu, saat ini pihaknya tengah melaku-

kan penguatan kelembagaan pada HNSI Kabupaten/Kota di seluruh Bali. Dengan harapan agar posisi bendega di Bali mendapatkan perhatian dan hak-hak yang sama seperti desa pakraman dan subak yang ada di Bali. Dengan penguatan kelembagaan, maka posisi bendega di pesisir akan lebih kuat. Nelayan nantinya tidak hanya menangkap ikan di laut, tetapi juga menggarap ekonomi lainnya seperti transportasi wisata air, maupun kuliner. “Itu ranah bendega untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, termasuk di Tabanan,” tandasnya. Sementara itu, Ketua DPC HNSI Tabanan I Ketut ‘‘Sadam’’ Arsana Yasa yang terpilih secara aklamasi dalam musyawarah cabang ke III HNSI Kabupaten Tabanan mengatakan, pihaknya akan melanjutkan program yang sampai saat ini belum tuntas, seperti memperjuangkan ke pusat agar bisa mengekspor lobster dengan berat 200 gram. Sementara target untuk berat 100 gram belum bisa dipenuhi. “Itu yang kami perjuangkan ke pusat,” katanya.

Bali Post/kmb28

MUSCAB - HNSI Tabanan menggelar muscab di kantor Dinas Perikanan, kemarin. Serta perjuangan bantuan untuk nelayan kecil kata Sadam yang sejak 2016 sudah tidak ada lagi. Hal ini akan terus dilakukan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan. “Bantuan untuk nelayan kecil seperti di Tabanan sudah tidak ada

lagi, kami berupaya untuk memperjuangkan lagi,” sergahnya. Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Tabanan I Made Subagia mengakui memang tidak ada bantuan untuk nelayan kecil dari pusat. Bantuan berupa

perahu atau jukung dengan mesin tempel 15 PK hanya untuk kapal besar, sementara nelayan kecil tidak ada. “Sedang kami usahakan agar di tahun 2019 mendatang, nelayan kecil bisa mendapat bantuan dari pusat,” katanya. (kmb28)


BULELENG

8

Kamis Paing, 26 Juli 2018

Cegah Kebakaran

Akomodasi Wisata Wajib Sediakan ’’Hydrant’’ Singaraja (Bali Post) –

Bali Post/kmb38

PEJABAT DIMUTASI – Ratusan pejabat di lingkungan Pemkab Buleleng menjalani mutasi, Rabu (25/7) kemarin.

Ratusan Pejabat Dimutasi

Ariyadi Pribadi Kepala DLH Singaraja (Bali Post) – Sebanyak 170 orang pejabat Pemkab Buleleng menjalani mutasi kedua yang dilaksanakan Rabu (25/7) kemarin. Tidak saja yang terlibat pejabat dari eselon II-b, III-a, juga pejabat III-b, IV-a, termasuk eselon IV-b. Formatnya bukan saja pengisian, pergeseran, namun juga promosi jabatan. Dalam skema birokrasi itu merupakan hal biasa dalam kaitan memberi kesempatan para pegawai meningkatkan jenjang karier dan juga pengalaman kerja. Dari ratusan pejabat itu, Camat Gerokgak yang sebelumnya dijabat Putu Ariyadi Pribadi, S.STP., M.AP. ditetapkan menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng. Putu Ariyadi merupakan pemenang lelang jabatan. Dia mendapatkan rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) karena memperoleh nilai tertinggi. Ada juga lima pejabat eselon II-b (setingkat kepala dinas) mengalami pergeseran. Masing-masing Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Drs. Gede Komang, M.Si. ditarik menjadi Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud). Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) I Gede Sandhiyasa, S.Sos., M.Si. dimutasi sebagai Kepala Dinsos. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) I Made Subur, S.H. memangku jabatan Kepala Dinas PMD. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Ida Bagus Suadnyana, M.Si. digeser menjadi Kepala Pelaksana BPBD, dan Ir. Putu Dana yang cukup lama menjabat Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik ditarik menjadi Kepala Satpol PP Buleleng. Jabatan yang ditinggalkan Putu Dana untuk sementara dibiarkan lowong dan akan ditunjuk pelaksana tugas (plt). Sementara itu, Putu Tastra Wijaya, M.M. ditarik menduduki kursi Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintah Hukum dan Politik. Untuk eselon III-a dan III-b beberapa pejabat mendapat promosi jabatan baru. Di antaranya Made Juartawan, MAP mendapat promosi jabatan sebagai Camat Gerokgak. Pria ini sebelumnya menjabat Kepala Sub-Bagian (Kasubag) Pemerintahan dan Administrasi Wilayah Bagian Pemerintahan Sekkab Buleleng. Cokorda Adithya Wiraputra Yudha, S.Sos. dipercaya menjabat Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Komunikasi Publikasi Publik Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian. Bupati Putu Agus Suradnyana (PAS) mengatakan, mutasi bagi jajarannya ini merupakan hal biasa. Mutasi itu sifatnya lebih kepada penyegaran, pengisian jabatan kosong, dan juga promosi jabatan. Meski demikain, fenomena yang berkembang sekarang adalah krisis PNS. Bahkan, banyak pejabat teknis kelabakan akibat kekurangan PNS. Kondisi ini diperparah lagi akibat formasi perekrutan CPNS dan Peraturan Pemerintah (PP) Aparatur Sipil Negara (ASN) terkait pengangkatan pegawai kontrak masih menjadi tarik ulur. Atas kondisi ini, Bupati berharap kepada pemerintah pusat agar segera mengambil kebijakan strategis, sehingga ancaman krisis PNS ini bisa ditangani secepatnya. “Tahun depan, kalau misalnya formasi yang disetujui itu banyak, calon pejabatnya yang kurang. Untuk itu mudah-mudahan ada kebijakan yang tepat menambah PNS. Sekarang saja banyak pejabat teknis yang kelabakan mengemban tugastugasnya,” jelasnya. Kepala DLH Buleleng Putu Ariyadi Pribadi mengatakan, setelah memangku jabatan baru, pihaknya akan menerapkan visi misi yang sempat dipresentasikan saat lelang jabatan beberapa waktu lalu. Programnya itu menyangkut kebijakan angkutan sampah tepat waktu, pemilahan sampah, penambahan sarana prasarana kebersihan, dan edukasi meningkatkan partisipasi masyarakat mengelola sampah di lingkungan masing-masing. Selain itu, Ariyadi Pribadi berkomitmen mengaplikasikan amanat Perubahan Perda No. 1 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah. Regulasi ini pun akan coba diterapkan hingga penegakan hukum. “Tidak jauh beda dari program yang saya presentasikan saat ikut lelang jabatan,” jelasnya. (kmb38)

Sebagian besar bangunan hotel, vila, dan restoran di Buleleng dikategorikan rawan terbakar. Ini karena umumnya konstruksi akomodasi wisata di Bali Utara itu menggunakan bahan-bahan yang mudah terbakar. Seperti kayu, bambu, ijuk, dan tidak sedikit ilalang kering. Atas kondisi ini, manajemen akomodasi wisata di daerah ini diwajibkan memasang Alat Pemadam Api Ringan (APAR -red) dan juga mambangun hydrant. Dua perangkat ini tidak cukup hanya dipasang saja, tetapi perlu dirawat, sehingga sewaktu-waktu terjadi tanda kebakaran, maka perangkat itu bisa berfungsi optimal. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng Gede Sugiartha Widiada, Rabu (25/7) kemarin, mengatakan baru sebagian kecil saja hotel atau restoran yang menyiapkan APAR atau hydrant. Sementara kebanyakan pemilik akomodasi wisata itu belum menyiapkan perangkat untuk mencegah bahaya kebakaran. Atas kondisi ini, dalam waktu dekat ini, pihaknya menyurati pemilik hotel, vila, atau restoran agar memasang perangkat penanganan kebakaran itu. Sebelum melayangkan surat, pihaknya bersama instansi terkait

akan mengecek ke lapangan, sehingga diketahui akomodasi yang belum menyiapkan perangkat tersebut. “Seperti kejadian di Hotel Surani, Lovina beberapa waktu lalu itu akibat konstruksi bangunan kayu dan mudah terbakar. Dan pemadam awal seperti APAR itu belum banyak dipasang. Kami bersama Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Buleleng akan turun dan menyurati pengusaha hotel untuk memasang alat pencegahan bahaya kebakaran tersebut,” katanya. Selain memasang perangat pemadaman api itu, Sugiartha rutin menggelar pelatihan kepada pegawai hotel dan restoran. Pelatihan itu guna upaya antisipasi melakukan pencegahan kebakaran dan pengoperasian serta perawatan pemadaman. Ini penting karena dari pengalaman saat melakukan pemadaman, sering kali pekerja atau petugas keamanan

di lokasi kejadian, tidak bisa melakukan pemadaman awal. Mereka menunggu sampai petugas pemadam tiba di lokasi kejadian. Bahkan, perangkat pencegahan bahaya kebakaran yang terpasang itu tidak banyak yang tahu tentang cara pengoperasian, sehingga ini juga memicu kebakaran itu sulit dicegah. “Ada APAR dan hydrant, tetapi tidak bisa menggunakan. Untuk itu, nanti karyawan atau petugas keamanan minimal dua atau tiga orang itu kita latih. Kami akan datangkan pelatih dari Pusdiklat Jakarta,” tegas mantan Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekkab Buleleng ini. (kmb38)

KDH Bros Singaraja Berkomitmen Beri Pelayanan Kesehatan Berkualitas RUMAH Sakit Karya Dharma Usada (KDH) Bros Singaraja sejak peralihan kepemilikan terus melakukan perubahan infrastruktur rumah sakit, alat kesehatan, hingga sumber daya manusia (SDM). Pasalnya, rumah sakit ini sekarang mengaplikasikan manajemen Rumah Sakit Bali Royal atau yang dikenal dengan Rumah Sakit Bros Denpasar sebagai Pendampingan Manajemen dari pemilik yaitu PT Indo Alkesmart Indonesia. Dengan manajemen yang sama, KDH Bros Singaraja berkomitmen memberi pelayanan kesehatan berkualitas termasuk melayani peserta BPJS Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)-Kartu Indonesia Sehat (KIS). Rumah Sakit KDH Bros Singaraja saat ini memiliki 100 tempat tidur (TD). Ruangan perawatan mulai dari kelas I, II, III dan kelas VIP sudah sesuai standar yang terakreditasi. Selain dukungan ruang perawatan, manajemen KDH Bros Singaraja terus melengkapi alat kesehatan (alkes) yang sama dengan di Rumah Sakit Bali Royal Bros di Denpasar. Alkes tersebut mulai dari Radiologi, Laboratorium, USG 4 Dimensi dan 3 Dimensi serta pengoperasian mesin cuci darah hingga 25

unit. Tidak ketinggalan alkes yang menunjang untuk perawatan penyakit khusus seperti Echocardiography, Laparoscopy, dan Endoscopy yang terus dilengkapi oleh pihak pemilik. Komisaris PT Indo Alkes Mart Dr. Gede Eka Rusdi Antara, Sp.B., KBD., Rabu (25/7) kemarin, mengatakan alasan pengalihan manajemen ini ketika Rumah Sakit KDH kondisinya hampir kolaps. Dengan kondisi tersebut, manajemen baru ‘’merombak’’ seluruh manajemen, infrastruktur fisik, alkes dan SDM. Target dalam setahun Rumah Sakit KDH Bros Singaraja adalah naik kelas rumah sakit dari Tipe D saat ini menjadi Tipe C. ‘’Sebelum kami mengelola, rumah sakit ini penuh dengan isu keterlambatan pembayaran tenaga kerja, sarana-prasarana minim dan SDM kurang. Saat kami masuk semuanya ditata ulang dan hampir setahun kami sudah melakukan sejumlah perbaikan,’’ ujarnya. Eka Rusdi Antara menambahkan, sejauh ini pihaknya sudah melakukan workshop, seminar dan diklat gratis untuk seluruh tenaga kesehatan yang ada di Buleleng, sebagai langkah meningkatkan kinerja semua unit SDM. Dengan

KDH BROS SINGARAJA – Direktur dan Direksi Manajemen KDH Bros Singaraja usai melakukan evaluasi pascapengambialihan manajemen Rumah Sakit KDH, Rabu (25/7) kemarin. manajemen baru pihaknya juga akan melengkapi pelayanan dokter sub-spesialis di antaranya dokter bedah vaskuler, bedah plastik, bedah saraf, urologi, bedah anak dan digestif. ‘’Dokter spesialis yang langka di Bali sudah menyetujui bergabung dengan kami. Selama ini pasien yang dirujuk ke Sanglah kebanyakan dari Buleleng, sehingga KDH Bros Singaraja berkomitmen melayani kesehatan warga Buleleng,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Direktur PT Indo Alkes Mart, Nengah Rukun, dan manajemennya juga memiliki sejumlah program sosial. Rumah sakit dengan manajemen Bros yang dikenal dengan rumah sakit elite. Untuk di Buleleng menerima pasien dengan tanggungan BPJS Kesehatan. Biaya perawatan di RSU ini pun disesuaikan dengan kemampuan dan kantong masyarakat Buleleng. Bahkan, pelayanan prima juga akan diberikan

keringanan biaya perawatan kepada pemuka agama tanpa memandang bulu dan tanggungan kesehatan yang dibawa. ‘’Khusus pemuka agama kami layani dengan ruang perawatan minimal di kelas I hingga VIP-C. Sementara itu, ke depannya kesejahteraan pegawai dilakukan dengan pembentukan koperasi karyawan dan kerja sama dengan pihak ketiga untuk falisitas kredit perumahan karyawan,’’ jelasnya. (ad1428)

Akhiri Kisruh Pekerja Kontrak

Manajemen KDH Bross Singaraja Penuhi Tuntutan Sempat tertunda, pihak manajemen Rumah Sakit Karya Dharma Husada (KDH) Bross Singaraja akhirnya menepati janjinya untuk menghadiri mediasi lanjutan terkait kisruh pengupahan dengan puluhan pekerja kontrak di rumah sakit setempat. Pihak manajemen, Rabu (25/7) kemarin, menyatakan akan memenuhi tuntutan pekerja kontrak dengan gaji Rp 1,7 juta per bulan. Setelah kedua belah pihak sepakat, lantas mulai kapankah bisa diterapkan ketentuan gaji minimal Rp 1,7 juta itu?

Bali Post/kmb38

PENUHI TUNTUTAN PEKERJA - Manajemen KDH Bross Singaraja memenuhi tuntutan pekerja kontrak yang menuntut gaji Rp 1,7 juta per bulan. Keputusan ini diambil setelah mediasi lanjutan digelar Rabu (25/7) kemarin.

DENGAN kesepakatan itu, kisruh yang sempat mencuat di media massa berakhir happy ending. Kesiapan pihak manajemen menggaji pekerja kontrak Rp 1,7 juta per bulan, dituangkan pada surat perjanjian. Pihak manajemen dihadiri oleh Owner KDH Bross Singaraja Nengah Rukun didampingi Manajer Representatif KDH Bros Singaraja dr. Gede Harsa Wardana. Penandatanganan perjanjian ini disaksikan pengawas tenaga kerja Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Bali dan Sekretaris Disnakertrans Buleleng Dewa Putu Susrama. Mediasi yang sudah final itu juga dihadiri pegawai kontrak. Mereka sangat bersyukur setelah manajemen menyetujui tuntutan itu. Pengupahan itu dinilai sesuai Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dan segera diterapkan. Manajer Representatif KDH Bross Singaraja dr. Gede Harsa Wardana mengatakan, keputusan

pengupahan sesuai KHL itu diambil setelah pihak owner mengadakan rapat dengan pihak pemegang saham KDH Bross, Kamis (19/7) lalu. Gaji Rp 1,7 juta sebulan tersebut merupakan batas minimal. Penerapan gaji itu memang tidak dipukul rata kepada semua karyawan. Pasalnya bidang tugasnya berbeda, berbeda pula pengupahan terhadap karyawan itu. Kesepakatan pembayaran gaji itu berlaku mulai bulan depan. Meski telah memenuhi tuntutan pekerjanya, manajemen KDH Bross tidak langsung mengajukan tuntutan baru terhadap para karyawan. Alasannya, semua karyawan umumnya merupakan keluarga besar KDH Bross Singaraja, sehingga diharapkan setiap karyawan punya kewajiban mengikuti aturan manajemen. Caranya, dengan berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat Buleleng. “Pemberlakuannya diusahakan sesegera mungkin. Perjanjian upah

itu sudah sesuai tuntutan temanteman pekerja. Paling tidak bulan depan sudah dimulai. Kami perlu waktu sekitar seminggu memproses administrasinya,” katanya. Sekretaris Disnakertrans Dewa Putu Susrama menyambut baik keputusan yang diambil pihak manajemen dan pekerja itu. Hasil mediasi sudah sesuai harapan pihak karyawan. Terkait nilai gaji Rp 1,7 juta, sudah dinilai layak dan sesuai KHL. Dewa Putu Susrama mengingatkan para karyawan agar bekerja semaksimal mungkin, sehingga kelak perusahaan mendapat keuntungan. Nantinya pasti berimbas pada peningkatan kesejahteraan semua karyawan. “Sudah clear dan pada intinya tidak ada keberatan dari pihak pengusaha. Kami minta agar mereka bekerja semaksimal mungkin guna meningkatkan income perusahaan,” tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah pekerja kontrak mengadu ke Disnakertrans lantaran gaji mereka dipangkas sejak Rumah Sakit KDH itu dikelola manajemen rumah sakit Bali Royal, yang kemudian menjadi KHD Bross Singaraja. Pekerja kontrak yang tadinya dapat gaji Rp 2 juta sempat dipangkas menjadi Rp 800.000 per bulan. Alasan pemangkasan gaji ini karena manajemen yang baru melakukan penyesuaian pengelolaan pengupahan untuk semua pekerja. Keberatan dengan kebijakan itu, pekerja ini mengadu ke Disnakertrans dan meminta gaji Rp 1,7 juta per bulan. (mud)


GIANYAR

Kamis Paing, 26 Juli 2018

9

Tim Kemen-PAN RB Evaluasi Pelayanan Publik di Gianyar Gianyar (Bali Post) Tim evaluasi dari Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PAN RB) mendatangi sejumlah kantor OPD di Kabupaten Gianyar, Rabu (25/7) kemarin. Kunjungan ini dilakukan sebagai monitoring pelayanan publik di Pemkab Gianyar. Tim evaluasi dipimpin Kepala Sub-Bagian Peraturan Perundangan Kemen-PAN RB Arie Nur Rochmat dan Analis Pelayanan, Panji Saputra. Mereka mengadakan evaluasi di tiga lokasi yakni Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), serta RSUD Sanjiwani Gianyar. Arie Nur Rochmat mengatakan, evaluasi ini untuk memastikan bahwa negara hadir dalam setiap pelayanan untuk masyarakat. Di Disdukcapil Gianyar, tim yang didampingi Asisten I Setda Gianyar Wayan Suardana, Kabag Ortal I Gede Windia Berata, Kadisdukcapil I Gede Bhayangkara meninjau beberapa ruangan yang dikhususkan sebagai tempat pelayanan publik, kotak pengaduan, mobil keliling, dan beberapa fasilitas lainnya. ‘’Secara umum, pelayanan publik di Kabupaten Gianyar sudah cukup baik. Mungkin ada beberapa inovasi yang perlu ditingkatkan lagi agar pelayanan lebih maksimal lagi,’’ kata Arie Nur Rochmat. (kmb35)

Bali Post/nik

CEK MOBIL - Tim Kemen-PAN RB mengecek mobil keliling Disdukcapil Gianyar.

Gelombang Tinggi

Kawasan Wisata Pantai Lebih Terendam Air Laut

Gianyar (Bali Post) Gelombang tinggi masih terjadi di perairan Kabupaten Gianyar. Pada Rabu (25/7) kemarin, air laut pasang hingga menyebabkan terendamnya kawasan wisata, fasilitas umum dan fasilitas wisata di Pantai Lebih. Bahkan, air laut sudah hampir menyentuh Jalan By-pass I.B. Mantra, Desa Lebih. Tidak ada kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat fenomena ini. Koordinator Balawista Pos III Pantai Lebih, Nyoman Wanta, mengatakan ombak tinggi sudah terpantau sejak pagi, sekitar pukul 06.00 Wita. Tingginya bahkan mencapai 5 hingga 6 meter. Puncak gelombang tinggi terjadi sekitar pukul 10.00 Wita. Besarnya ombak yang menerjang areal parkir kawasan

wisata Lebih ini, langsung merendam sejumlah warung makan di kawasan tersebut. Sejumlah perahu tradisional yang sebelumnya diparkir di pinggir pantai juga terseret ke areal parkir. ‘’Karena air besar sampai ke simpang di depan. Kalau di sini, banyak warung makan yang terendam,’’ kata pria yang juga nelayan Desa

Lebih ini. Akibat tingginya ombak, warga yang hendak melakukan upacara keagamaan di Pantai Lebih terpaksa membatalkan rencananya. Mereka mengalihkannya ke pantai lain, seperti Pantai Masceti. ‘’Pengunjung yang lain juga ternggangu aktivitasnya, tidak bisa masuk karena areal parkir digenangi

Besok, Puncak ’’Karya Padudusan’’ di Pura Pusering Jagat

Gianyar (Bali Post) Sejak 20 Juli lalu, krama Desa Pakraman Jero Kuta Pejeng ngayah serangkaian karya padudusan di Pura Pusering Jagat. Puncak karya di Pura Sad Kahyangan ini akan berlangsung Jumat (27/7) besok, bertepatan dengan Purnama Sasih Karo. Ida Batara masineb pada Selasa (31/7) nanti. Bendesa Pakraman Jero Kuta Pejeng Cokorda Gde Putra Pemayun menjelaskan, ngayah dimulai dengan kegiatan mareresik yang dilaksanakan di areal Pura Pusering Jagat hingga jalan menuju Tukad Kelebutan. Krama Banjar Intaran dan Banjar Guliang yang mendapat amongan dalam karya padudusan kali ini ngayah membuat sanggar agung, tetaring, serta lap-lapan di masing-masing palinggih di jeroan pura. Pada 22 Juli digelar nuasen karya. Pada 24 Juli dilangsungkan prosesi nyangling di Beji Tukad Kelebutan. Sementara prosesi munggah canang dilaksanakan Kamis (26/6) ini. Lebih lanjut pihaknya mengajak umat Hindu di seluruh Bali pedek tangkil selama Ida Batara nyejer. Umat diharapkan bersama-sama nunas ica, ngrestitiang jagat, memohon kerahayuan serta memohon agar terhindar dari bencana. (kmb25)

air tinggi. Tentunya pedagang di sini juga tidak bisa jualan, sampai airnya surut,’’ katanya. Diakuinya pula, gelombang tinggi sudah terjadi sejak 16 Juli lalu. Akibatnya, sejumlah nelayan tidak bisa melaut. Kondisi ini pun diperkirakan masih berlangsung hingga pekan depan. Sementara itu, Kepala Badan Pananggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar A.A. Gde Oka Digjaya mengatakan, pihaknya sudah berkeliling melakukan monitoring. Gelombang tinggi menerjang hampir seluruh kawasan pantai di Kabupaten Gianyar.

‘’Seperti kita sampaikan sebelumnya, saat ini memang masih berlangsung gelombang tinggi,’’ ujarnya. Hingga sore kemarin, pihaknya belum menerima laporan adanya kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gelombang tinggi. Ditambahkannya, selama kondisi cuaca ekstrem, nelayan sebaiknya tidak melaut guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan. ‘’Sudah saya sampaikan ke seluruh kelompok nelayan agar tidak melaut terlebih dahulu, sepanjang gelombang masih tinggi seperti ini,’’ tegasnya. (kmb35)

Wisata Ayunan Tepi Jurang Makan Korban

Bali Post/ded

NGAYAH - Umat Hindu ngayah mempersiapkan berbagai sarana upacara padudusan di Pura Pusering Jagat.

Gianyar (Bali Post) Fasilitas ayunan yang disediakan salah satu akomodasi pariwisata di Desa Tegallalang Kecamatan Tegallalang memakan korban jiwa, Rabu (25/7) kemarin. Seorang warga negara asing (WNA) asal Prancis, Patrick Jean Pierre Bouchard, jatuh ke jurang sedalam 15 meter akibat insiden di ayunan. Kapolsek Tegallalang AKP Gede Sukadana yang dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, ia belum mau menjabarkan detail insiden itu. ‘’Ya, ada kejadian itu, tapi anggota masih di lapangan mengumpulkan data,’’ ucapnya saat dihubungi via HP. Sementara informasi yang dihimpun, insiden tewasnya WNA itu terjadi sekitar pukul 11.30 Wita. Awalnya, anak kandung korban hendak naik di atas ayunan. Patrick pun berupaya membantu anaknya dengan mendorong

ayunan tersebut. Namun saat mendorong, pegangan tersebut tidak dilepaskan oleh korban. Alhasil, Patrick ikut tertarik ayunan, hingga akhirnya jatuh ke jurang sedalam 15 meter. Kejadian ini sontak menggegerkan petugas dan wisatawan lain. Sejumlah petugas turun ke jurang, berupaya melakukan penyelamatan. Namun saat itu, korban sudah tidak sadarkan diri. Bahkan saat itu, Patrick sudah mengeluarkan darah dari mulut. Petugas setempat segera melarikan korban ke UPT Puskesmas Tegallalang 1. Lantaran keterbatasan peralatan, Patrick akhirnya dilarikan ke RS Ari Canti, Ubud. Namun saat di rumah sakit tersebut, nyawa korban dipastikan sudah tidak tertolong. Korban mengalami patah tulang dan cedera kepala berat. Dia meninggal dunia pukul 13.35 Wita. (kmb35)


JEMBRANA

10

Kamis Paing, 26 Juli 2018

Soal TPA Peh Diprotes Warga

Dewan Minta Pemkab Carikan Alternatif Lain Negara (Bali Post) –

Munculnya protes warga Desa Kaliakah, Kecamatan Negara terkait keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Peh diminta untuk disikapi serius. Apalagi sejak lama warga sudah tidak berkenan adanya perluasan lahan TPA. Sistem yang dilakukan dengan memanfaatkan lahan yang ada juga tetap berdampak buruk. Karena itu warga berharap agar TPA tersebut tidak lagi di Peh.

Bali Post/olo

PADAMKAN API - Sejumlah petugas pemadam kebakaran ketika melakukan pemadaman api di TPA Peh, Rabu (25/7) kemarin.

Panwaslu Telusuri Bacaleg ASN Aktif

Negara (Bali Post) Sejumlah bakal calon legislatif (bacaleg) yang mendaftar ke KPU Jembrana diduga masih berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) aktif serta perangkat desa. Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Jembrana juga menerima informasi tersebut dan sedang menelusurinya pada, Rabu (25/7) kemarin. Dari 344 bacaleg yang mendaftar itu disinyalir ada dua orang yang diduga masih berstatus ASN dan sejumlah perangkat desa. Ketua Panwaslu Jembrana Pande Made Ady Muliawan mengatakan, pada masa perbaikan berkas ini pihaknya menerima informasi dari masyarakat adanya dua orang bacaleg yang diduga ASN. Satu bertugas di kelurahan dan satunya lagi bekerja sebagai tenaga medis. Mereka juga diketahui sudah mengantongi kartu anggota partai. Namun, informasi itu masih ditelusuri. Sesuai aturan, ASN aktif dilarang berpolitik praktis, termasuk menjadi pengurus parpol. Larangan itu tertuang dalam Undang-undang

ASN Nomor 5 Tahun 2014. Dari penelusuran sementara, salah satu di antara bacaleg PNS itu sudah memasuki masa pensiun. PNS itu sebelumnya bertugas di salah satu kelurahan. Apakah memang sudah sah pensiun ataukah belum, hal ini akan ditindaklanjuti. Sementara bacaleg lainnya yang diduga ASN merupakan tenaga medis. Sejatinya mereka bisa mengajukan menjadi caleg asalkan sudah mengundurkan diri sebelum ditetapkan sebagai calon tetap. Sama halnya dengan perangkat desa, baik perbekel, Kaur hingga Kepala Kewilayahan. Surat pengunduran diri itu harus sudah dipenuhi saat penetapan daftar calon tetap (DCT). Di saat itulah nanti terlihat apakah bacaleg yang diduga PNS ini sudah melakukan pengunduran diri. Bila memang sudah ditetapkan calon tetap, maka Panwaslu akan bertindak. Panwaslu mengimbau kepada ASN aktif untuk netral serta mundur sebagai PNS apabila mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. (kmb26)

PERINGATAN Hari Operasi Lintas Laut Jawa-Bali Tahun 2018 dilaksanakan di Monumen Lintas Laut Gilimanuk, Rabu (25/7) kemarin. Peringatan ini dihadiri Bupati Jembrana I Putu Artha bersama Wakil Bupati I Made Kembang Hartawan, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Denpasar Kolonel Hendrikus dan perwakilan Danlanal Banyuwangi Lettu Laut Weko. Selain itu tampak hadir undangan dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, perwakilan keluarga besar almarhum Markadi bersama Wanita Kawanua, para veteran, PGRI dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Jembrana. Upacara peringatan Hari Operasi Lintas Laut Jawa-Bali ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan untuk mengenang pertempuran laut pertama di Indonesia. Ini sebagai bentuk mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang berlangsung di perairan Selat Bali padal 4 April sampai dengan 4 Juli 1946 antara pejuang RI yang tergabung di Pasukan “M” di bawah pimpinan Kapten Markadi melawan penjajah Belanda.

Bali Post/olo

Cuaca Buruk, Nelayan Diimbau Tak Melaut untuk tidak melakukan aktivitas di laut. Artinya, baik nelayan yang menggunakan perahu tradisional maupun perahu purse seine (selerek) diminta untuk tidak melaut. Sejumlah warga di Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Rabu (26/7) kemarin mulai mempersiapkan bila terjadi air laut pasang. Dari pengalaman sebelumnya, warga di kawasan pesisir ini meyakini gelombang pasang akan terjadi pada malam hari. “Kami juga dengar ada imbauan untuk tak melaut. Kondisi cuaca sementara masih tenang. Tapi tak tahu nanti malam,” kata

polusi yang ditimbulkan dari TPA tersebut. Apalagi kondisi TPA sekarang sudah menumpuk dan menjulang tinggi. Juga disertai dengan genangan air yang pekat. Belum lagi terbakar seperti yang terjadi pada Selasa lalu. Kepulan asap sampah itu hingga ke rumah-rumah penduduk. Warga meminta pemerintah mencarikan solusi yang terbaik dan jangan lagi menggunakan TPA tersebut. Hingga Rabu kemarin, upaya pemadaman masih dilakukan. Sumber api diperkirakan masih ada di dalam tumpukan sampah itu. Sejumlah mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) sejak pagi hingga siang melakukan pemadaman. “Walaupun sudah dipadamkan, tapi kepulan asap kadang-kadang muncul,” tandas Perbekel Kaliakah Made Bagiarta. Kasi Pemadam Kebakaran Kade Bagus Darmawan mengatakan, petugas sudah menangani sejumlah titik munculnya asap sejak pukul 07.00 Wita. “Hingga pukul 11.00 Wita sudah aman,” terangnya. Petugas pemadam kebakaran selain mengerahkan dua unit mobil damkar dan satu unit mobil tangki air juga dibantu alat berat untuk mengeruktumpukan yang memunculkan asap. (kmb26)

Bupati Artha Ajak Kobarkan Persatuan Demi Prestasi di Asian Games XVIII

SAMBANG - Petugas Satpolair Polres Jembrana ketika melakukan sambang nelayan guna memberikan imbauan terkait cuaca buruk yang terjadi belakangan ini.

Negara (Bali Post) – Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari belakangan membuat masyarakat di sepanjang pesisir waspada, termasuk juga di Kabupaten Jembrana. Warga yang rumahnya deket dengan pesisir pantau juga mempersiapkan diri jika terjadinya gempuran ombak dan angin kencang. Guna mengantisipasi halhal yang tidak diinginkan, petugas Satuan Polair (Satpolair) Polres Jembrana mengintensifkan upaya sambang nelayan dan warga pesisir. Mereka mengimbau kepada warga dan para nelayan

Wakil Ketua DPRD Jembrana Wayan Wardana, Rabu (25/7) kemarin, meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana untuk mencari solusi lain agar TPA itu tidak mesti di Peh. Menurutnya, dengan kejadian kebakaran yang berulang-ulang di TPA tersebut sudah sepatutnya pemerintah daerah segera memikirkan alternatif lain. Apalagi masyarakat sekitar sudah terdampak langsung, terutama pada kualitas air minum serta gangguan polusi udara. “Jadi kalau bisa dicarikan tempat lain yang jauh dari hunian penduduk,” kata Wardana. Selain itu, dalam pengelolaan sampah nantinya pemerintah daerah juga mengadakan kerja sama dengan swasta agar sampah-sampah itu memiliki nilai tambah. Misalnya, memanfaatkan sampah organik digunakan untuk pupuk dan sampah plastik serta lainnya untuk didaur ulang. “Tidak harus terpusat di Peh seperti sekarang ini, harus dicarikan solusi. Apalagi masyarakat sudah merasakan dampak negatifnya,” tambahnya. Sebelumnya, puluhan warga meminta agar TPA Peh ditutup. Disebutkan warga ini sudah bertahun-tahun bersabar dan menerima dampak

Yanto, salah seorang warga. Kasat Polair Polres Jembrana Iptu Eddy Waluyo mengatakan, hingga kemarin sore situasi di sepanjang pantai dari Gilimanuk hingga Pekutatan masih terpantau normal. Kendati adanya ombak tinggi, namun tidak seperti di pantai lain di wilayah timur Bali. Meski demikian, petugas Polair terus melakukan sambang ke masyarakat pesisir, termasuk para nelayan selerek untuk sementara agar tidak melaut. “Kami imbau jangan melaut dulu, termasuk nelayan selerek di Pengambengan dan sekitarnya,” terangnya. (kmb26)

Bupati Artha selaku Inspektur Upacara berharap agar pemuda kini dapat memetik nilai-nilai perjuangan, terutama dari semangatnya. “Para pelaku sejarah kita berjuang tanpa dukungan sarana, prasarana terutama senjata. Namun, itu tidak memutuskan semangat merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Saya harap kita, terutama pemuda bisa mengisi kemerdekaan dengan inovasi, prestasi, dan kreativitas agar bangsa Indonesia mampu bersaing dengan bangsa lain. Kemajuan dalam keterbatasan, modalnya adalah rasa tulus ikhlas,” ujar Bupati Artha. “Utamanya menghadapi perhelatan Asian Games XVIII, mari kita kobarkan persatuan dan api semangat juang agar atlet kita tampil percaya diri sebagai tuan rumah sehingga mampu menorehkan prestasi,” ucapnya. Bupati Artha berpesan agar persatuan kita sebagai bangsa yang heterogen, tidak mudah goyah hanya oleh hasutan-hasutan yang memakai bungkus suku, agama atau pun ras. “Jangan terpecah belah oleh hasutan berbau SARA, apalagi perbedaan pilihan saat Pilkada. Mari bersatu,” tegas Bupati Artha.

Bali Post/ist

BANTUAN - Bupati Jembrana I Putu Artha saat menyerahkan bantuan paket belajar bagi siswa PAUD, SD dan SMP seusai upacara peringatan Operasi Lintas Laut di Cekik, Gilimanuk. Pada kesempatan tersebut, Wanita Kawanua memberikan sumbangan berupa bantuan sembako (1 kuintal beras, 10 kilogram gula pasir, dan 5 kardus mie instan) yang masingmasing diberikan kepada tiap

kecamatan di Jembrana. Begitu juga 310 paket belajar bagi siswa PAUD, SD dan SMP. Bantuan tersebut diserahkan langsung Bupati Artha kepada perwakilan yang hadir pada upacara peringatan tersebut. (ad1424)


Kamis Paing, 26 Juli 2018

KARANGASEM

11

Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi RI Gelar Pelatihan bagi Pengungsi Gunung Agung

BUPATI BERSAMA KEMENTERIAN - Bupati Karangasem bersama jajaran Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi di Wantilan Kantor Camat Manggis. PEMERINTAH pusat kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap Karangasem. Kali ini, melalui Kementerian Desa PDT (Pembangunan Daerah Tertinggal) dan Transmigrasi itu memberi pembekalan keterampilan kepada pengungsi melalui program pelatihan. Program pusat ini dibuka langsung pihak kementerian di Wantilan Kantor Camat Manggis, Rabu (25/7) kemarin. Program ini dibuka dengan tema “Negara Hadir di Tengah Kesulitan Masyarakat Desa, Menggali Berkah di Tengah Potensi Sumber Daya Alam”. Acara dibuka Ir. Harlina Sulistyorini selaku Plt. Direktur Jenderal Pembangunan Kawasan Pedesaan dari Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi RI. Kegiatan itu dihadiri Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri. Sedangkan Menteri Desa PDT dan Transmigrasi RI Eko Putro Sandjojo diwakili staf khusus Menteri Indra Muda Salim. Turut hadir pada kesempatan itu Jajang Abdullah, Sekretaris Balilatfo; Ir. Aisyah Gamawati, Sekretaris Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal; Mulyadi Malik, Kepala Balai Pelatihan Masyarakat Denpasar; Nugroho Setijo

Nagoro, Direktur Pembangunan Usaha Ekonomi Desa; R. Herry Prijanto, Pimpinan Jaringan dan Layanan BNI Bali NTB NTT; I Nyoman Sukarya, Pimpinan BNI cabang Singaraja; Sekda Kabupaten Karangasem I Gede Adnya Mulyadi, dan Kepala OPD terkait di Karangasem. Acara pelatihan erupsi Gunung Agung itu diikuti puluhan orang. Ditandai penyematan tanda pelatihan oleh Ir. Harlina Sulistyorini didampingi Bupati Mas Sumatri. Selain itu, juga diberikan bantuan kepada para pengungsi erupsi Gunung Agung. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengatakan, melalui program ini, dapat menjadikan Karangasem turut serta mendukung pelaksanaan pembangunan menuju GERBANG e-MAS, yaitu Gerakan Pembangunan menuju Masyarakat Adil dan Sejahtera. Solusinya senantiasa mendorong agar Desa lebih maju dan mandiri dalam mengemban tugas. Menurutnya, kedatangan pihak kementerian kali ini, akan membawa dampak positif dalam penanganan pengungsi. Tidak hanya soal penanganan pengungsi, tetapi juga kesan positif bahwa tidak semua wilayah

Karangasem itu berbahaya. “Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat Karangasem untuk bangkit, bersatu, bahu-membahu. Mari kita tunjukkan bencana seperti ini bukan halangan bagi kita selalu berusaha. Jangan terpuruk dalam usaha meningkatkan perekonomian masyarakat. Segala permasalahan pasti ada jalan keluarnya,” ujar Mas Sumatri. Ir. Harlina Sulistyorini selaku Plt. Direktur Jenderal Pembangunan Kawasan Pedesaan mengatakan, kegiatan pelatihan ini bermula dari kunjungan Menteri ke lingkungan pengungsi. Ini menjadi salah satu bentuk tanggung jawab negara, ikut berkontribusi dan hadir dalam penanganan erupsi Gunung Agung. Diharapkan, pelatihan ini bisa meningkatkan kemampuan atau skill para pengungsi. Dikatakan, di Kementerian ada beberapa program, di antaranya Bumdes Prokades dan embung. Kementerian tentu tidak bisa bekerja sendiri. Karena itu, harus bersinergi dengan masyarakat, supaya mampu meningkatkan kesejahteraan dan keterampilan para pengungsi. “Bantuan ini hanya sebagai pemicu dan pencetus. Selanjutnya terserah pelaku, bagaimana cara mengembangkan BUMDesanya masing-masing,” jelasnya. Harlina juga meminta kepada masyarakat yang belum mendapat pelatihan untuk tidak berkecil hati. Karena seperti yang disampaikan Bupati Karangasem dari bidang potensi, masyarakat harus bersemangat bersama-sama ikut menggarap. Itu penting, supaya potensi yang dimiliki di masing-masing desa itu bisa maju dan juga bisa menyejahterakan masyarakat Karangasem khususnya. Karena itu, sangat diperlukan dorongan bersama pemerintah desa, agar program ini memiliki progres yang jauh lebih besar. Pada akhir acara, dilakukan penandatanganan kesepakatan antara pemerintah Kabupaten Karangasem dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (ad1422)

Bali Post/kmb

PINDAHKAN JUKUNG - Nelayan Bugbug memindahkan jukungnya untuk mengantisipasi terjangan gelombang.

Ombak Besar Terjang Vila di Amed Air Laut Masuk Kamar, Turis Histeris

Amlapura (Bali Post) -

Turis asing yang menginap di sejumlah vila di Pantai Amed, Desa Purwakerti, Abang, dikejutkan terjangan ombak yang relatif besar, Rabu (25/7) kemarin. Dampak cuaca buruk itu setidaknya menyapu lima vila di wilayah Banjar Biaslantang Kaler. Dua rumah di antaranya rusak berat. Terjangan ombak besar itu terjadi pagi hari pukul 06.00 Wita, ketika sebagian besar tamu asing di vila-vila itu masih tertidur. Air laut menghantam keras bangunan vila yang berjarak cukup dekat dengan bibir pantai itu. Kemudian air itu menerobos sampai halaman belakang dan jalan umum di belakang vila itu. Malah, ketinggian air di jalan umum itu mencapai sepinggang orang dewasa. Perbekel Purwakerti I Nengah Karyawan mengatakan, terjangan ombak pantai itu memang terjadi secara tibatiba. Ombak besar itu mendadak saja muncul dan langsung menghantam deretan vila di pinggir pantai. ‘’Tiba-tiba saja air laut itu sudah naik. Saya sempat keliling merekam, di jalanan ketinggian air sekitar sepinggang,’’ jelasnya.

Ketika pertama kali menerjang daratan, laju air laut cukup kencang. Sejumlah turis asing yang menginap di kelima vila tersebut, kata Nengah Karyawan, seketika histeris. Pasalnya, air laut masuk sampai ke dalam kamar dan nyaris menyentuh kasur. Terjangan ombak itu juga merusak fasilitas pendukung vila mulai dari kebun hingga aksesori di halaman vila itu. Restoran Green Lemn dan Pacah Beach juga terkena terjangan air laut. Akibatnya, meja dan perkakas di dalam restoran berhamburan terbawa air meluap itu. Bukan hanya turis penghuni vila itu dibuat histeris, warga dan nelayan juga dibuat kalang kabut. Meski air laut yang masuk sampai ke permukiman, tetapi tidak sampai menimbulkan keru-

sakan yang sangat berarti. Ombak juga mengancam jukung yang diparkir di pantai itu. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, turis asing di vila yang terdampak ombak itu dievakuasi ke tempat yang lebih aman. ‘’Tamu vila umumnya tamu long stay. Evakuasi dibantu Polsek Abang menggunakan mobil patroli polisi,’’ terang Karyawan. Cuaca Ekstrem Dampak buruk cuaca ekstrem itu juga terjadi di Pantai Kelod, Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem. Di sana ombak sekitar pukul 09.00 Wita menyapu warung-warung milik warga. Beberapa kios temboknya jebol. Bahkan, yang lainnya rata dengan tanah. Barangbarang yang masih bisa diselamatkan sudah dipindahkan pemiliknya.

Selain menghanyutkan kios berikut barang dagangan mereka, terjangan ombak itu juga merusak bangunan dan fasilitas umum termasuk gubuk tempat nelayan menyimpan peralatan melautnya dan sejumlah jukung. Mengantisipasi kejadian serupa, para nelayan sudah memindahkan jukung-jukung mereka. Untuk sementara waktu ditempatkan di sepanjang jalan menuju pantai. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem I.B. Ketut Arimbawa mengaku belum dapat memastikan nilai kerugian yang terjadi. Yang jelas, pihaknya mengimbau masyarakat terutama yang bermukim di dekat pantai itu agar meningkatkan kewaspadaan karena cuaca buruk itu diperkirakan masih terjadi dalam beberapa hari ke depan. ‘’Jumlah kerugiannya sedang diinventarisir. Kami berharap, nelayan itu agar selalu memperbarui informasi prakiraan cuaca dari BMKG,’’ ungkapnya. (kmb)


KLUNGKUNG

12

Kamis Paing, 26 Juli 2018

Diterjang Ombak Besar

Hektaran Sawah di Dua Subak Terendam Air Laut Semarapura (Bali Post) –

Ombak tinggi dan besar menerjang pesisir Klungkung, Rabu (25/7) pagi. Tingginya luapan air laut mengakibatkan hektaran lahan sawah di dua subak yakni Subak Sidayu Tempek Babakan dan Subak Lepang, Desa Takmung, Banjarangkan, rusak. Sawah tersebut teredam air dan tertutup pasir. Dampaknya, petani setempat kini terancam gagal panen.

Bali Post/ina

TERENDAM - Lahan pertanian di Subak Sidayu Tempek Babakan Desa Takmung, Banjarangkan yang terendam air laut.

Masih Minim, Pelaku Usaha Kantongi HKI Semarapura (Bali Post) – Kesadaran pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Klungkung untuk mengurus Hak Kekayaan Intelektual (HKI) nampaknya masih cukup rendah. Hal itu terbukti dari masih sedikitnya UMKM di Klungkung yang mengantongi sertifikat HKI. Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Klungkung, Rabu (25/7) kemarin, sampai saat ini baru empat pelaku usaha yang mengantongi HKI. Untuk mendapatkan HKI, empat pelaku usaha tersebut mulai mengurusnya pada tahun 2016. Sementara di tahun ini, jumlah pelaku usaha yang mengajukan permohonan pendaftaran HKI ada 7 orang dengan produk olahan makanan, desain kain, dan pertenunan. Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Wayan Kariadi mengatakan, minimnya jumlah pelaku usaha di Kabupaten Klungkung untuk mengurus HKI disebabkan karena masih kurangnya pemahaman tentang manfaat dan pentingnya HKI. Masih banyak pelaku usaha yang belum merasa khawatir produknya diplagiat orang lain. “Mungkin karena pemahaman masih kurang dan belum merasakan manfaatnya sehingga baru sedikit yang mengurus HKI,” ujarnya didampingi Kasi Pengembangan, Penguatan dan Perlindungan Usaha Mikro I Gede Dodi Hendrawan. Padahal untuk memberikan pemahaman tersebut, pihaknya selama ini sudah gencar melakukan sosialisasi dan pembinaan tentang pentingnya HKI dengan menggandeng narasumber dari Kemenhumkam. Dalam sosialisasi tersebut pihaknya terus mendorong agar pelaku usaha mengurus HKI, terlebih untuk mengurusnya selama ini digratiskan alias tidak dipungut biaya. Untuk mengurus HKI, pelaku usaha cukup datang ke Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Klungkung. “Kami yang memfasilitasi ke Kementerian Koperasi,” terangnya. Dikatakan juga, selain memfasilitasi pelaku usaha, Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Klungkung saat ini juga tengah memfasilitasi beberapa produk kerajinan masyarakat Klungkung untuk bisa mendapatkan sertifikat indikasi geografis. Beberapa produk yang dimaksud di antaranya lukisan Kamasan, endek Cepuk dan Rangrang, bokor, gamelan, tedung, genta, songket, endek Sampalan dan garam Kusamba. Dengan adanya sertifikat indikasi geografis tersebut, jika ada pihak yang nantinya memproduksi produk tersebut harus mendapatkan izin. “Misalnya, kalau Lombok mau memproduksi rangrang, dia harus dapat izin dari desa yang memproduksi rangrang di Nusa Penida,” kata Dodi. (kmb40)

Berdasarkan pantauan, air laut terlihat merendam lahan sawah di dua subak tersebut. Sebagian besar lahan yang terendam berisi tanaman padi yang sudah mengeluarkan bulir. Sejumlah petani yang berada di lokasi tampak pasrah menyaksikan kondisi sawahnya yang tergenang air. Salah seorang petani di Subak Lepang Mangku Made Runia mengatakan, gelombang tinggi di Pantai Lepang terjadi sejak Selasa (24/7) malam. Tingginya gelombang mengakibatkan air laut naik ke daratan dan merendam lahan sawah yang ada di dekat pesisir. “Ini yang paling besar. Kalau dulu-dulu tidak sampai kena sawah,” ujarnya. Dikatakan Runia, dari total 15 are luas lahan sawah miliknya, hampir seluruh-

nya terendam air. Ia pun mengaku pasrah melihat tanaman padi miliknya tergenang air laut. “Panen diperkirakan 15 hari lagi. Tapi ya mau bagaimana lagi. Disemprot pakai obat tidak bisa ditolong. Kalau sudah kena air laut, tanaman rusak total,” terangnya. Hal yang sama juga diungkapkan petani lainnya di Subak Sidayu Tempek Babakan, Wayan Gangsar. Terjangan ombak mengakibatkan 80 are tanaman padinya yang sudah be rumur 40 hari kini terancam gagal panen akibat tergenang air laut. Jika dihitung kerugian yang harus ditanggung mencapai jutaan rupiah. “Dua bulan lalu sempat ada gelombang tinggi, tapi tidak separah sekarang,” katanya. Klian Subak Sidayu Tem-

pek Babakan Ketut Budi mengatakan, dari 11 hektar total luas lahan sawah yang kondisinya terendam air laut sekitar 5 hektar. Selain padi, ada juga berisi tanaman jagung. Untuk menyelamatkan tanaman padi yang terendam air laut dari ancaman gagal panen, ia bersama petani lainnya akan mencoba mengairi lahan dengan air sungai. “Tapi kalau gelombangnya terus menerus seperti ini, rugi juga. Percuma kita masukan air sungai ke sawah,” kata Budi. Selain milik petani, padi milik Kodim Klungkung di areal Subak Sidayu juga menjadi korban gelombang pasang. Danramil 1610/02 Banjarangkan Kapten Ketut Suwarta didampingi Babinsa Takmung Sertu Yulianta mengatakan dari total 26

are lahan padi yang ditanam sebagai percontohan, sebagian kondisinya kini terendam air laut. Bahkan tanaman padi yang berada paling dekat dengan pesisir ini banyak yang tertimbun pasir. Dikatakan Suwarta, usia tanaman padi milik Kodim sekitar 64 hari. Di tempat terpisah, Perbekel Takmung Nyoman Mudita menjelaskan, banyaknya sawah yang terendam air laut akibat gelombang pasang, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait. Di sekitar lahan yang terendam nantinya akan dibuatkan saluran irigasi untuk pembuangan air. “Gelombang tinggi seperti ini sudah sering terjadi. Ini yang ketiga kalinya,” kata Mudita. Penyeberangan Ditunda Tingginya gelombang dampak dari cuaca buruk mengakibatkan aktivitas penyeberangan menuju Kepulauan Nusa Penida dari daratan ditunda. Sesuai informasi dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas

Pelabuhan, merujuk pada data BMKG, penundaan penyeberangan berlangsung sampai 29 Juli mendatang. Camat Nusa Penida I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya mengatakan, karena adanya penundaan penyeberangan, wisatawan yang berkunjung ke Nusa Penida terpaksa menggunakan helikopter. “Tadi ada yang menghubungi, jam dua siang ada satu helikopter yang membawa wisatawan,” kata Mahajaya. Sementara itu, Sekretaris PHRI Klungkung I Wayan Sukadana mengatakan cuaca buruk yang terjadi di Selat Bali akhir-akhir ini menyebabkan sekitar 60 persen wisatawan membatalkan pemesanan penginapan. Pihaknya tidak bisa menyikapi fenomena alam ini. Kapal roro bisa melayani penyeberangan dari Padangbai ke Nusa Penida. Tetapi wisatawan yang berhasil terangkut hanya sedikit. “Memang ada roro, tetapi daya tampungnya kan terbatas. Wisatawan banyak yang memilih menggunakan fast boat,” imbuhnya. (kmb40/kmb45)

Hengkang dari Hanura

Ida Ayu Gayatri Loncat ke NasDem

Semarapura (Bali Post) Pascapengajuan pengunduran diri dari jabatan sebagai Wakil Ketua DPRD Klungkung maupun kader Partai Hanura, Ida Ayu Made Gayatri loncat ke Partai Nasional Demokrasi (NasDem). Politikus asal Desa Takmung Kecamatan Banjarangkan ini langsung mengikuti pencalegan, menggantikan bakal caleg yang sudah terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klungkung. Hal tersebut dibenarkan Ketua DPD NasDem Klungkung I Ketut Sukma Sucita. Dikatakan, langkah tersebut menjadi keinginan langsung Ida Ayu Gayatri. “Beliau masuk melalui Badan Pemenangan Pemilu. NasDem sangat terbuka terhadap siapa pun yang ingin bergabung. Tetap ada seleksi dan verifikasi,” jelasnya, Rabu (25/7) kemarin. Politikus asal Desa Kamasan, Klungkung ini menyebutkan sejalan dengan itu, berkas pencalegannya sudah disiapkan. Pendaftarannya ke Komisi Pemilihan Umum dipastikan sebelum batas akhir. “Kurangnya hanya beberapa surat saja,” ucapnya. Meski menjadi pendatang baru di partai besutan Surya Paloh itu, dalam pencalegan, Ida Ayu Gayatri mendapatkan nomor urut 1, menggusur bacaleg yang sudah didaftarkan sebelumnya. Oleh Sucita, itu tidak menjadi persoalan dan telah dikomunikasikan. “Kami prinsipnya mencari yang terbaik. Untuk penggantian bacaleg yang telah didaftarkan sebelumnya sudah dikomunikasi-

kan. Tidak ada persoalan,” ucapnya. Dinyatakan pula, kehadirannya itu menjadi angin segar untuk mendongkrak suara partai dan lebih memperkenalkan ke masyarakat. “Bu Dayu incumbent. Jadi wakil ketua. Pendukungnya sudah riil,” sebutnya. Dikonfirmasi terpisah, Ida Ayu Gayatri masih enggan berkomentar soal pilihan partainya itu. “Di awal sudah disampaikan, beberapa partai sempat diajak berkomunikasi. Kalau sudah ada keputusan, pasti dikabari. Sebelum perbaikan berkas pencalegan berakhir sudah saya putuskan. Mohon ditunggu dulu,” jelasnya. Sebelumnya, Ketua KPU Klungkung I Made Kariada mengatakan partai bisa mengganti bacaleg yang sudah didaftarkan sebelum penetapan Daftar Calon Sementara (DCS) yang dijadwalkan 12 sampai 14 Agustus dengan catatan tidak memenuhi persyaratan maupun karena mengundurkan diri. (kmb45)

Ditetapkan Sebagai Calon Bupati/Wabup Terpilih

Suwirta-Kasta Dilantik Pertengahan Desember

Bali Post/ina

RAPAT PLENO - Rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Klungkung terpilih tahun 2018 yang digelar KPU Klungkung, Rabu (25/7) kemarin. Semarapura (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Klungkung menetapkan pasangan I Ny-

oman Suwirta-I Made Kasta sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Klungkung terpilih dalam Pemilihan Kepala

Daerah (Pilkada) serentak Tahun 2018. Penetapan itu dilakukan dalam rapat pleno terbuka yang digelar, Rabu (25/7) kemarin. Pelantikan paslon petahana tersebut rencananya akan dilaksanakan pada pertengahan Desember mendatang. Rapat pleno yang dilaksanakan pukul 10.00 Wita kemarin dipimpin Ketua KPU Klungkung I Made Kariada. Rapat pleno dihadiri perwakilan KPU Provinsi Bali, Ketua Panwaslu, Kapolres, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Klungkung lainnya serta sejumlah partai pengusung dan pendukung paslon. Dari paslon terpilih, rapat pleno hanya dihadiri I Nyoman Suwirta. Sementara pasangan Tjokorda Bagus Oka dan Ketut Mandia yang kalah dalam

pilkada Juni lalu, kompak tak hadir. Sesuai Surat Keputusan KPU Kabupaten Klungkung Nomor : 70/PL.03.6-Kpt/5105/ Kab/VII/2018 tentang Penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Tepilih dalam Pilkada 2018, KPU Klungkung menetapkan Suwirta-Kasta sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati terpilih dengan perolehan suara sebanyak 92.944. Keputusan tersebut mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. Kariada yang dikonfirmasi usai rapat pleno mengatakan, penetapan pasangan calon bupati/wakil bupati terpilih ini dilaksanakan setelah pihaknya mendapat surat dari KPU RI dan Mahkamah Konstitusi (MK). KPU Klungkung dapat menggelar pleno penetapan paslon bupati/wabup terpilih karena tidak adanya gugatan yang masuk ke MK.

“Karena tidak ada yang menggugat sehingga penetapan calon terpilih kita laksanakan hari ini,” kata Kariada. Pascadigelarnya rapat pleno, paslon terpilih selanjutnya akan dilantik dan diambil sumpahnya. Rencananya pelantikan akan dilaksanakan pada 15 Desember mendatang. Mengenai tempatnya, menunggu keputusan Gubernur. “Setelah ini kami akan bersurat ke DPRD memberikan surat keputusan penetapan paslon bupati dan wakil bupati terpilih. Selanjutnya DPRD menyampaikan ke Gubernur,” jelasnya. Sementara itu, disinggung mengenai alasan ketidakhadiran Tjokorda Bagus Oka dan Ketut Mandia dalam rapat pleno itu, Kariada mengaku kurang tahu. “Mungkin ada kesibukan lain,” tandasnya. (kmb40)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Kamis Paing, 26 Juli 2018

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Estimator Interior Min S1 Sipil/Arsitek/Admin Toko Min. SMA, Bs Bhs.Inggris/Superviser Produksi Interior, Min.SMA Hub. 0361-9347196/info@maitaru.com

B.BP.141.07.18.0001412

Dcr OB utk Klinik di Legian pny SIM C Hub.751981

B.BP.154.07.18.0001363

Dicari Pembantu Rumah Tangga Gaji 1,5Jt Hub.HP.087750129598

B.BP.001.07.18.0001415

*Dicari Asst Akunting & Admin Cargo di Kuta Hub.081916224131

B.BP.166.07.18.0001313

Dcr Lls SMU-S1 utk Guru PG/TK ada Diklat. Lgs Krj. 0811380028

B.BP.821.07.18.0000638

Dicari Admin Wanita,Berpengalaman dan Mekanik, Spd Motor. Bw Lmran ke Kecak Motor Jl.Ry Pdg Luwih No.166 Dalung/412106

B.BP.001.07.18.0001399

!Db Chef, (Baking Exper a +). 2.5Jta+Mes/Makan/Tips.Top busy Cafe di Jimb, 081237574747

B.BP.004.07.18.0001400

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel PkebunanResto Pasti Brangkat.Line WA081375409869&087754689692

B.BP.004.07.18.0001222

Cari Sopir Pickup Hub. Jl.Sidakarya 157 Perum Calista A12A B.BP.001.07.18.0001417

Dcr Segera Adm Wanita/Akutansi Hub:Jl.Ida Bagus Mantra No.98 Denpasar0361466959/0361468404 B.BP.001.07.18.0001385

BIRO JASA

Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar

G.01

Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar

G.02

Koperasi Wanita Raka Dewi Bali Membthkn:1)Manager:S1, pglm 2th dibdngnya, L/P max.45th; 2)Kasir:S1/sdrjt,wnt,max.30th; 3)Admin:S1/sdrjt,bisa Bhs Inggris/ Mandarin wnt, max.27th; 4)Accounting:S1 brpnglm 2 th dibidngnya, max.35 th.Krm CV: ketua@rakadewibali.com/ WA: 081353976118/Hub. lebih lanjut: www.rakadewibali.com

G.03

Satpam/waker untuk tugas di wilayah Kuta. Lamaran ke email:coffeebali18@gmail.com

G.04

Tenaga CS laki untuk tamatan SMP. Lam. ke Warung 63, Jl. Veteran, E:coffeebali18@gmail.com G.05

Sopir SIM B1 untuk truk angkut air, tinggal wilayah Tabanan. Lam. E: coffeebali18@gmail.com

G.06

Dist Prodk Nestle/KAO Cr:Sales TO/SPV/TF,Sopir SIM A/B1,Admin MD,Tng Srbt/Gdg u/Dps,Klungkng Kirim Jl.Ry Sempidi No.2 Dps

B.BP.001.07.18.0001045

Cleaner Wanted for Cafe in Brawa. Ph .087862351151

Sopir SIM A untuk sopir Canvas air minum domisili Tabanan/Dps. Lam.E:coffeebali18@gmail.com G.07

Dicari Salesman/Girl,Gaji 3Jt, Transport, Komisi, Bonus Hub.HP.087761391444(TidakSMS)

B.BP.001.07.18.0001232

B.BP.001.07.18.0001389

B.BP.154.07.18.0001405

B.BP.001.07.18.0001398

Honda Accord 2.4 VTi-L Th’2007 DK Hitam Barang Mulus H.128jt Serius Hub.081999315168

B.BP.001.07.18.0001279

Dcr 2 org Staf Gdg P/W&1 Sopir Gj UMR.Hub:PT.Karya Safari,Jln Buluh Indah No.74/081803697442

B.BP.141.07.18.0001408 JEEP

Hummer H3 Th’2009 KM Low Warna Hitam Hub.081238116467

B.BP.001.07.18.0001394

Dcr Admin,Supir,Tenaga Tk Bangunan,Hub:08123676218

KIA

Picanto Th’2014 Putih Tangan 1 Manual Hub.087862270180

Dcr Arsitek Pnglaman Min 1Th Hub:Iswa Graha(0361) 8461169 Jln Batuyang Private Residence No.1 Batubulan

B.BP.001.07.18.0001416

NISSAN

Nisan Juke RX’11+Mazda CX7’11 Putih,istimewa.H.081239996788

B.BP.001.07.18.0001278

Dcr Karyawan Toko SMU SIMC,UMR Tidy Tailor Tuban,081337087577

B.BP.001.07.18.0001390

SUZUKI

APV’05 DK silver 72jt orisinil Jl.Buluh Indah 60,081236809809

B.BP.154.07.18.0001407

Dcr Pembantu Masak/Waitress Ada Gaji,Tip.Hub:081236109808

B.BP.001.07.18.0001414

B.BP.001.07.18.0001266

B.BP.004.07.18.0001368

SERVICE

TOYOTA

*Fortuner Diesel G AT Th’2012+ Bensin G AT’10 H.081353696360* Dcr Tk.Jahit/Potong/Mote,Pglmn utk Butik diRenon,083119980802 B.BP.001.07.18.0001275

Dcr Tkg Jahit Kemeja Berpglmn Tlp/WA.089521036009 B.BP.154.07.18.0001406

RUPA-RUPA

SERVICE Free

DIJUAL RUMAH

n

Desig

Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

BIRO JASA FOTO COPY

DICARI MOBIL

Cari Mobil Bekas Suzuki,Honda, Daihatsu,KIA,Prbd,085100880349 B.BP.164.07.18.0001364

KOST

Kost2an Aktif 19Kmr,LT 10A,Msh ada tnh Kosong 3A.Hrg 4,5M Lok Jl .G.Agung Dps Hp:087761724888 B.BP.001.07.18.0000991

DIJUAL TANAH

Dijual Tnh Kav 1A Tangguwisia DP 10% Bunga Krd 0.9% Perbln Hub:082236881191/081805374433 B.BP.004.07.18.0000139

Tanah Nempil,Jl.Besakih Pondok Citra Pemogan Dps,08123871809 B.BP.001.07.18.0000043

B.BP.141.07.18.0001409

B.BP.004.07.18.0001402

Dcr Sopir Travel & Bus Hub.Merrys Travel 0361-235700

HONDA

*H.Jazz RS AsDK Tgn 1 Th’2011 Terawat Hub.081353696360*

Dijual Mobilio Th’16 KM 22Ribu Istimewa.Hubungi:0811397577

Dcari Sgra Staff Pria & Wanita Hub:JN Laundry HP:081239036432

B.BP.001.07.18.0001272

DIJUAL MOBIL

B.BP.141.07.18.0001410

Cr Pembntu Tggl dlm/Luar Gj.1,7 +300Rb S.SiurKuta 081239232035

Dcr SPG,Max.28th Min.SMA,Jujur Rajin,Mau Belajar,Penempatan Discovery Shopping Mall Kuta Hub.Lusi 082144355655

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Jazz S’10 Htm+X Over’10 Putih Asli Bali,Variasi. 081999456633

B.BP.001.07.18.0001413

B.BP.004.07.18.0001401

SERVICE

B.BP.001.07.18.0001396

Cr Pembantu RT,Tdr dlm,Pribadi Gj 1,8juta,masak H081237839796

BENGKEL LAS BIRO JASA

Dicari Tukang Jahit Kaos Yang Belum Mahir akan Diajari Hubungi:0818520746

Informasi pasang iklan Telepon

Dicari Karyawati Housekeeping/ Bersih2,Pengalaman/Tdk, Bisa Bhs.Inggris/Tdk,Part Time/Full Time utk di Legian & Batubulan Hub.082359377096 B.BP.001.07.18.0001326

B.BP.141.07.18.0001411

Alphard Transpormert’2016 Hitm Mls Fuull Option 08123913788 B.BP.004.07.18.0001404

Inova G’13 Silver+Avanza G’13 Hitam,Mulus.Hub:081999456633 B.BP.001.07.18.0001388

MESIN

Djl Mesin Bekas Vibr Beton,Genzet 1500,Pompa Air 3 inch,Las Listrik 160/200A, Mesin Sneai, Grinda Murah.Hub:081999548111 B.BP.001.07.18.0001395

RUPA-RUPA

Di cari Pembeli Langsung Mirah Delima Anti Cukur 081236219576 B.BP.001.07.18.0001391

KEHILANGAN

BPKBNo.E8047739-ODK3410AAK An.I Gst Nyoman Sri Artini B.BP.001.07.18.0001383

Hlg BPKB Mtr DK 7289 HS No BPK B L 07098633 AN Luh Pt .Sariani B.BP.167.07.18.0001403

BIRO JASA

Bntu Lap Pajak SPT Tahunan PKP NPWP SIUP IMB 081338344155 B.BP.001.07.18.0000914


BANGLI

14

Kamis Paing, 26 Juli 2018

Dapur Terbakar, Kerugian Puluhan Juta Rupiah Bangli (Bali Post) Peristiwa kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Bangli. Kali ini kebakaran terjadi di Jalan Ngurah Rai, Kelurahan Kawan, Bangli, Kamis (25/7) kemarin. Sebuah dapur milik Pande Ketut Sukari ludes dilalap si jago merah. Kerugian material mencapai puluhan juta rupiah. Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 12.45 Wita. Dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Bangli dikerahkan ke lokasi untuk membantu proses pemadaman. Di lokasi juga banyak warga yang ingin melihat kebakaran, hingga membuat jalan menjadi krodit. Mengantisipasi kemacetan, petugas dari Satlantas Polres Bangli ikut mengatur arus lalu lintas. Pascakebakaran polisi memasang police line di lokasi kebakaran dan sejumlah petugas

terlihat melakukan olah TKP. Adik kandung pemilik dapur, I Nyoman Suara, mengungkapkan sebelum kebakaran kakaknya menggoreng daging ayam untuk dijual di pasar senggol di sebelah timur Lapangan Kapten Mudita. Kata dia, kebakaran dipicu kobaran api dari tungku. Sebab, saat minyak goreng panas di penggorengan, kakaknya langsung menaruh daging basah, sehingga membuat api besar karena kena percikan minyak goreng yang panas. Api membesar terus melalap plafon yang ada di atas tungku. “Karena yang ada di atas tungku ada bahan yang mudah terbakar. Di samping tungku juga terdapat papah nyuh (daun kelapa kering - red), makanya api cepat membesar,” ucapnya. Peristiwa itu membuat sejumlah peralatan dapur hampir semuanya ludes terbakar. Kata dia, untuk memadamkan koba-

ran api dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pengkab Bangli terjun ke lokasi. “Api baru bisa dipadamkan sekitar 30 menit. Atas kejadian ini kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta,” paparnya. Sementara itu, Pande Ketut Sukari menjelaskan, jika saat itu dirinya sedang memasak daging ayam untuk dijual ke senggol. Jelas dia, ketika api membesar dirinya langsung keluar untuk menyelamatkan diri dan meminta pertolongan. “Saya sempat mau menyiram api, tapi tidak berani karena takut api akan bertambah besar,” ucapnya. Meskipun dilanda musibah, tetapi dirinya tetap akan berjualan ke senggol. Pasalnya, sebagian makanan yang telah dimasak sebelum kebakaran sudah jadi dan siap dijual. “Saya tetap berjualan,” papar Sukari. (kmb41)

TERBAKAR - Dapur yang terbakar, Kamis (25/7) kemarin.

Bali Post/kmb41


15

Kamis Paing, 26 Juli 2018

Tanggapan terhadap Pernyataan Gubernur Sesuai dengan pernyataan Gubernur Bali Made Mangku Pastika di hadapan Rapat Kerja Gabungan DPRD pada Senin, 23 Juli 2018 yang memasalahkan eksistensi akademisi (Guru Besar dan Doktor) pertanian. Maka pada Rabu (25/7) diadakan rapat antar-Dekan Fakultas Pertanian, Dekan Fakultas Teknologi Pertanian dan Dekan Fakultas Peternakan serta para guru besar dan doktor ilmu-ilmu pertanian di lingkungan Universitas Udayana. Adapun sikapnya 1. Menyesalkan pernyataan Gubernur Made Mangku Pastika untuk menganulir gelar akademis (Doktor dan Guru Besar) serta penutupan Fakultas Pertanian akibat penyakit layu cabai (Fusarium sp.) di depan Sidang DPRD Bali. Pernyataan ini sangat naif, emosional dan tidak relevan mengingat hal-hal berikut. a. Akademisi pertanian tidak memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) utama mengatasi permasalahan pertanian di lapangan, yang dihadapi langsung oleh petani. Tugas-tugas itu menjadi kewenangan lembaga teknis (Dinas Pertanian dan tenaga penyuluh). Tupoksi akademisi di perguruan tinggi adalah melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat). b. Substansi yang disampaikan menunjukkan kapasitas seseorang yang kurang memahami sektor pertanian secara komprehensif, di mana pertanian hanya diasumsikan sebagai masalah sederhana dan gampang. c. Keberhasilan pembangunan sektor pertanian di Bali tidak berdiri sendiri. Tanggung jawab utama ada di tangan pemerintah daerah dengan melibatkan berbagai pihak, seperti akademisi dan dunia usaha. Kegagalan pemimpin dalam mensinergikan seluruh komponen tersebut, justru dapat menyulut situasi saling menyalahkan. d. Akademisi pertanian di Bali sudah bekerja sesuai tupoksi dan sudah menghasilkan berbagai teknologi seperti Pengelolaan Hama dan Penyakit Terpadu (PHT), biopestisida, biofertilizer, pupuk mineral, teknologi produksi di luar musim, dan lain-lain, tetapi belum diadopsi secara baik oleh pemda. 2. Di masa depan diperlukan hal-hal sebagai berikut. a. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya untuk memecahkan masalah-masalah bidang pertanian. b. Perlu sinergi dalam mengembangkan dan memanfaatkan teknologi hasil-hasil penelitian perguruan tinggi pertanian, agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, dengan difasilitasi oleh pemerintah daerah. c. Kearifan seorang pemimpin menyampaikan pendapat dalam forum formal, seyogianya proporsional dan tidak kontroversial. 3. Kami adalah pihak yang merasa tersinggung terhadap pernyataan yang disampaikan Gubernur Bali dalam sidang DPRD Bali. Kami menerima permintaan maaf yang disampaikan oleh Gubernur yang disampaikan dalam Rapat Evaluasi Program Pembangunan Provinsi Bali di Wiswa Sabha, Denpasar, Selasa, 24 Juli 2018. Kami mengimbau agar di lain waktu tidak ada lagi pernyataan yang melecehkan profesi dan institusi pihak lain. 1. Dekan Fakultas Pertanian Unud (Prof. Dr. Ir. Nyoman Rai, M.S). 2. Dekan Fakutas Teknologi Pertanian Unud (Prof. Dr. Ir. Ketut Satriawan, M.T.) 3. Dekan Fakultas Peternakan Unud (Dr. Ir. Ida Bagus Gaga Partama, M.S.) 4. Atas Nama Guru Besar di lingkup pertanian Unud (Prof. Dr. Wayan Windia) 5. Atas Nama Doktor di lingkup Pertanian Unud (Dr. IGN Alit Susanta Wirya)

Kebulatan Tekad

Kini pemilih cenderung pragmatis, kolektif bahkan transaksional. Belakangan budaya kebulatan tekad juga terus menguat. Ini tentu bisa mengaburkan hak-hak politik yang secara teori merupakan hak personal dan bersifat rahasia. Mestinya pilihan politik berdasarkan nurani, bukan dikoordinasi dengan suara kentongan (kulkul). Jika ini membudaya maka ke depan hak publik mengontrol kebijakan penguasanya akan melamah. Implikasinya, kebijakan pemimpin cenderung tak aspiratif dan jauh dari transparansi. Ini membahayakan. Dari sisi golput, misalnya. Angka partisipasi pemilih dalam setiap pilkada cenderung naik. Bali Post mencatat partisipasi pemilih di Bali pada pilkada serentak tahun ini hanya ada pada kisaran 70-75 persen. Melihat pemilu-pemilu sebelumnya sejak reformasi bergulir, angka golput di setiap pemilu tergolong cukup tinggi. Data Pilkada Bali tahun 2013 menunjukkan jumlah golput

sebesar 26 persen. Sedangkan pada pilkada kali ini 27,71 persen. Data KPU Bali juga menyebutkan bahwa pemilih golput paling tinggi terjadi di Kabupaten Buleleng mencapai 41,4 persen. Ini tentu sangat memprihatinkan dari sisi partisipasi, nyaris setengah pemilih golput. Angka ini mestinya bisa diminimalkan jika sosialisasi dan pilihan figur bisa sesuai dengan nurani pemilih. Reformasi gerakan untuk meningkatkan partisipasi pemilih sangat layak dilakukan. Partai harus benar-benar memahami selera pemilihnya, bukan memaksakan publik memilih figur yang mereka sodorkan. Hal lain yang perlu reformasi adalah cara menggunakan hak pilih. Kuat kecenderungan muncul pola-pola pragmatis, transaksional dan kolektif. Ini tentu mengingkari asas demokrasi yang menyebutkan hak politik bersifat pribadi dan rahasia. Faktanya, kini kebulatan tekad menguat. Bahkan, kebulatan itu berbasis banjar dan desa adat. Pengingkaran atas kesepakatan ini berujung sanksi adat atau setidaknya

Pemilik Warung Penuturan warga, sepuluh warung yang disewa oleh tujuh warga hancur diterjang ombak besar sekitar pukul 09.00 Wita. Bahkan rolling door warung juga rusak diterjang ombak besar. ‘’Tadi ombak besar mulai pukul 06.00, puncaknya sekitar pukul 09.00. Ombak mencapai 6 meter itu menghantam pesisir pantai serta sepuluh warung yang ada di sini (Pantai Me-

larung),’’ ungkap I Gede Made Suartana, warga setempat. Sebenarnya, katanya, pemilik ada yang berjaga-jaga dan datang ke warung. Mereka sudah mendapat informasi dari nelayan, jika ombak akan sangat besar. Namun mereka tidak menyangka akan sebesar itu. ‘’Ombaknya besar, bahkan ada yang mencoba bertahan sempat dihantam gelombang yang naik sampai ke jalan,’’ ucapnya. Salah satu pemilik warung Wayan Winaja bersama istrin-

Forum Tertinggi

Dalam pertemuan itu, kedua partai sepakat membuka jalan koalisi yang akan dipertajam melalui pertemuan selanjutnya. SBY mengatakan bahwa hasil pertemuannya dengan Prabowo akan disampaikan kepada jajaran Majelis Tinggi Partai Demokrat sebagai forum tertinggi partainya yang akan mengambil keputusan koalisi. Demokrat juga membuka peluang koalisi bersama partai-partai lain, yakni PKS dan PAN, yang selama ini sudah berkomunikasi intensif dengan Gerindra. Sementara itu, Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Sy-

adzily mengatakan partainya pernah mencoba beberapa kali berkomunikasi dengan Partai Demokrat agar bersama-sama berkoalisi di dalam pemerintahan, namun tidak berhasil. ‘’Karena Demokrat memiliki tawaran, tentu kami hormati. Buat kami, Gerindra dan Demokrat berkoalisi tentu harus kita hormati pilihan dan langkah politik tersebut,’’ kata Ace di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (25/7) kemarin. Ace tidak merinci tawaran apa yang disampaikan Demokrat kepada koalisi Jokowi yang pada akhirnya membuat Demokrat tidak jadi bergabung dalam koalisi Jokowi. Dia mengatakan semakin cepat partai lain mendeklara-

Kamis, 26 Juli 2018 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih (5) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Bagus and Friend Bali Channel Tourist TV Agrobisnis

09:30 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita

Pengembangan Kopi Arabika Healthy Life Ajeg Bali Tradisi Memasar dan Makekobok di Desa Aan Taksu Seniman Difabel Mang Nik dari Tampaksiring Bali Channel Tourist TV Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih (6) Berita Siang

13:00 Wita 13:30 Wita 14:05 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:05 Wita

Klip Bali Bali Channel Tourist TV Klip Bali Kidung Interaktif Bali Channel Tourist TV Lila Cita Sanggar Tari Taman Suci (3) 17:00 Wita Nangun Yadnya Karya Pujawali di Pura Kawitan Mpu haji, Aan – Klungkung 17:30 Wita Taman Sari TK Liang Kumara (2)

18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:00 Wita Lipsus Festival Pertanian Badung 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Dialog Interaktif Dedy Susanto 21:00 Wita Talkshow Merah Putih Peluang dan Tantangan BUMDes 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Folk Song 23:30 Wita Bali Channel

sanksi moral. Ini jelas berisiko bagi kebebasan berdemokrasi. Parahnya lagi, pola transaksional juga masih menjadi tradisi. Terjadi kecenderungan kebulatan tekad dengan janji uang, fasilitas dan bantuan sosial tentu menjadi hal yang mestinya ditabukan. Pendekatan pragmatisme semacam ini dalam berpolitik tentu akan memicu apatisme dan akan membuat ruang kontrol publik terhadap pemimpinnya melemah. Untuk itu, sangat relevan jika ada pendekatan hukum dan pendekatan politik yang lebih komunikatif. Pendekatan hukum diperlukan untuk memberikan efek jera terhadap ‘’maklar’’ politik. Partai politik dan kandidat dalam hal ini mestinya menjadi inisiator bergeraknya reformasi budaya politik yang beretika dan bermartabat. Tanpa langkah ini, maka ke depan politik hanya akan menjadi semacam dunia usaha, yang sarat dengan perhitungan jual-beli. Pendekatan ekonomis yang kuat dalam politik pelan tapi pasti akan mengurangi ikatan emosi antara pemimpin dengan rakyatnya. * Dira Arsana ya, Komang Srinadi, nampak bingung dengan kejadian yang menimpanya. Dia mengaku belum tahu kondisi di dalam dua warungnya tersebut. Di dalam warung banyak barang dagangan. Selain itu juga ada barang elektronik seperti empat kulkas, tiga freezer serta alat-alat lainnya. ‘’Saya belum cek ke dalam, tunggu kondisi tenang dulu baru saya buka,’’ kata Komang Srinadi didampingi suaminya, Wayan Winaja. (tim BP) sikan dukungan pasangan di Pilpres 2019, maka semakin bagus. ‘’Karena teka-teki soal konfigurasi Pilpres 2019 semakin terlihat, sehingga langkahlangkah politik kami pun ke depan akan semakin kuat menghadapi Pilpres 2019,’’ ujarnya. Dia menegaskan, enam parpol koalisi pendukung Jokowi sangat solid karena itu mereka tinggal melihat manuver apa yang akan dilakukan partai lain di luar koalisi. Ace menilai tidak mudah bagi Demokrat dan Gerindra menentukan pasangan yang tepat, karena masingmasing di antara parpol tersebut menawarkan kadernya.(ant)

WARUNG GLOBAL

Pemerintah Harus Bantu Peternak HARGA telur di pasaran mencapai puncaknya. Ini tentu menjadi beban masyarakat sebagai konsumen. Mudah-mudahan peternak ayam petelur diuntungkan. Jangan sampai yang meraup untung hanya para pedagang perantara. Demikian pendapat para pengopini Warung Global, Rabu (25/7) kemarin. Berikut rangkumannya. Vera dan Dek Waras di Tabanan menyatakan bahwa harga telur ayam tidak mahal dan masih terjangkau oleh masyarakat. Pemerintah agar membantu permodalan kepada peternak ayam petelur supaya usahanya dapat berjalan lancar. Mursi di Panjer juga mengharapkan saat harga telur naik tidak dibarengi oleh kenaikan harga barang yang lainnya termasuk harga pakan ternak agar biaya produksi tidak mahal. Harapnnya peternak mendapat untung. Budiada di Tabanan mengatakan, para ahli di bidang ekonomi dan perdagangan agar melakukan penguatan ekonomi masyarakat secara menyeluruh. Peternak ayam petelur kebanyakan dikelola pribadi dan perlu bantuan pemerintah untuk kelangsungan usahanya. Arka di Gianyar berharap pemerintah dapat mengendalikan harga telur ayam agar tidak memberatkan rakyat kecil. Mungkin ini terjadi karena lonjakan permintaan yang tidak seimbang dengan pasokan telur yang tersedia, sehingga menyebabkan harganya naik. Sutama di Tabanan mengatakan, peternak ayam petelur mempunyai prospek yang bagus dan memiliki peluang pasar yang sangat besar. Usaha ini sebaiknya dikembangkan secara baik, sehingga dapat meningkatkan gizi untuk kesehatan masyarakat. (dika)


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Kamis Paing, 26 Juli 2018

Barca Bajak Malcom dari Roma Barcelona – AS Roma dan Barcelona memperebutkan Malcom hingga detik-detik terakhir, bahkan Serigala Ibu Kota mengancam akan memejahijaukan Blaugrana karena dianggap merebut sang pemain secera ilegal. Sebegitu hebatkah Malcom sehingga diperebutkan sedemikian keras oleh dua klub besar Eropa? Di Liga Champions musim lalu, Roma secara gemilang berhasil mengalahkan Barca di perempatfinal Liga Champions. Kalah 1-4 di leg pertama, Roma menang 3-0 di Olimpico untuk melaju ke semifinal. Kekalahan itu membuat Barca di-bully habis-habisan dan Roma lantas dielu-elukan. Tetapi kini giliran Los Cules yang membalas ‘’kekalahan’’ itu, tetapi bukan di atas lapangan melainkan bursa transfer. Kali ini Barca memenangi duel kontra Roma dalam hal perebutan Malcom, winger muda Brazil yang namanya tengah melejit usai tampil hebat bersama Bordeaux musim lalu. Lebih menyakitkan buat Roma adalah mereka telah mencapai kesepakatan dengan Bordeaux terkait harga 40 juta euro plus bonus. Bahkan, Malcom sudah memiliki jadwal terbang ke ibu kota Italia itu untuk menjalani tes medis dan menandatangani kontrak berdurasi lima tahun. Tetapi, tiba-tiba saja Barca muncul di saat akhir untuk melepas tawaran senilai 41 juta euro plus satu juta euro lainnya dalam berbagai bonus. Malcom pun akhirnya meresmikan kepindahannya ke Barca, Rabu (25/7) kemarin, setelah menjalani tes medis dan akan bergabung den-

gan rekan-rekannya untuk laga pramusim di Amerika Serikat. Kegagalan Barca merekrut Willian dari Chelsea dan juga kepergian Neymar musim lalu jadi alasan mengapa Malcom direkrut. Dia tampil hebat bersama Bordeaux musim lalu dengan torehan 12 gol dan tujuh assist dari 35 pertandingan di seluruh kompetisi. Padahal Malcom baru bergabung dengan Bordeaux pada Januari 2016 setelah dibeli lima juta euro dari Corinthians. Media-media Eropa dan Brazil menyebut Malcom bak perpaduan antara kecepatan Willian dan skill Neymar. Status kebintangan itu diraih Malcom hanya dalam kurun dua musim kariernya di Bordeaux. Di musim pertamanya dia bikin tujuh gol dan empat assist. Malcom dapat bermain sebagai gelandang serang kiri, kanan, dan juga tengah. Kemampuan Malcom inilah yang bakal jadi senjata rahasia baru Barca musim depan setelah musim lalu mengandalkan Luis Suarez dan Lionel Messi.

Dari sisi ofensif, Malcom membuat rataan 2,1 shot per laga, 2,5 umpan kunci, 2,7 dribel, dan 2,6 kali ditekel lawan. Untuk yang terakhir, kita bisa lihat bagaimana berbahayanya Malcom di sisi lebar lapangan. Tetapi kekurangan Malcom yang biasa dialami banyak pemain muda adalah dia kerap kehilangan bola. Total rataannya adalah 1,9 per laga dan rataan kontrol yang buruk mencapai 2,1 laga. Meski demikian, jika Barca bernafsu memburu Malcom berarti mereka tahu bakat luar biasa yang terpendam di dalam si pemain. Padahal Blaugrana juga masih punya Ousmane Dembele yang berposisi sama dan dibeli dengan harga 106 juta euro musim lalu atau nyaris tiga kali lipat banderol Malcom. Kini Dembele serta Paco Alcacer patut waswas karena bukan tak mungkin Malcom akan diberi kepercayaan langsung untuk mengisi lini serang Barca bareng Suarez dan Messi. Kini tinggal waktu saja yang akan menjawab seperti apa pencapaian Malcom nantinya. (kmb33/afp)

Malcom

Zarco Kejar Kemenangan Perdana

London – Tak bisa dimungkiri bahwa Johann Zarco sedang mengalami kesulitan musim ini. Meski demikian, rider Tech3 itu belum mau menyerah dalam memburu kemenangan pertamanya di kelas primer. Zarco digadang-gadang akan mampu kembali mengusik dominasi pembalappembalap top setelah bersinar di 2017, di mana dia finis kedua dua kali dan sekali finis ketiga. Pembalap Prancis itu kemudian membuktikannya dengan awal yang menjanjikan di musim ini. Setelah finis kedelapan di Qatar, Zarco berhasil dua kali naik podium kedua di tiga balapan berikutnya. Akan tetapi, Zarco justru gagal di balapan kandangnya karena terpaksa mundur di Le Mans, padahal start dari posisi terdepan. Situasi berjalan semakin rumit bagi Zarco. Pembalap berusia 28 tahun itu justru kemudian melempem, usai finis kesepuluh di Mugello. Zarco lantas memperbaikinya di Catalunya dengan finis ketujuh, tetapi dalam dua seri terakhir dia cuma bisa menempati peringkat kedelapan dan kesembilan di Belanda dan Jerman. ‘’Tidak, peluangnya masih ada,’’ kata Zarco, Rabu (25/7) kemarin. ‘’Mungkin sekarang seperti sebuah lorong di mana aku berada saat ini, tapi aku masih melihat ada cahaya dan aku tidak akan pernah mengatakan tidak, kemenangan, dan selama aku membalap aku akan terus mengingatnya,’’ imbuhnya. Bos tim, Herve Poncharal, mengungkapkan alasan di balik kesulitan yang dialami pembalapnya itu. Poncharal mengungkapkan, kesulitan Zarco salah satunya berkaitan dengan perbaikan motor yang tidak diterima tim satelit. ‘’Saya ingin menjelaskan dan memahaminya.

Bali Post/afp

Ada banyak hal yang membuat seorang pembalap dan timnya merasa nyaman dengan motor,’’ ujarnya. ‘’Keseimbangan ini memungkinkan si pembalap mendapatkan kemampuan maksimal motornya. Segalanya tampak mudah di awal musim, lebih mudah daripada sekarang. Terkadang bahkan lebih mudah daripada riders tim pabrikan. Tapi banyak hal menjadi lebih sulit sejak insiden di Le Mans,’’ imbuh Poncharal. ‘’Kalau Anda melihat situasi pada musim 2017, hal serupa terjadi. Segalanya berjalan lancar sampai Le Mans, tapi banyak hal menjadi lebih sulit sejak Mugello. Kami sedang mengalami tahap serupa seperti 2017. Namun pembalap, tim, dan fans bisa saja sedikit kecewa dengan hasil-hasil

si awal musim tapi pada motor tim satelit yang tidak berkembang, kami berada di peringkat kelima klasemen,’’ katanya lagi. ‘’Setiap pabrikan memberikan pembaruan sepanjang musim. Sedangkan motor kami tidak ada pembaruan dari Qatar sampai Valencia. Memang bukan alasan sih, tapi memang begitu kenyataannya. Zarco tidak khawatir seperti musim lalu saat masih rookie, tapi tahun ini dia bisa finis kedua di Jerez, target dia lebih tinggi. Namun, dia akan mengatasinya dan belajar dari situ,’’ tutup Poncharal. Zarco duduk di peringkat kelima klasemen dengan perolehan 88 poin, sama dengan Andrea Dovizioso di atasnya. Balapan MotoGP akan bergulir kembali di Brno pada awal Agustus. (kmb33/afp)

Pesilat Bali Latihan Bareng Timnas AG Singapura Denpasar (Bali Post) Pesilat Bali mendapat kehormatan berlatih bareng dan sparring–partner bersama timnas Asian Games (AG) Singapura di GOR Lila Bhuana sejak Sabtu (21/7) lalu sampai dengan hari ini. Uji coba di nomor seni Tunggal, Ganda,

dan Regu (TGR) digelar Selasa (24/7) malam lalu. Binpres Pengprov IPSI Bali Putu Sugiartha di Denpasar, Rabu (25/7) kemarin mengemukakan, pihaknya tak bisa mengerahkan pesilat inti seni kepada tim tamu Singapura. ‘’Maklum,

Bali Post/ist

LATIH - Pesilat Bali mendapat kehormatan latihan bareng pesilat timnas Asian Games (AG) Singapura di GOR Lila Bhuana, 21-26 Juli.

tim inti kami juga bermain di timnas AG Indonesia. Jadi kami siapkan pesilat seni mantan atlet PON dan juara Porjar Bali,’’ kata Putu Sugiartha. Kendati menurunkan atlet pelapis, seperti Kadek Dwima Febsiani, tim Bali mampu mengalahkan pesilat tunggal Singapura. Sedangkan di nomor seni regu, timnas Singapura lebih unggul. Sementara pesilat Bali di nomor laga lebih banyak berlatih bersama pesilat Singapura. Atlet Bali di nomor laga yang mendampingi pesilat Singapura adalah Widya Mahadika serta Made Sri Wahyuni bersama rekan-rekannya. Di sisi lain, pelatih timnas silat Singapura Muhammad Fikri menyatakan pihaknya sengaja memilih Bali untuk berlatih, sebab timnas Singapura hampir rutin tiap tahun berlatih di Pulau Dewtaa. ‘’Selain itu, kami akui prestasi pesilat Bali di nomor seni sangat bagus, bahkan sering juara nasional,’’ kata Fikri. Dikemukakan, Singapura menerjukan beberapa pesilatnya di ajang AG, terdiri atas delapan nomor laga, yakni lima putra dan tiga putri, ditambah dua seni tunggal dan regu putra dan putri, serta ganda putra. ‘’Di samping Bali, kami juga mengagendakan try-out ke Vietnam, Bangkok, dan Jakarta,’’ terang Fikri. (022)

Bali Post/afp

I Kadek Swartama

Dambakan Pemain Bali di Timnas SEJATINYA Bali memiliki seorang pesepak bola yang berkostim Timnas Merah Putih yakni Putu Gede Juni Antara. Hanya, dia dibina di SMA Ragunan Jakarta, kemudian berkarier di klub Liga 1 Bhayangkara FC. Padahal, semestinya Bali bisa memproduksi pemain lokal, bahkan murni hasil binaan lokal, apalagi di Pulau Dewata juga terdapat tim profesional Liga 1 Bali United. ‘’Saya mendambakan pesepak bola Bali menghuni timnas, murni hasil binaan di Bali,’’ ujar I Kadek Swartama. Pemain yang menempati posisi defender, baik stoper maupun libero ini, pernah masuk timnas saat bermain di Gelora Dewata. ‘’Saya masuk timnas pada 1994 silam, dan berlaga pada ajang Pra-Piala Asia,’’ kenang Kadek Swartama yang lahir di Ubud, Gianyar, 1 November 1968 ini. Kadek Swartama menghabiskan karier pronya bersama Gelora Dewata sejak 1989 selama 11 tahun. ‘’Saat Gelora Dewata pindah home-base ke Sidoarjo, saya sempat membela Geloa Dewata satu musim. Kadek Swartama memulai bermain bola di klub Tunas Muda Ubud, kemudian bergabung ke Bali Sanur Bungalow (BSB), Perseden Denpasar, dan Gelora Dewata. ‘’Saya sempat ditawari bergabung Bali Yudha, namun batal,’’ ujar suami Ni Putu Leli Purwani ini. Kadek Swartama mengajak pemilik klub agar bisa mencetak pesepak bola nasional, mengingat fasilitas di Bali lumayan bagus, ditambah kompetisi berjenjang dari segala kelompok umur. ‘’Saya kira pembinaan pemain di klub ke depan dituntut harus bisa melahirkan pemain nasional,’’ tutur pelatih berlisensi B nasional ini. Kendala yang dihadapi biasanya pesepak bola Bali sekadar menyalurkan hobi, dan enggan menggeluti bola sampai ke jenjang profesional. ‘’Saya sendiri pernah menjaring 50 pesepak bola Bali berbakat dan bertalenta, kenyataannya yang serius menekuni bola hanya tinggal 10 pemain,’’ tuturnya.

Untuk itu, saatnya klub bukan hanya mengejar gelar target juara, tetapi pelatih juga dituntut melahirkan pesepak bola nasional. ‘’Prestise perlu dikejar, namun prestasi pemain sampai ke kancah nasional juga perlu dipikirkan,’’ saran pelatih yang sukses membawa medali emas bagi Tim Porprov Gianyar pada Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar. (nel)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook