Skip to main content

Edisi 24 Desember 2017 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948

u g g n Mi

perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

Minggu Pon, 24 Desember 2017

Pengemban Pengamal Pancasila

Mahagotra Catur Sanak Bali Mula Kini Dipimpin Ketut Mardjana

DOKTOR Ir. Ketut Mardjana terpilih sebagai Ketua Umum Mahagotra Catur Sanak Bali Mula (MCSBM) Provinsi Bali periode 2017-2022. Keputusan ini diambil setelah digelar Mahasabha III MCSBM yang dibuka Gubernur Bali Made Mangku Pastika di Wantilan Pura Samuantiga Desa Bedulu, Blahbatuh, belum lama ini. “Saya terpilih sebagai ketua umum untuk lima tahun ke depan,” ucap Ketut Mardjana yang juga mantan Direktur Utama PT Pos Indonesia itu.

Ketut Mardjana

Selama memimpin pasemetonan, Ketut Mardjana akan didampingi Wakil Ketua MCSBM, Jero Kubayan, yang merupakan pemangku Pura Puseh Bali Aga, Desa Melinggih Kelod, Payangan. “Untuk sekretaris dan kepengurusan lainnya akan dirapatkan lagi,” imbuh Ketut Mardjana. Dikatakannya, saat ini pasemetonan MCSBM sudah terbentuk di lima kabupaten meliputi Gianyar, Bangli, Klunkung, Singaraja, dan Karangasem. Sementara yang belum terbentuk di Kabupaten Tabanan, Badung, Negara, dan Kota Denpasar. “Padahal, warga di empat kabupaten- kota sangat banyak yang hadir dalam Mahasabha III di wantilan Pura Samuantiga ini,“ ucapnya. Ketut Mardjana juga mengingatkan dalam Bhisama Kayu Selem, Kayuan, Celagi ataupun Trunyan tertulis selain ingat kepada kawitan juga wajib untuk ingat kepada semeton. “Jadi, kita sedang mewujudkan bhisama leluhur, terutama eling kepada semeton ini yang cakupannya luas, terlebih setelah eling harus ada yang kita perbuat untuk semeton,“ jelasnya. Hal senada disampaikan Ketua Panitia Mahasabha III MCSBM, Ketut Mandia. Dia menjelaskan Mahasabha III ini merupakan karya agung pasemetonan MCSBM, di mana karya agung sebagai pertemuan seluruh semeton CSBM ini dilaksanakan setiap lima tahun sekali. “Mahasabha ini juga merupakan karya ngenteg linggih, dalam arti ngenteg linggihan semeton dan Batara kawitan, agar Batara kawitan itu terus diingat,“ ujarnya. Sementara itu, Ketua Umum MCSBM Provinsi Bali priode 2012-2017, Made Sukarana, berharap Ketua Umum MCSBM yang baru dapat lebih baik lagi mengarahkan pasemetonan untuk lima tahun ke depan, khususnya agar lebih harmonis dan selalu ingat dengan kawitan. “Harapan kita meningkatkan sradha bhakti terhadap leluhur, kawitan, dan semakin hari agar pasemetonan ini tambah rumaket. Misalnya melalui sembahyang bersama, ngaben bersama, mudah-mudahan pengurus ke depan dapat lebih berbuat maksimal lagi,“ ujarnya. Jero Gede Kayu Selem mengatakan semeton Bali mula sebagai keturunan dari Mpu Kamareka sudah ada di Bali sebelum kedatangan Maharsi Markandeya. Kedatangan Maharsi Markandeya kedua kalinya bersama orang Aga, bertemu dengan orang Bali mula diajak melakukan upacara ala Bali, karena Markandeya kan dari India. Markandeya menyesuaikan upacaranya secara Bali, salah satunya upacaranya menanam panca datu, yang sekarang disebut pedagingan. (ad1184)

Komit Satukan ’’Semeton’’ MCSBM Se-Nusantara USAI mengabdi kepada negara Indonesia selama 30 tahun lebih, Ketut Mardjana kini komit untuk ngayah sebagai Ketua Umum Mahagotra Catur Sanak Bali Mula (MCSBM) Provinsi Bali periode 20172022. “Ya sekarang saya memang ingin lebih fokus dalam kehidupan sosial dan spiritual, tentunya saya juga masih perlu belajar lagi,“ ucap Ketut Mardjana yang merupakan mantan Direktur Utama PT Pos Indonesia itu. Ketut Mardjana menekankan pengabdian yang ia maksud untuk membawa paikatan MCSBM ke arah yang lebih baik, terlebih sampai saat ini para semeton MCSBM masih tersebar di berbagai wilayah di Bali bahkan di Nusantara. “Nanti yang masih tersebar ini kita satukan visi dan misinya sebagai Catur Sanak

Bali Mula,” ucap Ketut Mardjana. Mardjana mengakui tanggung jawab ini bukanlah tugas yang mudah. Namun, ia optimis dengan tekad dan tujuan yang baik, kepemimpinan ini akan berjalan dengan baik. “Tujuanya memang lebih mensolidasikan, merekatkan pasemetonan, hingga bagaimana membuat Bali itu ajeg. Jadi, ajeg itu bukan berarti sempit, tetapi ajeg mengikuti perkembangan dengan nilai budaya sejarahnya tetap kita pegang,” jelasnya. Menurut Ketut Mardjana, paiketan ini sudah cukup besar karena ada ribuan dadya Kayu Selem, Celagi, Kayuan dan Terunyan yang tercatat. Belum lagi para semeton yang ada di luar Bali, akan disosialisasikan sehingga dapat menyatukan umat. “Sekarang kan

masih mempunyai persepsi masingmasing, bagaimana sekarang menyatukan papinehan, pemikiran menjadi satu visi yang betul-betul disepakati bersama ini yang akan kita lakukan,” katanya. Disinggung pemberdayaan sumber daya manusia di MCSBM, Ketut Mardjana dari segi ekonomi memang masih banyak semeton yang berada pada garis menengah ke bawah. Sebab itu, pihaknya akan membuatkan kelembagaan yang terstruktur dan diakui pemerintah. “Nah di sini kita bisa arahkan pemerintah dalam program mencerdaskan anak bangsa, kita tinggal membuat program yang bisa diberdayakan, salah satunya beasiswa. Kita dorong anak-anak yang masih pelajar dan kurang mampu agar mendapat beasiswa,” tegasnya. (ad1184)

MAHASABHA - Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat membuka Mahasabha III Mahagotra Catur Sanak Bali Mula di Wantilan Pura Samuan Tiga.

20 HALAMAN

NOMOR 124 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418


2

Sisi Lain

Minggu Pon, 24 Desember 2017

Resmikan Outlet Ke-100, Coco Group Siap ’’Go-National’’ COCO Group, Jumat (22/12) lalu, menggelar grand opening Coco Mart Uluwatu yang ditandai dengan pelepasan balon. Pembukaan outlet ini merupakan outlet yang ke-100 dalam kurun waktu 11 tahun sejak dibukanya Coco Mart Taman Griya, Jimbaran, pada Maret 2006. Tentu ini merupakan momen yang membanggakan melalui hasil kerja keras, kerja sama dan kreativitas seluruh elemen perusahaan dan inovasi dari owner dan direksi. Menurut owner Coco Group, I Nengah Natyanta, di sela-sela pembukaan outlet mengatakan, dengan dibukanya outlet yang ke- 100 ini, pihaknya berharap ke depan bisa mencapai target yang lebih lagi. Coco Group mencanangkan tahun 2018 sebagai tahun penting untuk memasuki level baru dan memulai melebarkan usaha secara nasional. Untuk itu, Coco menargetkan diri ikut berperan di bursa saham dan menjajaki kemungkinan go public atau menjadi perusahaan terbuka. “Saat ini, kami fokus dulu di Bali. Untuk tahun depan, kami akan melakukan ekspansi ke luar Bali,” ujarnya. Maski saat ini retail nasional banyak yang masuk Bali, dengan team work yang bagus, pihaknya optimis Coco Group akan terus berkembang. Natyanta mengapresiasi seluruh tim yang sudah solid dan luar biasa dalam mensupport untuk pembukaan outlet ini. Walaupun saat ini pariwisata menurun, namun pihaknya optimis tahun depan bisa memenuhi target yang secara operasional bisa meningkat. “Kondisi menurunnya patiwisata seperti sekarang ini bukanlah halangan, namun kami mencoba mengemas agar tahun depan bisa lebih bagus lagi,” ujarnya. Sementara Wayan Sudira selaku Managing Director Coco Group menambahkan, pembukaan outlet

ke-100 ini merupakan momen yang luar biasa dan membanggakan. Karena, selaku pelaku bisnis di Bali, ternyata bisa menjadi tuan rumah di Bali. Angka 100 dikatakan sangat spesial. Karena tidak gampang bagi perusahaan lokal bisa membuka outlet sampai 100. Namun, ini juga menjadi tantangan ke depan untuk memastikan agar tidak berhenti sam-

pai angka 100. “Tahun depan, seiring perkembangan perusahaan, kami menargetkan bisa membuka minimal 12-20 toko per bulannya,” katanya. Untuk diketahui, Coco tercatat memiliki 4 supermarket, 43 mart, 32 convenient store, 2 toko oleholeh, 2 gourmet cafe, 4 hotel, 7 resto, 1 bakery, dan 5 outlet fashion yang menjual surf clothing line. (ad1185)

COCO MART - Suasana Grand Opening Coco Mart Uluwatu yang ditandai dengan pelepasan balon, Jumat (22/12) lalu.

Dari Seminar Unitas Penalaran dan Jurnalistik Unwar

Budaya Menulis Perkuat Karakter Generasi Milenia

Denpasar (Bali Post) Penurunan produktivitas menulis yang cukup signifikan kian mengkhawatirkan bagi dunia akademik khususnya generasi muda. Menulis merupakan salah satu cara komunikasi mengungkapkan ide dan gagasan. Oleh karena ini, cara komunikasi ini perlu dibangun untuk memperkuat karakter generasi muda dari era milinea. Hal itu terungkap dalam seminar “Posisi Media Massa bagi Pemberdayaan Semangat Menulis Generasi Muda” yang diadakan Unitas Penalaran dan Jurnalistik Universitas Warmadewa (Unwar), Sabtu (23/12) kemarin. Tampil sebagai pembicara penulis buku, Dr. Nyoman Yoga Segara dan Satria Naradha dari Bali Post. Ketua Umum Unitas Penalaran dan Jurnalistik Mahasiswa Unwar, Cokorde Agung Semara Dalem Pemayun, didampingi Ketua Panitia I Komang Yoga Adiputra menjelaskan seminar diikuti 359 peserta akan ditindaklanjuti dengan workshop cara menulis berita dan ilmiah populer. Dia ingin karya mahasiswa mendapat ruang di berbagai media massa, untuk itu diperlukan bekal bagaimana cara menulis yang benar. Rektor Unwar diwakili WR III Dr. I Wayan Parwata, M.T., saat membuka seminar menegaskan seminar ini selain bergengsi karena mendatang-

kan narasumber pakar di bidangnya juga penting untuk menumbuhkan minat baca dan menulis di kalangan generasi muda khususnya mahasiswa Unwar. Dengan kompetensi tambahan sebagai jurnalis, lulusan Unwar makin tangguh dan berdaya saing di dunia kerja. Nyoman Yoga Segara memaparkan budaya akademik perguruan tinggi (PT) memengaruhi budaya menulis. Produktivitas menulis juga dipengaruhi oleh habbit dan passion. Dengan menjadikan menulis sebagai sebuah kenikmatan dan kemerdekaan akan membuat orang produktif menulis. Di sisi lain, Indonesia belum memiliki budaya membaca, sehingga minat membaca pun rendah. Hal itu juga dipengaruhi dengan buku yang diterbitkan masih sedikit dibandingkan Tiongkok dan India yaitu hanya 18.000 judul per tahun. Rendahnya budaya membaca membuat produktivitas menulis minim. Makanya dia mengajak semua komponen menggalakkan budaya menulis karena akan memperkuat generasi milinea. Di acara yang dipandu Dr. IGA Maha Putra Sanjaya itu, Satria Naradha memaparkan membangun bangsa dimulai dengan menyelamatkan generasi penerus bangsa dari satu sisi yang vital yaitu komunikasi dan informasi. “Dasarnya dimulai

dari menulis, membaca, mendengar, berbicara,” ujarnya. Dia yakin jika sistem informasi dan komunikasinya kita pegang, Bali dan Indonesia bisa dipertahankan untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan. Hal itu juga menyebabkan sejak lahir 1948, Bali Post kuat dengan tagline Pengemban Pengamal Pancasila lengkap dengan bendera Merah-Putih sebagai media perjuangan. Kondisi generasi muda yang saat ini lebih menyukai sesuatu hal yang praktis menjadi concern Bali Post dengan meningkatkan produktivitas menulis dalam menyampaikan pendapat dan gagasan. Selain itu saat ini, juga Indonesia menghadapi tantangan era multimedia dijawab dengan membuat berbagai media komunikasi dan informasi tidak hanya dengan edisi cetak, bisa dilakukan dengan online, radio, dan broadcasting. ‘’Itu salah satu cara kita mengatasi masyarakat kita agar mau bicara,” bebernya. Di acara itu, banyak mahasiswa yang menanyakan soal berita hoax di medsos. Satria Naradha menjelaskan bahwa KMB tetap berpegangan pada kode etik jurnalistik. Sementara medsos lain dilahirkan dengan latar belakang berbeda bisa oleh pedagang, calon gubernur, dan lainnya dengan visi yang berbeda pula. (kmb42)

KENANG-KENANGAN - Ketua Unitas Penalaran dan Jurnalistik Unwar, Cok. Agung Semara Dalem Pemayun didampingi YogaAdiputra bergambar bersama pembicara dan moderator usai menyerahkan kenang-kenangan di seminar pemberdayaan penulis muda.  Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


terbit sejak 16 agustus 1948

u g g n Mi

perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

Minggu Pon, 24 Desember 2017

Pengemban Pengamal Pancasila

20 HALAMAN

NOMOR 124 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

Pekikan KBS-ACE Menang Iringi Deklarasi di Bangli Figur Pemimpin yang ”Satya Wacana” LAPANGAN Kapten Mudita, Kota Bangli menjadi titik awal Deklarasi Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali yang diusung PDI Perjungan Dr. Ir. Wayan Koster, M.M. dan Dr. Ir. Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si. (KBSACE). Lapangan yang berada di jantung Kota Bangli tersebut dipenuhi tak kurang dari 13 ribu massa, saat Deklarasi KBS-ACE Kabupaten Bangli, Sabtu (23/12) kemarin. Tak hanya dari kader, simpatisan

dan anggota PDI Perjuangan, massa yang menyemut ini juga datang dari berbagai komponen masyarakat di Bangli. Antusias massa terlihat saat mengarak KBS-ACE yang hadir bersama istri, didampingi Wakil Ketua DPP I Made Urip, Ketua Tim Pemenangan KBS-ACE tingkat Provinsi I Nyoman Giri Prasta, Ketua Tim Pemenangan KBS-ACE Kabupaten Bangli Sang Nyoman Sedana Artha. Tampak juga mengiringi Bupati Bangli

I Made Gianyar yang notabene petugas partai di eksekutif, petugas partai di legislatif, pengurus DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangli, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali Dapil Bangli, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bangli. Tampak juga hadir senior partai seperti mantan Bupati Bangli I Nengah Arnawa, Made Arimbawa, dan Nengah Usdek Maharipa. Jegeg-Bagus

Bangli dan atraksi pencak silat dari pendekar Bakti Negara menyambut kehadiran pasangan ini. Pekikan KBSACE menang… berulang kali terdengar mengiringi kedua calon yang berjalan sekitar 500 meter menuju Lapangan Kapten Mudita. Cuaca Kota Bangli yang kemarin cukup terik tak menyurutkan semangat massa menunggu kehadiran KBSACE. Dukungan kepada KBSACE tak hanya dari unsur

PDI Perjuangan, terbukti dari deklarasi dukungan yang disampaikan sejumlah komponen masyarakat. Mereka terdiri dari berbagai komunitas, mulai dari seniman, bendesa adat, rohaniwan, petani, pensiunan guru, hingga tukang ojek, naik ke panggung mendeklarasikan dukungan dan siap mengantarkan KBS-ACE sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Bali tahun 2018. Hal. 19 Banyak Berbuat

BPM/ist

DEKLARASI - Suasana deklarasi pasangan Cagub dan Cawagub Bali Wayan Koster dan Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (KBS-ACE) di Lapangan Kapten Mudita, Kota Bangli.

Jelang Natal, Gereja di Bali Dijaga Ketat Denpasar (Bali Post) -

Menjelang Natal, hampir semua gereja penting di Bali mulai Sabtu (23/12) kemarin, dijaga ketat aparat keamanan. Polda Bali mengerahkan 1.875 personel untuk mengamankan gereja, termasuk 246 gereja di Denpasar. Salah satu atensinya yaitu serangan teroris.

BPM/ant

NATAL - Menjelang Hari Raya Natal, kerajinan miniatur patung rohani seperti patung Bunda Maria dan patung Keluarga Kudus dari Klaten banyak dipesan umat.

Cara Murah dan Mudah Atur Pola Makan DARI obesitas berbagai penyakit dapat muncul. Obesitas pun muncul karena pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat. Oleh karena itu, pengobatan yang paling murah dan mudah adalah mengatur pola makan (diet). Diet yang seimbang harus memerhatikan waktu makan, jenis makanan, jumlah, dan cara memasak makanan. Dokter Spesialis Gizi Klinik RSUP Sanglah, dr. Syuma Adhy Awan, M.Kes., Sp.GK. menjelaskan, menjaga asupan makanan sangat penting karena menjaga pola makan merupakan pengobatan awal. “Pada diabetes awal misalnya, pengobatan yang kita lakukan adalah edukasi pola makan dan diet. Jika setelah diet tidak ada perubahan pada gula darahnya, baru kita lakukan pengobatan seperti memberikan insulin,”

jelasnya, belum lama ini. Penderita diabetes identik dengan obesitas. Karena salah satu penyebab orang menderita diabetes melitus (DM) karena reseptor sel dalam tubuhnya terganggu akibat tertutup lemak. Maka dari itu, hal pertama yang dilakukan untuk penderita diabetes adalah mengatur berat badan menjadi ideal. Diet tujuannya untuk mencegah penyakit. Kalaupun seseorang telah menderita penyakit, diet juga penting dilakukan untuk mengendalikan atau mengurangi komplikasi penyakit lainnya. Diet pada prinsipnya adalah mengatur pola makan yaitu waktu makan, jenis makanan yang masuk, cara memasak, dan jumlah makanannya. Hal. 19 Sumber Karbohidrat

Tidak Terbit Terkait dengan peringatan Hari Raya Natal yang juga merupakan hari libur nasional, maka pada hari Senin (25/12) Bali Post tidak terbit. Bali Post terbit kembali seperti biasa mulai Selasa (26/12) . Untuk itu, kepada para pelanggan dan relasi iklan mohon maklum. Penerbit

Irwasda Polda Bali Kombes Pol. Suradyana menjelaskan Operasi Lilin tahun ini masih fokus pada antisipasi serangan teroris, aksi sweeping kelompok ormas, stok pangan, bencana alam dan kemacetan. Termasuk pengamanan tempat ibadah, jalur perlintasan arus mudik dan balik serta tempat-tempat keramaian. Diimbau agar personel yang terlibat operasi ini supaya memetakan kerawanan dan cara bertindak. Meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi teror dan kejahatan konvensional. Pendekatan dengan eleman masyarakat agar gencar dilakukan dan

Sebagian masyarakat kerap menganggap anak yang berbadan gemuk adalah ciri anak yang sehat. Anak yang demikian juga sering dibanggakan karena terlihat lucu dan menggemaskan. Barat badan berlebihan (obesitas) pada anak sangat membahayakan. Ini semua akibat pola hidup yang salah.

Termasuk Penyakit Kronis BALI tidak hanya menghadapi masalah gizi kurang, gizi buruk dan kurang gizi mikro (seperti kurang zat besi, kurang vitamin D), namun juga memiliki masalah gizi lebih atau kegemukan karena gaya hidup masyarakat saat ini. Berdasarkan data

Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) Provinsi Bali tahun 2013, prevalensi gizi baik 81,4 persen, gizi kurang 10,2 persen, gizi lebih 5,5 persen, gizi buruk 3,0 persen. Hal. 19 Gizi Lebih

Suka Ngemil dan Tidur Siang

KENDATI memiliki berat badan yang jauh dari berat badan pria pada umumnya, ternyata kondisi kesehatannya tetap stabil. Dia pun mampu tampil percaya diri (pede) untuk menjalani pekerjaan maupun saat bergaul di lingkungannya. Ditemui di kantorya baru-baru ini, Edy menuturkan berat badannya terus bertambah sejak lahir pada 13 Februari 1985 silam. Menurut cerita orangtuanya, saat lahir, berat badannya mencapai

dangkan gereja besar sebanyak 10 buah. Hal yang sama dilakukan Polri di sejumnlah daerah. Satu di antaranya terlihat Santa Maria Pelindung Diangkat Ke Surga, De Kerk van Onze Lieve Vrouwe ten Hemelopneming atau yang biasa disebut dengan Gereja Katedral Jakarta. Di lokasi ini, 106 personel aparat keamanan gabungan dikerahkan untuk berjagajaga di sekitar gereja terbesar di Indonesia. “Untuk di Katedral sendiri, saat ini dipersiapkan 106 personel. Di dalamnya merupakan gabungan baik dari Polsek, Polres serta diperkuat dari

Obesitas pada Anak

Edy Susena Miliki Berat Badan 186 Kg Memiliki berat badan yang melebihi kondisi normal dialami seorang warga di Dusun Bangah Desa Panji Kecamatan Sukasada. Dia adalah Edy Susena (32) memiliki badan gemuk (obesitas - red) sejak lahir. Hingga sekarang, berat badanya mencapai 186 kilogram.

mengantisipasi aksi sweeping. Sementara Karo Ops Polda Bali Kombes Pol. I Nyoman Sumanajaya mengatakan Polri siap mengamankan Natal di Bali. Personel yang dilibatkan dalam operasi ini 1.875 orang. Di samping itu, pihaknya juga menyiagakan personel yang tugas rutin. “Pokoknya, kekuatan penuh kami kerahkan. Kalau gabungan dengan stakeholder terkait, khususnya TNI bisa mendapat 4 ribuan personel,” ungkap Sumanajaya. Untuk jumlah gereja yang diamankan khususnya di wilayah Denpasar 246, se-

Brimob dan instansi terkait lainnya,” ujar Kabag Dalops Polda Metro Jaya, AKBP Victor Togi Tambunan di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Sabtu (23/12) kemarin. Pengamanan ini terbilang sangat penting dan serius demi terciptanya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan melakukan ibadah di Gereja Katedral ini. Sementara Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Machfud Arifin dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Airf Rahman, Sabtu kemarin, memantau pengamanan di sejumlah gereja di Surabaya menjelang Hari Raya Natal 2017. Pemantauan itu dilakukan di Gereja Bethani Jalan Nginden Intan dan Gereja Santa Maria Perawan di Jalan Kepanjen, Surabaya. (kmb36/kmb)

lima kilogram. Saat itu, dia termasuk bayi terberat dari kelahiran bayi di Kecamatan Sukasada. Edy tidak menyangka kalau memiliki berat badan mencapai 186 kg. Padahal, pola makan yang teratur dan porsi yang biasa-biasa saja. Hanya, dia mengaku memiliki kebiasaan ngemil dan memiliki kebiasaan tidur siang hari. Konsumsi makanan seperti krupuk, gorengan kentang, dan makanan ringan lain sangat disukainya. Bahkan, kalau keingiannya diikuti berapa pun banyak makanan ringan itu bisa dia konsumsi. Kemungkinan karena kebiasaan mengonsumsi makanan ringan dan sering bergadang memicu kebiasaan tidur pada siang hari, membuat berat badannya terus bertambah. Hal. 19 Terus Bertambah

Edy Susena

BPM/mud

DI Bali hampir semua daerah ditemukan anak yang mengalami obesitas. Hanya, datanya jarang direkam di Dinas Kesehatan dan masyarakat atau keluarganya jarang melaporkan anaknya mengalami obesitas. Sebenarnya, sejumlah risiko penyakit mengintai anak dengan kondisi berat badan berlebihan (obesitas), seperti tekanan darah tinggi dan gangguan gula darah. Dokter spesialis anak RSU Bangli dr. Agung Gede Wiradharma, Sp.A. baru-baru ini, mengatakan ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan seorang anak mengalami obesitas. Di antaranya karena faktor keturunan, lingkungan, dan pola makan. “Faktor lingkungan misalnya anak tersebut kurang beraktivitas, kebanyakan dibiarkan nonton TV sehingga aktivitas geraknya sedikit. Itu bisa menyebabkan obesitas. Demikian juga dengan pola makannya

yang tidak dijaga,” ujarnya. Dokter Agung mengatakan, agar anak memiliki berat badan ideal, maka penting bagi orang tua untuk memerhatikan pola makan dan kebutuhan nutrisi pada anak. Pola makan anak sehari-harinya harus diatur, demikian juga asupan nutrisi harus dijaga agar jangan sampai berlebih. “Misalnya anak usia satu tahun, berat badan idealnya 10 kg. Kebutuhan nutrisinya itu ada hitungannya,” ujarnya. Untuk mencegah anak mengalami obesitas, orang tua juga perlu membatasi anak untuk tidak banyak mengonsumsi snack dan minuman siap saji. Dikatakan dr. Agung, menjaga berat badan anak agar bisa ideal penting dilakukan para orang tua pada 1.000 hari pertama kehidupan anak. Hal. 19 Penyakit Mengintai


4

Minggu Pon, 24 Desember 2017

Eka Kusmawan

Dewa Putu Sahadewa

Ary Duarsa

BPM/Phalayasa Sukmakarsa

Catatan Akhir Tahun

Monolog Tiga Dokter

Memahami Literasi Sambil Bermain JIKA berbicara dunia pendidikan di Indonesia, selama fase 2017, kita hanya disuguhkan pada pemikiran-pemikiran yang lahir dari seminar satu ke seminar yang lain dengan hasil yang seragam. Bahwa siswa (baca: pelajar) harus memahami pentingnya arti dan nilai-nilai Pancasila. Siswa juga harus memiliki karakter yang kuat menjadi manusia Indonesia yang berkarakter dan ‘’paham’’ menjadi orang Indonesia. Pertanyaannya, sudahkah ada panutan yang layak dicontoh para pelajar kita? Sosok manusia Indonesia yang layak ‘’digugu’’ dan ditiru? Manusia Indonesia berkarakter Indonesia? sementara TV dan beragam berita online yang masuk ke gadget para siswa berisi berita-berita para petinggi negeri yang ‘’memuja’’ korupsi. Apa yang bisa disimak para pelajar kita? Apa yang bisa digugu dan ditiru? Apa yang bisa dipelajari. Persoalan berikut, lemahnya minat siswa pada literasi? Ini pun menawarkan beragam ‘’ide’’ untuk membongkar dan menata dan mencari formula untuk ‘’memaksa’ siswa memahami dan minimal tertarik pada literasi. Bagaimana caranya tertarik, kalau suguhan memahami literasi begitu ‘’monoton’’ dan tidak memiliki daya tarik dan pikat. Literasi di sekolah? Minat baca? Pendidikan karakter? Itulah tiga isu 2017 yang belum menemukan formula untuk ditawarkan sebagai resolusi. Memasuki tutup tahun 2017, sebuah revolusi besar dilakukan sebuah sekolah di pusat kota. Sekolah yang konon tempat para siswa dengan fasilitas mumpuni, baik sumber daya manusia dan beragam hal dimiliki sekolah ini. Siswa cerdas, kreatif dan fasilitas dijamin ‘’berlebihan’ dan berkalikali dihajar prestasi nilai ujian siswanya tertinggi di Indonesia. SMPN 1 Denpasar melalui sosok guru Bahasa Indonesia-nya yang ‘’rada antipublikasi’’ menawarkan sebuah apresiasi pengisi liburan

siswa, ‘’Pementasan Monolog Tiga Dokter’’. Jika Anda jadi orangtua, tentu Anda akan bercita-cita dan memilih anak Anda jadi dokter dibanding harus masuk sekolah seni. Di tengah miskinnya formula dari pengampu kebijakan pendidikan untuk membangun siswa yang berkarakter dan cinta literasi, acara ‘’monolog tiga dokter’’ ini adalah solusi paling ‘’cerdas’’ di akhir tahun untuk menawarkan sistem ‘’pembelajaran’’ gaya baru yang menarik sambil ‘’bermain’’, penyair Tan Lioe Ie menawarkan puisi-puisi yang ‘’serius’’ jadi pementasan yang menghibur sekaligus mampu memancing kepekaan estetika siswa di sekolah menengah untuk mencintai puisi dengan cara yang dalam istilah anak sekarang: ‘’asik-asik’. Tan Lioe Ie mampu mnawarkan ‘’kesederhanaan’’ sekaligus ‘’kemewahan’’. Dengan petikan gitar dan musik, juga indah secara visual, karena Tan Lioe Ie mampu menjaga dan membaca irama panggung, tampak para siswa yang hadir juga ikut bergoyang.

mengelola pendidikan karakter siswa. Sekarang itu dunia pendidikan tidak hanya memerlukan wacana, harus ada eksekusi,’’ papar GM Sukawidana serius tentang pentingnya mencari solusi untuk dunia pendidikan di Bali yang lebih riang, dan masuk akal, sehingga siswa tidak sekadar berkutat den-

Sumber Belajar Lingkungan sekolah sesungguhnya bisa dijadikan sumber belajar. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, untuk memajukan kebudayaan Indonesia, berbagai macam aspek kebudayaan akan diintegrasikan dengan pendidikan. Gerakan seniman masuk sekolah merupakan kegiatan pembelajaran seni di sekolah di luar jam pelajaran dengan melibatkan para seniman daerah. Agaknya hal inilah yang membuat GM Sukawidana — guru Bahasa Indonesia — mengajak para seniman untuk pentas ‘’100 Monolog karya Putu Wijaya’’ dengan cara unik dan mengundang aktor sekaligus dokter untuk pentas di panggung sekolah menengah. ‘’Semua lingkungan di sekolah adalah ekosistem pendidikan. Bisa dijadikan sumber belajar apa saja dan bermanfaat bagi siswa, jadi siswa tidak sekadar belajar tetapi memahami bagaimana para maestro bekerja, ini bagus untuk

Lingkungan sekolah sesungguhnya bisa dijadikan sumber belajar. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, untuk memajukan kebudayaan Indonesia, berbagai macam aspek kebudayaan akan diintegrasikan dengan pendidikan. Gerakan seniman masuk sekolah merupakan kegiatan pembelajaran seni di sekolah di luar jam pelajaran dengan melibatkan para seniman daerah.

sebagai dokter bedah, jelas kesibukannya berjibun dimulai dengan jadwal padat di RS Surya Husada. Kecintaannya pada teater dimulai sejak kuliah di Fakultas Kedokteran, sekitar tahun 1985-1989. Menjadi bagian dari komunitas seniman (Sanggar Minum Kopi) SMK. Pernah menjadi pemeran

BPM/Phalayasa Sukmakarsa

gan akademik saja. Serangkaian menyambut Tahun Baru 2018, sekolah pun mengadakan ‘’Pentas Monolog 3 Dokter’’ di SMPN 1 Denpasar, Jumat (22/12). Tujuan pentas ini membuat resolusi pendidikan karakter di dunia pendidikan melalui teater dan sastra. Untuk itulah diundangnya tiga dokter untuk pentas monolog. Dokter-dokter ini adalah dokter-dokter yang rela ‘’menyelipkan’’ waktu untuk membangun wacana pendidikan dengan teknik yang baru dan unik, pentas monolog. Di tengah hiruk-pikuknya para pasien yang menunggu. Tiga Dokter Dr. Eka Kusmawan, sehari-hari

utama terbaik Lomba Drama Modern se-Bali. Tiga tahun terakhir ini belajar fotografi dan sinematografi. Sekarang masih aktif di beberapa organisasi, terutama di bidang profesi, sebagai dokter bedah. Setelah lebih dari 20 tahun tidak lagi pernah berseni teater, kini bersama teman-teman terpanggil untuk ikut memainkan monolog karya Putu Wijaya dalam rangka ‘’Festival Monolog Bali 100 Putu Wijaya’’. dengan judul monolog ‘’Ah’’ — menceritakan tentang seorang dokter yang bertugas di tempat terpencil, yang rindu ibunya. Dengan gaji kecil, dan lingkungan seputar desa tempatnya bertugas yang lebih percaya

‘’dukun’’ dibanding seorang dokter. Eka Kusmawan memainkannya ‘’nasib’’ dokter yang selama ini selalu terkesan ‘’borjuis’’ dan otaknya hanya isi ‘’uang’’ dan identik dengan kemakmuran, bisa digambarkan Eka dengan baik. Sang tokoh dokter sesungguhnya sejak awal dilarang ibunya memilih bertugas di daerah terpencil, karena dijamin hidup tidak makmur. Faktanya selama bertugas di daerah terpencil sang dokter tidak digaji, juga ketika ada seorang gadis desa meninggal karena pengobatan sang dukun, yang disalahkan justru sang dokter karena masyarakat lebih percaya dukun dibanding dokter. Ketika pasien sang dukun mati, sang dokter disuruh menghidupkan dan memanggil roh gadis desa yang sudah meninggal. Eka mengemas tata panggung simpel, dengan tata lampu apik. Dan yang mengejutkan, Eka pun mampu memainkan sang tokoh, dokter desa dengan apik. Di tengah bejibun tugas sebagai dokter bedah, Eka bisa menyisipkan diri untuk ikut membangun literasi lewat visual yang indah dan matang. Sederhana, murah, dan tentu langsung eksekusi tanpa perlu duduk berjam-jam di sebuah seminar. Dr. Dewa Putu Sahadewa, Sp.OG.(K), alumnus SMP 1 Denpasar tahun 1984. Lahir besar dan menyelesaikan pendidikan dokternya di Denpasar, Bali, tetapi sejak berpraktik dokter spesialis kandungan tahun 2005 sampai sekarang berada di Kupang, NTT. Memulai kecintaan pada dunia sastra dan teater sejak diajak ikut bermain teater di Sanggar Sastra Cipta Budaya asuhan sang guru Bahasa Indonesia GM Sukawidana, setelah itu malang-melintang sering memenangkan lomba penulisan dan pembacaan puisi, lomba drama modern. Pernah bergabung di Teater Angin, Sanggar Putih dan Sanggar Minum Kopi. Dokter Saha, begitu dia biasa dipanggil, saat ini kembali menulis puisi sejak 2015. Menghasilkan dua antologi tunggal dan puluhan antologi puisi bersama. Saha saat ini tinggal di Kupang mengurus ratusan karyawan Rumah Sakit Ibu

dan Anak di Kupang. Saha akan memainkan naskah Putu wijaya berjudul ‘’Narkoba’’. Jika kita jeli memahami pementasan ini, ada baiknya Saha perlu diundang untuk memberi ceramah bahaya narkoba dengan cara ‘’pementasan’’, Saha bermain serius. Ketika disinggung di tengah kesibukannya sebagai dokter kandungan, bisa-bisanya Sahadewa ‘’mencuri’’ waktunya untuk mengajak semua pihak mencintai sastra. ‘’Jika minat masyarakat dan siswa terhadap sastra tinggi, mestinya minat baca tinggi dan masyarakat akan lebih cerdas dan maju. Karena ‘’pintu’’ ilmu pengetahuan ada pada apa yang dibaca,’’ papar Sahadewa serius. Dokter satu lagi Dr. Sthiraprana Duarsa, orang menyebutnya dokter Ary Duarsa, sekitar tahun 1990-an puisi-puisi dr. Ary Duarsa menjadi puisi-puisi yang disukai para pecinta puisi di Bali. Tetapi Ary Duarsa lebih nikmat menyimpannya sendiri, atau dibagikan untuk para sahabat. Sebagai dokter dan ‘’petinggi’’ di Rumah Sakit Sanglah, dr. Ary merasa pementasan monolog tiga dokter serangkaian Hari Ibu adalah cara yang paling tepat untuk memberikan ‘’pencerahan’’, ‘’relaksasi’’ dan ‘’pembelajaran’’ dengan cara-cara yang tidak biasa. Karena bagi Ary Duarsa, lingkungan sekolah adalah tempat paling tepat untuk membangun karakter siswa dengan cara ‘’bermain’’. Ary Duarsa memainkan monolog Putu Wijaya berjudul ‘’Raksasa’’. Dengan gaya sederhana, dan apa adanya. Ary pun memainkan panggung dengan jenaka. Begitulah seharusnya literasi dimainkan. Tidak cukup dengan beragam ceramah dan siswa harus duduk manis berjam-jam. Harus diubah paradigma memperkenalkan karakter, literasi, dan beragam program dengan cara rileks. Karena cerdas saja tidak cukup, harus ada keseimbangan antara otak kanan-kiri untuk membangun manusia Indonesia yang memiliki karakter matang. Mari berhentilah membuat beragam program yang membuat siswa menjelma jadi cyborg. (osi)

Kenali Olahraga Sehat yang Baik untuk Ibu Hamil SEPERTI yang kita semua ketahui olahraga merupakan aktivitas yang baik untuk kesehatan seseorang, tidak terkecuali bagi ibu hamil. Berolahraga tidak hanya bermanfaat bagi seorang ibu yang sedang mengandung tetapi juga untuk perkembangan janin. Sebuah penelitian menunjukkan dengan seseorang ibu hamil yang menjalani olahraga 2 sampai 3 kali dalam seminggu memiliki keadaan fisik yang lebih bugar selama kehamilan serta menghindari risiko kejadian diabetes melitus pada masa kehamilan dan menghindari risiko hipoglikemia pada bayi setelah dilahirkan serta melahirkan bayi besar (makrosomia) yang merupakan sebuah risiko tinggi dalam proses melahirkan normal. Tetapi penting untuk diingat bahwa tidak semua jenis aktivitas fisik sesuai dan baik untuk ibu hamil. Terdapat beberapa aktivitas berisiko seperti aktivitas yang membutuhkan keseimbangan. Berat badan yang bertambah dan perubahan bentuk tubuh menjadikan ibu hamil sulit untuk menjaga keseimbangannya. Sehingga risiko cedera akan meningkat pada jenis olahraga ini. Seorang ibu hamil harus memulai sedini mungkin untuk berolahraga dan tidak terdapat larangan beraktivitas berat seperti pada keadaan ketuban pecah dini, tanda-tanda persalinan yang muncul sebelum cukup bulan dan hipertensi yang mengarah ke preeklamsi. Berolahraga selama kehamilan dapat dilakukan secara bertahap, misalnya jika ibu jarang berolahraga sebelumnya, dapat memulai dengan melakukan gerakan aerobik selama 10-15 menit seban-

yak 5 kali dalam seminggu. Jika sang ibu memiliki akivitas olahraga yang tinggi dari sebelum masa kehamilan maka aktivitasnya bisa terus dilakukan. Namun, beratnya aktivitas fisik yang dijalankan oleh ibu hamil diharapkan menurun sejalan dengan semakin besarnya usia kehamilan. Beberapa aktivitas aerobik yang disarankan adalah jalan sore, jogging, berenang dan senam ibu hamil. Penting untuk diperhatikan bahwa tidak semua aktivitas dinilai cocok untuk ibu hamil. Aktivitas fisik yang melibatkan kontak fisik harus dihindari untuk mencegah benturan di bagian perut. Olahraga yang berisiko jatuh seperti bersepeda, ski, hoki dan gymnastik juga harus dihindari. Olahraga yang berhubungan dengan perubahan tekanan seperti olahraga di ketinggian tertentu dengan mendadak (di atas 250 meter) dan kegiatan menyelam dapat berakibat buruk bagi janin. Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil saat berolahraga. - Sendi ibu hamil akan lebih fleksibel karena pengaruh hormon selama kehamilan, oleh karena itu pemanasan perlu dilakukan untuk mencegah risiko terjadinya cedera saat berolahraga. - Jangan berolahraga secara berlebihan, untuk menjaga pola napas dari ibu. - Pada saat usia kehamilan menginjak 16 minggu, ibu hamil disarankan menghindari olahraga yang melibatkan penekanan pada punggung, karena rahim dapat memberikan tekanan berlebihan pada pembuluh darah.

- Cukup minum saat menjalani olahraga agar tidak mengalami dehidrasi.

BPM/ist

Tetapi penting untuk diingat bahwa tidak semua jenis aktivitas fisik sesuai dan baik untuk ibu hamil. Terdapat beberapa aktivitas berisiko seperti aktivitas yang membutuhkan keseimbangan. Berat badan yang bertambah dan perubahan bentuk tubuh menjadikan ibu hamil sulit untuk menjaga keseimbangannya. Sehingga risiko cedera akan meningkat pada jenis olahraga ini. Seorang ibu hamil harus memulai sedini mungkin untuk berolahraga dan tidak terdapat larangan beraktivitas berat seperti pada keadaan ketuban pecah dini, tanda-tanda persalinan yang muncul sebelum cukup bulan dan hipertensi yang mengarah ke preeklamsi.

Walaupun ibu hamil disarankan untuk berolahraga rutin, selama masa kehamilan diharapkan berat badan ibu terus bertambah secara bertahap dengan pertambahan paling banyak pada trimester terakhir. Dokter akan menyarankan ibu untuk memiliki pertambahan berat badan sebanyak: 1 - 2 kg pada trimester pertama, dan 1,4 - 2 kg pada trimester kedua dan ketiga. Kebanyakan ibu hamil memerlukan lebih banyak 300 kalori sehari selama paling tidak 6 bulan terakhir masa kehamilan dibandingkan sebelum hamil. Pertambahan berat badan ini diharapkan berasal dari sumber makanan yang sehat, bukan hanya melihat dari kuantitas, namun juga kualitas jenis makanan yang dikonsumsi. Ibu hamil membutuhkan lebih banyak protein, besi, kalsium, vitamin D dan asam folat selama kehamilan. Asam folat adalah salah satu nutrisi yang terpenting untuk kehamilan. Asam folat mampu mencegah kecacatan pada bayi seperti spina bifida. Untuk calon ibu, disarankan untuk memperoleh 400 mikrogram asam folat sebelum dan selama kehamilan, sedangkan untuk ibu hamil, dibutuhkan sekitar 600 mikrogram setiap harinya. Sulit untuk mendapatkan nutrisi ini hanya dari makanan, sehingga memberikan tambahan pil suplemen asam folat akan sangat membantu. dr. Johanes Nyoman Deo Widiswara Mawan


5

Minggu Pon, 24 Desember 2017

Lelaki yang Tinggal di Dalam Tanah

CERPEN

Oleh Adi Zamzam Kabut mengubah siang seperti senja beranjak malam. Benakku dihinggapi perasaan tak enak. Berisik yang tiba-tiba mengusik membuat dadaku berdenyar. Aku terpaksa keluar mobil demi memastikan rupa suara. Betapa terkejutnya aku. Di tengah jalan yang membelah perbukitan aku terpana. Ribuan pohon tiba-tiba saja hidup, menganggukkan badan, seraya mengucap terima kasih kepadaku. Seseorang, yang entah dari mana datangnya, sudah berdiri di ujung jalan. Sosok misterius itu sekujur tubuhnya berupa tanah tanah! “Kemarilah. Aku ingin berterima kasih kepadamu...” sosok itu turut mengangguk kepadaku. “Terima kasih atas apa?” Ia mendekat. Semakin dapat kulihat tubuhnya yang tanah. Sialnya, kedua kakiku tak bisa kugerakkan. Tubuhku gemetar, terdera ketakutan. Entah mengapa kemudian aku berteriak memanggil almarhum kakekku. Namun istrikulah yang kemudian kudapati. Mengguncang bahu dengan wajah penuh tanya. *** “Kabar dari keluarga Jono bagaimana, Mas?” istriku datang dengan segelas kopi nasgithel. Aku hanya menyahut dengan dehaman kecil. Coba menghilangkan yang tiba-tiba mengganjal di tenggorokan. Lantas kubasahi dengan kopi hangat. Musibah yang terulang itu selalu saja membuatku kesulitan menelan sesuatu. “Sesuai perintah Mas, uang santunan sudah kuserahkan lewat Pak Mijan. Aku belum dapat kabar apa pun,” ujarnya lagi. Aku sebenarnya tak mau diingatkan dengan musibah itu. Apalagi jika kemudian teringat bahwa musibah itu terjadi setelah mimpi buruk yang belakangan sering meneror tidurku. Dua pekerjaku telah tertimpa longsoran tanah yang mereka gali sendiri. Aku tak mau menampakkan kesedihan meski sebenarnya aku turut bersedih. Aku tak mau terlihat kalah di depan mereka yang pada dasarnya sudah tak menyukai apa yang kulakukan di desa itu. Mengingat segala kegigihan yang telah kulakukan demi melancarkan usaha. Dari berbaik-baik dengan para pemegang tampuk kekuasaan, para wakil rakyat tingkat kecamatan ataupun kabupaten, hingga dengan para warga sekitar yang membutuhkan pekerjaan. Toh tak hanya aku yang kenyang. Para penadah kris dari penggilingan batu milikku, kebanyakan adalah para wakil rakyat. Dan mereka tahu dari mana aku mengambil bahan baku. Atau beberapa tetangga yang memperlihatkan kesinisan. Seolah pertambangan milikku sedikit banyak tak turut menyumbang napas buat mereka. *** Di sebelah timur tanah kelahiranku perbukitan itu berada. Di dalam perutnya mengandung banyak batu, sementara tanahnya sangat baik untuk bahan batu bata dan genting. Di masa kecilku siapa pun bisa dengan mudah menemukan pisang, jambu biji, mangga, sawo, srikaya, sirsak, rambutan, atau bahkan durian yang tumbuh liar. Kakeklah yang kerap memarahi siapa pun yang menebas apa pun yang tumbuh di sana. “Lelaki yang tinggal di dalam tanah?” pertanyaan ini muncul saat hari pertama cerita ajaib Kakek dituturkan. “Iya. Dia akan marah jika kau merusak apa pun yang tumbuh di atasnya. Dialah yang bertugas menyediakan air bersih untuk akar-akar, menggemburkan tanah, menyimpan persediaan air, hingga menyelamatkan ikan-ikan dari kemarau dan melepaskannya kembali di puncak penghujan.” Dengan perasaan aneh dan sedikit takut, aku kerap membayangkan seperti apa rupa dan bagaimana cara lelaki itu tinggal dan menjaga tanah. Apalagi ketika kemudian Kakek bilang lelaki itu tak hanya tinggal di bukit Sendang Perawan. Ia menjaga bumi ini dengan segenap kekuatannya. Tapi… “Banjir terjadi lantaran sungai penuh sampah, sementara hutan digunduli sehingga tanah tak lagi mampu menahan kadatangan air. Begitu juga dengan kekeringan, tsunami, gempa bumi, atau gunung meletus. Semuanya memiliki penyebab

sendiri-sendiri,” bantahan Pak Parji begitu meyakinkan ketika aku bertanya di dalam kelas. Hingga teman-teman menjadikanku bahan ejekan setelahnya. *** “Kira-kira kapan penggilingannya buka lagi, Pak?” lelaki itu tersenyum dengan ekspresi yang aneh. Dilipatnya uang pemberianku dengan kikuk setelah sempat keliru menyangka kausnya memiliki saku. Dia baru saja berhutang. “Kalau misal penggilingan aku tutup, Pak Badrun kira-kira mau pindah kerja apa?” “Jangan bercanda lah, Pak,” ia tersenyum lagi. Tapi lagi-lagi senyum itu menjadi seringai yang aneh. Tanah berjatuhan dari wajahnya. Ketika lelaki itu membalikkan badan, tubuhnya semakin sempurna berubah tanah. Aku berniat memanggilnya kembali setelah beberapa langkah ia beranjak. Namun mulutku langsung mengunci tatkala tubuh itu tiba-tiba amblas ke tanah dan hanya menyisakan gunungan tanah. Kukucek mata berkali-kali. Kepalaku pening. Halusinasi itu menguasaiku lagi. Kulihat Pak Badrun sudah jauh meninggalkanku. “Mas, ziarahnya jam empat sore ya? Aku mau diajak Nani, ambil kue-kue pesanan dulu,” istriku menjawil. Kujawab dengan anggukan. Sepanjang hari itu aku benar-benar memikirkan usaha apa kiranya yang manis untuk kujadikan pengganti usaha penggilingan batu. Ketika sampai di depan makam Kakek, istriku tercekat mendengar aneka ide yang berlompatan dari mulutku. “Mas serius? Mas ini kenapa sih?” Entah mengapa tangan kananku gemetar ketika menyentuh nisan Kakek. Meski cerita beliau terkesan tak masuk akal. Sudah dua kali mimpi buruk itu membawa kabar kematian. Mimpi itu seperti ingin mengabarkan sesuatu, dengan caranya sendiri. Kakek mungkin bisa menjelaskan arti mimpi itu. Karena itulah aku sering memanggilnya dalam mimpi. Sayangnya beliau tak pernah lagi muncul setelah mimpi-mimpi aneh itu bertamu. *** Hari itu perasaan tak nyaman sudah sedemikian hebatnya membelitku. Bukan lantaran hari itu adalah pesta pernikahan Danar yang kemarin-kemarin juga turut memusuhi usahaku. Toh sekarang ia sudah diam dan acuh dengan segala pekerjaanku, setelah jatuhnya dua korban jiwa. Apa yang menguasai kedua mataku sudah sedemikian hebatnya. Tak hanya satu dua sosok yang tiba-tiba menjadi manusia tanah, tapi semua. Tak terkecuali istri dan anak-anakku. Hanya bayanganku dalam cermin saja yang selamat dari halusinasi ini. Aku berdiam di salah satu kursi di teras rumah, kehilangan gairah menggerakkan tubuh. Hilir-mudik orang-orang berubah menjadi iring-iringan mengerikan di mataku. “Kapan penggilingannya buka lagi, Pak?” seorang lelaki tanah mendekatiku, dengan seringai yang aneh. “Bukannya sawah Pak Ipin sekarang sedang butuh banyak tenaga?” kubalik pertanyaan yang seolah ingin meledek. Puncak penghujan adalah masa tidur semua penggilingan batu milikku—seiring dengan masa liburnya proyek-proyek Pemerintah. Meskipun ada beberapa orang yang kadang masih nekat menggali tanah, menabung pekerjaan kepadaku. “Tahun depan aku akan mengeruk sawah yang sebelah timur, Pak. Airnya susah.” “Para tetangganya enggak akan marah tho?” Dia malah tertawa, “Suka atau enggak suka itu kan hal biasa tho, Pak?” Dia terus saja berbicara. Sementara aku semakin tak menginginkan percakapan itu. Kupangkas kalimat menjadi pendek-pendek agar dia tahu aku benar-benar sedang tak menginginkan percakapan ini. Tapi rupanya dia sedang menunggui istrinya yang baru saja keluar dari ruang tamu setelah setengah

jam berlalu. Dan sepasang manusia tanah itu kemudian meninggalkan pesta setelah mengucap pamit kepadaku. Aku menghitung detik demi detiknya. Menunggu adegan ganjil yang sudah aku hafal lantaran sudah berkali terjadi. Namun belum sempat dua sosok itu amblas ke dalam tanah, tiba-tiba telingaku mendengar teriakan bernada panik. Aku buru-buru menyusul beberapa orang yang lari berhamburan. Mataku kemudian menemukan itu, dari arah pertambangan milikku. Aku bisa melihat sebagian bukit Sendang Perawan yang telah hilang. Dan longsoran itu—dengan membawa segala yang ada padanya, sedang meluncur deras ke arah kami! Aku berteriak memanggil ketiga anakku. Istriku tergopoh keluar dengan raut penuh tanya. Suasana semakin kacau. Pesta berubah jadi arena mengerikan. Aku sempat berpikir bahwa ini adalah bagian dari halusinasi itu, betapa pun istriku kalap

menarik-narik lenganku dan akhirnya lari entah ke mana. Aku sempat melihat si bungsu dalam gendongan Danar. Aku coba mengejar mereka setelah sadar bahwa ini memang kenyataan. Hanya dalam sekejap semuanya berubah jadi lautan lumpur. Aku coba membebaskan diri. Tapi tanah telanjur menelanku. Mula-mula sebatas pinggang, dada, leher, menghimpit dan melilit seolah ingin menjadikanku manusia tanah. “Tolooong…!” teriakku berkali-kali, dengan segala harap, entah kepada siapa. Hingga akhirnya kupejamkan kedua mata, menyambut rupa ajal. Aku sudah tak lagi berharap ketika ada sesuatu yang menyentuhku. Entah apa atau siapa itu yang melakukannya. Seperti ada tangan yang mendorong kedua kakiku ke atas hingga kedua mataku bisa kembali menemukan cahaya. Aku terengah di antara himpitan tanah. Di batas kesadaran,

kulihat seseorang muncul dari balik kelopak mataku. Sekujur tubuhnya tanah! “Jika dia sudah marah, tak ada siapa pun yang dapat menolaknya,” ujar sosok misterius itu, mencuri kalimat Kakek. Aku curiga bahwa dia memang Kakek. Tapi saat perih di sekujur tubuh mengembalikan sebagian kesadaran, aku mulai sangsi dengan dugaan sendiri. Tentu saja dia bukan Kakek! Apakah dia yang menyelamatkanku tadi? Benarkah itu sosoknya? Mengapa dia menyelamatkanku? Aku berteriak-teriak memanggil Kakek. Air mataku leleh. Penyesalanku terlambat. Semuanya telanjur terkubur tanah. Hanya tersisa janji-janji dalam hatiku sendiri. Janji-janji yang terlambat pula. Bahwa aku mesti memperbaiki semua. Terutama diriku sendiri.* Kalinyamatan-Jepara 2015-2016

Resensi Buku

Memahami Pengobatan Alternatif

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Judul Buku : Pengobatan Alternatif Sapta Kanda Empat Penulis : Pan Putu Budihartini Penerbit: Pustaka Bali Post Tahun Terbit : 2001 Jumlah hal. : 113 hal.

Membangun kesehatan diperlukan perhatian yang serius. Sebagai masyarakat Timur yang memahami beragam hal yang berbau ‘’mistis’’. Pengobatan alternatif kadang-kadang masih menjadi pilihan tersendiri bagi masyarakat salah satunya adalah pengobatan yang ditawarkan buku ini ‘’Pengobatan Alternatif Sapta Kanda Empat’’. Pengetahuan tentang tanaman obat ini merupakan warisan budaya bangsa berdasarkan pengalaman yang diturunkan secara turun-menurun. Buku ini mencoba menawarkan beragam pengobatan dan tata cara untuk menyembuhkan penyakit, dengan menggunakan tumbuh-tubuhan berkhasiat obat, yang ada di sekitar kita. (osi)

Cok Padmanaba

Bagong Soebardjo


Refleksi

6

Berteman dengan Cacian dan Hinaan

Sammanad brahmano nityam udvijeta visad iva Amrtasyeva cakankssed avamanasya sarvada (Manu Smrti 2.162) ”Orang bijaksana takut dengan pujian sebagaimana ketakutan pada racun, dan menginginkan caci-hinaan sebagaimana menginginkan minuman amerta kekekalan.” Di dunia ini, orang-orang cenderung mencari-cari kesalahan dan kejelekan orang lain, mulai dari pengemis sampai dengan para maharesi. Kecenderungan yang hampir menjadi sebuah “tradisi” tidak terhindarkan ini menjadi ciri masyarakat manusia, bahkan kitab-kitab suci, orang-orang suci pun akan diobrak-abrik dengan begitu bebas tanpa ampun. Jumlah para pencari kesalahan dibandingkan dengan pencari kebaikan jauh lebih banyak. Ribuan kebaikan akan dihanguskan oleh satu “dugaan” atau “prasangka”. Hampir setiap orang mengalami sendiri dan/atau mendapat keluhan dari sanak keluarga dan kenalan perihal kesakitan yang didapatkan akibat dari ulah para pencari keburukan. Adanya “tradisi pencari kesalahan” di masyarakat yang cukup meluas seperti ini menyebabkan kitab suci tidak pernah bosan memberikan pengingatan dan petunjuk bagaimana agar orang tidak menjadi “pencari kesalahan” dan/atau, sekurangnya, tidak tersentuh serta tidak tersakiti oleh ulah para “pencari kesalahan”. Manava Dharma Sastra memberikan pemahaman indah agar orang tidak merasa begitu kesakitan akibat dari “amukan” para pencari kesalahan. “Sammanad brahmano nityam” -- orang bijaksana terpelajar akan selalu ketakutan akan pujian dan penghargaan bagaikan ketakutan pada racun. Jika orang-orang biasa sibuk mengumpulkan pujian dan penghargaan maka orang suci bijaksana akan berlaksana sebaliknya. Bagi orang bijaksana terpelajar, pujian adalah racun, sedangkan bagi orang biasa, pujian adalah kebanggaan dan harga diri. Orang-orang biasa bahkan “mengatur” dengan baik cara untuk mendapatkan pujian dan penghargaan. Mereka akan sangat berbahagia mendapatkan pujian dan penghargaan. Sering pula mereka membayar orang untuk memberikan pujian serta penghargaan kepada dirinya . Lebih jauh lagi, banyak

Redaktur Khusus MIMBAR

BUDDHA Dhana Putra HANYA dalam hitungan hari, tahun 2017 akan segera berakhir. Suasana liburan sudah terasa. Anak-anak sekolah sudah libur. Lalu lintas di sejumlah kawasan sudah mulai berkurang dan berpindah ke tempat wisata. Semua orang bersuka cita di akhir tahun sekaligus menyambut datangnya tahun yang baru. Tahun baru seakan-akan memberikan harapan baru untuk semua orang. Semua orang berharap agar di tahun mendatang lebih baik daripada tahun ini. Semua mengharapkan yang lebih untuk jabatan, karier, keuntungan, kesuksesan, kesehatan, percintaan, hubungan, dan segala aspek kehidupan yang lainnya. Berharap tahun depan lebih baik daripada tahun ini. Banyak orang yang memasang target, membuat rencana tahunan, menentukan pencapaian, dan seterusnya. Ini adalah hal yang wajar dan sah-sah saja bagi setiap orang. Namun di sisi lain kita juga harus bisa menyadari berbagai hal yang telah diajarkan oleh Dhamma, yang telah kita ketahui dengan jelas selama ini. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam membuat resolusi untuk tahun mendatang adalah usaha benar. Hendaknya kita berusaha untuk mengurangi segala hal yang kurang baik, yang sudah ada selama ini. Jika bisa, segala kondisi kurang baik tersebut dihentikan. Segala sesuatu yang kurang baik, yang belum muncul dalam kehidupan kita, hendaknya bisa ditahan, tidak dimunculkan, tidak mencoba

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa yang tidak bisa hidup tanpa pujian dan penghargaan, baik demi kesenangan pribadi maupun demi karier dan harga diri. Sebaliknya bagi orang bijaksana terpelajar, hal-hal seperti itu justru merupakan sesuatu yang dihindari bagaikan orang menghindari racun (visad iva). Tentu saja hal ini sangat mengherankan bagi orang kebanyakan. Akan tetapi, bagi orang suci bijaksana, segala pujian dan penghargaan dunia adalah sesuatu yang merupakan kebalikan dari apa yang dielu-elukan oleh orang-orang biasa. Orang bijak tidak menginginkan nama baik, penghargaan, atau karier. Bagi orang bijak, semua itu hanyalah racun, atau halangan bagi tujuan sejati orang bijaksana. Orang bijak mencari “berlian kemuliaan”, sedangkan orang-orang biasa mencari “pecahan-pecahan kaca” keruntuhan hidup. Jika orang bijaksana mencari kemuliaan maka orang biasa mencari “kemeriahan”. Di situlah bedanya pencari kesalahan dengan pencari kebaikan. Bagi para pencari kesalahan, apa pun dilakukan orang, semua pasti “menjadi salah”. Mereka akan selalu melihatnya salah. Sedangkan bagi pencari kebaikan, apa pun dilakukan orang, semua pasti dilihat mulia dan/ atau di baliknya tersembunyi segala jenis kemuliaan. Mereka akan melihat segalanya dengan jujur dan bijak. Siapakah yang bisa tahan dengan caci maki dan hinaan? Orang memerlukan daya tahan yang kuat mengagumkan, teguh dan penuh kesabaran untuk menghadapi caci maki serta hinaan. Daya tahan seperti itu hanya akan dimiliki oleh mereka yang berada dalam cinta kasih dan mempunyai jiwa pengampun yang baik. Bagi orang bijaksana terpelajar, caci maki, hinaan, atau bahkan pembunuhan karakter, semua diterima dengan tenang damai. Cacian dan hinaan merupakan minuman amerta bagi para bijak. Sedangkan bagi orang biasa semua itu merupakan “bencana” besar dan sudah merupakan alasan cukup untuk “mengumumkan perang besar” dengan orang yang memberikan cacian, hinaan, dan pencemaran namanya. Akan tetapi, orang

bijaksana tidak akan ikut-ikutan menjadi bodoh dan jahat untuk membalas balik caci hinaan atau pun fitnah. Kitab suci Mahabharata memberikan ilustrasi arahan bijaksana nan mulia untuk menghadapi caci hinaan, “jivantu me Satru-ganah sadaiva” -- ya Tuhan, semoga semua musuh hamba hidup terus. Orang-orang bijaksana berdoa agar musuhmusuhnya bukannya Satru-vina Sanam (semoga musuh-musuhku mengalami kehancuran) melainkan “jivantu Satru-ganah” (semoga musuh-musuhku hidup terus). Para musuh barangkali khawatir bahwa orang bijaksana terpelajar akan melakukan sesuatu atau merafalkan mantram shakti demi kehancuran dirinya. Ternyata bagi orang suci bijaksana semua menjadi kebalikannya. Mereka akan menjadi semakin tekun mendoakan kebaikan bagi orang-orang yang memfitnahnya. Mereka tidak akan pernah tergoda untuk melakukan kejahatan walaupun mereka sudah mempunyai alasan untuk melakukannya (baca: mempraktikkan ilmu-ilmunya). Ajaran-ajaran suci Veda mewariskan pemahaman indah mengagumkan terhadap hal ini. Bahwa orang-orang yang sibuk mencari segala kesalahan, menabur gosip dan fitnah mereka semua sebenarnya sedang mengumpulkan dosa-dosa orang-orang yang difitnahnya. Karena sama sekali tidak mungkin mereka bisa menyelamatkan diri dari karma buruk yang diciptakannya melalui fitnah dan menjelekjelekkan orang lain. Selain beban karma yang sudah dibawanya sejak kelahiran terdahulunya, tanpa sadar ia pun akan menambah beban karma lagi akibat memfitnah dan menjelek-jelekkan orang lain. Mereka melakukan hal itu karena merasa “ada kenikmatan” dan “kebanggaan” dalam menjelek-jelekkan orang lain. Namun, di balik fitnah dan penjelek-jelekan tersebut, tersimpan kesadaran bahwa dirinya lebih baik daripada orang yang dijelek-jelekkannya itu. Ada kebanggaan ego “bersembunyi” di baliknya. Tentu saja mereka tidak mengenalinya karena jika kesadaran seperti itu dilakukannya maka ia akan menyentuh harga dirinya. Sedangkan para orang suci sudah menjauhkan diri dari kebanggaan ego palsu, terlebih jika ia didapatkan dengan cara menjelek-jelekkan yang lain. Mereka tidak akan menistakan diri dengan cara menjelek-jelekkan atau memfitnah orang lain. Sebaliknya, menerima para “pencari kesalahan” tersebut sebagai dewa

penyelamat atau sebagai guru yang baik. Melalui fitnah dan hinaan dari para “pencari keburukan” tersebut (yeSam prasadat suvicaksano’ham), maka para “pencari kebaikan” telah sangat terbantu oleh musuh-musuh tersebut untuk menjadi lebih baik lagi dan semakin menjadi bijaksana dalam menghadapi setiap permasalahan yang datang menguji dirinya. Arya Vidura menasihati Dhrtarastra tentang iri, dengki, dan fitnah: “Orang bodoh menyakiti orang bijak karena iri dan dengki dengan cara menjelekjelekkan dari belakang. Dengan cara seperti itu tukang fitnah mengambil beban dosa orang yang difitnahnya, sedangkan orang bijak melepaskan karmakarma buruknya dengan cara mengampuni orang-orang yang menjelek-jelekkannya (akrosa… papam upadatte ksamamano vimucyate)”. Bhisma menasihati yang sama kepada Yudhisthira bahwa orang yang sabar dan tidak membalas fitnah, dosadosanya akan berpindah kepada orang yang memfitnahnya. Menurut Krishna ketika menasihati Uddhava, orang yang suka menjelek-jelekkan orang lain segera akan mengalami keruntuhan sifat-sifat baik dan mulianya. Dattatreya memberikan nasihat agar orang tidak membalas fitnah dengan fitnah karena akan membatalkan kemuliaan yang seharusnya didapatkannya. Para bijak umumnya berterima kasih atas kedatangan orang yang suka menjelekkan karena membuatnya menjadi awas selalu. Mereka berdoa, “Wahai musuh-musuhku, semoga anda semua hidup terus demi mengambil karma burukku dan memberikan kebijaksanaan pada hidupku.” Kurang lebih seperti itulah nasihat yang diberikan oleh kitab suci Mahabharata. Orang bijaksana terpelajar tidak akan merasa bijak jika memberikan tempat di kepalanya untuk keburukankeburukan yang disebar oleh para pencari serta penabur keburukan. Sebagaimana orang yang tidak menginginkan komputernya dihancurkan oleh keberadaan virus berbahaya di dalam komputernya, seperti itu pula orang bijaksana akan menempatkan “virus-virus penebar keburukan” tetap berada di luar kesadarannya. Orang suci bernama Kabir Das mengajarkan bahwa lebih baik membuat rumah di dekat para pencari dan penabur keburukan, karena tanpa air dan tanpa sabun, kesadaran orang yang dihina dan dijelekkan akan menjadi bersih suci dengan sendirinya (bina pani sabun bina nirmala kare subhaya).

MIMBAR AGAMA

Resolusi 2018

untuk melakukan. Kita berusaha untuk tidak melakukan perbuatan buruk --berpikir, berucap, atau pun berbuat melalui jasmani. Kita semakin ketat dalam pengendalian diri, menjaga sila dengan sebaik mungkin. Sedikit demi sedikit kebiasaan dan tindakan buruk kita kurangi. Segala kondisi baik yang telah kita lakukan, hendaknya terus ditingkatkan. Sedangkan perbuatan baik yang belum muncul, hendaknya dimunculkan. Kita mulai menambah kebajikan, tidak sekadar mengulang kebaikan yang sudah dilakukan selama ini. Perbuatan baik harus ditingkatkan, semakin sering dilakukan dalam kehidupan. Menjelang akhir tahun, coba kita periksa kembali perbuatan baik yang sudah pernah dilakukan, berapa sering, berapa banyak? Apakah memungkinkan untuk ditingkatkan dalam tahun mendatang? Kebiasaan

baik apa yang perlu dimunculkan, dikembangkan, dilakukan sehingga kita terus maju dalam Dhamma. Hal kedua yang perlu diingat dan dipertimbangkan adalah kenyataan tentang hidup dan kehidupan ini. Hidup ini terus-menerus mengalami perubahan, bahkan timbul kesan perubahan tersebut semakin cepat. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi besok, lusa, minggu depan, bahkan tahun depan. Semuanya hanyalah proses yang tidak pernah ada hentinya. Dalam menyusun target atau harapan; kita perlu mempertimbangkan faktor perubahan. Buatkan harapan yang sesuai dengan kondisi diri kita dan bersiaplah untuk menerima jika harapan tersebut tidak menjadi kenyataan. Perubahan yang tidak pernah dipertimbangkan, mungkin akan menimbulkan kekecewaan, kesedihan, isak tangis, penyesalan.

Dan pada akhirnya, kita harus menentukan prioritas dalam hidup karena keterbatasan waktu, kekuatan, kesempatan, dan kondisi lainnya. Setiap hari kita hanya punya waktu 24 jam saja. Kita harus bisa menggunakan dengan sebaik mungkin sehingga semua harapan bisa terwujud. Seringkali, hanya beberapa harapan yang bisa terwujud dan sebagian yang lainnya mungkin tetap ada di atas kertas. Jangan lupa bahwa hidup tidak hanya yang ada sekarang ini. Kehidupan ini akan berakhir. Hanya kita tidak tahu waktunya dan bagaimana cara kita pergi. Ketika kita akan melanjutkan ke alam lain, segala hal yang ada di dunia ini tidak akan kita bawa. Hanya simpanan kebaikan dan keburukan yang telah kita lakukan menjadi bekalnya. Selamat Tahun Baru 2018. Semoga makin sukses dan selalu berbahagia.

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi) LAHIR - Telah lahir dengan sehat putra kembar laki-laki dari pasangan I Kadek Agus Eva Sugiantha dan Ni Putu Feny Juliari asal Banjar Nusamara, Yehembang Kangin, Mendoyo, Jembrana. Putra kembar ini diberi nama I Gede Twinda Kailash Devafeda dan I Made Twindy Keanu Devafeda, lahir di Gianyar, 11 Juli 2017 pukul 13.30 Wita. Semoga kelak menjadi anak yang berbakti kepada orangtua dan negara.

Minggu Pon, 24 Desember 2017

Capricorn Peruntungan: Karena suasananya masih cukup menguntungkan dan menyenangkan, maka dari itu bila ada keinginan ataupun peluang sebaiknya tak perlu ragu untuk segera menyiapkan konsep untuk segera direalisasikan. Karier: Bersabarlah! hadapilah segala masalah yagn ada dengan kepala dingin. Kesehatan: Perlu kesabaran untuk menjaga kondisi badan agar bisa kembali sehat dan segar, jangan mengabaikan pantangan yang dianjurkan oleh dokter sekalipun anda ingin sekali melanggarnya. Keuangan: Tampak jauh dari permasalahan yang berat dan relatif stabil serta tak ada masalah. Cinta: Makin bertambah mesra dan harmonis, pertahankan suasana ini dengan selalu sabar dalam menyikapi setiap permasalahan yang ada. Aquarius Peruntungan: Masih relatif tenang walaupun hawa jelek sudah mulai terasa, untuk itu kewaspadaan perlu dijaga, terutama dalam meng-counter berita-berita minor yang sangat jauh dari realita yang ada. Cobalah untuk mempersiapkan emosi anda yang tampak labil dengan selalu bersikap sabar dan berkepala dingin dalam menghadapi suatu masalah. Karier: Ada harapan baik, karena posisi anda mulai dilirik oleh atasan anda, maka dari itu berusahalah untuk tidak membuat kesalahan. Kesehatan: Ada omongan yang kurang sedang yang harus anda terima dengan hati lapang, agar ketenangan batin anda tetap bisa terjaga dengan baik. Keuangan: Cukup baik sekalipun pengeluaran mendadak masih cukup banyak juga. Cinta: Apa gunanya mengungkit-ungkit masa lalu, kalau tujuan semula untuk cari topik pembicaraan, sebaiknya carilah topik yang ringan-ringan saja, agar suasana romantis dan harmonis ini tidak terganggu karenanya. Pisces Peruntungan: Janganlah sembrono dalam mengeluarkan statemen sebaiknya telah dipikir seribu kali, agar orang lain tidak sampai memanfaatkan kesalahan yang telah anda lakukan dengan tidak sengaja itu. Bila perlu diam saja agar masalah tak sampai timbul dan suasana tetap bisa terjaga dengan baik. Karier: Saran dari rekan-rekan anda sebaiknya didengarkan dan diresapi. Kesehatan: Teruslah berolahraga dan jangan malas untuk merawat badan anda mulai dari yang sekecil-kecilnya. Mumpung badan masih sehat sebaiknya benar-benar dijaga dan diperhatikan secara seksama. Keuangan: Aturlah anggaran dengan sebaik-baiknya, untuk kebutuhan tersier sebaiknya jangan dipaksakan dulu. Cinta: Emosi yang labil itu sebaiknya bisa dikontrol, sehingga tidak sampai memperburuk kondisi yang ada ini. Aries Peruntungan: minggu ini merupakan kesempatan bagi anda untuk meraih segalanya, sesulit apa pun peluang tersebut jika dihadapi dengan hati yakin dan mantap maka rencana yang telah dibuat akan bisa berjalan dengan memuaskan dan tentunya kesuksesan akan mudah teraih. Karier: Bila ada persoalan di luar perkiraan anda, maka sebaiknya sikap tenang perlu dijaga, jangan sampai berpikiran kalut, apalagi membuat keputusan yagn terburu-buru, karena itu akan sangat merugikan. Kesehatan: Tampak ada gangguan penglihatan, untuk itu alangkah baiknya jika dikontrol lagi agar bisa sembuh total dan tak ada masalah lagi di kemudian minggu. Keuangan: Pengeluaran masih dalam ambang batas kewajaran, sehingga tak terlalu mencemaskan. Cinta: Bila ada maalah sebaiknya segera dirundingkan dengan pasangan anda, jangan hanya diam membisu tak mau tahu urusan si dia. Taurus Peruntungan: Gebrakan yang anda lakukan di minggu ini akan menentukan sekali bagi kelanjutan bisnis dan karier anda, tak perlu takut apalagi minder cobalah anda galang semua kepercayaan dan keyakinan dalam diri sendiri sehinga bisa berkerja lebih enjoy dan mantap. Karier: Berusahalah untuk tetap tenang terutama jika digunjing orang. Kesehatan: Hanya batuk-batuk kecil biasa yang tak perlu dirisaukan, hanya kebiasaan jogging di pagi minggu sebaiknya digalakkan kembali. Keuangan: Pemasukan cukup baik dan pengeluaran juga terkendali, sehingga anda bisa lebih tenang di minggu ini. Cinta: Sadarlah! Bahwa di dunia ini tidak ada orang yang sempurna, maka dari itu cobalah anda lebih bijaksana dalam menerima segala kekurangannya itu. Gemini Peruntungan: Bersikaplah sewajarnya saja dan tempatkan segala sesuatunya pada proporsi yang benar, agar tidak ada ganjalan sehingga segalanya berjalan dengan lancar. Semangat yang mulai kendur karena omongan orang yang belum tentu kebenarannya sebaiknya tak perlu terlalu dimasukkan hati, cobalah positive thinking dulu dalam menyikapi suatu permasalahan. Karier: Jangan menolak perintah atasan, sekalipun anda merasa diperlakukan tak adil, sebaiknya tunjukkan prestasi kerja anda. Kesehatan: Perbanyaklah minum air putih, apalagi diri anda banyak duduk dan kurang gerak. Begitu juga dengan begadang terlampau malam sebaiknya mulai dikurangi. Keuangan: Semuanya masih cukup lancar, hanya bila ada planning sebaiknya jangan diutarakan dulu. Cinta: tergantung dari bagaimana sikap anda dalam menanggapi respons yang telah diberikannya. Cancer Peruntungan: Tak perlu cemas akan kehabisan order ataupun nganggur, karena banyak peluang yang terbentang di depan mata. Sehingga motivasi harus tetap dipertahankan dan cara kerja perlu ditingkatkan lagi dengan bekerja lebih rajin dan ulet. Karier: Kesempatan bagi anda untuk meraih sesuatu yang selama ini tidak mungkin diraih cukup terbuka lebar. Kesehatan: Jika sudah begini maka mau tidak mau anda harus lebih mengerti tentang kondisi tubuh anda, tak perlu memaksa jika memang kondisi badan tak memungkinkan. Keuangan: Karena akhir-akhir ini rawan sekali dengan penipuan, untuk itu usahakan semuanya ada bukti surat-surat yagn lengkap, jangan sampai anda meremehkannya. Cinta: Menjadilah yang terbaik dari yang baik, sebab anda sedang mendapatkan saingan yang bisa dibilang cukup berat. Leo Peruntungan: Bersabarlah karena suasananya masih terasa suram dan banyak hambatan di sana-sini sehingga perlu kesabaran dan kewaspadaan untuk menjaga bisnis anda yang telah dibangun dengan susah payah. Cobalah pertahankan apa yang sudah ada, tak perlu terlalu berambisi untuk meraih untung di minggu ini karena akan percuma saja. Karier: Jangan ragu untuk menolak kalau itu memang tidak sesuai dengan hati anda, buat apa anda pertahankan kalau akhirnya di kemudian minggu hanya akan membikin pusing anda saja. Kesehatan: Hindari begadang sampai larut malam, ingatlah bahwa kondisi badan lagi belum sehat benar sehingga harus lebih berhati-hati lagi dalam menjaganya. Keuangan: Berhati-hatilah dalam membelanjakan uang anda jangan sampai terkesan boros. Cinta: Jangan membatasi si dia untuk berkomunikasi dengan anda, walaupun itu terasa mengganggu kesibukan anda. Virgo Peruntungan: Tak ada gunanya anda menghindar dari kenyataan yang ada, selesaikan semua masalah karena yang namanya masalah tak akan bisa selesai jika tanpa ada penyelesaian. Di minggu ini kemujuran masih bisa diharapkan sehingga cukup baik untuk bisa menemukan solusi yang terbaik dari semua permasalahan itu. Karier: Hindari konfrontasi dengan siapa pun. Kesehatan: Biasakan jogging di pagi minggu walau hanya sebentar, jagalah kebugaran tubuh anda dengan rutin melaksanakan olahraga dan hindari makanan yang berlemak. Keuangan: Hindari pengeluaran untuk membeli barang yang kurang begitu penting agar pengeluaran tak semakin bertambah saja. Cinta: Hilangkan semua prasangka negatif agar hubungan bisa bertambah mesra. Libra Peruntungan: Jangan cepat marah jika tidak ingin rezeki menjauh dari diri anda minggu ini. Bersabarlah apalagi kalau hanya masalah sepele yang seharusnya bisa disikapi dengan kepala dingin dan pikiran yang lebih jauh ke depan. Di minggu ini kemujuran masih memayungi perbintangan anda, jika sedikit bersabar maka peluang itu akan dapat membuahkan hasil. Karier: Bersikaplah bijak terhadap setiap aduan yang dating. Kesehatan: Walaupun masalah setumpuk jika pikiran sudah lelah sebaiknya anda beristirahat sejenak, tak perlu memaksakan diri karena hanya akan membuat badan menjadi bertambah lelah saja. Keuangan: Jagalah kestabilan keuangan anda minggu ini dengan mengendalikan segala keinginan hati untuk membeli barang yang kurang begitu penting. Cinta: Jangan punya pikiran negatif dulu, pertimbangkan sematang mungkin sebelum mengambil sikap karena penyesalan akhir tiada gunanya. Scorpio Peruntungan: Grafik perbintangan anda di minggu ini semakin meningkat ke atas, sehingga kesempatan untuk meraih yang lebih besar akan terbuka lebar, untuk itu jangan sia-siakan jika ada celah yang dapat dimanfaatkan, hadapilah penuh konsentrasi dan motivasi yang tinggi. Karier: Coba anda lebih concern terhadap perintah atasan. Kesehatan: Tak ada salahnya jika anda sering melakukan senam ringan sewaktu badan merasa penat di kantor, itu akan membantu kembali kelancaran peredaran darah anda. Keuangan: Cashflow perlu diperhatikan secermat mungkin, dan jangan ambil tindakan tanpa melihat dan menyesuaikan dengan kondisi yang ada karena hanya akan membikin pusing di kemudian minggu saja. Cinta: Bersabarlah dengan segala ucapannya yang terkadang menyakitkan telinga, ambillah sisi positifnya saja agar sakit hati bisa segera menyingkir. Sagitarius Peruntungan: Apa gunanya anda melawan arus, jika dirasa tidak cukup kuat untuk menentang arus maka lebih baik tak perlu memaksa. Hadapilah realita ini dengan penuh kelapangan dada, syukurilah keadaan saat ini karena bagaimanapun keadaan anda saat ini masih lebih baik dibanding masa-masa lalu, sehingga jangan cepat merasa kecewa. Karier: Optimislah, pasang wajah semangat setiap jumpa dengan atasan anda. Kesehatan: Karena perut masih mudah terganggu maka ada baiknya jika anda mengurangi makanan terlalu pedas agar tak timbul masalah yang akan berdampak pada yang lainnya. Keuangan: Apa mau dikata jika memang pemasukan masih tetap seret, tinggal bagaimana anda me-manage-nya dengan benar. Diasuh Oleh Cinta: Lagi-lagi cekcok mulut timbul Putri Wong Kam Fu karena persoalan yang sepele yang seharusnya tak perlu diperbesar dan Berlaku : 24 - 30 Desember 2017 dipermasalahkan.


Redité Pon, 24 Desember 2017

Bali L e m b a r

B a s a

7

B a l i

Bencingah Jero Mangku I Gusti Nyoman Raka

Mangda Sida Samar

SOANG-soang dresta majanten madué cihna sané ketah ngawinang krama siosan meled uning taler ngaksiang sapunapi parikrama dresta inucap kamargiang. Sakadi dresta ngrebeg sané kamargiang ring Desa Pakraman Tegalalang. Pamiletnyané BPM/was jagi ngawigunayang makudang-kudang pepayasan taler nagingin warna ring awaknyané. Jero Mangku I Gusti Nyoman Raka, pamangku ring Pura Duur Bingin Tegalalang maosang, parindikan punika matetujon mangda krama utawi pamilet ngrebeg saru utawi samar. Duaning punika wantah panyeledii saking wong samar sané saru, nénten prasida kaélingang rupannyané sané kajantenang pinaka rencangan Ida Bhatara Sesuhunan irika. “Alit-alit miwah yowana sané nyarengin parikrama inucap majanten mapayas aéng tur ngéndah mangda sayan saru saha nénten kaélingin malih rupannyané, rumasuk olih reramannyané,” baos dané. Jero Mangku ngwewehin, alit-alit miwah yowana sané nyarengin parikrama inucap nénten wénten wates tuuhnyané. Yéning sampun marabian utawi mapawiwahan sinah nénten dados nyarengin ngiring ngrebeg. Sangkaning punika, pamilet ngrebeg akéhan kantun SD kantos sampun ngranjing ring perguruan tinggi. Satios punika, ketah kapanggihin alit-alit sané kantun masangkol ring reramanipun meled nyarengin ngrebeg saha jagi nangis tatkala nénten kairing napi sané kasaratang. “Nénten arang taler panggihin tiang, yowana sané kantun alit nyarengin nunas paica kantos sungkan tatkala nénten kadadosang nyarengin pamargin ngrebeg,” asapunika lanang sané meneng ring Br. Penusuan, Tegalalang, Gianyar puniki nartayang. (was)

I Wayan Mupu

Kawangun ring Duur Bingin PAMARGIN dresta ring makudang-kudang désa ring Bali, mapaiketan pisan ring pamargin upacara sané kamargiang ring pura. Sakadi pamargin dresta ngrebeg ring Desa Pakraman Tegalalang, Gianyar. Drs. I BPM/was Wayan Mupu, M.Pd.H., manggalaning Majelis Alit Desa Pakraman Kecamatan Tegalalang maosang, ngrebeg wantah dresta sané sampun kamargiang saking nguni. Dresta puniki raket pisan kahanannyané sareng parikrama ring Pura Duur Bingin sané manut sejarah, kocap kawangun olih Cokorda Ketut Segara saking Sukawati pinaka Pura Luhuring Akasa utawi genah nunas waranugraha saking Ida Hyang Paramakawi pinaka Akasa, miwah ring sor pinaka Pertiwi. Dumun, pura inucap kawangun wantah ring duur taru bingin sané ageng. Krama sané pedek nangkil ngranjing antuk nuut bangsingnyané. “Sakéwanten, bingin inucap sampun katunas tur kapunggel mangda nénten ngawinang biuta utawi nepén paumahan krama ri kala masan sabeh utawi angin nglinus sakadi mangkin. Raris pura inucap kawangun malih antuk pah-pahannyané dados Tri Mandala,” baos dané. Pecak Bendésa Desa Pakraman Tegalalang warsa 1997 rauh ring warsa 2010 puniki ngwewehin, yéning ring pura sampun nanceb sanggah surya, sinah karya miwah sekancan eédan tetep mamargi yadiastun wénten krama sané kalayusekaran. “Sané kalayusekaran patut makinsan dumun kantos karyané puput,” dané nguntatin. (was)

(108)

BPM/was

NGREBEG – Pinaka dresta sané patut kamargiang olih krama ring Desa Adat Tegalalang, ngrebeg kamargiang ring raina Buda Kliwon Pahang pinaka parikrama eédan piodalan ring Pura Duur Bingin.

Ngiring Ngrebeg ring Tegalalang

Ngaturang Ajengan ring Rencangan Ida Bhatara TATKALA maosang utawi nyatuayang indik Bali, majanten akéh pisan unteng tutur sané prasida kawedar, minakadi ngeninin indik makudang-kudang dresta miwah parikrama upacara yadnya. Ketah taler kauningayang, dresta punika sampun kamargiang saking nguni pinaka tetamian para panglingsir. Parindikan punika kamargiang antuk sakatah tetujon, boya wantah sangkaning maseneng-senangan kémanten. Sinalih tunggil dresta ring Bali, minakadi dresta lunga ngrebeg sané kamargiang ring wewidangan Desa Pakraman Tegalalang, Gianyar. Dresta ngrebeg wantah sinalih tunggil éédan utawi dudonan karya sané kamargiang ring Pura Duur Bingin, Desa Pakraman Tegalalang. Drs. I Wayan Mupu, M.Pd.H., manggalaning Majelis Alit Desa Pakraman

Kecamatan Tegalalang maosang, dresta punika kamargiang antuk tetujon mangda sekancan kaon ring sawewengkon Désa Tegalalang nénten ngulgul krama taler daging wewidangan irika. Dresta sané kamargiang daweg raina Buda Kliwon Pahang puniki untengnyané wantah ngaturang ajengan ring sekancan kahanan niskala marupa Samar sané kajantenang pinaka rencangan Ida Bhatara Sesuhunan sané malinggih ring Pura Duur Bingin. Punika kamargiang antuk ngelarang parikrama nunas paica ageng marupa ajengan sané madaging jatah, lawar, miwah napi sané sida kakaryanin ring pura olih sang sané nyarengin lunga ngrebeg. “Sané dados sinalih tunggil cihna wantah ajengan sané katanding saha katurang nénten dados kawilangin, duaning pastika setata kirang saking

wilanganipun. Minakadi, sané sampun matanding kawilangin akéhipun siu tanding, majanten jagi kirang yadiastun akéh sang sané nyarengin ngrebeg kirang saking siu diri,” baos dané. Ngeninin indik parikramannyané, dané maosang, ilénilénnyané kakawitin antuk para pamilet ngrebeg nunas paica ageng sinarengan utawi magibung. Wusan punika wawu ngamargiang pamuspan sané kalanturang antuk mamargi ngrebeg ring sajebag Désa Tegalalang, kairing antuk gambelan gong. Tatkala punika taler ngaturang sembah pangubhakti ring Pura Prajapati désa sané kapertama, kalanturang ring catuspata désa pakraman, miwah ring Pura Prajapati sané malih asiki. Ping kalih muspa ring Prajapati duaning ring Désa Pakraman Tegalalang nyungsung kalih Pura Praja-

pati taler kalih setra. Wusan punika, para pamilet mawali ka Pura Duur Bingin. Parikramannyané kawastanin puput, krama pamilet kadadosang budal ka jero soang-soang. Para pamilet nénten kadadosang budal sadurung puput parikrama ngrebeg inucap, duaning dumun wénten sané keni sengkala sangkaning budal sadurung sapatutné, minakadi wénten sané tabrakan ring margi, utawi sungkan ring jeroné. Ngeninin indik pamilet ngrebeg, Wayan Mupu maosang, kamargiang olih para yowana saking makasami banjar ring Desa Pakraman Tegalalang. Sakadi saking Banjar Gagah, Pejengaji, Tegalalang, Triwangsa, Tegal, Tengah, miwah Penusuan, yadiastun Banjar Gagah miwah Pejengaji nénten sareng nyungsung Pura Duur Bingin. Kasarengin olih

krama lanang sané kantun alit miwah yowana, duaning ipun durung mapawiwahan tur kaucap kantun suci. Sios punika, para pamilet patut nagingin makudang-kudang warna ring awaknyané kantos nénten prasida kauningin malih. Alitalit taler yowana sané nyarengin ngrebeg wantah niyasa saking wong samar utawi panjak ring Pura Duur Bingin sané samar tur nénten prasida kajantenang rupannyané. “Wénten taler ungar-ungar utawi penjor saking papah jaka wiadin papah salak sané kapayasin tur kabakta ngrebeg maidehan. Punika wantah cihna pepadonan saking tetanduran saha ngélingang yéning jadmané nénten prasida becik ngamargiang kahuripannyané yéning tan pawénten sekancan tetanduran ring jagaté,” Wayan Mupu maosang. (was)

Eédan Piodalan Pura Duur Bingin

Paica Alit Kaicén Wusan Ngasas SAKADI sané sampun kawedar i wawu, krama ring wewidangan Désa Pakraman Tegalalang setata ngamargiang parikrama dresta ngrebeg nyabran raina Buda Kliwon wuku Pahang. Tatkala punika, para pamilet ngrebeg sané wantah alit-alit miwah yowana lanang puniki jagi mapayas sada aéng-aéng miwah maéndahan taler nagingin warna ring awaknyané antuk makudangkudang soroh warna kantos méweh kauningin utawi makanten saru utawi samar. Patut kauningin, ngiring ngrebeg boya dresta sané kamargiang niri-niri, sajabaning wantah dresta sané mapaiketan ring éédan upacara yadnya. Ngamargiang parikrama ngiring ngrebeg ring sawewengkon Désa Pakraman Tegalalang punika wantah sinalih tunggil eédan piodalan ring Pura Duur Bingin sané puncak karyanipun wantah ring Wraspati Umanis Wuku Pahang. Sangkaning punika, Jero Mangku I Gusti Nyoman Raka pinaka pamangku ring Pura Duur Bingin, Tegalalang maosang, sadurungnyané wantah patut kamargiang parikrama nyang-

kepang sekancan piranti taler bebantenan sané jagi kawigunayang ring upacara punika. Mawit saking limang raina sadurung parikrama piodalan, kramané ngaturang ngayah makarya sanganan, banten, miwah piranti sané siosan. Alit-alit miwah para yowana lanang ngayah ngasas utawi ngranjing sajeroning pakarangan krama ring wewidangan Désa Pakraman Tegalalang, ngrereh saha nunas sekancan asil pakarangan sané kabuatang kanggén ring pura, minakadi bunga, jangan, wohwohan miwah sané siosan ring krama sané nuénang. “Parikrama punika kamargiang saraina antuk sué limang raina kantos sadurung piodalan. Risampuné piranti miwah lakaran punika kasukserahang ring prajuru, alit-alit miwah yowana inucap kaicénin paica alit marupa ajengan sajangkepnyané sané makaput antuk busung,” baos dané. Malih Jero Mangku maosang, yadiastun alit-alit miwah yowana punika ngayah ngranjing ring paumahan krama jagi nunas, nanging ketah taler alit-alit miwah yowana sané

jagi ngrereh lakaran inucap saking jeronyané soang-soang tur kabakta miwah kaaturang ring pura. Sakéwanten pakarangan sané sampun maturan majanten jagi karereh tur katunasin malih, risampuné sang sané madué ngicénin wawu piranti utawi lakaran inucap jagi kaambil utawi kaalap. Sané patut kaélingang, krama patut lascarya tur nénten demit tatkala katunasin mangda maturan ka pura olih alit-alit sané ngasas. Duaning naenin wénten parindikan krama sané katunasin gedang olih alit-alit inucap nénten maturan sangkaning demit yadiastun sujatiné krama inucap madué gedang. Irika raris gedangé kapastu olih alitalit mangda gelis usak. Pamuputné nénten sué raris gedang inucap dados berek. Sangkaning kahanan punika, kramané patut lascarya maturan ri kala karereh tur katunasin ring parikrama ngasas. Ngeninin indik sapunapi parikrama ring raina ngrebeg, Jero Mangku maosang, sadurungnyané jagi kamargiang pacaruan kalanturang antuk ngaturang paica ageng matatakan aled utawi klakat ring

BÉNJANGNÉ jam roras Ngurah Jelada sareng timpalné sampun kumpul ring Nongan. Sané luh-luh maktaang kado, seprei, baju bayi, baju hamil, bahan rujak rawing bumbunné. Sané muani makta inum-inuman, coca-cola, wisky, tuak sareng bir majambalan saté pasih. Jam kalih sagerehan raris mamargi numpak sepéda motor magandéng mapasangpasangan sambil makta kadoné. Nyoman Padmini pinaka guide ngatehang kumahné Madé Budiana. Panganténé yadiastun matadah kabilbil tetep céngah nampi tamiunné masalaman. Sané luh-luh magelut cipika-cipiki sareng Madé Sudiari. Gegonjakané sambil ngwédang rames pisan, kalanturang antuk hidangan sea food restoran Bukit Jambul. Panguntat Nyoman Padmini ngamedalang rujaké anggén panutup saha atur, “Ampura buahné sampun mabasa.” “Inggih mangkin pinaka tradisi grup satunggil parum

pastika madaging ngrujak. Sira uning panganténé sedeng ngidamang rujak. Yén wénten sané seneng rujak sad ripu ampurayang. Mangkin niki giliranné rujak sadrasa. Yén makayunan rujak cingur, rarisang nyanan pakpak cingur gélané soang-soang, hahaha....,” panganterné Lanang Geria. “Inggih matur suksma, saha ampurayang nénten sempat ngamargiang undangan santukan upacarané kasusu, mangda mawasta puput manten,” aturné Madé Budiana kabilbil. “Nggih Om Swastyastu, Dhirgayurastu, selamat berbahagia ngamargiang grehasta asrama,” baos timpal-timpalné sami malih masalaman raris mapamit mapasang-pasangan. Rauh di jeronné Ngurah Jelada macarita yén panganténé sampun beling petang sasihan. “Tungurah, napi panganténé mula pacaran saking dumun? Napi Sudiari sané jaruh?” “Ten, Mbok Luh Méga. Sujatinné Sudiari buduh tekén

Beli Ngurah lan Madé Budiana cinta mati tekén Mbok Suwarni. Makadadua maseka malasang Jelada-Arniek ten nyidaang. Mirib marasa senasib dadinné saling kangen ngempahang nafsuné… aah,” baosné Ayu Jeladi. “Nah,cara dagang tuaké, yén sing payu ngadep inem padidi,” saurné Ngurah Jelada. Sesampuné marembug jaga naftar ring Unud bénjang, Ngurah Jelada nélpon Luh Suwarni. “Hallo Arniek, hasil rembugan iraga payu berangkat ka Denpasar buin mani. Luh Méga lakar ajak singgah ka Nongan meled nawang umah Arniek’é. Uli dini sapisanan budal ka Taman Bali malu mara iraga ka Denpasar madaftar,” baosné Ngurah Jelada, “Nggih Tungurah, karyananga nasi goréng apang Luh Méga nyak sarapan driki.” Dadosné Luh Méga durus makemit ring Pringalot kalih raina ngempahang kangené sareng anak lingsir. Bénjangné

BPM/was

AENG – Sios mapayas aéng taler madaging warna, para pamilet ngrebeg taler makta sarana ungar-ungar utawi pénjor alit sané kakaryanin saking papah jaka utawi papah salak. alit-alit sané sampun mapayas aéng saha ngajeng sinarengan. Wusan punika wawu parikrama ngrebeg kamargiang kantos puput arainané punika. “Sané ketah panggihin tiang, ri kala ngaturang paica ageng alit-alit miwah yowana inucap jagi magarang nu-

nasKahanannyané satmaka takut nénten polih paduman yadiastun sujatiné yéning wénten alit-alit utawi yowana sané durung ngamolihang paica sinah jagi kakaryanin utawi kaambilang malih olih prajuruné,” Jero Mangku Gusti Raka negesang. (was)

semengan sang kalih nénten sarapan jeg ngraris mamargi. ”Tuaji, Tubiang, Tuayu Jeladi, titiang mapamit mangkin jaga ring Arniek dumun sarapan wau mantuk. Tungurah ngraris ka Denpasar sareng Arniek,” aturné Luh Méga. “Nah majalan apang melah. Tuaji sukserah tekén cening kénkén ja melahné ajak reramané I Luh ditu. Sakasidan Tuaji nututin apang payu kuliah,” pandikan anaké lingsir. “Inggih titiang pamit,” aturné sang kalih raris magerus mamargi. Luh Méga ngelut Gusti Ngurah Jelada kadi ngajak gélanné ngrereh Arniek ring Nongan. Napi sang katerini, MégaJelada-Arniek yukti sida ngadungang solah pitresnané pingit salanturnyané???” *** Petang masa sampun Ngurah Jelada kuliah ring Unud Denpasar, malinggih ring kos-kosan druénné Gedé Arya Wicaksana sekalian kasukserahin ngurusang pamiaranné. Luh Méga kuliah ring IKIP Singaraja.

Sabilang polih libur yén Luh Méga mantuk, Ngurah Jelada taler mantuk ngrerep ring Taman Bali wau mantuk ka Pringalot. Napi malih Ngurah Widiana taler sampun kuliah ring D3 Pariwisata saha sareng magenah irika. Gusti Ayu Jeladi minakadi Gusti Ayu Citra Andini taler sampun kuliah ring Akademi Perawat Bidan, saha malinggih ring asrama. Gedé Arya Wicaksana sampun makarya ring Kejaksaan raris ngantén sareng Éndang Satyorini saking Kediri, Notaris ring Gianyar. Ipun tetep sayang ring Luh Méga santukan ngerti yén pamanné Gedé Dauh milih sentana Ngurah Widiana. Yéning katuju polih galah Luh Méga ka Denpasar, pastika sampun ipun nginep ring kost nganggén kamarné Ngurah Widiana. Widiana néwék masaré sareng Ngurah Jelada. Biasanné Luh Suwarni sareng Gusti Ayu Jeladi rauh nginepin mangda polih ngrumpi. (Masambung)


8 Parahyangan

Dura Désa

Redité Pon, 24 Desember 2017

Pura Aditya Jaya Rawamangun

Piodalan Nyabran Saraswati PURA pinih kapertama sané kawangun ring Jakarta puniki genahnyané ring sisi Kangin lintasan tol Cawang-Tanjung Priok utawi ketah kasengguh Jalan Layang A. Yani. Genah pura yukti magenah ring pasimpangan Jl. A. Yani sareng Jl. Rawamangun. Piodalan ring pura inucap kamargiang nyabran nem bulan apisan ring raina Saniscara Kliwon wuku Watugunung, utawi ring Rainan Saraswati. Pura sané setata ramia puniki madué sejarah sané panjang. Mawit kawangun marupa sanggar rauh ring wangunan pura sané becik sakadi mangkin. Pawangunan pura puniki nglintangin pitung paletan. Pawangunan kapertama kakawitin daweg warsa 1972, miwah paletan kaping pitu kamargiang daweg warsa 1997. Ri kala ngranjing ring wewidangan pura saking sisi Kangin, wénten balé bengong. Ring Nista Mandala utawi ring jaba sisi puniki wénten toko buku alit sané ngadol makudang-kudang buku sané mapaiketan ring agama Hindu, kantin, saha parantenan. Ring Madya Mandala utawi jaba tengah, madaging wangunan Balé Wantilan, sané kawigunayang pinaka genah nyayagayang sarana upakara miwah panyangkep sané kabuatang nuju pujawali. Balé Wantilan taler kawigunayang pinaka genah masesolahan. Ring Utama Mandala utawi jeroan, wénten wangunan padmasana miwah palinggih tiosan. Satios punika, wénten sinalih tunggil arca sané kasuciang ring Pura Aditya Jaya Rawamangun. Arca inucap wantah arca Dewi Saraswati, sakti Dewa Brahma. Arca puniki kagenahang ring Utama Mandala. Nyabran piodalan ring Pura Aditya Jaya Rawamangun, krama Hindu ring sajebag Jakarta pastika rauh pedek tangkil. Ngeninin indik pangempon, Pura Aditya Jaya Rawamangun kapemon olih sia tempek mawit saking Banjar Jakarta Timur. Sia tempek inucap luiré; Tempek Cipinang, Tempek Utan Kayu, Tempek Rawamangun, Tempek Kelapa Gading, Tempek Kelender, Tempek Pulogadung, Tempek Pondok Bambu, Tempek Jatiwaringin, Tempek Kampung Ambon. Nyabran raina Saniscara miwah Redité, ketah kamargiang pasraman agama Hindu majeng alit-alit Hindu mawit saking SD, SMP, SMA, rauh ring perguruan tinggi. Paplajahan sané kawedar minakadi magegitan, malajahin aksara Bali, miwah ajahan agama Hindu tiosan. (kmb)

BPM/ist

PADMASANA - Palinggih padmasana ring Pura Aditya Jaya Rawamangun.

Bali Post/udi

PETILASAN - Petilasan Syekh Siti Jenar sané magenah ring Desa Lemahbang Kulon, Singojuruh, Banyuwangi.

Petilasan Syekh Siti Jenar

Genah Ngruruh Kaheningan Pikayunan Akéh genah bersejarah ring Banyuwangi sané patut karauhin. Sakadi, persinggahan Syekh Siti Jenar ring Dusun Sukorejo, Desa Lemahbang Kulon, Kecamatan Singojuruh. Genah sané kasuciang puniki kasub sajebag Jagat Indonésia. Sané rauh minakadi krama saking Bali, Kalimantan, miwah saking wewidangan tiosan. Kabaosang, genah puniki becik pisan pinaka genah masayuban saha ngrereh kaheningan pikayunan. RING wewidangan Jalan Raya Rogojampi-Genteng, wénten genah sané kasub kasengguh pinaka Petilasan Syekh Siti Jenar. Kabaosang, wali inucap naen rauh ka Bumi Blambangan, Banyuwangi. Tetujonnyané, ngruruh kaheningan pikayunan. Pecak petilasan punik taler kadadosang aran désa irika, Desa Lemahbang Kulon. “Kabaosang Ida embas ring Lemah Abang, Cirebon. Nyabran genah sané kasimpangin pastika kawastanin Lemah Abang utawi Tanah Abang,” baos Turin, juru kunci Lastono Petilasan Syekh Siti Jenar, Lemah Abang, wawu puniki.

Lastono Petilasan Syekh Siti Jenar puniki, tutur Turin, marupa genah makam para bangsawan Kerajaan Blambangan. Jimbarnyané, kirang langkung 17 hektar. Kapanggihinnyané daweg krama numbeg ring wewidangan Lastono, salanturnyané manggihin pondasi miwah makam. “Nanging, sané kasengker sakadi puniki jimbarnnyané wantah 30 meter persegi,” weweh Turin. Ring wewidangan makam sané akéhan maurug puniki kapanggihin daweg warsa 1468. Yéning Syekh Siti Jenar kangken embas warsa 1426. Manut Turin, ring wewidangan wangunan puniki,

wénten makam para abdi dalem Syekh Siti Jenar. Wénten taler makam kuno warsa 1913. Kaprecaya daweg zaman Belanda. Santukan, bahannyané marupa pondasi rel kereta api. Turin maosang, manut satua saking lelingsirnyané, Syekh Siti Jenar naen ka Blambangan. Kacaritayang, sapangrauhnyané punika boya nyebarang ajahan agama, nanging matapa saha ngruruh kaheningan pikayunan. “Syekh Siti Jenar rauh mriki kabaosang meled kaheningan, rasa trepti. Dané rauh saking Bintoro, Demak. Mawinan punika genah puniki kasuciang pisan,” baosnyané.

Santukan pinaka pecak sosok wali, genah inucap kasuciang pisan. Manut Turin, krama sané rauh irika nénten naen sepi. Mawit warsa 2004 polih amongan pinaka juru kunci, Turin setata nguduhang krama sané rauh nagingin buku tamu. Sangkaning akéhnyané krama sané rauh, Turin sampun nelasang tetiga buku tebel pinaka daftar tamu. Krama sané rauh matios-tiosan. Satios krama lokal, wénten taler sané rauh saking Banteng, Aceh,

Bali, Flores, Kalimantan, miwah makudang-kudang kota ring Jawi. Wénten taer krama sané marerep irika kantos aminggu. Kawewehin malih, sira kémanten dados malancaran ka genahé puniki. Pengunjung pacang ramia nyabran Sukra Umanis wengi salami bulan Suro. Majeng pengunjung, prasida taler mararian ring balé bengong sané wénten ring wewidangan irika. Genahnyané yukti-yukti becik pinaka genah masayuban. (udi/uma)

Satua

Candi Barong, Yogyakarta

Genah ”Pemujaan” Dewa Wisnu

CANDI Barong magenah ring perbukitan Batur Agung, Dusun Candi Sari, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Manut sejarah, Candi sané katarka kawangun daweg abad ke-9 miwah 10 Masehi puniki sujatiné mawasta Candi Suragedug. Nanging, sangkaning iasan kala mawentuk barong ring soang-soang sisi wangunan candi sané macihna pisan sakadi barong ngawinang krama irika ngaranin Candi Barong. Kala-kala barong ring wangunan candi puniki sajeroning mitologi Hindu kaprecaya pinaka pangemit kasucian wangunan. Satios barong, iasan tiosan sané ngias wangunan candi marupa Ghana. Candi Barong pinaka candi tetamian agama Hindu sané taler mawasta Candi Sari Suragedug munggah sajeroning Prasasti Ratu Baka (856 M) antuk basa Sansekerta miwah kasurat antuk huruf Jawa Kuno. Sajeroning prasasti inucap, kacaritayang indik sinunggil raja mapeséngan Sri Kumbaja utawi Sri Kalasodbhava ngwangun tetiga lingga, luiré: Krttiwasalingga antuk pangabih Dewi Sri, Triyarbakalingga antuk pangabih Dewi Suralaksmi, miwah Haralingga antuk pangabih Dewi Mahalaksmi. Katarka, wangunan sané kabaosang wantah Candi Barong. Sajeroning Prasasti Pereng (863 M), taler kasurat antuk basa Sansekerta miwah huruf Jawa Kuno, kabaosang yéning daweg warsa 784 Saka (860 M)

Rakai Walaing Pu Kumbhayoni ngicén waranugraha carik miwah kalih bukit ring Tamwahurang antuk pabuat miara wangunan suci Syiwa sané kawastanin Bhadraloka. Para ahli satinut yéning Sri Kumbaja utawi Sri Kalasodbhava wantah Pu Kumbhayoni, miwah wangunan Syiwa punika nénten tios wantah Candi Barong. Candi antuk corak Hindu puniki katarka pinaka genah pemujaan Dewa Wisnu santukan kapanggihin arca Dewi Sri (dewi kesuburan pinaka stri Dewa Wisnu) miwah Dewi Laksmi, pangiring Dewa Wisnu. Taler wénten iasan sankha (kerang bersayap) sané rumasuk ring sinalih tunggil niyasa Dewa Wisnu, miwah ring puncak wangunan

mawentuk ratna. Wangunan candi puniki katarka pinaka genah pemujaan sané mapaiketan ring upacara nunas kalanduhan. Wewidangan kompleks candi puniki madaging tetiga undagan. Ring undagan pinih tegeh, wénten asiki selasar miwah kalih candi sané nénten madaging kori wiadin jendéla. Ring soang-soang sisi wangunan madaging relung antuk iasan kala miwah makara. Undagan puniki wantah genah sané pinih suci. Ring natar undagan kaping kalih, wénten wangunan antuk ukuran 12,30 m x 7,80 m miwah makudang-kudang umpak batu mawentuk segi delapan. Katarka struktur inucap pinaka pondasi wangunan pendapa antuk raab saking kayu. Ring undagan kapertama, nénten kapanggihin struktur wangunan. (kmb)

Tosning Dadap Tosning Presi (Kaketus saking Satua-satua Bali VI)

BPM/ist

CANDI BARONG - Kasengguh Candi Barong santukan iasan ring wangunan candi akehan mawentuk barong.

WÉNTEN katuturan satua, Jero Dukuh ring Kadampal madué rabi kekalih, sané kelihan madué oka akutus, sané alitan taler akutus. Déning kabina-bina, mangkin embasé sané kelihan dados kawastanin I Tosning Dadap tur sané alitan I Tosning Presi. Kasuén-suén samian pada kelih, okané punika kanggén ilén-ilén sesolahan antuk ajin danéné, Jero Dukuh Kadampal. Déning sapunika dados lintangan saking bhatara ring gunung madué ilén-ilén, pangarsan Ida Bhatara Mahadewa ring gunung, ngarsaang okané punika sané mawasta I Tosning Dadap miwah I Tosning Presi. Pisereng pakayunané, nénten katurang sampun kaping kalihin ngarsaang nénten taler katurang. Ping tigané Ida ngandika, wénten atur Jero Dukuh Kadampal mabales nglungsur ilénilén druéné ring Gunung Agung punika mangkin kumalageni. Daging aturé, “Yén wantah Bhatara ngarsaang pianak titiangé punika, titiang nénten ngaturang ilén-ilén titiangé.” Bhatara raris muus, “Yén tuah kéto jalan anggon toh, né ada raos pingit. Yén tuah bakat ban I Dukuh nebag, juang ento kumalageniné, kalih asahin gunung palinggihan manirané. Yén tusing bakat baan I Dukuh nebag, panak Dukuhé makanembelas nira nyuang. Ento Tosning Dadap Tosning Presi, kalih gunung Dukuhé punggelin nira malih apangked.” Sumaur raris I Dukuh, “Inggih yén asapunika, mangda sami ngamedalang, titiang wénten taler baos diatmika asiki. Yéning keni antuk Bhatara ngwastanin, titiang kaon ambil pianak titiangé, yén ten keni antuk Bhatara ngwastanin, Bhatara kaon titiang ngambil kumalageni druén Bhatara tur malih titiang ngarsaang linggih Bhatara.” Raris ngandika Bhatara, “Nah yén tuah kéto, da buin ngalih dina lénan, jalan jani ba! Nah nyén maluan mesuang raosé?” “Inggih yan wantah asapunika, titiang rihin,” asapunika Jero Dukuh ngamedalang baos. “Inggih punapi sané mawasta, béngkot ping kalih, bunter apisan.” Dados kamenetan Ida Bhatara Mahadewa, sué Ida nénten medal pangandika. Gelisang carita, réh méweh Ida Bhatara Mahadéwa, dados ngrereh wantu watek Gandarwa pacang ngwastanin daging raos I Dukuh punika. Irika raris rauh Ida Bhagawan Wraspati ngaturang katerangan daging baos punika. (Masambung)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


Minggu Pon, 24 DESEMBER 2017

9

SPORT

Lagi, Warriors Kalahkan Lakers

HAL 12

MENANG - Para pemain Barcelona merayakan gol ketiga yang dicetak oleh Aleix Vidal saat berhadapan dengan Real Madrid, Sabtu (23/12) kemarin. BPM/rtr

Barca Hantam Madrid Madrid –

Laga El Clasico yang digelar Sabtu (23/12) kemarin, berakhir untuk kemenangan telak Barcelona. Dalam pertandingan di Santiago Bernabeu tersebut, El Barca unggul 3-0. Tuan rumah sebenarnya menguasai laga sejak awal. Mega bintang Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema silih berganti membombardir pertahanan Barcelona.

Namun Kiper Marc Andre ter Stegen sangat tangguh sehingga mampu beberapa kali mementahkan peluang Madrid. Ronaldo sebenarnya mampu mencetak gol di awal babak pertama, namun dianulir karena offside. Tidak ada gol yang terjadi di babak pertama. Di babak kedua pola yang sama masih terjadi, di mana

Los Blancos masih menguasai jalanya laga. Namun lewat serangan balik cepat yang diawali oleh Ivan Rakitic, justru Barca yang berhasil mencuri gol terlebih dulu. Kerja sama cantik Rakitic dan Sergi Roberto diselesaikan dengan baik oleh Luis Suarez. Berselang 10 menit, Barca kembali mem-

Susunan Pemain Real Madrid (4-1-3-2): 1-Keylor Navas; 12-Marcelo, 4-Sergio Ramos, 5-Raphael Varane, 2-Daniel Carvajal; 14-Casemiro (20-Marco Asensio 72’); 8-Toni Kroos, 23-Mateo Kovacic (11-Gareth Bale 72’), 10-Luka Modric; 7-Cristiano Ronaldo, 9-Karim Benzema (6-Nacho Fernandez 66’) Pelatih: Zinedine Zidane FC Barcelona (4-4-2): 1-Marc-Andre ter Stegen; 18-Jordi Alba, 25-Thomas Vermaelen, 3-Gerard Pique, 20-Sergi Roberto (22-Aleix Vidal 90+2’); 8-Andres Iniesta (2-Nelson Semedo 77’), 5-Sergio Busquets, 15-Paulinho (21-Andre Gomez 84’), 4-Ivan Rakitic; 9-Luis Suarez, 10-Lionel Messi Pelatih: Ernesto Valverde Wasit: Jose Sanchez

bukukan gol via penalti Lionel Messi. Wasit Jose Sanchez menunjuk titik putih setelah bek Real Madrid, Daniel Carvajal menahan sundulan gelandang Barcelona, Paulinho dengan tangan. Messi yang maju sebagai algojo tanpa cela melaksanakan tugasnya. Barcelona menyempurnakan kemenangan dengan gol Aleix Vidal pada masa injury time. Menerima operan datar Messi, Vidal dengan sigap menghujamkan tembakan dari dalam kotak penalti. Skor 3-0 untuk Barcelona tetap tidak berubah hingga peluit panjang dibunyikan. Dengan kemenangan ini, Barcelona kian kokoh di puncak klasemen dengan mengemas 45 poin, atau unggul sembilan poin dari Atletico Madrid di urutan ke-2. Sementara itu, Real Madrid masih berada di posisi ke-4 dengan koleksi 31 angka.

Messi Messi patut atas gelar bintang kemenangan dalam duel El Clasico. Sang superior Barcelona itu menyumbang satu dari tiga gol dan satu assist kontra Real Madrid. Keberhasilan mencetak gol dari titik putih merupakan kebangkitan bagi La Pulga. Sebelumnya Messi gagal mencetak gol dari titik putih ke gawang Deportivo La Coruna. Sang pemain sering mengalami nasib sial di antara pemain lainnya di Eropa. Messi merupakan pemain yang paling sering gagal (3 kali) melakukan eksekusi penalti di antara lima liga top Eropa. Kegagalan Messi dalam melakukan penalti sama jumlah dengan Edinson Cavani (PSG) dan Domenico Berardi (Sassuolo). Sebelum gagal melakukan tembakan penalti menghadapi Deportivo La Coruna, Messi juga gagal saat satu lawan satu menghadapi penjaga gawang Deportivo Alaves dan Eibar. Keberhasilannya mencetak gol ke gawang Keylor Navas membuat Messi telah mencetak 15 gol di La Liga musim ini. (kmb33/rtr)

Pertama Kali, El Clasico Digelar Siang Hari

Madrid – Pertandingan El Clasico yang mempertemukan Real Madrid kontra Barcelona berlangsung di Santiago Bernabeu pada pukul 20.00 Wita dalam lanjutan kompetisi La Liga. Itu bukan jam biasa untuk laga sebesar El Clasico. Terdapat perbedaan enam jam antara Indonesia dan Spanyol. Waktu di Indonesia lebih dulu, yang artinya ketika El

Clasico berlangsung pukul 20.00 Wita, di Madrid baru pukul 13.00. Untuk pertama kalinya kick-off El Clasico berlangsung saat jam makan siang. Kebijakan itu diambil tidak lain untuk memanjakan para penonton di Benua Asia. Pertemuan Real Madrid dengan Barcelona selalu jadi magnet bagi pencinta sepak bola dunia. Pada El Clasico yang berlangsung Desember 2016, Nielsen

BPM/rtr

Natal - Ucapan Selamat Natal yang dituliskan dalam spanduk besar oleh suporter Real Madrid jelang laga El Clasico, Sabtu (23/12) kemarin.

Sports mencatat penghasilan sponsor untuk laga itu mencapai 42,5 juta dolar AS. Penghasilan itu diperoleh dari jersey sponsor, iklan di stadion. Televisi juga jadi target empuk meraih keuntungan, sehingga La Liga mencoba memberikan siaran yang memanjakan. La Liga sadar fakta bahwa mereka masih di belakang Premier League untuk penghasilan dari siaran televisi asing, khususnya Asia. Pasar Asia diketahui sebagai sangat besar untuk meraup untung. Penting untuk memanjakan benua Asia agar termotivasi menjadi sponsor klub-klub La Liga. Tahun lalu Barcelona menanda tangani kontrak senilai 220 juta euro dengan perusahaan Jepang, Rakuten sebagai sponsor mereka. Targetnya, pertandingan El Clasico antara Real Madrid melawan Barcelona akan disaksikan 400 juta pasang mata. Hanya dari siaran televisi pemasukan bisa mencapai sekitar 28,8 juta dolar AS. Namun beberapa analis menganggap bahwa La Liga kehilangan trik untuk merebut pasar asing. Padahal seharusnya La Liga mengeksploitasi kedekatan budaya dan bahasa mereka dengan penonton Amerika Latin, bukan Asia. (kmb33/rtr)

Magis Kovavic Tidak Terjadi

Madrid – Kejutan dilakukan pelatih Real Madrid Zinedine Zidane di El Clasico. Pelatih

asal Perancis itu memilih untuk memainkan Mateo Kovacic sebagai starter ketika melawan Barcelona di Stadion Santiago Bernabeu, Sabtu (23/12) kemarin. Kovacic menjadi bagian kuartet lini tengah Madrid bersama Casemiro, Luka Modric dan Toni Kroos. Kovacic secara mengejutkan menyingkirkan sejumlah kandidat menjadi starter di lini tengah, termasuk Isco dan Gareth Bale. Ini adalah kali pertama Kovacic menjadi starter di La Liga musim ini. Sebelumnya gelandang timnas Kroasia itu baru bermain 70 menit. Real Madrid tak pernah kalah dari FC Barcelona di semua kompetisi setiap Mateo Kovacic menjadi pemain inti. Namun hal ini tidak terjadi malam tadi, di mana Madrid harus menyerah di tangan Barcelona. (kmb33/ rtr)


Bola

10

Profil

Minggu Pon, 24 Desember 2017

Berharap Dukungan ”Fans” MESKI telah mengangkat Gennaro Gattuso sebagai pengganti Vincenzo Montella, performa AC Milan pada musim 2017-2018 belum juga berubah. Tak heran jika fans mulai meninggalkan AC Milan. Gattuso jelas diharapkan bisa membawa perubahan untuk AC Milan saat diangkat sebagai pelatih. Faktanya, hasil yang diperlihatkan ini justru menggambarkan hal sebaliknya. Minim pengalaman, Gattuso tak mampu menghindarkan Milan dari hasil buruk. Dalam lima laga terakhir, hanya dua kemenangan yang bisa dipersembahkan. Sisanya mereka dua kali kalah dan satu imbang. Itu yang membuat I Rossoneri terdorong ke urutan kesembilan klasemen Serie A. Dengan koleksi 24 poin, mereka sudah terpaut 14 poin dari AS Roma yang menempati batas akhir zona Liga Champions. Kini AC Milan memiliki kesempatan untuk bangkit. Mereka akan menghadapi Atalanta pada laga pamungkas paruh pertama musim ini di San Siro, hari ini. “Kami berharap fans tidak melakukan protes selama pertandingan berlangsung. Mereka bisa mengejek kami usai peluit akhir,” kata Gattuso. Gattuso sudah memberikan sedikit hukuman untuk para pemain AC Milan. Mereka tak diberikan waktu untuk menemui kerabat atau keluarga karena harus melakukan sesi latihan yang intens. Itu adalah respons Gattuso, menyusul kekalahan 0-3 dari Hellas Verona pada pekan ke-17 Serie A di Stadio Marc’Antonio Bentegodi. Dalam latihan itu, yang diasah Gattuso tak hanya soal fisik, tapi juga mental. “Kami harus melatih mentalitas karena fisik saja tidak cukup. Latihan intens adalah hal yang paling tidak bisa kami lakukan setelah satu poin dari Benevento dan kalah dari Verona. Beberapa kabar palsu ditulis, tidak ada pemain yang memberontak,” tegas Gattuso. (kmb33/rtr)

GOL - Pemain Arsenal Granit Xhaka merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Liverpool.

Tertarik Gabung Liverpool

Bidikan Arsenal yakni Thomas Lemar dikabarkan berpotensi melanjutkan karier sepak bolanya bersama Liverpool dalam waktu dekat ini. Sebelumnya, pemain Monaco tersebut dikaitkan akan merapat ke London Utara akan tetapi gagal terwujud lantaran kedua belah pihak belum menemukan adanya kata sepakat yang tepat. Bahkan Chelsea juga disebut-sebut tertarik untuk memboyongnya pada Januari nanti, tetapi laporan terbaru menyebut Lemar berpeluang besar bermain di Anfield. Akan tetapi, itu bisa terjadi jika The Reds melepas Philippe Coutinho ke Barcelona. Sementara manajemen Monaco sendiri dikabarkan bersedia melepas pemain berusia 22 tahun itu seharga 90 juta Poundsterling. Namun di level klub punggawa tim nasional Perancis itu baru mencetak dua gol dari 13 laga dimainkan di kompetisi Ligue 1 musim ini. (kmb33/rtr)

Atletico Telan Kekalahan Perdana

Barcelona – Atletico Madrid menelan kekalahan pertamanya di La Liga musim ini. Bertandang ke Espanyol, Los Colchoneros takluk 0-1 usai dibobol di menit-menit akhir. Bertandang ke RCDE Stadium Sabtu (23/12) kemarin, Atletico dibuat frustrasi oleh tuan rumah. Meski menguasai bola dengan persentase hingga 55 persen, Atletico cuma berhasil mencatatkan satu tembakan tepat target dari sembilan percobaan. Sementara Espanyol tampil lebih efisien dengan serangan-serangan cepatnya. Dari tujuh upaya, empat di antaranya mengarah ke gawang Atletico. Satu-satunya ancaman yang dicatatkan Atletico didapatkan lewat Kevin Gameiro pada menit ke-76. Tembakannya meluncur ke arah kiper Espanyol Pau Lopez. Sementara Espanyol sudah menebar ancaman sejak menit ke-19, kala Leo Baptistao tinggal berhadapan dengan Jan Oblak. Namun sepakannya melambung. Gol baru tercipta di menit ke-88. Dari serangan balik, Sergio Garcia menuntaskan umpan silang dari Esteban Granero dengan sepakan ke arah pojok kanan bawah gawang Atletico. Untuk Atletico, ini adalah kekalahan pertama mereka di La Liga musim ini setelah 17 pekan. Skuat besutan Diego Simeone itu masih ada di posisi dua dengan nilai 36 dari 17 laga, berpotensi dilewati Valencia yang tertinggal dua poin dengan baru bermain 16 kali. Sementara Espanyol naik ke posisi 14 dengan 20 angka. (kmb33/rtr)

BPM/rtr

Wenger Lega Imbangi Liverpool

London – Arsene Wenger merasakan frustrasi ketika Arsenal dihujani ancaman oleh Liverpool pada paruh pertama. Manajer asal Prancis itu lega karena bisa mengunci hasil imbang 3-3 di Emirates Stadium, Sabtu (23/12) dini hari WIB. Liverpool unggul dua gol lebih dulu lewat Philippe Coutinho dan Mohamed Salah. Untung saja Gunners bangkit dan mencetak tiga gol dalam kurun waktu lima menit. Sayang Roberto Firmino bisa menyamakan kedudukan. “Kami frustrasi malam ini. Di sisi lain, jujur saja bisa game over pada jeda turun minum. Kami mengalami mimpi buruk di paruh pertama, tak cukup kompak, tak cukup tenang dan secara keseluruhan kami seharusnya bisa dihukum lebih keras,” ujar Wenger dalam

konferensi pers, Sabtu (23/12) kemarin. “Hal yang positif adalah kami cuma tertinggal 1-0. Kami bermain terlalu dalam, jarak antarpemain terlalu jauh, kami harus menekan, mendukung striker dan bermain cepat. Kami terlalu kere-

potan menghadapi bola jauh dan tak cukup tenang untuk menguasai bola dan bermain,” tandasnya. Bek Hector Bellerin mengakui hal serupa, tapi peringatan Arsene Wenger jadi titik kebangkitan. Kami tidak mengawali laga dengan baik,

mereka unggul tapi saat jeda bos memperingatkan kami,” ujar bek kanan Spanyol itu. “Ia mengatakan pada kami apa yang harus kami lakukan dan tim ini punya reaksi yang bagus. Kami mencetak tiga gol cepat dan Anda bisa lihat ada kepercayaan diri dalam tim. Namun kami harus lebih pandai bertahan untuk mempertahankan skor. Kami tak mampu melakukannya, jadi ini pahit-manis, sempat unggul, lalu bermain imbang,” imbuhnya. Gol tuan rumah dicetak oleh Alexis Sanchez

pada menit ke-53, Granit Xhaka (56’) dan Mesut Oezil (58’). torehan tim rival datang dari Philippe Coutinho (26’), Mohamed Salah (52’), serta Roberto Firmino (71’). Hasil seri membuat Arsenal bertahan di peringkat kelima klasemen dengan perolehan 34 poin. Liverpool pun tak mengalami perubahan posisi. Skuat asuhan Juergen Klopp tetap menghuni tangga keempat. Arsenal akan melanjutkan perjuangan di Liga Primer dalam laga kontra Crystal Palace pada 29 Desember. (kmb33/rtr)

Rencana Spalletti di Bursa Transfer Milan – Inter Milan bisa dibilang cukup mengejutkan musim ini, karena mampu merangsek ke tiga besar klasemen Liga Italia bersaing dengan Napoli dan Juventus sampai paruh pertama musim 2017/2018. Bahkan Inter sem-

pat menjadi capolista selama beberapa pekan. Penampilan anak asuh Luciano Spalletti ini pun terbilang stabil dengan menggenggam 12 kemenangan, empat seri, dan hanya satu kali mengalami kekalahan. Selisih Inter dengan pemimpin klasemen pun

hanya berjarak dua poin. Padahal di bursa transfer musim panas lalu Inter tak banyak belanja pemain. Berbanding terbalik dengan tetangganya, AC Milan yang telah menggelontorkan dana sampai 200 juta euro, tetapi justru terseok-seok di pering-

BPM/rtr

Luciano Spalletti

kat ke-8. Banyak pihak yang menilai bahwa penampilan gemilang Inter musim ini merupakan buah “terlambat” dari geliat transfer besar-besaran yang dilakukan mereka pada musim panas 2016 lalu. Kala itu, demi tampil gemilang di musim 2016-2017 Inter telah merogoh kocek sampai 154,1 juta euro. Namun di akhir musim tersebut Inter terbenam di peringkat tujuh klasemen. Nah, seiring berjalannya waktu, para pemain hasil pembelian tersebut baru mulai “nyetel” dengan Inter di musim ini. Apalagi Inter ditangani pelatih sekaliber Luciano Spalletti. Menyambut bursa transfer musim dingin nanti, Inter disebut-sebut sudah memiliki sejumlah rencana ampuh demi mempermulus penampilan skuat mereka di putaran kedua. Pelatih Inter Luciano Spalletti, mulai memberikan kode perburuan pemain yang akan dilakukan timnya. “Kami sudah memiliki sejumlah pemain yang memungkinkan untuk Inter Milan mencapai tujuan yang ditetapkan di awal,” ujar Spalletti, Sabtu

(23/12) kemarin. “Jika bisa, kami perlu untuk lebih meningkatkan kualitas dari skuat ini yang mana bukan perkara mudah. Namun saya memiliki skuat yang memungkinkan kami untuk meraih target, yaitu zona liga champions,” tambahnya. Menurut Spalletti, dirinya dan pemilik klub akan membuat strategi di bursa transfer. Ketika ditanya mengenai duet pemain Lazio Sergej Milinkovic-Savic dan Luis Alberto yang akhir-akhir ini dihubung-hubungkan dengan Inter, Spalletti tidak mengelak maupun mengiyakan. “Saya berbicara tentang pemain yang saya miliki di Inter Milan, karena ini adalah pemain yang akan mendapatkan poin selanjutnya,” jawabnya. Ia juga menjawab seputar isu kepergian Joao Mario. Disinggung mengenai ini, ia mengelak kabar tersebut. “Dia belum mengatakan kepada saya ingin pergi. Pemain itu telah berlatih dengan sangat baik, hari ini dia menunjukkan bahwa dia ingin berjuang untuk memulai lagi,” kata mantan pelatih AS Roma ini. (kmb33/rtr)

Rayakan Hasil Imbang

Klopp Lempar Botol

BPM/rtr

MENANG - Kiper Espanyol Pau Lopez merayakan kemenangan timnya atas Atletico Madrid.

London – Liverpool meraup satu angka dalam laga menegangkan di markas Arsenal yang berakhir 3-3. Manajer Liverpool Juergen Klopp tampaknya sampai terbawa suasana. Pada pertandingan di Emirates Sabtu (23/12) kemarin, Liverpool membiarkan Arsenal comeback. Setelah unggul lewat gol-gol Philippe Coutinho dan Mohamed Salah, Si Merah justru kebobolan tiga gol cepat dari Alexis Sanchez, Granit Xhaka

dan Mesut Oezil. Sampai akhirnya di menit ke-71 Roberto Firmino muncul sebagai penyelamat. Penyerang Brasil itu membobol gawang the Gunners sehingga memastikan kedua tim berbagi poin. Klopp merayakan gol Firmino secara menggebu-gebu. Pelatih asal Jerman itu bangkit dari tempat duduknya di bangku cadangan mengepalkan tangannya dan berjalan ke pinggir lapangan sambil melempar sebuah botol minuman yang

sedari tadi dipegangnya. Insiden itu menciptakan sorotan kepada Klopp. Bukan tidak mungkin Klopp akan mendapatkan sanksi dari FA. Namun dia punya penjelasan tersendiri. “Saya gembira dan itu hanya sejenis kegembiraan yang agresif,” ungkap Klopp usai pertandingan. “Saya sudah minta maaf, tapi orang-orang kalau mereka semua minta maaf untuk apa yang sudah mereka katakan kepada

Jurgen Klopp saya, itu akan memakan waktu lebih lama dari pada permintaan maaf saya,” imbuhnya. “Saya bereaksi, terkadang memang sedikit aneh. Mungkin reaksi itu tidak menyenangkan. Wasit sudah mengatakan kepada saya, tapi saya mengambil botol itu kembali dan saya bisa mengosongkannya setelah itu.

BPM/rtr

Jadi tidak ada yang serius,” ujarnya. “Saya tadi memang tidak senang tentang moment itu, tapi saya benar-benar merasa bahwa setidaknya hasil seri adalah yang hasil paling minimal kami dapatkan,” tutup mantan pelatih Borussia Dortmund ini. (kmb33/rtr)


Juara

11

Minggu Pon, 24 Desember 2017

PROFIL

Petembak Bali Sabet Lima Emas di Jabar Open

Denpasar (Bali Post)-

Petembak Bali mendulang lima keping emas, serta satu perak dan satu perunggu pada event Jabar Open di Lapangan Tembak KONI Jabar, Cimahi, Bandung, 8-16 Desember lalu. Kelima medali emas dipersembahkan petembak Savitri Mirzaeila di nomor air rifle woman youth Liliy Sulistyadewi Tirthajaya, di nomor air pistol woman youth, Talitha Judith Almira, di nomor air pistol woman senior, Ketut Sudiana di nomor standar pistol senior. BPM/ist

Gusti Ayu Yuniastari

Sulit Tembus Pelatnas

PEMANAH Kota Denpasar Gusti Ayu Yuniastari baru saja mendulang emas di nomor aduan perorangan recurve pada Mangupura Open Archery Tournament 2017, di Lapangan Gusti Ngurah Jania, Sading, Badung. Dalam kejuaraan yang diikuti 289 atlet panahan seIndonesia, Yuniastari bersaing ketat dengan atlet Rezza Octavia (Bojonegoro). ‘’Saya unggul karena dituntut harus pintar membaca cuaca, kebetulan saat itu hujan angin,’’ kenang atlet kelahiran Denpasar, 21 Juni 1996 ini. Ayu Yuniastari juga menyumbang dua emas di nomor aduan perorangan recurve dan beregu, serta meraih perak di mix-team bersama Gusti Ngurah Putu Krisna Adi pada Porprov Bali XII/2017 di Gianyar, September lalu. Pada Porprov Bali XII/2015 di Buleleng, Ayu Yuniastari merebut satu emas recurve perorangan, serta perak mix–team. Untuk pertama kalinya turun di Porprov Bali XI/2013 di Denpasar, Ayu menyumbang dua emas di nomor beregu standard bow dan total jarak, serta perak pada perorangan standard bow. Prestasi bergengsi pernah ditorehkan Ayu ketika berlaga pada Invitasi Nasional Panahan Junior (2011) di Yogyakarta. Dia menyabet emas di nomor aduan perorangan recurve serta perak di total jarak recurve. ‘’Padahal kala itu saya masih baru belajar panahan,’’ ujar mahasiswi semester VII FPOK IKIP PGRI Bali ini. Meskipun pernah mengukir prestasi nasional, Ayu mengaku sulit untuk tembus masuk pelatnas. ‘’Atlet Bali rata-rata kalah bersaing karena porsi latihan sedikit, ditambah minim jam terbang, sebab jarang mengikuti turnamen,’’ ungkapnya. Dia mulai belajar memanah berkat arahan Sang Paman, Gusti Putu Sugiarta, ketika dirinya duduk di bangku kelas 1 SMK Pariwisata Duta Bangsa. ‘’Saya enjoy saja membidikkan anak panah. Apalagi olahraga ini memerlukan konsentrasi tinggi,’’ ucapnya. Ayu sejak kecil pernah menekuni bulu tangkis namun hanya setahun, sebab kakinya cedera. Bonus Porprov dikumpulkan Ayu untuk biaya kuliah, tabungan, serta beli atlet recurve yang mencapai Rp 20 juta. (nel)

Selain itu, medali emas juga dipersembahkan tim air rifle woman youth (Savitri Mirzaeila, IG Bintang Puspita Dewi, Ida AA Istri Kiah Widnyani). Tim tembak Bali juga merebut medali perak di nomor air rifle man youth melalui atletnya Ramadhani Pratama Hansaputra, serta satu medali perunggu lewat petembak Ketut Sudiana di nomor free pistol. Atas hasil ini tim tembak Bali menduduki juara umum III di bawah tuan rumah Jabar (16-7-12), serta jatim (7-7-5). Yang membanggakan, dua petembak Bali yakni Lily Sulistyadewi Tirthajaya dan Talitha Judith Almira berhasil memecahkan rekornas. Ketua Harian Pengprov Perbakin Bali Cahaya Wirawan Hadi di Denpasar, Sabtu (23/12) kemarin menerangkan pihaknya bangga Bali yang hanya menerjunkan tim ramping berkekuatan

sepuluh petembak bisa membawa pulang lima emas dan menduduki posisi juara umum. Hanya dirinya prihatin jika atlet yang sudah bertanding ke event berskala nasional mengibarkan bendera Bali harus merogoh kocek pribadinya. ‘’Saya kasihan mereka telah berjuang mengusung bendera Bali, namun harus rela berkorban membiayai diri sendiri untuk bertanding,’’ ujar Wirawan Hadi. Oleh sebab itu, ke depan dirinya optimis petembak muda Bali bakal mampu bangkit dan menyumbang medali emas pada PON XX di Papua 2020 mendatang. Untuk itu, Wirawan Hadi mengetuk hati KONI Bali termasuk KONI kota dan kabupaten se-Bali supaya memperhatikan nasib petembaknya, sekaligus menyisihkan dana untuk Pengkab Perbakin. Wirawan Hadi mengevaluasi,

PELATIH tim Porprov Klungkung, Komang Adnyana memang mengakui gagal membawa tim Bumi Serombotan pada Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar, September lalu. Namun, jika dirinya kembali dipercaya menangani tim Porprov, Komang Adnyana siap membawa tim Klungkung menuju prestasi yang lebih baik. ‘’Sebenarnya potensi pesepak bola muda Klungkung lumayan mumpuni skill-ball-nya, hanya mereka kurang pengalaman dan jam terbang,’’ terang pelatih kelahiran Denpasar, 22 November 1971 ini. Komang Adnyana menilai pihaknya optimis jika tim Porprov Klungkung disiapkan jauhjauh hari, serta materi yang lebih berkualitas, bakal mampu membawa prestasi yang lebih tinggi. Sebelumnya Komang Adnyana bersama IB Mayahasa juga melatih tim Tunas Muda Ubud, kontestan Kompetisi Liga 3 Rayon Bali. ‘’Namun aktivitas saya keseharian karyawan koperasi, berikut melatih POR Sanur,’’ ucapnya. Komang Adnyana membawa POR Sanur juara Piala Wali Kota Denpasar. Karier sepak bola Komang Adnyana dimulai, bergabung dengan tim PS Suci yang berlatih di Lapangan Pekambingan dan Lapangan Puputan Badung, kemudian direkrut tim PLN Denpasar sekaligus bekerja. Bahkan Komang Adnyana sempat memperkuat tim PON Bali di Jakarta (1993) hingga masuk Gelora Dewata. ‘’Saya ikut andil mempromosikan Perseden Denpasar dari divisi II ke divisi I,’’ kenangnya. Selain itu Komang Adnyana juga pernah memperkuat Persema Malang, Persegi Gianyar, PSMS Medan, PSB Bogor, serta Persekaba Badung. Ia pun perihatin terhadap pesepak bola senior Bali, sebab kalau benar diberlakukan kompetisi musim depan Liga 3 (U-19), Liga (U-16), Piala Soeratin U-15 dan U-17, praktis pemain Bali hanya berkompetisi di kelompok umur. (nel)

PECAHKAN REKORNAS — Dua petembak Bali yakni Lily Sulistyadewi Tirthajaya (kiri) bersama Talitha Judith Almira, berhasil memecahkan rekornas pada event Jabar Open di Lapangan Tembak KONI Jabar, Cimahi, Bandung, pada 8-16 Desember lalu.

”Lifter” Widiasih Tampil Maksimal pada APG 2018 Denpasar (Bali Post)Atlet angkat berat putri Nasional Ni Nengah Widiasih, bertekad untuk meraih hasil terbaik pada ajang Asian Para Games (APG) 2018 di Indonesia. Untuk itu dirinya akan berlatih lebih keras lagi agar bisa mewujudkannya.

Saat ditemui di sela sosialisasi APG 2018 Sabtu (23/12), Widiasih mengatakan saat ini pihaknya masih terus melakukan latihan. Bahkan Januari 2018 dirinya sudah masuk pelatnas di Solo. Untuk APG 2018 Widiasih ingin memberikan prestasi yang lebih baik dibandingkan dengan

Komang Adnyana

Potensi Muda Klungkung

kegagalan tim tembak Bali pada PON XIX di Jabar 2016 silam karena senjata yang dimiliki petembak kedaluwarsa. ‘’Saya yakin kalau KONI bersedia membantu senjata baru dan modern, petembak Bali mampu berkiprah dan bersaing di kancah nasional,’’ tegasnya. Diakuinya, para pengurus internal di tubuh Perbakin baik tembak reaksi maupun berburu juga berkewajiban menyisihkan anggaran pembinaan untuk tembak target. (022)

prestasi yang sudah pernah dicapai. “Saya mau latihan lebih keras lagi untuk bisa memberikan yang lebih baik dari prestasi yang sudah pernah saya capai. Apalagi Indonesia menjadi tuan rumah,” ujarnya. Peraih medali emas untuk Indonesia pada ASEAN Para Games Kuala Lumpur 2017 ini juga bertekad untuk bisa mengalahkan atlet dari Cina. Karena menurutnya, lifter Cina merupakan lawan terberatnya selama ini. “Lawan terberat yaitu Ling-ling dari Cina,” kata atlet asal Kubu, Karangasem ini. Direktur PR Media INAPGOC, Ashgindo Fachreza Nasution mengatakan Asian Para Games (APG) 2018 rencananya akan digelar di Jakarta pada 6-13 Oktober. Event ini akan dihadiri sekitar 3.000 atlet penyandang disabilitas dan ofisial dari 43 negara Asia, anggota dari Asian Paralympic Committee. “Ada 18 cabang olahraga dengan 582 nomor pertandingan yang akan dihelat selama delapan hari,” katanya. (kmb23)

Paulo Goncalves Pemain Terbaik Liga 1 Jakarta (Bali Post)Penyerang Bhayangkara FC Paulo Goncalves dinobatkan menjadi pemain terbaik kompetisi Liga 1 tahun 2017, mengalahkan pesaingnya pemain PSM Makassar Wiljan Pluim dan Sylvano Comvalius yang juga penyerang Bali United dan kini membela tim Thailand Suphanburi FC. Penghargaan itu diberikan kepada Paulo Goncalves di ajang Malam Penghargaan Liga 1 di Senayan, Jakarta, Jumat (22/12) malam lalu. Paulo Goncalves tampil gemilang di Liga 1 dengan membuat

total sembilan gol dan 10 assist. Penyerang yang lahir di Portugal 33 tahun lalu itu, juga memiliki akurasi tembakan 52 persen dan akurasi operan 73 persen. Pria bernama lengkap ini Paulo Sergio Moreira Goncalves direkrut oleh Bhayangkara FC pada tahun 2017, dengan status marquee player. Dia menghabiskan masa muda dan remajanya sebagai pesepak bola di klub besar Portugal Benfica dan Sporting Lisbon. Sebagai pemain, dia pernah membela beragam klub di Eropa, sebelum akhirnya berlabuh di tim Brunei Darussalam DPMM FC,

hingga tahun 2016 dan Bhayangkara FC setahun setelahnya. Di tim nasional Paulo pernah memperkuat tim nasional Portugal U-19, U-20 dan U-21. Malam Penghargaan Liga 1 sendiri diadakan di Senayan, Jakarta, Jumat (22/12). Selain pemain terbaik, ada beberapa penghargaan lain yang diberikan untuk wasit, tim dan pemain di Liga 1. Ada pun kategori-kategori itu adalah wasit terbaik, penghargaan tim fairplay, pemain muda terbaik, gol terbaik, pencetak gol terbanyak dan 11 pemain terbaik. (ant)

Denpasar (Bali Post)TIM SSB Guntur U-10 keluar sebagai juara dalam turnamen sepak bola usia dini Asosiasi SSB Kota Denpasar, setelah unggul 1-0 atas Bangli pada laga final di Lapangan Kompyang Sujana, Jumat (22/12) lalu. Gol tunggal kemenangan Guntur berkat sepakan Dwik yang mengoyak gawang Bangli. Sementara juara III direbut Mandala United (MU) dan juara IV SSB Wisnu Putra (Wistra). Sebelumnya, untuk kategori

U-8 juaranya adalah tim SSB Mandala Putra, disusul juara II Porba Batubulan dan juara III Bali United. Sekretaris Panpel Gede Made Anom Prenatha menjelaskan, tujuan kejuaraan ini mengingat minimnya turnamen yang menyasar kelompok usia dini. ‘’Jadi, kami ini mewadahi pesepak bola usia dini supaya mereka bisa menyalurkan skill-ball, bakat dan talentanya. Bahkan turnamen ini juga sempat vakum setahun,’’ kata Anom Prenatha.

Ia pun tak menyangka pesertanya membeludak mencapai 71 tim, mulai U-8, U-10, U-12, dan U-14. ‘’Untuk U-10 diikuti 23 tim, sedangkan U-12 kontestannya 24 tim dan mulai digulirkan Minggu (24/12) ini,’’ ujarnya. Anom Prenatha mencatat seluruh pemain usia dini, kemudian database mereka ditembuskan kepada Asprov PSSI Bali. Tujuannya, jika Asprov PSSI Bali menggulirkan turnamen usia dini supaya tidak terjadi lagi pemain lompat pagar. (022)

Tim Futsal ’’Bali Post’’ Juara Ketiga di Peradi Cup Denpasar (Bali Post)Tanpa diduga tim Futsal Bali Post (BP) akhirnya sukses meraih juara III dalam Turnamen Peradi Cup 2017 di Lapangan Futsal Meazza, Denpasar, Sabtu (23/12) kemarin. Tim BP merebut peringkat III setelah sukses mengalahkan Tim Futsal Polda Bali dengan skor 4-2, dalam perebutan peringkat III dan IV. Sebelum meraih juara III, pada pertandingan pertama Jumat (22/12) lalu tim Futsal Bali Post mampu menekuk tim Futsal Imigrasi Denpasar dengan skor 9-3 dan melawan Wartawan KONI Bali menang 7-4. Sementara pada laga pertama babak enam besar, tim Futsal Bali Post bermain imbang 8-8 dengan Polres Karangasem dan melawan Polres Gianyar unggul 5-2. Sementara untuk juara I diraih oleh tim Futsal Polres Karangasem setelah di partai final dalam drama adu penalti menang 4-3 atas tim Futsal Peradi Jakarta. Manajer tim Dewa Santosa mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi semangat pantang menyerah semua pemain di lapangan hingga mampu merebut peringkat ketiga. “Ini prestasi luar biasa diraih tim Futsal Bali Post selama mengikuti ajang turnamen resmi. Semoga tahun depan tim bisa mempertahankan prestasi ini. Bahkan kalau bisa lebih ditingkatkan lagi,” ungkap Dewa Santosa. Ketua DPC Peradi Denpasar Nyoman Budi Adnyana, mengungkapkan pihaknya mengucapkan banyak terima kasih kepada tim-tim peserta yang sudah mampu membuat pelaksanaan turnamen ini berjalan baik dan lancar. “Kita berkomitmen untuk kembali menggelar turnamen yang sama di tahun depan. Kita juga akan meningkatkan kualitas pelaksanaan ajang ini. Tentu memerlukan dukungan semua pihak,” ungkap Budi Adnyana. (kmb41)

BPM/kmb41

JUARA - Tim Futsal Bali Post meraih juara III dalam Turnamen Peradi Cup 2017 di Lapangan Meazza, Denpasar, Sabtu (23/12) kemarin.

Cristian Gonzales SSB Guntur U-10 Juara Turnamen Asosiasi Masih Ingin Jadi Pemain

USIA DINI - Tim sepak bola SSB usia dini kategori U-8, sedang berlaga pada Turnamen Asosiasi SSB Kota Denpasar di Lapangan Kompyang Sujana.

Jakarta (Bali Post)Penyerang Arema FC Cristian Gonzales mengaku masih ingin menjadi pemain di Liga Indonesia, meski usianya sudah menginjak 42 tahun. Ditemui di sela acara “Malam Penghargaan Liga 1” di Senayan, Jakarta, Jumat (22/12) malam, Cristian merasa umurnya masih cukup muda sebagai pesepak bola. “Saya masih muda dan fisik saya masih kuat,” ujar Cristian. Namun pemain yang dinaturalisasi menjadi warga negara Indonesia pada tahun 2010 ini juga mempertimbangkan mengambil lisensi pelatih. Apalagi dirinya ditunjuk Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk mendampingi pelatih Bima Sakti menangani tim nasional U-19 Indonesia, meski dia belum disebut asisten pelatih, karena tidak memiliki lisensi. “Mungkin tahun 2018 saya akan mengambil lisensi kepelatihan,” kata pemain berjuluk “El Loco” atau

“Si Gila” ini. Sementara terkait Liga 1 musim 2018, Cristian Gonzales berharap bisa berjalan seketat musim 2017, di mana Bhayangkara FC berhasil menjadi juara dengan jumlah poin sama dengan Bali United dan berbeda tiga poin dari peringkat ketiga PSM Makassar. Sebab, menurut Cristian persaingan yang ketat antartim membuat kualitas sebuah kompetisi bisa meningkat. “Mudah-mudahan persaingannya mirip musim 2017, karena itu memperlihatkan kualitas klub peserta tidak jauh berbeda. Itu bisa membuat sepak bola Indonesia maju,” tutur dia. Cristian Gonzales sendiri masih menujukkan tajinya di Liga 1 2017 di umurnya yang sudah 42 tahun. Di Arema FC dia merupakan pencetak gol terbanyak dengan sembilan gol. Selain itu, dia membuat satu assist dan mempunyai akurasi operan yang baik, yaitu sekitar 82 persen. (ant)


Arena Lagi, Warriors

12

Minggu Pon, 24 Desember 2017

Profil

Optimis Hadapi Musim Baru

KIPRAH Maverick Vinales di musim perdananya bersama Tim Movistar Yamaha memang tidak berjalan mulus. Padahal pada awal-awal musim Vinales mampu mencuri perhatian banyak pengamat dengan performanya.Vinales mampu melahap dua balapan awal di MotoGP musim 2017 dengan meraih podium perdana. Vinales juga sempat memimpin klasemen MotoGP beberapa kali, dan diprediksi bakal menjadi juara dunia pada tahun ini. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, performa Vinales justru mengalami penurunan. Bahkan pada balapan teranyarnya di Sirkuit Sepang, Vinales yang memulai balapan dari posisi lima harus menyelesaikan race di urutan kesembilan. Hingga akhirnya MotoGP 2017, Vinales pun harus puas berada di urutan ketiga pada klasemen akhir. Pembalap dengan julukan Top Gun tersebut terpaut 68 poin dari rider Tim Repsol Honda, Marc Marquez yang keluar sebagai juara dunia. Kini jelang bergulirnya gelaran MotoGP 2017, Vinales pun lantas memberikan komentarnya. Pembalap berkebangsaan Spanyol tersebut optimis bakal tampil jauh lebih kuat pada kejuaraan dunia musim depan. “Sudah jelas saya sangat kecewa dengan raihan di MotoGP 2017. Saya memulai musim dengan kerja keras dan tampil kompetitif, namun tak mampu mempertahankan level itu,” ucap Vinales Sabtu (23/12) kemarin. “Akan tetapi, saat situasi tidak berjalan sesuai harapan, tak ada gunanya kecewa berlarut-larut. Sayalah yang paling ingin merebut gelar dan mungkin sayalah pembalap dengan ambisi terbesar. Dan saya yakin akan tampil lebih kuat pada tahun depan,” tutupnya. (kmb33/rtr)

Kalahkan Lakers

California– Golden State Warriors melanjutkan rentetan kemenangannya berkat keberhasilan mengalahkan Los Angelers Lakers yang datang bertamu. Warriors menang 113-106. Warriors unggul atas Lakers dalam pertandingan di Oracle Arena, Sabtu (23/12) kemarin untuk meraih 11 kemenangan secara berturutturut. Kevin Durant menjadi inspirator kemenangan Warriors dengan kontribusi 33 poin, tujuh rebound dan tujuh assist. Jordan Bell tampil tak kalah apik dengan membuat 20 poin, 10 rebound, dan tiga assist. Dalam partai ini Warriors juga menurunkan Andre Iguodala yang sebelumnya kena flu. Sedangkan di antara barisan yang absen ada Zaza Pachulia (cedera bahu) dan Shaun Livingston (cedera lutut), juga Stephen Curry yang masih memulihkan diri dari cedera engkel. Pun demikian, Warriors masih terlalu tangguh untuk Lakers. Di tiga kuarter awal Warriors relatif pegang kendali. Dimotori Kyle Kuzma, Lakers berusaha bangkit di kuarter akhir walaupun upaya itu tak membuahkan hasil. Kuzma sendiri menjadi pemain dengan menit pe-

nampilan terbanyak di partai ini, 43 menit. Ia juga menjadi penampil terbaik Lakers dengan membuat 27 poin, 14 rebound dan satu assist. Sementara itu, Russell Westbrook jadi pahlawan Oklahoma City Thunder pada lanjutan NBA 2017-2018. Dia mencetak tiga angka untuk menentukan kemenangan 120-117 atas Atlanta Hawks. Pada periode tersebut mereka membungkam Indiana Pacers, Philadephia 76ers, Denver Nuggets, Utah Jazz dan Hawks. Sedangkan kekalahan diderita dari New York Knicks. Catatan itu cukup baik bagi tim yang memiliki ekspektasi tinggi pada musim ini. Meski manajemen mendatangkan Paul George dan Carmelo Anthony untuk menemani Westbrook, Thunder belum tampil konsisten pada awal 2017-2018. Dengan sembilan kemenangan pada 12 laga

BPM/rtr

LONCAT - Bintang Golden State Warriors Kevin Durant, meloncati Guard LA Lakers Jordan Clarkson saat kedua tim bertemu di kompetisi NBA, Sabtu (23/12) kemarin. terakhir NBA, Thunder perlahan menanjak pada klasemen Wilayah Barat. Mereka kini menempati posisi lima. Dalam kedudukan 117117, Westbrook menghasilkan tembakan tiga angka

saat pertandingan menyisakan dua detik. Aksinya ini membungkam perlawanan Hawks yang terus mengejar, termasuk saat John Collins coba memasukkan bola dari tengah lapangan.

Total Westbrook menghasilkan 30 angka, 15 assist dan tujuh rebound. Anthony jadi penyumbang poin tertinggi kedua lewat 24 angka. Sementara George menghasilkan 17 poin. (kmb33/rtr)

Sementara itu pejabat Keuangan Tokyo 2020, Hidemasa Nakamura mengaku masih berupaya untuk bisa memangkas dana yang saat ini dirasa masih tinggi. Ia mengatakan Tokyo berambisi untuk menjadi tuan rumah penyelanggara yang baik, tapi memanfaatkan dana publik juga merupakan hal yang

kurang pantas. “Kami ingin memberikan suguhan yang fantastis, namun pada saat bersamaan kami tidak ingin menggunakan dana publik. Kami akan terus berupaya mengurangi biaya lebih jauh,” ungkap Nakamura, Sabtu (23/12) kemarin Sedangkan pemerintah

Metropolitan Tokyo telah menyumbang anggaran sebesar USD5,6 miliar atau sekira Rp 75 triliun dan pemerintah pusat Jepang senilai USD1,4 miliar atau sekira Rp 18 triliun. Tetapi pihak pemerintah Tokyo masih ingin mengurangi besarnya biaya. “Kami masih melihat keseluruhan event dengan tujuan mengurangi biaya secara keseluruhan dan dalam prosesnya kami memerlukan penjelasan yang jelas dan menarik. Tidak hanya untuk warga Tokyo, tetapi juga untuk semua warga Jepang,” ucap pejabat pemerintah Tokyo, Tetsushi Koyama. Lebih lanjut Nakamura berharap pemotongan biaya ini mendapat kesan dari wakil presiden IOC yakni John Coates. Ia berharap Coates dapat mengatakan, “Anda telah melakukan pekerjaan yang baik terhadap Jepang”. Sebab sebelumnya Coates mengatakan bahwa penghematan biaya bisa dilakukan, tetapi juga harus tetap bijaksana. “Saya pikir ada kebutuhan untuk mengecilkan biaya lebih lanjut di versi ketiga dan melanjutkannya di versi keempat (Desember 2018),” tutup Nakamura. (kmb33/rtr)

Anggaran Olimpiade Tokyo Dipangkas Ingin Jadi Inspirasi Pemain Muda

LEGENDA Los Angeles Lakers, Kobe Bryant belum lama ini menyatakan pensiun dari dunia basket. Namun dia masih menyimpan harapan yang berkaitan dengan dunia basket. Pria yang mendapat julukan Black Mamba tersebut ingin menjadi inspirasi bagi anak-anak yang ingin menjadi pebasket profesional. Demi mewujudkan hal tersebut, Kobe membuat film animasi yang berjudul “Dear Basketball”. Film itu diadaptasi dari puisi yang dibacakan Kobe saat memutuskan pensiun dari NBA pada 29 November 2015. “Saya memosisikan diri sebagai anak kecil yang menyukai visual. Jadi saya ingin memberikan pelajaran dengan cara yang paling mudah, yakni melalui film kepada generasi muda,” ujar Kobe. “Hal yang sama juga saya rasakan dulu, dengan belajar melalui video game, film dan musik. Kali ini saya ingin menjadi sosok yang memberikan inspirasi,” sambungnya. Film animasi Kobe telah ditayangkan pada konser orkestra di Hollywood Bowl Sabtu (2/9) lalu. Tak tanggung-tanggung, Kobe menggandeng peraih lima kali penghargaan Oscar, John Williams untuk mengisi musik dalam film animasinya. Sementara proses pembuatan animasi ditangani animator Disney Glen Keane. Kobe Bryant menutup kariernya yang gemilang dengan cara spesial. Pemain berusia 37 tahun itu mencetak 60 poin pada laga perpisahannya kala LA Lakers mengalahkan Utah Jazz 101-96 di Staples Center, Los Angeles, AS, pada 13 April 2016. (kmb33/rtr)

Tokyo – Penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 mengumumkan anggaran untuk ajang empat tahun sekali itu telah dipangkas. Dana sebesar USD12,6 miliar atau sekitar Rp 170 triliun akan dipakai untuk ajang tersebut. Dana tersebut mengalami pemangkasan sebesar USD300 juta atau

BWF Siapkan Alat Pengukur Servis

Kuala Lumpur – Federasi tertinggi bulu tangkis dunia (BWF) telah mengumumkan akan memberlakukan peraturan servis baru. Peraturan baru itu mengharuskan para server atau pebulu tangkis yang akan melakukan servis untuk memegang cock setinggi 1,15 meter di atas permukaan lapangan sebelum dipukul ke area lawan. Peraturan tersebut memang cukup berbeda dari peraturan sebelumnya. Dalam peraturan yang dipakai sebelumnya, kepara raket tak boleh lebih tinggi dari pinggang server. Hal itu sering menuai kontroversi dari para pebulu tangkis. Kabarnya, peraturan servis baru itu akan mulai diujicobakan saat turnamen All England 2018. Selain di ajang superseries premier, BWF juga berencana untuk menguji peraturan baru tersebut pada turnamen beregu di Thomas dan Uber Cup 2018. Sebelum diujicobakan, BWF berencana untuk memberikan sosialisasi kepada para pebulu tangkis dunia. Bahkan BWF telah membuat sebuah alat untuk mengukur tinggi shuttle cock yang tak boleh melebihi 1,15 meter di atas lapangan. Selain mengenai peraturan servis baru, peraturan mengenai raihan poin di setiap pertandingan juga akan mengalami sedikit perubahan. Wacananya, peraturan poin 21x3 akan diubah menjadi 11x5. Saat ini para pebulu tangkis akan memastikan kemenangannya saat mereka menyentuh 21 angka terlebih dulu dan tanpa mendapatkan bola kedua atau yang biasa dikenal dengan sistem reli poin. Lalu, jika skor set pebulu tangkis imbang 1-1 akan dilanjutkan ke set ketiga untuk memastikan kemenangan. Sementara peraturan terbaru nanti, pebulu tangkis bisa memastikan kemenangannya setelah menyentuh angka 11 dalam tiga set. Sebelum kembali ramai dibicarakan saat ini, peraturan tersebut sempat dijajal di China Masters pada 2016. Namun banyak pemain yang keberatan dengan sistem ini. (kmb33/rtr)

BPM/rtr

Ganda Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

sekitar Rp4 triliun dari anggaran sebelumnya. Penyelenggara Olimpiade telah bekerja keras untuk memangkas biaya sebelumnya diperingkatkan akan melebihi batas. Komite Olimpiade Interasional (IOC) pun sangat antusias terhadap Tokyo yang memberi contoh baik, dengan memotong biaya operasional.

Rancangan Stadion Olimpiade Tokyo 2020.

Life Sport

BPM/rtr

Pengaruh Olahraga pada Kesehatan Mental

SELURUH Korean pop atau yang lebih terkenal dengan istilah Kpop fans di seluruh dunia sedang berduka. Hal tersebut dikarenakan pada bulan desember ini terdapat berita mengenai seorang anggota boyband yang berasal dari Korea Selatan ditemukan tewas karena keracunan gas karbon monoksida di apartemennya. Ia diduga melakukan pembakaran arang dalam ruang tertutup sebagai upaya untuk mengakhiri hidupnya. Banyak berita beredar yang mengatakan bahwa ia mengalami gejala depresi cukup lama. Di samping itu, masih terdapat banyak lagi kasus serupa yang mengakibatkan mental health atau kesehatan mental menjadi suatu hot issue di seluruh dunia. Berkaca dari kasus di atas, dapat disimpulkan kesehatan mental merupakan sesuatu yang tidak boleh diabaikan dan harus mendapat perhatian yang cukup serius, seperti halnya kesehatan fisik. Tahukah anda, bahwa melakukan aktivitas fisik seperti olahraga juga turut meningkatkan kesehatan mental? Berpartisipasi dalam kegiatan olahraga memiliki dampak positif pada kesehatan mental, dengan menurunkan risiko terjadinya depresi dan kecemasan. Menurut Putu Ayu Sita Saraswati, S.Ft., M.Fis., dosen PS Fisioterapi FK UNUD yang juga memperdalam ilmu fisiologi olahraga memaparkan bahwa ketika tubuh beraktivitas atau berolahraga, selain

menghasilkan keringat, tubuh juga menghasilkan hormon endorphinyang memicu perasaan bahagia pada tubuh. Hormon ini merupakan substansi kimia yang bekerja sebagai anti stress dan anti nyeri alami. Kata endorphin terdiri dari dua kata: endo dan -orphin; yang merupakan bentuk singkat dari kata-kata endogen dan morfin. Hal ini dimaksudkan untuk menyatakan bahwa hormon ini bekerja seperti zat morfin, namun berasal dari dalam tubuh. Hormon endorphin dihasilkan oleh kelenjar pituitary di dalam otak dan didistribusikan oleh sistem saraf dan memberikan efek relaks dan bahagia sehingga mempengaruhi perasaan menjadi lebih baik. Di samping itu, menurut Ibu Sita olahraga dan aktivitas fisik juga memberikan dampak terhadap penurunan kadar horman kortisol. Hormon kortisol sendiri merupakan hormon yang berlawanan dengan endorphin. Hormon ini dikenal sebagai hormone stres dan diproduksi saat tubuh mengalami stres baik secara fisik maupun emosional. Dengan demikian, untuk menjaga kesehatan mental dengan mencegah depresi, tubuh memerlukan kadar endorphin yang cukup dan kadar kortisol harus diturunkan. Hal tersebut dapat kita lakukan dengan olahraga maupun berpartisipasi terhadap aktivitas fisik lainnya. Hal tersebut turut dibuktikan dalam penelitian yang dilakukan Frank Penedo dan Jason Dahn pada penelitiannya

yang berjudul “Exercise and Well-Being: A Review Of Mental And Physical Health Benefits Associated With Physical Activity”, menyatakan bahwa olahraga dan aktivitas fisik memiliki dampak yang menguntungkan bagi kesehatan fisik dan mental. Di samping itu, banyak sekali studi yang menunjukkan bahwa olahraga memberikan dampak yang signifikan terhadap penurunan tingkat depresi, salah satunya adalah penelitian yang dilakukan oleh Dunn et al di Colorado, Amerika Serikat. Studi ini menyatakan hal serupa dan merekomendasikan olahraga aerobik sebagai bentuk terapi efektif dalam mencegah maupun mengobati depresi. Olahraga apa saja yang dapat berefek menurunkan depresi? Menurut Ibu Sita, olahraga yang dapat memicu produksi hormon kebahagiaan adalah olahraga aerobik dengan dosis ringan sampai sedang. Anda bisa melakukan jogging, jalan kaki, bersepeda dan bahkan senam aerobik minimal seminggu sekali selama 30 sampai 60 menit dalam sehari. Nah, dengan demikian dapat disimpulkan semakin rutin olahraga dilakukan, maka kita dapat mencegah terjadinya depresi dan meningkatkan kesehatan mental serta fisik sehingga kualitas hidup turut meningkat. Sebagaimana kita tahu, sehat tidak hanya dilihat dari kesehatan fisik semata, kesehatan mental pun memegang peranan penting dalam menjalankan kehidupan.(kmb33)


Redité Pon, 24 Desember 2017

I Kaki Dengkil

Giri Bhaya

I KAKI Dengkil natakin jagut wenginé puniki. Nénten karuan-karuan manahné. Waluya sampun uning Giri Tohlangkiré nénten jagi mletus nampeknampek puniki, nanging rumasat ngraina Ipun ngamanahang aab jagaté sakadi mangkin. Wawu pisan rasané, I Kaki Dengkil marasa guminé sakadi gumi kaon maperang santukan dawegé punika dapetanga Desa Tepisiring genahné ngasrama nembé punika suung mangmung. Kuluk nyalung aung-aung sakadi manggihin wong samar pasliwer makéla. Kunang-Kunang pakenyitnyit sambeh ngebekin margi. Nembé mangkin kanten I Kunang-Kunang ngadut api. Minab sadurungné endihan apiné kaonanga antuk lampu marginé sané ngendih ngencorot sabilang wengi. Sabehé magéyélan sampun limang raina, ngawinang gesit guminé mangkin ring Desa Tepisiring. I Kaki Dengkil masaput kamen sarung sambilanga nengkluk ring ambén kubonné. Manahné susut papak-papak manahanga. Sira ngorain demené kabinawa mamanah? Sané manahanga sané mangkin indik bhaya. Sapunapi sayuwakti sujatiné manusané kajepjepin antuk bhaya sabilang dauh? Lemah, peteng, semengan, sandikaon, bhaya setata nyepjepin sawatek jatmané. Manut pratiti samutpadané, kocap pamargin manusané keni bhaya midep ring dija kamanten. Naler midep sakeni-keniné, keni napi kamanten. Wénten ké madem pules, cotot lelipi, terjak jaran, ulung saking wit kelapané, sarap macan, tabrak montor, tebek satru, prajaya timpal, tur makudang-kudang bhaya wénten ring sisin jatmané. Wénten timpal I Kaki Dengkilé sané padem santukan ulungin gedang tasak. Sané nénten kakeneh antuka, pisagané wénten sané padem cekuten usan nylegekang toya. Dong nggih té! minab sayuwakti baos sastrané, wantah sampun Ida Sang Hyang Widhi makayun, napi manten midep nibén bhuana alit tur bhuana agungé. Makayun wénten sayong ageng, jeg rauh sayongé ngeberang sekancan sané wénten. Makayun jagi ujan bales, jeg sabehé magéyélan. Kudang daksina ja aturang, kudang dupa ja enjit, wantah Ida sampun makayunan jagi sabeh, ya sabeh deres rauh nibén. Asapunika naler wantah sampun Ida mapakayunan Giri Tohlangkiré jagi mletus, jeg mletus ja ipun! “Béh, lamun saja kakéto donga bhayané sujatiné kamula teka ulian pikayunan Ida Sang Hyang Wisésa? Lamun kéto panulak bhayané donga pelih ento? Ngudiang pikayunan Idané tangluk? Tusing ké ento madan nglawan Ida?” Asapunika I Kaki Dengkil mabligbagan sareng nyama caturné. Inggih, sané mangkin mapagang Kajeng Kliwon. I Kaki Dengkil ngundang nyama caturné mangda rauh. Santukan Ipun precaya pisan wantah nyama caturné mabéla pati jagi mélanin déwékné wantah wénten bhaya jagi nibén Ipun. “Men, koné ada madan panca bhaya! Apa dogén ané kasengguh panca bhayané ento? Tegarang ento malu wilangin? Da nyen ngaé-ngaé! Mara ada bom makeplang, jeg oraang ento madan karipu bhaya! Kanti ada taur madan karipu bhaya. Sajan nyen ento?” Sapusira minab takénina antuk I Kaki Dengkil asapunika? Jeg déwék Ipuné ja kanten sané takénina. Napi nyama caturné? Sira uning? “Ané seken kasengguh di lontaré ada ané madan Panca Bhaya! Apa madan Panca Bhaya? Koné wilangané ané madan Panca Bhaya ento pinih malu Gni Bhaya. Laut ada masé ané madan Ér Bhaya, Bhayu Bhaya, tur Lindu Bhaya. Ané buin abesik kija lakuna? Satru Bhaya apa Giri Bhaya? Yén Gni Bhaya, suba seken bhaya ulian api. Ér Bhaya, bhaya ulian yéh. Jabat yéh tukad utawi yéh pasih. Bhayu Bhaya, ulian kena bhaya sankaning Ida Bhatara Bhayu ngamuk nglinus. Lindu Bhaya, bhaya ulian linuhé ngejerang gumi. Koné ulian Sang Naga Basuki ikuhné makéséran semutan santukan nglilit penyuné ané nyunggi bhuanané. Kéto ja orahanga.” Asapunika I Kaki Dengkil kantos uyang ngésér-ngésérag jitné kebus sampun sué negak. I Kaki Dengkil mingmang mamalih sané kabaos panca bhayané sané kaping untat. Sapunapi Satru Bhaya utawi Giri Bhaya? Sané kabaos Satru Bhayané punika nénten sios ring bhaya sané rauh saking meseh. Sapusira mesehé punika? Sané rauh saking déwéké padidian utawi sané rauh saking anaké siosan? Saking buron sapunapi saking jatma? Naler saking taru? Saking éka pramana sapunapi saking dwi premana? Mimih sayuwakti koyanga, jeg sempuut naler antuka ngamanahang! Sesampuné bulak-balik mamanah, das I Kaki Dengkil ngambil pis bolong. Jagi pingseranga pis bolongé punika. Kenjekan mapiteh raris jagi dakepa. Wantah widang sané matulis sastra Cina ring duur sané patut Satru Bhaya. Wantah sané sikian, sané patut Giri Bhaya. Wawu jagi makisehan ngambil jinah bolong, piragina macedur Giri Tohlangkiré. Raris ngadébras I Kaki Dengkil nolih Giri Tohlangkiré sané kanten saking kubonné. “Nah, né suba ané patut. Ané madan Panca Bhaya ento, Gni Bhaya, Ér Bhaya, Bhayu Bhaya, Lindu Bhaya, tur Giri Bhaya. Sawiréh ané makepatpat teka uling bhuana agungé. Tusing uling isin bhuana agungé cara Satruné ento!” Kénten kocap baos I Kaki Dengkilé sambilanga nglebugang sirahné ka duur tikehé. (Jelantik)

Nyastra

SUBA makudang dina langité tusing taén ngenah pelung. Ada dogén ambu ané nutupin ngaé ainé masunar enduk. Dikénkéné uli semengan suba remrem cuacané. Semengan ené ambu tebel muberuberan di langité ampehang angin baret. Kramané ané mara suud ngumbah panganggo kadropon ningtingang jemuhan ka tongos ané tis. “Nah, né mara ya,” grenggeng Biakta sambilanga majujuk di natah umahné. Ia nuléngék langit sambilanga matungked bangkiang. Muané makelus girang. Jumahné, Nang Lingsir ané tekaina ipuan, mara sajan nyelebang nyuh gading ka telagan ebéné di telajakan. “Béh, kénkén né tumbén. Ada perlu apa, Ning?” kéto Nang Lingsir matakon dugas Biakta teka jegjeg ainé. “Anu…, tiang lakar ngidih tulung, Nang,” Biakta masaut sambilanga negak di ambén umahné Nang Lingsir ané makebatin tikeh pandan. “Béh, truna siteng buka Cening lakar ngidih tulung tekén icang? Cening kadén nawang, icang sing ngelah apa, Nah, tegarang orahang, apa mirib ané sida tulungin icang?” “Péh, eda kéto, Nang. Iraga ené patuh dogén. Sing ja sadina lakar nyidaang mragatang gaé pedidi.” Nang Lingsir ngusap-usap jenggotnya ané putih ubanan aji limané tengédél. “Tiang sakit ati, Nang,” Biakta ngimbuhin. “Sakit ati kénkén?” Nang Lingsir mecukang alis. “Tiang kalahina ngantén tekén tunangané.” “Oh, kéto.” “Buin puan ia lakar masakapan.” Nang Lingsir inget tekén déwasa ayu masakapan lantas masaut, “Buin puan mula déwasa melah.” “Kéwala tiang ngacepang dinané ento mabalik dadi ala. Tiang ngidih apang ujan bales kayang dinané ento, apang mawales sakit atin tiangé.” Nang Lingsir gregetan. “Ndén té malu, nyén ngranang Cening sakit ati?” “Lasmini ajak Lugra,” Biakta masaut. Nang Lingsir nguntul buka meték ulatan tikeh ané tegakina. Dinané ibi, utusan uli kulawargané Lugra teka mulihné, ngorahin Nang Lingsir nerang apang pula-pali pasakapané sida majalan antar. “Nak mula baat rasané naanang sakit ati,” kéto pasaut Nang Lingsir disubané ngelekang paes. “Yadian kéto lantangang ja ngaba papineh. Sakit ati ané kalampiasang baan basang bawak tusing ja lakar nekaang bagia.” “Sing nyidaang, Nang. Cendet tiang meled apang ia ajaka dadua nawang kénkén rasané naanang sakit ati.” Nang Lingsir kituk-kituk nyiriang tusing cumpu tekén papineh Biakta. “Icang taén masé truna,” Nang Lingsir nuturin. “Kéto masé taén naanang sakit ati cara Cening, kéwala yén dadi idih lantangang mapineh. Sing ja abesik

13

Kalahina Ngantén Ketut Sugiartha ada nak luh, nyén nawang mani puan Cening sida katemu jodo ajak nak luh lénan ané luungan.” “Nang, tiang teka mai sing ja merluang pitutur,” saut Biakta. “Yén sing nyidaang nulungin tiang, orahang dogén.” “Aksamaang, icang nak suba majanji lakar nulungin kulawargané Lugra. Utusané suba malunan teka mai.” “Ooo…,” Biakta anggut-anggut sambilanga ngedésem. “Miribné sangsaya pesan kanti dadua ngalih juru terang.” “Kénkén?” “Sing kénkén, Nang.” Biakta bangun, Nang Lingsir masé bareng bangun nututin tamiuné ané ngambul baana tusing kaisinin pangidihné. “Ndén té malu,” Nang Lingsir nambakin tamiuné. “Asané Cening nyambat juru terang ibusan. Apa maksudné?” Biakta masaut, “Satondén teka mai, tiang suba ka umahné Nang Tunas. Sakéwala kéto masé, ia sing nyidaang

nulungin tiang. Kulawargané Lugra orahanga suba malunan teka kema. Sangsaya sajan miribné kanti dadua ngalih juru terang.” Muané Nang Lingsir sagét maslieb barak biing nyiriang getihné menék ka pabaan. Ané suba-suba tusing ada nyén kramané ané tusing precaya tekén karirihané. Ia tersinggung tekén kulawargané Lugra ané cara tusing precaya yéning déwékné nyidaang mragatang gaé pedidi. “Sing nyén Cening bogbog?’ matakon Nang Lingsir nyedsedang. “Yén sing precaya, takonang dogén kén Nang Tunas.” “Nah, yén kéto icang sadia nulungin Cening.” “Seken, Nang?” Biakta ngon tekén papineh Nang Lingsir ané nadaksara mabalik. “Antiang dogén buin puan.” Biakta girang tur mesuang dompét uli kantong jalérné. “Né pang ada anggon meli roko, Nang,” Biakta ngenjuhang pipis.

Saking Langit Bali

Aswamédha Parwa

Panca Pandawa ring Hastinapura Olih : I K. Satria, S.Ag SESAMPUNÉ kapirengang kawéntenan Panca Pandawa nampek ring Hastinapura, para panglingsir Jagat Wrishni muji para Pandawané miwah nyanggra sapangrauhidané antuk sekancaning sekar sané miik. Sekar inucap kaura sapanjang margi nuju genah kaprabon. Satios punika, genahé irika taler kaiasin antuk iasan sané dahat becik turin bungah. Ring sajeroning pagubugan, parajanané taler sampun kapayasin olih sang sané nuénang. Ida Sang Widura sampun taler nyobyahang mangda kamargiang pamujaan majeng ring makasami para Déwatané saha ngaturang suksmaning manah antuk waranugraha sané sampun kapaicayang. Salantang pamargi taler karesikin saha kadagingin antuk makudang-kudang sekar sané mautama saha mambu miik. Wénten sané ngaryanin pepénjoran saha janur sané sami kapikantenang dahat becik. Ring sapanjang margi taler akéh wénten parajanané sané sedek ngresikin genahnyané soang-saong. Kawéntenané punika tan bina sakadi suaran ombaké sané kapiragiang saking doh, dahat becik pisan. Wénten akéh sané waged indik sesolahan miwah gegendingan sami sampun sayaga saha ngamargiang swadharmannyané saha ngamedalang kabisannyané soang-soang. Indiké puniki sakadi genah sané mautama pisan duaning kawéntenan sekancan sekar, dupa miwah sané tiosan sané dahat miik. Parajanané sané waged indik tetembangan miwah sesolahan, sampun wénten ring asing-asing genah sané ramya. Pénjor-pénjor miwah umbul-umbul sampun sami pakeberber sangkaning kampehang olih Sang Hyang Bayu sané mamargi saking Uttara nuju Daksina. Asapunika malih mawali saha ngawinang asri pisan yéning kapikantenang. Kawéntenané punika pateh sakadi kawéntenan Jagat Hastinapurané sané naenin keni panyungkan baya duk yudané kamargiang. Ring rainané punika, wantah sampun kasobyahang pinaka raina sané mautama saha dados raina sané patut margiang antuk makasami balih-balihan saha pamujaan sangkaning kajayaan Hastinapurané sané sampun becik sangkaning pamargin Panca Pandawané nemu kautaman utawi sida mapikolih becik. Punika sané mawinan angayubagiané punika patut cihnayang antuk pamargi sané sampun kapatutang! Ida Sang Wasudéwa taler makasami sané wénten irika sampun sayaga nyanggra sapangrauh Panca Pandawa. Ring genah sané dahat asri, sang sané nyanggra saha kasanggra matemu antuk pamargi sané dahat becik. Sesampuné ngamargiang upacara panyewagata, makasami dahat angayubagia. Sang sané kasanggra miwah sané nyanggra matemu saha mawali nuju genah kaprabon ring Hastinapura kairing olih makasami parajanané irika. Panca Pandawa saha pangiringnyané sampun napak Hastinapura, taler kaabih olih para mantri sané sampun sayaga duk tajeg surya ring rainané punika antuk pikayunan

Nang Lingsir mabalik ka ambén umahné, tusing nyak nrima pipisné Biakta. *** Tatité maklebét buka nguék langit. Munyin krébéké ngempengang kuping. Biakta macelep ka kamarné. Uli lacin mejané ia mesuang potrékan anak luh. Makelo ia mandrengin potrékané ento kanti tusing makijapan. “Yadian sing ja patuh cara ané rasaang Beli, Luh apang nawang masé kénkén rasané kuciwa.” Biakta ngomong padidi sambilanga nguék potrékan Lasmini laut sambehanga sakita-kenehné. Ujané masriok buka jelijih ané kasambehang uli langit. Sayan makelo sayan bales maimbuh angin nglinus. Tatité saling sander buka ngamaang kelép lakar ada ala. Jumahné Lugra kramané pada makalukan, inguh tusing ngadén lakar ada ujan bales. Luh muani pada pakrimik nyambat Nang Lingsir lan Nang Tunas, awanan makadadua tusing nyidaang nambakin ujan. Tusing ada ané nawang yéning sujatiné makadadua sedek mesuang karirihan, saling gebug masiat di niskala. Nang Lingsir masila di kamar suciné, ngidem cara sedek semadi. Limané ané ngagem amustikarana ngisiang keris cenik maeluk abesik ané tudinganga ka langit. Nang Tunas masé sedek negak jumahné. Di arepné ada sundih cenik kedip-kedip. Inan limané makadadua ané atepanga di ulun atiné magejeran. Ia sedek nyalanang aji ané gelahanga, mautsaha ngrérénang ujan ané bales magrudugan buka lakar nguugang gumi. Peluhné paketéltél uli gidatné, kéto masé awakné belus buka kapandusang. Tusing makelo ia lantas oyog-oyog, sagét ka malu sagét ka duri, dikénkéné nyruyung ka samping. Pamuputné ia bah nylekéték, telah bayuné. Nang Lingsir mangkihan lega. Paningalané suba kedat. Marasa suba tegteg bayuné ia lantas bangun. “Apang tawanga rasané,” kéto Nang Linsir grenggeng sambilanga makenyem. *** Disubané sanja, macapil tiing maulat, Nang Lingsir majalan ka telagan ebéné ané ada di telajakan umahné. Nyuh gading ané celebanga tuni semengan angkida. Buin jahané langité jeg masriak galang, ujané sayan nget. Tusing makelo disubané ia mabalik ka ambén umahné, tepukina ada anak teka ajaka tetelu. Ané simalu nyangkil anak cenik marubrub baan anduk. Makesiong bayun Nang Lingsir ningalin. Tangkahné prajani nrugtug tusing karuan. “Tegtegang bayuné, Nang,” kéto abetné Subawa, teruna ané nyangkil anak cenik marubrub anduk. “Ia suba ngalahin. Tiang ajak timpal-timpalé napetang ia nylempang kekeh di kubu di tengah cariké. Miribné ia sander tatit.” Nang Lingsir tusing nyidaang masaut. Ia majujuk bengong cara togog. Mara ia inget yéning Wayan Lara, pianakné, daslemahé suba majalan ka carik ngangon bébék. ***

sané dahat angayubagia. Sesampuné sami rauh ring Jagat Hastinapura, saluiring arta brana sané kapolihang kagenahang ring genah sané sampun kacumawisang, ring genah para mantri sané mapaiketan ring druén kaprabon. Sesampuné punika, Panca Pandawa digelis tangkil majeng ring Sang Dhrestarastra, ngaturang sembah dahat pranamya pisan sinambil ngaturang peséngan dané soangsoang. Sesampuné ngaturang sembah majeng ring Ida Déwi Gandhari, kalanturang raris majeng ring Ida Déwi Kunti pinaka Ibu Panca Pandawa. Satios punika, Panca Pandawa taler ngaturang sembah pangastungkara majeng ring Ida Sang Widura miwah Ida Sang Yuyutsu sané sampun nyanggra ri kala punika. Kawéntenané dahat becik duaning kulawarga sané sampun kasub matemu ring genahé sané becik. Nénten malih wénten pangrasa sané nénten becik sakadi sadurungnyané ri kala payudané kantun mamargi. Ri kala punika taler Panca Pandawa mirengang carita indik kawéntenané sané sebet mauwah dados pangawi suka ring pikayunan. Indiké punika wantah kawéntenan embasnyané Ida Sang Abhimanyu pinaka sentana Kuru sané tan pabayu malih kauripang olih Ida Sang Prabhu Krishna. Sesampuné mirengang parindikané punika, dahat angayubagia kawéntenannyané. Para Pandawané raris ngaturang sembah pangubakti ring Ida Sang Prabhu Krishna sané sampun mapaica urip majeng ring putranidané, Ida Sang Abhimanyu. Nénten panjang malih kacaritayang kawéntenané punika. Sané mangkin kacaritayang indik makudang-kudang raina salanturnyané. Kacaritayang sané mangkin kawéntenan Ida Bhagawan Wyasa, sané pinaka putran Ida Déwi Satyawati taler sampun prasida rauh ring Hastinapura. Sapangrauh Ida Bhagawan Wyasa, para ksatriané ngaturang sembah majeng ring Ida Bhagawan Wyasa dahat pranamya pisan. Sang Brahmana jati punika taler kasembah olih makasami ksatria saking Jagat Wrishni miwah Jagat Andhakasa. Sesampuné polih mabebaosan sareng Ida Bhagawan Wyasa saha kahanané sampun becik, Ida Sang Putra Dharma, Ida Sang Yudhistira raris ngandika alon pisan. “Sekancaning arta brana sané kapolihang puniki wantah sangkaning paican Ida Sang Brahmana mautama, Ida Bhagawan Wyasa. Sampun sapatutnyané titiang ngaturang paramasuksma majeng ring Ida. Satios punika, arta branané puniki pacang kawigunayang pinaka sarana sajeroning ngelarang yadnya Aswamedha. Nawegang titiang Brahmana sané mautama ring jagaté, titiang nunas waranugraha majeng ring Sang Brahmana luwih. Dumogi nénten wénten malih sané nénten cumpu ring pamargin yadnyané puniki, asapunika taler kawéntenan Ida Sang Prabhu Krishna sané sampun wénten iriki!” (Masambung)

Manyama Adung Getih abungbung Manyama apang adung Suka duka saling tulung Ngelah lebihan asah magibung Pradé kuang pada matempung Gelut tekekang yén srayang-sruyung Saling kedetin tat kala ulung Madandan tangan makeber nambung Manyama adung pitungané pulung Pada gelahang kirang langkung Manyama adung pastika ngaé luung Lakar bekelang kanti ka karang suung Made Suar-Timuhun

Kleteg Uleng oléng Pancer pincer Gingsir gangsar Ah... Dija alih Kletegé pidan Bakat kutang Pakenyitnyit i kunang-kunang Maileh ngiterin tanah palekadan Nyantenang unduk kasumekenan Sang nuénang karang Kasayuaktiané gumanti lila lali ngulati margi I Komang Alit Juliartha


Jayanti

14

Pinandita Drs. I Ketut Pasek Swastika

Cerakén

Tattwa ”Kepemimpinan” Natha-Wiku

Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.

pupu;p\С(.

RING aab jagat sakadi mangkin, parikrama kahuripan majanten akéhan kamargiang antuk parikrama “organisasi”. Sangkaning punika, dados manggalaning organisasi utawi ngelarang tattwaning “kepemimpinan” wantah mabuat pisan. Pinandita Drs. I Ketut Pasek Swastika, Wakil Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali maosang, wénten tattwa kepemimpinan sané kawastanin antuk Natha-Wiku. “Yéning rereh saking teges krunanipun, Natha wantah raja utawi prabu tur Wiku tegesipun sulinggih utawi Ida maraga wiku. Dadosné tuges tattwa Natha-Wiku wantah manggalaning utawi pemimpin sané ri kala ngamargiang parikramanipun nénten bina sakadi Ida Sang Sulinggih sané kasinahang saking parilaksana taler parikramannyané sané sadhu gunawan tur setata becik maparikrama,” baos Ida Pinandita. Ida malih mabaos, tattwa kepemimpinan Natha-Wiku punika kamedalang saking kahanan indik kepemimpinan Wiku-Natha sané naenin kamargiang ring masan Ida Mpu Kuturan sané tatkala punika Ida pinaka Sang Wiku sané taler kadadosang manggalaning jagat. Mpu Kuturan utawi Mpu Rajakretha tatkala Gunapriya Dharmaphatni Warmadewa madeg agung wantah kadadosang sénopati tur ngardi tattwa Tri Murti sajeroning pamrentahan ring Bataanyar sané mangkin kasub dados Samuan Tiga. Sios punika taler ngardi tattwa Kahyangan Tiga sajeroning Desa Pakraman miwah tattwaning Kamulan Rong Tiga sajeroning paumahan. Ngeninin indik ngamargiang tattwa kepemimpinan Natha-Wiku inucap, wénten nemnem dasar sané patut kamargiang, luiré; kapertama, Iksa utawi kadasarin antuk pikayun taler misadia sareng krama. Kaping kalih Sakti utawi krama inucap jakti madué kawagedan tur mrasidayang ngamargiang swadharma. Kaping tiga Tantra utawi krama inucap sampun éling tur nelebang makudang-kudang daging sastra agama indik pamargi utawi parikrama kepemimpinan. Minakadi Sad Warnaning Rajaniti, Catur Kotamaning Nrpati, Tri Upaya Sandhi, Asta Brata, Panca Dasa Pramiteng

Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

Pupuh Pangkur 49.úpkrr&kmuln/,

Upakara ring Kamulan, pn)gÓ)gn/,

panegtegan, mks\á(úpsk×i,

maka Sanggar Upasaksi, p)jtimu\á;r&hulu,

pejati munggah ring ulu, p)rsjumnÑk×in,

peras ajuman daksina, mnutäkÓi,

manut bhakti, úpkrhlitÞnÀgu*,

upakara alit lan agung, kpuputÀnÓ¡kænÑit,

kapuput antuk pandita, pm\Сs*h)kjti. pamangku Sang Ekajati. 50.hinÑikÓi\Ð;pwr\n/,

Indik tingkah pawarangan, smisuk,

sami suka, \eroerodßiw;mpdik/,

Prabhu tur sané siosan sané sampun setata kanggén dasar saking nguni. Dasar sané kaping pat wantah Yantra utawi madué “visi” miwah “misi” sané nénten memauk tur sida kamargiang yadiastun alon. Kaping lima Mantra utawi uning ring sahananing tata wicara tur éling ring kahanan sapunapi parikrama ngopak miwah nganikain bawahan mangda ipun tatas éling ring napi sané kabaosang. Sané pinih untat wantah Mudra utawi ipun sané dados manggalaning jagat taler setata kayun maparikrama macecingak ring pakraman. Ida Pinandita sané taler dados pangurus Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) ring Widang Kesulinggihan puniki malih maosang, ri kala ngamargiang program kerja mangda taler kadasarin antuk Tri Pramana, luiré: Anumana Pramana utawi sapunapi parikrama becik ri kala ngamedalang pamutus, Agama Pramana utawi setata becik ngwacén taler mirengang sekancan laporan sané katurang olih para angganyané, miwah Praktiyaksa utawi setata lunga ngelarang panuréksan saha macecingak ring parikrama pakaryan sané kamargiang. Tri Pramana yéning ring birokrasi pemerintahan ketah kabaos antuk SPEM (Supervisi, Pelaporan, Evaluasi miwah Monitoring). Kawewewhin malih, sapasira sané kajudi dados manggalaning Jagat Bali wantah patut pisan nyagra kahanan taksu Bali. Sios saking kamargiang antuk parikrama Natha-Wiku taler antuk parikrama sakadi gotong-royong, paras-paros, mabligbagan, ngandapngasor, salunglung sabhayantaka, matetimbang kasarengin olih samian stakéholder ring kedinasan miwah antuk adat budaya taler tokoh umat minakadi ring MUDP miwah PHDI. “Sios punika, ri kala ngamargiang pawangunan, patut taler setata nguningayang sapunapi daya dukung saking palemahan Jagat Bali antuk tattwa indik Tri Angga, Tri Mandala, Hulu-Tebén, Astha Bumi, Asta KosalaKosali, Bhamakretih utawi Janantaka,” asapunika Ida Pinandita sané taler Jero Mangku Sangging Tatah puniki nugesang. (was)

ngarorod miwah mapadik, gnÑ(wwiwhptut/,

gandarwa wiwaha patut, n\&ewnÓ)næsk×iyn/,

nanging wénten pasaksian, hê*hg)ni,

Hyang Ageni, mlegandang sané tan patut, mmitÉ\l*himæs*, mamitra ngalang impasang, \ew2t);kw[Ónin/.

ngawé leteh kawastanin.

Isin Gumi

Pura ring Wewidangan TNBB Kausulang Pinaka Genah ”Wisata Réligi” sampun nglaksanayang usulan inucap antuk ngrauhin Ketua TNBB, Perbekel Desa Pejarakan, Perbekel Desa Sumberkelampok, taler Camat Gerokgak. Prakanti pantara Pemkab Buléléng sareng TNBB punika mapaiketan ring pemanfaatan zona réligi, zona budaya, zona sejarah ring tengah kawasan hutan. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi

Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Wraspati, 21 Désémber 2017 lintang. Pan Kaca, Tukadmungga Usulan punika becik pisan, prasida ngwewehin genah mawisata ring Buléléng. Kapungkuran, Bali Barat pastika nerus nglimbak taler perekonomian krama ring wewidangan TNBB prasida nincap.

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

biu

1.

biyu,

1. pisang

2.

busung

2.

busu*,

2. janur

3.

gedebong

3.

g)d)eb*o,

3. pohon pisang

4.

kraras

4.

kÉrs/,

4. daun pisang kering

5.

kuud

5.

kuwud/,

5. kelapa muda

6.

nyuh

6.

zu;,

6. kelapa tua

7.

pujer

7.

puj$,

7. bibit pohon kelapa

8.

plosor

8.

epÞoes(o,

8. daun pisang muda

9.

séséh

9.

eses;,

9. kayu pohon kelapa

10.

esÞpn/,

10. daun kelapa tua

10. slépan

Ni Kadek Amai Labitta Singgi

Jayanti Masatua PKB, Meled Dados Dalang KETAH masolah saha dados jayanti sajeroning pacentokan masatua Bali, Ni Kadek Amai Labitta Singgi puniki meled dados dalang. Majalaran kasenengan dané masatua, anggané ngangken prasida masolah pinaka dalang saha ngwedar kabisannyané. Inggian pinaka genah ngwedar cerita rakyat, epos Mahaberata miwah Ramayana, utawi satua-satua tiosan antuk sakatah pitutur luih. “Tiang meled dados dalang, mangda prasida sareng-sareng nglestariang seni lan budaya Bali,” baos Amai sumeken. Murid kelas V SD Saraswati 3 Denpasar puniki maosang, pinaka dalang patut prasida multilante, waged ring samian widang kasenian. “Sang sané seneng masatua sujatiné pateh sakadi dalang. Patut prasida menjiwai nyabran tokoh sané kasatuayang, prasida ngwedar suara sané matios-tiosan, prasida nglampahang satua sané kawedar, mangda pamiarsa sané nonton taler ngrasayang sapunapi kahanan saking satua inucap,” baos anak istri sané embas ring Denpasar, 12 Juni 2006 puniki. Amai maosang, parikrama sakadi p u n i k a sané kamargiang nyabran anggané ngamiletin pacentokan satua Bali. Wus milih satua sané pacang kawedar, dané salanturnyané malajahin saha nelebin soang-soang tokoh ring satua saha ngresepang pitutur utawi piteket sané pacang kawedar. “Majanten patut kasokong antuk wiraga, wirasa, wirama saha busana sané anut. Yén-

ing mrasidayang, mangda kasokong antuk property sané kabuatang, mawinan satua sané kawedar sayan becik,” tutur Amai. Satios punika, sajeroning masatua, sang sané masatua patut energik, ekspresif mawinan sayan becik kapiarsayang. Santukan para pamiarsa pacang prasida manggihin saha ngrasayang kahanan sakadi ring satua sané kawedar. “Jujur kémanten, nyabran pacang nyarengin lomba masatua, tiang sakadi anak buduh. Ngomong padidi, ngomong sareng témbok wiadin kursi,” dané makenyem. Manut Amai, modal masatua wantah niat sareng suara. Satios prasida ngawi angga marasa bagia, taler prasida manggihin anak tiosan makenyem bungah. Antuk ngwedar satua sané becik, pastika pamiarsa marasa seneng. Satios punika taler prasida molihang piteket-piteket sané becik sané wénten sajeroning satua. “Antuk punika, sang sané masatua patut prasida becik ngwedar tetuek saha piteket saking satua inucap,” weweh Amai. Pianak I Wayan Wira Suparta - Ni Komang Muliasih puniki madué sakatah pengalaman masatua, minakadi ngamolihang Juara 1 Lomba Masatua Bali Putri PKB 2016, naen lolos ka tingkat nasional lomba bercerita KPCI 2016, Juara III Lomba Baca Puisi, Juara I Lomba Masatua Bali ring Warmadewa, Juara I Lomba Masatua Bali se-Denpasar, Juara I Yoga Asanas Tingkat Kota Denpasar, Juara I Lomba Polisi Cilik, Juara II Lomba Mendongeng, miwah naen nyarengin sidang interpol ri kala dados Polisi Cilik ring Nusa Dua. (uma)

Asil ”Kinerja” Penyuluh Bahasa Bali Warsa 2017

mÞ)gnÑ*sentnætut/,

KIRANG langkung 22 pura ring wewidangan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) kausulang pinaka genah utawi “kawasan wisata rélegi”. Draf Perjanjian Kerjasama pantaraning Pemkab Buléléng sareng TNBB sampun kausulang ka Kementerian Kehutanan RI pinaka pengelola. Asistén I Bidang Pemerintahan Sétda Buléléng, Made Arya Sukerta Anggara maosang, anggané

Redité Pon, 24 Desember 2017

Bahasa Indonésia

Putu Gamada, Patemon Wisata réligi durung akéh kalimbakang ring Bali. Sujatiné para tamiu dura negara boya samian ngrereh palemahan sané asri, akéh taler ngrereh kaheningan pikayunan. Minakadi antuk pamargi méditasi utawi yoga, mangkin ring TNBB kadadosang zona wisata réligi, janten patut kasanggra becik. Mologan, Mayong Soang-soang pura mangda wénten pangemponnyané. Santukan yéning sampun kajantenang pinaka zona réligi, mangda wénten sané ngresikin pura-pura inucap. Gung De, Singaraja Sadurung punika, samian infrastruktur nuju soang-soang pura mangda kabecikang dumun, minakadi margi miwah sarana tiosan. Yéning sampun kajangkepin antuk infrastruktur sané becik, janten kapungkuran nénten ngwetuang pikobet. Aji Bima, Banjar Yakti pisan soang-soang pura sané akéhnyané 22 punika matios-tiosan kawéntenanyané, sakadi Pura Segara Rupek, marginé usak,. Indik punika mangda ngamolihang uratian saking Pemkab Buléléng. Minab pura tiosan taler patut kaselehin dumun. (ama)

”Identifikasi” Lontar Kantos ”Pemetaan Cerita Rakyat”

KINERJA Penyuluh Bahasa Bali warsa 2017 mawali katuréksa saha kaselehin. Ngeninin indik capaian kerja salami awarsa puniki, inggian kinerja wiadin program kerja penyuluh kantun mapaiketan sareng warsa 2016. Sinalih tunggilnyané, sapunapi lontar-lontar sané kapanggihin ring warsa 2016, salanturnyané sampun kaidentifikasi ring warsané puniki saha sampun kaselehin sané pacang katerjemahang ring warsa 2018 sané jagi rauh. Parindikan inucap kabaosang Nyoman Suka Ardiyasa, Koordinator Penyuluh Bahasa Bali Provinsi Bali daweg acara “Catatan Akhir Tahun Penyuluh Bahasa Bali Provinsi Bali ring Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Buda (20/12) lintang. Suka ngwewehin, asil sané ngangobin saking pemetaan lontar sané pangawit wantah kapanggihin 8.000 lontar, nanging sesampun kaidentifikasi wilangannyané langkungan ring 10.000 cakep lontar. “Wénten taler kapang-

gihin lontar sané mapaiketan ring bencana letusan Gunung Agung,” baos Suka. Wewidangan sané mendominasi kawéntenan lontarlontar ring Bali wénten ring kalih kabupatén, Buleleng miwah Gianyar. Ngeninin indik pikobet sajeroning pemetaan lontar, kabaosang sangkaning krama takut ring kruna Ajawera, tenget, saha nénten dados ngawag malihin lontar. “Santukan punika para penyuluh ketah ngamargiang sosialisasi indik lontar, indik daging lontar sané mabuat. Wus punika, sayan akéh kapanggihin lontar santukan krama kayun ngwedar lontarnyané yadiastun wantah marupa pipil wiadin sesuratan tiosan,” weweh Suka. Satios pemetaan lontar, Penyuluh Bahasa Bali taler sampun ngwentuk kelompok belajar sané akéhnyané 1.938 kelompok antuk 56.683 pamilet. Satios punika, taler kamargiang pemetaan plang papan nama sané wilangannyané kantos 10.441 plang, pemetaan dalang sané wil-

angannyané kantos 320 diri, miwah pemetaan cerita rakyat sané akéhnyané 531 cerita. Ngeninin indik program kerja 2018, Suka maosang kantun nyantosang arahan saking Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. Parindikan inucap sangkaning wénten wecana ring warsa 2018, Penyuluh Bahasa Bali nénten malih pinaka wewenang Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, nanging pacang kasukserahang majeng Dinas Pendidikan Provinsi Bali. Tim ahli Penyuluh Bahasa Bali, Prof. Dr. I Nengah Duija, M.Si maosang, rauh mangkin, kinerja Penyuluh Bahasa Bali sampun becik. Kabuktiang antuk asil kinerja sané sampun kapaparang ring ajeng, minakadi pemetaan makudangkudang tetamian budaya Bali sané sadurungnyané nénten wénten sané nguratiang. Prof Duija ngwewehin, pinaka tim ahli anggané matur suksma majeng para penyuluh sané aktif sajeroning nglestariang budaya, sastra miwah basa Bali. (uma)

BPM/dok

PENYULUH - Para Penyuluh Bahasa Bali daweg acara “Catatan Akhir Tahun Penyuluh Bahasa Bali Provinsi Bali” sané kamargiang ring Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Buda (20/12) lintang.


15

Minggu Pon, 24 Desember 2017

MENDADAK REPUBLIK

RANTÉ KAPAL DAN IWAK BABI…

l Ikan Tanpa Sungai...

TULISAN INI diperuntukkan khusus bagi sedikit orang yang pernah bersentuhan dengan saya, bergaul, berinteraksi, bersilaturahmi, langsung maupun tidak langsung. Khususnya yang berkaitan dengan tulisan-tulisan saya. INI SEBUAH PESAN khusus. Setelah mengalami Indonesia 60 tahun lebih, akhirnya saya menyadari bahwa kemungkinan besar Anda harus mewaspadai tulisantulisan saya. Terus terang saya agak curiga bahwa pada apa yang saya tulis selama ini terdapat potensi kontraproduktif bagi visimisi masa depan dan kebangkitan negara, bangsa maupun manusia. BAIK MUATAN nilai-nilainya, asalusul lahirnya tulisan-tulisan itu, pola pandangnya, jenis analisisnya, khazanah pengetahuannya, cara mengolah bahanbahannya, mungkin termasuk juga latar belakang pengalaman hidup saya, yang menyebabkan semua itu. SUDAH DITERBITKAN hampir 80 buku saya sejak 1978. Bahkan banyak judul yang terus-menerus diterbitkan ulang lagi, sesudah penerbitan pertama 30-40 tahun yang lalu, oleh penerbit yang sama maupun yang berbeda. Saya khawatir ini semacam ketersesatan, salah sangka, keliru paham, atau semacam takhayul. BEBERAPA TEMAN menghibur saya bahwa buku-buku itu diterbitkan kembali karena isinya tetap relevan sesudah puluhan tahun hingga saat ini. Saya belum berhasil meyakini itu. Saya curiga ketika para pembaca membuka buku saya, yang tertera di lembaran-lembarannya adalah prasangka-prasangka mereka sendiri atas saya. Mereka menggambar saya di benak mereka, padahal itu sebenarnya bukan saya. Semacam peristiwa mitologisasi atau pentakhayulan. BAHKAN BISA SAJA ketika mereka membaca tulisan saya, yang sampai ke otak dan hati mereka sudah digantikan oleh informasi dan nuansa yang lain, yang tidak berasal dari saya. Itu mirip dengan peristiwa wama romaita idz romaita walakinnalloha roma. Ketika sudah kejahatan meluncur menuju Anda, Malaikat Allah bisa menungganginya, mengambilalihnya, mengubahnya, sehingga tatkala tiba ke Anda, ia berubah menjadi rahmat dan barokah. SAMA DENGAN MISALNYA polisi datang mau menangkap Anda, tetapi tidak jadi, karena di mata polisi itu yang ia jumpa bukan lagi Anda. Pak Harto menjelang lengsernya bertemu dengan seseorang yang dipandangan Pak Harto ia adalah Sunan Kalijaga, sehingga beliau mendengarkan dan patuh kepada saransarannya. Padahal seseungguhnya yang hadir ke depan Pak Harto bukanlah Sunan Kalijaga. ATAU KETIKA ANDA meyakini bumi ini lingkaran datar seperti piring atau teratai, ketika Anda melihatnya dari angkasa ketinggian tertentu: di mata Anda bumi ini benar-benar datar karena Tuhan tidak tega untuk mengecewakan Anda yang sangat meyakini bumi ini datar. Di saat ini teman Anda yang berpendapat bumi ini bulat, ketika ia menyaksikannya dari angkasa ternyata datar – karena saat itu Tuhan ingin menguji keyakinan dan ilmunya. MUDAH-MUDAHAN Allah menolong Anda dan saya. Seburuk apa pun tulisan saya, ketika Anda membacanya Tuhan menjadikannya baik untuk Anda. Alhamdulillah VOC dan Kerajaan Belanda

berdagang menggerogoti kekayaan tanah air kita berabad-abad lamanya sehingga membuat kita berproses menjadi satu bangsa yang kemudian berinisiatif untuk bareng-bareng bernegara. Syukur terjadi kecelakaan di jalan raya, sehingga Anda menolong wanita pengendara motor itu dan kemudian menjadi Ibunya putra-putri Anda. AKAN TETAPI MANUSIA sudah diberi perangkat-perangkat untuk membangun diri dan peradabannya, sehingga tidak pada tempatnya kalau kita memprimerkan kemanjaan untuk ditolong Tuhan, tanpa mengandalkan kerja keras dan kesadaran kita sendiri. Terhadap tulisan-tulisan saya, Anda sebaiknya tetap objektif dan kritis. Sudah ribuan jumlah tulisan saya dalam berbagai tema dan bentuk - tetapi semua itu tidak berdasar ilmu dan pengetahuan yang jelas. Tidak ada rujukan atau kepustakaan sebagaimana lazimnya tulisan diproduksi. IBARAT BEBUAHAN, tulisan-tulisan saya tidak jelas kebunnya. Ibarat ikan, tidak jelas sungainya. Seakan-akan saya hanya bawa keranjang dan buah-buahnya masuk sendiri ke dalam keranjang. Seolaholah saya bawah wuwu dan ikan-ikan berlompatan sendiri memperangkap dirinya. Ini tidak ahistoris dan irasional, serta tidak bisa menjadi pendidikan yang baik untuk pembelajaran proses hidup. Indonesia tidak boleh membiarkan dirinya dikuasai oleh animasi-animasi liar sejarah, kepemimpinan yang tanpa landasan nilai dan pemimpin yang tanpa asal-usul kualitatif. PERISTIWA LAHIRNYA tulisantulisan saya tidak mendidik masyarakat pembaca, utamanya generasi muda dalam membiasakan diri memahami kehidupan sebagai peristiwa hulu-hilir, sebab-akibat dan sangkan-paran. Tidak bias tiba-tiba saya menyebut 7 tanpa 6-5, bahkan 2,1. Bangsa Indonesia harus mengerti hujjah ilmiahnya kenapa tiba-tiba kita menjadi Republik Indonesia dan bentuk Negara Kesatuan. Sedemikian mantapnya dan tanpa pertanyaan. Seolah-olah tidak ada pilihan lain, seakan-akan hidup ini sedemikian sempitnya, dan seolah-olah ilmu tidak ada cakrawalanya. SAYA MENULIS TANPA SEJARAH yang bisa dilihat dari luar. Muatan tulisantulisan saya tidak ada asal-usulnya yang bisa diidentifikasi dan didata. Tulisan saya tidak punya kredibilitas keilmuan, tanpa ekspertasi, sehingga pada hakikatnya saya tidak kompeten untuk menulis. ITU SANGAT berbahaya bagi regenerasi keterdidikan dan keberadaban bangsa Indonesia. Freedom of Speech, kebebasan ekspresi, tidak serta merta membolehkan ungkapan apa saja tanpa parameter nilai, tanpa penakaran kualitas, serta tanpa pertimbangan mashlahat atau mudhlarat, produktif atau kontraproduktif. BANGSA INDONESIA dititipi oleh Tuhan tanah air terdahsyat sedunia, serta dititipi diri bangsa ini sendiri yang sarat fadhilah, multi-talenta, tangguh mentalnya dan nekat budayanya. Kita tidak boleh main-main dalam mengelola sejarah. Kemerdekaan tidak sama dengan kebutaan terhadap batas. Kebebasan bukan proses bunuh diri yang disamarkan. SEGALA MANIFESTASI kreatif dari anak-anak bangsa, khususnya tulisantulisan dan kiprah saya, sungguh harus diraba potensi destruktifnya. Jangan sampai yang dibaca dari yang saya tulis, membuat orang salah memetakan nilai-nilai kehidu-

Luh Putu Udayati

yang mengekalkan hubungan kami. Aku berharap dia membela hubungan kami di mata orang tuanya. Tapi kali ini sungguh tidak ada pembelaan. Disisihkannya tanganku perlahan. ‘’Bahkan tak perlu kau katakan, aku telah kehilanganmu, Addo,’’ sambungku menahan tangisan. Kuhanya mampu pandangi wajah manis Addo yang sudah tiga tahun menjadi kekasihku, tapi kini dalam dilema. IA TERSENYUM tipis. Diraihnya pundakku, dibenamkannya ke dalam pelukan hangatnya. ‘’Reynita, tidak akan pernah ada hari pertunangan Addo dengan Vina. Vina menentang perjodohan yang dirancang orang tuanya, dan memilih menikah dengan Judith, walaupun harus kehilangan haknya sebagai anak tunggal di keluarganya. Dan aku, tidak bisa menentang keinginan orang tuaku, karena mereka lebih memilih Reynita Dewi sebagai calon

HUJAN PECAH SERIBU…

PADA MULANYA ANGIN, awan hitam, dan dingin yang menggigit. Udara perbukitan Bedugul menjelang senja, sungguh melibatkan perasaanku pada sosok wajah yang merunduk di hadapanku. Ingin kupeluk, agar mengalirkan rasa sehangat lampu di halaman untuk mengahalau beku di hatinya. ‘’Sungguh aku tidak bisa menentang keinginan orang tuaku.’’ Addo belum selesai bercerita, tapi aku sudah merasa limbung dan memotong pembicaraan kami. ‘’DAN KEPUTUSANMU, kau akan melepaskan semua tentang kisah kita, Do?’’ Aku menggenggam tangannya kuatkuat, berharap ia memberikan jawaban l Luh Putu Udayati Lilin Desember

l Luh Putu Udayati

Kotaku Peziarahan sebatas nyala lilin Padahal, baranya selalu meletup Hujan menggenggam kotaku Menghidupkan nafas cinta Bermalam-malam yang jejaknya hanyut Juga sesore ini pada ombak Desember adakah kau rasa usia mendekap takdir kemana akan kusuntingkan lagi cinta bersahaja kita? lantaran cincin belah rotan sisa sebelah

Katamu, Selalu mencungkil kenangan pada setiap rinainya Kataku, Larungkan saja ke laut Kalau tidak, Ngilunya sampai ke sumsum

Tutup BUKU Desember 2017-JKP-109

Jatijagat Kampung Puisi – JKP-109 Rabu MALAM Umanis 27 Desember 2017 Dari Margarana LONG MARCH Gunung Agung Bung Rai Bung Mudita Freedom For… Freedom to Fulfill Your Vision and Mission Wenten – Play Tumpah Darah IMAJINASI Tanah Air Secure Your Sacred Time (Kala Jagra) Now Please Silent Revolution, Its Happenings, Be Ready…

l Anggur

menantu kesayangannya.’’ Addo membisikkan semuanya dengan lembut. Dan, hujan turun deras. Hujan pecah seribu membasahi sore berkabut di Bedugul. Membuncahkan segenap ketakutanku kehilangan seorang Addo.

l Mewaspadai Ahistorisitas

konteksnya. Seorang teman intelektual dan budayawan Makassar di tahun 1980an mengatakan kita tidak tahu orang ini alamatnya di mana, karena yang dia tulis adalah hubungan antara tutup botol dengan Tuhan, atau kaitan antara pasir dengan keabadian… KALAU SEOLAH-OLAH saya menulis soal politik, lantas ada Ranté Kapaluarit dan Iwak Babintangsabit, tidak berarti itu terkait dengan berulangnya sejarah awal 1960-an di mana Bung Karno menolak membubarkan PKI, dan malah membubarkan HTI – eh… Masyumi maksud saya. Meskipun nanti tidak mustahil bisa kita saksikan lagi beda antara NU dengan Nahdliyin, dalam polarisasi politik yang semakin memadat dan menajam. Juga berulangnya terus tidak adanya pembelajaran untuk membedakan antara PKI, dengan pengurus PKI, dengan rakyat PKI, serta dengan komunis. Alapagi sampai ke komunisme, komunitas, komunalitas. JANGAN ANDALKAN kara-kata apapun dari saya. Sebab saya tidak punya profesi, tidak menempuh karier, tidak berada dalam suatu koordinat sosial apapun dan manapun yang tertentu. Saya hanya pejalah kaki, yang kalau ada truk mogok butuh didorong, saya ikut mendorong. Kalau ada tabrakan, saya ikut mengangkat korbannya. Kalau ada pengamen, saya menyapanya. Kalau ada pengemis kelelahan berdiri, saya menemaninya duduk. MAKA PULUHAN TAHUN saya mengerjakan semacam tugas cendekiawan, padahal saya tidak kredibel secara intelektual dan keilmuan. Saya berkeliling ke ribuan tempat mengerjakan tugas-tugas Ulama atau Kiai, tanpa memiliki modal keilmuan serta multikomponen apapun yang membuat saya muwaffaq berada pada fungsi Ulama atau Kiai. JUGA PULUHAN TAHUN di manamana saya disuruh menjadi pelaku pendidikan politik, pendidikan kesenian dan kebudayaan, pendidikan kependidikan itu sendiri. Atau menjadi semacam dukun, semacam pemadam kebakaran, semacam keranjang sampah, semacam Mursyid serta semacam-semacam lainnya. Saya hanya semacam manusia atau manusia semacam. Secara sembrono pula saya lakukan itu semua tanpa bekal-bekal yang memadai. Sehingga faktanya masyarakat umum maupun lembaga-lembaga ekspertasi tidak bisa mengidentifikasi dan mengkategorikan saya sebagai itu semua. Kasarnya: tidak ada tempat tertentu untuk saya. APALAGI RIWAYAT pendidikan saya sangat buruk. Boleh dikatakan antara saya dengan pendidikan saya tidak ada sejarah ilmu. Tidak ada tahap-tahap pembelajaran. Tidak ada eskalasi pengetahuan, pemahaman, pengertian, pendalaman dan peluasan, serta penguasaan. Tidak ada disiplin evolusi dari tadris, ta’lim, tafhim, ta’rif sampai ta’dib. Tidak ada pemuaian kaifiyah, thariqah, metodologi dan ragam pandang: sudut, sisi, lingkar, jarak dan resolusi pandang. Apalagi sampai ke level dlouq, susastra, ngeng, vibrasi, cengkok. Baur dan tidak jelas apakah berpikir linier, zig-zag, cekungan, cembungan, siklikal, atau thawaf. MAKA TULISAN–TULISAN saya tidak memiliki sanad dan matan untuk bisa diandalkan. Apalagi saya bermasalah dengan setiap sekolah yang saya masuki. Ada sekolah yang saya selalu bentrok,

bahkan secara fisik, dengan Guru. Ada Sekolah yang saya tidak diperbolehkan masuk kelas. Ada Sekolah yang saya dikeluarkan. Ada Pesantren yang saya diusir. Baru ngapalin sejumlah kata-kata mutiara dan pelajaran dasar Bahasa Arab, belum Grammar-nya, belum Nahwu Sharaf-nya, belum Balaghah atau Pelajaran-pelajaran serius lainnya – saya diusir perkara sandal jepit saya dicuri Kepala Keamanan Rayon, terus para Santri pada demo membela saya. Bakat sepakbola dan qiro’ah saya terbengkalai, karena sesudah itu hidup saya begadang di Malioboro. ADA SEKOLAH yang saya menjadi perkara. Tugas saya sebagai Ketua OSIS dengan Busyro Muquddas sebgai Sekretaris saya, membuat saya bertengkar dengan guru yang memarahi saya karena kegiatan OSIS yang sangat aktif berbenturan dengan jam-jam kelas. Saya menemui Kepala Sekolah, saya robek buku urusan OSIS saya dengan menyatakan mundur dari tugas - yang saya sendiri tidak pernah menginginkannya dan tidak mencalonkan diri, namun didaulat oleh teman-teman dan saya menang mutlak. DITAMBAH SEJUMLAH pertentangan lain dengan Guru, akhirnya saya keluar, tapi kemudian masuk lagi karena mempertimbangkan agar Ibu saya tidak terlalu bersedih. Saya sowan Kepala Sekolah agar diperbolehkan masuk lagi, dengan ongkos harga diri saya. Terakhir saya diluluskan dari SMA meskipun nilai ujian akhr saya jauh di bawah standar. Karena pihak Sekolah memilih untuk tidak perlu repot setahun lagi meladeni saya. DAN TERAKHIR saya masuk Universitas yang setelah 4 bulan saya memutuskan untuk berhenti kuliah. Pada hari pertama ujian Semesteran, saya kerjakan soal-soal Accounting: itung-itung siapa tahu berguna untuk Yaumul Hisab kelak di akhirat: kalkulasi pahala dosa sebelum Sorga atau Neraka. HARI KEDUA ujian Ekonomi Perusahaan. Saya duduk mengerjakan soal hanya 4 menit, berdiri menyerahkan hasilnya kepada Dosen yang menjaga. Saya berbisik dekat ke telinga beliau: Pak, saya takut pinter ekonomi. Nanti hidup saya jadi fokus ekonomi, terus menjadi kenikmatan primer hidup saya. Lantas terpaksa menjadi konglomerat, yang “nyangking” Indonesia di tangan kiri dengan saya jepit antara jempol dan jari telunjuk. Ah, saya pekewuh dong ama Tuhan… WAJAH DOSEN saya tampak bingung. Segera saya ralat: Nggak-lah Pak. Aslinya begini: mustahil saya mampu mengerjakan soal-soal ini. Saya buta huruf soal-soal begini. Saya tahu diri. Jadi saya mau pindah saja dari Universitas Gadjah Mada ke Universitas Malioboro. SEKARANG ANDA TAHU sebagian riwayat kependidikan saya. Jadi pada hakikatnya ribuan tulisan yang saya hasilkan selama 40 tahun ini hanyalah alat untuk menutupi ketidakterdidikan saya. BAHKAN SEBENARNYA yang juga perlu dikritisi adalah keberadaan saya ini sendiri. Mijetin orang tapi bukan tukang pijit. Menghibur orang tapi bukan penghibur. Berorasi tapi bukan orator. Pengajian tapi bukan Kiai. Presentasi ilmu tapi bukan ilmuwan. Workshop dolanan anak-anak tapi bukan Guru PAUD. Mengobati tapi bukan penyembuh. Selawatan tapi bukan Nahdliyin. Ijtihad tapi bukan Muhammadiyin. Berceramah tapi bukan penceramah. Berseminar tapi bukan cendekiawan. Disuruh mendoakan tapi bukan Ulama. Mendidik tapi bukan pengajar. Dan macam-macam lagi. Yang paling perlu di-awat-awati adalah nasab saya. Keluarga jenis dan golongan apa asal-usul saya. Iya kalau PKI, tapi kalau ternyata Masyumi: bagaimana dong. YANG SERING dibawakan oleh Kiai Kanjeng juga tidak jelas: Yo dolan nang Demak Ijo ayo jo, jothakanku ayo ku, kusir jaran ayo ran, rantè kapal ayo pal, Palu Arriiit PKI ayo i, iwak babi ayo bi, Bintang Sabiiitt Masyumi ayo mi, Minakjinggo ayo nggo, nggodhog telo ayo lo, Londo mendem ayo ndem, ndemok Siliiiit gudhiken!... l Emha Ainun Nadjib Perth, 24 September 2017

pewayangan kita: Nawaruci dan Dewaruci. TENTU saya tak tahu mengapa Bima atau Wrekodara atau Bratasena atau Bayusuta, putra kedua dalam silsilah Pandawa, muncul dalam sejarah, jadi contoh ‘’pamungkasing bramarawilasita’’ manusia yang unggul batinnya. Barangkali karena ia orang yang berwatak tegas dan sebab itu ia menyukai jalan yang keras, hidup yang bebas, dan selalu ingin mengembara, keluar masuk hutan, daripada duduk berlama-lama di kursi istana. TAK MENGHERANKAN bila para pujangga Jawa tidak pernah menggambarkan Bima sebagai seorang calon raja yang arif, sebagaimana Yudhistira yang berwatak lembut, cinta damai. Bima tak punya bakat menjadi negarawan yang kelak memangku kerajaan dan bergelimang kemewahan, yang kelak memangku kerajaan dan bergelimang kemewahan, itulah yang dikatakan Syiwamurti, yang hidup di masa akhir Majapahit, dan Yasadipura I, yang hidup di masa pemerintahan Paku Buwana IV, waktu menjelaskan kenapa kagum kepada Bima dalam Nawaruci,

dan Dewarudi. Ia hanya ingin menengok jauh ke dalam lubuk hati, ingin mengenal diri sendiri. Mawas diri. ‘’AKU TAK BISA DICEGAH, Hidupku ini kepunyaanku sendiri. Aku selalu ingin mencari jalan supaya bias bersatu dengan Yang Ilahi,’’ katanya. ‘’Aku ingin sampai kahyangan, hidup kekal sempurna, hanya dengan itulah aku akan menemukan damai dimana duka dan hal-hal yang rumit tak akan menjangkau pikiranku. Jangan dihalang-halangi,’’ Itulah yang diucapkan Bima ketika bermaksud mencari air suci seperti yang bisa kita baca dalam karya Yasadipura I, Dewaruci, yang terbit tahun 1803. DAN ORANG PUN BERTANYA, apa maksud dari kalimat itu. Saya tidak punya jawabannya. Seperti juga saya tak tahu apa makna kata-kata Dewaruci di akhir cerita. ‘’Manusia hendaknya bersatu dengan Tuhannya. Tapi hanya manusia sejati yang bias sampai kepada-Nya. l Agus Roisalam Yogya – Ceribon P.P

_A_B_L_N_ 25 Desember 2017 KALAU TIDAK SALAH dulu dalam pembelajaran akademik sastra, ada yang disebut teori strukturalisme. Saya tidak terlalu yakin. Tetapi seingat saya maksud teori itu adalah keseyogiaan bagi para kritikus atau teoretikus sastra untuk mempelajari latar belakang kehidupan sastrawannya, supaya lebih memiliki kelengkapan dalam memahami karya sastranya. INI SAYA PAKAI UNTUK memberi saran kepada para pembaca, dengan logika balik: untuk menyempurnakan kewaspadaan kepada potensi kontraproduktif tulisan-tulisan saya. Demi kemaslahatan bersama, saya bukakan sebagian dari riwayat hidup saya yang mendukung kewaspadaan itu. TENTU SAJA KEBANYAKAN TULISAN-TULISAN SAYA yang sampai ke Anda bukanlah karya-karya sastra. Tetapi teori sturkturalisme itu tampaknya relevan untuk dipakai. Apalagi muatan tulisantulisan saya serabutan, campur aduk, silang sengkarut, tidak ada disiplin, tanpa pemilahan dan penentuan koridor tematik yang akademis. Berlompatan dan jungkir balik semaunya. TULISAN SAYA SERING memilih kosakata yang tidak lazim tanpa saya terangkan supaya nyambung ke kaidah umum. Sering ada idiom yang langka tanpa dijelaskan titik berat dan lingkup

Yang Berulangtahun hari ini 24 Desember 2017. I Dewa Gde Palguna (Bangli) Luh Putu Udayati (Singaraja) Yati meluncurkan kumpulan esai PEREMPUAN GURU MENULIS

Panggilan untuk 27 Agustus 27 Desember ANDA penghayat, pengamal, pengemban APRESIASI-SENI yang lahir 27 Agustus, 27 Desember berpendidikan PALING RENDAH SMP sampai berpendidikan Tinggi dari berbagai disiplin Ilmu, BUKTIKAN dengan Curiculum Vitae anda dengan datang menghadiri NGAMPOENG SENI Jatijagat Kampung Puisi (JKP-109) Rabu MALAM Umanis 27 Desember 2017 pukul 20.00 wita di Jalan Cok Agung Tresna 109 Renon Denpasar (Muka TVRI Denpasar) Selamat Datang pan, terutama dalam kaitannya dengan kebangsaan dan kenegaraan. Kesalahan pementaan nilai-nilai kehidupan, terutama dalam kaitannya dengan kebangsaan dan kenegaraan. Kesalahan pemetaan itu memproduksi kesalahan-kesalahan berikutnya. Sehingga salah pula ketika memahami hakikat dan substansi Negara. Kemudian salah memproses tata kelolanya. Berikutnya tidak pernah tepat memilih pemimpinnya. Bangsa kita seperti sedang bunuh diri dengan deret hitung atau deret ukur kesalahan demi kesalahan. Dan saya bisa masuk neraka kalau ternyata ada prosentase andil dari tulisan-tulisan saya. l Emha Ainun Nadjib Perth, 23 September 2017

Bima, Jauh ke Dalam Lubuk Hati l Tapi Hanya Manusia Sejati…(2)

HARI ITU juga ia berjanji, dengan segala kemarahan, bahwa ketika perang besar pecah dirinyalah yang akan meremukkan tubuh Bima. ‘’Kelak Bima akan terbantai dengan tubuh hancur…,‘’ kata Duryudana dihadapan adik-adiknya. DI SEBUAH sudut agak di luar istana Hastinapura, Kunti menceritakan ‘’usaha pembunuhan yang gagal’’ ini kepada Widura. ‘’Duryudana sungguh culas dan biadab. Ia telah berusaha membunuh Bima. Aku menjadi cemas dengan anak-anakku, paman.’’ ‘’Apa yang kau khawatirkan memang beralasan, Dewi,’’ jawab Widura. ‘’Tapi simpanlah kabar itu untuk dirimu sendiri. Jika kita mengadukannya kepada Destarata, kebencian Duryudana hanya akan semakin menjadi-jadi, hatinya akan semakin terbakar oleh kedengkian. Putra-putramu telah diberkati usia panjang. Dewa telah memberi mereka cahaya yang gilang-gemilang. Karena itu kau tak perlu cemas dan ragu. Percayalah, darah anak-anakmu tak bisa dengan mudah tumpah.’’ DI SINI, dalam Mahabhatara versi Vyasa yang ditemukan di India, cerita selesai. Tapi, lebih dari itu, tokoh utama kita kali ini, Bima memberi bahan lebih banyak tentang lakon carangan yang masyhur dalam dunia

JATIJAGAT Kampung Puisi - JKP-109

Merah BALI UTARA jkp - 109 untuk Fenomena 27 dalam 72… l Spirit Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita

CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2017 l

JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an l

Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan

Desember Rememberance: 27 in 72, 72 in 27 Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart!

DESEMBER Para: Dewi Sartika, AH Nasution Rizal – Ramli, Rhoma Irama, Nyoman Tusthi Eddy, Charles Darwin, Frank Sinatra, I Dewa Gde Palguna, Beethoven, Moenir, Lius Ponyoh, Hoesnizar Hooed Nevatuhela, Humam S.Chudori, Tien Marni, Nyoman Wirata, Hasan L. Banna, Hasan Bisri BFC Luilyati, Luh Putu Udayati, Kim Al-GhozaliAM, Hankus GM Tankabaka, Agum Gumelar, Manny Pacquiao, Steven Spielberg, Mahatir Mohamad, Brad Pitt, Josep Stalin, NKM Triayu Desiari Dewi, Naura Shinta, Kardanis Murdawi Jaya. SERATUS (100) Monolog Putu Wijaya masih keliling Bali sampai Desember 2017 – berakhir. BAGI Komunitas, Grup Seni dari Luar Bali yang ingin beraktivitas di JKP–109 harap selalu MENGIKUTI dan MENGHUBUNGI Wayan Jengki Sunarta via Face-Book-nya. PALING LAMBAT dua (2) MINGGU sebelum Anda/Grup Anda menghubungi Jengki Sunarta untuk MEMASTIKAN JKP-109 SIAP melayani Anda (Grup-Kom-Rombongan Anda….


Daerah

16

Minggu Pon, 24 Desember 2017

”Mythomania”

Jadikan Rujukan Bali Timur

Pemkab Klungkung Genjot Peningkatan Kualitas RSUD

MEWUJUDKAN RSUD Klungkung menjadi rumah sakit rujukan Bali Timur terus dimantapkan Pemkab Klungkung. Mendukung itu, peningkatan fasilitas terus dilakukan. Salah satunya dengan penambahan gedung dan alat operasi laparoscopy. Ini diresmikan serangkaian dengan HUT ke-6 Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Klungkung, Sabtu (23/12) kemarin. Seiring dengan peresmian gedung yang diberi nama Gema Santi dan alat operasi itu, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mendorong pihak rumah sakit untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) supaya mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia juga berkomitmen menjadi garda terdepan untuk meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan, di samping berharap rumah sakit bisa terus berinovasi dan melengkapi kekurangan yang ada, agar siap menjadi rumah sakit rujukan Bali timur. “Harus ada langkah-langkah inovatif,” tegasnya. Meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui program Universal Health Coverage (UHC), Bupati asal Nusa Ceningan ini juga menyampaikan mulai 1 November 2017, seluruh masyarakat Kabupaten Klungkung dijamin dan dijadikan peserta

RESMIKAN - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Wabup I Made Kasta dan Sekda I Gede Putu Winastra meresmikan Gedung Gema Santi dan alat operasi laparoscopy, serangkaian dengan HUT ke-6 Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Klungkung, Sabtu (23/12) kemarin. JKN-KIS dengan anggaran Rp 2,9 miliar lebih. Selain untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Klungkung, program tersebut juga mampu memberikan peningkatan PAD yaitu pendapatan kapitasi. Untuk itu, pihaknya berharap kepada para dokter yang bertugas baik di RSUD

Klungkung dan swasta untuk bisa mengambil klaimklaim BPJS yang ada. “Jangan dibuang keluar daerah, kalau kurang alat khususnya di RSUD Kabupaten Klungkung mari kita duduk bersama untuk bisa melengkapinya,” imbuhnya. Sementara itu, Direktur

RSUD Klungkung dr. Nyoman Kesuma mengatakan pada momentum HUT ke-6 BLUD ini, gedung Gema Santi nantinya dimanfaatkan untuk ruang CSSD, ruang Ponek, ruang Pernatologi (penanganan bayi lahir bermasalah) dan alat operasi laparoscopy atau bedah teropong. (ad1195)

Kreativitas IKIP Saraswati III, ”The Power Of Art”

ACARA Kreativitas IKIP Saraswati III diisi dengan banyak acara seni sesuai temanya, “The Power Of Art”. Acara yang diprakarsai oleh BEM IKIP Saraswati yang rutin digelar setiap tahun ini diharapkan mampu menciptakan kreativitas pelajar maupun mahasiswa ,sehingga menciptakan inovasi bagi dunia pendidikan ke depan. Ada pun peserta Kreativitas IKIP Saraswati III ini tidak hanya dari intern IKIP Saraswati Tabanan,tetapi juga SMA/ SMK se-Bali. Rektor IKIP Saraswati Tabanan Dr.Drs. Dewa Nyoman Oka, MPd. di sela-sela acara penutupan Sabtu (23/12) kemarin mengatakan, kegiatan ini merupakan ajang untuk menguatkan karakter, tidak hanya mahasiswa tetapi juga pelajar. Selain itu, juga membangun solidaritas dan toleransi. ‘’Ajang ini merupakan salah satu kegiatan soft skill IKIP Saraswati Tabanan. Selain itu, juga menjadi ajang sosialisasi mahasiswa sehingga membentuk solidaritas dan toleransi,’’ ujarnya. Ia melanjutkan, mahasiswa tidak hanya diberikan

kemampuan kognitif dan hanya belajar di kampus saja. Tetapi memerlukan sosialisasi sehingga bisa berinteraksi dengan baik di masyarakat yang sangat diperlukan didunia kerja nantinya. ‘’Kegiatan ini juga bisa menjadi refreshing untuk mahasiswa,’’ ujarnya. Kegiatan Kreativitas IKIP Saraswati III ini pula, lanjut Dewa Oka, diharapkan mampu menggugah daya cipta dan kreativitas, sebab dengan adanya kreativitas ini akan lahir inovasi. ‘’Tidak akan pernah ada kemajuan suatu bangsa tanpa inovasi dan tidak akan pernah ada inovasi tanpa kreativitas,’’ tegasnya. Sementara itu, Sekretaris BEM IKIP Saraswati Tabanan Anna Wahdatun mengatakan, kegiatan Kreativitas IKIP Saraswati III ini berlangsung sejak Rabu (20/12) hingga Sabtu (23/12). Adapun kegiatan lomba yang digelar adalah lomba busana nasional dengan juara I Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, juara II Fakultas Pendidikan IPS dan juara III Fakultas Pendidikan MIPA. Lomba Akustik dengan juara

Rektor IKIP Saraswati Tabanan Dr. Drs. Dewa Nyoman Oka, M.Pd. I Suddenly Band dari SMA 1 Tabanan, juara II Tanpa Batas Band dari SMA 2 Tabanan dan juara III SAKA Band dari SMA 1 Tabanan. Lomba Modern Dance dengan juara I FQ SMASTA Crew (SMA 1 Tabanan), juara II Sakura Dance Akademy (SMA 1 Kuta Utara) dan juara III Hore Dance (sanggar Semara

Ayundia Kerambitan). Tidak hanya lomba dalam kegiatan tersebut juga digelar acara seminar Jumat (22/12), dengan tema “Peran Wanita Masa Kini Dalam Perkembangan Seni”. ‘’Seminar ini juga digelar dalam rangka memperingati Hari Ibu,’’ ujar Anna. (ad1197)

Dikukuhkan, Relawan Anti-Narkoba Desa Pedawa

Singaraja (Bali Post) – Relawan antinarkoba semakin banyak dibentuk oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali. Terbaru Relawan Anti-Narkoba Desa Pedawa Kecamatan Banjar dikukuhkan Sabtu (23/12) kemarin di balai desa setempat. Relawan yang terdiri dari pecalang dan tokoh masyarakat ini dilantik oleh Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs I Putu Gede Suastawa, S.H. Aparat desa bersama tokoh masyarakat sebelumnya berinisiatif membentuk relawan antinarkoba. Dengan komitmen bersama untuk menjaga

desa dari pengaruh buruk peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Inisiatif positif, kemudian ditindaklanjuti jajaran BNNP Bali, sehingga kemarin 150 orang anggota relawan ini dikukuhkan. Anggota relawan ini dilantik dengan penyematan pin bertuliskan Relawan Anti-Narkotika Desa Pedawa. Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa, S.H. mengatakan pecalang berperan dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Peran ini dalam mengantisipasi peredaran, pencegahan bahaya penyalahgunaan

narkoba melalui penyuluhan dan rehabilitasi. “Relawan sebagai garda keamanan utama di Desa Pedawa, utamanya dalam memberikan penyadaran kepada warga atau anak-anak muda agar terhindar dari bahaya buruk kejahatan narkotika itu sendiri,” katanya. Menurut Brigjen Pol. Suastawa, sesuai Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali No. 3 Tahun 2017 tentang Desa Pakraman diatur bahwa pecalang sebagai penjaga keamanan dan ketertiban wilayah desa pakraman. Selain itu, pecalang melaksanakan tugasnya terkait pelaksanaan ritual adat dan

BPM/mud

RELAWAN – Sebanyak 150 anggota Relawan Anti-Narkotika Desa Pedawa Kecamatan Banjar, Sabtu (23/12) kemarin dikukuhkan oleh Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa, S.H.

upacara agama dilaksanakan pecalang. Dalam hal tugas menjaga keamanan itu, pecalang direkrut sebagai relawan anti narkotika. “Pecalang harus bekerja sama dengan aparat polisi dan TNI di desa aktif dalam mendukung Pencegahan, Pemberantasan Peredaran dan Penyelahgunaan Gelap Narkotika,” jelasnya. Brigjen Pol Suastawa menambahkan, beberapa desa di Kecamatan Banjar dikategorikan rawan terjadi peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Ini karena beberapa desa itu jaraknya jauh dari Kota Singaraja. Untuk itu, BNNP memperhatikan perhatian serius dengan terus menggalakkan pencegahan melalui sosialisasi, penyuluhan dan membentuk relawan antinarkotika. “Kita berkomitmen bagaimana desa yang tadinya rawan terjadi penyalahgunaan narkotika, warganya bisa terbebas dari bahaya kejahatan perusak masadepan tersebut,” jelasnya. Sementara itu, Perbekel Desa Pedawa Kecamatan Banjar Putu Sudarmaja mengatakan, partisipasi pembarantasan narkotika di daerahnya tidak cukup dengan membentuk relawan. Dalam waktu dekat pihaknya bersama desa pakraman akan membahas terkait kejahatan narkotika diatur dalam pararem awig-awig desa. “Pecalang harus mampu mengamankan wilayah desa dan ini sudah menjadi komitmen kami bersama untuk berpartisipasi untuk membrantas kejahatan narkotika,” tegasnya. (kmb38)

ADA pendapat bahwa orang-orang lebih mudah berbohong dari pada berkata dan berbuat jujur. Mungkin karena kebohongan lebih memberi kenikmatan dibanding kejujuran. Namun sedikit yang menyadari kalau kenikmatan dari berbohong bersifat semu, bahkan menjadi kemalangan yang menyakitkan bila topeng kebohongan terkuak. Sumber segala masalah juga berawal dari kebohongan. Misalnya, retaknya keluarga, konflik di masyarakat, perpecahan di kalangan komponen bangsa dan putusnya hubungan diplomatik antara dua atau lebih negara, yang memicu konfrontasi atau perang. “Bisa disimak definisinya, bohong adalah pernyataan yang salah dilontarkan seseorang dengan tujuan pendengarnya percaya. Mereka yang terbiasa berujar bohong disebut pembohong. Memang kita paham kalau tidak ada manusia yang dalam hidupnya sama sekali tidak pernah bohong. Ini melahirkan ungkapan, bohong itu manusiawi. Ya, karena hanya manusia yang bisa berbohong, sedangkan binatang tidak pernah menutupi perbuatannya dengan ujaran bohong. Memang ada jenis-jenis kebohongan yang diijinkan dalam ajaran Hindu di Bali yang tertuang dalam Sarasamuscaya. Alasannya, bila kebohongan itu tidak diujarkan, di samping merugikan pelontarnya juga keluarga, masyarakat dan bangsanya. Musuh negara, terutama saat situasi perang boleh dibohongi dan kebohongan tersebut bagian dari taktik yang strateginya tetap, yakni kemenangan. Untuk itulah dalam Bratayudha, guna mengguncang psikologis panglima perang Korawa, Bhagawan Drona, terpaksa Yudistira yang terkenal jujur mewartakan Aswatama mati dibunuh Bhima. Padahal yang mati adalah seekor gajah bernama Aswatama, bukan putra Sang Bhagawan, membuat ahli perang yang juga guru besar ilmu kedigjayaan Pandawa dan Korawa kehilangan semangat hidup dan gugur dalam perang besar itu,“ tutur Rubag sambil nyeruput kopinya. “Benar, lanjutkan minum dulu, aku yang meneruskan ceritamu! Yang kedua, yang boleh dibohongi adalah wanita, terutama istri atau tunangan dan itu pun harus dilakukan dengan alasan demi kelanjutan hidup berumah tangga yang harmonis. Godaan dan tantangan hidup yang kian beratlah kadangkadang membuat seorang suami berbohong. Selanjutnya, dalam berjualan pedagang diperkenankan berbohong pada pembeli, terutama di bidang harga jual. Dia bisa mengatakan bahwa harga pokok barang dagangannya memang mahal, sehingga

harga yang ditawarkannya hanya memperoleh keuntungan tipis. Kompensasi kebohongan yang diijinkan Sarasamuscaya bila tidak disikapi mawasdiri, bisa menjadi kumulatif dan menimbulkan bencana hebat bagi semua pihak. Sebab, kenikmatan yang diberikan kebohongan menyebabkan seseorang menjadi ketagihan, sehingga bohong tak ubahnya seperti candu. Apalagi sekarang hedonisme menjangkiti peri-kehidupan manusia yang menempatkan kesenangan dan kenikmatan sebagai tujuan hidup, sehingga berbohong dipakai sarana untuk memenuhi libidinal. Karena tidak setiap orang mampu membiayai hasratnya untuk meraih kesenangan dan kenikmatan yang juga terus membubung akibat gaya hidup konsumtif. Berbohong lalu berubah menjadi kebiasaan, kendati banyak kebohongan terungkap, namun dicari cara-cara buat menutupinya. Virus kebohongan ini disebut Mythomania yang konon merupakan gangguan jiwa atau kebohongan patologis,“ papar Wayan Wijaya. “Menyimak hingar-bingar suasana politik, ekonomi, budaya, hukum dan sosial sekarang, kukira tak lepas dari pandemic mythomania. Di zaman Old yang dituduh lazim berbohong dan menipu adalah kalangan bawah yang tidak berpendidikan dan miskin, namun di era Now kebohongan sudah menyebar seperti virus. Juga banyak dilakukan kalangan berpendidikan tinggi, kedudukan dan pangkat moncer serta kayaraya. Kebohongan patologis ini bisa disebabkan oleh tidak percaya diri atau merasa diri tidak dihargai, meskipun telah berstatus sosial ekonomi dan pendidikan mumpuni. Di samping berbohong secara berulang, akting yang ditunjukkan pun tidak lazim atau berbanding terbalik dengan kedudukan sosialnya. Padahal dulu perilaku seperti itu ditunjukkan para kriminal tingkat bawah, seperti penipu di pasar dan kampung, pencuri jemuran atau ayam, namun kini dipertunjukkan kaum elit jebolan perguruan tinggi. Dunia pendidikan di tanah air sempat dihebohkan kebohongan mahasiswa tingkat doktoral yang melanjutkan studi S-3 di Delft, Belanda. Dia mengaku memiliki beberapa hak paten ikhwal teknologi kedirgantaraan, memenangkan kompetisi antar badan antariksa di Jerman, bahkan mengaku ikut merancang pesawat tempur generasi ke-enam. Satu hal yang membuatnya patut disebut manusia durhaka adalah mengaku jebolan fakultas teknik terkenal di Jepang di tingkat strata satu, sedangkan almamaternya di Indonesia dikhianati dan dilecehkan. Untung saja dia mengakui kebohongannya, sehingga KBRI di Belanda yang sempat tertipu akibat bualannya mencabut tanda penghargaan yang keburu diberikan. Ini mencoreng wajah pendidikan kita,“ ulas Made Surjanegara. “Hebatnya, penderita mythomania itu juga pernah membual di hadapan mantan Wapres RI BJ Habibie, yang

memang ilmuwan sejati di kancah kedirgantaraan. Dia mengaku kebohongannya setelah Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) menguliti klaim prestasinya satu per satu dan hasil verifikasi itu diklarifikasi Perhimpunan Pelajar Indonesia di Delft, Belanda. Memang kebohongan dan penipuan di ranah ilmu pengetahuan bukan hal tak lazim atau hanya dilakukan ilmuwan bodong yang kita bahas itu. Plagiarisme atau mencuri hasil penelitian atau karya ilmiah orang lain dan diakui sebagai penemuan sendiri, kerap juga terjadi di perguruan tinggi. Namun mengaku prestasi keilmuwan dan karya ilmiah yang tidak pernah dilakukan seperti yang kita tuturkan sempat juga terjadi di Jepang. Ini sungguh memalukan bagi masyarakat, khususnya komunitas ilmiah Negeri Matahari Terbit yang terkenal kejujurannya berdasar disiplin Bushido. Skandal fenomenal di kancah Iptek ini konon dilakukan seorang ilmuwan wanita muda bernama Haruko Obokata, yang sempat dikabarkan akan memperoleh penghargaan Nobel 2014. Itu berkat pengakuannya atas penemuan cara efektif untuk memprogram ulang sel punca menjadi berbagai jenis jaringan tubuh. Ternyata penemuan tersebut hanya khayalan bukan fakta, sehingga dalam beberapa hari lewat verifikasi kebohongannya terbongkar. Kaum perempuan Jepang yang terlanjur menganggap Obokata sebagai pahlawan feminis, karena urusan sel punca lazim didominasi ilmuwan laki-laki, terpaksa gigit jari alias kecewa. Terbukti wonder woman mereka memanipulasi data dan melakukan malpraktik yang selain melorotkan reputasinya juga kehilangan pekerjaannya di dunia pekerjaan,” komentar Nyoman Muka. “Ambisi untuk terkenal, berkuasa dan kaya mendadak membuat orang lari dari kejujuran dan menggunakan segala cara untuk meraih hasratnya, termasuk berbohong dan menipu. Di bidang sains umur penipuan atau kebohongan singkat karena ada verifikasi ketat berdasar produk pengetahuan, aktivitas dan metode. Di bidang politik dan kekuasaan, agaknya lebih aman, karena unsur demokrasi berlabel 50+1, sehingga kebohongan tahan lama berkat dukungan pengikut, pembela dan para filsuf kebohongan. Panggung sandiwara kebohongan berbau politik dan kekuasaan yang tersaji lewat media elektronik dan cetak di Indonesia cukup lama mengguncang rasa nyaman warga bangsa. Ironisnya, kebohongan tak terkira diduga dilakukan oknum yang menjabat kedudukan superior di legislatif, cukup mengecewakan batiniah masyarakat. Kembali plesetan almarhum Ruslan Abdulgani tentang tiga karakter pemimpin yang tidak terpuji akibat mythomania menjadi tontonan publik. Ing ngarso mangun angkoro, Ing madyo numpuki harto, Tut wuri menadahi ! Sebagai rakyat kita hanya bisa berdoa!“ imbau Anom Wijaya. (Aridus)

Wagub Sudikerta Apresiasi Pelaksanaan Upacara ”Matatah’’ Massal Denpasar (Bali Post) Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta mengapresiasi pelaksanaan upacara matatah (potong gigi) yang dilaksanakan bersama (massal). Selain meringankan beban umat yang kurang mampu, kegiatan semacam ini juga diharapkan dapat memupuk semangat manyama braya dan kekeluargaan. Penegasan itu diutarakannya saat menghadiri pelaksanaan upacara matatah massal yang digagas oleh Yayasan Angel Hearts bekerja sama dengan Veda Poshana Ashram Denpasar dan Yayasan Shanti Buwana di Taman Pancasila Desa Budaya Kerthalangu, Sabtu (23/12) kemarin. Lebih jauh Wagub Sudikerta berpesan agar upacara matatah jangan hanya diartikan sebagai kegiatan potong gigi semata. Mereka yang menjalani prosesi ini hendaknya memaknai upacara ini sebagai salah satu upaya untuk menghilangkan kekotoran dan mengendalikan Sad Ripu yang ada pada diri masing-masing. “Saya berharap, setelah mengikuti prosesi ini, semua kekotoran dan sifat negatif dalam diri dapat dikendalikan dan dihilangkan,” ucapnya. Ke depannya Sudikerta berharap lebih banyak

BPM/ist

MASSAL - Suasana mapandes massal di Kertalangu yang juga dihadiri Wagub Ketut Sudikerta. lagi lembaga yang terketuk untuk melaksanakan kegiatan semacam ini. Pada bagian lain, Wagub mengingatkan pula agar umat senantiasa menyatukan langkah dan pikiran untuk menjaga kerukunan serta kelestarian adat budaya Bali. Ia minta masyarakat jangan mudah percaya dengan informasi negatif yang dapat merusak persatuan krama Bali. “Mari kita tangkal hal negatif yang dapat mengancam persatuan dengan memperdalam pemahaman ajaran agama dan meningkatkan sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, Wagub Sudikerta didaulat untuk men-

jadi sangging kehormatan yang menandai dimulainya prosesi matatah massal. Sementara itu, Ketua Panitia upacara matatah massal Wiwien H. Wiguna menyampaikan terima kasih atas kesediaan Wagub Sudikerta untuk menyaksikan prosesi ini. Dia menerangkan bahwa kegiatan yang baru pertama kali digelar ini mendapat sambutan positif dari umat Hindu yang berasal dari kabupaten/kota se-Bali. Prosesi upacara yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh 124 peserta dan di-puput oleh lima orang sulinggih. Ia berharap, kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan pada tahun-tahun mendatang. (r)


Minggu Pon, 24 Desember 2017

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Dibutuhkan Marketing untuk Produk Otomotif,Berani Tantangan,Tangguh,Pria/Wanita, Gaji+Bonus Menarik,Lam/Hb:Auto Nyaman Jl.Gunung Agung 183 Dps

B.BP.141.12.17.0001142

Coco Group Bali Looking For -Asst.Accounting Manager -Project Manager Min 1 Year Experience In The same Position Retail Industry Send CV to asthrm@cocogroupbali.com

B.BP.803.12.17.0001125

Dicari Waiter/Waitress/Cook Mulai Kerja Jan 2018,Kirim CV ke:andre.christopher@live.com

Cr PRT Wanita,Single u/RT Anak 1 SMA, Jl.Badak, 087862127626

Bekerja Perkebunan Australia Daerah Queennsland, Cpt Terbatas, Hub.082 229 808 982

Dcr 10 Penjahit Borongan Kaos/ Bikini,dpt Uang Mkn,Bns Kehadiran,THR u/Factory di Canggu Permai,Tlp/WA:081246982374

!!Admin Komputer SMA D1/D3 Ke: personalia_27@yahoo.com

Dcr 5 Sopir Pariwisata bs Bhs Inggris Hub.0361-238041

B.BP.141.12.17.0001071

B.BP.817.12.17.0001090

B.BP.001.12.17.0000973

B.BP.001.12.17.0001173

B.BP.004.12.17.0001188

Dicari Apoteker Untuk Apotik Sangsit Farma di Singaraja Gaji Memuaskan,BPJS dan Bonus Hub:081337458905(Kdk Setiawan)

B.BP.001.12.17.0000894

Sales/Marketing,for Herbal Oil/Cosmetics, Experience, National area, apply to: versaindustries4@gmail.com B.BP.031.12.17.0001169

B.BP.001.12.17.0001083

Dicari PRT Serabutan Wanita Hubungi:082247484950

B.BP.001.12.17.0001183

Dicari Segera PRT Bisa Masak Gaji Awal 2Jt. HP:085100556511

1Dibutuhkan Receptionist&Cook PAUD di Kerobokan Membutuhkan Staff, Kirim CV ke The Amasya Asst.Teacher,Pengalaman&Bhs Jl.Kayu Aya 88X Seminyak731601 Inggris.CV:assistme01@gmail.com

B.BP.145.12.17.0001140

B.BP.166.12.17.0001200

Dcr Sopir Srbt bs Matik+PRT bs Masak,Naik Mtr H.085238127777

B.BP.001.12.17.0001164

B.BP.001.12.17.0001165

Dicari Tk Jahit dlm utk Garmen lokasi A.Yani Hub.081999312347 B.BP.001.12.17.0001187

Dicari SPG,Min SMU,Max 27thn penampilan menarik,rajin, jujur Gj 1,8jt penempatan Kuta&Nusa Dua. Hub Lusi 082144355655

KIA

AllNew Picanto MT’11 Prbdi As. DK Jl.Trijata No.3 Dps Mlk Dokter

B.BP.001.12.17.0001193

B.BP.001.11.17.0001551

NISSAN

Dcr Krywti DtgLgs:Obyek Wisata Budaya Kertalangu,081338764283

XTrail XT’05Slv VR20+Ford Fies ta S’10 Mrh,AsDK,085737180911

B.BP.001.12.17.0001132

B.BP.001.12.17.0001113

DIJUAL MOBIL DAIHATSU

B.BP.001.12.17.0001179 SUZUKI

Splash’12 Slver Audio VR17 Jok klt, Prbdi,Trwt. Jl.Meduri Gg.1 No.1 Br.AbianKapas Kaja Dentim B.BP.001.12.17.0001192

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DIJUAL MOTOR HONDA

Dijual Supra X 125’2008,Warna Hitam Silver Hub:081338703230

B.BP.001.12.17.0001106

Suzuki Splash Manual Th’10 Silver Asli Bali,081236809809

B.BP.001.12.17.0001138

HONDA

Dijual HRV Putih Prestige 2016 Hub.087768155557

B.BP.165.12.17.0001181

Disewakan Rmh Lt 2,4Kmr,halman luas Residence Mantra KetewelGYR 35Jt Nego.Hub:0817554636

DIJUAL TANAH Mrah Tnh Jl.Pidada 600m2 700jt /A blkng terminal,081338708444

DIJUAL TANAH Tnh Kvl Di Mengwi 130jt/A 60Jt/A Bs Kredit 087862450004

Tnh Sawah Murah Datra 162A Hrg 7Jt Batungsel TBN/082145145739

B.BP.001.12.17.0001171

B.BP.001.12.17.0001149

B.BP.001.12.17.0001118

DIJUAL RUMAH B.BP.001.12.17.0001049 Mrh Rmh G.talang Utm 125m2,4KT Tnh Nempil 250Jt/A,Jl.Besakih TOYOTA RUPA-RUPA Djl Camry 2.4V Hitam Th’2010 + 3KM Rp.1,1M,Mahendradata 125m2 PondokCitra Pmogan 08123871809 Atasi Rumah Bocor Dak Dinding B.BP.001.11.17.0001062 PickUp H.0811510588-0361499289 Lt2,3KT,3KM,Rp.1M,081338708444 B.BP.001.12.17.0001150 Istimewa Tepat pusat Kota Gianyar Talang,Dll(Daris)085102796346 B.BP.164.12.17.0001189 B.BP.001.12.17.0001163 Rmh LtII,T.150/102m2,Jln Bukit Hook 3A,murah H.0818985608 Jual Inova Gold’2008,Matic, B.BP.001.12.17.0001058 Sari Dekat KFC HP:0811398154 Plat Cantik, DK Asli, KEHILANGAN B.BP.001.12.17.0000971 Jl Tnh 10A Jl.Cargo+Jl 4 Kios Hub Hp.08123838346 Hlg BPKB E8054879-O DK7319C an dpn Kmpus Mapindo,081339563242 B.BP.004.12.17.0001182 DISEWAKAN RUMAH B.BP.001.12.17.0001178 Made Aryathi Hub.08561713634 Rmh Jl.Penyaringan Gg.Kadal MINI COOPER B.BP.001.12.17.0001194 Kavling Lks Puri Gading Jimbrn Minicooper’13Pth+G.Cherokee’12 No.11 Sanur Kauh,081999936491 250Jt Kredit Hp.087862127626 BIRO JASA B.BP.001.12.17.0001077 B.BP.001.12.17.0001175 LC.Cygnus’00 +Navara’12 SV Htm Sy pnya Brevet A/B siap bnt Adm Dikont Rmh Jl.A.Yani Perum Kavling Lokasi Pering bs Krdit Sportage Platinum’12+CRV’2014* Pjk SPT Th/Bl H.082146461910 Prstg Putih Hub.085737180911** NuansaAnugrah A12,081933098131 Ling.Vila,250Jtan,087862127626 B.BP.164.12.17.0001191

Resto Sanur Cr:Tkng Masak/Cook Pngalaman.08123614559 Dharsana

Terios’2010,Tgn I, silver Hub. 081237218964

Informasi pasang iklan Telepon

B.BP.164.12.17.0001190

B.BP.001.12.17.0001180

B.BP.001.12.17.0001174

B.BP.001.12.17.0000454

BIRO JASA

ELEKTRONIK

BALI WANGI JASA KURAS BIRO JASA LIMBAH

WC

MELAYANI MAMPET

SPA

BERGARANSI KLOSET, WASTAFEL, BATHUB SALURAN AIR, JASA KURAS SALURAN DAPUR

BALI WANGI

WC

LIMBAH

MELAYANI5235 MAMPET 0877 6129 BERGARANSI 081 238 450 210 KLOSET, WASTAFEL

BATHUBC.0000620-brj SALURAN AIR SALURAN DAPUR

0877 6129 5235 081 238 450 210 C.0001110-brj

SERVICE

RUPA-RUPA

SALON

DIJUAL RUMAH

AGENDA BALI 2017 Bali Post Media Partner Anda Sosial | Bisnis | Seminar | Workshop | Ulang Tahun Aktivitas Kampus | Festival | Peluncuran Produk Event Nasional International

MUAT GRATIS DI AGENDA Liputan Live Event BALI TV BALI POST 2017 Dialog | Laporan Khusus WA/SMS

Bali TV 0818411818 Bali Post 081802411818

BALI POST BALI TV


Asah

18

Minggu Pon, 24 Desember 2017

Pertanyaan TTS No. 327 Mendatar: 1. Tendang 6. Bersifat membeda-bedakan ras 9. Ketinggian suatu tempat dari sekitarnya/pengangkatan 10. Lepas dari 11. Bank pembangunan daerah 12. Ampunan dari presiden 13. Dekat/intim 15. Salah satu cabang olahraga 17. Penanda kubur 20. Suara menggelegar dari langit 23. Lambang bilangan 25. Tempat sesuatu keluar/asal 28. Panggilan untuk babu perempuan 31. Orang yang bekerja di bidang seni 33. Sejenis penyakit infeksi saluran cerna 34. Pengendara becak (Jepang) 35. Undian 36. Terbaik 38. Compang-comping/sobek-sobek karena sudah tua 39. Bor kecil 40. Pujaan Menurun: 1. Parit 2. Pemberi harapan palsu 3. Air di rahim pada saat hamil 4. Satu-satunya planet pengeliling bumi (Jawa) 5. Kekuasaan untuk melakukan kewenangan 6. Negara tetangga (Jepang) 7. Kawan/teman 8. Dua puluh satu (Bali) 14. Mawar ; “Rosa Hybrida” 16. Tulang rusuk 18. Kabar angin/desas desus 19. Noda/cela 21. Nilai ebtanas murni 22. Objek terbang tak dikenal (Inggris) 23. Satuan luas tanah 24. Kesatuan janji/kesepakatan bersama 25. Jagoan 26. Terbuang-buang/berlebihan 27. Muara sungai yang melebar ke arah laut 28. Daya/tenaga (Jepang) 29. Satuan informasi terkecil dalam sistem informasi 30. Pasangan punta dalam pertunjukan arja 32. Dibalik: Perkataan yang menyatakan kurang senang 37. Kata ajakan

Bengkulu Jadi Percontohan Pembangunan Koridor Gajah Sumatera

PEMBANGUNAN koridor gajah Sumatera (Elephas maximus Sumatranus) yang diinisiasi Forum Kolaborasi Pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial Koridor Gajah di Bentang Alam Kerinci-Seblat akan menjadi percontohan pembentukan dan pengelolaan koridor gajah di Pulau Sumatera. ‘’Pembangunan dan pengelolaan koridor Bengkulu ini akan menjadi percontohan karena belum ada pembangunan koridor gajah

di Indonesia,’’ kata Kasubdit Koridor dan Areal Bernilai Konservasi Tinggi (ABKT) Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Mirawati Soedjono di Bengkulu, Jumat (22/12). Ia mengatakan hal itu saat lokakarya penyusunan draf rencana aksi Forum Pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Koridor Gajah Sumatera pada Lansekap Kerinci-Seblat

yang diikuti anggota forum yang terdiri dari BKSDA BengkuluLampung, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, akademisi, pakar satwa liar, masyarakat dan organisasi lingkungan. Mirawati mengatakan, pembentukan koridor gajah yang ditetapkan dalam bentuk Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) menjadi salah satu upaya mengatasi ancaman kepunahan gajah Sumatera yang saat ini berstatus kritis. Khusus di Bengkulu, katanya, kondisi habitat yang terfragmentasi akibat pembukaan hutan untuk berbagai kepentingan dikhawatirkan mempercepat kepunahan gajah. Pembentukan koridor gajah, menurutnya, sangat penting mengingat hampir 80 persen wilayah jelajah gajah berada di luar kawasan konservasi. Koridor yang dibangun berfungsi menghubungkan antarwilayah yang terfragmentasi, sehingga antarkelompok gajah dapat terhubung atau bertemu, katanya. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung Abu Bakar mengatakan usulan koridor gajah tersebut muncul dari kondisi lapangan di mana habitat gajah sudah terkotak-kotak akibat pembukaan lahan secara liar. Saat ini, kata Abu, populasi gajah Sumatera yang hidup liar di wilayah Bengkulu diperkirakan tersisa 70 ekor dengan kondisi

TTS Bali Post

hidup terpisah akibat fragmentasi hutan. Sementara akademisi Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Bengkulu, Rizwar, mengatakan alih fungsi kawasan hutan untuk berbagai kepentingan menjadi pemicu utama penyusutan populasi gajah di Bengkulu. Hasil survei populasi pada 2002 yang dilakukan Rizwar menemukan 198 ekor gajah yang hidup di habitat yang terpisah. ‘’Pembentukan koridor ini sangat penting untuk menghubungkan habitat yang terkotak-kotak karena pembukaan hutan,’’ katanya. (ant)

Ketentuan Menjawab

Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 327 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 30 Desember 2017. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 7 Januari 2018. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Jawaban TTS No. 325 Mendatar: 1. Geladak 4. Polemik 7. Eja 8. Keteter 11. Sukarno 13. SAP 15. Spendthrift 17. Asnel (Lensa) 18. Akibat 21. Tetanus 23. Nidasi 25. Nokia 26. Spontanitas 30. AON

31. Niagara 33. Ngambul 35. Luu 36. Inisial 37. Startup Menurun: 1. GWK 2. ASEAN 3. Kerah 4. PAS 5. Markandya 6. Kronologi 9. Empak 10. Estate

Dijual Tanah

12. UHF 14. Primadona 16. Taksi 18. Akuntansi 19. Inokulasi 20. Atlas 22. Undang 24. Suatu 27. PMR 29. Tonus 29. Ipmor (Rompi) 32. ALL 34. LAP

Pemenang TTS No. 325 I Putu Yoga Bagiantara Br. Meranggi, Desa Pandak Bandung, Kec. Kediri, Tabanan 82171 Ni Luh Made Dwipayani SD Negeri 2 Sukawati, Gianyar 80582 (HP: 085 337 963599) Wayan Sugata Br. Sangkanaji, Desa Kerta Buana, Kec. Sidemen, Karangasem (HP: 085 792 102933) Ni Made Dwi Parwati Br. Tingas, Desa Mekar Buana, Kec. Abiansemal, Badung (HP: 085 338 199095) Ni Putu Yeni Suantari Kelas XII Akuntansi 1, SMKN 1 Klungkung (HP: 085 738 935785) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nam : M. Robi Anggreawan Alamat : Jl. Nusa Indah Gg.XIIIA No.6X Br./Lingk. Abian Kapas Kelod, Denpasar 80325 (082 340 888876 / 0361 428348)


19

Minggu Pon, 24 Desember 2017

Pembunuh Suanda Peluang Usaha Mahasiswa di Bali Ditangkap di Tabanan Dari Jual ’’Don Kelor’’ Hingga Gorengan

Denpasar (Bali Post) Perburuan pembunuh Aiptu (purn) I Made Suanda membuahkan hasil. Pelaku yang ditangkap di wilayah Tabanan berisial As alias Sd, Sabtu (23/12) kemarin. Saat dikonfirmasi, Kapolsek Denpasar Barat (Denbar) Kompol Gede Sumena mengatakan mendapat informasi penangkapan tersebut. “Yang nangkap tim Polresta Denpasar. Saya dengar Sd yang ditangkap. Coba cek ke sana,” tegasnya. Sedangkan sumber di Polresta mengatakan, penangkapan tersebut dipimpin Kasat Reskrim Polresta Kompol Aris Purwanto, sekitar pukul 14.00 wita. Selanjutnya dilakukan pengembangan. “Belum tahu berapa yang ditangkap. Informasinya pelaku mencoba bunuh diri,” kata sumber yang enggan disebut identitasnya ini. Sementara Kasat Reskrim Kompol Aris saat dikonfirmasi enggan berkomentar. “Langsung ke bapak saja (Kapolresta),” ucapnya. Sedangkan, Kapolresta Denpasar Kombes Hadi Purnomo belum bisa dihubungi. Seperti diberitakan, hingga saat ini, keberadaan dua pria diduga pelaku pembunuh Suanda berinisial As dan Kt belum terlacak. Termasuk istri kedua As, Li. Oleh karena itu, Polsek Denbar memasukkan ketiga orang tersebut dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). (kmb36)

BPM/ist

Denpasar (Bali Post) Krama Bali pada era 1970-an terbiasa makan menu sayur roroban don kelor. Namun kini mencari pohon kelor pun begitu susahnya. Semua dibabat untuk pertokoan dan permukiman. Padahal, warga Eropa saat ini memerlukan beribu-ribu kilogram don kelor untuk berbagai keperluan. Adalah Bagus Arya Kusuma, S.Sos., M.M., yang menemukan prospek bisnis don kelor pertama di Bali. Pengusaha herbal asal Tabanan ini kini memerlukan puluhan kilogram don kelor kering tiap hari untuk diekspor ke Eropa. Warga Eropa menjadikan don kelor sebagai obat, kosmetik, penambah nutrisi, campuran kopi, serta menu makanan vegetarian. ‘’Jangan heran don kelor Bali saat ini sudah mendunia,’’ tegasnya di depan ratusan mahasiswa Akademi Farmasi Saraswati (AFS) Denpasar pada workshop ’’Ingin sukses, berani bisnis’’, Sabtu 23/12) kemarin. Don kelor ini dikeringkan dengan cara dijermur diatapi kain hitam agar kandungan klorofil dan warna aslinya bertahan. Untuk 1 Kg don kelor kering dihargakan Rp 50.000 sedangkan yang basah Rp 5.000 per Kg. Nah, ini peluang bisnis bagi krama Bali lainnya untuk membudidayakan pohon kelor. Bagus Arya Kusuma siap menampung semua produksi warga Bali untuk diekspor dalam bentuk tepung ke Eropa. Dia mengatakan ini salah satu contoh bahwa dari hobi kegemaran menanam pohon bisa menjadi lahan bisnis dengan omzet besar. Untuk itu, dia mengajak mahasiswa dan anak muda Bali jangan malas, harus berani mencoba dan tak takut gagal. Bahkan, banyak bahan herbal mulai dari yang sederahna jika dipasarkan dengan model marketing yang baik membawa keuntungan. Lulusan AFS juga

jangan mau menjadi pegawai di apoteker saja, melainkan bergiat menemukan hal baru selain skill meracik bahan obat kimia juga untuk obat herbal. Kritikan itu direspons positif oleh Direkrut AFS Made Agus Sunadi Putra, S.Si., M.Biomed.,Apt. bahwa sering bisnis berasal dari hobi. Jika itu mampu dilakoni akan membuahkan kepuasan yang luar biasa sementara kerugiannya nyaris tak ada. Dia setuju pengangguran dari lulusan perguruan tinggi di Bali harus dijawab dengan jiwa kewirausahaan. Mahasiswa sejak dini diberikan wawasan peluang bisnis dengan menghadirkan pakar yang sukses guna menginspirasi bahwa bekerja itu tak hanya menjadi PNS atau menjadi asisten apoteker. ‘’Mahasiswa kami banyak menghasilkan produk kesehatan, alangkah baiknya juga di bidang lain,’’ jelas Agus Sunadi didampingi Pudir III P. Santoso. Hal ini juga diperkuat oleh pernyataan Ketua Inkubator Bisnis FEB Unud, Sayu Ketut Sutrisna Dewi, S.E., M.M.Ak. Dikatakannya, sarjana dan mahasiswa harus berani mengambil pekerjaan yang bukan bidangnya. Misalnya sarjana berjualan gorengan atau sambil kuliah membuat usaha kecil-kecilan. Faktor utama yang menghambat mahasiswa berbisnis adalah budaya gengsi, dan selalu mengejar menjadi PNS. Padahal mereka dihadapkan pada persaingan yang makin ketat, mereka yang tak kreatif akan digilas oleh zaman. Yang kedua adalah menjadikan bidang ilmu sebagai pijakan untuk menguasai sesuatu lebih mendalam. Ketika usaha kecilnya berkembang bisa dijadikan batu loncatan untuk bisnis yang lebih besar lagi. Ini yang disebut job creator. (025)

BANTUAN - Ketua Bhayangkari Daerah Bali Ny. Barbara Golose menyerahkan bantuan dalam rangka hari raya Natal.

Terus Bertambah

Ketua Bhayangkari Kunjungi PA Disabilitas

Denpasar (Bali Post) Dalam rangka memperingati Hari Raya Natal 2017, Panitia Natal Polda Bali bersama Ketua Bhayangkari Daerah Bali Ny. Barbara Golose melakukan kunjungan kasih ke Panti Asuhan(PA) penampung anak disabilitas, Benih Harapan, Dalung, Badung dan Yayasan Mutiara Ubud, Tampaksiring, Gianyar, Sabtu (23/12) kemarin. Pada kesempatan tersebut, istri Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose ini menyampaikan rasa bangganya kepada anak-anak panti asuhan dan yayasan tersebut karena meski berkebutuhan khusus tapi mampu menorehkan prestasi, baik di bidang akademik maupun olahraga. Saat itu, Ny. Barbara Golose penyerahan bantuan dan tali asih yang diterima langsung oleh Pengurus Panti Asuhan Benih Harapan dan Yayasan Mutiara Ubud. Ketua Panitia Natal Bersama Polda Bali Kombes Pol. Anom Wibowo, diwakili Ketua Seksi Sosial AKBP Agustina Tareck, menyampaikan kegiatan kunjungan kasih ke panti asuhan serangkaian perayaan Natal Polda Bali. Panitia Natal telah menyelenggarakan bakti sosial donor darah yang diikuti personel dan PNS Polri di Mapolda Bali. Selain itu mengunjungi para pengungsi erupsi Gunung Agung. Saat itu, Ny. Barbara Golose penyerahan bantuan dan tali asih yang diterima langsung oleh Pengurus Panti Asuhan Benih Harapan dan Yayasan Mutiara Ubud. (kmb36)

Gizi Lebih

Dari Hal. 3

Dr. dr. I Gusti Lanang Sidiartha, Sp.A (K), dokter spesialis anak konsultan nutrisi dan metabolik RSUP Sanglah mengatakan, menurut penelitian yang dilakukan di RSUP Sanglah tahun 2015 pada pasien rawat inap di perawatan intensif menunjukkan data masalah gizi kini tidak hanya gizi kurang tapi juga gizi lebih. Pasien dengan obesitas (gizi lebih) persentasenya 11,1 persen. Sedangkan pasien dengan gizi kurang persentasenya 28,4 persen, gizi buruk 6,2 persen. Kasus obesitas pada anak di Indonesia meningkat dua kali lipat dalam hitungan enam tahun, yaitu dari tahun 2007 hingga 2013. Sedangkan di

Bali, obesitas pada anak juga mengalami fase yang sama yaitu peningkatan sebanyak dua kali lipat dalam satu dekade yaitu dari tahun 2002 hingga 2013 dengan persentase kasus dari 11 persen meningkat menjadi 21 persen. “Ini artinya, satu dari lima anak menderita obesitas,” ujarnya. Masyarakat masih menganggap obesitas bukan penyakit padahal secara medis obesitas merupakan penyakit kronis yang berdampak/berkomplikasi pada risiko penyakit kencing manis, jantung koroner, penyakit keganasan (kanker). “Hal ini sudah diakui berbagai penelitian bahwa obesitas berdampak pada komplikasi penyakit kencing manis, jantung koroner, kanker,” jelasnya lagi. (may)

Penyakit Mengintai

Dari Hal. 3

Mulai dari anak masih dalam kandungan sampai anak berusia dua tahun. Anak pada usia itu harus diusahakan agar tidak mengalami obesitas ataupun kekurangan berat badan. Jika pada masa itu berat badan anak mengalami gangguan, maka akan ada beberapa penyakit yang bisa mengintainya baik pada saat usianya masih anak-anak ataupun ketika sudah dewasa. Dikatakannya, meski berat

badan seorang anak yang sempat mengalami obesitas bisa kembali normal setelah berusia dua tahun, anak tersebut tetap berpotensi terkena penyakit metabolik seperti hipertensi dan gangguan gula darah (diabetes) ketika usianya sudah dewasa. Biasanya penyakit itu mulai muncul setelah anak tersebut berusia 50 tahun. “Itu sebabnya penting untuk menjaga berat badan anak pada 1.000 hari pertama kehidupannya,” terangnya. (ina)

Dari Hal. 3

Agus Sunadi Putra

Dari Hal. 3

Bendesa Adat Bebalang I Nengah Mudana yang ikut mendeklarasikan dukungan menyatakan, sosok Wayan Koster sudah banyak berbuat untuk Bangli. “Beliau (KBS) memberikan kami bantuan seperangkat gong serta bantuan lainnya untuk desa-desa di seluruh Bangli. Beliau sudah memberikan bukti, sosok yang satya wacana, sulit mencari tokoh seperti ini,” katanya. Nyoman Budiasih, pensiunan guru sangat berterima kasih kepada KBS, karena perjuangannya di pusat menyusun Undang-undang Guru dan Dosen, guru mendapatkan tambahan kesejahteraan dengan mendapatkan tunjangan profesi. Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan KBS-ACE Kabupaten Bangli Sang Nyoman Sedana Artha mengajak seluruh lapisan dan komponen masyarakat Bangli memilih pasangan KBS-ACE pada Pilgub Bali tahun 2018. Alasannya, KBS yang tiga periode duduk sebagai anggota DPR RI telah banyak berbuat. “Puluhan wantilan, ribuan beasiswa, puluhan miliar dana APBN telah diturunkan untuk pembenahan infrastruktur khususnya hotmix jalan-jalan desa. Bapak Koster sudah memberikan bukti,” katanya. Kehadiran ribuan masyarakat dari berbagai komponen, menurutnya, sebagai bukti dukungan masyarakat Bangli kepada pasangan KBS-ACE. Hal senada juga dilontarkan Ketua Tim Pemenangan KBS-ACE Provinsi Bali, I Nyoman Giri Prasta. Politisi PDI Perjuangan asal Desa Pelaga, Badung ini, mengajak

BPM/025

Sayu Sutrisna Dewi

Bagus Arya Kusuma

masyarakat memilih calon pemimpin yang bisa membawa kesejahteraan untuk masyarakat. Pengalaman tiga periode sebagai wakil masyarakat Bali di DPR RI menurut Giri Prasta menjadi modal untuk menata pembangunan Bali yang lebih terpola dan terarah. KBS-ACE dalam pemaparannya bertekad menata pembangunan Bali ke depan secara holistik melalui visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana. Yang memiliki makna, menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, sekala-niskala. Menuju kehidupan krama dan gumi Bali sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno: Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan. “Jalan itu ditempuh melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi di wilayah Bali dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata KBS. Lebih lanjut dikatakanya, Bali memiliki komposisi masyarakat dan warisan budaya yang unik, tidak ada satu pun etnis di dunia ini yang persis seperti Bali. Tata cara kehidupan yang mengait dan menyatu dalam alam secara sekala dan niskala tersebut tercantum dalam nilai-nilai Sad Kertih yaitu enam sumber kesejahteraan atau kebahagiaan kehidupan yang terdiri dari: Atma Kertih, Danu Kertih, Wana Kertih, Segara Kertih, Jana Kertih, dan Jagat Kertih. Tatanan kehidupan masyarakat Bali

ini merupakan Genuine Bali. Orientasi, arah kebijakan dan program pembangunan Bali di masa datang yang diselenggarakan dengan menerapkan Pola Pembangunan Semesta Berencana, merupakan untaian benang merah yang menghubungkan Bali dalam dimensi waktu menurut konsep Tri Semaya: Atita, Nagata, dan Wartamana, yaitu kondisi Bali di masa lalu, kondisi Bali di masa kini, dan kondisi Bali di masa datang. Dalam konteks mengisi pembangunan Bali yang dikembangkan sesuai dengan potensi masing-masing wilayah kabupaten/kota, maka arah kebijakan pembangunan harus memastikan adanya keseimbangan, keadilan, dan pemerataan pembangunan di wilayah Bali. Bangli memiliki alam yang sangat indah, ada gunung Batur, Danau Batur, desa tua dengan adat istiadat, tradisi, seni, dan budaya yang luhur, pura, cagar budaya, kawasan hutan, sumber mata air, dengan udara yang sejuk, serta masyarakatnya memiliki karakter yang polos, rajin, ulet, undagi, etika, dan santun serta penuh toleransi. “Pembangunan di Kabupaten Bangli harus didorong dengan lebih cepat sesuai dengan potensi alam yang dimiliki, dengan tidak boleh merusak alam dan budaya yang ada di tengah-tengah masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bangli,” tegasnya. Pada akhir pemaparannya, KBS-ACE memohon doa dan dukungan kepada seluruh lapisan masyarakat Bangli, agar bisa melaksanakan konsep pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat Bali secara keseluruhan. (ad1186)

Banyak Berbuat

Hasil timbang terakhir beberapa bulan lalu menunjukkan angka 186 kilogram. Sekarang, dia tidak berani timbang badan. “Kalau orangtua saya berat badannya normal. Katanya waktu lahir saya paling berat antara kelahiran bayi di Kecamatan Sukasada. Tadinya biasa saja dan mulai SD hingga lulus kuliah, berat badan saya terus bertambah. Waktu timbang terakhir itu timbangannya eror mungkin karena badan saya terlalu berat dan sampai sekarang tidak lagi timbang badan,” katanya. Memiliki berat badan yang tidak wajar itu, lulusan SMA Laboratorium (Lab) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) ini berusaha untuk mengurangi berat badan dengan cara diet. Selain itu, dia mencoba untuk membakar lemak berlebihan di badannya dengan rutin fitnes. Sayang, upaya itu gagal membuahkan hasil optimal dan malahan berat badannya

tak kunjung turun. Dia pun mencoba untuk memeriksakan kesehatan ke dokter untuk mencari alternatif mengurangi berat badannya. Dari pemeriksaan dokter, kondisi kesehatannya masih stabil. Sementara penyebab berat badannya meningkat itu tidak diketahui dengan pasti. “Ingin diet dengan mengatur pola makan utamanya ngemil dan saya ikut fitnes, tapi semua itu gagal. Mau olahraga juga tidak bisa dan sekarang hanya rutin jalan di pagi atau sore hari saja dan kesehatan badan saya masih normal,” jelasnya. Dengan berusaha tampil percaya diri dengan kondisi badan gemuk itu dijadikan sebuah kelebihan saat bergaul maupun menjalani rutinitas di tempatnya bekerja. “Kalau perasaan malu jelas ada karena siapa juga yang mau berat badan lebih dari kondisi normal. Tapi kondisi ini saya coba jadikan kelebihan seperti dengan berusaha tampil lucu saat bergaul, sehingga saya bisa melawan rasa minder menjadi percaya diri dalam beraktivitas,” tegasnya. (mud)

Sumber Karbohidrat

Dari Hal. 3

Semua jenis komposisi makanan harus ada dalam satu kali makan. Namun yang penting dijaga adalah sumber gula. Gula didapat dari karbohidrat. Karbohidrat juga menjadi lemak. Maka dari itu, karbohidrat yang masuk dalam tubuh harus sesuai dengan kebutuhan seseorang. Kebutuhan seseorang akan karbohidrat pun tergantung aktivitas yang dilakukan seseorang. “Tapi yang jelas stop gula murni dan makanan yang dirafinasi,” ujarnya. Ia menyarankan untuk memilih sumber karbohidrat alami seperti beras pecah kulit. Selain itu dalam satu kali makan juga hindari dua jenis karbohidrat, misalnya nasi ditambah kentang. Untuk menghindari diabetes, disarankan untuk memilih makanan yang tidak cepat membuat kadar gula darah melonjak dengan cepat. Asupan yang dimakan juga harus kaya serat agar dapat mengendalikan daya serap akan gula. Cara memasak dengan mengggoreng apalagi dengan minyak yang banyak akan membuat tubuh juga kelebihan lemak. Ini pun menyebabkan

obesitas. Oleh karena itu, cara memasak dengan mengukus, merebus lebih disarankan. Meskipun tubuh memerlukan lemak, namun lemak bisa didapat dari jenis makanan lain seperti kacang, kemiri, dll. Waktu makan menjadi penting karena mencerna makanan memerlukan waktu sehingga organ dapat bekerja sesuai porsinya apabila waktu makan diatur. Seseorang makan tiga kali sehari. Di sela-sela waktu makan pagi ke makan siang, dapat disisipkan snack. Snack ini lebih disarankan untuk mengonsumsi buah. Buah pun dipilih dengan kadar glikemik indeks yang rendah. Seperti apel, anggur, kiwi, stroberi, mangga, pir. Sedangkan buah dengan glikemik indeks tinggi seperti semangka, pisang, dll. Yang terpenting dalam diet adalah jumlah makanan yang dimasukkan cukup. Seseorang yang sehat tidak boleh mengonsumsi lemak lebih dari 2 sendok makan sehari atau 20 gram. Dalam satu porsi makan seseorang membutuhkan 2.200 kkal, tergantung aktivitas yang dilakukan. Untuk membakar lemak yang dihasilkan dari makanan juga penting melakukan olahraga secara rutin selama 30 menit. (may)


TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

Minggu Pon, 24 Desember 2017

u g g n Mi

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

Lomba Karikatur “Bali Songsong 2018”

Ajang Menumbuhkembangkan Kreativitas Seni Generasi Muda MENGAKHIRI tahun 2017, sekaligus menyambut tahun baru 2018, Kelompok Media Bali Post (KMB) menggelar lomba karikatur/kartun dengan tema “Bali Songsong 2018” di Warung 63 Jalan Veteran No. 66 Denpasar, Sabtu (23/12) kemarin. Sebanyak 45 peserta dari tingkat SMP, SMA, dan mahasiswa/umum antusias mengikuti lomba tersebut untuk memperebutkan hadiah uang binaan Rp 1.000.000 untuk juara I, Rp 750.000 untuk juara II, dan Rp 500.000 untuk juara III, beserta piagam penghargaan dan Member Card Ajeg Bali Bali Post. Durasi waktu yang diberikan untuk menggambar selama 120 menit. Lomba ini dinilai tim juri Gede Wiryawan, Nengah Tamiarta, Putu Suarya Soethama, dan Agus Harsantha. Ketua Panitia, Gede Wiryawan, mengatakan selain untuk menyongsong tahun 2018, lomba menggambar karikatur ini juga untuk menggali potensi, minat, dan bakat dalam upaya mengembangkan daya imajinasi serta kreativitas generasi muda Bali. Di samping juga sebagai upaya untuk menumbuhkembangkan rasa kecintaan generasi muda terhadap kreativitas seni dan budaya Bali. “Melalui lomba menggambar karikatur ini, kami juga menginginkan adanya pesan-pesan moral dan harapan para peserta untuk Bali ke depannya yang dituangkan dalam gambar karikatur ini, baik mengenai alam maupun pemimpin Bali ke

depan,” ujar Gede Wiryawan, Sabtu (23/12) kemarin. Melalui lomba karikatur ini, diharapkan bisa menjadi sebuah vibrasi bagi generasi muda lainnya di Bali untuk selalu menuangkan kreativitas yang dimiliki dalam sebuah karya seni, baik seni lukis maupun seni lainnya. Sehingga, generasi muda mampu membentuk jati dirinya yang lebih baik dan menghindarkan diri dari hal-hal yang negatif. Salah satu peserta lomba, I Made Purnama Arintika, siswa SMP N 12 Denpasar, mengaku senang bisa mengikuti lomba karikatur ini. Konsep gambar karikatur yang dibuat adalah orang menari yang mempunyai harapan besar di tahun 2018. Konsep gambar yang dibuatnya ini bertujuan untuk melestarikan seni tari dan budaya

Bali. Siswa kelahiran Denpasar, 19 Desember 2002 ini berharap seni dan budaya Bali ke depannya bisa lebih berkembang, tetap lestari dan semakin maju, sehingga seni dan budaya yang merupakan rohnya pariwisata Bali tetap ajeg. Peserta lain, Putu Pinky Sinantra juga mengaku senang bisa mengikuti lomba katikatur “Bali Songsong 2018’’, karena ia bisa menuangkan harapannya terhadap kemajuan Bali pada tahun 2018 mendatang. Dalam gambar karikaturnya, ia mengilustrasikan harapan dan semangat baru masyarakat Bali di tahun 2018, baik dari segi politik, ekonomi, sosial, maupun, dari segi budaya. “Akhir tahun 2017 ini, Bali dilanda bencana erupsi Gunung Agung yang berdampak di semua lini kehidupan di Bali, ekonomi Bali pun merosot akibat kunjungan wisatawan menurun. Semoga pada tahun 2018, Bali bisa lebih baik, baik dari segi politiknya agar lebih dewasa, ekonominya stabil, kehidupan sosial lebih baik, dan tentunya seni dan budaya tetap dilestarikan,” harapnya. Bagi para pemenang, hadiah akan diserahkan di Gedung Pers Bali Ketut Nadha pada tanggal 5 Januari 2018. (win)

l KATEGORI SMA/SMK JUARA I : IGA. I. RANIASTU ISTA SIDANTA (SMA 4 DPS)

JUARA II : MADE ADI WIRYA DARMA

JUARA III : I KOMANG VIO VANDI (SMA 4 DPS)

l NOMINASI COKORDA ISTRI MEGA WULANDARI (SMA 3)

l NOMINASI PUTU IVAN TEJADINATA

l NOMINASI I KADEK DWI MARDANA PUTRA (SMA PGRI 2)

l KATEGORI UMUM/MAHASISWA JUARA I : I PT. PINKY SINATRA

JUARA III : I PUTU RAHABISTARA

BPM/wan

KARIKATUR - Suasana lomba karikatur/kartun dengan tema “Bali Songsong 2018” di Warung

63 Jalan Veteran No. 66 Denpasar, Sabtu (23/12) kemarin. l KATEGORI SD/SMP

JUARA I : PUTU SAVIRA FEBRYANTI

JUARA III : AYU KOMANG AMANDA GUNAWAN (SMPN 1 TABANAN)

JUARA II : AFRIZAL

JUARA II : I MADE SURYA SANJAYA (SMP 10)

l NOMINASI I WAYAN TAMA

l NOMINASI I KADEK SUPARMAYASA MERTHA

l NOMINASI IDA AYU ALIT NETYA SATWIKA

l NOMINASI KADEK EDY IRAWAN

l NOMINASI I WAYAN ARY DARMA

l NOMINASI W.G. SUMARTA


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook