Skip to main content

Edisi Kamis 24 Mei 2018 | balipost.com

Page 1

16 HALAMAN

NOMOR 263 TAHUN KE 70

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Di Hadapan Ratusan Tokoh Kintamani

Mantra-Kerta Pertegas Komitmen Bantuan Rp 500 Juta bagi Desa Pakraman

PASANGAN Calon Gubernur Bali nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta), menggelar kampanye dialogis di sejumlah lokasi di wilayah Kabupaten Bangli, Rabu (23/5) kemarin. Tatap muka digelar di Desa Suter, Banjar Sanda, Desa Satra, Desa Songan, Desa Batukaan dan Banjar Paket di Kecamatan Kintamani dan di Banjar Siladan, Desa Tamanbali di Kecamatan Bangli. Di semua lokasi kampanye, baik Rai Mantra maupun Sudikerta disambut antusias warga dan tokoh masyarakat. Di Desa Suter, ratusan tokoh sangat antu-

sias menghadiri kampanye. Selain tokoh setempat, tokoh dari sejumlah desa sekitar juga hadir menyambut kedatangan Rai Mantra. Dalam kesempatan itu Rai Mantra didampingi Ketua Koalisi Rakyat Bali (KRB) Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra alias Gus Adhi, Ketua DPW NasDem Bali Ida Bagus Oka Gunastawa, serta sejumlah pengurus partai pengusung Mantra-Kerta. Selain pemaparan visi-misi, acara juga diisi dengan simulasi mencoblos pasangan Mantra-Kerta di Pilgub Bali, 27 Juni mendatang. Hal. 15 Secara Nyata

Bali Post/kmb

KINTAMANI - Pasangan Calon Gubernur Bali nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, bersama ratusan warga saat kampanye dialogis di Kintamani, Rabu (23/5) kemarin.

BPR di Bali Makin Terjepit Posisi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Bali semakin terjepit. Selain kredit bermasalah (NPL) tinggi, kualitas SDM lemah juga ruang pasarnya sempit. Ini dikarenakan bank umum semakin ekspansif dengan menyasar tiap kecamatan dan membuka kantor hingga ke pelosok. Belum lagi adanya lembaga jasa keuangan (LJK) lain seperti LPD, koperasi dan terbaru fintech. KETUA Perbarindo Bali Ketut Wiratjana mengatakan, Perbarindo sangat mengharapkan kepada regulator untuk memperhatikan hal ini, agar persaingan sesama industri keuangan dapat berjalan dengan sehat. Ia juga berharap regulator menentukan areal yang cocok bagi usaha masingmasing. Artinya, ada pengaturan area sesuai dengan segmennya masing-masing. ‘’Inilah terjadi di lapangan. Tidak ada batasan areal bank umum dan BPR,’’ ujarnya.

Kepala OJK Divisi Regional Bali Hizbullah mengatakan, saat ini ada 136 BPR (sebelumnya 138). Dari 136 BPR, 3 di antaranya merupakan milik pemerintah. Sisanya milik swasta yang berbadan hukum PT. Berdasarkan jaringan kantornya, ada 324 kantor BPR yang tersebar di seluruh Bali. Berdasarkan data OJK, pertumbuhan aset BPR dari Maret 2017 ke Maret 2018 tumbuh 10,82 persen dari Rp 12,956 triliun menjadi Rp 14,358 triliun. Aset ini tumbuh

seiring dengan tumbuhnya DPK (dana pihak ketiga) dan kredit BPR. Pendapatan bank termasuk BPR di Indonesia terbesar adalah dari penyaluran kredit. Penyaluran kredit BPR pada Maret 2018 lebih banyak untuk modal kerja yaitu Rp 4,774 triliun, terbesar kedua untuk konsumsi yaitu Rp 3,574 triliun dan investasi Rp 1,407 triliun. Ketidakseimbangan penyaluran kredit dan penghimpunan DPK terlihat pada LDR (loan to deposit ratio). LDR BPR pada Maret 2017 adalah 74,45 persen, pada Desember 2017 adalah 73,12 persen dan Maret 2018 adalah 71,65 persen. Sementara rasio LDR yang diatur regulator untuk masuk kategori bank sehat adalah 78-92 persen. Wakil Ketua DPRD Bali I

Nyoman Sugawa Korry juga mengkritisi kebijakan pemerintah. Salah satunya terkait penyaluran KUR. ‘’Kebijakan KUR yang lebih banyak dari bank umum dalam jangka panjang akan sangat merugikan BPR, koperasi, dan LPD di Bali. Diharapkan kebijakan KUR ini segera direvisi, dengan memberikan kesempatan yang lebih besar terhadap BPR, koperasi, dan LPD,’’ katanya, Rabu (23/5) kemarin. Menurut Sugawa Korry, kondisi ekonomi yang belum bergerak bagus, terutama dari sisi peningkatan daya beli masyarakat, berdampak pada kecenderungan NPL yang meningkat. Untuk itulah keinginan ekspansi betulbetul harus diperhitungkan. Di samping meningkatkan pembinaan terhadap nasabah. (kmb42/kmb32)

Keberhasilan Pelaksanaan PPNSB di Badung akan Diimplementasikan di Seluruh Bali PASANGAN Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan KosterTjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace), memastikan keberhasilan pelaksanaan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) di Kabupaten Badung, ke depannya akan diimplementasikan di seluruh Bali. Hal ini ditegaskan pasangan Koster-Ace saat menghadiri Pergelaran Budaya dan Deklarasi Kebulatan Tekad di Banjar Taman Griya, Kelurahan Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Selasa (22/5). Sekitar 700 warga Banjar Taman Griya, Desa Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Badung menyatakan kebulatan tekad mendukung, memilih dan memenangkan KosterAce. Tampak ratusan warga tua-muda dan lintas generasi berbaur menyambut kehadiran Wayan Koster selaku calon gubernur periode 2018-2023. Deklarasi ini juga disaksikan Ketua Tim Pemenangan KosterAce Provinsi Bali Nyoman Giri Prasta, Ketua BSPN Provinsi

Bali Ketut Suiasa, Ketua Tim Pemenangan Koster-Ace Badung I Gusti Anom Gumanti, anggota Fraksi PDI-P DPRD Bali, anggota Fraksi PDI-P DPRD Badung, perwakilan partai pengusung seperti Ketua DPD Partai Hanura Bali Made Sudarta, dan Ketua PWNU Bali H. Abdul Aziz Di hadapan ratusan warga yang hadir, Calon Gubernur Wayan Koster mengungkapkan bahwa berdasarkan survei dari dua lembaga untuk wilayah Kabupaten Badung, KosterAce akan menang sekitar 75 persen suara. Kemenangan ini tak lepas dari kepemimpinan Nyoman Giri Prasta sebagai bupati yang merupakan kader terbaik PDI Perjuangan Bali. ‘’Program dan kebijakan yang dilaksanakan Pak Giri Prasta sangat memihak kepentingan serta kebutuhan masyarakat melalui PPNSB (Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana) yang juga tiang selaku ketua partai ikut menyusunnya,’’ ujarnya. Bahkan, tambah Koster,

oleh DPP PDI-P untuk pelaksanaan program pembangunan yang tertuang PPNSB, Kabupaten Badung dijadikan sebagai percontohan secara nasional khususnya juga di Bali. ‘’Nantinya melalui pola Satu Jalur akan kita terapkan di kabupaten/kota,’’ sebutnya. Koster juga membeberkan hasil dua lembaga survei yang menyebutkan Paslon KosterAce menang secara mutlak pada Pilgub Bali 2018. ‘’Di delapan kabupaten kita sudah menang sesuai target. Tapi biar begitu, kami tidak ingin lengah. Malah kita lebih genjot dengan kerja keras agar melampaui target,’’ tegasnya. Mengakhiri orasinya, Koster mengucapkan terima kasih terhadap dukungan yang diberikan warga Banjar Taman Griya, Desa Jimbaran. ‘’Astungkara tiang terpilih, tiang sampun lascarya ngayah sekala lan niskala,’’ pungkasnya. Hal. 15 Sebagai Guru

Bali Post/kmb

KEBULATAN TEKAD - Calon Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster, menghadiri Pergelaran Budaya dan Deklarasi Kebulatan Tekad, di Banjar Taman Griya, Kuta Selatan, Badung, Selasa (22/5).

Pensiunan ASN Dapat THR

Jakarta (Bali Post) – THR (tunjangan hari raya) yang diberikan pemerintah tahun ini tak sebatas ASN. Mereka yang sudah pensiun juga diberikan. Jumlah THR juga lebih besar dari tahun lalu. Kalau tahun sebelumnya sebesar gaji pokok, tahun ini sebesar gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan tambahan dan tunjangan kinerja. ‘’Ada yang istimewa untuk tahun ini, yang berbeda dengan tahun sebelumnya, THR tahun ini diberikan juga kepada pensiunan,’’ kata Presiden Jokowi, Rabu (23/5) kemarin. Didampingi Wapres M. Jusuf Kalla, Jokowi mengatakan sudah menandatangani PP yang menetapkan pemberian THR dan gaji ke-13 untuk para pensiunan, penerima tunjangan seluruh ASN, prajurit TNI, dan anggota Polri. Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan tunjangan hari raya Idul Fitri 1439 Hijriah untuk ASN, anggota TNI/Polri dan pensiunan akan dibayarkan mulai akhir Mei hingga awal Juni 2018. ‘’Untuk pembayarannya, kami akan keluarkan PMK, kemudian pengajuan pembayaran THR diajukan oleh satuan kerja kepada kantor perbendaharaan negara,’’ kata Menkeu di Istana Negara Jakarta, Rabu kemarin. Ia menyebutkan, permintaan satker di seluruh Indonesia yang jumlahnya lebih dari 25.000 dapat diajukan mulai akhir Mei. ‘’Dengan demikian seluruh ASN, anggota TNI/Polri, pensiunan akan mendapat THR sebelum hari raya, pembayarannya akhir bulan ini sampai awal Juni,’’ tuturnya.

’’

Sementara itu untuk gaji ke-13, pengajuan oleh satuan kerja kepada KPPN dilakukan akhir Juni dan pembayaran kepada penerima pada awal Juli 2018. ‘’Dengan demikian gaji ke-13 diterima Juli. Pemberian gaji ke-13 ini merupakan kebijakan sejak 10 tahun lalu, itu ditujukan agar ASN, anggota TNI/Polri bisa membantu biaya sekolah anak-anak mereka,’’ ujarnya. Menkeu menyebutkan pemberian THR dan gaji ke-13 kepada ASN, anggota TNI/Polri di seluruh Indonesia sudah dilakukan selama ini. ‘’Yang berbeda di tahun ini THR dibayarkan tidak hanya dalam bentuk gaji pokok, namun termasuk di dalamnya adalah tunjangan keluarga, tunjangan tambahan dan tunjangan kinerja,’’ ucapnya. Hal. 15 Tunjangan Keluarga

Badung Raih Penghargaan ’’Universal Health Coverage JKN-KIS Award 2018’’

PENGHARGAAN UHC - Presiden Joko Widodo menyerahkan penghargaan UHC kepada Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/5) kemarin.

PEMERINTAH Kabupaten Badung di bawah kepemimpinan Bupati I Nyoman Giri Prasta dan Wakil Bupati I Ketut Suiasa tidak hanya membangun infrastruktur fisik dalam menuju indeks kebahagiaan masyarakatnya, namun juga intens membangun pelayanan kesehatan yang maksimal bagi masyarakat Badung. Dari program yang telah dijalankan selama ini, khusus untuk bidang kesehatan, Pemerintah Kabupaten Badung mendapat apresiasi dari pemerintah pusat dengan dianugerahi penghargaan di bidang kesehatan yakni Universal Health Coverage

(UHC) oleh BPJS Pusat. Penghargaan diserahkan langsung oleh Persiden Republik Indonesia Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/5) kemarin. Dalam penganugerahan tersebut juga dihadiri oleh gubernur, bupati/wali kota se-Indonesia. ‘’Apa yang menjadikan Badung kuat tentu karena kesehatan masyarakatnya yang terjamin secara lahir dan batin. Dengan terintegrasinya BPJS Kesehatan dengan jaminan pelayanan kesehatan dari Pemerintah Kabupaten Badung yang merata dan berkualitas kepada seluruh masyarakat di Badung telah

memberikan dampak yang positif kepada pembangunan manusia di Badung. Ini tentu merupakan keberhasilan program Badung Sehat dengan Kartu Badung Sehat (KBS) telah memberikan dampak yang positif untuk masyarakat,’’ ujar Bupati Badung Nyoman Giri Prasta. Lebih lanjut Bupati asal Desa Plaga ini mengatakan, penghargaan ini merupakan penghargaan tertinggi di bidang kesehatan yang diberikan kepada Kabupaten Badung oleh Presiden Joko Widodo. ‘’Mari kita bangun Badung dengan tetap menjaga kesehatan untuk mewujudkan

Badung yang Kuat,’’ ungkapnya. Bupati Giri Prasta yang didampingi Kabag Humas Putu Ngurah Thomas Yuniatha juga mengatakan, penghargaan ini merupakan penghargaan tertinggi yang dicapai Pemerintah Kabupaten Badung di bidang kesehatan dan pencapaian program Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang disinergikan dengan Kartu Badung Sehat (KBS). ‘’Kami berharap masyarakat Kabupaten Badung akan tumbuh menjadi insan yang sehat dan kuat untuk membangun Badung ke depan,’’ jelasnya. (ad1259)


denpasar

2

Kamis Wage, 24 Mei 2018

Jelang Pemungutan Suara, Pecalang Se-Bali Dikumpulkan Denpasar (Bali Post) -

Lapangan Puputan Margarana, Renon, Rabu (23/5) kemarin, dipenuhi pecalang dan Bhabinkamtibmas seluruh Bali. Rinciannya, Bhabinkamtibmas 726 orang dan pecalang 1.770 orang hadir dalam rangka deklarasi ‘’Pengamanan Pilkada Damai Tahun 2018’’, menjelang pemungutan suara. Menariknya, selain Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose dan Wakapolda Brigjen Pol. Wayan Sunartha, pejabat utama dan seluruh Kapolres/Kapolresta mengenakan saput serta udeng poleng. Pada akhir acara, seluruh peserta dan undangan menari Bali

Gemilang. Turut hadir pada kesempatan itu Prabhu Darmayasa dan membagikan ribuan buku Bhagawad-Gita. Petrus Reinhard Golose mengatakan, Polda Bali sebagai leading sector tidak bisa kerja sendiri demi mencapai Pilkada Bali yang aman dan damai serta bisa dilak-

sanakan dengan baik. ‘’Sampai saat ini, tidak ada hal-hal menonjol. Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Bali yang mengikuti proses-proses Pilkada Bali dengan baik,’’ ujarnya. Menyikapi situasi sekarang di mana banyak kejadian di tempat lain, kata Petrus Rein-

hard Golose, pihaknya merasa perlu untuk menyiagakan masyarakat bersama-sama petugas keamanan dan ketertiban. Dari kepolisian didukung seluruh stakeholder seperti TNI, unsur pemda dan intelijen, menyadari Bali rentan terjadi gangguan kamtibmas. ‘’Saya selaku Kapolda Bali menyadari tidak bisa sendiri sehingga perlu dukungan rakyat. Paling jelas di Bali adalah pecalang. Pecalang ini ada di setiap desa pakraman, sesuai undangundang mereka juga pengaman

swakarsa, kalau bahasa kepolisian community police. Tempat lain baru menggerakkan, tapi di Bali sudah ada, terstruktur dan di bawah MUDP. Ini merupakan kemampuan dan keniscayaan luar biasa yang dimiliki Bali,’’ tandasnya. Petrus Reinhard Golose menegaskan, digelarnya apel dan deklarasi bersama ini tidak lain untuk melindungi Bali, tidak hanya dari informasi hoax tetapi menjaga dari isu-isu rentan toleransi. ‘’Saya bersyukur kejadian

di tempat lain tidak ada implikasinya di Bali. Tidak ada jumlah turis yang turun, masyarakat tetap braktivitas seperti biasa. Biarkan kami bersama-sama stakeholder lain bekerja dibantu rakyat sehingga bisa wujudkan Bali yang damai penuh toleransi,’’ ungkap mantan petinggi BNPT ini. Petrus Reinhard Golose menyampaikan bahwa di Bali penuh toleransi. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Bali tetap setia

kepada Pancasila. ‘’Marilah kita berpikir, siapa pun kita, agama apa pun kita tetap kepada Pancasila. Walau ada intervensi-intervensi lain dalam kehidupan, kita tetap Pancasila. Pancasila yang melekatkan kita semua sehingga ke depan bisa menjaga Bali,’’ tegasnya. (kmb36) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391

PECALANG - Kapolda Bali bersama Bhabinkabtibmas dan pecalang menari Bali Gemilang usai deklarasi di Lapangan Puputan Margarana, Denpasar, Rabu (23/5) kemarin.

FIGUR Degradasi Nilai Sosial KEBUTUHAN masyarakat akan alat pembayaran yang cepat, mudah, praktis dan aman semakin meningkat. Apalagi, ekonomi digital merupakan sebuah bentuk kebangkitan revolusi industri 4.0. Hal ini ditunjukkan dengan semakin pesatnya pertumbuhan instrumen dan sarana pembayaran ritel elektronik di Indonesia sebesar 20,84 persen dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya. Selain itu juga terlihat dari jumlah kartu ATM dan ATM/debet yang beredar pada Januari 2018 sebanyak 167 juta kartu. Namun, kehadiran alat pembayaran digital yang baru harus mempunyai kelebihan-kelebihan dibandingkan alat pembayaran yang lama. Kelebihan tersebut harus dieksplorasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat paham dan merasakan banyak manfaat dari alat pembayaran baru tersebut. Seperti Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang merupakan solusi dalam rangka menciptakan ekosistem pembayaran yang saling interkoneksi dan interoperabel yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI). ‘’Alat pembayaran elektronik ini (GPN - red) masih mempunyai banyak kelemahan. Pertama, belum memenuhi persyaratan fungsional. Artinya, kartu itu hanya memenuhi sebagian kebutuhan konsumen, seperti ada yang hanya untuk bayar listrik, pulsa, namun untuk belanja offline dan online belum bisa. Ini harus diperhatikan, sehingga kartu yang digunakan nanti betul-betul fungsional,’’ ujar Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Provinsi Bali Prof. Dr. I Made Kembar Sri Budi, M.P., Senin (22/5) lalu. Dari sudut material, katanya, pembayaran elektronik dapat menghemat bahan baku dari pembuatan uang. Namun, khusus bagi masyarakat Bali, pembayaran elektronik dapat mendegradasi nilai sosial masyarakat Bali. Sebab, nilai sosial seperti rasa kekerabatan, kekeluargaan dan gotong royong tersebut terjadi ketika adanya kontak sosial. Bahkan, tidak hanya westernisasi, kapitalisme dan individualisme yang tinggi, namun tidak kenal dengan tetangga dan sesama mungkin bisa terjadi, sehingga kontak sosial berkurang. Oleh karena itu, mengembangkan sistem nilai sosial yang sedemikian rupa di Bali harus dilakukan dari aspek lain dari pengaruh alat pembayaran elektronik tersebut. Sehingga nilai sosial tetap terjalin untuk keberlangsungan hidup bermasyarakat. (win)

Bakar Kamar Kos Pacar, Dibui Setahun

Denpasar (Bali Post) Nekat membakar kamar kos pacarnya, Gede Dedi Setiawan dihukum setahun penjara oleh majelis hakim pimpinan IGN Putra Atmaja, Rabu (23/5) kemarin. Terdakwa terbukti melakukan tindak pidana dengan sengaja menimbulkan kebakaran yang dapat mengakibatkan bahaya umum bagi orang lain, sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 187 ke-1 KUHP. Sebelumnya, JPU I Kadek Wahyudi Ardika menuntut supaya terdakwa dihukum satu setengah tahun penjara. Dedi Setiawan diajukan ke persidangan gara-gara nekat membakar kamar kos pacarnya, Um Hayati alias Umay Saroh, di Jalan Drupadi, Seminyak. Pemicunya diduga karena hubungan mereka makin renggang. Apalagi saat Dedi datang, tidak mendapatkan respons dari sang gebetan. Bahkan, korban tidak membuka pintu sama sekali. Meskipun sempat keluar kamar kos, korban saat itu justru bertujuan untuk membayar nasi goreng. Selebihnya, korban balik ke kamar dan kembali mengunci pintu. (kmb37)

Bali Post/eka

Pascakebakaran, Gedung Unit V Dapat Klaim Asuransi Rp 3,5 Miliar

Denpasar (Bali Post) Gedung Unit V Kantor Gubernur Bali yang terbakar pada 13 Februari lalu tidak bisa mendapatkan asuransi dengan pertanggungan maksimal. Pasalnya setelah dites, kerusakan yang terjadi hanya 52,72 persen. ‘’Memang gedung tersebut telah diasuransikan pada PT Asuransi Bangun Askrida Cabang Denpasar dengan pembayaran premi per tahun sebesar Rp 5.473.045, dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 6.628.830.000 apabila kerusakan kebakaran mencapai 100 persen,’’ ujar Kabid Pengelolaan Aset BPKAD Provinsi Bali Ketut Adi Saskara saat dikonfir-

masi, Rabu (23/5) kemarin. Menurut Adi Saskara, kerusakan gedung akibat kebakaran hanya 52,72 persen itu sesuai hasil tes kelayakan bangunan pascakebakaran dari tim adjuster PT Askrida Pusat dan hasil Hammer Test dari Universitas Udayana dan Dinas PUPR Provinsi Bali. ‘’Maka setelah pembahasan beberapa kali dengan pihak Pemprov Bali, besaran klaim ditetapkan sebesar Rp 3,5 miliar,’’ imbuhnya. Adi Saskara menambahkan, Gedung Unit V untuk sementara akan direhab sesuai hasil rapat Tim TAPD pada 21 Mei lalu. Rehab diutamakan pada perbaikan

atap memakai dana klaim asuransi Rp 3,5 miliar. Sementara untuk perbaikan bagian yang lain dan kebutuhan sarana prasarana, anggarannya akan diusulkan pada APBD Perubahan 2018 dan APBD Induk 2019. Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran terjadi di Gedung Unit V Kantor Gubernur Bali sekitar pukul 17.30 Wita pada 13 Februari lalu. Tepatnya setelah Rapat Pleno Terbuka terkait pengundian nomor urut pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2018 yang digelar KPU Bali di Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur. Lokasi gedung yang terbakar berada di

belakang Gedung Wiswa Sabha. Kebakaran itu meludeskan lantai tiga gedung yang menjadi ruangan Biro Pemerintahan dan sebagian lantai dua yang merupakan ruangan Biro Hukum dan HAM. Gubernur Bali Made Mangku Pastika sebelumnya mengungkapkan, gedunggedung di Kantor Gubernur Bali belum dilengkapi alatalat seperti sprinkler dan smoke detector. Sprinkler atau alat yang bisa mengeluarkan air ketika terdeteksi ada api dan pendeteksi asap baru dipasang di gedunggedung baru, seperti Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebu-

nan di Jalan WR Supratman, Denpasar. ‘’Sprinkler tidak ada, smoke detector tidak ada. Gedung-gedung kita semua begitu. Demi keamanan, harus ada smoke detector. Jadi kalau ada asap di alarm, dan langsung putus semua aliran (listrik) dan air mengalir. Ini kan tidak ada. Kecuali gedung baru, barangkali di Dinas Pertanian yang barubaru dibangun,’’ ujarnya. Menurut Mangku Pastika, memang sudah ada alat pemadam kebakaran ringan seperti tabung hydrant. Namun, banyak pegawai yang tidak bisa menggunakannya karena tidak pernah dilatih. (kmb32)

Jadi Kurir Narkoba, Tingkatkan Pelayanan, PDAM Undang Pelanggan Dedik Diganjar 15 Tahun Penjara

Bali Post/ara

PENINJAUAN - Suasana peninjauan sentra pengolahan air di Instalasi Pengolahaan Air (IPA) Belusung PDAM Kota Denpasar, Rabu (23/5) kemarin. Denpasar (Bali Post) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Denpasar pada 1 Juli mendatang akan menapaki usia 21 tahun. Pada usia ini, PDAM masih menyimpan sejumlah persoalan yang harus ditangani. Dalam upaya mencari solusi dan juga masukan dari para pelanggan, PDAM melakukan temu pelanggan di IPA Belusung, Rabu (23/5) kemarin. Direktur Utama PDAM Kota Denpasar I.B. Gede Arsana mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan agar PDAM Kota Denpasar mampu memberikan pelayanan prima bagi pelanggan. PDAM juga memastikan bahwa inovasi dan investasi yang dilaksanakan tepat guna dan tepat sasaran. Kegiatan yang bertemakan “Wujudkan Komitmen Ber-

sama Meningkatkan Profesionalisme dan Produktivitas Kerja” juga dihadiri berbagai stakeholder serta perwakilan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut secara simbolis turut diserahkan 21 tangki air guna mengantisipasi gangguan pengairan PDAM Kota Denpasar. Arsana menjelaskan, temu pelanggan ini merupakan salah satu kegiatan yang produktif dalam mendengar berbagai keluhan pelanggan PDAM. Sehingga apa yang menjadi keinginan dan harapan pelanggan dapat diatasi dengan baik dan maksimal sebagai upaya memberikan pelayanan prima. “Saat ini memang tidak bisa dimungkiri masih ada beberapa permasalahan yang terjadi. Namun, kami tetap mengupayakan solusi terhadap berbagai

permasalahan tersebut baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang,” paparnya. Menurut Arsana, sejumlah program yang rencananya dilakukan PDAM Kota Denpasar di tahun 2018 ini, yakni penambahan kapasitas produksi melalui Sarbagita Tukad Petanu dengan kapasitas 100 liter/detik, IPA Penet dengan kapasitas 100 liter/ detik serta Pembangunan IPA Waribang tahap II dengan kapasitas 150 liter/detik. Arsana menambahkan, PDAM Denpasar juga melaksanakan penambahan sambungan baru 3.300 unit termasuk program MBR 1.000 unit. Selanjutnya, melakukan pergantian water meter sebanyak 6.216 unit dan melakukan pengembangan sistem distribusi, pengaturan pengaliran untuk pemerataan tekanan khususnya di daerah Denpasar Utara, Barat, dan Timur serta percepatan pelaksanaan penanganan kebocoran yang terkena proyek infrastrutur dan teknis lainnya. Selain itu, PDAM Denpasar juga melaksanakan tata kelola perusahaan yang baik dan usulan pembangunan bendungan di Belusung melalui Satker PK PAM dan usulan penggantian pipa induk di Jalan Nangka melalui BWS Nusa Penida. “Program-program ini adalah untuk memberikan pelayanan prima dan pelayanan yang tepat sasaran bagi pelanggan PDAM Kota Denpasar yang kini jumlahnya mencapai 83.945 sambungan hingga April 2018 ini,” paparnya. (kmb12)

Denpasar (Bali Post) Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar pimpiman Novita Riama memberi hukuman yang berat bagi pengedar narkoba. Dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana narkotika dengan menjadi perantara 126,70 gram bruto atau 124,46 gram neto, Dedik Suparmono diganjar hukuman pidana penjara selama 15 tahun dikurangi masa penahanan, Rabu (23/5) kemarin. Terdakwa dalam kasus ini dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Di samping hukuman fisik, terdakwa oleh majelis hakim juga dihukum membayar denda Rp 1 miliar. Apabila belum membayar dalam satu bulan setelah putusan ini berkekuatan hukum tetap, maka terdakwa dapat menggantinya dengan pidana penjara selama tiga bulan. Atas putusan ini, terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya, Benny Hariyono, menyatakan menerima. Begitu juga dengan jaksa yang mengatakan menerima putusan majelis hakim. Putusan itu sejatinya lebih rendah dari tuntutan jaksa. Sebelumnya, terdakwa Dedik dituntut pidana penjara 17 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider enam bulan penjara. Seperti diberitakan sebelumnya, Dedik Suparmono bersama rekannya, Edwin Ardiansyah, asal Banyuwangi (berkas terpisah-red) ditangkap tim gabungan Dit. Narkoba bersama Satgas CTOC Polda Bali di Jalan Kebo Iwa Selatan, Denpasar Selatan, Jumat (5/1) lalu. Mereka ditangkap saat mengambil tempelan narkotika. Dari tangan terdakwa, petugas berhasil mengamankan satu buah tas kresek hitam yang di dalamnya berisi satu bungkus plastik klip berisi kristal bening diduga sabu-sabu dengan berat 126,70 gram bruto atau 124,46 gram neto. (kmb37)

081 337 032 965, (0361) 819446 FM 96,5

Topik : Petani Masih Terkendala Akses Jalan Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com


BADUNG

Kamis Wage, 24 Mei 2018

SOSOK Revolusi Industri 4.0 DALAM menghadapi revolusi industri 4.0 (industri generasi keempat), Fakultas Teknik Universitas Udayana (FT Unud) sebagai lembaga pendidikan pada disruptive technology era ini adalah mencetak sarjana untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Selain itu, juga pengembangan atau penelitianpenelitian tentang produk inovatif yang hilirisasinya adalah produkproduk yang bisa diproduksi di industri dan tentu bisa dilempar ke pasar. Menurut Dekan FT Unud Prof. Ir. Ngakan Putu Gede Suardana, M.T., Ph.D., Presiden RI Joko Widodo mengharapkan agar perguruan tinggi harus melakukan inovasi-inovasi. Bahkan, mahasiswa dan dosen harus mengubah rutinitas memasuki era revolusi industri 4.0. Yakni, menekankan pada pola digital economy, otomation, super-computer, artificial intelligence, big data, robotic, dan lain sebagainya. Pada revolusi industri 4.0, pemerintah mendorong pembangunan industri manufaktur untuk bisa berdaya saing global. Peta jalan itu akan menjadi tuntunan strategi pengembangan industri Indonesia dalam memasuki era digital yang sedang berjalan. ‘’Dalam hal ini, difokuskan pada pengembangan lima sektor manufaktur yang akan menjadi percontohan, yaitu industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian, industri otomotif, industri kimia dan industri elektonik,’’ katanya. Agar industri tersebut bisa efisien dan kualitas produknya meningkat, katanya, dibutuhkan konektivitas serta interaksi melalui teknologi, informasi dan komunikasi yang terintegrasi. Sehingga implementasi Making Indonesia 4.0 akan mampu mendorong pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil sebesar 1-2 persen per tahun. Selain itu, pertumbuhan PDB per tahun akan naik dari baseline sebesar 5 persen menjadi 6-7 persen atau sekitar 21-26 persen pada periode tahun 2018-2030. (edi)

3

Badung Kekurangan Puluhan ATCS

Kasus Korupsi Pengadaan Kapal Ikan

PPK Dituntut 22 Bulan Penjara

I GUSTI Ngurah Made Sumantri, terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan kapal ikan, Rabu (23/5) kemarin dituntut pidana penjara selama 22 bulan. Jaksa penuntut umum (JPU) I Made Subawa dan kawan-kawan mengatakan, pria yang menjabat sebagai Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) ini terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Dijelaskan, terdakwa IGN Made Sumantri bersalah secara bersama-sama dengan tujuan menguntungkan diri sendiri, orang lain atau kor-

porasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya, karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara. Atas pertimbangan itu, terdakwa dijerat dengan Pasal 3 Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Selain itu, terdakwa juga didenda Rp 50 juta subsidair tiga bulan kurungan. (kmb37)

Mangupura (Bali Post) Tim Monitoring Usaha Jasa Minyak dan Gas Kabupaten Badung, Selasa (22/5) lalu menggerebek gudang pengoplos elpiji di Perumahan Darmasaba Permai, Darmasaba, Abiansemal. Polisi mengamankan pemilik usaha ilegal tersebut berinisial OA (45). Selain itu diamankan puluhan tabung gas, timbangan duduk dan sepuluh stik pengoplos gas. Dikonfirmasi Rabu (23/5) kemarin, Kasatrekrim Polres Badung AKP Made Pramasetia mengatakan, penggerebekan ini berawal dari tim gabungan Polres Badung dan Pemkab Badung yang tergabung dalam Tim Monitoring dan Evaluasi Usaha Jasa Minyak dan Gas Bumi Kabupaten Badung melakukan pengecekan dugaan pelanggaran di bidang migas di wilayah Polres

Bali Post/eka

Mangupura (Bali Post) –

Jumlah Area Traffic Control System (ATCS) yang terpasang di setiap persimpangan jalan di Kabupaten Badung masih kurang. Badung masih memerlukan 21 sistem pengendali lampu lalu lintas ini untuk menyampaikan informasi kondisi lalu lintas dan alternatif lintasan, selain menyediakan rekaman data lalu lintas, kejadian kecelakaan, dan kejadian lainnya di persimpangan. Menurut Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung Tofan Priyanto, dari 41 persimpangan jalan yang ada di wilayah Badung, saat ini sebanyak 20 persimpangan sudah terbangun ATCS. Biaya pembangunan 20 ATCS tersebut termasuk yang bersumber

dari APBN. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan penambahan ATCS pada tahun 2018 ini. “Jadi, masih kurang lagi 21 simpang yang belum ada ATCS. Kami rencananya akan membangun di 10 titik lagi,” ujar Tofan Priyanto, Rabu (23/5) kemarin. Menurut Tofan Priyanto,

pembangunan ATCS sudah masuk tahap III dengan anggaran mencapai Rp 9,3 miliar lebih. Proyek ini sedang dalam tahap tender di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (PLSE). Sesuai rencana, ATCS akan dibangun pada 10 titik. “Pembangunan di 10 titik ini adalah pembangunan baru,” tegasnya. Tofan Priyanto menambahkan, penempatan ATCS tersebut meliputi Simpang Beraban di Kuta, Simpang Nakula di Kuta, Sipang Camplung Tanduk di Kuta, Simpang Batu Bolong di Kuta Utara, Simpang Kwanji di Kuta Utara, Simpang Bangsal

di Kuta Utara, Simpang LPD Dalung di Kuta Utara, Simpang Pererenan di Mengwi, Simpang Seseh di Mengwi dan Simpang Abianbase di Mengwi. “Ada titik lainnya merupakan penambahan fasilitas saja. Sebab, sudah terpasang infrastrukturnya. Tinggal menambah seperti kamera, menyambungkan kabel FO (fiber optic), itu saja,” jelasnya. Menurut Tofan Priyanto, enam simpang yang hanya dilakukan penambahan alat adalah Simpang Kediri Jalan Raya Tuban di Kuta, Simpang Kalianget di Kuta, Simpang Patih Jelantik di Kuta, Sim-

Pengoplos Elpiji Digerebek Tim Gabungan

Badung. Awalnya, petugas menyisir Jalan Muding, Banjar Batu Sanghyang, Kerobokan, Kuta Utara. Namun di tempat tersebut tim tidak menemukan adanya pelanggaran. Selanjutnya, tim menuju ke tempat usaha di Perumahan Darmasaba Permai, Abiansemal. Hasilnya, di sana ditemukan pelanggaran yang dilakukan oleh pelaku. ‘’Berdasarkan pengakuan terlapor (OA), untuk mengisi tabung 12 kilogram dia memasukkan isi dari 4 tabung gas tiga kilogram. Sedangkan untuk mengisi tabung 50 kilogram, pelaku memasukkan isi 18 tabung ukuran 3 kilogram,’’ tegasnya. Pramasetia menambahkan, hasil oplosan tabung tersebut diedarkan di wilayah Badung dan Denpasar. Sedangkan penyuplai gas elpiji 3 kilogram berasal dari Denpasar

dan Tabanan. ‘’Terlapor dalam menjalankan usahanya tanpa dilengkapi izin dari pemerintah,’’ katanya. Menurut Pramasetia, pelaku membeli elpiji 3 kilogram seharga Rp 17 ribu per tabung. Sementara elpiji 12 kilogram dijual seharga Rp 120 hingga Rp 125 ribu per tabung. Sedangkan elpiji 50 kilogram dijual seharga Rp 390 ribu per tabung. Atas temuan tersebut, pelaku, saksi-saksi dan barang bukti dibawa ke Polres Badung untuk proses penyidikan lebih lanjut. Barang bukti yang diamankan, meliputi tabung elpiji 3 kilogram sebanyak 14 buah, tabung elpiji 12 kilogram sebanyak 17 buah dan tabung elpiji 50 kilogram sebanyak 5 buah. Selain itu, juga ikut disita satu timbangan duduk dan sepuluh stik pengoplos gas. (kmb36)

Lomba Bondres Jadi Ajang Sosialisasi Politik

Mangupura (Bali Post) – Menyadarkan masyarakat dan memastikan masyarakat dapat berpartisipasi menyukseskan pemilu tidak mesti dilakukan secara formal. Melalui kegiatan budaya pun dapat dijadikan ajang dalam menyosialisasikan kegiatan politik. Hal itu yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Badung dalam meyakinkan masyarakat tentang pentingnya menjaga daulat terhadap proses dan hasil pemilu. Pemkab Badung melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Rabu (23/5) kemarin menggelar sosialisasi politik melalui lomba bebondresan. Kepala Dinas Kebudayaan Badung I.B. Anom Bhasma mengakui sosialisasi lewat bondres merupakan bagian dari inovasi kegiatan sosialisasi dengan pendekatan kultur atau budaya dan kearifan lokal. Terlebih, lomba ini diikuti kalangan generasi muda. ‘’Selain untuk melestarikan seni budaya, juga generasi muda yang disebut dengan generasi milenial merupakan kelompok khas yang sangat potensial menentukan masa depan bangsa ke depan,’’ ujarnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah generasi muda mencapai 85 juta jiwa atau 34 persen di seluruh Indonesia. Untuk menggaet mereka ikut menjadi pemilih aktif memang diperlukan media yang tepat guna menyampaikan informasi tahapan-tahapan pemilu serta strategi untuk menghapus citra pemilu sebagai rutinitas belaka, politisi hanya mengejar keuntungan semata, politik itu kotor, jahat dan menghalalkan segala cara. ‘’Jika sosialisasi dilakukan dengan cara metode ceramah, mungkin akan membosankan bagi mereka karena generasi muda ini memiliki karakteristik yang khas dan harus didekati dengan cara yang berbeda dari sebelumnya agar mereka tidak apatis,’’ ungkapnya. Oleh karena itu, sosialisasi dilakukan dengan lomba bebondresan dinilai sangat tepat agar pesan yang ingin disampaikan pemerintah dan penyelenggara pemilu bisa diterima generasi muda tanpa kesan menggurui, apalagi disampaikan oleh temanteman mereka sendiri. Kepala Badan Kesbangpol Badung I Nyoman Suendi mengatakan, tujuan diselenggarakannya sosialisasi politik melalui lomba bebondresan ini merupakan bagian dari inovasi kegiatan sosialisasi dengan pendekatan kultur/budaya dan kearifan lokal sebagai upaya menyadarkan masyarakat dapat berpartisipasi menyukseskan pemilu dan meyakinkan masyarakat tentang pentingnya menjaga

pang Sunset Mertanadi Timur di Kuta, Simpang Lukluk di Mengwi, dan Simpang Kapal di Mengwi. “Untuk simpang yang belum, tentu saja kami akan lanjutkan tahun berikutnya,” katanya. Anggaran pembangunan ATCS tahap III tersebut, kata Tofan Priyanto, bersumber dari APBD Induk tahun 2018. Proyek ini ditargetkan rampung akhir tahun 2018 ini. “Tender sudah dimulai pada 17 Mei 2018 dan akan ditutup pada 3 Juni 2018. Jadi, pengerjaan pembangunan ATCS harus sudah rampung sebelum akhir tahun,” pungkasnya. (kmb27)

SIDAK GAS - Petugas gabungan melihat tumpukan tabung gas berbabagai ukuran saat sidak di salah satu gudang elpiji di Dharmasaba, Badung, Selasa (22/5) lalu. Bali Post/ist

Kasus Korupsi Alkes RSU Mangusada

Giliran Susila Diadili

Bali Post/kmb27

BEBONDRESAN - Sosialisasi politik melalui lomba bebondresan di Jaba Pura Lingga Bhuwana, Puspem Badung, Rabu (23/5) kemarin. daulat terhadap proses dan hasil pemilu. ‘’Maka dipandang perlu melakukan sosialisasi denga cara yang berbeda agar pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik oleh generasi muda, sehingga bisa membuat generasi muda tergerak hatinya datang ke TPS, mengurangi jumlah golongan putih khususnya di Kabupaten Badung,’’ jelasnya. Menurut Suendi, jumlah peserta dalam kompetisi itu mencapai enam sekaa, di mana masing-masing sekaa terdiri dari dua hingga tiga orang dari SMA/ SMK. Peserta terbaik diberikan hadiah berupa piala dan piagam penghargaan serta dana pembinaan. Juara I mendapat dana pembinaan Rp 5.000.000. Juara II Rp 4.000.000 dan juara III Rp 3.000.000. (kmb27)

SETELAH memenjarakan Muhammad Yani Kanifudin selaku Direktur PT MMI (Mapan Medika Indonesia) dan I Ketut Sukartayasa, S.H., S.Kep. dari pihak RS, Kejati Bali kembali menyidangkan terdakwa yang diduga berkomplot dalam dugaan koruspi pengadaan alat kesehatan (alkes) RSU Mangusada Badung, Rabu (23/5) kemarin. Dia adalah I Made Susila yang beralamat di Perumahan Griya Bintara Indah, Bekasi, Jawa Barat. JPU Wayan Suardi di hadapan majelis hakim pimpinan I Wayan Sukanila mengatakan, Susila diduga melakukan korupsi alkes RS Mangusada Badung bersama Yani dan Sukartayasa. Awalnya, kata jaksa, RS Mangusada Badung mengadakan pengadaan alat kedokteran, kesehatan, KB, dan kendaraan khusus yang sumber dananya dari APBN 2013. Amprahan itu dikirim ke Menteri Kesehatan melalui Dinas Kesehatan Provinsi Bali sebesar Rp 40.954.098.750. Atas proposal itu, Menteri Kesehatan RI menyetujui Rp 25 miliar untuk RSU Mangusada Badung. Atas dasar itu, kata jaksa, Bupati Badung melakukan penunjukkan dengan menunjuk dr. Agus Bintang Suryadi selaku Direktur RSU Mangusada Badung sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan dr. I Made Nurija sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Nurija sendiri sudah dijadikan tersangka dalam perkara ini. Nurija mempunyai tugas dan tanggung jawab menyusun HPS (harga perkiraan sendiri). Saat itu, ada sembilan unit item barang yang dibutuhkan untuk alat medis. Sukartayasa (sudah divonis bersalah - red) inilah yang kemudian mencari rekanan seolaholah mendapatkan informasi untuk dipakai acuan HPS dengan menghubungi terdakwa Made Susila. Maksudnya adalah supaya dapat

menyiapkan tempat perusahaan untuk kemudian dilakukan survei. Susila kemudian ikut tender. Namun, Susila menyampaikan ke Sukartayasa agar berhubungan dengan I Nyoman Artawan untuk mencari rekanan yang bisa dipakai dasar menyusun HPS. Sukartayasa kemudian memberikan flashdisk kepada Artawan yang isinya daftar harga jenis-jenis barang alat kedokteran dan kesehatan berkaitan dengan pengadaan alkes di RSU Mangusada. Seiring perjalanan proyek tersebut, ada selisih antara realisasi pengeluaran definitif dengan realisasi penerimaan barang yang diterima. Yakni, realisasi pengeluaran definitif Rp 19.211.473.636,3 sedangkan realisasi barang yang diterima seharga Rp 12.923.626.782. Jadi, ada

selisih Rp 6.287.846.854,36. Nilai selisih Rp 6,2 miliar inilah yang menjadi temuan yang selanjutnya setelah dihitung oleh BPKP Perwakilan Bali menjadi nilai kerugian keuangan negara. Tak pelak, dalam kasus ini, Susila disebut oleh jaksa bersama Yani dan Sukartayasa telah memperkaya diri sendiri dan atau orang lain yang merugikan perekonomian atau keuangan negara cq. Pemda Kabupaten Badung senilai Rp 6,2 miliar. Atas dakwaan itu, Susila dijerat tiga pasal, yakni Pasal 2 dan 3 UU Tipikor serta Pasal 9 jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor, sebagaimana yang sudah ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana. (asa)

Bali Post/kmb37

PERSIDANGAN - I Made Susila saat menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Denpasar.


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

SMPN 3 Denpasar Lepas 325 Siswa Kelas IX

Raih Emas di Malaysia, Perlunya Pendampingan Pilih Sekolah Acara pelepasan siswa kelas IX SMPN 3 Denpasar dilakukan secara sederhana di sekolah, Rabu (23/5) kemarin. Acara diisi persembahyangan bersama. Namun, acara pelepasan penuh makna karena saat itu diumumkan peraih nilai USBN tertinggi dan prestasi teranyar SMPN 3 Denpasar. Kepala SMPN 3 Denpasar I Wayan Murdana, S.Pd., M.Psi. melepas 325 siswa kelas IX ditandai penyerahan kepada Ketua Komite I Nyoman Badra, S.H. dan pemberian ucapan selamat. Murdana mengungkapkan, tahun-tanun sebelumnya lulusan SMPN 3 Denpasar 100 persen diterima di SMA dan SMK negeri, bahkan ada yang melanjutkan ke luar negeri. Tahun ini dia berharap bisa mengulang prestasi itu kalau meraih nilai rata-rata UNBK tertinggi di Bali. Peraih nilai USBN terbaik adalah Keythaline Priscillia Putri Maharani (1.022), Putu Tanasya Putri Wirawan (1.017) dan Bagus Okta Wiradnyana (1.016). Acara bertambah meriah karena saat bersamaan diumumkan bahwa siswa SMPN 3 Denpasar meraih medali emas di Word Young Inventor Exhibition di KKC Malaysia. Prestasi ini diukir Ni Made Galuh Cakrawati Dharma Wijaya, I Gusti Gede Agung Aditya Adnyana Putra dan I Ketut Cahaya Tirta Dharma Putra. Kasek Wayan Murdana minta lulusannya tetap menjaga nama baik almamater di mana pun bersekolah serta secara resmi menjadi anggota ikatan alumni SMPN 3 Denpasar untuk diajak memajukan dan memiliki sekolah ini. Dia juga berterima kasih karena anak-anak kelas IX sudah banyak mengukir

TERBAIK - Kasek I Wayan Murdana dan wakasek didampingi Ketua Komite I Nyoman Badra dan Luh Kadek Budi Martini bersama siswa peraih USBN terbaik di SMPN 3 Denpasar. prestasi di tingkat regional seperti Porjar dan PSR, tingkat nasional dan internasional. Di sisi lain, dia mengingatkan para orangtua siswa untuk memberi pendampingan bagi anaknya dalam pemilihan sekolah lanjut. Alasannya, pemilihan sekolah yang tepat akan menentukan masa depan anak. Diperlukan pertimbangan menyangkut aspek lingkungan khususnya dalam penguatan pendidikan karakter, aspek proses pendidikan berkualitas dan keseimbangan kognitif, sikap dan keterampilan serta tetap mengedepankan aspek SDM guru di sekolah yang dituju. Apalagi dalam sikon anak masih labil diperlukan pendampingan orangtua agar sekolah yang dipilih sesuai harapan anak dan keluarga. ‘’Makanya betapa pun sibuknya orangtua ajak anak bersama menentukan pilihan. Pilihan sekolah yang tepat menja-

min masa depan,’’ tegasnya. Sementara itu, Ketua Komite I Nyoman Badra, S.H. didampingi Dr. Luh Kadek Budi Martini, S.E., M.M. mengucapkan terima kasih karena guru SMPN 3 Denpasar telah mendidik anak-anaknya menjadi SDM berkualitas. Meski demikian, dia mengingatkan sekalipun secara de facto sudah berpisah, secara psikologis kita tetap menjadi alumni dan warga SMPN 3 Denpasar. Lulusan SMPN 3 Denpasar mesti terus memiliki motivasi belajar yang tinggi dan berprestasi. Selain itu, jangan lupa memperkuat konsep manyamabraya dan saling membantu antarsesama alumni. Sementara siswa kelas VII dan VIII jangan lengah saat libur panjang. Gunakan waktu untuk terus mengisi diri karena ilmu akan terus berkembang dan makin maju. ‘’Ingat, jangan konvoi di jalan saat kelulusan UNBK,’’ ujarnya. (sue)

FH Unmas Teken MoU dengan KPI Bali

Bekali Mahasiswa Soal UU Penyiaran dan Kajian Hukumnya

FAKULTAS Hukum Unversitas Mahasaraswati (FH Unmas) Denpasar, Rabu (23/5) kemarin mengadakan kuliah umum soal ‘’Peran Media Penyiaran dalam Memberikan Edukasi Publik terhadap Tantangan Perkembangan Informasi di Era Digitalisasi’’. Kuliah umum yang dibuka Rektor Unmas diwakili WR I Dr. Wayan Gde Wiryawan, S.H., M.H. diikuti ratusan peserta mahasiswa dan dosen FH Unmas. Tampil sebagai pembicara Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Bali I Made Sunarsa, S.E., Kepsta RRI Denpasar Dra. Sophia Endang Widowati, M.M. dan akademisi dosen FH Unmas Ni Luh Gede Yoga Arthani, S.H., M.H. Sebelum kuliah umum, Dekan FH Unmas I Nengah Susrama, S.H., M.H. menandatangani MoU dengan Ketua KPI Bali Made Sunarsa dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dekan FH Unmas I Nengah Susrama didampingi WD I A.A. Putu Wiwik Sugiantari, S.H., M.H., WD II Lis Julianti, S.H., M.H., WD III I Wayan Wahyu Wira Udytama, S.H., M.H. dan Kaprodi Ni Putu Noni Suharyanti, S.H., M.H. menegaskan, kerja sama dengan KPI Bali ini guna membekali mahasiswa soal UU Penyiaran dan kajian hukumnya. Mereka wajib mengetahui soal UU Penyiaran dan berperan menyosialisasikan kepada masyarakat. Di era global ini, katanya, kita harus berhati-hati bicara karena jika salah berpendapat dan dimuat di medsos dipastikan terseret ke ranah hukum. Apalagi ada upaya memojokkan mem-bulying seseorang lebih parah ancaman hukumannya. Lewat acara ini pihaknya ingin civitas akademika FH Unmas menghindari hoax. Sebab, hoax

BERSAMA - WR I Wayan Gde Wiryawan didampingi Dekan FH Unmas Nengah Susrama beserta dosen foto bersama Ketua KPI Bali Made Sunarsa. yang sering disebar bisa menjadi kesalahan umum atau yang salah dibenarkan. Di sinilah pentingnya kuliah umum ini guna memberi wawasan soal aspek hukum UU Penyiaran. WR I Unmas Wayan Gde Wiryawan menilai topik yang dibahas sangat tepat karena pers memiliki peranan penting dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Apalagi di era revolusi industri 4.0 dicirikan dengan kehidupan serba digitalisasi perlu ditanamkan dampak hukum terhadap peran dan fungsi lembaga penyiaran serta posisi mahasiswa sebagai agent of changes pembangunan. Ketua KPI Bali Made Sunarsa memaparkan UU No.23 Tahun 2012 soal Penyiaran, pedoman perilaku penyiaran, standar program penyiaran dan sanksi terhadap pelanggaran. Sophia Endang Widowati menyampaikan, di era digitalisasi ini media penyiaran menghadapi tantangan makin rendahnya budaya

literasi, terjadinya kontaminasi ideologi dan maraknya hoax. Soal penegakan hukum dibahas oleh Ni Luh Gede Yogi Arthani. Menurutnya, saat ini tantangan media penyiaran kita adalah sering menampilkan unsur kekerasan, tontotan yang vulgar dan berbahaya bagi anak. Sinetron dikritiknya tak mendidik dari cara berpakaian dan make-up ke sekolah. Masih banyak tontotan fornografi sehingga anak kecil meniru goyang erotis dangdut dan joged porno. Belum soal hoax dan provokasi. Pasal 6 UU Penyiaran menegaskan siaran harus mengandung unsur mendidik, menghibur dan pembentukan intelektualitas, menjaga persatuan dan nilai agama serta budaya. Jika dilanggar dikenakan denda Rp 1 miliar dan hukuman enam bulan penjara. Hasil survei KPAI Pusat, tayangan televisi yang mendidik hanya 0,7 persen. Inilah yang menjadi akar kekerasan pada anak. (ad1264)

26 Mei 2018, ”Simakrama’’ Gubernur di Gedung Wiswa Sabha Utama

GUBERNUR Bali Made Mangku Pastika mengundang masyarakat untuk hadir pada kegiatan simakrama yang dilaksanakan di Ruang Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Sabtu (26/5) nanti. Undangan terbuka ini disampaikan Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra, S.H., M.H. dalam siaran persnya, Selasa (22/5). Lebih jauh Dewa Mahendra menginformasikan bahwa simakrama kali ini masih mengusung tema khusus yaitu ‘’Mencari Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2018-2023’’. ‘’Pemilihan tema berkaitan dengan proses pemilihan gubernur dan wakil yang saat ini tengah bergulir,’’ ujarnya. Melalui kegiatan ini, masyarakat bisa menyampaikan harapan dan masukan terkait pesta demokrasi pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah yang tengah berlangsung. Dewa Mahendra berharap kegiatan simakrama dapat memberi sumbangsih bagi proses pembangunan berdemokrasi di Pulau Dewata. Selain itu, sejumlah narasumber akan dihadirkan untuk memberi pandangan tentang Pilgub Bali 2018. Sama seperti pelaksanaan simakrama sebelumnya, masyarakat yang ingin berpartisipasi diharapkan hadir pukul 08.00 Wita untuk proses registrasi. Sebagaimana pelaksanaan simakrama sebelumnya, acara akan dimulai pukul 09.00 Wita hingga pukul 12.00 Wita. Simakrama akan diakhiri Puja Trisandya dan makan siang bersama. Bagi masyarakat yang tidak berkesempatan hadir dalam kegiatan tersebut, dapat menyimak pelaksanaan simakrama melalui saluran Pro 1 RRI Denpasar 88,6 MHz atau menyaksikan langsung melalui live streaming di www.birohumas.bal iprov. go.id. (ad1268)

I Dewa Gede Mahendra Putra, S.H., M.H.

Kamis Wage, 24 Mei 2018

FT Unud Lepas Calon Wisudawan

Pegang Teguh Kualitas untuk Bersaing di Era Global FAKULTAS Teknik Universitas Udayana (FT Unud), Rabu (23/5) kemarin menggelar pelepasan calon wisudawan periode II bulan Mei tahun akademik 2017/2018. Bertempat di Gedung Teknologi Informasi, calon wisudawan yang dilepas berasal dari 10 prodi di FT Unud. Dekan FT Unud Prof. Ir. Ngakan Putu Gede Suardana, M.T., Ph.D. mengatakan, peran lembaga pendidikan pada disruptive technology era ini adalah mencetak sarjana untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Selain itu, untuk pengembangan atau penelitian-penelitian tentang produk inovatif yang hilirisasinya adalah produk yang bisa diproduksi di industri untuk kebutuhan pasar. ‘’Kami tetap pegang teguh kualitas lulusan agar bisa bersaing di era global,’’ ujarnya. Menurutnya, supaya SDM yang dimiliki tidak dikalahkan oleh tenaga asing dari ASEAN, tenaga kerja atau lulusan harus sudah qualified and proved by certificate, sehingga lulusan FT Unud juga bisa merebut pasar luar. ‘’Kami mencetak sarjana untuk bisa membangun negara. Kita harus kuat untuk mencapai cita-cita pemerintah sehingga bisa menjadi tuan di rumah sendiri,’’ katanya. Untuk memenuhi kebutuhan negara akan sarjana yang tersertifikasi, FT Unud mengikutsertakan mahasiswa semester akhir atau alumni dalam kursus sertifikasi yaitu program Si Bima (sistem informasi belajar intensif mandiri). Program ini dilaksanakan oleh Kemen-PUPR terkait tentang jalan dan jembatan, perumahan dan permukiman serta sumber daya air. Sertifikat pelatihan Si Bima bisa sebagai pengganti magang selama setahun dan setelah itu baru diuji

LEPAS - Dekan FT Unud Prof. Ir. Ngakan Putu Gede Suardana, M.T., Ph.D. bersama mahasiswa lulusan terbaik pada acara pelepasan calon wisudawan. kompetensinya untuk memperoleh SKA muda. Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Perencanaan Prof. Ir. Ngakan Putu Sueca, M.T., Ph.D. menambahkan, pelepasas wisudawan kali ini diikuti 93 orang. Sebanyak 52 orang dari program S-1 reguler, 27 orang program S-1 nonreguler dan 14 orang dari program Magister. ‘’Perlu juga diketahui kami setiap semester meyudisium 60-70 mahasiswa asing dari program Tropical Engineering,’’ jelasnya. Lulusan terbaik S-1 dari Prodi Arsitektur diraih I Gede Prayoga Adhi Tama, S.Ars. dengan IPK 3,29 (predikat sangat memuaskan). Teknik Sipil dicapai Ni Putu Risca Wentiari, S.T. dengan IPK 3,93 (predikat dengan pujian). Teknik Elektro disabet I Gusti Made Ngurah Bimantara, S.T. dengan IPK 3,6 (predikat sangat memuaskan). Teknik Mesin diraih Musa Alek-

sander Partogi, S.T. dengan IPK 3,78 (predikat sangat memuaskan). Teknologi Informasi dicapai Ida Ayu Sri Diah Sukayanti, S.Kom. dengan IPK 3,22 (predikat sangat memuaskan). Dari program S-2 (Magister), terbaik Teknik Arsitektur diraih Ni Putu Atik Pradnya Dewi, S.T., M.Ars. dengan IPK 3,85 (predikat dengan pujian). Teknik Sipil dicapai Krisantos Ria Bela, S.T., M.T. dengan IPK 3,96 (predikat dengan pujian). Teknik Elektro didapat Muhammad Iman Nur Hakim, S.T., M.T. dengan IPK 4 (predikat dengan pujian). Lulusan terbaik di tingkat fakultas untuk program S-1 diraih Ni Putu Risca Wentiari, S.T. dengan IPK 3.93 (predikat dengan pujian) dari Teknik Sipil. Lulusan terbaik program S-1 dicapai Muhammad Iman Nur Hakim, S.T., M.T. dengan IPK 4 (predikat dengan pujian) dari Teknik Elektro. (ad1266)

Unhi Denpasar Gelar Upacara ”Majaya-jaya’’

Lulusan Diharap Mampu Amalkan Ilmunya di Masyarakat

DALAM rangka melepas 364 orang calon wisudawan yang terdiri atas S-1 sebanyak 348 orang, S-2 sebanyak 9 orang dan S-3 (Doktor) 7 orang, Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar menggelar upacara majaya-jaya di Pura Maha Widya Mandira Kampus Unhi Denpasar, Rabu (23/5) kemarin. Upacara di-puput oleh Ida Pedanda Istri Raka dari Geria Gede Kesiut Kawan Kerambitan, Tabanan, diikuti oleh seluruh civitas akademika Unhi Denpasar serta calon wisudawan/wisudawati. Upacara wisuda Sarjana ke-53, Magister ke-25 dan Doktor ke-13 akan digelar di Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Kamis (24/5) pagi ini. Ketua Panitia I Ketut Mona Arsika, S.Ag., M.Si. menjelaskan, upacara majaya-jaya merupakan kegiatan rutin yang dilakukan sebelum dilangsungkannya upacara wisuda untuk melepas calon wisudawan di Unhi Denpasar. Upacara majaya-jaya bertujuan memohon doa restu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam bentuk Dewa Siwa yang berstana di Padmasana Agung Pura Maha Widya Mandira, agar senantiasa memberikan jalan yang terbaik bagi para calon wisudawan yang nantinya kembali dan mengabdikan diri kepada masyarakat umum. Diharapkan dalam pengabdiannya bisa memberikan pencerahan dan mengatasi segala situasi dan permasalahan yang muncul di tengah masyarakat. ‘’Kami di Unhi yang berbasis agama dan budaya tidak lepas dari kegiatan yang berbau keagamaan. Sebelum mahasiswa menerima

MAJAYA-JAYA – Sebanyak 364 orang calon wisudawan mengikuti upacara ‘’majaya-jaya’’ yang di-‘’puput’’ oleh Ida Pedanda Istri Raka di Pura Maha Widya Mandira Kamus Unhi Denpasar. ilmu dalam proses belajar mengajar di kampus ini, didahului prosesi upacara pawintenan. Setelah selesai proses belajar mengajar itu, tentu dibarengi dengan pelepasan, baik secara sekala (wisuda) maupun niskala (majaya-jaya). Tujuan upacara majaya-jaya ini supaya mahasiswa bisa mengamalkan ilmu yang didapat kepada masyarakat,’’ tandas Mona Arsika. Dengan digelarnya prosesi upacara majaya-jaya, pihaknya berharap lulusan Unhi Denpasar bisa menjadi lulusan yang jaya dan mampu meneruskan ilmu yang telah didapat di tengah masyarakat. Selama proses perkuliahan mahasiswa Unhi Denpasar telah diberikan pengetahuan sesuai bidangnya.

Seperti mahasiswa yang mengambil Program Studi Ayur Weda, mereka telah diberikan pengetahuan tentang pengobatan tradisional dan mampu mengatasi perubahan penyakit yang berkembang secara tidak terduga saat ini. Selain itu, keberhasilan mahasiswa lulusan Unhi Denpasar juga diharapkan mampu memberikan vibrasi kepada masyarakat umum untuk kuliah di Unhi Denpasar. Apalagi baru-baru ini Prodi Ayur Weda Fakultas Kesehatan Unhi Denpasar telah memperoleh akreditasi A. ‘’Mudah-mudahan adik-adik para calon wisudawan ini bisa mengajak adik-adik tamatan SMA bergabung kuliah di Unhi Denpasar,’’ ujar Mona Arsika. (ad1267)

FIB Unud Lepas 55 Calon Wisudawan

Lulusan Dituntut Inovatif dan Siap Hadapi Perubahan

FAKULTAS Ilmu Budaya (FIB) Universitas Udayana menggelar acara Pelepasan Calon Wisudawan Periode ke-126 di Aula Widya Sabha Mandala Prof. Dr. I. B. Mantra, kampus setempat, Rabu (23/5) kemarin. Sebanyak 55 orang calon wisudawan dilepas, terdiri atas 43 lulusan S-1 (2 orang dari Prodi Sastra Indonesia, 2 dari Sastra Jawa Kuna, 31 dari Sastra Inggris, 2 dari Arkeologi dan 6 dari Sastra Jepang), 6 lulusan S-2 Linguistik, 5 lulusan S-3 Kajian Budaya dan 1 lulusan S-3 Linguistik. Para calon wisudawan dari program Sarjana dan Pascasarjana FIB Unud itu akan diwisuda oleh Rektor Unud pada 26 Mei. ‘’Kondisi output kita saat ini sangat baik. Artinya, tidak ada yang lulus dengan predikat memuaskan. Semua sangat memuaskan dan cumlaude. Masa studi juga sudah semakin baik, bahkan yang S-1 ada yang kurang dari 4 tahun,’’ ujar Dekan FIB Unud Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, M.A. Sesuai visi dan misi Kemenristek Dikti, lanjut Sutjiati, lulusan perguruan tinggi saat ini dituntut berkualitas, mampu beradaptasi dengan segala bentuk perubahan, mandiri dan inovatif. Mereka juga harus mampu menjadi pengabdi yang tangguh bagi dirinya sendiri, keluarga, lingkungan, serta bangsa dan negara. Tentunya dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman selama menempuh pendidikan di FIB Unud. ‘’Para calon wisudawan kami harapkan mampu berkontribusi untuk meningkatkan martabat bangsa

TERBAIK - Tiga lulusan terbaik FIB Unud berfoto bersama dekan dan jajarannya usai menerima penghargaan dari pihak fakultas. melalui keunggulan daya saing dan yang mampu bersaing di dunia kemampuan inovasinya,’’ jelasnya. kerja baik lokal, nasional maupun Menurut Sutjiati, FIB Unud internasional. Sekaligus diharapselalu berbenah agar mampu men- kan mampu menghasilkan SDM erjemahkan visi-misi Kemenristek yang berperan besar dalam perjalaDikti dalam menghasilkan lulusan nan bangsa ini menuju negara yang berdaya saing kuat dan inovatif. mandiri, kuat dan hebat. Pengembangan jejaring akademik Pelepasan calon wisudawan internasional juga diperkuat me- FIB Unud diisi penyerahan penglalui kolaborasi dengan akademisi hargaan bagi tiga lulusan terbaik kelas dunia untuk menghasilkan di masing-masing jenjang. Dari temuan-temuan baru. ‘’FIB Unud Prodi Doktor (S-3) Kajian Budaya, telah memenuhi standar pendidi- lulusan terbaik disandang Dr. Drs. kan tinggi. Kami berharap para Mangihut Siregar, M.Si. dengan calon wisudawan mampu menye- lama studi 2 tahun 6 bulan (IPK suaikan diri dengan perubahan 3,93). Untuk PS Magister Ilmu yang terjadi begitu cepat di era Linguistik, lulusan terbaik disabet disrupsi ini,’’ terangnya. Ni Putu Risa Pratiwi, S.S., M.Hum. Dia mengajak semua pihak dengan lama studi 2 tahun 5 bulan bahu-membahu meningkatkan (IPK 3,86). Di jenjang Sarjana, kualitas FIB Unud sebagai salah lulusan terbaik diraih Putu Pebri satu fakultas yang bertanggung Pranata, S.S. dengan masa studi 3 jawab dalam mencetak lulusan tahun 5 bulan (IPK 3,94). (ad1265)

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


Kamis Wage, 24 Mei 2018

info seremonial

Senator Dukung Pendidikan Minimal D-3 untuk Avsec Airport

5

Seiring Peningkatan Fasilitas

Shri Arya Wedakarna Tegaskan Keramahan Gubernur Pastika Harap SMA-SMK dan Tata Krama Jadi Prioritas Staf Bandara Bali Mandara Terus Tingkatkan Kualitas TEGURAN keras disampaikan oleh Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III kepada sejumlah oknum satpam bandara (aviation security/avsec) yang dianggap melakukan tindakan indisipliner termasuk sejumlah komentarnya di media sosial yang dianggap merugikan citra airport sebagai badan pelayanan publik berbadan hukum BUMN. Hal ini ditegaskan Senator Arya Wedakarna (AWK) saat melakukan RDP dengan manajemen PT Angkasa Pura 1 dan PT Angkasa Pura Support sebagai perusahaan yang menangani perekrutan avsec. Hadir I Wayan Sutawijaya (Vice President PT AP 1 Pusat), Sigit Herdiyanto (Co GM Airport Ngurah Rai), I Gede Jendra (Disnaker Provinsi Bali), I Made Gunartha (Dinasker Kabupaten Badung) dan staf bidang hukum DPD B65. Dalam kesempatan itu, Senator Wedakarna mengingatkan bahwa tata krama dan keramahan staf bandara adalah mutlak di perusahaan jasa, apalagi yang beroperasi di Bali sebagai destinasi pariwisata, walau SOP terkait pengamanan standar internasional penting untuk dijaga. ‘’Harus dibedakan mana berwibawa dan simpati dengan mana yang arogan dan jutek. Selain itu, perlu ada tata krama yang baik dalam menyambut siapa pun konsumen (user) yang datang. Jangan diskriminasi antara penumpang domestik dan penumpang asing. Ada UU terkait BUMN, ada UU terkait Tenaga Kerja dan aturan perlindungan konsumen. Saya minta manajemen memperbaiki hal ini. Ada pendidikan karakter yang kurang di sini. Orang Bali itu ramah, tidak perlu diajari juga sudah paham. Jangan kami orang Bali yang menyesuaikan dengan adat luar, tapi

DPD-RI - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (tengah) bersama I Wayan Sutawijaya (Vice Presiden PT AP 1) dan Sigit Herdiyanto (Co Manager Airport Ngurah Rai) serta jajaran di Kantor DPD-RI di Bali. siapa pun yang kerja di Bali harus menyesuaikan dengan adat istiadat kami. Ada Perda No.2 Tahun 2012 tentang Kepariwisataan Budaya Bali. Saya ingatkan pada manajemen untuk berhati- hati agar tidak muncul gugatan hukum dari konsumen,’’ ungkap Senator Wedakarna. Menurutnya, selama ini komunikasinya dengan Yanus Suprayogi (GM Bandara Ngurah Rai) sangat baik. ‘’Beliau itu responsif sekali. Makanya saya dukung perluasan lapangan parkir bandara hingga 60 are dan pembangunan double runway segera. Saya berharap dengan kejadian ini semua pihak mulat sarira, introspeksi diri dan komitmen meningkatkan pelayanan termasuk hak-hak pekerja. Saya juga dukung usulan biaya lisensi yang selama ini dibebankan pada avsec dihilangkan dan dibebankan ke perusahaan. Ini solusi untuk tingkatkan kesejahteraan karyawan. Nanti saya kirimkan datanya ke Menteri BUMN dan AP Pusat,’’ ujar Gusti Wedakarna.

Menanggapi usulan Vice President AP 1 terkait pendidikan minimal avsec, pihaknya menyatakan setuju. ‘’Saya kira untuk bandara sekelas Ngurah Rai perlu SDM minimal D-3 atau S-1. Karena menjadi satpam bukan hanya urusan memeriksa barang penumpang dan menjaga keamanan, tapi juga urusan manajemen yang butuh wawasan luas. Bahaya jika pendidikan anak– anak ini hanya SMA/SMK plus sekolah kursus yang kualitasnya begitu. Kita akan konkretkan di Jakarta. Tapi tetap saya minta jatah anak muda Bali menjadi mayoritas bisa bekerja di bandara,’’ tegas Senator Arya Wedakarna. Di akhir acara, tim hukum DPD B65 menyampaikan pandangan terkait tindakan sejumlah oknum avsec airport yang dinilai menyampaikan pendapat yang tidak patut di medsos. Hal ini berpotensi memunculkan gugatan sesuai UU ITE dan pencemaran nama baik sesuai UU Hukum Pidana. (ad1261)

”Recognition Night’’ HUT Ke-10 Kampus Mediterranean Bali

KAMPUS Mediterranean Bali menggelar acara bertajuk Recognition Night atau Malam Penghargaan bertempat di Prime Plaza Hotel Sanur, Denpasar, 29 April lalu. Kegiatan ini sebagai acara puncak dari serangkaian perayaan HUT ke-10 Mediterranean Bali. Perayaan HUT ke-10 yang dihadiri ratusan undangan ini menjadi sangat spesial karena dihadiri oleh Bupati Bangli I Made Gianyar, S.H., M.Hum., Kepala Dinas (Kadis) Tenaga Kerja, Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Bali, Kadis Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kota Denpasar, Kadis Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bangli, Kadis Tenaga Kerja Karangasem, Kadis Tenaga Kerja Buleleng, Ketua Asosiasi Profesi ICA, ABI, IFBEC, IHKA, HFLA, ISA dan IHGMA serta HRM/Training Manager Hotel yang telah bekerja sama dengan Mediterranean Bali. Acara juga dihadiri oleh Founders dan Pengurus Yayasan Cahaya Tunas Indonesia Bali, staf dan Manajement Mediterranean Bali, Manajement CTI Bali, Ketua HILSI Bali, penerima penghargaan dan undangan lainnya. Direktur Mediterranean Bali Gede Agus Arya S.Y., S.Pd., M.Pd. mengatakan, puncak pelaksanaan HUT ke-10 Mediterranean Bali Tahun 2018 ini didedikasikan untuk memberikan apresiasi berupa penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi serta membantu eksistensi Mediterranean Bali selama 10 tahun hingga tetap eksis menjadi seperti sekarang. ‘’Perayaan HUT kali ini sekaligus rebranding Mediterranean Bali dari Hotel & Cruise Line Training Centre menjadi Mediterranean Bali Hospitality College. Perubahan ini dikarenakan semakin meluasnya networking dan penempatan lulusan Mediterranean Bali yang tidak hanya di hotel atau

PERPISAHAN – Gubernur Bali Made Mangku Pastika menghadiri acara perpisahan siswa SMA-SMK Bali Mandara di Kubutambahan, Buleleng, Rabu (23/5) kemarin.

lian malah menyusahkan orangtua. Jangan menyusu kepada orangtua, kalian harus bisa hidup sendiri, pakai otakmu. Semoga dengan bekal ilmu dan disiplin yang sudah diperoleh kalian bisa sukses, tidak ada kata menyerah, maju terus,’’ ujarnya menyemangati para siswa. Masih dalam sambutannya, Gubernur Pastika melalui program sekolah SMA- SMK Bali Mandara juga ingin mengajak masyarakat yang mampu agar peduli kepada sesama yang membutuhkan. ‘’Setiap tahun hampir 1.500 orang pelamar ingin bersekolah di sini, sedangkan yang diterima kurang dari 200 orang. Lebih dari 1.000 pelamar yang rata-rata berasal dari keluarga kurang mampu ditolak, bayangkan jika sekolah ini tidak ada. Untuk itu, saya ingin mengetuk hati saudara-saudara sekalian untuk ikut peduli. Mari bantu mereka agar bisa mengangkat harkat dan martabat keluarganya,’’ imbuhnya. Kepala SMAN Bali Mandara Nyoman Darta menyampaikan, siswa yang mengikuti kelulusan tahun

pelajaran 2017/2018 sebanyak 187 (90 orang di Smandara dan 97 orang di Skandara). Tingkat kelulusan 100%. Dua siswa berhasil mengikuti percepatan pendidikan dan menyelesaikan pendidikan hanya dalam waktu dua tahun. Predikat lulusan terbaik di SMAN Bali Mandara diraih I Made Widi Yudiatmika, sedangkan di SMKN Bali Mandara dicapai I Putu Agus Sanjaya. Dua siswa yang mengalami kekurangan fisik namun memiliki berbagai prestasi, turut dihadirkan di podium. Ni Kadek Namiani Tiara Putri meraih juara III lomba esai tingkat nasional Kemenkum dan HAM RI tahun 2017, sedangkan Kadek Endra Adi Sastrawan merebut juara III lomba catur tingkat kabupaten dalam rangka HUT ke-70 RI. Salah seorang orangtua siswa, I Dewa Gede Raka Mahajaya, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemprov Bali yang telah memberikan kesempatan bagi siswa kurang mampu mengenyam pendidikan yang lebih layak bahkan bisa menjadikan mereka orang sukses. (ad1269)

Kodim 1626/Bangli Nyonya Andy Pranoto, Pjs. Kasdim, para Danramil jajaran Kodim 1626/Bangli, perwira staf Kodim 1626/Bangli dan anggota militer serta PNS Kodim. Kunjungan Danrem 163/Wira Satya ini bertujuan mengetahui lebih dekat satuan jajaran Korem 163/Wira Satya sekaligus melaksanakan tatap muka dengan seluruh personel, baik militer maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kodim Bangli. Danrem yang belum genap seminggu menjabat ini memperkenalkan diri tentang latar belakang, keluarga, pendidikan, riwayat jabatan serta filosofi kepemimpinannya. Sementara dalam arahannya, Albertus menyampaikan bahwa tugas Kodim melaksanakan pembinaan territorial yang rohnya ada pada rakyat. Keberadaan

Kodim harus dapat menjadikan masyarakat bahagia, sejahtera, rukun dan damai serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. Dia juga minta Kodim Bangli untuk selalu membina hubungan baik dengan Polri, satuan TNI lainnya dan pemkab. Di tengah situasi yang terjadi belakangan ini, Danrem meminta seluruh personel Kodim meningkatkan kewaspadaan. Keamanan harus dijaga karena kunci kemakmuran masyarakat Bali ada pada sektor pariwisata yang sangat bergantung pada keamanan. Di bagian lain, Danrem mengarapkan seluruh prajurit menjaga netralitas TNI dalam Pilkada Bali. PNS, Persit dan putra/putri TNI yang memiliki hak pilih diminta menggunakan hak pilihnya sesuai hati nurani. (kmb40)

Kodim Bangli Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

PENGHARGAAN – Para penerima penghargaan bersama Direktur Mediterranean Bali Gede Agus Arya S.Y. pada Recognition Night ke-10 di Prime Plaza Hotel Sanur. kapal pesiar tetapi juga ke posisi lain di bidang hospitality,’’ ujarnya. Penghargaan sebagai Pembina Kehormatan diserahkan oleh Chairman Medi Group A.A. Gede Abdiarta, S.E., CHT. kepada Kadis Tenaga Kerja dan ESDM Bali serta Kadis Tenaga Kerja Denpasar, Bangli, Karangasem dan Buleleng yang telah memberikan pembinaan dan support kepada semua kampus Mediterranean Bali. Penghargaan khusus diberikan kepada Bupati Bangli yang telah membuat banyak program terobosan dalam pelatihan dan penempatan tenaga kerja ke kapal pesiar khusunya bagi warga Bangli yang tidak mampu termasuk penyediaan pendanaannya. Program yang digagas oleh Pemkab Bangli dan telah dikerjasamakan sejak 2012 sukses mengantarkan puluhan warga Bangli yang tidak mampu bekerja ke kapal pesiar. Sementara itu penghargaan sebagai Medi Hero diserahkan oleh Direktur Mediterranean Bali kepada puluhan HR manager dan training manager hotel yang telah

diajak bekerja sama dalam penyaluran magang kerja/job training di hotel-hotel berbintang di seluruh Bali. Penghargaan serupa diserahkan kepada partner bisnis serta pihak perorangan yang telah berkontribusi saat pendirian awal kampus serta memberikan support yang luar biasa atas segala pencapaian dan kredibilitas Mediterranean Bali. Diserahkan juga penghargaan kepada seluruh mahasiswa Mediterranean yang telah berhasil mengharumkan nama kampus atas pencapaian terbaru tahun 2018 serta penghargaan kepada instruktur terbaik dan instruktur terfavorit dari masing-masing kampus Mediterranean Bali. Acara tersebut sekaligus dijadikan momen menguatkan kerja sama melalui penandatanganan perpanjangan MoU dengan asosiasi profesi ICA, IFBEC, ISA dan IHKA, penandatanganan MoU baru dengan Klapa Resort Uluwatu dan Hotel Alila Ubud serta penandatanganan MoU kerja sama antara Mediterranean Bali dan Fakultas Sastra Unwar. (ad)

Tingkatkan Pemahaman Pramuwisata tentang Budaya Bali

BALI sebagai daerah pariwisata budaya, memiliki kekayaan adat dan budaya yang adiluhung. Keunikan budaya ini perlu dilestarikan karena itulah yang membuat Bali tetap menarik dikunjungi oleh wisatawan mancanegara dan tamu domestik. Pramuwisata atau guide sebagai garda terdepan pariwisata, dituntut memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang budaya Bali, sehingga mampu memberikan informasi yang tepat dan benar kepada wisatawan. Kepala Biro Diklat DPD HPI Bali Dr. I Made Nada Atmaja, M.Si. menyampaikan hal itu, Rabu (23/5) kemarin. ‘’Kami sedang gencar-gencarnya melaksanakan up-grading atau meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) anggota pramuwisata Bali. Sebab, pramuwisata merupakan garda terdepan untuk memberikan informasi yang up to date dan benar kepada wisatawan, sehingga tamu merasa puas berkunjung ke Bali,’’ katanya. Terkait dengan itu, setiap perekrutan calon pramuwisata lebih awal dilakukan pra-diklat. Artinya, calon pramuwisata diberikan pemanta-

SETIAP tahun sarana dan prasarana pendidikan di SMA dan SMK Bali Mandara secara bertahap terus mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Bali. Berkaca dari awal dibangunnya yang memiliki berbagai keterbatasan, sekolah yang diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu ini diharapkan dapat terus memacu sekolah dan para peserta didik untuk terus mencetak dan melahirkan siswasiswa berprestasi yang nantinya mendukung pembangunan Bali guna menjadi pemimpin masa depan. Demikian harapan yang disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat menghadiri acara Perpisahan (Graduation) Siswa SMA-SMK Bali Mandara Tahun Pelajaran 2017/2018 di Aula Terbuka SMA Bali Mandara, Kubutambahan, Buleleng, Rabu (23/5) kemarin. ‘’Segala kemudahan yang ada harusnya bisa membuat kalian lebih berprestasi. Jangan malah sebaliknya bikin kalian manja. Ingat dulu pertama sekolah ini dibangun, gedung baru satu, guru dan para siswa jadi satu, belajar di sana, makan juga masih seadanya. Kalau sekarang semua fasilitas mendukung, sudah bagus, kalian harus bisa lebih baik. Tidak semua orang bisa seperti kalian,’’ cetus Pastika Lebih jauh, menurut Gubernur Pastika, seusai mengenyam pendidikan selama tiga tahun di sekolah ini, para siswa akan menapaki jenjang kehidupan yang lebih tinggi. Untuk itu, segala ilmu yang diperoleh diharapkannya dapat menjadi pegangan dalam mengarungi kehidupan sehingga menjadi orang yang berhasil. ‘’Kita patut berbangga terhadap sederet prestasi yang diraih, tapi setelah ini kalian akan memasuki kehidupan baru, akan menghadapi kehidupan sebenarnya. Kalian tidak lagi disiapkan makan seperti di sini. Mungkin fasilitas akan lebih terbatas, tapi kalian jangan cengeng dan mengeluh. Kalian harus mandiri. Jangan setelah keluar dari sini ka-

Bali Post/ist

Dr. I Made Nada Atmaja, M.Si. pan materi yang nantinya diujikan saat ujian budaya dan kompetensi. Setelah pra-diklat dilanjutkan dengan diklat selama 14 hari sampai field trip. ‘’Ini terobosan baru yang dilakukan oleh Biro Diklat DPD HPI Bali. Sebelumnya hanya dilaksanakan diklat, tanpa adanya pra-diklat. Dengan demikian kemampuan atau tingkat kecerdasan calon pramuwisata bisa diukur,’’ ujarnya. Nada Atmaja yang juga dosen Pro-

gram Pascasarjana Unhi berharap pemerintah betul-betul menindak guide ilegal. Apalagi menyangkut tenaga asing, agar diawasi secara ketat supaya tidak terjadi pelanggaran dalam meng-handle wisatawan. Kalau mau menjadi guide legal atau guide yang sah, harus memiliki lisensi (surat izin pramuwisata). ‘’Sekarang DPD HPI Bali bersama stakeholder pariwisata dan Satpol PP Provinsi Bali membentuk tim sweeping untuk menertibkan para guide yang tidak memiliki lisensi atau izin. Ini sedang digalakkan oleh tim sweeping,’’ imbuh pelaku seni ini. Sementara itu, Ketua DPD HPI Bali I Nyoman Nuarta, S.H. menegaskan, selama ini DPD HPI sudah membangun kerja sama dengan pihak Imigrasi khususnya di Bandara I Gusti Ngurah Rai dalam rangka mengantisipasi penggunaan WNA di bidang kepemanduan (pramuwisata). Hal itu dilakukan dengan jalan membuat satgas pengawasan orang asing. ‘’Kami berharap penegakan hukum bersifat kontinuitas atau berkelanjutan sesuai Perda No.5/2016 tentang Pramuwisata,’’ tandasnya. (lun)

Bangli (Bali Post) Danrem 163/Wira Satya Kolonel Arh Albertus Magnus Suharyadi, S.IP., M.Si. mengingatkan kepada seluruh prajurit Kodim 1626/Bangli untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah situasi yang terjadi belakangan ini. Para prajurit juga diminta tetap menjaga netralitas dalam pilkada yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Arahan itu disampaikan Kolonel Arh. Albertus Magnus Suharyadi saat melakukan kunjungan kerja ke Makodim Bangli, Rabu (23/5) sore kemarin. Danrem Kolonel Albertus Magnus yang didampingi Ketua Persit Kartika Candra Kirana Koorcab Rem 163 PD IX/Udayana disambut Dandim 1626/Bangli Letkol Cpn. Andy Pranoto, M.Sc., Ketua Persit Kartika Chandra Kirana XXXIX

Dermaga Tak Kunjung Diperbaiki Pemerintah

Warga Terunyan Terpaksa Bangun Dermaga Darurat Bangli (Bali Post) – Dermaga kayu yang dibangun pemerintah di depan Kuburan Desa Terunyan, Kintamani, kini tak lagi bisa digunakan lantaran kondisinya rusak parah. Meski hal itu sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir, sampai saat ini belum ada upaya perbaikan yang dilakukan pemerintah. Untuk bisa menaikturunkan wisatawan, warga Desa Terunyan terpaksa membangun sebuah dermaga darurat dari bambu secara swadaya. Ketua Kelompok Dayung Desa Terunyan Wayan Warjaya saat dihubungi, Rabu (23/5) kemarin, mengatakan pembangunan dermaga darurat dilakukan warga yang tergabung dalam tiga organisasi pariwisata di Desa Terunyan yakni kelompok dayung, pemilik boat

dan pemandu wisata pada Kamis lalu. Dermaga darurat berukuran 4x14 meter dibangun terapung menggunakan bambu dan barel. Pengerjaannya menghabiskan dana hingga Rp 26 juta. Dijelaskannya, warga membangun dermaga darurat lantaran kondisi dermaga kayu yang ada selama ini sudah rusak parah, sehingga tidak bisa lagi difungsikan untuk menaik-turunkan penumpang. Hancurnya dermaga kayu yang sudah terjadi sejak empat tahun terakhir juga kerap menuai keluhan dari wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Kuburan Desa Terunyan. Banyak wisatawan yang menilai biaya yang mereka keluarkan untuk mengunjungi Kuburan Terunyan tidak sebanding dengan fasilitas yang didapatkan.

Menurut Warjaya, warga terpaksa membuat dermaga darurat mengingat dalam waktu dekat ini akan memasuki musim libur sekolah dan hari raya. Tak hanya di depan Kuburan Terunyan, warga juga merencanakan membuat dermaga darurat di dekat pusat desa. Sejauh ini rencana ini belum bisa diwujudkan karena terbentur dana. Walaupun dermaga yang dibuat pemerintah kondisinya tak lagi bisa digunakan lantaran rusak parah, Pemkab Bangli melalui Dishub tetap memungut retribusi sandar dan operasional terhadap boat yang beroperasi. Nilai retribusi yang dipungut Rp 8.500 per sekali sandar. ‘’Rasa kecewa sih ada. Tapi apa boleh buat kami sebagai masyarakat kecil tidak bisa berharap banyak,’’ ujarnya. (kmb40)

Polres Tabanan dan KPU Sepakat Ciptakan Pemilu Damai Diisi Penandatanganan Kesepakatan

Tabanan (Bali Post) Beragam cara dilakukan agar tiap tahapan perhelatan pemilu di daerah berjalan aman dan lancar. Salah satunya seperti terobosan yang dilaksanakan jajaran Polres Tabanan, Rabu (23/5) kemarin. Polres melakukan penandatanganan kesepakatan bersama dengan KPU Tabanan khususnya dalam hal pengamanan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2018 Hadir dalam kesempatan tersebut Wakapolres Tabanan Kompol I Ketut Widiada, S.IK., Ketua KPU Tabanan Luh Darayoni, S.H., Kasat Intelkam Polres Tabanan AKP Ni Luh Komang Sri Subakti, S.H., M.H. dan seluruh anggota komisioner KPU Tabanan. Isi kesepakatan intinya KPU Tabanan akan menyelenggarakan pemilu yang demokratis dan luber, melaksanakan tahapan pemilu dengan tepat waktu, memperlakukan semua paslon secara adil dan setara serta bekerja dengan penuh integritas, transparan dan akuntabel. Selain itu, membangun sinergitas dengan stakeholder terkait guna menjamin Pilgub Bali yang berkualitas sesuai peraturan perundangundangan. Wakapolres Tabanan menyampaikan, merupakan program dari pimpinan untuk mewujudkan pilgub

yang damai serta pelaksanaannya sesuai asas demokrasi, luber dan jurdil. ‘’Mari bersama-sama menyukseskan Pilgub 2018. Kami berharap rekan KPU melaksanakan apa yang sudah menjadi ketentuan, tetap bersinergi dalam semua tahapan dan setiap ada permasalahan sekecil apa pun musyawarahkan dengan tim gakumdu di Polres. Jika KPU dan komisioner merasa mendapat ancaman/intimidasi dari kelompok tertentu, beritahukan kepada Polres Tabanan selaku penegak hukum,’’ ujar Kompol Widiada. Ketua KPU Tabanan mengapresiasi terselenggaranya acara ini, sebab Pilgub Bali 2018 merupakan tanggung jawab bersama selaku penyelenggara. ‘’Kami terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Selama ini kami merasa nyaman dalam melaksanakan tugas karena selalu di-back-up oleh pihak kepolisian dan berharap ke depannya tidak ada permasalahan hukum yang terjadi di wilayah Kabupaten Tabanan,’’ ucapnya. Darayoni menambahkan, pihaknya sudah berusaha selalu transparan terkait data setiap tahapan demi aman dan kondusifnya Pilgub Bali 2018. KPU Tabanan tengah menyiapkan bintek dan akan melantik KPPS. Untuk pendistribusian logistik dan surat suara tentunya pihak KPU minta pengawalan dari pihak kepolisian. (kmb28)


OPINI

6

Kamis Wage, 24 Mei 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Menjaga Keharmonisan Alam Bali HIDUP dan kehidupan membutuhkan sinergi yang kuat. Dalam hal ini hidup dan kehidupan manusia memerlukan ruang. Maka dari itu, menjadi sangat penting dan wajib bagi manusia menjaga alamnya sebagai ruang kehidupan. Kesadaran ini tentu harus kita bangun dan terus kita jabarkan agar kita tak tersesat dalam mengelola alam sebagai ruang kehidupan. Penjabaran atas tanggung jawab dalam konteks menjaga ruang hidup pun sebenarnya bisa dilakukan dengan banyak cara. Bahkan, ada banyak tradisi dan budaya yang dilakukan komunitas hidup untuk menjaga ruang hidup. Di Bali, misalnya, umat Hindu yang terikat kuat dengan tradisi dan budaya memiliki komitmen yang terukur dan jelas dalam menjaga alamnya. Keharmonisan dalam hal ini pun diterjemahkan dalam ritual dan pengorbanan suci pada alam. Kegiatan ritual dalam konteks menjaga keharmonisan dilakukan secara rutin dan terkait dengan rangkaian upacara keagamaan. Salah satu yang paling dekat adalah perayaan Sugihan Jawa-Bali. Kegiatan ritual ini bisa dilakukan menjelang hari raya Galungan dan Kuningan.Bila dipahami, diselami, didalami, dan kemudian disadari, aktivitas ritual pada setiap hari suci semestinya tidak boleh berhenti pada bentuk-bentuk persembahan sesaji. Ada banyak pesan moral dan spiritual yang disampaikan dalam perayaan ini. Setidaknya terbangunya penguatan kesadaran kosmis dimaksudkan agar rerainan Sugihan Jawa-Bali, tidak hanya diapresiasi lewat ritual persembahan sesaji, tetapi diimplementasikan juga melalui bentuk-bentuk aksi berbasis sosial enviromental yang berorientasi pada keharmonisan dan kelestarian alam lingkungan. Maka perlu ditegaskan, dalam hal ini adalah pentingnya umat Hindu dan komunitas di Bali menjaga alamnya. Umat tidak boleh merusak alamnya dengan dalih dan kepentingan apa pun. Dalam konteks pariwisata misalnya, setiap daya tarik pariwisata baru yang ingin diciptakan dan dikembangkan mesti beradaptasi dengan budaya dan alam Bali. Kebijakan yang diambil dalam hal ini harus sejalan dengan penekanan dalam konteks perayaan Sugihan JawaBali yakni menjaga keharamonisan alam sebagai ruang kehidupan. Jika ini kita jabarkan maka akan sangat relevan dengan kondisi Bali saat ini. Saat ini, banyak kebijakan para pengambil keputusan yang tak berpihak pada alam. Sebutlah kasus Tahura dan rencana reklamasi Teluk Benoa. Keduanya disoroti sebagai keputusan yang tak lagi memerhatikan daya dukung Bali. Selain itu, keduanya dinilai telah melabrak berbagai aturan yang mengatur tentang menyelamatan dan pelestarian lingkungan Bali. Untuk itulah, masyarakat Bali tetap harus melakukan pengawasan terhadap pengembangan pariwisata Bali ke depan. Pengembangan pariwisata Bali jangan sampai mengorbankan lingkungan. Pengembangan pariwisata harus menghindarkan konflik, sehingga destinasi yang terbangun nyaman untuk disinggahi. Dalam menjaga alam sebagai ruang kehidupan, manusia Bali tentu tak bisa sendirian. Menjaga alam secara efektif tentu bisa dilakukan secara komunitas dalam konteks ini desa pakraman. Peran desa pakraman dalam menjaga alamnya harus makin jelas, bukannya malah makin kabur seiring dengan menguatnya pengaruh teknologi dan alkulturasi budaya. Desa pakraman dalam kontekas ini haruslah menjadi komunitas umat yang setia dan solid dalam menjaga keharmonisan alam semesta. Pendekatan ekonomi jangan sampai mengorbankan kepentingan dalam menjaga keseimbangan ekosistem alam. Untuk itulah, pemimpin dan masyarakatnya harus tetap melakukan kajian yang matang sebelum mengambil keputusan yang bersinggungan dengan alam Bali. Dalam konteks melakukan adaptasi dalam pengembangan pariwisata misalnya, pemimpin maupun masyarakat harus mempunyai kesadaran bahwasanya pengembangan pariwisata jangan sampai merusak tatanan baik menyangkut alam maupun budaya. Terlebih lagi pariwisata Bali yang berbasis pada keindahan alam dan budaya. Sehingga menjaga kelestarian budaya dan lingkungan adalah sebuah keniscayaan, apabila kita tetap menjadikan pariwisata sebagai ‘’tambang emas’’ untuk mendukung mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

S URAT PEMBACA

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Sanggar Budaya di Setiap Banjar Pesta Kesenian Bali (PKB) tampaknya segera digelar lagi. Sampai saat ini, saya sebagai masyarakat Bali belum tahu apa agenda PKB kali ini. Yang saya harapkan kegiatan tahunan ini benar-benar menjadi ruang keluarga, hiburan, dan pewarisan kesenian Bali. Saya mengapresiasi pemerintah dan para tokoh seni Bali, seniman, termasuk akademisi yang telah mendedikasikan diri untuk menggelar acara PKB tahunan ini. Harapan saya, PKB jangan hanya menjadi momentum pementasan tetapi bisa menjadi salah satu kegiatan yang menumbuhkan budaya santun dan etika. PKB juga harus mampu menjadi ruang edukasi kepada krama Bali untuk menjaga seni dan budayanya. Ini penting di tengah menurunnya minat generasi muda Bali menekuni aktivitas budaya. PKB bagi saya juga tetap penting digelar dengan anggaran pemerintah mengingat pelestarian budaya memerlukan anggaran yang lumayan. Saya harapkan pemimpin Bali ke depan tetap memberikan perhatian terhadap hal ini. Hal lain yang saya harapkan agar nantinya bisa dibentuk satu sanggar di tiap banjar di Bali. Ini penting untuk mendekatkan budaya pada generasi muda Bali. I Wayan Arsana Gianyar, Bali

Memaknai Sugihan Jawa-Bali Seperti jurusan transportasi antarpulau saja, setelah Tumpek Bubuh rangkaian menyambut hari suci Galungan berlanjut dengan Sugihan Jawa-Bali. Secara ritual, Tumpek Bubuh merupakan ikhtiar permohonan agar alam lingkungan tetap terawat, terjaga, dan ajeg lestari melangsungkan siklus kehidupan. Sedangkan Sugihan Jawa (Jawa = jaba = luar), mengandung makna sebagai upaya membersih-sucikan dunia atau alam di luar diri manusia yang tiada lain bhuwana agung (makrokosmos). Sementara itu Sugihan Bali (Bali = wali = mawali) adalah tahap lanjutan yang bersifat kontemplatif reflektif, bahwa pada akhirnya setiap umat Hindu harus kembali ke dalam kesadaran diri sebagai bhuwana alit (mikrokosmos), dengan kemanunggalan purusa (jiwa) dan prakerti (materi) sebagai poros kehidupan.

Oleh I Gusti Ketut Widana

S

ejatinya, pengetahuan hakiki yang didapat dari setiap aktivitas ritual Hindu, termasuk Sugihan Jawa-Bali adalah bermakna tunggal, hanya sebagai jalan, bukan tujuan. Tepatnya, jalan ritual menuju puncak kesadaran spiritual, di mana Sang Jiwa Sejati, Atman itu sendiri diobsesikan bersatu kembali pada Sang Brahman (Brahman Atman Aikyam), disebut juga Moksa atau “kalepasan”, lepas bebasnya Sang Atman (purusa) dari kemelekatan dunia material (prakerti). Sang Jiwa-Atman menyadari bahwa dunia material adalah santapan nikmat dari indria (kama/ nafsu) yang menyebabkan keadaan sengsara. Karenanya, membebaskan Sang Jiwa-Atman dari segala belenggu kebendaan atau dunia material adalah misi yang diemban setiap umat manusia (Hindu). Apalagi, pada istilah “Manusia” itu sendiri yang berasal dari kata “Manu” sudah melekat makna dengan amanat untuk “memiliki dan menjadi bijaksana”. Persoalannya, sebagaimana dinyatakan

dalam filsafat Samkhya, manusia yang dibangun unsur Purusa (kejiwaan) acap kali kekuatannya dikalahkan oleh daya pikat unsur prakerti (material/kebendaan). Sehingga elemen purusa yang sebenarnya memiliki kesadaran citta, dengan empat kekuatan: dharma (kebaikan dan atau kebenaran), jnana (pengetahuan/ kebijaksanaan), wairagya (tidak terikat duniawi), dan aiswarya (kesejahteraan/kebahagiaan), yang seharusnya melahirkan kecenderungan kedewataan (daiwi sampat), dengan perilaku subha karma (dharma), justru dengan mudah dipengaruhi bahkan dikalahkan suplemen prakerti yang melahirkan klesa, dengan lima kelemahan: awidya (kebodohan/kegelapan), asmita (kesombongan/keangkuhan), raga (keterikataan/kesenangan), dwesa (rasa benci/dendam), dan abhinivesa (ketakutan berlebihan), yang sering kali menyeret manusia pada kecenderungan keraksasaan (asuri sampat), dengan bermacam tingkah polah asubhakarma (adharma). Relevansinya dengan Sugihan Jawa-Bali, bila dipahami, diselami,

didalami, kemudian disadari, aktivitas ritual pada setiap hari suci semestinya tidak boleh berhenti pada bentuk-bentuk persembahan sesaji. Ada capaian tertinggi yang sepatutnya menjadi orientasi dan obsesi setiap perhelatan bhakti. Jika Sugihan Jawa mengajak umat untuk ke jaba (keluar) diri, melihat, dan mencermati fenomena alam (bhuwana agung) yang faktanya kian krisis, sehingga tergerak untuk menanggulanginya agar tidak semakin kritis. Maka pada saat ritual Sugihan Bali, umat justru dituntun untuk mawali (kembali) masuk ke dalam diri, bercermin pada Sang Jiwa-Atman, sebagai percikan sinar suci Brahman, lalu di hadapan-Nya tercenung lanjut merenung lewat olah laku kontemplatif reflektif, seraya berikhtiar membangkitkan kesadaran kosmis bahwa “semua yang ada adalah Tuhan” (sarwam khalu idam Brahman). Penguatan kesadaran kosmis dimaksudkan agar rerainan Sugihan Jawa-Bali, tidak hanya diapresiasi lewat ritual persembahan sesaji, tetapi diimplementasikan juga melalui bentuk-bentuk aksi

Biodiversitas di Atas PDB!

”Ekonomi Indonesia Triwulan IV-2017 Tumbuh 5,19 Persen”, begitu bunyi kalimat judul sebuah halaman pada website Badan Pusat Statistik. Pertumbuhan ini diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB). Indonesia memang relatif terobsesi dengan PDB dalam beberapa tahun terakhir, angkaangka ini seolah adalah standar mutlak yang dapat mencerminkan kemajuan pembangunan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan kesuksesan pemerintahan. Sayangnya, PDB nyatanya hanya berbicara dalam bahasa ekonomi, dan belum mampu menjadi ukuran holistik akan kualitas hidup masyarakat. PDB juga tidak menjadi cerminan apakah aktivitas ekonomi dilakukan di atas asas-asas sustainabilitas yang menjunjung kelestarian alam dan kesetaraan sosial. Sementara di balik angka PDB Indonesia, ada harga mahal yang harus dibayar; degradasi habitat liar dan kelestarian keanekaragaman hayati yang semakin terancam. Alice C. Hughes dalam kajiannya “Understanding the drivers of Southeast Asian biodiversity loss”, memaparkan tiga ancaman utama bagi biodiversitas di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Deforestasi dan peralihan tata guna lahan menjadi perkebunan adalah ancaman yang paling serius, diikuti oleh perburuan dan perdangan ilegal sumber daya alam untuk keperluan obat-obatan, ornamentasi, atau sekadar simbol status, serta pertambangan. Sama dengan tahun-tahun sebelumnya, perkebunan adalah sektor yang menyumbang porsi besar bagi PDB Indonesia pada tahun 2017, dengan sawit memberikan

Oleh I Wayan Adi Mahardika kontribusi mencapai 260 triliun. Namun di sisi lain, bukan rahasia umum lagi bahwa perkebunan ini juga menjadi penyebab tingginya degradasi alam liar di negara ini. Berdasarkan data dari Global Forest Watch, antara tahun 2001 dan 2016, Indonesia telah kehilangan 23,1 juta hektar tutupan pohon. Angka ini setara dengan 14,3% tutupan pohon pada tahun 2000, dan ekuivalen dengan 2,32 Gt emisi karbon dioksida. Pada periode ini, sebanyak 5 Gt CO2 dilepaskan ke atmosfer sebagai akibat dari deforestasi. Sebagai gambaran betapa destruktif dampak dari sektor perkebunan, di Kalimantan, dari tahun 1990 sampai 2010, 90% dari lahan yang kemudian menjadi perkebunan sawit, dulunya merupakan kawasan hutan, dengan 47% di antaranya adalah hutan yang utuh, sebagaimana dijelaskan dalam penelitian dari Carlson dkk. dalam jurnal Nature Climate Change. Kebutuhan pasar dunia yang terus meningkat akan minyak kelapa sawit memang menggoda. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menargetkan produksi minyak sawit mentah Indonesia dapat naik 10% mencapai 42 juta ton pada tahun 2020. Namun, ada biaya lain yang harus tetap diperhitungkan Indonesia. Kerusakan habibat bagi keanekaragaman hayati Indonesia adalah kerugian besar yang tidak akan tertanggungkan pada masa depan. Indonesia benar-benar harus bijak dalam mengelola aspek ini,

Selain perkebunan secara langsung, ancaman terhadap biodiversitas Indonesia juga datang dari gencarnya pemerintah dalam membangun jalan menembus hutan, seperti jalan trans Sumatera dan Papua, untuk mempermudah jalur transportasi manusia dan barang, demi menggenjot geliat ekonomi dan untuk infrastruktur yang berkeadilan. Ini tentu sangat diperlukan untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat di daerah pedalaman yang selama ini cenderung terisolasi. Namun, setiap perencanaan jalan-jalan baru yang menembus bentang alam liar harus diperhitungkan dengan matang. Pemantauan perkembangan penggunaannya pun harus dilakukan dengan ketat. Apabila tidak, jalan-jalan ini hanya akan memperluas akses destruksi habitat liar oleh para pelaku perkebunan dan penambang ilegal, pemburu, dan penambang hutan. Pulau Sumatera misalnya, yang hutannya merupakan situs warisan dunia UNESCO dengan nama Tropical Rainforest Heritage of Sumatera, adalah salah satu gudang biodiversitas terpenting di dunia, dan merupakan area konservasi terluas di Asia Tenggara. Hutan dan alam liar, bagaimanapun juga, bukanlah komoditas yang bebas untuk dieksploitasi demi kepentingan ekonomi sementara. Hutan harus dipandang sebagai sebuah komunitas, sekumpulan makhluk hidup dengan segala interaksi kompleks di dalamnya, baik antar-mahkluk

berbasis sosial enviromental yang berorientasi pada keharmonisan dan kelestarian alam lingkungan. Sehingga, kesadaran Sang JiwaAtman (purusa) yang dimaksud dalam makna simbolik Sugihan Jawa-Bali wajib dikaitkan dengan bentuk pertanggungjawaban manusia sebagai bhuwana alit (mikrokosmos) untuk tidak hanya membangkitkan kesadaran kosmis, tetapi juga merealisasikannya secara proaktif melalui usaha nyata dalam merawat, menjaga keharmonisan, dan kelestarian bhuwana agung, sebagai unsur material (prakerti) alam lingkungan beserta sumber daya hayatinya yang sangat dibutuhkan bagi keberlangsungan kehidupan segenap makhluk. Dengan demikian, amanat penting yang dapat dipetik dari Sugihan Jawa adalah berkaitan dengan misi pelestarian bhuwana agung, dunia luar di seputaran alam lingkungan. Sedangkan Sugihan Bali, lebih mengajak umat untuk kembali masuk ke dalam kesadaran diri, hingga akhirnya bisa meredam, bila mungkin memadamkan kuasa ego (ahamkara) agar tidak bermanifes dan bermanuver lewat indria loba-angkara (rakus, serakah). Melalui Sugihan Bali umat dituntun untuk berlaku seperti halnya kura-kura yang dengan bijaksana bisa memasukkan kembali kaki-kakinya ke dalam dirinya, menghentikan segala gerak menuruti kama-kamomoan dalam pusaran nikmat dunia material. Hal ini dengan jelas dinyatakan kitab Bhagawadgita, II.58, bahwa “orang yang dapat menarik indria-indrianya dari objek-objek materi, bagaikan kura-kura yang menarik kakinya ke dalam cang-

kangnya, mantap dengan teguh berada dalam kesadaran yang sempurna”. Kini, sudah saatnya berbagai macam aktivitas ritual Hindu, tak terkecuali Sugihan Jawa-Bali lebih dimaknai sebagai momentum kesadaran Sang Jiwa-Atman dalam bentuk kesadaran kosmis agar setiap insan manusia bisa dengan arif bijaksana memperlakukan bhuwana agung (alam lingkungan) dan bhuwana alit (manusia) dengan cara subhakarma, merealisasikan simbol dan makna ritualnya ke dalam laksana. Di antaranya dengan mulai melakukan hal-hal kecil dan sederhana tetapi bermakna dan bermanfaat besar, seperti : merawat atau menanam tumbuh-tumbuhan/pepohonan yang dibutuhkan dalam kehidupan termasuk untuk ritual yadnya; agar tidak tergantung pada pasokan luar daerah, lalu menjaga kelestarian ekosistem lingkungan beserta segala sumber daya hayatinya, tidak mengeksploitasi potensi dan fungsi hutan, pantang menjual lahan (tanah), tidak merusak gunung, tidak mengotori sungai atau laut dengan limbah berbahaya, tidak mencemari udara dengan berbagai polusi, termasuk tidak membuang sampah sembarangan. Hanya dengan cara begitu rerainan Sugihan (Jawa-Bali), tidak hanya tampak sebagai aktivitas ritual, tetapi juga berimbas pada bangkitnya kesadaran kosmis yang berefek sosial enviromental, sekaligus sebagai jalan pendakian menuju dan akhirnya mencapai puncak kesadaran spiritual.

hidup yang beraneka ragam, maupun dengan elemen abiotiknya. Hutan adalah support system yang terbentuk selama ratusan ribu hingga jutaan tahun. Rusak atau hilangnya satu elemen akan berdampak destruktif bagi elemen lainnya, dan tentunya, merusak keseimbangan ekosistem itu sendiri. Ini secara langsung maupun tidak langsung juga akan berpengaruh keras terhadap populasi manusia. Keanekaragaman hayati yang lestari adalah kunci bagi ekosistem yang seimbang. Keseimbangan ekosistem, terutama hutan, mutlak diperlukan untuk menjaga ketersediaan air, menyediakan udara yang bersih, menjaga stabilitas iklim lokal dan siklus berbagai unsur di alam, hingga membantu proses penyerbukan untuk berbagai tumbuhan penting. Biodiversitas merupakah sumber pangan, sandang, dan obat-obatan, baik tradisional maupun untuk kepentingan farmakologi modern. Keanekaragaman hayati juga merupakan bagian dari banyak kehidupan spiritual dan budaya komunitas lokal. Di tengah ancaman perubahan iklim yang membawa gelombang panas dan cuaca ekstrem yang semakin intens, dan dengan segala dampak turunannya, kita akan semakin membutuhkan jasa lingkungan dari ekosistem untuk mampu beradaptasi. Degradasi habitat liar dan keanekaragaman hayati akan menurunkan jasa lingkungan dari alam sekitar kita, berujung pada bencana seperti banjir, tanah longsor, berkurangnya sumber air bersih, dan kekeringan yang berkepanjangan. Kebutuhan dasar yang terpenuhi, keterbebasan dari bencana, dan adaptif terhadap segala dampak perubahan iklim, adalah syarat pokok bagi komunitas untuk sejahtera. Ini yang sejatinya perlu menjadi prioritas jangka panjang

di atas PDB, yang kontribusinya untuk kehidupan masyarakat lokal masih sangat semu. Kita harus memahat dalam-dalam pemahaman bahwa, infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi bangsa sangat diperlukan untuk perbaikan kesejahteraan masyarakat. Namun, kesejahteraan yang berkelanjutan adalah kemustahilan dalam keruntuhan keanekaragaman hayati, dan ekosistem yang hancur.

Penulis, dosen Fakultas Pendidikan Agama dan Seni Unhi Denpasar

Penulis, pegawai di sebuah LSM konservasi

POJOK

THR ASN tahun ini lebih besar dari tahuntahun sebelumnya. - Apa dekat pilpres ya? *** Serbuan bank umum sampai pelosok, BPR di Bali makin terjepit. - Terlebih ekonomi makin sulit. *** Pemerintah ajukan dua alternatif dua definisi terorisme. - Yang jelas harus diberantas.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Kamis Wage, 24 Mei 2018

Masih Ada Siswa Kelas VI SD Belum Lancar Baca Tulis

Tabanan (Bali Post) -

Bali Post/kmb24

RS - RS Nyitdah per Juni 2018 juga melayani pasien rawat inap dan bekerja sama dengan BPJS.

Awal Juni, RS Nyitdah Kerja Sama dengan BPJS Tabanan (Bali Post) Sejak beroperasi awal 2017, Rumah Sakit Nyitdah, Tabanan memberi layanan IRD dan menerima pasien rawat inap bekerja sama dengan BRSU Tabanan. Awal Juni 2018 mendatang, rumah sakit ini sudah bisa melayani pasien BPJS dan menerima pasien poliklinik. Direktur RS Nyitdah dr. Nyoman Wisnu Brata, Rabu (23/5) kemarin, mengatakan saat ini layanan BPJS sedang dalam proses penyusunan MoU. Ditargetkan awal Juni sudah bisa melayani pasien BPJS untuk anak, penyakit dalam, gigi dan akupunktur di poliklinik. Sementara untuk poliklinik bedah dan kandungan belum bisa terlaksana karena kamar operasi belum lengkap sarana dan prasarananya. ‘’Jadi, nanti hanya empat poliklinik dulu. Untuk bedah dan kandungan masih menunggu sarana dan prasarana serta persiapan kamar operasi,’’ ujarnya. Tidak hanya pelayanan poliklinik, nantinya layanan BPJS di RS Nyitdah juga mencakup layanan rawat inap. Saat ini sudah tersedia 54 tempat tidur, meliputi 30 tempat tidur untuk kelas III, 12 kamar untuk kelas II dan 12 kamar untuk kelas 1. ’’Saat ini masih tersedia 54 kamar untuk kelas III, II, dan I sesuai syarat layanan rawat inap BPJS. Untuk VIP memang belum ada,’’ ujar Wisnu. Ia melanjutkan selain layanan yang terus ditingkatkan dan diperbarui, proses pembangunan gedung juga masih berjalan. Saat ini sudah ada dua gedung yang dibangun dengan dana BKK. Satu gedung lantai tiga yang sudah berdiri dan selesai finishing. Untuk gedung yang sudah jadi ini, lantai satunya nanti digunakan untuk ruang operasi, lantai dua untuk ruangan intensif (ICU) dan lantai tiga untuk ruang rawat inap. ’’Ruang operasi dan ruang ICU belum bisa dioperasikan karena menunggu alat-alatnya. Sementara ruang rawat inap di lantai tiga sudah dioperasikan,’’ jelas Wisnu. Sementara gedung lantai tiga lainnya, lanjut Wisnu, masih dalam bentuk rangka. Untuk gedung yang masih belum jadi, tahun ini akan diajukan lagi dana BKK dari provinsi untuk penyelesaiannya. Nantinya gedung ini berfungsi sebagai ruang rawat inap di lantai tiga, ruang laboratorium di lantai dua dan poliklinik di lantai satu. Sementara itu, selain bantuan dari provinsi, Pemkab Tabanan juga berusaha mencari dana pembangunan dari pihak ketiga yaitu dari PT SMI dan sudah disetujui. Dana dalam bentuk pinjaman dari PT SMI nantinya digunakan untuk membangun dua gedung yang nantinya berfungsi untuk layanan IRD, farmasi, diagnostic, dan rontgen. ‘’Pembangunan gedung dari bantuan PT SMI saat ini dalam proses tender,’’ jelas Wisnu. Oleh karena layanan yang dibuka saat ini hanya IRD, ratarata per hari pasien yang dirawat 2-3 pasien. Diharapkan dengan adanya kerja sama dengan BPJS dan poliklinik sudah dibuka, pasien yang dilayani juga bisa bertambah. (kmb24)

Menurut Madra, adanya siswa yang belum lancar baca dan tulis meski sudah duduk di bangku kelas VI ini disebabkan sejumlah faktor. Selain faktor kemampuan siswa itu sendiri, juga disebabkan masih ada guru yang kerap kosong saat jam pelajaran akibat ditugaskan keluar akibat jumlah guru yang juga belum merata, serta faktor lingkungan dan minimnya perhatian orang tua terhadap perkembangan anak. “Banyak guru saat jam pelajaran tidak ada di tempat, apakah ditugaskan di luar tu-

poksi sebagai bendahara BOS atau perpustakaan, sehingga imbasnya ke murid,” ucapnya. Sementara Kepala Dinas Pendidikan Tabanan, I Gede Susila, mengatakan sangat mendukung penuh apa yang menjadi program para pakar dan pemerhati pendidikan khususnya dalam mencari solusi dari beragam permasalahan dunia pendidikan yang ada khususnya di Kabupaten Tabanan. Dirinya pun mengakui masih adanya guru yang bertugas tambahan di luar tupoksi mengajar akibat kekurangan tenaga TU. Namun, terkait hal itu, pihaknya sudah menginstruksikan agar segala bentuk tugas di luar proses belajar mengajar dilakukan setelah jam pembelajaran di kelas rampung. “Pelayanan di Dinas Pendidikan buka sampai sore. Jadi, saya tekankan untuk

I Wayan Madra Suartana

tentang Desa Wisata. Ketua Pansus IV DPRD Tabanan I Gede Putu Desta Kumara menyampaikan Pansus IV pada prinsipnya menerima ranperda ini karena di samping telah memenuhi asas dan pertimbangan pembentukan peraturan daerah serta materi muatannya sudah mengikuti ketentuan dan mekanisme pembahasan. “Sehingga dapat dipertimbangkan untuk ditetapkan menjadi perda dalam rapat paripurna,” ujarnya. Untuk mengoptimalkan pelaksanaan perda, pemda diminta mengintensifkan sosialisasi agar arah kebijakan yang telah diambil melalui penetapan kedua perda dapat dipahami dan dilaksanakan oleh masyarakat. Serta dalam masa transisi regulasi yang diawali dengan terbitnya UU No.6 Tahun 2014 tentang Desa secara substansial telah mengubah paradigma tentang desa sehingga memerlukan perhatian. Terkait dengan Ranperda Pengelolaan Limbah Domestik, pengelolaan limbah merupakan hal yang sangat penting dalam mencegah

penurunan kualitas lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, perlu dibangun pemahaman untuk menumbuhkan partisipasi dan peran masyarakat dalam pengelolaan air limbah domestik. Sementara itu, I Gusti Nyoman Omardani selaku Ketua Pansus V mengungkapkan, sesuai Perda Nomor 13 Tahun 2016, semua jenis perizinan dan nonperizinan yang diselenggarakan oleh beberapa perangkat daerah harus diintegrasikan ke dalam Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Hal ini merupakan amanat dari Perpres No. 97 Tahun 2014 sehingga pelayanan perizinan dapat terwujud dengan proses pelayanan publik cepat, mudah, murah, transparansi, dan terjangkau. Sementara itu upaya mengembangan potensi desa wisata merupakan tanggung jawab semua pihak. “Untuk menjamin terbentuknya desa wisata yang berkualitas perlu dibentuk standar dan kriteria yang ditetapkan dengan perda. Dengan pertimbangan tersebut Pansus V berpendapat kedua ranperda ini sangat perlu ditetapkan,” ungkapnya.

Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Izin Terpadu Satu Pintu pihaknya menyarankan agar senantiasa melakukan upaya dan inovasi dengan memanfaatkan teknologi informasi. Bupati Eka memberikan apresiasi kepada seluruh pimpinan, pansus, dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Tabanan yang telah melakukan pembahasan mengenai empat buah ranperda tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa antara lembaga eksekutif dan legislatif mempunyai komitmen sama dalam melaksanakan kewenangannya sebagai lembaga pembentuk perundang-undangan. “Dengan diterbitkannya 4 ranperda ini menjadi perda sudah menjadi kewajiban dari eksekutif melalui perangkat daerah untuk melaksanakan perda itu sebagai payung hukum penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Tabanan guna terwujudnya Tabanan yang Serasi,” ungkapnya. Bupati Eka berharap agar sinergitas hubungan yang telah terjalin dengan baik dapat terus ditingkatkan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. (kmb28)

Dewan Pendidikan dan Klinik Pendidikan Kabupaten Tabanan menemukan masih ada siswa kelas VI SD yang belum lancar membaca dan menulis. Fakta itu ditemukan saat monitoring ke sejumlah sekolah, khususnya di wilayah perdesaan. Hal ini menjadi persoalan penting yang harus segera dicarikan jalan keluarnya. Salah satunya dengan kegiatan workshop pemantapan calistung para guru SD. Hasil workshop ini nantinya akan digunakan sebagai inventaris masalah, khususnya faktor penyebab masih adanya siswa kelas VI SD sampai belum lancar baca tulis. “Hasil monitoring dan evaluasi di lapangan ternyata banyak anak belum lancar baca dan tulis di tingkat SD, bahkan sampai tamat pun ada,” kata Ketua Dewan Pendidikan I Wayan Madra Suartana, belum lama ini. Dikatakannya, melalui workshop yang digelar selama dua hari di SMPN 1 Tabanan dengan menghadirkan narasumber tim pakar pendidikan dan pendamping tutor Universitas Terbuka Pokjar Tabanan, ke depan diharapkan tidak ada pihak saling menyalahkan.

“Biasanya dari SD menyalahkan TK, padahal TK memang belum wajib untuk baca dan tulis, mereka sifatnya hanya mengenal huruf, dan SD juga disalahkan SMP sebab output tidak lancar,” ucapnya. Di samping itu, perlu mengaktifkan buku saku untuk menjaring siapa siswa aktif, bermasalah dan berprestasi. “Dari sana akan ada pemetaan, berapa anak tertinggal, tertinggi, maupun medium, sehingga arah pembelajaran bisa tepat sesuai dengan pemetaan tersebut,” terangnya.

menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu kalau memang ada jadwal mengajar, baru mengurus yang lain seperti urusan administrasi dana BOS, sertifikasi dan lainnya,” tegasnya. (kmb28)

Bali Post/kmb28

Empat Ranperda Ditetapkan Jadi Perda

Bali Post/kmb28

RANPERDA - Penandatanganan berita acara penetapan empat ranperda menjadi perda, Rabu kemarin. Tabanan (Bali Post) – DPRD Tabanan menggelar sidang paripurna dengan agenda persetujuan bersama Bupati Tabanan dan DPRD terhadap empat ranperda, Rabu (23/5) kemarin. Rapat dipimpin Ketua DPRD I Ketut Suryadi, dihadiri Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Wakil Bupati I Komang Gede Sanjaya, Wakil Ketua DPRD Ni Nengah Sri Labantari. Sebagaimana ditetapkan dalam keputusan DPRD Ka-

bupaten Tabanan Nomor 3 Tahun 2018, Pansus IV dan V mendapat tugas membahas empat buah ranperda. Pansus IV membahas Ranperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa dan Ranperda tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik. Pansus V membahas mengenai Ranperda Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ranperda


KARANGASEM

8 Ribut di ’’Tabuh Rah’’ Berujung Perkelahian Amlapura (Bali Post) Dua orang warga Banjar Bias Desa Ababi Kecamatan Abang, Karangasem terlibat bentrok fisik di jalan umum banjar setempat. I Nengah Rai Arsana (60) dan I Komang Gunawan alias Berem (50) saling serang satu dengan lainnya. Satu orang bersenjatakan pengutik (sejanis pisau belati - red) dan lainnya membawa bambu. Untungnya, perkelahian antarkedua orang yang sudah berumur itu tak sampai merenggut korban jiwa. Dari informasi yang dihimpun Rabu (23/5) kemarin, perkelahian itu terjadi di depan rumah salah seorang warga. Perkelahian itu pecah ketika keduanya sama-sama dalam perjalanan pulang dari tempat tabuh rah (sabung ayam red) terkait piodalan di salah satu pura setempat, Selasa (22/5) sore. Pemicunya masih didalami polisi. Namun, konon sebelum kejadian itu, mereka sudah sempat bersitegang di lokasi tabuh rah itu. Peristiwa yang sempat menggemparkan warga Bias itu terjadi sekitar pukul 17.00 Wita. Perkelahian diawali aksi saling umpat. Peristiwa itu terjadi ketika Rai Arsana, yang mengendarai sepeda motor menyalip Gunawan yang juga mengendarai motor. Tepat di depan rumah I Komang Proden (40), mereka sama-sama berhenti. Sempat terjadi cekcok mulut, Gunawan kemudian mengawali serangan menggunakan sanan yaitu potongan bambu yang biasa digunakan memikul keranjang ayam. Rai Arsana yang sudah sempat terkena pukulan itu membalas serangan lawannya menggunakan pisau belati. Untungnya, saat itu ada beberapa warga lain yang sama-sama baru pulang dari lokasi tabuh rah, sehingga perkelahian berdarah itu berhasil digagalkan. Namun, mereka tak bisa mendamaikan perseteruan antara kedua pelaku. Buktinya, usai berkelahi, Rai Arsana langsung melapor ke Mapolsek Abang. Di kantor polisi, dia mengaku sebagai korban. Menurut Rai Arsana, tetangganya itu sudah membuat gara-gara sejak masih sama-sama berada di tempat tabuh rah. Di sana, dia mengaku dua kali disenggol tanpa alasan yang jelas. Belum sempat bertanya, Rai Arsana mangaku dirinya langsung diumpat dan ditantang duel. ‘’Saya dua kali ditabrak. Baru akan saya tanya dia sudah mengumpat,’’ jelasnya. Adu fisik sempat nyaris terjadi di arena sabung ayam tersebut, tetapi berhasil dilerai oleh warga. Dari keributan itu, arena sabung ayam itu diakhiri lebih awal. Ketika sabung ayam sudah bubar pun, mereka sejatinya masih saling meluapkan emosi, namun sebatas saling memaki. Kapolsek Abang AKP I Nyoman Wiranata membenarkan pihaknya sedang menangani kasus perkelahian yang melibatkan dua warga Banjar Bias, Desa Ababi itu. Menindaklanjuti kejadian tersebut, pihaknya mengaku sudah mengamankan sejumlah barang bukti dan mengambil keterangan sejumlah saksi. ‘’Kita sudah periksa tiga saksi, kasusnya masih dalam penyelidikan,’’ katanya. (kmb)

Kamis Wage, 24 Mei 2018

Petani Masih Terkendala Akses Jalan Amlapura (Bali Post) -

Berbagai skema anggaran yang diluncurkan pemerintah untuk meningkatkan geliat ekonomi masyarakat pedesaan belum sepenuhnya mampu mengatasi kendala di sektor pertanian. Di Karangasem, misalnya, banyak petani yang masih harus bersusah payah memasarkan hasil pertaniannya. Pemasaran memantik masalah krusial. Kondisi itu disebabkan karena terkendala akses jalan. Anggota DPRD Karangas- jembatan-jembatan kecil bisa em I Wayan Sumatra, Rabu mendapat bantuan. Namun, (23/5) kemarin, mengatakan bantuan yang ada dinilai sulit saat ini banyak petani yang terealisasi lebih-lebih mengterkesan harus berjuang send- gunakan dana yang dikelola iri-sendiri mengatasi ken- desa, karena bersifat lintas dala infrastruktur tersebut. desa. Untuk mengatasi kendPihaknya menilai, kondisi itu ala tersebut, terjadi bukan petani sethanya karempat menena kucuran Jembatan gandalkan dana pemerjembatan intah yang bambu darurat itu bambu. ‘’Jemmasih terotomatis dibuat sebatan bambu batas, tetapi cara swadaya oleh darurat itu juga karena masyarakat. Konotomatis faktor regudibuat secara lasi. Terkait disinya menjadi risswadaya oleh regulasi, kekan karena fondasi masyarakat. nyataannya jembatan itu tidak Kondisinya belum ada pemenggunakan menjadi risrubahan sigkan karena nifikan terkait fondasi kokoh dari fondasi jemcara berpikir beton. Di sisi lain, batan itu pemerintah. kekuatan jembatan tidak mengSumatra gunakan fonmencontohitu diragukan sedasi kokoh kan sangat bab membentang dari beton. ironis dialami sepanjang 15 Di sisi lain, ratusan angmeter, kekuatan gota Subak jembatan itu Umanyar di diragukan Banjar TangI Wayan Sumatra sebab memkup Desa, Anggota DPRD Karangasem bentang sepaDesa Tangnjang 15 mekup, Sidemen. ter,’’ ujar SuPetani setempat kesulitan memasarkan matra. Ditegaskan ada dua produk pertaniannya. Ke- titik jembatan yang dibangun. sulitan pemasaran itu akibat Semuanya menggunakan lahan persawahan mereka konstruksi yang sama. Fonberada di seberang alur Tu- dasinya menggunakan sistem kad Unda. Mereka punya bronjong, tetapi mekanismeaspirasi agar pembangunan nya dengan cara pengikat

Bali Post/kmb

BANGUN JEMBATAN BAMBU - Petani Subak Umanyar, Banjar Tangkup Desa, Desa Sidemen membangun jembatan bambu dengan fondasi bronjong bambu di alur Tukad Unda. kayu hidup dan bamboo. Petani Subak Umanyar itu tidak hanya terkendala masalah jembatan. Mereka juga ada masalah dengan akses jalan menuju areal persawanan yang juga masih berupa jalan setapak. Untuk memasarkan hasil pertanian, mereka mengandalkan tenaga manusia sehingga implikas-

inya menjadi berat di ongkos. Sumatra tak menampik pendapatan asli daerah (PAD) Karangasem lebih banyak ditopang sektor galian C dan juga pariwisata. Namun di sisi lain, pendapatan domestik regional bruto (PDRB) masyarakat justru lebih banyak ditopang oleh sektor pertanian. Karena pihaknya mendorong pemer-

intah khususnya pemerintah kabupaten meningkatkan perhatian pada sektor pertanian, termasuk masalah infrastrukturnya. ‘’Infrastruktur yang memadai akan memberikan efek efisiensi. Infrastruktur yang baik sudah pasti akan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani,’’ katanya. (kmb)

Kejari Usut Dugaan Korupsi Pengelolaan Objek Wisata Amlapura (Bali Post) Benang kusut pengelolaan objek wisata Tulamben Kecamatan Kubu kini sedang dalam penyelidikan kejaksaan. Kejari Amlapura mencium ada yang tidak beres, setelah melakukan pengembangan terhadap kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) pelaku pungli di objek wisata tersebut. Selama kurun waktu 2011-2017, diduga terjadi tindak pidana korupsi. Ini menjadi salah satu bentuk penyebab kecoboran pendapatan dari sektor pariwisata. Kajari Amlapura Nyoman Sucitrawan didampingi Kasi Pidsus Bekti Wicaksono, Rabu (23/5) kemarin, mengatakan upaya pengembangan penanganan kasus ini, setelah dalam persidangan terungkap kasus OTT di Tulamben. OTT itu ter-

jadi akibat minimnya pengawasan OPD terkait. Melihat pelakunya I Nengah Subrata alias Panyong (40) yang sudah divonis satu tahun dua bulan, kata Sucitrawan, hal itu bisa meluas ‘’bermain’’ dalam tiket, karena tidak ada kontrol. ‘’Kalau tidak ada kontrol, jadinya petugas pungutnya mau ambil tiket berapa pun jadi tak masalah. Kami melihat justru disitu masalahnya,’’ kata Sucitrawan. Melihat permasalahan ini, Kejari Amlapura langsung bergerak cepat melakukan pemeriksaan pada semua daerah tujuan wisata yang dikelola Dinas Pariwisata. Antara jumlah tiket yang dipegang masing-masing petugas pungut di-cross check dengan hasil yang disetor kepada pemerintah daerah. Semua hal diselidiki secara menyeluruh. Bahkan dari rentang waktu 2011 sampai 2017. Setelah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi terkait, pihaknya saat ini sedang menunggu hasil audit BPKP. Hasil audit itu untuk menghitung dampak kerugian negaranya. Sebelum hasil audit itu turun, pihaknya belum berani mengungkap total kerugian negara yang ditimbulkan. Bekti Wicaksono menambahkan, melihat sistem penerbitan tiket yang tidak satu pintu. Model seperti itu membuat pengelolaan objek wisata di Karangasem

rawan terjadi kebocoran. Ini pula permasalahan yang membuat pendapatan dari sektor pariwisata belum pernah menggembirakan di Karangasem. Seharusnya tiket itu, kata Bekti, secara resmi dikeluarkan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Karangasem, sehingga OPD yang amprah ke BPKAD, bukan dibebankan langsung ke masing-masing OPD. Dengan demikian, pemerintah daerah khususnya BPKAD bisa lebih mudah melakukan kontrol. Hasil pendapatan ini pun mestinya harus sudah masuk ke BPKAD dalam waktu 1x24 jam. Baik Sucitrawan maupun Bekti belum berani membuka target operasi (TO) dari dugaan kasus ini. Sebelum ada kepastian hasil audit BPKP, maka belum ada satu pun yang ditetapkan sebagai tersangka. Apakah ada keterlibatan oknum di Dinas Pariwisata? Bekti enggan menjelaskan lebih jauh lagi. ‘’Tergantung nanti TOnya, mau ‘nyanyi’ apa tidak,’’ pungkas Bekti Wicaksono. Sebelumnya, didakwa atas OTT dugaan pemungut retribusi diving di objek wisata Tulamben, Karangasem, terdakwa I Nengah Subrata alias Panyong pada 10 April lalu dituntut hukuman selama setahun empat bulan atau 16 bulan penjara. Pada sidang di Penga-

dilan Tipikor Denpasar, selain dituntut hukuman fisik, terdakwa yang diduga nilep uang ini juga dituntut membayar denda Rp 50 juta subsider sebulan kurungan. Jaksa penuntut umum (JPU) I Made Santiawan dkk. juga mengharuskan terdakwa membayar uang pengganti kerugian. Setelah dihitung hal itu menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 70.000.500. Atas tuntutan ini, terdakwa kemudian divonis majelis hakim satu tahun dua bulan. Perbuatan terdakwa itu terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar hukum sebagaimana dakwaan subsider. Yaitu Pasal 3 jo Pasal 18 ayat (1) huruf b UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. UU itu kemudian diubah dan juga ditambah UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KHUP. (kmb31)

Sidak di Pasar Amlapura Timur

Harga Telur dan Daging Ayam Masih Mahal Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) Karangasem mengadakan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Amlapura Timur. Pemantauan tidak menemukan adanya kelangkaan barang-barang pokok. Sedangkan harga kebutuhan pokok relatif stabil, kecuali telur dan daging ayam yang harganya masih lumayan mahal. Lalu, bagaimanakah ketersediaan bahan-bahan kebutuhan pokok menjelang Galungan, utamanya yang dimonitor Rabu (23/5) kemarin? HARGA daging ayam di pasar tradisional terbesar di Karangasem itu belum mengalami penurunan. Harga tetap bertahan di atas setelah terjadinya lonjakan harga sejak sekitar tiga minggu lalu.

Pedagang daging ayam yang didominasi ibu-ibu Muslim itu rata-rata mematok harga Rp 40 ribu sampai Rp 42 ribu per kilogram. Sebelum terjadi lonjakan, daging ayam biasanya berkisar Rp 32 ribu

Bali Post/kmb

PANTAU SEMBAKO - TPID Karangasem memantau kondisi harga-harga sembako di Pasar Amlapura Timur.

per kilogram. ‘’Naiknya daging ayam itu sudah lama. Pada bagian dada yang lebih diburu dan lebih mahal daripada paha,’’ ungkap Jamilah (35), pedagang asal Lingkungan Telaga Mas, Karangasem. Sementara harga telur ayam ras juga masih mahal. Harganya ada pada kisaran Rp 42 ribu per tray untuk telur ukuran besar dan Rp 38 ribu untuk ukuran kecil. Kenaikan harga telur terjadi hampir bersamaan dengan naiknya harga daging ayam. Menurut para pedagang, kenaikan itu terjadi karena adanya lonjakan harga pakan ayam terutama komponen impornya. ‘’Telur besar Rp 1.500 per butir. Sedangkan telur ukuran kecil Rp 1.250,’’ terang pedagang telur, Ibu Ida (40), asal Kampung Nyuling, Karangasem. Sekda Karangasem I Gede Adnya Mulyadi yang memimpin kegiatan tersebut mengatakan, secara umum harga-harga bahan kebutuhan pokok itu masih stabil, baik dari sisi harga maupun ketersediaannya. Kecuali daging ayam dan telur baik itu harga telur ayam ras, telur ayam kampung maupun telur itik. Sementara harga sembako jenis lainnya relatif bertahan. Seperti bawang merah bahkan sedikit turun, kualitas I Rp 25 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp 26 ribu, kualitas II Rp 20 ribu dari awalnya Rp 23 ribu. Sedangkan bawang putih

tetap di kisaran Rp 20 ribu per kilogram. Harga cabai juga relatif stabil. Cabai rawit hijau Rp 15 ribu per kilogram dan cabai rawit merah Rp 26 ribu. Untuk beras ada pada kisaran Rp 10 ribu sampai Rp 11 ribu per kilogram, tergantung kualitasnya. Sekda Adnya Mulyadi yang didampingi Kadis Perindag IGN Suartha dan Kabag Ekonomi Made Hadi Susila menyatakan inspeksi harga sembako merupakan kegiatan

rutin yang dilaksanakan dua kali seminggu. Kali ini pemantauan dipertajam untuk memastikan ketersediaan bahan pokok selama bulan puasa, Galungan, Waisak, dan juga Lebaran. ‘’Yang perlu jadi perhatian adalah kebanyakan komoditas barasal dari luar kabupaten. Ini segera kita laporkan ke bupati. Kami akan mendorong optimalisasi produk lokal untuk membantu stabilisasi harga,’’ ujarnya. (kmb)

Yang perlu jadi perhatian adalah kebanyakan komoditas barasal dari luar kabupaten. Ini segera kita laporkan ke bupati. Kami akan mendorong optimalisasi produk lokal untuk membantu stabilisasi harga. Adnya Mulyadi Sekda Karangasem


Kamis Wage, 24 Mei 2018

GIANYAR

9

Jelang Galungan, Harga Perlengkapan Upacara Naik

Gianyar (Bali Post) Harga sejumlah perlengkapan upacara merangkak naik jelang hari raya Galungan. Meski demikian, kenaikan harga tidaklah signifikan.

Bali Post/ist

BUNGA - Pedagang bunga di Pasar Umum Gianyar.

Lima Satwa Hasil Sitaan Dititipkan di Bali Zoo

Gianyar (Bali Post) Lima satwa liar dilindungi yang merupakan hasil sitaan dari Rumah Pohon, Karangasem, dititipkan di Bali Zoo, Gianyar. Satwa-satwa dilindungi tersebut diserahkan oleh tim BKSDA Bali ke Bali Zoo pada Selasa (22/5) lalu. Head of Public Relations Bali Zoo Emma Chandra, Rabu (23/5) kemarin, mengatakan satwa yang dititipkan tersebut yakni 1 ekor lutung Jawa, 1 ekor kijang muntjak, 1 ekor kucing hutan dan 2 ekor landak. Kelima satwa tersebut dalam kondisi aktif. Satwa-satwa tersebut kemudian dikarantina selama 14 hari. Tujuannya untuk memastikan mereka tidak memiliki penyakit menular yang dapat membahayakan baik satwa lain maupun manusia. Satwa-satwa tersebut akan menjalani serangkaian pemeriksaan mulai dari kondisi fisik hingga darah guna memastikan kesehatannya. ‘’Nantinya, satwa-satwa tersebut dilatih dan disiapkan untuk dilepasliarkan,’’ ujarnya. (kmb25)

Kenaikan harga antara lain terjadi pada janur dan bunga untuk sesajen. Di Pasar Umum Gianyar, Kamis (23/5) kemarin, harga seikat janur Rp 17 ribu atau meningkat Rp 2 ribu dari sebelumnya. Bunga gumitir yang sebelumnya Rp 7 ribu per kg, naik menjadi Rp 12 ribu. Bunga pacar per kg kini Rp 20 ribu dari sebelumnya Rp 17 ribu. Kenaikan harga juga berlaku untuk bunga kembang seribu dari Rp 8 ribu menjadi Rp 10 ribu per kg dan kembang kertas dari Rp 15 ribu menjadi Rp 20 ribu. Menurut salah seorang pedagang bunga, kenaikan

harga perlengkapan upacara keagamaan memang fenomena rutin jelang hari raya Galungan. Kenaikan harga bahkan bisa terjadi beberapa kali akibat tingginya permintaan. Pedagang janur di Pasar Umum Gianyar, Ketut Darmini, mengatakan meski pasokan janur melimpah, harga tetap naik. Hal ini lantaran membeludaknya permintaan. Menurutnya, harga akan terus naik hingga sehari sebelum Galungan. Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gianyar I Wayan Suamba menyatakan,

kenaikan harga perlengkapan upacara masih dalam ambang kewajaran. Kenaikannya tidak signifikan dan masih mampu dijangkau masyarakat. Guna mengantisipasi lonjakan harga perlengkapan upacara dan bahan pokok jelang Galungan dan Kuningan, Pemkab Gianyar telah melaksanakan beberapa program. Salah satunya dengan menggelar pasar murah di pasar umum di tiap kecamatan. Pasar murah telah berlangsung sejak awal bulan ini. Pasar murah diharapkan mampu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hari raya. (kmb25)

PDAM Segera Naikkan Tarif Air Sosialisasi Dimulai Juni

Bali Post/ist

SATWA DILINDUNGI - Satwa-satwa dilindungi yang dititipkan di Bali Zoo.

Gianyar (Bali Post) PDAM Gianyar akan memberlakukan kenaikan tarif air dalam waktu dekat. Kebijakan ini diambil lantaran PDAM terus merugi dan tidak pernah menaikkan tarif sejak tahun 2009. Sosialisasi kenaikan tarif ke masyarakat rencananya mulai dilaksanakan Juni mendatang. Direktur Utama PDAM Gianyar Made Sastra Kencana didampingi Direktur Umum I Nyoman Darmadiasa, Direktur Teknik I Wayan Suastika, dan jajaran Dewan Pengawas, Rabu (23/5) kemarin menyampaikan kenaikan tarif yakni dari Rp 1.700 per meter kubik menjadi Rp 3.000 per meter kubik. Kebijakan ini sesuai Permendagri 71 Tahun 2016 tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum dan telah mengantongi surat keputusan Bupati Gianyar. Dijelaskannya, PDAM Gianyar sudah sekitar sembilan tahun tidak menaikkan tarif air. Sementara dari sisi operasional, tarif saat ini sudah tidak mampu menutupi biaya operasional terutama infrastruktur yang

sangat besar. Pendapatan PDAM Gianyar per bulannya rata-rata Rp 4,5 miliar. Biaya operasional lebih besar dari itu. Perhitungan kenaikan tarif, kata Sastra Kencana, sudah mempertimbangkan beberapa variabel termasuk kepentingan pelanggan. ‘’Laporan per April kita sudah minus. Padahal idealnya ada selisih antara pendapatan dan biaya operasional sekitar 55 persen. Defisit ini yang membuat kita kesulitan melakukan terobosan,’’ ujarnya. Lebih lanjut diungkapkannya, PDAM Gianyar terus berusaha meningkatkan kualitas layanan. Salah satu program yang tengah dirancang yakni pembayaran tagihan air melalui fasilitas perbankan khususnya ATM. Pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan beberapa bank. Bank yang disasar terutama yang memiliki jaringan hingga perdesaan. Layanan ini akan mempermudah akses pelanggan. Di mana pun pelanggan berada, mereka bisa melakukan pembayaran dengan tambahan biaya yang tidak

terlalu besar. ‘’Ini jelas efisiensi waktu dan diharapkan mampu mengurangi tunggakan akibat pelanggan malas membayar tagihan ke loket-loket. Kita akui memang kita ketinggalan, tetapi ini akan kita kejar. Kita harapkan mulai Juni, harapan masyarakat untuk mempercepat pembayaran bisa kita wujudkan,’’ jelasnya. Sementara terkait kenaikan denda, Sastra Kencana menegaskan, hal itu tetap diberlakukan meski sempat menuai pro-kontra. Pihaknya telah gencar melakukan sosialisasi mengenai aturan tersebut. Alhasil, dari 8 ribu lebih pelanggan yang menunggak pada Maret, sudah turun saat ini menjadi 6 ribuan. ‘’Kalau nominalnya, dari Rp 1,6 miliar turun menjadi Rp 1,3 miliar. Sekarang sudah ada kesadaran dari pelanggan. Ada kekhawatiran juga dari pelanggan, kalau nunggak toh akan bayar juga dan akan kena denda. Pada intinya, kita hanya harapkan pembayaran tepat waktu, agar kita juga bisa melakukan perbaikan layanan. Kita bukan mengharapkan dana dari denda,’’ ujarnya. (kmb25)


JEMBRANA

10

Kamis Wage, 24 Mei 2018

Bali Post/olo

Cegah Abrasi Meluas

Warga Gilimanuk Bangun ”Benteng” Penahan Ombak Negara (Bali Post) – Ratusan warga di Kelurahan Gilimanuk, Selasa (23/5) sore bersama-sama memasang penahan ombak menggunakan karung atau kaping berisi pasir. Kaping yang jumlahnya ribuan buah itu dipasang dan ditumpuk berjejer di pinggir pantai Gilimanuk. Upaya itu dilakukan sebagai benteng sementara untuk menahan ombak dan mencegah abrasi semakin meluas. Lebih dari 400 warga dari Lingkungan Asih, Lingkungan Asri dan Lingkungan

Jineng Agung dikerahkan untuk mengisi karung-karung tersebut dengan pasir. Selanjutnya karung itu dipasang di sepanjang pesisir pantai yang rawan diterjang ombak. Lurah Gilimanuk Gede Wariana Prabawa mengatakan total ada 5.000 kaping yang digunakan untuk benteng sementara di sepanjang pesisir Pantai Gilimanuk. Menurutnya kondisi yang paling parah terjadi di Lingkungan Jineng Agung dan Asri. Setelah sebelumnya dibantu dari Badan

Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, warga bergotong-royong memasang benteng sementara itu. “Ini upaya jangka pendek agar tidak semakin parah. Nanti juga akan ditambah lagi dengan dikerahkan alat berat,” kata Wariana. Dari total 5.000 kaping yang digunakan itu, 1.000 di antaranya merupakan bantuan dari pemkab. Sedangkan sisanya merupakan swadaya dari masyarakat sendiri. Selanjutnya, pemasangan kaping ini akan diteruskan dengan pema-

Tiga Bulan Atap SD Jebol

Perbaikan Menunggu Anggaran Perubahan

Bali Post/kmb

JEBOL - Atap dan plafon ruangan Kasek SDN 3 Loloan Timur, Jembrana yang jebol dan hingga kini belum mendapat penanganan perbaikan.

Negara (Bali Post) -

Tiga bulan sudah atap SDN 3 Loloan Timur, tepatnya persis di atas ruangan kepala sekolah (kasek), jebol. Namun, hingga kini rusaknya atap dan plafon di ruangan kasek itu belum mendapat penanganan perbaikan. Dinas terkait mengaku perbaikan kerusakan itu menunggu anggaran perubahan. Dari pantauan di SDN 3 Loloan Timur, Rabu (23/5) kemarin, terlihat atap dan pla-

fonnya masih bolong. Kerusakan itu tepat di ruangan kasek dan gudang. Rangka atap yang terbuat dari baja ringan itu nampaknya sudah karatan dan keropos. Akibat keroposnya baja itu, sejumlah genteng jatuh dan menimpa plafon, sehingga kondisinya berlubang. Kasek SDN 3 Loloan Timur Nyoman Srioni Somawati saat dikonfirmasi kemarin menyebutkan atap dan plafon di ruangannya itu sudah jebol sejak tiga bulan lalu. Untungnya, kejadian itu terjadi pada hari Minggu. Artinya, tidak ada siapa-siapa di ruangan itu. “Ya jebolnya sudah 3 bulan lalu. Sudah dicek sama Pak Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) dan kami sudah ajukan proposal. Tapi kami belum tahu tindak lanjutnya. Kami hanya menunggu,” kata Srioni. Ia mengatakan sebelum jebol, pihaknya sudah sempat mengganti dengan tiga reng kayu. Namun, upaya itu ternyata tidak mampu karena kerangka atapnya sudah keropos. Atas kejadian itu, Srioni terpaksa mengungsi dan bergabung bekerja di ruang guru. Dia berharap kerusakan ini agar segera diperbaiki. Akan tetapi, dia sangat memahami kondisi dinas yang memiliki keterbatasan anggaran sehingga harus menunggu. Apalagi di beberapa sekolah lain juga ada kondisi sekolah yang rusak. Selain membutuhkan rehab atap, SDN 3 Loloan Timur ini belum memiliki perpustakaan hingga saat ini. “Kami belum memiliki perpustakaan. Pernah kami usulkan ke dinas beberapa tahun lalu, namun ditanyakan terkait lahannya. Kami tidak ada lahan lain lagi. Solusi satu-satunya, sekolah mesti dibangun bertingkat,” jelasnya. Sementara itu, Kabid Dikdas Dinas Pendidikan dan Olahraga, Dewa Putu Wardana Astawa saat dikonfirmasi mengaku sudah mengecek kondisi SDN 3 Loloan Timur tersebut. Pihaknya akan menganggarkan perbaikan dalam anggaran perubahan. (kmb)

Tenaga Dokter dan Guru Masih Kurang

Negara (Bali Post) Banyaknya Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemkab Jembrana yang memasuki masa pensiun sejak dua tahun belakangan ini, tentunya akan berdampak. Kini di Jembrana banyak kekurangan tenaga, termasuk di sektor utama, khususnya pendidikan dan kesehatan. Di bidang kesehatan, tenaga dokter untuk puskesmas masih kekurangan sehingga mengharuskan petugas medis bekerja dengan waktu lebih panjang. Begitu juga dengan tenaga pendidikan, khususnya tingkat SD dan SMP juga mengalami kekurangan. Untuk tenaga pengajar ini, diisi dengan tenaga kontrak untuk mengatasi kekurangan. Kepala Dinas Kesehatan Jembrana Putu Suasta, Rabu (23/5) kemarin mengatakan, terkait kekurangan tenaga medis ini, pihaknya sudah meminta saran ke Kemen-

terian Kesehatan. Peran dokter menurutnya sangat penting. Semestinya harus dipenuhi dengan jumlah yang ideal. Di sejumlah puskesmas rawat inap yang tersebar di lima kecamatan, idealnya ada sembilan dokter. Tetapi saat ini rata-rata baru ada lima. Begitu halnya dengan puskesmas rawat jalan, dibutuhkan enam orang dokter. Tetapi saat ini baru ada dua dokter. Belum idealnya jumlah dokter itu, tenaga yang ada terpaksa kerja lembur ketika ada salah satu rekan sejawatnya tidak masuk kerja atau izin. Namun pelayanan tetap harus jalan termasuk saat hari libur. Ditambahkan Suasta, salah satu penyebab Kabupaten Jembrana kesulitan mencari dokter, karena faktor kesejahteraan bila dibandingkan daerah lainnya. Bahkan untuk menarik

minat dokter agar bersedia bertugas di Jembrana, dinas sering mengkaji menaikkan kesejahteraan dokter. Bahkan termasuk dokter yang berstatus kontrak. Selain dokter umum, juga dokter spesialis yang sampai saat ini belum dapat terpenuhi. Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Jembrana I Made Budiasa mengatakan, terkait formasi PNS menurutnya pemkab sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Yang diajukan untuk formasi CPNS sesuai jumlah pegawai yang pensiun. “Sesuai petunjuk, kita ajukan sesuai jumlah PNS yang pensiun. Tetapi kita belum mengetahui jumlahnya nanti (formasi CPNS),” terangnya. (kmb26)

sangan buis-buis. “Nanti juga akan dikerahkan alat berat untuk memperbaiki buis-buis yang terpasang dan sudah ambruk,” tandasnya. Sementara untuk jangka panjang, sudah diajukan untuk pembangunan senderan. Kelurahan bersama masyarakat melakukan upaya awal antisipasi agar abrasi tidak semakin meluas. Sebelumnya pada Selasa (15/5) di Lingkungan Jineng Agung dan Lingkungan Asri Barat Gilimanuk, air laut pasang dis-

ertai ombak tinggi menerjang. Sejumlah rumah di kedua lingkungan tersebut rusak. Bahkan air laut sampai masuk ke halaman rumah warga hingga jalan di pinggir pantai Jineng Agung. Dua bangunan milik warga, di antaranya Nyoman Sujana dan Ketut Wenten di Jineng Agung, kondisinya sudah miring. Dapurnya juga sudah jebol. Bahkan tempat usaha laundry-nya kini tidak bisa dipakai lagi. Air laut juga menghantam tembok rumahnya. (kmb26)

Diduga Gelapkan Uang Pembangunan Pura

Bendesa Pohsanten dan Ketua Panitia Ditahan Negara (Bali Post) –

Kasus dugaan penggelapan dana Pembangunan Pura Puseh di Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Selasa (22/5) sore memasuki tahap II di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana. Dua tersangka yang kasusnya ditangani Ditreskrimum Polda Bali ini, I Made S selaku Bendesa Pohsanten dan I Ketut G selaku Ketua Panitia Pembangunan Pura Khayangan Tiga ditahan di Rutan Kelas IIB Negara. Dari informasi kedua tersangka datang ke Kejari Jembrana didampingi tim dari Kejati Bali, Selasa sore. Setelah dilakukan pemeriksaan berkas, keduanya diputuskan untuk ditahan dan dititipkan di Rutan Negara. Kasi Pidum Kejari Jembrana I Gede Wiraguna Wiradarma saat dikonfirmasi, Rabu (23/5) kemarin membenarkan adanya tahap II terkait kasus dugaan penggelapan dengan dua tersangka I Made S dan I Ketut G tersebut. Pihaknya menerima langsung penyerahan tersebut dan selanjutnya menunjuk dua jaksa penuntut umum (JPU). Kedua tersangka tersebut disangkakan dengan pasal 372 jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP tentang penggelapan dan atau pasal 263 ayat 1 KUHP junto pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP tentang pemalsuan surat. “Kita meneruskan dari Kejati Bali, dan kami juga telah menunjuk dua JPU terkait

perkara ini,” tandasnya. Di pihak lain, Kepala Rutan Kelas IIB Negara Purniawal melalui Kasubsi Pelayanan Tahanan I Nyoman Tulus Sedeng membenarkan ada dua tahanan titipan dari Kejari Jembrana, diterima sekitar pukul 16.00 Wita. Menurutnya penahanan ini dilakukan selama 20 hari, mulai dari 22 Mei hingga 11 Juni 2018. Seperti berita sebelumnya, I Made S dan I Ketut G ditetapkan menjadi tersangka atas dugaan kasus penggelapan sejak 22 Januari 2018. Kasus ini terkait pembangunan Pura Khayangan Tiga di Desa Pohsanten. Di mana dalam pembelian ijuk untuk pembangunan Pura Puseh ada dugaan penggelembungan harga dan jumlah ijuk. Panitia saat itu membeli Ijuk dengan beberapa tahapan dari berbagai tempat di Bali. Diduga di sanalah ada unsur dugaan penggelapan. (kmb26)

I Gede Wiraguna Wiradarma

Bali Post/olo

PLN Area Bali Utara Jalin MoU dengan Kejari Jembrana

PLN Bali Area Bali Utara menjalin MoU dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana terkait hal yang berkaitan dengan hukum. Penandatanganan kesepakatan bersama tersebut dilakukan, Selasa (22/5) di Kantor PLN Rayon Negara. Kegiatan tersebut dirangkai dengan buka puasa bersama yang juga diikuti puluhan anak yatim. Penandatanganan MoU ini dihadiri langsung Kepala Kejari Jembrana Nur Elina Sari, S.H., M.H., Kasi Datun Kejari Jembrana Arif Ramadhoni, Manajer PLN Area Bali Utara I Gusti Made Aditya, S.A. dan Deputi Manager Hukum PLN Distribusi Bali Petrus Edison Silaen. Manajer PLN Area Bali Utara I Gusti Made Aditya, S.A. mengatakan penandatanganan kesepakatan bersama ini memasuki tahun kedua. MoU ini bukan hanya terkait permasalahan hukum, tetapi juga legal

opinion (opini hukum) serta pendampingan terhadap kegiatan-kegiatan PLN yang akan dilakukan di wilayah Jembrana. Baik itu terkait pengadaan maupun pelaksanaan proyek-proyek

strategis, sehingga tidak ada keraguan dan dilakukan sesuai ketentuan hukum. “Selain itu kita juga terkait permasalahan hukum, kami sepakat menggunakan Jaksa Pengacara Negara

Bali Post/ist

MOU – PLN Area Bali Utara melaksanakan penandatanganan kesepakatan (MoU) bersama dengan Kejari Jembrana di PLN Rayon Negara. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Kejari Jembrana dan Manajer PLN Area Bali Utara.

dari Kejari Jembrana,” ujar Aditya. MoU ini juga menindaklanjuti kesepakatan bersama yang sebelumnya sudah dilakukan Direktur Utama PT PLN dengan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun). Selain penandatanganan kesepakatan bersama tersebut, PLN Rayon Negara juga mengundang 25 anak yatim dan perwakilan Bank Muamalat untuk Berbuka Puasa bersama. Kegiatan ini juga sekaligus dalam rangkaian bulan Ramadhan. Selama bulan Ramadhan ini, PLN juga memiliki program Gemerlap Lebaran 2018. Yakni pemberian diskon biaya tambah daya. Diskon 50 persen khusus untuk pelanggan 220 VA-197 kVA, serta diskon 100 persen untuk tambah daya rumah ibadah (Pura, Masjid, Gereja dan Vihara). Program diskon tambah daya ini berlaku hingga 30 Juni 2018. (ad1262)


Kamis Wage, 24 Mei 2018

Pemkab Usulkan 365 Tambahan PNS Baru Singaraja (Bali Post) – Tahun 2018 ini Pemkab Buleleng mengusulkan penambahan PNS baru ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB). Sesuai analisis beban kerja dan analisis beban jabatan, tambahan PNS baru sebanyak 365 orang. Dibandingkan dengan kebutuhan pegawai sekarang, tambahan sebanyak itu dipastikan belum mencukupi. Tambahan PNS baru itu sebagian besar tenaga guru yakni SD sebanyak 122 orang dan guru SMP 36. Tambahan guru di dua jenjang tersebut untuk memenuhi kekurangan guru PNS yang sekarang ini banyak yang sudah pensiun. Tenaga kesehatan sebanyak 140, rinciannya dokter umum dan dokter gigi yang diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan dokter di puskesmas. Sedangkan tenaga teknis lain diusulkan sebanyak 67 orang untuk bidang PUPR. Usulan ini telah difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Bali. Dalam waktu dekat ini persetujuan formasi akan diterbitkan. Dengan demikian, perekrutan CPNS pertamakali setelah Presiden Joko Widodo menerapkan kebijakan moratorium perekrutan CPNS. Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng Gede Wisnawa, S.H., Rabu (23/5) kemarin mengatakan, dibandingkan dengan kebutuhan pegawai baru, usulan itu belum memenuhi seluruh kebutuhan tambahan pegawai baru. Apalagi, dari pengalaman terdahulu usulan formasi dari daerah belum tentu disetujui seratus persen. Meski demikian, berapapun usulan yang disetujui Menpan-RB, maka hal itu sangat membantu menambah pegawai di daerah. Apalagi, dalam beberapa tahun ke depan ini, PNS yang sekarang menjabat akan memasuki masa pensiun, sehingga penambahan melalui perekrutan CPNS bisa mengganti PNS yang memasuki masa pensiun tersebut. ‘’Kami hanya menunggu apakah usulan dipenuhi seratus persen atau tidak. Apakah tambahan itu sudah cukup, ya… pasti belum, apalagi nanti usulan belum tentu akan disetujuai seratus persen. Kita tetap optimis saja dan tambahan PNS ini sangat diharapkan,’’ katanya. Di sisi lain, Wisnawa mengatakan tahun 2019 pejabat di daerah ada 7 orang yang pensiun. Mereka itu yakni Drs. I Ketut Asta Semadi, M.M. yang sekarang menjabat Asisten Adminsitrasi Umum. Drs. Ida Bagus Geriastika menjabat Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik. Bimantara, S.E. sekarang menjabat Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD), Ir. Nyoman Swatantra, M.MA. saat ini sebagai Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Menengah (Keperasi-UKM), Ir. Made Arnika (Kepala Dinas Perikanan), Ketut Suparta Wijaya, S.T. saat ini sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR), dan Drs. Dewa Ketut Manuaba sekarang menjabat Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Buleleng. Kemudian tahun 2020 ada 8 orang lagi akan pensiun. Mereka itu yakni Drh. Nyoman Surya Temaja, M.P. (Kepala Dinas Ketahanan Pangan), Drs. Ketut Suparto, M.MA. (Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian), Drs. Gede Komang, M.Si. (Kepala Dinas Sosial), Ir. Nyoman Sutrisna, M.M. (Kepala Dinas Pariwisata), Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P. sekarang menjabat Sekkab Buleleng, Ir. Gede Dharmaja, M.Si. sekarang Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian Pengembangan (Bappeda-Litbang), Ir. Ketut Nerda, (Kepala Dinas Statistik), dan dr. Ni Made Sukarmini, M.AP. sekarang menjabat Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (kmb38)

BULELENG

11

Izin Penlok Bendungan Tamblang Kewenangan Pemprov Puspaka mengatakan, pemkab awalnya akan menindaklanjti permohonan izin penlok oleh BWS. Bahkan, ketika menerima audiensi Kepala BWS Ketut Jayada belum lama ini, Bupati berjanji segera akan menerbitkan izin penlok proyek bendungan terbesar kedua di Buleleng tersebut. Setelah dilakukan kajian oleh Bagian Pemerintahan, ternyata Bupati tidak ber-

wenang menerbitkan izin penlok bendungan. Sebaliknya, regulasi mengamanatkan bahwa izin penlok bendungan diterbitkan oleh Gubernur Bali. Ini sesuai Peraturan Presiden (Perpres) No. 58 Tahun 2017, tentang perubahan atas Perpres No. 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Pada pasal 21 ayat (4) disebutkan tanah lokasi proyek strategis nasional ditetapkan

gubernur. Proyek Bendungan Tamblang merupakan salah satu proyek strategis nasional, sehingga izin penlok otomatis diterbitkan oleh Gubernur Bali. Kepala BWS Bali-Penida Ketut Jayada membenarkan izin penlok bendungan dikeluarkan oleh Gubernur Bali. Dia mengatakan, pertimbangan mengajukan penlok Bendungan Tamblang ke Bupati Buleleng, karena mengacu pembangunan Bendungan Titab-Ularan yang

izin penloknya diterbitkan Bupati Buleleng. Akan tetapi, dirinya tidak mengetahui kalau ada aturan baru yang memberikan kewenangan Gubernur Bali menerbitkan izin penlok bendungan. Mengantisipasi perencanaan proyek molor, Jayada mengaku sekarang pihaknya masih mempersiapkan berkas permohonan izin penlok bendungan kepada Gubernur Bali. “Ya benar, katanya ada aturan baru sesuai surat jawaban dari Bupati yang baru kami terima Selasa (22/5). Sekarang kami siapkan berkas dan segera akan audiensi ke Gubernur untuk mengajukan izin penlok,” jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, BWS membangun Bendungan Tamblang bertahap

Singaraja (Bali Post) – Tunggakan Pajak Hotel Restoran (PHR) oleh beberapa pengusaha di Buleleng disikapi serius pemkab dan kalangan DPRD. Dua institusi penyelenggara pemerintah itu, Rabu (23/5) kemarin menemui manajemen perusahaan yang tercatat menunda penyetoran PHR, menunggak Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan Pajak Air Tanah. Manajemen Bali Handara Kosaido Desa Pancasari Kecamatan Sukasada salah satu sasaran yang ditemui oleh pemkab dan DPRD. Pertemuan dengan manajemen itu dipimpin Asisten Administrasi Umum Ketut Asta Semadi, Kepala BKD Bimantara, Kepala Inspektorat Daerah I Putu Yasa, dan anggota DPRD Buleleng Wayan Indrawan. Bali Handara Kosaido mengelola hotel, restoran dan golf tercatat menunda penyetoran Pajak Hotel sebesar Rp 288.770.115 dan Pajak Restoran Rp 143.383.091. Selain itu, manajemen juga menunggak PPB sebesar Rp 3.467.336.464 dan tunggakan Pajak Air Tanah senilai Rp 63.888.200. Dari pertemuan itu, Ketut Asta Semadi mengatakan, upaya menemui pihak manajemen ini hanya koordinasi untuk mencari jalan keluar terkait

tunggakan pajak yang dilakukan perusahaan. Langkah ini dilakukan karena pajak sendiri menjadi tulang punggung pemerintah dalam mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk pembangunan di Bali Utara. Selain itu, munculnya tunggakan pajak ini kalau dibiarkan, dikhawatirkan akan memunculkan persoalan yang mengarah pada pelanggaran hukum yang berdampak pada citra pemerintah maupun perusahaan itu sendiri. Untuk itu, koordinasi ini diharapkan menghasilkan sebuah keputusan bersama yang bisa menyelesaikan masalah tanpa ada pihak yang dirugikan. ‘’Setelah kami koordinasi dengan manajemen, tunggakan ini memang warisan. Perusahaan sebenarnya sudah ada iktikad baik melunasi dan sudah mencicil. Cuma kami bersama BKD perlu berkoordinasi lagi agar semua kewajiban perusahaan itu dilunasi, sehingga tidak memicu masalah di kemudian hari,’’ katanya. General Manager Bali Handara Kosaido Wayan Jersen mengatakan, munculnya tunggakan pajak itu sejak beberapa tahun terakhir. Puncaknya, ketika perusahaannya tertimpa bencana tanah longsor beberapa tahun silam yang mengakibatkan rusaknya fasili-

tas kamar hunian dan lapangan golf. Di tengah upaya perbaikan dengan pendapatan yang ada, tingkat kunjungan wisatawan atau yang menyewa padang golf menurun drastis, sehingga perusahaan mengalami kerugian. Bahkan, hak karyawannya pun sempat dipending karena situasi sulit tersebut. ‘’Tunggakan itu sebenarnya muncul beberapa tahun lalu. Sekarang kami masih berusaha untuk terus mengembangkan usaha dan memang kunjungan tamu turun drastis karena berbagai dampak kejadian yang terjadi selama ini,’’ katanya. Meski memiliki tunggakan pajak tergolong tinggi, pihaknya tetap berkomitmen melunasi kepada pemerintah.

Salah satunya dengan kebijakan mencicil pelunasan PBB senilai Rp 10 juta per tahun. Sedangkan untuk PHR yang belum disetor itu juga dipastikan akan dilunasi. Menghindari pembengkakan tunggakan, manajemen sudah mengambil langkah untuk rutin menyetor untuk transaksi penjualan fasilitas hotel dan restoran di luar dari catatan PHR yang belum disetorkan itu. ‘’Kami tidak ada maksud menutupi dan semua data dan kewajiban kami rutin kami setor. Untuk tunggakan itu sudah kami cicil dan mudahmudahan bisa dipahami karena perusahaan kami memang lagi merugi karena dampak kejadian beruntun,’’ jelasnya. Sementara itu, anggota

Singaraja (Bali Post) –

Usulan izin penetapan lokasi (penlok) pembangunan Bendungan Tamblang, Kecamatan Kubutambahan sepertiya salah alamat. Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida sekitar dua minggu lalu mengajukan permohonan izin penlok kepada Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. Pemkab memutuskan tidak menindaklanjuti permohonan izin itu. Pasalnya, izin penlok itu diterbitkan Gubernur Bali. Hal itu diungkapkan Sekkab Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P., Rabu (23/5) kemarin.

mulai 2018, 2019, 2020, dan 2021 mendatang dengan menghabiskan total anggaran Rp 700 miliar. Bendungan ini dibangun di atas lahan seluas 58 hektar. Bendungan di Buleleng Timur ini akan menampung 7 juta kubik air Tukad Aya. Dari kapasitas daya tampung air itu, BWS akan memfungsikan sebagai cadangan air baku 400 liter per detik. Selain untuk air konsumsi warga di Kecamatan Kubutambahan dan Tejakula, air baku ini akan diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan air ketika pemerintah pusat membangun bandara internasional di Desa Kubutambahan. Sedangkan untuk fungsi irigasi mampu mengairi persawahan seluas 500 hektar. (kmb38)

DPRD dari daerah pemilihan (dapil) Kecamatan Sukasada Wayan Indrawan mengapresiasi kesadaran perusahaan mencicil kewajibannya kepada pemerintah. Dirinya juga memahami kalau perusahaan dalam situasi sulit setelah dilanda bencana tanah longsor, hingga kejadian erupsi Gunung Agung dan isu teror bom yang memengaruhi kunjungan wisatawan ke Bali. Meski demikian, pria yang akrab dipanggil Kejes ini menyarankan agar ada upaya positif agar kewajiban perusahaan itu dilunasi. Selain itu, dirinya juga mengingatkan, hak-hak karyawan tetap diperhatikan, sehingga tidak muncul konflik antara manajemen dan pekerja. (kmb38)

Dewan dan BKD Telusuri Tunggakan PHR

Bali Post/kmb38

KOORDINASI – Pemkab dan DPRD Buleleng menemui manajemen Bali Handara Kosaido Desa Pancasari, Rabu (23/5) kemarin.


KLUNGKUNG

12

Kamis Wage, 24 Mei 2018

Parade Jukung dalam Festival Bahari

Semaraknya Bertolak Belakang dengan Kehidupan Nelayan RATUSAN nelayan mengikuti parade jukung hias pada Festival Bahari di Pantai Segara, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Rabu (23/5) kemarin. Kesan semarak sangat kental dengan berbagai bentuk hiasan. Namun itu bertolak belakang dengan nasibnya yang semakin buram. Menginjak pukul 08.00 Wita, nelayan di pantai ini berduyunduyun. Ada yang mengenakan pakaian adat madya, menghampiri jukung yang dominan berwarna putih. Berjajar rapi dari sisi timur hingga barat. Tampilannya sangat berbeda dengan hari biasa. Dihias sangat unik. Ada dilengkapi bendera merah putih layaknya menyambut hari Kemerdekaan. Ada pula dengan ukiran yang terbuat dari styrefoam, berpadu apik dengan daun enau yang terpasang layaknya

gorden. Beberapa nelayan juga menyulap jukungnya menjadi ikan raksasa. Dominan warnanya merah, nampak hidup dan menarik dipandang. Penonton pun memanfaatkannya sebagai backround berswa foto. Satu jam berlalu, jukung berbagai ukuran itu bergiliran memasuki laut dengan gelombang yang tak ganas. Hempasan ombaknya tipis. Kesan semarak sangat melekat. Ada yang bersorak ria, bersama-sama mendorong dengan sekuat tenaga. Sangat terlihat suasana kebersamaan. Perlahan, tengah lautan layaknya ada pesta besar. Nampak sangat indah ketika jukung-jukung itu silih berganti digoyang gelombang. Mesinnya dihidupkan, melaju ke timur menuju Pantai Pesinggahan, Kecamatan Dawan. Kemudian kembali ke barat menuju pantai

SMP Negeri Bertambah, Zonasi PPDB Dirombak

Semarapura (Bali Post) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP tahun ajaran 2018/2019 segera berlangsung, termasuk di Kabupaten Klungkung. Di tengah situasi itu, pemkab menambah dua sekolah negeri di Kecamatan Banjarangkan dan Klungkung. Kebijakan ini mengharuskan adanya perombakan zonasi penerimaan sesuai yang tertuang dalam Permendikbud No.17 Tahun 2017. Sekretaris Dinas Pendidikan Klungkung I Ketut Sujana, Rabu (23/5) kemarin menjelaskan, penegerian itu dilakukan pada SMP Satap di Desa Selat Kecamatan Klungkung menjadi SMPN 4 Semarapura dan SMP Darmayasa di Desa Timuhun Kecamatan Banjarangkan menjadi SMPN 4 Banjarangkan. ‘’Karena seperti itu, terjadi pemekaraan zonasi penerimaan,’’ ungkapnya. Hal tersebut, sambungnya, sedang berproses dan dipastikan selesai sebelum penerimaan berlangsung. ‘’Tentu ini akan disosialisasikan ke masyarakat. Dari mana saja yang harus masuk ke sekolah itu,’’ jelasnya. Kebijakan tersebut tak hanya menggiring pemkab untuk meningkatkan sarana dan prasarana, namun juga berpotensi adanya mutasi tenaga pendidik dari sekolah lain untuk mendukung proses pembelajaran supaya berjalan maksimal. ‘’Untuk ini tentu dilihat dari perkembangan saat penerimaan siswa baru,’’ imbuhnya. Anggota Komisi III DPRD Klungkung I Ketut Sukma Sucita mendukung penuh penambahan sekolah negeri maupun PPDB dengan sistem zonasi. Itu dinilai akan mampu meringankan beban masyarakat dan pemerataan kualitas pendidikan. ‘’Dari dulu kami menyatakan sangat mendukung ini. Anak-anak yang dulunya harus sekolah jauh, bisa lebih dekat,’’ katanya. Hanya, untuk mengimbangi kebijakan tersebut, Dinas Pendidikan diminta bisa meyakinkan masyarakat bahwa sekolah tersebut memiliki kualitas sama dengan lainnya. Sarana dan prasarana harus dipersiapkan secepatnya, sehingga pasca-PPDB proses belajar mengajar berjalan sesuai harapan. ‘’Jangan sampai sekolah ini dianggap tak layak oleh masyarakat. Dinas Pendidikan harus bisa meyakinkan bahwa itu juga berkualitas,’’ tandasnya. (kmb45)

Tegal Besar, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan. Sekitar dua jam, tiba lagi di Pantai Segara. Kedatangannya disambut ria para penonton. Parade yang baru pertama kali digelar ini juga disambut gembira para nelayan yang sebagian besar sudah berumur. Dijadikan sebagai penghibur di kala tak melaut sejak tiga bulan lalu. Ini juga sebagai media bertemu dan berkumpul bersama nelayan dari desa tetangga. ‘’Ya...cukup menghibur. Karena dari tiga bulan tidak melaut. Ikan tidak ada,’’ ucap nelayan Nengah Sambayasa. Menghias jukung sudah dilakukan sejak sepekan lalu. Menghabiskan biaya sekitar Rp 900 ribu. Bahkan, beberapa ada lebih. Pemkab memberikannya bantuan Rp 1.250.000. Cukup meringankan beban di tengah lesunya

penghasilan. ‘’Partisipasi ini untuk meramaikan,’’ imbuhnya. Ketika dicermati, kesan semarak itu berbanding terbalik dengan nasib para nelayan. Semakin buram dari tahun ke tahun. Itu dirasakan Wayan Ribeg. ‘’Jadi nelayan sangat bergantung dengan alam. Kadang sering tidak dapat kalau melaut. Biaya yang keluar cukup besar,’’ tuturnya. Tak dimungkiri, profesi ini tak lagi bisa diandalkan sebagai penyambung napas. Nelayan harus berjuang mendapatkan pundi-pundi rupiah dengan menekuni pekerjaan lain. Sebagai tukang pembuat boat atau angkut barang ke sampan menjadi pilihan. ‘’Banyak yang kerja lain untuk nambah penghasilan. Ini juga membuat anak-anak

Bali Post/sos

muda tidak mau menekuni,’’ sebutnya. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung I Wayan Durma mengatakan, parade ini untuk

membangkitkan semangat nelayan untuk tetap melaut. Menopang pendapatannya, juga didorong untuk bisa mengolah ikan menjadi produk bernilai jual lebih tinggi.

‘’Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meringankan beban nelayan. Soal penghasilannya, sangat bergantung dengan kondisi alam,’’ pungkasnya. (sos)

Tiga Bulan Diusulkan

Penetapan Ranperda Masih Nihil Semarapura (Bali Post) -

Rancangan peraturan daerah (ranperda) yang diusulkan dalam rapat paripurna pertengahan Februari 2018 belum ada ditetapkan menjadi perda. Badan Pembentukan Perda DPRD Klungkung berdalih hal tersebut masih tahap penyesuaian dan pencermatan lebih dalam supaya tidak bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi. Beberapa juga masih menunggu draf. Ketua Badan Pembentukan Perda DPRD Klungkung I Gde Artison Andarawata mengatakanm sesuai yang diusulkan dalam rapat paripurna, 9 Februari 2018, terdapat 18 ranperda yang akan digodok. Namun, sampai saat ini yang sudah ada drafnya baru Ranperda tentang Pelaksanaan Kewajiban Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan dan Ranperda Pembinaan Pasar Tradisional, Penataan Pasar Modern, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern yang merupakan inisiatif dari dewan. Sementara dari eksekutif, ada dua yakni Pencabutan Perda Nomor 12 Tahun 2013 tentang Retribusi Izin Gangguan, Ranperda Pencabutan Perda Nomor 4 Tahun 2010 tentang Izin Gangguan dan Ranperda Pengelolaan Barang Milik Daerah. ‘’Untuk inisiatif, masih tahap har-

monisasi. Masih kami sempurnakan kembali sebelum diajukan untuk dibahas tim. Untuk penetapan rencananya bersamaan dengan tiga yang diajukan eksekutif,’’ ungkapnya, Rabu (23/5) kemarin. Selain ranperda itu, eksekutif juga mengusulkan pembahasan Ranperda Penyertaan Modal, Ranperda Kabupaten Layak Anak, Ranperda Pinjaman Daerah, Ranperda

Badan Permusyawaratan Desa, Ranperda Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan, Ranperda Usaha Jasa Konstruksi diajukan. Ranperda lainnya lagi merupakan perubahan atas perda sebelumnya. Di antaranya tentang Perubahan Atas Perda Kabupaten Klungkung Nomor 3 Tahun 1998 tentang Penetapan Jalur Hijau, Ranperda Perubahan

Perda Nomor 14 Tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan, Ranperda tentang Perubahan Perda Nomor 3 Tahun 2012 tentang Pajak Hiburan, Ranperda tentang Perubahan Perda Nomor 3 Tahun 2011 tentang Perolehan Hak Atas Tanah Bangunan. Selain itu, juga masih ada tiga inisiatif dewan, yakni Ranperda Tata Cara Penyusunan Program Pembentukan Perda, Ranperda Penyelenggaraan Perparkiran serta Ranperda Perlindungan dan Pemenuhan hak-hak Penyandang Disabilitas. Sebagian besar masih proses penyusunan draf. ‘’Dalam penyusunan ranperda,

perlu menyesuaikan dengan aturan yang lebih tinggi. Ini perlu kehati-hatian,’’ ungkap politikus Partai Demokrat ini. Ditegaskan, dalam pembuatan perda, kurang pantas dipatok waktu. Namun yang terpenting mengutamakan kualitas dan bisa berlaku dalam jangka panjang. ‘’Kami takut perda nantinya hanya berlaku jangka pendek atau tiga tahun harus disesuaikan. Bahkan bisa berpotensi dibatalkan. Kan sayang anggaran kita kalau seperti itu,’’ sebutnya. Pria yang akrab dipanggil Sony ini optimis seluruh ranperda itu bisa tuntas dibahas dan diitetapkan tahun ini. (kmb45)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Kamis Wage, 24 Mei 2018

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

*Mktg Simpanan Koperasi P/W S1 Byk Relasi 5Jt/Bl,081239011111

B.BP.001.05.18.0001251

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD Unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel PkebunanResto Pasti Brangkat.Line WA081375409869&087754689692

B.BP.004.05.18.0000997

Dcr 8org SopirB1/A&Tng Angkat2 Gj Min75rb/hr,Kos+U.Mkn,Makmur AbadiBangunan Jl.T.Umar Brt888

B.BP.004.05.18.0001233

Dicari:Therapist Sebanyak2nya, P,Min SMU(2,5Jt+16Rb/Jam Instv Cleaning Servis,L/P(2,5Jt+500 Rb Instv)Pengalaman Min 1Th. Lamaran Ke Bodyworks SPA. Jl Kayu Jati No.2 Petitenget.735058 B.BP.001.04.18.0001538

Dicr Karyawan/ti u/Perusahaan Perak Bag.Admin T:0361-8446108 B.BP.001.05.18.0001184

Sekuriti (Pbrk Tabanan),Sertfkt Pnglmn Hub:Dewi 081236222509 B.BP.031.05.18.0001246

Dcr Admin Wnt U/18-23th,Rajin, Jujur,Menarik.Lamaran Lsg ke CV Wirajaya Jl.Dewi Supraba II No.3 Antasura Hub.0817566499

B.BP.001.05.18.0001236

Pick Up Tahun’89 1000cc Hitam Hub.089656365970 Jln.Astasura

B.BP.001.05.18.0001232

B.BP.001.05.18.0001239

TOYOTA

Dcr Sgr Tukang Kayu utk Proyek Hub.087760098358/081248052999

Avanza G’2010 Silver Manual Ijin Prwsta,0817555449 Jl.Soka

Dcr Sopir&Serabutan Hub. Tlp/WA:081236874853

Alphard’13 Putih GS BuildUp dr bru,Jrg Pake,Prbdi,08123861941

B.BP.001.05.18.0001140

B.BP.001.05.18.0001255

Dcr Staff Reservation Hub Jl.Tirta Ening No.1Sanur T.288829 B.BP.153.05.18.0001248

Dibthkn Hair Dresser,Therapist yg Brpnglm Utk Salon & Spa di Kerobokan Hub:081293799814 B.BP.031.05.18.0001185

B.BP.001.05.18.0000991

Dicari Sopir utk Kantor PT Korea Travel,081338060220 B.BP.154.05.18.0001256

Dicari Staf Villa Jaga Malam di Berawa Canggu.085337030775 B.BP.001.05.18.0001131

Indigo Japanese Restaurant Canggu is Looking for Waitress and Cooker-English.Good Salary Call.08123840242

B.BP.004.05.18.0001143

BIRO JASA

DIJUAL MOBIL

SERVICE

BIRO JASA

DIJUAL MOBIL

SERVICE

B.BP.001.05.18.0001254

Dicr Segera karyawati Bersih2 Utk Villa Rental di Batubulan, Legian & Sanur.Parttime(4jam) Hub:081337967727

B.BP.001.05.18.0001230

Perusahan Jasa Past Control Membutuhkan Tng pria u/Teknisi Min SMA/Sdrjt Hub.087860417444

B.BP.001.05.18.0001249

Urgent!!! Need Villa Staff Call/WA:08113931711

B.BP.001.05.18.0001231

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA DIJUAL MOBIL

FOTOCOPY

BIRO JASA

ALUMINIUM BENGKEL LAS Free

DIJUAL RUMAH

n

Desig

Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

Datsun go+16PthAsDKTg1,TV,KameraVRbsDPMinim081805330222

SUZUKI

B.BP.001.05.18.0001228

B.BP.001.05.18.0001253

DATSUN

MITSUBISHI

Dcr Sales Wanita utk Produk Minyak Goreng Hub.081703228313

Good Salaries.Dcr Therapist Wnt utk Bekerja di Qatar. Diutmkn yg Brpglmn di Spa,KTP Bali.Exp in Massage,Facial, Waxing,Speak English.Usia 2040Th.WA: +97466111991.Email: mjas_909@hotmail.com

DIJUAL MOBIL

MurahBU L300’17 145jt asDK,SX Cross’17 195jt 081353220100

Dcr PRT Tinggal dlm Jl.Cekomaria Gg.Karya No.9 082247484950

Cr Sgra Driver bs Bhs Inggris utk Travel Agent H081337211188

G.01

B.BP.164.05.18.0001257

B.BP.001.05.18.0001180

LOWONGAN

Dicari Marketing,wanita/pria, maks 25th, penampilan menarik,mudah bergaul,semangat kerja tinggi,kerja Tim, kirim lamaran ke: Jl. Kepundung No.67 A Denpasar/ Email: konvergensiiklan@gmail.com iklanbp@yahoo.co.id

B.BP.001.05.18.0001222

AvanzaG’2011 Silver AsBali Mls Prbd,082341251453/081933610070

B.BP.141.05.18.0001242

Toyota Hiace Commuter Th’2016 KM6000,SilverHub.081238116467

B.BP.141.05.18.0001241

DIJUAL RUMAH Rmh LT115m2 LB100m2 Alamat Gg. Bija Batubulan Hub.08123682385

B.BP.001.05.18.0000850

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DIJUAL TANAH Djl Tanah 2A 3A 5A Buduk, 2Are Dalung Hub.082147454248

B.BP.164.05.18.0001258

Tnh Nempil 250Jt/A,Jl.Besakih PondokCitraPmogan08123871809

B.BP.001.05.18.0000082

Djl Tnh Kav Mrh Daerah Pemogan Dps.Sel,Hrg 475Jt H.0811399161

B.BP.153.05.18.0001247

Tanah7,5A Jl.Utama Danau Tempe Jual Cpt Btuh Dana,08123861941

B.BP.001.05.18.0001223

Tnh Kav 1-1,5-2-9-16 are CashKrd Jl.Tangkuban Perahu Padang Smbian0817342802,085100878402

B.BP.001.05.18.0000685

DIJUAL VILLA Djual Vila Br LT.2Are LB 180m, 3KT,3KM,KolamRenang,PLN7700, IMB,SHM,Lok Ubud Lontundu 081514885969 B.BP.031.05.18.0001235

Luxury Villa For Sale Puri Gading Land700m2,Build400m2 Price 6,75 Bill.Call:081999567189 B.BP.001.05.18.0001221

VillaLT5,1Are LB320m2 7KM,Pool 7,2M,Tk.Badung11C,081311301953 B.BP.001.05.18.0001226

RUPA-RUPA Akuisisi PT.Harmoni Bali Sejahtera Berkedudukan di Kabupaten Gianyar-Bali B.BP.001.05.18.0001229

Promo 16%/Th Simpanan Koperasi S&KAman,Legal,WA.081239011111

B.BP.001.05.18.0001252

KEHILANGAN BPKBNo.J00204895-ODK1262DLI Kdk Agung Puja A. 085213848621 B.BP.001.05.18.0001227

BIRO JASA Urus Lap Pajak SPT Tahunan,PPN Pasport,SIUP,NPWP:082146461910 B.BP.001.05.18.0000059


BANGLI

14

Kamis Wage, 24 Mei 2018

Di Pura Dadia Pasek Kayu Selem

Wabup Sedana Arta Serahkan Seperangkat Gender dan Genta

WAKIL Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menyerahkan bantuan seperangkat gender dan genta di Pura Dadia Pasek Kayu Selem di Banjar Beluhu Desa Suter, Kintamani, Rabu (23/5) kemarin. Penyerahan bantuan tersebut merupakan wujud perhatian Pemkab Bangli terhadap pelestarian seni dan budaya, yang sekaligus sebagai pemenuhan kebutuhan masyarakat akan kelengkapan upacara di pura dadia setempat. Acara penyerahan bantuan dihadiri Perbekel Desa Suter, Klian Pura Warga Pasek Kayu Selem, tokoh masyarakat dan krama Dadia Pasek Kayu Selem. Dalam

acara tersebut, Wabup Sedana Arta menyampaikan bahwa bantuan seperangkat gender dan genta adalah bantuan dari GGS Bupati Bangli Tahun 2017, yang secara administrasi sudah terselesaikan dan kini diserahlan secara simbolis. Diharapkan dengan bantuan ini para warga Dadia Pasek Kayu Selem dapat melaksanakan upacara dan kegiatan keagamaan dan adat dengan lebih baik. Pada kesempatan itu, Sedana Arta juga mengharapkan kepada warga masyarakat agar dapat selalu bersatu padu untuk selalu menjaga hubungan antara masyarakat di lingkungan setempat sehingga

persoalan-persoalan yang ada dapat terselesaikan dengan baik. Dia juga mengingatkan dalam perhelatan pilkada ini, jangan sampai karena beda pilihan menjadikan hubungan antara warga masyarakat menjadi tidak baik apalagi sampai bermusuhan. “Saya minta bantuan GGS dari Bupati Bangli agar bisa dimanfaatkan dengan baik sebagai pendukung upacara di pura dan pelestarian seni budaya kita di Bali,” katanya. Sementara itu, Klian Dadia Pasek Kayu Selem di Banjar Beluhu Desa Suter, Kintamani Wayan Kondra menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan melalui program GGS tahun 2017. Diakuinya

bahwa selama ini warga Pasek Kayu Selem mengalami kendala dalam pelaksanaan upacara di pura. Melalui salah satu tokoh masyarakat dan paruman dadia akhirnya dibuatlah sebuah usulan untuk diajukan ke pemeritah kabupaten agar dapat dibantu berupa seperangkat gender dan genta untuk kelengkapan upacara di pura. “Akhirnya hari ini kami terima bantuan GGS ini. Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan, semoga dengan peralatan itu kegiatan keagamaan dan adat seni budaya di Dadia Warga Kayu Selem dapat kami jalankan dengan baik,” katanya. (ad1260)

GENDER - Wabup Sang Nyoman Sedana Arta memainkan gender di Pura Dadia Pasek Kayu Selem di Banjar Beluhu Desa Suter, Kintamani.


15

Kamis Wage, 24 Mei 2018

Pemerintah Ajukan Dua Definisi Terorisme

Jakarta (Bali Post) – Pemerintah mengajukan dua alternatif definisi terorisme dengan memperhatikan usulan dari berbagai pihak agar definisinya tidak multitafsir, kata Ketua Tim Perumus Pemerintah revisi UU Antiterorisme, Enny Nurbaningsih. ‘’Dua definisi tersebut adalah bentuk kesepakatan bulat dari pemerintah dan kami sudah memperhatikan dengan seksama usulan yang masuk,’’ kata Enny di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (23/5) kemarin. Definisi terorisme alternatif pertama adalah ‘’terorisme adalah perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas menimbulkan korban bersifat massal dan/atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objekobjek vital yang strategis, lingkungan hidup, fasilitas publik atau fasilitas internasional’’.

Definisi terorisme alternatif kedua adalah ‘’terorisme adalah perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, yang dapat menimbulkan korban bersifat massal dan/atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek-objek vital yang strategis, lingkungan hidup, fasilitas publik atau fasilitas internasional’’. ‘’Itulah definisi terorisme yang bisa tercakup berdasarkan core crime Pasal 6 dan Pasal 7 UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme,’’ ujar Enny. Dia menjelaskan definisi terorisme tanpa kata ‘’yang dapat’’ sudah ditandatangani semua unsur pemerintah, namun setelah mendengar pertimbangan berbagai pihak, bagaimana kalau korban bukan massal maka diusulkan penambahan frasa ‘’yang dapat’’.

Secara Nyata

Saat mendapat kesempatan berorasi, Rai Mantra kembali mempertegas komitmennya menjaga adat dan budaya Bali. Hal tersebut secara nyata dilakukan melalui bantuan bagi desa pakraman sebesar Rp 500 juta. ‘’Program pendidikan, kesehatan, dan hal lain, semuanya harus ditujukan untuk memperkuat desa pakraman yang merupakan basis pengembangan kesejahteraan masyarakat sekaligus benteng pertahanan adat dan budaya Bali. Karena itu, Mantra-Kerta memprogramkan bantuan dana sebesar Rp 500 juta kepada desa pakraman,’’ kata Rai Mantra. Menurutnya, adat dan budaya adalah fondasi kehidupan orang Bali. Jika kebudayaan punah maka apalah artinya Bali, sebab pulau ini dikenal ke seluruh penjuru dunia karena kebudayaannya. ‘’Kalau budaya Bali hilang, lantas apa lagi yang bisa kita banggakan?’’ tanya Rai Mantra. Dari Desa Suter, Rai Mantra bergerak ke Desa Batukaang, Kintamani. Di tempat itu Rai Mantra kembali mempertegas komitmennya dalam upaya menjaga adat dan budaya Bali. Kepada warga Batukaang, dia mengatakan bahwa Bali minim sumber daya alam berupa tambang dan komoditas lainnya. Modal terbesar Bali terletak pada kreativitas dan budayanya. Karenanya wajib dijaga dan dikembangkan. ‘’Tradisi

Tunjangan Keluarga Dengan demikian ASN akan mendapat THR hampir sama seperti take home pay mereka satu bulan. Menkeu menjelaskan, untuk gaji ke-13 akan dibayarkan sebesar gaji pokok mereka, tunjangan umum, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan dan tunjangan kinerja. Untuk pensiun ke-13 dibayarkan gaji pokok, tunjangan keluarga dan tambahan penghasilan. ‘’Seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden, yang berbeda tahun ini adalah pensiunan mendapatkan THR, karena tahun lalu pensiunan tidak dapat THR,’’ jelasnya. (ant)

budaya adalah tambang emas kita. Itu aset terbesar yang kita gali dengan kreativitas dan harus kita jaga dan lestarikan demi anak-cucu,’’ tegas Rai Mantra. Hal senada disampaikan Cawagub Sudikerta saat berdialog dengan masyarakat Desa Satra dan Songan. Di kedua desa ini, wacana bantuan Rp 500 juta untuk desa pakraman direspons luar biasa oleh ratusan waga yang hadir. Kontrak Politik Sebagaimana diberitakan, pasangan Mantra-Kerta pada Sabtu (5/5) telah menandatangani dua kontrak politik sebagai janji yang pasti mereka wujudkan jika dipercaya

Enny yang juga Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional Kemenkum HAM menjelaskan terkait motif politik, ideologi dan gangguan keamanan, dalam rumusan pemerintah sudah diletakkan dalam konsideran dan penjelasan umum. Dia mengatakan dalam penjelasan umum sudah menjelaskan tentang ancaman negara, politik dan ideologi serta ke depannya akan ditata kembali namun tidak boleh ada tafsir lain agar memudahkan dilakukannya penegakan hukum. ‘’UU Nomor 15 Tahun 2003 ini sudah bagus, isinya menguatkan aspek pencegahan, penindakan sekaligus perlindungan korban terorisme masa lalu. Jangan sampai karena masalah definisi terorisme, pelaksanaannya tidak efektif,’’ tuturnya. Dia setuju bahwa terorisme merupakan kejahatan luar biasa karena ada aspek suasana teror dan penanganannya berbeda dengan tindak pidana biasa. (ant)

memimpin Bali ke depan. Kontrak politik pertama menyatakan akan langsung bersurat kepada Presiden RI begitu dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 20182023. Sebagai bentuk kesungguhan menolak reklamasi Teluk Benoa, pada hari itu juga Mantra-Kerta dalam kapasitas sebagai pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur bersurat kepada Presiden RI agar mencabut Perpres 51/2014. Kontrak politik kedua, mencanangkan bantuan Rp 500 juta per tahun kepada setiap desa pakraman sebagai bentuk kesungguhan menjadikan desa pakraman sebagai poros utama pelestarian dan pengembangan budaya Bali. (kmb)

Sebagai Guru

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Koster-Ace Provinsi Bali Nyoman Giri Prasta yang juga Bupati Badung mengakui kerberhasilan pembangunan di Badung yang dipimpinnya tak lepas dari arahan Wayan Koster. Giri Prasta secara terbuka menyatakan Koster adalah gurunya. Guru yang selalu mengajarkan berbuat, kerja, kerja dan

kerja untuk masyarakat. Dikatakannya, setelah Koster-Ace terpilih pada 27 Juni 2018, dan kemudian dilantik sebagai GubernurWakil Gubernur Bali, dirinya menyatakan Koster-Ace akan langsung kerja untuk mewujudkan kesejahteraan untuk masyarakat Bali. ‘’Astungkara setelah dilantik, Pak Koster akan langsung kerja dan kerja. Prinsip beliau itu adalah ayo kerja,’’ tegasnya. Ditambahkannya, konsep

PPNSB yang dilaksanakan di Badung atas arahan Wayan Koster telah mendapat penghargaan dari pemerintah pusat. ‘’Saya sudah dipanggil Bapak Presiden (Joko Widodo) untuk bertemu secara khusus dengan beliau terkait pelaksanaan PPNSB. Di mana melalui konsep Tri Kona, dari lahir, hidup sampai meninggal semua ditanggung oleh pemerintah Badung,’’ ungkapnya. Dan, konsep PPNSB inilah yang akan diterapkan saat

Koster-Ace memimpin Bali ke depan. Dalam simakrama yang berlangsung penuh suasana kekeluargaan itu, Koster bersama tim disambut dengan parade budaya. seperti tari Reog Ponorogo, tari Sekar Jepun dan disuguhkan Rebana yang menggunakan bahasa Bali. Pada kesempatan itu pula, Giri Prasta menghibur warga yang hadir dengan menyanyikan sejumlah lagu. (kmb)


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

kamis Wage, 24 mei 2018

Mencari Lawan bagi Marquez Barcelona – Marc Marquez sedang melesat kencang di awal musim MotoGP 2018. Ini kata beberapa rivalnya mengenai kemungkinan meredam laju rider Repsol Honda tersebut. Setelah lima seri MotoGP 2018, dari total 19 balapan, Marquez tampil menonjol dengan meraih kemenangan dominan dalam tiga balapan terakhir. Ia juga meraih satu podium lain lewat finis kedua di Losail. Peningkatan performa motor dari Honda, plus aksi individu Marquez dalam melakukan beberapa save agar tidak jatuh dari motor, membuatnya kini memimpin klasemen dengan keunggulan 36 poin. ‘’Marc sudah memiliki keunggulan besar, tapi masalah buat para pesaingnya bukanlah keunggulan tersebut melainkan kecepatannya,’’ kata Valentino Rossi, Rabu (23/5) kemarin ‘’Dia adalah pembalap tercepat di

lintasan pada saat ini. Itu mengapa akan sangat sulit untuk meredamnya,’’ lanjutnya. Danilo Petrucci, rider Alma Pramac Racing, yang finis kedua pada MotoGP Prancis di Le Mans, memiliki pendapat serupa. Menurutnya, kombinasi dari apiknya motor Honda dan kelihaian individu pembalap bersangkutan membuat Marquez sulit diredam. ‘’Tahun lalu dalam beberapa balapan Marc punya masalah motor lebih banyak dibandingkan dengan rider Yamaha dan Ducati. Itu mengapa persaingan gelar juara baru ditentukan di akhir musim,’’ ucap Petrucci. ‘’Tahun ini Honda sudah melakukan sebuah peningkatan. Honda mungkin sudah jadi lebih tangguh,

tapi dia mampu memaksimlkan motor lebih baik ketimbang rekanrekannya. Entah siapa yang bisa meredamnya sekarang karena dia sudah memimpin 36 poin usai lima balapan. Saya tak tahu siapa yang bisa mengalahkannya,’’ tuturnya. Tahun ini, kinerja Honda RC213V memang mengalami peningkatan yang signifikan dan menjelma menjadi motor paling kuat di grid. Bahkan saat balapan, Marquez juga memiliki race pace yang lebih cepat dibandingkan pembalap lain. Hal ini yang terlihat saat Marquez memenangkan tiga seri balap terakhir. Dalam tiga balapan tersebut, pembalap yang finis kedua terpaut jauh darinya. Namun, Marquez menilai kemenangan pada MotoGP Prancis 2018 di Sirkuit Le Mans tidak diraih dengan mudah. Marquez merasa jarak antarpembalap cukup dekat. Keberhasilan tersebut membuat Marquez menorehkan hattrick juara

Unay Emery, Arsitek Baru Arsenal

Marc Marquez

Balipost/afp

London – Mantan pelatih Paris Saint-Germain (PSG) Unai Emery resmi jadi manajer Arsenal musim depan. Pelatih asal Spanyol itu terpilih sebagai suksesor Arsene Wenger. Kepastian tersebut diumumkan langsung situs resni Arsenal. ‘’Selamat datang Unai. Nama Unai Eemery sebagai pelatih kepala kami yang baru.’’ Sebelumnya, Emery sudah mengumumkan dirinya sebagai pelatih The Gunners lewat situs resmi pribadinya. ‘’Bangga jadi bagian dari keluarga Arsenal,’’ tulis Emery. Namun, unggahan tersebut kemudian sempat dihapus beberapa jam kemudian. Kepastian jabatan Emery sebagai manajer Arsenal akhirnya diumumkan secara resmi, Rabu (23/5) kemarin. Emery sukses menyingkirkan sejumlah kandidat kuat termasuk mantan pemain Arsenal Mikel Arteta dan mantan pelatih Barcelona Luis Enrique. Emery berhasil membawa Paris SaintGermain juara Ligue 1 musim lalu. Namun pihak klub tak puas dengan kinerjanya setelah PSG

IMI Sayangkan Pencoretan ”Roadrace’’ di Porprov Denpasar (Bali Post) Pengprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bali menyayangkan pencoretan cabor balap motor jalan aya (roadrace) pada hajatan multi-event dua tahunan antarprivinsi dan kabupaten seBali di Tabanan, September 2019 menatang. Pasalnya, Pengurus Pusat (PP) IMI melalui Sekjen Jeffrey JP yang ditunjuk selaku technical delegate (TD) justru tengah berjuang agar roadrace motorcross, grasstrack, dan slalom mobil, resmi dipertandingkan pada PON XX di Papua pada 2020 mendatang. Humas Pengprov IMI Bali Gede Gordon Sukarna, di Denpasar, Rabu (23/5) kemarin menegaskan, sebagaimana terungkap dalam rapat anggota KONI Bali, Jumat (18/5) lalu, Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan hanya mempertandingkan nomor balap motor medan berlumpur (grasstrack), dan mencoret roadrace, mengingat acuannya balap motor jalan raya juga tidak dipertandingkan pada hajatan multi-event empat tahunan antarprovinsi seIndonesia di Bumi Cendrawasih.

‘’PP IMI masih melakukan negosiasi, supaya cabor otomotif mempertandingkan roadrace, mototcross, grasstrack dan slalom mobil. Apalagi, slalom mobil merupakan ekshibisi pada PON XIX di Jabar 2016 silam,’’ tegas Gordon. Ia mengakui pembinaan road race sedang menggeliat, bahkan racer Bali turun pada kejurnas Region III (Bali, NTB, dan NTT). ‘’Kalau mendadak roadrace dicoret, kasihan para pembalap yang getol berlatih, mereka mau disalurkan kemana?’’ keluh Gordon. Dia menganggap angin segar bagi Bali, sebab roadrace kembali bisa digelar di Pulau Dewata, namun ternyata tiba-tiba dieliminasi pada hajatan Porprov. ‘’Kami sangat menyayangkan, dan jika benar terjadi kasihan nasib para racer Bali, mau dibawa ke mana?’’ terang Gordon. Dia menegaskan, jika tuan rumah Tabanan terkendala venue, IMI Bali siap mejembatani, sebagaimana cabor renang, yang meminjam Kolam Renang Tirta Arum Blahkiuh. (022)

Kalahkan Korsel, Indonesia Juara Grup B Piala Thomas

Bangkok Indonesia menjadi juara Grup B Piala Thomas 2018 setelah mengalahkan Korea Selatan 3-2 di pertandingan terakhir Grup B Piala Thomas 2018 di Impact Arena, Bangkok, Rabu (23/5) kemarin. Indonesia membuka laga pertandingan dengan kekalahan. Pebulutangkis tunggal putra Anthony Ginting gagal memberikan poin pertama bagi Indonesia setelah kalah dari tunggal putra Korea Selatan Son Wan-ho 20-22 dan 20-22. Meski kalah, permainan Ginting secara keseluruhan cukup baik. Pebulutangkis 21 tahun tersebut mampu mengontrol permainan. Hanya, Son lebih beruntung di laga kali ini. Skuad Merah Putih menyamakan kedudukan melalui ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang mengalahkan Chung Eui Seok/Kim Won Ho 21-11, 14-21, 21-10. Kevin/ Marcus sempat mendapat perlawanan dari Chung/Kim sebelum interval game pertama. Namun setelah unggul 11-8, Kevin/Marcus mulai menunjukkan dominasinya dan menutup laga 21-11. Sayangnya di game kedua giliran Chung/Kim yang me-

megang kendali permainan dan menang 21-14. Menjalani laga penentuan, Kevin/Marcus tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menyudahi laga dengan kemenangan 21-10. ‘’Hari ini kami bermain lebih baik dari kemarin dan servis tidak masalah hari ini. Lebih mendingan tapi kalau untuk 100 persen sih belum. Mainnya masih banyak eror dan banyak mati sendiri,’’ ujar Marcus. Hasrat Indonesia berbalik unggul juga kandas di pertandingan ketiga. Nomor tunggal putra kedua yang diisi Jonatan Christie kembali tumbang. Jonatan kalah 17-21, 19-21 dari Kwang Hee Heo. Di game pertama Heo tampil lebih mendominasi sehingga bisa unggul 21-17. Namun di game kedua, peluang Jonatan menang cukup terbuka. Sayangnya, setelah unggul 19-17, performa Jonatan kedodoran. Kondisi itu dimanfaatkan Heo untuk menutup laga dengan kemenangan 21-19. Kekalahan Jonatan dari Heo memaksa Indonesia bertumpu kepada ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Beruntung Ahsan/Hendra bisa memenangi pertandingan keempat meski dipaksa bermain

rubber game. Di laga tersebut Ahsan/Hendra menang 21-14, 18-21, dan 21-15 atas Choi Solgyu/Kim Dukyong. ‘’Kami bersyukur bisa menyumbang poi . Yang jelas untuk selanjutnya kami harus lebih siap lagi,’’ terang Hendra. Untuk babak perempatfinal, Ahsan berharap tim Indonesia siap menghadapi pertandingan berikutnya. ‘’Diharapkan juga rekan-rekan lain yang lebih junior juga sudah siap. Mereka bukan junior-junior yang baru, mereka juga sudah berpengalaman. Jadi, siapa pun yang main saya rasa sudah benar-benar siap,’’ kata Ahsan. Dengan skor imbang 2-2, tunggal putra ketiga menjadi penentuan bagi Indonesia dan Korea Selatan. Dalam partai ini Firman Abdul Kholik menghadapi peringkat ke-214 dunia Young Woong Ha. Firman kalah 20-22 game pertama, namun membalasnya di game kedua dengan kemenangan 21-15. Di game penentuan Firman menuntaskan tugasnya dengan kemenangan 21-12. Kemenangan Firman atas Ha mengubah kedudukan menjadi 3-2 untuk Indonesia, sekaligus melangkah ke perempatfinal Piala Thomas 2018 sebagai juara Grup B. (ant)

tersingkir di babak 16 besar Liga Champions. Nama pelatih asal Spanyol ini mencuat setelah menjalani tiga musim cemerlang di Sevilla sejak tahun 2013. Emery membawa Sevilla mencatatkan sejarah sebagai tim pertama yang berhasil menjadi juara Liga Europa selama tiga musim berturut-turut. Atas prestasi ini, klub raksasa Prancis, PSG, tertarik untuk menggunakan jasa pelatih yang kini berusia 46 tahun itu. Sejak 2016, Emery membuat PSG merajai kompetisi domestik dengan meraih enam gelar selama dua musim. Namun karena kegagalan di Liga Champions, Emery memutuskan meninggalkan PSG pada akhir musim ini. Selama kariernya, Emery sudah melatih enam tim sejak debutnya pada 2004. Selain Sevilla dan PSG, dia pernah menangani Lorca Deportiva, UD Almería, Valencia CF dan Spartak Moscow. Arsenal sendiri sudah lama tak bisa jadi juara Liga Inggris. Kali terakhir Arsenal juara Liga Inggris adalah pada musim 2003/2004 ketika mereka mampu mengakhiri musim dengan status tak terkalahkan. (kmb33/afp)

di MotoGP 2018. Sebelumnya, Marquez juga memenangi MotoGP AS dan MotoGP Jerez. Marquez unggul 2,310 detik atas Danilo Petrucci di posisi kedua. Namun, pembalap asal Spanyol itu merasa kesulitan meraih kemenangan di MotoGP Prancis. ‘’Tentu saja balapan di Le Mans sulit. Hal itu karena jarak antarsemua pembalap sangat dekat. Namun, saat membalap saya merasa lintasan kehilangan cengkeraman dibandingkan kemarin,’’ ujar Marquez. ‘’Saya merasa kesulitan dengan pilihan ban depan. Akan tetapi, saya bahagia karena kemenangan ini penting. Biasanya kami kesulitan di Sirkuit Le Mans,’’ lanjut pembalap berjuluk Baby Alien tersebut. Memang performa Marquez musim ini jauh lebih baik dari musim lalu dan mungkin tidak akan dapat dihentikan hingga akhir musim. (kmb33/afp)

Unay Emery

Balipost/afp


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Kamis 24 Mei 2018 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu