Skip to main content

Edisi Minggu 24 Juni 2018 | balipost.com

Page 1

12 HALAMAN

NOMOR 289 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Presiden Buka PKB ’’Teja Dharmaning Kauripan’’ Denpasar (Bali Post) Presiden RI Joko Widodo tak mau rakyat terlalu lama menunggu kehadirannya membuka pawai Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-40. Tanpa sambutan, Presiden membuka pawai PKB yang mengangkat tema “Teja Dharmaning Kauripan (Api Spirit Penciptaan)”, dengan pemukulan gong di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon, Denpasar, Sabtu (23/6) kemarin. Skenario ini pun mendadak berubah karena sebelumnya dirancang Jokowi membuka PKB dengan cara melepas anak panah saat Tari Siwa Nataraja. Saat membuka pawai, Presiden didampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Koperasi dan UKM A.A. Ngurah Puspayoga, serta Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Yang menarik, di akhir penampilan kontingen provinsi, kabupaten/kota, Presiden bersama Ibu Negara berkesempatan menaiki mobil hias dari panggung kehormatan hingga di depan Kantor Gubernur Bali. Sepanjang perjalanan, masyarakat yang menyaksikan pawai tampak antusias. Banyak yang mengabadikan kehadiran presiden dengan telepon pintar masing-masing. Apalagi, Presiden bersama Ibu Negara juga membagikan suvenir kain batik dan buku tulis. Masyarakat pun

berebut hadiah tersebut. Sikap Presiden membuka PKB tanpa pidato ini dinilai tepat. Pasalnya, pelepasan pawai molor kurang lebih satu jam, dari pukul 14.00 wita menjadi pukul 15.00 wita karena acara Presiden sangat padat. Di antaranya menghadiri kuliah umum di ISI Denpasar dan sosialisasi PPh Final UMKM. Gubernur Bali, Made Mangku Pastika mengatakan, kehadiran Presiden dan Ibu Negara memberikan dorongan moril kepada seluruh masyarakat Bali khususnya lagi para seniman dan budayawan untuk terus berkarya dan berkreasi dalam melestarikan dan mengembangkan kebudayaan daerah yang adiluhung. “Beliau (Presiden Jokowi, red) bilang bagus sekali, jadi saya juga bangga. Menurut beliau, nggak banyak di Indonesia termasuk di dunia yang bisa seperti kita. Hal. 11 Sangat Kental

Inggris Wajib Menang Moskow – Pemain belakang timnas Inggris, Kyle Walker, meyakini bahwa Panama tidak akan jadi lawan yang mudah dikalahkan. Sebab, Panama selama ini punya gaya bermain sepak bola lebih mengandalkan kekuatan fisiknya. Panama adalah lawan kedua yang harus dihadapi oleh Inggris di penyisihan Grup G Piala Dunia 2018. Laga ini akan digelar Minggu malam (24/6), di Stadion Nizhny Novgorod. Meskipun di atas kertas Inggris lebih diunggulkan, Walker sama sekali tidak ingin bersikap terlalu percaya diri. Bahkan, pemain belakang berusia 28 tahun melihat sang lawan punya beberapa kelebihan yang patut untuk diwaspadai oleh rekanrekannya. “Panama memiliki fisik yang sangat kuat. Mereka mampu berduel dan tampil konsisten sepanjang laga. Hal ini yang harus kami antisipasi sejak awal,” ujar bek Manchester City itu Sabtu(23/6) kemarin. Inggris wajib menang untuk bisa memastikan lolos dari Grup G. Kemenangan melawan Panama sangat penting karena lawan berikutnya yang dihadapi Harry Kane dkk. adalah tim kuat, Belgia. Sementara itu, bagi Panama, walau peluang lolos tipis, mereka masih memiliki harapan jika mampu menang di dua laga sisa melawan Inggris dan Tunisia. Panama sebagai negara debutan di ajang akbar empat tahunan ini dipastikan akan tampil tanpa beban. Keberhasilan mereka mengungguli Amerika Serikat dan Honduras sejak pada masa kualifikasi zona CONCACAF sudah layak diacungi jempol. (kmb33/afp)

BPM/eka

BAGIKAN SUVENIR- Presiden Jokowi saat membagi-bagikan suvenir dari mobil hias kepada warga Bali usai membuka pawai Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-40, Sabtu (23/6) kemarin.

Pembangunan Ibu Negara Tertarik dengan Infrastruktur Ngaben ’’Bikul’’ untuk Budaya Denpasar (Bali Post) – Presiden Joko Widodo memberikan kuliah umum di Kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Sabtu (23/6) kemarin. Kehadiran Jokowi disambut riuh tepuk tangan ribuan mahasiswa seni ISI Denpasar dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi lainnya di Bali. Jokowi yang menggunakan pakaian adat Bali disambut oleh Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.Skar., M.Hum., dan rektor seluruh Indonesia. Jokowi juga sempat menyaksikan beberapa kreativitas seni yang disuguhkan oleh mahasiswa ISI Denpasar. Jokowi mengatakan, dalam tiga tahun terakhir, pihaknya telah menggenjot pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur ini bukan semata untuk pembangunan infrastruktur fisik dan ekonomi, melainkan bagian penting dari pembangunan infrastruktur budaya yang akan mempersatukan 714 suku di

nusantara. Sehingga, kebudayaan dan kesenian yang ada di masyarakat semakin maju, meningkatkan rasa keadilan rakyat, dan membangun serta membentuk peradaban manusia. Di samping juga untuk menghadapi persaingan global yang berkembang dengan pesat pada era revolusi industri 4.0. Dia berharap pendidikan tinggi seni termasuk ISI Denpasar untuk menjadi arena pembentukan semangat hidup yang mendorong kemajuan dan menjadi tempat berseminya pemikiran-pemikiran yang kreatif. Apalagi, seni merupakan dunai kreatif yang tidak menoton yang berakar sekaligus beradaptasi dengan perubahan dunia yang sangat cepat. ‘’Kita memiliki kekayaan yang sungguh luar biasa, yaitu modal seni budaya. DNA kita adalah seni dan budaya. DNA kita adalah seni dan budaya,” tegas Jokowi disambut riuh tepak tangan mahasiswa. Hal. 11 Perguruan Tinggi Seni

Perempuan Bali, Seni dan Pariwisata

REKTOR Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi sejak lama dikenal sebagai dokter spesialis saraf dan sangat intens menangani kasus penderita epilepsi. Kini, sosok perempuan penuh disiplin ini dipercaya civitas akademika untuk membawa gerbong Unud berjalan sesuai dengan pola pokok ilmiahnya yakni budaya. Salah satu ide besar wanita rektor pertama Unud ini adalah mengangkat derajat perempuan Bali dalam pendidikan dan pariwisata. Bagi dia, perempuan Bali adalah segalanya. Dia adalah pelaku seni dan budaya sekaligus berperan strategis menyiapkan SDM Bali unggul ke depan. Untuk bisa demikian, perempuan Bali harus maju lewat pendidikan. Istri tercinta Dr. Ida Bagus Gede Udiyana, S.E., M.Si., Ak., ini bersyukur krama Bali kini makin sadar dengan mem- beri kesempatan anak perempuan dan laki-lakinya menempuh pendidikan setinggi-tinggi. Ini yang membuat angka partisipasi kasar (APK) lulusan SLTA Bali ke perguruan tinggi di atas rata-rata nasional. Krama Bali pun menyadari bahwa kaum perempuan dengan pendidikan tinggi adalah aset masa tua. ‘’Ini pas dengan visi memajukan bangsa dimulai dari keluarga,’’ ujarnya ketika menerima tim Bali Post belum lama ini. Tak hanya dalam pendidikan, Rektor Unud ini juga berharap munculnya perempuan pengusaha di bidang pariwisata. Setiap tahun, Unud menyiapkan 5.000 kursi bagi mahasiswa baru, puluhan ribu lainnya ditampung di PTS dan PTN lainnya. Untuk itu, dia meminta kaum perempuan Bali memanfaatkan kesempatan ini sebaikbaiknya. Hal. 11 Fakultas Pariwisata

BPM/ist

PAJAK-Presiden Jokowi didampingi Menkop A.A.N. Puspayoga dan Sri Mulyani meninjau pameran UMKM saat sosialiasi pajak UMKM.

Denpasar (Bali Post) Ibu negara, Iriana Joko Widodo, turut mendampingi Presiden Joko Widodo melepas pawai Pesta Kesenian Bali (PKB) ke40 di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi, Renon, Denpasar. Iriana tampak cantik dalam balutan kebaya dan kain berwarna hijau. Senada dengan warna kain dan udeng yang dikenakan Presiden Joko Widodo. Meski untuk atasannya, Jokowi memilih busana safari berwarna putih. Di panggung kehormatan, Iriana duduk diapit Jokowi dan Ny. Ayu Pastika. Matanya tak lepas menyaksikan setiap garapan kesenian yang ditampilkan sembilan kabupaten/kota peserta pawai. Sesekali juga tampak berbincang dengan Ayu Pastika. Ayu Pastika mengungkapkan, ibu negara memang sangat senang dan terharu menyaksikan pawai PKB. Mengutip Iriana, budaya Bali harus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Bali sendiri. “Kalau tidak daerah sendiri, siapa lagi. Semua penampilan pawai disukai beliau bahkan saya sampaikan ini semuanya karya-karya putra bangsa khususnya Bali,” ujar Ayu. Istri Gubernur Bali ini mengaku sempat menjelaskan tentang instrumen hingga tradisi yang ditampilkan saat pawai. Sebab ternyata, tidak semua yang ditampilkan itu diketahui oleh ibu negara. Seperti gebogan, Ayu pun menyampaikan bila gebogan umumnya dibuat untuk upacara keagamaan di pura. Selain gebogan, ibu negara juga bertanya tentang tradisi ngaben bikul di Tabanan. “Saya bilang, karena di Tabanan kan ciri khasnya padi, beras, itu banyak sekali memang bermasalah di sana tentang tikus. O… begitu, beliau (Iriana, red) bilang,” jelasnya. (kmb32)

Pajak Final UMKM 0,5 Persen Bantu Pengusaha Ekspansi Usaha Denpasar (Bali Post) Sejak ditandatanganinya PP No.23 tahun 2018 tentang Pph final UMKM 0,5 persen beberapa hari yang lalu, Sabtu (23/6) kemarin, Presiden Joko Widodo melakukan sosialisasi di Bali. Di hadapan ribuan pelaku UMKM Bali, Jokowi memberikan pemaparan tentang tujuan dan manfaat dari turunnya pajak ini. Dengan kondisi ekonomi global seperti sekarang, semua pihak diharapkan berhati-hati. Perang dagang antara Amerika dan Tiongkok, suku bunga Amerika yang setiap saat bisa mengguncang kurs dan negara

berkembang yang tidak siap menjadi tantangan. Namun, ia masih berbesar hati karena dari sisi pertumbuhan ekonomi, Indonesia berada di urutan No. 3 dan 4. Selain kondisi global yang tidak menentu, Indonesia kini juga dihadapkan dengan revolusi industri 4.0. Revolusi ini memiliki kecepatan 3.000 kali lebih cepat dari revolusi yang pertama. Artinya, akan ada perubahan yang sangat cepat. Sehingga harus siap dan diantisipasi. Untuk mendukung iklim usaha, kini pajak final UMKM juga turun menjadi 0,5 persen yang awalnya 1 persen. Bagi sebagian besar pengusaha

menganggap pajak 1 persen masih cukup tinggi, sehingga diturunkan menjadi 0,5 persen. Diharapkan sisa hasil usaha dengan penurunan pembayaran pajak ini bisa digunakan pengusaha untuk ekspansi usahanya. Ia berharap pelaku usaha patuh dan sadar membayar pajak. Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia, Darmin Nasution, mengatakan, Bali merupakan 7 besar provinsi di Indonesia yang membayar Pph terbesar. Bali adalah provinsi yang tidak terlalu besar, namun sumbangan Pph-nya besar terhadap negara. Maka dari itu sosialisasi dimulai di Bali. (kmb42)

Pesta Kesenian Bali Masuki Usia Ke-40 Tahun

Ingat PKB, Warga Bali Ingat Ida Bagus Mantra KONTAK budaya dalam kehidupan ini sulit dihindarkan. Akan tetapi hendaknya kontak kultural tersebut jangan sampai memusnahkan identitas budaya bangsa. Identitas sosial-budaya merupakan faktor dasar pembentukan corak dan warna kepribadian bangsa. Hal itu disampaikan oleh Prof. Dr. Ida Bagus Mantra (alm.) dalam sebuah pidatonya untuk menjelaskan kenapa dirinya menginisiasi Pesta Kesenian Bali (PKB) pada tahun 1978. Menurut Prof. Mantra — Gubernur Bali yang menjabat selama 10 tahun (1978-1988) — peristiwa budaya ini dia-

dakan untuk memperkokoh kehidupan sosial-budaya masyarakat Bali guna menghindari punahnya identitas masyarakat Bali yang tengah bergelut menghadapi arus modernisasi. Sasaran pesta budaya tersebut terlihat dengan jelas melalui ungkapan Prof. Mantra, yang notabene arsitek dari digelarnya PKB dalam sambutannya pada acara pembukaan PKB beberapa tahun yang lalu. Usaha dan gagasan Prof. Mantra tampaknya kini telah membawa hasil. Kini kesadaran, kecintaan, dan kebanggaan masyarakat Bali terhadap seni budaya mereka sudah

semakin meningkat. Kondisi seperti ini tentu sangat diperlukan memperkuat kebalian, jati diri dan identitas orang Bali yang dikenal mempunyai kesadaran sosial yang tinggi, sikap rendah hati, dan perilaku yang penuh keramahtamahan. Prof. Dr. Ida Bagus Mantra menduduki jabatan Gubernur Bali pada tahun 1978. Pada tahun pertama perioda jabatannya, Ida Bagus Mantra menggulirkan kebijakaan menetapkan kebudayaan Bali yang dijiwai oleh nilai-nilai Hindu sebagai modal dasar pembangunan daerah Bali. Hal. 11 Pesta Kolosal

BPM/ist

PKB - Gubernur Bali periode 1978-1988, Prof. Ida Bagus Mantra (alm) dan momentum pembukaan PKB pertama pada tahun 1979.


2

Daerah SOSOK

Hilangkan ”Kasta” Sekolah PERMENDIKBUD No. 14 tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 salah satunya memiliki misi untuk menghilangkan adanya “kastakasta” sekolah. Itu sebabnya, ada sekolah yang merasa kurang puas. Terutama dalam PPDB jalur prestasi. Sebab, peserta didik yang diterima banyak tidak sesuai dengan keunggulan sekolah selama ini. “Mereka (pihak sekolah, red) dari dulu sudah terbiasa menerima sumber daya siswa yang bagus-bagus karena ada kasta sekolah. Sementara aturan sekarang ini kan pemerataan. Memang kalau di awal, kesannya mereka mengeluh,” ujar anggota Komisi IV DPRD Bali, I Made Dauh Wijana, di Denpasar belum lama ini. Padahal, lanjut Dauh Wijana, aturan saat ini justru akan membawa dampak positif bagi sekolah ke depannya. Pihaknya meyakini sistem ini akan menjadi hal yang biasa dalam dua tahun mendatang. Ketika sekolah-sekolah sudah mulai terbiasa, maka “kasta-kasta” itu dengan sendirinya juga akan runtuh. “Calon siswa tidak perlu lagi menyerbu satu sekolah tertentu, karena di sekolah mana pun dia bisa berprestasi sepanjang mereka memiliki motivasi. Tantangan juga bagi para guru di sekolah mana pun untuk menggunakan sistem belajar mengajar yang sama-sama berkualitas,” jelas politisi Golkar asal Gianyar ini. Dauh Wijana menambahkan sekolah-sekolah juga akan diuji untuk bisa mempertahankan prestasinya. Dalam hal ini, manajemen sekolah akhirnya menjadi faktor yang sangat menentukan. Kalau ingin tetap berprestasi, tentu sekolah harus berbenah. Secara tidak langsung, hal ini juga akan meningkatkan sekaligus memeratakan kualitas pendidikan di Bali. (rin)

Minggu Kliwon, 24 Juni 2018

Penutupan Kampanye Pilgub Bali 2018

KPU Ingatkan Ketentuan Masa Tenang Agar Ditaati Denpasar (Bali Post) -

Kedua pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Bali tampak hadir dalam acara doa bersama penutupan masa kampanye Pilgub Bali 2018 di KPU Provinsi Bali, Sabtu (23/6) pagi kemarin. Baik itu paslon nomor urut 1, Wayan KosterTjok Oka Artha Ardhana Sukawati (KBS-Ace) maupun paslon 2, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta). Mereka hadir didampingi Ketua Tim Pemenangan masing-masing, tanpa ada pengerahan massa yang berlebihan. Doa bersama juga dirangkai dengan penutupan secara simbolis alat peraga kampanye (APK) yang dipasang di depan kantor KPU Bali. Ketua KPU Bali, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, mengatakan masa kampanye yang berlangsung sejak 15 Februari lalu telah berjalan dalam suasana kondusif, sejuk, dan damai. Ini tidak lepas dari peran semua pihak, terutama kedua paslon. Saat paslon menampilkan kesejukan, tentu akan membawa vibrasi positif bagi seluruh masyarakat. Bali bahkan bisa menjadi contoh pelaksanaan pemilu yang demokratis. “Acara penutupan masa kampanye dilakukan secara sederhana, namun saya meyakini tidak akan mengurangi substansi. Imbauan kami dengan ditutupnya masa kampanye, maka mulai besok kita akan memasuki masa tenang,” ujarnya. Raka Sandi menegaskan ketentuan masa tenang pada 24-26 Juni agar ditaati para paslon beserta tim pemenangan masing-masing. Yakni dilarang untuk melakukan kegiatan kampanye dalam bentuk apa pun. Kemudian APK agar segera diturunkan atau dibersihkan. Jika masih ada APK yang belum dibersihkan, KPU Bali akan memfasilitasi dengan menurunkan tim gabungan yang

terdiri dari KPU, Bawaslu, pihak kepolisian, Satpol PP, dan dari kedua paslon. “Saya kira (APK) jumlahnya tidak besar, seperti baliho cuma 5 per kabupaten/kota. Pada prinsipnya untuk penurunan tidak terlalu berat,” jelasnya. Raka Sandi menambahkan agar masa tenang ini dimanfaatkan untuk merenung dan mempertimbangkan pilihan. Sebelum akhirnya mempersiapkan diri dan datang tepat waktu ke TPS pada 27 Juni 2018. Sementara jajaran KPU kini fokus mempersiapkan TPS, pemungutan dan penghitungan suara saat hari H, serta mengawal logistik dengan baik. Secara umum, logistik sudah siap dan tersedia, kecuali formulir C6 yang beberapa masih ada kerusakan atau dicetak tidak sesuai dengan format. “Itu kami minta untuk diganti dan targetnya diharapkan selesai hari ini (kemarin, red). Karena mulai hujan, kami berharap logistik dijaga dengan baik. Jangan sampai logistik yang sudah tersedia malah rusak karena hujan,” paparnya. Menurut Raka Sandi, distribusi logistik memang dijadwalkan mulai 24-26 Juni. KPU kabupaten/kota diberikan kewenangan untuk mempertimbangkan situasi dan kondisi di daerah masing-masing. Khusus formulir C6, pihak KPPS berkoordinasi dengan pengawas untuk distribusinya. Formulir C6 yang belum sampai ke pemilih sampai H-1 wajib dikembalikan oleh KPPS ke PPS, lalu dari PPS ke PPK. Ini untuk mengantisipasi penyalahgunaan C6 oleh pihak yang bukan menjadi haknya. Meskipun formulir C6 bisa dipakai memilih oleh masyarakat yang terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT), namun belum memiliki atau lupa membawa e-KTP/surat keterangan, masyarakat tetap diimbau membawa C6 beserta e-KTP/surat keterangan saat datang ke TPS. Sebelumnya, Komisioner Divisi Humas, Data Informasi,

Hubungan Antar-Lembaga KPU Bali, Ni Kadek Wirati, mengatakan masyarakat Bali yang tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), masih bisa menyalurkan hak pilihnya dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2018. Pada hari H pencoblosan, cukup datang ke tempat pemungutan suara (TPS) pukul 12.00 wita sambil membawa e-KTP atau surat keterangan sudah melakukan perekaman e-KTP dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. (kmb32)

BPM/kmb19

PENUTUPAN - Ketua KPU Bali menutup masa kampanye pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali di kantor KPU Bali, Sabtu (23/6) kemarin.

’’Prasawia’’ dan ’’Pradaksina’’ Saat Pangerebongan SEMINGGU lalu, krama Hindu di Kesiman mengikuti prosesi ngerebong. Sejumlah sesuhunan barong dan rangda dari Sesetan, Bekul, Tophati, Suci, dan Kesiman mengikuti prosesi ini. Menurut buku hasil penelitian sejarah pura yang dilakukan oleh IHD Denpasar tahun 1979 (sekarang Unhi), upacara Pengerebongan itu adalah tergolong

JADWAL PESTA KESENIAN BALI XL-2018 Minggu, 24 Juni 2018 Pukul Tempat Kegiatan

: 10.00 Wita : Areal Taman Budaya . : Lomba Melukis

Pukul Tempat Kegiatan

: 11.00 Wita : Gedung Ksirarnawa. : Musik Kabuki “Nagauta” dan Musik Instrumen Tradisional Jepang: Japannese Kabuki Music Tokyo, Jepang.

Pukul Tempat Kegiatan

: 11.00 Wita : Wantilan. : Tari-tarian Kreasi, Sanggar Tari Bali Saraswati, KPB Purantara, Yogyakarta.

Pukul Tempat Kegiatan

: 11.00 Wita : Kalangan Angsoka. : Tabuh dan Tari Palegongan Klasik : Sekaa Semara Pagulingan Punia Bhakti, Desa Sading, Kabupaten Badung

Pukul Tempat Kegiatan

: 14.00 Wita : Gedung Ksirarnawa. : Tari Klasik dan Kontemporer India : Indian Culture Centre (Konjen India di Bali).

Pukul Tempat Kegiatan

: 14.00 Wita : Kalangan Ratna Kanda. : Lomba Tembang Girang :Sanggar Pucang Wangi, Desa Buahan, Duta Kabupaten Tabanan.

Pukul Tempat Kegiatan

: 17.00 Wita : Kalangan Ayodya. : Tari dan Tabuh Kreasi : Sanggar Seni Semara Wijaya, Br. Bengkel, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem.

Pukul Tempat Kegiatan

: 20.00 Wita : Depan Gedung Kriya : Parade Wayang Kulit Babad :Jro Dalang Dewa Ary Saputra, Kelurahan Liligundi, Kecamatan Buleleng, Duta Kabupaten Buleleng.

Pukul Tempat Kegiatan

: 20.00 Wita : Panggung Terbuka Ardha Candra. : Lomba Balaganjur Anak-anak :

1. Sekaa Balaganjur Desa Kaliasem, Duta Kabupaten Buleleng. 2. Sanggar Genta Genitri, Br. Lumbuan, Desa Sulahan, Kecamatan Susut, Duta Kabupaten Bangli. 3. Komunitas Seni SMPN 4 Kuta Selatan, Duta Kabupaten Badung. 4. Sanggar Kumara Widya Suara, Duta Kabupaten Jembrana.

upacara bhuta yadnya atau pacaruan. Makanya sesuhunan dan pepatih ngurek saat ngerebong berputar dari kanan ke kiri, disebut Prasawia. Setelah upacara pengeluwuran dilanjutkan dengan upacara Maider Bhuwana Batara-batari para Manca dan Prasanak Pangerob dengan semua pengiringnya kembali mengelilingi wantilan tiga kali dengan cara

Pradaksina yakni dimulai dari arah timur menuju selatan terus ke barat menuju utara dan kembali ke timur. Pradaksina ini dilakukan tiga kali sebagai simbol pendakian hidup dari Bhur Loka menuju Bhuwah Loka dan yang tertinggi menuju Swah Loka yaitu alam kedewatan. Karena itulah upacara ini disebut upacara Maider Bhuwana

mengelilingi alam semesta. Setelah selesai mengelilingi wantilan dengan Pradaksina semuanya kembali ke jeroan pura. Adanya prosesi Prasawia dan Pradaksina dalam upacara Pengerebongan di Pura Petilan Kesiman ini sangat menarik untuk dipahami makna filosofinya. Prosesi Prasawia bermakna untuk meredam aspek Asuri Sampad atau

kecenderungan keraksasaan, sedangkan Pradaksina sebagai simbol untuk menguatkan Dewi Sampad yaitu kecenderungan sifat-sifat kedewaan. Kalau kecenderungan keraksasaan (Asuri Sampad) berada di bawah kekuasaan Dewi Sampad, maka manusia akan menampilkan perilaku yang baik dan benar dalam kehidupan kesehariannya. (sue)

327 Seniman Denpasar Ikuti Pawai Pembukaan PKB Ke-40 Tahun 2018

Jaya Negara Ajak Jadikan Momentum Penguatan dan Pelestarian Seni Budaya di Denpasar GELARAN Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-40 tahun 2018 yang diawali dengan pawai pembukaan secara resmi dibuka Presiden RI, Joko Widodo, di Kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandi, Renon, Denpasar, Sabtu (23/6) kemarin. Ajang apresiasi seni

tahunan yang digagas Mantan Gubernur Bali, Prof. I.B. Mantra (alm) ini tentunya diikuti duta kesenian sembilan kabupaten/kota di Bali serta utusan luar daerah dan bahkan luar negeri. Turut hadir dan melaksanakan peninjauan Plt. Wali Kota

TINJAU - Plt. Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, didampingi Ny. Antari Jaya Negara saat meninjau persiapan seniman sesaat sebelum pawai pembukaan PKB ke-40 dibuka secara resmi oleh Presiden RI, Joko Widodo, di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Bajra Sandi, Denpasar, Sabtu (23/6) kemarin.

Denpasar, IGN Jaya Negara, untuk memberikan dukungan dengan meninjau kesiapan seniman secara langsung sebelum pawai dibuka secara resmi. Dalam kesempatan tersebut 327 seniman yang merupakan perwakilan 22 banjar turut andil sebagai Duta Kota Denpasar dalam pawai kali ini. Jaya Negara saat diwawancarai di sela-sela peninjauan kesiapan tim kesenian pawai mengatakan Pemkot Denpasar mendukung penuh pelaksanaan PKB setiap tahunnya. Ajang PKB ini dapat menjadi wahana bagi seniman Kota Denpasar untuk mengembangkan seni dan kebudayaan serta kearifan lokal Bali, khususnya Kota Denpasar sebagai ajang pelestarian dan penguatan dalam berkesenian. “PKB ini merupakan ajang apresiasi seni bagi seluruh seniman di Kota Denpasar sebagai upaya pelestarian dan pengembangan seni di Kota Denpasar,” jelas Jaya Negara. Sementara Kadis Kebudayaan Kota Denpasar IGN Bagus Mataram mengatakan

pawai Duta Kota Denpasar tahun ini diwakili Desa Peguyangan. Terdapat sedikitnya 327 seniman yang berasal dari 22 banjar ikut serta dalam pawai yang mengimplementasikan tema pokok “Teja Dharmaning Kahuripan” yakni “Purana Ing Pageh Hyang” yang merupakan asal mula Desa Peguyangan. Lebih lanjut dikatakan ada pun iring-iringan pawai Duta Kota Denpasar diawali kendaraan hias bunga jempiring yang merupakan maskot Kota Denpasar. Turut ditampilkan tari Legong Dedari Kanda Pat Sari yang menggambarkan kisah kearifan lokal dan situs kebudayaan yang ada di Kota Denpasar. Kesenian ini merupakan duplikasi dari kesenian sakral di Pura Luhur Kanda Pat Sari yang berada di Desa Paguyangan. Selain itu, turut ditampilkan 30 gebogan, tari Wayang Wong yang merupakan salah satu dari 9 tari Bali yang diakui UNRSCO sebagai warisan budaya, busana truna-truni Denpasar, tradisi ngelawang serta fragmentari Babad Paguyan-

gan Barak yang merupakan pengembangan Purana Ing Pageh Hyang. Fragmentari tersebut mengisahkan antara pertempuran Goak Buleleng yang dipimpin Ki Barak Panji Sakti dengan pasukan yang dipimpin Kyai Jambe Merik dari Kerajaan Badung. “Inilah salah satu cerita dan kearifan lokal di Kota Denpasar yang dikembangkan dalam sajian pementasan seni budaya sebagai wujud pelestarian seni, budaya, situs dan ritus yang ada di Kota Denpasar, khususnya Desa Peguyangan yang berada di wilayah Kecamatan Denpasar Utara,” jelasnya. Salah seorang peserta, Ni Made Rustini, mengaku senang dapat mengikuti pawai pembukaan PKB ke-40 ini. Dirinya merasa senang lantaran dapat tampil secara langsung di depan panggung kehormatan yang diisi oleh pajabat dan bahkan presiden RI. “Ini kesempatan langka, dan membanggakan dapat tampil sebagai duta Kota Denpasar di PKB tahun 2018 ini,” ungkapnya. (ad860).

Dua Kisah Perempuan Heroik Turut Tampil dalam Pawai PKB Denpasar (Bali Post) Tabuh Ketug Bumi dan tari Siwa Nataraja seperti biasa membuka rangkaian pawai PKB ke-40 di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandi, Renon, Denpasar, Sabtu (23/6) kemarin. Tapi yang menarik, ada dua kabupaten menampilkan garapan fragmentari tentang kisah heroik pahlawan perempuan di Pulau Dewata. Pertama, ada Kabupaten Klungkung melalui garapan fragmentari “Dewa Agung Istri Kanya”. Istri Kanya adalah figur sastrawan sekaligus pemimpin berani yang membuat Belanda menelan kekalahan pahit dalam Perang Kusamba 1849 akibat tewasnya Jenderal AV Michiels.

Hal serupa dilakukan Kabupaten Tabanan dengan fragmentari “Sagung Wah”, sebagai simbol semangat kepahlawanan wanita Tabanan. Belanda sampai merancang strategi untuk menangkap Sagung Wah karena sebelumnya kewalahan menghadapi kesaktian putri Kerajaan Tabanan itu. Kontingen kabupaten/kota juga tampak secara rata menampilkan tarian yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia Selain Duta Provinsi Bali dan 9 kabupaten/ kota, pawai juga dimeriahkan dengan penampilan marching band dari Universitas Udayana dan Universitas Warmadewa. Lalu, partisipasi Pemerintah Provinsi GungXi China yang

diwakili Institut Seni Budaya Nasional Nanning, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Papua dengan iringan musik tradisi Papua yakni Tifa, Sakasas, dan Triton, dikombinasikan dengan vokal dan alat perkusi lainnya, Sanggar Basundari Jepang yang menampilkan Tari Fujisawa Shi, Forum Kerjasama Sunda Kecil dengan suguhan tari ketanga (NTT), tari haju jati (NTB), dan tari Pendet (Bali), serta Konsulat Jepang dengan garapan Tari Yosakoi yang merupakan tarian khas negeri sakura. Selanjutnya, pembukaan PKB di Panggung Terbuka Ardha Candra Art Center Denpasar menampilkan sendratari kolosal “Kresna Duta” dari ISI Denpasar. (kmb32)

BPM/eka

pawai - Salah satu duta pawai PKB ke-40 di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandi, Renon, Denpasar, Sabtu (23/6) kemarin.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 0215357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/ SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Minggu Kliwon, 24 Juni 2018

Masa Kampanye Berakhir

KPU Minta Ciptakan Ketenangan di Masyarakat Semarapura (Bali Post)Masa kampanye pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Klungkung resmi berakhir, Sabtu (23/6). Penutupan masa kampanye yang digelar KPU Kabupaten Klungkung diisi dengan acara doa bersama di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya. Hadir dalam acara penutupan paslon nomor urut 1 Tjokorda Bagus Oka dan I Ketut Mandia (Bagia) dan dari paslon nomor urut 2 Cawabup Made Kasta. Acara juga dihadiri Forkompinda, Panwaslu, para

simpatisan dan pendukung masing-masing paslon. Ketua KPU Klungkung Made Kariada mengatakan masa kampanye yang berlangsung selama empat bulan terakhir ini secara umum berjalan dengan baik. Ia menyampaikan terima kasih kepada para paslon serta tim pendukung masing-masing calon yang telah berpartisipasi dengan baik sehingga kampanye bisa terlaksana bermartabat dan berkualitas. Respons masyarakat terhadap proses kampanye,

termasuk dalam debat publik selama ini diakuinya sangat positif. Banyak masyarakat menilai pelaksanaan kampanye dalam Pilbup kali ini sudah meningkat, bukan saja kuantitas tapi juga kualitas. Dalam masa tenang yang berlangsung selama tiga hari, mulai Minggu (24/6) hingga Selasa (26/6), Kariada mengingatkan kepada para paslon dan tim pendukung masing-masing untuk menciptakan ketenangan pada masyarakat. Pihaknya men-

BPM/ina

DOA BERSAMA - Kegiatan doa bersama saat penutupan masa kampanye Bupati dan Wakil Bupati Klungkung, Sabtu (23/6).

gajak kedua paslon untuk memanfaatkan masa tenang dengan mulat sarira dan berdoa untuk kelancaran hari pencoblosan 27 Juni mendatang. Kariada menjelaskan pelaksanaan pilkada yang baik akan berimplikasi pada kepercayaan publik dan tingkat partisipasi pemilih. Jika dalam pilkada ini bisa berjalan dengan baik tanpa adanya intimidasi, maka pihaknya meyakini dalam pemilu mendatang partisipasi masyarakat akan tinggi. “Melalui pilkada saya harapkan bisa memberi pengaruh baik ke masyarakat. Oleh karena itu, terhadap partai yang ada, tim pengusung paslon kami harapkan untuk membuat proses ini tidak menjadi proses menakutkan tapi menggembirakan,” ujarnya. Dalam masa tenang pihaknya juga meminta semua atribut kampanye yang terpasang selama masa kampanye diturunkan dan dibersihkan. Kariada kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat yang sudah masuk DPT tapi belum menerima formulir C6 agar segera berkoordinasi dengan PPS di wilayah masing-masing. Saat hari pencoblosan masyarakat juga diingatkan untuk tidak mewakilkan atau menggunakan C6 orang lain untuk mencoblos. Karena risikonya bisa terkena sanksi pidana. (kmb40)

Izin Perpanjangan Sewa Los Belum Keluar

Pedagang Pasar Melaya Protes Negara (Bali Post) Sejumlah pedagang melakukan protes terhadap pengelola Pasar Melaya lantaran izin perpanjangan sewa los hingga kini belum diterima. Padahal, mereka sudah membayar, akan tetapi hampir tiga bulan berjalan izinnya belum juga keluar. Kondisi itu disampaikan Forum Transparansi Masyarakat Jembrana, Ketut Sujana, yang mendampingi para

pedagang. Belum diterimanya izin itu, para pedagang pun mempertanyakan kepastiannya. Apalagi mereka sudah membayar administrasi untuk dua tahun itu. Kendati telah membayar, mereka juga tidak mendapat tanda terima. Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran para pedagang, nantinya pembayaran itu tidak diakui dan harus mengeluarkan uang lagi.

Dari sekian pedagang pengguna los, besaran sewa antara Rp 175 ribu selama 2 tahun. Selain itu, ada biaya meterai Rp 12 ribu dan fotokopi salinan izin Rp 2.000. Guna memastikan hal itu, para pedagang pun mendatangi kepala pasar Sabtu (23/6) kemarin. Akan tetapi, mereka belum berhasil menemui kepala pasar karena tidak ada di tempat. Sementara itu, Kepala

Pasar Melaya, I Kadek Nirta, belum berhasil dikonfirmasi masalah protes para pedagang ini. Namun, Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan I Wayan Sujana mengatakan untuk izin perpanjangan menempati los menurutnya, masih dalam proses. Izin tersebut akan dikeluarkan setelah semua pedagang mengurus izin perpanjangan. (kmb26)

Daerah

3

PROFIL

Jaga Komitmen PPDB KALANGAN DPRD Bali memanggil pihak Disdik Bali guna membahas masalah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur prestasi SMA-SMK 2018. Pengamat pendidikan yang juga Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Provinsi Bali Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum. menanggapi, sebaiknya pihak Disdik Provinsi Bali tetap menjaga komitmen PPDB dengan pembagian kuota sesuai juknis. Jika sedikit muncul masalah lalu aturan diubah, justru membuat masyarakat tak percaya dengan pemerintah, selain itu dapat menimbulkan kegaduhan. Kedua, bagi Chandra Jaya adanya komitmen Disdik Bali dan DPRD ikut memberdayakan sekolah swasta. Dengan pembatasan kouta siswa baru di sekolah negeri, dia yakin semua sekolah swasta kebagian calon siswa baru. Selanjutnya, menjadi tugas pemerintah untuk mensejajarkan kualitasnya dengan sekolah lain. ‘’Itu pun dengan syarat tak ada lagi kebijakan di tengah jalan seperti tahun lalu. Makanya Disdik harus menjaga komitmennya. Jika ada kelemahan itu wajar, dan tahun depan bisa dievaluasi dengan melibatkan BMPS,’’ ujarnya. Chandra Jaya yang juga Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar ini menegaskan, masyarakat ikut mengawasi PPDB agar tak ada lagi istilah jalur belakang dan penambahan kouta. Kedua, mengusulkan jadwal pengumuman PPDB sekolah negeri tak terlalu lama sehingga memberi kepastian lebih awal bagi masyarakat untuk memilih sekolah swasta. (sue)

Honda Sport Motoshow 2018

Hadir Dua Hari di Denpasar dan Singaraja ASTRA Motor Main Dealer Bali bersama jaringan Dealer Honda Bali menyapa seluruh konsumen setia sepeda motor Honda jenis sport yang tampil dengan desain lebih agresif, berperforma tinggi dan juga tangguh dalam gelaran kegiatan Honda Sport Motoshow 2018. Aktivitas yang digelar pada 23-24 Juni 2018 di Mall Level 21 Denpasar dan pada 24 Juni 2018 di acara Car Free Day (CFD) Singaraja, mengajak konsumen dapat mengenal

lebih dekat motor sport Honda yang dikemas dalam bentuk exhibition. Dengan mengusung tema “Total Control”, pada acara exhibition Honda Sport Motoshow dipamerkan beberapa tipe. Di antaranya Honda CB150, Honda CBR150, dan Honda CBR250. Mereka dapat melihat langsung keunggulan performa di lokasi kegiatan. Dalam exhibition juga ditawarkan program penjualan menarik yang bisa didapatkan

konsumen saat transaksi di lokasi. “Ajang Honda Sport Motoshow ini kami hadirkan kembali untuk memenuhi tingginya antusias masyarakat terhadap sepeda motor sport yang memiliki performa terbaik di kelasnya, sehingga dapat menemani masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari dengan memberikan pengalaman mengendarai yang menyenangkan,” kata Ronaldo Widjaya, selaku Region Head Astra Motor Bali. (bns1)

Usai Jalani Masa Kampanye

Pengurus IDI dan PKFI Cabang Badung Dilantik Bupati Suwirta dan Wabup Kasta Kembali Bertugas

PENGURUS Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Badung, Sabtu (23/6) dilantik Ketua IDI Wilayah Bali. Pelantikan yang berlangsung di ruang pertemuan Kertagosa lantai tiga, Kantor Bupati Badung ini dihadiri Bupati Badung Nyoman Giri Prasta. Selain itu, juga dilantik pengurus Perhimpunan Klinik dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer Indonesia (PKFI). Ketua Panitia dr. Suastika, mengatakan pengurus IDI Cabang Badung yang dilantik menjabat dengan masa bhakti 2018-2021. Saat ini, kata dia jumlah IDI di Badung mencapai 237 orang. “Sumber dana penyelenggaraan ini dari iuran anggota,” jelasnya. Mereka yang dilantik sebagai Ketua IDI Cabang Badung adalah dr. I Nyoman Gunarta sebagai Ketua. Wakil Ketua dr. I Made Nurija, Sekretaris dr. I Nyoman Suastika, Wakil Sekretaris dr. IGNB Sastrawan Djaya, Bendahara dr. Ely Swandewi Murti dan Wakil Bendahara Ni Raka Setiawati. Selain itu, juga dikukuhkan pengurus bidangbidang tertentu. Ketua Panitia Suastika menyampaikan, sebelum pelantikan kemarin diisi dengan seminar yang melibatkan 703 orang perserta dari institusi ilmu kesehatan yang ada di Bali. Misalnya ada peserta dari dokter, perawat, bidan, dan juga peserta dari pihak rumah sakit swasta, Puskesmas dan juga dokter pratek serta klinik swasta, mahasiswa dan siswa

FOTO BERSAMA - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta foto bersama dengan pengurus IDI Cabang Badung, Sabtu (23/6). kesehatan. Sementara Ketua IDI Wilayah Bali dr. Gede Putra Suteja mengatakan, pengurus yang baru diharapkan bisa mendata lebih baik anggotanya, sehingga lebih mudah melakukan pembinaan. “Sehingga bisa meningkatkan disiplin dan kualitas dokter,” jelasnya. Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menyampaikan bahwa yang akan menentukan kesehatan masyarakat Badung adalah para tenaga kesehatan itu sendiri. “Masyarakat sehat

pemerintahan akan berjalan dengan baik,” tegasnya. Tak salah, jika di tahun 2019 bupati menargetkan di Badung tidak ada lagi rumah yang tidak sehat. “Tingkatkan pelayanan. Klinik bisa pelayanannya 24 jam,” harapnya. Giri Prasta mengapresiasi pelantikan IDI Badung ini. “Kami ingin kesehatan di Badung untuk masyarakat sangatlah totalitas. Astungkara indeks pembangunan manusia bisa meningkat,” ucap Giri Prasta. Sementara itu, Ketua IDI

Badung dr. I Nyoman Gunarta menambahkan, IDI merupakan wadah para dokter. “Kita ingin IDI menjadi partner yang setrategis dari pemerintah daerah dalam mengembangkan kualitas layanan masyarakat. Sesuai tugas pokok, IDI juga bisa mencetak para dokter yang secara etika bagus dan kualitas juga mumpuni,” jelasnya. Oleh karena itu, dia berharap IDI semakin solid, sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. (ad858)

SETELAH cuti sejak Februari 2018 karena harus mengikuti tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dan Wakil Bupati I Made Kasta kembali bertugas. Ini ditandai dengan acara serah terima pelaksanaan tugas penjabat sementara yang berlangsung di Ruang Rapat Wiswa Sabha Pratama, Sabtu (23/6). Sambutan Gubernur Bali dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesra Provinsi Bali Ida Bagus Kade Subhiksu, menyampaikan serah terima pelaksanaan tugas ini sebagai tindak lanjut Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 1 tahun 2018 tentang perubahan atas peraturan Menteri Dalam Negeri No. 74 tahun 2016 tentang cuti di luar tanggungan negara bagi Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Pasal 4 ayat (1) disebutkan bahwa selama Bupati dan Wakil Bupati menjalani cuti di luar tanggungan negara, ditunjuk Penjabat Sementara (Pjs) Bupati sampai selesainya masa kampanye. Pasal 10 juga disebutkan Penjabat Sementara Bupati melakukan serah terima

SERAH TERIMA - Suasana serah terima pelaksanaan tugas penjabat sementara Bupati Klungkung I Wayan Sugiada kepada Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dan Wabup I Made Kasta, di Ruang Rapat Wiswa Sabha Pratama, Sabtu (23/6). pelaksanaan tugas saat berakhir masa tugasnya. Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada I Wayan Sugiada yang sudah melaksanakan tugas dengan baik dan sudah mampu menjaga kondusivitas sosial dan stabilitas kinerja birokrasi, sehingga tidak terjadinya stagnasi dalam tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Selain itu, kepada Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dan Wakil Bupati I Made Kasta yang kembali memimpin Pemerintahan

Kabupaten Klungkung diharapkan mampu menjaga kondisi dan situasi keamanan serta ketertiban, baik saat masa tenang hingga pada hari pencoblosan pada 27 juni 2018 sehingga seluruhnya berjalan aman, lancar, dan sukses. Serah terima jabatan ini ditandai dengan penandatanganan berita acara dan dilanjutkan dengan penyerahan laporan pelaksanaan tugas dari Penjabat Sementara Bupati Klungkung kepada Gubernur Bali. (ad857)


4

Minggu Kliwon, 24 Juni 2018

Anemia Defisiensi Besi

Anemia secara fungsional didefinisikan sebagai penurunan jumlah massa eritrosit (sel darah merah) sehingga tidak dapat memenuhi fungsinya untuk membawa oksigen dalam jumlah yang cukup ke jaringan perifer (penurunan oxygen carrying capacity).

Anemia sendiri bisa diidentifikasi dengan menilai parameter yang menunjukan penurunan masa eritrosit, yaitu hemoglobin, hematocrit dan hitung eritrosit. Hemoglobin merupakan parameter yang paling umum digunakan. Kadar hemoglobin sangat bervariasi secara fisiologik, tergantung pada umur, jenis kelamin, adanya kehamilan dan ketinggian tempat tinggal. Kriteria anemia menurut WHO adalah sebagai berikut : Kriteria Kelompok Anemia (Hb) Laki-laki dewasa < 13g/dl Wanita dewasa tidak hamil < 12g/dl Wanita hamil < 11g/dl Anemia merupakan masalah yang sering dijumpai secara global. Menurut data WHO tahun 2008, prevalensi anemia sebanyak 1,62 miliar orang dimana angka ini merupakan 24,8% dari seluruh penduduk dunia. Anemia sebenarnya merupakan kumpulan gejala dari beberapa penyebab, pada dasarnya anemia disebabkan oleh gangguan pembentukan eritrosit oleh sumsum tulang, kehilangan darah keluar dari tubuh dan proses penghancuran darah dalam tubuh sebelum waktunya. Selain dibagi berdasarkan penyebabnya, anemia juga dibagi berdasarkan gambaran morfologis yaitu anemia hipokromik mikrositer, anemia normokromik normositer dan anemia makrositer. Dari pembagian berdasarkan penyebab dan gambaran morfologis tersebut anemia terbanyak adalah anemia hipokromik mikrositer yang disebabkan oleh defisiensi besi (anemia defisiensi besi). Besi Anemia defisiensi besi adalah anemia yang timbul karena berkurangnya

penyediaan besi untuk eritropoesis (proses pembentukan darah), karena cadangan besi kosong yang pada akhirnya akan mengakibatkan pembentukan hemoglobin berkurang. Anemia defisiensi besi ditandai dengan anemia hipokromik mikrositer dan hasil laboratorium yang menunjukan cadangan besi kosong. Anemia defisiensi besi disebabkan oleh beberapa hal seperti rendahnya zat besi yang masuk ke dalam tubuh, gangguan penyerapan besi dan kehilangan besi karena perdarahan yang menahun. Kehilangan besi akibat (1) perdarahan menahun dapat berasal dari saluran cerna (perdarahan lambung, penggunaan antinyeri, kanker, hemoroid, infeksi cacing dll), saluran genitalia perempuan (haid yang lebih lama durasinya dan lebih sering), saluran kemih (kencing darah), saluran napas (batuk darah). (2) Faktor nutrisi : akibat kurangnya jumlah besi dalam makanan, kualitas besi yang tidak baik ( contoh : makanan banyak serat, rendah vitamin C dan rendah daging). (3) kebutuhan besi meningkat seperti pada prematuritas, anak dalam masa pertumbuhan dan kehamilan. (4) gangguan absorpsi besi : gastrektomi dan peradangan usus.

Defisiensi Defisiensi besi tidak hanya berakibat pada terjadinya anemia, defisiensi besi juga memberikan dampak negatif seperti gangguan kapasitas kerja, gangguan terhadap proses mental dan kecerdasan, gangguan imunitas dan ketahanan terhadap infeksi, gangguan terhadap ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Gejala anemia secara umum atau disebut sindrom anemia ditemui bila kadar hemoglobin turun di bawah 7-8g/ dl. Gejalanya berupa badan lemah lesu, cepat lelah, mata berkunang-kunang, serta telinga berdenging. Pada pemeriksaan fisik akan tampak pasien pucat, terutama pada konjungtiva dan kuku. Sedangkan gejala khas pada anemia defisiensi besi adalah kuku sendok ( kuku rapuh, bergaris-garis vertikal dan cekung seperti sendok), atrofi

BPM/ist

Apa Itu ”Carpal Tunnel Syndrome”? Di era modern saat ini, berbagai kalangan mulai dari yang muda hingga lanjut usia tidak terlepas dari penggunaan alat elektronik dalam kegiatan sehari-hari, seperti handphone, keyboard, dan sebagainya. Namun, tanpa disadari gerakan tangan berulang tanpa jeda istirahat yang cukup seperti menggenggam dan mengetik dapat menyebabkan terjadinya jepitan saraf pada pergelangan tangan. Jepitan saraf ini biasanya diawali dengan keluhan kesemutan dan kebas pada telapak tangan yang menjalar hingga ujung ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah. Adanya keluhan seperti ini, bisa jadi pertanda bahwa anda mengalami Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Nama Carpal Tunnel Syndrome (CTS) berasal dari tulang karpal yang berada pada telapak tangan yang diselubungi jaringan ikat seperti terowongan yang dilewati sebuah saraf yang dinamakan Saraf Medianus. Saraf Medianus berperan sebagai sensor agar kita dapat merasakan sensasi sentuhan, nyeri, dan suhu pada telapak tangan kita. Studi epidemiologi menunjukkan kejadian CTS paling sering dialami penderita pada rentang usia 45 sampai 60 tahun. Angka kejadian

pada wanita tiga kali lipat dibandingkan pria. Hal ini berhubungan dengan jenis pekerjaan wanita yang cenderung dikerjakan secara manual dan kondisi kehamilan. Jepitan CTS terjadi karena adanya jepitan pada Saraf Medianus. Jepitan dapat terjadi akibat beberapa gerakan tangan yang membengkok ke bawah seperti pada saat mengetik dan gerakan menggenggam seperti pada saat memeras kain, menjahit, mengulek, dan menyapu. Selain gerakan berulang tanpa jeda istirahat yang cukup, beberapa penyakit yang dapat memicu CTS adalah diabetes, obesitas, penyakit tiroid, dan peradangan sendi pada tangan seperti rheumatiod arthritis dan osteoarthritis. Serta kondisi tertentu seperti pada ibu hamil. Diagnosis CTS umumnya ditentukan melalui wawancara medis dan pemeriksaan fisik. Adanya keluhan kesemutan dan kebas akibat gerakan tangan yang sering berulang tanpa jeda istirahat yang cukup dan adanya riwayat penyakit penyerta yang dapat menimbulkan CTS. Pemeriksaan fisik yang dilakukan dinamakan Tinel’s Test dengan melakukan penekanan pada pergelangan tangan dan Phalen’s Test dengan merekatkan punggung tangan kanan dan kiri

hingga membentuk sudut sembilan puluh derajat selama kurang lebih satu menit. Bila keluhan nyeri dan kesemutan dirasakan memberat maka pemeriksaan dinyatakan positif. Pemeriksaan Tingkat keparahan CTS ditentukan dengan pemeriksaan penunjang Elektromiogram (EMG). Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengukur dan mengevaluasi aktivitas listrik pada otot. Prosedur pemeriksaan ini dilakukan dengan cara memasukkan jarum tipis beraliran listrik ke dalam otot. Dengan mengetahui tingkat keparahan CTS yang diderita pasien, dokter dapat menentukan penanganan yang tepat bagi penderita. Penanganan CTS bervariasi, bergantung pada tingkat keparahan. Pengobatan diberikan bersamaan dengan penggunaan alat bantu wrist splint, yaitu alat pembungkus tangan yang berfungsi memperbaiki posisi tangan pada posisi normal. Dalam tahap lanjut, Suntikan Steroid dapat diberikan untuk meredakan peradangan, sehingga jepitan saraf berkurang. Bila pengobatan konservatif tidak mengurangi keluhan, maka dokter akan menyarankan dilakukannya tindakan operasi. l I Made Arya Susila

papil lidah ( lidah menjadi licin dan mengkilap, cheilosis ( peradangan pada sudut mulut berwarna pucat keputihan), nyeri menelan, pica (keinginan makan yang tidak lazim seperti es, lem dan tanah liat).

Terapi Terapi untuk anemia defisiensi besi dibagi menjadi dua, yaitu terapi dari penyebab anemia tersebut seperti terapi pada cacing tambang dan gangguan haid, juga terapi pemberian preparat besi. Terapi pemberian preparat besi bertujuan untuk mengganti kekurangan besi dalam tubuh. Pemberian preparat besi secara oral merupakan pilihan utama karena murah dan aman. Sulfas ferosus merupakan pilihan pertama karena paling murah tetapi efektif. Preparat besi sebaiknya diberikan saat lambung kosong, namun sering dikeluhkan efek samping mual, muntah dan konstipasi. Pada pasien yang mengalami intoleransi, pemberian dapat dilakukan saat makan atau setelah makan. Pengobatan dilakukan selama 3 sampai 6 bulan, namun ada juga yang menganjurkan sampai 12 bulan. Untuk meningkatkan penyerapan besi, disarankan untuk mengkonsumsi vitamin C sebanyak 3x100 mg per hari dan konsumsi makanan tinggi protein khususnya protein hewani. Hati-hati dalam konsumsi vitamin C karena dapat meningkatkan efek samping. Pencegahan terpadu juga diperlukan untuk mencegah anemia defisiensi besi, tindakan pencegahan dapat berupa, Pendidikan kesehatan sepertinya pentingnya pemakaian jamban, perbaikan lingkungan, dan pemakaian alas kaki untuk mencegah infeksi cacing tambang. Penyuluhan gizi untuk mendorong konsumsi makanan yang membantu penyerapan besi. Pemberantasan cacing tambang sebagai sumber perdarahan paling sering di daerah tropik. Suplementasi dan fortifikasi besi yang tepat sasaran juga memiliki peran besar dalam pencegahan anemia defisiensi besi. l dr. I Gede Vendi Cahyadi Riandika

Senam Kebugaran Jasmani 2018 (5) Untuk menjaga kebugaran tubuh, marilah kita lanjutkan berlatih SKJ 2018 Indonesia Bersatu yang bertujuan untuk meregangkan otot sisi badan, lengan, punggung, dada dan betis. Ikuti peragaan berikut ini bersama Manik Sukma Dewi dari Lala Studio.

Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post, Jl. Kepundung 67 A Denpasar (80232) atau hubungi Adolfina Grace Tangkudung, Sekolah Senam Lala Studio, Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 08123843259. Cantumkan kupon “Bugar” di sudut kiri amplop.

Gb. 1 Kaki kanan ke depan sambil meluruskan kedua lengan ke depan, tumit kiri diangkat (hit. 1, 3) lalu tarik kembali kedua lengan ke samping pinggang, tangan mengepal, ujung kaki kanan diangkat (hit 2, 4). Ayunkan kedua lengan dari samping badan hingga lurus ke depan, kaki kanan ditekuk di depan dan kaki kiri lurus ke belakang (hit 5, 6), dan kedua lengan direntangkan, lalu tutup kedua kaki rapat (hit. 7, 8)

Gb. 2 Kaki kanan ke belakang, tekuk sedikit, ujung kaki kiri diangkat, kedua tangan depan perut membentuk seperti membawa bola besar, tangan kanan di atas tangan kiri di bawah pusar, berat badan ke belakang (hit. 1-4) lalu dorong telapak tangan kanan ke depan, tangan kiri memutar melalui atas kepala sampai ke belakang kepala, telapak tangan menempel belakang kepala (hit 5-8) kedua kaki tutup rapat.

1

2

Gb. 3 dan Gb. 4 Mendorong kedua lengan lurus ke atas, kedua kaki tutup rapat, kedua tumit jinjit (hit. 1, 3) posisi lengan tidak berubah, kedua tumit kembali rapat (hit 2, 4). Tekuk siku lengan kanan, tangan kanan menempel di bahu kiri, tangan kiri menempel pada siku kanan (hit 5, 6, 7) kembali sikap sempurna (hit 8). Ulangi gerakan untuk sisi kiri lalu ulangi gerakan Gb. 1, 2, 3 untuk sisi kiri.

3

4

Kupon BPM/ist

CTS - Studi epidemiologi menunjukkan kejadian CTS paling sering dialami penderita pada rentang usia 45 sampai 60 tahun. Angka kejadian pada wanita tiga kali lipat dibandingkan pria. Hal ini berhubungan dengan jenis pekerjaan wanita yang cenderung dikerjakan secara manual dan kondisi kehamilan.

Kisara Remaja merupakan generasi penerus bangsa yang sangat berperan terhadap nasib bangsa Indonesia selanjutnya. Saat ini, permasalahan remaja sangat kompleks terlebih pada era teknologi. Teknologi dapat memberikan dampak positif ataupun negatif tergantung dari si pemakainya, apakah mau memanfaatkan teknologi tersebut untuk hal-hal baik atau buruk. Tidak sedikit remaja yang memanfaatkan teknologi untuk mencari dan

Kebugaran tubuh dan awet muda hanya dapat diperoleh dari latihan rutin dan pikiran jernih, serta salam bugar dari Lala Studio.

Remaja dan Pendidikan Kesehatan Reproduksi menonton video porno. Hal ini sesuai dengan penelitian dari Kisara tahun 2016, bahwa dari 1.200 remaja di Denpasar, 51,33% pernah menonton video porno dan 30,19% di antaranya mengaku ketagihan. Wah! Angka yang cukup besar yaa. Selain itu, penelitian Kisara tahun 2016 juga memperoleh hasil bahwa 6,48% remaja pernah melakukan vaginal seks dan alasan terbesar melakukan hubungan seksual adalah karena keinginan

bersama (43,38%) dan rasa ingin tahu (24,49%). Apabila kita melihat pada hasil penelitian tersebut, tentu saja remaja Bali darurat pendidikan kesehatan reproduksi. Pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual seharusnya diberikan kepada remaja sejak usia dini dan diberikan secara komprehensif tanpa ada yang ditutup-tutupi. Berdasarkan hal tersebut, Rutgers WPF Indonesia bekerja sama den-

gan Bill and Melinda Gates Foundation, Rutgers WPF Netherlands, PKBI Bali dan Pemerintah Kota Denpasar sepakat untuk melaksanakan pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual di beberapa SMP sebagai sekolah percontohan. Untuk menunjang pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual di sekolah, juga dilaksanakan sebuah penelitian, yaitu Explore 4 Action untuk mengetahui model seperti apakah yang cocok untuk

pemberian pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual di sekolah. Launching Explore 4 Action secara nasional telah dilaksanakan di Bali pada tanggal 18 April 2018 di Westine Convention Center, Nus Dua. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Clarissa perwakilan dari Bill and Melinda Gates Foundation dan Miranda dari Rutgers WPF Indonesia serta Prof. Bob dari John Hopkins University. Pada saat launching tersebut,

remaja SMP yang telah menerima manfaat pendidikan kesehatan reproduksi diberikan kesempatan untuk berbagi tentang apa manfaat yang telah mereka rasakan setelah memperoleh pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual melalui modul Setara (Semangat Dunia Remaja). Di samping itu, juga diperkenalkan Forum Remaja Bali dan Dewan Penasihat Lokal Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksual Kota Denpasar.


Refleksi

Minggu Kliwon, 24 Juni 2018

Capricorn Tak perlu meratapi segala kegagalan ataupun yang kurang berkenan di hati, karena yang terpenting adalah usaha dan motivasi telah dikerahkan. Terimalah realita yang ada ini dengan hati gembira dan penuh sukacita. Asmara: Tidak ada gunanya teriak-teriak, itu tidak akan menyelesaikan masalah, justru dengan kata-kata lembut akan benar-benar bisa menyentuh hatinya. Aquarius Di minggu ini Anda harus bisa lebih disiplin lagi dalam melaksanakan segala rencana yang telah Anda buat sendiri, agar segalanya bisa berjalan menurut schedule yang ada dan tidak sampai meleset jauh. Mengenai kesehatan mudah sekali jatuh sakit, untuk itu Anda harus berhati-hati terutama dalam mengkonsumsi makanan sebaiknya benar-benar diperhatikan kebersihannya. Asmara: Tahu dirilah dengan tidak menuntutnya secara berlebihan. Pisces Di minggu ini segalanya cukup berjalan lancar, hanya saja cobalah untuk berhati-hati dari segala kemungkinan buruk yang bisa terjadi karena ada sentimen dari orang terdekat Anda. Untuk itu jangan mudah begitu percaya dengan omongan orang sebelum Anda melihat bukti-bukti yang ada. Asmara: Hilangkan segala keluh kesah bila berada di sampingnya, agar tidak semakin menambah pusing dirinya. Aries Tidak ada ruginya mengalah demi kemenangan, itu adalah langkah yang tepat dan harus dipikirkan di minggu ini. Tidak perlu memaksakan diri, jika keadaan mengharuskan Anda untuk mengalah dulu, ya lakukan saja. Di minggu ini saat yang tepat untuk observasi agar dapat mengetahui situasi yang sebenarnya. Asmara: Mengalah sajalah, buat apa bersikap ingin menangnya sendiri hanya untuk urusan yang sepele. Taurus Di minggu ini perjalanan Anda mulai mengalami hambatan, walaupun sinar matahari sudah menampakkan sinarnya, akan tetapi angin kencang harus lebih diwaspadai karena bisa merusak apa saja. Itu perlambang bahwa di balik kemujuran tersebut muncul hambatan-hambatan, sehingga dalam melangkahkan kaki harus lebih berhati-hati, jangan asal sudah yakin lalu mengabaikan segalanya. Asmara: Cobalah pahami segala keinginannya, selama tidak melanggar prinsip yang ada mengapa tidak Anda penuhi saja. Gemini Angin ribut sudah menyingkir jauh dari perbintangan Gemini sehingga hari-hari tetap cerah dan tenang dan jauh dari marabahaya. Suasana yang berprospek cerah ini sebaiknya benar-benar bisa dimanfaatkan jangan hanya mengandalkan bisnis yang sudah ada, galilah lubang yang banyak sehingga pemasukan bisa datang dari banyak lubang. Asmara: Tidak semua perkataannya keluar dari lubuk hatinya, itu semua muncul karena terbawa oleh suasana hati yang masih kacau. Cancer Cobaan yang lumayan berat mulai menerpa kehidupan Anda terutama segi emosi yang tampak terus diganggu. Ini memang merupakan ujian untuk bisa meraih kesuksessan di masa mendatang. Hadapilah semua itu dengan sabar, bila perlu positive thinking saja. Tak perlu dimasukkan hati omongan orang yang terkadang memang membikin telinga panas. Asmara: Dengan sabar dan menghindari dari perkataan yang kasar, maka hari-hari yang Anda lalui bersamanya akan terasa indah dan romantis. Leo Di minggu ini perbintangan Leo memang sedang bersinar sehingga segala rencana akan dapat berjalan lancar. Hanya saja Anda harus mampu bergerak cepat bila ada peluang datang, jangan sampai enakenakan dan terkesan santai karena itu akan sangat merugikan sekali. Asmara: Terkadang sikap mengalah akan bisa melunakkan hatinya dan membikin si dia bertambah sayang pada Anda. Virgo Berkonsentrasilah terhadap suatu masalah yang benar-benar penting jangan sampai pikiran terpecah oleh suatu hal yang seharusnya tidak perlu terlalu dipikirkan. Dalam mengambil keputusan sebaiknya Anda tetap mendahulukan rasio daripada perasaan. Asmara: Usahakan untuk tidak membicarakan setiap permasalahan kepada pihak ketiga, karena hanya akan memicu permasalahan baru saja. Libra Di minggu ini bintang Libra harus mau sabar dalam meniti lika-liku kehidupan, walaupun harapan terasa masih di angan-angan, akan tetapi hanya dengan kerja keraslah maka semua itu akan bisa teraih. Asmara: Persoalan kecil tak perlu dimasukkan hati, cobalah bisa bersikap lebih dewasa agar hubungan tetap tenang dan jauh dari cekcok mulut. Scorpio Jangan panik terhadap berbagai persoalan yang sekilas memang cukup rumit, jika Anda tetap tenang maka tidak akan sulit untuk menemukan jalan keluarnya. Tak perlu takut untuk melakukan inovasi, walaupun itu cukup aneh orang menganggapnya selama Anda yakin dengan semua itu maka jalan saja. Asmara: Suasana indah dan romantis bisa saja tercipta di minggu ini selama Anda tidak melakukan perbuatan yang bisa merusak suasana. Sagitarius Bersabar merupakan kunci yang harus dijalankan bintang Sagitarius untuk menjawab berbagai permasalahan yang bermunculan di minggu ini. Apa mau dikata jika medan yang harus Anda lalui saat ini memang cukup berat, tak perlu berhenti teruslah berjalan dengan penuh kewaspadaan dan kehati-hatian. Asmara: Agar suasana tidak bertambah panas saja, alangkah baiknya jika Anda mencoba untuk bersikap manis baik dalam bertutur kata ataupun dalam bertindak.

Diasuh Oleh Putri Wong Kam Fu Berlaku : 24 - 30 Juni 2018

5

Tegak atau Runtuh di Hadapan Para ”Vrddha”

Urdhvam prana hyutkramanti yUnah sthavira ayati Pratyuthanabhivadabhyam punastan pratipadyate (Mahabharata, Ud.P. Praja.A.38, Anu. P.A.104.66) “Kedatangan orang-orang yang lebih tua, orang-orang yang patut dihormati meruntuhkan prana atau napas hidup dari orang-orang yang lebih muda. Namun ketika yang lebih muda (tersebut) berdiri dengan penuh sopan dan menyampaikan salam hormat bhaktinya, maka napas hidupnya akan bangkit kembali menjadi lebih baik dan lebih sehat.” Kutipan di atas menjelaskan bagaimana hendaknya anak-anak muda bertingkah laku di hadapan para orang tua atau mereka yang patut dihormati. Zaman dahulu, hormat bhakti kepada yang lebih tua dan yang pantas dihormati tidak merupakan sesuatu yang harus diajarkan karena hal-hal seperti itu sudah mendarah daging pada diri orang sejak masa kanak-kanak. Seiring berkembangnya usia, rasa hormat bhakti tersebut merasuk dan mengisi seluruh jiwa raganya, menjadi rasa hormat bhakti dan kasih sayang yang tinggi. Ia bukan sesuatu yang baru yang harus dipelajari atau diajarkan. Terdapat keluhan bahwa halhal indah mulia seperti itu sudah sangat jarang dijumpai pada zaman sekarang. Barangkali banyak benarnya. Kini tradisi sopan dan menghormati orang tua merupakan sesuatu yang harus diajarkan bahkan sering dengan cara agak memaksa, bahwa yang usianya lebih muda memang seharusnya menghormati mereka yang lebih tua. Menurut kutipan di atas, kehadiran orang lebih tua atau yang patut dihormati, secara alami men-

Redaktur Khusus

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa

gambil napas hidup mereka yang lebih muda. Secara tradisi sopan santun, yang muda harus berdiri memberi hormat jika tidak ingin napas hidupnya menjadi merosot atau terkikis habis (pratyutthanamabhivadabhyam). Ketika yang muda berlaku tidak sopan di hadapan orang tua dan para Guru, sesungguhnya mereka menciptakan karma baru. Bagaikan tumpahan minyak di lantai, karma “kecil” tersebut menyebar mengotori dan merusak seluruh hidupnya. Kehadiran orang-orang yang lebih tua membawa dua jenis bawaan, yaitu (1) karunia yang secara alami akan didapat, dan (2) hal-hal tidak baik yang meruntuhkan, yang juga secara alami didapatkan. Ketuaan itu meruntuhkan tetapi juga mengangkat nasib orang. Tegak atau runtuhnya itu ditentukan oleh rasa sopan hormat ataukah tidak hormat. Memberi hormat kepada yang lebih tua tidak merupakan suatu “penjajahan” terhadap yang lebih muda. Sebaliknya ia merupakan cara hidup yang indah dan mulia. Yang muda memerlukan karunia, dan yang lebih tua mempunyai karunia. Mengapa yang lebih tua mempunyai karunia? Karena mereka selalu memberi; ketika anak cucunya lapar mereka memberi makan, memberi kasih sayang, memandikan, menghibur ketika bersedih, dan lain-lain kebaikan yang tidak memerlukan balasan. Tentu saja kebaikan yang orang tua dan para Guru lakukan tidak dapat dibayar dengan cara apa pun oleh yang lebih muda yang sudah jelas dan nyata mendapatkan kebaikan dari mereka yang lebih tua. Adalah menjadi kewajiban bagi yang lebih muda untuk menghormati yang lebih tua. Jika

H. Kusnadi Musthofa Mereka yang sebelumnya berperang (jihad akbar) melawan dan mengendalikan hawa nafsunya atas perintah Tuhannya sebulan penuh selama Ramadhan, adalah mereka yang memang sudah selayaknya berlebaran atau yang ber-Idul Fitri, kembali kepada fitrah kemanusiaannya dengan jiwa yang bersih dan penuh kasih sayang. Pada saat Idul Fitri, lazim di kalangan umat Islam saling mendoakan satu sama lain dengan ucapan: “Taqobballahu minnaa wa minkum” (Semoga Allah menerima ibadah kami dan ibadah kalian). “Minal ‘aidin wal faizin”. Minal ‘aidin bisa bermakna: (Semoga diri kita) termasuk orangorang yang kembali, yakni kembali fitrah, bersih. Sedangkan al-Faizin dari kata fawz bermakna beruntung atau menang, kemenangan yang disebabkan oleh keberhasilan mengendalikan hawa nafsunya untuk menaati Ilahi. Mengacu pada penggunaan kata fawz yang dalam berbagai bentuknya terulang 29 kali dalam Al-Qur’an, sebuah kata yang bermakna keberuntungan atau ke-

lakukan maka karunia yang mereka miliki akan datang mengalir kepada yang lebih muda. Walaupun yang bersangkutan berusaha “mengunci” karunianya agar tidak mengalir keluar, namun pelayanan akan “membuka”-nya dengan mulus sehingga orang bisa mendapatkan segala kemuliaan tersebut dengan mudah. Ketuaan menurut Veda bukanlah karena usia (vayasa vina), artinya vrddha atau “lingsir” bukan karena usia uzur untuk lengser melainkan karena pengetahuan, pengalaman, bijaksana, kesucian, karunia dan kekuatan spiritual yang dimilikinya. Itulah yang membuat seseorang diakui sebagai vrddha atau lebih tua, yang kalau orang menghormat dan melayaninya, maka karunia tersebut akan mengalir kepada yang lebih muda secara mudah dan alami. Semua ini merupakan ajaran Veda, yang kebenarannya adalah pasti. Namun ia akan menjadi lenyap tanpa arti ketika orang mulai memakai pertimbangan akal secara berlebihan. Ajaran mulia seperti ini akan “hilang lenyap” seketika, terganti dengan pendapat seolah-olah yang muda dimanfaatkan oleh yang lebih tua. Para bijak tidak menginginkan dirinya dipuji, dihormati atau pun dilayani. Mereka mempunyai rasa kasih sayang dan ingin berbagi kasih sayang dengan semua. Orangorang tua ingin menjaga ajeg tradisi indah bahwa yang lebih muda memelihara sikap sopan santun, hormat bhakti dan jiwa melayani yang lebih tua. Ketika mereka melayani yang lebih tua maka secara otomatis karunia itu mengalir kepada yang lebih muda. Para vrddha dalam kebijakannya menerima pelayanan demi yang lebih muda “terangkat”, bukan karena yang bersangkutan haus akan hormat dan pelayanan. Tidak ada yang dimanfaatkan atau memanfaatkan dalam jalinan kasih sayang. Melayani atau dilayani dilakukan dalam kasih sayang, dalam sraddha bhakti, tulus ikhlas tanpa memikirkan imbalan yang akan didapatkan. Di sana semuanya menjadi indah.

Berlebaran Usai Jihad Akbar

menangan, yang dimaksud adalah karena seseorang mendapatkan ampunan dan keridhaan dari Allah SWT lantaran keimanan dan ketakwaannya. “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.” (Q.S. Yunus [10]: 62-64). Tujuan disyariatkannya berpuasa pada bulan Ramadhan bagi orang-orang beriman adalah agar mereka menjadi hamba-hambaNya yang bertakwa (Q.S. 2: 183). Karena itulah saat berpuasa, seseorang dituntut untuk “berlatih” dengan intens agar memiliki ciriciri orang bertakwa, di antaranya adalah disiplin, jujur, dermawan, penuh cinta kasih, menghindari sifat marah yang tidak terkendali, menghindari tindakan yang sia-sia, menjauhi kebiasaan bergunjing dan berserah diri kepada Tuhannya dengan ikhlas. Manakala ciri-ciri ketakwaan itu ada pada diri orang-orang yang beriman, maka “super bonus” yang

dianugerahkan oleh Allah SWT sungguh sangat besar, bahkan lebih berharga dari dunia seiisinya, karena tidak saja bermanfaat bagi kehidupan yang fana di muka bumi ini, juga bermanfaat bagi kehidupan berikutnya, baik di alam barzah, maupun di akhirat kelak. Begitu banyak dan begitu berharga anugerah yang dilimpahkan oleh Allah SWT bagi hamba-hamba-Nya yang bertakwa. “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar (dalam urusannya). Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. Dia (Allah) akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya. (Q.S. ath-Thaalaq [65]: 2-5). Sedangkan puncak dari segala anugerah yang dikaruniakan oleh Allah SWT kepada hamba-hambaNya yang bertakwa adalah dimasukkan ke surga-Nya yang mulia

Semoga Bali Aman dan Damai! Pesta demokrasi berupa pemilihan kepala daerah sudah di ambang pintu. Sesuai sebutannya, pesta seyogyanya bernuansa gembira dan suka-cita. Agar keceriaan dirasa semua peserta, pilihan makanan, minuman dan dessert sewajarnya tidak dipaksakan penyelenggara pesta atau mereka yang merasa berkuasa pada hajatan itu. Kendati bentuk dan bahan lidah serupa, harus disadari kalau selera setiap orang tidaklah sama. Bila ada pihak yang memaksakan kehendak dalam pesta, bisa jadi kegembiraan akan berubah menjadi kegaduhan. “Demokrasi politik kalau diandaikan sajian boga, mirip prasmanan atau buffet bukan set menu atau sajian terpilih yang ditentukan pengelola restoran. Nah, di Indonesia sejak reformasi bergulir, kita kembali pada sistem multipartai. Ini analog dengan prasmanan! Setiap pemilu, baik legislatif maupun eksekutif, selalu diwarnai perebutan suara oleh banyak parpol bagi para calon

Jika memang peradaban setempat adalah mencakupkan tangan atau berjabatan tangan, maka orang bijak akan melakukan seperti itu, walaupun peradabannya sendiri berbeda. Jika orang tidak mengikuti tradisi setempat maka yang lain akan menilainya sebagai orang aneh. Hal yang baik pun bisa berubah menjadi tidak baik. Sopan santun pun berubah menjadi lelucon atau ejekan. Dalam hal hormat menghormat, orang hendaknya berusaha untuk memahami, menghargai, dan tidak melabrak tradisi. Berdiri sopan sambil mencakupkan tangan dan sedikit menundukkan kepala merupakan cara menghormat yang sangat baik jika bukan terbaik. Dengan mencakupkan tangan maka seluruh energi akan tergabung dalam sepuluh jemari tangan menyatu, mengaktifkan serta memberikan kekuatan kepada kedua pihak, yaitu yang diberi hormat dan yang memberi hormat. Rasa hormat bhakti seperti itu juga akan membuat para orang tua menjadi lebih kuat dan lebih sehat dikarenakan sentuhansentuhan dari energi dalam diri orang yang memberi hormat. “Ardrapadastu bhunjita nardrapadastu samviset, ardrapadastu bhunjano varsanam jivate satam” - orang bisa hidup panjang ratusan tahun dengan berdiri sopan, mencakupkan tangan memberi hormat bhakti kepada orang lebih tua. Bersamaan dengan usia menjadi lebih tua maka mereka juga membawa perkembangan pengalaman, pertapaan, cobaan hidup, pelajaran, dan lain-lain. Semua itu memberikan kekuatan karunia khusus dan mengisi diri para orang tua sehingga terkumpul menjadi kekuatan “shakti”. Karunia “shakti” khusus tersebut bisa didapatkan dengan mudah dan alami oleh yang lebih muda hanya dengan cara memberi hormat. Selain rasa hormat, yang muda juga seharusnya menyempatkan diri untuk melakukan pelayanan kepada yang lebih tua. Melalui pelayanan, sekalipun yang lebih tua tidak berkeinginan untuk memberikan karunia, namun akibat dari pelayanan yang di-

MIMBAR AGAMA

MIMBAR

ISLAM

yang lebih muda tidak menghormati yang lebih tua, maka bawaan “karma balik” (hukuman dan kutukan) dari orang yang lebih tua akan “menyentuh” dan “menggoncangkan” hidupnya. Mengapa yang lebih muda harus mendapatkan karma balik hukuman? Karena nyata-nyata sudah menerima berbagai kebaikan sejak kecil dari mereka yang lebih tua. Oleh karena itulah ketika yang lebih tua datang dan yang muda tidak menghormat, maka alam akan “membentangkan” hukum karma bagi yang bersangkutan. Tentu saja yang usia lebih tua itu tidak pernah meminta untuk dihormati. Semua yang dilakukannya semata karena aliran rasa kasih sayang disertai hati yang bersih suci. Para Vrddha hanya memberi kebaikan dan kasih sayang. Mereka tidak melihat yang dikasihinya itu cemberut atau tidak hormat terhadap dirinya. Orang tua selalu berpikir bijak dan positif, “Oh mungkin pikirannya sedang terganggu, atau barangkali Ibunya tidak memberikannya uang jajan.” Walaupun tidak dihormati, dicuekin, atau bahkan dihina sekali pun mereka tetap memegang teguh sifat mulianya untuk menyayangi. Jika yang sudah menerima kebaikan tidak memberi hormat kepada orang yang sangat baik dan mulia seperti itu, adalah wajar terkena sentuhan negatif “tsunami” atau “api menyala-nyala” siap membakar yang merupakan “bawaan” orang tua dan bijak. Sebaliknya hanya dengan berdiri mencakupkan tangan memberi hormat, maka “punastan pratipadyate” kembalilah prana atau nafas hidup yang sudah merosot itu bangkit menjadi lebih kuat, lebih tegak, dan lebih sehat. “Mata-pitaram utthaya pUrvamevabhivadayet” - kepada bapak dan ibu, orang hendaknya lebih duluan berdiri mencakupkan tangan dan memberi hormat. Bapak, Ibu, dan para Guru patut dihormati dengan cara berdiri dan mencakupkan tangan. Tentu saja disesuaikan dengan situasi dan kondisi alias desa, kala dan patra.

brolan BALE BANJAR ARIDUS mereka. Meskipun untuk jabatan eksekutif calon independen dibolehkan undang-undang, mengingat hambatan yang begitu besar akan dihadapi saat berkuasa, alternatif tersebut belum begitu populer saat ini. Walau demikian, koalisi rakyat yang rata-rata merupakan warga nonpartisan, ikut pula meramaikan pesta demokrasi kendati mereka harus bergabung dengan parpol-parpol yang dalam berpolitik belum tentu

seaspirasi dengan mereka. Yang membuat aku khawatir, pendapat yang menyatakan kemenangan dalam Pilkada Serentak Tahun 2018 menentukan kemenangan Pemilihan Presiden 2019. Sinyalemen tersebut memicu suasana memanas berupa saling ejek dan menjatuhkan antara para pendukung calon-calon gubernur, bupati dan wali kota. Aku sempat bingung membaca prediksi Wakil Presiden Jusuf Kalla, bahwa Pilpres dan Pileg serentak 2019 merupakan pemilu paling rumit di dunia. Syukurlah dia akhirnya optimis kalau pemilu akan berjalan dengan baik dan damai, mengingat pengalaman melaksanakan Pileg sebanyak sebelas kali sejak tahun 1955. Semoga begitu!“ doa Rubag menutup ulasannya. “Ya, aku juga selalu berdoa, semoga Bali aman dan damai meskipun di medsos kuamati suasana saling ejek antara tim sukses terjadi. Kadang-kadang pemilik akun abal-abal muncul dengan status provokatif, yang celakanya

dan dihindarkan dari azab neraka. Bukankah semua anugerah itu lebih baik dari dunia ini seisinya? Lalu mengapa diri kita mesti enggan berjuang habis-habisan untuk mendapatkannya? Memang, untuk meraih semua anugerah itu diperlukan perjuangan yang gigih dalam seluruh perjalanan hidup kita yang singkat di dunia ini, dan perjuangan itu, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW, perlu dilakukan dengan lebih intensif saat bulan Ramadhan, sebuah bulan yang paling mulia dalam kalender Islam dimana pintu-pintu ampunan dan rahmat Allah SWT terbuka selebar-lebarnya bagi mereka yang ingin meraihnya. Bagi sebagian orang yang berkeinginan kuat dan berusaha optimal, insya Allah akan diberi kemudahan dalam meraih derajat ketakwaan melalui berbagai bentuk ibadah yang dilakukan saat bulan Ramadhan. Namun bagi sebagian yang lain, yang boleh jadi keiinginan meraih predikat takwa itu tidak begitu serius diwujudkannya, maka mesti menghadapi sejumlah kendala yang harus diatasi dengan sungguh-sungguh. Maklum godaan untuk melakukan berbagai ketaatan, seperti tadarus, mempelajari Al-Qur’an, maupun shalat terawih, bisa saja

menjadikan kegiatan ibadah itu menjadi terbengkalai lantaran asyik menonton tayangan televisi, asyik ber-medsos, browsing internet dan berbagai kegiatan lain yang dianggap lebih menarik. Maka sungguh beruntung mereka yang berhasil dengan baik melakukan berbagai bentuk pengabdian (ibadah) kepada Allah SWT di bulan Ramadhan itu dan tentulah akan lebih beruntung lagi manakala dengan konsisten (istiqomah) melanjutkan pengabdian yang tulus ikhlas selepas Ramadhan, yakni pada bulan-bulan berikutnya, hingga Ramadhan tahun depan kembali datang atau hingga ajal menjelang. Betapapun, bagi orang beriman, sebaik-baik bekal dalam perjalanan menuju Tuhannya adalah bekal takwa. Semoga bekal terbaik itu ada pada diri kita semua. Tentu saja wujud ketakwaan tidak semata tercermin dalam ibadah-ibadah ritual, juga diwujudkan dalam bentuk kesalehan sosial,seperti kedermawanan dalam membantu sesama yang memerlukan, juga sikap kasih sayang bagi sesama dan gemar menebarkan salam (kedamaian) dalam kehidupan di dunia ini. Kesalehan sosial itu, jelas tidak kalah pentingnya dengan kesalehan “ritual”.

memancing respons kasar dari para pembacanya. Beberapa hari lalu, aku juga menonton acara di TV, kalau tidak salah bertajuk, ‘Menguasai Pulau Jawa dalam Pilkada 2018 buat memenangkan Pilpres 2019‘. Walaupun kalimatnya tidak persis, namun dari paparan moderator dan perdebatan dua pihak yang berseberangan di Senayan, bagiku, maknanya seperti itu. Sikapku menonton acara itu seperti menyaksikan tayangan supranatural, antara percaya dan tidak. Sebab di Bali kulihat, yang berseberangan di Jakarta atau pusat, justru berangkulan dalam pemilihan gubernur di Pulau Dewata. Malah saat ada partisan yang mengklaim bahwa kemenangannya di Bali akan mencerminkan keunggulan capresnya dalam Pilpres 2019, serta merta disangkal banyak fesbuker, bahwa mereka bukan memilih parpol tapi tokoh idolanya. Aku percaya pendapat bahwa politik punya banyak kemungkinan dan tidak linear. Memprediksi politik menggunakan cara paranormal buat menujum yang belum terjadi, kedengaran sangat naïf dan lucu, hahaha,” gelak Kadek Wahyudita menutup komentarnya.

“Kalau setuju pemilu apa pun bentuknya diberi istilah ‘Pesta Demokrasi‘, kita seharusnya menghilangkan rasa marah, dengki dan antipati. Khususnya di Bali, yang punya kearifan lokal berbunyi, “sagalak sagilik salunglung sabayantaka, paras-paros sarpanaya”. Ujaran itu lahir dari konsep ‘nyamabraya‘ atau ‘pasemetonan‘ atau ‘paiketan‘. Roh dari semua itu adalah ajaran Hindu Bali, Tat twam asi dan Vasudewa Khutum Bhakam! Kita tidak seharusnya menjadikan warisan leluhur tersebut hanya sebagai pemanis bibir, namun melaksanakannya dalam berbagai kehidupan, khususnya dalam berpolitik seperti sekarang. Suku Bali, kita sadari adalah suku minoritas di Indonesia, janganlah kita saling cabik lagi! Pilkada, Pileg dan Pilpres adalah peristiwa lima tahunan, jangan sampai persaudaraan dan pertemanan yang melandasi hubungan kita setiap hari jadi rusak. Terkesan bodoh dan lucu, jika orang lain buka botol wiski, kita yang tidak ikut minum, justru mabuk berat. Semoga Bali aman dan damai!“ saran Ketut Suanda.


Bali

6

Redité Kliwon, 24 Juni 2018

Dresta Pangrébongan

Ngeréhang Nyaluk Sandikala

BPM/dok

NGERÉHANG – Sajeroning parikrama pangerébongan, majanten kapanggihin pidabdab ngeréhang barong wiadin rangda pinaka sinalih tunggil pidabdab sané mautama ring upacara inucap. Parikrama ngeréhang kamargiang nyaluk sandikala.

Bencingah

Niyasa Saking Pidabdab Gumi

PINAKA dresta kekunan sané kantun kamargiang kantos mangkin, pangrébongan sampun manados parikrama yadnya sané macihna pisan saking Kesiman. Mawinan patut kalestariang pinaka sinalih tunggil wangun budaya non-benda. Sangkaning punika, manut I Gd. Anom Ranuara S.Pd., S.Sn., M.Si. parikrama inucap majanten kamargiang nganembulan apisan, nénten naenin nénten kamargiang. Napi malih dané maosang, parikramanipun kantun nganutin saking sapunapi tata-titi sané sampun katami saking nguni. Sakéwanten sané ketah magentos wantah indik wangun busana sané kawigunayang, nganutin kahanan sakadi mangkiné. “Yadiastun kadabdabang manut kahanan sakadi mangkiné, nanging nénten majanten makasami kagentosin. Minakadi conto kantun ngawigunayang rompi miwah destar sané patut kawigunayang sakadi daweg dumun, wantah wangunnyané kémanten sané kakaryanin mangda anyaran malih tan pawénten kahanan ngentosin wangun sané madaging antuk tetuekipun,” baos dané. Lanang sané embas ring Denpasar, 7 September 1968 puniki raris maosang, yéning sumeken kaélingang makasami parikramanyané, dresta inucap taler niyasa saking pidabdab guminé. Sapunapi guminé kakardiang, sapunapi punika kadabdabang ring sajeroning kahuripan raris kawaliang malih ring witnyané. Sios punika sekancan pidabdab sané kamargiang taler niyasa saking makudang-kudang parikrama sané kamargiang jadmané tatkala ngamargiang kahuripannyané mangda sida ngamolihang kahuripan sané landuh tur becik. “Sios punika Pura Petilan pinaka genah dresta inucap kamargiang nénten manados genah spiritual kémanten, nanging taler genah sané matetujon sosioréligius taler nyikiang pikayunan krama sareng ngardi kahuripan sané rahayu tur sagilik saguluk salunglung sabayantaka,” Anom Ranuara nartayang. (was)

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

kabuatang

1.

kbÙt*,

2.

bubukan

2.

buubukn/,

3.

bulénan

3.

buelnn/,

4.

bungkak

4.

bu\Ðk/,

5.

cacep

5.

cc)p/,

6.

cager

6.

cg$,

7.

cantél

7.

cenÓl/,

8.

canting

8.

cnÓ&,

9.

catra

9.

ctÉ,

10.

catri

10. ctÉi,

PINAKA krama Bali sané magama Hindu majanten pacang ngamargiang makudangkudang parikrama agama miwah pidabdab adat sajeroning kahuripannyané. Antuk kahanan taler tata-titi sané kamargiang mabinayan ring soang-soang wewidangan ngawinang kawéntenan budaya Bali sayan ngakéhang kawéntenanipun. Minakadi conto makudang-kudang upacara adat utawi yadnya sané majanten kamargiang nyabran nganembulan apisan, sinalih tunggilnyané upacara Pangrébongan. Pangrébongan wantah sinalih tunggil dresta sané kamargiang ring Désa Kesiman, Denpasar. Manut I Gd. Anom Ranuara S.Pd., S.Sn., M.Si., budayawan saking Kesiman Petilan, ngrébong utawi pangrébongan sujatiné wantah parikrama upacara ngusabha utawi pangusabhan sané kamargiang ring wewidangan Désa Kesiman. Ngusabha mawit saking kruna “sabha” sané tegesipun wantah “pauman” utawi “paruman”. Punika mawinan ngusabha wantah parikrama paruman sané kamargiang olih para dewata sané kasinahang antuk parikrama nedunang sekancan pratima utawi pralingga sané kalinggihang ring balé panjang raris katurang upakara. Pabinayan pangusabhan ring Désa Kesiman puniki, upakara sané katurang wantah pejati kémanten, nénten ngawigunayang upakara akéh

sakadi sané kamargiang ring wewidangan tiosan. “Punika wantah cihna pidabdab “minimalisasi” utawi ngidikang upakara sané kamargiang ring dresta puniki. Santukan sané pinih kautamayang wantah makasami pangilénipun patut kadabdabang saka siki. Nénten dados wénten sané luput kamargiang,” baos dané. Malih kabaosang, parikrama dresta sané kamargiang ring Pura Petilan Kesiman punika majanten madué sejarah sané manados pangawit parikrama punika kamargiang. Pinaka patinget kawijayan Raja Kesiman tatkala Ida madeg agung. Yéning katilik malih, parikrama punika taler pinaka patinget kawijayan Ida tatkala prasida ngasorang panegara utawi Kerajaan Sasak ring Lombok. Kocapan sadurung punika, Ida Prabu nangkil Ida Bhatara Sesuhunan ring Uluwatu saha masemaya prasida ngamargiang parikrama ngeréhang nénten ring galah wengi pinaka sesangin Idané. Mawinan sinalih tunggil parikrama utama sajeroning pangrébongan wantah ngeréhang sané kamargiang ring galah nyaluk sandikala, boya ring galah wengi sakadi sané ketah kamariang ring pakraman. Ngeninin indik kruna ngrébong sujatiné wénten tegesipun, kamedalang ring parikrama upacara inucap. Ngrebong mawit saking kruna

Pidabdab Parikrama Pangrebongan

ngréhbaung utawi ngréhbong sané tatkala kaepah wantah angkepan saking kruna ngréh pinaka pidabdab sané tenget, ba utawi bah sané mateges Akasa miwah ung utawi Pertiwi. Dadosné ngrébong wantah pidabdab tenget nyikiang Akasa miwah Pertiwi antuk parikrama nyanjan miwah nedunang Ida Sang Hyang Widhi Wasa sané kahanannyané wantah Impersonal Gods utawi nénten marupa mangda dados Personal Gods antuk makatah rupan Ida malarapan antuk ngeréh. Sios punika, prasida taler kaselehin saking kahanan seni pawayangan inggih punika tabuh utawi gending rébong pinaka gending reromanan sané katabuh tatkala medal tokoh putri masesesolahan. Ngrébong wantah yadnya sané raris kamargiang antuk parikrama masesolahan ngiterin panggungan ring tengah-tengah kalangan upacara sané madaging antuk guling panyujug saking kucit butuan. “Tattwa ngiterin panggungan inucap wantah niyasa jagat utawi gumi ngiterin porosipun sané majanten ngardi kahuripan sané becik kerta raharja. Pidabdab paitehanipun wantah Prasawya utawi saking tengen ka kiwa sané nugesang ngruruh Amertha, boya Pradaksina utawi saking kiwa ka tengen sané tetuweknyané wantah nuju kalepasan,” Anom Ranuara nartayang. (was)

Kamargiang ring Wewaran Umanis, Paing, Pon PANGRÉBONGAN wantah upacara sané kamargiang nganem bulan apisan ring Pura Petilan, Kesiman. Parikrama pangusabhan puniki kasarengin antuk aketi tali krama ring sawewidangan Kesiman. Ngeninin indik pamarginnyané kaepah dados tigang paletan sané soang-soang paletan madué pidabdab parikrama sané mabinayan. Ngeninin indik paletan pamargin yadnya inucap kamargiang ring rahina Wraspati Umanis wuku Dungulan utawi ring Umanis Galungan, ring rahina Soma Paing wuku Kuningan, miwah rahina Redité Pon wuku Medangsia. Pamargin ngrébong kamargiang ring rahina Wraspati, Soma, Redité utawi ring pancawara Umanis, Paing miwah Pon. Ring paletan kapertama utawi sané kamargiang ring rahina Umanis Galungan kawastanin Pangebekan pinaka parikrama ngusabha désa sané aranipun mawit saking kruna “bek” sané tegesipun wantah akéh. Kawastanin asapunika duaning pailén-ilén yadnya sané kamargiang tatkala punika wantah akéh pisan utawi telulas pailén. Luiré; nyanjan kaluwur, mamendak, nyanjan panuwuran utawi marerauhan, ngarénténg utawi ngider bhuwana, mawayang-wayang istri, ngrebeg, nanda nyapuh jagat, wayang-wayang lanang, ngurek utawi ngunying, panangkilan

Ratu Ayu ring Ratu Agung, mabiasa, mamendak pangluwuran utawi panyineban miwah tabuh agung utawi ngincung. Ring pailén ngrebeg wantah niyasa parikrama payudhan. Ring parikrama tanda nyapuh jagat kamargiang antuk parikrama madaging tetuek Sudamala. “Sadurung kamargiang ngrebeg antuk ngiterin wantilan ping tiga, wénten taler sané kawastanin antuk siat ajejudén utawi pasiat sané ngawigunayang taluh, nyuh miwah tingkih sané kapaluang,” baos Anom Ranuara. Paletan parikrama kaping kalih sané kamargiang ring rahina Paing Kuningan kawastanin antuk Pamapagan. Yéning manut tattwa Téologi punika wantah niyasa saking ngitehin gunung Mandara Giri duaning sané karuruh ring pamapagan inucap wantah tirta amertha sané raris kapendak utawi kasongsong. Upacara puniki nedunang sekancan pacanangan sané wénten ring wewidangan Désa Pakraman Kesiman sajabaning Ratu Agung utawi Ratu Dalem. Indik pailénnyané wénten adasa, luiré; nyanjan kaluwur, pamendakan agung, nyanjan marerauhan, mawayangwayang istri, mawayangwayang lanang, ngurek utawi ngunying, panangkilan Ratu Ayu, mabiasa, pangelong jiwa miwah tabuh agung utawi ng-

Dura désa

incung. Ring pidabdab mapag agung inucap wénten pangilén sané kadabdabang antuk parikrama patemon ring tengah-tengah, inggih punika Ida Bhatara sané tedun matemu sareng Ida Bhatara sané mapag. Sios punika pamapagan taler ketah kasengguh mapag sanggé sané tegesipun wantah mendak beras. Sangkaning punika parikrama pamapagan inucap wantah parikrama ngusabha nini. Sios punika

parikrama pangelong jiwa wantah parikrama ngwaliang kahanan majeng ring sunia loka. Paletan sané kaping tiga utawi kaping untat wantah upacara ngrébong utawi upacara ngusabha dalem sané kamargiang ring rahina Redité Pon Medangsia. Indik pidabdabipun wantah sia kémanten, inggih punika nyanjan kaluwur, nyanjan marerauhan rangda miwah barong

utawi ngeréh, ngrébong utawi ngiterin panggungan sinambi masolah rangda, barong miwah pepatih utawi daratan, nyanjan marerauhan prakulit, ngrébong utawi masolah ngiterin panggungan antuk sarwa busana kain poléng pepetet utawi kain sudhamala, malejar utawi mawayangwayang istri miwah lanang, ngurek utawi ngunying, mabiasa miwah tabuh agung utawi ngincung. (was)

BPM/dok

POLENG – Tios makudang-kudang parikrama sané patut kamargiang, irika jagi kapanggihin makudang-kudang krama sané mabusana poléng. Poléng sané ketah kawigunayang irika wantah poléng pepetet sané nyinahang tetuek Sudhamala.

Desa Sukomaju, Kasinahang Pinaka ”Kampung Gurami”

MAWEWEH malih potensi saking desa sané kasinahang pinaka sinalih tunggil ikon Banyuwangi. Potensi punika wantah “Kampung Gurami” ring Dusun Sukorejo, Desa Sukomaju, Kecamatan Srono. Madué petani ikan gurami pinih akéh miwah ageng, desa puniki pamuput kasinahang pinaka Kampung Gurami. Wéntennyané ikon anyar puniki kaaptiang prasida ngarad kayun para wisatawan malancaran ka Banyuwangi. Kahanan Dusun Sukorejo, karasayang malianan daweg acara launching “Kampung Gurami”. Stan ikan bakar madérét, majéjér ring sapanjang margi wewidangan Dusun Sukorejo. Krama sané rauh prasida ngrasayang sensasi bakar gurami ring stan sapanjang 300 meter punika. Krama irika sampun nyayagayang gurami anyar,

wisatawan sané meled dados numbas sapisanan kapanggang irika. Gurami punika kasayagayang antuk sambel miwah nasi. Samian krama Desa Sukomaju mawit saking 51 RT sareng ring acara inucap. Acara puniki wantah kadadosang sejarah anyar. Acara kakawitin antuk kirap gurami. Mamargi saking ajeng

foto/ tin

Kecamatan Srono nuju kampung gurami. Taler karaménin antuk marching band miwah kasenian barongsai. Rauh sajeroning acara punika Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widiatmoko. Launching Kampung Gurami kasinahang antuk nepak kulkul. Wus punika wabup Yusuf sareng ngrasayang sensasi bakar gurami.

Karaménin taler antuk pasar rakyat sané nyayagayang makudang-kudang soroh produk olahan gurami. Minakadi gurami krispi, abon gurami, stik gurami miwah lumpia gurami. Kamargiang taler pacentokan maratengan antuk bahan dasar gurami, kasarengin 51 RT sawewidangan Sukomaju. Ketua panitia, Dadang Setiawan maosang acara punika wantah parikrama lounching Kampung Gurami miwah Resto Pawon Gurami. “Majalaran acara puniki, kaaptiang prasida nglimbakang potensi Desa Sukomaju, pamekas ring Dusun Sukorejo. Boya wantah budidaya, taler pamargin salanturnyané,” baos Dadang Setiawan Samaliha, Kepala Desa Sukomaju Sishadi Wiyono maosang, kasinahangnyané

Kampung Gurami puniki prasida kadadosang destinasi wisata kuliner ring Desa Sukomaju. Parikrama puniki taler kasokong Dinas Pariwisata Banyuwangi. “Indik panincapan skill krama sajeroning widang makarya olahan gurami, krama kaicén pelatihan memasak gurami manados makudang-kudang olahan,” weweh dané. Majalaran parikrama inucap, krama langsung molihang pesanan akéhnyané 200 paket gurami saking pejabat SKPD Banyuwangi. Makudang-kudang olahan gurami kakaryanin antuk makudang-kudang rasa, minakadi rica-rica gurami, gurami bumbu rujak miwah gurami bakar. “Wénten 1,5 ton akéhnyané gurami telas salami launching,” dané nguntatin. (tin/uma)


Jayanti

Redité Kliwon, 24 Juni 2018

Nglestariang Pertanian ”Berbasis Pariwisata”

Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

GUSTI Made Mudita madué cara sané tawah nglestariang carik ring Bali pamekas ring desannyané, Desa Mekar Bhuana, Abiansemal, Badung. Dané prasida nglimbakang sistem pertanian tradisional sané kapaduang sareng pariwisata. Kocap, parindikan punika kamargiang antuk tetujon ngemit tanah carik sané kaduénang saha nglestariang tetamian panglingsir dané. Santukan, satios pinaka petani, anggané taler pinaka balian, mawinan ketah kasengguh Ajik Balin. Swadharmaning pinaka petani wawu kamargiang risampun dané makulawarga. Kahanan punika matungkalikan pisan ring paserahinan dané daweg alit sané nénten pisan urati ring palemahan. “Tiang meled nglestariang tetamian panglingsir tiangé, punika mawinan tiang dados petani. Sakadi mangkin, aab jagat sayan modern, yéning para yowana nénten kayun urati, sira malih sané patut nguratiang yéning nénten iraga?” baosnyané patitakén. Indik tatacara nglimbakang, rabin Ni Made Kartika Wijaya Laksmi puniki nglimbakang pertanian tradisional sané kapaduang sareng pariwisata. Kenjekan ring désan dané wénten hotel, mawinan nyabran rahina wénten kémanten wisatawan sané malancaran. Sané kalimbakang wantah pertanian organik, tanaman obat herbal, miwah kantun ngawigunayang banteng ri kala matekap. Sajeroning nglimbakang, Ajik Balian maosang kantun nerapang sistem pertanian tradisional, minakadi nandur pantun pang kalih miwah nandur palawija apisan salami awarsa, mawinan kahanan tanah tetep landuh. Ring wewidangan carik wénten kandang banteng, kebun, miwah telaga. “Satios punika kajangkepin malih antuk pondok semi permanen genah yoga miwah parikrama spiritual. Wénten wagunan WC, parantenan, balé tanah, genah suci, miwah wangunan genah nyimpen lontar usada. Pinaka balian, tiang taler nglimbakang tanaman obat,” weweh dané. Tanam obat sané katandur akéh sorohnyané, inggian tanaman obat asli Bali, saking dura Bali kantos saking dura negara wénten irika. Minakadi bunga rosella pinaka ubad tekanan darah tinggi. Wénten taler tetanduran kelor sané daunnyané becik kanggén teh pinaka antioksidan. Wénten malih daun bokashi pinaka ubad legu. Ajik Balian ngwewehin, Wisatawan sané rauh prasida nyaksiang parikrama matekap sané kamargiang para petani. Carik inucap taler kadadosang rute trekking sané kawentuk olih Kelopok Sadar Wisata (Pokdarwis) Putra Jenggala Banjar Bindu. Para turis kalepas ring ajeng Banjar Bindu, salanturnyané nyaksiang parikrama para krama ring désa, nglintangin tegalan miwah carik kantos rauh ring pondok. Ring pondok inucap para wisatawané mararian sapisanan ngamargiang pabersihan antuk banten prayascita. Wusan punika wawu nuju pondok-pondok krama jagi ngajeng. “Wisatawan saking Eropa sané pinih seneng ring atraksi wisata puniki. Para petani taler yukti-yukti prasida nyicipin dolar. Tiang pinaka pangliman sané ngundukang samian punika,” baos dané. Pangliman wantah krama sané polih amongan pinaka manggalaning munduk. Pupulan makudang-kudang munduk kawastanin subak sané kamanggalain olih pekaséh. Subak Tanah Hyang madué limang munduk, luiré; Gebang, Tegeh, Dukuh, Kerasan, miwah Teba. Pamekas ring Munduk Gebang madué roras diri petani sané madué tanah carik sawatara 40 – 50 are. (kmb/uma)

pupu;s)mrnÑn. Pupuh Semarandana 11.biy*hjienmm)di;, Biang ajiné mamedih, et*omdyhibusy*, tong madaya ibu sayang, c)n&mlk×neketo, cening malaksana kéto, \jkuæm)etoenÐodgn/, ngajak sameton kodagan, lgutÇ)nie\k)butn/, lagut ceningé kebutan, mk)mã¡lnãj*bgus/, makembulan bajang bagus, sipetcrhubuhn/. sipaté cara ubuhan.

Nincapang Kawagedan SATIOS meled dados dokter nuut ajindané, Gung Indi – asapunika dané ketah kasambat meled pisan ngamiletin Pemilihan Putri Indonesia. Manut anak istri antuk aran panjang A.A.A. Indira Maharani, yowana istri sané ngamiletin seleksi miwah pacentokan inucap wantah putri-putri sané pinih becik saking soang-soang provinsi ring sawewengkon Indonesia. Gung Indi nyelehin, akéh pisan kabecikan utawi kalewihan sané patut kadruénang olih sang sané kajudi dados Putri Indonesia. Tios jegég parasnyané, taler mangda pradnyan miwah madué wawasan sané limbak. Satios punika, mangda uning taler ring makudang-kudang parindikan minakadi widang ekonomi, politik, sosial miwah budaya. Putri Indonesia inucap taler pacang dados Duta Pariwisata sané patut nyinahang kapariwisataan Indonesia ring sajebag jagat utawi ring mancanégara. “Tiang ketah magadang kantos wengi nonton TV ri kala wénten acara Pemilihan Putri Indonesia ring nasional. Seneng pisan nyingakin, makasami jegeg tur pradnyan pisan,” baosnyané makenyem. Gung Indi sané katun masekolah ring SD Mahardika, Denpasar punika kauningin wantah anak alit sané multi talenta. Sios jegeg, dané taler waged ring widang modeling miwah matembang. Sampun akéh pisan piala miwah piagam penghargaan sané kapolihang. Gung Indi maosang, nyinahang bakat miwah minat ring widang seni wantah kanggén nincapang rasa percaya diri sinambi ngélingang sapunapi kawagedannyané ring widang inucap. Yéning nénten kapaurukin sinah nénten kauningin kawagedan sané kadruénang. Aget makekalih reraman dané setata becik nyarengin, napi malih tatkala wénten lomba sinah reraman dané sané gupuh. Utamannyané biang dané sané jagi ngrerehang sekancan parindikan indik lomba, nabdabang sekancan sané kaptiang taler ngatehin ka genah lomba. Gung Indi taler marasa bangga pisan ring pikayunan, santukan makekalih reramandané nénten naenin ngaptiang dané mangda prasida dados juara. Kantun kaélingang pisan, lomba wantah jalaran nyikut kawagedan padéwékan taler nyinahang sapunapi asil latihan. “Jayanti wiadin kasor sampun biasa, sakéwanten yéning prasida menang satmaka ngamolihang bonus,” baos oka pinih alit saking pasametonan sareng tetiga puniki. Gung Indi setata kaélingang olih biangnyané ngeninin makudang-kudang parindikan sapunika taler indik Pemilihan Putri Indonesia. Napi malih biangnyané naenin nyatuayang yéning Provinsi Bali naenin ngamedalang runner up Putri Indonesia sinalih tunggil mahasiswa saking Fakultas Kedokteran UNUD. Mirengang satua biangnyané punika, Gung Indi sayan sarat nuut parikrama inucap. Gung Indi meled dados dokter sané nénten wantah nambanin panyungkan, nanging taler ngawinang pasien marasa liang tur bagia. Krama sané manados dokter majanten kaptiang pisan olih krama. Punika mawinan Gung Indi nénten sebet yéning kagenahang ring wewidangan doh duaning patut misadia kagenahang ring dija kémanten. Napi malih ring genah padésan sané majanten akéhan ngaptiang tenaga medis. “Manados krama sané kaptiang pisan ring pakraman majanten kasuksmayang pisan. Sinalih tunggilnyané pinaka dokter sané ngamargiang swadharma ring pedalaman.,” baos Gung Indi. (uma)

Atur Piuning Pujawali Sasih Kasa ring Pura Jati NGANININ indik Karya Pujawali Sasih Kasa ring Pura Jati nemonin Icaka 1940 warsa 2018, para manggala miwah prawartaka karya pangemong Pura Ulun Danu Batur nguningayang atur indik dudonan pamargin karya sané kamargiang mangda krama sauninga. Satios ring Pura Jati, taler pacang katuran pujawali ring Pura Batu Sila Rupit miwah ring Pura Puseh Batur. Nganinin indik dudonan upacara, kaunggahang sakadi ring sor. Parikrama pujawali kamargiang mawit rahinané mangkin, Redité Kliwon Pujut antuk ngaturang bakti pangodal ring Ida Bhatarabhatari sapisanan tedun ring Pura Jati. Benjangnyané, Ida Bhatara katuran pasucian. Ring rahina Anggara Paing Pujut pinaka agung karya pujawali, kamargiang pamuspaan miwah pula-pali karya pujawali. Benjangnyané Ida Bhatara mantuk ring payogan sapisanan katuran ngluhur.

7

Ring rahina Buda Pon Pujut, kamargiang pujawali ring Pura Batu Sila Rupit. Rahina Wraspati Wage Pujut, Ida Bhatara ring Pura Puseh Batur, minakadi Ida I Ratu Gede Puseh Batur, Ida I Ratu Puseh Bonyoh, Ida I Ratu Puseh Sengkaduan, miwah Ida I Ratu Puseh Petak Cemeng ( Desa Pakraman Selulung) katuran bhakti pujawali. Benjangnyané, Ida I Ratu Gedé Puseh katuran bhakti panganyar. Ring rahina Saniscara Umanis Pujut, Ida I Ratu Gedé Puseh katuran bhakti pangluhur. Wantah sakadi asapunika atur piuning sané prasida kaunggahang, dumogi ida dané prasida molihang galah pedek tanggkil ri tepengan Ida Bhatara nyejer manut dudonan ring ajeng. Dumogi Ida Bhatara sané malingga ring Pura Ulun Danu Batur swéca mapaica wara nugraha wiadin karahayuan jagat, dirgayusa, murah sandang, murah pangan, murah papan rauh ring umat Hindu sinamian. ***

Ni Made Tirta Ariantini

Dados Rerama sané Becik

EMBAS pinaka anak istri, sané ring sinunggil sisi makarya tur ring sisi lianan katuntut tanggungjawab majeng kulawarga dados tantangan majeng Ni Made Tirta Ariantini. Pamargin galah sané lami, ngicén dané pengalaman akéh sané ngawinang setata meled ngwantu anak sios. Tegak anak istri sajeroning kulawarga majeng Tirta –sapunika dané sering kasambat. Napimalih majeng anak istri sané sadurung ngwangun rumah tangga sampun ngrintis karier. Anak istri sané embas ring Pupuan, Tabanan, 23 Désember 1963 puniki kirang cumpu, yéning sampun ngamel status pinaka istri miwah ibu pacang samian galah telas pinaka ibu rumah tangga. Yéning sakadi punika rasannyané banget ngawi angen. Karier sané sampun kawangun, musti ical sangkaning status anyar. Jakti majeng ibu tigang diri panak puniki, nénten dangan nyalanin kakalihnyané. Nanging nénten dados pikobet yéning suami miwah kulawarga sampun ngerti. “Titiang aget pisan madué kulawarga sané ngerti. Rumasuk suami sané setata nyokong,” baosnyané sinambi makenyung. Dané sané pasarahinannyané pinaka Kasi Kurikulum di Bidang Pendidikan Menengah Disdikpora Kota Dénpasar, setata nyuukang sawitrannyané utamannyané ibu-ibu muda sané sering galau tur makaengan antuk problematika rumah tangga sané karepin. Durung malih pinaka perempuan Bali, katuntut prasida manyamabraya. Nénten wantah ring umah suami, nanging taler tetep ngiket pasemetonan sareng umah asal. Malih rabin I Gede Sudenes puniki negesang, nénten wénten sané méweh yéning kayun mautsaha. Kuncinyané percaya tur optimis, yéning madué tetujon becik asilnyané pacang becik. “Sapasira kémanten pacang cumpu yéning nént-

en wénten pendidikan khusus dados rerama sané becik, dados istri sané becik, dados ibu sané becik miwah nenek sané taler becik,” baos ninik kalih putu puniki. Tirta Ariantini setata éling yéning kulawarga punika genah pendidikan sané kapertama tur utama. Kulawarga genah embas pretisentana sané madué karakter. Munggwing sekolah genah numbuhkembangang anak alit inucap. Pangremban ibu nénten prasida kapatehang sareng pangremban bapak. Sapunika taler sawaliknyané. Kawéntenan ibu kaptiang pisan olih putra-putrinyané. Yadiastun umpaminnyané maejohan, nanging antuk wantuan teknologi, ibu tetep pacang prasida nakénang putraputrinyané. Tirta Ariantini sané rumasuk becik nyalanin tanggungjawabnyané pinaka ibu, istri miwah ninik majeng kalih putunnyané, setata meled dados rerama sané kukuh. Mangda dados rerama sané kukuh nente ja méweh yéning kayun mautsaha. Ngajahin panak madué karakter becik nénten musti kaicén materi miwah fasilitas sané akéh. Panak sané becik pacang embas saking kasih sayang miwah uratian sané tulus. Rerama sané sibuk salami puniki setata kanggén alasan nénten nyelanang galah majeng putra-putrinyané. Rerama punika lali, napi sané patutnyané kaicén majeng putra-putrinyané. Pinih mabuat, dados rerama sané becik punika nénten sawates teori, nanging muatang sifat teladan. “Ngiring pasangan muda sané sampun kaicén panak miwah sapasira sané kayun, mangda dados rerama sané becik. Rerama sané becik pacang ngembasang putra-putri sané becikan,” Tirta Ariantini ngwewehin. (kmb)

Satua

Pan Angklung Gadang (9) Kaketus saking Satua-satua Bali (VI) NAH suba koné tengai, jani suba masan anaké madaar. Jani I Giur ninggarang kasaktian tungkedné tur ngaukin ancangan ajaka adasa ané lakar tundéna nuduk nasiné muah lawarné. Lantas I Giur nunas nasi adasa sok, laut nylamparang tungkedné, “nguer…,” “krempeng…,” sagét sembé belah buin nglantas tungkedné kena papéléngan tamiuné, macabcaban pesu getih kanti klenger. Mara jagjagina di langgatan mambengé tekén ancangané, jeg tuara ada bebedag. Buin jani I Giur nylamparang tungkedné ka paon tur nundén ancangané nuduk lawar. “Ngwer…,” “gedabuag…,” cubék, payuk, kekeb, makejang belah ulian kena tungkedné ento. Sakéwala masih tuara nepukin lud sajawaning tuah belahan prabot ané tepukina makacakan di paonné. Jani buin kaslamparang tungkedné ento ka glebegé. Dadi jeg buka tujuan ditu singala pianakné I Giur né maotonan. “Ngwerrr…,”, “klenténg…,” kena numpel tendas pianakné raris ipun ngajetjet ngemasin mati. Tamiuné makejang paklingus ulian kayang ka tengai tuara baanga nasi tekén I Giur, ditu lantas ada ané nglidkid mulih tusing maorahan. Ditu lantas I Giur marasa engsek pesan makeneh jani, déning bes kaliunan ané jani bakat taananga. Apa buin ditu ia dadi ucapan baané bakat uluk-uluka tekén Pan Angklung Gadang, pipisné bakatanga lebak sepaa. Buin jani ia nekaang tamiu tusing nyidaang maang nasi. Apa buin jani prabot-prabotné telah belah ulian kena tungked. Jani buin pianakné mati mara ukana maotonan. Ento krana puret kenehné I Gur, ngingetang makejang paundukané jani dadi ucapan di pakraman. Kéto suba temua anaké sugih tur demit tan paunduk, buin loba tekén gelah timpal. Mabudi magegaénan apang payu, kasugihanné telah lantas ané kéné jani tepukina. (Puput)

Adi Sudi Anggara


8

Minggu Kliwon, 24 Juni 2018

Ruang dan Waktu Meludah sembilan puluh (90) tahun yang membelai napas kita

Yayasan Dharmasastra

MANIKGENI J A T I J A G A T Kampung Puisi - JKP - 109

Desa Pujungan Tabanan

Minggu Umanis 28 Oktober 2018

l Kadek Wara Urwasi

Rumpun Bunga di Pinggir Sungai RUMPUN BUNGA yang tumbuh di pinggir suatu sungai, berdiri begitu anggun dan bijaksana, mahkotanya pada mekar menyambut musim. Arah tumbuhnya selalu ke hilir sungai, kea rah sinar matahari jatuh. Kea rag par anelayan meninggalkan rumahnya dan mencari kehidupan untuk anak dan istrinya. Bulan ini ia tersenyum begitu megahnya, menghangatkan suasana dingin yang menghinggapi para nelayan. Kali ini musimnya anak-anak nelayan yang muda-muda belajar berburu ikan. Betapa senangnya ia yang ditumpukkan ke dalam keranjang oleh perempuan-perempuan hangat, dirinya akan dijadikan pengantar kepergian, ditaburkan di jukung-jukung terhias. . Dan berapa hari ini ia telah tumbuh kembali, sambil menunggu angina yang membawa pulang ke-

luarga kesayangannya. Betapa rindunya ia pada anak-anak manis yang telah berani ikut berlayar, yang dahulu sering memetik mahkotanya lalu menguntainya satu per satu dan diletakkan di kepala seilaholah emas. Ia sudah tidak sabar ingin menjadi penghias perayaan di sebuah bokor, menjadi tanda syukur kepada Tuhan atas berkah yang diberikanNya di arus sungai ini. Namun tak hanya rumpun bunga itu yang memiliki mimpi. Awan-awan pun ingin segera terkuak dari uap air yang memberatkan dir-

inya. Sekektika itu juga hujan turun tumpah ruah. Jatuh di atap janur kampong nelayan, menebas hidup bunga-bunga. Betapa ia melayu dan bersedih lagunya tak sampai di perjalanan sungai. Lalu datanglah orang beramai-ramai, membuat tandu sedemikian banyak. Sehingga ia bis melihat jasad-jasad itu, tubuh mausia-manusia yang dicintainya., tubuh jukung-jukung yang dicintainya. Batinnya menggugah, anak-anak telah kembali namun pergi lagi. Untuk kesekian kalinya bunga-bunga di pinggir sungai dimasukkan ke keranjang oleh perempuan-perempuan, namun mereka begitu dingin kini. Tangan-tangan indah itu mulai mengikatkan karangan bunga di tiap-tiap tandu bamboo, lalu dihanyutkan sebagai pemakaman.

Pemuda belia Ali bin Abi Thalib, berduel meladeni tantangan Amr bin Abd Wad AlAmiri, mewakili Pasukan masing-masing. Pasukan apa? Jangan. Ini kisah tentang zaman di mana suatu bangsa bisa berperang besar di antara mereka karena mempertengkarkan satu kata. Misalnya: pribumi, radikal, kafir, makar, khilafah, dan lain-lain. Cukup beberapa episode pertarungan kecanggihan bermain pedang, Amr tergeletak, ujung pedang Ali menyentuh lehernya, tinggal menancapkannya untuk membunuhnya dan membuat seluruh pasukannya menang. Tiba-tiba dari posisi telentangnya Amr meludah ke wajah Ali, mengenai sebelah pipinya. Termangu beberapa saat, kemudian Ali menarik pedangnya, menyarungkannya. Tidak menggunakan kesempatan dan haknya untuk menusukkan pedangnya ke leher Amr. Betapa terkejutnya semua yang l Kadek Wara Urwasi

Usia

Kita tertidur waktu berlalu ngakak sendiri, tak henti Apakah ia sedemikian istimewa? seperti cuaca diharap, disirau hingga hujan jadi tak makna kemarau pula Kemudian masa muda menyusut kita menghitung di sudut betapa cepat persediaan hidup menipis bahkan cinta sudah jadi basi tiada pangkuan rebahan hati Akankah menua dan usang?

Pemanasan Ulang Tahun 25 Juni 2018

MENUJU PUJUNGAN 28 OKTOBER 2018 Jatijagat Kampung Puisi Bersama Sanggar PURBACARAKA Sanggar CAKRAWALA Jalan Nias 13 Denpasar Menjelang Enampuluh (60) Tahun FAKSAS-FIB UNUD Senin Umanis, 25 Juni 2018 pukul 19:30 wita di JKP-109

l Tiga Baris Puisi Sumpah Pemuda Mengantar TITIK LEDAK 17 Tahun Kemudian...

Terkadang hati terlampau dalam tak diajarinya kita mengalir padahal segala mimpi ada di hilir lalu kita mencari-cari pertanda, menatapnya lewat jendela sebab tak mungkin berbalik kini Padahal bukankah kita ini indah meski dihadang pilihan mau berbenah atau pasrah? atau kita bisa senang-senang saja, dansa-dansi dengan puisi Waktu ngakak lagi!

menyaksikan, kedua pasukan maupun terutama Amr sendiri. Tatkala ditanya kenapa mengambil keputusan itu, Ali menjawab: “Aku terhina dan marah diludahi olehnya. Kutarik pedangku, karena aku kawatir membunuhnya karena amarah dan kebencian”. Bukankah itu perang, sehingga Ali berhak membunuhnya untuk memenangkan Pasukannya, dengan kebencian atau alasan apapun? Jangan. Ini kisah tentang zaman di mana suatu bangsa kehilangan pengetahuan dan keseimbangan untuk mengerti proporsi antara kebenaran, kebaikan, kebijaksanaan dan kemuliaan. Ini kisah tentang zaman ketika Anis bin Abi Thalib, dalam posisi ujung pedangnya menempel di leher lawannya, tetapi malah ia yang meludahi wajah lawannya yang telentang itu. Sebenarnya ini soal momentum, yang menseyogyakan ketepatan ucapan atau tindakan. Kalau substansinya, mungkin ia punya sejarah pengalaman dan tumpukan pemikiran yang membuatnya layak bahkan merasa harus meludahi wajah lawannya. Hanya saja karena ia adalah pimpinan semua pasukan, mestinya dipertimbangkan kemungkinan lain formula tindakan dan pilihan ucapan yang lebih santun, bijaksana dan mengurangi wilayah pertengkaran. Sesungguhnya Allah menciptakan wajah sebagai ekspresi keindahan dan harga diri kemanusiaan. Dan ludah sebagai alat untuk menikmati alam dan kehidupan. Tetapi ini adalah kisah tentang zaman di mana sebuah bangsa tak habis-habisnya bertengkar di antara mereka, karena semakin kehilangan kemampuan dan ilmu untuk merawat wajah dan menjaga lidah mereka. Zaman di mana sebuah bangsa menjadi seakan kehilangan pengetahuan tentang bagaimana tidak merusak wajahnya, serta kehilangan kepekaan untuk meletakkan ludah pada ketepatan ruang dan waktunya. l Joko Umbaran Pemanasan Ulang Tahun 25 Juni 2018

MENUJU PUJUNGAN 28 OKTOBER 2018 Jatijagat Kampung Puisi Bersama Sanggar PURBACARAKA Sanggar CAKRAWALA Jalan Nias 13 Denpasar Menjelang Enampuluh (60) Tahun FAKSAS-FIB UNUD Senin Umanis, 25 Juni 2018 pukul 19:30 wita di JKP-109

l Spirit Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita

CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2018 l

JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an

Juni-Rememberance 27 in 72…, 72 in 27

l Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart! H U B U N G I d a n A k t i f M e n g i k u t i Wa y a n J e n g k i S u n a r t a v i a F a c e b o o k d u a ( 2 ) M i n g g u s e b e l u m K O M U N I TA S A N D A d i J K P - 1 0 9 Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Sumarno

Gus DW

Sumarno

Fotografi ”Panning”, Dramatisasi Subjek Bergerak PANNING merupakan salah satu teknik favorit yang diterapkan para fotografer untuk menciptakan foto-foto dramatis dan berkarakter kuat. Dengan teknik panning, kesan bergerak pada subjek utama foto akan mencuat. Sementara background menjadi blur dengan subjek utama tetap tajam. Foto panning biasanya dibuat dengan menggerakkan kamera searah dengan gerakan subjek. Bagi seorang pemula, teknik fotografi ini mungkin terasa sulit, njelimet dan menjemukan karena peluang kegagalan untuk mendapatkan foto-foto panning dengan subjek utama yang tajam sangat besar. Namun, dengan latihan yang intensif plus kesabaran yang tinggi, niscaya kita secara bertahap mampu meningkatkan kualitas foto-foto panning tersebut. Berikut tips praktis untuk menciptakan foto-foto panning yang bagus. Pertama, aturlah kamera ke mode shutter priority (T atau Sv). Dengan begitu, kita bisa mengeset shutter speed di angka yang lebih rendah dibandingkan yang biasa kita gunakan. Berapa besar shutter speed yang harus dipakai sangat tergantung dengan kecepatan gerakan subjek yang akan difoto. Shutter speed yang digunakan untuk membuat foto panning orang naik sepeda motor

tentu berbeda dengan shutter speed untuk panning balapan mobil Formula 1 dan sebagainya. Semuanya harus disesuaikan dengan subjek yang akan di-panning dan kondisi yang ada di lapangan. Jika subjek yang di-panning tampak kurang tajam, maka naikkan shutter speed hingga mendapatkan foto yang tajam. Sebaliknya jika background kurang blur, maka turunkan shutter speednya. Sebagai patokan, untuk membuat foto panning dengan subjek orang yang sedang naik sepeda, shutter speed biasanya diset di angka 1/20 detik. Panning untuk sepeda motor dan mobil yang sedang bergerak diset di angka 1/50 detik. Sementara subjek yang bergerak dengan kecepatan tinggi seperti balapan Formula 1 dan Moto GP, setting shutter speed di angka 1/100 hingga 1/200 detik. Dengan latihan yang intensif, tentunya kita juga akan semakin terlatih untuk menerapkan settingan shutter speed yang tepat secara tepat. Pada saat membuat foto panning, biasakanlah menggunakan mode manual focus. Biasanya manual focus akah lebih konsisten untuk menciptakan subjek foto yang tajam, meskipun tentu saja lebih membutuhkan latihan dan kesabaran diband-

ingkan dengan auto focus. Aturlah frame yang cukup lebar di kamera Anda, jangan terlalu ketat. Berilah ruang di depan dan di belakang subjek yang cukup luas sehingga kita akan leluasa melakukan panning dan subjek tertangkap secara utuh dalam frame. Mengikuti Gerakan Subjek Pastikan posisi atau ruang Anda memotret cukup lapang sehingga kamera dan lensa bisa mengikut arah gerakan subjek tanpa ada benda atau orang yang menghalangi. Guna mempertahankan subjek tetap terlihat tajam, gerakan kamera dan kamera harus stabil dan arahnya hanya pada sumbu horisontal, dari kanan ke kiri atau sebaliknya tanpa diikuti gerakan naik/turun. Semakin stabil cara kita mengikuti pergerakan dan irama subjek utama, makin tajam pula foto panning yang dihasilkan. Dalam konteks ini, pemakaian lensa yang dilengkapi fasilitas image stabilization atau vibration reduction sangat dianjurkan karena lensa ini mampu mengurangi efek getaran selama pemotretan sehingga menjadi lebih stabil dan ujung-ujungnya foto menjadi lebih tajam. Selamat mencoba! (ian)

Menuju Garis Finish karya Ketut Parwatha Wijaya

Bergerak Cepat karya Ketut Parwatha Wijaya

Motion Dance karya Ketut Parwatha Wijaya

Atraksi Budaya karya Ketut Parwatha Wijaya


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Minggu Kliwon, 24 Juni 2018

9

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Dcr Krywn Lulusan SMU/ Sederajat Pria/Wanita Hub Artha Karya Motor Jln.Gajah Mada Tbn Tlp.085100558214

B.BP.155.06.18.0000849

*Dcr Tenaga Pengelola Kursus Pengembangan Kepribadian,2org S1Manajemen&2orgS1Pemasaran Hub.0818558703/082342337063

B.BP.166.06.18.0000859

Pembantu Srabutan Laki2 Tidur dlm, Bujang 08123861941

B.BP.001.06.18.0000853

Bali Green Spa mencari Therapist sebanyak”nya pglmn tk diutmkn dpt Gaji + Kmsi Training lgsng kerja 8947505 / 085100413681 / 087861691472

B.BP.154.06.18.0000815

Brazilian Aussie BBQ Resto Looking for waitress,cashier&bartender call 081916750208 (WA)

B.BP.004.06.18.0000843

Dbtuhkan Segera 1 Org Apoteker & 1 Org AA utk Apotek Baru,Hub. 085237202064 Bpk Wyn Sudiarta

B.BP.001.06.18.0000846

BIRO JASA

BIRO JASA

BIRO JASA

BIRO JASA

Dicari Kasir/Adm+Therapis/ Perawat Klinik Kecantikan Area Sesetan Diutamakan Wanita(Gaji +Bonus+THR)Hub:085100817633 WA Only 082112773777

B.BP.004.06.18.0000753

Dcr Karyawan Pria SMU/Sedrajat KTP SimC u/Bag.Teknis Lapangan Fasilitas Gaji UMK Bonus Tunjangan Kesehatan Termasuk Anak Istri.Lam ke:CV Gong Dewata Tlp.0361722709/ 03614480750/081246383864

B.BP.001.06.18.0000848

Dcr Therapist wanita utk Villa Khusus Wanita,Gaji UMR+Tipping Pengalaman,WA 081917734446

B.BP.001.06.18.0000763

Dcr Sales Executive u/Printing - Ling Hotel, Home Industri,dll. Jl.Diponogoro 51 Dps/T.228872

B.BP.001.06.18.0000738

Dicr sales Brpglmn Min 2th Max 40th,Pend SMA/S1 semua Jur, bs bekerja mandiri, gaji pokok&komisi,CV bisa dikirim ke:hartono.its@gmail.com B.BP.004.06.18.0000842

DIJUAL MOBIL

Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar

G.01

Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar

Dcr Sopir SIM A Jl.Antasura Gg Dewi Sita No.9Dps,085108835588

B.BP.001.06.18.0000835

Dcr:Admin,Manajer,Marketing & Cleaning Service, 081246757777

B.BP.001.06.18.0000480

B.BP.031.06.18.0000800

Pria Cr Wanita Bali Sngle 30th Kbwh srius&stia Hp087754455442

B.BP.001.06.18.0000740

Site Manager utk Proyek Villa Max.35Th S1 Arsitek/Sipil Hub. 081337229877,Menguasai ACAD

B.BP.001.06.18.0000797

Sopir Angkut Ayam+Kernet,Sopir Prbd,H.081337273111 Tohpati PS

B.BP.001.06.18.0000679

G.03

B.BP.001.06.18.0000703

B.BP.001.06.18.0000643

RUPA - RUPA

Dicr Sopir Travel Agent Hub.081337099369/081236765023 Driver,P,30-45th SIM(B1U)DpsBali,CV & SKCK ke:altanacareer @gmail.com. 085200888899

G.02

Dcr Tng Wnt utk Mengurus Jompo Tgl dlm Gj .2,5Jt,082146808888

B.BP.001.06.18.0000831

B.BP.154.06.18.0000712

Koperasi Wanita Raka Dewi Bali Membthkn:1)Manager:S1, pglm 2th dibdngnya, L/P max.45th; 2)Kasir:S1/sdrjt,wnt,max.30th; 3)Admin:S1/sdrjt,bisa Bhs Inggris/ Mandarin wnt, max.27th; 4)Accounting:S1 brpnglm 2 th dibidngnya, max.35 th.Krm CV: ketua@rakadewibali.com/ WA: 081353976118/Hub. lebih lanjut: www.rakadewibali.com Dcr Spr,Gdng,Ksir Toko Dapurku Supratman Gaji Bsr 081939084292

Dicr Karyawan SMK Multi Media/ IT.Hub:PTMPG/08113800837(WA) Email:balimitra@yahoo.com

Dibthkan Sgr Tkg Jarit,Patrun & Potong L/P.081239171849(Ivan)

B.BP.001.06.18.0000786

Dicari Guru Pendamping PAUD SMS:082145707300/082144899132

B.BP.001.06.18.0000790

DIJUAL RUMAH

We are looking for Butler staff/housekeeping staff who can prepare breakfast.Who has Experienced and excelent in English. Seminyak and Ubud area.High Salary. Tlp.(0361) 289742CV:asahrd2018@gmail.com

B.BP.001.06.18.0000610

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

CV Pawisik Jagat Butuh Banyak Sales Hub.081246757777 B.BP.004.06.18.0000574

Cr FO,bs Bhs Ingg,S1 Hukum Png Min1Th.CV:rismasata@gmail.com B.BP.001.06.18.0000765

DIJUAL MOBIL DAIHATSU

Xenia Xi’2010 Silver Pribadi Hrg 105Nego Hub.08113977229 B.BP.001.06.18.0000847 HONDA

Brio E AT14+15 Pth Mls,AgyaTRD 14Pth,Mercy’97 H,081807779807 B.BP.001.06.18.0000856 MERCEDEZ

Mercedes’2001 AsBal Ex.Wnt,Pjk Baru,Hrg 58 Jt Ng/081237651511 B.BP.001.06.18.0000743 SUZUKI

Karimun GX’2003 Tgn 1 Silver Hub.085333124554

DIJUAL RUMAH Dijual Rmh BUC diDalung Permai Blok P3/41 SHM,3KT,1KM & Toko Hrg 700Jt Nego Hb.085737070107 B.BP.001.06.18.0000839

DIJUAL TANAH 1 Are ke Selatan 200 mtr Gatsu Timur Jln.Sulatri, 081237148880 B.BP.001.06.18.0000830

Jual/Kont Tanah 26Are Banjarangkan Klungkung Lokasi strategis 081219181828 Putra B.BP.001.06.18.0000811

Tanah Nempil,Jl.Besakih Pondok Citra Pemogan Dps,08123871809 B.BP.001.06.18.0000214

DISEWAKAN RESTORAN Restaurant Besar Full Isi Siap Operasi di Renon/087765756429 B.BP.001.06.18.0000829

B.BP.001.06.18.0000855

DIJUAL RUMAH

KEHILANGAN

Rumah 2Lt 2unit 3KT 2KM Perum NuansaSandatDentim089652974339

Hlg BPKB DK 7777 LB an.I Wayan Saring Hub.083861715977

B.BP.001.06.18.0000788

B.BP.001.06.18.0000796


10

Minggu Kliwon, 24 Juni 2018

Mendatar: 1. Lekat 5. Karya tulis pelajar atau mahasiswa 9. Kisah ; Cerita 10. Keranjang budi daya ikan 11. Kakek ; Datuk 13. M a t a U a n g 15. Seni Teater Jepang 16. ASA 17. Kotor ; Cemar 19. Jolok (Bali) 20. Karang gigi 21. Suku bangsa ; Golongan 22. Diulang berarti : Sebab ; Lantaran 25. Tak Beruntung 28. Efisien 30. Orang yang beriman 31. Tidak berpihak 32. Putra SBY 34. “Imperata Cylindrica” 35. Dibalik : Kata Tanya 36. Talang Air 37. Raja penemu kalender dan alfabet Jawa Menurun: 1. Pancawarsa ; Masa lima tahunan 2. Kencing 3. Patokan ; Aturan ; Dalil 4. Tanda Cap/Stempel ; Tanda Cap lolos dari suatu pengujian 5. Keji, Kotor, Kasar, dll. 6. Orang/binatang yang jadi menderita karena suatu kejadian, perbuatan jahat, dll. 7. Penampung makanan yang dimakan 8. Penyembuhan 12. Akal ; Taktik ; Cara melakukan 14. Muka dari lembar buku, koran, dsb. 15. Salah satu puisi Jawa kuno 18. Kata Tanya 19. Rumah Adat Mentawai 22. Riuh rendah ; Meriah sekali 23. Gergasi ; Bhuta 24. Tidak mau ; Segan ; Enggan 26. Bulan Purnacandra 27. Batuk pilek 28. Rapat 29. Pria 32. Mata-mata negara asing 33. Ilmu Hukum

Ketentuan Menjawab

Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 352 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 30 Juni 2018. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 8 Juli 2018. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 350 Mendatar: 1. Sigaret 4. Malaria 8. ILO 9. Renceng 10. KIM 11. KRA 12. ROS 13. Anomali 16. Antenna 19. ISP 21. Anonim 23. Rekreasi 25. Sinabung 26. Lethal 27. OKI

29. Ngangge 33. Ampelas 36. MAT 37. LIU 38. USB 39. Romboid 40. ASO 41. Renggut 42. Lentera Menurun: 1. Serba 2. Ancam 3. Tigris 4. Moksa 5. Lumat

6. Rekan 7. Asana 14. Nanging 15. Limbung 17. NEKOLIM 18. Nestapa 20. Progo 22. NPA 24. EAT 28. Katrol 29. Nalar 30. Acuan 31. Gaung 32. Embat 34. Elbat (Table) 35. Sudra

Pemenang TTS No. 350 1. W. Suarjawa Utama Jl.Merdeka 43 Bali 80613 (HP:087865 760036) 2. Ni Nyoman Rusmini Jl.Gadung Gang III No.7 Denpasar (HP:081237 075175) 3. I Made Dhartawan SMP Negeri 1 Sukawati, Gianyar (HP:081805 331091) 4. I Made Kadin Br.Gunung, Desa Penatih Dangin Puri, Denpasar Timur (HP:081238 707136) 5. Ni Wayan Mandri Jl.Serma Natih, Br.Susuan, Desa Karangasem, Kec.Karangasem, Kab.Karangasem (HP:081338 319234) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Ni Made Oka Rastiti Alamat : RS.Bali Mandara, Jl.By Pass Ngurah Rai No.548, Sanur, Denpasar (HP:085646 912155)

Perburuan Elang Laut di Langkat Harus Dihentikan

BPM/ist

MENINGKAT - Badak di Kepundan Ngorongoro, Tanzania. Populasi badak ini mengalami peningkatan setelah dilakukannya konservasi alam dan perlindungan oleh pemeritah setempat.

Populasi Badak di Kepundan Ngorongoro, Tanzania Naik Jadi 50 Lebih POPULASI badak di Daerah Pelestarian Alam Ngorongoro (NCA) di Tanzania, salah satu Lokasi Warisan Dunia UNESCO, merangkak naik setelah sebelumnya dari 25 ekor pada 1977 menjadi lebih dari 50 ekor pada 2018, kata Kepala Konservasi NCS Freddy Manongi pada pekan ini. Kebanyakan dari badak yang terancam punah tersebut berada dalam jangkauan kamera pemantau 24-jam. Wilayah ini merupakan lambang dan daya

tarik utama pariwisata di negeri Afrika Timur. Manongi mengatakan jumlah hewan yang sempat terancam punah itu telah bertambah karena perkembang-biakan dan peningkatan upaya antiperburuan gelap. “Satu badak yang dilindungi yang diberi nama Fausta, diduga menjadi salah satu yang paling tua di dunia. Hewan tersebut berusia 54 tahun dan telah diberi perawatan khusus,” jelas petugas pelestarian itu, sebagaimana dilansir Xinhua. Kepundan Ngorongoro

kawah gunung berapi yang sangat besar yang mirip ampiteater, saat ini menjadi habitat badak yang dimukimkan kembali beberapa tahun lalu. Data statistik memperlihatkan kawah terkenal tersebut memiliki secara keseluruhan 108 badak pada 1968, jumlah yang merosot tajam jadi 25 ekor pada 1977. Kegiatan memukimkan kembali badak secara khusus di kepundan itu dimulai pada 1990-an, dengan dukungan badan pelestarian alam internasional. (ant)

Koko, Gorila yang Pintar Bahasa Isyarat Mati

BPM/ist

KOMUNIKASI - Koko adalah salah satu dari segelintir primata yang bisa berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. KOKO gorila yang pintar berbahasa isyarat Amerika, mati dengan tenang saat tidur, pada usia 46 tahun. Koko mati pada (20/6), menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh The Gorilla Foundation (TGF), organisasi konservasi gorila nirlaba yang merawat Koko pada pekan ini. Pemahaman Koko yang luar biasa terhadap bahasa Inggris lisan dan kapasitasnya untuk bahasa isyarat, yang mencakup kosakata lebih dari 1.000 kata, membawa perhatian

dunia pada gorila yang terancam punah dan membantu meningkatkan kesadaran tentang konservasi gorila selama beberapa dekade. “Koko menyentuh kehidupan jutaan orang sebagai duta untuk semua gorila dan ikon untuk komunikasi antarspesies dan empati. Dia dicintai dan sangat dirindukan,” kata TGF. Koko lahir di Kebun Binatang San Francisco pada 4 Juli 1971, dan ketika dia baru berusia satu tahun, dia diperkenalkan dengan Fran-

cine “Penny” Patterson, sekarang presiden dan direktur penelitian di TGF. Patterson yang saat itu kandidat doktor Psikologi perkembangan di Stanford University di California, mulai mengajar primata muda, bentuk modifikasi dari Bahasa Isyarat Amerika, memulai apa yang akan menjadi studi komunikasi antarspesies terpanjang dalam sejarah, menurut TGF. Patterson mempertahankan hubungan dekatnya dengan Koko sampai akhir hayat sang gorila, terus bercakapcakap dengannya, mengamati dan merekam perilakunya, dan bahkan menyiapkan makanannya, demikian Radio Times melaporkan pada 2016. Bahasa isyarat pertama yang Patterson ajarkan kepada Koko adalah “makan,” “minum” dan “lebih,” dan selama bertahun-tahun Koko mengumpulkan ratusan kata yang bisa dia gabungkan menjadi frase. Akhirnya Koko mengembangkan kosakata yang mencakup sekitar 1.000 tanda dan menunjukkan pemahamannya terhadap 2.000 kata bahasa Inggris lisan, menurut The Telegraph. (ant)

WAHANA Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Sumatera Utara (Sumut) meminta kepada warga agar jangan menangkap elang laut atau “elang bondol” yang terdapat di daerah pesisir pantai Kabupaten Langkat, Sumut. “Perburuan liar elang laut yang dilindungi oleh pemerintah harus segera dihentikan, untuk melindungi satwa tersebut,” kata Direktur Eksekutif Walhi Sumut, Dana Prima Tarigan di Medan, pekan ini. Elang laut yang terdapat di Langkat, menurut dia biarkan saja hidup secara bebas dan tidak usah diburu untuk tujuan dipelihara maupun dijual, walaupun mendapatkan keuntungan cukup besar. “Karena elang laut yang hidup di hutan mangrove di Langkat terancam mengalami kepunahan,” ujar Dana. Ia menyebutkan, dulunya elang laut masih banyak kelihatan di pesisir Pantai Timur Sumatera, namun saat ini tidak ada lagi dan sudah menghilang. Hal ini menjadi perhatian pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat

untuk dapat menyelamatkan elang laut tersebut. “BKSDA harus bertanggung jawab atas kelestarian elang laut yang terancam akan mengalami kepunahan,” ucapnya. Dana menambahkan, masyarakat dengan penuh kesadaran yang cukup tinggi agar tidak lagi memburu elang laut. Biarkan satwa tersebut hidup dialam bebas, yakni di lokasi hutan mangrove (hutan bakau) tempat berkembangbiaknya elang laut. Selain itu, warga masyarakat yang masih memelihara elang laut, agar secepatnya menyerahkan ke petugas BKSDA untuk dilepas liarkan ke habitatnya. “Pemeliharaan dan penangkapan terhadap satwa elang yang dilindungi itu merupakan perbuatan melanggar hukum, dan bisa dipidana,” kata pemerhati lingkungan itu. Sebelumnya Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut melepas liarkan tujuh ekor elang laut atau elang bondol ke alam bebas, tepatnya di kawasan Suaka Margasatwa Karang Kading Secanggang. (ant)


INspirasi

Minggu Kliwon, 24 Juni 2018

11

Putu Ariyawan Terinspirasi Selamatkan Memproduksi Tuak untuk Obat Seni Tradisi Kuno OSIS Grisda

Denpasar (Bali Post) OSIS SMP PGRI 2 Denpasar yang lebih dikenal dengan sebutan Grisda banyak melahirkan pemimpin masa depan. Banyak pengurus OSIS Grisda menjadi dokter dan diterima di Unud berkat pengalaman berorganisasi di OSIS. Kini, pengurus OSIS Grisda 2018-2019 dipercayakan kepada Cokorda Gede Darma Dananjaya Susila. Pembekalan bagi 67 anggota OSIS baru dilakukan mulai Jumat lalu hingga Senin (25/6) besok. Mereka diberikan ceramah soal kepemimpinan, masalah narkoba dan kenakalan remaja, kewirausahaan, dan manajemen organisasi. Usai pembekalan, mereka diajak matirtayatra ke sejumlah pura di Bali Barat. Cok. Gede Darma Dananjaya Susila yang dikenal aktivis di sekolah ini dengan penuh keyakinan berjanji membawa gerbong OSIS Grisda lebih kreatif

lagi. Dia tetap melanjutkan program unggulan sekolah ini yakni Grisda Art Competition, Grisda Computer Competition (GCC), Gebyar Budaya dan Pesraman Kilat dengan berbagai penyempurnaan. Salah satu ide besarnya adalah membuat lomba video antarsiswa se-Bali dengan merekam seni tradisi kuno Bali. Lomba ini terinspirasi dari keinginananya agar siswa Bali terjun langsung ke masyarakat merekam dan membuatnya dalam bentuk karya jurnalistik dan televisi. ‘’Tak perlu panjang-panjang, cukup berdurasi lima menit,’’ ujarnya Sabtu (23/6) kemarin. Ide ini muncul karena banyak seni tradisi kuno Bali yang masih hidup dan perlu dilestarikan. Hal ini juga perlu diketahui anak muda Bali dan berani melestarikan budaya Bali. Makanya di ajang GCC dan Grisda Art Competi-

Cok. Gede Darma Dananjaya Susila

Sangat Kental Dari Hal. 1 Bahkan, beliau pernah berkunjung ke India bahwa mereka tidak seperti kita di Bali. Seni budaya masih sangat kental dengan agamanya. Jadi, beliau mengatakan itu,” ujarnya. Menurut Pastika, Jokowi kembali meminta agar pada event IMF-World Bank Annual Meeting juga diisi dengan pawai seperti PKB ini. Jokowi bahkan meminta agar pawai itu nanti bisa digelar di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandi, Renon. Pihaknya merespons permintaan Presiden dengan

mulai mempersiapkan pawai tersebut untuk pertemuan IMF-World Bank. “Saya katakan tadi kita siap, jadi beberapa event tetap seperti tadi. Tetapi mungkin kendaraan hias diganti dengan negara peserta. Mungkin mewakili benua-benua, atau mewakili komunitas-komunitas tertentu,,” jelasnya. Terkait pawai PKB tahun ini yang mengangkat tema “Teja Dharmaning Kauripan (Api Spirit Penciptaan)”, Pastika menilai sudah jauh lebih lancar. Beberapa tahun lalu, ada beberapa daerah yang terkesan memonopoli pawai, tapi sekarang semua peserta pawai sudah lebih

Fakultas Pariwisata Dari Hal. 1 Bali patut bersyukur karena Unud juga memiliki Fakultas Pariwisata yang membuka program S-1, S-2, dan S-3. Makanya disebut Fakultas Pariwisata terlengkap dan tercanggih di Indonesia. Peluang ini juga harus dimanfaatkan krama Bali untuk bergerak di sektor pariwisata bahkan menjadi pengusaha bidang pariwisata. ‘’Saya setuju pengusaha pariwisata Bali

harus diperbanyak. Jangan menjadi penonton di rumah sendiri. Unud pun menyiapkan materi kewirausahaan bidang pariwisata,’’ tegasnya. Dia membenarkan selama ini sektor pariwisata Bali banyak menghasilkan devisa. Namun, alangkah baiknya jika kue pariwisata Bali lebih banyak dinikmati krama Bali dan oleh pengusaha Bali. Caranya, berani menjadi pengusaha pariwisata.

Perguruan Tinggi Seni Dari Hal. 1

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M. Nasir, mengatakan akan

segera mengembangkan perguruan tinggi seni negeri di Indonesia bagian timur. Pembangunan perguruan tinggi ini nantinya dikolaborasikan

tion akan diselipkan lomba tersebut. Sebelum menjadi Ketua OSIS, Cok. Gede Darma Dananjaya Susila menjabat sebagai Wakil II OSIS Grisda dan Ketua Bidang Keamanan di Forkom OSIS Kota Denpasar. Makanya anak bungsu pasangan Cok. Susila dan A.A. Widianti (alm.) ini juga dikenal ramah dengan siswa lain. Pembina OSIS Grisda I Nyoman Rudeg Mardika dan Wakasek Kesiswaan I Made Yudana, S.Pd., mendukung semua ide OSIS yang bernuansa kreatif dan inovatif. Itulah yang diharapkan Bali ke depan, selain memang pas dengan visi dan misi sekolah ini berbasiskan budaya. Bahkan, pengurus OSIS juga dibekali ilmu kewirausahaan. Soal kewirausahaan Kabid Bina Program Disdikpora Denpasar, Drs. I Made Merta, M.Si., memberi penekanan pentingnya menguasai keterampilan bidang event organizer (EO). Saat ini, bisnis ini sangat prospektif. Modal dan semangat itu dimulai dari keterlibatan di OSIS. Kepala SMP PGRI 2 Denpasar, Dr. Drs. I Gece Wenten Aryasuda, M.Pd., menambahkan apa yang direncanakan pengurus OSIS baru adalah bentuk pendidikan kreatif di sekolah. Sekaligus membuktikan bahwa ajang GCC, Grisda Art Competition dan Gebyar Budaya bermanfaat bagi masyarakat dan mampu membangkitkan kreativitas anak muda. Semua pengurus OSIS diberi kesempatan menyampaikan pendapat demi kemajuan dan nama baik sekolah. Termasuk usulan lomba video seni tradisi Bali kuno patut didukung. Dengan model lomba ini siswa langsung terlibat di lapangan upaya pelestarian. Model pendidikan penuh kasih sayang di SMP PGRI 2 Denpasar ini yang membuat masyarakat Kesiman, Sumerta, dan Penatih mempercayakan pendidikan putra-putrinya di sekolah ini. Selain dikenal berpengalaman mengelola pendidikan puluhan tahun, sekolah ini menjadi sekolah Adi Wiyata (lingkungan), sekolah sehat, sekolah budaya, dan sekolah unggulan YPLP PGRI Kota Denpasar. (025)

Putu Ariyawan

BPM/ist

TUAK dikenal sebagai jenis minuman tradisional dan kalau dikonsumsi berlebih menimbulkan efek memabukkan. Belakangan ini, tuak diolah menjadi minuman dengan rasa manis dan baik untuk kesehatan tubuh. Terbukti, penderita penyakit diabetes banyak yang mengonsumsi tuak manis itu. Bisnis olahan tuak manis ini digeluti Putu Ariyawan, pemuda asal Desa Munduk Bestala, Kecamatan Seririt. Minuman racikannya itu tidak lagi memabukkan melainkan memiliki rasa manis baik untuk kesehatan. Minuman ini diakuinya baik dikonsumsi oleh penderita penyakit diabetes, sebab kandungan glukosa lebih rendah dari kandungan glukosa pada tebu. Bahan baku pembuatan tuak manis dari nira pohon aren. Nira aren yang baru dipanen. Kualitas tuak manis sangat tergantung dari jenis pohon aren, sehingga tidak semua nira aren itu dapat diolah menjadi tuak manis. “Tuak manis dijamin keasliannya karena setelah dipanen hanya dilakukan penyaringan setelah itu

Perlunya ’’Form’’ Baru PKB Perhelatan Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun ini telah memasuki tahun ke40 sejak diperhelat tahun 1979. Di samping sebagai tempat untuk menampung hasil karya cipta, seni, dan aspirasi berkesenian, juga sebagai tempat lahirnya kreativitas seni dan seniman-seniman yang baru. KENDATI demikian, pergelaran PKB dari tahun ke tahun masih dipandang monoton, sehingga minim penonton. Meskipun tema yang diangkat setiap tahunnya berbeda-beda. Untuk tahun ini, PKB mengangkat tema “Teja Dharmaning Kahuripan” yang artinya Api Spririt Penciptaan. Tema ini masih berhubungan dengan konsep Panca Maha Bhuta yang berhubungan dengan lima elemen dasar pembentuk alam semesta. Kadek Wahyudita, S.Sn. yang merupakan seniman muda Bali berpendapat untuk menghindari kesan monoton, setiap seniman harus dapat mengimplementasikan tema “api” dengan baik. Tema “api” harus dapat dituangkan dalam bentuk apa pun, misalnya gong kebyar pada elemen pragmennya, tembang pada sastranya, dan sebagainya. Meski demikian, kurator Nawanatya III ini tidak menampik sering terjadi kegagalan penerjemahan tema pada garapan, misalnya pada bondres. “Bondres sering ngalor-ngidul, di belakang baru menyatakan

tema, itu pun sedikit. Kegagalan (penerjemahan tema) juga terjadi pada karyakarya baru,” katanya. Wahyudita menilai, setiap garapan seni tidak saja wajib menampilkan estetika, namun juga harus bisa mencerahkan penikmatnya. Sehingga, apa yang ditampilkan mempunyai makna dan pesan moral yang bermanfaat bagi masyarakat. “Ini (makna garapan) yang perlu dipertajam oleh para seniman saat tampil di PKB,” tegasnya. Melihat PKB sudah berjalan hingga 40 tahun, ke depan, ia berharap ada pemikiran dan form baru, kreatif, dan inovatif, sehingga dapat meminimalisasi kesan monoton. “Saat ini kan hanya enam formasi yang ditampilkan, yaitu pawai, pergelaran, lomba, pentas seni, sarasehan, dan kuliner. Apakah hanya akan berkutat seperti itu atau diformulasikan ulang lagi. Apalagi, PKB sekarang digelar di tengah berbagai festival, jadi PKB memang tidak wah seperti dahulu,” ujarnya. Kesan monoton yang dilihat masyarakat pada per-

helatan PKB hendaknya dilihat dari berbagai aspek. Pengamat sekaligus pelaku seni, Prof. I Wayan Dibya, mengatakan kesan monoton yang ditampilkan PKB tidak terlepas dari program pokoknya. Namun, jika dilihat lebih dalam pada kontenkontennya, ia menilai suguhan dari perhelatan budaya Bali terakbar itu selalu segar. Tema yang diangkat setiap tahunnya berbedabeda. Kreativitas garapan seni yang dimunculkan setiap daerah berbeda-beda sesuai dengan potensi cerita yang ada. Program pokok PKB inilah yang melahirkan kesan monoton, tapi kalau dilihat kontennya setiap tahun selalu berubah. Drama Gong misalnya, tahun lalu dan sekarang pasti beda, tahun lalu berlatar cerita Panji, sekarang bisa dilatari drama modern, lalu bondres yang tahun lalu bondres biasa, tapi saat ini bisa bondres modern, bentuknya tetap bondres, kemasannya berbeda. Prof. Dibia menilai, lompatan-lompatan besar pada PKB memang tidak bisa dilakukan secara signifi-

dengan kepariwisataan. Sebab, seni tanpa pariwisata tidak akan bisa hidup. Oleh karenanya, seni, budaya, dan pariwisata akan dijadikan komponen dalam membangun perguruan tinggi negeri seni. (win)

kan. Sebab, PKB prinsipnya mengedepankan unsur pelestarian, pengembangan, dan pertahanan kebudayaan. Jika dibiarkan liar, ditakutkan inovasi dari masing-masing garapan akan kebablasan, sehingga menghapus misi utamanya. “Makanya untuk menampung kreativitas anak muda seniman Bali dibuatlah event yang lain, seperti Nawanatya. Di sana seniman bebas berekspresi,” imbuhnya. Sementara itu, akademisi, Dr. I.B. Radendra Suastama, S.H., M.H., berpendapat bahwa PKB merupakan sebuah gagasan yang visioner. Apalagi, perhelatan PKB merupakan salah satu citra, bahkan telah menjadi inspirasi bagi daerah lainnya di Indonesia. Oleh karena itu, yang harus menjadi fokus pergelaran PKB saat ini adalah bagaimana ide dasar dan spirit yang melandasi PKB sejak saat dicetuskan dulu bisa menjadi optimal dan efektif. Hal-hal pokok harus tetap menjadi pokok dan jangan sampai hal-hal yang bersifat pelengkap malah menjadi pokok. “Proporsionalisasi komponen-komponen itu yang harus disempurnakan, sehingga gagasan visioner ini tetap kontekstual dengan perkembangan zaman,” sarannya. (win)

KARAN-

tepat waktu. “Saya kira makin tahun harusnya makin maju, makin lengkap, makin baik, makin teratur dan makin atraktif karena ini adalah satu pesta tahunan kita yang mencerminkan puncak-puncak terbaik dari seni budaya masing-masing kabupaten dan komunitas,” paparnya. Ke depan, lanjut Pastika, daerah lain di Indonesia dan negara sahabat juga akan diberi ruang supaya bisa memberikan warna tersendiri dalam PKB. Para pemimpin Bali ke depan diharapkan bisa menyajikan PKB yang lebih baik karena dunia juga menaruh perhatian pada ajang rutin tahunan ini. (kmb32) Kedua, dia mengusulkan pentingnya pemegang kebijakan duduk bersama guna memikirkan bentuk kepedulian sektor pariwisata terhadap desa pakraman. Desa pakraman adalah pendukung utama budaya Bali. Selama ini, mereka sibuk berupacara dan berkesenian menghasilkan atraksi wisata, sedangkan mereka belum menikmati kemewahan sektor ini. ‘’Nah, kita perlu pikirkan bentuk bantuan riil langsung ke desa pakraman yang menjadi ujung tombak pariwisata Bali ini,’’ tegasnya. (sue)

tinggal dikemas saja,” katanya. Pria yang juga menjadi guru SMAN 1 Singaraja ini berinisiatif menjual tuak manis untuk menyiasati harga gula aren. Untuk membuat dua kilogram gula aren diperlukan 30 liter nira. Setelah menjadi gula aren dijual antara Rp 30.000 sampai Rp 35.000 per kilogram. Berbeda kalau diolah menjadi tuak manis. Satu botol kemasan seharga Rp 6.000. Dengan untung yang lebih besar dan biaya produksi yang lebih sedikit, dia pun termotivasi memproduksi tuak manis. Selain itu, dia juga ingin menginspirasi petani aren di desanya. Dengan pengalaman bisnis tuak msnis itu, petani di desanya mampu menciptakan nilai tambah dari nira itu. Pria kelahiran 1 Januari 1991 itu berkeyakinan bahwa prospek penjualan tuak manis ke depan sangat bagus. Ini dibuktikan dari tingginya minat konsumen, sehingga dirinya konsisten untuk terus mengembangkan tuak manis Munduk Bestala sehingga ke depan bisa menjadi ikon desanya. (mud)

GASEMPeserta pawai PKB dari Karangasem saat tampil di depan panggung kehormatan.

Pesta Kolosal Dari Hal. 1 Kemudian mencanangkan program Pesta Kesenian Bali (PKB) yang diselenggarakan sebulan penuh setiap tahunnya dengan acara pesta kolosal senibudaya Bali dan pameran hasil karya seniman termasuk hasil industri kerajinan rakyat, yang terus menjadi sebuah tradisi tahunan di Bali sampai saat ini. Prof. Dr. Selo Sumarjan, seorang sosiolog ternama, memberi penilaian sebagai berikut: “Sebagai gubernur yang berpandangan luas maka Prof. Mantra berjasa menciptakan sarana-sarana modern di Bali yang dapat mengembangkan kepariwi-

sataannya. Untuk menggairahkan para budayawan dan seniman Bali”. PKB pertama kali diadakan pada tahun 1979. Pembukaannya dimulai dengan pawai yang berawal dari depan rumah jabatan Gubernur Bali di depan Lapangan Puputan Badung dan finish di Taman Budaya (Art Center) yang juga dibangun atas ide cemerlang Prof. Mantra. Sebagai penggagas awal pergelaran acara ini secara konsisten Prof. Mantra menggelar PKB selama bertahun-tahun demi sebuah tujuan, menampung hasil karya cipta, seni dan aspirasi berkesenian baik kesenian hasil rekonstruksi, seni hasil inovasi, atraksi kesenian serta apresiasi seni dan budaya masyarakat Bali khususnya.

PKB adalah media dan sarana untuk menggali dan melestarikan seni budaya serta meningkatkan kesejahteraan. Penggalian dan pelestarian seni budaya meliputi filosofi, nilai-nilai luhur dan universal, konsep-konsep dasar, warisan budaya baik benda atau bukan benda yang bernilai sejarah tinggi, ilmu pengetahuan dan seni sebagai representasi peradaban serta pengembangan kesenian melalui kreasi, inovasi, adaptasi budaya dengan harapan agar tetap hidup dan ajeg berkelanjutan dalam konteks perubahan waktu dan jaman serta dalam lingkungan yang selalu berubah. Tahun ini, PKB menapaki usia perjalanannya yang ke40 tahun. Dari tahun ke tahun, PKB digelar tema-tema

bervariasi. Pembukaannya diawali dengan parade budaya yang kini diawali dari Jln. Raya Puputan Renon, tepatnya di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi. Terlepas dari variasi tema, alur parade budaya dan presiden demi presiden yang membukanya, PKB tetap berlangsung dengan spirit awal seperti yang dicanangkan Prof. Mantra pada tahun 1978. Dan, setiap PKB digelar dari tahun ke tahun, krama Bali selalu teringat ide cemerlang Prof. Mantra mencanangkan PKB. Mereka ingat karya monumental Prof. Ida Bagus Mantra, sang gubernur dan guru besar bidang kebudayaan yang notabene adalah ayahanda Wali Kota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra. (kmb)


RUSIA 2018 14 JUNI - 15 JULI

Minggu KLIWON, 24 Juni 2018

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Hasil Kemenangan Brazil

Neymar Menangis, Tite Cedera Moskow –

Bintang tim nasional Brazil, Neymar menangis usai timnya menang 2-0 atas Kosta Rika pada pertandingan Piala Dunia 2018 Grup E, Jumat (22/6). Mengapa demikian? Brazil harus menunggu hingga injury time untuk bisa menang pada laga tersebut lewat gol Philippe Coutinho (90+1’) dan Neymar (90+7’). Neymar menangis setelah wasit meniup peluit panjang. Di akun Instagram-nya, pemain Paris Saint-Germain tersebut curhat soal perasaannya saat bermain melawan Kosta Rika. “Tidak semua orang paham apa yang saya rasakan untuk bisa tampil di Piala Dunia,” tulis Neymar. “Saya menangis karena bahagia, terbawa perasaan, serta keinginan untuk menang. Tidak pernah ada yang mudah dalam hidup saya, termasuk sekarang,” kata pemain Paris SaintGermain ini. Neymar bukan tanpa alasan menulis status demikian. Dia sempat terancam tidak ikut ke Piala Dunia 2018 karena mengalami cedera metatarsal saat memperkuat Paris SaintGermain. Neymar pun menjalani proses

Lega Balikkan Keadaan WINGER timnas Swiss, Xherdan Shaqiri mengaku senang timnya berhasil mengalahkan Serbia 2-1 pada matchday kedua Grup E di Kaliningrad Stadium, Sabtu (23/6). Ia pun memuji reaksi yang diperlihatkan rekan setimnya. Shaqiri dan kawan-kawan tertinggal lebih dahulu di laga ini setelah Aleksandar Mitrovic membobol gawang Swiss saat laga baru berjalan lima menit. Namun Swiss berhasil membalikkan keadaan melalui gol yang dicetak Granit Xhaka (52’) dan gol penentu kemenangan yang dijaringkan Shaqiri (90’). “Sejauh perkembangan tim ini, kami telah memperlihatkan performa seperti ini selama bertahun-tahun, dan hari ini kami menunjukkannya lagi di lapangan. Mereka unggul 1-0 dan tetap kami bersatu,” ujar Shaqiri. “Para pemain ini bermain bersama tim papan atas di Eropa. Mereka tetap tenang. Kami berhasil membalikkan keadaan dan hal semacam ini tidak akan bisa kami lakukan beberapa tahun lalu,” imbuhnya. Kemenangan ini membuka peluang Swiss lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2018. Tim asuhan Vladimir Petkovic yang menempati posisi kedua klasemen sementara dengan raihan empat poin akan meladeni Kosta Rika pada matchday ketiga Grup E, 27 Juni. (kmb33/afp)

kesembuhan selama tiga bulan sebelum dinyatakan sembuh. Laga konta Kosta Rika kemarin sebenarnya memiliki banyak drama. Selain tangisan Neymar dan dua gol telat Brazil, ada juga insiden wasit yang membatalkan penalti untuk Brazil serta cederanya sang pelatih Brazil Tite. Keputusan wasit membatalkan hadiah penalti setelah melihat VAR mendapat pujian dari warganet. Menurut mereka, VAR bahkan kayak dianggap sebagai man of the match pada pertandingan itu. Salah satu komentar tentang VAR datang dari mantan pemain Timnas Inggris, Gary Lineker. “VAR benar 100 persen. Neymar diving dan keadilan telah dilakukan. Itulah gunanya VAR,” kata Lineker. Sementara itu, Tite tersungkur saat

hendak merayakan gol Philippe Coutinho. Tite belakangan mengungkapkan otot hamstring-nya cedera gara-gara insiden ini. Tite yang kala itu berdiri di tepi lapangan langsung berlari hendak ikut merayakan gol bersama para pemain. Tapi malang nasibnya, pelatih 57 tahun itu malah tersungkur dan jatuh berguling-guling. Kepada wartawan usai pertandingan, Tite menyebut kakinya cedera gara-gara kejadian tersebut. Otot hamstring-nya tertarik. “Saya semacam mengalami cedera otot tertarik, mungkin merobek sejumlah serat otot. Saya sebenarnya ingin merayakan gol bersama mereka, tapi harus mundur terpincang-pincang,” kata Tite. Setidaknya cedera itu tak buruk-buruk amat karena Brasil meraup tiga poin. Kemenangan atas Kosta Rika pun membuka peluang Brasil untuk lolos ke babak 16 Besar. Tim Samba saat ini ada di puncak klasemen sementara Grup E dengan empat poin, hanya unggul selisih gol dari Swiss di urutan kedua. (kmb33/afp)

Polandia Vs Kolombia

Incar 3 Angka Krusial Moskow – Putaran kedua Grup H Piala Dunia 2018 dipastikan akan berlangsung seru, karena diwarnai duel antara Kolombia kontra Polandia. Keduanya diwajibkan untuk meraih tiga angka di Kazan Arena pada Senin (25/6) dini hari jika ingin melaju lebih jauh.

Kolombia memulai petualangannya di Rusia dengan pengalaman pahit. Berstatus tim yang masuk delapan besar pada edisi Brasil 2014 lalu, Los Cafeteros justru dipermalukan oleh Jepang di partai pembuka mereka dengan kekalahan tipis 2-1. Padahal sang lawan sebelum ini belum pernah

menang di kompetisi yang digelar di Eropa dan punya rekor buruk saat jumpa tim asal Amerika Latin. Hal ini patut disayangkan, karena Kolombia adalah salah satu favorit untuk melaju ke babak gugur. Skuat yang tidak banyak berubah dan masih mempercayai Jose Pekerman

sebagai arsitek jadi alasannya. Untuk itu tim dengan ciri khas jersey kuning terang tersebut wajib hukumnya untuk membayar ‘dosa’ di matchday kedua ini. Polandia pun setali tiga uang. Walau bukan negara yang kondang akan sepak bolanya, namun The Orly alias Sang Elang sedang memiliki generasi emas saat ini. Sebut saja Grzegorz Krychowiak, Piotr Zielinski, Lukasz Piszczek, dan tentu saja Robert Lewandowski. Namun langkah awal mereka di Piala

Dunia 2018 justru diisi dengan kekalahan. Melawan Senegal yang baru merasakan Piala Dunia kedua mereka sejak KoreaJepang 2002, Polandia justru dijungkalkan dengan skor 2-1. Kredibilitas yang mereka tunjukkan saat mencapai perempat final Piala Eropa 2016 pun jadi diragukan. Lewandowski berpendapat mereka gagal mengeluarkan potensi sebenarnya dalam laga itu. Belum lagi banyak kesalahan elementer dilakukan ia dan rekan-rekannya.

“Tentu saja ketika kami melakukan kesalahan konyol, kami menjadi gugup,” ujar top skor sepanjang masa Polandia dengan 55 gol itu, Sabtu (23/6). Tak ada waktu untuk terus meratapi kekalahan. Skuat putih merah harus mempersiapkan partai kedua Grup H. “Melawan Kolombia tidak akan mudah. Kami akan bermain berbeda, dan lebih baik dari ini,” ujar Lewandowski. Laga kedua negara yang sedang terluka ini akan sangat menarik untuk disaksikan. (kmb33/afp)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Minggu 24 Juni 2018 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu