20 HALAMAN
NOMOR 205 TAHUN KE 70
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
sabtu pon, 24 maret 2018
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
Panelis Tegaskan Koster Layak Jadi Gubernur Bali Paparkan ’’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ di FH Unud PASANGAN Calon GubernurWakil Gubernur nomor urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace), tampil sangat meyakinkan pada Uji Publik Pilgub Bali 2018. Uji publik bertajuk ‘’Berebut Tahta Pulau Dewata’’, digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana (FH Unud), Jumat (23/3) kemarin. Selain mendapat pujian atas pemaparan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’, jebolan ITB Bandung ini juga dinilai layak menjadi Gubernur Bali. Uji Publik dibuka Wakil Dekan III Dr. I Gede Yusa mewakili Dekan Fakultas Unud. Hadir tiga panelis; Prof. Dr. Drs. Yohanes Usfunan, S.H., M.Hum. (Guru Besar Hukum Tata Negara), Prof. Dr. Made Subawa, S.H., M.S. (Guru Besar Hukum
Tata Negara) dan Prof. Dr. I Wayan P Windia, S.H., M.Si. (Guru Besar Hukum Adat). Tak hanya dihadiri oleh mahasiswa Hukum Unud, uji publik ini juga dihadiri mahasiswa dari sejumlah universitas yang memenuhi aula Kampus Fakultas Hukum Unud. Secara gamlang Koster memaparkan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’, yang disusunnya selama enam bulan dengan membaca berbagai macam referensi sehingga dapat satu formula membangun Bali ke depan. Melalui visi ini, Koster akan mewujudkan era baru, yaitu suatu tatanan kehidupan masyarakat Bali yang holistik, mencakup tiga dimensi. Pertama, terpeliharanya keseimbangan alam, manusia dan kebudayaan Bali (genuine Bali). Kedua, terpenuhinya kebutuhan, harapan
dan aspirasi krama Bali di berbagai aspek kehidupan. Dimensi ketiga yakni terantisipasinya munculnya permasalahan dan tantangan Bali, baik negatif maupun positif dalam skala lokal, nasional dan global. Melalui apa yang disebutnya ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’, Koster percaya persoalan Bali bisa ditanggulangi. ‘’Ke depan, pola pembangunan semesta berencana harus menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama dan gumi Bali yang sejahtera dan bahagia, baik sekala maupun niskala sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno. Untuk menjalankan ini harus totalitas. Saya siap ngayah total untuk itu,’’ tegas Koster. Hal. 19 Secara Total
Jokowi Persilakan KPK Proses Dua Menterinya
Demokrat Sesalkan Pernyataan Hasto Jakarta (Bali Post) – Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menyesalkan pernyataan Sekjen PDI-P yang mendiskreditkan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono terkait kasus korupsi KTP elektronik. ‘’Ibarat mencuci tangan yang kotor dan kemudian airnya disiramkan ke orang lain,’’ kata Hinca melalui siaran pers di Jakarta, Jumat (23/3) kemarin. Ia menanggapi pernyataan Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto terkait pernyataan mantan Ketua DPR-RI Setya Novanto di persidangan kasus KTP elektronik yang menyebut dua kader utama PDI-P Puan Maharani dan Pramono Anung sebagai pihak yang ikut menerima dana KTP elektronik. Menurut Hinca, pernyataan itu aneh dan sulit dipercaya. ‘’Adalah aneh dan sulit dipercaya pernyataan itu keluar dari sebuah partai politik yang tengah berkuasa sekarang ini, karena argumentasinya dangkal, lemah dan mengada-ada. Betapa tidak, Sekjen PDI-P mengatakan bahwa kader-kader dari sebuah partai yang beroposisi pasti tak melakukan korupsi,’’ tegas Hinca. Ia menegaskan semua pihak sama di hadapan hukum. Dia mengatakan kasus korupsi KTP elektronik tidak ada kaitannya dengan partai yang sedang beroposisi atau yang sedang berkuasa. ‘’Partaipartai politik yang saat ini tidak berada di koalisi pendukung pemerintah, ketika ada kadernya yang kena jerat KPK, juga tidak ada yang menyalahkan pemerintahan Presiden Jokowi,’’ jelas Hinca. Hal. 19 Program Nasional
Bali Post/kmb
UJI PUBLIK - Wayan Koster memaparkan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ saat uji publik bertajuk ‘‘Berebut Tahta Pulau Dewata’’ yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana, Jumat (23/3) kemarin.
Puan Maharani Membantah
Jakarta (Bali Post) – Dua menteri Jokowi, Puan Maharani dan Pramono Anung, disebut-sebut dalam sidang eKTP. Bahkan terdakwa Setya Novanto menyebut keduanya mendapat bagian masing-masing 500.000 dolar Amerika. ‘’Nyanyian’’ Novanto pada sidang tipikor itu (BP, 23/3), ditanggapi Presiden Joko Widodo. Ia mempersilakan KPK untuk memproses hukum dua menterinya yang disebut oleh mantan Ketua DPR Setya Novanto menerima uang dari proyek KTP elektronik (e-KTP).
Joko Widodo
‘’Ya negara kita ini negara hukum, jadi kalau ada bukti hukum, ada fakta-fakta hukum, ya… diproses saja. Dan semua memang harus berani bertanggung jawab,’’ kata Presiden Joko Widodo di gedung Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Jumat (23/3) kemarin. Dalam sidang pemeriksaan terdakwa pada Kamis (22/3), Setya Novanto mengatakan bahwa Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani yang pada pemba-
hasan anggaran e-KTP 2011-2012 di DPR menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan dan Sekretaris Kabinet yang saat itu menjadi Wakil Ketua DPR Pramono Anung menerima masing-masing 500 ribu dolar AS. Namun, Presiden menegaskan bahwa proses hukum itu harus dilakukan dengan bukti hukum yang kuat. ‘’Dengan catatan tadi ada fakta-fakta hukum, ada buktibukti hukum yang kuat,’’ ucap Presiden. Menteri Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani membantah tudingan terdakwa kasus dugaan korupsi KTP-elektronik Setya Novanto terkait aliran dana e-KTP sebesar 500 ribu dolar AS kepadanya. ‘’Saya juga baru mendengar apa yang disampaikan oleh Pak SN kemarin, apa yang disampaikan beliau itu tidak benar, tidak ada dasarnya,’’ kata Puan di kantor Kemenko PMK Jakarta, Jumat kemarin. Hal. 19 Tidak Pernah
Mengembalikan Kejayaan Perak Celuk
Perlu Klasterisasi Industri Kerajinan Denpasar (Bali Post) Pengembangan ekonomi kreatif sejatinya bukan hal baru bagi Bali. Masyarakat Bali pernah berjaya dalam menekuni sejumlah industri kreatif. Sebut saja kerajinan perak. Perajin perak di Celuk, Sukawati, Gianyar pernah mengalami era keemasan. Namun kini perak Celuk tak lagi berjaya. Banyak usaha lain yang berkembang di sana. Makanya perlu klasterisasi untuk mengembalikan kejayaan perak Celuk. Anggota Komisi II DPRD Bali Tjok Gede Asmara Putra Sukawati mengatakan, pemerintah memiliki peran besar untuk mengembalikan kejayaan itu demi keberlangsungan sumber ekonomi Bali ke depan. ‘’Saya rasa semuanya kembali kepada pemerintahan sendiri. Kalau misalnya kan dulu Celuk dikenal dengan kerajinan peraknya. Terus kenapa sekarang tergerus,’’ ujarnya. Menurut Tjok Asmara, ada
beberapa kesalahan yang yang dilakukan pemerintah sebelumnya. Salah satunya Bali dijadikan pusat display perak luar dearah. Termasuk dari Yogyakarta. Berikutnya produsen yang ada di luar Bali lantas membuka pula usaha di Bali dengan harga yang tentu saja lebih murah. Akibatnya, perajin Bali tidak mampu membuat produk dengan kualitas bagus karena persaingan harga itu. Inilah yang kemudian membuat orang Bali tidak bisa bersaing dan menjadi cikal bakal hancurnya pasar perak di Celuk. Keadaan mereka semakin terpuruk dengan semakin menjamurnya toko oleh-oleh modern. Oleh karena itu, pemerintah sepatutnya membuat aturan baku mengenai harga jual dan melindungi produsen lokal. ‘’Apabila pemerintah bisa membuat satu kebijakan, pastilah semuanya itu akan kembali lagi. Sekarang kan toko kerajinan perak yang ada
di Celuk banyak berubah menjadi restoran. Begitu juga kerajinan lain seperti patung yang ada di Mas kini merambah ke Celuk. Jadi sudah berbaur dia, tidak mengkhusus lagi seperti dulu,’’ imbuh politisi Demokrat asal Gianyar ini. Tjok Asmara menambahkan, ciri khas masing-masing daerah seperti Celuk dengan peraknya harus dikembalikan lagi. Caranya, dengan melakukan pengelompokan wilayah terhadap produsen. Misalkan Celuk dipusatkan untuk artshop kerajinan perak saja. Sedangkan untuk usaha lain izinnya lebih diperketat. Termasuk jika ingin membuka artshop kerajinan perak di luar Celuk. ‘’Dengan demikian, siapa pun yang ingin mencari perak, dia harus datang ke Celuk. Seperti monopolilah. Kayaknya jelek, tapi bagus untuk masyarakat lokal,’’ jelasnya. Hal. 19 Persaingan Ketat
Perajin perak.
Bali Post/dok
Perak Celuk Terpuruk CELUK identik dengan produk perak. Hampir setiap rumah ada perajin perak. Hasilnya pun sangat menggiurkan. Omzet per bulan lebih dari Rp 50 juta. Itu kondisi tahun 1980-an. ‘’Rasa manis’’ itu kini tinggal kenangan. Perak Celuk terpuruk. Banyak perajin telah alih profesi. Rumah yang dulu menjadi galeri, juga tak lagi berfungsi. Satu yang menjadi penyebabnya, kerajinan perak Celuk tak lagi murni berbahan perak. Ada campuran alpaka. Tujuannya harga bisa bersaing. Akibatnya pembeli luar negeri pun banyak yang komplain. Campuran alpaka akhirnya menjadi petaka bagi perajin di Celuk, Gianyar. I Nyoman Rupadana menunjukkan produk barunya pulpen perak.
I Nyoman Rupadana, perajin perak asal Desa Celuk Kecamatan Sukawati, masih berharap perak Bali tetap eksis. Karena profesi menjadi perajin perak telah dilakukan turun-temurun di Desa Celuk. Menjadi perajin perak merupakan warisan para leluhur di desa itu. Tahun 1980-an merupakan puncak kejayaan perak Celuk. Hampir setiap rumah di Desa Celuk ada perajin perak. Bahkan setiap rumah bisa ada 4-5 perajin. Penghasilan dari membuat perhiasan perak sangat menjanjikan. Setiap bulan penghasilan yang didapat bisa lebih dari Rp 50 juta. Setiap bulan ada saja orderan ekspor yang ia terima kala itu. Bahkan, ia tidak perlu pusing memikirkan pengiriman barang ke luar negeri. Karena tamu sudah langsung menyiapkan angkutan yang menjemput barangnya ke artshop. Adanya Jalan Raya Celuk yang merupakan lalu lintas utama menuju tempat-tempat wisata, menjadi berkah kala itu. Karena ketika lewat, tamu akan mampir ke salah satu artshop yang ada di galeri tersebut. Membeli perhiasan apa saja yang disukai.
Seiring waktu berjalan, kejayaan perak itu mulai redup. Penurunan penjualan terutama ekspor mulai dirasakan sejak lima tahun terakhir. Bahkan survei dari pemerintah mencatat penurunan ekspor mencapai 60 persen lebih. Penurunan itu disebabkan beberapa hal. Krisis global, masuknya bahan baru menyamai perak yaitu alpaka, pembelian bahan baku yang dikenai PPn 10 persen membuat perak Bali tak bisa bersaing dengan produk perak luar negeri. Rupadana yang merupakan Ketua Asosiasi Perak Gianyar menuturkan, sejak masuknya alpaka, perajin membuat perhiasan dengan campuran alpaka dan perak. Sehingga dari segi kualitas, membuat citra perak Bali buruk. Ia tak sepenuhnya menyalahkan hal itu. Karena pengaruh krisis, perajin akhirnya mencampur bahan perak yang harganya lebih mahal dengan alpaka yang harganya lebih murah, agar dapat menghemat biaya bahan baku. Hal. 19 Label 925
denpasar
2
Sabtu Pon, 24 Maret 2018
figur Jalin Komunikasi KASUS bunuh diri yang dilakukan seorang pelajar yang kerap terjadi di Bali beberapa tahun terakhir ini sangat disesalkan oleh Rektor IKIP PGRI Bali, Made Suarta. Selain di sekolah, anak justru lebih banyak berada di rumah sehingga peran orangtua sangat besar. Ia berharap, orangtua juga turut mengontrol anaknya. Jalin komunikasi yang baik dengan anak agar mereka mau menyampaikan jika tengah mengalami persoalan. ‘’Kalau anak ada persoalan segera diselesaikan. Jangan sampai jadi beban pikirannya,’’ ujarnya. Menurut pria bertubuh atletis ini, orangtua yang mengetahui persoalan anaknya kemudian bingung menyelesaikannya, dapat berkomunikasi dengan sekolah. Jika hal ini terjadi, sekolah juga harus proaktif memfasilitasi orangtua dalam berkomunikasi. “Di sekolah ada guru Bimbingan Konseling. Silakan datang, sampaikan kepada guru agar anak dapat dibimbing dan diawasi,” katanya. Harapan agar kasus-kasus bunuh diri seperti yang dilakukan Kadek Agus Lebih Hiawan tidak terus terjadi, tentu saja bukan harapan berlebihan. Ia berharap semua pihak seharusnya memperhatikan masalah ini. ‘’Kebiasaan bunuh diri anak-anak muda Jepang atau Cina jangan sampai menjadi tradisi di negeri ini. Sebagai bangsa dengan dasar Pancasila dan agama yang kuat, tidak sepantasnya anak-anak muda Indonesia menjadikan bunuh diri sebagai jalan pintas menyelesaikan masalah,’’ tegasnya. (kmb)
Penyelundup Bibit Lobster Dibui 15 Bulan Denpasar (Bali Post) Terdakwa Eko Junaedi, Aman Santoso, Wahyu Bahtiyar Arifi dan Setiawan dinyatakan terbukti melakukan penyelundupan 8.250 bibit lobster. Keempat terdakwa divonis bersalah dan oleh majelis hakim pimpinan I Ketut Tirta, mereka dijatuhi hukuman masing-masing satu tahun tiga bulan (15 bulan) penjara. Dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (22/3), keempat terdakwa awalnya menjalani sidang dengan agenda tuntutan. Oleh JPU dari Kejati Bali, mereka kompak dituntut supaya majelis hakim menghukum para terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun sepuluh bulan. Di hari yang sama, majelis hakim sudah mempunyai kesimpulan. Setelah melakukan musyawarah, keempat terdakwa dihukum selama satu tahun tiga bulan penjara. Vonis itu lebih rendah tujuh bulan dari tuntutan jaksa. Dalam dakwaan sebelumnya, keempat terdakwa diadili atas dugaan penyelundupan 8.250 bibit lobster. Mereka ditangkap di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana. Saat pemeriksaan ahli, dijelaskan bahwa lobster di bawah 200 gram tidak boleh ditangkap. Penangkapan lobster harus di atas 200 gram dan itu pun harus ada izin dari pemerintah. Jika dilanggar, maka ada sanksi yang menunggu nelayan. ‘’Mereka yang punya izin boleh. Tapi itu di atas 200 gram,’’ jelas ahli Yohanes. Sementara terdakwa mengaku bahwa nantinya lobster itu hanya akan dibawa sampai Banyuwangi. Nanti di Banyuwangi akan ada orang yang mengangkut. Informasi lainnya, 8.250 benih lobster itu terdiri dari 4.200 ekor jenis pasir dan 4.050 ekor jenis mutiara yang harganya bisa mencapai ratusan juta. Terdakwa hanya mendapat upah Rp 5 juta. (kmb37)
Bali Post/eka
WISATAWAN - Sejumlah wisatawan mancanegara antre untuk naik perahu cepat di Dermaga Serangan, Denpasar. Ekonomi Bali triwulan pertama 2018 mengalami pertumbuhan sekitar 5,72-6,12 persen. Pertumbuhan tersebut didorong oleh membaiknya kondisi pariwisata Bali.
Pemilik Pabrik Narkoba Diboyong ke Jakarta Orangtua Saksi Kebingungan
Denpasar (Bali Post) Kasus pabrik narkoba jenis tembakau gorilla sepenuhnya ditangani Bareskrim Polri. Oleh karena itu, pemilik pabrik (kakak-beradik) Anak Agung Ekananda Premana (24) dan Anak Agung Krisna Andika Putra (20) dibawa ke Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (23/3) kemarin. Selain itu, dua saksi NP (23) kerabat Krisna dan seorang perempuan berinisial SR (19) yang merupakan pacar Krisna, juga diboyong ke Jakarta. Pantauan di TKP yakni Perumahan Pesona Paramitha di Jalan Tunjung Sari Blok 2 Nomor 2 Padangsambian, Denpasar Barat, terlihat sepi. Garis polisi melintang di depan pintu gerbang rumah berlantai dua tersebut. Sedangkan pintu gerbang dikunci gembok. Sekitar pukul 10.00 Wita, datang seorang pria berinisial AA. AA merupakan ayah NP yang diamankan polisi terkait kasus tersebut. Setibanya di sana, AA beberapa kali memanggil nama anaknya tetapi tidak ada jawaban. Dia mengira anaknya ada di dalam rumah tersebut. ‘’Dari tadi malam tidak bisa ditelepon. Saya mau membawakan makanan untuk dia,’’ kata AA. AA mengungkapkan, dirinya berhak tahu keberadaan anaknya, walaupun dijadikan saksi terkait kasus ini. Karena lama menunggu tetapi tidak ada tanda-tanda ada orang di dalam rumah tersebut, AA memutuskan meninggalkan
TKP dan menuju Mapolda Bali untuk menanyakan keberadaan anaknya tersebut. Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Bali Kombes Pol. M. Arief Ramdhani didampingi Kabid Humas Kombes Pol. Hengky Widjaja mengatakan, selain menggiring tersangka ke Bareskrim, tim gabungan yang beranggotakan delapan orang tersebut juga membawa barang bukti yang diamankan di TKP, kecuali mesin pencampur tembakau gorilla tersebut dan dititipkan di Mapolda. ‘’Untuk dua saksi ini, apakah nanti akan menjadi tersangka atau tidak, masih didalami lebih lanjut oleh tim Bareskrim,’’ ujarnya. Arief Ramdhani menegaskan, Tim Subdit 1 Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri masih mengembangkan kasus ini dan sudah mengetahui beberapa inisial pelaku yang diduga ada di Cina, di antaranya berinisial Dv. Juga didalami apakah yang
mengirim bahan baku ganja sintetis dari Tiongkok ke Bali itu warga negara asing atau warga Indonesia. ‘’Hasil pemeriksaan tadi malam (kemarin - red), barang ini belum sempat diedarkan karena keburu ketahuan. Kalau cerutu itu hanya sampel, nantinya tembakau gorilla tersebut dikemas seperti itu. Semua bahan baku dibeli lewat online. Kecuali kotak kertas untuk kaleng tersebut dibuat sendiri,’’ katanya. Sebelumnya, tim gabungan Mabes Polri, Bea Cukai SoekarnoHatta, Bea Cukai Ngurah Rai dan Polda Bali mengungkap pabrik tembakau gorilla di dekat Mapolresta Denpasar, tepatnya di Perumahan Pesona Paramitha di Jalan Tunjung Sari Blok 2 Nomor 2 Padangsambian, Denpasar Barat, Selasa (20/3) lalu. Barang bukti yang diamankan 30 kilogram tembakau gorilla siap edar, sekitar 150 kilogram bahan setengah jadi dan bahan kimia cair serta barang
Bali Post/kmb36
GARIS POLISI - Pabrik tembakau gorilla di Perumahan Pesona Paramitha di Jalan Tunjung Sari Blok 2 Nomor 2, Padangsambian, Denpasar Barat dipasangi garis polisi dan tampak tidak ada aktivitas, Jumat (23/3) kemarin. bukti lainnya. Sementara pelaku Anak Agung Krisna Andika Putra (20) ditangkap di Jalan Pemuda III, Denpasar Timur. Selanjutnya Krisna diajak ke rumah kontrakannya (TKP) dan ditangkap Anak Agung Ekananda Premana (24) yang merupakan kakak Krisna. Selain itu diamankan NP (23), kerabat Krisna, dan seorang perempuan berinisial SR
(19) yang merupakan pacar Krisna. Bahan baku tembakau gorilla ini dikirim dari Cina dan rencananya akan dipasarkan ke seluruh Indonesia lewat media sosial. (kmb36) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391
Triwulan I
Dana Desa di Bali Tersalurkan 19,93 Persen
Denpasar (Bali Post) – Transfer Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2018 ke daerah dan dana desa telah dialokasikan sebesar Rp 766,7 triliun. Ini lebih tinggi dari tahun 2017 yang nilainya sebesar Rp 755,9 triliun. Dana transfer itu dialokasikan untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik sebesar Rp 62,4 triliun, naik 6,9 persen dari tahun 2017 yang sekitar Rp 58,34 triliun. Sedangkan untuk dana desa dialokasikan Rp 60 triliun untuk 74.958 desa di Indonesia. Alokasi dana desa ini juga lebih tinggi Rp 58,2 triliun atau mengalami kenaikan sebesar 3,1 persen dari tahun 2017. Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali Dedi Sopandi mengatakan hal itu di sela-sela Focus Group Discussion (FGD) Penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa di Aula Gedung Keuangan Negara Denpasar I, Jumat (23/3) kemarin. Menurut Dedi Sopandi, pagu
Bali Post/kmb19
DANA DESA - Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali Dedi Sopandi berfoto bersama dengan tiga pemerintah daerah terbaik di Bali dalam pengelolaan dan penyaluran dana desa. DAK fisik dan dana desa untuk Bali di tahun 2018 sekitar Rp 1,159 triliun. Di mana DAK
fisik sekitar Rp 629,11 miliar dan dana desa Rp 530,21 miliar. Dana desa yang telah tersalur-
kan hingga 22 Maret 2018 sekitar Rp 105,68 miliar atau 19,93 persen. Dikatakan, tahun ini terdapat perubahan penyaluran dana desa dibandingkan dengan tahun 2017 yang salah satunya perubahan tahap penyaluran. Pada tahun 2017, penyaluran dibagi menjadi dua tahap sedangkan di tahun 2018 sesuai PMK 225/PMK.07/2017, penyaluran dana desa dibagi menjadi tiga tahap. Yakni tahap I sebesar 20 persen, dilaksanakan paling cepat Januari dan paling lambat pada minggu ketiga Juni. Tahap II sebesar 40 persen, pelaksanaannya paling cepat Maret, selambatnya minggu keempat Juni dan tahap III sebesar 40 persen, paling cepat dilaksanakan Juli. Dedi Sopandi menegaskan, penyaluran DAK fisik dan dana desa dari APBN ke pemerintah daerah merupakan tugas Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Sedangkan penyaluran dana dari Rekening Khas Umum Daerah (RKUD) ke
desa maupun ke pihak ketiga itu merupakan ranah pemerintah daerah. Penyatuan visi dan persepsi tugas penyaluran DAK fisik dan dana desa dilakukan KPPN lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan. Dengan penyatuan persepsi tersebut diharapkan di lapangan dapat meningkatkan dan membantu kinerja masing-masing pemerintah daerah dalam mengatasi kendala yang dihadapi terkait penyaluran DAK fisik dan dana desa. Terkait perubahan tahapan penyaluran dana desa, Kasubdit PA IV Ditjen Perbendaharaan pusat Hari Utomo memberikan pemaparan, pada tahun 2018 pemerintah menginginkan dari awal tahun desa sudah bisa berkegiatan. Sehingga ada percepatan akselerasi dari awalnya Maret diajukan ke Januari. Namun, tidak semua pemerintah daerah mencerminkan kesiapan desanya. Sedangkan untuk DAK fisik tergantung kesiapan SKPD terkait. (kmb19)
Residivis Empat Kali Beli Narkoba ke Jakarta Bali Post/kmb37
SIDANG - Empat terdakwa penyelundupan 8.250 bibit lobster saat menjalani sidang di PN Denpasar.
081 337 032 965, (0361) 819446
FM 96,5
Topik : Perubahan Kelurahan Jadi Desa Tersandung Nomor Register Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail
: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com
Denpasar (Bali Post) Hasil pengembangan kasus dua kilogram sabu-sabu (SS) oleh penyidik Ditresnarkoba Polda Bali, ternyata tersangka NY alias Ucil (29) merupakan salah satu bandar di Bali. Residivis kasus narkoba ini mengaku empat kali membeli SS ke Jakarta. Tersangka NY menyuruh ENJY (31) alias Empol dan AP alias Bondet (25) mengambil barang tersebut ke Jakarta. Barang bukti yang diamankan senilai Rp 3 miliar dengan estimasi satu gram harganya Rp 1,5 juta. ‘’Mereka (ENJY dan AP - red) dari Jakarta ke Bali naik bus sambil membawa sabu-sabu tersebut. Kedua tersangka ini mengaku dapat upah Rp 1 sampai 3 juta. Selain itu akan diberikan upah tambahan lagi kalau pengambilan sukses,’’ tegas Direktur Reserse Narkoba Polda Bali Kombes (Pol) M. Arief Ramdhani didampingi Kabid Humas Kombes Pol. Hengky Widjaja, Jumat (23/3) kemarin. Arief Ramdhani menambahkan, dengan terungkapnya kasus ini, pihaknya menyelamatkan 20 ribu warga
Bali dari pengaruh narkoba. ‘’Satu gram sabu-sabu dapat digunakan sepuluh orang. Terkait dari siapa tersangka ini mendapatkan sabu-sabu, masih kami kembangkan,’’ ujarnya. Seperti diberitakan, Tim Ditresnakoba bersama Satgas CTOC Polda Bali kembali menggagalkan penyelundupan narkoba di Bali. Dua kurir dua paket sabu-sabu (SS) masing-masing seberat 1.015 gram bruto dan 1.015 gram bruto berinisial ENJY (31) dan AP (25) ditangkap di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Selasa (20/3) lalu. Selain itu dibekuk tersangka NY (29) di Jalan By-pass Ngurah Rai, Suwung, Denpasar Selatan. Petugas melakukan penggeledahan dan diamankan dua paket SS masing-masing seberat 1.015 gram bruto. (kmb36) NARKOBA - Polisi menggelar para tersangka dan barang bukti narkoba di Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali, Jumat (23/3) kemarin.
Sabtu Pon, 24 Maret 2018
BADUNG
3
Buka 24 Jam
Swalayan Belum Kantongi Izin Mangupura (Bali Post) – Operasional 24 jam yang diberlakukan sejumlah pusat perbelanjaan atau toko swalayan di Kabupaten Badung, ternyata tanpa seizin pemerintah setempat. Sebab, hingga kini belum ada pengusaha yang mengajukan permohonan buka usaha selama 24 jam ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Badung, sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Badung Nomor 62 Tahun 2017. Perbub terkait pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2017 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan itu telah mengatur secara jelas mengenai keberadaan, termasuk pembatasan toko swalayan dan jam operasionalnya. Izin operasional 24 jam ini berbeda dengan Izin Usaha Toko Swalayan (IUTS) yang juga wajib dimiliki toko modern. Dikonfirmasi Jumat (23/3) kemarin, Kepala DPMPTSP Badung Agus Aryawan membenarkan belum ada pengusaha yang mangajukan izin operasional 24 jam. Padahal, jika toko swalayan beroperasi 24 jam wajib mengajukan izin terlebih dulu. “Ya, harus ada izin dulu. Tapi, hingga kini belum ada izin operasional (24 jam - red) yang masuk ke kami. Aturannya, pusat perbelanjaan atau swalayan dibatasi buka hingga pukul 22.00 Wita, kecuali Sabtu dan Minggu hingga pukul 23.00 Wita. Jadi, untuk buka melampaui itu harus memiliki izin khusus,” ujarnya. Menurut Agus Aryawan, instansi yang berwenang menindaklanjuti Perbub Nomor 3 Tahun 2017 itu adalah Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) selaku penegak Perda. Sesuai Perbup yang ditanda tangani 4 Desember 2017 oleh Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, melarang operasional toko swalayan selama 24 jam, kecuali minimarket setelah mendapat izin. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Satpol PP Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara mengaku telah merencanakan pembinaan terhadap pengusaha yang membuka usahanya 24 jam. “Kami bersama Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan telah melakukan pembahasan mengenai pembinaan terhadap usaha, khususnya swalayan yang buka salama 24 jam,” katanya. Setelah melakukan penertiban di lapangan, kata Agus Aryawan, para pengusaha akan diberikan batas waktu untuk melengkapi izin. Jika dalam waktu yang ditentukan tidak mengurus izin, maka pihaknya akan memberikan peringatan I, II dan III. “Jika tidak juga mengurus izin, maka Tim Yustisi akan begerak untuk mengambil tindakan. Apakah disegel atau ditutup,” tegasnya. Dalam Perbub Nomor 62 Tahun 2017 Bab III Pasal 3 ayat 1 tertuang jam kerja toko swalayan kecuali minimarket ditetapkan sebagai berikut. Hari Senin sampai dengan Jumat, mulai pukul 10.00 Wita sampai dengan 22.00 Wita. Sabtu dan Minggu mulai pukul 10.00 Wita sampai dengan 23.00 Wita. Hari besar keagamaan dan libur nasional toko swalayan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat beroperasi sampai pukul 24.00 Wita atas seizin bupati. Dikecualikan untuk mini market sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat beroperasi 24 jam atas seizin bupati. Persyaratan izin operasi sebagai mana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) diajukan kepada bupati melalui perangkat daerah yang menyelenggarakan urusan pemerintahan bidang perizinan. Seperti diberitakan sebelumnya, kuota toko swalayan dibatasi pada setiap kecamatan, seperti Kecamatan Kuta Selatan jumlah toko swalayan 400, terdiri dari toko berjejaring 120 toko dan toko nonberjejaring 280 toko. Kecamatan Kuta sebanyak 389 toko, terdiri dari toko berjejaring 116 toko dan toko nonberjejaring 273 toko. Kecamatan Kuta Utara sebanyak 408 toko, terdiri dari 122 toko berjejaring dan 286 toko nonberjejaring. Kecamatan Mengwi sebanyak 264 toko, terdiri dari 78 toko berjejaring dan 186 toko nonberjejaring. Kecamatan Abiansemal sebanyak 222 toko, terdiri dari 71 toko berjejaring dan 151 nonberjejaring dan Kecamatan Petang sebanyak 77 toko, terdiri dari 21 toko berjejaring dan 56 toko nonberjejaring. (kmb27)
Sasar Turis Swedia
Penjambret Dihajar Massa Mangupura (Bali Post) Warga dibuat geram akibat ulah komplotan penjambret yang kerap beraksi di wilayah Canggu, Kuta Utara, Badung. Kamis (22/3) pukul 21.30 Wita, komplotan jambret menyasar turis asal Swedia, Lina Hellmen (21), di Jalan Pantai Batu Bolong, Canggu. Namun warga dan polisi berhasil menangkap pelaku yaitu Oktori Dimas Pratama (22) dan Gede Wahyu Arianta (21). Warga yang geram langsung menghajar pelaku. Dikonfirmasi Jumat (23/3) kemarin, Kanitreskrim Polsek Kuta Utara Iptu Putu Ika Prabawa mengatakan, awalnya korban selesai makan malam di Restoran Matta, lalu naik sepeda mtor menuju ke Vila Lebak di Jalan Raya Pantai Batu Bolong. Tiba-tiba dari arah belakang datang pelaku mengendarai sepeda motor Suzuki Satria dan Oktori langsung menarik tas korban. Akibat perbuatan pelaku, korban jatuh. Pelaku langsung kabur membawa tas berisi laptop dan uang milik korban. “Setelah kejadian, masyarakat yang berada di TKP menghubungi penjagaan Polsek Kuta Utara dan menginformasikan pelaku jambret meninggalkan sepeda motor DK 6705 VV di pinggir sawah wilayah Padang Linjong,” tegasnya. Setelah menerima laporan itu, tim operasional Polsek Kuta Utara bergerak ke sana dan mencari pelaku bersama-sama masyarakat Canggu untuk melakukan pengejaran dan penyisiran. Selain itu, warga menutup beberapa titik ruas jalan hingga pada akhirnya berhasil mengamankan tersangka Oktori di sebelah utara Pura Puseh Pipitan. Sedangkan Wahyu (joki) berhasil diamankan saat sembunyi di dekat Chill House di Jalan Kubu Manyar, Canggu. “Pelaku sudah diamankan di Polsek Kuta Utara dan kasus sedang kami dalami,” kata Ika Prabawa. (kmb36)
Bali Post/ist
MENGAMANKAN - Polisi mengamankan dua penjambret usai beraksi di Jalan Pantai Batu Bolong, Canggu.
Bali Post/kmb23
KAMPANYE - Bandara I Gusti Ngurah Rai akan menjadi pusat pelaksanaan kampanye “Switch off Earth Hour 2018” pada Sabtu (24/3) hari ini mulai pukul 20.30 Wita.
Angkasa Pura I Dukung Kampanye ”Switch off Earth Hour 2018” Serentak Dilaksanakan di 13 Bandara
perubahan iklim melalui penghematan energi. Menurut Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I (Persero) Devy W.A. Suradji, pada penyelenggaraan tahun ini Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menjadi pusat pelaksanaan switch off pada Sabtu (24/3) hari ini mulai pukul 20.30 Wita.
“Kampanye Switch off Earth Hour 2018 kami laksanakan secara serentak di 13 bandara yang kami kelola. Ini sebagai salah satu komitmen dan kepedulian Angkasa Pura I untuk mengurangi pemanasan global, perubahan iklim serta mewujudkan lingkungan hidup yang lebih baik seperti yang dicanangkan oleh WWF,” ujar
Devy W.A. Suradji, Jumat (23/3) kemarin. Menurut Devy W.A. Suradji, pemadaman lampu dan listrik dilakukan selama satu jam pada pukul 20.30-21.30 Wita di beberapa titik di bandara seperti board name bandara, perkantoran serta beberapa tempat. “Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak akan mengganggu aktivitas
operasi dan pelayanan di bandara kami,” tambahnya. Guna mendukung suksesnya pelaksanaan program Earth Hour 2018, PT Angkasa Pura I (Persero) melaksanakan berbagai kegiatan lingkungan hidup yang melibatkan masyarakat, komunitas bandara dan karyawan di 13 bandara yang dikelola. (kmb23)
Mangupura (Bali Post) – Perubahan status dari kelurahan menjadi desa di Kabupaten Badung hingga Jumat (23/3) kemarin belum membuahkan hasil. Pasalnya, kepastian akan status desa yang diperkirakan keluar tanggal 20 Maret lalu, masih memerlukan kajian lebih lanjut sebelum nomor register dikeluarkan.
katanya. Sridana mengatakan, pihak Dinas PMD Provinsi Bali akan melakukan pembahasan lebih lanjut mengenai usulan tersebut. Sambil menunggu nomor register selesai, Pemkab Badung akan mematangkan persiapan segala sesuatu yang menjadi persyaratan perubahan tersebut. “Segera akan ada jawaban. Dari pihak Pemprov Bali menyampaikan sampai akhir Maret,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, kelurahan yang diusulkan berubah jadi desa me-
liputi Kelurahan Abianbase, Kelurahan Kapal, Kelurahan Lukluk, Kelurahan Sempidi, Kelurahan Sading, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kelurahan Kerobokan, Kelurahan Kerobokan Kaja, Kelurahan Kedonganan, Kelurahan Tuban, Kelurahan Kuta, Kelurahan Legian, Kelurahan Seminyak, Kelurahan Benoa, Kelurahan Tanjung Benoa dan Kelurahan Jimbaran. Sesuai dengan Permen Nomor 1 Tahun 2017, bahwa 20 hari setelah persyaratan tersebut di Provinsi pasti akan mendapat nomor register. (kmb27)
Mangupura (Bali Post) PT Angkasa Pura I (Persero) mendukung kampanye global Switch off Earth Hour 2018 yang diinisiasi oleh organisasi lingkungan hidup dunia World Wildlife Fund (WWF) serentak di 13 bandara yang dikelola. Kegiatan ini sebagai komitmen dalam mengurangi pemanasan global dan dampak
Perubahan Kelurahan Jadi Desa Tersandung Nomor Register
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Badung I Putu Gede Sridana membenarkan hal itu saat dikonfirmasi, Jumat (23/3) kemarin. Birokrat asal Denpasar ini mengaku telah menerima jawaban dari pihak Pemprov Bali, dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) setempat terkait usulan Ranperda Perubahan Kelurahan
Menjadi Desa. “Kamis (22/3), Kepala PMD Provinsi Bali datang ke Pemkab Badung dan diterima Bapak Wakil Bupati dan Sekda, sebagai bentuk respons usulan Ranperda Perubahan Kelurahan Menjadi Desa. Hasilnya memang ada beberapa hal yang perlu penyatuan persepsi,” ujarnya. Menurut Sridana, pihak Dinas PMD Provinsi Bali
telah membahas usulan tersebut dengan tim ahli yang terdiri dari akademisi dan instansi terkait. “Kami juga mengajukan usulan itu berdasarkan kajian ilmiah dari akademisi. Untuk menyatukan persepsi itu, dari pihak Pemprov perlu tambahan informasi. Sekarang tambahan informasi telah diberikan, sekarang tinggal menunggu jawaban,”
Penanggulangan Bencana Bersifat Kompleks Mangupura (Bali Post) Penanggulangan bencana merupakan kegiatan yang bersifat kompleks, karena dampaknya sangat luar biasa. Dari fakta dan data, kejadian bencana dari tahun ke tahun cukup tinggi. Selama tahun 2016 sebanyak 561 orang meninggal dunia akibat bencana. Sedangkan tahun 2017 tercatat sebanyak 377 orang yang meningal dunia. Dari data tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rapangilei mengatakan, jumlah korban akibat bencana memang turun secara signifikan. Namun jumlah bencananya relatif tetap dan cenderung meningkat ke depan. Menurut Willem Rapangilei, tantangan ke depan akan semakin meningkat, karena akan terus ada potensi baru bencana. Seperti yang sudah terjadi, titik bencana untuk gempa tahun 2010 tercatat sebanyak 185. Kemudian pada tahun 2017 mengalami peningkatan menjadi 295. “Titik bencana gempa peningkatannya sangat drastis,” katanya di sela-sela kegiatan sosialisasi Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) di Nusa Dua, Jumat (23/3) kemarin. Selain bencana, kata Willem Rapangilei, adanya perubahan iklim juga sangat dirasakan. Tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Indonesia, tapi juga masyarakat dunia. Selain itu, ditambah lagi terjadinya degradasi lingkungan sehingga banyak hal-hal lain yang menyebabkan ke depan penanggulangan bencana perlu dilakukan dengan serius, secara konsepsional dan diikuti oleh semua masyarakat karena kompleksnya dampak dari bencana, termasuk penanganannya yang multidimensi. “Tidak Mungkin hanya pemerintah sendiri yang melakukan upaya penanggulangan bencana. Penanggulangan bencana menjadi urusan bersama,” tegasnya. Willem Rapangilei menambahkan, Indonesia merupakan negara yang rawan bencana. Oleh karena itu, pihaknya menginisiasi Hari Kesiapsiagaan Bencana untuk membangun awareness
atau kesadaran dari intuisi masyarakat dalam menghadapi bencana. Tujuan dari peringatan ini adalah membangun kapasitas dan kapabilitas mulai dari individu, kelompok masyarakat, pemerintah dan semua pihak bahkan stakeholder yang ada. “Dengan harapan, kita semua selamat dari bencana,” ujarnya. Menurut Willem Rapangilei, Bali dipilih sebagai pusat sosialisasi ini karena Bali memiliki potensi pariwisata yang sangat tinggi dengan penduduk yang sangat padat. Selain itu, Bali juga termasuk provinsi yang rawan terhadap bencana. Kegiatan seperti ini juga untuk mengkomunikasikan kepada masyarakat dan dunia, bahwa Bali itu aman. Seperti diketahui, Oktober mendatang akan diadakan pertemuan IMF World Bank di Bali. Dalam hal ini harus bisa menciptakan rasa aman dan nyaman dalam penyelenggaraan IMF nanti. Dari aspek keamanan yang diakibatkan ulah manusia akan ditangani oleh TNI dan Polri. Sedangkan khusus untuk bencana akan dilakukan oleh BNPB, BPBD dan segenap masyarakat. Skenario ancaman bencana yang paling mungkin terjadi saat itu, pertama adalah erupsi Gunung dan kedua gempa dan tsunami. Dua skenario itu yang akan dipertimbangkan. Apabila itu nanti terjadi dan langkah apa yang harus dilakukan. Oleh karena itu, dari panitia IMF meminta agar ada emergency plan dan evacuation plan yang jelas. Hal itulah nanti yang akan diujicobakan pada pelaksanaan HKB tanggal 26 April mendatang. “Prinsipnya, bagaimana mewujudkan rasa aman dan rasa nyaman bagi seluruh masyarakat di Bali, khususnya untuk para tamu peserta kegiatan IMF World Bank,” tegas Willem Rapangilei. (kmb23) JALUR EVAKUASI - Kepala BNPB Willem Rapangilei (tengah) saat memasang rambu jalur evakuasi di sela-sela sosialisasi Hari Kesiapsiagaan Bencana di Nusa Dua, Jumat (23/3) kemarin.
info seremonial
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
FE Unmas Cetak Sejarah Terbanyak Lepas Sarjana Prodi Manajemen Raih Akreditasi A
YUDISIUM - Dekan FE Unmas Dr. Kepra Marini, S.E., M.M. dan wakil dekan serta kaprodi bersama lulusan terbaik saat meyudisium 867 sarjana. FAKULTAS Ekonomi Universitas Mahasaraswati (FE Unmas) mencatat sejarah baru yakni untuk kali pertama melepas sarjana terbanyak selama ini. Jumat (23/3) kemarin, Dekan Dr. Putu Kepra Marini, S.E., M.M. meyudisium 867 orang Sarjana Ekonomi. Ketua Panitia Ni Nyoman Ayu Suryandari, S.E., M.Si., AK., CA. menjelaskan, dari jumlah itu 449 orang dari Prodi Manajemen dan 418 orang dari Prodi Akuntansi. Pelepasan dibagi dua sesi yakni pagi dan sore hari. Saat itu juga diteken kerja sama FE Unmas dengan Desa Guwang, Desa Adat Guwang, Gianyar, dan BKS LPD Kota Denpasar. Menurut Putu Kepra Marini, sarjana yang dilepas adalah lulusan yang mampu bersaing di tengahtengah era Masyarakat Ekonomi ASEAN. Selain itu, sebagai SDM berkarakter yang dapat mengaplikasikan ilmu dengan tetap memegang teguh kejujuran dan etika yang baik. Ini sesuai visi FE Unmas
menjadi lembaga pendidikan tinggi yang mampu menghasilkan SDM di bidang ekonomi yang bermutu, berbudaya serta berdaya saing di tingkat nasional dan global. Yang membanggakan, kini Prodi Manajemen sesuai SK BAN PT Nomor 3749/SK/BAN-PT/Akred/ S/X/2017 dinyatakan meraih akreditasi A, sedangkan Prodi Akuntansi terakreditasi B. Untuk itu, ia mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas kepercayaan yang telah diberikan yang tercermin dari besarnya animo masyarakat untuk mempercayakan pendidikan keluarganya di FE Unmas Denpasar. Dekan Dr. Putu Kepra Marini didampingi Wakil Dekan (WD) I Dr. I Nengah Landra, S.E., M.M., WD II A.A. Dwi Widyani, S.E., M.M. dan WD III Dr. Luh Kadek Budi Martini, S.E., M.M. juga menyerahkan penghargaan bagi lulusan terbaik. Lulusan terbaik Prodi Manajemen diraih Ni Kadek Nonik Rasminingsih (3,87) dan Prodi Akuntansi direbut Ni Kadek Indri (3,90).
Putu Kepra Marini juga memaparkan kemajuan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Di antaranya selama empat tahun ini telah membekali para calon wisudawan dengan hardskill dan softskill. Untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dilaksanakan pelatihan perpajakan, investasi, PKM dan seminar. Selain itu, menyelenggarakan company visit mengunjungi perusahaanperusahaan besar di luar Bali. FE Unmas menumbuhkan jiwa wirausaha mahasiswa dengan melaksanakan business day setiap tahun. Lewat Inkubator Bisnis yang diterapkan secara konsekuen menjadikan lulusan berperan ganda yakni siap bekerja dan berwirausaha mandiri. Ini yang membuat lulusannya tidak hanya menjadi job seeker tetapi juga akan menjadi job creator. Di samping itu melaksanakan pertukaran mahasiswa ke universitas di luar negeri. Program ini berdampak pada peningkatan prestasi mahasiswa FE Unmas. Di antaranya juara harapan lomba StockLab IDX se-Bali, tim PKM Unmas (FE) menuju Pimnas di Makassar, memenangkan dua hibah Dikti di bidang PKM, sebagai finalis LKTI pada Forum Mahasiswa Bidik Misi dan meraih medali emas silat pra-SEA Games. Tidak hanya kepada mahasiswa, FE Unmas juga memiliki komitmen yang tinggi untuk selalu meningkatkan kualitas SDM. Saat ini FE Unmas mempunyai seorang guru besar dan puluhan dosen berkualifikasi doktor. FE Unmas menyiapkan beasiswa doktor kepada dosennya serta memberikan subsidi untuk mengikuti kegiatan ilmiah baik nasional maupun internasional. Di luar itu, secara terus-menerus memperbaiki sarana-prasarana, pelayanan dan proses pembelajaran. (ad1025)
Sarasehan Nasional LPD Se-Bali di Unhi Denpasar
LPD Dikuatkan sebagai Lembaga Keuangan Masyarakat Bali
UNIVERSITAS Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar menggelar Sarasehan Nasional Lembaga Perkreditan Desa (LPD) se-Bali di kampus setempat, Jumat (23/3) kemarin. Sarasehan diikuti LPD se-Bali, dosen dan mahasiswa Fakultas Ekonomi dari perguruan tinggi se-Bali serta praktisi ekonomi. Hadir empat narasumber yakni Prof. Dr. I Wayan Ramantha, S.E., M.M., Ak., CPA., Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M.Si., Drs. Viraguna Bagoes Oka, MBA. dan Ida Bagus Gede Adhitya. ‘’Tujuan kami menggelar sarasehan ini karena LPD perlu dikuatkan dalam rangka kebertahanannya dengan diberlakukannya revolusi industri pada masa yang akan datang. LPD penting karena keberadaannya sebagai salah satu lembaga keuangan masyarakat Bali yang secara langsung mampu memberikan kontribusi kepada masyarakat,’’ ujar Ketua Panitia Sarasehan I Kadek Satria, S.Ag., M.Pd.H. Satria menambahkan, LPD yang ada di setiap desa pakraman paling mengetahui kondisi masyarakat Bali, termasuk kultur, tradisi dan upacara atau ritual keagamaan yang selama ini banyak dibantu oleh LPD. Di sisi lain, LPD lahir atas pemikiran Prof. Ida Bagus Mantra (alm) yang juga menggagas Unhi Denpasar, ISI Denpasar, Art Center dan Fakultas Sastra Universitas Udayana. ‘’Jangan sampai yang manyama (bersaudara) ini tidak bekerja bersama. Unhi punya prodi-prodi, jadi LPD-LPD yang ada ayo kuliah di Unhi,’’ jelas Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unhi Denpasar ini. Menurut Satria, Unhi saat ini juga menjalin kerja sama dengan Badan Kerja Sama (BKS) LPD. Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S.
BUKA - Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. memukul gong sebagai tanda dibukanya Sarasehan Nasional LPD se-Bali di Unhi Denpasar. berharap sarasehan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas SDM LPD sesuai tuntutan revolusi industri generasi keempat. Artinya, LPD juga dituntut memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dalam tata kelola keuangannya. Untuk itulah, narasumber yang dihadirkan tidak saja praktisi di bidang ekonomi dan LPD, tetapi juga ahli di bidang IT. ‘’Saat ini LPD ditinjau dari penerapan IT memang agak ketinggalan dengan lembaga keuangan lain seperti bank. Tetapi ke depannya dengan perpaduan antara nilai budaya agama Hindu dan IT, saya kira LPD segera bisa setara dalam IT dengan lembaga keuangan yang lain,’’ ungkapnya. Disebutkannya, Unhi sebagai satu-satunya universitas yang berbasis agama dan kebudayaan Hindu ingin memasukkan nilai-nilai tersebut ke dalam bidang ekonomi. Pihaknya akan mendesain ulang kurikulum dengan menangkap pokok-pokok pikiran yang muncul
dalam sarasehan, terutama mengenai apa yang sebenarnya diperlukan dalam tata kelola keuangan LPD. ‘’Kami akan coba padukan dengan konsep-konsep ekonomi apa yang ada dalam agama dan kebudayaan Hindu. Kami akan undang lagi para pakar di bidang ekonomi, agama dan IT dalam meredesain kurikulum. Kami juga akan mengusulkan Magister Manajemen di Unhi,’’ terangnya. Sementara itu, Ketua BKS LPD Provinsi Bali Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M.Si. mengatakan, sarasehan yang sejalan dengan program BKS LPD ini menyinergikan kekuatan ekonomi LPD dan kekuatan pendidikan Unhi untuk meningkatkan SDM Bali dalam upaya mengajegkan Bali. ‘’Kekuatan LPD dalam perkembangannya sudah sangat didukung oleh krama Bali. Aset per Desember 2017 Rp 18,6 triliun luar biasa. Mari kita di masingmasing bidang mengajegkan Bali,’’ paparnya. (ad1021)
Nelayan Banyuwangi Dikunjungi Wantimpres Banyuwangi (Bali Post) Wilayah Banyuwangi yang banyak memiliki nelayan mendapat perhatian pemerintah pusat. Sekretaris Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) I G.K. Manila melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi. Kedatangannya untuk mengetahui lebih dekat kehidupan para nelayan di Bumi Blambangan, selanjutnya dijadikan bahan pengambilan kebijakan pemerintah pusat. ‘’Kami ingin mengetahui secara langsung bagaimana kondisi nelayan di Banyuwangi. Bagaimana dampak kebijakan yang telah diambil oleh pemerintah bagi kesejahteraan nelayan dan apa-apa yang diperlukan bagi mereka,’’ ungkap Manila saat diterima Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Kamis (22/3) malam. Watimpres juga mengunjungi tiga tempat lainnya terkait pengkajian sektor perikanan yakni Sulawesi Utara, Belitung dan Natuna. Kesejahteraan nelayan menjadi fokus kajian dalam kun-
jungannya ke beberqpa lokasi. ‘’Selama ini apakah cukup penghasilan mereka (nelayan) untuk membiayai kebutuhan hidup, membayar pendidikan anak, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya,’’ ujarnya. Hasil kajiannya tersebut nantinya akan dilaporkan kepada presiden untuk dijadikan bahan mengambil kebijakan bagi nelayan. Manila menambahkan, pihaknya sengaja mengunjungi Banyuwangi sebab memiliki potensi perikanan yang cukup besar. Selain itu, banyak kebijakan Banyuwangi, termasuk di bidang perikanan yang dinilai cukup inovatif. ‘’Kami pantau Banyuwangi sekarang jauh lebih berkembang dibanding beberapa tahun silam. Ini tentu menjadi catatan kami untuk bisa menggali inovasi yang telah dilakukan Banyuwangi,’’ jelas Jenderal (Purn) TNI asal Bali ini. Sementara itu, Bupati Anas menyampaikan, selama ini Banyuwangi telah mengeluar-
kan kebijakan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan bagi nelayan. Salah satunya mengupayakan nilai tambah dari hasil tangkapan. Di Muncar telah dibangun pasar ikan menjadi pusat jual beli hasil laut, sehingga nelayan bisa langsung menjual hasil ikannya kepada pembeli, ketimbang kepada tengkulak yang dihargai lebih murah. Selain itu, pihaknya mendorong datangnya pengunjung ke pasar ikan dengan meningkatkan kenyamanan pasar. ‘’Orang malas beli ikan langsung ke nelayan karena tempatnya tidak nyaman. Pasarnya bau, becek dan lain-lain. Hal ini kami ubah. Kami gelar Banyuwangi Festival di Muncar untuk mendorong kebersihan pasar sekaligus mempromosikannya kepada masyarakat agar mau berkunjung dan berbelanja langsung kepada nelayan,’’ papar Anas. Kebijakan lainnya mendorong efesiensi nelayan, seperti mengganti bahan bakar solar ke has dan menyalurkan asuransi nelayan. (kmb30)
Sabtu Pon, 24 Maret 2018
Gubernur Pastika Minta BNN Optimalkan Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
TERIMA BNN – Gubernur Bali Made Mangku Pastika (empat dari kiri) menerima Kepala BNN Pusat Heru Winarko di ruang kerjanya, Jumat (23/3) kemarin. GUBERNUR Bali Made Mangku Pastika meminta Badan Narkotika Nasional (BNN) mengoptimalkan upaya pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba di samping upaya lainnya seperti penindakan dan rehabilitasi yang terus diintensifkan. Harapan tersebut disampaikan Gubernur Pastika saat menerima Kepala BNN Pusat Heru Winarko di ruang kerjanya, Jumat (23/3) kemarin. Lebih jauh Pastika menyampaikan bahwasannya pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba harus dilakukan secara masif dan melibatkan peran segenap unsur ma-
syarakat termasuk di dalamnya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) serta partisipasi CSR. Di samping upaya pencegahan, rehabilitasi terhadap para pengguna narkoba perlu terus diintensifkan. ‘’Jika memungkinkan di Bali agar dibangun pusat rehabilitasi. Saya sudah bertemu dengan Universitas Shanghai, Cina, untuk pengembangan pengobatan tradisional bagi pengguna narkoba. Penindakan tetap jalan, pencegahan dan rehabilitasi juga harus jalan terus,’’ ujarnya. Gubernur Pastika yang didampingi Penjabat Sekda Provinsi Bali Ida Bagus Ngurah Ardha dan Kepala
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Bali Dewa Putu Mantera juga meminta agar BNN terus meningkatkan kinerjanya mengingat tantangan ke depan yang semakin kompleks dan sulit serta bersikap tegas terhadap setiap tindakan penyalahgunaan narkoba. ‘’Sekarang sudah beredar hampir 71 jenis narkoba. Tantangan ke depan semakin sulit dan kompleks. Untuk itu kita harus terus percanggih sistem dan tingkatkan sinergi yang ada. Kita selamatkan generasi muda dari bahaya narkoba,’’ tuturnya. Sementara itu, Kepala BNN Heru Winarko menyampaikan bahwa pihaknya terus meningkatkan kerja sama dengan semua pihak khususnya dalam upaya pencegahan serta pemberantasan penyalahgunaan narkoba. Di samping membangun sistem yang canggih, upaya penyuluhan terkait bahaya narkoba di tengah masyarakat serta keterlibatan desa adat dalam upaya pencegahan narkoba juga terus diintensifkan. ‘’Sistem di lembaga kemasyarakatan pun rencananya kita perbaiki sehingga tidak ada lagi kesan bahwa lapas sebagai tempat perdagangan narkoba,’’ jelasnya. Pihaknya menyambut baik keinginan Pemprov Bali untuk membangun pusat rehabilitasi bagi para pengguna narkoba. BNN siap mendukung upaya tersebut. (ad1027)
Peluang Berbisnis Mahasiswa STPBI Dalam Industri Pariwisata seperti Bukaloka
JUMAT (23/3) kemarin, salah satu program unggulan Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) yaitu Diploma 4 Manajemen Pariwisata (D-4 MKP) mengundang seorang CEO (Chief Executive Officer) Aditya Sentana dari Bukaloka. Bukaloka merupakan layanan sebuah platform yang mengintegrasikan marketplace dengan layanan pembuatan situs toko online untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). ‘’Langkah UMKM/penjual memiliki sebuah toko online untuk bisnis sendiri itu sangat tepat. Karena mau sampai kapan jualan numpang dan nebeng terus di sosial media atau di dalam situs jual beli dan sejenisnya. Di samping itu, saat ini sudah banyak penyedia jasa untuk bisa membuat website atau toko online instan yang keren dan profesional dilengkapi fitur ini itu yang lengkap dan canggih. Namun, masalahnya, ketika sudah memiliki website toko online yang profesional untuk bisnis sendiri, UMKM atau penjual akan dihadapkan dengan sulitnya cara melakukan internet marketing, content marketing atau yang lebih teknis lagi sejenis SEO untuk membuat toko online-mu ramai pengunjung dan para pengunjung tersebut melakukan transaksi di dalam toko online,’’ ujarnya. Maka dari itu melalui Bukaloka, penjual dapat membuat situs toko online yang bisa menggunakan nama domainnya sendiri. ‘’Toko online nantinya akan terintegrasi dengan situs marketplace Bukaloka dalam urusan pengelolaan produk, metode pembayaran, order dan logistik. Pelaku UMKM dapat menjangkau pelanggan yang lebih luas dengan menjual produknya lewat marketplace Bukaloka. Mereka juga dibantu untuk membuat toko online sendiri agar dapat berjualan secara mandiri. Dengan tujuan tersebut, Bukaloka mengharuskan para pelaku UMKM untuk membuat sendiri situs toko
PELUANG BISNIS - CEO Bukaloka Aditya Sentana (kanan) diundang oleh mahasiswa D-4 Manajemen Pariwisata STPBI untuk berbicara seputar peluang berbinis dalam industri pariwisata. online melalui platform yang telah disediakan. Kita bisa menemukan kategori produk yang cukup beragam di marketplace ini. Mulai perlengkapan bayi, elektronik, kerajinan tangan sampai otomotif pun bisa ditemukan di sini. Selain itu, ada kategori khusus oleh-oleh khas Bali,’’ ungkap Aditya Sentana. Saat ini mereka masih fokus dalam menggarap pasar Bali dikarenakan kemudahan pariwisata. Karena itu, Aditya dan timya rutin mengadakan sejumlah kegiatan sebagai cara untuk melakukan branding. Di antaranya dengan melakukan sosialisasi dan roadshow ke beberapa kota dan kabupaten di Bali. Salah satunya Kabupaten Gianyar yang dinilai memiliki potensi cukup besar di sektor UMKM. Bukaloka mendapatkan pendanaan tahap awal (seed funding) dari Stikom Bali. Besaran pendanaan tidak disebutkan. Aditya menceritakan
awal mula mendapatkan pendanaan tersebut. Saat itu ia diundang untuk mengisi salah satu acara di Stikom Bali yang berhubungan dengan start-up. Seusai acara, ia sedikit berdiskusi dengan pihak Stikom tentang kesulitannya mencari investor yang mau mendanai Bukaloka di Bali. ‘’Singkat cerita, saya dikenalkan dengan yayasan yang menaungi Stikom. Kebetulan pembina yayasan yang menaungi Stikom adalah tokoh seni dan budaya di Bali, Prof. Made Bandem. Saya pitching dan ternyata semua pihak tertarik dengan Bukaloka,’’ tambah Aditya Sentana. Dalam acara industrial day di atas mahasiswa STPBI sangat antusias menyimak melalui berbagai pertanyaan yang dilontarkan kepada Aditya Sentana. Ini membuktikan mahasiswa STPBI ada ketertarikan terhadap materi yang disampaikan apalagi yang menyangkut masalah pemasaran pariwisata sendiri. (ad1026)
Peringati Serangan Umum Kota Denpasar
Pemkot Gelar Parade Baleganjur, Tabur Bunga, dan Paduan Suara
SERANGAN Umum Kota Denpasar kembali diperingati Pemerintah Kota Denpasar dengan berbagai gelaran acara. Peringatan ini tentu tak terlepas dari sejarah peristiwa Serangan Umum Kota Denpasar pada 11 April 1946 dengan tokoh sentral pahlawan pejuang Denpasar yang terlibat saat itu adalah Ida Bagus Japa. Semangat ketokohan pahlawan Serangan Umum Kota Denpasar menjadi kegiatan rutin tahunan yang digelar Pemkot Denpasar. ‘’Pemkot kembali memperingati Serangan Umum Kota Denpasar yang jatuh setiap tanggal 11 April,’’ ujar Kepala Bagian Kesra Setda Kota Denpasar Raka Purwantara saat memimpin rapat persiapan di Kantor Wali Kota Denpasar, Jumat (23/3) kemarin. Hadir dalam rapat tersebut Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Denpasar Djero Wilaja dan OPD terkait di lingkungan Pemkot Denpasar. Kegiatan akan diawali 11 April mendatang dengan ziarah dan tabur bunga di Taman Pancakatirta, Tabanan, melibatkan LVRI Denpasar dan Pemuda Panca Marga Kota Denpasar, dilanjutkan tirtayatra. Pada 12 April akan dilaksanakan pemberiaan penghargaan kepada empat orang veteran pejuang Serangan Umum Kota Denpasar di antaranya I Nyoman Dana dan I Ketut Rena. ‘’Kegiatan ini juga akan berlanjut pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional pada tanggal 20
Bali Post/ara
Raka Purwantara
Mei,’’ katanya. Kegiatan parade baleganjur juga akan digelar kembali seperti tahuntahun sebelumnya yang berlangsung selama dua hari pada 11-12 Mei melibatkan 20 sekaa dari masingmasing kecamatan. Parade baleganjur mengambil start di utara Kantor Wali Kota Denpasar, dilanjutkan melakukan atraksi di panggung selatan Lapangan Puputan Badung atau I Gusti Ngurah Made Agung. Pada hari yang sama Pemkot Denpasar kembali memberikan penghargaan kepada lima orang ahli waris korban Serangan Umum Kota Denpasar. Kegiatan ini akan dilanjutkan kembali pada 13 Mei dalam semangat memperingati Hari Kebangkitan Nasional dengan gelaran lomba paduan suara yang diikuti 16
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
peserta tingkat SMP dan pementasan hiburan rakyat. Apel bendera Hari Kebangkitan Nasional digelar pada 20 Mei 2018. ‘’Semua pergelaran peringatan Serangan Umum Kota Denpasar dengan puncak kegiatan pada Hari Kebangkitan Nasional,’’ jelasnya. Raka Purwantara menambahkan, nilai-nilai perjuangan yang dilakukan para veteran pejuang Serangan Umum Denpasar dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari serta bisa dijadikan inspirasi oleh generasi muda untuk mengisi pembangunan ini. Ketua LVRI Kota Denpasar Djero Wilaja mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Denpasar yang telah berkesinambungan memperingati Serangan Umum Kota Denpasar. Dalam peringatan ini Pemkot Denpasar juga memberikan sebuah penghargaan kepada veteran pejuang dan ahli waris korban Serangan Umum Kota Denpasar. Para veteran terus dilibatkan dalam kegiatan ini sebagai momentum yang sangat tepat untuk saling bertukar pikiran dan memberikan dukungan semangat kepada masyarakat dan Pemerintah Kota Denpasar dalam menyongsong pembangunan. ‘’Semoga apa yang menjadi harapan dalam pembangunan Denpasar dapat tercapai dan semangat para pejuang Serangan Umum Kota Denpasar bisa menginspirasi insan muda serta masyarakat Denpasar,’’ tandasnya. (ara)
Sabtu Pon, 24 Maret 2018
Atasi Fluktuasi Harga Cabai
Bali Bentuk 44 Gapoktan Denpasar (Bali Post) Mengantisipasi harga cabai yang selalu naik di awal tahun, sejak 2017 Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali telah membentuk 22 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) cabai beranggotakan ibu rumah tangga. Tahun 2018 akan dibentuk lagi 44 gapoktan dengan anggaran masing-masing Rp 50 juta. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Mardiana, M.M. mengatakan, harga cabai berfluktuasi karena terkait dengan pasokan. Produksi cabai dalam daerah memang banyak, namun gagal panen, sehingga Bali mendatangkan cabai dari Jawa. Itu pun dengan keterbatasan pasokan. Maka dari itu dibangun Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang dikerjakan masing-masing gapoktan. Tahun 2017 Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali membentuk 22 gapoktan. Masing-masing kelompok mendapat bantuan dana Rp 15 juta. Sementara tahun ini dibentuk 44 gapoktan. Anggarannya ditambah menjadi Rp 50 juta per kelompok. Biaya untuk membangun green house sekitar Rp 10 juta, sisanya untuk biaya pengolahan. Green house ini untuk pengolahan benih cabai sebelum disebarkan ke masing-masing anggota. Ada pun bibit cabai rawit telah disiapkan dinas. Sebanyak 44 gapoktan yang akan dibentuk tersebar di sembilan kabupaten/kota. Di Denpasar lima gapoktan, Buleleng enam gapoktan dan Karangasem enam gapoktan. Sisanya tersebar di kabupaten lainnya. Satu kelompok terdiri atas 30 orang ibu rumah tangga, sehingga dalam 44 gapoktan ada lebih dari 1.200 orang. Masing-masing rumah tangga atau anggota diberikan lima pohon cabai untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Sebab, satu pohon cabai bisa menghasilkan 12 kg cabai. Menurut Mardiana, bantuan dana telah diberikan ke masing-masing gapoktan. Gapoktan sudah menyusun rencana usaha kerja (RUK) dan rancangan anggaran biaya (RAB). Ia berharap ketersediaan cabai ke depannya tidak menjadi masalah lagi. Tahun 2019 akan kembali dibentuk 52 gapoktan, agar semua rumah tangga secara merata memiliki tanaman cabai. Dengan begitu permintaan akan cabai bisa berkurang sehingga dapat menekan harga. (kmb42)
daerah
5
Kepala BNN Kunjungi Polda Bali
Bhabinkamtibmas Ujung Tombak Pemberantasan Narkoba Denpasar (Bali Post) Polda Bali dan Badan Narkotika Nasional (BNN) sepakat bersinergi memerangi peredaran narkotika di Pulau Dewata. Langkah ke depan di antaranya mengerahkan Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak pemberantasan narkoba. Hal itu terungkap saat Kepala BNN RI Irjen Pol. Heru Winarko berkunjung ke Mapolda Bali, Jumat (23/3) kemarin. Dalam kunjungan tersebut, Kepala BNN didampingi Deputi Pencegahan BNN RI Irjen Pol. Ali Johardi dan Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa. Petinggi BNN diterima Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose didampingi Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Gede Alit Widana dan Direktur Reserse Narkoba Polda Bali Kombes Pol. Muhammad Arief Ramdhani. Irjen Heru Winarko mengatakan, peredaran narkoba di Indonesia sudah masuk ke berbagai kalangan, termasuk pelosok-pelosok desa. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan penanggulangan narkoba mulai dari desa dengan melibatkan peran aktif Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Diharapkan Bhabinkamtibmas dan Babinsa gencar menyosialisasikan bahaya narkoba di desa binaannya karena tugasnya sebagai
ujung tombak Polri-TNI yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. ‘’Di tingkat provinsi, BNNP harus bekerja sama dengan instansi lainnya untuk mencegah dan meminimalisir peredaran gelap narkoba. BNNP harus minta dukungan ke Polda untuk penambahan kekuatan jika melakukan penindakan target narkoba,’’ tegas mantan Deputi Penindakan KPK RI itu. Kapolda Bali mengatakan pihaknya sangat mendukung program BNN dalam menanggulangi peredaran narkoba di Indonesia. Sampai saat ini sinergitas Polda Bali dengan BNNP Bali berjalan sangat baik. Kepolisian dan BNNP sama-sama bekerja keras untuk memberantas narkoba. ‘’Polda Bali saat ini memiliki Satgas CTOC (Counter Transnational and Organized Crime). Tugasnya mengung-
Bali Post/ist
DI POLDA - Kepala BNN RI Irjen Pol. Heru Winarko (kanan) disambut Kapolda Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose saat berkunjung ke Mapolda Bali, Jumat (23/3) kemarin. kap kejahatan transnasional, salah satunya narkoba. Sejak dibentuk satgas ini, kualitas dan kuantitas barang bukti pengungkapan kasus narkoba di Polda Bali mengalami pen-
Bali Post/ist
Desainer Meninggal di Kamar Mandi
Layanan Satu Pintu Cegah TKI Ilegal Mataram (Bali Post) – Layanan terpadu satu pintu (LTSP) yang dibangun di tiga daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB) diharap dapat mencegah pengiriman TKI ilegal dari provinsi yang menjadi kantong TKI tersebut. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB Wildan menyatakan ini dalam paparannya di depan peserta Press Tour Kementerian Ketenagakerjaan, di Mataram, Jumat (23/3) kemarin. Menurutnya, NTB menyederhanakan proses perekrutan TKI untuk meminimalisir TKI ilegal dan unprosedural berkolaborasi dengan instansi-instansi lain. Saat ini tiga LTSP berada di Lombok Timur, Lombok Tengah dan Sumbawa yang dikenal sebagai daerah-daerah yang banyak mengirimkan TKI. Disebutkannya, penyederhanaan layanan itu karena banyak keluhan dari calon TKI mengenai proses perekrutan yang panjang dan berbelit-belit sehingga banyak yang akhirnya memilih menjadi TKI ilegal karena dianggap lebih sederhana. Namun, TKI ilegal dan unprosedural sering menimbulkan permasalahan bagi TKI tersebut di luar negeri sehingga Disnakertrans memutuskan untuk menyederhanakan layanan. TKI asal NTB sangat diharapkan di Malaysia karena memiliki kinerja yang baik. Pada 2016 remitansi TKI di Lombok Timur saja diperkirakan mencapai Rp 1,7 triliun, jadi remitansi NTB bisa tembus Rp 2 triliun. Karena permintaan yang banyak itulah maka NTB menjadi salah satu daerah pengirim TKI terbanyak di Indonesia. Disnakertrans NTB mencatat pada 2017 jumlah TKI yang diberangkatkan mencapai 25 ribu orang, sedangkan tahun 2018 hingga Maret tercatat dua ribu orang. (ant)
narkoba yang lebih besar. Dengan demikian masyarakat dan generasi penerus Bali dapat diselamatkan dari bahaya barang terlarang tersebut. (kmb36)
Qatar Serius Berinvestasi di Mandalika
OLAH TKP - Anggota Polsek Kuta melakukan olah TKP di rumah kontrakan korban di Basangkasa, Seminyak, Kuta.
Mangupura (Bali Post) Warga di Jalan Jalan Bidadari V, Lingkungan Basangkasa, Seminyak, Kuta, Badung, dikagetkan dengan ditemukannya orang meninggal di rumah kontrakan Nomor 2X, Jumat (23/3) kemarin sekitar pukul 07.48 Wita. Dari keterangan I Nengah Putu (32), dikira pacarnya (korban), Angela Powiro (33), bercanda saat di kamar mandi. Karena lama tidak keluar, Putu mengecek dan ternyata Angela yang bekerja di garmen sebagai grafis desainer dilihatnya tergeletak di lantai kamar mandi. ‘’Saksi (Putu) sempat memberikan napas buatan tapi beberapa saat kemudian tidak bernyawa,’’ kata Kanitreskrim Polsek Kuta Iptu Ario Seno didampingi Panit Buser Iptu Putu Budiartama. Dijelaskannya, sekitar pukul 07.40 Putu mencuci piring di dapur, sedangkan korban di kamar mandi. Tiba-tiba terdengar suara tersengal-sengal dari dalam kamar mandi. Karena sebelumnya saksi bersama korban sering bercanda, hal itu tidak dihiraukannya. Usai mencuci piring, Putu lalu menonton TV. Berselang 20 menit kemudian, ia tidak mendengar suara kamar mandi. Putu langsung menggedor-gedor pintu kamar mandi, namun tidak ada jawaban. Khawatir terjadi apa-apa dengan pacarnya, pria asal Karangasem ini lalu mengambil linggis untuk membuka pintu. Begitu pintu terbuka, korban dilihatnya tergeletak di lantai kamar mandi dalam kondisi bugil. Saat itu korban masih bernapas, namun seperti ngos-ngosan. Sempat diberikan napas buatan, namun tidak ada respons. Selanjutnya Putu keluar rumah mencari bantuan di pos keamanan desa dan saat kembali korban sudah meninggal dunia. ‘’Menurut keterangan saksi selaku pacarnya, korban selama hidupnya mempunyai riwayat sakit sesak napas dan migren yang sering kambuh,’’ ujar Ario Seno. Menurut teman kerja korban, Sintiya (22) asal Jakarta Barat, korban bekerja di perusahaan garmen di Jalan Intan Permai, Kerobokan sejak tahun 2016 sebagai grafis disainer. Satu bulan lalu, korban tidak masuk kerja selama tiga hari dengan alasan sakit pertigo dan dikuatkan surat keterangan dokter RS Siloam. Setelah itu, korban masuk kerja tapi kondisinya masih batuk terus, sesak napas dan di kedua kelopak matanya ada benjolan. Waktu itu korban bilang alergi. (kmb36)
ingkatan yang sangat signifikan,’’ ungkap Irjen Golose. Kedua jenderal bintang dua itu sepakat saling mendukung dan berbagi informasi untuk mengungkap jaringan
Bali Post/kmb37
SIDANG - Mathias Hubert Marie Echene sebelum menjalani sidang ekstradisi di Pengadilan Negeri Denpasar.
Warga Prancis Jalani Sidang Ekstradisi Denpasar (Bali Post) Satu per satu warga asing yang menjadi buronan Interpol menjalani sidang ekstradisi. Kamis (22/3), warga asal Prancis Mathias Hubert Marie Echene (47) yang menjadi buronan Interpol Pemerintah Administrasi Khusus (Special Administrative Region) Hongkong SAR dalam kasus penipuan, menjalani sidang permohonan ekstradisi di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Sidang dipimpin Waka PN sekaligus ketua majelis hakim I Ketut Tirta dengan JPU Dewa Arimbawa dan kawan-kawan. Sebelumnya, turis ini ditangkap di Terminal Kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai dan ditahan di Rutan Polda Bali. Permohonan ekstradisi itu disampaikan kepada pemerintah Indonesia melalui saluran diplomatik berdasarkan surat Konsul Kejak-
saan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hongkong Nomor 2516/JAK/IX/2017 tertanggal 25 September 2017 yang ditujukan kepada Menteri Hukum dan HAM RI prihal permintaan penyerahan pelanggar hukum yang melarikan diri dari pemerintah Hongkong SAR atas nama Mathias Hubert Marie Echene. Sidang permohonan ekstradisi ini juga menyusul adanya surat permintaan untuk penyerahan Mathias Hubert Marie Echene dari penasihat hukum senior pemerintah unit bantuan hukum timbal balik Divisi Hukum Internasional tertanggal 14 September 2017 serta surat Secretary for Justice Hongkong SAR tentang permintaan dari Wilayah Administrasi khusus Hongkong Republik Rakyat Tiongkok tanggal 6 September 2017, untuk penyerahan terdakwa Mathias beserta seluruh dokumennya. (kmb37)
Mataram (Bali Post) – Delegasi Qatar mengadakan pertemuan di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Jumat (23/3) kemarin, untuk membahas secara serius rencana berinvestasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pertemuan di Indonesia tersebut sebagai balasan kunjungan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi dan Direktur Operasional PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) AAN Wiryawan ke Doha, Qatar, beberapa waktu lalu. Delegasi Qatar dipimpin CEO Qatar Investment Authority (QIA) Sheikh Abdullah Bin Muhamed Bin Saoud Al Thani, didampingi tiga orang stafnya. Rapat yang dipimpin langsung Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan itu juga diikuti Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro, para deputi dan direktur jenderal kementerian/lembaga terkait serta Direktur Utama PT ITDC Abdulbar M. Mansoer. Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi berhalangan hadir dan diwakili oleh Kepala Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB H. Lalu Gita Ariadi. Menurut Gita, rapat tidak hanya membahas rencana investasi QIA di KEK Mandalika, tapi juga peluang investasi di tempat lainnya, termasuk membahas kerja sama pendanaan investasi bidang infrastruktur dan fasilitas perpajakan. “Masih perlu ada pembahasan lebih intens dan lebih teknis menyangkut kebijakan pemerintah kedua negara untuk diselaraskan,” katanya melalui keterangan tertulis. Secara umum delegasi QIA sangat terkesan dengan potensi, informasi dan laporan dari PT ITDC. Tim QIA yang sudah berkoordinasi telah berkunjung ke KEK Mandalika. CEO QIA sangat antusias ingin segera berinvestasi, terlebih dengan telah hadirnya investor VINCI Prancis di KEK Mandalika, di di dalamnya juga terdapat bagian saham dari QIA. Dengan demikian, dari sisi bisnis dinilai sangat positif untuk saling melengkapi. QIA tertarik berinvestasi di tiga area di dalam KEK Mandalika yaitu di lokasi rencana pembangunan marina, lokasi pengembangan golf dan lokasi luxury area untuk perhotelan di sisi timur. Keseriusan QIA akan diwujudkan melalui koordinasi dengan PT ITDC selaku BUMN yang mengelola KEK Mandalika. Melihat antusiasme QIA dan dinamika rapat, Gita menyampaikan bahwa Menko Kemaritiman tampak bahagia dan berharap segera ada langkah-langkah investasi yang lebih konkret. “Pihak PT ITDC dan Pemprov NTB juga menyatakan kesiapannya menyambut kedatangan investor Qatar,” ujar Gita. (ant)
Mandiri Tingkatkan Penyaluran KUR ke Sektor Produksi Denpasar (Bali Post) Bank Mandiri akan memperkuat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke sektor produksi. Untuk itu, Mandiri meningkatkan porsi penyaluran KUR ke sektor produksi tahun ini menjadi 50% dibandingkan tahun lalu yang tercatat sekitar 47%. Pada 2017, pencairan KUR Bank Mandiri ke sektor produksi yakni pertanian, perikanan, industri pengolahan dan jasa produksi mencapai Rp 6,3 triliun atau 47,47 persen dari total KUR yang disalurkan. Total KUR yang disalurkan Rp 13,34 triliun, dengan jumlah penerima 224.709 pelaku usaha sektor produksi. Komposisi ini bahkan melebihi kewajiban 40% yang ditetapkan Kementerian Koordinator Perekonomian RI. Senior Vice President Micro Banking Bank Mandiri Wawan Setiawan
mengatakan, penguatan penyaluran ke sektor produksi akan dilakukan melalui penyaluran KUR Khusus kepada klaster/kelompok yang diinisiasi Kementerian Koordinator Perekonomian tahun ini. ‘’Kami akan bekerja sama dengan mitra binaan nasabah korporasi dan komersial untuk penyaluran KUR. Selain itu, kami menggandeng kelompok tani atau koperasi untuk menyalurkan KUR ke anggotanya,’’ ujarnya dalam sosialisasi program KUR 2018, Jumat (23/3) kemarin. Sosialisasi merupakan sinergi perseroan dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam mengenalkan peraturan baru tentang KUR yaitu Permenko Nomor 11 Tahun 2017 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR Bagi Pemerintah Daerah dan UMKM. Dari total penyaluran KUR
Bank Mandiri ke sektor produksi, Rp 3,05 triliun disalurkan untuk sektor pertanian, Rp 179 miliar ke sektor perikanan, Rp 1,47 triliun ke industri pengolahan dan sektor jasa produksi mendapat Rp 1,63 triliun. Bank Mandiri tahun ini menargetkan penyaluran KUR Rp 14,56 triliun. Sebanyak Rp 7,28 triliun akan disalurkan kepada sektor produksi. Adapun dalam dua bulan pertama tahun ini Bank Mandiri telah menyalurkan KUR Rp 1,94 triliun kepada 33.145 debitur. ‘’Kami juga aktif melakukan pembekalan sekaligus pendampingn dalam rangka meningkatkan kapasitas debitur KUR sehingga mampu naik kelas ke kredit komersial dengan limit yang lebih besar,’’ ungkap Wawan. Bank Mandiri mendukung langkah pemerintah menurunkan bunga KUR
menjadi 7% dari 9% tahun lalu. Hal ini akan menarik minat masyarakat untuk mengajukan KUR dan memudahkan perbankan dalam menawarkan KUR ke masyarakat, sehingga banyak pengusaha kecil yang dapat mengakses kredit murah tersebut. ‘’Ini sangat baik karena akan meningkatkan kemampuan pelaku usaha kecil dalam pengelolaan keuangan dan lebih fokus dalam mengembangkan usaha,’’ jelasnya. Kapasitas debitur KUR Bank Mandiri dalam mengelola sumber daya keuangan saat ini sudah baik. Itu tercermin dari kemampuan membayar pinjaman, sehingga rasio kredit bermasalah (NPL) cukup rendah yaitu 1,28% tahun lalu. ‘’Bahkan, NPL kami untuk penyaluran ke sektor produksi tahun 2017 tercatat sangat baik yaitu 0,11%,’’ tambah Wawan. (kmb42)
OPINI
6
Sabtu Pon, 24 Maret 2018
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Elite Politik Jaga Situasi Sosial ILMU politik sedari awal telah membahas tentang peran elite politik dalam perkembangan sebuah negara. Tentu juga dalam perkembangaan bangsa. Studi-studi tentang elite politik dilakukan di berbagai negara dengan tujuan untuk mencari perbandingan, persamaan dan perbedaan peran dan pengaruhnya kepada perkembangan negara. Di negara maju, persaingan antar-elite politik tidak demikian berpengaruh kepada perkembangan negara. Berbeda halnya di negara berkembang. Sering kali konflik yang muncul dipicu oleh konflik yang terjadi antar-elite politik. Seperti biasa, yang menjadi korban adalah rakyat jelata. Tidak tanggung-tanggung, korban itu bisa puluhan sampai ratusan. Kita pernah mengalami trauma seperti itu tahun 1965 dan kini kita bisa menyaksikan fenomena yang ada di Irak, Suriah, sampai dengan negaranegara Afrika. Elite di negara berkembang mempunyai massa dan elite itu bergerak bisa jadi untuk massanya. Demikian juga sebaliknya massa akan bergerak untuk elite tersebut. Tidak jarang elite sengaja melakukan move politik untuk menggerakkan massa. Akan tetapi, mereka lupa, bahwa gerakannya itu dapat memancing kerusuhan dan merusak tatanan bangsa. Karena itulah, kita harus membedakan kedudukan dan fungsi elite antara negara berkembang dengan negara maju. Fungsi elite di negara berkembang adalah untuk membimbing massa yang dimilikinya dan dalam konteks ketatanegaraan adalah untuk memelihara stabilitas negara, mencegah konflik serta mendukung pembangunan nasional. Elite sangat berperan dalam kemakmuran dan kemajuan sebuah bangsa. Kita prihatin dengan berbagai perkembangan elite politik yang kini berkembang di tanah air. Masyarakat sudah mengetahui bahwa tahun 2018 dan 2019 ini merupakan tahun politik. Sejauh ini, masyarakat telah berhasil memperlihatkan kedewasaannya dengan tidak adanya gejolak antarkelompok. Akan tetapi, itu justru terjadi di elite. Memang bukan gejolak akan tetapi pernyataan-pernyataan yang ddikeluarkan dapat mamancing gejolak di masyarakat. Seperti yang telah diungkapkan di atas, bahwa elite itu di negara berkembang mempunyai massa. Sekali elite mengeluarkan pernyataan yang bernada sinis, amat berpotensi diikuti oleh kelompok massa yang menjadi bawahannya. Kita prihatin dengan ungkapan dari Amien Rais, politisi senior yang ikut berjuang pada era reformasi dua puluh tahun yang lalu. Kita semua menghargai perjuangannya karena ikut mendampingi para pemuda ketika melakukan protes atas Orde Baru. Beliau adalah politisi yang memiliki massa dan omongannya didengar. Karena itu juga berpengaruh. Akan tetapi ketika mengatakan bahwa pembagian sertifikat tanah oleh Joko Widodo itu kurang layak, ini akan dapat memancing diskusi panjang. Apalagi diutarakan menjelang pemilihan umum, pada saat tingkat elektabilitas Joko Widodo tinggi dan sebelumnya di Jakarta pernah ada kejadian yang mengguncang Ahok. Dari konteks itulah pernyataan seorang elite politik itu berpotensi menimbulkan gesekan. Salah seorang menteri bahkan dinilai mengaitkan pernyataan kerasnya untuk menandingi apa yang dikatakan oleh Amien Rais. Berikutnya wakil presiden juga menyatakan menyesalkan apa yang dikatakan Amien Rais. Kita juga tahu bahwa latar belakang Amien Rais adalah seorang akademisi. Untuk itulah, kita harapkan dalam waktu yang sedang menjalar menuju pemilihan umum ini, para elite politik itu dapat menjaga kondisi agar mampu mendukung stabilitas sosial dan politik di tanah air. Rakyat pasti akan mendukung siapa pun politisi yang dinilai baik. Biar saja rakyat yang menilai siapa yang menjadi pilihannya.
S URAT PEMBACA Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM
Jalan Prof. Mantra Gelap
Awal beroperasinya Jalan By-pass Prof. I.B. Mantra dari Tohpati hinggga Kusumba, lampu merkuri penerangan jalan menghiasi jalan ini. Namun secara perlahan, kawasan ini kini kian gelap pada malam hari. Hampir semua titik lampu di jalur ini tak menyala. Hal ini justru memperkuat predikat jalan ini sebagai jalur maut karena nyaris semua kecelakaan mengakibatkan korban jiwa. Bayangkan, pada malam hari, semua kendaraan melewati jalur ini dengan kecepatan tinggi. Pengendara sepeda motor adalah menjadi korban utama makin derasnya desakan mobil dan truk galian C. Kami mempertanyakan sikap PLN dan Pemkab Klungkung, Gianyar, Pemkot Denpasar, dan Pemprov Bali. Bukankah rakyat sudah membayar pajak penerangan jalan, lalu dikemanakan saja dana itu. Kasihan keindahan Bali pada malam hari dicederai oleh malam yang gelap di Jalan By-pass Prof. I.B. Mantra. Coba bedakan jika semua LPJ di lokasi ini dinyalakan, jelas akan membuat Bali makin indah dan pengguna jalan makin nyaman. Apakah ini salah satu bentuk efisien pemda membayar pajak LPJ? Kalau itu tujuan pendeknya, sangat salah besar. Utamakan keselamatan bersama. Ayo kita berubah. Nang Eca Kesiman
Lontaran-lontaran Strategi Politik Jelang Pemilu Politik adalah upaya untuk menyebarkan pengaruh. Pemahaman ini telah diketahui berabad-abad sejak zaman Aristoteles. Akan tetapi, politik sebagai strategi (seni) mengganggu stabilitas kandidat, barangkali merupakan pemikiran yang muncul pada zaman-zaman kontemporer ini. Zaman kontemporer sangat dijejali dengan informasi yang mampu memberikan pengaruh kepada pemikiran pemilih. Semakin modern dan canggih alat untuk melakukan penjejalan informasi tersebut, semakin diperlukan strategi untuk mengganggunya. Apalagi misalnya terhadap lawan politik yang telah dipandang mapan. Titik pandang yang harus dilihat adalah mengganggu pusat kekuatan dari lawan bersangkutan.
Oleh GPB Suka Arjawa ira-kira itulah yang terjadi di Indonesia sekarang. Pilkada serentak tahun 2018 ini seolah tidak ada artinya dibandingkan dengan Pilpres yang digelar tahun depan. Ini sudah membuktikan bahwa jabatan presiden sangat menentukan konstelasi kekuatan politik di Indonesia. Yang dipentingkan adalah konstelasi politik, bukan kesejahteraan sosial. Padahal, titik tolak kesejahteraan sosial di Indonesia justru ada pada Pilkada, Pemilihan Kepala Daerah. Ini disebabkan karena sistem otonomi daerah yang diberlakukan di Indonesia memungkinkan bagi kepala daerah (bupati dan wali kota) untuk memberdayakan sumber daya di daerahnya. Inilah yang menjadi titik sentral kesejahteraan sosial. Presiden adalah jabatan politis yang menjadi manajer nasional untuk mengelola hal itu. Ketika Amien Rais mengeluarkan pernyataan yang merendahkan bagi-bagi sertifikat tanah yang dilakukan Presiden Joko Widodo, ini dapat ditafsirkan bahwa jabatan manajer nasional
K
itu harus direbut agar dapat memegang kekuatan konstelasi kekuatan politik nasional. Konstelasi ini dapat dalam arti luas seperti memegang kendali pengaruh di Indonesia, memberikan prioritas pembangunan, mencari simpati massa dan sebagainya. Akan tetapi, seperti yang telah diungkapkan oleh berbagai jajak pendapat, posisi Joko Widodo sebagai calon presiden menempati posisi paling atas. Posisi tersebut jauh dibandingkan dengan berbagai kandidat lain yang muncul, termasuk Prabowo Subianto. Posisi inilah yang kira-kira sulit digoyahkan oleh para pesaing politik Joko Widodo dalam perebutan kursi presiden. Padahal, jika dihitung dari sekarang, perebutan kekuatan untuk menduduki posisi presiden tinggal setahun lagi. Maka, diperlukan satu strategi untuk menggoyang posisi yang dinilai yang sudah mapan itu. Di situlah kira-kira fungsi kritik dari Amien Rais terhadap pembagian sertifikat tanah yang dilakukan oleh Joko Widodo sebagai presiden. Kritik ini boleh dikatakan datangnya terlambat karena Joko Widodo telah membagibagikan secara simbolis sertifikat
itu sejak lebih dari setahun yang lalu. Jika memang pembagian sertifikat itu lemah dan dinilai tidak tepat, seharusnya kritik itu sudah diungkapkan lebih dari setahun yang lalu. Maka, munculnya kritik yang lambat ini dapat ditafsirkan sebagai strategi untuk menggoyang posisi Joko Widodo yang memiliki rating tinggi pada jajak pendapat. Bagi mereka yang mempunyai hobi melawak, bolehlah fenomena ini juga dikaitkan dengan lawakan politik karena seharusnya kritik terhadap tanah itu dilakukan sejak bertahun lalu. Penguasaan terhadap segala hal yang menyangkut pertanahan, merupakan sumber daya politik yang tinggi di negara yang mempunyai budaya agraris. Dan Indonesia jelas merupakan negara agraris dengan mayoritas penduduknya bekerja di sektor pertanian. Petani merupakan komunitas yang dipandang mempunyai stabilitas emosi cukup mapan, dengan pemahaman politis yang sederhana. Stabilitas emosi ini didapatkan karena mereka menggantungkan diri pada alam dan bekerja secara kelompok (saling menolong dan gotong royong).
Kalaupun hasil pertanian tidak sukses, maka kondisi tersebut akan dikaitkan langsung dengan kuasa alam di mana manusia tidak mampu menolaknya. Dalam konteks petani, kegagalan pertanian ini tidak hanya dialami oleh seseorang tetapi oleh banyak orang dan banyak kelompok sesama petani, sehingga kesedihan itu “dibagi bersama”. Kesedihan yang dibagi bersama sudah jelas bisa meringankan penderitaan. Politik petani adalah politik yang sederhana, tidak suka dengan politik neko-neko, janjijanji yang muluk dan sejenisnya. Pembagian sertifikat tanah sebagai hak milik pribadi dan dilakukan secara bersama-sama, akan lebih memberikan rasa kebahagiaan kepada petani karena ada pengakuan oleh negara terhadap kepemilikannya. Tanah merupakan hak milik paling melekat kepada petani, bukan saham atau bukan tabungan di bank apalagi pengaruh politik. Joko Widodo sebagai presiden mempunyai kesempatan besar secara simbolis untuk memberikan pengakuan tersebut langsung kepada petani. Apalagi ia tidak memberikan sertifikat itu secara simbolis di ibu kota negara (Jakarta), tetapi langsung ke daerah-daerah. Di daerah juga bukan di ibu kota provinsi atau ibu kota kabupetn tetapi langsung ke sawah atau tegalan yang dimiliki petani. Di Tabanan beberapa waktu lalu, itu dilakukan di Desa Kukuh, Marga, jauh dari Kota Denpasar dan bukan di Kota Tabanan. Joko Widodo yang suka blusukan (dan tidak punya beban untuk keluyuran seperti ini), justru secara tidak sengaja mampu menggabungkan blusukan itu dengan politik petani. Gabungan
Memprihatinkan, Korupsi Pendidikan Sektor pendidikan menjadi lahan paling banyak untuk melakukan tindak korupsi. Demikian dikatakan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan dalam seminar perempuan antikorupsi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Senin (19/3), seperti dilaporkan Bali Post edisi Selasa (20/3) lalu. Tentu ini sebuah ironi. Mengapa? Karena bidang pendidikan semestinya menjadi salah satu garda terdepan dalam upaya penangkalan dan pemberantasan korupsi. Insan-insan pendidikan mestinya menjadi contoh dan teladan nyata dalam menunjukkan sikap dan perilaku antikorupsi. Bukan malah sebaliknya. Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nation Development Program) mendefinisikan korupsi sebagai penyalahgunaan kekuasaan atau wewenang publik untuk kepentingan pribadi melalui cara-cara penyuapan, pemerasan, kolusi, nepotisme, penipuan, dan penggelapan. Kita akui godaan untuk melakukan korupsi di negeri ini demikian besar. Siapa pun orangnya, apa pun latar belakang, gelar maupun jabatannya, memiliki peluang untuk tergelincir menjadi koruptor. Celakanya, korupsi di Indonesia tampaknya malah beregenerasi. Indikatornya yaitu munculnya semakin banyak tersangka korupsi dengan usia di bawah 50 tahun. Di sisi lain, pelaku korupsi pun kian beragam, dari mulai anggota legislatif, pejabat
Oleh Djoko subinarto pemerintahan, petinggi parpol, akademisi, pengusaha, hingga aparatur penegak hukum. Menurut kajian yang dilakukan Sheila Coronel, penyusun buku bertajuk “Investigating Corruption: A Do-It-Yourself Guide”, dilihat dari skala dan intensitasnya, secara garis besar praktik korupsi dapat dibagi dalam tiga kelompok. Pertama, retail corruption. Yaitu praktik korupsi tingkat ringan yang kerap terjadi di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari mereka. Contohnya, ketika seorang pengendara motor terpaksa menyerahkan sejumlah rupiah sebagai uang damai kepada seorang petugas agar ia bisa lolos dari tilang, setelah terbukti yang bersangkutan melanggar aturan lalu lintas. Kedua, petty corruption. Korupsi jenis ini biasanya melibatkan para pejabat pemerintah tingkat rendah dan menengah yang bekerja di lembaga-lembaga pemerintahan yang bertugas mengurusi dan melayani urusanurusan publik, seperti dalam soal urusan pajak, penerbitan sertifikasi, pengeluaran surat izin atau pelaksanaan proyek-proyek yang dibiayai dana pemerintah. Ketiga, grand corruption. Praktik korupsi ini melibatkan keputusan-keputusan pemerintah pada tingkat paling atas, yang biasanya melibatkan permainan politik kelas tinggi dari mereka yang sedang memegang tampuk
kekuasaan. Paling Dominan Sektor pendidikan sudah lama disinyalir menjadi salah satu lahan paling subur bagi praktik korupsi di negeri ini. Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai Dinas Pendidikan menjadi salah satu insititusi paling korup di Indonesia. ICW mencatat, dalam sektor pendidikan, modus korupsi yang paling dominan adalah penggelembungan harga (mark-up) pengadaan barang dan jasa. Di samping penggerogotan berbagai anggaran pendidikan seperti anggaran untuk bantuan operasional sekolah (BOS), beasiswa, pembangunan dan rehabilitasi sekolah, pengadaan buku serta pengadaan sarana prasarana. Bentuk lain korupsi pendidikan terjadi di level pelaksana proses pendidikan itu sendiri yaitu pihak sekolah. Bentuk korupsinya bisa macam-macam. Umpamanya saja adalah pungutan atau sumbangan ilegal untuk masuk sekolah, suap atau gratifikasi dari para orangtua yang diterima kepala sekolah atau guru untuk mengatrol nilai siswa, suap atau gratifikasi yang diberikan guru kepada pejabat terkait untuk memuluskan kenaikan pangkat mereka, monopoli penjualan buku ajar, lembar kerja siswa (LKS) dan seragam oleh pihak sekolah kepada murid. Selain itu, yang termasuk
juga korupsi pendidikan adalah penyelenggaraan berbagai les tambahan berbayar yang dilakukan oleh pihak sekolah serta penggelontoran dana oleh para politisi ke sejumlah sekolah demi memperoleh dukungan menjelang pemilihan umum, baik di kancah pemilihan umum nasional ataupun pemilihan umum regional. Apa pun bentuknya, korupsi di sektor pendidikan, jelas bakal menghambat terciptanya pendidikan nasional yang berkualitas baik dan terpercaya. Selain itu, korupsi pendidikan juga menjadi penghalang bagi tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan di bidang pendidikan. Seperti sektor-sektor lainnya, mengatasi korupsi di sektor pendidikan sesungguhnya tidak terlalu sulit. Selain komitmen antikorupsi dari para pemegang kekuasaan di sektor pendidikan, pengawasan, dan transparansi merupakan dua hal yang penting untuk dikedepankan. Dalam konteks ini, partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi jalannya birokrasi pendidikan dapat menjadi salah satu kunci dalam mencegah praktik-praktik korupsi di sektor ini. Meskipun demikian, faktor kepemimpinan -- dari level terendah sampai level paling tinggi -- tetap menjadi faktor paling dominan dari semuanya. Pasalnya, keberadaan para pemimpin yang bersih, jujur, dan amanah bakal menjadi kekuatan tersendiri bagi pemberantasan dan pencegahan korupsi.
itu menjadi simpati politik yang berskala nasional. Sorotan televisi itu membuat dukungan terhadap dirinya sebagai presiden semakin solid karena masyarakat perkotaan yang simpati dengan pola pembangunan jalannya bergabung dengan pemberian hak kepemilikan tanah bagi petani di seluruh daerah di Indonesia. Memang benar tersirat bahwa pembagian sertifikat itu untuk menegaskan perolehan pajak bagi negara. Akan tetapi, bukankah membayar pajak merupakan kewajiban paling asasi bagi rakyat yang hidup di suatu negara. Ini adalah bayarannya untuk berlindung di satu negara. Kritik Amien Rais terhadap sertifikat itu, dengan demikian, bisa ditafsirkan sebagai upaya strategis (seni) untuk menggoyang kemapanan posisi Presiden Joko Widodo. Sebagai seorang akademisi ilmu politik, mungkin telah dipikirkan pilihan-pilihan stratgis untuk mengganggu posisi politik Presiden Joko Widodo yang pasti bertarung tahun 2019. Sampai saat ini, kepastian bertarung untuk menjadi presiden tahun 2019 hanya ada pada pihak Joko Widodo. Kepastian ini dapat dinilai sebagai sebuah kemenangan politis awal. Sedangkan pihak lain masih belum berani secara tegas mengungkapkan kesediaan pencalonannya. Barangkali Amien Rais mencoba mencari celah untuk memberikan jalan kepada kandidat lain yang akan menjadi dukungannya. Politik menjelang pemilu memang variatif. Sebagai masyarakat, entah pencinta seni, pencinta lawak, ilmuwan dan sebagainya pantas menyimak sajian ini. Penulis, Staf pengajar FISIP Universitas Udayana
POJOK Jokowi persilakan KPK proses hukum dua menterinya. - Ayo, berani? *** Perak Celuk terpuruk, pemerintah harus cari jalan keluar. - Pasti datangkan investor. *** Digerebek, pabrik narkoba di dekat kantor polisi. - Sudah makin berani.
Penulis adalah kolumnis lepas
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Sabtu Pon, 24 Maret 2018
Agenda 2018
Dibentuk Empat Desa Wisata Tabanan (Bali Post) Setiap desa di Tabanan terus didorong menggali dan memaksimalkan potensi yang dimiliki agar bisa bermanfaat lebih optimal. Tidak hanya pembentukan BUMDes, juga desa itu didorong ‘‘bereinkarnasi’’ jadi desa wisata. Diagendakan tahun 2018 dibentuk empat desa lagi menuju desa wisata, sehingga nantinya Tabanan memiliki 20 desa wisata melengkapi 16 desa wisata yang dikukuhkan sebelumnya. Kepala Dinas Pariwisata Tabanan I Made Yasa beberapa waktu lalu mengungkapkan pembentukan empat desa wisata di tahun 2018 ini bekerja sama dengan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Adapun pengembangan empat desa wisata itu disebut Nekosake alias kumpulan desa penghasil nira, cokelat dan kelapa. Desa wisata diharapkan bersanding dengan komoditi pertanian. Kata Yasa, selanjutnya akan dibantu produksi dan juga pengembangannya. Program itu bersinergi dengan semua OPD dan Kementerian Pariwasata. Program pengembangan desa wisata melalui Nekosake ini akan dikembangkan di Desa Wanagiri, Desa Sanda, Desa Lumbung Kauh dan Desa Munduk Temu. Sebagai gambaran pengembangan Nekosake seperti di Desa Munduk Temu Pupuan, nantinya akan dikembangkan sentra produksi pertanian. Di sana dijadikan pengembangan bibit, pemeliharaan, pengepakan hingga produknya dipasarkan ke sektor pariwisata. Karena itu, pertanian di desa wisata ini disinergikan dengan pengembangan sektor pariwisata, sehingga dari pengembangan tersebut akan berdampak pula penyerapan tenaga kerja. Dengan cara seperti itu diharapkan dapat mengurangi kemiskinan. Terkait realisasi agenda tahun 2018, ini pihak Dinas Pariwisata sudah mulai melakukan pelatihan sumber daya manusia (SDM). ‘’Pelatihan sudah berjalan. Keperluan di lapangan nantinya dibantu dan juga didampingi pemerintah,’’ ujarnya. Pihak Dinas Pariwisata selain mengembangkan empat desa wisata baru di tahun 2018, itu juga terus melakukan upaya peningkatan SDM dan potensi desa wisata yang sudah terbentuk. ‘’Kami juga akan terus dorong lewat kegiatan promosi pariwisata, sehingga pengembangan sektor pariwisata di Tabanan semakin jadi daya tarik bagi kalangan wisatawan yang datang ke Bali,” tegasnya. (kmb24)
Bertambah 11 Ekor
Populasi Burung Hantu Desa Senganan
Tabanan (Bali Post) Burung hantu jenis Tyto Alba adalah jenis burung yang menjadi predator alami hama tikus yang mengancam lahan pertanian. Karenanya, beberapa desa di Tabanan mengembangkan populasi burung ini. Caranya dengan dibangun rubuha alias rumah burung hantu. Salah satunya di Desa Senganan Penebel. Bahkan konservasi burung hantu di desa ini sudah berjalan sejak tahun 2015. Hasilnya, konservasi di sini telah berhasil menetaskan telur burung hantu sehingga hingga kini populasinya bertambah menjadi 11 ekor. Konservasi burung hantu Tyto Alba di Desa Senganan dikelola kelompok Uma Wali. Sejak tahun 2015 sudah puluhan ekor burung hantu dilepas ke alam liar. Kadek Jonita Ketua TUWUT (Tyto Alba Uma Wali Untuk Tani) Desa Senganan mengatakan awalnya konservasi ini terbentuk karena terjadi gagal panen akibat tikus. Masyarakat kemudian berinisiatif menangani hama tikus dengan mengembangkan predator alaminya, yaitu burung hantu Tyto Alba. Komunitas Uma Wali kemudian belajar bagaimana melakukan konservasi dan pengembangan burung hantu ke Demak, Jawa Tengah. Setelah mendapat ilmu di sana diterapkan di Desa Senganan. Seperti diketahui, burung hantu jenis ini tidak bisa membangun sarang sendiri. Sehingga pihak konservasi membangun sarang bagi burung ini. Hingga saat ini ada sekitar 20 sarang. Sarang itu dibangun dan tersebar di beberapa titik. “Satu rubuha berisi sepasang burung hantu,” ujarnya. Tahun ini pun pihak konservasi berhasil menetaskan 11 telur burung hantu Tyto Alba. Burung hantu Tyto Alba ini, kata Jonita, berperan signifikan menekan populasi tikus di Desa Senganan. Dari data tahun 2015, 90 persen tanaman padi yang rusak dikarenakan serangan tikus. Namun sejak adanya burung hantu, kerusakan tersebut dapat diminimalisir sekecil mungkin. Hasilnya, petani tidak mengalami gagal panen kembali. Selain populasi burung hantu yang hidup liar, konservasi juga memiliki sekitar tujuh burung hantu yang dipelihara di penangkaran karena mengalami masalah. Umumnya terjadi masalah di sayap, sehingga tidak bisa melakukan manuver secara baik. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah keterbatasan pakan burung hantu yaitu tikus. “Saat ini untuk pegembangan burung hantu kami kesulitan pakannya, yakni tikus. Sengaja kami berikan makan tikus agar instingnya sebagai pemburu tikus tetap terjaga,” terangnya. (kmb24)
Bali Post/kmb24
BURUNG HANTU - Konservasi burung hantu di Desa Senganan, Penebel.
PINTU MASUK - Pintu masuk DTW Tanah Lot. Ke depan dalam penarikan tiket pihak manajemen akan menerapkan sistem nontunai.
Bali Post/kmb24
Terapkan Sistem Nontunai
DTW Tanah Lot Siapkan Infrastruktur
Manajer DTW Tanah Lot I Ketut Toya Adnyana, Jumat (23/3) kemarin mengatakan, untuk penyediaan infrastruktur pihaknya sudah menyiapkan pintu masuk penjualan tiket nontunai. Mekanisme sistem transaksi nontunai itu sudah tinggal menunggu mesin yang dipergunakan sebagai alat transaksinya. ‘’Selain menunggu me-
sin, kami juga sedang menunggu sistem apa yang hendak digunakan. Apakah e-ticketing atau e-billing,” ujar Toya Adnyana. Dalam menerapkan sistem ini, lanjut Toya, pihaknya sebelumnya sudah melakukan kajian. Malah menggandeng konsultan dan hasilnya sudah dilaporkan ke Badan Pengelola. Dari laporan itu, pihak manajemen
tinggal menunggu kedatangan mesin. Lalu, kapan tanggal realisasinya di lapangan? Hal itu akan ditentukan oleh badan pengelolanya. Beberapa tempat loket rencananya dibuat sebagai akses masuk ke DTW Tanah Lot. Saat ini, kata Toya, sudah disiapkan. Bahkan pihak manajemen sudah sempat melakukan uji coba.
Mesinnya sendiri berjumlah delapan, jika menyesuaikan dengan jumlah pintu masuk yang disiapkan. ‘’Mesinnya itu ditempatkan di sejumlah titik. Tujuannya untuk memperkecil celah kebocoran pendapatan,’’ ujarnya. Kedatangan wisatawan yang berkunjung ke DTW Tanah Lot nantinya akan diarahkan melalui pintu tiket. Bagi masyarakat lokal yang ingin melakukan persembahyangan disediakan line pada jalur utama. “Untuk masyarakat lokal yang melakukan persembahyangan bisa melewati jalur utama. Mereka tidak
Tabanan (Bali Post) Rasa bahagia tampak terpancar dari raut wajah I Wayan Juni Artawan. Anak yang baru berusia 13 tahun dari Banjar Dinas Pekilen, Kecamatan Marga tidak menyangka dapat bantuan kursi roda. Putra Wayan Jarna dan Ni Nyoman Sukarini dapat bantuan melalui Program Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Tabanan. Bantuan itu diserahkan Jumat (23/3) kemarin oleh Kepala Dinas Sosial Nyoman Gede Gunawan. Ikut mendampingi anggota DPRD asal Marga Putu Eka Nurchayadi. Dari penuturan kedua orangtua Juni Artawan, putranya itu menderita lumpuh sejak kelas IV SD. Waktu itu sekolah di SD Selanbawak, Marga. Setiap hari berangkat ke sekolah Juni Artawan diantar orangtuanya. Meski Juni Artawan relatif lemah fisiknya, dia bukan sosok anak-anak yang pantang menyerah. Juni sendiri sangat
tekun mengikuti semua proses pembelajaran yang didapatnya di bangku sekolah. Bahkan, menurut keterangan kepala sekolah tempat Juni menuntut ilmu, Juni Artawan tergolong siswa berprestasi. “Sebelumnya, saat jam pelajaran dimulai Juni tidak bisa ke mana-mana saat istirahat sekolah. Namun kini dengan kursi roda ini, minimal Juni bisa bergerak ke mana pun yang dia inginkan,” beber Kadisos Tabanan Gede Gunawan. Terkait pemberian bantuan program K3S ini, mantan Kadisdukcapil Tabanan ini mengatakan, tahun 2018 setidaknya ada tujuh orang anak yang akan mendapatkan bantuan. Tidak hanya kursi roda, bisa saja tongkat ketiak (penyangga) dan alat bantu dengar. Hal itu sesuai keperluan para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Gunawan berharap agar bantuan yang diberikan dapat
dipergunakan sebaik-baiknya. “Kami harap bantuan ini dapat bermanfaat dan dapat dipergunakan dengan baik. Kami merasa sangat senang bisa membantu meskipun jumlahnya tidak banyak,” ucapnya. Pihaknya juga mengajak semua pihak agar ikut peduli terhadap orang-orang yang benar-benar memerlukan seperti Juni, sehingga beban mereka dapat diringankan. Sesungguhnya, kepedulian terhadap sesama itu bukan saja menjadi tanggung jawab pemerintah semata, namun juga menjadi kewajiban kita bersama. Atas bantuan itu, pihak keluarga menyambut senang dan mengucapkan terima kasih atas bantuan kursi roda yang telah diberikan. “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada K3S Tabanan. Bantuan kursi roda ini dapat meringankan keterbatasan anak kami melaksanakan aktivitas seharihari,” ungkap Jarna, ayah Juni Artawan. (kmb28)
KURSI RODA - Penyerahan kursi roda dari K3S Tabanan oleh Kadisos Tabanan didampingi anggota DPRD asal Marga.
Tabanan (Bali Post) Pemerintah saat ini mendorong seluruh transaksi agar berlangsung secara nontunai. Hal ini hendak dikembangkan pada pemungutan tiket masuk di Daerah Tujuan Wisata (DTW) di Tabanan. Salah satunya DTW Tanah Lot. Pihak manajemen sendiri telah menyiapkan infrastruktur di pintu masuk penjualan tiket.
dikenakan biaya,” tegasnya. Selain infrastruktur, dalam menerapkan sistem nontunai ini, pihak manajemen menyiapkan SDM untuk operator mesin tersebut. Pelatihan sendiri nantinya digelar dengan pendampingan dari pihak yang mengadakan mesin itu. Pelatihan ini diharapkan mampu mencegah timbulnya kendala pelayanan kepada pengunjung. Untuk mengantisipasi adanya pemadaman listrik PLN, pihaknya juga sudah melakukan pengadaan mesin genset dengan kapasitas 30 ribu watt. (kmb24)
Lumpuh Sejak SD, Juni Sumringah Dibantu Kursi Roda
BAli Post/kmb28
Dewan Cek Kebenaran Kepemilikan Lahan di Nyanyi Kedua Belah Pihak Bawa Bukti Autentik
Kasus saling klaim kepemilikan lahan antara Pemkab Tabanan dengan EW, anggota DPRD asal Kediri, belum juga tuntas. Bagaimanapun permasalahan itu perlu secepatnya bisa clear (jelas - red). Agar isunya tidak simpang-siur, jajaran anggota DPRD Tabanan turun ke lokasi untuk mengecek kebenarannya, Jumat (23/3) kemarin. Upaya itu sekaligus sebagai bagian fungsi pengawasan dewan. Bagaimanakah dan siapa sesungguhnya yang berwenang sebagai pemilik sah lahan tersebut? BUKAN saja kalangan anggota dewan dari Fraksi PDI-P yang turun ke lapangan. Melainkan seluruh jajaran dewan yang berasal dari masing-masing fraksi juga ikut turun ke lokasi. Memang sejauh ini belum jelas siapa yang sebenarnya berhak atas kepemilikan lahan sekitar dua are tersebut. Tanah itu tepatnya ada di wilayah Banjar Batugaing, Desa Beraban, Kecamatan Kediri atau di Pantai Nyanyi bagian barat. EW, anggota DPRD asal Kediri yang mengklaim sebagai pemilik tanah itu, juga ikut hadir di sana. Kapasitasnya sebagai anggota Dewan Tabanan. Sedangkan dari pihak eksekutif dihadiri Kepala Dinas Perikanan. Pihak pemerintah mengklaim itu aset pemkab. Keberadaan tanah itu dikaitkan sebagai bangsal nelayan sebelumnya. Di hadapan dewan, kedua belah pihak baik eksekutif maupun EW justru mampu menunjukkan bukti autentik atas kepemilikan
lahan tersebut. Bahkan kedua pihak menunjukkan surat perjanjian peminjaman lahan untuk pendirian bangsal nelayan, selain itu juga masing-masing membawa pipil bahkan juga sertifikat. Kedatangan dewan ke sana bukan saja menggali berdasarkan data dari kedua belah pihak yang masih saling klaim. Dewan juga mengumpulkan sejumlah informasi. Satu masukan diperoleh dari perwakilan nelayan, I Wayan Nuaba. Nuaba mengatakan, jika bangsal nelayan itu sudah ada sejak tahun 2005 silam. Awalnya bangsal itu dibangun di sebelah timur, tepatnya di Yeh Sungi. Sayangnya karena dibangun di atas pasir, lama-kelamaan bangunan itu roboh akibat diterjang gelombang yang cukup kuat. Selanjutnya muncul kesepakatan para nelayan. Mereka kemudian mengusulkan menempatkan bangsal itu di atas tanah yang diyakini milik EW. Sebab, sebelumnya ada keluarga EW
yang menggarap lahan tersebut. Nah saat itulah dibuat surat perjanjian peminjaman lahan untuk pendirian bangsal. “Dan tahun 2013 mengucur bantuan lagi. Kemudian bangsal itu akhirnya digeser ke barat sebagaimana lokasi sekarang. Pengelolaannya diserahkan ke Dinas Perikanan saat itu,” terangnya. EW dengan bukti-bukti autentik yang dimiliki tetap bersikukuh lahan itu adalah tanah miliknya. Hal itu juga sudah sesuai patokan peta di desa. “Jika menggunakan peta udara, hal itu tentu tidak bisa dipakai
patokan. Dengan sertifikat sudah jelas batas-batasnya. Apalagi saya juga ikut jadi tim pembentukan sertifikat saat ada pembebasan besar-besaran di tahun 90-an. Saya yakini sertifikat aset yang dipegang pemda adalah sungai itu,” sergahnya. Hal senada juga disampaikan Bagian Aset Pemda Tabanan yang tetap meyakini jika lahan yang dipermasalahkan saat ini adalah milik pemda. Bahkan dirinya berani menjamin masih ada batas (patok - red) sesuai sertifikat yang dimiliki pemda. Terkait masih adanya saling
Bali Post/bit
LOKASI - Jajaran DPRD Tabanan saat turun ke lokasi yang diklaim milik Pemda Tabanan atau EW, anggota dewan asal Kediri.
klaim di antara kedua belah pihak, jajaran Dewan yang dikomandoi Ketua Fraksi PDI-P I Nyoman Arnawa mengatakan jika turunnya dewan kali ini bukan menentukan siapa yang benar ataupun salah. Tetapi dewan berupaya mengecek kebenaran sekaligus pengumpulan bukti-bukti autentik sebagai dasar penguatan kepemilikan lahan itu. “Kami hanya ingin mencari tahu kebenarannya seperti apa. Kami juga ingin tahu lokasi tanah itu di mana. Kalau berbicara benar dan salah bukan ranah kami, melainkan itu hak pengadilan,” ucapnya. Meski demikian, pihaknya berharap antara kedua belah pihak bisa menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan. “Kalau tetap tidak ada solusi, jalan keluarnya mau tidak mau ya lewat keputusan pengadilan,” ucapnya. Ketua Komisi I DPRD Tabanan Eka Nurchayadi juga mendesak agar BPN selaku lembaga yang berwenang mengeluarkan sertifikat agar segera turun. BPN harus turun mengecek kebenaran sertifikat itu. “Jangan sampai permasalahan ini berlarut-larut. Kita desak BPN bisa segera turun,” pungkasnya. Pihak dewan pun berencana akan mengawal permasalahan ini hingga tuntas. Rencananya juga akan dibentuk tim Pansus. (bit)
KARANGASEM
8
Sabtu Pon, 24 Maret 2018
Batu Pengaman Pantai Ujung Rusak
Ancam Aktivitas Nelayan Amlapura (Bali Post) -
Pantai Ujung di bagian selatan Taman Soekasada Ujung, Karangasem sudah mendapatkan penataan. Penataan itu berasal dari program rehabilitasi pemasangan batu pengaman pantai. Saat ini, batu pengaman yang dipasang mirip senderan beton itu mulai bermasalah akibat terjangan ombak. Kondisi tersebut tak hanya menjadikan kawasan pantai di Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem itu kembali terancam abrasi, tetapi juga sangat mengganggu aktivitas nelayan. ‘’Senderan batunya memang sudah mulai rusak. Sudah banyak ada lubang besar. Senderan batunya sekarang ini sudah tidak rata lagi. Banyak yang makeplis (menonjol - red),’’ ungkap Suhaili (45), salah seorang nelayan setempat. Nelayan asal Banjar Ujung Pesisi itu mengatakan rusaknya senderan batu itu tidak pelak menghambat aktivitas nelayan ketika mereka akan turun dan balik melaut. Para nelayan harus ekstra hati-hati. Sebab, sedikit saja salah, maka akan bisa berakibat fatal. Lebih lebih ketika ombak besar datang. Sedikit saja nelayan itu salah, mereka bisa celaka, atau bisa juga jukungnya yang rusak, karena terbentur dinding senderan. Pantai Ujung ini dihuni sekitar 300 nelayan. Mereka
bergabung dalam beberapa kelompok nelayan. Rahman Maulana (40), mengatakan, sejauh ini sedikitnya sepuluh perahu nelayan pecah di bagian bawah. Pasalnya, perahu itu terbentur batu. Seorang nelayan bahkan harus dilarikan ke rumah sakit, akibat kakinya terbentur batu saat akan mendaratkan jukungnya. Rahman Maulana mengakui hadirnya pengaman pantai itu memang banyak nilai positifnya. Selain dapat mencegah abrasi, nelayan juga menjadi punya tempat memarkir jukungnya. Namun, negatifnya, banyak perahu menjadi rusak. Rusaknya perahu itu akibat terantuk batu senderan. ‘’Tonjolan batunya bisa sampai 40 cm. Malah lubangnya bisa sampai setengah meter.
SOSOK
Bali Post/kmb
ANCAM NELAYAN - Kondisi batu pengaman pantai di Pantai Ujung yang mulai rusak mengancam aktivitas nelayan.
Dharma Santi Nyepi
Erupsi, Momentum Rebut Dana DALAM merumuskan isu-isu yang menjadi masalah krusial, selain memang sudah tertuang di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), penggalian isu terkini akibat erupsi Gunung Agung itu harus diakomodir dalam penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD). Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri menegaskan hal itu saat membuka Musrenbang Kabupaten Karangasem di Wantilan Pemkab Karangasem, Jumat (23/3) kemarin. Bupati mengaku sangat memahami bencana erupsi ini menjadi tantangan berat bagi pemerintah di dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah. Beberapa permasalahan yang terjadi seperti kerusakan infrastruktur, permasalahan sosial, kesehatan, ekonomi dan lingkungan serta kemungkinan tidak tercapainya target PAD sebagai sumber pembiayaan pembangunan. Dampak erupsi ini harus dijadikan momentum dalam upaya merebut dana pusat dan provinsi yang lebih besar, untuk mempercepat proses pemulihan daerah yang menjadi kacau sejak September tahun lalu. Menteri hingga Presiden sudah turun ke Karangasem. Pihaknya berharap ini menjadi momen tepat merebut perhatian pusat. Permasalahan ini, kata IGA Mas Sumatri, harus dihadapi dan dirumuskan bersama dengan cara lebih serius di dalam Musrenbang RKPD ini. Sebagaimana disampaikan Kepala Bappelitbangda Karangasem terhadap usulan-usulan yang didorong ke provinsi maupun ke pusat, agar seluruh perangkat daerah ikut bertanggung jawab mengawal semua usulan tersebut. Dia berharap Bappeda Litbang Provinsi Bali bisa memfasilitasi usulan Kabupaten Karangasem ke pusat. ‘’Besar harapan kami kiranya dapat diprioritaskan dana provinsi dalam usaha pemulihan kondisi perekonomian di Kabupaten Karangasem,’’ tegasnya. (gik)
Telepon Penting kARANGASEM Polres Karangasem Penjagaan Polres Polsektif Karangasem Polsek Kota Polsek Manggis Polsek Rendang Polsek Selat Polsek Abang Polsek Kubu Polsek Sidemen Polsek Bebandem Polsek Candidasa Polsek KP3 Padangbai Radio Suara Widya Besakih (SWIB) Koperasi Krama Bali Cab. Karangsem PMI PDAM0 PLN BPBD/ESR Badan SAR Pemadam Kebakaran URD RSUD RSUD SMAN 1 Amlapura SMAN 2 Amlapura SMAN 1 Manggis SMPN 1 Amlapura
Seandainya pasirnya bisa dirapikan maka sangat bagus. Hal itu tidak mengganggu aktivitas nelayan,’’ ucapnya. Rahman Maulana, berharap pemerintah bisa turun tangan. Pasalnya upaya penanganan yang sempat dilakukan para nelayan, itu tidak bisa maksimal. Permasalahannya, ada keterbatasan sumber daya manusia. Senderan batu di sepanjang bibir pantai itu sempat coba ditata dengan mendatangkan buruh. Bahkan dananya berasal dari iuran nelayan. ‘’Senderan itu sudah dibangun sekitar 2008. Rusaknya mulai 2010. Buruh yang disewa nelayan itu tidak bisa menggeser bongkahan batu besar itu. Tukang itu perlu bantuan alat berat. Tanpa alat berat, sama saja mubazir kerjanya,’’ ujarnya. (kmb)
0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363
21220 23222 21167 41768 23082 24187 23330 22988 21709 22110 41677 41388
0363
21791
0363 0363 363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363 0363
2710050 21789 21363 21711 22173 21135 21113 21011 21470 21152 21254 41668 21288
Mas Sumatri Ajak Jaga Keharmonisan PEMKAB Karangasem menggelar Dharma Santi Nyepi bertempat di Jero Subagan, Kelurahan Subagan, Karangasem, Jumat (23/3) kemarin. Kegiatan serangkaian peringatan Nyepi Tahun Çaka 1940 itu dihadiri Forkompinda, para tokoh lintas agama, Koordinator Daerah Pinandita Sanggraha Nusantara Karangasem, bendesa dan prajuru adat se-Karangasem, unsur kepemudaan, dan jajaran organisasi perangkat daerah. Dharma Santi Nyepi itu mengusung tema ‘’Melalui Dharma Santi Kita Wujudkan Keharmonisan dan Kerukunan Umat Menuju Karangasem The Spirit of Bali’’. Setelah pengantar dari Sekda Adnya Mulyadi selaku Ketua Panitia, dilanjutkan sambutan Bupati IGA Mas Sumatri dan dharma wacana Ida Pandita Mpu Jaya Acarya Nanda. Dharma wacana di antaranya mengupas pentingnya pengendalian diri untuk
mewujudkan kehidupan yang harmonis. Ida Pandita Mpu Jaya Acarya Nanda juga mengajak masyarakat Karangasem untuk mengambil sisi positif dari aktivitas vulkanik Gunung Agung itu. ‘’Nyepi adalah momen kita semua untuk kembali menjadi orang Bali. Mari berkarma untuk meningkatkan penyucian diri kita,’’ pintanya. Bupati Mas Sumatri dalam sambutannya mengajak masyarakat Karangasem dapat memaknai tema dharma santi yaitu menjaga keharmonisan kehidupan, sebagaimana ajaran Tri Hita Karana. Atas nama pribadi dan Pemkab Karangasem, pihaknya menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada seluruh komponen masyarakat Karangasem karena peringatan Nyepi ini dapat berjalan aman, tertib, lancar, dan penuh khidmat. ‘’Saya sekaligus juga menyampaikan selamat hari raya Maulud Nabi Muham-
mad SAW bagi umat Islam, hari Paskah, Kenaikan Yesus Kristus bagi umat Kristiani dan hari raya Waisak bagi umat Buddha,’’ ungkapnya. Mas Sumatri mengatakan Nyepi tahun ini spesial karena bertepatan hari raya Saraswati. Itu merupakan momen penting dalam kehidupan spiritual, catur brata panyepian sebagai bagian upaya introspeksi diri, sekaligus memohon kepada Dewi Saraswati dalam mengawali tahun Çaka ini agar dianugerahi ilmu pengetahuan agar sukses menjalankan dharma agama itu sendiri. Selain itu juga diberkati semangat baru, jiwa damai yang harmonis sesuai nilai-nilai Tri Hita Karana. ‘’Dalam waktu dekat ini, kita juga akan melaksanakan Karya Ida Batara Turun Kabeh di Pura Besakih dan Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur. ‘’Mari kita sebagai umat sedharma merenung sejenak. Dengan penuh
DHARMA SANTI - Pelaksanaan Dharma Santi Nyepi di Jero Subagan, Karangasem. dedikasi kita mengikuti kegiatan tersebut. Kita memohon doa restu untuk keselamatan kita semua,’’ ucapnya. Dharma Santi Nyepi itu juga dihadiri Wabup Wayan Artha Dipa dan I Gusti Made
Tusan. Sebelum acara ditutup oleh penampilan kesenian bondres, Bupati Mas Sumatri menyerahkan punia kepada sembilan sulinggih perwakilan masing-masing kecamatan. (ad1024)
Usulan Program dalam Musrenbang
Pemkab Bahas Dana Rp 4,089 Triliun DALAM rangka merumuskan program pembangunan tahun 2019, Pemkab Karangasem menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten yang dilangssungkan di Wantilan Kantor Bupati Karangasem, Jumat (23/3) kemarin. Kegiatan yang melibatkan urusan dari berbagai komponen
pembangunan itu membahas alokasi dana Rp 4,089 triliun sebagai usulan program hasil pembahasan di tingkat forum perangkat daerah. Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Darah (Bapelitbangda) Karangasem I Made Sujana Erawan memaparkan, usulan program itu diarahkan
MUSRENBANG - Pembukaan Musrenbang Karangasem di Wantilan Kantor Bupati Karangasem, Jumat (23/3) kemarin.
ke tiga sumber pendanaan. Pertama, sebesar Rp 2,516 triliun diarahkan ke APBD Kabupaten Karangasem. Kemudian Rp 268,12 miliar ke APBD Provinsi Bali. Selanjutnya, Rp 1,304 triliun ke APBN. Pelaksanaan Musrenbang itu telah melalui beberapa tahapan yang dilaksanakan secara berjenjang, yaitu agenda pra-musrenbang kabupaten di kecamatan-kecamatan. Selanjutnya, tahap musrenbang kabupaten di kecamatan-kecamatan. Selain itu, juga forum konsultasi publik terlibat dalam penyempurnaan rancangan awal rencana kerja perangkat daerah itu. Dan terakhir, forum perangkat daerah yang dilaksanakan 19 sampai 20 Maret lalu. Usulan pendanaan program itu diharapkan bersumber dari APBN. Hal itu sebetulnya telah disampaikan dan dibahas pada Rakorbang Kemendagri di Yogyakarta berupa 109 usulan strategis dan 59 usulan tambahan. Untuk usulan pendanaan ke APBD Bali, input
data sudah dilakukan menggunakan aplikasi E-Planning Bapada Litbang Bali 8 sampai 22 Maret lalu. ‘’Untuk musrenbang kabupaten ini akan kita laksanakan sampai 26 Maret nanti,’’ jelas Sujana Erawan. Sebelum masuk ke pembahasan program, peserta musrenbang mendapat arahan dari Kepala Bapeda Litbang Bali I Wayan Wiasthana Ika Pura. Intinya, pihaknya menggarisbawahi musrenbang kabupaten harus mengimplementasikan tema dari Rancangan Kerja Pemerintah (RKP) 2019 yaitu pemerataan pembangunannya untuk pertumbuhan berkualitas. Tema rancangan awal Rencana Kerja Perangkat Daerah 2019 itu memperkuat sinergi dalam pertumbuhan berkualitas, merata, dan berdaya saing menuju pembangunan berkelanjutan. Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri mengingatkan para peserta musrembang itu agar terus melakukan
penggalian isu-isu yang sudah tertuang pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Penggalian isu itu diutamakan masalah terkini. Misalnya, akibat erupsi Gunung Agung. Erupsi, kata Bupati, menjadi tantangan berat pemerintah dalam menyusun rencana kerja ini. Alasannya, muncul beberapa permasalahan, seperti kerusakan infrastruktur. Di samping itu, permasalahan sosial, kesehatan, ekonomi dan lingkungan serta kemungkinan tidak tercapainya target pendapatan asli daerah. ‘’Usulan-usulan itu hendaknya didorong ke anggaran provinsi maupun pusat. Sudah pasti hal itu harus dikawal dengan baik oleh perangkat daerah. Kami juga berharap Bapeda Litbang Bali bisa memfasilitasi usulan kami ke pusat dan juga dapat memprioritaskan dana provinsi untuk pemulihan kondisi perekonomian saat ini di Karangasem,’’ pintanya. (ad1023)
Paparan Bappeda Bali
Karangasem Sulit Keluar dari Masalah Kemiskinan? Dua persoalan klasik yang dihadapi Karangasem adalah kemiskinan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Keduanya sejauh ini belum mengalami perkembangan signifikan. Sebagaimana catatan Bappeda Litbang Bali, kemiskinan Karangasem itu masih menempati grafik tertinggi di Bali. Sedangkan untuk IPM Karangasem juga tak banyak berubah, karena masih menjadi yang terendah di Bali. Upaya efektif apa saja yang akan dilakukan Pemkab Karangasem agar ada peningkatan ke arah lebih baik dua persoalan klasik itu? DATA itu kembali terungkap sebagaimana dipaparkan Kepala Bappeda Litbang Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra saat Musrenbang RKPD Karangasem 2018 di Wantilan Pemkab Karan-
gasem, Jumat (23/3) kemarin. Data terbaru menunjukkan, kemiskinan Karangasem masih yang tertinggi. Karangasem berada di angka 6,55 persen. Disusul Klungkung di angka 6,29 persen, Buleleng
5,74 persen, Jembrana 5,38 00, Bangli 5,23 persen, Tabanan 4,92 persen, Gianyar 4,46 persen, Denpasar 2,27 persen, dan Badung 2,06 persen. Sementara IPM Karangasem masih yang terendah ada di angka 65,23 persen. Masih lebih rendah dari Bangli 67,03 persen, Klungkung 69,31 persen, Jembrana 70,38 persen, Buleleng 70,65 persen, Tabanan 74,19 persen, Gianyar 75,70 persen, Badung 79,80 persen dan Denpasar sebesar 82,58 persen. Melihat masih belum meratanya perkembangan masing-masing kabupaten dan kota di Bali, Wiasthana
pada pertemuan itu menyampaikan tema rancangan awal nasional RKP tahun 2019 akan mengangkat pemerataan pembangunan agar tumbuh berkualitas. Artinya, persoalan pemerataan pembangunan itu sebenarnya tidak hanya terjadi di Bali. Akan tetapi, terjadi secara nasional. “Sementara untuk tema rancangan awal RKPD adalah memperkuat sinergi agar pertumbuhannya bisa berkualitas, merata dan berdaya saing, menuju pembangunan berkelanjutan,” kata Wiasthana. Dalam RKPD tersebut ada lima prioritas pembangunan. Pembangunan ma-
nusia akan dilakukan melalui peningkatan pelayanan dasar. Pengurangan kesenjangan antarwilayah melalui pengembangan infrastruktur dan pelestarian lingkungan. Peningkatan nilai tambah ekonomi, melalui pertanian, pariwisata, industri kreatif dan jasa produktif. Menjaga ketenteraman dan ketertiban serta pelestarian adat dan budaya. Peningkatan tata kelola pemerintahan dan birokrasi yang berkualitas. Kepala Bapelitbangda Karangasem Made Sujana Erawan mengatakan, tujuan penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD untuk
mendapatkan masukan dalam rangka penyempurnaan Rancangan RKPD. Rancangan ini memuat prioritas pembangunan daerah, pagu indikatif pendanaan berdasarkan fungsi perangkat daerah dan informasi mengenai kegiatan yang pendanaannya berasal dari APBD Kabupaten, APBD Provinsi Bali, APBN dan sumber dana lainnya. Dari hasil Forum Perangkat Daerah yang sudah dilaksanakan itu didapatkan usulan permohonan anggaran sebesar Rp 4.089.547.086.000 yang diarahkan ke APBD Kabupaten sebesar Rp 2.516.862.275.000, diarahkan
ke APBD Provinsi sebesar Rp 268.126.281.000 dan APBN sebesar Rp 1.304.558.530.000. Dengan perencanaan pembangunan yang matang, pihaknya berharap ke depan ini akan memberikan banyak dampak positif terkait percepatan pembangunan daerah di segala aspek. Khususnya penanganan kemiskinan dan IPM yang belum memperlihatkan perkembangan signifikan. Terlebih erupsi tahun lalu, dampaknya sangat dirasakan masyarakat Karangasem. Sehingga diperlukan perhatian lebih dari pusat maupun provinsi terkait percepatan proses pemulihannya. (gik)
Sabtu Pon, 24 Maret 2018
GIANYAR
9
Pemkab Harus Serius Lindungi UMKM
Gianyar (Bali Post) Kalangan DPRD Gianyar meminta pemerintah untuk fokus dan serius melindungi industri kreatif atau UMKM. Jangan sampai sektor yang digeluti sebagian besar masyarakat di gumi seni tersebut meredup. ‘’Dalam kondisi perekonomian seperti sekarang dan juga kondisi pemulihan pascabencana Gunung Agung, kita harus fokus mendorong industri kreatif untuk pulih kembali,’’ ujar anggota DPRD Gianyar Putu Gede Pebriantara, Jumat (23/3) kemarin. Menurut politisi PDI-P ini, pemerintah seyogyanya terus memberikan bantuan berupa kredit lunak kepada UMKM. Kredit dengan bunga ringan diharapkannya tidak hanya sebatas diberikan oleh bank umum seperti BRI atau BPD Bali, tetapi juga melalui bank daerah Gianyar yakni BPR Werdhi Sedana. Dengan makin banyaknya bank yang mampu memfasilitasi, maka dana akan lebih cepat tersalurkan ke para pelaku UMKM. Dana bantuan itulah yang digunakan dalam produksi. ‘’Kalau lebih cepat tersalurkan, UMKM kita bisa lebih cepat memanfaatkannya. Otomatis nanti mereka bisa cepat recovery. Ini yang sangat kita harapkan,’’ katanya. Dijelaskan Pebriantara, Pemkab Gianyar tahun ini telah menganggarkan dana bantuan untuk UMKM dan koperasi sebesar Rp 10 miliar. Diharapkan dana tersebut bisa membantu pemulihan UMKM mengingat sebagian besar warga Gianyar bergelut di bidang industri kreatif khususnya kerajinan. ‘’Mudah-mudahan ini bisa membantu, sejalan sudah mulai pulihnya kunjungan wisata kita di Bali, khususnya Gianyar pascakejadian gunung meletus. Inilah bentuk program Pemkab Gianyar untuk industri kreatif umum dan koperasi untuk merangsang pertumbuhan ekonomi,’’ jelasnya. (kmb25)
Bali Post/eka
WISATAWAN - Sejumlah wisatawan mengunjungi sentra penjualan kerajinan di Ubud. Guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, pembentukan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) dinilai sangat penting. Pemkab Gianyar telah merancang pembentukan organisasi tersebut, namun hingga kini belum terealisasi.
Pembentukan BPPD Terkendala SDM
Gianyar (Bali Post) Pemkab Gianyar sudah memiliki rancangan draf pembentukan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Gianyar, seperti yang diusulkan Ketua Ubud Home Stay Association (UHSA) I.B. Wiryawan. Bahkan draf disusun tahun 2015 lalu. Namun rencana tersebut belum bisa direalisasikan lantaran terkendala sumber daya manusia (SDM). Hal itu diungkapkan Kadisparda Gianyar A.A. Bagus Ari Brahmanta, Jumat (23/3) kemarin. Menurut pria yang akrab disapa Gung Ari tersebut, draf BPPD dirancang saat pemerintahan Bupati Gianyar A.A. Gede Agung Bharata. Namun kala itu Bupati memiliki banyak pertimbangan pada sisi SDM, khususnya penentuan struktur organ-
isasi BPPD dan hingga saat ini badan non-formal tersebut belum terbentuk. Ada kekhawatiran badan ini tidak berjalan dengan baik setelah dibentuk lantaran tidak diisi oleh mereka-mereka yang berkompeten. Menurutnya, struktur or-
ganisasi BPPD dirancang tidak hanya terdiri dari para pelaku pariwisata tetapi juga dari kalangan akademisi, swasta hingga maskapai penerbangan. ‘’Pembentukan ini memang tidak sembarangan,’’ ucapnya. Ditegaskan Gung Ari, peran
BPPD adalah untuk menentukan setiap perencanaan promosi pariwisata. BPPD juga dirancang menjadi lembaga yang menaungi berbagai komponen pariwisata di Kabupaten Gianyar. ‘’Kalau Disparda Gianyar sendiri tidak masuk dalam BPPD ini. Mungkin lebih sebagai mitra,’’ ujarnya. Gung Ari pun berharap BPPD bisa direalisasikan oleh Bupati periode selanjutnya, terlebih melihat promosi pariwisata Kabupaten Gianyar yang tergolong belum maksimal. ‘’Tetapi bisa
optimal atau tidaknya lembaga ini, tetap tergantung SDM yang mengisi. Maka itu, dari dulu menentukan personelnya ini yang susah,’’ tegasnya. Sebelumnya, Ketua UHSA I.B. Wiryawan mendorong pemerintah membentuk BPPD guna mengoptimalkan promosi pariwisata Kabupaten Gianyar. Menurutnya, daerah lain kini semakin gencar melakukan promosi pariwisata. Jika tidak berbenah, pihaknya khawatir pariwisata Gianyar makin tertinggal dari daerah lain. (kmb35)
Peduli Lingkungan Putu Gede Pebriantara
Bali Post/dok
Warga Tegenungan Kampanyekan ”Save Carik” Lewat Seni Instalasi
Gianyar (Bali Post) Tingginya laju alih fungsi lahan pertanian di Banjar Tegenungan, Desa Kemenuh, Sukawati, membuat sebagian warga geram. Mereka pun berinisiatif melakukan gerakan dengan melahirkan karya seni instalasi bertema ‘’Save Carik’’ atau selamatkan sawah. Klian Banjar Tegenungan Gusti Raka mengatakan, kawasan di desa kelahirannya yang dulunya tergolong hijau itu, kini marak diincar investor bidang pariwisata. Akomodasi pariwisata banyak berdiri terselip di tengah sawah. Keresahan warga yang tak ingin sawah punah, kemudian diwujudkan melalui seni instalasi ‘‘Save Carik’’. Pembuatannya adalah seorang lifeguard di objek wisata Air Terjun Tegenungan dan dipasang sekitar sebulan lalu. Seni instalasi itu juga dilengkapi dengan tambahan pemasangan rambu back to natural dan free lifi. Lifi diartikan sebagai ular. Rambu warna hijau itu ditempel di batang pohon kelapa. Karya seni instalasi itu bisa dilihat jelas di Jalan Raya Tegenungan-Desa Sukawati, tepatnya di sebelah utara objek wisata Air Terjun Tegenungan. Instalasi itu menghadap barat jalan seolah menyapa pengunjung yang melintas. Gusti Raka menilai, dengan munculnya Perda tentang Pungutan, kini desa tidak bisa lagi memungut iuran dengan maksud melindungi wilayahnya. Karena ada perda itu seolah-olah investor dengan leluasa membangun akomodasi pariwisata. Dulu, kata Raka, saat belum ada perda mengenai aturan memungut iuran, desanya memiliki awig-awig yang sangat ketat mengenai pembangunan. ‘’Dengan awig-awig tersebut, sawah bisa terlindungi. Awig-awig sangat keras memungut retribusi, tapi sekarang dengan adanya aturan memungut, itu dianggap pungutan liar,’’ keluhnya. (kmb35)
Bali Post/nik
SAVE CARIK - Seni instalasi ‘’Save Carik’’ yang dipasang di hamparan sawah di Banjar Tegenungan, Desa Kemenuh, Sukawati.
Ratusan Polisi Pungut Sampah Plastik di Pantai Lebih Gianyar (Bali Post) Jajaran Polres Gianyar melakukan aksi bersih-bersih di kawasan Pantai Lebih, Jumat (23/3) kemarin. Aksi ratusan polisi bersama sejumlah pelajar dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar ini dalam rangka memerangi sampah plastik. Peserta kegiatan mulai bergerak sekitar pukul 07.00 Wita. Kegiatan ini dikomandoi Kapolres Gianyar AKBP Djoni Widodo dan Kepala DLH Gianyar I Wayan Kujus Pawitra. Peserta bahu membahu memungut sampah plastik di sela-sela bebatuan pembatas pantai. AKBP Djoni Widodo mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya menerima informasi mengenai temuan wisatawan akan banyaknya sampah plastik di perairan Nusa Panida. Hal ini tentu sangat merugikan citra pariwisata Bali secara keseluruhan. Pihaknya pun berinisiatif melakukan pencegahan dengan memungut sampah plastik. Pantai Lebih dipilih lantaran lokasinya berdekatan dengan perairan Nusa Penida. ‘’Di sini
kita juga dibantu pelajar dan masyarakat sekitar untuk bersamasama membersihkan pantai dari sampah plastik,’’ katanya. Sementara itu, Kepala DLH Gianyar I Wayan Kujus Pawitra menjelaskan, gerakan membersihkan pantai dari sampah plastik sedang digalakkan Pemkab Gianyar. ‘’Sampah plastik itu yang paling berbahaya, apalagi kalau dibuang ke laut. Itu merusak ekosistem khususnya terumbu karang kita,’’ ungkapnya. Kujus berharap, kegiatan yang digelar kepolisian tersebut bisa berkelanjutan sehingga bisa dijadikan teladan bagi generasi muda serta masyarakat sekitar. ‘’Aksi ini wajib untuk ditularkan, sehingga semua komponen bisa sadar akan pentingnya menjaga lingkungan yang bersih dan lestari,’’ tegasnya. (kmb35) MEMUNGUT SAMPAH Kapolres Gianyar AKBP Djoni Widodo bersama Kepala DLH Gianyar I Wayan Kujus Pawitra memungut sampah di bebatuan pembatas Pantai Lebih, Jumat (23/3) kemarin.
Topik : PELESTARIAN SAPI BALI
perspektif
Bursa Ternak Sapi Bali SAPI Bali sangat potensial dikembangkan sebagai salah satu upaya meningkatkan perekonomian masyarakat. Untuk itu, bagi paslon Tjokorda Raka Kerthyasa-Pande Istri Maharani Primadewi (Kertha-Maha), hal ini menjadi perhatian khusus. Menurut Ketua Tim Pemenangan Kertha-Maha, Ida Bagus Nyoman Rai, yang perlu diperhatikan dalam pengembangan sapi Bali adalah harga jualnya. Harga sapi Bali yang kerap anjlok menjadi problem yang selalu dikeluhkan peternak. Menurutnya, hal itu disebabkan pola pemasaran yang dilakoni peternak selama ini. ‘’Karena, kadang masyarakat menganggap sapi Bali seperti tabungan, Manakala dia perlu, misal tahun ajaran baru sapi dijual untuk kepentingan sekolah. Nah, umumnya saat itu sapi turun harga,’’ ucap politisi Partai Gerindra ini. Terkait persoalan ini, Kertha-Maha pun berencana menghidupkan kembali bursa ternak sapi Bali. Dikatakan Ida Bagus Rai, metode ini pernah berjalan dengan baik di Desa Kerta, Kecamatan Payangan. ‘’Dulu bursa ternak Sapi Bali itu ramai di
Desa Kerta. Hanya beberapa perkembangan terakhir, kurang mendapat perhatian,’’ ungkapnya. Melihat celah itu, Kertha-Maha berkeinginan mendorong bursa ternak Sapi Bali tidak hanya di Desa Kerta, namun juga di kawasan lain yang terdapat sentra peternakan sapi Bali. ‘’Kita hidupkan kembali bursa ternak sapi Bali. Kita dorong karena sangat bermanfaat, agar peternak tidak mengalami kerugian lagi,’’ katanya. Selain itu, Kertha-Maha juga memastikan bantuan bibit sapi Bali untuk masyarakat Gianyar. Pembinaan dalam pemeliharaan sapi Bali akan dioptimalkan dengan melibatkan PPL. ‘’Dengan pola-pola ini kita harapkan peternak sapi Bali di Gianyar bisa sejahtera,’’ Ida Bagus Rai. (nik)
Tambah Bantuan Bibit Sapi Bali
PELESTARIAN sapi Bali di Kabupaten Gianyar menjadi salah satu program calon Bupati Gianyar, Made Mahayastra. Hal ini mengingat masyarakat Gianyar khususnya di kawasan utara dominan merupakan peternak sapi. Politisi PDI-P ini mengatakan, sebelumnya Pemkab Gianyar memperoleh bantuan bibit Sapi Bali dari Pemerintah Pusat. Bantuan ini pun sudah disalurkan ke kelompok-kelompok peternak yang ada di lima desa di Kabupaten Gianyar. ‘’Kita pilih kelompok di setiap kecamatan. Setiap kelompok memperoleh bantuan 20 ekor sapi Bali,’’ ucapnya. Bila pengembangan oleh kelompok peternak sapi Bali ini berjalan degan baik, pihaknya pun berencana menambah bantuan untuk kelompok ternak lainnya. ‘’Nanti ini bisa kita bahas. Kelompok ternak sapi Bali lain yang belum menerima akan diupayakan juga agar menerima bantuan sapi Bali, tentunya dengan dianggarkan melalui APBD,’’ katanya. Pengelompokan peternak sapi Bali ini dilakukan untuk mengorganisir para peternak. Apalagi peternak sapi Bali di Gianyar jumlahnya cukup banyak. ‘’Kebanyakan dipeliharanya masih secara sendiri-sendiri dan di Gianyar utara itu hampir setiap
orang memelihara satu atau dua sapi. Itu jumlahnya mencapai ribuan,’’ ungkapnya. Sapi Bali dijual setiap ada momen khusus seperti ngaben. Mahayastra mengakui pada momen itu tidak jarang harga sapi malah anjlok. ‘’Untuk harga, sepenuhnya pasar yang punyai kewenangan,’’ katanya. Sementara untuk penyaluran sapi Bali ke hotel dan restoran, Mahayastra mengungkapkan saat ini kualitas sapi Bali belum bisa memenuhi standar. ‘’Kualitas dagingnya masih kalah dengan sapi Australia. Inilah yang perlu kita kaji, bagaimana meningkatkan kualitas serat dan kelembutan tekstur daging sapi Bali,’’ tegasnya. (nik)
JEMBRANA
10
Sabtu Pon, 24 Maret 2018
Perekaman E-KTP, Disdukcapil Jemput Bola Negara (Bali Post) – Data rekapitulasi KPU terkait ribuan pemilih potensial non e-KTP di Kabupaten Jembrana dibantah pihak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Jembrana. Dari hasil pengecekan data yang disodorkan KPU, Jumat (23/3) kemarin sebagian besar sudah melakukan rekam data, bahkan telah mengantongi e-KTP. Kepala Dinas Dukcapil Jembrana Ketut Wiaspada saat ditemui Jumat (23/3) sore mengatakan, dari pengecekan awal data terkait pemilih potensial non e-KTP yang diterima dari KPU di antaranya sudah melakukan rekam data. Bahkan dari laporan data sistem perekaman e-KTP, beberapa orang sudah mendapatkan fisik KTP sejak 2016 lalu. Untuk itu, pihaknya meyakini data pemilih tak berKTP itu tidak 100 persen. Sampel yang dilakukan pengecekan merupakan desa/kelurahan yang banyak ditemukan pemilih tak ber-KTP elektronik, seperti di Kecamatan Negara. ‘’Memang belum semuanya kami cek, ada ribuan yang dilaporkan. Jadi kami periksa satu per satu. Tapi kami memastikan tidak 100 persen (tak ber-KTP),’’ kata pejabat asal Desa Penyaringan ini. Selain banyak yang sudah terekam, dari data yang diterima juga ada yang memang benar tidak memiliki e-KTP lantaran belum cukup umur. Sejak Januari lalu sudah rutin dilakukan perekaman data ke sekolah menengah. ‘’Sampai saat ini sudah ada beberapa sekolah kita jemput bola untuk perekaman data pemilih pemula. Kita rekam di sekolah karena lebih efektif,’’ ucapnya. (kmb26)
Bali Post/olo
MACET - Suasana kemacetan di jalur Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di wilayah Pekutatan akibat truk mogok dan juga truk terguling, Jumat (23/3) kemarin.
Dipicu Truk Mogok dan Terguling
Jalur Pekutatan-Mendoyo Sempat Macet Total Negara (Bali Post) –
Arus lalu lintas (lalin) di jalur Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di wilayah Pekutatan sempat macet beberapa jam, Jumat (23/3) pagi. Kemacetan ini dipicu lantaran adanya truk mogok di tanjakan dan juga truk terguling, sehingga dari kedua arah jalur tertutup. Arus lalin pun sempat lumpuh beberapa jam. Begitu truk dan barang bawaannya dievakuasi, arus lalin kembali normal.
Bali Post/olo
CEK DATA – Kadis Dukcapil Jembrana mengawasi pengecekan data DPS KPU terkait ribuan pemilih potensial non-KTP elektronik.
Mampet, Warga dan TNI Bersihkan Saluran Irigasi di Sangkaragung
Negara (Bali Post) Saluran air yang mampet dan sempit menjadi pemicu permukiman warga di Kelurahan Sangkaragung, Kecamatan Jembrana, kebanjiran. Setiap hujan deras ataupun saat mulai tanam padi, sedikitnya 30 KK di sepanjang saluran ari di Banjar Budeng Putih itu tergenangi air. Mendapati adanya permasalahan itu, warga sekitar subak bersama TNI dari Kodim 1617/Jembrana bergotong royong membersihkan saluran irigasi, Jumat (23/3) pagi. Kegiatan normalisasi saluran irigasi sepanjang 850 meter ini untuk membersihkan tanaman liar serta endapan lumpur yang mempersempit jalur air. Beberapa tanaman liar yang tumbuh di kiri kanan saluran ditebas warga menggunakan sabit. Sedangkan satu buah alat berat (esksavator) dari Pemkab Jembrana dikerahkan guna mengeruk endapan tanah dan lumpur. Untuk itu diharapkan saluran air ini bisa bertambah lebar sepanjang 2,5 meter. Lurah Sangkaragung I Putu Eko Darmawan mengatakan, saluran yang sempit ini sering menjadi pemicu masalah banjir di sekitar Sangkaragung. Selain itu saluran air yang juga berfungsi untuk saluran irigasi ini juga diperlukan subak. Sedikitnya 30 rumah di sekitar saluran air ini sering kebanjiran. “Karena itu kita ingin kembalikan fungsi saluran ini agar airnya bisa mengalir lancar,” terangnya. Sementara itu, gotong royong ini merupakan bentuk sinergitas antar-instansi. Peran TNI yang turun bersama warga bahu membahu membersihkan saluran air sangat diapresiasi. Normalisasi ini bisa menjadi solusi atas permasalahan banjir yang kerap terjadi di Sangkaragung. Lewat normalisasi irigasi, aliran air akan lancar untuk mengairi lahan pertanian, sehingga produktivitas hasilhasil pertanian juga dapat terjaga. (kmb26)
Informasi yang dihimpun kemarin menyebutkan, kemacetan di lokasi terjadi sejak Kamis (22/3) pukul 21.00 Wita. Saat itu ada truk mogok di tanjakan. Kemacetan saat itu tidak terlalu parah, karena petugas menerapkan sistem buka tutup. Nah, kemacetan
mulai parah ketika ada truk dengan nomor polisi P 9194 UK mengalami kecelakaan dan terguling di sekitar lokasi pukul 12.00 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Namun dampaknya jalur lalin di jalan nasional itu semakin lumpuh beberapa jam.
Dari pengamatan, hingga pukul 08.00 Wita antrean panjang dari arah Gilimanuk hingga memasuki Rambut Siwi. Begitu juga dari arah Denpasar mengalami kemacetan. Sejumlah pengemudi mobil mengaku terjebak macet hingga berjam-jam. ‘’Saya balik nggak jadi ke
Denpasar, sudah macet satu jam lebih di Rambut Siwi,’’ keluh Hariri (50), salah seorang pengemudi mobil dari Negara. Menjelang pagi arus kendaraan yang melintas, baik dari arah Gilimanuk maupun Denpasar bertambah sehingga ekor antrean kendaraan cukup panjang. Bahkan hingga pukul 08.00 Wita, antrean truk dan mobil pribadi hingga ke Rambut Siwi, Yehembang Kangin. Kapolsek Pekutatan Kompol Putu Suprama saat
dikonfirmasi membenarkan sempat terjadi antrean dikarenakan banyaknya kendaraan yang melintas. Namun sekitar pukul 09.00 Wita jalur Denpasar-Gilimanuk di Pekutatan sudah kembali normal. Kompol Suprama yang turun langsung mengatur lalin mengerahkan hampir seluruh personelnya guna mengatasi kemacetan tersebut. Petugas juga membantu mengevakuasi barang-barang bawaan truk yang terguling di Pangyangan. (kmb26)
Desa Bersih Narkoba
Kepala BNN Persilakan Warga Tangkap Tangan Pengguna Negara (Bali Post) Selain menyerang segala lapisan masyarakat, peredaran narkoba kini tidak hanya di kota besar, melainkan juga sudah merambah ke desa-desa. Menghadapi ancaman itu, Bali sebagai salah satu destinasi wisata terbesar di Indonesia harus senantiasa siaga. Guna mencegah peredaran dalam aspek pengurangan demand (permintaan) narkoba, BNN (Badan Narkotika Nasional) bersinergi dengan Pemkab Jembrana mencangkan Desa Bersih Narkoba. Salah satu desa yang dicanangkan di Jembrana adalah Desa Budeng, Kecamatan Jembrana. Kepala BNN Heru Winarko, saat Pencanangan Desa Bersih Narkoba di Kantor Desa Budeng, Jumat (23/3) sore mengatakan narkoba sudah masuk ke pedesaan sehingga diperlukan ketahanan yang kuat untuk menangkal ancamannya. Dengan pencanangan Desa Bersih Narkoba ini, Winarko berharap agar desa ini mampu memiliki daya tangkal yang kuat terhadap godaan narkoba. “Ketika desa ini sudah menyatakan komitmennya dalam perang melawan narkoba, maka tidak menutup kemungkinan bandar bisa menguji apakah desa ini benar-benar bersih dari
narkoba dengan melakukan segala cara,” ujar Heru Winarko. Kepada masyarakat Budeng, Kepala BNN juga mengatakan apabila di daerahnya ada penyalahgunaan atau peredaran narkoba, maka tidak perlu hanya dilaporkan, tapi ia mempersilakan warga untuk menangkap tangan lalu diserahkan kepada pihak yang berwajib guna diproses lebih lanjut. Sementara itu, salah satu upaya dalam aspek pencegahan, ia mengingatkan para ibu muda agar paham akan persoalan narkoba. “Kenali anak, jika ada hal yang mencurigakan seperti perubahan sikap atau perilakunya, maka itu harus diantisipasi,” tambahnya. Terkait pencanangan Desa Bersih Narkoba di Budeng, Bupati Jembrana I Putu Artha menyambut baik dan memberikan apresiasi. Menurutnya, langkah ini merupakan salah satu komitmen Pemkab Jembrana dalam upaya melaksanakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). “Hal ini adalah bentuk nyata dan kesungguhan seluruh komitmen anak bangsa untuk aktif dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkoba,” ujar Bupati Artha. Ia mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah untuk mengajak dan memberdaya-
Bali Post/olo
CANANGKAN - Kepala BNN Heru Winarko saat mencanangkan Desa Bersih Narkoba di Kantor Desa Budeng, Kecamatan Jembrana. Winarko mempersilakan warga menangkap tangan dan menyerahkan ke aparat apabila mendapati penyalahgunaan atau peredaran narkoba di desanya. kan masyarakat di desa untuk lebih berperan aktif dalam perang melawan narkoba dan mampu mempersempit ruang gerak sindikat narkoba. “Dukungan BNN dalam pengembangan ka-
pasitas dalam P4GN, kami harapkan dilakukan secara kesinambungan sehingga masyarakat paham akan masalah narkoba. Semoga kegiatan hari ini dapat berikan manfaat yang baik
pada masyarakat,” pungkas Bupati Jembrana. Selain mencanangkan Desa Bersih Narkoba, juga dilakukan pelantikan ratusan relawan anti narkoba di Wantilan Jagatnata. (kmb26)
Lembah Merdeka Gelar
Bali Post/olo
BERSIHKAN – Warga, krama Subak dan TNI bergotong royong membersihkan saluran irigasi di Budeng Putih, Kelurahan Sangkaragung, Jumat (23/3) kemarin.
Telepon Penting jembrana RSU Negara (0365)41006/41806 Pemkab Jembrana (0365) 41210 DPRD Jembrana (0365) 41039 KODIM 1617 Jembrana(0365) 41025 KPU Jembrana(0365) 3944 Kejari Negara(0365) 41165 Piket Kejari Negara (0365) 41164 Piket PN Negara (0365) 41204 TNBB(0365) 41173/61060 Koramil Negara (0365) 41013 Kelurahan Gilimanuk(0365) 61038 Kantor BPN(0365) 41135 Kantor Agama (0365) 41087
Kantor Camat Negara(0365) 41012 Camat Jembrana (0365) 42546/43505 Kantor Camat Melaya(0365) 42153 Kantor Camat Pekutatan(0365) 40016 Kantor Camat Mendoyo(0365) 42443 Polsek Kota Negara087762879788 Polsek Pekutatan (0365) 4700097 Polsek Mendoyo (0365) 43015 Polsek Gilimanuk (0365) 61101 Polres Jembrana (0365) 41110 TMC Polres Jembrana(0365) 43110
Markas Pertemuan Pejuang Merebut Kemerdekaan KONDISI monumen bersejarah Lembah Merdeka di Sungai Gelar, Palungan Batu, Desa Batuagung saat ini mulai tertata. Monumen perjuangan ini merupakan saksi bisu perjuangan para pejuang dalam merebut dan mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia. Di kawasan lembah perbukitan di pinggir Sungai Batuagung ini, dulu merupakan markas besar para pejuang yang tergabung dalam Dewan Perjuangan Rakyat Indonesia (DPRI). Di sini pula pasukan dari sekitar Jembrana yang dipimpin Ida Bagus Gde Dosther bergabung dengan pasukan
‘’M’’ yang dipimpin Kapten Markadi mengatur strategi untuk melawan Belanda. Hingga dibangun monumen
Bali Post/olo
MONUMEN – Bangunan monumen di Lembah Merdeka Gelar. Di kawasan kaki bukit ini menjadi markas besar para pejuang dalam merebut kemerdekaan di Sunda Kecil.
yang hingga saat ini masih berdiri kokoh di pinggir sungai. Lembah Gelar sebagai Markas Besar Dewan Perjuangan Rakyat Indonesia (MB-DPRI), di sinilah para pejuang di Jembrana bergabung dengan pasukan M (Kapten Markadi) dan I Gusti Ngurah Rai. Lokasinya di dataran tinggi ini dan sangat strategis untuk markas para pejuang yang saat itu kalah dari segi persenjataan. Selain jaraknya yang proposional dengan Kota Negara, juga masih dekat dengan permukiman warga. Lokasi Gelar tidak jauh dari Kota Negara, tepatnya di Banjar Palungan Batu, Desa Batuagung. Sejak menjabat Bupati Jembrana, I Putu Artha memberikan perhatian dengan melakukan penataan monumen di pinggiran hutan tersebut. Nilai sejarah pada monumen ini sangat besar bagi Jembrana. Jalan yang sebelumnya setapak, kini telah dirabat menyusuri sungai. Sehingga memudahkan akses pengunjung untuk berjalan dari pinggir jembatan merah
penghubung banjar Palungan Batu dan Sawe ke lokasi monumen. Penataan di sekitar areal monumen juga dilakukan. Selain wantilan, diharapkan juga dibangun museum. Ketua DPRD Jembrana I Ketut Sugiasa belum lama ini mengatakan pentingnya pembangunan museum di Lembah Merdeka agar masyarakat dan generasi muda tahu di sana merupakan medan tempur dalam perjuangan kemerdekaan. Dewan asal Dauhwaru ini menilai perlu juga ada pembangunan semacam museum di Gelar, karena di sanalah lokasi markas dan titik perjuangan melawan penjajah. Di sinilah para pejuang bertemu dan menghimpun taktik untuk merebut kemerdekaan di Sunda Kecil termasuk Bali. Pasukan DPRI Sunda Kecil di Jembrana yang dipimpin Ida Bagus Gde Dosther (Bupati Jembrana 1959-1967) terlibat pertempuran dengan Belanda dalam merebut Kemerdekaan. Sejumlah pejuang gugur dalam pertempuran dilembah ini. Para pejuang yang merupakan cikal bakal TNI juga mengorganisasikan
segala kegiatan perlawanan terhadap pejajah Belanda, khususnya di Jembrana. Di Markas Besar ini pula Pasukan M yang dipimpin Kapten Markadi yang mendapat perintah memberi bala bantuan ke Bali juga bergabung dan bertemu dengan I Gusti Ngurah Rai. Saat ini di Gelar memang sudah terbangun monumen. Tetapi Sugiasa menilai perlu adanya lagi informasi yang menjelaskan cikal bakal adanya tempat tersebut. ‘’Di dalamnya nanti bisa dipajang relief dan namanama para pejuang yang gugur dan bertempur di sana. Sehingga generasi muda tahu, apa itu Gelar,’’ terangnya. Selain monumen, di sekitar lembah ini memiliki pemandangan alam yang asri. Di antaranya aliran sungai membelah di bawah lembah dengan batu-batu besar yang masih alami. Air sungai yang masih jernih berpadu dengan pepohonan asri, sering dikunjungi warga. Ditengah sungai juga terdapat jembatan gantung bercat Merah yang dikenal dengan Jembatan Merah. (olo)
Sabtu Pon, 24 Maret 2018
BALI DWIPA
11
SOSOK
Komsos dengan KBT KOMUNIKASI sosial (komsos) dengan Keluarga Besar TNI (KBT) sangat penting dalam rangka menjalin silaturahmi antara TNI yang aktif dengan para sesepuh. Oleh karena itu, Kodam IX/ Udayana menggelar komsos dengan KBT, Jumat (23/3) kemarin di Makodam, Denpasar. Pangdam IX/ Udayana Mayjen TNI Benny Susianto dalam sambutannya menyampaikan, tugas pokok Kodam IX/Udayana adalah menjaga kedaulatan negara dan keutuhan wilayah darat Bali Post/rah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut salah satu strategi yang ditempuh adalah dengan melaksanakan pembinaan teritorial secara terencana, terpadu, dan berkesinambungan, salah satunya dengan menerapkan metode komsos. Komsos ini menjadi wahana untuk menyampaikan berbagai hal yang berkaitan dengan tugas pokok dan kebijakan Kodam kepada seluruh komponen bangsa termasuk di dalamnya KBT. “Dengan komunikasi sosial seperti ini akan dapat mempererat jalinan silaturahmi antara Kodam IX/Udayana dengan seluruh Keluarga Besar TNI yang ada di Bali dan Nusa Tenggara. Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta kesamaan pemahaman dan terwujudnya kerja sama antara Kodam IX/Udayana dengan Keluarga Besar TNI untuk bersamasama meningkatkan kepekaan dan kepedulian terhadap perkembangan lingkungan, khususnya dalam penyiapan komponen cadangan dan pendukung untuk kepentingan pertahanan dalam mengawal dan menjaga tetap tegaknya NKRI,” tegasnya. Selain itu, Mayjen Benny menyampaikan enam poin kebijakan di bidang teritorial untuk dapat diatensi dan dilaksanakan bersama, di antaranya meningkatkan kegiatan teritorial, kemampuan personel dan Satuan Komando Kewilayahan, meningkatkan peran dalam pemerintah daerah, meningkatkan kedaulatan pangan di wilayah, meningkatkan semangat bela negara seluruh komponen masyarakat dan meningkatkan kesiapan ketahanan wilayah serta bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat. (rah)
DPRD Bali Dorong Realisasi ’’Waste to Energy’’
Denpasar (Bali Post) Penataan dan penghijauan TPA Regional Sarbagita atau TPA Suwung harus segera ditindaklanjuti dengan proyek waste to energy. Yakni dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di lahan 5 hektar yang sudah disediakan. Jika tidak segera direalisasikan, penataan TPA Suwung akan menjadi sia-sia karena gunungan sampah akan kembali muncul. “Kewenangan sudah diberikan ke Kementerian ESDM. Info terakhir, PLN diberikan tugas untuk mengerjakan ini,” ujar Ketua Komisi III DPRD Bali I Nengah Tamba yang dikonfirmasi via telepon usai menyampaikan aspirasi ke Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman di Jakarta, Jumat (23/3) kemarin. Tamba mengatakan, dewan mendorong realisasi waste to energy paling lambat pada akhir 2020. Sampah-sampah di TPA Suwung, khususnya yang masuk ke sanitary landfill sudah langsung bisa dikelola ketika proyek itu rampung. Dengan demikian, sampah-sampah yang dibuang tidak lagi menumpuk seperti sebelumnya. “Apabila tidak segera dibangun, maka penutupan sampah yang sekarang dilakukan Kementerian PUPR seluas 22,46 hektar akan mubazir,” imbuh politisi Partai Demokrat ini. Tamba menambahkan, proyek revitalisasi TPA Suwung menghabiskan anggaran dari APBN sebesar Rp 250 miliar dengan lama pengerjaan 660 hari kalender. Penutupan sampah dilakukan dengan sistem terasering memakai tanah subur. Selain ditanami pohon dan rumput, juga dirancang jogging track di sana. “Nantinya TPA Suwung tidak hanya sebagai tempat pengolahan sampah, tapi juga diharapkan menjadi tempat wisata baru setelah selesai penataan dan penghijauan. Jika berhasil, proyek ini akan dijadikan percontohan di Indonesia,” jelasnya. Sementara itu, Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama mengatakan, masalah sampah di Bali saat ini menjadi perhatian khusus pemerintah pusat termasuk presiden. Terutama setelah Bali menjadi tuan rumah pertemuan IMF dan Bank Dunia bulan Oktober mendatang. Setelah proyek revitalisasi selesai seluruhnya, pengelolaan akan diserahkan ke Pemprov Bali lantaran bersifat regional. Sejalan dengan itu, pemerintah pusat juga mengharapkan sudah ada kesepakatan dengan pemerintah Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan). “Kami mengapresiasi pemerintah pusat karena sudah mengambil langkah awal untuk pengelolaan sampah di Bali. Sebagai wakil rakyat, kami akan selalu mendukung program yang prorakyat dan akan mendorong kementerian ESDM agar segera merealisasikan pembangunan waste to energy di Suwung,” ujar politisi PDI-P ini. (kmb32)
Bali Post/kmb37
SEMINAR - FBN DPW Bali, Jumat (23/3) kemarin, menggelar diskusi “Bersama Membangun Kerukunan Nasional” di Kampus Mapindo.
FBN Bahas Kerukunan Nasional
Mangupura (Bali Post) Forum Bela Negara (FBN) DPW Bali, Jumat (23/3) kemarin, menggelar Diskusi “Bersama Membangun Kerukunan Nasional” di Kampus Mapindo. Dalam diskusi itu hadir sebagai panelis adalah Ketua FBN Bali Agustinus Nahak, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet dari Asosiasi FKUB, Ketua Umum BKOW Bali Dr. AAA Ngurah Tini Rusmini Gorda dan Danrem 163/Wirasatya. “Kami menggelar diskusi untuk berusaha mewujudkan visi dan misi, guna mewujudkan ketahanan nasional yang kokoh dan dinamis,” tandas Agus. Diskusi yang dihadiri banyak peserta itu ditujukan untuk memberi pemahaman bahaya politik identitas provokatif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Juga memberi pemahaman bahwa kerukunan nasional yang diawali kerukunan umat beragama adalah merupakan faktor penting yang menopang terselenggaranya pemerintahan dalam kerangka NKRI,” tegasnya. Oleh karena itu, sudah sepatutnya sebagai umat beragama ikut menciptakan NKRI yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Sehingga diharapkan dengan adanya seminar ini, FBN salah satunya bisa ikut menyumbangkan ide dan pola pikiran guna terciptanya negara yang aman, tenteram, dan berwibawa. (kmb37)
Bali Post/ist
JALAN - Penggarapan program pra-TMMD ke-101 khususnya pembuatan jalan dikebut.
Dikebut, Penggarapan Proyek Jalan ke Pura
Mangupura (Bali Post) Kekuatan Kodim 1611/Badung lebih difokuskan pada pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-101 di Banjar Pundung, Desa Pangsan, Petang. Dilandasi semangat gotong royong, anggota Kodim bersama warga menyelesaikan tahap demi tahap proyek tersebut. Pasalnya, jalan tersebut menuju Pura Subak Bergiding dengan harapan bermanfaat saat upacara agama, selain untuk olahraga. Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 1611/Badung Mayor Inf. Putu Sukadana didampingi koor-
dinator lapangan Mayor Inf. Aryanto, Jumat (23/3) kemarin, mengatakan penggarapan TMMD ini penuh kebersamaan. Menurutnya, TMMD dasarnya mempunyai dua dimensi yakni sebagai upaya memperkokoh kemanunggalan TNI dan rakyat dalam mendukung sistem pertahanan. Selain itu, untuk memotivasi dan menumbuhkan semangat gotong royong guna mendukung proses pemberdayaan masyarakat agar berpartisipasi dalam akselerasi pembangunan. “Dalam pra-TMMD ini sangat membantu pencapa-
ian sasaran yang diinginkan karena dalam pelaksanaan TMMD yang diharapkan adalah pemda dapat mendukung secara maksimal,” tegas Mayor Sukadana. Dukungan tersebut bisa dalam bentuk penyiapan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, maupun pengerahan tenaga kerja yang dapat mendukung pelaksanaan kegiatan pelaksanaan pra-TMMD dilaksanakan terhitung mulai 19 Februari hingga 25 Maret 2018. Tokoh Desa Pangsan mengatakan sangat salut dan bangga dengan semangat kerja keras anggota Kodim
1611/Badung. “Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada TNI yang selama ini sudah bekerja keras untuk menyelesaikan program praTMMD di desa kami. Kami sebagai masyarakat sangat mendukung program ini,” ungkapnya. Pelaksanaan program ini juga mendapat dukungan dari kepolisian khususnya Polsek Petang. Menurut Sukadana, hal itu merupakan salah satu wujud bakti TNI merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI, Polri, kementerian, Pemerintah Daerah Badung serta komponen bangsa
lainnya. Pada Jumat kemarin, Kapolsek Petang, AKP Edi Susila, datang ke lokasi TMMD untuk memberi motivasi dan semangat bagi prajurit di lapangan. “TMMD ke-101 akan dibuka hari Rabu tanggal 4 April 2018 di lapangan umum Petang. Anggota Polri ikut sebanyak satu SST atau 25 orang dalam kegiatan fisik selama 30 hari,” kata mantan Kapenrem 163/Wira Satya ini. Saat itu, Kapolsek Edi mengatakan Polsek Petang siap bergotong royong untuk menyukseskan program ini. (kmb36)
Bahasa Bali Jadi Mata Kuliah Penunjang
Perguruan Tinggi Kesulitan Cari Dosen Denpasar (Bali Post) -
DPRD Bali telah menetapkan Ranperda tentang Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali menjadi Perda dalam Rapat Paripurna, Kamis (22/3) lalu. Salah satu poin penting dalam perda ini adalah menjadikan bahasa Bali sebagai mata kuliah penunjang sesuai dengan bidang studi di perguruan tinggi negeri dan swasta yang ada di Pulau Dewata. Gubernur bahkan diminta melakukan koordinasi dengan para pimpinan perguruan tinggi terkait hal itu. Di sisi lain, kalangan perguruan tinggi di Bali menyambut baik ide yang tertuang dalam Perda Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali. Hanya, dalam implementasinya nanti akan sulit mencari dosen yang bisa mengajar materi tersebut. Utamanya dosen bahasa Bali yang sudah berkualifikasi S-2. “Kalau masuk menjadi mata kuliah penunjang sih tidak terlalu masalah, bisa dimasukkan itu, yang kita akan hadapi itu kan mencari dosen. Di satu sisi, dosen itu syaratnya S-2. Kita dapat nggak dosen S-2 bahasa Bali,” ujar Rektor Undhira Made Nyandra kepada Bali Post, Jumat (23/3) kemarin. Nyandra menambahkan, bisa saja meminta tokoh masyarakat seperti bendesa
adat untuk menyampaikan materi terkait istilah-istilah bahasa Bali sesuai bidang studi di perguruan tinggi. Namun, mereka harus memiliki Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Sebab, perguruan tinggi juga berhadapan dengan regulasi pendidikan. Yakni, regulasi yang mengharuskan seorang pengajar atau dosen di perguruan tinggi berpendidikan minimal S-2 atau memiliki RPL. “Misalnya, bendesa adat tentu kemampuan bahasa Balinya melampaui S-2 barangkali, atau selevel S-3. Itu kan harus ada RPL,” jelasnya. Menurut Nyandra, konsep dalam Perda sejatinya bagus untuk membangkitkan kebanggaan masyarakat dalam penggunaan bahasa Bali. Mengingat, belum ten-
tu semua masyarakat memahami istilah-istilah dalam bahasa Bali dengan tepat. Oleh karena itu, mekanisme pelaksanaannya juga harus disiapkan dengan baik agar bisa berjalan dengan baik pula. “Jadi, semua harus disesuaikan. Ide yang bagus ini mesti ditindaklanjuti dengan strategi yang bagus juga sehingga pelaksanaannya jadi bagus. Justru cepat menolong untuk memahami dan mengerti bahasa Bali,” tandasnya. Sebelumnya, Ketua Pansus Revisi Perda Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali, Nyoman Parta, mengatakan bahasa Bali memang telah disepakati menjadi mata kuliah penunjang di perguruan tinggi. Dalam hal ini,
bukan mata kuliah dasar umum (MKDU) seperti rencana sebelumnya. Mata kuliah penunjang bahasa Bali nantinya dikaitkan dengan jurusan atau bidang studi. Misalnya di jurusan kedokteran, diberikan materi tentang istilah-istilah kesehatan dalam bahasa Bali seperti puruh atau tuju (rematik). “Di bidang pariwisata misalnya, pemangku, pinandita, sulinggih selama ini disebut manager ceremony. Lalu penjor disebut just decoration. Kan tidak tepat, mestinya disebut pemangku atau penjor saja. Penjor itu kan ada maknanya, biar mengerti mahasiswa. Ketika terjun menghadapi tamu kan bagus, karena tamu juga bisa mendapatkan informasi yang benar,” imbuh politisi PDI-P ini. Menurut Parta, ada banyak pengajar yang dimiliki Bali untuk memberikan mata kuliah tersebut. Tidak hanya dosen di perguruan tinggi itu, tapi juga bisa mengundang ahli ataupun tokoh-tokoh
adat seperti bendesa yang memahami istilah-istilah dalam bahasa Bali sebagai dosen luar biasa. “Hanya dua jam seminggu, rasa-rasanya kampus pun menerima. Ketika orang banyak tahu bahasa Bali, semakin cepat budaya Bali dikenal dan semakin mudah mereka berinteraksi. Ini tujuan membawa bahasa Bali ke kampus,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha mengatakan, perlu ada konsultasi lebih lanjut dengan Ditjen Dikti mengenai mata kuliah penunjang bahasa Bali di perguruan tinggi. Di samping menyangkut kewenangan, dalam PP 57 tahun 2014, pembinaan bahasa juga hanya diatur sampai di sekolah. Termasuk sekolah kesetaraan. “Jadi, tidak diatur sampai perguruan tinggi. Kalau perda masuk ke perguruan tinggi, tentu harus dikonsultasikan nanti ke Dikti,” tandasnya. (kmb32)
Tekan Kecelakaan, Korlantas Lakukan 756 Inovasi Mangupura (Bali Post) Tahun 2017, Korlantas Polri dan jajarannya berhasil mengimplementasikan program Tahun Keselamatan Kemanusiaan dengan melaksanakan 756 inovasi dan program unggulan. Dari jumlah tersebut, 301 di antaranya merupakan inovasi pelayanan berbasis IT dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta untuk mengatasi beberapa permasalahan lalu lintas. Hal itu disampaikan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Royke Lumowa saat Rakernis Fungsi Lalu Lintas 2018 di Kuta, Kamis (22/3) lalu. Terkait kecelakaan lalu lintas, sebagaimana diamanatkan PBB melalui program Decade of Action for Road Safety tahun 2011-2020 yaitu menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas hingga 50 persen pada tahun 2020. Program
tersebut dijabarkan pemerintah Indonesia dengan menargetkan dalam rencana umum nasional keselamatan jalan agar dapat mengurangi indeks fatalitas korban kecelakan lalu lintas. “Tahun 2017, kami bersama stakeholder terkait berhasil menurunkan angka kecelakaan lalu lintas 44 persen dibandingkan tahun 2010,” tegas Irjen Royke. Pelanggaran lalu lintas (lalin) merupakan akar permasalahan lalin lainnya dan Korlantas membangun layanan polantas berbasis teknologi informasi yang dikembangkan melalui program prioritas penanganan pelanggaran lalu lintas yaitu Transportasi Sehat Masyarakat (TSM), Traffic Accident Research Center (TARC) dan Public Safety Center (PSC). Program tersebut di-launching oleh Kapolri Jenderal Pol. H.M. Tito Karnavian saat Rakernis tersebut. (kmb36)
Bali Post/ist
LAUNCHING PROGRAM - Kapolri me-’’launching’’ program TSM, TARC, dan PSC, Kamis lalu.
KLUNGKUNG
12
Sabtu Pon, 24 Maret 2018
TURUNKAN PISANG - Seorang perempuan tengah sibuk menurunkan pisang dari truk di Pasar Galiran, Klungkung, belum lama ini. Buah yang dipakai sarana upakara ini didatangkan dari Lombok. Aktivitas itu berlangsung setiap hari. Semakin sibuk saat jelang hari raya suci umat Hindu.
SOSOK
Ditetapkan Jadi Tersangka
Penduduk Mandiri
RUMAH tangga miskin masih terjadi di Kabupaten Klungkung. Dalam bertahan hidup maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari, masih ada yang hanya bergantung dari uluran tangan pemerintah. Kemungkinan hal demikian tidak bisa berjalan berkelanjutan. Atas dasar itu, Pemerintah Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan mengajak warganya untuk bisa keluar dari jeratan kemiskinan secara mandiri. ‘’Kami mengimbau untuk tidak hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah. Namun harus berubah dari diri sendiri,’’ ungkap perbekel setempat, I Gusti Agung Ngurah Agung, belum lama ini. Pemikiran yang demikian terus dikampanyekan disetiap waktu, terlebih saat ada pertemuan. Beberapa tahun berjalan, mampu memunculkan hasil positif. Angka kemiskinan yang sebelumnya 107 KK, mampu turun menjadi 72 KK. ‘’Keinginan untuk bisa mandiri ini menjadi bagian dalam penurunan kemiskinan. Kami gencar edukasi masyarakat,’’ tegasnya. Dalam urusan meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat, tidak cukup hanya bermodalkan wacana. Namun juga ada gerakan yang mampu memberikan penghasilan sebagai penjamin hidup. Desa pun melibatkan warga kurang mampu dalam setiap kegiatan pembangunan. ‘’Tahun ini ada kegiatan padat karya. Warga kurang mampu akan dilibatkan untuk bekerja. Belum lagi ada kegiatan lain di sekitar desa. Termasuk juga pertanian,’’ ucap perbekel berperawakan tinggi ini. Kucuran dana desa dari pemerintah pusat maupun alokasi dana desa dari pemerintah kabupaten ada setiap tahun. Ini akan dialokasikan untuk program yang arahnya untuk peningkatkan kesejahteraan masyarakat, disampaing bidang infrastruktur yang masih menjadi prioritas. (sos)
Perbekel Satra akan Diberhentikan Sementara
Semarapura (Bali Post) Ni Made Ratnadi akan diberhentikan sementara sebagai Perbekel Desa Satra, Kecamatan Klungkung. Menyusul ditetapkannya sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Klungkung (Kejari) atas kasus dugaan penyelewengan penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) tahun 2015. Posisinya akan digantikan Sekretaris Desa sebagai pelaksana tugas. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Klungkung I Wayan Suteja, Jumat (23/3) kemarin, mengaku belum mendapatkan informasi resmi soal penetapan perbekel satu-satunya perempuan itu sebagai tersangka. Namun, sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Klungkung Nomor 12 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan dan Pemberhentian Perbekel yang bersangkutan diberhentikan sementara.
‘’Itu (pemberhentian sementara - red) yang menjadi sanksi. Tetapi kami belum mendapatkan informasi resmi. Baru tadi (kemarin - red) dengar,’’ ungkapnya. Menindaklanjuti hal itu, pejabat asal Karangasem ini mengaku segera membicarakan dengan pimpinan. Jika telah diberhentikan sementara, posisinya akan digantikan Sekretaris Desa. Secara otomatis yang bersangkutan tidak mendapat hak apapun. ‘’Nanti kalau yang bersangkutan dinyatakan tidak bersalah dalam proses pengadilan,
masa jabatannya masih, akan dikembalikan lagi,’’ katanya. Mengantisipasi munculnya persoalan serupa, pendampingan terhadap pemerintah desa dalam mengelola keuangan terus dimaksimalkan. ‘’Sekarang ada sistem pengelolaan keuangan desa. Kami berikan pemahaman soal itu. Hari ini (kemarin - red) ada pertemuan dengan perbekel se-Kecamatan Klungkung, mengharapkan supaya hal ini tidak mempengaruhi psikologis dalam bekerja,’’ tandasnya. Kasi Pidana Khusus Kejari
Bali Post/sos
I Wayan Suteja
Klungkung Meyer V. Simanjuntak mengatakan status tersangka terhadap Ratnadi sudah diberitahukan ke bupati melalui surat. Seperti berita
sebelumnya, Ratnani ditetapkan sebagai tersangka sekitar sepekan lalu setelah pemeriksaan sekitar 30 saksi. Ini juga diperkuat dengan adanya bukti kerugian negara hasil penghitungan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sebesar Rp 94.344.000 maupun bukti pembelian barang untuk pembangunan. Dugaan penyimpangan penggunaan APBDes itu berupa mark-up harga barang. Beberapa di antaranya dalam finishing balai desa dan operasional kantor. Atas perbuatannya itu, ia dijerat Pasal 2 dan 3 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (kmb45)
Rapat Kerja Bersama Pemkab
Dewan Desak Percepatan Pelaksanaan Program Infrastruktur Bali Post/dok
BERJALAN - Tjokorda Bagus Oka (kiri melambaikan tangan) berjalan menuju kantor KPU saat pendaftaran bakal Cawabup Pilkada serentak 2018. Ia siap “menggempur” ulang Nusa Penida untuk mendulang suara.
Raih Suara, Tjok Bagus Siap ’’Gempur’’ Kembali Nusa Penida
Semarapura (Bali Post)Pilkada 2013 belum bisa dilupakan Cabup Tjokorda Bagus Oka. Pasalnya, ia yang juga maju sebagai cabup didampingi Ida Bagus Adnyana (paket Bagus) mendapatkan suara nol di sejumlah TPS di Nusa Penida. Pada pilkada serentak tahun ini, hal tersebut tak membuatnya lesu darah. Bersama Cawabup I Ketut Mandia siap kembali ‘’menggempur’’ wilayah yang disebut-sebut menjadi basis suara incumbent I Nyoman Suwirta dan I Made Kasta (Suwasta) untuk meraih suara. Diungkapkan Tjok Bagus, perolehan suaranya di The Blue Paradise Island pada Pilkada 2013 menempati nomor dua. Hanya jumlahnya terpaut jauh dengan Suwasta yang menduduki posisi pertama. Hal tersebut memantik kecurigaan akan adanya rekayasa dalam pemilihan. Pada pilkada tahun ini, hal tersebut dijadikan sebuah catatan dan dievaluasi. ‘’Kalau nolnya riil, maka harus ada pendekatan kepada masyarakat. Kalau rekayasa, kita harus lakukan perbaikan sistem. Bagaimana pengawasannya,’’ ungkapnya saat ditemui langsung di kediamannya baru-baru ini. Pengalamannya yang mendapat suara nol di sejumlah TPS tak membuatnya takut untuk mencoba peruntungan tahun ini. Wilayah kepulauan tersebut tetap ‘’dijajah’’ semaksimal mungkin. Senjata mendulang suara dilakukan dengan meyakinkan pihaknya bisa membangun Kabupaten Klungkung lebih cepat dan lebih baik melalui salam satu jalur. ‘’Kita tidak ada rasa itu (takut - red). Warga di sana teman kita. Warga Klungkung. Kami akan berikan pengertian bahwa Bagia itu akan membangun Klungkung lebih baik, lebih cepat,’’ katanya. Pada Pilkada 2013, Tjok Bagus menang di Kecamatan Dawan dan Klungkung. Di Kecamatan Banjarangkan berada di posisi kedua. ‘’Tetapi kalau di Nusa Penida jomplang jauh dengan Suwasta. Dalam waktu beberapa jam banyak TPS yang suaranya nol. Dulu saya dapat informasi ada eksodus dari luar Nusa Penida,’’ tandasnya. Ketua DPC Gerindra Klungkung I Wayan Baru yang menjadi ketua koalisi paket Suwasta membantah adanya kecurangan pada Pilkada 2013. Ditegaskan, hajatan politik lima tahunan ini harus memberikan pendidikan kepada masyarakat. ‘’Tidak ada istilah seperti itu (kecurangan - red). Kita dilarang bermain di zona itu,’’ tegasnya. Politisi asal Desa Sakti, Nusa Penida ini juga tak ambil pusing jika Bagia menggalang suara ke wilayah kepulauan itu. ‘’Kami terbuka. Siapa pun boleh masuk. Tidak ada yang melarang. Ini kan demokrasi,’’ pungkasnya. (kmb45)
PROGRAM bidang infrastruktur yang digulirkan Pemkab Klungkung tahun anggaran 2018 ini cukup banyak. Menyikapi hal tersebut, kalangan legeslatif mendorong supaya realisasinya dipercepat. Dinilai penting untuk mengantisipasi pengerjaan yang tidak tuntas tepat waktu, di samping asas manfaatnya bisa lebih cepat dinikmati masyarakat. Demikian terungkap dalam rapat kerja Komisi II DPRD Klungkung bersama Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman dan Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Klungkung, Jumat (23/3) kemarin. Ketua Komisi II DPRD Klungkung I Komang Suantara menyebutkan informasi yang terungkap dalam rapat tersebut, tahun ini Pemkab merencanakan ada 28 paket kegiatan yang pengerjaannya dengan sistem lelang dan 140 penunjukkan langsung. Jelang triwulan III berakhir, belum
Bali Post/ist
RAPAT - Suasana rapat kerja Komisi II DPRD Klungkung bersama Pemkab membahas pelaksanaan program infrastruktur, Jumat (23/3) kemarin. ada yang terealisasi. Ini pun memantik perhatiannya. Pemkab didesak untuk melakukan percepatan. ‘’Ketok palu APBD sudah November. Kami ingin Maret sudah ada kegiatan yang jalan,’’ tegasnya. Percepatan tak hanya yang
Topik : antisipasi alih fungsi lahan pertanian
ditangani Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman saja. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain juga harus demikian. ‘’Percepatan ini untuk memaksimalkan serapan anggaran, selain mengantisipasi
adanya pekerjaan yang molor,’’ sebut politisi Gerindra ini. Pada rapat yang berlangsung di ruang Komisi II, juga dievaluasi pengerjaan kegiatan tahun anggaran 2017. Pasalnya, masih ada beberapa persoalan, salah satunya dalam hal pengawasan yang belum tuntas. ‘’Artinya begini. Ada rekanan dalam pengerjaan proyek, molor, sudah kena denda, bahkan tidak jalan atau ditinggalkan begitu saja. Tetapi kami di Komisi II malah tidak mendapatkan laporan atau progres,’’ ujarnya. Wakil rakyat asal Banjar Pande, Semarapura Klod Kangin ini juga mengaku sudah mendesak Pemkab untuk membeberkan kinerja rekanan yang kurang baik maupun yang layak mendapatkan kartu merah. Namun itu seolah-olah diabaikan. ‘’Kami sudah terak supaya itu disampaikan. Tetapi seolah ada pembiaran,’’ tandasnya. Ketua DPRD Klungkung I
Wayan Baru yang hadir pada rapat itu pun mendesak supaya program yang direncanakan dengan anggaran total Rp 77 miliar bisa tuntas tepat waktu dan tidak ada yang gagal tender. ‘’Tadi disampaikan Mei sudah jalan. Saya garis bawahi itu,’’ tegasnya. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Pemukiman I Gusti Nyoman Supartana menjelaskan, kegiatan tersebut belum ada yang berjalan. Untuk 28 paket, beberapa sudah ada yang proses lelang. Diyakini seluruhnya bisa tuntas pada akhir April. ‘’Kami targetkan Mei sudah mulai jalan,’’ terangnya. Sementara untuk sistem penunjukkan langsung, realisasinya masih menyesuaikan dengan regulasi yang ada supaya tidak terjadi penyimpangan. ‘’Kami lihat dulu aturannya supaya nanti tidak bermasalah. Ini anggarannya masing-masing di bawah Rp 200 juta,’’ pungkasnya. (ad1028)
SOLUSI
Perketat Zonasi Pemanfaatan
PROGRAM swasembada pangan gencar di kampanyekan pemerintah. Namun
dibalik itu, terdapat sebuah tantangan. Alih fungsi lahan produktif menjadi kawasan permukiman masih saja terjadi. Tak terkecuali di Kabupaten Klungkung. Hal ini tentu menjadi ancaman. Lalu bagaimana cara paslon yang bertarung dalam Pilkada untuk mengantisipasi alih fungsi la-
han itu? Cabup Tjokorda Bagus Oka mengungkapkan, alih fungsi lahan pertanian produktif sangat sulit dibendung. Sebab permukiman telah menjadi kebutuhan utama untuk masyarakat. Ia menilai, hal tersebut hanya bisa diminimalisasi supaya tidak semakin sporadis. Pemanfaatan lahan harus melihat z o na si . B uka n l a ng sung
berjalan begitu saja. “Kalau zonasinya jalur hijau, harus diperhatikan. Kalau tidak produktif, bolehlah. Harus lihat zonasinya,” tegasnya, baru-baru ini. Mempertahankan lahan produktif, menurutnya juga bisa dilakukan dengan memaksimalkan program pemerintah berupa asuransi pertanian. Ini akan menggairahkan semangat masyarakat untuk tetap
bertani lantaran mendapatkan sebuah proteksi. Tak hanya itu, pembebasan pajak bumi juga bisa ditawarkan menjadi alternatif. Ini bisa ditutupi dengan pendapatan daerah yang berasal dari sektor lain. “Sentuhan teknologi juga sangat penting diterapkan oleh petani. Ini akan menjadi perhatian kita ke depan,” tandas Cabup nomor urut 1 ini. (sos)
Tingkatkan Kesejahteraan Petani CABUP nomor urut 2, I Nyoman Suwirta, mengungkapkan dalam mempertahankan lahan produktif, pemahaman kepada petani harus diberikan secara berkelanjutan. Jika terjadi alih fungsi, maka ketahanan pangan akan semakin turun. Namun ini dipandang tidaklah cukup. Pemerintah harus melakukan langkah lain yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Jika kembali terpilih memimpin Klungkung, program beli mahal jual murah tetap menjadi unggulan untuk
diterapkan yang bekerja sama dengan Koperasi Unit Desa. “Kita membeli gabah petani dengan harga lebih mahal dari harga pasaran. Berasnya dijual dengan harga lebih terjangkau ke masyarakat,” jelasnya. Sentuhan teknologi untuk sektor pertanian juga tepat untuk diterapkan. Ia akan merekrut lulusan teknologi pertanian untuk mewujudkan ini. Petani akan dibina untuk bisa mendapat hasil lebih menjanjikan. “Ini akan direkrut. Mereka akan
bergerak untuk meningkatkan hasil panen,” tegasnya. Ia pun menyatakan untuk warga yang tak memiliki lahan untuk membangun, diupayakan bisa memanfaatkan lahan milik Pemkab. “Kadang yang membangun di lahan pertanian produktif kan yang tak punya lahan lain lagi. Terus tergolong kurang mampu. Pemerintah akan mencarikan solusi untuk ini. Mungkin bisa menggunakan lahan Pemkab sebagai tempat,” katanya. (sos)
Sabtu Pon, 24 Maret 2018
EKONOMI
13
Kejar Target 17 Juta Wisman
Kemenpar Kembangkan ’’Digital Destination & Nomadic Tourism’’ Mangupura (Bali Post) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) saat ini mulai mengembangkan Digital Destination & Nomadic Tourism. Seperti yang disampaikan Menteri Pariwisata Arief Yahya, digital destination dan nomadic tourism ini sebagai strategi untuk merebut wisatawan mancanegara (wisman), di mana tahun ini menargetkan 17 juta wisman dan akan meningkat menjadi 20 juta wisman pada 2019. Hal itu disampaikan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kemenpar I 2018, Jumat (23/3) kemarin di Nusa Dua. Dijelaskan Menpar, destinasi digital adalah destinasi yang heboh di dunia maya, viral di media sosial, dan ngehits di Instagram. Generasi milenial atau lebih populer ‘’Kids Zaman Now’’ sering menyebut diferensiasi produk destinasi baru ini dengan istilah instagramable. ‘’Saya ingin tahun 2018 ini ada 100
destinasi digital di 34 provinsi di Tanah Air,’’ kata Arief Yahya. Digital destination dikatakan menjadi tuntutan di era digital, di mana generasi milenial atau ‘’Kids Zaman Now’’ adalah sebagai konsumen yang paling haus akan pengalaman (experience) dibanding generasi-generasi sebelumnya. Hasil survei di seluruh dunia yang dikutip dari Everbrite-Harris Poll 2014, membuktikan bahwa milenial lebih memilih menghabiskan uang mereka untuk pengalaman (experience) ketimbang barang (material goods). Sementara itu, untuk nomadic tourism akan difokuskan pada nomadic aksesibilitas dan nomadic amenitas berikut atraksinya yang dapat mendorong para pelaku industri pariwisata mau mengembangkan bisnis ini. ‘’Nomadic tourism untuk sementara akan difokuskan pada 10 destinasi prioritas
Strategi ’’Sales Zaman Now’’
Distribusikan Produk Segera, Kapan pun Dibutuhkan
Mangupura (Bali Post) Kemajuan teknologi komunikasi yang kini jauh melampaui teknologi industri barang, semakin memosisikan konsumen sebagai penentu pasar (customer driven market). Bukan hanya atas jenis barang dan jasanya tetapi juga bagaimana barang dan jasa itu didistribusikan. Konsumen senantiasa menginginkan barang yang berkualitas tinggi, harga terjangkau, proses pembuatan yang cepat, ketersediaan barang yang mudah didapat serta delivery yang dapat dikatakan instan. ‘’Segera, kapan pun dibutuhkan,’’ ujar Ramia Adnyana Ketua Panitia Seminar Sales Strategy in Disrupted Market pada Jumat (23/3) kemarin di Trans Resort Seminyak yang digelar Global Hospitality Expert (GHE). Pada seminar tersebut menghadirkan James Gwee (Indonesia’s Favourite Trainer) sebagai pembicara utama dan Ketut Wiratama (Master Trainer). Ramia Adnyana mengatakan, industri jasa pariwisata menuntut pelakunya lebur dalam dinamika kreativitas dan inovasi. Hal itu untuk dapat memenuhi kebutuhan konsumennya yang semakin hari semakin beragam, semakin meluas, semakin kompleks, bahkan menembus jarak, ruang dan waktu. Tuntutan itulah yang mengharuskan produsen atau penyedia jasa bekerja dengan lebih cerdas. Tidak lagi dapat menggantungkan perencanaan bisnisnya hanya pada kehandalan data historis dan tren pasar. Kemajuan teknologi komunikasi digital dapat mengubah opini pasar secara cepat dan masif. Dengan demikian tidak ada lagi tren yang aman dan dapat dipakai sebagai acuan produksi dan penyediaan jasa. Kondisi kekinian seperti ini yang disebut disruption era. ‘’Kita perlu membedah kondisi disrupsi ini, mengenalinya untuk kemudian kita bisa siap dengan strategi penjualan yang tepat menghadapinya. Sehingga kesinambungan bisnis dapat berlangsung sebagaimana kita harapkan,’’ ujarnya. President Director GHE Yoga Iswara menyampaikan bahwa seminar ini adalah salah satu wujud peran serta aktif GHE dalam menghadirkan wahana pembelajaran dan wahana profesionalitas untuk menjamin kesinambungan bisnis, melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. GHE adalah mitra ahli industri dan akademis Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI), dibentuk untuk mendampingi rekan-rekan industri dan akademis pariwisata dalam meningkatkan kemampuan dan keahlian kepariwisataan, GHE sekaligus hadir sebagai mitra penyelenggara sertifikasi keahlian dari American Hotel dan Lodging Educational Institute (AHLEI) di Indonesia. Sehingga seluruh program akademis dan program sertifikasi profesi AHLEI dapat dilaksanakan di Indonesia. Seminar ini dihadiri ratusan peserta dari kalangan pemilik hotel, GM, senior executive manager, dosen kepariwisataan dan juga para pimpinan perusahaan di industri kepariwisataan. Tampak pula hadir Ketua PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati dan Ketua BPPD Badung IGN Rai Suryawijaya. (kmb42)
SERTIFIKAT - Penyerahan sertifikat kelulusan bagi peserta pelatihan dan sertifikasi serangkaian seminar yang digelar GHE, Jumat (23/3) kemarin.
atau ‘Bali Baru’, dengan memanfaatkan 4 destinasi sebagai pilot project yakni Danau Toba, Labuan Bajo, Mandalika, dan Borobudur,’’ kata Menpar. Nomadic Tourism, menurut Arief Yahya, memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena treatmet-nya juga relatif mudah sehingga idealnya para pelaku industri pariwisata mau mengembangkan bisnis ini, terutama untuk aksesibilitas dan amenitasnya karena konsep ini cepat memberikan keuntungan komersial. Dalam hal ini, komitmen dari pemerintah daerah sangat diharapkan dalam mengembangkan destinasi digital dengan target 100 pasar digital di 34 provinsi. Dengan dukungan regulasi terhadap pengembangan 10 nomadic tourism (glamp camp, home pod, dan caravan) serta dukungan regulasi aksesibilitas untuk sea plane. (kmb23)
DIALOG - Menteri Pariwisata Arief Yahya (memegang mike) dalam sebuah dialog di sela-sela Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kemenpar I 2018, Jumat (23/3) kemarin.
Penyelenggaraan IMF-WB Dikhawatirkan Picu Inflasi
Denpasar (Bali Post) Menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan besar antara IMF dan World Bank (IMF-WB) tahun 2018 dikhawatirkan akan memicu meningkatnya inflasi di Bali. Sementara pelaksanaan pilkada serentak tidak membawa dampak signifikan pada tingkat inflasi, karena skalanya kecil dan adanya pergeseran cara berkampanye. ‘’Kalau pilkada ini kecil pengaruhnya terhadap inflasi. Memang ada permintaan (supply) tambahan, tapi dari sisi besarannya kecil. Yang kita waspadai malah IMF-WB,’’ ungkap Causa Iman Karan, Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan (BI KPw) Provinsi Bali, Kamis (22/3). Maka dari itu, Causa sedang menyusun strategi agar tingkat inflasi tidak terlalu tinggi. Yang diantisipasi nantinya adalah kenaikan harga tiket pesawat, kenaikan harga sewa rumah, kenaikan upah buruh karena banyaknya infrastruktur yang dibangun. ‘’Tiga hal
itu nanti yang akan kita sasar. Kalau yang dari sisi makanan (volatile food) rasanya sudah lebih mudah. Cuma tiga ini yang menjadi perhatian utama,’’ ungkapnya. Khusus tiket pesawat, strategi yang digunakan adalah meminta maskapai menambah jumlah penerbangan ke Bali, menyediakan pesawat berbadan lebar agar supply seat tersedia. Selain itu juga meminta Angkasa Pura atau otoritas bandara untuk menambah slot penerbangan. Seperti yang dilakukan tahun 2017 saat Lebaran. Cara itu dinilai ampuh untuk menekan inflasi harga tiket pesawat.
Beban Puncak Nyepi Tahun 2018 Lebih Tinggi Dipicu Pemakaian AC
Denpasar (Bali Post) Pada perayaan Nyepi tahun Çaka 1940, PLN Distribusi Bali mencatat penurunan konsumsi listrik 35-40 persen. Penurunan ini lebih tinggi dari prediksi semula yaitu 27 persen. Namun, beban puncak pada saat Nyepi tahun ini lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Pada Nyepi tahun 2017, beban puncak di Bali hanya 506,9 MW dan tahun 2016 tercatat 514 MW. Tahun 2018 beban puncak mencapai 518 MW. Cuaca panas yang mendorong pemakaian AC lebih banyak menjadi penyebab. Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Distribusi Bali I Gusti Ketut Putra mengatakan, pada hari normal beban puncak pemakaian listrik di Bali 785 MW sampai 841 MW. Dengan adanya perayaan Nyepi, terjadi penurunan konsumsi listrik 35-40 persen. Sehingga beban puncak pemakaian listrik yang tercatat pada saat Nyepi yaitu 518 MW pada malam hari dan 515 MW pada siang hari. Penurunan beban puncak pada saat Nyepi tahun Çaka 1940 tersebut lebih tinggi dari yang diprediksi. Sebelumnya diprediksi beban puncak pada saat Nyepi yaitu mencapai 565,3 MW dengan penurunan 27 persen dari hari-hari biasa. Namun dibandingkan tahun sebelumnya, beban puncak tahun 2018 saat Nyepi lebih tingi dari tahun 2017
karena pengaruh cuaca. Tahun ini, menurutnya, udara lebih panas dari tahun 2017 sehingga pemakaian AC menjadi tinggi. Dilihat lebih rinci, beban puncak pemakaian listrik pada Januari 2018 adalah 805 MW malam hari dan 771 MW pada siang hari. Pada bulan Februari, beban puncak yang dicatat PLN adalah 841 MW malam hari dan 786 MW siang hari. Pada 2 Maret 2018 beban puncak tertinggi di Bali 832 MW malam hari dan 785 MW siang hari. Pada saat Nyepi, dari empat pembangkit yang ada di Bali, hanya PLTU Celukan Bawang dan crossing energy lewat kabel laut yang beroperasi. Tiga pembangkit tidak beroperasi karena dengan satu pembangkit ditambah crossing energy kabel laut dirasa cukup untuk memenuhi pasokan listrik di Bali saat Nyepi. Tiga pembangkit yang tidak beroperasi adalah pembangkit di Pesanggaran, Pemaron dan Gilimanuk. General Manager PLN Distribusi Bali Nyoman Suwarjoni Astawa mengatakan, menurunnya beban puncak pada saat Nyepi tersebut membuat menghematnya biaya BBM yang harus dikeluarkan untuk biaya produksi. ‘’Namun hal tersebut bukanlah semata-mata keuntungan PLN, karena sedikitnya pemakaian listrik tentunya pendapatan pun tidak seperti hari-hari biasa,’’ jelasnya. (kmb42)
Karena tahun 2017 lalu, cara itu mampu menekan inflasi bahkan deflasi. Sementara strategi menekan harga sewa rumah masih dikoordinasikan dengan berbagai pihak, termasuk gubernur. Harga sewa rumah diprediksi meningkat nantinya karena saat pertemuan IMF-WB tidak hanya tamu resmi yang datang, tetapi juga banyak tamu pengiringnya. Seperti teknisi dari masing-masing negara yang diprediksi akan mengontrak rumah atau akomodasi lainnya. Terkait pertanyaan mengenai pengaruh pilkada terhadap inflasi, Causa
menegaskan tidak terlalu besar. Saat ini telah terjadi pergeseran cara kampanye. ‘’Sekarang kampanye tidak di lapangan karena lebih banyak kunjungan ke pasar-pasar. Mereka kampanye simpatik ke pasar. Kalau dulu kan di lapangan, sewa dangdutan, dll,’’ bebernya. Masyarakat mulai sadar bahwa pilkada adalah suatu keharusan. ‘’Jadi tidak ada euforia,’’ imbuhnya. Ditanya tentang target inflasi di Bali, Causa mengatakan tahun ini di angka 3,5 persen plus minus satu. Yang berarti target inflasinya antara 2,5 persen sampai 4,5 persen. (kmb42)
Mematikan Layanan Data Saat Nyepi
’’Lesson Learning’’ untuk Telkomsel
Bali Post/ist
Franky Daniel Pandensolang
Makassar (Bali Post) Perayaan Nyepi tahun ini menjadi sebuah lesson learning bagi Telkomsel. Pasalnya operator telepon seluler terbesar di Indonesia ini untuk pertama kalinya mematikan layanan datanya selama 24 jam sejak pertama kali beroperasi 23 tahun silam. Terkait pengalaman mematikan layanan data ini, VP Bussiness Support Telkomsel Area III, Jawa Bali, Franky Daniel Pandensolang, mengaku menjadi sebuah pembelajaran. Pasalnya, menonaktifkan layanan data ini baru pertama kali dilakukan Telkomsel sejak beroperasi selama hampir 23 tahun. ‘’Mematikan layanan data untuk sebuah wilayah selama sehari penuh baru pertama kali kami lakukan,’’ katanya saat memberikan sambutan di acara Gathering Telkomsel Area III ‘’Harmony Between Us’’ yang digelar di Makassar, Rabu (21/3). Ia mengutarakan, pengalaman ini
menjadi lesson learning bagi Telkomsel. Paling tidak jika kondisi ini akan berlangsung setiap tahun, pihaknya sudah siap melakukannya. Ia mengakui ada kesulitan dalam menghidupkan kembali setelah mematikannya selama sehari. ‘’Ternyata susah sekali menghidupkan kembali setelah mematikannya,’’ ujarnya. Ditambahkan GM Corcomm Telkomsel Area Jawa Bali Erwien Kusumawan, Telkomsel selalu mematuhi aturan yang dikeluarkan Menkominfo. Bahkan, jika itu berbentuk imbauan seperti yang terjadi saat Nyepi Tahun Baru Çaka 1940. Dikemukakannya, terdapat penurunan layanan data saat penonaktifan itu. Kondisi yang sama juga terjadi di layanan SMS dan voice. ‘’Umumnya pelanggan kalau layanan data sudah mati, mereka juga malas untuk pegang HP sehingga SMS dan voice juga ikut turun, meskipun saat itu kedua layanan tidak mati,’’ katanya. Terlepas dari untung-rugi di sisi bisnis, lanjutnya, yang perlu ditekankan adalah Telkomsel berupaya untuk mematuhi aturan Kemenkominfo. Selain itu, juga untuk menghormati umat Hindu yang menjalani catur brata panyepian. 4G Everywhere Sementara itu, untuk layanan data, Telkomsel Jawa Bali akan menggelar jaringan 4G lebih dari 6.000 titik pada 2018 ini. Tambahan jaringan 4G yang mencapai ribuan titik ini, kata Erwien, merupakan upaya mewujudkan komitmen Telkomsel untuk menghadirkan 4G LTE pada seluruh kecamatan di Area Jawa Bali. Ia mengatakan program tersebut dinamakan 4G Everywhere. ‘’Kita ketahui kebutuhan akan data saat ini sudah sangat tinggi, dari berbagai kalangan, usia bahkan status sosial semua membutuhkan Data sebagai akses komunikasi. Komitmen kami, membangun Indonesia melalui layanan data adalah hal yang paling basic atau sangat diperlukan untuk meningkatkan daya saing manusia dan ekonomi,’’ jelasnya. Dengan membumikan 4G di Area Jawa Bali, lanjutnya, diharapkan dari sisi bisnis, akan diikuti dengan kenaikan revenue yang signifikan dan pertumbuhan pelanggan data. ‘’Diharapkan akan meningkat lebih dari double digit seperti dalam 5 tahun terakhir ini,’’ paparnya di sela-sela pelaksanaan gathering yang berlangsung mulai Selasa (20/3) hingga Kamis (23/3) dan diikuti perwakilan 37 media se-Area Jawa Bali. Lebih lanjut Erwien mengutarakan bahwa Telkomsel juga masih melakukan sejumlah program CSR. ‘’Keterlibatan Telkomsel terhadap kemajuan Indonesia juga menjadi prioritas utama kami, seperti menyikapi pembangunan Mandalika, Global Hub bergerak, pelabuhan marina di sekotong NTB,’’ tambahnya. (kmb18)
BULELENG
14
Dinkes Bali Gulirkan Gema Cermat
Genjot Kesadaran Pemakaian Obat yang Benar PEMAHAMAN masyarakat terhadap pemakaian obat yang benar belakangan ini masih perlu ditingkatkan. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian kesehatan dasar masyarakat oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan 37,5 persen masyarakat belum mengerti tentang pemakaian obat yang benar. Atas kondisi ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali menggulirkan program Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat). Program ini telah disosialisasikan di Kota Denpasar, Tabanan, Jembrana, dan di Buleleng. Di Buleleng, program ini disosialisasikan di Lovina Jumat (23/3) kemarin. Sosialisasi sekaligus pencanangan Gema Cermat ini dibuka oleh Staf Ahli Dewa Ketut Manuaba mewakili Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana (PAS). Selain itu, sosialisasi juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Bali dr. I Ketut Suarjaya didampingi Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Kesehatan (SDK) Wayan Windia, S.KM., M.Kes. Staf ahli Dewa Ketut Manuaba menjelaskan, sosialisasi dan pencanangan Gema Cermat yang merupakan program nasional ini sangat tepat digulirkan ke daerah. Apalagi, program ini menyentuh lapisan masyarakat terbawah yang belakangan ini masih banyak tidak paham dengan pemakaian atau mendapatkan obat untuk kesehatan dengan benar. Bahkan, sering ditemukan
kejadian di lapangan kalau masyarakat membeli obat, bukan dapat menyembuhkan penyakit, namun penyakitnya gagal disembuhkan. Untuk itu, pihaknya mendukung dan meminta program ini berkelanjutan, sehingga lapisan masyarakat paling bawah itu mengerti tentang dosis obat, efek samping, dan jenis obat yang memang legal. Sedangkan, kepada peserta yang terdiri atas instansi terkait, organsiasi profesi, dan ibu-ibu tim penggerak PKK diharapkan setelah sosialisasi ini bisa menyebarluaskan program ini di lingkungan terdekat mereka. “Kami menyambut baik dan mendukung program ini berkelanjutan. Karena di masyarakat sering kita temukan bukan sehat setelah minum obat, namun sakitnya gagal disembuhkan. Tentu ini kita tidak inginkan dan Gema Cermat ini akan mengedukasi warga di lapisan terbawah kita untuk memahami tentang pemakaian obat yang benar,” katanya. Sementara itu, Kabid SDK Dinkes Provinsi Bali Wayan Windia, S.KM., M.Kes. mengatakan, sosialisasi dan pencananganan Gema Cermat ini sepenuhnya menggunakan Dana Dekonsentrasi (Dekon) pemerintah pusat. Program ini digulirkan untuk mengedukasi warga bagaimana mengonsumsi obat yang benar, mengenali efek samping yang ditimbulkan, dan memastikan obat yang dikonsumsi itu adalah legal dan terhindar dari pere-
daran obat ilegal. Pemahaman yang tepat itu nantinya dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pemakaian obat, dosis, mengenai efek sampingnya, dan mengerti tentang teknik penyimpanan yang benar. Selain itu, edukasi ini juga diharapkan dapat menghindari warga mendapatkan obat ilegal yang belakangan ini masih marak beredar di tengah masyarakat. “Kalau dari penelitian dari Kemenkes tentang kesehatan dasar masyarakat itu memang ada 37,5 persen masyarakat kita belum mengerti tentang pemakaian obat, cara menyimpan, dan mendapatan obat yang legal. Setelah program ini kita canangkan dan pada Mei 2018 ini ada penelitian lagi untuk mengetahui bagaimana hasilnya apakah persentasenya berkurang setelah ada program ini,” jelasnya. Di sisi lain, Windia mengatakan, setelah program ini dicanangkan diharapkan pelaksanaannya tidak saja didukung lewat anggaran di pemerintah pusat, tetapi pihaknya berharap dalam APBD Provinsi Bali dan APBD Kabupaten/ Kota juga mengalokasikan anggaran, sehingga program Gema Cermat bisa berjalan dengan baik dan masyarakatnya terdidik dalam pemakaian obat yang benar. Apalagi khususnya di Buleleng yang merupakan wilayah dan masyarakatnya paling besar di Bali, sehingga memerlukan dukungan anggaran agar program berjalan sesuai perencanaan. (ad1027)
GEMA CERMAT – Staf Ahli Dewa Ketut Manuaba mewakili Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) menyematkan pin kepada peserta sosialisasi dan pencanangan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat), Jumat (23/3) kemarin, di Lovina.
Sempat Menghilang
Nelayan Asal Kalibukbuk Ditemukan Selamat Singaraja (Bali Post) – Setelah sempat menghilang sejak Kamis (22/3) lalu, Gede Adi Ariawan, nelayan asal Banjar Dinas Kalibukbuk Desa Kalibukbuk Kecamatan Buleleng, ditemukan selamat Jumat (23/3) kemarin. Dia ditemukan setelah rekannya sesesama nelayan bersama personel SAR dan Polisi Air (Polair) Polres Buleleng melakukan pencarian. Saat ditemukan, Ariawan berada di atas rumpon (rumah ikan red) di wilayah perairan Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng atau berjarak sekitar tujuh kilometer dari darat. Gede Ariawan saat ditemui di rumahnya kemarin menceritakan, kendati cuaca mendung dia bersama empat rekannya memutuskan untuk memancing ikan ke tengah laut. Dirinya mulai mancing sekitar pukul 16.00 Wita. Sekitar pukul 19.00 Wita cuaca laut tiba-tiba buruk, mendung semakin tebal. Awalnya ingin balik ke darat, namun karena gelombang tinggi dan angin kencang, dia pun kehilangan arah untuk mengarahkan perahunya. Celakanya, perahu itu diem-
paskan gelombang hingga semakin di tengah. Bahkan, jaraknya sudah mencapai sekitar tujuh kilometer dari darat. Saat itu, perahu yang dinaiki Ariawan dihantam gelombang tinggi, hingga dia nyaris tenggelam. Beruntung, tidak sengaja dia menemukan rumpon dan langsung mengikatkan perahunya di rumpon yang diperkirakan masuk wilayah perairan Desa Pemaron. Dengan tanpa bekal dan peralatan, Ariawan kemudian bertahan di atas rumpon itu, hingga ditolong kemarin pagi. ‘’Awalnya mau pulang karena sudah dapat ikan. Tapi mendung tebal gelombang tinggi sampai saya tidak tahu arah untuk balik ke daratan. Saya diempaskan arus hingga smapai di jalur pelayaran kapal barang di tengah laut dan kebetulan ada rumpon saya berlindung di sana,’’ katanya. Ariawan yang kesehariannya menjadi pekerja di Hotel The Lovina ini hanya bisa pasrah dan berusaha bertahan menunggu bantuan. Bahkan, dia sempat kelaparan karena tidak membawa bekal apa pun. Puncaknya ketika
Bali Post/kmb38
SELAMAT – Gede Adi Ariawan (kanan) yang hilang saat mancing sejak Kamis (22/3) lalu, ditemukan selamat Jumat (23/3) kemarin.
malam hari, dia mengaku kedinginan. Menghindari keram, dirinya berkali-kali menceburkan diri ke laut untuk menghangatkan badannya. ‘’Kalau saja tidak ditolong nelayan saya tidak tahu apa yang akan terjadi. Sempat merasa lapar dan malam harinya dingin sampai saya berenang karena air laut pada malam hari agak hangat,’’ jelasnya. Di sisi lain, Ariawan mengatakan, sebelum berangkat melaut dia sempat dilarang oleh kerabatnya. Namun karena waktu itu cuaca masih normal, dan kebetulan hari libur kerja, sehingga dia memutuskan melaut. Saat itu, dia mengaku ada perasaan tidak baik di mana perasaan tidak enak meninggalkan anak dan istrinya. Rupanya firasat itu terbukti dan beruntung dirinya masih diberi keselamatan. Atas kejadian ini, Ariawan mengaku trauma setelah mengalami kejadian itu. Bahkan dirinya mengaku untuk sementara tidak akan melaut, kecuali nanti cuaca memang baik baru akan melaut. Semetara itu, Klian Banjar Dinas Kalibukbuk Gede Suarjana mengatakan, keluarga Ariawan dan rekan-rekannya sempat cemas. Sejak tidak kembali ke rumah, keluarga bersama nelayan lain berusaha mencari, namun Ariawan tidak ditemukan. Pencarian itu pun akhirnya dihentikan dan kemarin pagi kembali dilanjutkan. Mulai dini hari kemarin, dia melakukan pencarian dengan sebagian mencari ke arah Celukan Bawang dan di timur sampai di pesisir kota Singaraja. Pencarian juga dilakukan personel SAR, Polisi Air, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng. Dari pencarian itu, nelayan menemukan Ariawan di rumpon sekitar pukul 06.00 Wita. (kmb38)
Sabtu Pon, 24 Maret 2018
SDN 6 Banyuning Terendam Banjir Buku dan Rapor Siswa Basah
Singaraja (Bali Post) – Hujan deras yang melanda Buleleng, Kamis (22/3) malam lalu, mengakibatkan banjir di kota Singaraja. Selain jalan dan rumah warga, banjir juga merendam SDN 6 Banyuning. Akibatnya, peralatan pendidikan di sekolah ini rusak terendam banjir. Sebanyak 125 siswa kelas I hingga kelas VI diliburkan karena ruang kelas mereka tertutup lumpur. Pantauan di lapangan Jumat (23/3) kemarin menyebutkan, aktivitas belajar di SDN 6 Banyuning terpaksa ditutup. Siswa diliburkan karena ruang kelas tergenang banjir hingga menyisakan lumpur. Bangku dan meja anak-anak pun dipindahkan di tempat yang lebih aman. Sementara peralatan sekolah, seperti buku pelajaran, administrasi sekolah, rapor siswa serta perangkat komputer seluruhnya terendam banjir hingga dipastikan tidak bisa digunakan kembali. Pascakejadian itu, guru bersama sejumlah orangtua siswa bergotong royong memindahkan inventaris sekolah yang masih utuh. Sementara endapan lumpur di ruang kelas hingga ruang kepala sekolah itu mulai dibersihkan. Satu unit mobil tangki milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng dikerahkan. Personel BPBD membantu menyemprotkan air agar lumpur yang mengotori ruang kelas dan ruang kepala sekolah itu dapat dibersihkan. Kepala SDN 6 Banyuning Nyoman Karmiati menceritakan, sejak malam lalu dirinya sudah mendapat informasi bahwa sekolahnya terendam banjir. Karena saat itu hujan lebat, dirinya tidak bisa langsung mengecek kondisi sekolah. Namun, perangkat kelurahan dan pengurus komite sekolah mengecek kondisi sekolah. Namun karena ketinggian banjir lebih dari satu meter, upaya memindahkan inventaris sekolah pun gagal dilakukan. “Ketinggian air itu lebih satu meter dan komite bersama perangkat kelurahan sudah mengecek, tapi tidak bisa menyelamatkan perlengkapan di sekolah kami. Baru tadi pagi (Jumat, 23/3 - red) kita bisa pastikan dan ternyata buku, bangku, meja, perangkat komputer, dan
administrasi lain basah semua dan tidak bisa digunakan lagi,” katanya. Menurut Karmiati, pascabencana itu untuk sementara anak-anak kelas I sampai kelas III diperintahkan belajar di rumah masing-masing. Sementara anak kelas IV sampai VI tetap sekolah untuk diajak bergotong royong merapikan kembali ruang kelas yang terdampak akibat banjir bandang. Selain itu, para guru yang tergabung dalam SD Gugus di Banyuning gotong royong membersihkan sekolah, sehingga diharapkan mulai Senin (26/3) mendatang aktivitas siswa kembali normal. Hanya, untuk kerusakan buku, administrasi sekolah, dan alat peraga pihaknya belum bisa memastikan apakah akan diganti dengan yang
baru. Dia pun sudah melaporkan kerusakan itu kepada pengawas sekolah dan diteruskan ke Unit Pelaksana Pendidikan (UPP) Kecamatan Buleleng. “Kalau buku dan administrasi sekolah yang basah itu tidak bisa digunakan lagi. Data di komputer juga rusak dan saya coba tadi bawa ke tempat servis agar data-datanya bisa dibuatkan cadangan. Kerusakan ini sudah dilaporkan dan kami menunggu tindak lanjut dari UPP dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora),” jelasnya. Ketua Komite SDN 6 Banyuning Wayan Kusumajaya mengatakan, banjir kali ini merupakan yang ketiga kali dan paling parah dibandingkan dua kali banjir sebelumnya. Banjir ini dipicu karena air irigasi dari wilayah selatan (Desa
Petandakan) menuju Subak Lawas, Kelurahan Banyuning volumenya mendadak tinggi akibat hujan. Air itu kemudian meluap hingga menjebol pagar pembatas antara areal sekolah dengan lahan perkebunan warga di sebalah barat. Jebolnya pagar itu membuat banjir menerjang areal sekolah. Aliran banjir yang deras itu membuat kaca jendela di ruang kepala sekolah dan ruang kelas pecah. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Buleleng Ketut Sensus mengatakan, banjir bandang di daerahnya yang paling parah dampaknya terjadi di SDN 6 Banyuning. Untuk itu, pihaknya menerjunkan mobil tangki air untuk membersihkan ruang kelas yang tertutup lumpur. Penanganan pascabanjir juga dilakukan di kawasan Jalan Pulau Obi dan Jalan Pulau Lombok, Singaraja. Di kawasan ini sejumlah rumah warga terdampak banjir. (kmb38)
Bali Post/kmb38
BANJIR – Banjir bandang merendam SDN 6 Banyuning hingga merusak buku, administrasi sekolah, dan bahan ajar siswa. Siswa terpaksa diliburkan karena ruang kelas mereka tertutup lumpur.
Anggota Kodim 1609 Buleleng Tes Urine Singaraja (Bali Post) – Sebanyak 115 prajurit TNI di jajaran Kodim 1609 Buleleng mengikuti tes urine, Jumat (23/3) kemarin. Tes urine ini bagian dari komitmen jajaran Kodim 1609 Buleleng mencegah penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan prajurit TNI. Jika dari tes urine ini ada prajurit TNI yang terindikasi menggunakan narkoba, maka sanksi tegas siap akan mengganjar perbuatannya. Tes urine kemarin dipusatkan di ruang rapat Kodim 1609 Buleleng. Sejak pukul 08.00 Wita, staf intel, anggota TNI, dan PNS menjalani tes urine. Prajurut ini menyerahkan sempel urine untuk diuji. Hasil tes urine menunjukkan hasil negatif. Meski demikian, masih ada prajurit yang belum mengikuti tes urine. Prajurit itu pun akan mengikuti tes yang sama dalam waktu dekat ini. Pasi Intel Kodim 1609 Buleleng Kapten Inf. I Made Suartina mengatakan, tes urine merupakan dukungan dan komitmen jajaran Kodim 1609 Buleleng dalam Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Dengan upaya ini, paling tidak mengingatkan kepada siapa pun prajurit TNI atau PNS agar tidak mencoba-coba menggunakan narkoba. Jika dari tes urine berikutnya dan pemeriksaan rutin ada prajurit yang terbukti mengunakan narkoba, maka sesuai instruksi Mabes TNI, maka prajurit bersangkutan akan diganjar dengan sanksi tegas tidak saja secara pidana, namun dipastikan akan dikenakan sanksi tegas secara internal sesuai regulasi yang berlaku. “Tes urine terhadap semua anggota yang hadir itu hasilnya negatif tidak ditemukan prajurit maupun PNS yang positif narkoba. Kalau dari tes berikutnya ada kita temukan, maka siapa pun prajurit TNI akan dikenakan sanksi tegas hingga dipecat dari kesatuannya,” jelasnya. (kmb38)
TES URINE – Sebanyak 150 prajurit TNI dan PNS di jajaran Kodim 1609 Buleleng mengikuti tes urine Jumat (23/3) kemarin.
15
Sabtu Pon, 24 Maret 2018
Bali Post/rtr
Mantan penyerang Manchester United Zlatan Ibrahimovic.
Ibrahimovic Pindah ke LA Galaxy
London Zlatan Ibrahimovic mengucapkan selamat tinggal kepada Manchester United setelah klub Liga Inggris itu setuju untuk memutus kontrak sang penyerang Swedia untuk pindah ke kompetisi Liga AS (MLS). Selain itu, pemain bertubuh jangkung itu juga muncul di iklan koran LA Times, Jumat (23/3) kemarin dengan mengenakan seragam klub barunya, Los Angeles Galaxy. ‘’Manchester United mengonfirmasi bahwa pihaknya menyetujui pemutusan kontrak Zlatan Ibrahimovic dengan dampak yang berlaku secepatnya,’’ kata MU melalui pernyataannya. ‘’Semua orang di klub ingin berterima kasih kepada Zlatan untuk kontribusinya kepada tim sejak kedatangannya dan mendoakan yang terbaik untuk masa depannya,’’ kata United di situs resminya (www.manutd.com). Peneyerang berusia 36 tahun itu merupakan pemain tersubur Swedia dengan 62 gol dari 116 pertandingan. ‘’Hal-hal hebat juga akan berakhir dan inilah saatnya untuk pergi setelah dua musim fantastis dengan Manchester United,’’ ucapnya melalui pesan terhadap 30 juta pengikutnya di Instagram. ‘’Terima kasih kepada klub, para penggemar, tim, pelatih, staf, dan semua yang berbagi bagian ini dalam sejarah saya. #merahselamanya,’’ kata Ibrahimovic yang mengikuti jejak David Beckham, Steven Gerrard, Thierry Henry dan Frank Lampard menuju MLS. Ibrahimovic memulai kariernya dengan klub di kampung halamannya Malmo pada 1999, dan bermain untuk Ajax, Juventus, Inter Milan, Barcelona, AC Milan, dan Paris St Germain sebelum bergabung ke MU dengan cuma-cuma pada awal musim lalu. Kepindahannya ke MU membuatnya bertemu kembali dengan Jose Mourinho, mantan pelatihnya di Inter. Ia mencetak 28 gol di semua kompetisi pada musim pertamanya untuk MU sebelum menderita cedera lutut serius pada April saat bermain di pertandingan Liga Europa melawan klub Belgia Anderlecht. Meski cedera, kontraknya diperpanjang oleh United pada akhir musim dan kembali ke pertandingan kompetitif pada November. Ia mencatatkan penampilan terakhirnya untuk klub pada 26 Desember melawan Burnley sebelum kembali dihantam cedera. (kmb39/rtr/ant)
Bali Post/wan
WAJIB MENANG - Tim tuan rumah Bali United mematok target wajib menang saat menjamu tamunya PSMS Medan pada laga perdana Kompetisi Liga 1, di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (24/3) malam ini.
BU Waspadai Motivasi PSMS Mangupura (Bali Post) -
Tim tuan rumah Bali United (BU) mewaspadai motivasi tim PSMS Medan yang baru promosi ke Liga 1, dipastikan tampil ngotot dalam laga perdana kompetisi Liga 1, di Stadion Kapten Wayan Dipta Gianya, Sabtu (24/3) malam ini. Akan tetapi, tim Serdadu Tridatu tetap optimis mampu memetik poin penuh saat bertarung di hadapan Semeton Dewata. Pelatih Widodo Cahyono Putro, di Kuta, Jumat (23/3) kemarin menegaskan, sebagai new comer, motivasi tim perserikatan berjuluk Ayam Kinantan ini bakal berlipatganda mengingat tim tamu itu baru saja promosi ke Liga 1. Bahkan mereka ingin menunjukkan kegarangannya di lapangan hijau. ‘’Meskipun tim pendatang baru di kancah Liga 1, namun prestasi Ayam Kinantan patut diperhitungkan pada Piala Presiden 2018 lalu,’’ kata Widodo. Dia menyebut anak asuhnya yang belum tentu bisa
diturunkan, seperti legiun asing anyar Milos Krkotic, Yabes Roni serta Ricky Fajrin. ‘’Kami masih memantau perkembangan terakhir mereka, utamanya menyangkut kebugarannya, termasuk Milos memerlukan adaptasi,’’ jelasnya. Widodo juga sudah menyiapkan strategi khusus guna menjinakkan serangan Ayam Kinantan. ‘’Kami punya taktik untuk menaklukkan lawan,’’ ujarnya. Sementara gelandang BU M. Taufiq menegaskan, dirinya juga pernah merasakan sentuhan tangan pela-
tih PSMS Medan Djadjang Nurdjaman ketika berkostum Persib Bandung. ‘’Bagi kami yang penting fokus bertanding, bekerja keras dan memenangkan pertandingan,’’ ungkap Taufiq. Sementara itu, pelatih PSMS Djajang Nurdjaman justru merendah. Ia memuji sederet skuad BU yang mentereng, seperti Ilija Spasojevic, Stefano Lilipaly, Irfan Bachdim, Nick van der Velden, termasuk pemain gres Milos Krkotic. ‘’Kami memang kurang beruntung, melakoni laga perdana spon-
Melbourne Juara bertahan Formula 1 Lewis Hamilton memuncaki daftar catatan waktu tercepat pada kedua sesi latihan kedua di Grand Prix Australia, Jumat (23/3) kemarin. Namun posisinya tidak bakalan aman karena dalam jangkauan kejaran pembalap Red Bull Max Verstappen yang bakalan memberi ancaman serius. Setelah mengelilingi Albert Park dengan catatan satu menit 24,026 detik untuk mendominasi latihan pertama, Hamilton berkembang signifikan dengan catatan 1:23,931 pada sesi kedua di sore hari. Bagaimanapun, pembalap muda asal Belanda yang membela Red Bull Verstappen menempel ketat, hanya tertinggal 0,127 detik dari juara dunia empat kali itu pada sesi kedua. Terdapat harapan untuk menandingi Mercedes, yang
menyapu bersih gelar pembalap dan konstruktor selama empat tahun terakhir, di mana hanya ada selisih kurang dari 1/10 detik yang memisahkan sang juara bertahan dan Red Bull serta mobil-mobil Ferrari. Verstapen diapit oleh dua pembalap Mercedes, di mana rekan setim Hamilton, Valtteri Bottas menempati posisi ketiga meski sempat beberapa kali keluar jalur. ‘’Itulah yang saya sebut start positif pada satu musim,’’ kata Verstappen yang diunggah di jejaring sosial. ‘’Mobil ditangani dengan baik dan saya gembira dengan hari ini.’’ Berada di urutan keempat pada FP2, Kimi Raikkonen memperlihatkan bahwa Ferrari juga mungkin dapat tampil gemilang pada balapan Minggu besok. Namun ia akan harus menghadapi para steward setelah diduga menghambat sesama pembalap
Finlandia Bottas, yang nyaris membentur bagian belakang mobilnya dan kemudian terperosok ke gravel. Ini merupakan hari yang lebih berat bagi rekan setim Raikkonen sekaligus juara empat kali, Sebastian Vettel, yang tertinggal lebih dari setengah detik pada FP2 di posisi kelima. Namun, ia tidak terlalu mempermasalahkannya. ‘’Kami tetap mampu tampil baik. Saya tidak begitu cemas karena saya tahu jika saya mendapatkan semuanya dengan tepat, kami semestinya berada dalam bentuk yang lebih baik,’’ kata pembalap Jerman itu . Harapan tuan rumah Daniel Ricciardo menduduki uru-
tan jumpa tim tangguh BU,’’ sebut Djadjang Nurdjaman. Apalagi, katanya, materi tim Ayam Kinantan yang naik kasta dari Liga 2, dirombak 50 persen dengan tenaga baru, namun sama sekali tak ada pemain bintang. Ditambah Stadion Dipta juga angker hingga tim-tim besar bertumbangan jika melawan BU, seperti Arema Malang dan Madura United. Kendati demikian, Djadjang sama sekali tak gentar, bahkan dirinya ingin membuktikan kualitas tim PSMS yang di bawah BU,
siap mempermalukan tuan rumah. ‘’Kami juga ingin pulang memboyong poin penuh, sebab kemenangan laga perdana merupakan modal awal dan bakal memberikan semangat juang tinggi untuk menatap laga berikutnya,’’ paparnya. Sementara kiper PSMS Abdul Rohim berjanji akan berjibaku guna mengamankan gawangnya dari gempuran bertubi-tubi pemain BU. ‘’Sebagai penjaga pintu palang terakhir, saya akan fokus menghalau tiap serangan lawan,’’ tuturnya. (022)
Jadwal Liga 1 Sabtu (24/3) Bali United Persipura Jayapura Arema FC
vs vs vs
PSMS Medan Persela Lamongan Mitra Kutai kertanegara
Hamilton Dalam Kejaran Verstappen
Pembalap Red Bull Daniel Ricciardo.
Bali Post/rtr
Ricciardo Terkena Penalti Tiga Posisi
Melbourne Pembalap Red Bull Daniel Ricciardo mendapat penalti tiga posisi karena terlalu cepat melaju pada kondisi bendera merah. Pelanggaran itu dilakukan saat mengikuti sesi latihan Grand Prix Formula 1 Australia, Jumat (23/3) kemarin. Pengawas perlombaan juga memberi penalti dua poin kepada pembalap Australia itu, dengan mengatakan dia mengakui pelanggaran itu pada sesi latihan kedua di Sirkuit Albert Park, Jumat kemarin. Ricciardo sendiri menyatakan dirinya melakukan kesalahan akibat tengah membaca display di dashboard-nya. ‘’Para steward meninjau secara menyeluruh pelanggaran dan mendapati bahwa sang pembalap menurunkan kecepatan secara signifikan, sehingga tidak ada bahaya yang tercipta, dan sang pembalap melanjutkan dengan berhatihati,’’ kata steward dalam pernyataannya. ‘’Oleh karena itu para steward menjatuhkan penalti yang lebih ringan dibanding biasanya, dan memberikan hukuman mundur tiga posisi dan penalti dua poin.’’ Belum pernah ada pembalap Australia yang memenangi Grand Prix di kandang sendiri, namun Ricciardo merupakan kandidat serius musim ini, di mana Red Bull merupakan yang tercepat pada sesi latihan. Pada 2014, ia finis di posisi kedua pada balapan debutnya untuk Red Bull, namun didiskualifikasi setelahnya karena masalah mekanis yang bukan merupakan kesalahannya. Ia gagal meraih podium untuk pertama kalinya pada 2016, ketika ia finis di peringkat keempat. Pada tahun lalu ia mengalami tubrukan saat kualifikasi, mengawali balapan dari pitlane dan kemudian meninggalkan arena pada pertengahan balapan. (rtr/ant)
Bali Post/rtr
TERCEPAT - Pembalap Mercedes Lewis Hamilton membukukan waktu tercepat di sesi latihan, Jumat (23/3) kemarin, Grand Prix Formula 1 di Sirkuit Albert Park, Australia. Sabtu ini digelar sesi latihan ketiga sebelum dilanjutkan dengan babak kualifikasi. GP Australia berlangsung Minggu besok.
tan ketujuh. Disebut-sebut sebagai salah satu tim dengan perkembangan-perkembangan besar, Haas tampil cukup baik. Romain Grosjean menduduki posisi tercepat urutan keenam di FP2 dan rekan setimnya Kevin Magnussen di urutan kesembilan. McLaren menyimpan optimisme setelah diganggu masalah sistem knalpot. Akibatnya, juara dunia dua kali Fernando Alonso dan Stoffen Vandoorne harus terpaku di garasi untuk sebagian besar sesi. Namun, Alonso akhirnya bangkit untuk menduduki posisi tercepat urutan kedelapan dan menggenggam posisi itu
selama FP2. Pembalap Kanada Lance Stroll mengakhiri sesi latihan dengan perasaan frustrasi. Mobil Williamsnya berhenti melaju pada akhir FP2 karena masalah overheat. Ia berada di urutan ke-14 pada sesi itu, mengungguli rekan setimnya yang merupakan pembalap debutan Sergey Sirotkin (urutan ke-18). Meski Mercedes unggul dalam kecepatan di sesi latihan pertama dan kedua tapai prediksi cuaca pada Sabtu ini memperlihar akan turun hujan. Ini dapat menambah elemen ketidakpastian pada kualifikasi pada Sabtu ini. (kmb39/rtr/ant)
olah raga
16
Sabtu Pon, 24 Maret 2018
Bali Post/ant
BERTEMU PRESIDEN - Pesepak bola U-19 Egy Maulana Vikri (kiri) didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi meninggalkan Istana Merdeka usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo, di Jakarta, Jumat (23/3) kemarin. Presiden mengapresiasi prestasi pesepak bola yang baru bergabung dengan klub Polandia Lechia Gdansk tersebut.
Egy Diminta Terus Belajar dan Bersyukur
Jakarta (Bali Post) Pemain Timnas U-19 Egy Maulana Vikri mendapat pesan khusus dari Presiden Joko Widodo saat bertemu di Istana Merdeka. ‘’Ya (Presiden mengatakan) harus terus belajar lagi, buat bangga Indonesia biar orang tahu juga kita bisa, juga agar banyak pemain lain yang bisa menyusul saya,’’ kata Egy seusai bertemu dengan Presiden di Kompleks Kepresidenan Jakarta, Jumat (23/3) kemarin. Egy bertemu Presiden Jokowi ditemani Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Egy pekan lalu sepakat bergabung dengan klub Liga Utama Polandia atau Ekstraklasa, Lechia Gdansk untuk kontrak selama tiga tahun dan mendapat nomor punggungg 10. ‘’Saya merasa senang dan bangga juga diundang ke sini, dikasih support Pak Presiden supaya terus belajar lebih baik lagi agar tetap tidak pernah besar kepala harus selalu bersyukur,’’ tambah Egy. Egy pun menceritakan secara singkat bagaimana perjalanannya sehingga dapat bergabung di klub Polandia tersebut. ‘’Saya dididik di SKO (Sekolah Khusus Olahraga) Ragunan, dididik di sana mental saya, kemudian dipanggil timnas saya kemudian membuktikan lebih banyak belajar ke depannya lagi, tahu kesalahan bagaimana, mendengarkan dari beberapa orang-orang tua, pelatih dan lain agar baik ke depannya. Bermain di luar negeri ini baru awal masih panjang perjalanan ke depan,’’ tutur Egy. Egy bertekad dapat menjadi pintu untuk pemain-pemain Indonesia lain berlaga di liga internasional. ‘’Belum tahu kapan ke Polandia lagi, kalau bahasa di sana bahasa umumnya bahasa Inggris, tapi akan belajar lebih mendalam lagi dan belajar bahasa Polandia,’’ tambah Egy. Ia pun memastikan tidak akan pindah kewarganegaraan meski bermain di Liga Polandia. ‘’Kalau timnas panggil tidak mungkin tidak akan selalu dibela. Orang mengatakan saya akan pindah negara, saya pastikan tidak,’’ ucap Egy. Polandia menjadi salah satu negara pilihan karena adanya masjid. ‘’Sudah ketemu masjid (masjidnya) bagus, 15 menit dari apartemen, tapi belum sempat shalat karena kemarin buruburu, untuk makanan tidak ada masalah,’’ jelas Egy. Egy datang ke Istana Merdeka atas undangan Presiden Joko Widodo. Ia berada di Indonesia untuk memperkuat Timnas U-19 yang akan bertanding melawan Timnas U-19 Jepang pada Minggu (25/3). Pada Rabu (21/3) Egy juga sempat bermain selama 7 menit dalam pertandingan Timnas Indonesia U-23 melawan Tim U-23 Singapura. Indonesia memenangkan pertandingan tersebut dengan skor 3-0. (ant)
Balli Post/ant
IMBANG - Pesepak bola Persija Jakarta Riko Simanjuntak (kiri) berebut bola dengan rivalnya dari Bhayangkara FC Alsan Putra (kanan) dalam laga perdana Liga 1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (23/3) kemarin. Pertandingan berakhir imbang 0-0.
Laga Pembuka L1 Tanpa Gol Jakarta (Bali Post) -
Dalam laga itu, pelatih Bhayangkara FC Simon McMenemy menurunkan semua pemain terbaiknya, termasuk yang baru bermain bersama timnas U-23 Indonesia melawan Singapura pada Rabu (21/3), yaitu Awan Setho, I Putu Gede Juni Antara dan Muhammad Hargianto. Sementara kubu Persija tidak memainkan bek kiri andalannya yang juga nama inti di timnas U-23 Indonesia, M. Rezaldi Hehanusa. Rezaldi bahkan tidak masuk dalam pemain cadangan.
Namun, pelatih tim berjuluk Macan Kemayoran, Stefano ‘’Teco’’ Cugurrra memainkan deretan penyerang andalannya yakni Marko Simic, Addison Alves yang disokong pemain sayap lincah Riko Simanjuntak. Permainan berjalan dalam tempo sedang sejak menit pertama. Akan tetapi, perlahan Persija mulai mendominasi laga dan menekan Bhayangkara. Hasilnya, di menit kedelapan bek Bhayangkara FC sempat membuat kesalahan
tak jauh dari kotak penalti. Bola direbut oleh Riko Simanjuntak, tetapi umpan silangnya mampu dibendung pemain lawan. Pada menit ke-19, giliran pencetak gol terbanyak turnamen pra-musim Piala Presiden 2018 Marko Simic yang memperoleh peluang. Namun, tendangannya ke arah sudut kanan gawang Bhayangkara dapat ditepis dengan baik oleh kiper Awan Setho. Setelah itu, Bhayangkara yang mengandalkan serangan balik sempat pula mem-
peroleh beberapa kesempatan membuat gol. Gelandang Paulo Sergio, Vendry Mofu membahayakan lini pertahanan Persija, tetapi semuanya dimentahkan barisan pertahanan Macan Kemayoran yang dipimpin Jaimerson da Silva. Beberapa detik jelang babak pertama berakhir, Marko Simic memperoleh peluang, tetapi tetap tidak mengubah kedudukan 0-0 yang bertahan sampai 45 menit pertama pertandingan berakhir. Di babak kedua, Persija yang mendapatkan dukungan dari hampir 39.000 penonton di SUGBK tak menurunkan tekanannya. Tercatat dua kali kiper Bhay-
Jakarta (Bali Post) – Final jilid ketiga Merpati Bali vs Surabaya Fever akan kembali terulang setelah keduanya memenangkan laga semifinal turnamen Srikandi Cup, Jumat (23/3) kemarin di GOR Lokasari. Merpati Bali mengalahkan Sahabat Semarang dengan skor 46-40 dan Surabaya Fever menghabisi Tenaga Baru Pontianak 9858. Dua pemain Merpati Bali Dora Lovita dan Kadek Pratita Citta Dewi sama-sama mencetak 11 poin, sedangkan Ratnani Pertiwi menorehkan 14 poin. Tim Sahabat Semarang mendapat kontribusi
dari Sitha Marino dan Dyah Lestari masing-masing 10 angka di pertandingan ini. Dipimpin kapten timnya Helena Tumbelaka dan empat pemain inti lainnya yakni Kadek Pratita Citta Dewi, Kadek Jisanchegi, Milania Angela, Dora Lovita, Merpati Bali dapat unggul walau hanya selisih 2 angka saja (10-8) kuarter pertama. Kinerja yang belum maksimal skuad asuhan Bambang Asdianto Pribadi itu disebabkan strategi yang dikembangkan pelatih lawan Xaverius Wiwid yang mengarahkan para pemainnya untuk bermain lebih sabar.
Lepas kuarter pertama, Bambang Asdianto Pribadi mengganti strategi pertahanan yang berbeda untuk meredam pemain Sahabat, khususnya Dyah Lestari dan Ratnani Pertiwi untuk bisa membuat poin dengan leluasa. Di kuarter kedua ini, Sahabat harus mengakui lawannya yang lebih agresif dengan keunggulan 20-26. Aroma kemenangan Merpati Bali sudah mulai tercium sejak kuarter ketiga dimulai. Mereka unjuk gigi dan dapat menambah 13 poin lagi. Di pertengahan kuarter keempat Sahabat Semarang
sempat menipiskan kedudukan hanya menjadi lima angka saja (37-42). Tembakan tiga angka yang dilepaskan Tania Rasidi eks pemain Sritex Solo mendongkrak kembali mental permainan timnya. Tapi itu belum cukup membuat mereka mengejar Merpati Bali, hingga waktu berakhir, Merpati Bali dapat menjaga kemenangan sekaligus melaju ke babak final besok. ‘’Secara overall anak-anak sudah bermain bagus. Siapa pun lawan kami besok pada perebutan peringkat ketiga, kita akan tetap berusaha meraih yang terbaik,’’ komen-
Jakarta (Bali Post) Tim tenis meja Indonesia yang disiapkan untuk Asian Games 2018 Jakarta-Palembang yang saat ini menjalani pemusatan latihan di Tiongkok, bakal diuji di kejuaraan dunia di Halmstad Swedia, medio April. Ketua Umum PP PTMSI Oegroseno di Jakarta, Jumat (23/3) kemarin, mengatakan selain di kejuaraan dunia, pihaknya juga sudah menyiapkan kejuaraan lain seperti SEAMaster 2018 ITTF World Tour di Hongkong, 24-27 Mei, serta ITTF World Tour Platinum di Tiongkok, 31 Mei - 3 Juni. ‘’Ada 12 atlet yang kami kirim ke Tiongkok. Sudah lebih dari enam bulan di sana,’’ katanya. Dengan persiapan yang dilakukan, mantan Wakapolri itu menargetkan tim tenis meja Indonesia itu bisa meraih medali perak pada kejuaraan empat tahunan itu mengingat tren kemampuan atlet Tanah Air terus mengalami peningkatan. Pada SEA Games 2015, tim tenis meja Indonesia hanya mampu meraih satu perunggu, namun dua tahun berikutnya tepatnya di SEA Games 2017 perolehan medali menjadi empat perunggu. ‘’Target perak saya kira cukup realistis,’’ kata mantan Kapolda Sumatera Utara itu. Meski persiapan Asian Games
2018 berjalan sesuai dengan program, namun pada induk organisasi tenis meja Indonesia hingga saat ini masih terjadi polemik. PP PTMSI di bawah pimpinan Oegroseno tetap bisa berharap menjadi satu-satunya induk organisasi karena diakui oleh ITTF. Selama ini ada dua induk organisasi tenis meja yang satunya adalah PB PTMSI yang diketuai Lukman Edy. Meski demikian, organisasi ini didukung penuh oleh KONI Pusat dan sebentar lagi akan menggelar munaslub guna mencari ketua baru. Dengan adanya rencana musnalub, Oegroseno mulai bergerak yang salah satunya akan melaporkan polemik yang ada saat ini ke induk organisasi tenis meja dunia atau ITTF yang bakal melakukan sidang pada awal Mei. ‘’Kami (PP PTMSI) selama ini yang diakui oleh ITTF, jadi kami akan melaporkan kondisi di Indonesia saat ini. Memang sangat berisiko jika laporan benar kami lakukan. Bisa saja tenis meja di-suspend,’’ kata Oegroseno dengan tegas. Tenis meja merupakan satu dari 42 cabang olahraga yang dipertandingkan pada Asian Games 2018. Untuk menunjang persiapan, pemerintah melalui Kemenpora telah mengucurkan anggaran sebesar Rp 5,4 miliar. (ant)
Pertandingan perdana Liga 1 musim 2018 antara Bhayangkara FC versus Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (23/3) kemarin, berakhir imbang tanpa gol alias 0-0.
angkara Awan Setho harus merentangkan badannya untuk menepis tendangan dari Addison Alves di menit ke-77 dan Marko Simic sepuluh menit setelahnya. Bhayangkara FC sendiri praktis tidak memiliki peluang berbahaya sepanjang paruh kedua pertandingan. Mereka lebih banyak bertahan dan itu bisa dilakukan dengan apik berkat kerja sama yang baik antara pemain baru klub berjuluk The Guardian Vladimir Vujovic, Nurhidayat dan I Putu Gede Juni Antara. Skor 0-0 pun tak berubah sampai wasit Thoriq Alkatiri meniup peluit tanda selesainya pertandingan. (ant)
tar Xaverius Wiwid kepada awak media. Sementara itu, pelatih Merpati Bali Bambang Asdianto Pribadi mengakui melakukan rotasi pemain untuk meningkatkan kewa sp a d a a n m e re ka . Ke menangan dengan skor tipis juga tidak dipermasalahkan asalkan tim masih bisa lolos ke final. ‘’Untuk final besok, Merpati Bali akan bermain dengan ciri khas sesungguhnya,’’ ucap Bing, sapaan akrabnya, sambil memuji penampilan pemainpemain Sahabat yang mampu memberikan perlawanan sepadan. (kmb39/r)
Merpati Bali Kembali Hadapi Surabaya Fever
Bali Post/ist
TUTUP - Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jayanegara (pakai kacamata) menutup serangkaian turnamen Piala Wali Kota IX/2918 di GOR Lila Bhuana, Jumat (23/3) kemarin.
Piala Wali Kota Tanpa Balap Motor
Denpasar (Bali Post) Selama ini pelaksanaan turnamen Piala Wali Kota Denpasar belum pernah menggelar event cabor balap motor. Pasalnya, minimnya klub dan pembalap ditambah tidak adanya sirkuit maupun venue di ibu kota Provinsi Bali ini membuat balap motor tidak pernah digelar. Sebagai gantinya, menurut Ketua Umum KONI Kota Denpasar IB Toni Astawa, saat penutupan Piala Wali Kota di GOR Lila Bhuana, Jumat (23/3) kemarin, pihaknya siap mengucurkan dana kepada pembalap Denpasar guna mengikuti berbagai event, sebagai persiapan terjun di kancah Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan. IB Toni Astawa mengharapkan ke depan IMI Bali, KONI Bali, termasuk pemerintah ikut memfasilitasi pembangunan sirkuit balap motor. Dijelaskannya, pihaknya telah menjaring 208 atlet yang masuk program Denpasar Emas, bertujuan supaya mereka bisa mendulang emas pada hajatan multi-event dua tahunan antarkabupaten dan kota se-Bali di Tabanan. Humas KONI Kota Denpasar Dewa Gede Rai menjelaskan, pentingnya medali emas dalam rangka mendongkrak prestasi Denpasar di ajang Porprov. ‘’Seberapa pun banyaknya medali perak dan perunggu, tetap dikalahkan sekeping medali emas,’’ ujarnya. Ketua Panpel Piala Wali Kota Made Raka menerangkan, Piala Wali Kota telah menghelat 35 cabor, termasuk cabor tinju yang menggelar kejuaraan terbuka. Piala Wali Kota melibatkan 4.635 atlet, termasuk memperebutkan 1.355 medali. ‘’Para atlet Denpasar mulai fokus berlatih pada April nanti,’’ terang Made Raka. (022)
Bali Post/ant
EKONOMI RAKYAT - Pengunjung mengamati ‘’merchandise’’ Asian Games 2018 yang dijual saat peluncuran di Jakarta, Jumat (23/3) kemarin. INASGOC meluncurkan ‘’merchandise’’ yang terdiri sekitar 200 produk dari sekitar 20 perusahaan lokal, UMKM, dan internasional dalam rangka menyukseskan Asian Games 2018 sekaligus sebagai upaya pemberdayaan ekonomi rakyat.
Timnas Tenis Meja Diuji di Kejuaraan Dunia
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Sabtu Pon, 24 Maret 2018
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN Kerja Diluar Negri, Semua Usia Pasutri 081375409869
B.BP.004.03.18.0000722
Dcr: Penjahit Sampel dg Gaji Tinggi Selama 2 Bulan Kerja Hub.085739028470-085934500045
B.BP.164.03.18.0001017
Dbthkn Sgr Admin Produksi u/ Garment Wanita,SMA Pglmn di bidangnya.Krm Lmrn&CV ke hrd. ptzazabali@gmail.com , PT.Zaza Jl.TegehSari 88Kuta Tlp.766496
B.BP.154.03.18.0001002
Dcr: Penjahit Sampel&Produksi Hub.(0361)419600/081999857442 B.BP.164.03.18.0001015
Dibthkan Admin & Sopir Min SMP Menarik,Jujur & Ulet Hub:CV. Sandya Utama Hp:081999888004 B.BP.001.03.18.0000990
Coco Group Bali Looking for: - Asst.Accounting Manager *Min.1year experience in the same position in retail industry CV Send to asthrm@cocogroupbali.com
B.BP.803.03.18.0000930
Dcr Admin,Supir,Tenaga Tk .Bangunan,Hub:08123676218
B.BP.004.03.18.0000972
Dcr Driver u/Spa di Jimbaran Hub:0361-704664 - 085100638867
B.BP.101.03.18.0001010
Dicari Sopir Berpengalaman utk RumahTangga.Hub:081339564071
B.BP.001.03.18.0000974
Dcr Sopir KTP Bali Bujang Hfal Wilayah DPS.Hub:087760368207
B.BP.001.03.18.0000976
Dibthkan Customer Service dan Cleaning Service, 081237201410 B.BP.001.03.18.0001003
Dibthkan Satpam Bersertifikat MinSMA,Max35Th.Hb:297837sgra BPR Suadana Jl.Raya Celuk Skwt
Sekolah di Jimbaran cari : Guru & Kep.Sek.TK, Guru Bhs. Inggris, Geografi, PPKN, Musik, Mandarin,Komputer,Olah Raga, Driver,Receptionist,Dokter, Perawat, Maintenance. Sent:schoolhrdbali@hotmail.com
B.BP.001.03.18.0000760
Dibutuhkan Teknisi.Harus Bisa Mesin Pendingin,Listrik,AC,Memiliki SIM C&Kendaraan Sendiri Jujur,Rajin,Bisa Bekerja Tim. Lamaran Dikirim ke PT.Lovina Beach Brewery,Jln Tukad Banyu Poh No.110 X Panjer Denpasar Telp:0361-255594/082147028300 Email:hrbali@stark-beer.co.id
B.BP.004.03.18.0000945
M+Susu mencari SPG dan Sales Motoris GT 3jt.Up Dion Gatsu 4 Blok 1 No.11 Hub.081238704979
B.BP.001.03.18.0000994
B.BP.001.03.18.0000847
Dicari Cpt.SPV ARS & SPV STR. CV:rhinusadua@gmail.com/ Hub.085316821985
B.BP.004.03.18.0000706
Dicari Marketing WSP,Salery Insentif, Menarik Lam.Jln.Patimura 24 Dps Hub:081236176908
B.BP.001.03.18.0000987
Dicari Mekanik Motor Variasi Gaji 2,1Jt Hub.087888899869
B.BP.001.03.18.0000981
Dicari PRT Jln.P.Adi VII No.10 Hubungi:081 238 226 287
B.BP.001.03.18.0000991
Dicari Sales,Wanita Max 40 Thn Min Tmtn SMA,Diutamakan Bisa Mandarin,Penmpln Menarik,Rajin Gaji 2,5Jt, Btggjwb, Hub:Lusi 0361-769780,Penempatan di Discovery Shopping Mall Kuta
Red Carpet Champagne Bar is looking for a Cleaner. Experience and good English is a pre.Good Salary,BPJS and lunch payment!!!!Your CV to:jakko@ redcarpetchampagnebar.com
B.BP.004.03.18.0000942
Red Carpet Champagne Bar is looking for Waitresses.Experience and good English is a pre.Good Salary,BPJS and lunch payment!!!!Your CV to:jakko@ redcarpetchampagnebar.com B.BP.004.03.18.0000944
B.BP.001.03.18.0000880
Admin P/W bisa computer hub:4747258,083117924127
B.BP.004.03.18.0000977
BPR KAS Mencari Sopir Direksi Tinggal di dalam Pglmn Min 2Th Hub.081339403582
Dcr GM & Supervisor HK yg berpengalaman U/Resort di Ubud.Lam multidayaindonesia@gmail.com B.BP.001.03.18.0001004
Dibthkan Perawat/Therapis utk Klinik Kecantikan area Sesetan (gaji+komisi+bonus) dpt gratis pelatihan kecantikan/kesehatan Hub:082112773777/085100817633 B.BP.004.03.18.0000986
Dicari Admin Helper Sales Utk GudangBangunanPadangsambian Min SMA.Hubungi:081999054808 Langsung Interview
Dibthkn Sgr:2 Dokter Umum:STRD, ATLS,ACLS,Peng.RS/Klinik,Mamp bhs Ingg.3 Ass Apoteker:DIII Farm,Serkom,STRTTK,pernahPraktek kefarm,Mngsai Ms Word&Exel mampu bhs Ing,1 Pramusaji SMA/ Sderjt,1 DIII Elektromedik.Kom Baik,Jjr,mampu KerjTim.max30Th Pnemptn DPS.Krm ke Jl Mahendradatta 57X Dps Bali (RS BaliMed)
B.BP.001.03.18.0000916
B.BP.001.03.18.0000824
B.BP.001.03.18.0001000
Bth Manager Kop&Ush Dgang,Staf EO,SPG,CS dan OB.Kerja Keras, Smangat Maju,Karier n Insentif Mnarik.Eml:tugasbali@yahoo.com B.BP.001.03.18.0000935
BIRO JASA
B.BP.001.03.18.0000983
Experienced Spa Therapist wanted for Villa in Seminyak. Expert in Mani-Pedi,Good English.Email CV to: serenavillasseminyak@gmail.com
B.BP.004.03.18.0000843
B.BP.001.03.18.0000961
DIJUAL RUKO
Mega Cary Bok Lengkap Ijin. Dpt 2 Bak, 2016, AsBali dari baru,AC,Pwr Str,Istw,120Jt Hub.081999032105 B.BP.001.03.18.0000988 TOYOTA
Avanza’10 Mesin Body OK,Jarang di Pakai Hub:08179749375 BU B.BP.001.03.18.0000985
Innova Grand’12 Silver AsBali 175Jt H.085100856999 Pribadi B.BP.141.03.18.0001007
Veloz’15 Putih DK Istmw 0818-0561-3699 BU 165 B.BP.001.03.18.0001012
DIJUAL MOBIL
2 UNIT RUKO DIJUAL TK. YEH AYA RENON LB . 318 M2 LT . 300 M2
SERTIFIKAT HAK MILIK
SERVICE
SERVICE
SERVICE
SERVICE
Honda Beat 2016 KM23 Samsat Baru Gress 13,5Jt 08553788088 B.BP.166.03.18.0001020
DIJUAL RUMAH Rmh Baru Mnmalis T60/100m sisa 1 Unit Kodya Dps 525Jt,AC+Bad, 087761855545 - 081338580527
B.BP.001.03.18.0001006
B.BP.001.03.18.0000068
DIJUAL TANAH Dijl Tnh+Bgn Ls 20Are(27x75M) Jln.6m TP,Cck u/Kost Elit/Aptm Lok.Jl.P.Adi Dps, 081339674256 B.BP.001.03.18.0000913
Dijual Tanah 12Are Br.Adeng, Marga,Tabanan,Bali.Hak Milik, Aspek Villa 450Jt H.0811398257 B.BP.001.03.18.0001011
DIJUAL MOBIL
SUZUKI
B.BP.004.03.18.0000841
�0811613807
C.0000917-DJR
ALUMINIUM
HONDA
B.BP.001.03.18.0000975
Ertiga GX Matic Juni 2017 Abu2 Hubungi Hp:081390225731
Night Guard wanted for Villa in Seminyak.Good English, Experienced.Email CV to: serenavillasseminyak@gmail.com
AC
DIJUAL MOTOR
DIJUAL VILLA Villa Munggu SHM 1131M2+500M2 Sewa4KT,5KM,IMB518M2,Pool,Ktcn Hrg 8.950M Nego Hub.0811392181
B.BP.004.03.18.0000893
B.BP.001.03.18.0000884
Looking for Experience Engineering,Good Salary, and must be qualitfied in all areas of electrical,Pumps,Pools,Wiring. Send CV to accounts@villacoco. com 730736 Villa Coco Seminyak
BAHAN BANGUNAN
B.BP.004.03.18.0001001
B.BP.001.03.18.0000853
Ymh Bisma Dicr:SMA/SMK/D1 Hub.T.Umar 142 Dps
Kia/Pregio,Th2012,Silver,AsDK, Hub.081936214009/085737577771
B.BP.001.03.18.0000883
B.BP.004.03.18.0000989
Rolls Royce’12 Ghost 6,6 V12 Black Reg.2016, Ori Antik dan Terawat Hub.0817.89.2255
B.BP.004.03.18.0001008
B.BP.001.03.18.0000979
E-Commerse Villa di Jimbaran Kirim CV : villamanager@villahening.com
B.BP.001.03.18.0001013
ROLLS ROYCE
DIJUAL RUKO Djl Ruko Stategis Jl .Gajahmada 2Unit,Tnh Jl Malboro&Pdg Galak Peminat Serius Hb:087760303829
KIA
Dicr Therapist pengalaman/tdk, dtg lgs ke By Pass Ngr Rai 491 Dps Hub.(0361)-723593/723637/ 081337985252/087862070935
B.BP.001.03.18.0000931
Yaris’12 Hitam Matic DK Istmw Trwt 08133-721-6703 Ng 139
ISUZU
Dicari : S1 Sipil/Arsitek,Usia Max 30Th B.Inggris u/Pengawas Lapangan di Gili Air Lombok Kirim CV:qtutz@rocketmail.com HP:08123997278
Diperlukan Tukang Kebun untuk Villa/Jln.Kesari No.16B Sanur 08112030402/info@klumpu.com GajiUMR,Service,THR,BPJS,Makan
B.BP.001.03.18.0000882
Princ pipa,Spv Retail D1-S1 area Bali Jl.Mhdarta Sltn 10C Dpsr 081523959260
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Isuzu Panther LM25 th 2005, Silver, Mulus,Terawat, Tgn I Hub:085109004445
B.BP.001.03.18.0000766
4*Hotel in Seminyak is looking for Eng.Crew can take weak current(Male)1 Exp years Apply to hrdseminyak@yahoo.co.id
Suites & Villas at Nusa Dua looking for qualified Front Desk fam.to VHP System,Good English 1 Exp years & Eng.Crew can take weak current (Male) 1 Exp years Send apply to hrdsawangan@yahoo.co.id
Informasi pasang iklan Telepon
RUPA-RUPA
DIJUAL RUMAH
DISEWAKAN RUMAH
DIJUAL TANAH
Rmh Fas.Lengkap Jl.Kecubung Gg Merak 16 Dps Hub.085100836165
Tnh Pinggir Jalan 17A/Rp.150Jt /A,Ng Sebatu Gyr/088219124095
B.BP.001.03.18.0000973
DISEWAKAN RESTORAN
B.BP.001.03.18.0000925
RUPA-RUPA
Dikontrakan Restaurant 45Jt/Th sisa kontrak 6,5th lokasi Sanur dekat Pasar Sindu 08112030819 Email:info@mamasate.com
Cuci Gudang Alat Fitnes Second HP.08123634805/082131234798
DICARI TANAH
Hilang IMB No:397 1997 Gusti Putu Mika Diatmika,082147478626
B.BP.001.03.18.0000933
Dicari Tanah/Rumah Strategis Denpasar utk Di-develop/Dijual Kembali.Budget Rp.5-10 Milyar Hub .Purnama:085881515449
B.BP.820.03.18.0001005
DIJUAL RUKO Ruko 2Lt Plus Rooftop 13x4mtr Jl.Tkd Irawadi,0811396697 BUC B.BP.001.03.18.0000998
DIJUAL MOBIL
B.BP.001.03.18.0000767
KEHILANGAN B.BP.101.03.18.0000955
Hlg BPKB No.C 3733830-O DK1055 KH an. I Gusti Ngurah Putra B.BP.001.03.18.0000980
Hlg BPKB mobil Suzuki No.BPKB I110188968-0,a.n. Muhammad Zamzami,Noka:MHYEZC21SBJ121703 Nosin:M15AIA627478. B.BP.031.03.18.0000992
DIJUAL MOBIL
BANGLI
18
Sabtu Pon, 24 Maret 2018
Ratusan Pelajar Deklarasikan Tolak ’’Hoax’’, SARA, dan ’’Money Politics’’ Bangli (Bali Post) Ratusan pelajar yang merupakan pemilih pemula di Kabupaten Bangli mendeklarasikan diri untuk menolak hoax, isu SARA, dan money politics dalam pemilu. Deklarasi dalam rangka mewujudkan pemilu yang berkualitas serta melahirkan pemimpin yang berintegritas. Deklarasi yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) berlangsung di depan Monumen Perjuangan Kapten Mudita, Bangli, Jumat (23/3) kemarin. Deklarasi yang dirangkaikan dengan gerak jalan sehat ini diikuti ratusan pelajar dari sejumlah SMA/SMK di Bangli, komunitas perempuan, penyandang disabilitas, dan seluruh stakeholder pemilu. Turut hadir dalam acara kemarin, Wakapolres Bangli dan Kasdim 1626/Bangli. Ada tiga poin deklarasi yang ditandatangani yakni ikut berpartisipasi aktif dalam setiap hajatan pemilu, menolak segala bentuk hoax, SARA, dan money politics serta siap melaporkan setiap upaya memperoleh dukungan dengan hoax, SARA, dan money politics. Ketua KPU Bangli Dewa Agung Lidartawan mengatakan, kegiatan ini untuk menekan derasnya penyebaran berita hoax, SARA, dan money politics dalam pemilu. ‘’Saya tidak ingin anak muda di Bali terutama di Bangli terobsesi dengan uang,’’ jelasnya. Lidartawan mengatakan, jika di lapangan nantinya ditemukan masalah itu, dia mengharapkan para pemilih pemula menjadi pelopor dengan melaporkan ke Panwaslu maupun KPU. Dengan demikian, pelaksanaan pemilu di Bangli dapat melahirkan pemimpin yang betul-betul berintegritas dan berkualitas. (kmb40)
Bali Post/ina
NASABAH - Nasabah LPD Desa Adat Tanggahan Peken mendatangi Kejari Bangli, Jumat (23/3) kemarin. Mereka mengadukan masalah tersendatnya pencairan dana nasabah.
Tabungan Tak Bisa Ditarik
Ratusan Nasabah LPD Tanggahan Peken Mengadu ke Kejari Bangli (Bali Post) –
Ratusan nasabah LPD Desa Adat Tanggahan Peken, Kecamatan Susut, Jumat (23/3) kemarin mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangli. Mereka mengadukan nasib tabungan dan depositonya di LPD Desa Adat Tanggahan Peken yang tidak bisa ditarik sejak lebih dari setahun terakhir. Para nasabah berharap Kejari membantu menyelesaikan persoalan ini.
Bali Post/ina
DEKLARASI - Perwakilan pemilih pemula di Bangli menandatangani deklarasi tolak hoax, SARA, dan money politics.
Petugas Puskesmas Ikuti Simulasi Bencana Gunung Meletus dan Kebakaran Bangli (Bali Post) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangli melaksanakan simulasi penanganan bencana gunung meletus dan kebakaran, Jumat (23/3) kemarin. Kegiatan digelar di Puskesmas IV Kintamani dengan melibatkan petugas setempat. Staf BPBD Bangli Sang Made Suarjana mengungkapkan, simulasi kebencanaan ini dilaksanakan secara rutin. Kegiatan ini sekaligus sebagai sosialisasi ke instansi-instansi termasuk ke desa-desa tentang cara merespons atau menangani jika terjadi bencana gunung meletus maupun kebakaran. ‘’Simulasi kebencanaan ini memang sangat penting dilakukan. Karena lewat kegiatan ini, kita dapat memberikan pemahaman kepada petugas puskesmas maupun masyarakat tentang tata cara bagaimana melakukan penanganan jika terjadi bencana gunung meletus maupun kebakaran. Dengan begitu, mereka tidak lagi kaget dan mereka bisa lebih tenang dan mampu menanganinya dengan baik,’’ ungkapnya. Dikatakan Suarjana, setelah sosialisasi di puskesmas, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi ke desa-desa. ‘’Rencananya ke desa-desa, bulan depan. Semoga apa yang kita berikan ini nantinya bisa bermanfaat untuk masyarakat,’’ katanya. Sementara itu, Kepala Puskesmas IV Kintamani I Nyoman Parsa mengatakan, dengan adanya kegiatan seperti ini, pihaknya dapat meningkatkan keterampilan semua petugas di dalam menangani kejadian-kejadian yang tidak terduga. ‘’Kegiatan seperti ini juga termasuk untuk pemenuhan standar akreditas FKTP puskesmas. Dan kami juga berharap apa yang diberikan ini nantinya bisa diterapkan di lapangan ketika ada bencana,’’ kata Parsa. (kmb41)
Post/nan
SIMULASI - Simulasi penanganan bencana yang digelar di Puskesmas Kintamani IV, Jumat (23/3) kemarin.
Ratusan nasabah tiba di kantor Kejari Bangli sekitar pukul 10.30 wita. Mereka datang dengan membawa buku tabungan maupun deposito. Para nasabah diterima Kasi Intel Kejari Bangli Maharyanto. Perwakilan nasabah, Putu Yudha Negara, mengatakan sejak lebih dari setahun terakhir, nasa-
bah mengalami kesulitan melakukan penarikan dana tabungan dan deposito. Untuk itu, pihaknya berharap Kejari selaku lembaga penegak hukum dapat membantu agar uang nasabah bisa kembali. ‘’Nasabah sudah menunggu janji dari pengurus LPD kurang lebih satu tahun tiga bulan untuk mengembalikan uang, tapi
Tim Transisi Segera Susun Persyaratan Bangli (Bali Post) Tim Transisi yang dibentuk Bupati Bangli segera bekerja memproses pembentukan Badan Pengelola Pariwisata Unesco Global Geopark Batur Kintamani. Tim Transisi telah membuat agenda, salah satunya menyusun persyaratan dan kriteria pengisian struktur organisasi badan pengelola. Wakil Ketua Tim Transisi Pembentukan Badan Pengelola Pariwisata Unesco Global Geopark Batur Kintamani, I Wayan Mertha, Kamis (22/3) lalu, mengata-
kan tim transisi akan menggelar rapat terbatas dengan melibatkan Disparbud dan beberapa tokoh masyarakat. Sejumlah hal dibahas terutama menyangkut langkahlangkah yang akan dilaksanakan dalam membentuk badan pengelola. Tim Transisi akan menyusun visi dan misi serta departemen atau bagian di badan pengelola. Tim transisi juga akan menyusun persyaratan atau kriteria bagi orang-orang yang akan menduduki sejumlah posisi strategis di badan pengelola. ‘’Walaupun draf untuk itu
Polsek Bangli
: 0366-91062
Polsek Susut
: 0366-5501596
Polsek Tembuku
: 0366-5595484
Polsek Kintamani
: 0366- 51122
Damkar
: 0366-92869
PDAM
: 0366-91094
PLN
: 0366-91268
Telkom
: 0366-91108
BPBD
: 0366-91448
Kodim
: 0366-91024
Kantor Bupati
: 0366-91032
sudah sempat dibuat, tapi akan kita evaluasi kembali setelah mendapat masukan tokoh-tokoh masyarakat,’’ ujarnya. Dikatakan Mertha, setelah seluruh proses penyusunan tata kelola organisasi dan persyaratan pengisian badan pengelola rampung, pihaknya akan menyampaikannya ke Bupati Bangli. Nantinya, Bupati yang akan menentukan mekanismenya pengisian sejumlah jabatan di badan pengelola dengan mengacu syarat serta kriteria yang telah disusun oleh tim transisi. ‘’Jadi, tugas
kami lebih banyak menyusun persyaratannya saja. Bagaimana mekanismenya dan pengisian orangnya, kami serahkan ke Bupati sebagai pemberi tugas tim,’’ jelasnya. Menurut Mertha, idealnya orang-orang yang bisa duduk di badan pengelola terutama posisi Direktur, harus mempunyai kemampuan dan pemahaman yang baik dalam bidang kepariwisataan terutama tata kelola destinasi wisata. Selain itu, mereka harus mempunyai tingkat penerimaan yang baik di
masyarakat serta mampu berkomunikasi dengan baik dengan stakeholder terkait dan wisatawan. ‘’Mereka juga harus memiliki kemampuan menjembatani kepentingan masyarakat, pengusaha, dan pemerintah. Idealnya, orang-orang yang cocok untuk mengisi posisi tersebut adalah orang lokal di Kintamani. Kenapa, karena biasanya orang-orang di sanalah yang paham persoalan. Soal capability, saya yakin orang-orang Kintamani luar biasa,’’ kata Mertha. (kmb40)
Siswa SMPN 2 Tembuku Olah Sampah Jadi Produk Kerajinan SEBAGIAN besar masyarakat menilai sampah tidak berguna yang hanya mengotori dan mencemari lingkungan. Namun, anggapan itu tidak berlaku di tangan-tangan kreatif siswa SMPN 2 Tembuku, Bangli. Sampah mereka olah menjadi beraneka produk kerajinan bernilai jual tinggi. Kreativitas mereka pun mendulang apresiasi para ASN di Pemkab Bangli hingga Bupati Made Gianyar. Produk kerajinan siswa SMPN 2 Tembuku dipajang di sebuah pameran yang digelar di tribun Lapangan Kapten Wayan Mudita, Bangli, Jumat (23/3) kemarin. Sejumlah ASN usai mengikuti kegiatan krida, tertarik melihat dan membeli kerajinan tersebut. Tak hanya pegawai, Bupati Bangli Made Gianyar juga tak mau kalah. Dia membeli beberapa kerajinan berbahan baku sampah untuk dipajang sebagai kenang-kenangan. Made Gianyar mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi kerajinan berbahan baku sampah organik maupun non-organik yang dibuat oleh siswa SMPN 2
Tembuku. Pihaknya berharap kreativitas ini bisa ditularkan ke generasi muda dan masyarakat Bangli. Untuk memasarkan produk secara lebih luas, pihaknya akan menyiapkan tempat khusus termasuk di pasar-pasar yang baru dibangun dan objek wisata. Sementara itu, Kepala SMPN 2 Tembuku I Made Degdeg mengatakan, para siswa menggeluti kerajinan ini sejak tahun 2015. Inisiatif pengolahan sampah beranjak dari kegelisahan pihak sekolah mengenai banyaknya sampah di lingkungan sekolah. Pihaknya lantas menunjuk salah seorang guru
Bangli : 0366-91521/91002
Sementara itu, Kasi Intel Kejari Bangli Marhayanto menyampaikan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan dari nasabah tersebut. ‘’Kita akan mengkaji lebih dulu. Kita lihat apakah bisa tertangani atau tidak. Kita akan teliti lebih dalam lagi apa yang sudah dilaporkan ini,’’ ungkapnya. Maharyanto mengaku belum mengetahui berapa total dana nasabah yang belum bisa dicairkan. Namun dari informasi yang didapatnya, dana tersebut m e nca p a i se ki t a r R p 1 9 miliar. (kmb40)
Pembentukan Badan Pengelola Pariwisata Geopark Batur
Telepon Penting RSU Bangli
sampai sekarang belum ada pengembalian sama sekali,’’ katanya. Dikatakan Yudha, pihak LPD selama ini selalu memberikan alasan belum bisa mencairkan dana nasabah karena tidak ada uang. LPD mengaku kesulitan memungut kredit dari peminjam sehingga tidak ada uang yang terkumpul.
Sebelum diadukan ke Kejari, kata Yudha, masalah yang dihadapi para nasabah ini sudah sempat diupayakan untuk diselesaikan desa adat dengan jalan mediasi. Desa adat juga sudah menurunkan tim intern yang beranggotakan orang-orang yang bekerja di bidang perbankan untuk mencari tahu masalah yang terjadi LPD tersebut. Hasilnya, ada persoalan di pelaporan keuangan yang diakibatkan oknum pengurus LPD. Pengurus LPD tersebut sudah diberi sanksi oleh desa adat.
Bali Pot/nan
KERAJINAN - Hasil kerajinan berbahan baku sampah yang dibuat para siswa SMPN 2 Tembuku yang dipajang di Lapangan Kapten Wayan Mudita, Bangli, Jumat (23/3) kemarin.
untuk mengikuti pelatihan di luar Bangli untuk kemudian mengajarkan materi pelatihan tersebut pada kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti para siswa. Menurutnya, beragam jenis kerajinan sudah dihasilkan para siswa seperti sokasi,
bokor, lampu tidur, tempat tisu, bando, keset, wadah air mineral, tempat parcel, tas, kemoceng hingga aneka miniatur. Harga yang dijual bervariasi mulai dari Rp 20 ribu sampai Rp 100 ribu. Harga disesuaikan dengan tingkat kesulitan pembuatan.
Selain mengolah sampah di sekolah, pihaknya berharap para siswa mampu memanfaatkan sampah di rumah masing-masing. Sejauh ini, pihaknya telah memperkenalkan inovasi pengolahan sampah ke empat SMP dan enam SD di Tembuku. (nan)
19
Sabtu Pon, 24 Maret 2018
WARUNG GLOBAL
Pemilik Rumah Jangan Lepas Tangan TEMBAKAU Gorilla yang awalnya ditemukan peredarannya di wilayah Bogor, kini telah sampai ke Pulau Dewata. Pihak kepolisian berhasil membongkar peredarannya dan menggerebek sebuah rumah yang menjadi pabrik pembuatan barang haram ini. Terbongkarnya pabrik di sebuah rumah yang berada di Perumahan Pesona Paramita 2 Nomor 2, Denpasar, berawal dari laporan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta yang curiga terhadap paket yang dikirimkan ke wilayah Bali. Yang cukup membuat prihatin para pendengar yang bergabung dalam acara Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM, Jumat (23/3) kemarin, karena TKP berada dekat dengan Mapolresta. Bagaimana komentar Kawan Global berkaitan dengan hal itu, berikut rangkuman selengkapnya. Sebagai masyarakat, Ketut Teken di Denpasar dan Ugi di Tabanan mengingatkan kepada masyarakat utamanya yang perokok agar mewaspadai bahaya tembakau gorilla ini. Sebab, bukan tidak mungkin tembakau pada rokok yang dihisap itu mengandung zat-zat yang tidak diperbolehkan masuk ke dalam tubuh. Febri di Denpasar menuding aparat telah kecolongan. Selain itu, warga sekitar mestinya memperhatikan siapa saja dan apa aktivitas dalam rumah konrakkan tersebut. Dekat Mapolresta? Beratayasa di Sangeh cukup kaget dengan TKP pabrik tembakau gorilla yang digerebek aparat ini. Ia juga menyampaikan pendapat seperti pengopini sebelumnya. Ketidakpedulian dan pembiaran yang terjadi menyebabkan kasus ini lama terungkap. Meskipun si pengontrak sudah bayar, pemilik kontrakan jangan lepas tangan begitu saja, pantau juga apa yang dilakukan dalam rumah kontrakan itu. Selain itu ada indikasi bahwa hukum tidak berjalan baik. Oleh karenanya media harus memantau jangan sampai
proses hukumnya hilang begitu saja seperti kasus-kasus sebelumnya. Lilis di Tabanan menambahkan, jangan asal menerima uang saja, lalu tidak peduli. Ia juga mengingatkan agar rumah-rumah yang berpagar tinggi agar diwaspadai, jangan sampai dipakai sebagai tempat berbuat yang tidak baik. Werdha di Gianyar dan Sumada di Singaraja tidak kaget sama sekali dengan digerebeknya pabrik tembakau gorilla dekat Mappolresta itu. Sebab, pabrik narkoba di dalam lapas juga sering terungkap. Mengenai dugaan keterlibatan aparat tidak ditampiknya. Jika narkoba dikatakan sebagai kejahatan luar biasa, maka penindakannya juga harus luar biasa. Jangan biasa-biasa saja, pemakai harus dipidanakan, juga dikenai sanksi adat. Karenanya semua pihak harus menyelamatkan generasi muda nari ancaman narkoba. Made Torek di Denpasar menyoroti sanksi bagi pengedar narkoba. Sebaiknya pelaku narkoba ini langsung tembak di tempat saja. (sikha)
Pembobol Bank Mandiri Ditangkap Jakarta (Bali Post) – Jaksa Agung HM Prasetyo menjelaskan, Juventius yang ditangkap di Apartemen Metro Suites Bandung, Jawa Barat, mempunyai peran besar dalam pembobolan Bank Mandiri Cabang Bandung Rp 1,4 triliun. ‘’Dia yang menyusun proposal dan membuat permohonan. Dia mempunyai peran besar ketika mengajukan permohonan kredit,’’ katanya di Jakarta, Jumat (23/3) kemarin. Termasuk juga, katanya, tersangka memiliki peran besar dalam permohonan kredit termasuk perpanjangan-perpanjangan kredit. ‘’Intinya semuanya indikasi terlibat kita tangani,’’ katanya. Sampai sekarang, ia menambahkan, sudah ada lima tersangka dalam kasus itu, yakni Juventius, Rony Tedy selaku Direktur PT Tirta Amarta Bootling (TAB), serta Manajer Komersial Perbankan Surya Baruna Semenguk,
Relationship Manager Frans Eduard Zandra dan Senior Kredit Risk Manager Teguh Kartika Wibowo. Khususnya untuk tersangka dari Bank Mandiri diduga telah menyalahgunakan otoritasnya dengan prinsip kehati-hatian bank serta sebagai pengusul pemberian kredit yang diajukan PT TAB juga diduga menyalahi kuasa dalam penghargaan dan penambahan kredit. Kasus ini bermula ketika Rony pada 15 Januari 2015 mengajukan perpanjangan dan penambahan fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) senilai Rp 880,60 miliar ke Bank Mandiri. PT TAB kemudian mengajukan perpanjangan dan tambahan plafon LC sebesar Rp 40 miliar dari sebelumnya Rp 10 miliar. Selain itu, PT TAB mengajukan penambahan fasilitas Kredit Investasi (KI) senilai Rp 250 miliar selama 72 bulan. Dalam dokumen pendu-
kung permohonan perpanjangan dan tambahan fasilitas kredit, terjadi penggelembungan data aset PT TAB. Alhasil, nota analisis pemutus kredit menyatakan kondisi keuangan PT TAB mengalami perkembangan dan bisa memperoleh perpanjangan serta tambahan fasilitas kredit. PT TAB juga diduga menggunakan uang fasilitas kredit sebesar Rp 73 miliar yang tidak sesuai perjanjian KI dan KMK. Rony diduga menggunakan hasil kredit sekitar Rp 65 miliar untuk kepentingan pribadi. Uang tersebut dipinjamkan oleh Rony untuk mendapatkan keuntungan serta membeli berbagai barang. Berdasarkan hasil audit independen, kasus pembobolan Bank Mandiri ini mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 1,4 triliun yang dihitung dari pokok, bunga dan denda. (ant)
Diterjang Banjir
Jalan Trans Sulawesi Putus JALAN Trans Sulawesi yang terletak di Desa Tabolang Kecamatan Topoyo Kabupaten Mamuju Tengah putus setelah jembatan roboh terkena derasnya arus sungai. Pemantauan di Mamuju Tengah, Jumat (23/3) kemarin, jalan Trans Sulawesi di Desa Tabolang Kecamatan Topoyo putus akibat derasnya arus sungai, jalan tampak terbelah setelah jembatan rubuh oleh arus sungai yang sangat deras sehingga jalur itu putus dan tidak bisa dilalui kendaraan. Beruntung di wilayah itu
terdapat jalur lainnya yang bisa dilalui kendaraan yakni dengan melintasi jalan di Desa Salupankan 1, sehingga aparat kepolisian mengalihkan arus kendaraan baik dari arah Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Pasangkayu agar tidak melintasi jalur terputus itu. Polres Kabupaten Mamuju Tengah dan Kabupaten Mamuju telah berkoordinasi agar kendaraan tidak melintasi jalur tersebut agar tidak terjadi kemacetan dan mengalihkan menuju jalur Salupangkan 1. ‘’Untuk
mencegah kemacetan dan penumpukan kendaraan maka jalur Desa Tabolang yang putus tersebut ditutup dan jalur dialihkan ke Desa Salupangkan 1, mengingat jalur tersebut cukup padat kendaraan,’’ kata Kapolres Mamuju Utara AKBP I Made Ary Pradana. Anggota DPRD Kabupaten Mamuju Tengah Anwar Laumma telah meninjau jalan tersebut dan berharap agar pemerintah segera bertindak memperbaiki jalan tersebut agar dapat kembali dilalui masyarakat. (ant)
Persaingan Ketat Dari Hal. 1
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali I Putu Astawa mengaku tengah bekerja sama dengan Universitas Udayana untuk menyusun kembali rencana induk pengembangan industri kecil di Bali sesuai dengan klasternya. Celuk sendiri merupakan contoh dari penerapan one village one product karena sebagian besar masyarakatnya menghasilkan kerajinan perak. ‘’Tetapi nampaknya sekarang sejalan dengan perkembangan, terjadi persaingan dengan daerah-daerah penghasil perak lainnya. Mungkin ada kejenuhan pasar, memang kalah bersaing dengan yang lebih bagus atau yang lebih murah. Inti persoalannya di kreativitas, baik di dalam marketingnya maupun teknik desainnya,’’ ujarnya. Astawa mengakui artshopartshop perak di Celuk sudah
banyak beralih fungsi sebagai indikasi kerajinan itu kini tidak lagi menjanjikan dan membuat pasar perak Celuk menjadi lemah. Padahal, kluster industri di Gianyar khususnya sudah cukup jelas. Dikatakan, perlu ada rekomendasi untuk mengembalikan kejayaan itu. Baik dari segi cara memasarkannya di era digital, meningkatkan promosi, maupun mengkaji kebijakan yang berpihak pada masyarakat lokal. ‘’Salah satu kendala kita kan di bahan baku yang menyebabkan daya saing perak kita kurang bagus karena impor. Makanya kita galakkan dengan program KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor). Misalnya kita mengekspor perak, kita memasukkan bahan baku perak dari luar negeri dengan pajak 0 persen. Ini upaya kita juga dalam rangka untuk meningkatkan daya saing harga perak kita,’’ papar mantan Kepala Bappeda Litbang Setda Bali ini. (kmb32)
Tidak Pernah
Dari Hal. 1
Puan menekankan tidak pernah membicarakan hal-hal terkait proyek e-KTP saat dirinya berada di parlemen, baik itu pada Setya Novanto ataupun pada orang lain. ‘’Sama sekali tidak pernah, saya tidak pernah bicara e-KTP. Bukan hanya dengan Pak Oka, dengan Pak SN dan lain-lain saya juga tidak pernah bicara, juga dengan nama-nama yang disebutkan kemarin saya juga tidak kenal,’’ kata Puan. Namun, Puan mengakui bahwa dirinya mengenal sosok Made Oka Masagung sebagai rekan keluarga. ‘’Saya kenal dengan Pak Made Oka, karena kebetulan beliau adalah teman keluarga Bung Karno di mana bapak dan ibunya Pak Made Oka itu adalah teman baik dari Bung Karno,’’ kata Puan. Puan pun mengatakan mendukung proses hukum yang sedang berjalan yang harus didasarkan pada fakta-fakta hukum. ‘’Ini merupakan masalah hukum, tentu saja harus didasarkan pada fakta-fakta hukum yang ada bukan katanya-katanya,’’ tutur Puan. Novanto dalam sidang men-
gaku mengetahui pemberian uang itu dari rekannya, pemilik OEM Investment Pte. Ltd. dan Delta Energy Pte. Lte. Made Oka Masagung. ‘’Andi Narogong bersama Made Oka itu datang ke rumah. Datang ke rumah menyampaikan ngobrol-ngobrol biasa, Oka menyampaikan dia menyerahkan uang ke dewan, saya tanya wah untuk siapa? Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya, saya minta maaf ada disampaikan oleh Andi (Narogong) untuk Puan Maharani 500 ribu dolar AS dan Pramono 500 ribu dolar AS. Bu Puan Maharani Ketua Fraksi PDI-P dan Pramono ada 500 ribu dolar,’’ kata Novanto. Novanto bahkan mengaku sempat menanyakan penerimaan uang itu kepada Pramono saat menghadiri pernikahan putri Presiden Joko Widodo di Solo pada November 2017. ‘’Saya ketemu terakhir di Solo, di Hotel Alila, saya tanya karena saya bersahabat dengan beliau juga, ‘Mas benar gak tuh karena Oka pernah ngomong itu’, dia (Pramono) bilang ‘Ah yang mana ya? Itu dulu, tapi coba nanti gue ingat lagi, di Jakarta-lah kita ngobrol’,’’ ungkap Novanto dalam sidang. (ant)
Secara Total Dari Hal. 1
Ia bahkan menegaskan, jika dirinya sudah siap ngayah dengan tulus dan ikhlas (lascarya) dengan menyerahkan dirinya secara total untuk mengabdi kepada masyarakat Bali. Usai Koster mempresentasikan visi-misi dan program kerja Koster-Ace yang dibingkai dalam konsep besar ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ memperoleh pujian dari panelis. Pujian pertama disampaikan Prof. Yohanes Usfunan terkait pemaparan serta konsep pembangunan Bali ke depan yang dipresentasikan jebolan Institut Teknologi Bandung (ITB) itu. ‘’Bapak kan sudah doktor, kalau saya menilai bapak sudah layak sebagai profesor,’’ sebutnya. Selanjutnya menyangkut rumusan konsep besar pembangunan ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ yang begitu detail dan terstruktur secara ilmiah, Prof. Usfunan secara mengejutkan menyatakan Koster sudah sangat layak menjadi gubernur. ‘’Bapak juga sudah layak jadi gubernur,’’ katanya. Dia menilai program yang jelas, baik dari konsep akademis dan filosofis. Komitmennya membangun pemerintahan yang bersih sangat diharapkan
Program Nasional
Dari Hal. 1
Menurut Hinca, sungguh tak bijak menyalahkan kebijakan dan program nasional yang baik dan benar tentang KTP elektronik. Dia menuturkan program KTP elektronik adalah amanah undang-undang yang dihasilkan secara bersama oleh lembaga eksekutif dan legislatif. ‘’Pernyataan Sekjen PDI-P yang langsung menyalahkan kebijakan dan program KTP elektronik karena kadernya diduga terlibat korupsi KTP elektronik dikemukakan sekarang, setelah dua kader utamanya oleh Setya Novanto disebut sebagai ikut menerima uang KTP elektronik,’’ kata Hinca. Ia menilai pernyataan PDI-P yang langsung menyalahkan pemerintahan Presiden SBY dan mendiskreditkan Partai
Label 925
Dari Hal. 1
Namun justru itu membuat citra buruk bagi perak Bali. Yang ia sesalkan adalah adanya pedagang yang menjual perak dengan label 925. Artinya kadar peraknya 92,5 persen. Padahal barang yang dijual belum tentu murni perak. Oknum yang mengklaim peraknya adalah perak 925 juga menambah citra buruk perak Bali. Semua faktor tersebut membuat perak Celuk redup. Pasar ekspor mulai berkurang
bahkan hilang. Perajin perak beralih profesi. Lebih dari 50 persen perajin beralih profesi. Karena penghasilan dari perajin perak tak lagi mencukupi. Ia merasakan betul susahnya bertahan dengan menjadi perajin perak di era ini. Ia pun mulai mencari pekerjaan lain yang lebih menghasilkan. Menjadi sopir pernah ia lakoni, memelihara ternak juga tak luput dari pekerjaannya. Ia tidak menyalahkan keadaan. Namun sebagai penerus pande, telah menjadi tugasnya meneruskan tradisi turun tem-
oleh semua pihak. ‘’Kalau beliau punya kelebihan mengapa tidak kita manfaatkan. Kalau rakyat Bali tidak memilih, maka akan menyesal karena beliau memiliki komitmen jelas untuk kesejahteraan masyarakat Bali,’’ imbuhnya. Tak jauh beda, panelis kedua Prof. Made Subawa pun mengamini penilaian yang disampaikan oleh Prof. Usfunan. ‘’Setelah mendengar pemaparan tadi, kalau rekan saya bapak layak menjadi guru besar, tapi kalau saya bapak layak jadi gubernur,’’ katanya. Dia juga setuju modal dasar pembagunan Bali adalah alam Bali, manusia Bali dan kebudayaan Bali. Sementara panelis ketiga Prof. Wayan P. Windia menyatakan bahwa konsep ‘’Nangun Sat Kerti Loka Bali’’ yang dipaparkan Koster-Ace sangat utuh dan terstruktur. ‘’Konsep dalam bahasa Bali disebut maeukudan atau utuh,’’ ungkapnya. Dia pun mendoakan agar apa yang menjadi harapan paslon ini dapat terwujud, sehingga visi-misi dapat direalisasikan. Selain menghadapi pertanyaan dari panelis, Koster-Ace dengan gambang memberikan jawaban dari pertanyaan sejumlah mahasiswa pada sesi dialog. (kmb)
urun dan melestarikan perak Celuk. Kecintaannya akan perak tak membuatnya pasrah akan keadaan. Ia membuat desain baru dan produk-produk perak yang baru. Salah satu yang ia sedang promosikan saat ini adalah pulpen perak. Tantangan yang dihadapi kini yaitu minimnya generasi muda yang berminat meneruskan tradisi menjadi perajin perak. Sehingga ia khawatir perajin perak Celuk semakin sedikit bahkan akan hilang. Ia berharap generasi muda meski tak menjadi perajin,
Demokrat salah alamat, karena bukan Partai Demokrat ataupun kadernya yang menyebut Puan Maharani dan Pramono Anung menerima dana, melainkan mantan Ketua Umum Golkar Setya Novanto. ‘’Kalau membantah dan mengatakan kadernya tidak terlibat, bantahannya harusnya kepada Setya Novanto dan KPK. Majelis hakimlah yang akan memutuskan dalam persidangan yang sah dan akuntabel pada saatnya nanti. Partai Demokrat juga tidak pada posisi untuk berpendapat apakah Puan Maharani dan Pramono Anung terlibat atau tidak kami tidak punya kewenangan untuk itu,’’ jelasnya. Dia menegaskan Partai Demokrat tidak akan ikutikutan memvonis keterlibatan Puan Maharani dan Pramono Anung, sebab Demokrat mengerti hukum. (ant)
setidaknya pemasaran secara online bisa dilakukan untuk mempertahakan perak Celuk. Ia berharap, dengan pemasaran online, perak Bali khususnya perak Celuk kembali dilirik pasar luar negeri. Karena ia ingin membuktikan bahwa kualitas perak Celuk telah berubah lebih baik. ‘’Kami berharap generasi mudah ada yang memasarkan online. Kita menyiapkan barang dan harga, mereka yang menjual. Kami perlu ada pengelola di lingkungan Celuk ini,’’ tutupnya. (kmb42)
balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost
Sabtu Pon, 24 maret 2018
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, (0361) 233801 Facsimile: 227418
pariwisata NATAS Travel Fair 2018
Indonesia Bidik 1,7 Juta Wisatawan Singapura
Singapura (Bali Post) Indonesia punya target pasti dalam menjaring wisatawan 2018. Khusus untuk wisatawan Singapura, Kementrian Pariwisata (Kemenpar) memasang angka 1,7 juta wisatawan. Angka ini optimis dicapai berdasarkan animo kunjungan wisatawan Singapura tahun lalu dan berbagai strategi yang dilakukan Kemenpar RI.
Bali Post/dir
TARI BALI - Tarian Bali dipentaskan di venue Indonesia dalm NATAS Travel Fair 2018.
“Tahun ini kami membidik 1,7 juta wisatawan Singapura untuk mengunjungi beragam destinasi wisata di Tanah Air. Angka ini tergolong realistis jika melihat angka 2017 yang mencapai 15 juta,” ujar I Gde Pitana, Deputi Pengembangan Pemasaran I Kemenpar RI, pada pembukaan National Association of Travel Agents Singapore (NATAS) Travel Fair 2018, Jumat (23/3) kemarin. “Untuk mencapai bidikan wisatawan Singapura ini, Indonesia melalui Kementerian Pariwista berpartisipasi pada pameran Natas Travel Fair 2018,” ujarnya. Pameran ini digelar dua kali setahun oleh National Association of Travel Agents Singapore (NATAS). Ajang travel fair ini merupakan event yang sangat potensial untuk melanjutkan program promosi Kemenpar yang fokus pada branding, advertising, dan selling karena merupakan pameran B to C (Consumer Show) yang memungkinkan para pelaku industri di Indonesia memperluas jejaring pasar mereka dan menawarkan paket-paket wisata Indonesia. Peserta yang bergabung di paviliun Indonesia terdiri dari 18 table untuk digunakan oleh industri pariwisata Indonesia yang berasal dari 7 provinsi yaitu Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, D.I. Yogyakarta, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Komposisi tersebut terdiri dari TA/TO anggota Asita dan industri akomodasi/DMO, untuk melakukan pelayanan informasi, promosi produk dan destinasi yang ada di Indonesia. Selama tiga hari pameran akan ada banyak aktivitas yang akan dapat dinikmati pengunjung di booth Indonesia seperti coffee & refreshment corner, spa
corner, virtual reality video 360º, gimmick and gift redemption, Peta Indonesia Interaktif dan juga pertunjukan kesenian budaya dari tim Wonderful Indonesia. Dijelaskan Pitana, selain akan bertemu dengan kurang lebih 70.000 pengunjung, seller Indonesia juga dapat menjalin networking dengan local agent Singapura yang berpartisipasi maupun anggota NATAS. Selain sebagai ajang mempromosikan destinasi wisata di Indonesia kepada masyarakat Singapura, NATAS Travel Fair 2018 diharapkan juga bisa menghasilkan transaksi yang signifikan dari hasil penjualan paket wisata dalam upaya mendatangkan wisatawan mancanegara ke Indonesia. “Misi ganda Kemenpar dalam ajang ini, selain promosi dan selling destinasi wisata, Wonderful Indonesia juga ikut mempromosikan agenda wisata sepanjang tahun 2018 unggulan serta Asian Games 2018 yang akan diselenggarakan di Jakarta dan Palembang,” ujarnya. Untuk mengoptimalkan fungsi ini, Dispar Sumatera Selatan dan DKI Jakarta berpartisipasi serta di Booth Indonesia dengan membawa travel agent khusus menjual paket wisata Asian Games. Menurut Pitana, Kemenpar menargetkan pencapaian jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tahun ini sebesar 17 juta wisman, dan diharapkan akan meningkat menjadi 20 juta wisman pada 2019. Peningkatan target wisman ini, katanya, diikuti dengan pengeluaran kebijakan seperti free visa untuk 169 negara, kebijakan baru terkait CAIT dan juga gencarnya hardselling dan kerja sama dengan maskapai penerbangan dan wholesalers. (dir)
NATAS Travel Fair 2018
Kopi Jadi Daya Tarik Promosi
KEMENTERIAN Pariwisata RI punya strategi jitu menarik pengunjung pada pada pembukaan National Association of Travel Agents Singapore (NATAS) Travel Fair 2018, Jumat (23/3) kemarin. Selain melibatkan 18 exhibitor, Kemenpar juga menghadirkan Barista Sujonsen. Barista asal Medan ini disiapkan stan khusus di venue Indonesia. Strategi menarik minat pengunjung dengan tes kopi Indonesia ini ternyata sangat efektif. Minat untuk mencoba kopi Indonesia tergolong ramai. “Promosi pariwisata dengan mengenalkan produk kopi Indonesia juga efektif mendukung pengenalan destinasi Indonesia. Pengunjung ke stan kopi di venue Indonesia selalu padat,” ujar Sujonsen. Ia mengatakan kopi Indonesia merupakan salah satu keunggulan Indonesia dalam menggaet wisatawan. Barista Sujonson memperkenalkan kopi Bali, kopi Toraja, kopi luwak dan kopi khas Indonesia lainnya. Deputi Pengembangan dan Pemasaran I Kemenpar RI I Gde Pitana mengatakan, strategi bersinergi ini memiliki keuntungan ganda. Selain menjadi daya tarik venue, juga memperkenalkan cita rasa kopi Indonesia kepada dunia. “Kreatif dalam pemasaran memang harus dikembangkan secara berkelanjutan. Terobosan ke arah itu, kami akan kelola secara profesional dengan membangun dan membina relasi. Sinergi jadi kekuatan,” ujarnya. Rangkaian NATAS 2018 dipusatkan di Expo Hall 4 ini berlangsung tiga hari sampai Minggu (25/3). Pertisipasi Kementerian Pariwisata RI pada event ini merupakan salah satu upaya untuk mencapai target kunjungan wisatawan. Indonesia secara berkesinambungan meningkatkan promosi pariwisata di negara-negara fokus pasar utama maupun pasar potensial. (dir)
Bali Post/dir
KOPI - Barista Sujonsen melayani pengunjung di venue Indonesia.
Film ”Kenapa Harus Bule?”
Komedi Satir tentang Wanita Mengejar Jodoh Pria Bule
LAMA dijajah bangsa Eropa, disebutkan sebagai penyebab kuatnya pandangan bahwa orang kulit putih atau biasa disebut bule, lebih unggul dalam segala hal seperti ketampanan, kecantikan maupun kecerdasan dibanding orang Indonesia. Tidak mengherankan kalau kemudian bagi orang Indonesia terutama kaum perempuan, bisa menikahi bule akan memiliki keistimewaan tersendiri. Akibatnya banyak wanita Indonesia terobsesi dan mengejar jodoh pria bule. Cerita mengejar jodoh pria bule inilah yang diangkat dalam film “Kenapa Harus Bule?” yang diluncurkan oleh Viu, sebuah Layanan Video Over The Top (OTT), Kamis (22/3) lalu. Film yang dibintangi oleh Putri Ayudya yang berperan
sebagai Pipin ini, 90 persen lokasi syuting berada di Bali. Andri Cung sebagai sutradara menuturkan bahwa ia ingin menginspirasi penonton tentang kekuatan seorang wanita (girl power) yang dimulai dengan menghargai diri sendiri. Naskah film yang dibuat selama 9 bulan ini menceritakan sosok karakter utama Pipin sangat terobsesi untuk mendapatkan jodoh pria bule. “Karakter Pipin sebagai peran utama, saya buat semirip mungkin dengan sahabat dalam kehidupan nyata saya. Jadi, saya dapat menangkap detail kecil yang menghubungkan emosi penonton dengan karakter Pipin,”jelas Andri Cung. Head of Marketing and Ad Sales Viu Indonesia Myra Sura-
ryo menjelaskan, penggarapan film ini hasil kolaborasi antara Viu dengan Kalyana Shira Films dan Good Ship Productions. Di samping itu, Viu juga memberikan sebuah medium atau platform kreatif bagi para sineas Indonesia untuk mengoptinalkan kreativitas dan menjangkau semua orang. Menurutnya, cerita dalam film ini tereksekusi dengan baik, penuh dengan dialog lucu dan cerdas yang tidak hanya menghibur tapi juga memberikan inspirasi pada penonton, untuk merefleksi diri dengan cara yang berbeda-beda. “Cerita unik tentang bagaimana perempuan modern Indonesia saat ini dapat menentukan sendiri masa depan mereka, termasuk memilih pasangan hidup,” jelasnya.
Sementara itu, Nia Dinata selaku produser mengatakan karakter Pipin dalam cerita film ini sangat nyata dan ada di sekitar kita. Sehingga ketertarikannya untuk membiayai film tersebut sangat besar dan mendukung sepenuhnya. “Sudah lama saya tidak menonton film dengan karakter utama seorang perempuan yang modern, kocak, tetapi juga ingin belajar mandiri, walaupun harus melewati berbagai kesulitan yang menimpa dirinya. The rest is history,” ujar Nia Dinata. Selain Putri Ayudya, film ini juga dibintangi oleh Cornelio Sunny, Michael Kho, dan Natalius Chendana. Rencananya, film ini akan tayang di beberapa negara yang lengkap dengan subtitle bahasa Inggris. (win)
Bali Post/win
PEMERAN - Myra Suraryo (dua dari kanan), Andri Cung (tiga dari kanan, Nia Dinata (empat dari kanan) beserta pemeran film “Kenapa Harus Bule?” saat ditemui Lippo Mall, Kuta, Kamis (22/3) lalu.
Bali Post/ant
KONFLIK - Konflik di Republik Demokratik Kongo berkepanjangan mengakibatkan kelaparan hebat di salah satu negara Afrika. Setidaknya, 15 negara di Afrika berkonflik menyumbang 60 persen dari 124 juta manusia kelaparan akut di dunia.
Akibat Konflik, 124 Juta Manusia Alami Kelaparan Akut
New York (Bali Post) – Banyaknya negara yang terlibat konflik berkepanjangan menjadi penyebab makin banyaknya manusia mengalami kelaparan. Data yang dirilis Badan Perserikatan Bangsabangsa (PBB) menyebutkan tahun 2017 saja terdapat sekitar 124 juta manusia di dunia yang menderita kelaparan akut. Selain konflik perang, bencana alam akibat iklim ekstrem adalah penyebab menghebatnya kelaparan. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyampaikan hal tersebut pada Kamis (22/3). Pemimpin PBB tersebut mengatakan di dalam pesan video mengenai Laporan Global mengenai Krisis Pangan, yang didukung PBB, yang disiarkan di Roma bahwa laporan tahun ini yang menyoroti peningkatan mengkhawatirkan jumlah orang yang tidak cukup makan. Pangkal penyebab kenaikan kelaparan ini adalah ban-
yaknya konflik di dunia. “Ini telah menjadi makin sering dan lebih berkepanjangan,” kata Guterres. Laporan yang diungkap Guterres menyatakan angka kelaparan akut yang dipicu oleh bencana iklim serta konflik, melonjak pada 2017, sehingga sebanyak 124 juta orang di 51 negara menghadapi kelaparan. Ini berarti terdapat 11 juta lebih banyak orang kelaparan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Bermacam laporan seperti ini memberi kita data penting dan analisis untuk lebih memahami tantangan. Sekarang terserah kita untuk melakukan tindakan untuk memenuhi kebutuhan orang yang menghadapi momok kelaparan setiap hari dan menanggulangi pangkal masalah ini,” kata Sekretaris Jenderal PBB itu, sebagaimana dikutip Xinhua. “Di beberapa negara, perang telah mendorong seluruh masyarakat ke jurang
kelaparan. Pada saat yang sama, kemarau dan bencana yang berkaitan dengan perubahan iklim mengakibatkan peningkatan krisis pangan parah,” katanya. Laporan Global mengenai Krisis Pangan yang diajukan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), Program Pangan Dunia PBB (WFP) dan Uni Eropa, juga mengatakan bahwa kondisi darurat pangan makin bertambah kuat akibat bermacam penyebab seperti konflik, guncangan iklim ekstrem dan harga makanan pokok yang tinggi. Ironisnya, semua penyebab ini seringkali terjadi berbarengan. Konflik menjadi penyeyab utama kelaparan yang makin akut terutama di negara-negara benua Afrika. Terdapat 15 negara di Afrika atau Timur Tengah yang merupakan 60 persen dari seluruh jumlah global yang mengalami kelaparan akut. (ant)