20 HALAMAN
NOMOR 214 TAHUN KE 69
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
minggu kliwon,
balipost (158 rb Like) http://facebook.com/balipost
26 Maret 2017
Pengemban Pengamal Pancasila
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
Ogoh-ogoh
Kreativitas yang beretika POLDA Bali merilis ada sekitar 7.000 lebih ogoh-ogoh yang akan meramaikan malam Pangerupukan, Senin (27/3) besok. Namun angka itu belum terhitung ogoh-ogoh ukuran kecil dan menengah hasil kreativitas sekaa anak–anak di sebuah gang, tempekan atau perumahan. Diperkirakan di Bali terdapat 15 ribu ogoh-ogoh di malam Pangerupukan. Namun sayang kreativitas bernilai seni tinggi ini masih saja dicoreng oleh ulah sekelompok orang yang tak mampu menahan diri untuk membuat ogoh-ogoh berbau SARA, politik dan fornografi. Di Badung, misalnya, ratusan ogoh-ogoh yang akan diarak pada malam Pangerupukan lepas dari pengawasan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung. Pemkab melalui Dinas Ke- b u dayaan setempat hanya mengawasi 534 ogoh-ogoh yang mendapat bantuan dana kreativitas. Padahal, jumlah boneka raksasa yang terdeteksi akan diarak serangkaian Tahun Çaka 1939 mencapai 790 buah. Hal. 19 Pengawasan
Denpasar Serahkan pada Desa Adat
Mengandung Tatwa
Ketua PHDI Kabupaten Bangli Nyoman Sukra mengatakan, dalam sastra tidak ada kewajiban umat membuat ogoh-ogoh untuk diarak saat malam Pangerupukan. Menurutnya, ogoh-ogoh selama ini ada sebagai aktualisasi seni/kreativitas masyarakat khususnya anak muda dalam menyemarakkan kegiatan keagamaan. Ogoh-ogoh mulai ramai dibuat masyarakat untuk malam pangerupukan sekitar tahun 80-an. ‘’Karena itu merupakan wujud kreativitas masyarakat, Parisada tidak melarang dan me-
Jangan Lupa Di-’’pralina’’ MALAM Pangerupukan warga Hindu di Bali memiliki tradisi unik dan sakral yaitu mengarak ogoh-ogoh keliling desa. Namun, kebanyakan orang Bali tidak mengetahui secara fungsi ogoh-ogoh saat Pangerupukan. Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda mengatakan ogoh-ogoh merupakan simbol dari bhuta kala yang dihaturkan sesaji pada saat tawur kasanga, sehingga pada awalnya ogoh-ogoh sangat disakralkan oleh umat Hindu. Pada zaman dulu ogoh-ogoh tidak dibuat, karena masyarakat Bali pada zaman itu sudah puas melaksanakan ritual tanpa simbol berlebihan. Namun, ketika Bali maju dan kesenian berkembang, maka dipandang perlu membuat simbol bhuta kala yang fungsinya memvisualkan ketika sulinggih atau pemangku nganteb caru. Hal. 19 Tak Puas
wajibkan. Tetapi Parisada selalu mengimbau agar ogoh-ogoh dibuat mengikuti etika, estetika dan tidak lepas dari tatwa,’’ ujarnya. Dijelaskan Sukra, harus memperhatikan etika maksudnya adalah agar bentuk/ wujud ogoh-ogoh yang dibuat tidak menyinggung perasaan orang lain. Sementara estetika, ogoh-ogoh harus dibuat dengan indah. Ogoh-ogoh juga harus memperhatikan tatwa, maksudnya agar sesuai dengan tujuan yakni nyomya bhuta kala. Hal. 19 Aparat Keamanan
TIM seleksi ogoh-ogoh Kota Denpasar akhirnnya menetapkan 32 nominasi dari 183 peserta ogoh-ogoh yang ikut serta. Tim masih menemukan peserta yang menggunakan bahan styrofoam walaupun jumlahnya relatif kecil. Demikian dikatakan Dr. I Nyoman Astita, M.A., salah seorang dewan juri, didampingi Plt. Kadis Kebudayaan Denpasar Ni Nyoman Sujati usai melakukan rapat penentuan nominasi pemenang ogoh-ogoh, beberapa waktu lalu. Sebanyak 32 ogoh-ogoh yang masuk nominasi di antaranya Kecamatan Denpasar Barat masing-masing ST Swastika Br. Pekambingan Kel. Dauh Puri, ST Dharma Putra Br. Beraban Dauh Puri Kauh, ST Tunggal Adnyana Taruna Br. Gelogor Kel. Pemecutan, ST Dharma Tunggal Br. Suci Dauh Puri Kangin, ST Eka Dharma Suwitra Br. Batan Nyuh Pemecutan Klod, ST Telaga Sutha Br. Celagigendong Pemecutan, ST Yowana Sudha Winangun Br. Tegal Gde Pemecutan Klod, ST Graha Tula Br. Abian Tegal Dauh Puri Kauh. Hal. 19 Denpasar Selatan
SIAP - Ogoh-ogoh milik Banjar Werdhi Buana dan Banjar Batanbuah siap diarak di malam ‘’Pangerupukan’’.
BPM/wan/sue
Usai Melasti, Puluhan Orang Keracunan Mangupura (Bali Post) Untuk kedua kalinya, Badung mengalami outbreak akibat makanan. Setelah kasus MSS yang dialami warga Sibang Kaja, Abiansemal karena makan lawar dan olahan babi, Sabtu (25/3) kemarin puluhan warga Kapal mengalami keracunan akibat mengonsumsi nasi bungkus.
Ridho Rhoma
Ridho Rhoma Ditangkap Saat Nyabu Jakarta (Bali Post) Tertangkapnya penyanyi Ridho Rhoma menambah panjang kasus artis di Indonesia yang kecanduan narkoba. Polisi menangkap Ridho Rhoma, penyanyi yang juga putra Raja Dangdut Rhoma Irama, saat nyabu. Dalam penangkapan itu, polisi mengamankan satu paket sabu-sabu. ‘’Benar diamankan satu paket sabu-sabu,’’ ujar Kapolres Jakbar Kombes Roycke Langie kepada wartawan, Sabtu (25/3) kemarin. Paket sabu-sabu yang diamankan bersama dengan Ridho seberat 1,7 gram. Nilainya Rp 1,8 juta. Ridho ditangkap di wilayah Grogol, Jakarta Barat. Rencananya Polres Jakbar segera merilis detail penangkapan Ridho. Manajer Ridho, Tanti, mengaku belum tahu soal penangkapan Ridho. Ia akan berusaha mencari keterangan. Terakhir, dia bertemu dengan Ridho, Jumat malam. Hal. 19 Tak Tahu
Kejadian bermula dari warga yang mengonsumsi nasi bungkus usai melasti di Pantai Seseh. Usai melasti, warga yang masih ada kegiatan di Pura Dalem Selonding beristirahat dan mengonsumsi nasi bungkus yang memang disediakan untuk warga yang ngayah. Berdasarkan data terakhir, jumlah pasien yang masuk ke RSUD Mangusada Badung 62 orang. Setelah diobservasi 5-6 jam, 61 pasien telah diperbolehkan pulang dan satu pasien dirawat inap (opname). Direktur RSUD Mangusada Badung dr. I
Nyoman Gunarta, MPH., Sabtu kemarin menjelaskan, korban koracunan mulai berdatangan sekitar pukul 14.15 Wita. Sementara itu, Puskesmas Mengwi 2 juga membuka posko darurat di Wantilan Pura Dalem Selonding. Semua pasien mengalami muntah dan pusing-pusing bahkan diare usai makan nasi bungkus. Pihak RSUD Mangusada Badung mengatakan hingga saat ini semua masih diobservasi. Ni Ketut Warni, ibu dari korban keracunan Kadek Febri Candra (17) menuturkan, usai melasti
sore tadi, anaknya pergi ke Pura Dalem Selonding. Sedangkan ia sendiri ke Pura Desa. Di Pura Dalem memang disediakan konsumsi untuk umat yang ngayah. Nasi tersebut dikatakan berisi ayam, mi, telur, saur (serundeng), kacang. ‘’Ndak, nasinya tidak terasa basi,’’ katanya. Bupati Badung Giri Prasta bergerak cepat menjenguk pasien korban keracunan. Ia mengatakan, warga telah menyiapkan konsumsi untuk masyarakat yang ngayah pada malam harinya. Hal. 19 Kondisi Lapar
BPM/wan
KERACUNAN - Sejumlah korban keracunan makanan dari Kapal saat dirawat di ruang UGD RSUD Mangusada Badung, Sabtu (25/3) kemarin.
Bali Miliki Nyepi, Dunia Rayakan ’’Earth Hour’’ GELAP Suasana gelap di Sydey’s Opera House saat perayaan ‘’Earth Hour’’.
Jika di Bali dikenal dengan Nyepi tanpa ada aktivitas manusia dan penerangan selama 24 jam, di dunia dikenal dengan perayaan Earth Hour. Hanya Earth Hour diisi dengan pemadaman lampu selama satu jam. Sidney – Pada peringatan Eart Hour, Sabtu (25/3) kemarin, dunia gelap gulita. Lebih dari 7.000 kota di 172 negara ikut serta memadamkan lampu guna menghemat energi. Beberapa ikon dunia juga tampak gelap gulita. Di Australia, Sydney’s Opera House, the Harbour Bridge, Luna Park, Town Hall, dan Sydney Tower Eye gelap gulita. Ketika aksi ini dimulai di Australia 2007 silam, Ba-
dan Lingkungan Hidup Australia (WWF) berharap aksi ini dapat mengurangi efek pemanasan global yang terjadi. ‘’Ini adalah momen bagi setiap orang untuk berkontribusi dalam kegiatan penyelamatan lingkungan. Kegiatan kecil ini akan memberikan efek yang besar bagi kehidupan mereka,’’ ujar Koordinator WWF Australia Siddarth Das, Sabtu kemarin. Hal. 19 Lampu Minyak
DAERAH
2
Minggu Kliwon, 26 Maret 2017
Atur Lalin Saat Melasti
Polantas Pakai ’’Udeng’’ Denpasar (Bali Post) Ada yang beda dalam pengamanan melasti berkaitan dengan perayaan hari raya Nyepi. Personel Polisi Lalu Lintas (Polantas) di jajaran Ditlantas Polda Bali yang terlibat dalam pengamanan kegiatan melasti kini mengenakan udeng. Seperti yang terlihat di salah satu ruas jalan di wilayah Denpasar dan sekitarnya, Sabtu (25/3) kemarin. Salah satu personel terlihat dengan sigap mengatur iring-iringan krama Bali yang melakukan kegiatan melasti. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat khususnya saat melasti dan perayaan Nyepi. ‘’Sebagai polisi yang bertugas di Bali, kita harus melestarikan budaya lokal. Salah satunya saat perayaan Nyepi di Bali, personel Polantas harus mengenakan udeng ketika melakukan pengamanan atau pengaturan lalu lintas,’’ kata Dirlantas Polda Bali Kombes A.A. Made Sudana. Sebelumnya, ia mengumpulkan para Kasat Lantas se-Bali guna diberikan pengarahan terkait terobosan baru ini. Polantas sebagai personel yang salah satu tugasnya mengatur lalu lintas, tentunya selalu bersentuhan dengan masyarakat pengguna jalan raya. ‘’Saya sudah koordinasikan dengan seluruh Kasat Lantas supaya personel Lalu Lintas mengenakan udeng, khusus dalam perayaan Nyepi. Ini salah satu ciri budaya Bali,’’ ucapnya. Lebih lanjut dikatakan, selain melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas, personel, terutama yang beragama Hindu juga bisa langsung ikut melaksanakan persembahyangan bersama. ‘’Usai melakukan pengamanan dan pengaturan di jalan raya, personel kan bisa juga langsung ikut sembahyang bersama. Artinya, melayani masyarakat dapat, sembahyang juga dapat,’’ tambahnya. (jay)
BPM/wan
MELASTI - Ribuan umat Hindu melangsungkan upacara melis atau disebut makiis atau melasti untuk membersihkan dan menyucikan benda-benda sakral serangkaian menyambut perayaan hari raya Nyepi Tahun Çaka 1939 di Pantai Padanggalak, Kesiman, Denpasar Timur, Sabtu (25/3) kemarin. Umat yang datang dari berbagai wilayah seperti Badung dan Denpasar berbondong-bondong turut mengiringi prosesi upacara yang berlangsung selama setahun sekali tersebut.
Larangan Bersiaran Saat Nyepi agar Permanen Denpasar (Bali Post) -
Menteri Komunikasi dan Informatika RI telah mengeluarkan Surat Edaran No.2 Tahun 2017 tentang imbauan tidak bersiaran (on air) pada saat hari raya Nyepi di wilayah Provinsi Bali. SE yang ditetapkan di Jakarta, 24 Maret 2017 itu ditandatangani Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Geryantika Kurnia a.n. Menkominfo.
BPM/jay
UDENG - Personel yang mengenakan udeng saat atur lalu lintas.
Polsek Melaya Obok-obok Penjual Mikol
Negara (Bali Post) Menjelang hari raya Nyepi, jajaran Polsek Melaya beberapa hari belakangan ini mulai gencar melakukan sidak minuman beralkohol (mikol). Selain menyisir sejumlah tempat yang terindikasi sebagai penghasil mikol jenis Arak Bali, petugas juga menyisir sejumlah warung remang-remang di Desa Melaya, Kecamatan Melaya yang diduga menjual mikol. Kapolsek Melaya Kompol I Ketut Darmita, Sabtu (25/3) kemarin, mengatakan pihaknya memang beberapa hari belakangan ini gencar sidak mikol. Menurutnya, sidak mikol ini merupakan langkah antisipasi sebelum dilangsungkannya Catur Brata Panyepian pada hari raya Nyepi mendatang. Dari sidak tersebut, pihaknya berhasil menyita 30 liter mikol jenis arak Bali dari rumah seorang warga, I Komang Yastra (38), di Banjar Ketiman Kaja. Arak Bali ini diamankan petugas, Kamis (23/3) siang. Selain sidak mikol, jauh hari sebelumnya pihaknya juga telah melangsungkan sosialisasi bahaya mikol ke sejumlah desa dan tokoh yang terindikasi sebagai daerah rawan gesekan. Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat yang bekerja di luar Jembrana, terutama anak-anak muda agar tidak membawa mikol dari bekerja dan kemudian berpesta mikol di kampung halamannya yang bisa berpotensi memicu gesekan. Dari hasil giat Cipta Kondisi (Cipkon) jelang hari raya Nyepi pihaknya berhasil mengungkap tiga kasus kepemilikan mikol tanpa izin dari instansi terkait. Pertama pada Kamis (16/3) lalu dengan mengamankan mikol di rumah seorang warga di Banjar Klatakan, Desa Melaya yang disidangkan pada Jumat (24/3) dan kedua pada Kamis (23/3) di Banjar Ketiman Kaja, Desa Manistutu. Yang ketiga Sabtu (25/3) di tempat Ketut Sumitra alias Petruk (50) dari Banjar Puseh, Desa Tuwed, Melaya. Dari tempat Petruk, petugas berhasil mengamankan 19 botol bekas aqua isi 600 ml yang berisi miras jenis arak dengan volume keseluruhan sebanyak 10 liter miras. Kapolsek mengatakan di Melaya memang jarang ada peredaran miras tidak seperti kecamatan lainnya di Jembrana. Kalaupun ada itu pasti untuk memenuhi pesanan pelanggan. Bahkan pihaknya sampai menyidak minimarket tetapi memang tidak ada mikolnya. (kmb)
BPM/kmb
DIAMANKAN - Minuman beralkohol jenis arak diamankan jajaran Polsek Melaya.
Masukan DPRD Bali dan KPI Provinsi Bali dalam rangka pelaksanaan Nyepi 28 Maret mendatang, menjadi pertimbangan dikeluarkannya SE tersebut. Dalam hal ini, seluruh lembaga penyiaran, baik radio maupun televisi (TV) diimbau untuk tidak bersiaran di wilayah Provinsi Bali mulai Selasa, 28 Maret 2017 pukul 06.00 Wita sampai Rabu, 29 Maret 2017 pukul 06.00 Wita. Sehari sebelum keluar surat edaran, Komisi I DPRD Bali memang bertemu Kementerian Kominfo dan KPI Pusat di Jakarta. Dewan meminta Kementerian Kominfo untuk mengeluarkan imbauan kepada lembaga penyiaran di Bali agar menghentikan siaran pada hari
raya Nyepi. ‘’Surat edarannya kan sudah beredar itu, otomatis melalui KPI dan melalui Dinas Kominfos (Komunikasi, Informatika, dan Statistik). Jadi tidak ada alasan nanti tiba-tiba ada yang siaran karena sudah resmi dari kementerian yang memberi surat edaran. Harapan kita itu ditaati, jangan ada yang sampai melanggar siaran di Bali, termasuk TV berbayar,’’ ujar Ketua Komisi I DPRD Bali Ketut Tama Tenaya dikonfirmasi, Sabtu (25/3) kemarin. Tama menambahkan, penghentian siaran saat Nyepi di Bali sebetulnya diharapkan permanen. Dalam hal ini bisa diatur dalam Undang-undang No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran
yang kini sedang dalam proses revisi di DPR-RI. Usulan itu pun sudah diajukan pihaknya sejak tahun lalu, ketika baru ada rencana untuk merevisi Undangundang Penyiaran. ‘’Kebetulan sekarang sudah masuk prolegnas kemarin, kebetulan KPI Pusat kan diminta untuk memberi masukan di prolegnas tersebut. Nah, oleh karena itu kita mengusulkan dari Bali supaya menjadi aturan permanen. Supaya tidak setiap tahun kita repot menyampaikan ke KPI, Kominfo,’’ jelas politisi PDI Perjuangan ini. Menurut Tama, sebetulnya sudah ada pasal dalam undangundang untuk menghormati kearifan lokal. Artinya untuk Bali memang sudah bisa terakomodir. Hanya tidak jelas atau fokus menyebutkan penyetopan siaran saat hari raya Nyepi di Bali. Dengan kata lain, hanya sebatas mentoleransi kearifan lokal. Padahal kalau disebutkan dengan tegas, maka penghentian siaran saat Nyepi di Bali akan
dapat diakui secara nasional. ‘’Jadi kalau bisa diatur dalam salah satu pasal revisi undangundang itu alangkah baiknya sehingga permanen. Bisa dituliskan atau dimasukkan di dalam pasal penjelasan bahwa kearifan lokal yang di Bali yang dimaksud itu ya stop siaran saat hari raya Nyepi,’’ terangnya. Sementara terkait paket Nyepi di hotel, Tama mengaku sudah mendapat penjelasan dari PHRI. Paket Nyepi yang dimaksud adalah mengajak tamu-tamu menonton ogoh-ogoh. Setelah itu, mereka akan diajak kembali ke hotel lalu merayakan Nyepi yang lekat dengan catur brata panyepian. Artinya, tamu hotel dilarang keluar dari hotel ataupun berhura-hura di dalam hotel. ‘’Nanti kita pantau, ada tidak keluhan masyarakat di sekitar. Nanti setelah Nyepi baru kita bisa pastikan benar tidak seperti itu. Kalau betul seperti itu yang dilakukan oleh paket hotel itu tidak masalah, jangan sampai nanti pas hari raya Nyepi justru
Ketut Tama Tenaya
BPM/kmb32
tamunya diajak jalan-jalan, kan itu yang kita khawatirkan. Dulu pernah soalnya kejadian begitu, jangan sampai ada paket yang nyeleneh-nyeleneh,’’ tandasnya. (kmb32)
Kendaraan Keluar Bali Naik 100 Persen
BPM/olo
ANTRE – Sejumlah kendaraan antre masuk ke kapal di dermaga ponton Pelabuhan Gilimanuk. Menjelang Nyepi, arus kendaraan yang keluar Bali naik 100 persen dibandingkan hari biasa.
Negara (Bali Post) – Menjelang pelaksanaan Nyepi di Bali, arus kendaraan yang keluar Bali mulai padat Sabtu (25/3) pagi kemarin. Dari data ASDP Pelabuhan Gilimanuk, tercatat kenaikan jumlah kendaraan mencapai 100 persen dibanding hari biasanya. Dari pengamatan sejak Sabtu pagi kemarin, arus kendaraan yang masuk ke Gilimanuk untuk menyeberang ke Jawa mulai terjadi. Terutama kendaraan roda dua, sejak pukul 05.00 Wita mulai terlihat. Kendati ada peningkatan, loket tiket untuk roda dua masih dibuka dua loket. Sejumlah pemotor mengaku sengaja pulang ke rumah halaman mereka karena liburan yang cukup panjang. ‘’Tadi jam lima (pagi) berangkat dari Denpasar, untung tidak terlalu antre,’’ tandas Sukir (40) asal Banyuwangi. Diperkirakan selama dua hari mendatang, kendaraan yang keluar Bali akan bertambah dibandingkan Sabtu pagi. Tenda di luar pelabuhan yang telah di-
pasang untuk antrean roda dua nampak belum digunakan. Antrean hanya sampai di luar loket tiket atau setelah pemeriksaan Pos I. Manajer Operasional ASDP Gilimanuk Sugeng Purwono dikonfirmasi membenarkan adanya kenaikan jumlah kendaraan yang menyeberang ke Ketapang dari Gilimanuk. Dari data yang dirangkum ASDP, roda dua ada kenaikan hingga 100 persen. Dari normalnya antara 1.000 hingga 1.500 unit, dalam semalam tercatat sudah ada 3.589 unit yang menyeberang ke Pulau Jawa. Begitu pula untuk Golongan IV atau roda empat, 2.365 unit dan truk 1.835 unit. ‘’Dibandingkan hari-hari biasa ada kenaikan signifikan. Hampir 100 persen,’’ tandas Sugeng. Untuk melayani penyeberangan di Selat Bali, ASDP Ketapang-Gilimanuk menyiagakan 30 kapal motor penumpang (KMP) untuk bersandar di tujuh dermaga, terdiri dari tiga dermaga MB dan 1 ponton serta 3 LCM. (kmb26)
Pastika dan Sudikerta Dukung Gerakan ’’Seribu Rupiah Sehari, Membantu Lansia di Bali’’
GERAKAN sosial ‘’Seribu Rupiah Sehari, Membantu Lansia di Bali’’ yang dilaksanakan komunitas Atas Nama Orang Miskin (ANOM) mendapatkan dukungan dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta. Dalam deklarasi yang diadakan di Warung Tresni, Jumat (24/3), Pastika menggugah berbagai kalangan untuk ikut ambil bagian dalam menolong sesama terutama orang-orang usia lanjut yang tidak terurus. ‘’Saya harapkan ini mendapat sambutan dari siapa saja yang ingin peduli dan berbagi. Kita semua tahu masih ada orang-orang tua yang memerlukan uluran tangan kita. Yang memang sudah tidak mampu bekerja, bukan karena mereka malas, namun memang tidak bisa kerja lagi karena sudah tua,’’ kata Mangku Pastika. Komunitas ANOM yang diko-
mandani Putu Indrawan dan Sekretaris Iwan Dharmawan membawa misi sosial dan kemanusiaan. Dengan menyisihkan seribu rupiah sehari, diharapkan dapat meringankan beban para lansia yang tidak terurus oleh keluarganya, yang hidup sebatang kara. Menurut Pastika, usia lansia di Bali sangat banyak yang memprihatinkan. Mereka banyak yang tidak diurus oleh keluarganya. Bahkan untuk makan sehari-hari pun sulit. ‘’Melihat situasi seperti ini masak kita tidak bisa berbuat untuk mereka? Boleh gak saya mengetuk hati semua orang untuk menyisihkan seribu saja sehari?’’ ujarnya. Komunitas ANOM ini terbuka untuk siapa saja yang terketuk hatinya untuk bergabung. Tidak memandang suku, agama dan ras, yang diutamakan mengajak siapa saja untuk Care and Share. Komunitas ini berdiri sejak 31
Januari 2015, bergerak dalam bidang sosial dengan anggota komunitas-komunitas, ataupun perorangan dari berbagai kalangan seperti komunitas Vespa, Pro Ambasador, Flobamora, dan dari berbagai profesi seperti pengacara, pegawai negeri maupun swasta, bahkan siswa-siswi yang tergerak untuk peduli dan berbagi. ‘’Mudah-mudahan dengan seribu rupiah sehari kita dapat menyambung hidup mereka dengan lebih sejahtera,’’ ajaknya. Menurut Pastika, lebih dari seribu lansia yang masih memerlukan beras 10 kilogram dan uang seratus ribu untuk sebulan. Pihaknya juga berterima kasih untuk media yang sudah memberitakan kondisi itu. Diharapkan lansia yang sudah terdata tersebut mendapatkan bantuan rutin tiap bulannya. ‘’Kita harapkan anak-anak muda yang berpartisipasi, terutama membantu kita menyebarkan bantuan nanti, dan timbul
rasa empati bahwa suatu saat mereka juga akan tua dan mungkin juga telantar, dan mudahmudahan mereka dapat berbuat lebih banyak lagi,’’ pungkasnya. Pada kesempatan tersebut,
Pastika dan Ketut Sudikerta menyerahkan bantuan sejumlah uang dan ‘’celengan’’ ANOM kepada Indrawan yang kemudian memecahkannya untuk mendukung kegiatan itu. (ad2160)
UNTUK LANSIA - Dengan menyisihkan seribu rupiah sehari, diharapkan dapat meringankan beban para lansia yang tidak terurus oleh keluarganya, yang hidup sebatang kara.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta, Sosiawan. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Minggu Kliwon, 26 Maret 2017
seremonial
Wagub Sudikerta Ajak Masyarakat Tingkatkan Toleransi Antarumat Beragama SEBAGAI negara yang multikultural, toleransi antarumat beragama sangatlah penting dalam upaya mewujudkan kedamaian, serta kesejahteraan bagi seluruh Rakyat Indonesia. Terlebih dengan Pulau Bali yang sebagian besar masyarakatnya beragama Hindu dan merupakan destinasi pariwisata dunia, sikap toleransi antarumat beragama haruslah dijunjung tinggi, sehingga dapat hidup saling berdampingan dengan damai dengan umat beragama lainnya, baik itu umat Islam, Kristen, Katolik, Buddha maupun Konghucu. Ke depan toleransi yang ada dan terbina diharapkan terus dipupuk, sehingga seluruh masyarakat akan hidup berdampingan dengan damai dan membangun Bali secara bersama-sama. Demikian disampaikan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta dalam sambutannya pada acara pelantikan Tasykil Pimpinan Wilayah Persatuan Islam (PERSIS) Provinsi Bali masa bakti 2017-2021, di Hotel Santhi Denpasar, Sabtu (25/3) kemarin. “Hargai perbedaan, mari hidup dalam keharmonisan. Jangan sampai kita saling benci maupun saling mencaci maki antarumat beragama,” imbuhnya. Lebih jauh, Wagub Sudikerta yang didampingi Kepala Biro Pemerintah dan Otonomi Daerah Setda Provinsi Bali Jayadi Jaya juga mengajak seluruh masyarakat untuk mewujudkan kehidupan yang harmonis dengan berpedoman pada empat pilar kebangsaan kita, yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945 serta NKRI. Keempat pilar kebangsaan tersebut haruslah menjadi pedoman dalam kehidupan kita dalam berbangsa dan bernegara, sehingga jiwa kebangsaan terus tumbuh dan persatuan bangsa akan terus terpelihara. Terkait dengan pelantikan pengurus PERSIS Provinsi Bali, Wagub Sudikerta berharap pengurus yang baru dilantik akan dapat menegakkan ajaran Islam secara utuh dan meningkatkan iman dan takwa
PELANTIKAN - Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta dalam acara pelantikan Tasykil Pimpinan Wilayah Persatuan Islam (PERSIS) Provinsi Bali masa bakti 2017-2021, di Hotel Santhi Denpasar, Sabtu (25/3) kemarin. kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga tumbuh sikap dan budi pekerti luhur, berkepribadian, disiplin, tangguh, cerdas dan sehat jasmani dan rohani, dengan tetap menjungjung tinggi nilai kebangsaan yang berdasarkan Pancasila. Kegiatan ini juga hendaknya dimaknai sebagi ajang introspeksi diri dan membuka wawasan kita tentang konsep beragama, terlebih di era globalisasi yang penuh dengan tantangan sehingga kita harus banyak mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Momentum ini hendaknya dijadikan tali pengikat untuk mewujudkan rasa kebersamaan, kebanggaan dan keharmonisan,” tuturnya. Hal senada juga disampaikan Ketua PERSIS Provisni Bali yang baru saja dilantik, Syamsul Arifin bahwasanya PERSIS didirikan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman Islam yang sesuai dengan aslinya yang dibawa oleh Rasulullah SAW, Persis mengenalkan Islam yang hanya bersumber dari
Alquran dan Hadits. Ia juga menyampikan bahwasanya keberadaan Islam bukan hanya milik umat Islam semata, tetapi Islam untuk seluruh alam semesta, Islam akan membawa kedamaian, keamanan, serta ketenteraman bagi siapa saja. Syamsul Arifin juga menyampaikan ke depan PERSIS Provinsi Bali akan menjalin hubungan yang baik dengan ormas-ormas lainnya, serta berkomunikasi dengan tokoh-tokoh adat Bali dan akan memajukan Bali secara bersama-sama. “Kita akan maksimalkan potensi yang ada pada organisasi kami, bersama-sama kita akan membangun Bali,” tuturnya. Dalam kesempatan tersebut, dilaksanakan pelantikan pengurus PERSIS Provinsi Bali masa bakti 2017-2021 oleh Sekretaris Majelis Pusat PERSIS Prof. Dr. Dadan Wildan Anas, M.Hum. Acara juga diisi dengan Ceramah Umum dengan tema “Peran Dakwah Jam’iyah Persis Dalam Upaya Memperkuat NKRI”. (ad2155)
PT Indonesia Power Unit Pembangkitan Bali
Gelar Lomba Utsawa Dharma Gita Tingkat SMP Se-Densel
PT Indonesia Power Unit Pembangkitan Bali menyelenggarakan lomba Utsawa Dharma Gita tingkat SMP se-Kecamatan Denpasar Selatan (Densel), Jumat (24/3) lalu. Hadir dalam kegiatan itu Camat Denpasar Selatan Anak Agung Gede Risnawan S.Sos., M.H., Lurah Pedungan Anak Agung Gde Oka. S.E., perwakilan dari Tri Hita Karana, Kepala Lingkungan dan Klian Adat Banjar Ambengan serta undangan lainnya. Dalam sambutannya General Manager PT Indonesia Power UP Bali IGAN Subawa Putra menyampaikan, utsawa Dharma Gita yang dilaksanakan ini merupakan rangkaian kegiatan Dharma Santi yang akan dilaksanakan bulan depan, setelah perayaan hari raya Nyepi. “Perusahaan kami sangat peduli dengan keberadaan budaya setempat dan semoga lomba utsawa dharma gita yang dilaksanakan pertama kali ini bisa berkelanjutan ke depannya,” ujarnya. Camat Densel sebelum membuka acara ini mengucapkan terima kasih kepada PT Indonesia Power UP Bali yang sudah menyelenggarakan acara ini, karena utsawa dharma gita sangat penting bagi semua, terutama generasi muda penerus bangsa, karena di era globalisasi ini bermacam macam budaya datang dari luar dan dharma gita sebagai salah satu benteng untuk mencegah masuk budaya luar tersebut. Berdasarkan kitab suci Veda, utsawa dharma gita pada hakekatnya adalah Phalasruti, Phalasloka dan Phalawakya. Phalasruti mengandung makna pahala dari pembacaan kibat Kitab Sruti atau wahyu yang pada umumnya disebut mantra yang berasal dari Hyang Widhi. Phalasloka adalah pahala dari pembacaan kitab susastra Hindu, bertujuan menin-
UTSAWA DHARMA GITA - Ketua Panitia Utsawa Gharma Gita (kiri), GM UP Bali (tengah), dan Camat Densel membuka acara. gkatkan rasa keagamaan sebagai wujud pemahaman ajaran agama, meningkatkan sradha dan bhakti sebagai dasar terbentuknya ahlak mulia. Pembangunan nasional pada hakikatnya adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. Ini berarti bahwa pembangunan nasional tidak hanya meningkatkan kemajuan kehidupan di bidang fisik, tetapi juga di bidang rohaniah keagamaan. Sehingga kehidupan manusia dan masyarakat Indonesia menjadi lebih mantap, serta memiliki lahir dan batin yang selaras, serasi dan seimbang. Sembilan sekolah mengirim peserta untuk mengikuti lomba Utsawa Dharma Gita tersebut adalah SMPN 6 Denpasar, SMPK 1 Harapan Denpasar, SMP PGRI 7 Denpasar, SMPN 9 Denpasar, SMPN 11 Denpasar, SMP Wisata Sanur, SMP Ganesha
Denpasar masing masing mengirim satu peserta, sedangkan SMP Dharma Wiweka Denpasar mengirim dua peserta. Ada Sembilan kriteria penilaian dari dewan juri antara lain penampilan, suara, wilet, reng, onekonekan, arti, anggahungguh, lengut dan ekspresi. Tiga juri penilai adalah Ni wayan Murniasih, S.Pd., Drs. I Nyoman Karya dan I Nyoman Triasa dari PT Indonesia Power UP Bali. SMP Dharma Wiweka terpilih sebagai juara I, SMPN 9 Denpasar sebagai juara II dan SMP PGRI 7 Denpasar sebagai juara III, serta juara Harapan diraih peserta dari SMP Dharma Wiweka, SMP Wisata Sanur dan SMP Ganesha Denpasar. Semua pemenang diberikan hadiah trofi, sertifikat dan uang, serta diberikan uang pembinaan kepada semua sekolah yang mengikuti lomba Utsawa Dharma Gita ini. (ad2156)
3 Berjalan Tertib
Ribuan Umat Hindu Jembrana Ikuti Prosesi Melasti
RIBUAN umat Hindu di Jembrana melaksanakan upacara melasti yang digelar tiga hari menjelang hari raya Nyepi. Melasti merupakan rangkaian prosesi hari raya Nyepi, dengan menghantar pralingga dan pratima dari setiap pura di desa pakraman seJembrana menuju Pura Segara dan sumber-sumber air, seperti danau dan laut terdekat untuk disucikan. Ratusan pralingga dan pratima yang diiringi oleh panyungsung-nya dari desa pakraman masing-masing . Dari pantauan di sejumlah titik melasti, ribuan umat sejak pukul 07.00 Wita tampak mengikuti prosesi ini menuju Pura Segara masing-masing dengan berjalan kaki. Adapun pusat pelaksanaan melasti di masing-masing kecamatan antara lain Pantai Pengeragoan Pekutatan, Pantai Yeh Kuning untuk Kecamatan Jembrana, Pantai Pengambengan untuk Kecamatan Negara, serta pantai Candikusuma untuk desa pakraman di Kecamatan Melaya. Seperti tahun sebelumnya, pelaksanaan melasti tersebut juga mendapat pemantauan dari Bupati Jembrana bersama jajarannya. Kali ini, Sabtu (25/3) kemarin, Bupati Jembrana I Putu Artha dan Wakilnya I Made Kembang Hartawan berbagi tugas. Bupati Jembrana I Putu Artha melaksanakan pemantauan sekaligus mengikuti persembahyangan di Pura Segara Yeh Kuning Kec. Jembrana, Pura Segara Pengambengan, Kec. Negara dan Pura Segara Candikusuma di Kec. Melaya. Sementara Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan melakukan pemantauan dan persembahyangan di Pantai Pangyangan. Saat berada di Pura Segara Pantai Candikusuma, Kecamatan Melaya, Bupati asal Kecamatan Melaya ini bersama istrinya, Ni Kade Ari Sugianti, mengikuti prosesi ritual upacara melasti sampai selesai. Yang menarik sebelum persembahyangan digelar, rangkaian prosesi melasti
MELASTI - Bupati Jembrana Putu Artha bersama Ny. Ari Sugianti Artha dan jajaran pemkab saat pemantauan prosesi melasti. diawali dengan pementasan tari Rejang Dewa yang dibawakan secara apik sepuluh gadis belia desa setempat. Tanpa menggunakan alas kaki sambil menari mengelilingi seluruh pralingga, meski panas sangat menyengat saat itu. Secara filosofis, tarian ini memiliki makna sebagai penyambutan kepada Batara turun saat disucikan di segara. Bupati Artha mengapresiasi pelaksanaan upacara melasti tahun ini yang dinilainya berjalan dengan baik serta tertib. Kendati saat upacara digelar cuaca cukup panas oleh sengatan matahari, namun umat tetap tertib sampai prosesi mendak tirta selesai dan kembali ke desa pakraman masing-masing. Hal ini, menurutnya, bisa terwujud berkat harmonisasi umat yang sudah terjalin dengan baik, serta kinerja aparat bersama desa adat maupun dinas yang sangat membantu rangkaian upacara besar umat Hindu tersebut berlangsung lancar. ”Sepanjang pemantauan kami lihat langsung dari Pekutatan sampai Melaya, keselu-
ruhan prosesi berjalan dengan baik dan lancar. Mudah-mudahan hal ini berlanjut sampai pelaksanaan Catur Bratha Panyepian nanti, sehingga kita bersama mampu memaknai filosofis Nyepi sekaligus ajang introspeksi diri di masa mendatang,” ucap Artha. Hal senada juga diungkapkan Ketua PHDI Jembrana Komang Arsana, yang memberikan apresiasinya karena prosesi melasti di Jembrana kali ini berjalan dengan lancar. Atas nama umat, ia juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua pihak, terutama kepada Pemkab Jembrana atas dukungannya maupun aparat kepolisian, serta TNI atas dukungan keamanan dan ketertiban. “Ini merupakan awal yang baik dalam menyongsong hari raya Nyepi, sehingga kita diberikan kesucian diri. Sesuai dengan filosofi melasti, yaitu menghanyutkan kotoran/leteh dalam diri Bhuwana Alit setelah nunas tirta amerta kamandala di Pura Segara masing-masing,” ungkap Arsana lebih lanjut. (ad2157)
KTB Hadirkan Mitsubishi Bodi dan Cat di Denpasar
PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) yang merupakan dealer resmi Mitsubishi di Indonesia bekerja sama dengan PT Bumen Redja Abadi meresmikan Mitsubishi Bodi & Cat di Denpasar, Sabtu (25/3) kemarin. Keberadaan fasilitas yang pertama di Bali ini, diharapkan bisa menambah kenyamanan pengguna Mitsubishi dalam layanan purnajual. Fasilitas terbaru yang terdapat pada dealer PT Bumen Redja Abadi Denpasar ini, dikatakan Executive General Manager of Mitsubishi Motor Corporations (MMS) Marketing Division PT KTB, Osamu Iwaba, sebagai bagian dari peningkatan layanan untuk pelanggan. Ia mengutarakan, keberadaan fasilitas baru ini akan makin meningkatkan kenyamanan pelanggan Mitsubishi di Bali. “Pelanggan akan lebih mudah memperbaiki kerusakan bodi dan cat kendaraannya dengan keberadaan fasilitas ini,” ujarnya. Ditambahkannya, untuk fasilitas yang ada di Bali merupakan yang keempat di Indonesia, sebelumnya diresmikan fasilitas serupa di Bandung, Lampung dan Bekasi. Hingga akhir 2017, Mitsubishi menargetkan akan ada sepuluh dealer yang memiliki fasilitas bodi dan cat. Rencananya akan dibangun di Palembang, Makassar, Surabaya, Medan, Balikpapan dan Semarang. Sementara itu, Direktur Utama PT Bumen Redja Abadi Henry Kosala
PERESMIAN - KTB meresmikan fasilitas resmi “Mitsubishi Bodi & Cat” di Denpasar, Sabtu (25/3) kemarin. Wahyadiyatmika mengutarakan, pasar Bali sangat prospektif sehingga Mitsubishi memutuskan melengkapi fasilitas ini di Denpasar. Sebelumnya, fasilitas bodi dan cat sudah tersedia, namun peralatan dan cat yang digunakan belum lengkap. Melalui adanya pengakuan resmi dari Mitsubishi, otomatis fasilitas ini dilengkapi peralatan berstandar Mitsubishi dan cat premium quality. “Selama pembukaan sampai akhir April ada promo diskon 20 persen. Kami membuka kesempatan bagi konsumen yang mempunyai mobil merek lain untuk menggunakan fasilitas bodi dan cat Mitsubishi ini, serta merasakan standar kualitas
yang diterapkannya,” ujarnya. Mitsubishi Bodi & Cat PT Bumen Redja Abadi Denpasar memiliki fasilitas dengan kelengkapan peralatan dan teknologi terbaru standar Mitsubishi. Didukung pula jaminan genuine part dan premium paint material yang siap melayani perbaikan body kendaraan dengan kerusakan ringan hingga sedang. Fasilitas ini dilengkapi mixing room, repair area, spray booth, surfacer room, warehouse part, washing bay, stall pemeriksaan akhir dan 14 stall yang mendukung rekondisi kendaraan. Ditargetkan fasilitas ini bisa melayani 150 unit mobil perbulannya. (bns)
Dirikan Baliho Tolak Reklamasi
Warga Sumerta Berharap di Tahun Baru Çaka Reklamasi Teluk Benoa Dibatalkan Sensus Anjing Belum Pernah Dilakukan, Cakupan Vaksinasi Diragukan Denpasar (Bali Post)Sensus anjing belum pernah dilakukan. Selama ini, data tentang populasi anjing hanya berdasarkan estimasi/perkiraan, sehingga penyediaan vaksin juga berdasarkan estimasi. Masih adanya kasus rabies di Bali, diprediksi karena cakupan vaksinasi tidak maksimal di Provinsi Bali. Sejak tahun 2016, Program Magister Kesehatan Masyarakat Unud bersama tiga yayasan, yaitu YKP (Yayasan Kerti Praja), BAWA (Bali Animal Welfare Association) dan IFAW (International Fund for Animal Welfare) bergerak turun memulai sensus anjing. Gerakan tersebut dimulai dari Sanur. Ada dua desa dan satu kelurahan yang disasar yaitu Desa Sanur Kaja dan Sanur Kauh, serta Kelurahan Sanur. Hasilnya, terdapat 5.500 anjing di Sanur. Dari populasi anjing di Sanur, 98 persen anjing di Sanur berpemilik, namun ada yang dipelihara
secara diliarkan. Data tahun 2016 tentang pengetahuan masyarakat pascadigigit anjing, 45 persen tahu. Sedangkan setelah dilakukan intervensi, tahun 2017 pengetahuan masyarakat meningkat menjadi 92 persen tahu tentang pengetahuan pascadigigit anjing. Demikian diungkapkan dosen sekaligus peneliti Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran (FK) Unud, Sang Gede Purnama, SKM., M.Sc., Jumat (24/3). Selain melakukan pendataan, tim yang tergabung dalam menjalankan program Dharma itu juga melakukan vaksinasi pada anjing yang belum divaksin, karena vaksinasi dilakukan secara rutin setahun sekali. “Pendataan yang kita lakukan tentang rumah mana saja yang punya anjing, jumlahnya berapa, dipelihara seperti apa, apakah anjingnya sakit atau tidak, sudah tervaksin atau belum,” urainya. Penting juga melakukan sterilisasi anjing. Untuk itu, pihaknya
tidak bisa bekerja sendiri, perlu banyak pihak yang membantu termasuk LSM. Karena anjing yang diliarkan akan memiliki banyak anak. Sehingga dapat dibayangkan berapa vaksin yang akan dihabiskan. Koordinator Program Dharma dari IKM Unud dr. Ni Putu Arya Utami menambahkan, selama ini penanggulangan pada rabies hanya pemberian vaksin. Menurutnya perlu konsep one health untuk menanggulangi rabies tersebut. “Anjing hanya dikasi vaksin, tapi manusianya tidak diberitahu tentang memperlakukan anjing. Karena anjing yang terawat itu akan sehat dan tidak berkeliaran, sehingga tidak menularkan rabies,” terangnya. Pendataan dilakukan secara door to door, karena selama ini yang dilakukan hanya sampling. Sedangkan pihaknya mendapat data riil tentang populasi anjing di Sanur. (kmb42)
Denpasar (Bali Post) Menjelang perayaan hari raya Nyepi, Tahun Baru Çaka 1939 yang jatuh pada tanggal 28 Maret 2017, warga Desa Adat Sumerta yang tergabung di dalam BAMPER kembali mendirikan baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa. Pemasangan baliho ini dilakukan Jumat (24/3) malam. Ada empat buah baliho yang masing-masing dipasang di perempatan Jalan Kecubung – WR Supratman - Kenyeri, Pertigaan Jalan Hayam Wuruk - Kecubung, Pertigaan Hayam Wuruk – Nusa Indah dan pertigaan Hayam Wuruk – Katrangan. Menariknya, baliho sebelum dipasang terlebih dahulu diarak dengan diiringi oleh tabuh gamelan Bali. Selain diiringi musik tradisional baleganjur, pemasangan kali ini juga dipentaskan fragmentari ogoh-ogoh sebagai persiapan menyambut hari raya Nyepi. Baliho tersebut dipasang oleh warga di tengah kesibukannya mempersiapkan hari raya Nyepi dan persiapan parade ogoh-ogoh. Pendirian baliho tersebut menunjukkan gerakan penolakan reklamasi Teluk Benoa akan terus ada sampai reklamasi Teluk Benoa dibatalkan.
Nyoman Gegel Juniarta dari BAMPER Sumerta menuturkan, baliho-baliho baru ini selain untuk mengganti baliho yang telah rusak juga sebagai bentuk ketegasan sikap untuk menolak reklamasi Teluk Benoa. Baginya, perjuangan untuk menjaga Bali dari upaya perusakan baginya adalah bentuk perjuangan menjaga NKRI. “Baliho tolak reklamasi Teluk Benoa di desa kami dirusak dan kami ganti yang baru. Pemasangan baliho ini sekaligus sebagai komitmen kami untuk terus memperjuangkan penolakan reklamasi Teluk Benoa. Pendirian baliho menunjukkan gerakan penolakan reklamasi Teluk Benoa akan terus ada sampai reklamasi Teluk Benoa dibatalkan, dan ini adalah wujud jiwa nasionalisme kami yang setia kepada NKRI dengan cara menjaga Teluk Benoa sebagai bagian dari pesisir negara ini” ujar Gegel. Momentum perayaan hari raya Nyepi ini, menurut Klian Dinas/ Kepala Dusun Banjar Peken, Sumerta, Wayan Murdika, adalah waktu yang tepat untuk mengusir energi buruk yang mengerubungi para pejabat yang selama ini diam dalam persoalan reklamasi Teluk Benoa.
Mereka yang seharusnya bersikap justru hanya diam. Pemasangan baliho tolak reklamasi Teluk Benoa tersebut baginya, selain sebagai sikap untuk menegaskan penolakannya terhadap reklamasi Teluk Benoa, juga dipasang dengan penuh harapan agar di Tahun Baru Çaka reklamasi Teluk Benoa dibatalkan. “Kami berharap energi negatif, energi jahat maupun energi buruk yang mengerubungi para pejabat yang terus memaksakan reklamasi Teluk Benoa, agar segera lebur pada Tawur Kasanga atau malam pangerupukan. Agar nanti di Tahun Baru Çaka para pejabat yang ada di Bali sudah tidak dikerubungi energi buruk tersebut, sehingga bisa mendengarkan aspirasi rakyat Bali dan segera bertindak untuk menghentikan dan membatalkan rencana reklamasi Teluk Benoa,” ujar klian yang akrab dipanggil Yande tersebut. Menurut Yande, perayaan Nyepi juga merupakan waktu yang tepat untuk merefleksikan peran laut bagi keberlangsungan adat, agama dan budaya Bali. Laut, menurutnya, memilik peranan penting bagi kehidupan orang Bali, terutama setiap menjelang Nyepi. (kmb)
4
Minggu Kliwon, 26 Maret 2017
Membaca Kitab Sumanasantaka Merayakan Hidup-Mati ala Bali
MONA GUNA, demikian pencerita menyebut dirinya di dalam bagian epilog kakawin Sumanasantaka. Arti dari Sumanasantaka adalah mati bersaranakan bunga sumanasa. Menceritakan mengenai kutukan, kematian serta penyatuan. Mona Guna sebagai pencerita, bercerita tentang kisah bidadari bernama Dyah Harini yang dikutuk oleh seorang pertapa bernama Trena Windu. Dyah Harini mengalami kematian akibat kutukan itu, lalu menjelma menjadi manusia bernama Indumati yang lahir sebagai putri Raja Widarbha. Indumati (Dyah Harini) akan kembali menjadi bidadari dengan penawar kutukan (antasapa), yaitu bunga sumanasa yang jatuh terbalik. Bersaranakan bunga sumanasa itulah Dyah Harini kemudian bersatu kembali dengan kekasihnya. Pencerita mengajak penikmat Sumanasantaka untuk membayangkan seorang gadis yang cantik jelita, berjalan-jalan di taman, tiba-tiba mati karena sekuntum bunga sumanasa yang jatuh di ulu hatinya dengan posisi terbalik. Sekilas memang terdengar aneh. Sama anehnya dengan pernyataan berikut ini. Aku pernah dinikahkan dengan laut. Ketika tubuh kanak-kanakku, mengelupas, upacara besar digelar. Sesaji, bunga, tujuh mata air diurapkan ke tubuh kurusku. [Saiban, 2014: 3]. Betapa ganjilnya Saiban yang dihaturkan oleh Oka Rusmini. Ia menyatakan dirinya dinikahkan dengan laut. Sementara, jenis kelamin laut tidak jelas, apakah laut maskulin, feminim, atau netrum. Tapi dalam sastra Jawa Kuna seperti Adi Parwa, laut adalah cerminan feminim, terbaca pada adegan pemutaran Gunung Mandara di lautan Ksira. Gunung Mandara sebagai lingga, dan lautan Ksira adalah yoni. Lingga cerminan maskulinitas, sedangkan yoni adalah pasangannya yaitu feminim. Jika Oka Rusmini adalah feminim, bagaimana ia menikah dengan laut? Dapat dibayangkan bagaimana upacara itu digelar, lalu bagaimana pada malam hari setelah upacara itu selesai. Saya ingin berhenti membayangkannya, tapi tetap saja pikiran saya terlalu liar. Mungkin definisi ‘menikah’ oleh Oka Rusmini berbeda dengan definisi menikah dalam persepsi saya. Tentu
DALAM Rangka menyambut hari raya Nyepi yang jatuh tanggal 28 Maret, ada baiknya kita sebagai umat Hindu di Bali kembali merenung dan memahami bahasa-bahasa dan kata-kata yang ditinggalkan teks-teks nusantara. Minggu ini I Gede Agus Darma Putra, anak muda Bali dan pemerhati sastra Bali menuliskan renungan teks Sumanasantaka untuk kita semua, yang ditabrakan dengan teks “kekinian” yang dimaksudkan oleh kata-kata itu tidak sama dengan yang dikatakan. Lalu apa yang dimaksudkan? Atas nama kebodohan, saya nyatakan belum bisa menjawab. Satu hal yang pasti, ‘menikah’ bukan hanya tentang menyatukan perbedaan kelamin, tetapi ‘menikah’ juga tentang ‘menghubungkan’. Yang dihubungkan bukan saja fisik dalam arti kelamin. Perlu diingat bahwa yoga juga berarti ‘menghubungkan’. Kegagalmengertian saya, juga terjadi dalam percobaan memahami perburuan yang dilakukan Alit S. Rini terhadap Dewa-Dewa. Ia menulis: Siapa sesungguhnya yang menari dan meraung di sela tambur-tambur liar itu dengan segala permintaan dan kutuk bagi orang-orang yang merasa tergetar dan mengaku paham wajah sendiri [Memburu Dewa-Dewa, 2003] Alit S. Rini memburu Dewa-Dewa sementara ia masih bertanya tentang “siapa” juga tentang “permintaan dan kutukan”. Tapi ternyata kemudian, sayalah yang bertanya siapakah “siapa” yang ditujunya? Benarkah Alit S. Rini yang bertanya tentang “siapa” itu? Pikiran jadi buntu ketika memikir-mikirkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu. Ganjil Kedua orang itu adalah orang-orang ganjil, berdasarkan kata-kata yang dituangkannya berupa sajak. Tetap saja, keganjilan itu, mendapatkan apresiasi. Itu artinya dari jarak Mona Guna sampai Oka Rusmini juga Alit S. Rini, keganjilan atau keanehan kata selalu ada. Keanehan, bukan sesuatu yang aneh lagi jika dibaca dengan hatihati. Maksudnya, tulisan [baca: sastra] tidak hanya dibaca, juga disuarakan. Bukan hanya disuarakan, namun juga didengar-dengarkan. Tidak hanya mendengarkan tapi juga dirasakan, bahkan jika memungkinkan dicium-
cium. Panca indera diposisikan menurut fungsinya masing-masing, dan fungsi itu dimaksimalkan. Nama lain dari membaca dengan hati-hati adalah menikmati. Tulisan dilihat dengan mata lalu disuarakan dengan lidah, suara didengar oleh telinga. Kulit tangan menyentuh naskah, lalu hidung menghirup aroma naskah, apakah beraroma debu, aroma kertas lapuk, atau aroma minyak sereh karena
Banyak Ibu pekerja akhirnya menjatuhkan pilihan pada susu formula yang notabene justru memerlukan biaya yang lebih besar dan komposisinya tidak selengkap yang dimiliki oleh ASI. ASI merupakan makanan yang murah-meriah, praktis, dan memiliki komposisi lengkap yang sangat dibutuhkan oleh tubuh si kecil. Selain manfaat bagi bayi, ibu yang menyusui juga mendapatkan dampak positif, seperti mencegah perdarahan setelah persalinan, mencegah kanker ovarium dan payudara, sebagai salah satu metode keluarga berencana sementara dan metode untuk mempercepat penurunan berat badan. Kegiatan menyusui tersebut juga dapat membantu ibu dan bayi memiliki kontak kasih sehingga terjalin ikatan psikologis yang erat. Tips Berikut akan dipaparkan beberapa tips pemberian ASI eksklusif pada Ibu yang bekerja di luar rumah. 1. Selama berada di rumah sebaiknya Ibu menyusui bayinya lebih sering. 2. Ibu diharapkan mulai belajar memerah ASI segera setelah bayi lahir dapat dengan menggunakan tangan, pompa ASI manual atau pompa ASI elektrik. 3. Setelah dipompa, ASI perah kemudian disimpan dalam gelas atau botol kaca dengan penutup yang
sebelumnya sudah diberi label yang berisikan tanggal pemerahan. 4. ASI yang sudah dimasukkan ke dalam botol kemudian dapat disimpan di dalam lemari pembeku (freezer) pada lemari es. Bila ASI disimpan pada lemari es dengan suhu 0-4ºC ASI hanya akan bertahan selama 1-2 hari. Jika disimpan di freezer pada lemari es 1 pintu akan bertahan selama 2 bulan sedangkan jika disimpan pada freezer lemari es 2 pintu (pintu freezer terpisah), ASI akan bertahan selama 3-4 bulan. Pada suhu ruangan dengan suhu <25º C, ASI hanya dapat bertahan 2-4 jam saja dan jika dengan suhu >25 º C hanya dapat bertahan selama 1 jam. 5. Saat dikeluarkan dari lemari es ASI tidak boleh dimasak ataupun dipanaskan, cukup dengan mengalirkan air hangat pada wadah ASI perah atau merendamnya dengan air hangat.
Kematian Kematian memang selalu menjadi misteri. Sama dengan kematian, kelahiran dan kehidupan pun tidak berbeda. Kematian agaknya bukan misteri lagi bagi beberapa tokoh yang dihadirkan Mona Guna. Sebagaimana yang dicatat oleh Palguna [2000]
MISTERI - Kematian memang selalu menjadi misteri. Sama dengan kematian, kelahiran dan kehidupan pun tidak berbeda. Kematian agaknya bukan misteri lagi bagi beberapa tokoh yang dihadirkan Mona Guna. Sebagaimana yang dicatat oleh Palguna [2000] bahwa tokoh-tokoh Sumanasantaka memiliki cara mati yang berbeda, umumnya perbedaan itu disertai dengan mengetahui waktu kematian, yang diajarkan oleh lontar-lontar terutama yang tersimpan di Bali. bermedia lontar yang baru saja dikonservasi oleh suatu kelompok tertentu sebagai wujud penyelamatan. Ketika tulisan ini diketik, di luaran sana memang sedang berjibaku penyelamatpenyelamat naskah, terutama lontar. Mereka ngayah membersihkan lontarlontar yang lama ‘tertidur’ di balik kata tenget. Mereka menyelamatkan naskah dari kelapukan, sedangkan saya melapuk sendirian di dalam kamar menikmati kematian Dyah Harini. Akankah kematian itu juga
ASI Eksklusif pada Ibu Bekerja, Kenapa Tidak? DI era modern ini selain sebagai seorang Ibu rumah tangga, banyak juga ibu yang bekerja di luar rumah. Hal tersebut terkadang menjadi alasan bagi ibu untuk tidak bisa memberikan ASI secara eksklusif kepada buah hatinya. ASI eksklusif merupakan pemberian ASI saja tanpa tambahan makanan/minuman lain selama 6 bulan.
menghampiri saya sebagai kutukan, karena tidak turut ngayah?
6. Kocok ASI perah sebelum diberikan kepada bayi. 7. ASI perah yang tidak habis dalam sekali konsumsi sebaiknya dibuang dan tidak digunakan lagi. 8. Pemberian ASI sebaiknya dengan gelas dan hindari pemberian ASI perah menggunakan botol karena dapat menyebabkan bayi bingung. 9. Di tempat kerja, Ibu dapat memerah ASI 2-3 kali kemudian di bawa pulang dengan menggunakan cooler bag dengan ice packs. Diharapkan Ibu yang sedang bekerja dapat tetap memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan diteruskan hingga 2 tahun. Tidak hanya bagi Ibu dan bayi, keberhasilan pemberian ASI juga berdampak pada pihak perusahaan tempat ibu bekerja karena bayi akan cenderung lebih jarang sakit dan Ibu pun dapat bekerja dengan produktif. l dr. Dewa Ayu Desy, S.Ked.
ASI - Banyak ibu pekerja akhirnya menjatuhkan pilihan pada susu formula yang notabene justru memerlukan biaya yang lebih besar dan komposisinya tidak selengkap yang dimiliki oleh ASI. ASI merupakan makanan yang murah meriah, praktis, dan memiliki komposisi lengkap yang sangat dibutuhkan oleh tubuh si kecil.
bahwa tokoh-tokoh Sumanasantaka memiliki cara mati yang berbeda, umumnya perbedaan itu disertai dengan mengetahui waktu kematian. Mengetahui waktu kematian, diajarkan oleh lontar-lontar yang terutama tersimpan di Bali. Saya tidak tahu, adakah lontar-lontar yang kini telah beraroma minyak sereh itu juga menyimpan ajaran kematian? Atau mungkin, pada lontar-lontar yang masih berada di balik perlindungan pemiliknya, dan belum terjamah. Tetapi mungkin
saja, ada pada lontar-lontar yang kini berada jauh di seberang lautan. Khusus untuk lontar-lontar yang berada jauh itu, tangan saya kurang panjang untuk menggapainya. Tapi saya tidak ingin menjadi manusia panjang tangan. Kembali ke Sumanasantaka, ada beberapa tokoh Sumanasantaka yang dikisahkan mengalami kematian, di antaranya seperti kematian Dyah Harini, kematian Raja Widarbha, kematian Raja Ayodhya, kematian Indumati, dan kematian Aja. Ada juga kisah kematian istri Prabhu Widarbha yang diceritakan tidak takut pada kematian, lalu menghadapi kematian itu seorang diri. Ia mati atas nama kesetiaan kepada suaminya, Prabhu Widarbha. Mengenai kematian seorang istri sebagai wujud kesetiaan, Creese [2012] sempat menuliskannya pada sub bagian tulisannya tentang Perempuan dalam Dunia Kakawin, terutama pada pembicaraan mengenai “Tiada yang Lebih Luhur: Kematian dan Kesetiaan”. Penjelasan mengenai hubungan kesetiaan dan kematian, tampaknya memerlukan waktu yang panjang. Bagi pembaca yang berkeinginan untuk memperdalam hubungan di antara keduanya, dipersilahkan untuk membaca ulasan Helen Creese, sebab pada tulisan ini, hal itu tidak dibahas lebih jauh. Pikiran Mona Guna menceritakan mengenai kematian. Mona artinya diam, Guna artinya sifat, jadi Mona Guna berarti sifat diam. Ada triguna yang terdiri dari satwam, rajas dan tamas. Ketiganya mempengaruhi pikiran dan ketiganya mengikat. Selain itu, juga ada asta guna, yaitu delapan sifat. Sifat yang dimaksud adalah sifat yang dimiliki oleh pikiran. Asta guna juga dikenal dengan sebutan asta aiswarya. Kedelapan sifat ini dimiliki oleh pikiran, maka pikiran sulit dikendalikan. Itu artinya, Mona Guna adalah ia yang bersifat diam, atau ia yang telah mendiamkan sifat-sifatnya.
Mendiamkan sifat artinya telah terlepas dari ikatan tiga sifat [tri guna], dan mengendalikan delapan sifat [asta guna]. Dengan melepas, berarti telah melewati, dengan mengendalikan berarti menguasai. Seseorang yang telah mengendalikan dan menguasai sifat-sifat itu, setara dengan sadasiwa. Sadasiwa dikatakan wyapara, yaitu dipenuhi oleh serba tahu [sarwajnya] dan serba kerja [sarwakaryakarta]. Apakah Mpu Mona Guna telah berhasil pada tahapan itu? Hasil pengetahuan dan pekerjaan Mpu Mona Guna, adalah Kakawin Sumanasantaka. Maka pada Sumanasantaka-lah pertanyaan itu harus dicari-cari jawabannya. Terlepas dari sampai atau tidaknya Mpu Mona Guna, Sumanasantaka telah menjadi salah satu kekayaan sastra Nusantara. Seyogyanya, keberadaannya selalu diperhatikan. Memperhatikan karya sastra bukan hanya dengan ‘memandikannya’ lalu menyimpannya di dalam peti seperti jasad yang dibalsem. Karya sastra bukan mumi. Penyelamatan yang dilakukan di Bali, tidak hanya pada naskahnya, juga pada teksnya dengan membaca dan menyalinnya berulang kali. Sastra semestinya dibaca, dinyanyikan, disuarakan. Didengarkan. Mpu Mona Guna menuliskan: Panjang umurlah orang yang membaca dan yang memikirkan berharap mengetahui, Semoga tanpa halangan bagi yang mendengar segala keinginannya terkabul, Semua yang memiliki Sumanasantaka dikasihani oleh penguasa Berhasillah semua penyalin meniru pujangga, berhasil segala harapan sang wiku [183: 2]. Ungkapan-ungkapan Mona Guna dalam Sumanasantaka sebaiknya dibaca dengan suntuk. Seorang pembaca yang suntuk dengan bacaannya, mirip sepasang kekasih yang tengah berbagi rindu sampai ke sumsum tulang. Tidak jelas lagi siapa yang merindukan siapa, siapa yang dirindukan siapa. Keduanya sama. Keduanya berhenti bertanya tentang ‘siapa’. Keduanya lebur.***
Mengenal dan Menghadapi Serangan Jantung JANTUNG merupakan salah satu organ tubuh penting yang memompa darah ke seluruh tubuh. Dengan ukuran yang kurang lebih sebesar kepalan tangan, jantung ibaratnya adalah sebuah mesin yang terletak di tengah-tengah tubuh kita. Kerja jantung ini penting karena dengan terus berdetak dan mengedarkan darah ke seluruh tubuh, maka semua bagian tubuh tetap segar karena setiap saat tersuplai dengan nutrisi dan oksigen. Kesadaran masyarakat untuk menjaga jantung sepertinya tidak terlalu baik dibuktikan oleh kejadian penyakit jantung tiap tahun terus meningkat. Pada tahun 2008 sebanyak sekitar 17,3 juta kematian di dunia disebabkan oleh serangan jantung dan diperkirakan akan meningkat menjadi 23,3 juta kematian pada tahun 2030. Serangan jantung terjadi ketika darah yang menuju ke otot jantung untuk memberi nutrisi dan oksigen terhambat. Serangan jantung diakibatkan oleh penyakit jantung koroner. PJK adalah suatu kondisi dimana terdapat gangguan aliran darah arteri koroner ke otot jantung secara tiba-tiba. Arteri koroner adalah pembuluh darah yang memberikan otot jantung oksigen dan nutrisi. Hambatan biasanya disebabkan oleh plak kolesterol atau protein lain yang proses terbentuknya sendiri membutuhkan waktu yang bertahuntahun. Suatu saat, plak tersebut dapat pecah dan akan menimbulkan masalah pada otot jantung. Cepat Tindakan cepat dalam menghadapi serangan jantung akan sangat membantu menyelamatkan nyawa dan membatasi besarnya kerusakan jantung yang akan terjadi. Tindakan
JANTUNG - Tindakan cepat dalam menghadapi serangan jantung akan sangat membantu menyelamatkan nyawa dan membatasi besarnya kerusakan jantung yang akan terjadi. Tindakan medis yang dilakukan pada serangan jantung akan memberikan hasil yang baik jika diberikan segera setelah gejala serangan jantung muncul. medis yang dilakukan pada serangan jantung akan memberikan hasil yang baik jika diberikan segera setelah gejala serangan jantung muncul. Beberapa gejala serangan jantung yang paling sering ditemukan adalah sebagai berikut: 1. Nyeri dada atau rasa tidak nyaman pada dada. Sebagian besar serangan jantung melibatkan rasa tidak nyaman di bagian kiri hingga tengah dada. Rasa ini biasanya berlangsung beberapa menit dan dapat hilang dan muncul kembali. Dada akan terasa seperti tertekan, nyeri, atau panas. 2. Sesak napas. Biasanya sesak napas akan dibarengi dengan gejala nyeri dada diatas, namun kadang juga bisa menjadi satu-satunya gejala yang timbul. 3. Gejala-gejala lainnya yang perlu diwaspadai seperti jantung yang berdebar, keringat dingin, atau rasa nyeri atau panas di bagian atas
perut. Jika muncul gejala di atas baik pada diri sendiri ataupun orang lain, segera cari pertolongan medis. Hubungi nomor telepon darurat setempat dan katakan gejala yang dialami. Atau jika ada teman, mintalah bantuan untuk mengantarkan ke tempat pelayanan medis terdekat. Jika terjadi serangan ketika sedang seorang diri, hentikan semua pekerjaan yang sedang dilakukan lalu ambil posisi duduk atau berbaring serta tarik napas dalam-dalam. Hubungi nomor telepon darurat, dan longgarkan pakaian yang ketat seperti dasi atau ikat pinggang. Sebisa mungkin jangan panik karena akan dapat memperburuk gejala. Lakukan dengan sesegera mungkin karena lebih cepat tindakan medis dilakukan akan lebih baik. l dr. I Gusti Bagus Aginda Dwi Pawana
dari vena yang disuntik, kemudian menimbulkan peradangan (inflamasi), dan mengerutnya (konstriksi) vena, sehingga terjadi penutupan vena. Kemudian balut kaki dengan pembalut elastis yang dipakai setiap hari selama 4 minggu terus-menerus, termasuk ketika melakukan olah raga lari (jogging).
ebut Endovenous Laser Treatment (EVLT). Keuntungan teknik ini waktu pemulihan pendek di bandingkan dengan prosedur bedah, tidak berbekas, terjangkau, tidak banyak menyita waktu kerja pasien, dengan jelas adanya pengecilan ukuran varises vena pada banyak pasien, dapat langsung kembali melakukan aktivitas normal dan tidak memerlukan anastesi umum atau perawatan. Varises merupakan penyakit yang banyak menimbulkan masalah kosmetik serta komplikasi yang menurunkan kualitas hidup pasien. Sampai saat ini pengobatan utama yang digunakan adalah teknik kompresi, baik pembalut elastis maupun penggunaan stocking. Periksalah ke dokter bedah untuk mengetahui lebih jelas mengenai penyakit ini l dr. I Gusti Agung Gede Darma Putra Suryapranata, S.Ked.
Mengenal Varises dan Cara Efektif Menghilangkannya PENYAKIT varises umumnya dikenal sebagai penyakit yang tidak berbahaya. Namun, seringkali mengganggu kaum wanita maupun pria. Betapa tidak, varises membuat kaki terlihat seperti kumpulan kabel berwarna biru, tentu mengganggu keindahan kaki. Hal lain yang sering terjadi, varises sering kali menimbulkan ketidaknyamanan saat bergerak atau berjalan, bahkan di balik keluhan tersebut ada bahaya yang mengintai para penderitanya. Risiko serius apa yang bisa jadi dihadapi mereka? Mari kita kenali penyakit varises dan cara efektif menghilangkannya. Penyakit ini dalam dunia kedokteran disebut Insufisiensi Vena Kronis atau dalam dunia sehari-hari disebut varises. Kelainannya berupa pelebaran diameter dinding pembuluh darah vena dan yang berjalan berkelok-kelok
sedemikian rupa. Angka kejadian dari penyakit varises bergantung pada umur dan jenis kelamin. Varises lebih sering terjadi pada wanita daripada laki-laki pada beberapa tingkat umur. Pada penelitian kesehatan komunitas Tecumsech, varises ditemukan 72 % pada wanita berumur 60-69 tahun dan hanya 1 % laki-laki pada umur 20-29 tahun. Varises dapat disebabkan oleh berkurangnya elastisitas dinding pembuluh darah vena atau terjadi gangguan fungsi katup-katup pembuluh darah vena yang menyebabkannya tak dapat menjalankan tugasnya dalam mengalirkan darah ke jantung, ditambah dengan adanya gravitasi bumi memperberat kerja dari pembuluh darah vena ini. Sehingga, terjadi penimbunan darah serta pembengkakan pada daerah kaki yakni varises. Faktor risiko berupa pertambahan usia, kurangnya olahraga, berdiri lebih dari 6
jam, obesitas, hamil lebih dari 2 kali dan penggunaan pil atau suntikan hormon dalam program KB. Bagaimana Cara Menghilangkannya? Terdapat beberapa cara menghilangkan varises. Hal umum yang perlu diketahui yaitu dengan cara elevasi/angkat kaki sesering mungkin, terutama setelah berjalan-jalan. Dengan membuat posisi kaki setinggi dengan jantung, penimbunan darah serta pembengkakan kaki dapat dicegah. Pada posisi ini, secara langsung keluhan akan berkurang dengan cepat. Kemudian diet menggunakan sayuran dan buah-buahan segar (mengurangi jenis makanan dari hewani karena selain tidak berserat juga akan meningkatkan peninggian konsentrasi lemak dalam darah dan meningkatkan hipertensi pembuluh darah vena). Sampai saat ini pengobatan utama
varises adalah teknik kompresi. Dilakukan dengan menggunakan pembalut elastis atau stocking. Tujuan terpenting dari pengobatan kompresi adalah mencegah terjadinya pembengkakan (edema) pada tungkai kaki yang mengalami varises. Kompresi juga digunakan untuk mengurangi komplikasi perdarahan, perubahan warna kulit (pigmentasi), dan mempercepat penyembuhan luka apabila ada. Silahkan konsultasikan dengan dokter untuk menentukan pilihan stocking yang dapat digunakan. Selain teknik kompresi saat ini ada cara lain, yakni cara pengobatan untuk menghilangkan varises dengan menyuntikkan obat pada pembuluh darah. Pengobatan ini dinamakan skleroterapi. Cairan sklerosan yang paling sering digunakan adalah polidocanol atau Na-tetradecyl sulphate. Disuntikkan pada pembuluh darah vena dalam posisi berbaring. Cairan ini akan mendorong darah keluar
Operasi Cara terakhir adalah dengan operasi. Ada beberapa teknik operasi yang sering dilakukan seperti stripping, ligasi tinggi, dan Phlebectomy. Namun, yang saat ini berkembang adalah teknik minimal invasive, yakni cara membedah dengan sayatan kecil. Teknik ini disebut Radiofrequency Ablatio (RFA) menggunakan kawat yang dapat menghasilkan panas dimasukkan melalui pembuluh darah. Teknik lain dengan menggunakan laser yang juga dimasukkan ke pembuluh darah dis-
5
Minggu Kliwon, 26 Maret 2017
Film
Kisah Cinta yang Mengharukan Judul Film : Sutradara : Release : Pemain :
Allied Robert Zemeckis November 2016 Brad Pitt dan Marion Cotillard
Film Allied ini dibuka dengan munculnya Max Vatan yang diperankan oleh Bard Pitt di sebuah gurun pasir daratan di negara Maroko pada tahun 1942. Rupanya, sosok Max Vatan ini adalah seorang agen rahasia asal Kanada yang harus menuntaskan sebuah misi di Maroko. Dibantu oleh seorang penjemput, kemudian Max Vatan dalam film Allied ini diantarkan ke sebuah tempat dimana ia akan bertemu dengan Marianne Beausejour, salah seorang agen rahasia asal Prancis. Marianne sendiri diperankan oleh Marion Cotillard. Kemudian Max Vatan pun harus segera menuntaskan misinya di Maroko, yakni menghabisi nyawa salah satu Duta Besar Jerman. Relasi Max dengan Marianne di beberapa scene lain sanggaup membuat semua penonton film Allied ini sedikit tertawa. Max yang terlampau banyak terdiam. Seringkali berbicara dengan sebuah tatapan, sementara Marianne sendiri terlalu perfeksionis dan terlihat lebih cerdas. Film ini membuat para penontonnya bertanya-tanya, kapan mereka berdua akan saling menyatakan cinta. Seperti yang terlihat dalam trailer-nya. Max yang akhirnya mengajak Marianne pergi bersama ke London, dan akhirnya memutuskan untuk menikah. Mereka berdua pun dikaruniai seorang anak perempuan bernama Anna. Film ini memiliki gambar-gambar yang indah tentang liku cinta. (osi)
Resensi Buku
Memahami Bali Lebih Dalam Judul Buku Pengarang Penerbit Tahun Terbit Jumlah Hal.
: : : : :
Bali Kuno I Gst. Made Warsika, S.H. Pustaka Bali Post Februari 2017 238 halaman
BUKU ini berisi ulasan tentang runtuhnya kerajaan Majapahit dan pengaruhnya terhadap Bali. Buku ini diharapkan mampu memberika n wa wasan dan untuk menambah khazanah pustaka terkait dengan Bali Kuno yang perlu dipahami sebagai titik tonggak adanya peradaban seperti pada saat ini. Atau buku ini bisa menjadi referensi yang menyelami masa lalu terkait dengan Bali Kuno sebagai awal terbentuknya Bali zaman sekarang. Penyusunan buku ini dengan mengambil latar belakang perebutan dua buah Padharman yaitu, Padharman Petandakan yang berlokasi di Banjar Mergan Klungkung dan Padharman Puri Agung Mengwi. Layak untuk dikoleksi merenungkan kembali asal-usul masyarakat Bali. (osi)
Perempuan yang Membenci Kumis
CERPEN
Oleh Kim Al Ghozali Sudah sekian lelaki yang pulang dengan sia-sia, dengan harapan-harapan yang tak tersampaikan. Padahal, dari sekian lelaki itu tak ada satu pun yang kekurangan secara fisik, atau malah beberapa di antara mereka cukup tampan dan atletis. Juga dua dari lima lelaki yang hadir dalam setahun ini adalah dari keluarga yang kaya raya. Mengendarai mobil keluaran terbaru, membawa oleh-oleh yang lebih dari cukup dan dandanan mereka sangat necis. Tapi begitulah Narti, perempuan dua puluh sembilan tahun itu, selalu saja menolak pinangan setiap lelaki yang datang. “Apalagi yang kau tunggu, Nduk? Ibumu ini sudah tua dan sebentar lagi mati.” Begitulah percakapan pertama ibunya setiap kali tamunya telah pergi. Narti hanya tersenyum sedikit kecut kamudian sambil lalu meninggalkan ibunya tanpa jawaban. Narti, dulu dia memang sempat menjalin hubungan cinta kasih dengan seorang lelaki, tapi itu sudah lama. Saat dia baru lulus sekolah tingkat atas dan baru menjadi karyawan sebuah perusahaan garmen. Namun setelah itu tak ada lagi. Sudah sekitar tujuh tahun kini hatinya dibiarkan kosong, taman cinta masa mudanya dia biarkan ditumbuhi alang-alang dan rumputan liar. Semenjak itu juga–setelah putus tali kasih dengan pacarnya—dia nyaris tidak bergaul lagi dengan lelaki. Begitu pun di tempat dia bekerja, selalu saja menghindari pergaulan dengan lawan jenisnya. Yang sering datang ke rumahnya pun hanya beberapa teman perempuan terdekatnya. Apalagi sekarang, sejak memutuskan diri berhenti bekerja dan hanya menghabiskan hari-hari di rumah sambil membantu menjaga toko sembako milik ibunya. Semakin lama ia semakin menutup diri, menjadi semakin pendiam, pemurung dan pelamun. “Narti... Narti...” keluh ibunya, “kamu bakal jadi perawan tua kalau kamu terus-terusan tidak memberi kesempatan kepada lelaki. Apa sih yang kamu tunggu?” “Coba ceritakan ke ibu, kriteriamu tentang lelaki itu sebenarnya yang bagaimana? Biar ibu bisa bantu, atau meminta bantuan ke teman-teman ibu. Di luar sana banyak teman-teman ibu yang punya anak masih bujang dan sudah siap berkeluarga.” Bukan Narti namanya jika berterus terang, bahkan pada ibunya sendiri. Dia adalah perempuan yang dianugerahi wajah cantik dan mempesona, bentuk tubuh yang ideal, bibir tipis menggairahkan dan otak cukup cerdas. Namun tidak begitu dengan jiwanya, dengan batinnya, dengan relung-relung terdalamnya yang tak tampak. Sesuatu yang tak bisa dilihat secara badaniah oleh orang lain, di sana tersimpan kabut-kabut jahat. Sesuatu yang selalu diabaikan ibunya dan hanya memperdulikan kesehatan fisiknya semata. Meskipun sebenarnya bukan bawaan lahir dan kodrat alam, tapi kabut-kabut itu merupakan penyakit yang akan dibawanya seumur hidup apabila tidak segera diatasi dengan baik. Fisiknya yang cantik dan otaknya yang cerdas tak akan cukup menopang sesuatu yang rapuh di dalamnya. Penyakit itu tentu diciptakan oleh lingkungan terdekatnya, bertahun-tahun semenjak dia kecil. Dan kini di usianya yang sudah matang, kabut-kabut itu bisa menjeratnya secara tiba-tiba, menyerang jiwanya yang sedari awal memang tidak stabil. Dan umurnya yang hampir kepala tiga itu tidak akan menjamin dia akan baik-baik saja. Narti membutuhkan sesuatu yang lebih dari sekedar membangun keluar-
ga, seperti usaha beberapa lelaki yang datang melamarnya itu. Ia membutuhkan orang yang membuatnya tidak ketakutan atas apa yang menimpanya di masa silam dan bayang gelap dengan masa depannya—sesuatu yang tak pernah didapatkan dari ibunya, apalagi ayahnya. Maka penolakan-penolakan atas pinangan setiap lelaki adalah wajar jika dilihat dari kaca jiwanya sebagai perempuan yang trauma. Maka terang benderanglah sudah pada yang ditolak oleh hatinya. Apa yang ditakutkan oleh hatinya. Dia mengait-ngaitkan kembali hubungannya dengan beberapa orang. Dengan ibunya, dengan mantan kekasihnya, dengan ayahnya (melalui ibunya) atau dengan lelaki yang seringkali masuk rumahnya menemani ibunya ketika dia masih kecil. Diingat terus menerus ucapan ibunya menjalang dia tidur dua puluh empat tahun yang lalu. “Ayahmu tinggi kekar, rambutnya selalu rapi-terawat, pakaiannya modis, tidak begitu ganteng tapi cukup sedap dipandang. Dan satu lagi, ia berkumis. Kumis itulah yang membuat wajahnya berwibawa, dan tentu saja menarik perhatian perempuan-perempuan
matang.” Kalimat itulah yang diulang-ulang oleh ibunya setiap kali dia bertanya penasaran tentang tampang ayahnya. Dia memang tidak pernah tahu wajah ayahnya. Ayahnya pergi meninggalkan ibunya saat dia tujuh bulan berada dalam kandungan dan ibunya tidak menyimpan fotonya sama sekali. “Saat itu ia pamit ingin merantau ke Kalimantan namun setelah itu tiada pernah kembali, tiada pernah memberi kabar. Lalu tiga tahun kemudian hanya kabar dari seorang tetangga yang juga merantau ke sana bahwa ia telah meninggal.” Dari cerita ibunya, bukan soal meninggalnya yang selalu dikenang dan membuat bersedih hatinya, tapi tentang gambaran perawakannya itu yang selalu diingat oleh Narti. Lebih-lebih gambaran tentang kumisnya! Diingatingat juga lelaki yang biasa ibunya panggil Dadi ketika dia masih kecil. Lelaki itu ganteng dan muda, kumisnya cukup tebal dan aroma parfumnya selalu memenuhi ruangan setiap kali ia datang. Ia masuk ke kamar ibunya, ibunya selalu membentak dan melarang Narti menguntitnya. Lelaki itu barang
sebentar di kamar ibunya kemudian keluar kembali membawa ibunya entah ke mana dan baru dikembalikan keesokan hariya. Narti ditinggal sendiri di rumah, hanya disiapkan makanan secukupnya sampai ibunya kembali. Ia bocah kecil terlalu manis dan menggemaskan untuk menuntut banyak hal pada ibunya. Ia hanya sesenggukan di kamarnya sampai pagi tiba. Setiap kali kembali dari keluar bersama lelaki itu, ibunya selalu membawakan oleh-oleh buatnya, buah rambutan, buah kesukaannya. Diciumi pipi kiri dan kanannya oleh ibyunya, yang ia rasakan dalam hatinya sebagai ciuman dingin dan datar. Dipandangi rambutan-rambutan yang dibelikan ibunya itu, bulu-bulu di kulitnya selalu menggagalkan niatnya untuk memakannya. Ia tahan, kemudian dibayangkannya bulu-bulu rambutan itu sebagai jelmaan kumis lelaki semalam yang datang dan keluar bersama ibunya. Dielus-eluskan buah rambutan itu ke pipinya yang lembut, ke hidungnya yang mancung, ke lehernya, ke keningnya dan ke telinganya. Kumismu begitu halus ayah, lirihnya. Namun tiba-tiba buah rambutan itu dilemparnya jauh-jauh, ke sudut kamar. Ia merasa geli, ia merasa jijik dan merasa seluruh muka juga lehernya dipenuhi lumpur. Kotor. Bayangannya pada bulu rambutan tentang kumis ayahnya yang lembut berubah tiba-tiba pada bayangan kumis kasar lelaki yang sempat menciumi ibunya di halaman depan ketika pulang mengantar. Rambutan-rambutan itu kini tergeletak begitu saja di kamarnya, beberapa hari bahkan sampai berhari-hari. Rambutan-rambutan itu kemudian membusuk. Bulu-bulunya layu tidak lagi seperti kumis lelaki tamu ibunya atau pun kumis ayahnya yang selalu dia bayangkan berdasarkan cerita-cerita ibunya. “Ibu, jangan belikan aku rambutan lagi karena aku sudah tidak menyukai buah itu.” Ucapnya suatu ketika. Bertahun-tahun sejak kegelian dan kejijikannya pada bulu-bulu buah rambutan, dia sampai kini berpuasa dan selalu mencoba untuk menghindari buah tersebut. Bahkan pernah beberapa kali ibunya membawa bibit pohon rambutan dari rumah kerabatnya untuk ditanam di pekarangan rumahnya, beberapa kali pula dia diam-diam melakukan berbagai cara agar bibit-bibit itu tidak tumbuh besar—tanpa sepengetahuan ibunya. Dia telah membenci rambutan, membenci bulu-bulunya dan membenci pikirannya sendiri yang selalu membayangkan bulu rambutan sebagai jelmaan dari kumis seorang lelaki. Dia membenci lelaki berkumis. Membenci lelaki yang berwibawa karena kumisnya lalu pergi meninggalkan seorang perempuan yang mencintainya, meninggalkan benih yang kelak tidak tahu rupa lelaki itu. Dia membenci lelaki yang keluar masuk ke rumahnya, masuk ke kamar ibunya dan ibunya sangat marah ketika dia menguntitnya. Dia membenci ibunya karena selalu menyukai lelaki berkumis, “lelaki berkumis itu seperti ayam jago, menggairahkan dan menantang.” Ucapan ibunya yang selalu dia kenang sebagai ucapan yang paling menjijikkan. Dia membenci ibunya karena sangat ringan tangan menerima tamu-tamu lelaki berkumis, membiarkan ada lima pemuda berkumis dalam setahun ini untuk melamarnya. Ia juga membenci pacarnya karena memutuskan untuk memelihara kumis. Ia membenci seluruh lelaki yang berkumis di kampungnya, di kotanya. Membenci lelaki berkumis di seluruh dunia!
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
K. Ngurah
Satya Dewi
W.G. Sumarta
Khamidi Supriatin
Dewa Komang Mahadewa
DIMENSI
6 ramalan
bintang
Capricorn Peruntungan: Jangan pernah berhenti untuk terus berkreasi apalagi peruntungan perbintangan Anda di minggu ini sudah cukup mujur sehingga sangatlah disayangkan jika Anda terlalu bersikap hati-hati dalam menyikapi setiap peluang yang muncul. Karier: Jangan membangkang perintah atasan jika tak ingin Anda kena cap pembangkang, apalagi rekan Anda ada yang ingin menggeser posisi Anda. Kesehatan: Tenaga terasa kurang prima. Cobalah diimbangi dengan makanan bergisi dan istirahat yang cukup tak perlu memaksakan diri untuk terus beraktivitas. Keuangan: Bila ada dana lebih ada baiknya disimpan saja jangan digunakan untuk membeli barang yang kurang begitu penting. Asmara: Tidak perlu takut bila merasa benar, yang terpenting bagaimana caranya mengatur omongannya, sehingga sidia tidak sampai tersinggung. Aquarius Peruntungan: Jangan biarkan peluang hilang begitu saja, hanya karena diri Anda yang tak bisa lepas dari hawa malas yang cukup kuat di minggu ini. Cobalah Anda bisa konsisten dengan rencana yang telah Anda buat sendiri, tak perlu ingin berubah haluan karena hanya akan buang-buang waktu saja. Karier: Jagalah kepercayaan yang telah diberikan atasan pada diri Anda jangan sampai membuat dirinya kecewa. Kesehatan: Jangan tidur terlampau malam karena kondisi Anda kurang begitu bagus dan terus menurun. Bila perlu aktivitas yang kurang begitu penting sebaiknya dihindari dulu untuk sementara waktu. Keuangan: Pemasukan masih tetap mengalir dan cukup bikin hati lega walaupun kebutuhan tampak tinggi di minggu ini. Asmara: Segalanya bisa diselesaikan secara baik-baik, tidak perlu harus dengan emosi agar suasana bisa tetap terjalin mesra. Pisces Peruntungan: Jangan pesimis meski pandangan Anda terhadap masa depan tampak suram dan gelap, tidak perlu menerawang kosong walaupun apa yang Anda rasakan saat ini masih belum menggembirakan dan rasanya sulit untuk meraih sukses besar dimasa mendatang. Yakinlah, hanya dengan kerja keras dan dedikasi tinggi maka tidak sulit untuk merubah keadaan gelap tersebut. Karier: Kesabaran merupakan kunci untuk melewati situasi yang cukup sulit bagi karier Anda. Kesehatan: Jika sudah bersin-bersin itu berarti kondisi badan harus benar-benar dijaga, hindari keluar malam apalagi kalau hanya urusan untuk ngobrol-ngobrol saja. Keuangan: Bila ada keinginan untuk membeli barang sebaiknya dikondisikan dulu dengan keuangan Anda. Asmara: Jangan sepelekan masalah yang timbul karena jika tidak diselesaikan maka akan merembet ke mana-mana. Aries Peruntungan: Suasana tenang dan jauh dari tekanan akan bisa Anda rasakan di minggu ini. Permasalahan berat seakan menyingkir sehingga Anda bisa lebih enjoy dalam beraktivitas tanpa harus terganggu dengan bayang-bayang ketakutan. Karier: Usahakan untuk menyelesaikan segala urusan dengan sepenuh hati, agar hasilnya bisa benar-benar maksimal. Kesehatan: Hindari makanan pedas jika tak ingin kondisi perut Anda terganggu kembali, begitu juga dengan kebiasaan jajan makanan diluaran sebaiknya jangan terlalu sering-sering. Keuangan: Tidak ada problem yang terlalu berat menghadang semuanya masih lancar-lancar saja. Asmara: Bicaralah yang baik-baik saja, bila perlu yang dapat menyenangkan hatinya, jangan malah bikin sakit dan jengkel perasaannya. Taurus Peruntungan: Usahakan untuk tidak macam-macam di minggu ini, carilah safe-nya saja. Karena jika dipaksakan akan percuma saja hasilnya, bisa-bisa malah akan membikin rugi dan pusing. Karier: Urusan yang membosankan sebaiknya tetaplah dijalani dengan biasa-biasa saja, jangan sampai Anda biarkan begitu saja. Kesehatan: Pikiran tak perlu tegang cobalah lebih santai lagi, apalagi suasana di minggu ini relatif lebih tenang. Jaga porsi makan Anda jangan sampai terlalu banyak agar kebugaran tubuh Anda tetap terjaga dengan baik. Keuangan: Tak perlu mencemaskan kebutuhan tinggi karena income terus mengalir dan tak ada hambatan. Asmara: Hilangkan segala keluh kesah bila berada di sampingnya, agar tidak semakin menambah pusing dirinya. Gemini Peruntungan: Jangan cepat patah semangat dalam menghadapi berbagai rintangan yang tiba-tiba datang menghadang, hadapi dengan tenang dan semangat, sehingga bisa cepat teratasi. Karier: Usulan dari luar sebaiknya jangan cepat diterima mentah-mentah begitu saja, ulas dan pertimbangkan dulu sebelum memulai langkah yang baru. Kesehatan: Nikmati menu makanan yang ada di rumah, kalau boleh coba ganti dengan menu yang lain, yang penting selera makan di rumah terus bertambah. Keuangan: Pengeluaran masih sulit untuk dikendalikan, sehingga jika dibiarkan maka pemborosan ini akan menyulitkan Anda sendiri. Asmara: Bagaimanapun yang namanya bunga kehidupan itu pasti ada, jadi bila hubungan lagi memanas jangan lantas cepat ambil keputusan penting. Cancer Peruntungan: Apa sulitnya mengalah demi kemenangan, itu adalah langkah yang tepat dan harus dipikirkan di minggu ini. Tidak perlu memaksakan diri, jika keadaan mengharuskan Anda untuk mengalah dulu, ya lakukan saja. Karier: Jangan ambil tindakan berisiko tinggi dulu, ada baiknya jika Anda mengamatinya dengan seksama dan hati-hati. Kesehatan: Jangan makan yang terlalu pedas dan masam agar tidak timbul masalah di seputar pencernaan Anda. Olahraga yang terlalu berat sebaiknya Anda hindari agar kesehatan Anda tidak semakin terpuruk saja karenanya. Keuangan: Inilah saatnya bagi Anda untuk dapat meraih keuntungan lebih di minggu-minggu ini. Asmara: Suasana di minggu ini tetaplah ceria dan hampir tidak ada gangguan yang harus dikhawatirkan. Leo Peruntungan: Jangan segan untuk mem-follow up kembali janji-janji yang ada dan tak perlu malu untuk memulainya dari awal. Sekalipun di minggu ini minggu libur, tetapi kesempatan bagi Anda untuk mendapatkan hasil besar masih terbuka lebar selama Anda masih ada motivasi untuk mau meraihnya. Karier: Teruslah berjalan dengan konsep-konsep yang telah Anda buat. Kesehatan: Lakukan pemijatan urat itu akan cukup berkhasiat untuk memulihkan kondisi badan Anda. Tak perlu minum obat jika memang tak terlalu berat dan fatal. Keuangan: Berhati-hatilah di minggu ini semua tak semudah seperti yang Anda bayangkan. Asmara: Berhati-hatilah karena mulai ada yang ingin mengobok-obok hubungan Anda dengannya yang mulai mesra dan rukun. Virgo Peruntungan: Anda harus lebih tanggap dengan situasi yang ada agar hasil yang teraih bisa lebih besar dari perkiraan Anda sebelumnya. Rencana luar kota bisa diwujudkan dan ada hasil yang memuaskan. Karier: Ada berita gembira yang datang meski terbilang terlambat tetapi cukup membawa hikmah. Kesehatan: Makan dan istirahatlah yang teratur dan jauhkan dari begadang sampai larut malam. Kondisi badan Anda masih jauh dari normal sehingga perlu sekali menjaga stamina yang ada. Keuangan: Bersikaplah fleksibel terhadap kemauan pasar yang sering berubah-ubah. Agar tetap bisa mendapatkan peluang dan celah yang menguntungkan. Asmara: Masalah timbul justru dari saudara Anda sendiri, maka dari itu berhati-hatilah dalam memberikan komentar. Libra Peruntungan: Boleh-boleh saja berambisi meraih hasil semaksimal mungkin, akan tetapi sikap lapang dada juga sangat diperlukan seAndainya hasil yang Anda terima ternyata jauh dari harapan. Di minggu ini kemujuran masih memayungi perbintangan Anda hanya saja kemungkinan terburuk bisa juga timbul secara mendadak. Karier: Jangan pernah berhenti untuk terus mendekati atasan, walau entah bagaimana caranya. Kesehatan: Tetaplah disiplin dalam menjaga pola makan dan istirahat yang cukup. Ingatlah bahwa kondisi badan Anda semakin terpuruk saja saat ini sehingga perlu kesabaran untuk selalu menjaganya. Keuangan: Tak perlu cemas, karena pemasukan masih cukup lancar dan menjanjikan. Asmara: Cobalah untuk diam, agar suasana bisa kembali mencair dan dingin. Scorpio Peruntungan: Posisi perbintangan Anda semakin bagus saja meskipun rintangan masih saja datang menghadang. Order cukup banyak dan menguntungkan sehingga Anda bisa ambil keuntungan besar di minggu ini. Karier: Masih ada jenjang yang lebih tinggi yang bisa Anda tuju kearah sana, untuk itu tingkatkan motivasi kerja Anda. Kesehatan: Meski hati lagi kesal sebaiknya jangan terlalu lama dipendam dalam hati, cobalah Anda lebih bisa sabar dan bijaksana dalam menyikapi persoalan hidup. Keuangan: Pandai-pandailah mengatur uang pemasukan agar tak habis dengan percuma. Asmara: Suasana yang semakin harmonis ini, jangan sampai terganggu hanya karena masalah sepele saja, bersikaplah lebih dewasa lagi. Sagitarius Peruntungan: Positive thinking sajalah tidak perlu beranggapan yang macammacam, apalagi situasi seperti ini diharuskan untuk berpikir cepat, agar kesempatan yang datang tidak hilang begitu saja hanya akibat keragu-raguan. Karier: Bila ada yang mencoba untuk menghalangi, dilibas saja jangan takut untuk mengambil sikap tegas. Kesehatan: Masih sering pusing dan sulit untuk dihilangkan dengan obat seperti biasanya, untuk itu segera saja diperiksakan ke dokter dan tak perlu menundanya lagi. Keuangan: Pemasukan masih cukup baik dibanding minggu kemarin sehingga Diasuh Oleh segala kebutuhan masih akan bisa terpenuhi Putri Wong Kam Fu di minggu ini. Asmara: Suasananya sudah membaik sehingga di minggu ini kerinduan Berlaku akan terobati dan harapan-harapan indah 26 Maret - 1 April 2017 bisa menjadi kenyataan.
Minggu Kliwon, 26 Maret 2017
Weda Wakya
"Memasak Diri" dalam Api Sepi Sunye tu vasikam tucchariktake (Amarakosa, Namalinganusasanam.4) “Nol juga Disebut Kosong, Kecil, dan Tanpa”
Redaktur Khusus weda
WAKYA Darmayasa
Ajaran Veda, khususnya di lontar-lontar, atau tradisi “spiritual” Bali meyakini keberadaan alam sunya, alam kosong atau Nirvana. Istilahistilah sunya, sunyata, “puyung maisi”, “Sang Hyang Embang” dan lain-lain menunjukkan penerimaan keberadaan sunya (kosong). Rg Veda menyebut sunya dengan istilah Sune dan Sunam, sedangkan Atharva Veda mempergunakan istilah sunya untuk menyebut kekosongan. Sukla Yajur Veda dan Brhad Upanisad menyebutkan dengan “kham brahma” (Tuhan adalah Kosong). Pinggala Chanda Sastra menyebut pula dengan “rupe sunye”. Ajaran “kekosongan” ini yang disebut Sunyavada akhirnya lebih banyak dijelaskan di dalam kitabkitab Budha Dharma dengan tujuan pencapaian alam-alam Nirvana (alam kosong). Istilah sunya tertebar banyak dalam berbagai cabang-ranting kitab suci Veda. Aryabhata menyebut dengan istilah “Kha” atau Kham, yang dikomentari oleh Suryadeva dengan penegasan apa yang dimaksudkan oleh Aryabhata dengan sebutan Kha adalah menunjuk pada sunya (khani sunyaupalaksitani). Sunya atau alam sepi diyakini dalam dalam bhuwana agung (alam makro), dan bhuwana alit (alam mikro, dalam diri). Untuk itulah umat di Bali mencoba menyelaraskan sentuhan sunya bhuwana agung dengan sunya bhuwana alit melalui pelaksanaan Brata Nyepi. Umat Hindu di Indonesia merayakan hari raya Nyepi setiap tahun (±360 hari sekali). Perayaan Nyepi yang memang Nyepi sampai pengaplikasiannya ke dalam bentuk kehidupan nyata selama hari Nyepi, hanya dilakukan di Bali. Di dunia, Bali menjadi bukan salah satu melainkan satu-satunya tempat di dunia yang menutup pintu hiruk-pikuk dunia dalam seharian. Terdapat aba-aba “lampu merah” bahwa pelaksanaan Nyepi menjadi peramaian Nyepi. Hari Nyepi menjadi ramai oleh mereka yang meramaikan.
Hal ini terjadi akibat dari “tawaran” kesenangan serta kenyamanan dunia. Orang-orang akan “mengkompromi”-kan batasan-batasan serta aturanperaturan pelaksanaan Nyepi dengan kesenangan serta kenyamanan. Ia bahkan bisa menjadi sebuah pembenaran untuk mempraktikkan Nyepi melalui “keramaian”. Semua itu bisa terjadi jika umat mengabaikan nilai-nilai spiritual Nyepi. Hari Nyepi sungguh maha mulia. Ia mempunyai kekuatan spiritual maha dahsyat untuk mengubah hidup orang lahir-batin, material-spiritual, sekala-niskala. Akan tetapi, kemudahan hidup, kesenangan dan kenikmatan hidup yang semuanya menawarkan kenyamanan, akhirnya berhasil “menawar” nilai spiritual Nyepi. Nyepi berasal dari kata sepi yang artinya sepi, kosong, nol, diam tanpa aktivitas. Sepi adalah suwung, tempat yang tidak ada apa-apa di sana. Hanya ada tempat, tapi tidak ada yang menempati. Tempat dan/atau keadaan yang tidak ditempati oleh keramaian duniawi, tidak “ditata” oleh hiruk-pikuk material, -- itulah yang menjadi tujuan perayaan Nyepi. Tempat dan/atau keadaan sepi ini ada dalam sekala-niskala, ada dalam tidak ada, tetapi juga tidak ada dalam ada, ada pula dalam bhuwana agung dan bhuwana alit. Itulah sepi puyung yang ramai; itulah “puyung maisi” (kosong yang berisi), diam yang aktif, kosong yang penuh isi, dan itulah yang dituju oleh perayaan Nyepi. Nyepi merupakan praktik kecil yang menawarkan pahala maha besar. Ia dilaksanakan dengan penuh kesungguhan tapa, brata, yoga, samadhi. Orang-orang berjiwa besar mengangankan pencapaian besar. Mereka yang tidak mencari kesejatian hidup akan mengalami kesulitan memahami kemuliaan Nyepi. Pencapaianpencapaian kecil yang jumlahnya tidak terbatas merupakan penghalang pencapaian tujuan
besar. Pencapaian Nyepi adalah pencapaian besar maka orang-orang berjiwa besar atau mereka yang level kesadaran spiritualnya tinggi, hanya merekalah yang memberikan perhatian sungguh-sungguh pada pelaksanaan Catur Brata Panyepian. Umat Hindu merayakan kehadiran tahun baru Saka melalui introspeksi diri. Mereka akan “membaca hidup ke belakang” untuk “melangkah ke depan” menuju “atmanam moksartham jagaddhitaya ca iti dharmah” – kesejahteraan hidup material dan pembebasan dari kesengsaraan duniawi. Bagi orang-orang suci bijaksana, pencapaian alam sunyi merupakan pencapaian tingkat tinggi (ambek sang paramartha pandita huwus limpad sakeng sunyata). Orang-orang bijaklah yang berhasil memasuki alam sepi (sunyata). Alam-alam sunyata ini ada di alam makro (bhuwana agung), tapi juga ada di alam mikro (bhuwana alit). Pencarian sepi di dalam sang diri merupakan pencarian kedamaian abadi melalui praktik Nyepi. Menyepi dari keramaian mencari sepi yang menjauhkan kesepian batin yang sepi. Hanya di dalam sepi lah orang bisa mendapatkan kebahagiaan dan kedamaian sejati: ia sepi dari keakuan dan pertengkaran; ia sepi dari penikmatan duniawi; ia sepi pula dari hiruk-pikuk perlombaan pencapaian harta, kedudukan, dan harga diri. Ia betul-betul minggir menyepi dari semua “keramaian” itu. Apa yang dikejar dunia, ia justru menyepi darinya. Untuk itulah orang perlu memahami cara mencari sepi. Cara mencari sepi bukanlah melalui keramaian karena sepi tidak ada di dalam keramaian. Sebaliknya keramaian ada di dalam sepi. Sepi itu ramai. Sepi itu damai. Kemarin dalam satu acara di New Delhi, saya bertanya kepada seorang ibu yang duduk paling depan, “Apakah ibu suka sayur pare (Bali: paya)?” Ibu itu menjawab sangat suka. Saya tanya, “Bagaimana jika saya memberikan kepada ibu sekarang pare kelas satu sekeranjang?” Ibu itu mengatakan, “Tidak mau..., karena pasti tidak bisa dimakan... karena belum dimasak....” Demikian, yang enak itu adalah pare yang sudah dimasak. Secara umum, makanan apa pun yang belum dimasak maka orang tidak akan bisa memakannya. Demikian
pula mencari sepi di dalam diri, orang harus siap “memasak diri”. Hanya setelah dimasaklah diri kita akan “matang” untuk memasuki alam sepi. Alam sepi yang dipenuhi oleh segala jenis kemuliaan dan kebahagiaan. Api masakan beserta bumbubumbunya adalah Catur Vrata tersebut. Orang yang bersungguhsungguh mempraktikkan Nyepi adalah mereka yang sungguhsungguh tidak tergoda oleh keramaian dunia. Mereka akan bertekad keras untuk seharian itu tanpa “kenyamanan dunia”. Segala peralatan nyaman dunia akan di-”titip”-kan sementara di dalam “vrata”-nya. Ia akan dengan berbahagia tidak bersama kenyamanan HP dalam satu hari itu. Ia juga tidak akan bersedih satu hari ketinggalan lawar, cendol, pizza, dan lain-lain. Ia punya tekad “memasak” diri. Ia akan dengan teguh mengikuti Catur Vrata penyepian ini. Ia akan selalu berpikir bahwa belum tentu tahun depan ia bisa mengikuti Nyepi lagi. Oleh karena itulah, yang benar, paling tidak sesuai dengan kesempatan dan kemampuan pribadinya, ia akan bertekad kuat dan mantap untuk melaksanakannya. Demi sampai pada “kemuliaan Sepi”, umat melaksanakan paling tidak Catur Brata Panyepian. Umat mendisiplin diri dengan baik dan sempurna dalam menjalankan Catur Brata Panyepian. Pada malam hari sebelum Nyepi umat sudah matur piuning di Sanggah Mrajan pada leluhur dan Hyang Widi (Tuhan) bahwa besok pada hari Nyepi akan melaksanakan brata panyepian. Memohon izin untuk keberhasilan pelaksanaan Brata Nyepi. Besok paginya, pada hari Nyepi, umat bangun tidur sebelum matahari terbit. Mulai pagi; HP, radio, segala jenis komputer, game, dan TV sudah dimatikan dengan tekad sampai besok pagi. Mandi, kramas, dan berpakaian baru (pakaian yang sudah dicuci bersih) luar dan dalam. Umat tidak berpakaian terlalu ketat, dan tidak pula yang berwarna warni. Biasanya umat memilih warna putih, lalu melakukan sembahyang dan lain-lain bratanya dengan baik. Pemakaian Lampu suci Dipa dan Dupa tidak termasuk dalam Vrata amati-geni. Pada waktu bersembahyang, menyalakan Dupa dan lampu Dipa tetap bisa dilakukan.
MIMBAR AGAMA
Hari Minggu Laetare
Redaktur Khusus MIMBAR
KATOLIK
Ignatius Suharto Memang, dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu, hiduplah sebagai anak-anak terang. Karena terang hanya berbuahkan kebaikan, keadilan dan kebenaran. Ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan. (Efesus 5:8-10) Hari ini, 26 Maret 2017, disebut sebagai hari Minggu Laetare yang artinya Minggu Sukacita. Injil hari ini (Yoh 9:1- 41) mewartakan sukacita tentang kisah orang buta yang disembuhkan oleh Yesus. Besok lusa, Selasa, 28 Maret, adalah hari raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1939. Kepada segenap umat yang merayakannya, kami ucapkan Proficiat. Kepada umat Kristiani sangat diharapkan untuk ikut menjaga kesucian dan ketertiban hari raya Nyepi tersebut. Kisah penyembuhan itu mengingatkan diri saya pada tahun lalu ketika saya sakit parah sehingga muntah darah, tepat pada malam hari raya Nyepi. Setelah tergolek selama seminggu di RSUP Sanglah saya disembuhkan oleh Tuhan Yesus, Tuhan Yang Berbelas kasih. Kesembuhan itu juga berkat doa-doa dan bantuan mereka yang berbelas kasih yang berkenan membezoek saya, yaitu para sahabat dan alumni SMAK Swastiastu Denpasar. Kepada semua yang berbelas kasih itu, saya menyampaikan syukur dan terima kasih. Kita percaya kepada sabda Tuhan bahwa yang menabur akan menuai. Sebagai anak-anak terang para alumnus dan para sahabat telah menabur kebaikan, tentu akan menuai kebaikan juga. Menurut Mgr. Hadisoemarto O.Carm, warta gembira Injil Yohanes hari ini intinya ialah, bahwa kita – seperti orang buta itu - diajak melihat wajah Yesus. Dari wajah itu tampak betapa besar kekuatan-Nya yang mampu
menyembuhkan segala penyakit kita; yang membuat kita dengan sadar sepenuhnya mengakui, bahwa Yesus adalah sungguh Tuhan Yang Berbelas kasih dan Penyelamat kita, Yang datang untuk menyelamatkan kita di dunia ini. Selain itu, Injil hari ini menunjukkan bahwa di dalam diri kita (dan juga di antara kita semua sebagai anggota masyarakat) ada unsur-unsurunsur pertentangan (kontroversi), penderitaan (penyakit), dan kebutaan lahir dan batin . Pertama, pertentangan Ada kenyataan bahwa seorang yang buta sejak lahirnya dapat disembuhkan. Tetapi justru penyembuhan ini menimbulkan masalah. Ketika ditanya, orang yang semula buta itu menjawab bahwa ia disembuhkan oleh orang yang disebut Kristus. (Yoh 9:11) Orang buta ini mengalami pergantian dari kegelapan kepada terang. Ia melihat Yesus sebagai sesama manusia, kemudian sebagai nabi dan akhirnya sebagai Putera Allah. Sebaliknya, kaum Farisi ketika melihat kenyataan penyembuhan itu, justru mulai ragu-ragu dan akhirnya tak mau mengakui bahwa Yesus datang dari Allah. Orang-orang yang membanggakan diri sebagai orang beragama, justru membuat dirinya buta! Bukankah sekarang pun di negara-negara, yang memperkenalkan diri sebagai bangsa yang sungguh beragama ketat, terjadi aneka ragam kebutaan terhadap kemanusiaan warganya? Inilah pertentangan antara kesederhanaan murni dan pengetahuan palsu; antara keyakinan keagamaan/rohani sejati dan fanatisme sebagai iman yang palsu. Si buta itu minim pengetahuannya tentang keagamaan, mungkin tidak rajin ke Bait Allah. Ia hanya tahu dan sadar bahwa semula ia berada dalam kegelapan, tetapi sekarang dapat melihat keadaan dunia di mana ia hidup. Ia mengakui, “Satu hal yang kuketahui ialah bahwa aku semula buta, tetapi sekarang aku bisa melihat”. Orang ini bukan memulai kesembuhannya dengan suatu pengetahuan khusus agama, melainkan dengan pengakuan ( kepercayaan ): Yesus adalah seseorang yang memberinya hidup baru, menyelamatkan dan menyingkirkan kebutaan matanya, memberikan harapan dan keberanian! Maka ia
berkata: “Aku percaya, Tuhan!” (Yoh 9:38). Kedua, penderitaan. Suatu penderitaan atau penyakit fisik yang lama diderita, dapat menimbulkan penderitaan psikis dan/atau jiwani dan/atau rohani yang lebih berat. “Mengapa aku harus menderita?”. “Mengapa Tuhan membiarkan adanya penderitaan?”. Maka kebutaan sering dipakai sebagai lambang ketidakmampuan kita untuk menangkap dan memahami penderitaan kita. Penderitaan itu dapat berkurang atau sebaliknya malahan bertambah dirasakan, apabila dikaitkan dengan keyakinan keagamaan/batin masingmasing. Ketiga, kebutaan. Kata Yesus, “Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi supaya barangsiapa tidak melihat dapat melihat, dan supaya yang dapat melihat menjadi buta.” Katakata itu didengar oleh orang Farisi yang beradadi situ, dan mereka berkata kepada Yesus, ”Apakah itu berarti bahwa kami juga buta?” Jawab Yesus kepada mereka, “Sekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa.. Tetapi karena kamu berkata ‘Kami melihat’, maka tetaplah dosamu.” (Yoh 9:39-41). Menghadapi kenyataan pewartaan ini, kita sebagai orang yang percaya kepada
Yesus Kristus, dapat belajar dari Injil Yohanes hari ini. Kita diajak berjumpa dengan Yesus dan melihat wajah-Nya. Syarat mutlak yang dibutuhkan untuk dapat melihat wajah-Nya ialah, bahwa kita semua tanpa perbedaan harus mengakui adanya kebutaan dalam diri kita masing-masing. Hanya dengan syarat inilah kita dapat berjumpa dengan Yesus dan melihat wajah-Nya penuh kasih, yang datang untuk menyelamatkan kita. Ia akan membuka mata kita dan kita akan sungguh percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Penyelamat kita. Dalam wajah-Nya kita dapat melihat kesungguhan dan kesediaan-Nya untuk berbuat segalanya yang dituntut untuk menyelamatkan kita, yaitu rendah hati, menolong, mengampuni, menderita, dan mati di salib. Betapa indah wajah-Nya! (cf. Iman Katolik or.id, edisi 2 April 2011) Dalam masa Prapaskah ini panggilan kita yang utama adalah bertobat. Tobat adalah tindakan berbalik dari dosa dan mengarahkan kepada Allah. Tobat memulihkan dan membangun keutuhan pribadi dan komunitas kristiani. Tobat dituntut oleh datangnya Kerajaan Allah. Tobat ditandai dengan kesediaan untuk menerima Sakramen Pengakuan dosa. Selamat berpuasa.
PERMATA HATI
Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi) Selamat atas kelahiran bayi cantik, putri pertama dari pasangan Arya Janottama dengan Liza Anggara Dewi yang diberi nama Ni Putu Putri Meera Jnani, lahir pada tanggal 23 Maret 2017. Semoga keluarga besar berbahagia.
Redité Kliwon, 26 Maret 2017
Bali L e m b a r
Bencingah Pinandita I Ketut Pasek Swastika
Nénten Dados Kasumpah
NGAMARGIANG swadharma dados mangku utawi pamangku jakti boya ja dangan, sakéwanten yéning kamargiang antuk manah ning lascarya sinah jagi becik kamargiang. Pinandita Drs. I Ketut Pasek Swastika maosang patut nguningayang sekancan bratha sané patut kamargiang olih mangku miwah pamangku sakadi sané munggah ring sajeroning lontar. Minakadi ring Lontar Bratha Aji Kretha kabaosang, mangku wiadin pamangku patut nyuciang raga nyabran Purnama Tilem taler patut ngajeng ajengan madaging antuk kacang miwah tasik salami awarsa, mabrata ngajeng ulam bawi. “Ring Lontar Tattwa Dewa, pamangku nénten dados nuénang sekancan parindikan sané wénten ring pura sané kaamong sadurung parindikan inucap katurang olih krama pangempon pura wiadin prawartaka karya yadnya pinaka daksina,” baos Ida Pinandita. Ida malih maosang soang-soang mangku miwah pamangku taler nénten dados malih kasumpah duaning ragané sampun kasumpah antuk parikrama niskala tatkala kawinten. Indiké punika kasinahang ri kala parikrama pawintenan mangku miwah pamangku kasaksiang olih Tri Upasaksi. Kapertama, Manusa Saksi minakadi Sang Nabé, sang sané ngawinten, prajuru désa wiadin banjar, instansi indik kapamangkuan, miwah krama banjar utawi désa. Kaping kalih, Bhuta Saksi malarapan antuk parikrama madengen-dengan tur mabyakala saha maprayascita. Kaping tiga, Dewa Saksi inggih punika kasumpah majeng ring Ida Hyang Paramakawi. Sangkaning punika, mangku miwah pamangku nénten dados malih kasumpah yadiastun nagingin parikrama hukum. “Mangkin ketah kapanggih parindikan inucap minakadi tatkala mangku utawi pamangku dados saksi ring kawéntenan pencurian. Punika karasayang kirang becik napi malih sané nyumpah kantun walaka. Sakéwanten minabang punika wantah sangkaning prajuru hukum taler mangku miwah pamangku inucap nénten uning ring sapunapi sapatutnyané,” asapunika Ida Pinandita sané dados pengurus FKUB puniki nartayang. (was)
I Gd. Anom Ranuara
Lakon Ngawidhi SAJERONING parikrama wayang lemah majantennglampahang lakon manut yadnya sané kamargiang taler daging sastra sané kauncarang olih Ida Sang Sulinggih. I Gd. Anom Ranuara S.Pd., S.Sn. maosang, yéning ring upacara nyekah akéhan punika wantah lakon ngawidhi utawi lakon sané kalampahang sangkaning pangaptin sang sané jagi kasekahang minakadi lakon Bima Swarga. Akéhan punika kamargiang sangkaning sang sané jagi kaupacarain punika ring patuunan jagi ngaptiang ring kulawarganyané mangda katunasang tirta panglukatan Bima Swarga. Sios punika wayang lemah antuk lakon ngawidhi taler kamargiang ring upacara otonan raré sané wawu matuuh aoton. “Nanging ring patuunan akéhan sang sané numadi punika jagi ngaptiang mangda katunasang tirta wayang lemah saking lelampahan Sri Tanjung utawi Sidapaksa, ” baos dané. Penggagas Persatuan Pedalangan Indonesia Denpasar puniki malih maosang, wayang lemah lakon ngawidhi punika taler prasida kasinahang saking soroh banten sané kaaturang ipun inggih punika bebangkit maulam guling boya bebangkit merem utawi biasa. Risampunné polih kaplajahin olih dané, tetujon nganggén banten punika wantah satmaka “upah” utawi kompensasi antuk pakaryan lebih Sang Mangku Dalang tatkala nagingin pangaptin sang madué karya. “Duaning Mangku Dalang patut malajah malih indik lakon utawi lelampahan sané katunasang punika. Sakéwanten sané katurang banten inucap wantah lakon sané sampun kamargiang punika,” asapunika Anom Ranuara nugesang. (was)
(70)
B a s a
7
B a l i
Mangku miwah Pamangku
Sangkaning Nyambung Rah, Nyanjan miwah Paswara PARIKRAMA magama Hindu ring Bali jakti macihna pisan duaning kahanan agama wantah pepadonan saking agama Hindu ring India sareng parikrama tetamian panglingsir saking nguni sané ketah madaging antuk parikrama animisme miwah dinamisme. Punika kasinahang antuk makudangkudang parikrama upacara utawi yadnya sané kamargiang nyinggihang para leluhur sané maraga suci utawi BhataraBhatari sesuhunan, taler indik palemahan utawi jagat. Sajeroning upacara yadnya, durung majanten makasami jagi kapuput olih Ida Sang Sulinggih sané majanten jagi kasinggihang olih kramané. Wénten taler Mangku wiadin Pamangku sané prasida muput karya utawi yadnya sané alitan manut saking swadharma utawi among-amongannyané soang-soang. Punika taler cihna sor-singgih manut swadharma soang-soang sané kadruénang olih agama Hindu ring Bali. Sang sané sampun kasengguh dados Mangku wiadin Pamangku majanten sampun ngamargiang pawintenan dasa guna miwah ngamargiang Ekajati. Sakéwanten Mangku miwah Pamangku sujatinné wantah kalih parindikan sané mabinayan. Manut Pinandita Drs. I Ketut Pasek Swastika, Wakil Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali, sané kasengguh Mangku wantah krama utawi lanang-istri sané manados tur ngamargiang swadharma kapamangkuan sangkaning pikayunan soang-soang. Pamangku wantah krama sané ngamong pura utawi genah suci siosan
sangkaning keturunan utawi sangkaning papilihan. Indik keturunan utawi sangkaning nyambung rah punika wantah sangkaning marupa pianak utawi cucu saking pamangku sané dumunan, dadosne patut Ipun nglanturang swadharma kapamangkuannyané ring genah wiadin pura inucap. Yéning sané papilihan wantah kapolihang sangkaning parikrama nyanjan, sané kakawitin antuk mendak Jero Mangku Balian utawi Jero Dasaran. “Jero Dasaran sané jagi kaselang utawi katedunin olih Ida Bhatara Sesuhunans malingga-malinggih ring pura inucap. Irika Ida Bhatara sané tedun jagi nyelehin krama sané tangkil tatkala punika mangda prasida kajudi dados pamangku irika,” asapunika Ida Pinandita maosang. Ngeninin indik paswara wénten kalih soroh, wénten sané kajudi sangkaning krama banjar utawi désa sampun cumpu tur ngamedalang pamutus asapunika. Wénten taler nganggén lekesan utawi don basé sané madaging antuk sesuratan utawi pamutus sané jagi kanggén dasar. Minakadi tatkala wénten pura sané sampun ngamolihang calon mangku petang diri, sakéwanten durung kajantenang sapasira dados mangku A, B, C miwah D ring pura inucap. Tatkala punika majanten jagi kanggén lekesan sané sampun madaging antuk swadharma A, B, C, miwah D i wawu. Sadurung jagi kaselehin olih makapatpat calon pamangku inucap, patut pisan lekesan i wawu katurang majeng ring Ida Bhatara sané malingga malinggih ring pura.
Dadosné risampunné kaselehin, napi sané kapolihang olih soang-soang calon pamangku inucap sampun kajantenang pinaka pikayunan saking Ida Bhatara-Bhatari sasuhunan sané malinggih irika tur nénten dados katulak. Malih Ida maosang, ring Lontar Raja Purana Gama wénten roras soroh mangku wiadin pamangku. Minakadi Pamangku Kahyangan Tiga sané ngamong Pura Desa, Puseh miwah Pura Dalem. Pamangku Pamongmong utawi sané nyarengin pamangku utama ring sajeroning kahyangan jagi nabdabang parikrama upacara. Pamangku Jan Banggul utawi Mangku Sadeg sané nabdabang banten taler nedunang arca miwah pratima. Wénten Pamangku Cungkub utawi pamangku ring mrajan agung sané akéh palinggihipun dasa miwah akéhan malih. Pamangku Nilartha wantah pamangku ring Pura Kawitan. Pamangku Pandita utawi pinandita, pamangku sané ngamargiang swadharma dados pandita tur muput sajeroning upacara yadnya sakéwanten nénten dados ngayabang banten agengan saking banten pulagémbal. Pamangku Bhujangga utawi pamangku ring Pura Paibon. Pamangku Balian utawi pamangku sané ngamargiang swadharma nambanin utawi usadha. Pamangku Dalang inggih punika pamangku sané madué swadharma ngamedalang sesolahan wayang utamanipun Wali miwah panglukatan sakadi wayang Sapuleger. Pamangku Lancuban utawi pamangku sané ngamargiang matuun utawi nunas baos. Pamangku Kurtenu wantah pamangku ring
BPM/ist
NGANTEB – Sajeroning parikrama magama Hindu Bali, manawita kamargiang upacara yadnya alit, sinah sang sané jagi nganteb utawi muput parikrama inucap wantah mangku wiadin pamangku. Pura Prajapati miwah pangulun setra. Pamangku Tukang utawi Mangku Sangging inggih punika pamangku sané éling tur ngamargiang swadharma Wiswakarma. “Ngeninin indik Mangku Sangging, wénten tigang soroh, luiré: Mangku Sangging Pati sané nabdabang parikrama
ngayehang sawa ring upacara kalayusekaran, Mangku Sangging Undagi sané uning ring tata-titi makarya wewagunan adat Bali, miwah Mangku Sangging Tatah sané ngamargiang swadharma nyangih untu sajeroning upacara mapandes,” asapunika Ida Pinandita nartayang. (was)
Nyolahang Wayang Lemah
Sinunggil Swadharma Mangku Dalang
WAYANG – Ngamargiang sesolahan wayang lemah sajeroning upacara yadnya wantah sinalih tunggil parikrama sané patut kamargiang olih sang sané ngamargiang swadharma dados Mangku Dalang.
PARIKRAMA upacara agama Hindu ring Bali majanten macihna pisan, duaning wénten makudangkudang parikrama upacara sané mabina-binayan ring soang-soang genah. Sios punika, sajeroning pura majanten kaamong pamangku, banten utawi yadnya sané alit majanten jagi kaanteb olih mangku wiadin pamangku. Sakéwanten durung majanten sEkancan mangku utawi pamangku jagi nganteb tur ngamong pura duaning wénten taler sané jagi ngamargiang swadharma siosan, sinalih tunggilnyané Mangku Dalang. Mangku Dalang wantah mangku sané swadharmanyané ngamedalang sesolahan wayang, ngamargiang wayang wali utawi panglukatan antuk sesolahan wayang minakadi wayang Sapuleger. Ngeninin indik Mangku Dalang, manut I Gd. Anom Ranuara S.Pd., S.Sn., Mangku Dalang saking Désa Kesiman Petilan, wénten tigang soroh dalang. Sios dalang utawi sang sané uning ring tata-titi miwah parikrama malelampahan antuk nyolahang wayang kulit, wénten taler Mangku Dalang utawi dalang sané sampun ngamargiang upacara madengen-dengen utawi
upacara Ekajati tur ngranjing ring soroh Pamangku yadiastun nénten ngamong pura. “Sané kaping tiga wantah Mpu Dalang, dalang sané sampun ngamargiang parikrama Dwijati miwah nyeda raga, sakéwanten nénten ngamargiang swadharma ngalokapalasraya,” baos dané. Malih dané maosang, sinalih tunggil kapatutan Mangku Dalang wantah ngamargiang sesolahan wayang lemah ring parikrama upacara yadnya. Sué pamarginyané majanten nganutin saking sapunapi Ida Sang Sulinggih mapuja. Tetujon wayang lemah punika wantah nyinahang utawi ngartos daging sastra Catur Weda sané kauncarang olih Ida Sang Sulinggih tatkala muput parikrama yadnya inucap. Sios punika taler satmaka Dharma Wacana indik yadnya sané kamargiang mangda makasamian krama uning tur éling sapunapi parikrama taler sastra indik upacara inucap. Sangkaning punika lakon sané kalampahang nganutin parikrama upacara yadnya minakadi Caru Mangan Caru, Sudamla miwah sané siosan sané majanten jagi kaadungang sareng puja Ida Sang Sulinggih. Sios punika, parikramanipun taler
mabinayan sareng wayang kulit balih-balihan, duaning wayang lemah nénten ngawigunayang kelir wiadin damar gantung. Dadosné sané katonton tatkala punika boya ja lawat nanging wayangnyané inucap. Malih dané maosang, sadurung ngamargiang utawi nyolahang wayang lemah puniki, wénten parikrama sané patut kamargiang utamannyané olih Mangku Dalang ring wewidangan Denpasar, Badung miwah Tabanan. Sangkaning sesolahan inucap kalintang tenget wiadin sakral, sinah Mangku Dalang patut ngarga tirta utawi ngaryanin tirta wayang sané jagi katunas tur kawigunayang olih krama ring upacara yadnya sané kamargiang inucap. “Sakéwanten durung majanten makasami dalang kayun ngamargiang sesolahan wayang lemah duaning dalang inucap patut ngarga tirta sadurung ngawitin parikrama wayang lemah. Yéning nénten incep ring puja taler nénten uleng pikayunannyané ring mantra sané patut kamedalang tatkala ngarga tirta, sinah dalang inucap nénten becik ngamargiang wayang lemah,” asapunika Anom Ranuara nartayang. (was)
“GÉK Citra, mai malu ka balé daja ngetéh. Apa lakar di paon ajak Beli lan Adiné?” “Tiang becikan driki Bu, sambilang nyicipin udang, sampun ten tahan hahaha.” “Nggih Beli Dé Karang, Mbok, durusang wédangé. Gék Citra nagih ngetéh di paon apang polih nyicipin udang. Gék Jeladi kari muputang masak,” aturné Gusti Biang Siwi. “Héé… Gék Citra dini malu ngetéh sambil ngorta. Patuhanga cara jumah majambalan, mancan ngajeng béné enu atenga?” pandikan Ibunné ring Ayu Citra sané sedek ngetéh saha ngarya basan rujak ring pawaregan. Ngurah Jelada ngiis blingbing, ngobéd poh sareng séla. Sampun usan masak, Ayu Citra sareng Ngurah Jelada makta rujaké ka gunung rata. “Ngiring Tuaji, Ibu. Tiang mriki mula mabuaka jaga ngrujak,” aturné saha numunin ngambil rujak alépékan mujung. Aji lan Ibunné ica raris sareng ngayunang rujaké. Usan masak, Ayu Jeladi makta toya inum saha sareng
ngusap rambutné Ayu Citra saking welas asih. Daweg punika saking jabaan saget rauh Luh Adé Suwarni makta bungkusan madaging woh-wohan taler jaga ngrujak. “OM Swastyastu. Bééh sedeng becik wénten tamiu Tuayu Citra, napi sampun sué?” “Ooh sampun uli jam sia, maan ngrujak nganti sampun suud ngajeng Mbok Arniek. Malah mangkin lakar pamit mulih, apang ten ngaduk-aduk rombongané lakar perpisahan.” “Oh nénten, manawi becik sayan ramé. Napi malih wénten bintang kejora tedun.” “Bintang kejora? Ah mbok adaada dogén. Malah tiang takut nyanan ada ané marasa cemburu?” baosné Ayu Citra sané marasa cenidra ring Luh Suwarni bungan SMP Rendangé. “Araah, sampunang ja ngasor. Sira purun mapagut wasiating luhur,” saurné Arniek. Aji lan Ibunné liang mireng pagonjak okanné sané kanten gelim ajuma ring Luh Suwarni. “Nah Adi Madé Taman ajak
makejang, tiang ngajeng suba pang misi amun keneh panaké Ayu Citra ngrujak saha nelokin Belinné lakar luas. Jani lakar kalahin mulih. Dumadak Rah Jelada nyak neh malajah ditu,” baos Gusti Gedé Karang ngicén Ngurah Jelada amplop. “Néh kanggoang anggon meli és di jalan. Pidan yén ada perlu apa eda elek ngoraang mulih.” “Inggih matur suksma Tuaji, Bibi, Gek Citra?” saha meluk rainné masebeng sendu. Ayu Citra ngecup pipin rakanné masawang tangis sada gelim, raris nyalamin Luh Suwarni. “Tiang maluan Mbok Luh, Tuaji, Ibu lan Gék Jeladi .... daag,” raris medal atehanga ring Ngurah Jelada munggah ka mobilé raris mamargi. Ayu Citra ngecup jrijinné kalih V. Luh Adé Suwarni sareng makenyem ulap-ulap. Manahné bungah Ngurah Jelada kasayangang olih paman lan bibi miwah mingsikiné sané yukti jegég ngolér langsing lanjar, soméh tan pacéda. Napi ké raganné cenidra? Arniek nguntul
makenyem nututin gélanné mantukan. “Hé, nguda Arniek kenyemkenyem. Mara tiang ka Bangli nyanan Arniek nagih ajak ka RSJ. Bangli... hahaha,” baosné Gusti Ngurah Jelada ngulgul Luh Suwarni. “Napi..., kadén tiang buduh? Nanging yén tiang muani mirib saja buduh paling yén nepukin anak jegég cara Tuayu Citra. Mapakéan saderana gén sampun cara bintang kejora, kalingké maan mapayas... jeg ngédanin. Yén ada anak muani ten lélor, mara ya buduh.” Luh Suwarni ngelut wangkongné Ngurah Jelada, natabin dadanné, “Nguda ten nrugtag Tu?” “Apa, runtag-nrugtag nepukin Gék Citra? Tiang saja sayang, demen ngelah adi cara raganné. Jegég, soméh polos cara manyama ajak tiang. Yén kanti runtag, ento madan nafsu. Yén ngelut Arniek ja mara garegetan makita nyaplok… hahaha,” baosné Ngurah Jelada éwér. (Masambung)
BPM/was
ngrujak sareng rakanné. Jam solas kalanturang antuk ngayunang maulam udang, bé julit miwah kulen masambel bongkot. Pakerémos pada ngayunang sambil maosang indiké Ngurah Jelada pindah malinggih ring Taman Bali. “Titiang malih aminggu jaga pindah magenah ring Bapa Dauhé,” aturné Rah Jelada. “Nah, ngoyong sig Gedé Dauhé masih melah, enu warga duén iragané. Gumantiné tetep selegang ragané malajah. Yén marasa ada kuangan moraan dogén,” pandikan bibinné. “Tiang masih kénten, mangkin di SMA sujatinné sanget merluang bimbingan Beli Wahé apang nyidang maan ranking. Yadiapin joh yéning liburan sampunang lali nelokin tiang ka Selat. Cobak yén ten Beli Wah maang buku pinter, tak mungkin tiang maan juara di SMP Selat mara niki. Matur suksma Beli Wah,” aturné Ayu Citra saha ngecup pipin rakanné. “Nggih Gék Citra, Aji, Bibi, titiang nénten pacang lali mantuk ka Jero Selat,” aturné Ngurah Jelada
Upacara
8 Bebantenan Saji Tarpana TARPANA (narpana) wantah soroh bebantenan sané sarwa suci sané ketah katurang majeng ring Déwa Hyang utawi Déwa Pitara ri kala Purnama Kapat sakadi sané kaunggahang sajeroning Lontar Wariga gemet. Satios punika, sajeroning Lontar Sundarigama taler kaunggahang, tarpana puniki katurang pinaka cihna sekala saking dhyana, sembah bakti majeng Hyang Bhatara Kawitan antuk ngaturang bebantenan sarwa suci minakadi tarpana sarwa pawitram, miwah sané tiosan. Tarpana puniki taler kawastanin narpana, sajeroning kosa basa taler kasengguh upacara ngabén. Narpana puniki wantah cihna kasujatian pinaka bukti utawi bekel majeng sang sané sampun padem sané wénten ring gumi wayah sané marupa aturan boga sané kasenengin olih sang sané padem sakantun maurip, saha busana-busana sané katurang majeng pitra sané katurang majalaran Puja Astawa Utpati (sané sajeroning Tri Kona katuju majeng Déwa Brahma pinaka pangutpati). Puja utpati utawi utpetti sané pacang ngateh yadnya narpana puniki sakadi sané kaunggahang sajeroning tuntunan tatacara nglaksanayang upacara Pitra Yadnya (ngabén). Sajeoning upacara narpana saji utawi ngicénin makudang soroh aturan majeng pitra majalaran puja utpati, sawa (mayat) pacang kauripang malih, artosnyané sakadi maurip jati mula prasida maangkihan, nanging boya prasida malaib, mabaos, utawi sané tiosan. Sang atma sajeroning stula sarirannyané, sadurung katurang saji tarpana, ketah kadulurin antuk simbolis kaicén panyucian antuk sarana sané ketah kawastanin étéh-étéh pangresikan, toya padyusan, taler tirta pabersihan panglukatan utawi ngamargiang upacara pabersihan sakadi padudusan nganutin ageng-alit upacara pangabénan sané kambil utawi kamargiang. Satios ngicén aturan sarwa suci marupa saji tarpana, ring acara puniki taler pacang kamargiang penghormatan majalaran ngaturang sembah bhakti pinaka cihna bakti pinih untat saking para prati sentana miwah kulawarga tiosan, sané sajeroning pamargin bakti inucap katuntun olih Ida Sang Sulinggih. Kantos acara tarpana puniki puput kamargiang, prasida kasinahang yéning pamargin Tri Kona sané sampun kamargiang, Utpati miwah Stitti sampun kamargiang. Nanging, pamargin pralina durung sinah, mawinan durung wénten pauwahan utawi paleburan majeng sawa utawi layon inucap. Cutetnyané, upacara narpana saji wantah upacara penghormatan pinih untat majeng sang sané sampun padem antuk makudang-kudang upacara panyucian atmannyané kauripang malih saha katurang soroh banten sarwa suci. Satios punika, upacara narpana saji taler matetujon nyinahang sembah bakti para prati sentana saha kulawarga pinaka jalaran ngateh sang atma ka gumi wayah antuk bekel-bekel sané kabuatang. (Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali)
Redité Kliwon, 26 Maret 2017
Melik, Bekel saking Wawu Embas
Waranugraha Pinih Ageng Ida Sang Hyang Widhi SOANG-soang jatma sané embas ka jagat agung puniki sampun makta bekel kasiddhian, energi pikayunan minakadi indra keenam, energi kesadaran nganutin karma. Parindikan karma sané kabaosang, inggian sané becik wiadin kaon. Ring Bali, jatma sané embas mabekel kasidhian utawi energi tiosan utawi antuk cihna sané tawah kasengguh embas melik. Cihna melik soang-soang jatma majanten matiostiosan, nganutin sapunapi pamargin kahuripannyaé sané dumun. Minakadi prasida manggihin kahanan niskala sakadi jin, memedi, wong samar, utawi (mahluk halus) tiosan, saha prasida mirengang suara-suara saking kahanan niskala. Sajeroning Lontar Purwa Gama kabaosang, sang sané embas melik madué rerajahan mawit saking wawu embas sané prasida ngawinang kasengkalan minakadi kantos padem, mawinan patut kabuatang upacara pabayuhan otonan melik majeng jatma inucap pinaka utsaha menetralisir kekuatan sané metu mawinan jatma inucap setata éling ngamargiang suci laksana miwah nincapang kasucian angga sariannyané. Rerajahan sané wénten ring angga sarira jatma melik ketah wénten ring tapakan tangan, ring lelata utawi wagian angga tiosan, taler wénten cihna sinalih tunggil senjata Dewata Nawa Sanga nganutin swadarma sané kagamel olih sang sané embas melik inucap. “Wénten marupa Bajra, Gada, Cakra, Dupa, Angkus, Trisula,” baos I Ketut Sandika, sinalih tunggil dosen ring IHDN Denpasar, daweg kacunduk ring Kampus Pusat IKIP PGRI Bali, Sukra (24/3) lintang. Satios punika, ketah anaké maosang, sang sané melik pacang madué yusa sané cendet, manut Sandika durung majanten sakadi punika. Sang sané melik pacang prasida dirgayusa yéning becik ngamel urip utawi ngamargiang kahuripannyané antuk waranugraha melik inucap.
Embas Melik, Patut Mabayuh MAWIT makudang-kudang jatma sané embas, nénten samian embas melik. Sané embas satus diri, sané melik minab wénten adiri. Jatma sané melik makéh cihnanipun, minakadi sané kanten madué tetiga usehan utawi lewih, ri kala embas anggané kalilit tali puser, wénten cihna marupa senjata Dewata Nawa Sanga sané nénten kanten, lidahnyané madaging warna poléng, miwah wénten adengan ring baga utawi ring purus. Sayan gelis kauningin, mawinan sayan becik kakaryanang banten pabayuhan utawi upacara panebusan antuk tetujon ngadohang panca baya sané prasida nibénin sang sané me-
lik inucap. Yéning nénten naen ngamolihang banten panebusan utawi nénten naen mabayuh utawi melukat, ketah jatma sané melik inucap keni kapancabaya, minakadi padem ri kala wawu malajah majalan, ri kala wawu mawiwaha, ri kala wawu madué prati sentana, utawi keni panca baya ring margi. Antuk pabayuhan, melik pacang dinetralisir pamekas kekuatan sané kaon ring angga sarira sang melik mangda samian energi mauwah dados becik. “Anak sané embas melik patut mabayuh utawi polih upacara pabayuhan. Satios punika mangda sering melukat, nunas ajahan-ajahan indik sastra suci, maguru majeng sang wikan,
BPM/dok
MABAYUH - Upacara mabayuh ketah kamargiang olih krama inggian sané embas melik taler krama tiosan pinaka panyucian angga sarira.
ngadohin genah-genah sané cemer, saha parindiakn kaon tiosan,” baos I Ketut Sandika. Kawewehin, anak sané melik ketah kenying (ketah brangti, sensitif). Mawinan punika, kulawarga sané madué anak melik mangda ngicén uratian sané lewih taler mabinayan ring anak sané embas sakadi biasa. Minakadi, genah pameremané mangda madaging plangkiran, setata bresih miwah suci. Satios punika, ajengannyané taler mangda kauratiang. Sayan kelih, sang sané melik mangda sering nunas ajah indik agama, sayan becik maparilaksana, saha nénten ngamargiang parindikan sané kaon. “Sang sané embas melik pacang mawiguna majeng anak tios yéning dané becik ngamel raga,” weweh Sandika. Ketah kauningin, nénten akidik anak melik dados mangku, dados balian, prasida nambanin anak sungkan, utawi parindiakn becik tiosan. Sang sané embas melik kangken mandué yusa sané cendet, manut Sandika nénten samian asapunika. Samian manut sapunapi karma wesana sané kaduénang saha sapunapi tatacara ngamargiang kahuripan sakadi sané sampun katlatarang ring ajang. Nanging, pamargin kahuripan sampun wénten sané ngatur, santukan samian pacang mawali. Wénten sané dumunan utawi pungkuran. (uma)
Parindikan sané prasida kamargiang minakadi; kapertama, santukan jatma melik ring anggannyané madué kekuatan energi sané lewih saking jatma tiosan. Energi puniki beciknyané katerima antuk manah lascarya, santukan yéning nénten, jatma melik inucap pacang keni gangguan emosi, ketah sungkan, ketah keni kapancabaya, utawi sané tiosan. Kaping kalih, santukan sang sané melik sakadi batu mirah sané ngulangunin Sang Bhatara-bhatari utawi Bhutakala. Yéning sang sané melik inucap jemet nyuciang angga (melukat), mabersih, mabayuh, utawi arang malaksana kaon, maguru sareng sang sané wikan minakadi Sang Sulinggih, ketah nunas ajah indik sastra suci, ketah malaksana becik, welas asih, tresnasih, jatma inucap pacang kasenengin olih Bhatara-bhatari, boya Bhutakala. “Sawaliknyané, yéning sang sané melik nénten seneng melukat, nénten naen mabayuh, utawi ketah makalsana kaon, ngadug-adug, utawi seneng nyakitin anak tiosan, sang sané melik inucap pacang kasenengin jin, wong samar, utawi sané tiosan. Napi malih nénten lascarya nrima waranugraha embas melik, niki sané ngawinang sang melik mayusa cendet,” baos Sandika. Energi melik nénten pacang prasida ical sajabaning sang sané melik inucap padem. Sané prasida kamargiang wantah nguwah energi melik inucap dados kahanan sané mawiguna, santukan melik wantah waranugraha sané pinih ageng, pinih “luar biasa”, boya kasengsaran sané patut kalémpasin. Jatma sané melik sujatiné aget yéning saihang ring jatma tiosan. Melik wantah waranugraha sané pinih ageng saking Ida Sang Hyang Widhi sané patut katerima antuk manah suci lascarya. Mangkin, sapunapi antuk sang sané melik inucap ngamargiang kahuripannyané mawinan mawiguna majeng anak tiosan. (uma)
Satua
Olih : Madé Taro
Désa Pesiapan
RI KALA Ida Déwa Agung madeg agung manados raja, makasami panjak Jagat Tabanan ngamolihang kahuripan sané sutrepti tur kerta raharja. Duaning Ida Sang Prabu setata éling ring panjak, sios punika Ida kaloktah mawibawa, pradnyan, satya, miwah ketah rauh ka désadésa macecingak ring panjak. Napi malih tatkala ngamargiang pamargin jagat, Déwa Agung kasarengin antuk kalih pepatih sané cager, satya miwah éling ring pakaryan. Makekalih patih inucap mapesengan Gedé Beranjingan miwah Gerambang Selem. Ida Sang Prabu uning makekalih patihnyané satya pisan duaning sekancan pituduh setata becik pisan kamargiang. Makekalih patih punika taler nénten naenin marebat, sang kalih setata becik sajeroning panjak taler nénten naenin kapiragiang pabaos kaon indik makekalih patih inucap. Kasuén-suén, Ida Sang Prabu ngrasayang kawéntenan sané nénten becik sané kapanggih tatkala sang patih nangkil ring Ida. Kasinahang ring swabawannyané rasa saling gedeg tur pedih napi malih tatkala masadu ajeng. Ida mapikayunan, minab patihnyané masaing antuk kahanan sané nénten becik. Utawi pada-pada meled nyinahang rasa bakti sané agengan ring Ida Sang Prabu yadiastun Déwa Agung setata pada maparikrama tur nénten naenin mabina-bina ring patihnyané punika. Risedek dina anu, Ida Dewa Agung masabda ring Patih Gerambang Selem “Paman! Sampun makudang-kudang raina Gedé Beranjingan nénten nangkil ka puri. Minab Ipun wénten pakaryan,” asapunika Déwa Agung mapangandika ring Gerambang Selem. Punika kalaksanayang duaning Ida Sang Prabu meled uning indik pikobet sané sujati. “Gelah ningeh Gedé Beranjingan ngelah siap manuk ané sesai menang ring tajen. Seken to?” asapunika Ida Sang Prabu mataken. (Masambung)
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
MINGGU KLIWON, 26 MARET 2017
9
GP Australia Hamilton Start Terdepan
HAL 12
Gaji Pembalap Alami Kenaikan
Barcelona – Sejumlah tim dan pembalap ambil bagian pada kompetisi MotoGP 2017. GP perdana musim ini dimulai di Sirkuit Losail, Qatar pada 26 Maret 2017. Terdapat 23 pembalap yang akan turun di kelas tertinggi dunia balapan profesional tersebut. Namun, hanya beberapa pembalap top dunia yang memiliki gaji tertinggi di musim ini. Berdasarkan laporan yang dihimpun dari Forbes, Guardian, BBC, dan CNN, Sabtu (25/3) kemarin pembalap Movistar Yamaha Valentino Rossi dan pembalap Repsol Honda Marc Marquez, sama-sama berpredikat pembalap dengan gaji tertinggi MotoGP 2017. The Doctor memiliki kontrak selama dua tahun ke depan dengan gaji 10 juta dolar atau sekitar Rp 133 miliar. Begitu halnya dengan The Baby Alien bergaji sama dengan Rossi untuk masa kontrak 2017-2018. Gaji Rossi ternyata menurun ketimbang tahun lalu. Musim ini, dia digaji 10 juta US dollar atau Rp 133 Miliar per tahun. Musim lalu, Rossi mencatatkan total pendapatan yang mencengangkan yaitu 135 juta US Dollar (Rp 1,7 triliun). Ini tak aneh karena dia selalu jadi incaran para sponsor. Dengan nama beken yang disandangnya, Rossi tak pelak lagi jadi buruan sponsor. Lihat saja sponsor di wearpack atau helm miliknya, Rossi nyaris tak pernah kehilangan peminat untuk diendorse. Rossi pun masih lama beredar di MotoGP. Dia hingga saat ini terikat kontrak sampai 2018 dan bahkan bisa lebih lama lagi, jika belum juga mendapatkan gelar juara. Modal dua kali juara MotoGP membuat dia menjadi buruan buat sponsor. Gajinya mengalami kenaikan sekitar 2 juta dollar ketimbang tahun lalu. Musim lalu saat menjadi juara MotoGP, dia sukses mendapatkan total penghasilan 35 juta US Dollar per tahun. Marquez sukses merebut juara tahun lalu, sehingga pendapatan totalnya diprediksi meningkat pesat. Dia pun diprediksi bakal tetap bersaing untuk meraih gelar juara MotoGP keempat kalinya. Pembalap anyar Ducati, Jorge Lorenzo berada di posisi ketiga dengan gaji 7 juta dolar atau sekitar Rp 93 miliar. Sedangkan rekan setim Marquez, yakni Dani Pedrosa dan rekan setim Lorenzo, Andrea Dovizioso, memiliki gaji yang sama senilai 2,5 juta dolar atau sekitar Rp 33 miliar. Dovizioso mengalami peningkatan pendapatan dibandingkan musim lalu. Setelah terikat kontrak dua tahun untuk 2017 dan 2018, Dovizioso diganjar gaji anyar. Ini menempatkan Dovizioso menjadi pembalap terkaya kelima di MotoGP 2017. Ini tentu menjadi lonjakan pendapatan buat Dovizioso yang musim lalu masih dibayar 1 juta dollar olah Ducati. Apakah kenaikan gaji ini bakal diikuti peningkatan prestasi? Dovizioso musim ini bakal bertarung dengan Lorenzo. Dilihat dari hasil tes dua kali pramusim, Lorenzo sepertinya masih tersendat-sendat dengan Ducati. Ada peluang bagi Dovizioso untuk menyalipnya. (kmb33/rtr)
Valentino Rossi
BPM/rtr
Berikut Daftar Gaji Pembalap: 1. Valentino Rossi (Yamaha) 2 tahun (2017-2018) gaji USD10 juta. 2. Marc Marquez (Honda) 2 tahun (2017-2018) gaji USD10 juta. 3. Jorge Lorenzo (Ducati) 2 tahun (2017-2018) gaji USD7 juta. 4. Dani Pedrosa (Honda) 2 tahun (2017-2018) gaji USD2,5 juta. 5. Andrea Dovizioso (Ducati) 2 tahun (2017-2018) gaji USD2,5 juta. 6. Maverick Vinales (Yamaha) 2 tahun (2017-2018) gaji USD1,5 juta. 7. Andrea Iannone (Suzuki) 2 tahun (2017-2018) gaji USD1,2 juta. 8. Pol Espargaro (KTM) 2 tahun (2017-2018) gaji USD1 juta. 9. Bradley Smith (KTM) 2 tahun (2017-2018) gaji USD1 juta. 10. Alex Rins (Suzuki) 2 tahun (2017-2018) gaji USD900 ribu.
BPM/rtr
KETAT - Persaingan ketat akan mewarnai MotoGP musim 2017. Ada beberapa pembalap yang dijagokan menjadi juara dunia musim ini. Di samping nama-nama beken macam Marc Marquez, valentino Rossi, Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo, ada satu nama pembalap lagi yang diperkirakan akan mampu menyaingi mereka. Pembalap itu adalah Maverick Vinales.
Jelang GP Qatar, Persaingan Ketat di Musim Baru
Qatar –
Musim baru MotoGP 2017 akan segera dibuka. Ajang adu balap motor terbaik di dunia itu bakal dimulai di Sirkuit Internasional Losail, Qatar, malam nanti. MotoGP bukan seperti Formula 1 yang terlihat monoton dari segi persaingan. Di MotoGP, setiap pembalap punya peluang menjadi yang terbaik. Lihat saja ramainya persaingan MotoGP musim lalu. Dari 18 seri balapan, separuhnya berhasil memunculkan pemenang-pemenang berbeda. Persaingan di MotoGP 2017 diprediksi juga akan ketat dan seru. Marc Marquez yang menjadi Juara Dunia pada 2016 dan Jorge Lorenzo pada 2015 belum tentu bisa menjadi yang terbaik pada musim ini. Fakta bahwa beberapa pembalap sudah berganti tim dan keberadaan KTM yang ikut meramaikan persaingan bisa menghambat Marquez dan Lorenzo untuk kembali mencicipi nikmatnya menjadi juara dunia. Dari 23 pembalap yang terdaftar pada musim ini, nama Maverick Vinales paling sering disebut sebagai kandidat kuat menjadi juara. Performa impresif Vinales bersama Movistar Yamaha sepanjang pramusim menjadi acuannya. Mantan pembalap Suzuki itu tak pernah terjatuh selama mengikuti 11 hari tes resmi di tiga sirkuit. Hebatnya, Vinales sukses menjadi yang tercepat dalam enam kesempatan. Pencapaian yang membuat pembalap Repsol Honda, Marc Marquez sampai angkat topi. “Vinales sangat cepat. Saya pikir dia punya kesempatan menjadi yang
terbaik pada seri pembuka di Qatar,” puji Marquez, Sabtu (25/3) kemarin. Valentino Rossi turut kagum. The Doctor tak menyangka rekannya di Yamaha itu bisa beradaptasi dengan motor M1 dengan sangat cepat. “Saya kira ia dan timnya mampu membuat motor M1 mengeluarkan kapasitas maksimal dalam waktu singkat. Saya dan tim justru terhambat,” kata Rossi. Nasib Rossi berbanding terbalik dengan Vinales pada pramusim. Pemegang sembilan gelar MotoGP itu terlihat tertatih-tatih menemukan pengaturan motor M1 secara tepat. Alhasil ia hanya menempati peringkat ke-11 pada tes hari ketiga di Losail. Namun, kejadian itu tidak selayaknya membuat pembalap lain mencoret Rossi dari daftar perebutan gelar juara. Bagaimanapun Rossi bukan pembalap ‘kemarin sore’. Ia bisa lang-
sung melejit ketika sedang dalam tekanan. Lagi pula Rossi memang dikenal sebagai tipe pembalap yang jarang sukses di sesi uji coba atau latihan. Ia seperti mesin diesel yang terlambat panas, namun bisa konsisten tancap gas ketika sudah menemukan pengaturan motor yang tepat. Sebelum Rossi merasa nyaman dengan motor M1, Marquez diyakini bakal menjadi pesaing Vinales pada seri-seri awal MotoGP musim ini. Gambaran mengenai persaingan di antara keduanya sudah terlihat pada pramusim di Sepang dan Phillip Island. Marquez berada di posisi kedua dengan catatan waktu tercepat 1 menit 59,506 di Sepang. Ia hanya kalah dari Vinales. Jalan cerita di Phillip Island tidak jauh berbeda. Marquez dengan catatan waktu terbaik 1 menit 28,843 detik masih kalah cepat dari jagoan Yamaha itu.
Meski begitu, Marquez dan Vinales pantang menggunakan kaca mata kuda. Mereka tidak boleh hanya fokus melihat performa pesaing di depan mata. Keberadaan Lorenzo yang kini membalap untuk Ducati, serta Andrea Iannone yang tampil bersama Suzuki juga harus dipantau. “Iannone masuk jajaran pembalap yang siap merebut gelar juara. Musim ini sangat sengit,” kata manajer Suzuki Davide Brivio. Berjaya di tes pramusim bukan segalanya. Vinales dan Marquez harus punya mental baja dan performa konsisten untuk menjadi juara. Ingat, MotoGP merupakan balapan yang sulit ditebak. Setiap pembalap bisa memberikan perlawanan, sehingga pemenang pada akhir musim sulit untuk ditebak. Kemeriahan di dunia balap MotoGP 2017 bakal tersaji dalam waktu dekat. Sebagai penggemar, kita tentunya tidak perlu pusing-pusing menganalisis hasil pada akhir musim. Sebaiknya, mari kita menikmati balapan dari tanah air, karena MotoGP 2017 bakal menjadi tontonan yang sarat dengan persaingan. Selamat datang MotoGP 2017. (kmb33/rtr/ap)
Berikut susunan pembalap MotoGP 2017: Repsol Honda Marc Marquez Dani Pedrosa Movistar Yamaha Valentino Rossi Maverick Vinales Ducati Team Jorge Lorenzo Andrea Dovizioso Suzuki Andrea Iannone Alex Rins KTM Bradley Smith Pol Espargaro Aprilia Gresini Sam Lowes Aleix Espargaro LCR Honda Cal Crutchlow Marc VDS Honda Jack Miller Tito Rabat Monster Yamaha Tech 3 Jonas Folger Johann Zarco
OLAHRAGA
10
Minggu Kliwon, 26 Maret 2017
Southgate Belum Tentukan Kapten Inggris London – Pelatih tim nasional (timnas) Inggris, Gareth Southgate masih mempertimbangkan figur yang tepat untuk menyandang ban kapten The Three Lions jelang Piala Dunia 2018. Saat ini, jabatan tersebut masih dipegang oleh Wayne Rooney. Namun, Southgate tidak memanggil penyerang Manchester United tersebut pada laga persahabatan kontra Jerman di Dortmund, Rabu (22/3) lalu, serta laga babak kualifikasi Piala Dunia Grup F melawan Lithuania di Wembley, London, malam nanti. Sebab, Rooney kekurangan waktu bermain di Manchester United. Pada laga kontra Jerman, Southgate mempercayakan bek Chelsea, Gary Cahill, menjadi pemimpin timnya. Eks pemain Middlesbrough tersebut mengatakan bahwa dia masih mempertimbangkan beberapa kemungkinan soal kapten Inggris selama babak kuali-
fikasi berlangsung. “Saya masih berpikir skenario terbaik. Setelah Gary Cahill di Jerman ada kesempatan membagi tanggung jawab dengan pemain lain melawan Lithuania karena Gary tidak akan bermain pada hari itu,” ujar Southgate, Sabtu (25/3) kemarin. Eks pelatih Inggris U-21 tersebut juga menilai, bahwa sejumlah pemain menunjukkan kualitas kepemimpinan meski belum mengemban jabatan sebagai kapten di tim nasional. “Beberapa pemain menunjukkan kapasitas mereka. Ada sejumlah pemain yang memperlihatkan ciri seorang kapten tanpa menyandang ban kapten tersebut dan memimpin rekan mereka di lapangan. Buat saya itu aspek terpenting,” kata Southgate. Ada beberapa nama calon pengganti Wazza di timnas, yakni Jordan Henderson, Joe Hart, Harry Kane dan Chris Smalling. (kmb33/ap)
TERBANG - Striker Jamie Vardy terbang di atas kiper Jerman Marc-Andre ter Stegen saat Inggris melawan Jerman tengah pekan lalu.
BPM/ap
Inggris Vs Lithuania
Incar Kemenangan untuk Korban Teror
London – Setelah absen cukup lama, Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa akan kembali digelar akhir pekan ini. Di Grup F, Timnas Inggris akan berhadapan dengan Timnas Lithuania pada hari Minggu (26/3) malam nanti. Inggris sendiri memiliki motivati ganda di ajang ini, Mereka ingin mempersembahkan kemenangan bagi para korban serengan teroris di London tengah pekan ini.
BPM/rtr
CALON - Kiper Joe Hart, calon pengganti Wayne Rooney sebagai kapten Timnas Inggris.
Selebrasi Berlebihan, Barcelona Didenda
Barcelona – Barcelona secara resmi mendapat hukuman berupa denda dari UEFA. Asosiasi tertinggi sepak bola Eropa tersebut menjatuhkan hukuman senilai 19 ribu euro atau sekitar 16,5 ribu pound kepada The Catalans akibat perayaan kemenangan mereka atas Paris Saint-Germain pada babak 16 besar Champions League 2016/2017. Dikutip dari ESPN, Sabtu (25/3) kemarin, UEFA menjatuhkan hukuman akibat Barcelona yang disebut tak mampu mengendalikan pemain, ofisial dan staf klub ketika pertandingan masih berlangsung. Insiden tersebut terjadi di menit-menit akhir laga leg kedua Barcelona kontra Paris Saint-Germain di Camp Nou. Setelah Barcelona mencetak gol keenam mereka di pertandingan tersebut, yang juga memastikan kelolosan mereka ke perempat final Champions League, hampir seluruh pemain cadangan serta ofisial tim yang berada di bangku cadangan berlari masuk ke lapangan dan merayakannya bersama para pemain. Bahkan beberapa penonton pun terlihat masuk ke lapangan karena terlarut
dalam euforia kelolosan Barcelona yang diraih secara dramatis. Sanksi tersebut dikatakan juga termasuk “perilaku yang tidak tepat dari tim” lantaran anak-anak asuhan Luis Enrique itu telah menerima lima kartu kuning dalam pertandingan tersebut. UEFA juga telah memberikan denda tambahan untuk klub lainnya lantaran dianggap telah melanggar aturan disiplin di Liga Champions dan Liga Europa. Selain Barca, Napoli juga menjadi tim yang harus membayar denda. Napoli harus membayar 38.000 euro atas penggunaan laser, memblokir tangga dan menyalakan kembang api saat kekalahan 3-1 mereka dari Real Madrid. Rostov juga dihukum sebab para penggemar mereka menyalakan kembang api dan telah didenda sebesar 16.000 euro. Sementara denda terbesar diberikan kepada SaintEtienne selama kekalahan mereka saat melawan Manchester United di Liga Eropa. Klub Ligue 1 tersebut harus membayar denda sebesar 50.000 euro sebab penggunaan kembang api, pelemparan benda dan perilaku yang tidak benar dari fans mereka. (kmb33/rtr)
BPM/ap
DENDA - Selebrasi Barcelona yang berujung denda.
Ibu kota Inggris itu memang berduka. London mendapat serangan teror pada Rabu (22/3) waktu setempat. Serangan pertama dilakukan dalam bentuk mobil berkecepatan tinggi yang menyasar kerumunan orang di dekat jembatan Westminster, dekat Big Ben. Sementara serangan kedua dilakukan di depan gerbang Gedung Parlemen Inggris seusai mobil ditabrakkan ke pagar gedung. Kabarnya, aksi teror tersebut menewaskan empat orang. Memberikan pendapatnya terkait teror itu, Southgate mengungkapkan belasungkawa dan berniat memberi penghormatan kepada korban dengan kemenangan atas Lithuania di lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2018 di Wembley akhir pekan ini.
“Pertama kali yang terpikir oleh kami adalah para korban yang kehilangan nyawanya,” ujarnya, Sabtu (25/3) kemarin. “Meletakkan sepak bola sebagai sudut pandang, kami sadar bahwa identitas kita sebagai bangsa adalah untuk melakukan sesuatu di saat-saat seperti ini. Untuk menghormati para korban, kami merasa laga nanti di London menjadi suatu yang tepat,” imbuhnya. Timnas Inggris sendiri sejatinya menampilkan performa yang apik di ajang kualifikasi Piala Dunia 2018 ini. Mereka tercatat belum terkalahkan di empat pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018. Harry Kane dkk., saat ini berada di puncak klasemen Grup F dengan mengumpulkan sepuluh poin. Oleh karenanya, mereka akan berusaha
untuk mempertahankan performa apik mereka pada pertandingan kelima ini. Lawan yang akan mereka hadapi malam nanti adalah Lithuania. Pertemuan ini tercatat menjadi pertemuan ketiga antara Inggris dan Lithuania, setelah sebelumnya kedua tim ini bertemu di ajang kualifikasi Euro 2016 kemarin. Dari dua pertemuan tersebut, Inggris tercatat tampil superior ketimbang Lithuania, dimana mereka memenangkan pertandingan dengan skor 4-0 dan 0-3 pada ajang tersebut. Dengan catatan apik tersebut, kubu The Three Lions akan semakin percaya diri jelang laga nanti. Namun, pada pertandingan nanti ada satu tugas yang harus segera dibenahi oleh skuat The Three Lions. Performa anak asuh Gareth Southgate itu terlihat masih
angin-anginan di beberapa laga terakhir mereka, dimana aspek penyelesaian akhir masih menjadi sorotan utama The Three Lions belakangan ini, terlebih setelah mereka dikalahkan Jerman dengan skor 1-0 pada tengah pekan kemarin. Untuk itu, Gareth Southgate perlu segera membenahi performa The Three Lions agar mereka bisa terus mempertahankan posisi puncak. Pada pertandingan yang digelar di Wembley nanti, Southgate dipastikan tidak bisa diperkuat oleh Phil Jones dan Michail Antonio yang mengalami cedera. Selain itu, Gary Cahill juga tidak bisa bermain pada laga ini karena mengalami akumulasi kartu di laga sebelumnya. Southgate diprediksi akan menurunkan skema 4-2-3-1 pada laga ini, dimana Jamie Vardy akan kembali menjadi starter di lini serang The Three Lions. Ia akan ditopang oleh pergerakan Raheem Sterling, Dele Alli dan Adam Lallana di sektor gelandang serang. Di lini
pertahanan, John Stones akan masuk menggantikan peran Cahill bersama Chris Smalling, sementara Joe Hart akan kembali dipercaya mengawal gawang Inggris pada laga ini. Di kubu tim tamu, pelatih Edgaras Jankauskas datang ke Wembley dengan kepercayaan diri yang penuh. Seluruh punggawa utamanya dikabarkan tidak ada yang berhalangan untuk tampil pada pertandingan kelima kualifikasi piala dunia 2018 grup F nanti. Jankauskas sendiri diprediksi masih akan menurunkan skema 4-2-3-1 pada laga ini dengan Nerijus Valskis sebagai ujung tombaknya pada laga ini. Valskis nantinya akan dibantu oleh Fiodor Cernych dan Arvydas Novikovas di sektor sayap. Di lini tengah, Jankauskas akan memainkan Mantas Kuklys dan Arturas Zulpa untuk mengatur distribusi bola mereka, sementara Ernestas Setkus akan bertugas sebagai palang pintu terakhir mereka pada laga ini. (kmb33/rtr/ap)
Laga Ke-1.000 Buffon Palermo – Kemenangan atas Albania terasa spesial untuk kiper Italia Gianluigi Buffon yang melakoni laga ke-1.000 dalam kariernya di lapangan hijau. Buffon menjadi starter sekaligus kapten saat Italia menjamu Albania di Renzo Barbera, Sabtu (25/3) dini hari kemarin dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2018. Ketika 90 menit laga tuntas, Italia menang dua gol tanpa balas atas Albania sekaligus menjaga persaingan dengan Spanyol di klasemen. Buffon pun mencatat clean sheet di laga spesial dalam kariernya. Itu adalah pertandingan ke 1.000 Buffon sejak memulai kiprahnya di lapangan hijau pada 1995. Jumlah penampilan kiper 39 tahun itu dicatat hanya bersama Parma (220 penampilan), Juventus (612 penampilan), dan Italia (168 penampilan). Selama kariernya tersebut, Buffon sudah mendapat tujuh gelar serie A yang diperoleh selama di Juve, lalu satu Piala UEFA bersama Parma dan tentunya Piala Dunia 2006 bersama Italia. Prestasi Buffon bersama tim nasional Italia pun tidak kalah mentereng. Dia pertama kali melakukan debut sebagai pemain nasional pada 1998. Namun, Buffon baru menjadi kiper nomor satu Italia pada Piala Dunia 2002 dan bertahan hingga saat ini. Bersama Gli Azzurri, Buffon memenangi
Piala Dunia 2006, serta menjadi runner-up pada Piala Eropa 2012. Sejak 2011 dia juga dipercaya menjadi kapten tim nasional. Selain menjadi laga ke-1.000 sepanjang karier sepak bola Buffon, pertandingan kontra Albania juga menjadi caps ke168 untuknya di level tim nasional. Jumlah tersebut resmi melewati catatan Iker Casillas bersama tim nasional Spanyol (167 caps) dan menjadikan Buffon sebagai pemain Eropa dengan penampilan terbanyak bersama tim nasional. Sebagai sosok shot-stopper, banyak yang menyebut bahwa kiper seperti Buffon sudah ketinggalan zaman. Pasalnya, tuntutan bagi seorang kiper untuk terlibat dalam permainan semakin besar saja seiring dengan meningkatnya popularitas penguasaan bola. Namun, kenyataannya tidak demikian. Selain Manuel Neuer, tidak ada lagi sosok sweeper-keeper yang benar-benar berkelas dunia. Sedangkan kiper-kiper hebat lain, seperti Thibaut Courtois, David De Gea, Samir Handanovic, Jan Oblak, bahkan Gianluigi Donnarumma merupakan kiperkiper shot-stopper. Lagi-lagi alasannya sederhana. Tugas kiper pada akhirnya adalah untuk menyelamatkan gawang dan untuk melakukan itu, mereka tetap bakal mengandalkan tangannya. Inilah yang menjadi andalan bagi Buffon. (kmb33/ap)
Gianluigi Buffon
BPM/rtr
Minggu Kliwon, 26 Maret 2017
GELANGGANG
11
PROFIL MNW Ni Putu Widiari
Catur ’’The Dream Team’’ MASTER Nasiona l Wanita (MNW) Ni Putu Widiari sepertinya terus menerus menjabat Pembinaan Prestasi (Binpres) di Pengprov Percasi Bali. Meskipun belum dilantik, Widiari masuk kabinet kepengurusan Percasi yang dinahkodai Sang Putu Subaya di Binpres. Sebelumnya, Percasi Bali dipimpin Komang Gede Sutrisna (alm) Widiari juga di Binpres. Bahkan, saat Percasi Bali diketuai Cok Kusumayudha, Widiari juga dipercaya menduduki Binpres berikut membidangi catur masuk sekolah. ‘’Catur ini sudah masuk ekstra kurikuler (ekskul di kota seperti Denpasar maupun Badung, tetapi untuk Karangasem hanya di kota Amlapura, sedangkan sekolah di wilayah pelosok belum dijangkau ekskul olahraga asah otak ini,’’ kata istri pecatur MN I Ketut Sana Widiantara ini.Ke depan Widiari berobsesi membentuk “The Dream Team”, yang diperkuat pecatur Bali sesuai dengan kelompok umurnya. ‘’Caranya, para jauara catur di Bali diberikan kesempatan menambah jam terbang dengan mengikuti berbagai turnamen di luar Bali,’’ saran Widiari. Catur yang resmi dipertandingkan di ajang Porjar kabupaten dan kota se-Bali. Selanjutnya, para juara mewakili daerahnya berlaga di ajang Porjar Bali. ‘’Para pecatur juara di Porjar Bali berhak mewakili Bali ke ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN),’’ tuturnya.Ia menyebutkan, setidaknya Bali mempunyai pecatur mumpuni hasil penjaringan dari Porjar dan O2SN, seperti Nonia Andyk Wulandari serta Gracelia Paramesthy Samekto. ‘’Gracelia masuk tim PON Bali pada PON XIX di Jabar 2016 lalu, dan pernah bertanding di event internasional di Malaysia, sedangkan Nonia juga pernah ikut turnamen di Mongolia,’’ jelas Widiari.Untuk kejuaraan catur kategori umum, Widiari pernah menggalang bersama pihak terkait, misalnya Labuan Cup, Tirta Harum Cup, Antosari Cup, termasuk bekerja sama dengan pihak kampus dan mahasiswa, seperti dengan Politeknik Negeri Bali (PNB), kampus Unud dengan FH, FK, dan FE yang menggelar Udayana Chess Competition. (nel)
Wapres JK Pimpin Rapat Persiapan AG
Jakarta (Bali Post) Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin rapat persiapan Asian Games (AG) 2018 di kantor Sekretariat Komite Penyelenggara Asian Games (INASGOC) di Jakarta, Sabtu (25/3) kemarin. Rapat koordinasi kedua untuk persiapan Asian Games 2018, juga dihadiri Ketua INASGOC Erick Thohir, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menpora Imam Nahrawi, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menkominfo Rudiantara dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf. Rapat koordinasi pertama telah dilakukan di kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, 15 Maret 2017. Menurut Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S. Dewo Broto, jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan menjadi salah satu isu yang akan dibahas dalam rapat tersebut. Sebelumnya dalam jumpa pers di Kemenpora, Jumat (24/3) lalu Gatot mengatakan, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi akan menawarkan jumlah cabang olahraga dalam Asian Games 2018 sebanyak 38 hingga 39 cabang kepada Wapres RI selaku ketua Tim Pengarah Kepanitiaan Asian Games. Gatot menjelaskan, tawaran jumlah cabang olahraga dalam Asian Games XVIII sebanyak 38 hingga 39 cabang itu berdasarkan pertimbangan dari Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima), terkait potensi medali bagi kontingen tuan rumah. Selain jumlah cabang olahraga, Wapres juga akan meminta laporan perkembangan pembangunan maupun renovasi infrastruktur yang akan digunakan pada Asian Games di Jakarta dan Padang, salah satunya pembangunan wisma atlet di Kemayoran, Jakarta yang ditargetkan selesai pada Agustus. Selanjutnya, pada Minggu (26/3) ini Wapres juga dijadwalkan meninjau perkembangan renovasi gelanggang-gelanggang Asian Games di Jakarta, yakni Stadion Utama, Stadion Istora dan Stadion Akuatik di komplek Gelora Bung Karno, Senayan. (ant)
NBA Latih Basket Ribuan Anak Indonesia Jakarta (Bali Post)National Basketball Association (NBA) melatih hampir 10.000 anak Indonesia, bermain bola basket, melalui program Jr. NBA yang diadakan di Surabaya, Bandung dan Jakarta, dan resmi dibuka Sabtu (25/3) kemarin. Menurut Wakil Presiden Kemitraan Pemasaran Global NBA Asia Francesco Suarez, alasan menyelenggarakan acara yang sudah diadakan sejak tahun 2014 ini, karena mereka menganggap Indonesia memiliki banyak potensi di cabang olahraga bola basket. “Kami ingin meningkatkan kemampuan dan terutama membentuk sikap anak-anak dalam bermain bola basket mulai dari sportivitas, kerja sama tim, berlaku positif sampai saling menghormati satu sama lain,” ujar Francesco, di Cilandak Sports Center, Jakarta, kemarin. Dia melanjutkan, program Jr. NBA itu dimulai di Jakarta pada Sabtu (25/3) dengan agenda pelatihan terbuka (open clinic) untuk anak-anak, dan pelatihan bagi guru olahraga (coaches clinic) di Cilandak Sports Center, Jakarta. Rangkaian pelatihan itu, dilakukan sampai awal September, dan dilangsungkan pula di dua kota lain yaitu Surabaya dan Bandung. Kemudian, pada 8-10 September akan ada Jr. NBA National Training Camp yang diadakan di Jakarta. Tahapan ini akan diikuti 32 anak laki-laki dan 32 anak perempuan berusia 10-14 tahun. Dari kegiatan itu, nantinya dipilih delapan anak lakilaki dan delapan anak perempuan sebagai personel Jr. NBA Indonesia 2017 All Stars. Tim bintang ini selanjutnya berangkat ke luar negeri pada akhir tahun, untuk bertemu dengan Jr. NBA All Stars dari negara lain. Adapun seluruh kegiatan pelatihan dari awal sampai akhir diawasi oleh NBA melalui para pelatih yang berpengalaman, baik berasal dari Amerika Serikat maupun Indonesia. Dukungan juga datang dari Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia. Melalui juru bicaranya, John Johnson, Amerika Serikat berharap akan ada pebola basket Indonesia yang berkiprah di NBA dalam beberapa tahun lagi. “Semoga dalam 10 atau 20 tahun ke depan, ada pemain Indonesia berkiprah di NBA,” tutur Johnson. (ant)
BPM/dok
PERBASASI - Baseball dan Softball yang bernaung di bawah Pengprov Perbasasi Bali, bersama wushu, petanque, dan kabaddi resmi dipertandingkan pada Porprov Bali XIII di Giantar, 17-23 September mendatang. Sedangkan dua cabor ekshibisi yakni jong modo dan peksi (catur gajah), untuk golf dan rugby batal ekshibisi.
Porprov di Gianyar Pertandingkan 34 Cabor Peksi dan Joong Modo Ekshibisi
Gianyar (Bali Post)-
Pelaksanaan Porprov Bali XIII/2017, dipastikan mempertandingkan 34 cabor, minus senam, namun ada penambahan petanque, wushu, kabaddi dan softball/ baseball (Perbasasi). Sedangkan dua cabor ekshibisi yakni Peksi (catur gajah) dan bela diri joong modo. ‘’Rasanya penggodokan jumlah cabor sudah final, meskipun belum resmi diterbitkan SK,’’ tutur Ketua Umum KONI Gianyar, Ketut Jagrasunu di Gianyar, Sabtu (25/3) kemarin. Menurut dia, ke-34 cabor yang resmi dipertandingkan berdasarkan rapat terakhir dengan jajaran pengurus KONI Bali di sekretariat KONI Bali, Jumat (24/3) lalu. Dikemukakan, golf tidak masuk ekshibisi sebab kurang tepat lantaran
olahraga golf sudah mendunia dan banyak dikenal masyarakat, sedangkan rugby belum bergabung ke KONI Bali. Hanya, kata Jagrasunu, ekshibisi dua cabor memerlukan biaya lumayan, mengingat pelaksanaan pertandingan tiap
cabor Rp 150 juta, ditambah penyerahan kontingen kontestan cabor Rp 150 juta, sehingga tiap cabor ekshibisi mencapai Rp 300 juta. ‘’Jika dua cabor masuk ekshibisi kami mohon tambahan dana Rp 600 juta,’’ sebut Jagrasunu. Ia pun berharap, dua
cabor ekshibisi peksi dan joong modo benar-benar ditangani tenaga professional di bidangnya. Dijelaskannya, pihaknya telah menerima kucuran dana induk APBD Rp 13 miliar. Dana yang cair dialokasikan untuk persiapan kontingen Gianyar, selaku tuan rumah Porprov, serta rehab venue seperti GOR Silekarang untuk cabor karate dan taekwondo, lapangan SMKN 1, 2, dan 3 Sukawati yang dipakai gateball lintasan atletik di Stadion Dipta,
serta lapangan tembak yang menunggu nota kesepahaman (MoU) dengan desa adat. Jagrasunu juga masih menunggu turunnya dana di anggaran perubahan Rp 10 miliar, serta kucuran dari Pemprov Bali melalui KONI Bali Rp 4,7 miliar. Jagrasunu beharap, dana KONI Bali yang diberikan kepada tuan rumah Porprov Rp 4,7 miliar, bisa ditambahkan dua cabor ekshibisi Rp 600 juta, sehingga totalnya Rp 5,3 miliar. (022)
Sriwijaya FC Putus Kontrak Widodo Palembang (Bali Post)Manajemen Sriwijaya FC PT Sriwijaya Optimis Mandiri, memutus kontak pelatih kepala Widodo Cahyono Putro terhitung tanggal 30 Maret. Direktur Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri Dodi Reza di Palembang, Sabtu (25/3) kemarin mengatakan, keputusan ini diambil setelah manajemen klub melakukan evaluasi terhadap kinerja se-
luruh jajaran pelatih, setelah kegagalan di Piala Presiden. “Manajemen Sriwijaya FC sangat mengucapkan terima kasih kepada jajaran tim pelatih yang sudah memberikan kontribusi positif dan menunjukkan kerja keras yang baik, serta dedikasi tinggi selama ini. Manajemen Sriwijaya FC juga mendoakan semoga karier kepelatihan coach Widodo Cahyono Putro dan tim pelatih lainnya akan
terus meningkat ke depannya,” kata Dodi. Ia mengatakan, untuk menghadapi Liga 1 Indonesia yang diperkirakan akan bergulir pada 15 April, manajemen klub telah memiliki pelatih pengganti. Pelatih anyar ini masih dirahasiakan namanya, karena manajemen akan mengumumkan secara resmi pada beberapa hari mendatang. “Sebagai pengganti akan
Indra Sjafri Pulangkan 12 Pemain
ada pelatih baru yang akan datang secepatnya dan diperkirakan dalam 1-2 hari ke depan sudah akan memimpin latihan Sriwijaya FC,” kata putra sulung Gubernur Sumsel ini. Widodo yang tercatat sebagai mantan asisten pelatih Timnas ini resmi mengarsiteki “Laskar Wong Kito” pada 9 April 2016, untuk menghadapi kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC).
Kala itu, manajemen Sriwijaya FC memutuskan tidak lagi memakai pelatih Benny Dollo, yang telah gagal untuk memenuhi target juara pada sejumlah kompetisi. Sementara bersama Widodo, Sriwijaya FC finis ada urutan ke-4, atau gagal memenuhi target juara dan di kompetisi terakhir, Laskar Wong Kito terjungkal pada babak delapan besar Piala Presiden 2017. (ant)
Termasuk Kadek Agus Yoga
Jakarta (Bali Post)Pelatih tim nasional U-19 Indra Sjafri memulangkan 12 pemain seleksi pada Sabtu (25/3) kemarin, karena dianggap belum memenuhi syarat untuk mengisi skuad. Sebagai pengganti para pemain tersebut, Indra memanggil 12 pesepak bola baru yang nantinya bergabung dengan rekan-rekannya di pemusatan latihan (TC) timnas U-19 di Lapangan Atang Sutresna, Cijantung, Jakarta Timur. “Namun, jika di antara 12 pemain baru nanti kualitasnya di bawah 12 pemain yang dipulangkan, maka bisa saja dari 12 pemain dipulangkan yang kami panggil lagi,” kata Indra di Jakarta, kemarin. Dengan didatangkan namanama baru dengan jumlah yang sama, artinya tetap ada total 35 pemain U-19 yang mengikuti pemusatan latihan. Personel seleksi nantinya bertambah pula, dengan bergabungnya belasan pemain Indonesia yang dipanggil dari
luar negeri untuk disaring pada 6-10 April nanti. Timnas U-19 sendiri sudah seminggu menjalani pemusatan latihan di Lapangan Atang Sutresna, Cijantung, Jakarta Timur. Mereka kembali memulai latihan pada Senin (27/3) besok dan djiadwalkan berlangsung sampai 6 April. Anak asuh Indra Sjafri nantinya mewakili Indonesia pada Piala AFF U-18 pada September di Myanmar. Di kompetisi tersebut, Garuda Muda bergabung di Grup B bersama Vietnam, Brunei Darussalam, Filipina, Selandia Baru dan tuan rumah Myanmar. Selain itu, tim nasional U-19 akan bertanding kualifikasiputaran final Piala Asia tahun 2018 dan diharapkan bisa menembus Piala Dunia U-20 tahun 2019. Adapun daftar 12 pemain yang dipulangkan adalah Chairil Zul Azhar (kiper-Aceh), Reza Fahlevi (belakang-Aceh), Syarifudin Hidayatulloh (tengah-Riau), Riansyah Rah-
madani (belakang-Sumatera Selatan), Muhammad Rafly Nursalim (depan-DKI), Eka Febri Yogi (belakang-Jawa Timur), Feby Eka Putra (tengah-Jawa Timur), Endong Tirtayasa (Depan-Nusa Tenggara Timur), Kadek Agus Yoga Arta Wardana Putra (tengah-Bali), Harlan Suardi (Kiper-Sulawesi Selatan), Syarifuddin A Yusuf (belakang-Sulawesi Barat) dan Muhammad Zidane Pattiha (tengah-Maluku). Sementara 12 pemain yang masuk yakni Januarius (kiperDKI), Reza Febrian (kiper-DKI), Jumara Arsyad (belakangSumatera Barat), Rachmat Irianto (belakang-Jawa Timur), Mario Jardel (belakang-Jawa Barat), Rama Niko (tengahRiau), Ferdian Yusri (tengahSumatera Barat), Adha Nur Rochim (tengah-Jawa Tengah), Gulam Fathurohman (belakang-Riau), Jefri Bisae (depan-Papua), Bayu Sanjaya (tengah-Sumatera Utara) dan Diva Firdaus (depan-Sumatera Barat). (ant)
Jakarta (Bali Post) Pelatih Satria Muda (SM) periode 2013-2016 Cokorda Raka Satrya Wibawa, mengatakan, SM Pertamina adalah tim yang paling berpeluang juara di Liga Bola Basket Indonesia (IBL) 2017. Menurut pria yang akrab disapa Wiwin itu, ketika ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta, Sabtu (25/3) kemarin, SM memiliki kekuatan personel yang merata dan solid di semua lini. “Selain itu, catatan sebelum playoff mereka baru sekali kalah dari 14 pertandingan,” ujar Wiwin.
SM Pertamina memang menjadi satu-satunya tim di IBL 2017, yang hanya mencatatkan satu kekalahan dari Seri I sampai Seri VIII. Hasil tersebut membuat tim asuhan Youbel Sondakh, berhak menduduki peringkat teratas Divisi Merah IBL 2017, dan langsung mengisi satu tempat di babak empat besar atau “final four”, bersama juara Divisi Putih, Pelita Jaya EMP Jakarta. Sementara terkait peluang kuda hitam Pacific Caesar Surabaya, Wiwin menganggap mreka bisa membuat kejutan di babak playoff, karena memiliki
dua pemain asing dengan kualitas mumpuni, Kevin Loiselle dan David Seagers. “Pemain asing berperan besar dalam menentukan hasil laga. Karena ini playoff, jadi agak susah ditebak,” tutur dia. Playoff IBL 2017 sendiri dimulai pada 31 Maret-3 April di Surabaya, diawali laga antartim Divisi Merah, CLS Knights Surabaya, juara IBL 2016, menghadapi Bank BJB Garuda Bandung. Kemudian, ada pertandingan Divisi Putih, Pacific Caesar versus W88.News Aspac pada 7-10 April di Bandung. (ant)
SM Paling Berpeluang Juara IBL
Gede Made Anom Prenatha
BPM/dok
Caketum Asprov PSSI Bali Paparkan Visi dan Misi Denpasar (Bali Post)Calon ketua umum (caketum) Asprov PSSI Bali yakni Komang Mahendra Wistawan, Wayan Suata, Ketut Suardana dan incumbent IGG Putra Wirasana, berkewajiban memaparkan visi dan misi di KONI pada Sabtu (1/4) mendatang. Ketua Komite Pemilihan Gede Made Anom Prenatha di Denpasar, Sabtu (25/3) kemarin menjelaskan, selain caketum, calon waketum yakni Eko Supriadi IGAN Anom Jaksa Saputra dan Wayan Artanayasa juga menyajikan visi dan misinya, termasuk calon anggota executive committee (exco) Ketut Sukadana dan IGN Ketut Tiksena. ‘’Proses pemilihan terus berjalan sesuai dengan tahapan dan tak ada protes atau keberatan dari calon yang tereliminasi, misalnya Nyoman Graha Wicaksana, Gede Gepeng Subrata dan
Putu Ngurah Ardika,’’ tutur Anom Prenatha. Dikemukakan, pascapenyampaian visi dan misi, tahapan berikutnya pada kandidat yakni masa kampanye sampai dengan 7 April, kemudian masa tenang dua hari dan pada 9 April dilakukan pemilihan ketua umum Asprov PSSI Bali. ‘’Total suara yang diperebutkan 27 pemilik suara,’’ katanya. Berdasarkan data yang masuk, kata Anom Prenatha baru 12 suara yang mengajukan calon ketua, wakil ketua, maupun anggota exco. Dia mencontohkan, Putra Pemenang mengusulkan Gede Gepeng Subrata dan Putu Ngurah Ardika, tetapi keduanya memilih tak mau dicalonkan, berarti suara Putra Pemenang menjagokan salah satu figur. ‘’Saya kira Putra Pegok juga belum mengusung seorang kandidat,’’ jelas Anom. (022)
LAGA
12
Minggu Kliwon, 26 Maret 2017
GP Australia
Hamilton Start Terdepan Melbourne – Pebalap Mercedes, Lewis Hamilton merebut pole position balapan F1 GP Australia setelah menjadi yang tercepat pada sesi kualifikasi, Sabtu (25/3) kemarin. Bagi Hamilton ini merupakan pole ke-62 sepanjang karier dan keenam di Sirkuit Albert Park, Melbourne. Hamilton membukukan catatan waktu lap tercepat dengan 1 menit 22,188 detik. Dia unggul 0,268 detik atas pebalap Ferrari, Sebastian Vettel. Ferrari akan start dari baris terdepan untuk pertama kali sejak GP Singapura 2015. Rekan setim Hamilton, Valtteri Bottas, menempati posisi ketiga. Kimi Raikkonen (Ferrari) bercokol di peringkat keempat dan Max Verstappen (Red Bull) berada di urutan kelima. Hamilton tak menyangka mobil F1 W08 miliknya tampil apik di Australia. Menurutnya, para pekerja dalam tim Mercedes telah bekerja dengan baik. “Setelah berjuang dengan beberapa masalah di Barcelona, kami tak tahu apakah memiliki masalah yang sama di sini. Apa yang mengembirakan adalah kami tiba di sini hanya dalam waktu satu pekan dan mobil sudah seperti yang kami harapkan,” tutur Hamilton. “Ini adalah perasaan yang hebat dan semua orang telah melakukan pekerjaan yang sangat fantastis. Kami benarbenar tak tahu dimana posisi kami. Saya akan mengemudi secepat mungkin, sebisa saya untuk memenangi balapan ini,” tambahnya. Romain Grosjean
(Haas), Felipe Massa (Williams), Carlos Sainz (Toro Rosso), Daniil Kvyat (Toro Rosso), dan Daniel Ricciardo (Red Bull) melengkapi posisi 10 pebalap terdepan. Ricciardo tak menyelesaikan kualifikasi ketiga (Q3) karena mengalami crash. Pebalap debutan Williams, Lance Stroll, mengakhiri kualifikasi di posisi ke-19. Namun, dia akan memulai lomba dari grid terakhir karena terkena hukuman turun lima posisi start setelah mengganti girboks, menyusul kecelakaan pada sesi latihan bebas ketiga (FP3). Debutan lainnya, Antonio Giovinazzi (Sauber) yang menggantikan Pascal Wehrlein bakal start dari posisi ke-16. Start F1 GP Australia akan dimulai hari ini. Tahun lalu, Lewis Hamilton juga start dari pole position, tapi dia hanya finis kedua di belakang Nico Rosberg. Calon Penantang Melihat hasil kualifikasi, ada dua calon penantang Mercedes di musim ini yaitu Ferrari dan Red Bull. Mobil yang akan digunakan tim Ferrari ialah SF7OH. Seluruh komponen tim Ferrari optimistis bisa berbicara banyak pada bala-
pan 2017. Driver Ferrari, Kimi Raikkonen juga merasa senang dengan mobil anyar timnya. Bahkan ia teringat dengan mobil era 2007, ketika ia menjadi juara dunia. Raikkonen mendapatkan motivasi baru untuk tampil maksimal pada perhelatan balapan tahun ini. “Ada cukup perubahan peraturan besar, sehingga mobil memiliki lebih banyak grip dan mobil-mobil yang lebih cepat karena itu,” kata Raikkonen. “Mobil sedikit berbeda, tetapi lebih seperti apa yang pernah digunakan pada masa lalu. Mobil berbeda, tetapi jika lebih mudah atau lebih sulit untuk mendorong itu, tergantung. Saya pikir itu selalu sulit untuk pergi cepat, tapi itu bagus,” lanjutnya. Tidak hanya Raikkonen,
Sebastian Vettel juga sempat memimpin tes pada hari ketiga F1 Barcelona. Namun, konsistensi saat tes pramusim akan diuji saat melakoni balapan sesungguhnya. Satu lagi tim yang bisa menghentikan hegemoni Mercedes ialah Red Bull Racing. Bermaterikan mobil RB13, Daniel Ricciardo dan Max Verstappen akan berusaha memberikan yang terbaik. Sebab, sepanjang tes pramusim Red Bull cukup konsisten dengan mampu menembus posisi lima besar setiap tes pramusim yang mereka lakoni. Ricciardo juga harus memanfaatkan celah yang ada untuk meraih poin maksimal. Khusus untuk seri perdana di Melbourne, Ricciardo bisa mengumpulkan poin sebanyakbanyaknya agar persaingan ke depan lebih mudah dianalisis. Nah, patut dinantikan siapa yang mampu menyaingi Hamilton dan Bottas musim ini. (kmb33/rtr/ap)
Hasil Kualifikasi: 1. Lewis Hamilton (Mercedes) 1 menit 22,188 detik 2. Sebastian Vettel (Ferrari) +0,268 detik 3. Valtteri Bottas (Mercedes) +0,293 4. Kimi Raikkonen (Ferrari) +0,845 5. Max Verstappen (Red Bull/Renault) +1,297 6. Romain Grosjean (Haas/Ferrari) +1,886 7. Felipe Massa (Williams/Mercedes) +2,255 8. Carlos Sainz (Toro Rosso/Renault) +2,299 9. Daniil Kvyat (Toro Rosso/Renault) +2,324 10. Daniel Ricciardo (Red Bull/Renault) -
Miami Terbuka
Nadal Lolos dari Babak Pertama Key Biscayne – Rafael Nadal sukses melewati rintangan pertamanya di turnamen Miami Terbuka. Petenis Spanyol yang menjadi unggulan kelima itu pun lolos ke babak ketiga. Pada pertandingan babak kedua yang dilangsungkan di Crandon Park Tennis Center, Key Biscayne, Florida, Amerika Serikat, Jumat (24/3) waktu setempat, Nadal mengalahkan petenis Israel, Dudi Sela. Dia menang dua set langsung 6-3, 6-4 dalam waktu 1 jam dan 21 menit. Dalam kariernya di dunia tenis profesional, Nadal belum sekali pun menjuarai Miami Terbuka. Sudah empat kali Nadal kandas di final pada 2005 (vs Roger Federer), 2008 (vs Nikolay Davydenko), 2011 (vs Djokovic), dan terakhir 2014 (vs Djokovic). Di babak ketiga, Nadal akan berhadapan dengan petenis Jerman, Philipp Kohlschreiber yang lolos setelah menundukkan Taylor Fritz (AS). Pada pertandingan lainnya, unggulan ketiga Milos Raonic juga melangkah
ke babak ketiga. Petenis Kanada itu mengalahkan Viktor Troicki (Serbia) 6-3, 7-5. Raonic merasa kondisinya sudah kembali kuat usai mengalahkan Troicki. Bulan lalu, petenis unggulan ketiga itu mundur dari final turnamen Delray Beach Terbuka karena mengalami cedera kaki kanan. Cedera itu juga memaksanya mundur dari Meksiko Terbuka dan BNP Paribas Terbuka. Namun, kini dia merasa kondisi kesehatannya sudah kembali normal. “Saya senang bisa tampil kuat lagi, bahkan hari ini bisa menang dan saya mempunyai kesempatan untuk bermain dalam dua hari,” kata petenis nomor lima dunia tersebut. Raonic tidak terlalu sulit untuk meraih set pertama dan memimpin 3-1 pada set kedua sebelum Troicki bangkit. Petenis peringkat ke-38 dunia asal Serbia itu sempat menyamakan kedudukan 5-5, sebelum Raonic menekan untuk mengamankan break penentuan.
Dia mengatakan bahwa permainannya terbantu oleh dukungan dari pelatihnya Jesse Levine. “Dia orang yang hebat yang saya dapatkan, dan dia orang yang saya ajak main di lapangan dalam waktu yang lama,” kata Raonic. Raonic selanjutnya akan melawan Jared
Donaldson (AS). Sementara itu, unggulan kedua asal Jepang Kei Nishikori mengalahkan Kevin Anderson (Afrika Selatan) 6-4, 6-3. Nishikori akan bertemu Fernando Verdasco (Spanyol) atau Ernesto Escobedo (AS) di babak ketiga. (kmb33/rtr)
Data dan Fakta di GP Australia
n Australia akan jadi tuan rumah F1 GP untuk kali ke-22 atau yang ke-20 sebagai seri pembuka.
n Sirkuit Albert Park memiliki panjang 5,303 km dan memiliki total 16 tikungan. Di musim ini, balapan nanti akan berlangsung selama 58 lap. nDari semua pembalap yang akan tampil, Lewis Hamilton dan Kimi Raikkonen jadi pembalap yang paling sering juara di GP Australia. Mereka samasama mengoleksi dua kemenangan. Kimi meraihnya pada 2007 bersama Ferrari dan 2013 (Lotus). Sedangkan Hamilton jadi juara di Australia pada 2008 (McLaren) Rafael Nadal
dan 2015 (Mercedes).
nDengan usia 37 tahun, Kimi Raikkonen akan jadi pembalap tertua dari F1 2017. Sedangkan Lance Stroll akan jadi pembalap termuda (18 tahun) dan satu-satunya rookie di musim ini. n Lewis Hamilton berpeluang menyamai rekor Michael Schumacher jika sukses merebut pole position di balapan nanti. Saat ini Hamilton sudah mencatatkan lima pole position di GP Australia. n Lewis Hamilton sudah mencatatkan enam podium selama tampil di GP Australia. Jika kembali naik podium pada balapan nanti,
ia akan memecahkan rekor Schumacher. n Sejak jadi tuan rumah F1, belum ada pembalap Australia yang berhasil naik podium di Albert Park. Musim lalu, Daniel Ricciardo hanya mampu finis di posisi empat. nMcLaren jadi tim yang paling sering menjuarai GP Australia. Mereka tercatat sudah memenangi 11 GP Australia, diikuti Ferrari (7) dan Williams (5). n Dalam dua tahun terakhir, pembalap yang tampil sebagai pemenang di GP Australia akan keluar sebagai juara dunia di akhir musim.
BPM/rtr
Booker Torehkan Rekor di NBA
Phoenix – Pemain muda Phoenix Suns Devin Booker menorehkan tinta emas pada laga NBA, Sabtu (25/3) kemarin. Booker mencetak 70 angka saat Suns berhadapan dengan tuan rumah Boston Celtics. Booker mengukir rekor sebagai pemain termuda sepanjang sejarah NBA yang bisa melesakkan 70 poin dalam satu laga NBA. Booker baru berusia 20 tahun. Dia menjadi pemain keenam yang bisa membuat 70 poin di satu pertandingan. Kini Booker sejajar dengan legenda-legenda NBA, seperti Wilt Chamberlain, Kobe Bryant, David Thompson, David Robinson dan Elgin Baylor. Kobe merupakan pemain terakhir yang mencetak di atas 70 angka. Sepuluh tahun lalu, Kobe melesakkan 81 poin. Torehan 70 angka Booker menjadi poin tertinggi yang dicetak seorang pemain dalam satu laga NBA musim 2016/2017. Booker mengalahkan catatan bintang Golden State Warriors Klay Thompson yang mencetak 60 angka November lalu. Booker juga mencatatkan diri sebagai pemain termuda ketiga yang sudah bisa mencetak 50 angka lebih dalam satu pertandingan NBA. Dia hanya kalah dari LeBron James dan Brandon Jennings. Sayangnya kegemilangan Booker tak mampu menyelamatkan Suns dari kekalahan. Celtics menang 130-120 pada laga NBA yang digelar do TD Garden itu. Sementara itu, hampir seluruh pemain Golden State Warriors mencetak double saat mengalahkan Sacramento Kings dengan skor 114-100 di Oracle Arena. Pada pertandingan ini, Stephen Curry menampilkan pertunjukan yang luar biasa dengan mencetak 27 poin, tujuh rebound, 12 assist dan enam steal. Seluruh pemain yang turun Warriors di pertandingan ini sebenarnya punya peluang untuk mencetak double. Adalah Sean Livingston (8), Andre Iguodala (9), JaVale McGee (9), David West (8) dan Ian Clark (10). Warriors sekarang telah memenangkan enam secara berturut-turut. Selanjutnya, runner-up NBA musim lalu itu akan menghadapi Memphis. (kmb33/ap)
Hasil Lengkap NBA
Devion Booker
BPM/rtr
DEPAN - Pembalap Mercedes Lewis Hamilton merayakan keberhasilannya start terdepan di GP Australia.
BPM/ap
Brooklyn Cleveland Detroit Denver Phoenix Philadelphia Atlanta New Orleans Minnesota Sacramento
vs Washington 108-129 vs Charlotte 112-105 vs Orlando 87-115 vs Indiana 125-117 vs Boston 120-130 vs Chicago 117-107 vs Milwaukee 97-100 vs Houston 107-117 vs L os Angeles 119-130 (OT) vs Golden State 114-100
Fernando Alonso
BPM/rtr
Alonso Belum Puas
Melbourne Pembalap Mclaren, Fernando Alonso, mengaku tidak puas setelah hanya meraih hasil Posisi start ke-13 di sesi kualifikasi GP Australia, Sabtu (25/3) kemarin. Setelah drama pramusim di Barcelona, banyak yang memperkirakan Mclaren akan memulai balapan GP Australia pekan ini dari posisi paling belakang. Alonso berhasil lolos ke Q2 dan akan start dari barisan keenam. Meski pembalap Spanyol itu mengaku telah memaksimalkan potensi mobilnya, ia tetap tidak puas dengan raihan start P13. “Saya senang bisa memaksimalkan potensi mobil, tetapi saya
tetap tidak puas dengan raihan P13,” ucap Alonso. “Kami masih belum yakin dengan reliabilitas dan seberapa kompetitif mobil kami. Kami memang tampil relatif tanpa masalah pekan ini dan bisa menyelesaikan kualifikasi di posisi ke-13. Mengingat kami menjalani tes pramusim yang sulit di Barcelona, saya cukup senang karena pekan ini kami bisa melakukan pengaturan pada mobil dan memaksimalkan potensinya,” imbuhnya. Direktur Honda F1 Yusuke Hasegawa berencana meningkatkan tenaga mobil yang bakal digunakan Fernando Alonso untuk Formula 1 (F1) musim ini. Hal itu berguna, agar Honda
tak kalah bersaing dengan Mercedes. “Perbedaan tenaganya besar. Meningkatkan tenaga itu dibutuhkan, tapi untuk melakukan itu anda harus mengubah perangkat keras power unitnya,” kata Hasegawa. “Jadi, saya sedang mengembangkan power unitnya, tapi butuh waktu untuk menyelesaikanya. Saya inginnya selesai dalam dua bulan,” ujar Hasegawa menambahkan. Rencananya, perubahan power unit yang baru akan tetap mempertahankan turbin ganda dan kompresor yang telah digunakan musim lalu. Namun, akan ada perubahan dalam hal perangkat kerasnya. (kmb33/ap)
Sastra
Redité Kliwon, 26 Maret 2017
I Kaki Dengkil
Cundagabrata KERÉK-kerék, raris kerok-kerok I Dongkang ring jelingjing samping kubon I Kaki Dengkilé. Asapunika ngebekin kuping kantos tengah wenginé jagi rauh. “Béh... mara duang dina tusing ujan, sagét I Dongkang suba ngibukang ujané cara tusing tuun suba atiban. Yén cara kéné imaluan, sinah I Irengan lega pesan kenehné. Di lemahé, kema-mai nyiksik ngalih woh-wohan nasak. Di petengé nyabsab madu kela.” I Kaki Dengkil éling rihiné makéh Irengan panggihina klesat-klesét nglanting ring taruné agung. “Kija ja lakuna I Irengan? Tusing taén tepuk jani buroné madan I Irengané ento!” Dawegé alit I Kaki Dengkil sané sering ajaka antuk kakinné makbak alas ngrereh genah nyepi, éling ring buroné makéh pisan panggihina. Sampunang sampun takénanga I Lelipi Ooh, I Céléng Alas, I Kijang, kantos I Kekua muah I Klesih tur I Landak. I Kaki Dengkil maselselan mamarna sayan sué sayan nelasang buroné. Sampunang sampun sekancan paksi, telas paksiné jeeta, lampusa, jaringa, sebuné paspasa. I Cerukcuk sayan ngedikang ngocé semengané ngetaraang Sang Hyang Surya matangi. Kantos I Precét nyansan ngedikang pakrécét sabilang semengan. Sayuwakti nggih? Makéh buroné sané nénten naan nglintang ring margi agungé. Napi malih wénten sané kantos ngranjing ka puri, gria, tur paumahan jagi ngwales solah jatmané sakadi satuané. Tuah I Bojog Klau sané nyansan sué, nyansan ngakéhang. Kelik-kelik matané nyaru layah sakadi sué nénten polih tatedaan. Mangda olasina antuk jatmané, entungina biu surudan nang abulih. Dlélap-dlélep celekotokané nlektekang bajang-bajangé nyuun banten. Wantah lénga akidik, sagrepa bésék banten pamedeké. Wantah nénten kenianga, sumpel, ranté, miwah gelang pamedeké ambésa plaibanga raris pakpaka kantos benyah lidek. Punika aksinin, ring Pura Uluwatu, ring Sang Hyang Ambu, napi malih ring Pura Pulaki, nyansan ngakéhang I Bojog Klau. Ngangobin pisan, wantah rihiné bojogé punika kanten monoh-monoh, mangkin sampun rengas, bringas sakadi prémané wawu usan neda sabu-sabu madaging arak makudang clegekan. Mangkin sampun tengahing dalu, I Kaki Dengkil iteh ngamanahang buroné sané sampun nyansan ngakéhang sirna saking jagaté puniki. Sampun makéh naler wilangan taru sané sirna. Sorohan I Eka Pramana tur I Dwi Premana sampun makéh sané sirna saking Jagat Patiné puniki. Malih pidan, sorohan jatmané jagi sareng sirna? “Ngudiang sorohan buroné ané luung-luung bikasné ané sirna? I Macan tur I Singa ané kasub kawicaraang di sejeroning lintar Niti Sastrané suba nyansan medikang urip di jagaté. Kéto masé I Irengan ané kasub wicaksana, titib ri kala neda, nawang ningkén patut teda tur nikén ané tusing sandang teda, jani tusing ada ngenah. Makejang suba ubuhina? Anggona lalilan tekén bangsan déwéké? Sané dados abot bligbaganga antuk I Kaki Dengkil ngeninin soroh buron tur soroh taruné sané sirna, akéhan sané solahné sandang katiron. I Bingin sané ngayomin sekancan buron. Nyayagaang déwékné dados umah sekancan buron, mangkin sampun nyansan nyirnanyang. Napi malih taruné sané maguna kanggén ngwangun umah, sinah sampun méweh pisan ruruh mangkin. “Apa kéto masé bangsan déwéké masé kakéto? Sekancan soroh jatmané ané masolah daivi sampad sayan medikang jani? Apa sajan manusané ané masolah asuri sampad jani nyansan ngliunang?” Asapunika I Kaki Dengkil ngalaca-laca padéwékan. Kocap waluya asapunika pikamkamnyané. Manusané wantah wénten kekalih wilangan solahné. Sané masolah kadéwatan, solahné alep tur pekik sakadi solah para déwatané makasami ring swarga loka. Sakadi widyadara-widyadariné sané kasub alus tangkepnyané kantos ka sapta patala. Sané siosan sané masolah asuri sampad kabaos, masolah karaksasan, neda sarwa basa, masolah corah, kebeking irsya, murka, tur pating jlampit. Kenjekan mamanah asapunika, masruét malih ring manah I Kaki Dengkilé éling ring solah I Irengané, I Cundaga kabaos. Solahné titib ri kala neda. Nyeliring tatedaan sadurung nada. Usan neda sadurung betek basangné, neda sadurung marasa layah. “Ento ké mawananan ada ané kabaos Cundagrabrata? Makadi Sang Angawarat mangdané niron solah I Cundagané? Apang pangageng jagaté ento nyelehin ngraksa ané patut raksana. Tusing pesan dadi nyemak ané tusing patut gelahanga? Apang tusing mamangsang, telahanga makejang druén pameréntahé juanga abana mulih?” Asapunika I Kaki Dengkil nepasin. Uningina, Sang Angawaraté aluh pisan mamaling ngalang, korupsi punika kabaos sakadi mangkiné. Sampun ké sabatek Sang Angawarat tur Danéswarané ngelarang Cundagabrata? Dusurang tepasin.
(Jelantik)
Jagal Gedé Ariés Pidrawan DASA tiban suba tiang magedi uli désa ngengkebang lek lan gedeg basang. Lek lan gedeg ulian kasambat panak jagal. Ané makrana, Bapa Wagé, nyaman bapan tiangé, uan tiangé, mati ulung di pangkungé ri kala magandeng ajak bapan tiangé ka kota meli mamaan kedis. Mirib liu anaké sebet tekéning bapan tiangé. Bapan tiangé kapisuna. Bapa Wagé orahanga tusing mati ulung uli montoré, sakéwala mati ulian bapan tiangé ané nuludang ka pangkungé. “Yén I Wagé mati, sinah I Soma padidi ané lakar ngalapin tegal panglingsirné ané ma-héktar-héktaran ento,” kéto pepes dingeh tiang raos di sisi ngundukang matinné Bapa Wagé. Yén pineh-pinehin, bani tiang mastiang, abedik tusing ada bapan tiangé malaksana buka kéto. Yadiastun bapan tiangé tuah maan duman tegal abedik, ento suba cukup. Duén panglingsir ngudiang ento pagarangin. Magaé selegang apang nyidaang meli tanah mara luung. Kéto pepes bapan tiangé nuturin. “Béh, mula jagal Bapan Cainé Tu,” kéto sesambatan anaké di sisi ri kala macunduk ngajak tiang. “Bapan Cainé pasti suba nyelapang ngulungang I Wagé di pangkungé mapan Bapan Cainé gedeg tekén I Wagé,” kramané ané
lén nglanturang. “I Wagé mautang liu tékan Bapan Cainé. Tusing nyak ia nguliang. Demen ia matajén nganti ngutang gegaén. Ento ané ngranaang Bapan Cainé gedeg. Sing kéto Tu?” Ningehang munyi kakéto, tiang nyaru-nyaru. Tiang tusing dot ningehang. Apabuin nyelepang ka keneh. Sing sajan tiang percaya. Ané percayain tiang, bapan tiangé tusing malaksana kéto. Yén seken bapan tiangé ané makrana Bapa Wagé mati, sinah suba mabui. Ené tuah pisuna apang tiang mabyayutan di kulawarga. Sesainé, suba tawang kénkén degdegné i bapa. Kalingké lakar ngamatiang jelema, ngamatiang buyung bapan tiangé tusing bani. Tiang nawang bapan tiangé, dharma ané kajalanin. Sengkalané, misan tiangé, Gedé Ger, nyak ngugu raosé di sisi. Ia percaya mula bapan tiangé ané makada bapanné mati. Dadiné, brangti ia ngajak kulawargan tiangé. Brangti ngajak nyama ngaé idup tiangé uyang. Ané makada tiang marasa uyang, Gedé Ger las ati mrangtinin tiang ngengsapang tresna manyama ané pidan-pidan. Bawak, sajan-sajan bawak ia ngelah basang kanti nyak ngugu raos ané boya-boya. Gedé Ger sujatiné suba anggon tiang adi. Dugasé SD setata
13
sibarengan tiang majalan masuk. Ia pepes tusing ngaba bekel. Tiang ané mekelin. Kéto masih yén malajah, buku-bukunné makejang tiang meliang. Disubané SMP, tiang ané ngandéng ia ngajak ka sekolah. Bekel tiangé tambunang tiang apang nyidaang meliang ia baju lan buku. Iraga suba cara nyama tugelan. Kija-kija mabarengan. Méh-méhan, pepesan jumah tiangé ia ngoyong lan madaar katimbang jumahné padidi. Boya ja tiang demen nuturang kajelekan anak. Sing jail sing labih nak pajalan idup adané. Bapa Wagé demen matajén, demen mamunyah, demen masih ngalua, pokokné tusing taén ngoyong jumah. Nang pinehin, di kénkéné ia ngidang ngrunguang panak? Inget tekén ento bayun tiangé kecud. Dadi ati Gedé Ger mrangtinin tiang tur ngengsapang trésna ané suba baang tiang. Ento ané makada tiang magedi merantau ka dura désa. Jani disubané dasa tiban tiang ngutang umah, makita tiang mulih nelokin mémé lan bapan tiangé jumah. Apabuin i mémé pepes ngebél ngorahin tiang mulih, ngorahang raganné suba lingsir lan pepes marasa iseng krana tuah ajak padaduanan nongosin umah. Mémé masi ngorahang i bapa suba nyansan royod. Mapangidih i mémé apang tiang mulih, apang nyak tiang ngoyong jumah ngitungang sanggah, umah, lan manyama braya. Mirib kangenné sing nyidaang ngengkebang ngelah panak adiri buin joh ané makada cucud i mémé ngorahin tiang mulih. Isinin tiang keneh mémén tiangé ento. Dasa tiban tiang magedi, saget désané suba malénan sajan. Jalané jani suba ma-hotmix. Lén dugasé dasa tiban ané suba liwat, enu gladagan. Kéto masi di sisin jalané, jani suba liu ada umah, ada masi toko, lan bangunanbangunan lénan. Angob tiang ningalin perubahan désané. Rasaang mara ibi tiang malaib ngalahin désa, saget jani suba liu len né. Perubahan mula becat majalan. Beneh buka anaké ngorahang, perubahanlah yang kekal. Di jumah sagét suba ramé. Tiang makesiab, ada apa né? Mémé ngorahang di paibon mani rainan, jani makarya guling sawiréh mémé lakar mapinton. Béh, lek marasa tiang, ulian gegaén kanti engsap tekén rainan. Elek masi ngajak nyama braya ané teka nulungin ngutang gegaéné, sakéwala tiang mara teka. “Ampura, nyaman tiangé sareng sami, titiang buta bongol niki ten uning napi,” kéto tiang matur kuala basa-basi. “Ah sing kenapa Tu, Putu ngoyong joh kénkénang nawang. Anak merantau adané, Beli tusing ja tandruh,” Beli Ngurah ané ngoyong dajan umahé masaut. “Men kénkén kabar Putuné jani? Nyak seger?” Beli Putra matakon. “Nah astungkara ajanian tiang seger Beli. Dumadak sih Ida Sasuhunan ngicén karahayuan apang terus nyidaang tiang ajak Beli magendu rasa tulén jani.”
Balikang tiang takuté, mirib Gedé Ger suba nyidaang nerima unduké ané pidan? Mogi-mogi Gedé Ger suba makeneh lantang lan tusing ngugu munyi di sisi. “Ampura Beli, tuni tiang kadung ngatehang Mémé ka puskesmas. Dadinné tusing tiang ngidaang nulungin Beli mai.” “Nah tusing kenapa Dé, né penting suba dini jani. To kenapa I Mémé adi ka puskésmas?” “Panés awakné uli ibi, padalem ngrahngah-ngruhnguh di pasaréané. Jani suba luungan sekat maan ubad uli puskésmas.” “Nah dumogi ja I Mémé nglantas seger.” Sambilang nutur, sambilang masi tiang nginem tuaké. Duuré suba rasaang uyeng-uyengan. Yadiastun suba marasa ngahngah muané baan punyahé, enu karasa gedé bayuné sawireh Gedé Ger mara sajan teka mai. Yén gedinin masaré, sinah ia salah tampi. Apabuin suba nyak leket buin manyama buka ané simalu dugasé iraga enu leket ngajak dadua. Niki wantah paswécan Widhi. Tresna asih manyama mula tusing nyidaang kakalahang baan pisuna, kéto tiang makeneh. Tusing rugi tiang mapangacep sabilang wai apang Gedé Ger énggal sadar. “Tiang nunas iwang tekén Beli, taén tiang mrangtinin Beli nganti Beli malaib uli jumah,” Gedé Ger ngraos sambil menékang gelas misi tuak jaka. “Eda ento buin raosanga. Iraga manyama pastika taén sumpil. Ané penting iraga dueg ngamanahin sekancan pikobet, ento ané utama,” tiang nyautin. Jani tuah padaduanan nutur sawiréh timpalé suba pada mulih. Yadiastun padaduanan, tuturé luket buka anak matunangan ané mara kacunduk. Liu tuturé, sakewala bedik ané nyidaang leket di otaké sawireh sirah tiangé suba uyeng-uyengan. Maglebug tiang di patongosan. Bes kaliwat punyah tiang tusing inget apa. Mirib punyahé ané makada. Tiang ngipi jelék. Tepukin tiang Gedé Ger slegak-slegak buka jelema sukak. Sirahné nungah, paningalané nelik buka siap kebusan. Lima lan batisné ngapékpak buka jelema kelem di pasihé. Makesyor bayuné. Nadaksara tiang takut. Bangun, tingalin tiang Gedé Ger nylekétég di sampingé. Uli cunguh lan kupingné pesu getih. Ngecor getihné, kanti belus bajunné. Paningalané nungléh, layahné malédléd. Ené ngipi apa seken? Tiang makeneh, nguda bisa kéné, nyén ané makada? Tepuk bapan tiangé di sampingné. “Tu tulungin Bapa ngutang bangkéné di pangkungé, clempungang bareng montorné ditu. Ortaang ia labuh ulian punyah. Warisané makejang tuah Putu jani ané ngelahang.” Makebyeng péléngané. Macepol bayun tiangé. Lek lan gedeg maadukan. Buin mani tiang lakar magedi. Joh. Mirib tusing lakar buin ngenjek natah umahé ené. -0-
Saking Langit Bali
Aswamédha Parwa
Brahmana Brahman
Kucit (Jani) Haram?
Olih : I K. Satria, S.Ag KAUTAMAN Brahmané punika wantah dahat mabuat manut sakadi sané munggah ring sajeroning sastra agama utawi Catur Wéda Samhita. Wénten sang wicaksana maosang, kawéntenan Brahmané punika sakadi taru sané ageng, sané bantangnyané ageng, daunnyané akéh saha madué kawigunan ring jagaté. Lianan ring punika, wénten taler sané maosang parindikan Brahmané punika sakadi kawéntenan wana sané jimbar. Wénten malih sané maosang kawéntenan Brahmané punika sakadi nénten prasida kapikayunin malih. Sané tiosan taler maosang, Brahmané punika wantah sané sampun nénten keni sekancaning kadukan jagat. Sakémaon makasami punika wantah sampun cumpu, indik napi sekancaning sané wénten puniki wantah mawit, wénten sané ngawinang taler wénten sané pacang ngicalang yéning sampun galahnyané. Sakémaon, sané taler marupa kapatutan inggih punika kahuripané puniki madasar prana, pranané punika sané ngawinang karmané mamargi ring jagaté. Sesampuné sariran kahuripané nguningin indik kautamané punika, irika wantah galah mautama sané nyihnayang kahuripan sarirané punika pacang mawali nuju sunya. Irika raris suksma sarirané pacang mawali nuju genah sané mautama sané kabaosang genah sané langgeng. Pamargi sané ngawinang sekancaning manahé nyusup nuju kautaman suksma sarirané sané maha suci punika ngawinang kahuripané langgeng antuk kautaman tur kabecikané, prasida pacang negdegang bayu, sabda, miwah idep sané prasida ngwetuang karahayuan ring kahuripan sarirané, kahuripan sané mautama saking sastrané wantah boya ja kahuripan sané madué arta brana, sakémaon sané nyalig sangkaning kaliput olih karmané sané becik. Antuk ngamargiang swakarya sané sakadi asapunika, pacang ngawinang prasida ngutamayang suksma sarira ring kahuripané sané ngutamayang prana sané utama. Yéning selehin malih, winaluya sakadi pamargin ngulengang pikayunan utawi semadhi. Sang sané sampun prasida ngamargiang karyané punika wantah pacang molihang pikolih mapenikelan, sané asiki wantah pacang nincap dados tetiga miwah sané tiosan. Kadi asapunika kawéntenan sang mautama sané prasida nyelehin kautaman antuk pamargi-pamargi sané mautama sané ngawinang karahayuan boya wantah ring sarira, sakémaon ngrahayuang sekancan mauripé ring jagaté. Yéning sampun punika tatas antuk sang wicaksana pacang prasida ngawinang jagaté degdeg tur rahayu sang-
Matan ainé suba jegjeg. Tusing marasa ulian luget nutur, gulingé suba lebeng. Tiang lan makejang brayané ané nulungin lantas magibung. Nasi anget. Ada saté, lawar, lan komoh. Mimih kanti mapelpelan rasaang basangé waregan. Tumbén magibung ajak nyama nganti sing makita bangun. Sakéwala makesieng masi bayuné, inget tekén Gedé Ger ané tusing ada dini. Inget dugasé pidan sabilang wai tiang magibung ajak ia. Mirib ia enu gedeg ngajak kulawargan tiangé unduk matiné Bapa Wagé dasa tiban ané suba liwat. Suud magibung, bapa nuunang waluh, isinné tuak jaka. Tuak jaka mara tuunan, sinah rasanné manis lan nyegerin. Di tongos tiangé merantau, tusing ade ané kakéné. Ané ada tuah bir lan vodka. Ajinné mael, tusing nyidaang baan tiang meli. “Né Putu malu cepok. Tumbén ajak matuakan,” Beli Ngurah ngenjuhang gelas misi tuak. “Suksma Beli,” tiang nanggapin gelasé ento. Leh rasaang ka kolongané. Rasan tuak jakané masem-masem manis. Prajani bedaké ilang. Tiang magegonjakan sambil matuakan. Ada ané magénjékan. Tiang tuah kenyem-kenyem sawiréh tusing bisa. Kudang waluh kadén tuaké telah. Kudang génjék kadén suba pesu. Tiang marasa liang nyidaang briak-briuk ngajak nyama braya. Yén di perantauan, kapah tiang nyidaang kéné. Makejang pada sibuk gagéson nyemak gaé. Kalingké bakat ajak negak, ajak singgah bisa tusing nyak disagété nepukin timpal di malun kos-kosané. Tiang tusing ja tandruh. Iraga merantau nak mula lakar ngalih gaé apang ngasilang pipis. Yén anggon nutur-nutur, anggon negak matuakan, sing énggalan telah galahé. Di désa, buka di désan tiangé dini, lén. Kramané tuah dadi petani. Geginané tuah ngarit. Suud ngarit suba sing ada gaé ané lakar jemak. Dadiné, ka tajén lan matuakan pagediné. “Beli, beh ajum jani mara sugih.” Sagét ada lima ngaplakin tundun tiangé. Tiang makipekan. Gedé Ger dapetang tiang suba majujuk durin tiangé. “Kéné suba ngelah nyama tusing taén inget tekén adi,” kéto buin nglantur ia ngomong sambilang nerima gelas misi tuak ané enjuhanga tekén juru ider. “Gedé uli tuni suba antiang Beli. Kija pagediné sangkan mara ngenah? Kadén tusing nyak Gedé mai ulian ngelah Beli tiwas.” Tiang nyemak limanné sada ngorahin ia negak. Ngetor rasaang limané. Nyehnyeh bayuné. Sing-sing nyén ia lakar ngamplangin tiang. Bisa-bisa masi ia lakar nusuk aji temutik. Yén tiang gebuga, kija makelid nyanan. Seken-seken tiang takut sawiréh taén ia masumpah dugasé ia mandusang layon bapanné. Ia lakar nebus matin bapanné. Nyén ja ané makada. Bapanné matianga, apang ia maan masi ngamatiang.
kaning tapa, brata miwah semadhi. Yéning sampun ngamargiang pamarginé punika antuk manah sané lascarya tur sangkaning madué kaweruhan utama wantah pacang sida nemu kalanggengan ring angga sarira tur prasida nuju brahman. Sang sané setata ngutamayang kabecikan ring jagaté wantah pacang setata malaksana antuk kabecikané punika, saha pacang madué kacumpuan pikayunan indik kapatutan sané punih utama nénten wénten sané nandingin. Brahmana sané mautama patut ngayunin indiké sané wénten pinaka kapatutan wantah sané pinih utama sangkaning madué kapatutan miwah kaweruhan sané mautama. Sesampuné sang maha wicaksana punika molihang kahuripan sané rahayu, sangkaning sampun ngelarang swadharman dados pandita mautama, maha wicaksana, wantah sampun kabaosang prasida ngamargiang pamargi sané luwih. Salanturnyané pamargi-pamargi sané sakadi asapuniki sané patut margiang, luwirnya: setata ngicén pangampura saha welas asih ring sarwa maurip, setata wirang, nénten ngawinang sarwa mauripé méweh, nyaksiang antuk pangaksi sané pateh ring sekancaning mauripé, setata mélanin patut, teleb, jujur tan patanding, setata malajahang padéwékan ring sekancanig kaweruhan, setata madanadana, tur setata ngeret sekancaning kama ring angga sarirané. Antuk ngamargiang saha nglimbakang makasami pamarginé punika, kabaosang sang sujana pacang prasida nyujur genah mautama pinaka linggih Hyang Purusa utawi kawitan sané sujati. Sampunang malih sumangsaya utawi nenga-nenga ring kapatutan miwah kawéntenané puniki. Wénten sané mapikayunan indik kawéntenan Kshetrajna miwah daging jagaté punika sujatinnyané pateh. Sakémaon sané sujati wantah nénten sakadi asapunika. Sampun akéh kabaosang indik kawéntenan purusané punika dahat matiosan sareng bhuwana agungé. Sakémaon patut taler kauningin indik pabinayanipuné. Yéning selehin wénten sané pateh taler wénten sané mabinayan pisan. Punika raris patut pisan kauningin sangkaning patut pisan kaweruhané punika kanggén dasar. Purusané punika wantah madué paiketan sané becik ring bhuwana agungé, yéning nirgamayang tan bina sakadi damuhé semeng ring genah sekar padma kusumané. Makekalih wyakti sampun becik pisan kapikantenang, sakémaon nénten pateh kasujatiannyané. (Masambung)
Mara mulih Raja Minyak uling Bali Ada orta penyakit ané ngaé inguh ati Apa buin lakar ada rainan Nyepi Sinah ngaé jejeh nyama Bali Sawiréh suba dadi tradisi Sing dadi palas uling lawas katami Bé kucit jani misi penyakit Biasané yén liunan naar makrana ngencit Yén sesai naar mantas basangé buncit Nanging jani bisa ngojog rumah sakit Ditu opname angkihané klebit-klebit Dilacuré pamuput bisa majalan mapamit Aduh...bé kucit jani haram di Bali? Dagang nasi bé guling sing ada meli Apa mirib kucit ngaé konspirasi Sawiréh katampah sabilang wai Kanggoang naar bé kucit prai jani Diastun kritik bé guling sujatiné jaan gati I Nyoman Agus Sudipta
Kruna
14
Sang Ayu Rania Callista Astarina
Cerakén
Becik Nabdabang Galah
Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.
puupu;du(m,
Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
Pupuh Durma 23.d\inuæ)lt/,
Dangin selat, ewnÓ)nÇriek\ms, wénten cariké ngamasa, pnÓ¡nñenn)d%kun&,
pantunnyané nedeng kuning, subeklênn/,
subaké lianan, \gedonÂnÑ¡(b)bijn/,
ngagadon nandur bebijan, kc*k)d)ellnÀ¡nÑis/,
kacang kedelé lan undis, bw*k)sun, bawang kesuna, tbêhemãoentnßri. tabia amboné tan mari. 24.mÏpÐhu;,
Marep kauh, gunu*t)eroemæoe\swt/, Gunung Terompongé sawat, btukruknÓ)nÉwit/, Batukaru kanten rawit, kdis)bunÀ¡jn/, kadi sebun ujan, \eyominégtÓbnn/,
ngayomin Jagat Tabanan, rwuh&kbturiti,
rauhing ka Baturiti, g)mu;rh(j,
gemuh raharja, stßkjin)\&bli.
PARIKRAMA Sang Ayu Rania Callista Astarina ring kalangan tatkala nyarengin pacentokan ngwacén puisi kaping 16 ring paletan Sekolah Dasar se-Bali wawu puniki jakti ngangobin manah. Parikrama ring kalangan, piagem taler manah sané kasinahang jakti becik pisan. Sangkaning punika, pamiarsa sané nyaksiang ring natah RRI Denpasar angob manggihang Gek Rani – asapunika dané ketah kasambat. Pacentokan sané kamargiang olih Sanggar Rare SD Cipta Dharma Denpasar sané kasarengin olih panyatusan pamilet punika sampun nyinahang siswa kelas VI SD Cipta Dharma Denpasar punika manados juara kapertama taler juara umum sané patut makta budal piala bergilir Walikota Denpasar. Gek Rani sané embas ring Denpasar, 1 Juni 2005 puniki sampun kaloktah pradnyan tur “multi talenta”. Sios waged ngwacén puisi, okan dr. Sang Nyoman Siryana – Sang Ayu Ketut Rastuiastri taler waged masatua, mapidarta miwah madharma wacana. Gék Rani sané sampun ngamolihang juara kapertama ring pacentokan madharma wacana ring tingkat Provinsi Bali puniki kajudi dados panyeledii Bali ring tingkat Nasional. “Tiang durung nyantenang indik galah jagi ka luar daerah. Yadiastun asapunika, tiang patut nyiagayang raga duaning sampun kajudi mangda prasida nyinahang Bali becik ring tingkat Nasional,” baosnyané alon. Yadiastun akéh nyarengin pacentokan utawi lomba, Gek Rani ngutsahayang mangda nénten lémpas ring kahanan préstasi akademis. Punika kasinahang antuk peringkat lima besar sané setata kapolihang s i s w a sané kasub ajér ring sekolah puniki. Malajah taler nincapang kawagedan miwah bakat wantah padapada mabuat pisan. Minakadi tatkala dané nyarengin pacentokan masatua, dané patut becik-becik nabdabang raga sané majanten nénten prasida kamargiang tan paparikrama malajah utawi latihan yadiastun nénten ngaptiang mangda prasida dados juara. Sakéwanten tatkala wénten ulangan majanten Gek Rani jagi ngutamayang malajah.
Minab punika ngawinang Gek Rani sareng timpalnyané sami nénten cumpu tatkala kapatutang mangda nyelehin sakasiki kémanten mangda prasida ngulengang manah utawi fokus. Napi malih ring tuuhnyané sakadi mangkin, galah nguningayang bakat, minat miwah kawagedan raga indik akademis patut pisan kamargiang. Napi malih akéh pisan sané dadosné prasida sukses sangkaning punika. “Tiang bagia pisan makekalih reraman tiangé eling ring kahanan mangkin tur ngawinang tiang prasida becik matetimbang tatkala wénten pikobet indik nyarengin lomba miwah parikrama ring sekolah,” baosnyané. Gek Rani maosang becik nabdabang raga tatkala jagi nyarengin pacentokan boya ja dangan, napi malih tatkala wénten pakaryan utawi tugas sekolah sané patut kakaryanin. Sinah kaon pisan yéning nénten ngaryanin tugas i wawu sangkaning jagi nyarengin pacentokan utawi lomba, sakéwanten galah maplalianannyané sané dadosné nénten akéh kadruénang. Sujatinné nénten wénten guru sané maksa dané mangda nyarengin malomba sajabaning wantah pikayunannyané preragan. Duaning akéh pisan pikolih sané kapolihang Gek Rani tatkala nyarengin malomba, sinalih tunggil patut prasida becik nabdabang galah sané kadruénang mangda nénten wénten pakaryan sané nénten kakaryanin. Yadiastun asapunika, dané madué jalaran mararianan, inggih punika ngwacén satua anggén dané negdegang pikayunan. Nanging sané ngangobin manah, sangkaning kasenengannyané punika akéh pisan dané madué “perbendaharaan kata” sané mabuat pisan tatkala nyurat utawi mapidarta. “Sayan ketah ngwacén buku sinah sayan akéh kruna sané kapolihang. Wawasan sayan nglimbak tur nénten wénten pikobet tatkala nyarengin pacentokan mapidarta napi malih tatkala kapatutang olih prawartakanyané mangda ngaryanin pidarta soang-soang,” baos Gek Rani. Indik cita-cita sané kaptiang, dané meled prasida nuut ajinnyané sané akéh maparikrama indik kemanusiaan utamanipun ngwantu sang sané keni kalacuran. (ast/was)
Isin Gumi
satmaka jinenging Bali.
Lahan Krama Keni ”Jalur Proyék Shortcut” PEMERINTAH pusat sayan sumeken pacang ngarap pawangunan shortcut ring Jalan Bedugul—Singaraja. Kahanan inucap, tios kasinahang antuk pengujian tékstur tanah sané pacang kawangun shortcut, taler kalaksanayang analisis dampak lingkungan (Amdal) nerus kamargiang. Parindikan punika kasanggra Pemkab Buléléng antuk ngawit nyayagayang anggaran kanggén mébasang lahan ring genah jalan short-
cut ring Desa Wanagiri miwah Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada. Katarka, lahan druén warga sané keni jalur proyék sawatara 3,2 héktar. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Wraspati, 23 Maret 2017 lintang. Direksen, Jl.Teratai Singaraja Tiang marasa angayubagia pisan antuk pawangunan
shortcut punika, wantah niki sampun kajantosang olih krama. Pangaptin tiang, krama sané lahanyané keni jalur mangda polih ganti rugu sakadi patut, sapunika taler pemerintah daérah nénten kapiambengin ri kala pembébasan lahan inucap. Santukan pawangunan punika pacang prasida nincapang perékonomian krama. Tanaya, Kampung Tinggi
Kruna Basa Bali
AKSARA BALI
1.
ajahan
1.
hjhn/¾,
1. sebentar
2.
ambu
2.
hmã¡,
2. bau
3.
antos
3.
henÓos/¾,
3. tunggu
4.
areng
4.
hÏ*,
4. arang
5.
artos
5.
h(etos/,
5. arti
6.
bakta
6.
bkÓ,
6. bawa
7.
dangan
7.
d\n/,
7. gampang
8.
jlada
8.
jÞd,
8. awan
9.
solah
9.
esol;,
9. tingkah laku
10.
tÊpÓi,
10. aman
10. trepti
Redité Kliwon, 26 Maret 2017
Bahasa Indonésia
Patut kasanggra becik samian angganing santukan pamerintah pusat sampun sumeken pacang ngwangun margi shortcut punika. Yéning margi beneng puniki sampun jati kawangun janten krama pacang élah malelungan ka Dénpasar utawi sawaliknyané. Tunas titiang majeng krama sané keni jalur mangda sampunang sengsaya santukan pemerintah daérah pastika sampun ngwilangin antuk rerincikan sané becik. Gus Arya, Lovina Titiang nyokong pisan antuk kasumekenan pemerintah ngwangun jalan shortcut Bedugul—Singaraja. Manahin titiang, yéning jalan puniki sampun kajanteneng, wisatawan kayun malancaran ka Buléléng wus malilacita ring Bali Selatan. Pastika pariwisata ring Buléléng pacang nglimbak. Tiosan punika pacang akéh iusnyané ring widang lianan. Komang Alit, Sambangan Margi beneng utawi shortcut sampun sué dados ipian krama Buléléng pamekasnyané miwah Bali umumnyané. Sakadi mangkin sampun wénten uratian saking pemerintah pusat patut sareng samian nyanggra, inggian pemerintah daérah taler para krama. Asapunika taler majeng krama sané lahanyané keni jalur mangda taler ngicénin. (ama)
MAKWÉH cakepan suci sané maosang Ilmu Hitam, Ilmu Hitam punika ring Bali kabaos “Pangléakan”. Ilmu punika katedunang olih Ida Sang Hyang Widhi Wasa sajeroning prabhawanida mamrelina (memusnahkan) napi sané urip ring jagaté. Ring Bali, ilmu punika kabaos ilmu sané banget sadis santukan prasida nyédayang napi sané urip sajeroning galah sané cendet. Punika taler kabaos Ilmu Léak prasida ngawinang parajanané mati utawi séda alon turmaning prasida ngawinang kasengsaran sané banget panjang. Sajeroning kahuripan krama Bali, pamekas sané magama Hindu, parindikan inucap kabaos “Rwa Bhineda”. Rwa mateges dua, Bhineda mateges mabinayan. Yéning jangkepang, Rwa Bhinéda mateges wénten kekalih sané masiosan, sakadi raina lan wengi, suka lan duka, urip lan mati. Ngeninin ilmu punika, wénten ilmu sané pamarginé kiwa kabaos Ilmu Hitam utawi Ilmu Pangléakan, pangambengnyané wénten ilmu sané pamarginé tengen utawi Ilmu Putih. Ilmu Hitam utawi Ilmu Pangléakan ngaranjing ring Ilmu “Aji Wegig”. Aji mateges ilmu, Wegig mateges begig inggih punika pamargi sané seneng ngadug-adug anak tiosan. sangkaning kahanannyané négatif, ilmu punika kabaos “Ngiwa”. Ngiwa wit saking
Léak
baos kiwa. Ngiwa mateges nglaksanayang parilaksana kiwa. Ilmu léak punika prasida kaplajahin sajeroning lontar-lontar sané madaging Ilmu Hitam. Léak ring galah raina (siang) wentuknyané sakadi manusa biasa. Nanging ring raina wengi, ipun prasida mauwah dados roh sané jahat. Sajeroning mitologi Bali, léak wantah penyihir jahat. “Lé” mateges penyihir lan “ak” mateges jahat. Léak, yéning selehin manut mitos, Léak wantah makhluk matenggek miwah rupannyané aéng saha mataring. Léak punika wantah ajaran spiritual sané prasida manguwah wentuk dados napi kémanten sané kaaptiang. Sajeroning aksara Bali nénten wénten kabaos léak, nangin wénten kabaos “liya, ak”. “Liya, ak” mateges Panca Aksara (ngranjingang saha ngamedalang kekuatan aksara sajeroning angga sarira). Panca Aksara punika minakadi: Si wantah Ida Sanghyang Widhi, Wa wantah anugerah, Ya wantah jiwa, Na wantah kakuatan sané nutupin kaweruhan, miwah Ma wantah egoisme sané ngambengin jiwané. Kekuatan aksara punika kabaos Panca Geni. Parajanané sané sampun pawikan ring ajahan karohanian, prasida jagi ngamedalang cahaya (aura) risampuné kawikanané paripurna. Cahaya punika medal saking panca indria: inggih punika
saking karna, saking panyingakan, saking cangkem, saking siwadwara miwah saking kemaluan, nanging ketahnyané cahaya punika medal nglintangin panyingakan miwah cangkem. Kabaos wénten pepitu undagan rohani léak, luiré; Léak Barak (Brahma), léak punika wantah prasida ngamedalang cahaya sané marupa geni, wénten Léak Bulan, Léak Pemamoran, Léak Bunga, Léak Sari, Léak Cemeng Rangdu, miwah Léak Siwa Klakah. Léak Siwa Klakah wantah léak pinih duur santukan makapitu cakrannyané ngamedalang cahaya. Undagan léak sané pinih duur prasida dados badé (menara pengusung jenazah), undagan sornyané dados garuda, miwah sané pinih sor dados beburon, minakadi bojog, asu, ayam putih, kambing, céléng lua miwah sané siosan. Siosan punika, wénten kabaos I Pudak Sategal, I Garuda Bulu Emas, I Jaka Punggul miwah I Pitik Bengil. Patut taler kauningayang, sajeroning Zaman Raja Udayana sané kuasa ring Bali daweg abad ka-16, kabaos sastrawan I Gede Basur akéh manyurat Lontar Pangléakan, inggih punika “Lontar Durga Bhairawi” miwah “Lontar Ratuning Kawisésan”. (I Nengah Konten)
15
Minggu Kliwon, 26 Maret 2017
Hening: Perayaan Maharaya l Antara Terang, Gelap, dan Hening (7)
TIADA LEBIH RAYA tinimbang Hening. Hening itu maharaya sejati. Karena Hening itu maharaya sejati, maka tiada perayaan lebih raya tinimbang perayaan Hening. Tiada pula ke-Raya-an lebih Raya tinimbang Hening. PARA PENYELAM kesadaran Hidup yang telah sampai di puncak dasar akar kedalaman terdalam kehidupan, dari berbagai zaman dan generasi senantiasa setia menuturkan: merayakan sang Hidup dalam Hening itulah sesejati-sejatinya pe-Raya-an ke-Hidup-an. Hening itulah sesejati-sejatinya Hidup. Hening itulah inti-sari-pati-hakikat-esensi ke-Hidup-an. Sebagaimana Hidup terus Ada, langgeng, abadi, terus mengalir, terus berlangsung berlanjut, tak termatikan, tak termusnahkan, tak terbendung, bahkan tak terputuskan sejenak pun, begitulah Hening itu terus Ada, langgeng, abadi. Meskipun dapat ditimpa dengan keriuhan,
kegaduhan, kebisingan, tempik soraksorai kerianggembiraan, tepuk tangan luapan kesukacitaan, namun senantiasa saja ada celah waktu bagi sang Hening hadir—meskipun cuma dalam momen yang sesaat. HENING ITU senantiasa Hadir dalam ruang-ruang dan waktu-waktu kehidupan. Hening menjadi lebih raya lagi manakala Hening yang memang sudah senantiasa Hadir itu sengaja di-hadir-kan. Hening Hadir Maharaya manakala memang sengaja diizinkan Hadir, sengaja diundang Hadir, sengaja disediakan ruang dan waktu Hadir se-Hadir-hadir-Nya. Hening Hadir sejadi-jadinya ke-Hadir-an, menunjukkan ke-Mahahadir-an-Nya dalam kehidupan manakala diizinkan Hadir. Nyepi adalah pengizinan sang Hening Hadir Maharaya dalam ruang dan waktu kehidupan, apa adanya. ldeprabas
Memeluk Hening Cara Rumpun Bambu l Kesiapan Ruang Kosong Menerima Segala DALAM keadaan apa pun angin datang menghampiri, pohon bambu senantiasa gairah menyambut penuh riang gembira. Tak ada cemas, tak pula tersedia gundah. Apalagi ketakutan. Kenapa? KARENA POHON BAMBU telah senantiasa bersiap dan menyiapkan diri menyambut kedatangan sang Angin dari segala penjuru arah, dalam situasi dan kondisi bagaimanapun, kapan pun. Akarakar serabut pohon bambu senantiasa saling berangkulan, taut-menaut satu sama lain, bersatu-padu saling memperkuat keutuhan ke dalam tanah seraya memperluas tunas-tunas baru kehidupan sang pohon bambu. Saat bersamaan tunastunas batang bambu pun bertumbuh dan terus bertumbuh menuju ketinggian langit. Manakala ketinggian telah dicapai, batang bambu kembali menebarkan kesantunan hidup nan mulia justru dengan cara melengkungkan tubuhnya, merunduk, seakan hendak kembali mencium sang Ibu Tanah asal kehidupannya yang senantiasa memeluk serabut akar-akar bambu nun di bawah sana. RUMPUN BAMBU dapat memberi pelajaran indah cara memeluk Hening dengan sempurna, setiap saat, dalam keadaan bagaimanapun. Manakala didera desiran angin ringan, dedaunan pohon bambu bisa saja menimbulkan bisikan-bisikan suara lirih dari gesekan dedaunannya. Bila angin kencang datang menerpa, batang-batang pohon bambu menari-nari dengan liukanliukan memesona. Irama angin, bagi pohon bambu, tiada ubahnya alunan musik yang memancing-mancing menggerakkan jiwa sang Angin yang ada di dalam buluh untuk senantiasa menari-nari. Angin musim panas terik maupun angin musim hujan basah selalu disambut sama saja: menarinari dan terus menari-nari begitu ringan dan girang riang ria gembira. Kenapa pohon bambu bisa begitu agung memeluk Hening dengan caranya sendiri? Jawabannya sahaja saja: karena pohon bambu telah senantiasa menyediakan ruang kosong nan hening dalam dirinya. Ruang kosong nan hening yang senantiasa tersedia dan ada dalam buluh-buluh bambu itulah menjadikan batang-batang pohon bambu senantiasa siap siaga menyambut kedatangan sang angin maupun sang Mahahening yang ada di luar dirinya. Kerelaan, kesediaan, dan ketulusan kesungguhan hati senantiasa menyediakan ruang kosong nan hening dalam dirinya itulah yang membedakan pohon bambu dengan pepohonan besar ta-
KIDUNG MULIH Antuk: Nirta KS Hyang Ning Hyang I Ratu nguripin sami sadaging jagaté sami I Ratu naler ngempu ngemban puniku sami I Ratu naler mralina sami Sami mawali malih ring I Ratu Wantah I Ratu tan wenten sios Purwa ning Purwa telasing telas liang galang galang apadang galang ngluntang Hyang Ning Hyang I Ratu maraga Margi Agung Asing margi tuut pamuput mawali malih Mulih mawali Mulih jalan mula ten kija-kija wantah i riki mangkin, i riki masadu ajeng siki-siki Urip lawan Urip Urip matemu Urip Urip saking Urip Urip jeroning Urip Urip mawali Urip asing metu patut mawali Mulih Mulih wantah Mulih Mulih tuah Mulih tan wenten sios malih Tuah Mulih nemugelang Mulih Sajabaning meneng jumah ten pesu-pesu, ten kija-kija ten mileh Mulih ngoyong nengil nesil wantah ngoyong Jumah samian dados Umah dija-dija Umah kija masi Jumah.
hunan lain manakala mengahadapi angin, musim kering kemarau, maupun musim basah penghujan. Ini pula yang menjadikan batang-batang buluh-buluh bambu memiliki kegunaan dan kemaknaan hidup tak terbatas dalam kehidupan manusia, di sepanjang era dan zaman. lnirta ks
Mensyukuri Hening Cara Pepohonan l Bertumbuh dan Maju Sama Indah SEPANJ ANG hayat di kandung badan, pepohonan tiada sekali pun pernah ditinggalkan maupun menanggalkan hening. Setiap kali detik-detik saat terlewati, hening senantiasa setia menemani perjalanan pertumbuhan pepohonan: ke bawah akar-akar pepohonan kian kuat kokoh dan dalam berpelukan mesra dengan hening tanah Bumi Pertiwi; ke samping rantingranting pepohonan kian luas-lebar merindangi ruang-ruang yang mengitari mengelilingi pokok pepohonan; dan ke atas pucuk-pucuk di puncak semakin tinggi merengkuh hening langit Angkasaraya. BEGITULAH makna bertumbuh ataupun maju, dalam bahasa pohon yang dikontribusikan nyata pada hidup dan kehidupan ini: mencakup semua arah dengan sama indah, sehingga menjadi sempurna. Belajar dari cara pepohonan meng-Ada, manusia perlu jujur mengakui betapa kerap kalah indah dan sempuna mewujudnyatakan makna tumbuh dan maju itu. Pertumbuhan usia tak senantiasa berbanding lurus dengan pertambahan kedewasaan sikap hidup dalam kehidupan. Kemajuan pendidikan dan ekonomi tidak pula serta merta seiring sejalan dengan kesadaran NENG NING Antuk: Nirta KS 1 siranika nikaSira Siranira niraSira hulunPakulun Pakulunhulun tyangHyang Hyangtyang 2 dinijani janidini tunggalnunggal jatiningjati mulaningmula purwaningpurwa wekasingwekas 3 panelasing rasa utama rasaningpanelasutama rasaning rasa
Hening: Tarian sang Jiwa
l Antara Terang, Gelap, dan Hening (8) JIWA setiap insan, dalam hakikat kedalaman terdalamnya, adalah Hening. Itu sebab setiap insan manusia yang telah tersadar dan tercerahkan senantiasa berharap menyatu dengan hening sang Mahahening. Hanya manakala Ada Satu Menyatu dalam Hening Mahahening itulah Jiwa menjadi Sempurna Paripurna Wipurna. Jiwa menjadi Mahajiwa. Hidup menjadi Mahahidup. Urip menjadi Mahaurip. Hening Jiwa tak muncul karena pikiran. Beda dengan Jiwa yang berhakikat Hening, pikiran justru suka riuh, gemar hiruk-pikuk, sangat menikmati bising, bahagia dalam gaduh. Pikiran cenderung tak jenak, layaknya monyet yang gemar meloncat dari satu dahan ke dahan lain. Bahkan kerap berpindahpindah dari satu pohon ke pohon lain. Diam hening membikin sang monyet pikiran tak betah. Ada kalanya bahkan takut—lalu memecah sepi sunyi hening dengan kegaduhan teriakan demi teriakan. PIKIRAN yang gemar riuh, gaduh, bising, dan pikuk, begitu rapat menghalangi Hening hadir. Jangankan dalam keadaan mata terjaga, bahkan dalam tidur pun pikiran masih saja sibuk melompat dari satu skuen kesan atas peristiwa ke skuen kesan atas peristiwa lain. Alangkah tidak mudah, memang, melatih pikiran supaya bosan riuh, gaduh, pikuk, bising, hingga akhirnya jenak, tenang, damai dan terbiasa diam, bahagia dalam Sepi, Sunyi. Hanya manakala telah terbiasa diam, bahagia dalam Sepi Sunyi itulah pikiran menjadi lapang, tulus, dan lascarya menyerahkan panggung kehidupan kepada Hening Jiwa menari-nari, murni, tiada batas. Nyepi adalah panggung Jiwa Murni menari-nari dalam pangkuan sang Hening Maharaya. l deprabas dan kesantunan hidup yang menghargai kelangsungan kehidupan bersama. KERAP KALI manusia justru menuai sebaliknya: tumbuh dan maju dalam satu hal di permukaan dan di luar Diri, namun mundur dan mengerdil dalam banyak hal yang esensial nan substansial di dalam Diri. Tak jarang, memang, manusia kalah wicaksana, kalah jujur, tinimbang pepohonan karena kepintaran pikiran, sehingga membikin hidup cenderung menikung dari riuh ke gaduh. Dibaca layaknya pohon, sudah sepatutnya hidup manusia dalam kehidupan ini merupakan pertumbuhan dari hening ke hening. Hening tanah Bumi Pertiwi begitu setia memangku, memeluk, mengasuh, menghidupi akarakar yang tidak kelihatan di bawah tanah. Hening langit Angkasaraya senantiasa setia memayungi, mengayomi, menaungi pucuk-pucuk di puncak ketinggian sana. Hening langit Angkasaraya menebarkan sinar Matahari dengan daya penghijau sebagai energi penghidup, lalu menebarkan air hujan yang diserap disimpan dalam pelukan tanah Bumi Pertiwi, untuk kemudian disusupkan dialirkan ke dalam sekujur tubuh pohon, layaknya sang Ibu Kandung menyusui sang putra-putri. l nirta ks
Hening: Perhentian Final Perjalanan l Antara Terang, Gelap, dan Hening (9)
SEJAUH-JAUH PERJALANAN mesti berujung pada perhentian jua, akhirnya. Tiada perjalanan yang tiada mengenal henti, tiada berujung akhir. Perhentian itu ada bernama halte bila sementara. Ada perhentian akhir bernama terminal, pelabuhan, ada pula bandar udara. Perhentian akhir perjalanan air bernama laut. Perhentian perjalanan akhir manusia bernama rumah bila masih bernapas. Bernama mati bila tidak lagi bernapas. Tidur menjadi perhentian tubuh setelah letih beraktivitas. Lalu, pikiran berhenti final di mana? “Di saat pikiran berhenti memikirkan,” tutur para bijak kehidupan yang telah sampai di ujung perjalanan. Saat mana pikiran berhenti memikirkan? “Saat pikiran berhenti menilai dan menghakimi,” lanjut para bijak kehidupan yang telah sampai di ujung perjalanan. Saat tiada lagi memikirkan, me-
Kaya Raya Minus Selfie Hening l Menghapus Kemunafikan dengan Jujur Berintegritas RIUH GADUH kehidupan politik di Tanah Air belakangan kian menegaskan: betapa kebanyakan putra-putri Indonesia Raya yang kaya raya ini sungguh-sungguh miskin Hening. Saban kali Pemilu, Pemilu kepala daerah, sampai ke pemilihan langsung kepala desa berlangsung, politik menjadi keruh oleh ujaran-ujaran fitnah, kasar, bahkan kotor. Layaknya telepon genggam digital bersistem Android yang tiada henti bunyi dengan nada berbagai chatting group, negeri ini lalai memilih nada senyap. Sibuk ceklak-ceklek memotret paras, lalu mengunggah status baru, tapi lupa berswafoto (selfie) ke kedalaman Diri. TEKNOLOGI digital dalam genggaman begitu mempermudah dan mempercepat gerak kehidupan, memang, namun ini pula alat yang membetot orang-orang modern kini semakin jauh meninggalkan komunikasi mendalam dengan sang Diri di dalam sana. Sibuk berpose pura-pura rukun, harmonis, dan romantis, sampai menebar senyum memesona buat dipamerkan ke jejaring media sosial, lalu di-like, dikomentari cletak-cletuk para sahabat, namun asing dengan keheningan suara hati sendiri. Lama-lama bisa jadi akan semakin terbiasa dengan karakter kurang berintegritas antara pikir, kata, dan tindak, antara cipta, rasa, dan karsa. Negeri ini terasa sudah amat sangat mendesak perlu menghapus kemunafikan untuk digantikan dengan kejujuran sebagai karakter diri yang kuat, berani, dan berintegritas. Sudah saatnya kini putra-putri Ibu Pertiwi Indonesia Raya menyediakan “ruang kosong”, mulai dari diri masing-masing, dengan menjaga keheningan dalam diri, pikir, dan kalbu hati. Cukup sudah Tanah-Air ini ditaburi deru keriuhan demi keriuhan tiada guna, makna, apalagi nilai hidup. DI RUANG kosong itu bangsa ini akan
sirawaluyajati jatiningwaluya sirajatiweruh weruhningjati sirajatinirmala nirmalaningjati sirasilayukti yuktiningsila sirasucinirmala nirmalaningsuci
8 beskaliwatririh data-datatakonang data-datasautin
7 sabda ning utama jati dadi langgeng
patakonedadiangpasaut pasautedadiangpatakon budang-badingang matahlebeng lebengmatah jalanmula dipatakonealihpasaute dipasautealihpatakone
eneboya boyaene entotidong tidongento onyanganboya onyangantidong
subabakat nengil nesil
nengning nengilnesil dinijani
Ning lengingdalemingati Sabda tanpasuara makaprawerti lampahlakuning pangubakti
suudmatakon suudmasaut mendep nengil nesil
ngudiangkene ngudiangketo mulaketo ketomula! 9 bincuhtuyuh laiblabuh kemumai ngalihning kadendini kadenditu
dijasaja sajadija
tangguntutur tuturpananggu tanggunningtanggu tuturingtutur
adasaja sajaada ditengahingtengah didalemingdalem dalempuri puriningati atiningniri-niri 10 isinning puyungsugih telahmisi suwungbek Embang liangledang setataledang! 11 Yaika ngaranYa Yasastra sastraYa Yamanusa Yadewa Yabhuta sarwaYa Yasarwa
Yajati JatiYa YajugaYa puputsiranemuYa Yajuga ta Yajati Yasaja Ya ta taYa ToYa
5 sajapasaja sekenbeneh bekbeneh luwung malalung suwung puyung
6 sirajatimula mulaningjati
menemui kesejatian dan kesadaran diri sehingga bangkit lagi energi baru, spirit segar untuk berkreasi kreatif, menciptakan sesuatu yang inovatif. Hanya dengan kerelaan memasuki “ruang kosong’ itulah manusia bisa berinovasi, tiada henti. Hidup sejatinya adalah inovasi tiada henti. Inovasi tiada terlahir tanpa ketersediaan “ruang kosong”. Ibarat gelas yang telah penuh, hanya dengan mengosongkan gelas itu baru bisa diisi lagi, sehingga tidak tumpah. Leluhur Bali Tradisi mewariskan ajaran hidup: alangkah utama ruang kosong itu. Ruang kosong itu dalam bentang alam kehidupan manusia Bali sehari-hari adalah titik nol, sentrum; dia awal sekaligus akhir, langkah muasal awal sekaligus tujuan puncak. Wujudnya beragam rupa: bisa perempatan jalan sebagai titik simpul arah; bengang sebagai ruang kosong terbuka batas antardesa yang memberi jeda sekaligus menetralkan sirkulasi udara. Bisa juga bencingah agung (ruang lapang di depan) sebagai titik sentrum pusat aktivitas utama. Atau, natah (halaman di tengah-tengah) bagi tanah pekarangan tempat tinggal, atau natar (halaman tengah) setiap pura. Ruang kosong di ranah personal itu adalah keberanian untuk menjeda dari riak gelombang pikiran yang berfokus pada keinginan demi keinginan, sehingga hati menjadi bening, batin pun hening. Di titik nol, di ruang terbuka itulah justru sejatinya pusat denyut hidup, karena titik nol itu justru adalah “kosong yang mahapenuh”, lepas, lapang, dan juga sunya. Maka sunyi, sepi, dan Nyepi teramat penting, tak hanya bagi Bali, tapi juga Negeri ini. Nyepi, ngeneng, menghening itu justru sebagai titik awal berangkat untuk memulai sesuatu, untuk menyambut fajar era baru kehidupan dengan lebih solid. lnirta ks
Yaweruh kaweruhYajuga
4 henenghening nengilnesil lianggalang galangapadang padaliang padagalang
misisarwa sarwamisi isinsarwa sarwaisi
nilai, dan menghakimi, maka pikiran pun serupa permukaan meja datar nan bundar: menerima, dan hanya menerima, segala sesuatu sebagaimana adanya, apa adanya. Karena meneruma segala sesuatu apa adanya, sebagaimana adanya, maka pikiran aktif pun terasa diam, layaknya gir pusat putaran kipas angin dalam kecepatan optimal: begitu kencang, hingga tampak seolah-olah tidak bergerak. Sepi sunyi Nyepi mengajak para pejalan kehidupan untuk jeda, berhenti sejenak dari gasing gir putaran pikiran yang dipontang-pantingkan keinginan demi keinginan—selayaknya kendaraan yang dikemudian tanpa tujuan. Sepi sunyi Nyepi mengajak para pejalan kehidupan melampaui halte-halte, hingga sampai di terminal final seluruh perjalanan bernama sang Hening. Itulah Rumah Kediaman muasal asali para penempuh jalan-jalan kehidupan. ldeprabas
Yamawaktoya Toyamawakjati Jatiyamawaktoya NENG NING SanataYa
Ngampoeng SENI Nyongsong NYEPI… Minggu Kliwon 26 Maret 2017
MALAM INI pukul 19.00 WITA. Melihat Lukisan membuat sajak sembari merayakan Ulangtahun Perupa MADE BUDHIANA (27 Maret 2017) Minimal 9 (sembilan) Sajak dan 9 (Sembilan) Prosa plus foto santai bagi para penulis kreatif kita tetap dinantikan 2017 – 2018 Tahun Demontrasi yang PALING menantang
wahyadyatmika dyatmikaYa wahyanoraYa Yajati Yanemujati Ya ningheningning Ning
Kembali ke Balidwipamandala, Kembali ke Perayaan Maharaya Nyepi ...
NASIONAL
16
Minggu Kliwon, 26 Maret 2017
Dibidik Dhirshtadyumna, Drona Tak Bisa Munculkan Senjatanya
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta
( Edisi Empat Ratus Enam Puluh Tujuh )
Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
PANGERAN Dhirshtadyumna benar-benar menginginkan membantai Drona. Kakak dari Drupadi itu mengambil sebuah busur surgawi pemberi kemenangan. Suara dentingan busur itu sangat hebat. Suaranya menggelegar menyerupai suara gulungan guntur karena talinya sangat kuat. Busur surgawi dan terbaik itu tidak bisa patah. Dia memasang pada busur itu sebuah anak panah dahsyat. Anak panah itumenyerupai seekor ular berbisa yang dapat mematikan karena memiliki kemegahan api. Anak panah itu menyerupai sebuah api yang nyalanya dahsyat. Sementara di dalam lingkaran busur itu kelihatan seperti matahari musim gugur. Cahayanya sangat gemerlapan di dalam sebuah lingkaran cahaya. Menyaksikan busur itu berkobar direntang dengan kuat oleh cucu Prishata itu. Pasukan-pasukan itu menganggap sebagai saat-saat terakhir dunia ini. Melihat anak panah itu dibidikkan ke arahnya, Putra Bharadwaja yang gagah berani itu berpikir
dengan jati dirinya pada detik detik terakhir bersama badannya. Sang Guru mempersiapkan diri dengan sangat hati-hati untuk menggagalkan panah itu. Senjata-senjata surgawi milik ksatria utama dan berbudi luhur itu, oh baginda, tidak bisa muncul lagi atas panggilannya. Padahal sebelumnya senjata-senjata Drona tidak pernah habis-habisnya walaupun dia telah ditembakkan tanpa henti dalam empat hari dan satu malam. Batas waktu dari tiga perempat dari hari kelima itu, anakanak panahnya telah menjadi habis. Melihat anak-anak panahnya habis dan juga disengsarakan kesedihan atas berita dari Vrikodara kematian putranya, Aswatthaman. Juga akibat tidak adanya keinginan senjata-senjata surgawinya muncul atas permintaannya, Guru Drona menjadi pasrah. Putra Rishi Bharadwaja ini berkeinginan meletakkan segenap senjatanya. Seperti kata-kata yang diinginkan para rishi itu. Kendati memiliki energi besar, tetapi Guru Drona tidak dapat
bertarung seperti sebelumnya. Kemudian setelah mengambil busur surgawi lainnya yang telah diberikan Rishi Angira kepadanya berikut anak-anak panah tertentu yang menyerupai sebuah kutukan brahmana. Guru Drona mencoba melanjutkan bertarung menghadapi Pangeran Dhrishtadyumna. Beliau menutupi pangeran Panchala itu dengan sebuah hujan anak panah lebat. Drona dipenuhi dengan kemarahan kemudian merobekrobek musuhnya yang marah itu. Dengan panah-panah tajamnya sendiri, Guru Drona memotong menjadi seratus keping tiang bendera dan busur pangeran itu. Dia juga kemudian melukai sais kereta musuhnya. Kemudian Dhrishtadyumna sambil tersenyum mengambil busur lainnya. Panglima Perang Pandava itu lalu menyerang Drona dengan sebuah panah tajam yang diarahkan ke pusat dadanya. Guru Drona dengan mudah terluka parah. Dan bersamaan dengan itu Guru Drona kehilangan miliknya sendiri. Pe-
manah perkasa itu dengan sebuah anak panah tajam dan berkepala lebar, sekali lagi memotong busur Pangeran Dhrishtadyumna itu. Sungguh, Drona yang tak terkalahkan itu kemudian memotong semua senjata, oh raja, dan semua busur miliki musuhnya itu dengan pengecualian hanya gada dan pedangnya. Dipenuhi kemarahan, dia kemudian menyerang Dhrishtadyumna yang marah itu. Oh penghukum musuh-musuh menggunakan sembilan batang anak panah tajam, yang mampu mengambil nyawa setiap musuh. Kemudian prajurit
kereta perkasa Dhrishtadyumna, yang jiwanya tak terukur itu, memanggil hadir senjata Brahma. Hal itu menyebabkan kuda-kuda kereta miliknya bercampur dengan kuda-kuda musuhnya. Dilengkapi kecepatan angin, bercorak warna merah, warna burung merpati yang bercampur bersama-sama, oh banteng keturunan Bharata, kelihatan sangat indah. Sungguh, oh raja, kuda-kuda itu demikian bercampur baur bersama-sama di medan pertempuran, kelihatan indah seperti awan-awan di musim hujan yang sarat kilat. (bersambung)
Sloka 13.4 Tat kshetram yac ca yadrk ca yad-vikari yatas ca yat sa ca yo yat-prabhavas ca tat samasena me shrinu Dengarkanlah secara terperinci, dari-Ku. Apakah ladang itu? Dan apakah sifatnya? Apakah modifikasi-modifikasinya? Bilakah ia ada, apakah ia Yang Mengetahui tentang ladang itu, dan apa sajakah kekuatan–kekuatannya.
Pesawat Militer AS Itu Alami Kerusakan Mesin
MELASTI - Umat Hindu Banyuwangi menggelar melasti di Pantai Pulau Merah, Kecamatan Pesanggaran, Sabtu (25/3) kemarin.
BPM/udi
Aceh Besar (Bali Post) Pesawat militer Amerika Serikat yang mendarat darurat di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam, pada Jumat (24/3) lalu dijaga ketat aparat. Pesawat jenis Boeing 707 itu terpaksa mendarat darurat karena mengalami kerusakan pada bagian mesin. Salah satu mesin pesawat militer AS itu mati saat terbang di atas Samudera Hindia dalam perjalanan dari Pangkalan Militer Diego Garcia ke Jepang. Pesawat yang membawa 20 pasukan termasuk kru pesawat, meminta izin kepada otoritas di Indonesia untuk mendarat darurat di Bandara Iskandar Muda, Aceh Besar. Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Pnb. Suliono mengatakan TNI-AU sudah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar AS terkait insiden tersebut. Pesawat militer AS itu saat ini tengah berada di lokasi Emergency Operation Centre (EOC) Bandara Iskandar Muda, untuk menunggu proses perbaikan oleh militer AS. ‘’Sudah ada permintaan tim yang akan laksanakan recovery, perbaikan. Ini sedang kami koordinasi, belum ada info kapan mereka akan datang, bila sudah ada info segera ditindaklanjuti,’’ kata Kolonel Suliono di Aceh, Sabtu (25/3) kemarin. Suliono belum dapat memastikan berapa lama proses perbaikan tersebut akan dilakukan. Karena kerusakan ada pada mesin pesawat nomor 4, dan menunggu suku cadang pengganti yang didatangkan langsung dari AS. ‘’Mereka yang tahu seberapa tingkat kerusakannya,’’ ujarnya. Sementara itu, terkait 20 personel yang ada di dalam pesawat milter AS, sudah dikoordinasikan dengan pihak Imigrasi. Sebagian personel sudah diinapkan di salah satu hotel di Banda Aceh dan sisanya menginap di bandara untuk menjaga pesawat mereka. Meski demikian, TNI-AU, lanjut Suliono, tetap melakukan pengamanan melekat, baik bagi pesawat maupun kru pesawat yang menginap di hotel dan bandara. ‘’Landing emergency, tidak ada planing awal mereka mendarat di sini, sehingga kami harus tahu pergerakan mereka,’’ tuturnya. (ant)
Melasti, Umat Hindu Tangani TB, Indonesia Padati Pulau Merah Hadapi ’’Tripple Burden’’
Banyuwangi (Bali Post) Serangkaian hari raya Nyepi, ribuan umat Hindu menggelar upacara melasti di Pantai Pulau Merah, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (25/3) siang kemarin. Upacara ini diikuti umat Hindu dari lima kecamatan di selatan Banyuwangi, masing-masing Pesanggaran, Siliragung, Tegalsari, Bangorejo dan Purwoharjo. Sejak pagi, umat yang mayoritas Hindu Jawa memadati Pura Segara Tawangalun, tempat melasti digelar. Sebelum melasti ke pantai, umat menggelar persembahyangan bersama dipimpin Ida Pandita Sandi Kertayasa dari Geria Anom Sari, Kecamatan Pesanggaran. Umat juga mendapatkan pencerahan
dharma wacana dari Ketua PHDI Kabupaten Banyuwangi Suminto. Dia meminta umat Hindu tetap kompak, rukun mendukung Pancasila dan keutuhan NKRI. Setelah persembahyangan di pura, ritual dilanjutkan melasti di pantai, sekitar 500 meter dari pura. Umat mengarak julen ke pantai.
Selama arak-arakan, alunan gamelan baleganjur terus bergema. Tiba di pantai, persembahyangan melasti digelar. Umat juga menghaturkan puluhan sesaji. Upacara dipimpin pemangku setempat. Ritual dilanjutkan pakelem, melarung sesaji dari aneka hasil bumi. Lalu, seluruh
umat berebut membasuh diri ke laut. Tokoh umat Hindu Pesanggaran Nyoman Pegeh mengatakan, melasti menjadi rangkaian umat Hindu Banyuwangi menyambut Nyepi. Pantai Pulau Merah sengaja dipilih lantaran dianggap sakral, berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. ‘’Untuk umat Hindu di Banyuwangi Selatan, melasti dipusatkan di Pantai Pulau Merah. Kebetulan di sini juga ada Pura Segara Tawangalun,’’ kata Nyoman Pegeh usai melasti.
Menurutnya, melasti di Pulau Merah menjadi tradisi rutin setiap tahun. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, melasti dipusatkan di beberapa titik di Banyuwangi. Disesuaikan pantai atau danau terdekat. Khusus di Pulau Merah, upacara melasti menjadi daya tarik wistawan, lokal maupun asing. Beberapa terlihat mengabadikan prosesi ritual. Setelah melasti, umat Hindu akan melaksanakan pawai ogoh-ogoh dan brata panyepian, puasa selama 24 jam. (kmb30)
’’Tax Amnesty’’ Segera Berakhir
Pesertanya Capai 801.000 WP Jakarta (Bali Post) Program tax amnesty akan berakhir dalam enam hari ke depan. Program yang dimulai Juli 2016 hingga 31 Maret 2017 ini bermula dari niat pemerintah ingin meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak, serta mencari alternatif biaya untuk merealisasikan program pembangunan.
Pelaksanaan tax amnesty dilakukan selama sembilan bulan yang dibagi menjadi tiga periode. Setiap periodenya memiliki presentase pajak yang berbeda-beda. Berdasarkan data Direktur Jenderal Pajak (Ditjen Pajak), Sabtu (25/3) kemarin, harta yang telah disampaikan mencapai Rp 4.625 triliun, dengan komposisi dana repatriasi
mencapai Rp 146 triliun, dana deklarasi luar negeri mencapai Rp 1.026 triliun, dan dana deklarasi dalam negeri mencapai Rp 3.454 triliun. Untuk komposisi uang tebusan berdasarkan SPH yang disampaikan mencapai Rp 108 triliun, yang berasal dari WP orang pribadi nonUMKM Rp 87,6 triliun, WP orang pribadi UMKM Rp 6,78
Minggu, 26 Maret 2017 05:52 Mars Indonesia Raya 05:54 Mars Bali Jagadhita 05:56 Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Puja Trisandya 06:05 Dharma Wacana Catur Brata Panyepian (1) 06:35 Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07:35 Sehat & Bugar 08:00 Klip Anak 08:35 I Got It 09.05 Taman Sari TK Negeri Pembina Badung (3) 09:30 Belajar Menggambar Menggambar Anak Berfoto dengan Jerapah 10:05 Education On Bali TV
10:30 Agrobisnis Pertanian Pandan Penuhi Kebutuhan Upakara 11:00 Round Up The World 11:30 Dunia Otomotif Bukit Aan Kawi Trail Adventure 12:00 Puja Trisandya 12:05 Dharma Wacana Catur Brata Panyepian (2) 12:30 Traventure 13:00 Wirasa Lemah Tuk Melangkah di Usia Senja 13:30 Lejel Homeshopping 14:30 Tembang Bali 15:30 Education On Bali TV
16:05 Lila Cita 17:05 Inovator 17:30 Gita Shanti SS UKM Dharmagita IHDN Denpasar (2) 18:00 Puja Trisandya 18:05 Seputar Bali 19:00 Banjar Bali Quiz 19:30 KRIS 20:00 Samatra Artis Bali 21:00 Lila Cita Sanggar Tari Guntur Madu (3) 22:00 Berita dan Bincang Terkini 22:05 Lila Cita Wayang Wong Batuan (3) 23:00 Solusi Alternatif The Mayang 23:30 Folksong
triliun, WP badan non-UMKM Rp 13,1 triliun, dan WP badan UMKM sebesar Rp 486 miliar. Sedangkan untuk realisasi berdasarkan Surat Setoran Pajak (SSP) yang diterima, sampai saat ini mencapai Rp 122 triliun, dengan komposisi pembayaran tebusan Rp 109 triliun, pembayaran tunggakan mencapai Rp 12,1 triliun, dan pembayaran bukper mencapai Rp 1,05 triliun. Pelaksanaan tax amnesty dilakukan pada Juli 2016 dan berakhir di Maret 2017 yang dibagi menjadi tiga periode. Adapun repatriasi atau deklarasi dalam negeri Periode I 2%, sedangkan deklarasi luar negeri tarifnya 4% yang berlaku pada 1 Juli 2016 sampai 30 September 2016. Repatriasi atau deklarasi dalam negeri Periode II tarifnya sebesar 3%, sedangkan deklarasi luar negeri tarifnya 6% yang berlaku pada 1 Oktober 2016-31 Desember 2016. Repatriasi atau deklarasi dalam negeri Periode III tarifnya sebesar 5%, sedangkan deklarasi luar negeri
sebesar 10% yang berlaku dari 1 Januari 2017 sampai 31 Maret 2017. 801.000 WP Peserta program tax amnesty atau ampunan pajak telah mencapai sekitar 801.000 dengan total harta mencapai Rp 4.625 triliun. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama di Kantor Ditjen Pajak Pusat, Jakarta, Sabtu (25/3) kemarin. ‘’Di data kami kemarin sudah ada 801.000 WP yang ikut tax amnesty di seluruh Indonesia,’’ kata Hestu. Dia menyebutkan, jumlah peserta dipastikan akan terus mengalami peningkatan, apalagi pengimplementasian program ini hanya menyisakan waktu enam hari lagi. ‘’Ini kecenderungannya meningkat terus. Kita lihat pantauan di KPP-KPP dan juga WP yang membayar uang tebusan tiap hari sudah sangat tinggi,’’ tambahnya. (kmb)
Denpasar (Bali Post) Indonesia mendapatkan tripple burden dalam menangani masalah TB, yaitu peningkatan kasus TB, TB-HIV, dan TB multi drug resistant (TB MDR). Hasil survei prevalensi TB nasional tahun 2014 yaitu 759/100.000 penduduk. Artinya setiap 100.000 penduduk ada 759 orang mengalami TB di Indonesia. Atau dengan kata lain, jika jumlah penduduk Indonesia 250 juta, maka jumlah kasus TB yang ada 1,6 juta. Sementara kasus baru TB berdasarkan angka insiden TB tahun 2015, kasus baru sebesar 395/100.000 penduduk. Dengan kata lain di Indonesia ada 1 juta kasus TB baru setiap tahunnya. Demikian diungkapkan anggota Komisi Ahli Penanggulangan TB di Subdit TB Kemenkes dr. Artawan Ekaputra, belum lama ini. Sementara angka kasus TB di Bali berdasarkan hasil survei prevalensi dikatakan tidak mem-break down angka per provinsi. ‘’Tapi hasil survei nasional ini, bisa digunakan untuk mengestimasi beban TB di Provinsi Bali,’’ ungkapnya. Jika melihat karakteristik penduduk Bali dan fasilitas kesehatan yang sudah relatif lebih baik dibandingkan wilayah lainnya, tentu angka insidennya tidak setinggi nasional. Dengan demikian, Bali yang mempunyai penduduk 3,8 – 4 juta, maka jumlah kasus TB baru di Bali yaitu 15.000 setiap tahunnya. Jumlah kasus baru dan jumlah kejadiah TB di populasi penting diketahui karena berkaitan dengan sumber penularan. Sumber penularan penyakit TB adalah dari orang yang sakit TB. ‘’Ini yang menjadi masalah. Karena penularannya melalui orang yang sakit
TB, terutama orang yang dahaknya positif mengandung kuman TB jika diperiksa. Dari percikan dahak orang yang sakit TB ini terhirup oleh orang yang sehat maka orang sehat tersebut bisa tertular,’’ terangnya. Salah satu program penanggulangan TB adalah menemukan kasus TB di populasi yang ada di masyarakat sebanyak mungkin. Selain karena adanya sumber penularan, masalah TB atau faktor risiko untuk mengalami TB antara lain, kondisi lingkungan fisik rumah yang kurang baik. Misalnya kurang ventilasi, pencahayaan, kepadatan hunian. Faktor lain yang memperberat adalah faktor dari dirinya sendiri. Misalnya kondisi sistem imun menurun seperti ODHA (orang dengan HIV/AIDS). Selain itu pada orang yang mengalami diabetes mellitus, malnutrisi dan orang yang merokok. Masalah TB di populasi diperberat dengan adanya penyakit penyerta. Sehingga penanganannya selain menemukan kasus TB sebanyak-banyaknya kemudian diobati sampai sembuh, maka tidak akan menjadi sumber penularan baru. Kolaborasi penanganan TB dengan program HIV/AIDS sehingga ada program TBHIV merupakan program baru yang dilakukan. Masalah lain yang dihadapi adalah TB yang resisten obat. Artinya kuman TB yang resisten obat. Tidak hanya kebal satu obat tetapi juga beberapa obat. Penyebab utamanya adalah kepatuhan minum obat yang kurang. ‘’Ini yang berbahaya, apalagi yang kebal terhadap beberapa jenis obat karena pengobatannya menjadi sangat sulit,’’ pungkasnya. (kmb42)
Minggu Kliwon, 26 Maret 2017
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) - Iklan Still Store di Bali TV � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau � Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS!
Informasi pasang iklan Telepon
� Tarif iklan Mini/Baris
International Travel Company in Bali, Looking for a Representative,Indonesian Nationality Fluent Speaking & Writing French.Comptr Skills.Motivating Salary for Capable Person. Send Complete Resume with Photo:Inbound Manager at Email agung@avbali.com
Cr Pembantu Gj1,5 yg Anter dpt 500 T.081805481810/488315 Lgs
B.BP.001.03.17.0002060
Dibtuhkan Drafter utk Interior Furniture Bali Toncity.Jl.Imam Bonjol 486 T.0361755210,081337 089669 E:sales@toncity.co.id
B.BP.001.03.17.0002145
B.BP.001.03.17.0001897
Cri Spv Londry Pngalaman,Gaji Tnggi Lok.Dps Hub.0818343214 Dcr Terapis u/k Salon&Spa Lok Sanur, Hub:081238705009
Dimas Studio Membthkn Penjahit Halus,Blnan,GjBgs.082147942963
B.BP.001.03.17.0002082
B.BP.001.03.17.0001869
B.BP.001.03.17.0002040
B.BP.001.03.17.0002061
Dicari karyawan u/Toko Kain Kontraktor,Bth QS Pengalaman Hub.085239141777-085716141777 Tdk Diutamakan Hp.081809248588
B.BP.001.03.17.0002080
Dibutuhkan Chef Restoran Kirim CV ke pradanajaya24@gmail.com Hub.082146521674/Ngurah
B.BP.001.03.17.0001763
Dibutuhkan Spa Therapist(2org) Syarat:Pria,Min 21Th, bisa Bhs Inggris,Pengalaman tdk Diutamakan.Lamaran recruitment@zenji waraga.co.id/T.9809700/ Abing Resort,Br.Kebon,Tegalalang
B.BP.145.03.17.0002084
: : : :
Rp 200.000,- (10 x tayang) � Rp 50.000,- (5 x tayang) � Rp 165.000,- (10 x muat) � Rp 82.500,- (10 x muat) �
Jakarta Mataram Denpasar Surabaya
(021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 (0370) 639543 (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklanbp@yahoo.co.id (031) 5633456
VISA
� Email: pembacabalipost@gmail.com
Dibutuhkan:Pengemudi:Min SMA, Tropic&Ocean Spa diNusa-Dua Dicari Karyawati yg Serius SIM B1/BII,Max.35 Thn,Mengeta- untuk Rumah Makan diBucuktchen Mencari Hairdresser,Therapist,yang hui Wil Denpasar.Kirim Lamaran Dalung-Permai(OO1)081246799666 Pengalaman atau Belum.Mendake:PT.Eka Sari Lorena:Jl.By B.BP.001.03.17.0002045 patkanGaji+Bonus+BPJS+Cuti+THR Pass Ngurah Rai No.502 Sanur, Hub:081337828727/087860552225 Dicari Staff Accounting pria/ B.BP.101.03.17.0002148 Denpasar 80228 Atau Email: wanita,Lmr lgsng ke Puri Gopa Tropical Group Looking for:Tax recruitment@esl-express.com Hotel,Tlp:289948 Fax:287355 Ass,Mgr,Tax Officer,Acct Staff B.BP.001.03.17.0002096 B.BP.001.03.17.0002041 Send CV:corp-hrm@tropicalgroup Kumon Gyr cari S1 B.Ing & Mtk Need Cook,Delivery Supervisor bali.com Ph:0361-775211 Part/Full 08179752136/4791244 Basic English Hp.081338634588 B.BP.001.03.17.0001895
: : : :
B.BP.001.03.17.0001953
Dicri Babysitter Bayi 6Bln, Tnggal Didlm,Gaji+THR. Telp/SMS:081236727221 B.BP.031.03.17.0002095
Travel Agen Co.Look for Product/Fit Dept.In Charge for a La Carte Quotations Send Your CV to sales@govacation-indonesia.com
B.BP.101.03.17.0002147
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post HONDA DIJUAL MOTOR DISEWAKAN RUMAH DISEWAKAN TOKO Smart Cabrio,Wrnabu-abumetalic Dikontrakkan Rmh 2Lt Jl.Gn Ovr KntrkToko 3r,Bypas Ngrhrai YAMAHA th.2011, jrg pkai, KM 88rb, Ymh Enduro Th’77 100cc 80% Ori Agung Hub.Desak 081805558830 Sisa 3Th 65Jt/T,082146761133 knds sgt baik,rutin srvice, B.BP.001.03.17.0001840 B.BP.004.03.17.0002090 11,5Jt Ng Bengkel Purnama Gg. custom order dari Jerman. DIJUAL TANAH Otomotif Jl.Antasura DIJUAL RUKO Hrg270jt(nego)Hub:081238123111 B.BP.001.03.17.0001950 Tnh Kav 2,5&2,6A Lok Sngt Bgs B.BP.031.03.17.0002075 Jual Ruko & Rmh(2Lt)+Furniture Jl.Utama Ry Balangan,View Laut SUZUKI LT12Are SHM Ayani Utara 160 DIJUAL RUMAH H.490Jt/A Nego.Hb.085339021818 BUC APV Arena GX’2011,Mls,Prbd Dps 085792225555 B.BP.004.03.17.0001774 Jl Rmh Mandung,Krmbtn Tabanan Hub.081236279884/08118200429 B.BP.001.03.17.0001851 Tnh Nempil 250Jt/A,Jl.Besakih B.BP.001.03.17.0002142 LT97/60m2.3KT,08123961500 nego B.BP.101.03.17.0002146 PondokCitra Pmogan 08123871809 Suzuki Splash Hitam’2011 asli B.BP.001.03.17.0000314 RUPA-RUPA Rmh Lt2 utara RS Balimed 3KT, Bali Pribadi Hp.08873800044 Tnh 1A Blkg PolresBadung Pasar Pjak Tax Amnesti SIUP,NPWP,SPT B.BP.001.03.17.0001984 3KM,Garase 1,1M H.081338558078 Bringkit 295jt, 08113864266 Thn,sy bntu Murah 081999121505 B.BP.001.03.17.0001992 TOYOTA B.BP.001.03.17.0002152 B.BP.001.02.17.0001740 Rmh Minimalis+Furnished LT100/ Avanza G MT’2013 Airbag Putih Tnh 6A Jl.Pidada Timur Htl SuarTerima Gestun.Dkt Dalung LB160/2Lt Jl.Pamelisan/Sesetan AsDK,Ada Ijin Prwst.0818354141 mas 750jt/A Ng H.081338708444 B.BP.001.03.17.0002138 Permai.081236575081 Dkt Lottemart Tlp.082147087777 B.BP.001.03.17.0001991 B.BP.004.03.17.0002089 Avanza New 1.3 G Th’2012 Tgn1 B.BP.001.03.17.0002058 Tnh SHM+Ijin Hotel Lngkap Siap Silver Hub:087862270180 Rmh di Dps 30Unit T36/80 550Jt KEHILANGAN Bangun,View Water Fall TegenuB.BP.001.03.17.0002124 T60/100(3KT)625Jt.sisa 6 Unit ngan Gianyar,LT.1Ha,Hg.380JT/A Hlg BPKB:K-02718562-O DK9846FJ Djl Camry 2.4 V Hitam Th’2010 Hub.0811510588/0361499289 Dp10% SiapHuni.WA:081239907168 Nego,0811821111/081339500253 AN:I Gusti Agung Gede Wardana B.BP.001.03.17.0002046
B.BP.164.03.17.0001920
BIRO JASA
DIJUAL MOBIL SALON
DIJUAL RUMAH
B.BP.001.03.17.0002039
B.BP.001.03.17.0001644
B.BP.001.03.17.0002081
Padi Handycraft Store&Reflexology Nusa 2,Needs:Opr Spv.Send to:corp-hrm@tropicalgroupbali. com/corp-hrd@tropicalgroupbali .com Ph:0361-775211 Ext.101
B.BP.101.03.17.0002150
Tropical Rest Looking for:Rest .Mgr/Rest.Spv,Sous Chef,CDP,Send CV:corp-hrm@tropicalgroupba li.com/corp-hrd@tropicalgroupb ali.com,Ph:0361-775211
B.BP.101.03.17.0002149
REKREASI
18
TTS Bali Post
Pertanyaan 1
2
3
8
9
4
10
11
Buleleng Tawarkan Puluhan DTW
Daerah tujuan wisata (DTW) di Kabupaten Buleleng tidak hanya segelintir. Setelah pemkab melalui Dinas Pariwisata melakukan inventarisasi, ternyata jumlahnya mencapai puluhan yang tersebar di seluruh kecamatan. Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Nyoman Sutrisna menyebutkan selama ini di bumi Panji Sakti dikenal wisatawan hanya identik wisata bahari maupun air terjun. Namun, berdasarkan hasil inventarisasi tahun ini, jumlahnya mencapai 86 lokasi yang tersebar di sembilan kecamatan. Jenisnya pun sangat bervariasi. Tak hanya wisata alam maupun bahari, tetapi juga spiritual, agro, buatan dan budaya. “Selama ini DTW di Buleleng lebih dikenal hanya air terjun dan bahari. Kami sudah inventarisasi, jumlahnya puluhan,” jelasnya, Sabtu (25/3) kemarin. Mantan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan
Buleleng ini mengakui DTW tersebut belum seluruhnya memiliki atraksi, amenyti dan aksebiliti. Hal itu menyebabkan jumlah kunjungan belum banyak, hanya didominasi masyarakat lokal. Oleh karenanya, itu akan menjadi perhatian pemkab untuk mendapat penanganan. “Sejumlah objek sudah dilengkapi atraksi, amenyti dan aksebiliti. Ada juga yang masih proses. Itu menjadi salah satu penilaian untuk mendapat kunjungan,” katanya. Guna mengembangkan DTW itu, birokrat yang asal Kelurahan Kendran, Buleleng ini mengaku sudah melakukan sosialisasi terkait pengelolaannya, sekaligus pembinaan Sumber Daya Manusia di dalamnya. Hal ini akan terus dimonev dan terakhir akan dibuatkan SK atau Perbup. “Dan kalau menentukan retribusi, langkahnya sampai perda,” tandasnya. (sos)
6
7
25
26
12
13 14 16
15
17
18
19
20
21
22
23
24
27
28 29
30 31
32
33
34
36
Menurun: 1. Juru mudi perahu/jukung 2. Sebagian dari keseluruhan 3. Akademi administrasi negara 5. General post office 6. Alat pengaman dari bahaya hubungan pendek arus listrik 7. Zat-zat yang diuraikan oleh cahaya 9. Sebuah universitas di Lombok 10. Alat pandang dengar 11. Alat untuk mengambil makanan berkuah 12. Keinginan/dorongan hati yang kuat 17. Sejenis Beo kecil berbulu hitam; “Sturnopaster Jalla” 19. Pikiran atau maksud 21. Pekarangan rumah 22. Biang lala 23. Akal budi 24. Dengki/iri hati/hasad 25. Alamiah 26. Alat pencedok lilin cair untuk membatik 33. Anak buah kapal 35. Longok
5
35
SPT2017
Medatar: 1. Berkutub dua 4. Bersifat cenderung menyerang 8. Tidak bermanfaat 11. Tenunan bersulam benang emas/perak 13. Pakai (Inggris) 14. Merah (Inggris) 15. Dibalik: Pengagum/penggemar 16. Dibalik: Medan/tempat bertempur 18. Damai (Bali) 20. Pohon petai cina yang besar ; “Leucaena Glauca” 22. Rumah tempat yatim piatu dirawat 27. Berbagai jenis 28. Tuan ; anda ; engkau (Jepang) 29. Banyak (Bali) 30. Ya (Inggris) 31. Jelita 32. Zat organik yang diperlukan tubuh untuk proses metabolisme normal 34. Tindakan pembalasan terhadap negara yang menyulitkan perdagangan 36. Kabinet/dewan menteri (Jepang) 37. Orang yang menyiarkan ajaran-ajaran Islam
Minggu Kliwon, 26 Maret 2017
37
KUPON TTS No.289 Ketentuan Menjawab Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 289 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 1 April 2017. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 9 April 2017. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
Jawaban TTS No. 287 Mendatar: 1. Debit 6. Akang 9. Anarkis 10. Gulem 11. UMR 12. Inang 13. Etika 15. Menanti 17. Idola 20. Anitsa (Astina) 23. Asbes 25. Gentar 28. Ampah 31. Bandang 33. Rerod
34. Babad 35. Isi 36. Galon 38. Bendera 39. Grasi 40. Tebus Menurun: 1. Degresi 2. Bel 3. Tamtama 4. Saturnus 5. Ukuran 6. Aspirin 7. Alfabet 8. Golgota 14. ILO
Air terjun di Sambangan
BPM/sos
Objek wisata “selfi” di Desa Wanagiri, Sukasada.
16. Tas 18. Die 19. Lot 21. IKM 22. SKA 23. Ara 24. Egaliter 25. Gambang 26. Nirbaya 27. Abudabi 28. Agregat 29. Pir 30. Hedonis 32. Ngiang 37. Lob
Pemenang TTS No. 287 Ni Luh Putu Sri Ayu Wijayanti Dusun Baluk 1, Desa Baluk, Kes. Negara, Kab. Jembrana (Hp: 085 737 201 089) I Wyn Gd Sentana Putra Br. Dlod Pangkung, Sukawati, Gianyar 80582 Ni Nyoman Susanti, S.Hut Dinas Pertanian Kab. Karangasem, Jl. Ngurah Rai No.61 Karangasem 80811 Putu Angga Jl. Gunung Sari Gang Dadi, Denpasar Ni Made Candika Arta Pratiwi Br. Serampingan, Megati, Kec. Selemadeg, Tabanan (Hp: 085 737 633 523) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Ni Nyoman Sri Noviarini Alamat : Kelas IX C, SMPN 1 Semarapura, Klungkung 80700
19
Minggu Kliwon, 26 Maret 2017
Polri Ingatkan Warga Waspadai Penculikan Anak Jakarta (Bali Post) Berbagai kasus yang mengarah pada upaya penculikan anak membuat jajaran Polri siap siaga. Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol. Martinus Sitompul menginstruksikan kepolisian di daerah melakukan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat soal isu penculikan anak. Instruksi itu disampaikan untuk mengantisipasi kasus penculikan anak-anak dan mencegah semakin meluasnya kabar bohong soal penjualan organ tubuh anak-anak di media sosial belakangan ini. ‘’Soal info-info adanya penculikan, petugas yang berada di wilayah-wilayah, kecamatan dan kabupaten kota/provinsi, Polda, Polres, Polsek, sekarang mendatangi sekolah-sekolah untuk menyampaikan imbauan agar jangan sampai terjadi korban penculikan,’’ ujar Martinus seusai mengikuti diskusi di Jakarta, Sabtu (25/3) kemarin. Selain mendatangi sekolah, sosialisasi dilakukan dengan menyebarkan pamflet untuk menginformasikan cara menghindari penculikan. Selain itu, kepolisian juga terus melakukan penelusuran di dunia maya untuk menemukan pihak-pihak yang terlibat menyebarkan berita bohong mengenai penjualan organ tubuh anak sebagaimana kabar yang beredar saat ini. ‘’Kami juga lakukan patroli cyber untuk mengetahui siapa yang bermain dalam pembuatan konten-konten hoax (bohong) tersebut,’’ katanya. Menurut Martinus, beberapa waktu belakangan ada laporan terkait penculikan yang masuk ke polisi. Namun setelah ditelusuri, laporan itu benar. ‘’Meski demikian banyak juga laporan warga yang salah bahwa ada anak yang dibawa temannya, ada yang tidak (belum) pulang,’’ kata Martinus. Kabar soal penculikan dan sindikat penjualan organ tubuh anak-anak merebak dalam dua pekan terakhir. Bermula dari kasus penculikan dan penjualan anak seharga Rp 5 miliar. Merespons keresahan masyarakat, Divisi Humas Polri melalui akun resminya di Instagram menyatakan bahwa pemberitaan mengenai penjualan organ tubuh anak-anak adalah bohong. Kepolisian pastikan informasi penculikan dan penjualan organ tubuh anak-anak yang viral di media sosial adalah hoax. Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta masyarakat untuk tidak termakan isu dan resah terhadap maraknya kabar penculikan anak dan penjualan organ tubuh di media sosial. (kmb)
Tak Puas Dari Hal. 1
‘’Rupanya sekelompok anak-anak muda tak puas ogoh-ogoh hanya bergerak di sekitar tawur kasanga. Dengan alasan biaya membuatnya mahal, jadi perlu diarak berkeliling,’’ ujarnya. Saat ini kita saksikan ogohogoh itu berkeliling di jalanan mengelilingi desa. Bahkan, di beberapa tempat tawur kasanga di ujung sana dan ogoh-ogohnya di ujung yang lain. Seperti tak ada hubungannya antara ogoh-ogoh dan tawur kasanga. Tawur kasanga dilakukan pagi, ngarak ogoh-ogohnya bisa sore. Yang memprihatinkan ogohogoh diupacarai secara sakral (dipasupati) kemudian diarak berkeliling desa sampai hancur, lupa di-pralina. ‘’Pantas di Bali banyak ada bentrokan massal, bhuta kala hidup terus tak ada yang mem-pralina dan di-somya menjadi dewa,’’ tandas Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda. Kini ogoh-ogoh kian dikomersialisasikan. Ada yang beranggapan bahwa ogohogoh tidak dikaitkan dengan tawur kasanga, sehingga
ogoh-ogoh dibuat modern dan tidak harus berbentuk bhuta kala, seperti cewek kafe naik sepeda motor dan bentuk lainnya. Namun, Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda menilai ogoh-ogoh harus tetap ada aroma ritual, karena berkaitan dengan hari raya Nyepi yang merupakan hari raya besar agama Hindu. Bahkan, Parisada setiap tahun memberikan peringatan agar ogoh-ogoh tetap berwajah bhuta kala, bukan simbol tokoh agama. Kendati demikian, peringatan tersebut harus ditambah, bahwa ogohogoh harus dikaitkan dengan tawur kasanga dan di-pralina setelah selesai digunakan. ‘’Jangan ogoh-ogoh itu dikarnavalkan. Karena itu saya pernah usulkan agar kegemaran orang Bali membuat ogoh-ogoh disalurkan pada hari lain, seperti HUT Kota Denpasar. Nah di situ bisa dibikin ogoh-ogoh dalam versi apa pun. Tapi rupanya orang Bali tidak sreg bikin ogoh-ogoh jika tanpa hari raya Nyepi. Sulit meminta sumbangan kalau tidak atas nama agama,’’ pungkasnya. (win)
Lampu Minyak Dari Hal. 1
Keadaan tanpa lampu terjadi di seluruh negeri. Pagoda terbesar di Myanmar Shwedagon menggunakan lampu minyak tanah sebagai pengganti lampu listrik. Menara Eifel, Big Ben, Empire State, Kremlin hingga Piramida di Mesir juga turut gelap gulita. Berbagai kegiatan juga dilakukan untuk memperingati Earth Hour tahun ini seperti maraton dan pertunjukan akustik. Tema yang diusung dalam Earth Hour kali ini adalah ‘’Shine A Light on Climate Action – from Moment to Movement’’. Melalui kampanye ini, semua pihak diajak melakukan aksi nyata untuk mengubah gaya hidup dengan mengurangi jejak ekologis dan emisi gas rumah kaca demi kelestarian bumi. Di Indonesia agenda ini diadakan di 60 kota di beberapa wilayah di Indonesia dari Sumatera hingga Papua. Jakarta ikut terlibat dengan mematikan lima ikon bangunan ibu kota
seperti Balai Kota, Monumen Nasional, Patung Arjuna Wiwaha, Bundaran HI, dan Patung Pemuda. Namun aksi tersebut tidak berhenti sekadar mematikan lampu. Sebagai bagian dari kampanye global, WWF Indonesia akan melanjutkan kegiatan Earth Hour dengan rangkaian kegiatan berjudul ‘’Ini Aksiku’’. Aksi penghematan energi ini serupa dengan perayaan Nyepi di Bali di mana umat Hindu tidak boleh menyalakan api atau lampu selama 24 jam. Perayaan Tahun Baru Çaka ini juga berkontribusi besar terhadap penghematan energi dan pengurangan emisi gas buang yang berbahaya ke alam. Namun, capaian Earth Hour lebih dari sekadar mematikan lampu. Lewat program ini, WWF bisa mengorganisir lebih banyak program konservasi untuk keberlangsungan hidup planet bumi. Tercatat aksi simbolis ini mampu mengubah arah kebijakan di sembilan negara untuk lebih ramah terhadap lingkungan. (kmb33/rtr)
BPM/wan
MELASTI - Sejumlah umat Hindu di Kabupaten Badung ’’ngiring pratima’’ saat melasti ke Pantai Petitenget, Kerobokan, Badung, Sabtu (25/3) kemarin.
Pengawasan Dari Hal. 1
Longgarnya pengawasan aparat pemerintah di Gumi Keris berpotensi munculnya ogoh-ogoh berbau SARA dan mengandung unsur politik. Pemkab berdalih tidak bisa mengawasi keseluruhan ogoh-ogoh yang akan diarak pada malam pangerupukan. Karena itu, pengawasan sepenuhnya diserahkan kepada aparat desa, kecuali ogohogoh yang dilombakan. ‘’Kami serahkan kepada desa masing-masing (pengawasan – red). Untuk 534 ogoh-ogoh yang dilombakan, tim penilai sekarang sudah ke lapangan. Kalau ditemukan ada yang melanggar ketentuan maka dia langsung diskualifikasi,’’ ujar Sekretaris Disbud Badung Made Rustan didampingi Kabag Humas I Nyoman Sujendra. Menurutnya, tim penilai akan menilai sesuai kriteria yang ditentukan. Seperti, ogoh-ogoh harus berupa raksasa atau menggambarkan bhuta kala. Tidak boleh menggunakan bahan styrofoam. Ogoh-ogoh juga tidak boleh berbau SARA dan mengandung unsur politik. Bila di luar dari kriteria tersebut, maka tim penilai akan langsung mendiskualifikasi. ‘’Bagi pemenang lomba kami telah menyiapkan hadiah menarik. Kami berharap dengan suntikan dana Rp 15 juta per sekaa teruna ini bisa membuat sekaa teruna tam-
bah berggairah dalam berkreasi seni,’’ pungkasnya. Di sisi lain styrofoam masih saja digunakan sebagai bahan pembuatan ogohogoh. Sejumlah sekaa teruna (ST) mengaku telanjur memanfaatkan bahan tak ramah lingkungan itu lantaran ibauan Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Badung untuk tidak memanfaatkan styrofoam telat. Seperti diketahui, sampah styrofoam merupakan sampah yang sulit terurai seperti halnya sampah plastik lainnya. Namun jika jenis plastik lain dicari oleh pemulung karena bisa didaur ulang, styrofoam tidak. Karena itulah sampah styrofoam terus menggunung dan mengganggu lingkungan. Jika dibuang ke sungai atau saluran air, styrofoam bisa menyumbat saluran air dan mengakibatkan banjir. Tak hanya itu, bahan tak ramah lingkungan ini juga berdampak negatif terhadap kesehatan manusia. Kadisbud Badung IB Anom Bhasma tak menampik jika pembuatan ogoh-ogoh oleh sejumlah ST masih menggunakan styrofoam. ‘’Kami memang akui ada yang menggunakan styrofoam. Tidak apa-apa karena kami juga telat (me-warning -red), tetapi pelan-pelan kita mendidik dulu. Ke depan tidak boleh lagi menggunakan styrofoam,’’ katanya. Pengamat budaya yang juga mantan Dirjen Bimas
Kondisi Lapar
Dari Hal. 1
Makanan telah usai dibuat pada malam hari namun belum dikemas. Pagi harinya, nasi baru dikemas. Sedangkan nasi tersebut baru mulai dikonsumsi masyarakat di siang hari. Dalam kondisi lapar dan kelelahan serta makanan yang tidak fresh diduga membuat tubuh warga bereaksi menimbulkan muntah dan diare. Ia bersyukur tidak ada warga yang sampai fatal.
Pihaknya juga menunggu hasil laboratorium untuk memastikan penyebab keracunan warga. Dalam penanganan outbreak tersebut beberapa instansi terlibat seperti BPBD Badung, Dinkes badung, RSUD Badung, dan Puskesmas Mengwi 2. Bupati Badung Giri Prasta mengingatkan masyarakat untuk memilah dan memilih makanan yang higienis agar tidak ada bakteri atau pun kuman patogen yang termakan. ‘’Sebenarnya kami
Denpasar Selatan Hindu dan Buddha Prof. I.B. Yuda Triguna juga menyesalkan masih adanya ogoh-ogoh berbau politik dengan alasan berbingkai kreativitas seni. Bagi dia, ogoh-ogoh yang melanggar lomba ini juga melanggar norma-norma etika dan estetika. Apalagi ogohogoh yang dibuat dikaitkan dengan hari suci Nyepi. ‘’Seharusnya dari sejak merencanakan membuat ogoh-ogoh sudah ada tema upacara Buta Yadnya dalam pikiran pembuatnya. Ini, katanya, namanya ujian untuk menahan diri menuju hari raya Nyepi. Membuat ogoh-ogoh berbau SARA, politik dan cenderung pornografi, katanya, sebenarnya bisa dicegah lewat pengawasan orangtua dan masyarakat terdekat. Dengan cara menasihati anak-anak untuk malu kalau menampilkan ogoh-ogoh tak sesuai dengan tema Buta Yadnya. Budaya malu ini, katanya, sejak awal harus ditanamkan kepada anak-anak muda agar mereka tak menyesal di kemudian hari menjadi sorotan masyarakat lain. Dia tak setuju kata kreativitas itu diterjemahkan bebas berekspresi seni yang keblablasan, melainkan harus tetap menganut etika yang di ajaran Hindu dikenal dengan konsep Satya, Siwam, Sundharam yakni mengandung kebenaran, kecucian dan keindahan. (par/sue)
pada perubahan anggaran tahun 2016 telah menyediakan ambulans siaga yang sudah include dengan BPOM, yang bergerak setiap saat di wilayah banjar dan desa/ kelurahan,’’ ujarnya. Selain ambulans juga melayani pasien yang sakit, BPOM yang include dalam ambulans tersebut juga bertugas mengecek warung-warung dan kegiatan terkait pengolahan makanan. ‘’Astungkara bisa diselesaikan tahun 2017,’’ tandasnya. (kmb42)
Dari Hal. 1
Untuk Kecamatan Denpasar Selatan masing-masing ST Sukarela Br. Kepisah Pedungan, ST Putra Dharma Laksana Br. Pemogan Kaja Pemogan, ST Tunas Ambara Br. Ambengan Pedungan, ST Taman Segara Br. Panti Sanur, ST Ria Remaja Jaya Kusuma Br. Gladag Pedungan, ST Yowana Tapa Yoga Br. Gelogor Carik Pemogan, ST Eka Laksana Br. Gaduh Sesetan, ST Dharma Laksana Br. Kaja Panjer. Kecamatan Denpasar Timur masing-masing ST. Yowana Werdi Br. Batan Buah Kesiman Petilan, ST Ngenjung Sari Br. Kalah Penatih, ST Dharma Cipta Br. Abian Kapas Tengah Sumerta, ST Mekar Sari Br. Kesambi Kesiman Kertalangu, ST Yowana Dharma Satya Br. Ketapian Klod Sumerta, ST Tunas Harapan Br. Kerta Bhumi Sumerta Kaja, ST Candanila Widhayaka Br. Tohpati Kesiman Kertalangu, ST Binnayaka Dharma Br. Ujung
Kesiman. Kecamatan Denpasar Utara masing-masing ST Dharma Wijaya Kusuma Br. Merta Rauh Kaja Dangin Puri Kangin, ST Gita Puspa Br. Lumintang Dauh Puri Kaja, ST Bayu Kumara Br. Umadesa Peguyangan Kaja, ST Grenceng Br. Grenceng Pemecutan Kaja, ST Yowana Jaya Kaliungu Kaja Dangin Puri Kaja, ST Yowana Mekar Br. Dualang Peguyangan Kaja, ST Cakra Yowana Br. Belaluan Dangin Puri Kauh, ST Bina Manggala Santi Br. Merta Gangga Ubung Kaja. Tak ada keharusan ogohogoh yang masuk nominasi ini diarak ke patung Catur Muka, karena malam Pangerupukan dan pawai ogoh-ogoh diserahkan ke desa adat masing-masing. Pola ini sudah dilakukan Pemkot Denpasar sejak beberapa tahun terakhir. Selain mampu mengurai kemacetan di pusat kota, juga menjadi hiburan bagi keluarga di desa adat. Para remaja pun terkontrol kreativitasnya. (ara)
Aparat Keamanan Dari Hal. 1
Sukra mengatakan, sebagaimana pantauannya selama ini pihaknya belum menemukan adanya ogoh-ogoh di Bangli yang melewati batas-batas tersebut. Dia mengatakan, jika sampai ada masyarakat yang tidak memperhatikan etika, estetika maupun tatwa dalam pembuatan ogoh-ogoh, maka pihaknya sudah memberikan kewenangan kepada aparat keamanan untuk melakukan tindakan. ‘’Mengenai waktu yang tepat mengarak ogoh-ogoh disepakati mulai pukul 18.0021.00 Wita. Selesai diarak di wilayah desa ogoh-ogoh harus
di-pralina di setra,’’ jelasnya. Sementara itu, berdasarkan data yang dimiliki Polres Bangli tercatat total jumlah ogoh-ogoh yang ada tahun ini sebanyak 372 buah. Ogoh-ogoh tersebut tersebar di hampir seluruh desa di empat kecamatan di Bangli. Kabag Ops Polres Bangli Kompol Anom Semadi mengatakan, untuk mengamankan jalannya malam pangerupukan dan Nyepi, Polres Bangli menerjunkan lebih dari dua ratus personel. Selain diarak keliling wilayah desa pakraman masing-masing dari ratusan ogoh-ogoh tersebut juga ada yang dipawaikan oleh beberapa desa. (ina)
Tak Tahu Dari Hal. 1
‘’Enggak tahu, aku enggak tahu masalah itu. Enggak ah. Aku enggak ada yang dihubungin,’’ kata Tanti. Tanti mengatakan akan mengkroscek lebih lanjut tentang kabar yang beredar ini.
‘’Habis ini aku mau telepon dulu untuk tanya. Ya Allah anak gue kenapa lagi dia,’’ ucapnya. ‘’Semalam saya ke apartemen dia, sebelum saya pergi dia bilang mau pergi sama temantemannya tapi enggak tahu ke mana,’’ jelas Tanti. (pik)
balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost
Minggu Kliwon, 26 MARET 2017
Raih Anugerah ’’Global Leadership Awards’’ PENYANYI Rossa memperoleh anugerah Global Leadership Awards karena dinilai telah memberi kontribusi terhadap perekonomian Malaysia-Indonesia. ‘’Semoga apa yang saya dapat malam hari ini bisa mempererat persahabatan dan persaudaraan antara kedua negara tercinta, Indonesia dan Malaysia,’’ ujar Rossa setelah menerima penghargaan tersebut pada Malam Media Malaysia-Indonesia yang diselenggarakan di Auditorium Adhiyana Wisma Antara, Jakarta, Jumat (24/3) malam. Penyanyi bernama lengkap Rossa Roslaina Sri Handayani itu berharap penghargaan yang diterimanya dapat menginspirasi para pelaku industri musik Tanah Air agar lebih bersemangat untuk membuat karya-karya musik terbaik. Tahun ini merupakan kali kedua Rossa memperoleh Global Leadership Awards setelah pada 2016 penyanyi 38 tahun itu juga mendapat penghargaan yang sama untuk kategori Celebrity of the Year. Selain Rossa, Wakil Ketua MPR-RI Oesman Sapta Odang dan pengusaha Chairul Tanjung juga menerima penghargaan tersebut tahun lalu untuk kategori Lifetime Achievement Award. Sementara Menteri Pariwisata Arief Yahya memenangi kategori Best Destination Marketing pada 2016. Global Leadership Awards diselenggarakan setiap tahun sejak 2009 untuk mengapresiasi 30 figur terbaik di kawasan Asia Tenggara meliputi para diplomat, pelaku bisnis, pemerintah, filantropis, media, selebritis, dan pegiat sosial. Diselenggarakan oleh majalah bisnis The Leaders International dan American Association Leadership Development (ALDA), penghargaan ini dikelola secara khusus oleh organisasi manajemen acara Malaysia, My Events International. Para penerima penghargaan Global Leadership Awards dinilai atas kontribusi teladan mereka terhadap pertumbuhan global dalam pembangunan ekonomi dan kepemimpinan. (ant)
’’Lascarya’’ brolan BALE BANJAR ARIDUS DENPASAR dengan London yang berjarak 12.540 km, baik secara kebudayaan, sejarah maupun politik, tidak ada kaitannya, kecuali penerbangan yang menghubungkan kedua wilayah selalu ada. Namun, Rabu (22/3) ada serangan serupa namun tak sama merusak ketenteraman masyarakat kedua kota tersebut. Denpasar diserang gempa berdaya 5,6 SR, selama 10 detik, pada pukul 07.10 Wita, London diserang teroris pada pukul 14.40 waktu London. Syukurnya serangan pada ibu kota Pulau Bali tidak menimbulkan korban, baik harta maupun nyawa. Tragisnya, ibu kota Inggris jadi berdarah-darah, karena teroris berhati iblis mencabut nyawa empat orang tak berdosa kendati pelaku juga mampus ditembak polisi. Mobil setan yang dikemudikan iblis itu juga menabrak pejalan kaki di jembatan Westminster, membuat 40 orang dirawat di rumah sakit akibat cedera ringan dan berat. ‘’Direktur Search for International Terrorist Entities (SITE) Rita Katz dalam twitter menulis, pendukung ISIS secara online merayakan serangan di depan gedung Parlemen, London sebagai ‘darah dibalas darah’ atau balas dendam atas serangan Inggris di Mosul. Pendukung ISIS juga menyebarkan meme bergambar Big Ben yang
terbakar hebat serta narasi ‘Soon our battle on your land, London’. Ya, konon serangan teroris itu berlokasi di pusat keramaian di mana Lonceng Besar Big Ben sebagai ikon pariwisata Inggris dan Gedung Parlemen ada di situ. Ini gila dan tidak waras, kematian kok diledek dan ditertawai? Aku yakin ini bukan ajaran agama, tapi karakter bangsa atau pribadi yang jauh dari perikemanusiaan. Lebih berkepribadian kulihat para petarung di Ultimate Fighting Championship! Rata-rata mereka berwajah sangar, bertato dan berotot serta kuat secara fisik dan mental. Namun punya kelembutan hati dan penghargaan terhadap lawan, kendati sebelum bertanding mereka seakan saling ejek. Ketika wasit menghentikan pertarungan karena salah satu petarung tidak mampu bertanding lagi, kedua petarung yang sebelumnya seperti mau saling bunuh, berpelukan. Yang unggul minta maaf dan yang kalah menghargai lawannya. Kalau benar seperti yang ditulis Rita Katz, para teroris ISIS agaknya hanya punya dendam dan kebuasan di hati mereka, tapi bermental banci dan pengecut. Mengapa bangga membunuh masyarakat sipil yang tidak berdosa? Lebih ksatria pasukan Mossad yang memburu anggota Black September yang membantai para atlet Israel di Olimpiade Munchen tahun 1972. Mereka hanya memburu yang dianggap berdosa!’’ papar Rubag. ‘’Ya, itu baru cocok disebut balas dendam! Sebab namanama pembantai di asrama para atlet Israel di Munchen dicatat dan diidentifikasi, lalu mereka diburu ke segala pelosok, tanpa menebar teror pada yang tidak terkait masalah. Perang dalam segala bentuk, seharusnya punya kode etik atau aturan
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Supersoul Rilis Single ’’Mahabintang’’ ’’SAYA masih muda, jalan saya masih panjang, dan akan saya kejar terus mimpi saya,’’ ungkap Dhita Estrella (19), vokalis grup band Supersoul, saat merilis single debutan ‘’Mahabintang’’ di Jakarta, baru baru ini. Sebagai sebuah band, Supersoul memang masih sangat hijau. Dibentuk pada Juni 2016, mereka masih memili tiga lagu lainnya, yang dalam waktu dekat akan mereka rangkum dalam sebuah mini album. Tapi, dalam kebeliaan mereka, sebagaimana nama band mereka yang berarti Jiwa yang istimewa, Supersoul berharap menemukan nasib baik mereka, di tengah belantara pencari kesuksesan lainnya di kazanah musik Indonesia. Band yang bernaung berada di
bawah THINK Management ini siap menantang segala rintangan untuk harus dilalui sebuah band debutan. Sebab, Dhita Estrella, bersama Rico, (gitaris dan songwriter), Echal Gumilang (keyboard), bantuan drummer additional telah melengkapi diri mereka dengan kemampuan kreatif dan mental yang sama baiknya. ‘’Saya pernah ikut sebuah ajang pencarian bakat yang ada di Indonesia, dari The Voice Indonesia, Indonesia Mencari Bakat sampai Indonesian Idol,’’ imbuh Dhita yang jebolan sekolah vokal Achmad Dhani Rock School itu. Single mereka berirama pop rock, atau dengan nuansa mudah dengar (easy listening) single ini juga telah diperdengarkan kepada orang nomor satu label Warner Music
Indonesia, Toto Widjojo. Menurut Rico, tanggapan Toto sangat positif dan langsung menawarkan kerja sama untuk turut memasarkan single itu, dengan pembagian keuntungan 50/50. ‘’Siapa tahu digaet Warner Music Indonesia ke depannya,’’ harap Rico. Supersoul, sebagaimana diharapkan para punggawanya, mempunyai skedul pemanggungan yang lebih ajeg, dan proses kreatif yang lebih terjaga. (pik)
Insiden Westminster Batalkan ’’Indonesia Regal Heritage’’ di London London – Acara Malam Indonesia Regal Heritage untuk mengenalkan warisan kebudayaan Nusantara di Museum Victoria & Albert (V&A), London, Sabtu (25/3) kemarin, terpaksa dibatalkan, menyusul terjadinya insiden aksi terorisme di depan gedung parlemen Westminster London, Rabu (22/3) lalu. Pihak Museum V&A menyarankan pembatalan acara itu dengan alasan mengutamakan keamanan lantaran kegiatan tersebut dijadwalkan banyak mengundang kalangan diplomat setingkat duta besar maupun banyak tamu terhormat dari kerajaan di Eropa, kata panitia penyelenggara Gapura Ltd. dan Team Indonesias Regal Heritage (IRH) Beth Palapa ketika dihubungi Antara News di London, Jumat lalu. Sementara itu, pihak Museum V&A kepada Antara News menyebutkan bahwa mereka sama sekali tidak mengetahui mengenai pembatalan acara. Corporate Events Manager dari V&A Museum Caroline Newton mengemukakan bahwa bukan pihaknya yang membatalkan acara itu, karena pihak museum justru akan memberikan dukungan bila diperlukan. ‘’Beth Palapa pendiri dan direktur Gapura Ltd. telah membatalkan acara kepada kami kemarin siang. Kami agar mereka yang tidak ikut perseteruan tidak ikut kena getah. Berani menyatakan perang harus tunduk pada segala aturan yang sekaligus mencerminkan jiwa ksatria. Aku teringat Sang Nakula yang malam hari mengendap nyelusup ke kemah Prabhu Salya saat perang Bharatayudha. Bukan bertujuan membunuh calon musuh yang akan dihadapi pada perang keesokan hari, namun minta maaf sebagai anak muda yang berstatus kemenakan, karena lancang harus berhadapan sebagai sateru. Bali, tepatnya Kuta dan masyarakatnya pernah terkena getah perang tanpa aturan, yang menurut istilah Benjamin R. Barber disebut Jihad Vs McWorld. Malah dua kali, pertama kawasan Legian hancur lebur 12 Oktober 2002 dan Jimbaran dan Kuta dibom 1 Oktober 2005. Ratusan orang asing dan lokal kehilangan nyawa dan industri pariwisata anjlok dan reputasi Bali sebagai daerah tujuan wisata teraman, terkoyak. Ironisnya, para teroris saat diadili mengaku bertujuan membunuh orang Barat atau kafir dan dajjal, bukan menghancurkan Bali. Ini alasan tidak masuk akal, kalau benar untuk membunuh pihak yang dianggap musuh, mengapa harus Bali yang masyarakatnya cinta damai, dijadikan lokasi perang? Kalau benar sinyalemen bahwa Jihad Vs McWorld adalah kelanjutan dari Perang Salib atau Perang Sabil, tidak salah kalau kusebut, Bali dan masyarakatnya kena getah mereka yang gemar memelihara dendam dan benci!’’ komentar Sudiantara. ‘’Syukurlah, kita di Bali masih percaya pada karma phala, salah satu dari lima prinsip dasar ajaran Hindu Bali, yang disebut Panca Sarada. Bukan mengeluarkan tombak dan pedang lalu ngamuk, melainkan melakukan yadnya mohon pada Hyang Widhi menunjukkan keadilanNya. Upakara Karippu Bhaya
tidak tahu tentang itu, dan mengapa demikian, tapi bukan dari kami keputusan tersebut,’’ ujarnya. Ia menimpali, ‘’Dan bukan pula dikarenakan alasan keamanan setelah insiden jembatan Westminster. Kami bekerja seperti biasa, dan kami memiliki dukungan memadai terkait pengamanan bila dibutuhkan. Sedianya acara Indonesia Regal Heritage akan menampilkan budaya Indonesia mulai dari keseniaan berupa pentas Wayang Beber, yaitu wayang yang digambarkan pada selembar kain, kemudian keluarlah Panji dari kain itu dengan menari topeng, peragaan busana karya Ghea Pangabean dan koleksi busana Iwan Tirta serta promosi kuliner Indonesia oleh Patty Ellyot. Indonesia Regal Heritage sedianya menampilkan pula kelompok Matah Ati pimpinan Atilah Soeryadjaya dan perwakilan Indonesia lainnya berharap bisa lebih mengenalkan kebudayaan Indonesia di mata dunia. Ia mengemukakan bahwa kebudayaan Indonesia luar biasa, tetapi masih jarang dikenal masyarakat, terutama masyarakat Eropa. Hal ini juga pernah disampaikannya saat acara konferensi pers sebelum keberangkatan rombongan Indonesia ke Inggris. (ant) di Legian dan Mapekelem di perairan Jimbaran kita lakukan serta mendirikan monumen korban bom di Legian, sebagai sarana mawas diri. Ada orang meragukan kita menerapkan ajaran Tri Hita Karana secara nyata, namun hanya di mulut, tetapi biarkan mereka menilai. Mungkin karena perilaku segelintir masyarakat tidak mencerminkan ajaran warisan leluhur itu. Namun sebagian besar masih menerapkannya dalam kehidupan manyama braya. Alam dan lingkungan kita hormati lewat hari-hari suci seperti Tumpek Kandang, Tumpek Bubuh, Tumpek Wayang, Tumpek Kandang, Tumpek Krulut, Pagerwesi, Banyupinaruh, Siwaratri dan Selasa depan kita akan merayakan Nyepi. Ini sebenarnya puncak ajaran Tri Hita Karana, yang cuma di Bali ada! Semua yadnya memerlukan biaya, tenaga dan waktu, tetapi kita ikhlas melakukan. Bila semua dilaksanakan, tapi tetap terkena bencana, kita tidak menyalahkan Sang Hyang Widhi dan menganggap-Nya tidak adil. Andaipun saat
BPM/ant
Museum Victoria and Albert (V&A Museum) di London, Kerajaan Inggris Raya. gempa Rabu lalu terjadi bencana, sebaiknya kita jangan menuduh Tuhan marah dan alam melakukan balas dendam. Sebaiknya mulat sarira atau mawas diri, sebab Tuhan selalu seperti sebutannya Mahapengasih, Maha-adil dan Mahatahu. Jangan terbius lirik Ebiet G. Ade, tentang Tuhan sudah bosan melihat tingkah laku kita. Jangankan bosan, satu detik saja dikurangi atau ditambah atas 24 jam sehari, kukira, planet bumi ini akan hancur dihujani asteroid, karena kosmos akan berganti kheos,’’ ulas Sugita. ‘’Benar, jangan selalu menyalahkan pihak lain kalau diri sendiri selalu melakukan hal-hal yang tidak adil atau tidak baik! Alam pun tidak pernah marah dan balas dendam untuk perbuatan manusia yang dikendalikan keserakahan dengan merusak lingkungan, melainkan mewujudkan keseimbangan. Banjir besar, tsunami, gempa dan sambaran petir adalah tindakan alam buat menyeimbangkan diri. Sekali lagi, manusia harus mawas diri, lalu menghentikan tindakan
yang dapat merusak alam dan lingkungan. Hakikat yadnya yang kita haturkan adalah mohon keseimbangan tersebut. Manusia Bali pun diajar para leluhurnya untuk bersikap seimbang, terutama dalam melakukan yadnya dan upacara keagamaan. Tidak selalu memohon atau meminta, namun pelit dalam memberi atau menghaturkan! Maturan malu, mara nunas, begitu pesan para orang tua yang berarti memberi dahulu baru meminta. Jangan kesal bila permohonan tidak dikabulkan namun harus maklum bahwa apa yang diminta bukan hak kita. Jadi, yadnya harus dilaksanakan secara ikhlas atau lascarya! Itulah mungkin sebabnya, seorang pangeran yang ikut rombongan Raja Salman, konon meneteskan air mata
saat belanja di sebuah mall di Kuta. Pimpinan mall yang diajaknya bercakap-cakap bercerita bahwa pangeran itu sangat terharu menyaksikan kedamaian alam Bali dan keikhlasan masyarakatnya dalam segala hal. Termasuk, keikhlasan menjadi korban bom teroris dua kali dengan mendirikan monumen yang setiap hari dihaturkan sesajen di altarnya. Berarti masyarakat Bali tidak menyimpan dendam kepada siapa pun, meski para teroris mengusung sebuah nama agama untuk membenarkan tindakan mereka yang brutal. Mungkin karena penerimaan secara lascarya disertai kedamaian hati, rombongan Raja Salman dari Arab Saudi menambah masa tinggalnya di Bali,’’ pungkas Suryanegara. (aridus)