16 HALAMAN
NOMOR 319 TAHUN KE 70
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Gara-gara Pohon Cabai Layu
Bali Post
SEJAK 1948
Bersyukurlah Hidup di Bali GAYA hidup pragmatis, hedonis, konsumerisme di era milenium saat ini sangat besar resistensinya mewujudkan ideasi yang diyakini sebagai tujuan kelahiran umat Hindu yakni moksartam jagadhita yaca ity dharma (sejahtera di dunia dan mencapai moksa ketika telah mening-gal). Kaliyuga (zaman kali) yang ditandai tipisnya jarak ruang dan waktu oleh konektivitas canggih IT, realitas itu memaksa dinamika kehidupan berderap pada dimensi percepatan. Akhirnya, segala sesuatu muncul serba instan, hal itu dianggap sah-sah saja dijadikan solusi pragmatis. Yang lebih berbahaya di era kekinian adalah semua berorientasi kapital atau uang. Uanglah berkuasa dan hadir sebagai panglima tertinggi mengalahkan semuanya. Lalu, bagaimana solusi hidup efektif dewasa ini di Bali? Mengutip film yang dibintangi Julia Roberts, ‘’Eat Pray Love’’ -- makan di Italia, berdoa di India dan kulminasinya mewujudkan cinta kasih di Bali. Dengan isyarat itu, Bali dengan segala dinamikanya sesungguhnya pulau dewata yang indah yang kaya vibrasi suci, termasuk radiasi, resound full love di dalamnya. Maka sederhana saja. Bersyukur dan berbahagialah dapat kesempatan hidup di Bali. Bali pulau cinta. Cinta kasih, dalam perspektif sastra Weda, ada di hrdaya, di dalam hati. Itulah Atman, energi vital hidup manusia. Maka ketika kesadaran kasih sayang itu bisa dijadikan way of life dalam kehidupan ini maka dipercaya pintu moksah-lah ganjarannya. Seperti Mahawakya ditegaskan dalam Weda yakni: Prajnan Brahman – kesadaran itu adalah Brahman, Tat Twan Asi – engkau dan aku adalah Atman. Aiyam aikyam Brahman, Atman adalah Brahman itu sendiri. Dan Aham Brahmasmi – aku adalah Brahman. Menyadari diri kita adalah shiwoham – aku Shiva, so ham – aku Tuhan – disebutkan bukanlah wujud arogansi atau kesombongan. Napas hidup ini so saat menarik dan ham saat keluar, sebanyak 21 ribu kali dalam sehari adalah menyuarakan aku adalah Tuhan. Hanya akibat kebodohan, hal itu tidak disadari. Hal. 15 Pintu Neraka
Bali Post/ant
PARTAI KOALISI - Presiden Joko Widodo santap malam bersama sejumlah ketua umum parpol koalisi di Istana Bogor, Senin (23/7) malam.
Jokowi Bertemu Ketum Partai Koalisi
Jakarta (Bali Post) Presiden Jokowi melakukan santap malam bersama sejumlah ketua umum partai koalisi di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (23/7) kemarin. Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin dalam keterangannya menyebutkan bahwa Presiden Jokowi santap malam bersama enam ketua umum partai politik. Mereka adalah Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh, Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto, dan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy. Hadir pula Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Oesman Sapta Odang. Sebelumnya, Ketua Umum PPP M. Romahurmuziy mengungkapkan bahwa pada hari Senin ini Presiden Jokowi akan bertemu dengan enam ketua umum partai politik anggota koalisinya di Istana Bogor. ‘’Mestinya pertemuan ini dilakukan sebelum 15 Juli. Namun, karena mencari waktu yang cocok untuk semua, baru hari ini mulai pukul 19.00 dapat dilaksanakan,’’ kata Rommy, sapaan akrab Romahurmuziy. (ant)
MK Larang Pengurus Parpol Jadi Calon DPD Jakarta (Bali Post) – Komisioner KPU RI Viryan Aziz menyatakan akan mempelajari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pengabulan permohonan pengurus partai politik dilarang menjadi calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). ‘’Hal ini sebagai jawaban dari gugatan Muhammad Hafidz di MK terkait Pasal 182 huruf l, di mana MK telah mengabulkan gugatan tersebut,’’ kata Viryan di Pontianak, Senin (23/7) kemarin. Dia menyatakan pihaknya sudah mendengar putusan MK Nomor 30/PUU-XVI/2018 tersebut, namun belum mendapatkan secara lengkap dokumennya. ‘’Dalam pasal 182 huruf I tersebut berbunyi peserta pemilu untuk memilih anggota DPD adalah perseorangan setelah memenuhi syarat bersedia untuk tidak berpraktik sebagai akuntan publik, advokat, serta pekerjaan lain yang dapat menimbulkan konflik kepentingan dengan tugas, wewenang dan hak sebagai anggota DPD sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Terkait itu, diketahui Muhammad Hafidz mengajukan gugatan di MK, karena disinyalir banyak calon anggota DPD yang masih bergabung dengan parpol bahkan memiliki jabatan penting dalam kepengurusan parpol. Apabila telah didapatkan dokumen secara lengkap, KPU RI akan segera membahas putusan itu. Hal. 15 Segera Dibahas
Gubernur Kritik Ahli Pertanian
Denpasar (Bali Post) Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengkritisi ahli pertanian di Bali. Bahkan, ia mengatakan; Kalau ahli pertanian tidak bisa menyelesaikan masalah petani, tutup saja fakultas pertanian. Pernyataan itu disampaikan Gubernur dalam rapat kerja antara eksekutif dan legislatif di DPRD Bali, Senin (23/7) kemarin. Pernyataan itu terlontar setelah Gubernur menerima pohon cabai layu yang sedang berbuah lebat dari Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta. ‘’Ini tantangan kepada para ahli pertanian kita, lebih dari 100 doktor pertanian di Bali, mungkin ada 50 profesor. Tapi kita tetap tidak mampu menangani masalah penyakit cabai, penyakit jeruk, dan penyakit pisang,’’ ujar Pastika. Dari pengalamannya sendiri menanam pisang di Buleleng seluas satu hektar, seluruhnya layu dan mati saat sudah mau berbuah. Jika hal itu dialami oleh petani yang mempertaruhkan hidupnya pada pohon pisang, tentu menjadi tantangan untuk para ahli pertanian. Terlebih, urusan-urusan semacam itu tidak bisa diselesaikan dari
dulu. ‘’Dari dulu anggur Seririt itu kok masam sampai sekarang, kenapa tidak bisa manis. Saya katakan perlu dianulir gelar-gelar ahli pertanian itu. Jadi agak ekstrem, saya berkali-kali bicara ini. Maaf kepada para ahli pertanian,’’ imbuh Pastika. Lebih lanjut dikatakan, petani mengeluarkan ba-
nyak modal dan juga keringat dengan harapan hasil pertaniannya mencukupi untuk hidup. Kalau hanya dibiarkan demikian, fakultas pertanian dikatakan tutup saja dan perlu dievaluasi. ‘’Masak enggak bisa sih, tidak mungkin enggak bisa. Ini kan ilmu nyata, bukan ilmu kebatinan. Harusnya bisa,’’ jelas Pastika. Pernyataan Gubernur itu
rupanya menyulut reaksi Ahli Perlindungan Tanaman Prof. Dr. Ir. I Wayan Supartha, M.S. yang kebetulan hadir saat rapat kerja. Diwawancarai usai rapat kerja, Supartha menilai pernyataan hendak menutup fakultas pertanian dan menarik gelar para ahli pertanian itu tidak bijak. Perguruan tinggi justru harus ada untuk dijadikan tempat
mempelajari fenomena di alam. Sebab, tanaman sebagai organisme hidup mempunyai kemampuan adaptasi dan resistensi. Teknologi yang telah dihasilkan dan mampu menangkal penyakit bisa saja gugur karena iklim, atau tanaman yang sudah beradaptasi dengan lingkungan. Hal. 15 Memecahkan Masalah
Bali Post/ist
CABAI LAYU - Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta saat menyerahkan pohon cabai layu kepada Gubernur dalam rapat kerja antara eksekutif dan legislatif di DPRD Bali, Senin (23/7) kemarin.
Jual-Beli Fasilitas Lapas Sudah Sistematis
Jakarta (Bali Post) Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengatakan praktik jual-beli fasilitas dan izin keluar bagi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin sudah terjadi secara sistematis. Ia menduga praktik ini bukan hanya terjadi di Lapas Sukamiskin, juga beberapa lapas lain terindikasi melakukan praktik serupa. Oleh karena itu, penangkapan Kalapas Sukamiskin Wahid Husein harus menjadi pelajaran untuk seluruh lapas di Indonesia. Penegasan itu disampaikan Agus Rahardjo di Gedung DPR, Jakarta, Senin (23/7) kemarin. Komisi III DPR menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan KPK membahas sejumlah persoalan, salah satunya soal operasi tangkap tangan (OTT) di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat pada Sabtu dini hari (22/7/2018), ‘’Kejadian itu penting, karena itu kita menganggapnya bukan oknum lagi, itu sudah sistematis. Jadi harus ada perubahan yang sangat mendasar mengenai tata kelola di lembaga pemasyarakatan,’’ kata Agus. Agus mengaku tidak kaget adanya jual-beli fasilitas sel mewah di dalam Lapas. Sebab, kabar ini sering dia dengar sebelumnya dari laporan masyarakat yang dialamatkan ke lembaga antikorupsi tersebut. ‘’Kalau kita lihat kan di banyak tempat suara itu sering muncul. Dan suara itu muncul dan terbukti dengan OTT Bali Post/ant KPK. Bukan hanya di Sukamiskin tapi di BERBINCANG - Ketua KPK Agus Rahardjo, Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif dan Saut Si- banyak tempat. Kita harap ada reformasi tumorang berbincang bersama anggota Komisi III DPR sebelum memulai raker, Senin (23/7) kemarin. mendasar,’’ tandasnya. (ant)
Menkum HAM Stres
Jakarta (Bali Post) – Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Yasonna Laoly mengaku stres pascaperistiwa operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung. ‘’Jadi, saya sampaikan ke jajaran ini momen kami untuk bersih-bersih. Saya akui betulbetul ini memalukan, saya stres kebangetan banget sudah tidak bisa ditolerir,’’ kata Yasonna saat konferensi pers di gedung Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Senin (23/7) kemarin. Ia pun mengingatkan agar pegawai lapas di seluruh Indonesia untuk menguatkan integritas agar kejadian di Lapas Sukamiskin tidak terulang kembali. ‘’Maka saya katakan protap harus jalan. Kalau protap jalan, SOP harus jalan. Itu sebabnya, saya sudah keliling 17 provinsi saya secara pribadi ketemu mereka
untuk kuatkan integritas mereka. Untuk minta anak-anak muda ini tingkatkan integritasnya,’’ ucap Yasonna. Yasonna juga mengungkapkan bahwa saat ini tengah mengadakan revitalisasi dan pembenahan lapas dan rutan di seluruh Indonesia. ‘’Kami sedang mengadakan revitalisasi pembenahan lapas/ rutan di seluruh Indonesia, di tengah-tengah proses ini kami menemukan peristiwa yang sangat memalukan ini. Untuk itu, Ibu Dirjen (Pemasyarakatan) sudah menyampaikan sikap kami minta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia,’’ ujar Yasonna. Untuk diketahui, KPK baru saja menetapkan empat tersangka suap pemberian fasilitas, pemberian perizinan ataupun pemberian lainnya di Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Sukamiskin, Bandung. Empat tersangka itu, yakni Kalapas Sukamiskin sejak Maret 2018 Wahid Husein (WH), Hendry
Saputra (HND) yang merupakan staf Wahid Husein, narapidana kasus korupsi Fahmi Darmawansyah (FD) dan Andri Rahmat (AR) yang merupakan narapidana kasus pidana umum/ tahanan pendamping (tamping) dari Fahmi Darmawansyah. (ant)
DENPASAR
2 Kasus BPD Bali Di-SP3-kan Denpasar (Bali Post) Perkara dugaan investasi liar senilai Rp 200 miliar di BPD Bali dengan lima calon tersangka, kandas sudah. Di Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-58, Senin (23/7) kemarin, Kajati Bali secara resmi menyatakan bahwa penyidik sudah mengeluarkan SP3 (Surat Penghentian Penyidikan Perkara). Dengan keluarnya SP3, secara otomatis rencana penetapan lima calon tersangka sebagaimana disampaikan Otto S beberapa waktu lalu menjadi gugur. Kajati Bali Dr. Amir Yanto didampingi Aspidsus Kejati Bali Polin O. Sitanggang menjelaskan, memang awalnya kasus BPD Bali naik dari penyelidikan menjadi penyidikan setelah melakukan ekspos perkara. Namun setelah didalami, termasuk memeriksa saksi dari OJK, perkara tersebut tidak cukup bukti untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka. Salah satu alasan SP3 selain memeriksa saksi OJK, penyidik mempertimbangkan soal agunan. Polin O. Sitanggang mengatakan agunan yang diberikan waktu itu sudah melebihi nilai kredit sehingga menurut ahli, tidak ada kerugian negara. Alasan kedua adalah soal agunan hak sewa. Setelah dokumen diselidiki, ternyata agunan Hak Guna Bangunan (HGB) sehingga hasil analisis yang dikumpulkan, unsur kerugian keuangan negara tidak ditemukan. Meski demikian, kata Polin, kasus BPD Bali bisa dibuka kembali jika di kemudian hari ditemukan perbuatan melawan hukum atau ada badan hukum yang diuntungkan, atau ada kerugian lainnya. Ditambahkannya, soal status kasus BPD Bali dinaikkan menjadi penyidikan, saat dilakukan ekspos pertama, penyidik melihat bahwa saat itu agunan tidak mencukupi. Namun setelah didalami, agunan itu ternyata bukan hak sewa, melainkan HGB. Investasinya sekitar Rp 200 miliar, sedangkan investasi pinjaman sekitar Rp 160 miliar. Di sisi lain, memang dalam kasus ini ada dugaan keterlibatan orang dalam BPD Bali. Namun, jika ditelisik lebih mendalam, itu masuk pidana umum. (kmb37)
Melawan, Tahanan Kabur Ditembak
Denpasar (Bali Post) Setelah ditangkap di Jalan By-pass Ngurah Rai, Kuta, Dwi Nova Dian Kusuma (29), tahanan yang kabur dari Rutan BNNP Bali, masih saja nekat. Dia melawan saat diajak menunjukkan arah pelariannya. Tidak mau kecolongan lagi, anggota Bid. Berantas terpaksa menembak kaki kanan pelaku. Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa, Senin (23/7) kemarin, menyampaikan pihaknya terpaksa melumpuhkan pelaku karena yang bersangkutan telah melawan petugas. ‘’Tindakan anggota saya ini sudah sesuai prosedur. Apalagi pelaku sudah perBali Post/ist nah melakukan upaya ini (kabur) tapi selalu gagal,’’ T A H A N A N - T a h a n a n BNNP Bali, Dwi Nova Dian tegasnya. Saat diinterogasi, pelaku Kusuma. yang terlibat kasus 33 paket sabu-sabu (SS) dan sembilan butir ekstasi ini mengaku setelah memperdaya satpam, dia langsung kabur lewat belakang. Selanjutnya, pelaku jalan kaki melintasi Jalan Gadung menuju Jalan WR Supratman, Denpasar Timur. Setibanya di depan Mapolda Bali, ia berjalan ke barat menuju Jalan Suli, lalu masuk ke Jalan Sandat hingga ke Jalan Nangka Selatan. ‘’Tujuan pelaku menuju rumah temannya berinisial Je di Jalan Nangka Selatan Gang Nuri,’’ ungkapnya. Setelah meminjam sepeda motor Je, pelaku pulang ke tempat tinggalnya di Jalan Bedahulu, Denpasar. Di sana pelaku sempat bertemu anaknya dan langsung pergi setelah mengambil HP miliknya. Tim Bid. Berantas BNNP Bali dipimpin Kasi Intelijen Kompol Saifudin Jupri curiga pelaku akan menemui pacarnya. Selanjutnya petugas melakukan pengintaian tempat kerja pacar Nova di salah satu hotel terkenal di Kuta Selatan. Sekitar pukul 20.30 Wita, pacar pelaku pulang dari tempat kerjanya dan langsung dibuntuti petugas. Ternyata dia mengarah ke Kuta dan berhenti di depan Karaoke Grahadi sekitar pukul 21.00 Wita. Saat itulah pelaku menemui pacarnya dan langsung ditangkap. ‘’Karena beberapa kali mencoba kabur, pengamanan pelaku semakin diperketat. Kami juga melakukan evaluasi terhadap kinerja penjaga tahanan,’’ ujarnya. (kmb36)
Kapasitas 323, Lapas Kerobokan Dihuni 1.567 Orang Mayoritas Napi Narkoba
Denpasar (Bali Post) Persoalan klasik terus muncul dalam pengelolaan lembaga pemasyarakatan (lapas) di Bali. Bukan soal keistimewaan narapidana (napi) yang bisa memesan kamar dengan fasilitas hotel sebagaimana di Lapas Sukamiskin, atau soal jaringan narkoba yang sering menyebut bandarnya di dalam lapas, melainkan lapas yang overkapasitas. Contohnya Lapas Kelas IIA Denpasar yang berlokasi di Kerobokan atau yang lebih dikenal dengan sebutan Lapas Kerobokan. Lapas terbesar di Bali itu kini dihuni 1.567 orang. Padahal kapasitasnya hanya 323 napi. Kalapas Kerobokan Tonny Nainggolan, Senin (23/7) kemarin mengatakan, Lapas Kerobokan sudah overkapasitas. Meski demikian, pihaknya berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga dan melakukan pembinaan kepada para napi. Berdasarkan data, dari 1.567 penghuni Lapas Kerobokan, 727 di antaranya berstatus tahanan dan 840 berstatus napi. Peringkat teratas penghuni Lapas Kerobokan masih dipegang kasus narkoba yakni 904 orang. Kasus terbesar berikutnya yakni pencurian sebanyak 323 orang dan sisanya perkara lain, termasuk 18 kasus pidana korupsi. Sejauh ini Lapas Kerobokan nihil tahanan kasus terorisme. Jika diklasifikasikan, di Lapas Kerobokan juga banyak dihuni orang asing, yakni 74 orang. Kalapas juga mengatakan ada 11 tahanan anak-anak. Menurutnya, pada Minggu (22/7) lalu ada satu napi bebas biasa dan dua orang mendapatkan cuti bersyarat. Untuk mengantisipasi agar di dalam lapas tidak masuk benda berbahaya, pihaknya kerap melakukan razia di blok-blok penghuni. (asa)
Selasa Kliwon, 24 Juli 2018
Sistem Manual Rawan Keluhan
MPP Sewaka Dharma Dilengkapi Antrean ”Online” Denpasar (Bali Post) Pelayanan berbagai jenis izin dan akta di Mal Pelayanan Publik (MPP) Sewaka Dharma Kota Denpasar sempat tercoreng akibat keributan saat mengambil nomor antrean. Warga sudah datang pagi-pagi, namun ujung-ujungnya tidak kebagian nomor. Seperti yang terjadi di unit pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Kasus terbaru terjadi di antrean bersama pelayanan SIM. Melihat kondisi tersebut, MPP Sewaka Dharma terus berinovasi dalam upaya memberikan pelayanan prima bagi masyarakat. Guna menciptakan kenyamanan masyarakat dan pengguna MPP, dioperasikan sistem antrean serta pendaftaran online. Terutama untuk Disdukcapil dan pelayanan SIM. Sedangkan pada Pelayanan Perizinan, serta pelayanan lainnya, sudah terlebih dahulu menerapkan sistem online. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar I Made Toya, Senin (23/7) kemarin, mengatakan Pemkot Denpasar terus berinovasi dalam menciptakan pelayanan publik yang maksimal. Seperti halnya sistem antrean online di MPP Sewaka Dharma yang secara resmi telah berop-
erasi kemarin. ‘’Kami berharap dengan adanya sistem antrean serta pendaftaran berbasis online ini, masyarakat lebih dipermudah dalam hal pelayanan publik, serta kenyamanan di MPP dapat terwujud,’’ ujarnya. Dengan adanya antrean dan pendaftaran online, masyarakat dapat mengakses nomor antrean melalui piranti masing-masing yang telah dilengkapi dengan sistem Android, sehingga antrean dengan menggunakan barang berupa map, kertas dan lain sebagainya dapat diminimalisir, sehingga suasana pelayanan menjadi lebih nyaman. ‘’Dengan adanya pola antrean dan pendaftaran online, masyarakat yang memiliki kesibukan juga dapat memaksimalkan waktunya, dan suasana tertib serta kenyamanan dapat terlihat di MPP Sewaka Dharma, Denpasar,’’ ungkapnya. Sementara itu, Kasubag Pengumpulan Informasi dan Dokumentasi Bagian Humas Setda Kota Denpasar I Wayan Hendaryana mengatakan antrean secara manual tetap dilaksanakan. Hanya untuk waktu pengambilan nomor antrean dan pendaftaran secara manual dilaksanakan mulai pukul 07.45 Wita dan pelayanan kepada masyarakat dimulai pada pukul 08.00 Wita. (kmb12)
Bali Post/eka
PELAYANAN - Beberapa warga berbincang-bincang di areal parkir Graha Sewaka Dharma, Denpasar. Untuk meningkatkan pelayanan kepada warga, mal pelayanan publik ini dilengkapi dengan antrean online.
KUA-PPAS 2019
Banggar Soroti Target Pendapatan Denpasar (Bali Post) –
Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2019 mulai dibahas Badan Anggaran (Banggar) DPRD dengan tim anggaran Pemkot Denpasar. Seperti yang dilakukan Senin (23/7) kemarin melalui rapat kerja. Pada rapat yang dipimpin Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede didampingi Wakil Ketua Wayan Mariyana Wandhira serta Asisten III Edi Mulya tersebut, mengemuka sejumlah sorotan dan usulan dari Banggar. Salah satunya terkait target perolehan pendapatan daerah yang dinilai masih rendah. Anggota Banggar DPRD Denpasar A.A. Susruta Ngurah Putra dan Ketut Suteja Kumara mengatakan, pada Rancangan KUA-PPAS ini semua sudah terlihat positif, seperti tingkat pertumbuhan ekonomi, inflasi, serta makro ekonomi lainnya. Namun, yang menjadi perhatian pihaknya yakni target pendapatan yang dirancang malah menurun.
Apalagi jika dibandingkan pada realisasi 2017 lalu. Suteja Kumara menegaskan, pihaknya menganggap upaya untuk meningkatkan pendapatan belumlah optimal. Dia mencontohkan pajak reklame. Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Denpasar Dewa Semadi mengatakan, apa yang dipasang pada KUA-
PPAS 2019 ini mengacu pada realisasi tahun ini. Selain itu, ada beberapa indikator yang digunakan untuk membuat target-target pendapatan pada 2019 mendatang. Dikatakannya, untuk pajak daerah yang ditanganinya berjumlah sembilan jenis. Di antaranya pajak hotel yang pada 2017 mampu terealisasi Rp 161 miliar. Padahal waktu
itu sempat terjadi kekhawatiran karena ada erupsi Gunung Agung. Pada KUA-PPAS kali ini dipasang target Rp 150 miliar. Pajak restoran pada 2017 realisasinya sebesar Rp 107 miliar, sehingga pada KUA-PPAS 2019 ini dipasang target Rp 105 miliar. Pajak hiburan yang pada 2017 terealisasi Rp 18 miliar, kini ditargetkan Rp 17 miliar. Untuk pajak reklame, kata Dewa Semadi, karena ketentuan yang ada hanya bisa menarik pajak bagi yang sudah keluar izinnya, maka jumlahnya tidak banyak. Saat ini hanya ditargetkan sebesar Rp 1,5 miliar. ‘’Mungkin kalau regulasinya berubah, kita
bisa dapatkan lebih banyak,’’ katanya. Sebelumnya, Asisten III Edi Mulya mengatakan, pada 2019 target pendapatan daerah dirancang Rp 1,8 triliun yang terdiri dari PAD Rp 805 miliar, dana perimbangan Rp 753 miliar, serta pendapatan lainnya yang sah Rp 295 miliar. Sedangkan untuk pos belanja tidak langsung dirancang Rp 1,5 triliun, dan belanja langsung Rp 975 miliar. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.
Silaturahmi Presiden Bersama Wali Kota Se-Indonesia
Rai Mantra: Hadapi Persaingan Global, Maksimalkan UMKM, Infrastruktur dan Pekerja PRESIDEN RI Joko Widodo, Senin (23/7) kemarin mengumpulkan seluruh Wali Kota se-Indonesia di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Acara bertajuk ‘‘Silaturahmi Presiden’’ ini di antaranya dihadiri Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi mengatakan kegiatan tersebut untuk mengetahui seluruh permasalahan di setiap kota di Indonesia. ‘’Saya ingin mengagendakan pertemuan khusus seperti ini supaya persoalan-persoalan di kota dapat tersampaikan. Sehingga dalam menyelesaikan masalahmasalah yang ada di lapangan bisa segera kita lakukan,’’ kata Jokowi dalam arahannya. Jokowi menerangkan, setiap negara saat ini memiliki persoalan ekonomi, salah satunya terkait persaingan dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok. Selain itu, juga berkaitan dengan kenaikan suku bunga The Fed di AS yang tidak dapat diintervensi negara manapun. Meski demikian, pihaknya meminta kepala daerah agar tidak khawatir. Pihaknya ingin
seluruh wali kota mengetahui apa yang sedang terjadi di dunia. Pihaknya juga ingin ada antisipasi terhadap perubahan-perubahan cepat yang sekarang ini melanda semua negara. Apalagi menurut McKenzie Global Institute, revolusi industry 4.0 perubahannya mencapai 3.000 kali lebih cepat dari revolusi industri yang pertama. ‘’Inilah yang kita harus sadari betul bahwa akan terjadi perubahan besar yang sangat cepat sekali, sehingga kotakota juga harus menyiapkan diri dalam mengantisipasi, menyiapkan sumber daya manusia dalam rangka menghadapi perubahan yang sangat cepat,’’ tegasnya. Sementara itu, Wali Kota Rai Mantra mendukung penuh kegiatan yang diselenggarakan oleh Presiden Jokowi ini. Menurutnya, di Kota Denpasar sudah siap mengatasi hal tersebut, bahkan berbagai langkah telah dilakukan untuk mengatasi permasalahan industri dan perdagangan, seperti dengan membangkitkan gairah pedagang serta berupaya untuk menciptakan UMKM yang
andal di bidangnya yang siap bersaing di pasar global. Selain itu, pihaknya juga sudah telah melaksanakan revitalisasi pasar yang tentunya dapat menunjang dan meningkatkan perekonomian di daerah. Dia mengaku telah memperkuat dan memproteksi pekerja dengan melaksanakan sertifikasi profesi secara menyeluruh. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah masalah infrastruktur. Baginya, infrastuktur merupakan suatu hal yang sangat penting dalam mendukung lancarnya perekonomian dan setiap pembangunan di suatu daerah. Pihaknya pun telah menyampaikan ke Presiden, kendala yang dihadapi setiap kota di Indonesia terkait infrastruktur jalan, karena percepatan dalam penanganannya masih terjadi tumpang tindih lantaran status jalan dikelola oleh pemerintah pusat dan provinsi. ‘’Kami telah melakukan berbagai program, seperti halnya penguatan UMKM dengan pekerja yang tersertifikasi serta koordinasi terkait infrastruktur, uta-
Denpasar (Bali Post) Di era globalisasi ini, berbagai pengaruh luar negeri bebas masuk ke Indonesia. Dampak negatifnya, generasi muda dipengaruhi budaya asing serta membuat rasa nasionalisme
dan wawasan kebangsaannya kian luntur. Padahal generasi muda diharapkan menjadi penerus kepemimpinan bangsa masa depan. Demikian sambutan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto
yang dibacakan Aster Kodam IX/Udayana Kolonel Inf. Kadek Subawa, Senin (23/7) kemarin. Di hadapan jajaran Dewan Pengurus Daerah (DPD) dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat (Hipakad) se-Bali Masa Bakti 2018-2023 yang baru dilantik, Pangdam berharap, setelah dilantik, pengurus Hipakad Bali dan jajarannya semakin menunjukkan eksistensinya sebagai organisasi yang menjunjung tinggi nasionalisme. Sebab, menurutnya wawasan kebangsaan dan nasionalisme saat ini seakan mulai luntur. Tidak dapat dipungkiri bahwa kenyataan ini menjadikan bangsa Indonesia semakin kehilangan identitas dan jati dirinya. ‘’Anggota Hipakad Bali harus mampu menjadi pelopor dalam upaya meningkatkan wawasan kebangsaan dan rasa
SILATURAHMI - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra berfoto bersama Presiden Joko Widodo usai mengikuti Silaturahmi Presiden RI di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (23/7) kemarin. manya jalan yang mampu meningkatkan konektivitas daerah dalam menunjang pertumbuhan ekonomi. Meskipun hal tersebut masih
perlu penyempurnaan untuk mewujudkan perekonomian dan pembangunan secara berkesinambungan,’’ kata Rai Mantra. (ad1324)
nasionalisme yang sudah mulai luntur tersebut. Apalagi memiliki kelebihan yaitu disiplin dan etos kerja yang tinggi serta menjunjung musyawarah, setidaknya mampu menyumbangkan pemikiran positif dan konstruktif demi kemajuan bangsa,’’ ungkapnya. Selaku Dewan Pembina Fungsional DPD Hipakad Bali, Pangdam mengharapkan setiap jajaran Hipakad Bali memiliki kesadaran dan tanggung jawab untuk memberikan wawasan kebangsaan di lingkungan di mana pun berada, baik lingkungan kerja maupun tempat tinggal masing-masing. Selain itu, Hipakad harus memiliki komitmen mengelola organisasi dengan berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan wawasan kebangsaan dan rasa nasionalisme guna mempertahankan keutuhan NKRI. Sesuai tema pelantikan
‘’Satu Tekad, Integritas dan Jiwa Korsa menuju Indonesia Jaya’’, seluruh anggota organisasi ini harus sepakat NKRI dapat dipertahankan hanya dengan tekad, persatuan dan soliditas yang tinggi. NKRI adalah sebuah harga mati yang tidak bisa ditawar. Hariara Tambunan selaku Ketua Umum DPP Hipakad dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Jenderal TNI Mulyono yang telah memberikan kepercayaan kepada Hipakad untuk turut menjaga NKRI. ‘’Anggota Hipakad Bali harus ikut menjaga keamanan dalam rangka pelaksanaan IMF, dari kecamatan sampai provinsi di sektor keamanan. Tujuannya supaya kegiatan tersebut terlaksana dengan baik. Kita juga bersamasama harus perangi hoax dan radikalisme. Itu musuh kita bersama,’’ tegasnya. (kmb36)
Rasa Nasionalisme Generasi Muda Mulai Luntur
Topik : Tingkatkan Perekonomian, Koperasi Perlu Berbenah Bali Post/rah
PELANTIKAN - Pelantikan dan pengukuhan Dewan Pengurus Daerah dan Dewan Pengurus Cabang Hipakad se-Bali.
BADUNG
Selasa Kliwon, 24 Juli 2018
3
Bangun SMA, Dewan Bali Datangi Badung Mangupura (Bali Post) Wakil rakyat di DPRD Bali mendatangi Pemerintah Kabupaten Badung, Senin (23/7) kemarin. Kehadiran legislator yang dipimpin langsung Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama, Wakil Ketua Gusti Bagus Alit Putra, Ketua Komisi I Ketut Tama Tenaya dan Ketua Komisi IV Nyoman Parta beserta anggota, guna mengklarifikasi sekaligus berkoordinasi rencana pemerintah setempat membangun Sekolah Menengah Atas (SMA). Kunjungan kerja (kunja) DPRD Bali diterima Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa beserta pimpinan perangkat daerah terkait di lingkungan Pemkab Badung. Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali TIA Kusuma Wardani, Karo Aset dan Karo Hukum. Adi Wiryatama mengatakan, pembangunan SMA baru untuk menampung siswa-siswi yang tidak mendapatkan sekolah itu rencananya memanfaatkan lahan Pemerintah Provinsi Bali. Karena itu perlu dilakukan koordinasi dalam merealisasikan rencana tersebut. “Karena menggunakan tanah provinsi perlu koordinasikan secara teknis, sehingga belajar mengajar dapat tercapai dengan baik dan kita sebagai pelakunya tidak menyalahi aturan,” ujarnya. Politisi PDI Perjuangan ini juga mengapresiasi langkah Pemkab Badung mengatasi masalah banyaknya siswa yang tidak tertampung di SMA, khususnya Kabupaten Badung. “Langkah cepat dengan segera membangun SMA di Kecamatan Abiansemal dan Kecamatan Kuta Selatan sangat kami apresiasi,” ungkapnya. Dalam kesempatan itu, Ketut Suiasa juga membenarkan rencana pembangunan SMA/SMK di Badung memanfaatkan lahan milik Pemprov Bali. “Sudah ada kesepakatan dari usulan pembangunan dua SMA di Kuta Selatan yang lokasinya di Mumbul, Kelurahan Benoa dan Abiansemal lokasinya di Desa Sedang,” katanya. Pejabat asal Pecatu Kuta Selatan ini juga mengatakan, permohonan Pemkab Badung untuk memanfaatkan lahan Pemprov Bali telah direstui. “Dari persetujuan ini, Pemkab Badung sudah memastikan mulai perubahan 2018 ini dianggarkan studi kelayakan (faesibility study), DED termasuk menganggarkan pembangunan gedungnya, sehingga di tahun 2019 persoalan penerimaan siswa baru untuk SMA/SMK khusunya di Badung dapat diminimalkan,” pungkasnya. (kmb27)
Bali Post/kmb24
KEBAKARAN - Sejumlah petugas pemadam kebakaran Badung melakukan pemadaman api yang menghanguskan Villa Blue Poit, Pecatu, Kuta Selatan, Senin (23/7) kemarin.
Di Labuan Sait
Villa Blue Point dan Villa Ocean One Terbakar
Mangupura (Bali Post) -
Puluhan bangunan Villa Blue Point dan Villa Ocean One di kawasan Labuan Sait, Desa Pecatu, Kuta Selatan terbakar, Senin (23/7) kemarin. Tidak hanya itu, pura milik warga yang berada di dekat lokasi juga terbakar.
Bali Post/ist
KUNJA - Wabup Badung I Ketut Suiasa beserta pimpinan perangkat daerah terkait di lingkungan Pemkab Badung menerima kunjungan kerja (kunja) DPRD Bali di Puspem Badung, Senin (23/7) kemarin.
Kapolsek Kuta Selatan Kompol Nengah Patrem ditemui di lokasi kejadian menyebutkan, api muncul dari bangunan milik Villa Ocean One. Akibat angin kencang, api merambat ke Villa Blue Point yang berada di sebelahnya. Akibatnya, puluhan bangunan yang berada di Villa Blue Point ikut terbakar dalam waktu satu jam. “Dugaan awal, api diduga muncul dari selang untuk pengelasan. Karena di Villa Ocean One saat ini masih dalam proyek,” ucapnya. Dikatakannya, proyek pembangunan Villa Ocean One saat ini sudah hampir 90 persen rampung. Rencananya tanggal 28 Juli ini dilakukan
”Full Day School” Bukan Keharusan
Mangupura (Bali Post)– Sejumlah Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) di beberapa kabupaten di Bali masih menerapkan lima hari sekolah atau dikenal full day school. Padahal kebijakan yang mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah telah diganti dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Peraturan tersebut membebaskan sekolah untuk memilih sistem yang diterapkan. Lantas bagaimana dengan sekolah di Kabupaten Badung? Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Badung I Ketut Widia Astika mengatakan tidak memaksakan SD maupun SMP menerapkan program tersebut. Namun, sejumlah sekolah sudah menerapkan program tersebut, terutama sekolah swasta. “Sudah ada sekolah yang menerapkan itu (full day school – red), namun baru di tingkat SD, kalau SMP baru yang swasta, negerinya belum ada. Sebab, tidak mudah mengubah dari enam hari sekolah ke lima hari sekolah,” ujar Widia Astika,
Senin (23/7) kemarin. Menurutnya, sekolah yang menerapkan program lima hari sekolah harus betul-betul memperhitungkan baik kurikulum dan karakter sekolah. Sebab, tidak semua orangtua siswa yang sepakat dengan program tersebut. “Harus ada kesepakatan dengan komite. Apa ada keberatan dengan program itu, karena kalau orangtuanya kerja hingga Sabtu, sedangkan anaknya libur di rumah siapa yang “Sudah ada sekolah yang menerapkan itu (full day school – red), namun baru di tingkat SD, kalau SMP baru yang swasta, negerinya belum ada. Sebab, tidak mudah mengubah dari enam hari sekolah ke lima hari sekolah.” ____________________
I Ketut Widia Astika Kadisdikpora Badung mengawasi. Ini juga menjadi kendala,” katanya. Tak hanya itu, kendala menerapkan program full day school pada sekolah negeri, diakui birokrat asal Kerobokan, Kuta Utara ini, lantaran rata-rata sekolah negeri menerapkan double shift, sehingga tidak mem u n g k inkan diterapkan
Pengunjung Diskotek Dikeroyok
Mangupura (Bali Post) Keributan terjadi di salah satu diskotek di Jalan By-pass Ngurah Rai, Kuta, Badung, Sabtu (21/7) lalu. Seorang pengunjung berinisial Gede KD (37) dikeroyok di toilet. Salah satu pelakunya diduga oknum polisi berinisial Bripda KSt. Para pelaku sempat diamankan di Polsek Kuta. “Karena kasus ini melibatkan oknum anggota, kemungkinan besar ditarik Propam Polda Bali,” kata sumber, Senin (23/7) kemarin. Sumber ini mengungkapkan, kasus ini terjadi sekitar pukul 03.00 Wita. Awalnya korban asal salah satu desa di Kecamatan Mengwi, Badung ini berjoget ria di hall diskotek tersebut. Tanpa sengaja dia menyenggol badan dan bagian vital seorang wanita yang berdiri di sampingnya. Setelah itu korban menuju toilet untuk buang air kecil. Sedangkan wanita tersebut memberi tahu kejadian itu
kepada dua temannya, salah satunya Bripda KSt. Mereka marah dan langsung mencari korban ke toilet. Setelah ketemu di depan toilet, wanita tersebut langsung menunjuk korban. St dan temannya langsung mengeroyok korban. Wanita tersebut juga ikut memukul korban. Akibat pengeroyokan tersebut, hidung dan lengan tangan kanan korban bengkak. “Ada rekaman CCTV-nya. Setelah menerima laporan kasus itu, anggota Polsek Kuta langsung ke TKP dan menangkap ketiga pelaku,” ungkap sumber yang enggan disebut identitasnya. Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja saat dikonfirmasi mengatakan belum dapat informasi kasus itu. “Saya belum sempat ke kantor karena ini masih ada kegiatan dengan Humas Mabes Polri di Kuta,” tegasnya. (km36)
lima hari sekolah. “Tapi kami akan coba dulu menerapkan program itu. Uji coba dulu dua Minggu, kalau tidak ada keluhan ya... diteruskan, kalau ada, kembali ke enam hari, toh tidak ada kewajiban, jadi kami serahkan ke sekolah-sekolah,” sebutnya. SD yang telah menerapkan full day school adalah SDN 4 Tuban dan SDN 2 Tibubeneng. Berdasarkan data Disdikpora Badung, sekolah swasta yang menerapkan full day school di Badung adalah SD Harapan Bunda (Kuta Selatan), SD Taman Rama (Kuta Selatan), SD Bintang Mandiri (Kuta Selatan), SD Taman Tirta (Mengwi), SD Bukit Sunrice (Kuta Selatan), SD Imanuel (Kuta Utara), SD Lentera Hati (Kuta Selatan), SD Jembatan Budaya (Kuta), SD Kalam Kudus (Kuta Utara), SD Tunas Kasih (Kuta Selatan), SD Widiatmika (Kuta Selatan), SD High Scope Indonesia Bali (Kuta Utara), SD Multi Q (Kuta Utara), SD 4 Tuban (Kuta), SMP Widiatmika (Kuta Selatan), SMP Taman Rama (Kuta Selatan), SMP Tunas Kasih (Kuta Selatan), SMP Bintang Mandiri (Kuta Selatan), SMP Jembatan Budaya (Kuta), SMP Kalam Kudus (Kuta Utara), SMP Sunari Loka (Kuta). (kmb27)
upacara pamelaspasan. “Bangunan Ocean One ini nantinya rencananya dijadikan lokasi kegiatan wedding,” terangnya. Pihak kepolisian dan pemadam kebakaran belum bisa memastikan berapa unit yang terbakar. Karena saat ini masih dilakukan proses pendinginan. Tim identifikasi dan labfor langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Gede Wardana, salah seorang security Villa Blue Point, mengatakan kebakaran berawal dari proyek pembangunan di sebelah vila tersebut, pada pukul 14.00 Wita. Dikatakannya, saat itu seluruh kamar memang
terisi penuh oleh wisatawan. Namun saat terjadi kebakaran, seluruh wisatawan yang menginap tidak berada di lokasi karena sedang jalan-jalan. Menurutnya, ada sebanyak 29 kamar yang beratapkan ilalang habis terbakar. “Semua barang-barang milik wisatawan yang ada di kamar dikeluarkan oleh karyawan. Namun ada beberapa kamar yang masih terkunci, tidak bisa diselamatkan barangnya,” katanya menuturkan. Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Badung I Wayan Wirya, S.E., M.Si. membenarkan awal kebakaran memang berasal dari bangunan di Ocean One. Selain menghanguskan vila, kebakaran ini juga menghanguskan pura milik warga yang berada di sebelahnya. “Tidak ada korba jiwa dalam kejadian ini. Untuk kerugian masih dilakukan penghitungan,” kata Wirya.
Pihak Damkar Badung saat itu menurunkan sebanyak 14 unit mobil pemadam kebakaran. Sedangkan proses pemadaman memakan waktu selama dua jam. Diakuinya, kesulitan saat melakukan pemadaman, selain karena lokasi cukup jauh, juga karena lokasi hidran air yang cukup jauh juga dari lokasi. Sehingga memperlambat saat pengisian air pada mobil pemadam. Dikonfirmasi terpisah, Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta mengatakan saat pemadaman api petugas pemadam terlihat kesulitan mengambil air. Karena lokasi hidran air yang berada cukup jauh dari lokasi mengakibatkan proses pemadaman cukup lama. Untuk itu, pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten Badung ke depan bisa menambah keberadaan hidran air. (kmb23)
Giri Prasta Hadiri HUT Ke-38 ST Canthi Budaya Banjar Ubud
SEKAA Teruna (ST) Canthi Budaya, Banjar Ubud, Desa Getasan, Kecamatan Petang memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-38, Minggu (22/7) malam, bertempat di Wantilan Serba Guna Desa Adat Getasan. Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri langsung oleh Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Camat Petang IB Nata Manuaba, Ketua Forum Perbekel se-Badung I Gusti Lanang Umbara, Perbekel, Bendesa Adat serta Prajuru Adat lan Dinas se-Desa Getasan. Sejumlah atraksi kesenian yang disuguhkan para teruna-teruni ini bahkan berhasil mengocok perut Bupati Badung. Seperti tari lawak inovatif, fire dance, dan penampilan sejumlah grup band lokal. Setelah melakukan pemotongan tumpeng, Bupati Giri Prasta bahkan sempat mengajak perwakilan terunateruni untuk goyang bersama. Putu Antara selaku Ketua ST Canthi Budaya, melaporkan bahwa HUT ST Canthi Budaya Banjar Ubud ke-38 ini mengambil tema “Ngutpetti Wiwekaning Yowana Mahotama”, yang berarti menciptakan pemikiran pemuda yang kreatif inovatif demi terwujudnya generasi muda emas. “ST Canthi Budaya saat ini beranggotakan sebanyak 109 orang yang didominasi oleh pelajar dan mahasiswa,” ujarnya. Serangkaian acara ini berbagai kegiatan juga sudah digelar. Mulai dari jalan santai, aneka lomba dan puncaknya diisi dengan pemotongan tumpeng dan hiburan. “Kami harap dengan peringatan HUT yang ke-38 ini, Sekaa Teruna
POTONG TUMPENG - Bupati Giri Prasta didampingi Camat Petang IB Nata Manuaba, Ketua Forum Perbekel I Gusti Lanang Umbara dan Ketua ST Canthi Budaya I Putu Antara memotong tumpeng memperingati HUT ke-38 ST Canthi Budaya Banjar Ubud, Desa Getasan, Minggu (22/7). Canthi Budaya ini makin kreatif, inovatif dan jaya,” kata Antara. Sementara itu, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dalam sambutannya mengaku sangat bangga dengan kreativitas dan kekompakan ST Canthi Budaya Banjar Ubud. Kata dia, semangat menyama braya dan persatuan generasi muda ini harus terus dipupuk dan dipelihara untuk dijadikan modal membangun desa. Selaku bupati, ia pun mengaku siap membantu dan memfasilitasi segala kebutuhan sekaa teruna. “Kalau sudah kompak begini kan bagus. Saya ingin anak-anak saya
khusus yang ada di wilayah Petang punya pemikiran maju dan kreatif untuk membangun desa,” ujarnya. Selaku bupati, Giri Prasta mengaku sudah membuat berbagai program dan kebijakan yang muaranya untuk kesejahteraan masyarakat. Mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, sosial, adat dan budaya bahkan hampir semua sudah menjadi tanggungan pemerintah daerah. “Saya ingin masyarakat Badung sejahtera. Makanya kami berupaya meringankan beban masyarakat, baik yang bersifat pribadi maupun beban komunal,” tukas Giri Prasta. (ad1315)
Bupati Giri Prasta Sambut ’’Torch Relay’’ Asian Games
Harapkan Bawa Angin Segar bagi Pariwisata Badung PAWAI api obor atau Torch Relay Asian Games 2018 tiba di Pantai Kuta dibawa langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Puan Maharani, Senin (23/7) kemarin sekitar pukul 15.45. Obor sempat diserahkan ke Hamish Daud dan dibawa berselancar. Setelah itu diserahkan ke Gubernur Bali Made Mangku Pastika untuk menyalakan mini kaldron di depan panggung Asian Games 2018 di Pantai Kuta. Hadir pula Gubernur Bali terpilih Wayan Koster dan Wakil Gubernur terpilih Cok Ace, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa, serta jajaran OPD Pemprov Bali dan Kabupaten Badung. Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyatakan selamat datang kepada Menteri Puan Maharani di Pantai Kuta. Pastika berharap Indonesia bisa meraih prestasi
API OBOR - Bupati Nyoman Giri Prasta dan Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa saat menghadiri pawai api obor atau Torch Relay Asian Games 2018, di Pantai Kuta, Senin (23/7) kemarin. gemilang dalam Asian Games kali ini. “Semoga para atlet kita dapat berjuang sebaikbaiknya di Asian Games, membawa api semangat untuk kejayaan bangsa dan negara,” ungkapnya.
Menteri Puan Maharani dalam sambutannya mengatakan, sebelumnya api dari India. Sementara api dari Indonesia diambil dari api abadi atau Mrapen di Gerobogan Jawa Tengah. Ada 54
kota yang dikunjungi torch relay yang bertujuan sekaligus menyosialisasikan Asian Games yang dilaksanakan di Indonesia, 18 Agustus 2018. “Setelah di sini akan melewati 44 kota lagi. Di setiap tempat kami upayakan bisa mempromosikan daerah, pariwisata, dan UKM setempat,” katanya. Di samping itu, Puan berharap Bali sebagai destinasi pariwisata yang paling besar di Indonesia dikunjungi oleh para kontingen dan official Asian Games. “Saat ini sudah ada 16.000 yang datang. Semoga sebagian besar bisa mengunjungi Bali,” katanya. Sementara itu, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta juga sangat menyambut bangga kedatangan Torch Relay Asian Games ini. Pihaknya berharap para atlet Indonesia bisa berlaga dengan maksimal nantinya. Bupati Giri Prasta mengakui, sejauh ini pihaknya sangat berkomitmen terhadap
dunia olahraga di Badung. “Kami sudah programkan sejak dini, SD dan SMP,” ungkapnya. Di samping itu, ia juga mengatakan dengan adanya Asian Games, maka Bali khususnya Badung akan menjadi salah satu destinasi yang dikunjungi. Dengan demikian, hal ini tentu membawa dampak bagus bagi perekonomian masyarakat dalam bidang pariwisata. “Dengan kunjungan sehari atau dua hari di Kabupaten Badung, maka PAD akan meningkat. Hal ini juga tentunya sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat Badung,” ujarnya. Usai kegiatan di Pantai Kuta, selanjutnya Api Obor Asian Games diserahkan kembali kepada Hamish Daud oleh Menteri Puan Maharani, selanjutnya dibawa ke Tanah Lot, Kabupaten Tabanan. Sebelumnya api dibawa dari Gilimanuk, melewati Kabupaten Jembrana. (ad1321)
info seremoniAL
4
Pensisba Gelombang III Diikuti 645 Peserta
Program J1 Jadi Keunggulan STPBI-SPB
SEKOLAH Tinggi Pariwisata Bali Internasional dan Sekolah Perhotelan Bali (STPBI-SPB) kembali menggelar tes ujian Penerimaan Mahasiswa Baru (Pensisba) Gelombang III tahun akademik 2018/2019, Senin (23/7) kemarin. Sebanyak 645 peserta antusias mengikuti ujian yang dipusatkan di Kampus STPBISPB di Jalan Kecak No.12, Gatot Subroto Timur, Denpasar. Tes ujian Pensisba ini berlangsung selama dua hari, yaitu 23-24 Juli 2018. Total sebanyak 2.046 peserta telah berkompetisi mengikuti tes ujian Pensisba dari gelombang I, II dan III. Sementara tahun akademik 2018/2019, STPBI-SPB hanya menampung 1.200 mahasiswa. Wakil Ketua Panitia Pensisba STPBI-SPB Komang Ratih Tunjungsari, S.IP., M.Par., M.Rech., M.Sc. mengatakan, tes ujian Pensisba Gelombang III merupakan seleksi tahap akhir yang diselenggarakan oleh STPBI-SPB dalam menjaring mahasiswa baru tahun akademik 2018/2019. Untuk Pensisba Gelombang III, jumlah peserta yang mendaftar telah melebihi target yang direncanakan, sehingga seleksi yang dilakukan sangat ketat dan selektif. Apalagi dari kuota 1.200 calon mahasiswa yang akan diterima di STPBISPB sudah terisi 90 persen lebih dari Pensisba Gelombang I dan II. Membeludaknya calon mahasiswa baru yang mendaftar untuk kuliah di Kampus STPBI-SPB karena STPBI-SPB memiliki pro-
TES PENSISBA - Calon mahasiswa baru mengikuti tes ujian seleksi Penerimaan Mahasiswa Bali (Pensisba) Gelombang III tahun akademik 2018/2019 STPBI-SPB, Senin (23/7) kemarin. gram unggulan yaitu J1. Program J1 ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa STPBI-SPB untuk magang kerja di luar negeri, seperti di Amerika Serikat, Jepang, Kanada, Thailand dan Malaysia selama satu tahun. Selain itu, ada program pelatihan satu sampai dua tahun di Sekolah Perhotelan Bali (SPB), Maritime Training Centre, Airline Training Centre dan Spa Training Centre. ‘’Mungkin itu (program J1 red) yang diminati calon mahasiswamahasiswi kami, sehingga menjadikan peserta ujian seleksi gelombang ketiga ini melebihi ekspektasi kami,’’ tandas Ratih Tunjungsari. Saat ini, STPBI-SPB memiliki
empat program studi (prodi) yaitu Prodi S-1 Pariwisata, Diploma 4 Manajemen Perhotelan, Diploma 4 (D-4) Manajemen Pariwisata dan Diploma 3 (D-3) Manajemen Perhotelan. Kampus STPBI-SPB termasuk kampus pariwisata terlengkap dan terpopuler di Bali. Sebab, kampus ini memiliki sarana dan prasarana pendidikan bertaraf hotel bintang lima yang didukung dosen yang berasal dari akademisi dan praktisi pariwisata dan perhotelan. Diterapkannya one stop learning dan proses belajar mengajar, sehingga mahasiswa dapat belajar dengan baik di kampus, kemudian bisa training ke tempat atau negara pilihan. (ad1317)
Saksikan MB Bumi Bung Karno Pemkot Blitar di Langgam Unud
Senator Wedakarna Minta Pemkab/Kota Se-Bali Hidupkan Unit Marching Band
GOR NGURAH RAI - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (tengah) bersama pimpinan MB Unud dan Panitia MB Unud di GOR Ngurah Rai, Denpasar. ADA yang unik disampaikan Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat menyaksikan undangan panitia kompetisi marching band (MB) terbesar di Bali yakni Langgam Indonesia ke-31 yang dihelat oleh MB Universitas Udayana, yakni seharusnya pemerintah kabupaten/ kota di Bali kembali menghidupkan unit marching band guna menggali potensi generasi muda, sebagaimana dicontohkan oleh Pemkot Blitar, Jawa Timur, yang ikut berlaga di Langgam Indonesia 2018. Menurut Senator RI Arya Wedakarna, jika ada unit marching band di tiap kabupaten/kota, setidaknya bisa meningkatkan kualitas kepemimpinan di daerah, mengingat unit MB sudah menjadi stempel baik citra pemerintahan di daerah.
‘’MB itu kegiatan ekstrakurikuler yang hebat di sekolah dan UKM potensial di tingkatan PT. Berbanggalah jika ada sekolah/PT yang bisa konsisten memiliki unit MB, seperti SMA 1 Payangan, SMA 1 Denpasar, SMP 1 Singaraja, Unud dan Universitas Warmadewa. Ini bagus sekali dan jelas level lembaga akan bertambah baik dengan adanya MB. MB bisa membentuk karakter kebangsaan anak muda, karena mereka bisa jadi garda terdepan dari nilai-nilai nasionalisme dan karakter patriotisme. Saya harap ide ini segera terealisasi,’’ ungkapnya. Senator Arya Wedakarna menyarankan agar pemerintah kabupaten/kota di Bali meniru Pemkot Blitar yang dikenal sebagai Bumi Bung Karno, secara konsisten membina dan memfasilitasi grup MB. ‘’Harusnya
malu ya pemerintahan di Bali tidak punya grup marching band yang internasional. Kalah dengan Jember, Blitar dan Bontang. Tergantung visi bupati/wali kotanya sih. Kalau mereka tidak pernah gaul, jangan harap bisa muncul ide-ide bagus. Padahal grup MB bisa dipakai pemerintah saat hari-hari besar nasional, ulang tahun kota/kabupaten dan festival. Di samping di hadapan masyarakat kelihatan keren, karena MB adalah grup yang wibawa. Walau memang agak mahal, tapi bisa diselesaikan dengan APBD. Jadi, salut dengan Kota Blitar, pemimpinnya benar-benar Sukarnois, tidak asal teori. Semoga tahun depan bisa ikut lagi,’’ ujar President The Sukarno Center ini. Terhadap eksistensi acara Langgam Indonesia yang dihelat oleh Unud, Senator Arya Wedakarna menyatakan MB Unud sudah menjadi legenda hebat di Bali dan Indonesia. ‘’Masyarakat Bali harusnya berterima kasih karena citra Bali di bidang pendidikan khususnya UKM sudah diharumkan oleh MB Unud. Mereka pernah tampil di luar negeri, sayang sekali masih minim perhatian. Saya minta Rektor Unud mengalokasikan dana maksimal untuk MB Unud. Jangan setengah-setengah membina MB. Begitu juga Badung dan Denpasar karena Unud memiliki kampus di Jimbaran dan Sudirman, harusnya juga berkontribusi. Semoga MB Unud mendapatkan perhatian. Saya selaku anggota DPD-RI yang membidangi dikti, budaya, seni dan pemuda mengingatkan eksekutif agar lebih peduli. Sukses untuk MB Unud,’’ papar Shri Arya Wedakarna yang alumni SMAN 1 Denpasar ini. (ad1322)
Hadirilah Pameran Makanan, Minuman, Bakery, Fishery, Horeca/Jasa Boga dan Teknologi Pengemasan Terbesar di Jatim
KRISTA Exhibitions dengan bangga kembali menyelenggarakan Eastfood & Eastpack Indonesia 2018–The 10th International Exhibition on Food & Beverage Products, Technology, Ingredients, Additives, Raw Materials, Services, Equipment, Supplies pada 26–29 Juli 2018 di Grand City, Surabaya, Jawa Timur. Eastfood & Eastpack Indonesia 2018 menampilkan berbagai teknologi dan produk-produk unggulan di antaranya Bakery & Confectionery (Bakery & Confectionery Machinery, Equipment, Supplies, Ingredients); Food & Hospitality (Wine & Spirits, Coffee, Equipment, Supplies, Storage, Services & Related Technology for Hotel, Catering, Restaurant, Café); Food Ingredients (Food Additives, Food Chemicals, Food Ingredients, Food Materials); Herbal & Health Food (Herbal & Health Food and Food Supplements); Retail products, serta teknologi proses dan pengemasan untuk bidang makanan minuman, bakery, konfeksioneri dan lainnya. Jangan lewatkan berbagai acara menarik dan mengedukasi seperti
Gelato Course dengan pembicara dari Italia, Brewers Workshop, Cupping Workshop, Latte Art Workshop oleh Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), 3 Days Barista Course oleh Franky Angkawijaya (Founder & Director of Esperto Barista Course), Roasting Class oleh Eris Susandi, Surabaya Culinary Challenge oleh Indonesia Chef Association, IPA Championship oleh Indonesia Pastry Alliance, Baking dan Cooking demo dari para chef profesional seperti Chef Cessar, Ibu Achen, Ibu Merry, Chef Frederick, Chef Erik, Chef Purwito, Chef Ben, Chef Hana, Chef Giat & Chef Topan, Chef Surya, dan chef profesional lainnya. Kesuksesan Pameran Eastfood & Eastpack Indonesia 2018 tidak lepas dari dukungan Kementerian Pariwisata RI, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI, Kementerian Perindustrian RI, Kementerian Perdagangan RI, Kadin Indonesia, Kadin Surabaya, Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI), Indonesia Chef Association (ICA), Perhimpunan Hotel &
Restoran Indonesia (PHRI), Asosiasi Pengusaha Pengolahan & Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I), Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (GAEKI/ICEA), Asosasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI), Indonesia Pastry Alliance (IPA), Indonesia Packaging Federation (IPF), Association Culinary Professional (ACP), Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI), Himpunan Penyewa Pusat Belanja Indonesia (Hippindo) serta asosiasi terkait lainnya. Penyelenggaraan Pameran Eastfood & Eastpack Indonesia 2018 diharapkan dapat memperluas wawasan para pengusaha makanan dan minuman tentang potensi pasar di mancanegara untuk produk mereka, sekaligus membentuk jaringan pemasaran dan mendorong pelaku usaha di bidang industri pangan untuk menghasilkan produk-produk berkualitas dan berkompeten sehingga mampu bersaing dengan produk luar negeri. Pameran Eastfood & Eastpack Indonesia 2018 terbuka bagi para pelaku bisnis dan masyarakat umum pada pukul 10.00-19.00 WIB. Para pengunjung dapat melakukan registrasi di lokasi pameran dengan membawa dua buah kartu nama dan undangan yang telah dikirim oleh pihak Krista Exhibitions atau dengan registrasi online http://eastfoodindonesia.com/visiting/visitor-reservation Pengunjung dilarang menggunakan sandal jepit, celana pendek dan anak-anak di bawah usia 14 tahun dilarang masuk ke lokasi pameran. Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi Kristamedia di nomor telepon (021) 634 5861, 634 5862 atau mengirim e-mail ke info@kristamedia.com. (bns1)
Selasa Kliwon, 24 Juli 2018
AAGN Ari Dwipayana di Universitas Dwijendra
Jokowi Pemimpin Merakyat, Sederhana, Visioner dan ’’Pesaja’’
SERANGKAIAN Dies Natalis ke-36, Universitas Dwijendra (Undwi), Senin (23/7) kemarin mendatangkan Staf Khusus Presiden RI Dr. AAGN Ari Dwipayana, M.Si. dalam seminar bertajuk ‘’Kebijakan dan Pembangunan Komunikasi Politik Pemerintahan Jokowi-JK’’. Seminar dibuka Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum. Hadir Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum. serta diikuti sekitar 500 mahasiswa dan pimpinan di lingkungan PTS dan PTN di Bali. Acara diawali tari Nusantara yang dibawakan anak-anak Dwijendra. Rektor Putu Dyatmikawati mengungkapkan, pembangunan sistem politik sangat strategis guna mempertahankan persatuan dan keutuhan NKRI. Komunikasi politik bisa membangun opini positif kepada masyarakat. Dengan memanfaatkan media massa, komunikasi politik juga mampu membentuk sinergisitas penghubung pemerintah dan masyarakat. Hal ini pas dengan ajaran Menawa Dharma Sastra soal aspek hukum dalam kepemimpinan. Prinsipnya, pemimpin ada guna menjaga, menegakkan hukum dan aturan yang dibuat. Presiden Jokowi dikenal sebagai pemimpin yang jujur dan membela rakyat. Ketua Yayasan Dwjendra M.S. Chandra Jaya memaparkan sejarah Dwijendra yang didirikan 1958. Tujuannya untuk mengajegkan kesusastraan, budaya dan agama Hindu. Bahkan, insan Dwijendra sangat fanatik dengan Jokowi. Ari Dwipayana mengungkapkan rasa bangganya bisa berjumpa dengan warga Dwijendra. Dia juga bangga dengan para pendiri Dwijendra seperti I Gusti Bagus Gede
BERSAMA - Staf khusus Presiden AAGN Ari Dwipayana, Rektor Undwi Putu Dyatmikawati dan Ketua Yayasan M.S. Chandra Jaya bersama penari Nusantara. Sugriwa yang menawarkan konsep Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika kepada Bung Karno. Dia mendirikan Dwijendra bersama Guru Wayan Reta, Wayan Serangan dan I.B. Alit melalui yatra atau ilmu pengetahuan. Untuk itu Dwijendra muda diminta bersikap terbuka terhadap pengetahuan. Pemimpin di era milenia ini, katanya, tak bisa biasa-biasa saja. Pemimpin dunia memiliki kekhasan dan keunikan seperti Donald Trump, bahkan keputusan bisa diambil di twitter. Termasuk Presiden Jokowi yang suka blusukan, dekat dengan rakyat dan tampil seadanya. Hasil survei menunjukkan rakyat suka memilih pemimpin dengan pertimbangan utama merakyat, bebas korupsi, tegas dan bertangung jawab. Para elite suka memilih pemimpin yang memiliki integritas yakni jujur, seken-seken, satya wecana, satya semaya atau orang Bali menyebut
pesaja. Kedua baru memiliki kapabilitas dan empati. Sebagai humasnya Presiden, Ari Dwipayana mengungkapkan, kunci dari semua itu adalah kualitas personel pemimpin harus kuat yakni satya, pesaja dan bersih. Makanya dia tak sulit menjalankan tugasnya sebagai komunikasi politik, karena Jokowi memiliki kualitas personel pemimpin yang kuat. Hal ini harus didukung dengan kebijakan yang mendapat ligitimasi atau kepercayaan masyarakat. Dia juga menyampaikan keunggulan karakter Jokowi yaitu presiden dari orang biasa, bukan dari trah keturunan tertentu, sehingga sangat merakyat. Orangnya baik dan dekat dengan kesederhanaan. Selanjutnya suka kerja, mewakili zaman milenial dan visioner. Ari Dwipayana menegaskan Jokowi adalah pemimpin yang pesaja atau sungguh-sungguh. (ad1318)
Situasi Kebencanaan Gunung Agung Jadi Ujian Kokohnya 4 Pilar Kebangsaan
DEKLARASI - Anggota MPR-RI Agung Putri Astrid dan Ketua Pasebaya Agung I Gede Pawana bersama mahasiswa Unwar usai mendeklarasikan Relawan Mahasiswa Tanggap Bencana. MAJELIS Permusyawaratan Rakyat (MPR)-RI bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Pasemetonan Mahasisya Hindu Dharma (PMHD) Universitas Warmadewa (Unwar) menyelenggarakan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaaan di auditorum universitas tersebut, Senin (23/7) kemarin. Sosialisasi dikemas dalam bentuk talkshow interaktif dengan topik ‘’4 Pilar Kebangsaan dalam Penanganan Kebencanaan’’ dengan pembicara anggota MPR/ DPR-RI Agung Putri Astrid dan Ketua Pasemetonan Jagabaya (Pasebaya) Agung I Gede Pawana. Dalam acara yang dibuka Rektor
Unwar I Dewa Putu Widjana itu, Agung Putri menyebut situasi kebencanaan seperti yang terjadi di Gunung Agung sebenarnya merupakan ujian bagi kokohnya 4 Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika. ‘’Di situ akan kita lihat apakah nilai-nilai Pancasila masih hidup dan dipraktikkan oleh masyarakat kita,’’ ujarnya. Contoh nyata adalah dalam hal kemampuan menangani masalahmasalah kemanusiaan dengan adanya para pengungsi. ‘’Atau juga dengan melihat ada tidak perasaan dari saudara sebangsa bahwa ma-
salah ini adalah masalah bersama bangsa ini,’’ imbuh politisi yang akrab disapa Gung Tri itu. Sementara itu, Ketua Pasebaya Agung yang beranggotakan 28 desa terdampak di sekitar Gunung Agung menyebut keberadaan mereka adalah bentuk tanggung jawab untuk menunjukkan kemandirian dalam mengatasi bencana. Apalagi pada saat awal bencana pada Oktober 2017, koordinasi penanganan bencana masih belum cukup baik sehingga banyak keluhan yang terjadi. Namun, seiring perjalanan waktu, mereka merasa bangga bahwa situasi itu telah diatasi dengan kebersamaan antarberbagai komponen, baik dari pemerintah maupun pariwisata. ‘’Kami juga banyak mendapat bantuan dari saudara-saudara di luar Bali tanpa melihat latar belakang, suku dan agamanya,’’ katanya. Acara talkshow diakhiri pembacaan deklarasi relawan mahasiswa tanggap bencana yang diinisiasi oleh BEM dan PMHD Unwar. Dalam deklarasi disebutkan, mahasiswa siap berkoordinasi dengan pihak mana pun dalam penanganan kebencanaan, siap melatih dan mengembangkan keterampilan dalam penanganan kebencanaan dan siap dilibatkan dalam semua aktivitas kebencanaan. ‘’Sebagai anak muda tentu kami bangga bisa melakukan hal yang berguna bagi banyak orang,’’ tegas Ketua PMHD I Wayan Sastrawan mengenai latar belakang deklarasi itu. (ad1323)
Semarak Hari Anak Nasional di Perdiknas Denpasar
Guru Beri ’’Sarapan Penuh Cinta’’ untuk Siswa
PERAYAAN Hari Anak Nasional berlangsung semarak di Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Denpasar yang menaungi SMP Nasional dan SMK Teknologi Nasional, Senin (23/7) kemarin. Para siswa atau anak-anak di kedua unit Perdiknas itu diberi kesempatan menikmati ‘’kebebasan’’. Sebagai contoh saat upacara bendera, giliran para guru yang terjun sebagai petugas upacara. Setelah itu, para siswa juga diberikan ‘’sarapan penuh cinta’’ karena disuapi langsung oleh guru masing-masing, termasuk Ketua Perdiknas Denpasar. ‘’Saya ingin konsep keluarga ini betul-betul ada, bukan lagi hanya hubungan antara guru dan siswa secara umum. Saya harapkan anak yang lahir dari dirinya (guru - red), sehingga dari bagaimana menyuapi itu kita bisa melihat interaksi mereka,’’ ujar Ketua Perdiknas Denpasar sekaligus penggagas ‘’Sarapan Penuh Cinta untuk Anak Indonesia Anak GENIUS (Gesit, Empati, Berani, Unggul, Sehat)’’ Dr. AAA Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H. Tini yang juga pegiat Komunitas Anak Bangsa menilai ide ‘’Sarapan Penuh Cinta’’ sangat pas disinergikan dengan tema Hari Anak Nasional 2018 yakni ‘’Anak Indonesia, Anak GENIU’’. Hal ini telah rutin diadakan dari tahun ke tahun setiap peringatan Hari Anak Nasional, mengingat Perdiknas mengusung konsep sekolah keluarga. ‘’Sarapan Penuh Cinta’’ utamanya sangat menyentuh konteks ‘’sehat’’ dalam GENIUS. Tanpa sarapan, anak-anak akan kesulitan berkonsentrasi dalam menerima pelajaran di sekolah. ‘’Kalau anak tidak sarapan, satu jam kemudian pasti mengantuk. Jadi, penting sekali cerdas dan sehat itu harus mulai kita sosialisasikan,’’ jelasnya. Selain sarapan, Senam Janger Emas juga dilombakan untuk siswa-siswi SMP Nasional dan SMK Teknologi Nasional, Minggu (22/7) lalu, serangkaian Hari Anak Nasional. Senam yang kini tengah diperjuangkan ke Kemenpora sebagai produk unggulan Indonesia dari Bali ini juga sejalan dengan GENIUS. Senam ini mengandung gerakangerakan yang simpel dan ceria untuk membuat anak-anak Indonesia bahagia. Selain itu, ada lomba mewarnai dengan tema dolanan, fashion show dengan tema cita-citaku, serta senam zumba berpasangan antara ibu dan anak. Semua rangkaian Hari Anak Nasional ini merupakan kerja sama Perdiknas dengan Ikatan Instruktur Senam Bali (IISB), Komunitas Anak Bangsa dan Blesstea. Tini menambahkan, total sekitar 850 siswa di SMP
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
PENUH CINTA - Para guru di unit-unit Perdiknas Denpasar (kiri) memberikan sarapan penuh cinta kepada siswa SMP Nasional dan SMK Teknologi Nasional. Nasional dan SMK Teknologi Nasional diajak merayakan Hari Anak Nasional. Anak-anak yang tidak belajar di kelas diberi kebebasan pergi ke perpustakaan dan lainnya. Di sisi lain, para orangtua siswa secara rutin dikumpulkan setiap enam bulan untuk diadvokasi agar 31 hak anak terpenuhi dengan baik. Kalau ada yang tidak berjalan maksimal di rumah, pihaknya yang akan menyempurnakan di sekolah. ‘’Tema GENIUS memang diharapkan membuat satu branding bahwa anak Indonesia adalah anak yang gesit, empati, berani, unggul dan sehat. Khususnya pada empati yang hilang dari sisi kemajuan teknologi, dikuatkan dan diadopsi di setiap mata pelajaran,’’ tandasnya. (ad1320)
daerah
Selasa Kliwon, 24 Juli 2018
BPJS Kesehatan Ubah Pelayanan dan Pembiayaan
Persi Bali Tunggu Pembahasan Denpasar (Bali Post) BPJS Kesehatan mengeluarkan tiga aturan baru terkait perubahan pelayanan dan pembiayaan kesehatan. Perubahan itu meliputi penjaminan pelayanan persalinan dengan bayi baru lahir sehat, penjaminan pelayanan katarak dalam pelayanan kesehatan dan penjaminan pelayanan rehabilitasi medik.
Rencana itu ditentang oleh Persi (Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia) dan IDI (Ikatan Dokter Indonesia). Sementara Persi Bali belum memutuskan apa pun, karena masih menunggu pembahasan lebih lanjut. Ketua Persi Bali dr. Gede Wiryana Patra Jaya, M.Kes. mengaku telah menerima surat dari BPJS Kesehatan mengenai rencana perubahan untuk pelayanan dan pembiayaan. ‘’Masih pro-kontra. Profesional seperti IDI dan Persi menganggap hal ini perlu dibahas lebih lanjut,’’ ujarnya, Senin (23/7) kemarin. Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes minta agar pelaksanaan peraturan ini ditunda dulu. Wiryana juga telah menerima
surat resmi dari Dirjen Pelayanan Kemenkes untuk tidak memberlakukan peraturan tersebut terlebih dahulu. Dewan Pengawas BPJS akan rapat dengan Persi dan IDI untuk membahas hal itu pada 25 Juli besok. Sementara itu, Wiryana mendengar bahwa BPJS Kesehatan Cabang Klungkung telah melakukan sosialisasi terkait aturan baru ini, namun belum ada kesimpulan. ‘’Kalau cabang lain belum saya dengar ada pertemuan. Kami masih menunggu informasi lebih lanjut,’’ pungkas Wiryana. Meski salah satu cabang BPJS Kesehatan telah melakukan sosialisasi, nyatanya setiap cabang memiliki perbedaan aturan. ‘’Saya pantau dengan teman di rumah
sakit, di Klungkung sosialisasinya minggu lalu, tapi tidak ada mengatakan kebijakan ini sudah diberlakukan. Kami dari Persi mengacu bahwa ini perlu dibahas lebih lanjut,’’ tegasnya. Menurutnya, jika permasalahan defisit yang menjadi penyebab aturan ini diberlakukan, menekan faskes untuk melakukan efisiensi tidaklah tepat. Efisiensi ada standar panduan praktik nasional dan dari kolegium. Untuk mutu layanan ada di kolegium, yang mengatur standar dan sebagainya adalah Kemenkes. ‘’Artinya, role dari pelayanan BPJS Kesehatan sudah ada yaitu Peraturan Menkes. Penetapan biaya juga ada yaitu penetapan paket INACBG’s dari Kemenkes,’’ imbuh Wiryana. Humas BPJS Kesehatan Cabang Denpasar Candra menyampaikan, aturan baru ini telah diberlakukan. Aturan itu hanya mengatur dengan provider (fasilitas kesehatan), bukan dengan peserta. ‘’Jadi, teknisnya saja,’’ ungkapnya. (kmb42)
Garmen Terbakar, Seorang Anak Diselamatkan Denpasar (Bali Post) Si jago merah melalap garmen Bali Retro milik Made Suwarni (41) di Perum A. Yani, Jalan Ahmad Yani, Gang Tunjung Sari No.2, Denpasar, Minggu (22/7) malam. Dugaan awal api berasal dari kamar anak korban, Kadek Suastika. Untung saja Suastika berhasil diselamatkan. Penyebab munculnya api belum diketahui. Kapolsek Denpasar Barat (Denbar) Kompol Adnan
Panibu, Senin (23/7) kemarin mengatakan, pihaknya sudah memeriksa beberapa saksi dan kejadiannya sekitar pukul 19.00 Wita. Nyoman Muka (30), karyawan garmen asal Singaraja, mengatakan sebelum terjadi kebakaran dirinya mendampingi anak korban di kamarnya. Beberapa saat kemudian Muka mandi. Begitu keluar dari kamar mandi, dia melihat ada kepulan asap dan api dari kamar anak ko-
rban. Ia langsung lari menuju kamar tersebut untuk menyelamatkan anak korban. Sambil menggendong anak korban, Muka berteriak minta tolong. Warga langsung berdatangan dan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Karyawan lainnya, Diki Refangga (18), menuturkan pukul 19.00 Wita dia tidur di mes dan terbangun karena mencium bau asap. Diki lalu keluar kamar
dan melihat api berkobar di kamar anak pemilik garmen. Api tersebut berasal dari kasur. ‘’Api berhasil dipadamkan pukul 20.00 Wita dan dikerahkan lima Unit PMK Kota Denpasar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, jumlah kerugian belum diketahui korban. TKP sudah dipasangi police line untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,’’ ujar mantan Kapolsek Denpasar Timur ini. (kmb36)
Kawanan Maling Satroni Tiga Toko Modern
Tabanan (Bali Post) Dalam sehari kawanan pencuri menyatroni tiga toko modern di wilayah kota Tabanan, Senin (23/7) kemarin. Dari tiga toko tersebut, hanya satu yang berhasil dibobol, berlokasi di Jalan Diponegoro, tepatnya utara BRSUD Tabanan, depan SMKN 1 Tabanan. Dari informasi yang dihimpun, kawanan pencuri ini beraksi dini hari, namun belum bisa dipastikan apakah pelakunya sama yang menyatroni tiga toko tersebut. Yakni toko modern berjaringan di Jalan Gunung Agung, Banjar Pasekan, Desa Dajan Peken dan dua toko modern di Jalan Diponegoro, Desa Delod Peken. Toko modern di Banjar Pasekan, aksi
pencurian ini diketahui pertama kali oleh karyawan toko, Ayunda. Saat itu dirinya hendak membuka toko, namun melihat kunci dalam keadaan rusak. Bahkan warga yang tinggal dekat dengan lokasi toko mengaku sempat mendengar suara sekitar pukul 03.00 Wita. Namun di lokasi ini pencuri tidak berhasil mendapatkan apa yang diinginkan. Sementara di TKP Jalan Diponegoro, kawanan pencuri masuk dengan mencongkel gembok dan membobol pintu terali dini hari, sekitar pukul 04.00 Wita. Kemudian pencuri masuk ke dalam minimarket dengan memecahkan kaca. Aksi kawanan pencuri tersebut sempat terekam CCTV,
kendati mereka sempat mematikan meteran listrik sebelum beraksi. Namun aksi mereka keburu terekam. ‘’Pencuri mengambil rokok. Namun belum kita ketahui jumlah yang diambil. Karena belum kita audit,’’ sebut salah satu karyawan, Lilik Suryani. Sementara brankas tempat penyimpanan uang masih dalam keadaan aman. Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP Decky Hendra Wijaya saat dikonfirmasi mengatakan saat ini anggotanya masih melakukan penyelidikan dan sudah melakukan olah TKP serta pemeriksaan saksi. ‘’Masih lidik, saksi juga sudah kita mintai keterangan dan masih mengecek rekaman CCTV,’’ ucapnya. (kmb28)
Berkas Bacaleg Dikembalikan Banyuwangi (Bali Post) Bakal caleg (bacaleg) yang mendaftar ke KPUD Banyuwangi jauh dari tertib administrasi. Buktinya, lebih dari 300 berkas bacaleg terpaksa dikembalikan oleh KPUD setempat lantaran belum memenuhi syarat. Jika tak diperbaiki, mereka terancam gagal mencalonkan diri sebagai wakil rakyat. Total 621 bacaleg dari 14 partai mendaftar di KPUD Banyuwangi. Setelah melalui proses verifikasi, lebih dari 50 persennya diketahui belum memenuhi syarat alias BMS. Mereka harus segera memperbaiki persyaratan administrasi. ‘’Verifikasi bacaleg sudah kami umumkan 21 Juli lalu. Hasilnya, di atas 50 persen masih BMS, sehingga berkasnya kami kembalikan,’’ kata Komisioner KPUD Banyuwangi Suherman, Senin (23/7) kemarin. Tidak lengkapnya syarat administrasi itu jenisnya beragam. Contohnya nama bacaleg yang tidak linier. Ada di KTP mencantumkan gelar, tetapi di lampiran pendukung tidak ada gelarnya. Ada juga ijazah SLTA yang tidak dilegalisir, sehingga keabsahannya diragukan. Oleh karena itu, pihaknya memberikan catatan khusus bagi bacaleg yang belum memenuhi syarat. Catatan khusus tersebut dikembalikan bersama bacaleg lain di masing-masing parpol. Artinya, seluruh bacaleg, baik yang BMS maupun yang memenuhi syarat (MS). ‘’Bagi yang MS, tak perlu melakukan perbaikan,’’ imbuhnya. Suherman menambahkan,
para bacaleg diberikan waktu hingga 31 Juli mendatang untuk memperbaiki syarat administrasi yang belum lengkap. Selama masa perbaikan, parpol boleh mengganti nama bacaleg. Syaratnya, harus tetap memperhatikan kuota perempuan 30 persen. Jika para bacaleg ini tak melakukan perbaikan, pihaknya memastikan akan mencoret dari daftar caleg sementara (DCS). Dengan begitu, mereka gagal melenggang sebagai kontestan perebutan kursi DPRD Banyuwangi pada Pemilu 2019. (kmb30)
Bali Post/rah
SINERGITAS - Anggota Kodim 1611/Badung Peltu Nyoman Sudiana berupaya memperkuat sinergitas dengan seluruh komponen masyarakat. Upaya tersebut di antaranya mengumpulkan teman-teman alumni SLUA Saraswati Klungkung Angkatan 89 di Gianyar, Sabtu (21/7) lalu.
5 Api Obor Asian Games XVIII Singgah di Bali
Gubernur Pastika Harap Jadi Motivasi Prestasi Dunia Olahraga dan Pemersatu Masyarakat Bali
DI PANTAI KUTA - Gubernur Bali Made Mangku Pastika (tengah) dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menyambut Api Obor Asian Games di Pantai Kuta, Badung. BALI terpilih menjadi bagian sejarah Kirab Api Obor (Torch Relay) Asian Games XVIII Tahun 2018 di antara 54 kota lainnya di 18 provinsi di Indonesia. Torch Relay sebagai lambang api persaudaraan, olahraga dan perdamaian sepatutnya menjadi satu kehormatan dan kebanggaan khususnya bagi masyarakat Bali, guna menjadi motivasi dalam berprestasi, untuk hidup bersama dalam kebersamaan dan persaudaraan sehingga ke depan bisa mewujudkan Indonesia dan Bali yang maju, aman, damai dan sejahtera. Demikian penegasan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat menghadiri penyambutan Api Obor Asian Games XVIII Tahun 2018 di Pantai Kuta, Badung, Senin (23/7) kemarin. Pastika juga berharap kehadiran Api Obor Asian Games di Bali bisa menjadi motivasi guna memajukan dunia olahraga dan memberikan sumbangan terbaik bagi
bangsa dan negara. ‘’Mudahmudahan lagu ‘Indonesia Raya’ berkumandang terus di setiap pertandingan. Kita semua berbangga bila para atlet bisa berjuang di medan juang Asian Games XVIII. Semoga ini bisa menjadi api semangat bagi kita semua untuk maju ke depan meraih kejayaan bangsa dan negara Republik Indonesia,’’ pungkas Pastika. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menyatakan Kirab Api Obor merupakan rentetan awal pelaksanaan Asian Games XVIII yang akan dibuka 18 Agustus 2018 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Prosesi Kirab Api Obor Asian Games diawali penyatuan api obor yang berasal dari India dengan api dari Mrapen, Grobogan, Jawa Tengah, di Candi Prambanan untuk selanjutnya diarak ke 18 provinsi di Indonesia. Menurut Puan Maharani,
kegiatan ini secara tak langsung diharapkan bisa menjadi promosi sektor pariwisata bagi setiap kota yang dilewati. ‘’Di setiap tempat yang dilewati, kami selalu berusaha bisa mempromosikan daerah, UMKM dan pariwisata daerah tersebut, sehingga gaungnya bisa didengar oleh 45 negara yang akan menjadi peserta Asian Games kali ini. Bali khususnya yang merupakan salah satu destinasi pariwisata terbesar di Indonesia, saya harapkan nantinya menjadi tujuan pariwisata para kontingen dan ofisial yang jumlahnya mencapai 16 ribu orang,’’ ujarnya. Event olahraga terbesar kedua di dunia setelah Olimpiade, lanjut Puan, seharusnya bisa disukseskan oleh masyarakat Indonesia yang menjadi tuan rumah kali kedua setelah yang pertama pada 1962. ‘’Saya harapkan kita semua bisa bergotong royong. Para atlet sudah ikut pelatnas dan pelatihan ke luar negeri. Akhir Juli mereka kembali untuk berpartisipasi pada Asian Games. Semoga ‘Indonesia Raya’ bisa selalu berkumandang. Bali tentunya juga mengirim atlet, tapi kita tidak lagi bicara sebagai daerah, sebagai Bali, sebagai atlet Jawa Tengah, cabang olahraga bulu tangkis, bola, tapi kita bicara sebagai tim Indonesia yang akan menyukseskan Asian Games, pelaksanaan, penyelenggaraan dan prestasinya,’’ ungkap Puan Maharani. Perjalanan Api Obor Asian Games XVIII di Bali berlangsung 23-25 Juli 2018. Rombongan menginap di Istana Tampaksiring, Gianyar, dan Garuda Wisnu Kencana (GWK), Badung. (ad1325)
Banyuwangi-Jembrana Gagas Festival Banyuwangi (Bali Post) Bertetangga, memiliki kemiripan budaya, membuat Kabupaten Jembrana dan Banyuwangi mulai menggarap pariwisata bersama. Salah satunya menggagas Festival Selat Bali. Event ini dijadwalkan berlangsung menjelang akhir tahun. Puncaknya, menggelar budaya di atas kapal penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Festival bersama ini diharapkan bisa mendongkrak kunjungan wisatawan ke Banyuwangi dan Bali Barat. ‘’Kami sudah bertemu dengan Bupati Jembrana, intinya sepakat menggelar Festival Selat Bali. Kami buat gelaran budaya di dua wilayah, puncaknya di atas kapal pe-
nyeberangan,’’ kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas usai menyerahkan obor Asian Games di Pelabuhan Gilimanuk, Senin (23/7) kemarin. Dijelaskannya, Banyuwangi dan Jembrana adalah kabupaten yang berdekatan, hanya dipisahkan Selat Bali. Karena itu, harus bersinergi dalam memajukan pariwisata. Hal ini sejalan dengan amanat Presiden Jokowi untuk berkolaborasi antarwilayah. Festival Selat Bali menjadi solusi kedua daerah dalam kolaborasi pengembangan pariwisata. Apalagi warga Jembrana jika hendak ke Surabaya memilih terbang dari Banyuwangi. ‘’Ini kan potensi. Banyuwangi
dan Jembrana sinergi dalam pengembangan pariwisata,’’ imbuh Anas. Nantinya, tim kesenian kedua daerah tampil bersama. Targetnya, wisatawan bisa datang dari Banyuwangi lalu ke Jembrana atau sebaliknya. Selain festival budaya, pihaknya juga menjajaki ajang balap sepeda internasional Tour de Ijen bisa melibatkan Jembrana. Kerja sama dua daerah ini bisa terjalin tanpa harus menunggu pembangunan jalan tol. Apalagi budaya Banyuwangi dan Jembrana memiliki kemiripan. Jarak kedua daerah juga tak terlalu jauh. Selama ini nelayan di kedua daerah ini pun rutin menggelar festival perahu layar setiap tahun. (kmb30)
OPINI
6
Selasa Kliwon, 24 Juli 2018
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Pemerataan Guru dan Mutu Pendidikan WACANA pemerataan mutu pendidikan terus bergulir. Mempercepat pemerataan mutu pendidikan, pemerintah telah menerapkan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMP dan SMA/SMK. Meski menyisakan sedikit kekisruhan, kini pemerintah melanjutkannya dengan mengeluarkan kebijakan rolling guru. Sama seperti kebijakan zonasi sebelumnya, kebijakan ini pun menuai pro dan kontra. Sistem zonasi PPDB maupun kebijakan rolling guru bukanlah solusi dinilai hanya akan menimbulkan masalah baru dalam dunia pendidikan. Misalnya, guru berprestasi dipindahkan ke sekolah kurang bermutu atau tempat terpencil. Ini bisa dianggap musibah (punishment/hukuman) bagi yang bersangkutan jika tidak diikuti pemberian reward seperti gaji dan tunjangan khusus sejenisnya. Mirip dengan dokter PTT (Pegawai Tidak Tetap) yang ditugaskan di daerah terpencil/pedalaman. Gaji dan tunjangan mereka jauh berbeda dengan mereka yang bertugas di perkotaan. Reward lainnya, para dokter PTT di daerah terpencil mendapat kemudahan jika ingin melanjutkan ke spesialis untuk kembali bertugas di daerah tersebut. Guru berprestasi umumnya telah mengabdikan diri di dunia pendidikan cukup lama. Mereka rata-rata telah berkeluarga. Untuk pindah (rolling/mutasi) ke tempat baru, tentu harus mengikutsertakan anggota keluarga mereka. Tentu hal ini harus pula mendapat perhatian, terlebih jika anak-anak mereka juga sedang sekolah di tempat orangtuanya yang lama. Jangan sampai, rolling/mutasi guru berprestasi ini malah menurunkan produktivitas guru yang bersangkutan sekaligus prestasi anak-anak mereka. Tujuan pemerataan mutu pendidikan malah jadi bumerang. Yang mendesak dilakukan pemerintah, justru mempercepat pemerataan fasilitas pendidikan yang ada. Jika fasilitas pendidikan di tiap daerah telah merata, sistem zonasi maupun rolling guru akan mudah dilakukan. Dengan cacatan, ada pemberian reward seperti gaji dan atau tunjangan khusus. Saat ini, kondisi fasilitas pendidikan yang ada di daerah satu dengan lainnya sangat timpang. Termasuk, sarana transportasinya, komunikasi seperti jaringan internet yang belum memadai. Masalah lain, pendidikan jenjang TK, SD, dan SMP saat ini menjadi kewenangan pemerintah daerah tingkat II (kabupaten/ kota). Sementara untuk jenjang SMA/SMK menjadi kewenangan pemerintah daerah tingkat I (provinsi). Dengan sistem otonomi daerah, bukanlah perkara mudah melakukan rolling/mutasi guru apalagi antardaerah. Sebab, hal ini berkaitan erat dengan anggaran. Sementara, sistem anggaran maupaun kemampuan anggaran tiap daerah berbeda-beda. Tentu pemberian reward bagi guru yang kena rolling tidak bisa meniru sistem yang diterapkan bagi dokter PTT yang berlaku nasional. Karena itu, pemerataan mutu pendidikan akan cepat tercapai jika fasilitas pendidikan telah merata. Dibarengi, pemerataan tenaga guru maupun penerapan sistem zonasi dalam PPDB.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Generasi Gemar Membaca Belakangan banyak diberitakana bahwa minat baca generasi muda menurun. Mereka dikatakan lebih senang bermain game online daripada membaca buku. Saya berpikir ini juga sebagai dampak sistem pembelajaran. Guru terlalu sering menugaskan anak mengerjakan tugastugas lewat handphone. Kesannya memang praktis, tapi ada budaya yang akan hilang, yakni gemar membaca. Tetapi bukan hal itu yang saya ingin sampaikan dalam surat pembaca yang saya layangkan ke redaksi Bali Post. Sebagai orangtua, saya tak hanya khawatir anak makin sibuk bermain game online tapi juga khawatir anak tak tertarik membaca buku-buku Hindu. Mohon sekolah juga memahami hal ini mengingat generasi muda Bali harus tetap disiapkan menjadi pewaris budayanya. Untuk itu, mohon sekolah juga mewajibkan anak-anak melakukan resensi buku-buku Hindu untuk membiasakan mereka paham dan mengenal lebih dekat budaya dan tradisinya. Sekolah tentu harus melakukan pendekatan yang lebih komunikatif dengan para siswa. Jadi, pembelajaran agama di sekolah jangan hanya berbasis teori tapi juga mengarah pada pembelajaran untuk paham budaya dan tradisinya. I Gede Wikrama Buleleng, Bali
Menyoal Kebijakan ’’Rolling’’ Guru Setelah kebijakan zonasi sekolah di keluarkan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendi, melanjutkan dengan kebijakan rolling guru (Bali Post, 9/7/2018). Diniatkan kebijakan rolling guru akan menyempurnakan kebijakan zonasi sekolah dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Mungkin karena kacaunya PPDB sistem zonasi tahun ini, kalangan akademisi berharap banyak dari kebijkan ini. Rolling guru diniatkan juga untuk pemerataan peningkatan mutu pendidikan. Guru yang bagus/berprestasi dipindahkan ke sekolah yang kurang bermutu. Harapannya, sekolah yang mutunya rendah menjadi lebih bagus.
Oleh I Gede Ariyasa
A
pa pun kebijakan yang dibuat pemerintah tentang guru, mestinya membuat guru lebih produktif dan profesional. Banyak kajian akademis dari akademisi ”mengamini” kebijakan tentang guru. Kenyataannya banyak kebijakan yang bagus di tataran konsep, namun justru membunuh atau membelenggu produktivitas guru. Ini artinya, kebijakan itu belum mengakomodasi apa yang menjadi kepentingan guru. Kebijakan tentang guru sekali lagi sangat sering melukai martabat guru. Hal ini penting disikapi, agar das sollen dan das sein suatu kebijakan harmonis. Rolling guru adalah suatu mekanisme yang wajar dan mesti dilakukan untuk kepentingan pendidikan. Menumpuknya guru di sekolah perkotaan adalah fakta yang segera harus disikapi. Permasalahan mendasar yang mungkin belum pernah dipikirkan adalah bagaimana dampak rolling guru bagi guru itu sendiri. Apakah rolling itu membuat guru lebih rajin masuk ke sekolah. Membuat guru lebih disiplin, lebih nyaman melaksanakan tugas. Apakah rolling guru itu menyejahterakan mereka atau justru membuat guru lebih miskin. Kebijakan rolling guru pada era otonomi daerah selama ini, cenderung mengedepankan sisi kekuasaan dan kewenangan. Arti-
nya, dari sisi kewenangan kebijakan rolling terhadap guru mungkin ini memang benar. Tetapi yang harus dipikirkan oleh kita semua adalah me-rolling guru bukanlah memindahkan barang mati. Banyak hal yang membuat kebijakan rolling guru akhirnya membuat kondisi yang stagnan. Guru-guru yang sudah berada dalam zona nyaman, ketika di-rolling menjadikannya stres, tidak nyaman. Guru yang sudah dekat dengan sekolah, ke tempat yang jauh dari rumahnya menjadi malas-malasan. Me-rolling guru memang tidak mudah, banyak hal yang mesti diperhatikan. Ini mestinya menjadi perhatian semua pemangku pengambil kebijakan. Ini sangat esensial, karena ini berhubungan langsung dengan mutu pendidikan kita. Apalagi ketika kepentingan politik turut ambil bagian dalam hal ini. Bahwa pendidikan itu bukan hanya yang kasatmata, tetapi sesuatu yang tidak kasatmata, yaitu rasa atau hati. Ketika guru mengajar tidak memakai rasa/hati, maka ruang-ruang kelas kita sama halnya diajar oleh robot. Jika ini terjadi, maka pendidikan kita kering dari nilai-nilai. Mungkin saja berbagai kemunduran karakter bangsa saat ini, merupakan dampak dari rolling guru yang tidak pakai rasa/hati. Mendikbud menyatakan bahwa rolling guru ini bisa antardaerah,
kabupaten, atau provinsi. Guruguru yang berprestasi dan bagus dipindahkan ke sekolah kurang favorit. Harapannya adalah anakanak di sekolah kurang bagus akan mendapatkan pembelajaran yang bagus. Dengan demikian mutu sekolah-sekolah akan menjadi sama bagusnya. Semua sekolah diniatkan akan menjadi favorit, sehingga sistem zonasi akan disempurnakan oleh kebijakan rolling guru. Klimaks pencapaiannya tentu adalah mutu pendidikan akan menjadi lebih baik. Patut bercermin dari permasalahan yang muncul dari kebijakan sistem zonasi tahun ini. Ujung-ujungnya kebijakan itu dibijaksanai dan akhirnya seperti awal kembali. Apalagi kebijakan rolling guru antardaerah, akan berbenturan dengan Undang-undang Otonomi Daerah. Kewenangan rolling guru TK, SD, dan SMP menjadi kewenangan pemerintah ka-
bupaten. Sedangkan kewenangan rolling guru SMA/SMK menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Adalah sesuatu yang mungkin tidak mudah untuk rolling guru antardaerah di tengah euforia otonomi daerah saat ini. Ketika akhirnya rolling guru antardaerah dapat dilakukan, kita harus bersiap dengan masalah besar lainnya. Ambil contoh ketika seorang guru berprestasi di suatu kabupaten kemudian dipindahkan ke kabupaten lain. Pertanyaannya adalah apakah ini merupakan reward atau punishment untuk guru itu. Ketika seorang guru dengan prestasi baik, reward-nya dipindahkan ke tempat yang jauh dari rumahnya dan ke sekolah yang terpencil, siapakah guru nanti yang mau berprestasi? Apalagi ketika setelah rolling hak-hak guru tersebut masih sama dengan sebelumnya. Ini akan menimbulkan disharmoni. Kebijakan rolling guru yang digulirkan mestinya tidak menimbulkan masalah baru yang lebih berat. Paling tidak, kebijakan itu telah mengantisipasi dan dapat meminimalkan permasalahan yang ada. Jangan sampai terjadi pembenaran stigma masyarakat bahwa ganti pemimpin ganti kebijakan. Bahwa perubahan itu adalah suatu keniscayaan. Tetapi perubahan itu jangan sekadar perubahan, tetapi harus perubahan ke arah yang lebih baik. Perubahan yang meminimalkan munculnya
Oleh Suwanto ai perlu dimasifkan dan diviralkan. Sedangkan, konten medsos terkait dengan hoax, ujaran kebencian, adu domba, dan kampanye hitam harus dihindari. Kita harus kampanyekan konten-konten positif. Jangan terlalu gegabah dan tidak asal share informasi yang belum tentu valid kebenarannya. Lebih lanjut, medsos sebagai corong publik harus bisa hadir sebagai mitra, bersimbiosis mutualisme dengan pemerintah, rakyat, perusahaan IT, programer, dan praktisi IT lainnya. Mengingat, Jurgen Habermas dalam Stucturwandel der Offentlichkeit mengungkapkan bahwa ruang publik bisa menjembatani antara negara dengan masyarakat sipil. Dari sini bisa kita simpulkan untuk mengampanyekan ayat-ayat damai pemerintah tidaklah bekerja sendirian. Butuh dukungan dan gerakan yang masif dari berbagai pihak baik itu masyarakat, LSM, pegiat IT, dan instansi swasta. Bahkan, berbagai stasiun radio dan juga televisi patut kita gandeng untuk semakin memviralkan konten-konten sejuk dengan misi kedamaian. Seiring dengan berjalannya waktu, medsos yang merupakan ruang publik paling populer perlu adanya kampanye ayat-ayat damai melalui pendidikan literasi cinta damai dan kasih sayang dalam keluarga, sekolah, dan masyara-
Penulis, guru SMPN 1 Abang, guru Ajeg Bali, Ketua PGRI Kabupaten Karangasem
”Me-rolling guru bukanlah memindahkan barang mati. Banyak hal yang membuat kebijakan rolling guru akhirnya membuat kondisi yang stagnan. Guru-guru yang sudah berada dalam zona nyaman, ketika di-rolling menjadikannya stres, tidak nyaman. Guru yang sudah dekat dengan sekolah, ke tempat yang jauh dari rumahnya menjadi malas-malasan.”
Menyemai Pesan Damai di Medsos
Media sosial (medsos) telah menjelma menjadi kekuatan dahsyat nan luar biasa dalam pembentukan opini publik di era cyber-information dewasa ini. Dibandingkan dengan media konvensional ataupun tercetak, medsos mempunyai potensi lebih cepat dalam produksi dan diseminasi informasinya. Bahkan, hanya sekali klik, secepat kilat informasi di medsos mampu menjalar tanpa sekat batas geografis. Dengan keunggulan yang demikian, tentu medsos dapat berperan dalam menyuarakan pesanpesan damai, mengikis ujaran kebencian, dan memberangus tindakan pemicu perpecahan. Namun meskipun demikian, ibarat dua sisi mata uang logam, medsos juga bisa berpotensi sebaliknya, menjadi perusak tatanan keutuhan bangsa dengan menyebar pesan-pesan permusuhan. Tumpah ruahnya informasi hoax (palsu) yang tak terkendali, bisa menjadi penebar virus kebencian. Penelitian Van der Bilt, Universitas Tennessee membuktikan bahwa berita hoax akan dipercaya bila kerap dibagikan. Itu artinya, berita palsu ini akan lebih dipercaya oleh masyarakat jika secara masif dan terus-menerus menjalar di medsos. Oleh karenanya, sebagai generasi digital natives, sudah saatnya menjadikan medsos sebagai sarana kampanye ayat-ayat damai. Caranya ialah menggunakan medsos secara bijak, santun, baik, dan benar dengan memproduksi, mengakses, dan menyebarkan informasi yang sejuk nan sehat. Pesan-pesan dam-
permasalahan baru yang lebih besar. Yang paling penting bagi guru adalah kebijakan yang memanusiakan guru. Ketika semua kebijakan tentang guru lebih memuliakan guru, maka itu adalah amanah bagi guru. Tidak ada alasan lagi bagi guru untuk tidak produktif dan profesional. Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), guru juga harus dapat ke luar dari zona nyamannya ketika amanah itu datang. Kebijakan yang memuliakan guru harus didukung oleh sikap profesional guru itu sendiri. Inilah sebenarnya sikap pahlawan seorang guru. Kebijakan yang memuliakan guru akan melahirkan guru pahlawan yang memuliakan bangsa dan negara. Kebijakan rolling guru yang digelontorkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bukanlah sesuatu yang buruk. Niatnya adalah pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan. Guru pasti berharap kebijakan rolling guru ini lebih memuliakan profesi guru. Kebijakan yang memuliakan guru diyakini akan meningkatkan produksitivitas guru. Kebijakan yang memuliakan guru akan memunculkan pahlawan-pahlawan dari ruang-ruang kelas kita. Dari guru pahlawan akan muncul peserta didik-peserta didik pahlawan bagi bangsanya.
kat. Dalam keluarga, orangtua harus mampu menjadi kontrol anak-anaknya dalam bermedsos. Keluarga harus bisa mendidik anaknya dengan keteladanan melalui pesan-pesan ataupun nasihat damai. Nilai-nilai kedamaian ini harus ditanamkan kepada anak sedini mungkin agar nantinya mengakar kuat menjadi sebuah budaya atau karakter. Keluarga juga harus bisa mendampingi anaknya ketika mengakses internet. Nilainilai kedamaian yang ada di jagat maya harus ditunjukkan. Pendidikan literasi di sekolah bisa dilakukan dengan menggencarkan budaya literasi cinta kasih sayang sesama teman sekolah, hormat dan patuh terhadap guru, serta menghindari permusuhan di antara teman. Revolusi dalam pendidikan literasi juga dapat dilakukan dengan langkah dengan menginternalisasikan nilai-nilai atau pesan-pesan kedamaian yang terkandung dalam sebuah mata pelajaran seperti PPKn, Pendidi-
kan Agama dalam tindakan nyata pergaulan di sekolah. Siswa juga diajarkan bagaimana mengakses informasi yang sejuk dan damai di ruang virtual. Sementara, pendidikan literasi di masyarakat jagat maya dilakukan dengan kampanye (ajakan) membudayakan gerakan cinta damai dan kasih sayang. Kampanye tersebut dapat dilakukan dengan memviralkan konten-konten positif seperti budaya melalui poster yang dipasang di pinggir jalanan kampung, pos ronda, dan tempat-tempat publik. Sosialisai cinta damai juga selalu digiatkan melalui rapat, rembugan antarwarga, tingkat RT/RW atau perangkat desa. Pun demikian, kampanye cinta damai juga diviralkan di jagat maya, misalnya saja website pemerintahan desa. Harapannya dengan berbagai gerakan serta kampanye cinta damai di medsos inilah, akan tercipta dunia maya yang aman dan damai tanpa permusuhan ataupun ujaran kebencian. Penulis, peneliti pada UIN Sunan Kalijaga dan Universitas Negeri Yogyakarta
”Dalam keluarga, orangtua harus mampu menjadi kontrol anak-anaknya dalam bermedsos. Keluarga harus bisa mendidik anaknya dengan keteladanan melalui pesan-pesan ataupun nasihat damai.”
POJOK
Kata Jaksa Agung, perlu perbaikan sistem lapas di Indonesia. - Sistem plus mental pejabat. *** Bacaleg mantan koruptor di Jembrana dipastikan tidak lolos. - Pastikan caleg bersih. *** Soal pohon cabai busuk, Gubernur kritisi ahli pertanian di Bali. - Dinas Pertanian bagaimana?
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN Satu Bacaleg Golkar Mundur, Meliani Berpeluang Masuk Selasa Kliwon, 24 Juli 2018
Tabanan (Bali Post) Peluang Ni Made Meliani menjadi bacaleg dari Partai Golkar kembali terbuka, setelah salah satu bacaleg di Dapil I Tabanan-Kerambitan mengajukan pengunduran diri. Meliani bersama Sekretaris DPD II Golkar I Nyoman Suarsedana, Senin (23/7) kemarin datang ke KPU Tabanan untuk melakukan konsultasi. Tiba pukul 11.00 Wita, kehadiran dua tokoh Partai Golkar ini langsung menuju ruang rapat dan diterima tiga komisioner KPU Tabanan, yakni Ketua Luh Darayoni, Luh Made Sunadi dan I Ketut Narta. Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Golkar Suarsedana melakukan konsultasi terkait penggantian bakal calon legislatif. Dalam arahannya, Katua KPU Tabanan meminta yang bersangkutan mengisi formulir BB1 tentang pendaftaran bacaleg di sistem informasi calon (Silon) KPU. Karena dalam pengajuan pendaftaran sebe-
lumnya, nama Meliani tidak ada dalam daftar nama-nama bacaleg yang diajukan Golkar Tabanan. Usai konsultasi, Suarsedana menjelaskan kedatangannya kali ini ke KPU untuk melakukan konsultasi terkait penggantian bacaleg. Salah satu bacaleg di Dapil I Tabanan-Kerambitan atas nama Ni Putu Suarnilawati nomor urut 6, dikatakannya telah mengajukan surat pengunduran diri ke Golkar. Berdasar surat itu pihaknya membuat surat pengantar ke KPU untuk pengunduran diri bacaleg dan mengganti dengan yang baru. Atas dasar surat tersebut, Suarsedana berdalih telah menindaklanjuti dengan memasukkan nama Ni Made Meliani sebagai bacaleg nomor urut 6 sesuai nomor urut Suarnilawati. “Terkait pergantian ini kami melakukan konsultasi ke KPU,” ucapnya. Terkait pengisian formulir BB1 untuk pendaftaran ke Silon KPU sesuai arahan yang
diberikan KPU, Suarsedana mengaku akan segera menindaklanjuti. “Segera kami tindaklanjuti, sore sudah selesai,” yakinnya. Ketua KPU Tabanan Luh Darayoni saat dikonfirmasi membenarkan jika Golkar menyampaikan surat pengunduran diri dari salah satu bacaleg Golkar di dapil I. Dengan adanya pengunduran diri secera resmi, Golkar berhak mengajukan pengganti selama proses perbaikan berkas yang sudah disetorkan. Namun berkas penggantian tersebut diserahkan bersamaan dengan berkas bacaleg lainnya. “Kalau memang ada yang mengundurkan diri secara resmi, Parpol berhak melakukan penggantian, terpenting keterwakilan perempuan minimal 30 persen terpenuhi,” tegasnya. Kini kata Darayoni pihaknya menunggu Parpol untuk menyampaikan perbaikan berkas calon yang kurang lengkap atau salah, sampai 31 Juli mendatang. (kmb28) Bali Post/kmb28
RANPERDA - Sidang paripurna internal persetujuan DPRD tentang empat ranperda, Senin (23/7) kemarin.
Dewan Sepakati Revisi Perda Toko Modern Dari 311 Toko, Baru 28 Berizin Tabanan (Bali Post) -
Bali Post/kmb28
KPU -Sekretaris Golkar Suarsedana dan Meliani saat konsultasi dengan KPU Tabanan.
Cegah Fasilitas Mewah, Lapas Dirazia
Tabanan (Bali Post) Menindaklanjuti surat perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Lapas Tabanan mengadakan penggeledahan kamar hunian untuk mengecek dan membersihkan kalau ada fasilitas di luar ketentuan. Kegiatan ini dipimpin oleh Plt Kasi Adm. Kamtib I Nyoman Sugiono, S.Sos., Senin (23/7) kemarin. Penggeledahan dilaksanakan di seluruh kamarkamar hunian baik blok pria, blok wanita dan fasilitas umum di dalam lapas. Kalapas Tabanan I Putu Murdiana, A.Md.IP., S.H. menyatakan kegiatan razia ini sudah rutin dilaksanakan untuk mencegah barang-barang yang dila-
rang beredar di dalam lapas. Barang-barang tersebut seperti senjata tajam, narkoba, obat-obatan terlarang, HP, uang dan sebagainya. Terkait penemuan fasilitas mewah di Lapas Sukamiskin, razia kali ini juga mengecek apakah ada fasilitas yang bukan standar di Lapas Tabanan. Saat ini Lapas Tabanan dihuni 130 orang narapidana dengan jumlah narapidana kasus tipikor sebanyak enam orang serta kasus narkoba sebanyak 47 orang. Dari hasil penggeledahan ini, didapat temuan barang-barang terlarang seperti sendok besi, kartu ceki, HP, handset, gelas kaca, pisau cutter. “HP kita dapatkan satu buah dan nar-
koba serta alat penghisapnya tidak ditemukan,” ucapnya. Sedangkan fasilitas nonstandar lapas juga tidak ditemukan, malah hampir setiap kamar hunian terkesan sedikit kurang rapi dikarenakan overkapasitas Lapas Tabanan yang sudah hampir 200 persen. “Kami memastikan Lapas Tabanan kita tidak ada perlakuan istimewa kepada sesama narapidana. Perlakuan kita sama tidak membeda-bedakan kasus, ataupun suku agama maupun ras lainnya. Kita berupaya maksimal dalam memberikan pelayanan baik kepada seluruh warga binaan maupun masyarakat, “pungkasnya. (kmb28)
Menjamurnya toko swalayan (modern berjaringan - red) tanpa mengantongi izin, mendapat perhatian kalangan dewan. Pasalnya, dari 311 toko modern yang ada, baru 28 toko yang mengantongi izin. Bahkan di antaranya ada yang berjarak sangat dekat dengan pasar tradisional. Ini dikhawatirkan dapat mematikan keberlangsungan ekonomi rakyat. Terkait hal itu, jajaran legislatif melalui Pansus VI menyepakati revisi Perda Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2016 tentang penataan toko swalayan, yang hasilnya disampaikan dalam rapat paripurna internal, Senin (23/7) kemarin. Dalam pemaparannya, Ketua Pansus VI Wayan Lara mengatakan ada tiga item yang diubah dalam revisi perda tersebut. Di antaranya, jarak antartoko modern dihapus. Dalam perda sebelumnya diatur jarak 500 meter antartoko modern. Penetapan aturan jarak 1.000 meter antara toko modern dengan pasar tradisional. Terhadap toko swalayan yang tidak me-
menuhi ketentuan jarak dengan pasar rakyat diberikan waktu peralihan paling lama lima tahun untuk menyesuaikan dengan peraturan daerah. Ketentuan jumlah batas maksimal (kuota) pendirian toko swalayan akan diatur lebih lanjut dengan peraturan bupati berdasarkan hasil kajian lembaga independen. Selama masa pengkajian pendirian toko swalayan dihentikan sementara (moratorium) sampai terbitnya peraturan bupati yang mengatur ketentuan batas maksimal pendirian toko swalayan. Untuk ini, jajaran Dewan mendesak Bupati untuk segera bersurat agar dapat diketahui oleh seluruh pemangku
kepentingan. Bahkan juga akan dibuat tim independen yang akan melakukan kajian terkait jumlah ideal keberadaan toko modern di tiap kecamatan atau desa. ‘’Akan ada tim kajian berapa seharusnya, supaya tidak semakin liar pembangunannya,’’ tegas Lara. Politisi asal Kerambitan ini juga menegaskan, terhadap toko modern bodong, baik yang ada di radius pasar tradisional maupun di tempat yang boleh membangun tetapi tidak kantongi izin harus diberikan urus izin. ‘’Memang sekarang mereka gratis pengurusan izin sehingga tidak setor retribusi ke pemda. Tetapi IMB dan izin parkir harus bayar pajak agar ada
retribusi ke pemda, meskipun lahan itu punya dia tetapi pajak parkir harus bayar. Apalagi yang tidak punya IMB harus didorong segera punya IMB,’’ bebernya. Ia juga menambahkan, ini ibarat seperti jalan tengah, jika tidak segera ditegaskan maka pasar tradisional dan toko tradisional akan mati. Dan jika dibiarkan telanjur akan sulit mengkaji ke depanya mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. ‘’Kamis depan akan ditetapkan menjadi perda, berlakunya sekitar sebulan lagi karena setelah dijadikan perda masih harus diperiksa oleh provinsi,’’ tandasnya. Di hari yang sama juga dipaparkan Ranperda tentang Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak, dan Ranperda tentang Peraturan Daerah Kabupaten Tabanan Nomor 2018 tentang Penyelenggaraan Kearsipan oleh Pansus VII. (kmb28)
Dolar Sentuh Rp 14.500
Harga Pakan Ternak dan Pupuk Dikhawatirkan Naik
Tabanan (Bali Post) Kenaikan harga dolar terhadap rupiah berpengaruh besar pada kenaikan harga pupuk maupun pakan ternak, terutama yang berbahan baku impor. Pelaku usaha di bidang pertanian dan peternakan saat ini pun sedang was-was dengan kenaikan harga dolar terhadap rupiah yang saat ini menyentuh 14.500. Salah satu usaha ternak yang sangat berpengaruh pada kenaikan harga dolar adalah ternak babi. Salah satu peternak babi Tabanan, Nyoman Ariadi, Senin (23/7) kemarin, mengatakan penguatan dolar terhadap
rupiah ini akan memengaruhi kenaikan harga pakan ternak pabrikan. Prediksi ini tidak tanpa alasan. Sebab, saat dolar menyentuh Rp 14.000 terjadi kenaikan pakan ternak sebanyak dua kali dalam dua bulan terakhir. ‘’Juni kemarin naik Rp 150 per kg. Kalau per sak menjadi Rp 7.500. Bulan Juli kembali naik hingga Rp 200 per kilogram atau Rp 10.000 per sak,’’ ujarnya. Dengan kenaikan harga dolar terhadap rupiah yang saat ini menyentuh 14.500 tidak menutup kemungkinan akan ada lagi kenaikan harga pakan ternak pabrikan. Kenaikan harga pakan
ternak ini tentu menyusahkan peternak babi yang baru saja sumringah dengan kenaikan harga jual babi beberapa waktu lalu. ‘’Dengan naiknya harga pakan ternak tentu biaya operasional semakin meningkat. Peningkatan ini takutnya tidak tertutupi dengan harga jual babi sekarang,’’ ujarnya. Ariadi mengakui harga jual babi saat ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Harganya mencapai Rp 3435 ribu per kg (kualitas super) dari Rp 32 ribu hingga Rp 33 ribu di tingkat peternak intensif. Peningkatan ini terjadi karena peter-
nak babi banyak yang tidak melanjutkan usahanya, sehingga berpengaruh pada penurunan populasi babi ternak. Hal senada juga diungkapkan I Wayan Merta. Pelaku usaha dibidang pertanian ini mengatakan kenaikan harga dolar terhadap rupiah dikhawatirkan akan meningkatkan harga jual pestisida. ‘’Harganya sudah naik beberapa waktu lalu. Biasanya hanya Rp 100 ribu per botol, belakangan ini naik menjadi Rp 110 ribu per botol ukuran kecil. Takutnya akan semakin naik dengan kenaikan harga dolar saat ini,’’ ujarnya. (kmb24)
Awasi Penyerapan KUR, Pemkab Bentuk Tim Monitoring
RAZIA - Kegiatan razia di Lapas Tabanan, Senin kemarin.
Bali Post/ist
Tabanan (Bali Post) Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) banyak dicari, terutama oleh pelaku UMKM karena bunganya yang cukup rendah. Karena merupakan program pemerintah, pemantauan penyerapan KUR perlu dilakukan, apakah tepat sasaran sesuai tujuannya untuk memajukan usaha kecil dan menengah. Pemkab telah membentuk tim monitoring untuk memantau KUR di Tabanan dan sudah terjun ke lapangan. Kepala Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Tabanan I Gusti Putu Ekayana, Senin (23/7) kemarin, mengatakan tim ini bekerja sama dengan bank penyalur KUR yang ada di Tabanan. Bebera-
pa nasabah terutama yang mendapatkan perhatian maupun pembinaan oleh bank telah dikunjungi. Tim juga telah menyebarkan kuesioner ke berbagai usaha yang menyerap KUR. Hasilnya, dari kuesioner maupun kunjungan langsung, belum ditemukan adanya penyimpangan dalam penyerapan KUR. ‘’Yang dikunjungi dan yang menjawab kuesioner semuanya sesuai yaitu untuk membiayai maupun mengembangkan usaha,’’ ujar Ekayana. Selain itu kuesioner yang diisi juga menggambarkan jika KUR benar-benar memberikan manfaat bagi penerimanya, terutama dalam mengembangkan usaha dan
meningkatkan pendapatan. Keberhasilan program KUR juga bisa dilihat dari kestabilan penerima KUR dalam membayar kewajibannya kepada bank penyalur. Lanjut Ekayana, kunjungan tim dilakukan secara bertahap. ‘’Saat ini baru penerima KUR dari bank penyalur dalam hal ini Bank BPD. Nantinya akan mengajak bank penyalur lainnya,’’ ujarnya. Ia melanjutkan, hal yang menjadi fokus utama tim adalah SOP dalam pencairan KUR di bank penyalur, pemakaian KUR tidak menyimpang dari tujuan, dalam hal ini untuk modal usaha serta kemampuan penerima KUR dalam mengembalikan kredit KUR ke bank. (kmb24)
Bali Ppst/kmb24
I Gusti Putu Ekayana
BULELENG
8
Selasa Kliwon, 24 Juli 2018
Pengabenan Ibunda Karo Humas Pemprov Bali Singaraja (Bali Post) – Puncak upacara pengabenan almarhum ibunda Kepala Biro (Karo) Humas Pemprov Bali Dewa Gede Mahendra Putra, Desak Made Yuniarwati, Senin (23/7) kemarin, berlangsung lancar. Upacara ngaben dengan tingkatan madya utama ini di-puput Ida Pedanda Dwipa Sandi dari Geria Tohpati, Liligundi, Singaraja. Selain anak, menantu, cucu, dan kumpi almarhum, sejumlah tamu undangan dan warga turut mengantarkan jenazah almarhum ke tempat peristirahatannya terakhir. Iring-iringan bade berangkat dari rumah duka Jalan Kenanga No. 10, Singaraja sekitar pukul 11.00 Wita. Dengan menempuh jarak sekitar dua kilometer ke arah barat, iring-iringan bade ber-
jalan kaki menuju kuburan (setra) di Lingkungan Kayu Buntil, Kelurahan Kaliuntu, Singaraja. Tiba di kuburan, keluarga sibuk mempersiapkan upacara pembakaran jenazah almarhum. Puncaknya, ketika api mulai disulut untuk mengantarkan jenazah almarhum ke alam baka. Proses pembakaran jenazah itu diiringi tabuh angklung dan lantunan kidung suci dari undangan yang turut mendoakan agar almarhum diterima di sisi Tuhan. Anak almarhum, Dewa Gede Mahendra Putra, menjelaskan sesuai tradisi dan kesepakatan keluarga besarnya, tingkatan pengabenan yang digelar untuk almarhum ibunya termasuk madya utama. Tingkatan pengabenan ini diambil
sebagai wujud rasa bakti dirinya sebagai anak bersama saudara, cucu, kumpi, dan keluarga besar untuk memberikan upacara mulia sebagai penghormatan terakhir kepada almarhum. ‘’Atas kesepakaan keluarga dan kebiasaan kami memberikan persembahan terakhir untuk almarhum ibu, dengan upacara pengabenan madya utama,’’ katanya. Pria yang juga menjabat Karo Humas Pemprov Bali ini tidak henti-hentinya berterima kasih kepada keluarga besarnya yang telah membantu pelaksanaan upacara pengabenan almarhum. Tidak ketinggalan, dia juga menyampaikan terima kasih kepada kerabatnya yang juga menyampaikan dukacita mendalam atas kepergian almarhum. (kmb38)
Bali Post/kmb38
NGABEN - Keluarga dan kerabat berjalan kaki mengiringi bade pada upacara pengabenan jenazah almarhum ibunda Karo Humas Pemprov Bali, Desak Made Yuniarwati, Senin (23/7) kemarin.
Kisruh Rumah Sakit KDH Bross
Manajemen Gagal Penuhi Tuntutan Pekerja Singaraja (Bali Post) –
Penyelesaian kisruh puluhan pegawai kontrak dengan manajemen Rumah Sakit Karya Dharma Husada (KDH) Bross Singaraja belum menemukan kesepakatan dari kedua belah pihak. Pasalnya, mediasi pada kesempatan kedua, Senin (23/7) kemarin, gagal dilakukan. Pihak manajemen Rumah Sakit KDH Bross Singaraja itu belum memberikan keputusannya terkait harapan pekerja kontrak yang menuntut gaji Rp 1,7 juta per bulan. Konon, pihak manajemen rumah sakit itu masih melakukan rapat dengan owner dan para pemegang saham rumah sakit. Bali Post/kmb38
GUGATAN PRAPERADILAN – Kuasa hukum warga negara Nigeria Charles George Albert, mendaftarkan gugatan praperadilan, Senin (23/7) kemarin.
Dugaan Pemalsuan Dokumen Imigrasi
Kuasa Hukum Tersangka Ajukan Praperadilan
Singaraja (Bali Post) – Kasus dugaan pemalsuan dokumen keimigrasian dengan tersangka warga negara Nigeria Charles George Albert terus bergulir. Setelah dibebaskan dari masa penahanan selama 20 hari tidak diperpanjang Senin (16/7) lalu, kuasa hukum tersangka mulai menempuh upaya hukum lanjutan. Malah, Senin (23/7) kemarin tim kuasa hukum dari Global Trust mendaftarkan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Singaraja. Gugatan No. 1/Pid.Pra/2018/PN Sgr tanggal 23 Juli 2018 itu diterima Panitra Muda Pidana, I Ketut Catur Jaya Kusuma, S.H. Inti gugatan ini karena proses penahanan tersangka itu dinilai tidak sesuai prosedur yang diatur KUHP. Tim kuasa hukum juga menuntut pihak Imigrasi mencabut status tersangka WNA Nigeria yang diduga melakukan pemalsuan identitas untuk mengurus Dokumen Perjalanan Republik Indonesia (DPRI atau paspor - red) tersebut. Perwakilan tim kuasa hukum tersangka, Wirasanjaya, mengatakan setelah mendampingi tersangka, pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan dalam penanganan kasus kliennya itu. Dia menyebut kejanggalan yang terjadi adalah pihak Imigrasi diduga tidak melakuan tahapan hukum yang sudah diatur KUHAP. Sebelum seseorang ditetapkan menjadi tersangka sampai ditahan, seharusnya ada tahapan penyelidikan, kemudian dinaikkan menjadi penyidikan, hingga penetapan tersangka. Faktanya, pihak Imigrasi diduga langsung menetapkan tersangka kemudian menahan dan menitipkan penahanan tersangka di Lapas Kelas II B Singaraja. “Kami temukan kejanggalan, di mana tahapan hukum sesuai KUHP tidak dilalui. Setelah di BAP tanpa ada tahapan sesuai norma hukum, klien kami ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan,” katanya. Kejanggalan lain juga ditemukan yakni surat perintah penahanan (sprinhan) yang diterima dari pihak Imigrasi dengan Sprinhan dari Lapas Kelas II B Singaraja nomor suratnya sama tetapi beda tanggal terbit. Sprinhan dari Lapas Kelas II B terbit tanggal 17 Mei 2018 dan Sprinhan dari Imigrasi keluar 8 Mei 2018 Atas kejanggalan itu, Wirasanjaya mendesak Imigrasi mencabut status tersangka kliennya itu. Kalau Imigrasi menemukan pelanggaran dalam masa tinggal WNA di Indonesia, pihaknya mempersilakan pihak berwenang memulangkan paksa (deportasi - red) kliennya. “Kami minta title tersangka pada klien kami dicabut. Kalau melanggar izin tinggal di Indonesia, silakan saja dideportasi,” jelasnya. Sesuai SOP Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Kantor Imigrasi Singaraja Thomas Aries Munandar mengatakan, penanganan dugaan kasus ini sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Imigrasi diberikan wewenang yang sama dengan polisi untuk menyidik dugaan pelanggaran keimigrasian. Atas dasar itu, sejak menangani dugaan kasus ini, pihaknya menyusun Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan dinyatakan lengkap alias P21. Itu artinya, kasus ini tinggal menunggu proses persidangan di pengadilan. “Silakan saja mengajukan praperadilan. Kami sudah melakukan penyelidikan, penyidikan, dan menetapkan tersangka. BAP-nya juga sudah lengkap dan menunggu pelimpahan ke Kejaksaan untuk disidangkan,” jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, warga negara Nigeria Charles George Albert itu dijadikan tersangka karena diduga menggunakan dokumen kependudukan palsu. Saat mengajukan permohonan paspor, dia menggunakan KTP atas nama Komang Eli Agus Hermanto, warga Desa Cempaga, Kecamatan Banjar. Saat wawancara, pihak imigrasi curiga karena foto pada KTP dengan sosok yang mengajukan paspor itu tidak mirip. Saat ditanya, WNA tersebut tidak pernah menjawab lantaran mengaku tuli-bisu. Setelah diperiksa lebih lanjut, turis tersebut diketahui sebagai WNA dan memegang paspor Nigeria. Ia datang ke Indonesia pada Juli 2017 dan masa berlaku visanya habis September 2017. Selain dijadikan tersangka dalam tindak pidana keimigrasian, Charles George Albert juga menjadi tersangka kasus pemalsuan dokumen kependudukan. Malah sekarang ini masih dikembangkan penyidik Reskrim Polres Buleleng. (kmb38)
Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi (Disnakertrans) Buleleng Dewa Putu Susrama mengatakan, sikap manajemen yang menunda memberikan tanggapan atas tuntutan pekerjanya itu sah-sah saja. Ini karena batas waktu yang diberikan selama 10 hari kerja atau hingga Rabu (8/8) mendatang. Kalau sampai batas akhir itu, manajemen rumah sakit tidak juga memberikan kepastian, maka kasus ini diserahkan ke Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi (Disnakertrans) Bali. Kalau penanganan kasusnya di provinsi, maka pihak yang berhak menentukan nilai upah pekerja adalah Gubernur. “Mediasi lanjutan gagal karena manajemen rumah sakit mengadakan rapat dengan pihak pemegang saham. Ini masih ada waktu. Kalau batas waktunya sudah berakhir, maka kasus itu bisa dilimpahkan ke provinsi,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, karyawan Rumah Sakit KDH Bross Singaraja Kamis (19/7) lalu, mengadu ke kantor Disnakertrans Buleleng. Mereka keberatan karena gaji karyawan diturunkan dari perjanjian kontrak sebelumnya. Penurunan gaji pekerja kontrak itu disebabkan pihak rumah sakit telah diambil alih oleh manajemen Rumah Sakit Bali Royal yang menjadi Rumah Sakit KDH Bross
Singaraja. Sejak beralih kepemilikan dan perubahan manajemen, puluhan pekerja digaji di bawah standar Upah Minimum Kabupaten (UMK) dan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di Buleleng. Tidak terima dengan keputusan manajemen rumah sakit itu, pihak karyawan mengadukan masalah itu ke Disnakertrans. Sayang, pengaduan yang ditindaklanjuti mediasi mendatangkan pihak manajemen rumah sakit, gagal mengambil keputusan. Gaji Pekerja Rp 800.000 Seorang karyawan, Ketut Eyik Mastika, yang bertugas sebagai sopir ambulans menuturkan, perselisihan ini terjadi sekitar April 2018 lalu. Saat itu, dirinya diberi tahu manajemen bahwa pekerja yang terikat perjanjian dengan manajemen KDH akan dievaluasi. Kebijakan manajemen KDH Bross menyatakan, gaji pekerja kontrak Rp 800.000 per bulan. Atas keputusan itu, dia meminta digaji Rp 1,5 juta per bulan. Namun, pihak manajemen rumah sakit tidak menyetujui. Eyik kemudian mengadukan perselisihan itu kepada manajemen KDH Bross di Depasar, namun gagal mendapatkan titik temu. Langkah terakhir, meminta Disnakertrans memfasilitasi penyelesaian masalah tersebut. Sebelumnya, Eyik Mastika mendapat
gaji pokok berikut tunjangan Rp 2 juta per bulan. Atas keputusan manajemen itu, Eyik berusaha bertahan karena saat itu kalau tidak menandatangani perjanjian gaji baru, manajemen tidak mencairkan tunjangan hari raya (THR) Galungan. “Dulu gaji pokok saja Rp 1,7 juta dan tambah uang lembur atau tambahan saat mengantar pasien. Sebulan, saya dapat gaji Rp 2 juta. Tetapi sekarang saya dikasi Rp 800.000 per bulan,” katanya. Manajer Reprsentatif Rumah Sakit KDH Bross Singaraja dr. Gede Harsa Wardana mengatakan, keputusan evaluasi gaji ini karena rumah sakit sedang peralihan manajemen baru. Sejak diambil alih pada Agustus 2017 evaluasi manajemen itu dilakukan selama setahun. Dalam penyesuaian manajemen ini, pihaknya telah mengeluarkan kebijakan pembayaran gaji pegawai kontrak Rp 800.000.
Namun, pekerja di bidang-bidang kata dr. Harsa, sudah mengikuti standar UMK. Untuk penyesuaian gaji itu, pihaknya masih menetapkan keputusan pengupahan yang baik. Hanya, dia belum menyetujui permintaan pekerja, gaji Rp 1,7 juta per bulan. Alasan masih dibahas oleh pihak owner dan pemegang saham. (kmb38)
Daftar Jadi Bacaleg
SK Pemberhentian Empat Perbekel Diproses Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa (PMD) Buleleng telah menerima permohonan pemberhentian empat perbekel desa yang mendaftar ke KPU sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) dalam laga Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang. Empat perbekel yang memohon berhenti menjabat itu setelah resmi berhenti, maka pengganti perbekel tersebut dilakukan melalui jalur pergantian antarwaktu (PAW). Bagaimanakah proses pemberhentian perbekel itu? EMPAT perbekel yang memohon berhenti itu masing-masing Ketut Widana, Perbekel Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar; Made Sumendra Nurjaya, Perbekel Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan; Gede Mudita, Perbekel Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak; dan I Nyoman Dana, Perbekel Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak. Kepala Dinas PMD Buleleng Gede Sandhiyasa di ruang kerjanya, Senin (23/7) kemarin, membenarkan telah menerima permohonan pemberhentian keempat perbekel itu. Sesuai petunjuk KPU, kata Gede Sandhiyasa, Dinas PMD baru akan menerbitkan surat keterangan yang menyatakan Dinas PMD menerima permohonan pengunduran diri keempat
perbekel itu. Kemudian, menerbitkan surat keterangan yang menyatakan Dinas PMD itu sedang memproses keputusan pemberhentian jabatan perbekel itu. Setelah dua tahapan proses itu, pihaknya melakukan kajian dan menyusun draf keputusan pemberhentian itu. Draf keputusan bersama hasil kajiannya itu selanjutnya akan diajukan kepada Bupati Putu Agus Suradnyana (PAS). ‘’Permohonan pemberhentian sebagai perbekel itu sudah kami terima. Dan sekarang sedang proses kajian dan juga menyusun draf keputusan yang akan kami ajukan ke pimpinan untuk diputuskan,’’ jelasnya. Terkait antisipasi kekosongan jabatan perbekel yang ditinggalkan itu, Gede
Permohonan pemberhentian sebagai perbekel itu sudah kami terima. Dan sekarang sedang proses kajian dan juga menyusun draf keputusan yang akan kami ajukan ke pimpinan untuk diputuskan, Gede Sandhiyasa Kepala Dinas PMD Buleleng Sandhiyasa menyatakan untuk sementara akan ditunjuk penjabat perbekel yang diambil dari PNS. Jika masa jabatan perbekel yang memohon pengunduran diri itu kurang dari satu tahun, maka penjabat perbekel yang ditunjuk bertugas sampai ditetapkan perbekel yang definitif. Sedangkan kalau masa jabatan perbekel itu di atas satu tahun, maka penjabat perbekel yang ditunjuk itu ditugaskan memproses pergantian antar-waktu (PAW) perbekel itu. Ini dilakukan bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan memben-
tuk panitia di desa. Proses PAW-nya dilakukan melalui musyawarah desa (musdes). ‘’Kalau dari dokumen SK-nya keempat perbekel itu masih masa jabatannya di atas satu tahun, sehingga setelah nanti resmi berhenti, maka pejabat perbekel bersama BPD melakukan PAW perbekel,’’ jelasnya. Selain empat perbekel yang mengajukan permohonan berhenti menjabat, Dinas PMD sejauh ini juga menerima konfirmasi dari dua perbekel lain yang juga mendaftar sebagai bacaleg ke KPU. Dua perbekel desa
itu masing-masing Perbekel Desa Selat, Sukasada dan Perbekel Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula. Hanya, kedua perbekel ini belum mengajukan permohonan pengunduran diri secara resmi. Sebaliknya, keduanya baru berkoordinasi secara lisan. ‘’Kami tunggu saja dan kalau memang akan mengajukan permohonan mengundurkan diri, kami akan proses sehingga keputusan pemberhentiannya itu bisa terbit sebelum batas akhir penyetoran ke KPU,’’ jelasnya. (mud)
GIANYAR
Selasa Kliwon, 24 Juli 2018
9
Gardu PLN di Kesatrian Terbakar Gianyar (Bali Post) Warga digegerkan dengan terbakarnya gardu PLN di Jalan Kesatrian, Kelurahan Gianyar, Senin (23/7) kemarin. Kebakaran diduga terjadi akibat korsleting pada gardu tersebut. Informasi dihimpun, gardu PLN tersebut terbakar sekitar pukul 09.40 Wita. Kondisi ini membuat warga sekitar sempat panik. Warga tidak berani melintas karena khawatir terjadi ledakan. Akses jalan Kesatrian pun sempat ditutup sejak gardu terbakar hingga proses perbaikan. Api tidak sampai merembet ke tempat lain. Sebab petugas pemadam kebakaran dengan dua unit mobil pemadam cepat tiba di lokasi. Selama proses penanganan gardu yang berdekatan dangan kantor Dinas Sosial Kabupaten Gianyar itu, petugas pemadam kebakaran dibantu petugas PLN Gianyar. ‘’Menerima laporan ini, kita langsung terjunkan petugas,’’ ucap Kepala Satpol PP Gianyar Cokorda Gde Agusnawa. Sementara itu, Manajer Area PLN Rayon Gianyar Anggoro Fajar Gandajati mengatakan, akibat kejadian tersebut, PLN langsung menonaktifkan gardu tersebut. Dari pengecekan, terdapat kerusakan kabel PLN akibat kemasukan air. ‘’Yang terbakar kabel, bukan gardu,’’ ujarnya. Akibat kejadian ini, PLN memadamkan enam gardu untuk pengamanan listrik pelanggan. Pihaknya pun memohon maaf kepada pelanggan yang terkena dampak pemadaman. Atas kejadian ini PLN juga mengimbau masyarakat yang rumahnya berada dekat jaringan listrik untuk menjaga keamanan dan keselamatan. Misalnya dengan tidak bermain layang-layang dan melakukan pemangkasan pohon yang dekat dengan jaringan. ‘’Pemeliharaan jaringan listrik juga tetap rutin kami lakukan untuk pencegahan,’’ imbuh Anggoro. (kmb35)
TERBAKAR - Petugas melakukan penanganan pada gardu PLN yang terbakar.
Habis, Stok Blangko STNK
Gianyar (Bali Post) Sudah dua pekan lebih Kantor Pelayanan Samsat Kabupaten Gianyar mengalami kekosongan blangko notice Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Kondisi ini terjadi lantaran tidak ada pasokan blangko dari Korps Lalu Lintas Polri. Hal ini diungkapkan Kanit Regident Satlantas Polres Gianyar Ipda Untung Laksono. Menurutnya, blangko STNK didrop dari Polda Bali yang didapatkan melalui order dari Korlantas Polri. Saat ini pengadaan blangko dalam tahap tender. Atas kekosongan blangko saat ini, pihaknya memberikan surat permakluman bahwa STNK masih dalam proses, kepada pemilik kendaraan bermotor yang tengah mengurus STNK. Petugas membuat keterangan di balik Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) serta ditandatangani Perwira Administrasi (Pamin) Polri di Samsat dan distempel. ‘’Surat keterangan ini berlaku sementara sampai blanko STNK tersedia,’’ ujarnya, Minggu (22/7). Ditambahkannya, pada catatan tersebut juga tertera nomor telepon untuk validasi. Nomor ini berguna jika sewaktu-waktu ada petugas yang ingin memvalidasi kebenaran STNK masih dalam proses, terutama jika pengendara yang bersangkutan terjaring razia. Rata-rata permohonan penerbitan maupun perpanjangan STNK per pekannya mencapai 450 permohonan. Jumlah ini pun diperkirakan akan meningkat seiring dengan mulainya tahun ajaran baru. ‘’Biasanya siswa baru khususnya SMA cukup banyak dibelikan sepeda motor oleh orangtuanya,’’ ujarnya. (kmb35)
Pelanggaran Lalin di Ubud Masih Marak
Regulasi Belum Siap, Dishub Tak Bisa Bertindak Tegas
Gianyar (Bai Post) Beberapa hari pascadeklarasi tertib lalu lintas (lalin) di kawasan pariwisata Ubud, pelanggaran parkir masih marak ditemukan. Pelanggaran tidak hanya dilakukan pengendara roda dua, namun juga roda empat. Kemacetan juga diperparah aksi para guide yang menaikturunkan penumpang di tengah jalan.
Bali Post/nik
PEMICU KEMACETAN - Mobil yang menaikturunkan penumpang di tengah jalan. Hal ini menjadi salah satu pemicu kemacetan lalu lintas di Ubud.
Pantauan di lapangan Senin (23/7) kemarin, kemacetan lalin masih terjadi di sejumlah titik ruas jalan di kampung turis itu. Di simpang Pengosekan misalnya, kemacetan cukup panjang. Di Jalan Hanoman hingga Jalan Monkey Forest yang sudah dipasangi pelang larangan parkir, kemacetan tetap terjadi. Kemacetan dipicu kendaraan yang parkir di badan jalan. Kemacetan juga terjadi akibat guide yang beberapa kali menaikturunkan penumpang di tengah jalan. Apalagi mereka beberapa kali transit. Di sisi lain, petugas terkait belum nampak melakukan penindakan tegas terhadap pelanggar. Dikonfirmasi hal ini, Sekretaris Dinas Perhubungan
Kabupaten Gianyar Made Rai Ridartha, mengakui pihaknya masih melakukan sejumlah persiapan. Terlebih Perbup Penataan Parkir Ubud baru ketok palu. ‘’Misal, rambu untuk larangan bus 25 seat masuk ke Ubud itu belum kita pasang. Dan seandainya nanti melanggar itu bagaimana, detail seperti ini kan belum bisa masuk dalam Perbup,’’ katanya. Pihaknya juga masih menyiapkan rancangan regulasi untuk penggunaan sejumlah sarana, seperti 20 kunci ban dan alat derek untuk menindak kendaraan yang melanggar parkir. ‘’Yang bisa dikunci ini ketentuannya bagaimana saja? Demikian pula untuk derek,
setelah diderek akan dibawa ke mana, ini sedang kita rancang,’’ ujarnya. Kalaupun ngotot melakukan tindakan tegas, menurutnya hal itu bisa dilakukan aparat kepolisian. Namun saat ini konsentrasi polisi masih terpecah, karena tengah fokus pada pengamanan pembukaan Asian Games. Soal deklarasi tertib berlalu lintas di Ubud, dia menegaskan hal itu untuk mengingatkan kembali masyarakat tentang aturan yang sebelumnya pernah diinformasikan. ‘’Kita masih ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat agar sadar tidak melanggar karena memang tidak boleh sesuai aturan,’’ tegasnya. (kmb35)
Dewan Setujui Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2017 Menjadi Perda SETELAH melalui beberapa kali pembahasan, DPRD Kabupaten Gianyar akhirnya menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2017 Kabupaten Gianyar menjadi peraturan daerah (perda). Penetapan tersebut disampaikan dalam rapat gabungan Kabupaten Gianyar yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gianyar I Made Togog, Senin (23/7) kemarin. Rapat gabungan yang diikuti lima fraksi di DPRD Gianyar menyetujui Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun
2017 Kabupaten Gianyar menjadi Perda. Rencananya Perda tersebut akan disahkan menjadi Perda pada sidang keputusan dewan pada 30 Juli mendatang. Kendati menyetujui ranperda menjadi perda, Fraksi Golkar melalui Anom Masta menyarankan agar pemerintah daerah lebih tegas dalam menangani aset daerah. Begitu pula dengan Fraksi Hanura-NasDem. Kendati mengapresiasi langkah tersebut, namun Fraksi Hanura-NasDem juga memberikan syarat agar eksekutif tetap mengakomodir kepentingan dewan. Di sisi lain, Fraksi Gerindra yang sempat menunda
persetujuan karena belum adanya keputusan internal partai, akhirnya memberikan persetujuan dengan syarat, kepentingan dewan tetap diperhatikan. Pj. Bupati Gianyar Ketut Rochineng mengatakan sangat bangga dan senang atas disetujuinya Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2017 Kabupaten Gianyar menjadi perda. Menanggapi syarat yang diajukan Fraksi Hanura-NasDem dan Gerindra, Rochineng menyatakan akan mengakomodir, sepanjang anggaran masih memungkinkan. ‘’Dari semua fraksi setuju, bahwa apa yang kita laksanakan sudah
sesuai ketentuan, bisa dan sudah dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,’’ katanya. Sementara terkait usulan peningkatan hibah dan bansos DPRD Gianyar, Rochineng menyampaikan eksekutif diperkirakan bisa m e l a ku ka n p e n i n g ka t a n hibah dan bansos sekitar Rp 500 juta, sehingga total untuk 40 anggota DPRD bisa ditingkatkan sekitar Rp 20 miliar. ‘’Apalagi PAD kita naik Rp 54 miliar. Jadi, di antara usulan itu, dengan potensi pendapatan cukup memadai. Toh juga bansos untuk kepentingan masyarakat. Jadi ini kita penuhi,’’ katanya. (ad1316)
RAPAT - Rapat DPRD Gianyar yang akhirnya menyetujui Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2017 Kabupaten Gianyar menjadi perda.
Nyaleg, Empat Perbekel Ajukan Pengunduran Diri
I Ketut Suweta
Bali Post/nik
Gianyar (Bail Post) Empat orang perbekel yang memutuskan untuk nyaleg, sudah mengajukan surat pengunduran diri dari jabatannya sebagai perbekel. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Kabupaten Gianyar tengah memproses pengunduran diri tersebut. Hal ini diungkapkan Kepala BPMD Gianyar Ketut Suweta, Senin (23/7) kemarin. Dijelaskan Suweta, empat perbekel yang mengajukan pengunduran diri yakni Wayan Swarjaya (Perbekel Desa Batubulan Kangin) dengan sisa masa jabatan enam bulan, Made Sukra Suyasa (Perbekel Desa Sidan) dengan sisa masa jabatan 11 bulan, I Made Nada (Perbekel Desa Sumita) dengan sisa masa jabatan 14 bulan dan
I Wayan Gede Pradnyana (Perbekel Desa Lebih) dengan sisa masa jabatan tiga tahun enam bulan. ‘’Semua ini tentu segera kami proses sesuai aturan pengunduran diri, sehingga apa yang diinginkan bisa segera dilakukan oleh yang bersangkutan,’’ kata Suweta. Lebih lanjut dikatakannya, mereka akan ditetapkan berhenti sebagai perbekel sebelum penetapan Daftar Caleg Tetap (DCT). BPMD pun tengah menyiapkan pengganti untuk masing-masing perbekel tersebut. ‘’Kita siapkan pengganti, disesuaikan dengan sisa masa jabatan perbekel yang ditinggalkan,’’ ujarnya. Untuk perbekel dengan sisa jabatan lebih dari satu tahun, wajib dilaksanakan Pemilihan Antar-Waktu (PAW). PAW dipilih melalui musy-
awarah desa yang terdiri dari tokoh masyarakat, organisasi masyarakat desa hingga sekaa teruna dan lainnya. ‘’Beberapa tahun sebelumnya ada penunjukan PAW untuk Perbekel Tampaksiring, karena perbekel sebelumnya tersangkut kasus,’’ katanya Sebelum PAW, terlebih dahulu di kantor desa tersebut ditunjuk pelaksana tugas (plt) perbekel. Plt. perbekel akan bertugas mengawasi pemerintahan desa untuk sementara, sembari persiapan PAW. Sementara untuk perbekel yang masa jabatannya kurang dari setahun, maka Pemkab Gianyar melakukan penunjukan penjabat perbekel, yang berasa dari unsur Aparatur Sipil Negara (ASN). ‘’Untuk yang sekarang, kita akan menyiapkan dua penjabat yang memimpin pemerin-
tahan di desa itu sementara,’’ jelasnya. Disinggung kemungkinan adanya pengunduran diri perbekel lain yang ingin nyaleg, Suweta mengaku akan segera memprosesnya. ‘’Kalau ada lagi kan pasti kita proses, tapi sesuaikan juga batas waktu pencalegan di KPU,’’ tegasnya. Sementara itu, Ketua KPU Gianyar A.A. Gde Putra menjelaskan, saat ini tengah dilangsungkan perbaikan daftar calon dan syarat calon anggota serta bakal calon pengganti. Tahapan selanjutnya yakni verifikasi terhadap perbaikan daftar calon dan syarat calon. Tahapan ini berlangsung 1 sampai 7 Agustus. ‘’Sementara untuk tahap akhir penyusunan dan penetapan DCT itu di bulan September,’’ ungkapnya. (kmb35)
JEMBRANA
10 Bacaleg Mantan Koruptor Dipastikan Tidak Lolos
Negara (Bali Post) Verifikasi persyaratan bakal calon legislatif (bacaleg) Kabupaten Jembrana telah dilakukan. Dari sekian orang yang mendaftar, diketahui ada satu nama merupakan mantan narapidana (napi) korupsi. Terkait hal ini, bacaleg mantan korupor tersebut dipastikan akan tidak lolos. Untuk itu, partai politik (parpol) yang memiliki bacaleg yang tidak sesuai persyaratan (mantan koruptor) diharapkan segera mengajukan pengganti. Komisioner KPU Jembrana Divisi Hukum dan Pengawasan I Nengah Suardana, Senin (23/7) kemarin mengatakan, sesuai dengan pakta integritas, salah satu poinnya parpol tidak mencalonkan anggota legislatif yang melakukan atau terlibat kasus narkoba, tindak pidana korupsi, terorisme serta kejahatan seksual terhadap anak. Karena itu, bila ada bacaleg yang pernah menjadi terpidana seperti itu, semestinya pihak partai yang melakukan pencoretan lantas menggantinya dengan yang lain. Saat ini tahapan masih berjalan dan ada waktu untuk proses perbaikan berkas. Termasuk mengganti bacaleg yang nantinya dinyatakan tidak lolos. “Sekarang masih ada waktu. Semestinya dari parpol sesuai pakta integritas sudah melakukan penggantian jika ada bacaleg yang terlibat kasus seperti di atas,” terangnya. Dengan demikian, KPU Jembrana mengimbau kepada parpol yang mencalonkan mantan napi korupsi mengganti sebelum penetapan daftar calon tetap (DCT). Selama masa itu, masyarakat juga bisa memberikan masukan terkait bacaleg bila pernah terlibat masalah pidana dengan disertai data yang akurat. Selanjutnya KPU akan menelusuri. Pihaknya juga mengimbau kepada bacaleg yang pernah terjerat hukum dan itu harus jujur diakui. Agar nanti saat penetapan tidak tercoret. Bacaleg yang pernah tersandung pidana umum, menurutnya juga harus menyertakan syarat tambahan yakni mengumumkan di media massa dengan bukti dari pimpinan redaksi media. Sementara itu, Ketua KPU Jembrana I Gusti Ngurah Agus Darmasanjaya menjelaskan, terkait bacaleg yang tidak memenuhi syarat ini akan lebih menguntungkan jika parpol yang mengganti. Sebab, kalau diserahkan ke KPU, maka akan dicoret tanpa ada pengganti. Masih ada tahapan penggantian pada 4-10 September 2018. “Pada tahap perbaikan sekarang juga boleh diganti. Jika (nanti) dicoret, tidak bisa diganti. Karena DCT sudah ditetapkan,” tandas Darmasanjaya. Selain itu, nantinya juga ada tahapan masukan dan tanggapan masyarakat terkait Daftar Calon Sementara (DCS) selama sepekan lebih. Di sana masyarakat bisa memberikan masukan terkait DCS tersebut, termasuk bila ada caleg yang pernah terjerat hukum. Diberitakan sebelumnya, saat penyerahan Berita Acara Hasil Pemeriksaan (BAHP) dokumen syarat bacaleg akhir pekan lalu diketahui ada sejumlah bacaleg yang merupakan mantan napi. Dari 344 untuk 13 partai politik (parpol) yang mendaftar, ada beberapa bacaleg berstatus mantan napi. Di antaranya satu mantan napi korupsi dan sejumlah bacaleg juga pernah terlibat pidana umum seperti illegal logging dan perjudian. (kmb26)
Bali Post/olo
UNGGAS - Unggas yang diamankan di Gilimanuk akhir pekan lalu hingga kemarin masih ditempatkan di Kandang Karantina Gilimanuk.
Ratusan Unggas Selundupan akan Dimusnahkan
Negara (Bali Post) Ratusan unggas selundupan yang diamankan akhir pekan lalu hingga Senin (23/7) kemarin masih di kandang Karantina Gilimanuk. Lantaran tak ada yang mengakui, unggas yang terdiri dari ayam, burung dan kalkun itu rencananya akan dimusnahkan pihak Karantina. Penanggung Jawab Karantina Pertanian Terpadu Wilayah Kerja Gilimanuk Ida Bagus Eka Ludra mengakui hingga sore kemarin belum ada pihak yang merasa memiliki unggas itu mengurus dokumen yang diperlukan. “Sudah tiga hari diberikan kesempatan melengkapi dokumen, tapi pemiliknya tidak datang. Kemungkinan yang punya sudah tidak mengurus karena takut kena sanksi hukum,” terangnya. Dengan tidak datangnya pemilik, maka barang tersebut harus dimusnahkan. “Untuk pemusnahan, kita masih menunggu kajian tim dari Balai Denpasar,” tambahnya. Ratusan unggas ini memang berpeluang menyebarkan virus flu burung. Lalu lintas keluar masuk unggas hidup ke Bali masih dilarang guna mengantisipasi penyakit tersebut. Diberitakan sebelumnya ratusan unggas yang diangkut menggunakan truk ini diamankan di Pelabuhan Gilimanuk pada Jumat (20/7) lalu. Total ada 793 ekor di antaranya ayam, merpati, burung perkutut, puyuh, dan kalkun. Pengiriman yang rencananya dengan tujuan ke Pasar Beringkit ini tanpa dilengkapi dokumen dari
daerah asal. Dari informasi sopir truk, unggas tersebut dikirim dari Pasuruan, Jawa Timur. Setelah dilimpahkan ke Karantina, ratusan unggas bernilai jutaan rupiah itu langsung ditempatkan di kandang karantina. Sejatinya karantina bisa menolak langsung, tetapi diberikan kesempatan hingga tiga hari kepada yang bertanggung jawab terhadap pengiriman tersebut. Namun faktanya sampai sekarang tidak datang juga penanggungjawabnya. (kmb26)
Selasa Kliwon, 24 Juli 2018
Pencairan Dinilai Lambat
Program Santunan Penunggu Pasien dan Kematian Disorot Dewan
Negara (Bali Post) –
Sejumlah program unggulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana mendapat sorotan dari kalangan DPRD Jembrana. Dua program yang disorot di antaranya santunan penunggu pasien dan santunan kematian. Pasalnya, pencairan bantuan ini terkesan lambat. Padahal bantuan ini sangat diharapkan masyarakat. Ketua Fraksi Hanura Jembrana Ferlinand Taufiq, Senin (23/7) kemarin mengatakan, program santunan penunggu pasien kelas III, proses pengurusannya dinilai lambat. Padahal mereka sudah mengajukan jauh hari sebelumnya. Sejatinya program ini sangat membantu dan disambut baik masyarakat. Hal ini sebagai penunjang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dana itu diperuntukkan bagi penunggu pasien. Sebab penunggu pasien tidak bekerja dan santunan itu sebagai gantinya. Begitu juga halnya dengan santunan kematian. Santunan ini diperuntukkan untuk masyarakat yang berKTP Jembrana dan meninggal dunia. Santunan yang nilainya sama ini diharapkan bisa membantu masyarakat. ‘’Dua program itu merupakan program unggulan, tapi masalah pencairannya sampai
berbulan-bulan. Sering kami mendapatkan keluhan dari masyarakat. Sebaiknya disikapi,’’ terang Ferlinand. Dengan lambatnya pencairan itu, pihaknya meminta kepada dinas terkait untuk mengiventarisir kendalakendala, termasuk juga mencarikan solusi. Hal itu dilakukan agar pelayanan terbaik kepada masyarakat terkait program unggulan ini bisa terlaksana dengan baik. Tak hanya dua program itu, tetapi juga pendataan KK miskin yang masih banyak ketimpangan di lapangan. Diharapkan dinas terkait melakukan perekrutan tenaga yang bisa melakukan survei langsung ke 51 desa dan kelurahan. ‘’Pendataan KK miskin ini membutuhkan verifikasi faktual, bukan sebatas data yang dikirima desa atau kelurahan,’’ terangnya. Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten
Negara (Bali Post) Belakangan ini, Kabupaten Jembrana diserbu anak jalanan. Sejak Lebaran beberapa bulan lalu, sudah beberapa kali petugas mengamankan anak jalanan tanpa identitas dan langsung dipulangkan ke daerah asalnya. Untuk kesekian kalinya, petugas Satpol PP Jembrana kembali mengamankan puluhan anak punk. Para remaja ini diciduk di Pekutatan, Senin (23/7) kemarin. Mereka diamankan sekitar pukul 13.00 Wita. Kemudian mereka sempat diamankan di Polsek Pekutatan untuk dilakukan pendataan dan
pembinaan. Setelah didata dan diketahui tanpa identitas, mereka langsung dipulangkan. Untuk memastikan kepulangan mereka, petugas pun mengantarnya hingga naik ke kapal penyeberangan Gilimanuk-Ketapang. Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tibumtranmas) Satpol PP Jembrana Kadek Agus Arianta mengatakan, mereka sebelumnya ditemukan berjalan secara bergerombol di pinggir jalan Denpasar-Gilimanuk. Mereka menyetop truk yang melintas ke arah Gilimanuk. Ternyata, mereka dari Denpasar dan
Bali Post/olo
RAPAT - Rapat paripurna yang digelar pekan lalu. Saat itu Dewan mempertanyakan realisasi program santunan penunggu pasien dan kematian yang dinilai lambat. Jembrana Wayan Gorim menerangkan, khusus untuk dana penunggu pasien, pencairannya sudah lancar. Diakui memang pada pertengahan tahun 2017 lalu sempat tersendat karena menunggu perubahan peraturan bupati (perbup). Untuk itu, penerimaan santunan itu terjadi
keterlambatan. Akan tetapi, hal itu sudah teratasi di akhir 2017 lalu. ‘’Kalau sekarang sudah lancar, setiap ada pengajuan kami verifikasi langsung,’’ tandas Gorim. Bedanya dengan tahun-tahun sebelumnya tidak gelondongan Rp 5 juta. Tetapi nilai uang
hendak pulang ke Jawa. ‘’Ada 20 orang yang diamankan,’’ kata Agus Arianta. Saat pendataan dilakukan, dari 20 orang itu, 7 di antaranya membawa KTP, 4 orang kartu pelajar dan 9 orang tanpa identitas. Mereka mengaku datang ke Bali pada akhir pekan lalu. Mereka melakukan perjalanan dari Jawa Barat. Tujuan mereka ke Bali untuk menonton konser grup musik yang diidolakan. Namun, saat hendak pulang ke Jawa, mereka kehabisan bekal sehingga diturunkan di wilayah Pekutatan. (kmb26)
DIAMANKAN – Puluhan anak punk yang diamankan petugas Satpol PP.
penunggu dirinci per hari. Adapun rinciannya untuk penunggu pasien di puskesmas Rp 150 per hari, di RSU Negara Rp 200 ribu per hari dan untuk di RSU Tabanan, RSUP Sanglah dan Bangli, Rp 250 ribu per hari. Ini berlaku untuk penunggu pasien kelas III. (kmb26)
Puluhan Anak ’’Punk’’ Diamankan di Pekutatan
Bali Post/olo
Membahayakan, Jembatan Yeh Leh Tanpa Payal
Negara (Bali Post) – Kawasan perbatasan Kabupaten Jembrana-Tabanan yang sudah ditata menjadi objek wisata, ternyata masih perlu pembenahan. Seperti keberadaan jembatan Yeh Leh dan persoalan sampah. Jembatan yang berada di atas sungai Pengeragoan ini sejak dibangun tanpa adanya payal atau pengaman. Hal ini dinilai sangat membahayakan pengguna jalan. Tak hanya itu, juga persoalan sampah yang tak kunjung selesai. Sampah-sampah terlihat berserakan di objek wisata tersebut. Padahal pihak pengelola sudah menyediakan tempat sampah, bahkan kontainer. Akan tetapi, para pengujung rupanya lebih memilih membuang sampah sembarangan. Dengan banyaknya sampah yang berserakan, tentunya objek wisata ini tak sedap dipandang. Mengenai kondisi jembatan tanpa payal itu, dikhawatirkan membahayakan para pengunjung. Sebab, banyak kendaraan pengunjung yang singgah di pinggir jalan. Yang lebih membahayakan yakni posisi jembatan itu tepat di tikungan jalan. ‘’Kalau dibandingkan dengan jembatan lain, hanya ini yang tanpa payal. Khawatirnya kalau nanti ada
dah sejak lama begitu (tanpa payal - red),’’ terangnya. Sedangkan untuk sampah di sekitar objek Pantai Yeh Leh sejatinya sudah ada tenaga kebersihan. Berikut juga disediakan tempat-tempat sampah dan kontainer. Dijelaskan objek wisata ini dikelola lima desa pak-
Bali Post/olo
JEMBATAN - Jembatan Yeh Leh yang berada di perbatasan Kabupaten Tabanan-Jembrana tanpa dilengkapi payal. kendaraan lolos dan jatuh,’’ kata Artawan, salah seorang pengunjung asal Gianyar, Minggu (22/7) lalu. Selain rest area yang sudah ada sebelumnya, di sekitar objek wisata Pantai Yeh Leh sudah mulai bermunculan warung-warung. Terbatasnya tempat parkir juga menyebabkan di sepanjang jalur Denpasar-Gilimanuk ini
sering padat kendaraan. Tak hanya mobil pribadi, truk pun kerap parkir di pinggir jalan tersebut. Sementara itu, Perbekel Pengeragoan Wayan Balikari, Senin (23/7) kemarin mengatakan jembatan itu diakui sudah sejak lama memang tanpa pengaman. Tetapi selama ini disebut masih aman-aman saja. ‘’Su-
raman. Sedangkan pengelolaan sampah juga dikelola melalui BUMDesa. ‘’Ada tenaga yang membersihkan langsung di sana, termasuk di Patung Makepung. Warga setempat juga turun (gotong royong bersih-bersih) sebulan sekali,’’ tandas Balikari. (kmb26)
Selasa Kliwon, 24 Juli 2018
Karangasem
11
SOSOK Siap Tarung Lagi TOKOH-TOKOH politik dari berbagai daerah kembali muncul untuk berkompetisi (baca bersaing -red) politik dalam Pemilu Legislatif 2019. Di tingkat kabupaten, mereka yang pernah gagal pada Pileg tahun 2014, kembali siap menantang para incumbent. Salah satunya, I Wayan Parka. Politisi asal Banjar Tihingan Kangin, Desa Bebandem, mengaku siap maju lagi dalam persaingan ini melalui Partai Gerindra. Politisi yang dikenal dulu memimpin PKPI Karangasem ini, mengaku sudah belajar banyak dari kekalahan periode sebelumnya. Saat itu, politisi yang pernah dua periode menjadi legislator DPRD Karangasem ini (2004-2009, 2009-2014), hanya kalah 87 suara dari pesaingnya, Marjuhin, di Dapil Bebandem-Manggis melalui pemungutan suara ulang saat itu. “Sekarang, ada 192 TPS di Dapil Bebandem. Saya ingin perolehan suara nanti merata. Bukan lagi jago kandang,” kata Parka saat ditemui di kediamannya, Senin (23/7) kemarin. Tergabungnya Parka di Partai Gerindra, terbilang kejutan. Sebab, banyak kalangan menilai Parka akan bergabung dengan Partai NasDem, setelah sebelumnya ikut andil memenangkan Mas Sumatri sebagai Bupati Karangasem. Akan tetapi, suami Ni Luh Sutantri ini memiliki pandangan lain dalam berpolitik. Berpolitik itu harus ada kecocokan gagasan sebagai kader dengan partai itu jadi hal sangat penting. Jadi, bukan sekadar ikut-ikutan. “Berpolitik itu, kita harus punya ruang mengeluarkan ide dan gagasan. Saya melihat Gerindra Karangasem memberi saya tempat untuk itu,” kata Parka yang kini juga dipercaya sebagai Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Karangasem ini. (gik)
Bali Post/kmb31
MEMIMPIN EKSEKUTIF - Sebagai Ketua TAPD, Sekda Karangasem saat memimpin eksekutif pada rapat kerja gabungan komisi, Senin (23/7) kemarin.
Rapat Bahas Dermaga Rakyat Padangbai
Dewan Pertanyakan Dana Retribusi
Puting Beliung Rontokkan Atap Rumah di Bunutan Nelayan Seraya Diminta Ajukan Proposal
Amlapura (Bali Post) Cuaca ekstrem di Karangasem terus saja berlanjut. Setelah memicu gelombang laut dan ombak pantai yang merusak puluhan jukung nelayan di Desa Seraya Barat, Kecamatan Karangasem, giliran angin puting beliung itu menerjang Banjar Bangle, Desa Bunutan, Kecamatan Abang. Meski tidak terlalu kuat, tetapi amukan angin kencang itu sudah cukup merusak atap rumah penduduk. Puting beliung itu menerjang rumah-rumah di Banjar Bangle, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Senin (23/7) dini hari kemarin. Namun, puting beliung itu hanya menyapu rumah I Made Mudiasa (38). Kejadiannya pukul 01.30 wita. Puting beliung itu merontokkan atap rumah dari material genting itu. ‘’Kami sekeluarga sedang tidur, tiba-tiba terdengar rumah seperti tertimpa pohon tumbang,’’ katanya. Petani ini awalnya berpikir rumahnya memang tertimpa pohon tumbang karena di dekat rumahnya ada pohon besar tinggi menjulang. Dia baru menyadari rumahnya dihempas puting beliung setelah memastikan pohon besar dekat rumahnya itu masih berdiri kokoh. ‘’Saya cek kondisi rumah ternyata atap bagian utara hilang,’’ jelasnya. Syukurnya, seluruh anggota keluarga Mudiasa selamat. Bahkan, tidak ada yang terluka sedikit pun. Namun, kejadian tersebut sudah cukup membuat Mudiasa linglung. Pasalnya, kerugian material dari hempasan angin puting beliung itu mendekati angka Rp 5 juta. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem bergerak cepat menindaklanjuti kejadian tersebut. Korban yang tersapu puting beliung itu langsung digelontor bantuan logistik seperti terpal dan perlengkapan darutat lainnya. Sedangkan untuk para nelayan Seraya yang jukungnya rusak dan juga hanyut oleh terjangan ombak pantai itu diminta segera mengajukan proposal bantuan. Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa mengatakan, kerugian nelayan Seraya akibat hempasan gelombang laut dan ombak pantai itu diperkirakan mencapai Rp 340 juta. Kerugian tersebut rencananya ditalangi menggunakan dana bantuan pascabencana BPBD Provinsi Bali. ‘’Nelayan agar secepatnya menyampaikan data kerugiannya. Pengajuan proposal nanti akan difasilitasi Camat Karangasem,’’ jelasnya. Gelombang laut dan ombak pantai yang menerjang kawasan pantai di Seraya itu terjadi Jumat (20/7) lalu. Ombak besar di pantai itu terjadi pada dini hari. Para nelayan baru tahu pada pagi harinya. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu. (kmb)
’’Nelayan
agar secepatnya menyampaikan data kerugiannya. Pengajuan proposal nanti akan difasilitasi Camat Karangasem.’’ Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa
Amlapura (Bali Post) Rapat kerja gabungan komisi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) berlangsung Senin (23/7) kemarin. Para legislator Karangasem banyak menyoroti persoalan melorotnya pendapatan daerah. Dewan kembali mengungkit retribusi dari dermaga rakyat Padangbai itu. Sebab, ada informasi dari total dana Rp 1,2 miliar, sekarang tinggal Rp 400 juta. Wakil Ketua DPRD Karangasem Made Wirta meminta kejelasan terhadap persoalan ini. Sebab, diduga ada dana Rp 800 juta hilang misterius. Jika Pemkab Karangasem tak bisa menjelaskan hal itu, pihaknya mengancam akan mengambil langkah-langkah, sesuai kewenangan dewan. ‘’Tolong hal itu dijelaskan. Dipakai apa saja uang itu. Saya dengar masih lagi Rp 400 juta,’’ kata politisi PDI-P asal Desa Bungaya
ini. Kepala Bapelitbangda Karangasem Sujana Erawan mengatakan dana tersebut katanya masih utuh. ‘’Dananya masih utuh, sekarang masih tersimpan di BPD,’’ katanya. Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi menambahkan, persoalan ini sejak awal sudah diwanti-wanti lembaga DPRD Karangasem. Bahkan, terjadi pertentangan keras antara pihak eksekutif dan legis-
latif, karena membentuk Badan Pengelola Padangbai, yang ada MO (Manajemen Operasional) di dalamnya, hanya bermodalkan perbup, bukannya perda. Keberadaan dana ini mesti dapat dipertanggungjawabkan, agar tidak mengundang pertanyaan masyarakat. ‘’Bagaimana Bapak bilang dananya masih utuh di BPD. Tetapi, Bapak tidak tahu jumlahnya berapa sekarang. Ada-ada saja Bapak ini,’’ sorot Sumardi.
Sumardi mengisyaratkan akan memanggil Kepala BPD Karangasem untuk menelusuri keberadaan dana ini. Sebab, kabar yang santer terus berembus, dananya tinggal Rp 400 juta. Jika itu benar, maka dana Rp 800 juta itu harus dapat dipertanggungjawabkan. Anggota DPRD Karangasem lainnya, Komang Mustika Jaya, juga mempertanyakan hal itu.Dia mengaku banyak mendapat pertanyaan dari pelaku pariwisata di Kecamatan Manggis, khususnya dari Candidasa dan di Padangbai. Sekda Karangasem I Gede Adnya Mulyadi mengatakan Badan Pengelola yang sudah terbentuk itu
sebaiknya dibubarkan saja. Salah satunya, Badan Pengelola Kawasan Padangbai. Sebab, dasar pembentukannya tak kuat. Dia menambahkan, sejak digerebek Polda Bali tahun lalu, MO Padangbai itu dikatakan sudah tidak beroperasi lagi. Sehingga, Sekda Adnya Mulyadi menyarankan agar Badan Pengelola ini segera dibubarkan. Made Wirta menambahkan, kesempatan rapat kerja ini dimanfaatkan untuk mengingatkan kembali agar eksekutif bisa menjaga hubungan yang baik dengan legislatif. Sebab, selama ini hubungan antara eksekutif dan legislatif tidak nyambung. (kmb31)
Sidang Paripurna Dewan
Tetapkan Perda BPD dan Sistem ’’Online’’ Pajak Daerah DPRD Karangasem menggelar sidang paripurna dengan eksekutif Senin (23/7) kemarin. Dua agenda pokok yang dibahas yakni pengambilan keputusan terhadap dua rancangan peraturan daerah (ranperda), masing-masing Ranperda tentang Sistem Online Pajak Daerah dan Ranperda tentang Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Sidang paripurna itu dipimpin langsung Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi dan unsur pimpinan dewan. Rapat paripurna itu dihadiri Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri, Wabup Wayan Artha Dipa, serta seluruh anggota dewan dan pimpinan OPD Pemkab Karangasem. Selain pengambilan keputusan atas dua ranperda tersebut pada rapat paripurna kemarin itu, Bupati Mas Sumatri juga menyerahkan dua ranperda lainnya untuk dibahas, yakni Ranperda tentang Penyelenggaraan Perlindungan Perempuan dan Anak serta Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Karangasem Tahun 2017 yang diterima langsung Ketua Dewan I Nengah Sumardi. Pansus II dalam laporannya yang dibacakan I Made Juwita memberikan banyak
TERIMA DUA RANPERDA - Ketua DPRD Karangasem saat menerima dua ranperda lainnya dari Bupati Mas Sumatri dalam sidang paripurna, Senin kemarin. catatan strategis, termasuk pandangan akhir fraksi-fraksi di DPRD mengenai Ranperda Badan Permusyawaratan Desa. Pansus II berpendapat jika peran BPD bersama pemerintahan desa itu sangat penting. Sebab, BPD merupakan lembaga yang melaksanakan fungsi pemerintahan desa yang anggotanya merupakan wakil dari penduduk desa, berdasarkan keterwakilan wilayah dan ditetapkan secara demokratis.
“BPD dalam kedudukannya sebagai mitra pemerintah yang memiliki posisi setara perbekel, yaitu sebagai salah satu unsur penyelenggara pemerintahan desa,” kata Juwita membacakan laporan Pansus II. Dalam praktiknya segala hasil musyawarah di desa dalam bentuk kesepakatan, dituangkan pada keputusan hasil musyawarah. Ini dijadikan dasar BPD dan pemerintah desa dalam menetapkan
kebijakan desa. Sebelum Ranperda BPD itu ditetapkan sebagai perda, sempat terjadi perdebatan dan perbedaan pandangan antara dewan dengan pihak eksekutif. Akhirnya, dewan dalam hal ini Pansus BPD bersama eksekutif melaksanakan konsultasi ke Biro Hukum dan HAM Setda Provinsi Bali. Ini terkait larangan rangkap jabatan sebagai anggota DPR-RI, DPRD Provinsi, atau DPRD
Kabupaten/Kota dan jabatan lain yang ditentukan dalam peraturan perundanganundangan yang berlaku. Pansus bersama eksekutif juga melakukan koordinasi dengan DPRD Kabupaten Bangkalan dan ke Dinas BPMD Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Dari pembahasan yang dilakukan berikutnya, akhirnya pansus dan eksekutif menyepakati pasal 57 ayat 4 menghapus kata wali kota itu sehingga kemudian berbunyi, “Besaran tunjangan BPD sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dan ayat 2 ditetapkan oleh Bupati.’’ Pada intinya, seluruh fraksi di DPRD Karangasem menyetujui Ranperda BPD untuk ditetapkan sebagai perda. Fraksi Golkar meminta agar setelah ranperda ini ditetapkan agar pemerintah segera melakukan sosialisasi ke masyarakat yang ditindaklanjuti perbup sebagai landasan operasionalnya. Fraksi PDI-P juga menyetujui ranperda ini ditetapkan sebagai perda. Dengan catatan, dalam penerapan perda itu agar sesuai dengan mekanisme di lapangan. Seperti desa yang nantinya ditokohkan itu agar baik, maksudnya tidak ada asalasul cacat celanya. (ad1319)
Gunakan Antena Portabel
Pasebaya Temukan Pelaku ’’Jammer’’ di Kecamatan Kintamani Kerja keras tim pemburu Pasebaya bersama ORARI Karangasem mengungkap aksi jammer yang mengganggu frekuensi radio komunikasi Relawan Gunung Agung, membuahkan hasil. Melalui pelacakan menggunakan peralatan khusus, tim gabungan berhasil menemukan satu orang pelaku, Minggu (22/7). Identitasnya berinisial Wayan dari Langkan, Kintamani. Motifnya sengaja apa tidak mengganggu frekuensi radio komunikasi Relawan Gunung Agung itu? ANGGOTA Tim Fox Hunting Pasebaya I Wayan Nuarta, Senin (23/7) kemarin, mengatakan pelacakan pelaku jammer itu mulai dilakukan sejak
mulainya terjadi gangguan frekuensi, sekitar pukul 10.00 menggunakan antena portabel. Pelacakan dari Posko Induk Pasebaya di Desa Duda
Timur, Kecamatan Selat, akhirnya bisa menemukan sumber sinyal berada di daerah barat laut atau 30 derajat dari arah Rendang. Setelah memastikan arah sinyal pengganggu, tim langsung bergerak ke sasaran. Tetapi sebelumnya, tim berkoordinasi dengan ORARI Gianyar dengan datang langsung ke Gianyar. Dari sana tim kembali melakukan pelacakan dan sinyal pengganggu masih bersumber dari posisi yang sama. Pelacakan saat di Gianyar itu menggunakan antena yang lebih canggih yang disebut antena base
station. Dari Gianyar tim bergerak ke Kintamani, Bangli dengan menggunakan antena portabel. Dari sana diketahui sinyal penggangu itu berhasal dari wilayah Suter, Rendang. Awalnya, tim sempat beberapa kali bolak-balik sampai akhirnya diketahui sumber sinyal pengganggu berasal dari seberang jurang. Setelah beberapa kali bolak-balik, tim akhirnya dapat memastikan sumber sinyal pengganggu tersebut. Posisinya berada di wilayah Banjar Langkan, Kintamani. ‘’Kita harus melewati jalan
berat, mobil kami sempat nyaris terperosok. Tapi usaha kami tidak sia-sia,’’ ucap Nuarta. Setelah diselidiki, sumber sinyal itu berasal dari rumah salah seorang warga Langkan berinisial Wayan. Benar saja, setelah ditelisik tombol mikrofon pesawat radio amatir milik pelaku dalam posisi on (menyala). Posisi itu membuat pesawat radio tersebut selalu transmit (masuk) ke frekuensi 146.800 Hz yang digunakan Pasebaya. Tertangkap tangan melakukan aksi tidak terpuji itu, pelaku mencoba berdalih.
Kepada Tim Pemburu Pasebaya, pelaku mengatakan tombol mikrofon pesawat radio amatirnya itu tidak sengaja terpencet. ‘’Katanya, anaknya sempat membersihkan ruangan tempat dia menempatkan pesawat radionya itu. Katanya mikrofon sempat dipindahkan hingga tombolnya tergencet terus,’’ urai Nuarta. Tim Pemburu Pasebaya tidak begitu saja percaya dengan pengakuan pelaku itu. Mereka yakin itu disengaja. Pelaku sengaja menahan tombol mikrofon itu hingga terus terpencet. Modus jam-
mer yang ditemukan di rumah palaku yaitu radio itu sengaja dinyalakan dengan modus audio music kemudian tombol mikrofon itu ditindih sehingga terus transmit. Proses pelacakan itu berlangsung sampai malam, sekitar pukul 22.00 Wita. Meski pelaku sudah tertangkap basah, Tim Pemburu Pasebaya masih mengedepankan langkah persuasif. ‘’Pelaku sudah minta maaf dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya. Identitas pelaku sudah kita catat,’’ ujar Sekretaris Pasebaya I Wayan Suara Arsana. (kmb)
KLUNGKUNG
12
Selasa Kliwon, 24 Juli 2018
Wakil Ketua DPRD Dilengserkan
Mundur dari Partai, Tuding Ada Diskriminasi
Semarapura (Bali Post) Kisruh Wakil Ketua DPRD Klungkung Ida Ayu Made Gayatri dengan partainya, Hanura, terus berlanjut. Setelah muncul surat pencopotan dari jabatannya, politikus asal Desa Takmung Kecamatan Banjarangkan ini juga memutuskan angkat kaki sebagai kader partai. Hal tersebut ditegaskan saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (23/7) kemarin.
Bali Post/sos
MELAPOR - Korban penjambretan Ni Putu Devi Astuti saat melapor ke Polsek Dawan, Minggu (22/7) malam.
Karyawan Minimarket Dijambret di Kusamba
Semarapura (Bali Post) Warga yang melintas di Jalan By-pass Ida Bagus Mantra, Klungkung sepertinya harus waspada, terutama para wanita yang bepergian di malam hari. Hal ini dilakukan supaya tidak terjadi seperti yang dialami Ni Putu Devi Astuti (18), warga Banjar Pundukdawa, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan. Ia mengalami aksi penjambretan di persimpangan menuju Pundukdawa, Desa Kusamba, Minggu (22/7). Berdasarkan informasi yang dihimpun, Senin (23/7) kemarin, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 23.30 Wita. Ketika itu korban pulang kerja dari salah satu minimarket wilayah Ubud, Gianyar. Tiba di TKP yang dekat SPBU, ia merasa dibuntuti orang yang tidak dikenal. Tak lama, tas warna biru dongker yang diselempangkan di badannya langsung ditarik pelaku. Pelaku langsung kabur dan melaju kencang ke timur menuju jalur Karangasem. Korban pun mencoba mengejar, namun tak ditemukan. Kejadian ini langsung dilaporkan ke Polsek Dawan. Dari laporannya, tas tersebut berisi satu HP Samsung J7 dan dompet cokelat berisi suratsurat penting. Kerugian korban diperkirakan mencapai Rp 3,5 juta. Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP I Made Agus Dwi Wirawan membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya masih melakukan penyelidikan dengan mengejar pelaku. Sebagai bentuk antisipasi agar tidak terjadi kejadian serupa, pihaknya mengerahkan personel untuk melakukan patroli. ‘’Opsnal buser sudah disiagakan di sepanjang Jalan ByPass. Di sana memang agak gelap,’’ ungkapnya. (kmb45)
Bali Post/sos
PANEN - Petani di Desa Suana Kecamatan Nusa Penida panen rumput laut. Cuaca buruk yang terjadi belakangan ini menjadi ancaman.
Cuaca Buruk
Ancam Pertanian Rumput Laut di Nusa Penida Semarapura (Bali Post) Cuaca buruk yang terjadi di pesisir Kepulauan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung beberapa hari terakhir tak hanya menyebabkan aktivitas penyeberangan menuju wilayah daratan terganggu. Fenomena alam tersebut juga mengancam terjadinya kerusakan pada pertanian rumput laut. Pertanian ini masih digeluti sejumlah warga Banjar Semaya, Desa Suana. Dari sisi petani, jumlahnya berkurang. Sudah banyak yang beralih ke pekerjaan lain. Di tengah semakin sedikitnya persaingan, petani masih sulit untuk tersenyum sumringah. Budi dayanya masih harus ‘’melawan’’ cuaca yang tak menentu. Seperti halnya ombak besar yang menerjang beberapa hari terakhir. ‘’Karena budi dayanya tengah laut, pasti terdampak juga (ombak besar - red). Bisa berpotensi rusak,’’ ucap Perbekel Suana I Putu Rai Sudarta, Senin (23/7) kemarin. Kerusakan, sambungnya, juga sangat rentan ketika ombak besar bertepatan dengan hujan yang memicu hanyutnya lumpur ke tengah laut. Selain itu juga karena suhu lingkungan yang tak menentu. ‘’Ini cukup memengaruhi. Kualitasnya bisa tidak bagus,’’ jelasnya. Sejauh ini petani lebih banyak membudidayakan bibit. Belum ada keluhan soal kerusakan yang disampaikan ke pemerintah desa. ‘’Keluhan belum ada disampaikan. Tetapi kalau melihat cuaca, biasanya memengaruhi tanamannya,’’ kata Sudarta. Di tengah perkembangan pariwisata, pertanian ini diinginkan bisa menggeliat. Itu dinilai mampu menjadi keunikan yang dapat disaksikan maupun dicoba oleh wisatawan. ‘’Keinginan memang ada seperti itu. Jadi wisatawan bisa ikut menanam atau panen. Tetapi sekarang petani masih kesulitan mendapatkan bibit,’’ ucapnya. Pemkab Klungkung, imbuhnya, sudah mengambil langkah untuk membangkitkan pertanian yang sempat menjadi primadona sebagian besar masyarakat pesisir. Hal itu ditunjukkan dengan membuat demplot di sejumlah lokasi. ‘’Kami berharap ini bisa membangkitkan lagi. Waktu ini sudah ada petugas yang melihat lokasi,’’ imbuh Sudarta. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung I Wayan Durma mengatakan, cuaca buruk memang memengaruhi budi daya rumput laut. Pembuatan demplotnya yang kedua juga belum bisa dipastikan. ‘’Agustus ada lagi demplot. Tetapi untuk mulainya masih menunggu cuaca,’’ katanya. Pejabat asal Nusa Penida ini menyatakan, mengacu pada demplot pertama, hasil panennya tergolong baik. Diharapkan ke depannya bisa mengikuti. ‘’Untuk dampak cuaca buruk ini, kami belum menerima laporan,’’ terangnya. (kmb45)
Ia menilai kebijakan partai tersebut bersifat diskriminatif. Karena hal yang menjadi dasar melengserkan dari jabatannya sangat sepele, yakni isu melenggang ke partai lain untuk mengikuti proses pencalegan. ‘’Saya ingin istirahat. Awalnya saya sudah ingin mencalonkan suami, tetapi tidak diloloskan. Mungkin itu dijadikan suatu alat untuk melengserkan. Dari dulu memang ada seseorang yang menginginkan jadi wakil,’’ ungkapnya. Keputusannya untuk ‘’bercerai’’ dengan partai yang sudah
membesarkan namanya itu dipandang sebagai keputusan tepat. Polemik akan bisa segera diakhiri. ‘’Kalau waktu ini saya seribu berpikir untuk meninggalkan Hanura. Tetapi sekarang tidak. Saya mundur karena tidak nyaman. Saya tidak melakukan perlawanan. Lebih
Ida Ayu Made Gayatri
Bali Post/sos
baik keluar daripada dianggap jadi pengkhianat. Tidak mau lama-lama berpolemik seperti ini, akan menguras tenaga dan pemikiran,’’ ungkapnya. Sejalan dengan polemik itu, srikandi ini memunculkan keputusan baru. Ia memastikan untuk ikut dalam pencalegan. Pendaftarannya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klungkung masih terbuka sebelum penetapan Daftar Calon Sementara atau masa perbaikan berkas. Hanya untuk partai yang menjadi kendaraan masih dirahasiakan. Komunikasi dengan sejumlah partai sudah dilakukan, yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Garuda dan Berkarya. ‘’Komunikasi sudah. Tetapi saya belum mengambil keputusan. Suami mendukung. Begitu juga dengan keluarga besar dan loyalis,’’ katanya. Ketua DPC Hanura Klungkung I Wayan Suyasa mengaku sudah menerima surat pengunduran diri yang bersangkutan. Itu disampaikan ke DPD dan DPP supaya bisa segera mempersiapkan Pengganti Antar-Waktu (PAW). ‘’Tadi siang (kemarin - red) sudah diterima. Dibawa langsung oleh Ibu Dayu. Ini segera kami tindak lanjuti,’’ sebutnya. Keputusannya itu pun dihormati. Bahkan dianggap sebagai langkah tepat karena
bisa lebih leluasa ketika ingin berlabuh ke partai lain. ‘’Kami tidak mempersoalkan. Lebih baik seperti itu. Daripada menunggu waktu, nanti kepeleset juga. Jadi lebih bagus, mau melenggang ke mana. Bisa diterima dengan sangat beretika. Saya juga terbuka sekali, menerima lapang dada kalau beliau seperti ini,’’ ucapnya. Selama ini, menurut Suyasa, tidak ada sikap diskriminatif dari partai. Apalagi konspirasi dalam melengserkan dari jabatannya sebagai Wakil Ketua DPRD. ‘’Ini sudah mengacu pada AD/ ART partai. Kita tidak ada mendiskreditkan, apalagi konspirasi. Kita malah berharap kader itu bisa melanjutkan ngayah. Sudah menjadi anggota dewan, sudah menjadi wakil ketua di lembaga, akhirnya mau minggat, apakah itu diskredit? Siapa yang kena ini sebenarnya,’’ ucap politikus yang ikut pencalegan DPRD Bali ini. Ida Ayu Gayatri menambah daftar kader Hanura y a n g hengkang,
lumnya Sekretaris DPC I Nyoman Suastika. Suyasa pun meyakini hal tersebut tak memengaruhi pergerakan kadernya yang maju dalam Pileg 2019. ‘’Kami biasa saja. Itu tidak jadi persoalan,’’ imbuhnya. Seperti berita sebelumnya, sejalan dengan munculnya informasi pemberhentian dari kursi wakil ketua dewan, Ida Ayu Gayatri akan digantikan Ketua Fraksi Hanura I Wayan Buda Parwata. (kmb45)
setelah sebeI Wayan Suyasa
Bali Post/sos
Juliarta Gantikan Sukanadha di Kursi Dewan
ANGGOTA DPRD Klungkung I Nyoman Sukanadha telah sebulan berpulang. Senin (23/7) kemarin dilaksanakan Penggantian AntarWaktu (PAW) melalui sidang paripurna istimewa. Jabatannya kini diemban Ketut Juliarta asal Dusun Nyamping, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan. Pelantikan dan pengambilan sumpah dipimpin Ketua DPRD I Wayan Baru, disaksikan anggota, Wakil Bupati Klungkung Made Kasta dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Usai acara, Juliarta menyatakan komitmen melanjutkan perjuangan almarhum sebagai wakil rakyat. Utamanya untuk mengabdi
dan memperjuangkan aspirasi yang saat ini dipandang masih banyak belum bisa disikapi pemerintah. ‘’Saya akan bekerja setulus hati untuk menjalankan amanat. Bekerja dan mengabdi kepada masyarakat agar bisa berbuat lebih banyak, khususnya untuk di Kecamatan Dawan,’’ ujarnya. Pria kelahiran 1990 ini masuk sebagai salah satu bacaleg Bali 2019 dari Partai Gerindra. Didampingi istri Ni Putu Wiwik Astami, ia menegaskan tetap akan fokus pada tugas di DPRD Klungkung. Untuk persiapan nyaleg dilakukan di sela-sela hari libur. ‘’Nanti saya atur waktu, hari kerja saya di DPRD Klungkung. Nanti hari
libur saya siapkan untuk nyaleg ke provinsi,’’ ucapnya. Ketua DPRD Klungkung I Wayan Baru mengatakan PAW ini didasarkan atas ketentuan undang-undang. Tujuanya agar lembaga bisa berjalan dengan baik. ‘’Harapan saya pengganti bisa jalankan tugas sesuai sumpah yang diambilnya hari ini (kemarin),’’ harapnya. Sebelumnya, almarhum I Nyoman Sukanadha yang merupakan anggota DPRD Klungkung dapil Dawan mengembuskan napas terakhir 8 Juni lalu di ICU RSUP Sanglah. Sebelum meninggal, ia memang telah bergelut dengan penyakit komplikasi selama berbulanbulan. (ad1314)
Semarapura (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Klungkung terus mendorong koperasi untuk turut berperan dalam peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Namun di balik itu, lembaga keuangan ini masih banyak terjerat persoalan. Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Klungkung Ngakan Made Nata menjelaskan, sesungguhnya koperasi menjadi usaha yang paling cocok untuk masyarakat Indonesia, termasuk di Kabupaten Klungkung lantaran mengedepankan gotong rotong. Namun, fakta di lapangan, pengelolaannya masih banyak bersifat konvesional. Di era yang berbasis teknologi, hal tersebut tentu menjadi sebuah persoalan. “Sekarang tingkat kecanggihan, pertumbuhan IT sudah lompat jauh. Koperasi terus terang belum semuanya bisa mengaplikasikan itu. Maka dari itu, tugas kita, mau tidak mau, suka tidak suka harus bisa memanfaatkan itu,” ungkapnya, baru-baru Bali Post/sos ini. Ngakan Made Nata
Pemanfaatan teknologi, menurut pria yang juga sebagai Ketua Koperasi Pasar Srinadi ini, tak sebatas mampu mempercepat penyelesaian pekerjaan. Tetapi data yang ditampilkan bisa lebih akurat. “Kalau bertahan dengan cara konvensional, maka akan lambat. Ditinggalkan oleh konsumen dan paling penting data yang ditampilkan kurang akurat,” sebutnya. Sampai saat ini, dalam pengelolaan koperasi, modal kerap dianggap sebagai kendala. Namun itu dinilai keliru. Sejatinya yang lebih penting adalah SDM yang menjadi aspek utama sebagai penentu perkembangan ke depannya. “Modal itu bukan kendala. Itu nomor dua. Yang terpenting adalah SDM. Kalau tak kuat, seberapa pun dikasi modal, pasti tidak akan berjalan. Kalau SDM sudah kuat, pasti diikuti modal. Sekarang itu gampang. Bank mencari kita,” tegasnya. Ditambahkan, belakangan ini perekonomian melesu. Persaingan lembaga keuangan juga semakin ketat. Tak hanya antarkoperasi. Tetapi juga dengan lembaga keuangan lainnya. Menjaga eksistensi, koperasi harus berbenah, bisa lebih kreatif dan inovatif. Usaha yang dijalankan mengikuti trend masyarakat. “Kalau sekarang masih sangat kurang (kreatif dan inovatif-red). Cederung stagnan. Cenderung pasif. Itu-itu saja,” imbuhnya. Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Klungkung I Wayan Ardiasa sempat mengakui keberadaan
Bali Post/ist
PENGAMBILAN SUMPAH - Pengambilan sumpah oleh Ketut Jualiarta yang menggantikan I Nyoman Sukanadha (alm) sebagai anggota DPRD Klungkung, Senin (23/7) kemarin.
Berkontribusi Tingkatkan Perekonomian, Koperasi Perlu Berbenah koperasi belakangan memang menghadapi tantangan. Menghindari sakit, pembinaan berkelanjutan telah
dilakukan. Bahkan juga ada penyertaan modal untuk mendongkrak usaha yang dijalankan. (kmb45)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Selasa Kliwon, 24 Juli 2018
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN Sales/Marketing, Produk Makanan/Obat,Pengalaman,Lmrn ke:versaindustries4@gmail.com
B.BP.004.07.18.0001285
Administrasi Penjualan / Akuntan Pengalaman,Lmrn ke: info@tsbali.com
Dcr Krywn/ti Resto C’Bezt Jln. TangkubanPerahu.085102119966 B.BP.001.07.18.0001294
Dcr Arsitek Pnglaman Min 1Th Hub:Iswa Graha(0361) 8461169 Jln.Batuyang Private Residence No.1 Batubulan B.BP.001.07.18.0001278
Dcr Marketing Tabungan Min.SMA /Sederajat Hub.0361-8423787/88 B.BP.001.07.18.0001267
Dcr SPG,Max.28th Min.SMA,Jujur Rajin,Mau Belajar, Penempatan Discovery Shopping Mall Kuta Hub.Lusi 082144355655 B.BP.001.07.18.0001272
B.BP.004.07.18.0001284
Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar
G.01
Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar
G.02
Dcr Pembantu Rumah Tangga (PRT)Wanita Hub:082359352500
Koperasi Wanita Raka Dewi Bali Membthkn:1)Manager:S1, pglm 2th dibdngnya, L/P max.45th; 2)Kasir:S1/sdrjt,wnt,max.30th; 3)Admin:S1/sdrjt,bisa Bhs Inggris/ Mandarin wnt, max.27th; 4)Accounting:S1 brpnglm 2 th dibidngnya, max.35 th.Krm CV: ketua@rakadewibali.com/ WA: 081353976118/Hub. lebih lanjut: www.rakadewibali.com
B.BP.001.07.18.0001293
*Dicari Asst Akunting & Admin Cargo di Kuta Hub.081916224131
B.BP.166.07.18.0001313
Dcr Lls SMU-S1 utk Guru PG/TK ada Diklat. Lgs Krj. 0811380028
B.BP.821.07.18.0000638
Dcr Tng Waiter/ss&Steward utk CateringService Hp.08123890603
B.BP.001.07.18.0001292
Bth Sopir u/Bakery di Sempidi Hubungi:081321123422
G.03
Satpam/waker untuk tugas di wilayah Kuta. Lamaran ke email:coffeebali18@gmail.com
B.BP.001.07.18.0001273
BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel PkebunanResto Pasti Brangkat.Line WA081375409869&087754689692
G.04
Tenaga CS laki untuk tamatan SMP. Lam. ke Warung 63, Jl. Veteran, E:coffeebali18@gmail.com
G.05
B.BP.004.07.18.0001222
Dcari House Maid yg bisa masak & Bhs Inggris Hub.Villa Akasha 087701232116
Sopir SIM B1 untuk truk angkut air, tinggal wilayah Tabanan. Lam. E: coffeebali18@gmail.com
B.BP.001.07.18.0001274
Sopir SIM A untuk sopir Canvas air minum domisili Tabanan/Dps. Lam.E:coffeebali18@gmail.com
G.06
Dcari Sgra Staff Pria & Wanita Hub:JN Laundry Hp:081239036432
G.07
B.BP.001.07.18.0001279
Dcr 3 Tk .Kbn,3 Bersih Villa, 2 Stpm Hub .Villa Ayu Br.Kuwum II /21X Krbkn 0361 4731979 B.BP.154.07.18.0001308
Dicari Karyawan/ti Catering, Jl.Tegal Wangi No.61 Sesetan B.BP.001.07.18.0001287
Dicari Peg.Laundry Wanita Wil.Renon Hub.081337287307 B.BP.001.07.18.0001307
FOTOCOPY
BIRO JASA
BIRO JASA
BIRO JASA
BIRO JASA
BIRO JASA
Dcr L/P u/Sopir&Karyw(Laundry) Jl.Kerobokan 78X T.081933110424
B.BP.001.07.18.0001304
Dcr Admin,Waitress, Internet Marketing,Cook Jl.Drupadi No.90 Seminyak Blok E Toko Syang 082145548444 B.BP.004.07.18.0001290
Dcr Pelaksana Lapangan berpglm Min.SMK Bangunan.Kirim CV ke: arsandi_bp@yahoo.com/PT.ABP Jl.Belimbing No.60/70 Dps
B.BP.001.07.18.0001298
Dcr Pembantu Masak/Waitress Ada Gaji,Tip.Hub:081236109808 B.BP.001.07.18.0001266
Dcr Admin Pengalaman mengerti Pajak & Sales Max28Th & SPG Kopi Luwak Hub.085100619419 B.BP.001.07.18.0001311
Dcr Sopir Bus Pariwisata Hub. Jl.Gn.Agung No.69 (dpn SMP 4) B.BP.001.07.18.0001296
Dcr Tk.Jahit/Potong/Mote,Pglmn utk Butik diRenon,083119980802 B.BP.001.07.18.0001275
SERVIVCE
SERVICE
RUPA-RUPA
SERVIVCE
SERVICE
DIJUAL RUMAH
Dcr 8org SopirB1/A&Tng Angkat2 GjMin75Rb/Hr,Kos+U.Mkn,Makmur AbadiBangunan Jl.T.Umar Brt888
B.BP.004.07.18.0001310
Dcr Colektor,Survey,Admin D1 /pglmn,Driver,Hub.08199655591
B.BP.001.07.18.0001299
Dcr PRT Tdr dlm,punya SIM C, utk Area Kesiman,Gaji 1,5Jt Hub.081338733211
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
NISSAN
DIJUAL RUMAH
XTrail 2015,W-Putih Sgt Mulus KM 27Rb,Minat Hub.0816580448
Jl:Rmh 2A Lt2 LB 200m2 Jl. Taman Wedasari Hp:0811398154
DICARI MOBIL
Rumah Siap Huni SHM Luas 188m2 Renon Maaf TP Hub.08113199908
B.BP.004.07.18.0001286
Cari Mobil Bekas Suzuki,Honda, Daihatsu,KIA,Prbd,085100880349
B.BP.164.07.18.0001301
B.BP.001.07.18.0001305
B.BP.004.07.18.0001289
DISEWAKAN RUMAH Dikont Rumah 1 unit Jl.Taman Wedasari Hp.081 139 8154
B.BP.004.07.18.0001291
Dicari Admin,Gaji 2,5Jt,BPJS, Transport. WA:08113977009
B.BP.001.07.18.0001306
KOST
B.BP.001.07.18.0001269
Kost2an Aktif 19Kmr,LT 10A,Msh ada tnh Kosong 3A.Hrg 4,5M Lok Jl .G.Agung Dps Hp:087761724888
Dicari Sopir Pribadi,Domisili Dps,Jujur,SIM A WA:08123841130
B.BP.001.07.18.0001283
B.BP.001.07.18.0000991
Dicari Steward,Security restaurant, gaji 2,7/bln, katering harian,tunj,kesehatan penuh, No.DW Hub:0361-730838
DIJUAL TANAH Dijual Tanah 2Are Dalung dekat Induk Hub.081999231333
B.BP.821.07.18.0001280
B.BP.164.07.18.0001300
Dicari:Therapist Sebanyak2nya, P,Min SMU(2,5Jt+16Rb/Jam Instv Cleaning Servis,L/P (2,5Jt+500 rb Instv)Penglman Min 1Th.Lam: Jln Kayu Jati No.2 Petitenget
Tanah Nempil, Jl.Besakih Pondok Citra Pemogan Dps,08123871809
B.BP.001.07.18.0000043
DIJUAL VILLA Dijual Villa Baru/Cantik & Tanah di T.Mumbul, Strategis, SHM,Hub : 081 234 000 135
B.BP.001.06.18.0001057
Dicr Sopir Pribadi Punya SIM A Hubungi:0818580000
B.BP.004.07.18.0001288
Dijual Villa View Jimbaran DP 10% Bunga Krd 0.9% Perbln Hub:081338183031/081805374433
B.BP.001.07.18.0001281
Dicr Sopir SIM A,SLTA utk Konsultan Teknik Hub:0811395185 B.BP.001.07.18.0001271
B.BP.004.07.18.0000137
Looking For: Admin,F,Good English(2,6Jt+1Jt Insvt) Send CV to Bodyworks Spa Jl.Kayu Jati No.2 Petitenget. E:acc.bodyworksbali@yahoo.com
*Simpanan Harian Koperasi 10%/ Thn Fas.Antar/Jemput Uang,Bisa Ditarik KPN Saja.081239011111
B.BP.001.06.18.0001056
DIJUAL MOBIL MITSUBISHI
Dilelang Mitsubishi Mirage’14 Asli Bali Hub.089619874461 B.BP.001.07.18.0001268
RUPA-RUPA
DIJUAL RUMAH Jl Rmh Bukit Sanggulan Kediri Tbn. 350Jt Nego Hub:0811387525 B.BP.001.07.18.0001276
Jl Rumah Puri Gading dkt Patung GWK 081529931910 Jl.BlongKeker B.BP.154.07.18.0001302
B.BP.001.07.18.0001282
Badut,MC,Sulap,Dekorasi Balon, Games,MurahKeren,081338544255
B.BP.001.07.18.0000871
HEWAN Djl Ikan Lele Putih (Sakral) & Aquarium Pnjng 2m, 082341168381
B.BP.001.07.18.0001312
BANGLI
14
Selasa Kliwon, 24 Juli 2018
Tangani Masalah Danau Batur
Pemprov Diminta Ikut Berjuang ke Pusat Bangli (Bali Post) –
Pemerintah Provinsi Bali diminta ikut berperan aktif mengawal langkah Pemkab Bangli memohon ke pusat terkait upaya penyelamatan Danau Batur. Terlebih saat ini pemerintah pusat sudah memberikan respons positif dengan memasukkan danau terbesar di Bali itu sebagai salah satu danau prioritas yang perlu segera mendapat penanganan. ‘’Kami mengharapkan pemprov sama-sama ikut mengawal penanganan masalah Danau Batur. Baik dari perencanaan, penganggaran. Kalau hanya mengandalkan Bangli, tidak bisa,’’ kata Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles, Senin (23/7) kemarin.
Danau Batur Kintamani.
Tanaman Padi di Dua Subak Diserang Tikus
Bali Post/kmb41
HAMA TIKUS - Seorang petani di Subak Padpadan saat menunjukkan padinya diserang hama tikus. Bangli (Bali Post) Tanaman padi di Subak Padpadan dan Subak Selat diserang hama tikus. Kondisi itu membuat petani khawatir, karena terancam gagal panen. Seorang petani di Subak Padpadan, Banjar Selat Peken, Desa Selat, Susut, Bangli, I Nyoman Laku, Senin (23/7) kemarin mengungkapkan, serangan hama tikus sudah
terjadi sejak 20 hari. Kata dia, hampir semua padi diserang tikus. Hama tikus menyerang batang padi hingga mengakibatkan daun padi menguning dan mengering. Menurut Laku, padi yang diserang hama tikus umurnya telah memasuki 70 hari. Sekarang ini tanaman padi sudah mulai menghasilkan bulir. Kondisi itu, membuat dirinya
merasa khawatir karena terancam gagal panen. ‘’Sekarang jelas merugi ongkos traktor dan ongkos tanam. Dipastikan hasil gabah yang didapat jauh berkurang tidak seperti biasanya ketika kondisi normal,’’ paparnya. Dikatakannya, meskipun terjadi serangan hama tikus, pihaknya pasrah saja dengan kondisi ini. ‘’Tidak ada upaya meracun tikus. Biasanya kalau dilakukan seperti itu tikusnya tambah galak. Jadi, dibiarkan saja,’’ terangnya. Petani di Subak Selat, Nengah Nadi menjelaskan, serangan hama tikus mulai mengganas terjadi sejak beberapa hari belakangan ini. Tanaman padi nyaris habis dimakan tikus. Menurut Nadi, serangan tikus memang sering terjadi di wilayah subaknya. Namun, serangan kali ini tergolong paling parah. ‘’Musim tanam kali ini mungkin musimnya hama, terbukti serangan tikus makin mengganas,’’ tegasnya. (kmb41)
Bali Post/kmb40
Carles menilai perhatian Pemprov Bali selama ini terhadap permasalahan yang mendera Danau Batur masih minim. Politisi Demokrat ini sangat berharap Pemprov Bali ikut bersama-sama bergandengan dengan Pemkab berjuang ke pemerintah pusat agar penanganan danau Batur segera terealisasi. Sebab, Danau Batur bukan saja milik Kabupaten Bangli namun juga menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Bali. Menurut Carles, jika Danau Batur yang menjadi sumber air di Bali nantinya sampai rusak, maka dampaknya tidak saja dirasakan Bangli namun juga kabupaten lainnya. ‘’Untuk itu saya sangat mengharapkan Pemerintah Provinsi ikut mengawal. Apa-
Bangli (Bali Post) – Sebanyak 48 desa di Kabupaten Bangli akan melaksanakan pemilihan perbekel (pilkel) serentak pada 2019. Direncanakan, pilkel serentak periode II itu akan berlangsung setelah pemilihan legislatif (pileg). Desa-desa yang akan menggelar pilkel tahun depan berada di empat kecamatan. Rinciannya, 4 desa di Kecamatan Bangli, 6 desa di Kecamatan Susut, 5 desa di Kecamatan Tembuku dan 33 desa di Kecamatan Kintamani. Sebelumnya Pilkel serentak sudah sempat digelar pada Maret 2018 yang diikuti 5 desa di dua kecamatan. Kepala Dinas PemBali Post/kmb40 berdayaan MasyaraDewa Agung Riana Putra kat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bangli Dewa Agung Riana Putra, Senin (23/7) kemarin, mengatakan pihaknya masih menentukan tanggal dan bulan yang tepat agar dalam pelaksanaan pilkel serentak nanti tidak banyak perbekel yang masa jabatannya terpotong. ‘’Kita masih mengurai agar jangan sampai ada banyak jabatan perbekel yang terpotong sehingga membutuhkan banyak penjabat untuk melanjutkan jalannya pemerintahan di desa,’’ terangnya. Pihaknya merencanakan pilkel serentak terlaksana usai pileg. ‘’Tahapannya sudah ada dan jelas. Tidak ada yang berbeda dengan sebelumnya. Tinggal menentukan jadwal pelaksanannya saja,’’ jelasnya. Terkait pelaksanaan pilkel serentak tersebut, Riana mengatakan pihaknya sudah menyampaikan ke desadesa terkait untuk bersiap. Dalam pertemuan dengan seluruh sekdes belum lama ini pihaknya sudah meminta kepada desa-desa yang akan menyelenggarakan pilkel untuk menyiapkan anggaran di tahun 2019. Mengingat biaya pelaksanaan pilkel tidak bisa sepenuhnya ditanggung pemerintah kabupaten. ‘’Anggarannya sharing kabupaten dengan desa. Dari Kabupaten memberikan berupa BKK berdasarkan DPT (daftar pemilih tetap) yang terbaru. Anggaran itu nantinya untuk pembuatan TPS dan pengadaan kertas suara,’’ kata Riana. (kmb40)
Danau Batur yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli Ida Bagus Giri Putra usai rapat itu mengatakan penyusunan program kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas arahan pusat yang meminta Bangli untuk membuatkan usulan tentang pengelolaan Danau Batur sebagai danau prioritas yang akan diberi bantuan penanganan. Dengan penyusunan program ini, maka nantinya ada gambaran yang jelas mengenai langkah apa saja yang akan dikerjakan untuk mengatasi masalah Danau Batur selama lima tahun ke depan. Sehingga pusat dapat memberikan respons serta mengalokasikan anggaran untuk program yang dimaksud. (kmb40)
Revitalisasi Pasar Kidul Dimulai
Pedagang di Depan Pasar Dipindah ke Timur bisa dipergunakan bisa dipakai untuk berjualan di lokasi sementara yang telah diberikan. ‘’Sekarang perbaikan di lantai dua sudah mulai dikerjakan oleh tukang. Sementara untuk penataan di depan pasar belum dilakukan karena pemborong masih mencari tukang untuk mengerjakan itu,’’ paparnya. Disinggung sampai saat ini masih ada sejumlah pedagang yang berjualan di depan pasar, Ketut Mangku menegaskan, pihaknya segera bakal member tahu pedagang bahwa tempat tersebut segera dikosongkan. Sebab, di lokasi itu nantinya bakal dipergunakan untuk menaruh material bangunan. ‘’Mereka merupakan pedangan musiman, sehingga tidak sulit meminta mereka untuk pindah. Mulai besok (hari ini - red) kita langsung bergerak untuk meminta pedagang supaya tidak lagi berjualan di sana,’’ tegasnya. (kmb41)
DIBONGKAR - Lapak pedagang yang berjualan di depan Pasar Kidul telah dibongkar. Kini hanya pedagang musiman yang masih berjualan di lokasi itu.
Bangli (Bali Post) Pengelola Pasar Kidul Bangli telah memindahkan para pedagang yang sebelumnya berjualan di depan pasar ke sebelah timur pasar. Pemindahan tersebut dilakukan, mengingat perbaikan atau revitalisasi Pasar Kidul sudah mulai digarap oleh rekanan. Sekretaris Pengelola Pasar Kidul Bangli Ketut Mangku didampingi staf TU Ngakan Nyoman Sudiana, Senin (23/7) kemarin mengungkapkan, pemindahan para pedagang yang berjualan di depan pasar mulai dilakukan sejak tiga hari lalu. Kata dia, pemindahan seluruh pedagang berjalan lancar. ‘’Pedagang yang dipindahkan ke timur pasar jumlahnya sekitar 20 pedagang,’’ ucapnya. Mangku mengatakan, pembongkaran lapak pedagang di depan pasar tersebut, dilakukan oleh para pedagang. Sehingga bahan-bahan lapak yang masih
laundry. Kobaran api yang terus membesar dari dalam laundry membuat masyarakat membunyikan kulkuk bulus (kentongan), sehingga masyarakat datang beramairamai membantu memadamkan api. Tak lama kemudian barulah mobil pemadam kebakaran datang untuk memadamkan api. Pemilik kios laundry I Nengah Suartika (50) mengatakan, api pertama kali dilihat oleh istri dan anaknya setelah keluar dari kamar karena ada ribut-ribut di luar. Setelah keluar kamar, ternyata kios usaha laundry sudah dalam kondisi terbakar dengan kobaran api yang cukup besar dari dalam. ‘’Warga sempat berupaya memadamkan api. Selanjutnya datang
OLAH TKP - Petugas dari kepolisian saat melakukan olah TKP di lokasi kejadian.
Bali Post/kmb41
Tahun Depan, 48 Desa Kios ’’Laundry’’ Dilalap si Jago Merah Gelar Pilkel Serentak Bangli (Bali Post) Kios laundry milik seorang PNS yang berlokasi di Jalan Sema Meranggi, Banjar Blungbang, Bangli dilalap si jago merah, Senin (23/7) dini hari. Kebakaran yang mengakibatkan kerugian hingga puluhan juta itu, diduga akibat korsleting listrik. Berdasarkan informasi yang dihimpun kemarin, kebakaran terjadi pada pukul 01.45 Wita. Sebelum mengetahui kios laundry miliknya terbakar, korban yang saat itu sedang tidur mendengar suara ribut berteriak kebakaran. Mendengar warga rebut-ribut di luar pekarangan rumahnya, korban langsung keluar kamar dengan listrik sudah keadaan mati dan api sudah menjalar di atas plafon
lagi pusat sudah menjadikan Danau Batur sebagai 15 danau prioritas yang akan mendapat penanganan. Agustus ini pokja akan mempresentasikan program penanganan Danau Batur di hadapan 13 kementerian, kami harapkan Pemprov ikut,’’ jelasnya. Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, Pokja pengelolaan Danau Batur yang dibentuk Bupati Bangli dalam upaya penyelamatan Danau Batur belum lama ini menggelar rapat di Bangli. Pokja yang terdiri dari beberapa OPD, BKSDA, dan instansi terkait lainnya mulai menyusun program kegiatan yang akan dikerjakan selama lima tahun ke depan. Ketua Pokja Pengelolaan
mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Bangli untuk mempercepat memadamkan api. Api baru bisa dipadamkan satu setengah jam kemudian,’’ ucapnya. Kata pria yang juga PNS itu, semua barang berharga yang berada di dalam kios seperti dua buah mesin cuci, satu meja, satu rak baju, satu set mesin strika uap dan bajubaju milik pelanggan semua hangus terbakar. Atas kejadian itu, dirinya mengalami kerugian material hingga Rp 70 juta. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulahdi mengatakan, berdasarkan hasil olah TKP, pemicu terjadinya kebakaran akibat korsleting listrik pada kabel yang ada di dalam kios laundry. ‘(kmb41)
Bali Post/kmb41
15
Selasa Kliwon, 24 Juli 2018
Belajar dari Kisruh PPDB
Kastanisasi dan Timpangnya Kualitas Pendidikan Penerimaan peserta didik baru (PPDB) dengan kekisruhan yang menyertai seolah-olah telah menjadi rutinitas. Banyak pihak sepakat bahwa kebijakan Menteri Pendidikan terkait PPDB sudah baik, karena tujuannya adalah pemerataan pendidikan. Yang masih menjadi masalah adalah realitas kalau pendidikan terutama dalam masalah mutu masih timpang. Kondisi diperparah dengan paradigma berpikir orangtua siswa yang terjebak pada dikotomi sekolah favorit dan nonfavorit. Sulit untuk melacak asal mula munculnya dikotomi sekolah favorit nonfavorit. Namun yang pasti, dikotomi bahkan sudah menjurus pada kastanisasi sekolah adalah fakta dan menjadi salah satu biang kekisruhan PPDB. Akademisi Prof. Dasi Astawa dalam talkshow ‘’Merah Putih’’ di Bali TV sepakat bahwa kastanisasi sekolah menimbulkan persoalan yang cukup pelik. ‘’Pengalaman saya menjadi ketua komite di beberapa sekolah menengah di Denpasar menunjukkan
bahwa sebagian besar orangtua siswa melakukan dikotomi antara sekolah favorit dan nonfavorit,’’ ujarnya. Akibatnya orangtua berlomba-lomba memaksakan agar anaknya bersekolah di sekolah favorit. Memang ada dasar penentuan kastanisasi yang terbangun dalam pemikiran orangtua siswa yakni berdasarkan prestasi lulusan sekolah yang diterima di jenjang pendidikan berikutnya. Misalnya, berapa orang lulusan SMA negeri yang
diterima di perguruan tinggi negeri. Semakin banyak lulusan yang diterima, kasta SMA negeri tersebut naik. ‘’Banyak yang tidak sadar, bahwa kondisi banyaknya lulusan sekolah tersebut diterima di perguruan tinggi negeri adalah karena siswa yang diterima memang yang terbaik,’’ kata Dasi lagi. Artinya, kualitas sebuah SMA negeri yang digadang-gadang favorit, sebenarnya lebih banyak karena faktor input, bukan soal proses belajar mengajarnya.
Lapas Perlu Perbaikan Sistem
Jakarta (Bali Post) – Jaksa Agung H.M. Prasetyo memandang perlu perbaikan sistem dalam penanganan lembaga pemasyarakatan (lapas) setelah operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. ‘’Tentunya perlu perbaikan sistem, saya kira semua kembali kepada aparat pelaksana. Pelaksana yang tidak mudah dibujuk, tidak mudah dirayu, dan dia melakukan tugas sesuai dengan apa yang harus dikerjakan,’’ katanya di Jakarta, Senin (23/7) kemarin. Terkait dengan pemberian sanksi kepada oknum lapas, tentunya prosedur tersendiri yang tepat harus dipatuhi sebagai acuan. ‘’Kalau itu dipegang teguh, tentu minimal kita bisa berharap, berbagai macam penyimpangan bisa diminimalkan,’’ katanya. Terkait dengan usulan
tempat penjara para korupsi itu ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dia menyatakan, ‘’Bisa saja seperti itu. Namun, kembali lagi berpulang kepada aparat pelaksana pembinaan narapidana itu.’’ Atas kejadian OTT di Lapas Sukamiskin, dia menegaskan bahwa hal itu bukti perlunya semua pihak penyelenggara negara untuk betul-betul mengemban amanah kepercayaan masyarakat dengan sebaik-baiknya. ‘’Perlu diingat bahwa apa yang ada dilakukan sematamata perlu diemban dengan baik. Jangan dicederai, jangan dicurangi dan jangan diselewengkan. Keberadaan negeri ini adalah untuk mengukir lembar-lembar sejarah. Lembaran yang indah dan membanggakan,’’ katanya. Sementara itu, Ketua DPR-RI Bambang Soesatyo
meminta Komisi III mendorong Menteri Hukum HAM untuk mengusut tuntas dan menyeluruh pengelolaan lembaga pemasyarakatan guna mencegah terulangnya praktik dugaan suap seperti di Lapas Sukamiskin, Bandung. ‘’Guna mendapat gambaran lebih jelas terkait dengan dugaan penyuapan Kepala Lapas Sukamiskin, Komisi III DPR agar segera memanggil Menkum HAM Yasonna H. Laoly untuk memberikan penjelasan kondisi dan manajemen pengelolaan lapas,’’ kata Bambang Soesatyo di Jakarta, Senin kemarin. Menurut Bambang Soesatyo, Menkum HAM juga agar melakukan evaluasi terhadap rasio jumlah sipir di lapas dan memperketat sistem pengawasan terhadap tahanan dan warga binaan di dalam lapas. (ant)
Memecahkan Masalah Target kerja profesor bukanlah teknis, melainkan kajian untuk memecahkan masalah. Teknologi yang dihasilkan tidak langsung diserahkan kepada petani, namun lewat Balai Pengkajian dan selanjutnya diteruskan ke Dinas Pertanian. Pemerintah yang memiliki anggaran dan kewenangan untuk meneruskan kepada petani. Mengenai pohon cabai layu, dari pengamatan sepintas disebut terkena penyakit busuk pangkal batang. Penyebabnya adalah jamur, dan hanya menyerang batang tertentu saja. Kasus seperti ini sebetulnya sering terjadi di musim hujan, namun menjadi sangat seksi ketika disampaikan oleh politisi. ‘’Dalam konteks seperti ini, kuncinya monitoring. Gejala ini tidak seketika terjadi, pasti ada gejala awal. Gejala awalnya yang tidak
dipantau, padahal di dalam sistem kami itu ada. Kita bisa melakukan tindakan, mungkin tanahnya kurang bagus kita bisa beri treatment di awal atau pupuknya. Terakhir baru kita menggunakan pestisida atau fungisida,’’ jelasnya. Pohon Cabai Layu Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta mengatakan, pohon cabai petani se-Subak Guwang bahkan Sukawati kini layu padahal tengah berbuah. Namun, tidak ada pejabat yang mendampingi dan memberikan solusi kepada mereka. Di lapangan, ada yang mengatakan hal ini terjadi karena faktor drainase. ‘’Gubernur harus tegaskan kepada dinas pertanian atau badan yang mampu mencari sumber penyakitnya. Cabai yang masih hidup sekarang agar bisa diselamatkan, ada tidak obat yang bisa menyelamatkan agar tidak mati semuanya,’’ ujarnya. Kepala Dinas Tanaman
Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana mengaku baru menerima laporan terkait penyakit cabai di Subak Buluh, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, kemarin. Namun tim dari laboratorium UPT Balai Perlindungan Tanaman Pangan dikatakan sudah turun ke lapangan. ‘’Laporan sementara itu adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur. Subak Buluh itu 20 hektar, yang terserang 12 hektar. Tapi intensitasnya masih kita cek. Kalau berat, biasanya kita bongkar. Tapi kalau serangannya ringan kita berikan fungisida,’’ ujarnya. Wisnuardhana mengaku tidak menerima laporan penyakit cabai selain di Guwang. Di Bali, lahan cabai ada lebih dari 1.500 hektar. Terluas di Buleleng, Karangasem, dan Klungkung. Lahan cabai di Gianyar secara keseluruhan termasuk sedikit, hanya 85 hektar. (kmb32)
Segera Dibahas
‘’Jadi kami akan segera berupaya mendapatkan dokumen putusan MK, kemudian segera kami bahas. Tadi
sudah disinggung, mungkin hari ini secepatnya kami akan rapat pleno untuk membahas hal tersebut,’’ tuturnya. I a menjelaskan, pada rapat pleno nantinya, KPU akan membahas putusan MK tersebut diberlakukan pada
pemilu saat ini atau berikutnya. ‘’Kemudian apakah yang dimaksud itu pengurus partai politik saja atau sampai dengan anggota. Kan kami belum mendapatkan secara utuh informasi terkait putusan tersebut,’’ katanya. (ant)
‘’Kurikulum semua sekolah kan sama, harusnya prosesnya juga sama,’’ tegas Dasi. Realita kastanisasi sekolah harus segera diubah dan Permendikbud No. 14 Tahun 2018 soal PPDB sebenarnya ditujukan untuk hal tersebut. Masalah utamanya sekarang adalah bagaimana memeratakan kualitas pendidikan. Berdasarkan data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, di Bali pada level sekolah menengah, secara kuantitas jumlah sekolah negeri masih belum ideal. Di Denpasar yang jumlah penduduknya mencapai di atas 500 ribu jiwa, terdapat 8 SMA negeri dan 5 SMK negeri. Sementara di Buleleng terdapat 19 SMA negeri dan 12 SMK negeri. Memang jika persebaran dirata-rata per kecamatan,
antara Denpasar dan Buleleng nyaris sama yakni tiap kecamatan terdapat dua SMA negeri. Sementara Badung sebagai daerah terkaya di Bali, rata-rata per kecamatan hanya terdapat 1 SMA negeri karena Badung hanya memiliki 6 SMA negeri dengan 6 kecamatan. Pada tingkat SMP, Buleleng memiliki 57 SMP negeri, sementara Denpasar hanya 12 SMP negeri. Badung dengan penduduk yang lebih sedikit dari Denpasar memiliki 22 SMP negeri. Jika dihitung persebarannya dirata-rata berdasarkan kecamatan, di Badung tiap kecamatan tersedia 2 SMP negeri, di Denpasar 3 SMP negeri. Meski demikian, dengan kepadatan populasi di Denpasar, harusnya tersedia lebih banyak lagi SMP negeri.
Pemerataan kuantitas sekolah menengah sebenarnya tidak sesulit memeratakan kualitas. Anggota DPRD Bali I Nyoman Parta menyebutkan salah satu solusi pemerataan mutu pendidikan adalah pemerataan ketersediaan guru-guru yang bermutu. ‘’Mutasi guru dari sekolahsekolah yang dianggap mutunya baik, sepertinya harus dilakukan. Ini merupakan salah satu cara memeratakan kualitas pendidikan,’’ kata Parta. Selain itu, ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai juga menjadi sangat penting. Dasi Astawa menegaskan bahwa pemerataan kualitas pendidikan tergantung dari DOA. ‘’DOA dalam hal ini adalah Dana, Orang dan Alat,’’ kata Dasi. Jadi, pen-
danaan dalam hal sumber dan penggunaannya harus direncanakan dengan baik. Ketersediaan orang dalam hal ini tenaga pengajar juga perlu dilakukan pemetaan, sehingga tidak terjadi guruguru terbaik hanya numplek di satu sekolah. Terakhir yang tidak kalah penting adalah soal ketersediaan alat. Memeratakan mutu pendidikan adalah proses yang tidak bisa instan. Perlu waktu bertahun-tahun dan kerja keras semua pihak. Peran serta masyarakat terutama orangtua siswa sangat besar terutama mengubah mindset soal sekolah favorit dan nonfavorit. Ketika kualitas pendidikan telah merata dan kastanisasi sekolah lenyap, PPDB besar kemungkinkannya tanpa kekisruhan. (ata)
Pintu Neraka
Manakala Kstitaprajna – kesadaran jnana itu menjadikan diri ini sepenuhnya sadar hakikat so ham itu melalui kehadiran jnanaagni, yang merupakan kebijaksanaan api jnana pengetahuan suci tertinggi itu. Kehadiran jnanaagni sudah pasti akan bisa mengatasi tiga pintu neraka, sebagaimana disebutkan di Bhagawad-Gita Bab XVI Sloka 21. yakni: Kama, Krodha, dan Lobha. Ketiga pintu neraka yang sifatnya laten dalam diri itu memang benar-benar merupakan hambatan-hambatan kehidupan mewujudkan tujuan hidup ideal dharma itu. Kama sendiri adalah hidup yang ditandai mengumbar hawa nafsu. Krodha dipengaruhi sifat marah dan benci tanpa kendali. Dan Lobha, naluri keserakahan berlebihan. Hanya dengan kesadaran Kstitaprajna dengan jnanaagni-nya, dipercaya dengan komitmen yang kuat bisa merealisasikan janji kita ketika diucapkan selama 9 bulan di garba alias perut ibu. Menurut Garba Upanisad, dalam pertapaan di perut ibu, kita
berjanji ‘’Oh ibu manakala saya kelak lahir keluar dari perutmu ibu saya berjanji akan mencari jati diri, berlindung pada Brahman, Shiva, Shangkara,’’ demikian ikhtiar janji setiap umat manusia sesuai Garba Upanisad. Namun, apa yang dilakukan untuk menjawab siapa jati diri kita yang sebenarnya? Dari mana asal kita dan kemudian ke mana akan pergi kelak setelah berakhirnya kehidupan di dunia ini? Namun, faktanya banyak yang mengabaikan pertanyaan mendasar itu. Bukan itu saja, juga cakra yadnya yang seharusnya wajib menjadi prioritas dalam swadharma setiap individu. Seperti Bhagawad-Gita Bab III sloka 6, ‘’siapa saja yang tidak menjalankan cakra y a d n y a, m a k a h i d u p n y a sia-sia saja di dunia ini’’. Kendati sedikit, rezeki melalui dana punia itu perlu dibagi dan didistribusikan kepada orang yang benarbenar memerlukan. Realitasnya, melakukan upacara besar-besaran seakan berkompetisi jor-joran tidak mau kalah. Pada hakikat yadnya – pengorbanan itu - mengutip Bhagawad-Gita Bab IX sloka 26 tidak perlu
ritual yang wah. Cukup jika seseorang menghaturkan dengan hati yang murni, dilandasi cinta kasih dan ketulusan, hanya sebilah daun, bunga, buah-buahan dan sedikit air alias patram, puspam, palam dan toyam hal itu diterima sebagai persembahan suci kepada Hyang Widhi. Di tengah kompleksitas kehidupan zaman now ini ada keistimewaan lainnya yakni melakukan puja sahasra – seribu nama Tuhan. Dalam atribut, nyasa apa pun yang dipilih sebagai ista dewata – dewata pujaan - tidak masalah. Hanya dengan cara mengulang-ulang alias berjapa hal itu sudah merupakan menempuh jalan terbaik. Karena itu, diyakini strategi efektif ketika bakta, walaka, dan shadaka melakukan disiplin diri bersembahyang dengan tekun saat sandya. Sandya terdiri dari kata San artinya baik, dan Dhya atau Dhayana – bermeditasi dengan mengulang-ulang Gayatri Mantram. Abyasa, kebiasaan itu dianggap sangat bagus. Ketuhanan yang dipuja melalui Gayatri Mantram, bait pertama Tri Sandya – pada setiap sandya adalah sangat suci, agung, mulia
karena merupakan veda mata – ibunya Weda. Pemujaana kepada Gayatri yang wahyunya diterima Brahmarishi Wiswamitra itu uga ditujukan kepada Brahman itu sendiri. Gayatri disangga empat kaki, seperempatnya aneka ciptaan yang merupakan seperempat dari raga-Nya. Tiga perempat lainnya adalah wujud abadi yang cemerlang. Gayatri itu dikelompokkan sebagai vaak yakni ucapan, bhuta – benda, pertiwi – dunia, sarira – raga, prana – napas kehidupan dan hrdaya – hati yang merupakan atma itu sendiri. Ketika bhakta walaka dan shadaka menyadari Brahmatatwa – prinsip ketuhanan yang merupakan kenyataan sejati hakikat yang tidak terwujud dari Gayatri Mantram itu dengan cara disiplin bershadana sandya – pada pagi, siang dan sore/malam bukan saja dipercaya mengatasi tiga pintu neraka di atas, juga diyakini dapat berkah umur panjang, kejayaan, kebijaksanaan, bahkan anugerah moksah -- kebebasan abadi berakhirnya siklus punarbawa - lahir hidup dan mati itu sendiri. * Giriramananda
balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Selasa kliwon, 24 Juli 2018
Kecewa, Ozil Pilih Mundur
London – Mesut Ozil menyatakan diri pensiun dari tim nasional Jerman setelah merasa kecewa karena mendapat kritikan dari Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) pascamelakukan pertemuan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebelum Piala Dunia 2018 dimulai. Bintang Arsenal, yang memiliki garis keturunan Turki, memberikan penjelasan bahwa tatap mukanya dengan Erdogan sama sekali tak punya muatan politik.
Bali Post/ap
SELFIE - Pembalap Lewis Hamilton melakuan selfie pasca menjadi juara di GP Jerman, Minggu (22/7).
Hamilton Terancam Penalti
Hockenheim – Kemenangan brilian Lewis Hamilton di GP Jerman terancam dicopot setelah pembalap Inggris Raya itu dipanggil untuk menghadap steward karena memotong garis pit entry. Hamilton terpaksa memotong garis pit entry untuk kembali bergabung ke lintasan setelah tidak yakin apakah ia perlu melakukan pit stop atau tidak di tengah-tengah periode Safety Car yang terjadi pada lap ke-52. Tindakannya tersebut telah dilaporkan kepada steward, dan jika dianggap melanggar, maka Hamilton bisa diganjar dengan penalti waktu yang membuatnya turun posisi. Berdasarkan Appendix L, Bab 4, Artikel 4 d dari FIA International Sporting Code: ‘’Kecuali dalam kasus force majeure (keadaan memaksa dan dapat persetujuan dari steward), pemotongan garis pit entry, dari segala arah, oleh mobil yang sedang masuk ke pit lane adalah hal yang dilarang.’’ Berbicara sebelum mendapat panggilan dari steward, Hamilton mengaku bahwa ia terpaksa kembali ke lintasan karena ia berniat melakukan hal yang berlawanan dari pemimpin balapan, Kimi Raikkonen. ‘’Sungguh membingungkan. Kami mendekati Tikungan 16, dan Kimi mulai berbelok, dan tim menyuruh saya untuk masuk, tapi saya memberi tahu mereka bahwa Kimi juga akan pit,’’ ujar Hamilton. ‘’Kemudian mereka menyuruh saya untuk bertahan di trek, ketika saya sudah di jalur pit entry. Kemudian saya melewati rumput-rumput ketika mereka memanggil saya untuk masuk lagi. Tapi saya sudah telanjur di trek. Saya merasa akan mendapat peluang jika melakukan hal yang berlawanan dengan Kimi. Pada akhirnya itu adalah keputusan yang tepat. Tapi ini sungguh intens dan benar-benar membingungkan,’’ katanya lagi. (kmb33/afp)
Tiba di Jembrana Lewat Gilimanuk
Api Obor Asian Games Dijaga Ketat Polisi
Negara (Bali Post) Api Obor Asian Games ke-18 akhirnya tiba di Pulau Bali melalui Gilimanuk, Jembrana, Senin (23/7) pagi kemarin. Dengan pengawalan ketat dari kepolisian, api dibawa langsung oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan diterima oleh Bupati Jembrana I Putu Artha di Teluk Gilimanuk. Sejak turun dari kapal KMP Marina Pratama di dermaga Pelabuhan Gilimanuk, kirab api obor Asian Games XVIII ini disambut meriah warga Gilimanuk. Selain warga, pengamanan juga cukup ketat melibatkan personel gabungan Polres Jembrana dan TNI. Hingga di titik penyerahan di Teluk Gilimanuk, api juga disambut pementasan budaya berupa tari Makepung yang juga tarian ikon Jembrana. Baleganjur yang dibawakan siswa-siswi setempat turut memeriahkan prosesi penyambutan. Selain itu juga ditampilkan kesenian khas Jembrana lainnya seperti tetabuhan Jegog. Kabag Ops Polres Jembrana Kompol M. Didik Wiratmoko mengatakan, Polres sejak awal melakukan pengamanan selama proses kirab api obor Asian Games ini. Total ada 291 personel dilibatkan untuk pengamanan dipusatkan di Gilimanuk. ‘’Sebagian besar di Gilimanuk, mulai Pelabuhan, Teluk Gilimanuk hingga di Gelung Kori,’’ tandasnya. Selain dari Polres Jembrana, pengamanan juga melibatkan anggota TNI dari Kodim 1617/Jembrana. Saat penyerahan obor, Bupati Banyuwangi Anas bersama Bupati Artha juga sempat ikut memainkan Jegog yang merupakan musik tradisional khas Jembrana. Usai menerima api obor dari Bupati Banyuwangi, api obor kemudian diserahkan kepada barisan pelari yang terdiri dari 40 orang dari kalangan pelajar SMP dan SMA di Jembrana. Api obor itu dibawa lari sejauh dua kilometer dari Teluk Gilimanuk hingga di Gelung Kori Gilimanuk. Untuk pengamanan setiap 10 pelari juga akan dikawal oleh Polres Jembrana dan jajaran TNI. Selanjutnya api obor akan diserahterimakan kepada penerima berikutnya di Kabupaten Tabanan. (kmb26)
API OBOR – Bupati Banyuwangi saat membawa api obor Asian Games tiba di Gilimanuk, kemarin. Prosesi kirab api obor ini mendapat pengawalan ketat aparat.
Mezut Ozil
Bali Post/afp
Gelandang serang milik Arsenal itu kedapatan foto bareng dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Banyak pihak lantas beranggapan bahwa tindakan itu bermuatan politis dan kebanyakan warga Jerman tak terima Ozil tetap membela timnasnya di Rusia kemarin. Federasi sepak bola Jerman (DFB) dan Kanselir Jerman Steffen Seibert bahkan turut merespons apa motivasi Ozil berfoto dengan Erdogan. Mereka khawatir foto tersebut menghadirkan banyak kesalahpahaman, mengingat pemain 29 tahun tersebut amatlah populer di Jerman maupun Turki. Setelah sekian lama diperdebatkan, Ozil melalui akun resmi Twitter-nya, Senin (23/7) kemarin, kemudian memosting surat terbuka yang terdiri dari tiga bagian. Isi surat itu menjelaskan secara mendetail soal kontroversi fotonya dengan Erdogan. ‘’Seperti kebanyakan orang, nenek moyang tidak hanya berasal dari satu negara saja. Sementara saya tumbuh besar di Jerman, latar belakang keluarga saya punya akar Turki. Saya punya dua hati, satu Jerman dan satunya Turki. Sejak kecil, ibu saya mengajari untuk selalu menghargai itu dan tidak boleh melupakan asal-muasal saya, dan sampai sekarang nilai ini selalu saya pegang,’’ tulis Ozil dalam surat terbukanya bagian pertama. ‘’Pada Mei lalu, saya bertemu dengan Presiden Erdogan di London, ketika menghadiri acara amal dan edukasi. Kami pertama kali bertemu pada tahun 2010 ketika beliau dan Angela Markel menonton laga Jerman vs Turki bersama-sama di Berlin. Sejak saat itu, kami sering bertemu secara tidak sengaja di banyak tempat di dunia. Saya tahu jika foto kami menjadi pemberitaan besar di media Jerman, dan sementara banyak orang menuduh saya berbohong atau penuh dusta, tapi foto kami tidak memuat intensi politik,’’ lanjutnya. ‘’Pekerjaan saya adalah sebagai pesepak-
bola, bukan politikus, dan pertemuan kami bukan sebuah bentuk dukungan politik. Faktanya, ketika kami bertemu, topik obrolan masih sama, yaitu sepak bola karena beliau juga pemain sepak bola di masa mudanya,’’ tulis Ozil lagi. Tiga jam setelah merilis surat terbuka pertamanya, Ozil kemudian memosting surat terbuka bagian kedua. Kali ini Ozil mengkritik DFB, serta beberapa sponsor yang tidak mendukungnya selama kekacauan terjadi. Ozil merasa tak senang dengan aksi DFB dalam menangani insiden tersebut, terlebih ketika pertemuannya dengan Erdogan dianggap mengganggu performanya dan sebagai salah satu faktor tersingkirnya Jerman di fase grup Piala Dunia. Dalam bagian terakhir dari tiga pernyataan sikap melalui Twitter, gelandang serang berusia 29 tahun tersebut mengumumkan tak lagi melanjutkan kiprah di pentas internasional bersama Jerman. ‘’Dengan berat hati dan banyak pertimbangan atas kejadian belakangan ini, saya tak akan lagi bermain untuk Jerman di level internasional selagi saya merasakan rasisme dan sikap tidak hormat,’’ tulis Ozil. ‘’Saya telah mengenakan kostum Jerman dengan penuh rasa bangga dan kegembiraan, tapi sekarang tidak lagi. Keputusan ini sangat sulit untuk dibuat karena saya selalu memberikan segalanya bagi rekan-rekan, staf pelatih dan orang-orang baik di Jerman.’’ Namun ketika para petinggi DFB memperlakukan saya seperti sekarang ini, tidak menghormati garis keturunan Turki saya dan secara egois menyebut saya melakukan propaganda politik, maka saya rasa sudah cukup. Itu bukan alasan saya bermain sepak bola, dan saya tidak akan diam saja tanpa melakukan apa pun. Rasisme seharusnya tidak akan pernah bisa diterima,’’ tutupnya. Ozil mencatatkan total 92 penampilan bagi Jerman, mengemas 23 gol dan menjalankan peran kunci ketika negaranya sukses menjadi kampiun Piala Dunia 2014 di Brazil. Pemain berjuluk ‘’Burung Hantu’’ itu sendiri disinyalir tampil buruk di Piala Dunia 2018 lalu, karena terkena dampak langsung terhadap pemberitaan buruk soal dirinya atas kasus ini. (kmb33/afp)
Rochineng/Widiarsa Juara Rocky N Cup Denpasar (Bali Post) Ganda pasangan Pj. Bupati Gianyar Ketut Rochineng dengan Ketut Widiarsa keluar sebagai juara turnamen tenis veteran KU-55 Rocky N Cup II/2018 di Lapangan Tenis KONI Bali, 20-22 Juli lalu. Sedangkan juara II direbut Sunarta/H. Saleh, kemudian juara III Santiawan/Megawan dan Wawan Wahyudi/Toru. Untuk kategori KU-45 juaranya Agung Surya/Yuliadi, disusul Darwis/Ngurah Wismaya, kemudian Nyoman Gede Arya/IGAK Catur Adi, serta Yohanes M/Tommy. Kategori KU-50 juaranya ganda Gusti Ngurah Kusuma/ Yudi, kemudian Cok Agung/ Mulyajaya, Dirga/Ida Bagus Mega Antara, dan AA Gde Yudi/IGN Adi Parwata. Untuk KU-60 juaranya Ketut Suweca/Dewa Nyoman Bagus, disusul Karyana/Agra, Wayan Gatra/Wawan Wahyudi, dan Komang Rochadi/ Dereda. Juara KU-65 adalah H. Sutarno/H. Sutrisno, kemudian Darmawan/Jaya, dan H. Subagio/Toru. Dalam turnamen tersebut juga terpilih
petenis terbaik yakni Agung Surya/Yuliadi dan Ngurah Kusuma/Yudi. Humas Pengprov Pelti Bali Agung Surya di Denpasar, Senin (23/5) kemarin mengatakan, turnamen tenis veteran memperebutkan Rocky N Cup II/2018 melibatkan 32 pasangan, dan berhadiah total Rp 40 juta. ‘’Turnamen veteran Rocky N Cup ini pesertanya harus ber-KTP Bali,’’ jelas Agung Surya. Selanjutnya, Pelti Bali yang dipimpin Ketut Rochineng berniat event serupa berskala nasional. ‘’Rencananya, Rocky N Cup statusnya ditingkatkan menjadi kejurnas tenis veteran pada September mendatang,’’ ujar Agung Surya. Yang jelas, lanjutnya, Pelti Bali tetap berkomitmen memberikan wadah baik bagi petenis veteran maupun petenis pemula, junior maupun senior. ‘’Intinya, seluruh kategori umur petenis diberikan ruang untuk berunjuk gigi,’’ ucapnya. Dikemukakan, pihaknya tetap berharap bagi usia lan-
jut tetap menggeluti tenis sebagai olahraga rutin. ‘’Kami mengajak kepada petenis dan mantan petenis agar senantiasa dan konsisten menekuni tenis, sebagai olahraga demi menjaga kebugaran tubuh di hari tua,’’ pesan Agung Surya. (022)
Bali Post/ist
TROFI - Para petenis juara pada ajang turnamen tenis veteran Rocky N Cup II/2018 di Lapangan Tenis KONI Bali, 20-22 Juli lalu, bangga menerima trofi.