Skip to main content

Edisi 23 Oktober 2016 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 65 TAHUN KE 69 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (152rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

minggu Umanis, 23 Oktober 2016

@balipostcom (4.485 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418

Wapres Buka Mahasabha XI PHDI di Surabaya

Umat Hindu Diminta Tetap Jaga Kebinekaan

MAHASABHA - Wapres Jusuf Kalla membuka Mahasabha XI di Graha Samudera, Bumimoro, Surabaya, Sabtu kemarin.

WAKIL Presiden (Wapres) Jusuf Kalla membuka Mahasabha XI Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) di Surabaya, Sabtu (22/10) kemarin. Musyawarah besar para pemuka Agama Hindu itu digelar di Graha Samudera, Bumimoro, Surabaya hingga Senin 24 Oktober besok. Acara juga dihadiri Menkop dan UMKM Anak Agung Ngurah Puspayoga, Menkominfo Rudiantara, Ketua Umum PHDI Pusat Mayor Jenderal TNI (Purn) S.N. Suwisma, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, serta Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Pembukaan mahasabha ditandai dengan pemukulan gong oleh Wapres didampingi

Menkop dan UMKM Puspayoga dan Menkominfo Rudiantara. Dalam sambutannya, Wapres Jusuf Kalla meminta umat Hindu agar tetap menjaga kebinnekaan dengan mengedepankan toleransi antarsesama. “Kami juga mengucapkan terima kasih kepada umat Hindu yang sudah menjaga persatuan dan kesatuan,” ujar Wapres saat memberikan sambutan pembukaan Mahasabha XI PHDI di Surabaya, Jawa Timur. Menurut Wapres, bangsa Indonesia bisa besar karena perbedaan dan saling menghormati antara yang satu dengan yang lain. “Negara punya misi yang

besar dalam memajukan bangsa ini, masyarakat adil dan makmur. Negara juga menghormati kepada siapa saja tanpa pandang dari mana, apa kepercayaannya, selama masih bisa berbuat baik untuk bangsa,” katanya. Saat ini, lanjut dia, banyak negara yang belajar pada Indonesia karena mampu menyatukan berbagai perbedaan latar belakang. Wapres juga berterima kasih kepada umat Hindu yang mampu menjadikan Pulau Bali sebagai tujuan wisata terkenal di dunia. “Bagaimana masyarakat Hindu di Bali bisa memajukan daerah khususnya wisata dengan kearifan

lokal, keramahan, kejuruan, dan melayani sehingga Bali terkenal di seluruh dunia,” tandasnya. Ketua Panitia Mahasabha XI PHDI Laksamana Muda TNI (Ingn) Ary Atmaja mengatakan, pertemuan lima tahunan ini dihadiri 646 peserta dari kalangan Sabha Pandhita, Sabha Walaka, pengurus PHDI pusat dan daerah, serta organisasi-organisasi bernapaskan Hindu. Acara mengagendakan pemilihan Ketua Umum PHDI Pusat, menetapkan AD/ART, penyusunan program kerja 2016 hingga 2021, serta pembentukan Pengurus Parisada Pusat masa bakti 2016 hingga 2021. (ad1536)

Topan Haima Terjang Filipina 12 Tewas

Benguet – Topan Haima menerjang Filipina, menyebabkan setidaknya 12 orang tewas dan merusak ribuan hektar lahan pertanian. Kini, topan terkuat dalam 3 tahun terakhir tersebut mengarah ke Hongkong. Menurut pernyataan pemerintah Filipina, Sabtu (22/10) kemarin, kebanyakan korban yang meninggal dan kerusakan paling parah terjadi di bagian utara negara itu. Ricardo Jalad, Ketua Badan Penanggulangan Bencana Filipina mejelaskan, selain angin kencang dan hujan deras, Haima telah menyebabkan banjir bandang. “Rasanya seperti diterjang Topan Yolanda lagi. Kerusakan parah terjadi di mana-mana,” imbuhnya. Memang terjangan angin Topan Haima dan hujan deras yang dibawanya, mengingatkan kembali kekhawatiran warga atas bencana yang ditimbulkan oleh Topan Yolanda atau yang lebih dikenal dengan Topan Haiyan pada 2013. Beberapa desa yang dilintasi Topan Haima dilaporkan mengalami pohon-pohon tumbang, tanah longsor, dan banjir. Komunikasi terhambat dan bantuan sulit diberikan karena akses yang tertutup. Beruntung, sebagian besar warga sudah dievakuasi, hampir 100.000 orang sudah berada di tempat yang lebih aman. Hal. 19 Dekati Hongkong

KPK Dorong Parpol Selenggarakan Sekolah Antikorupsi Bandung (Bali Post) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong seluruh partai politik (parpol) di Indonesia mengadakan sekolah antikorupsi untuk setiap anggota dan kader partai politik tersebut. Ini sebagai upaya pencegahan awal agar kader tidak terjerat tindak pidana korupsi. “Program Sekolah Antikorupsi ini, menurut saya menarik dan penting karena banyak politikus yang korupsi itu ternyata karena ketidaktahuan mereka tentang apa itu korupsi. Minimal setelah ikut kegiatan ini mereka tahu dulu,” kata Direktur Direktorat Gratifikasi-Kedeputian Bidang Pencegahan KPK, Giri Suprapdiono, di sela-sela kegiatan Sekolah Antikorupsi Angkatan V yang diadakan DPP-DPD Partai Demokrat Jawa Barat, di Bandung, Sabtu (22/10) kemarin. Hal. 19 Baru Pertama Kali

Neymar Teken Kontrak Baru

Barcelona – Neymar resmi memperpanjang kontraknya dengan Barcelona. Bintang sepak bola asal Brasil itu meneken kontrak yang berlaku sampai 2021 mendatang. Masa depan Neymar di Barca sempat membuat sejumlah spekulasi. Dengan kontrak yang akan habis pada 2018 plus sempat adanya kabar minat dari sejumlah tim seperti Paris Saint-Germain dan Manchester United, diduga ada kemungkinan penyerang 24 tahun itu hengkang. Apalagi, dirinya juga sempat diguncang permasalahan kesalahan transfer yang dilakukan Barca ketika memboyongnya dari Santos. Namun pada prosesnya, Neymar dan Barca seolah menepis semua kabar miring tersebut. Setelah sebelumnya lebih dulu menyatakan ada kesepakatan kontrak baru, Neymar dan Barca akhirnya meresmikannya Jumat (21/10) sore waktu Barcelona. Kontrak baru itu berdurasi lima tahun atau berlaku sampai 2021. “Neymar Jr. memperpanjang kesepakatannya dengan FC Barcelona pada Jumat sore, meneken kontraknya di klub dengan disaksikan Presiden Josep Maria Bartomeu,” ungkap pernyataan resmi Barca. Hal. 19 Lima Tahun Neymar Jr

Bali Post/ap

TOPAN HAIMA - Gelombang tinggi yang disebabkan oleh Topan Haima di Hongkong, Jumat (21/10) waktu setempat. Topan Haima bergejolak menuju Cina Selatan pada hari Jumat, setelah melabrak Filipina Utara dengan angin ganas dan hujan memicu banjir, tanah longsor dan listrik padam.

Berdasarkan PDB

2050, Indonesia Terbesar Keempat Dunia

Yogyakarta (Bali Post) -

Indonesia akan menjadi negara terbesar keempat dunia pada 2050 berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB), dengan perhitungan keseimbangan kemampuan berbelanja per kapita. “Indonesia diproyeksikan mengalami kenaikan sangat signifikan, yakni dari urutan kesembilan menjadi keempat dunia. Sementara Brasil naik dua peringkat, dari urutan ketujuh menjadi urutan kelima pada 2050,” kata Hal Hill, ekonom Crawford School of Public Policy (Fakultas Kebijakan Publik) Universitas Nasional Australia

di kampus Universitas Gadjah Mada, Sabtu (22/10) kemarin. Menurut dia, negara-negara besar yang sekarang tergolong maju belum tentu akan sama maju pada masa yang akan datang karena pusat daya

tarik dunia mulai bergerak dari Atlantik ke Asia Pasifik. Berdasarkan proyeksinya, ada lima negara yang akan menjadi negara terbesar, yakni Cina, India, Amerika Serikat, Indonesia, dan Brasil, yang

tiga di antaranya ada di Asia. Berdasarkan PDB dengan perhitungan keseimbangan kemampuan berbelanja (PPP) per kapita, Cina pada 2014, kemudian pada 2030 sampai 2050 akan tetap pada urutan pertama. India dari urutan ketiga akan naik dan bertukar posisi dengan AS pada urutan kedua. Hill juga memaparkan daya tarik ekonomi dunia berubah

Perketat Pengawasan

Bali Post/wan

SIM - Sejumlah masyarakat sibuk melakukan pengurusan pembuatan SIM di Mapolresta Denpasar, Kamis (20/10). Selama ini layanan pembuatan SIM disorot masyarakat karena ditengarai menjadi ajang pungli oknum petugas.

Menumpas Pungli dengan Gerakan Saber Pemberantasan pungutan liar (pungli) kini gencar dilakukan. Terlebih, Presiden Joko Widodo telah membentuk Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli), Jumat (21/10) lalu, melibatkan Inspektur Jenderal Kemendagri, Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan dan Staf Ahli di lingkungan Kemenkopolhukam. Anggota Satgas Saber Pungli terdiri dari anggota Polri, Kejaksaan Agung, Kemendagri, Kementerian Hukum dan HAM, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ombudsman RI, serta Polisi Militer TNI. Ampuhkah ini menumpas pungli yang seakan sudah menjadi budaya di masyarakat?

KRIMINOLOG Dr. Gede Made Swardhana, S.H., M.H. Sabtu (22/10) kemarin, mengatakan, dalam perspektif kriminologi, tubuh kepolisian yang paling rentan terhadap gesekan penyalahgunaan kekuasaan. Sesuai perankingan, yang pertama adalah Polisi Lalu Lintas (Polantas) yang disinyalir seolah-olah mencari kesalahan pengendara, baik kelengkapan kendaraan seperti surat-surat, kaca spion, SIM, STNK, pelanggaran rambu-rambu, dan lainnya. Pelaksanaan “denda damai” menjadi momok bagi warga yang memang melanggar peraturan lalu lintas. Hal. 19 Permainkan Kasus

Terapkan Sistem ’’Online”

PERHATIAN ekstra dari Presiden RI, Joko Widodo, terhadap pungutan liar (pungli) belakangan ini, tampaknya membuat sejumlah instansi yang melayani langsung masyarakat ketarketir. Mereka pun berupaya membuat terobosan dengan harapan praktik pungli oleh oknum petugas bisa diminimalisasi. Di Kabupaten Tabanan,

upaya mencegah pungli dilakukan dengan beragam cara, mulai dari penerapan sistem layanan pembuatan SIM dan layanan Samsat online yang merupakan program inovatif Polres Tabanan, hingga pemasangan banner berupa imbauan pada masyarakat oleh Dinas Perhubungan Tabanan. Untuk layanan online di Polres

juga sejalan dengan kemajuan ekonomi yang dialami negaranegara di Asia Tenggara. Salah satu laporan World Bank mencatat, sedikitnya ada 13 negara dari 150 negara yang pertumbuhan ekonominya di bawah 10 persen selama 100 tahun dan yang menarik, hampir semua negara dalam kelompok ini berasal dari Asia. Hal. 19 Indonesia Mengejar

Tabanan, terobosan baru yang diluncurkan belum lama ini sesuai program prioritas Kapolri yakni Polri yang Promoter, (propesional, modern, dan terpercaya) melaksanakan upaya inovatif dengan memberikan pelayanan publik berbasis teknologi. Hal. 19 Layanan ”Online”

KASUS pungli belakangan ini cukup banyak terungkap di sejumlah daerah. Oknum yang terlibat justeru dari sejumlah instansi pemerintahan. Hal ini pun membuat Polres Bangli memperketat pengawasan pelayanan publik, salah satunya pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM). Sebagai bentuk transparansi, besaran biaya juga dipasang. Kapolres Bangli, AKBP Danang Beny Kusprihandono, Sabtu (22/10) kemarin, menegaskan, sebelum adanya perintah pemberantasan pungli beberapa waktu lalu, pelayanan publik yang ditangani Polres sudah terus dipantau. Sosialisasi kepada masyarakat terkait jumlah biaya yang harus dikeluarkan, juga dilakukan. “Pembayaran sesuai dengan pendapatan negara di luar pajak (PNDP) yang telah ditentukan pemerintah. Ini sudah disampaikan ke masyarakat. Petugas juga sudah diminta bekerja sesuai tugas,” tegasnya. Sebagai bentuk transparansi, besaran biaya pengurusan SIM maupun yang lainnya sudah dipasang di beberapa tempat. Adanya hal itu, masyarakat diminta lebih cerdas dan tidak memberikan uang lebih untuk petugas. “Tesnya tidak bayar. Yang dibayar cukup seperti yang di pengumuman,” katanya seraya menambahkan, laporan kasus pungli dari masyarakat belum pernah diterima. Hal. 19 Uji Kir Rawan Pungli di Tubuh Polri n Polantas n Bagian Reserse dan Intelijen n Bidang administrasi dan penempatan anggota


DAERAH

2

Minggu Umanis, 23 Oktober 2016

Jelang Pilkada

BPM/may

PENUKARAN - Tim BI saat melakukan penukaran uang lusuh ke masyarakat.

Lebih dari Rp 40 Miliar Uang Lusuh Telah Ditukarkan

Denpasar (Bali Post) Dari tahun 2016, lebih dari Rp 40 miliar uang lusuh (tidak layak edar) telah ditukarkan ke Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali dari kas keliling yang dilakukan. Terhitung, telah 90-an kali BI Perwakilan Bali melakukan kas keliling. Dalam seminggu, BI dapat melayani hingga 3 kali kas keliling di dalam kota, dan 1 kali untuk luar kota. “Kami melakukan penukaran kas keliling di luar hari kerja dan juga dari rumah ke rumah, biasanya kita datang lalu menunggu masyarakat menukarkan uangnya, tapi sekarang kita datangi satu per satu,” kata Prabu Dewanto, Asisten Direktur Kepala Tim Operasional Sistem Pembayaran BI Bali, Sabtu (22/10) kemarin, saat turun melakukan penukaran uang di Serangan. Hasil dari itu, pihaknya banyak mendapatkan tukaran uang lusuh pecahan Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, dan Rp 2.000. Uang yang bisa ditukarkan adalah uang yang kondisinya 2/3 atau 67 persen masih terlihat. Termasuk uang yang terbakar pun bisa ditukar namun analisisnya di Jakarta, sehingga membutuhkan waktu. Nantinya uang hasil penukaran itu dipilah dan yang tidak layak edar diracik (dimusnahkan). Pada hari itu, ada dua tempat yang disasar yaitu Pedungan dan Serangan karena berdasarkan hasil assessment BI Pusat dan BI Bali. Mengingat Serangan adalah wilayah nelayan, sehingga pihaknya berasumsi di tempat tersebut memiliki uang lusuh. Tujuan penarikan uang lusuh agar uang yang beredar di masyarakat dalam kondisi yang layak edar. “Kita berusaha supaya di masyarakat, mereka bertransaksi dengan uang yang bagus, meskipun uang yang lusuh masih bisa digunakan untuk bertransaksi, karena tagline kami adalah kebanggaan terhadap rupiah, kita juga berusaha agar uang kita dihargai,” tuturnya. Diakui dalam penukaran uang banyak dilakukan LPD, koperasi, money changer, ritel, dan perbankan. Pada saat itu, BI tidak hanya melayani penukaran uang lusuh, tapi juga uang yang tidak berlaku. Berdasarkan surat edaran No.8/66/intern tanggal 28 November 2006, uang yang dicabut dan ditarik dari peredaran dan masih dapat ditukarkan di BI paling lambat tanggal 28 November 2016 yaitu uang kertas pecahan Rp 100, Rp 500, Rp 1.000 (dengan gambar lompat batu), Rp 5.000 (bergambar Danau Kelimutu), dan uang logam Rp 100 dan Rp 50. (may)

Daerah Berpotensi Konflik di Buleleng Dipetakan Singaraja (Bali Post) – Menjelang Pilkada Buleleng Februari 2017 mendatang, kepolisian dan TNI mulai melakukan persiapan pengamanan. Selain melakukan simulasi pengamanan, daerah yang memiliki potensi konflik mulai dipetakan dengan menugaskan jajaran intelijen dan Babinkamtibmas. Selain itu, polisi akan tetap menindak pelaku anarkisme jika terbukti melakukan pelanggaran hukum. Hal itu diungkapkan Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Nyoman Suryasta saat menghadiri apel gelar pasukan pengaman Pilkada Buleleng di lapangan Taman Kota Singaraja Sabtu (22/10) kemarin. Turut mendampingi Wakapolda, Kapolres Buleleng AKBP I Made Sukawijaya, Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG., dan sejumlah perwira di jajaran Mapolda Bali. Wakapolda Suryasta mengatakan, setiap melakukan pengamanan pilkada potensi adanya bibit-bibit konflik di sebuah wilayah patut diantisipasi sejak dini. Apalagi Buleleng dengan tipikal masyarakatnya yang terbuka dan suhu politik yang dinamis tidak menutup kemungkinan muncul persoalan yang mengarah pada gangguan kamtibmas. Sejauh ini,

flik, kepolisian bersama TNI dan unsur lain di daerah akan tetap melakukan tindakan hukum apabila dalam pelaksanaan pilkada ini ada aksi anarkis yang terbukti melanggar koridor hukum. Ini dilakukan sesuai komitmen Polri dan TNI tidak pandang bulu dalam menegakkan aturan hukum. “Kita bekerja sesuai sesuai aturan hukum kalau bisa kita buktikan ada fakta hukum terbukti kita proses. Sepanjang terbukti melanggar hukum, siapa pun itu wajib kita tindak sesuai koridor hukum yang ada,” jelasnya. Sementara itu, kekuatan pengamanan Pilkada Buleleng kepolisian bersama TNI dan unsur pendukung lain siap mengamankan hajatan pilkada di Bali Utara. Untuk kepolisian, personel yang diturunkan sekitar 2.400 dari berbagai kesatuan. Sedangkan unsur TNI, Perlindungan Masyarakat (Linmas), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub), Pemadam Kebakaran, dan pecalang tercatat sekitar 4.000 personel. Selain itu, pengamanan juga dibantu dari Satuan Brimob Polda Bali. (kmb38)

pihaknya sudah memerintahkan kapolres agar jajaran intelijen bersama Babinkamtibmas melakukan tindakan preventif dan memetakan daerah-daerah yang berpotensi memunculkan bibit-bibit konflik. Dari data itu, sekiranya polisi memiliki pegangan dalam melaksanakan pengamanan baik dalam tahapan pilkada saat ini atau saat tahapan berikutnya seperti kampanye, pencoblosan, dan penghitungan suara. “Seluruh jajaran intel dan Nabimkamtibmas agar memetakan wilayahnya, mana daerah yang ada potensi konflik tinggi sehingga pada saat operasi pengamanan nanti kondisi kamtibmasnya bisa diantisipasi sejak dini,” katanya. Di sisi lain, Wakapolda Suryasta mengatakan, selain memetakan daerah yang memiliki potensi kon-

BPM/kmb38

PANTAU – Wakapolda Bali, Brigjen Pol. I Nyoman Suryasta, memantau persiapan sarana prasarana pengamanan menjelang pilkada, Sabtu (22/10) kemarin, di Lapangan Taman Kota Singaraja.

BPM/kmb34

MASUK JURANG – Akibat mesin mati, truk pengangkut air mineral terjun ke dasar jurang di wilayah Desa Padangbulia Kecamatan Sukasada, Sabtu (22/10) kemarin.

Mesin Mati

Truk Pengangkut Air Mineral Masuk Jurang Singaraja (Bali Post) – Truk dengan nomor polisi DK 9889 VU mengalami kecelakaan lalulintas (lakalantas) di jalan Singaraja - Bedugul, tepatnya di kilometer 5-6, wilayah Banjar Dinas Prabakula di Desa Padangbulia Kecamatan Sukasada Sabtu (22/10) kemarin. Truk yang mengangkut delapan ton muatan air mineral dalam kemasan ini terjun ke jurang. Kejadian ini dipicu karena mesin tiba-tiba mati hingga rem tidak berfungsi maksimal. Pantauan di lokasi kejadian menyebutkan, sebelum kejadian truk yang dikemudikan Sutejo (41) asal Sitobondo, Jawa Timur (Jatim) dan menetap di Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Kaliuntu Kecamatan Buleleng, datang dari Perean menuju Singaraja. Saat kejadian, hujan deras dan dalam perjalanan, kendaraan berfungsi dengan baik. Memasuki di lokasi kejadian, tiba-tiba mesin truk mati. Akibatnya, rem dan peralatan tidak berfungsi, hingga truk tidak bisa dihentikan. Truk akhirnya terjun ke jurang yang cukup dalam. Di dasar jurang posisi truk terbalik dan muatannya tertindih di bawah. Meski truk mengalami rusak berat, namun beruntung Sutejo dan kerneknya Ali (20) selamat dan hanya mengalami luka ringan. Warga sekitar yang melihat kejadian itu sontak ramai mendatangi lokasi. Warga juga ada yang

membantu pengemudi untuk mengamankan barang yang diangkut dari dasar jurang. Sutejo saat ditemui di lokasi kejadian menuturkan, sebelum kejadian sudah mengecek kondisi kendaraan termasuk memastikan rem dan mesin dalam kondisi baik. Dari dokumen surat jalan, truk yang sudah biasa dikemudikan itu beban angkutnya tercatat delapan ton air mineral dalam kemasan. Dia bersama kernek akan mengirim air mineral tersebut ke gudang distributor di Singaraja. Sekitar pukul 11.00 wita, mesin truk tiba-tiba mati. Saat itu, dia sudah berusaha menghentikan truk, namun upaya itu gagal karena rem dan peralatan lain tidak berfungsi. Di tengah suasana panik itu, Sutejo terus berusaha menghentikan kendaraannya. Dia memutuskan untuk membenturkan badan truk pada pohon besar di pinggir jalan, namun sayang upaya itu gagal. Karena kerasnya benturan dan beban berat, pohon tidak kuat menahan hingga truk terjun bebas ke dasar jurang. Kapolsek Sukasada AKP Gede Arya Wibawa seizin Kapolres Buleleng AKB Made Sukawijaya mengatakan, kecelakaan tersebut akibat out of control (OC -red). Polisi masih berkoordinasi dengan pemilik truk untuk mengevakuasi bangkai truk dan barang yang diangkut. (kmb38)

Lakalantas, Dua WNA Tewas

Mangupura (Bali Post) Dua mayat warga negara asing (WNA) tergeletak di atas batu karang Pantai Pererenan, Mengwi, Sabtu (22/10) kemarin. Kedua korban yaitu Emilie Martine Canet (23) asal Prancis dan Lovid Vincent Dominique Lazeyras (26) asal Switzerland. Mereka menginap di Villa Celebrity, Desa Tumbak Bayuh, Mengwi dan diduga korban lakalantas.

Menurut anggota Polres Badung, sekitar pukul 02.00 wita, Nierfeix Alexis (20) bersama Nierfeix Marion (24) minum miras bersama kedua korban di Villa Celebrity. Dua jam kemudian, kedua korban keluar vila dengan maksud beli miras lagi. Karena khawatir, Alexis membuntutinya. Korban mengendarai sepeda motor Honda Vario menuju arah Pantai Pererenan dengan

kecepatan tinggi. “Diduga korban tidak tahu jalan tersebut langsung terhubung ke pantai. Lovid membonceng Emilie,” tegas petugas itu. Setibanya di TKP, kedua korban bersama motornya langsung jatuh di batu karang yang berada di tepi Pantai Pererenan. Alexis langsung melihat keadaan korban dan ternyata sudah tidak bern-

yawa. Emilie mengalami patah leher, hidung dan telinga mengeluarkan darah. Sedangkan Lovid, kepalanya pecah. Mayat kedua korban dibawa ke RSUP Sanglah. Kanit Reskrim Polsek Mengwi Iptu Aan Saputra, saat dikonfirmasi membenaran adanya kejadian itu. Mengingat kasusnya lakalantas, kejadian itu ditangani Sat. Lantas Polres Badung. (kmb36)

Bangli (Bali Post) Tiga perwira Polres Bangli dimutasi. Upacara serah terima jabatan dilaksanakan di halaman Mapolres Bangli Sabtu (22/10) pagi kemarin. Adapun ketiga perwira yang dimutasi tersebut yakni Kompol I Komang Kardika, Kompol Ngakan Putu Anom Semadi, dan AKP I Ketut Mastra Budaya. Berdasarkan STR Kapolda Bali nomor:

STR/1227/IX/2016/tanggal 30 September 2016 dan Seprin Kapolres Bangli tanggal 20 Oktober 2016 nomor: Sprin/1488/X/2016, Kompol I Komang Kardika yang selama ini menjabat sebagai Kabag Ops. Polres Bangli kini posisinya digantikan oleh Kompol Ngakan Putu Anom Semadi yang sebelumnya menjabat kabag Sumda. Sementara jabatan Kabag Sumda kini

diisi oleh Kompol I Wayan Surata, S.H., M.H. yang sebelumnya menjabat di Subdit Intelkam Polda Bali. Selanjutnya, AKP I Ketut Mastra Budaya yang selama ini menduduki jabatan sebagai Kasat Lantas kini digantikan oleh AKP I Gusti Agung Ayu Udayani ADDI, S.H., S.Ik. yang sebelumnya menjabat di Subdit Binluh Dir. Binmas Polda Bali.

Kapolres Bangli AKBP Danang Beny K. dalam amanatnya mengatakan, serah terima jabatan merupakan hal yang biasa di tubuh Polri. Untuk para pejabat yang mendapatkan pergeseran Kapolres meminta agar melaksanakan tugas dengan baik dan apa yang diperintahkan oleh pimpinan dapat diemban dan berjalan dengan lancar. (kmb40)

Tiga Perwira Polres Bangli Dimutasi

SERTIJAB - Upacara sertijab di halaman Mapolres Bangli.

BPM/kmb40

BPM/kmb28

SELAMAT - Kedua nelayan yang selamat setelah 30 menit terombang-ambing dilaut digulung ombak besar.

Kipas Mesin Terlilit Tali Bubu, Dua Nelayan Digulung Ombak

Tabanan (Bali Post) Gara-gara kipas mesin terlilit tali pelampung bubu, dua orang nelayan asal Yeh Gangga, Tabanan, Sabtu (22/10) kemarin, digulung ombak dengan kondisi perahu terbalik. Meski sempat terombang- ambing selama 30 menit, keduanya berhasil selamat. Hanya, mesin jukung rusak dan alat tangkap hilang. Dua nelayan dari kelompok nelayan Dharma Murti Yeh Gangga tersebut yakni I Made Ariasta (31) dan ayah kandungnya I Ketut Laci (51). Keduanya tergulung ombak saat melaut di seputaran Pantai Pasut yang berlokasi di Banjar Tegal Temu Desa Tibubiu, Kerambitan. Ketua HNSI Tabanan I Ketut ‘Sadam’ Arsana Yasa menga-

takan pihaknya mendapatkan informasi ini dari putranya I Gede Wahyu Arthana yang tengah melaut. Saat itu pukul 08.15 wita, ia mendapat telepon dari putranya yang melihat kedua nelayan tersebut digulung ombak. “Mendapat informasi, saya langsung ke lokasi bersama warga. Syukur kedua nelayan tersebut berhasil selamat,” ucapnya. Dari informasi yang dihimpun, sebelum kejadian ayah dan anak ini hendak memasang bubu sekaligus mengambil hasil tangkapan lobster di tengah laut dengan jarak sekitar 200 meter dari bibir pantai. Saat hendak mengambil hasil tangkapan tersebut tiba-tiba ombak besar dating. Keduanya pun berniat menjauh dari ombak na-

mun sayangnya ketika hendak memacu gas dari jukung yang dibawa, kipas mesin terlilit jaring bubu dan menyebabkan perahu terbalik hingga keduanya tercebur dan terombang-ambing di laut. Beruntung keduanya bisa berenang. “Dari kejauhan, saya lihat korban berenang sembari menarik perahu agar terlepas dari lilitan, dan satu korban lagi berenang menepi dan dibantu nelayan yang ada didekat lokasi kejadian,” ujar I Gusti Sumadana, nelayan yang melihat kejadian tersebut. Akibat insiden tersebut, I Ketut Laci mengalami luka memar di kaki dan keseleo pinggang. “Kejadian seperti ini sering kita jumpai saat melaut, untung keduanya selamat,” paparnya. (kmb28)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra Anggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


daerah

Minggu Umanis, 23 Oktober 2016

3

Promosikan Wisata Terumbu Karang Lewat BBDF

Singaraja (Bali Post)Pesona terumbu karang bawah laut di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng dipromosikan pemerintah daerah lewat Buleleng Bali Dive Festival (BBDF) yang digelar 23-26 Oktober 2016. Pelestarian terumbu karang ini dinilai penting terhadap kelangsungan biota bawah laut. Masyarakat dan pelaku pariwisata menilai terumbu karang Pemuteran merupakan aset berharga yang dimiliki Buleleng. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Buleleng, Ir. Made Arnika mengatakan event tahunan yang digagas Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kelestarian biota bawah laut. “BBDF kali ini mengangkat tema “Love Our Sea”. Kami harap melalui BBDF ini kita bersama-sama melestarikan alam bawah laut,” katanya belum lama ini. Sementara Kadisbudpar Buleleng Ir. Nyoman Sutrisna, MM., menerangkan event BBDF ini dilaksanakan guna mendorong perkembangan sekaligus pemberdayaan di wilayah pesisir utara Buleleng. Penyelenggaraan festival seni dan budaya maritim diharapkan meningkatan pariwisata di Pemuteran. BBDF tahun ini juga akan diisi berbagai kegiatan, yakni kesenian gangsing, gebug ende dan lainnya. (kmb34)

BPM/kmb

PERIKSA - Pemeriksaan yang dilakukan petugas di Gilimanuk.

Pascapenyerangan Pos Polisi di Tangerang

Pengamanan di Gilimanuk Diperketat Negara (Bali Post) Pascapenyerangan pos polisi di Tangerang belum lama ini, pengamanan di Pelabuhan Gilimanuk diperketat oleh aparat kepolisian.

BPM/dgk

PAPARAN - Kadiskanla Buleleng Ir. Made Arnika dan Kadisbudpar Buleleng Ir. Nyoman Sutrisna, MM., ketika memberikan pemaparan agenda BBDF 2016 di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng.

Dari pengamatan pemeriksaan barang, orang, dan kendaraan lebih ditingkatkan. “Sebenarnya ada atau tidak kejadian, kami selalu meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan. Apalagi jika ada informasi yang harus kita atensi khusus. Namun

dengan kejadian di Tangerang, keamanan lebih ditingkatkan lagi,” jelas Kapolres Jembrana AKBP Djoni Widodo, Sabtu (22/10) kemarin. Bahkan, Djoni Widodo pascakejadian selalu berusaha ke Gilimanuk memantau anggotanya di tiap pos dan Gilimanuk serta men-

garahkan untuk operasi 21. Sweeping penduduk pendatang juga dilakukan oleh tim gabungan. Pihaknya berharap pen gawasan lebih ditingkatkan lagi. Selain di tempat pemeriksaan juga di pos-pos polisi. Jika ada yang dicurigai agar segera dilakukan penyelidikan dan pengawasan intensif. Demikian juga pos polisi jangan sampai kosong dan lengah. Anggota yang berjaga

personelnya juga ditambah. “Jika ada yang patroli kami harapkan jangan sendiri dan agar mawas diri. Khusus di Gilimanuk katanya sudah dilaksanakan sidang interpol serta sudah melaksanakan rapat dengan Brimob agar bersama-sama melakukan pengamanan dan pemeriksaan. “Jadi, tiap pos kami minta dua atau lima orang bergantian. Demikian juga Satpol PP dan TNI di

Gilimanuk juga personelnya ditambah. Serta petugas Dinas Kependudukan juga ditambah dan dimaksimalkan. Sehingga bisa mendata pendatang lebih maksimal lagi. Demikian juga terkait adanya tahanan yang melarikan diri dari Ubud pihaknya juga meminta seluruh anggota yang melaksanakan tugas pada saat dan sesudah bertugas agar mengontrol tahanan dan mengecek kondisi tahanan. (kmb)

Dandim Jembrana Kunjungi Diisi Temu Alumni dan Modifikasi Kontes Kegiatan UPO Sari Makmur ’’Engine Blast 2016” Teknik Mesin PNB

ENGINE Blast 2016 secara resmi dibuka, Sabtu (22/10) bertempat di gedung Widya Padma, kampus setempat. Event tahunan yang digelar Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknik Mesin, Politeknik Negeri Bali (PNB) ini bekerja sama dengan Yayasan Alumni PNB. Untuk tahun ini, Event yang memasuki tahun ke-8 akan diselenggarakan 22-23 Oktober. Ketua jurusan Teknik Mesin PNB, I Made Rajendra didampingi Ketua panitia I Kadek Setiadi Raditiawan mengatakan, Engine Blast 2016 ini diisi dengan kegiatan modifikasi kontes dan temu kangen alumni. Yang mana untuk peserta modifikasi kontes untuk tahun ini mengalami peningkatan sekitar 40 persen dibandingkan dengan kegiatan tahun lalu. Peserta untuk kontes mobil tahun ini diikuti sebanyak 60 mobil dan untuk sepeda motor sebanyak 75. Pada modifikasi kontes, selain komunitas otomotif juga dihadiri penghobi dan modifikator. “Kegiatan ini menjadi momen bagi Jurusan Teknik Mesin dengan melibatkan HMJ, Yayasan Alum-

ni PNB dan juga staf dan dosen lingkungan Teknik Mesin PNB,” katanya. Sedangkan untuk temu alumni dikemas dalam kegiatan sarasehan dengan mengusung tema “Pentingnya Sertifikasi Enginer Dalam Menghadapi Persaingan Global di Era MEA”. Menurut Rajendra, tema ini diambil karena dipandang perlu untuk para lulusan yang akan bersaing di era MEA, di mana para pencari kerja harus menyandang sertifikasi untuk bisa bersaing. “Kami berharap lulusan para calon enginer bisa disertifikasi untuk bisa bersaing di dunia kerja. Selain itu kami juga mengharapkan adanya masukan dari para alumni terkait kompetensi yang diperlukan di dunia Industri,” katanya. Ketua Yayasan Alumni PNB, Made Mendra Astawa menyampaikan Yayasan Alumni PNB saat ini memiliki rasa tanggung jawab bagi mahasiswa. Yang mana keterlibatan Yayasan Alumni PNB di sini bertujuan untuk lebih meningkatkan kualitas dari kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan PNB. Selain itu juga

MODIFIKASI - Sejumlah mobil modifikasi terlihat dipajang dalam event Engine Blast 2016, yang digelar Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknik Mesin, Politeknik Negeri Bali (PNB). untuk mengikat hubungan kekeluargaan serta membantu setiap

kegiatan-kegiatan yang ada di PNB. (kmb23)

Negara (Bali Post) Dandim 1617/Jembrana, Letkol Kav. Hendra Ferdinandus didampingi Pasi Teritorial Kodim 1617/Jembrana Kapten Inf. I Wayan Yudana, Sabtu (22/10) melaksanakan blusukan meninjau pelaksanaan penanaman padi yang di Bali dikenal istilah pengiwit dengan jenis bibit padi Cerang. Penanaman ini dilakukan dengan sistem sider maupun manual. Selain itu Dandim juga meninjau pelaksanaan panen padi dan saluran irigasi (subak) di beberapa subak di wilayah Kabupaten Jembrana. Subak yang disambangi itu yakni milik I Nyoman Sudiarsana (70) dan I Made Sujana (40). Keduanya merupakan anggota Subak Jelingjing di Lingkungan Ketugtug dan Loloan, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana. Dandim diterima Kelian Subak Jelinjing Lingkungan Ketugtug, I Ketut Jendra dan Kelian Subak Jelinjing Lingkungan Loloan I Nengah Sumani, didampingi PPL Subak Mertasari Ni Nengah Sudiadi serta para petani setempat sejumlah kira-kira 50 orang. “Kegiatan ini sebagai realisasi dari pelaksanaan program upaya khusus dalam rangka mendukung ketah-

anan pangan dan swasembada pangan, khususnya di Kabupaten Jembrana,” jelas Dandim Hendra. Menurutnya keberadaan Kodim 1617/Jembrana beserta jajarannya bukan saja hanya sebatas membantu kepolisian dalam melaksanakan kamtibmas. Akan tetapi juga membantu pemerintah daerah melaksanakan program khusus bidang pertanian dan ketahanan pangan. Dandim juga mengapresiasi kinerja anggota Babinsa Dauhwaru Sertu I Ketut Arta serta Babinsa Loloan Timur Serma M. Saifudin dari Koramil 161701/Negara dan lainnya selama ini. Terkait sistem irigasi, Dandim menyarankan kepada PPL Subak Mertasari agar melaksanakan koordinasi dengan PU Pusat. Tujuannya agar nantinya mendapatkan proyek perehaban terhadap irigasi subak tersebut. Usai meninjau sawah dan irigasi di kawasan subak Jelingjing, Dandim beserta jajarannya melanjutkan kegiatannya dengan melaksanakan panen padi di Subak Tibu Beleng, Banjar Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo. Bersamaan dengan itu, Dandim juga mengunjungi kegiatan Kelompok UPO (Usaha Pupuk Organik) Sari Makmur. (kmb)

Sosialisasi P4GN, BNNK Peneliti Undiksha Temukan Kayu Badung Sasar Karyawan Sintetik dari Jerami dan Sekam Padi Boshe VVIP Club BADAN Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Badung melaksanakan kegiatan diseminasi informasi P4GN melalui sosialisasi atau penyuluhan kepada pekerja swasta tahun anggaran 2016, Jumat (21/10) di Boshe VVIP Club. Sosialisasi yang dilakukan mulai pukul 15.00 Wita - 17.30 Wita itu menyasar 150 peserta yang terdiri dari management, karyawan/karyawati dan security Boshe VVIP Club. Kegiatan itu didampingi oleh penanggung jawab dan manager HRD Boshe VVIP Club. Hadir sebagai narasumber Kepala BNNK Badung didampingi oleh Kasi P2M. Kepala BNNK Badung, AKBP Ni Ketut Masmini, S.H., MH., mengatakan para peserta mengikuti kegiatan dengan sangat antusias dan memberikan respons yang sangat baik. Dengan menyasar pekerja swasta yang notabene menduduki peringkat pertama sebagai penyalahguna narkoba berdasarkan survei UI dengan puslidatin BNNRI tahun 2015 persentase, pihaknya ingin memberikan pengetahuan, pemahaman dan edukasi tentang bahaya narkoba sehingga terciptanya

SOSIALISASI - Kepala BNNK Badung memberikan sosialisasi di Boshe. imunitas atau sikap menolak nyalahgunakan narkoba medari pekerja swasta akan aja- laporkan diri ke IPWL atau kan penyalahgunaan narkoba BNNK Badung untuk mengidalam bentuk apapun. kuti program rehabilitasi. “Dengan adanya disemiMengingat presentase nasi informasi ini diharapkan pekerja swasta sebagai pepekerja di Boshe mempunyai nyalahguna narkoba adaperan aktif dalam upaya lah yang terbesar, sehingga P4GN di tempat kerja atau BNNK Badung ingin berulingkungan tinggalnya. Salah paya menekan angka tersesatunya bisa meneruskan lagi but, salah satunya melainformasi yang mereka da- lui diseminasi informasi di pat dari kegiatan ini kepada lingkungan kerja. BNNK teman-teman atau keluarg- B a d u n g j u g a m e n y e r a h anya,” ujarnya. kan aklirik himbauan Stop S e t e l a h k e g i a t a n i n i , Narkoba dan pihak manpihaknya berharap dalam agement Boshe VVIP Club jangka panjang pekerja ini mengatakan akan segera mampu mengajak teman atau memasang aklirik tersebut tamu yang terindikasi me- pada pintu masuk. (ad811)

INDUSTRI kerajinan berbahan kayu belakangan ini mengalami hambatan serius. Selain karena kayu yang semakin langka, kini ditambah regulasi yang mengharuskan produk kerajinan berbahan kayu wajib Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK). Situasi ini dikhawastirkan akan mengancam keberadaan industri kerajinan berbahan kayu. Di tengah situasi itu, ditemukan bahan pengganti kayu berupa kayu sintetik dari jerami dan sekam padi. Kayu sintetik ini ditemukan tim Peneliti dan Penelitian Unggulan Nasional (PUSNAS) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja. Tim itu beranggotakan Dr.rer.nat. I Wayan Karyasa, S.Pd., M.Sc., Drs. I Wayan Muderawan, M.S., Phd., dan Dr. I Made Gunamantha, S.T., M.M. Setelah tiga tahun melakukan penelitian, tim ini berhasil menemukan kayu sintetik berbahan sekam dan jerami padi pengganti kayu. Bahkan kayu sintetik ini sudah mendapatkan hak paten dari pemerintah. Untuk mengenalkan kayu sintetik temuannya itu, tim peneliti, Sabtu (22/10) kemarin menggelar diskusi kecil di restoran apung Eks Pelabuhan Buleleng. Diskusi ini diikuti oleh perwakilan perajin yang tergabung dalam Asosiasi Industri Pengerajin Kecil (APIK) Buleleng, utusan perbankan, KADIN, Dinas Perindustrian

dan Perdagangan (Diperindag) Provinsi Bali, dan Dinas Koperasi Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopdagprin) Kabupaten Buleleng. Ketua Peneliti Wayan Karyasa mengatakan, ide melakukan penelitian ini karena persedian kayu untuk bahan baku kerajinan di Bali semakin sulit. Hal ini ditambah dengan persaingan pasar global yang mengharuskan produk kerajinan berbahan kayu wajib SVLK. Sementara faktanya, masih banyak pengerajin yang belum memiliki SVLK, sehingga situasi ini dikhawatirkan akan mengancam keberadaan industri kerajinan kayu di Bali. Dia dan peneliti lainnya kemudian melakukan penelitian dengan memanfaatkan sekam dan jerami padi. Penelitian yang bernama Bali Synwood Kayu Sintetik yang diperkuat Nanokomposit Silika-Karbon. “Sekarang kerajinan kayu kalau diekspor keluar negeri wajib berSVLK. Kalau tidak produk kita tidak akan laku. Selain itu kayu juga semakin langka, sehingga ini mendasari kami melakukan penelitan dan berhasil menemukan bahan baku pengganti kayu berupa kayu sintetik,” katanya. Menurut Karyasa, secara singkat proses pembuatan kayu sintetik ini diawali dengan menghaluskan jerami atau sekam padi. Setelah itu, bahan tadi dimurnikan dengan cara merebus dan menambahkan zat soda-

PENEMU KAYU - Dr.rer.nat. I Wayan Karyasa, S.Pd., M.Sc., (tengah) penemu kayu sintetik dari sekam dan jerami padi saat mengenalkan hasil penelitiannya dalam diskusi di hadapan perajin kayu dan stakeholder terkait lainnya, Sabtu (22/10) kemarin. kostik untuk menghilangkan sintetik dari jerami dan sekam kandungan zat gula hingga padi cocok untuk karya patung menjadi serat lingosiloloka kaya karena mudah dibentuk sesuai silicon. Sebagian bahan ini kemu- dengan inspirasi perajinnya. dian dibakar dan abu sekam padi Senada diungkapkan Kepala berwarna hitam diolah menjadi Bidang (Kabid) Aneka Usaha nanokompsif silica karbon. Lang- Diperindag Bali Gede Wayan kah terakhir adalah mencampur- Suamba. Temuan kayu sintetik kan bahan tadi dengan lem dan ini diyakini akan membantu bahan sudah siap digunakan pelaku industri kerajinan kayu tehnik cetakan produk kerajinan di Bali untuk menggunakan bayang diinginkan. Dalam waktu han baku alternatif dan unggul singkat bahan tadi akan kering secara kualitas. Selain itu, kayu dan mengeras. untuk bahan kerajinan banyak Sementara itu, Nyoman Su- didatangkan dari luar, sehingga jana salah satu perajin men- dengan pemakaian kayu sintetik gatakan kayu sintetik temuan dengan tehnik cetakan ini dapat peneliti Undiksha itu kualitas- mengurangi pemakaian kayu nya bagus dan mudah dalam luar daerah dan akan meningpenerapannya. Dia mencontoh- katkan daya saing produk kerakan, pemakaian bahan kayu jinan Bali. (ad812)


4

Minggu Umanis, 23 Oktober 2016

BPM/ist

SASTRA HIJAU - Sastra hijau dituntut memiliki pedoman praktis yang merupakan penjabaran ideologi, strategi politik, mutu artisitik, dan metode proses kreatif. Aktivis sastra hijau dituntut terintegrasi dengan persoalan lingkungan yang sangat kompleks untuk menghayati atau menjiwainya. Dengan cara ini sastrawan mengabdi kepada alam.

Sastra Hijau, Minus Aksi

PERTENGAHAN Oktober 2016 di Universitas Negeri Yogyakarta berlangsung Konferensi Internasional Kesusastraan XXV yang diselenggarakan oleh HISKI dan mitra kerjanya, bertema “Dari Sastra untuk Bumi”, dilandasi oleh konsep sastra hijau (ecocriticism, eco literary). Ratusan makalah yang disajikan membuktikan bahwa sastra merekam kerusakan alam.

untuk menampung kisah-kisah kekalahan suku pemilik hutan yang digusur oleh pemodal? Potensi melakukan aksi nyata bagi lingkungan tidak cukup didasari oleh ide, seperti ”dari sastra untuk bumi” tetapi teori yang potensial melahirkan gerakan, seperti halnya teori sastra marxis. Teori ini bisa dipinjam oleh sastra hijau. Tapi mesti berhati-hati karena teori ini dikaitkan dengan trauma sejarah. Teori sastra marxis, menjelaskan hubungan sastra dan masyarakat. Sastra marxis menekankan agar dalam menginterpretasi produk kebudayaan selalu memperhatikan hubungannya dengan base structure (ekonomi). Sastra dikembangkan secara genetik dengan melibatkan relasi-relasi kontradiktif pengarang, ideologi, dan struktur sosial. Terlepas dari “keusangan” dan keterbatasannya sebagai gerakan sosial, sastra hijau pencerminan aspek laten seni realisme sosialis, yang selalu hidup di tengah masyarakat. Hal ini tampak pada karya sastra Indonesia sejak 1966 yang selalu berhubungan dengan realitas, sebagaimana ditunjukkan oleh tradisi cerpen Kompas. Memang amat perlu disadari, di tengah trauma sejarah sehingga memicu apatisme ideologi dan politik seniman, membangun gerakan politik atau ideologi sangat mustahil. Sastrawan hanya mampu mengambil inspirasi keindahan dan kehancuran lingkungan, tanpa daya bertindak. Sastra hijau perlu merumuskan hal ini. Pertanyaan ini bisa dijawab secara ideologis. Apa ideologi sastra hijau? Atau, ideologi apa yang hendak diperjuangkan? Di sini amat penting merumuskan,

Sastra hijau terkait erat dengan seni untuk masyarakat, bagian dari dua aliran besar: seni untuk seni atau seni terlibat. Pertentangan Lembaga Kebudajaan Rakjat (Lekra) yang menganut garis sastra untuk rakyat atau “sastra politik sebagai panglima” dan Manifesto Kebudajaan (Manikebu) yang menganut humanisme universal, menjadi bukti penting pertentangan tersebut dalam sejarah kesusastraan tanah air. Tampaknya, arus yang lebih kuat dalam sejarah sastra Indonesia ialah garis seni untuk masyarakat karena lebih bernilai sosial, ketimbang seni untuk seni. Sejak novel pra-Balai Pustaka hingga saat ini, sastra Indonesia senantiasa memiliki dampak sosial walau tidak melembaga, kecuali dalam periode Revolusi Indonesia, ditandai berdirinya organisasi dan gerakan kebudayaan berafiliasi kepada partai, berjuang demi kemenangan ideologi dan politik. Sastra hijau, yang sebenarnya “barang usang” telah berkembang di dunia sejak 1970-an. Dari ratusan makalah yang dihadirkan, arus utama para peneliti sastra Indonesia, baru pada melihat sastra sebagai wadah mengekspresikan kerusakan lingkungan. Bersandar pada pandangan mimesis, hal ini sebagai keniscayaan. Hampir semua makalah berbicara mengenai karya sastra yang berisi kerusakan

lingkungan dan perjuangan rakyat jelata yang kalah mempertahankan kelestarian alam akibat industrialisasi yang dimotori kapitalis. Sastra hijau tiba-tiba menjadi sedemikian “latah”, ikut-ikutan berbicara soal kepudulian terhadap kerusakan lingkungan. Dari segi tanggung jawab representasi kerusakan bumi, sastra telah selesai. Namun tugas lebih berat ahli sastra sebenarnya menggalang aksi untuk melawan para perusak alam. Sehubungan dengan hal ini, sejarah sastra Indonesia memiliki pengalaman penting dalam mengubah dunia kata dan imajinasi menjadi aksi politik melalui sastra.

Perubahan dan gaya hidup generasi muda semakin menggila. Begitu juga aktivitas seks bebas semakin tidak terbatas. Kesucian seorang gadis sudah tidak berharga lagi. Semua diumbar untuk pemenuhan nafsu atas nama cinta katanya. Dari anakanak, remaja hingga dewasa kebutuhan biologis ini semakin drastis. Bahkan para gadis tidak malu-malu mengumbar semua nafsu. Tidak ada lagi kesakralan tentang kesucian. Tidak ada lagi tradisi untuk men-

PERKEMBANGAN zaman yang semakin modern merubah tatanan kehidupan. Dari tatanan kehidupan masyarakat yang sosio religius menjadi kehidupan yang selalu mengedepankan logika dan pemenuhan nafsu duniawi. Ditambah lagi perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) membawa pengaruh yang luar biasa. Gaya pergaulan generasi muda juga mulai berubah. Hal yang bersifat tabu dan dilarang sudah dilanggar. Apalagi pergaulan bebas yang merongrong moralitas. Perilaku yang beradab berubah menjadi perilaku yang biadab. Kenakalan remaja, seks bebas, mabukmabukan dan penyalahgunaan narkoba semakin merajalela.

Revolusi Pada era revolusi (1945-1965) bermunculan berbagai organisasi kebudayaan yang berafiliasi partai politik, seperti Lembaga Kebudayaan Nasional (LKN, Partai Nasionalis Indonesia), Lembaga Kebudajaan Rakjat (Lekra, Partai Komunis Indonesia), Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi, Nahdatul Ulama), Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI, Masyumi), Lembaga Kebudayaan Indonesia Katolik (LKIK, Partai Katolik), Lemgaba Seni Budaya Indonesia (Lesbi, Partindo), Lembaga Kebudayaan dan Seni Muslim Indonesia (Leksi, PSII), Lembaga Kebudayaan dan Seni Islam (Leksi/

Perti). Dikaitkan dengan gerakan kebudayaan tersebut, sastra hijau sebatas teks karena tanpa didukung lembaga ideologi dan gerakan politik, seperti Lekra misalnya yang sangat menonjol sebagai gerakan politik bersandar ideologi kerakyatan atau realisme sosialis, sangat dekat dengan marxisme. Jika sastra hijau mengangkat kerusakan lingkungan dalam karya maka sastra Lekra merupakan salah satu jalan perjuangan kelas massa rakyat pekerja yang tertindas dan terisap. Ideologi Tanpa lembaga ideologi dan politik gerakan, sastra hijau tidak berfaedah dalam mengatasi kerusakan lingkungan. Dari segi ini, kemunduran besar ada pada gagasannya, yang tidak sebanding dengan para aktivis lingkungan bekerja bertahun menghijaukan bukit gundul dengan pohon beringin dan mengalirkan kembali sungai yang sebelumnya kerontang, menanami pesisir dengan cemara laut, menanam bakau di hamparan muara dan pantai, menyemai terumbu karang. Tidak hanya dari segi praksisnya, dari segi teoretis, sastra hijau juga tidak memiliki teori yang khas. Sastra hijau bersandar pada teori sastra apa? Lalu, apa ideologinya? Apakah cukup jika sastra hanya

siapa musuh sastra hijau? Teori sastra marxis dengan sangat terang benderang bisa menjawab permasalahan ini, yaitu kaum kapitalis yang mengisap sumber daya alam untuk kekayaan sendiri dan menjadikan rakyat menderita. Dengan bercermin pada Lekra, sasaran sastra hijau bukan lingkungan yang telah rusak karena dieksploitasi tetapi kaum kapitalis yang mengeksploitasi lingkungan. Itulah kelas pengisap, dengan kerusakan lingkungan pada akhirnya ditimpakan kepada masyarakat. Apakah sastra hijau milik Salim Kancil atau bagi dirinya yang harus mati karena menolak penambangan pasir di desanya? Sastra hijau dituntut memiliki pedoman praktis yang merupakan penjabaran ideologi, strategi politik, mutu artisitik, dan metode proses kreatif. Aktivis sastra hijau dituntut terintegrasi dengan persoalan lingkungan yang sangat kompleks untuk menghayati atau menjiwainya. Dengan cara ini sastrawan mengabdi kepada alam. Sastra hijau membutuhkan komitmen sosial politik untuk mewujudkan gerakan berdasar garis “dari sastra untuk bumi”. Hal yang paling mungkin dengan menggalang jaringan kerja bersama organisasi penyelamatan lingkungan serta masyarakat atau komunitas yang hidup dengan segala kearifan terhadap lingkungan, juga dengan para pejuang atau penyelamat lingkungan yang menghijaukan bukit di desanya, yang mengalirkan kembali air di sungai, dengan masyarakat adat lewat memelihara mitos sama dengan memelihara hutan lindung. lI Wayan Artika

Kesucian dalam Balutan Persembahan jaga kesucian. Semua diserahkan bahkan dalam melodi kisah cinta satu malam. Gaya hidup dan pergaulan telah menelanjangi semua norma yang ada dengan

BALI - Berkaitan dengan kesucian bagi para gadis semestinya hal ini masih tetap dijaga sebagai sebuah kesakralan. Para gadis harus tetap berpegang pada tradisi yang mempertahankan kesucian dalam upaya mewujudkan kebahagiaan. Kesucian adalah simbol dari wanita yang utama. Karena wanita adalah sumber dari kebahagiaan di dunia ini.

”Congekan”, Bahayakah? KITA pasti sudah sering kali mendengar istilah congek (congekan) atau kopok dalam kehidupan sehari-hari. Congek yang dimaksud adalah keluarnya cairan berbau busuk dari telinga yang dalam bahasa medisnya disebut otitis media supuratif. Siapa saja bisa mengalami gangguan ini, tapi kondisi ini lebih umum terjadi pada anak-anak dan bayi berusia 6-15 bulan. Menurut perkiraan, sekitar 25 persen anak-anak mengalami otitis media rata-rata sebelum berumur 10 tahun.

Otitis media adalah infeksi/peradangan pada telinga bagian tengah, sebagian besar kasus otitis media muncul karena disebabkan oleh infeksi akibat virus atau bakteri. Ada 2 macam otitis media dari sifat cairan yang keluar, yaitu otitis media supuratif jika cairannya kental dan otitis media non supuratif (serosa) jika cairannya lebih encer. Telinga tengah merupakan daerah yang dibatasi dengan dunia luar oleh gendang telinga. Daerah ini menghubungkan suara dengan alat pendengaran di telinga dalam. Selain itu, di telinga tengah ini terdapat tuba eustachius, yaitu saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan rongga hidung bagian belakang dan tenggorokan bagian atas. Bentuk anatomis telinga anak-anak berbeda dengan orang dewasa. Pada anakanak, tuba eustachius lebih pendek sehingga sudutnya lebih mendatar. Hal inilah yang menyebabkan bakteri dari saluran nafas (faring/tenggorokan) lebih mudah masuk ke telinga anak. Sehingga membuat anak-anak menjadi lebih rentan dan lebih mudah terserang otitis media.

Gejala Gejala yang paling sering muncul ketika adalah kenaikan suhu tubuh atau demam tinggi. Pada anak yang sudah bisa mengutarakan rasa sakit, biasanya akan mengeluhkan nyeri di dalam telinganya. Sedangkan pada bayi dan anak yang masih sangat kecil, biasanya hanya bisa menangis dan sangat rewel untuk mengekspresikan rasa sakitnya. Terkadang, mereka menarik-narik daun telinga dan menolak berbaring pada sisi telinga yang sedang sakit. Jika infeksi bertambah parah tanpa diobati maka penderita akan mengeluh sakit dan bisa menyebabkan pecahnya gendang telinga akibat infeksi tersebut. Jika gendang telinga pecah maka keluarlah cairan putih kekuningan yang kental seperti lem dan berbau yang disebut “congek” tersebut. Selain itu biasanya diikuti dengan penurunan pendengaran. Beberapa langkah pencegahan sederhana yang dapat dilakukan: - Menjaga supaya anak tidak mudah tertular batuk-pilek, misal dengan menjauhkan anak dari orang yang sedang batuk pilek dan rajin mencuci tangan. - Menghindari faktor pencetus alergi yang memicu gangguan saluran pernafasan.

vulgarnya. Budaya orang timur yang menjunjung tinggi kesusilaan dan adat-istiadat sudah sekarat. Gempuran budaya barat semakin kuat dan melemahkan sendi-sendi moralitas. Harga diri dan kesucian semua telah diabaikan. Ditambah lagi fasilitas teknologi informasi dan komunikasi yang semakin maju. Semua semakin sulit dikontrol dan diawasi, kapanpun, di manapun hal itu bisa terjadi. Bila penanaman akhlak dan moralitas lemah, maka kehancuran generasi penerus tidak terelakkan. Bahkan perkawinan karena hamil duluan sudah menjadi hal yang lumbrah. Padahal dulu para gadis sangat menjaga kesuciannya sebagai upaya melahirkan generasi yang berkualitas. Sehingga ajaran agama semakin sulit membatasi dan mengarahkan. Kepercayaan kepada yang hakiki dan sakral sudah semakin memudar. Ditambah lagi sekarang banyak bermunculan orang-orang yang mengaku sebagai nabi (orang suci). Begitu juga sekarang banyak pemimpin yang dibutakan materi dengan teganya mengkomersil kawasan suci yang semestinya dijaga dan dipertahankan. Perubahan Seiring dengan perubahan yang terjadi dalam segala lini. Maka berkaitan dengan kesucian dalam konsep persembahan (ritual) semestinya tetap dijaga. Di Bali dalam beberapa tradisi masih tetap mempertahankan kesucian sebagai sebuah kesakralan. Bahkan dasar dari sebuah persembahan dalam bentuk ritual selalu didasari dengan kesucian. Karena dari - Memenuhi kebutuhan gizi anak untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak, menjaga kebersihan badan dan terutama kebersihan telinga, jangan korek-korek telinga terlalu dalam, apalagi menggunakan benda yang tajam. - Kenali gejala-gejala yang mungkin mengarah pada infeksi telinga tengah dan segera bawa anak ke dokter atau tempat pelayananan kesehatan terdekat ketika ditemukan tanda-tanda atau dugaan adanya infeksi telinga tengah - Dapat pula dilakukan vaksinasi flu, yaitu vaksin pneumokokus dan vaksin DTP/ IPV/Hib Efektif Cara-cara efektif di atas dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena otitis media karena tidak ada cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi telinga. Namun apabila telanjur mengalami infeksi telinga tengah, maka hal yang sebaiknya dilakukan: - Menghindari berenang dan usahakan telinga tidak kemasukan air ketika mandi, supaya bakteri dari air kolam atau bak mandi tidak masuk dan berkembang biak dalam telinga. - Jangan korek-korek telinga anak untuk mengeluarkan congek, biarkan cairan tersebut diserap oleh tubuh. - Minumkan obat-obatan yang diberikan oleh dokter secara teratur. Biasanya dokter akan memberikan obat sesuai gejala, seperti obat penurun panas, anti nyeri, dan bisa juga ditambah antibiotik jika ada indikasi infeksi bakteri. Meskipun kondisi ini jarang menyebabkan

Kesucian Berkaitan dengan kesucian bagi para gadis semestinya hal ini masih tetap dijaga sebagai sebuah kesakralan. Para gadis harus tetap berpegang pada tradisi yang mempertahankan kesucian dalam upaya mewujudkan kebahagiaan. Kesucian ada-

lah simbol dari wanita yang utama. Karena wanita adalah sumber dari kebahagiaan di dunia ini. Maka tidak heran bila setiap ritual dalam kehidupan beragama di Bali, tidak pernah lepas dari peran wanita di dalamnya. Keluarga yang harmonis, bahagia dan sejahtera adalah keluarga yang mampu menjaga dan menghormati peran wanita. Begitu juga upaya dalam menciptakan generasi yang berkualitas, maka wanita harus mampu menjaga kesucian diri, pikiran, perkataan dan perbuatannya. Wanita adalah simbol dari kesucian itu sendiri. Dalam balutan persembahan peran kesucian wanita sangat dibutuhkan. Bahkan ada beberapa ritual suci yang dilaksanakan oleh seorang gadis yang masih dalam status suci (perawan). Perwujudannya dalam bentuk tarian sakral yang dipentaskan dan dipersembahkan kepada Sang Pencipta. Artinya kesucian mendasari dari setiap persembahan dan wujud bhakti kepada Tuhan. Maka dari itu semestinya para gadis menjaga kesuciannya dengan berpegang teguh bahwa hal itu sebagai bentuk persembahan kepada Sang Pencipta untuk menciptakan kehidupan yang harmonis, damai dan sejahtera. Kesucian harus ditanamkan dalam diri. Menjaga kesucian berarti menjaga dan menghormati Tuhan sebagai wujud dari yang maha suci. Harapannya adalah para wanita jangan dengan mudahnya menyerahkan kesucian yang dilingkupi nafsu. Kesucian adalah sebuah persembahan dan wujud bhakti yang hakiki. Bila para wanita mengumbar nafsu dan melepaskan kesuciannya dengan mudahnya karena dimabuk cinta, maka jangan lagi berharap tentang kebahagiaan. Jika kesucian telah hilang, maka yang ada adalah benih-benih kehancuran dan malapetaka. lI Nyoman Agus Sudipta

komplikasi, tapi jika sampai terjadi hal ini diakibatkan penanganan yang tidak adekuat. Komplikasi otitis media bisa sangat berbahaya seperti Labirinitis, Mastoiditis hingga Meningitis. Infeksi telinga tengah atau lebih dikenal di masyarakat dengan istilah “congek” atau “kopok” mungkin merupakan penyakit yang

dianggap oleh sebagian orang sebagai penyakit yang menjijikkan. Namun sejatinya, penyakit ini bisa terjadi pada siapa saja, dan dari kalangan mana saja. Untuk itu, para orangtua tak perlu berkecil hati dan khawatir berlebihan ketika anak mengalami infeksi telinga tengah. ldr. Ayunita Tri Wirattami

yang suci inilah, maka vibrasi kekuatan semesta mampu memancar dan memberikan kehidupan. Para tetua menjaga dan melestarikan bentuk-bentuk tradisi yang masih memegang teguh sebuah kesucian. Mulai dari konsep berpikir, berkata dan berbuat yang selalu didasari oleh kesucian. Inilah dasar dalam pencapaian dan juga wujud persembahan yang paling mulia. Dalam beberapa ritual ataupun upacara yang dilaksanakan selalu didasari dengan kesucian. Ditambah lagi tempat persembahyangan sebagai stana dari Sang Pencipta senantiasa dijaga kesuciannya. Banyak wujud persembahan dalam bentuk simbol kesucian. Seperti beberapa kesenian sakral dalam bentuk tari Wali yang mengedepankan nilai kesucian. Mulai dari penari, perlengkapan dan juga pelaksanaannya selalu dibalut dalam nuansa kesucian. Tidak heran, maka kesucian menjadi dasar dari sebuah persembahan yang tulus dan ikhlas untuk mewujudkan kehidupan yang harmonis, tentram dan damai. Kesucian adalah harga mati yang mesti dijaga dan dipertahankan dalam lingkup religius. Maka dari itu bila batas-batas kesucian telah dilanggar, sesungguhnya itu adalah awal dari munculnya kehancuran.

TELINGA - Infeksi telinga tengah atau lebih dikenal di masyarakat dengan istilah “congek” atau “kopok” mungkin merupakan penyakit yang dianggap oleh sebagian orang sebagai penyakit yang menjijikkan. Namun sejatinya, penyakit ini bisa terjadi pada siapa saja, dan dari kalangan mana saja. Untuk itu, para orangtua tak perlu berkecil hati dan khawatir berlebihan ketika anak mengalami infeksi telinga tengah.


5

Minggu Umanis, 23 Oktober 2016

Resensi Buku

Pendidikan ala Hindu Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal

: Menumbuhkankembangkan Pendidikan Budhi Pekerti pada Anak : I Made Titib : Pustaka Bali Post : 2006 : 160 hal

BUKU ini diharapkan bisa menjadi buku pegangan bagi orang tua terutama bagi mereka yang menempuh hidup baru. Dalam usaha untuk melahirkan putra yang suputra. Di samping itu juga bagi mereka yang telah berumah tangga dalam berbagai profesi yang dijalani. Artinya sebagai apa pun orang tua, kewajiban untuk menumbuhkembangkan pendidikan budhi pekerti pada anak adalah merupakan tugas utama dan sangat luhur. Isi buku ini memang disusun dalam usaha membantu para keluarga mewujudkan keberhasilan putra-putri mereka, anak-anak didik di sekolah dan juga bagi generasi muda di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang menuntut akhlak mulia atau berbudi pekerti luhur yang akan dihadapkan dengan kompetisi sumber daya manusia di era globalisasi ini. Di mana, para penerus tidak hanya memerlukan pendidikan yang cukup baik, tetapi mereka pun dituntut mampu bersaing di pasar global. Buku ini dibuat dengan gambaran pendidikan ala perspektif Hindu. Diharapkan mampu menjaga kearifan lokal yang terkandung dalam mendidik anak-anak di masa depan. (osi)

Warna Lokal dan Petani Tembakau

Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal

: Genduk : Sundari Mardjuki : Gramedia Pustaka Utama : 2016 : 219 hal.

SATU lagi novel yang cukup menarik sebagai cerita tentang petani tembakau. Novel berjudul Genduk ini adalah sebuah fiksi yang bergenre drama dengan setting waktu sekitar tahun 1970 di daerah Temanggung, Jawa Tengah. Tokoh Genduk merupakan pemeran utama dalam cerita dengan kepribadian gadis berumur 11 tahun yang sederhana namun memiliki rasa keingintahuan yang besar serta tekat yang kuat dalam menjalani kehidupannya yang keras. Genduk tinggal di desa paling puncak Gunung Sindoro, Temanggung. Tepatnya di desa Ringinsari bersama ibunya yang biasa ia panggil biyung. Sejak kecil Genduk selalu penasaran dan bertanya-tanya bagaimanakah rupa bapaknya yang dari bayi belum pernah dilihatnya itu Di tengah-tengah konflik dalam dirinya mengenai keberadaan bapaknya, yang ia panggil pak’e, muncul konflik lain yang menimpa para petani tembakau didesanya. Hampir seluruh penduduk menggantungkan kehidupan mereka pada daun-daun tembakau yang bagaikan emas hijau tersebut. Termasuk biyung Genduk yang kerja keras mati-matian merawat ladang tembakau milik mereka. Para petani tembakau yang menghasilkan tembakau kualitas bagus tersebut harus menelan kekecewaan dan kerugian sejak ditipu oleh para gaok dan tengkulak. Bahkan desa digegerkan dengan peristiwa bunuh diri salah satu petani sebab telah menjadi korban penipuan tengkulak dan tidak tahan dengan kejaran rentenir. Genduk memutuskan untuk minggat dari rumah menuju kota Parakan dan di sanalah ia terlunta-lunta sampai akhirnya mengetahui kebenaran bahwa bapaknya memang sudah meninggal dalam kisruh PKI tempo dulu. (osi)

Senja di Malioboro

CERPEN Vio tergesa bangkit dari kasur saat melirik jam hitam di pergelangan tangan kirinya menunjukkan pukul lima sore. Setelah merapikan rambut dan pakaian seperlunya di depan cermin bulat yang menempel di pintu lemari pakaian, dengan langkah lebar ia keluar kamar kos. Lantas dengan menggowes sepeda onthel mininya, ia melesat menuju kawasan jalan Malioboro. Vio memang lebih suka naik sepeda onthel ketimbang motor. Selain ramah lingkungan, dengan bersepeda ia bisa sembari olahraga sekaligus mengirit bensin yang harganya terus naik tiap kali berganti pemimpin. Menurutnya, memiliki motor sementara ia masih kelas 2 SMA dan jauh dari orangtua adalah dilema. Terlebih ia bukan berasal dari keluarga berada. Mana mungkin ia tega menodong ibu, agar dibelikan motor seperti beberapa temannya yang tak sudi bersekolah tanpa mengendarai motor atau mobil sendiri. Setelah menitipkan sepeda onthelnya di area parkir paling utara, Vio mengayun langkah lebar, menuju sebuah toko bertingkat yang menjual ragam busana batik dan aneka souvenir khas Yogyakarta. “Mbah, apa Richard pernah datang ke sini?” tanya Vio pada Ratminah, wanita sepuh yang tengah sibuk memainkan canting di sehelai kain putih yang sebagiannya telah dipenuhi batik cokelat tua, di lantai satu toko yang cukup ramai dikunjungi turis saban hari. Asap yang menguar dari cairan malam (cairan yang digunakan untuk membatik) menebarkan aroma khas batik yang wangi natural, membikin Vio teringat sosok yang suka membaui wangi corak kain batik yang belum kering benar seraya memejamkan mata. Ratminah menghentikan aktivitasnya. Menatap Vio sambil berkata bahwa ia tak pernah melihat pria itu datang ke toko. Keseharian Ratminah dan beberapa wanita seusianya di toko tersebut memang hanya duduk sembari membatik, sekaligus menjadi patung hidup yang sewaktu-waktu siap jika ada turis yang mengajaknya berfoto. Selama ini, Vio menganggap Ratminah seperti neneknya sendiri, sehingga ia lebih suka memanggilnya Simbah. Vio mengenal Ratminah setelah beberapa kali mengunjungi toko tersebut bersama Richard, bule berwajah rupawan berkebangsaan Belanda. Masih lekat di ingatan Vio, saat perjumpaan perdana dirinya dengan pria berambut cepak berwarna pirang dan berhidung bangir itu. Waktu itu ia tengah berjalan-jalan menikmati senja di Malioboro. “Excuse me, where is the cheap hotel?” pria bule itu menyentuh bahu Vio dari belakang, menanyakan letak hotel murah sambil tersenyum ramah. Perlu waktu 5 detik bagi Vio sebelum menjawab pertanyaan pria bule bermata kelereng itu. Bukan, sama sekali bukan karena Vio tak menguasai bahasa Inggris. Vio hanya berusaha menahan debaran di dada, meski ia harus sedikit mendongakkan wajah karena posturnya lebih pendek dari bule itu.

Oleh Sam Edy Yuswanto

“Yes, i know the location, will i deliver you?” jawab Vio tanpa basa-basi. Tentu saja bule yang belakangan diketahui bernama Richard itu sangat senang dan berterima kasih karena Vio tak hanya tahu lokasi hotel yang ia inginkan, tapi juga menawarkan diri untuk mengantarnya. Lantas, dengan berjalan kaki sambil menikmati suasana senja di Malioboro, Vio mengantarkan Richard ke tempat penginapan yang tak begitu besar tapi cocok dengan isi kantong, di jalan Pangeran Mangkubumi yang bersisian dengan jalan Malioboro dan dibatasi dengan lajur rel kereta api. Perkenalan singkat Vio dan Richard tak berhenti sampai di situ. Keduanya sempat bertukar nomor telepon. Singkat cerita, keduanya berteman akrab. Bahkan, Vio dengan senang hati menawarkan diri menjadi guide-nya tanpa memungut bayaran sepeser pun. Vio selalu siap ketika Richard ingin menikmati sejuk dan indahnya Pantai Parangtritis dan Indrayanti, serta beberapa pantai eksotis lainnya yang banyak tersebar di kota Gudeg tersebut. Ah, demi selalu berada di sisi pria pelancong itu, Vio rela melakukan apa saja termasuk mengorbankan waktu bercengkerama dengan teman-teman sekolahnya. Vio sadar, sejak awal ber-

temu pria itu, ada yang tak beres dengan hatinya. Ia menyukai Richard. Jauh sebelumnya, ia tak mengerti mengapa rasa tak biasa itu bersitumbuh dalam hati. Sejak kecil Vio selalu terpesona saat melihat sosok pria tampan. Ah, tak hanya terpesona, tapi juga darahnya selalu berdesir menahan gejolak. Setelah tumbuh remaja ia baru tahu bahwa dirinya berbeda dengan kebanyakan teman dan perasaan seperti itu seharusnya ia hilangkan. Namun, entah mengapa, makin kuat ia berusaha mengenyahkan rasa itu, makin kuat pula keterpesonaannya pada sosok laki-laki tampan. Apa ini sebab dirinya tak pernah merasai kasih sayang seorang ayah? Entah. Yang Vio tahu dari cerita ibu, ayah meninggal dunia saat ia baru terlahir. Tapi belakangan, ia baru mengetahui bahwa ayah tidak meninggal dunia, tapi pergi meninggalkan ibu demi wanita lain. Cerita tersebut meluncur pilu dari bibir neneknya. Sejak saat itu Vio berhenti bertanya pada ibunya perihal ayah biologisnya. *** Tanpa Vio sadari, ternyata Richard mampu membaca sikap tak biasa Vio padanya. Dan yang membuat Vio langsung shock tapi senang tak kepalang

adalah; saat suatu hari bule itu menyatakan isi hatinya. Betapa terasa indah hidup Vio kala itu, sebab cinta yang bersemayam di dalam hati akhirnya bersambut. “Apa Simbah yakin, ndak pernah melihatnya datang ke sini, meski sebentar?” Vio kembali bertanya sekadar menegaskan. Ratminah kembali menghentikan aktivitas membatiknya, menatap Vio beberapa detik dan menggeleng lemah. Vio lantas berpamitan pada Ratminah. Ia keluar toko dengan memendam rasa kecewa. Ah, tiap ia tersadar bahwa sosok yang dinanti tak pernah datang menepati janji, hatinya terasa begitu ngilu. Entah, telah berapa senja ia habiskan hanya untuk menanti kedatangan Richard di kawasan jalan Malioboro yang kian ramai oleh para pejalan kaki saat senja perlahan turun. Tapi sosok yang telah mengikat hatinya dengan sangat erat itu tak pernah menampakkan batang hidungnya. Vio masih ingat saat hari perpisahan itu. Tepatnya 4 bulan lalu, saat Richard pamit kembali ke negara asalnya dan berjanji akan datang ke Indonesia untuk bertemu dirinya. Katanya, jika telah tiba di Yogyakarta ia akan langsung menghubungi dirinya. Ia akan setia menunggu Vio di toko busana batik dan suvenir itu, tepatnya di stand tempat Ratminah dan beberapa wanita sebayanya sibuk membatik. Ratminah sampai hafal dengan dua pria beda negara yang kerap mengunjungi toko dan mengajaknya bercakap banyak hal sambil sesekali berfoto bersama. Namun, penantian Vio hanyalah tinggal penantian tak berujung. Richard tak pernah datang. Bahkan ponselnya hingga detik ini tak bisa dihubungi. Tapi Vio tak patah semangat. Ia yakin Richard masih mencintainya sebagaimana Vio yang teramat mencintainya. Tiap sore hingga senja nyaris benam, Vio tak pernah bosan mendatangi toko dan bertanya pada Ratminah, apa ia pernah melihat kedatangan pria itu. Dan jawaban yang Vio peroleh tetap sama, pria bermata kelereng itu tak pernah datang. *** Refleks, Vio menghentikan langkah saat nyaris tiba di area parkir. Ada yang bergemuruh hebat dalam dada saat melihat pemandangan di ujung sana. Di sebuah kafe berdinding kaca, ia melihat dengan jelas sosok yang dinantinya sedang duduk berhadapan dengan pria lokal yang harus ia akui wajahnya lebih tampan dari dirinya. Dari cara mereka bersikap, Vio tahu sesuatu telah terjadi di antara mereka. Vio menelan ludah yang terasa sangat getir. Oh, jadi selama ini dia sengaja meninggalkanku karena telah menemukan pengganti yang lebih baik? Batin Vio sambil menengadah, berusaha menahan buliran hangat yang siap meluncur dari kedua kelopak matanya. Senja di Malioboro kali ini menjadi senja paling menyakitkan dalam hidupnya.

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Khamidi

Bakti Setyanta

Wied. N

Achmad Cholid

Windhu Segara


DIMENSI

6 ramalan

bintang

Capricorn Peruntungan: Cerah dan segalanya lancar serta suasananya juga sangat menyenangkan sebab memang posisi tampak cukup baik. Adanya sedikit problem tidak bisa menggeser Capricorn dari kedudukannya karena pada akhirnya tetap bisa lolos. Karier: Bersabarlah, yakinlah bahwa semua ini akan berlalu seiring dengan berjalannya waktu. Kesehatan: Masalah hanya diseputar pencernaan yang sebenarnya bisa dicegah jika Anda mampu meredam selera makan Anda yang senang pedas dan terlalu asam. Keuangan: inilah saatnya bagi Anda untuk dapat meraih keuntungan lebih di minggu ini. Asmara: tak perlu jengkel-jengkel lagi jika masih ada asmara dihati, lebih baik saling memaafkan akan mendapat rohmat. Aquarius Peruntungan: Gejala iri-hati dan gara-gara selalu muncul memancing emosi saja, namun jika bisa tenang dan sabar serta tidak terpengaruh maka dinyatakan berhasil di minggu ini. Karier: Biarkan mereka berbicara semaunya yang penting Anda tetak konsentrasi pada pekerjaan. Kesehatan: Harus bisa lebih tenang dan sabar dalam menghadapi semua permasalahan itu, jangan biarkan pikiran kalut dan emosi mangacaukan segalanya. Keuangan: Perlu berhemat dan jangan sembarangan mengeluarkan uang untuk membeli barang yang kurang begitu penting. Asmara: Jangan biarkan keributan atau suasana dingin terus berlangsung. Pisces Peruntungan: Minggu ini boleh dibilang banyak untung dan mujur. Oleh karena itu konsentrasi jangan terpecah hanya sebab berita gosip yang belum tentu kebenarannya. Usahakan jangan sampai terpengaruh agar tidak rugi besar. Karier: Posisi lagi oke untuk itu jangan dilewatkan dengan santai saat yang menguntungkan ini. Kesehatan: Kondisi badan harus tetap terjaga dengan makan dan tidur yang teratur. Keuangan: Tak perlu kuatir walau banyak kebutuhan yang harus dicukupi tetapi masih banyak order dan rejeki yang mengalir. Asmara: Mumpung lagi mujur dan bersinar terang, segeralah temukan solusi yang tepat agar suasana kembali harmonis dan bergairah lagi. Aries Peruntungan: Tak perlu pesimis dulu karena di minggu ini masih ada dorongan positif yang bisa diAndalkan untuk lebih memacu hasil yang lebih baik daripada minggu-minggu kemarin. Karier: Tingkatkan motivasi diri sehingga bisa memanfaatkan kesempatan yang ada dan tak sampai terbuang percuma. Kesehatan: Hindari udara malam yang kurang bersahabat terhadap kondisi badan Anda. Keuangan: Terkoreksi positif, beberapa sumber yang tak diduga ternyata mendatangkan hasil. Asmara: Usahakan untuk berbicara yang lemah lembut tak perlu dengan kata-kata keras apalagi kasar. Taurus Peruntungan: Jangan patah arang dulu walaupun masih sukar mencari celah untuk dapat dimasuki dan dimanfaatkan sebaiknya Anda tetap menahan diri untuk tidak berbuat nekat yang akan memperburuk kondisi yang ada saja. Karier: Anggapan minor orang lain terhadap kinerja Anda, sebaiknya bisa ditanggapi sisi positifnya. Kesehatan: Kondisi badan tampak kurang menunjang sehingga perlu istirahat yang cukup dan pola makan yang benar. Keuangan: Pemasukan di minggu ini lumayan baik hanya saja hindari melakukan spekulasi dulu. Asmara: kesabaran dan kesadaran masih diperlukan untuk meredam gejolak yang ada. Gemini Peruntungan: Tak perlu meminta bantuan rekan-rekan Anda apalagi sampai menceritakan masalah yagn lagi dihadapi saat ini. Coba Anda lebih bisa yakin dengan kemampuan diri sendiri apalagi kemujuran masih memayungi bisnis Anda. Karier: Walaupun masalah bertumpuk-tumpuk, sebaiknya tetap bisa tampil gagah dan ceria. Kesehatan: tetap sehat meskipun masalah tampak setumpuk yang harus Anda selesaikan. Keuangan: masih cukup stabil, asalkan tetap bisa menahan diri dari keinginan untuk membeli yang macam-macam dan kurang begitu penting. Asmara: Biarkan mulut usil itu berkembang, diamkan saja tidak perlu ditanggapi. Cancer Peruntungan: Segalanya berjalan cukup lancar dan memuaskan, begitu juga dengan suasana hati terasa lebih happy dan tidak ada ganjalan yang mengganggu kinerja Anda selama seminggu ini. Manfaatkan situasi yang baik ini dengan lebih aktif dalam menyusun dan melaksanakan segala rencana yagn sudah ada. Karier: Di minggu ini Anda tak perlu cemas lagi menghadapi berbagai kemungkinan terburuk dari rival-rival Anda. Kesehatan: Pikiran tak perlu tegang coblah lebih santai lagi, apalagi suasana di minggu ini relatif lebih tenang. Keuangan: Kebutuhan yang meningkat tak perlu mencemaskannnya karena income terus mengalir dan tak ada hambatan. Asmara: Suasana selama seminggu ini terasa lebih menyenangkan, bila ada selisih pendapat itu adalah hal yang wajar dalam suatu hubungan asmara. Leo Peruntungan: Walaupun di minggu ini segalanya berangsurangsur memudar, akan tetapi kesempatan bagi Anda untuk meraih keuntungan besar masih cukup terbuka, asalkan prestasi kerja bisa ditingkatkan lebih serius lagi. Karier: Jangan terpancang pada suatu rencana saja, ada baiknya Anda mulai melirik rencana lain yang lebih menguntungkan. Kesehatan: Kepala sering terasa pening akan tetapi itu tidak terlalu berbahaya, hanya cukup mengganggu aktivitas kerja. Keuangan: Di minggu ini Anda harus lebih ketat untuk memanage pengeluaran, agar tak timbul pemborosan. Asmara: Teruslah berupaya mencari simpatinya dengan selalu bersikap manis dan menyenangkan. Virgo Peruntungan: Jangan ceroboh menyikapi terhadap berbagai perubahan-perubahan pasar yagn tidak selamanya menguntungkan. Di saat ini belum saatnya untuk terlalu bermain spekulasi jika tidak maka kehancuran akan bisa menghantam bisnis Anda. Karier: Cobalah cari selamatnya saja, biarkan Karier Anda kuat berdiri dulu. Kesehatan: Tidak ada salahnya mencoba untuk berjalan-jalan di pagi minggu ataupun berolah raga ringan karena bagaimanapun juga kesehatan Anda memerlukan hal tersebut. Keuangan: Income masih cukup deras mengalir walaupun kebutuhan juga tampak semakin membengkak saja. Asmara: Tampak indah dikenang dan banyak meninggalkan kesan yang baik bagi orang luar yang melihatnya, pertahankan suasana yang indah ini. Libra Peruntungan: Tetaplah tenang dan tidak perlu terburu-buru dalam menentukan sikap, supaya jalan Anda tidak sampai salah arah dan menimbulkan penyesalan dikemudian minggu. Bantuan yang datang sebaiknya diterima dengan tangan terbuka, dan syukurilah nikmat tersebut, jangan malah dicurigai. Karier: Jangan terlalu menghayal yang bukan-bukan, jalani saja apa yang ada ini dengan sungguh-sungguh. Kesehatan: Kabar yang kurang menyenangkan hati ada baiknya bisa disikapi dengan bijaksana dan tak perlu frustasi. Keuangan: Cukup mendatangkan hasil bisnis Anda yang baru. Asmara: menyenangkan dan tidak terlalu membikin pusing. Scorpio Peruntungan: Semakin baik saja peruntungan Anda di minggu ini, sehingga segala rencana yag sempat tertunda kini bisa ditindaklanjuti kembali. Optimislah! Karena perbintangan Anda terus bergerak naik ke atas, tinggal bagaimana Anda bisa menyikapi situasi yang baik ini. Karier: Sikap partner kerja Anda yagn bertemperamen keras itu sebaiknya jangan ditanggapi dengan kekerasan pula, karena itu tidak akan ada selesainya. Kesehatan: Kurangi pesta-pesta sebab di samping melelahkan juga bila makanan tak cocok dengan perut dan selera Anda maka bisa menimbulkan penyakit. Keuangan: Banyak pengeluaran yang harus Anda lakukan, perhitungkan dengan secermat mungkin, kalau memang keuangan kurang memenuhi maka jangan terlalu berharap pada orang lain. Asmara: Tak perlu berteriak-teriak dalam memberikan nasehat ataupun saran, karena itu tidak akan ada gunanya. Sagitarius Peruntungan: Tak perlu terlalu menyesali kejadian yang telah lampau karena itu tidak ada gunanya, yang penting bagaimana caranya untuk bisa bangkit kembali, sehingga kegagalan itu bisa terbayar lunas. Karier: Kesempatan untuk bangkit cukup terbuka lebar, sehingga sangat disayangkan jika keragu-raguan menghalangilangkah Karier Anda untuk menuju kesuksesan. Kesehatan: Walaupun hanya batuk dan pilek sebaiknya tetap diberi perhatian serius. Hindari makanan dan minuman yang dapat memperparah penyakit Anda. Keuangan: Lagi kurang mujur, untuk itu jangan coba-coba main Diasuh Oleh spekulasi, ada baiknya Anda bertahan saja. Putri Wong Kam Fu Asmara: perlu sikap bijak dalam menerima Berlaku segala keinginannya, jangan berpikiran 23-29 Oktober 2016 negatif dulu.

Minggu Umanis, 23 Oktober 2016

Weda Wakya

Dahsyatnya Aksara Suci ”OM” Pranava dhanuh saro hy atma Brahma tallaksyam ucyate Apramattena veddhavyam Sara-vat tanmayo bhavet (Mundaka Upanisad 2.2.4) “Pranava adalah busur panah, atma adalah anak panah, dan Brahman sendiri adalah target sasaran. Ia harus dilepaskan oleh seseorang yang mantap dalam dirinya secara spiritual, dan sebagai anak panah, menjadi satu dengan sasaran (Brahman). SEJAK kecil kita semua sudah terbiasa mendengar tentang aksara suci OM. Jika dalam aksara Sanskerta hanya ada satu jenis aksara OM, maka di Bali ada dijumpai beberapa jenis aksara OM atau Ongkara, seperti Ongkara Ongkara (A)Gni, Ongkara (A)merta, Ongkara sabda, Ongkara Adumukha, dan lain-lain. Masing-masing memiliki makna dan fungsi tersendiri. Barangkali ada gunanya kita perdalam sedikit pemahaman kita mengenai aksara suci Brahman tersebut. Sebuah penjelasan yang sangat menarik juga kita jumpai dalam kitab suci Mundaka Upaninad, yaitu Mundaka 2, Khanda 2, Mantra 4. Pranava diumpamakan sebagai busur panah (Pranavo dhanuh). Sang Roh atau atma diumpamakan sebagai anak panah (Çaro hyatma). Sedangkan target atau sasarannya tidak lain dari pada Brahman, Tuhan Yang Maha Esa Sendiri (brahma tallakñyam ucyate). Mari kita amati cara kerja sang panah. Pertama kita lihat orang yang memegang dan melepaskan panah. Dia adalah sang Sadhaka atau orang yang melaksanakan sadhana atau mengucapkan Aksara Suci OM. Boleh dikatakan, semua ditentukan oleh orangnya. Jika tidak ada orangnya, panah tidak bisa jalan dan target tak bisa dicapai. Maksudnya, orang yang mengucapkan OM harus ada. Yang dimaksudkan ada di sini bukanlah ada sekadar mengucapkan aksara suci OM, melainkan dia harus memiliki tekad yang mantap untuk melaksanakan sadhana Ongkara. Selanjutnya adalah busur panah. Busur merupakan dasar landasan yang akan mementalkan anak panah ke arah target/sasaran. Busur panahnya adalah OM itu sendiri, yang penuh dengan kekuatan spiritual dan penuh kesucian. Anak panahnya adalah Sang Roh, atma yang berada di dalam hati setiap makhluk. Anak panah atma ini dilepaskan oleh sang busur OM menuju sasaran akhir, yaitu Tuhan YME, Brahman. Sang busur OM adalah Wujud Tuhan sendiri, anak panah atma adalah bagian atau percikan dari Tuhan sendiri, dan target adalah Tuhan sendiri. Tallaksyam atau the target of the soul hendaknya Tuhan Yang Maha Esa. Bukan yang lain selain

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa Tuhan. Contoh indah dapat kita lihat ketika Drona Acarya menguji murid-muridnya memanah sasaran mata seekor burung yang tergantung sangat tinggi di atas ranting sebuah pohon. Pada waktu Yudhisthira, Duryodhana dan lain-lain siap melepaskan anak panahnya, satu per satu mereka ditanya oleh Drona Acarya, ”Apa yang kamu lihat anakku?” Jawabnya, ada yang mengatakan, ”Saya melihat pohon besar yang sangat rindang daun dan buah yang lebat, saya melihat kaki burung, saya melihat ekor burung, saya melihat sayap burung,” dan lain-lain. Atas jawaban tersebut, Guru Drona menyuruh mereka duduk, alias mereka semua gagal. Akan tetapi, pada waktu giliran Arjuna membidik membidikkan anak panahnya, ia berkata, “Guru, saya tidak melihat yang lain-lain selain mata burung.” Ya, Arjuna hanya melihat mata burung. Gurunya memberi perintah membidik (melepas panah), Arjuna segera melepaskan anak panahnya, dan hanya Arjuna yang lulus ujian panah tersebut. Orang yang mengucapkan Pranava hendaknya hanya menginginkan Tuhan saja. Contoh sangat indah untuk mereka yang hanya memilih Tuhan dalam hidupnya dapat dilihat pada cerita Arjuna dan Duryodhana datang kepada Krishna untuk meminta bantuan perang. Arjuna hanya memilih Krsna yang tanpa senjata untuk membantu dalam peperangan. Sedangkan Duryodhana memilih tentara Syri Krishna yang memang amat terkenal tidak terkalahkan dalam peperangan. Akan tetapi, pada akhirnya Arjunalah yang memenangkan peperangan. Sekali lagi, the target of the soul atau sasaran akhir dari atma hendaknya hanya Tuhan saja. Bukan sakti Tuhan, bukan bayangan Tuhan, bukan sinar Tuhan, bukan artha, bukan pengikut, dan lain-lain seperti yang disebutkan oleh Shri Krishna Caitanya Mahaprabhu, na dhanam na janam na sundarim. Kitab Manu Smriti adhyaya 2 shloka 74 memberikan penekanan pentingnya pengucapan aksara suci OM dalam mengawali dan menutup proses belajar mengajar. Khusus bagi para siswa atau mahasiswa, Omkara disebutkan akan sangat membantu dalam mempertajam ingatan. Itulah sebabnya Manu Smriti memberikan penekanan seperti di atas untuk mengawali dan menutup proses belajar mengajar. Disebutkan pula bahwa jika pada awal belajar

Omkara tidak diucapkan maka pelajaran akan tergelincir dan salah sasaran, sedangkan jika pada penutupan belajar mengajar, Omkara tidak diucapkan, maka pelajaran-pelajaran tidak akan tinggal mantap alias menghilang dari dalam ingatan siswa atau mahasiswa. Dalam kitab Prashnopanishad disebutkan bahwa mereka yang secara terus menerus bermeditasi pada aksara suci yang terdiri dari tiga huruf ini (AUM) atau bermeditasi pada Tuhan dalam wujud Omkara maka mereka akan mendapatkan kecemerlangan sama dengan sinar cemerlangnya matahari (bagian 5, pertanyaan Satyakama, shloka 5). Dalam Chandogya Upanishad disebutkan bahwa dengan berlindung pada aksara suci OM maka para Dewata mendapatkan kekekalan dan terbebaskan dari segala jenis kecemasan serta ketakutan (adhyaya 4). Sedangkan Bhagavadgeta sendiri menyebutkan, aksara suci Omkara adalah Tuhan itu sendiri (OM ity ekaksaram brahma) dan menyampaikan kepada Arjuna bahwa mereka yang pada detik-detik meninggalkan badan jasmaninya sambil mengingat ekaksara OM, maka mereka mencapai tempat tinggal spiritual tertinggi (yah prayati tyajan deham sa yati paramam gatim). Demikian pula kitab suci Mundakopanishad (Mundaka 2, khanda 2, shloka 8) mengatakan bahwa dengan men-japa-kan (mengucapkannya berulang-ulang terus menerus) aksara suci OM maka kekuatan yang ditimbulkannya akan dengan segera dapat memutuskan ikatan-ikatan simpul hati (hadaya granthi). Omkara juga dapat menghancurkan benih-benih karma yang mengikat orang dalam keterikatan duniawi. Katha Upanishad juga menyebutkan kemuliaan dari aksara suci Omkara ini bahwa Omkara adalah satu dari yang banyak dan dari segala yang bersifat tidak kekal di alam semesta ini, Omkara bersifat kekal abadi. Ia memenuhi segala keinginan dari para pemujaNya. Mereka yang melihat Omkara di dalam sang diri sejatinya (atma) hanya orang seperti itulah yang akan mendapatkan kedamaian sejati yang kekal abadi. Omkara terbebas dari sentuhan mala atau kekotoran. Dosadosa tidak mampu menyentuhnya, melampaui sentuhan indriaindria, kekal abadi, meresap dan memenuhi segala, dan aksara suci Brahman ini merupakan benih dari alam semesta ini, tidak ada yang menciptakannya karena Omkara menjadikan dirinya sendiri. Omkara menciptakan segala aturan peraturan untuk segala-galanya di alam semesta ini demi kesejahteraan hidup umat manusia. Dalam Katha Upanishad disebutkan bahwa Naciketa bertanya kepada Dewa Yama, apakah inti sari dari segala sesuatu di alam semesta ini? Dewa Yama menjawab bahwa nama yang selalu dimuliakan

oleh seluruh Veda, satu-satunya yang mulia yang disebut-sebut oleh para pertapa (tapasvi), sesuatu yang maha mulia yang ingin dicapai oleh orang-orang suci melalui sumpah brahmacarya (sumpah berpantang menikmati kesenangan seks), “Secara singkat aku sampaikan kepadamu, bahwa OM adalah nama paling tinggi dari Nama Suci Tuhan YME”. Hal ini sangat sesuai dengan pernyataan Tuhan dalam Bhagavad Gita “pranavah sarva-vedesu”, Aku adalah aksara suci OM di antara seluruh ajaran suci Veda. Sedangkan kitab suci Yajur Veda menyebutkan bahwa untuk mengalahkan kematian dan untuk mencapai pembebasan kekal abadi (moksa), tidak ada jalan lain selain Omkara. Kemuliaan aksara suci OM tidak ada habisnya. Kitab Weda Parikrama menyebutkan, OM kata suci dan agung, dipakai dalam banyak hubungan. Di dalam ilmu mantra, OM dianggap mempunyai kekuatan gaib dan sakti. Kata ini banyak dipakai dalam kitab Aranyaka dan Upaniñhad. Kata ini mula-mula dipakai di dalam kitab Yajur Veda dan diartikan sebagai Brahman yang Utama. Jadi, OM tiada lain adalah Tuhan Yang Maha Esa sendiri dalam bentuk Aksara Suci. Di dalam aksara suci OM terdapat berbagai macam sakti/kekuatan. Sakti atau kekuatan mana yang akan muncul, sangat ditentukan oleh Samkalpa atau niat batin orang yang mengucapkannya. Semakin bersih dan suci batin orang yang mengucapkannya, maka semakin bersih dan suci pula sakti yang akan muncul dalam diri sang Sadhaka. Dengan kekuatan suci inilah para bhakta Tuhan yang tunduk hati menyapu bersih kotorankotoran batinnya, mem-prayaçcitta dirinya dari dosa-dosa, menundukkan keakuan palsu, kemarahan, kenafsuan, kelobaan dan lain-lain sifat yang mengotori batin, dan akhimya lelap dalam kebahagiaan suci dalam pelayanan bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa. Aksara suci OM mengantarkan orang pada pintu gerbang kerohanian tingkat maju, Bhagavat Prema-bhakti. Selanjutnya untuk masuk ke dalam keadaan Bhagavat Prema-bhakti diperlukan sadhana khusus lagi yang sangat jarang orang dapat melaksanakannya disebabkan yang bersangkutan harus menjadi seorang Tyagi atau Vairagi, yaitu orang-orang yang betul-betul dan paham duniawi dan meninggalkan segala ikatan duniawi, hidup suci serta sibuk dalam pelayanan bhakti yang murni kepada Bhagavan, Tuhan Yang Maha Esa. Kitab Mandukya Upaniñad mengatakan bahwa Aksara Suci OM bersifat Kekal Abadi. Yang telah lewat, yang sedang ada, dan yang akan datang semuanya adalah OM. Adapun yang lain yang mungkin ada di luar jangkauan waktu adalah OM. Brahma sendiri menciptakan alam mulai dengan Aksara Suci OM.

MIMBAR AGAMA

Waktu Mengantarkan Kita pada Kematian Redaktur Khusus MIMBAR

ISLAM H. Kusnadi Musthofa BEBERAPA pekan lalu, angka tahun dalam kalender hijriyah tertera 1437, nyaris “tak terasa” kemudian berganti ke angka 1438. Sedangkan dalam beberapa pekan ke depan, angka tahun dalam kalender Masehi akan segera berubah, dari 2016 ke 2017. Ya, terasa begitu cepat waktu yang melesat dengan konstan menyertai harihari dalam perjalanan hidup kita yang dipenuhi dengan berbagai kesibukan itu. Jauh hari sebelumnya Rasulullah SAW telah menyampaikan bahwa nanti di akhir zaman waktu yang bergulir terasa begitu cepat. Apa yang telah disampaikan oleh Rasul yang mulia itu, faktanya telah kita rasakan dalam kehidupan kita sehari-hari saat ini. Fakta bergulirnya sang waktu yang terasa begitu kencang, hendaknya semakin menyadarkan diri kita bahwa lambat atau cepat, kematian pasti akan menjemput kita. Kepastian datangnya kematian itu tentu tidak perlu diperdebatkan lagi, yang justru perlu dipertanyakan, telah sedemikian bersungguh-sungguhkah kita dalam menyiapkan bekal dalam menuju negeri akhirat? “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (negeri akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. al-Hasyr [59]: 18). Disadari atau tidak, ternyata kita begitu banyak menyia-nyiakan waktu yang telah dianugerahkan oleh Allah SWT kepada kita. Bukan saja telah begitu banyak menggu-

nakan waktu untuk hal-hal yang sia-sia, bahkan juga untuk hal yang tergolong maksiat. Kalau hingga pada hari ini Allah SWT masih mengaruniakan waktu kepada kita, sedangkan dosa-dosa kita begitu banyak, tentu kita layak bersyukur, yakni dengan cara banyak memohon ampunan dan taubat, serta banyak melakukan amal kebaikan untuk mensyukurinya. Betapa pun seseorang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, dalam pandangan Allah SWT adalah orang yang bertaubat dengan sebenar-benarnya. “Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.” (Q.S. al-Furqan [25]: 71). Bahkan, siapa pun yang bertaubat dan memperbiki diri (dengan berusaha melakukan amal saleh), oleh Allah SWT digolongkan sebagai orang beriman yang dijanjikan mendapatkan anugerah (pahala) yang besar (Q.S. 4: 146). Syarat mendasar diterimanya suatu taubat adalah adanya upaya memperbaiki diri. Hal ini didasarkan pada Firman-Nya: “Maka barangsiapa yang bertaubat (di antara pencuri-prncuri itu) sesudah melakukan kejahatan dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. al-Maaidah [5]: 39). Tentu saja yang dimaksud dengan memperbaiki diri di sini dalam pengertian yang luas. Kejahatan, keburukan, juga kesia-siaan yang dilakukan sebelumnya, diperbaik, diganti dengan amal kebajikan. Memperbaiki, bisa pula bermakna memperbaiki yang sudah baik menjadi lebih baik lagi. Sebagai suatu contoh, yang tadinya waktu yang dianugerahkan oleh Allah SWT disia-siakan dengan tidak memperdulikan Al Quran, lalu diperbaiki, sehingga “disisihkan” pula waktu yang ada untuk membaca Al-Quran

setiap hari. Membaca Al-Quran setiap hari adalah hal yang baik, namun kebaikan itu diperbaiki lagi dengan mempelajari isinya. Kemudian diperbaiki lagi dengan usaha mengamalkannya, termasuk mengamalkan doa-doa yang ada pada Al-Quran. Semua itu adalah proses melakukan perbaikan (diri) yang sudah seyogyanyalah kita lakukan dalam sepanjang (sisa) hidup kita, sebelum malaikat maut menjemput diri kita untuk memasuki alam berikutnya, yaitu alam barzah. Tentu sangat bagus apabila kita “mendata” dengan cermat kesalahan maupun kekurangan yang ada pada diri kita sendiri. Langkah berikutnya, tentu saja merumuskan tindakan perbaikan yang dilakukan dengan segera. Harus diakui, dalam banyak kasus, kesalahan yang kita lakukan disebabkan oleh kebodohan kita sendiri. Bodoh (tidak tahu) kapan persisnya Allah SWT menugaskan malaikat maut untuk mencabut ruh kita. Kebodohan diri kita, juga banyak disebabkan karena kita enggan atau setidaknya kurang serius sedari awal dalam mempelajari Al Quran dan Sunnah Rasul-Nya. Kendati begitu, tentu kita tidak perlu berkecil hati, apalagi berputus asa dalam mengharap ampunan dan rahmat-Nya (Q.S. 39: 53). “Katakanlah: ‘Sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) bagi orang-orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohannya, kemudian mereka bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” (Q.S. anNahl [16]: 119).Optimisme atas penerimaan taubat oleh Allah SWT mesti ada pada diri kita, karena sesung-guhnyalah Dia Zat Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. “Tidaklah mereka mengetahui bahwa Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat, dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (Q.S. at-Taubah [9]:

104). Orang-orang yang bersungguhsungguh dalam memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya, maka dampak kesungguhannya dapat dilihat dari apa yang dilakukan dalam kehidupannya, baik dalam hal usahanya memperbaiki diri, maupun dalam hal melakukan (memperbanyak) amal saleh. Mudah-mudahan, kita pun tergolong orang-orang yang seperti itu, dan diberi petunjuk dan kemudahan melakukan taubat yang semurni-murnianya. “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhanmu menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang beriman yang bersama dengan dia, sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata: ‘Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Q.S. at-Tahrim [66]: 8).

PERMATA HATI Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)


Redité Umanis, 23 Oktober 2016

Bali L e m b a r

B a s a

7

B a l i

Bencingah Ida Bagus Oka Manobhawa

Méweh tur Baya Pisan

SUMEKEN malajahin aksara Bali wantah kapatutan utawi “kewajiban moral” sané patut pisan kalaksanayang olih krama Bali utamanipun para yowana Baliné. Sakéwanten nénten makasami aksara prasida utawi dados kaplajahin olih kramané akéh, minakadi aksara Modré. Ida Bagus Oka Manobhawa, S.Pd.B., sinalih tunggil guru basa Bali ring SMPN 9 Dénpasar maosang, aksara Modré punika aksara pingit sané kawigunayang nyurat indik kadiatmikan utawi kawisésan. Sangkaning kapingitanipun akéhan krama sané sampun tatas uning ring Modré nénten kayun ngajahin indik aksara punika ring krama sané wau uning. “Modre punika arang pisan kaplajahin duaning méweh tur baya pisan yéning kaajahin ngawag-awag. Santukan aksara inucap kalintang tenget tur sidhi,” baos Oka Manobhawa. Dané malih maosang, sangkaning katengetang, sané ngawigunayang aksara Modré punika akéhan minakadi Ida Sang Sulinggih utawi Balian. Kasujatiné yéning krama meled malajahin aksara Modré, Ipun patut sampun tatas tur uning ring sajeroning aksara Wreastra miwah Swalalita. Wus punika Ipun patut nyumekenang pikayunan tur lascarya. “Sané patut kaélingin, malajahin aksara Modre patut pisan katuntun olih guru. Duaning prasida ngametuang baya yéning malajahin preragan napi malih tatkala ngamanggihin iwang sinah pacang maius ring padéwékan sang sané malajahin,” asapunika baos Koordinator Penyuluh Basa Bali Kabupaten Gianyar puniki nyumekenang. (was)

I Nyoman Rema

Malarapan Antuk Budaya Mareraosan MELED nguningayang panglimbak basa miwah aksara Bali wantah parikrama sané becik pisan mangda krama utamanipun para yowana prasida nincapang rasa tresna ring budaya tetamian panglingsir utamanipun sané marupa basa utawi aksara Bali. I Nyoman Rema S.S., M.Fil.H., peneliti muda ring Balai Arkeologi Bali maosang, katilik utawi katuréksain antuk “logika kesejarahan”, budaya sané dumunan kamargiang krama wantah budaya tutur utawi budaya mareraosan. Wus punika wau kasarengin utawi katuut antuk budaya tulis. “Nami basa Bali punika majanten malarapan antuk budaya mareraosan utawi ngawigunayang “bahasa lisan”. Wau lantas kasarengin utawi katuut antuk budaya sesuratan utawi “bahasa tulis” ngawigunayang makudang-kudang naskah utawi piranti siosan. Dadosné malarapan antuk parikrama nami basa taler katami aksara Bali inucap,” baos I Nyoman Rema. Katakénin indik bebaosan “aja wéra” sané ketah kapiragi napkala maosang indik lontar, dané maosang sané kabaosang asapunika sujatiné boya ja aksara utawi cakepannyané, nanging wantah tetuek, tattwa agama, utawi daging ajah-ajah ring cakepan inucap. parindikan inucap sujatiné matetujon becik, inggih punika mangda sekancan daging sastra prasida katengetang tur becik kajagra mangda nénten dados ampah. “Sios punika aja wéra prasida kabaosang dados jalaran pacang nyinggihang, nglestariang, taler nyuciang sekancan daging sastra mangda nénten ulah-aluh kabaosang utawi kawedar ngawag-awag ring sajeroning krama,” baos dané sané meneng ring Br. Umaanyar, Buana Giri, Bebandem, Karangasem puniki makenyem. (was)

(50)

Aksara Bali Kuna

Aksara Bali Mangkin BPM/ist

Aksara Pallawa

AKSARA – Pinaka tetamian panglingsir, aksara Bali wantah aksara sané mabuat pisan ring sajeroning budaya Bali. Sakéwanten sujatiné aksara Bali punika wantah panglimbak saking aksara Pallawa sané rauh saking India Selatan.

Aksara Bali

Panglimbak Aksara Pallawa sané Rauh Saking India Selatan PINAKA sinalih tunggil parindikan budaya, kawéntenan basa Bali wantah mautama pisan ring sajeroning kahuripan krama Bali. Nénten wantah pinaka basa Ibu sané kawigunayang saraina kémanten, basa Bali taler manados parindikan utama ri kala ngamargiang pamariseleh indik makudang-kudang daging budaya Bali. Basa sané sampun katami saking para panglingsir puniki taler madué cihna tata-titi mabebaosan sané kawastanin antuk sor-singgih basa. Sios punika taler madué aksara sané kawastanin aksara Bali. Dadosné kawéntenan aksara Bali punika jakti nénten prasida kapasahang sareng basa Bali. Ngeninin indik aksara Bali, I Nyoman Rema S.S., M.Fil.H., peneliti muda ring Balai Arkéologi Bali maosang, saking pamariseleh utawi penelitian ring makudangkudang prasasti Bali Kuna, jatma

ring Bali sampun uning ring aksara mawit abad kaping 9 Masehi. Indiké punika kasinahang antuk kawéntenan Prasasti Sukawana sané madaging wilangan warsa 804 Saka (882 Maséhi). Sakéwanten aksara Bali prasida katami ring Bali nglintangin makéh parikrama, kakawitin saking kawéntenan aksara Brahmi sané nglimbak manados aksara Pallawa ring India Selatan ring abad kaping IV. Punika salanturnyané kabakta ka Asia Tenggara nyantos ka Nusantara tur nglimbak dados aksara Pré-Nagari sané kawigunayang antuk nyurat yete mantra ring stémpel tanah ring abad kaping 8 Maséhi. Nanging tatkala punika, aksara Pré-Nagari inucap nénten becik kalimbakang olih krama sakéwanten sané kalimbakang wantah aksara Pallawa sané ring Jawi manados aksara Jawi Kuna tur ring Bali manados

aksara Bali Kuna. “Wangun aksara Jawi Kuna sareng Bali Kuna jakti masaih, punika mawinan makudangkudang ahli budaya maosang yéning makekalih aksara inucap kabaos dados aksara Kawi sané kawigunayang nyurat aksara ring sajeroning basa Jawi Kuna miwah Bali Kuna. Parikrama punika nglimbak dados basa Bali Tengahan antuk wangun aksara sakadi aksara Bali Lumrah,” baos Nyoman Rema. Malih dané maosang, yadiastun makekalih aksara punika masaih, tetep kapanggih pabinayanipun. Inggih punika ring Jawi wénten aksara Cacarakan sané akéhipun 20 aksara, ring Bali wénten sané kabaos aksara Wreastra sané akéhipun 18 aksara santukan ring Wreastra punika nénten madaging antuk aksara “da

madu” miwah “ta latik” sakadi ring aksara Jawa Kuna. Sios punika yéning kaselehin saking satua Ida Sang Aji Saka sareng kalih parekanida, wénten pabinayan tetuek saking pangucapucap aksaranyané. Yéning ring cacarakan pangucap-ucap miwah tegesnyané inggih punika ha na ca ra ka: wénten parekan, da ta sa wa la: pada masiat, pa dha ja ya nya: pada sakti tur kapuput antuk ma ga ba þa nga: makekalih padem utawi nuju kalepasan. Sakéwanten ring aksara Wreastra ucap-ucapnyané ha na ca ra ka: wénten parekan, ga ta: satia tur jemet, ma nga ba, sa, wa, la: pada-pada makta sewalapatra kapuputin antuk pa da ja ya ña : pada sakti tur pada jayanti. Sios saking akéh aksara nénten pateh, wangun aksaranyané taler mabinayan. Ida Bagus Oka Manobhawa, S.Pd.B.,

Soroh Aksara Bali

Kapah dados Patpat Aksara SAKADI sané sampun ketah kauningin, basa Bali taler madué aksara sané kawastanin antuk aksara Bali. Aksara Bali sané mangkin kawigunayang wantah panglimbak saking aksara Bali Kuna sané kocap masaih sareng aksara Jawi Kuna yadiastun wangunipun mabinayan. Makekalih soroh aksara punika wantah panglimbak saking aksara Pallawa sané kasuén-suén manados aksara Bali lumrah sakadi mangkin. Ring Bali wénten pah-pahan aksara manut saking kawigunannyané. I Nyoman Rema S.S., M.Fil.H. maosang, soroh aksara Bali sané kapertama inggih punika aksara Swalalita sané madué aksara suara 14 diri tur aksara wianjana 33 diri ngranjing ring sajeroning warga aksara Ostya, Dantya, Murdanya, Talawya, miwah Kantya. Sané kaping kalih inggih punika aksara Wreastra sané akéhnyané 18 aksara taler makudang-kudang panganggé aksara. Yadiastun makekalih puniki kabinayang

nanging aksara ring Wreastra taler ngranjing ring sajeroning warga aksara Swalalita. Nénten makasami angga aksara Swalalita punika prasida kakecap olih krama Bali, minakadi aksara kh, gh, dh, th, tur kagentos antuk aksara sané prasida kaucapang kémanten inggih punika aksara k, g, d, t, kémanten. Dadosné pamedal aksara Wreastra inucap satmaka panyeledii utawi pupulan saking makudang-kudang aksara Swalalita sané prasida kaucapang olih krama Bali. “Yadiastun asapunika, kawéntenan aksara Swalalita kantun becik kawigunayang ring sajeroning krama, inggih punika ring kruna sané mawit saking basa Kawi utawi Sansekerta. Duaning yéning nénten kadi asapunika sinah teges kruna inucap nénten prasida kajantenang utawi prasida mabinayan saking sapatutné. Minakadi tatkala nyurat kruna antuk aksara “ba danti” miwah “sa danti” saking aksara Wreas-

tra sinah punika kawacén dados kruna “basa” sané teges ipun lakar basa ajengan. Sakéwanten yéning sané kawigunayang wantah “ba kembang” miwah “sa sapa” utawi aksara sané ngranjing ring Swalalita sinah punika kawacén “bhasa” sané teges ipun “bahasa” boya ja lakar basa,” baos Nyoman Rema. Sios saking makekalih soroh aksara punika, wénten malih soroh aksara suci. Ida Bagus Oka Manobhawa, S.Pd.B maosang, soroh aksara sané nénten prasida kawigunayang saraina punika wantah Aksara Modré taler Wija Aksara. Aksara Modré inggih punika aksara sané kawangun antuk makudang-kudang aksara Wreastra utawi Swalalita sané wangunipun sakadi palawatan utawi “simbol” taler madué kawigunan utawi kasidhian soangsoang. Aksara sané akéhipun prasida nyantos panyatusan lebih punika durung majanten

“TUNGURAH kénkén nyidayang nutug paplajahané ring SMA? Akuda nelasang biaya kos ngasasih? Selegang anggané mlajah. Padalem ajiné mapuutpuutan ngulehang ngrereh sangu bulanané. Luh Suwarni polih nélpon ibi saha sedih,”baosné mamak Tan ngasih-asih. “Nggih Mak, tapi yén ten nyidaang kanggoang di SMK utawi masuk sanja sambil maburuh di Denpasar,” pasaurné Gusti Ngurah Jelada terus terang ring Mamakné Suwarni. “Kursus ten kénkén, asal madué katerampilan ngrereh merta agayung camplung. Yadin tan madué carik, asal pagah, pageh tur puguh mautsaha pasti nekaang asil,” raosné Mamak Tan Tjing Gwan sambilanga iteh nguletang tepung lakar rotiné. Ngurah Jelada mrasa angob ring kauletan warga katurunan Cinané makarya tan ngitung tuyuh. “Nggih Mak amunika malu ngorta, tiang pamit lakar maturan ka Mrajan di Selat.” “Nggih ngiring Tungurah,yapin ten wénten Arniek sampunang lali

simpang mriki.” “Nggih Mak, matur suksma lan salam saking Pak Madé Tusan ring Papa Liem, kocap raganné kenal pada pasilat. Tiang mara nawang raganné sapeguruan sareng Tuaji. “Oo nggih, dumun driki wénten padépokan silat. Engkong Gwan pinaka suhunné.” Ngurah Jelada raris pamit budal. Rauh di Jero dapetanga wénten tamiu makta mobil saha mapakaian adat Bali sareng tetiga malinggih ring gunung rata sareng aji lan ibunné. “Naah ené panaké Ngurah Jelada mara teka. Rah uli ituni antianga tekén brayané uli Taman Bali, bapa Gedé Dauh ajak kurenanné Nyoman Padmini lan ené panakné tuah abesik madan Luh Putu.....Mégantari,” pandikan Ajinné ngenalang okanné sané wau rauh. Ngurah Jelada nyledétin Luh Méga macepuk liat tan mari makenyem. Raganné ngelisang ngenahang sepédané ring ampiké dangin baléné raris sareng malinggih irika nampek ibuné. “Nggih Bapa, Mémé sampun

ituni rauh? Tiang kadung nyampéang pesen timpal tiangé ring méménné wau ka Nongan,” baosné Ngurah Jelada kenyem matadah kabilbil. “Dados tiang manten takénin, nyanan Luh Mégantari ngambul puikin Tungurah?” mémé Nyoman Padmini nyelag ngangsokang pianakné mangda nyak wawuh sami yowana. “Aah Mémék, Tu Ngurah anak ten nyingakin tiang negak deriki nyelegedog,” Luh Mégantari makenyem manis munyinné renyah, sledétné nemutik tancebang di ulun angené Ngurah Jelada. Tembé mangkin raganné mrasa kapipian nerima serangan frontal mucuang. “Ooh, ten kénten Luh Méga, kadén tiang mabuaka negak di samping Luhé apang paekan makisi-kisi. Yén ngomong keras takut déréng pragat lengkarané sampun shak mat-anga tekén anaké lingsir,” baosné Ngurah Jelada nregdeg metpetang kayunné kari grogy. Gusti Ayu Jeladi sampun makta wédang lan sanganan ka balé daja, cacaranga

BPM/was

YADNYA – Ring sajeroning kahuripan krama, ketah kapanggih aksara suci utamanipun ring piranti utawi sarana upacara yadnya sakadi ulap-ulap utawi rurub kajang. prasida kawacén. Dadosné nénten akidik krama sané nyurat punika wantah uning ring kawigunannyané kémanten, nénten uning ngwacén. Yéning Wija Aksara baos dané ring tamuné. “Nggih Dé Dauh, Nyoman lan Luh Méga pada makejang rarisang cicipin kopi lan jajané mara lebeng. Kanggoang pagaén panaké Gég Jeladi, kalain matanding banten mara.” “Bééh, kuangan malih kalih. Napi Mbok Luh ngopi, nyusu utawi ngetéh?” “Pateh kadi sasenenganné Tungurah,” Luh Mégantari nyemita ring Ngurah Jelada. Ayu Jeladi mawali ngambil téh manis tigang cangkir raris sareng malinggih irika. “Inggih Tuaji Taman, titiang niki magumana numunin mriki mangda nénten gelisan ratu mamargi ka Selat. Saking sué mamanah simpang. Yén nyanan usan maturan ring Mrajan wau simpang, ajerih kawengian mantuk. Becikan paselidin mangda polih mabaosan.” “Melah saja kéto Dé. Dadinné Beli ajak makejang maan numpang ka Mrajan haha.” “Mangkin Tungurah sampun dija ngranjing? Rasayang kari maanjar sareng I Luh. Napi sam-

guru bahasa Bali ring SMP N 9 Dénpasar maosang, aksara Jawi taler aksara Bali madué pabinayan ring wangunnyané. Dané maosang aksara Jawi akéhan wangunipun mrepat tur kaku, sakéwanten aksara Bali akéhan sané wangunipun bunter utawi ngwindu. Ring Bali jakti akéh wangun aksaranipun mabina-binayan sané kawinang olih seni utawi “tampak lima” saking soang-soang krama sané nyurat. “Wénten taler sané maosang yéning aksara Bali sané mangkin katami krama minabang ngawit kawigunayang saking kawéntenan Panegara Gélgél Klungkung. Yadiastun asapunika, aksara Bali mangkin nénten prasida kabaosang dados cecihnan utawi tanjek pangawit Puri Gélgél madeg agung ring Bali,” asapunika Oka Manobhawa maosang. (was) wantah aksara Wianjana sané polih panganggé suara ulu candra miwah ulu ricem sané pinaka cihna utawi niyasa saking Ida Sang Hyang Widhi Wasa miwah Ida Bhatara-bhatari. Minakadi aksara “Sa” sané polih ulu ricem manados “Sang” pinaka niyasa Ida Bhatara Iswara utawi “Ba” dados “Bang” inggih punika niyasa saking Ida Bhatara Brahma. Wija Aksara punika taler kawigunayang ring sajeroning etéh-etéh parikrama upacara yadnya agama Hindu olih krama sané ngamargiang swadharma minakadi Ida Sang Sulinggih miwah Balian anggén nguripang sekancan sarana sané kawigunayang ring upacara yadnya santukan aksara punika taler madué kasidhian. “Akéh Wija Aksara punika nénten prasida kawilangin, sakéwanten sané ketah kawigunayang inggih punika Sang, Bang, Tang, Ang, Ing, Nang, Mang, Sing, Wang, Yang, Panca Brahma inggih punika Sang Bang Tang Ang Ing, Tri Aksara Ang Ung Mang, Rwa Binedha Ang Ah, miwah kadagingin malih siki antuk Ong,” asapunika Oka Manobhawa negesang. (was) pun SMA kelas kuda?” aturné Nyoman Padmini nyesedang. “Tiang masuk di SMA Negeri 1 Amlapura, wau kelas satu,” Ngurah Jelada masaur. “Béh, yén kénten sami-sami dong. Tiang kelas satu ring SMA Négeri 1 Bangli,” Luh Méga nyelag saha nyalamin Gusti Ngurah.“Dadosné sami sibuk jagi ulangan umum?” “Nggih Luh, mawanan muspa malu ka Mrajan pang kicén rahayu nyidaang menék kelas.Kocap yén nunas kabisan patuté ring Bhatara Hyang Guru,” Ngurah Jelada mapi tahu. “Nggih dados pateh pangaptiné, mangda kicén seger,” aturné Luh Méga sumringah. “Badah niki mara majodo, jag uli ituni dedemenané pateh terus,” Ayu Jeladi nyelag. “Nggih Tu Ayu, mula saking leluhuré pateh. Dumadak mangda sami suksés manten, nyidang naik kelas lantas pidan lulus tur polih pakaryan,” aturné Gedé Dauh matutang (Masambung)


8 Bebantenan Saté Tungguh

Nyihnayang Daging Bhur Loka SATÉ Tungguh/Saté Tegeh/Saté Gayah wantah tetandingan banten saking makudang-kudang saté sané nyihnayang energi sané kantun negatif, sané salanturnyané mauwah dados energi positif sesampun kaicén puja mantra olih Sang Sedaka/Wiku/Pandita malarapan kaicén laba caru ring sornyané. Punika awinan Saté Gayah wénten makudang-kudang soroh sané mapaiketan sareng caru pinaka dasarnyané. Duaning kantun kaselehin kaon, punika awinan saranannyané malakaran olahan daging bawi. Daging bawi sajeroning agama Hindu madué sifat tamas utawi kaon. Atribut-atribut mautama sajeroning Saté Tungguh/ Saté Tegeh/ Gayah puniki minakadi saté bawi sajeroning makudang-kudang itungan manut genah saking penjuru angin, inggih punika urip saking Dewata Nawa Sanga antuk sekancan soroh senjatannyané. Wénten marupa daging jejaring, isin jeroan bawi, kobér (bendera), tedung, miwah sané tiosan sané makasamian nyihnayang daging bhur loka (Mayapada) sané madué sifat Tamas (negatif). Wénten taler Saté Gayah sané wantah malakaran olahan daging itik sané kapacekang ring kelapa, madaging kepala itik jangkep sareng kampid miwah batis sané katusuk dados madué nilai seni jangkep taler sareng urip Déwata Nawa Sanga miwah senjatannyané. Saté Gayah olahan bébék lumrahnyané katurang ring utamaning mandala pinaka runtutan banten sekar taman miwah pulagembal. Nanging Saté Tungguh/ Saté Gayah olahan daging bawi lumrahnyané runtutan saking banten bebangkit madaging guling bebangkit pinaka dasarnyané miwah mapaiketan sareng caru utawi upacara tawur. Yéning wénten upacara sané rumasuk agung pacang kakarya Saté Tungguh/ Saté Tegeh/ Gayah jangkep sareng kepala babi utawi wénten sakadi ornament boma sané katata sakadi kekayonan. Banten saté punika sering kawastanin runtutan bebangkit bogem (kepala). Saté Gayah Gayah wantah punggalan bawi sané nyihnayang winangun urip, majatah katikan saking urip senjata Dewata Nawa Sanga pinaka panyangkep tetandingan banten sané nganggén ayaban bebangkit sané lumrahnyané kanggén sajeroning upacara pacaruan. Panyangkepnyané minakadi kawewehin majatah katikankatikan, bagia, orti, surya candra , tunjung, cempaka, pidpid, sapudaki, konta, japit dumi, oret-oret, don, satuh, don, jerimpen, ancak, penyeneng, sandat, endongan, satuh, bingin. Kajangkepin SatéGayah/Saté Tungguh/Saté Tegeh utawi sané tiosan sajeroning upacara Agama Hindu. Kabaosang,banten bebangkit wantah niyasa energi. Sané pangawitnyané negatif kauwah gumanti dados positif. Nanging, saté puniki wantah niyasa energi sané kantun madué sifat negatif, sané dados positif sesampun kaicén puja mantra olih para Sedaka/ Wiku/ Sang Pandita/ Sulinggih malarapan kaicén laba caru sané wénten ring sornyané. (Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali)

Upacara

Redité Umanis, 23 Oktober 2016

Mabiasa, Cihna Upacara Usaba Gumang Kamargiang UPACARA Usaba Gumang, Désa Bugbug, Karangasem, wau pisan kapakélingin. Upacara sané kamargiang nyabran kalih warsa nepet ring Purnamaning Sasih Kapat kasarengin olih krama Catur Désa. Kasujatiannyané, wénten limang désa sané kawastanin Manca Désa sané madué paiketan historis, luiré; Désa Bugbgug, Jasri, Ngis, Bebandem, miwah Désa Datah. Sajeroning Aci Usaba Gumang, wantah kasarengin olih Catur Désa, luiré; Désa Bugbug, Désa Bebandem, Désa Jasri, miwah Désa Ngis. Désa Datah wantah kasarengang yéning kamargiang Upacara Usaba Kaja. Ring raina kapertama sajeroning Upacara Usaba Gumang, Ida Bhatara saking Catur Désa (Désa Bugbug, Bebandem, Jasri, miwah Ngis) mairing nuju Pura Gumang sané magenah ring Bukit Gumang Sanghyang Ambu, Désa Bugbug. Ring Pura Gumang kamargiang upacara Mabiasa utawi Mapuuk utawi ketah kasengguh Déwa Mapalu/Bhatara Mapalu. Upacara Mabiasa puniki mapaiketan pisan ring carita pantara pada déwa. Wus upacara inucap, Ida Bhatara katuran taler kamargiang upacara mapinton. Klian Désa Adat Bugbug, Jero Wayan Mas Suyasa maosang, upacara Mabiasa mapaiketan ring carita Ida Bhatara sané sapatutnyané marabian ka Bebandem, nanging sangkaning wénten piambeng, Ida marabian ka Jasri. Parindikan inucap taler kabao-

sang olih sinalih tunggil krama Desa Ngis, I Ketut Sandiyasa. Upacara Mabiasa mawit saking carita biyuta pantara Désa Bugbug, Babandem, Jasri, miwah Ngis. Putri saking Bhatara Gedé Sakti miwah Déwa Ayu Mas pacang kapadik olih Ida Bhatara saking Desa Babandem. Nanging, Sang Putri sampun dumunan kapadik olih Ida Bhatara saking Jasri. Kacaritayang Ida Bhatara Gedé Gumang sané malinggastana ring Pura Gumang madué oka limang diri, luiré mapeséngan Bhatara Gedé Manik Sakti, Bhatara Ayu Madé, Bhatara Ayu Nyoman, Bhatara Ayu Ketut, miwah Bhatara Ayu Pudak. Ida Bhatara Ayu Nyoman kapadik olih Ida Bhatara Gedé Bebandem (malinggastana ring Pura Puseh Pakraman Bebandem), sakéwanten Ida Bhatara Ayu Nyoman tresna ring Ida Bhatara Gedé Pasisi (malinggastana ring Pura Mastima Désa Pakraman Jasri). Sangkaning tresnané Ida Bhatara Ayu Nyoman, Ida Bhatara Gedé Pasisi numunin madik anggané. Mawinan punika Ida Bhatara Gedé Manik Sakti marasa kuciwa tur brangti sareng Bhatara Ayu Nyoman miwah Bhatara Gedé Pasisi. Anggéna nanggehang brangtinida, Bhatara Ayu Madé sané kauduhang mangda marabian sareng Bhatara Gedé Puseh Bebandem. Bhatara Ayu Madé nyadia yéning Bhatara Gedé Manik Sakti kayun sareng malingga ring Pura Puseh

BPM/dok

MABIASA - Upacara Mabiasa sajeroning Aci Usabha Gumang kamargiang olih krama Catur Désa, luiré; Désa Bugbug, Désa Bebandem, Désa Ngis, miwah Désa Jasri. Bebandem. Ida Bhatara Ayu Ketut Ardhanareswari marabian sareng Bhatara Gdé Dangin sané malinggastana ring Désa Pakraman Ngis. Ida Bhatara Ayu Pudak marabian sareng Ida Bhatara Bagus Wayan Putra saking Bhatara Lingsir Puseh sané malinggastana ring Pura Puseh Désa Pakraman Datah. “Sangkaning carita inucap Désa Bugbug sareng Désa Bebandem, Datah, Ngis, miwah Jasri kantun wénten paiketan ri kala aci Usabha Gumang kamargiang,” baos dané.

Upacara Mabiasa taler kamargiang bénjangnyané ring Catus Pata Désa Bugbug. Upacara Mabiasa kapuputang antuk tedunnyané Ida Bhatara saking Bugbug pinaka penengah. Ida Bhatara Gedé Gumang sané pinaka penengah nyikiang para okannyané sareng Ida Bhatara saking Désa Bebandem, Ngis, miwah Jasri. Sawus upacara Mabiasa, Ida Bhatara ngadeg. Ring parikrama inucap taler pacang kapanggihin daratan sangkaning akéh krama pamundut sané karauhan. Satios daratan wénten

taler pepéndetan, miwah tatebahan mlantig. Ri sampuné samian masikian, Ida Bhatara kairing nuju Pura Agung Désa Bugbug pinaka wéntuk pengakuan yéning Désa Bugbug wantah raka sané pinih lingsir. “Krama ngamargiang upacara inucap antuk rasa angayubagia, nénten wénten sané rumasa brangti. Samian nyihnayang rasa mayamabraya sané raket. Upacara Mabiasa puniki taler kadadosang cihna saking kamargiangnyané Aci Usaba Gumang,” Sandiyasa ngwewehin. (uma)

Runtutan Upacara Usaba Gumang

Mapinton miwah Ngaturang Salaran MAKARUNTUTAN upacara Usaba Gumang sané kamargiang ring Pura Gumang, Désa Adat Bugbug Karangasem, krama saking Catur Désa (Désa Bugbug, Désa Bebandem, Désa Jasri, miwah Désa Ngis) taler ngamargiang upacara ngaturang pinton utawi mapinton miwah ngaturang bhakti salaran. Tradisi mapinton sané kamargiang tumurun ri kala Usaba Gumang kaprecaya olih samian krama irika pinaka galah nunas karahayuan miwah kaselametan. Krama Catur Désa inucap ngangken kulawargannyané sané sampun mapinton pacang selamet rahayu. Manut sinalih tunggil krama Désa Ngis, I Ketut Sandiyasa, parikrama mapinton kamargiang ri kala Upacara Usaba Gumang. Tetujonnyané mangda samian pratisentana pamekasnyané krama Bugbug, Bebandem, Ngis, miwah Jarsi setata éling ring sesuhunan miwah nguningayang

yéning wénten angga kulawarga anyar sané pinaka pratisentana utawi krama désa anyar ring désa inucap. “Minakadi wénten krama sané marabian ngambil saking dura Désa Bugbug, Ngis, Jasri, miwah Bebandem, krama inucap patut mapinton “ngaturang guling” ri kala Aci Usaba Gumang kamargiang. Sapunika taler yéning wénten angga kulawarga anyar minakadi madué anak alit, anak alit inucap taler patut mapinton,” baos Sandiyasa. Kawewehin malih, yéning sané kapinton maraga lanang, gulingnyané mangda guling muani tur katurang ring Gaduh Pakan Lanang Palinggihan Bhatara Gedé Gumang. Yéning sané kapinton maraga istri, gulingnyané taler mangda guling luh tur katurang ring Gaduh Pakan Istri Palinggihan Bhatara Gedé Gumang. “Sané uningin titiang, krama sané mapinton wantah ping

pisan kémanten. Nénten wénten krama sané mintonang pianak utawi rabinnyané ping kalih. Yéning krama inucap masesangi guling, nika kawastanin saud sosot, bantennyané taler matiosan,” dané negesang. Satios upacara mapinton, sajeroning parikrama Usaba Gumang taler wénten upacara katuran salaran. Salaran inucap manut Sandiyasa pateh madaging aturan marupa banten sané mawadah kisa (genah ayam aduan). Banten salaran inucap katurang olih krama Désa Adat Bugbug majeng ring Ida Bhatara saking Bebandem, Ida Bhatara saking Ngis, Ida Bhatara saking Jasri, miwah Ida Bhatara Bugbug. Wus katurang, banten salaran inucap malih kasurud olih krama Désa Bebandem, Ngis, miwah Jasri. “Surudan banten salaran kanggén bekel olih pamundut ngiringang Ida Bhatara. Sajeroning kapercayan krama Désa GULINGGuling sané pacang kawigunayang pinaka aturan mapinton kagenahang ring carang Jepun. upacara mapinton ring Pura Gumang kamargiang nyabran wenten Aci Usaba Gumang. BPM/dok

Ngis, banten salaran rumasuk ring sarana nunas kalanduhan. Rauh ring désa, bakti salaran puniki kagantungang ring punyan wani utawi durén, antuk pangapti bénjangan yéning mabuah mangda nged tur prasida malih katurang ka Bugbug pinaka sarana mayamabraya. Satios punika, ri kala mun-

dut Ida Bhatara, sapanjang margi ring Bugbug, krama ngaturang banten pemendak miwah salaran. Mawinan punika banten salaran kadadosang sarana bebantenan miwah sarana ngrumaketang panyamabrayaan pantara krama saking Catur Désa,” Sandiyasa nguntatin. (uma)

Satua

Olih : Madé Taro

Balian Sandi “PA, lontar ané tepukina tekén Mangku Dalem suba tawanga tekén kramané. Sakéwala tusing ada ané ngidaang maca isin lontaré ento rumasuk I Balian Sadia. Orahanga, akasarané tawah lan tusing ngidaang baana maca.” “Pangaptin Ceningé, Bapa apang bareng maca lontaré ento?” Balian Sandi matakén ring pianaknyané. “Beneh pesan, Pa! Yén Bapa ngidaang maca daging lontaré ento, Bapa pastika lakar sayan kasub lan Balian Sadia lakar maguru tekén Bapa.” Sapangrauh Balian Sandi miwah pianaknyané ka Pura Dalem kasanggra becik olih krama désané. Ia kaicén galah ngwacén lontar inucap. Balian Sandi nyelehin aksara-aksara sané kasurat ring lontar inucap. Sambilanga ngwacén, Balian Sandi makisi-kisi sareng pianaknyané, saha I Tantra maanggutan. Krama désané mapangapti balian sané kasub punika prasida ngwacén daging lontar inucap. Ri kala kawéntenané sepi, nadaksara Balian Sandi matur, “Jero Mangku Dalem miwah krama désa sareng sami sané wangiang titiang, ampurayang pisan titiang nénten mrasidayang ngwacén daging lontar inucap santukan basannyané kalintang kuna miwah aksarannyané taler akéhan sampun usak.” Sami sané rauh rumasa kuciwa. Samian krama matilar saking genahé punika sinambi masesimbing. “Pocol dadi balian sidhi,” kéto ngrémonan kramané. Sané banget kuciwa wantah Mangku Dalem. Dané rumasa lontaré punika mabuat pisan, mawinan dané nyimpen malih lontar inucap ka goané. (Masambung)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


MINGGU umanis, 23 OKTOBER 2016

9 Marquez

Cetak Rekor di Phillip Island HAL 12

Chelsea Vs MU

Bukan Laga Balas Dendam Mou London –

Jose Mourinho dan Chelsea dipertemukan lagi sebagai lawan usai tahun yang buruk musim lalu. Aroma balas dendam pun kental dalam laga ini, namun diyakini hal itu tidak akan terlalu berpengaruh. Chelsea dan Mourinho punya hubungan yang spesial. Tapi hubungan spesial pun tak selamanya berjalan mulus dan manis, selalu ada noda dan momen tak sedap. Mourinho pernah lima musim menangani Chelsea, yang terbagi menjadi dua periode. Periode pertamanya amat berkesan untuk Chelsea, memenangi enam titel termasuk dua gelar Premier League. Tapi periode keduanya kurang sukses. Di musim kedua pada periode keduanya, yakni 2014/2015 Mourinho memang memberikan gelar ganda yaitu trofi liga dan Piala Liga Inggris. Tapi musim ketiganya atau musim lalu hancur lebur. Chelsea sempat berkutat di papan bawah hingga akhirnya Mourinho dipecat di tengah musim. Keduanya kali ini dipertemukan lagi, tapi berseberangan. Mourinho yang kini memoles MU akan menghadapi mantan timnya di Stamford Bridge, malam nanti. Kiper The Blues

Thibaut Courtois meyakini Mou bukan tipe orang yang pendendam “Saya tidak merasa dia punya muatan balas dendam dalam dirinya. Saya rasa dia cuma mau menunjukkan ke semua orang, bahwa dia adalah manajer bagus dan mau bekerja dengan baik untuk timnya sekarang,” ujar Courtois, Sabtu (22/10) kemarin. “Kalau Anda mau tampil baik dengan tim Anda saat ini, maka harus memenangi laga-laga besar. Dia mau menang. Kami juga mau menang,” ungkapnya. Sebagaimana Courtois yakin Mourinho tak mendendam pada Chelsea, dia juga menekankan bahwa timnya tak terpengaruh dengan keberadaan sang mantan manajer di kubu MU. Baginya nama besar MU sudah lebih dari cukup untuk menjadikan laga ini istimewa.

“Saya tidak merasa para pemain punya keinginan bahwa mereka mau menang hanya karena dia, para pemain mau menang karena kami menghadapi tim top dalam diri Manchester United. Ini laga spesial,” kata kiper asal Belgia itu. Modal The Blues pun cukup apik menyongsong pertandingan ini. Keberanian Conte menerapkan sistem permainan yang menjadi idolanya menjadi titik balik perjalanan The Blues. Sejak dirinya mengubah sistem permainan dengan memainkan tiga bek di belakang, The Blues semakin solid dan bertenaga. Hasilnya The Blues mampu menang di dua pertandingan terakhir dan tak kebobolan satu gol pun. Satu-satunya kehilangan Chelsea menjelang pertandingan ini mungkin adalah kabar bahwa kapten John Terry kembali mengalami cedera engkel. Namun tanpa Terry Conte menunjukkan mereka tetap tim yang solid dan terorganisir. Tanpa Terry Conte tampaknya bisa sedikit tersenyum lega dengan kembalinya Willian dalam tim. Winger Brasil tersebut absen di pertandingan terakhir setelah ibundanya wafat. Willian diprediksi akan menggantikan peran yang dijalani Pedro pekan lalu. Dari kubu Manchester United. Tim tamu tengah menjalani jadwal yang san-

gat padat dan tak menguntungkan mereka. Selama sepekan ini Paul Pogba dkk., harus menjalani tiga pertandingan dengan persiapan yang sangat mepet. Namun beruntung pelatih Jose Mourinho memiliki kedalaman skuat yang mumpuni. Meskipun dihadang jadwal padat, rotasi Mourinho berjalan mulus bila melihat kemenangan 4-1 mereka atas Fenerbahce di Liga Europa baru-baru ini, di mana ia memainkan banyak pemain yang selama ini hanya menjadi cadangan. Menghadapi Chelsea tentu bukan waktunya bagi Mourinho untuk merotasi pemainnya. Komposisi terbaik jelas akan ditampilkan Mourinho. Itu berarti besar kemungkinan nama-nama seperti Wayne Rooney, Anthony Martial, Michael Carrick hingga Matteo Darmian akan kembali duduk di bangku cadangan untuk memberikan tempat pada Zlatan Ibrahimovic, Marcus Rashford, Marouane Fellaini dan Antonio Valencia kembali ke starting line up. Satu-satunya kekhawatiran Mourinho tampaknya adalah menanti kondisi bek tengah utamanya, Chris Smalling. Pemain internasional Inggris tersebut harus ditarik keluar saat melawan Fenerbahce karena mengalami masalah otot. Mourinho sendiri sudah mengkonfirmasi bahwa ada kemungkinan Smalling absen andai tak bisa pulih tepat waktu pada akhir pekan ini. The Spesial One tentunya memiliki motivasi berlebih saat menghadapi mantan

PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN Chelsea (3-4-3): Courtois; Cahill, Azpilicueta, Luiz; Moses, Matic, Kante, Alonso; Willian, Costa, Hazard. Michael Carrick

Carrick Pantas Dampingi Pogba Manchester – Mantan gelandang Manchester United, Owen Hargreaves menilai Michael Carrick memiliki karakter permainan yang mirip dengan Andrea Pirlo. Oleh karena itu, Hargreaves menyarankan Carrick untuk menjadi tandem bagi Paul Pogba di lini tengah MU. Pogba sendiri pernah bersinar bersama Juventus, ketika Pirlo berada di dalam tim yang sama. Menurut Hargreaves, Carrick akan membuat Pogba mengeluarkan kemampuan terbaiknya bersama The Red Devils. Sebagai pemain termahal di dunia, performa Pogba bersama MU dinilai belum maksimal. Namun, ketika MU menang 4-1 atas Fenerbahce di penyisihan grup Liga Europa, Pogba mencetak dua gol dan kebetulan Carrick menjadi tandemnya di lini tengah sejak menit pertama. “Pemain MU yang mendekati Pirlo adalah Carrick. Pirlo pemain yang bisa mengeluarkan kemampuan terbaik Pogba di Juventus,” kata Hargreaves, Sabtu (22/10) kemarin. “Saya pikir Mourinho mencoba mencari partner terbaik untuk dia dan saya pikir Carrick seharusnya bermain di tim ini,” tutur mantan gelandang Timnas Inggris ini. Hal ini membuat adanya saran jajak pendapat di Manchester Evening News yang menyatakan Mou harus menaruh dua gelandang lain sebagai pendamping Pogba di tengah dalam pola 4-3-3, bukan lagi 4-2-3-1. Sebanyak 47 persen dari 4.909 suara memilih Michael Carrick dan Ander Herrera sebagai sosok yang dimaksud. Sudah saatnya Carrick dan Herrera membantu Pogba karena pemuda Prancis itu memang terbiasa tampil dengan sokongan dua rekan lain di pusat lapangan saat membela Juventus (2012-2016) atau tim nasional. Dalam skema andalan 3-5-2 di Juve, posisi Pogba lebih sering menjadi gelandang sentral-kiri pada sistem centrocampo (lini tengah) dengan tiga pemain. (kmb33/ap)

Manchester United (4-2-3-1): De Gea; Valencia, Bailly, Blind, Shaw; Fellaini, Herrera; Martial, Pogba, Rashford; Ibrahimovic. Head To Head Chelsea Vs Manchester United : 07/02/2016 Chelsea 1 – 1 Manchester United 29/12/2015 Manchester United 0 – 0 Chelsea 18/04/2015 Chelsea 1 – 0 Manchester United 26/10/2014 Manchester United 1 – 1 Chelsea 19/01/2014 Chelsea 3 – 1 Manchester United 5 Pertandingan Terkhir Chelsea : 15/10/2016 Chelsea 3 – 0 Leicester City 01/10/2016 Hull City 0 – 2 Chelsea 24/09/2016 Arsenal 3 – 0 Chelsea 21/09/2016 Leicester City 2 – 4 Chelsea 17/09/2016 Chelsea 1 – 2 Liverpool 5 Pertandingan Terakhir Manchester United : 21/10/2016 Manchester United 4 – 1 Fenerbahçe 18/10/2016 Liverpool 0 – 0 Manchester United 02/10/2016 Manchester United 1 – 1 Stoke City 30/09/2016 Manchester United 1 – 0 Zorya 24/09/2016 Manchester United 4 – 1 Leicester City

klubnya itu. Bagi Mourinho dirinya tak akan membuang-buang waktu dengan romantismeromantisme kesuksesan bersama Chelsea. Dan itu telah ia buktikan saat kembai ke Stamford Bridge kala menjadi arsitek Internazionale Milan pada 2010 silam. “Kami harus melupakan romantisme bersama Chelsea dan melakukan pekerjaan kami. Saya bermain di sana bersama Inter Milan dan saya mencoba melakukan pekerjaan saya,” kata dia. Kala itu Inter menang 1-0 atas tuan rumah, Chelsea. Lantas bagaimana dalam laga pada akhir pekan ini. Apakah Mourinho akan merayakan gol ataupun kemenangan MU atas Chelsea kelak? “Jika anda bertanya kepada saya, jika tim saya mencetak sebuah gol, apakah saya akan merayakannya seperti anak yang gila? Tidak. Saya kira saya bisa mengontrol emosi dalam situasi tersebut. Apakah saya akan menunjukkan reaksi negatif jika penonton melakukan hal negatif terhadap saya? Tidak. Saya pikir, sekali lagi, saya cukup dewasa untuk mengontrol emosi-emosi itu, dan saya banyak memiliki rasa hormat,” imbuhnya. Mourinho pun menegaskan ketika berada di Stamford Bridge dirinya akan menyuruh para pemain Setan Merah (julukan MU) bermain bagus. “Cara saya menampilkan gaya permainan melawan Chelsea sama dengan melawan Fenerbahce, sama dengan melawan Liverpool,” tutup sang arsitek. Laga ini tentunya akan sangat menarik untuk disaksikan. (kmb33/rtr/ap)


BOLA MANIA

10

Minggu Umanis, 23 Oktober 2016

Zabivaka, Serigala Pencetak Gol Moskow –

Seekor serigala memakai kacamata telah dipilih sebagai maskot Piala Dunia 2018. Sang maskot diberi nama Zabivaka. Zabivaka terpilih setelah mendapat suara mayoritas dalam polling yang dilakukan oleh FIFA. Zabivaka mengumpulkan 53 persen suara, mengalahkan dua pesaingnya yakni seekor harimau (27%) dan seekor kucing (20%). Serigala yang terlihat sporty ini dikreasikan oleh seorang siswa sekolah desain bernama Ekaterina Bocharova. “Saya yakin Zabivaka akan terkenal di antara fans yang datang di Piala Konfederasi 2017 dan Piala Dunia 2018,” kata Menteri Olahraga Rusia, Vitaly Mutko, Sabtu (22/10) kemarin. Zabivaka secara resmi diperkenalkan ke publik di Moskow, Jumat (21/10) waktu setempat. Hadir dalam acara tersebut mantan pemain terbaik dunia dan peraih trofi Piala Dunia bersama Brasil, Ronaldo. “Maskot adalah duta yang bagus untuk mempromosikan event dan memberi banyak kegembiraan di stadion. Saya sudah melihat hal itu terjadi di Rusia setelah menyaksikan hanya setelah melihat

Zabivaka di atas panggung,” ujar Ronaldo. Dalam biografi Zabivaka, seperti dimuat di situs resmi FIFA disebutkan kalau dia adalah serigala yang mempesona, percaya diri dan punya rasa sosial. Dia punya impian menjadi bintang pesepak bola. “Olahraga favoritnya adalah sepak bola. Dia sosok yang fair play, menghargai anggota timnya dan menghormati lawan dan dia bermain dengan skill serta memiliki tujuan. Akan menyenangkan berada di sekitar dia, dia seperti pelawak di antara rekan-rekannya, dia tahu bagaimana membuat semua orang tertawa,” lanjut biografi tersebut. Zabivaka digambarkan memakai kacamata olahraga saat beraksi. Kacamata tersebut diyakininya bisa memberi kekuatan lebih dalam akurasi di atas lapangan. Satu lagi, dia juga suka difoto. Nama serigala yang menjadi logo Piala Dunia 2018 itu adalah Zabivaka. Arti nama Zabivaka memang belum dijelaskan oleh pihak FIFA. Namun ditilik dari bahasa Rusia, kemungkinan besar Zabivaka terinspirasi dari kata zabit yang bermakna mencetak gol. Fatma Samoura, sekretaris umum FIFA menambahkan: “Untuk sampai pada panggung di mana serigala dipilih” kami mula-mula mengumpulkan suara anakanak Rusia lewat polling online. Berdasarkan pemikiran itu, para mahasiswa universitas mengumpulkan desain dan sekarang publik telah memilih karakter favorit dari tiga besar.” “Delapan belas bulan setelah mengawali proyek ini, kami luar biasa senang bahwa maskot 2018 adalah hasil dari kerja sama tim di mana orang-orang Rusia mendemonstrasikan bakat kreatif mereka dan komitmen kuat untuk menyukseskan Piala Dunia FIFA,” tutupnya. (kmb33/ap)

Berikut Daftar Daskot Piala Dunia : Singa ‘WILLIE’ di Piala Dunia 1966 (Inggris), Anak kecil ‘JUANITO’ di Piala Dunia 1970 (Meksiko), dua bocah laki-laki ‘TIP & TAP’ di Piala Dunia 1974 (Jerman Barat), Anak Muda ‘GUACHITO’ jadi maskot Piala Dunia 1978 (Argentina). Buah ‘NARANJITO’ dipilih sebagai maskot Piala Dunia 1982 (Spanyol), Cabe raksasa ‘PIQUE’ menjadi maskot di Meksiko 1986, maskot unik dengan bola ‘CIAO’ jadi pilihan di Piala Dunia 1990 (Italia). Seekor anjing ‘STRYKER’ menjadi maskot pilihan di Piala Dunia 1994 (Amerika Serikat), Maskot penuh warna ‘FOOTIX’ dipilih untuk Piala Dunia 1998 (Perancis) trio ‘ATO, KAZ & NIK’dipilih sebagai maskot Piala Dunia 2002 (Jepang & Korea Selatan). ‘GOLEO VI & PILLE’ dipilih menjadi maskot di Piala Dunia 2006 (Jerman), Seekor Leopard yang bersahabat ‘ZAKUMI’ dipilih menjadi maskot Piala Dunia 2010 (Afrika Selatan), sebuah gabungan tentang futebol dan ecologia yakni ‘FULECO’ menjadi maskot Piala Dunia 2014 (Brazil).

BPM/ap

MASKOT Zabivaka, Maskot Resmi Piala Dunia 2018.

BPM/ap

Juve Incar Silva

Paris – Bek sentral Paris SaintGermain Thiago Silva akan habis kontraknya di akhir musim ini. Itu berarti, pria Brazil berusia 32 tahun itu bebas pindah ke klub mana pun karena sejauh ini belum ada perpanjangan kontrak. Raksasa Italia, Juventus pun mencoba membidik peluang merekrut kapten PSG tersebut. CEO Juventus, Giuseppe Marotta, menilai karier Thiago Silva belumlah habis meski sudah memasuki usia veteran. Marotta pun berambisi menjadikan mantan bek AC Milan itu seperti Andrea Pirlo baru bagi Juventus. Pirlo yang kini merumput di Amerika Serikat sempat disebut telah habis masa keemasannya ketika Juve merekrutnya dari AC Milan pada 2011 silam. Namun, hasilnya lain. Pirlo menjadi playmaker paling menakutkan di Italia dan mampu membawa Juventus juara berturut-turut termasuk mencapai final Liga

Champions 2014/2015. Prilo pun kemudian menjadi legenda klub asal Turin itu “Saya belum tahu apa minat PSG terhadap masa depannya. Itu bisa menjadi kesempatan bagi kami seperti yang kami lakukan dulu ketika merekrut Pirlo. Seorang pemain yang menurut pertimbangan banyak orang sudah habis masanya, namun terbukti sebagai perekrutan bebas transfer yang luar biasa bagi kami,” kata Marotta, Sabtu (22/10) kemarin. Silva adalah sosok kunci pertahanan PSG untuk menjadi raja Prancis, dan mendobrak kemapanan tim-tim elite Eropa di Liga Champions. Sejak direkrut dari Milan pada 2012 silam, Silva telah bermain lebih dari 169 pertandingan, dan menang empat trofi Liga Prancis (Ligue 1). Sepanjang kariernya di Prancis, Silva telah bermain sebanyak 169 kali mencetak gol sembilan kali dan menyumbang assist. (kmb33/rtr)

Turin – Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri memuji proyek pemain lokal atau biasa disebut Ital-Milan yang dikembangkan AC Milan. Allegri menilai hal itu baik bagi masa depan sepak bola Italia, terkhusus timnas. Tidak seperti musimmusim sebelumnya, Milan begitu mengandalkan pemain lokal pada musim ini di bawah arahan pelatih Vincenzo Montella. Contoh teranyar saat Rossoneri mengalahkan Chievo Verona 3-1 di giornata delapan Liga Italia 2016-2017. Saat itu Milan menurunkan delapan pemain Italia sekaligus. Sebut saja Gianluigi Donnarumma, Ignazio Abate, Alessio Romagnoli, Gabriel Palleta, Mattia de Sciglio, Manuel Locatteli, Giacomo Bonaventura dan Gianluca Lapadulla. Jumlah itu bisa saja bertambah jika sang kapten, yakni Riccardo Montolivo tidak mengalami cedera.

Turunnya pemain-pemain itu juga membawa hasil positif bagi Milan. Saat ini Milan menduduki posisi tiga Liga Italia 2016-2017 dengan koleksi 16 angka. Mereka terpaut lima poin dari Juventus di puncak klasemen. “Pertama, saya mengucapkan selamat atas keberhasilan Milan menjalani musim luar biasa dengan sederet pemain muda. Hal itu tentu baik bagi masa depan Timnas Italia,” jelas Allegri, Sabtu (22/10) kemarin. Rossoneri tak bisa berbuat banyak di bursa transfer musim ini, karena keterbatasan dana. Hal ini membuat mereka harus mengandalkan pemain lokal yang kebanyakan merupakan produk asli akademi mereka sendiri. Musim ini Milan tercatat sebagai salah satu tim yang punya skuat dengan rata-rata usia yang termuda, yakni 25,9 tahun. Mereka ada di peringkat enam di bawah Palermo, Lazio, Crotone, Fiorentina, dan Udinese. (kmb33/rt)

Allegri Puji Milan

Hart Bagaikan Tembok di Torino

Turin – Torino bagai mendapatkan durian runtuh dengan kedatangan Joe Hart pada awal musim ini. Mereka sekarang merasa seperti memiliki sebuah benteng kokoh di bawah mistar. Hart yang tadinya berstatus kiper utama di klub top Liga Inggris hijrah ke Italia. Dia dipinjamkan Manchester City ke Torino, sebuah klub papan tengah Serie A. Hart tak lagi dibutuhkan di City karena tak cocok dengan selera manajer baru Pep Guardiola. Penjaga gawang timnas Inggris itu dianggap kurang mumpuni untuk urusan membangun serangan dari belakang. Tapi Hart langsung jadi pilihan utama di Torino. Dia mendapatkan kepercayaan penuh dari pelatih Sinisa Mihajlovic. Hart sejauh ini telah tampil cukup baik di Torino. Kiper berusia 29 tahun itu mencatat dua clean sheet dalam enam pertandingan bersama Il Toro. “Memiliki seorang penjaga gawang seperti dia mengubah mood di ruang ganti. Kami merasa seperti telah membeli sebuah Rolls-Royce dan level kepercayaan diri kami

Thiago Silva

melambung tinggi,” ujar gelandang Torino, Joel Obi, Sabtu (22/10) kemarin. “Dia bekerja keras dan langsung fokus pada tugasnya sejak hari pertama. Anda akan berpikir dia sudah menjadi bagian klub ini selama beberapa tahun. Sebagian orang merasa dia diperlakukan dengan buruk di City, tapi dia tidak menginginkan simpati dari siapapun. Dia cuma ingin bermain sepak bola,” tambah Obi. Hart ikut berkontribusi atas hasil-hasil bagus yang didapat Torino akhir-akhir ini. Timnya tak terkalahkan dalam lima laga terakhir di Serie A dan sekarang menduduki posisi keempat di klasemen sementara. “Dia memotivasi tim dan mendorong setiap pemain untuk mengerahkan segalanya. Dia mengatakan hal-hal seperti “lakukan tugasmu dan aku tak akan kebobolan”. Saya pikir hasrat tidak ingin gagal telah menjadi faktor penting bagi kami,” ujar Obi. “Dia benci kebobolan dan jika dia kebobolan, reaksinya menunjukkan betapa kami telah gagal sebagai sebuah tim,” katanya. (kmb33/rtr)

BPM/rtr

SELAMATKAN - Kiper Joe Hart saat menyelamatkan gawangnya dari kebobolan saat membela Timnas Inggris beberapa waktu lalu.

BPM/rtr

Diego Simeone

Simeone Ingin Jajal Inggris Madrid – Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone membuka peluang untuk melatih salah satu klub Liga Inggris. Entrenador berpaspor Argentina itu ingin menguji kehebatannya dalam meracik klub asal Negeri Ratu Elizabeth. Dia merasa tertantang untuk mengarungi Liga Primer Inggris yang keras dan dipenuhi manajer berkualitas tinggi, seperti Pep Guardiola, Jose Mourinho, dan Antonio Conte. Saat ini Simeone masih memiliki kontrak bersama Atletico hingga 30 Juni 2018. Meski demikian, hal itu tak membuat Cholo akan bertahan di Estadio Vicente Calderon hingga kontraknya berakhir. Kabarnya, Simeone berpotensi melatih Arsenal per musim 2017-2018. Sekadar informasi, kontrak manajer Arsenal saat ini yakni Arsene Wenger akan habis pada akhir musim 2016-2017. Hingga saat ini belum ada pembicaraan perpanjangan kontrak antara manajemen Arsenal dengan The Professor. Sebelumnya pada musim panas lalu Simeone sebenarnya mendapat tawaran untuk menangani Chelsea. Namun, karena masih ingin berkarier bersama Los Colchoneros setidaknya hingga satu musim ke depan, Simeone menolak tawaran tersebut. Akhirnya Chelsea menunjuk Antonio Conte sebagai manajer per musim 2016-2017. Namun, setelah adanya keputusan dari pihak Atletico untuk tidak belanja pemain musim ini, sang pelatih tampaknya akan segera hengkang. “Sepertinya agak sulit untuk bertahan dengan semua masalah yang ada, tapi kita tidak pernah tahu,” ujar Simeone, Sabtu (22/10) kemarin. Klub sekota Real Madrid itu tengah mengalami masalah keuangan sehingga tak bisa memenuhi hasrat Simeone untuk memperkuat skuadnya. Masalah itu membuat Simeone frustrasi.

Apalagi Atletico akan menjalani larangan transfer pemain dari FIFA pada bursa transfer musim panas 2017. Artinya, Simeone harus memaksimalkan skuad yang dia miliki sekarang. Dua bulan lalu Simeone juga sempat menyatakan kemungkinan dia hengkang dari Atletico pada akhir musim ini. Pernyataan itu terlontar setelah Atletico gagal memboyong sejumlah pemain incarannya. Atletico dianggap tak bisa bersaing dengan klub Eropa lainnya dalam hal finansial untuk membeli pemain. (kmb33/rtr)

Biodata Nama lengkap : Diego Pablo Simeone Tanggal lahir : 28 April 1970 (umur 46) Tempat lahir : Buenos Aires, Argentina Tinggi : 1.77 m Posisi bermain : Gelandang Karier Senior Tahun Tim 1987–1990 Vélez Sársfield 1990–1992 Pisa 1992–1994 Sevilla 1994–1997 Atlético Madrid 1997–1999 Internazionale 1999–2003 Lazio 2003–2005 Atlético Madrid 2005–2006 Racing Total

Tampil 76 55 64 98 57 90 36 37 513

(Gol) (14) (6) (12) (21) (11) (15) (2) (3) (84)

Tim Nasional 1988–2002 Argentina

106

(11)

Kepelatihan 2006 2006–2007 2008 2009–2010 2011 2011–2012 2012–

Racing Estudiantes River Plate San Lorenzo Catania Racing Atlético Madrid

BPM/ap

Gianluca Lapadulla


GELANGGANG

Minggu Umanis, 23 Oktober 2016

11

Atlet Jabar Rebut 161 Emas di Peparnas Bandung (Bali Post)Kontingen tuan rumah Jawa Barat meraih 29 persen perolehan medali Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV/2016, dengan rincian 161 medali emas, 97 perak dan 69 perunggu (total 327 medali). “Jumlah ini sudah di atas kontingen Jabar saat di PON yang meraih 28 persen medali. Ini sejarah terbesar, sebuah kontingen bisa merebut di atas angka 28 persen biasanya 25 persen,” kata Juru Bicara Peparnas XV/2016 Dany Ramdhan di Bandung, Sabtu (22/10) kemarin. Kontingen Jawa Tengah, kata Dany berhasil menempati urutan kedua perolehan medali Peparnas XV/2016, yakni berhasil meraih 12 persen perolehan medali dengan rincian 66 emas, 66 perak dan 56 perunggu (total 188 medali). “Lalu posisi ketiga ditempati oleh Sumatera Utara yang berhasil meraih enam persen perolehan medali dengan rincian 36 emas, 38 perak dan 19 perunggu (total 93 medali),” kata Dany. Posisi keempat perolehan medali Peparnas XV ditempati oleh Papua, yakni berhasil mengumpul enam persen medali dengan rincian 34 emas, 42 perak dan 43 perunggu (total 119 medali). Menurut dia, 161 medali emas tersebut berhasil diraih oleh Jawa Barat dari 10 cabang olahraga yang dipertandingan pada Peparnas XV/2016. Pada kesempatan tersebut ia menuturkan ada empat orang atlet peraih medali terbanyak pada Peparnas XV/2016, yakni masing-masing atlet meraih lima medali emas. Keempat orang atlet peraih medali terbanyak itu adalah Amirul Salam (Jawa Barat) atlet cabang olahraga atletik, Felipus Kolymau atlet cabang atletik (Nusa Tenggara Timur), Saptoyogo Purnomo (Jawa Tengah) atlet cabang olahraga atletik dan Selly Dwi Juniarti (Jawa Barat) atlet cabang olahraga atletik. (ant)

Badung Siapkan Delapan Binaragawan Porprov

Mangupura (Bali Post)Badung menyiapkan delapan binaragawan yang siap diterjunkan pada Porprov Bali di Gianya 2017 mendatang. Mereka adalah Andreas (55 kg), Komang Gita (60 kg), Keke (65 kg), Agustinus Kolo (70 kg), Sondang (75 kg), Made Dwija (80 kg), Iwan (85 kg), serta Acea (85+ kg). Demikian hasil seleksi atlet binaraga Porprov Badung di Wantilan Desa Adat Kapal, Sabtu (22/10) kemarin. Ketua Pengkab BPM/022 PBBSI Badung Ida Bagus Andreas Wisnawa Kesuma, S.E., MM., mengemukakan pihaknya menyiapkan sedini mungkin atlet binaraga Porprov Badung. Tujuannya supaya mereka berlatih lebih lama, sehingga persiapannya lebih matang. Selain itu, Badung juga ingin meningkatkan perolehan medali pada hajatan multievent dua tahunan di daerah. ‘’Sebelumnya kami mendulang 2 emas di kelas 75 kg dan 80 kg pada Porprov Bali di Buleleng 2015 lalu. Target kami binaraga Badung bisa menyumbang medali lebih dari 2 emas,’’ tutur Bagus Wisnawa. Sementara Ketua KONI Badung Si Putu Raka Arnaya menjelaskan, pihaknya mulai menjaring atlet Porprov sampai dengan Desember mendatang. Disebutkan beberapa cabor yang telah menjaring skuad Porprov seperti taekwondo, binaraga, tenis meja, dan akan dilanjutkan balap sepeda, renang, serta cabor lainnya. Pada bagian lain, Ketua Umum Pengprov PABBSI Bali Eka Wiradarma salut atas upaya Badung yang melakukan seleksi atlet binaraga Porprov. ‘’Saya kira untuk menjaring atlet Porprov cukup main copot, dan tak perlu seleksi,’’ kata Eka Wiradarma. Dia pun meminta kepada Dewan Juri supaya bersikap netral dan objektif. ‘’Cabor angkat besi juga resmi dipertandingkan pada Porprov di Gianyar 2017,’’ ucapnya. (022)

BU Dikalahkan Perseru

Denpasar (Bali Post)Bali United (BU) harus mengakui ketangguhan tim tuan rumah Perseru Serui dengan skor 0-2, dalam lanjutan Kompetisi Soccer Champiopnship 2016, yang berlangsung di Stadion Marora, Serui, Papua, Sabtu (22/10) kemarin. Dengan kekalahan ini, Bali United lagi-lagi gagal mencuri poin di laga tandang. Di mana kedua gol tim tuan rumah Perseru Serui diciptakan oleh Amadou Gakou pada menit ke 27 dan 87 lewat titik putih. Usai pertandingan Pelatih Indra Sjafri mengakui, dirinya tidak mau berkomentar panjuang terkait kepemimpinan wasit di laga ini. “Saya tidak akan berkomentar panjang terkait wasit, karena saya berada di luar lapangan. Pemainlah yang berhak berbicara bagaimana kepemimpinan wasit pada laga kemarin,” ungkap Indra Sjafri. Sementara salah seorang pemain Bali United Alsan Sanda mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit. “Saya sangat kewewa dengan wasit. Dua penalti yang didapat Perseru patut dipertanyakan. Begitu juga dengan inseden protes yang dilakukan para pemain tuan rumah, yang sangat berlebihan saat mendapatkan kartu kuning. Mereka sampai mendorong wasit, bahkan dia melempar kartu kuning wasit. Sejatinya harus ditindak tegas, namun hanya diberikan peringatan saja oleh wasit,” keluh Alsan Sanda (kmb41)

BPM/wan

KEJURPROV - Seorang kenshi yang turun di nomor randori, memukul lawannya dengan tangan kiri pada Kejurprov Kempo Antardojo Terbuka se-Bali di GOR Lila Bhuana, Sabtu (22/10) kemarin.

Kejurprov Kempo

Kenshi Agus Riska Jumpa Surya di Semifinal Denpasar (Bali Post)-

Kenshi Agus Riska (Kebalian) bakal meladeni lawannya Komang Surya Hendrawan (PLN Singaraja) pada babak semifinal di randori remaja kelas 58 kg pada Kejurprov Kempo di GOR Lila Bhuana, Minggu (23/10) ini. Semifinalis lainnya, A Sultan Zhilla (SMP Sapta Andhika) melawan Gede Arya Suartama (PLN Singaraja). Untuk remaja kelas 44 kg, semifinalis Bitang Sutena (Cabana Mas) bertemu Ni Kadek Puja Gayatri (PLN Denpasar), serta Luh Vio O (PLN Singaraja) meladeni Pebri Armaini (Kebalian). Untuk remaja 55 kg, kenshi Ni Made Widya Pradnya D (Swarna Giri) melawan Deni Seprianti (SMPN 7 Denpasar),

serta Indri Noviansyah (SMPN 7 Denpasar) jumpa Cok Istri Putri Mahadewi (PLN Denpasar). Remaja kelas 52 kg, semifinalis mempertemukan V Lovia D (SMP Sapta Abdhika) bertemu Purbaswari (Kebalian), dan Ni Kadek Sopiyan Dewi (PLN Singaraja) melawan Ni Kadek Yuliartini (PLN Singaraja). Untuk remaja 46 kg, semifinalis Dewa Mega O (Swana Giri) melawan Putu Sintya Wulandari (Emanuel), serta

Cok Istri Intan Dalem (PLN Denpasar) jumpa R. Medita (Taman Sekar). Randori 43 kg remaja, Gladys Raina Billy (PLN Denpasar) jumpa Bulan Sutena (Cabana Mas), serta Luh Desi Merta sari (PLN Singaraja) melawan Cok Istri Agung Dalem Silawati (PLN Denpasar). Remaja 62 kg, baru Almaz (SMAN 5 Denpasar) yang melaju ke semifinal. Almaz masih menunggu pemenang antara Komang

Ketua Harian Pengprov Perkemi Bali Fredrik Billy menyatakan kejurprov bertujuan mencari bibit-bibit kenshi untuk lapis kedua dan ketiga, serta diharapkan tiga sampai dengan empat tahun lagi mereka sudah bisa menjadi atlet andal. Di sisi lain, Ketua Panpel Seriyanto menerangkan, kejuaraan diikuti 315 kenshi, mewakili 16 dojo yang berasal dari seluruh kabupaten dan kota se-Bali. Kejuaraan dibagi mulai kategori remaja (15-1 tahun), pemula I (9-12 tahun), serta pemula II (13-15 tahun). (022)

PBSI Bali

Incar Pelatnas Desentralisasi Wilteng Mangupura (Bali Post)Pengprov PBSI Bali mengincar tuan rumah pelatnas desentralisasi untuk wilayah Tengah (wilteng). Pasalnya, PB PBSI bakal menggulirkan program pelatnas desentralisasi tiga wilayah yakni Barat, Tengah, dan Timur. Ketua Umum Pengprov PBSI Bali Nengah Wirata, di Kuta, Badung, Sabtu (22/10) kemarin menerangkan, pihaknya berharap pemprov menyiapkan lapangan bulu tangkis berstandar internasional. Pasalnya, Bali selain dipakai pelatnas juga bisa dimanfaatkan menggelar turnamen. ‘’Saya yakin jika Bali memiliki GOR bulu tangkis internasional bisa menggelar kejuaraan berskala nasional,’’

ucapnya. Dicontohkan, GOR Yuwana Mandala Tembau bisa direhab pemerintah kemudian difungsikan untuk pelatnas desentralisasi. ‘’Dana yang dikucurkan untuk pembinaan generasi muda mengarah pada kegiatan positif, seperti olahraga ini cukup besar. Dana rehabilitasi pecandu narkoba juga sangat besar,’’ ucapnya. Ke depan, Wirata berobsesi, prestasi bulu tangkis nasional bisa merata ke daerah-daerah, melalui pelatnas desentralisasi mampu melahiran pebulu tangkis nasional andal. ‘’Termasuk kualitas pelatih juga disebar ke daerah-daerah,’’ jelasnya. Dia pun berharap di kabupaten dan kota terdapat pelatcab, kemudian di tiap

provinsi memiliki pelatprov. Yang jelas kemajuan perbulutangkisan nasional harus diwujudkan kembali dengan meraih kembali kejayaan bulu tangkis Indonesia. Di sisi lain, Ketua Harian PBSI Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan menegaskan, Bali wajar menjadi tempat pelatnas wilayah Tengah, mengingat dua atlet Bali yakni Made Deya Surya Saraswati dan Made ‘Ade’ Pranita Sulistya Devi, pernah meraih emas di Kejurnas, bahkan menghuni pelatnas. ‘’Kalau Bali menjadi lokasi pelatnas desentralisasi, otomatis menjadi pusat pembinaan bulu tangkis di Bali, dan tak perlu lagi mendirikan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP),’’ katanya. (022)

Subaya Calon Tunggal Ketum Percasi Bali

Denpasar (Bali Post)Sang Putu Subaya merupakan calon tunggal ketua umum Pengprov Percasi Bali, menggantikan Komang Gde Sutresna (alm). Bahkan Ketua Umum Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Pusat ini didukung sembilan Pengkab dan Pengkot Percasi se-Bali. Sang Putu Subaya sempat melakukan sosialisasi dengan menyampaikan visi dan misi pada pertemuan Pengkab dan Pengkot Percasi se-Bali, di Sekretariat Pengkab Percasi Badung, Jalan Buluh Indah, pada Minggu (9/10) lalu. Pengkot Percasi Denpasar sempat mengajukan jagonya, tetapi batal. Ketua Umum Pengkan Percasi Badung Wayan Suanda menyatakan, dalam pertemuan yang dihadiri delapan Pengkab dan pengkot Percasi yakni Badung, Denpasar, Gianyar, Tabanan, Klungkung, Buleleng, Jembrana, dan Karangasem. ‘’Yang tidak hadir dalam pertemuan tersebut hanya delegasi Bangli, tetapi mereka menyatakan tetap mendukung segala keputusan rapat,’’ ucap Suanda. Karena itu pihaknya yang ditunjuk selaku Ketua Musprov Percasi secepatnya menggelar pemilihan ketua umum sebagaimana amanat AD/ART. Tujuannya, supaya induk organisasi olahraga asah otak ini tetap eksis di Bali. Selain itu, agar seluruh pengkab dan pengkot Percasi bisa berkoordinasi, termasuk menggelar agenda event di Bali. ‘’Secara kebetulan, Pak Sang Putu Subaya ini, hobi main catur, malahan rutin menggelar turnamen Piala HPI,’’ tutur Suanda. Karena itu pihaknya tinggal berkoordinasi dengan KONI Bali, guna mengagendakan pelaksanaan musprov. ‘’Kami ingin bertemu Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi, tetapi sedang ke luar kota, Kamis (20/10) lalu. Untuk itu, kami akan ke KONI Bali, Senin (24/10) besok,’’ jelasnya. (022)

Edi S (PLN Singaraja) melawan Ridho Alam (SMP Sapta Andhika). Untuk randori pemula 40 kg, Kadek Abdi Negara (Emanuel) melawan Gede Dhika Pratama (Swarna Giri), serta Wayan Andi P (Gunung Agung) melawan Gede Celvin Justica (PLN Denpasar). Pemula 35 kg, Pranata (Gunun Agung) melawan bayu Suta (Kebalian), serta Aditya (Kebalian) jumpa Zidan (Taman Sekar). Pemula 30 kg, mempertemukan usdita (Gunung Agung) melawan Galang (Gunung Agung), serta Satria (Kebalian) melawan Komang Aditya (PLN Singaraja).

Svetlana Kuznetsova

BPM/rtr

Kuznetsova Tundukkan Gavrilova Singapura,Petenis Rusia Svetlana Kuznetsova meraih kemenangan 6-2, 6-1, atas Daria Gavrilova asal Australia untuk mempertahankan gelar Piala Kremlinya di Moskow pada Sabtu (22/10) kemarin, sekaligus mengamankan tiket untuk turnamen penutup musim WTA Finals. Serve Kuznetsova dipatahkan pada service game pertamanya, sehingga tertinggal 0-2. Namun petenis 31 tahun itu mampu segera balas mematahkan serve lawannya untuk mencatatkan raihan pertama dari sepuluh kemenangan gamenya secara beruntun, ketika ia mengukir kemenangan dalam waktu 73 menit atas petenis peringkat 37 dunia itu.

Petenis Rusia ini harus menang, agar dapat lolos ke Singapura dan kemenangannya mewakili kesedihan bagi petenis Britania Johanna Konta yang sebelumnya menggenggam tiket terakhir untuk ajang di Singapura. Akan tetapi, kini akan menjadi petenis alternatif pertama setelah ambil bagian pada upacara pembukaan. Kuznetsova juara Grand Slam sebanyak dua kali, kini harus bergegas terbang ke Singapura, untuk memainkan pertandingan round robin pertamanya di Grup Putih melawan juara bertahan Agnieszka Radwanska di Stadion Indoor Singapura pada Senin (24/10) besok. Petenis Ceko Karolina Pliskova dan juara Prancis

Terbuka Garbine Muguruza merupakan dua petenis lain yang juga menghuni grup tersebut. Pertandingan dimulai di Grup Merah pada Minggu (23/10) ini, ketika Simona Halep asal Romania berhadapan dengan Madison Keys asal AS, sebelum petenis peringkat dua dunia asal Jerman Angelique Kerber menghadapi Dominika Cibulkova asal Slovakia. Dua petenis teratas dari masing-masing grup melaju ke semifinal. Kuznetsova akan melakukan penampilan keenamnya di turnamen penutup musim dan akan berusaha untuk lolos dari fase round robin untuk pertama kalinya. (ant/rtr)

I Dewa Agung Gede Lidartawan

BPM/dok

Rebatek Tekuk Kencana Tabanan (Bali Post)Kesebelasan Rebatek menundukkan lawannya Kencana FC dengan skor 4-2, dalam lanjutan divisi utama Liga Perst 2016, Grup A di Lapangan Bajera, Sabtu (22/10) kemarin. Keempat gol Rebatek yang menjebol gawang Kencana FC yang dikawal Kurniawan, hasil bidikan tiga gol (hattrick) Edi Purnawan di menit ke-11, 16, dan 68. Sebiji gol lagi dilesakkan Putrawan pada menit ke-38. Tim Kencana FC mampu mempertipis kekalahan melalui eksekusi Adus dari tendangan penalti di menit ke-21, yang mengoyak gawang Rebatek yang dijaga Debi. Penalti diberikan wasit Gusti Ketut Kalem (Askab PSSI Tabanan), karena pemain belakang Rebatek handball di daerah terlarang. Gol Kencana berikutnya diciptakan Suamba tiga menit menjelang bubaran. Sampai wasit Gusti Kalem meniup peluit panjang, skor akhir Rebatek unggul atas Kencana FC 4-2. Kendati memenangkan pertandingan, langkah Rebatek terhenti dan gagal melaju ke babak semifinal. Pasalnya, Rebatek kalah selisih gol (10-9) dibandingkan Putra Buana (10-6) yang mendampingi Dua Sakti melenggang ke babak empat besar, walaupun poin Rebatek dan Putra Buana sama-sama mengemas nilai 7. Hasil lainnya dalam laga yang dipimpin wasit Agus Sukamerta (Askab PSSI Tabanan), Pejaten mengalahkan ASFC 2-0 pada Grup B, di Stadion Debes, kemarin. Kedua gol yang menggetarkan jala kiper Purnamawan, hasil sontekan Edo di menit ke-53 dan Ika Putra menit ke-67. Atas hasil ini, ASFC bersama Seribu Buruan (Grup B) degradasi ke divisi pratama pada tahun depan. Sedangkan dua tim dari Grup A yang terlempar ke divisi pratama yakni Perkasa Yudha dan Tunjuk Putra. (022)

BPM/ist

GIRING - Seorang pesepak bola dari Kencana FC menggiring bola saat melawan Rebatek dalam lanjutan divisi utama Liga Perst 2016, Grup A di Lapangan Bajera, Sabtu (22/10) kemarin.


LAGA

12

Minggu Umanis, 23 Oktober 2016

Marquez Cetak Rekor di Phillip Island Phillip Island – Sesi kualifikasi MotoGP Australia berlangsung dalam kondisi sulit. Lintasan basah dengan beberapa bagian mulai kering membuat beberapa pebalap kesulitan. Namun hal ini tidak menghentikan kehebatan Marc Marquez. Setelah sukses jadi pebalap termuda dalam sejarah MotoGP yang mampu merebut tiga gelar juara dunia di Grand Prix Jepang akhir pekan kemarin. Kini joki Repsol Honda kembali membuat kejutan dengan menyalip prestasi Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo. Rekor baru yang ditorehkan Marquez mengenai pole position. The Alien diketahui akan memulai balapan seri ke-16 dari posisi terdepan setelah sukses mencatatkan waktu tercepat pada kualifikasi 1 menit 30.189 detik. Boleh dikatakan perjudian yang dilakukan Marquez dengan menggunakan ban

slick justru berbuah manis. Itu merupakan pole position ke-65. “Saya pikir saya akan mengambil risiko karena kondisi trek saat itu benar-benar kering,” ungkap Marquez saat konferensi pers pasca kualifikasi, Sabtu (22/10) kemarin. Dengan demikian, Marquez melampaui prestasi Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo yang diketahui baru mengumpulkan 64 pole position. Jika diibaratkan Marquez benar-benar pembalap fenomenal di musim ini, sebab sejumlah prestasi membanggakan berhasil ditorehkan di musim ini. Kejutan terjadi saat Rossi hanya bisa menempati posisi

15 di Q1. Meski sempat berupaya berganti ban basah ke intermediate, catatan waktu The Doctor tak cukup untuk membuatnya lolos ke Q2. Juga gagal melaju ke perebutan pole position adalah Maverick Vinales, pebalap muda Suzuki itu menempati posisi 13. Jorge Lorenzo dan Cal Crutchlow yang juga bertarung di Q1 pada akhirnya berhasil mencatat waktu terbaik sehingga lolos ke Q2. Setelah trek cukup kering di Q1 dan semakin kering di Q2, tantangan untuk para pebalap adalah memilih ban yang cocok. Turun menggunakan ban slick, Marquez berhasil mencatatkan waktu tercepat. Dengan waktu

satu menit 30,189 detik dia berhak memulai balapan dari posisi terdepan. Start dari posisi dua adalah Cal Crutchlow setelah menorehkan satu menit 30,981 detik. Pebalap lain yang memulai balapan dari baris depan adalah Pol Espargaro. Dengan waktu satu menit 31,673 detik, Aleix Espargaro dapat posisi start keempat. Dia mengungguli Jack Miller dan Danilo Petrucci yang masing-masing ada di urutan lima dan enam. Menggantikan Dani Pedrosa, Nicky Hayden dapat hasil lumayan bagus. Setelah memuncaki free practice keempat, dia dapat urutan tujuh di kualifikasi. Stefan Bradl, Andrea Dovizioso, dan Hector Barbera jadi tiga pebalap terakhir yang mengisi posisi 10 besar. (kmb33/ap)

California – Setelah jadi Campiun 2016, Marc Marquez diprediksi bisa terus mendominasi MotoGP musim-musim depan, seperti yang dulu pernah dilakukan Valentino Rossi. “Dominasi Marc Marquez di musim 2016, pantas diapresiasi dengan mengangkat topi,” tulis mantan bintang 500cc Randy Mamola, Sabtu (22/10) kemarin. Menurut pebalap yang aktif di balapan grand prix motor periode 1979-1992 itu, Marquez sudah dengan sempurna menjalani musim ini. Padahal motor Honda di atas kertas juga masih kalah mumpuni dari Yamaha atau bahkan Ducati, khususnya di awal musim. “Memastikan titel dengan tiga seri tersisa, dengan cara meyakinkan seperti itu pantas

membuat pemuda tersebut dapat pengakuan, ia juga sudah lebih berkembang dan memperlihatkan kematangan luar biasa buat seseorang yang masih 23 tahun,” sebutnya. “Marc bersaing dengan Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo yang termasuk sebagai dua rider terhebat sepanjang masa, dan walaupun usianya yang jauh lebih muda dari mereka dan memulai musim dengan modal terburuk, ia sudah membuat kesalahan paling sedikit dibandingkan dua pebalap Yamaha tersebut,” tutur Mamola. Menurut rider yang pernah membela tim Suzuki, Yamaha, Honda, dan Cagiva tersebut, pengembangan motor saat ini menjadi salah satu kunci penting dalam hasil akhir dalam

perjalanan sebuah musim. Dalam konteks itu Honda sudah melakukannya dengan baik, secara khusus dengan kembalinya Michelin. Di sisi lain ada pula faktor rider yang menjadi kunci penting lain. “Mengenai faktor manusia, kita sudah melihat Marc yang amat matang tapi secara bersamaan ia juga tak gentar menghadapi duel-duel sengit. Untung buat para penggemar, itulah yang paling senang ia lakukan,” ujar Mamola. “Kita sudah melihatnya di Jepang, ketika ia merasa amat tangguh sehingga siap berduel dengan Valentino yang bukan cuma dikalahkannya melainkan juga dipaksanya sampai ke ambang batas sampai harus mengalami kecelakaan,” imbuhnya.

Terkait dengan hal itulah Mamola pun memprediksi bahwa sepak terjang Marquez di kejuaraan dunia pada musim ini bukannya tidak mungkin terulang lagi pada musim depan.Rossi punya koleksi tujuh gelar juara dunia kelas primer, dengan lima diantaranya ia raih secara beruntun pada 2000-2005 (satu 500cc, empat MotoGP). Ia juga punya dua titel juara dunia lain, masing-masing dari kelas 125cc dan 250cc. Marquez sendiri saat ini sudah punya tiga titel MotoGP dalam empat musim keikutsertaannya di kelas primer. Seperti Rossi, sebelum di kelas primer Marquez juga sudah punya dua titel lain masing-masing dari kelas 125cc dan Moto2. (kmb33/rtr)

Mamola Yakin Marquez akan Sehebat Rossi

BPM/rtr

JUARA - Pebalap Repsol Honda Marc Marquez ketika merayakan keberhasilannya menjadi Juara Dunia MotoGp di Jepang pekan lalu.


Sastra

Redité Umanis, 23 Oktober 2016

I Kaki Dengkil

Séwakadharma JAGI kija manahipuné mamargi, jagi kija tetujoné ngumbara, nénten wénten sané prasida nambakin. Sasukaté kaonina padem antuk somahné, I Kaki Dengkil nadak masolah sakadi punika. Midep makudang-kudang raina nénten budal. Pianakné I Dengkil, mantuné Men Doglagan, Cucuné I Doglagan, pisagané tur wargi Tepisiringé sampun nénten malih inguh wantah I Kaki Dengkil jagi kababas, jagi nénten mulih ka Tepisiring. Asapunika solah I Kaki Dengkilé ngraina. Sagét makudang-kudang raina ical, sagét jeg nungkruk ring kubonné ngaraina nénten naan medal nang atindakan ka jaba. I Kaki Dengkil marasa padéwékan. Sakadi sesonggané, lekad padéwékan, ring patiné naler padéwékan. Kénten Ipun naan maosang. Kocap nénten patut marasa jejeh ring sapusira ugi, ring sapunapi ugi. Punika awanan, Ipun nuukin manah, kija ja mamanah malali sambilanga papak-papak turéksana. Sakadi soréné puniki, I Kaki Dengkil mamargi ngalérang saking Lapangan Puputan sambilanga ngalaca-laca sané kabaos sandikaon. Sanunggil sandikaon, Ipun éling ring baos sandyakalaning majapahit. Panegara agung sané naan wénten ring gumi nusantarané puniki. Napi antukan élingé kadi punika? Kocap I Kaki Dengkil marasa wargi panegara agungé punika. “Amonto agung panegara Majapahité bisa pralaya? Uling galang apadang dadi peteng ibut prajanian? Apa ngranayang?” Asapunika I Kaki Dengkil mamargi srayang-sruyung soréné puniki ngalérang saking Lapangan Puputan. I Kaki Dengkil mamargi leser ngalérang. Sampun lintangina Banjar Taénsiaté, genah suradadu Badungé nyeburin suradadu Olandané kadi kupu-kupu anarung sasi. Sakadi dedaluné nyeburin geni. Asapunika baosanga antuk Kidung Bhuwana Winasané. Mabélok kauh, I Kaki Dengkil mamargi sambilanga kantun ijek ngamanahang indik sandyakalanging majapahit. “Apa saja leluhuré malaib mai ka Tepisiring iluné ulian jerih panegarané lakar utawi suba pralaya? Ngalain umah di Jawa ulian jerih?” Purun I Kaki Dengkil ngojah leluhurné, nénten jejeh keni raja pinulah? “Tabé pakulun titiang sampun purun ngojah Ida sané sampun maraga Bhatara! Ampura... ampura... punika manah iwang.” I Kaki Dengkil ngarémon asapunika sambilanga maktiang limané kekalih ring siwadwarané. Sané manggihin masolah asapunika kantos érang. Minab manahanga jatma sapunapi I Kaki Dengkil sané masolah asapunika. Jatma buduh? Jatma ngaséng kauh? Wantah pitananga kamanten, sujatiné nénten wénten sané jagi renga! “Yén paca-paca babadé, mirib sé tusing kéto. Sujatiné leluhuré mai ka Tepisiring ulian nyanggra pituduh apang Jagat Baliné sukerta! Ento awanan kanti jani warisin kasukertan Jagat Baliné! Lamun ené buin usak-asik, sinah guminé lakar pralaya. Patuh cara ané nyekala di Jawa. Lakar ada sandyakalaning Bali. Uling dija ento lakar sumeken nyakala? Uling sayan ngliunang warginé ngadep tanah. Men to... yén tusing ngelah tanah pada tekén tusing ngelah gumi! Yén suba tusing ngelah gumi, apa lakar carunin? Apa lakar upakarain apang jenek magumi? Apa buin pasihé sukserahang urug tekén anak lénan? Suba ja jani kanti klebutklebut uat baong Sang Angawaraté ngorahang, tusing lakar pakidihang pasihé ané suba dadi gumi. Kocap tuah siliha? Nyén precaya bebungklingan sara kéto?” Lantang mlémad I Kaki Dengkil ngarémon asapunika. Madaging kamanten baos plintur, mamlintur Sang Angawarat. Sesampuné rauh ring Lumintang, kocap pradésa sané ngraksa manik watu ngendih sané cayané kantos kanten saking muncuk Gunung Agungé. Ring Lumintang I Kaki Dengkil kesiab manggihin wangunan agung sané kabaos Gedong Séwakadharma. “Gedong apa né? Aéng pesan adané?” Sambilanga bengong I Kaki Dengkil ngarémon asapunika. Santukan sampun wengi, nénten wénten sané prasida takénina antuk I Kaki Dengkil dados Gedongé punika kawastanin antuk lengkara sané mabuat pisan ring sajeroning agama? “Tusing ké séwakadharmané ento maartos suba karmané apang iraga makejang subhakti majeng Ida Sang Hyang Widhi, pituduh apang mamuja Ida tusing pegat-pegat? Béh... dueg masé gedongé adanina kéto apang makejang setata inget jatu karmané dadi manusa?” Anggut-anggut I Kaki Dengkil sambilanga ngrasayang damuhé sampun nyaputin sirahné. “Dumadak apang saja kéto! Apang danéswarané makejang sumeken ngayahin warginé makejang tur tusing pilih kasih! Apa buin misi pungli!” Madaging kamanten I Kaki Dengkil nyimbingin danéswarané sané pungli, sané mamaling ngalang. Kocap wantah aséwakadharmané margiang sinah Gumi Baliné nénten jagi pralaya sakadi Panegara Majapahité. (Jelantik)

Handuké Dadi Céti Nyoman Manda SASUBANÉ suud nyujukang tenda di pakémahan di sisin Danu Tamblingané, suba liu timpalné bakal mandus. Ketua kelasé maang informasi dadi mandus di Pondok Wisata utawi umah-umah krama ané suba siapanga tekén pengurusé. “Durusang timpal-timpal ajak makejang, montoré suba sayaga ngatehang.” Kéto ketua kelasé ngumumang. Mara ningeh kéto pengumuman ketua kelasé laut Yan Landra magésonan ajak Déwa Raka ka kémahné nyemak handuk lan sabun ajak sikat gigi. Déwa Raka HP-né makering ada SMS--- “Jangan mandi di danau Yang” --- Gung Ratih gélanné ngirim pesen, becat Déwa Raka males. “-----Tiang ten purun muuk larangan, cepet dong sopirnya sudah siap.” --“Nyén ngirim SMS Déwa?” Wayan Lugra matakon sambilanga nyemak krésék handukné. “Eda data-data urusa.” “Bes dingeh matakon gén sing dadi.” Wayan Lugra lantas bangun nutug Yan Landra ané suba

nuju ka montoré. Ketua kelasé suba maang pengumuman tongos mandi suba tentuanga di umah kramané ané suba hubungina lan suba urusa tekén Kelian Banjar lan masi dadi mandus di Pondok Wisata. Putu Arini lan Gung Ratih suba menék sig montor Wayan Landrané “Putu bakal mandus dija?” “Di Pondok Wisata mara kéto pengumuman ketua kelasé,” alus Putu Arini masaut. Krana suba ada timpalné majalan lantas Yan Landra nututin duén. Kudang jahan suba teked di arepan Pondok Wisatané. “Trims Yan.” Gung Ratih maluan suba macebur tuun. “Makasi Yan.” Makenyem manis Putu Arini tuun laut nyemak krésék handukné. “Hati-hati nggih Tu.” “Melahang mandus apang sing intipa nyén.” Wayan Lugra nyelag. “Ia miriban makeneh kéto.” Gung Ratih nyempléng. “Intermeso Gung, apang sing tegang, idup santai.” “Nah apa ja kenehé ngorah-

13

ang,” laut Gung Ratih ngedeng liman Putu Arininé ngajak ngojog timpal-timpalné ané suba mapunduh di arepan Pondok Wisatané. Pengurus kelasé suba ngurus lan makenyem, anak muani ané ngelahang pondoké ento nudingang kamar mandiné krana suba cocok pembayarané. “Gantian nggih diatur sendiri.” Pengurus kelasé laut nuju ka montorné bakal ngojog ka désa tongos ia bakal numpang mandus. Wayan Landra tuun uling montoré lantas macelep ka umah anaké ané suba tudinganga tekén ketua kelasé. “Kanggiang nggih Gus,” kéto panyanggra ané ngelahang umahé. Wayan Landra makenyem krana HP-né mamunyi adan Putu Arini di monitor HP-né. Ia sada ngejoh. “Aduh Yan,” Putu Arini daasdiis ngomong. “Kénkén Tu?” “Sorry Yan,” sada ngreres Putu Arini ngomong. “Kénkén Tu?” “Krésék handuk tiangé matukar Yan?” “Ah.” Yan Landra lantas malihin krésék selem ané téngténga. Curu krésék selem. “Yan, tiang suba kadung di kamar mandi.” Putu Arini sada ngeling ngomong. “Tén kuda Tu, handuk tiangé ento baru kondén maan manggo mara dibi tiang meli di Hardys, sikat gigi ajak odolné masi baru, kéwala sabun Lifeboy-né suba makelo, handbody-né kanggoang Bioré Tu.” “Yan handuk lan sikat gigin tiangé anak baru masih, kéwala sabuné kanggoang Dove Yan.” “Anggé sampun Tu, yén Tu nyak.” “Sing Yan pedih? Tiang sampun kadung di kamar mandi.” “Ten, kéwala kanggoang Tu.” “Ampura Yan.” “Sampunang makelo mandi nggih, kadinginan nyén.” “Kanggoang handuké middle Yan.” “Ten kuda kéwala baang Tu duén nganggo.” “Ampura nggih Yan.” “Ten kuda Tu, kanggoang nganggé sabun Lifeboy anggoan.” “Nggih yén Yan maang.” “Anggé sampun, niki handuk Tuné tiang nganggé nggih.” “Kéwala kanggoang nggih.” “Kanggo san Tu, miriban awak tiangé bakal makenyem ia maan handuk manis.” Yan Landra makenyem maan nyandén anak bajang ané mungahin kenehné. Syukur handuké dadi mak comblang céti panyambung gending tresnané. “Ampura tiang mandus nggih, dingin Yan.” “Dados handuk tiangé nyaputin Tu?” “Baang Yan?”

Kaweruhan Tanpa Kawicaksanan Olih : I K. Satria, S.Ag Ida ngayunin indik kawéntenan pangresep miwah pikayun sané ngawinang kahuripanidané biuta. Punika mawinan Ida ngayunin pacang ngasorang pikayun miwah pangresep malarapan antuk senjata mautama. Wawu sakadi asapunika pikayunanidané, raris pikayunan miwah pangresep sané mangkin matur; “Panahé punika nénten pacang prasida mintulin angga sariran titiangé. Durusang rereh senjata sané tiosan Ratu Sang Prabhu. Yéning pikayunin titiang, kawéntenan Ida Sang Prabhu wantah pacang mademang déwék kémanten yéning ngamargiang pamargi sakadi asapunika, duaning kawéntenan titiangé wantah leket pisan ring angga sariran Sang Prabhuné. Yéning titiang padem, sinah padem taler palungguh cokoridéwa.” Kadi asapunika atur sang kalih, pikayun miwah pangresepé. Makasami sané kapikayunin Ida Sang Prabhu Alarka sampun nénten kacumpuin olih hredayanidané, punika mawinan dahat engsek Ida ring pikayunan gumanti nglanturang tapanidané ring bongkol taru ring tengahing alas sané jimbar. Ida matapa dahat becik, gumanti nyaratang kautaman ring angga sarirané. Lianan ring punika, Ida wantah ngayunin mangda molihang senjata panah sané prasida ngawinang kasor pepitu kahanan sané ngawinang Ida dahat duka ring kahuripané. Sué pisan Ida ngayunin indik senjata panah sané prasida kanggén nyiatin kawéntenan indriané. Kasuénsuén, Ida nemuang parindikané punika. Ida sampun molihang senjata sané pinih utama sajeroning ngasorang mesehé sané singgit punika antuk pamargi sané uleng ring kawéntenan padéwékan saha teleb ngelarang tapa brata miwah Samadhi. Panahé sané sakti punika kabaosang yoga. Irika raris Ida nunggalang pikayunan

“Sampunang males Wi, sing demen Atih manggihin sing ganteng.” “Nggih… Sampun nganggé parfum?” “Kadén hadiah ulang tahun Atihé.” Manying Gung Ratih macanda. “Suksma Atih nyak nganggé hadiah Winé.” “Pemberian Wi ané paling melaha.” “Trims Atih….” “Sampun nggih Wi…, timpal-timpalé pada teka.” Lantas Déwa Raka nyemak suah nyisirin bokné. Mabunga kenehné. Yan Landra masih némpélang HP di kupingné. “Malih jebos uliang tiang handuk Yané.” Putu Arini manis alon nélpun. “Dados uliang, tiang bakal terus nganggé handuk Tuné…. Dados?” “Kayun Yan?” “Baang Tu….” HP Putuné uyut munyin timpal-timpalné pada mabyayuran. Putus tusing buin nyidaang nyambung. Miriban Putu matiang HP-né nanging muan Yan Landrané bungah girang pesan mabunga kenehné nembangang sayang di sisin Danu Tamblingané. Anginé ngesir, bajang-bajangé pada pesu uling Pondok Wisata tongos ragané mandus. Gung Ratih matengkuluk handuk ungu manis makenyem. Nepukin Gung Ratih matengkuluk handuk buka kéto Déwa Raka makenyem girang. Putu Arini manis pesan masumpang bunga kenyiri. “Aduh jegégné.” Wayan Lugra bebas nyerit sing ada beban krana tepukina Déwa Raka bengong ngantenang gélané langsing lanjar. Sasubané pada kumpul lantas Déwa Raka ngorahin bajang trunané madérét bakal potréka aji HP-né. “Oooiii hebat.” Déwa Raka ngacungang jempolné. “Jani tiang nyemak,” lantas Putu Arini mesuang HP kamerané. “Tiang ja nyemak,” lantas Wayan Landra maakin Putu Arini bakal nyemak kamerané. “Cut….” Wayan Lugra nyerit lantas ngacungang jempolné. Ené mara bagus Putu Arini makenyem manis dampingina tekén anak kalem bagus. Putu Arini ukana makipekan bakal nyautin nanging nengil girang ningeh munyin Yan Landrané gigis pesan. “Dados Tu… tiang nampingin….?” kadi rasa anginé ngeberang déwékné ningeh pamelas munyin anak truna di sampingné. Ia tuah makenyem nylédet girang nembangang sayang. Anginé ngesir. ***

Saking Langit Bali

Aswamédha Parwa

MIRENGANG panyawis sakadi asapunika, Ida raris sumeken nyawisin; “Panahé punika, nawegang Sang Prabhu Alarka, nénten pacang prasida ngasorang titiang. Sang Prabhu wantah ngawi kasor angga sariran Sang Prabhu kématen. Sesampuné prasida ngasorang sariran titiangé, sinah Sang Prabhu pacang padem, durusang rereh senjata sané tiosan anggén nyiatin sariran titiangé!” Sesampuné punika, Sang Prabhu Alarka raris mawali mapikayunan sakadi puniki; “Carmané minab sané ngawinang obah, seneng sangkaning molihang sané kaaptiang. Sané mangkin sampun patut kakasorang malarapan antuk senjata mangda sida degdeg sarirané ngamargiang dharma!” Mirengang sakadi asapunika, raris carmané sané mangkin matur; “Panahé punika wantah prasida ngawinang Sang Prabhu padem, nénten pisan prasida ngasorang pangredanan titiangé. Durusang rerehang senjata sané tiosan anggén ngasorang sariran titiangé!” Ida Sang Prabhu Alarka ngayunin makasami sané kapireng sangkaning nénten pacang prasida ngasorang mesehé punika, Ida malih ngandika ring padéwékan. Sesampuné mirengang sami bebaosané punika, Ida ngayunin mangda karnané taler kakasorang antuk senjata panah, mawinan prasida jaya ring sajeroning payudan. Mangkin matur karnané; “Asapunapi ja kawisésan senjatané punika nénten pacang prasida ngasorang kawéntenan titiangé. Durus rerehang senjata sané tiosan.” Kadi asapunika atur karnané. Sesampuné sami sajeroning panca indriané merihang mangda Ida Sang Prabhu Alarka ngawigunayang senjata sané mautama sané prasida ngasorang indriané, raris malih Ida ngayunin kawéntenané punika.

“Nyak Tu nganggé?” “Yan?” “Tu….” “Makelo pesan, nélpun ajak nyén ento?” Wayan Lugra nyerit. “Mandus nggih Tu… niki timpalé nyeritin.” “Nggih….” “Tu.” “Yan.” Yan Landra lantas maakin timpal-timpalné. “Makelo pesan Yan nélpun.” Wayan Lugra sada ngambek ngomong. “Ibun tiangé mabesen apang tiang sing ngrapu mablanja di warung di désa.” “Ibu jegég uling Lodtungkang?” “Wayan jeg kemu duén lakuanga, Putu anak suba ada ngelahang.” “Mémé bapanné ané ngelahang.” Yan Lugra makenyem. “Makelo pesan Déwa Raka mandus.” Wayan Lugra ngrumuk. “Masiram kéto anaké ngomong sing nawang anggah-ungguhing basa.” “Ento sangetang.” “Koné ngajegang basa Bali.” Wayan Landra nyeken. “Nyak nganggo basa Bali duén suba syukur.” “Nah kanggoang suba kitané.” “Né kénkén Déwa Raka makelo pesan di kamar mandi.” Wayan Lugra ngrumuk buin. “Ratih… timpalé ngrumuk….” “Biarin….” Gung Ratih sada manying nyautin. “Ratih pacang keramas?” “Sampunang sué-sué nyanan kadinginan.” “Banggiang kadinginan driki, kadén sampun wénten handuk Wi.” “Boléh Wi mersihin punggung Ratihé.” “Ah jorok Wi.” Gung Ratih manying mabunga demen candéna. “Léwat anginé kémaon.” Déwa Raka alus nyandén. “Enggalin Déwa....” Wayan Lugra nyerit. “Cukup nggih Ratih, di sisi timpalé ngrumuk….” “Nggih Wi….” lantas Déwa Raka makenyem manis makalung handuk. “Béh liang pesan anaké mandus.” Wayan Lugra lantas macelep ka kamar mandi. “Sangetang pesan.” Déwa Raka lantas negak di samping Yan Landrané ané masi girang pesan muané. Japin ja saling sing nyatua kaduané pada nembangang sayang di sisin Danu Tamblingané. Déwa Raka bangun ngrenjit krana HP-né mamunyi ragané lantas sada ngejoh. “Sampun masisir Wi?” “Durung malih jebos.”

gumanti pacang ngasorang sekancaning meseh sané wénten ring angga sariranidané, sami mangda nyusup ring kawéntenan Sang Atma sané mautama malarapan samadhi. Antuk kawagedan Ida Sang Prabhu ring sajeroning tapa miwah brata, raris sapisanan Ida prasida ngasorang pepitu meseh sané wénten ring angga sariranidané malarapan antuk senjata panah sané mawasta yoga. Nyusup ring angga sariranidané saha molihang kasujatian sané mautama sesampuné meseh ring angga sariranidané kasor. Sesampuné Ida Sang Prabhu nolihang kasujatiané punika, irika raris Ida nembangang gending, sakadi asapuniki daging gendingidané: “Uduh sariran titiang sané dahat kasayangan, napi mawinan setata ngruruh kasukan sané akidik punika? setata memedak ring kasukan, kagungan miwah kaprabhon. Uduh sayang...! Napi minab sané ngawinang titiang nguningin indiké puniki saking riin? Wantah patut sakadi pangandikan sang luih, indik kautamané sané sujati wantah ja kaparipurnayan yogané!” Kadi asapunika satua mautama sané medal saking leluhur Ida Sang Rama. Mawali sané mangkin suarané punika medal saha mapiteket pisan kasayuwaktiannyané. “Uduh Cening Sang Rama, pirengang pisan satua sané mautama puniki. Puputang sekancaning pamargi sané mamati-mati punika! Sané mangkin durusang I Déwa teleb ring kawéntenan yoga gumanti mangda I Déwa molihang sané kabaosang kasujatian!” Kadi asapunika putran Ida Sang Rsi Jamadagni sané mapesengan Ida Sang Rama raris ngamargiang saha teleb ring kawéntenan yoga gumanti nyaratang sané kabaosang kautaman sané sujati. (Masambung)

Satak Klepug Satak klepug titiang makemit mangda gelis kajabut pasilan ngatut Ngepah i taru kepah ngitukang carang buah kudang kembang sampun kalunggar katadah sang nglumbar Inguh i paksi tangsiah ngruruh rembun dayuh ngulat sebun ngelut taluh mangda tan kaliwat pongah sang kumaruk kumerandah Saraina kasaksiang seka semal ngedum pongpongan ngocok klungah ngempug bungkak sambrag mabrarak Ngedot nyugar i lengar kobar ngedot nyupat i cupak mangkak taler durung kacunduk sané kabaos akah-muncuk Gumanti tan sida karuruh manawi tan ugi kaweruh banggayang satak klepug titiang nyantos pamatut sira uning déwan grubug matuuh gantut Madé Taro


Kruna

14

Redité Umanis, 23 Oktober 2016

A.A. Madé Oka Widia

Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.

Siswa Bingung Mamilih KAREPANG majeng pilihan sukil yéning sampun maosang préstasi siswa ring widang olah raga, akademis, seni, miwah prestasi lianan. Minakadi kabaosang A.A. Oka Widia, guru olah raga ring SMAN 3 Dénpasar miwah SMA Dharma Praja, Badung. Indik préstasi siswa ring widang olah raga ring angganing yowana Bali pamekasnyané, majanten nénten sadangan mabebaosan. Muatang galah sané lami mangda prasida molihang préstasi. Parindikan sané banget sukil kapolihang yéning nénten wénten sokongan saking sakatah angganing. Utamannyané sokongan saking sekolah, rerama, krama, miwah pemerintah. Sokongan saking rerama pacang ngwantu pianak molihang préstasi. Napimalih yéning sané mapaiketan meled tur madué bakat ring widang olah raga inucap. Nanging nénten asapunika majeng ida dané sané madué bakat, nanging tan pasokongan finansial saking rerama. “Pengalaman pitulas warsa langkung dados guru olah raga, titiang ketah kitak-kituk ngaksi fenomena sosial sané wénten pungkuran puniki,” baos Gung Oka—sapunika dané ketah kasambat. Tantangan miwah piambeng manut lanang sané embas ring Dénpasar, 1 Oktober 1962 nénten wantah rauh saking yowana kémanten, taler rauh saking widang lianan. Gung Oka rumasa sedih yéning piambeng punika mawit saking guru-guru ring sekolah. Utamannyané guru sané kalintang fanatik sareng jadwal tatap muka bidang studi lianan. Prasida kapastikayang sinunggil atlet nénten pacang prasida nglaksanayang pula-pali aguron-guron malarapan tatap muka, sapunika taler sareng yowana lianan sané nénten madué aktivitas ring widang olah raga. Lanang sané madué kalih pianak puniki ngumpamiang, sinunggil atlet renang jam lima semeng kapatu-

Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

msСmmã*,

Mas Kumambang 28.npiminb/, Napi minab, b\uenkrim\ipi,

banguné kari mangipi, mwinnßtpÓp/,

mawinan mataptap, sujtisomæunÓ)\hi,

sujati sampun tengai, kednÐrip\Þimunn/. kadén kari panglimunan. 29.durusÀdi, Durus Adi, rris*kpurm\Ðin/,

rarisang ka pura mangkin, b)lim\enÓos*,

Beli mangantosang, mwlimli;mvkÓi,

mawali malih mabhakti,

Gung Oka

m\Ñepoli;msÏ\n/.

I Nyoman Cendikiawan

mangda polih masarengan.

Pitulikur Warsa Ngayah ring LPD

30.hudu;b)li, Uduh Beli, \uddedosãi\u*pl&, nguda dados bingung paling, husnåjumÓitê*,

usan ngajum titiang, m\ÑennÓ)nÓ)g);\lik/,

mangda nénten tegeh ngalik, hulu*titê*mpnÓign/.

ulung titiang mapantigan.

MAOSANG parindikan LPD (Lembaga Perkreditan Desa) majanten krama Bali sampun uning pisan santukan LPD ring Bali mangkin sampun mayusa tigang dasa kalih warsa duk embas saking PERDA Provinsi Bali warsa 1984. Sinalih tunggil LPD ring Kabupaten Gianyar pamekasnyané LPD ring Desa Pakramaan Talepud mangkin sampun mayusa pitulikur warsa duk embas daweg warsa 1989 lintang. Daweg punika sané pinaka manggala wantah Drs. I Nyoman Cendikiawan S.H., M.Si. kasarengin antuk tetiga karyawandané. Malarapan ngamolihang jayanti ring sajeroning pacentokan Désa Adat, Provinsi Bali raris mapaica jinah pinaka jatu wantah kalih yuta manten. Malarapan kasumuyuban

krama Desa Adat Talepud, Banjar Pujungkaja, Desa Sebatu, Kecamatan Tegalalang, Gianyar sané wantah 270 kk tur kaayomin antuk pemerintah makadi PERDA miwah PERGUB mawastu LPD mamargi antar sidaning don sida raris ngamolihang asset rauh September 2016 kantos 70 milyar langkungan. “Salami pitulikur tiban tiang ngayah ring LPD, sampun amunika asset sané kaduénang. Punika wantah sangkaning krama désa miwah prajuru désa sajeroning namtamin pidabdab LPD kapungkur wekas,” baos Cendikiawan sané taler molihang gelar s2 ring Unhi Denpasar. Nganinin indik kawéntenan UU NO 1 TH 2013 indik Lembaga Keuangam Mikro, dané taler sampun mapaiguman

Isin Gumi Nénten Polih Genah Ngajar, ”Guru Kontrak” Osah PENEMPATAN siu (1000) diri guru kontrak sané sampun kaangkat warsané puniki kantun patut ngamolihang uratian sané sumeken. Yéning selehin, kantun wénten guru kontrak sané durung polih sekolah genah ngajar. Kahanan puniki ngawinang para guru inucap rumasa osah. Ring dija sapatutnyané Ipun ngajahin. Gatra sané

kapupulang ring lapangan wau puniki nyihnayang guru kontrak sané durung ngamolihang genah ngajar ngranjing ring kuota Kecamatan Buléléng. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Anggara, 18 Oktober 2016 lintang.

Kaki Dukuh, Tangguwisia Janten sampun ngawinang marasa osah antuk kawéntenan sakadi punika. Bénjangan yéning malih wénten perekrutan guru kontrak mangda kapikayunin dumun utawi kawilangan akuda sané kabuatang ring soang-soang kuota. Indiké punika mabuat mangda kawéntenan guru kontrak kagenahang ring

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

prana

1. pÉx,

2.

pranamia

2.

pÉxmê,

2. siap

3.

prantos

3.

pÉenÓos/,

3. penunjang

4.

prapén

4.

pÉepn/,

4. perapian

5.

prapta

5.

pÉpÓ,

5. datang

6.

prerai

6.

pÊrhi,

6. wajah

7.

pratama

7.

pÉtm,

7. pertama

8.

prawira

8.

pÉwir,

8. perkasa

9.

prayoda

9.

pÉeyod,

9. serdadu

10. prelaya

10. pÊly,

tang sampun tedun ring kolam tur puput latihan sawatara jam sia semeng. Atlet punika salanturnyané malih rauh ka sekolah tur ngamiletin paplajahan sakadi patut. Majeng guru sané ngerti majanten madué sikap wicaksana. Jadwal tatap muka prasida kagentos antuk tugas-tugas sané prasida kakaryanin ring umah. Sikap wicaksana sakadi punika pacang prasida nyokong siswa sané mapaiketan molihang prestasi. Conto lianan, nénten akedik pemain bulutangkis “gantung raket” sangkaning nénten meled madué pikobet sareng guru bidang studi lianan. Yéning indiké punika nyalantara, potensi pelajar ring bidang olah raga pacang rered. Pamuputnyané sané pocol nénten wantah siswa inucap, taler rerama miwah sekolah. Samaliha sekolah muatang atlet sané prasida ngwangiang aran sekolah. “Patut ngrereh format sané anut sajeroning muputang pikobet sakadi punika. Kabuatang rasaéling sareng sami mangda saling support,” baosnyané sinambi makenyung. Gung Oka ngaptiang metu rasaéling samian angganing dados motivasor majeng alit-alit sané madué bakat ring widang olah raga, seni, miwah widang lianan sajabaning widang akademis. “Sapatutnyané wénten kelas utawi sekolah khusus pelajar sané meled tur madué bakat ring widang olah raga miwah seni. Amunapiang ja malarapan préstasi seni miwah olah raga, alit-alit punika taler prasida sukses,” baos Gung Widya. Akéh siswannyané ring cabang olah raga bola voli sané nyatuayang pikobetnyané ketah karepang majeng pilihan sukil, pantara prestasi ring olah raga utawi akademis. Beciknyané, makekalihnyané patehpateh kalaksanayang. Sakéwanten patut wénten sokongan saking anak sios. (ast/yan)

Bahasa Indonésia

1. nafas

10. kiamat

sekolah-sekolah sané yukti kakirangan guru. Asapunika taler guru kontrak kategesang ring perjanjian mangda kayun kagenahang ring dija kémanten. Direksen, Jl. Teratai Singaraja Minab sadurung nga-rekrut guru kontrak kirang pawilangan sané becik indik ring dija pacang kagenahang. Parindikan punika mangda kadadosang plajahan ring galah kapungkuran. Mangkin sapunapi antuk ngrereh pamargi, guru kontrak sané durung polih genah mangda digelis molihang genah ngajar. Dinas sané mapaiketan mangda maprakanti sareng pemerintah daérah mikayunin indiké punika. Adi Putra, Lovina Guru pinaka “pahlawan tanpa tanda jasa” patut ngamolihang uratian sané sumeken. Santukan jasa sinunggil guru punika ageng pisan, sida ngawinang i manusa madué kawagedan. Napi malih ring Buléléng kantun akéh kakirangan guru. Manut titiang, antuk kawéntenan punika guru kontrak mangda prasida polih genah ngajar, sampunang madasar kuota. Disdik patut tedun nyelehin ring sekolah-sekolah dija kémanten kirang guru, irika dumun genahang guru kontrak inucap. (ama)

sareng LPD sajebag Bali malarapan BKS LPD BALI (Badan Kerjasama LPD Bali) pacang tetep setata wirang ring kawéntenan perda LPD ring Bali sané yakti-yakti sakadi ibu sané ngembasang LPD duk dumun. Tan mari manawi wénten sané nénten manut ring kawéntenan mangkin, sinah sampun sayaga jaga kaanutang utawi ka-revisi. Salami pitulikur warsa ngayah ring LPD janten sampun akéh pisan suka duhkita sané kapanggihin Cendikiawan, sakemaon sida kamargiang kalarapin antuk nunas paswécan sesuhunan tur tan mari taler mapabligbagan ring sameton sané wikan, wicaksana, widagda sajeroning LPD. “Wénten pengalaman sané nénten sida kaengsapang, duk ngawitin LPD dumun magenah ring toko kontrakan 2x3 meter antuk dinding gedék. Raris akéh sametonan nakénang, katarka tiang madolan kupon. Santukan wiyakti duk punika kramané déréng uning ring napi sujatiné LPD nika. Astungkara sané mangkin kantor LPD Talepud sampun sida matingkat kalih tur antuk karyawan tigang dasa telu diri,” dané nyatuayang. Cendikiawan taler matur suksma majeng ring sameton krama Bali sané sampun nyungkemin tur ngremba LPD mawastu pamargi LPD antar labdakarya kantos mangkin tur kantos wekasan. Astungkara. (uma)

Nyoman Cendikiawan

Tumpek Krulut RERAINAN sané wénten ring Bali madué pawilangan sané masiosan. Sané kapertama, rerainan sané kadasarin antuk “wewaran”. Akéhnyané adasa wewaran patemonpatemon punika ngwetuang raina suci. Wewaran sané akéh kaanggén wantah Tri Wara, Panca Wara, miwah Sapta Wara. Sané kaping kalih, rerainan sané kadasarin antuk pailehan bulan, punika kabaos Krsna Paksa miwah Sukla Paksa. Inggih punika rerainan sané kadasarin antuk pawilangan raina Purnama miwah Tilem. Sané kaping tiga, rerainan sané kadasarin antuk “Pawukon”. Sajeroning kalender Bali wénten tigang dasa wuku, nanging tetiga wuku nénten madaging raina suci, inggih punika wuku Bala, Pujut, miwah Medangkungan. Sané kaping pat, rerainan sané kadasarin antuk sasih (bulan). Sajeroning kalender Bali wénten roras sasih (bulan) inggih punika Kasa ngantos Sadha. Ring Bali makuéh wénten “Hari Raya” sajeroning basa Bali kabaos “Rerainan”. Rerainan wit saking baos “Rah”. Rah punika mateges tonggak utawi puncak. Rerainan kabaos inggih punika raina tonggak/ puncak utawi pakéling sajeroning nganampekang angga sarira majeng ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Rerainan Tumpek Krulut rauhnyané nemonin raina Saniscara Kliwon, wara Krulut, sanunggil nem sasih utawi 210 raina kalender Bali. Sajeroning rerainan Tumpek Krulut, umat Hindu nglaksanayang

pamujaan majeng ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sajeroning prabhawanidané pinaka Dewa Iswara, Ida sané ngripta suara-suara suci nglintangin wentuk tabuh utawi gamelan. Upakara sané kaaturang ring raina punika luiré; peras, pangambéan, ajuman, tigasan, miwah tipat/katipat gong. Sajeroning upakara punika wénten sané unik inggih punika sané kaaturang sajeroning wentuk sané utuh/nénten kawagi-wagi. Sadurung ngaturang upacara kalaksanayang upacara mabyekala utawi béakaon, punika kabaos upacara panyucian utawi ngicalang mala. Wénten sang wikan maosang,Tumpek Klurut punika wit saking baos “lulut” sané mateges paminehé masikian sajeroning keindahan (sundaram) sané ngawinang paminehé santi. Tumpek Krulut kabaos taler raina kasih sayang. Kasih sayang punika sajeroning wentuk keiindahan, inggih punika sajeroning suara gamelan. Sané kapuja sajeroning Tumpek Krulut inggih punika Ida Sang Hyang Widi Wasa sajeroning

prabhawanida minakadi Dewi Semara Ratih, santukan upakara sané kaaturang sesayut lulut asih. Tumpek Krulut kaambil saking aran wuku (pananggalan Jawa miwah Bali) manut kalender Bali, baos “lulut” sané madué tatuek paiketan (jalinan atau rangkaian). Rerainan Tumpek Krulut wantah cihna kasih sayang sajeroning piranti-piranti seni sané marupa gamelan utawi tetabuhan. Rerainan Tumpek Krulut yéning turéksain wantah dagingnyané satmaka sarana ngametuang rasa saling asih, asah, miwah asuh sajeroning kahuripan parajanané, sané kaanggén sarana seni tetabuhan, prasida ngametuang rasa meled, senang, taler ngulangunin sajeroning kahuripan. Mawinan punika, rerainan Tumpek Krulut wantah sinalih tunggil implementasi saking Tri Hita Karana sané sané kamargiang antuk yadnya utawi korban suci. Korban suci wantah wagian saking tresna asih. (I Nengah Konten)

Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com


15

Minggu Umanis, 23 Oktober 2016

Road to Klungkung…2016

NGAMPOENG SENI Menuju KLUNGKUNG Selasa PON 25 Oktober 2016 Malam pukul 19.00 wita – JKP -109 PUNCAK latihan untuk KLUNGKUNG 28 Oktober 2016

Keberuntungan Vs Kehancuran Dahsyat l Menggali-gali Kedalaman Delapan (5)

DALAM tradisi kewaktuan Bali, energi angka 8 selain dilekatkan pada Wrespati dan Kliwon, juga dikaitkan pada pertemuan hari Soma (Senin) + Wage dan Anggara (Selasa) + Umanis. Hari Soma Wage melahirkan perpaduan angka 4 + 4, sedangkan Anggara Umanis mewujudkan kombinasi angka 3 + 5. Soma berkaitan dengan planet Bulan, sedangkan Anggara merujuk pada planet Mars. Menjadi kian menarik digaligali kedalaman kemaknaannya, manakala tradisi susastra lantas merujukkan angka 8 dengan sang Sangkan Paraning Sarat, sang Maha Muasal sekaligus Maha Akhir Semesta Raya Hidup dan Kehidupan. Susastra Tantra di Bali lantas menyebutkan sang Sangkan Paraning Sarat itu adalah Siwa yang memiliki 8 kelopak kemahaan asta-eswarya asta-shakti yang memenuhi melingkupi 8 arah penjuru asta-dala Semesta Raya Hidup dan Kehidupan. Adapun 8 kelopak kemahaan itu masing-masing adalah mahakecil nan halus (anu), maharingan (laghu), mahabesar (maha), mahacepat-hadir (prapti), mahakehendak (prakamya), mahakuasa, maha

pencipta, dan maha memelihara sekaligus maha melebur segalanya. Tiada satu pun yang lolos dari 8 kelopak kemahaan Siwa, sang Sangkan Paraning Sarat itu. Di balik 8 kelopak kemahaan Siwa itu, juga terkandung 8 aspek feminitas keseraman sekaligus kedahsyatanNya sebagai Bhairawa—yang dinamakan asta Bhairawi. Keseluruhan 8 aspek feminitas asta Bhairawi Siwa, sang Sangkan Paraning Sarat, itu dikatakan amat sangat seram, mengerikan, karena merupakan energi menghancurkan yang dahsyat. Wujudnya disimbolikkan dengan berkaki hitam-gelap, mengambil rupa anjing, sekaligus bermahkotakan api nan merah menyala-nyala sebagai kekuatan kemarahan. Sampai di sini menjadi jelas benderang, pembacaan kedalaman kemaknaan angka 8 oleh tradisi ajaran Bali memiliki dua sisi potensi yang sama-sama dahsyat: keberkahan anugerah keberuntungan yang sekaligus juga menyimpan kekuatan penghancuran nan dahsyat—manakala tak terkendalikan dan terarahkan dengan baik, cermat, serta bermanfaat. lnirta ks

lIDK Raka Kusuma Tarian Teratai

lIBG Parwita Catus Patta

tunjukkan padaku Ananda tarian teratai sepanjang air raya senantiasa melambai

Dermaga penyeberangan abadi janji para leluhur dalam lukisan daun lontar dan nyanyian purba

sebab tak bisa gamelan kutabuh mengiringiMu gemakan suara gamelan dari hatiMu

Pohon pohon tua dan pantung para dewa tak mampu berkata tentang rahasia lagnit di atas catuspara ataukah jembatan kali Unda menguburnya bersama waktu

akan kuminta angin membunyikan seruling tanpa ada suara memdenging atau melengking walau terbenam matahari walau tenggelam bulan jangan berhenti menari gemakan terus suara gamelan tiap melarikan menembanglah Ananda tarian ini tak ada akhirnya

lNasa Nurasamas SA Rahasia Rasa rahasia itu kita beri nama cinta rasa yang belum sempat bermaklumat terjerat segala yang ingin didapat

patung patung tua berganti rupa pertemuan sunyi segara giri disaksikan matahari dan penghuni purbani karang yang terjal rumput mengering adalah isak tangis para leluhur memanggil para dewa di larut waktu catus patta penyeberangan rahasia menuju langit abadi

lAlit S. Rini Satu Narasi

dapatkan kapan mungkin mungkin nasib baik jadi nyata nyatakan pada saat yang tepat perhelatan hati yang tertinggalkan dan meninggalkan segala yang luput

Kaujadikan aku pemburu karena takutku pada gelelapan melintasi kelam kelam berbilang tahun lamanya ingin bertemu telaga dengan cahaya turun di pusaran air bening ketika kegelapan memuncak

malam menambatkan roh di pohon keramat pohon berdaun bintang berbuah renmbulan tempat anak-anak bermain juritan membuat kalangan menyanyikan tembang jamuran jamur kaskmaran yang mekar di musim perkawinan semusim menghapur jejak pikiran dan cinta yang ranum:

Bersamaku langit dan bulan bintang menanti di pendakian singa mengaum-ngaum dari manakah ia? dari jalan setapak belantara atau terlepas dari sarangnya di dalam diri mengejar jadi bayang-bayang menyusuri rasa gentar ke pendakian

ranum-ranumkan rasa rasa-rasanya hampir tiba saat cinta diijab-kabulkan hidup yang tak sekadar mampir minum

Kau penguasai perburuan jadikan aku sehelai daun meluncur di bulan matimu melayari telaga tanpa tepi

lAsrina Novianti Kidung seperti nada c minor kau terdiam dan cinta tak lagi nyaring terbaca padahal telah kuserahkan semua tapak cuaca buat dirimu hanya sebuah ruang serupa katup bongkah kerang menyimpanku di lengang tubuh

Lintas Imajinasi Nusantara Raya, 88 Tahun Puisi Sumpah Pemuda

stopping (starting) by the wind of october from denpasar to klungkung october 28 star here with love and life and poetry that remain us of what we are….

TUKAD UNDA secara tersurat memisahkan dua Kabupaten Karangasem dengan Klungkung. Jika dicermati dalam pemisahan itu ada aliran sungai yang memberikan sejuk setiap yang melewatinya. Bagi tetua, tukad Unda memiliki cerita yang untuk masyarakat yang akan menyeberang ke timur atau ke barat akan dilakukan secara bertahan, yang diistilahkan dengan ‘’Ngunda’’. Dalam cerita itu, tersirat makna betapa terjalin hubungan yang harmonis antarwarga, saling memperhatikan , saling menjaga keselamatan, dan ada canda tawa di dalamnya. Keseimbangan tampak dalam setiap langkah kehidulan BISA DIKATAKAN bahwa sungai terbesar di Bali ini sebagai Gangganya Bali. Di sini tersirat makna betapa sucinya

Berani Melakoni dan Melakonkan

l Akar-akar Dasar Ketegakan Bumi (5-Habis) DI KALANGAN para pendaki gunung Kesadaran Diri dikenal rumus baku: hanya dia yang sungguh-sungguh jengah bersusahsusah mau berjalan langsung menempuh tapak demi tapak jalan raya pendakian itulah yang dapat merasakan langsung sang Sat. Karena itu, hidup berlandaskan satya sesungguhnya mustahil tanpa berani melakoni dan melakonkan nyata, senyata-nyatanya, dalam hidup nyata, di Bumi ini, sekarang ini jua. Orang lain boleh saja cuma getol mengutip-ngutip atau menghafal-hafal, bahkan sekadar mengkhayal-khayalkan tutur-tutur yang diberikan oleh sang Pejalan yang telah sampai di puncak pendakian. Namun, bila tanpa pernah tergerak melangkahkan kaki, menempuh nyata dan langsung perjalanan jauh itu, maka sejatinya si pengutip, si penghafal, terlebih si pengkhayal itu tiada lebih daripada “pendongeng” kisah laku orang lain. Dia berhenti hanya pada kata koné, konon katanya, layaknya hanya memegang gambar peta. Hanya dengan melakoni dan melakonkan nyata, senyata-nyatanya, dalam hidup nyata di Bumi ini, sekarang ini jua, maka keyakinan para rsi mumpuni Timur itu akan terbuktikan nyata: bahwa pada akhirnya satyam ewa jayate nanrtam—Kebenaran jualah niscaya menang, dan bukan ketidakbenaran. Maka itu, hidupkanlah terus satya itu—satyam jinwa. Apakah yang menjadikan satya senantiasa menang? Itulah rta, hukum keabadian kesemestaan maha teratur. Laku sederhana dan mudahnya: hiduplah seirama dengan irama Alam Semesta. Beningkan hati dan kendalikan pikiran senantiasa. Dengan begitu hidup nyata sehari-hari ini akan menjadi

l Di hulu-hiliri, diulang-aliki Rentang Sejarah l Bentang Khazanah Bumi Langit (Langit Bumi)

88 Tahun Soempah Pemoeda l Menggali-gali Kedalaman Delapan (6)

MOMENTUM 88 tahun Soempah Pemoeda pada 28 Oktober 2016 ini, barangkali bisa dimaknai dari hasil studi nomerolog yang juga ahli dalam bidang kajian agama serta peradaban dunia, Annemarie Schimmel. Dalam karya monumentalnya, The Mystery of Numbers, Annemarie Schimmel mengungkapkan: hampir dalam setiap peradaban kuno di dunia, angka 8 dimaknai dan diberi kedudukan penting. Di Timur Dekat, misalnya, orangorang Elamite mengkonsepsikan satu tahun Venus yang terdiri atas 8 bulan. Ini diekspresikan dengan simbol bintang bertitik 8. Seperti pentagram, bintang ini merupakan simbol sang Dewi Cinta dan Kesuburan yang dinamakan Ishtar. Studi lebih mendalam Annemarie kemudian menemukan bahwa simbol Ishtar dengan bintang bertitik 8 ini merasuk ke dalam tradisi Kristen awal, sebagaimana ditemukan dalam makam-makan St. Priscilla di Roma yang disertai gambar Perawan Maria. “Lebih luas lagi, bintang bertitik 8 dan oktagon diambil oleh orangorang Yahudi dan kemudian orang-orang Kristen sebagai tanda keberuntungan,” jelas Annemarie.

Apakah hendak dituturkan di balik visi kebangkitan Kristus yang terjadi pada hari suci ke-8? Bagaimana pula hendak dimaknai manakala nama Yesus dalam bahasa Yunani, IHESOYS, setelah dihitung-hitung dengan cermat ternyata mempunyai nilai numerik sakral 888? Bukankah ini merupakan hasil pengalian sekaligus penguatan angka 8 yang sakral? Sampai di sini kiranya perlu diresapkan kesimpulan teolog Jerman Abad Pertengahan, Gernot dari Rechersberg yang mengatakan, “Delapan, sebagai hasil pangkat tiga pertama (dua pangkat tiga = 2 x 2 x 2 = 8) tertanam dalam tubuh dan jiwa kita yang dikuatkan dengan kebahagiaan abadi.” Meneruskan yang telah dipersiapkan dan dituntaskan oleh angka 7, maka angka 8 memang merupakan permulaan kedua pada tingkat tinggi—sebelum akhirnya mencapai angka 9 sebagai puncak tertinggi pertama. Tidak berlebihan bila banyak peradaban kuno di dunia menjadikan 8 sebagai momentum purifikasi. Inilah, memang, momentum tertepat untuk terjadinya kebangkitan kemurnian dan pemurnian dengan penuh keanggunan. lnirta ks

uncaran doa pujian yang tak pernah putus, dalam wujud melepas dan melepas. Melepas itulah yajnya nyata dalam hidup sehari-hari. Laku melapas ini akan menjadi layaknya Anda rajin menabung di bank Alam Semesta: rekening Anda akan bertambah terus saldonya. Jika Anda terus mengambil, tanpa pernah melepas nyata, yang tersisa nyata di bank Alam Semesta pastilah tumpukan kredit yang tak bakal sanggup terlunasi—mungkin sampai ke anak cucu kelak. Satya itu sejatinyalah Kebenaran

Hakikat Makna Hidup yang diwujudnyatakan dalam tingkah polah yang benar seharihari dengan penuh karsa ketetapan hati. Adapun Sat, yang menjadi akar kata satya, merupakan objek pencarian, pengetahuan atau realisasi dan visi. Tanpa laku berwujud nyata, mustahil Sat bakal ditemukan. Tidak menemukan, berarti mustahil merasakan. Tanpa merasakan, mana mungkin memahami. Rasa asin garam mustahil dapat dipahami tanpa laku nyata langsung mencicipi sang garam. ldeprabas

Tukad Unda dalam Kekuatan Ilmu Aswasiksa lKeseimbangan Huluhilir Nuansa Bening

Tukad Unda, merasa bersyukur jika airnya yang bening tetap terpelihara. Kesuburan akan tampak jika Tukad Unda berair bening, besar, dan suaranya akan betapa pentingnya keseimbangan dengan palemahan Gunung di hulu, Gunung di hulu, pepohonan di hulu terjaga kelestariannya memberikan tanda kehiduan yang suur bagi yang ada di hilir. itu artinya, hulu dengan hilir harus tetap terjaga kelesttariannya. ADA CATATAN BABAD yang menuliskan bahwa Tukad Unda berair amat deras dan besar. Ketika Dalem Waturenggong dengan Danghyang Nirarta pulang dari Silayuksi – tempat Mpu Kuturan memikirkan Bali dengan konsep Tri Murti tiba di Tukad Unda dihadang banjir besar. Tukad Unda disucikan. Dimohon agar bisa diseberangi. Dengan kekuatan dan kesucian Danghyang Nirarta diberikanlah ilmu Aswasiksa (ilmu tentang mengendarai Kuda) kepada Dalem. Kejutan pecut yang telah dimantrai bisa membuat air menjadi terbalik. Dalem, Danghyang Nirarta beserta pengikutnya bisa selamat dan kembali ke Puri. DARI KISAH DI ATAS, tersirat air Tukad Unda sudah disucikan dan berair cukup besar. Akan tetapi, sekarang air Tukad Unda semakin menyusut. Ini juga mengidikasikan bahwa ada yang salah dengan palemahan. Hutan-hutan yang di hulu tentulah sudah terganggu keseimbangannya. Sebagai masyarakat Bali, sudah sepantasnya memikirkan tentang air, khususnya tukad Unda. Jika semakin menyusut yang bermasalah tidak hanya Klungkung Bali pun akan terkena dampaknya. TUKAD UNDA TERUS dibenahi hingga airnya memberikan ketenangan setiap yang lewat maupun yang khususnya menikmati keindahannya. Sekarang, Tukad Unda menjadi obek wisata desa. Penataannya sudah tampak. Kebersihannya lebih terjaga. Beberapa sarana wisata sudah mulai terbangun. Sinar lampu tampak indah saat menyorot air yang turun dari bendungan. Jika objek wisata ini dikelola dengan optimal pastilah akan bernilai positif bagi masyarakat sekitarnya khususnya desa Paksebali. Satria sebagai pengerajin payun pun bisa dioptimalkan sehingga pengunung tidak hanya menikmati sejuknya tukad Unda juga bisa melihat payung-payung yang ditatah dengan tangan-tangan terampil. TUKAD UNDA MEMBERIKAN nuansa tersendiri dalam kehidupan. Airnya yang bening perlu tetap dijaga sepanjang musim. Keseimbangan antara hulu dan

BPM-ist

hilir selalu diusahakan hingga tukad Unda memberi hening pada jiwa-jiwa yang melintasnya. Tukad Unda teruslah berair sepanjang Bali masih menghormatimu sebagai Gangganya Bali. lIBW Widiasa Keniten

500 Meter, Ternyata Dua (2) kilometer…

lJam Karet Korupsi Jarak-Waktu DARI hari ke hari, pengertian korupsi terus berkembang seiring makin banyaknya cara dan peluang yang bisa digunakan untuk mengambil hak orang lain. Pengertian korupsi tidak hanya berlaku secara aktif-lebih kurang seperti tikusmengambil apa yang bukan haknya, namun juga bisa pasif, menunggu dan menerima. Hadiah, misalnya, bagi pejabat atau petinggi, bisa dikategorikan korupsi jika mengandung unsure gratifikasi. Padahal dulu, hadiah bahkan upeti

hal biasa, sebagai hak pelunggu bagi penguasa, Korupsi juga mencakup non materi, meski ini jarang disadari, seperti upaya manipulasi jarak dan penggerogotan waktu. BAGIAN yang terakhir ini tidak hanya dilakukan oleh seorang petinggi, bahkan tak harus oleh pegawai negeri. Tindakan ini hamper dilakukan oleh semua kalangan. Terlambat datang dalam suatu kegiatan, itu contoh umum yang membaut kita terbiasa dengan istilah “jam karet”, waktu bisa diulur-ulur, mulur-mumgkret, seenak udel. ANehnya, kita biasanya saling maklum, tersenyum simpul dan tertawa. BELAKANGAN, sering kita temukan sebuah plang nama penunjuk suatu kawasan, seperti pertokoan atau perumahan, yang mencantumkan kedekatannya dengan pusat kota. Misalnya, jarak dicantumkan 500 m, padahal setelah ditelusuri jarak itu hamper dua kilometer. Atau , jarak tempuh 15 menit dari pusat kota, padahal dalam situasi paling normal sekakalipun wakut tempuh bisa lebih setengah jam. Maksudnya membuat hal itu tentu supaya orang tertatrik berinvestasi. Tetapi tanpas disadari, telah terjadi manipulasi jarak dan waktu, alih-alih korupsi dengan jalan menipu. Waspadalah! lRaudal Tanjung Banua

BPM/ist

Ni Made Purnama Sari (Klungkung) Ni Putu Rastiti ( Badung) Ke Ubud Writer and Readers 26-31 October 2016.


NASIONAL

16

Minggu Umanis, 23 Oktober 2016

Aswatthaman Bunuh Anjanaparvan, Buat Ghatotkacha Marah

Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta

(Edisi Tiga Ratus Enam Puluh Delapan)

Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.

A S W A T T H A M A N memotong menjadi dua bagian pedang bengkok putra dari Ghatotkhaca, Anjanaparvan. Pedang itu sangat bagus karena dihiasi bintangbintang keemasan. Cucu Hidimva itu kemudian, oh raja, memutar sebuah gada dari emas. Dengan cepat Anjaparvan melemparkan gada itu kepada Aswatthaman. Putra Drona juga secara kilat memukul dengan panah-panahnya. Hal itu menyebabkan gada itu jatuh ke bumi. Sambil meloncat ke angkasa, Anjanaparvan mulai meraung seperti sebuah awan. Dari angkasa, dia menghujankan pohon-pohon kepada musuhnya. Seperti matahari menembus sekumpulan awan-awan dengan sinar-sinarnya, Aswatthaman kemudian mulai menyerang Anjanaparvan menggunakan panah-panah. Akibatnya, ilusiilusi yang diciptakan di angkasa itu dilemahkan dengan serangan senjata-senjata putra Drona itu. Dianugerahi energi besar, rakshasa itu sekali lagi meluncur ke bawah ke keretanya yang dihiasi emas. Dia saat itu keli-

hatan seperti sebuah bukit yang tinggi, warnanya indah dari logam keputih-putihan, yang muncul di permukaan bumi. Kemudian putra Drona membantai cucu Bhima itu alias anaknya Ghatotkacha. Aswathaman yang dibungkus sebuah baju zirah besi itu bahkan seperti Mahadeva yang telah membantai pada zaman dahulu asura Andhaka. Setelah melihat putranya yang perkasa dibantai Aswatthaman, Rakshasa Ghatotkacha menjadi sangat marah. Kemudian dia mendatangi putra Drona itu. Dengan tanpa takut-takut menyapa putraputrinya Saradwata yang gagah perkasa itu, yang kemudian menghabisi pasukan-pasukan Pandava, seperti sebuah kebakaran besar dan hebat. Ghatotkacha berkata, ‘’Tunggu, tunggu, oh putra Drona! Engkau tidak akan lolos hidup-hidup dariku! Aku akan membantai engkau, hari ini juga, seperti putra Agni membantai Krauncha.’’ Aswatthaman berkata, ‘’Pergilah, oh nak, lalu bertarunglah dengan yang lainnya. Oh engkau

yang memiliki keberanian seorang surgawi. Perang ini tidak pantas untukmu, oh putra Hidimva. Seorang ayah harus bertempur dengan anak. Aku tidak mempunyai dendam kepadapmu, oh putra Hidimva! Ketika kemarahan seseorang digairahkan, seseorang mungkin membunuh diri seseorang itu sendiri.’’ Sanjaya melanjutkan, Setelah mendengarkan kata-kata ini, Ghatotkacha dipenuhi kesedihan atas tewasnya putranya. Dengan mata merah seperti tembaga, putra Bhima ini mendekati Aswatthaman dan berkata, ‘’Apakah aku ini seorang pengecut? Oh putra Drona, seperti seorang yang tidak sopan saja engkau itu menakutnakuti aku dengan kata-kata itu? Kata-katamu tidak pantas diucapkan kepadaku. Sesungguhnya, aku telah diturunkan Bhima di keluarga terkenal. Aku juga seorang anak keluarga Pandava. Aku pantang mundur dari pertempuran. Aku seorang raja rakshasa. Kekuatanku setara raja berkepala sepuluh Ravana. Tunggu, tunggu, oh putra Drona! Engkau tidak

Bapak Bangsa-bangsa MELALUI Forum Kebudayaan Dunia ini, saya mengajak Anda semua untuk berurun rembuk. Bergotong royong pikiran dan gagasan, bagaimana tradisi dan budaya setiap bangsa membentuk jati diri bangsa. Terlebih dalam arus deras modernitas, globalisasi dan pasar bebas, maka bangkitnya kebudayaan dapat membawa pencerahan sekaligus gelombang perubahan yang berperikemanusiaan, penuh solidaritas, serta berkeadilan sosial yang berbasis pada penghargaan terhadap alam dan ekosistem. (Pidato kebudayaan, Megawati Soekarnoputri di World Culture Forum) ‘’Pidato yang cukup mengesankan di depan 1.307 peserta dari 63 negara yang mengikuti World Culture Forum 2016, juga 153 anak muda dari 35 negara sebagai peserta International Youth Forum, di Nusa Dua, Bali. Kalimat itu tidak ujug-ujug dilontarkan, karena istilah ‘gotong royong‘, mungkin akan membingungkan para peserta bila tanpa dijelaskan maknanya. Presiden ke-5 RI yang juga putri Ir. Soekarno, yang dalam pidato disebutnya Bapak Bangsa, memaparkan, ayahnya menggali Pancasila dari kandungan Pertiwi Indonesia. Pancasila merupakan sumber dari segala sumber budaya di nusantara. Pancasila yang kemudian menjadi weltanschauung atau pandangan hidup bangsa dan juga ideologi negara Indonesia, dikenalkan ke publik pada 1 Juni 1945 di hadapan anggota Badan Penyelidik Upaya Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Dari lima sendi, bila direnungkan atau diperas menjadi Trisila, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, Sosio Nasionalisme dan Sosio Demokrasi. Kalau diperas lagi jadi Ekasila merupakan inti terdalam dari falsafah hidup bangsa, yakni gotong royong. Ini adalah karakter dasar bangsa Indonesia yang dalam menyelesaikan segala hal selalu bekerja sama, baik secara fisik maupun psikis atau pikiran dalam bingkai musyawarah dan mufakat. Ini adalah hakikat kebudayaan sejati, bagi Megawati, sangat diperlukan dalam relasi antarbangsa di era globalisasi untuk masa depan dunia yang lebih baik,“ urai Rubag. “Kendati sempat ada yang

membuli atas tampilnya membuka dan berpidato di WCF 2016, mewakili Presiden RI, Joko Widodo, namun materi pidatonya mengesankan dia sebagai negarawan. Aku juga membaca teks lengkapnya yang bagiku mengagumkan. Megawati seakan menyambung lidah Bung Karno yang pernah mempromosikan Pancasila di forum dunia yakni di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-bangsa, 30 September 1960. Secara implisit dia mengatakan bahwa Pancasila bukan hanya sebagai alat pemersatu bangsa yang terdiri dari berbagai etnis, suku, agama dan tradisi, juga menghilhami persatuan bangsa-bangsa Asia Afrika di tahun 1950-an. Terbukti Konferensi Asia Afrika berhasil dilaksanakan di Bandung tahun 1955 yang kemudian menjadi cikal bakal Negara-negara Nonblok yang menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi I di Beograd, Yugoslavia tahun 1961. Pancasila menjadi jalan kebudayaan bagi bangsa Indonesia untuk terlibat dalam politik luar negeri bebas aktif seturut bunyi alinea 4 Pembukaan UUD 1945. Semangat konstitusi ini mampu menulari puluhan bangsa yang tergabung dalam Gerakan Non-Blok, di tengah kemelut ideologi internasional yang terpecah dalam dua kutub yakni Blok Barat dan Blok Timur. Dasa Sila Bandung yang dicetuskan dalam Konferensi Asia Afrika tahun 1955 dijadikan acuan agar tidak terseret dalam Perang Dingin yang menjurus ke Perang Nuklir,’’ papar Bakti Wiyasa. ‘’Mendengar paparanmu, sekilas aku ingat pidato Bung Karno di SU-PBB tahun 1960. Mungkin BK terusik dan merasa bising akibat Perang Ideologi Barat versus Timur, yang masingmasing pihak menganggap diri punya ideologi hebat untuk memakmurkan dan membahagiakan umat manusia sedunia. Ini membuat kedua blok berupaya membagi dunia menjadi dua kutub dan rebutan memengaruhi negara-negara kecil sebagai satelitnya, baik dengan bujukan maupun intimidasi. Filsuf Inggris, Bertrand Russel, saat itu dengan jemawa mengatakan bahwa seluruh umat manusia di dunia terbagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok menganut ajaran The Declaration of

Independence di bawah Amerika Serikat, yang lain menganut Manifesto Komunis di bawah Uni Soviet. Meski BK mungkin muak menyimak kesombongan Russel, dengan minta maaf sembari memuji Thomas Jefferson dan Marx yang menggagas kedua ideologi yang sebenarnya mulia, namun menyeret dua kelompok manusia dalam perseteruan dan saling ancam menggunakan senjata nuklir. Sejatinya, menurut BK, tidak semua manusia di dunia menganut kedua paham itu, karena pandangan hidup bangsa dan kebudayaan warisan leluhur mereka tidak sama dengan yang dimiliki liberalisme dan komunisme. Seperti Indonesia, kata BK, punya mutiara terpendam yang pernah membuatnya punya zaman keemasan ribuan tahun silam, bernama Pancasila, yang telah digali kembali setelah ratusan tahun ditutup lumpur imperialisme dan kolonialisme,’’ ujar Wahyudita. ‘’Benar, setelah memaparkan empat sila secara apik dan memukau, tatkala mengulas perihal nasionalisme yang kemudian menjadi ‘Kemanusiaan yang adil dan beradab‘, Bung Karno menjewer telinga para wakil negara-negara Barat yakni Eropa dan Amerika Serikat di SU-PBB itu. Nasionalisme Indonesia lahir karena kegetiran akibat penjajahan bangsa yang sebenarnya punya pemikir hebat, namun menjalankan imperialisme dan kolonialisme dalam politik kebudayaan mereka. Patriotisme yang anti-penjajahan tersebutlah melahirkan nasionalisme Indonesia, yang sebenarnya mewarisi sifat damai dan toleran dari para leluhur mereka. Jadi, nasionalisme Indonesia yang semangatnya menyelusup ke lima sendi Pancasila, sungguh berbeda dengan yang dikandung Declaration of Independence dan Manifesto Komunis. Para utusan negara Barat di PBB, kata BK, tidak pernah merasakan derita akibat penjajahan. Sejak lahir, hidup, dewasa, bahkan hingga mati, mereka merdeka. Malah ada bangsa Barat yang menganut nasionalisme Chauvinistik, menganggap bangsanya sangat super lalu agresif mengekspansi negara-negara lain sebagai penjajah, baik untuk tujuan ekonomi maupun politik. Lalu BK

mengatakan, nasionalisme di Barat adalah kakek dari imperialisme yang bapaknya adalah kapitalisme. Hebat, Bapak Bangsa ini!’’ komentar Sudiantara. ‘’Bukan hanya Bapak Bangsa Indonesia, Bung Karno bagiku adalah Bapak Bangsa-bangsa! Perjuangannya bukan untuk bangsa kita saja, namun seluruh umat manusia lewat Pancasila, menuju kemanusiaan yang adil, makmur, bebas dari segala bentuk penjajahan. Di SU PBB, dia selalu menyebut bangsa-bangsa Asia Afrika dan Amerika Latin, yang pernah diundang hadir di KAA Bandung tahun 1955. Malah dia gigih mengupayakan agar Tiongkok diterima jadi anggota PBB, kendati ada pihak-pihak yang bersikukuh menentang dengan dalih, Cina sudah diwakili Taiwan nasionalis. Bila dipikir-pikir, pidato Megawati Soekarnoputri di WCF (10/10) adalah metamorfosa dari pidato BK di SU PBB pada 30 September 1960. Sebab, kebudayaan tanpa kita sadari telah dijadikan alat penjajahan yang melahirkan hedonisme, konsumerisme dan apatisme, maka Megawati mengusulkan agar kebudayaan berbasis tradisi dan warisan leluhur yakni Pancasila harus dibangkitkan untuk mengantisipasinya. Sebab, Pancasila bila direnungkan juga bersifat universal. Jadi sangat mengagumkan kalau Presiden ke-5 RI tersebut menutup pidatonya dengan imbauan. Jalan kebudayaan itu sebaiknya dipilih untuk terciptanya tatanan dunia baru yang terbuka dan berkelanjutan. Suatu dunia yang sehat dan aman! Suatu dunia yang setiap orang dapat hidup dalam suasana damai, adil di mana kemakmuran dapat dirasakan setiap orang. Juga tempat kemanusiaan mendapat kejayaan yang penuh atau dunia sebagai taman sari kebudayaan bangsa-bangsa,’’ ujar Gus Sudiksa. (aridus)

akan lolos dariku hidup-hidup. Aku hari ini akan menghilangkan keinginanmu bertarung.’’ Setelah menjawab kepada Aswatthaman, rakshasa perkasa itu dengan mata merah seperti tembaga menyerbu putra Drona itu. Seperti seekor singa melawan seekor pangeran gajah-gajah. Dan Ghatotkacha mulai menghujani banteng di antara prajurit putra Drona itu panah-panah yang berukuran aksha dari kereta perang. Pertempuran itu tampak seperti sebuah awan mencurahkan aliran air hujan. Putra Drona, dengan panah-panahnya sendiri, menahan hujan anak-anak panah

Ghatotkacha sebelum mencapai dirinya. Pertempuran itu tampak terjadi langit, antara panahpanah sakti. Sepanjang malam membuat langit bersinar gemerlapan memunculkan percikan-percikan api. Penyebabnya terjadi benturan senjata-senjata. Seolah-olah ada kunang-kunang yang jumlahnya sangat banyak. Mampu menghilangkah ilusi yang dimunculkan Ghatotkacha, putra Drona itu merasa bangga dengan keberaniannya. Dengan memainkan ilusi, Ghatotkacha sekali lagi membuat dirinya sendiri menghilang. (bersambung)

Sloka 10.21 Adityanam aham vishnur jyotisam ravir amsuman maricir marutam asmi nakshatranam aham sasi Di antara para aditya Aku adalah Wisnu, di antara cahaya aku adalah sang Surya yang terang benderang, di antara marut aku adalah Marici, di antara bintang bintang Aku adalah sang Rembulan.

LPD Tak Bisa Disamakan dengan Lembaga Keuangan Lain

Denpasar (Bali Post) Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Bali memiliki karakteristik tersendiri sehingga tidak bisa disamakan dengan lembaga keuangan lain. Itu sebabnya, LPD bergeming ketika pemerintah pusat berulang kali mengeluarkan regulasi maupun SKB 3 Menteri di bidang perbankan. Dalam hal ini, agar LPD mengubah bentuknya menjadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) atau koperasi. “Karakteristik LPD Bali itu berbeda. Dia lahir melalui SK Gubernur Bali dan hukum adat di masing-masing desa adat. Kedua, LPD itu memiliki fungsi yang berbeda dengan lembaga keuangan lain. Walaupun sama-sama mencari untung, namun setelah itu dia memiliki misi yang berbeda,” ujar Ketua Lembaga Pemberdayaan (LP) LPD Bali, I Nyoman Arnaya, yang ikut dalam rombongan studi banding Pansus Revisi Perda LPD DPRD Bali ke Sumatera Barat, Jumat (21/10) lalu. Arnaya menambahkan, tugas LPD adalah menjaga adat, budaya dan Agama Hindu. Sementara lembaga keuangan lain, tidak ada yang mengambil tugas sejauh itu. Apalagi, Bali membutuhkan biaya yang sangat besar untuk menjaga adat, budaya, dan agama. Di sinilah patut disyukuri, Bali pernah memiliki Gubernur Prof. Ida Bagus Mantra yang

dulu menggagas LPD di Pulau Dewata. “Beliau sudah sangat jauh memandang Bali itu ke depan membutuhkan biaya yang besar terhadap hal itu. Maka, dibentuklah satu lembaga keuangan di tingkat desa adat sehingga nantinya desa adat itu diharapkan paling tidak, mampu mandiri dalam pembiayaan adat, budaya, agamanya melalui LPD,” jelasnya. Arnaya mengakui, masih kokohnya LPD sampai saat ini tidak lepas dari perlindungan pemerintah daerah baik eksekutif maupun legislatif. Di samping hukum adat, pemerintah daerah juga membuat Perda dan Pergub sebagai payung hukum LPD. Berbeda dengan Lumbung Pitih Nagari di Sumatera Barat yang kini banyak berubah menjadi BPR lantaran dibiarkan oleh pemerintah setempat. “Pemerintah melepaskan begitu saja LPN, disuruh silakan memilih sesuai kemauan

masing-masing. Berarti kan perlindungan dari pemerintah di sini sama sekali tidak ada. Nah sementara kita di Bali, pemerintah ini yang kuat, DPRD kuat, pemerintah kuat, kita tidak boleh berubah karena tidak akan cocok,” tegasnya. Ketua Badan Kerja Sama (BKS) LPD, Nyoman Cendikiawan, mengatakan, Bali harus tetap mempertahankan karakteristik maupun nama LPD sesuai aslinya. Dari segi historis, mengubah LPD berarti tidak menghormati pendiri LPD maupun tokoh-tokoh LPD terdahulu. Dari segi ekonomis, mengubah LPD juga akan memerlukan biaya yang sangat besar. “Ketiga dari segi psikologis, tentu ini juga karena LPD kan 32 tahun sudah mengakar. Orang sudah tahu bahwa ini LPD Bali. Kalau itu diubah lagi, secara psikologis masyarakat Bali akan sangat terpengaruh,” imbuhnya. (kmb32)

BPM/udi

TEATRIKAL - Mahasiswa GMNI Banyuwangi menggelar aksi teatrikal menolak tambang di depan Pemkab Banyuwangi, Sabtu (22/10) kemarin.

Mahasiswa Desak Pemkab Cabut Izin Tambang Emas Banyuwangi (Bali Post) Gerakan mahasiswa menolak tambang emas di Gunung Tumpangpitu, Pesanggaran, Banyuwangi, muncul lagi. Kali ini, mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Banyuwangi menggelar teatrikal tolak tambang di depan Pemkab Banyuwangi, Sabtu (22/10) sore kemarin.

Dalam aksinya, mahasiswa mendesak izin tambang emas dicabut, lalu fungsi hutan lindung yang dijadikan tambang dikembalikan lagi. Aksi dimulai sekitar pukul 16.30 WIB. Mereka membawa sebuah baliho, isinya menyerukan perlawanan pertambangan emas di selatan Banyuwangi ini. “Akibat tambang, hutan lindung di

Tumpangpitu rusak. Padahal, itu menjadi paru-paru dunia,” kecam Ahmad Alfian, koordinator aksi. Menurutnya, pertambangan emas sangat berisiko bagi masa depan lingkungan di sekitar tambang. Tak hanya lingkungan, kata Alfian, pertambangan emas belum memberikan kontribusi ekonomi secara merata ke warga. Karena itu, pihaknya mendesak Bupati Banyuwangi menampung aspirasi warga untuk mencabut izin eksplorasi tambang emas. Termasuk mengusulkan pencabutan SK Menteri Kehutanan terkait alih fungsi hutan lindung di Tumpangpitu. “Kami akan terus menggelar aksi menolak tambang, termasuk mendampingi warga melakukan gugatan terkait izin tambang emas,” tegasnya. Menurut Alfian, sesuai UUD 1945,

bumi, air, dan isinya dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat, bukan untuk dikuasai investor. Apalagi, sempat terjadi banjir lumpur di pantai Pulau Merah akibat pertambangan. Selama aksi, mahasiswa menggelar teatrikal yang cukup menyentuh. Isinya, mengisahkan bumi yang sakit, menangis akibat dicabik-cabik investor. Bumi yang sakit ini disimbolkan dengan sebuah pocong yang penuh darah. Mereka juga membakar kemenyan sebagai simbol mengusir aksi pertambangan yang dikelola oleh PT Bumi Suksesindo (BSI) tersebut. Aksi kali ini menarik perhatian pengguna jalan yang melintas. Meski berlangsung damai, aksi demo ini mendapat pengamanan ketat aparat kepolisian. Aksi demo menolak tambang emas tak

hanya kali ini terjadi. Sehari sebelumnya, mahasiswa dari Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Banyuwangi menggelar aksi jalan kaki sejauh 60 KM, start dari depan Pemkab ke lokasi tambang. Aksi ini juga menolak

kegiatan tambang emas di Tumpangpitu. Aktivitas tambang emas di Gunung Tumpangpitu mulai beroperasi sekitar tahun 2012. Awalnya, dikelola PT Indo Multi Niaga (IMN). Setelah itu, hingga kini dikelola

oleh PT Bumi Suksesindo (BSI). Ditargetkan, proses produksi dimulai awal Januari 2017. Kawasan ini juga ditetapkan sebagai objek vital nasional setelah terjadi kerusuhan massal 2015 lalu. (kmb30)

Minggu, 23 Oktober 2016 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana Hubungan Anak & Orang Tua Menciptakan Surga di Bumi (4) 06.35 Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07.35 Sehat & Bugar 08.00 Klip Anak 08.35 I Got It 09.05 Taman Sari TK Widya Shanti Bhuana 09.30 Belajar Menggambar

10.05 Education On Bali TV 10.30 Lila Cita Sanggar Sekar Alit Sibang Kaja (1) 11.30 Dunia Otomotif 12.00 Puja Trisandya 12.05 Dharma Wacana Hubungan Anak & Orang Tua Menciptakan Surga di Bumi (4) 12.30 Traventure 13.00 Wirasa 13.30 Lejel Home Shopping 14.30 Tembang Bali 15.30 Education On Bali TV 16.05 Harmoni Bali

17.05 Dunia Kita 17.30 Gita Shanti 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.00 Banjar Bali Quiz 19.30 KRIS 20.00 Samatra Artis Bali 21.00 Folksong 21.30 Ajeg Bali 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Lila Cita Tari & Arja Peguyuban Tegal Kerta (3) 23.00 Lila Cita Calonarang Desa Satra - Klungkung (2) 24.00 Closing


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Minggu Umanis, 23 Oktober 2016

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) � Jakarta � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) � Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) � Surabaya : (031) 5633456 � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA � Email: pembacabalipost@gmail.com � Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 � Discount Up to: 10% Pembayaran dgn Kartu Kredit BNI Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � Tarif iklan Mini/Baris

Dicari Tukang Las Teralis Hub.Gusti : 081 2380 6901

A.BP.001.10.16.0001535

Dcr Staff Notaris Laki2 S1 Hukum,Pengalaman Min.1 Tahun CV:rismasata@gmail.com

A.BP.001.10.16.0001466

Bth Terapis Wnt min 18th di Beachwalkmall,SMK/Sdrjt.Pglm/ Tdk Gji&Tunj.Rosy 085737461171

B.BP.004.10.16.0000754

Dcr Pembantu Wanita Tinggal Dalam Max 25Th, 081999231246

A.BP.001.10.16.0001531

Dcr Accounting SMK/Kuliah Akuntansi 081238391181/721956 personalia_pt.cintya@yahoo.com

A.BP.001.10.16.0001442

Dibthkan Segera Bartendress & Steward u/Rest.Bawa Lam ke PT. Balinesia,Jl.Kayu Aya No.104X Seminyak Tlp.(0361) 738720/21

A.BP.001.10.16.0001390

!!!Kpl Pesiar-Costa Cruise Line req: all position: Restaurant, Bar,Kitchen & Housekeeping. PT Piramid jl Jayagiri VII/12B Renon,Phn:0361-226636/226736.

A.BP.001.10.16.0001234

!!!Urgent Dcr Staf Admin diutamakan penglman,single,intrview Jl.Tk.Yeh Aya 105,081239557460

A.BP.001.10.16.0001512

!Cari!Sopir&Pegawai Laundry! Di Sanur!Mess&makan!085102077800! A.BP.001.10.16.0001485

A Brand New Luxury Living in Kuta Utara Opening Team:Housekeeping,Bartender,Waiter/ess, FO,Engineering.Submit Your CV to:Sand Beach Luxury Living Jl. Serangan No.3 Pengubengan Email:tikakurnia1991@gmail.com

A.BP.001.10.16.0001018

Admin IT Wnt Jimbaran 4Jt/Bl jebamatren@gmail.com

B.BP.004.10.16.0000752

Dbthkn 1 Org Marketing P.Belitung 44 Dps Hub:081916484755

A.BP.167.10.16.0001357

Dbthkn Pembantu RT Gn.Soputan Lepas,Krja Flex 081333000279

A.BP.001.10.16.0001496

Dbthkn krywn Toko utk Level 21 Mall(Bali), pria/wanita max.27 thn,min SMA,pnglmn&pnmpln mnarikInfo Hub:087887507233/ email ke hrd@coogeekids.com

Dcr Karyawati Toko Perak di Lt2 Shopping Mall Seminyak Village Hub:085739912100

A.BP.001.10.16.0001263

Dcr PRT Tdr dalam Jl.Nangka Kenari II/4 Dps Hp081237136555

A.BP.001.10.16.0001497

Dcr SD SMP SMA Banyak utk Peg.Salon&Spa akan dilatih/ Training Hub:081237776706

Dcr sopir gas elpiji u/jualan Dicari Segera House Keeping langsung(ngampas)081916311676 for A Bar @ Ubud 081237183707 A.BP.001.10.16.0001523

Dcr tkg sablon(laki2)Garment Jl.Patih Nambi 7A,085103008088

A.BP.001.10.16.0001524

Dcr: PRT utk pribadi & tdr dlm max usia 30th H: 081805422850

A.BP.001.10.16.0001509

A.BP.001.10.16.0001507

Dcri Krywati bs Komputer utk JFC Blahkiuh Hub.082340033888

A.BP.001.10.16.0001153

A.BP.001.10.16.0001180

B.BP.004.10.16.0000715

Dicari Staff Accounting untuk Perusahaan PMA yg Brpengalaman 0361-4490319 & 082134356114 A.BP.001.10.16.0000982

Dicari Tenaga Menicure Pedicure Berpengalaman Wanita Max. 35Th Kirim CV ke Jl.Teuku Umar 65D Tlp.0361 221663

Garment Seputar Penatih Butuh Tkg Jahit Bs Potong 0811396025

A.BP.001.10.16.0001332

Hotel di Payangan cari Engineering/Maintenance,pria umur 2030Th.Kirim CV,Lamaran Segera ke rijasaagung_hrd@yahoo.co.id

B.BP.004.10.16.0000755

Housekeeper Girl for New Hostel in B, Bolong Exp min 1 year. will Cook Breakfast.Speak English.Age max.24.Not livefar from Canggu.English CV to hostelcanggu@gmail.com

International Businessman Looking for a mail PA for his Villa,Excellent English Speaking &Writing,Computer Skills,Driving Car&Bike,Experience in Sourcing and Intelligent Solutions.CV with Photo only for Man office@paradise-realty-ltd.com

A.BP.001.10.16.0001388

Kumara Sakti Resort-Ubud Butuh Cook(2org),Spa Therapist(2org) Syarat: Pengalaman Min 1Th,Min SMU, bs mulai Segera.Lamaran ke Kumara.Jl.Suweta-Ubud/0361974656/hrd@zenjiwaraga.co.id

A.BP.001.10.16.0001475 Dcr SPG Butik bsInggris Brpglm B.BP.031.10.16.0000742 WA081238196366 HP081556673207 Dicari PRT Tinggal Dalam,Gaji Dcr 4 Org Security Sertifikat A.BP.001.10.16.0001506 Bersih.H.081338726616 B.BP.166.10.16.0000819 u/Htl di Seminyak Fas:Gj.UMK, B.BP.004.10.16.0000804 Dicr Manager & T.Serabutan u/ Dcr Sgr Arsitek unt Perusahaan Trnsport,BPJS Tk,BPJS Kes,THR A.BP.001.10.16.0001473 Dibutuhkan Staf Gudang & Supir R.Makan Hub. 085100431777 Design Interior Lok Jimbaran A.BP.001.10.16.0001488 Krm lam ke Jl.Padang Griya 12 Childcare Centre in Seminyak Kirim Lamaran ke Jalan Imam A.BP.001.10.16.0001511 Krm CV ke:sdi.hrddep@gmail.com B.BP.145.10.16.0000759 Padang Sambian T:085100433449 Needs Assistant Teacher and Industri Export Perikanan Dcr B.BP.101.10.16.0000749 Bonjol No.471 / Tlp.0361-484120 Dicr Marketing Gaji 2,7 Bonus A.BP.001.10.16.0001484 Prsh Txtl Cr Sgr Adm Stck Pria Operational Manager Experience B.BP.004.10.16.0000670 S1 Acc Pajak L/P Umur Max.40Th Dcr Sopir SIM A dan SIM C Jln. Dcr Accounting SMA/SMK Jln. 10Jt,Cleaning Service SebanyakDicari Apoteker dan Asisten in the same Position is a must Pengalaman Min.3 Th.Krm CV via /Wnt,Min.SMA/SMK,bs Kmpt (Ms. Sehati No.9A Hub:0361 723777 Sehati No.9A Hub:0361 723777 Advance English both Spoken/ A.BP.001.10.16.0001416 Apoteker Hub: 081236311671 nya Hb.081999414577/0361766444 Email:hrd@balinusawindumas.com Off) Lam PO.Box 3285 Dps Bali A.BP.001.10.16.0001415 A.BP.001.10.16.0001420 A.BP.001.10.16.0001440 A.BP.001.10.16.0001391 Dcr Sopir,Sales utk Dist.Micol Written.Send Your CV to: A.BP.001.10.16.0001427 Dcr Admin Gdng(Wanita),MenguaDicr PRT Tidur dlm utk Pribadi Dicari House Keeping&Bartender Tropical Group Looking for: assistme01@gmail.com Hub.0361-721873 Industri Export Perikanan Dcr sai Microsoft &Brpnglaman + SPG B.BP.145.10.16.0000761 Hub.081236801010/085953882753 A.BP.001.10.16.0001489 Ketupat Rest Jl.Dewi Sri Security (SIM A,C).Send CV: S1 Semua Jurusan Marketing mnguasai Komp.(punya Kend.Sdr) Cr SPG,Sopir,Finishing Meuble A.BP.001.10.16.0001453 Dcr Srbtn Tgl Dlm,SMK,TI/Elect 0811392894/0361-758969 corp-hrm@tropicalgroupbali.com Executive L/P Max.40Th,Inggris, Lamaran ke:Toko Gayathri Dupa Min.SMA/Diploma,Hb:Karya Subur Dicr Sopir+Pegawai+Tukang B.BP.154.10.16.0000821 /Sdrjt,Nyetir(+) 08113854405 corp-hrd@tropicalgroupbali.com Aktif, Peng.Min.3Th Krm CV ke: Wangi-Jl.Gatsu Timur 85XX Gj.2,5Jt 08123881899 Etalase Pglman, 081915707322 Email:hrd@balinusawindumas.com A.BP.001.10.16.0001525 Dicari PRT Pulang Pergi Jam Ph:0361-775211 Kav.IV-Denpasar (0361-239980) A.BP.001.10.16.0001483 A.BP.001.10.16.0001504 Dcr Staff Accounting S1 Brsdia A.BP.001.10.16.0001493 B.BP.101.10.16.0000809 Kerja 7pagi-12 siang Seminggu A.BP.001.10.16.0001429 Cr Supervisor&Tng Cuci Laundry Dicr:Surveyor Ex.Min Gdg Tkt 5 Dcr Akunting,Marketing u/di Ditmpatkan di Perkebunan Jambi Tropical Rest Looking for:Rest3x Hub.08126402958/ PT.Astra Intl Tbk-Honda Cabang Pglm,Gj+Bns,Lok Dps 0818343214 Lt,Pelaksana,Single,Min.D3StrukPdg.sambian Batubulan Hub.08123636725 CV:rismasata@gmail.com aurant Mgr/Spv,Sous Chef,RecepA.BP.001.10.16.0001526 Batubulan.bth:Bag.Mrktng Min. A.BP.001.10.16.0001498 tur,Ex2Th,Sopir Max 40Th,Min A.BP.001.10.16.0001275 A.BP.001.10.16.0001467 tionist,Waiter/ss,Cook Send CV Dcr Admin/Cust.Service Wnt Pen SMA Sdrjt ,Usia Max.28Th Dcr Bnyk Sopir utk Pabrik Roti Dcr Tkg potong kain berpengala- Dicari Pembantu Rumah Tangga SMA,Bisa Manual&Matic,Tdk Mero:corp-hrm@tropicalgroupbali.co Menarik SMA Klinik Skincare Gj Diatas Rp.7Jt/Bln,Asuransi Gaji Bersih 1Jt Tidur Dalam kok Hub.082339930603,Email:hrd dan Waitress utk Cafe Areal man utk Garment Hp085100050706 m/corp-hrd@tropicalgroupbali. Jl.Tkd.Pakerisan 75 Panjer Kesehatan,Jenjang Karir,Hub: Telp.081999886723 .kontraktorbali@gmail.com Sanur&Uluwatu Hub:081999057909 com.Ph:0361-775211 Email:hrd@buddhawear.com 081236040398 081936052441/081236332614

Bth Segera Tk.Jahit u/Garment di Canggu Brawa(Gaji+Bonus+ Uang Harian) Hub:082247790029

B.BP.804.10.16.0000784

A.BP.001.10.16.0001257

A.BP.001.10.16.0001258

B.BP.001.10.16.0000795

B.BP.101.10.16.0000810

MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post Wagon GS’15 Putih+G.Touring’13 Rmh 2Lt onegate Scurity 24 Jam DAIHATSU DIJUAL RUMAH Taft GT 4x4’90 Pjk Br,Ban 31 Inova’14Pth BsTkr,085100856999 **Rmh mnls Lok Dps Lt 104 Jl 6 LT150m2 DktMasjid BM MM,LinkAsB.BP.141.10.16.0000815 ri Jl8m,08179785354 BsTTMblBUC BodyMls,MsnOk H.63 08123604864 mtr H.650jtNego H.081238993051 A.BP.001.10.16.0001527 TOYOTA B.BP.166.10.16.0000817 A.BP.001.10.16.0001516 Sirion 2012 Putih Mulus Kjg Super’89MerahHati Ori Ttl DISEWAKAN RUMAH *Rmh Lt2 T160/100 Ling elit Jl Terawat Asli Bali 087862977999 AC Dingin 33Jt,081239600292BUC 5Mtr Bns AC Carpt,081238993051 Dikon Rumah Jl.Tkd Irawadi No A.BP.001.10.16.0001505 A.BP.001.10.16.0001534 A.BP.001.10.16.0001517 Agya TRD S Manual Th2014 Hitam BUC R.Dalung LT161,LB110 Dp10% 11 Panjer Hub.085237823545 HONDA A.BP.001.10.16.0001521 Tgn 1 BUC,087862270180 Brio E Satya’14 pth KM4Rb brg Krd Bng12% Hub:081338183031 Disewakan Rmh Grs Dpn Poltabes A.BP.001.10.16.0001492 A.BP.001.10.16.0001115 bgs asDK smst br,081237326994 Gg.Menuri IV/I HP:081338688681 Yaris S’08 AT Silver Brg Prbd Rmh Baru Bgs Asri Stgs Kota A.BP.001.10.16.0001515 A.BP.001.10.16.0001389 Bs Tkr Mbl Splash,087860856999 Dps,Jl.KeboIwa Sltn,170m/150m SUZUKI B.BP.141.10.16.0000814 Disewakan Rmh Terletak di Jl. 2 unit.Ruko di Gianyar Hdp Karimun’2001 Bagus Rp.54Jt Neptunus No.12 H.0818333919 DICARI MOBIL Timur.Tnh di A.yani Kota Dps A.BP.001.10.16.0001247 Hub:087860002341 Pribadi Cr Mbl:Avanza,Xenia,Rush,Yaris 1,8Are Hub.0811396569 Bisa TT Dkont.Rmh Jl.Moh Yamin V/8 Lt2 B.BP.141.10.16.0000816 A.BP.001.10.16.0001502 Jaz,dll,Cas/O.Krd,085100880349 APV Maven 05 AsBal Silver OriB.BP.164.10.16.0000797 Jl.Gn.Talang Dps LT.1,5A,4KT 4KT2KM,Dpr,RT,Grs,081337230088 Tnh 1A Jl.Raya Padonan Canggu A.BP.001.10.16.0001436 ginal L/D BsTT Mtr,08563801661 3KM,Garase 1,4M H.081338708444 Komp.Villa 082146249472 A.BP.001.10.16.0001495 A.BP.001.10.16.0001363 A.BP.001.10.16.0001341 DIJUAL VILLA DIJUAL TANAH Ertiga GX Biru Met AsDK’13, MT Kargo dpn Citraland lt2 1,3Are Tnh Nempil 250Jt/A,Jl.Besakih BUC Villa Canggu LT250,LB150 Tnh Kvl Di Mengwi 60Jt/A & Smst baru Ass All 081214821888 Dp 10% Krd 12% Hb.081338183031 3KT4Kmgrs 1,3M IMB081246060170 95 Jt/A Bs Kredit 087862450004 PondokCitra Pmogan 08123871809 A.BP.001.10.16.0001513 B.BP.166.10.16.0000818

A.BP.001.10.16.0001112

Jl Cpt Escudo 2.5 Mnl DK Asli BUC Villa Jimbaran LT340,LB180 Rmh Tngh Kota OneGate Jl PertaDps,081238151929/085792551798 DP10% Krd 12% Hub:082236881191 ni 2Lt DpnPsrSanglah4723729BUC A.BP.001.10.16.0001423

A.BP.001.10.16.0001114

A.BP.001.10.16.0001530

A.BP.001.10.16.0001445

A.BP.001.09.16.0001742

A.BP.001.10.16.0001004

A.BP.001.10.16.0001520

BIRO JASA

DIJUAL MOBIL

DIJUAL MOBIL

KONTRAKTOR

BIRO JASA

DIJUAL MOBIL

DIJUAL MOBIL

SALON

BIRO JASA

SERVICE

DIJUAL MOBIL

SERVICE

SERVICE

DIJUAL MOBIL

SERVICE

A.BP.001.10.16.0001501

2A Jl.Buana Raya Dps Masuk 20m 650Jt/A H.081338708444

A.BP.001.10.16.0001362

BUC Tanah 2,16Are Jl.Pidada II Ubung Dps 650jt/A,08155741999

A.BP.001.10.16.0001447

Dijual Tanah di Sembung-Mengwi 150Jt/are Nego 081239013392

A.BP.001.10.16.0001438

Dijual Tnh Jl.Antasura Pinggir Jln Ls.250m Hub.081233643845

A.BP.001.10.16.0001434

Djl Tanah Kav Padang Galak, 08133711202,082340016498

A.BP.001.10.16.0000172

Jl Rmh 2A 30m Utm Jimbaran+Kavlingn082146168838/087761380099

A.BP.001.10.16.0001411

Jl Tnh 2Are per Are 350jt Nego Trenggana Penatih 081246887680

A.BP.001.10.16.0001500

Jl Tnh di Ungasan 1,1Are H.300 !!!Petitenget Seminyak 7A dkt Jual Rugi 1-2A Sempidi Tegeha Jl5m Pav 350JtNgo,081337332121 pantai Kamp Bule 081338977777 JtNg Sampe Diel H:081338993838

ARSITEKTUR

RUPA-RUPA

**Tnh 1A,270Jt/A BudukAbianbase Jl6m,081238920022/081237666809

A.BP.001.10.16.0001304

2,5A Baha Mengwi Bdng Jl.Induk dpt 2 jln cck gudang/usaha 275jt/Are BUC Hub.087862227168

DISEWAKAN TANAH RUPA-RUPA Disewakan/Dikerjasamakan untuk SIUP PAJAK Tax Amnesti SPT Th usaha Lahan 480m2 By Pass NPWP PasportHP.081.338.344.155 A.BP.001.10.16.0001519 A.BP.001.10.16.0001067 Kav Taman Pancing dan Tumbak Padanggalak Sanur,088216271184 B.BP.004.10.16.0000796 Simpanan 100jt Bunga 8%/Tahun Bayuh Hub.081337327078 Dkont Tnh 20A timurnya Shorom A.BP.001.10.16.0001514 Daihatsu Sanur Hb.081338318351 jangka waktu 3thn langsung dpt Tnh 11Are diWerdi Buana Mengwi A.BP.001.10.16.0001522 Scoopy gratis H.081337380202 &9,70A diPanca Sari08170081688 A.BP.001.10.16.0001518 DIJUAL RUKO A.BP.001.10.16.0001426 KEHILANGAN BUC Ruko Dps LT86 ,LB98 L5x10 DISEWAKAN TOKO DP10% Krd12% Hub:082236881191 Hilang Buku Kir DK 9422AC Over Toko Plastik Sudah Jalan A.BP.001.10.16.0001113 a.n. PT .Segara Sari Bali Daerah Pemogan H:082169279934 Dijual Ruko 2Lt+Rmh 2Lt Ahmad A.BP.001.10.16.0001510 A.BP.001.10.16.0001404 Yani Utara Dps BU KURSUS Hub.085792225555 DIJUAL GUDANG A.BP.001.10.16.0001353 **Fun Private English**Simple Jual Gudang Lt2,3 KT @KM Ruko 4Lt Tbn,Psran 1,8M Dijual Conversation Hub:081236414568 Dlm L 17,2Are Lok Kukuh Nilai BU 1,5M Ngs/dDeal,085338259869 A.BP.001.10.16.0001528 Afresel 3M(Obral 2,5M) dan A.BP.001.10.16.0001503 PELUANG USAHA Toko Bangunan Lok Baha Mengwi Profit Harian Fee 2% Modal Mli RUPA-RUPA L 20 Are H.4,5M,Sejumlah KavPengantin Hijab&Dekorasi 8-12 500Rb.SMS”PETUNJUK”T:082385935 ling Lok Tabanan Berminat Nego Goyang BUC Hub.081239617034 mtr 4,5Jt Wil Dps,085101973464 722, www.biogermanykita.com B.BP.155.10.16.0000807

A.BP.001.10.16.0001487

B.BP.004.10.16.0000803


18

REKREASI

Minggu Umanis, 23 Oktober 2016

Pertanyaan Mendatar

2

3

Air Terjun Bunutin

9

BANGLI memiliki banyak air terjun yang menawan. Selain air terjun Kuning di Desa Taman Bali dan air terjun Tukad Cepung di Desa Tembuku, ternyata masih banyak lagi air terjun menawan lainnya yang cukup menarik untuk dikunjungi. Salah satunya air terjun Bunutin. Sesuai namanya, air terjun Bunutin berlokasi di Desa Bunutin, Kintamani. Untuk mengunjungi air terjun ini, lokasinya tidak terlalu sulit untuk dicari. Sebab di pinggir jalan raya

di Desa Bunutin sudah terpampang sebuah papan petunjuk yang menunjukan lokasi air terjun ini. Hanya saja untuk bisa mencapai lokasi air terjun Bunutin, pengunjung harus menyiapkan tenaga yang cukup. Karena belum ada akses jalan setapak memadai yang bisa dilalui, pengunjung harus melewati perkebunan jeruk warga dan lahan tegalan yang berjarak sekitar 300 meter. Namun, setibanya di lokasi, semua rasa lelah pengunjung akan terbayarkan oleh

indahnya pemandangan air terjun yang masih sangat alami. Airnya yang sangat jernih dan hijaunya tanaman di sekeliling air terjun membuat siapa pun yang berkunjung akan betah dan nyaman berlama-lama di air terjun ini. Akan tetapi, bagi pengunjung yang ingin berendam di sekitar air terjun harus sedikit berhati-hati. Sebab, menurut informasi di sekitar lokasi air terjun terdapat pasir hisap yang cukup berbahaya jika diinjak. Perbekel Desa Bunutin

11 13

7

12

14

15

16

17 18

19

20 22

26

21

23

24

25

27

28

32

29

33

35

36

30

31

34 37

38

39

40

41

42

KUPON TTS No.269 Ketentuan Menjawab

Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 269 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/ Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 29 Oktober 2016. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 6 Nopember 2016. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga ( 2 dewasa + 2 anak ). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Jawaban TTS No. 267 1. Vakansi 4. Kenduri 7. Imortal 8. Semut 10. IUD 11. MEE 12. Alokasi 14. Niagara 15. Sederhana 20. Kriptolog 24. Simedne (Endemis)

Made Subrata mengatakan, air terjun Bunutin selama ini sudah cukup banyak didatangi pengunjung. Hanya saja karena belum dikelola, diakuinya hingga saat ini jalan untuk menuju lokasi air terjun belum memadai untuk dilalui. â&#x20AC;&#x153;Jalannya masih agak terjal dan belum tertata,â&#x20AC;? ujarnya. Terkait hal itu, Sub-

6

10

Mendatar

Tawarkan Keindahan Alam yang Masih Alami

5

8

Menurun: 1. Pembatalan 2. Orang yang sangat miskin 3. Serong; menyeleweng 5. Campur aduk: kacau 6. Penyakit infeksi usus 7. Seroja 8. Perekat kertas 12. Ultra sonografi 14. Orang Tua (Inggris) 16. Gerak memukul-mukulkan sayap 19. Borgol 20. Kota berwawasan pertanian 21. Bunyi burung 23. Lekuk keris 26. Kejam atau kurang ajar 27. Sisa hasil produksi 30. Sudah (Bali) 31. Rumah Raja 33. Pengencer cat 37. Racun rokok

4

SPT2016

1. Usaha untuk mengembalikan nilai uang ke nilai sebelum inflasi 4. Bercak putih pada kulit 9. Kawat untuk mengatur arus listrik 10. Lugu 11. dibalik; Pajak atau bea masuk 13. Merah tua (Inggris) 15. Sedih (Bali) 17. Lorong 18. Mencampur (Bali) 20. Terlepas dari tempat semula 22. Mahir 24. Makanan dari kedelai 25. Jenis musik/lagu 26. Empedu (Inggris) 28. Perahu kecil 29. Tulen 32. Sedikit dalam pemakaian 34. Tempat suci 35. Tempat menarik uang 36. Musik pembuka 38. Irama 39. Senpan mesin 40. Lompatan (Inggris) 41. Perahu besar 42. Loyo: kekeurangan tenaga

1

TTS Bali Post

25. Overlap 27. Nol 28. Uma 29. Ruang 31. Ofensif 32. Teratai 33. Riwayat Menurun 1. 2. 3. 4.

Varises Krida Serakah Kulminasi

5. Due 6. Istilah 8. Selaput 9. Metanol 13. Lie 16. Dermaga 17. Rendang 18. Arkeologi 19. Isyarat 21. Peranti 22. Opa 23. Gelagat 26. Puffy 30. NSA

Pemenang TTS No. 267 1. Ni Komang Srinadi d/a TPA RARE ASIH Jl. Cempaka Gg. Jepun 9X Lingk. Kerta Sari Karangasem 2. Ni Ketut Suartini Br. Sangging, Abiansemal, Badung 3. I Gede Pica Jl. Raya Bebandem, Karangasem 4. DW.Gede Subawa d/a. Mitra Pemenang. Jl. Dukuh Sari No 2 Denpasar 5. Agus Made Dwi Antara Br. Anyar Kaja, Penyaringan Mendoyo, Jembrana 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar Nama Alamat

: I Kade Agus Suweca : Br. Apuan Kelod, Susut, Bangli

rata memiliki rencana untuk melakukan penataan terhadap lokasi air terjun tersebut. Pihaknya berharap nantinya setelah dilakukan penataan dan promosi dengan didukung instansi terkait, keberadaan air terjun di desanya itu semakin banyak didatangi pengunjung dan berdampak pada kesejahteraan warganya. (ina)

BPM/Ina

AIR TERJUN - Pemandangan air terjun Bunutin, Kintamani, Bangli, terlihat masih sangata alami.


19

Minggu Umanis, 23 Oktober 2016

BLIMBINGSARI - Penumpang turun dari pesawat di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, belum lama ini.

Sriwijaya Air Lirik Rute Jakarta - Banyuwangi

Banyuwangi (Bali Post) Penerbangan langsung Jakarta - Banyuwangi sepertinya bakal segera terwujud. Maskapai Sriwijaya Air mulai melirik rute jarak jauh penerbangan tersebut. Salah satu pertimbangannya, jumlah penumpang di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, terus mengalami peningkatan. Masuknya maskapai Sriwijaya Air ini diungkapkan Bupati Banyuwangi, Abdulah Azwar Anas, Sabtu (22/10) kemarin. Menurutnya, pihak pengelola maskapai nasional tersebut tertarik menjajaki rute Banyuwangi - Jakarta. “Saya baru saja bertemu CEO Sriwijaya Air. Beliau menyambut antusias karena prospek pasarnya cukup bagus penerbangan Banyuwangi - Jakarta. Ini setelah melihat perkembangan Banyuwangi,” kata Anas. Menurut Anas, jajaran Sriwijaya Air sedang mengurus perizinan terkait rute baru ini. Pihaknya berharap, rute penerbangan Jakarta - Banyuwangi bisa segera terealisasi dalam waktu dekat. Apalagi, ketebalan landasan pacu Bandara Blimbingsari, Banyuwangi sudah bisa didarati pesawat jenis Boeing 737 seri 500. Menurut Anas, penerbangan Jakarta - Banyuwangi ini akan membawa dampak luar biasa bagi Banyuwangi, terutama sektor pariwisata. Sebab, mobilitas orang akan semakin cepat untuk menggerakkan perekonomian lokal. Anas mengatakan, selama ini, wisatawan domestik maupun mancanegara yang berangkat dari Jakarta ke Banyuwangi harus transit dulu di Bandara Juanda, Surabaya. Setelah itu, menuju ke Banyuwangi. Frekuensi rute penerbangan Surabaya Banyuwangi telah mencapai tiga kali terbang per hari, dan per 30 Oktober 2016 bertambah menjadi empat kali terbang per hari. “Tentu dengan direct flight Jakarta-Banyuwangi, para wisatawan, dunia usaha, maupun masyarakat luas bisa lebih hemat waktu, karena pesawat langsung menuju ke Banyuwangi,” jelasnya. Bahkan, warga Bali Barat bisa ke Jakarta dengan menyeberang ke Banyuwangi. Data penumpang di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi terus mengalami kenaikan. Dari 7.826 penumpang (2011) naik menjadi 110.234 penumpang (2015). Hingga Agustus 2016, Bandara Blimbingsari, Banyuwangi telah melayani lebih dari 71.000 penumpang. (kmb30)

Baru Pertama Kali Dari Hal. 1

Ia menuturkan, istilah Sekolah Antikorupsi memang baru pertama kali digunakan oleh Partai Demokrat sebagai bentuk edukasi dan pencegahan agar kadernya terhindar dari tindak pidana korupsi. “Kehadiran kami di Sekolah Antikorupsi ini adalah sebagai pemateri dan pemberantasan korupsi harus menjadi agenda semua partai. Dan kami bisa mendengar apa masalah yang dihadapi mereka dan mencarikan solusinya seperti pendanaan parpol,” kata dia. Ketua DPP Partai

Demokrat Urusan Bidang Anti-Korupsi, Jemmy Setiawan, menuturkan, sekolah antikorupsi itu pertama kali dilaksanakan di Jakarta sebanyak dua kali, sekali di Yogyakarta, sekali di NTB, dan saat ini di Jabar. Menurut dia, Jawa Barat adalah daerah kelima yang dijadikan lokasi Sekolah Antikorupsi Partai Demokrat dan selanjutnya di Sumatera. “Jadi, bisa dikatakan satu-satunya partai yang memiliki divisi antikorupsi dan pemberantasan mafia hukum. Biar kami sempat dicap partai terkorup, tapi ternyata itu salah dari sisi jumlah dan nilai itu kecil,” kata dia. (ant)

Uji Kir Dari Hal. 1

“Tempat layanan masih tergolong sepi. Jadinya lebih mudah diawasi,” imbuhnya. Selain Polres, memperketat pengawasan juga dilakukan Pemkab Bangli, salah satunya pada uji kir kendaraan. “Pengawasan tetap diperketat. Demikian juga dengan waktu pelaksanaannya yang awalnya seminggu satu kali, menjadi tiga kali,” ungkap Kadishubkominfo Bangli, I Gede Arta. Besaran retribusi uji kir, sebut dia, tetap disesuaikan dengan yang tertuang dalam perda nomor 25 tahun 2011. Uji berkala kendaraan JBB 0 sampai 2.500 Kg sekelas pick up, dikenakan Rp 50 ribu. Sementara JBB 2.500

Kg sampai 7.800 Kg sekelas truk, dikenakan Rp 60 ribu. “Itu besaran retribusi. Sudah sesuai perda. Warga jangan coba-coba memberikan uang lebih. Ini sudah kami sampaikan,” tegasnya. Mantan Kabag Hukum Setda Bangli ini mengungkapkan, pengawasan juga dilakukan pada penyeberangan dari Dermaga Kedisan-Trunyan. Besaran tarif sudah dipasang di sejumlah tempat yang menjadi perhatian banyak orang. Melalui hal ini, masyarakat diharapkan bisa memahami peraturan yang berlaku. “Parkir juga begitu, tarifnya sudah jelas. Kami juga sudah pasang pengumuman. Pembayaran ikuti itu saja,” katanya. (sos)

Bali post/udi

Cari Udang, Hilang Empat Hari Mangupura (Bali Post) Setelah menghilang selama empat hari sejak tanggal 19 Oktober lalu, Misdi (46) ditemukan mengambang di sekitar Pantai Padang Padang, Kuta Selatan, Badung, Sabtu (22/10) kemarin. Seorang nelayan, Nengah, saat memancing ikan dengan menggunakan perahu tiba-tiba melihat sesuatu yang mengambang dekat darinya. Saking penasaran dengan hal tersebut, ia pun mencoba memerhatikan dari jarak dekat. Alangkah kagetnya warga asal Pecatu tersebut saat mendapati mayat pria mengambang. Mayat pria tersebut saat ditemukan mengenakan celana pendek berwarna abu-abu dengan garis pinggir berwarna putih. Pria tersebut juga ditemukan mengenakan

baju kaus berwarna abu-abu. Mayat pria tersebut memiliki berat badan sekitar 60 kg dengan tinggi 160 cm. Mayat yang ditemukan sekitar pukul 10.00 wita kemarin tersebut, mengeluarkan bau busuk bahkan bola matanya keluar. Hanifan dan Haji Hamir, keluarga jauh dari istri korban menuturkan, saat dinyatakan hilang pada 19 Oktober lalu, keluarga mengetahui terakhir Misdi sedang mencari udang bersama dua orang temannya di sekitar Pelabuhan Benoa. Temannya saat itu berada di tepian pantai, sedangkan Misdi menyusuri pantai yang surut lebih dalam. “Mungkin saking asyiknya mencari udang, dia (korban) tidak tahu jalurnya itu berlumpur,” ujarnya ketika ditemui di Instalasi

Kedokteran Forensik RSUP Sanglah. Ia yang pernah ke tempat tersebut, mengalami seperti tersedot lumpur. “Memang saat kita jalan dari pinggir lantai itu agak padat jalannya, tapi semakin ke dalam ada yang areanya agak cekung dan berlumpur sangat lembek sehingga membuat kaki terperosok. Untungnya saya waktu itu ditarik sama teman,” tuturnya. Ia menduga, korban yang seorang tukang tersebut tersedot lumpur. Sementara itu, dua teman korban yang tidak melihat korban lagi di tempatnya semula, mulai mencar-cari dan melaporkan kehilangan temannya tersebut. Jenazah korban rencananya dipulangkan ke kampung halamannya di Banyuwangi. (kmb42)

Permainkan Kasus Dari Hal. 1

Kedua, bagian reserse dan intelijen (baik umum maupun khusus). Pasalnya, lanjut Swardhana, karena petugas di sini dipandang bisa mempermainkan kasus, jual beli kasus, permainan penggunaan pasal yang disangkakan dan mudahnya ancaman akan ditahan sehingga calon tersangka menjadi ketakutan dan mudahnya menggunakan kewenangan diskresi. Ketiga, bidang administrasi dan penempatan anggota kepolisian. Yang terakhir ini memang agak jarang terjadi, karena tidak dirasakan langsung oleh masyarakat, kecuali masyarakat yang mengajukan lamaran jadi anggota polisi, di samping anggota yang akan naik pangkat atau ditempatkan pada tugas baru. “Persepsi di atas memang masih memerlukan penelitian yang mendalam, khususnya bagian tugas kepolisian yang terakhir ini. Karena menyangkut dan melibatkan petinggi, yang tentu tidak akan memberi komentar

terhadap peristiwa yang menimpanya. Sedangkan untuk yang pertama dan kedua, bukan isapan jempol, tetapi memang benar ada dan diakui masyarakat, walau warga masyarakat tidak mungkin mengadukan kepada atasan aparat tersebut,” tegasnya. Untuk itu, ia mengimbau agar apa pun yang dilakukan oleh aparat penegak hukum dalam hal ini anggota kepolisian, hendaknya segera melapor jika ada oknum polisi yang melanggar aturan termasuk pungli. Jangan sampai ulah mereka memperburuk citra kepolisian, padahal masih banyak polisi yang baik dan benar. Ada sebagian kecil oknum kepolisian yang berulah menyalahgunakan kewenangannya. Kapolda Bali Irjen Pol. Sugeng Priyanto, beberapa waktu lalu mengatakan sudah membentuk Satgas Pungli. Sasarannya, semua kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan pelayanan dan jika ada anggotanya terlibat akan ditindak tegas. Tim Satgas tersebut diperin-

Lima Tahun

Dari Hal. 1

Seperti yang diumumkan klub, Neymar telah menandatangani kesepakatan lima tahun yang akan membuatnya bertahan di Barca sampai 30 Juni 2021. Mengenai kontrak baru Neymar, terkandung klausul pelepasan yang kabarnya mencapai angka 250 juta euro (Rp 3,54 triliun). Presiden klub, Josep Maria Bartomeu, mengaku senang dengan keputusan Neymar meneruskan masa baktinya bersama Blaugrana. “Kami terus bekerja untuk mempertahankan keunggulan kami atas klub-klub yang lain. Congrats untuk memperbaharui dengan Barca, Neymar Jr.,” ucapnya. Bergabung dengan Barca pada awal musim 2013/2014, Neymar merengkuh sukses dengan meraih tujuh gelar juara termasuk treble winner

di musim 2014/2015. Bersama Blaugrana, dia sudah tampil 150 kali di seluruh ajang dengan mencetak 91 gol dan 62 assist. Saat pertama kali datang di musim 2013/2014, ia belum terlihat padu dengan Lionel Messi. Sepanjang musim Neymar hanya membukukan 15 gol dan sembilan di antaranya lahir pada pentas La Liga. Tahun berikutnya, Neymar sukses memperbaiki penampilan. Pria kelahiran Mogi das Cruzes 5 Februari 1992 lalu tersebut mampu menorehkan 22 gol di liga domestik. Setahun berselang, ia berhasil menyarangkan 24 gol dan berkat prestasinya itu, Neymar mengunci tempat di starting XI Los Blaugrana. Dibanding Lionel Messi, catatan gol Neymar terbilang lebih tinggi. Saat melakoni penampilan ke-100-nya di

tahkan menyelidiki di bidang pelayanan seperti pelayanan SIM, STNK, BPKB, SKCK, termasuk pelayanan bidang reserse dan pelayanan publik lainnya. “Jika ada hasil pasti kami informasikan. Jika terbukti, kita proses. Sudah jelas Bapak Presiden beri arahan sangat tegas untuk tindak kasus pungli,” ujarnya. Terkait pemberantasan pungli ini, Waka Polres Klungkung Kompol Nengah Sadiarta mengajak personel Polres Klungkung dan jajaran Polsek untuk melaksanakan dan mematuhi instruksi Kapolri Tito Karnavian. Polres Klungkung tidak akan segan-segan menindak dan memberikan sanksi bagi anggota yang kedapatan dan terbukti melakukan pungli kepada masyarakat. Untuk meniadakan aksi pungli di semua unit pelayanan yang ada di Polres Klungkung, Wakapolres selalu mengingatkan personelnya selalu bekerja dengan baik dan tidak pamrih dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. (rah/dwa)

La Liga, Messi hanya mencetak 48 gol. Jumlah tersebut sama dengan David Villa (eks striker Barca) yang dibuatnya pada 2001 lalu. Selain Messi dan Villa, ketajaman Neymar dalam seratus laga pertama juga lebih baik dari Samuel Eto’o. Dalam kesempatan yang sama, mantan penyerang Barcelona ini hanya mengukir 35 gol. Namun, catatan Neymar masih kalah dari rekan satu timnya, Luis Suarez. Pemain kebangsaan Uruguay itu sudah mencetak 62 gol dalam 70 penampilannya di kancah La Liga. Selain Suarez, Neymar juga kalah duo Real Madrid, Garteh Bale dan Cristiano Ronaldo. Dari 88 pertandingan La Liga, Bale mampu menceploskan 50 gol. Besar kemungkinan koleksinya akan terus bertambah saat jumlah caps-nya sudah mencapai 100. (kmb33/rt)

Layanan ”Online” Dari Hal. 1

Pelayanan berbasis teknologi ini berupa layanan SIM online, Samsat online, dan Quik Respons online. Hal ini bertujuan sebagai antisipasi adanya pungli serta calo yang dapat menyebabkan sistem birokrasi menjadi terhambat. Kapolres Tabanan, AKBP Marsdianto, menjelaskan, berdasarkan Undang-undang RI nomor 22 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, pihaknya wajib mengimplementasikan dengan cara meningkatkan pelayanan publik dengan berbasis IT. Menurutnya, hal ini sebagai langkah meminimalisasi terjadinya pungli, agar personel atapun masyarakat mengurangi pertemuan sehingga kesempatan bernegosiasi jadi tidak ada. “Ini sebagai langkah antisipasi adanya pungutan liar, sehingga masyarakat bisa jadi percaya terhadap pelayanan kami,” ujarnya. Meski ada layanan SIM online, dikatakannya, layanan SIM keliling akan tetap dijalankan. Karena menurutnya, tidak semua masyarakat bisa memahami sistem online ini. Bahkan, sistem online juga tergan-

tung pada jaringan yang ada di daerahnya. Sementara untuk instansi pemerintahan seperti Dinas Perhubungan, juga memiliki cara lain untuk memberikan imbauan pada masyarakat agar terhindar dari praktik pungli oknum ‘nakal’. Kepala Dinas Perhubungan Tabanan, Drs. I Made Agus Hartawiguna, mengatakan, dalam banner tersebut berisi imbauan kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan agar mengurus sendiri proses pendaftaran dan pembayarannya tanpa menggunakan jasa pihak lain. Tidak hanya itu, pejabat asal Penebel ini juga menekankan pada jajarannya baik secara lisan ataupun perintah tertulis untuk memungut retribusi sesuai tarif yang ditentukan. “Saat ini, kami juga sedang membangun aplikasi registrasi online,” ujarnya. Jika di lapangan nantinya kedapatan oknum petugas ‘‘nakal’’, Agus menegaskan pihaknya tidak segan-segan menerapkan sanksi sesuai dengan undang-undang tentang disiplin pegawai. “Kami juga siapkan layanan pengaduan, jika masyarakat merasa dirugikan bisa laporkan langsung untuk segera diatensi,” ujarnya. (bit)

Indonesia Mengejar Dari Hal. 1

“Dari Asia Timur ada Cina, Hongkong, Jepang, Korea, dan Taiwan, sedangkan dari Asia Tenggara ada Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand,” kata Hill. “Indonesia mulai mengejar. Kita tahu, pada tahun 1960-

an Indonesia sangat miskin, namun mampu bangkit maju. Yang tidak maju menurut ukuran ini adalah Filipina, karena selama lebih dari 60 tahun mengalami kemiskinan, jika dibandingkan dengan Amerika. Bangladesh dan Kamboja juga demikian,” beber Hill. (ant)

Dekati Hongkong Dari Hal. 1

Setelah memporak-porandakan Filipina, topan dahsyat itu menerjang Hongkong. “Berdasarkan perkiraan badan pengamat cuaca saat ini, Topan Haima akan sangat mendekati Hongkong sekitar sore hari. Badai tersebut bergerak menuju bagian timur kawasan tersebut,” demikian keterangan resmi dari Hong Kong Oberservatory. Kategori topan terburuk angkanya adalah 10. Terkait Topan Haima ini, badan pengamat cuaca di Hongkong menyebut statusnya berada di tingkat 8. Dampaknya diperkirakan akan cukup parah karena badai yang satu ini dipastikan akan melintasi

bagian utara Laut Cina Selatan setelah lawatannya ke Filipina. “Ini berarti angin berkecepatan rata-rata 63 kilometer per jam atau lebih, diperkirakan akan datang dari arah barat laut,” imbuhnya. Dengan adanya pengumuman bahaya topan, semua penerbangan dan layanan kereta api masuk dan ke luar kota juga sudah dibatalkan. Demikian juga kegiatan di pelabuhan dan ekspor impor di Hongkong. Hingga saat ini, belum ada laporan jatuhnya korban jiwa akibat serangan topan dahsyat di Cina tersebut. Namun sekitar 50.00 orang telah dievakuasi dari tempat-tempat yang berbahaya. (kmb33/rtr)


balipost (152rb Like) http://facebook.com/balipost

Minggu UMANIS, 23 oktober 2016

@balipostcom (4.485 Follower) http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Yoni Juara I Membatik LCSPN

BPM/kmb

Ni Komang Sri Mahyoniariasih

KERJA keras dan ketekunan untuk belajar membatik sejak duduk di bangku SD akhirnya terbayar dengan hasil sangat gemilang. Ni Komang Sri Mahyoniariasih (11), siswi kelas V SDN 1 Sumerta Denpasar, tidak mengira akan meraih predikat juara I Lomba Membatik Tingkat SD dalam Lomba Cipta Seni Pelajar Nasional (LCSPN) 2016, dua pekan lalu. Yoni, sapaan akrabnya, membuat kain batik bermotif kekayaan laut berukuran 50 cm x 50 cm. Selama empat jam, siswa kelas V SD itu membuat sketsa di atas kain, mencanting dengan tiga macam canting, dan memberikan pewarnaan dengan napthol. Hasilnya, kain batik merah bermotif perahu, ikan, dan terumbu menjadi perpaduan yang cantik. Sebelumnya, Yoni pernah membuat kain batik bermotif burung jalak Bali yang sedang terbang dengan dikelilingi bunga-bunga. Motif ini dibuat saat duduk di bangku SD kelas III

ketika lomba di Istana Bogor pada 2014 silam. Hasilnya, Yoni mendapat Juara Harapan I. Ketertarikan Yoni pada kerajinan batik karena melihat sang kakek yang juga seorang perajin batik. Maka sejak duduk di bangku SD, Yoni belajar membatik di Sanggar Jepun Putih, Bali, binaan I Wayan Adnyana. Selain belajar membatik, Yoni juga belajar melukis di sanggar tersebut. Baginya, belajar membatik tidaklah sulit dan tidak terkesan kuno. Justru ini sebagai salah satu kontribusinya dalam melestarikan batik sebagai warisan budaya. “Saya ingin jadi dokter yang bisa seni,” tuturnya. Ayah Yoni, I Made Sugiartha (43) yang dikonfirmasi Sabtu (22/10) kemarin, mengaku tak menyangka jika putrinya mendapat juara pertama. Sebab, kegiatan ini merupakan lomba membatik kedua yang diikutinya. Apalagi, melihat hasil karya siswa lain yang tak kalah bagus. (kmb)

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

Tukul Tolak Pentas dalam Kampanye

Temanggung (Bali Post) Pelawak Tukul Arwana menolak tawaran pentas yang berkaitan dengan kepentingan politik, seperti dalam kampanye pemilihan kepala daerah untuk menjaga independensi dan netralitas lawakannya. “Tawaran pentas selalu ada, tetapi yang saya terima kalau tidak ada hubungannya dengan pilkada,” katanya sebelum pentas dalam pertunjukan wayang kulit bersama dalang Ki Gangsar di Asrama Polisi Gemoh, Temanggung, Jumat malam. Tidak hanya untuk Pilkada DKI, katanya sebelumnya pihaknya juga pernah menolak tawaran pentas untuk kepentingan politik pilkada di daerah lain, seperti Kalimantan dan Sumatera. Menurut dia upaya ini sekaligus menghindarkannya agar tidak dimanfaatkan kepentingan tertentu, seperti aksi dukung-mendukung dalam politik. “Saya tidak mau kalau untuk

politik, karena saya perlu menjaga independensi pelawak. Lagi

pula, lawakan saya hanya lawakan umum,” katanya. (ant)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 23 Oktober 2016 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu