Skip to main content

Edisi 24 September 2017 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 36 TAHUN KE 70 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (158 rb Like) http://facebook.com/balipost

minggu paing, 24 september 2017

Pengemban Pengamal Pancasila

@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

Pura Besakih Simbol Kepala dan Jiwa Bali

PURA Agung Besakih merupakan pusat kegiatan upacara agama bagi umat Hindu. Di Pura ini setiap tahun dilangsungkan Karya Ida Batara Turun Kabeh, setiap sepuluh tahun sekali dilangsungkan upacara Panca Bali Krama, dan setiap seratus tahun diselenggarakan upacara Eka Dasa Rudra. Pura Agung Besakih secara spiritual adalah sumber kesucian dan sumber kerahayuan bagi umat Hindu. Kini Susana Pura Besakih tampak sepi pascaditetapkannya Gunung Agung dalam level awas. Para pemangku dan warga sekitarnya sedang mengungsi. Umat Hindu menyebut Pura Besakih adalah kawasan suci, namun belakangan objek wisata ini dikelola dengan berbagai cara untuk meningkatkan PAD. Bangunan yang utama di Pura Besakih adalah palinggih Padma (Padmasana) Tiga. Letaknya di Pura Penataran Agung Besakih. Menurut berbagai sumber, bangunan suci Padma Tiga yang berada di Pura Agung Besakih adalah tempat pemujaan Tri Purusa yakni Siwa, Sada Siwa, dan Parama Siwa (Tuhan Yang Mahaesa). Padmasana lambang kesucian dengan astadala atau delapan helai daun bunga teratai. Praktisi pendidikan Hindu mengatakan Pura Besakih sebagai huluning Bali Rajya, hulu-nya daerah Bali. Pura Besakih sebagai kepala atau jiwanya Pulau Bali. Hal ini sesuai dengan letak Pura Besakih di bagian timur laut Pulau Bali. Hal. 19 Timur Laut

BPM/nyoman sedana

SEPI - Pura Besakih tampak sepi, sementara Gunung Agung ditutupi awan tebal, Sabtu (23/9) kemarin. Para pemangku dan warga sekitar Pura Besakih kini mengungsi pasca-Gunung Agung berstatus awas.

Gunung Agung

’’Mandala Suci’’, Sumber Kehidupan Jagat Bali Gunung bagi umat Hindu di Bali sangat disucikan atau disakralkan. Demikian juga Gunung Agung di Karangasem yang saat ini berstatus awas, sangat disucikan sebagai stana Ida Batara Lingsir Tolangkir. Makanya gunung tertinggi di Bali itu juga dikenal dengan sebutan Giri Tolangkir. Bagaimana pandangan umat Hindu terhadap gunung, utamanya Gunung Agung?

GUNUNG bagi umat Hindu adalah mandala suci. Bagi umat Hindu, gunung merupakan pusat orientasi kosmologi. ‘’Gunung adalah mandala suci yang disebut sebagai lingga bhuwana atau linggacala, pusat atau hulunya kesucian. Dalam beberapa catatan teks disebutkan sebagai stana Bhatara Ciwa (Raja Gunung), pusat dan sumber kehidupan umat manusia di bumi ini,’’ ujar Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Nengah Duija, Sabtu (23/9) kemarin. Dikatakannya, dalam kosmologi Hindu, Gunung Agung merupakan stana Ida Bhatara Lingsir Tolang-

kir, sebagai unsur purusanya jagat Bali. Kiblat Gunung Agung sebagai mandala suci, dikuatkan dengan keberadaan pura terbesar di Pulau Bali yakni Pura Besakih. Dalam teori Mircea Eliade, Pura Penataran Besakih ini sebagai poros semesta yang disebut dengan axismundi, mandala yang menjadi pusat naik dan turunnya energi semesta. ‘’Semoga saja beliau yang berstana di Giri Tolangkir tetap memberikan kerahayuan kepada kita semua,’’ ujarnya. Ditegaskan, kesakralan gunung tidak hanya Gunung Agung, tetapi semua gunung. Sebab, dalam Usana Bali,

gunung-gunung itu disebut pinaka giing Bali Dwipa atau tulang punggung Pulau Bali. Karena itu secara sekala harus ada tindakan pemeliharaan ekologinya, pohonnya, binatangnya dan seluruh komponennya. Secara niskala kesucian itu dijaga dengan tidak memberikan mandala suci itu sebagai objek pencarian keuntungan material. Hal senada disampaikan dosen IHDN Denpasar, Prof. Dr. Made Surada, bahwa gunung merupakan simbol linggacala (lingga besar yang tak bergerak). Hal. 19 Stana Leluhur

Gas Fluida Makin Naik Mengarah ke Letusan Amlapura (Bali Post) Dalam status awas, intensitas gempa bumi terus menunjukkan peningkatan. Gas fluida terus naik dari kantong magma Gunung Agung mengarah terjadinya letusan.

BPM/edi

RELAWAN - Relawan dari SMA 1 Sidemen mempersiapkan masakan untuk para pengungsi di Wantilan Tebola, Sidemen, Sabtu (23/9) kemarin.

‘’Seluruh rangkaian peristiwa yang merupakan hasil dari analisis Badan Geologi menunjukkan ini mengarah terjadinya peristiwa letusan,’’ tegas Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Kasbani, Sabtu (23/9) kemarin. Dia mengatakan seiring dengan gempa yang terus meningkat, gas-gas fluida ini juga semakin banyak naik ke permukaan kawah. Sementara, hasil analisis Badan Geologi, kemunculan gas fluida ini terus menunjukkan peningkatan aktivitas. Tetapi, berdasarkan kajian karakteristik Gunung Agung, aktivitas kantong magma yang terus mengeluarkan gas fluida tidak bisa diprediksi. “Sekarang memang terus meningkat. Tetapi, suatu saat juga bisa turun. Ini memang sulit dipastikan. Tidak ada yang bisa menebak kapan kantong magma ini berhenti

mengeluarkan gas fluida atau kapan akan terjadi letusan,” tegas Kasbani usai melakukan rapat dengan BNPB dan jajaran terkait di pemerintah pusat, pascapenepatan status aktivitas vulkanik Gunung Agung menjadi awas, di Wantilan Pemkab Karangasem, Sabtu (23/9) kemarin. Pada prinsipnya, Kasbani menegaskan kalau status awas ini harus disikapi dengan serius dengan upaya pengosongan wilayah di radius 9 km dari permukaan kawah Gunung Agung. Melihat perkembangan intensitas gempa Gunung Agung, pihaknya hanya bisa melakukan pendekatan-pendekatan terhadap peristiwa lain yang terjadi. Untuk bisa memahami Gunung Agung, pertama pihaknya sudah mempelajari betul karakter Gunung Agung. Hal. 19 Letusan Dahsyat

Gunung Agung Awas Warga Batal ”Matatah Massal” Kota Amlapura Mati Suri, Pasien

CERITA warga Karangasem yang mengungsi ke Kabupaten Klungkung tak hanya terbatas pada berpisah dengan keluarga. Tak pula harus meninggalkan ternak atau dijual dengan harga sangat murah. Namun, saat ditelusuri, masih ada yang lain. Beberapa ada yang batal melangsungkan upacara matatah dan resepsi pernikahan. Pengalaman itu dialami warga Desa Sebudi, Komang Duwarni. Dalam waktu dekat, ia berencana mengikuti upacara matatah massal untuk kedua anaknya. Biaya sebesar Rp 1 juta sudah dibayarkan, tinggal menunggu hari H. Namun, itu tiba-tiba sirna. Gunung Agung level awas, menyebabkan itu harus terkubur dalamdalam. “Dua anak saya maunya matatah. Sudah bayar, tapi upacaranya batal,” tuturnya Sabtu (23/9) kemarin. Ia tak menyesali hal itu. Yang diinginkan hanya sebuah keselamatan bersama keluarganya. Diceritakan pula, kerabatnya di Dusun Sogra juga terpaksa membatalkan resepsi pernikahan yang rencananya digelar 25 September. Padahal, ratusan undangan sudah disebar. Hal senada juga disampaikan warga Muncan, Kecamatan Selat, Gusti Ngurah Sutama. Upacara matatah dan pernikahan ponakannya yang hendak berlangsung Oktober mendatang terancam batal. “Banten sudah mulai buat dari tiga hari lalu. Sekarang mengungsi. Jadinya tidak bisa buat apa lagi,” tandasnya. (sos)

dan Penghuni Lapas Ketakutan

Naiknya level aktivitas vulkanik Gunung Agung dari siaga menjadi awas, menimbulkan kepanikan luar biasa di Karangasem. Setelah warga ramai-ramai mengungsi Jumat (22/9) malam kemarin, suasana Kabupaten Karangasem mencekam. Jalanan sepi, toko-toko tutup, aktivitas perkantoran maupun sekolah negeri dan swasta semuanya juga diliburkan. Itu terlihat di Kota Amlapura, yang membuat kesan Kota Amlapura mati suri di tengah hujan lebat.

BPM/kmb31

SEPI - Suasana jalanan Kota Amlapura terlihat sepi.

PUSAT Kota Amlapura, seperti di Jalan Sudirman, Untung Surapati, Ngurah Rai dan sekitarnya sudah sepi dari aktivitas warga Sabtu pagi. Hanya ada beberapa sepeda motor yang masih melintas untuk mengangkut berkas-berkas penting dan benda-benda berharga lainnya ke lokasi pengungsian dan rumah kerabat yang dirasa lebih aman. Aktivitas itu masih terlihat di sekitar SMPN 2 Amlapura. Kepala sekolah setempat, I Wayan Gede Suastika, S.Pd., M.Si., yang dihubungi Sabtu (23/9) kemarin, mengatakan dia belum sempat mengamankan itu dari sekolahnya, Jumat (22/9) malam. Sebab, setelah menjadi status awas, dia lebih dulu mengevakuasi anggota keluarganya ke Denpasar dan Klungkung dalam situasi panik. Tumben perjalanan ke Denpasar memakan waktu hingga delapan jam, karena macet total. “Dari malam evakuasi keluarga ke Denpasar, jalanan macet total. Bayangkan jam sembilan malam mengungsikan keluarga, jam lima pagi baru sampai,” kata Suastika. Hal. 19 Berkas Penting

BPM/sos

PRATIMA - Pratima berupa barong, rangda, lenda-lensi, dititipkan di Pura Pajenengan Kawitan Arya Tauman, Desa Tojan.

’’Pratima’’ Turut Diboyong WARGA Karangasem yang mengungsi ke Kabupaten Klungkung, Sabtu (23/9) dini hari kemarin, bertepatan dengan naiknya status Gunung Agung dari level siaga ke awas tak hanya membawa pakaian maupun perlengkapan istirahat. Pratima yang di-sungsung secara turun-temurun juga turut diboyong. Hal tersebut dilakukan warga Banjar Pegubugan, Desa Duda, Kecamatan Selat. Pratima berupa barong, rangda, lenda-lensi, bawi swati, jaran guyang dan lain sebagainya dititipkan di Pura Pajenengan Kawitan Arya Tauman, Desa Tojan. Jero Mangku Ketut Resa Liu Jati Tuhu menuturkan langkah pemindahan pratima yang sebelumnya malinggih di Pura Pesanggrahan Agung itu karena khawatir terkena dampak jika Gunung Agung erupsi. “Biar aman, makanya dititipkan di sini. Bawanya pakai truk,” tuturnya. Secara histori, pratima yang memancarkan nuansa magis itu telah ada sebelum Gunung Agung meletus 1963 silam. Bahkan saat kejadian dahsyat itu, sempat dipindahkan, hanya lokasinya masih di wilayah Banjar Pegubugan. Hal. 19 Tujuh Turunan

Peduli Pengungsi Gunung Agung Bali Post Jumat (22/9) kemarin menerima titipan sumbangan untuk disalurkan kepada para pengungsi Gunung Agung. Bagi masyarakat yang peduli dan ingin membantu saudara kita yang kini berada di pengungsian, bisa menitipkan sumbangan ke Bali Post. Sumbangan bisa langsung diserahkan ke Sekretariat Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telepon (0361) 225764 atau melalui dompet simpati Anda Bali Post BCA Cabang Denpasar NO: 040-3555000. Rp 10.000.000 IGK Manila SD Negeri 8 Dauh Puri Rp 4.720.000 Model Rias & Busana Rp 1.000.000 Ibu - ibu Arisan 45 Rp 1.000.000 Arisan MISS Rp 300.000 Ida Bagus Gede Suparta (Gria Sanur) Rp 100.000 Hal. 19 Peduli Pengungsi


2

Minggu Paing, 24 September 2017

Ratusan Warga Karangasem Mengungsi ke Jembrana Negara (Bali Post) – Sejak status awas Gunung Agung ditetapkan, Jumat (22/9) malam, sejumlah warga Karangangsem yang bermukim di kawasan rawan bencana (KRB) mengungsi ke sejumlah tempat. Termasuk, hingga ke Kabupaten Jembrana yang notabene merupakan wilayah paling jauh dari Karangasem. Dari data yang dihimpun hingga Sabtu (23/9) sore kemarin, ratusan orang dari berbagai desa di Karangasem mengungsi ke rumah-rumah kerabat mereka di Jembrana. Paling banyak di wilayah Kecamatan Pekutatan yang menyebar di lima desa, yakni Desa Pulukan enam orang, Pekutatan (7), Gumbrih (7), Pengeragoan (46), Asah Duren (27) dan Manggisari 9 orang. Camat Pekutatan I Komang Dhyatmika membenarkan adanya sejumlah warga Karangasem yang mengungsi ke wilayah Pekutatan. Mereka semuanya masih tertampung di rumah kerabat mereka, seperti di Asah Duren dan Pengeragoan yang memang sebagian besar warganya berasal dari Karangasem. Perbekel Asah Duren I Nyoman Mandia mengatakan, dari pendataan awal ada 27 orang yang terdiri dari 9 KK. Mereka berasal dari Dusun Temukus, Besakih, dan Rendang. Mereka tertampung di rumah-rumah kerabat dan jumlah pengungsi ini kemungkinan terus bertambah. “Sebenarnya tadi ada 30 orang, tapi tiga orang kembali lagi (ke Karangasem -red) untuk menjemput kerabatnya yang lain. Ada kemungkinan jumlah mereka akan bertambah,” katanya. Mandia menambahkan, pihaknya akan terus memantau perkembangan jumlah pengungsi tersebut. Ketika ada warga yang tidak tertampung, kata dia, maka akan dicarikan tempat untuk mengungsi sementara. Menyikapi banyaknya warga yang mengungsi tersebut, Kapolres Jembrana AKBP Priyanto Priyo Hutomo bersama Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav Hendra Ferdinandus langsung meninjau ke lokasi. Selain melakukan pendataan, Polres dan Kodim menyerahkan bantuan sementara berupa sembako untuk keperluan makan sehari-hari. Kapolres Jembrana AKBP Priyanto Priyo Hutomo meminta warga yang mengungsi ini mengikuti imbauan pemerintah dan tidak perlu ragu terkait keamanan tempat tinggal mereka. Selain itu, ia juga mengimbau jajarannya untuk terus memantau dan berkoordinasi dengan pemerintah ketika ada permasalahan. Dihubungi terpisah, Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mengimbau warga Jembrana agar berbesar hati menerima keberadaan warga dari Karangasem ini. Pihaknya juga meminta kepada jajaran di tingkat desa/ kelurahan untuk mendata. Selain itu, tenaga medis disiagakan untuk melayani para pengungsi yang memerlukan perawatan. (kmb26)

Brotherhood Club Galang Dana untuk Pengungsi

BROTHERHOOD Club Indonesia yang melakukan touring di Bali secara spontan memberikan bantuan kepada warga Karangasem yang mengungsi karena terdampak aktivitas Gunung Agung. Bantuan yang dikumpulkan dari anggota klub yang berjumlah 80 orang dari berbagai provinsi di Indonesia ini mencapai Rp 198 juta, Rp 20 juta di antaranya dari Brotherhood Club Bali. Bantuan tersebut akan dipergunakan membeli barang-barang kebutuhan untuk pengungsi seperti selimut, makanan, kebutuhan bayi dan anak-anak, pakaian serta kebutuhan lainnya. “Dalam kondisi saat ini, tentu tidak efektif kalau diberikan dalam bentuk uang karena tidak bisa dipergunakan dengan cepat. Ini sebagian kecil yang bisa kami berikan. Semoga bermanfaat buat pengungsi. Kita berdoa, Gunung Agung tidak meletus dan kondisinya kembali normal,” ujar President Brotherhood Club Indonesia, Ahmad Sahroni, Sabtu (23/9) kemarin. Menurut Ahmad Sahroni, bantuan tersebut akan segera diberikan setelah semua bantuan terkumpul dan langsung diserahkan kepada Ketua Brotherhood Club Bali untuk selanjutnya disampaikan langsung kepada warga yang mengungsi. Ia menambahkan, Brotherhood Club terbentuk untuk menjalin persahabatan. “Kalau brand mobil itu kan jatuh pada satu merek. Kita tidak memunculkan merek karena untuk menjalin persahabatan, kebersamaan di manapun tempatnya. Bukan karena brand, tapi karena persahabatan,” imbuhnya. Ketua Brotherhood Club Bali Agung Indra Wenda menambahkan, pihaknya secara spontan menggalang bantuan begitu mendengar informasi tentang kondisi pengungsi. “Kami tidak hanya touring, tapi juga ingin membantu masyarakat yang sedang membutuhkan,” ujarnya. (may)

BPM/ist

PENGHARGAAN - Sejumlah anggota Club Brotherhood Club Indonesia berfoto bersama saat mendapat penghargaan MURI.

BPM/edi

PENGUNGSI - Ribuan pengungsi dari kawasan rawan bencana masih tinggal di GOR Swecapura, Klungkung, Sabtu (23/9) kemarin. Untuk menghilangkan kejenuhan, sejumlah relawan mulai memberikan hiburam dengan mengajak anak-anak pengungsi untuk bermain bersama.

Disdik Gianyar Jamin Pendidikan untuk Siswa Pengungsi

Gianyar (Bali Post) -

Siswa-siswi dari Kabupaten Karangasem yang ikut mengungsi pascameningkatkanya status Gunung Agung menjadi awas, dipastikan akan tetap dapat mengikuti proses belajar mengajar di Kabupaten Gianyar. Dinas pendidikan Kabupaten Gianyar kini telah melakukan pendataan anak-anak tersebut. Langkah pertama, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gianyar telah melakukan pendataan terhadap pengungsi yang datang ke Banjar Puakan, Desa Taro, Tegalalang. Dari 78 pengungsi di kawasan tersebut, 20 orang di antaranya berstatus pelajar. Yakni, 8 orang siswa SD, 6 siswa SMP, dan 6 siswa SMA. “Disdik Gianyar sudah mengambil langkah terhadap pengungsi di Banjar Puakan,” ujar Kepala Disdik Gianyar Made Suradnya didampingi Sekretaris Disdik Gianyar Wayan Sadra, Sabtu (23/9) kemarin. Delapan siswa SD tersebut akan ditampung di SDN 5 Taro dan enam siswa SMP akan ditampung di SMPN 4 Tegalalang. Sedangkan enam siswa SMA yang sudah dikoordinasikan dengan kepala UPT SMA/SMK Kabupaten Gianyar akan ditampung di SMAN 1 Tegalalang. “Terkait pakaian seragam untuk SD sudah menjadi inisiatif dari Gugus Taro untuk memberikan seragam SD dan untuk seragam SMP ditanggulangi SMPN 4 Tegallalang, sehingga anak-anak ini tidak merasa minder karena tidak mengenakan pakaian seragam,“ tambah Sekretaris Disdik Gianyar Wayan Sadra.

Sabtu kemarin, Disdik Gianyar juga sudah memberikan sejumlah alat tulis seperti buku untuk siswa yang mengungsi di Banjar Puakan. Selain itu, Disdik Gianyar juga memberikan sarana olahraga berupa bola dan pinjaman televisi untuk ditempatkan di lokasi pengungsian. “Kami berikan sarana olahraga supaya anak-anak tidak jenuh. Jadi, mereka bisa bermain bola,“ kata Suradnya. Suradnya menambahkan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan BPBD Gianyar terkait kesiapan sarana transportasi para siswa di lokasi pengungsian menuju sekolah. “Untuk siswa SD tidak ada masalah karena lokasi sekolah dekat. Sedangkan untuk siswa SMP dan SMA, mereka akan diantar ke sekolah oleh BPBD,” ujarnya. Suradnya menegaskan, kebijakan ini tidak hanya diberlakukan untuk siswa yang mengungsi di Desa Taro, namun juga untuk di lokasi lainnya. UPT di setiap kecamatan sudah diperintahkan untuk mendata jumlah siswa yang mengungsi, sehingga bisa diarahkan bisa mengikuti pendidikan di sekolah-sekolah terdekat. “Sesuai perintah pimpinan, tidak ada alasan sekolah menolak. Mereka wajib menerima siswa pengungsi. Tidak ada alasan mereka belum bawa surat pindah atau sejenisnya. Ini untuk kemanusiaan sehingga wajib diterima. Nanti juga harus disiapkan pakaian seragam untuk siswa-siswa tersebut,” tegasnya. Selain itu, kata Suradnya, seluruh sekolah di Kabuapten Gianyar juga diperintahkan agar menaruh kotak amal. Pihak sekolah tidak perlu khawatir karena pengumpulan dana amal itu bukan pungutan. “Ini bukan pungutan, tapi hanya kotak amal. Setelah terkumpul nanti akan diserahkan ke posko-posko para pengungsi,” ujarnya.

Sementara terkait penilaian siswa, kata Suradnya, para guru diarahkan untuk langsung melakukan evaluasi terhadap siswa-siswa pengungsi. Hal ini penting dilakukan untuk mengukur sejauh mana proses pembelajaran terhadap siswa tersebut sudah berlangsung. “Apabila ada anak yang dirasa terlambat dalam mengikuti pelajaran, silakan nanti digenjot proses belajarnya. Intinya, anak-anak ini harus ditangani secara khusus,” tegasnya. (kmb35)

BPM/kmb35

ANAK-ANAK - Sejumlah pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar saat menemui anak-anak yang mengungsi di Banjar Puakan, Desa Taro, Sabtu (23/9) kemarin.

Gubernur Imbau Kelompok Pengungsi di Bawah 200 Orang Bergabung di Pos yang Ditentukan

KUNJUNGI POSKO - Anggota DPR-RI Dapil Bali I Nyoman Dhamantra ketika mengunjungi sejumlah posko pengungsian Gunung Agung, Jumat (22/9) malam. Ia juga memantau proses mengungsi warga Desa Geriana Kauh, Kecamatan Selat, Karangasem.

Gunung Agung Status Awas

Dhamantra Keliling Posko Pengungsian

ANGGOTA DPR-RI Dapil Bali, I Nyoman Dhamantra, berkesempatan mengunjungi sejumlah posko pengungsian Gunung Agung, Jumat (22/9) malam. Titik lokasi yang dikunjungi, di antaranya posko pengungsian di Balai Dusun Karanganyar Desa Sibetan, Balai Banjar Tengah Desa Rendang, Balai Banjar Rendang Kelod, Balai Banjar Pande Desa Nongan dan memantau langsung proses mengungsi warga Desa Geriana Kauh, Kecamatan Selat. Bersama Tim Dhamantra Center (DMC), pria yang duduk di Komisi VI di Gedung Senayan ini berbaur dengan masyarakat, mendata kebutuhan yang diperlukan masyarakat pengungsi dan tidak lupa mengingatkan agar tetap menjaga kesehatan serta jangan bertindak gegabah dan selalu mengikuti petunjuk resmi pemerintah. “Ini fenomena alam, sampai kapan waktunya juga tidak bisa diprediksi dengan pasti. Jadi, silakan tim koordinatornya berkomunikasi dengan tim DMC, apa saja kebutuhan yang diperlukan kami siap membantu,” jelasnya. Dari hasil pendataan sementara di sejumlah posko pengungsian, ditemukan kebutuhan mendasar yang belum terpenuhi, seperti salah satu contohnya terkait kebutuhan air bersih. Hal itu terjadi di posko pengungsian di Balai Banjar Tengah, Desa Rendang. Sementara untuk di posko lainnya, persoalan mendasar

yang juga sangat diperlukan masyarakat adalah keberadaan tempat mandi, cuci, kakus (MCK) yang memadai. “Percayalah, saat ini pemerintah daerah dan pemerintah pusat akan berusaha semaksimal mungkin membantu masyarakat. Kami selaku wakil rakyat juga akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait,” jelas Dhamantra didampingi Tim DMC yang pada kesempatan itu juga berkesempatan menyerahkan bantuan sembako. Dari data yang dikunjungi Nyoman Dhamantra, di posko Balai Dusun Karanganyar ada 150 KK atau 450-an jiwa, posko Bale Banjar Tengah Desa Rendang sebanyak 400 jiwa, posko Banjar Pande Desa Nongan 165 jiwa, posko Banjar Rendang Kelod 150-an jiwa serta warga Desa Geriana Kauh yang berjumlah 600an jiwa hampir seluruhnya mengungsi, pascaditetapkannya kenaikan status Gunung Agung menjadi level awas. Dari kunjungan ini, sejumlah masyarakat tak segan mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian wakil rakyat Bali, khususnya Nyoman Dhamantra yang telah turun langsung melihat kondisi para pengungsi Gunung Agung. “Kami ucapkan terima kasih atas bentuk perhatian wakil rakyat kami, khususnya kepada Bapak Nyoman Dhamantra, yang telah turun serta memberikan bantuan,” terang Made Sujangga, Klian Adat Dusun Karanganyar, Desa Sibetan. (ad1560)

DITETAPKANNYA status Gunung Agung menjadi status awas sejak Jumat (22/9) lalu, maka penduduk yang berada Kawasan Rawan Bencana (KRB) dengan radius 12 kilometer dari pusat kaldera mulai meninggalkan rumah menuju tempat-tempat mengungsi yang aman. Hingga Sabtu (23/9) kemarin, pukul 12.00 wita, jumlah pengungsi yang sudah terdata mencapai 15.124 jiwa yang tersebar di 126 titik di seluruh kabupaten/kota di Bali baik di pos-pos pengungsian yang telah ditetapkan pemerintah maupun balai-balai desa, lapangan maupun di rumah-rumah penduduk yang yang dianggap aman. Banyaknya titik pengungsian menimbulkan kesulitan bagi petugas untuk mendata keberadaan mereka. Untuk mempermudah penyaluran logistik, pemberian bantuan kesehatan maupun kebutuhan lain, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengimbau kepada kelompok–kelompok pengungsi yang jumlahnya kurang dari 200 jiwa agar segera bergabung ke pos-pos pengungsian yang sudah ditentukan pemerintah, seperti

Sueca Pura, Rendang, Sidemen, Ulakan, Les, dan Tembok. Hal itu disampaikan Gubernur Mangku Pastika saat keliling mengunjungi keberadaan para pengungsi di beberapa titik di Buleleng dan Karangasem, Sabtu (23/9) kemarin. “Kepada seluruh kelompok pengungsi yang jumlahnya kurang dari 200 orang, saya imbau untuk segera bergabung dengan rekan-rekan pengungsi yang lain yang berada di pos-pos pengungsian yang sudah ditentukan pemerintah. Hal ini akan mempermudah dalam penyaluran bantuan baik makanan, kesehatan maupun bantuan lain yang dibutuhkan,” tegasnya. Saat ini, Pemerintah Provinsi Bali melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Karangasem terus mendata jumlah maupun keberadaan pengungsi sampai seluruh pengungsi terdata dengan baik sehingga bantuan bisa segera didistribusikan. Kesulitan memang terjadi karena banyaknya titik pengungsian yang tersebar di seluruh Bali. (ad1561)

MENINJAU - Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat meninjau Posko Tanah Ampo.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Minggu Paing, 24 September 2017

seremonial

3

Sekolah CHIS Denpasar

Tinjau Pengungsi

Gelar Seminar Pendidikan Supadma Rudana Siap Perjuangkan Bantuan ke Pusat Sosialisasi Ujian Internet-Based HSK PASCASTATUS Gunung Agung level siaga, ribuan warga Karangasem telah mengungsi ke GOR Swecapura, Klungkung. Hal ini pun ditinjau langsung anggota DPR-RI Dapil Bali Putu Supadma Rudana, Sabtu (23/9) pagi kemarin. Politisi demokrat ini tak hanya untuk memastikan situasi dan kondisi, namun juga memberikan bantuan. Kedatangannya yang berlangsung pukul 08.00 Wita, diawali koordinasi dengan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta. Tak lama dilakukan pertemuan dengan pengungsi yang sekaligus menyerap aspirasi terkait hal yang diharapkan di tempat pengungsian yang berkapasitas lima ribu jiwa ini. “Kami ingin tahu kondisi pengungsi di sini. Juga mendengar aspirasi,” katanya. Wakil rakyat asal Kabupaten Gianyar ini menyatakan langkah Pemkab Klungkung dalam melakukan penanganan sudah sangat baik. Hal itu ditunjukkan dengan tak adanya keluhan berarti dari pengungsi. Secara umum fasilitas yang diperlukan sudah memadai. Demikian juga dengan ketersediaan logistik. “Melihat situasi, pemkab sudah sangat sigap melakukan penanganan. Pengungsi pun merasa puas,” sebutnya. Kedatangan ini juga langsung membawa bantuan berupa beras, air, perlengkapan tidur hingga pendukung kesehatan. Ditegaskan, ini baru tahap awal. Selanjutnya akan

TINJAU - Anggota DPR-RI Dapil Bali Putu Supadma Rudana, meninjau pengungsi di GOR Swecapura, Klungkung, Sabtu (23/9) pagi kemarin. ada bantuan susulan. “Ini baru awal. Kebutuhan pokok dulu,” ucap Rudana. Sebagai putra Bali, ia menyatakan siap memperjuangkan bantuan ke pemerintah pusat untuk penanganan pengungsi. Ini pun akan terus dikoordinasikan dengan Pemkab. “Intinya, bantuan jangan sampai terlambat. Saya dari Komisi III siap memperjuangkan bantuan,”

ungkapnya. Pada kesempatan itu, ia yang juga sebagai Ketua Karang Taruna Bali menegaskan, karang taruna juga siap membantu Pemkab dalam melakukan penanganan di tempattempat pengungsian. “Karang Taruna juga tak hanya memberikan bantuan materi. Tapi siap membantu melakukan penanganan di lapangan,” tandasnya. (ad1549)

FIB Unud Gelar Pengabdian di SMAN 3 Denpasar

FAKULTAS Ilmu Budaya (FIB) Universitas Udayana (Unud) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMA Negeri 3 Denpasar, Sabtu (23/9) kemarin. Kegiatan yang melibatkan komponen dosen, pegawai dan mahasiswa FIB Unud ini dilangsungkan selama satu hari. Kali ini kegiatan diikuti sekitar 862 siswa SMAN 3 Denpasar dari kelas X, XI dan XII. Prosesi pembukaan PkM dilakukan Dekan FIB Unud Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, MA. Ketua panitia Dr. Drs. I Made Rajeg M.Hum melaporkan dalam PkM ini FIB Unud menyiapkan delapan program, yakni program sosialisasi, pelatihan Bahasa Indonesia, megeguritan dan mewirama. Kemudian pelatihan nyurat aksara Bali, bahasa dan budaya Jepang, bahasa Inggris, konservasi lontar, pelatihan kelas budaya (sejarah, arkeologi dan antropologi). “Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat, baik untuk adik-adik siswa-siswi dan SMAN 3 Denpasar maupun pada kami FIB”, ungkap Made Rajeg. Kepala SMAN 3 Denpasar Drs. Ketut Suyastra, M.Pd., menyambut baik kegiatan PkM FIB Unud. Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu langkah perguruan tinggi turun ke sekolah-sekolah untuk memberikan informasi tentang keberadaan perguruan tinggi tersebut, kemudian mengaplikasikan ilmunya, dalam hal ini FIB Unud di sekolah. Sehingga siswa di sekolah mengetahui tidak hanya sebatas kulit-kulitnya. Ketut Suyastra menerangkan pada siswanya bahwa kegiatan ini merupakan program ke-2 FIB Unud di SMAN 3 Denpasar. Sejumlah aktivitas yang akan dilaksanakan dalam PkM ini merupakan komunikasi antara pihak fakultas

SEMINAR - Ketua Yayasan CHIS Denpasar Dr. Hery Suyanto, MT. (Tiga dari kiri) berfoto bersama tamu undangan pada acara Seminar Pendidikan Sosialisasi Ujian Internet-Based HSK di Nusa Pujian Convention Center (NPCC), Nusa Dua, Sabtu (23/9) kemarin. beasiswa di Tiongkok. Sementara yang sudah sesuai dengan kurikulum untuk para pencari kerja akan berpo- nasional yang dikembangkan dengan tensi lebih besar untuk dipekerjakan kurikulum internasional,” paparnya. oleh perusahaan papan atas yang Dengan terselenggaranya kegmembutuhkan keterampilan Bahasa iatan ini, maka terwujudlah visi, Tionghoa, dan lainnya,” ujar Hery, misi dan tujuan Sekolah CHIS DenSabtu (23/9) kemarin. pasar selaku sekolah tiga bahasa, Hery menjelaskan, berdirinya dan secara umum dapat memajukan Sekolah CHIS pada 2000 dilatar pendidikan di Kota Denpasar serta belakangi oleh pentingnya suatu sa- pendidikan di Bali. rana pendidikan, di mana siswanya Sementara itu, Kepala BKharus dididik dan dilatih sejak usia PBM Jakarta Wu Mingzhu Laoshi, dini untuk dapat menguasai bahasa menjelaskan ujian internet-based Indonesia, bahasa Inggris dan Man- HSK merupakan ujian standar indarin yang merupakan tiga bahasa ternasional yang bertujuan untuk yang terpenting dalam dunia ilmu mengukur kemampuan seseorang pengetahuan dan teknologi, dunia dalam berbahasa Mandarin. Melalui usaha dan bisnis, serta pariwisata. ujian ini, diharapkan pelajar dapat “Untuk tujuan tersebut, maka seko- mengajukan beasiswa belajar ke lah CHIS menggunakan guru native Tiongkok dengan mudah. “Untuk teacher untuk pelajaran bahasa masyarakat umum, hasil ujian ini Inggris dan Mandarin sebanyak tu- merupakan bentuk legalitas (sertifijuh jam per minggu. Di samping kasi) kompetensi berbahasa Mandaitu, Sekolah CHIS juga membekali rin dalam kaitannya dengan dunia siswanya dengan ilmu pengetahuan kerja, terutama bagi pramuwisata,” serta ketrampilan-ketrampilan lain tandasnya. (ad1548)

Kesehatan, Topik Rembuk Nasional 2017 di Unud

Rekomendasikan Cukai Rokok Subsidi Pelayanan Kesehatan

PKM - Dekan FIB Unud menyerahkan kenang-kenangan kepada kepala SMAN 3 Denpasar saat pembukaan PKM FIB Unud di SMAN 3 Denpasar, Sabtu (23/9) kemarin. dengan sekolah. “Kesempatan yang baik ini, saya minta kepada anakanak semua manfaatkan denga n sebaik-baiknya”, pesan Kepala SMAN 3 Denpasar pada siswanya. Dekan FIB Unud Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, MA., menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan berkaitan dengan HUT ke-59 FIB, BKFIB ke-36 dan Dies Natalis Unud ke-55. PkM merupakan bagian dari program Tri Dharma perguruan tinggi yang rutin digelar tiap semester. Tujuannya untuk merealisasikan ilmu yang dikembangkan di FIB Unud pada masyarakat. Selain itu, sosialisasi akan memperkenalkan FIB sebagai lembaga akademis, menambah wawasan siswa tentang program studi yang tersedia, dan mempersiapkan para siswa agar mampu belajar di perguruan tinggi, khusunya di FIB Unud. Tidak ka-

lah pentingnya kegiatan ini akan menumbuhkan rasa persaudaraan di kalangan civitas akademika FIB Unud dengan SMAN 3 Denpasar. Dekan FIB Unud menambahkan, bahwa di samping para siswa pintar di kelas, pengetahuan tentang cara berkomunikasi, budi pekerti yang baik merupakan hal yang mutlak untuk dipelajari. Karena pendidikan soft skill menjadi sangat mendasar untuk membentuk siswa menjadi pribadi yang baik. Ia berharap para siswa SMAN 3 Denpasar nantinya dapat mengikuti PkM FIB Unud sampai akhir dengan baik, lancar dan sukses. Karena pendidikan merupakan kunci kemajuan dari setiap bangsa. “Anak-anak yang terdidik, kreatif, terampil, menguasai Iptek adalah penggerak utama kemajuan bangsa,” tegas Ni Luh Sutjiati Beratha. (ad1397)

Tak Ingin Tercecer, Bupati Suwirta Data Pengungsi di Posko TIDAK ingin ada tercecer, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta memantau sekaligus mendata jumlah pengungsi, Sabtu (23/9). Selain di GOR Swecapura sebagai posko utama, pengungsi beberapa tercatat ada di Balai Banjar di Klungkung. Seperti di Banjar Tangkas, Desa Gelgel, Banjar Lebah, Semarapura Kangin, Banjar Lekok, Desa Sampalan Klod, Lapangan dan Lapangan Tembak Paksebali. Selain mendata jumlah pengungsi, Bupati Suwirta juga mengajak para pengungsi khususnya perempuan produktif untuk bersama-sama memasak dan menyiapkan makanan bagi pengungsi lainnya. Khusus yang laki-laki dihimbau untuk tidak merokok di areal pengungsian. Seluruhnya juga diajak untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. “Ini agar para pengungsi terhindar dari penyakit,” ujarnya. Pendataan ini untuk memastikan jumlah pengungsi yang ada di Kabupaten Klungkung. Baik itu yang tertampung di GOR Swecapura maupun dibeberapa Balai Banjar dan pos lainnya. Melalui itu akan memudahkan dalam penyaluran logistik ataupun bantuan lainnya. “Kita tidak ingin

Mangupura (Bali Post) Bekerja sama dengan Confucius Institute China dan Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin Jakarta (BKPBM) Jakarta, Sekolah CHIS Denpasar mengadakan Seminar Pendidikan Sosialisasi Ujian Internet-Based HSK di Nusa Pujian Convention Center (NPCC), Nusa Dua, Sabtu (23/9) kemarin. Sosialisasi ini diikuti sekitar 500 peserta yang terdiri atas pelajar dari tingkat SD, SMP, SMA, SMK, STP, dan Stiba yang berasal dari beberapa sekolah di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Selain pelajar, sosialisasi ini juga dibuka untuk masyarakat umum. Dalam acara tersebut dihadiri Konsulat Jenderal RRT di Denpasar, Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan Ditjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud, Kepala BKPBM Jakarta sebagai pembicara seminar, perwakilan Disdik Provinsi Bali, perwakilan Dispar Provinsi Bali, perwakilan Wali Kota Denpasar, perwakilan Disdikpora Denpasar dan Badung. Ketua Yayasan CHIS Denpasar Dr. Hery Suyanto, MT., mengatakan saat ini jumlah wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Bali terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kualitas pariwisata di Bali, sangat penting memiliki SDM yang mampu berkomunikasi dengan baik dalam Bahasa Mandarin. Sehingga sangat perlu dilakukan sosialisasi ujian internet based HSK. Apalagi test HSK merupakan ujian kemampuan Bahasa Mandarin yang diakui oleh dunia untuk non native speaker. “Selain untuk mengukur kemampuan, ujian internet HSK juga memberikan banyak manfaat bagi generasi muda, khususnya para pelajar akan mudah untuk memenuhi persyaratan masuk pendidikan tinggi di Tiongkok dan mudah mengajukan

UNIVERSITAS Udayana menjadi tuan rumah pelaksanaan Rembuk Nasional 2017 di daerah, untuk topik Pembangunan Nasional Bidang Kesehatan di Era Revolusi Mental. Kegiatan yang bertajuk “Membangun Kesehatan dari Pinggiran dan Menyehatkan Masyarakat”, ini digelar di Ruang Teater, Fakultas Kedokteran, Kampus Unud Sudirman Sabtu (23/9). Salah satu poin rekomendasi yang muncul, Presiden Joko Widodo disarankan mensubsidi biaya pelayanan kesehatan memakai pendapatan dari cukai rokok. “Pendapatan dari cukai rokok ini cukup besar, hampir Rp 141 triliun. Rembuk nasional akan memberikan rekomendasi berawal dari rembuk daerah di Bali ini agar cukai rokok disubsidikan untuk peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat,” ujar Ketua III Panitia Rembuk Nasional, Ir. Ketut Wirawan. Menurut Wirawan, BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara Jaminan Kesehatan Nasional saat ini mengalami defisit hampir Rp 6,8 triliun per tahun. Tahun depan defisit diperkirakan semakin membengkak hingga Rp 13 triliun. Hal ini dikhawatirkan akan semakin memperburuk kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Padahal sekarang pelayanan JKN khususnya untuk pasien kelas II dan kelas III sudah banyak mendapatkan soroton. Menyusul adanya kasus bayi Debora dan ibu Delvasari di Lampung, yang menjadi viral di media sosial. “Kalau 50 atau 40 persen pendapatan dari cukai rokok disubsidikan untuk bidang kesehatan, maka rakyat secara terus menerus akan mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik melalui layanan BPJS,” jelasnya. Wirawan menambahkan, rembuk memang bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla selama tiga tahun terakhir. Namun, disertai pula dengan masukan yang konstruktif sebagai dasar pembuatan regulasi di sisa dua tahun kepemimpinan presiden dan wakil presiden. Hasil rembuk daerah di 14 provinsi termasuk Bali, akan

BUKA - Ketua III Panitia Rembuk Nasional Ir. Ketut Wirawan, membuka Rembuk Nasional 2017 dengan memukul gong, didampingi Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S (K)., dan Ketua Panitia Rembuk Daerah Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And, FAACS. dirembukkan lagi di tingkat pusat pada 25 Oktober mendatang. Ketua Panitia Rembuk Daerah Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And, FAACS., mengatakan rembuk di Unud menghadirkan tiga narasumber, termasuk ia sendiri. Dua narasumber lainnya adalah Prof. Dr. dr. Med Akmal Taher, Sp.U(K) (Kementrian Kesehatan) dan Prof. Dr. dr. Fachmi Idris, M.Kes. (Direktur Utama BPJS). Rembuk juga diisi dengan pembahasan materi yang dibagi dalam tiga kelompok. Masing-masing terkait paradigma sehat dan revolusi mental, pelayanan kesehatan dan JKN, serta pendidikan kedokteran. “Peserta melibatkan tenaga kesehatan, seperti dokter, perawat, lalu masyarakat umum sebagai pengguna jasa kesehatan karena mereka berkepentingan langsung. Kita menyadari bahwa pelayanan kesehatan telah diusahakan semakin baik, tetapi tentu masih ada banyak kekurangan,” ujarnya. Menurut Wimpie, pelayanan kesehatan selama ini banyak dihambat

oleh mental masyarakat dan pejabat yang masih tidak bagus. Itu sebabnya masih ada ditemukan kasus obat palsu atau dokter abal-abal yang dibiarkan begitu saja dalam waktu cukup lama. Perlu ada revolusi mental dan perbaikan moralitas agar pelayanan kesehatan bisa diberikan secara profesional bagi masyarakat. Sementara itu, Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S (K)., mengatakan suatu kehormatan bagi Unud bisa menjadi tuan rumah pelaksanaan Rembuk Nasional 2017 di daerah untuk bidang kesehatan masyarakat dan kesejahteraan sosial. Pihaknya berharap acara ini mampu memberikan masukan dan mencari solusi berbagai masalah di bidang kesehatan. “Banyak sudah program-program perbaikan di bidang kesehatan nasional, namun karena usianya relatif baru, masih banyak yang perlu diperbaiki untuk penyempurnaannya, sehingga tercapai masyarakat Indonesia yang betul-betul sehat,” ujarnya. (ad1550)

Australia Keluarkan ’’Travel Advice” DATA - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mendata pengungsi yang tersebar di sejumlah posko. ada data pengungsi yang tercecer,” bebernya. Penanganan maksimal dilakukan Pemkab Klungkung untuk para pengungsi Gunung Agung. Bupati Suwirta mengerahkan semua instansi di Pemkab Klungkung untuk bersama-sama turun tangan. Dinas terkait juga diminta untuk mengkoordinir penanganan ini.

“Untuk memudahkan koordinasi jangan mematikan HP,” pintanya. Sementara dari data BPBD Klungkung sampai pukul 15.00 Wita, jumlah pengungsi di Kabupaten Klungkung mencapai 1.608 KK atau 8.525 jiwa yang tersebar di 70 titik posko pengungsian dengan posko utama di GOR Swecapura. (ad1551)

Mangupura (Bali Post) Pemerintah Australia merespons adanya bahaya erupsi Gunung Agung, Karangsem. Bahkan Negeri Kanguru ini telah mengeluarkan travel advice pertanggal 22 September 2017 lalu. Peringatan keamanan ini dimuat dalam akun resmi Konsulat Australia di Indonesia. Pemerintah setempat meminta warganya yang tengah dan akan berlibur ke Indonesia, khususnya Bali untuk berhati-hati. Mengingat gunung tertinggi di Bali tersebut terus menunjukkan peningkatan aktivitas hingga pada level awas. Negara tetangga itu juga meminta warganya untuk memperhatikan larangan maupun himbauan dari pemeritah lokal di Bali. Seperti tidak melakukan ak-

tivitas pada zona yang telah dilarang atau melakukan aktivitas pendakian. Sumber dari Konsulat Australia di Bali mengatakan, pemerintah Australia meminta warganya mengecek kembali jadwal penerbangan ke Indonesia, khususnya Bali untuk memastikan keamanan. “Tidak ada travel warning, yang ada travel advice. Secara keseluruhan tidak ada perubahan dalam status. Warga diminta untuk mengikuti petunjuk otoritas dan memastikan jadwal penerbangan tidak ada perubahan,” ungkapnya. Peringatan keamanan tersebut dimuat dalam akun resmi Konsulat Australia di Indonesia, yakni https://t. co/tHJ3osyyiy?ssr=true. (Par)


4

Minggu Paing, 24 September 2017

Mengenal Lebih Dekat Flu Singapore BANYAK orang tua yang khawatir bila anak mereka terdiagnosis flu Singapore sehingga sering dari mereka akan langsung berpikir untuk rawat inap. Nah, melalui rubrik ini mari kita kenali lebih dekat tentang penyakit ini. Flu Singapore dalam dunia medis lebih dikenal dengan Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD), sesuai nama tersebut penyakit ini memang secara umum menimbulkan gejala pada tangan, kaki dan mulut. Flu Singapore merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dari family Enterovirus, paling sering disebabkan golongan Coxsackie Virus, penyakit ini gampang sekali menular melalui udara (batuk dan bersin) serta kontak langsung seperti kontak dengan benda yang terkontaminasi virus, cipratan air ludah atau feses penderita yang terjangkit virus ini. Biasanya bila ada satu orang yang terjangkit maka akan mudah terjadi wabah dalam komunitas mereka. Penyakit ini bisa mengenai segala usia tapi paling sering mengenai anak-anak usia di bawah 5 tahun karena kekebalan tubuh yang belum sempurna.

Gejala Flu Singapore atau HFMD biasanya menimbulkan gejala setelah penderita terpapar virus sekitar 3-5 hari sebelumnya, infeksi virus ini biasanya dapat sembuh sendiri dalam 7-10 hari. Adapun karakteristik gejala yang muncul, yakni: 1. Di hari pertama biasanya didahului panas badan, panas berkisar 38°-39°C serta sakit tenggorokan dan nyeri menelan. 2. Di hari kedua mulai muncul bintik-bintik merah yang akan berubah jadi bintik berair pada tangan, kaki, mulut kadang juga pada pantat dan lutut yang dapat pecah lalu mengering menjadi krusta atau keropeng. 3. Nafsu makan agak menurun. 4. Sakit kepala akibat panas badannya. Pengobatan Pada dasarnya penyakit ini dapat sembuh sendiri dalam 7 sampai 10 hari bila sistem kekebalan tubuh penderita normal. Untuk panas badan dan nyeri yang timbul dapat diberikan obat paracetamol atau ibuprofen. Bila penderita kesulitan makan maka dapat diberi

makanan lembik , tidak terlalu berbumbu, tidak pedas ataupun asam. Penderita dapat minum minuman dingin untuk meringankan nyeri tenggorok. Untuk bintik berair akan kempes dan kering dengan sendirinya dalam beberapa hari. Penderita juga dapat diberi vitamin atau imunomodulator untuk meningkatkan system kekebalan tubuh. Pencegahan Tindakan pencegahan sangat penting untuk mengontrol penularan dengan cara rajin mencuci tangan dengan sabun tiap kontak dengan penderita misalnya sebelum dan sesudah memberi makan, membereskan mainan /barang atau setelah mengganti popok penderita yang berisi kotoran penderita. Bagi anak yang terinfeksi HFMD sebaiknya diistirahatkan di rumah dan tidak ke sekolah atau dititipkan di tempat penitipan anak. Anak-anak yang sakit ini juga harus rajin mencuci tangan untuk mengurangi jejak virus pada benda yang kontak dengan mereka. l dr L.P. Eka Sari Kresnandari

SEMBUH - Pada dasarnya penyakit ini dapat sembuh sendiri dalam 7 sampai 10 hari bila sistem kekebalan tubuh penderita normal. Untuk panas badan dan nyeri yang timbul dapat diberikan obat paracetamol atau ibuprofen. Bila penderita kesulitan makan maka dapat diberi makanan lembik, tidak terlalu berbumbu, tidak pedas ataupun asam. Penderita dapat minum minuman dingin untuk meringankan nyeri tenggorok. Untuk bintik berair akan kempes dan kering dengan sendirinya dalam beberapa hari. Penderita juga dapat diberi vitamin atau imunomodulator untuk meningkatkan system kekebalan tubuh.

Pentingkah Skrining Hipotiroid pada Bayi?

SEMUA orangtua tentunya menginginkan anaknya untuk tumbuh sehat dan normal, akan tetapi sebagian anak mungkin akan mengalami gangguan tumbuh kembang. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan kualitas hidup apabila tidak ditangani dengan baik. Salah satu penyebab dari gangguan tumbuh kembang adalah hipotiroid kongenital. Hipotiroid adalah keadaan kekurangan hormon tiroid yang dihasilkan kelenjar tiroid. Bila ini terjadi sejak lahir maka disebut dengan hipotiroid kongenital. Hormon tiroid berperan penting pada metabolisme tubuh dan perkembangan susunan syaraf pusat (otak). Oleh karena itu hormon tiroid berperan penting pada bayi dan anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Fungsi kelenjar tiroid dikendalikan oleh hormon lain yang disebut TSH (Thyroid-Stimulating Hormone) yang diproduksi oleh kelenjar di otak. Hormon TSH ini dapat menjadi petunjuk apabila terjadi gangguan fungsi tiroid. Produksi hormon tiroid tersebut juga membutuhkan bahan seperti yodium yang dapat diperoleh tubuh kita dari makanan termasuk garam beryodium. Penyebab Penyebab hipotiroid kongenital dapat beragam seperti kelainan pembentukan kelenjar (kelenjar tidak terbentuk sebagian atau seluruhnya, ukuran kelenjar kecil atau kelenjar tidak berada pada tempat yang semestinya), kelainan produksi hormon tiroid atau kekurangan yodium yang dialami oleh ibu selama mengandung. Sekitar 95% bayi den-

TUBUH - Ketika level bilirubin anak sudah melewati batas normal dan tidak bisa lagi ditoleransi oleh tubuh maka bilirubin ini dapat melewati sawar otak, mewarnai dan meracuni otak anak. Paparan singkat jaringan otak bayi terhadap bilirubin akan memunculkan gejala seperti bayi malas minum, nampak tidak aktif, lemas. Pengenalan gejala awal dan terapi yang baik akan menghindarkan anak dari bahaya yang mengancam (seperti kejang, koma bahkan hingga kematian) dan mencegah terjadinya gejala sisa di kemudian harinya.

Berbahayakah Kuning pada Bayi Baru Lahir? KEHADIRAN buah hati dalam kehidupan rumah tangga adalah momen paling berbahagia bagi ayah dan ibu. Tentunya sebagai orang tua atau keluarga tidak ingin melihat anak tersayang menjadi sakit. Salah satu kondisi yang patut diwaspadai pada bayi yang baru lahir adalah kondisi bayi kuning. Amat sangat penting bagi kita orangtua atau keluarga terdekat bayi memahami tentang kondisi bayi kuning dan bagaimana cara yang tepat untuk mengatasinya. Kuning dalam istilah dunia kedokteran disebut dengan jaundice (berasal dari bahasa Perancis jaune, yang berarti kuning) menunjukkan pewarnaan kuning pada kulit, sclera (bagian putih pada mata) dan membran mukosa (jaringan lunak basah yang melapisi bukaan tubuh) sebagai akibat penumpukan bilirubin yang berlebihan pada jaringan. Bilirubin adalah hasil pemecahan sel darah merah yang secara normal memang dihasilkan oleh tubuh anak. Proses produksi dan pengeluaran bilirubin harusnya mencapai titik seimbang, apabila tidak maka akan menimbulkan kuning pada bayi. Bagaimana cara memeriksa anak yang dicurigai menderita kuning? ü Lakukan pemeriksaan di siang hari dengan cahaya matahari yang cukup. ü Tekan secara lembut kulit bayi yang memiliki aliran darah

yang cukup seperti dahi, ujung hidung, kulit dada atau perut. Tekan secara lembut dan sebentar, untuk mengurangi pasokan darah ke area kulit tersebut, pada anak yang normal kulit akan memucat, sedangkan pada bayi kuning kulit akan tetap berwarna kuning. Efek Apa efek bahaya kuning pada anak? Ketika level bilirubin anak sudah melewati batas normal dan tidak bisa lagi ditoleransi oleh tubuh maka bilirubin ini dapat melewati sawar otak, mewarnai dan meracuni otak anak. Paparan singkat jaringan otak bayi terhadap bilirubin akan memunculkan gejala seperti bayi malas minum, nampak tidak aktif, lemas. Pengenalan gejala awal dan terapi yang baik akan menghindarkan anak dari bahaya yang mengancam (seperti kejang, koma bahkan hingga kematian) dan mencegah terjadinya gejala sisa di kemudian harinya. Apabila pengenalan dini kuning gagal dilakukan menyebabkan jaringan otak bayi terpapar secara kronis dengan bilirubin yang bersifat sangat “berbahaya” ini. Hal ini dapat menimbulkan kerusakan permanen pada sel dan jaringan otak dan memunculkan kelainan yang menetap hingga anak menua. Kelainan yang bisa terjadi pada anak antara lain: 1) Kelainan gerak hingga lumpuh permanent. 2) Kelainan gerak bola mata dan penurunan tajam penglihatan. 3)

Penurunan pendengaran hingga tuli permanen. 4) Kelainan partumbuhan gigi. 5) Penurunan kecerdasan (penurunan IQ ) sampai retardasi mental. Pencegahan ASI eksklusif adalah nutrisi terbaik bagi anak. Berikan ASI tanpa tambahan air, air gula atau tambahan lainnya. Berikan anak minum sebanyak anak mau dengan frekuensi minimal 8 kali sehari. Periksakan anak secara rutin dan segera hubungi tenaga medis bila anak terlihat kuning, terlebih lagi bila ditemukan gejala kuning yang berat seperti di bawah ini: ü Kuning terjadi di usia 24 jam pertama ü Ada gejala muntah, lemas, malas minum/ malas menyusui ü Penurunan berat badan yang cepat atau tidak ada peningkatan berat badan ü Demam ü Napas lebih cepat atau henti napas ü Kuning bertahan lebih dari 2 minggu ü Anak menunjukkan gejala seperti kejang, kaku otot, atau menunjukkan posisi kaku dengan kepala sangat menengadah disertai punggung yang melengkung ( posisi opistotonus) ü Tinja berwarna pucat ü Suara tangis anak melengking “high pitched crying”. l dr. Kadek Diah Febriyanti, S.Ked.

gan hipotiroid kongenital akan tampak normal pada minggu-minggu pertama kelahiran dan baru akan menampakkan gejala setelah beberapa bulan saat pengobatan sudah tergolong terlambat. Bayi dengan hipotiroid kongenital yang tidak segera ditangani akan menunjukkan tanda-tanda seperti kurang aktif, terus mengantuk, kuning berkepanjangan, sulit minum/menetek karena lidah membesar serta perut buncit dengan pusar yang menonjol keluar. Seiring bertambah usia akan muncul gejala lain seperti tubuh pendek/cebol, wajah hipotiroid yang khas (wajah sembab, hidung pesek, bibir tebal) dan keterbelakangan mental atau IQ rendah. Skrining Satu-satunya cara untuk mengetahui hipotiroid kongenital sedini mungkin untuk segera memulai pengobatan (idealnya usia kurang dari 1 bulan) adalah dengan melakukan skrining (uji tapis). Skrining paling baik dilakukan saat bayi berumur 48-72 jam atau sebelum bayi pulang. Darah bayi akan diambil sedikit untuk kemudian dilakukan pengukuran kadar TSH yang hasilnya dapat dilihat dalam waktu kurang dari seminggu. Bayi yang sudah ditetapkan menderita hipotiroid kongenital akan segera diberi pengobatan dengan pengganti hormon tiroid berupa tablet tiroksin yang bisa digerus kemudiaan dicampur ASI atau air dan diberikan satu kali sehari. Obat ini efek sampingnya hampir tidak ada, mudah didapat dan harganya terjangkau. l Ayu Shinta Mahaputri

Luangkan waktu 15 menit setiap pagi

HIPOTIROID - Satu-satunya cara untuk mengetahui hipotiroid kongenital sedini mungkin adalah dengan melakukan skrining (uji tapis). Skrining paling baik dilakukan saat bayi berumur 48-72 jam atau sebelum bayi pulang. Darah bayi akan diambil sedikit untuk kemudian dilakukan pengukuran kadar TSH yang hasilnya dapat dilihat dalam waktu kurang dari seminggu. Bayi yang sudah ditetapkan menderita hipotiroid kongenital akan segera diberi pengobatan dengan pengganti hormon tiroid berupa tablet tiroksin yang bisa digerus kemudiaan dicampur ASI atau air dan diberikan satu kali sehari. Obat ini efek sampingnya hampir tidak ada, mudah didapat dan harganya terjangkau.

Senam Orhiba Ceria (4)

untuk berlatih Senam Orhiba Ceria gerakan inti agar tubuh jadi fresh dan lebih semangat menjalani kehidupan sepanjang hari ini. Ikuti peragaan berikut ini bersama Wayan Prami dari Lala Studio.

Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post ( Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232) Atau Adolfina Grace Tangkudung Sekolah Senam Lala Studio ( Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 0361. 283226. Cantumkan kupon” “Bugar” di sudut kiri amplop.

Gb. I : Posisi badan tegak, kedua lengan diayunkan ke depan dan ke belakang bergantian kanan dan kiri pada hitungan 1 x 8 lalu lanjutkan gerakan Gb. II.

Gb. II : Lengan kanan lurus depan dada dengan mengepalkan tangan ditekuk menyiku, sedangkan lengan kiri ditekuk menyiku, lakukan arah ke kanan / kiri bergantian.

Selamat berlatih dan salam bugar dari Lala Studio

Gb. III & Gb. IV : Melangkah maju zig-zag sambil kedua lengan lurus ke depan dan ke samping, lakukan bergantian pada hitungan 1 – 4. Setelah itu melangkah mundur pada hitungan 5 – 8.

Kupon


5

Minggu Paing, 24 September 2017

Resensi Buku

Pendidikan Karakter Manusia Bali

Judul Buku : Melahirkan Generasi Berkarakter Dewata Penulis : Ni Kadek Surpi Aryadharma

Penerbit: Pustaka Bali Post Tahun Terbit : 2005 Jumlah hal. : 138 hal.

BERBICARA tentang dunia pendidikan di Indonesia, masih memerlukan beragam pemahaman. Beragam kajian ulang, karena pendidikan di sektor formal belum menjanjikan hasil yang maksimal. Pertanyaan-pertanyaan untuk saat ini adalah sudahkah pendidikan formal menjamin para pelajar siap dilepas di lapangan dan dunia kerja. Buku ini tidak menjawab secara langsung beragam pertanyaan tentang kondisi pendidikan di Indonesia, melainkan menyodorkan bagaimana seharusnya seorang siswa Hindu menempuh proses pendidikan agar bisa meraih sukses. Seorang siswa disebut sukses jika ia memiliki karakter dewata: misalnya cerdas, rendah hati, bermoral dan berkepribadian. Buku ini disusun untuk memberi gambaran tentang mencari identitas orang Bali di dalam pendidikan. Layak untuk diperdebatkan kembali. (osi)

Cerita-cerita Absud Manusia Indonesia Judul Buku : Ratu Sekop, dan cerita-cerita lainnya Penulis : Iksaka Banu Penerbit: Marjin Kiri Tahun Terbit : Sepember 2017 Jumlah hal. : 189 hal.

SEBELUM dikenal lewat karya-karya berlatar era kolonial, yang menyabet penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa, Iksaka Banu telah terlebih dahulu meramaikan lembar sastra media massa ternama Indonesia seperti majalah Matra, Femina, dan Koran Tempo dengan cerpen-cerpennya yang imajinatif, absurd, dan sesekali berbau fiksi-sains dengan latar kehidupan urban yang kuat. “Ratu Sekop dan Cerita-cerita Lainnya” menghimpun karya-karya terserak tersebut ditambah beberapa cerpen yang belum pernah dipublikasikan. Pembaca bisa mendapati seorang dukun yang semua barang di ruang tamunya mempunyai kembaran; seorang istri yang bisa membaca pikiran setelah kesetrum; comedy of errors seorang pelukis frustrasi; “Indonesia” pasca-Perang Dunia Ketiga 500 tahun ke depan dan upaya mengatasi kelangkaan sumber daya; serta absurditas-absurditas lainnya yang memberi cerminan dan renungan bagi absurdnya kehidupan kita sendiri sekarang. 14 cerpen dalam buku ini memang memperlihatkan sosok iksaka Banu yang lain. Menarik untuk jadi pilihan bacaan akhir minggu Anda. (osi)

CERPEN

Subway oleh Yuditeha

Pertemuan pertamaku dengannya saat kami sama-sama berada di subway, sebutan kereta di kota Paris. Duduk kami tidak terlalu jauh dan kereta agak sepi penumpang karena pada saat itu bukan jam padat. Kulihat sebagian besar orang yang duduk di kereta itu sedang membaca buku, termasuk dirinya. Saat aku melihatnya, perasaanku mengatakan seperti telah mengenalnya. Ah, mungkin aku hanya terbawa perasaan karena dugaanku kami sama-sama berciri Asiatis. Cahaya neon dari luar kereta yang bergerak semu menciptakan bayangan berjalan menerpa dirinya, membuat wajahnya terlihat menawan. Alunan musik yang pelan mengalun di kereta itu membawa perasaan dan pikiranku mengembara. Aku membayangkan musik pembuka sebuah film drama. Sampai di salah satu gare, dia turun. Sebelum dia menghilang dari pandanganku, mata kami sempat bertautan. Sekilas aku seperti melihat dua danau kecil di sana. Meski hanya danau kecil namun nampak seperti mampu menenggelamkanku. Nyatanya ketika dia turun dari subway rasa penasaranku membuncah. Ada keinginan untuk mengikutinya lalu berkenalan dan bercakap dengannya Kisah di subway kukira adalah kisah buntu, tak berlanjut. Ternyata tebakanku salah karena di beberapa hari berikutnya aku mendapati dia sedang menikmati sejuknya udara di sekitar sungai Seine. Aku melihat dia berdiri di bibir sungai, memandang ke depan dengan khusyuknya. Di kejauhan terlihat bangunan Katedral Tua Notre Dame. Entah apa yang dia pikirkan. “Kau melihat airnya atau melihat bangunan Bunda Kita di Paris?” tanyaku dalam bahasa Inggris ketika aku sudah berada di dekatnya. Dia menoleh ke arahku. Pandangannya terlihat ragu. “Kita memang belum kenal tapi kita pernah bertemu,” lanjutku juga dengan bahasa Inggris. “Aku ingin sekali bisa ikut misa di sana,” katanya dalam bahasa Indonesia. Dari pengakuannya ternyata dia juga menebakku berasal dari Asia. Tapi bedanya denganku, dia lebih berani langsung berspekulasi dengan berbicara dalam bahasa Indonesia. Sejak saat itulah aku tahu namanya Helena. Keakraban kami di hari-hari kemudian mengalir dengan sempurna, terlebih karena kami tahu sama-sama berasal dari Indonesia. Jalinan itu bergulir jujur, bahkan ketika dia tahu kalau aku sudah menikah dengan Rima pun keakraban itu tetap tidak berubah. Perasaan orang perantauanlah salah satu yang menguasainya. Pertemuan-pertemuan setelah di Seine itu, bukan lagi sebuah pertemuan kebetulan, bahkan beberapakali aku menemani Helena mengikuti misa di Katedral tua Notre Dame dan di salah satu misa itu pernah dipimpin oleh Uskup Agung Perancis. Di sela-sela kerjaku mengelola cafe di belakang Gereja Sacre Coeur aku selalu menyempatkan menemani Helena keliling Paris. Keakraban itu pada akhirnya membuat kami saling jatuh cinta. Aku menyadari, untuk jatuh cinta dengan kondisi apa adanya bukan perkara sepele. Tapi itulah kenyataannya. Ternyata benar ungkapan ini: selalu ada ruang cinta dengan kondisi apa pun. Keherananku mengapa ini bisa terjadi pun juga sebuah bukti kalau aku mengamini bahwa sebenarnya sulit untuk jatuh cinta dengan keadaan yang tidak mendukung. Dan jika aku sengaja tidak menceritakan banyak di bagian ini, termasuk tidak kuceritakan alasan yang masuk akalnya kami bisa saling jatuh cinta bukan karena aku menganggap bagian ini tidak penting. Alasanku adalah karena inti dari cerita ini bukan pada proses itu. Aku tidak menyangka ternyata cinta Helena begitu besar kepadaku. Kata Helena selamanya cinta itu akan terpatri di hatinya. Dia juga berjanji tak akan meninggalkan aku hingga maut menjemput. Hal ini di luar ekspektasiku. “Inilah yang kukehendaki. Selamanya mencintaimu,” jawabnya ketika perasaannya kuragukan. Aku meragukan bukan tanpa alasan. Mungkin sama dengan keraguan kalian akan kisah ini. Keraguanku muncul karena aku berusaha berpikir dan bersikap yang sewajarnya. “Aku sudah tidak sendiri. Itulah kenyataan yang membuatku ragu dengan perkataanmu,” kataku

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

waktu itu. Sebenarnya ada satu lagi perbedaan yang hakiki di antara kami dan itu sudah pernah aku katakan padanya. “Kekasihku, aku tahu sudah ada perempuan yang mengabdi kepadamu dan selalu setia menunggumu pulang,” sahutnya sembari mengambil nafas dalam-dalam, “Tapi ijinkan aku untuk tetap mencintaimu tanpa aku harus merebutmu darinya.” “Aku tak yakin kamu akan bertahan,” kataku menanggapi. “Seliar-liarnya aku, aku tak pernah punya keinginan untuk mencelakainya. Jujur, aku memang pernah membayangkan dia pergi dan tak kembali. Mati mungkin. Tapi andai itu yang terjadi pasti bukan karena tindakanku.” Karena kerelaannya menerima keadaanku itulah aku jadi tersanjung. “Ini adalah selingkuh dengan

cara elegan,” gumamku. Karena tidak ada tuntutan apa pun di balik cintanya itulah yang membuatku mulai membuka selebar-lebarnya pintu hatiku. Mempersilakan dia masuk dan mencari tempat persembunyian yang paling aman di hatiku. Di kota terindah ini kami merengkuh cinta berdua. Apakah benar, cinta yang tumbuh bukan karena didasari rasa kecewa akan membawa kita pada kedalaman sukma? Apakah benar, cinta yang datang lepas dari prasangka buruk akan menghipnotis jiwa dan raga untuk menyetujui dan menjelajahi ke lain hati? Apakah benar, cinta yang datang tanpa sebuah tuntutan sanggup meruntuhkan ketegaran lalu mencandu kalbu? Kalau jawabannya iya, berarti aku telah terjangkiti cinta macam begini. Menduakan Rima hingga aku benar-benar jatuh dalam cinta Helena, yang kini mengkristal dalam dadaku. Setelah itu di dalam jiwaku tertanam harapan besar, semoga Tuhan memberi waktu sekian dari hidupku untuk menuntaskan cintaku bersama Helena dan menyelesaikannya sampai akhir. Di saat aku terbang di awang-awang oleh cinta Helena, tiba-tiba gravitasi dari efek cinta itu muncul hingga menghempaskanku pada dasar terhina. Terpuruk tanpa daya. Helena yang dulu bergelora, tanpa signal sebelumnya spontan sikapnya berubah. Dia menjadi beku. Dia meninggalkan aku tanpa kata. Kurasakan dia jadi garang dalam kebisuannya. Dia jadi kejam dalam kesunyiannya. Dia jadi

oportunis dalam kesuciannya. Dia tak pernah menghubungiku lagi dan aku tak bisa menghubungi dia lagi. Padam begitu saja. Semua tempat yang pernah kami kunjungi aku telusuri tapi aku tak pernah mendapatinya. Bahkan aku pernah memaksakan diri untuk ikut misa di Katedral Tua Notre Dame dan di Gereja Sacre Coeur hanya untuk mencari keberadaannya juga tidak berhasil menemukannya. Segala daya upaya terasa sia-sia. Apa yang kupertanyakan tak pernah terjawab. Semua janji yang terucap dulu tak pernah nyata. Karena hatiku bukan terbuat dari baja, maka aku pun akhirnya jatuh dalam derita. Tak ada keputusan darinya membuatku linglung, stres dan tak bisa berfikir jernih. Semua terasa jadi jumpalitan. Kaki di kepala, kepala di kaki. Aku tak ingin melakukan apaapa. Di saat tekanan itu begitu kuat aku suka pergi tanpa tujuan. Pindah dari subway satu ke subway yang lain sekedar menghabiskan waktu dan melupakan hari-hari burukku. Tapi, rongrongan kehinaan ini terus saja berlangsung, merusak kewarasanku. Aku merasa terhina, kalah dan tak bernyali lagi. Selayaknya terlempar dalam kubangan lumpur nista. Aku jatuh dalam kekecewaan. Kekecewaan itu kian hari kian tebal hingga seringkali mengejakan keinginan yang paling bejat. Membunuhnya sesegera mungkin, lalu membunuh diriku sendiri. Di sisi lain. Aku jadi teringat cintaku Rima. “Astaghfirulloh,” ucapku lirih. Selama ini aku merasa telah mengakalinya. Tak ada hukuman yang lebih pantas bagi laki-laki ingkar sepertiku selain mati. Jadi ketika di dalam diriku ada keinginan untuk mengakhiri hidupku bukan hanya karena kesesakkan hatiku atas sikap Helena tapi juga karena aku ingin menghukum diriku sendiri. Tapi andai Helena tidak pernah pergi dari hidupku, apakah aku bisa yakin akan kelangsungan cintaku bersama Rima? Kewarasanku mulai bekerja. Dari peristiwa ini, sebenarnya Helena telah membantuku membuat keputusan. Keputusan untuk kembali kepada cinta Rima. Sebab aku menyadari untuk memutuskan sendiri tetap bersama Rima dalam keadaan Helena masih ada, sangatlah berat. Kini aku berpikir, meski Helena telah tega meninggalkanku dengan sadisnya, meski Helena telah melemparku seperti dia membuang sampah tapi sejujurnya dia telah memulihkan kesadaranku. Seharusnya aku berterima kasih kepadanya karena aku yakin justru karena ketegaran hati Helena-lah, kisah jalinan cintaku bersama Rima tetap berlangsung. Ini ibarat aib yang memudar. Lalu apa yang akan aku lakukan setelah kesadaranku muncul? Inilah yang kulakukan, aku tidak pernah akan membunuh Helena meski kenyataannya dia telah membuatku sakit yang sampai detik ini masih mendekam dalam tubuhku dan menjelma tumor di dalam hatiku. Mungkin kisahku bersama Helena memang sekedar kisah perjalanan wisata dengan subway, yang tak pernah akan muncul di permukaan. Sekarang aku lebih memilih mencintainya dengan cara yang berbeda. Aku juga tak jadi menuntaskan hidupku di Montmartre, bukit tertinggi di Paris yang sedianya telah kurencanakan sebagai tempat matiku. Dulunya aku ingin dikenang di sana, biar tempat itu tidak hanya terkenal sebagai rumahnya para perupa dunia. Kini, ada panggilan suci di dalam diriku untuk tetap menemani Rima. Aku telah menghubungi Rima di Indonesia beberapa hari yang lalu agar tahun ini dia bisa mengambil cuti lalu menyusulku, dan hari itu adalah hari ini. Pada saat Rima tiba di Paris, dia memakai hijab hadiah dariku saat ulang tahunnya setahun lalu. Aku sangat terharu. Aku akan memanjakannya berkeliling wisata di kota Paris sembari menikmati perjalanan dengan subway. Kuharap semua tempat yang dulu aku kunjungi bersama Helena, kini bisa aku lakukan bersama dengan Rima. Tapi pastinya akan ada satu kisah yang kulalui bersama Helena tentu saja tidak kulakukan saat aku bersama Rima, yaitu ikut misa di gereja Katedral Tua Notre Dame. Catatan: Sabway : Kereta bawah tanah Gare: Terminal subway “Bunda Kita di Paris”: Sebutan Katedral tua Notre Dame de Paris

Budi Hari Pujiono

Y. Anang Jatmiko

Nuriarta

Achmad Cholid

Satya Dewi

Afrizal


6 Capricorn Peruntungan: Perjalanan Anda masih sangat panjang sehingga sangatlah naif jika Anda cepat merasa puas dan cukup dengan apa yang telah diraih selama ini. Jangan terlena oleh berbagai pujian, karena terkadang pujian itu merupakan racun bagi perjalanan karier dan bisnis Anda. Karier: Tak ada ruginya jika Anda mulai mencoba mendekati atasan, mumpung hatinya lagi gembira dan tak ada masalah. Kesehatan: Mumpung badan lagi sehat alangkah baiknya jika dipelihara dan dijaga dengan penuh kesabaran. Keuangan: Banyak orang licik di sekitar Anda minggu ini, waspadalah jangan mudah mengeluarkan uang begitu saja. Asmara: Takkan lari cinta dikejar, jika dia memang benar-benar cinta pada Anda maka si dia pasti mau menerima apa adanya. Aquarius Peruntungan: Bintang terang masih menyinari nasib Anda walaupun sudah tidak begitu terang. Untuk itu agar kejayaan tetap berada ditangan sebaiknya Anda perlu meningkatkan prestasi kerjanya, jangan sampai terkesan jalan ditempat dan kurang ada variasi. Karier: Tak perlu omong besar jika tak ada bukti yang bisa membikinnnya percaya, itu hanya akan membuatnya tertawa saja. Kesehatan: Omongan dari orang lain yang cukup menyinggung hati Anda, sebaiknya bisa disikapi dengan penuh kesabaran, tak perlu dimasukkan hati. Keuangan: Segala tawaran yagn datang jangan asal terima tanpa pikir panjang, Tak perlu terburu-buru karena hanya akan merugikan saja. Asmara: Hubungan kisah kasih selalu ada perselisihan dan beda pendapat, tak perlu diperpanjang segera saja disudahi segala pertentangan itu. Pisces Peruntungan: Masih perlu kesabaran dan kerja keras, jangan biarkan diri Anda dililit perasaan putus asa, karena sikap tersebut hanya akan menghancurkan segalanya. Optmislah apalagi diminggu ini bintang penolong mendampingi Anda. Karier: Janganlah mudah menceritakan rahasia pribadi kepada partner kerja Anda, ada baiknya Anda simpan dulu sendiri. Kesehatan: Hadapilah semua masalah itu dengan pikiran tenang dan sabar karena itu merupakan kunci untuk dapat hidup sehat. Keuangan: Cukup berprospek bagus, ada baiknya Anda bersabar dan tetap bertindak hati-hati. Asmara: Tak perlu menutup diri karena itu hanya akan membikin pusing diri Anda saja. Aries Peruntungan: Hindari segala macam konflik, walaupun sebenarnya Anda dipihak yang benar ada baiknya Anda menghindar dan mengalah saja, tunggu sampai situasi kembali baik dan menguntungkan. Karier: Kesempatan untuk berbicara dengan atasan tampak terbuka lebar, jangan disia-siakan. Kesehatan: Kondisi badan terus menurun sehingga sedikit banyak juga mempengaruhi kesehatan diri Anda, untuk itu rajin-rajinlah berolahraga dan istirahat teratur. Keuangan: Jangan main spekulasi karena bukan untung seperti apa yang Anda harapkan akan tetapi bisa-bisa justru buntung yang Anda terima. Asmara: Pandaipandailah menjaga sikap, jangan sampai terlalu vulgar dalam bergaul. Taurus Peruntungan: Ketenangan dan ketentraman hati benar-benar bisa Anda rasakan di minggu ini, permasalahan tak begitu menekan sehingga pikiran bisa sedikit rileks dibandingkan minggu-minggu kemarin yang tampak berat sekali. Karier: Akan lebih baik Anda diam jika omongan Anda sudah tidak begitu didengar oleh rekan-rekan Anda. Kesehatan: Kondisi badan cukup terjaga dan tidak ada yagn perlu ditakuti. Tetaplah beraktifitas dengan tenang dan jagalah konsentrasi pada pekerjaan Anda. Keuangan: Cukup stabil dan pemasukan masih terus mengalir dengan derasnya, sehingga kebutuhan akan dapat tercukupi dan terpenuhi. Asmara: Jagalah perasaannya sekalipun suasana sudah lebih tenang dan harmonis. Gemini Peruntungan: Di minggu ini segalanya tampak lancar-lancar saja, begitu juga dengan suasana hati Anda tampak bergairah sekali. Ini dikarenakan bintang Anda yang semakin mujur dan bersinar. Untuk itu bila ada tawaran sebaiknya jangan disia-siakan begitu saja. Karier: Dengan tersenyum maka segala perselisihan dan perbedaan pendapat akan bisa segera mencair. Kesehatan: Jangan biarkan amarah menghiasi pikiran Anda, karena bagaimanapun juga amarah hanya akan membuka kelemahan yang ada pada diri Anda, untuk itu waspadalah. Keuangan: Pemasukan cukup lancar dan pengeluaran masih bisa terkendali. Asmara: Suasana tetap mesra dan harmonis, jagalah suasana yang sudah baik ini jangan sampai Anda rusak hanya karena topik pembicaraan yang seharusnya bisa dihindari. Cancer Peruntungan: Walau suasana kurang begitu menyenangkan sebaiknya Anda tak begitu saja berputus asa, justru Anda harus termotivasi untuk berbuat lebih baik dibanding minggu-minggu kemarin. Di saat ini peluang masih terbuka lebar hanya saja situasi di sekeliling Anda tampaknya yang kurang begitu mendukung. Karier: Yang siap mental saja, karena rekan-rekan Anda tampak mulai usil dan membikin gara-gara. Kesehatan: Berusahalah untuk bersikap sabar dan tenang dalam menghadapi segala macam persoalan hidup, dan jangan lupa untuk selalu berdoa kepadaNya. Keuangan: Segala sesuatunya harus ada “Hitam di atas Putih”, karena di saat seperti ini banyak sekali orang yang mudah lupa atau sengaja lupa dengan segala janji-janjinya. Asmara: Hubungan yang sudah baik ini dipertahankan, jangan perdulikan hasutan orang, percayalah akan kesetiaannya. Leo Peruntungan: Sekalipun kemajuan masih belum dapat dirasakan dan dinikmati sebaiknya jangan frustasi karena ini semua sudah merupakan kehendak alam agar Anda lebih bisa tekun dan sabar dalam menghadapi realita ini. Tetaplah bersemangat karena hanya dengan kerja keraslah maka semua impian itu akan bisa terealisasi. Karier: Atasan lagi gundah hatinya, untuk itu jangan sekali-kali Anda membikin kesalahan di depannya. Kesehatan: Di saat seperti ini kondisi badan Anda cukup prima sehingga dengan diimbangi olahraga yang benar maka kesehatan badan akan dapat selalu terjamin. Keuangan: Bisnis Anda masih mampu mendatangkan keuntungan yang lumayan besar sehingga segala kebutuhan akan mampu terpenuhi. Asmara: Bila ada masalah sebaiknya segera didiskusikan dengannya jangan tunggu nanti keburu masalah semakin membesar. Virgo Peruntungan: Sejelek-jelek kritikan bila Anda memperhatikan dan meresapinya dalam-dalam itu akan lebih menguntungkan, karena seakan-akan Anda diingatkan olehnya walaupun terkadang hati Anda tidak mampu menerima kritikan tersebut. Karier: Tak selamanya ide Anda akan bisa diterima oleh rekan-rekan, untuk itu sebaiknya jangan takabur dulu. Kesehatan: Saran dari dokter sebaiknya terus Anda perhatikan, jangan sekali-kali melanggarnya, jangan biarkan penyakit Anda kambuh kembali karena kesembronoan Anda sendiri. Keuangan: Tak perlu ingin usaha lainnya dulu saat ini, cobalah Anda tekuni dulu yang sudah ada, karea itu akan lebih pasti hasilnya. Asmara: Cukup mulus jalannya, cuma harus bisa mengekang diri dengan tak terlalu bernafsu bila mendengar berita yang kurang enak. Libra Peruntungan: Tak selamanya hal yagn sedih merupakan sebuah cobaan, adakalanya keberuntungan juga merupakan ujian untuk bisa mempertahankan derajat hidup. Itulah yang harus Anda resapi untuk tidak sampai lupa diri dikala suasana gembira dan menyenangkan. Karier: Jangan takut untuk mengambil keputusan berani, yang terpenting itu benar-benar berasal dari hati Anda yang paling dalam dan bukan dari omongan orang lain. Kesehatan: Kebiasaan tidur terlampau malam cobalah dikurangi, ingatlah bahwa aktifitas yang Anda jalani cukup padat dan menguras stamina. Keuangan: Masih ada rezeki yag tak disangka sebelumnya yang mampu membuat keuangan Anda menjadi stabil kembali. Asmara: Apa sulitnya mendengarkan apa yang diucapkannya dan tak perlu membantahnya, tunggu sampai sidia selesai berbicara, agar kepuasan hatinya tetap terjaga. Scorpio Peruntungan: Tak perlu terombang ambing oleh kebimbangan sendiri, jika ingin sukses harus punya pendirian sendiri yang teguh, percayalah dan yakin bahwa keputusan yagn sudah diambil itu adalah benar. Karier: Rencana yagn belum dapat terealisasikan sebaiknya dikoreksi lagi biar lebih sempurna. Kesehatan: Waktu istirahat terasa kurang, bila ada waktu senggang cobalah digunakan untuk tidur dan benar-benar-benar tidur jangan sampai mata terpejam akan tetapi pikiran terus melayang entah ke mana. Keuangan: Usahakan untuk selalu berpedoman pada anggaran yang telah Anda susun, karena dengan demikian pemborosan akan dapat Anda tekan. Asmara: Tak perlu dirisaukan dan jangan mudah terpengaruh atau selalu curiga lebih baik saling terbuka agar tetap selalu harmonis. Sagitarius Peruntungan: Jangan terlena oleh keberhasilan di masa lalu yang seharusnya bisa dijaga dan dipertahankan agar tidak sampai mengalami penurunan. Hindari segala macam perbuatan kotor walaupun untuk saat ini masih aman-aman saja. Karier: Berusahalah untuk menempuh jalan yang benar dan bersih agar apa yang diraih bisa bertahan untuk jangka waktu yang lama. Kesehatan: Stamina jangan sampai terforsir untuk kegiatan yang kurang begitu penting, tak perlu hanya mengikuti kesenangan dan hobi saja. Keuangan: Segi finansial banyak pemasukan, tetapi pengeluaran juga cukup membengkak, untuk itu perlu memanagenya dengan sebaik mungkin. AsDiasuh Oleh mara: Jalan tidak selamanya Putri Wong Kam Fu mulus, pasti ada kerikil-kerikil tajam yang harus Anda lalui Berlaku : 24 - 30 September 2017 berdua.

DIMENSI

Minggu Paing, 24 September 2017

Yajna Agung yang Terlupakan maharsinam bhrgur aham giram asmy ekam aksaram yajnanam japa-yajno’smi sthavaranam himalayah (Bhagavad-gita 10.25) “Aku adalah Resi Bhrgu di antara para maharesi, di antara getaran-getaran suara Aku adalah Aksara Suci OM. Di antara korban-korban suci, Aku adalah Japa-yajna, korban suci mengucapkan mantra berulang-ulang. Dan di antara yang tegak tidak bergerak Aku adalah Himalaya.” Japa-yajna, yaitu persembahan suci yajna dalam bentuk mengucapkan mantra berulang-ulang, merupakan persembahan yajna bhakti yang maha agung, suci, tinggi dan sangat mulia. Sayangnya karena satu dan lain hal umat Hindu Dharma di tanah air sempat menjadi “tidak kenal” lagi dengan japa-yajna ini. Praktik tersebut hilang lenyap dari bagian pelaksanaan penting Hindu Dharma di tanah air dalam kurun waktu cukup panjang. Hal tersebut bahkan sempat menyebabkan segelintir umat menjadi anti-pati dengan praktik ber-japa karena dianggap sesuatu yang baru dan bukan dari ajaran Veda. Istilah berjapa-mantra di Bali dikenal sejak dahulu karena tertulis dalam lontar-lontar, seperti: yoga ning japa-mantra, dadya ta kandheg sira salila sarwi angelaraken yoga-samadhi, dinuluran pūja-stuti mwang japa-mantra uttama, kinahanan dening japamantra, tatan tamba tan mantra tan homa tan japa wenan manulun saken pati, dan lain-lain. Zaman dahulu lontar merupakan media untuk menyimpan file-file tulisan jauh sebelum adanya kertas yang kini kita kenal, atau pada zaman teknologi saat ini biasanya kita menyimpan file dalam komputer. Tidak terdapat perbedaan prinsip berjapa-mantra dalam lontar dan Veda. Ia merupakan praktik spiritual untuk mengantarkan orang kepada tujuan hidup “jagat hita” (kesejahteraan hidup material) dan “moksa artham” (pembebasan kekal abadi dari putaran kesengsaraan material). Sedangkan intisari, pengertian dan rahasia

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa japa-mantram yang lebih penting tidak diperjelas lebih jauh di dalam lontar-lontar, dan/atau sangat langka ada lontar yang menjelaskan perihal tersebut secara detail. Bahkan lebih jauh kata japa di dalam lontar lebih banyak mengacu pada pengertian sebagai pengucapan mantra saja. Banyak pula lontar yang berbau “keputusan”, atau yang bertujuan untuk menguasai pencapaian suatu ilmu tertentu seperti kesaktian/kewaskitaan dan lain-lain, lalu pada bagian akhir setelah penyampaian sarana dan lainlainnya dilakukan maka selalu dilanjutkan dengan berjapa, yaitu pengucapan mantra berulangulang baik diucapkan langsung maupun hanya di dalam batin dengan tujuan berdoa dan memohon izin pada Hyang Isvara. Terdapat banyak jenis “keputusan” yang menawarkan berbagai jenis hasil-hasil duniawi yang cukup sulit orang akan menolaknya. Ada juga “keputusan” Anoman yang bertujuan untuk membuat orang yang mempraktikkannya bisa memiliki kemampuan terbang. Namun sayangnya pelaksanaan japa-mantra yang dahulu dipraktikkan oleh para leluhur dengan baik kini hanya tinggal istilah saja, dan itu pun hanya dalam arti kecil, yaitu diartikan sebagai pengucapan mantra saja. Pelaksanaan japa-mantra merupakan teknik sangat penting. Japa dimaksudkan di sini adalah pengulang-ulangan mantra dengan sungguh-sungguh. Mantra yang paling pas digunakan biasanya adalah yang diberikan langsung oleh Guru Spiritual. Terdapat pula praktik japa-mantra dengan mempergunakan medium berupa angka. Teknik japa-mantra yang diberikan oleh Guru tidak boleh diajarkan begitu saja kepada orang lain, sebelum memberikan hasil maksimal kepada sang penekun. Bagi seorang siswa spiritual, angka yang sudah di-“set” adalah

sebuah “mantram” yang sudah disiddhi-kan oleh Guru. Mantram tersebut akan sangat ampuh dijapa-kan dalam usaha meningkatkan spiritual seseorang. Hanya dengan cara penerimaan seperti itu japa-mantram akan bermanfaat maksimal. Kalau tidak, orang tidak akan mengerti nilai dari pada teknik pengulang-ulangan mantra atau angka pilihan. Banyak pula yang melakukannya hanya sebagai sebuah pelengkap luar praktik spiritual, atau lebih parah lagi hanya sebagai ajang pamer pada orang lain bahwa dirinya adalah seorang penekun spiritual. Padahal praktik spiritual tujuannya adalah untuk membentuk ke dalam diri, dan bukan ditampilkan keluar. Menurut kitab tuntunan suci Sri Hari Bhakti Vilasa, orang hendaknya mengetahui dengan dengan jelas (tasya bhedan nobodhata) perihal tiga jenis berjapa yang baik (trividho japa-yajnah syat). Masing-masing secara berurutan merupakan cara berjapa yang lebih baik (trayanam japa-yajnanam sreyan syad uttarottarah). Kitab tuntunan praktik agama spiritual sehari-hari bernama Brhad Nityakarma Padhati menguraikan tiga jenis japa-yajna tersebut; pertama dinamakan vacika-japa-yajna, yaitu mengucapkan mantra berulangulang dalam pelafalan kata dan kalimat yang sangat jelas (yad ucca-nica-svaritaih spasta-sabdavad-aksaraih mantram uccarayed vyaktam japa-yajnah sa vacikah). Lebih baik dari vacikah adalah upamsu-japa-yajna, yaitu dengan perlahan mengucapkan mantra serta cukup didengar sendiri, bibir bergerak sangat sedikit (sanair uccarayen mantram isad austhau pracalayet kincic chabdam svayam vidyad upamsuh sa japah smrtah). Dan akhirnya yang ketiga dianggap terbaik dinamakan manasa-japayajna, yaitu melalui batin atau pikiran merenungkan suku kata untuk membuat kata, lalu juga melalui pikiran merangkai kalimat, lalu melanjutkan pengulang-ulangan mantra dalam batin (dhiya yad aksara-srenya varnad varnam padat padam sabdartha-cintanabhyasah sa ukto manaso japah). Akhirnya terdapat pula jenis berjapa-mantra dengan cara menuliskan di atas kertas dan lain-lain dalam jumlah tertentu, atau sebanyaknya. Mengenai mantra yang akan dipergunakan saat ber-japa, perlu

mendapatkan perhatian lebih jauh, bahwa yang diambil dan dipelajari dari buku atau internet, menurut Acharya-Shri Kamal Kishore Goswami, ia bukanlah mantra melainkan hanyalah kalimat biasa. Mantra-mantra seperti itu tidak bisa mengantarkan seseorang pada pencapaian spiritual sejati. Mungkin bisa memberikan efek sampingan berupa kesaktian, atau kemampuan tertentu. Namun, karena kesalahan pengucapan atau tanpa disertai pemahaman akan arti dari mantra yang digunakan, ada juga yang malah jatuh secara spiritual maupun duniawi bahkan sering tingkah lakunya bisa berubah menjadi aneh di mata orang lain. Selain pembagian dalam Sattva, Raja, dan Tamasa-guna, mantra juga dibedakan atas (1). Mantra, (2). Pemberi Mantra, dan (3). Penerima Mantra. Ketiganya harus klop, pas, dan memenuhi syarat kesempurnaan mantra sesuai dengan pengertiannya. Mantra adalah formula sakti penuh tenaga spiritual. Ia dilihat oleh para Resi agung lewat samadhi (jangan dibaca: meditasi)nya, kemudian diambil atau diterima secara spiritual oleh para Resi dari alam spiritual, sehingga mantra itu merupakan formula spiritual penuh kekuatan. Pada proses pemberian mantram dari Guru kepada murid, oleh karena yang memberikan mantra sempurna adalah Resi yang mendapatkan langsung dari alam spiritual, maka orang yang menerima mantra akan mendapatkannya dengan lebih baik dan tanpa usaha keras. Mantra yang ditulis di dalam kitab bukanlah mantra, dalam artian ia tidak memiliki kekuatan penuh, karena hanya berupa kalimat semata. Mantra berarti ia yang rahasia dan yang rahasia itu adalah yang tidak kelihatan, yang niskala, isi dari kalimat itu sendiri. Kacang kulit, orang tidak akan mengatakan kulitnya sebagai kacang. Akan tetapi, jika orang melihat isinya maka orang akan mengatakan bahwa itu adalah kacang kulit. Demikianlah halnya dengan mantram. Kejelian dan keawasan spiritual sangat diperlukan dalam mempelajari serta mempraktikkan mantram. Bagi orang-orang yang berkecimpung di dalam tradisi spiritual Veda, mengetahui dan men-set “bija mantra” pada mantra adalah sangat penting.

MIMBAR AGAMA

Yang Jahat Memusuhi yang Baik

Redaktur Khusus MIMBAR

KATOLIK

Ignatius Suharto Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya.. Baiklah ia kembali kepada Allah kita sebab Ia memberi pengampunan dengan limpah. (Yesaya 55:7ac) Pewartaan ini mendasarkan diri pada bacaan pertama Misa Minggu XXV (24-09-17) dan Pesta MalaikatAgung (29-09-17). Lalu, siapakah yang jahat dan siapakah yang baik? Keduanya dimungkinkan dari golongan manusia atau pun dari golongan malaikat. Apa sajakah tanda-tanda atau ciri-cirinya? Agaknya, menyebutkan ciri-ciri yang jahat lebih mudah daripada menyebutkan ciri-ciri yang baik. Ciri-ciri yang jahat antara lain mempunyai sifat yang dikenal dengan singkatan ‘bongkibulgelimama’, yaitu sombong, kikir, cabul, gelojoh, irihati, malas, dan marah-marah. Dalam katekese, ketujuh sifat itu disebut tujuh akar dosa. Dari ketujuh akar dosa itu tumbuhlah perilaku jahat dan perbuatan dosa. Sombong berarti meninggikan diri dan merendahkan atau/dan melecehkan orang lain, suka menghakimi orang lain dan merasa diri paling hebat. Kikir/pelit dan gelojoh/ serakah juga dapat menjadi kejam dan keji, ditengarai dengan suka mengambil barang dan balas jasa yang bukan haknya, dengan merampas hak orang lain, dengan cara-cara melanggar etika, moral dan hukum, seperti sogok (menyuap atau /dan menerima suap) . mencuri, korupsi, dan mencurangi. Akardosa iri hati menumbuhkan kebencian, fitnah, hoax (berita bohong), menjelek-jelekkan dan menutupi kebaikan lawan /rivalnya, bahkan sampai melakukan pembunuhan karakter. Akar dosa cabul menumbuhkan perselingkuhan, perkosaan dan pemerkosaan, paedofilia, pelacuran, perilaku pornografi dan pornoaksi, dengan menampilkan hal-hal cabul melalui cerita lisan ataupun tertulis, gambar, pembuatan video porno dan menyiarkannya lewat media cetak ataupun media elektronik. Akar dosa marah-marah tum-

buh dengan tanpa alasan logis dan ketidakmampuan mengendalikan emosi dan diri sendiri. Marah juga dapat tumbuh karena kesombongannya; lantaran disinggung harga dirinya; karena salah paham, curiga, juga larena kekikirannya misalnya miliknya diganggu; dan dapat juga karena kecabulannya lantaran gagal melampiaskan nafsu percabulannya. Bahkan kemarahan dapat tumbuh karena akar-akar dosa yang lain. Misalnya melihat rival yang membuat dia irihati semakin sukses. Yang sangat mengkhawatirkan dari akar dosa marah-marah kalau sampai mata gelap, tega untuk membunuh orang lain dan bunuh diri. Orang yang mempunyai tujuh sifat dan perilaku yang demikian itu jelas tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Di Kerajaan Surga tidak boleh ada dosa dan kejahatan. Ingat? Adam dan Hawa diusir dari surga “hanya” karena makan buah terlarang. Oleh karena itu, ikutlah saran Nabi Yesaya sprit yang mengawali tulin ini. Singkatnya, bertobatlah. Ciri yang jahat masih ada. Ikutlah kisah yang dirtitakan Yesus berikut ini. “Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: ‘Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.’ Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: ‘Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.’ Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab, barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan. (Lukas 18:10-14) Yang jahat dan yang baik juga terdapat dalam golongan malaikat. Beginilah ceritanya: Tuhan menciptakan Surga dan bumi dan semua malaikat dan para pemimpin malaikat yang disebut Malaikat Agung Para malaikat agung adalah sahabat Tuhan. Mereka bercahaya, gagah dan perkasa. Di antara para malaikat agung adalah St. Mikhael, St. Gabriel, St.Rafael. Selain mereka ada juga Lucifer. Lucifer sangatlah elok hingga para malaikat menyebutnya

Putera Fajar. Semla para malaikat itu hidup bahagia karena mereka bersamasama dengan Allah dan mereka semua mengasihi-Nya. Namun kemudian, pada suatu hari Lucifer berkata kepada dirinya sendiri: “Mengapa harus Tuhan yang paling berkuasa di Surga? Mengapa bukan aku? Aku bisa terbang dan berubah wujud, aku elok serta gagah perkasa. Sesungguhnya aku ini sama pentingnya dengan Tuhan. Mulai sekarang aku tidak lagi akan melakukan perintah-Nya. Aku akan melawan Dia dan Surga akan menjadi milikku!” Maka, Lucifer pergi berkeliling Surga dan ia mengumpulkan banyak malaikat yang juga meras dianggap kurang penting dibanding Tuhan hingga terbentuklah suatu pasukan yang besar. Pasukan para malaikat itu menuju Tahta Allah dipimpin Lcifer yang berkata dengan sombongnya, “Kami ini sama pentingnya dengan Engkau. Mengapa harus Engkau yang menjadi Raja atas Surga dan atas kami? Kami ini gagah perkasa dan elok. . Kami akan bertempur melawan Engkau untuk merebut Kerajaan Surga.” Menghadapi hal itu Tuhan bersabda, “Lucifer, Aku menganggapmu sebagai sahabat, dan Aku percaya kepadamu. Bertindaklah bijaksana! Coba pikirkan apa yang hendak engkau lakukan ini.” Jawab Lucifer, “Aku sudah memikirkannya, Lebih baik aku tidak tinggal di surga daripada Engkau harus menjadi Rajaku. Demikian juga pendapat para malaikat yang lain!” Dan para malaikat yang memihak dia untuk memberontak

berseru dengan suara lantang: “Kami berpihak pada Lucifer! Hidup Lucifer! Biarlah ia yang memerintah atas kami di Surga! Kami tidak menghendaki Tuhan.” Tuhan menjawab, “Baiklah jika kalian memang tidak menghendaki Aku. Tetapi, jika kalian hendak menguasai Surga, kalian boleh mencobanya jika itu memang kehendak kalian.” Kemudian, Tuhan memanggil Malaikat Agung St. Mikhael dan memerintahkannya untuk membentuk ‘Pasukan Balatentara Surgawi’ yang berada di pihak Tuhan. Maka, terjadilah pertempuran besar di Surga. Tetapi Lucifer dan konco-konconya tidak dapat menang. St. Mikhael menghalau Lucifer dan para pengikutnya dari Surga dan mereka jatuh ke bawah hingga ke neraka. Pintu Surga kemudian ditutup. Sorak-sorai terdengar membahana dari pihak ‘Balatentara Surgawi’ yang dipimpin oleh St. Mikhael: “Surga telah menang! Bersoraklah dan bergiranglah, hai seluruh malaikat Allah! Allah yang Maha Baik selalu menang!” Itulah asal mulanya kita berdoa, “Malaikat Agung St. Mikhael, lindungilah kami dalam peperangan,” Sebab, ia adalah Panglima Perang Balatentara Surgawi. Atas kekalahannya itu Lucifer amat marah. Lucifer tidak pernah lagi diperkenankan masuk ke dalam Surga untuk selama-lamanya. Bahkan ia lalu diberi nama Iblis atau Stan. Maka, tumbuhlah kebencian dan kedengkiannya, dendamnya, kesombongannya, keirihatiannya, dan keserakahannya. Ia sangat membenci Tuhan dan berniat melakukan apa saja untuk membalas Tuhan.

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@ yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)


Redité Paing, 24 September 2017

Bali L e m b a r

Bencingah Jero Mangku Ketut Jati

Tutur Aji Janantaka BALÉ delod wantah sinalih tunggil wangunan sané mabuat sajeroning paumahan tradisional Bali. Sané patut taler kauningayang, balé inucap akéhan ngawigunayang kayu saihang ring balé siosan. Manut Jero Mangku Ketut Jati, undagi balé tradisional Bali saking Br. Nyelati, Kuwum, Mengwi, Badung, kayu sané kawiBPM/was gunayang makarya balé delod akéhan minakadi kayu nangka miwah kayu jati. Kayu nangka utawi ketéwél kawigunayang ring luanan, kayu jati wantah kawigunayang ring tebénan. “Manut Tutur Aji Janantaka, kayu nangka utawi ketéwél wantah kayu prabu utawi panumadian Ida Sang Prabu sané patut kagenahang ring luanan. Yéning kayu jati wantah kayu parekan utawi panumadian pepatih, patut ring tebénan,” baos dané. Jero Mangku sané sampun dados undagi wewangunan Bali saking warsa 1966 puniki malih maosang, yéning ring balé delod wénten piranti kayu sané usak utawi cacat sinah pacang ngulgul utawi ngwetuang parindikan sané nénten becik ring krama sané sirep irika. Minakadi conto, wénten saka balé kakaryanin saking kayu sané bolong, majanten patut kagentosin antuk kayu sané anyar tur becik mangda nénten kaucap balé cacat. Asapunika taler tatkala wénten song sunduk sané beneng sareng socan kayu utawi socan kayu sané majepit antuk waton, sinah nénten becik duaning punika prasida ngulgul kahanan krama sané merem utawi sirep irika. “Minakadi nénten mrasidayang sirep, kebus kantos uyang, awak marasa semutan, sakit bangkiang miwah sané siosan. Sakéwanten mawali malih ring nyem utawi panes tampak raga saking krama sané sirep irika,” Jero Mangku Ketut Jati nguningayang. (was)

Putu Rumawan Salain

(95)

B a l i

Ngwangun Balé Delod

Ngawigunayang Wilangan Gedong Simpen KAHURIPAN krama sampun sayan-sayan nglimbak tur modern sangkaning panglimbak jaman globalisasi. Sakéwanten durung majanten makasami parikrama miwah parindikan kuna utawi tradisional lantas katilarin krama duaning kantun akéh sané becik kajagra utamanipun sané kantun adung kamargiang saraina kantos mangkin. Minakadi pidabdab utawi tata-titi ngwangun paumahan tradisional krama Bali marupa Balé delod. Balé delod wantah sinalih tunggil balé adat sané madaging antuk tattwa-tetuek saking panglingsir nguni. Wangunipun minakadi balé saka nem utawi balé sané madaging antuk adegan nem katih, balé saka ulu utawi maadegan kutus, balé tiang sanga, miwah balé saka roras. Balé delod ketah kawigunayang sajeroning parikrama upacara minakadi masakapan, ngotonin, matelubulanan miwah masangih. Sios punika, tatkala wénten angga kulawarga ring paumahan inucap sané kalayusekaran utawi padem, sinah layonipun kagenahang ring balé delod. Punika satmaka cihna yéning akéh parikrama upacara ngeninin indik manusa sané kamargiang ring balé inucap. Jero Mangku Ketut Jati, undagi wewangunan adat Bali saking Br, Nyelati, Kuwum,

Mengwi maosang, balé delod taler prasida kawigunayang pinaka genah mararian utawi sirep saraina yadiastun irika ketah kamargiang upacara yadnya. “Yadiastun ring balé inucap polih kagenahang layon, risampuné nglintang tigang raina wusan ngabén sinah ring balé delod inucap patut kamargiang upacara pabersihan mangda prasida kanggén genah sirep malih,” baos dané. Soroh balé delod akéhan madaging plangkan asiki tur magenah ring bucu Kelod Kangin utawi ring tengah-tengah sakadi ring Balé Murda. Wénten taler sané madaging kalih plangkan, ring kenawan utawi delodan miwah kébot utawi baleran, nanging kantun dados asiki. Mangku Jati maosang, kawigunan kekalih plangkan ring balé inucap kabinayang. Sané delodan akéhan kawigunayang genah layon tatkala wénten kalayusekaran. Sané dajanan kawigunayang ri kala upacara ngotonin, masakapan, miwah masangih. Dané malih maosang, kawigunan punika nénten dados magentos-gentos utawi masiluran napi malih yéning wénten kalih angga kulawarga irika sané padem tur sinarengan kaabén, krama patut ngenahang layon inucap mapepetan ring plangkan sané delodan, bantennyané wawu kagenahang ring kebot utawi

BPM/was

BALE – Ring paumahan adat krama Hindu Bali, ketah kapanggihin kawéntenan balé delod. Tios pinaka genah ngamargiang makudang-kudang upacara yadnya, balé delod taler kawigunayang pinaka genah mararian. plangkan sané baléran. Ngeninin indik embang sareng balé daja tatkala jagi ngwangun balé delod, patut becik kasikut. Dané maosang yéning sikutnyané kirang langkung pat likur nanggu asampel utawi pat likur nanggu atampak ngandang sané ketah kabaosang sikut Gedong Simpen. Wilangan pat likur

punika wantah wilangan sané pinih ageng sané ngawinang natahnyané dados jimbar. Prasida ngawigunayang wilangan sané alitan inggih punika ngirangin wilangan pat likur malih pitung tampak. Mawinan dados pitulas tampak nanggu asampel utawi pitulas nanggu atampak ngandang, sakéwanten patut

nganutin kahanan utawi jimbar pakarangan sané kadruénang. “Sikut wilangan tampak punika prasida kawilangin ngawit lemah déngdéng balé daja kantos lemah déngdéng balé delod utawi saking undagan balé daja ka undagan balé delod,” asapunika Jero Mangku Jati nartayang. (was)

Kawéntenan Jineng

Panglantur Kahuripan SINALIH tunggil parindikan sané mabuat ring paumahan krama Hindu Bali wantah jineng sané raket pisan sareng kawéntenan paon. Ring jineng ketah kagenahang makudang-kudang lakaran reratengan druén krama paumahan irika utamanipun marupa jijih wiadin beras. Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain BPM/was M.Si., dosén mata kuliah Arsitektur Indonesia Universitas Udayana (UNUD) maosang, ring parikrama kahuripan, patut pisan setata madué sesimpenan utawi “cadangan” lakar ajengan minakadi sané marupa jijih wiadin beras sané prasida kagenahang ring jineng. Punika lantas kaambil sakakidik, kaintuk utawi kaselip wawu lantas kajakan. Dadosné pikayunan kramaé nguni, yéning kantun madué pantun lakar jakan ring jineng sinah panglantur kahuripan prasida dados becik. Kawéntenané punika dados tetuek saking jineng inucap. “Yadiastun setata polih merta sangkaning matetanduran ring carik, nanging patut pisan krama Baliné setata nyiagayang tur numanang pantun sané sampun kamanyi punika ring jineng mangda nénten samian telas prajanian. Sira uning kahanan ring carik dados kirang becik tur nénten prasida manyi, sinah kramané kantun prasida nyakan utawi makarya ajengan,” baos dané. Pecak Pembantu Rektor III UNUD masa bakti 2002-2006 puniki malih maosang, krama Hindu Bali taler nguningayang yéning pantun wantah Ida Bhatari Sri sané medal ring carik. Sangkaning punika paica luwih marupa pantun majanten pacang kaupacarain mawit saking kantun ring carik, tatkala manyi kantos kagenahang ring jineng. Dadosné akéhan krama sané kantun madué jineng ngamargiang parikrama upacara sané katurang majeng ring Ida Bhatari Sri antuk pantun sané mategulan pinaka niyasa Ida Bhatari. “Krama Bali sané kantun ngamargiang parikrama upacara punika yadiastun ipun nénten malih madué carik utawi makarya dados petani, majanten kantun éling tur ngajiang tetamian panglingsir,” asapunika dané nartayang. (was)

B a s a

7

Pasimpenan taler Pasayuban

JINENG – Pinaka daging tata-titi mapaumahan adat Bali, jineng kawigunayang pinaka genah pasimpenan pantun. Mawinan punika, wangunan jineng magenah nampek sareng paon.

KRAMA Bali utamanipun sané magama Hindu patut nyagra makudang-kudang kawéntenan tetamian budaya saking panglingsir sané kantun becik kamargiang kantos mangkin. Minakadi piteket mangda setata becik ngamong palemahan sajeroning ngamargiang parikrama kahuripan. Punika kapanggihin sajeroning paumahan adat Bali miwah wangun-wangun pirantinipun, sinalih tunggilnyané marupa jineng. Manut tata-titi Asta KosalaKosali, sajeroning paumahan adat sané kadruénang krama Hindu Bali majanten kapanggihin wangunan jineng sané ring soang-soang KK wénten wantah asiki pinaka pasimpenan taler supporting saking paon. Pinaka pasimpenan ri kala carik sané kadruénang krama sampun manyi. Pantun sané kapolihang kabakta budal tur kagenahang ring jineng. Ring wangunan jineng inucap taler kagenahang piranti-piranti makarya ring carik minakadi tambah miwah arit utawi piranti siosan sakadi lesung. Manut Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain M.Si., dosén mata kuliah Arsitektur Indonesia ring Universitas Udayana, jineng nénten wantah kawigunayang pinaka genah pasimpenan pantun miwah genah prabot kémanten, nanging taler dados genah pasayuban, nyanggra tamiu, matektekan miwah sané siosan duaning ring sornyané kadagingin antuk galar. “Antuk kawéntenan jineng sakadi punika, paumahan tradisional Bali kabaosang jangkep yadiastun krama sané nuenang nénten kantun madué pantun utawi makarya ring carik,” baos dané.

Wénten taler genah pasimpenan pantun sané kawastanin klumpu nanging wangunipun wantah sakadi lumbung alit mrepat, mabinayan sareng jineng sané wangunnyané mrepat lantang, agengan tur madaging galar ring sornyané. Sios punika, wangun jineng majanten tegeh tur genah pasimpenan pantunnyané wénten pinih ba duur. Tetujonnyané mangda pantun setata tuh duaning setata pinih dumunan keni sunaran ai taler mangda nénten wénten sané ngamaling. Duaning dumun, pantun wantah parindikan sané mautama pisan, mawinan akéh krama corah sané meled ngamaling. Sangkaning punika, pasimpenan pantun ring jineng kawangun tegeh mangda parikrama ngambil pantun saking pasimpenannyané nénten dangan. Tatkala wénten krama corah sané meled ngamalaing sinah gelis ketara. Ngeninin indik genah jineng, Prof. Rumawan maosang akéhan magenah ring Kelod Kangin utawi setata nampek sareng paon. Duaning sakadi sané sampun kauningayang, jineng wantah pajangkep paon sinah magenah nénten doh saking genah paon. Wénten taler sané ngenahang ring dauh balé sakéwanten kantun nampek sareng paon manut saking drésta utawi sima kramané irika. “Minakadi tatkala makarya jangan utawi matektekan lawar sané kamargiang ring jineng, sinah lakaran inucap jagi kabaktayang utawi kaambil saking paon sané nampek irika. Punika satmaka cihna raketnyané jineng sareng paon,” baos Prof. Rumawan Salain. (was)

“NAH yén arepé tekén Tungurah, kénkén sujatinné keneh I Luhé?” sesed ibunné. “Yén amangkinan yadiastun tiang ajak raganné leket pesan, nanging raganné déréng taén nglemesin wiadin ngaku tresna tekén tiang. Napiké raganné sampun ada ané ngelahang. Tiang marasa cemburu tekén Luh Suwarni timpalné uli SMP,” baosné pepolosan. “Nah, mungpung tondén kabacut melahan eda. Apang tusing ngaé pakéwuh durian. Yén I Luh ngantén ngiring Tungurah, sinah Bapak dini pocol, camput. Yén raganné aturin nyentana dini apa buin lakar ngantén negen dadua sinah tuara patut,” pitutur bapakné teges. “Yén dadi kanggoang ja misané jumah ba dauh, Gedé Ngurah Widiana dadi sentana dini, yadiastun ia cerikan buin amasa tekén Cening. Yén ngalih mindoné Arya Wicaksana di Denpasar sing buungan lakar berat negen dadua, sawiréh ia muani padidi lan adinné luh maka dadua. Nanging enu melahan dadi ajak pada jumah,”

nyidayang pragat. Magilihan ngencanin adin tiangé, Kadék ajak Komang mangkin sampun kelas telu lan dua SMA,” tuturané Gedé Arya alon. Sapunika sang tiga ngobrol kangin kauh ngantos soré nyambi ngwédang. Luh Méga sareng misanné sagét sampun rauh malih mapeluh-peluh raris negak sareng ngobrol. “Beli Gedé pasti sibuk nyusun skripsi mawanan kapah mulih. Pidan wisuda Beli? Kénkén raporné Kadek ajak Komang, pasti good patuh cara Beli Gedé,” baosné Luh Méga. “Nah cukupan asal masuk sepuluh besar. Koné I Luh malah maan ranking dua. Yén malajah bareng ajak anak dueg, jemet, pasti katularan jemet. Nyak buin yen misi.... ada déh, jeg pasti nyantep pesan malajah,” baosné Gedé Arya matadah cenidra ngulgul mindonné. “Aah Beli Dé bisa gén. Miribang Beli Gedé ané buka kéto ajak pacarné. Ajak dong mulih apang tiang nawang. Nyanan

lulus kuliah terusang ngantén,” Luh Méga nyaurin. “Nyén ngelah pacar? Beli magumana mulih lakar ngalih I Luh. Yén pidan tamat SMA lantas kuliah di Kedokteran utawi dija ja demen I Luhé di Denpasar,” baosné Gedé Arya. “Tiang demenan di IKIP. Pidan dadi guru apang tetep jumah,” Luh Méga kenyem. “Sajan Dé Arya. Kéné suba ngelah panak luh aukud col, dadinné setata sing bébas kenehné ngalahin umah.” Nyoman Padmini matadah sendu ngusuh-usuhin Luh Megantari. “Aah ten kénkén. Panak luh, muani patuh dogén. Kadén Agaman iragané yadiastun nganutin sentana ka Purusa nanging sampun ngelah uger nindihin anaké ané camput utawi amung ngelah pianak luh dogén. Ulian ngalih sentana, meras pianak utawi ngantén negen dadua. Kayang pajalan ngantén sajan démokratis,” baosné Gedé Arya Wicaksana nléhtéh.

BPM/was

baos Nyoman Padmini nyelag. “Yén alih ulian keneh tiangé padidi, tresnan tiangé tuah mamesik tekén Tungurah. Rasa ten maan tiang ngalih calon suami luihan tekén raganné. Nanging yéning Bapak ajak Ibu ngelah papineh lén, tiang masih ten bisa makelid apang ten langgana tekén rerama.” “Nah, dumadak Tungurah masih suba ngelah papineh ané patut arepé tekén I Luh,” baos Bapakné sumringah. Saking jabaan rauh misanné Gedé Ngurah Widiana mapagin. “Mbok Luh, jani pramukané maan tugas mabresih di Pura Dalem, kénkén Mbok milu? Tungurah sing ada, melahan Mbok ngwakilin kema,” baosné Widiana ring misanné. “Bééh, né lakar kija pramukané ngaba arit?” pitakénné Gedé Arya maclengus rauh. “Ooh Beli Gedé Arya tumbén mulih? Tiang maan tugas mabresih di Pura Dalem. Jumah ja malu, tiang ajebos gén pragat mabulung,” baosné Luh Méga raris ka jaba magelut sareng

Ngurah Widiana. Ipun mula leket kadi manyama. Gedé Arya nyatua sareng bapanné. “Kénkén Pa, Bu, pada seger? Nyak ja I Luh gradag-grudug ma-pramukaan di Désa. Biasanné pramukané aktif di sekolahan dogén. Napi raporné nyak melah?” baos Gedé Arya. “Nah sasukat Gusti Ngurah Jelada dini para siswané nyak seleg malajah magrup, ma-pramukaan. Raporné I Luh masih melah, ia maan ranking dua. Jumah masih nyak ngurusin umah. Tingalin ja pakarangané jani renes misi bunga, padang manila teked ka Mrajan.” “Gusti Ngurah kija, mantuk? Ipidan tiang maan ngobrol ajebos. Raganné someh tur cerdas ajak mabligbagan.Yén tahun niki tamat kija rencananné I Luh nglanjutang masuk?” “Yén cara Ibu sih melahan ka IKIP Singaraja. Nanging terserah kija demen Adiné. Yén Gedé kénkén kuliahé? Apa suba nyarik nyusun skripsi?” pitakén Nyoman Padmini. “Nggih dumadak tahun niki

(Masambung)


Upacara

8 Bebantenan

PADAGANG - Para padagang ring wewidangan Jalan Gajah Mada, Denpasar kanten sibuk ngamargiang swadhramannyané ngruruh pangupajiwa.

Tetujon Ngamargiang Upacara Pitra Yadnya NGABEN mawit saking kruna ngabéya. Béya maartos bekel, marupa soroh upakara sané kabuatang sajeroning ngabén, salanturnyané ring basa Indonesia dados biaya utawi prabéa ring basa Bali. Wus i manusa padem, manut dresta sajeroning agama Hindu, manusa inucap patut ngamargiang upacara pangabénan. Ngaben sajeroning basa Bali taler kasengguh Palebon, sané mawit saking kruna lebu sané tegesnyané prathiwi (tanah). Palebon artosnyané nadosang pratiwi (abu). Mangda prasida sakadi punika, wénten kalih parikrama sané prasida kamargiang, luiré; ngeseng layon miwah mendem layon ring pertiwi. Parikrama ngeseng layon kabaosang parikrama sané pinih gelis prasida ngateh saha ngwaliang sang atma ka tanah wayah. Parikrama punika taler pacang ngwaliang unsur-unsur Panca Maha Bhuta sané wénten sajeroning angga sarira sang layon ka genahnyané soangsoang. Minakadi sané saking pertiwi pacang mawali ka pertiwi, saking apah mawali ka apah, saking téja mawali ka téja, saking bayu mawali ka bayu, miwah sané mawit saking akasa pacang mawali ka akasa. Sapunika taler majeng sang atma, patut taler kabuatang upacara pinaka panuntun atma mawali ka sunya miwah nglepas paiketannyané ring badan kasar. Parikrama puniki sané kawastanin ngabén. Yéning upacara ngabén nénten prasida kamargiang kantos galah sané pinih sué, badan kasar pacang mauwah dados bibit penyakit sané kawastanin Bhuta Cuwil miwah sang atma pacang molihang neraka, sakadi sané kaunggahang sajeroning Lontar Tattwa Loka Kretti (lampiran 5a): “Yan wwang mati mapendhem ring prathiwi salawasniya tan kine nan widhi-widhana, byakta matemahan roghaning bhuana, haro-haro gering mrana ring rat, matemahan gadgad.” Artosnyané: “Yéning wénten sané padem kapendem ring pertiwi (tanah) kantos sué nénten kaabén, sujatiné pacang dados penyakit bumi, kaon, sakit mrana ring jagaté, dados gadgad/soroh kutu (ring raga).” Kalayusekaran wantah sinalih tunggil proses sakral utawi suci sané ring soang-soang agama madué dresta saha tata-titi sané patut kamargiang pinaka utaha nglepas sang atma. Padem wantah sinalih tunggil titah sajeroning kahuripan manusa sané rumasuk ring pahan Tri Kona, luiré; Uttpeti (embas), Stiti (urip), miwah Pralina (padem). Sang sané pacang padem nénten prasida kauningin, nénten prasida karincikang, taler kaaptiang. Yéning sampun titah, sinah nénten prasida kalémpasin. Tetujon saking upacara ngabén wantah mautsaha mangda raga sarira prasida gelis mawali ka witnyané, inggih punika mawali ka Panca Maha Butha ring jagat puniki, miwah sang atma prasida gelis nuju sunya. Santuka punika, upacara ngabén yéning sampun prasida kamargiang sampunang malih mikayunin bénjang pungkuran. Sapatutnyané, sang sané padem patut gelis kaabén. (Ida Rsi Bhagawan Smerti Kusuma Wijaya Sebali)

Redité Paing, 24 September 2017

Cenik Lantang

Piteket Panglingsir sané Mabuat

KRAMA Bali patut setata angayubagia antuk piolihan sané kapolihang saking asil ngruruh pangupajiwa. Utamaniupun majeng krama sané ngamargiang swadharma pinaka padagang. Yadiastun molihang bati akedik wiadin cenik, sané penting terus molihang rejeki. Bandingan ring polih bati ageng sakéwanten wantah apisan santukan krama sané matumbasan kapok sangkaning bas maal. Cenik lantang, sakadi punika tutur para panglingsir metuéling. “Cenik maartos cenik/ abedik, lantang maartos pan-

BPM/dok

jang utawi tan rérénan utawi nerus makasinambungan. Cenik lantang tegesné yadiastun abedik polih bati, nanging tetep polih kémanten maadolan, ramé sané matumbasan. Mawinan sué prasida maadolan,” tutur Ni Nyoman Alep, silih tunggil dagang canang miwah banten pejati ring wewidangan Jalan Gajah Mada, Dénpasar. Tutur wiadin bebaosan cenik lantang ketah kasarengin antuk bebaosan gedé bawak utawi gedé bah. Tegesnyané, gedé bawak pateh ring akéh polih bati wiadin pikolih nanging

nénten sué karasayang utawi nénten sué pacang langgeng maadolan. Ri kala wénten krama sané nembé matumbasan sampun “keni setut” utawi kaadolin bas maal, sinah krama inucap nénten pacang mawali matumbasan irika. Parindikan inucap sané ngawinang sang sané maadolan nénten sué maadolan utawi pacang udu. “Yéning bas maal maadolan, sinah sané matumbasan kapok,” malih dané ngwewehin sinambi nanding canang sané pacang kaadol. Bebaosan cenik lantang puniki yukti pas pisan kada-

Leluu Canang Becik Pinaka ”Pupuk Organik” CANANG miwah sarana upacara sané lewih ageng minakadi banten, mautama pisan kawéntenannyané sajeroning kahuripan krama Bali. Prasida kapanggihin, krama Hindu sasidan-sidan ngaturang canang nyabran raina. Napi malih ri kala wénten rerainan, majanten boya wantah canang sané katurang. Sangkaning punika, pastika nyabran raina wénten leluu canang. Ri kala pujawali ring pura, ketah kapanggihin tumpukan leluu canang miwah sekar sané

sampun usan kawigunayang muspa. Krama sané pedek tangkil akéhan nénten urati ring kawéntenan leluu canang utawi sekar sané kawigunayang makacakan ring natar purané. Napimalih ri kala pangemong pura mawantiwanti metuéling majeng ring para pamedek, ‘sausan muspa sarana pamuspan sané sampun usan kawigunayang mangda kagenahang ring genah sané sampun kacumawisang’, nénten kauratiang olih para pamedeké. Mawinan krama sané rauh pung-

BPM/dok

LUU - Leluu Canang kanten makacakan wus krama ngamargiang pamuspaan. Luu Canang yéning becik kapupulang prasida dados lemekan sané mawiguna majeng tetanduran.

kuran, ngamargiang pamuspaan antuk natar pura sané cemer antuk leluu canang sané ngawinang kaon kawéntenan pura inucap. Sujatiné, sané patut katreptiang wantah krama sané ngawag ngutang leluu sané ngawinang palemahan cemer. Tios punika sapatutnyané mangda kamargiang utsaha-utsaha mangda leluu punika prasida kabecikang genahnyané, mawinan prasida mawiguna majeng palemahan. Minakadi utsaha sané kamargiang I Ketut Sutiyasa utawi Jero Mangku Sri pinaka jero mangku pangempon Pura Dalem Arum Br. Nyelati. Dané nartayang, leluu canang miwah banten sané wénten ring pura jagi kakutang ring bangbang sané wénten ring wewidangan pura utawi kagenahang ring nampek saking pepunyanan. Kaaptiang, leluu canang miwah banten sané pinaka leluu organik dados lemekan sané ngawinang landuh entikan tetanduran irika. Jero Mangku taler maosang, sujatiné sané ngawinang cemer palemahan wantah kawéntenan leluu plastik. Duaning leluu plastik nénten prasida berek. Punika mawinan beciknyané, leluu canang sané marupa leluu organik kagenahang matiosan sareng leluu plastik utawi leluu anorganik. Prasida becik mreténin leluu canang sinah prasida ngawinang palemahan sayan landuh tur asri. Mawinan pantara ngamargiang yadnya miwah nyaga karesikan palemahan prasida pada imbang. (uma)

dosang pinaka piteket majeng krama sané ngamargiang utsaha wiadin madagang. Krama Bali setata kapakélingin mangda nénten wantah mikayunin ngruruh bati sané ageng, nanging mikayunin sapunapi utsaha sané kamargiang prasida becik mamargi saha pageh lantang tuuh. Bebaosan inucap taler ketah kapiteketin majeng para yowana sané ngruruh pakaryan. Yadiastun pangawit molihang sangu sané akidik, nanging sayan sué sayan akéh polih pengalaman kerja saha nincapang kawagedan sané

kaduénang mawinan sayan sué sayan ageng sané kapolihang. Mawinan punika, para yowana nénten dados bas mamilih ngruruh pakaryan. Antuk pikayunan punika, pinaka krama Bali sampunang bas “makamen disunduk”, maselselan ri kala akedik molihang asil pakaryan. Sané utama, asil punika kapolihang saking pamargi sané becik. Sakéwanten parindikan sané ageng, parindikan sané bungah, ketah ngawi krama ulap, lali yéning parindikan inucap prasida ngwetuang parindikan kaon. (uma)

Satua

Désa Jimbaran Olih : Madé Taro WENTEN katuturan satua, daweg dumun, ring wewidangan Bali Kangin, wénten kerajaan sané mawasta Kerajaan Klungkung. Sang raja sané madeg agung daweg punika mapeséngan Ida Dewa Agung Sri Ratu Dalem. Ida kalintang tresna ring para panjakidané. Salami Ida madeg agung, kahanan jagaté trepti, tentram, adil, lan sukerta. Ida madué kalih istri. Istriné sané kaping kalih madué kalih putra, mapeséngan Sri Ratu Dalem Putih miwah Sri Ratu Dalem Ireng. Pangawitné, Ida Dewa Agung tresna pisan marep ring Sang Ratu miwah kekalih putranidané. Sakéwanten, ri kala Dalem Ireng sampun prasida matindakan saha majujuk, tingkah polah Ida Dewa Agung masalin. Napi minab sané ngawinang, Ida Dewa Agung gedeg pisan marep kalih putrané miwah istrinidané. Sawalikné, Ida Dewa Agung sayan tresna ring istriné sané kapertama, yadiastun Ida nénten madué putra. “Paman Patih!” sabda Sang Raja semengané puniki ring patihidané sané pinih satia. “Tundung suba istrin gelah ané cenikan lan putra-putrané! Tiang yukti gedeg asal manggihin dané.” Sang Patih sané marasa ngon ring tingkah Ida Dewa Agung, pangawit nulak titah Ida Sang Raja. Sakéwala pinaka abdi raja, napimalih pinaka titah, antuk rasa mamaksa Sang Patih nglaksanayang titah Ida Dewa Agung. Sang Patih marasa yéning titah saha tingkah Sang Raja masalin sangkaning istrindané sané kapertama. Sakéwanten Sang Patih nénten purun ngaturang indiké punika ring Sang Raja. Yukti sampun sué sang istri kapertama sané nénten madué putra marasa takut yéning kasugihan miwah kekuasaan kerajaan kawarisang ring putra-putranidané saking istriné kaping kalih. Sadurung parindikan punika mamargi, Sang Ratu mautsaha ngawi raja gedeg ring istrindané saha kalih putranidané. Antuk punika, kekuasaan tetap kantun wénten ring Ida Dewa Agung antuk kaatur olih Sang Permaisuri. Ring raina punika taler Sang Patih ngiringang kekalih putran Ida Dewa Agung sareng istrinidané ngejoh saking purian. Samian panjak ring purian marasa sebet, nangis manggihin ratunnyané matilar. Napimalih manggihin Ida Dalem Ireng miwah Ida Dalem Putih. (Masambung)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


Minggu Paing, 24 SEPTEMBER 2017

9

SPORT

Van der Mark Gagal Balapan

HAL 12

Chelsea Lebih Butuh Costa Ketimbang Morata London – Mantan pemain Manchester United, Phil Neville berbicara tentang transfer Diego Costa. Dia menyebut Chelsea membuat keputusan yang salah melepas Costa kembali ke bekas klubnya, Atletico Madrid. Chelsea dan Atletico memberikan pernyataan pada Jumat (22/9) kemarin, bahwa sudah tercapai kesepakatan transfer Costa. Pemain internasional Spanyol itu akan bergabung dengan Atletico pada bursa transfer musim dingin, Januari 2018 setelah memenuhi semua persyaratan, termasuk tes medis. Dengan transfer ini, maka Chelsea akan mengandalkan Alvaro Morata di lini depan. Ini yang menjadi sorotan Neville karena dia merasa Costa jauh lebih superior dibandingkan pemain yang dibeli dari Real Madrid pada bursa transfer musim panas 2017 tersebut. “Jujur saya lebih senang memiliki Costa di dalam tim dibandingkan Morata. Saya pikir, untuk saat ini Costa lebih cocok bermain di Liga Inggris,” ujar Neville, Sabtu (23/9) kemarin. “Morata memiliki potensi yang bagus, tetapi saya pikir Costa adalah pemain yang jika Anda adalah manajer lawan, Anda pasti akan lebih memilih berhadapan dengan Morata dari pada Costa,” imbuhnya. Sejak datang ke Stamford Bridge pada musim panas 2014, Costa sudah mengoleksi 58 gol dan membuat 24 assist dari 120 laga yang sudah dilakoni. Musim lalu dia memberikan kontribusi 20 gol dan delapan assist dari 35 laga Premier League untuk membantu Chelsea juara. Sayang friksi dengan manajer Antonio Conte membuat Costa tersingkir dari skuad utama The Blues. Melalui pesan singkat, Conte meminta Costa mencari klub baru karena dia tidak masuk di dalam rencana tim untuk musim 2017-2018.t Sementara itu, Morata yang baru bergabung pada musim panas 2017 sudah terlibat dalam lima pertandingan Premier League. Dari total 367 menit bermain, mantan striker Juventus ini mencetak tiga gol dan membuat dua assist. Torehan ini diyakini pelatih The Blues Antonio Conte akan meningkat seiring dengan perkembangan Morata yang menurutnya memiliki banyak hal untuk diperbaiki agar jadi pemain yang lebih baik. Conte menjelaskan bagaimana dia memiliki kepercayaan pada penyerang timnas Spanyol itu. “Saya suka dia karena dia seorang pemain yang komplit, dan juga memiliki banyak ruang untuk diperbaiki di setiap situasi,” ujarnya. “Selama sesi latihan dia sangat komitmen dan sikapnya selalu fantastis. Dia pemain yang sangat sopan, saya suka ini dan saya suka dia seorang penyelesai serangan yang bagus dan dia merasakan gol di setiap momen. Dia memiliki pemahaman yang bagus, di mana posisi terbaik di kotak penalti untuk menerima bola atau tahu di mana bola akan datang. Dia sosok yang benar-benar baik, ini seperti Anda berharap untuk memiliki sosok seperti ini untuk menikahi putri Anda. Dia sosok yang sangat sopan,” imbuh pelatih asal Italia tersebut. Sepak terjang Morata akan sangat dinantikan oleh fans Chelsea untuk sekali lagi membawa klub itu ke tangga juara. (kmb33/rtr)

Alvaro Morata

BPM/rtr

Costa Senang Bisa Pulang London –

Mantan striker Chelsea Diego Costa mengaku bersyukur bisa menuntaskan kepindahannya ke Atletico Madrid baru-baru ini. Costa menyebut Atletico sudah menjadi rumah baginya, sehingga ia sangat bahagia bisa pulang ke Madrid. Striker 28 tahun itu resmi bergabung kembali ke Atletico Madrid pada tengah pekan ini. Ia ditebus oleh kubu Los Rojiblancos dengan mahar transfer mencapai 58 Juta Pounds. Bergabungnya Costa ke Wanda Metropolitano ini disebabkan keretakan hubungannya dengan Antonio Conte. Pada akhir musim kemarin Conte memutuskan untuk tidak memasukkan kembali Costa ke dalam rencananya, sehingga sang pemain melakukan mogok bermain. Bagi Costa, kepulangannya ke Atletico ini merupakan sesuatu yang sangat ia nanti-nantikan. “Saya selalu ingin kembali ke Atletico,” buka Costa, Sabtu (23/9) kemarin. “Atletico adalah rumah saya dan sekarang saya berada di sini. Saya sangat senang dengan kepindahan ini dan bagi saya ini adalah akhir yang membahagiakan. Sekarang saya tidak sabar untuk bertemu rekan-rekan setim saya dan kembali berlatih. Saya tidak sabar untuk memberikan yang terbaik untuk klub ini dan semoga saja semuanya berjalan den-

Shevchenko Dukung Costa London – Mantan stiker Chelsea Andriy Shevchenko menilai keputusan Diego Costa kembali ke Atletico Madrid sebagai langkah yang tepat. Shevchenko yang sedang fokus membawa Ukraina ke

Piala Dunia 2018, sebagai pelatih pun mengakui Chelsea akan kehilangan sosok Costa. “Saya piker, jika motivasi pemain ingin meninggalkan klub, tidak adil jika klub tetap mempertahankannya,”

kata Shevchenko Sabtu (23/9) kemarin. Pelatih berusia 40 tahun ini mengatakan Costa sudah melakukan pekerjaan yang bagus di Chelsea. Pria yang mengoleksi 127 gol bersama AC Milan itu berkata, Costa sudah memberikan dua gelar dan ia juga sempat senang bermain di Chelsea. “Tapi ia merasa bahwa meninggalkan klub adalah keputusan yang terbaik, maka sudah benar mereka membiarkan dia pergi,” kata mantan juru gedor Dynamo Kyiv ini. Chelsea sepakat untuk kembali menjual Costa ke Atletico Madrid. Kesepakatan ini mengakhiri konflik pemain berusia 28 tahun tersebut dengan Chelsea. (kmb33/rtr)

gan baik.” imbuh striker Timnas Spanyol tersebut. Meski demikian, dia mengaku sangat senang sempat berseragam Chelsea. “Ini bukanlah cara yang saya inginkan untuk pergi dari klub ini. Saya memiliki perasaan yang khusus dengan orang-orang di Chelsea. Saya memang ingin kembali ke Atletico. Namun bukan berarti saya tidak merasa bersyukur di Chelsea, karena saya juga bahagia bisa bermain di tim sebesar Chelsea.” kata Costa. Dia menjadi pemain termahal mereka, melampaui transfer sebesar 40 juta euro yang mereka bayarkan ke Porto untuk mendapatkan Radamel Falcao pada 2011. Penyerang 28 tahun kelahiran Brazil itu bergabung dengan Chelsea pada 2014 dan telah mengoleksi 52 gol dari 89 penampilan liga. Costa menjadi pemain tersubur Chelsea pada masingmasing dari tiga musimnya

di London, namun meski kontribusinya di lapangan begitu besar, ia tidak selalu menjalani hubungan harmonis di Stamford Bridge. Pada musim keduanya ia tiba-tiba kehilangan kemampuan terbaiknya yang berkontribusi besar pada start buruk tim di musim itu yang berakhir dengan pemecatan manajer Jose Mourinho. Setelah memenangi medali juara Liga Inggris kedua pada musim lalu, ia menjelaskan harapannya untuk kembali bergabung ke Atletico pada musim panas setelah mengklaim bahwa manajer Chelsea Antonio Conte mengatakan kepadanya melalui pesan teks, bahwa sang pemain tidak lagi dibutuhkan di klub. Bukannya kembali ke London untuk menjalani latihan pramusim, ia memilih bertahan di Brazil, menuding Chelsea memperlakukannya seperti kriminal dan memin-

Biodata Nama Lengkap : Diego Da Silva Costa Tanggal Lahir : 7 Okt 1988 (Usia 28) Tempat Lahir : Lagarto Negara : Spanyol Tinggi Badan : 186 cm. Berat Badan : 78 Kg. Peranan : Striker No. Punggung : Tim Nasional : Spanyol ta biaya transfer yang tidak realistis. Masalah-masalah semakin memuncak pada awal tahun ketika Costa ditinggalkan tim Chelsea untuk pertandingan di markas Leicester City, setelah terdapat laporan bahwa ia berselisih dengan pelatih kebugaran di lapangan latihan. Saat itu Costa terlihat berada di ambang untuk pindah ke klub China Tianjian Quanjian. Bagaimanapun ia kembali ke tim utama dan mengakhiri musim dengan 20 gol di Liga Inggris ketika Chelsea mengangkat trofi juara. Pada bursa transfer musim panas, Chelsea men-

datangkan pengganti yakni Alvaro Morata dari Real Madrid. Costa masih akan harus menunggu untuk dapat mengenakan kaus merah-putih Atletico, sebab bursa transfer Eropa telah ditutup dan Atletico dilarang mendaftarkan pemain-pemain baru sampai 2018, setelah mereka melanggar peraturan-peraturan FIFA. Ia akan dapat dimainkan pada 2 Januari ketika bursa transfer Spanyol dibuka dan skors Atletico telah berakhir. Costa pertama kali bergabung ke Atletico pada 2006 dan menyusul serangkaian masa peminjaman, ia mengukuhkan diri sebagai bagian kunci dari skuad Diego Simeone yang mampu menjadi juara pada 2013/2014, sebelum kemudian pindah ke Chelsea dengan kesepakatan senilai 32 juta pound. Atletico berada di grup Liga Champions yang sama dengan Chelsea, namun kedua pertarungan mereka akan terjadi sebelum Costa dapat didaftarkan untuk meneruskan kariernya bersama klub Spanyol itu. (kmb33/rtr)


OLAHRAGA

10

Minggu Paing, 24 September 2017

Alasan Aubameyang Gagal ke PSG Dortmund – Penyerang Borussia Dortmund Pierre-Emerick Aubameyang mengakui sempat menjajaki kemungkinan pindah ke Paris Saint-Germain di musim panas. Ia mengungkap penyebab kandasnya kans itu. Di akhir musim lalu PSG tampak sangat berhasrat menjadikan Aubameyang sebagai target buruan di bursa transfer musim panas. Penyerang 28 tahun itu pun tampak sudah siap meninggalkan Dortmund. Akan tetapi, pada akhirnya transfer itu tidak terwujud. Aubameyang tetap bertahan di Dortmund dengan PSG menggaet pemainpemain lain untuk lini depan, seperti Neymar dari Barcelona dan Kylian Mbappe dari Monaco. Menurut Aubameyang, kandasnya kans dirinya ke PSG itu disebabkan oleh kedatangan Antero Henrique yang menjadi direktur olahraga yang baru di PSG. “Ya, tepat sekali,” kata Aubameyang ketika ditanya apakah PSG ingin mendatangkannya sebelum Henrique datang pada bulan

BPM/rtr

ANDALAN - Pemain andalan Newcastle United Joselu berlatih jelang laga kontra Brighton & Hove Albion.

Laga Dua Tim Promosi

London – Dua klub promosi Premier League, Brighton & Hove Albion dan Newcastle United akan bertemu dalam pekan keenam Premier League yang dihelat di The Amex Stadium, malam nanti. Saat ini meski keduanya bersatus sebagai klub promosi, tapi nasib Brighton dan Newcastle memiliki perbedaan. Jika Newcastle mampu bertengger di posisi empat besar, Brighton malah tercecer di papan bawah tepatnya di peringkat 16. diusir wasit dalam duel kontra Manchester City, Sabtu 9 September 2017 lalu. Kala itu Mane dikartu merah setelah melepaskan ‘tendangan kungfu’ ke wajah kiper Manchester City, Ederson. Kejadian yang sama terulang di laga Swansea City kontra Newcastle United, Minggu 10 September 2017. Kali ini gelandang Newcastle, Matt Ritchie yang melepaskan tendangan serupa ke wajah pemain Swansea, Alfie Mawson. Nasib Ritchie berbeda dengan Mane yang diusir dari lapangan. Wasit Mike Jones hanya memberikan kartu kuning kepada Ritchie. “Saya melihat ke arah bola. Tapi Mawson datang lebih rendah dari posisi Ederson,” kata Ritchie. “Senangnya, karena saya cuma dapat kartu kuning. Saya melihat wasit dan itu sungguh beruntung,” ujar Ritchie. Apa yang menimpa Ritchie, tentunya menghadirkan kritik terhadap kinerja wasit Premier League. Para komentator menganggap wasit saat ini tak memiliki konsistensi dalam memimpin pertandingan. Dalam laga berikutnya tentu sang pemain tidak boleh melakukan itu jika ingin kembali membawa Necastle memetik kemenangan. Kemenangan beruntun, namun tak membuat Benitez terlena.

Dia tetap kalem. Pelatih berusia 57 tahun itu meminta agar anak asuhnya tidak terlena dengan kemenangan tiga kali berturut-turut tersebut. Sebab masih banyak pertandingan yang dihadapi dan membutuhkan semangat tinggi dan kerja keras. “Saya tetap melakukan evaluasi dari kesalahan yang dilakukan para pemain. Hal ini dibutuhkan untuk memperbaiki keadaan dan memenangi pertandingan sesuai dengan karakter kami. Saat ini terpenting pendukung kami dapat menikmati kemenangan,” kata Benitez, Sabtu (23/9) kemarin. Tapi, jika dilihat dari rekor pertemuan Brighton malah mengungguli tim tamu. Dalam dua pertandingan, tuan rumah sukses menyapu bersih semua kemenangan atas Newcastle. Dan semua kemenangan Brighton diraih ketika mereka bermain di kandang sendiri. Guna mengincar kemenangan, Brighton akan turun dengan formasi 4-4-2 dengan Hemed dipasang di depan didukung oleh Grob. Knockaert dan Stephens akan menjadi duet lapangan tengah dengan pemain muda Inggris March dan Knockaert menjadi duo andalan sayap. Laga dua tim promosi ini akan berlangsung seru. (kmb33/rtr)

Ronaldo Ingin Bantu Madrid Cetak Gol Rio de Janeiro – Real Madrid seret gol di awal musim La Liga 2017/2018. Sampai-sampai Ronaldo Luis Nazario de Lima, mantan pemain Madrid mengaku siap main lagi jika diperlukan. Ronaldo sebenarnya sudah gantung sepatu sekian tahun lalu. Klub Brasil Corinthians merupakan tim profesional terakhir yang diperkuat pria 41 tahun itu. Akan tetapi, Ronaldo rupanya prihatin dengan kurang suburnya El Real di liga awal musim ini. Dari lima laga, Madrid sang juara bertahan baru mencetak sembilan gol, kalah produktif dari Atletico Madrid (10 gol), Real Sociedad (11 gol) dan Barcelona (17 gol). “Kami punya banyak pemain yang bisa mencetak gol dan saya yakin ini tidak akan menjadi masalah,” kata Ronaldo Sabtu (23/9) kemarin. “Dan kalau sesuatu terjadi, saya akan berusaha kembali bugar jika memang saya dibutuhkan,” ucap pencetak 104 gol dalam 177 pertandingan untuk Madrid tersebut. Seretnya gol Madrid turut berimbas pada ketidakmampuan meraih kemenangan. Madrid, sang juara bertahan sejauh ini masih terpaku di peringkat delapan dengan delapan poin hasil dari dua kemenangan, dua kali seri, dan satu kekalahan. Secara khusus Madrid juga tanpa kemenangan dalam tiga pertandingan kandangnya di La Liga awal musim ini. Tapi Ronaldo mengaku tak risau-risau amat, karena yakin pada akhirnya skuat Zinedine Zidane akan unjuk gigi seperti sebelum-sebelumnya.

“Saya pikir Madrid sebenarnya tak punya kekurangan besar dalam beberapa tahun terakhir, mereka sudah memperlihatkan apa yang mampu mereka lakukan,” ucap Ronaldo. “Musim lalu mereka sempat mengalami hal serupa dan pada akhirnya tetap mampu menjuarai liga dan Liga Champions. Musim ini baru saja dimulai. Bahkan setelah meraih apa yang sudah kami juarai sejauh ini, tiga pertandingan kandang buruk memunculkan pertanyaan, tapi tentu tidak ada keraguan soal kapabilitas mereka,” tutup Ronaldo. (kmb33/rtr)

BPM/rtr

REAL MADRID - Ronaldo Luis Nazario de Lima ketika membela Real Madrid.

ki tak bikin gol saat Bayern Munich menang atas Freiburg di laga pamungkas. Musim ini Lewandowski sudah memimpin daftar pencetak gol terbanyak dengan enam gol. Sementara itu, Aubameyang menguntit di belakangnya. Aubameyang tak masalah dengan start oke Lewandows-

ki di awal musim ini. Dia siap menyalip Lewandowski di pekan-pekan terakhir, seperti musim lalu. “Balapannya dimulai. Ketika Lewy unggul di depan, saya terbiasa mengejarnya. Ini cukup bagi saya untuk menyalipnya sebelum musim berakhir,” tutup Aubameyang. (kmb33/rtr)

London – Cristiano Ronaldo, Lionel Messi dan Neymar pada Jumat (22/9) kemarin diumumkan menjadi kandidat penerima penghargaan Pemain Terbaik Asosiasi Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA). Sementara itu, penyerang Venezuela Deyna Castellanos, pemain tengah Carli Lloyd dari Amerika Serikat (AS) dan Lieke Martens dari Belanda bersaing dalam kategori pemain terbaik perempuan FIFA. Upacara penyerahan penghargaan akan berlangsung di London, Inggris pada 23 Oktober 2017. Ronaldo yang mengincar penghargaan itu untuk tahun kedua, memainkan peranan kunci bagi Real Madrid dalam memboyong

piala Liga Champions dan Liga Spanyol (La Liga) tahun ini. Messi sang pemenang penghargaan Ballon dOr FIFA sebanyak lima kali, merupakan pencetak gol terbanyak di La Liga di musim terakhir dengan membukukan 37 gol untuk Barcelona. Ballon dOr pada tahun lalu kembali ke ajang Eropa, sedangkan FIFA juga memberikan Penghargaan Terbaik. Sementara itu, Neymar adalah pencetak 20 gol dan 27 kali pertandingan menjadi pengumpan gol dalam 45 pertandingan bagi klub Catalan Barcelona selama 2016-2017. Neymar bulan lalu bergabung dengan klub Paris Saint Germain (PSG) setelah hengkang dari Barcelona, dengan rekor nilai transfer senilai

222 juta euro (sekitar Rp 3,5 triliun). Para kandidat untuk penghargaan penjaga gawang terbaik adalah veteran Juventus Gianluigi Buffon, Keylor Navas dari Real Madrid dan Manuel Neuer asal Bayern Munich. Manager Real Madrid Zinedine Zidane kemungkinan akan muncul sebagai sosok pertama kali yang meraih penghargaan sebagai pemain terbaik, sekaligus pelatih terbaik. Zidane tiga kali meraih penghargaan yang sebelumnya disebut dengan FIFA World Player of the Year. Namun Zidane untuk merebut kategori pelatih terbaik tahun ini harus bersaing dengan pelatih Chelsea Antonio Conte serta bos Juventus Massimiliano Allegri. (ant)

Pierre-Emerick Aubameyang

BPM/rtr

Ronaldo, Messi dan Neymar Kandidat Pemain Terbaik FIFA

Brighton Vs Newcastle

Dalam dua pertandingan awal, The Magpies tak mampu mengawali laga dengan baik. Mereka dipermalukan Tottenham Hotspur dan Huddersfield Town. Namun tiga pekan beruntun mereka sukses mengakhirinya dengan tiga poin. Brighton juga memulai kompetisi dengan dua kekalahan beruntun. Namun tiga pertandingan berikutnya mereka mengakhirinya dengan sekali kemenangan, sekali hasil imbang dan sekali kekalahan. Pada laga nanti, Newcastle lebih diunggulkan menang. Matt Ritchie salah satu aktor di balik kesuksesan Newcastle meraih tiga kemenangan beruntun di liga. Ritchie selalu berkontribusi memberikan assist yang menjadi inspirasi pemain lain untuk mencetak gol. Total empat assist sudah disumbangkan oleh pemain internasional Skotlandia ini. Torehan tersebut menjadikannya raja assist kedua Premier League untuk sementara setelah Henrikh Mkhitaryan yang sudah membukukan lima assist. Namun bukan cuma itu, sang pemain juga menjadi subjek kontroversi di laga kontra Swansea. Sebuah tendangan kungfu melayang ke wajah lawanya kala itu. Masih segar dalam ingatan bagaimana bomber Liverpool, Sadio Mane

Juni. “Di awal Juni saya sempat bertemu Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi. Itu terjadi sebelum kedatangan Antero Henrique. Dan setelah ia datang, ia memutuskan tidak mau merekrut saya,” ucapnya, Sabtu (23/9) kemarin. Setelah PSG membatalkan niatnya, Aubameyang sempat santer dihubungkan dengan AC Milan. Tapi pada prosesnya tidak ada kesepakatan harga antara Rossoneri dengan Dortmund untuk pemain internasional Gabon tersebut. Penyerang timnas Gabon itu telah mencetak lima gol dalam lima laga untuk Dortmund di ajang Bundesliga Jerman musim ini. Musim lalu ia menjadi pencetak gol terbanyak di kompetisi tersebut lewat perolah 31 gol. Musim lalu Aubameyang dan Robert Lewandowski bersaing ketat memperebutkan predikat top skor Bundesliga. Aubameyang siap mengulang cerita yang sama musim ini. Kala itu Aubameyang menyalip Lewandowski di pekan terakhir. Dia mencetak dua gol ke gawang Werder Bremen, sementara Lewandows-

Berikut Nominasi Lengkap Penghargaan FIFA: Pemain Putra Terbaik: Cristiano Ronaldo (Portugal - Real Madrid), Lionel Messi (Argentina - FC Barcelona), Neymar (Brazil - FC Barcelona/ Paris Saint-Germain). Pemain Putri Terbaik: Deyna Castellanos (Venezuela - Santa Clarita Blue Heat/Florida State Seminoles), - Carli Lloyd (AS - Houston Dash/Manchester City Women), Lieke Martens (Belanda - FC Barcelona Femeni) Pelatih Tim Putra Terbaik: Massimiliano Allegri (Italia - Juventus), Antonio Conte (Italia - Chelsea), - Zinedine Zidane (Prancis - Real Madrid). Pelatih Tim Putri Terbaik: Nils Nielsen (Denmark - tim nasional Denmark), Gerard Precheur (Prancis - Olympique Lyonnais Feminin), Sarina Wiegman (Belanda - tim nasional Belanda). Penjaga Gawang Terbaik: Gianluigi Buffon (Italia - Juventus), Keylor Navas (Kosta Rika - Real Madrid), Manuel Neuer (Jerman - FC Bayern Munich). Puskas Award (Gol Terbaik): Kevin-Prince Boateng (Las Palmas), Alejandro Camargo (Universidad de Concepcion), Deyna Castellanos (Venezuela U-17), Moussa Dembele (Celtic), Olivier Giroud (Arsenal), Aviles Hurtado (Tijuana Xolos), Mario Madzukic (Juventus), Oscarine Masuluke (Baroka FC), Nemanja Matic (Chelsea), Jordi Mboula (FC Barcelona U-19).

Lionel Messi

BPM/rtr

Penggemar Terbaik: Pendukung Borussia Dortmund, Pendukung Celtic, Pendukung FC Copenhagen.

Bayern Ditahan Wolfsburg

Munich – Bayern Munich harus puas dengan hasil imbang 2-2 dengan Wolfsburg dalam lanjutan Bundesliga. Padahal Die Roten sempat unggul dua gol pada laga ini. Menghadapi Wolfsburg di Allianz Arena, Munich Sabtu (23/9) dinihari kemarin, Bayern yang menurunkan kekuatan terbaiknya unggul 2-0 hingga turun minum. Dua gol tim tuan rumah dicetak oleh Robert Lewandowski dan Arjen Robben. Namun keunggulan itu gagal mereka pertahankan. Pada paruh kedua Wolfsburg mampu mencetak dua gol balasan melalui Maximilian Arnold dan Daniel Didavi. Hasil ini tentu amat mengecewakan untuk Bayern. Mereka sebelumnya sudah kehilangan poin di pekan ketiga setelah kalah 0-2 dari Hoffenheim. Bayern kini menempati posisi kedua di klasemen sementara dengan perolehan 13 poin dari enam laga. Mereka ada di bawah Borussia Dortmund yang punya jumlah poin sama dan baru main lima kali. Ada pun Wolfsburg berada di posisi ke-11 dengan enam poin. Tampil mendominasi sepanjang laga, Bayern membuka keunggulannya pada menit ke-33. Mereka mendapatkan hadiah pen-

alti setelah Marcel Tisserand melanggar Lewandowski di area terlarang. Lewandowski sendiri yang maju sebagai algojo penalti dan menjalankan tugasnya dengan baik. Berselang sembilan menit, Robben memperbesar keunggulan Bayern menjadi 2-0. Tem-

bakan Robben dari luar kotak penalti mengenai kaki Rafinha dan berubah arah sehingga mengecoh penjaga gawang Koen Casteels. Setelah ketinggalan dua gol, Wolfsburg tak menyerah begitu saja. Tim tamu memperkecil ketertinggalannya pada menit ke-56 lewat ten-

Robert Lewandowksi

dangan bebas Arnold yang gagal dihaentikan kiper Bayern, Sven Ulreich. Saat laga sudah memasuki menit ke-83, Didavi menyamakan kedudukan untuk Wolfsburg. Sundulannya meneruskan umpan silang Paul Verhaegh merobek gawang Bayern. (kmb33/rtr)

BPM/rtr


Minggu Paing, 24 September 2017

11

GELANGGANG

Pelatnas Evaluasi Prestasi Tunggal Putri di Jepang Terbuka Jakarta (Bali Post)Pelatih tunggal putri Pelatnas PBSI Minarti Timur, mengevaluasi capaian tunggal putri di turnamen bulu tangkis Jepang Terbuka 2017, di mana wakil-wakil Indonesia harus tersungkur di awal kompetisi. Menurut Minarti, di Jakarta atlet-atlet tunggal putri Indonesia harus bisa meningkatkan keberaniannya di lapangan untuk menghadapi lawan-lawannya, serta meningkatkan kecepatan dalam beradaptasi agar mereka tidak mudah tertekan oleh lawan. “Mental mereka saat ini kurang berani mencoba. Kalau setelah dicoba terus tidak bisa, sebenarnya tidak apaapa, tapi yang penting mereka harus berani buat mencoba,” katanya. Dia mencontohkan, pemain-pemain Jepang yang tidak memiliki teknik sebanyak dan sebaik Indonesia, akan

tetapi para utusan Negeri Matahari Terbit itu lebih berani untuk bermain habis-habisan dan tidak mau kalah walau tegang melanda. “Dalam setiap pertandingan pasti ada tegang, tapi di waktu tegangnya itu tidak mau kalahnya dan pantang menyerah. Itu yang kurang pada tim kita. Saya inginnya anak-anak walaupun kalah, mereka sudah berusaha dengan baik dan mati-matian di lapangan,” ucap Minarti. Jepang Terbuka 2017 yang kini hanya menyisakan sekitar dua hari itu, memang menjadi salah satu catatan bagi Minarti, di mana dua wakil Indonesia yang saat ini berada di Pelatnas, Fitriani dan Gregoria Mariska Tunjung tidak mampu melewati hadangan pertama masing-masing. Fitriani tersingkir di putaran pertama oleh wakil Thailand, Ratchanok Intanon langsung dua gim dengan skor 20-22, 12-21. Sedang-

PEROLEHAN MEDALI PORPROV BALI XIII/2017 1. Badung 137 114 108 2. Denpasar 128 116 107 3. Gianyar 53 37 85 4. Buleleng 47 53 87 5. Klungkung 20 34 46 6. Bangli 17 15 42 7. Karangasem 12 18 45 8. Jembrana 10 24 61 9. Tabanan 10 23 61

Mitra Devata Tekuk Sawangan FC Mangupura (Bali Post)Kesebelasan Legend Mitra Devata berhasil menundukkan lawannya, Sawangan FC dengan skr 4-1 dalam latih-tanding di Lapangan Pratu Ketu Ridis, Buduk, Badung, Mengwi, Sabtu (23/9) kemarin. Dalam laga yang menggunakan sistem 3 x 30 menit dan pada 30 menit pertama, Mitra Devata unggul 3-1. Sejak kick-off, Mitra Devata mendominasi permainan. Akan tetapi, Sawangan FC yang diperkuat Agus Kayun, Firman Amor, Sara, Swastika, mencoba mengimbangi permainan Mitra Devata. Ketiga gol Mitra Devata diciptakan Purwanto, kemudian sepak pojok Anggo Julian dan tendangan Gede Sudarna. Sawangan FC mampu mempertipis kekalahan disebabkan kesalahan pemain belakang (defender) Mitra Devata Edy Supriono . Pada babak 30 menit kedua, Mitra Devata kembali unggul 1-0. Gol semata wayang kemenangan Mitra Devata, berawal dari umpan tarik yang dilakukan Nyoman Rafik Armawan, yang disodorkan kepada Wayan Kartdanya, kemudian gocekan Kartadnya mampu menjebol gawang Sawangan FC. Pada 30 menit ketiga, kedua tim tetap tampil ngotot, namun sampai wasit meniup peluit panjang skor akhir tetap belum terjadi gol. Dengan demikian, total kemenangan Mitra Devata 4-1 atas Sawangan FC. (022)

Wozniacki ke Final

TokyoJuara bertahan Caroline Wozniacki melangkah ke final Pan Pasific Terbuka, setelah menyingkirkan petenis nomor satu dunia Garbine Muguruza 6-2 6-0, pada Sabtu (23/9) kemarin ketika petenis asal Denmark itu memastikan tetap berada pada perburuan gelar ketiga di turnamen Tokyo. Petenis unggulan ketiga itu harus berjuang keras bangkit dari keteringgalan satu set untuk memenangi dua pertandingan sebelumnya. Namun, justru ketika melawan juara Wimbledon Muguruza di semifinal dirinya tidak mengalami hambatan apa pun. Petenis Denmark itu mematahkan servis pembuka dari petenis unggulan asal Spanyol dan kembali mengulanginya untuk meraih set pertama. Justru Muguruza yang belum pernah kehilangan satu set pun pada pertandingan putaran sebelumnya tidak mampu meraih momentum apa pun dan bahkan pukulan bola dia sering keluar dalam pertandingan yang berjalan hanya satu jam. “Saya pikir saya hari ini bermain bagus dan main menyerang dan servis saya juga bagus,” kata Wozniacki. “Mereka bermain sangat agresif dan mampu memanfaatkan kesempatannya dan itu sangat sulit dan saya berusaha mengawali permainan dengan keras,” tambahnya. Sementara Muguruza mengatakan dirinya sangat kecewa atas kekalahannya, karena merasa tidak kehilangan fokus. “Saya mungkin permainan tenis terbaik bukan di sini, dia bermain bagus dan saya tidak berfikir banyak tentang ini,” kata petenis berusia 23 tahun itu. (ant/rtr)

kan Gregoria bahkan tidak mampu berlaga di babak utama, setelah terhenti di putaran awal fase kualifikasi oleh pemain Taiwan Pai Yu Po dalam pertarungan tiga gim berkesudahan 17-21, 2117, 19-21. Melihat hasil pertandingan anak didiknya, Minarti menyatakan akan memberikan sejumlah program pelatihan menyangkut semua hal yang dibutuhkan dalam pertandingan. Terkait dengan penilaian beberapa pihak, bahwa para pemain tunggal putri Indonesia belum cocok untuk bermain di level Super Series, karena kualitas yang dirasa masih jauh dari para kompetitornya. Minarti menilai justru mau tidak mau para wakil Indonesia tersebut harus diturunkan di ajang sekelas itu, demi melatih mental bertanding mereka sendiri sebagai pemain utama Indonesia saat ini. (ant)

Kontingen Badung Kembali Juara Umum Porprov Bali Gianyar (Bali Post)-

Kontingen Badung kembali keluar sebagai juara umum dalam Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar, yang berakhir Sabtu (23/9) kemarin. Disusul juara II kontingen Denpasar dan peringkat III tuan rumah Gianyar. Terpilih sebagai kontingen favorit adalah Klungkung, sedangkan atlet terbaik putra dan putri yakni Gusti Agung Lingga Yudistira (taekwondo Karangasem) dan Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi (bola basket Gianyar). Pada pertandingan hari terakhir kemarin, cabor silat di GOR Kebo Iwa, Gianyar tim pencak silat Badung yang dimanajeri Putu Sugiartha keluar sebagai juara umum dengan perolehan lima emas, enam perak dan lima perunggu, hanya unggul satu perunggu, disusul tuan rumah Gianyar lima emas, enam perak dan empat perunggu, serta Bangli lima emas, satu perak dan

lima perunggu. Perolehan medali lainnya Denpasar (2 emas), Tabanan (2 emas), Klungkung (1 emas) dan Jembrana ( 1 emas). Lima emas Badung dipersembahkan Cok Gede Kresna Wiguna (I), Wayan Artawan dan allegry Hantja Qalambe (A), Komang Widia Mahadika (D), Ni Komang Kerti Pebriani (C). Lima medali emas Bangli diperoleh melalui atletnya Putu Suriasa (F), Ni

Made Sri Wahyuni (E), Made Dwi Surya Adnyana/Putu Anom W (ganda), Luh Putu Eka Pratiwi/Ni Made Dwi Yanti/Sang Ayu Ketut Sidan Wilantari (regu), Sang Ayu Ketut Sidan Wilantari/Ni Made Dwi Yanti (ganda). Pesilat Gianyar peraih emas adalah kadek Yulia Cahyani (F), Kadek Febrinata dan Ni Kadek Astini (tunggal), Ni Luh Cintya Febri Yulianti (kelas C), Gede

Sukrata (E). Pesilat lainnya yang mendulang seperti Ni Kadek Sutiani (Jembrana/B), Wayan Sumertayasa (Klungkung/H). Kadek Wahyu Rihartana Giri (Tabanan/G), Septyan Bali Sundawa (Tabanan/C), Putu Gede Subagia (Denpasar/B), Made Ananta Pradnya/Wisnu Mahardika/Putu Yudhi Surya Pratam (Denpasar/regu). Tenis Lapangan Untuk cabor tenis lapangan, yang berakhir kemarin, Buleleg memborong empat medali emas di nomor tunggal putra dan putri, ganda putra dan putri, sedangkan medali emas ganda campuran direbut Denpasar. (022)

Putu Sugiartha

BPM/dok

Lawan Persipura, PSM Kehilangan M. Arfan Perenang Klungkung Sumbang Satu Emas Makassar (Bali Post)Kesebelasan PSM Makassar kehilangan gelandang muda M. Arfan saat menghadapi tuan rumah Persipura Jayapura pada pekan ke26 Liga 1 di Stadion Mandala Jayapura, 27 September 2017 karena akumulasi kartu. Media Officer PSM Andi Widya Syadzwina di Makassar, Sabtu (23/9) kemarin mengatakan absennya gelandang petarung itu tentunya cukup merugikan tim “Juku Eja” yang tengah membutuhkan seluruh pemain agar bisa terus menjaga persaingan merebut juara kompetisi musim ini. “Kami harus kehilangan M. Arfan yang terkena akumulasi setelah mendapatkan kartu kuning, dalam laga kontra Persegres Gresik di Mattoanging,” katanya. Mengenai absennya pemain yang bersangkutan, tim pelatih

tentunya sudah menyiapkan pengganti sepadan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan. Apalagi tim kebanggaan masyarakat Makassar dan Sulawesi Selatan itu memang masih memiliki sejumlah gelandang yang tidak kalah, seperti Syamsul Chaeruddin dan Rezky Pellu yang cukup rutin mendampingi Marc Anthony Klok, yang tidak tergantikan di lini tengah PSM Makassar. Pihaknya berharap agar para pemain bisa kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya, meskipun harus menghadapi laga super berat melawan tuan rumah Persipura Jayapura. Pelatih PSM Robert Rene Alberts telah mengingatkan pada setiap pemainnya untuk tidak bersikap bodoh atau melakukan pelanggaran yang tidak perlu dan berakibat kartu kuning, saat

menghadaapi Persegres Gresik di Stadion Mattoanging Makassar, 22 September 2017. Pelatih asal Belanda itu mengatakan dirinya akan mengerti jika ada pemain yang mendapatkan kartu, karena berusaha keras menjaga gawangnya tidak kebobolan dari tim tamu. “Jika pemain tampil mati-matian dan sudah bekerja keras, namun akhirnya mendapat kartu oleh wasit. Hal itu bisa saya pahami. Namun, jika mendapatkan kartu akibat tindakan bodoh, itu saya tidak maafkan,” katanya. Ia menjelaskan, dirinya juga akan memanggil pemain yang melakukan hal bodoh atau pelanggaran tidak perlu yang justru oleh wasit diganjar kartu. Menurut dia, peringatan keras itu karena sejauh ini cukup banyak pemain PSM yang terancam mendapatkan sanksi akumulasi kartu. (ant)

Warih dan Taji Gabung Persigo Semeru Manguura (Bali Post)Dua skuad PS badung, yakni Gede Warih Sentanu dan Taji Prasetyo kini direkrut Persigo Semeru Lumajang, guna melakoni babak 16 besar Kompetisi Liga 2. Manajer Tim PS Badung Nyoman Graha Wicaksana, Sabtu (23/9) kemarin mengakui Warih dan Taji kembali meneken kontrak baru bersama klub barunya Persigo Semeru. Graha Wicaksana menyatakan masa kontrak kedua pemain telah berakhir, seiring dengan tuntasnya Kompetisi Liga 2, Grup VII dan hasil Tim Keris menduduki peringkat kelima dan harus ter-

degradasi ke Liga 3 pada musim kompetisi tahun depan. ‘’Saya bangga dua skuad PS Badung tenaganya dipakai tim kontestan lain yang tengah berjuang untuk promosi ke Liga1,’’ tutur Pris yang akrab disapa Koming ini. Dijelaskannya, pihaknya berharap kepada warih dan Taji supaya memanfaatkan peluang yang diberikan klub barunya supaya mereka bisa menambah jam terbang. ‘’Saya yakin dengan berkompetisi di Liga 2 meladeni tim-tim unggulan grup lain, otomatis pengalaman bertanding mereka juga bertambah,’’ jelas Koming. (022)

BPM/dok

Gede Warih Sentanu

Semarapura (Bali Post)Tim renang Badung keluar sebagai juara umum, dengan merebut 19 emas pada Porprov Bali XIII/2017 di Kolam Renang Tirta Arum, Blahkiuh, Badung yang berakhir, Jumat (22/9) lalu. Disusul Denpasar yang mendulang sebelas emas, kemudian Buleleng lima emas, dan Klungkung satu emas yang dipersembahkan atlet Luh Putu Satya Putri Mariantini Bande di nomor gaya punggung 50 meter. Selain itu, Luh Putu Satya Mariantini juga menyumbang perak di nomor gaya punggung 100 meter. Perenang lainnya, Made Ananda Raditya C juga meraih perak di nomor gaya bebas 200 meter. Sedangkan medali perunggu diperoleh melalui atletnya Ni Putu Pande Lisa Primasari di nomor gaya ganti 200 meter, kemudian Ni Putu Bintang Parasita Dewi di nomor gaya bebas 50 meter, serta Made Ananda Raditya di nomor gaya bebas 100 meter. Ketua Harian Pengkab PRSI Klungkung I Putu Jonni, Sabtu (23/9) kemarin menerangkan pihaknya bangga sebab prestasi renang Bumi Serombotan terjadi peningkatan, mengingat pada Porprov Bali XII/2015 di Buleleng, Klungkung hanya mendapatkan satu perak dan dua perunggu. ‘’Astungkara, renang

Klungkung mampu mendulang emas,’’ tutur Jonni. Dikemukakan, pihaknya menerjunkan sembilan perenang, terdiri atas putra lima dan putri empat pada hajatan multievent dua tahunan antarkabupaten dan kota se-Bali. ‘’Perenang Klungkung ditangani pelatih Putu Takahide Valentino, dan siap terjun pada Kejurnas Renang Antar Perkumpulan Seluruh Indonesia (KRAPSI) di Yogyakarta, 6-8 Oktober nanti,’’ jelas Jonni. Di samping itu, tambah Jonni, khusus perenang Lisa Primasari merupakan atlet binaan Klungkung baru berusia 10 tahun, sekaligus atlet termuda yang berlaga di ajang Porprov. ‘’Lisa akan turun pada kejuaraan renang kelompok umur Asia Tenggara, yakni SEA Age Group di Malaysia, 4-5 November mendatang,’’ terang dia. Juara Umum Untuk cabor tenis meja yang digelar di GOR Garuda, Peliatan, Ubud, tim Klungkung memastikan juara umum setelah mendulang empat emas di nomor beregu putra dan putri, Deviyanti Nur Rahman di tunggal putri dan Made Ary Swanditha/ Deviyanti Nur Rahman di nomor ganda campuran. Daerah lainnya, Buleleng merebut dua emas dan Denpasar satu emas. (022)

Atet Balap Sepeda Chendy dan Chelly Resmi Milik Gianyar Denpasar (Bali Post)Atlet balap sepeda Chendy Septyan dan Chelly Aristya sah milik Gianyar. Bahkan mereka yang mengusung bendera tuan rumah Gumi Seni, menyumbang medali pada Porprov Bali XIII/2017. Chendy Septyan mendulang satu emas di nomor criterium, serta dua perak di individual roadrace dan di nomor Individual Time Trial (ITT). Sedangkan Chelly meraih emas di nomor ITT 20 km dan perak di ITT 60 km. Ketua Komisi Hakim Fredrik Billy didampingi anggota IGB Arthanegara, mengungkapkan pihaknya menolak permohonan pemohon peninjauan. Pemohon Peninjauan I adalah Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi, pemo-

hon peninjauan II Sahlan (Ketua Umum Pengkab ISSI Jembrana) dan Wayan Ariasa (Ketua Umum Pengkab ISSI Buleleng). Sementara pihak Termohon Peninjauan I adalah Ketua Umum Pengkab ISSI Gianyar, Termohon Peninjauan II Ketua Umum Pengkab ISSI Gianyar, Termohon Peninjauan III Ketua Umum Pengprov ISSI Bali, Termohon Peninjauan IV Keta Komisi keabsahan Porprov Bali XIII/2017, di Gianyar serta Termohon Peninjauan V Ketua Panpel Cabor balap sepeda Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar. Dalam pengaduannya, ISSI Jembrana dan Buleleng merasa dirugikan, karena kedua atlet asal Jabar yang mutasi ke Gianyar tanpa adanya proses mutasi, sebab belum mengantongi izin pindah

dari ISSI Pengandaran maupun ISSI Jabar. Apalagi keduanya berstatus sebagai pegawai tidak tetap Pemkab Pengandaran. Berdasarkan surat yang menanda tangani surat adalah Ketua Pengkab ISSI Pengandaran Undang Kosasih. Akan tetapi, faktanya Undang Kosasih berangkat naik haji dan berada di Arab Saudi dari 20 Agustus sampai dengan 27 September. Pemohon peninjauan memohon supaya KTA KONI ard Chendy Septyan dan Chelly Aristya supaya dicabut, berikut medalinya ditarik. Oleh karena majelis hakim menolak permohonan peninjauan, maka KTA KONI Card kedua atlet balap sepeda tidak dicabut, termasuk medali yang diperoleh tidak ditarik. (022)

BPM/ist

TERMUDA - Perenang Klungkung Ni Putu Pande Lisa Primasari di usianya baru 10 tahun, merupakan atlet termuda di cabor renang Porprov Bali XIII/2017 yang meraih perunggu pada nomor gaya ganti 200 meter.


12

LAGA Alasan Irving Pindah Bukan karena LeBron

Minggu Paing, 24 September 2017

BERLAGA - Van der Mark ketika berlaga di ajang Superbike.

BPM/rtr

Gara-gara Rossi

Van der Mark Gagal Balapan

ingin lakukan pick and roll dan mampu rusak pertahanan lawan,” kata Irving Sabtu (23/9) kemarin. “Saya juga bukan pemain yang egois. Saya bukan tipikal pemain yang selalu satu lawan satu atau ingin satu lawan satu setiap saat. Bukan begitu saya melihat pertandingan. Yang jelas, saya ingin meraih kesuksesan bersama Celtics,” lanjut sang point guard lincah. “Ini juga bukan karena uang. Kebahagiaan itu tak bisa dilabeli harga,” imbuh pemain yang berjasa besar membawa Cavs meraih cincin juara NBA 2016 itu. Di sisi lain, Irving mengaku tak perlu minta izin kepada LeBron James saat memutuskan untuk pindah. Dia menegaskan tak perlu membicarakan soal kepindahannya dengan siapa pun.

“Anda tak berhutang kepada siapa pun saat ingin memutuskan apa yang akan dilakukan di masa depan.

Ini bukan karena alasan pribadi. Saya cinta dengan Cleveland,” tutupnya. (kmb33/rtr)

Michael Schumacher

Jenewa – Legenda Formula One, Michael Schumacher kabarnya akan segera dipindahkan menuju Amerika Serikat. Pihak keluarga berencana memindahkan juara dunia F1 tersebut menuju Negeri Paman Sam untuk mendapatkan perawatan medis yang lebih baik. Pembalap yang kini berusia 48 tahun tersebut mengalami cedera otak usai mengalami kecelakaan ketika berlibur menuju Prancis untuk bermain ski pada akhir 2013. Schumacher terjatuh dan mengalami cedera parah pada bagian kepalanya, yang

menyebabkan ia tak sadarkan diri hingga detik ini. Saat ini mantan pembalap Ferrari dan Mercedes ini telah mendapatkan perawatan intensif oleh tim profesional dan menjalani proses pemulihan di sebuah rumah yang terletak dekat dengan Danau Jenewa di Swiss. Sebuah majalah Jerman, Bravo, Sabtu (23/9) kemarin melaporkan saat ini keadaan Schumacher masih sangat lemah. Alhasil istrinya, Corinna telah meminta bantuan kepada pemerintah AS agar dapat membantu kesembuhan penyakit suaminya. Schu-

macher rencananya akan dipindahkan menuju Dallas, Texas, di mana mereka sudah memiliki sebuah peternakan sapi. Kabarnya di Amerika terdapat seorang dokter spesialis cedera otak bernama Mark Weeks. Ia memiliki sebuah klinik yang dinilai bisa menjadi harapan baru bagi kesembuhan Schumacher. “Kami memiliki pengalaman yang luas dengan pasien trauma. Mungkin tidak ada klinik di Eropa yang mampu menangani banyak kasus seperti kami,” kata Weeks. (kmb33/rtr)

Los Angeles – Julio Cesar Chavez Jr (50-3-1, 32KO), putra legendaris tinju Meksiko, Julio Cesar Chavez, sudah memantapkan diri untuk kembali bertarung di dalam ring tinju pada November mendatang. Mantan juara dunia kelas menengah versi WBC itu menulis dalam akun media sosialnya, Sabtu (23/9) kemarin bahwa dia akan bertarung lagi pada 11 November 2017, di The Forum di Los Angeles, California, Amerika Serikat. Lebih lanjut, petinju kelahiran 16 Februari 1986 itu akan berlaga melawan mantan juara kelas menengah super WBC, Anthony Dirrell (30-1-1, 24KO). Duel ini akan berlangsung 12 ronde di batas kelas menengah super. Pada penampilan terakh-

irnya sebelumnya, Chavez Jr bertarung melawan Saul “Canelo” Alvarez di catch weight 164,5pon. Kontes pertarungan yang mengambil lokasi di T-Mobile Arena di Las Vegas, Mei 2017. Chavez Jr tampak pukulannya tidak begitu memiliki power, dia pun kalah angka mutlak. Sebelum kekalahan dari Canelo, Chavez Jr sempat mencicipi bertempur di batas kelas menengah super dan meraih kemenangan atas petinju Jerman, Dominik Britsch pada Desember tahun lalu di Monterrey, Meksiko. Keputusan Chavez Jr untuk naik dan bertarung secara penuh di kelas menengah super ini menjadi tanda tanya besar buat publik tinju. Tidak sedikit yang mempertanyakan apakah Chavez Jr salah perhitungan. Pasalnya, hampir se-

Boston – Kyrie Irving dipastikan akan membela panji Boston Celtics di NBA 2017-2018, usai enam musim terakhir memperkuat Cleveland Cavaliers. Point guard berusia 25 tahun itu pun membeberkan alasan mengapa ia memilih meninggalkan Cavs. Irving secara terang-terangan membantah kalau ia memutuskan cabut karena ingin keluar dari bayang-bayang LeBron James, megabintang Cavs. Ia menegaskan kalau kabar yang santer beredar tersebut tidaklah benar. “Tak ada kaitannya dengan LeBron. Saya bukannya ingin keluar dari bayangbayangnya. Saya hanya sangat ingin menjadi seorang pemain yang sudah saya bayangkan sebelumnya, menjadi point guard yang komplet di tim hebat. Saya

Saya selalu berpikir untuk menunggu dan melihat,” ungkap Van der Mark. Senin (18/9) lalu, The Doctor hanya bisa melahap empat putaran akibat diganggu cuaca buruk. Namun perolehan putarannya jauh lebih baik pada Selasa (19/9) lalu, yakni mencapai 20. Usai tes itu, Rossi memutuskan untuk mencoba ambil bagian pada balapan akhir pekan ini. Namun Rossi juga tak bisa mengambil keputusan seenaknya sendiri. Ia masih harus menjalani prosedur tes kesehatan untuk menentukan, apakah fisiknya layak untuk menjadi kontestan balapan MotoGP Aragon. “Saya pikir apa yang ia lakukan benar-benar luar biasa. Saya pun akan melakukan hal yang sama, jadi saya tak benarbenar kecewa. Sungguh hebat bahwa Yamaha memintaku datang ke sini dan jika mungkin mengendarai motornya,” kata Van der Mark. Van der Mark tercatat sebagai rekan setim Alex Lowes di ajang World Superbike (WSBK) 2017. Penampilannya terbilang cukup baik. Meski tak sebagus Lowes, setidaknya ia menjadi salah satu pembalap yang kerap bersaing demi posisi lima besar. Saat ini ia menempati urutan ketujuh klasemen dengan raihan 129 poin. Ajaib Keberhasilan Rossi kembali naik ke atas motor pascacidera sangat mengejutkan, bahkan terbilang ajaib. Jika ditilik dari penghitungan medis, pebalap asal Italia itu harusnya beristirahat selama sebulan untuk memulihkan kondisi kakinya. Namun baru 17 hari masa penyembuhan, ia memutuskan untuk terjun ke arena balap. Jika dihitung, berarti Rossi sudah kembali balapan setelah absen selama 21 hari sejak mendapat cedera kaki. Keputusan ini merupakan pilihan paling berisiko tinggi yang pernah diambil oleh Rossi. Dengan kondisi kaki yang cedera, peraih gelar juara dunia sembilan kali itu mungkin akan kehilangan kesempatannya kembali menjadi juara dunia untuk selama-lamanya. Sukar dibayangkan bagaimana jadinya jika Rossi kembali mengalami kecelakaan di ajang balap MotoGP saat kakinya sedang cedera seperti

saat ini. Namun, pebalap Yamaha ini tampaknya sudah bulat mengambil keputusan. Rossi sebenarnya telah memutuskan untuk tampil di GP Aragon sejak ia mendapat hasil positif saat uji coba di Sirkuit Misano. Keputusannya diperkuat dengan hasil positif dari pemeriksaan dokter internal Rossi. Meski ia sudah membulatkan tekadnya, niatan Rossi untuk balapan tak bisa berjalan mulus semaunya. Ia harus melewati parameter terakhir, yaitu mandatory pengecekan kesehatan dari Chief Medical Officer MotorLand Aragon, Clemente Milan. Untungnya Clemente Milan telah memberikan izin kepada Rossi untuk balapan. “Clemente Millan mendeklarasikan bahwa juara dunia sembilan kali itu fit untuk berkendara, 21 hari setelah mendapatkan cedera kaki,” tulis Yamaha. Keputusan Rossi ini tampaknya diambil karena ia masih optimis bisa meraih gelar juara dunia. Ia tak ingin menjaga peluangnya tersebut dan tidak ingin lagi kehilangan poin. Saat ini telah ada Marc Marquez dan Andrea Dovizioso yang berada di puncak klasemen. Rossi memiliki beban berat untuk mengejar ketertinggalannya setelah absen selama dua pekan. (kmb33/rtr)

BPM/rtr

Schumacher akan Dirawat di AS

Alcaniz – Michael van der Mark amat gembira ketika tim Movistar Yamaha memilihnya sebagai pengganti Valentino Rossi untuk MotoGP Aragon. Tapi kesempatan di depan mata itu saat ini hampir pasti menghilang. Van der Mark sebelumnya dipercaya untuk menggantikan Rossi yang mengalami cedera akibat kecelakaan motocross. Akan tetapi, Rossi secara mengejutkan pulih lebih cepat dari perkiraan dan dinyatakan fit untuk membalap di Aragon. Meskipun demikian, Van der Mark tetap hadir di Sirkuit Aragon, meski peluangnya untuk tampil di atas lintasan kini amat kecil. Pebalap Belanda berusia 24 tahun itu sekarang hanya berstatus standby. Dia hanya akan menunggangi motor M1 apabila Rossi tibatiba merasa kondisinya tak memungkinkan untuk menuntaskan rangkaian MotoGP Aragon. Terkait hal ini, sejumlah pebalap MotoGP tahu betul bagaimana rasanya jadi Van der Mark. Mereka pun bersimpati. “Tentu saja ini sangat disayangkan karena Anda ingin membalap, Anda ingin punya kesempatan dan juga Michael sangat muda, jadi tentunya dia akan kecewa. Tapi pada akhirnya dia harus mengerti,” ujar pebalap Repsol Honda Marc Marquez, Sabtu (23/9) kemarin. “Well, ini semacam mereka memberi Anda perman dan kemudian mengambilnya lagi. Memang seperti inilah, tapi bagi Yamaha bagus Valentino ada di sini dan dia bisa memacu motor 100 persen. Dia selalu bagus untuk tim kami,” kata rekan setim Rossi di Yamaha, Maverick Vinales. “Tentu saja ini sulit bagi Michael. Kesempatan ini hanya muncul sekali. Jadi ini sangat disayangkan, tapi itulah keadaannya sekarang. Paling tidak dari sisi kami, kami berharap Valentino bisa kencang dan mengeluarkan kemampuan terbaik motor,” tambah Vinales. Rossi sendiri sudah tampil dalam dua latihan bebas di Aragon. Pebalap Italia itu menempati posisi ke-18 di latihan pertama dan posisi ke20 di latihan kedua. “Dia selalu mengikuti perkembangan saya dan kami sebelumnya sudah sepakat. Maksud saya, dia bilang, “kami siap, tapi jika kamu bisa datang kami akan gembira”. Saya pikir dalam beberapa hari terakhir Van der Mark memahami bahwa mungkin sulit baginya untuk membalap akhir pekan ini,” kata Rossi. Van der Mark adalah pebalap yang membela Yamaha di ajang Superbike pada musim ini. “Jujur, saya tahu Valentino akan berjuang sebelum akhir pekan. Saya selalu mengingat bahwa ada kesempatan baginya untuk balapan. Saya juga tidak benar-benar fokus.

Kyrie Irving

BPM/rtr

Chavez Jr Naik Ring Lagi

Julio Cesar Chavez Jr rupa dengan dua tahun lalu, JC Jr menerima risiko yang sangat besar untuk naik divisi dan bertarung melawan Andrzej Fonfara

BPM/rtr

di kelas berat ringan. Usai kekalahan dari Fonfara, dia mengalami cedera parah dan harus absen selama satu tahun. (kmb33/rtr)


Sastra

Redité Paing, 24 September 2017

I Kaki Dengkil

Sang Wijayasastra 24

LINGGIH Ida Sang Amangkurat, Sang Angawarat, wiadin sané mangkin baosanga presidén, gubernur, bupati, tur walikota ring sanunggil wawengkon sinah pateh. Linggihé punika karaksa majalaran antuk karuruh. Minab ruruha antuk makudang-kudang wargi, raris silih sinunggil warginé kasungkemin ngadeg ratu. Naler minab karuruh antuk payudan. I Kaki Dengkil ngamanahang indik pabuaté wénten sané kasudi dados Sang Angawarat, Amangkurat, tur biséka sané lianan. Sapisanpisan, kasengguh Tedung Jagat. “Ngudiang apang ada ané kéto? Tusing ada ané madan kéto, puputné nu ja nyidaang urip? Apa sé gunané? Apa buin buka janiné? Pikamkam anaké ngrebutin kuasané ento liunan ulian ada ané aliha? Abedik pesan rasané anaké demen ngalih kuasa kamula seken makeneh nyukertaang jagat!” Asapunika I Kaki Dengkil ngili-ngili manahné sambilanga uyuk-uyuk tengah wenginé puniki. I Kaki Dengkil waluya nénten mrasidayang nambakin manahné wantah sampun wénten sané manahanga. Napi malih sané manahanga punika kenjekan katah kawicarayang ring marginé, ring jaba, puri, griya, tur paumahan. Sakadi sané mangkin katah kawicarayang jagi wénten pamalihan jagi rauh. Kocap jagi mamalih Sang Angawarat sané yukti patut kasungkemin mangda nyukertaang Jagat Baliné sekancan-kancan. “Kanti ngutang-ngutang gaé tuah ngawicarayang pikamkamé ento sabilang wai? Nyén lakar kasungkemin, ané gobané pongah juari selem denges ento? Ané cara bhuta cakil cerik pukel mileh-mileh ngaku suba sandang kapalih? Ané buka kedi ngaku-aku ksatrya wangsa maha agung ento? To buin dadua, ané abesik aéngan tekén préman sayaga majaguran! Ané buin abesik masemu éwér, ngéwérin warginé sujatiné ia tusing lebihan tekén prajurit menyit! Tegarang to selehin! Nikén lakar gugu prasida nyéngcéngang jagaté? Nikénan lakar bakat gugu prasida nyukertaang jagat? To buin abesik, cara anak cerik tusing masekolah asané, pragat mengkeb lamun ada kapelihan!” I Kaki Dengkil ngamukmuk sakadi punika, sujatiné Ipun kenjekan ngupet wargi Tepisiringé sané sareng-sareng mapi tatas pikamkam jagaté mangkin nibénin pamalihan gubernuré jagi rauh. Nénten uning, sapunapi pidabdabé ngawinang renget basang I Kaki Dengkilé wantah ngawicaraang indik gubernur, bupati, walikota, tur danéswarané sinamian. Kocap sampun makudang-kudang warsa mamargi saking rihin nénten pisan rasaanga pakibeh jagaté kamargiang antuk pakardi Angawaraté punika. Gentosné lacur, jeg lacur makasami wargi Tepisiringé. Gentosné nénten prasida nunas, jeg nénten prasida. Napi malih ri kala masané panes rauh, toya jagi inem nénten wénten, napi malih jagi anggén mandusang ubuhan. Kija kocap Tedung Jagaté ri tepengané asapunika? Dayuh wenginé sané mangkin sampun tedun. Sayan gesit rasaanga awakné antuk I Kaki Dengkil. Nanging Ipun kantun ijek mamarna, sujatiné wénten utawi nénten Sang Angawaraté punika nénten wénten warginé sané sujati ngrasaang. Minab santukan gumi genah I Kaki Dengkié urip puniki kalintang linggah? Ngawinang Sang Angawaraté nénten prasida nyuryanin? Nénten prasida micayang paneduh jagat? Kenjekan ngamanahang linggih Sang Angawaraté punika, sagét nadak I Kaki Dengkil éling ring baos sastrané sané nyengguhang indik wijayasastrané. Kocap manut panampéné, mangda sapusira ugi sané kasudi dados Sang Angawarat sujatiné wijayasastra. “Kénkén anaké madan wijayasastra? Sujatiné liu pesan wewilangané. Da ja liu-liu, abesik dogén apang resepanga! Ento ané pagehanga apang sawai-wai matingkah melah. Ané madan melah masé liu pesan wewilangané. Tusing ja sawai-wai ngedumang sembako ané madan matingkah melah. Tusing ja ngedumang bedah rumah. Ané madan matingkah melahé ento, utamanya masolah alep, tuturé melah dingehang kuping. Jabat ri kala mituturin warginé di jaba tur ri kala ngawicaraang pawilangan kasukertaan jagaté sekancan-kancan kasarengin antuk danéswarané sinamian. “Kénkén né jani. Yén kéto, Sang Wijayasastra kamula pantes solahné nyunyur manis. Kéto masé sujatiné Sang Angawarat utawi Sang Amangkurat tabuhé apang saja nedungin jagat! Pamekas, Sang Angawarat utawi Sang Amangkuraté ento kasengguh maparagayan Sang Wijayasastra!” Asapunika I Kaki Dengkil nepasin, silih sinunggil pikamkamé maparagayan Sang Wijayasastra! “Ento awanan, tusing dogén siapé makelus, Sang Angawaraté masé ada ulesné. Yén suba ulésné kakéto, ngudiang gugu gadeg ratu? Kuala da nyen ulap tekéning kelus, ané kelusné melah tusing karuan masé papak gugu! Bagus-bagus, kedi nyanan? To lakar gugu? Cara kelus kuluké, yén bungutné lanying, tusing sandang ubuh, sawiréh kuluké ané bungutné lanying tan paguna, galak tur kereng ngongkong! Kuala ada masé kakétékan lénan, yén suba kaketékané guna, sinah waluya bungutné lanying masé maguna!” Kénkén I Kaki Dengkil, mamalih Sang Angawarat patehanga sareng kaketékan asu. “Wira, Dharma, Guna, Ketek, Kiul” Asapunika I Kaki Dengkil ngrémon mupuput ngemit wenginé puniki. (Jelantik)

Balian Ketut Sugiartha ANAKÉ ngaukin ia Pekak Tamped sawiréh cucunné madan Wayan Tamped. Jelegné sedeng dogén, tusing tegeh utawi éndép. Awakné mokoh lan kulitné sada selem. Biasa nganggon piyama selem, kamen batik tur duurné setata mabedbed udeng putih. Ia pepes teka mulih ka umah tiangé di gunung matemu ajak I Bapa. Ada sawatara duang dasa kilo joh umahé di gunung uli désa asal kulawargan tiang wiadin Pekak Tamped. Mapan sukeh asané ngalih pangupajiwa di désa, I Bapa makisid ka gunung. Tusing pedas tiang ping kuda kadén abulan Pekak Tamped teka mulih. Tiang nu inget yéning tiang setata majujuk ngintip di durin kordén jelanané sedek ia ajaka I Bapa negak masila ngorta di kamar tamuné. Makadadua ngebit-ngebitang lontar sambilanga ngraos lan nginem kopi ané gaénanga tekén I Mémé. Biasané padaduanan ngorta kanti ka peteng. Setata dapetang tiang nu megadang kala tiang bangun makita ngenceh tengah lemengé. Pamuputné I Bapa nawang yéning tiang pepes ngintip, kéwala ia tusing pedih. Tiang takonina ngudiang koné malaksana buka kéto. Baan meledé nawang tiang tusing ja lantas masaut nanging mabalik matakon nak ngudiang Pekak Tamped pepes nekain I Bapa. “Ia meled malajah,” kéto pasaut I Bapa. “Malajah apa?” tiang nyedsedang. “Malajah pang bisa ngubadin.”

“Dadi balian cara Bapa?” “Béh, Bapa sing ja balian.” “Kadén Bapa pepes ngubadin?” “Ah, Bapa tuah matulung yén nuju ada nak kaselek.” “Apa binané?” “Yén balian nrima pasién cara dokter.” “Maan pipis masih?” “Maan sarin canang.” “Yén kéto Nyoman kal dadi balian gén buin pidan.” “Luungan dadi dokter.” “Ah, nyanan sing ada nak demen.” “Dadi kéto?” “Dokter kadén nyuntik yén ngubadin?” I Bapa kedék ngelkel. “Apa luungné dadi dokter?” tiang matakon. “Yén dadi dokter aluh ngalih pis.” “Yén balian?” “Aluh masih, kéwala balian sing ja maan gajih,” I Bapa nerangang. “Yén dokter, lénan kén maan gajih masih maan pipis uli mukak prakték. Ento awanan dokteré enggal sugih. Kéwala tusing aluh pajalané apang sida dadi dokter. Lénan tekén dueg liu masih mesuang pipis anggon malajah lan meli buku.” *** Dueg lan liu mesuang pipis! Setata inget tiang tekén munyin I Bapa. Miribné sukeh sajan lakar nyidaang dadi dokter. Yadian di sekolah tiang maan rangking luung, I Bapa asané tusing ngelah pipis lakar anggon prabéa. Ada tepukin tiang pipis di lacin mejané, sakéwala pipisé ané maben-

13

del-bendel ento yén suba galahné serahanga tekén Tuan Manuji, nak muani ané gedé ganggas lan mabasang cara nak beling. Taén I Bapa ngajak tiang ka kota lan singgah ka toko nak muani ané limané mabulu samah ento. Tokoné gedé sajan, bek misi barang dagangan marupa kainkain. Tuan Manuji ngelah pianak madan Raju ané mirib matuuh patuh tekén tiang. Di duur montor bisé nuju mulih, cunguhné ané lantang lan alisné ané tebel tusing suud-suud marawat-rawat di matan tiangé. Inget masé tiang tekén tokoné jumah ané cenik, joh tanding ajak tokoné Tuan Manuji. “Pengeng?” I Bapa matakon. Tiang kituk-kituk. “I Raju dueg di sekolahan?” tiang laut matakon. I Bapa nlektekang paningalan tiangé. “Nguda dadi gregetan buka kéto?” “Yén dueg, pasti ia dadi dokter yén suba kelih.” I Bapa makenyem, “Bapa nawang,” kéto I Bapa masaut. “Nyoman pasti makeneh dadi dokter. Saja sing? Kéwala baana Bapa sing sugih, Nyoman sangsaya sing ja lakar nyidaang nuutin kenehé.” Tiang nguntul, tusing pesu munyi. “Nah, malajah dogén malu selegang,” I Bapa ngusap-ngusap tundun tiangé. “Nyén nawang, ngancan Nyoman kelih ngancan luung asil tokoné.” Nuju dina Saraswati, tiang ngastiti bakti ring Ida Sang Hyang Aji Saraswati. Lénan tekén nunas karahayuan lan kaduegan tiang masih nunas apang I Bapa lais madagang, liu ngelah pipis apang ada anggon bekel masekolah dokter. Sakéwala, tondén tamat tiang uli SD I Bapa nadaksara gelem. Sadina ia nylempang di duur pasaréanné nuju rematikné kumat. Tusing nyidaang naanang dinginé di gunung, pamuputné I Bapa mulih ka désa. Tiang ajak Wati, mbok tiangé, kéto masé Beli Sumerta tusing bareng. Sasidansidan Beli Sumerta laut nerusang utsahané I Bapa ané suba sayan surut. Disubané tamat SMP tiang inguh. Makeneh nerusang sekolah kéwala tusing ngelah prabéa, buina SMA utawi SMEA tuah ada di kota. Ada sawatara pitung dina tiang mapangenan. Yén uli dija kadén I Bapa nawang sagét tiang orahina mulih ka désa. Neked di désa tepukin tiang I Bapa sada segeran yadiastun rematikné koné nu kumat kapah-kapah. “Ada keneh lakar nerusang sekolah?” kéto I Bapa matakon seken. Tiang tusing ngénggalang masaut. Yén orahang benehbeneh, tiang jejeh I Bapa sedih krana sing ngelah prabéa. “Sekolahé sing joh uli dini. Yén Nyoman lakar nerusang, ngajag dogén uli jumah. Menék sepéda cara pisagané,” tutur I Bapa. “Kadén iraga sing ngelah sepéda?” kéto pasaut tiangé. “Meli nyén sik, ané bekas.” “Uli dija pipisné?” Tiang nlektekang I Bapa ajahan. Yén uli ngulat sok tiing miribné tusing nyidaang I Bapa munduhang pipis lakar anggon meli sepéda. “Ibi mémén Ceningé ngadep céléng,” I Bapa nyautin, “Pipisé to anggon meli.” ***

lantas nepok-nepok tundun tiangé laut ngorahin tiang apang sirep. Buin maniné tiang ajak I Bapa nekain umahné Pekak Tamped. Adéng-adéng I Bapa ngorahang tetujoné teka kema, kéwala Pekak Tamped tusing lega ningehang. “Carik warisan kal adep?” sautné, “Sing jejeh salahang pitara?” Maplengek I Bapa satondéné masaut, “Suba makelo pesan sentanané nandang sengsara, miribné pitarané ané nguduhang apang ngadep cariké to. Mapan sing ada buin ané lénan anggon mauleh-ulehan. Buina dugas mragatang dané-danéné apang madan bersih, nak makejang ulian dakin liman sentanané. Jani sedek sentanané katibén pikobet, miribné sing ja dadi ati pitarané lakar nyalahang senatanané ané ngadep carik.” Mekelo Pekak Tamped mendep satondéné masaut bawak, “Cang sing ngelah pis.” “Men kéto kal tanjénang tekén nak lén.” Pekak Tamped ngucek-ngucek puntung rokoné di bucun latené tan pasaut. Ngenah sajan yéning ia tusing lega. Liwat telung dina ada anak uli dajan désa ané meled meli cariké. Disubané pragat urusan mayah gegadén aji pipis baan ngadep cariké, pepes tepukin tiang Pekak Tamped negak di warung Mén Bayu di bencingah sambilanga nginem tuak utawi arak. Ia nawang yén tiang pepes nepukin ia ditu sabilang tiang lepas uli sekolah. Nyapnyap tiang nepukin solah Pekak Tamped ané tawah buka kéto. Tiang takut yéning ia punyah laut mlegéndang déwék tiang Makudang bulan suba liwat, tiang tusing taén buin nepukin Pekak Tamped di warungné Mén Bayu. Baan meledé nawang, soréné ento tiang nglékokang sepeda ka warungné Mén Bayu laut matakon ngudiang Pekak Tamped tusing taén ngenah. “Yéh, Nyoman sing nawang?” Mén Bayu mabalik matakon. “Ia suba ngalahin tuni semengan.” “Ngalahin mati?” “Aaa, Bapan Nyomané sajansajan ririh!” “Apa urusané jak Bapan tiangé?” “Béh, mapi-mapi gén Nyoman. Makejang anaké suba nawang yén Pekak Tamped sing nu ulian kalah masiat.” Tusing ngraos buin tiang ngéncolang mulih. “Bapa ané ngamatiang Pekak Tamped?” kéto tiang matakon polos disubané neked jumah. I Bapa mapelengek ningehang. “Apa orahang Nyoman?” “Mén Bayu ngorahang Pekak Tamped mati ulian kalah masiat.” I Bapa makebris kedék. “Kéto suba anaké di désa, demen sajan ngaé satua ané tawahtawah.” Macelep ka kamaré, tiang lantas negak bengong. Inget tiang tekén Pekak Tamped ané pepes nginem tuak lan arak di warungné Mén Bayu. Tiang setata nguntul yén nengnenga, jejeh tiang nepukin paningalanné ané barak. Kéwala makelokelo sunaran paningalanné ngenah sayan enduk lan pipiné cemil masawang kuning, cara anak ngraksa beteg. Méh-méhan tuak ajak araké ané ngranang ia ngemasin mati. ***

Saking Langit Bali

Aswamédha Parwa

Jagat Dwaraka

Olih : I K. Satria, S.Ag

NGLANTUR Ida Sang Prabhu Krishna nyaritayang, “Kawéntenan Ida Sang Prabhu Karna miwah ksatria Korawané raris nglanturang payudan saha mautsaha pisan ngasorang Panca Pandawa antuk kawisésannyané, sakémaon prajurit Pandawa kantun ajeg pisan kawéntenannyané. Nénten wénten sané kasor. Yéning saihang akéhnyané, wyakti akéhan kawéntenan prajurit Korawané, akéhnyané kantun tigang Akshahuini. Payudané memargi dahat mautama tatkala punika, raris kantos patemon payudan Ida Sang Prabhu Karna sareng Ida Sang Arjuna. Ida Sang Prabhu Karna sampun kabaosang ksatria sané dahat mautama, katandingin raris olih Ida Sang Arjuna. Para ksatria Korawané punika kasor ring payudan kekasorang olih Sang Arjuna. Ida Sang Prabhu Karna mayuda ring payudané punika. Antuk sapaninggal Ida Sang Prabhu Karna, dahat méweh kawéntenan ksatria Korawané duaning nénten wénten malih sané ngawinang wirang ring payudan. Sadurungnyané, wantah kawéntenan Ida Sang Prabhu Karna sané prasida ngawinang wirang ksatria Korawané mayuda. Akéh para ksatriané pejah ring payudané punika, kawéntenan Ida Sang Duryodhana nyansan éwuh ring pikayunan sangkaning nénten wénten malih ksatria mautama mélanin Korawa. Lianan punika, kawéntenan ksatria Pandawa taler mautsaha pisan nénten surud wirangnyané sajeroning ngasorang sekancan adharmané. Ring genah Pandawané, kapucukin raris olih Ida Sang Prabhu Yudisthira,” sakadi asapunika Ida Sang Prabhu Krishna miterangang. Sayan becik Ida Sang Prabhu Krishna miterangang, ngawinang para ksatriané sané mirengang dahat seneng saha meled pisan mangda prasida nguningin kawéntenan payudané punika. Raris nglantur kacaritayang olih Ida Sang Prabhu Krishna sakadi asapuniki. “Ring payudan rainané mangkin, kawéntenan Ida Sang Yudisthira sampun ngamel senjata saha sumeken ring angganidané pacang ngasorang mesehé. Ida mucukin prajurit Pandawa tatkala punika, sami sampun sakadi kadaut mayuda gumanti ngarepang mangda prasida jaya. Wantah mayuda araina, raris Ida Sang Prabhu Madra sampun sida kekasorang olih Ida Sang Yudisthira, sané ngawinang sami prajurité dahat wirang saha bagia ring parindikané punika. Sesampuna Ida Sang Prabhu Salya pejah ring payudan, Ida Sang Sahadewa sané dahat

Tiang suba ngelah sepéda makudang dina sasubané tiang maraosan ajak I Bapa. Sambilanga ngenjuhin tiang pipis anggon madaftar, I Bapa mabesen, “Nyoman dadi mapangapti ané paling melah, kéwala da nyén engsap nak idupé sing ja misi ané melah dogén.” Teka uli sekolah, tiang mautsaha kénkén carané apang sida bareng nekang pipis. Tusing makelo malajah tiang suba bisa ngaé sok cara I Bapa. Lénan tekén ngulat sok pesenan tiang masé ngaé sok ané adep tiang ka peken. Lumayan masé asilné kanti tiang nyidang nabung sakabedik anggon prabéa sekolah. Nanging ngancan makelo sok tiingé ngancan udu, langah anak meli. Liunan anaké demenan meli sok ané malakar aji plastik. Yén kéné unduké bisa dogén tusing nyidang nerusang sekolah, kéto tiang mapangenan. Nanging I Bapa nu nyidaang maang tiang pipis nuju tiang perlu mayah uang sekolah. Krana meled nawang tiang laut matakon tekén I Bapa uli dija tekan pipisé ento. “Uli Pekak Tamped,” kéto pasautné. “Ané pepes nekain Bapa ipidan?” “Iya suba dadi balian jani.” “Ada nak ngorang koné ia ngiwa.” I Bapa mendep, cara ada ané engkebanga. “Nguda dadi Bapa nyak nganggon pipis uli nak kéto?” “Bapa sing ja nrima pipis ané sing beneh.” “Men pipis apa to?” “Ipidan dugas Bapa mara mulih, Bapa maan duman carik. Kéwala ban liuné ngelah utang, cariké to gadéang Bapa. Kabenengan Pekak Tamped ngelah pipis, baang Bapa ia ngadé cariké maaji padi duang ton.” Tiang negak mapangsegan. “Men kéto depang suba Nyoman suud masekolah,” kéto tiang ngraos. “Masekolah to penting, Man. Yén nu ada uleh-ulehan terusang malu masekolah.” Petengné tiang sing nyidaang sirep. Tiang lantas nogdog jelanan kamar I Bapa. “Kénkén mirib yén cariké to adep?” kéto tiang matakon disubané negak di sisin dipané. “To suba ané sedek pinehin Bapa,” saut I Bapa sambilanga ngedénang endih lampu témplék ané magantung di sisin temboké. “Kéwala da adepa makejang.” “Kéwala sukeh asané.” “Ngudiang sukeh?” “Asané ada kenehné Pekak Tamped ngelahang cariké to, kéwala ulian ngamenékang ajin gegadéné adéng-adéng kanti patuh ajak ajin pameliné.” “Men kéto adep jak nak lén dogén.” “Ia sinah sing lasia.” “Apa urusané, iraga nak ngadep gelah padidi?” “Nyoman nawang apa artiné yén ia sing lasia?” “Bapa jejeh yén ia lakar ngaé ané tuara-tuara?” tiang matakon. “Nyoman ané kenehang Bapa,” sautné. “Nyoman sing jejeh. Kadén ipidan ia malajah tekén Bapa?” I Bapa mandrengin tiang sambilanga makenyem. “Sing madaya Bapa yén Nyoman wanén buka kéné,” I Bapa

mautama punika raris ngepungin kawéntenan Ida Sang Sakuni sané pinaka lantaran payudané punika memargi. Pamekas sané ngawinang kulawarga Kuru mayuda wantah dané Sang Sakuni. Irika raris Ida Sang Sakuni kapademang olih Ida Sang Sahadéwa. Punika sané ngawinang banget prajurit Korawané rumasa engsek saha rumasa nénten prasida malih mayuda nandingin kawisésan Panca Pandawané. Akéh sané sampun nilar Kuruksetra sangkaning jejeh kapademang. Risampuné sakadi asapunika, Ida Sang Duryodhana raris sané mangkin mucukin payudané. Putran Ida Sang Prabhu Drhestarashtra dahat mautsaha mangda prasida jaya ring payudan. Sesampuné nyaksiang kawéntenan Ida Sang Duryodhana mucukin para prajurit Korawané, Ida Sang Bhimasena raris makecos saha nantangin kawéntenan Ida Sang Duryodhana, punika sangkaning dahat krodan Ida Sang Bima majeng ring Ida Sang Duryodhana. Ida raris nganggarang senjatanidané saha kauyeng pinaka cihna sayaga pacang nandingin meseh. Ida Sang Bima dahat mautama pisan pikantenannyané sangkaning prawira mawisésa. Ida Sang Duryodhana nénten prasida nandingin Ida Sang Bima, sangkaning senjata gada sané kagamel olih Ida Sang Bima dahat ketah nibenin anggan Ida Sang Duryodhana. Punika mawinan dahat ajerih pikayunanidané tatkala nandingin Ida Sang Bhima. Sangkaning nénten prasida nandingin Ida Sang Bima, Ida Sang Duryodhana jerat-jerit malaib nuju Danu Dwaipayana pacang nyilib. Ida Sang Bima kasarengin makasami ksatria Pandawa memargi nuju genah Danu Dwipayanané punika. Ida Sang Duryodhana nyilem ring tengah danuné. Irika raris sami prajurit Pandawané masuryak nyuryakin kawéntenan ksatria Korawané sané ajerih mayuda saha nyilib ring tengah danuné. Sangkaning parindikan punika, Ida Sang Duryodhana medal saking danuné, antuk kroda Ida nandingin Ida Sang Bhima. Ida ngamel senjata gada nandingin makasami Panca Pandawa. Ida Sang Bhima mirengang Ida Sang Duryodhana nantangin, raris Ida rauh jagi nandingin. Sami para ratuné nyaksiang kawéntenané punika. Pamuputnyané, Ida Sang Bhima prasida mademang Ida Sang Duryodhana sané dahat sumbung punika. Payudané raris puput saha kawéntenan Panca Pandawané sané jaya ring payudan ageng punika.” (Masambung)

Nyujuh Ambara Tunas nguda manyarita Tujoné langkung ngangkuhang kita Tempuh bayu tungtungé manglila Tajepé lumah nyujuh ambara Semeng ngremeng nedunin damuh Siang galang téjané teduh Soré ngeséng suryané kauh Sigra tuwuh tumut kauh Weruh kaweruhé tutut ruruh Wiji-wiji kéh sida kapunuh Werdi ring taman wiji kasawuh Wangi kembang kumbangé rauh Yowana Sarirané wimuda Yogya tingkahé para sarjana Yogi anagata citta Yasa panggih pangguh werdha I Gedé Suwartama


Kruna

14 Gede Arsana

Cerakén

Ngwedar Pendidikan Karakter Majalaran Cak Bleganjur

Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.

pupu;p\С(.

Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

Pupuh Pangkur

MAPIKAYUNAN sané corah, meled madué antuk parindikan sané nénten becik wantah pikayunan sané kaon. Ngambil duén anak tios taler prasida ngawinang biyuta. Saking kahanan punika, I Wayan Gede Arsana mawit ngripta garapan seni marupa Tari Cak Bleganjur antuk murda “Cupu Manik Astagina”. “Tiang mapangapti, garapan seni puniki prasida dados dasar ngamargiang pendidikan karakter. Majalaran garapan puniki, tiang metuéling majeng samian krama mangda setata inget, éling ri kala ngamargiang kahuripan puniki,” baosnyané. Sajeroning garapan inucap, Gede Arsana ngripta seni cak sané lewih atraktif miwah inovatif. Para panabuh nénten wantah nabuhang gambelan kémanten, sakéwanten sareng ngigel. Wénten sané dados tokoh carita inucap, makarya alas, toya, tetaruan, miwah kahanan tiosan. Parikrama punika boya wantah

23.puunikptuetÀli\*,

Punika patut élingang, hupkr, upakara, niZǾepãoeboetn)muæsi;,

nincap boboté nem sasih, mg)ed*og)edo\nÑ¡mun/,

magedong-gedongan dumun, pink\)nÓ)gÞi\áih*,

pinaka ngenteg linggihang, rerhlit/, raré alit,

h\áent)t)pßwukud/,

anggané tetep mawukud, mbyumduewrs,

mabayu madué rasa, nru\uytu\á*tu\á&. ngarungu ya tunggang-tungging. 24.s\wulnßr&g(v,

Sanga wulan maring garbha, n\á¡ds, nanggu dasa, rhinrerenmijil/, raina raréné mijil, khir&zmenctu(,

kairing nyamané catur, \bi;r&hÏpæu\Сrn/,

ngabih ring arep pungkuran, pm(gien,

pamarginé, stßkmgnÓ¡*rmã¡t/,

satmaka magantung rambut, h\ÐihnÉ&tu\Ó¡*lid;, angkihan ring tungtung lidah, \pÓiy*rerenmijil/.

ngaptiang raréné mijil.

ngawinang becik, sakéwanten taler nyokong nyabran pamargin carita sané kapéntasang. “Tiang meled ngawigunayang panyokong miwah pragina/panabuh sané wénten, sakéwanten prasida ngamargiang samian parindikan,” baos panuréksa miwah guru seni SMK Negeri 5 Denpasar puniki sumeken. Sesolahan sané kapéntasang rumasuk becik pisan. Suara bleganjur kapaduang sareng melodi vokal pragina cak. Sapunika taler suarasuara cak saking para pragina kapaduang sareng tetabuhan bleganjur, mawinan prasida ngamedalang suara sané becik. Cak Bleganjur sané wantah kapéntasang salami pitung menit puniki kasarengin antuk duang dasa diri panabuh miwah petang diri pragina pinaka tokoh carita. Makapatpat tokoh carita punika, luiré: Rsi Gotama sané kasolahang Gede Arsana, Dewi Anjani kasolahang olih Widya, Arya Bang kasolahang olih Yudik, miwah Arya Kuning kasolahang olih Suada. Pinaka panyokongnyané wantah Sanggar Cipta Dharma Kanti Br. Paang Kelod, Desa Penatih, Denpasar. Garapan seni sané sarat madaging tetuek moral puniki naen kasolahang ring Kabupaten Purwakarta, Jabar sajeroning acara “Gebyar Pesta Sosial Budaya Nusantara” mapaiketan ring Milangkala Purwakarta kaping 186 miwah Kabupaten Purwakarta kaping 49. “Krama irika yukti nyantosang pisan sesolahan puniki, Bapak Bupati taler ngicén apresiasi sané becik,” baos alumni ISI Denpasar sané mangkin dados pembina seni ring Kota Denpasar. Kabaosang, satua sané kaunggahang mawit saking kawisésan Cupu Manik Astagina sané pinaka waranugraha Bhatara Surya majeng ring Dewi Windradi dados bencana ring kulawarganidané. Kekalih putranidané, Arya Bang miwah Arya Kuning taler putrinidané Dewi Anjani marebat ngrebutin cupu manik inucap. Manggihin kahanan putraputriné punika, Sang Ayah dados kroda tur menggah saha ngutang cupu manik inucap mawinan metu sakadi kolam. Kekalih putranidané punika nguber cupu inucap kantos maclempung ring kolam. Nénten kaélingin saha karasayang, medal saking kolam inucap, sang kalih dados bojog. Sang Dewi sané wantah masuh tanganidané antuk toya inucap pateh taler tanganidané mabulu sakadi bojog. (bud/uma)

Isin Gumi

Patut Yatna, ”Pembobol ATM” Mawali Ramia PARINDIKAN pembobolan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) ring Bali méweh pisan katambakin. Indiké punika santukan kirangnyané pengawasan miwah akéhnyané ATM sané kagenahang ring genah-genah sané sepi utawi doh saking perkantoran. Yadiastun sampun kajangkepin antuk téknologi modérn rumasuk CCTV, kasus pembobolan ATM mawali ramia. Kasus kapertama, ATM BNI ring Lovina, Kalibubuk, Buléléng daweg Saniscara (16/9) semeng, kabobol kalih krama warga negara Bulgaria antuk inisial PA miwah CS. Madasar pengalaman,

salami puniki mesin ATM puniki wénten kalih soroh, luiré sané tradisional miwah modern. Parindian punika kabligbahang sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Anggara, 19 Septémber 2017 lintang. Wayan Sengen, Nagasepaha Mangkin pembobol ATM sampun sayan profésional ngawigunayang alat-alat modérn. Mawinan sané pinih utama, krama patut yatna ri kala ngamargiang transaksi ring ATM. Ri kala nyingakin anak tiosan ring ATM, iraga patut sayaga, patut yatna.

Sira uning ipun ngrereh selah pacang ngamaling. Surya Putra, Lovina Krama yéning ngamolihang kaméwehan ri kala ngambil jinah ring ATM, napi malih sampun kantos ngwawanin, sapatutnyané magingsir utawi ngruruh ATM ring genah tiosan. Salami puniki, akéh ATM sané nénten kajaga olih satpam, kapungkur indik puniki patut kapikayunin malih. Gung De, Jl. Ngurah Rai Singaraja Becikné krama ngrereh

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

cager

1.

cg$,

1. handal

2.

cakra

2.

ckÉ,

2. roda

3.

calig

3.

clig/,

3. malas

4.

caluh

4.

clu;,

4. terbiasa

5.

camah

5.

cm;,

5. kotor

6.

campuh

6.

cmæu;,

6. bercampur

7.

candala

7.

cnÑl,

7. cacat

8.

candet

8.

cnÑ)t/,

8. bergantian

9.

canting

9.

cnÓ&,

9. sendok

10.

cruk/,

10. rata-rata

10. caruk

Redité Paing, 24 September 2017

Bahasa Indonésia

ATM sané wénten ring bank. Kadi mangkin nyabran bank sampun wénten ATM-nyané dados asiki sareng kan tornyané. Irika pastika sampun kajaga olih satpam sané prasida katakénin yéning wénten kaméwehan ri kala ngamargiang transaksi ring ATM. Sudik, Seririt Becikné para nasabah mangda nguratiang nomer telepon bank ring ATM. Nomer inucap dados hubungin yéning manggihin pakéwuh. Sampunang ngugu jadma sané nyaru-nyaru kayun mapitulung napi malih durung janten kenal. Kadek Berata, Kayu Putih Akéhnyané pembobolan ring ATM metu sangkaning jaman sayan canggih. Asapunika taler para duratmaka sayan canggih taler ngamargiang rerincikannyané. Yadiastun sampun akéh duratmaka inucap katangkep, dané nénten marasa ajerih. Tunas titiang, hukumannyané mangda lewih berat saihang ring sané sampun-sampun. Putra, Pengastulan Majeng pihak bank sapatuné mangda sering-sering ngontrol mesin ATM, mangda nénten wénten duratmaka sané masang ganjel utawi skimmer antuk tetujon prasida molihang untung. Napi malih ATM ketah pisan kagenahang ring genah sané sepi. Genah punika sané dados inceran para duratmaka. (ama)

I Wayan Narta

Seniman ”Otodidak” NÉNTEN akéh sané uning yéning I Wayan Narta, boya lulusan saking sekolah seni. Narta sané mangkin pinaka Kasi Pementasan dan Promosi Bidang Seni, Dinas Kebudayaan Kota Denpasar rumasuk alumnus Universitas Warmadewa Jurusan Administrasi Negara. Lanang sané embas ring Denpasar, 11 Desember 1971 puniki sampun dados pegiat seni mawit kantun alit. Kacunduk daweg penutupan Pameran Pembangunan ring Taman Budaya, Denpasar wawu puniki, Narta sané ngranjing ring Sanggar Sunari, Banjar Lantang Bejuh, Sesetan masolah sareng Cedil Cs. maosang, wénten tetimbang sané ngawinang anggané nénten ngranjing ring sekolah seni. Sinalih tunggilnyané, mangda madué kawagedan saha kawikanan ring widang tiosan. Manut Narta, kawagedan nabuh prasida kaplajahin “otodidak”. Parindikan punika taler sampun kabuktiang. Dané nénten pisan naen malajah seni ring sekolah formal. ‘”Pamineh tiang sederhana, tiang embas ring wewidangan seni. Tiang taler seneng ring seni, tiang akéhan majalah otodidak,” baos dané makenyem. Suami Ni Komang Yuliani puniki sampun malajah nabuh saking kantun masekolah ring SD No. 4 Sesetan, Denpasar Selatan. Rumasuk ri kala nglanturang masekolah ring SMP Kerta Negara, Denpasar miwah ring SMAN 5 Denpasar. Esktra kurikuler sané kapilih taler wantah nabuh, sinalih tunggil

ekstra kuriukuer sané ngicén galah majeng alit-alit sané waged taler meled malajah nabuh. Nénten naen kapikayunin yéning anggané pacang dados pagawé negeri. Ri kala lolos pinaka PNS, dané polih tugas ring Kantor Kelurahan Panjer, Denpasar Selatan. Dané taler kasudi pinaka Kaur Kesra. Salanturnyané, Narta taler sué tugas ring Bagian Kesra Pemkot Denpasar. Widang tugas sané akéhan mapaiketan ring krama. Rumasuk para seniman Kota Denpasar, sané dados duta Kota Denpasar ring Pesta Kesenian Bali. Punika ngawinang pakaryannyané lewih akéh, napimalih nampek PKB. Galahnyané akéhan telas sareng sekaa-sekaa seni sané pacang masolah ring PKB. “Minab sangkaning tiang ketah péntas magambel sareng sekaa, mawinan tugas puniki nénten sukeh karasayang,” baosnyané. Mapaiketan ring tupoksi sané kamargiang mangkin, Narta setata mautsaha malajahin. Yéning sadurungnyané dané wantah nerima tugas saking atasan, mangkin dané katantang ngrincikang parindikan sané anyar. Dané taler mautsaha ngruruh masukan saking para seniman, pengamat, miwah krama sané kayun nglestariang seni ring Kota Denpasar. Akéhnyané galah sané kaicén pinaka galah péntas saking Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, kabaosang Narta pinaka sinalih tunggil utsaha ngicén sekaa masolah saha utsaha nglestariang kasenian pamekas ring Kota Dépasar. “Sinunggil utsaha sané prasida kamargiang pinaka jalaran nglestariang kasenian pamekas ring Dénpasar,” baos dané makenyem. (ast/uma)

Kadek Febi Rustiana Dewi

”Juara FLS2N”, Dados Duta Bali ring Nasional SANGKANING kukuh ngambel tetuek yéning sukses wantah kapolihang saking utsaha sané sumeken tur becik kamargiang saha nénten gelis marasa sebet miwah setata éling nunas wara nugraha saking Ida Sang Hyang Widhi Wasa, pamputné ngawinang Kadek Febi Rustiana Dewi dados penyanyi solo putri pinih becik ring parikrama Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) ring paletan Provinsi Bali 2017. Yowana sané embas ring Singaraja, 19 Februari 2004 puniki prasida ngasorang makudang-kudang pamilet lomba duta saking kabupatén miwah kota ring Bali. Parindikan puika ngawinang Febi – asapunika dané ketah kasambat lolos pinaka duta Bali ring pacentokan paletan nasional. Kacunduk ring umahnyané ring wewidangan Désa Kayuputih, Kecamatan Banjar, Buleleng wawu puniki, putri pasangan Komang Suarjana-Putu Elia Pirgawati, S.Pd puniki nyaritayang yéning déwékné marasa nénten percaya dados penyanyi solo FLS2N Bali pinih becik. “Tiang marasa nénten percaya ri kala aran tiang kabacak polih juara kapertama. Nénten wénten baos tios sajabaning matur suksma antuk paica puniki,” baosnyané sumringah. Préstasi pinaka penyanyi solo pinih becik, nénten dangan kapolihang Febi. Yowana antuk bintang Aquarius puniki sampun seneng magending ngawit kantun ring TK Santa Maria, Singaraja. Kawagedan sané kaduénang nerus nglimbak becik santukan molihang sokongan saking kekalih reraman dané miwah kulawarga tiosan, rumasuk para guru ring sekolahan. Nénten wantah ri kala kantun masekolah ring SMPN 2 Banjar, ri kala kantun masekolah ring SD No. 2 Kayuputih, dané taler molihang sokongan saking para guru irika. Febi sané mangkin kantun nunas ajah ring SMPN 2 Banjar, Singaraja puniki nuturang, makéh pengalaman sané prasida kapolihang saking nelebin kawagedan sané kaduénang. Ngawitin nyarengin pacentokan ring genah dané embas, Febi nénten prejani dados juara. Jejuluk Buléléng pinaka gudang penyanyi miwah akéh saingan

ngawinang Febi sayan jemet malajah. Nénten wénten baos puput yéning ri kala nyarengin pacentokan nénten prasida dados juara. Mawit irika dané akéh polih paplajahan saking nyelehin pamilet tiosan. Wénten sinunggil parindikan sané ngawinang dané éling mangda dané nyinahang angga sakadi biasané tur nénten nuut-nuutin anak tios. Salami puniki, ri kala nyarengin pacentokan akéh pisan pamilet sané prasida juara ri kala magending pateh sakadi panyanyi asliné. Nanging, nénten pateh sakadi Febi, dané meled mangda “tampil beda” saking penyanyi asli lagu sané kagendingang. Tantangan punika sané ngawinang Febi prasida molihang juara. Kawagedan sakadi punika sané sukeh kaduénang penyanyi tiosan. “Tiang matur suksma pisan ring reraman tiangé sané yukti-yukti nyokong déwék tiang. Yadiastun tiang nénten meneng ring Singaraja, nénten ngawinang tiang arang ngamiletin pacentokan ring Singaraja,” baos Febi semangat. Febi salami puniki setata kaajahin mangda mandiri, dané ketah molihang bimbingan saking paman dané, Dama Sauputra indik teknik magending miwah olah vokal. Yadiastun kajudi pinaka duta Bali ring tingkat nasional, dané setata kapiteketin mangda nénten sombong miwah angkuh. Magending yadiastun sawates kasenengan, nénten wénten iwangné yéning sumeken kamargiang. Asilnyané pastika becik. Febi sampun muktiang yéning déwékné prasida dados sané pinih ebcik ring Buléléng miwah ring Provinsi Bali. Sadurung pacang ka Surabaya nyarengin pacentokan paletan nasional, Febi sayan sumeken latihan. Rumasuk nyayagayang koreo wiadin busana. Dané meled prasida tampil paripurna, napi malih makta aran Bali ring tingkat Nasional. (ast/uma)


15

Minggu Paing, 24 September 2017

Wahai Dunia, Apa yang Kau Takutkan?

l The Scary Khilafah, Jangan Ganggu Kemenanganmu KENAPA DUNIA begitu ketakutan kepada Khilafah? Yang salah visi Khilafahnya ataukah yang menyampaikan Khilafah kepada dunia, Sejak 2-3 abad yang lalu para pemimpin dunia bersepakat untuk memastikan jangan pernah Kaum Muslimin dibiarkan bersatu, agar dunia tidak dikuasai oleh Khilafah. MAKA PEKERJAAN UTAMA sejarah dunia adalah: dengan segala cara memacah belah kaum Muslimin. Kemudian, melalui pendidikan, media dan uang, membuat Ummat Islam tidak percaya kepada Khilafah, AlQur’an dan Islam. Puncak sukses peradaban dunia adalah kalau Kaum Muslimin, dengan hati dan pikirannya, sudah memusuhi Khilafah. Hari ini di mata dunia, bahkan di pandangan banyak Kaum Muslimin sendiri: Khilafah lebih terkutuk dan mengerikan dibanding Komunisme dan Terorisme. Bahkan kepada setan dan iblis, manusia tidak setakut kepada Khilafah. PERKENANKAN saya mundur dua langkah dan mencekung ke sepktrum kecil. Juga maaf-maaf saya menulis lagi tentang Khilafah. Ini tahadduts binni’mah, berbagi kenikmatan. Banyak hal yang membuat saya panen hikmah, pengetahuan, ilmu dan berkah. Misalnya saya tidak tega kepada teman-teman yang mengalami defisit masa depan karena kalap dan menghardik dan mengutuk-ngutuk tanpa kelengkapan pengetahuan. Sementara saya yang memetik laba ilmu dan berkahnya. UMMAT MANUSIA sudah berabad-abad melakukan penelitian atas alam dan kehidupan. Maka mereka takjub dan mengucapkan ‘’Robbana ma kholaqta hadza bathila,’’ Wahai Maha Pengasuh, sungguh tidak sia-sia Engkau menciptakan semua ini. Bahkan teletong Sapi, menjadi pupuk. Sampah-sampah alam menjadi rabuk. Timbunan batu-batu menjadi mutiara. Penjajahan melahirkan kemerdekaan. Kejatuhan menghasilkan kebangkitan. Penderitaan memberi pelajaran tentang kebahagiaan. SAYA JUGA TIDAK TEGA kepada temanteman yang anti-Khilafah. Tidak tega mensimulasikan nasibnya di depan Tuhan. Sebab mereka menentang konsep paling mendasar yang membuat-Nya menciptakan manusia. Komponen penyaringnya dol: anti HTI berarti anti Khilafah. Lantas menyembunyikan pengetahuan bahwa anti Khilafah adalah ati Tuhan. ’’ Inni ja’ilun fil ardli khalifah.’’ Sesungguhnya aku mengangkat Khalifah di bumi. Ketika menginformasikan kepada para staff—Nya tentang makhluk yang Ia ciptakan sesudah Malaikat, jagat raya, Jin dan Banujan, yang kemudian Ia lantik – Tuhan tidak menyebutnya dengan ‘’Adam’’ atau ‘’Manusia’’, ‘’Insan’’, ‘Nas’’ atau ‘’makluk hibrida baru’’, melainkan langsung menyebutnya Khalifah. Bukan sekadkar ‘’Isim’’ tapi juga langsung ‘’Af’al’’. KONSEP KHILAFAH dengan pelaku Khalifah adalah bagian dari desain Tuhan atas kehidupan manusia di alam semesta. Adalah skrip-Nya, visi missi-nya, Garis Besar Haluan Kehendak-Nya. Khilafah adalah UUS-nya Allah swt. Para Wali membumikannya dengan mendendangkan: di alam semesta atau al’alamin yang harus dirahmatkan oleh Khilafah manusia, adalah ‘’tandure wis sumilir, tak ijo royo-royo, tak sengguh temanten anyar’’. Tugas Khalifah adalah ‘’penekno blimbing kuwi’’: ‘’lunyu-lunyu yo penekno’’. Selicin apapun jalanan di zaman ini, terus panjatlah, terus memanjatlah, untuk memetik ‘’blimbing’’ yang bergigir lima. KHILAFAH ADALAH DESAIN TUHAN agar manuisia mencapai ‘’keadilan sosial’’,

‘’gemah ripah loh jinawi’’, ‘’rahmatan lil’alamin’’ atau ‘’baldatun thayyibatun wa Rabbun Ghofur’’. Apanya yang ditakutkan? Apalagi Ummat Islam sudah terpecah belah mempertengkarkan hukum kenduri dan ziarah kubur, celana congkalang dan music haram,atau Masjid jadi ajang kudeta untuk boleh tidaknya tahlillan dan shalawatan. Mungkin butuh satu millennium untuk mulai takut kepada ‘’masuklah ke dalam Islam sepenuh-penuhnya dan bersama-sama,’’. Itu pun sebenarnya tidak menakutkan. Apalagi dunia sekarang justru diayomi oleh ‘’udkhulu fissilmi kaffah:’’ masuklah ke dalam Silmi sejauh kemampuanmu untuk mempersatukan dan membersamakan. HARI HARI INI jangan terlalu tegang menghadapi Kaum Muslimin. Kenduri yang dipertentangkan adalah kenduri weweh ambengan antar tetangga, bukan kenduri pasokan dana nasional. Toh juga dengan pemahaman ilmu yang tanpa anatomi, banyak teman mengidentikkan dan mempersempit urusan Khilafah dengan Hizbut Tahrir. HTT sendiri kurang hatihati mewacanakan Khilafah sehingga dunia dan Indonesia tahunya Khilafah adalah HTI, bukam Muhammadiya atau lainnya. Padahal HT maupun HTI bukan penggagas Khilafah, bukan pemilik Khilafah dan bukan satusatunya kelompok di antara ummat manusia yang secara spedifik ditugasi oleh Allah untuk menjadi Khalifah. SETIAP MANUSIA DILANTIK menjadi Khalifah oleh Allah. Saya tidak bisa menyalahkan atau membantah Allah, karena kebetulan bukian saya yang mencioptakan gunung, sungai, laut, udara, tata surya, galaksi-galaksi. Bahkan saya tidka bisa menyuruh jantung saya berdetak atau stop. Saya tidak mampu membangunkan diri saya sendiri dari tidur. Saya tidak sanggup memuaikan sel-sel tubuh saya, menjadwal buang air besar hari ini jam sekian, menit kesekian, detik kesekian. Bahkan cinta di dalam kalbu saya nongol dan menggelembung begitu saja, sampai seluruh alam semesta dipeluknya – tanpa saya pernah memprogramnya. JADI KETIKA Tuhan bilang ‘’jadilah pengelola Bumi’’, saya tidak punya pilihan lain. Saya hanya karyawan-Nya. Allah Big Boss saya. Meskipun dia kasih aturan dasar ‘’fa man sya’a falyu’ min, wa man sya’a falyakfur’’, yang beriman berimanlah, yang ingkar ingkarlah – saya tidak mau kehilangan perhitungan. Kalau saya menolak regulasi Boss, saya mau kerja di mana, mau kos di mana, mau pakai kendaran apa, mau bernapas dengan udara milik siapa. Apalagi kalau saya tidur dengan istri, Tuhan yang berkuasa membuatnya hamil. Bukan saya. Saya Cuma numpang enak sebentar. HAL-HAL SEPERTI ITU belum cukup mendalam dan rasional menjadi kesadaran individual maupun kolektif Kaum Muslimin. Jadi, wahai dunia, apa yang kau takutkan dari Khilafah? Andaikan Khilafah terwujud, kalian akan diayomi oleh rahmatan lil’alamin. Andaikan ia belum terwujud, sampai hari ini fakta di muka bumi belum dan bukan khilafah, melainkan masih Kaum Muslimin. Bahkan di pusatnya sana Islam tidak sama dengan Arab. Arah tidak sama dengan Saudi. Saudi tidak sama dengan Quraisy. Quraisy tidak sama dengan Badwy. Apa yang kau takutkan? Wahai dunia, jangan ganggu kemenangannmu dengan rasa takut kepada fatamorgana. l Emha Ainun Nadjib Yogya, 3 Agustus 2017

Ngampoeng Seni JKP-109 Kelahiran 27 Januari - 27 November Rabu Pon, 27 September Malam Ini Menuju 230 tahun Kota Denpasar Ibu Kota Provinsi Bali

Matematika Nan Suci, 6X6 = 36, Konsisten, Istiqamah…. l Hidup Longgar, Lapang Nyaman, Lebih Merdeka

MESKIPUN saya gagal kuliah dan lulus SMA hanya karena ’’supaya tidak merepotkan setahun lagi’’, tapi sejak kecil saya sangat menikmati Pelajaran Islam yang paling mendasar, utama dan sangat kudus. Yakni Berhitung. Atau sekarang disebut Matematika. Hati saya selalu menyebutnya dengan lengkap: matematika nan suci. ILMU YANG KUDUS dan suci. 6x6 = 36. Selalu konsisten dan istiqamah. 6x6 = 36 di siang maupun malam, di musim kemarau maupun penghujan, dalam keadaan aman maupun pas ada gempa besar dan gunung meletus. 6x6 – 36 ketika sehat maupun sakit, pas bokek atau punya duit, bahagia atau sengsara, bangun maupun tidur. 6x6 = 36 meskipun ditilang Polisi, ditembak Tentara, ditimpa Perppu, kena angket atau tidak. Kalau ada penghitungan suara 36 menjadi 72, yang salah adalah menipulatornya, sedangkan 6x6 = 36 tidak bisa diubah. NANTI KALAU ADA GUNUNG yang berabad-abad dianggap ‘’mati’’ tiba-tiba batuk mengeluarkan asap, tetap 6x6 = 36. Kalau ada 18 titik dan area di sepanjang Kepulauan Nusantara merangkai jadi satuan kekuatan, 6x6 =36. Mau disuap, di-nego, diwani piro, digayusi atau dinovantoi, tetap saja 6x6 = 36. Kiamat akan datang, shughro maupun kubro, kecil maupun besar, parsial maupun total, 3 hari 3 malam atau 40 hari 40 malam atau berapa lama pun transmigrasi dari bumi kea lam Barzakh, tetap 6x6 = 36 SUNGGUH 6x6 tidak mungkin tidak = 36 sepanjang saya hidup . Saya anggota Abu Sittin. Kiai Hasan Gontor kesayangan saya pernah dilaporkan ke Polisi karena berceramah di Abu Sittin. Mungkin Abu Sittin disangka koleganya Abu Jibril, Abu Jandal, Abu Sayyaf atau Abu Ridho. Sittin artinya enam puluhan. Abu Sittin adalah kumpulan alumni Gontor yang berusia di atas 60 tahun. Meskipun 2 Mei 1968 saya diusir dari Gontor, tapi Khilafah al-Ukhuwah Gontor membuat saya tetap diterima di komunitas Abu Sittin. ALLAH TIDAK BUTUH matematika, tetapi Ia mempermudah manusia dengan perkenan ijtihad dan ilmu, yang antara lain merumuskan satuan angka, di mana 6x6 = 36. Sepanjang hidup saya menikmati kepatuhan 6x6 = 36. Dua tahun 1965-1966 saya hanya makan geplaek alias bugik, tidak nasi, di samping banyak tarikat dan riyadlat lain yang saya lakukan di masa kanak-kanak. Supaya saya punya bekal mental untuk sampai mati nanti 6x6 = 36. Dan kesimpulan dari perjalanan panjang hidup saya adalah tidak ada kenikmatan melebihi selalu berterima kasih kepada Big Bossnya 6x6 = 36. Saya memuaikan dan memperdalam terus cinta dan setia kepada Big Boss. PERNAH SAYA COBA mem-Boss-kan diri saya sendiri, mematuhi kemauan saya sendiri, bahka menyatkaan ‘’Allah yang harus berterima kasih kepada saya karena saya mau Ia ciptakan dan Is jadikan manuusia’’. Tapi lantas dicegat oleh ‘’min haitsu Ia yahtasib,’’ oleh sesuatu yang tidak saya perhitungkan. Oleh peristiwa yang saya tidak memperthitungkannya. Bahkan memang tidak mungkin mampu memprhitungkannya. Termasuk urusan 2017 l

Nyoman Sukaya Sukawati SENJA DI TAMAN KOTA DENPASAR

Kau terjemahkan senja ini Dengan bayangan kabut Di bawah kesunyian pohon-pohon Kau terjemahkan dengan gerimis Meniru keluh atau perasaan perih Kekasih yang berpisah di bangku taman

Sang Maha Penata Ulang Semesta Raya l Menebar Terima Kasih, Welas Asih, dan Bakti

PENATAAN ULANG tak terhindarkan diikuti dengan penggeseran, penggantian, peleburan, bahkan juga pelenyapan. Apalagi itu dalam skala luas mencakup pulau, negara, terlebih-lebih dunia. Dalam bahasa alamiah Semesta Raya, itu normal-normal saja. Tak ada kegawat-darauratan, keistimewaan, kekhususan. Tiada kesedihan, tiada pula ada rasa iba, kasihan, apalagi penyesalan atas semua risiko ikutan tindakan penataan ulang. Ketakutan? Kengerian? Menyakitkan? Semesta Raya tak mengenal terminologi manusiawi yang mengenal kondisi-kondisi emosi psikologis takut, apalagi ngeri, menghadapi siapa pun. Sekuat setangguh sekokoh apa pun bila hendak menghalangi kehendak Semesta Raya untuk menata ulang lewat keseimbangan-keseimbangan baru niscaya dihadapi dengan enteng oleh sang Semesta Raya. Dilebur, ya dilebur. Lenyap ya dilenyapkan. Dilibas ya dilibas. Taka da kompromi. Tapi, dalam perspektif manusia normal seumumnya, peleburan—terlebih pelenyapan—lazim dipahami sebagai bencana yang menyedihkan, memilukan, mengharukan. Kerap kali tak terelakkan ditangisi, diratapi. Menimbulkan trauma psikologis. Terlebih lagi bila penataan ulang itu dilakukan dengan Api Murni Kurma Agni Rudra mega magma Ibu Bumi, tak terelakkan niscaya dampak ikutannya sedemikian

l Anggur

tak mengenakkan bagi kehidupan manusia. Boleh saja doa-doa ditebar, kurban dipersembahkan, pengharapan-pengharapan dikumandangkan, namun soal terkabul atau tidak itu merupakan hak mutlak sang Maha Penata Ulang Semesta Raya. Jangan karena mentang-mentang doa dan pengharapan tak terkabulkan lantas memvonis sang Maha Penata Ulang Semesta Raya itu tegaan, kejam, marah, murka, atau malah tak punya belas kasih. Ukuran-ukuran dinamika emosi psikologis begitu menjadi urusan kemakhlukan, sedangkan sang Maha Penata Ulang Semesta Raya. Eloknya saat sang Maha Penata Ulang Semesta Raya memberi tanda-tanda sasmita akan mulai bertindak menjalankan penataan ulang itu, ya segera kembali sadari inti-sari-pati-hakikat tujuan kehadiran dalam kehidupan ini untuk apa, mau ngapain? Pilihan terbaik adalah berbenah, berbenah, berbenah selaras dengan tarian sang Maha Penata Ulang Semesta Raya. Dalam fase ini manusia tak mungkin lagi punya pilihan untuk mempertunjukkan tarian lain selain yang seia-sekata-seirama dengan liak-liuk tarian sang Maha Penata Ulang Semesta Raya. Ini saat tepat buat memberlipat-lipat-gandakan rasa terima kasih, welas asih, dan bakti ke segenap penjuru arah. Tak terkecuali sang Mahahidup yang telah senantiasa menghidupi Diri ini di dalam maupun di luar Diri. l deprabas

Mungkin itu hanya kisah embun Yang kaucucapkan dengan bahasa air mata Kau terjemahkan Dengan suatu riwayat Penuh warna darah atau luka Di bayangan sungai yang membelah kota Yang sejarahnya kau kisahkan Lewat patung batu di ujung taman Entah berapa kisah sudah kau selesaikan Pada senja yang tak sepenuhnya terbaca Entah berapa pendar cahaya kau peram Untuk mengisahkan siang bagi malam Aku ingat lonceng tua di pusat kota Saat kau membawaku memasuki tikungan demi tikungan Menjauh dari suatu masa Namun senjamu masih selalu menyapa Seperti kota yang terus membangun kenangan Dan kau masih member isyarat dan nujuman itu Sampai semua jalan berakhir di ujung rinduku Seperti kelopak mawar tersangkut duri-durinya Seperti awan terikam tonggak langit Sampai bayangan kabut itu kembali datang bertandang Menerjemahkan langit jingga atau angin yang mendingin Dan mengubahnya jadi waktu yang dikeramatkan ingatanku

Merah Persibu Ngampoeng Seni untuk Fenomena 27 dalam 72…

sekarang ini, yang sudah banyak ditinggalkannya. Termasuk urusan 2017 sekarang ini, yang sudah banyak ditinggalkan oleh para pemimpin, karena mereka sudah memijakkan kaki di 2019, 2025 maupun 2045. SAYA SANGAT MENIKMATI Khilafah 6x6 = 36, sehingga saya tidak pernah mau menoleh ke kata dan kalimat aneh dan penuh rendah diri di muka bumi: misalnya ‘’Negara terbelakang’’, ‘’Negara Dunia Ketiga, ‘’Kita harus mengejar ketertinggalan dari bangsa lain,’’ ‘’Skita rendah,’’ ‘’Globalisasi’’, ‘’Barat dan Timur’’, ‘’Utara dan Selatan’’, ‘’Pembangunan dan Kemajuan’’ disb. Saya bisa paham kta katanya, tapi tidak setuju muatannya. Saya tidak pernah membantah atau menabrak mereka, karena khilafah mengajari saya ‘’tasammuh’’ atau toleransi. SAYA MENIKMATI DIALEKTIKA Khilafah dalam skup individu atau selingkaran komunitas kecil, dengan ‘’amr’’ dan ‘’radat’’ Big Boss. Kemudian ada yang bertanya kok hidup kalian tampak happy happy dengan ribuah jutaan komunitasnya tiap hari. Kok hanya tidur 1-2 jam sehari. Kok pertemuan berlangsung 7-8 jam hingga pukul 3-4 pagi. Kok jadwalnya lompat sana lompat sini seperti menyeterika Pulau Jawa dan obak sodor pulau-pulau lain. Kok duduk ‘’iftirasy’’ berjam-jam. Kok makan tidak ‘’teratur’’. Kok tidak sakit. Kok tidak asam urat, kolestrol dan darah tinggi, kok tidak ngantuk, kok tidak menguap, kok selesai subuh nanti jam 7 berangkat kerja lagi. KETIKA SESEKALI untuk itu saya menjelaskan, misalnya, Ilmu Kesehatan Khilafah: tiba-tiba kepala saya dilempar batu dan terdengar teriakan”: ‘’Pembela HTI!’;’. Itu kata lahir dari peta ideology, padahal saya tidak pernah mikir ideologi. Itu teriakan muncul dari pemetaan politik praktis, padahal saya seorang tua Abu Sittin yang selama hidup tidak pernah melibatkan diri di dalamnya. KALAU ENGKAU tidak ikut mengutuk anjing, maka engkau adalah anjing. Kalau engkau mengelus-elus kepala kambing dan memijit-mijit engkel kakinya, engkau adalah kambing. Kalau kerbau berfoto dengan Lembu, ia dipecat dan kumpulan kerbau. Kalau ada pencopet dipukuli, dan engkau tiak ikut memukuli, maka engkau pro-copet. Harus kau berjelas RT-RK – RW-mu di Kutub Utara atau Selatan. Sebab di Khatulistiwa tak ada RT RK-RW. Tak ada Negeri Khatulistiwa. Yang ada negeri Polarisasi. Negeri Kotak-kotak. ANDAIKAN YANG BERDUEL Gatot Kaca lawan Suteja, andaikan yang bertempur Kurawa versus Pandawa, karena itu adalah mitos, maka tidak sukar menentukan pemihakan, misalnya semua manusia pasti berpihak pada Gatotkaca dan Pandawa. Tetapi di Era Talbis sekarang ini: Pandawa bisa ternyata Kurawa. Tidak jelas mana Gatotkacanya mana Sutejanya. Dunia tidak mengerti nilai. Dunia hanya paham benda dan kotak-kotak. Padahal saya nonton wayang ‘’Gatotkaca Kembar’’ dengan

bekal pemihakan kepada nilai, menikmati wayang dengan pemihakan kepada nilai kemudian pulang ke rumah juga dengan membawa pemihakan kepada nilai NILAI BENAR DAN SALAH, baik dan buruk, sangat jelas pilahnya di pertunjukan Wayang. Tetapi di lapangan kenyataan zaman, ia relatif dan sangat mungkin terbalik, atau campur-campur. Di Era 6x6 bisa disulap jadi = 30 atau 120 atau bahkan 2,3 trilyun: Sungguh tidak mudah mengidentifikasi koordinat nilai-nilai. AYAM TIDAK CUKUP BERKOKOK, Ia juga wajib bikin statemen bahwa ia berkokok, baru diketahui bahwa ia berkotak. Orang tidak cukup bersedekah, tapi harus mengumumkan bahwa ia bersedekah. Engkau tidak cukup melakukan tindakan bahwa engkau peduli terhadap garam: engkau harus bikin papan nama dan logo ‘’saya Peduli Garam’’, disebarkan di dunia maya. Engkau tidak bisa menyimpan rahasia percintaanmu dengan Allah, engkau harus bikin papan nama dan KTP Nama: Gentho atau Korak, Agama: Islam. KHILAFAH ADALAH DESAIN manajemen sangat utuh, komprehensif, matang dan indah yang dianugerahkan oleh Allah, Apalagi Tuhan bikin mudah: ‘’Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya.’’ Bukan tiap-tiap bangsa, tiap-tiap Ormas, suku, Parpol, Ummat, Masyarakat. Apalagi ‘’Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.’’ Nanti dipersaksikan oleh Allah saya diadili sendirian untuk diputar video kehidupan saya di bumi dan dibuktikan secaraaudio-visual fakta-fakta kesetiaan atau perselingkuhan 6x6 = 36 saya. Sejak lama saya sudah mencatat, mengurut, memilah, menggambar bagan-bagannya dengan seluruh kelengkapannya sebagai gambar besar maupun bultan-bulatan ‘’Silmi’’ detailnya. Dari organisme hingga organisasi. Dari kerikil hingga Alamul Malakut. Dari daun layu menguning hingga Naga di pintu surga. Dari setetes air mani hingga honeymoon dengan Big Boss. Dari asap tembakau hingga ‘’Liqo’u Rabb’’. Sari Polsek hingga ‘’Rububiyah’’. Dari pelok mangga hingga pohon Sarjana Utama di surga. Dari ‘’urip ming mampir ngombe’’ hingga reklamasi dan kampung halaman sejati, yang ditempuh melalui Idul Fitri lintas Bumi. Dan berlaksa-laksa tetesan ‘’Silmi’’ maupun bangunan makro ‘’Islam’’. TETAPI SAMPAI HARI INI saya tidak menemukan indikator bahwa manusia membutuhkan itu. Masyarakat dan ummat juga tidak. Ormas dan Madzhab juga tidak. Negara dan Pemerintah juga tidak. Mereka sangat sibuk dengan segala sesuatu yang oleh Tuhan sengaja ‘’dibikin tampak indah’’. Maka mereka tidak bertanya, dan itu membuatku lebih merdeka. Hidupku longgar lapang nyaman menikmati Khilafah minallah wa Ma’iyah ma’allah di Gua Rahasia. l Emha Ainun Nadjib Yogya, 4 Agustus 2017

Yang Alit Lari ke Pinggir… (2)

l Catatan kecil atas Puisi Sesak di Gerbang Jagatnatha Alit S Rini PENGARUHNYA terhadap pandangan keagamaan cukup jelas. Bersamaan dengan menghilangnya batas territorial, orang mengidentifikasi diri dalam kelompok globalnya masing-masing. Sensitifitas keagamaan meningkat, malahan cenderung kea rah fanstisme dalam komunitasa agama global lain. Tak heran, kalau pemberitaan media massa dan media-media sosial kita makin diramaikan oleh aksi-aksi reaktif yang menyoal isu keagamaan global. Tidak jarang, topik-topik yang sebenarnya bukan ranah agama, direspon secara berlebihan sebagai persoalan agama dan identitas. APAKAH PADA TITIK INI, Pura Jagatnatha kehilangan ‘gigi’ sebagai simbol transformasi umat? Tentu tidak. Malahan bisa jadi sebaliknya, semakin diperlukan. Sebab, mengglobalnya ruang hidup, ternyata membutuhkan sandaran-sandaran abstrak berupa label, simbol identitas, yang dapat mendefinisikan kebutuhan generasi urban Bali dalam kaitannya dengan kehadiran mereka selaku masyarakat global itu. Pura Jagatnatha, bagaimanapun merupakan simpul yang paling memenuhi syarat untuk dua hal. Pertama, untuk menjembatani ekspresi kebalian dan kebutuhan kenasionalan. Kedua, mewadahi ekspresi generai urban yang terus tumbuh dengan dinamika yang tak terduga. Atas dasar itu, bisa dijangka, model Jagatnatha ini makin kuat perannya ke depan. NAMUN PERTANYAANNYA, sejauh mana ia bisa mengelola arus keagamaan yang kini kian terseret ke ruang profan? Sedikit dari tanda-tandanya telah kita singgung di atas, yakni menguatnya sikap reaktif keagamaan dan menguatnya pengaruh itu global terhadap cara-cara menghayati keagamaan. Di luar itu, sejumlah bahaya sebenarnya telah lama berlaku. Antara lain kecenderungan untuk menjadi agama perayaan yang lebih menonjolkan ekspresi dan atribut, ketimbang kontemplasi. Yang pada gilirannya akan mengubah agama menjadi sekadar rutinitas profan. KIRANYA, TOPIK INILAH yang menjadi sasaran utama puisi Sesak Di Gebang Jagatnatha. Ia menanyakan: Bisakah memujamu di luar saja/ suntuk kita saling mendengarkan/ jiwa dengan jiwa. Bagi saya, pernyataan ini sangat tajam dank keras. Karena mengandaikan sudah hilangnya harapan pada pemujaan di

dalam lingkungan pura tersebut. Bahkan lebih dipertegas lagi dengan keinginan untuk “saling mendengarkan” antara “jiwa dengan jiwa”. Itu berarti, pemujaan di lingkungan formal yang dikritik sajak ini, telah mengabaikan dimensi keheningan, sebagai syarat untuk terjadinya kagitan saling mendengarkan. “AKU SAJAK” telah melihat peluang itu justru tersedia luar lingkungan pemujaan. Bahkan bisa dicapai dengan kesadaran religius yang sederhana: Cukup kupahami Kau ada/ tanpa wujud/ duduk kita bersisisan di bibir trotoar/ memberi ruang hening pada alam/ Kusampaikan doa apa adanya/ dengan bahasa biasa/ kupungut dari rintih hidup sehari-hari… Kalau demikian, kegitan menemuiMu itu bagi Alit S Rini bukanlah kegiatan formal di sebuah lingkungan pemujaan. Ia menolak agama identitas sebagai sarana pemujaan, dan memilih jalur yang lebih kontemplatif. Yakni jalur hening, di mana doa bisa diungkapkan dalam bahasa sehari-harai. Bahasa hidup, yang menurut kendungan sajak ini telah tersingkir –bukan saja dari kesesakan di gerbang Jagatnatha- tetapi juga dari pusaran mantra-mantra doa yang eksklusif. Yang digambarkan pada garis berikutnya telah menjadi senjata orangorang bermartabat/ yang memaksa Tuhan/ memberi segalanya/dengan upacara huru hara. JELAS SEKALI DI SINI, di samping mengungkapkan sikap religiusnya, Alit S Rini juga menggambarkan batas-batas antara yang profan dan mengandung spirit dalam sebuah pemujaan. “Upacara huru hara” dipandang sebagai aktivitas profane, yang isalnya jurtu menjadi pemandangan umum yan gmeliputi kehidupan beragama belakangan. Tapi toh, Alit S Rini tidak ragu. Ddaripada terperangkat di pusat pemujaan formal, ia lebih memilih “pinggiran-pinggiran”. Padanan lain dari “bibir trotoar” di mana ia menemui keheningan spiritual melalui bahasa sehari-hari. Bersimpuh lamalama/ membuat ngilu sendi-sendi/ rasa tak nyamannya menjalar ke hati/ jadi baiknya kita beretemu saja/ di pinggiran-pinggiran/. Begitulah sajak ini pun diakhiri. Namun, ia telah menjadi permulaan kontemplasi dalam melihat realitas pemujaan. Khususnya, realitas di gerbang Jagatnatha. l Riki Dhamparan Putra

l Spirit Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya kita

CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2017 l

JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an l

Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan

September-Rememberance 27 in 72…, 72 in 27

Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart!

Hari Ulang Tahun Seniman September : Frans Nadjira, Budi Sarjono, IGPB Samar Gantang, Ida Bagus Dharmadiaksa, Abu Bakar, Lek Dah, Yanusa Nugroho, Asa Jatmiko, Satmoko Budi Santosa, Muda Wijaya, Dewi Pradewi, Ngurah Dibia, Made Supena, Lany Koroh, Sri Jayantini, Marhalim Zaini, Kiki Sulistyo, Agung Brawida, Ahmadun Yosi Herfanda, Fakhrunas Ma Jabbar, Ibw Keniten, Made Kaek, Kadek Surya Kencana, Dhenok Kristianti, Koniherawati, Wayan Westa, Ni Luh Putu Putri Suastini, Didit Alamsyah, Ib Putra Adnyana, Hasta Indriyana. SERATUS (100) Monolog Putu Wijaya masih KELILING Bali, tolong Hadang dikota masing-masing sampai Desember 2017 PARA pencinta APRESIASI (terutama dari luar Bali) yang ingin beraktivitas di-JKP-109, MOHON aktif menghubungi dan mengikuti Agenda JKP-109 via Face-Book Wayan Jengki Sunarta. Salam September, Sampai-jumpa di Taman Kriya sore ini


NASIONAL

16

Minggu Paing, 24 September 2017

Pengungsi di Bangli Capai 1.174 Jiwa BPBD Terus Lakukan Pendataan

BPM/kmb41

MENIPIS - Stok logistik untuk para pengungsi di posko pengungsian UPT Pertanian di Desa Menanga, Rendang, Karangasem mulai menipis.

Stok Sembako Mulai Menipis

Amlapura (Bali Post) Sejumlah stok sembilan bahan kebutuhan pokok (sembako) untuk para pengungsi yang berada di posko pengungsian di UPT Pertanian di Desa Menanga, Rendang, Karangasem mulai menipis. Atas kondisi itu, diharapkan bantuan logistik dari relawan, masyarakat dan instansi terkait sangat dibutuhkan agar kebutuhan untuk para pengungsi tidak sampai habis. Sekretaris Camat I Putu Wirata saat diwawancarai di posko pengungsian yang ada di Desa Menanga, Rendang, Karangasem, Sabtu (23/9) kemarin, mengungkapkan untuk saat ini stok logistik yang ada di posko pengungsian masih mencukupi. Hanya, ada beberapa sembako seperti beras, minyak goreng, telur stoknya mulai menipis. “Untuk sekarang ini, kita masih bisa berikan logistik yang dibutuhkan oleh pengungsi. Tapi ada beberapa kebutuhan pokok mulai menipis. Bahkan, untuk minyak goreng dan gas sudah habis,” ungkap Wirata

Sabtu (23/9) kemarin. Wirata mengungkapkan, atas kondisi ini, pihaknya sangat mengharapkan bantuan-bantuan dari relawan, masyarakat, dan instansi terkait agar dapat menyalurkan bantuan instan untuk kebutuhan sehari-hari seperti beras, mi instan, air mineral, dan kebutuhan yang lain termasuk kompor dan gas. Sehingga persediaan logistik yang ada tidak sampai habis. Mengingat kebutuhan ini diberikan secara terus-menerus kepada pengungsi yang tersebar di beberapa titik di Kecematan Rendang. Jika penyediannya

terus menipis, pihakya tetap akan mengoordinasikan itu ke pihak pemerintah daerah. “Kita sangat membutuhkan bantuan itu untuk memenuhi kebutuhan pengungsi. Karena bantuan itu untuk mengantisipasi kekurangan logistik. Karena itu, sangat dibutuhkan oleh pengungsi. Jangan sampai mereka tidak makan gara-gara logistik habis. Kasihan mereka. Termasuk bantuan kompor juga kita butuhkan. Karena sampai sekarang masih kekurangan kompor untuk memasak,” harap pria berkumis itu. Dia menjelaskan, sampai

saat ini hampir semua pengungsi yang berada di beberapa titik yang tersebar di Kecamatan Rendang sudah menerima bantuan logistik. Hanya, menurut wirata, meski masih saja ada pengungsi yang belum mendapat bantuan. Maka dari itu, pihaknya meminta kepada kadus dan perbekel masing-masing desa yang mengungsi supaya mendata warganya. Dengan begitu, pihaknya dapat lebih mudah untuk memberikan bantuan kepada mereka. “Warga yang tercecer memang masih ada. Tapi kami di sini tetap berusaha memberikan bantuan apa yang diperlukan. Jadi, kami meminta supaya pendataan pengungsi tetap dilakukan untuk mempermudah dalam memberikan bantuan,” ujar Wirata. (Kmb41)

Pemkot Denpasar Sediakan Tiga Posko Pengungsian Terpadu

Denpasar (Bali Post) – Meningkatnya aktivitas Gunung Agung di Kabupaten Karangasem mengakibatkan sejumlah penduduk di daerah tersebut mengungsi ke berbagai wilayah. Termasuk juga telah memasuki wilayah Kota Denpasar. Untuk memberikan kenyamanan dan mendata jumlah pengungsi yang telah datang ke Kota Denpasar, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra melalui instansi terkait telah memerintahkan menyediakan posko pengungsian terpadu di tiga titik termasuk juga kebutuhan yang diperlukan untuk para pengungsi. Untuk itu, semua organisasi perangkat daerah (OPD) mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial dan OPD terkait telah menyiapkan tempat penampungan. Untuk posko pengungsian terpadu pertama yang terletak di Jalan Danau Tempe, Desa Sanur Kauh telah mulai menerima pengugsi dari Karangasem. Posko pengungsian terpadu di Jalan Danau Tempe tersebut ditinjau langsung Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Sabtu (23/9) kemarin. Pejabat ini sempat bercengkrama akrab dengan para pengungsi yang kebanyakan dari Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem. Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara mengatakan, sesuai dengan penugasan Wali Kota, pihaknya jauh sebelumnya telah mempersiapkan diri dalam mengan-

tisipasi datangnya krama dari karangasem seandainya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sejak tiga hari lalu, masyarakat Karangasem yang kena musibah Gunung Agung sudah berdatangan secara mandiri. “Kami telah mempersiapkan diri untuk menerima kedatangan para pengungsi. Saat ini, kami telah menerima sebanyak 300 orang dari orang tua sampai anak-anak,” ujar Rai Iswara. Di samping posko di Jalan Danau Tempe ini, kata Rai Iswara, pihaknya juga akan mempersiapkan dua posko lainnya yaitu di Lapangan Kapten Sujana dan Kelurahan Serangan. Di Posko Danau Tempe diperkirakan dapat menampung 400 pengungsi. Untuk mendukung keperluan para pengungsi telah disiapkan dapur umum termasuk petugas kesehatan untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat Karangasem yang mengungsi. Rai Iswara mengimbau masyarakat yang ingin memberikan bantuan kemanusiaan agar dibawa langsung ke Posko I di Jalan Danau Tempe, Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan atau menghubungi call center Pudalops Emergency (0361) 223333 dan Emargency Call 112. “Mari ketuk hati kita untuk membantu saudara kita yang kena musibah,” ajak Rai Iswara. Untuk segala kebutuhan para pengungsi mulai dari tempat termasuk makanan telah diperintahkan diper-

Bali Post/kmb12

MENINJAU - Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara saat meninjau Posko Pengungsian Terpadu di Jalan Danau Tempe, Desa Sanur Kauh, Sabtu (23/9) kemarin. siapkan di posko pengungsian. Termasuk juga mempersiapkan tempat pendidikan bagi anak-anak pengungsi yang saat ini sedang didata jumlah anak-anak yang harus mengikuti proses pendidikan yang akan dibawa di sekolahsekolah terdekat. Di samping pendidikan, Pemkot Denpasar juga telah menyiapkan tim konsultasi psikologi sehinga dapat mengatasi trauma yang terjadi. “Semua sisi kita telah siapkan sehingga para pengungsi benar-benar merasa nyaman di tempat pengungsian. Termasuk juga untuk warga pengungsi yang membawa hewan peliaraannya, Pemkot Denpasar telah menyiapkan tempat di Kapten Japa untuk menjaga agar harga tetap stabil,” ujar Rai Iswara. Sementara itu, I Nengah

Toyo yang merupakan Kepala Dusun Cegi, Desa Bang, Karangangasem mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Denpasar melalui Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang telah menerima kedatangannya bersama ratusan pengungsi lainnya. “Kami sangat berterima kasih pada Pemkot Denpasar karena telah mempersiapkan tempat penampungan yang memadai termasuk memenuhi kebutuhan pokok para pengungsi,” ujarnya. Menurut Toyo, kedatangan ke Denpasar merupakan keinginan mereka masingmasing karena ada beberapa warga mempunyai kerabat di Kota Denpasar. Ia berharap, bencana Gunung Agung cepat berlalu sehingga mereka bisa cepat kembali ke daerah masing-masing. (kmb12)

Pengungsi di Klungkung Capai 9.471, di Buleleng 5 Ribu

Semarapura (Bali Post) Kedatangan pengungsi ke Kabupaten Klungkung terus mengalir. Bahkan, penempatannya tak lagi terpusat di GOR Swecapura, Desa Gelgel. Sesuai hasil pendataan hingga pukul 21.00 wita, Sabtu (23/9) kemarin, tercatat ada di 77 titik pengungsian dengan 9.471 jiwa. Angka ini masih berpotensi terus meningkat. Sementara di Buleleng tercatat lima ribu pengungsi. Sesuai pantauan, selain di GOR Swecapura, pengungsi juga tercatat menempati Balai Banjar Tangkas Desa Gelgel, Balain Banjar Lebah Se-

marapura Kangin, Banjar Lekok Desa Sampalan Klod, dan Lapangan Tembak. Selain itu ada pula yang menempati gedung kosong di Jalan Untung Surapati. Pengungsi tersebut tak lagi berasal dari Desa Sebudi, namun juga Muncan, Pesangkan, Telung Bhuana, Selat Duda, Selat, Duda, dan Besakih. Tiga hari berjalan, kesehatan pengungsi menurun. Ratusan orang telah masuk posko kesehatan dan puluhan sudah dirujuk ke RSUD Klungkung. Beberapa ada yang harus menjalani rawat inap akibat kondisinya cukup mengkhawatirkan.

Kepala Dinas Kesehatan Klungkung, dr. Ni Made Adi Swapatni, menjelaskan pengungsi tersebut kebanyakan menderita mag, hipertensi, dan radang saluran pernapasan. Untuk yang dirujuk ke rumah sakit, sebagian besar sesak napas. “Tapi itu sudah berhasil tertangani,” jelasnya. Seiring bertambahkan jumlah pengungsi, ketersediaan toilet juga menjadi persoalan. Hal tersebut menyebabkan pengungsi di GOR Swecapura harus antre cukup lama. Untungnya, di sekitarnya terdapat kali cukup besar yang dapat dimanfaatkan, sehingga

mampu menjadi mengurai. Sementara itu, gelombang pengungsi dari Kabupaten Karangasem ke Buleleng semakin bertambah. Hingga pagi ini, tercatat pengungsi dari Karangasem tercatat 5.042 orang. Sebelumnya, pengungsi tercatat 2.591 jiwa. Kepala Dinas Sosial (Kadisos) Buleleng Gede Komang Sabtu kemarin, mengatakan, seluruh pengungsi ini telah ditampung di delapan desa di Kecamatan Buleleng yakni Les, Tembok, Pacung, Sambirenteng, Sembiran, Madenan, dan Tejakula. (kmb42/kmb38)

Bangli (Bali Post) Arus pengungsi Gunung Agung yang datang ke Bangli terus mengalir. Lonjakan kedatangan pengungsi terjadi sesaat setelah adanya penetapan status Gunung Agung dari level siaga ke level awas, Jumat (22/9) malam. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangli per Sabtu (23/9) kemarin, pukul 15.00 wita, jumlah pengungsi asal Karangasem yang saat ini berada di Bangli mencapai 1.174 jiwa. Para pengungsi tersebut tersebar di rumah penduduk dan balai masyarakat di empat kecamatan. Di Kecamatan Bangli, jumlah pengungsi terdata 657 jiwa. Mereka tersebar di sembilan desa/kelurahan yakni Desa Tamanbali 17 jiwa, Kelurahan Bebalang 122 jiwa, Kelurahan Kawan 11 desa, Kelurahan Cem-

paga 45 jiwa, Desa Kayubihi 352 jiwa, dan Desa Bunutin 110 jiwa. Sementara di Kecamatan Tembuku, pengungsi yang total jumlahnya mencapai 348 menyebar Desa Bangbang 57 jiwa, Desa Peninjoan 195 jiwa, dan Desa Yangapi 96 jiwa. Sementara di Kecamatan Susut, pengungsi asal Karangasem yang terdata 90 jiwa, menyebar di empat desa yakni Desa Pengiangan 49 jiwa, Desa Demulih 11 jiwa, Susut Kaja 7 jiwa dan Desa Susut 23 jiwa. Sedangkan di Kecamatan Kintamani, para pengungsi Gunung Agung yang totalnya mencapai 79 jiwa menyebar di beberapa desa yakni Desa Satra 6 jiwa, Desa Daup 39 jiwa, Desa Kedisan 18 jiwa, dan Desa Catur 16 jiwa. Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli Ketut Agus Sutapa seizin Kalak BPBD Wayan Karmawan mengatakan, lonjakan keda-

tangan pengungsi ke Bangli terjadi sekitar tiga puluh menit setelah adanya penetapan status Gunung Agung dari level siaga ke level awas, Jumat (22/9) malam. Para pengungsi yang datang secara mandiri berasal dari sejumlah desa di kawasan rawan bencana (KRB) 3, 2, dan 1. “Hingga saat ini, kami terus lakukan pendataan,” terangnya. Selain warga asal Karangasem, sejumlah warga Bangli yang tinggal di KRB 1 seperti Suter dan Abang Batudinding juga ikut mengungsi pasca-adanya penetapan status Gunung Agung menjadi awas. Mereka mengungsi di sejumlah lokasi yakni di Museum Geopark, wantilan serbaguna di Desa Batur, GOR Kintamani dan beberapa tempat lainnya. Warga dari beberapa desa itu mengungsi atas arahan perbekel masing-masing. (kmb40)

BPM/kmb40

MENGUNGSI - Sejumlah warga Karangasem yang mengungsi di Balai masyarakat Desa Kayubihi.

Hamil Tua, Pengungsi Dirujuk ke RSUD Buleleng

Singaraja (Bali Post) – Nengah Tangkih (36), warga Dusun Perasan, Desa Ban, Kecamatan Kubu Karangasem terpaksa dirujuk ke RSUD Buleleng. Pasalnya, perempuan yang mengandung anaknya yang keempat itu saat berada di pengungsian di Desa Les, Kecamatan Tejakula tidak kunjung melahirkan. Padahal, usia kehamilannya sudah lewat dari jadwal, sehingga dirujuk ke RSUD Buleleng untuk menjalani operasi caesar. Sejak Jumat (22/9) lalu, Tangkih dirawat di Puskesmas Tejakula I (satu) di Desa Tejakula. Setelah diperiksa, usia kehamilannya sudah mencapai 43 minggu. Namun, dokter di puskesmas tidak menemukan adanya tanda-tanda pasien mengalami persalinan. Dari catatan kehamilannya, Tangkih seharusnya sudah melahirkan pada 3 September 2017, namun hingga Sabtu (23/9) kemarin, bayinya tidak kunjung lahir. Khawatir terjadi hal yang membahayakan bayi, dokter puskesmas kemudian merujuk pasien

BPM/kmb38

PERIKSA - Pengungsi yang sedang hamil tua dirujuk ke RSUD Buleleng karena usia kehamilannya sudah lewat dan belum ada tanda-tanda persalinan. ke RSUD Buleleng untuk menjalani perawatan lebih lanjut. Koordinator tim kesehatan di Posko Pengungsian Desa Les, Kecamatan Tejakula Inti Indah mengatakan, pertimbangan merujuk pengungsi yang hamil tua itu ke RSUD Buleleng karena pelayanan kesehatan di Karangasem tidak mampu melayani pasien akibat status awas Gunung Agung. Keputusan ini pun sudah diterima oleh pihak keluarga

pasien itu sendiri. Selain itu, pihaknya juga mengkhawatirkan jika pasien tidak cepat dirujuk kemungkinan akan mengancam keselamatan bayi dan juga ibunya sendiri. “Tadi (Sabtu 23/9) sekitar pukul 11.00 wita pasien sudah dirujuk dan memang membutuhkan penanganan lanjutan. Kemungkinan di USG dulu dan kalau tidak ada jalan lahir normal kemungkinan akan dilakukan operasi caesar,” tegasnya. (kmb38)

yang datang untuk berobat. Berdasarkan pantauan di lapangan, Sabtu (23/9) kemarin, warga yang berada di Rendang melakukan aktivitas seperti biasa. Pasar Menanga tetap buka. Hanya, hampir semua sekolah SD dan SMP yang ada di Kecamatan Rendang diliburkan akibat situasi yang tidak kondusif. Sementara SMAN 1 Rendang siswanya tetap masuk sekolah. Petugas Puskesmas Rendang I Gusti Lanang Mayun mengungkapkan, meski ada

larangan warga melakukan aktivitas dalam radius 9 kilometer Puskesmas Rendang tetap buka memberikan pelayanan kepada pengungsi yang hendak berobat. “Puskesmas tetap buka untuk mengobati pengungsi. Pengungsi yang datang berobat cukupn banyak. Mereka tidak dipungut biaya berobat alias gratis. Jadi, bagi para pengungsi yang sakit bisa segera bawa ke puskesmas untuk mendapatkan obat,” ungkap Lanang Mayun. (kmb41)

Siswa SD Diliburkan, Puskesmas Rendang Tetap Buka

Amlapura (Bali Post) Meski warga telah diimbau agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 9 kilometer dari kawah dan perluasan sektoral ke utara, timur laut, tenggara dan selatan-barat daya sejauh 12 kilometer, namun warga rendang tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Termasuk sejumlah warga yang ada di Desa Besakih juga melakukan aktivitas untuk mencarikan pakan ternak. Puskesmas Rendang tetap memberikan pelayanan kesehatan kepada pengungsi

BEROBAT - Pengungsi yang berobat ke Puskesmas Rendang.

BPM/kmb41


Minggu Paing, 24 September 2017

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

Sardine Restaurant Looking for Busboy, Bartendress Must Speak English Jl.Petitenget 21 Telp.733617 Mail:sardine@sardinebali.com

B.BP.141.09.17.0001517

“Dcr sgr !!! SPG Gj 2.250+Bns di Drupadi Seminyak Telp.085100730980 (Bu Lisa)”

B.BP.004.09.17.0001510

*Dcr Tk.Masak&Karyti,u/Wr.Khas Singrja di Dalung 087861679187

Dcr SPG u/ Bandara bs Bhs.Cina Pend.Tdk Diut.Hub.085100619419

Dcr krywti salon berpengalaman Jln P.Kawe 40 Hub:087760054321

Dcr Sales pria Umur Max 30th bawa Lamaran ke PT. Banoli Motor Jl.Buluh Indah 75 DPS Hub: 0361-418642,413964

Dcr sgr Sektaris/adm,Prt,Hub: 085238621967/085339493311

B.BP.001.09.17.0001463

B.BP.001.09.17.0001408

B.BP.001.09.17.0001507

Dicari waitris berpengalaman Hub 081999700450 Jln laksmana No.52 Seminyak Oberoi Mykonos Restaurant

Hotel Di Sumbawa sgr cr Staff koki-Bar/Rest-front office Email:Madehilly@yahoo.com.au Telp :081237922875

Exp Cook Needed by Villa Mgt, 5Millions/Mo.CV:gm.asaproperty@ gmail.com Call:0361 4490319

Job Resmi Housekeeping Dubai Gj 8jt/bln, Spa 12jt/Bln kontrak 2 th,ada pelatihan Hub: 081339820912/081916402216

B.BP.001.09.17.0001396

B.BP.001.09.17.0001490

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Padi Handycraft Store & Reflexology Nusa-2 Needs:Opr.Spv.Send to:corp-hrm@tropicalgroupbali.com /corp-hrd@tropicalgroupbali.com Ph.0361-775211 Ext 101

B.BP.101.09.17.0001533

Dcr:Receptionist/FO,HK, Puri B.BP.166.09.17.0001529 Dicari Segera Waiter/es Travel Agent Bth Reservation Asih Htl.Jl.Pantai Kuta 40 Kuta Cr Customer Service min.SMA,25 B.BP.001.09.17.0001246 u/ Restaurant Minami Staffs Bhs Inggris/Computer B.BP.001.09.17.0001348 Dcr Salesman SIM C Dealer B.BP.001.09.17.0001304 Jl.Sanggingan Ubud 0361 970013 Pnampilan menarik,081338251999 Exp Min 1Th T.287555 Dcr:pembantu masak & waiter/ss B.BP.001.09.17.0000844 Honda Jl.Patimura 24 Dps FO Female,25-35Yrs,Fluent B.BP.120.09.17.0001524 B.BP.001.09.17.0001525 E:Ptworldsurfaris@gmail.com u/RM Legian.Ada gaji+tip. 081236176908 English,Hotel/Villa Exp.Skills in Pembantu Apartemen Wanita Dbthkn Llsn SLTA/Kejuruan Jrsn B.BP.001.09.17.0001489 Dicr sopir tidur dalam Gj 2Jt H:081236109808 Akuntansi Diutmkn yg sdh B.BP.001.09.17.0001267 MS Excel&Word,a team player to Tgl dalam Gj1,7Jt,087861825975 Tropic & Ocean Spa in Nusa-Dua Jl.Sulatri Gang III No.5 B.BP.004.09.17.0001343 Brpglmn Dikrm ke CV.TMD Jln. Dicari Sgr Arsitek,Drafter BerB.BP.153.09.17.0001521 Report to the DOSM. Send full Looking for:Spa Manager,HairB.BP.001.09.17.0001492 Dibthkan sgr Cleaning Service, Gatsu I/VII No.3B Dps,8449784 pengalaman Bs CAD 2D,3D Email Sales/Mrktng Staf for Herbal CV to: demi@sienna-villas.com dresser,Therapist.Send CV to: Job Resmi Spa & Chef, Sopir,waitress Telp.723593 B.BP.001.09.17.0001446 Lmran ke:info.ho.hrd@gmail.com Medicine Prdct Fluently Sienna Villas Jl.Raya Seminyak corp-hrm@tropicalgroupbali.com New Zealand Gj 26jt/bln, 723637/087862070935 Dcr Driver Umur Max 35Th bawa B.BP.001.09.17.0001540 English/MandarinLanguage.Apply corp-hrd@tropicalgroupbali.com B.BP.001.09.17.0001266 Gg.Keraton No.5 Bandung 80361 ada pelatihan, kontrak 3 th, Lamaran Ke PT. Banoli Motor Dicari Tukang & Kepala Tukang to: versaindustries4@gmail.com Dibthkn Sgr Staf Akunting,Usia Tel:0361734698 Ph.0361-775211 Hub:081339820912/081916402216 Jl.buluh Indah 75 Dps Hub: u/Villa Mgt,pglmn-0361 4490319 B.BP.031.09.17.0001513 B.BP.004.09.17.0001421 B.BP.101.09.17.0001532 B.BP.001.09.17.0001526 Max.35Th,Pglmn Min.1th Pddk D3 0361-418642,413964 CV:gm.asaproperty@gmail.com !!!Segera Butuh 10 Therapist Guru Bahasa Indonesia SD Les Vacancy Guest Relation Officer The Griya Villas& Spa, Bunutan B.BP.001.09.17.0001247 B.BP.001.09.17.0001305 Email:info@sadhana-company.com pria & wanita Canggu Dan Dps B.BP.001.09.17.0001453 Private.Imam Bonjol Dps.Sore (GRO)1 year exp fluent english Amed,Kr.Asem Butuh Segera Dcr Pengawas Proyek Konstruksi Dcr tkg masak u/RT,jujur,brsih Gj menarik+Bnus Lembur,THR Dicari Tukang jarit di Kuta wanita,Pglmn, bs Bhs Inggris S1 English,Hard work,Team work Rest.Manager,Chef De Partie Villa Pengalaman Min 2 Th Min. rajin tidur dlm Gj 1.5jt s/d 1.7jt Hub: 0811239621123 Hub:0821475960086/087862272848 CV: calculus2050@gmail.com Cv to: hrdbali2016@gmail.com Kirim CV:info@thegriya.com SMK Hub: upadana.hrd@gmail.com Hub.08123802028 B.BP.001.09.17.0001420

B.BP.004.09.17.0001268

B.BP.001.09.17.0001336

B.BP.001.09.17.0001511

B.BP.012.09.17.0001180

B.BP.004.09.17.0001390

B.BP.001.09.17.0001522

Tropical Group Looking for: Internal Audit,Acct Staff.Send CV: corp-hrm@tropicalgroupbali.co m/corp-hrd@tropicalgroupbali. com Ph.0361-775211

Urgent! need English teacher & admin.Bhaktivedanta Dharma School Jl.Tkd Batanghari V/18 Panjer.Ph 085101561816

B.BP.001.09.17.0001330

Sales D3/S1 Min.1 Th pglmn & Sopir Paket SIM A/B1 Krm CV : Tropical Rest Looking for:Rest Mgr/Rest.Spv,SousChef,CDP,Waiter, hrd@balicepat.com/08113969899 B.BP.004.09.17.0001509 Cook.Send CV:corp-hrm@tropi Pansa Karya Wood Processing calgroupbali.com/corp-hrd@trop icalgroupbali.com Ph0361775211 membutuhkan Supervisi perkayuan B.BP.101.09.17.0001531 peng min 2th kirim CV ke: Tukang Kebun Villa di Legian accounting@pansa-karya.com bisa Bhs Inggris 081805596048 (0361) 8947645 B.BP.167.09.17.0001512 B.BP.145.09.17.0001447 Tukang SerbaBisa u Merawat Villa Required Purchasing staff & Kebun diLegian 085237558277 Details:www.dyatmika.org B.BP.167.09.17.0001514 B.BP.001.09.17.0001334 Ubud Resto,Waiter/ress,Cook Urgenty needed accounting dekco@dekco.com SMS 0811399375 staff with experiend responB.BP.004.09.17.0001278 sible please send your CV to Cari karyawan u/catering gaji sesuai kemampuan 0818550811 cvpsylo@gmail.com/Ph:8474108 B.BP.101.09.17.0001530

B.BP.001.09.17.0001416

B.BP.001.09.17.0001337

MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post CRV’2005 cc2.4 AT Silver Tgn 1 113Jt H.085100856999 Pribadi B.BP.141.09.17.0001518 MAZDA

Over Kredit Mazda CX7 GT’2010 Putih UM15Jt,085100871119 Prbd

B.BP.001.09.17.0001541

Rush S Metik 09 Asli Bali Tgn1 Orsinil Hitam Istw,08123900272

B.BP.001.09.17.0001534

Rush S TRD’13 Silver Cokro 359 Ubung Kaja Hp.0811394264

B.BP.001.09.17.0001542

B.BP.001.09.17.0001448

Dijual Ruko Baru @1,65M di Jl.Akasia Dps, 08123861163

B.BP.001.09.17.0001546

Dijual Prmhan Br Cluster @1,5M di Jl.Akasia Dps, 08123861163

B.BP.001.09.17.0001545

B.BP.141.09.17.0001519

DIJUAL RUMAH MITSUBISHI Rumah Bagus di Tangtu Ling. PU Mits’13Htm,Avs G09Silv,Ayla Villa. LT250m2, LB150m2 @2,2M 14Pth,Splah’11Silv085100584428 08123861163 B.BP.001.09.17.0001536

Djl Rmh Elit dgn berbagai Type, Lt2,nyman, strgs di Dalung Tinggal 7 unit H.087860041028-082138258844

B.BP.001.09.17.0001547

Rmh Jl.Gng Talang No.37B 1,5A, 4KT,3KM,1,3M ng H:081338708444

Rmh Jl.Mahendradta 2LT,3KT,3KM s’tegis 1,1M ng H:081338558078

B.BP.001.09.17.0001499

DIJUAL TANAH Tnh Nempil 250Jt/A, Jl.Besakih PondokCitra Pmogan 08123871809 B.BP.001.09.17.0000185

Lt 2,5are,5KT,5KM,Grs,AC 2Lt Tkd.Balian Renon 085101783994

Batubulan 325Jt ng JlMobil Viw Ketwl 200ng+230ng 087761245398

Rmh 2Lt 2unt 3KT,2KM Perum Nuansa Sandat T.089652974339

Tanah 1a Gatsu Timur Masuk 200M Jl utma Sulatri 081237148880

B.BP.001.09.17.0001537

B.BP.001.09.17.0001317

DIJUAL TANAH DISEWAKAN RUMAH Dikont Rmh Graha Permai I/32 Djl Tnh luas 10A di Jl.Utama Rangkan Ketewel,dkt Baypas I.B Nangka Utara Hub.08123636725 B.BP.001.09.17.0001491 Mntra 295Jt/A SHM 082144233009 Dikontrakkan Rmh 2Lt/3KT-3KM /081238070379/081936205437 2200W/PDAM Puri Cenigan Sari B.BP.001.09.17.0001504 11 Sesetan Hub:082112277871 Djual Tnah Kavling Siap Bangun B.BP.001.09.17.0000659 Lokasi Jl.P.Saelus 1 Denpasar Rumah Kos Sisa 2KM 08123862222 Hub:08123899965/081236258886 Jl.Marlboro XVII/25 B.BP.001.09.17.0001279

B.BP.001.09.17.0001497

Tnh 51A Busungbiu cck Kav/Rmh subsidi 35jt/A ng 081236025822

B.BP.001.09.17.0000991

Tnh 81A@10jt Batungsel Tbn 30A @20jt Blimbing Tbn 08133717225

DISEWAKAN GEDUNG Disewakan Ktr Baru Bgs sekali 2lt di Jl.MH.Yamin Renon, @220Jt/thn, 08123861163

BIRO JASA

BIRO JASA

SERVICE MAMPET

AURA TEKNIK

B.BP.001.09.17.0001500

B.BP.001.09.17.0001392

B.BP.001.09.17.0001173

BIRO JASA

B.BP.001.09.17.0000761

WC GARANSI

KURAS MAMPET SALURAN AIR WASTAVEL, DLL

242389 / 081236774491

KEHILANGAN Hilang BPKB DK 1168 AP a/n Cahaya Kusuma Negara,Jl.Ciung Wanara IV No.8X Denpasar

DIJUAL MOBIL

B.BP.001.09.17.0001488

Hilang sertifikat tanah hak milik No.1822 di Desa Kesiman Petilan Kec.Denpasar Timur, a/n I Gusti Ketut Bawa B.BP.001.09.17.0001496

Hlg BPKB DK1311C a/n Wahyuning Supriyanthi Telp:081353234268

DIJUAL RUMAH

B.BP.001.09.17.0001502

B.BP.001.09.17.0001544

SALON

Service Panggilan

AC KERJA DITEMPAT

B E R G A R A N S I

KULKAS FREEZER SHOWCASE WATER HEATER

COLDROOM MESIN CUCI

BAJA RINGAN

081 999 540 284 082 247 418 281 C.0001323-brj

BIRO JASA

BIRO JASA

BIRO JASA

BIRO JASA

AHLI SUMBAT ATASI MAMPET MAMPET Atasi WC Mampet,

WC

GARANSI

SaluranAir, Wastavel Dll. Tanpa Bongkar Melayani Nguras

081337666135 082359392760 C.0001457-BRJ

ATASI

HONDA

TOYOTA

Avanza G 2016 Putih Asli DK Cokro 377 Hp.085100462764

ATASI:

DIJUAL MOBIL

WC

GARANSI 1 BLN Simp XL

- SALURAN AIR - WASTAFEL DLL - TANPA BONGKAR - TERIMA KURAS

081236711931 08175782707 C.0001050-BRJ

SPA

SERVICE

BALI JAYA TEKNIK KULKAS M. CUCI FREZZER W.HEATER

Service panggilan BERGARANSI

082331838863 087761462063 C.0000395-SRV


REKREASI

18

Minggu Paing, 24 September 2017

Pertanyaan

Menurun: 1. Taat 2. Campur aduk atau kacau 3. Pembunuh larva nyamuk 4. Kisah singkat, menarik karena lucu 5. Perintis jalan atau pionir 6. Akhir dari aliran sungai 7. Siap siaga (Inggris) 8. Heboh 15. Kata tanda setuju 16. Sekolah tinggi olahraga 18. Jajan 19. Tidak (Jawa) 20. Selengkap atau sepiring makanan di rumah makan 21. Tampak gagah dan tangkas atau perlente 23. Betina (Bali) 25. Mata kuliah/pelajaran 27. Gelap (Bali) 28. Salah satu vaksinasi balita 29. Hormon yang dihasilkan oleh pankreas 30. Kawah atau kuali besar 31. Bapak 32. Alat untuk menumbuk padi 34. Keras dan tajam (Tentang perkataan)

2

1

TTS Bali Post 3

9

kunjungi wisatawan. Beragam potensi pariwisata Desa Pinge, menambah daftar objek wisata di Bali untuk dikunjungi dan lebih memantapkan Bali menjadi tempat yang kaya akan destinasi wisata, baik dari segi keindahan alam, budaya, tradisi serta kreasi seni unik warisan leluhur. Tempat-tempat yang bukan mainstream, sangat cocok bagi wisatawan yang sudah sering wisata ke Bali, tidak hanya menyaksikan

tempat-tempat sama, tetapi juga berbagai tempat baru dengan keindahan yang membuat Anda berdecak kagum. Desa Pinge terletak di ketinggian 500 mdpl, membuat desa Pinge berhawa sejuk. Berada di sini membuat pikiran menjadi tenang, hamparan sawah berundak membentang menghiasi daratan, begitu juga hutan tropis di sekelilingnya berpadu harmonis menciptakan lukisan alam tak tertandingi, membuat ber-

decak kagum setiap pengunjungnya. Keberadaan rumah tertata rapi serta sejajar dalam bentuk tradisional. Peninggalan bersejarah dari pendahulunya dapat ditemukan di Pura Natar Jemeng. Di areal persawahan terdapat Pura Beji, situasinya sangat tenang serta jauh dari keramaian, sehingga bagi para penekun dunia rohani, tempat seperti ini cocok untuk melakukan kegiatan meditasi, menyajikan suasana tenang, nyaman serta aura spiritual kental. Desa Pinge ini memang sekarang sudah menjadi desa wisata, sehingga jika Anda ingin menapaki tempat-tempat indah di desa ini, Anda

5

6

10

14

15

26

16

17

18

24

28

19

21

23

27

8

13

20 22

7

11

12

29

25

30

31

32

33 34

35

37

36 40

42

38

39

41 43

44

45

46

KUPON TTS No.314 Ketentuan Menjawab Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 314 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 30 September 2017. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 8 Oktober 2017. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@ Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Mendatar: 1. Keneker 4. Beradab 7. Iga 8. Suguhan 11. Karavan 13. SAA 15. Transmigran 17. Aloha 18. Amatir 21. Harfiah 23. Patron 25. Murba 26. Luminositas 30. AIM (MIA)

31. Sasando 33. Abstain 35. Nun 36. Skeptis 37. Gerinda Menurun: 1. Kes 2. Ekuin 3. Rinai 4. Bak 5. Developer 6. Bangsawan 9. UNRAM 10. Asmara

bisa sewa tempat menginap di rumah tradisional milik penduduk. Akan tercipta nuansa beda dalam liburan, tatkala Anda diajak berbaur bersama penduduk desa, dengan rutinitas keseharian penduduk setempat sebagai petani, serta bisa menyaksikan kegiatan mereka mulai dari membajak persawahan, pembibitan, menuai serta menaruh hasil panennya di lumbung padi. Kegiatan treking keliling desa bersama pemandu juga telah disediakan. Dengan menginap serta mengikuti kegiatan-kegiatan menarik yang disuguhkan desa ini, menjadikan nuansa berlibur Anda berbeda dibandingan tempat lainnya. (kmb)

Pemenang TTS No. 312 Ni Wayan Indrawati Jl. Darmawangsa No.28 Semarapura, Klungkung Sri Wahyuti Br. Serongga Tengah, Desa Serongga, Gianyar 80515 (HP: 081 2366 9766) Ni Kadek Intan Tirta Sari SMPN 2 Amlapura, Jl. Jenderal Sudirman No.9 Amlapura, Karangasem 80813 Ni Wayan Dharmayanti Jln. Merdeka No.43 Bangli 80613

Jawaban TTS No. 312

Menikmati Kesejukan di Desa Wisata Pinge DESA Pinge, menjadi bagian wilayah Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, terletak 17 km di sebelah utara Kota Tabanan, kalau dari bandara sekitar 1,5 jam berkendaraan mobil/ motor. Desa ini memiliki potensi cukup bagus bagi pelengkap objek-objek menarik di Pulau Dewata, seperti keindahan sawah berundak, hutan hijau serta rumah tradisional penduduk terlihat unik, menjadikannya sebuah desa wisata yang kerap di-

4

SPT2017

Mendatar: 1. Kebalikan bulan mati 5. Pasang atau muat dalam bentuk gambar/tulisan 9. Permintaan keterangan atau penjelasan 10. Belut (Inggris) 11. Arang (Bali) 12. Saja atau melulu 13. On the road 14. Rumah (Inggris) 17. Orang yang berperan dalam suatu kejadian penting 20. Modal 22. Daun pembungkus tongkol jagung 24. Bersangkut paut atau kait mengait 26. Tingkat perubahan 30. Senda gurau 33. Manusia 34. Penyakit kulit menahun 37. Yang diakibatkan oleh minuman keras 40. Betah (Bali) 41. Permohonan kepada Tuhan 42. Kartu yang digunakan untuk meramal nasib 43. Utara (Jawa) 44. Mencolok cara berdandan dan berhiasnya 45. Nama sebuah pura di Bali Selatan 46. Orang yang sangat menyenangi hal-hal atau tren baru

12. Asa 14. Agrafobia 16. Natha 18. Anamnesis 19. Anarkisme 20. Ihwal 22. Aplomb 24. ORARI 27. UGD 28. Niang 29. Intai 32. Ons 34. NBA

I Nengah Narya Br. Bantas, Desa Baturinggit, Kec. Kubu, Kab. Karangasem 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : I Nyoman Teer Alamat : Jl. Cokroaminoto Gg.Angsoka II/28 Denpasar 80116


19

Minggu Paing, 24 September 2017

Letusan Dahsyat

Dari Hal. 1

Gunung terbesar di Bali ini sudah meletus sebanyak empat kali. Letusan terakhir durasinya 120 tahun. Sehingga, saat itu letusannya amat dasyat. Kekuatan letusan Gunung Agung disebutkan sepuluh kali lebih besar dari letusan Gunung Merapi. Jangkauan awan panas letusan Gunung Agung diperkirakan mencapai 14 km ke arah utara dan 12 km ke arah selatan. Saat penetapan status awas Jumat (22/9) malam, Gunung Agung kata Kasbani, mencatatkan jumlah letusan tertinggi, sejak peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Agung terjadi sejak

Agustus lalu. “Gempa-gempa itu terjadi karena karena pelepasan energi dari magma tersebut. Karakter Gunung Agung paling berbeda dari gunung api yang lain. Letusannya tak dapat dipastikan,” tegasnya. Kepala BNPB Willem Rampangilei, menegaskan dengan naiknya level menjadi awas, maka seluruh wilayah di radius 9 km dari permukaan kawah Gunung Agung harus segera mengungsi, termasuk wilayah yang sudah ditetapkan sebagai wilayah perluasan ke beberapa arah. Seluruh wilayah dalam radius itu harus steril dalam waktu 24 jam pascalevel dinaikkan menjadi awas. kmb31)

Tujuh Turunan

Dari Hal. 1

“Ini sudah ada sejak tujuh turunan. Sudah sangat lama. Sekarang di-sungsung 120 KK,” katanya. Selain itu, disampaikan peninggalan leluhurnya ini sering ditarikan saat kajeng kliwon berdekatan dengan hari raya Nyepi. “Ini dipakai calonarang. Itu juga hanya di

Banjar Pegubugan,” terang Jero Mangku. Pemindahan juga dilakukan pangemong Paibon Pura Panti Sentana Dalem Tarukan. Pratima berupa rambut sedana, tri murti, dan dewa-dewi dipindahkan hingga situasi sudah kondusif. “Untuk sementara dititipkan di sini dulu. Kalau sudah aman, baru pindah ke banjar lagi,” tandasnya. (sos)

Berkas Penting

Dari Hal. 1

Setelah balik dari Denpasar dia bergegas ke sekolah bersama enam guru dan karyawan untuk mengamankan berkas-berkas penting sekolah. Tak Dievakuasi Setelah status aktivitas vulkanik Gunung Agung naik menjadi level awas, keluarga tahanan juga bingung. Para tahanan Lapas Karangasem cukup resah dan takut karena belum dievakuasi. Tetapi, Kepala Lapas Karangasem Kusbiantoro yang dihubungi Sabtu (23/9) kemarin, mengatakan pihaknya berusaha untuk membuat situasi di dalam tetap tenang. Apalagi, di lokasi Lapas Karangasem di Lingkungan Susuan, Amlapura, masuk zona aman. Meski demikian, sebagaimana arahan Koman-

dan Satgas Tanggap Darurat Bencana, seluruh pihak diminta meningkatkan kewaspadaan. Suasana mencekam di Karangasem membuat puluhan pasien di RSUD Karangasem ketakutan. Mereka meminta segera dirujuk hingga minta pulang paksa. Pihak rumah sakit harus berupaya keras menenangkan para pasien saat itu. Direktur RSUD Karangasem dr. I Wayan Suardana, Sabtu (23/9) kemarin, mengatakan menyikapi status awas Gunung Agung, pihak rumah sakit segera mengambil langkah-langkah. Pertama, meminta seluruh tenaga medis memastikan keselamatan keluarganya. Kemudian, fokus melakukan pelayanan di rumah sakit, khususnya memberikan informasi yang benar tentang situasi terkini di lapangan. (gik)

Timur Laut

Dari Hal. 1

Timur laut adalah arah terbitnya matahari dengan sinarnya sebagai salah satu kekuatan alam ciptaan Tuhan yang menjadi sumber kehidupan di bumi. Pura Besakih juga hulu-nya berbagai pura di Bali. Dalam konsepsi rwa-bhineda, Pura Besakih merupakan Pura Purusa, sedangkan Pura Batur sebagai Pura Predana. Padmasana yang berada di tengah, busananya putihkuning sebagai simbol Tuhan dalam keadaan Saguna Brahman. Artinya, Tuhan sudah menunjukkan ciri-ciri niskala untuk mencipta kehidupan yang suci dan sejahtera. Putih lambang kesucian dan kuning lambang kesejahteraan. Sedangkan busana warna merah pada padma paling kiri bukanlah sebagai lambang Dewa Brahma. Warna merah itu sebagai simbol yang melukiskan keberadaan Tuhan sudah dalam keadaan krida untuk Utpati, Sthitti dan Pralina. Dalam hal inilah Tuhan Siwa bermanifestasi menjadi Tri Murti. Dulu, tempat sebelum dibangunnya Pura Besakih hanya terdapat kayu-kayuan dalam sebuah hutan belantara. Di suatu tempat di Jawa Timur yaitu di Gunung Rawang (Gunung Raung) ada seorang yogi atau pertapa yang bernama Rsi Markandeya. Karena ketinggian ilmu batinnya, kesucian rohaninya, serta kecakapan dan kebijaksanaan beliau maka oleh rakyat, beliau diberi julukan Batara Giri Rawang. Beliau mendapat titah dari Hyang Widhi Wasa agar beliau dan para pengikutnya merabas hutan di Pulau Dawa. Akan tetapi saat merabas hutan, banyak pengiring Sang Yogi Markandeya yang sakit, lalu mati dan ada juga yang mati

dimakan binatang buas, karena tidak didahului dengan upacara yadnya. Kemudian beliau memerintahkan pengikutnya untuk menghentikan perabasan. Dengan hati yang sedih beliau kemudian mengajak pengikutnya untuk kembali ke Jawa. Pada suatu hari yang baik, beliau kembali berangkat ke tanah Bali. Kali ini, beliau mengajak pengikutnya yang kedua berjumblah 4.000 orang yang berasal dari Desa Aga yaitu penduduk yang mendiami lereng Gunung Rawung. Setelah tiba di tempat yang dituju, Rsi Markandeya segera melakukan tapa yoga semadi bersama-sama para yogi lainnya dan mempersembahkan upakara yadnya, yaitu Dewa Yadnya dan Buta Yadnya. Setelah upacara itu selesai, para pengikutnya disuruh bekerja melanjutkan perabasan hutan tersebut. Demikianlah pengikut Rsi Markandya yang berasal dari Desa Aga (penduduk lereng Gunung Rawung Jawa Timur) menetap di tempat itu sampai sekarang. Di tempat bekas dimulainya perabasan hutan itu oleh Sang Rsi/Yogi Markandya menanam kendi (caratan) berisi air disertai 5 jenis logam yaitu: emas, perak, tembaga, perunggu, dan besi yang disebut Panca Datu dan permata Mirahadi (mirah yang utama) dengan disertai sarana upakara selengkapnya dan diperciki tirta pangentas (air suci). Tempat menanam lima jenis logam itu diberi nama Basuki yang artinya selamat. Lambat laun di tempat itu didirikan Pura Basukian. Pura inilah cikal-bakal berdirinya pura –pura yang lain di kompleks Pura Besakih. Ada pendapat yang mengatakan bahwa pembangunan pura di tempat itu dimulai sejak Isaka 85 atau tahun 163 Masehi. (lun)

Peduli Pengungsi Dari Hal. 1 SD 3 Abianbase NN Ecoqua CV Surapati Agus Dharmawangsa Kite’s Club KKB Ketut Ayu Reditami Ibu Mangku Lebah Bengkala Jumlah diterima hari ini Jumlah sebelumnya Jumlah seluruhnya

dan 10 dus air mineral 14 dus air mineral, 4 dus mie instan, 1 dus kopi 12 dus air mineral, 2 dus mie instan 20 dus air mineral 10 dus air mineral 4 dus mie instan Pampers, peralatan MCK & makanan ringan 2 dus biskuit & susu 4 dus air mineral 4 dus mie instan Rp 17.120.000 70 dus air mineral 14 dus mie instan 1 dus kopi, Pampers, peralatan MCK & makanan ringan 2 dus biskuit dan susu 0 Rp 17.120.000

Stana Leluhur Dari Hal. 1

Lanjut Prof. Surada, menurut keyakinan umat Hindu di Bali, gunung merupakan stana para leluhur, kemudian dalam konsep Weda, gunung merupakan stana para Dewa. Karena itu, umat Hindu di Bali mengenal konsep Nyegara-Gunung. Sebagai stana para leluhur dan para Dewa, maka gunung sangat disucikan atau disakralkan oleh umat Hindu. Demikian pula keberadaan Gunung Agung di Besakih sangat disucikan, sebagai stana Ida Batara. Gunung Agung yang juga dikenal dengan nama Giri Tolangkir, merupakan stana Ida Batara Tolangkir. Dalam konsep lain, gunung disebut hulu, sumber kehidupan, sumber air dan sumber kemakmuran. Makanya gunung dijaga kesucian dan kelestariannya. Dalam konsep purusa-pradana, Gunung Agung dengan Pura Besakih-nya merupakan purusa, sedangkan Gunung Batur dengan Pura Ulun Danu-nya sebagai pradana. Maka ketika umat Hindu melaksanakan upacara besar, umumnya nuwur Tirtha Batara di kedua pura ini. Bahkan, serangkaian karya ageng umat juga melaksanakan upacara bakti

pakelem, baik itu di kawah Gunung Agung maupun di Danau Batur, memohon kepada Ida Batara agar diberkati kerahyuan jagat. Sementara itu dalam buku ‘’Mengenal Pura Sad Kahyangan dan Kahyangan Jagat’’ terbitan Pustaka Bali Post disebutkan, Pura Besakih merupakan hulu-nya Bali. Selain sebagai sentral, Pura Besakih juga kahyangan jagat yang memiliki kedudukan paling utama di Pulau Bali. Dalam Lontar Padma Bhuwana, Pura Besakih dinyatakan sebagai huluning Bali Rajya. Artinya, Pura Besakih sebagai hulungan daerah Bali atau jiwanya Pulau Bali. Hal ini sesuai letak Pura Besakih di sebelah timur laut Pulau Bali. Timur laut adalah arah gunung dan arah munculnya sinar matahari sebagai simbol kehidupan. Gunung simbol sumber mata air dan timur adalah arah terbitnya matahari. Tanpa air dan sinar matahari, tak ada tumbuhtumbuhan dan makhluk lainnya yang bertahan hidup. Sedangkan tumbuh-tumbuhan adalah sumber makanan bagi hewan dan manusia. Ini berarti, arah Pura Besakih dengan Gunung Agung-nya adalah sumber kesuburan dan kemakmuran daerah Bali. (lun)

Kini, Mual-Mual Setiap Pagi itu Tak Datang Lagi

Sejak 3 tahun lalu, setiap pagi, lelaki 38 tahun ini diserang mual-mual. Akibatnya minum susu muntah, nyeruput kopi muntah, menikmati teh tubruk pun muntah. Padahal, lelaki yang berwiraswasta ini doyan minum kopi atau teh. Selidik punya selidik, setelah ke dokter

umum, ternyata lelaki yang bernama I Komang Susarsana ini mengidap sakit mag. Pantas saja kalau begitu. Usaha berobat pun terus dan sering dilakukan oleh penduduk Desa Busung Biyu, Kecamatan Busung Biyu, Kabupaten Buleleng, ini. Namun, kesembuhan sementara yang didapat. Jadi terasa tidak mempan obat dokter itu. “Sudah putus asa saya waktu itu,” keluhnya ketika ditemui 2 Juni 2016 lalu. Secara sengaja ia mencari jalan. kalau obat dokter tak manjur, kenapa tidak obat herbal? Lalu dipilihnya Madu Bima 99. Apa hasilnya? Bukan main, belum habis sebotol Madu Bima 99

dikonsumsinya, ia sudah merasakan tak mual-mual lagi, dan tenaganya makin fit. Penyakit maag terjadi akibat konsentrasi asam lambung yang tidak lagi normal. Padahal, kenormalan itu sangat perlu kita jaga agar lambung bisa berfungsi dengan baik. Lalu, apa yang terjadi jika lambung tak berfungsi dengan baik? Di dalam buku Tubuh Anda adalah Dokter yangTerbaik dinyatakan bahwa para ahli kesehatan mengatakan, lambung merupakan sumber utama berbagai penyakit. Dan ini ternyata amat benar. Sebab, sebagaimana kita ketahui, masa depan tubuh seseorang bergantung kepada kualitas

makanan yang dimakannya. Makanan yang dimakan akan menentukan kualitas darah. Kualitas darah sangat ditentukan keseimbangan dan kualitas nutrisi yang masuk dan diolah di dalam lambung serta organ-organ pencernaan lainnya. Bila terjadi

kerusakan pada mesin pengolah itu, tentu makanan tidak dapat diolah dengan baik. Dampaknya adalah tidak maksimalnya nutrisi yang harus diserap oleh darah, lalu dikirim ke seluruh tubuh guna memberi makan seluruh sel tubuh. Akibatnya, keseimbangan suplai nutrisi akan terganggu, yang akan berdampak pada menurunnya kualitas sel dan darah. Dan hal ini akan berdampak pada terganggunya keseimbangan kerja sebagian atau seluruh organ tubuh. Akibatnya, muncullah berbagai penyakit. Untuk itu, perlakukanlah lambung sebaik mungkin. Salah satu upaya yang diperlukan adalah tidak memaksa lambung bekerja

dengan ekstrakeras sehingga tidaklah pantas bila seseorang mengonsumsi makanan secara sembarangan tanpa memerhatikan manfaat dan kualitasnya. Saat ini berbagai madu pahit dengan berbagai merek telah beredar di pasaran. Tapi, yang banyak digemari, karena manfaatnya yang nyata, memang Madu Bima 99. Apalagi, dari hasil uji laboratorium Fakultas Farmasi UI dan Sucofindo September 2014, Madu Bima 99 terbukti bebas dari bahan kimia obat, patogen, logam berbahaya, dan zat berbahaya lainnya. Bahkan, saat ini juga tersedia Madu Bima 99 khusus, yakni Madu

Kesuburan Pria, Madu Kesuburan Wanita, dan Madu Kecerdasan Otak. Untuk mendapatkannya, Anda bisa datang ke apotek, toko obat, dan outlet-outlet lainnya di kota Anda. Untuk informasi lebih lengkap, Anda bisa mengunjungi @madubima99, www.madubima.com, dan www.facebook.com/Madu Bima 99.

Distributor Bali 08123644754, Subdist : Jembrana 081936459563, Klungkung 085954158293, Tabanan 087761444100, Buleleng 08174708396 / 0817351071, Karangasem 081239707770, Gianyar&Bangli 081338916680, Denpasar 08123644754, Badung 081999945381 ADV.0002023-adv-28


balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost

Minggu Paing, 24 September 2017

Bahas Isu tentang Kekuatan Feminin Penggerak Perubahan P U L AU D e w a t a perempuan memiliki akan jadi tuan rumah keunggulan unik yang penyelenggaraan remelengkapi kompetisi treat dan acara puncak yang dibutuhkan secara Women’s Leadership tim di level strategis. Summit. Digelar di “Jelaslah kepemimpinan Ubud, Bali, acara ini maskulin dan feminin akan berlangsung dari bukan hal yang berlawatanggal 28 hingga 30 nan, melainkan bagian September 2017. dari sebuah rangkaian Berlatar belakang spektrum kepemimpinan suasana Bali dan dalam yang menyeimbangkan,” atmosfer penuh perjelas Vina Pendit. sahabatan, selama 2,5 “Wonder woman” hari para peserta akan yang ikut berpartisiberdiskusi tentang berpasi dalam program ini bagai isu nyata yang adalah Dini Makmun dihadapi oleh pemimpin (Former CEO dari Saaperempuan profesional. chi Indonesia) dan Maria “Pembicaraan akan Harfanti (Miss Indoberkisar seputar tuntunesia 2015 dan aktivis tan peran, ekspektasi sosial). Kedua tokoh indan realitas tantangan spirasional ini mendukepemimpinan. Selain kung penuh pergerakan BPM/ist itu, juga dibahas strate- BERPARTISIPASI - Maria Harf- kepemimpinan peremgi menyeimbangan ke- anti, salah satu tokoh perempuan puan dan akan berbagi hidupan profesional yang dipastikan ikut berpartisipasi tentang pengalaman dan kehidupan pribadi, pada event “Women’s Leadership menyalurkan energi kesehatan, pendidikan, Summit” di Bali. feminin dalam bidansocial, dan politik,” kata gnya masing-masing. Vina Pendit selaku founder Dayalima Family, Selain itu, masih banyak wonder woman penyelenggara acara ini, belum lama ini. lain yang ikut hadir dalam program ini, Vina Pendit memaparkan, perempuan antara lain Niniek L. Karim (aktris, dosen secara alami memiliki kapasitas sebagai Psikologi UI), Ni Kadek Eka Citrawati (Marpemimpin dengan nilai-nilai feminin. Hal keting Director PT Bali Alus dan Wanita ini dalam praktiknya, tambah Vina Pendit, Wirausaha Femina), Angkie Yudistia (Thisakan melengkapi kepemimpinan maskulin Able Enterprises), Yudhi Kristantini (founder yang ujungnya akan memberikan hasil dan Gerakan Saya Perempuan Anti-Korupsi) dan kemajuan yang lebih baik untuk organisasi. masih seabrek lagi. “Mengusung tema Suc“Berbagai riset dari Development Dimen- cess, Sisterhood dan Satisfaction, peserta sion International (2014) dan McKinsey diharapkan di akhir program dapat menjadi (2008) menunjukkan perusahaan yang pemimpin yang menjiwai semangat feminim memiliki sedikitnya 30 persen pemimpin dalam kesehariannya. Nilai kepemimpinan di level strategis terbukti memiliki kinerja feminin yang dibawa kembali ke lingkungan yang lebih baik dibanding kompetiror, di kerja dan masyarakat masing-masing yang segi organisasional maupun finansial,” dapat menginspirasi dan membangun lebih ungkapnya. banyak perubahan positif, khususnya bagi Di Indonesia, sesuai data Dayalima, mem- para perempuan di bawah naungan mereka,” perlihatkan bahwa pemimpin-pemimpin tegas Maria Harfanti. (pik)

brolan BALE BANJAR ARIDUS EMANCIPATE yourselves from mental slavery Bebaskanlah dirimu dari perbudakan pikiran None but ourselves can free our minds Hanya kita sendiri yang bisa membebaskan pikiran kita Have no fear for atomic energy Jangan takut terhadap tenaga atom sekalipun Cause non of them can stop the time Sebab tidak ada yang mampu menghentikan waktu. ‘’Itulah empat dari belasan baris lirik dari lagu ‘Redemtion Song’ karya Mpu Reggae, Bob Marley menjelang mengembuskan napas 11 Mei 1981. Lagu yang paling disukai nyaris seluruh penggemarnya di seantero dunia, merupakan penyemangat hidup. Memang kata ‘redemption’ lumrah digunakan di rumah pegadaian, sebagai tindakan pelunasan untuk mendapat kembali barang jaminan. Namun dalam lagu ini, redemption yang berarti ‘penebusan’ lebih dimaknai secara batiniah, yakni memperbaiki diri dan berbuat baik untuk menebus kesalahan masa lampau, bukan hanya demi diri sendiri, juga orang lain dan lingkungan. Introspeksi sekaligus retrospeksi! Konon lagu yang melegenda inilah diputar sekelompok orang di kantor Yayasan Lambaga Bantuan Hukum Indonesia, Jakarta Pusat, dalam acara ‘Asik, asik, aksi’, Minggu (17/9) malam. Aneh dan lucu, entah karena genderang telinga yang rusak atau otak yang kurang beres, ada yang mendengar itu lagu GenjerGenjer.. Bahkan acara kesenian yang sebenarnya dihadiri para aktivis Hak Aaasi Manusia (HAM) tersebut, oleh orang yang genderang telinganya rusak, dimaknai sebagai upaya untuk menghidupkan kembali Partai Komunis Indonesia (PKI). Kedua hal itu dilaporkannya ke pihak lain di luar gedung, yang

kemudian memviralkannya di media sosial seperti facebook, whatsapp dan telegram setelah dibumbui kalimat-kalimat provokatif. Akibatnya, ratusan orang yang juga mengajak pengguna jalan ikut bergabung sehingga menjadi ribuan, menggeruduk kantor YLBHI dengan teriakan, ‘Ganyang PKI! Hajar PKI’. Kerusuhan dan tindakan anarkis berlangsung hingga dini hari, meski tidak terjadi korban nyawa namun beberapa aparat mengalami luka dan gedung milik pembela keadilan mengalami kerusakan,’’ ungkap Rubag. ‘’Aku ingin tertawa mendengar uraianmu tentang lagu Bob Marley yang didengar dan dilaporkan sebagai lagu Genjer-Genjer, namun rasa jengah dan kesal menyimak akibat dari perbuatan para demagog itu, kutahan bahakku. Aku tidak tahu lirik lagu Genjer-Genjer, namun kudengar lagu tersebut merupakan lagu rakyat yang diperkenalkan Moh. Arif asal Banyuwangi tahun 1953, berbahasa Osing. Konon, lagu itu dibuat untuk mengkritisi penindasan Dai Nippon yang luar biasa di situ. Tumbuh-tumbuhan gulma yang sebelumnya merupakan pakan itik, terpaksa dikonsumsi masyarakat karena dimiskinkan penjajah Jepang. Di Bali pun banyak lagu sindiran buat penjajah menggunakan bahasa daerah, seperti Guak Maling Taluh, Semut-semut Api dan Cakupcakup Balang. Banyak orang Bali tidak paham makna lagu-lagu tersebut, namun

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

”Women’s Leadership Summit” di Bali

Bajak Laut Tua

@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom

mereka memilih diam daripada ngomong ngawur yang menimbulkan kesalahpahaman. Sebab dari para orang tua mereka sering dengar nasihat. Benehin ngerawos, kenehin malu setonden memunyi, apang sing ane pesu uli bibihe peta, boya rawos, ngeranang byuta! Arti bebasnya, hati-hatilah berbicara, pikir dulu sebelum berucap agar yang keluar dari bibir wacana, bukan ucapan ngawur yang melahirkan keributan!’’ sahut Made Surjanegara. ‘’Jadi, tidak perlu bangga kalau di iklan layanan sosial ada pernyataan bahwa pengguna internet di negeri ini berjumlah 136 juta orang, berarti lebih dari setengah jumlah penduduk Indonesia. Bila hanya kuantitas pengguna internet yang membeludak sedangkan kualitas daya pikir dan nalarnya masih nyungsep, cuma melahirkan keributan dan masalah. Viralnya hoax di medsos, itu lebih disebabkan IQ pengguna medsos belum berkembang seturut kecerdasan yang dibutuhkan, seperti sinyalemen dilontarkan Rocky Gerung dalam sebuah acara di sebuah stasiun TV. Viralnya hoax lagu Genjer-Genjer adalah salah satu contoh. Juga demo berjilid-jilid saat Pilgub Jakarta 2017 ditengarai akibat hoax bernuansa SARA. Syukur di Bali para pengguna internetnya masih dikekang tata pergaulan berbasis nyama braya dan tidak cepat terpengaruh pada gosip dan hoax. Mungkin mereka sangat paham pitutur para orang tua yang menyarankan agar mereka berpikir dan merenung sebelum bertindak dan berucap. Di sini pun nyaris tidak ada orang tua yang ngeyel dan ngoyo seperti mengalami post power syndrome dan terus mimpi kekuasaan, lalu menjadi

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

Cak ’ Sengkuni Seda’’ Sarat Pendidikan Karakter JIKA bicara seniman muda, SMA Dwijendra adalah gudangnya. Seniman muda di bawah binaan Putu Arif Mahendra, S.Sn. ini tak pernah main-maian dalam menghasilkan karya seni. Pentas apa pun yang digarap selalu menjadi wah. Seperti ketika menampilkan cak modern dengan lakon “Sengkuni Seda”. Cak modern ini digarap Putu Arif Mahendra, S.Sn., dengan penanggung jawab Kepala SMA Dwijendra Denpasar Drs. I Made Oka Antara, M.Hum. Cak ini mampu memukau ribuan penonton di Panggung Terbuka Ardha Candra Taman Budaya Bali, Sabtu (23/9) malam kemarin. Cak ini makin menyedot penonton karena mampu mengkolaborasikan gendinggending cak kuno dengan gending anyar serta memasukan instrumentalia vocal dengan gong kebyar dan musik modern. Yang luar biasa, cak ini melibatkan 300 seniman muda. Sementara lakonnya tergolong langka ‘’Sengkuni Seda’’. Putu Arif Mahendra mengaku selam tiga bulan mengumpulkan gendinggending cak di Denpasar, Ubud dan Singapadu. Dengan demikian, ada transfer gending bagi generasi muda agar tak punah. Di acara yang dihadiri Ketua Yayasan Dwijendra Dr. M.s. Chandra Jaya,M. Hum., itu, ia juga menonjolkan properti seperti puluhan umbul-umbul dan panji-panji perang karena mengisahkan suasana perang Bharata Yudha antara Korawa dan Pandawa, di mana tokoh sentralnya adalah Sengkuni dan Bima. Sengkuni ini, kata dia, menimbulkan kebencian bagi Pandawa mulai dari bermain dadu, memalukan Drupadi dan istana kertas. Arif pun mampu memberi kesimpulan bahwa Sengkuni mati karena dibunuh Panca Pandawa. manajer konflik, padahal sudah pikun dan loyo. Aku jadi tertarik mengupas bait awal lagu Redemption, setelah menyimak beberapa berita terkait kerusuhan di kantor YLBHI Jakarta. Old pirates, yes, they rob I. Sold I to the merchant ships. Minutes after they took I, from the bottomless pit. But my hand was made strong. By the hand of the Almighty. We forward in this generation,’’ ujar Anom Wijaya ‘’Meski sudah puluhan tahun absen menjadi tour guide, kucoba menerjemahkan lirik yang kau lontarkan, karena bagiku menarik dan relevan sebagai analogi peristiwa akhir-akhir ini. Para bajak laut tua, ya, mereka merampokku. Menjualku pada saudagarsaudagar kapal. Beberapa saat setelah mereka membawaku dari lubang yang sangat dalam itu. Namun membuat tanganku jadi kuat. Berkat tangan-tangan Tuhan Yang Maha Esa, kami menularkannya ke generasi sekarang. Bila dipikirpikir, lirik lagu ini sangat pas buat menganalisis situasi politik yang dipenuhi hasrat untuk berkuasa di kalangan politisipolitisi tertentu di Tanah Air sekarang. Mereka layaknya saudagar-saudagar kapal yang khusus memperjual-belikan budak alias masyarakat atom yang dulu disebut silent majority, yang tidak paham politik dan tuli atas situasi dan kondisi bangsa. Supliernya adalah para bajak laut tua, yang seharusnya tenang dan nyaman menikmati masa purnatugas, namun karena ingin tetap

BPM/sue

CAK - Suasana pementasan cak ‘’Sengkuni Seda’’ yang dipersembahkan komunitas seniman muda dari SMA Dwijendra. Kepala SMA Dwijendra Denpasar I Made Oka Antara menekankan cak modern ‘’Sengkuni Seda’’ ini sarat dengan pendidikan karakter. Kita perlu mencontoh Pandawa yang mengedepankan kejujuran, kita perlu menghindari sifat Sengkuni yang penuh dengan sifat licik, dengki, dan iri hati. Ia ingin menanamkan nilai ini kepada penonton berupa musuh yang ada dalam diri kita. Kedua, ia ingin mengajak masyarakat menghindari judi, apalagi di masa Brah-

eksis dan selalu bernostalgia ihwal kehebatan masa lalu, ikut sibuk terlibat urusan politik masa kini. Untunglah generasi masa kini paham bahwa para bajak laut tua hanya bagai tumpukan kayu lapuk yang tidak perlu diukir, sebab akan keropos sendiri dimakan usia, hahaha,’’ gelak Wayan Wijaya mengakhiri argumennya. ‘’Mudah-mudahan lagu Redemption tidak dilarang juga seperti lagu Genjer-Genjer. Tensi politik terus meningkat akibat libidinal kekuasaan melonjak menjelang Tahun Politik 2018/2019. Isu sekecil apa pun digoreng buat menjatuhkan lawan politik. Perbedaan suku, bahasa, ras, etnis, dan agama laku dijual buat amunisi menjatuhkan lawan politik. Kini, isu PKI dimunculkan padahal komunisme merupakan barang kedaluwarsa yang bila ditawarkan gratis pun tidak ada yang mau. Ironisnya, orang-orang yang fasih mengujarkan imbauan ‘jangan meninggalkan dan melupakan sejarah’, justru tidak paham arti dan makna sejarah. Malah sejarah didefinisikan sebagai kisah para pemenang, padahal mereka sendiri masih berstatus pecundang. Gorengan segala isu, mereka sajikan ke masyarakat, syukurnya tidak semua orang suka makan gorengan. Karena mereka mahfum, terlalu banyak menyantap gorengan, apalagi digoreng dengan minyak jelantah yang kotor, mengakibatkan kolestrol naik,

macari yakni menempuh pendidikan. Bahkan, permusuhan apalagi perang harus dihindari di masa kekinian, sebaliknya diperkuat dengan menggalang persaudaraan sesuai moto Yayasan Dwijendra ‘’Manyamabraya, Rahayu Kapanggih’’. Usai pementasan ini, Oka Antara mengatakan akan ke barak-barak penampungan pengungsi Gunung Agung guna menghibur para pengungsi. ‘’Kasihan mereka yang sudah dibebani masalah, kita perlu dihibur dengan kesenian,’’ ujarnya. (sue)

menyebabkan tekanan darah naik, jantung terancam, bahkan kanker. Aku cuma bisa mengimbau para bajak laut

tua, untuk berhenti ngeyel dan ngoyo, nikmatilah masa tua bersama cucu dan buyut!’’ tandas Nyoman Muka. (aridus)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook