Skip to main content

Edisi 25 Februari 2018 | Balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

Minggu umanis, 25 februari 2018

u g g n Mi Pengemban Pengamal Pancasila

BPM/kmb

BERSAMA - Calon Wakil Gubernur Bali Cok Ace berfoto bersama Ni Putu Putri Suastini Koster dan istri Gubernur Bali Ny. Ayu Pastika di sela-sela menghadiri Rakornas KPPI di Denpasar.

Perempuan Punya Peran Kuat sebagai Penentu Kebijakan Putri Suastini Koster: Politik Perlu Kelembutan dan Kasih Sayang

C

alon Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), mengungkapkan bahwa kaum perempuan khususnya di Bali mempunyai peran yang kuat dalam memengaruhi arah kebijakan-kebijakan yang terkait dengan kepentingan publik. “Meski jumlahnya di ranah politik praktis masih cukup terbatas, tapi perannya di belakang layar sangat besar dalam ikut menentukan arah kebijakan-kebijakan publik,” ujarnya usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) di Hotel Aston, Denpasar, Sabtu (24/2) kemarin. Pasalnya, lanjut pendamping calon Gubernur Bali Wayan Koster ini, karena kaum perempuan secara naluriah memiliki kepekaan yang lebih tinggi dalam merasakan segala persoalan sosial yang terjadi di masyarakat. “Seperti jika terjadi kenaikan harga-harga. Kan ibu-ibu yang lebih dulu merasakan dampaknya bagi belanja rumah tangga. Jadi, kaum perempuan dari ranah privat hingga publik sangat paham dengan yang apa terjadi,” jelasnya. Untuk itu, kaum perempuan harus diberikan peran yang lebih besar, supaya dalam ranah politik terjadi saling melengkapi serta sinergisitas antarakaum perempuan dan lakilaki. Alhasil, kebijakan-kebijakan publik yang dihasilkan akan lebih terkena sentuhan kelembutan dan kepekaan terhadap masyarakat. “Bukan berarti kebijakan-kebijakan sekarang tidak ada kepekaan. Namun kalau kaum

perempuan diberikan porsi yang sama, maka hasilnya tentu akan lebih baik lagi,” sebutnya. Mantan Bupati Gianyar ini sangat mengapresiasi perjuangan KPPI agar kaum perempuan diberikan kesempatan yang lebih besar lagi dalam ranah politik praktis di segala tingkatan. “Mereka (kaum perempuan) sangat mampu seperti lakilaki. Hanya, seperti sambutan Pak Gubernur (Made Mangku Pastika) tidak diberikan kesempatan yang sama,” ungkapnya. Terkait dengan hal itu, pihaknya bersama Wayan Koster, apabila terpilih nanti sebagai Gubernur-Wakil Gubernur Bali periode 2018-2023 akan mendorong dan memberikan peluang yang lebih bagi kaum perempuan Bali dalam keterlibatan politik serta pengambilan kebijakan publik. “Kami (Koster -Ace) dari awal sudah mempersiapkan segala program pemberdayaan perempuan khususnya kaum perempuan Bali. Bukan hanya di ranah politik, tapi di segala sektor. Mulai dari usaha, seni budaya juga pendidikan,” ujarnya. Sementara itu, anggota Dewan Kehormatan KPPI Provinsi Bali Ny. Ni Putu Putri Suastini Koster mengatakan perempuan dalam kancah politik bukan lagi hal yang tabu. Keterwakilan 30 persen perempuan dalam politik, khususnya dalam proses penetapan calon anggota legislatif (pencalegan) di semua tingkatan harus dikawal dengan sebaikbaiknya. Di sinilah, peranan Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) untuk memastikan keterwakilan perempuan tersebut benar-benar diimplementasikan, bukan hanya di tataran proses pencalegan, namun

dikawal dan diperjuangkan hingga bisa terwujud keterwakilan 30 persen di parlemen. Istri Calon Gubernur Bali Wayan Koster ini mengapresiasi sepak terjang KPPI yang telah mampu menjadi wadah bagi perempuan-perempuan yang ingin dan sudah terjun di dunia politik. “KPPI menjadi ajang penggodokan dan mendapatkan ilmu politik bagi para wanita yang terjun ke kancah politik, sehingga memiliki bekal dan kemampuan yang mumpuni, untuk maju di ajang pemilihan legistatif hingga pemilihan kepala daerah,” katanya. Seniman teater yang gemar menulis serta membaca puisi ini mengibaratkan KPPI sebagai kawah Candradimuka untuk menggembleng, dan memberikan pendidikan politik bagi perempuan. Diakuinya, dunia politik asing bagi perempuan, karena memiliki kesan yang keras, dan cenderung didominasi oleh kaum pria. Akibatnya, sangat sedikit perempuan yang tertarik untuk berkiprah di dalamnya. Padahal kalau perempuan masuk di dalam dunia politik, maka ada unsur kelembutan atau kasih sayang sehingga terjadi keseimbangan. Padahal, menurutnya, perempuan memiliki peran tersendiri jika terjun ke bidang politik, supaya ada yang menyuarakan kepentingan perempuan, anak dan keluarga agar menjadi lebih baik. “Maka KPPI ini menyerukan pada pemerintah untuk memerhatikan dan memfasilitasi implementasi kebijakan keterwakilan 30% perempuan dalam politik, terutama dalam proses pencalegan pada Pemilu 2019 di setiap tingkatan,” tegasnya.(kmb)

BPM/kmb

RAKORNAS - Calon Wakil Gubernur Bali Cok Ace dan Ni Putu Putri Suastini Koster bersama peserta Rakornas KPPI di Denpasar.

20 HALAMAN

NOMOR 184 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418


2

Minggu Umanis, 25 Februari 2018


20 HALAMAN

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

Minggu umanis, 25 februari 2018

u g g n Mi Pengemban Pengamal Pancasila

NOMOR 184 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

AKRAB - Wakil Bupati Karangasem Wayan Artha Dipa bersama Satria Naradha dan unsur Muspika Rendang tampak akrab dengan siswa di Bali Post Goes to School.

Selamatkan Generasi Emas Bali Mulai dari Karangasem

BPM/edi

Amlapura (Bali Post) Gembira namun sarat nilai edukasi. Itulah tercermin pada aneka lomba di ajang Bali Post Goes to School, di SMAN 1 Rendang, Sabtu (24/2) kemarin. Anakanak TK, SMP, SMA, dan SMK sumringah mengikuti lomba lagu dan gerak, lomba baca puisi, majalah dinding, pelatihan jurnalistik, lomba dan pelatihan fotografi. Ada sekitar 64 ribu siswa di Karangasem yang harus diberikan kesempatan belajar hingga tuntas. Mereka tak boleh putus sekolah, agar ke depan mampu menjadi generasi emas Bali dari Karangasem. Persoalan ini menjadi perhatian serius wartawan senior, guru Satria Naradha, saat memotivasi anak-anak di ajang Bali Post Goes to School 2018.

Anak-anak ini harus diberikan kesempatan belajar, mewujudkan cita-citanya. Jika tidak, menurutnya, Bali akan kehilangan harapan. Melihat permasalahan itu, Satria Naradha menegaskan ingin berkontribusi membantu menuntaskan persoalan ini melalui fungsi-fungsi pers. Hal. 19 SDM Mumpuni

Momen Pemulihan Pariwisata Karangasem

Bupati Mas Sumatri Sambut 36 Duta Besar Negara Sahabat KARANGASEM kembali mendapatkan kesempatan membuktikan bahwa pariwisata di Bumi Lahar tetap bisa jadi primadona. Melalui event tingkat Internasional Diplomatic Tour: “Ambassadors’ Outing to Bali”, Pemkab Karangasem bisa menunjukkan secara langsung ahwa menikmati alam di ujung timur Pulau Dewata ini tetaplah aman, di tengah aktivitas Gunung Agung yang telah turun ke level Siaga dan wilayah KRB dipersempit menjadi 4 kilometer dari puncak gunung. Hal tersebut disampaikan Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri usai menyambut 36 duta besar negara sahabat beserta keluarganya di Taman Tirtagangga, Karangasem, Sabtu (24/2) kemarin. Penyambutan dilaksanakan berupa tarian khas Desa Seraya Gebug Ende, sekaa genjek, tarian legong serta pengalungan bunga oleh Bupati Karangasem didampingi Sekda Kabupaten Karangasem I Gede Adnya Mulyadi dan seluruh Kepala OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karangasem. Mas Sumatri menyampaikan ucapan selamat datang dan rasa terima kasihnya atas nama masyarakat Karangasem dan berharap kunjungan ini memberi kesan yang mendalam kepada para duta besar dan rombongan. Hal. 19 Berdampak Positif

BPM/edi

SAMBUT - Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri menyambut 36 duta besar negara sahabat beserta keluarganya di Taman Tirtagangga, Karangasem, Sabtu (24/2) kemarin.

ATRAKTIF - Peserta lomba gerak dan lagu tampil atraktif dengan atribut koran bekas.

Diperlukan Rp 7,2 Juta Tiap Siswa/Tahun

Wacana pendidikan gratis yang dilemparkan, khususnya di tingkat SMA/SMK mesti dikaji secara cermat karena banyak mendapat resistensi dari sekolah. Jangan sampai hanya menjadi jargon politik. Nomenklatur gratis harus dibuat secara jelas dan jangan sebatas di sekolah negeri, tapi juga sekolah swasta. Itu pun dengan catatan bahwa pemerintah dalam hal ini membiayai semua komponen yang harus dikeluarkan sekolah negeri dan swasta. Hal. 19 Membayar Guru

Bagaimana dengan Badung? BADUNG yang memiliki APBD besar juga tak mau main-main dalam memajukan pendidikan. Selain membebaskan siswa dari pungutan di sekolah, Pemkab Badung juga melengkapi sekolah dengan SDM pendidik dan tenaga kependidikan yang berkualitas, sarana dan prasarana yang mencukupi, sehingga tercipta sekolah unggulan. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung, Ketut Widia Astika, mengatakan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Dinas Pendidikan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di Badung. “Program Badung adalah menjadikan semua sekolah unggul melalui berbagai langkah penguatan SDM dan menyediakan sarana-prasarana pendidik, sehingga terjadi pembelajaran yang berkualitas. Dan ini terus diupayakan sesuai tuntutan kemajuan di era global ini,” ujar Widia Astika, Sabtu (24/2) kemarin. Hal. 19

Pendidikan Gratis Jadi Jargon Pilkada Pilkada serentak 2018 akan segera dimulai. Masa kampanye calon kepala daerah pun telah dimulai. Begitu juga dengan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Bali dan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Gianyar dan Klungkung.

MASA kampanye biasanya dijadikan wadah bagi calon kepala daerah untuk menyampaikan berbagai rencana program kerjanya untuk menarik partisipan pemilih pada pemilihan yang akan berlangsung pada 27 Juni 2018 mendatang. Sejumlah janji manis ditawarkan jika mereka terpilih. Mulai dari kesehatan gratis, pemberantasan pengangguran, hingga pendidikan gratis dijadikan jargon sebagai alat ampuh untuk mendapatkan dukungan penuh. Namun, dari sekian banyak janji yang mereka tebar, hampir setiap calon para pemimpin dalam kampanyenya, memasukkan pendidikan gratis dalam visi-misinya sebagai poin prioritas. Bahkan, pendidikan gratis menjadi jargon paling jitu digunakan para kandidat untuk menarik perhatian masyarakat. Hal. 19 Alat Kampanye

Korbankan Kualitas, Kinerja Asal-asalan

Dunia pendidikan di Bali terus mengalami perubahan, seperti gadis cantik yang masih mencari identitas diri. Pada era 2000-2015 model pendidikan di Bali selalu menjadi barometer kualitas pendidikan nasional. Setiap tahun, siswa Bali memborong raihan Nilia Ujian Nasional (NUN) perorangan dan sekolah di tingkat nasional. Ini disebabkan adanya pemerataan kualitas standar pendidikan di Bali. Saat itu juga dikenal kategori Sekolah Standar Nasional (SSN) dan Sekolah Berstandar Internasional (SBI). Tiap kabupaten di Bali ada SBI seperti SMAN 1 Singaraja, di Denpasar ada Smansa, SMAN 4 Denpasar, serta SMAN 3 Denpasar. Perekrutan input sekolah pun dibedakan yakni ada

Arthanegara

TPA dan tes tulis tak hanya mengandalkan NUN. Sekolah SBI ini dipadati input siswa berkualitas, namun kuota untuk siswa miskin tetap diberi ruang yang luas. Sedangkan soal biaya, siswa kaya mensubsidi siswa yang dari KK miskin. Semua aktivitas sekolah berjalan baik dan menghasilkan siswa berpretasi. Namun setelah era itu pendidikan dijadikan komoditas dan jargon politik dengan pendidikan gratis, padahal tak demikian sebenarnya. Muncullah aturan bahwa tak membolehkan memungut iuran komite dari orangtua siswa. Alasan Disdik Bali semua biaya pendidikan di negeri sudah ditanggung pemerintah. Hal. 19 Dipangkas Total

Chandra Jaya

Made Suarta


4

Minggu Umanis, 25 Februari 2018

BPM/ ist

ESENSI - Melirik kembali esensi argumentasi yang telah dimunculkan oleh tokoh-tokoh bangsa untuk menjadikan konsep Mpu Tantular sebagai motto bangsa yang bhineka ini, menghadirkan nilai demokrasi dalam pendidikan diharapkan dapat mewujudkan era baru kesejagatan di bawah payung Yang Maha Esa : “Bhineka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangruwa”. Semoga dapat memberikan sumbangan eksistensial dan monumental secara holistik yang sasaran utamanya mendesak untuk lahirnya kepercayaan diri yang telah hilang dan upaya pemekaran aspek kejiwaan “jati diri” yang murni. Mari kita mencoba untuk merenung dan berbuat yang terbaik untuk bangsa sesuai dengan karma kita masing-masing!.

Menghadirkan Nilai Demokrasi dalam Pendidikan

TAHUN 2018, merupakan waktu ajang perhelatan demokrasi terbesar di negara Indonesia. Ada 171 daerah akan dihelat pemilihan kepala daerah serentak (17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten), dan di Bali ada 3 helatan pilkada (Pilgub Bali, Pilbup Klungkung, dan Pilbup Gianyar). Helatan ini hendaknya dapat dijadikan wahana pembelajaran kecerdasan demokrasi. Adalah pendapat Dr. Paulo Freire (dalam Zamroni, 2003), seorang cendekiawan dari Brazilia yang cocok untuk melihat kegamangan demokrasi yang ada di negara kita. Proses demokrasi yang kita alami sekarang ini mengalami carut-marut ketika sebagian komponen bangsa memahami demokrasi melalui perilaku anarkis yang dipertontonkan secara nyata akhir-akhir ini. Perilaku tokoh-tokoh politik yang seharusnya memberikan tauladan dalam berdemokrasi justru melakukan akrobat politik yang kadangkala membuat kita miris. Mewujudkan demokrasi nampaknya hanya menjadi jargon verbalistik tetapi jauh panggang dari api praktik demokratis. Realitas sejarah di Indonesia telah menunjukkan betapa institusi pendidikan dijadikan alat melanggengkan kekuasaan. Implikasi dari semua itu, memudarnya profesionalisme dan independennya institusi pendidikan dari konteksnya sebagai institusi yang mencerdaskan dan membebaskan. Nampaknya retorika untuk

menghadirkan nilai demokrasi dalam pendidikan sudah menjadi keniscayaan yang harus disikapi secara positif oleh seluruh komponen yang terlibat didalamnya. Bahkan dengan tegas Ignas Kleden mensinyalir bahwa pendidikan nasional sangat sempit memberikan ruang pembebasan dalam proses pendidikan. Hampir tidak ada tempat bagi seseorang dalam dunia pendidikan untuk bebas dari kungkungan yang sempit, mampu membuka cakrawala dunia yang baru, yang memberi inspirasi, atau membuat sanggup berpikir sendiri, membuat pertimbangan sendiri, dan menerima konsukuensi perbuatan yang berani. Nilai-nilai demokrasi yang ingin dideklarasikan, telah terjadi kegagalan yang mengerikan –disadari atau tidak– terutama ditunjukkan oleh superioritas kesombongan intelektual kita dewasa ini, sebagai sesuatu yang menggejala sangat umum. Tidak sedikit dari mereka telah tergerus jatuh menjadi hamba sahayu, yang oleh Ida Wayan Oka Granoka disebut dengan “keangkeran” perangkat simbolis “logika-artificial” (materi-formal). Dan kita tidak bisa menutup mata kondisi ini telah mewabah lalu menguakkan “ketololan-ketokohan” sang “maha widya” yang mengakibatkan keruntuhan moral pakar intelektual kita. Imbas Imbas dari apa yang terungkap di atas, semakin seringnya muncul perilakuperilaku yang tidak mencerminkan nilainilai demokrasi yang sangat mengkwatirkan disintegrasi bangsa. Berbagai tragedi

horizontal berbau SARA sangat akrab terngiang di telinga kita, belum lagi keinginan beberapa daerah yang ingin lepas dari negara RI. Memang inilah resiko suatu bangsa yang tidak hanya menghadapi keragaman batas-batas primodial seperti SARA, tetapi juga menghadapi ke-bhinekaan yang bersifat humanities (kemanusian), sosiologis, dan ke-bineka-an demografis. Memang sungguh tragis dan ironis, di tengah gencarnya gemuruh “retorika” reformasi dan semakin kuatnya momentum kesejagatan (globalisasi), kita malah terpelosok ke dalam sekat-sekat primodial yang menyesatkan. Menghadirkan nilai-nilai demokrasi dalam pendidikan merupakan titik bidik yang perlu dikembangkan yang diharapkan dapat mempunyai andil penting membangun keutuhan bangsa, bahkan diharapkan sebagai usaha terpadu dalam mewujudkan learning nation. Menghadirkan nilai-nilai demokrasi dalam pendidikan dapat dimulai dengan menciptakan kondisi sekolah yang memungkinkan peserta didik menjadi dirinya sendiri, tanpa harus dipaksa untuk dapat “menerima” nilai-nilai yang bertentangan dengan diri peserta didik. Menghadirkan nilai demokrasi dalam pendidikan akan membuka kultur demokratis sebagai langkah awal tonggak untuk membentengi dan bahkan meruntuhkan tirani, sebagaimana yang terungkap oleh Thomas Jefferson “…. kecerdasan masyarakat diimbangi dengan pengambilan keputusan yang demokratis akan menghasilkan benteng untuk munculnya tirani”. Benang merah yang dapat dirunut dari ungkapan di atas, menghadirkan

Mengenal ”Artritis Gout” PENYAKIT artritis gout atau yang paling sering dikenal dengan istilah penyakit asam urat adalah salah satu penyakit inflamasi sendi yang ditandai dengan penumpukan kristal monosodium urat di dalam ataupun di sekitar persendian. Jadi apakah artritis gout ini sama dengan rematik? Rematik adalah istilah umum untuk nyeri pada persendian yang dapat didasari oleh berbagai macam penyebab, salah satunya adalah karena terjadinya penumpukan zat monosodium urat yang bisa kita sebut dengan penyakit artritis gout. Monosodium urat merupakan zat yang berasal dari metabolisme purin yang banyak dikandung oleh makanan seperti kacang-kacangan, jeroan, dan pada minuman beralkohol. Peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia) merupakan faktor utama terjadinya artritis gout, yang didefinisikan sebagai peningkatan kadar asam urat lebih dari 7,0 ml/dl untuk pria dan 6,0 ml/dl untuk wanita. Namun hanya sekitar 1/3 penderita hiperurisemia yang mengalami gout. Gejala Gejala artritis gout berupa nyeri yang tidak tertahankan, pembengkakan, dan rasa panas di persendian. Meski semua

sendi di tubuh bisa terkena asam urat, namun yang paling sering terserang adalah sendi jari tangan, lutut, pergelangan kaki, dan jari kaki. Insiden penyakit gout lebih banyak pada lelaki dengan perbandingan 20:1. Bisa terjadi dari usia dewasa, namun puncaknya sekitar umur 40 tahun, dan walaupun terjadi pada wanita, biasanya terjadi setelah menopause. Tahapan gout ada 4 fase yaitu: 1. Tanpa gejala. Pada tahap ini terjadi kelebihan asam urat tetapi tidak menimbulkan gejala klinik. Penderita hiperurisemia ini harus diupayakan untuk menurunkan kelebihan asam urat tersebut dengan mengubah pola makan atau gaya hidup. 2. Gout Akut. Serangan awal gout berupa nyeri yang berat, bengkak dan berlangsung cepat, lebih sering dijumpai pada ibu jari kaki. Sakit yang dirasakan penderita sering dimulai di malam hari, dan rasanya berdenyut-denyut atau nyeri seperti di tusuk jarum. Ada kalanya serangan nyeri disertai kelelahan, sakit kepala dan demam. Rasa sakit pada persendian tersebut mungkin dapat berkurang dalam beberapa hari, tapi bisa muncul kembali pada interval yang tidak menentu.

BPM/ ist

PURIN - Secara umum penanganan artritis gout adalah dengan pengaturan pola makan rendah purin, istirahat sendi, dan pengobatan. Pengobatan dilakukan dini agar tidak terjadi kerusakan sendi ataupun komplikasi lain.

3. Interkritikal. Stadium ini merupakan kelanjutan stadium akut dimana terjadi periode interkritikal asimtomatik. Walaupun secara klinik tidak dapat ditemukan tanda-tanda radang akut, namun pada aspirasi sendi ditemukan kristal urat. Hal ini menunjukkan bahwa proses peradangan masih terus berlanjut, walaupun tanpa keluhan. 4. Kronis. Pada gout kronis terjadi penumpukan tofi (monosodium urat) dalam jaringan lunak yaitu di telinga, pangkal jari dan ibu jari kaki. Penatalaksanaan Artritis Gout Secara umum penanganan artritis gout adalah dengan pengaturan pola makan rendah purin, istirahat sendi, dan pengobatan. Pengobatan dilakukan dini agar tidak terjadi kerusakan sendi ataupun komplikasi lain. Pengobatan artritis gout bergantung pada tahap penyakitnya. Hiperurisemia asiptomatik biasanya tidak membutuhkan pengobatan. Pada serangan akut artritis gout dapat dikompres dengan es untuk mengurangi nyeri dan diberikan obat pereda rasa sakit, misalnya colchicine, OAINS (obat antiinflamasi nonsteroid), dan obatobatan golongan steroid. Obatobat ini diberikan dalam dosis tinggi atau dosis penuh untuk mengurangi peradangan akut sendi. Sedangkan untuk mencegah kambuhnya serangan penyakit asam urat, bisa dengan mengonsumsi obat penurun kadar asam urat (misalnya allopurinol). Kombinasi obat-obatan dari dokter serta perilaku hidup sehat umumnya terbukti ampuh dalam menurunkan kadar asam urat dan melarutkan kristal-kristal tajam yang telah terbentuk. Dengan kombinasi tersebut, maka diharapkan pasien penyakit asam urat tidak lagi mengalami kekambuhan. Menurunkan berat badan yang berlebih, menghindari makanan tinggi purin dan alkohol, dan melaksanakan latihan fisik setiap hari merupakan dasar perrubahan gaya hidup sehat terutama pada artritis gout. l dr. I Dewa Gede Bracika D.P., S.Ked

nilai demokrasi dalam pendidikan dapat mempersiapkan warga belajar guna dapat mengambil keputusan yang baik, tidak hanya untuk kepentingan individu melainkan keputusan terbaik secara keseluruhan. Pengambilan keputusan semacam inilah merupakan pupuk bagi perkembangan demokrasi.

Nilai-Nilai Pengejewantahan dimensi nilai-nilai demokrasi dalam pendidikan memang menjadi amat terjal, karena mengedepankan nilai-nilai demokrasi dalam pendidikan dianggap bukan poros segalanya. Aktivitas kontradiktif dari dogmatis ini, kita perlu mengkristalisasi dan menrefleksikan kembali konfigurasi payung negara bangsa Indonesia “Bhineka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangruwa”. Konfigurasi ini diharapkan untuk tidak memarginalisasi hak suatu kelompok. Nilai-nilai demokrasi yang ingin dihadirkan dalam pendidikan diharapkan dapat berdengung kelu sebagai parlemen jalanan, menjadikan setiap proses pendidikan semakin adab, penuh dengan permenungan dan pengahayatan yang welas asih. Hal ini perlu kita sikapi secara arif, karena kita meyakini konfigurasi “Bhineka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangruwa” yang diformulasikan oleh Mpu Tantular yang dalam karyanya berjudul “kakawin Purusadasanta (di masyarakat lebih popular dikenal sebagai kakawin Sutasoma) merupakan puncak permenungan hakikat keberagaman jagat-semestaraya.

Kita perlu menyadari, bahwa formulasi yang telah dirumuskan oleh Mpu Tantular tidak serta merta begitu saja terfomulasikan, melainkan melewati dinamika proses perenungan, permenungan, penghayatan dan kristalisasi pemikiran yang panjang untuk dapat mencapai formulasi yang gemilang. Tampak jelas Mpu Tantular telah menyemai dan menanam “benih” idiologi atau faham kesatuan kesederajatan (pada dimensi sosiologis), keesaan (dimensi spritualitas) lewat tingkah laku hidup yang bertoleransi tinggi, ditemukannya refleksi sabda dan cahaya hampir dalam setiap upacara agama, esensinya satu namun kasat mata yang berbeda. Melirik kembali esensi argumentasi yang telah dimunculkan oleh tokoh-tokoh bangsa untuk menjadikan konsep Mpu Tantular sebagai motto bangsa yang bhineka ini, menghadirkan nilai demokrasi dalam pendidikan diharapkan dapat mewujudkan era baru kesejagatan di bawah payung Yang Maha Esa : “Bhineka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangruwa”. Sejauh mana kita bisa bersandar pada motto yang maha agung ini?. Semoga dengan mengkristalisasi konsep “Bhineka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangruwa” dapat memberikan sumbangan eksistensial dan monumental secara holistik yang sasaran utamanya mendesak untuk lahirnya kepercayaan diri yang telah hilang dan upaya pemekaran aspek kejiwaan “jati diri” yang murni. Mari kita mencoba untuk merenung dan berbuat yang terbaik untuk bangsa sesuai dengan karma kita masingmasing!. l I Putu Sudibawa

Waspada ”Appendicitis” SAKIT perut biasa kita rasakan saat altifitas, sebelum atau sesudah makan atau saat sedang tidur. Tapi jika sakit perut menjalar ke arah perut bawah kanan, hati-hati itu gejala usus buntu . Usus buntu adalah bahasa awam dari appendicitis, yaitu keadaan darurat medis yang membutuhkan operasi yang cepat untuk mengangkat apendiks. Tanpa diobati, usus buntu yang meradang akhirnya akan meledak, atau dalam bahasa medis disebut perforasi, sehingga mengeluarkan isinya ke dalam rongga perut. Hal ini dapat menyebabkan peritonitis, peradangan serius dari rongga lapisan perut (peritoneum) yang bisa berakibat fatal kecuali jika ditangani dengan cepat dengan antibiotik yang kuat. Penyebab dari usus buntu itu sendiri belum diketahui secara pasti, sehingga pencegahannya juga belum diketahui. Meski demikian, sebagian appendicitis diperkirakan terjadi akibat tersumbatnya pintu masuk menuju usus buntu oleh tinja atau pembengkakan kelenjar getah bening dalam dinding usus. Pembengkakan ini biasanya berkembang setelah terjadi infeksi saluran pernapasan atas. Penyumbatan tersebut akan menyebabkan terjadinya inflamasi dan pembengkakan, tekanan akibat pembengkakan bila tidak ditangani dengan baik maka akan memicu pecahnya usus buntu dan mengakibatkan tingkat infeksi yang lebih luas lagi ( peritonitis ) . Ciri-Ciri Adapun ciri-ciri dari usus buntu itu, gejala klasik apendisitis meliputi: ü Nyeri dekat pusar atau perut bagian atas yang menjadi semakin tajam ketika bergerak ke perut kanan bawah. Ini biasanya merupakan tanda pertama. ü Kehilangan selera makan. ü Mual dan/ atau muntah segera setelah sakit perut dimulai. ü Pembengkakan perut. ü Demam. ü Ketidakmampuan untuk flatus (kentut). ü Selain itu seiring berjalannya waktu, gejala lain dari usus buntu muncul, meliputi: ü Nyeri tajam di mana saja di perut bagian atas atau bawah, punggung, atau rectum. ü Nyeri ketika buang air kecil. ü Muntah yang mendahului nyeri

BPM/ ist

USUS BUNTU - Jika diagnostik sudah ditegakkan, secara umum, jika dicurigai usus buntu, dokter cenderung untuk segera mengambil apendiks sehingga perforasi dapat dicegah. Jika usus buntu telah membentuk abses, pasien dapat menjalani dua prosedur: satu untuk mengeringkan abses nanah dan cairan, dan prosedur selanjutnya untuk mengangkat apendiks. Namun, ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa pengobatan perut.

ü Kram parah. ü Sembelit atau justru diare.

Jadi jika ada salah satu atau beberapa gejala tersebut di atas, baiknya kita segera konsultasi ke tenaga kesehatan atau dokter untuk menemukan diagnose. Disarankan untuk tidak menggunakan obat-obatan antinyeri atau obat magh sebelum ketemu tenaga medis karena dapat mengaburkan gejala. Diagnose biasanya bisa ditegakkan dari anamnesa yang sesuai dengan kejala tersebut di atas, kemudian dari pemeriksaan fisik yang khas, seperti nyeri perut kanan bawah di mc burney region, atau tanda-tanda seperti uji psoas, uji obturator dan Alvarado score. Adapun untuk diagnostic tambahan atau pemeriksaan penunjang bisa kita lakukan seperti pemeriksaan laboratorium seperti pemeriksaan darah, urine, ulrasonography abdomen atau Ct scan abdomen jika dari USG abdomen masih belum jelas atau belum cukup untuk diagnostik. Diagnostik Jika diagnostik sudah ditegakkan, secara umum, jika dicurigai usus buntu, dokter cenderung untuk segera mengambil apendiks sehingga perforasi dapat dicegah. Jika usus buntu telah membentuk abses, pasien dapat menjalani dua prosedur: satu untuk mengeringkan abses nanah dan cairan, dan prosedur selanjutnya untuk

mengangkat apendiks. Namun, ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa pengobatan apendisitis akut dengan antibiotik dapat menghilangkan kebutuhan untuk operasi. Antibiotik yang diberikan sebelum apendiktomi dapat digunakan untuk melawan peritonitis. Anestesi umum biasanya diberikan, dan apendiks akan diangkat melalui sayatan perut atau dengan laparoskopi. Jika Anda mengalami peritonitis, perut juga perlu diirigasi dan nanah perlu dikeringkan. Dalam waktu 12 jam operasi pasien dapat bangun dan bergerak. Pasien biasanya dapat kembali ke kegiatan normal dalam 2-3 minggu. Jika operasi dilakukan dengan laparoskop (instrumen teleskop untuk melihat isi perut), sayatan yang dilakukan akan lebih kecil dan pemulihan lebih cepat. Setelah operasi usus buntu, hubungi dokter jika Anda mengalami: Muntah yang tidak terkontrol, sakit perut yang meningkat, pusing/ pingsan, darah ada pada muntahan atau pipis, peningkatan rasa sakit dan kemerahan di bekas sayatan, demam, pus dalam luka. Jadi jika pembaca merasa sakit perut jangan mengabaikan gejalangejala yang ada untuk menghindari komplikasi yang lebih berat, segera hubungi dokter atau ke tempat pelayanan kesehatan terdekat. l dr. I Dewa Gd. Sidan Agung Mahendra


5

Minggu Umanis, 25 Februari 2018

Pertanyaan Seekor Kucing Hitam

CERPEN

Oleh Wawan Kurniawan Malam itu, Murakami berdiri di hadapanku lalu melempariku buku IQ84 dan seketika mengubahku jadi seekor kucing hitam. “Meong...” betapa kagetnya aku saat mendengar suara itu berasal dari mulutku. Kusentuh bulu kumis tipis yang kini menghias wajahku, hidungku, dan bulu yang menyelimuti seluruh tubuhku. Aku berusaha meyakinkan diriku, bahwa ini hanyalah mimpi belaka. Tapi, walaupun kejadian ini hanya sebatas mimpi, Murakami tampak nyata dan tubuhku terasa benar-benar menjelma seekor kucing. Aku kembali mengeong. Seekor cicak yang sedari tadi di dinding tiba-tiba lari saat tatapanku kuarahkan padanya. Pandanganku hanya sebatas kaki meja, aku tak lagi melihat permukaannya yang berisikan sejumlah makanan. Aku mencari Murakami, tapi dia lenyap dan aromanya tak tercium sama sekali. Saat aku mengeong untuk pertama kalinya, aku masih melihat kaki dan mencium aromanya yang khas. Beberapa saat kemudian, semua itu menghilang. “Mengapa aku tak ikut menghilang saja?” batinku Aku melompat ke atas sofa dan membuatku mampu melihat keluar jendela. Jalan tampak sepi, jelas saja ini sudah tengah malam. Suara jam dinding terdengar lebih keras dari biasanya, kulihat sudah jam 2:45 dan aku membatin, “Ini memang waktu yang tepat untuk bermimpi, lagi pula aku baru saja menerjemahkan ulang Kafka on The Shore dua hari yang lalu.” Seekor tikus muncul dari belakang kursi. Mungkin saja tikus inilah yang selama ini menggit buku-buku yang ada di kamarku. Selagi jadi kucing aku ingin menangkapnya dan membalaskan rusaknya buku-buku koleksiku. Saat bersiap melompat, tikus itu kembali masuk bersembunyi. Aku kembali melihat ke arah jendela. Aku memikirkan tentang apa yang akan dipikirkan kucing ketika melihatku seperti ini. Sepanjang hidupku, aku selalu terkagum dengan cerita sembilan nyawa yang dimiliki seekor kucing. Aku kucing yang manusia yang barangkali saja, perlu untuk mencoba satu nyawa. Sekali lagi aku berpikir tentang sembilan nyawa, sesuatu yang tidak dimiliki manusia. Satu nyawa saja sudah cukup dan sulit untuk ditawar lagi. Aku segera memutuskan untuk naik ke lantai tiga rumahku. Mencoba melompat dari ketinggian itu sepertinya cukup untuk menguji nyawa yang kumiliki. “Barangkali aku akan jadi kucing pertama yang sombong,” pikirku. Dan demi menjaga kesombongan itu tetap terbilang kesombongan, aku berpikir saat melihat dan menaksir tinggi dari lantai tiga menuju halaman rumahku yang dipenuhi rerumputan hijau. “Ini tak begitu tinggi bagi seekor kucing,” aku menggerakkan kaki kanan bagian depanku, merasakan kekuatan yang ada dalam tubuhku sambil menarik napas panjang. Aku lalu mengais udara, seperti mencakar-cakar angin. Di sampingku, ada penampungan air yang cukup tinggi. Melihat itu, kuputuskan untuk naik ke puncak penampungan itu. Aku kembali melihat ke bawah dan masih berpikir, ini masih terlalu rendah untukku. Sebelum melompat, aku terkenang cerita Nurul. Saat Nurul masih berusia sepuluh tahun, adiknya yang berusia delapan tahun dengan iseng melempar anak kucing miliknya dari lantai dua. Adiknya melempar kucing itu dari mulut jendela, setelah mengambil kursi meja belajar Nurul. Sebelum menjatuhkan kucing itu, dia memanggil Nurul dengan keras. “Nurul...Nurul..Nurul” tentu saja suara adiknya yang keras itu terdengar jelas. Tetapi Nurul yang sibuk menyelesaikan bacaannya di kamar sebelah memilih mendiamkannya. “Nuuuurul....kucingmu akan kulempar ke jendela,” seketika Nurul menu-

tup bukunya, berdiri lalu berlari menuju adiknya. “Amri, kau akan kulaporkan ke ayah!” “Laporkan saja, aku tak peduli,” setelah itu Amri langsung melempar anak kucing itu. Kucing itu mati dan kepalanya pecah. Nurul menangis, ayahnya menghukum Amri dengan mengurungnya di kamar mandi selama sehari. Mengingat cerita itu, perlahan keraguan mencuat di hatiku. Aku belum punya pengalaman melompat sebelumnya dari ketinggian seperti ini. Tapi aku rasa ini bukan masalah, semua hanya mimpi bukan? Di tengah kebimbangan itu, kulihat Murakami keluar dari rumah. Aku mengeong. Mencoba memanggilnya. Tapi dia tak kunjung berbalik ke arahku. Sudah, mungkin ini waktu yang tepat untuk melompat. Mimpi ini harus segera kuselesaikan. Aku percaya ini mimpi yang bisa kukendalikan. Mimpi yang jarang terjadi. Suara daun yang menahan angin malam terdengar memecah kesunyian. Aku kembali mengeong. Tubuhku seperti tertelan gelap. Kucing hitam seperti ini tampak seperti gambar kucing yang Murakami gendong di salah satu fotonya yang tersebar di internet. Sebelum melompat dari ketinggian seperti ini, aku memutuskan untuk turun kembali. Aku lupa, jika malam ini Nurul beserta tiga temanku yang lain menginap di rumahku. Lagipula, ini hanya mimpi, aku ingin melihat tubuhku saat terlelap. Kami baru saja rapat untuk rencana membuka usaha cafe di kota ini. Barangkali saja dia bisa mendengarku. Kami tidur di ruang tamu setelah membentangkan matras yang empuk dan cukup untuk kami berlima. Dua orang lelaki dan tiga orang perempuan. Di tangga, aku mulai mencium aroma parfum teman-temanku. Terlebih lagi dengan aroma Nurul yang sangat kukenal. Aroma parfum Nurul seperti menusuk penciumanku. Di sampingnya ada Dina, lalu ada Adrian, Toni, dan aku. Kami menutup tubuh kami dengan selimut raksasa milik Adrian yang sering dia gunakan saat mendaki di gunung. Sebelum ke Nurul, aku penasaran melihat diriku sendiri. Kutarik selimut itu, tiba-tiba Toni mendengkur dengan keras. Adrian bergerak berbalik ke arahku, kulihat tempat tidurku kosong, tubuhku tak ada di samping Toni. Aku mengeong. “Apa yang terjadi? Ini mimpi yang keliru,” batinku. Jantungku terdengar seperti gendang kecil yang ditabuh lebih cepat. Sekali lagi aku menyentuh wajahku, kumis, hidungku, dan dua telingaku. “Apa aku benar-benar menjadi seekor kucing.” Kulihat jam sudah menunjukkan pukul 3:00 dini hari. Aku melangkah menuju Nurul. Aku mengeong. Tapi t a k

ada gunanya sama sekali. Kucoba menyentuh lengan Nurul, tapi saat ingin menyentuhnya, tanganku menembus lengannya. “Meong...” “Nurul, bangun! Kau mungkin bisa

membantuku.” Tapi pesan yang ingin kusampaikan hanya berubah jadi suara kucing yang mengeong. Percuma.Kulihat Toni, Adrian, Dian dan Nurul tertidur pulas. Sedangkan diriku hilang dan menjelma jadi seekor kucing hitam. Aku harus terbangun segera. Kubenturkan kepalaku di sofa, tapi aku tak terbangun sama sekali. Kucoba lagi dan lagi. Sakit di kepalaku mulai terasa.Aku melompat naik ke sofa, kembali melihat keluar jendela. Aku menarik napas panjang. Sudah, aku harus melompat dari keti n g gian yang sebelumnya

kuragukan. Menaiki tangga, aku melangkah lebih cepat dari sebelumnya. Mungkin boleh dibilang ini cara berlari seekor kucing pemula sepertiku. Langkahku semakin cepat. Hingga aku pun tiba di loteng rumahku, ini ketinggian yang pas. “Ini mimpi atau bukan?” kebimbangan kembali menyerangku. “Jika bukan mimpi, ini tampak seperti jebakan atau kegilaan?” Semakin banyak pertanyaan, rasa sakit di kepala menjadi-jadi. Kepalaku seperti tak sanggup lagi menampungnya. Di saat seperti ini, aku terkenang dengan Satoru Nakata. Aku berharap dia tiba-tiba muncul dan memberiku jawaban atas kejadian aneh ini. Barangkali aku kucing hilang yang tengah dia cari. Sudahlah, mengharapkan tokoh dari sebuah novel yang diciptakan muncul mungkin akan membuat situasi ini semakin rumit. Aku terus melangkah. Hingga tiba pada titik tertinggi, aku berdiri di atas loteng dan bersiap melompat. Semakin dekat dengan keputusan untuk melompat, sejumlah kenangan tiba-tiba hadir mengisi kepalaku yang tak lebih besar dari kepalan tinju seorang lelaki usia dua puluh lima tahun sepertiku. Kenangan masa kanak-kanak yang buruk setelah ditinggal pergi ayah. Melihat ayah berkeluarga dan melihat saudara tiriku bersekolah di tempat yang sama denganku. Ibu menjemputku dan melihat ayahku tampak mesra dengan istri barunya. Teringat pula sejumlah jerih payah ibu saat berjuang menyekolahkanku hingga sarjana. Perselingkuhan ayah yang selalu membuat ibuku menangis setiap malam. Aku mengeong mencoba mengalahkan sakit kenangan di kepala. Langkahku mundur, sebelum aku berlari kecil dan melompat. Suara angin berdesir melalui dedaunan pohon mangga. Gelap. Aku membuka mata beberapa saat setelah terjatuh. Tak ada yang terjadi padaku. Aku masih terkurung dalam tubuh kucing hitam ini. Dari jauh, kulihat sosok lelaki yang berperawakan seperti Murakami. Ketika aku mendekat, sosok itu lebih mirip dengan Satoru Nakata. Mimpi ini tampak semakin nyata. Aku tak bisa melihat wajahnya dengan jelas, dia menggunakan jubah.Aku hanya menduga dan berharap, dia mirip Satoru Nakata ketimbang Murakami. Aku ingin bertanya dan dia menolongku. Lelaki itu melangkah ke arahku kemudian menggendongku. Ekorku bergoyang dengan sendirinya. Tubuhku didekap erat, terasa hangat. Lelaki itu melangkah menuju rumah. Anehnya, pintu rumah tak terkunci dan dengan mudah lelaki itu membukanya. Dia berjalan ke arah ruang tengah, tempat aku dan teman-temanku tertidur. Di ruang tengah, ada cermin panjang yang baru kami beli kemarin. Dia berhenti, aku melihat tubuhku yang telah menjadi kucing hitam. Aku kembali mengeong. Lelaki itu tak menghiraukan suaraku. Tepat berdiri di hadapan cermin, dia membuka jubahnya. Aku melihat wajahnya dan dari cermin, lelaki itu kulihat seperti aku. “Lalu, siapa aku yang terperangkap dalam seekor kucing hitam ini?” batinku. “Kau adalah jiwaku,” balasnya seolah dia mendengar pertanyaanku. Terdengar derit pintu, “Murakami baru saja datang, kau akan segera pulang,” pesannya. “Siapa aku yang sebenarnya?” Gelap malam seperti menelanku.

*Wawan Kurniawan, menulis puisi, cerpen, esai dan menerjemahkan. Buku puisinya yang sudah terbit antara lain Persinggahan Perangai Sepi (2013) dan Sajak Penghuni Surga (2017). Buku esai pertama, Sepi Manusia Topeng (2017). Saat ini masih menetap di Makassar.

Resensi Buku

Indonesia Tahun 60-an Judul Buku : Raumanen

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Penulis : Marianne Katoppo Penerbit: Grasindo Tahun Terbit : 2018 Jumlah hal. : 135 hal. MARRIANNE Katoppo, perempuan cerdas dan seorang teolog. Pemikirannya terlihat jelas dari novel ini. “Raumanen” adalah novelnya yang pernah menang sayembara penulisan novel Dewan Kesenian Jakarta tahun 1975, hadiahYayasan Buku Utama 1978, dan SEA Write Award 1982. Cerita ini berkisar tentang kisah percintaan seorang gadisyang bernama Raumanen. Cerita sebetulnya dikemas sangat sederhana oleh pengarang dengan bahasa yang datar. Yang menarik justru persoalan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan tokoh Raumanen, tentang Tuhan, dan keindonesian, …”Apakah manusia sendiri berwenang menentukan suku bangsa kelahirannya? Dan, apa gerangan yang menjadikan suku bangsa yang satu lebih bermutu, lebih “Indonesia”, dari yang lain,” (hal.23). Cerita ini sendiri memiliki latar budaya Minahasa. Menarik membaca kembali dari pengarang perempuan cerdas dan memahami beragam bahasa dan hidupnya sendiri dihabiskan berkeliling di luar negeri. Buku ini seperti renungan dan pertanyaan yang dipulangkan Marianne Katappo pada kita, seperti apa menjadi bangsa Indonesia yang benar? Apakah kita sudah mampu menjaga dan membesarkan Indonesia? (osi)

Achmad Cholid Widnyana


Refleksi

6

Dengan Prana Melalui Pranayama Mencapai Pranava Tasmai sa hovacakaso ha va esa devo vayur-agnir-apah prthivi vang-manascaksuh srotrah ca. Te prakasyabhivadanti vayam etad banamavastabhya vidharayamah. (Prasna Upanisad 2.2) Maharesi Pippalada berkata kepada (Resi) Bhargava bahwa Akasa (angkasa), angin, api, air dan tanah (Panca Maha Bhuta), (indria-indria seperti) perkataan, pikiran, mata, dan telinga sesungguhnya adalah Dewa. Setelah mereka semuanya menunjukkan kekuatannya masingmasing, --- berkeinginan dan berkata, ‘Kami semua memegang, menopang dan memelihara badan ini.’ Di dalam diri setiap makhluk hidup terdapat dua jenis kekuatan yang saling berbenturan dan saling mengatasi dan tidak pernah akur satu sama lain. Kalau pun bisa berkumpul maka mereka akan memilih kursi yang berbeda dan berseberangan. Tidak mau satu baris, apalagi duduk bersama berbagi di satu kursi panjang yang dapat menampung dua orang atau lebih. Mereka berdua, yang pertama bernama “kekuatan spiritual”, dan yang kedua bernama “kekuatan material”. Dalam ajaran Yoga ia dinamakan “Adhyatmika Sakti” dan “Bhautika Sakti”. Kekuatan spiritual merupakan kekuatan yang sadar dan hidup maka Adhyatmika Sakti dinamakan “Cetana Sakti”. Sedangkan kekuatan “Bhautika Sakti” karena ia tidak sadar serta tidak aktif maka ia dinamakan “Acetana Sakti”. Kedua jenis kekuatan tersebut lebih banyak berseberangan, ada di dalam alam makrokosmos tetapi juga ada di dalam alam mikrokosmos. Adhyatmika Sakti ada di dalam alam makro dan juga di dalam alam mikro, begitu pula Bhautika Sakti ada di dalam alam makro dan juga di dalam alam mikro. Ketika kekuatan spiritual berusaha bergerak memasuki daerah kekuasaan kekuatan material, maka ia harus berhadapan dengan kekuatan material. Ia harus berjuang keras untuk berusaha menerobos penjagaan kekuatan material. Dalam hal ini kekuatan spiritual akan menempuh banyak cara untuk itu. Ia akan mempergunakan kesempurnaan “diplomasi”-nya untuk mencapai tujuan melalui sentuhan kekuatan material. Sebaliknya kekuatan material akan berusaha keras untuk menghalau kedatangan kekuatan spiritual, walaupun pada kenyataannya keberadaan kekuatan material tidak akan ada tanpa kekuatan spiritual. Akan tetapi, ia sama sekali tidak menyadari akan hal itu. Ia tidak menyadari betapa pentingnya keberadaan kekuatan spiritual di dalam daerah kekuasaannya, atau di dalam dirinya. Ketidaksadaran menyebabkan mengapa ia malah berbalik menjadi kekuatan penentang akan kehadiran kekuatan adhyatmika sakti. Ia akan berusaha sekuat mungkin untuk menghalangi kehadiran kekuatan spritual tersebut. Kemudian..., apabila kekuatan spiritual terminggirkan, maka daerah kekuasaan Bhautika Sakti perlahan-lahan akan mengalami kemunduran untuk akhirnya menjadi binasa. Artinya pelan-pelan segalanya menjadi kurang kuat, kurang mampu, menjadi rusak, menjadi

Redaktur Khusus MIMBAR

KATOLIK

Ignatius Suharto ALLAH bahkan tidak menyayangkan Putera-Nya Sendiri, tetapi menyerahkan-Nya demi kita semua. Bagaimana mungkin Ia tidak menganugerahkan segalanya bersama Putera-Nya itu kepada kita? Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah yang membenarkan mereka? (Rom 8:32-33) Sejak Hari Rabo Abu (15/2) umat Kristiani memasuki masa Prapaskah. Hari ini kita merayakan Hari Minggu Prapaskah II. Melalui bacaan pertama diwartakan sabda Allah kepada Abraham, “Ambillah anak tunggal kesayanganmu, yaitu Ishak, pergilah ke tanah Moria, dan persembahkanlah dia di sana sebagai kurban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.” Karena ketaatannya, Abraham melaksanakan perintah Allah. Di sini jelas terlihat, atas perintah Allah Abraham mempersembahkan Ishak sebagai kurban untuk Allah. Karena ketaatan Abraham dan Ishak, Allah menyelamatkan mereka. Dalam masa Prapaskah ini kita juga diajak untuk merenungkan ketaatan Yesus Kristus yang taat menjadi Kurban Salib. Kurban Salib adalah tindakan bebas Kristus untuk menyelamatkan semua manusia dari kematian kekal dengan menebus mereka dari dosa. Intinya adalah ketaatan kepada Allah Bapa sampai mati (cf. Ibr 10:5-7) Ketaatan ini adalah wujud cinta kasih kepada BapaNya di surga. Romo A. Heuken SJ menyebutkan bahwa dengan demikian, Kurban Salib merupakan puncak seluruh kehidupan Yesus Kristus dan merupakan jawaban atas panggilan Allah Bapa. Menurut Romo A. Heuken SJ, wafat Yesus di kayu salib yang dengan rela diterima-Nya itu, tidak dapat disamakan dengan

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa tidak berfungsi dengan baik, sampai akhirnya menjadi binasa sepenuhnya. Sebaliknya, bilamana kekuatan spiritual berhasil “diterima” di daerah kekuasaan kekuatan material, maka segala sesuatu yang berada di daerah kekuasaan kekuatan material akan mengalami perbaikan, kemajuan, perkembangan semakin membaik, sampai akhirnya semua akan memiliki kesempurnaan, dari keberadaan “acetana” (tidak sadar) menjadi “cetana” (sadar), sebab “acetana” akan terbentuk oleh “cetana Sakti”. Bagaikan serpihan-serpihan besi perlahanlahan berubah menjadi berkekuatan magnet atau menjadi besi sembrani dengan cara didekatkan, didekati, atau dimasuki oleh kekuatan besi sembrani. Ia akan menjadi magnet dengan sendirinya walaupun tadinya ia hanya besi biasa dan bukan magnet. Demikian, sangat penting memberikan kesempatan pada kekuatan spiritual untuk hadir demi terperbaikinya keseluruhan diri ke dalam keberadaan spiritual, dan secara otomatis juga akan terperbaiki secara material. Pada suatu ketika, seluruh komponen kekuatan material (Bhauthika Sakti) berkumpul. Masing-masing beranggapan bahwa merekalah yang menghidupi badan. Lalu mereka semua berkata (abhivadanti), “Vayam etad banam avastabhya vidharayamah”, - kamilah yang menghidupi dan memberikan perlindungan kepada badan kasar ini. Demikian mereka menyampaikan masing-masing pernyataannya. Setelah satu persatu mencoba membuktikan kemampuannya, ternyata tidak satu pun diantara mereka mampu menghidupi dan memberikan perlindungan pada sang badan. Kemudian majulah dia yang dianggap paling terdepan, yaitu Sang “Prana” (nafas kehidupan) seraya berkata (tan varisthah prana uvaca) kepada semuanya, “Kalian semua berada dalam kegelapan dan ketidak-tahuan. Kalian tidak mempunyai kekuatan apa pun untuk menghidupi dan memberikan perlindungan kepada sang badan, karena akulah satu-satunya yang dapat memberikan hidup dan perlindungan kepada badan. Tanpa aku, jangankan badan ini, kalian pun tidak ada artinya.” Ke semua unsur badan seperti Apah (air), Vayu (angin) dan lain-lain tidak mempercayai kata-kata Sang Prana (te’sraddadhana babhuvuh). Prana ingin menyadarkan semuanya dan sekaligus menyelamatkan mereka dari kebanggaan berlebihan tanpa alasan, lalu berkata, “Aham eva etat atmanam, pancadha pravibhajya, etat banam avastabhya” - akulah sang nafas hidup yang membagi diri menjadi lima bagian dan memberikan hidup kepada sang badan. Demikianlah sang Prana memberikan penegasan, bahwa sang Prana menjaga badan dengan membagi dirinya menjadi lima bagian, yaitu Prana, Apana, Vyana, Samana, dan Udyana Vayu. Setelah berkata demikian, dengan kebanggaan yang mantap

demi membuktikan kebenaran kemampuannya (so’bhimanadurdhvamutkramanta), sang Prana segera bersiap-siap hendak meninggalkan badan Sthula Sarira. Segera Prana mulai bergerak ke atas seakan-akan hendak meninggalkan badan. Bersamaan dengan pergerakan Sang Prana ke atas, tanpa berdaya kesemua kekuatan Bhautika atau kekuatan material tersebut juga secara paksa ditarik ke atas hendak meninggalkan badan kasar. Begitu sang Prana mencoba kembali masuk dan tinggal dalam badan, begitu pula semua kekuatan material tersebut menjadi tegak kembali di dalam daerahnya masing-masing (tasmins ca pratisthamane sarva eva pratisthante). Demikianlah kekuatan material, sekuat dan sepenting apa pun ia adanya, semua tergantung pada kekuatan spiritual “Cetana Sakti”. Ketika sang Prana atau kekuatan hidup “Urdhvam utkramate eva...”, berusaha pergi ke atas hendak meninggalkan badan kasar, maka “atha itare sarve eva utkramante....” semua juga tersedot tanpa daya naik ke atas ikut hendak meninggalkan badan kasar. Sebaliknya ketika Prana berusaha tetap ajeg di dalam badan, semua kekuatan tersebut juga tetap ajeg di dalam badan. Sebagaimana halnya dengan Madhukara (lebah); ketika Ratu lebah pergi ke tempat lain (yatha maksika madhukara-rajanam utkramantam) maka seluruh lebah akan mengikuti Ratunya (sarva evo’tkramante). Demikian pula ketika Ratu lebah tinggal di suatu tempat maka seluruh bangsa lebah akan tetap tinggal menemani sang Ratunya. Mengetahui kebenaran tersebut, semua kekuatan material memuji keagungan sang nafas hidup Prana. Api, air, tanah dan lainlain, semua mencakupkan tangan memuji Prana (pranam stunvanti). Bahkan dikatakan dan diakui oleh semuanya, bahwa kehadiran Prana-lah yang menyebabkan kekuatankekuatan material tersebut eksis. Tanpa kekuatan spiritual, maka kekuatan material tidak akan ada artinya sama sekali. Lebih jauh kekuatan material tersebut mengakui bahwa kehadiran nafas hidup Prana bahkan memenuhi alam bawah, alam tengah, dan alam atas seperti surga-surga. Prana adalah tenaga hidup, nafas hidup. Ia tersebar menyeluruh memenuhi alam. Prana adalah percikan kekal Tuhan yang ada di dalam diri setiap makhluk hidup. Ketika Prana berada di dalam udara lalu dimasukkan ke dalam badan melalui teknik Puraka (menarik nafas), kemudian Kumbhaka (menahan nafas), lalu Recaka (mengeluarkan nafas) maka ia dinamakan Pranayama. Menurut Atharva Sikha Upanisad, oleh karena Tuhan dapat dicapai dengan mempraktikkan teknik Yoga yang dinamakan Pranayama, yaitu mengontrol dan mengendalikan (ayama) nafas hidup Prana maka Tuhan juga disebut sebagai Pranava (dalam wujud Aksara Suci Omkara). Para Brahmavadi (orang-orang suci yang mengetahui kesejatian Tuhan, Brahman) menyebutkan Pranava adalah Brahman itu sendiri (om ity ekaksaram yad uktam brahmavadibhih). Mereka yang mampu melelapkan dirinya dengan Pranava, maka tanpa diragukan sedikit pun mereka pasti akan mencapai pembebasan yang kekal abadi (so’mrtatvaya kalpate). Tercapailah tujuan Dharma “moksartham iti dharmah”, - pembebasan kekal abadi dari kesengsaraan material.

MIMBAR AGAMA

Kurban Salib dan Kurban Ekaristi

kurban dalam arti agama-agama lain termasuk agama Yahudi dalam Perjanjian Lama. Sebab, Yesus Kristus yang dikurbankan tidak berbeda dari Dia yang melaksanakan inti kurban, yakni penyerahan Diri. Dalam kurban ini Allah Bapa memberikan Putera-Nya untuk mendamnaikan dunia dengan Diri-Nya (cf. 2Kor 5:19). Walaupun Yesus Kristus sebagai manusia mengurbankan Tubuh serta Darah-Nya, namun demikian peristiwa itu terjadi atas kehendak Bapa-Nya. Seperti tampak dalam doa Yesus, “Ya Bapa, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.” (Luk 22:42). Wafat Yesus di Golgota ini menyelesaikan dan memberi makna bagi segala kurban Perjanjian Lama, dan merupakan satu-satunya kurban Perjanjian Baru yang abadi (cf. Ibr. 7:27, 9:11-28) Dalam Perayaan Ekaristi, semua anggota Gereja adalah anggota Tubuh Kristus. Maka, mereka diselamatkan asal dengan penuh kepercayaan bertobat, artinya berbalik dari dosanya, dan menyerahkan diri kepada Allah dengan perantaraan Yesus Kristus, Sang Penebus dan Juru Selamat kita. Sebab, kurban Salib adalah sumber segala rahmat yang pernah diperoleh dan akan diperoleh oleh siapa pun. (cf. Rom 3:25-26) Gerald o’Collin,SJ mejelaskan, bahwa Kurban Ekaristi (Sacrifice of the Mass) adalah penghadiran kembali kurban sempurna wafat dan kebangkitan Kristus dalam Ekaristii. Misa adalah persembahan untuk mengenangkan dan menghadirkan kembali apa yang terjadi sekali untuk selamalamanya. (cf. KGK 1323). Menurut Lumen Gentium 11, Ekaristi adalah sumber dan puncak seluruh hidup kristiani. Oleh Perayaan Ekaristi kita sudah menyatukan diri sekarang ini dengan liturgi surgawi dan mengenyam lebih dahulu kehidu-

pan abadi, di mana Allah akan menjadi semua untuk semua. Jadi, Ekaristi adalah hakikat dan rangkuman iman kita. St. Irenius menulis, “Cara pikir kita sesuai dengan Ekaristi, dan sebaliknya, Ekaristi memperkuat cara pikir kita. (KGK 134. 1326. 1327) Bertentangan dengan pemahaman kurban yang lazim, termasuk dalam Perjanjian Lama, -- misalnya kurban yang dipersembahkan Abraham di atas--, Kurban Kristus merupakan tindakan Allah untuk manusia dan bukan persembahan manusia untuk Allah. Terdorong oleh cinta kasih-Nya, Allah Bapa menyerahkan Putera-Nya sendiri untuk menyatakan kasih-sayangNya, supaya orang berdosa bertobat dan memperoleh kehidupan ilahi. Dengan mengurbankan hidup-Nya Kristus sebagai Putramanusia memperoleh kehidupan kekal bagi saudara-saudaraNya. Maka, Romo A. Heuken SJ

menegaskan bahwa Kurban Salib harus dipandang dari dua arah: Allah Bapa dalam kasih-Nya yang tak terbatas menyerahkan PuteraNya sampai tetes darah-Nya yang terakhir. Inisiatif dari atas itu, disambut baik oleh Yesus Kristus dengan penyerahan Diri tanpa syarat ke tangan Bapa-Nya (cf. Luk22:53.23:46). Penyerahan total ini adalah inti Kurban Yesus. Sebagai tanda syukur dan terima kasih bahwa telah dipilih Allah dan dibenarkan oleh-Nya, maka dalam Masa Prapaskah ini, umat Kristiani tentunya akan lebih sering merayakan Ekaristi, melakukan devosi Jalan Salib setiap Jumat, melakukan Sakramen Tobat, beramal, melakukan Aksi Puasa Pembangunan (APP), --antara lain melakukan pendalaman iman di kelompok basis--, dan selalu ingat untuk menjauhkan diri dari perbuatan dosa sekecil apapun.

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@ yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)

Minggu Umanis, 25 Februari 2018

Capricorn Peruntungan: Anda harus lebih tanggap dengan situasi yang ada agar hasil yang teraih bisa lebih besar dari perkiraan Anda sebelumnya. Rencana luar kota bisa diwujudkan dan ada hasil yang memuaskan. Karier: Ada berita gembira yagn datang meski terbilang terlambat tetapi cukup membawa hikmah. Kesehatan: Makan dan istirahatlah yang teratur dan jauhkan dari begadang sampai larut malam. Kondisi badan Anda masih jauh dari normal sehingga perlu sekali menjaga stamina yang ada. Keuangan: Bersikaplah fleksibel terhadap kemauan pasar yang sering berubah-ubah. Agar tetap bisa mendapatkan peluang dan celah yang menguntungkan. Asmara: Masalah timbul justru dari saudara Anda sendiri, maka dari itu berhati-hatilah dalam memberikan komentar. Aquarius Peruntungan: Hindari sikap sembrono yang hanya akan menghapus semua kesuksesan yang sudah didepan mata. Diawal bulan ini kurang begitu bagus untuk berspekulasi sehingga Anda harus lebih sabar menunggu saat yang tepat nanti. Karier: Waspada terhadap tamu yang tidak diundang, sekalipun manis penampilannya dan ucapannya namun sangat bahaya jika Anda akrab dengannya. Kesehatan: Usahakan pikiran tetap tenang dan dingin sekalipun hati terasa panas membara. Cobalah Anda bekerja sedikit lebih rileks sehingga pikiran terhindarkan dari ketegangan. Keuangan: Sesuaikan dengan anggaran yang akan Anda belanjakan, sehingga pemborosan bisa sedikit dikurangi. Asmara: Jangan berhenti untuk memberi kasih sayang kepadanya, bukankah tujuan perasmaraan adalah membikin hidup ini lebih bahagia. Pisces Peruntungan: Posisi perbintangan Anda semakin bagus saja meskipun rintangan masih saja datang menghadang. Order cukup banyak dan menguntungkan sehingga Anda bisa ambil keuntungan besar diminggu ini. Karier: Masih ada jenjang yang lebih tinggi yang bisa Anda tuju ke arah sana, untuk itu tingkatkan motivasi kerja Anda. Kesehatan: Meski hati lagi kesal sebaiknya jangan terlalu lama dipendam dalam hati, cobalah Anda lebih bisa sabar dan bijaksana dalam menyikapi persoalan hidup. Keuangan: Pandai-pandailah mengatur uang pemasukan agar tak habis dengan percuma. Asmara: Suasana yang semakin harmonis ini, jangan sampai terganggu hanya karena masalah sepele saja, bersikaplah lebih dewasa lagi. Aries Peruntungan: Positive thinking sajalah tidak perlu beranggapan yang macam-macam, apalagi situasi seperti ini diharuskan untuk berpikir cepat, agar kesempatan yang datang tidak hilang begitu saja hanya akibat keraguraguan. Karier: Bila ada yang mencoba untuk menghalangi, dilibas saja jangan takut untuk mengambil sikap tegas. Kesehatan: Masih sering pusing dan sulit untuk dihilangkan dengan obat seperti biasanya, untuk itu segera saja diperiksakan kedokter dan tak perlu menundanya lagi. Keuangan: Pemasukan masih cukup baik dibanding minggu kemarin sehingga segala kebutuhan masih akan bisa terpenuhi diminggu ini. Asmara: Suasananya sudah membaik sehingga di minggu ini kerinduan akan terobati dan harapan-harapan indah bisa menjadi kenyataan. Taurus Peruntungan: Buang sejauh mungkin bayang–bayang buruk yang menghantui suasana hati Anda akhir-akhir ini. Bersikaplah lebih tenang dan positif terutama terhadap berbagai tawaran yang datang ada baiknya dipelajari secermat mungkin. Karier: Kesempatan cukup terbuka lebar tinggal bagaimana upaya Anda untuk meraihnya. Kesehatan: Jangan biarkan badan bertambah melar saja hanya karena Anda lepas kontrol dalam mengkonsumsi makanan karena badan semakin gemuk maka kinerja Anda akan lebih lambat daripada biasanya. Keuangan: Harus dimanage dengan benar dana yang ada agar Anda tidak malah pusing dengan adanya pemasukan tersebut. Asmara: Jika memang harus bersikap keras tak ada masalah selama masih dalam batasbatas kewajaran. Gemini Peruntungan: Minggu ini cukup mujur sehingga tak ada alasan bagi Anda untuk menunda rencana ataupun bersikap menunggu peluang datang. Cobalah lebih proaktif dan kreatif lagi sehingga tak ada peluang yang terbuang percuma. Karier: Harus lebih percaya pada diri sendiri, tak perlu goyah karena kabar angin yang tersebar disekitar Anda. Kesehatan: Usahakan secara rutin berolahraga dipagi minggu yagn sejuk dan segar hawanya, sehingga pikiran dan kondisi badan bisa selalu segar dan jernih. Keuangan: Kebutuhan baru segera saja Anda penuhi jangan sampai Anda mengabaikannya. Asmara: Hargailah segala pendapatnya, walau itu tak sesuai dengan pandangan Anda sekalipun. Cancer Peruntungan: Jangan suka berkeluh kesah, terima saja keadaan ini dengan penuh suka cita, tidak perlu mempermasalahkan kekurangan yangmungkin ada dan hanya sepele saja. Terhadap berbagai bantuan yagn datang cobalah bisa disikapi dengan pikiran yang jernih, tidak perlu menuruti perasaan gengsi yang hanya akan menghancurkan bisnis dan karier Anda secara perlahan-lahan. Karier: Jangan sembrono membocorkan rahasia pribadi kepada rekan-rekan Anda, jika tidak ingin ada masalah baru dikemudian minggu. Kesehatan: Kepala masih terasa pening meski tak terlalu berbahaya tetapi cukup mengganggu aktifitas kerja Anda diminggu ini. Keuangan: Jangan memberi pinjaman kepada seseorang kalau memang tidak ada dana. Asmara: Tak ada gunanya menghalang-halangi kehendaknya, itu hanya akan bikin sakit hatinya saja. Leo Peruntungan: Selalulah berpikiran panjang, apalah artinya untung sesaat, tetapi akan rugi untuk jangka waktu yang lama. Lebih baik di minggu ini Anda laksanakan saja apa yang sudah ada, tidak perlu bertingkah yang macam-macam. Karier: Usahakan untuk tidak menyimpang dari ketentuanketentuan yang sudah disepakati bersama. Kesehatan: Jangan kalut menghadapi setiap kemelut karena dengan berlaku tenang maka urusan tersebut akan bisa diselesaikan dengan baik dan tak menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan Anda. Keuangan: Meskipun masih stabil dan tetap terjaga, bila akan melakukan usaha baru, sebaiknya telah dipikir matang dan jauh ke depan. Asmara: Tidak ada alasan untuk meragukan kesetiaannya, lebih baik Anda memikirkan yang lebih urgen dan bermanfaat. Virgo Peruntungan: Kesuksesan Anda sangat tergantung dengan kreativitas Anda di minggu ini. Pandai-pandailah mengolah aspirasi yang muncul secara tiba-tiba menjadi sesuatu yang besar yang bisa diterima dan ditanggapi positif oleh partner kerja Anda. Karier: Cobalah lebih percaya diri dan tak perlu minder dengan keberhasilan yagn telah diraih rekan Anda. Kesehatan: Masih saja terasa pegal-pegal disekujur badan, segera saja dipijat agar bisa kembali segar. Keuangan: Perlu pengawasan ketat terhadap pengeluaran agar pemborosan tidak sampai terjadi di minggu ini. Asmara: Selalu ciptakan suasana perasmaraan Anda semesra dan seromantis mungkin, dan hindari cekcok mulut yang tiada henti. Libra Peruntungan: Jangan cepat patah semangat dalam menghadapi berbagai rintangan yang tiba-tiba datang menghadang, hadapi dengan tenang dan semangat, sehingga bisa cepat teratasi. Karier: Usulan dari luar sebaiknya jangan cepat diterima mentah-mentah begitu saja, ulas dan pertimbangkan dulu sebelum memulai langkah yang baru. Kesehatan: Nikmati menu makanan yang ada dirumah, kalau boleh coba ganti dengan menu yang lain, yang penting selera makan di rumah terus bertambah. Keuangan: Pengeluaran masih sulit untuk dikendalikan, sehingga jika dibiarkan maka pemborosan ini akan menyulitkan Anda sendiri. Asmara: Bagaimanapun juga yang namanya bunga kehidupan itu pasti ada, jadi bila hubungan lagi memanas jangan lantas cepat ambil keputusan penting. Scorpio Peruntungan: Apa sulitnya mengalah demi kemenangan, itu adalah langkah yang tepat dan harus dipikirkan diminggu ini. Tidak perlu memaksakan diri, jika keadaan mengharuskan Anda untuk mengalah dulu, ya lakukan saja. Karier: Jangan ambil tindakan berisiko tinggi dulu, ada baiknya jika Anda mengamatinya dengan seksama dan hati-hati. Kesehatan: Jangan makan yang terlalu pedas dan masam agar tidak timbul masalah di seputar pencernaan Anda. Olahraga yagn terlalu berat sebaiknya Anda hindari agar kesehatan Anda tidak semakin terpuruk saja karenanya. Keuangan: Inilah saatnya bagi Anda untuk dapat meraih keuntungan lebih di minggu-minggu ini. Asmara: Suasana di minggu ini tetaplah ceria dan hampir tidak ada gangguan yang harus dikhawatirkan. Sagitarius Peruntungan: Jangan segan untuk mem-follow up kembali janji-janji yang ada dan tak perlu malu untuk memulainya dari awal. Sekalipun di minggu ini minggu libur, tetapi kesempatan bagi Anda untuk mendapatkan hasil besar masih terbuka lebar selama Anda masih ada motivasi untuk mau meraihnya. Karier: Teruslah berjalan dengan konsep-konsep yang telah Anda buat. Kesehatan: Lakukan pemijatan urat itu akan cukup berkhasiat untuk memulihkan kondisi badan Anda. Tak perlu minum obat jika memang tak terlalu berat dan fatal. Keuangan: Berhati-hatilah di minggu ini semua tak semudah seperti yang Anda bayangkan. Asmara: BerhatiDiasuh Oleh hatilah karena mulai ada yang Putri Wong Kam Fu ingin mengobok-obok hubungan Anda dengannya yagn mulai mesra Berlaku : 25 Februari - 3 Maret 2018 dan rukun.


Redité Umanis, 25 Februari 2018

Bali L e m b a r

B a s a

7

B a l i

Bencingah I Nyoman Rema

Wit Jatdmané Sami

SAJERONING parikrama dresta nyinggihang panglingsir sané kamargiang krama Hindu Bali, majanten palinggih utawi wewangunan suci sané kawastanin antuk Kamulan wantah mabuat pisan. Manut I Nyoman Rema, kruna kamulan mawit saking basa Sanskerta inggih punika mula sané teges ipun wantah akah, dasar miwah pokok. Ring prasasti Sri Kahulunan antuk warsa 842 Masehi ngeninin indik Candi Borobudur, wénten kabaosang … kamulan i bhumi sambhara. Kruna kamulan ring lengkara punika mawit saking kruna mul sané mateges genah suci sané raket ring wit kulawarga Wangsa Syailendra. Malih ring Prasasti Anak Wungsu kabaosang …nguniweh manghanang lmah ing sima, sala, hyang, wihara, patapan, silunglung, kaklungan, kamulan… sané tegesipun kaicénin ngruak genah kanggén tetujon matani ring Sima, Sala, Hyang, Wihara, Patapaan, Silunglung, Kaklungan, Kamulan… “Minab kamulan sané kabaosang olih Anak Wungsu punika wantah genah suci nyinggihang para panglingsirnyané sané wénten ring wewidangan Gunung Kawi, Tampaksiring,” baos Nyoman Rema. Dané malih maosang, kamulan wantah genah palinggihan wit saking jadmané sami sané prasida kajentanang antuk makekalih kahanan. Ring kahanan “mikro” mula wantah ngeninin indik panglingsir utawi dewa pitara saking jadmané sami, sakéwanten yéning ring “makro” mula inucap wantah Ida Sang Hyang Paramakawi pinaka wit saking sekancan maurip ring jagaté. Dadosné kawigunan kamulan inggih punika sarana nyinggihang atman panglingsir sané sampun kalinggihang pinaka dewa taler pinaka genah saking Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Krama Bali sané magama Hindu kantun ngamargiang dresta punika malarapan antuk maturan banten ring kamulan rong tiga. “Banten katur ring Bapanta utawi i bapa ring rong tengen, katur ring Ibunta utawi i mémé ring rong kiwa, miwah ring rong tengah nyinggihang ragan ta taler Ida Sang Hyang Widhi sané maraga Bhatara Guru,” lanang sané embas ring Umanyar, 6 Juni 1983 puniki nlatarang. (was)

I Ketut Sandika

Sayan Ngamecikang SAKADI sané ketah kapanggihin ring Bali, makudangkudang wangun dresta kekunan tetamian para pangingsir kantun becik kamargiang. I Ketut Sandika S.Pd.H., M.Pd. maosang, ring Bali pangrauh taler panglimbak agama Hindu nénten ngicalang sekancan parindikan sané katami saking nguni, sajabaning nyagra saha ngicénin “spirit” anyar ring dresta inucap mangda prasida sayan ngamecikang. “Minakadi parikrama sané kamargiang saking masan prasejarah, nyinggihang atman saking para panglingsir utawi pitara. Punika kantun kamargiang kantos mangkin olih krama Hindu Bali malarapan antuk makudang-kudang upacara yadnya yadiastun akéh pisan pangrauh tetuek agama saking dura désa ka Bali,” baos Ketut Sandika. Budayawan sané embas ring Nyalian, 11 Februari 1988 puniki malih maosang, sios saking nyinggihang pitara kahanan indik déwata taler sampun kajantenang saking jaman Bali Kuna. Minakadi conto nyinggihang Ida Bhatara Da Tonta olih krama ring Trunyan sané kantos mangkin kantun kasungsung irika. Dané kasinahang antuk arca sané tegehnyané tigang méter pinaka niyasa para panglingsir krama Trunyan. Duaning Ida Bhatara Da Tonta pinaka Purusa tur barong brutuk pinaka pradana sané makekalihnyané ngamedalang kasukertan taler kalanduhan. “Sangkaning punika pinaka krama Bali utamanipun para yowana patut seneng tur tresna ring budaya tetamian panglingsir mangda sayan lestari. Duaning tan padagingin antuk pikayunan seneng, sinah tetamian inucap nénten prasida kalestariang,” dané maosang. (was)

(117)

BPM/net

BPM/was

PITARA – Nyinggihang utawi nyumbah Dewa Pitara wantah dresta sane sampun kamargiang saking nguni malarapan antuk “tinggalan kuna” minakadi Menhir sané mangkin sampun nglimbak tur kamargiang antuk sanggah kemulan

Dresta Nyinggihang Déwa Pitara ring Bali

Mawit Saking Masan ”Pra-Aksara” PINAKA jadma Bali majanten jagi nami makudang-kudang soroh dresta sané sampun kamargiang saking nguni olih para panglingsiré. Samian krama sané éling ring raganyané dados jadma Bali sané magama Hindu majanten jagi nami makudang-kudang parikrama upacara yadnya miwah dresta ring kahuripannyané. Wénten sané kamargiang saraina, wénten taler sané kamargiang ring rerainan-rerainan kémanten. Punika sampun manados sinalih tunggil cihna krama Hindu Bali sané patut setata kaplajahin daging tattwa miwah tetuekipun. Yéning becik kaselehin taler kaélingang, wénten makudangkudang parikrama upacara yadnya ring Bali sané sujatiné sampun kamargiang saking masan purba saha dados dresta sané

kamargiang kantos mangkin. Sinalih tunggilnyané marupa dresta nyinggihang utawi nyumbah déwa pitara. Dresta nyumbah déwa pitara sampun nglimbak saking masan pra-aksara, saking masa perundagian utawi mégalitikum. Parindikan punika kamargiang kantos mangkin sané manut I Nyoman Rema, peneliti ring Balai Arkeologi Bali, kasinahang antuk makudang-kudang tetamian utawi “tinggalan” sané kawigunanipun pinaka sarana nyinggihang panglingsir sané sampun maraga Hyang utawi Déwa Pitara. Minakadi ménhir, tahta batu, teras berundak, sarkofagus miwah sané siosan. Punika taler kamargiang sangkaning kajantenang yéning makasami atman para panglingsir inucap wantah madué kasaktian

utawi kasidhian sané prasida nyagra taler ngicén kasukertan ring para pratisentananipun. Parikrama tetamian masan prasejarah inucap raris kalanturang ring masan Hindu-Budha sané parikrama kapertamanyané wantah nyinggihang ring wit krama utawi pamucuk sajeroning pakraman malarapan antuk makudangkudang sarana upacara yadnya. “Yéning ring masan pra-sejarah kasinahang antuk ngwangun menhir, ring masan Hindu-Budha utamanipun sajeroning panegara sané ngambel agama Siwa, sinah kamargiang malarapan antuk ngwangun lingga miwah arcaarca cihna déwata taler niyasa para ratuning jagat sané sampun mantuk,” baos dané. Malih dané maosang, ri kala masan panglimbak Hinduné taler

kasinarengang sareng parikrama nyinggihang déwa pitara inucap sané ma-akulturasi miwah maenkulturasi manut budaya ring nusantara. Minakadi nyantenang gunung pinaka linggih para atmané wantah adung sareng budaya Hindu sané nyantenang yéning gunung pinaka genah saking para déwata. Risampuné kamargiang parikrama upacara yadnya, atman suci panglingsir inucap kajantenang jagi nunggal ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa sané ketah kabaos antuk Atmasiddhadéwata. Parikrama nyinggihang atman para panglingsir sané sampun maraga Déwa Pitara utawi Déwa Pitra punika kamargiang ring genahgenah minakadi sanggah utawi merajan, pura dadya, padharman miwah sané siosan. Sané

sampun nunggal ring Ida Sang Paramakawi ketah kasengguh dados Bhatara Guru pinaka “sangkan paraning dumadi”. “Krama Bali manut saking parikrama agama Hindu wantah singgih tur bhakti pisan ring leluhur utawi panglingsir pinaka wit saking kahuripannyané. Punika sané ngawinang ipun ngamargiang makudangkudang parikrama upacara yadnya sané setata kamargiang pinaka jalaran ngwales kapitresnan panglingsir, nunas karahayuan miwah kasukertan sakulawarga sang pratisentana sané kantun nyeneng. Tata-titi indik parikrama nyinggihang panglingsir inucap ketah kasurat sajeroning lontar minakadi dados babad miwah sané siosan,” baos Nyoman Rema. (was)

Kahuripan Krama Bali Kuna

Sané Utama Maparikrama Agraris SAKADI sané sampun kauningayang, krama Bali madué makéh wangun dresta taler parikrama upacara yadnya sané katami saking nguni saha kamargiang kantos mangkin. Boya wantah parikrama yadnya taler nyinggihang Sang Dewa Pitara kémanten, nanging nénten akidik taler parikrama indik kahuripan saraina sané kantun kamargiang kantos mangkin. Pidabdab taler parikrama inucap sayan nglimbak sinarengan antuk panglimbak pikayunan jadma punika. Minakadi mawit saking jadma ring masan prasejarah sané meneng nomaden majanten sayan nglimbak risampun ngranjing ring masan sejarah minakadi meneng ring sajeroning genah antuk parikrama mapupul sareng jadma siosan. Wangun budaya taler kahuripan krama ring masan Bali Kuna manut I Ketut Sandika S.Pd.H., M.Pd., budayawan miwah penulis buku-buku kebudayaan Bali, maparikrama agraris kadasarin antuk parikrama ngupapira kahanan palemahan utawi carik pinaka genah matetanduran. Sios punika taler kapanggihin makudang-kudang sastra sané maosang indik kalewihan parikrama sané kamargiang tatkala nabdabang kahanan toya ring carik taler ngamecikang tetanduran inucap. Sios

punika parikrama magama taler kaucap agraristik taler ngawit éling ring tattwa indik dewatadewati miwah indik kaniskalan siosan. Punika kamargiang duaning kadasarin antuk pikayunan yéning jagaté puniki wantah madué kasidhian sané ageng saha nénten sida katandakin olih jadmane. “Tatkala punika sampun wénten parikrama indik nabdabang kahanan toya ring carik sané kawastanin antuk kasuwakan utawi mangkin kaucap subak sané kantun kamargiang kantos mangkin. Wénten taler sané kawastanin antuk nayaka ing tani, pamucuk sajeroning panegara sané nabdabang sekancan parindikan taler kahanan indik matani,” baos dané. Malih kawewehin, panglimbaknyané punika boya ja indik matani kémanten, taler indik nreptiang panegara, duaning tatkala punika taler jagaté kamargiang antuk wangun negara utawi kerajaan mawit saking Dinasti Singamadawa sané kalanturang olih dinasti sané siosan. Mawit makudang-kudang prasati taler sastra-sastra kuna, ri kala punika sampun kapanggihin tata-titi ring panegara utawi kerajaan, makudang-kudang parikrama hukum taler indik jimbar wewidangan

sané dados druén raja miwah kapanggih makudang-kudang piranti para wadwa ring payudhan. Parikrama kahuripan jadmané tatkala punika taler sampun becik kamargiang antuk pidabdab karaman utawi sané mangkin kasengguh antuk krama. Sakadi conto karaman ing julah utawi krama ring Desa Julah, karaman ing Airawang utawi krama ring Airawang miwah sané siosan. Punika wantah cihna yéning kahuripan sané kamargiang sampun nglimbak saking sadurungnyané. Ngeninin indik wewangunan

sané kapanggihin taler nglimbak. Ring Bali, daweg masan Bali Kuna, Sandika maosang, masaih sareng wewangunan sané macorak Hindu ring Jawi. Minakadi indik struktur wewangunan candi tebing ring Bali sané masaih sareng struktur wewangunan candi ring Kediri Jawi, asapunika taler arca-arca tiosan. Satios punika, akéh wewangun candi taler arca ring situs sejarah kuna ring Jawi sané wangun ipun pateh sareng arca sané kapanggihin ring wewidangan Bedahulu utawi Tampaksiring. Asapunika taler

indik wangun arca Durga Mahissasuramardhini ring Samuan Tiga, Museum Bedahulu miwah Pura Giri Putri ring Buruan sané yéning kaselehin saking iconografi, nénten mabinayan sareng sané wénten ring Kediri Jawi. “Prasida kaselehin saking tetuek Tri Mandala, wewidangan jabaning candi, tengahing candi, miwah candi utama pateh sareng Tri Mandala sané kawigunayang ring pura, luiré nista mandala, madya mandala, miwah utama mandala,” Sandika nartayang. (was)

“NAPI manawi bénjang dados mantuk, yéning kaniné nénten rahat?” baos ajinné. “Oo, dados rawat jalan manten. Asal perasaannya dijaga,” baos dokteré matuéling. “Inggih Tuaji, Bibi, yén Gék Citra manawi tenangan iriki mangda kantos was seger nénten cagcag-cigcig matamba. Napi malih akéh timpalné sané ngrawat,” baosné Ngurah Jelada patutanga ring perawaté, “Inggih driki akéh timpal tiangé jaga ngrawat Ayu Citra.” Saking siang kantos soré aji lan ibunné magilih majaga. Timpalné taler akéh sané nelokin. Ngurah Jelada tan lali ngabarin ajinné miwah misanné Ngurah Adnyana antuk bayané nibénin Ayu Citra. Nyoréang Ngurah Adnyana nelokin Ayu Citra makta roti sareng pisang. Dapetanga timpalné para perawaté sami ngibur Ayu Citra mangda nénten sungsut. “Gék Citra, yakti koné ten nyak ngajeng? Mangkin Beli ngabaang pisang ajak roti, napi

kapilih Beli Wah ngesopin?” baos Gusti Ngurah Adnyana ngulgul rainné ngasih-asih. “Pisang... pisang, mangda ngraris ngesopin,” suryak perawaté kenyem ngangsokang. “Inggih yén Beli Wah ngicén, rarisang sopin tiang, liman tiangé lemet pisan,” aturné Ayu Citra matadah kimud. Ngurah Adnyana melut pisang ngesopin Ayu Citra alon-alon. Kayunné trenyuh madalem rainné kalaran. Alon raganné ngusapin pipiné kari pecak rah. Wenginé daweg gilirané sané majaga Ngurah Jelada, Ayu Jeladi sareng Gus Catra, dapetanga Ngurah Adnyana kari ngesopin Ayu Citra pisang miwah roti kadi mesra pisan. “Ooh Beli Wah Adnyana ja mriki, syukur Mbok Citra kayun ngajengang pisang?” “Nggih Gék Jeladi, tanjénin nasi ten nyak. Kanggo roti ajak pisang duang bulih.” “Nggih, nyanan pasti nyak ngajeng. Yén ten kénten kénkénang apang énggal seger. Niki

sampun gaénang mie goréng sareng fuyunghai sesenenganné,” baosné Ngurah Jelada. “Nah lamun kéto Beli mulih maluan, sampun uli ituni ngorta,” baos Ngurah Adnyana. “Inggih Beli Wah, matur suksma,” aturné Ayu Citra kenyem manying ring rakanné. Wenginé punika Ayu Citra sareng Gus Catra curhat nunas tetimbang ring Ngurah Jelada. Alon nanging pasti Ngurah Jelada mituturin Ayu Citra mangda nénten prustasi napi malih kantos bunuh diri ngulah pati utawi ngulungang belingan kabaos brunaha. Lintang papa, tan urungan mangguh neraka. Yadin gamia niki saking ulah i rerama, boya salah raganné. Kalih raina ring Rumah Sakit, Ayu Citra kadadosang mantuk rauh ring Kesiman. Saking ajerih bobotané sayan ageng, anaké lingsir ibu lan ajinné marembug ngrereh calon panampih sané kayun nganténin Ayu Citra. Mangda érang lan cerok dayané nénten kanten.

“Nah cening Ayu Citra, yén ulah alih aluhé sajan aji ajak ajin ceningé dadi anak tua ané pelih. Jani tegarang ulehulehang pinehin, cara ngilehang sabuké lantang apang gigisan elek di guminé. Tuaji ajak ibuné makejang nyerahang tekén cening ngalih rabi ané demenin cening. Kwala cening ané nujuhang dogén, aji ajak ibuné ané lakar nyalanin,” baos ajinné. “Béh, becik antuk aji ngandika mangda nénten érang. Kadi nimpug ngelidang lima. Mangkin urus anggan ajiné dumun. Banggayang titiang sané ngurus dosa papa nerakané sané mentik saking titiang tan uning manyama sareng Beli Gus Catra,” aturné Ayu Citra. Aji sareng Ibunné mablengek engsek kadi pantigang. Sami nguntul toyan panoné patrébés. Saking jaban sagét rauh aji lan ibunné Ngurah Jelada kairing antuk Gusti Ngurah Adnyana. “Béh, Dé Taman ja rauh, derikian malinggih. Kéné sampun

bencanané tan kenéng pinasti. Jag teka cara gentuh blabar, kanti engsap ngabarin ibi dugasé ngliwat di Pringalot.” “Ten kenapi Beli. Yén anak serbut samian dados buut lali ring patut. Niki okané sané ngabarin mantuk. Nah, Gék Citra jani kénkénan rasan bayuné? Bas mara kudang dina singgah mulih ngaba kabar lega pada lulus ajak adiné, sagét...?” baos Gusti Madé Taman sendu. “Duh ampura Tuaji, titiang kapetengan kélangan sundih sasukat Beli Wah ngaonin titiang pindah ka Bangli. Bingung titiang magabag ngrereh tungkéd nanging sané keniang Gus Catra sané sujatinné nyaman titiange. Becikan titiang padem makta dosa ageng.” “Béh, cening Ayu eda maselselan. Yén anak mula tusing nawang, sujatinné tusing pelih. Mawanan ada guru ané maang sesuluh, maang contoh ané patut kagugu lan katiru.”

SUBAK – Sangkaning maparikrama agraris majanten krama saking masan Bali Kuna sampun ngamargiang makudang-kudang parikrama mangda kahanan matetanduran ipun ring carik dados becik. Sinalih tunggil malarapan antuk subak sané kantun becik kamargiang olih krama Baliné nyantos mangkin

(Masambung)


8 Parahyangan

Dura Désa

Redité Umanis, 25 Februari 2018

Sendang Terapi

Toyané Prasida Ngawi ”Awet Muda”

Magenah ring lereng Gunung Raung, wewidangan Banyuwangi mendem makudang-kudang genah sané ngulangunin. Sinalih tunggilnyané, klebutan utawi kasengguh Sendang Terapi ring Dusun Pakis, Desa/ Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Klebutan puniki kabaosang matiosan sareng klebutan sané wénten ring wewidangan Banyuwangi. Satios medal saking resapan batu, toyané taler kangken berkhasiat. Kabaosang prasida ngicalang panyungkan saha ngawi awet muda.

Pura Penataran Agung Margo Wening

Pinaka Reragragan alm. Mbah Untung

KAWÉNTENAN Pura Penataran Agung Margo Wening ring Kabupaten Sidoarjo (Jawa Timur), nénten prasida kapasahang saking aran alm. Mbah Untung. Mbah Untung sané padem daweg warsa 2006 puniki wantah perintis pawangunan Pura Penataran Agung Margo Wening sané magenah ring Desa Balong Garut, Kecamatan Krembung, Sidoarjo. Ri kala pangawit metu pikayunan saking Mbah Untung ngwangun pura ring arep pakarangan paumahan daweg warsa 1977, akéh krama sané angob. Santukan, sakadi desa-desa tiosan ring Kabupaten Sidoarjo, akéhan kramané boya magama Hindu. Pawangunan Pura Margo Wening kakawitin saking warsa 1977. Nanging, kahanan kala punika ngawinang akéh ngwetuang pikobet sajeroning pawangunan pura. Napimalih prabéa ngwangun pura nénten akidik. Kasarengin krama Krembung sané magama Hindu, prabéa saha material wewangunan kapupulang sakakidik olih Mbah Untung, rumasuk makarya bata preragan. Kantos pamuput wénten krama saking Bali sané polih tugas ring Sidoarjo kayun ngwantu pawangunan pura inucap. Daweg 1 Juni 1991 utawi sawatara pat belas warsa saking pikayunané ngwangun pura punika metu, pura inucap puput kawangun saha karesmiang olih Bupati Sidoarjo kala punika Edi Sanyoto. Daweg punika, arannyané Pura Jagat Natha Margo Wening. Nganutin panglimbak masa, Pura Margo Wening sané rumasuk ring pura kapertama sané wénten ring Kabupaten Sidoarjo kala punika, sayan kasub. Nénten wantah krama saking Sidoarjo, krama Hindu saking wewidangan tiosan sakadi Pasuruan miwah Mojokerto taler ketah ngamargiang pamuspaan ka Pura Jagat Natha Margo Wening. Daweg warsa 1998, pura inucap sampun nénten cukup kawigunayang majeng krama sané sayan akéh, pamekas ri kala upacara-upacara ageng. Ring warsa 1999 mawit kamargiang pawangunan pura ring genah sané lebih jimbar. Arannyané taler mauwah dados Pura Penataran Agung Margo Wening. Satios genahnyané lewih jimbar, wangunan pura taler lewih ageng. Daweg tanggal 21 Agustus 2004 kamargiang upacara ngenteg linggih. Kawéntenan Pura Penataran Agung Margo Wening puniki sakadi kadadosang inspirator ring pawangunan pura tiosan ring Kabupaten Sidoarjo, sakadi Pura Jala Siddhi Amertha ring Sedati miwah Pura Nirwana Jati ring Sekelor. Pinaka pura perintis ring Kabupaten Sidoarjo, Pura Penataran Agung Margo Wening sané pujawalinnyané jatuh nyabran rainan Kuningan, kantos mangkin setata ramia karauhin pamedek. Satios piodalan saha maturan saraina, PHDI Sidoarjo taler ngamargiang pasraman paplajahan agama Hindu nyabran Redité ring pura inucap. Pamelitnyané wantah alit-alit saking SD kantos SMA sané magama Hindu. (kmb)

SENDANG Terapi genahnyané yukti silib. Yéning makta mobil, krama sané rauh patut mamargi malih kirang langkung 500 meter saking margi ageng. Yéning makta sepéda montor, dohnyané mamargi wantah 200 meter. Genah sendang ring tengahing tegalan durén. Ukuran sendang nénten kalintang ageng, masaih sakadi kolam renang. Genah inucap wantah duén krama sané mapeséngan Solihin (46). Solihin nyaritayang, sendang puniki sampun wénten saking dasaan warsa sané lintang. Tanah genah sendang taler wantah tetamian panglingsir. Yéning ditarik garis lurus, sendang puniki satu jalur sareng Petilasan Raja Blambangan, Prabu Tawangalun ring Rowobayu, sawatara 10 kilometer saking genah sendang. Santukan alami, sendang puniki nénten naan nyat sapanjang warsa. Yadiastun masan panes, toyannyané setata membah. “Daweg dumun, sedang puniki wantah klebutan biasa. Toyané medal saking bebatuan. Santukan ring tengahing tegalan, genahnyané yukti tenget,” baos Solihin. Sangkaning panglimbak pariwisata ring Banyuwangi, Solihin pangawit nyinahang genah sendang inucap pinaka genah wisata durén. Tan kapikayunin, akéh krama sané rauh irika.

Kantos saking dura désa. Pamuput, pungkuran puniki anggané ngwangun sendang inucap marupa kolam renang. Nanging, toyannyané kantun membah sakadi jatimula, membah saking bebatuan. Satios prasida nyicipin durén, krama prasida masiram ring sendang utawi sawates mawasuh kémanten. Yéning selehin, akéh krama sané mamilih masiram utawi mameman ring sendang inucap. Toyannyané tis, ening. Toya saking kolam inucap kaembahang ka sor nuut embahan tlabah. “Toya ring sendang puniki naen kateliti. Kabaosang, mineral-nyané becik pisan. Minab sangkaning medal saking bebatuan,” tutur Solihin. Mawit kasinahang pinaka kawasan wisata, sumber terapi puniki sayan kasub. Manut Solihin, akéh wisatawan dura désa sané magumana rauh ka genah inucap wantah masiram kémanten. “Kabaosang, toyané tis tur ening. Wénten sané sungkan sahasa seger,” weweh Solihin. Kawewehin, krama akéh rauh saking dura jawi, kantos saking Hongkong. Santukan prasida kadadosang tamba, sendang puniki kasengguh pinaka Sendang Terapi. Wusan masiram wiadin mameman, krama prasida ngruruh kuliner khas pedesaan. Menuné, minakadi; ikan wader

BPM/udi

SENDANG – Kahanan Sendang Terapi ring Desa Songgon, Banyuwangi sané kangken prasida nyicalang panyungkan saha ngawi ”awet muda”. goreng, pepes oling, miwah sayur lodeh. Genah ngajeng kakaryanin sakadi rompok, mawinan marasa bebas. Satios kuliner pedesaan, krama taler prasida nyicipin makudang-

Patung Ganésha ring Pura Candi Cemara Agung Pinaka Panulak Bala

AGAMA Hindu rumasuk agama pinih ageng kaping tiga ring Indonesia wus Agama Islam miwah Kristen. Makéh sékta sané wénten sajeroning Agama Hindu, minakadi Sekta Saiwa, Waisnawa, miwah sané tiosan rumasuk dresta-dresta sané kamargiang olih krama sané magama Hindu. Umat Hindu majanten wénten ring sajebag Indonesia, minakadi ring Surabaya. Ring genahé puniki taler wénten palinggih pura sané mawasta Pura Candi Cemara Agung. Genah pura puniki wénten ring wewidangan Sambi Arum, Surabaya. Makéhan krama mawit saking Tandes, Benowo, miwah Sambikerep. Sakadi purapura sané wénten ring Bali, Pura Candi Cemara Agung taler kapah

dados tigang mandala, luiré Utama mandala pinaka genah pamuspaan, Madya mandala pinaka genah nyayagayang sarana upakara, miwah nista mandala. Ring wewidangan pura sané magenah ring wewidangan Jalan Sambi Arum, Kelurahan Sambikerep, Kecamatan Lakar Santri Kota Surabaya, Jawa Timur puniki wénten makudang-kudang wangunan pura minakadi palinggih padmasana. Satios punika, ring wewidangan pura taler wénten patung Ganésha. Krama irika nguningayang, kawéntenan patung Ganésha kangken pinaka panulak bala saha ngemit krama pamekas sané magama Hindu. Sakadi pura-pura tiosan minakadi ring Bali, wénten taler awig-awig sané patut kaurati-

Ring genah inucap, Solihin miara panyatusan punyan durén. Kantos prasida panen sapanjang warsa, yadiastun durung ngranjing ring masan durén. (udi/uma)

Satua

ang krama pamedek sané rauh ka pura inucap. Minakadi, sané kantun keni kacuntakan nénten kadadosang ngranjing wewidangan pura. Sané keni kacuntakan kalayusekaran patut lintangan dumun ring tiga kantos roras raina wawu dados ngamargiang pamuspan ring pura inucap. Nyabran raina Redité pastika wénten parikrama malajahin agama Hindu ring pura sané kasungsung olih 75 KK puniki. Sinalih tunggil guru sané ngajahin mapesengan Kompyang. Lanang sané meneng ring wewidangan nampek genah pura puniki kajudi pinaka guru saraswati. Parikrama malajah kamargiang mawit jam kutus semeng kantos jam dasa semeng. (aldilla/dewi/febe)

I Bawang tekén I Kesuna (4)

Atur Piuning Pujawali ring Kahyangan Jagat Pura Luhur Sri Rambut Sedana MALARAPAN antuk bakti saking pikayun sané ning suci nirmala, para prawartaka karya mapaungu atur majeng ring para subakti, persayang, para permas mangda ngwikanin indik Pujawali Ida Bhatara Luhur Sri Rambut Sedana sané maraga sarining artha lan amertha. Ngeninin inik dudonan piodalannyané, pujawali utawi panangkilan kakawitin ring raina Buda Wage Kelawu ring tanggal 28 Februari 2018 antuk galah mawit saking 07.00 Wita ngantos puput. Pujawali nyejer taler pinaka galah panangkilan mawit saking raina Wraspati Kliwon Kelawu ring tanggal 1 Maret 2018 ngantos raina Saniscara Paing Kelawu

kudang soroh durén. Rumasuk durén oranye. Duren puniki kanggken prasida nincapang vitalitas. Ri kala masan duren, nyabran raina, Solihin prasida nelasang 500 bungkul durén.

ring tanggal 3 Maret 2018 taler mawit saking galah 07.00 Wita ngantos puput. Ring raina Saniscara Paing Kelawu tanggal 3 Maret 2018 kantun kamargiang panangkilan mawit saking galah 07.00 Wita ngantos 23.30 Wita, wus punika ring galah 24.00 Wita raris kamargiang Pamelayagan utawi Ida Bhatara katurang munggah tur masineb. Wantah sakadi punika sané prasida katurang, dumogi tan kapiambeng sami prasida rauh ngaturang sembah bhakti. ***

Kaketus saking Satua-satua Bali (X) NGANTI pang telu pang pat koné méménné ngomong, masih tuara baanga. Déning kéto, mulih lantas méménné morahan tekén I Kesuna, masaut I Kesuna. “Lamun kéto, tigtig suba icang jani, apang patuh buka I Bawangé maan mas-masan!” Tigtiga lantas I Kesuna tekén méménné. Mara teked di padiwangané, makaukan lantas I Kesuna, “Dadong, Dadong.” “Nyén ento?” “Icang I Kesuna.” “Ngéngkén nyai mai?” “Icang tigtiga tekén mémén icangé!” “Nah, mai ja dini alihin dadong kutu!” Kema lantas I Kesuna ngalihin I Rangsasa Kutu. Kénkén ja buka paundukan I Bawangé ditu, kéto ané dapetanga tekén I Kesuna. Disubané koné peteng, lantas morahan I Kesuna tekén I Dadong Rangsasa lakar mulih. “Dadong, Dadong, icang lakar mulih, baang icang ngidih waluh abungkul.” “Nah ento alap ané kelod kauhné. Nyanan disubané teked jumah, jumahan metén empug lan kancing jelanané. Buina belahbelahan temboké di jumah metén makejang ento da engsapina ngempetin!” “Nah,” kéto koné pasaut I Kesuna tur nglantas ia ngalap waluh ané mabuah di bucu kelod kauhné. Disubané kéto ngénggalang lantas I Kesuna mulih. Suba neked jumahné, baan kendelné takeha ibanné bakal patuh nemu bagia buka ané bakatanga olih I Bawang, prajani ia ngorahin mémé bapanné yéning ia lakar ngempug waluh ané baanga ngidih tekén I Dadong Rangsasané. Disubané pragat ia ngempet-empetin makejang belahan tembok umahné, lantas ia makancing jlanan metén ajaka makejang. Mara empuga waluhé, dadi ané bakatanga uli tengah waluhé boya ja mas-masan, mirah miwah ané lénan sakadi gelahné I Bawang. Isin waluhé totonan tuah soroh gumatat-gumitit ané mranen-mranen pesan minakadiné: lelipi, lelipan, teled, muah ané lén-lénan. Ento makejang lantas pada ngutil Pan Bawang sapianak lan somahné, ditu lantas ia pajerit-jerit ajaka makejang katulung-tulung. Ulian ningeh munyin katulung-tulung ento, lantas serab wang desané makejang tur pada teka nyagjagin ka umah Pan Bawangé. Sakewala lacur sawireh dapetanga Pan Bawang suba ngemasin mati tekéning pianak lan somahné. (Puput)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


Minggu UMANIS, 25 Februari 2018

9

SPORT

LeBron Bawa Cavs Kalahkan Memphis HAL 12

Morata Ngambek karena Dicadangkan

London – Alvaro Morata langsung ngambek karena dicadangkan saat Chelsea bertanding melawan Barcelona di Liga Champions. Masalah itu bahkan mendorongnya untuk berpikir balik lagi ke Spanyol. Sosok striker andal Chelsea, Alvaro Morata, telah dikabarkan kesal setelah Chelsea harus bermain dengan skor imbang melawan kubu Barcelona pada babak 16 besar Liga Champions, kemarin. Ia kecewa karena merasa Antonio Conte tidak mempercayainya untuk menjadi pemain utama saat melawan Barcelona di laga Liga Champions itu. Diketahui jika dalam pertandingan tersebut, Alvaro Morata memang harus asyik duduk di bangku cadangan saja sampai menit ke-82. Belakangan diketahui jika Alvaro Morata tidak menyukai keputusan tegas Antonio Conte tersebut. Wajar jika dirinya jadi merasa tidak bahagia dengan kondisinya di Chelsea. Semakin tidak bahagia lagi karena kubu The Blues sudah mendatangkan striker baru Olivier Giroud pada jeda transfer Januari 2018 kemarin. Sudah jadi penghuni bangku cadangan, ia juga harus bersaing dengan striker baru. Alvaro Morata lantas terlihat marah setelah pertandingan tersebut. Sang bintang sampai tega menghindari para jurnalis yang sudah sabar menunggunya dengan beberapa pertanyaan menarik. Alvaro Morata sempat berharap banyak akan diturunkan sejak menit pertama ketika tim menghadapi klub sebesar Barcelona. Pengalamannya selama berdinas di Real Madrid ia nilai pasti dapat membantu untuk mengalahkan permainan kubu Barcelona. Ia lebih paham Barca daripada pemain The Blues lainnya. Sang pemain dikabarkan saat ini mulai memikirkan untuk kembali ke La Liga pada akhir musim ini. Artinya jelas, semua klub Liga Spanyol wajib terus memantau kondisinya di Chelsea untuk peluang merekrutnya. (kmb33/rtr)

MU Vs Chelsea

Perebutan Posisi ’’Runner-Up’’ Manchester –

Alvaro Morata

BPM/rtr

Sanchez Punya Peran Penting

Manchester – Gelandang Manchester United Nemanja Matic menantikan peran pemain sayap anyar klubnya, Alexis Sanchez, dalam laga melawan Chelsea di Liga Inggris. Alexis Sanchez belum menunjukkan ketajaman setelah bergabung dengan Manchester United dari Arsenal pada 22 Januari 2018. Sanchez baru mencetak satu gol dan belum memberikan assist dalam tiga kali penampilan bersama Manchester United. Nemanja Matic pun membeberkan bagaimana usaha Sanchez untuk bisa beradaptasi dengan permainan Manchester United. ‘’Alexis Sanchez sedang bekerja keras untuk melawan Chelsea,’’ kata Matic, Sabtu (24/2) kemarin. Kehadiran Sanchez membuat Matic merasa bahagia. Bagi Matic, Sanchez menjadi pemain penting yang mampu menentukan hasil akhir dari laga Manchester United vs Chelsea nanti. ‘’Saya yakin Sanchez akan memiliki peran penting untuk laga melawan Chelsea, bahkan hingga akhir musim ini,’’ kata Matic. Matic pun bersyukur karena ia bisa bekerja sama dengan Sanchez dalam satu tim saat ini. Manchester United sudah bertemu dengan Chelsea di Liga Inggris awal musim ini. Tim asuhan Jose Mourinho menelan kekalahan 0-1 di laga yang berlangsung di Stamford Bridge tersebut. Kini pasukan Mourinho akan berusaha memetik hasil positif pada laga yang digelar di Stadion Old Trafford itu. (kmb33/rtr)

Sebuah partai panas tersaji di kompetisi EPL pekan ini. Dua raksasa Inggris, Manchester United dan Chelsea, akan saling berebut 3 poin di Old Trafford malam nanti.

Sejak awal musim lalu, kedua tim ini digadanggadang akan menjadi pesaing gelar juara EPL musim ini. Namun karena inkonsistensi performa, baik Chelsea maupun United, tertinggal jauh dari sang pemuncak klasemen Manchester City, di mana United yang berada di peringkat ke-2 tertinggal 16 poin dari tetangga mereka. Sementara Chelsea yang berada di peringkat ke-4 berjarak 19 poin dari sang pemuncak klasemen. Tiga poin yang diperebutkan di Old Trafford nanti akan menjadi tambahan poin y a n g krusial bagi kedua tim. Selain untuk menjaga kans juara m e r e k a yang sudah tipis, 3 poin ini berpotensi menyebabkan pergeseran posisi di

klasemen mengingat United dan Chelsea hanya terpaut 3 poin saja. Untuk itu kedua tim akan menampilkan kemampuan terbaik mereka pada akhir pekan ini. Catatan pertandingan kedua tim jelang laga ini sebenarnya relatif mirip. Kedua tim sama-sama hanya meraih dua kemenangan di lima laga terakhir mereka, di mana kedua tim samasama meraih hasil imbang di ajang Liga Champions tengah pekan lalu. Untuk itu, baik United maupun Chelsea sama-sama memiliki waktu recovery yang minim menjelang partai big match ini. Meski masing-masih hanya mencatatkan dua kemenangan di lima laga terakhir, ada perbedaan performa yang cukup signifikan di antara kedua tim. Grafik performa Chelsea sendiri bisa dikatakan menanjak, di mana mereka tampil impresif di tiga laga terakhir dan tampil begitu luar biasa saat menahan imbang Barcelona tengah pekan kemarin. Sementara grafik performa United bisa dikatakan cenderung mengkhawatirkan, terutama setelah mereka nyaris dihajar oleh Sevilla tengah pekan lalu jika David De Gea tidak tampil heroik sepanjang 90 menit di Ramon Sanchez Pizjuan Stadium. Mourinho merasa pertemuannya dengan Chelsea kian tidak berarti setiap tahunnya. Mourinho sempat menjalani dua periode menjabat di Chelsea dan merup a k a n manajer tersukses mereka, dengan ia secara total mengemas delapan trofi. Adapun periode kedua Mourinho bersama The Blues berakhir pada Desember 2015 kemarin menyusul keterpurukan yang dilalui timnya, dan kemudian ia merapat ke United pada Mei 2016.

Musim ini, Mourinho terlibat adu mulut dengan Conte setelah ia menyinggung masa lalu pria Italia tersebut soal kasus pengaturan skor, yang lantas dibalas eks Juventus tersebut dengan melabeli Mourinho sebagai ‘’pria kecil’’ dan ‘’penuh kepalsuan’’. Mourinho kini berhatihati untuk tidak mengobarkan api permusuhan, dengan ia juga menampik pentingnya laga kontra Chelsea. ‘’Saya tidak ingin membicarakan masalah dengan Conte itu, tidak sama sekali. Dia adalah manajer yang sangat bagus, tim fantastis dan itulah yang penting buat saya. Cuma itu,’’ kata Mou, Sabtu (24/2) kemarin. ‘’Untuk melawan Chelsea akan semakin tidak bermakna setiap tahunnya. Tentu saja, saya sudah hengkang dua tahun lalu dan musim depan akan menjadi tahun ketiga, kemudian empat tahun setelahnya,’’ ujarnya. ‘’Selangkah demi selangkah, perasaan bahwa saya adalah manajer Chelsea, buat mereka, saya pikir akan hilang. Jadi arti sesungguhnya dari pertandingan ini adalah pertemuan dua klub besar yang memainkan satu laga lainnya,’’ imbuh Mourinho. United sendiri memiliki catatan yang cukup buruk saat jumpa Chelsea. Tercatat mereka hanya memenangkan 1 laga dari total 7 laga terakhir mereka melawan The Blues, di mana pertemuan terakhir kedua tim berakhir dengan kemenangan 1-0 Chelsea di Stamford Bridge di bulan November silam. Meski mendominasi, Chelsea punya satu tembok penghalang untuk mendulang poin penuh pada akhir pekan ini, dan tembok itu bernama Old Trafford. Manchester United bisa dikatakan tampil sangat impresif saat bermain di kandang mereka, di mana mereka hanya kalah satu kali saja dari 30 laga kandang terakhir mereka di ajang EPL. Selain itu mereka hanya kebobolan tiga kali di 14 laga kandang mereka di EPL, di mana hal

ini mengindikasikan bahwa mereka benar-benar tampil solid di Old Trafford. Chelsea sendiri juga kesulitan untuk meraih kemenangan di Old Trafford. Mereka hanya memetik satu kemenangan di enam lawatan terakhir mereka ke kandang setan merah, di mana hal itu terjadi pada tahun 2013 silam. Terakhir kali mereka mengunjungi Old Trafford, mereka harus pulang dengan kekalahan 2-0 sehingga mereka harus bekerja ekstra keras pada laga ini. Salah satu bumbu pemanis laga panas ini adalah rivalitas antara Jose Mourinho dan Antonio Conte. Seperti yang sudah diketahui, pada awal tahun lalu kedua pelatih top ini cekcok dengan aksi saling sindir di konferensi pers mereka. Untuk itu menarik untuk disaksikan bagaimana tingkah polah kedua pelatih ini saat dipertemukan lagi pada akhir pekan nanti. Jelang laga ini, Jose Mourinho dipastikan tidak bisa menurunkan skuad terbaiknya. Tercatat Ander Herrera, Daley Blind dan Marouane Fellaini harus absen karena mengalami cedera. Sementara kondisi Zlatan Ibrahimovic nampaknya belum cukup fit untuk kembali bermain.

Mourinho sendiri kemungkinan akan menurunkan skema 4-3-3 dengan Romelu Lukaku sebagai juru gedor utama mereka, dibantu Jesse Lingard dan Alexis Sanchez yang beroperasi di sektor sayap. Di lini tengah, Paul Pogba kemungkinan akan kembali menjadi starter, dibantu Nemanja Matic dan gelandang muda Scott McTominay, sementara gawang mereka akan dikawal oleh kiper tangguh David De Gea. Di kubu tim tamu, Antonio Conte datang ke Manchester juga tanpa sejumlah pemain terbaiknya. Tiemoue Bakayoko, Ross Barkley dan David Luiz kemungkinan besar harus absen pada laga ini karena cedera yang mereka hadapi. Demi meraih poin penuh di kandang lawan, Conte dipastikana akan menurunkan skuad terbaiknya di akhir pekan ini. Dengan skema 3-4-2-1, Alvaro Morata akan kembali dipercaya memimpin lini serang Chelsea, di mana sosok Eden Hazard dan Willian akan membantu serangan The Blues. Di lini tengah, Cesc Fabregas dan N’Golo Kante akan mengatur keseimbangan permainan tim, sementara gawang mereka masih akan dikawal oleh Thibaut Courtois. (kmb33/rtr)

Perkiraan Susunan Pemain Manchester United (4-3-3): De Gea; Shaw, Smalling, Bailly, Valencia; Pogba, Matic, McTominay; Sanchez, Lukaku, Lingard Chelsea (3-4-2-1): Courtois; Cahill, Christensen, Azpilicueta; Alonso, Fabregas, Kante, Moses; Hazard, Willian; Morata Statistik Kedua Tim Head to Head 05/11/17 Chelsea 1 - 0 Manchester United (EPL) 16/04/17 Manchester United 2 - 0 Chelsea (EPL) 14/03/17 Chelsea 1 - 0 Manchester United (FAC) 23/10/16 Chelsea 4 - 0 Manchester United (EPL) 07/02/16 Chelsea 1 - 1 Manchester United (EPL) Lima Pertandingan Terakhir Manchester United (K-M-K-M-S) 01/02/18 Tottenham 2 - 0 Manchester United (EPL) 03/02/18 Manchester United 2 - 0 Huddersfield (EPL) 11/02/18 Newcastle 1 - 0 Manchester United (EPL) 18/02/18 Huddersfield 0 - 2 Manchester United (FAC) 22/02/18 Sevilla 0 - 0 Manchester United (UCL) Lima Pertandingan Terakhir Chelsea (K-K-M-M-S) 01/02/18 Chelsea 0 - 3 Bournemouth (EPL) 06/02/18 Watford 4 - 1 Chelsea (EPL) 13/02/18 Chelsea 3 - 0 West Brom (EPL) 17/02/18 Chelsea 4 - 0 Hull City (FAC) 21/02/18 Chelsea 1 - 1 Barcelona (UCL)


10

Profil

Bola

Minggu Umanis, 25 Februari 2018

Inter Alami Masa Sulit

Senang Perkembangan Timnas

PELATIH Timnas Indonesia Luis Milla senang dengan hasil pertandingan uji coba melawan timnas U-19. Dia akan terus memantau perkembangan timnya. Timnas U-23 meraih kemenangan 5-0 atas timnas U-19 pada laga uji coba yang digelar di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, Sabtu (24/2) kemarin. Pada babak pertama, timnas U-23 mencetak dua gol melalui Yabes Roni dan Febri Hariyadi, ditambah dengan tiga gol yang dibuat oleh Hanif Sjahbandi, Osvaldo Haay dan Ahmad Nur Hardianto. ‘’Hari ini kami cetak lima gol, tidak jelek ya lima gol, dan tidak mudah untuk cetak lima gol. Tapi saya yakin anak-anak bisa lebih baik lagi,’’ ujar Milla. Menurut Milla, dirinya tinggal memantau saja perkembangan timnya, termasuk menentukan pemain inti yang akan dipilihnya untuk Asian Games 2018. Dia juga bakal membenahi kekurangan yang ada pada skuadnya. ‘’Sekarang tugas kami, kami harus banyak lagi menonton pertandingan, melihat lagi siapa yang bisa masuk tim, siapa yang layak bisa masuk tim. Kami juga masih harus cek ya siapa pemain senior yang bisa bermain sama kami,’’ lanjutnya. ‘’Saya yakin tim bisa lebih baik lagi, bisa mengerti lagi konsep ke depannya. Saya harapkan dan itulah tugas dari kami sebagai pelatih setiap pemusatan latihan ada progres dan setiap bulan di pemusatan latihan ada perkembangan,’’ tutup Milla. Timnas U-23 berkumpul lagi bulan depan. Rencananya, Milla bakal memanggil beberapa pemain yang ada di luar negeri seperti Evan Dimas dan Ilham Udin Armayn. (ant)

BPM/rtr

Neymar

Neymar Diragukan Bisa Tampil

Milan – Inter Milan sedang dalam fase buruk dalam beberapa bulan terakhir. Pelatih Luciano Spalletti menginginkan kerja sama tim dan perjuangan sampai akhir. Inter meraih 12 kemenangan dan empat hasil imbang dalam 16 laga awal Serie A musim ini. Pencapaian itu membuat Nerazzurri diprediksi menjadi salah satu kandidat kuat pemenang Scudetto. Akan tetapi, selepas itu Inter malah terjun bebas. Dari 10 laga terakhir di seluruh kompetisi, Mauro Icardi dkk. cuma bisa memetik satu kemenangan dan empat kali kalah. Salah satu kekalahan terjadi di ajang Coppa Italia dari AC Milan, yang sekaligus membuat laju mereka terhenti. Inter sekarang bahkan sudah keluar dari empat besar di klasemen Serie A. Inter kini duduk di posisi kelima dengan poin 48, tertinggal 18 angka dari Napoli di puncak klasemen dan satu poin dari Lazio yang berada di posisi keempat. Di kondisi yang sulit ini Spalletti tahu apa yang harus dilakukan timnya untuk bangkit. Pria berkepala plontos itu menilai bahwa Inter harus bekerja secara tim, bukan bekerja secara individu di atas lapangan. ‘’Kami mengalami masa yang baik dan kemudian yang mengerikan, semuanya berjalan seperti itu karena kami yang menentukan,’’ kata Spalletti, Sabtu (24/2) kemarin. ‘’Itu berarti kami yang harus menghadapi kesulitan, jika kami melakukannya sebagai sebuah tim maka kesulitan itu akan lebih kecil. Kami harus percaya pada kekuatan sendiri,’’ sambungnya. ‘’Yang membuat saya dan

kami khawatir adalah bahwa kami terkadang melepaskan banyak hal dan tidak berjuang sampai akhir. Terkadang dalam latihan Anda bisa melihat sedikit keputusasaan setelah bola ditendang dengan buruk, Anda kehilangan tiga detik mengkhawatirkan sesuatu yang sudah hilang. Detik-detik itu bisa dipakai untuk hal berikutnya. Lalu yang terpenting adalah profesionalisme, cara berperilaku, berpikir, ide-ide yang kita miliki,’’ Spalletti menegaskan. Spalletti juga mengatakan timnya harus memiliki kepercayaan diri terhadap kekuatannya sendiri. Spalletti mengatakan jika Inter bisa melewati fase buruk ini sebagai sebuah tim maka kesulitankesulitan tersebut akan terasa lebih mudah. ‘’Terkadang dalam latihan Anda bisa melihat sedikit keputusasaan setelah bola ditendang dengan buruk, Anda kehilangan tiga detik karena mengkhawatirkan sesuatu yang sudah hilang,’’ katanya. Dia mengatakan tiga detik tersebut tidak hilang sia-sia. Tiga detik itu seharusnya bisa digunakan untuk memikirkan langkah berikutnya ketika kehilangan bola. ‘’Lalu yang terpenting adalah profesionalisme, cara berperilaku, berpikir, ide yang kami miliki,’’ ujarnya. Namun, Spalletti tetap menyimpan optimisme skuadnya akan bangkit. Pada sesi latihan pekan ini, dia melihat keinginan tim mencari solusi, dan kemauan bertanggung jawab. ‘’Bahkan pagi ini saya melihat mereka bekerja dengan cara yang benar. Anda harus melangkah lebih dalam dan lebih dalam untuk mendapatkan reaksi yang diperlukan,’’ tutupnya. (kmb33/rtr)

Paris – Neymar sedang dalam kondisi yang tidak fit. Pelatih Paris Saint-Germain (PSG) Unai Emery menyebut si pemain sedang sakit perut dan demam. Sejak berseragam PSG pada awal musim ini, Neymar sudah bermain sebanyak 29 kali di ajang kompetitif. Mantan pemain Barcelona itu tercatat baru sekali tidak bermain penuh, yang dikarenakan mendapat kartu merah pada menit ke-87 di markas Marseille.

Cetak Rekor

Ciro Immobile mencetak hat-trick dalam kemenangan telak Lazio atas Steaua Bucharest. Immobile pun melewati catatan gol pelatihnya, Simone Inzaghi, di Lazio. Lazio melaju ke babak 16 besar Liga Europa setelah mengalahkan Steaua 5-1 di Stadion Olimpico, Roma, Jumat (23/2) dini hari, dalam laga leg kedua babak 32 besar. Immobile mengemas hat-trick di laga ini. Dua gol lainnya masing-masing dicetak Bastos dan Felipe Anderson. Sementara itu, gol hiburan Steaua dicetak oleh Harlem-Eddy Gnohere. Lazio pun melaju ke babak 16 besar dengan agregat 5-2. Sebelumnya, tim asal Italia itu kalah 0-1 saat bertandang ke Rumania. Tambahan tiga gol membuat Immobile secara total sudah mengemas 57 gol untuk Lazio dari 72 penampilan di seluruh ajang. Torehannya melampaui catatan 55 gol Inzaghi semasa di Lazio. “Saya senang bahwa Ciro Immobile telah melampaui rekor gol saya sendiri untuk Lazio, tapi dia bisa saja dengan mudah mencetak empat gol di satu pertandingan, seperti saya. Saya harap dia bisa bermain di Liga Champions dengan jersey Lazio,” kata Inzaghi seperti dikutip dari Football Italia. Immobile juga menjadi pemain Italia pertama yang berhasil mencetak hat-trick di Liga Europa/Piala UEFA, setelah terakhir kali dibuat Luca Toni bersama Bayern Munich pada Desember 2007.(kmb33/rtr)

PSG akan kembali bertemu Marseille pada laga Le Classique di Parc des Princes, Senin (26/2) dini hari nanti, dalam putaran kedua Ligue 1. Pada kesempatan ini, Neymar belum bisa dipastikan tampil. Ketidakpastian Neymar bermain bukan karena cedera. Emery menyatakan bahwa penyerang asal Brazil itu sedang tidak sehat. ‘’Saya bukan dokter, dokter klub hanya mengatakan kepada saya bahwa Neymar sakit,’’ kata Emery, Sabtu (24/2) kemarin. ‘’Neymar sakit, saya harap dia cukup sehat untuk berlatih pada hari Sabtu dan kemudian bermain pada hari Minggu. Itu bukan masalah cedera, itu cuma sakit perut dan demam, mirip dengan yang dialami Lass Diarra kemarin,’’ mantan pelatih Valencia itu menegaskan. PSG kini memuncaki klasemen Liga Prancis dengan perolehan 68 poin dari 26

pertandingan, unggul 12 poin atas AS Monaco yang berada di posisi kedua. Marseille duduk di peringkat ketiga dengan 55 poin. Setelah melakukan perjalanan mengecewakan ke Bernabéu, PSG bangkit kembali akhir pekan lalu, saat mereka mengalahkan Strasbourg dengan lima gol. Sekali lagi, tim asuhan Unai Emery menujukkan kemampuan menyerang mereka di Ligue 1. Bahkan, melawan tim Marseille yang kuat, tuan rumah akan mengharapkan untuk menang. Seperti yang telah disebutkan pada beberapa kesempatan sepanjang musim, PSG benar-benar menakutkan dalam lini menyerang mereka. Emery memiliki sejumlah senjata yang dimilikinya. Jadi tidak mengherankan jika tim Paris berhasil mencetak 83 gol dalam 26 pertandingan. Rata-rata, klub raksasa Prancis itu membukukan 3,12 gol per game. Statistik seperti itu

sungguh luar biasa. Pasukan Emery terlihat memiliki kelemahan di belakang, terutama saat serangan balik lawan. Pertandingan akhir pekan lalu melawan Strasbourg, yang mencetak gol tidak hanya satu kali tapi dua kali melawan PSG, adalah contoh sempurna dari hal ini. Strasbourg mendapati diri mereka mendapat banyak ruang di belakang dan mereka memanfaatkannya dengan maksimal. Mengingat kebiasaan mencetak gol Marseille musim ini, mudah untuk melihat tuan rumah goyah di lini belakang. Marseille sementara punya masalah dengan Kiper Steve Mandanda dan striker Kostas Mitroglou mengalami cedera sedang Gregory Sartic meragukan. Bouna Sarr kembali dari suspensi, sedang Florian Thauvin dan Dimitri Payet kembali ke posisi starter setelah diistirahatkan diajang Liga Europa. (kmb33/rtr)

Merasa Dilecehkan

Michy Batshuayi merasa menjadi korban pelecehan rasial oleh tifosi Atalanta. Striker Borussia Dortmund itu heran kejadian seperti ini masih saja terjadi. Batshuayi tampil penuh saat Dortmund bermain imbang 1-1 dengan Atalanta di Mapei Stadium-Citta del Tricolore, Jumat (23/2) dini hari, pada laga leg kedua babak 32 besar Liga Europa. Hasil imbang itu meloloskan Dortmund ke babak selanjutnya dengan agregat 4-3. Seusai pertandingan, Batshuayi mengungkapkan bahwa dirinya mendengar suara-suara menyerupai monyet dari tribune penonton. “2018 dan masih ada suara-suara rasis menyerupai monyet dari tribun... sungguh?! Berharap kalian bersenangsenang menonton sisa Liga Europa dari TV sementara kami lolos,” tulis Batshuayi di akun Twitter-nya. Presiden Atalanta, Antonio Percassi, mengaku tak mendengar apa yang dikeluhkan oleh Batshuayi. Akan tetapi, dia tetap meminta maaf. “Jujur, saya tidak mendengarnya. Kalau itu benar terjadi, saya sangat sedih dan tentunya meminta maaf ke Batshuayi. Ini seharusnya tak terjadi,” kata Percassi. Atalanta sebelumnya pernah didenda pada 2014 setelah suporter mereka melemparkan pisang ke pemain-pemain AC Milan dalam sebuah pertandingan Serie A. (kmb33/rtr)

Roberto Firmino

BPM/rtr

Terkait Kasus Rasisme

Firmino Terbukti Tidak Bersalah

London – Pelatih Liverpool FC Juergen Klopp bangga dengan Roberto Firmino yang mampu mengatasi tekanan. Setelah sang pemain dituduh melakukan tindakan rasis kepada pemain Everton, Mason Holgate. Roberto Firmino diputuskan tak bersalah atas tuduhan tindakan rasis kepada bek Everton Mason Holgate setelah pihak Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) tidak memiliki bukti yang cukup atas tuduhan tersebut. Tuduhan tindakan rasis yang dialamatkan kepada Firmino terjadi setelah pemain asal Brazil ini terlibat perselisihan dengan Mason Holgate. Insiden itu saat partai Derbi

Merseyside antara Liverpool kontra Everton pada ajang Piala FA, Januari 2018. Seusai pemainnya diputuskan tak bersalah, pelatih Liverpool FC Juergen Klopp mengatakan bahwa dia bangga kepada Roberto Firmino. Sebab, sang pemain mampu mengatasi tekanan saat dituduh melakukan tindakan rasis. ‘’Dia tahu, dia tidak mengatakannya. Kami tahu dia tidak mengatakannya, tetapi kami tidak bisa mengatakannya di depan umum,’’ kata Klopp dilansir BolaSport.com dari Goal. ‘’Saya tidak pernah meragukannya, tetapi hanya berpikir bahwa jika saya dalam situasi seperti itu, yang berlangsung

selama 47 hari, dan seseorang berpikir saya mengatakan sesuatu yang buruk, jujur, maka akan sulit bagi saya untuk menghadapinya.’’ Klopp pun memuji cara Firmino menghadapi persoalan yang tak ringan ini. ‘’Hal itulah yang membuat saya sangat bangga dengan Roberto Firmino dengan bagaimana dia menghadapinya,’’ tutur Klopp, Sabtu (24/2) kemarin. Ketajaman Roberto Firmino di Liverpool musim ini sama sekali tak terganggu dengan tuduhan tindakan rasis yang dialamatkan kepadanya. Musim ini, pemain 26 tahun ini telah sukses mengemas 21 gol bagi The Reds pada semua ajang. (kmb33/rtr)

Luciano Spalletti

BPM/rtr

Final Piala Liga

Wenger Yakin Menang

London – Arsene Wenger paham Arsenal tak diunggulkan menang di final Piala Liga Inggris. Tetapi berbekal pengalamannya, Wenger yakin bisa memutarbalikkan prediksi. Wembley, malam nanti, akan menghelat duel puncak dari turnamen ini yang mempertemukan antara Manchester City dan Arsenal. Melihat kekuatan yang ada serta kualitas skuad, jelas City lebih diunggulkan. Apalagi anak asuh Pep Guardiola itu baru tiga kali kalah musim ini dan dalam semangat tinggi meraih trofi pertamanya bersama manajer asal Spanyol tersebut. ‘’Ketika Anda melalui jalan panjang seperti ini ke final, Anda tentu tidak ingin kalah,’’ kata Wenger, Sabtu (24/2) kemarin. ‘’Anda ingin memenanginya. Pada akhirnya, Anda harus tetap tenang. Karena Manchester City sedang mendominasi liga di atas semuanya dan mungkin saja kami lebih tidak diunggulkan ketimbang semifinal Piala FA musim lalu,’’ sambungnya. Wenger wajar untuk pede mengingat dia punya rekor bagus di Wembley, delapan kemenangan dan satu kekalahan dari sembilan kali main di sana selama kariernya. Belum lagi Arsenal dalam empat

musim terakhir mampu tiga kali juara Piala FA serta dua kali Community Shield. ‘’Kami mungkin cuma underdog tapi kami yakin dengan kualitas kami. Sejarah berkata bahwa kami pernah melakukan sebelumnya, jadi kenapa tidak kami mengulanginya,’’ katanya lagi. Wenger memberikan sanjungan pada gelandang Manchester City Kevin de Bruyne, menyatakan dia salah satu kekuatan terbesar di final Piala Liga. ‘’Dia mengalami perkembangan luar biasa. Salah satu kekuatan besar Manchester City adalah De Bruyne. Dia seorang gelandang modern bagi saya, dia bisa menjadi penentu di garis terakhir,’’ ujar Wenger. ‘’Dia bekerja sangat keras; dia menggunakan kaki kanan, kaki kiri, dan seorang pejuang. Mereka memiliki begitu banyak pemain yang Anda berpikir tentang bagaimana menghentikannya. Sebaiknya Anda fokus pada rencana tim daripada individu,’’ terangnya. Final ini adalah yang kedelapan bagi Arsenal di kompetisi yang sama, namun mereka baru dua kali memenangkannya. Manchester City memainkan final ketiga dalam lima tahun terakhir dan keenam secara keseluruhan. (kmb33/rtr)

Arsene Wenger

BPM/rtr


Juara

11

Minggu Umanis, 25 Februari 2018

KOI Perjuangkan Angkat Besi Kelas 62 Kg Jakarta (Bali Post) -

Komite Olimpiade Indonesia (KOI) berjanji akan memperjuangkan nomor kelas 62 kilogram cabang angkat besi dalam Asian Games 2018, menyusul keputusan Federasi Angkat Besi Asia (AWF) yang secara sepihak membatalkan nomor itu. ‘’Kami tetap akan mengirim surat protes dan minta negosiasi ulang. Setelah itu, kami akan datang karena itu adalah nomor andalan Indonesia,’’ kata Wakil Ketua KOI Muddai Madang ketika dihubungi media di Jakarta, Sabtu (24/2) kemarin. BPM/nel

Ni Made Dwi Puspita Sari

Ingin Kuliah di Psikologi KARATEKA asal Jembrana Ni Made Dwi Puspita Sari kini resmi menjadi anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) berpangkat Serda. Alumnus Dikmuba Bandung (2015) ini berniat melanjutkan pendidikan Sekolah Perwira, dan kuliah di Fakultas Psikologi. ‘’Saya ingin kuliah di Fakultas Psikologi,’’ sebut atlet kelahiran Atambua, NTT, 9 Februari 1996 ini. Karateka yang akrab disapa Sari ini kini berdinas di Direktorat Zeni, Matraman, Jakarta Timur, sedangkan tinggalnya di Mes Kowad Tanah Abang. Dirinya diizinkan turun jika ada event seperti Porprov maupun Kejuaraan Karate Terbuka Inkai se-Bali memperebutkan Piala Bupati Badung Giri Prasta I/2018, di GOR Purna Krida, Kerobokan, Badung, Sabtu (24/2) kemarin. ‘’Asalkan mengikuti turnamen, demi mengejar prestasi pasti diizinkan kesatuan. Apalagi, saya diterima menjadi angota TNI-AD juga melalui jalur prestasi,’’ ungkap putri kedua pasangan Nengah Martina, dengan Ni Putu Sri Wahyuningsih ini. Sari yang lulusan SMAN 1 Negara ini merebut emas di kelas -61 pada Porprov Bali maupun Piala Giri Prasta. Ia pun akan kembali berlatih di Bali guna persiapan Pekan Olahraga Angkatan Darat (Porad) di Magelang. ‘’Saya biasa berlatih karate di Bali maupun bersama anggota TNI-AD di Jakarta,’’ katanya. Sari mulai belajar karate sejak duduk di bangku kelas V SD di Dojo Garing, Negara, dilatih Sense Putu Deddy Mahardika. Sari sering dipanggil masuk pelatnas junior dan meraih perunggu pada Kejuaraan Asian Karate-do Federation (AKF) di Uzbekistan dan Dubai. Sari juga tercatat tiga kali mendulang emas pada Piala Panglima TNI-AD di Mabes AD, Cilangkap. (nel)

KOI, lanjut Muddai, akan mengupayakan semua langkah untuk tetap mempertahankan nomor kelas yang akan diisi atlet andalan MerahPutih Eko Yuli Irawan itu kepada Dewan Olimpiade Asia (OCA). ‘’Kami harus bertemu dengan pengurus cabang angkat besi, karena bagaimana pun mereka harus proaktif,’’ kata Muddai. Muddai menjelaskan, AWF tidak memberikan penjelasan kepada Indonesia sebelumnya terkait nomor kelas mana pada cabang angkat besi yang akan dihapus dalam Olimpiade Tokyo 2020. ‘’Ketika Olimpiade Rio 2016, cabang angkat besi menggelar perlombaan untuk 15 nomor kelas, yaitu delapan kelas putra dan tujuh kelas putri. Kemudian pada Olimpiade Tokyo 2020, kelas itu menjadi tujuh kelas putra dan tujuh kelas putri,’’ kata Muddai. Indonesia, lanjut Muddai, secara mendadak baru mengetahui nomor kelas yang dihapus adalah kelas yang

akan diikuti Eko Yuli, setelah AWF menggelar sidang. Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi meminta Presiden Dewan Olimpiade Asia (OCA) untuk membatalkan penghapusan nomor perlombaan kelas 62 kilogram pada cabang angkat besi Asian Games 2018, menyusul surat Federasi Angkat Besi Asia (AWF) tentang penghapusan nomor itu. ‘’Kami dengan sangat menyesal harus menyatakan kepada Anda, bahwa kami menolak keputusan Komite Teknis AWF, dan Anggota Dewan Eksekutif AWF untuk menghapus nomor kelas 62 kilogram,’’ demikian surat Menpora Imam kepada Presiden OCA Sheikh Ahmad AlFahad Al-Sabah. Menpora mengatakan alasan permohonan pembatalan penghapusan nomor kelas 62 kilogram cabang angkat besi itu merujuk pada Rapat Koordinasi Komite Asian Games di Jakarta pada 14 Januari, yang tidak membahas penam-

bahan atau pengurangan nomor pertandingan Asian Games 2018. Presiden AWF Mohamed Yusuf Almana mengirim surat pada 11 Februari kepada Direktur Jenderal Federasi Angkat Berat Internasional Attila Adamfi tentang penghapusan nomor kelas perlombaan 62 kilogram pada Asian Games 2018. ‘’Saya ingin menyampaikan kepada Anda tentang keputusan dari Komite Teknis AWF, dan anggota-anggota Badan Eksekutif AWF, bahwa mayoritas memilih untuk menghapuskan kelas perlombaan 62 kilogram dari Asian Games ke-18,’’ demikian isi surat dari AWF itu. Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) Joko Pramono mengatakan pencoretan kelas perlombaan 62 kilogram dapat memengaruhi target medali kontingen Merah-Putih dan bukan hanya target PB PABBSI. (ant)

PRSI Bertekad Sumbang Emas AG Jakarta (Bali Post) Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) mencanangkan target yang cukup tinggi, yaitu mampu meraih medali pertama Asian Games (AG) 2018, mengingat sudah 26 tahun Indonesia hampa prestasi di pesta olahraga empat tahunan itu. Target tinggi tersebut merupakan salah satu topik bahasan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PB PRSI yang berlangsung di Hotel Four Points by Sheraton, Jakarta, Jumat hingga Sabtu (24/2) kemarin. ‘’Tahun ini kami punya tugas besar, tetapi menyenangkan yaitu memecahkan telur medali pada Asian Games 2018. Apalagi ini momen yang tepat yaitu menuju kebangkitan olahraga Indonesia,’’ kata Ketua Umum PB PRSI Anindya Bakrie dalam keterangannya kepada media. Dalam rakernas yang diikuti oleh 32 pengurus provinsi (pengprov) PRSI ini, pria yang akrab dipanggil Anin itu meminta masukan dan ide-ide segar demi meraih target yang dicanangkan. Tidak hanya bagaimana mendongkrak prestasi pada Asian Games 2018, Anin juga meminta kepada pengprov PRSI untuk memberi ide segar, agar mendapatkan formula yang tepat dalam pembinaan atlet guna melahirkan atlet potensial. ‘’Bagaimana kami bisa membuat sistem yang kuat, karena ilmu saat ini terus berkembang,’’ kata pria yang juga seorang pengusaha nasional itu. Asian Games 2018 Jakarta-Palembang merupakan hajatan besar bangsa Indonesia tahun ini. Dengan demikian, segala upaya untuk meraih prestasi terbaik, dicanangkan oleh induk organisasi cabang olahraga Indonesia, termasuk PB PRSI. Mengingat pelaksanaannya kurang dari enam bulan, pemusatan latihan nasional (pelatnas) mulai digelar. Untuk PB PRSI sendiri tidak hanya renang yang ditangani melainkan polo air, loncat indah hingga renang indah. Khusus untuk renang, pemusatan latihan dilakukan di beberapa tempat mulai di kolam renang Gelora Bung Karno, Jakarta, Bali dan ada beberapa atlet yang menjalani pemusatan latihan di luar negeri seperti Australia. (ant)

Eko Yuli Irawan

39 Tim Sepak Bola U-12 Bali Lolos

Denpasar (Bali Post) Tercatat 39 tim sepak bola U-12 asal Bali melaju ke babak 48 besar, setelah melalui kualifikasi di Lapangan Renon, Sabtu (24/2) kemarin. Ke-39 tim yang melaju adalah Jima A, Damar Cakti A, Putra Pegok A, Tabanan, SSB UF, Putra Angkasa Kapal, Purnama B, Bina Putra B, Putra Pegok B, Ubud A, Susila Putra A, PDB A, BU Hitam, MP, MU A, Bangli United A. Badak Putra A, Bebek Bengil B, Putra Tresna, SU A, Putra Pemenang C, RBC, Putra Perkanthi A, Bina Putra A, Guntur H, Jima B, Guntur L, Putra Pemenang B, PD B, Pespa A, Porba A, MU B, Putra Mumbul A, Bebek Bengil A, Tabanan 1, Porba J, Panjer, Star Kencana, dan BU Hijau. Koordinator Wilayah Bali Ida Purnaya menjelaskan, animo SSB mengikuti turnamen ini cukup tinggi. Terbukti, pesertaannya mencapai 100 tim lebih. ‘’Para peserta dibagi dalam 39 grup, tiap grup dihuni dua sampai dengan tiga tim, dan hanya tim juara pul yang lolos,’’ katanya. Selanjutnya, ke-39 tim wakil Bali bersama sembilan tim dari NTB bakal berlaga pada babak 48 besar. ‘’Pada babak 48 besar dibagi dalam 16 grup, dan tiap pul dihuni tiga tim, dan hanya tim juara grup yang melaju ke babak 16 besar,’’ tutur pria yang akrab disapa Gus Pur ini. Gus Pur menegaskan, babak 48 besar digelar di Lapangan Kompyang Sujana pada 3-4 Maret nanti. Hanya, dirinya mengingatkan, sebelum digelar babak 48 besar, diawali dengan pemeriksaan administrasi berikut cek fisik, yang mendatangkan tim dokter dari Jakarta pada 1 Maret. ‘’Cuma tim juara yang berhak mewakili Bali dan NTB ke Jakarta pada Juli mendatang,’’ jelasnya. (022)

BPM/ant

Tim Inkai Buleleng Juara Umum Mangupura (Bali Post) Tim Inkai Buleleng keluar sebagai juara umum dalam Kejuaraan Karate Terbuka Inkai se-Bali Piala Bupati Badung Giri Prasta I/2018 di GOR Purna Krida, Kerobokan, Badung, yang berakhir Sabtu (24/2) kemarin. Tim Buleleng mendulang 19 emas, 18 perak, dan 17 perunggu, serta mendapatkan 166 poin, mengingat emas dikalikan 5, perak dikalikan 3, dan perunggu dikalikan 1. Sementara tuan rumah Badung merebut gelar juara II dengan mendulang 12 emas, 20 perak, dan 29 perunggu, dengan total poin 149. Sedangkan Tim Inkai Tabanan merebut juara III, yang meraup 13 emas, 11 perak dan 20 perunggu, den-

gan nilai 118. Terpilih sebagai karateka best of the best Putu Arpin Budi Sastrawan (Buleleng) dan Ni Made Dwi Kartika Aprianti pada kumite pemula. I Gusti Ngurah Widiawan dan Ni Putu Dian Parwati pada kumite kadet. Kadek Rama Nanda dan Ni Luh Ayu Kompyang Purwandani pada kumite junior. Kadek Berlian Adi Pranatha dan Ni Made Dwi Puspita Sari pada kumite -61 kg senior. Tambahan medali emas Buleleng, kemarin, antara lain dipersembahkan I Gusti Putu Ngurah Widiawan (kumite +70 kg kadet), I Gusti Ayu Rahadian Pradnyani Parameswari (kumite -47 kg kadet), Komang Bagus Suryadana (kumite -61 kg junior).

Putu Arpin Budi Sastrawan (kumite -40 kg pemula), Koman Dira Kartika (kumite kumite +30 kg pra-pemula). Donasi medali emas Badung, antara lain disumbangkan karateka Kadek Manik Alingga Purwa Ambara (kumite -57 kg kadet), Michael Anjelo Fetomalae (kumite -68 kg junior), Made Lanang Yogesvara (kumite kumite +76 junior). Made Budi Astawa (kumite +84 senior). Sementara tambahan emas Tabanan, antara lain didapatkan dari karateka Kadek Rama Nanda (kumite -55 kg junior), Kadek Ayu Mita Windari (kumite -48 kg junior), Kadek Candi Wijayanti (kumite -53 kg junior). (022)

Minim, Bibit Pebulu Tangkis Ganda Putri Jakarta (bali Post) Kepala pelatih ganda putri pemusatan latihan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia, Eng Hian, mengatakan bibit potensial di nomor ganda putri tidak sebanyak sektor putra, sehingga terkesan minim prestasi. ‘’Ganda putri Indonesia bukan tidak memiliki peluang berprestasi, namun memang tidak sebanyak ganda putra, karena potensinya juga minim. Kami punya satu saja yang kuat, itu luar biasa,’’ kata Eng Hian saat dihubungi dari Jakarta, Sabtu (24/2) kemarin. Ia menyatakan ingin lebih banyak lagi memiliki pasangan-pasangan ganda putri berkualitas, namun hal tersebut bukanlah pekerjaan mudah di tengah terbatasnya potensi yang ada. ‘’Itulah kendalanya, mengapa belum bisa mencetak lagi pasangan yang kuat, bukannya tidak mau, tetapi memang kapasitasnya seperti ini,’’ ujar Eng Hian. Dia mengibaratkan seperti motor kelas 125 cc yang harus berlomba di kelas 250 cc untuk bisa bersaing, dipastikan harus membongkar mesin, namun kedalanya suku cadang tidak tersedia. ‘’Nah, kapasitas kami seperti motor tadi, jalan keluarnya kami akali itu kan, korek-korek mesin, berharap bisa menyalip di tikungan, dan tinggal cari joki yang bagus,’’ ucapnya. (ant)

BPM/022

KUALIFIKASI — Kualifikasi tim sepak bola U-12 Rayon Bali, di Lapangan Renon, Denpasar, Sabtu (24/2) kemarin.

BPM/022

KUMITE — Dua karateka putri sedang bertarung di nomor kumite pada ajang Kejuaraan Karate Terbuka Inkai se-Bali memperebutkan Piala Bupati Badung Giri Prasta I/2018, di GOR Purna Krida, Kerobokan, Badung, yang berakhir Sabtu (24/2) kemarin.

BPM/022

TAKRAW - Suasana kejuaraan sepak takraw memperebutkan Piala Wali Kota IX/2018, di aula SMPN 2 Denpasar, Sabtu (24/2) kemarin.

Tim Sepak Takraw Spentwo Mendominasi Denpasar (Bali Post) Tim sepak takraw tuan rumah SMPN 2 Denpasar (Spentwo) mendominasi turnamen sepak takraw antarSMP se-Kota Denpasar memperebutkan Piala Wali Kota IX/2018, di aula SMPN 2 Denpasar, Sabtu (24/2) kemarin. Ketua Panpel Gustaf Andersen’s menjelaskan, di bagian putra, babak semifinal dimeriahkan Spentwo A meladeni SMP PGRI 7, sedangkan Spentwo B melawan SMPN 9. Di sektor putri, babak empat besar mempertemukan Spentwo B melawan SMPN 6, serta Spentwo A jumpa SMP PGRI 7. Ketua Umum Pengkot PSTI Kota Denpasar Farid Ahmad menyatakan, untuk Piala Wali Kota Denpasar tahun ini, pihaknya mempertandingkan kategori SMP serta senior terbuka seBali, yang diikuti Buleleng, Gianyar, Jembrana dan Badung. ‘’Untuk senior terbuka ini, persyaratannya kelahiran

1993,’’ kata Farid. Dikemukakan, pihaknya ingin mengetahui sejauh mana peta kekuatan pesepak takraw Denpasar meladeni tim kabupaten lain. ‘’Beberapa atlet PON juga turun pada event ini,’’ tutur Farid. Yang jelas, tim sepak takraw Kota Denpasar beretkad tetap mempertahankan gelar juara umum Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan. ‘’Denpasar menyabet empat emas dari total delapan emas yang diperebutkan pada Porprov Bali XIII/di Gainar 2017 lalu,’’ katanya. Farid merinci, peserta SMP melibatkan 12 tim putra dan 12 tim putri, sedangkan kontestan tim senior terbuka melibatkan sembilan tim putra dan tujuh tim putri. Turnamen Piala Wali Kota digelar sejak Jumat (23/2) lalu, dan dibuka pengurus KONI Bali IGN Arthanegara, kemarin. ‘’Babak semifinal dan final digelar Minggu (25/2) ini,’’ terangnya. (022)


12

Arena

Minggu Umanis, 25 Februari 2018

Profil

LeBron Bawa Cavs Kalahkan Memphis

Memphis – LeBron James tampil cemerlang untuk membawa Cleveland Cavaliers menaklukkan Memphis Grizzlies. LeBron bikin triple-double. Pada game yang dihelat di FedEX Forum, Sabtu (24/2) kemarin, Cavs menjalani duel kedua setelah All-Star. Pada laga sebelumnya, Cavs kalah dari Washington Wizards yang menghentikan rentetan empat kemenangan beruntunnya.

Merasa Cocok

PEMBALAP Suzuki Ecstar, Alex Rins, mengaku nyaman dengan kendaraan baru Suzuki. Menurutnya, rancangan kendaraan Suzuki musim ini sangat sesuai dengan gaya balapnya.Hal ini dirasakan Rins setelah menjalani tes pramusim MotoGP 2018 di Sirkuit Buriram, Thailand. Dalam uji coba yang digelar pada 16-18 Februari 2018 itu, pembalap berpaspor Spanyol itu memang tampil begitu apik hingga menempati posisi kelima pada hasil keseluruhan tes. Dengan hasil yang baik itu, Rins semakin yakin bahwa kendaraannya pada musim ini sudah dirancang cocok dengan dirinya. Torehan tersebut bahkan membuatnya yakin bisa menunjukkan penampilan yang gemilang di ajang MotoGP musim ini. ‘’Di Malaysia, saya 80% yakin motor ini bagus dan cocok untuk saya. Namun sekarang, saya pulang ke rumah dengan keyakinan 100% bahwa motor ini memiliki potensi yang kuat,’’ ujar Rins. ‘’Selama tes musim dingin ini, target saya adalah mencoba menjadi kompetitif dan menciptakan motor yang bagus. Semoga saya bisa memperjuangkan posisi di puncak pada musim ini. Segala sesuatunya berjalan dengan baik. Kami mencoba banyak hal dan untungnya mereka bekerja dengan baik,’’ lanjut Rins. Rins bahkan menilai bahwa kendaraannya pada musim ini mengalami peningkatan yang drastis jika dibandingkan tahun sebelumnya. Pada musim lalu, para pembalap Suzuki memang harus tampil melempem karena kendaraannya yang dinilai kurang kompetitif. Pada MotoGP 2017, Rins pun hanya dapat menempati posisi ke-16 pada klasemen akhir pembalap. Hal yang sama juga ditorehkan oleh rekan setimnya, Andrea Iannone, yang bertengger di posisi ke-13 klasemen akhir pembalap dengan torehan 70 poin. ‘’Semua ini tentu saja tidak pernah cukup. Namun, kami puas telah melakukan langkah besar dengan motor dibanding tahun lalu. Sebagai pengendara, dibandingkan tahun lalu, saya merasa motor tahun ini sudah jauh lebih baik. Kami telah memperbaiki rem, tapi tetap saja saya memerlukan sedikit perbaikan lagi agar bisa tampil lebih baik,’’ tutupnya. (kmb33/rtr)

Cavs mengawali duel ini dengan tak mulus karena harus tertinggal 20-27 di kuarter pertama. Masuk di kuarter kedua, Cavs bangkit dan di sisa 2,5 menit, mereka mencetak delapan angka beruntun untuk memimpin 54-49 di paruh pertama game. Grizzlies sempat membalas di awal kuarter ketiga dan berbalik unggul 60-57. Kejarkejaran skor terjadi untuk kemudian Cavs unggul jauh 85-71 menjelang kuarter ini habis. Di kuarter keempat, Cavs makin tak terbendung dan akhirnya menang dengan skor 112-89. Bintang kemenangan adalah LeBron yang bikin 18 poin, 14 rebound, dan 11 assist. Ini adalah triple-double ke11 musim ini dari James yang ditopang 18 poin George Hill dan 15 poin Larry Nance Jr. Cavs masih di posisi ketiga klasemen Wilayah Timur dengan 58-35. Dari Wilayah Barat, San Antonio Spurs takluk 119122 dalam lawatannya ke kandang Denver Nuggets. Sumbangan 38 poin LaMarcus Aldridge tetap tak mampu membawa Spurs menang. LeBron James

BPM/rtr

Menang tetapi Tanpa Lagu Kebangsaan Tekanan Mengecil

Valtteri Bottas menyadari Mercedes akan berharap lebih dari dirinya pada musim ini. Meski begitu, Bottas merasa tekanan untuknya tak sebesar musim lalu. Bottas bergabung dengan Mercedes pada tahun 2017. Pembalap Finlandia itu direkrut dari Williams untuk menggantikan Nico Rosberg, yang mendadak memutuskan pensiun usai jadi juara dunia Formula 1. Bottas terhitung sukses pada musim pertamanya bersama Mercedes. Dia meraih tiga kemenangan pada 2017 dan menempati peringkat ketiga di klasemen akhir, di bawah Lewis Hamilton dan Sebastian Vettel. Ditanya apakah ekspektasi Mercedes akan meningkat pada tahun ini, Bottas mengiyakannya. “Yeah tentu saja. Saya pikir karena saya bukan lagi pembalap baru di tim ini, tentunya tim berharap lebih dari saya. Saya pun begitu,” kata Bottas di Crash. net. “Saya mengincar musim yang lebih baik daripada tahun lalu dan tentu saja tim juga berharap saya tampil lebih baik. Itu sudah pasti,” katanya. Kontrak Bottas dengan Mercedes akan habis pada akhir tahun ini. Sejumlah pembalap seperti Daniel Ricciardo dan Esteban Ocon kabarnya mengincar kursi yang sekarang jadi milik Bottas. Meski begitu, Bottas mengaku tak terlalu tertekan. “Saya pikir tahun lalu tekanannya lebih besar daripada sekarang,” tutur Bottas. “Tapi, saya masih punya semua target di hadapan saya dan saya masih lapar akan kemenangan dan sukses. Jadi, tentunya tekanannya lebih kecil daripada tahun lalu,” kata pebalap berusia 28 tahun itu.Bottas akan mengetes mobil baru Mercedes, W09, dalam tes pramusim di Barcelona pada pekan depan. Sementara seri pertama F1 musim ini akan digelar di Australia pada 25 Maret. (kmb33/rtr)

Gangneung – Rasa haru menyelimuti upacara penyerahan medali cabang olahraga figure skating nomor tunggal putri di Olimpiade Musim Dingin 2018 Pyeongchang, Korea Selatan. Atlet asal Rusia Alina Zagitova berhasil menunjukkan prestasi terbaiknya setelah meraih medali emas di nomor bergengsi tersebut. Namun kesedihan meliputi rekannya, Evgenia Medvedeva, yang juga meraih perak. Pasalnya, raihan keduanya itu tak bisa dibarengi dengan pengibaran bendera negara dan lagu kebangsaan Rusia di Olimpiade Musim Dingin 2018. Seperti diketahui, atlet Rusia dilarang berjuang untuk mewakili negaranya karena negara tersebut mendapat hukuman akibat tuduhan penggunaan doping di Olimpiade Sochi pada 2014. Tetapi mereka tetap diperbolehkan berlomba dengan status sebagai atlet netral. Maka secara otomatis lagu kebangsaan tidak dapat dimaikan dan bendera Rusia tidak dikibarkan ketika mereka meraih medali emas di ajang Olimpiade Pyeongchang. Berbeda dengan Medvedeva, Zagitova justru berusaha tegar. Meski berdiri di podium pertama, ia mencoba untuk menenangkan rekannya yang menangis pada saat upacara penyerahan medali. Medvedeva pun akhirnya

BPM/rtr

MENANGIS - Evgenia Medvedeva menangis ketika mendapatkan medali perak. menunjukkan ketegarannya sebagai wakil Rusia. Ia mengatakan tidak masalah dengan kondisi tersebut. Meski tanpa bendera dan lagu kebangsaan Rusia, tetapi mereka bisa membuktikan diri. ‘’Tidak masalah apa keadaannya. Orangtahu siapa kami dan penonton di tribun membuktikannya hari ini,’’ ungkap Medvedeva, Sabtu (24/2) kemarin. Zagitova meraih emas setelah unggul 1,31 poin atas Medvedeva di kompetisi tersebut. Atlet berusia 15 tahun itu pun menolak untuk memberikan komentar pasca-kemenangannya tersebut. Sementara itu, Medvedeva

adalah salah satu atlet yang berjuang keras untuk Rusia agar tampil di Olimpiade Musim Dingin 2018. Pasalnya sebelumnya Komite Olimpiade Internasional (IOC) telah mengatakan bahwa delegasi Rusia tidak diperbolehkan tampil di Pyeongchang. Namun berkat usaha dan rekan-rekannya, atlet Rusia diperbolehkan tampil namun dengan status netral. Bahkan, beberapa sumber mengatakan Rusia memungkinkan untuk berbaris dengan bendera Rusia dan berseragam nasional pada upacara penutupan Olimpiade asalkan mereka mematuhi peraturan tentang netralitas. (kmb33/rtr)

adalah tangan kiri, yang memegang shuttlecock, diangkat ke atas saat akan memukul shuttlecock. Bisa saja sebelum servis, shuttlecock posisinya di bawah, tapi saat impact, tangan ke atas, waktu mau memukul ke bawah lagi. Ini mungkin terjadi, seperti service-nya Christinna Pedersen,’’ kata Edy di Cipayung, Sabtu (24/2) kemarin. ‘’Ini tujuannya mengawasi servis tinggi. Mungkin awalnya ada pemain-pemain tertentu yang merasa dirugikan dengan aturan yang lama. Servisnya sering di-fault dengan batasan iga terbawah, artinya sesuai dengan antropometri si atlet. Kalau atletnya tinggi seperti (Mads Pieler) Kolding, ya berarti otomatis rusuk terbawahnya juga tinggi. Rusuknya dia akan sedada orang lain, misalnya Kevin (Sanjaya Sukamuljo) yang tidak terlalu tinggi,’’ jelas Edy. ‘’Greysia (Polii) saya ukur tinggi rusuk terbawahnya itu 112 cm. Artinya, dia diuntungkan 3 cm dari aturan yang lama. Servisnya dia bisa

naik lagi 3 cm,’’ dia menambahkan. Edy juga menjelaskan bahwa dalam poin 9.13 aturan mengenai servis yang mengharuskan batang dan kepala raket harus mengarah ke bawah pada saat servis, sekarang ini tidak diberlakukan. Dengan kata lain, pemain bisa bebas melakukan servis seperti apa pun asalkan impact-nya tidak lebih dari 115 cm. ‘’Jadi, karakter permainan bulu tangkis memang sudah bergeser. Sebelumnya di bulu tangkis, servis itu kan awal dimulai permainan, kalau di tenis jadi awal serangan, kalau sekarang bisa jadi servis di bulu tangkis itu awal serangan juga,’’ Edy menjelaskan. ‘’Sekarang tidak ada batasan batang raket dan kepala raket di bawah, bisa saja Kevin servis drive, bisa serang. Untuk pemain seperti Kevin, Marcus (Fernaldi Gideon), Apriyani (Rahayu), aturan ini justru menguntungkan, buat yang berpostur tinggi, ini bisa jadi bencana,’’ dia menuturkan. (ant)

Aturan Baru Servis Bisa Jadi Bencana untuk Pemain Jangkung

Puji Djokovic Pelatih Novak Djokovic, Andrea Agassi, memuji kemampuan fisik anak asuhnya. Agassi yang juga mantan petenis nomor satu dunia bahkan berani mengatakan fisik Djokovic masih seperti pemain berusia 25 tahun. “Dia memang sudah berusia 30 tahun, tapi tubuhnya masih dalam kondisi seperti petenis 25 tahun,” ungkap Agassi, Sabtu (24/2) kemarin. “Hal pertama yang Anda lihat ketika mencapai fase karier seperti dia adalah kondisi fisik dan mungkin apakah Anda harus membuat hidup Anda sendiri lebih mudah ketika Anda mencapai akhir karier Anda,” imbuhnya. Pemain yang akrab disapa Nole itu saat ini memang masih menjalani penyembuhan cedera. Akibat cedera siku yang ia dapat saat tampil di Wimbledon tahun lalu, Nole baru sekali tampil di turnamen kompetitif 2018 yaitu Australia Terbuka di mana ia hanya mampu melangkah hingga babak 16 besar. Djokovic kabarnya akan kembali tampil di Indians Wells, awal bulan depan. Namun Agassi berharap Djokovic lebih pandai memilih turnamen agar terhindar dari cedera parah. “Dia butuh menemukan solusi baru sekarang, sesederhana itu saja. Tenis adalah paduan dari pikiran, tubuh, dan hati, serta keseimbangan. Anda harus memastikan yang masuk lebih besar daripada yang keluar,” ujar Agassi. Setelah peringkat satu dunianya melayang di akhir tahun 2016, peringkat Djokovic saat ini terus terjun bebas. Cedera siku membuat peringkatnya merosot ke posisi 14 dunia. (kmb33/rtr)

Jakarta (Bali Post) – Aturan baru servis akan diterapkan untuk kali pertama di All England. Diakui atau tidak, aturan itu menjadi bencana bagi pemain berpostur jangkung. Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) menjadikan All England mulai 14-18 Maret di Birmingham, Inggris sebagai turnamen pertama batasan tinggi servis. Tiap-tiap pemain harus mengatur tinggi pertemuan shuttlecock dan kepala raket (impact) maksimal 115 cm dari permukaan lapangan. Aturan itu mengubah pakem servis sebelumnya. Servis disesuaikan dengan antropometri tubuh masing-masing pemain, yaitu tak boleh melebihi rusuk terbawah. Edy Rufianto, wasit berlisensi BWF yang sudah kenyang pengalaman sebagai wasit dan hakim servis di turnamen internasional, mengakui servis itu menjadi pekerjaan rumah bagi pemain. Utamanya bagi pemain jangkung. ‘’Rata-rata kesulitannya

Sementara itu, Boston Celtics akhirnya sukses menghentikan laju negatif pada NBA musim ini. Mereka meraih kemenangan pertama dalam empat pertandingan terakhir. Celtics kembali ke jalur positif usai menumbangkan Detroit Pistons 110-98 di Little Caesars Arena. Catatan ini memperbaiki rapor mereka menjadi 41-19 pada klasemen sementara NBA. Mereka masih menjadi tim terbaik kedua Wilayah Timur. Para pemain cadangan Celtics berkontribusi terhadap kemenangan atas Pistons. Ada empat pelapis yang menyumbang dua dijit angka, yakni Daniel Theis (19), Marcus Morris (15), Marcus Smart (12), dan Terry Rozier (11). Kekalahan dari Celtics membuat performa Pistons masih labih. Mereka kini menderita kekalahan keempat dari sembilan pertandingan bulan ini. Harapan Blake Griffin dan kawan-kawan menembus zona play-off pun tertunda. Pistons masih bertengger di peringkat sembilan Wilayah Timur dengan rekor 28-30. (kmb33/rtr)

Life Sport

Perbedaan Yoga dan Pilates

Denpasar (Bali Post) – Di zaman modernisasi banyak berkembang olahraga yang saat ini digemari oleh masyarakat luas. Selain menyehatkan tubuh olahraga juga dikenal penting untuk mengurangi stres. Adapun beberapa macam olahraga yang sangat digemari sekarang ini yaitu Yoga dan Pilates. Menurut Trisna, kedua olahraga ini walaupun terlihat sama dari segi gerakannya tetapi olahraga tersebut memiliki perbedaan tersendiri dari tujuan dan manfaatnya. Dosen Fisioterapi FK Unud yang bernama lengkap Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi akan menjelaskan perbedaan dari olahraga yoga dan pilates. Yoga adalah salah satu jenis olahraga yang sudah dikenal sejak lama. Awalnya latihan ini untuk memperkuat fisik dan mental seseorang yang melakukannya serta digunakan untuk alat meditasi agar pikiran jernih. Dalam latihan yoga memadukan tiga komponen penting dari tubuh meliputi tubuh, pikiran dan jiwa. Pada bagian tubuh, seseorang akan mengolah tubuhnya sedemikian rupa agar fleksibel dari waktu ke waktu. Selanjutnya pikiran, dengan pikiran yang fokus semua gerakan pada yoga akan berjalan dengan sempurna dan sesuai dengan tujuan yoga tersebut. Terakhir adalah jiwa atau spirit, seseorang yang menjalankan latihan yoga juga akan melakukan meditasi untuk menenangkan jiwa agar berdampak pada kehidupan sehari-hari. ‘’Ini adalah salah satu komponen yang utama dalam yoga,’’ ujarnya. Yoga sangat membutuhkan tingkat fleksibilitas atau kelenturan dari otot, sehingga tidak semua orang dapat langsung mengikutinya karena tingkatan otot dari seseorang yang berbeda. Berbeda dengan pilates yang dapat dilakukan oleh siapa saja walaupun ting-

kat kekuatan otot berbeda, tetapi repitisinya yang akan menentukan latihan tersebut. Dalam pilates komponen jiwa atau spirit tidak termasuk dalam konsep dari pilates. Pilates merupakan metode latihan yag dikembangkan di Jerman yang menciptakan serangkaian latihan fisik sebagai bentuk rehabilitasi atau perbaikan dan penguatan dengan memfokuskan pada penguatan otot inti tubuh. Otot inti adalah serangkaian otot kompleks yang membentang mulai dari otot dada bawah, perut, punggung, hingga otot di sekitar panggul. Bila otot inti mengalami kelemahan atau tidak fleksibel maka dapat mengganggu fungsi dari pergerakan lengan dan kaki serta seseorang akan mengalami lelah yang cepat saat melakukan pekerjaan. Melatih otot inti dengan benar akan membangun stabilitas dan kekuatan dari tubuh. Selain itu, pilates juga bermanfaat untuk mengoreksi postur tubuh dengan cara melatih otot perut dan punggung secara bersamaan. Pilates termasuk dalam latihan yang menggunakan peregangan dinamis yang berbeda dengan yoga menggunakan peregangan statis. Jadi dapat disimpulkan antara yoga dan pilates sangatlah berbeda. Yoga yang lebih memfokuskan ke arah ketenangan jiwa dan kelenturan otot, sedangkan pilates lebih memfokuskan latihan penguatan otot dan pencegahan terjadinya cedera, tetapi keduanya mempunyai tujuan yang sama yaitu meningkatkan keseimbangan tubuh. Maka dari itu, pilihlah latihan yang sesuai dengan tujuan yang dibutuhkan oleh tubuh Anda. ‘’Jika sudah memiliki tujuan khusus untuk tubuh Anda, fokuskanlah latihan pada satu teknik saja agar mendapat menfaat yang optimal,’’ sarannya. (kmb33)


Redité Umanis, 25 Februari 2018

I Kaki Dengkil

Kala Geseng

KENJEKAN kalangen mabalih anaké suryaksuryak ring Kantor Gubernur, I Kaki Dengkil marasa grieng-grieng bulun kalongné. Napi awanan asapunika? Magrombolan panggihina I Kala Geseng suryak-suryak nyarengin suryakan para kanti calon gubernuré. Awak ipuné barak masawang selem, bokné magambahan sakadi duk nglélam kenyit-kenyit ngendih. Wénten sané alit pinced, katek jatma alit cébol. Naler wénten sané gedé gangsuh malengen ageng irgamayang mauat kawat mabalung besi. I Kala Geseng punika, sakalané kanten sakadi préman. Punika napi sané lengené ageng-ageng tangkahné mablejug akéhan makpah stéroid. Muané pégpég matané malodlod barak ngencorot. Wantah ngetebin anak sampunang sampun nikaanga, jeg kabinawa aéngné. Napi malih sareng akéh maklambi selem, masaput poléng, maudeng jempé, madaging nyelet kadutan malih. Jeg keskes antuka makasami. Indayang wanénang ragané, jeg ceeng matané, pastika ipun jagi keskes naler. I Kaki Dengkil sané soréné puniki clantungclantung ring Bajrasandi, manggihin anaké sané mauwat kawat mabalung besi tur sané katék mabok grungsang punika sayan ngakéhang rauh. Kocap jagi sayaga ngawal calon gubernuré ngundi nomer pamalihan. Ring pateluan balér Bajrasandiné, I Kaki Dengkil kacablek sareng soroh prémané punika. Santukan sampun uning pari polah prémané sané sujatiné kawantah purun ngetebin anak kémanten. Saking dija minab rauh wanéné, prémané punika jeg ceenga sambilanga matungked bangkyang. Kirig-kirig sambilanga ngajengit prémané punika ngalérang. Minab érang ring solah I Kaki Dengkilé asapunika, prémané punika majadengan tur ten purun malih nyeeng nanar. Nguntuk kamemegan sambilanga masadah ring taru akasiané. Minab pitananga I Kaki Dengkil jatma sakti mandra guna. Punapiang raris, wénten jatma tua cakluk, berag angkig mabok putih purun ring anak ageng gedé gangsuh awak makasami marajah. Purun ring raksasa teguh sakadi ipun punika. Manggihin prémané jejeh sakadi punika, I Kaki Dengkil nglanturang bangras baosé. “Lamun saja sakti, teguh mandra guna. Tegarang édéngan kasaktiané. Teked dija bani nglawan bakta Ida Bhatara Tohlangkiré ené!” I Kaki Dengkil bangras mabaos asapunika. Ngemasin prémané punika nyansan jerih kedked. Pitananga I Kaki Dengkil sayuwakti sakti mandra guna. “Né bakat papas, aklecokan pejah nyanan iraga?” Prémané mamanah asapunika. Sapunapi manahné sayuwakti asapunika, sapunapi santukan keni sabu-sabu ngawinang kicalan manah. Tuaha ja asapunika, kocap sané ngawinang prémané punika jeg wanén kabinawa santukan polih neda sabu-sabu sadurung kapréntah mangda nedunin pacentokan pamalihan gubernuré sakadi mangkin. Sayan lega manah I Kaki Dengkilé ngiwasin prémané sakadi punika. Mumpung jerih kabinawa prémané punika, lanturanga malih mabaos banggras. “Ngudiang dini cai jengkang-jengking. Kema mulih malu ka Giri Tohlangkir!” Sayan mingmang prémané punika wawu dengkikina asapunika. Minab manahanga I Kaki Dengkil sayuwakti jagi nemah déwékné. Prémané punika mingmang manahné, sapunapi sayuwakti baos I Kaki Dengkilé punika? Ngajengit makasami prémané sané sampun kataluhan santukan akéhan neda sabu-sabu. Punika kantenanga antuk I Kaki Dengkil sakadi kajengitan I Kala Geseng sané wawu medal saking garba Giri Tohlangkiré. Duk punika, sampun sayan nyoréang. Manggihin I Kala Geseng mamurti dados préman, I Kaki Dengkil saharsa ngamedalang mantra pangulah kala. Kanten Ipun kemak-kemik ngrambang mantra. Malih gerem-kerem, malih dengkak-dengkik, malih kerik-kerik mabaos. Ngawinang I Kala Geseng jerih antuka, raris pablesat makasami malaib pating kaplug. Usan kijem mamantra sakadi punika I Kaki Dengkil lemet bayuné tur negak maplisahan ring betén tiang bendérané. Geris-geris I Kaki Dengkil masaré sandikaoné punika. Sané manggihin solah I Kaki Dengkilé, pitananga Ipun jatma buduh sané ngeléb saking Rumah Sakit Bangli. Wénten sané ngenahang jaja lompyang ring sampingné. Wénten sané ngenahang toya akua, naler wénten sané ngenahang nasi jénggo. Malih jebosné, piragina siréna ngraung rauh ka kantor gubernur. Kocap sampun jagi nyoréang kantor gubernuré puun asibak. Néh apa ené? I Kaki Dengkil makesiab raris bangun. Sampun makéh anaké magrudugan mabalih kantor gubernuré puun. “Kebakaran! Kebakaran! Kebakaran!” Asapunika piragina anaké buut paling. Saking doh, panggihina I Kala Geseng suryaksuryak. Macanda kecog-kecog majuret sareng kekantiané. Sané bongkok jungklang-jungkling sesampuné malaib. Sané gedé gangsuh kanten menék ka raabé. Malaib-laiban sakadi anak alit maplayan plakuncang. Wénten naler sané jangkakjongkok nylehseh sakadi maplayan alih-alihan. Ramya pisan soroh I Kala Gesengé sandikaoné puniki ring kantor gubernur. I Kaki Dengkil iteh mabalih saking doh sambilanga nunas nasi jénggo, sambilanga nyantosang rajan Kala Gesengé rauh. Wantah punika sampun rauh, I Kaki Dengkil mamanah ngicénin caru jagung malablab matatakan daun kladi mangda usan morbor kantor gubernuré. Poma. Poma. Poma. (Jelantik)

Nyastra

NÉNTÉN wénten carita tan malampah. Napi malih carita ngaénang iraga rumaket neked jani. Yéning lelampahan carita puniki sebet, ngudiang iraga setata liang. Sawai-wai iraga macarita indik bunga ané mentik di karang sari. Ditu, di malun angkul-angkul umahé, wéntén lelampahan mentik ri kalaning i kumbang matinggah di muncuk bungané. Dugasé ento, iraga makenalan tur macarita indik bunga léli mawarna-warni. Ngias karang sariné. Neked jani léliné jemet mabunga. Ento anggén panginget, iraga taén makenalan. Dini, di tongosé jani. Iraga saling tingalin, saling kenyemin. “Léli.” “Inggih Beli Mang.” “Ngudiang tusing makabar?” “Kabar napi?” Miribang saja makelo iraga tusing makabar. Kabar sakadi angin ané ngampehang rindu ri kala iraga maejohan. Rindu sawai-wai kanti iraga engsap ulian galah ané ngranaang iraga kelih tur menék bajang. Neked jani, rinduné tusing nyak ilang tur masaput di tengah atiné. Iraga dot ngengkebang rinduné ento, nanging ngancan engkebang ngancan nyakitin iraga. Tegarang takonang tekén i bunga léli, apa ngranaang iraga cara kéné. Sebet nanging liang, sakit nanging tresna. Ngudiang mara jani iraga ngasanin sebet nanging sujatiné liangé suba taén asanin malunan. Iraga tusing taén ngorahang sakit ulian rasa tresnané enu mentik neked jani. Uli pidan, iraga tusing taén matakon tekén i bunga léli, apa ané madan sebet, liang, sakit, tur tresna. Ditu miribang pelih iraga, setata marasa paling beneha nanging sujatiné iraga kaliwat belog. Iraga ulap ngulurin indria tur engsap tekén bunga léli ané ngranaang iraga cara kéné. Lamun dadi tagih, makeneh asané buin mitehang galah ané suba liwat. Dot buin ngasanin dugasé sasih Kapat iraga negak di angkul-angkul umahé. Dugasé ento, iraga angob nepukin léliné mabunga di karang sari tur mabo miyik ngalub. Iraga lantas nepukin kekupu ané matinggah di muncuk bungané. “Énggalang takep kekupuné ento!” “Depang kéto!” “Dadi?” “Tusing! Kekupuné nyalanang swadarmané dadi kekupu.” Iraga lantas makenyem tur macarita indik plajahan ané bakat i tunian di sekolah. Plajahan ané nyaritayang indik kupu-kupu ané nyalanang swadarmané. Ulian ento kekupuné demen matinggah di muncuk bungané. Miribang ada rasa manis ané ngaénang kekupuné liang. Ento ngranaang iraga dot nawang, kénkén sujatiné asan sari bungané. Nyaru-nyaru lantas iraga dot ngempok bunga léliné. Sedek iteha mabalih kekupu lan bunga léli, sagétan ada anak makenyem di arepan iraga tur iraga milu ngenyemin. Iraga ané tusing nawang unduk lantas ajakina mapotrék di malun angkul-angkul umahé di samping bunga léliné ento. Iraga sesai matakon tekén iba padidi, apa sujatiné tetujon anaké malali mai tur demen mapotrék di angkul-angkul umahé. Suud mapotrek, anaké ento lantas singgah ka umah iragané tur mablanja barang-barang kerajinan seni. Ada masih ané meli loloh anggona ngilangang ubad bedak. “Kosala-kosali? Tetamian leluur? Angkul-angkul?” “.…” Sujatiné iraga liu ngelah patakon nanging tusing ada ané nyautin. Demenan anaké nyautin patakon tamiu ketimbang nyautin patakon iraga. “Tusing dadi culig tekén tamiu. Makejang nyama. Kenyemin apanga tamiuné

13

Karang Memadu I Gedé Putra Ariawan

demen!” Kéto anaké sesai nuturang apanga liu tamiuné malali mai. Uli pidan, iraga tusing ja sanget rungu tekén tutur anaké di désa. Jani mara nawang, apa sujatiné tetujon tuturé ento. Dugasé cerik, tetujon idupé tuah abesik, kénkén carané apanga bunga léli ané mentik di malun angkulangkul umahé énggal mabunga. Liang sing kodag-kodag ri kala nepukin léliné mabunga mawarni-warni. Apa buin ada kekupu ané matinggah, ngisep sari di muncuk bunga léliné. Iraga tusing emed-emed nepukin bunga léliné matimpal tekén i kekupu. Iraga dot milu ngasanin, amongkén manis sari bunga léliné kanti i kekupu sing emed-emed malali mai. Nyaruang lantas iraga ngémpok bunga léliné tur malaib apanga tusing ketara. Lamun ketara, bisa uyutina lan baanga munyi tekén anaké di désa. Uli pidan iraga mula nakal ulian tusing demen ningehang tutur rerama. Liang pesan kenehé ri kala bunga léliné suba kagelahang. Ngénggalang lantas iraga malaib tur mengkeb ba dangin di tongos paling tegeha. Ditu, di alas bambuné ba dangin, iraga sesai maplalian. Diastun tongosé tegeh, iraga tusing taén kenjel malaib. Uli dini, iraga ngidang metékin angkul-angkul umahé, uli wates kangin neked kauh. Uli tongosé tegeh, désan iragané ngenah asri tur maundag-undagan. Di alas bambuné iraga lantas macarita indik bunga léli ané mawarni-warni. Iraga demen bunga léli mawarna barak. Ngudiang bisa demen warnané ento? Iraga tusing ngidang ngenehang apa

arti warna baraké ento. Ngénggalang lantas iraga malaib dauh désa sambilang ngaba bunga léliné. Ditu, di malun tugu wiranegarané iraga nepukin béndéra ané mawarna barak lan putih. Warna barak di bendérané patuh a sliaban ngenah cara warna bungané. Iraga lantas ngartiang baraké ento macihné wanén, bani, utawi prawira sakadi wiranegara ané bani memati-mati ngrebut ané patut gelahanga. Tusing ada rasa jejeh dugasé ento. Uli cerik iraga wanén ulian setata padaduanan. Mara lantas kelih tur menék bajang, iraga mara nawang wanéné ento ada watesanné. Tusing dadi nglangkahin gumi lan langit ulian makejang ada lelintihanné. Iraga pelihanga ulian madasar sulur ané patut. Iraga benehanga ulian suluré suba patut kajalanang. Pajalané jani tusing ngidang pragatang ulian wanén. Makejang ada sulur ané patut kakenehang. Prajani iraga inget dugasé cerik ngelah papineh wanén lakar ngwangun umah di karang suwung. Karang tongos iraga mengkeb dugasé taén ketara ngémpok bunga léli. Sasukat alas bambuné galang tur sesai liwatiné tekén tamiu, iraga tusing ngelah tongos mengkeb. Aget ada karang suwung ané ada di bucu kaja kauh désa. Karangé ento ané paling jejehina tekén anaké di désa. Dugasé ento iraga setata liang ulian bébas maplalianan ditu. Iraga tusing sanget rungu apa makada karang suwungé sambatanga karang panes tekén anaké di désa. Di karang suwung iraga sing taén marasa panes ulian liu entikanné mentik ngranang iraga

*** “Nyanan peteng antiang di alas bambu!” “Pianak lan kurenané?” “Da ngomongang pianak lan kurenan! Iraga pada-pada tresna, da jejeh ngwangun umah di karangé ba dauh!” ***

Saking Langit Bali

Aswamédha Parwa

Kasungsutan Déwi Dussala Olih : I K. Satria, S.Ag B E B A O S A N Ida Sang Arjuna nénten kapikayunin olih makasami prajurit wangsa Saindhawané. Kahanan punika ngawinang Ida Sang Arjuna mawali ngambil senjata Gandhiwanidané saha sayaga pacang mayuda nandingin meseh. Ida Sang Arjuna dahat kroda kapikantenanidané ri kala nglepasang senjatanidané sané mawisésa. Mesehé taler sakadi asapunika kawéntenannyané, ngawinang payudané tan sida kaandegang malih. Para prajurit Saindhawa ngawigunayang senjata sané akéh pisan sané nuwekang mangda Ida Sang Arjuna padem ring payudan punika. Sakémaon, antuk panah sané taler mawisésa, Ida Sang Arjuna nangkisin sekancaning senjatané punika. Wénten panyatusan senjata panah sané mlesat nuju sariranidané katangkisin saha kekasorang olih Ida Sang Arjuna. Ri kala senjata para prajurit Saindhawané mlesat nuju Ida Sang Arjuna, digelis wénten senjata sané mlesat medal saking Gandhiwan Ida Sang Arjuna. Para prajurit Saindhawané sampun sauninga indik pademnyané Ida Sang Jayadratha ring Kuruksétra. Indiké punika sané ngawinang para prajurité nénten pisan ngayunin pacang satinut majeng ring Ida Sang Arjuna. Sami mautsaha ngasorang saha ngaptiang Ida Sang Arjuna padem, pateh sakadi kawéntenan Ida Sang Jayadratha duk dumun. Senjata panahé punika sampun mlesat kairing raris antuk senjata tombak miwah sané tiosan sané dahat mawisésa. Sakémaon senjatané punika nénten wénten sané prasida nibénin sariran Ida Sang Arjuna. Sami senjatané kasor sadurung nibénin sariranidané. Indiké punika taler ngawinang Ida Sang Arjuna nyumingkin krodha sangkaning prajurit wangsa Saindhawané nénten pisan ngaptiang pasametonan. Ngraris Ida Sang Arjuna ngambil senjata sané ngawinang sami prajurité kasor, sakémaon nénten kantos padem. Nyaksiang indiké punika, akéh para prajurité rumasa angob. Wénten sané sampun malaib ngungsi genah sané silib gumanti nénten kasor antuk senjatan Ida Sang Arjuna. Ring genahé tiosan, wénten raris para prajurit sané kantun rumasa banggi ring kawisésan nyentokang angga nandingin Ida Sang Arjuna, wénten sané merebat sareng pasametonannyané wantah sangkaning nénten adung mangda satinut majeng ring Ida Sang Arjuna. Wénten sané nitahang mangda nglanturang

tis. Iraga ditu lantas dot mamula léli apanga karangé asri tur liu kekupuné teka. Mengkeb-mengkeb iraga mamula léli apanga tusing tawanga tekén anaké di désa. Lamun tawanga, iraga lakar uyutina tur baanga munyi ulian karangé kapercaya nyakitin. Iraga sing rungu munyiné ento ulian di karang suwung iraga tusing taén marasa sakit tur setata liang padaduanan. Ri kala odalan di pura wates désa, iraga taén mapunduh negak maturan tur mapisah ngajak cerik-ceriké ané lénan. Makejang timpal-timpalé ngorahang iraga matunangan. Iraga tusing ngerti ané kénkén madan anak matunangan. Uli cerik iraga mula demen ulian sesai maplalianan di désa. Dugasé nyakupang lima ngaturang bakti di pura, iraga nunas ica apanga bunga léliné di karang suwung énggal mabunga. Lamun suba mabunga, iraga lakar ngaé umah apanga karang suwungé ada ané nongosin. Suud ngaturang bakti, iraga lantas mapamit tur énggal-énggal mulih apanga ngidang maplalian. Maplalian sawai-wai kanti iraga kelih, menék bajang tur nawang apa ané madan pajalan idup. Ulian bunga léli iraga nawang pajalan idup ané mawarna-warni. Nawang beneh tur pelih ané anggon dasar malaksana. Lelampahan cerita ané pidan-pidan enu leket neked jani. Miribang suba pajalan karma ngranang iraga lekad di désa. Désa ané ngranang iraga matemu, kala ané ngranang iraga kelih, tur patra ané ngranang iraga tresna tur mapisah. “Léli!” “Inggih, Beli Mang?” “Makelo tusing makabar.” Uli jani suud nakonang kabar. Kabaré jani tekén pidan suba malénan. Iraga jani suba mapisah tur majanji lakar ngengsapang ané pidan-pidan. Depang bunga léliné mentik di angkulangkul umahé. Bunga léliné ento dadi saksi tresnané taén tumbuh di hati. Kekupuné ané pidan tingalin matinggah di muncuk léliné suba ilang tuah ada di ipian. Sasukat kekupuné ketara taén ngisep sari bungané lénan, bunga léli ané mentik di angkul-angkul umahé setata layu. Donné aas kampehang angin tur tusing taén mabunga ulian katibén sakit. Sakit ané tusing ada ubadné. Depang bunga léliné nyalanang idup padidi diastun tresnané enu mentik neked jani. “Iraga tusing pantes nyalanang tresna cara pidan?” “Tusing!” “Iraga lekad di karang besik, padapada ngelah angkul-angkul. Yéning jalanang, iraga lakar kasepekang désa tur nongos di karang panes!” “Karang memadu?” “Kadén ento mula cita-cita iraga dugasé cenik? Ngelah umah di karang memadu apanga ngidang maplalian ditu?” “Madiolas da ngomongang ané pidanpidan. Dugasé ento iraga enu cenik, tusing nawang cén beneh cén pelih!” “Lamun jani?” Prajani iraga siep, tusing pesu munyi lamun ngomongang ané beneh tur pelih.

mayuda, wénten taler sané nitahang mangda mundur. Indiké punika sané ngawinang ksatriané bingung, nénten malih prasida mapikayunan becik tatkala mayuda. Ida Sang Arjuna ngawigunayang galahé punika ngasorang sami prajurité, nanging nénten kantos padem. Lianan punika, jaran sané kawigunayang olih para prajurité sampun nénten malih nglanturang mayuda, ngawinang élah antuk Ida Sang Arjuna ngasorang mesehé. Ring galahé punika raris wénten Ida Déwi Dussala mlesat nuju tengahing payudan sareng putunidané sané kantun alit. Anaké alit punika wantah putran Ida Sang Surata pinaka putran Ida Sang Jayadratha. Ida Déwi Dussala nénten pisan prasida nyaksiang sami prajurit wangsa Saindhawané kasakitin olih Ida Sang Arjuna yadiastun sampun kasaksiang indik kasumbungan dané makasami. Ring ajeng Ida Sang Arjuna, Déwi Dussala nangis dahat kasungsutan. Ida Sang Arjuna raris ngenahang senjatanidané saha ngambil Ida Déwi Dussala sinambi mapitaken asapunapi minab sané prasida ngicalang kasungsutanidané. Déwi Dussala raris nyawis dabdab alon pisan. “Nawegang ksatria sané mautama sané banget kasumbungang ring Jagat Bharatané, anak alité punika wantah masameton ring kawéntenan Panca Pandawané. Sané mangkin tangkilang titiang, mangda prasida macumpu majeng ring Ida Sang Ksatria mautama. Durusang aksiang dané uduh Sang mawisésa!” Sakadi asapunika atur Déwi Dussala. Mirengang parindikané sakadi asapunika, Ida Sang Arjuna raris nyawis saha mapitakén. “Ring dija kawéntenan Ida Sang Surata sané nuénang anaké alit puniki?” Malih kacawis olih Déwi Dussala, “Dané sedeng nemu kasungsutan sangkaning uning ajinidané sampun pejah ring payudan. Ida Sang Surata dahat sungsut sangkaning sampun uning ring indike punika. Nanging, ri kala mirengang kawéntenan Ida Sang Arjuna jagi rauh ka genahé puniki, digelis ida lelor, sungkan kantos nemu pati. Sané mangkin anak alité puniki wantah sinalih tunggil putra sané wénten pacang ngrajegang jagaté driki saha sané mangkin nunas pitulungan Ida Sang Mawisésa!” Nguningayang indiké punika, Ida Déwi Dussala dahat sedih. Ida Sang Arjuna nénten prasida ngandika malih nyaksiang indiké punika. (Masambung)

Puncak Sinunggal 2 Drebes saking kiwa Ngetél ka tengen Wengi madengen Titiang seleg mangen-angen Ngulikang rasa sakit Nglepas ngedeng Ngelut ngalébang Nekep ngungkabang Klangen Mapiagem

Puncak Sinunggal 3 Macengeng ring kuping Ratu mapica sesimbing Gupuh labuh Titiang tandruh Uduh Ratu Ius tatu Wiku ilu Kawantu (Nilarwati)


Jayanti

14

Dewa Ayu Eka Putri Karini

Cerakén

Galah Malajahang Raga

Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.

pupu;p\С(.

Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

Pupuh Pangkur 67.\ur;sib)tná(jit,

Ngurah Sibetan garjita, pnÑiken,

pandikané, pc*simæ*nunesÐopi,

pacang simpang nunas kopi, suewennÓ)nÂh)nßnÓ¡k/,

sué nénten naen mantuk, nilikinÞi\ái;hiekomæê*,

nilikin linggih I Kompyang, duek\uni,

duké nguni, r&his);\witåw)\С,

ring Iseh ngawit ngawengku, \m(giy*s(8ny,

ngamargiang sarphanaya, wiewkens(wsnÒi.

wiwékané sarwa sandhi. 68.r&j)eroenmekÉpkn/,

Ring jeroné makrépakan, smirwu;,

sami rauh, sm)etoenln*hisÓËi,

sametoné lanang istri, t)emãkrwuhinÓmê±,

tembé karauhin tamiu, sm)etoensk&s)lt/,

sametoné saking selat, ln*hisÓËi,

lanang istri,

SALAMI kirang langkung 26 warsa ngabdi ring Pemprov Bali, pamekas ring widang Humas, pamuput ngateh anak istri mapeséngan Dewa Ayu Eka Putri Karini ngamolihang genah utawi jabatan pinaka Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Dinas Pendidikan Provinsi Bali ring Kota Denpasar. Anak istri sané setata makanten semangat puniki nyaritayang, pangawit anggané marasa kagiat molihang tanggungjawab ageng sané patut kamargiang. Sangkaning sokongan saking kulawarga saha sawitra, dané nyantep ngamargiang tugas inucap. “Angayubagia sujatiné polih tugas inucap, yadiastun abot. Matur suksma majeng ring pimpinan tiang antuk tugas tiang pinaka Kepala UPT Disdik ring Kota Denpasar. Puniki galah tiang malajahang raga,” tutur dané. Yadiastun widang pendidikan pamekas SMA miwah SMK kabaosang asing, nénten pisan ngawinang ibu saking petang diri oka puniki marasa jejeh, dané nyatep pisan malajahin pakaryan anyar punika. Dané ketah matakén ring makudang-kudang kepala sekolah miwah sawitrandané sané dados guru. Pangawit anggané ngamargiang tugas inucap, nénten surud-surud dané malajahin indik birokrasi miwah pikobet sané metu ring SMA wiadin SMK. Mabekel kayun malajah, akéh kepala sekolah saha guru-guru sané kayun ngicén tetimbang saha ngwantu anggané. Rumasuk para praktisi miwah para wartawan sané polih tugas ring widang pendidikan. Sanistané, akéh matakén saha molihang wawasan saking dané sané makarya ring widang pendidikan SMA wiadin SMK, ngawinang istri Wayan Mardika Buana puniki sayan marasa precaya ring angga prasida becik ngamargiang tugas pinaka Kepala UPT Disdik Provinsi Bali ring Kota Denpasar. E m bas ring Bedulu, Gianyar, 10 Agustus 1970,

kritɱnbj*bgus/,

kari truna bajang bagus, g)lis*hturienÓoy, gelisang aturin toya,

daweg alit Eka Putri ketah ngwantu rerama magarapan. Satios punika, dané nelasang galah saraina malajah ngigel. Sakéwanten, dané nénten waged ring widang sesolahan. Eka Putri lewih kadaut ring widang tarik suara. Tamat saking SD No. 1 Bedulu, Gianyar, Eka Putri nglanturang ka SMPN 1 Tampaksiring. Daweg sawitran dané ramia mamilih nglanturang ngranjing ka SMA, Eka Putri matiosan, dané mamilih nglanturang ka Sekolah Musik Menengah (SMM) Denpasar. Sayan sué, kawagedan dané magending sayan becik. Makudang-kudang lomba magending setata kasarengin. Makudang-kudang piagam saha piala sampun kapupulang. Majalaran widang tarik suara sané katelebin, akéh sané uning anggané. Kasumekenan inucap sané pamuput ngawinang dané ngabdi ring Pemprov Bali. “Nénten pisan tiang naen mapikayun pacang dados PNS. Napi malih polih jabatan sakadi puniki. Tiang setata mautsaha becik ngamargiang pakaryan sané pinaka tugas tiang,” weweh MC senior puniki. Éling ring tanggungjawab pinaka Kepala UPT Disdik Provinsi Bali ring Kota Denpasar nénten ja dangan, ibu saking Putu Ayu Sada Devi P., Made Gede Panji P., Komang Gede Krishna P., miwah Ketut Ayu Mahadevi P. puniki setata malajahang raga. Alumnus pascasarjana Jurusan Ekonomi Pembangunan Unud puniki setata matakén ring para sawitra inggian sané pinaka kepala SMA wiadin SMK ring Kota Denpasar. Napi malih, pikobet pendidikan ring Kota Denpasar doh matiosan sareng SMA wiadin SMK ring kabupaten lianan. Eka Putri nénten marasa kemad kasengguh belog ring parindikan sané janten durung kauningin. Dané lewih marasa bangga maosang yéning anggané yukti nénten uning, saihang ring mapi-mapi wikan. Santukan manut dané, jabatan boya parindikan sané patut sumbungang, sakéwanten galah malajahang raga. “Titiang setata metuéling ring jajaran tiang, komunikasi miwah koordinasi patut becik mamargi, patut katincapang, napi malih mapaiketan ring pikobet sané patut karuruhang solusi,” dané nguntatin. (ast/uma)

Isin Gumi

tnßrisl&sÞ)edtin/.

tan mari saling sledétin.

Patung Bung Karno Kawangun ring RTH Sukasada PATUNG Bung Karno pinaka ikon Ruang Terbuka Hijau (RTH) Sukasada sané kasengguh Taman Bung Karno pacang gelis kawangun ring warsa puniki. Patung antuk bahan perunggu punika maukuran antuk tegeh kutus meter. Plt Kepala Dinas Perkimta Buléléng, Ni Nyoman Suratinimaosang, manutrancangan Detail Enginnering Design (DED), patung Bung Karno pacang kawangun antuk posisi ngadeg majeng Kangin. Tiosan punika, tangan tengen menunjuk sang fajar. Indik arga patung yéning ngawigunayang perunggu sa-

watara kalih miliar, yéning antuk beton lewih murah, wantah Rp. 450 juta. Parindikan punika kabligbagang sajeroniring acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Soma, 19 Februari 2018 lintang. Pasek Sujana, Sukasada Pinaka krama tiang cumpu kémanten ring pawangunan patung Sang Proklamator inucap. Patung punika pacang prasida ngiasin Kota Singaraja satios pinaka patung pahlawan Proklamasi. Kémahon tunas titiang yéning dados pilih man-

ten antuk bahan beton mangda lewih murah. Yéning wénten sisa,anggaranprasida kawigunayang nyangkepin sarana panyokong tiosan. Gung Dé, Ngurah Rai Singaraja Rencana pawangunan patung Bung Karno punika bénjangan prasida kawigunayang pinaka paplajahan olih para yowana. Tunas titiang ruang terbuka hijau punika mangda yakti-yakti ketata becik jangkep sareng serana praserana. Indik arga patung mangda karereh dumun perbandingan

Kruna Basa Bali

Redité Umanis, 25 Februari 2018

AKSARA BALI

Bahasa Indonésia

1.

cager

1.

cg$,

1.

handal

2.

caluh

2.

clu;,

2.

terbiasa

3.

candala

3.

cnÑl,

3.

cacat

4.

candet

4.

cnÑ)t/,

4.

bergantian

5.

canting

5.

cnÓ&,

5.

sendok

6.

carma

6.

c(m,

6.

kulit

7.

dupak

7.

dupk/,

7.

terompah

8.

gagapan

8.

ggpn/,

8.

oleh-oleh

9.

gancang

9.

gzÇ*,

9.

kencang

10.

gega

10.

g))g,

10.

percaya

ring genah tiosan, napi malih ngawigunayang anggaran APBD murni. Maafi, Pegayaman Riantukan wénten kalih bahan, pantara perunggu miwah beton antuk arga sané doh pisan matiosan, manahin titiang becikné pilih manten sané melakar antuk beton saihang nganggén perunggu sané ajiné kantos kalih miliar. Yéning bénjangan wénten sisa anggran, prasida kawigunayang pinaka prabéa mecikang infrastrukturtiosan. Kadek Edy Artawan, Sasaan Cumpu pisan ring pawangunan patung Bung karno inucap, pinaka penghormatan majeng ring pendiri Bangsa Indonésia. Satios punika, rerama Bung Karno mawit saking Buléléng. Kapungkur puniki prasida tetep kauningin olih para yowanané. Turmaning yéning prasida mangda kawangun sategeh patung GWK, ring masa sané pacang rauh kadadosang ikon Kota Singaraja. Gung Surya, Lovina Janten tetujonnyané para krama sané pacang rauh ka taman inucap uning ring sosok sang Proklamator pendiri panegara puniki sané wénten iketan sareng Gumi Dénbukit utawi Buléléng. Taman Bung Karno puniki taler pacang prasida pinaka genah ngranjing kaKota Singaraja. Para wisatawan sané rauh ka Buléléng pacang manggihin wisata sejarah. (ama)

Ni Putu Kiera Putri Iza Winata

Magending Boya Sawates Kasenengan TEMBANG sedih mamurda “Metilesang Raga” pamuput ngateh Ni Putu Kiera Putri Iza Winata kadadosang pinaka pamilet pinih becik sajeroning pacentokan ngendingang tembang-tembang Bali Kumara Generasi kaping pat sané kamargiang ring Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar daweg Redité (11/2) lintang. Satios molihang piala miwah piagam penghargaan, Kiera – sapunika dané ketah kasambat taler molihang hadiah marupa jinah sané wilangannyané akéh. Siswa kelas VI A SDPN Tulangampiang, Denpasar puniki nyaritayang, déwékné marasa bangga saha angayubagia molihang prestasi becik punika. Yadiastun ketah molihang predikat jayanti kapertama sajeroning pacentokan magending, ring parikrama pacentokan puniki, Kiera prasida ngasorang 75 pamilet tiosan. Pacentokan magending antuk pamilet sané pinih akéh sané naen kasarengin. “Tiang nénten naen mapikayun patut dados juara, napimalih juara kapertama. Sané pikayunin tiang wantah pacang macentok sareng pamilet pinih becik saking sajebag Bali. Akéh pengalaman sané polihang tiang,” baos Kiera makenyung. Anak alit sané embas ring Denpasar, 14 Januari 2006 puniki maosang, magending boya sawates kasenengan. Punika sané ngawinang Kiera setata jemet latihan. Nyabran wénten galah embang pastika kadagingin antuk magending. Kasumekenan saha kateleban dané latian molihang asil sané yukti-yukti ngawi bangga. Kadadosang pinaka penyanyi pinih becik saha ngasorang pamilet tiosan muktiang yéning nénten wénten prestasi tan pautsaha sané kamargiang. Nénten wénten prestasi sané kapolihang antuk pamargi sané dangan. Pianak pasangan I Ketut Winata- Iin Nurul Roshidayah puniki sampun saking alit seneng magending. Rumasuk ri kala ngranjing ring TK Candra Kasih, Kiera sané paling bani magending. Nénten wénten rasa takut. Rasa percaya diri wantah sinalih tunggil modal sukses ri kala macentok ring kalangan. Rasa percaya diri sané kaduénang yukti ngwantu nyinahang kawagedan sané kaduénang ring kalangan. “Rasa percaya diri wantah modal utama ri kala masolah ring kalangan, napimalih katonton krama akéh,” baos Kiera. Yadiastun wawu magabung sareng Sanggar Cressendo, Sukawati, akéh pengalaman sané kapolihang Kiera. Utamané madué akéh sawitra sané pateh seneng magending. Kiera maosang, tembang mamurda “Metilesang Raga” reriptan Komang Darmayuda puniki dangan karesepang mawinan prasida becik kagendingang. Yadiastun seneng magending, cita-cita Kiera boya dados penyanyi. Magending wantah sawates kasenengan, pangaptiné wantah prasida dados dokter mangda prasida ngwantu krama tiosan. (ast/uma)

I Nyoman Gde Antara

Daweg Alit Seneng Nyundih

KAJUDI pinaka Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Udayana (Unud), nénten ngawinang Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng. lali ring kahanané daweg alit. Tatkala meneng ring genah sané kapikayunin becik, rasa liang, sebet, bagia taler nyejehin majanten kaélingang malih. Asapunika taler tatkala dané nyarengin acara Diseminasi Informasi Melalui Sosialisasi/Penyuluhan sané kamargiang olih Mahasiswa KKN PPM (Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat) kaping 16 ring Wantilan Pura Dalem Desa Adat Gulingan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung Jumat (16/2) lintang. Gde Antara maosang, ring wewidangan sétra sané kaucap tenget wantah genah sané kasenengin dané pinaka genah nyundih, duaning irika setata akéh polih lindung. “Nyundih wantah parikrama ngrereh lindung nyabran wengi antuk ngiterin pundukan carik makta lampu strongking utawi pétromak tur nyepit nganggén jepitan besi,” baosnyané. Dosén sané ketah dados pejabat penting ring UNUD punika nyatuayang, sangkaning nyundih punika dané sareng kulawargannyané prasida ngajeng ulam utamanipun lindung sané kapolihang saking parikrama nyundih. Akéh kahanan seneng miwah sebet sané kapolihang sajeroning parikrama nyarengin reramannyané nyundih. Senengnyané, tatkala akéh prasida polih lindung saha kabakta budal. Sebetnyané, tatkala kantos tengah lemeng nénten polih ulam. Napi malih tatkala sabeh sinah sundih pétromak inucap padem, sinah dané sané kantun alit punika mrasa takut napi malih yundih nampek sétra memeteng. Sakéwanten, sangkaning sanget takut ring rerama, sinah dané ngutsahayang mangda negdegang manahnyané. Embas saking kulawarga sané kakirangan ring ekonomi sané kacihnayang antuk nénten madué prabéa akéh kanggén masekolah, nénten ngawinang Gde Antara marasa sebet tur maselselan sajabaning mautsaha nepasin pikobet inucap. Bapak saking tetiga pianak puniki maosang, pikobet ring ekonomi inucap ngawinang dané sayan sarat masekolah. Napi malih saking kantun alit dané kasub dados siswa sané rajin miwah disiplin, sapunika taler prestasi akademisnyané becik. Gde Antara muputang masekolah dasar ring SD No. 1 Gulingan, Mengwi, Badung sané nénten doh saking umahnyané. Raris nglanturang ring SMPN 1 Mengw. Tamat saking SMP raris nglanturang ka Denpasar ring SLUA Saraswati,

Denpasar. Pikayunan mangda prasida ngentosin kahanan ekonomi sané kirang becik setata kanggén dasar pikayunan. Sangkaning kawagedan akademisnyané becik raris dané katrima ring Jurusan Teknik Mesin Institut Teknologi Surabaya (ITS). Sangkaning sarat miwah sumeken malajah taler ngamolihang béasiswa saking pamerintah Jepang, Gde Antara prasida nglanturang masekolah tur muputang Pasca Sarjana miwah Doktornyané ring Jepang. “Yadiastun nasib tiang lacur indik kahanan ekonomi tiangé, nanging kasuén-suén tiang prasida masekolah ring Jepang antuk béasiswa saking pamerintah irika,” baos dané. Pianak kaping kutus saking panyamaan sareng sia puniki malih maosang, sekancan sané kaaptiang punika mangkin kapolihang duaning tan panaenin marasa waneh mautsaha. Minab punika sané ngawinang kurenan Ida Ayu Putu Mas Puniawati puniki setata maparikrama mangda alit-alit sané nénten becik kahanan ekonomi ipun nang- ing waged ring widang akademis sayan kaélingang tur kauratiang olih pamerintah. Lacur ring kahanan ekonomi punika wantah kahanan sané patut katrima taler katepasin. Sampunang marasa waneh mautsaha. “Tiang nénten naenin marasa kimud tatkala nyatuayang indik pakéwuh sané naenin tandakin tiang, duaning punika boya ja jelék sané patut kasilibang. Tiang nyantenang pisan punika wénten pikolihnyané. Sira uning alit-alit miwah yowanané dados ngamolihang inspirasi saking satuan tiang punika,” baos lanang sané enerjik puniki makenyem. (ast/was)


15 Yang Maha Gembira

Minggu Umanis, 25 Februari 2018

Dibubarkan, dan Foto Bareng Di tahun 1991 sesudah hampir dua puluh tahun tidak ada demonstrasi mahasiswa, sahabat-sahabat muda Mbah Markesot bikin acara demo besar di Boulevard Universitas Gadjah Mada, yang diberi judul Anti Kekerasan. Ada sesi pembakaran patung Pak Harto. Orator aktivis mahasiswa yang naik panggung adalah Taufiq Rahzen, Rizal Mallarangeng, dan Brotoseno. Begitu masing-masing selesai pidato, sudah disiapkan kendaraan untuk membawa mereka ke suatu tempat yang aman. Ternyata pasukan TNI dan Polri datang dalam jumlah besar, dipimpin langsung oleh Danrem dan Kapolda. Ketika demo selesai, para orator sudah diangkut menghilang. Massa yang selama sejam lebih teriak riuh rendah, teriak-teriak, mengacung-acungkan tinju: surut pelanpelan. Tinggal Mbah Markesot. Kenapa dia kok masih di situ? Apakah Mbah Sot seorang pemberani sehingga pasang badan? Tidak. Sama sekali tidak. Speaker butut yang dipakai untuk pidato-pidato di acara demo itu memakai accu Jeep kuno bututnya Mbah Sot. Jadi kalau Mbah Sot mau lari, harus mengangkutnya dulu dari area demo menuju tempat parkir yang lumayan jauh, kemudian memasang kembali di mesin Jeep. Dengan sekedipan mata pasukan akan dengan mudah menangkapnya. Sebab dengan mudah ketahuan bahwa orang tua ini provokator demo itu. Apalagi Pak Harto enak-enak duduk di Istana merokok klobot, kok dibikin patung di Yogya, lantas dibakar. Itu penghinaan kepada Kepala Negara. Maka daripada Mbah Sot salah tingkah, ia berjalan mendatangi Pak Danrem dan Pak Kapolda. Mbah Sot tanya kepada beliau berdua: “Bagus nggak Pak acara tadi?”. Ternyata beliau berdua spontan menjawab: “O bagus! Bagus!”. Mungkin memang bagus betul menurut penilaian beliau berdua, atau mungkin spontan ter-

kena sugesti Mbah Sot. Menurut Pakde Tarmihim, Mbah Sot itu seperti siluman. Bukan siapa-siapa, tapi ternyata temannya sangat banyak. Bukan tokoh, tapi nongol di mana-mana. Termasuk di kalangan mahasiswa. Banyak teman-teman di sekitar yang tidak paham-paham amat apa yang sebenarnya dilakukan atau diperjuangkan oleh Markesot. Ketika dikejar, Markesot hanya menjawab: “Fa idza faraghta fanshab, wa ila Robbika farghab”. [1] (Al-Insyirah: 7-8) Suatu ketika para aktivis mahasiswa Islam berkumpul di sebuah Masjid dekat kampus Unibraw Malang, dan entah bagaimana ceritanya kok Mbah Sot yang bicara. Tapi tiba-tiba Ketua Panitia setengah berlari mendatangi Mbah Sot di depan, menginformasikan bahwa ada tamu Dandim dengan sejumlah prajurit. Mbah Sot langsung lompat dan berlari keluar ruangan, menemui beliau Komandan. M b a h S o t m e n y a l a mi d a n merangkulnya sambil berbisik: “Pak kita sama-sama orang tua. Percayakan kepada saya menemani anak-anak kita ini belajar ber-Negara dan melatih kecerdasan Demokrasi. Kapan-kapan undang mereka ke rumah dinas Sampeyan, disembelihin ayam untuk jamuan makan siang atau malam. Sampeyan tunggu di sini, insyaallah aman semua. Nanti kita cari makan bareng dengan para prajurit”. Kemudian Mbah Sot balik ke ruangan dan meneruskan acara. Entah bagaimana pimpinan prajurit itu duduk-duduk saja di luar dan menunggu Mbah Sot selesai acara. Kemudian mereka pergi bersama seperti teman lama. Sejumlah teman membuntuti ke mana mereka pergi, tapi kehilangan jejak. Ketemu-ketemu di kantor Kodim mereka sedang foto-foto. l Emha Ainun Nadjib Yoyga, 16 November 2017

230 Tahun Denpasar Apresiasi 27 Februari 2018 Jatijagat Kampung Puisi Bersama Sanggar PURBACARAKA Jalan Nias 13 Denpasar Menjelang Enampuluh (60) Tahun FAKSAS-FIB UNUD Selasa Pon 27 Februari 2018 pukul 19:30 wita di JKP-109

Kegembiraan Bersedekah

Sebab bergembira dan dengan kegembiraan, seseorang menggembirakan 13.250 keluarga dengan menyedekahkan tak kurang dari 7 (tujuh) triliun rupiah untuk membangun rumah-rumah mereka. Sekitar 50.000-an jiwa atau anggota keluarga itu rumah-rumahnya tenggelam oleh luapan air kental keruh dari perut bumi. Orang itu memberikan 5x (lima kali) lipat harga tanah dan rumah mereka. Markesot ketemu orang itu dan bertanya: “Dulu Bapak Anda dimakamkan di mana?”. Orang itu menjawab: “Wah iya, kalau mereka tidak punya rumah, Bapak saya bisa bangkit dari kubur dan memurkai saya”. Markesot menyahut: “Jadi gimana?”. Orang itu menjawab: “Asal Cak Sot menemani, saya akan kasih mereka biaya berlipat untuk membangun rumah”. Dialog tak sampai 4 (empat) menit itu menerbitkan kegembiraan bersedekah. Yang dulu rumahnya sederhana, kini agak mewah. Yang dulu naik sepeda kini naik motor. Yang dulu naik motor kini naik beberapa motor. Yang dulu punya beberapa motor kini punya mobil. Yang dulu punya satu mobil kini atas masalah yang sebenarnya terjadi. beli mobil lagi. Yang dulu istri satu kini ambil Markesot mendatangi si pemukul untuk istri lagi. Yang dulu buruh kini punya badan mulai penjajakan. Lelaki pemukul itu me- usaha. Yang dulu karyawan kantor kini bikin manggil beberapa orang pelayan warung kantor sendiri. Yang dulu alim kini punya ide maksiat. besar itu. Dan ketiganya datang tanpa membantah, dengan wajah yang sama dengan Yang dulu makan sekadarnya kini makan wajah Ibu pemilik warung. Lelaki pemukul agak mewah. Mereka berombongan pergi itu adalah anggota keamanan “swasta” di umroh dengan jargon “Alhamdulillah perut wilayah itu. Lelaki yang dipukulnya adalah bumi dibocorkan oleh Allah”. Mirip dengan Manajer yang membawahi para pekerja kalimat Ibunya orang yang menyedekahkan atau pelayan di warung itu. Dan si pemukul 7 triliun itu yang memerintahkan kepada bertindak kepada Manajer itu demi men- putranya: “Bikinlah mereka kelak berkata: Untung ada luapan air kental keruh”. jawab keluhan para anak buah itu. Kegembiraan orang itu bahkan Manajer itu berlaku seperti Boss besar. Tidak bekerjasama dengan para pekerja dibiarkan melebar-lebar dan menciprat-ciprat dalam tata kelola yang baik. Ia sangat oto- ke sekeliling. Misalnya untuk pihak-pihak riter, kalimat-kalimatnya selalu kasar dan yang menodongnya dengan kekuasaan untuk menyakitkan hati para pekerja. Situasi itu membayar ini itu. Orang-orang yang sudah berakumulasi secara waktu sampai mereka dikasih rumah kemudian melakukan demontak bisa menahan diri lagi tetapi takut strasi sehingga dikasih rumah lagi. Orangberbuat sesuatu kepada atasannya. Tak orang yang mengumumkan perjuangan sengaja mereka mengeluh kepada si Pre- dan pembelaannya kepada rakyat dengan man ini, dan ternyata ditanggapi dengan maksud agar dikasih rumah. Serta berbagai macam modus kemuliaan dan kesucian untuk tindakan tegas. Markesot kemudian membawa mendapatkan harta benda. Ketika awal dijumpai oleh perwakilan belelaki pemukul itu serta beberapa pelayan menuju tempat si Manajer duduk, di dekat lasan ribu keluarga itu, Markesot menjawab: Ibu pemilik warung. “Rapat kilat” dilang- “Dan Tuhanmu memaklumkan; ‘Sesungguhsungkan, dan masing-masing berjanji un- nya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan tuk tidak melakukan apa-apa yang tidak menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu seharusnya dilakukan. Serta bersumpah mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya untuk melakukan hal-hal yang memang azab-Ku sangat pedih’”. [1](Ibrahim: 7). Maka sewajibnya dilakukan. Semua bersepakat diwujudkan oleh Allah kedua klausul itu. untuk memegang perjanjian itu di dalam Yang pertama, mereka memperoleh lima kali tata manajemen dan etika pengelolaan wa- lipat dari yang mereka kehilangan. Bahkan rung, serta komunikasi antara semua pihak. sebagian memperoleh 6x (enam kali) lipat, Mereka berangkulan dalam lingkaran berdasarkan kadar kesetiaannya kepada dan berdoa bersama. Kemudian situasi prinsip yang sejak awal dipegang bersama. Yang kedua, mereka yang culas dan normal kembali. Markesot kembali ke tikarnya dan menikmati makanan pesanan- tidak bersyukur, didaftari oleh Markesot. Ada nya meskipun sudah tidak hangat lagi. yang pabriknya terbakar. Ada yang bangkrut Makanan itu tidak terasa tak enak, karena usahanya. Ada yang bubar rumah tangganya. ada yang lebih tak enak di dalam pikiran Ada yang berhijrah dari pimpinan perusahaan menjadi karyawan pom bensin. Ada yang mahatinya. suk penjara karena terpeleset kerakusan. Ada *** “Bagaimana hidup ini”, ia menggerundal yang dipanggil langsung oleh Allah. Berbagai kepada dirinya sendiri, “yang otoriter dan macam “inna ‘adzabi lasyadid” diterapkan bersikap kejam fasih mengucapkan Shala- oleh Allah. Ada yang langsung. Ada yang wat ketika saya peluk. Sementara pahlawan sebulan dua bulan atau setahun dua tahun kebenarannya adalah kelas dan golongan kemudian. Ada yang dititipkan ke Malaikat yang orang-orang mengategorikannya seb- Malik di Neraka. Orang yang bersedekah 7 triliun agaiPreman, Gali, Korak…” Markesot tertawa cekikikan di itu disempurnakan kegembiraaannya: Tuhan dalam dirinya. Jauh-jauh hari Allah sudah membungkam mulut publik, media, koran, wanti-wanti agar manusia waspada me- teve, medsos, institusi dan tokoh-tokoh agar nilai siapa yang benar siapa yang salah. jangan ada yang memujinya. Boleh memberiPada konteks sejarah dan posisi masalah takan, asal yang merugikan dan menghantertentu, “diwajibkan atas kamu berperang, curkan nama si penyedekah itu. Sebab “a padahal berperang itu adalah sesuatu yang bad news is a good news” (Amin ya Robbal kamu benci. Boleh jadi kamu membenci ‘alamin). Kalau ada 2.500 orang kumpul syusesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan kuran punya rumah baru, di sampingnya ada boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, 15 orang demo teriak-teriak pura-pura belum padahal ia amat buruk bagimu; Allah punya rumah, atau pokoknya nodong lebih mengetahui, sedang kamu tidak mengeta- banyak – maka yang dimuat di media adalah yang 15 orang. Bahkan pandangan mainhui”. [1] (Al-Baqarah: 216) Informasi dari Allah tentang hakikat hidup stream mengutuk dan memfitnahnya sampai di firman itu sangat gamblang, sehingga akal hari ini. “Dia mendengar ayat-ayat Allah setiap manusia tidak memerlukan panduan, dibacakan kepadanya kemudian dia tetap tafsir atau tadabbur untuk memahaminya. menyombongkan diri seakan-akan dia tidak Sedangkan tampaknya kebanyakan perilaku mendengarnya. Maka beri kabar gembiralah hidup dan keputusan peradaban kita memban- dia dengan adzab yang pedih”. [2] (Al-Jatsitah kalimat Tuhan itu, meskipun kebanyakan yah: 8). Allah pun memaklumkan agar kita pelaku sejarah tidak memiliki tata logika untuk memberi kabar gembira. Markesot sok-sok ikut memaklumtahu bahwa mereka membantah Tuhan. Tetapi wajar juga karena di kan: “Luapan air keruh kental ini ujian bagi ujungnya Allah kasih tahu: “Allah nurani, akal sehat dan akhlak kita semua. mengetahui, sedang kamu tidak men- Lulus tidaknya kita, akan membenih ke getahui”. Markesot tertawacekikikan. selamat atau tidak selamatnya nasib hari “Sungguh indah dan menggembirakan”, depan seluruh bangsa kita”. Hahahaha. EGP. Emangnya elo Tuhan, Sot. bisiknya kepada dirinya sendiri. l Joko Umbaran l Emha Ainun Nadjib Yoyga, 20 November 2017 Yoyga, 17 November 2017

Indah dan Menggembirakan Belum sempat menyentuh makanan pesanannya di area warung lesehan terkenal, Markesot tiba-tiba mendengar suara gedebug-gedebug. Ketika ia spontan menoleh ke arah itu, dilihatnya seseorang memukul wajah seseorang lainnya sehingga jatuh terkapar. Markesot langsung melompat dan menjatuhkan diri telungkup di atas lelaki yang terkapar itu. Darah meleleh dari pangkal hidungnya sebelah kiri di bawah jidat dan alisnya. Kalau melihat letak titik lukanya dan merangkaikan dengan jenis gerakan dan posisi pemukulannya, tampaknya yang membikin luka adalah “sikut” jari tengah atau minimal jari telunjuk, yang dipukulkan dengan posisi sangga genggaman yang tidak seperti genggaman tangan biasanya. Itu pola pukulan dari suatu jenis bela diri tertentu. Sambil tangannya memeluk lelaki itu, Markesot menoleh ke atas, ke arah lelaki yang memukulnya. Tidak omong apa-apa, tapi sorot mata dan sedikit gerak tangannya menyampaikan agar jangan diteruskan, dan mohon tunggu sebentar. Lelaki pemukul itu mundur beberapa langkah. Markesot pelan-pelan mendudukkan si terkapar itu, kemudian diangkat berdiri, dituntun ke arah dapur warung untuk mencari air dan kain. Tengah-tengah berjalan Markesot baru melihat bahwa pakaiannya belepotan darah, yang rupanya cukup deras mengalir, terutama ketika Markesot menjatuhkan diri menelungkupinya. Sesampai di dapur Markesot membasuh luka lelaki itu dan membersihkan sekitar wajah dan baju atasnya sampai bersih. Beberapa saat kemudian baru si lelaki luka itu tiba-tiba setengah berteriak: “Ya Allah Pak Markesot… Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad…” Markesot menuntunnya duduk di kursi. Minta kepada salah seorang pekerja warung itu untuk mengambilkan segelas air. Ibu pemilik warung itu dengan wajah setengah cemas setengah gembira berkata kepada Markesot: “Titip ya Pak, memang anak ini kurang baik perangainya…”. Markesot tentu saja belum paham apa maksud Ibu itu. Tapi ia harus segera beranjak mendatangi lelaki yang memukulnya tadi. Semua yang sedang makan di area luas warung itu melihatnya. *** Sebenarnya keputusan Markesot untuk meloncat menelungkupi lelaki yang dipukul itu tadi merupakan keputusan yang bodoh dan membahayakan dirinya sendiri. Ia bisa terkena pukulan berikut dari lelaki si pemukul. Opsi lain adalah Markesot berdiri pasang badan menghadap lelaki pemukul. Ia secara frontal menyatakan pembelaannya kepada yang dipukul. Kemungkinan berikutnya adalah lelaki pemukul berkelahi melawan Markesot. Karena Markesot bisa meletakkan diri membela yang tertindas dan melawan penindas. Tetapi itu tidak terjadi, karena Markesot lompat menelungkupi lelaki yang jatuh tertelentang karena dipukul. Tidak terjadi perlawanan terhadap si pemukul. Sangat bisa dimaklumi karena tiga sebab. Pertama, Markesot bukan seorang pemberani, tidak punya jiwa perlawanan terhadap kedhaliman. Kedua, Markesot tidak punya keahlian untuk berkelahi. Ketiga, Markesot belum tahu apa latar belakang pemukulan itu, bagaimana peta masalahnya. Maka yang kemudian dilakukan oleh Markesot adalah memproses pemahaman

l Anggur

Merah Persibu Ngampoeng Seni untuk Fenomena 27 dalam 72…

“Ketika Tuhan tersenyum, terciptalah Pasundan”. Begitu seorang komponis keindahan memilih bentuk ungkapan rasa syukurnya. Gembira atas anugerah tanah Pasundan nan indah dan kaya raya. Bangga dijadikan manusia Sunda dengan kehalusan jiwanya. Orang Madura boleh tak mau kalah. “Ketika Tuhan tertawa ceria, terciptalah Madura”. Manusia Madura sangat percaya diri. Jiwanya bebas. Pikirannya liar. Logikanya unik. Keberaniannya membelah kehidupan dan ketangguhannya melawan tantangan, tak tertandingi. Tetapi harus dijaga ungkapan itu jangan sampai keluar dari ranah puisi, amsal dan simbolisme-romantik susastra. Jangan lompat masuk ke fakultas ilmu, kecuali berbekal rentang dinamis antara fisika dengan metafisika. Cara pandang ilmu itu kategoristik dan lurus-lurus. Ilmu bertanya: Tuhan kok tersenyum. Apalagi tertawa ceria. Hati-hati terpeleset di jalan licin Mujassimah: menjisim-jisimkan Tuhan. Menjasad-jasadkan Malaikat. Meskipun Allah Maha Melihat dan Maha Mendengar, jangan bayangkan Ia punya mata dan telinga seperti kita. Meskipun Ia menginformasikan: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” [1] (Ali ‘Imran: 26) – jangan lantas membayangkan Tuhan punya tangan, lengan, jari jemari, kuku dan helai-helai bulu seperti makhluk. Si Markesot itu kadang nyerempet-nyerempet Mujassimah. Pernah sambil senyum-senyum nggak enak ia bercerita bahwa dulu sejumlah Malaikat disuruh Tuhan mengambil tanah liat di Bumi untuk bahan bikin Adam, tapi dihalangi oleh

Iblis, yang sejak 1000 tahun sebelumnya sudah punya Kerajaan di Bumi. Yang akhirnya berhasil ambil tanah “lempung” adalah taktik Malaikat Izroil. Beliau meladeni duel melawan Iblis yang menghalangi tugasnya. Nah, ketika perkelahian terjadi, Malaikat Salim yang diam-diam diajaknya serta turun dari langit ke Bumi: mengambil segenggam besar tanah liat. Iblis merasa terjebak oleh siasat Izroil, naik pitam, berlari mengejar Izroil dan Salim dari bumi hingga langit. Ketika Izroil terbang dan melompat ke Sorga, sejumlah tanah sorga terlempar oleh kaki beliau. Petilan tanah Sorga itu terjatuh ke Bumi, dan menjadi Indonesia. Kalau narasi Mujassimah Markesot itu dosa, Allah yang menghukum Markesot. Tapi semoga Allah mengampuninya. Sebab maunya dia itu bersyukur atas karunia Allah yang berupa Indonesia. Segala-galanya tentang Indonesia adalah rahmat dan barokah. Sekadar terbersit saja kata Indonesia dalam ingatan, merekahlah kegembiraan. Benihbenih kegembiraan di tanah Indonesia, menumbuhkan pohon-pohon kebahagiaan bagi siapapun saja yang tinggal di atasnya, dari zaman ke zaman. Putra ragil Pak Kuswoyo, yakni Kusyoko, alias Yok, mengabadikannya: “Orang bilang tanah kita tanah Sorga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman”. Keluarga Kuswoyo adalah manusia-manusia pensyukur, dan hidup di dunia khusus untuk menyebarkan kegembiraan sejak era 1960-an hingga kini. Maka karya terakhir Yok Kuswoyo yang saya tahu adalah lagu lembut mendalam dengan lirik terjemahan Al-Fatihah. Tanah air Indonesia Raya adalah salah satu karya unggul Allah swt dari kandungan kegembiraan-Nya. Maka ummat manusia yang tinggal di Indonesia selalu bermurah hati kepada seluruh penduduk dunia, menggembirakan para tetangga dan tamu-tamunya. l Joko Umbaran Yoyga, 18 November 2017

YAngo`an Potèh Tolang, Setnov Andaikan Markesot dikenal oleh Setya Novanto dan ditanya tentang keadaannya hari-hari ini, mestinya Markesot menjawab begini: “Etembang potèh mata, ango`an potèh tolang, ta`iye!“. Daripada mata tinggal putihnya karena malu dan terhina, lebih baik mati badan tercabikcabik tinggal tulang putih”. “Apa yang kau mau pertahankan lagi? Kau banting sendiri martabat dan harga dirimu, dan kini semua orang sekampung menginjak-injakmu? Kau menelanjangi dirimu sendiri bulat-bulat di spotlight panggung nasional dan dunia. Kau hancurkan sendiri eksistensi dan reputasimu, dan burung-burung pemakan bangkai mencabik-cabik nasibmu, mencucupi dan mereguk darahmu. Kepalang, Setnov. Daripada hidup bercermin bangkai, lebih baik mati berkalang tanah…” Memang Setnov sedang berhadapan dengan tiga kekuatan. Pertama, Tuhan yang menciptakan dan menghidupkannya. Kedua, KPK dan sistem hukum Negara. Ketiga, suara-suara dari kegelapan yang melemparinya ancaman-ancaman terhadap keselamatan nyawanya, nyawa anak istri dan keluarganya. Pastilah yang terakhir itu yang paling mengerikan baginya. Kalau ada yang ditangkap oleh petugas hukum karena korupsi, atau pelanggaran hukum apapun, yang kebetulan kenal dan punya nomor HP-nya —kirimlah ucapan selamat melalui SMS atau WA atau BBM: “Selamat ya, Anda sedang berjuang menegakkan kebenaran. Semoga berkah Allah menaburi Anda sekeluarga”. Tapi mustahil Markesot orang bawah kenal dengan KH (HC) Setya Novanto yang levelnya nun di atas. Tapi mungkin Anda mengenalnya, dan mungkin berkenan memberi ucapan selamat kepadanya. Lantas mungkin ada yang bertanya “Kok kasih ucapan selamat kepada orang yang ditangkap dan akan mau masuk bui?”. Atau ada yang menambahkan “maling kok disebut sedang berjuang menegakkan kebenaran?”. Maling kan posisi manusia ketika mencuri. Pulang ke rumah ia bapak dan suami yang sayang anak-anak dan istri. Sesudah itu ia pergi ke manapun memanggul utang kepada kehidupan, atas dasar pencuriannya. Selama ia belum membayar utang, ia masih berposisi salah dan minus. Begitu ditangkap, diproses hukum kemudian dipenjarakan: ia menjalani kebenaran menuju titik Nol. Salah + dihukum = benar. Salah + tidak dihukum = salah kuadrat. Orang yang tinggal di penjara adalah para pejuang dan penuntas kebenaran. Ia benarbenar harus berjuang dengan ketahanan dan kesabaran, sebab posisinya minus (-). Nanti begitu masa hukumannya habis, posisinya Nol kembali. Manusia itu 0, seolah-olah ada. Hanya Allah yang 1, yang sejati ada. Baqa`. Allah Ahad. Tunggal. Ketuhanan Yang Maha Tunggal. Sedangkan manusia itu Fana, sejatinya tiada. Kemesraan cinta antara Allah dengan manusia adalah aransemen 01010101 Dunia Maya sampai tak terhing-

ga: semua penghuni Bumi kini sedang menikmati kemesraan itu melalui gelembung IT, cumbu rayu animasi dan persilangan hologram antara ada dan tiada. Akan tetapi Setnov kini “sangat ada” karena wajahnya sangat muncul di titik minus-sekian. Kalau yang dihadapinya sekadar KPK dan hukum Negara, tidak pelik: “Songsonglah badai. Terjun masuk ke kawah api. Dengan dada terbuka dan wajah tegak, tampillah duduk gagah di kursi pengadilan. Buka blak-blakan semua yang selama ini disembunyikan, sebut semua nama-nama itu, yang seharusnya menemanimu di sel-sel penjara”. “Engkau tidak sendirian berkubang kedhaliman. Kau hanya bagian menonjol dari orkestra-orkestra besar maupun kecil, dan engkau bukan pemetik gitar tunggal. Korupsi di Negerimu adalah sebuah sistem besar, habitat yang akut, budaya yang mendalam hingga ke cara berpikir serta naluri perilaku. Mungkin juga mafia besar yang sistemik-strategis. Bahkan mungkin sudah mulai bisa disebut peradaban…” KPK mestinya tahu persis berapa jumlah Setnov di tumpukan map-mapnya. Juga tidak mungkin tidak tahu berapa jumlah dan siapa saja anggota Orkestra Setnov. Ia berposisi strategis untuk mungkin menjadi “pahlawan”, dengan perjuangan mendorong pengembangan dari “Pengadilan gitar tunggal” menjadi “Pengadilan Orkestra”. Tetapi sebagaimana sejumlah terhukum korupsi sebelumnya, Setnov mungkin tak punya daya untuk melewati jembatan “Jer basuki mowo beo”: perjuangan meminta ongkos pengorbanan. Mahalnya “mowo beo” yang ditimpakan mungkin takkan tertanggungkan olehnya. Sampai-sampai tiang listrik, suntik infus kanak-kanak serta jidat dan bakpao ia libatkan. Semua orang sedang nobar untuk tahu apakah Setnov adalah Superman ataukah Supermie. Padahal kalau urusannya “hanya” dengan Allah, jalan dilapangkan olehNya juga: “Orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal”. [1] (Ali ‘Imran: 135-136) Kalau “mowo beo” itu dieksekusikan, keluarganya dinantikan oleh Malaikat Ridlwan dan para Mujahidin serta Syahidin di sorga, dan ia sendiri punya kemungkinan yang sama. Karena berani menguakkan kebenaran dalam kehidupan di dunia. Qulil haqqa walau kana murran. Ungkapkan kebenaran, meskipun pahit. Atau bahkan jauh lebih dari sekadar pahit. l Emha Ainun Nadjib Yoyga, 19 November 2017

l Spirit Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita

CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2018 l

JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an l

Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan

Januari-Rememberance 27 in 72…, 72 in 27

Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart!

Januari PARA : Bill Saragih, Michael Schumaeher, Issac Newton, Mooryati Subadiyo, Kahlil Gibran, IBM Dharma Palguna, Ibu Kasoer, Ridho Rhoma, Dewi Pradewi, Susi Pujiastuti, Maharani MM Raniraning, Aristotle Onassis, Alex Ferguson, All Capone, Muhammad Ali, Ari Lasso, Pep Guardiola, Gitaning Nirmala Palupi, Reina Caesilia Nina, Raudal Taying Banua, Arjen Robben, Jenderal Soedirman, Basuki Abdullah, Mayumi Isawa, Komang Gede Aryasa, Ragil S. Pragolapati, Teguh Ranusastra Asmara, Jose Manrinho, Putri Susanti, Jaya Suprana, Agus Roisalam, Agung Bawantara. HUBUNGI dan Aktif Mengikuti Wayan Jengki Sunarta via Facebook dua(2) Minggu sebelum KOMUNITAS ANDA di JKP-109


D aerah

16

Minggu Umanis, 25 Februari 2018

Gara-gara Cincin Gyges

Lagi, Toya Devasya Raih Penghargaan PRESTASI membanggakan kembali ditorehkan tempat wisata Toya Devasya Natural Hot Spring dan Ayurvedic Spa, Kintamani tahun 2018. Bagaimana tidak, tahun ini Toya Devasya meraih penghargaan dengan kategori The Most Highly Recomended Villa & Restaurant In Customer Satisfaction Of The Year 2018. Penghargaan diterima Manajer Villa Toya Devasya Ni Nengah Kariani bertempat di Bandara International Hotel Tangerang, Jumat (23/2) malam. Owner Toya Devasya I Ketut Marjana mengatakan, Toya Devasya bukan kali ini saja mendapat penghargaan, tetapi ini penghargaan yang keempat kalinya diraih selama kurun waktu dua tahun terakhir. Kata Marjana, penghargaan yang diraih ini berdasarkan survei dan penilaian yang dilakukan oleh Indonesia Development Acchievement Foundation karena Toya Devasya dipandang telah berhasil melakukan perubahan yang cepat dan mendasar terhadap pengelolaan usaha, penyediaan produk, perbaikan pelayanan dan

PENGHARGAAN - Manajer Villa Toya Devasya Ni Nengah Kariani saat menerima penghargaaan ‘’The Most Highly Recomended Villa & Restaurant In Customer Satisfaction Of The Year 2018’’. penyediaan sarana usaha, sehingga kinerja perusahaan terus mengalami peningkatan signifikan. ‘’Ini adalah penghargaan ke-4 dalam dua tahun terakhir. Tentu penghargaan ini merupakan cerminan dari apresiasi publik serta berbagai perbaikan yang telah kita dilakukan selama ini, baik menyangkut layanan, produk atau pun sarana yang talah diberikan oleh Toya Devasya,’’ katanya.

Dengan penghargaan ini, pihak manajemen memiliki tekad besar untuk terus-menerus melakukan pembenahan dalam rangka memenuhi keinginan dari pengunjung. ‘’Kita harap atas berbagai penghargaan yang diperoleh terus memacu pemimpin dan karyawan Toya Devasya untuk tidak henti-hentinya bekerja keras dan mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada pengunjung,’’ terangnya.

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini pihaknya telah menambah fasilitas yakni coffe house dengan penataan secara spesifik yang pembuatannya menggunakan kayu dan bambu lokal. Hal ini sebagai ciri kalau pihaknya menggunakan produk lokal dalam pembangunan tersebut. Dan untuk pengerjaan fasilitas ini sudah selesai dilakukan dan mulai difungsikan. Kata Marjana, dengan tambahan coffe house ini nantinya memberikan ikon tersendiri di Toya Devasya karena coffe house ini pihaknya menyajikan kopi Kintamani yang secara rasa sudah dikenal dunia. Maka dari itu, Toya Devasya akan mencoba merintis untuk menyajikan kopi Kintamani ini yang selama ini belum ada yang menyajikan secara khusus kopi Kintamani ini. ‘’Coffe house ini mampu menampung sekitar 150 orang dan ke depannya kita akan perluas lagi agar bisa menampung 250 orang. Dan coffe house juga dilengkapi kelambu untuk menambah keindahan tempat,’’ terang Marjana. (ad)

Tumpek Wayang

Ratusan Warga Nusa Penida Ikuti Upacara ’’Sapuh Leger’’ RATUSAN warga Nusa Penida Kabupaten Klungkung mengikuti upacara Matatah, Sapuh Leger, Bebayuh Sanan Empeg, Pangelukatan Gangga Pratista lan Ngeraja Singa/ Ngeraja Swala massal yang diselenggarakan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan Majelis Alit Desa Pakraman (MADP) Kecamatan Nusa Penida pada rahina Tumpek Wayang Kajeng Kliwon, Sabtu (24/2) kemarin. Ketua PHDI Kecamatan Nusa Penida Nyoman Suarta mengatakan, upacara yang berlangsung di Balai Desa Batununggul Kecamatan Nusa Penida ini diikuti 745 orang terdiri dari 329 peserta matatah, 226 peserta sapuh leger, 72 peserta sanan empeg, 71 peserta gangga pratista serta 46 peserta ngeraja singa/sewala. Upacara manusa yadnya ini yang ketiga kalinya sejak 2011. ‘’Karena animo masyarakat yang tinggi untuk mengikuti upacara massal serta jumlah peserta yang terus bertambah, sehingga kami sepakat untuk kembali menyelenggarakan kegiatan ini,’’ ujarnya. Seluruh biaya berasal dari iuran para peserta. Untuk matatah dan sapuh leger Rp 350 ribu, upacara sanan empeg dan pangelukatan gangga pratista Rp 200 ribu, serta

peserta upacara ngeraja singa/ sewala Rp 100 ribu. Total dana yang terkumpul sebesar Rp 211.800.000. Ada pula punia dari donatur. Upacara berlangsung khikmad dan lancar. Suasana mengharukan terjadi pada sesi guru puja. Para peserta melakukan sungkem di kaki orangtuanya sebagai wujud hormat bakti dan permintaan maaf. Ditambahkan, pelaksanaan kegiatan upacara massal ini untuk memberikan tuntunan dan pelayanan kepada umat tentang bagaimana pelaksanaan upacara yang sesuai petunjuk sastra. Selain itu untuk memenuhi permintaan umat utamanya yang belum mampu melaksanakan upacara sendiri, akibat terkendala masalah biaya. ‘’Ini untuk meringankan beban umat dalam melaksanakan upacara,’’ sebut Suarta. Upacara ini di-puput 8 sulinggih yakni Ida Pedanda Wayahan Keniten dari Geria Sengguan, Ida Sri Mpu Dharma Kumala dari Geria Galiran, Ida Rsi Bujangga Geria Penatih, Ida Dukuh Clagi dari Geria Pinatih, Ida Pandita Rsi Agung Dwijaksara dari Geria Purna Asram Kutampi, Ida Rsi Begawan Dharma Sadhu Sidhi dari Geria Sukayadnya Karangsari, Ida Pandita Mpu Nabe Daksa Jaya Dhiana dari

MATATAH - Suasana warga Nusa Penida mengikuti upacara Matatah, Sapuh Leger, Bebayuh Sanan Empeg, Pangelukatan Gangga Pratista lan Ngeraja Singa/ Ngeraja Swala massal yang diselenggarakan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan Majelis Alit Desa Pakraman (MADP) Kecamatan Nusa Penida pada rahina Tumpek Wayang Kajeng kliwon, Sabtu (24/2) kemarin. Geria Baledan Klumpu serta Ida Pandita Dukuh Segening dari Geria Batumulapan. Pjs. Bupati Klungkung I Wayan Sugiada dalam sambutannya yang dibacakan Asisten II Ketut Suadnyana berharap kegiatan ini akan terus berlanjut karena sebagai cerminan hidup manusia yang selalu harus tolong-menolong dan ringan tangan membantu yang kurang mampu. Lewat upacara

suci yang didasari dengan niat yang tulus ini dirinya juga berharap akan lahir generasi penerus yang bermoral dan berakhlak mulia, sehingga akan membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Pada upacara tersebut turut hadir Ketua DPRD Wayan Baru, Ketua PHDI Kabupaten Klungkung Putu Suarta, Camat Nusa Penida serta perwakilan OPD terkait. (ad)

Kurangi Laju Sampah Plastik ke Laut

Danone-AQUA Bersihkan Pantai Kedonganan DANONE-AQUA yang merupakan pelopor Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Indonesia sejak 1973, mempunyai perwujudan visi dan komitmen dalam mengelola operasional secara bertanggung jawab dalam sosial dan lingkungan. Di samping juga mengembangkan inisiatif AQUA Lestari yang terdiri dari empat pilar yaitu, Perlindungan Sumber Daya Air, Pengurangan C02, Optimalisasi Kemasan dan Pengumpulan Sampah Kemasan, Distribusi Produk secara Berkelanjutan. Sebagai salah satu wujud komitmen terhadap lingkungan, Sabtu (24/2) kemarin Danone-AQUA bergabung dengan One Voice One Island (OVOI) melakukan gerakan bersih pantai di Pantai Ke-

donganan, Badung untuk mengurangi laju sampah menuju lautan, khususnya di daerah wisata. Ratusan orang dari berbagai kalangan, seperti pemerintah, masyarakat, wisatawan, pelaku usaha, industri perhotelan, LSM, ekspatriat dilibatkan dalam aksi peduli kebersihan pantai tersebut. Site Manager Pabrik AQUA Mambal Forcy Tjahyana Tjandra mengatakan bahwa partisipasi Danone-AQUA ini sekaligus untuk menyambut Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2018 yang bertema ‘’Sayangi Bumi, Bersihkan dari Sampah’’. ‘’Kami turut mengerahkan ratusan karyawan dari Pabrik AQUA Mambal, Depo Mahendradatta, mitra, pelajar, komunitas serta masyarakat sekitar Pan-

BPM/win

SAMPAH - Site Manager Pabrik AQUA Mambal Forcy Tjahyana Tjandra (kanan) bersama karyawan Pabrik AQUA Mambal dan stakeholder terkait saat melakukan bersih-bersih sampah di Pantai Kodonganan, Sabtu (24/2) kemarin.

tai Kedonganan untuk turut membersihkan pantai. Bagi kami pengelolaan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, sehingga kontribusi seluruh pihak penting untuk menciptakan bumi yang bersih dari sampah,’’ ujar Forcy, Sabtu (24/2) kemarin. Upaya untuk mengurangi laju sampah di lautan telah menjadi salah satu prioritas pemerintah Indonesia. Sebab, berdasarkan penelitian Dr. Jenna Jambeck dari Universitas Georgia yang dimuat dalam Jurnal Science (sciencema.org), dikatakan, Indonesia membuang limbah plastik sebanyak 3,2 juta ton, dan berada di urutan kedua sebagai negara penyumbang sampah plastik ke laut setelah Cina. Oleh karenanya, dalam pengelolaan sampah kemasan plastik, Danone-AQUA ingin berkontribusi menyelesaikan permasalahan sampah di Indonesia, terutama untuk mengurangi sampah plastik di laut sebanyak 70% pada 2025. ‘’Kami berambisi untuk mengambil kembali lebih banyak sampah kemasan plastik dari yang dihasilkan pada tahun 2030 dengan mengembangkan berbagai inisiatif,’’ tandasnya. Terkait sampah, khususnya sampah plastik, selain melakukan inovasi kemasan produk dengan mengurangi berat kemasan hingga >20% dari berat total, DanoneAQUA juga telah membangun enam Unit Bisnis Daur Ulang atau Recycling Business Unit (RBU) di Tangerang Selatan, Bandung, Bali dan Lombok dengan total kapasitas kelola

sampah sebesar 12.000 ton/ tahun. Untuk sampah laut, Danone-AQUA menginisiasi pengangkutan sampah kemasan plastik dari Pulau Untung Jawa di Kepulauan Seribu untuk dikelola kembali menjadi produk ekonomis, seperti garmen dan fashion yang bekerja sama dengan H&M. Semua upaya tersebut merupakan kolaborasi Danone-AQUA dengan penggiat sampah di antaranya ADUPI (Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia). DanoneAQUA juga merupakan pendiri PRAISE (Partnership and Recycling Alliance for Indonesia Sustainable Environment) dengan lima perusahaan lainnya, yang bertujuan membangun advokasi atas pengelolaan sampah plastik dan mendorong sinergi semua pemangku kepentingan untuk menciptakan solusi yang efektif. Sementara itu, di Bali Danone-AQUA mendorong dua RBU di Kesiman dan Tohpati yang mengelola sampah botol plastik dari Denpasar dan sekitarnya melalu jaringan pemulung, TPS3R dan Bank Sampah untuk dicacah menjadi cacahan/flakes. Dengan dukungan Danone-AQUA, RBU ini membangun fasilitas klinik kesehatan, di mana para pemulung dapat berobat gratis dan juga mendapatkan akses BPJS. ‘’Saat ini, kapasitas kedua RBU tersebut mencapai 6.000 ton/tahun dan mempekerjakan 80 orang yang terdiri dari pemulung, dan masyarakat sekitar,’’ pungkasnya. (bns1)

NYARIS semua orang mampu hidup menderita, namun untuk mengetahui tabiat asli seseorang, cobalah beri dia kekuasaan! (Abraham Lincoln). ‘’Kekuasaan mirip morfin! Setelah tahu kenikmatan palsu yang dirasa karena kekuasaan, penikmatnya akan ketagihan akan mempertahankan bahkan menambah porsi kenikmatannya. Jarang yang cepat sadar kalau overdosis menyebabkannya kehilangan segalanya. Meski Presiden ke-16 Amerika Serikat tersebut tahu dan hati-hati risiko kekuasaan, namun timah panas yang dikirim pemain sandiwara John Wilkes Booth yang diduga sakit jiwa, menamatkan riwayatnya. Pengaruh kekuasaan sebenarnya melebihi narkotika, sehingga relasi konfliktual mendominasi perikehidupan manusia. Gara-gara kekuasaan, hubungan persahabatan saat kanak-kanak berubah menjadi perseteruan buyutan tujuh turunan. Tidak sedikit saudara sekandung pecah berantakan akibat perbedaan kepentingan bernuansa politik. Akan membantu bila keluarga memiliki album foto, sebagai pengingat bahwa keluarga tidak perlu berantakan akibat kekuasaan. Sebab, tidak ada istilah mantan kakak, adik, ibu dan bapak, khususnya dalam tradisi Nusantara,’’ urai Rubag. ‘’ Hari-hari datang dan pergi, dan kemarin bukan hari ini. Yang telah berlalu, biar berlalu, nikmatilah hari ini. Hari ini punya hari ini, hari esok itu soal nanti. Bergembiralah, berbahagialah, nikmatilah hari ini. Coba simak makna lagu jadul dari kelompok The Rollies yang berkiprah di kancah musik Tanah Air sejak 1967-1990! Juga puisi WS Rendra! Kemarin

dan esok adalah hari ini. Bencana dan keberuntungan sama saja. Langit di luar, langit di badan, bersatu dalam jiwa. Apakah lirik lagu dan sajak tersebut tidak memengaruhi perilaku politik dan kekuasaan di negeri ini, sehingga perpecahan bangsa ini seakan dimulai dari keluarga, seperti yang kau singgung? Memang dalam sejarah nasional seperti cara Ken Arok mendapat kekuasaan pun terjadi gorogoro di tengah keluarga yang distigma sebagai Kutukan Mpu Gandring. Dari tokoh yang juga dikatakan sebagai leluhur Majapahit yang kemudian bergelar Sri Rajasa Bhatara Sang Amurwabhumi, kita memetik hakikat kalau dambaan hidup manusia adalah tahta, harta dan wanita,’’ ujar Made Surjanegara. ‘’Kalau boleh kukatakan, kekuasaan adalah mata ujian bagi para penguasa, apakah dia bermental pemimpin sejati atau sekadar serigala berbulu domba? Lincoln sebagai penganut budaya Greco Roman, tentu khatam segala ikhwal mitologi Yunani dan Romawi. Di Barat juga ada aktor fiktif mirip Ken Arok bernama Gyges. Dia awalnya manusia melarat berprofesi sebagai gembala yang diberi kepercayaan oleh Raja Lydia untuk mengembalakan ribuan domba kerajaan. Karena keluguan, kesetiaan dan kejujuran Gyges dipercaya. Suatu hari wilayah pengembalaan dilanda topan hebat, meskipun tidak lama namun semua hewan yang digembala lari berserabutan, sehingga yang tertinggal cuma si pengembala yang terpaksa tiarap di tanah buat menyelamatkan diri. Sebagai tanggung jawab, Gyges mencari ke sana ke mari domba-domba itu, tapi seekor pun tidak dijumpainya. Akhirnya, dia masuk ke goa yang dikiranya tempat para domba sembunyi, namun yang disaksikannya tumpukan ratusan mayat. Sesosok mayat dilihatnya mengenakan cincin, yang kendati tidak tampak menarik, namun sebagai bukti bahwa dia sudah berupaya mencari hewan yang hilang pada raja, dia mengambil cincin dan dikenakannya,’’ tutur Nyoman Muka.

‘’Wah, itu cerita Plato dalam risalah ‘Republik’, yang juga sempat kubaca. Dalam perjalanan ke istana, dia juga terus menanyakan pada masyarakat kalau mereka melihat domba-domba yang lari kucar-kacir, tapi tidak ada yang mengaku melihatnya. Ada suatu keajaiban yang dialami Gyges saat nimbrung bersama masyarakat. Dia berkali-kali menghilang dari pandangan kawan-kawannya, tatkala batu cincin yang dikenakannya diputar ke dalam dan digenggamnya. Itu dibuktikannya saat mereka sibuk mencarinya padahal dia masih ada di tempat. Karena ingin menguji keajaiban batu permata lebih lanjut, dia pergi ke istana dan tidak seorang pun penghuni kerajaan melihatnya. Tiba-tiba kepribadian yang membalutnya selama jadi gembala sebagai orang yang lugu, setia dan jujur berubah ke wujud asli. Dia bunuh raja, mengawini istrinya dan merebut kekuasaan tanpa ada yang berani menentang,” tambah Wayan Wijaya. ‘’Lincoln benar-benar penganut budaya Greco-Roman. Namun refleksi dari mitos itu berlaku universal. Nyaris semua politisi dunia menerapkannya dalam politik praktis. Ambil contoh di negeri ini, yang tatkala demonstrasi marak terjadi menjelang runtuhnya Orde Baru. Semua demonstran mengaku membela rakyat dari himpitan tirani kekuasaan otoriter. Namun setelah reformasi bergulir dan Orba tutup lapak, para mantan demonstran yang seperti mendapat durian runtuh malah menggiring demokrasi ke arah kegelapan. Mereka lupa saat berdemo dulu, mulut mereka berbusa-busa meneriakkan slogan vox populi vox Dei atau suara rakyat adalah suara Tuhan. Kini gara-gara Cincin Geyges, suara rakyat dianggapnya suara hantu dan harus dibungkam. Undang-undang yang akan mengunci mulut rakyat sudah disahkan. Peringatan bagi mereka yang dianggap kepo, nyinyir dan nyebelin dimasukkan ke hotel prodeo satu per satu dan kita kembali ke Orde Baru jilid berikut, sungguh prihatin!’’ komentar Anom Wijaya. (aridus)

Memaknai Bayuh Sapuh Leger

Membangun SDM ’’Suputra’’ yang Menghargai Waktu TUMPEK Wayang diidentikkan dengan sebuah tradisi, bayuh oton sapuh leger bagi anak yang lahir pada wuku Wayang. Bagi anak yang lahir pada wuku Wayang diberikan bayuh oton yang khusus, sebab anak tersebut dianggap salah wadi atau lahir salah, sesuai dengan nama wuku. Menurut mitologi Kalapurana, anak ini dapat disantap oleh Batara Kala. Untuk menghindarinya perlu di-bayuh dengan panglukatan Sang Mpu Leger, yakni panglukatan dengan sarana tirtha wayang. Bayuh oton bagi anak yang lahir pada wuku Wayang memerlukan jenis upakara yang besar dan harus menanggap wayang serta diselesaikan oleh dalang yang ahli untuk itu. Dalang ini disebut Sang Mpu Leger. Pagelaran wayang bayuh oton biasanya menghambil cerita Batara Kala. Tumpek Wayang itu sendiri merupakan tumpukan dari waktu-waktu transisi dan hari itu jatuh pada Sabtu/Saniscara Kajeng Kliwon, Wayang. Saniscara merupakan hari terakhir dalam perhitungan Saptawara; Kajeng adalah hari terakhir dalam perhitungan Triwara; dan Kliwon merupakan hari terakhir dalam perhitungan Pancawara. Sedangkan Tumpek Wayang adalah tumpek terakhir dari urutan enam tumpek yang ada dalam siklus kalender pawukon Bali. Dengan demikian dapat disimpulkan, Tumpek Wayang menjadi hari yang penuh dengan waktu-waktu peralihan, dan oleh karenanya anakanak yang lahir pada saat ini ditakdirkan mengalami gangguan emosi. Untuk melawan akibat keadaan yang tidak menguntungkan itu, orang Bali melakukan upacara ‘’penebusan dosa khusus’’ yang dinamakan pangelukatan sapuh leger. Seperti yang dilakukan 70 siswa di ling-

BPM/sue

SAPUH LEGER - Siswa Dwijendra saat menjalani upacara sapuh leger oleh Dalang I.B. Ngurah Raharja dari Geria Buduk. kungan Yayasan Dwijendra Denpasar secara gratis, Sabtu (24/2) kemarin. Dengan harapan Hyang Widhi akan menganugerahkan nasib baik pada anak itu dan menjamin bahwa hari ‘’lahir yang tidak baik’’ itu tidak akan berpengaruh buruk pada perkembangan selanjutnya. Upacara di-puput Ida Pedanda Istri Gede Simpangan Manuaba dari Geria Simpangan, Buduk. Sementara panglukatan sapu leger dilakukan Dalang Ida Bagus Ngurah Raharja. Pengamat agama Hindu yang juga Ketua Yayasan Dwijendra Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum. menjelaskan upacara ini juga untuk memperhalus budi dan membangun karakter positif dan membantu masyarakat. Dengan demikian mereka ini akan menjadi SDM Bali yang suputra. Dikataknnya, kata ‘’kala’’ secara etimologi berarti waktu, ketika, saat atau zaman. Jadi Batara Kala artinya dewa waktu atau penguasa waktu. Dari asalusul etimologi tersebut, dapat disimpulkan bahwa mitos sapuh leger mengandung ajaran, petunjuk, dan pesan yang berdimensi temporal, yakni hendakny-

alah orang dapat menguasai waktunya (sendiri) dan tidak membuang-buang waktu untuk perbuatan yang tak ada manfaatnya bagi diri sendiri, keluarga maupun masyarakat luas. Mengatur waktu dengan sebaik-baiknya, katanya, niscaya akan besar sekali mengaruhnya bagi keselamatan dan kesejahteraan. Amanat yang terkandung dalamnya adalah bersifat korektif berupa peringatan kepada umat manusia untuk menghargai waktu (kala), dan mewaspadai pertemuan ‘’transisi’’ dua kutub, akibatnya membawa pengaruh positif maupun negatif. Pengaruh positif apabila dua komunitas terjadi atau berlangsung selama ada kesamaan makna, komunikasi akan berjalan baik. Apabila sebaliknya, akan terjadi miskomunikasi yang bisa berdampak negatif. Dia setuju anak yang lahir di Wuku Wayang memiliki ciri dan karakter khusus. Mereka tak boleh dibiarkan berkembang secara liar, apalagi di tengah derasnya pengaruh negatif zaman TI. Menjadi kewajiban sekolah untuk membuat SDM ini mandiri dan menjadi SDM Bali berguna di masa mendatang. (sue)


Minggu Umanis, 25 Februari 2018

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Dbthkan Admin/Accounting Berpengalaman Dibidangnya.Lam Email:hrd@seasafaricruises.com

Bth.Gr Ekonomi,Kearsipan,Kores Sistelkom,BK.Hub:081337995868

B.BP.001.02.18.0001030

Butuh segera Sopir Hubungi 087861508606

B.BP.001.02.18.0001196

*****Urgent! Bar,Waitress,Cook Experienced Send CV to:Mamas German Rent,Telp.087760367932 / kadimamas@yahoo.co.id

B.BP.001.02.18.0001309

Dicari Mekanik Bengkel Mobil Pengalaman tidak Diutamakan Rajin,Jujur bisa Kerjasama dan bisa diatur Hub:085829417798

B.BP.001.02.18.0001298

Admin Pria bs Computer,Max.30 Th Min.SMA/SMK.Lam Krm Email: hrdbalidipta@gmail.com,9063903

B.BP.001.02.18.0001267

Cr Sgr 15Org Staf Public Area (HK)Min.SMA,Niat Kerja,Serius, Jujur,Disiplin&Tanggung Jwb bs di Area NusaDua(Gaji UMK+BPJS) KDA Jl.P.Moyo No.27A-B/727529

B.BP.001.02.18.0001274

Dcr Krywti Adm D3 bs Komputer Bw Lamaran ke KIA Motor Jl. Gatsu Barat 425 Dps,utk Admin Cabang Tuban Kuta Bali

B.BP.001.02.18.0001246

Dcr Driver utk Spa di Jimbaran Hub: 0361-704664/085100638867

B.BP.101.02.18.0001258

Dcr Sales & Admin Segera Bawa Lamaran ke Jl.Veteran 85 Dps

B.BP.001.02.18.0001242

Dcr Sales Counter,Supir Pariwisata,Hub Merrys Travel 0361-238041

B.BP.004.02.18.0001289

Dicari Segera Chef Seafood Hubungi 08113637100

B.BP.004.02.18.0001249

Dcr Sopir u/Krm Brg ke Hotel & Rest.Lam di bawa ke Jl.Gn. Lumut No.63 Telp.(0361)9063903

B.BP.001.02.18.0001266

Dibthkan Office & acct Ass bs Bhs Inggris unt Htl & Rest krm email: info@balifoods.con B.BP.101.02.18.0001259

Dibutuhkan Segera Drafter untuk Kontraktor,Hubungi Nomor Telp:081916233011

B.BP.820.02.18.0001307

BIRO JASA

Dicari Admin Wnt/Laki2.Lam Ke PT.Ultranindo Sedayu Jl. T.Umar Brt 288X.Telp:8476144/8447020 Dicari Karyawati Jaga Stand Di Clandys Buluh Indah.Gaji 1,5Jt Hubungi:082145530990

B.BP.001.02.18.0001295

MITSUBISHI

Dijual PickUp Hitam Mitsubishi Colt T th’2013 Hb:082144438416

B.BP.001.02.18.0000945

Dicari Kasir (Max 30Th),Min D3 Bs.Komp,Lam:Tk.Gayathri Dupa Wangi,Jl.Gatsu Timur 85XX Kav IV,(Depan KFC Nangka), Dps T.0361-239980/085716151818

B.BP.001.02.18.0001317

NISSAN

Nissan Livina XR/AT 2009,Grey Hub:08164749049/085100647686

B.BP.001.02.18.0001293

B.BP.004.02.18.0000415

Dicari Staff Acounting Min.D3 pengalaman di Travel. Send CV ke:balilobitour@gmail.com Tlp.082146555666 B.BP.001.02.18.0001314

Dicr Krywan/Wati Utk Bag Kasir Pramuniaga,Teknisi Kelistrikan Mesin Pendingin,Krm Lamaran ke Nirmala Supermarket/Email ke manhrd.nirmalasupermarket@ gmail.com Telp.081338868861 B.BP.001.02.18.0001145

Dicr Sgr Staff Sushi.Lam Langs ke Kokoya Jln Danau Tamblingan No.178 Sanur.Telp:0361-289252

JASA BIRO JASA

BALI WANGI JASA KURAS

LIMBAH MELAYANI MAMPET

BERGARANSI KLOSET, WASTAFEL, BATHUB SALURAN AIR, SALURAN DAPUR

0877 6129 5235 081 238 450 210 C.0000620-brj

BIRO JASA

KIA

Picanto 2012 MT Putih Bagus Siap Pakai 92Jt H:081328760888

B.BP.001.02.18.0001284

JASA BIRO JASA

SUZUKI

Need Accntg,Female/FrshGrdt,CV to:industrialseafood@gmail.com Urgent!Need Rsrvtion,Operation, Asst product for Pulse Travel Bali.Fluent English,Ms Excel, Ms Word, Min S1 Pls send to: info@pulse-indonesia.com Telp: 0361 764 028 / 029 B.BP.001.02.18.0001232

Urgently Need:Legal Admin Engl Visa&CompanyDocsCV+ExpSalary Email:docs.bless12@gmail.com B.BP.001.02.18.0000896

SERVICE BIRO JASA

B.BP.001.02.18.0001283

TOYOTA

Avansa’16 G Manual Putih Komplit,Istimewa 081999621166

B.BP.001.02.18.0001229

Avanza G’18 DP 28,8Jt Kredit 5 Th Langsung A/N T.087762984309

B.BP.159.02.18.0001297

Corolla DX’80 MsnHalus Body KencengH:17NgHb.085238993789

B.BP.166.02.18.0001313

Dijual Mobil Innova Th 2008 Hub:0361-235700 M:08123840636

B.BP.004.02.18.0001288

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DIJUAL RUMAH

DIJUAL TANAH

Dijual Rmh 9A Kayuputih Bllg DP 10% bunga Krd 1% perbln Hub:082236881191/081805374433

Djl Tnh 24Are,Baturiti Tbn Hrg 20Jt Nego,H:08123665040 BU.TP

B.BP.004.02.18.0000069

Dijual Rmh TP 45/80 Jl.Taruna Jaya Br.Delod Puri Kediri, Tabanan Hub:081272206739 B.BP.001.02.18.0001213

Djl Rmh&Ruko Siap Huni Rp.1,7 Nego Jl.AkasiaXVI,08123861163

B.BP.001.02.18.0001291

DISEWAKAN RUMAH Dikontrakan Rmh 2Lt Jl.Tukad Badung 35Jt/Th H.081236966746 B.BP.001.02.18.0001301

Dkont Rmh 3KT Fas Lkp Prm Puri Tmn B/22 35Jt Ng,081237036773

DICARI RUMAH Cari Rumah Dalung Budget 9-10 Jt/Th. Hubungi:081558847042 B.BP.001.02.18.0001095

DIJUAL TANAH Dijual Lahan 3 are Jl.Nangka Gg.Nuri. tanpa Perantara Hub:08123803813 B.BP.001.02.18.0001007

DIJUAL RUMAH SALON

DIJUAL RUMAH

DIJUAL MOBIL SERVICE

DIJUALRUMAH MOBIL DIJUAL

DIJUAL RUMAH

JASA KURAS

LIMBAH MELAYANI MAMPET

BERGARANSI KLOSET, WASTAFEL, BATHUB SALURAN AIR, SALURAN DAPUR

0877 6129 5235 081 238 450 210 C.0000620-brj

SERVICE BIRO JASA

Anak Sekolah Anak Sekolah Bali Post Bali Post

Bali Now Bali Now

l l o o o o h h c c S S o o t t Goes Goes

FESTIVAL FESTIVAL MUSIKAL MUSIKAL PUISI BALIPUISI 2018BALIDaftarkan 2018 Gratis

s i t a r G Sekolah kamu

Daftarkan

Sekolah kamu � Prestasi kamu� Prestasi kamu Semua Peserta tayang di Bali TVSemua Peserta tayang di Bali TV 10 Peserta terpavorit mendapat 10 hadiah Peserta terpavorit�mendapat hadiah Guru � Prestasi kamu � UMUM Prestasi Guru kamu � UMUM menarik dan setiap peserta menarik dan setiap peserta � Prestasi kawanmu � MAHASISWA � MAHASISWA mendapat piagam mendapat piagam� Prestasi kawanmu

TERBUKA

TERBUKA

�

�

member card dan member card ANAK SEKOLAH � ANAKdanSEKOLAH Discount Ajeg Bali Discount Ajeg Bali � SEKEHA TERUNA � SEKEHA TERUNA �

SMS / WA SMS / WA Redaksi Program Bali TV Program Bali TV Redaksi

Pendaftaran SMS/WA

B.BP.001.02.18.0001020

Hny 5 Kavling! Rp.175Jt/are Net @Jl.RayaPering-Saba0817340222

B.BP.001.02.18.0001243

Tanah Tkd Badung XVI hdp barat 8.5are 800jt Nego 085237316076

B.BP.001.02.18.0001022

DIJUAL RUKO Dijual 1 Unit Ruko Kuta Square Tanpa Perantara.H:087860391088 B.BP.001.02.18.0001294

DISEWAKAN KANTOR Dswkn Kantor 100Jt & Coworking Jl.M.Yamin Renon,08123861163 B.BP.001.02.18.0001292

B.BP.001.02.18.0001308

SERVICE SALON

BALI WANGI

WC

Splash GL Th 2012 Tgn 1,silver DK Denpasar.Hub:087862270180

B.BP.001.02.18.0001069

B.BP.001.02.18.0001075

B.BP.004.02.18.0001296

WC

DIJUAL MOBIL

Informasi pasang iklan Telepon

Pendaftaran 081802411818 0811397636308113976363 081802411818 0817 3610817 717 361 717 SMS/WA

RUPA-RUPA Atasi Rmh Bocor Dak Dinding Atap,P.Sefri 085100774702 Grns B.BP.001.02.18.0001316

Atasi Rmh Bocor Dak,Tlng,Dinding,dll Hub Pak Gd 087866293968 B.BP.001.02.18.0001299

Jual Alat Olah Raga Bekas Hub. 08123634805 atau 082131234798 B.BP.001.02.18.0001247


18

Asah

Minggu Umanis, 25 Februari 2018

Pertanyaan TTS No. 336 Mendatar: 1. Saat menjelang ajal tiba 5. Lapis ; Susun (AN) 8. Daun enau muda (Bali) 10. Pakaian yang sama bentuk dan coraknya 11. Almon 12. Nama lukisan atau ukiran berupa wajah kala atau raksasa 13. Kerja (Bali) 15. Racun 17. Tidak berbeda sedikitpun 20. Revolusi ; Gerakan (Jepang) 21. Suku asli Irian Jaya 22. Pesawat tempur Rusia 23. Sebuah negara dengan semboyan “Lestrois Glorieuses” 25. Udara murni 26. Tanda kelengkapan berupa baret, lencana, dll 30. Nama (Bali) 31. Kepul 32. Cuma-Cuma (Inggris) 33. Berhubungan dengan organ pendengar atau suara 34. Permisi ; Mohon ijin untuk tidak hadir (Bali) 35. Nama tanaman hias dengan bunga berbentuk terompet 36. Dibalik : Tenaga 37. Pegawai negeri sipil

Kuda Liar Terakhir di Dunia Ternyata Tidak Benar-benar Liar MUNGKIN agak mengecewakan bagi para penggemar kuda, tapi menurut hasil studi genetik baru kuda yang benar-benar liar sudah tidak ada dan bahwa satu populasi yang mendiami padang rumput Mongolia sebenarnya keturunan liar dari kuda hasil budi daya yang paling awal diketahui. Kuda Przewalski, yang sekarang jumlahnya sekitar 2.000 di Mongolia, sudah lama dianggap sebagai kuda liar terakhir--yang artinya tidak memiliki riwayat domestikasi-- tidak seperti kuda-kuda yang bebas berkeliaran seperti mustang di bagian barat Amerika Serikat yang merupakan turunan kuda yang dibawa ke Amerika Utara berabad-abad lalu oleh orang Spanyol. Namun, para peneliti mengatakan pada Kamis bahwa pemeriksaan genom lusinan kuda kuno dan modern menyimpulkan bahwa kuda Przewalski, yang selamat dari kepunahan abad ke-20, merupakan turunan dari kuda-kuda yang sudah dijinakkan di bagian utara Kazakhstan sekitar 5.500 tahun lalu oleh orang-orang dalam apa yang disebut budaya Botai. Para peneliti menunjukkan bahwa budaya Botai menawarkan bukti paling awal yang diketahui untuk kuda-kuda hasil penjinakan, namun bahwa kuda-kuda mereka bukan merupakan leluhur dari turunan kuda-kuda domestikasi modern. “Dunia kehilangan kuda yang benar-benar liar mungkin ratusan, kalau tidak ribuan tahun lalu, tapi kita baru mengetahui sekarang faktanya, dengan hasil riset ini,” kata ahli zooarkeologi dari University of Kansas, Sandra Olsen, salah satu peneliti. Sejarah manusia dan kuda sudah saling berjalin selama ribuan tahun. “Penjinakan kuda adalah inovasi kritis,” kata ahli arkeologi Alan Outram dari University of Exeter di Inggris, yang membantu memimpin studi yang hasilnya disiarkan dalam jurnal Science itu. “Kuda tunggangan adalah bentuk sarana transportasi paling cepat selama ribuan tahun, mulai dari Zaman Tembaga sekitar 5.000 tahun lalu sampai pada masa kereta uap. Bahkan kemudian hanya mobil yang benar-benar bisa menggantikannya secara luas. “Kuda merevolusi mobilitas manusia, perdagangan, dan alat perang,” tambah Outram. Kuda Przewalski, dinamai seperti orang Rusia yang

TTS Bali Post

Menurun: 1. Burung Walet (Bali) 2. Ubur-ubur (Jepang) 3. Menyesal (Inggris) 4. Kolam besar tempat memelihara ikan, udang, dll 5. Jenis kucing besar buas ; “Felis Concolor” 6. Ketakutan berlebih-lebihan terhadap kematian 7. Orang suci ; Wali 9. Satu istilah Jawa untuk bodoh, pandir 14. Pertentangan antara dua paham yang berlawanan 16. Sebutan untuk anak terakhir/terkecil 18. Ikat kepala, biasanya dari kain 19. Bila (Inggris) 22. Bentuk pemerintahan yang dipimpin oleh raja 24. Titel strata dua untuk teknik 26. Penyakit kekurangan butir darah merah 27. Nama tumbuhan, biasanya dipakai makanan sapi 28. Unsur dengan nomor atom 35 29. Gedung pertunjukkan 30. Matahari pagi (Jepang) 32. Arsip ; Catatan ; Berkas (Inggris)

Ketentuan Menjawab Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 336 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 3 Maret 2018 Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 11 Maret 2018. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@ Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Jawaban TTS No. 334 Mendatar: 1. Dortrap 4. Gladiol 8. MAKODAM 11. Ganyang 13. Anu 14. Mal 15. Hiu 16. Akasa 18. Nodal (Modal) 20. NIM 21. Blanko 23. Indehoi 25. PES 28. Dungu

29. ASOBU 30. Sue 31. ABT 32. NIY (YIN) 33. Imitasi 35. Abortus 37. Meiosis 38. Moderat Menurun: 1. Damprat 2. Rekanan 3. Aga 5. Lua 6. IKAHODO

2025, Indonesia Bebas dari Sampah Plastik di Laut BPM/ant

PRZEWALSKI - Kuda Przewalski di Daerah Orenburg, Rusia. mendeskripsikan mereka pada abad ke-19, relatif kecil dan kekar. Seperti kuda-kuda yang digambarkan dalam lukisan-lukisan gua prasejarah, warnaya coklat keabu-abuan dengan surai tegak gelap. Populasi

yang sekarang merupakan turunan dari 15 individu yang ditangkap seabad lalu, dengan kuda Przewalski kemudian dilepasliarkan. Beberapa kuda dari kawanan Botai lari dan menjadi kuda Przewalski liar, kata para peneliti. (ant)

INDONESIA memiliki 10.000 komunitas yang tersebar di 24 provinsi. Mereka aktif dan peduli dalam penanggulangan sampah plastik atau menjaga kebersihan pesisir pantai, yang salah satu tujuannya menarik kunjungan wistawan domestik dan mancanegara. Deputi IV Bidang Koordinator SDM, Iptek dan Kebudayaan Maritim dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Safri Burhanudin, di Kuta, Sabtu, mengatakan, ribuan komunitas ini sebagai ujung tombak pelestarian lingkungan yang ada di masingmasing daerah. “Salah satunya Bali yang memiliki komunitas perduli kebersihan pantai ini dengan rutin beraksi membersihkan sampah di pesisir pantai,” ujar Burhanuddin, dalam kampanye kebersihan pantai oleh komunitas Satu Pulau Satu Suara. Ia mengatakan, masing-masing komunitas jumlah anggotanya bisa mencapai 100-200 orang yang aktif peduli terhadap lingkungannya dan diharapkan jumlahnya terus bertambah. “Hal ini juga sudah menjadi komitmen presiden di G-20 untuk mengurangi plastik laut dengan didukung aksi nyata dari pemerintah pusat, provinsi dan masyarakat,” ujarnya di sela-sela kampanye Satu Pulau Satu Suara dengan aksi bersih-bersih di Pantai Legian itu. Selain itu, pihaknya mendorong keberadaan komunitas ini dapat mengurangi sampah di perairan Indonesia hingga 70 persen, bahkan pemerintah pusat menargetkan pada 2025 untuk Indonesia bebas dari sampah plastik. (ant)

7. Legible 9. Demam 10. MALABUH GENI 11. GUHYAWIJAYA 12. Naung 17. Siung 19. Okies (Seiko) 22. Adenium 23. Intuisi 24. Dusta 25. PATTO 26. Soliter 27. Sungsut 34. SEI 36. Beo

Pemenang TTS No. 334 Ria Etika Wati Br. Dinas Selemadeg Kaja, Kec. Selemadeg, Tabanan 82162 I Wayan Suniarta Br. Metra Kaja, Desa Metra, Kec. Tembuku, Kab. Bangli (HP: 081338 236080) Made Artadwi Angkabumi Jl. Gadung, Br. Mertanadi, Denpasar (HP: 082237 973253) I Wayan Deresta Br. Bajing, Desa Tegak, Kec./Kab. Klungkung (HP: 0813388 72476) Komang Sri Ajeng Wahyuni Jl. Veteran, Kel. Padangkerta, Kec./ Kab.Karangasem 80813 (HP: 081236 003458) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Ni Putu Febiana Kusuma Dewi Alamat : Jl. Subak Dalem G.X No.25, Br. Tunjung Sari, Peguyangan, Denpasar (HP: 081337 683795)


19

Minggu Umanis, 25 Februari 2018

Berdampak Positif Dari Hal. 3

“Semoga kunjungan ini memberi dampak positif dan dampak yang baik bagi pembangunan ekonomi Karangasem di masa depan. Sekali lagi kami mengucapkan selamat datang di Kabupaten Karangasem, kiranya seluruh program selama di Kabupaten Karangasem dapat berjalan lancar dan dapat memberi kesan yang baik bagi kita semua,” imbuhnya. Dalam kesempatan tersebut, Bupati perempuan pertama di Karangasem ini menyempatkan diri memaparkan objek wisata Taman Tirtagangga. Dikatakan, Kabupaten Karangasem adalah satu dari delapan kabupaten dan satu kota di Provinsi Bali, yang dikaruniai keindahan alam dan budaya yang adiluhung. Saat ini, para duta besar dan keluarga berada di salah satu warisan Kerajaan Karangasem yang agung. Tempat ini bernama Taman Tirtagangga. Tirtagangga dibangun pada tahun 1948 oleh Raja Karangasem, Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem. Taman air ini dikonstruksi dalam arsitektur yang sangat unik dengan gaya Bali dan Tiongkok. Terletak di Desa Ababi, Kecamatan Abang-sekitar 83 km dari Denpasar dan 6 km dari Amlapura ke utara. Mas Sumatri menambahkan, di Taman Tirtagangga fasilitas yang tersedia di daerah ini antara lain hotel-hotel kecil, restoran-restoran kecil dan warung-warung serta areal parkir yang luas. Kompleks pertama yakni pada bagian paling bawah dapat ditemukan dua kolam teratai dan air mancur. Kompleks kedua adalah bagian tengah di mana dapat ditemukan kolam renang, sementara kompleks ketiga, kita dapat menemukan tempat peristirahatan raja. Sebelum konstruksi Tirtagangga, terdapat sumber mata air besar di daerah ini, sehingga masyarakat setempat menyebut daerah ini embukan yang artinya mata air. Mata air itu kemudian difungsikan untuk memenuhi kebutuhan penduduk akan air dan juga sebagai pemurnian dari para Dewa. Untuk tujuan ini, mata air ini dianggap suci dan sakral. “Selamat datang di Taman Tirtagangga dan selamat menikmati keindahan alam dan atmosfir kejayaan Karangasem di tempat ini. Atas nama pemerintah Karangasem dan

masyarakat Karangasem, kami ingin menyampaikan penghargaan kepada yang terhormat seluruh tamu atas kunjungan ke Kabupaten Karangasem,” ujarnya. Dikonfirmasi saat berkunjung, Sekretaris Ditjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Al Busyra Basnur menyebutkan, dia memimpin 36 duta besar negara sahabat beserta keluarganya ke Karangasem yang berjumlah hampir 60 orang. Kegiatan yang digagas Bali Tourism Board (Badan Promosi Pariwisata Daerah/ BPPD) atas kerja sama ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation) Kemenko Kemaritiman, Kemenlu, Kemenpar dan Pemprov Bali ini direncanakan akan berlangsung dari tanggal 23 - 25 Februari 2018. “Jadi, para Dubes ini kami ajak tur ke Bali, sekaligus sebagai sarana promosi efektif bagi warga negara mereka. Salah satu tujuan utamanya ke Karangasem tempat Gunung Agung berada. Selanjutnya ke Bangli , Gianyar, dan Nusa Dua,” terangnya. Harapannya dengan melihat secara langsung kondisi Bali, para dubes ini mendapat kondisi nyata di lapangan, Bali merupakan tempat yang ideal dan nyaman untuk berwisata bagi warga negaranya. Tidak sekadar mendengar informasi yang belum tentu kebenarannya. Dengan fakta ini, kata Basnur, para dubes bisa meyakinkan pemerintah dan warganya terhadap kondisi Bali. Karena memang, tujuan dari mengundang para dubes ini dalam rangka recovery pariwisata Bali. Menurutnya, kunjungan wisman ke Bali memang sudah menunjukkan ke arah pemulihan. Indikasinya mulai ada keramaian kunjungan wisman. Misalnya pada Januari lalu, kunjungan wisman ke Bali 390 ribu lebih. Namun, jumlah ini kurang dari capaian Januari tahun 2017, sebanyak 480–an wisman. Sementara Bali menargetkan kunjungan wisman pada 2018 sebanyak 6,5 juta wisman. Para dubes yang diundang tur ke Bali ini adalah para dubes dari negara-negara pasar potensial pariwisata Bali. Pada akhir acara dilakukan foto bersama di Tirtagangga untuk selanjutnya mengunjungi Pura Besakih dan Restouran Mahagiri Besakih. (ad1316)

Dipangkas Total Dari Hal. 3

Hal ini membuat shock kepala sekolah yang biasa mengelola dana puluhan juta tiap bulan kini dipangkas total. Kondisi ini membuat kasek dan guru ‘’loyo’’ bekerja. Meski akhirnya ada dana RKS (Rencana Kerja Sekolah) juga sangat terbatas. Bahkan, sejumlah kepala sekolah menilai untuk biaya banten Saraswati dan piodalan di pura sekolah tak mencukupi. Dampak yang paling dominan yakni loyonya prestasi siswa sekolah negeri. Sejumlah sekolah gagal mengirim dutanya ke luar negeri untuk lomba sains karena tak ada dana. Itulah gambaran protret pendidikan kita selama ini. Kini, Komisi IV DPRD Bali dan paslon Pilkada Bali mewacanakan pendidikan gratis. Tak tahu apakah sarat kepentingan politis atau membela rakyat. Pengamat pendidikan yang juga Ketua BMPS Bali, Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum., mengungkapkan pendidikan gratis boleh-boleh saja. Dengan syarat semua sekolah negeri dan swasta mendapatkan dana sesuai kebutuhan sekolah. Bukan saja keperluan siswa, namun juga untuk gaji guru dan karyawannya. Jika bisa diakomodasi Pemprov Bali, dia yakin biaya pendidikan di sekolah swasta akan murah. Kedua, kata dia, pendidikan gratis dipastikan mengorbankan kualitas pendidikan. Dampak ini sudah dirasakan hanya dengan bekal RKS saat ini. Bagi dia, sebaiknya DPRD Bali memperjuangkan nasib para guru di sekolah swasta yang banyak berpendapatan di bawah UMR. Kemudian memperjuangkan mengangkat guru PNS di Bali. Saat ini hampir 7-10 guru di SMASMK negeri akan pensiun. Wacana pendidikan gratis oleh DPRD Bali belum lama ini banyak mendapat resistensi dari sekolah khususnya SMA-SMK. Rektor IKIP PGRI Bali, Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum., menegaskan, mengangkat guru baru guna mengisi kekurangan di Bali

jauh lebih penting daripada mewacanakan pendidikan gratis di Bali. Makanya, Made Suarta menyarankan sebaiknya Pemprov Bali dan DPRD Bali membantu pengangkatan guru kontrak dengan dana APBD dan membantu gaji guru swasta yang masih banyak di bawah UMR. Soal pendidikan gratis, kata dia, bisa saja terwujud asalkan Bali memiliki dana yang mampu memenuhi keperluan sekolah. Tidak seperti saat ini, kelihatan biaya pendidikan murah, namun tetap membebani orangtua siswa. Kedua, menurut Made Suarta pendidikan gratis juga tak menganut aspek keadilan. Sebab anak pejabat dan orang kaya ikut dibantu oleh APBD. ‘’Ini yang namanya tak berkeadilan. Biarkan siswa dari keluarga tak mampu diberikan pendidikan gratis,’’ tegasnya. Hal yang sama diungkapkan Ketua Yayasan PT IKIP PGRI Bali, Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd. Dia mengatakan kampanye dan wacana pendidikan gratis harus disikapi secara berhatihati. Sebab, dia tak ingin di tengah wacana pendidikan gratis, kualitas pelayanan kita hanya asal-asalan. Artinya, kelihatan gratis, namun orangtua siswa tetap dibebani oleh komite karena sekolah tak boleh memungut iuran lagi kepada siswa. Ini sama artinya pendidikan gratis yang semu, kelihatan gratis, namun asal-asalan toh akhirnya membebani orangtua juga. Dia mencotohkan kasus pendidikan gratis oleh mantan Bupati Jembrana, Winasa. Model pendidikan ini tak memberi dampak bagi anak didik karena semua komponen akhirnya bekerja asal-asalan. Bagi mantan koordinator pengawas pendidikan Kota Denpasar ini, membuat sekolah unggulan ala Bali Mandara di setiap kabupaten jauh lebih penting ketimbang pendidikan gratis. Di sini hanya menampung siswa miskin namun berprestasi. Itulah yang disebut berkeadilan. (sue)

Tingkatkan Kesetiaan Cinta

Sekolah Pelita Bangsa Denpasar Gelar Perayaan Imlek 2569

RATUSAN siswa bersama orangtuanya berkumpul di Sekolah Nasional Plus Pelita Bangsa, Denpasar untuk merayakan Tahun Baru Imlek 2569. Perayaan yang bertemakan ‘’Yong Heng de Ai (kesetiaan cinta)’’ digelar di Playground Sekolah Pelita Bangsa, Denpasar, Jumat (23/2) petang. Selain siswa bersama orangtuanya, pada acara itu hadir Kepala UPT Disdikpora Kecamatan Denpasar Barat (Denbar), Pengawas TK/KKPS Denbar, Pengawas SMP Kota Denpasar, K3S SD Denbar, undangan lainnya, guru dan karyawan Sekolah Pelita Bangsa. Ketua panitia perayaan Ni Made Rai Apriliani, S.Pd. melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan. Sebagai ajang untuk menampilkan semua kegiatan ekstrakurikuler yang telah didapatkan siswa. Adapun yang ditampilkan yakni tari Bali, modern dance, angklung pianika, wu shu, musikalisasi puisi, drama tari, barongsai dan lainnya. Seluruh penampilan dibawakan siswa-siswi Sekolah Pelita Bangsa mulai dari PAUD, SD dan SMP. Pementasan utama mengambil cerita Ramayana, di mana kesetiaan cinta sangat melekat pada tokoh pewayangan klasik tersebut. Sementara penampilan barongsai merupakan salah satu ciri khas dalam perayaan Imlek. Barongsai melambangkan makhluk yang mampu menghadirkan kemakmuran dan kebahagiaan. Selain itu, juga simbol kebersamaan dan kekompakan. Atraksi ini juga mengajarkan pentingnya membangun kerukunan hidup bersama dalam masyarakat dengan segala harmoninya. Menurut Ketua Yayasan

Oka Wisnumurti

Alat Kampanye Dari Hal. 3

IMLEK - Perayaan tahun baru Imlek 2569 di Sekolah Pelita Bangsa Denpasar, Jumat (23/2) petang. Pelita Bangsa Drs. Pintono Arief Priyono, inti kegiatan ini adalah untuk mementaskan segala bakat siswa, agar dapat meningkatkan percaya diri siswa saat tampil di depan orang banyak. Selain itu, juga untuk lebih menggali lagi bakat siswa, sehingga mereka memiliki skill di depan hari, di samping bekal pendidikan formalnya. Dari penggalian bakat inilah banyak prestasi bahkan di tingkat nasional diraih sejumlah siswa Sekolah Pelita Bangsa. Seperti wu shu, renang, tembak dan lainnya, tentunya juga sejumlah prestasi pada pendidikan formal. Ketua Yayasan Pelita Bangsa menambahkan, tema kesetiaan cinta diambil tahun ini dimaksudkan agar para siswa dapat berkolaborasi dengan kakak kelas dan guru-gurunya. Ini juga berkaitan dengan tahun anjing tanah, di mana anjing memiliki kesetiaan sampai mati pada tuannya. Mengambil refleksi yang baik dari hal tersebut, siswa diharapkan mengerti dan paham akan arti pentingnya kesetiaan,

Sekolah Gratis Dari Hal. 3

Pemkab Badung, kata Widia Astika, telah meluncurkan sejumlah program di bidang pendidikan. Di antaranya, biaya sekolah gratis tingkat SD dan SMP, pemberian laptop gratis kepada siswa SD kelas V dan VI, pemberian seragam gratis untuk siswa baru tahun ajaran 2017/2018. Bahkan, pihaknya sedang mengkaji memberikan beasiswa kepada siswa berprestasi untuk

melanjutkan pendidikan ke luar negeri. “Dengan pendidikan gratis tersebut, tidak ada pungutan sepeser pun yang dibebankan kepada siswa atau orang tua siswa,” ucapnya. Lantas berapa jumlah sekolah unggulan yang telah tercipta? Pejabat asal Kerobokan itu menyebutkan sekolah unggulan, khususnya Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Badung adalah SMPN 1 Kuta yang ditetapkan sebagai seko-

cinta dan loyalitas tinggi. Dari terlaksananya kegiatan tersebut, Pintono Arief Priyono berharap para siswa memiliki telenta yang menjadi skill di samping kecerdasan dalam pedidikan formal. ‘’Talenta yang tidak dibangun akan sulit berkembang,’’ terangnya. Pintono menambahkan, di Sekolah Pelita Bangsa ini merupakan sekolah nasional plus. Di mana para siswanya disiapkan untuk bisa berbahasa asing, Mandarin dan Inggris. Ini dimaksudkan agar siswa setelah lulus dengan mudah memilih melanjutkan belajar di luar negeri, karena penggunaan dua bahasa asing itu telah disiapkan sejak dini (sejak usia 2 tahun). Di pengujung acara, semua yang terlibat dalam perayaan diajak naik ke panggung untuk menyanyikan lagu ‘’Gong Xi Gong Xi’’ sambil mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek. Dengan harapan hakikat perayaan Imlek tahun ini yakni memiliki karakter saling menghormati dan menghargai di masyarakat harus dipupuk sejak dini. (eka/k250)

lah rujukan nasional. SMPN 1 Petang sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri. SMPN 1 Mengwi berprestasi di Bidang Tri Hita Karana. Kalau masalah ada anakanak Badung yang mencari sekolah keluar Badung, sama juga halnya anak-anak luar Badung mencari sekolah ke Badung. ‘’Banyak faktor penyebabnya, bukan semata karena sekolah unggul dan tidak unggul,” ujarnya. (par)

Membayar Guru Dari Hal. 3

‘’Kalau sekolah gratis, apa yang kami gunakan untuk membiayai sekolah, membayar guru, dan memelihara gedung,” ujar pengurus SMA Wisata Dharma Nusa Penida, Ngurah Surya Hadinata, belum lama ini. Menurut Surya, pendidikan gratis harus dirancang dengan jelas. Dalam hal ini, pemerintah mesti membina sekolah swasta, bukan malah membinasakannya. Kepala SMKN 1 Tejakula, I Wayan Gunastra, sepakat bila wacana pendidikan gratis memerlukan kajian sebelum dirumuskan menjadi kebijakan. Dewan khususnya terlebih dulu perlu melakukan pengecekan secara detail ke tingkat bawah. “Sehingga proses untuk mengambil kebijakan gratis ini tidak sama secara keseluruhan karena ada hal-hal di sekolah tertentu itu berbeda dengan sekolah lain. Sebagai contoh mengenai kebutuhan guru,” ujarnya. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali, TIA Kusuma Wardhani, mengatakan, harus ada perhitungan yang cermat mengenai komponen atau biaya apa saja yang akan digratiskan. Apakah hanya biaya operasionalnya, atau termasuk dengan biaya personal. Mengingat kondisi siswa yang berbeda-beda di setiap sekolah. “Kalau sampai saat ini, yang baru digratiskan kan wajib belajar 9 tahun. Kalau 12 tahunnya masih pendidikan menengah universal, karena pemerintah sampai saat ini hanya baru bisa memberikan sebesar Rp 1,4 juta dari dana BOS sumber dana APBN,” ujarnya. Sementara perkiraan biaya operasional untuk pendidikan gratis, lanjut TIA, mencapai Rp 7,2 juta per siswa per tahun. Jika dikalikan dengan seluruh siswa SMA/SMK negeri dan swasta di Bali, maka akan didapat angka Rp 1,5 triliun untuk mewujudkan pendidikan gratis. Oleh karena itu, perlu

Ida Bagus Radendra

ada kajian untuk menghitung biaya pendidikan gratis yang akan ditanggung Pemprov Bali. Termasuk mengenai sumber dananya nanti. “Itu harus jelas. Kalau memang berani mengagendakan begitu, yang mau gratis itu yang mana. Memang uangnya berapa? Kalau menyebutkan gratis, lalu uang tidak ada,” jelasnya. Diwawancarai terpisah, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan, APBD Provinsi Bali saat ini Rp 6,5 triliun. Bisa saja diprioritaskan untuk pendidikan gratis dengan alokasi sebesar Rp 1,5 triliun. Namun, dirinya tidak setuju jika pendidikan gratis juga ditujukan untuk orang-orang kaya. “Kalau orang kaya juga gratis, tidak adil menurut saya. Orang sudah kaya masak mau digratisin? Tapi itu idenya bagus, semuanya harus gratis saya setuju. Cuma duitnya cukup nggak,” katanya. Pastika menambahkan, APBD Bali memang mencukupi kalau hanya ditujukan untuk pendidikan gratis. Namun harus diingat, ada kewajiban lain pula yang harus dipenuhi Pemprov. Selain alokasi 20 persen untuk pendidikan, ada pula kewajiban mengalokasikan 30 persen APBD untuk transfer ke kabupaten/kota, minimal 10 persen untuk kesehatan, minimal 10 persen untuk infrastruktur, dan 20 persen untuk gaji pegawai. “Kalau APBD Provinsi Rp 8 triliun, maka 20 persen untuk pendidikan itu cukup banyak. Tapi bisa nggak menaikkan itu, sementara ekonomi belum maju betul. Pendapatan hanya mengandalkan dari kendaraan bermotor. Realistis sajalah,” jelasnya. Tapi kalau Badung mau mensubsidi provinsi, lanjut Pastika, pendidikan gratis di SMA/SMK sejatinya bukan hal mustahil untuk diwujudkan. “Kalau mau SMA/SMK gratis di Bali, Badung kita harapkan mau mensubsidi provinsi Rp 1 triliun. Cukup

Apalagi, saat ini setiap jenjang pendidikan yang akan ditempuh selalu berbanding lurus dengan biaya yang akan digunakan. Maka, bukan tidak mungkin jika hal itu yang menjadi salah satu alasan para pemegang suara untuk mengorbankan suaranya demi kontestan pemilu yang dimaksud. Padahal, kampanye dengan janji pendidikan gratis tidak perlu dijadikan alat kampanye. Sebab, selain membutuhkan biaya yang besar dan tidak mudah untuk dilakukan, pendidikan gratis telah menjadi program pemerintah pusat, dan hanya diberikan kepada siswa dari golongan keluarga miskin. Pasalnya, dari sekian APBN, 20% telah dianggarkan untuk biaya pendidikan. Begitu juga dengan APBD masing-masing daerah telah menganggarkan 20%-nya untuk biaya pendidikan. “Yang perlu dilakukan oleh masingmasing calon agar mencerdaskan kehidupan bangsa dan rakyatnya berkualitas adalah bagaimana meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan, informasi dan sarana dan prasarana yang bisa memberikan akses masyarakat miskin. Bukan gratisnya, tetapi bagaimana memfasilitasi, sehingga pendidikan itu menjadi murah dan berkualitas,” tandas Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si., Sabtu (24/2) kemarin. Pihaknya berharap, siapa pun yang akan menjadi pemimpin di Bali agar bisa berinvestasi di dunia pendidikan guna meningkatkan kualitas SDM di Bali ke depannya. Sebab, SDM yang intelektual saja tidak cukup dalam menghadapi persaingan global seperti saat ini, melainkan SDM generasi muda harus memiliki soft skill dan keahlian masing-masing. Apalagi, Bali tidak mempunyai sumber kekayaan alam yang bisa menunjang perekonomian Bali. “Bali hanya mempunyai keindahan alam. Oleh karena

Persyaratan Berat Sementara itu, pengamat pendidikan, Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H., menilai kampanye dengan jargon pendidikan gratis, mungkin saja bisa dilakukan oleh paslon. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya nanti membutuhkan prasyarat yang cukup berat. Sebab, di dalam pelaksanaannya harus ada parameter yang jelas untuk menentukan kriteria gratis tersebut. Apakah sebatas biaya tertentu, ataukah mencakup seluruh komponen biaya pendidikan. “Hal-hal itu harus diperjelas terlebih dahulu sebelum memastikan apakah bisa dijalankan atau tidak,” tegasnya. Radendra mengatakan bahwa pendidikan memang memerlukan biaya, bahkan ada yang bilang pendidikan itu mahal. Namun, sifatnya relatif. Apabila pendidikan sudah lebih berorientasi pada segi bisnis semata, maka pendidikan cenderung semakin mahal seiring dengan hukum pasar. Namun sebaliknya, jika pendidikan didasarkan atas pandangan bahwa pendidikan adalah sebagian dari hak dasar bagi setiap masyarakat, maka pemerintah pusat maupun pemerintah daerah mempunyai tugas yang tidak terelakan untuk mengatasi persoalan pembiayaan pendidikan tersebut. “Intinya, pemerintah pusat atau pemda punya tanggung jawab pembiayaan pendidikan sebagaimana amanat konstitusi, melalui kebijakan politik anggarannya. Namun, apakah bisa hingga mencapai pendidikan gratis, tentu diperlukan redefinisi dan kalkulasi terlebih dahulu atas komponen biaya pendidikan secara kumulatif dan komprehensif,” ujarnya. (win)

SDM Mumpuni Dari Hal. 3

itu, cantik sekali itu,” tandasnya. Wacana pendidikan gratis sebelumnya digulirkan oleh Komisi IV DPRD Bali. Ketua Komisi IV, Nyoman Parta, mengatakan, Undang-undang telah memerintahkan wajib belajar 12 tahun. Ketika ada anak yang tidak bisa mengenyam pendidikan hingga 12 tahun, maka pemerintah wajib membiayainya. Pihaknya juga melihat ada ketidakadilan dalam dunia pendidikan saat ini. Sekolah negeri yang dibiayai negara justru banyak dinikmati anak orang kaya dan pintar. Sedangkan anak dengan NUN rendah yang umumnya dari keluarga miskin, malah masuk ke sekolah swasta dan harus membayar. “Cita-citanya kan memang perintah undang-undang. Jadi, ketika pemerintah mewajibkan wajib belajar 12 tahun, artinya ketika orang tidak mempunyai uang kan harus dibiayai. Dengan dibiayai pemerintah, semua orang bisa sekolah,” ujarnya. Parta mengaku sudah mendapatkan masukan yang luar biasa dari Ketua MKKS maupun kepala sekolah dari 354 SMA/SMK negeri dan swasta di Bali. Utamanya mengenai kebutuhan anggaran untuk menyelenggarakan pendidikan gratis, termasuk klasifikasinya. Baik uang operasional, uang personal, uang untuk kegiatan lomba, maupun biaya lain-lain. “Untuk biaya operasional, usulan mereka kurang lebih sekitar Rp 7,2 juta per siswa kali jumlah siswa SMA/SMK seluruh Bali per tahun. Berapa APBD Bali harus menyiapkan, kita akan mulai tonggaknya dari APBD perubahan 2018. Kalau tidak bisa seluruhnya, kita melangkah ke 2019 dan selanjutnya,” imbuh politisi PDI-P ini seraya mengatakan segera membuat Perda tentang Pendidikan sebagai payung hukum dari kebijakan tersebut. (rin)

itu, mau tidak mau SDM Bali harus berkualitas agar bisa menjaga keindahan alam Bali tersebut agar tidak dimanfaatkan oleh SDM dari luar,” tegas mantan KPU Provinsi Bali itu.

Berbagai aktivitas ini untuk memberikan pemahaman bahwa, membaca, mendengar, menulis, dan berbicara sangat penting. “Siapa yang bisa menguasai informasi, akan bisa mencapai cita-citanya. Kami mendorong terciptanya SDM yang mumpuni. Sejalan dengan slogan di sini, Karangasem The Spirit of Bali,” kata Satria Naradha. Dia memastikan gerakan ini tak hanya cukup sampai di Rendang. Di dalam pikirannya, adalah melakukan terobosan bagaimana menyelamatkan generasi emas Bali mulai dari Karangasem ini. Sebab, anak-anak inilah kekuatan Bali, harapan Bali di masa mendatang. Sehingga, sejalan dengan tujuan itu dan fungsi pers, ke depan, dia ingin mendirikan pusat penelitian dan pengembangan di bidang bahasa di setiap kecamatan. Program ini akan melengkapi sumbangsih Bali Post selama ini, seperti beasiswa bagi siswa kurang mampu dan berprestasi di semua jenjang pendidikan. Ia ingin mengajak semua komponen masyarakat menggalang kekuatan baru. Pascaerupsi yang terjadi belakangan ini, ia mendorong agar cepat keluar dari situasi tersebut dan maju bersama untuk mengawali kebangkitan Bali dari Karangasem. Ia mengingatkan, bahwa kemajuan Bali bahkan Indonesia secara nasional, sesungguhnya banyak terinspirasi dari Karangasem. Banyak tokoh Karangasem yang mampu memberikan pengaruh di berbagai belahan pulau di Indonesia, khususnya di daerah-daerah transmigran, seperti di Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, bahkan di Jakarta sekalipun. Tetapi, keberadaan mereka jarang terekspos. “Saya berencana mengajak mereka semua turun ke Karangasem. Setelah berhasil di luar saatnya bersama-sama membangun tanah kelahirannya,” katanya. Khusus untuk Karangasem, Satria Naradha mengatakan sangat siap untuk lebih sering berada dan berbuat untuk Karangasem. Siap untuk bersama-sama mewujudkan Karangasem The Spirit of Bali.

“Tontonlah tayangan yang mendidik. Agar tidak terjebak ke dalam dampak negatif dari pesatnya perkembangan teknologi,” pesan Satria Naradha kepada 700 peserta lomba. Wakil Bupati Karangasem, Wayan Artha Dipa, mengakui IPM Karangasem saat ini terendah di Bali. Nilainya hanya 64,35. Sementara Kota Denpasar sudah 85. Sebagai data BPS Karangasem IPM rendah karena rata-rata lama sekolah yang juga rendah, hanya 5,34. Artinya, rata-rata lama sekolah di Karangasem, tidak tamat sekolah. Jangankan dengan Denpasar, dengan Klungkung dan Bangli, nilai IPM Karangasem masih sangat jauh. Sejalan dengan yang disampaikan Satria Naradha, Artha Dipa, sepakat harus adanya upaya-upaya penyelamatan generasi emas Karangasem. “Satu penegasan saya kepada Dinas Pendidikan, jangan sampai ada yang putus sekolah,” tegasnya. Jika ini diupayakan, maka benar bahwa 64 ribu anak-anak Karangasem hari ini, ke depan akan mampu menjadi generasi emas Bali. Sejak menjabat, pihaknya selalu menekankan kepada Dinas Pendidikan Karangasem mampu mendorong siswa untuk melanjutkan sekolahnya. Apalagi dengan adanya program pendidikan gratis, kemiskinan bukan lagi alasan bagi siswa untuk berhenti sekolah. Serangkaian kegiatan Bali Post Goes to School ini, Artha Dipa sangat mengapresiasi. Kegiatan ini akan menambah wawasan siswa tentang dunia jurnalis sesungguhnya. Bagaimana berita itu muncul, lebih-lebih di tengah maraknya hoax saat ini. Kegiatan seperti ini menurutnya akan mampu memberikan pencerahan kepada siswa untuk tidak terjebak ke dalam sisi gelap teknologi informasi. Media Mainstream memiliki andil besar untuk menyebarkan informasi secara luas, akurat dan akuntabel. Oleh karena itu, pihaknya berharap Bali Post mampu menjaga kredibilitasnya, agar selalu menjadi acuan informasi yang benar guna memerangi hoax dan dampak negatif lainnya dalam perkembangan teknologi informasi. (kmb31)


TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

Minggu Umanis, 25 Februari 2018

Kiprah

u g g n Mi

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

Tampil Menghibur di Panggung ”Bali Post Goes to School”

KEGIATAN Bali Post Goes to School di SMAN 1 Rendang, Sabtu (24/2) kemarin, tak hanya diisi dengan berbagai kegiatan lomba. Panggung utama tempat acara ini dibuka juga tak sepi dari hiburan. Seluruh pengisi acara hiburan tampil maksimal menggetarkan panggung dengan berbagai warna musik

yang akrab di telinga para anak muda. Usai acara pembukaan, panggung ini praktis menjadi pusat hiburan peserta lomba maupun siswa setempat. Candrani membuka hiburan di panggung itu dengan suara emasnya. Penyanyi remaja yang sudah juara di beberapa ajang lomba regional dan

nasional ini tampil memukau dengan balutan kebaya putih sederhana. Diiringi musik dari kelompok musik Ganaswara bentukan I Gusti Ngurah Subagiartha atau Gus Ode, lagu “Yuk ke Karangasem” menjadi tampil spektakuler. Ini berbeda dari biasanya, karena lagu yang bermakna mengajak berkun-

BPM/gik

BAND - Penampilan salah satu grup band siswa pada acara Bali Post Goes to School di SMAN 1 Rendang, Sabtu (24/2) kemarin.

jung ke Karangasem itu, tampil berkolaborasi dengan alat musik tradisional selonding. “Kami sengaja tampilkan kolaborasi selonding, karena ini ciri khas Karangasem. Dengan lagu ini, orang lebih mudah mengingat Karangasem,” kata Gus Ode. Lagu ‘’Yuk ke Karangasem’’ sangat mudah dicerna masyarakat luas. Para peserta lomba maupun siswa setempat begitu mudah ikut menyanyikannya, setelah mendengar Candrani tampil bagus di atas panggung dengan suara emasnya. Lagu ini mempertegas bahwa Karangasem adalah surga nyata di Pulau Dewata, dengan beragam adat, seni, dan budayanya. Lagu ini sudah populer sejak Karangasem dipimpin Bupati I Gusti Ayu Mas Sumatri. Lagu ciptaan Gus Ode ini seolah menjadi soundtrack setiap kegiatan hiburan yang ada di Karangasem. Selain lagunya yang enak di dengar, isi dan maknanya mampu membius masyarakat untuk datang ke Karangasem, membuktikan berbagai potensi pariwisata yang ada di Karangasem. Candrani tak kesulitan membawakan lagu itu. Hasil kolaborasi alat musik selonding, membuatnya terkesan tambah nyaman untuk tampil maksimal dengan lagu

ini. “Sudah terbiasa membawakan lagu ini,” kata Candrani, penyanyi remaja yang masih duduk di bangku SMP di SMPN 2 Amlapura ini. Tak kalah menarik, siswa setempat juga tampil menghibur. Ada tiga band siswa yang tampil. Pertama, Eastcoustik Band, disusul Devian dan BA Band. Eascoustik Band dengan vokalis Gede Aryana tampil dengan lagu “Bareng Happy” dan “Karma”. Sedangkan Devian Band tampil dengan lagu “Mungkin Nanti” yang dipopulerkan oleh Peterpan dan “Secret Lover”. Sementara BA Band tampil dengan vokalis I Putu Brama Damuharta Aryana, yang juga pembawa acara selama acara Bali Post Goes to School berlangsung. Dia tampil terakhir dengan lagu “Hujan”, tepat saat suasana gerimis di sekitar panggung. “Sudah biasa tampil di Kecamatan Rendang. Beberapa kali juga pernah tampil di Bangli,” kata Bram, sapaan Brama Damuharta yang kini sudah duduk di bangku kelas XII. Para band sekolah ini berharap lebih sering lagi ada kegiatan seperti ini, sebagai wadah mereka mengasah kemampuan bermusik, yang sesungguhnya adalah hobi. “Hobi bermusik, tetapi belajar tetap nomor satu,” kata Gede Aryana. (gik)

Fotografi

Habis Hujan, Terbitlah Refleksi MUSIM hujan terkadang menjadi masa yang menjengkelkan bagi seorang fotografer. Jadwal hunting foto yang sudah disusun jauh-jauh hari menjadi berantakan lantaran hujan deras tiba-tiba mengguyur. Ironisnya lagi, begitu hujan reda, sering kali mood untuk memotret sudah lenyap tanpa bekas. Padahal, hujan sejatinya bukanlah sebuah alasan yang bijaksana untuk “mengandangkan” kamera dalam dry cabinet atau dry box. Bersabarlah. Begitu hujan reda, Anda masih punya kesempatan untuk mendapatkan foto-foto yang menakjubkan. Memotret refleksi adalah satu hal mengasyikkan yang bisa dilakukan setelah hujan. Genangan air hujan bisa berubah jadi “cermin” yang memantulkan berbagai macam benda termasuk manusia dan hewan yang ada

di atasnya yang terkadang terlihat sangat indah dan dramatis. Namun, memotret refleksi juga bukan hal yang mudah untuk dilakukan. K a l a u k a m u i n g i n m e ncoba, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan untuk mendapatkan foto-foto refleksi yang menakjubkan. Berhubungan dengan “Depth of Field”. Pada umumnya, refleksi bisa muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari landscape yang dramatis sampai komposisi makro yang detail. Memotret refleksi sangat berhubungan dengan depth of field. Oleh karena itu, sangat disarankan menggunakan angka f/tinggi sekitar f/11 atau lebih karena hal itu akan membantu menyeimbangkan objek sehingga mata melihatnya lebih dekat dengan refleksinya dan mendu-

kung efek pantulan untuk muncul. Sedangkan fokus sangat bergantung pada jarak antara objek dengan pantulannya. Pertama, cobalah fokus pada objek, lalu pada refleksinya. Hal ini akan membuat hasil yang sedikit berbeda tergantung pada seberapa banyak perhatian yang kamu inginkan untuk refleksinya. Selain itu, perhatikan juga sudut datangnya cahaya karena hal itu bisa memengaruhi refleksi yang tampak. Jika pemotretan dilakukan di studio, kamu bisa memanipulasi faktor cahaya ini untuk menaikkan efek pantulan. Namun, jika kamu memanfaatkan cahaya matahari berarti harus mengeksplor sudut pandang yang berlainan untuk mendapatkan titik yang paling efektif. Memaksimalkan

Refleksi-Hangout di Kota Tua : Hangout di Kota Tua karya I Wayan Sumatika

Potensi Alam Foto-foto refleksi yang bagus juga bisa didapatkan dengan memaksimalkan potensi alam yang ada di sekitar kita. Sebagai contoh, kita sering kali terpukau melihat foto gugusan bukit dan gunung yang seolah tengah bercermin di air danau yang jernih. Untuk mendapatkan foto menakjubkan seperti itu, tentunya Anda harus memotret saat cahaya sedang bagus-bagusnya. Bisa saat matahari baru terbit atau saat akan tenggelam. Pastikan kamu membawa tripod untuk mendapatkan foto tertajam dan gunakan juga beberapa filter lensa. Polarizing filter akan sangat membantu untuk mengontrol cahaya yang terpantul dari permukaan air. Sementara filter graduated ND akan membantu agar langit tidak over exposure. Juga sangat disarankan mencoba bereksperimen dengan shutter speed yang panjang untuk melembutkan permukaan air. Perhatikan juga depth of field, sudut datang cahaya dan cobalah memberi fokus lebih pada air untuk mendapat-

kan efek yang dramatis. Refleksi di Permukaan Licin Fotografi refleksi tidak selalu harus menggunakan air sebagai media pemantul. Ada banyak permukaan yang bisa digunakan sebagai media seperti cermin, kaca, metal, mika dan lantai keramik. Namun harus diingat, karakter permukaan benda-benda yang licin itu tidak menyerap cahaya. Apabila Anda menggunakan lampu, pikirkan tentang jumlah cahaya dan pantulannya di permukaan benda tersebut. Cobalah menyorotnya dari atas atau belakang objek. Hal serupa juga berlaku untuk flash yang mungkin tidak fleksibel karena cahayanya pasti akan langsung memantul balik. Tak kalah pentingnya, permukaan benda tersebut harus bersih dari goresan atau sidik jari, terutama jika berfokus pada detail di refleksinya. Permukaan yang datar lebih mudah digunakan, karena bisa memberikan refleksi yang lebih menyeluruh. Selamat mencoba! (ian)

Refleksi-Cerita di Taman Mumbul : Cerita di Taman Mumbul karya I Wayan Sumatika

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER

BPM/ist

MEDITASI - Susana meditasi dan doa bersama untuk kedamaian Pilkada Bali dan Indonesia, Sabtu (24/2) kemarin, di Pantai Padanggalak, Denpasar yang diselenggarakan Bali Usada Meditasi Center bekerja sama dengan Kelompok Media Bali Post.

39 Pelamar Ikuti Uji Kompetensi Denpasar (Bali Post) Para pelamar yang mengikuti seleksi terbuka Jabatan Tinggi Pratama Pemprov Bali mulai mengikuti uji kompetensi, Sabtu (24/2) kemarin. Tercatat ada 39 pelamar yang mengikuti uji kompetensi untuk 5 jabatan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Masing-masing, 7 pelamar jabatan Kepala Bappeda Litbang, 13 pelamar jabatan Kepala Dinas Koperasi dan UKM, 8 pelamar jabatan Kepala Dinas Kehutanan, 6 pelamar jabatan Karo Organisasi, dan 5 pelamar jabatan Karo Hukum dan HAM. “Sebelum mengikuti uji kompetensi, para peserta telah dinyatakan lulus seleksi administrasi,” ujar Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, Dewa Gede Mahendra Putra, kemarin. Menurut Mahendra, uji kompetensi dilaksanakan hingga Minggu (25/2) ini, di Kantor Badan Pengembangan SDM Provinsi Bali. Para pelamar wajib mengikuti semua tahapan seleksi. “Apabila tidak dapat mengikuti salah satu tahapan, maka dinyatakan gugur,” imbuh Mantan Penjabat Bupati Bangli ini. Pascamengikuti uji kompetensi, lanjut Mahendra, para pelamar melaksanakan tahapan seleksi berupa penulisan makalah, serta presentasi dan wawancara. Penulisan makalah

dijadwalkan Senin (26/2) besok di Ruang Rapat Sekda Provinsi Bali. Keesokan harinya, dilanjutkan dengan presentasi dan wawancara di tempat yang sama. Sebelumnya diberitakan, lima jabatan Kepala OPD (eselon II) akan kosong bulan Februari ini. Di antaranya, Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Kepala Biro Organisasi, Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, serta Kepala Biro Hukum dan HAM. Kepala Biro Hukum dan HAM sebelumnya yakni I Wayan Sugiada kini menjabat Kepala Inspektorat Provinsi Bali sehingga jabatan itu kosong. Dua pejabat lagi sakit, dan sisanya pensiun yakni Kepala Dinas Kehutanan dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM. Namun, untuk jabatan Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan sudah diisi oleh mantan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Ni Wayan Kusumawathi, yang dilantik 8 Februari lalu. Jabatan Kusumawathi sebelumnya juga telah diisi oleh mantan Kepala Bappeda Litbang, I Putu Astawa. Itu sebabnya, jabatan Kepala Bappeda Litbang turut dilelang dalam seleksi terbuka Jabatan Tinggi Pratama Pemprov Bali. (kmb32)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook